Hubungan antara pelaksanaan bimbingan karier, persepsi, sikap dan pengambilan keputusan karier siswa SMK Negeri di Kota Malang / Dwi Ulfa Nurdahlia

DDCRs 371.42 NUR h
AuthorNurdahlia, Dwi Ulfa
Year2009
Languageind

Abstract


Kata kunci: bimbingan karier, persepsi, sikap, keputusan karier.

Sekolah Menengah Kejuruan merupakan salah satu pendidikan lanjutan

yang setara dengan SMA/MA, tetapi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

memiliki kekhasan yang berbeda dari sekolah lanjutan yang lain. SMK lebih

menitikberatkan pada pembekalan skill siswa, sehingga siswa siap untuk

menghadapi dunia kerja. Berkaitan dengan kesiapan mental kerja siswa, maka

pelaksanaan layanan bimbingan karier sangat dibutuhkan oleh siswa. Bimbingan

karier dapat dikatakan sukses apabila siswa mampu mengambil keputusan dengan

baik. Keputusan karier siswa dipengaruhi oleh pelaksanaan bimbingan karier yang

berkaitan dengan layanan informasi. Layanan informasi inilah yang nantinya akan

diterima oleh ranah kognitif yang bertugas mengelola informasi. Selain ranah

kognitif, ranah afeksi juga berperan dalam menerima informasi. Jika informasi

menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa, maka siswa akan menyenangi

informasi yang disampaikan dalam bentuk lisan dan ditunjukkan dengan cara

mengacungkan tangan. Tindakan tersebut merupakan perwujudan secara konatif

yaitu perilaku yang nampak. Ketiga ranah tersebut merupakan perwujudan dari

sikap yang nantinya berhubungan dengan kemampuan siswa dalam mengambil

keputusan karier.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara

pelaksanaan bimbingan karier, persepsi, sikap dan pengambilan keputusan karier

siswa SMK Negeri di kota Malang. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk:

(1) mengetahui dan mendeskripsikan pelaksanaan bimbingan karier di SMK

Negeri di kota Malang, (2) mengetahui dan mendeskripsikan persepsi siswa

tentang pelaksanaan bimbingan karier di SMK Negeri kota Malang,

(3) mengetahui dan mendeskripsikan sikap siswa tentang pelaksanaan bimbingan

karier di SMK Negeri kota Malang, (4) mendeskripsikan pengambilan keputusan

karier siswa SMK Negeri di kota Malang, (5) mengetahui hubungan langsug

antara pelaksanaan bimbingan karier dengan persepsi, sikap siswa terhadap

pelaksanaan bimbingan karier dan pengambilan keputusan karier siswa SMK

Negeri di kota Malang, (6) mengetahui apakah persepsi dan sikap siswa terhadap

pelaksanaan bimbingan karier mempunyai hubungan langsung dengan

pengambilan keputusan karier siswa SMK Negeri di kota Malang, (7) untuk

mengetahui apakah sikap siswa tehadap pelaksanaan bimbingan karier

mempunyai hubungan langsung dengan pengambilan keputusan karier siswa

SMK Negeri di kota Malang, (8) untuk mengetahui hubungan manakah yang

mempunyai hubungan terkuat antara pelaksanaan bimbingan karier, persepsi,

sikap dan pengambilan keputusan karier siswa SMK Negeri di kota Malang.







i











Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif

korelasional dengan menggunakan analisis Path atau analisis jalur yang bertujuan

untuk mengetahui jalur atau hubungan terkuat antarvariabel eksogen (pelaksanaan

layanan bimbingan karier) dan variabel indogen yang terdiri atas persepsi, sikap,

dan pengambilan keputusan karier. Deskriptif korelasional bertujuan untuk

mendeskripsikan masing-masing variabel dan mengetahui hubungan antar

variabel. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI

SMK Negeri kota Malang yang diawali dengan uji coba instrumen di SMK Negeri

2 Malang. Kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data dari SMK Negeri 3

Malang, SMK Negeri 5 Malang, SMK Negeri 6 Malang, SMK Negeri 7 Malang,

dan SMK Negeri 8 Malang.

Hasil persentase penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1) banyak sekali

(88.06%) siswa yang menyatakan baik terhadap pelaksanaan bimbingan karier,

(2) banyak sekali (94.03%) siswa yang mempersepsi baik pelaksanaan bimbingan

karier, (3) banyak sekali (83. 58%) siswa yang bersikap baik pada saat

pelaksanaan bimbingan karier, (4) banyak sekali (0.60%) siswa yang mampu

mengambil keputusan karier. Sedangkan penelitian secara deskriptif korelasional

ini menggunakan analisis Path dan hasilnya menunjukkan bahwa terdapat

hubungan langsung dan tidak langsung antara variabel: (1) pelaksanaan

bimbingan karier mempunyai hubungan tidak langsung terhadap pengambilan

keputusan melalui persepsi dan sikap. Disamping itu pelaksanaan bimbingan

karier juga mempunyai hubungan langsung dengan pengambilan keputusan karier

sebesar 0.095, (2) bimbingan karier mempunyai hubungan langsung dengan

persepsi sebesar 0.098, (3) pelaksanaan bimbingan karier mempunyai hubungan

langsung dengan sikap sebesar 0.587, (4) persepsi siswa tentang pelaksanaan

bimbingan karier mempunyai hubungan langsung dengan sikap siswa terhadap

pelaksanaan bimbingan karier sebesar 0.036, (5) sikap siswa terhadap pelaksanaan

bimbingan karier mempunyai hubungan langsung dengan pengambilan keputusan

karier siswa sebesar 0.67, (6) persepsi siswa tentang pelaksanaan bimbingan

karier mempunyai hubungan langsung dengan pengambilan keputusan karier

siswa sebesar 0.012.

Berdasar hasil penelitian disarankan kepada beberapa pihak, yaitu:

(1) konselor harus memiliki kompetensi untuk melaksanakan bimbingan karier

secara profesional sehingga terbentuk persepsi yang sangat baik tentang

bimbingan karier dan konselor juga mampu membentuk sikap siswa yang baik,

sehingga siswa mampu mengambil keputusan karier dengan tepat. Selain itu, (2)

guru hendaknya turut mendukung program bimbingan karier melalui kerjasama

dengan konselor untuk melakukan assessment, sehingga guru mampu

menyesuaikan materi yang dibutuhkan siswa dengan kebutuhan dunia kerja.

Melalui kerjasama tersebut diharapkan akan terbentuk sikap yang baik dan siswa

mampu mengambil keputusan karier sesuai dengan skill yang telah dibekali oleh

guru, (3) kepala sekolah mampu memberikan kebijakan untuk mendukung

pembentukan sikap siswa dengan cara memberikan fasilitas untuk pelatihan siswa,

sehingga siswa memiliki kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan karier.

Selain itu, kepala sekolah mendukung program konselor untuk pengembangan

pelaksanaan bimbingan karier guna membentuk persepsi yang baik tentang

pelaksanaan bimbingan karier dengan menyetujui program-program konselor.


Download file

  1. 01947KI09-ABSTRAK.doc (39.00 KB)
  2. 01947KI09-bab III_new.pdf (176.99 KB)
  3. 01947KI09-bab II_new.pdf (113.58 KB)
  4. 01947KI09-BAB IV_new.pdf (166.85 KB)
  5. 01947KI09-bab I_new.pdf (58.13 KB)
  6. 01947KI09-BAB VI_new.pdf (45.46 KB)
  7. 01947KI09-BAB V_new.pdf (99.21 KB)



Download Hubungan antara pelaksanaan bimbingan karier, persepsi, sikap dan pengambilan keputusan karier siswa SMK Negeri di Kota Malang / Dwi Ulfa Nurdahlia


TypeLanguage
Download Hubungan antara pelaksanaan bimbingan karier, persepsi, sikap dan pengambilan keputusan karier siswa SMK Negeri di Kota Malang / Dwi Ulfa Nurdahlia ID

Print Hubungan antara pelaksanaan bimbingan karier, persepsi, sikap dan pengambilan keputusan karier siswa SMK Negeri di Kota Malang / Dwi Ulfa Nurdahlia

Publications by Year

O.P.A.C

Universitas Negeri Malang Perpustakaan Universitas Negeri Malang Mulok Perpustakaan Universitas Negeri Malang Opac Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang
....