Perlindungan konsumen terhadap tanggung jawab pelaku usaha jasa laundry di sekitar wilayah kampus Universitas Negeri Malang / Erika Dewi

DDCRs 343.071 DEW p
AuthorDewi, Erika
Year2010
Languageind

Abstract


Kata Kunci: Perlindungan Konsumen, Tanggungjawab Pelaku usaha jasa laundry, Wilayah Kampus Universitas Negeri Malang



Perlindungan hukum bagi konsumen pada akhir-akhir ini memang mendapat perhatian yang cukup luas, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Hal ini dikarenakan, masih begitu banyak kerugian-kerugian yang dialami oleh konsumen, yang terlibat dengan perjanjian baku.

Dalam bisnis laundry, pengusaha laundry mencantumkan klausul eksonerasi atau klausul baku hal tersebut merupakan upaya dari pelaku usaha laundry untuk meminimalkan tanggung jawab terhadap konsumen.

Penjelasan Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Perlindungan Konsumen menyebutkan tujuan dari larangan pencantuman klausula baku, yaitu: “Larangan ini dimaksudkan untuk menempatkan kedudukan konsumen setara dengan pelaku usaha berdasarkan prinsip kebebasan berkontrak”. tetapi ditemukan perjanjian baku seperti dalam perjanjian konsumen dengan perusahaan jasa laundry.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis-jenis kerugian yang ditanggung konsumen pengguna jasa laundry (2) pertanggung jawaban pelaku usaha jasa laundry terhadap kerugian yang ditanggung konsumen pengguna jasa laundry (3) perlindungan hukum bagi konsumen pengguna jasa laundry (4) upaya yang dapat dilakukan oleh konsumen pengguna jasa laundry tersebut terhadap kerugian yang ditanggung konsumen pengguna jasa laundry

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Data yang diperoleh disajikan dalam alternatif deskriptif. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Sumber data yang diperoleh dari konsumen pengguna jasa laundry disekitar wilayah kampus Universitas Negeri Malang, pelaku usaha jasa laundry disekitar wilayah kampus Universitas Negeri Malang, dan Perlindungan Konsumen kota Malang. Pengambilan data dilakukan dengan tekhnik observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) konsumen pengguna jasa laundry masih mengalami kerugian akibat kelalaian pelaku usaha jasa laundry, contoh kerugian seperti kelunturan warna baju yang lain, sobek akibat proses pencucian, kurang bersih dan wangi, ataupun tertukar pakaian dengan pelanggan yang lain. Serta keterlambatan pengambilan. Selain itu bentuk perjanjian baku juga dianggap merugikan konsumen. (2) Usaha jasa laundry ini memberikan pelayanan yang maksimal kepada konsumennya, namun dalam pelayanan ini ditemukan beberapa klaim dari konsumen yaitu kerusakan pakaian, kurang bersihnya pakaian, serta kehilangan aksesoris pakaian yang diakibatkan oleh kelalain pihak usaha jasa laundry dan bersedia mengganti kerugian konsumen tanpa harus diminta oleh konsumen. Tidak semua pelaku usaha jasa laundry bertanggung jawab atas kelalaian yang terjadi. Para pelaku uasaha jasa laundry mencantumkan klausula eksonerasi atau klausula baku pada struk transaksi, hal tersebut merupakan upaya dari pengusaha laundry untuk meminimalkan tanggung jawab terhadap konsumen (3pengusaha laundry mencantumkan klausul eksonerasi atau klausul baku hal tersebut merupakan upaya dari pengusaha laundry untuk meminimalkan tanggung jawab terhadap konsumen. Pasal 18 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Perlindungan Konsumen menyebutkan tujuan dari larangan pencantuman klausula baku. Perlindungan konsumen selain di atur dalam Undang-Undang republik Indonesia adapun lembaga-lembaga yang melindunginya yaitu Lembaga Perlindungan Konsumen (4) Dari 20 konsumen yang mengalami kerugian ada 25% atau 5 orang yang meminta ganti rugi kepada pelaku usaha, 65% atau 13 orang yang diam karena tidak tahu harus melapor kemana, dan 10% atau 2 orang yang melapor pada Lembaga Perlindungan Konsumen.

Saran yang dapat disampaikan berkaitan dengan hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Diharapkan kosumen lebih teliti dalam menentukan pilihan atas barang atau jasa yang dikonsumsi karena berpengaruh bagi kelangsungan hidup serta mengetahui upaya apa yang dilakukan jika dirugikan (2) Pelaku usaha berkewajiban mentaati peraturan yang berlaku sebagai langkah untuk menjamin tidak ada pemasangan perjanjian baku yang merugikan konsumen, dan tidak melakukan kecurangan-kecurangan yang mengakibatkan kerugian terhadap konsumen (3) Dinas perijinan dan Lembaga Perlindungan Konsumen Malang lebih memberikan penyuluhan secara khusus tentang perdagangan jasa laundry. Sedangkan dalam hal advokasi yang dilakukan Lembaga Perlindungan Konsumen Malang berfungsi sebagai negosiator, dan bertindak sebagai wakil konsumen yang membela kepentingan konsumen dan berpihak pada konsumen.


Download file

  1. 04119KI10-BAB I.pdf (28.77 KB)
  2. 04119KI10-BAB II.pdf (69.33 KB)
  3. 04119KI10-BAB III.pdf (35.84 KB)
  4. 04119KI10-BAB IV.pdf (134.18 KB)
  5. 04119KI10-BAB V.pdf (778.41 KB)
  6. 04119KI10-BAB VI.pdf (16.55 KB)



Download Perlindungan konsumen terhadap tanggung jawab pelaku usaha jasa laundry di sekitar wilayah kampus Universitas Negeri Malang / Erika Dewi


TypeLanguage
Download Perlindungan konsumen terhadap tanggung jawab pelaku usaha jasa laundry di sekitar wilayah kampus Universitas Negeri Malang / Erika Dewi ID

Print Perlindungan konsumen terhadap tanggung jawab pelaku usaha jasa laundry di sekitar wilayah kampus Universitas Negeri Malang / Erika Dewi

Publications by Year

O.P.A.C

Universitas Negeri Malang Perpustakaan Universitas Negeri Malang Mulok Perpustakaan Universitas Negeri Malang Opac Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang
....