Implementasi manajemen sarana dan prasarana pada sekolah menengah atas (studi multisitus di SMAK Kolese St. Yusup/Hua Ind Malang dan SMAK St. Albertus/Dempo Malang) / Maria Kristina More

DDCRt 371.209 MOR i
AuthorMore, Maria Kristina
Year2010
Languageind

Abstract


Kata kunci: implementasi, manajemen sarana prasarana.



Secara umum sarana dan prasarana pendidikan berperan penting dalam kegiatan belajar atau proses belajar mengajar sekaligus berperan sebagai penjunjang dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan. Selain itu sarana dan prasarana pendidikan juga merupakan fasilitas yang berfungsi untuk tempat terselenggaranya proses pendidikan seperti gedung dan laboratorium beserta perlengkapannya. Untuk itu keberadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah tersebut hendaknya diusahakan dengan sungguh-sungguh agar senantiasa selalu siap pakai (ready for use) dalam proses belajar mengajar sehingga proses belajar mengajar semakin efektif dan efisien guna membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan perencanaan sarana dan prasarana di SMAK Kolese St. Yusup (Hua Ind) dan di SMAK St. Albertus (Dempo) Malang, (2) mendeskripsikan pengadaan sarana dan prasarana di SMAK Kolese St. Yusup (Hua Ind) dan di SMAK St. Albertus (Dempo) Malang, (3) mendeskripsikan inventarisasi/pendokumentasian sarana dan prasarana di SMAK Kolese St. Yusup (Hua Ind) dan di SMAK St. Albertus (Dempo) Malang, (4) mendeskripsikan optimalisasi penggunaan/pemanfaatan sarana dan prasarana di SMAK Kolese St. Yusup (Hua Ind) dan di SMAK St. Albertus (Dempo) Malang, (5) mendeskripsikan perawatan sarana dan prasarana di SMAK Kolese St. Yusup (Hua Ind) dan di SMAK St. Albertus (Dempo) Malang, (6) mendeskripsikan penghapusan sarana dan prasarana di SMAK Kolese St. Yusup (Hua Ind) dan di SMAK St. Albertus (Dempo) Malang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan studi multisitus dengan jenis penelitian kualitaitf. Teknik pengumpulan data: (1) wawancara mendalam, (2) pengamatan peran serta dan (3) dokumentasi data yang diperoleh melalui metode tersebut, diorganisasikan, ditafsirkan, dan dianalisis untuk mendapatkan konsep dan abstraksi temuan penelitian. Pengecekan keabsahan data melalui:(1) perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan, (2) observasi yang diperdalam, (3) triangulasi, (4) pembahasan sejawat, (5) pengecekan anggota, (6) transferabilitas, (7) ketergantungaan, dan (8) konfirmabilitas.

Hasil penelitian menunjukkan: (1) perencanaan sarana dan prasarana dilakukan oleh setiap sekolah dengan dikoordinir oleh wakil kepala sarana dan prasarana serta program perencanaan dimasukkan dalam Rencana Anggaran Pendapat dan Belanja Sekolah (RAPBS), (2) dalam melakukan pengadaan sarana dan prasarana didasarkan atas kebutuhan yang sebelumnya telah disusun dengan waktu yang telah ditetapkan, (3) Wakil sarana dan prasarana memberikan barang-barang yang dibelanjakan kepada penanggungjawab untuk diinventarisasikan kemudian diberikan kepada guru yang membutuhkannya, (4) semua sarana dan prasarana dapat digunakan oleh guru dan siswa sesuai dengan jadwal yang ada, (5) kondisi sarana dan prasarana selalu dalam keadaan siap pakai karena pemeliharaan langsung dikoordinir oleh wakil kepala sarana dan prasarana, (6) adanya pertimbangan pelaksanaan penghapusan barang-barang yang menunjang kegiatan belajar mengajar.

Kesimpulan yang didapat merupakan hasil temuan yang pendiskripsiannya adalah: (1) Jika sekolah melakukan perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah secara matang dan hati-hati maka KBM semakin baik dan berhasil, efektif, efisien, (2) dalam pengadaan sarana dan prasarana pembelajaran sudah maksimal dan dapat dikatakan telah menyediakan semua jenis sarana dan prasarana pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan sehingga sangat mendukung kegiatan pembelajaran yang semakin baik, berhasil, efektif, dan efisien, (3) SMAK Kolese St. Yusup (Hua Ind) dan SMAK St. Albertus (Dempo) Malang telah melakukan inventarisasi setiap sarana dan prasarana pendidikan dengan baik, (4) SMAK Kolese St. Yusup (Hua Ind) dan SMAK St. Albertus (Dempo) Malang dalam hal optimalisasi penggunaan/pemanfaatan sarana dan prasarana sudah dilakukan secara efektif bahwa selama KBM para guru telah menggunakannya, (5) SMAK Kolese St. Yusup (Hua Ind) dan SMAK St. Albertus (Dempo) Malang dalam hal perawatan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah sudah dilakukan karena semua ruang yang nampak sedap dipandang mata, penataan meja dan kursi di kelas dan kantor sudah nampak rapi, sesuai dengan kondisi yang ada, (6) SMAK Kolese St. Yusup (Hua Ind) dan SMAK St. Albertus (Dempo) Malang dalam hal penghapusan sarana dan prasarana pendidikan telah melakukan penghapusan sesuai syarat-syarat penghapusan. Prosedur yang berlaku di dua sekolah ini untuk pengadaan dan penghapusan melalui proses mengajukan ke Yayasan yang disetujui oleh Kepala Sekolah.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka dikemukakan saran-saran sebagai berikut: (1) Bagi guru yang mengajar agar dapat mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas, sehingga tercapainya tujuan dan visi sekolah yang telah ditetapkan, (2) Bagi Wakil Kepala Sekolah yang bertugas dalam bidang sarana dan prasarana temuan penelitian ini merupakan masukan bagaimana perencanaan sarana dan prasarana dan pengelolaan sarana dan prasarana di sekolah dan fungsinya dalam PBM (3) Dengan diketahuinya hasil penelitian ini, maka kepala sekolah dapat mengoptimalkan dalam mengelola sarana dan prasararana secara efektif dan efisien, (4) Bagi Pengawas Sekolah yang bertugas untuk memberikan pembinaan kepada sekolah yang tergolong kriteria ”baik” dalam memberi pembinaan perlu memberikan masukan-masukan sehingga dapat meningkatkan penggunaannya selama KBM, (5) Bagi Kepala Dinas Kota Malang, agar memperhatikan dan membantu SMAK Kolese St. Yusup (Hua Ind) Malang dan SMAK St. Albertus (Dempo) Malang dalam upaya penambahan sarana dan prasarana pendidikan, (6) Bagi Dinas Pendidikan & Kebudayaan Propinsi untuk memberikan pembinaan terhadap semua Sekolah Menengah Atas (SMA) baik negeri maupun swasta tentang pengelolaan sarana dan prasarana, (7) Bagi peneliti-peneliti lainnya yang tertarik untuk meneliti lebih jauh dalam bidang manajemen pendidikan sebaiknya melakukan penelitian mengenai implementasi manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah tingkat SMA swasta lainnya.


Download file

  1. 03187KI10-Maria Kristina More.pdf (80.35 KB)



Download Implementasi manajemen sarana dan prasarana pada sekolah menengah atas (studi multisitus di SMAK Kolese St. Yusup/Hua Ind Malang dan SMAK St. Albertus/Dempo Malang) / Maria Kristina More


TypeLanguage
Download Implementasi manajemen sarana dan prasarana pada sekolah menengah atas (studi multisitus di SMAK Kolese St. Yusup/Hua Ind Malang dan SMAK St. Albertus/Dempo Malang) / Maria Kristina More ID

Print Implementasi manajemen sarana dan prasarana pada sekolah menengah atas (studi multisitus di SMAK Kolese St. Yusup/Hua Ind Malang dan SMAK St. Albertus/Dempo Malang) / Maria Kristina More

Publications by Year

O.P.A.C

Universitas Negeri Malang Perpustakaan Universitas Negeri Malang Mulok Perpustakaan Universitas Negeri Malang Opac Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang
....