Pengaruh konsentrasi ekstrak daun tempuyung (Sonchus arvensis L.) terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae dan Escherichia coli secara in vitro / Yusrotul Fariha

DDCRs 579.342 FAR p
AuthorFariha, Yusrotul
Year2010
Languageind

Abstract


Kata kunci: Daun tempuyung, daya antibakteri, solutio petit, Shigella dysenteriae, Escherichia coli.





Disentri dan diare merupakan penyakit yang banyak menyerang masyarakat

terutama anak-anak dan orang lanjut usia. Bakteri penyebab penyakit

disentri basiler ialah Shigella dysenteriae, sedangkan bakteri penyebab diare ialah

Escherichia coli yang bersifat enteropatogen. Masyarakat menggunakan antibiotik

sintetik untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk diare dan disentri. Saat ini

beberapa spesies bakteri telah resisten terhadap antibiotik sintetik, sehingga perlu

adanya alternatif obat lain, seperti tanaman berkhasiat obat. Daun tempuyung

dapat digunakan untuk membantu mengatasi penyakit diare dan disentri. Adapun

senyawa antibakteri yang terkandung dalam daun tempuyung ialah flavonoid,

tanin, saponin, alkaloid, glikosida dan polifenol (Winarto, 2004:7).

Tujuan penelitian ini ialah untuk : 1) mengetahui pengaruh perbedaan

konsentrasi ekstrak daun tempuyung terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri

S.dysenteriae dan bakteri E. coli secara in vitro ; 2) mengetahui konsentrasi

ekstrak daun tempuyung yang mempunyai daya hambat tertinggi terhadap

pertumbuhan bakteri S. dysenteriae dan bakteri E. coli secara in vitro.

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2010 - Mei 2010 di

Laboratorium Mikrobiologi jurusan Biologi FMIPA UM. Jenis penelitian ialah

penelitian eksperimen dan rancangan penelitian yang digunakan ialah Rancangan

Acak lengkap (RAL) dengan 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis

menggunakan ANAVA Tunggal dan bila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan

uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf signifikasi 1%. Ekstraksi daun

tempuyung dilakukan dengan maserasi menggunakan alkohol 95%, kemudian

diuapkan dan dilarutkan menjadi berbagai konsentrasi dengan menggunakan

solutio petit. Konsentrasi yang diujikan yaitu 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%,

60%, 70%, 80%, 90% dan 100%. Daya antibakteri daun tempuyung ditentukan

berdasarkan hasil pengukuran diameter zona hambat pertumbuhan S. dysenteriae

dan E. coli yang telah ditumbuhkan pada medium NA, dan diinkubasikan pada

suhu 370C selama 1 x 24 jam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) ada pengaruh perbedaan

konsentrasi ekstrak daun tempuyung terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri

S. dysenteriae dan bakteri E. coli ; 2) konsentrasi 60% merupakan konsentrasi

ekstrak daun tempuyung yang mempunyai daya hambat tertinggi terhadap

pertumbuhan bakteri S.dysenteriae, sedangkan konsentrasi ekstrak daun

tempuyung yang mempunyai daya hambat tertinggi terhadap pertumbuhan bakteri

E.coli ialah konsentrasi 50%, tetapi tidak berbeda nyata dengan konsentrasi 30%,

40% dan 60%.

i


Download file

  1. 03125KI10-SKRIPSI.pdf (4241.41 KB)



Download Pengaruh konsentrasi ekstrak daun tempuyung (Sonchus arvensis L.) terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae dan Escherichia coli secara in vitro / Yusrotul Fariha


TypeLanguage
Download Pengaruh konsentrasi ekstrak daun tempuyung (Sonchus arvensis L.) terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae dan Escherichia coli secara in vitro / Yusrotul Fariha ID

Print Pengaruh konsentrasi ekstrak daun tempuyung (Sonchus arvensis L.) terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae dan Escherichia coli secara in vitro / Yusrotul Fariha

Publications by Year

O.P.A.C

Universitas Negeri Malang Perpustakaan Universitas Negeri Malang Mulok Perpustakaan Universitas Negeri Malang Opac Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang
....