Perbedaan kematangan emosi siswa kelas VIII reguler dan siswa kelas VIII RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Interasional) di SMP Negeri 5 Malang / Silfia Susanti

DDCRs 155.4124 SUS p
AuthorSusanti, Silfia
YearSkripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2010
Languageind

Abstract


Kata kunci: Kematangan emosi, reguler, RSBI, SMP





Kematangan emosi merupakan hal yang berperan penting dalam kehidupan dan perilaku individu untuk mengontrol ekspresi dan juga membantu individu untuk menyelesaikan permasalahannya. Menurut Goleman (1999;7) kematangan emosi adalah kemampuan untuk menyelesaikan problem-problem pribadi tanpa adanya keselarasan antara gangguan perasaan dan ketidakmampuan untuk mempertimbangkan pendapat orang lain terhadap keinginan-keinginan individu sesuai dengan harapan masyarakat dan kemampuan untuk mengungkapkan emosi yang tepat sehubungan dengan pengertian kita terhadap orang lain.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Kematangan emosi siswa kelas VIII Reguler, (2) Kematangan emosi siswa kelas VIII RSBI (3) Perbedaan kematangan emosi antara siswa kelas VIII Reguler dengan siswa kelas VIII RSBI di SMP Negeri 5 Malang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam usaha menguji hipotesis yang telah disusun. Dalam penelitian yang bersifat kuantitatif ini, proses penelitian banyak menggunakan angka mulai dari pengumpulan, penafsiran dan penyajian hasil (Arikunto, 2006; 12). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk membandingkan kesamaan dan perbedaan suatu gejala, peristiwa dan masalah-masalah yang ada sekarang (Arikunto, 2006;58). Variabel dalam penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu kematangan emosi siswa kelas VIII Reguler dan siswa kelas VIII RSBI. Variabel kematangan emosi dijabarkan dalam indikator dan deskriptor. Alasan penggunaan rancangan penelitian jenis deskriptif komparatif adalah karena rancangan ini sesuai dengan tujuan peneliti. Penelitian yang dilakukan di sini bertujuan untuk memperoleh deskripsi mengenai perbedaan tingkat kematangan emosi siswa kelas VIII Reguler dan siswa kelas VIII RSBI

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII RSBI dan siswa kelas VIII reguler sejumlah 202 orang siswa. Teknik yang digunakan untuk penarikan sampel penelitian adalah cluster random sampling dan total sampling. Cluster random sampling digunakan untuk penarikan sampel dari siswa kelas VIII Reguler dan diperoleh siswa kelas VIIIA, VIIIB dan VIIIC sejumlah 112 orang siswa, sedangkan total sampling digunakan untuk penarikan sampel dari kelas VIII RSBI dan diperoleh 90 orang siswa. Pengumpulan data menggunakan angket kematangan emosi. Analisis data dengan presentase dan uji-t.

Beberapa kesimpulan yang diperoleh adalah, sedikit (11,17%) siswa program Reguler yang kematangan emosinya baik, cukup banyak (48,64%) siswa program reguler yang kematangan emosinya cukup, cukup banyak (39,63%) pula siswa program reguler yang kematangan emosinya kurang baik. Jadi dapat dilihat dari hasil penelitian tersebut bahwa siswa program reguler sebagian besar memiliki tingkat kematangan emosi yang cukup baik. Sedikit (12,79%) siswa program RSBI yang kematangan emosinya kurang baik, cukup banyak (25,58%) siswa program RSBI yang kematangan emosinya baik, banyak (61,62%) siswa program RSBI yang kematangan emosinya cukup baik. Jadi dapat dilihat dari hasil penelitian tersebut bahwa siswa program RSBI sebagian besar memiliki tingkat kematangan emosi yang cukup baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan mean, diketahui bahwa dari 202 subjek yang termasuk siswa program reguler memiliki rata-rata 230,1261. Sedangkan siswa RSBI memiliki rata-rata 228,1628. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t, diketahui bahwa bahwa kedua rata-rata populasi adalah identik karena nilai Sig. (0,422) > 0,05. dan thitung (0,804) < ttabel (1,972). Sehingga dari hasil uji hipotesis diketahui bahwa tidak ada perbedaan kematangan emosi antara siswa program RSBI dengan siswa program reguler

Beberapa saran yang dapat diberikan oleh peneliti diantaranya; sebaiknya, guru lebih meningkatkan hubungan dengan siswa. Selain itu guru juga diharapkan dapat bersikap lebih terbuka dengan siswa dan tidak menilai siswa dari sikap dan perilaku mereka yang sudah lebih baik dari sebelumnya. Hal ini dapat menjadikan siswa kurang memahami akan dirinya sendiri dan berpengaruh pada semangat belajar siswa di sekolah. Untuk konselor, konselor dapat (1) meningkatkan kesadaran diri dan sosial siswa, konselor dapat mengajak siswa untuk belajar di luar ruangan dan juga meningkatkan pemahaman akan lingkungan di sekitar tempat tinggal siswa. Konselor dapat memberikan tugas kepada siswa untuk membuat otobiografi siswa, dengan begitu siswa dapat lebih memahami dirinya sendiri dan juga lingkungan sekitar siswa, (2) selain itu, konselor juga dapat membantu siswa untuk mengatur jadwal harian siswa berkaitan dengan pengaturan waktu. Ketrampilan sosial siswa dapat dikembangkan dengan sosiaodrama, konselor juga dapat mengetahui hubungan sosial siswa di kelas dengan memberikan tes sosiometri kepada siswa. (3) Orang tua siswa diharapkan terus memperhatikan perkembangan anaknya, khususnya hubungan sosialnya dan membangun komunikasi terbuka dengan anak, misalnya : diskusi mengenai permasalahan anak. Selain itu, orang tua siswa sebaiknya menumbuhkan sikap disiplin pada siswa sejak dini. Hal ini dimaksudkan agar anak dapat memiliki manajemen waktu dan manajemen diri yang baik, sehingga anak tidak meluapkan emosinya secara tidak teratur.

Untuk lebih meyakinkan hasil penelitian ini, maka hendaknya diadakan penelitian berkelanjutan tentang kematangan emosi siswa RSBI dan reguler pada tahun-tahun selanjutnya. Karena hasil dari penelitian ini belum tentu sama jika dilpenuliskan penelitian di tempat yang berbeda, dengan karakter yang berbeda maupun karakter siswa yang sama.


Download file

  1. 01248KI11-ABSTRAK.pdf (19.78 KB)
  2. 01248KI11-BAB I.pdf (139.86 KB)
  3. 01248KI11-BAB II.pdf (252.90 KB)
  4. 01248KI11-BAB III.pdf (337.82 KB)
  5. 01248KI11-BAB IV.pdf (159.50 KB)
  6. 01248KI11-BAB V.pdf (97.38 KB)
  7. 01248KI11-BAB VI.pdf (20.83 KB)
  8. 01248KI11-COVER.pdf (37.78 KB)
  9. 01248KI11-DAFTAR PUSTAKA.pdf (31.69 KB)



Download Perbedaan kematangan emosi siswa kelas VIII reguler dan siswa kelas VIII RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Interasional) di SMP Negeri 5 Malang / Silfia Susanti


TypeLanguage
Download Perbedaan kematangan emosi siswa kelas VIII reguler dan siswa kelas VIII RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Interasional) di SMP Negeri 5 Malang / Silfia Susanti ID

Print Perbedaan kematangan emosi siswa kelas VIII reguler dan siswa kelas VIII RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Interasional) di SMP Negeri 5 Malang / Silfia Susanti

Publications by Year

O.P.A.C

Universitas Negeri Malang Perpustakaan Universitas Negeri Malang Mulok Perpustakaan Universitas Negeri Malang Opac Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang
....