Pengembangan bahan ajar menulis dongeng menggunakan pendekatan kontekstual untuk siswa SMP kelas VII / Encil Puspitoningrum

DDCRs 808.30807 PUS p
AuthorPuspitoningrum, Encil
Year2010
Languageind

Abstract


Kata kunci: pengembangan bahan ajar, menulis dongeng, pendekatan kontekstual





Salah satu standar kompetensi (SK) dalam pembelajaran menulis kreatif sastra pada jenjang pembelajaran menulis sastra Indonesia di SMP kelas VII dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pengalaman melalui pantun dan dongeng. Salah satu kompetensi dasar (KD) untuk mencapai maksud yang terkandung dalam SK tersebut, yakni menulis kembali dengan bahasa sendiri dongeng yang pernah dibaca atau didengar. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model bahan pembelajaran menulis kembali dongeng yang dibaca menggunakan pendekatan kontekstual untuk siswa SMP kelas VII. Elemen-elemen bahan ajar yang dikembangkan dalam penyusunan bahan ajar ini meliputi bahasan isi, penggunaan bahasa, sistematika penulisan, dan tampilan produk bahan ajar.

Penelitian ini mengkhususkan pada kegiatan menulis kembali dongeng yang telah dibaca dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Menulis merupakan kegiatan yang membutuhkan proses berkesinambungan, salah satu jenis menulis yang membutuhkan proses berkesinambungan adalah menulis kreatif sastra. Dalam menulis kreatif sastra, penulis harus mampu menghubungkan dan memanfaatkan skemata yang dimilikinya sehingga menghasilkan tulisan yang baik dan menarik untuk dibaca. Adapun arti dongeng merupakan cerita prosa rakyat yang yang bersifat rekaan atau khayal yang didalamnya mengandung fantasi, tetapi mengandung hiburan, pesan moral, dan sindiran. Pendekatan kontekstual adalah suatu konsep pembelajaran yang mengembangkan kemampuan siswa secara bertahap dengan pengalaman dan menghubungkan materi yang di dapat dengan kehidupan nyata serta dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperolehnya dalam kehidupan nyata.

Penelitian ini menggunakan metode pengembangan deskriptif kuantitatif. Metode pengembangan digunakan untuk mengembangkan produk yang berupa bahan ajar menulis dongeng dan mengembangkannya dalam bentuk buku ajar menulis dongeng menggunakan pendekatan kontekstual untuk siswa SMP kelas

VII. Untuk mengetahui validasi produk, buku ajar diujicobakan kepada dua pakar, satu guru, dan siswa. Ujicoba buku ajar dilakukan untuk mendapatkan masukan berupa penilaian, komentar, kritik, dan saran yang relevan sebagai bahan untuk revisi. Data dalam penelitian ini berupa data numerik dan data verbal. Data numerik diperoleh dari hasil penilaian ahli, praktisi, guru, dan siswa terhadap produk, yakni berupa skor. Data verbal dibedaakan menjadi data tertulis dan data lisan. Data tertulis berupa catatan, komentar, kritik, maupun saran-saran yang dituliskan oleh subjek coba pada lembar penilaian, sedangkan data verbal lisan berupa informasi lisan ketika wawancara langsung dengan ketiga kelompok uji. Hasil wawancara selanjutnya ditranskripsikan agar dapat dianalisis. Pada penelitian ini, peneliti bertindak sebagai human instrument. Adapun instrumen penunjang digunakan angket penilaian dan pedoman wawancara bebas.

Rancangan penelitian ini diadaptasi dari model desain sistem pembelajaran Pannen dan Purwanto 2001. Melalui adaptasi model tersebut, metode pengembangan ini terdiri atas prosedur pengembangan, dan ujicoba dan revisi produk. Prosedur pengembangan dirumuskan dalam beberapa tahap, yaitu: 1) tahap pertama terdiri atas analisis kebutuhan (analisis kurikulum); 2) tahap kedua terdiri dari analisis karakteristik siswa, penentuan strategi pembelajaran, dan penyusunan RPP; 3) tahap ketiga terdiri atas penulisan dan penyusunan bahan ajar, 4) tahap keempat yaitu uji coba produk; 5) tahap kelima yaitu revisi produk; 6) tahap keenam yaitu produk akhir. Uji coba dan revisi produk bahan ajar dirumuskan tiga tahap yaitu, 1) pada tahap pertama ujicoba dilakukan pada ahli/pakar, yaitu ahli sastra, dan ahli pembelajaran; 2) ujicoba kedua dilakukan pada guru pengajar; dan terakhir 3) ujicoba dilakukan pada siswa SMP Negeri 3 Kediri kelas VII yang berjumlah 36 siswa. Dari ketiga tahap tersebut ditentukan produk ditindaklanjuti revisi atau implementasi hingga menjadi produk jadi.

Hasil uji bahan ajar dengan ahli sastra menghasilkan rata-rata kelayakan sebesar 68,18%, ahli pembelajaran 82,35%,guru Bahasa Indonesia 91,17%, dan siswa 88,12%. Hasil uji dengan ahli sastra menunjukkan bahan ajar tergolong cukup layak dan beberapa substansi harus direvisi, sedangkan menurut ahli pembelajaran sastra produk tergolong layak dan dapat diimplementasikan dengan demikian bahan ajar ini telah layak untuk diimplentasikan dalam pembelajaran, sebab dari keempat aspek yang diujikan, semuanya telah memenuhi syarat kelayakan produk. Hasil uji pada guru bahasa Indonesia, dan siswa menunjukkan bahan ajar tergolong layak dan siap diimplementasikan. Data verbal dari ahli sastra menitikberatkan pada bahwa ketidakseimbangan pada aspek membaca dongeng dengan kegiatan menulis kembali dongeng yang dibaca. Data verbal lisan dari ahli pembelajaran menitikberatkan pada tata letak penulisan bahan ajar. Data verbal dari guru mrnitikberatkan pada tata tulis bahan ajar pada pemilihan huruf. Dan data verbal dari siswa adalah bahan ajar secara keseluruhan bagus, tetapi masih kurang pada aspek bahasa untuk memotivasi siswa.

Simpulan penelitian pengembangan ini adalah bahan ajar dikembangkan dengan menggunakan pendekatan kontekstual dan hasil uji menunjukkan produk bahan ajar tergolong layak dan dapat diimplementasikan. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan bahan ajar ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan saran bagi beberapa pihak. Bagi kepala sekolah bahan ajar ini dapat memberikan kesempatan untuk guru untuk mengembangkan bahan ajar secara mandiri. Bagi guru dapat menyusun bahan ajar secara mandiri dan lebih kreatif. Bagi peneliti lain Prosedur penelitian pengembangan bahan ajar ini dapat menjadi pedoman bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian serupa. Dengan menggunakan bahan ajar yang berfungsi sebagai alternatif bahan pembelajaran menulis dongeng, diharapkan pembelajaran menulis dongeng lebih bermakna dan menarik bagi siswa. Selanjutnya, produk pengembangan dapat disebarluaskan dalam forum MGMP dan ditulis dalam jurnal penelitian.


Download file

  1. 00344KI11-10. BAB I.pdf (27.70 KB)
  2. 00344KI11-11. BAB II.pdf (111.28 KB)
  3. 00344KI11-12. BAB III.pdf (51.81 KB)
  4. 00344KI11-13. BAB IV.pdf (6036.70 KB)
  5. 00344KI11-17. BAB VI.pdf (10.71 KB)
  6. 00344KI11-6. Abstrak.pdf (6.92 KB)



Download Pengembangan bahan ajar menulis dongeng menggunakan pendekatan kontekstual untuk siswa SMP kelas VII / Encil Puspitoningrum


TypeLanguage
Download Pengembangan bahan ajar menulis dongeng menggunakan pendekatan kontekstual untuk siswa SMP kelas VII / Encil Puspitoningrum ID

Print Pengembangan bahan ajar menulis dongeng menggunakan pendekatan kontekstual untuk siswa SMP kelas VII / Encil Puspitoningrum

Publications by Year

O.P.A.C

Universitas Negeri Malang Perpustakaan Universitas Negeri Malang Mulok Perpustakaan Universitas Negeri Malang Opac Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang
....