Pengembangan model pembelajaran bidang manufaktur berbasis siklus aktivitas proses manufaktur / Wahono

DDCRt 338.476707 WAH p
AuthorWahono
Year2010
Languageind

Abstract


Kata kunci: pengembangan model, pembelajaran, proses manufaktur





Pembelajaran praktik proses manufaktur di Jurusan Teknik Mesin (TM), Fakultas Teknik (FT), Universitas Negeri Malang (UM), cenderung berorientasi pada keterampilan mengeksekusi material belaka. Pembelajaran demikian tidak mampu mengintegrasikan matakuliah praktik dengan matakuliah prasyaratnya, sehingga tidak mampu membuka wawasan mahasiswa untuk mengenal lingkup proses manufaktur secara total. Pembelajaran yang mengintegrasikan seluruh aktivitas proses manufaktur, mulai dari perancangan hingga perakitan dan instalasi, diprediksi mampu menjawab masalah pembelajaran praktik proses manufaktur tersebut.

Penelitian ini bertujuan ini untuk mengembangkan model pembelajaran bidang manufaktur dengan melakukan simplifikasi aktivitas riil industri manufaktur. Simplifikasi aktivitas tersebut diharapkan dapat dikomunikasikan kepada mahasiswa dalam bentuk aktivitas pembelajaran di kelas. Tujuan khusus kajian ini adalah untuk (1) merancang paket pembelajaran, (2) mengembangkan panduan evaluasi pembelajaran, (3) melakukan verifikasi kelayakan fasilitas pendukung pembelajaran, dan (4) menyusun panduan penerapan paket pembelajaran berbasis siklus aktivitas proses manufaktur.

Prosedur pengembangan, meliputi (1) pengumpulan informasi awal, (2) perancangan paket pembelajaran, pengembangan panduan evaluasi pembelajaran, verifikasi fasilitas pendukung pembelajaran, dan penyusunan panduan penerapan paket pembelajaran, (3) uji coba paket pembelajaran dan panduan evaluasi, serta (4) merevisi paket pembelajaran dan panduan evaluasi pembelajaran berdasarkan hasil uji coba. Panduan penerapan paket pembelajaran tidak diuji coba, karena sekedar sebagai pelengkap. Data informasi awal tentang estimasi kebutuhan (need assessment) kompetensi proses manufaktur diambil dari pendapat 11 mahasiswa D3 Teknik Mesin (TM) dan 11 mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Mesin (PTM), FT, UM, yang dipilih secara acak. Isi dan urutan materi pembelajaran bidang manufaktur, paket pembelajaran, dan panduan evaluasi di-judgement oleh pakar yang kompeten di bidangnya. Paket pembelajaran diuji cobakan pada kelompok kecil untuk dilakukan one-to-one evaluation. Subjek uji coba adalah satu mahasiswa S1 PTM, dua mahasiswa D3 TM, dan dua mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Otomotif (PTO), FT, UM. Data informasi awal, uji coba paket pembelajaran, dan kelayakan fasilitas pendukung pembelajaran, serta panduan evaluasi dianalisis menggunakan teknik deskriptif.

Hasil analisis data menunjukkan, bahwa (1) informasi awal mengindikasikan ada kesenjangan (gap) kompetensi, sehingga diestimasi mahasiswa Jurusan TM, FT UM membutuhkan kompetensi aktivitas proses manufaktur untuk melengkapi tujuan pembelajaran proses manufaktur, (2) isi dan urutan materi pembelajaran proses manufaktur cukup memadai untuk dikonstruk menjadi paket pembelajaran berbasis siklus aktivitas proses manufaktur, (3) paket pembelajaran memiliki konstruk memadai untuk dilakukan uji coba, (4) paket pembelajaran memiliki kejelasan informasi dasar dari tinjauan vocabullary dalam hubungannya dengan konteks, kompleksitas kalimat dalam hubungannya dengan ikhtisar materi, kompleksitas pesan dalam hubungannya dengan analogi, pengantar dalam hubungannya dengan ilustrasi, dan prosedur, (5) fasilitas di jurusan TM memiliki potensi besar untuk mendukung implementasi paket pembelajaran ini, (6) panduan evaluasi pembelajaran memiliki kejelasan informasi dasar, teknik evaluasi, jenis data, dan aspek yang dievaluasi, sehingga layak digunakan untuk model pembelajaran ini.

Temuan penelitian ini direkomendasikan untuk dimanfaatkan (1) isi dan urutan materi pembelajaran proses manufaktur dapat dimanfaatkan sebagai pembanding materi pembelajaran praktik manufaktur di jurusan TM, FT, UM, (2) isi dan urutan materi pembelajaran proses manufaktur dan potensi dukungan fasilitas pembelajaran yang besar dapat digunakan untuk mengonstruk matakuliah baru yang mampu memberi pengalaman berlajar yang utuh kepada mahasiswa S1 PTM tentang proses manufaktur, (3) paket pembelajaran projek dan subprojek memiliki kejelasan informasi dasar, sehingga dapat diterapkan secara parsial pada matakuliah Menggambar Mesin, Manajemen Produksi, Praktik Manufaktur, Metrologi Industri, Statistik, dan Perakitan Mesin, (4) segmentasi, ragam topik, dan tuntutan fasilitas dalam paket pembelajaran ini identik dengan matakuliah Lab. Produksi, sehingga paket belajar maupun panduan evaluasinya disarankan untuk diimplementasikan pada matakuliah Lab. Produksi tersebut, (5) paket pembelajaran dan panduan evaluasinya dapat digunakan sebagai langkah awal untuk diteruskan dalam pekerjaan pengembangan pembelajaran sejenis berikutnya, (6) penggunaan paket pembelajaran dalam setting pembelajaran sebenarnya dimaksudkan untuk mengumpulkan data evaluasi formatif, dan (8) penerapan paket pembelajaran dalam setting pembelajaran sebenarnya harus di bawah kendali dosen pendamping.


















Download file

  1. 03534KI10-Wahono.pdf (78.56 KB)



Download Pengembangan model pembelajaran bidang manufaktur berbasis siklus aktivitas proses manufaktur / Wahono


TypeLanguage
Download Pengembangan model pembelajaran bidang manufaktur berbasis siklus aktivitas proses manufaktur / Wahono ID

Print Pengembangan model pembelajaran bidang manufaktur berbasis siklus aktivitas proses manufaktur / Wahono

Publications by Year

O.P.A.C

Universitas Negeri Malang Perpustakaan Universitas Negeri Malang Mulok Perpustakaan Universitas Negeri Malang Opac Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang
....