UKM German Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang mengadakan Open House dalam rangka Diklat X dengan tema "Kenali, Dalami dan Perjuangkan!". Kegiatan akan dilaksanakan selama 3 hari, tanggal 22 s.d. 24 Februari 2010 bertempat di Joglo Perpustakaan universitas Negeri Malang
UKM KSR Universitas Negeri Malang mengadakan kegiatan Donor Darah dan Pameran KSR PMI Unit Universitas Negeri Malang, bertempat di JOGLO Perpustakaan UM. Kegiatan Pameran dilaksanakan pada tanggal 15 s.d. 19 Februari 2010. Kegiatan Donor Darah dilaksanakan pada tanggal 16 Februari 2010 jam 08:30 s.d. selesai
Sebanyak 6 (enam) siswa dari SMK Negeri 9 Malang melaksanakan kegiatan praktek kerja industri (Prakerin) di Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Pelaksanaan prakerin selama 4 bulan, sejak tanggal 8 Februari s.d. 8 Juni 2010, siswa prakerin berasal dari program keahlian rekayasa perangkat lunak 2 orang, Bagus Tri dan Erfin Hardika, dan program keahlian teknik komputer dan jaringan 4 orang, M. Sofyan, Brian Rizaldi C, Lila Hidayat, Ridwan Abdul Malik.
Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan, Jenjang Program Pasca Sarjana (S2), Universitas Gresik akan melakukan kunjungan ke Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Kunjungan direncanakan pada hari Kamis, 11 Februari 2010 bertujuan melaksanakan studi kepustakaan dan memperoleh tambahan ilmu pengetahuan dari buku-buku literatur yang akan digunakan dalam penyusunan tesis. Jumlah peserta kunjungan berjumlah 29 orang.
Berdiri sejak tahun 1954 sebagai unitpenunjang pendidikan dari Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) yang diresmikan Prof. Mr. Muhammad Yamin. PP No. 71 Tahun 1958 PTPG berubah namanya menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Airlangga. Sekarang ini lokasi gedung perpustakaan berada di tengah kampus dengan luas 5.340 m2. Visi Perpustakaan UM mewujudkan perpustakaan sebagai pusat rujukan informasi ilmiah(information center and center of knowledge access).
E-jurnal tersebut bebas diakses dan dimanfaatkan oleh civitas akademika UM melalui akses internet di lingkungan kampus UM dan hotspot dalam gedung perpustakaan.
Oleh Aa Kosasih, S.Sos. / Pustakawan Pertama aakosasih_library@yahoo.com/handarukosasih@gmail.com
Senin, 23 November 2009 21:21
Setiap
perpustakaan tentunya mempunyai visi yang berbeda, namun dapat dipastikan bahwa
perpustakaan itu dikatakan berhasil bila banyak digunakan oleh
komunitasnya.Untuk melihat apakah tujuan perpustakaan sudah tercapai dan
bagaimana kualitas koleksi yang telah dikembangkan tersebut sudah memenuhi
standar, perlu diadakan suatu analisis dan evaluasi koleksi. Dalam setiap
kategori ada sejumlah metode evaluasi khusus. Perpustakaan perlu melakukan
evaluasi koleksi secara periodik dan sistematik untuk memastikan bahwa koleksi
itu mengikuti perubahan yang terjadi, dan perkembangan kebutuhan dari komunitas
yang dilayani. Metode evaluasi koleksi yang tersedia tidak ada yang sempurna
untuk dapat digunakan secara tunggal. Oleh
karena itu disarankan menggunakan kombinasi beberapa metode, sehingga dapat
saling menutupi kekurangan masing-masing metode. Semua aktivitas evaluasi ini
tentunya harus sejalan dengan fungsi dan tujuan perpustakaan, serta kebutuhan
komunitas. Bila evaluasi koleksi ini sudah dilakukan secara rutin, akan terasa
semakin ringannya tugas ini, terlebih bila diingat bahwa proses ini akan
membawa koleksi perpustakaan semakin dekat dengan kebutuhan komunitas yang
dilayani.
Oleh Aa Kosasih, S. Sos. / aakosasih_library@yahoo.com/handarukosasih@gmail.com
Perpustakaan sebagai lembaga yang mengelola sumber
informasi dan pelestari bahan pustaka hasil budaya bangsa serta melakukan jasa
informasi perlu dipersiapkan dan dikelola dengan baik. Agar dapat diwujudkan sistem perpustakaan yang kompetetif yang bermuara
pada kepuasan pengguna. Dari sinilah
perpustakaan dapat menunjukkan eksistensi dan perannya dalam menghadapi era
informasi global. Dengan demikian maka untuk meningkatkan kualitas pelayanan
perpustakaan akan tergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhinya,beberapa
faktor yaitu kesadaran, aturan, organisasi, kemampuan dan ketrampilan dan
sarana pelayanan. Memberikan layanan yang baik dan memuaskan pemakai merupakan
faktor terpenting bagi perpustakaan. Mutu layanan baik apabila pustakawan
bersedia melayani pengguna dengan baik.
BULAN April lalu harian Kompas
melaporkan masalah penerbitan majalah ilmiah atau jurnal sebagai wahana
komunikasi ilmiah (cetak miring dari penulis) di lingkungan pendidikan
tinggi. Diungkapkan pengalaman Drs. Harisusanto - redaktur pelaksana majalah
ilmiah Atma nan Jaya - yang menyatakan bahwa materi yang masuk ke
redaksi pas-pasan dan mutunya rendah. Untuk bisa dimuat, separuh dari isi
artikel yang masuk harus dirombak.
Tuntutan peningkatan kualitas kinerja pustakawan
berdasarkan sistem karier dan prestasi kerja dengan prinsip memberikan
penghargaan dan sanksi telah diamanatkan dalam UU No. 43 tahun 1999 tentang
pokok-pokok kepegawaian dan ketentuan pelaksanaannya diatur dalam keputusan
MENPAN No. 132/KEP/M.PAN/12/2002 tentang jabatan fungsional pustakawan dan
angka kreditnya. Tuntutan tersebut merupakan konsekuensi logis dari
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang semakin maju, serta
perkembangan tuntutan reformasi di tanah air terutama terhadap pelaksanaan
tugas aparatur negara termasuk dalam hal ini pustakawan. Tuntutan reformasi ini
pada daarnya adlaah terciptanya aparatur negara yang profesional dalam
memberikan pelayanan, pengayomaan dan pemberdayaan masyarakat.
SMK Negeri VEDC dan 9 Malang bekerjasama dengan Perpustakaan UM sebagai partner tempat praktek kerja industri siswa pada jurusan teknologi jaringan dan informasi. Jumlah siswa yang ditempatkan keseluruhan 5 orang, mereka akan melaksanakan prakerin selama 4 bulan. Mereka selama dalam masa praktek di perpustakaan diarahkan untuk membantu petugas teknisi dalam perawatan jaringan komputer, perawatan komputer dan penataan konten data base.
Jumlah Kunjungan Konten : 93623
Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM),(c)2008