Analisis kesehatan bank pada PT. Bank Mandiri (Persero) dan PT. Bank Central Asia, Tbk / Masayu Vidiantika

DDCRs 332.106 MAS a
AuthorMasayu Vidiantika
Year2007
Languageind

Abstract


Salah satu faktor yang harus diperhatikan oleh bank untuk dapat bersaing dengan bank-bank lainnya adalah kondisi kesehatan bank itu sendiri. Berdasarkan keputusan Bank Indonesia (BI), mengeluarkan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 30/11/KEP/DIR tanggal 30 April 1997 serta Surat Edaran No. 30/2/UPPB tanggal 30 April 1997 tentang Tata Cara Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Dalam Surat Keputusan ini dijelaskan bahwa analisis yang menentukan tingkat kesehatan bank salah satunya adalah Permodalan (capital), Kualitas Aktiva Produktif (asset quality), Rentabilitas (earning), dan Likuiditas (liquidity).



Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu laporan keuangan PT. Bank Mandiri (Persero) dan PT. Bank Central Asia, Tbk. Sedangkan sampel yang digunakan adalah laporan keuangan PT. Bank Mandiri (Persero) dan PT. Bank Central Asia, Tbk mulai tahun 2001-2005. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menghitung tiap rasio kesehatan bank, (2) Mengukur tingkat kesehatan bank, (3) Adakah perbedaan yang signifikan antara PT. Bank Mandiri (Persero) dan PT. Bank central Asia, Tbk dilihat dari variabel dalam analisis ini yaitu Permodalan (capital), Kualitas Aktiva Produktif (asset quality), Rentabilitas (earning), dan Likuiditas (liquidity). Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik analisis data kuantitatif. Analisis kuantitatif digunakan untuk menghitung faktor Permodalan (capital), Kualitas Aktiva Produktif (asset quality), Rentabilitas (earning), dan Likuiditas (liquidity) serta rasio dari masing-masing faktor yang sudah ditetapkan berdasarkan keputusan Bank Indonesia (BI).



Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi tingkat kesehatan PT. Bank Mandiri (Persero) dan PT. Bank Central Asia, Tbk pada faktor Kualitas Aktiva Produktif (asset quality) PT. Bank Mandiri (Persero) tahun 2001-2004 menunjukkan predikat cukup sehat. Sedangkan tahun 2005 menunjukkan predikat tidak sehat dikarenakan besarnya kredit macet dari total aktiva produktif .



Berdasarkan hasil penelitian ini maka peneliti memberikan beberapa saran, yaitu : (1) Sebaiknya penetapan kebijaksanaan pemberian kredit lebih diperketat lagi untuk meminimalkan jumlah kredit macet sehingga kegiatan operasional dan perkembangan bank tidak terhambat. (2) Mengingat bahwa faktor Permodalan (capital), Kualitas Aktiva Produktif (asset quality), Rentabilitas (earning), dan Likuiditas (liquidity) merupakan faktor dalam menilai tingkat kesehatan bank maka hendaknya PT. Bank Mandiri (Persero) dan PT. Bank Central Asia, Tbk harus tetap mempertahankan dan meningkatkan tingkat rasio yang telah dicapai beberapa tahun terakhir ini. (3) Untuk penelitian selanjutnya, hendaknya dilengkapi faktor manajemen agar dapat menentukan tingkat kesehatan perbankan secara keseluruhan.


Download file

  1. 01782KI07-ABSTRAKku.doc (28.00 KB)



Download Analisis kesehatan bank pada PT. Bank Mandiri (Persero) dan PT. Bank Central Asia, Tbk / Masayu Vidiantika


TypeLanguage
Download Analisis kesehatan bank pada PT. Bank Mandiri (Persero) dan PT. Bank Central Asia, Tbk / Masayu Vidiantika ID

Print Analisis kesehatan bank pada PT. Bank Mandiri (Persero) dan PT. Bank Central Asia, Tbk / Masayu Vidiantika

Publications by Year

O.P.A.C

Universitas Negeri Malang Perpustakaan Universitas Negeri Malang Mulok Perpustakaan Universitas Negeri Malang Opac Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang
....