Perbedaan gaya belajar dan hasil gaya belajar antara metode pembelajaan peta konsep dengan metode Jigsaw pada pelajaran akuntansi di SMA Negeri 8 Kediri / oleh Neli Akyunil Fitriah

DDCRs 657.042076 NEL p
AuthorNeli Akyunil Fitriah
YearSkripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Akuntansi, 2007
Languageind

Abstract


Secara umum metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah-sekolah masih bersifat konvensional yaitu dengan metode ceramah. Proses belajar mengajar masih berpusat pada guru, guru dijadikan sebagai rujukan atau pemberi informasi. Sehingga kecenderungan pada siswa untuk pasif, karena kebanyakan siswa datang hanya duduk, mendengar, mencatat dan mengerjakan tugas. Konsep-konsep atau rumusan teori secara umum langsung didapat dari guru tanpa siswa mencari sendiri sehingga ketika mempelajarinya siswa cenderung menghafal. Penguasaan terhadap konsep-konsep, baik konsep yang sederhana sampai konsep yang kompleks sangat diperlukan guna menghindari terjadinya miskonsepsi kepada siswa. Selama ini pembelajaran yang digunakan oleh guru di SMA Negeri 8 Kediri adalah pembelajaran metode konvensional yang dinilai kurang efektif karena sifat pembelajarannya yang berpusat pada guru dan interaksi antar siswa kemungkinannya sangat kecil, sehingga siswa kurang aktif dalam belajar. Proses pembelajaran yang monoton menyebabkan siswa jenuh dan bosan sehingga motivasi belajar menurun yang akan berdampak pada prestasi belajar. Sejalan dengan penerapan kurikulum berbasis kompetensi guru memiliki kebebasan dalam menentukan metode pembelajaran di kelas.

Ada beberapa jenis metode pembelajaran yang dapat dilakukan antara lain metode ceramah, diskusi, eksperimen, demonstrasi, kerja kelompok, pembelajaran bebas (personalized system instruction), pembelajaran tim, dan pembelajaran karya wisata, metode pembelajaran antara lain penggunaan peta konsep, pembelajaran kooperatif, siklus belajar, penggunaan analogi dan model, strategi perubahan konsep, pemecahan masalah, pendekatan STS (Sains-Technology-Society) dan penggunaan ICT (Information, Communication and Technologi). Para psikolog pendidikan menggolongkan faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan prestasi belajar salah satunya gaya belajar merupakan faktor penting yang sering diabaikan pengajar dalam mengembangkan pemilihan cara mengajar yang digunakan. Adanya kesesuaian antara keduanya akan sangat menentukan prestasi belajar siswa karena jika dalam suatu kelas diketahui jenis gaya belajar mayoritas, dan jika mungkin pengajar menyesuaikan gaya mengajarnya, maka akan diperoleh prestasi belajar yang memuaskan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan gaya belajar dan hasil gaya belajar siswa yang diajar dengan metode pembelajaran peta konsep dengan metode jigsaw pada mata pelajaran akuntansi.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa XI IPS SMA Negeri 8 Kediri tahun pelajaran 2006/2007. Sampel penelitian yaitu XI IPS 1 dengan perlakuan jigsaw dan kelas XI IPS 2 dengan perlakuan peta konsep. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t (t-test) dan uji U Mann-Whitney.

Berdasarkan hasil uji t-test pada penelitian ini diketahui kemampuan awal kedua kelas tidak berbeda secara signifikan. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,139 lebih besar dari 0,05 dengan t hitung (0,998) < t tabel (1,989). Setelah kedua kelas diajar dengan metode berbeda, tidak terdapat perbedaan hasil gaya belajar antara kelas jigsaw dan kelas peta konsep. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji t-test dengan t hitung (-2,348) < t tabel (1,989) dan nilai signifikansi sebesar 0,063 > 0,05. berdasarkan uji U Mann-Whitney terhadap gaya belajar menunjukkan nilai signifikansi lebih dari (0,05) yaitu (0,522). Hal ini berarti tidak ada perbedaan gaya belajar dan hasil gaya belajar antara siswa yang diajar dengan metode pembelajaran peta konsep dengan metode pembelajaran jigsaw pada pelajaran akuntansi di SMA Negeri 8 Kediri. Berdasarkan hasil analisis dapat disarankan: (1) Metode pembelajaran jigsaw dan peta konsep dapat digunakan sebagai alternatif metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan prestasi belajar akuntansi, (2) Hendaknya guru dalam menggunakan metode pembelajaran memperhatikan gaya belajar siswa, sehingga siswa dapat memahami materi yang disampaikan guru dengan baik, (3) Penelitian selanjutnya dapat dikembangkan untuk materi yang lebih luas, (4) Penelitian selanjutnya menggunakan indikator berupa gain score, (5) Hendaknya institusi sekolah benar-benar menerapkan kurikulum berbasis kompetensi 2004


Download file

  1. 00601KI07-BAB I.pdf (26.38 KB)
  2. 00601KI07-BAB II.pdf (119.26 KB)
  3. 00601KI07-BAB III.pdf (65.46 KB)
  4. 00601KI07-BAB IV.pdf (65.38 KB)
  5. 00601KI07-BAB V.pdf (24.55 KB)
  6. 00601KI07-BAB VI.pdf (9.34 KB)



Download Perbedaan gaya belajar dan hasil gaya belajar antara metode pembelajaan peta konsep dengan metode Jigsaw pada pelajaran akuntansi di SMA Negeri 8 Kediri / oleh Neli Akyunil Fitriah


TypeLanguage
Download Perbedaan gaya belajar dan hasil gaya belajar antara metode pembelajaan peta konsep dengan metode Jigsaw pada pelajaran akuntansi di SMA Negeri 8 Kediri / oleh Neli Akyunil Fitriah ID

Print Perbedaan gaya belajar dan hasil gaya belajar antara metode pembelajaan peta konsep dengan metode Jigsaw pada pelajaran akuntansi di SMA Negeri 8 Kediri / oleh Neli Akyunil Fitriah

Publications by Year

O.P.A.C

Universitas Negeri Malang Perpustakaan Universitas Negeri Malang Mulok Perpustakaan Universitas Negeri Malang Opac Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang
....