Peran polisi lalu lintas dalam meningkatkan disiplin berlalu lintas siswa SMA Probolinggo / Dyah Fitri Siswaningtyas

DDCRs 388.13 SIS p
AuthorSiswaningtyas, Dyah Fitri
Year2010
Languageind

Abstract


Kata Kunci: Peran, Polisi Lalu Lintas, Kesadaran, Berlalu Lintas, Siswa SMA





Pelanggaran lalu lintas merupakan masalah yang tidak ada habisnya.

Begitu juga permasalahan lalu lintas yang terjadi di Kota Probolinggo.

Permasalahan lalu lintas di kota ini merupakan masalah yang harus segera

ditangani oleh Polisi lalu lintas. Hal ini dikarenakan jumlah pelanggar lau lintas di

Kota Probolinggo di dominasi oleh kalangan siswa-siswa SMA. Dimana kalangan

siswa SMA sering ugal-ugalan dalam menggunakan jalan dan berlalu lintas.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peranan Satlantas Polresta

Probolinggo dalam meningkatkan kesadaran berlalu lintas siswa SMA Negeri

Probolinggo, (2) Apa saja kendala yang dihadapi dan upaya apa saja yang

dilakukan Satlantas Polresta Probolinggo dalam menangani pelanggaran lalu

lintas yang dilakuakn siswa SMA Negeri Probolinggo

Penelitian tentang peran Polisi Lalu Lintas dalam meningkatkan

kesadaran berlalu lintas siswa SMA Negeri Probolinggo ini menggunakan

pendekatan deskriptif kualitatif dan jenis penelitian ini adalah penelitian hukum

empiris yuridis sosiologis. Di mana peneliti meneliti hukum lalu lintas yang tidak

hanya mengkaji Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan saja, tetapi

peneliti turun kelapangan dan mengamati langsung bagaimana kinerja Polisi Lalu

lintas dan bagaimana situasi serta kondisi lalu lintas. Subyek penelitian ini adalah

polisi lalu lintas dan para siswa SMA Kota Probolinggo. Teknik pengumpulan

data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan

model interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman dengan reduksi

data, penyajian data, dan verifikasi.

Hasil penelitian yang diperloleh dari penelitian ini adalah (1) Peran

Satlantas Polresta Probolinggo dalam meningkatkan kesadaran berlalu lintas

Siswa SMA Kota Probolinggo adalah dengan mengadakan (a) Sosialisasi UU No.

22 Th 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; (b) Seleksi Pelajar Pelopor

tingkat SMA Se Kota Probolinggo; (c) Police go to campus; (d) Program safety

ridding; (e) Saka Bhayangkara Lalu lintas; (f) Pemasangan spanduk tertib lalu

lintas di sekolah – sekolah. (2) Kendala yang dihadapi yaitu (a) Rendahnya tingkat

kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara dan pentingnya tertib lalu

lintas; (b) Pada saat akan dilakukan penindakan pelanggaran lalu lintas,

kebanyakan korban mencoba melarikan diri sehingga mengancam keselamatan

pelanggar dan petugas Satlantas; (c) Jumlah pelanggar yang terlalu banyak,

Banyaknya pelanggar membuat aparat kewalahan untuk mengawasi dan

mengontrolnya. Sedangkan upaya yang dilakukan oleh Satlantas Polresta

ii

Probolinggo dalam menangani pelanggaran lalu lintas yang dilakukan siswa SMA

Negeri Probolinggo adalah dengan cara (a) Penindakan tilang; (b) Penindakan

dengan teguran yaitu dengan cara memberikan penjelasan tentang pelanggaran

yang telah dilakukan oleh pengendara. (3) Pihak sekolah sangat merespon baik

dengan diadaknnya Sosialisasi yang dilakukan oleh pihak Satlantas Polresta

Probolinggo, khususnya guru BK dan guru Pendidikan Kewarganegaraan. Mereka

mengusulkan agar tertib lalu lintas dimasukkan ke dalam kurikulum karena hal

tersebut nantinya tidak hanya akan menghindarkan seseorang dari risiko

kecelakaan, namun pada gilirannya akan membentuk karakter dan budaya

masyarakat. (4) Bagi pihak Satlantas Polresta Probolinggo sosialisasi

menúnjukkan banyak perubahan disiplin berlalu lintas siswa SMA Kota

Probolinggo. Hal ini dapat dilihat dari hasil pemberian tilang yang dilakukan

kepada 200 anak SMA dan sederajat. Rata-rata tilang yang diberikan setelah

diadakan sosialisasi menurun hingga 21,75 %.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan agar: (1) Satlantas

Polresta Probolingo harus lebih tegas.dalam menindak pelanggar lalu lintas

khususnya siswa SMA; (2) dalam memberikan penyuluhan harus lebih variatif

lagi seperti setelah diadakan penyuluhan dilakukan penilaian terhadap

kedisiplinan berlalu lintas siswa SMA Kota Probolinggo yang selanjutnya

bertujuan akan diberikannya penghargaan terhadap sekolah mana yang paling

sedikit melakukan pelanggara lalu lintas; (3) kedepannya hendaknya pendidikan

tertib lalu lintas dimasukkan dalam kurikulum sekolah. Hal ini akan mengajarkan

siswa sejak dini untuk tertib dalam berlalu lintas. Sebab menanamkan kesadaran

berlalu lintas sejak usia dini sangat efektif dan diharapkan begitu para pelajar

menginjak masa remaja mereka akan tertib dalam berlalulintas; (4) razia motor

beserta kelengkapan berkendara harus ditingkatkan frekuensinya dan dilakukan di

sekolah-sekolah SMA Kota Probolinggo; (5) menumbuhkan budaya malu

terhadap para pelanggar lalu lintas khususnya sisw-siswa SMA Kota Probolinggo

yaitu dengan cara memotret pelanggar lalu lintas, kemudian menyebarkan foto

disekolah-sekolah SMA Kota Probolinggo. Dengan cara ini diharapkan para siswa

akan merasa jera untuk melanggar disiplin berlalu lintas.


Download file

  1. 03455KI10-SKRIPSI.pdf (6190.71 KB)



Download Peran polisi lalu lintas dalam meningkatkan disiplin berlalu lintas siswa SMA Probolinggo / Dyah Fitri Siswaningtyas


TypeLanguage
Download Peran polisi lalu lintas dalam meningkatkan disiplin berlalu lintas siswa SMA Probolinggo / Dyah Fitri Siswaningtyas ID

Print Peran polisi lalu lintas dalam meningkatkan disiplin berlalu lintas siswa SMA Probolinggo / Dyah Fitri Siswaningtyas

Publications by Year

O.P.A.C

Universitas Negeri Malang Perpustakaan Universitas Negeri Malang Mulok Perpustakaan Universitas Negeri Malang Opac Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang
....