Analisis sosial budaya terhadap pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja pesantren (studi kasus di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi'ien Asrama Putri Sunan Pandanaran di Tulungagung) / Retnowijayanti

DDCRs 612.607 RET a
AuthorRetnowijayanti
YearSkripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Sejarah, 2009
Languageind

Abstract


ABSTRAK

Wijayanti, Retno. 2008. Analisis Sosial Budaya Terhadap Pendidikan Kesehatan

Reproduksi Bagi Remaja Pesantren (Studi Kasus di Pondok Pesantren

Hidayatul Mubtadi’ien Asrama Putri Sunan Pandanaran di Tulungagung).

Skripsi, Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Sastra Universitas

Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Siti Malikah Thowaf , M.A,

Ph.D, (II) Dra. Hj. Sri Sumartini, M.Si.

Kata kunci: Pendidikan Kesehatan Reproduksi/ Pendidikan Seks, Remaja,

Pesantren

Perubahan fisik dan perkembangan kejiwaan yang terjadi pada masa

remaja/ pubertas bertanggung-jawab atas munculnya dorongan seks. Untuk itulah

perlu kiranya memberikan informasi masalah seksualitas/ kesehatan reproduksi

diantaranya melalui pendidikan. Pendidikan yang dimaksud sering diistilahkan

dengan pendidikan seks. Istilah lain menyebutnya dengan pendidikan kesehatan

reproduksi.

Peranan pesantren sebagai sebuah lembaga pendidikan yang sangat

intensif membahas masalah agama Islam yang berguna bagi masyarakat luas,

sudah semestinya membahas seksualitas melalui pendidikan seks/ pendidikan

kesehatan reproduksi. Hal ini dikarenakan pendidikan kesehatan reproduksi tidak

terlepas dari kehidupan manusia. Akan tetapi realitasnya, bahasan kesehatan

reproduksi masih tergolong tema yang sangat jarang dan sensitif di kalangan

pesantren serta kurang mendapat porsi yang memadai dalam program pendidikan

pesantren. Akibatnya berpengaruh pada penerapan pendidikan kesehatan

reproduksi yang kurang maksimal. Selain itu dapat memicu dampak yang sangat

besar yakni kondisi social budaya santri dalam mengelola seksualitasnya yang

terekam dalam perilaku pergaulannya.

Kondisi seperti itu juga bisa saja terjadi di Pondok Pesantren Hidayatul

Mubtadi’ien (PPHM) Asrama Putri Sunan Pandanaran di Tulungagung.

Untuk itulah penelitian ini mengangkat permasalahan tentang bagaimana

kondisi PPHM Asrama Putri Sunan Pandanaran di Tulungagung sebagai lembaga

pendidikan Islam, bagaimana pola pergaulan remaja putri di PPHM Asrama Putri

Sunan Pandanaran di Tulungagung, dan bagaimana permasalahan kesehatan

reproduksi remaja putri yang terjadi di PPHM Asrama Putri Sunan Pandanaran di

Tulungagung, serta bagaimana pendidikan kesehatan reproduksi yang telah

diterapkan di PPHM Asrama Putri Sunan Pandanaran di Tulungagung.

Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi

PPHM Asrama Putri Sunan Pandanaran di Tulungagung sebagai lembaga

pendidikan Islam, mengetahui pola pergaulan remaja putri di PPHM Asrama Putri

Sunan Pandanaran di Tulungagung, mengetahui permasalahan kesehatan

reproduksi remaja putri yang terjadi di PPHM Asrama Putri Sunan Pandanaran di

Tulungagung, dan mengetahui permasalahan kesehatan reproduksi remaja putri,

serta mengetahui pendidikan kesehatan reproduksi yang telah diterapkan di

PPHM Asrama Putri Sunan Pandanaran di Tulungagung.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan

pendekatan penelitian kualitatif berjenis diskriptif. Sedangkan data yang diperoleh

ii

adalah menggunakan observasi dan sumber lisan melalui wawancara dengan

pengasuh, para dewan guru, para santri senior, madya, dan yunior (berdasarkan

lamanya nyantri/ mondok).

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi PPHM Asrama

Putri Sunan Pandanaran di Tulungagung sebagai lembaga pendidikan Islam yang

dikelola secara sistemik ternyata kurang adanya keseimbangan sistem.

Indikasinya adalah jumlah santri dan pengurus yang kurang seimbang, seringkali

terjadi hubungan yang tidak harmonis di antara beberapa lembaga pendidikan

yang ada di dalamnya. Keterbatasan interaksi santri dengan dunia luar pesantren

berpengaruh pada peraturan yang diterapkan. Pola pergaulan remaja putri di

PPHM Asrama Putri Sunan Pandanaran di Tulungagung, dalam kesehariannya

memang dihabiskan berinteraksi dengan sesama jenisnya. Namun karena

mayoritas pengurusnya adalah laki-laki maka tidak menutup kemungkinan terjadi

interaksi dengan lawan jenis meskipun sangat dibatasi. Permasalahan kesehatan

reproduksi remaja putri di PPHM Asrama Sunan Pandanaran di Tulungagung,

terjadi ketika hubungan antara lawan jenis sedemikian diperketat dalam segala

kondisi, sedangkan hubungan dengan sesama jenis sudah dianggap biasa.

Ternyata keadaan seperti itu dapat menimbulkan keadaan lain yang tidak diduga

sebelumnya bahkan luput dari perhatian banyak pihak pesantren. Keadaan yang

dimaksud adalah munculnya gejala kecenderungan intim dengan sesama jenis.

Pendidikan kesehatan reproduksi yang diterapkan di PPHM Asrama Putri Sunan

Pandanaran di Tulungagung telah diberikan sejak kelas VI Ibtida’iyyah berupa

funun (bidang kajian) kitab-kitab fiqh. Kajian kitab-kitab fiqh dimasukkan dalam

kurikulum sekolah diniyah dan sebagai pengajian kitab yang bersifat

ekstrakulikuler. Kajian kesehatan reproduksi di luar kajian kitab kuning, seperti

seminar dan penyuluhan di puskesmas di bawah organisasi HMHF (Hidayatul

Mubtadi’ien Healthy Federation) hanya sebagai formalitas. Namun dalam proses

edukasinya masih kurang memadai. Kondisi sosial budaya pesantren yang

sedemikian rupa dapat berdampak pada berbagai hal baik positif maupun negatif.

Namun dampak negatif seperti adanya kecenderungan hubungan intim sesama

jenis merupakan suatu hal yang kadarnya sangat serius dan memerlukan solusi

yang serius pula. Hal ini mengingat pesantren merupakan lembaga pendidikan

Islam yang nota bene merupakan lembaga yang ditugaskan mendidik moralitas

masyarakat.


Download file

  1. 00381KI09-ABSTRAK.doc (26.50 KB)
  2. 00381KI09-BAB I PENDAHULUAN.pdf (44.59 KB)
  3. 00381KI09-BAB II KAJIAN PUSTAKA _Repaired_.pdf (79.71 KB)
  4. 00381KI09-BAB III METODE PENELITIAN.pdf (41.32 KB)
  5. 00381KI09-BAB IV PAPARAN DATA.pdf (399.75 KB)
  6. 00381KI09-BAB V PEMBAHASAN.pdf (92.19 KB)
  7. 00381KI09-BAB VI PENUTUP.pdf (29.79 KB)



Download Analisis sosial budaya terhadap pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja pesantren (studi kasus di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi'ien Asrama Putri Sunan Pandanaran di Tulungagung) / Retnowijayanti


TypeLanguage
Download Analisis sosial budaya terhadap pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja pesantren (studi kasus di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi'ien Asrama Putri Sunan Pandanaran di Tulungagung) / Retnowijayanti ID

Print Analisis sosial budaya terhadap pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja pesantren (studi kasus di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi'ien Asrama Putri Sunan Pandanaran di Tulungagung) / Retnowijayanti

Publications by Year

O.P.A.C

Universitas Negeri Malang Perpustakaan Universitas Negeri Malang Mulok Perpustakaan Universitas Negeri Malang Opac Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang
....