Tingkat perkembangan kematangan karier siswa yang berasal dari keluarga orangtua tunggal: studi kasus di SMP Shalahuddin Malang / Agung Pinilih

DDCRs 158.7 PIN t
AuthorPinilih, Agung
Year2009
Languageind

Abstract




Tingkat Perkembangan Kematangan Karier Siswa yang Berasal





dari Keluarga Orangtua Tunggal:





Studi Kasus di SMP Shalahuddin-Malang.









Pinilih, Agung. 2009. Tingkat Perkembangan Kematangan Karier Siswa yang Berasal dari

Keluarga Orangtua Tunggal: Studi Kasus di SMP Shalahuddin-Malang. Skripsi.

Program Studi Bimbingan dan Konseling. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi.

Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H.

Sutoyo Imam Utoyo, M.Pd., (II) Drs. Blasius Boli Lasan, M.Pd.





Kata kunci: kematangan karier, siswa orangtua tunggal, nilai









Perkembangan kematangan karier merupakan suatu garis yang menunjukkan tahapan-



tahapan yang seharusnya dilalui oleh setiap individu. Hal ini tidak terlepas dari apa yang terjadi,



apa yang dialami dan apa yang dilakukan selama tahun-tahun sebelum individu menentukan dan



menetapkan pekerjaan atau karier yang akan digelutinya. Perkembangan kematangan karier juga



bercirikan perubahan, yakni perubahan dalam diri dan luar diri individu. Dalam proses



perkembangan kematangan karier, akan melibatkan berbagai macam faktor antara lain adalah



bakat, minat, kemampuan serta nilai-nilai kehidupan individu. Nilai-nilai yang digunakan



seseorang dalam memaknai perkembangan kematangan karier itu, kemungkinan akan sama atau



bahkan berbeda-beda. Hal ini disebabkan cara pandang yang dimilikinya berbeda-beda. Proses



pemilihan subyek dalam penelitian ini didasari oleh adanya fenomena aktual yang terjadi dewasa



ini, yakni semakin berkembangnya keluarga orangtua tunggal yang disebabkan oleh adopsi atau

















anak angkat dan perceraian, baik karena meninggalnya salah satu pasangan suami isteri maupun



karena tidak adanya kecocokan dalam rumah tangga.



Fokus dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah tingkat perkembangan



kematangan karier siswa dari keluarga orangtua tunggal? Lebih jelasnya fokus penelitian



tersebut dijabarkan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: (1)Bagaimanakah pola



perkembangan kematangan karier siswa yang berasal dari keluarga orangtua tunggal? (2) Nilai-



nilai apa sajakah yang mendukung perkembangan kematangan karier siswa yang berasal dari



keluarga orangtua tunggal? (3) Bagaimana kecenderungan sikap yang berkenaan dengan



kematangan karier siswa yang berasal dari keluarga orangtua tunggal? (4) Kebiasaan-kebiasaan



dan usaha-usaha apa saja yang dilakukan oleh siswa dari keluarga orangtua tunggal untuk



mencapai perkembangan kematangan kariernya?



Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Tehnik



pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap siswa dan orangtua



tunggalnya, konselor, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru dan wali kelas siswa dari



keluarga orangtua tunggal. Data yang terkumpul melalui tehnik tersebut kemudian dianalisis



secara deskriptif, dimana penyelidikan deskriptif dilakukan dalam tiga alur kegiatan yang



merupakan satu kesatuan yaitu: (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) penarikan kesimpulan.



Dari hasil analisis data diperoleh temuan-temuan sebagai berikut: pertama perkembangan



kematangan karier siswa dari keluarga orangtua tunggal memiliki tiga pola yaitu: (1) Pola



kebebasan dalam arti sebenarnya, yakni pola perkembangan kematangan karier siswa yang



memiliki kebebasan dalam mengembangkan kariernya sesuai dengan minatnya. Biasanya terjadi



pada siswa yang berasal dari keluarga orangtua tunggal yang memiliki status sosial ekonomi



sedang, terutama bagi siswa yang berasal dari orangtua tunggal yang pernah menempuh

















pendidikan tinggi. (2) Pola perkembangan kematangan karier yang bersifat bebas terbatas. Anak



tersebut sebenarnya memiliki kebebasan dalam mengembangkan kematangan kariernya, namun



hanya sebatas apa yang sudah ditentukan oleh orangtua tunggalnya karena keterpaksaan keadaan



ekonomi keluarga. (3) Pola perkembangan kematangan karier siswa yang bersifat neglected child



(terabaikan) oleh orangtua dalam proses perkembangan kematangan kariernya. Dalam arti, anak



yang berasal dari keluarga orangtua tunggal tersebut dibiarkan oleh orangtua tunggalnya dalam



mengembangkan kematangan kariernya. Kesimpulan kedua bahwa nilai-nilai yang



mempengaruhi dan mendukung perkembangan kematangan karier siswa yang berasal dari



keluarga orangtua tunggal dalam penelitian ini sangat bervariasi. Yaitu terdapat satu keluarga



orangtua tunggal yang menggunakan nilai-nilai agama Islam sebagai dasar atau pijakan dalam



membantu proses perkembangan kematangan kariernya dan ada empat keluarga orangtua tunggal



yang lain menggunakan nilai-nilai pengalaman hidup. Kesimpulan ketiga adalah kecenderungan



sikap yang berkenaan dengan kematangan karier dari kelima subyek penelitian dalam hal ini



siswa yang berasal dari keluarga orangtua tunggal menunjukkan hasil yang hampir sama. Yakni



mereka, baik responden I, II, III, IV maupun V menunjukkan sikap dan perilaku yang ingin



menunjukkan kepada orang lain bahwa ketiadaan salah satu orangtuanya atau keadaan nyata dari



keluarga yang orangtuanya bercerai tidak membuat mereka berlima menjadi terpuruk.



Kesimpulan keempat yaitu kebiasaan-kebiasaan dan usaha-usaha yang dilakukan oleh siswa dari



keluarga orangtua tunggal untuk mencapai perkembangan kematangan kariernya sudah cukup



baik.



Berdasarkan temuan-temuan penelitian tersebut disarankan agar: (1) orangtua tunggal



hendaknya bisa memberikan contoh dan teladan yang baik dalam menyikapi berbagai hal,



utamanya yang berkenaan dengan perkembangan kematangan karier. (2) Konselor SMP

















Shalahuddin hendaknya memanfaatkan nilai-nilai yang mendukung perkembangan kematangan



karier siswa untuk keberhasilan karier siswa dan pengembangan program bimbingan konseling.



(3) Sekolah hendaknya segera menyusun dan menyediakan fasilitas yang bisa mempermudah



konselor dalam pengembangan program BK pada umumnya dan untuk membantu siswa-



siswinya dalam hal pengembangan kematangan kariernya, terutama diadakannya jam masuk



kelas khusus untuk bimbingan dan konseling sehingga permasalahan siswa dapat terdeteksi dan



tertangani sedini mungkin. (4) Para pihak yang aktif di bidang pendidikan diharapkan untuk



lebih peka terhadap fenomena perkembangan keluarga orangtua tunggal yang semakin aktual



untuk menyusun program pendidikan yang bisa membantu dan mendukung perkembangan



kematangan karier siswa yang berasal dari orangtua tunggal.




Download file

  1. 03367KI09-1.pdf (31.24 KB)
  2. 03367KI09-2.pdf (27.93 KB)
  3. 03367KI09-3.pdf (34.09 KB)
  4. 03367KI09-4.pdf (216.25 KB)
  5. 03367KI09-5.pdf (68.24 KB)
  6. 03367KI09-6.pdf (21.99 KB)
  7. 03367KI09-ABSTRAK.doc (36.00 KB)



Download Tingkat perkembangan kematangan karier siswa yang berasal dari keluarga orangtua tunggal: studi kasus di SMP Shalahuddin Malang / Agung Pinilih


TypeLanguage
Download Tingkat perkembangan kematangan karier siswa yang berasal dari keluarga orangtua tunggal: studi kasus di SMP Shalahuddin Malang / Agung Pinilih ID

Print Tingkat perkembangan kematangan karier siswa yang berasal dari keluarga orangtua tunggal: studi kasus di SMP Shalahuddin Malang / Agung Pinilih

Publications by Year

O.P.A.C

Universitas Negeri Malang Perpustakaan Universitas Negeri Malang Mulok Perpustakaan Universitas Negeri Malang Opac Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Index Artikel Perpustakaan Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang
....