Pelaksanaan praktel kerja industri SMK teknologi Industri di Kabupaten Banyumas / Sodikin

DDCRt 373.246 SOD p
AuthorSodikin
YearTesis (Pascasarjana)--Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Kejuruan, 2007
Languageind

Abstract


Salah satu bentuk konsepsi pendidikan kejuruan yang sedang aktual dewasa¬ ini adalah Praktek Kerja Industri bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Pra¬kerin adalah salah satu bentuk pelaksanaan konsep Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang diadopsi dari sistem pendidikan di Jerman yang disebut deng¬an dual sistem, dan di Australia disebut dengan apprentice system. Berkaitan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan khususnya sekolah kejuruan perlu adanya suatu pelaksanan program praktek kerja industri atau Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang ideal. Pengetahuan praktis dan aplikatif dapat mereka peroleh pada saat pe¬lak¬sanaan program praktek kerja industri tersebut. Dengan modal ini maka siswa SMK akan lebih familiar terhadap dunia kerja.



Salah satu permasalahan pendidikan kejuruan di kabupaten Banyumas Jawa Tengah, adalah belum efektifnya pelaksanaan program praktek kerja industri di sebagian besar SMK dan Industri. Pelaksanaan prakerin di kabupaten Banyumas pada tahun diklat 2005/2006 diikuti 26 SMK Teknologi Industri yang ada, yang¬ terdiri dari 2 SMK Teknologi Industri Negeri sedang yang 24 SMK swasta. Pada tahun pelajaran 2006, program ini telah berhasil melayani 5.166 siswa.(Dep¬diknas Kab. Banyumas 2006).

Berdasarkan masalahnya penulis mencoba untuk mengungkapkan pelaksanaan Praktek kerja Industri melalui penelitian yang berjudul “Pelaksanaan Prak¬tek Kerja Industri SMK Teknologi Industri Di Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan ; (1) Untuk mendiskripsikan persiapan prakerin di SMK Teknologi In¬dustri dan DU/DI kabupaten Banyumas, yang mencakup pembekalan siswa, pe¬rencanaan tempat prakerin, perencanaan waktu prakerin, perencanaan materi, monitoring sekolah, pendekatan dan kerjasama dengan DU/DI. (2) Untuk mendis¬kripsikan pelaksanaan prakerin, yang mencakup penempatan siswa, kesesuaian DU¬/DI, job/materi yang diterima siswa, monitoring sekolah. (3) Untuk mendis¬kripsikan evaluasi prakerin, yang mencakup sistem evaluasi, standar penilaian, uji kompetensi, sertifikasi kompetensi.

Penelitian dirancang dalam bentuk deskriptif kuantitatif dengan sampel masing-masing 22 DU/DI di kabupaten Banyumas yang biasa menerima praktek kerja industri bagi siswa/siswi SMK dengan jumlah instruktur/pembimbing industri 72 orang, 53 orang guru pembimbing prakerin dan 1033 siswa, dari lima SMK Teknologi Industri yang dijadikan sampel secara random. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, dan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum antara siswa, guru dan dunia usaha/dunia industri mempu¬nyai persepsi yang sama pada persiapan prakerin yang telah dilakukannya. Seba¬gian besar dari mereka mempersepsikan persiapan prakerin yang dilakukan oleh siswa, sekolah maupun DU/DI dalam kondisi yang cukup baik. Akan tetapi, per¬sepsi sedikit berbeda terjadi pada guru, dimana guru mempersepsikan persiapan parkerin di sekolah masih kurang maksimal..



Persiapan prakerin yang baik, selain dipengaruhi oleh kerjasama dan peren-canaan tempat yang baik, juga hendaknya memperhatikan waktu prakerin itu sendiri. Terkadang DU/DI pada waktu tertentu belum siap untuk menerima siswa prakerin, akan tetapi di lain waktu dapat menerima prakerin dengan baik. Atas dasar inilah yang menyebabkan perencanaan waktu yang diterapkan DU/DI belum memiliki kesesuaian dengan waktu yang dimilki siswa serta sekolah. Dalam panda¬ngan siswa pelaksanaan prakerin yang selama ini diikutinya belum mampu me¬m¬berikan kontribusi pada peningkatan kemampuan, ketrampilan maupun penga¬lamannya, dengan kata lain mereka menilai kompetensi prakerin sangat tidak baik atau jauh dari harapan. Banyak diantara mereka ketika prakerin hanya sebagai for¬malitas saja, datang ke lokasi prakerin dan hanya mengerjakan tugas ringan yang tanpa mempunyai tantangan maupun kontribusi yang lebih bagi DU/DI yang ditem¬patinya.



Kenyataan yang dialami oleh siswa ternyata berbeda dengan yang dipersep¬sikan oleh guru maupun DU/DI, mereka menilai kompetensi prakerin sudah cukup memadai. Hal ini disesuaikan dengan kemampuan siswa itu sendiri dan juga waktu yang disediakan oleh DU/DI, yang tidak secara penuh hanya meng¬urusi siswa yang melakasanakn prakerin. Karena itulah untuk pelaksanaan pra¬kerin, siswa hanya diberi tugas yang tidak terlalu berat dan tidak banyak mengandung banyak resiko, yang kelak juga tidak akan membuat sistem DU/DI terganggu. Inilah kenyataan prakerin yang ada dan selama ini terjadi, keinginan sis¬wa untuk melaksanakan prakerin secara totalitas belum mampu dibarengi dengan political will DU/DI, sehingga acap kali prakerin yang dilaksanakan hanya seke¬dar untuk memenuhi persyaratan teknis saja.



Guru dan DU/DI menilai bahwa pelaksanaan prakerin selama ini masih kurang baik. Pihak DU/DI menilai bahwa siswa yang mengikuti parkerin di tempat¬nya masih terlihat kaku dalam mengoperisonalkan peralatan kerja, sehingga pro¬ses pembimbingan masih memiliki porsi yag besar dibandingkan kemandirinya dari peserta prakerin. Sementara itu dalam pandangan guru, pelaksanaan prakerin kurang optimal pada tingkatan waktu dan juga proses pembelajarannya, artinya guru melihat prakerin yang dilakukan selama ini menuntut siswa untuk langsung dapat mengoperasikan perlatan kerja, padahal untuk dunia kerja yang relatif baru bagi siswa hal itu merupakan suatu proses yang membutuhkan dan bimbingan yang lebih mendalam. Karena itulah, guru menilai pelaksanaan prakerin masih kurang memadai dari harapan.

Hasil dalam sistem evaluasi sedikit berbeda dengan dua hal sebelumnya, yaitu bila pada persiapan dan pelaksanaan terkandung perbedaan, namun dalam sistem evaluasi prakerin hasilnya relatif sama. Sebagian besar responden, baik dari sisi siswa, guru maupun DU/DI menilai bahwa bentuk evaluasi dan uji kompetensi telah dilakukan dengan baik, terbukti dengan adanya tes tertulis dan uji kompetensi serta sertifikasi kompetensi langsung dari DU/DI yang di tunjuk. Pe¬nilaian seperti ini dianggap sebagai penilaian /sistem evaluasi yang obyektif.


Download file

  1. 00996KI07-ABSTRAK BHS INDONESIA.doc (27.00 KB)
  2. 00996KI07-ABSTRAK.doc (27.00 KB)



Download Pelaksanaan praktel kerja industri SMK teknologi Industri di Kabupaten Banyumas / Sodikin


TypeLanguage
Download Pelaksanaan praktel kerja industri SMK teknologi Industri di Kabupaten Banyumas / Sodikin ID

Print Pelaksanaan praktel kerja industri SMK teknologi Industri di Kabupaten Banyumas / Sodikin

Publications by Year

O.P.A.C

Universitas Negeri Malang Perpustakaan Universitas Negeri Malang Mulok Perpustakaan Universitas Negeri Malang Opac Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang
....