Implementasi kebijakan pemerintah kota Malang dalam mewujudkan Malang sebagai kota pendidikan / Andy Wahyu Pratama

 

ABSTRAK Pratama, Andy, Wahyu. 2009. Implementasi Kebijakan Pemerintah Kota Malang Dalam Mewujudkan Malang Sebagai Kota Pendidikan. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, FIS, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Suko Wiyono, S.H., M.H., (II) Drs. Kt. Diara Astawa, S.H., M.Si. Kata kunci: Implementasi, Kebijakan, Pendidikan. Pemerintah Kota Malang telah melaksanakan kebijakan desentralisasi pemerintahan untuk mewujudkan otonomi daerah. Dengan otonomi daerah ini diharapkan masyarakat mendapatkan pelayanan publik yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih bertanggungjawab dalam urusan pemerintahan. Salah satu bidang pemerintahan yang didesentralisasikan adalah bidang pendidikan. Pelaksanaan otonomi daerah bidang pendidikan di Kota Malang masih menghadapi sejumlah masalah baik bersifat konseptual maupun faktual. Jika permasalahan tersebut tidak segera ditangani maka dikhawatirkan bahwa desentralisasi pengelolaan pendidikan akan membawa dampak negatif, khususnya dalam rangka mewujudkan Malang sebagai Kota Pendidikan. Itulah sebabnya pemerintah Kota Malang dan DPRD Kota Malang membentuk Peraturan Daerah No. 13 tahun 2001 tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan di Kota Malang yang memberikan dukungan yang tegas dan jelas dalam penyelenggaraan otonomi daerah di bidang pendidikan dengan tetap berpegang pada satu sistem pendidikan nasional dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan pemerintah Kota Malang dalam mewujudkan Malang sebagai Kota pendidikan. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kebijakan yang telah dicanangkan oleh pemerintah Kota Malang dalam mewujudkan Malang sebagai Kota pendidikan; (2) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap implementasi kebijakan pemerintah Kota Malang dalam mewujudkan Malang sebagai Kota pendidikan; (3) Dampak implementasi kebijakan yang telah dicanangkan oleh pemerintah Kota Malang dalam mewujudkan Malang sebagai Kota Pendidikan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif sedangkan jenis penelitiannya adalah deskriptif. Untuk analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data model interaktif (Miles dan Huberman, 1992:21-25). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk mewujudkan Malang sebagai Kota Pendidikan, pemerintah Kota Malang mencanangkan beberapa kebijakan yang tertuang di dalam rencana strategi (Renstra) Kota Malang tahun 2009-2013. Untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut, pemerintah Kota Malang membagi menjadi 3 (tiga) tahap pengimplementasian, yaitu: (1) jangka pendek; (2) jangka menengah; dan (3) jangka panjang. Sementara ini, kebijakankebijakan yang diprioritas pengimplementasiannya dan sudah terimplementasikan atau terlaksana sesuai dengan prosedur yang ada, yaitu yang jangka pendek. Hal ini, dikarenakan terkait dengan anggaran yang ada dan adanya tuntutan ii masyarakat untuk memperoleh fasilitas pendidikan yang baik dan berkualitas. Kebijakan yang dimaksud, yaitu: (1) Kebijakan politik pemerintah daerah yang konsisten berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan; bentuk kegiatannya, yaitu: (a) Pembinaan kelembagaan dan manajemen sekolah dengan penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) pada pendidikan dasar dan menengah; (b) Peningkatan manajemen pelayanan pendidikan; (c) Monitoring dan evaluasi program pendidikan; (d) Penerapan sistem dan informasi manajemen pendidikan; (e) Pembinaan komite sekolah. (2) Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan; bentuk kegiatannya, yaitu: (a) Rehap sedang atau berat bangunan sekolah; (b) Penambahan ruang kelas sekolah; (c) Pengadaan buku perpustakaan; (d) Pengadaan komputer; (e) Pengadaan alat praktek dan peraga. (3) Terpenuhinya kuantitas dan kualitas tenaga pendidikan; bentuk kegiatannya, yaitu: (a) Pelatihan Teknologi Informatika; (b) Penyetaraan guru; (c) Penyediaan dana kelebihan jam mengajar bagi PNS; (d) Tambahan dana kesejahteraan Guru Tidak Tetap (GTT). (4) Membuka akses bagi seluruh lapisan masyarakat untuk masuk di semua jenjang pendidikan; bentuk kegiatannya, yaitu: (a) Pemberian bantuan operasional pendidikan non formal; (b) Pembinaan lembaga kursus; (c) Pengadaan pakaian seragam; (d) Bantuan atau subsidi biaya ujian sekolah; (e) Peningkatan mutu pendidikan bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sementara itu, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap implementasi kebijakan tersebut, terdiri dari: (1) Faktor pendukung, meliputi: (a) Politik; (b) Organisasi dan manajemen yang baik; (c) Sarana dan prasarana; (d) Partisipasi masyarakat; (e) Anggaran pendidikan; serta (f) Sosial budaya. (2) Faktor penghambat, yaitu: faktor teknis dan non teknis. Sedangkan dampak dari implementasi kebijakan tersebut, yaitu: (1) Meningkatnya efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan; (2) Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana pendidikan; (3) Meningkatnya mutu tenaga pendidik dan tenaga kependidikan; (4) Terwujudnya pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat dengan baik dan memadai. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan sebagai berikut: (1) Pemerintah Kota Malang dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Malang harus berupaya terus untuk meningkatkan beasiswa pendidikan bagi anak kurang mampu, terutama bagi anak-anak jalanan yang ingin melanjutkan sekolah; (2) Perlunya memperbesar alokasi dana APBD untuk dunia pendidikan, khususnya bagi warga Kota Malang yang kurang mampu secara ekonomi.

Masalah kenakalan dan kejahatan anak remaja dan cara-cara penanggulangannya / oleh Sumantri

 

Pembagian waris menurut adat di Bali (suatu tinjauan khususnya di Daswati II Tabanan) / oleh I Nengah Surapati

 

Hubungan antara dukungan sosial dengan kejenuhan kerja pada perawat instalasi rawat inap di RSD Mardi Waluyo Blitar / David Sugeng Widodo

 

ABSTRAK Widodo, David Sugeng. 2009. Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Kejenuhan Kerja pada Perawat Instalasi Rawat Inap di RSD Mardi Waluyo Blitar. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M.Si. (II) Hetti Rahmawati, S.Psi, M.Si. Kata kunci: dukungan sosial, kejenuhan kerja, perawat Kualitas karyawan merupakan satu hal penting karena kemajuan di bidang industri ditentukan oleh kualitas karyawannya. Satu persoalan yang muncul berkaitan dengan individu dalam menghadapi tuntutan peningkatan profesionalisme adalah stres. Permasalahan akan timbul apabila stres terjadi dalam jangka waktu yang lama dengan intensitas yang tinggi akan mengakibatkan individu mengalami kejenuhan kerja atau biasa disebut dengan burnout. Kejenuhan kerja banyak dijumpai pada jenis pekerjaan layanan sosial karena keterlibatan emosional yang cukup besar, situasi yang dapat meningkatkan tensi emosi, dan kewaspadaan yang tinggi sebagai bentuk tanggungjawabnya. Munculnya kejenuhan kerja dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi tingkat kejenuhan kerja adalah dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan dukungan sosial pada perawat Instalasi Rawat Inap di RSD Mardi Waluyo Blitar. 2) mendeskripsikan kejenuhan kerja pada perawat Instalasi Rawat Inap di RSD Mardi Waluyo Blitar. 3) mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan kejenuhan kerja pada perawat Instalasi Rawat Inap di RSD Mardi Waluyo Blitar. Hipotesis penelitian ini adalah “ada hubungan yang negatif antara dukungan sosial dengan kejenuhan kerja pada perawat Instalasi Rawat Inap di RSD Mardi Waluyo Blitar.” Variabel bebas dalam penelitian ini adalah dukungan sosial, sedangkan variabel terikatnya adalah kejenuhan kerja. Penelitian dilakukan dengan rancangan deskripsi korelasional dengan subyek penelitian sebanyak 60 orang perawat Instalasi Rawat Inap Dr. Mardi Waluyo Blitar. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala dukungan sosial dan skala kejenuhan kerja. Skala dukungan sosial memiliki nilai validitas yang berkisar antara 0,262-0,623 dengan reliabilitas 0,859. Skala kejenuhan kerja memiliki nilai validitas yang berkisar antara 0,273-0,738 dengan reliabilitas 0,933. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik korelasi product moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan: 1) 23,33% perawat mendapatkan dukungan sosial tinggi, 61,67% perawat mendapatkan dukungan sosial sedang, dan 15% perawat mendapatkan dukungan sosial rendah. 2) 18,33% perawat mengalami kejenuhan kerja tinggi, 61,67% perawat mengalami kejenuhan kerja sedang, dan 20% perawat mengalami kejenuhan kerja rendah. 3) ada hubungan yang negatif antara dukungan sosial dengan kejenuhan kerja (r = -0,452; nilai p = 0,000; taraf signifikansi < 0,05). Dari hasil penelitian disarankan agar peneliti selanjutnya yang berminat untuk meneliti topik yang sama hendaknya mempertimbangkan faktor-faktor lain yang belum sempat terungkap dalam penelitian ini, khususnya faktor internal.

Pendidikan kependudukan di sekolah mengengah atas sebagai salah satu usaha pemerintah untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk
oleh Hadi Winoto

 

Peranan panti asuhan terhadap pendidikan anak yatim di Panti Asuhan Kristen Tulungagung
oleh Suyono

 

Pembahasan Undang Undang Pemilihan Umum No. 15 dan No. 16 tahun 1969 yang telah dirubah dengan Undang Undang No. 4 dan No. 5 tahun 1975
oleh Tjiwiek Yusrowati S

 

Peranan dan fungsi kepala sekolah sebagai pemimpin ditinjau dari sudut organisasi dan management di SMEA Negeri Blitar
oleh Emmy Mariati

 

Identifikasi dan inventarisasi potensi lahan tambak di wilayah pesisir kabupaten Lumajang / Agus Purnomo

 

ABSTRAK Purnomo,Agus. 2010. Identifikasi Dan Inventarisasi Potensi Lahan Tambak Di Wilayah Pesisir Kabupaten Lumajang. Skripsi, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Rudi Hartono, M.Si, (2) Bagus Setiabudi Wiwoho, S.Si, M.Si. Kata kunci: pesisir, potensi lahan tambak, persebaran potensi Daerah pesisir merupakan salah satu dari lingkungan perairan yang memiliki potensi yang sangat besar dan juga merupakan daerah yang mudah terpengaruh dengan adanya gangguan. Wilayah ini bukan hanya merupakan sumber pangan yang diusahakan melalui kegiatan perikanan dan pertanian, tetapi merupakan pula lokasi bermacam sumberdaya alam, seperti mineral, gas dan minyak bumi serta pemandangan alam yang indah, yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia, perairan pesisir juga penting artinya sebagai alur pelayaran. Kabupaten Lumajang juga memiliki wilayah pesisir dengan potensi yang besar, pantai di wilayah Kabupaten Lumajang adalah pantai yang berhadapan langsung dengan samudra dan pesisirnya merupakan bagian perairan Samudra Indonesia yang memiliki sumberdaya perikanan yang cukup besar dan belum dimanfaatkan dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah karakteristik lahan pesisir yang berpotensi untuk lahan tambak di Kabupaten Lumajang dan bagaimanakah persebaran lahan yang berpotensi untuk lahan tambak di Kabupaten Lumajang. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Desember 2009 dengan menggunakan metode survey. Parameter yang digunakan dalam mengidentifikasi potensi lahan tambak adalah tipe pantai, kemiringan lereng, kualitas fisik tanah/ tekstur tanah, jenis tanah, kualitas air, kondisi hidrologi, jalur hijau/ wilayah konservasi, dan jumlah curah hujan rata-rata tahunan. Adapun teknik pengambilan sampel, yaitu purposive sampling yang diterapkan pada subjek penelitian yaitu 5 kecamatan dan 12 desa objek penelitian. Untuk pengambilan sampelnya menggunakan unit analisis peta satuan medan yang merupakan hasil ”overlay” dari peta jenis tanah dengan peta kemiringan lereng. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan komparatif. Berdasarkan dari analisis komparatif data primer dan sekunder dengan parameter yang ada menunjukkan bahwa Kabupaten Lumajang memiliki potensi lahan tambak yang hampir tersebar pada seluruh pesisir pantai yang ada yang meliputi kecamatan Yosowilangun, Kecamatan Kunir, Kecamatan Tempeh, Kecamatan Pasirian dan Kecamatan Tempursari. Potensi lahan tambak yang tersebar di Kabupaten Lumajang memiliki daya dukung lingkugan sedang dengan luas 745,12 ha dan daya dukung baik dengan luas 476,4 ha.

Peranan alat peraga dalam pelaksanaan pengajaran geografi di SMP Negeri VI Malang / oleh Rubiyanti

 

Pelaksanaan metode pengajaran tata buku di SMA Negeri II Malang
oleh Sri Leksani

 

Kekuasaan luar biasa presiden tahun 1945 / oleh Suyantik

 

Penerapan metode praktikum untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA 2 SMA NEGERI 6 Malang / Nani Oky Wahyuningsih

 

Pendidikan mempunyai peranan yang penting dalam meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang dapat bersaing secara global. Untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing diperlukan upaya perbaikan dan peningkatan kualitas pendidikan yang terjadi di berbagai bidang pendidikan, salah satunya adalah dalam bidang sains atau IPA. Akan tetapi pada kenyataannya, dari hasil observasi diketahui dalam pembelajaran di sekolah masih banyak siswa yang lebih banyak mengkaji/mendapatkan pengetahuan dari buku dan internet sehingga mereka cenderung menjadi bosan dan kurang termotivasi untuk belajar Biologi. Mereka juga jarang melakukan praktikum pengamatan sehingga beberapa diantara mereka ada yang belum mengetahui hal yang mereka pelajari dalam dunia nyata dan siswa tersebut juga menjadi kurang berpengalaman menggunakan peralatan laboratorium. Dari salah satu hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 6 Malang diketahui bahwa ketuntasan belajarnya hanya 54,05% dan rata-rata nilai kelasnya adalah 62. Oleh karena itu, perlu diterapkan suatu metode pembelajaran yang tepat untuk memberikan pengalaman, keterampilan dan meningkatkan motivasi belajar siswa agar terjadi peningkatan hasil belajarnya, untuk mengatasi masalah tersebut perlu diterapkan metode praktikum untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 6 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus tindakan. Siklus I terdiri dari 4 pertemuan dan siklus II terdiri dari 5 pertemuan. Subyek penelitian yang digunakan adalah siswa kelas XI IPA 2 semester I tahun ajaran 2009-2010 SMA Negeri 6 Malang yang berjumlah 26 siswa, terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Data dalam penelitian ini berupa aktivitas, motivasi belajar dan hasil belajar siswa pada aspek kognitif dan psikomotorik. Selain itu, data pendukung diperoleh catatan lapangan dan angket siswa. Motivasi belajar siswa diukur berdasarkan peningkatan motivasi belajar klasikal siswa. Hasil belajar aspek kognitif diukur berdasarkan hasil tes yang dilakukan pada akhir siklus untuk mengetahui ketuntasan belajar secara klasikal. Hasil belajar aspek psikomotorik diukur berdasarkan peningkatan kemampuan psikomotorik klasikal siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal tes, lembar observasi motivasi siswa, lembar observasi aspek psikomotorik siswa, lembar observasi keterlaksanaan tindakan guru, angket dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode praktikum dapat meningkatkan motivasi belajar Biologi siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 6 Malang. Rata-rata motivasi belajar klasikal siswa siklus I adalah 48% dengan kualitas motivasi belajar tergolong cukup dan rata-rata motivasi belajar klasikal siswa siklus II adalah 63% dengan kualitas motivasi belajar baik. Peningkatan rata-rata motivasi belajar klasikal siswa sebesar 15%. Penerapan metode praktikum dapat meningkatkan hasil belajar Biologi siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 6 Malang. Rata-rata hasil belajar aspek kognitif siswa pada siklus I adalah 70,27 dengan persentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 57,69% dan rata-rata hasil belajar aspek kognitif siswa siklus II adalah 73,58 dengan persentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 88,46%. Ketuntasan belajar klasikal antara sebelum tindakan dan siklus I mengalami peningkatan sebesar 3,64%, sedangkan antara siklus I dan siklus II mengalami peningkatan sebesar 30,77%. Rata-rata hasil belajar aspek psikomotorik klasikal siswa pada siklus I adalah 53% dan ratarata hasil belajar aspek psikomotorik klasikal siswa pada siklus II adalah 72,36%. Hasil belajar psikomotorik klasikal mengalami peningkatan antara siklus I dan siklus II mengalami peningkatan sebesar 19,36%.

Studi tataruang Perpustakaan Poltekes Kemenkes Malang / M. Fajar Bakhtiar Muhajirin

 

Muhajirin, M Fajar Bakhtiar. 2014. Studi Tata ruang Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang. Tugas Akhir, Program Studi Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Martutik, M.Pd (II) Drs. M. Asrukin, M.Si Kata Kunci: Studi, Tata Ruang Perpustakaan, Perpustakaan Perguruan Tinggi     Studi tataruang perpustakaan mengkaji dan menelaah tataruang sebuah perpustakaan. Tataruang adalah suatu cara untuk menciptakan suasana yang kondusif dan menyenangkan dalam perpustakaan. Ruang dan buku–buku yang tertata rapi akan membuat suatu perpustakaan memiliki nuansa nyaman sehingga pemakai perpustakaan tertarik untuk membaca buku dan berlama–lama di perpustakaan. Perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang terdapat pada perguruan tinggi atau badan bawahannya, maupun lembaga yang berafiliasi dengan perguruan tinggi. Tujuan utama mendukung tercapainya tujuan perguruan tinggi. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan tataruang di perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang dan mengkaji apakah tataruang perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang sudah sesuai dengan dasar-dasar perencanaan tataruang perpustakaan.     Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Kehadiran peneliti yaitu selama 2 bulan di mulai pada tanggal 6 Januari 2014 sampai 6 Maret 2014 saat Praktek Kerja Lapangan. Lokasi penelitian di Jalan Ijen 77 C, Kota Malang, yaitu di perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang. Data dalam penelitian ini berupa tataruang perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang dan sumber data dalam penelitian ini adalah foto dan dokumen perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang. Pengumpulan data ini menggunakan teknik observasi dan studi dokumentasi.          Dari hasil penelitian ini yaitu tentang gambaran tataruang perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang yang meliputi tataruang perpustakaan yang memakai desain tata baur yang artinya ruang baca dan ruang koleksi menjadi satu dengan luas 460m2. Perabot dan perlengkapan perpustakaan, kebutuhan guna memperlancar administrasi perpustakaan. Sistem sirkulasi udara perpustakaan, menggunakan jendela dan AC guna mengatur suhu dan kelembaban ruang perpustakaan. Penerangan perpustakaan, menggunakan lampu TL dan jendela/ventilasi. Keserasian pewarnaan perpustakaan, perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang menggunakan warna cream dan coklat untuk dinding dan putih untuk lantai. Kesesuaian tata ruang perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang dengan dasar-dasar perencanaan perpustakaan perguruan tinggi yang meliputi: tata ruang perpustakaan belum sesuai dengan Standar Nasional Indonesia dan hanya sesuai dengan aspek fungsional, perabot perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang belum sesuai dengan pendapat Kosasih, sedangkan perlengkapan perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang sudah sesuai dengan teori Poole, sirkulasi udara di perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang sudah sesuai dengan standar ventilasi dan hawa, penerangan perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang sudah mememuhi standar sistem pencayahaan, keserasian warna di perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang, dominasi warna cream dan coklat.     Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang dapat melengkapi pembagian ruang penunjang kegiatan dalam perpustakaan, seperti ruang pengadaan, pengolahan, ruang staf, ruang pertemuan, dapur dan toilet pengguna karena dalam perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang hanya ada toilet khusus staf. Serta perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang dapat me-redesign ulang model tata ruang perpustakaan supaya jalannya kegiatan dalam perpustakaan berjalan lancar, efektif dan efisien. Pustakawan perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang sebagai pemegang kendali sebuah perpustakaan benar-benar dapat merealisasikan konsep dan solusi dalam perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang supaya dengan penataan ruang yang baik dapat menarik perhatian pengguna perpustakaan.     

Peran bus sekolah dan nilai pendidikan di Kabupaten Tulungagung / Mohammad Faisal

 

Faisal, Mohammad, 2014. Peran Bus Sekolah dan Nilai Pendidikannya di Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Marsudi, M. Hum dan Dr. R. Reza Hudiyanto, M.Hum. Kata Kunci: Transportasi umum, Bus Sekolah, Kabupaten Tulungagung Transportasi yang khusus untuk melayani anak sekolah di Kabupaten Tulungagung sebelum tahun 2012 belum ada. Anak sekolah menggunakan sepeda motor, diantar oleh orang tua dan naik Mobil Penumpang Umum (MPU). Kendala yang dialami siswa ketika menggunakan angkutan umum adalah mereka harus menunggu MPU tersebut ngetem lama. Kondisi MPU semakin memprihatinkan karena jumlahnya tiap tahun semakin berkurang. Berdasar latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk pertama mendeskripsikan tentang perkembangan transportasi di Kabupaten Tulungagung. Kedua mendeskripsikan tentang latar belakang adanya bus sekolah di Kabupaten Tulungagung. Ketiga, mengetahui peran dan nilai pendidikan dari bus sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Penelitian ini diawali dengan pemilihan topik, pengumpulan sumber, kritik sumber, interpretasi dan diakhiri dengan historiografi. Berdasar penelitian ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Pertama, ada banyak jenis transportasi yang ada di Kabupaten Tulungagung seperti kereta api dan bus yang menghubungkan dengan berbagai daerah lain baik di wilayah Jawa Timur maupun juga di luar JawaTimur. Transportasi di dalam kota ada MPU yang menghubungkan antara desa dan kecamatan di Kabupaten Tulungagung. Kondisi MPU di Kabupaten Tulungagung semakin hari semakin memprihatinkan karena jumlahnya semakin berkurang karena semakin banyaknya sepeda motor. Tidak adanya peremajaan MPU membuat kondisinya semakin tidak terawat dengan baik. Kedua, dengan semakin berkurangnya jumlah MPU dan tidak adanya angkutan khusus untuk anak sekolah kemudian ini yang dilihat oleh Bapak Syahri Mulyo yang maju menjadi calon Bupati Kabupaten Tulungagung untuk memasukkannya ke dalam point misinya yakni menyelenggarakan pendidikan yang murah. Setelah beliau terpilih menjadi bupati, hal ini terealisasi. Ketiga keberadaan bus sekolah memiliki peranan yang penting bagi anak sekolah dalam menciptakan layanan transportasi khusus sekolah. Nilai pendidikan yang adadapat diambil dari bus sekolah antara lain nilai nilai religius, nilai jujur, nilai toleransi, nilai disiplin, nilai mandiri, nilai bersahabat, dan nilai tanggung jawab. Berdasarkan penelitian ini ada beberapa saran yakni untuk Pemerintah Kabupaten Tulungagung lebih memperhatikan MPU dan juga menambah jumlahnya. Untuk bus sekolah jumlahnya ditambah agar dapat mengangkut lebih banyak anak sekolah. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat membahas mengenai perkembangan transportasi MPU atau bus di KabupatenTulungagung.

Pengaruh gaya kepemimpinan dan kebijakan ketenagakerjaan terhadap produktifitas karyawan ( Studi kasus pada karyawan PR.Jati Kawi kab. Malang ) / Arif Herdiansyah

 

Perekonomian global berkaitan secara langsung dengan perekonomian Indonesia, oleh karena perekonomian Indonesia adalah perekonomian terbuka dimana transaksi ekspor - impor memainkan peran penting dalam memacu perekonomian Indonesia. Secara makro, terpinggirnya sektor ketenagaerjaan tampak dari minimnya alokasi anggaran yang disediakan oleh pemerintah. Dalam kaitannya dengan peningkatan produkivitas tenaga kerja, kepemimpinan, kebijakan ketenagakerjaan sangat menentukan kualitas kerja seseorang serta produktivitas dalam suatu perusahaan. Produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh kepemimpinan dan kebijakan pemerintah dalam bidang tenagakerjaan yang diberlakukan di masing-masing unit perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Kondisi deskriptif gaya kepemimpinan dan kebijakan ketenagakerjaan di PR. JATI KAWI Kab. Malang. (2)Tingkat produktivitas karyawan di PR. JATI KAWI Kab. Malang. (3) Pengaruh yang signifikan kepemimpinan dan kebijakan ketenagakerjaan secara parsial terhadap produktivitas karyawan di PR. JATI KAWI. (4) Pengaruh yang signifika kepemimpinan dan kebijakan ketenagakerjaan secara simultan terhadap produktivitas kerja di PR. JATI KAWI. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan pada PR. JATI KAWI yang berjumlah 395 orang. Penelitian ini melibatkan tiga variabel, yaitu dua variabel bebas (X1) dan (X2) variabel terikat (Y). Variabel bebas yang meliputi: (X1) Gaya Kepemimpinan dan (X2) Kebijakan Ketenagakerjaan sedangkan (Y) Produktivitas Karyawan. Data diperoleh melalui. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dan menggunakan bantuan komputer program SPSS 12.0 for Windows. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Gaya Kepemimpinan (X1) dan Kebijakan Ketenagakerjaan (X2) secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap Produktivitas kerja karyawan di Perusahaan Rokok “JATI KAWI” Malang (Y). (2) bahwa Gaya Kepemimpinan (X1) berpengaruh signifikan terhadap Produktivitas karyawan di Perusahaan Rokok “JATI KAWI” Malang (Y). (3) Kebijakan Ketenagakerjaan (X2) berpengaruh terhadap Produktivitas karyawan di Perusahaan Rokok “JATI KAWI” Malang (Y). Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan: (1)Pimpinan dapat menciptakan dan meningkatkan suasana yang dapat membantu menimbulkan motivasi yang kuat dalam diri karyawan. Dengan adanya peningkatan perhatian pimpinan terhadap penyelesaian tugas bawahan diharapkan mampu memberikan motivasi bagi peningkatan prestasi kerja karyawan. (2) Perusahaan tetap mempertahankan kebijakan ketenagakerjaan yang telah disepakati bersama antara pihak perusahaan dengan pemerintah mengenai aturan-aturan pemberian UMR, tunjangan kesehatan, tunjangan hari raya dan kesejahteraan sosial. (3) Untuk menjaga sikap dan gaya kepemimpinan yang menunjang pencapaian tujuan perusahaan, maka diperlukan adanya pengawasan yang tepat dari pimpinan terhadap bawahan, karena pimpinan merupakan figur dan teladan bagi bawhaannya. (4) Untuk lebih menguatkan semua hipotesis dan model konsep yang terbukti secara empiris diterima, maka perlu dilakukan penelitian-penelitian ulang dalam organisasi yang berbeda, baik yang menggunakan model konsep yang sama atau dengan menambah beberapa peubah lain yang sekiranya mampu menjelaskaan aspek-aspek gaya kepemimpinan dan meningkatkan produktivitas kerja karyawan.

Pengembangan e-learning material mata pelajaran geografi kelas X pada topik hidrosfer dengan aplikasi moodle / Bambang Setia Dharma

 

Dharma, Bambang Setia. 2014. Pengembangan E-Learning Material Mata Pelajaran Geografi Kelas X Pada Topik Hidrosfer dengan Aplikasi Moodle. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Budi Handoyo, M.Si (II) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si Kata Kunci: E-Learning Materials, Moodle, Hidrosfer Pendidikan geografi bertujuan membangun dan mengembangkan pemahaman siswa tentang gejala fisik dan sosial yang membentuk pola kehidupan di muka bumi. Materi hidrosfer yang disampaikan kepada siswa sangat banyak tetapi waktu yang tersedia relatif sedikit. Hal ini menyebabkan pembelajaran bersifat abstrak dan teoritis sehingga siswa menjadi kurang berminat untuk belajar dan guru cenderung kurang kreatif dalam menyampaikan materi. Guru hanya menyampaikan poin-poin materi saja dan mengakibatkan pemahaman siswa kurang maksimal. E-Learning berpengaruh pada proses transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital dan pembelajaran dapat dilakukan secara mandiri tanpa terikat ruang dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan e-learning material berbasis web aplikasi moodle pada topik hidrosfer mata pelajaran geografi kelas X; (2) menguji kelayakan media e-learning material berbasis web aplikasi moodle pada topik hidrosfer mata pelajaran geografi kelas X. Penelitian ini menggunakan metode Dick and Carey yang disesuaikan dengan tujuan pengembangan. Langkah-langkah yang digunakan hanya langkah ke-1 sampai ke-6 yang meliputi: (1) analisis kebutuhan, (2) analisis pembelajaran, (3) analisis karakteristik siswa, (4) merumuskan tujuan pembelajaran, (5) mengembangkan instrumen penelitian, dan (6) mengembangkan materi pembelajaran. Teknik analisis data menggunakan analisis presentase. Instrumen dalam penelitian berupa lembar validasi dan angket. Hasil uji validasi media dan materi oleh dosen Universitas Negeri Malang. Pada penilaian media memperoleh skor sebesar 34 dengan kriteria ”sangat layak” dan skor penilaian materi sebesar 59 dengan kriteria ”sangat layak”. Hasil uji terbatas pengguna (user) yaitu siswa kelas X SMA Negeri 2 Blitar memperoleh kriteria ”layak”, karena 91,7% siswa menyatakan bahwa media pembelajaran e-learning material pada topik hidrosfer dengan aplikasi moodle layak digunakan sebagai sumber belajar alternatif siswa secara mandiri tanpa terbatas ruang dan waktu. Selain itu, dengan media ini diharapkan dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran menjadi lebih menarik dan variatif.

pengaruh pemberian latihan soal yang bervariasi terhadap prestasi belajar fisika hidrostatis kelas I SMU Negeri 1 Grogol Kediri tahun pelajaran 1997/1998 / oleh Edy Prasetiyo

 

Penerapan KTSP mata pelajaran sejarah pada SMA Negeri se-Kabupaten Ponorogo / Hasyim Sumartono

 

Sumartono, Hasyim.2013. Penerapan KTSP Mata Pelajaran Sejarah Pada SMA Negeri Se-Kabupaten Ponorogo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Joko Sayono, M.Pd M.Hum Kata Kunci: Pembelajaran Sejarah, KTSP Upaya perbaikan kualitas pendidikan menuju yang lebih baik terus dilakukan oleh pemerintah. Salah satu upayanya adalah dengan pergantian kurikulum yang diberlakukan di sekolah-sekolah yang mana diterapkan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Peran guru dalam kelas menjadi ujung tombak untuk terlaksananya pembelajaran berjalan dengan baik. Oleh karena itu salah satu kewajiban guru adalah membuat perangkat pembelajaran seperti silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Berkaitan dengan pelaksanaan KTSP tersebut tentunya guru mengalami berbagai hambatan dan dukungan untuk melaksanakan pembelajaran di kelas. Terkait dengan penelitian ini dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut : (1). Bagaimana penyusunan perangkat pembelajaran (silabus dan RPP) sejarah yang dilaksanakan guru se-kabupaten Ponorogo? (2). Apa faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan KTSP mata pelajaran Sejarah pada SMA Negeri se-Kabupaten Ponorogo? Rancangan penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan metode survai. Adapun subjek penelitian adalah staf pengajar (guru) sejarah SMA Negeri se-Kabupaten Ponorogo sebanyak 17 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket atau kuesioner. Adapun data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian adalah : (1). Pelaksanaan penyusunan perangkat pembelajaran guru sejarah SMA Negeri se-kabupaten Ponorogo berjalan belum baik. Adapun yang menjadi catatan adalah adanya sebagian besar guru yang mengalami kesulitan mengembangkan RPP sebesar 47,1 % dan guru kurang maksimal dalam mengembangkan silabus sebesar 52,9 % ditunjukkan dengan cara membentuk tim pengembang di tingkat kabupaten. (2). Faktor pendukung dalam pelaksanaan KTSP adalah terlaksananya semua tahapan Pembelajaran yang dilakukan oleh guru sejarah. Adapun faktor penghambatnya adalah kegiatan lanjutan pengembangan kurikulum yang dilaksanakan oleh MGMP tidak dilakukan secara berkesinambungan. Hal ini dikarenakan adanya pandangan anggota MGMP yang hanya tergantung pada ketua MGMP dalam setiap pelaksanaan program organisasi.Saran dalam penelitian ini adalah guru perlu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang kurikulum sebagai modal kecakapan untuk diberlakukan kurikulum yang baru yaitu kurikulum 2013. Selain itu kegiatan pengembangan kurikulum perlu ditingkatkan oleh MGMP maupun dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo.

Tinjauan pelaksanaan pengajaran management di SMEA Negeri Kediri / oleh Winoto

 

Implementasi tri-focus technique untuk meningkatkan keterampilan membaca cepat pada siswa kelas V SDN Tlogomas I Kota Malang / Anna Harizatul Iffah

 

Kata Kunci : Teknik Tri-Focus Technique, Keterampilan Membaca Cepat, SD Berdasarkan observasi di lapangan yang dilakukan pada siswa kelas V SDN Tlogomas 1 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, peneliti memberikan sebuah tes keterampilan membaca cepat. Berdasarkan tes tersebut, diperoleh data bahwa hasil kecepatan membaca siswa belum mencapai ketuntasan minimal kecepatan membaca sebesar 170 kpm, begitu pula dengan kemampuan siswa terhadap pemahaman isi pada tes cerita anak belum dapat mencapai ketuntasan minimal yaitu 60. Untuk itu penggunaan Tri-Focus Technique diharapkan dapat membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan membaca cepat siswa kelas V SDN Tlogomas 1. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan Tri-Focus Technique pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 SDN Tlogomas 1 Kota Malang, aktivitas membaca cepat siswa dengan menerapkan Tri-Focus Technique pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 SDN Tlogomas 1 Kota Malang. Penelitian ini menggunakan model siklus PTK dengan 2 siklus, tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dengan setiap pertemuan lamanya 2 x 35 menit. Masing-masing siklus melalui tahap perencanaan (planning), pelaksanaan (acting) dan pengamatan (observing), refleksi (reflecting), rencana perbaikan (revise plan). Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu: (1) Tes. Instrumen tes pada penelitian ini yaitu tes tertulis yang digunakan untuk mengukur keterampilan membaca cepat siswa, meliputi kecepatan membaca dan memahami isi bacaan. (2) Observasi. Observasi terhadap penyusunan (RPP), aktifitas guru, keaktifan siswa, (3) Wawancara, (4) Dokumentasi. Penelitian ini dilakukan dilakukan pada semester genap 2011/2012 mulai bulan Maret hingga akhir bulan April. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SDN Tlogomas 1 Kota Malang yang berjumlah 36 siswa yang terdiri dari 21 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Hasil kecepatan membaca siswa pada pra siklus mengalami peningkatan sebesar 31% pada siklus I selanjutnya meningkat sebesar 5% pada siklus II. Hasil peningkatan kemampuan pemahaman siswa terhadap isi bacaan pada pra siklus dan siklus I secara keseluruhan juga mengalami peningkatan sebesar 21% dan meningkat sebesar 14% pada siklus II. Hasil peningkatan kemampuan KEM siswa pada pra siklus dan siklus I secara keseluruhan juga mengalami peningkatan sebesar 49% dan meningkat sebesar 19% pada siklus II. Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa implementasi Tri-Focus Technique dapat meningkatkan keterampilan membaca cepat siswa kelas V SDN Tlogomas I Kota Malang. Penerapan teknik membaca Tri-Focus Technique diharapkan dapat diterapkan siswa untuk berbagai macam teks bacaan dalam rangka meningkatkan keterampilan membaca cepat pada mata pelajaran lain.

Perbedaan hasil pembelajaran konvensional dengan hasil pembelajaran menggunakan multimedia mata pelajaran plumbing instalasi pipa air bersih kelas X TKBBT SMK Negeri 1 Blitar / Robertus Tri Bowo Nyata Utama

 

Pengembangan e-learning berbasis web untuk memfasilitasi model problem based learning pada mata pelajaran pemrograman web dinamis kelas XI Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) SMKN 4 Malang / Ibnu Shodiqin Suhaemy

 

ABSTRAK Suhaemy, IbnuShodiqin. 2016. PengembanganE-Learning BerbasisWebuntukMemfasilitasi Model Problem Based Learning pada Mata PelajaranPemrograman Web DinamisKelas XI JurusanRekayasaPerangkatLunak (RPL) SMKN 4 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara,M.Pd., (II)UtomoPujianto, S.Kom., M.Kom. Kata kunci: e-learning, web, problem based learning, pemrograman web dinamis Pemrograman Web Dinamismerupakansalahsatumatapelajaranwajibbagisiswakelas XI SMKN 4 Malang. Mata pelajaraninidiselenggarakanselama 3 semester denganalokasi 18 jam per minggu. Padakenyataannya, pembelajaranhanyadilaksanakanselama 1 semester. Hal tersebutdikarenakankegiatanPraktekIndustri (Prakerin) selama 2 semester, yakni semester II kelas XI dan semester I kelas XII. Selainitu, belumadasaranabelajarmandiriuntuksiswadanpemantauanperkembanganbelajaroleh guru padamasaPrakerin. Penggunaan model Problem Based Learning sesuaiuntukpembelajaranpadamasaPrakerindankurikulum 2013 denganpembelajaran yang terpusatkepadasiswadan guru sebagaifasilitator. Berdasarkanpermasalahantersebut, dibutuhkansaranapembelajaran yang mampumemfasilitasisiswadalambelajarselamamasaPrakerindan guru untukmemantauperkembanganbelajarsiswa. Penelitianpengembanganinibertujuanuntukmenghasilkane-learning berbasiswebuntukmatapelajaranPemrograman Web Dinamiskelas XI. SistempembelajarandalamE-Learning dirancang agar dapatmemfasilitasi model Problem Based Learning. Materipadae-learningdikemasdalambentukclass activity danlab activity. Selainitu, penelitianpengembanganinijugabertujuanuntukmengujikelayakane-learning secara media danmateri. Model Pengembangan yang digunakanadalah model Dick & Carey. Prosedurpengembangan model iniantara lain (1) assess needs to identify goal(s), (2) conduct instructional analysis, (3) analyze learners and contexts, (4) write performance objectives, (5) develop assessment instruments, (6) develop instructional strategy, (7) develop and select instructional materials, (8) develop and construct formative evaluation of instruction, (9) revise instruction, dan (10) design and conduct summative evaluation. Subjekujicobapenelitianiniadalahdosensebagaiahli media, guru sebagaiahlimateri, dansiswa RPL SMKN 4 Malang. Instrumen yang digunakanberbentukangket yang terdiridariangketuntukahli media, angketuntukahlimateri, danangketuntuksiswa. Data hasilujicobadianalisisdenganmenggunakankriteriavaliditasanalisispersentase. Hasilpenelitianiniadalahe-learning berbasis web pada Mata PelajaranPemrograman Web Dinamiskelas XI RPL. Berdasarkanhasilvalidasiahli media diperolehpersentasesebesar 93,9%, validasiahlimaterisebesar 96,67%, ujicobaperseorangansebesar 76%, ujicobakelompokkecilsebesar 77,21%, danujicobalapangansebesar 84,95%. Persentase rata-rata kelayakane-learning sebesar 82,17%. Berdasarkankriteriaujikelayakane-learningdinyatakansangatlayakdandapatdigunakantanparevisi.

Teaching of English at SMU Nurul Jadid Probolinggo / by Suharyadi

 

ABSTRACT suharyadi2. 002.T 'eachinogf Englisha t sMU NururJ atridp robotinggoT. hesis, e1glishD epartmenFt acultyo f Letten StateU niversityo f tvtalang. Advisors(:I ) Drs H. AdnanL atiet M.A. ph.D.,@ ) Drs.G unadHi arry SulistyoM, .A. Xey Words:t he Teachingo fEnglislr,S MUN urulJ adid Thiss tudyis intendetdo describteh et eachinga ndl eamingp rocesosf English at sMU Nurul JadidP aitonP robolinggoI.t includesft y the quarncationo f EngliJh teacherast SMUN urulJ adi4 (2) thet eachingp reparatiomn lde by theE nglish teachers(,3 ) the instructionaml aterialsu sedi n teachinga ndl eamingp rocess(,4 ) the teachinagn dl eamingp rocesast sMU NurulJ adid(, 5) thei nstuctionaml ediau sedin thep roceossft eachinagn dle arnin(g6,) a ndth ee valuaticoonn ductbevdt h eE nslish teacheinrst e achinagn dle arninpgro cess. Thicn $nnneunstestod c olledcat taar c(l ) que$iomfroartie rea chaen$d students,o.(b2s)g natitoonf i ndt her eaal ctivitiecso nductbeydt h et eachearnsd studentsin t}e classroom,a nd (3) docnrnentationto obtain data aboutt he teachine preparationa nd the evaluationi nstrumentsm adeb y the teachers.T he subjects irylaea 1nt his studya re four English teachersa nd studentso fthe firsq second,a nd third grades. findingso f this studys howt bat (l) nor all Englisht eachersa t sMU Nurul l{idlave qualification to teachE nglish. Two English teichers graduatedfr om the SI EnglishD epartmenat ndt he othersf rom the S-I olnon-EnglishbepartmentA. ll of them are not civil servants.( 2) Threeo ut offour English teichers havem adet he teachingp reparationisn cludingt he analysiso f instructionaml aterial,f our-month program?a nnualp rogram,l essonu nig and lessonp lan"b ut thoset eaching preparationws erem adei n the pastt ime. (3) All Englisht eachersa t sMtj Nurul Jadid usev ariousm a&rials. But they do not useo ther sourcess ucha sm agazineso r newspapear s supplementarys ources( 4) All English teachersa t svtu t turul Jadidd o not use teaching media. (5) The teaching and leaming process conducted by the teachersa nd studentsin the classroomis not efl'ectivi,n ot communicativea,n dn ot in line with the demand of the 1994 English cuniculum. And (6) all English teachers evaluatet he students'l earningp rogressin every finishing oneunit or-chapterB- ut they do not follow the procedure of evaluation completely. Basedo n the findingsa bove,s omes uggestionasr i offered.( l) The English teacherss houldb e at least graduateso fthe s-I English deparunentT. ierefore,ln selectingth e teachersa ndg iving the tasks,s MU Nurul ladid shouldc onsider'their {u"gi-d backgrormde, qgcially English language,s o that they can teachw ell. (2) The English teachers at sMU Nurul Jadid will be bitter in teaching when they mai

Fungsi DPR dalam alam demokrasi Pancasila / oleh I Made Ginada

 

Penguasaan Singapura oleh Thomas Stamford Raffles (1819 - 1824) / oleh Subandiyah

 

Berbagai masalah yang dihadapi D.P.R.D. II Kodya Malang dalam pembangunan / oleh B.M.C. Sinalangan Noersangwidie

 

Masalah gelandangan dan penanggulangannya di Sukun Gempol Baru / oleh Djama'alim Didik Suhartojo

 

Analisis perbedaan kinerja keuangan perbankan syariah dengan perbankan konvensional / Ita Nur Anisa

 

Kinerja keuangan merupakan salah satu indikator kemajuan suatu usaha perbankan baik bank syariah maupun konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja keuangan perbankan syariah dengan perbankan konvensional pada periode 2004—2008 dengan menggunakan rasio keuangan. Analisis rasio yang digunakan adalah rasio CAR, NPL, NPM, ROA, ROE, LR dan LDR. Adapun sampel penelitian yaitu masing-masing 3 bank yang go public dengan alat analisis independent sample t-test. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) nilai rata-rata CAR bank konvensional lebih besar dibandingkan bank syariah,(2) nilai rata-rata NPL bank konvensional lebih besar daripada bank syariah, (3) nilai rata-rata NPM bank konvensional labih kecil dibandingkan bank syariah, (4) nilai rata-rata ROA bank konvensional lebih besar dibandingkan bank syariah, (5) nilai rata-rata ROE bank konvensional lebih besar dibandingkan bank syariah, (6) nilai rata-rata LR bank konvensional lebih besar dibandingkan bank syariah, (7) nilai rata-rata LDR bank konvensional lebih kecil dibandingkan bank syariah. Penelitian menunjukkan rasio CAR (capital adequacy ratio) terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua bank, demikian pula pada rasio NPL nya. Sedangkan dari hasil penelitian pada rasio NPM (net profit margin), ROA (return on asset), ROE (return on equity), LR (liquidity ratio), LDR (loan to deposit ratio) tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan bank syariah dengan bank konvensional. Saran yang dapat disampaikan kepada kedua perbankan yaitu: bank syariah sebagai bank baru tetap mengembangkan pemasaran terutama kepada nasabah baru. Demikian pula bank konvensional bisa mempertimbangkan untuk membuka atau menambah unit usaha syariah atau mengkonversi menjadi bank umum syariah.

Konstruksi beton bertulang gedung lantai I
tugas perencanaan
oleh Wakhid Gunawan

 

Pengaruh kinerja keuangan model Eagles terhadap return saham melalui trading volume activity (studi kasus pada perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2008) / Dwi Ajeng Pramita

 

ABSTRAK Pramita, Dwi Ajeng. 2010. Pengaruh kinerja keuangan model EAGLES terhadap return saham melalui trading volume activity (Studi Kasus pada Perusahaan Perbankan yang Listing di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2008). Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) DR. H. Agung Winarno, M.M dan (II) Fadia Zen, S.E, M.M. Kata kunci: kinerja keuangan model EAGLES, return saham, trading volume activity (TVA). Dalam dunia usaha, salah satu cara untuk mendapatkan dana adalah dengan cara menerbitkan saham. Dengan bertambahnya jumlah dana perusahaan, maka akan menunjang kegiatan perusahaan, sehingga keuntungan yang diperoleh akan semakin besar. Dalam hal tersebut tidak terlepas dari para investor yang telah menginvestasikan dananya terhadap perusahaan dengan memperoleh suatu pengharapan pengembalian yang lebih besar dari dana yang diinvestasikan, oleh karena itu perusahaan berkewajiban untuk mengelola dana dengan efektif dan efisien, sehingga mampu menghasilkan laba dengan baik agar investor tertarik untuk menanamkan modalnya terhadap perusahaan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Untuk mendiskripsikan kinerja keuangan yang diukur dengan model EAGLES pada perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2008. (2) Untuk mendiskripsikan return saham pada perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2008. (3) Untuk mendiskripsikan trading volume activity pada perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2008. (4) Untuk menguji pengaruh kinerja keuangan model EAGLES terhadap return saham melalui trading volume activity. (a) Untuk menguji pengaruh kinerja keuangan model EAGLES terhadap return saham pada perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2008. (b) Untuk menguji pengaruh kinerja keuangan model EAGLES terhadap trading volume activity pada perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2008. (c) Untuk menguji pengaruh trading volume activity terhadap return saham pada perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2008. Penelitian ini menggunakan analisis rasio model EAGLES, return saham dan trading volume activity. Dimana rasio keuangan terdiri dari: earning ability (return on equity), asset quality (asset quality), growth (deposite growth rate dan loan growth rate), liquidity (likuiditas), equity (capital adequacy ratio), strategy (strategic respons quotient out interest dan strategic respons quotient interest). Sedangkan populasi yang digunakan yaitu pada perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2008. Sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling, pemilihan sampel dengan memilih perusahaan perbankan yang listing terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang aktif dalam memperdagangkan sahamnya serta membagikan dividend selama periode 2006-2008. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mendokumentasikan berupa, laporan keuangan yang dipublikasikan dari data sekunder yang diterbitkan dari Website Bursa Efek Indonesia. Dari hasil penelitian terbukti bahwa kinerja keuangan model EAGLES tidak berpengaruh terhadap return saham melalui trading volume activity. Adapun terdapat pengaruh kinerja kuangan model EAGLES terhadap return saham yang diukur oleh earning ability (return on equity), equity (capital adequacy ratio), strategy (SRQ Interest), dan tidak terdapat pengaruh kinerja kuangan model EAGLES terhadap trading volume activity, sedangkan trading volume activity berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hal ini disebabkan karena kadang kala investor dalam berinvestasi pada saham-saham perbankan menggunakan analisis teknikal, yaitu bahwa harga pasar saham sebagai komoditas perdagangan yang dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran pasar, dan pada gilirannya permintaan dan penawaran merupakan manivestasi dari kondisi psikologis pemodal. Dari hasil penelitian dapat disarankan bagi perusahaan agar dapat meningkatkan kinerjanya terutama dalam pengelolaan dana secara efektif dan efisien sehingga menarik investor untuk menanamkan modalnya. Serta dalam melakukan investasi, investor sebaiknya memperhatikan faktor-faktor internal perusahaan seperti kinerja manajemen perusahaan dan faktor-faktor eksternal (kondisi ekonomi makro) yang akan berpengaruh terhadap pembentukan harga saham dengan reaksi pada trading volume activity dan pada akhirnya pencapaian return saham oleh investor.

Pembinaan dan penggalakkan program keluarga berencana di Desa Kendalpayak Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang
oleh Sri Sunaryati

 

Stretegi lay out, teknik visual dan display pada wsalayan KPRI Rumah Sakit Saiful Anwar Malang / Rizki Kusuma Hapsari

 

ABSTRAK Hapsari, Rizki Kusuma. Strategi Lay Out, Teknik Visual dan Display pada Swalayan KPRI Rumah Sakit Saiful Anwar Malang . Tugas Akhir Program Studi Diploma III Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. M. Hari, M.Si. Kata-kata kunci : Lay Out, Teknik Visual, Display Perkembangan usaha saat ini sangat meningkat karena dipengaruhi oleh peningkatan jumlah konsumen tinggi, sebagian besar konsumen saat ini menuntut segala sesuatu yang serba praktis dan cepat dalam hal berbelanja. Hal tersebut dapat diperoleh dengan berbelanja di supermarket atau swalayan. Dengan pesatnya perkembangan supermarket menyebabkan usaha ini bersaing ketat sehingga memacu usaha sejenis bermunculan seperti alfamart dan indomart. Faktor yang mengakibatkan usaha–usaha swalayan atau supermarket meningkat antara lain adalah peningkatan jumlah penduduk yang berarti kebutuhan juga akan semakin meningkat karenanya. Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui strategi Lay Out, Teknik Visual dan Display yang digunakan pada KPRI RSSA Malang. Serta untuk mengetahui solusi dari kekurangan-kekurangan pengaturan ketiga hal diatas. Sebagai salah satu usaha yang bergerak dibidang penjualan maka keberhasilan juga ditentukan oleh cara penyusunan lay out, teknik visual, display produk. Ketiga hal tersebut mempunyai peran penting yang perlu diperhatikan dalam penjualan karena akan berpengaruh pada kenyamanan konsumen dalam berbelanja. Lay out adalah tata letak produk, kasir dan arus lalu lalang konsumen di dalam toko. Teknik Visual adalah teknik dalam mempertimbangkan adanya penerangan, warna, ketinggian langit-langit, temperatur toko, dan suara. Sedangkan display adalah pemajangan barang dagangan yang ditujukan untuk menarik perhatian konsumen dan mendorong konsumen dalam melakukan pembelian. Penerangan yang terdapat di Swalayan KPRI sudah cukup memadai, disamping itu karena Swalayan KPRI hanya buka pada siang hari yaitu dari pukul 08.00-15.00 sehingga penerangan yang berasal dari lampu tidak begitu maksimal. Namun lebih kepada terdapatnya ventilasi yang cukup agar cahaya dari luar bisa masuk. Penerangan yang cukup akan mempermudah dan memberikan kenyamana pada pengunjung untuk mencari dan mamilih barang dagangan yang dibutuhkan. Dinding Swalayan KPRI RSSA berwarna putih hal ini dapat menimbulkan gairah dan peminat konsumen untuk datang, serta memberikan kesan bersih dan menarik. Namun cat dinding tersebut terlihat sudah mulai pudar sehingga terlihat kurang bersih. Untuk itu diperlukan pengecatan ulang pada dinding Swalayan KPRI RSSA, karena kesan toko dapat diciptakan melalui warna. Ketinggian langit-langit pada Swalayan KPRI RSSA sudah cukup memberikan kesan luas karena jarak lantai dengan langit-langit sudah cukup tinggi sehingga dirasa cukup untuk memberikan kesan luas dan hawa yang sejuk pada ruangan. Agar konsumen merasa nyaman dan betah berlama-lama berada didalam ruangan dari Swalayan KPRI RSSA maka diperlukan temperatur ruangan yang sesuai. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa ketinggian langit-langit dapat menciptakan hawa dan suasana yang sejuk sehingga memberikan kesan yang nyaman bagi pengunjung. Di Swalayan KPRI RSSA terdapat 4 buah alat penyejuk yang berupa kipas angin dengan harapan konsumen tidak akan merasa panas dan betah untuk berlama–lama berada diruangan. Adanya suara yang menyenangkan atau pemutaran musik juga akan mempengaruhi kenyaman pengunjung untuk tinggal berlama-lama di dalam Swalayan. Dalam penggunaanya Swalayan lebih sering menggunakan radio sehingga menyebabkan jenis musik yang diputar berganti-ganti tidak beraturan dan tidak dapat disesuaikan dengan dengan keadaan yang ingin ditimbulkan. Pemajangan dan penataan barang dagangan di Swalayan dibagi menjadi dua yaitu Open interior dimana pengunjung dapat melihat dan menyentuh secara langsung barang-barang yang dipajang dan langsung dapat membawa barang tersebut. Close interior display dimana barang yang di pajang dengan sistem ini adalah barang yang berukuran kecil, harganya mahal dan juga mudah rusak. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya pencurian. Saran untuk solusi permasalahan KPRI RSSA antara lain Penataan ruang sebaiknya diberi dekorasi agar ruangan tampak menarik dan menjaga kebersihan ruangan. Selain itu memberikan kesan “welcome” pada pengunjung.Untuk barang-barang yang tidak digunakan seperti rak dan etalase sebaiknya ditempatkan di gudang agar penataan didalam ruangan terlihat rapi. Untuk meningkatkan pengawasan sebaiknya diadakan penambahan cermin dan mengefektifkan fungsinya. Perlu diadakan penambahan barang dagangan yang bervariasi jenis dan merknya. Sebaiknya Swalayan melakukan pemajangan secara eksterior display agar terlihat lebih menarik dari luar.

Pentingnya organisasi dan pengaturan serta disiplin kelas di sekolah dasar / oleh Wignjo Harnoko

 

Pemakaian alat peraga dalam mengajar geografi di SD Mardiwiyata Malang / oleh Fr. Amatus

 

Peningkatan kemampuan membaca cerita fiksi realistik siswa kelas 5 SDN Arjowinangun Malang melalui booktalk / Dewi Pusposari

 

ABSTRAK Pusposari, Dewi. 2010. Peningkatan Kemampuan Membaca Cerita Fiksi Realistik melalui Booktalk Siswa Kelas 5 SDN Arjowinangun Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Dasar, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd dan (II) Utami Widiati, M.A., Ph.D Kata kunci: peningkatan, kemampuan, pembelajaran, membaca cerita fiksi realistik, booktalk Peningkatan kemampuan membaca cerita fiksi realistik (CFR) melalui booktalk (BT) sebagai fokus penelitian bertolak dari kenyataan di lapangan bahwa pembelajaran membaca sastra belum tergarap dengan sempurna, terutama di SDN Arjowinangun Malang. Penelitian ini berfokus pada pemaparan proses dan hasil peningkatan pemahaman membaca CFR melalui BT. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman membaca CFR melalui BT untuk pemahaman struktur cerita yang meliputi (1) pelaku, (2) latar, (3) rangkaian, dan (4) tema cerita. BT dipilih karena terbukti dapat mempermudah siswa dalam memahami cerita. BT merupakan lembar kerja yang berisi beberapa pertanyaan tentang bacaan yang dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa terhdap bacaan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian disusun dengan satuan siklus yang dilaksanakan sebanyak tiga siklus secara berdaur ulang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan perefleksian. Kegiatan refleksi dilakukan pada akhir siklus sebagai dasar penyusunan tindakan perbaikan pada siklus berikutnya. Pelaksanaan tindakan dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dan praktisi (guru) sehingga guru dapat merasakan manfaat dan implikasi penelitian secara langsung. Data penelitian meliputi data proses dan hasil tindakan berupa perilaku yang bersumber dari interaksi (guru-siswa dan siswa-siswa) dan hasil pekerjaan siswa. Data diperoleh dari subjek terteliti kelas 5 SDN Arjowinangun Malang. Data diperoleh peneliti sebagai instrumen utama dengan memanfaatkan instrumen catatan lapangan, wawancara, kajian dokumen, dan rekaman foto kegiatan. Analisis data menggunakan model mengalir yang di dalamnya melibatkan reduksi data, sajian data, verifikasi, serta penarikan simpulan (Miles dan Huberman, 1984). Proses pembelajaran membaca CFR melalui BT dari siklus 1 hingga siklus 3 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Secara runtut prosedur tindakan pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yakni (1) menje-laskan tujuan pembelajaran; (2) membangkitkan skemata siswa; (3) memahamkan unsur-unsur pembangun cerita melalui BT yaitu dengan cara: membaca cerita, menjelaskan pelaku, latar, rangkaian, dan tema cerita, memperagakan BT yang belum maupun yang telah ditanggapi, menjelaskan dan memodelkan penggarapan BT; (4) membagi kelompok; (5) berbagi hasil; (6) merevisi pekerjaan yang belum sempurna; dan (7) penguatan oleh guru. Hasil peningkatan kemampuan membaca CFR melalui BT tampak bahwa siswa dapat: (a) memahami pelaku cerita dengan dapat: (1) menyebutkan nama-nama pelaku dengan jumlah nilai: siklus 1:76 (kualifikasi baik), siklus 2:90 (kualifikasi sangat baik), siklus 3:100 (kualifikasi sangat baik), (2) menentukan pelaku yang disukai dan alasannya dengan jumlah nilai: siklus 1:69,5 (kualifikasi cukup), siklus 2:85 (kualifikasi sangat baik), siklus 3:90 (kualifikasi sangat baik), (3) menentukan pelaku yang tidak disukai dan alasannya dengan jumlah nilai siklus 1:69,5 (kualifikasi cukup), siklus 2:85 (kualifikasi sangat baik), siklus 3:88 (kualifikasi sangat baik); (b) memahami latar cerita dengan dapat: (1) menentukan latar tempat dengan jumlah nilai siklus 1:74 (kualifikasi baik), siklus 2:92 (kualifikasi sangat baik), siklus 3:90 (kualifikasi sangat baik), dan (2) menentukan latar waktu dengan jumlah nilai siklus 1:53 (kualifikasi kurang), siklus 2:89 ((kualifikasi sangat baik), siklus 3:89 (kualifikasi sangat baik); (c) memahami rangkaian cerita dengan jumlah nilai siklus 1:10,5 (kualifikasi sangat kurang), siklus 2:79 (kualifikasi baik), siklus 3:95,6 (kualifikasi sangat baik); serta (d) memahami tema cerita dengan dapat merumuskan gagasan utama yang melandasi terbentuknya cerita dengan jumlah nilai siklus 1:11 (kualifikasi sangat kurang), siklus 2:77 (kualifikasi baik) , siklus 3:89 (kualifikasi sangat baik). Peningkatan per aspek adalah: (a) pelaku cerita dari siklus 1 ke siklus 2 mengalami peningkatan 15%, dari siklus 2 ke siklus 3 mengalami peningkatan 6%; (b) latar cerita dari siklus 1 ke siklus 2 mengalami peningkatan 36%, sedangkan siklus 2 ke siklus 3 tidak mengalami peningkatan; (c) rangkaian cerita dari siklus 1 ke siklus 2 mengalami peningkatan 69%, dari siklus 2 ke siklus 3 mengalami peningkatan 16, 6%; sedangkan (d) tema cerita dari siklus 1 ke siklus 2 mengalami peningkatan 66%, dari siklus 2 ke siklus 3 mengalami peningkatan 12%. Masing-masing aspek mengalami peningkatan yang cukup signifikan sehingga dapat dikatakan pemanfaatan BT sebagai alat bantu untuk meningkatkan pemahaman membaca CFR dikatakan berhasil. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah (a) agar guru bahasa Indonesia menggunakan BT sebagai media pembelajaran membaca secara umum, bukan hanya membaca CFR, (b) agar guru bahasa Indonesia memodelkan dan menyosialisasikan strategi pemanfaatan BT sebagai alat bantu pemahaman membaca CFR kepada guru lain, (c) agar guru BI dapat mengaplikasikan pembelajaran membaca CFR melalui BT yang diintegrasikan dengan aspek keterampilan berbahasa lainnya, dan (d) agar guru BI memanfaatkan buku cerita sebagai bahan pembelajaran membaca, tidak hanya mengambil bahan pembelajaran dari buku paket saja.

Susunan pemerintahan Desa Tenganan Pegringsingan
oleh I Nyoman Suradnya

 

Alat peraga dalam pengajaran geografi di Sekolah Menengah Atas Negeri Malang / oleh Siti Siswari

 

Pengenalan secara langsung pada lingkungan alam sekitar dalam pengajaran geografi / oleh Budijanto

 

Fungsi alat peraga dalam pengajaran geografi di SMP Negeri I Srengat Kabupaten Blitar / oleh Wiwiek Budiono

 

Desentralisasi dan pelaksanaannya di Indonesia sesudah kemerdekaan / oleh Wasis

 

Kajian analisis varian peubah ganda pada percobaan faktorial dua faktor dengan rancangan acak lengkat / Abdul Malik

 

ABSTRAK Malik, Abdul .2009. Kajian Analisis Varian Peubah Ganda pada Percobaan Faktorial Dua Faktor dengan Rancangan Acak Lengkap. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Swosono Rahardjo, S.Pd, M.Si (II) Ir.Hendro Permadi, M.Si Kata Kunci: manova faktorial, tinggi tanaman kedelai, luas kanopi Manova merupakan salah satu metode statistik multivariat yang digunakan untuk menganalisis data lebih dari satu variabel dependen dengan skala interval atau rasio, sedangkan variabel independennya terdiri dari dua kelompok atau lebih, dimana semua variabel tersebut dianalisis secara simultan atau bersama-sama. Skripsi ini membahas tanaman kedelai, untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan pupuk kandang terhadap tinggi tanaman dan luas kanopi pada tanaman kedelai dengan menggunakan manova percobaan faktorial pada rancangan acak lengkap. Setelah dilakukan uji manova faktorial rancangan acak lengkap pada tanaman kedelai, didapatkan perbedaan yang nyata pada tinggi tanaman dan luas kanopi tanaman kedelai yang dipengaruhi oleh jarak tanam 20cm x 20cm dan 30cm x, sedangkan untuk faktor pupuk kandang tidak ada perbedaan nyata pada tinggi tanaman dan luas kanopi tanaman kedelai, begitu juga pada faktor kombinasi pupuk kandang dan jarak tanam tidak ada perbedaan nyata pada tinggi tanaman dan luas kanopi tanaman kedelai. Dari uji rata-rata dan rata-rata data tanaman kedelai, didapat bahwa pada faktor jarak tanam 30cm x 30cm merupakan yang plaing bagus digunakan untuk menanam tanaman kedelai.

Pengaruh pembelajaran kontekstual terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas 1 Jurusan Akuntansi SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Malang / oleh Dyah Rahmawati

 

Peranan alat peraga dalam pengajaran geografi / oleh Rustam Jusuf

 

Analisis faktor-faktor organisasional yang mempengaruhi kinerja dosen ekonomi PTN di Sulawesi Utara / Rita Norce Taroreh

 

ABSTRAK Taroreh, Rita Norce. 2009. Analisis Faktor-Faktor Organisasional yang Mempengaruhi Kinerja Dosen Ekonomi PTN Di Sulawesi Utara. Disertasi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Salladien, (II) Prof. Dr. Umar Nimran, M.A., dan (III) Dr. Hari Wahyono, M.Pd. Kata Kunci: faktor-faktor organisasional, kinerja dosen Untuk meningkatkan daya saing global produk Indonesia maka peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan tuntutan yang tidak dapat ditunda. Untuk tujuan ini pendidikan memiliki peran yang sangat strategis tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan penyediaan SDM berkualitas saat ini, tetapi untuk masa yang akan datang. Sebagai media pembelajaran, perguruan tinggi semestinya mewujudkan dirinya sebagai ruang belajar (space of learn) bagi seluruh sivitas akademikanya. Untuk melakonkan perannya dengan baik maka pengelolaan perguruan tinggi membutuhkan organisasi yang memungkinkannya melakukan perubahan terhadap dirinya sendiri dan beradaptasi secara kreatif terhadap perubahan lingkungan strategisnya. Organisasi harus mengizinkan dan mendorong individu dan kelompok anggotanya untuk menjadi lebih efektif, terutama dalam memanfaatkan SDM yang dimilikinya. Perguruan tinggi merupakan organisasi yang sangat bergantung pada kinerja SDM yang menjadi anggotanya, termasuk SDM dosen. Dosen menjadi parameter penting dalam proses pengendalian kelembagaan peguruan tinggi karena kedudukannya yang sangat sentral. Melalui misi pokok perguruan tinggi yaitu mengembangkan, mengalihkan, dan menerapkan pengetahuan melalui pengamalan tridharma perguruan tinggi, menempatkan dosen sebagai SDM utama pemegang kunci operasional tugas dan tanggung jawab perguruan tinggi. Dengan kemampuan profesional dan hubungan yang dekat dengan mahasiswa dan sejawat, dosen sangat menentukan perkembangan institusi, mempengaruhi lingkungan intelektual dan sosial kehidupan kampus. Oleh sebab itu maka segala upaya yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja dosen sebagai tenaga pengajar di perguruan tinggi secara komprehensif perlu dilakukan agar fungsi dan perannya dapat terlaksana secara maksimal guna tercapainya tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara: budaya organisasi dan komunikasi organisasi terhadap iklim organisasi, kepuasan kerja, konflik organisasi, dan kinerja dosen ekonomi PTN di Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif bersifat survey korelasional terhadap populasi yang meliputi seluruh dosen ekonomi berjumlah 455 orang yang tersebar di 3 (tiga) PTN di Sulawesi Utara yaitu Universitas Sam Ratulangi, Universitas Negeri Manado, dan Politeknik Negeri Manado. Ukuran sampel diperoleh menggunakan tabel Krejcie pada tingkat kesalahan 5% sebanyak 210 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling dengan jumlah sebaran menurut masing-masing perguruan tinggi ditentukan berdasarkan prosentase jumlah dosen yang dimiliki oleh masing-masing PTN. Instrumen penelitian berupa angket untuk mengukur variabel penelitian: budaya organisasi, komunikasi organisasi, iklim organisasi, konflik organisasi, kepuasan kerja, dan kinerja dosen, dikembangkan mengacu pada teori dibawah bimbingan dan persetujuan para dosen pembimbing. Angket yang digunakan telah diujicobakan sebelumnya kepada 30 orang responden dan telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas instrumen. Data penelitian setelah memenuhi asumsi data, selanjutnya dianalisis menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan bantuan statistical software SPSS for Windows Release 15.0. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) budaya organisasi berpengaruh secara langsung terhadap iklim organisasi, (2) budaya organisasi tidak berpengaruh secara langsung, namun berpengaruh secara tidak langsung terhadap kepuasan kerja, (3) budaya organisasi berpengaruh secara langsung terhadap konflik organisasi, (4) komunikasi organisasi berpengaruh secara langsung terhadap iklim organisasi, (5) komunikasi organisasi berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap kepuasan kerja, (6) komunikasi organisasi berpengaruh secara langsung terhadap konflik organisasi, (7) iklim organisasi berpengaruh secara langsung terhadap kepuasan kerja, (8) konflik organisasi berpengaruh secara langsung terhadap kepuasan kerja, (9) iklim organisasi tidak berpengaruh secara langsung, namun berpengaruh secara tidak langsung terhadap kinerja dosen, (10) budaya organisasi berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja dosen, (11) kepuasan kerja berpengaruh secara langsung terhadap kinerja dosen, (12) komunikasi organisasi berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja, dan (13) konflik organisasi tidak berpengaruh secara langsung, namun berpengaruh secara tidak langsung terhadap kinerja dosen ekonomi PTN di Sulawesi Utara. Menindaklanjuti temuan penelitian ini, disarankan kepada pimpinan perguruan tinggi untuk terlebih dahulu meningkatkan kepuasan kerja sebelum melakukan peningkatan/perbaikan terhadap budaya organisasi, komunikasi organisasi, iklim organisasi, dan penggunaan metode penyelesaian konflik apabila hendak meningkatkan kinerja dosen, khususnya dosen ekonomi. Bagi dosen, temuan penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi diri sekaligus umpan balik untuk terus melakukan peningkatan/perbaikan kinerjanya. Bagi penelitian selanjutnya temuan penelitian ini dapat dikembangkan untuk wilayah yang lebih luas mengingat keberagaman yang ada pada setiap individu dosen, lingkungan dimana perguruan tinggi tempatnya bekerja, serta mengembangkan sejumlah faktor organisasional lainnya secara lebih komprehensif yang mempengaruhi kinerja dosen.

Pengembangan media pembelajaran berbasis CAI (Computer Asissted Instruction) untuk materi pemanasan global bidang studi geografi kelas X SMA NEGERI 1 Ngawi / Niswatun Afifah

 

ABSTRAK Afifah, Niswatun. 2010. ”Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis CAI (Computer Assisted Instruction) untuk Materi Pemanasan Global Kelas X Semester 2 SMA Negeri 1 Ngawi”. Skripsi, Jurusan Geografi, Program Studi Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Djoko Soelistidjo, M.Si (II) Drs. Yusuf Suharto. Kata Kunci: media pembelajaran, cai (computer assisted instruction), pemanasan global Kemajuan teknologi modern adalah salah satu faktor yang turut menunjang keberhasilan pendidikan. Peranan teknologi sangat berpengaruh pada proses penyampaian pesan terutama dalam proses pendidikan. Media merupakan alat perantara untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Media dapat berfungsi untuk memberikan pengalaman konkrit, motivasi belajar serta mempertinggi daya serap dan minat belajar siswa. Terdapat dua macam pembelajaran berbasis komputer yaitu Computer Assisted Instruction (CAI) dan Computer Managed Instruction (CMI). Dalam CAI, siswa berinteraksi langsung (online) dengan komputer sedangkan CMI membantu guru dalam mengadministrasi proses pembalajaran dan siswa tidak online dengan komputer. CAI (Computer Assisted Instruction) adalah suatu sistem penyampaian materi pelajaran yang berbasis mikroposesor yang pelajarannya dirancang dan diprogram ke dalam sistem tersebut. CAI dapat berbentuk tutorial, drills and practice, simulasi, dan permainan. Media pembelajaran berbasis CAI ini memiliki kemampuan dalam mengintegrasikan komponen warna, musik, dan animasi grafik (graphic animation). Media pembelajaran berbasis CAI ini juga mampu memberikan balikan (feedback) sehingga siswa dapat aktif berinteraksi dengan media yang diproduksi. Bentuk pembelajaran CAI yang diberikan adalah bentuk tutorial bercabang. Desain uji coba penelitian meliputi validasi isi dan uji coba di lapangan. Validasi isi diperoleh dari penilaian dan tanggapan dari validator ahli materi dan ahli media yang selanjutnya digunakan untuk menentukan kelayakan dan bagian media CAI yang perlu direvisi. Uji coba di lapangan dilakukan dengan mencobakan media CAI kepada siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis persentase. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu media pembelajaran berbasis CAI yang diproduksi memiliki tingkat kelayakan tinggi. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil validasi kelompok ahli terhadap media yang dikembangkan adalah 89,32% (valid). Sedangkan hasil validasi pada audiens adalah 98,75% (valid). Saran pengembangan produk lebih lanjut yang dapat dikemukakan setelah dilaksanakan penelitian pengembangan ini adalah 1) perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dalam rangka mengeliminasi kekurangannya; 2) media pembelajaran berbasis CAI untuk materi lain perlu dikembangkan; 3) perlu dikembangkan media pembelajaran berbasis CAI yang online, dapat diakses melalui internet.

Pelaksanaan keperagaan dalam pengajaran geografi di kelas rendah sekolah dasar Kodya Malang / oleh Suratmi

 

Perbedaan kemampuan siswa kelas IX IPA SMAN 2 Malang dalam menentukan periode dan golongan unsur pada sistem periodik unsur berdasarkan sistem US (United Stated) dan sistem IUPAC (International Union Of Pure and Applied Chemistry) / Siti Maslifatul Hasanah

 

ABSTRAK Hasanah, Siti Maslifatul. 2010. Perbedaan Kemampuan Siswa Kelas XI IPA SMAN 2 Malang dalam Menentukan Periode dan Golongan Unsur pada Sistem Periodik Unsur Berdasarkan Sistem US (United Stated) dan Sistem IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry). Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Drs. H. Effendy, M.Pd., Ph.D., (2) Drs. Muhammad Su’aidy, M.Pd. kata kunci: kemampuan, sistem periodik unsur, sistem US, sistem IUPAC Salah satu materi ilmu kimia adalah struktur atom dan sistem periodik unsur. Materi struktur atom dan sistem periodik unsur diajarkan di kelas X dan XI SMA dan MA. Pada materi tersebut dibahas penentuan letak unsur pada sistem periodik unsur berdasarkan konfigurasi elektronnya. Di kelas X, penentuan periode dan golongan unsur didasarkan pada konfigurasi elektron berdasarkan kulit. Di kelas XI, penentuan periode dan golongan unsur didasarkan pada konfigurasi elektron berdasarkan harga bilangan kuantum. Sistem periodik unsur telah mengalami beberapa kali perubahan dalam penomoran golongan, yaitu mulai dari sistem IUPAC lama, sistem US sampai sistem IUPAC baru (selanjutnya disebut sistem IUPAC). Sistem IUPAC telah direkomendasikan oleh IUPAC pada tahun 1983. Penentuan golongan unsur berdasarkan sistem US dapat membingungkan siswa, karena pada golongan VIIIB terdapat tiga kolom dengan nomor golongan yang sama, sedangkan pada sistem IUPAC setiap kolom memiliki nomor golongan tersendiri. Berdasarkan hal ini, dapat diprediksikan bahwa siswa akan lebih mudah mempelajari penentuan periode dan golongan unsur pada sistem periodik unsur berdasarkan sistem IUPAC dari pada berdasarkan sistem US. Akan tetapi, sistem periodik unsur yang masih banyak dipakai di Indonesia adalah sistem US. Seperti yang digunakan di sekolah-sekolah dan buku-buku kimia yang beredar di Indonesia. Penelitian tentang penentuan letak unsur dalam sistem periodik berdasarkan sistem IUPAC belum pernah dilakukan, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kemampuan siswa kelas XI IPA SMAN 2 Malang dalam menentukan periode dan golongan unsur pada sistem periodik unsur berdasarkan sistem US, (2) mengetahui kemampuan siswa kelas XI IPA SMAN 2 Malang dalam menentukan periode dan golongan unsur pada sistem periodik unsur berdasarkan sistem IUPAC, dan (3) mengetahui perbedaan kemampuan siswa kelas XI IPA SMAN 2 Malang dalam menentukan periode dan golongan unsur pada sistem periodik unsur berdasarkan sistem US dan sistem IUPAC. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMAN 2 Malang, dengan sampel penelitian siswa kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 SMAN 2 Malang. Kedua sampel dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol diajar materi penentuan periode dan golongan unsur berdasarkan sistem US, sedangkan kelompok eksperimen diajar materi penentuan periode dan golongan berdasarkan sistem IUPAC. Pada tahap 1, kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan XI IPA 2 sebagai kelas kontrol. Pada tahap 2, kelas XI IPA 1 sebagai kelas kontrol dan XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian berupa instrumen perlakuan (RPP) dan instrumen tes. Instrumen tes mempunyai validitas butir soal 0,35-0,68 untuk soal tahap 1 dan 0,36-0,81 untuk soal tahap 2. Reliabilitas instrumen tes yang diukur dengan rumus Kuder Richardson (KR 20) adalah sebesar 0,80 untuk tahap 1 dan 0,84 untuk tahap 2. Perbedaan kemampuan siswa dalam menentukan periode dan golongan pada sistem periodik unsur berdasarkan sistem US dan sistem IUPAC diuji dengan menggunakan uji statistik, yaitu uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menentukan periode dan golongan unsur dalam sistem periodik unsur berdasarkan sistem US tergolong baik, yaitu sebesar 78,1% pada tahap 1 dan sebesar 80,0% pada tahap 2. Kemampuan siswa dalam menentukan periode dan golongan unsur dalam sistem periodik unsur berdasarkan sistem IUPAC tergolong cukup yaitu sebesar 67,4% pada tahap 1 dan 74,3% pada tahap 2. Berdasarkan hasil uji statistik dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kemampuan siswa dalam menentukan periode dan golongan unsur dalam sistem periodik unsur berdasarkan sistem US dan sistem IUPAC. Rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol sebesar 79,6 pada tahap 1 dan 82,8 pada tahap 2. Untuk kelas eksperimen sebesar 72,4 pada tahap 1 dan sebesar 76,0 pada tahap 2. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menentukan periode dan golongan unsur dalam sistem periodik unsur berdasarkan sistem US lebih baik dari pada sistem IUPAC. Hasil ini berkebalikan dengan alasan yang dikemukakan IUPAC, hal ini mungkin disebabkan siswa sudah terbiasa dan familiar dengan menggunakan sistem US. Di kelas X sistem periodik yang dikenal siswa juga sistem US. Buku-buku pelajaran juga menjelaskan sistem US. Demikian pula pelajaran di luar sekolah, misalnya di bimbingan belajar.

Pengembangan model pembelajaran kooperatif stadtus (kolaborasi Stad dengan tutor sebaya) dalam pembelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Klojen Malang / Veny Yohan Sari

 

Sari, Veny Yohan. 2013. Pengembangan Model Pembelajaran Kooperatif STADTUS (Kolaborasi STAD Dengan Tutor Sebaya) Dalam Pembelajaran IPA Pada Siswa Kelas V Di SDN Klojen Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dedi Kuswandi, M. Pd dan (II) Henry Praherdhiono, S. Si., M. Pd. Kata Kunci:Pengembangan, Model Pembelajaran Kooperatif STADTUS, IPA Sekolah Dasar     Pengembangan model pembelajaran kooperatif STADTUS (kolaborasi STAD dengan Tutor Sebaya) ini merupakan suatu pemaduan model pembelajaran kooperatif yang berlandaskan kerjasama tim dipimpin oleh tutor sebaya guna mencapai tujuan pembelajaran. Kelompok terdiri dari 4-5 siswa yang dibentuk secara heterogen, terdiri dari siswa yang berkemampuan tinggi, sedang dan rendah.Kondisi nyata pada pelaksanaan pembelajaran IPA di SDN Klojen Malang yang cenderung menggunakan satu model pembelajaran saja, sehingga menimbulkan pembelajaran yang monoton serta membuat siswa cenderung bosan dan tidak fokus.Oleh karena itu model pembelajaran ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi kejenuhan siswa dalam pembelajaran. Siswa akan merasa senang belajar secara berkelompok dengan bantuan tutor sebaya, siswa akan berani untuk berpendapat atau bertanya terkait hal yang belum dimengerti.     Tujuan dari pengembangan ini adalah menghasilkan produk pengembangan model pembelajaran kooperatif STADTUS (kolaborasi STAD dengan Tutor Sebaya) sebagai suatu inovasi pembelajaran untuk pembelajaran IPA SD.Dengan subyek uji coba berjumlah 30 siswa di SDN Klojen Malang.Jenis data yang digunakan adalah kualitatif yang bersumber dari angket yang diisi oleh ahli desain pembelajaran, ahli materi dan siswa.Serta data kuantitatif berupa hasil belajar siswa yaitu pre tes dan pos tes guna mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan data validasi dari ahli desain pembelajaran dengan persentase sebesar 87% dengan kategori sangat valid, data validasi ahli materi dengan persentase sebesar 95% dengan kategori sangat valid, validasi responden siswa pada uji kelompok kecil dengan persentase sebesar 78,3% dengan kategori valid dan validasi uji lapangan dengan persentase 84,85% dengan kategori sangat valid.     Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa Pengembangan Model Pembelajaran Kooperatif STADTUS (Kolaborasi Tipe STAD dengan Tutor Sebaya) pada pokok bahasan penyesuaian makhluk hidup dengan lingkungannya untuk siswa kelas V SDN Klojen Malang dikatakan valid dan layak diterapkan dalam pembelajaran.Selain itu dengan model pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA Sekolah Dasar.Saran pengembangan ini adalah (1) Bagi guru diharapkan menerapkan model ini dalam pembelajaran di kelas. (2) Bagi siswa diharapkan lebih percaya diri akan kemampuannya apabila ditunjuk sebagai tutor dan siswa lain memperhatikan ketika tutor menjelaskan. (3) Bagi pengembang selanjutnya diharapkan menciptakan alternatif assessmen selain tes.     

Pengaruh aktivitas berorganisasi terhadap prestasi belajar siswa SMA NEGERI 2 Pamekasan / Farida Amalia Suyitno

 

ABSTRAK Suyitno, Farida Amalia. 2009. Pengaruh Aktivitas Berorganisasi Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA Negeri 2 Pamekasan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing I : Dr. Drs. Bambang Sugeng, S.E., M.A., M.M., Ak., Pembimbing II : Dra. Suparti, M.P. Kata Kunci: Aktivitas Berorganisasi, Prestasi Belajar. Aktivitas berorganisasi merupakan kegiatan yang dilakukan siswa diluar jam belajar dalam rangka mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki siswa.Organisasi di sekolah sendiri terdiri dari organisasi intra dan organisasi ekstra. Aktivitas organisasi sering dijadikan sebagai salah satu faktor penyebab menurunnya prestasi belajar siswa. Padahal menurut teori motivasi Maslow dan Berne, organisasi bisa dijadikan sebagai pendongkrak motivasi untuk meningkatkan prestasi karena dengan berorganisasi siswa bisa memenuhi salah satu dari tujuh hierarki kebutuhannya dan organisasi bisa dijadikan sebagai tempat menerima rangsangan yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara aktivitas berorganisasi dari siswa yang mengikuti organisasi intra dan siswa yang mengikuti organisasi ekstra terhadap prestasi belajar, serta apakah terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti organisasi intra dan yang mengikuti organisasi ekstra. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 2 Pamekasan yang mengikuti aktivitas organisasi dan sampelnya adalah siswa yang aktif mengikuti organisasi baik intra maupun ekstra dan hanya aktif dalam satu organisasi saja. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang dilakukan dengan teknik dokumentasi nilai raport siswa sebelum aktif mengikuti organisasi dan sesudah aktif mengikuti aktivitas berorganisasi. Pengujian hipotesis menggunakan analisis T-test. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan dari aktivitas berorganisasi baik siswa yang mengikuti aktivitas organisasi intra maupun siswa yang mengikuti aktivitas organisasi ekstra terhadap prestasi belajar siswa SMA Negeri 2 Pamekasan. Dan tidak terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti aktivitas organisasi intra dan yang mengikuti aktivitas organisasi ekstra. Adapun saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah (1) Ada baiknya pengukuran prestasi belajar juga ditambah dengan nilai test atau ulangan harian sesungguhnya supaya bisa lebih diketahui nilai siswa yang sebenarnya.(2)Ada baiknya dicari juga perbedaan prestasi siswa dari berbagai macam jenis organisasi yang ada dalam kelompok organisasi ekstrakulikuler.

Tinjauan organisasi perusahaan kopi perkebunan nasional P.T. Dampo" Mangli - Pare - Kediri / oleh Srie Hartutie MH"

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation (GI) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata diklat pelayanan prima (Studi kasus siswa kelas X jurusan penjualan SMK PGRI 2 Malang) / Luluk Suryani Dewi

 

ABSTRAK Dewi, Luluk, Suryani. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation (GI) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Diklat Pelayanan Prima Siswa Kelas X Jurusan Penjualan SMK PGRI 2 Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Tata Niaga. Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Supriyanto, M.M. (II) Afwan Hariri Agus Prohimi, S.E, M.Si. Kata kunci: model Group Investigation, hasil belajar. Pendidikan selalu mengalami pembaharuan dalam rangka mencari struktur kurikulum, sistem pendidikan dan metode pengajaran yang efektif dan efisien. Upaya tersebut antara lain peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan mutu para pendidik dan peserta didik serta perubahan dan perbaikan kurikulum menjadi lebih baik. Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan di masa mendatang adalah pendidikan yang mampu mengembangkan potensi peserta didik, sehingga yang bersangkutan mampu memiliki dan memecahkan problema pendidikan yang dihadapinya. Pendidikan harus menyentuh potensi nurani maupun potensi kompetensi peserta didik. Agar dapat menciptakan situasi pembelajaran yang lebih bervariasi dan dapat meningkatkan peran siswa dalam pembelajaran maka perlu diterapkan model pembelajaran, misalnya model pembelajaran kooperatif. Karena model pembelajaran kooperatif dapat dijadikan sebagai salah satu alternative dalam pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan siswa, ketrampilan berfikir, sikap positif terhadap materi pelajaran, hasil belajar dan motivasi belajar. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) mengetahui bagaimana penerapan metode pembelajaran Group Investigation pada mata diklat Pelayanan Prima di SMK PGRI 2 Malang, 2) mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar setelah dilasanakan metode pembelajaran Grop Investigation pada mata diklat Pelayanan Prima di SMK PGRI 2 Malang, 3) mengetahui apakah faktor-faktor penghambat dalam penerapan metode pembelajaran Group Investigation pada mata diklat Pelayanan Prima di SMK PGRI 2 Malang. Berdasarkan skor dari hasil pre test pada siklus I, hasil belajar siswa pada mata diklat pelayanan prima menunjukkan tingkat yang sangat rendah yaitu nilai rata-rata siswa sebesar 38.09 dengan nilai tertinggi 60 dan nilai terendah 30. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 34,77 hal ini dapat dilihat dari hasil test yang menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 72,86 dengan nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 60. Hasil observasi pada siklus II mengalami peningkatan dibandingkan dengan siklus I, hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata pre test siswa sebesar 47,74 dengan nilai tertinggi 60 dan nilai terendah 40, dari sini diketahui bahwa peningkatan haisl pre test siklus I dan sklus II sebesar 9,65. Sedangkan hasil post test juga menunjukkan peningkatan sebesar 7,62 menjadi 80,48 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 60, dengan demikian dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa meningkat setelah diterapkan pembelajaran kooperatif model Group Investigation. Berdasarkan hasil penelitin dapat disimpulkan, bahwa: 1) pelaksanaan pembelajaran model Group Investigation terdiri dari enam tahap, yaitu: (a) menentukan sub topik, (b) rencana penyelidikan, (c) melakukan rencana penyelidikan (d) merencananakan presentasi, (e) melakukan presentasi, dan (f) evaluasi. 2) hasil belajar siswa meningkat setelah diterapkan pembelajaran kooperatif model Group Investigation.3) hambatan yang dialami peneliti dalam menerapkan metode kooperatif model Group Investigation adalah kurangnya sarana dan semangat belajar siswa. Saran yang dapat peneliti berikan adalah sebagai berikut:1) guru hendaknya lebih meningkatkan motivasi siswa untuk berpikir lebih aktif dalam memecahkan suatu masalah, saling bekerjasama antar siswa dan memberikan bimbingan pada siswa untuk memecahkan suatu masalah, 2) meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan agar memberikan kenyamanan dalam proses pembelajaran, 3) pembelajaran kooperatif dengan menggunakan model Group Investigation dapat digunakan sebagai salah satu alternatif yang dapat dipakai Guru mata pelajaran Pelayanan Prima dalam melaksanakan pembelajaran terhadap siswa. Karena dengan metode tersebut dapat meningkatkan aktivitas siswa, menimbulkan kerjasama anggota, dan mendorong siswa untuk bisa menghargai pendapat antar sesama sehingga dapat mendorong semangat dalam belajar yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Akhir Kerajaan Cailendra di Jawa Tengah / oleh S. Karjati

 

Peranan Sumpah Pemuda menuju Indonesia merdeka
oleh Sutrisno

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation (GI) untuk meningkatkan hasil belajar siswa (Studi kasus pada mata diklat kewirausahaan kelas X akuntansi SMK Negeri 2 Kediri) / Yuyun Septiana

 

ABSTRAK Septiana, Yuyun. 2010. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation (GI) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa (”Studi Kasus Pada Mata Diklat Kewirausahaan Kelas X Akuntansi SMK Negeri 2 Kediri”). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi Pendidikan Tata Niaga Fakultas Ekonomi Universiras Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Hermawan, M.Si. M.Bus (II) Drs. I Nyoman Saputra, M.Si. Kata kunci: pembelajaran kooperatif model group investigation, hasil belajar. Rendahnya mutu pendidikan di Indonesia dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah karena metode pembelajaran yang digunakan oleh guru adalah metode konvesional berupa ceramah sehingga siswa tidak dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran. Salah satu solusi untuk mengatasi dominansi guru adalah dengan menggunakan model pembelajaran inovatif yang konsep dasar pembelajarannya terpusat pada keaktifan siswa selama proses pembelajaran. Salah satu model tersebut adalah Group Investigation. Diharapkan dengan menggunakan berbagai variasi mengajar dan salah satunya adalah menggunakan pembelajaran model Group Investigation ini, hasil belajar siswa akan meningkat. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation dalam meningkatkan hasil belajar pada mata diklat kewirausahaan kelas X Akutansi di SMK Negeri 2 Kediri. 2) untuk mengetahui respon siswa terhadap penerapan metode pembelajaran model Group Investigation pada mata diklat kewirausahaan kelas X Akutansi di SMK Negeri 2 Kediri. 3) untuk mengetahui hasil belajar siswa terhadap mata diklat kewirausahaan setelah diterapkan pembelajaran Group Investigation pada mata diklat kewirausahaan kelas X Akutansi di SMK Negeri 2 Kediri. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan dalam 2 Siklus dengan 4 tahap pada masing-masing siklusnya yakni meliputi perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan sekaligus pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X program keahlian akuntansi di SMK Negeri 2 Kediri yang berjumlah 40 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, catatan lapangan, tes, dokumentasi dan angket. Dari hasil analisis data, dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa setelah melakukan proses belajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model Group Investigation meningkat terbukti pada aspek kognitif hasil perbandingan nilai pre test dan post test siklus I yang mengalami ketuntasan sebesar 37,5% , yang belum tuntas 62,5% dan pada siklus II hasil persentase ketuntasan menjadi meningkat sebesar 75% dan yang belum tuntas menjadi 25%. Jika dilihat dari penilaian aspek afektif juga terjadi peningkatan yaitu pada siklus I sebanyak 19 siswa yang tuntas (47,5%), sedangkan yang belum tuntas sebanyak 21 siswa (52,5%). Dan pada Siklus II siswa yang tuntas meningkat menjadi 38 siswa (95%), sedangkan yang belum tuntas sebanyak 2 siswa (5%). Saran yang dapat peneliti berikan kepada guru mata diklat adalah sebaiknya guru mata diklat menggunakan pembelajaran yang bervariasi dalam kegiatan pembelajaran, agar siswa agar siswa tidak bosan dalam belajar, salah satu model pembelajaran yang digunakan adalah Group Investigation, model pembelajaran ini telah dibuktikan dalam penelitian ini bisa meningkatkan hasil belajar siswa. Disamping itu guru mata diklat kewirausahaan SMK Negeri 2 Kediri disarankan untuk mencoba menerapkan pembelajaran model Group Investigation pada bahasan yang lain karena siswa memberikan respon yang positif terhadap pembelajaran model ini. Penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation bisa diterapkan lebih variatif, misalnya dengan mengajak siswa ke lapangan atau dunia nyata sebagai tempat belajar

engaruh keanekaragaman kebudayaan terhadap integritas bangsa
oleh I Nengah Mitia

 

Perbandingan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 6 Kediri antara metode ceramah dan tanya jawab dengan diskusi model numbered head together (NHT) / Dyah Astutik

 

ABSTRAK Astutik, Dyah. 2010. Perbandingan Hasil Belajar Ekonomi antara Pembelajaran Konvensional dengan Model Pembelajaran Numbered Head Together(NHT) dalam Pembelajaran Kooperatif pada siswa SMA Negeri 6 Kediri Kelas X. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, Pembimbing:(1) Prof.Dr. J.G. Nirbito, M.Pd., (2) Drs. Prih Hardinto, M.Si. Kata kunci: Hasil Belajar Ekonomi, Pembelajaran Konvensional, Model Pembelajaran Numbered Head Together(NHT). Model pembelajaran Numbered Head Together(NHT) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran dengan model Numbered Head Together (NHT) dapat mengembangkan atau memperkaya konsep-konsep belajar yang telah dimiliki siswa. Belajar dengan model Numbered Head Together(NHT) dapat membuat siswa aktif dan memungkinkan siswa untuk belajar siswa secara mandiri. Model pembelajaran NHT memiliki 4 fase antara lain:(1) Penomoran (2) Pengajuan pertanyaan (3) Berpikir bersama (4) Pemberian jawaban. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara penerapan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dengan pembelajaran konvensional yang diukur melalui aspek kognitif yaitu pre tes dan post tes. Pada penelitian sebelumnya yaitu Weni(2008) menunjukkan bahwa pembelajaran Numbered Head Together dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan kesimpulan dan saran dari peneliti maka dilakukan penelitian kembali pada variabel, sampel dan materi yang berbeda. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen, menggunakan rancangan penelitian quasi eksperimental design. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil pengambilan sampel didapat kelas X-3 sebagai kelas kontrol dan kelas X-4 sebagai kelas eksperimen. Kelas kontrol diberikan perlakuan pembelajaran konvensional sedangkan kelas eksperimen diberikan perlakuan model Numbered Head Together(NHT). Uji coba instrumen meliputi uji validitas, uji reliabilitas, analisis butir soal pada tingkat kesukaran dan analisis butir soal pada daya pembeda. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis hipotesis yang terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas, dan uji beda rata-rata. Hasil uji normalitas kemampuan awal kelas eksperimen menunjukkan nilai signifikansi 0,665 dan kelas kontrol 0,576. Hasil uji normalitas kemampuan akhir kelas eksperimen menunjukkan nilai signifikansi 0,229 sedangkan kelas kontrol 0,051. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan berarti data kemampuan awal dan akhir kelompok eksperimen dan kontrol berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas kemampuan awal menunjukkan nilai signifikansi 0,904. Sedangkan Hasil uji homogenitas kemampuan akhir menunjukkan nilai signifikansi 0,576. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan berarti data bersifat homogen. Uji beda rata-rata kemampuan awal menunjukkan nilai signifikansi 0,813 yang berarti kedua rata-rata sampel adalah sama. Sedangkan uji beda rata-rata kemampuan akhir menunjukkan nilai signifikansi 0,001 yang berarti kedua rata-rata sampel adalah berbeda. Hasil uji hipotesis nilai gain score menunjukkan nilai signifikansi 0,041 hal ini sesuai pernyataan jika signifikansi < 0,05 dan thitung > ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan hasil belajar ekonomi antara siswa yang mendapat model Numbered Head Together(NHT) dengan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional, dimana diketahui bahwa rata-rata nilai hasil belajar ekonomi(kognitif) siswa yang mendapatkan model Numbered Head Together lebih tinggi daripada rata-rata nilai siswa yang mendapat metode konvensional. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan untuk menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together(NHT) sebagai salah satu alternatif dalam pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Visualisasi gelombang elektromagnetik dua dimensi dengan syarat batas Dirichlet / Rio Nir Wantono

 

ABSTRAK Nir Wantono, Rio. 2010. Visualisasi Gelombang Elektromagnetik Dua Dimensi dengan Syarat Batas Dirichlet. Skripsi, Program Studi Fisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Arif Hidayat, M.Si. (2) Eny Latifah, S.Si., M.Si. Kata kunci: Gelombang elektromagnetik dua dimensi, Syarat batas Dirichlet. Sifat-sifat perambatan gelombang elektromagnetik sangat sulit dipahami karena tidak dapat langsung diamati sehingga deskripsi perambatannya masih abstrak. Hal ini berbeda dengan gelombang mekanik yang mudah dipahami karena dapat diamati secara visual. Secara fisis, rambatan gelombang elektromagnetik terbatasi oleh ruang. Secara teoritik batasan ini dikaji sebagai persoalan syarat batas. Terdapat dua macam persoalan syarat batas yakni syarat batas Dirichlet dan syarat batas Neumann akan tetapi dalam visualisasi ini hanya dipilih persoalan syarat batas Dirichlet. Visualisasi ini dilakukan dengan maksud membantu memperoleh gambaran riil atas gelombang elektromagnetik dua dimensi dalam ruang yang dibatasi dengan syarat batas Dirichlet. Visualisasi yang akan dilakukan adalah menggunakan program Mathematica 5.1. dan berdasar pada persamaan gelombang elektromagnetik dalam hampa tanpa sumber muatan, . Penerapan syarat batas Dirichlet dilakukan pada program dengan mengendalikan nilai sedemikian sehingga di sisi-sisi batas. Pada syarat batas Dirichlet gelombang elektromagnetik memiliki nilai amplitudo gelombang selalu bernilai nol pada sisi-sisi batas. Secara fisis syarat batas Dirichlet diterapkan ketika gelombang elektromagnetik mencapai batas konduktor sehingga tidak terdapat medan yang menembus batas konduktor, dengan kata lain medan yang mencapai permukaan konduktor lenyap, .

Peranan pemuda di bidang pembangunan mental
oleh Sjarkawi Tm

 

Kota administrasi sebagai salah satu unsur dalam sistim pemerintahan daerah di Daerah Tingkat II Kota Madya Malang
(suatu case study pemerintahan lingkungan di Daerah Tingkat II Kota Madya Malang)
oleh Zakarias Balol

 

Pengembangan modul analisis gravimetri dengan model learning cycle 5-E untuk Sekolah Menengah Kejuruan Program keahlian analisis kimia / Nurhalimah

 

ABSTRAK Nurhalimah. 2010. Pengembangan Modul Analisis Gravimetri dengan Model Learning Cycle 5-E untuk Sekolah Menengah Kejuruan Program Keahlian Analisis Kimia. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Darsono Sigit, M.Pd, (II) Dra. Nazriati, M.Si Kata kunci: modul, Learning Cycle 5-E, Analisis Gravimetri Salah satu faktor penyebab rendahnya kualitas lulusan Sekolah Menengah Kejuruan, tampak bahwa materi pelajaran merupakan salah satu diantaranya. Berbicara mengenai materi pelajaran tidak terlepas dari yang namanya bahan ajar. Salah satu bahan ajar yang dapat dipakai adalah modul sehingga perlu dilakukan pengembangan bahan ajar yang berupa modul. Paradigma pembelajaran yang digunakan dalam pengembangan modul adalah konstruktivistik dengan menggunakan model Learning Cycle 5-E . Fase-fase dalam Model Lerning Cycle 5-E, yaitu engagement, exploration, explanation, elaboration, dan evaluation. Materi yang dikembangkan dalam pengembangan modul adalah Analisis Gravimetri dengan menggunakan model learning cycle 5-E karena materi pelajaran tersebut erat hubungan dengan kehidupan sehari-hari serta peralatan dan prosedur pelaksanaannya sangat sederhana dan tidak membutuhkan biaya mahal. Modul Analisis Gravimetri dilengkapi dengan RPP untuk membantu guru dalam menggunakan modul dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian pengembangan adalah 1) untuk mengetahui bentuk modul Analisis Gravimetri dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan model Learning Cycle 5-E, dan 2) mengetahui kelayakan modul dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) hasil pengembangan untuk digunakan sebagai salah satu bahan ajar pembelajaran kimia untuk Sekolah Menengah Kejuruan Program Keahlian Analisis Kimia berdasarkan validasi isi. Strategi pengembangan modul yang digunakan adalah strategi Pengembangan Borg dan Gall. Dalam strategi Pengembangan Borg dan Gall terdapat sepuluh langkah pengembangan. Namun karena keterbatasan waktu dan biaya untuk penelitian dan pengembangan modul Analisis Gravimetri dibatasi sampai langkah ketiga. Ketiga langkah dari pengembangan modul tersebut yaitu: (1) Penelitian dan pengumpulan data, (2) Perencanaan pengembangan produk, dan (3) pengembangan produk awal. Desain validasi pada pengembangan modul ini hanya sampai pada validasi isi saja. Validator terdiri dari 1 dosen kimia dan 2 guru SMK. Adapun SMK yang dijadikan sebagai tempat penelitian adalah SMK Negeri 7 Malang. karena sekolah menengah kejuruan tersebut merupakan Sekolah Menengah Kejuruan dengan Program Keahlian Analisis Kimia. Selain itu, belum ada bahan ajar yang berupa modul yang digunakan untuk membantu proses belajar mengajar sekolah menengah kejuruan tersebut. Instrumen pengumpulan data berupa angket dan teknik analisis data menggunakan analisis nilai persentase rata-rata. Hasil penelitian diperoleh 1) modul hasil pengembangan terdiri dari beberapa komponen yaitu, cover, kata pengantar, pendahuluan modul, daftar isi, daftar gambar, daftar tabel, kompetensi dasar, indikator hasil belajar, materi, gambar, tabel, kegiatan belajar siswa, rangkuman, umpan balik, soal pendalaman, suplemen materi, kunci jawaban, dan daftar pustaka. RPP juga terdiri dari beberapa komponen yaitu identitas mata diklat, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator hasil belajar, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, uraian materi, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran yang meliputi kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir, sumber belajar serta lembar penilaian. 2) Data hasil validasi untuk modul menunjukkan bahwa bentuk modul yang dikembangkan sudah sesuai dengan model Learning Cycle 5-E dengan nilai persentase rata-rata untuk penilaian tiap fase-fase dalam Learning Cycle 5-E sebesar 71,67% yang menunjukkan kriteria cukup valid (tanpa revisi). Selain itu, hasil validasi secara keseluruhan dari modul menunjukkan nilai persentase rata-rata sebesar 78,58% dengan kriteria valid. Data hasil validasi untuk RPP menunjukkan bahwa bentuk RPP yang dikembangkan sudah sesuai dengan model Learning Cycle 5-E dengan nilai persentase rata-rata untuk penilaian tiap fase-fase dalam Learning Cycle 5-E sebesar 75,00% yang menunjukkan kriteria cukup valid (Tanpa revisi). Selain itu, hasil validasi secara keseluruhan dari RPP menunjukkan nilai persentase rata-rata sebesar 74,33% dengan kriteria cukup valid (tanpa revisi). Hal ini menunjukkan bahwa modul dan RPP yang dikembangkan sudah sesuai dan layak digunakan sebagai salah satu alternatif bahan ajar di SMK.

Pembelajaran melalui pemecahan masalah untuk mencapai ketuntasan belajar keliling dan luas daerah lingkaran siswa kel;as VIII SMP Kartika IV-9 Malang / Sri Rahayuningsih

 

Tesis Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Akbar Sutawidjaja, M.Ed., Ph.D. dan (II) Dr. Makbul Muksar, M.Si. Kata Kunci : pembelajaran pemecahan masalah, ketuntasan belajar Pemecahan masalah merupakan aspek penting dalam belajar matematika. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada materi keliling dan luas daerah lingkaran masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan usaha yang serius untuk membantu siswa menguasai keliling dan luas daerah lingkaran melalui pembelajaran pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) rancangan pembelajaran melalui pemecahan masalah untuk mencapai ketuntasan belajar keliling dan luas daerah lingkaran, (2) pencapaian ketuntasan belajar keliling dan luas daerah lingkaran melalui pembelajaran tersebut, (3) respon siswa terhadap pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VIIIA SMP Kartika IV-9 Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran melalui pemecahan masalah yang terdiri dari memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali dapat mencapai ketuntasan belajar keliling dan luas daerah lingkaran dengan ketuntasan klasikal pada siklus I adalah 87,5% dan pada silkus II adalah 90%. Respon siswa terhadap pembelajaran ini sangat positif yang berarti bahwa kemauan siswa untuk belajar mandiri, keyakinan siswa terhadap kemampuan menguasai materi dan disiplin siswa dalam belajar matematika muncul. Sehingga disarankan kepada para guru untuk memakai pembelajaran tersebut dalam mereka mengajar.

Pentingnya komunikasi bagi masyarakat tepian kota Tulungagung dalam rangka pembangunan masyarakat desa sekitarnya
oleh Ichda Sjaefuddin Zuchri

 

Dampak pendidikan karakter holistik, lingkungan keluarga, dan lingkungan tempat PRAKERIN terhadap soft skill siswa Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri se-kota Malang / Dianna Ratnawati

 

Ratnawati, Dianna. 2014. Dampak Pendidikan Karakter Holistik, Lingkungan Keluarga, dan Lingkungan Tempat Prakerin terhadap Soft Skill Siswa SMK Negeri se-Kota Malang. Tesis, Pendidikan Kejuruan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. A. Sonhadji K.H., M.A., Ph. D., (II) Dr. Eddy Sutadji, M. Pd. Kata kunci: soft skill, pendidikan karakter holistik, lingkungan, keluarga, prakerin. Soft skill memiliki peranan penting dalam perkembangan karier lulusan. Penelitian ini dilaksanakan untuk meneliti dampak yang mempengaruhi kualitas soft skill siswa SMK. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan hasil implementasi pendidikan karakter holistik di SMK Negeri se-Kota Malang; (2) mendeskripsikan kondisi lingkungan keluarga siswa SMK Negeri se-Kota Malang; (3) mendeskripsikan kondisi lingkungan tempat prakerin siswa SMK Negeri se-Kota Malang; (4) mendeskripsikan kualitas soft skill yang dimiliki siswa SMK Negeri se-Kota Malang; (5) mengetahui dampak pendidikan karakter holistik terhadap soft skill siswa SMK Negeri se-Kota Malang; (6) mengetahui dampak lingkungan keluarga terhadap soft skill siswa SMK Negeri se-Kota Malang; (7) mengetahui dampak lingkungan tempat prakerin terhadap soft skill siswa SMK Negeri se-Kota Malang; dan (8) mengungkap dampak pendidikan karakter holistik, lingkungan keluarga, dan lingkungan tempat prakerin, secara simultan terhadap soft skill siswa SMK Negeri se-Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan ex-post facto dengan pendekatan kuantitatif. Untuk menjawab tujuan penelitian digunakan analisis deskriptif dan analisis regresi. Uji prasyarat yang dilakukan adalah uji normalitas, uji linieritas, dan multikolinieritas. Obyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X1 TKR SMK Negeri se-Kota Malang sejumlah 126 siswa. Sampel penelitian diambil dengan teknik probability random sampling jenis sampling kelompok. Instrumen untuk mengumpulkan data berupa angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum (1) hasil implementasi pendidikan karakter holistik dalam kategori tinggi; (2) kondisi lingkungan keluarga siswa tergolong cukup; (3) kondisi lingkungan tempat prakerin adalah cukup; (4) kualitas soft skill siswa masuk dalam kategori cukup; (5) terdapat dampak positif antara variabel pendidikan karakter holistik terhadap soft skill dengan signifikansi sebesar 19,1%; (6) terdapat dampak positif antara variabel lingkungan keluarga terhadap soft skill dengan signifikansi sebesar 23,4%; (7) terdapat dampak positif antara variabel lingkungan tempat prakerin terhadap soft skill dengan signifikansi sebesar 15,5%; (8) terdapat dampak antara variabel pendidikan karakter holistik, lingkungan keluarga, dan lingkungan tempat prakerin secara simultan terhadap soft skill. Ketiga variabel independen tersebut memberikan dampak sebesar 41,8% terhadap soft skill siswa, sedangkan dampak sebesar 58,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti

Upaya peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan komunikasi siswa kelas X Ak 2 SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen pada mata diklat siklus akuntansi melalui penerapan pembelajaran kooperatif metode two stay two stray (TSTS) / Vikiana Mashuri

 

ABSTRAK Mashuri, Vikiana, 2010. Upaya Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemampuan Komunikasi Siswa Kelas X AK 2 SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen pada Mata Diklat Siklus Akuntansi Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Metode Two Stay Two Stray (TSTS). Skripsi Program Studi Pendidikan Akuntansi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Sawitri Dwi Prastiti SE , M.Si Ak (2) Ika Putri Larasati SE., M.Com Kata kunci : metode pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS), kemampuan berpikir kritis siswa, kemampuan komunikasi siswa Berdasarkan observasi awal dan wawancara dengan guru mata diklat, dapat disimpulkan bahwa masalah yang teridentifikasi antara lain siswa kurang aktif menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru, siswa tidak berani bertanya atau kurang bisa mengungkapkan pendapat, serta rendahnya ketekunan sebagian siswa dalam menyelesaikan tugas, serta kurangnya partisipasi siswa dalam diskusi. Masalah-masalah yang terjadi di kelas X Ak 2 tersebut menunjukkan ciri-ciri rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diperlukan suatu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemamuan berpikir kritis dan kemampuan komunikasi siswa. Metode pembelajaran yang dapat diterapkan adalah salah satu pembelajaran kooperatif metode TSTS. Berdasarkan tindakan pada siklus I dan siklus II diperoleh hasil bahwa jumlah siswa yang dapat memenuhi indikator keberhasilan tindakan kemampuan berpikir kritis tingkat pengetahuan meningkat dari 16 siswa menjadi 22 siswa, tingkat pemahaman meningkat dari 12 siswa menjadi 23 siswa, tingkat penerapan dari 17 siswa menjadi 30 siswa. Sedangkan pada kemampuan komunikasi yang diperoleh pada siklus I dan siklus II, jumlah siswa yang dapat memenuhi indikator keberhasilan tindakan kemampuan menyampaikan pikiran dan perasaan dari 16 siswa menjadi 24 siswa, kemampuan memahami orang lain dari 17 siswa menjadi 21 siswa, kemampuan memberi dukungan pada orang lain dari 9 siswa menjadi 22 siswa, dan kemampuan mengungkapkan diri dari 18 siswa menjadi 22 siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode TSTS pada siswa kelas X AK 2 SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yaitu pada tahap diskusi kelompok asal dan diskusi kelompok tamu, karena separuh jumlah siswa dari sejumlah 41 siswa kelas X AK 2 dapat memenuhi indikator keberhasilan tindakan kemampuan berpikir kritis, peningkatan ini terjadi dari siklus I ke II. Selain itu penerapan metode TSTS ini juga dapat meningkatkan kemampuan komunikasi siswa yaitu pada tahap diskusi kelompok asal, diskusi kelompok tamu, dan tahap presentasi kelompok, karena separuh siswa dari sejumlah 41 siswa kelas X AK 2 dapat memenuhi indikator keberhasilan tindakan kemampuan komunikasi, peningkatan ini terjadi dari siklus I ke II. Sedangkan hal yang disarankan adalah bahwa dalam menerapkan metode TSTS guru harus lebih merata dan teliti dalam mengelola kelas supaya setiap siswa dalam kelompok dapat lebih aktif dalam melaksanakan proses pembelajaran. Siswa hendaknya bisa lebih aktif lagi dalam kegiatan pembelajaran, serta peneliti harus dapat membagi waktu yang tepat dan mengeloa kelas dengan baik agar tahapan dalam penelitian dapat terlaksana dengan baik dan selesai tepat waktu.

Pengaruh pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan simulasi komputer dan kemampuan awal terhadap hasil belajar mahasiswa pada materi kesetimbangan kimia / Leny Fitriah

 

ABSTRAK Fitriah, L. 2014. Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Menggunakan Simulasi Komputer dan Kemampuan Awal terhadap Hasil Belajar Mahasiswa pada Materi Kesetimbangan Kimia. Tesis, Program Studi Pendidikan Kimia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. H. Suhadi Ibnu, M.A., Ph.D., (2) Drs. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., Ph.D. Kata-kata kunci: inkuiri terbimbing, simulasi komputer, kemampuan awal, hasil belajar Pemahaman algoritmik dan pemahaman konseptual merupakan dua hal penting yang dibutuhkan dalam memahami materi Kesetimbangan Kimia. Pemahaman konseptual mencakup kemampuan untuk merepresentasikan fenomena kimia menggunakan representasi makroskopik, mikroskopik dan simbolik. Pemahaman konseptual yang tinggi cenderung dapat diwujudkan apabila pembelajaran menekankan pada representasi makroskopik, mikroskopik, dan simbolik dengan memperhatikan kemampuan awal mahasiswa. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran Kesetimbangan Kimia cenderung hanya menekankan pada pemahaman algoritmik, representasi makroskopik dan representasi simbolik saja. Representasi mikroskopik cenderung diabaikan. Kondisi tersebut menyebabkan pemahaman konseptual mahasiswa cenderung tertinggal dibandingkan pemahaman algoritmiknya.Pemahaman algoritmik dan pemahaman konseptual yang seimbang diharapkan dapat diwujudkan apabila pembelajaran materi Kesetimbangan Kimia dilakukan dengan pendekatan inkuiri terbimbing. Inkuiri terbimbing memberikan kesempatan pada mahasiswa mengkonstruk konsep melalui percobaan. Data yang diperoleh dari percobaan merupakan representasi makroskopik dari fenomena yang diamati. Fenomena yang diamati dijelaskan pada tigkat molekuler atau partikulat menggunakan representasi mikroskopik. Persoalannya adalah penjelasan tersebut menyangkut objek yang abstrak sehingga tidak mudah dipahami oleh mahasiswa. Hal ini tampaknya dapat diatasi apabila digunakan simulasi komputer sehingga diharapkan hasil belajar yang diperoleh menjadi lebih tinggi. Hasil belajar dapat dibedakan menjadi dua kategori yaitu hasil belajar tingkat rendah dan hasil belajar tingkat tinggi. Hasil belajar tingkat rendah merupakanhasil belajar dengan tingkat kognitif C1-C3, sedangkan hasil belajar tingkat tinggi merupakanhasil belajar dengan tingkat kognitif C4-C6. Hasil belajar juga dipengaruhi oleh kemampuan awal mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar tingkat rendah mahasiswa yang diajar dengan inkuiri terbimbing menggunakan simulasi komputer dengan mahasiswa yang diajar dengan inkuiri terbimbingtanpa berbantuan simulasi komputer; (2) perbedaan hasil belajar tingkat rendah mahasiswa dengan kemampuan awal berbeda; (3) perbedaan hasil belajar tingkat tinggi mahasiswa yang diajar dengan inkuiri terbimbing menggunakan simulasi komputer dengan mahasiswa yang diajar dengan inkuiri terbimbingtanpa berbantuan simulasi komputer; (4) perbedaan hasil belajar tingkat tinggi mahasiswa dengan berkemampuan awal berbeda; (5) interaksi antara strategi pembelajaran dan kemampuan awal terhadap hasil belajar pada materi kesetimbangan kimia. Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial 2 x 2. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi Pendidikan Kimia IKIP Mataram yang mengikuti mata kuliah Kimia Dasar 2 pada semester genap tahun akademik 2013/2014 dengan 2 kelas yang terdistribusi homogen. Sampel penelitian diambil dengan teknik cluster random sampling.Satu kelas terdiri atas 21mahasiswa yang dibelajarkan Inkuiri terbimbing menggunakan simulasi komputerdan kelas lain terdiri atas 22 mahasiswa dibelajarkan dengan Inkuiri terbimbing. Data penelitian berupa hasil belajar tingkat rendah dan hasil belajar tingkat tinggi pada materi kesetimbangan kimia yang diukur dengan menggunakan instrumen tes multipel choice dan tes essay dengan validasi isi masing-masing sebesar 80,6% dan 91,7%. Pengukuran reliabilitas soal diperoleh dari rumus Cronbach’s Alpha dengan nilai 0,73 untuk tes multipel choice dan 0,914 untuk tes essay. Analisis data menggunakan uji ANOVA Two Ways. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil belajar tingkat rendah mahasiswa kelas inkuiri terbimbing menggunakan simulasi komputer lebih tinggi dibandingkan dengan kelas inkuiri terbimbing tanpa simulasi komputer; (2) Hasil belajar tingkat rendahmahasiswa berkemampuan awal tinggi lebih tinggi dibandingkan mahasiswa berkemampuan awal rendah; (3) Hasil belajar tingkat tinggi mahasiswa kelas inkuiri terbimbing menggunakan simulasi komputer lebih tinggi dibandingkan dengan kelas inkuiri terbimbingtanpa simulasi komputer; (4) Hasil belajar tingkat tinggimahasiswa berkemampuan awal tinggi lebih tinggi dibandingkan mahasiswa berkemampuan awal rendah; (5) tidak ada pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran dan kemampuan awal terhadap hasil belajar.

Pengaruh brand image (Citra merek) terhadap loyalitas konsumen pengguna ponsel merek nokia (Studi pada mahasiswa UM di Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru kota Malang) / Fitri Miladiyati Al'aziz

 

ABSTRAK Al’azis, Fitri Miladiyati. 2009. Pengaruh Brand Image (Citra Merek) terhadap Loyalitas Konsumen Pengguna Ponsel Merek Nokia (Studi pada Mahasiswa UM di Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang). Skripsi, Program Studi Manajemen Pemasaran, Jurusan Manajemen, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ery Tri Djatmika R.W.W, M.A, M.Si (II) Afwan Hariri Agus Prohimi, S.E, M.Si. Kata kunci: brand image (citra merek), loyalitas konsumen. Persaingan di dunia bisnis yang semakin ketat membuat konsumen menjadi semakin berkuasa di pasar karena banyaknya variasi produk yang tersedia. Hal ini membuat perusahaan menentukan berbagai strategi untuk dapat bersaing dengan para kompetitor. Salah satunya adalah produsen harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan loyalitas konsumennya. Salah satu jalan untuk meraih keunggulan kompetisi dalam mempertahankan loyalitas konsumen adalah dengan membentuk brand image (citra merek) yang baik di mata konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui variabel-variabel brand image (citra merek) yang berpengaruh secara parsial maupun simultan terhadap loyalitas konsumen serta untuk mengetahui variabel brand image mana yang berpengaruh dominan terhadap loyalita konsumen. Penelitian ini mempunyai dua variabel, yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah brand image (citra merek) dengan sub variabel jenis-jenis asosiasi merek (X ), dukungan asosiasi merek (X ), kekuatan asosiasi merek (X ), dan keunikan asosiasi merek (X ). Sedangkan loyalitas konsumen merupakan variabel terikat (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa (khususnya mahasiswa UM) yang tinggal (kos) di Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang yang pernah berganti/membeli dua kali/lebih ponsel merek Nokia dan masih menggunakannya. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan mengambil sampel 113 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS 16.0 For Windows. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (1) brand image ponsel merek Nokia yang meliputi jenis-jenis asosiasi merek, dukungan asosiasi merek, kekuatan asosiasi merek, dan keunikan asosiasi merek dalam kondisi baik, dan loyalitas mahasiswa UM pengguna ponsel merek Nokia dalam kondisi loyal, (2) terdapat pengaruh positif signifikan jenis-jenis asosiasi merek, dukungan asosiasi merek, kekuatan asosiasi merek, dan keunikan asosiasi merek secara parsial terhadap loyalitas mahasiswa UM pengguna ponsel merek Nokia, (3) terdapat pengaruh positif signifikan jenis-jenis asosiasi merek, dukungan asosiasi merek, kekuatan asosiasi merek, dan keunikan asosiasi merek secara simultan terhadap loyalitas mahasiswa UM pengguna ponsel merek Nokia, (4) variabel jenis-jenis asosiasi merek berpengaruh dominan terhadap loyalitas mahasiswa UM pengguna ponsel merek Nokia dengan nilai sumbangan efektif (SE) terbesar daripada variabel lainnya. Berdasarkan hasil penelitian saran yang dapat diberikan berkaitan dengan temuan yang diperoleh selama penelitian adalah (1) Brand Image ponsel merek Nokia yang terbentuk di mata konsumen yang telah loyal terhadap ponsel merek Nokia sudah baik, khususnya jenis-jenis asosiasi merek yang berpengaruh dominan terhadap loyalitas konsumen. Dengan adanya hal ini, hendaknya bagi perusahaan tetap mempertahankannya, bahkan meningkatkan jenis-jenis asosiasi tersebut seperti tetap mempertahankan kualitas jika dibandingkan dengan harganya, meningkatkan layanan dalam Nokia Care Service, menjaga kepribadian merek serta nama baik Nokia Coorporation, dan sebagainya, (2) Dengan semakin ketatnya persaingan dalam bisnis ponsel, maka Nokia Coorporation selaku produsen ponsel harus tetap menjaga dukungan (kebaikan), kekuatan dan khususnya keunikan/keunggulan merek, dimana dalam penelitian ini, variabel tersebut bukan merupakan variabel dominan yang berpengaruh terhadap loyalitas konsumen pengguna ponsel merek Nokia, (3) Sebagai produk ponsel yang masih berhasil memimpin pasar, Nokia harus aktif menciptakan keunggulan/keunikan produknya sehingga dapat dibedakan dari produk pesaing. Dalam penelitian ini, keunikan asosiasi ponsel merek Nokia memberikan kontribusi terkecil. Sehingga perusahaan perlu meningkatkan keunggulan bersaing dengan menciptakan keunikan yang membedakan dengan produk pesaing,(4) Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan pijakan untuk penelitian selanjutnya dengan mengangkat hal-hal baru dan potensial selain brand image seperti kualitas produk/layanan, atribut produk, harga, promosi, kepuasan, dan variabel lainnya sebagai variabel yang dapat mempengaruhi loyalitas konsumen.

Penerapan sistem kearsipan dan efisiensi penemuan kembali arsip di Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Malang / Resty Ayu Amalia

 

ABSTRAK Amalia, Resty Ayu. 2009. Penerapan Sistem Kearsipan dan Efisiensi Penemuan Kembali Arsip di Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Suwarni, M.Si (II) Drs. I. Nyoman Suputra, M.Si Kata Kunci: Sistem Kearsipan, Efisiensi Penemuan Kembali Arsip Setiap organisasi baik swasta maupun pemerintah memerlukan kegiatan kearsipan. Mengingat pentingnya peranan kearsipan maka untuk melaksanakan tugas pemerintahan dan tugas pembangunan dengan baik dan benar perlu diusahakan peningkatan dan penyempurnaan kearsipan secara optimal agar dapat berfungsi dengan baik, dan membantu kantor tersebut dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Penelitian ini mempunyai rumusan masalah dan tujuan yaitu untuk mengetahui jenis arsip yang disimpan, pengelolaan surat masuk dan surat keluar, sistem penyimpanan arsip, azas penyimpanan arsip, prosedur atau langkah-langkah penyimpanan arsip, prosedur peminjaman arsip, kecepatan dan kecermatan dalam penemuan kembali arsip, pemeliharaan dan perawatan arsip, prosedur penyusutan atau pemusnahan arsip, sarana dan prasarana kearsipan yang terdapat pada Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Malang. Penelitian ini dilaksanakan di Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Malang yang beralamat di Jalan Panglima Sudirman No. 19 Kepanjen pada bulan Desember 2009. Teknis analisis data yang digunakan yaitu teknik deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah pegawai Kearsipan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes ketrampilan atau tes kecepatan dalam penemuan kembali arsip. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : Jenis arsip yang disimpan pada Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Malang dibagi 2, yaitu: penyimpanan arsip aktif (arsip yang masih dipergunakan dalam kegiatan keseharian pada Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Malang), dan penyimpanan arsip inaktif (arsip yang sudah tidak dipergunakan lagi dalam kinerja kantor secara langsung, penyimpanan arsip arsip inaktif ini tidak hanya arsip pada Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Malang saja melainkan juga arsip instansi lain), pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Malang menggunakan sistem buku agenda, sistem penyimpanan arsip yang diterapkan pada Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Malang menggunakan sistem subyek berkode agar mempermudah pegawai dalam penyimpanan arsip yang efisien, azas penyimpanan arsip yang digunakan yaitu azas kombinasi antara azas sentralisasi dan azas desentralisasi, peralatan dan perlengkapan sudah cukup baik dan memadai sehingga dapat memperlancar kegiatan kantor sehari-hari, prosedur penyimpanan arsip sudah cukup baik dan telah disesuaikan dengan nomor indeks klasifikasi penyimpanan arsip. kecepatan petugas arsip dalam penemuan kembali arsip adalah sangat cepat dan sesuai dengan arsip yang dicari, yaitu 15 surat masuk dan 15 surat keluar dari tahun 2006-2008, kecermatan dalam penemuan kembali arsip sudah berada pada kriteria sangat cepat dan dalam angka efisiensi penemuan kembali arsip yaitu 44 detik berada pada kriteria sangat efisien, prosedur peminjaman arsip dapat dibagi menjadi 2, yaitu: peminjaman arsip aktif dari dalam instansi dan peminjaman arsip inaktif dari luar instansi. Untuk peminjaman arsip aktif dari dalam instansi tidak menggunakan formulir peminjaman arsip, tetapi hanya mencatat dalam buku peminjaman arsip saja, Sedangkan peminjaman arsip inaktif dari luar instansi menggunakan formulir peminjaman arsip, perawatan dan pemeliharaan yang telah dilaksanakan sudah cukup baik sehingga dapat memperlancar kinerja kantor, prosedur penyusutan dan pemusnahan arsip yaitu menyesuaikan untuk arsip yang bersifat biasa, penyusutannya dilakukan dalam waktu 1 tahun sekali, tetapi untuk arsip yang bersifat penting penyusutannya disesuaikan dengan jadwal retensi arsip. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan pada Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Malang supaya : dalam prosedur peminjaman arsip, formulir peminjaman arsip yang ditetapkan tidak hanya diterapkan pada peminjaman arsip dari luar instansi saja melainkan dari dalam instansi juga dengan demikian arsip dapat diawasi dan dapat memperkecil resiko kehilangan arsip, untuk arsip surat dinas keluar sebaiknnya digandakan sebanya 2 kali yaitu surat dinas keluar yang asli untuk dikirimkan pada instansi atau kantor yang dituju, 1 arsip surat dinas keluar disimpan pada pembuat konsep surat/pengolah untuk dijadikan arsip, dan 1 arsip surat dinas keluar lagi disimpan pada arsip surat keluar pada Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Malang. Sistem kearsipan pada Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Malang dilaksanakan secara manual dan juga arsip yang disimpan sangat banyak, maka diharapkan dapat menerapkan sistem komputerisasi.

Kinerja kepala sekolah perempuan dalam pelaksanaan supervisi pengajaran: studi multi situs di SMK Negeri 1 Sooko dan SMK Negeri 1 Kemlagi Kabupaten Mojokerto / Wawang Heru Djajanto

 

ABSTRAK Wawang Heru, Dj. 2010. Kinerja Kepala Sekolah Perempuan Dalam Melaksanakan Supervisi Pengajaran (Studi Multi Situs pada SMK Negeri 1 Sooko dan SMK Negeri 1 Kemlagi Kabupaten Mojokerto). Tesis tidak dipublikasikan, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd. (2) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd. Kata Kunci : kinerja, kepala sekolah perempuan, supervisi pengajaran. Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan masih menjadi isu menarik. Keberhasilan kepala sekolah perempuan sering tidak dianggap sebagai prestasi melainkan disebabkan adanya kebetulan yang menguntungkan saja sehingga keberhasilannya kurang mendapat pengakuan. Dalam menyikapi hal tersebut Kabupaten Mojokerto memberikan catatan tersendiri bahwa sebagai lembaga formal pembinaan profesional guru dan menjadi garapan bagi kepala sekolah perempuan. Sekolah Menengah Kejuruan adalah pendidikan formal yang merupakan dasar terbentuknya generasi muda sebagai generasi penerus bangsa. SMK Negeri 1 Sooko dan SMK Negeri 1 Kemlagi, masing-masing dipimpin oleh seorang kepala sekolah perempuan. Dalam pelaksanaan tugasnya, kepala sekolah perempuan bekerja sama dengan seperangkat anggotanya untuk mewujudkan tujuan lembaga melalui berbagai macam kegiatan diantaranya kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kinerja kepala sekolah perempuan dalam melaksanakan supervisi pengajaran dan kemampuan kepala sekolah sebagai pemimpin pengajaran sekaligus sebagai supervisor dalam segi pengembangan profesional guru serta menggerakkan berbagai macam aktivitas guru dalam mengajar, mendidik para siswa, serta mempengaruhi anggotanya dalam upaya melaksanakan dan mengembangkan program kerja yang sudah ditetapkan. Penelitian ini difokuskan pada (1) Bagaimana proses pelaksanaan supervisi oleh kepala sekolah perempuan, (2) Bagaimana pendekatan supervisi yang digunakan oleh kepala sekolah perempuan dalam melaksanakan supervisi pengajaran, (3) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah perempuan dan upaya meminimalisasi permasalahan yang timbul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi situs. Data diperoleh melalui informan kunci yang dipilih berdasarkan proporsif sampling yang dipadukan dengan snowball sampling yaitu proses pencarian data dari informan yang satu bergulir ke informan yang lain atas saran saran informan sebelumnya sesuai dengan data kebutuhan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observsasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi dengan menggunakan analisis dalam situs dan analisis lintas situs dengan teknik komparasi konstan. Pengecekan keabsahan data dilakukan bersama-sama pengumpulan data, setelah semua data terkumpul, selanjutnya diterapkan triangulasi, membercheck dan pendapat para ahli. Dari hasil penelitian ini dapat ditemukan sebagai berikut: Pertama: pengorganisasian pengajaran yang dilakukan oleh kepala sekolah perempuan meliputi pengembangan kurrikulum, penyusunan program, penyusunan persiapan mengajar, dan kegiatan pembelajaran. Kedua: pelaksanaan supervisi pengajaran yang dilakukan oleh kepala sekolah perempuan meliputi observasi kelas yang ditindaklanjuti dengan penyelesaian masalah serta memonitor kemajuan siswa. Ketiga: Untuk menciptakan iklim pengajaran yang kondusif, kepala sekolah perempuan melakukan upaya-upaya memotivasi belajar siswa, memberikan penghargaan atas keberhasilan siswa, guru yang berpotensi, serta melibatkan peranserta orang tua / wali murid dalam mendorong semangat belajar, penyelesaian masalah siswa dan pengembanagan sarana dan prasarana. Keempat: Upaya yang dilakukan dalam pembinaan profesional guru meliputi penyelenggaraan penyegaran oleh kepala sekolah, penataran dan pendidikan pelatihan. Berdasarkan temuan penelitian ini disarankan (1) kegiatan belajar mengajar hendaknya disupervisi oleh Kepala Sekolah secara intensif dan berkesinambungan, (2) hendaknaya Pengawas Sekolah bisa meningkatkan pembinaan profesional guru, (3) Kepala Sekolah bendaknya mau melakukansupervisi pengajaran untuk meningkatkan mutu, proses dan hasil pendidikan, (4) berdasarkan hasil penelitian ini hendaknya dapat dikembangkan penelitian lanjutan dengan aspek yang lebih luas, (5) disarankan kepada pemerintah sebagai pembuat kebijakan agar dapat mempertimbangkan aspek gender, sebab Kepala Sekolah perempuan tidak berbeda dengan laki-laki dalam menjalankan tugas dan pencapaian prestasi.

Kajian penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) terhadap prestasi belajar, motivasi belajar, dan sikap ilmiah siswa kelas X SMA Negeri 1 Rogojampi Kabupaten Banyuwangi pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit / Yuli Dumiyati

 

Penerapan KTSP di sekolah menekankan pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar siswa mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar secara alamiah. Pelaksanakan praktikum dalam pengajaran kimia merupakan salah satu metode yang bisa digunakan untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam pemerolehan konsep. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan metode praktikum adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap prestasi belajar, motivasi belajar, dan sikap ilmiah siswa pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental semu (quasy experimental design) dan rancangan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X semester 2 SMA Negeri 1 Rogojampi Kabupaten Banyuwangi tahun ajaran 2008/2009 yang berjumlah enam kelas yaitu kelas X.1 sampai X.6. Sampel penelitian diambil dengan teknik cluster random sampling. Dari teknik tersebut diperoleh sampel dalam penelitian ini adalah kelas X.2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X.6 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelas kontrol menggunakan metode konvensional. Perbedaan prestasi belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol dianalisis dengan uji t sedangkan motivasi belajar dan sikap ilmiah kelas eksperimen dan kelas control dideskripsikan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Prestasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan secara konvensional pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit dengan rata-rata prestasi belajar siswa kelas eksperimen mencapai 71,7 sedangkan kelas kontrol hanya mencapai 65,8, (2) Motivasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan secara konvensional pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit dengan persentase siswa yang sangat termotivasi pada kelas eksperimen mencapai 53,9% sedangkan pada kelas kontrol hanya mencapai 34,1%, (3) Sikap ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan secara konvensional pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit dengan persentase siswa kelas eksperimen yang mempunyai sikap ilmiah tinggi mencapai 46,1% sedangkan kelas kontrol hanya mencapai 14,6%.

Pengaruh komponen pembentuk modal kerja terhadap tingkat profitabilitas pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2005-2008 / Hira Kristina

 

ABSTRAK Kristina,H. 2010.Pengaruh Komponen Pembentuk Modal Kerja Terhadap Tingkat Profitabilitas pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di BEI Tahun 2005-2008. Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi.Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Triadi Agung Sudarto,SE, M.Si, Ak ; (II) Ika Putri Larasati, SE, M.Com Kata kunci : Tingkat Perputaran Modal Kerja, Perputaran Kas, Sekuritas Jangka pendek, Perputaran Piutang, Perputaran Persediaan, Perputaran Hutang Lancar, Profitabilitas, (Return On Asset) ROA. Perputaran Kas, sekuritas jangka pendek, piutang dan persediaan dan hutang lancar, sebagai komponen modal kerja dapat mempengaruhi panjang pendeknya waktu terikatnya dana dalam modal. Semakin tinggi tingkat perputaran modal kerja, menandakan semakin pendek waktu terikatnya modal dalam komponen modal kerja tersebut. Hal ini menunjukkan adanya efisiensi dalam penggunaan modalnya yang akan menaikkan tingkat profitabilitas yang dicapai perusahaan. Salah satu pengukuran kinerja berdasarkan profitabilitas adalah melalui analisis rasio profitabilitas berdasarkan Return On Asset (ROA). Pengukuran kinerja berdasarkan Return On Asset (ROA) yaitu kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan (profit) dari modal yang diinvestasikan atas keseluruhan aktiva yang dimiliki perusahaan setelah disesuaikan dengan biaya – biaya untuk mendanai aset. Penelitian ini merupakan rancangan asosiatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh antara dua variabel atau lebih yang dihipotesiskan. Jenis data adalah sekunder berupa laporan keuangan dan ICMD (Indonesian Capital Market Directory) periode 2005-2008, teknik pengumpulan data berupa teknik dokumentasdan sumber daata diambil dari PDB (Pusat Data Bisnis) UM dan website www.idx.com, periode 2005-2008. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Populasi dari penelitian ini adalah 151 perusahaan manufaktur proxy tahun akhir desember 2008 yang terdaftar di BEI tahun 2005 – 2008, Sampel perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 33 perusahaan yang dipilih secara random atau acak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan secara parsial perputaran kas berpengaruh terhadap profitabilitas (ROA), sekuritas jangka pendek berpengaruh terhadap profitabilitas (ROA), perputaran piutang berpengaruh terhadap profitabilitas (ROA), perputaran persediaan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas (ROA), perputaran hutang lancar tidak berpengaruh terhadap profitabilitas (ROA). Dan secara simultan lima variabel ini berpengaruh terhadap profitabilitas (ROA). Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan investor mampu mengukur hasil pengembalian atas investasi mereka. Bagi kreditor diharapkan sebagai pengambilan keputusan untuk menentukan lanjut atau tidaknya dalam pemberian pinjaman. Dan bagi peneliti selanjutnya agar memperhatikan faktorfaktor lain yang dapat mempengaruhi profitabilitas.

Pengembangan local area network yang terkoneksi dengan speedy di SMP Negeri I Pandaan / Rini Yuliarsih

 

Koneksi internet di SMP Negeri 1 Pandaan sudah merupakan kebutuhan, baik bagi siswa maupun guru dan stafnya. Pemanfaatan laptop sebagai media pembelajaran memaksa SMP Negeri 1 Pandaan untuk menyediakan layanan hotspot di lingkungan sekolah menggunakan kabel atau nirkabel. Jumlah pengguna yang cukup banyak mengharuskan jaringan disertai dengan topologi yang tepat dan pengaturan hak akses. Secara umum Pengembangan Local Area Network yang Terkoneksi dengan Speedy di SMP Negeri 1 Pandaan terdapat beberapa rumusan masalah yang harus diselesaikan, diantaranya bagaimana desain topologi jaringan yang tepat dan efisien agar koneksi internet bisa dinikmati oleh semua klien. Rumusan masalah yang kedua adalah bagaimana mengatur IP address yang tepat agar komputer siswa tidak bisa akses file guru yang di-share untuk kepentingan internal guru. Untuk menghasilkan jaringan yang tepat dalam menyelesaikan rumusan masalah diatas desain topologi menggunakan heararchical. Hak akses dan pengaturan kapasitas bandwidth dilakukan pada router mikrotik RB750. Pengaturan difokuskan pada tingkatan pengguna mulai dari siswa, guru, pengguna laboratorium maupun pengunjung sekolah atau tamu. Masing-masing pengguna diberi password dan kapasitas bandwidth yang berbeda. Pengembangan Local Area Network yang Terkoneksi dengan Speedy di SMP Negeri 1 Pandaan menghasilkan sebuah jaringan yang dibagi dalam tiga group LAN dan menghubungkan seluruh komputer sekolah sebanyak 75 unit.Batasan maksimal jumlah klien yang bisa koneksi internet sebanyak 71 klien,termasuk administrator. Meski demikian, akses internet pada saat digunakan secara bersamaan sangat lambat. Selama uji coba, kecepatan akses internet yang ideal ketika hanya digunakan oleh 21 komputer dan 10 laptop menggunakan koneksi wireless.

Profil pengrajin mebel Bukir Pasuruan ditinjau dari persepsi pendidikan terhadap keberhasilan usaha / Lucida Pertiwi

 

ABSTRAK Pertiwi, Lucida. 2009. Profil Pengrajin Mebel Bukir Pasuruan Ditinjau dari Persepsi Pendidikan Terhadap Keberhasilan Usaha.Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) Prof.Dr. J.G. Nirbito, M.Pd, (2)Drs. Sapir S.sos, M. Si. Kata kunci: Pendidikan, keberhasilan usaha. Pendidikan merupakan kunci yang menjadi salah satu aspek penting dalam menghadapi tantangan kehidupan dunia yang semakin maju. Untuk memperoleh tingkat pendidikan yang tinggi harus dilakukan dengan menempuh pendidikan formal. Berdasarkan kesimpulan dan saran dari peneliti maka jika mengadakan penelitian kembali perlu mengkaji pada subyek yang lebih luas. Selain itu, juga menggunakan instrumen pengumpulan data yang lebih beragam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif peneliti sebagai insrtumen kunci dengan metode survei. Populasi dari penelitian ini adalah para pengrajin mebel yang berjumlah 243. Teknik sampling yang digunakan adalah random atau acak dengan sampel 60 pengrajin mebel. Untuk mengukur latar belakang pendidikan dan keberhasilan usaha peneliti menggunakan angket, wawancara dengan perangkat desa dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif, yaitu aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus-menerus pada setiap tahapan penelitian sampai tuntas. Menyusun secara sistematis data yang diperoleh kemudian membuat kseimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Pendidikan pengrajin mebel tertinggi dan jumlahnya yang paling banyak adalah Perguruan Tinggi. Sedangkan pendidikan yang jumlahnya paling rendah adalah SMP. Perkembangan usaha mebel dalam kategori besar paling banyak adalah pengrajin yang tingkat pendidikannya SD. Pendidikan nonformal dan informal merupakan pendidikan yang membawa pengrajin menuju keberhasilan. Pengrajin mebel di Bukir sudah mampu menjual produksi mebelnya sesuai dengan keinginan pasar dan mampu bersaing sehingga bisa mendapatkan keuntungan dan keberhasilan usaha itu terwujud. Strategi yang tepat pada saat krisis terjadi mutlak diperlukan untuk menjaga perkembangan usaha agar tetap konsisten.Persepsi pengrajin tentang pendidikan adalah penting. Modal dan keterampilan juga harus dipenuhi sebelum seseorang menjalankan usaha. Ketiganya adalah sama-sama mendukung dalam berwirausaha mebel. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan untuk Pemkot Dinas Perindustrian di Pasuruan hendaknya lebih mengintensifkan pemberian pelatihan atau penyuluhan tentang kiat-kiat menjadi pengusaha yang baik dan benar dengan mengadakan seminar diklat, magang, studi banding, temu usaha, promosi, pengembangan teknologi dengan mebel dari luar Pasuruan. Prospek kedepannya diharapkan produk mebel Bukir dapat berkembang lebih maju lagi dan dapat menembus pasar internasional.

Peranan desa dalam pembangunan lima tahun / oleh Parini Widjajanti

 

Kenakalan remaja dalam hubungannya dengan kecelakaan lalu-lintas jalan di Kabupaten Tulungagung
oleh Sukadi

 

Pengembangan VCD latihan pliometrik untuk meningkatkan kelincahan / Teguh Yulianto

 

ABSTRAK Yulianto, Teguh. 2009. Pengembangan VCD Latihan Pliometrik untuk Meningkatkan Kelincahan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Wasis Dwiyogo, M.Pd (II) Drs. H. Sugiyanto. Kata Kunci: Pengembangan, VCD, Latihan Pliometrik, Kelincahan. Pelatih memperoleh materi latihan terbatas dari pengalaman sebagai pemain, sehingga materi latihan yang diberikan kepada atlet hanya terbatas pada hasil pengalaman pelatih selama jadi pemain. Dengan terbatasnya materi yang diberikan oleh pelatih , atlet menjadi jenuh dan bosan dalam berlatih. Sehingga tingkat kelincahan atlet menjadi sangat rendah. Sedangkan kelincahan merupakan komponen dasar dalam setiap cabang olahraga. Peneliti mengembangkan latihan pliometrik karena latihan pliometrik merupakan salah satu bentuk latihan untuk meningkatkan kelincahan. Latihan pliometrik dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Dalam pengembangan VCD latihan Pliometrik untuk meningkatkan kelincahan menggunakan model pengembangan instruksional dari sadiman (2003:38), yaitu yang terdiri dari: (1) Penemuan ide, pengumpulan berbagai informasi sebagai kajian pustaka dan observasi lapangan. (2) Penulisan naskah media (hasil produk) berisi rancangan pembelajaran latihan pliometrik. (3) Evaluasi produk oleh ahli. (4) Revisi produk I, dilakukan oleh ahli. (5) Produk prototipe, dilakukan dengan pengambilan gambar produk dengan media audio visual (video). (6) Uji coba prototipe, uji coba (kelompok kecil). (7) Revisi produk II, revisi dari uji coba (kelomok kecil). (8) Uji lapangan (kelompok besar). (9) Reproduksi, penyempurnaan produk. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk ahli dan atlet. Dengan kualifikasi 1 ahli media dan 2 ahli pliometrik, sedangkan untuk atlet dilakukan uj coba (kelompok kecil) sebanyak 5 orang dan uji coba lapangan (kelompok besar) sebanyak 20 orang. Hasil penilaian atau evaluasi model latihan ini yaitu sebagai berikut: dari ahli media yaitu 81,62% , dari ahli pliometrik 86,98%, dari uji coba kelompok kecil 83,1% dan dari uji lapangan 88,59%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa VCD latihan pliometrik untuk meningkatkan kelincahan dapat digunakan dan dipraktekan. Saran-saran dalam penelitian ini antara lain: (1)Sebelum disebarluaskan sebaiknya produk ini disusun kembali menjadi lebih baik, baik isi maupun materi yang dikembangkan, (2) Produk pengembangan VCD latihan pliometrik untuk meningkatkan kelincahan dapat digunakan oleh pelatih dan atlet, maka sebaikya dicetak lebih banyak lagi, (3) Hasil pengembangan ini hanya sampai tersusun sebuah produk, belum sampai pada tingkat efektifitas produk yang dikembangkan jadi sebaiknya dilanjutkan pada penelitian mengenai efektifitas produk yang dikembangkan.

Meningkatkan keterampilan berbicara melalui metode tim kuis dengan media gambar siswa kelas IV MI Darul Ulum Kisik Kalirejo Kraton Pasuruan / Arif Rahman Hakim

 

Kata kunci : Metode Tim Kuis, Keterampilan Berbicara, MI Darul Ulum MI Darul Ulum adalah salah satu Madrasah Ibtidaiyah swasta yang terletak di Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan observasi di kelas IV dan wawancara terhadap guru kelas diketahui bahwa terdapat permasalahan yang cukup kompleks pada pembelajaran bahasa Indonesia, yaitu kemampuan belajar, kemampuan berpikir dan sikap siswa terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia yang dapat berimbas pada hasil belajar siswa yang diperoleh rendah. Penelitian ini bertujuan: (1) mendiskripsikan bagaimana penerapan keterampilan berbicara melalui metode Tim Kuis di kelas IV MI Darul Ulum, (2) mendiskripsikan apakah penerapan keterampilan berbicara melalui metode Tim Kuis dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas IV MI Darul Ulum Pasuruan. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan mulai Februari 2010 sampai akhir Mei 2010. Tindakan kelas dilaksanakan bulan April 2010 sampai Mei 2010. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV MI Darul Ulum Pasuruan yang terdiri dari 34 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan keterampilan berbicara melalui metode Tim Kuis pada mata pelajaran bahasa Indonesia dapat meningkatkan: (1) kemampuan belajar siswa dari yang semula kurang fokus menjadi lebih fokus dalam belajar, (2) kemampuan berpikir dari membuat pertanyaan pada setiap siklus mengalami peningkatan dari yang semula menggunakan bahasa yang kurang baku dan singkat menjadi bahasa yang baku dan tidak singkat lagi, (3) kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan juga mengalami peningkatan pada setiap siklus yakni, dari yang semula menggunakan bahasa yang kurang baku dan singkat menjadi bahasa yang baku dan tidak singkat lagi, (4) rasa senang siswa terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia juga mengalami peningkatan dari yang semula sering bosan dengan mata pelajaran bahasa Indonesia menjadi lebih bersemangat dalam mempelajari bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada kepala sekolah agar dapat memotifasi guru-gurunya untuk menerapkan metode ini dan juga memperhatikan kelebihan dan kekurangannya, sehingga bisa disesuaikan dengan kondisi siswanya serta dapat meningkatkan mutu pencapaian tujuan pendidikan.

Pengaruh sejumlah faktor yang mempengaruhi pembelajaran akuntansi terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI jurusan IPS di SMA Negeri I Puri Mojokerto tahun ajaran 2009/2010 / Fety Diah Wahyuningsih

 

ABSTRAK Diah, Fety W. 2009. Pengaruh Sejumlah Faktor yang Mempengaruhi Pembelajaran Akuntansi terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Pada Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Puri Mojokerto Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi. Program Studi Pendidikan Akuntansi FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) DR.Nurika Restuningdiah, SE., M.Si., AK, Pembimbing (II) Sri Pujiningsih, SE., M.Si., AK Kata Kunci: faktor intern, faktor ekstern, prestasi belajar Rendahnya prestasi belajar akuntansi disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain karena faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor yang timbul dari dalam diri siswa itu sendiri. Faktor ekstern adalah faktor yang datang dari luar diri siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menjelaskan apakah faktor intern yang diproksi oleh minat belajar, persepsi terhadap bahan pelajaran, cara belajar, motivasi dan kesehatan jasmani yang mempengaruhi pembelajaran akuntansi berpengaruh terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Puri Mojokerto, (2) menjelaskan apakah faktor ekstern yang diproksi oleh lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat yang mempengaruhi pembelajaran akuntansi berpengaruh terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Puri Mojokerto, dan (3) menjelaskan apakah faktor intern dan ekstern yang mempengaruhi pembelajaran akuntansi yang diproksi oleh minat belajar, persepsi terhadap bahan pelajaran, cara belajar, motivasi, kesehatan jasmani, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat berpengaruh secara simultan terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Puri Mojokerto. Penelitian dilaksanakan di SMAN 1 Puri Mojokerto dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Metode pengambilan sampel menggunakan proporsional random sampling dengan menetapkan kelas XI IPS sebagai kelas sampel Sampel yang digunakan sebanyak 36 siswa. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksplanasi. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil sebagai berikut: (a) terdapat pengaruh antara minat belajar, persepsi terhadap bahan pelajaran, cara belajar, lingkungan keluarga, dan masyarakat secara parsial terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Puri Mojokerto, (b) tidak terdapat pengaruh antara motivasi, kesehatan jasmani dan lingkungan sekolah secara parsial terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Puri Mojokerto, (c) terdapat pengaruh antara variabel faktor intern dan ekstern secara simultan terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Puri Mojokerto. Saran yang diberikan (a) guru sebaiknya menghubungkan bahan pelajaran yang diberikan dengan persoalan pengalaman yang dimiliki siswa, sehingga siswa mudah menerima bahan pelajaran,(b) hendaknya memberikan penyajian materi yang lebih menyenangkan, (c) siswa harus dilatih untuk memberi saran, mengeluarkan pendapat, bertanya, memecahkan soal, menganalisis, dan sebagainya, (d) memotivasi siswa untuk lebih menyukai pelajaran akuntansi, (e) memberikan alat penunjang bagi siswa yang mempunyai kekurangan/cacat fisik, orang tua juga harus memperhatikan kesehatan dan gizi anaknya, (f) memberikan pengertian dan kasih sayang disertai dengan bimbingan akan sangat perlu untuk mensukseskan belajar anak, (g) sebaiknya guru mengganti metode ceramah dengan metode-metode baru, dan (h) sebaiknya membatasi/mengurangi pergaulan yang kurang bermanfaat.

Beberapa masalah perumusan tujuan instruksional khusus dalam bidang studi Pendidikan Moral Pancasila di SMP Negeri IV Malang di Kepanjen
oleh Rohadi

 

Pengembangan paket pelatihan keterampilan komunikasi interpersonal untuk meningkatkan perilaku asertif siswa SMP / Kanti Wahyuningtias

 

ABSTRAK Wahyuningtias, Kanti. 2009. Pengembangan Paket Pelatihan Keterampilan Komunikasi Interpersonal untuk Meningkatkan Perilaku Asertif Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra Elia Flurentin, M. Pd, (2) Dra. Henny Indreswari, M Pd. Kata Kunci: Pengembangan, paket, pelatihan keterampilan komunikasi interpersonal, asertif, siswa SMP Berkomunikasi adalah suatu keharusan bagi manusia. Komunikasi memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan fungsi yang paling pokok dalam berinteraksi. Komunikasi merupakan landasan dari semua hubungan interpersonal. Siswa SMP berada pada masa remaja awal sering mengalami permasalahan penyesuaian diri dan sosial. Remaja harus menyesuaikan diri dengan orang lain selain dengan keluarga, khususnya dengan teman sebaya. Penyesuaian diri remaja sering kali membuat remaja tidak dapat berperilaku asertif, karena merasa takut akan ditolak oleh kelompoknya. Untuk itu diperlukan keterampilan komunikasi interpersonal agar remaja lebih berani bersikap tegas (asertif). Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan paket pelatihan keterampilan komunikasi interpersonal sehingga dapat meningkatkan perilaku asertif siswa. Produk pengembangan yang dihasilkan berupa buku panduan untuk konselor, buku panduan untuk siswa, dan buku materi pelatihan. Prosedur yang digunakan dalam mengembangkan paket pelatihan keterampilan komunikasi interpersonal untuk meningkatkan perilaku asertif ini, menggunakan model pengembangan yang diadaptasi dari Borg and Gall (1983). Adapun prosedur pengembangan yang dipakai meliputi need assessment, menetapkan prioritas kebutuhan, merumuskan tujuan pengembangan paket pelatihan keterampilan komunikasi interpersonal, menyusun prototipe paket pelatihan keterampilan komunikasi interpersonal, uji ahli bimbingan dan konseling (dosen Universitas Negeri Malang) dan ahli bahasa (guru bahasa Indonesia), dan uji lapangan (15 siswa). Hasil uji ahli bimbingan dan konseling dan ahli bahasa menunjukkan bahwa paket pelatihan keterampilan komunikasi untuk meningkatkan perilaku asertif sesuai digunakan sebagai panduan konselor di sekolah. Hasil uji lapangan menunjukkan bahwa paket pelatihan keterampilan komunikasi interpersonal untuk meningkatkan perilaku asertif siswa SMP efektif digunakan sebagai panduan pelatihan. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis rambu-rambu penilaian perilaku siswa yang bisa berperilaku asertif setelah mengikuti pelatihan. Sesuai dengan hasil penelitian, maka saran yang ingin disampaikan adalah bagi konselor yang akan menggunakan buku panduan diharapkan memiliki pendidikan Sarjana Bimbingan Konseling dan Psikologi sehingga bisa lebih mudah memahami materi yang dimaksud dalam pelatihan ini. Selain itu untuk menghasilkan perubahan perilaku yang diharapkan pada siswa maka konselor hendaknya memberikan dorongan kepada siswa untuk terus berlatih menggunakan teknik-teknik yang telah diajarkan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan bagi peneliti selanjutnya, hendaknya melakukan uji efektivitas karena uji lapangan yang dilakukan peneliti hanya menggunakan rambu-rambu penilaian yang langsung dievaluasi setelah melakukan pelatihan, jadi belum diketahui perilaku siswa di luar kelas. Peneliti selanjutnya juga diharapkan lebih memperluas kajian penelitiannya pada SMP lain dan MTS baik negeri maupun swasta.

Hak dan kewajiban warga negara menurut Undang-Undang Dasar 1945
oleh Sumiyati

 

Pengembangan model asesmen otentik dalam pembelajaran keterampilan berbahasa lisan di SMA / Sri Wahyuni

 

ABSTRAK Wahyuni, Sri. 2009. Pengembangan Model Asesmen Otentik dalam Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Indonesia Lisan di SMA. Disertasi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana Univerisitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Ah. Rofi’uddin, M.Pd, (II) Prof. Dr. H. Imam Syafi’ie, dan (III) Dr. H. Sumadi, M.Pd. Kata-kata kunci: pengembangan, asesmen otentik, keterampilan berbahasa Indonesia lisan Asesmen otentik adalah penilaian yang dilakukan secara komprehensif berkenaan dengan seluruh aktivitas pembelajaran, meliputi proses dan produk belajar sehingga seluruh usaha peserta didik yang telah dilakukannya mendapat penilaian. Asesmen otentik menuntut peserta didik untuk berunjuk kerja dalam situasi yang konkret dan sekaligus bermakna. Asesmen otentik dalam penelitian ini diterapkan untuk mengukur keterampilan berbahasa Indonesia lisan di SMA. Keterampilan ini dijadikan fokus karena evaluasi pembelajaran terhadap keterampilan berbahasa lisan selama ini masih belum maksimal, belum sepenuhnya mampu menggambarkan kemampuan berbahasa lisan perserta didik secara nyata. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengembangkan model asesmen otentik dalam pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia lisan di SMA. Secara khusus, tujuan yang hendak dicapai melalui penelitian ini adalah (1) mengembangkan perangkat model asesmen otentik dalam pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia lisan di SMA dan (2) menguji ketepatan dan efektivitas perangkat yang mendukung model asesmen otentik melalui uji ahli, telaah guru, tanggapan siswa, dan uji lapangan. Model pengembangan penelitian ini diadaptasi dari Model Pengembangan R2D2 (Reflective, Recursive Design and Development) Willis dan Model Asesmen Bahasa Lisan O’malley & Pierce. Produk ini dikembangkan melalui langkah (1) pembentukan tim kolaboratif, (2) studi pendahuluan (tahap pemfokusan), (3) merencanakan asesmen, mendesain dan mengembangkan produk asesmen, mengadakan uji coba produk, merevisi produk (tahap perenca-naan dan pengembangan), dan (4) pemaketan akhir dan penyebaran (tahap diseminasi). Uji coba produk dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan quasi eksperimen untuk uji lapangan. Subjek uji pengembangan produk dalam penelitian ini adalah ahli psikologi pendidikan, ahli teknologi pendidikan, ahli perancang pembelajaran bahasa, ahli evaluasi pembelajaran bahasa, ahli bahasa, guru dan siswa SMA Negeri 01, SMA Negeri 4, dan SMA Wahid Hasyim Malang. Data dalam penelitian ini terdiri dari dua macam, yaitu data kualitatif dan kuantitatif yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik (1) dokumentasi, (2) angket, (3) observasi, dan (4) asesmen otentik. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan metode statistik deskriptif untuk melihat persentase jawaban dari para ahli, guru, dan siswa. Khusus untuk data hasil uji lapangan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis uji-t sampel berpasangan. Hasil pengembangan produk penelitian ini berupa Perangkat Asesmen Otentik dalam Keterampilan Berbahasa Indonesia Lisan di SMA, yang meliputi (a) perencanaan asesmen, (b) pemetaan asesmen, (c) instrumen dan rubrik asesmen, (d) standar penilaian, dan (e) kesimpulan nilai. Untuk memudahkan guru dalam melaksanakan asesmen otentik, produk penelitian ini dilengkapi dengan VCD model penerapannya. Berdasarkan hasil uji pengembangan produk, secara umum model asesmen otentik yang dikembangkan sudah sangat memadai. Hasil uji ahli secara umum sangat memadai. Dari hasil uji ahli tersebut ditemukan kelebihan produk seperti keunggulan asesmen yang dikembangkan selain juga ditemukan beberapa kelemahan. Beberapa kelemahan misalnya kejelasan suatu konsep, kebenaran isi pada kompetensi tertentu, dan sebagainya. Beberapa kelemahan yang ditemukan para ahli ini selanjutnya dijadikan pijakan untuk merevisi produk penelitian ini. Hasil telaah guru secara umum menunjukkan hasil sangat baik, dalam arti produk secara umum sangat mudah diterapkan. Hasil tanggapan siswa terhadap model asesmen yang diterapkan secara umum menunjukkan hasil cukup baik, dalam arti mereka cukup senang dengan model asesmen tersebut. Dari sepuluh kategori, mayoritas persentase tanggapan menunjukkan mereka cukup senang dengan model asesmen ini. Uji lapangan melalui panelitian quasi eksperimen menunjukkan hasil yang efektif. Dari kelima analisis data statistik di lima kelas uji coba, keseluruhannya menunjukkan hasil yang sama, yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai prates dan postes. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model asesmen otentik yang dikembangkan efektif digunakan dalam mengevaluasi pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia lisan siswa SMA. Revisi produk dilakukan berdasarkan simpulan yang diperoleh dari kegiatan analisis data uji coba produk. Komentar dan saran dari ahli psikologi pendidikan, ahli perancang pembelajaran, ahli evaluasi pembelajaran bahasa, ahli bahasa, dan guru dijadikan acuan untuk keperluan revisi produk pengembangan. Revisi produk tidak hanya dilakukan pada bagian produk yang dinilai kurang memadai saja, tetapi juga pada bagian produk yang dinilai cukup/sangat memadai tetapi ada saran yang memang membuat produk ini menjadi lebih baik lagi.

Studi venasi pada beberapa tumbuhan tergolong suku araceae di kota Malang / Ema Tjahyani

 

ABSTRAK Tjahyani, Ema. 2010. Studi Venasi Daun Pada Beberapa Tumbuhan Tergolong Suku Araceae di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S. (II) Drs. Sulisetijono, M.Si Kata kunci: bentuk daun, tipe venasi, peruratan interkosta, pola ujung peruratan, suku Araceae, Araceae terdiri dari 106 marga yang meliputi lebih dari 3.300 jenis, dan Indonesia merupakan kawasan yang memiliki keanekaragaman paling besar sekitar 31 marga. Salah satu daerah sebaran suku ini adalah di pulau Jawa. Berdasarkan observasi, suku Araceae memiliki banyak variasi bentuk daun dan pola venasi. Variasi bentuk daun dan pola venasi tumbuhan suku Araceae, dimungkinkan ikut mewarnai keindahan dari daunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk helaian daun tumbuhan tergolong suku Araceae yang ditemukan di kota Malang, mengetahui pola venasi daun tumbuhan tergolong suku Araceae yang ditemukan di kota Malang, mengetahui keterkaitan bentuk daun dengan pola venasi tumbuhan tergolong suku Araceae yang ditemukan di kota Malang. Obyek penelitian dalam penelitian ini adalah daun beberapa tumbuhan tergolong suku Araceae di kota Malang. Sampel diambil di daerah sekitar kampus Universitas Negeri Malang dengan radius 3 km. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang pada bulan Maret - Desember 2009. Penelitian deskriptif eksploratif dengan mendeskripsikan bentuk, tipe venasi, pola peruratan, dan pola ujung peruratan daun. Metode yang digunakan adalah metode “leaf clearing” menggunakan alkohol 70% dan KOH 10% (Sulisetijono, dkk. 2001). Hasil penelitian terhadap 13 macam tumbuhan tergolong suku Araceae yang terkelompok ke dalam 6 marga, memiliki 3 macam bentuk daun yaitu perisai, jantung, dan bulat telur. Pola venasi daunnya terkelompok menjadi 2 tipe venasi tunggal dan 3 tipe venasi gabungan yaitu semicraspedodromous, craspedodromous, actinodromous-craspedrodomous, brochidodromous-actinodromous, dan campylodromous-brochidodromous. Ujung peruratan umumnya beranastomosis dan ada yang berujung bebas yaitu pada Aglaonema crispum. Keterkaitan bentuk daun dengan pola venasi yaitu tipe venasi dapat ditentukan oleh bentuk daun dan pola pertulangannya, sedangkan pola pertulangan ditentukan oleh jumlah vena primernya. Bentuk daun dengan pola pertulangan menjari dapat memiliki tipe venasi gabungan, sebaliknya bentuk daun yang memiliki pola pertulangan menyirip memiliki tipe venasi tunggal saja

Desa Tenganan Pegeringsingan (suatu tinjauan beberapa segi adat kebiasaan) / oleh I Gusti Ngurah Pastika

 

Implementasi pembelajaran kooperatif model think pair share (TPS) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan (Studi pada siswa kelas X SMK PGRI 2 Sutojayan Blitar) / Dhimas Bagus Widdy A.

 

ABSTRAK Bagus, Dhimas Widdy A. 2009. Implementasi Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair Share (TPS) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Diklat Kewirausahaan (Studi Pada Siswa Kelas X SMK PGRI 2 Sutojayan- Blitar). Skripsi, Jurusan Manajemen Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran. FE. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Nyoman Suputra, M.Si (II) Imam Bukhori, S.Pd, M.M. Kata kunci: model pembelajaran kooperatif, think pair share (TPS), hasil belajar Guru memiliki peranan yang besar dalam upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik di sekolah. Berangkat dari fakta yang diperoleh peneliti selama observasi di SMK PGRI 2 Sutojayan Blitar khususnya pada mata diklat Kewirausahaan siswa kelas X masih disampaikan dengan metode ceramah. Dari sini peneliti mencoba menggunakan model pembelajaran think pair share (TPS) untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa akan meningkat dengan dikembangkannya model ini dalam proses pembelajaran khususnya pada mata diklat Kewirausahaan kelas 1. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa akan meningkat setelah diterapkan model pembelajaran TPS. Peneliti mengadakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang termasuk dalam penelitian kualitatif. Adapun tahapan-tahapan yang terdapat dalam PTK adalah tahap perencanaan tindakan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, dan diakhiri dengan tahap refleksi untuk menilai kemajuan dan ketuntasan belajar siswa. Data-data yang dipergunakan untuk menilai proses selama PTK berlangsung bersumber dari nilai siswa, data observasi aktvitas guru dan siswa, data hasil wawancara, angket, dan catatan lapangan. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh adanya peningkatan nilai rata-rata dari ranah kognitif siswa pada pre test materi membuat keputusan 35,00 menjadi 64,83 pada post test pertama dengan materi yang sama. Pada saat peneliti melanjutkan ke siklus II terjadi peningkatan skor post test kedua menjadi 82,59. Respon yang diberikan peserta didik juga sangat positif yang diperoleh dari wawancara dan angket yang diberikan kepada siswa. Pada akhir kegiatan penelitian yang dilakukan, akhirnya dapat disimpulkan bahwa pengembangan metode pembelajaran kooperatif dengan model TPS dalam proses kegiatan belajar mengajar dapat meningkatkan hasil belajar siswa (aspek kognitif). Kategori tingkat keberhasilan peneliti juga meningkat seiiring dengan diterapkannya model TPS ini pada proses belajar siklus I ke siklus II materi membuat keputusan. Tetapi masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi lagi yaitu alokasi waktu yang harus diperhatikan dalam setiap tahapan dalam model TPS ini, motivasi dan arahan pada siswa harus diberikan secara intens untuk memacu semangat dan keberanian siswa, siswa diharapkan mempersiapkan terlebih dahulu segala sesuatu sebelum pelaksanaan pembelajaran di kelas, dan adanya tindak lanjut dari peneliti berikutnya sangat diharapkan dalam usahanya untuk mengembangkan model TPS ini dalam KBM.

Pancasila sebagai jiwa Undang-Undang Dasar 1945 / oleh Sutrisno

 

Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen pada bromo view hotel Probolinggo / Ayu Dwi Septiana

 

ABSTRAK Septiana, Ayu Dwi. 2009. Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Bromo View Hotel Probolinggo. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (i) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si, (ii) Drs. Agus Hermanan, M.Si, M.Bus. Kata kunci: Kualitas Pelayanan, Kepuasan Konsumen Dewasa ini perhatian terhadap kepuasana maupun ketidakpuasan pelanggan telah semakin besar. Semakin banyak pihak yang menaruh perhatian terhadap hal ini. Pihak yang paling banyak berhubungan langsung dengan kepuasan atau tidak kepuasan konsumen adalah pemasar, konsumen, konsumeris, dan peneliti perilaku konsumen. Dalam usaha perhotelan yang menjadi sudut pandang adalah arti kepuasan para konsumen atau pelanggan. Untuk mencapai kepuasan itu maka diperlukan variabel-variabel yang menjadi sarana dalam mencapainya. Variabel-variabel tersebut antara lain, kehandalan, daya tanggap, empati, jaminan, dan bukti fisik. Oleh karena itu Bromo View Hotel Probolinggo harus dapat memenuhi lima variabel tersebut agar kepuasan para konsumen dapat terpenuhi. Karena dengan terpenuhinya kepuasan konsumen maka dapat menjadi sarana bagi Bromo View Hotel Probolinggo untuk terus mendapatkan pelanggannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan Bromo View Hotel Probolinggo. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah keandalan, daya tanggap, empati, jaminan, dan bukti fisik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini keseluruhan pelanggan Bromo View Hotel Probolinggo, yakni rata-rata 464 pelanggan perbulan dan sampel berjumlah 82 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling dengan menggunakan instrumen kuesioner. Skala yang digunakan adalah skala likert dengan 5 (lima) opsi pilihan jawaban. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi, wawancara, dan kuesioner. Penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS versi 12.0 for Windows. Dari hasil penelitian diketahui bahwa variabel keandalan (X1) memiliki nilai B = 0, 213; nilai thitung = 2,445. Nilai ini selanjutnya dikonfirmasikan dengan signifikansi t = 0, 017 dimana sig t < 0,05. Dengan demikian variabel keandalan berpengaruh positif yang siginifikan terhadap kepuasan konsumen. Variabel daya tanggap (X2) memiliki nilai B = 0,264; nilai thitung = 2,300. Nilai ini selanjutnya dikonfirmasikan dengan signifikasi t = 0,024 dimana sig t < 0,05. Dengan demikian variabel daya tanggap berpengaruh positif yang siginikan terhadap kepuasan konsumen. Variabel jaminan (X3) memiliki nilai B = 0,364; nilai thitung = 3,669. Nilai ini selanjutnya dikonfirmasikan dengan signifikasi t = 0,000 dimana sig t < 0,05. Dengan demikian variabel jaminan berpengaruh positif yang siginikan terhadap kepuasan konsumen. Variabel empayi (X4) memiliki nilai B = 0,254; nilai thitung = 2,842. Nilai ini selanjutnya dikonfirmasikan dengan signifikasi t = 0,006 dimana sig t < 0,05. Dengan demikian variabel empati berpengaruh positif yang siginikan terhadap kepuasan konsumen. Sedangkan untuk variabel bukti fisik (X5) memiliki nilai B = 0,159; nilai thitung = 2,436. Nilai ini selanjutnya dikonfirmasikan dengan signifikasi t = 0,017 dimana sig t < 0,05. Dengan demikian variabel bukti fisik berpengaruh positif yang siginikan terhadap kepuasan konsumen. Dari hasil analisis regresi linear berganda dari penelitian ini didapatkan persamaan regresi berganda: Y = -4,550 + 0,213X1+ 0,264X2 + 0,364X3 + 0,254X4 + 0,159X5. Berdasarkan persamaan ini maka dapat diketahui nilai koefisien ini, maka dapat diketahui nilai koefisien regresi variabel keandalan bernilai 0,231 diartikan keandalan dinaikkan sebesar 100%, maka nilai kepuasan konsumen naik sebesar 0,231. Sumbangan efektif (SE) keandalan (X1) terhadap kepuasan konsumen (Y) adalah 12,10%. Variabel daya tanggap bernilai 0,264 diartikan keandalan dinaikkan sebesar 100%, maka nilai kepuasan konsumen naik sebesar 0,264. Sumbangan efektif (SE) daya tanggap (X2) terhadap kepuasan konsumen (Y) adalah 11, 90%. Variabel jaminan bernilai 0,364 diartikan keandalan dinaikkan sebesar 100%, maka nilai kepuasan konsumen naik sebesar 0,364. Sumbangan efektif (SE) jaminan (X3) terhadap kepuasan konsumen (Y) adalah 17,29%. Variabel empati bernilai 0,254 diartikan keandalan dinaikkan sebesar 100%, maka nilai kepuasan konsumen naik sebesar 0,254. Sumbangan efektif (SE) empati (X4) terhadap kepuasan konsumen (Y) adalah 13,20%. Variabel bukti fisik bernilai 0,159 diartikan keandalan dinaikkan sebesar 100%, maka nilai kepuasan konsumen naik sebesar 0,159. Sumbangan efektif (SE) bukti fisik (X5) terhadap kepuasan konsumen (Y) adalah 10,71%. Dari hasil sumbangan efektif ini dapat diketahui bahwa SE X3 memiliki persentase yang paling besar dibandingkan variabel lainnya. Sehingga variabel jaminan mempunyai pengaruh yang dominan terhadap kepuasan konsumen. Selain itu didapatkan juga nilai Fhitung sebesar 28,498 serta nilai koefisien determinasi sebesar 0,629 yang memiliki arti bahwa kualitas pelayanan secara simultan mempengaruhi kepuasan konsumen sebesar 62,9 % sedangkan sisanya 37,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dideskripsikan dalam penelitian ini. Berdasarakn penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara parsial ada pengaruh positif yang signifikan keandalan terhadap kepuasan konsumen pada Bromo View Hotel Probolinggo, ada pengaruh positif yang signifikan daya tanggap terhadap kepuasan konsumen pada Bromo View Hotel Probolinggo, ada pengaruh positif yang signifikan jaminan terhadap kepuasan konsumen pada Bromo View Hotel Probolinggo, ada pengaruh positif yang signifikan empati terhadap kepuasan konsumen pada Bromo View Hotel Probolinggo, ada pengaruh positif yang signifikan bukti fisik terhadap kepuasan konsumen pada Bromo View Hotel Probolinggo. Secara simultan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik secara simultan terhadap kepuasan konsumen pada Bromo View Hotel Probolinggo. Selain itu, diketahui jaminan memiliki pengaruh dominan terhadap kepuasan pelanggan. Dengan hasil penelitian ini saran yang dapat diberikan adalah lebih meningkatkan lagi kualitas pelayanan sesuai dengan standar yang telah ditentukan karena sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan kesan yang ditampilkan. Tujuan dari kenyaman dan kesan yang baik dapat meberikan kepuasan tersendiri kepada konsumen sehingga konsumen tidak berpindah kepada hotel-hotel pesaing.

Penanggulangan penyalah gunaan narkotika dan pembinaan generasi muda
oleh Juni Trihariati

 

Pengaruh penerapan media pembelajaran E-Learning berbasis Weblog terhadap motivasi dan hasil belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Malang / Sashi Kirana

 

Kata Kunci : Pembelajaran e- learning, weblog, motivasi, hasil belajar. Perkembangan teknologi informasi dengan kecepatan yang sangat tinggi salah satunya adalah internet berpotensi merubah seseorang untuk belajar. E- learning adalah pembelajaran jarak jauh yang memanfaatkan internet. Salah satu aplikasi dari e- learning adalah weblog. Media pembelajaran e- learning berbasis weblog dapat memberikan efektifitas dalam hal waktu, tempat, proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan sehingga meningkatkan motivasi belajar siswa dan hasil belajar siswa. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan media pembelajaran e- learning berbasis weblog (X1), sedangkan variabel terikat adalah motivasi belajar siswa (Y1) dan hasil belajar siswa (Y2). Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, dan kuesioner. Skala yang digunakan adalah skala model likert dengan empat pilihan jawaban. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, analisis uji t independent test dan analisis U Mann Whitney. Berdasarkan hasil analisis data, dapat dilihat bahwa: (1) Media pembelajaran e- learning berbasis weblog dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Malang, karena pembelajaran disajikan lebih menarik sehingga siswa tidak cepat bosan ketika pembelajaran. (2) Media pembelajaran e- learning berbasis weblog dapat meningkatkan hasil belajar siswa siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Malang, karena siswa dapat belajar dari berbagai sumber belajar dan banyak mengerjakan latihan soal sehingga siswa lebih paham dengan materi akuntansi. Keterbatasan penelitian ini adalah, pengumpulan data motivasi belajar hanya dari kuesioner dan hanya diberikan pada akhir pertemuan saja setelah diberi perlakuan, penilaian hasil belajar hanya dari ranah kognitif, blog masih memanfaatkan media freeonline. Saran dalam penelitian ini adalah, hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi kepala sekolah untuk memperbaiki sistem pembelajaran dan fasilitas sekolah, sehingga terjadi perbaikan pada kualitas pembelajaran yang inovatif dan kreatif, bagi para guru harus meningkatkan kemampun mengajar yang lebih kreatif, inovatif, dan memanfaatkan media yang ada seoptimal mungkin agar pembelajaran menjadi lebih berkualitas, bagi para siswa agar meningkatkan kemandirian dan kreatifitas dalam mencari sumber belajar, bagi penelitian selanjutnya yang akan mengadakan penelitian sejenis agar mengukur motivasi belajar siswa tidak hanya dengan angket, akan lebih baik jika pengumpulan data dikombinasikan dengan teknik wawancara dan observasi selain itu angket diberikan pada awal penelitian dan akhir penelitian agar diketahui motivasi siswa sebelum dan setelah diberi perlakuan, membuat dua angket motivasi yang berbeda untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen sesuai dengan model pembelajaran yang diterapkan pada masing- masing kelas. Memperluas penilaian hasil belajar pada ranah afektif serta psikomotorik, mengembangkan blog dengan menggunakan software lain

Penerapan model pembelajaran stad dalam meningkatkan penguasaan keterampilan menulis tegak bersambung melalui kegiatan dikte pada siswa kelas I SDN Kedung Boto Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / Nur Afifah

 

ABSTRAK Afifah,N.2010.Penerapan model pembelajaran STADdalam meningkatkan penguasaan keterampilan menulis tegak bersambung melalui kegiatan dikte pada siswa kelas I SDN Kedungboto Keecamatan Beji Kabupaten Pasuruan.Fakultas Ilmu Pendidikan. Jurusan KSDP. Program SI PGSD PJJ. Pembimbing Drs. Goenawan Roebyanto, S.Pd., M.Pd. Kata kunci : Model pembelajaran STAD, Menulis tegak bersambung, Dikte. Penguasaan keterampilan menulis mutlak diperlukan, terutama menulis dengan tulisan yang baik,rapi, dan mudah dibaca, karena menulis yang benar dapat dipergunakan sebagai bekal dalam melanjutkan pendidikan dan kepentingan sehari-hari. Apabila dasar yang diperoleh siswa pada menulis permulaan yang diajarkan pada kelas I hasilnya kurang baik, kemungkinan tingkat lanjut akan kurang baik pula.Hal ini dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa, untuk itu diperlukan peningkatan upaya yang dilakukan guru untuk membantu siswa agar ia belajar lebih mudah. Berdasarkan hasil penelitian di SDN Kedungboto khususnya kelas I pada mata pelajaran Bahasa Indonesia permasalahan yang perlu dipecahkan adalah aspek menulis terutama menulis tegak bersambung melalui kegitan dikte. Permasalahan tersebut peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran STAD pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendiskripsikan penerapan model pembelajaran STAD dalam meningkatkan keterampilan menulis tegak bersambung melalui kegiatan dikte pada siswa kelas I SDN Kedungboto, Kabupaten Pasuruan. (2) mendiskripsikan prestasi belajar keterampilan menulis tegak bersambung melalui kegiatan dikte pada siswa kelas I SDN Kedungboto, Kabupaten Pasuruan setelah penerapan model pembelajaran STAD. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas terdiri 2 siklus dengan rincian siklus I terdiri satu kali pertemuan dan siklus II terdiri satu kali pertemuan. Setiap siklus meliputi (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan (4)refleksi.Subyek dalam penelitian adalah siswa kelas I SDN Kedungboto, Kabupaten Pasuruan. Adapun instrumen yang digunakan dalam penilaian ini adalah pedoman observasi, soal-soal tes, dan pedoman wawancara. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu : (1) hasil observasi aktivitas siswa pada penerapan model pembelajaran STAD dalam meningkatkan keterampilan menulis tegak bersambung melalui kegiatan dikte siswa kelas I SDN Kedungboto, Kabupaten Pasuruan pada siklus I rata-rata prosentase secara keseluruan mencapai 81%, tingkat keberhasilan dikategorikan baik dan pada siklus II rata-rata prosentase mencapai 88%, dengan tingkat keberhasilan dikategorikan amat baik. (2) Prestasi belajar keterampilan menulis tegak bersambung melalui kegiatan dikte siswa kelas I SDN Kedungboto, Kabupaten Pasuruan setelah penerapan model pembelajaran STAD adalah siklus I mencapai nilai rata-rata kelas 68, dan prosentase ketuntasan belajar mencapai 63% dengan tingkat keberhasilan cukup baik, sedangkan pada siklus II mencapai nilai rata-rata kelas 75, dan ketuntasan belajar mencapai 86% dengan tingkat keberhasilan amat baik. KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa melimpahkan rahmad-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan PTK yang berjudul “ Penerapan model pembelajaran STAD dalam meningkatkan penguasaan keterampilan menulis tegak bersambung melalui kegiatan dikte pada siswa kelas I SDN Kedungboto Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan “ dengan baik. Dalam penyusunan laporan PTK ini, tentunya tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini perlu disampaikan ucapan terima kasih kepada : 1. Bapak Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M.Pd selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. 2. Bapak Drs. Sutrisno, M. Pd selaku Ketua Jurusan KSDP FIP Universitas Negeri Malang. 3. Bapak Drs. H. Sutarno, M. Pd selaku Ketua Program Studi S-1 PGSD, dan selaku pengelola PJJ S-1 PGSD. 4. Bapak Drs. Goenawan Roebyanto, S.Pd., M.Pd.selaku dosen pembimbing/ dosen penguji yang memberikan bimbingan, arahan dan memberikan kritik dan saran demi kesempurnaan laporan PTK ini. 5. Ibu Siti Rosjidah, S.Pd, selaku Kepala Sekolah SDN Kedungboto yang memberikan ijin dalam melakukan penelitian. 6. Ibu Mutomimah, S.Pd, selaku observer yang memberikan saran dan masukan dan kerjasama yang baik. 7. Bapak dan ibu guru SDN Kedungboto yang selalu memberikan dukungan. 8. Teman-teman sekelompok yang telah memberikan semangat dan saran dalam menyelesaikan laporan PTK. 9. Serta semua pihak yang telah membantu peneliti dalam menyelesaikan PTK. Peneliti menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, untuk itu peneliti mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi sempurnanya laporan PTK ini. Semoga penulisan PTK ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah Dasar. Malang, Januari 2010 Penulis DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK……………………………………………….... I KATA PENGANTAR……………………………………………….. II DAFTAR ISI…………………………………………………………. IV DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………. VI DAFTAR TABEL……………………………………………………. VII DAFTAR GAMBAR………………………………………………… VIII BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah…………………………………........... 1 B. Identifikasi Masalah…………………………………………….. 5 C. Analisis Masalah dan Rumusan Masalah………………………... 5 D. Tujuan PTK……………………………………………………… 6 E. Manfaat Penelitian……………………………………………….. 7 F. Definis Istilah…………………………………………………….. 8 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Model Pembelajaran STAD……………………………………… 10 1. Pengertian Model Pemebelajaran STAD…………………….. 10 2. Karakteristik Model Pembelajaran STAD…………………… 11 3. Langkah – langkah Model Pembelajaran STAD…………….. 12 B. Pembelajaran Keterampilan Menulis dengan Huruf Tegak Bersambung Dikte…………………………………. 14 1. Pengertian Menulis…………………………………………... 14 2. Peranan Pembelajaran Menulis di Sekolah Dasar…………… 15 3. Pengertian Menulis Permulaan………………………………. 17 4. Pentingnya Pembelajaran Menulis Permulaan……………….. 17 5. Tujuan Menulis Permulaan…………………………………... 18 6. Menulis Tegak Bersambung…………………………………. 19 7. Kegiatan Dikte……………………………………………….. 21 C. Implementasi Model Pembelajandalam Meningkatkan Penguasaan KeterampilanMenulis Melalui Kegiatan Dikte dengan Huruf Tegak Bersambung……………………………….. 21 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian…………………………………………….. 23 B. Kehadiran Peneliti………………………………………………... 26 C. Lokasi dan Waktu Penelitian…………………………………….. 26 D. Subyek Penelitian………………………………………………… 26 E. Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian……………………. 27 F. Analisa Data……………………………………………………… 29 G. Prosedur Penelitian………………………………………………. 31 Halaman BAB IV PAPARAN DATA DAN HASIL PENELITIAN A. Paparan Data…………………………………………………….. 35 B. Temuan Penelitian……………………………………………….. 72 BAB V PEMBAHASAN A. Penerapan Model Pembelajaran STAD pada Keterampilan Menulis Tegak Bersambung Melalui Kegiatan Dikte Siswa Kelas I SDN. Kedungboto Kabupaten Pasuruan………………… 75 B. Prestasi Belajar Keterampilan Menulis Tegak Bersambung Melalui kegiatan Dikte SDN. Kedungboto Kabupaten Pasuruan Setelah Model Pembelajaran STAD…………………………….. 78 BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan………………………………………………………. 80 B. Saran……………………………………………………………... 80 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………... 81 PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN…………………………… 83 LAMPIRAN – LAMPIRAN……………………………………….. .. 84 DAFTAR RIWAYAT HIDUP………………………………………. 134 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I………………………… 85 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II……………………….. 101 3. Contoh hasil tes akhir siswa yang tertinggi dan terendah …………… 118 4. Pedoman Observasi Aktifitas Guru Mengajar………………………. 122 5. Pedoman Observasi Aktivitas kelompok……………………………. 125 6. Pedoman Penilaian hasil kerja tiap kelompok/tes akhir…………….. 127 7. Pedoman Wawancara………………………………………………… 132 DAFTAR TABEL Tabel Halaman 2.1. Pembelajaran kooperatif …………………………………………... 11 3.1. Aspek penilaian hasil kerja kelompok dan tes akhir……………….. 30 3.2. Kriteria keberhasilan tindakan……………………………………... 31 4.1. Hasil nilai siswa pada pembelajaran pada Bahasa Indonesia tentang menulis permulaan dengan menulis tegak bersambung melalui kegiatan dikte…………………………………………….. 36 4.2. Observasi kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran STAD pada siklus I……………………………………………....... 49 4.3. Hasil data observasi kelompok dalam penerapan pembelajaran STAD pada siklus I………………………………………………... 51 4.4. Penilaian hasil kerja kelompok dengan menerapkan Pembelajaran STAD dalam menulis tegak bersambung melalui kegiatan dikte……………………………………………… 52 4.5. Hasil tes akhir dengan menerapkan pembelajaran STAD dalam menulis tegak bersambung melalui kegiatan dikte…………………. 53 4.6. Observasi kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran STADpadasiklusII………………………………………………….. 65 4.7. Hasil data observasi kelompok dalam penerapan pembelajaran STADsiklus II……………………………………………………… 67 4.8. Penilaian hasil kerja kelompok dengan menerapkan pembelajaran STAD dalam menulis tegak bersambung melalui kegiatan dikte…. 68 4.9. Hasil tes akhir dengan menerapkan pembelajaran STAD dalam menulis tegak bersambung melalui kegiatan dikte………………… 69 DAFTAR GAMBAR Halaman 1. Suasana kelompok saat menerima media yang digunakan dalam pembelajaran keterampilan menulis tegak bersambung melalui kegiatan dikte………………………………………………... 42 2. Guru memberikan contoh penulisan huruf tegak bersambung di papan tulis…………………………………………………………. 43 3. Suasana menyusun huruf pada papan panel………………………….. 44 4. Guru memberi pengarahan untuk menulis tegak bersambung pada lembar siswa yang telah diberikan tiap kelompok……………... 45 5. Kegiatan salah satu kelompok yang mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelompok lain…………………………………….. 47 6. Salah satu contoh hasil kerja kelompok yang berisi kalimat yang ditulis dalam tulisan tegak bersambung………………………... 47 7. Guru memberikan penghargaan pada kelompok…………………….. 48 8. Alat peraga berupa gambar anak sedang belajar menulis……………. 58 9. Hasil kerja kelompok di papan pajang……………………………….. 61 10. Siswa suasana siswa sewaktu menerima hadiah dari guru…………... 62 11. Alat peraga/poster huruf tegak bersambung…………………………. 63

Perbandingan kualitas albumen antara telur ayam kampung (Gallus domesticus dan telur ayam ras leghorn (Gallus gallus) berdasarkan kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri escherichia coli secara in vitro / Dewi Purnamawati

 

ABSTRAK Purnamawati, Dewi. 2008. Perbandingan Kualitas Albumen antara Telur Ayam Kampung (Gallus domesticus) dan Telur Ayam Ras Leghorn (Gallus gallus) Berdasarkan Kemampuan dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli secara in vitro. Skripsi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Abdul Gofur, M. Si, (II) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M. Pd. Kata kunci: telur ayam kampung, telur ayam leghorn, kualitas albumen, Escherichia coli Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang penting bagi tubuh. Telur yang sering dikonsumsi oleh masyarakat adalah telur ayam. Telur ayam yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat adalah telur ayam kampung dan telur ayam leghorn. Telur ayam memiliki kulit yang berpori dan seringkali terkontaminasi oleh kotoran ayam yang mengandung bakteri E. coli sehingga kontaminasi oleh E. coli sering terjadi. Kontaminasi dapat terjadi selama telur masih berada pada tubuh induk atau ketika telur sudah berada di luar tubuh induk. Pada saat telur ayam dikeluarkan dari kloaka, seringkali sebagian tinja ayam juga turut keluar dan menempel pada kulit telur ayam. Bakteri-bakteri Coliform merupakan bakteri yang hidup dalam tinja, salah satu spesies bakteri Coliform ialah Escherichia coli, oleh sebab itu ada kemungkinan bakteri tersebut dapat masuk ke dalam telur melalui pori-pori pada cangkang telur. Kualitas telur dapat ditentukan dari ada tidaknya kontaminasi telur oleh bakteri E. coli. Telur memiliki daya antibakteri alami yang dapat mencegah kontaminasi bakteri dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri kontaminan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Mengetahui perbedaan kualitas albumen antara telur ayam kampung (Gallus domesticus) dan albumen telur ayam ras leghorn (Gallus gallus) berdasarkan kemampuan dalam menghambat pertumbuh-an bakteri Escherichia coli secara in vitro, 2). Mengetahui albumen telur ayam manakah yang memiliki daya antibakteri lebih besar dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli secara in vitro. Telur ayam kampung yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh langsung dari peternakan di desa Pakunden, Kelurahan Pakukerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, sedangkan telur ayam leghorn diperoleh langsung dari peternakan di desa Pajaran, Kelurahan Gunting, Kecamatan Sukorejo, Kabu-paten Pasuruan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Mei 2008 di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap. Kemampuan albumen telur ayam kampung dan telur ayam leghorn dalam menghambat pertumbuhan E. coli ditentukan berdasarkan hasil pengukuran diameter zona hambat pertumbuhan E. coli pada medium lempeng NA yang telah diberi albumen telur tersebut dalam lubang sumuran dan diinkubasikan pada suhu 370C selama 1 x 24 jam. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis statistik uji-T berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang sangat signi-fikan antara kualitas albumen telur ayam kampung dengan kualitas albumen telur ayam leghorn berdasarkan kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan bakteri E.coli secara in vitro. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa albumen telur ayam kampung memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan E. coli lebih besar bila dibandingkan dengan albumen telur ayam leghorn.

Peranan antropologi di dalam Ilmu Pengetahuan Sosial
oleh Sayekto

 

Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum Republik Indonesia / oleh Mujatni

 

Peranan kepala desa sebagai kepala adat di Desa Wajak Kidul Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung
oleh Supandi

 

Penggunaan metode pemecahan masalah untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran pendidikan dasar survey bagi siswa kelas X jurusan survey pemetaan SMK Negeri 1 Singosari / Dandy Himawan Sutanto

 

Berdasarkan laporan akademik Jurusan Teknik Bangunan SMK Negeri I Singosari Malang pada awal tahun ajaran semester genap tahun 2006, terungkap bahwa prestasi belajar siswa secara umum belum ada peningkatan secara signifikan. Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut, dan hal ini cukup menantang para guru di jurusan Teknik Bangunan untuk meningkatan prestasi belajar siswanya, dengan tidak mengabaikan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Salah satu mata pelajaran yang dianggap momok dan prestasi belajar siswa selalu rendah adalah mata diklat Pendidikan Dasar Survey (PDS). Padahal mata diklat tersebut merupakan mata diklat inti dalam jurusan Teknik Bangunan Program Keahlian Survey dan Pemetaan. Pendidikan Dasar Survey (PDS) merupakan salah satu bidang ilmu yang menjadi tumpuan bagi kemajuan teknologi teknik sipil. Dalam rangka transformasi teknologi pada bidang teknik sipil menuju masyarakat maju dan modern hendaknya disadari bahwa pembelajaran Pendidikan Dasar Survey (PDS) tidak semata‑mata hanya berupa alih pengetahuan saja, tetapi diharapkan siswa mampu menerapkan pengetahuan yang diperolehnya sehingga dapat memecahkan permasalahan yang dihadapinya. Dalam belajar Pendidikan Dasar Survey (PDS), siswat tidak hanya belajar konsep‑konsep, hukum‑hukum atau rumus‑rumus, tetapi juga belajar bagaimana menggunakan konsep­-konsep untuk membahas masalah‑masalah Ilmu Ukur Tanah, yang dapat berupa soal‑soal latihan harian maupun soal ujian. Hal ini sangat penting karena salah satu metode yang efektif dalam belajar bidang keteknikan adalah melalui pengerjaan soal‑soal, baik soal latihan maupun soal ujian (Bhattacharya & Mandke. l997) Berdasarkan pengamatan terhadap hasil pembelajaran Pendidikan Dasar Survey (PDS) siswa kelas sepuluh Survey dan Pemetaan (X SP) Jurusan Teknik Bangunan SMK Negeri I Singosari Malang selama ini, diperoleh informasi ternyata bahwa hanya kurang dari 5 siswa dari 21 siswa yang mampu memperoleh nilai di atas 9, terdapat sekitar 12 siswa dengan nilai antara 6 s.d 8 dan lebih tragis lagi terdapat 4 siswa yang memperoleh nilai dibawah 6. Kondisi ini menjukkan bahwa kegiatan proses belajar mengajar dalam mata pelajaran Pendidikan Dasar Survey (PDS) mengalami permasalahan yang serius. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti disimpulkan bahwa (l) sebagian besar siswa tidak mampu menerapkan rumus-rumus yang diajarkan, untuk memecahkan soal-soal yang diberikan, (2) tidak ada usaha dari siswa untuk memecahkan soal-soal yang diberikan, (3) tidak ada usaha dari siswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan pemecahan soal-soal, dan (4) kadang-kadang siswa tidak mengerti maksud dari soal yang diberikan. Demikian pula, berdasarkan pengamatan awal peneliti terhadap faktor guru, disimpulkan bahwa guru juga mengalami beberapa permasalahan seperti (l) mengalami kesulitan metodologi dalam pembelajaran Pendidikan Dasar Survey (PDS), (2) praktik pembelajaran dikelas cenderung didominasi guru, (3) guru tidak mampu menumbuhkan motivasi siswa dalam belajar, dan (4) tidak ada usaha untuk memperbaiki proses pembelajaran. Jika permasalah-permasalah tersebut di atas dibiarkan terus, maka pencapain tujuan pendidikan di SMK tidak dapat dicapai dengan baik. Oleh karena itu, harus ada usaha dari pihak guru untuk menemukan cara untuk mengatasi pembelajaran dalam mata pelajaran Pendidikan Dasar Survey (PDS) tersebut. Berdasarakan atas kajian beberapa pustaka dan beberapa hasil penelitian, bahwa metode yang tepat untuk memecahkan masalah tesrebut adalah dengan penerapan metode pemecahan masalah. Beberapa kajian teoritik dan empiris menunjukkan bahwa penerapan metode pemecahan masalah dalam pembelajaran keteknikan, telah terbukti mampu mengembangkan kemampuan pemecahan masalah tingkat tinggi siswa (Bhattacharya & Mandke, l997; Wankat, & Oreovic, 1995). Hal ini disebabkan karena prosedur metode pemecahan masalah secara hirarkis dan sistematis akan mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa dalam melakukan analisis soal, transformasi soal, operasi perhitungan, pengecekan jawaban dan interpretasi hasil (Mettes, et al. 1980). Oleh karena itu penggunaan prosedur metode pemecahan masalah dianggap tepat untuk meningkatkan hasil siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Dasar Survey (PDS)

Peranan kepala desa sebagai hakim adat di Desa Ngadirenggo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek
oleh Suprapto

 

Penerapan metode permainan "Vampir Bilangan" untuk meningkatkan hasil belajar membilang loncat siswa kelas 1 SDN Blimbing 4 Malang / Sri Wahyuni

 

ABSTRAK Wahyuni, Sri.2009. Penerapan Metode Permainan ”Vampir Bilangan” untuk Meningkatkan Hasil Belajar Membilang Loncat Siswa Kelas I SDN Blimbing 4 Malang. Fakultas Ilmu Pendidikan. Jurusan KSDP. Program S1-PJJ PGSD. e-TA. Pembimbing Drs. I Wayan Sutama, M. Pd Kata Kunci : Metode Permainan, dan Hasil Belajar Membilang Loncat Berdasarkan data hasil observasi awal yang dilakukan terhadap siswa kelas I SDN Blimbing 4, menunjukkan bahwa pembelajaran masih kurang bermakna, siswa kesulitan memahami konsep, karena masih didominasi guru yang banyak ceramah, sehingga siswa menjadi pasif berdampak pada hasil belajar konsep membilang loncat pada semester I tahun pelajaran 2009-2010 masih rendah. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan penerapan metode permainan untuk meningkatkan hasil belajar konsep membilang loncat dalam pembelajaran matematika dan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar konsep membilang loncat dalam pembelajaran matematika siswa kelas 1 di SDN Blimbing 4 Malang.. Penelitian ini akan dilaksanakan secara kolaborasi dengan guru matematika, dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang terdiri dua siklus, tiap siklus dilakukan tahap perencanaan, pelaksaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek tindakan adalah seluruh siswa kelas I SDN Blimbing 4 Kota Malang, yang berjumlah 50 terdiri 39 laki-laki dan 19 perempuan. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman obsevasi, soal, pedoman wawancara, dan catatan lapangan. Hasil penelitian dikemukakan sebagai berikut: (1). Bahwa metode permainan yang diterapkan dapat dilakukan dengan suasana menyenangkan, efektif, memotivasi siswa untuk terlibat aktif, membantu siswa dalam memahami konsep, dan pembelajaran menjadi bermakna. (2). Bahwa penerapan metode permainan ini terbukti dapat meningkatkan hasil belajar tentang membilang loncat siswa kelas I SDN Blimbing 4 Kota Malang. Dari rata-rata 58 dan hanya ada 13 anak (26%) saja yang telah mencapai ketuntasan, meningkat menjadi 84 dan ada 42 anak yang tuntas (84%). Saran dari penelitian ini adalah (1). Bagi guru kelas I, sebaiknya metode permainan dapat digunakan dalam memperkaya variasi pembelajaran, (2). Bagi guru matematika, bahwa dapat menggunakannya dalam pembelajaran karena sesuai dengan model konstruktivis yang akan membantu dalam memahami konsep, (3). Bagi peneliti lanjut, dapat mengembangkannya untuk penelitian topik pembelajaran yang lain.

Tinjauan struktur organisasi pada Perusahaan Umum Perhutani Persuteraan Alam di Pare
oleh Muntiarsih

 

Tinjauan struktur organisasi pada Perusahaan Keramik Dinoyo Malang
oleh Sumanto

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |