Hubungan persepsi performansi mengajar dosen dan self efficacy dengan prestasi akdemik mahasiswa psikologi Universitas Negeri Malang / Ade Laressa

 

Prestasi Akademik dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan sosial, salah satu faktor psikologis yang diduga mempengaruhi prestasi akademik adalah self efficacy yaitu hasil dari proses kognitif berupa keputusan, keyakinan atau pengharapan tentang sejauh mana individu memperkirakan kemampuan diri dalam melakukan tugas atau tindakan tertentu yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan, sedangkan faktor sosial yang diduga mempengaruhi prestasi akademik adalah persepsi mahasiswa tentang performansi mengajar dosen yaitu pandangan mahasiswa tentang pola rangkaian tingkah laku yang ditampilkan oleh dosen dalam kegiatan belajar mengajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi tentang performansi mengajar dosen, tingkat Self Efficacy dan prestasi akademik mahasiswa serta untuk mengetahui hubungan persepsi performansi mengajar dosen dan self efficacy dengan prestasi akademik mahasiswa. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang yang mengikuti mata kuliah Assesmen Kepribadian 2 semester genap 2006/2007 sebanyak 94 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 58 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala Likert dan dokumentasi yang dianalisis dengan teknik deskriptif dan regresi ganda. Penelitian ini terdiri dari 2 skala yaitu skala persepsi performansi mengajar dosen dengan rentangan validitas antara 0,369-0,678 dan tingkat reliabilitas sebesar 0,9233,sedangkan skala self efficacy memiliki validitas antara 0,375-0,741 dan tingkat reliabilitas sebesar 0,9265. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa tentang performansi mengajar dosen dan tingkat self efficacy mahasiswa mata kuliah Assesmen Kepribadian 2 termasuk dalam kategori cukup, sedangkan prestasi akademik mahasiswa sebagian besar masuk kategori nilai C (taraf kemampuan 55-60%). Tidak ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi tentang performansi mengajar dosen dengan prestasi akademik dan Self Efficacy dengan prestasi akademik. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui persepsi performansi mengajar dosen dan self efficacy terhadap prestasi akademik secara bersama-sama tidak memberikan sumbangan yang signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa pada mata kuliah Assesmen Kepribadian 2 karena F = 0.876;p>0,05. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyarankan bagi dosen untuk meningkatkan performansi mengajar dan bagi mahasiswa lebih meningkatkan self efficacynya agar tercipta proses belajar mengajar yang kondusif yang pada akhirnya meningkatkan kualitas belajar melalui prestasi akademik yang baik.

Hubungan bimbingan belajar, efikasi matematika, dan prestasi belajar matematika / Agustiany

 

Bimbingan belajar adalah usaha komersial yang bergerak di bidang jasa pendampingan belajar intensif. Bimbingan yang dimaksud adalah bimbingan belajar di suatu lembaga (LBB) dan bimbingan belajar privat, baik itu perorangan maupun kelompok. Efikasi matematika adalah penilaian diri, apakah dapat melakukan tindakan yang baik atau buruk, tepat atau salah, bisa atau tidak bisa mengerjakan soal matematika. Prestasi belajar matematika adalah hasil belajar matematika yang dicapai siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara bimbingan belajar, efikasi matematika, dan prestasi belajar matematika, dengan menggunakan variabel kontrol inteligensi. Inteligensi adalahsuatu kecakapan global atau rangkuman kecakapan seseorang untuk dapat bertindak secara terarah, berpikir secara baik dan bergaul dengan lingkungan secara efisien, yang didapatkan melalui dokumentasi sekolah berupa hasil tes inteligensi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional. Populasi Penelitian adalah siswa kelas X SMAN I Malang. Teknik pengambilan sampel dengan cara cluster random sampling. Sampel seluruhnya berjumlah 117 orang. Instrumen yang digunakan adalah skala Matematics Self Efficacy hasil adaptasi dari Assessing Mathematics Self Efficacy of Diverse Student for Secondary School in Auckland: Implications for Academic Achievement yang terdiri dari 85 item. Data bimbingan belajar didapat dari lembar informasi diri dan data PBM didapat dari dokumen guru mata pelajaran. Teknik analisa yang digunakan adalah analisis korelasi product moment, korelasi berganda, dan korelasi parsial. Hasil Penelitian: (1) Tidak ada hubungan antara bimbingan belajar dan prestasi belajar matematika (r = 0, 019, p = 0,837 > 0,05). (2) Tidak ada hubungan antara efikasi matematika dan prestasi belajar matematika (r = 0,014, p =0, 857 >0,05). (3) Ada hubungan antara inteligensi dan prestasi belajar matematika (r = 0, 516, p= 0,000 < 0,05 (4) Tidak ada hubungan antara bimbingan belajar, efikasi matematika, dan prestasi belajar matematika (sig F = 0,971 > 0,05). (6) Uji hipotesis kelima, yaitu kontrol statistik terhadap variabel ekstraneous tidak dapat dilakukan karena syarat analisis korelasi parsial, yaitu saling hubungan antar variabel tidak terpenuhi. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi penelitian selanjutnya untuk menggunakan alat ukur prestasi belajar yang lebih peka, melakukan observasi secara bertahap agar efikasi matematika dapat diukur dengan kebih baik, serta melakukan asesmen inteligensi dengan tes standar.

Studi tentang proses produksi kerajinan cor kuningan "Multy Bronze" Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto / Bambang Parikesit

 

Pengaruh motivasi kerja terhadap prestasi kerja karyawan pada CV. Fimaco Tuban / Eddy Muhammad Yusuf

 

Dalam era globalisasi ini, telah banyak mempengaruhi perkembangan diberbagai sektor kegiatan, khususnya kegiatan dunia bisnis yang mengakibatkan persaingan di dunia kerja yang sangat ketat, yang menuntut setiap perusahaan memiliki daya saing yang kuat dan efisien. Salah satu faktor untuk mewujudkan hal tersebut, pihak perusahaan harus mempunyai sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional. Peranan atasan atau pimpinan sangat diperlukan untuk memberikan motivasi atau dorongan kepada karyawan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana kondisi motivasi kerja karyawan pada CV. Fimaco Tuban. (2) bagaimana kondisi Prestasi kerja karyawan pada CV. Fimaco Tuban. (3) bagaimana pengaruh variabel motivasi kerja meliputi kebutuhan fisik, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan pengakuan, dan kebutuhan aktualisasi diri secara parsial maupun simultan terhadap prestasi kerja. (4) variabel motivasi kerja manakah yang dominan mempengaruhi prestasi kerja pada CV. Fimaco Tuban. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kondisi motivasi kerja karyawan pada CV. Fimaco Tuban. (2) untuk mengetahui kondisi Prestasi kerja karyawan pada CV. Fimaco Tuban. (3) untuk mengetahui pengaruh variabel motivasi kerja meliputi kebutuhan fisik, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan pengakuan, dan kebutuhan aktualisasi diri secara parsial maupun simultan terhadap prestasi kerja. (4) untuk mengetahui variabel motivasi kerja manakah yang dominan mempengaruhi prestasi kerja pada CV. Fimaco Tuban. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan CV. Fimaco Tuban yang berjumlah 45 karyawan. Skala yang digunakan adalah skala Likert dengan 5 (lima) pilihan jawaban. Uji validitas dan reliabilitas digunakan untuk menguji kelayakan instrumen. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dokumentasi, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Sedangkan untuk menguji kelayakan regresi, dilakukan uji asumsi klasik, dan hasil dari analisis data responden diolah menggunakan SPSS 10.0 for indows. Hasil penelitian ini adalah: (1) 53,33% (24 responden) menjawab kondisi motivasi kerja berdasarkan kebutuhan fisik adalah setuju, dimana motivasi tersebut sudah sesuai dengan keinginan karyawan. (2) 51,11% (23 responden) menjawab kondisi motivasi kerja berdasarkan kebutuhan rasa aman adalah ragu-ragu, dimana motivasi tersebut belum tentu sesuai dengan keinginan karyawan. (3) 57,78% (26 responden) menjawab kondisi motivasi kerja berdasarkan kebutuhan sosial adalah ragu-ragu, dimana motivasi tersebut belum tentu sesuai dengan keinginan karyawan. (4) 57,78% (26 responden) menjawab kondisi motivasi kerja berdasarkan kebutuhan pengakuan adalah ragu-ragu, dimana motivasi tersebut belum tentu sesuai dengan keinginan karyawan. (5) 44,45% (20 responden) menjawab kondisi motivasi kerja berdasarkan aktualisasi diri adalah ragu-ragu, dimana motivasi tersebut belum tentu sesuai dengan keinginan karyawan. (6) 86,67% (39 responden) menjawab ragu-ragu dengan kondisi prestasi kerja karyawan. Berdasarkan hasil analisis regresi secara parsial pada variabel kebutuhan fisik diperoleh nilai thitung 3,470 > ttabel 2,022 atau signifikansi t = 0,001 < 0,05, maka variabel kebutuhan fisik berpengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi kerja karyawan. Variabel kebutuhan rasa aman diperoleh nilai thitung 2,682 > ttabel 2,022 atau signifikansi t = 0,011 < 0,05, maka variabel kebutuhan rasa aman berpengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi kerja. Variabel kebutuhan sosial diperoleh nilai thitung 2,538 > ttabel 2,022 atau signifikansi t = 0,015 < 0,05, maka variabel kebutuhan sosial berpengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi kerja. Variabel kebutuhan pengakuan diperoleh nilai thitung 2,040 > ttabel 2,022 atau signifikansi t = 0,048 < 0,05, maka variabel kebutuhan pengakuan berpengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi kerja. Variabel kebutuhan aktualisasi diri diperoleh nilai thitung 2,079 > ttabel 2,022 atau signifikansi t = 0,044 < 0,05, maka variabel kebutuhan sktualisasi diri berpengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi kerja. Saran yang diajukan sebagai berikut: (1) Bagi pimpinan perusahaan diharapkan dapat memperbaiki dan meningkatkan lagi kebutuhan tersebut agar menjadi lebih baik. (2) Bagi pimpinan perusahaan diharapkan untuk mengetahui kebutuhan, keinginan, dan memberikan motivasi yang tepat kepada karyawan agar dapat bergairah dalam bekerja. (3) Seorang atasan harus dapat mengetahui perkembangan kemampuan karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya dan seorang atasan harus mampu memberikan motivasi kepada karyawannya agar karyawan memiliki prestasi kerja yang tinggi. (4) Bagi pimpinan perusahaan harus mampu memperbaiki atau bahkan meningkatkan lagi motivasi kerja yang diberikan dan tidak memperhatikan salah satu bentuk motivasi kerja saja melainkan meliputi keseluruhan motivasi kerja yang ada.

Pengaruh emotional quotient (EQ), spiritual quotient (SQ), dan tingkat pendidikan orang tua terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMK Ardjuna 1 Malang / Dwi Nur Hidayani

 

Peningkatan mutu pendidikan dan kualitas dari siswa siswi lulusan SMK yang mempunyai kemampuan dalam memecahkan masalah serta tangguh dan siap bekerja ketika terjun di masyarakat tentulah harapan kita bersama. Paradigma di masyarakat yang menyatakan bahwa Intelligence Quotient (IQ) adalah segalanya mulai bergeser pada Emotional Quotient (EQ) dan Spiritual Quotient (SQ). Serta yang tak akan pernah lepas adalah dukungan keluarga dalam hal ini orang tua yang memegang peranan terbesar dalam pendidikan anak merupakan faktor penentu dalam pengembangan prestasinya di sekolah. Oleh karena itu, tingkat pendidikan orang tua juga akan mempengaruhi pola pikirnya ketika mendidik anak untuk bersekolah dan meraih prestasi di sekolah maupun masyarakat. Penelitian ini ingin mengetahui apakah emotional quotient, spiritual quotient, dan tingkat pendidikan orang tua mampu mempengaruhi prestasi siswa pada mata pelajaran akuntansi. Penelitian ini mempunyai tiga variabel bebas (X) yaitu emotional quotient (X1), spiritual quotient (X2), dan tingkat pendidikan orang tua (X3), sedangkan variabel terikatnya (Y) adalah prestasi siswa pada mata pelajaran akuntansi. Penelitian ini tergolong penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian explanatory (penjelasan), dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh antar variabel secara parsial dan pengaruh paling dominan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMK Ardjuna 1 Malang yang menempuh mata pelajaran akuntansi yaitu 172 siswa. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik stratified proportional random sampling, hal ini disebabkan karena pengambilan sampel dilakukan pada 2 tingkatan yakni kelas 1 (satu) dan 2 (dua) Dari tiap tingkatan dan kelas akan diambil sampel secara acak karena banyaknya populasi. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini yakni 50 siswa, kelas 1 (satu) sebanyak 20 siswa dan kelas 2 (dua) sebanyak 30 siswa. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Ada pengaruh yang signifikan antara emotional quotient (EQ) dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMK Ardjuna I Malang. Dari ini dapat disimpulkan bahwa emotional quotient (EQ) dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi dengan nilai b1 = 0,368, nilai t = 3,256, (p=0,002). (2) spiritual quotient dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi dengan nilai b2 = 0,508, nilai t = 3,732, (p=0,001). Tingkat pendidikan orang tua dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi dengan nilai b3 = 2,393, nilai t = 2,472, (p=0,017). Dari ketiga variabel bebas yaitu emotional quotient, spiritual quotient , dan tingkat pendidikan orang tua secara keseluruhan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi dengan nilai b1 = 0,368, b2 = 0,508, b3 = 2,393, nilai F = 15,551, (p = 0,000). Dengan melihat hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa emotional quotient, spiritual quotient , dan tingkat pendidikan orang tua secara parsial mempengaruhi prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi. Dan dengan hasil sumbangan efektif sebesar 22,1676 % lebih tinggi dari pada nilai SE variabel lainnya, spiritual quotient mempunyai pengaruh paling dominan dalam prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi. 47,1 % perubahan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi disebabkan oleh perubahan emotional quotient, spiritual quotient, dan tingkat pendidikan orang tua sedangkan sisanya 52,9 % disebabkan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

Hubungan antara jumlah butir soal tes dengan jumlah butir yang memenuhi syarat taraf kesukaran dan daya beda dari hasil belajar fisika di kelas X SMA Laboratorium UM / Enny Kusumawati

 

Sebagai syarat soal yang baik salah satunya harus memiliki taraf kesukaran dan daya pembeda yang baik sehingga soal tidak melebihi ukuran kemampuan siswa, tidak terlalu mudah serta dapat membedakan siswa berkemampuan pandai dengan siswa berkemampuan rendah (Suharsimi, 1983:64). Menurut teori modern, soal dapat menginformasikan kemampuan siswa dengan baik bila butir soalnya banyak dan setiap butirnya memiliki taraf kesukaran dan daya beda soal yang tinggi. Permasalahan di lapangan adalah apakah jumlah soal yang cenderung banyak juga memiliki taraf kesukaran dan daya beda yang tinggi pada setiap butirnya, jika semakin banyak soal ternyata muatan butir soal tidak memiliki taraf kesukaran dan daya beda yang baik, maka soal akan sia-sia. Untuk itu dalam penelitian ini dilakukan eksperimen dengan memberikan soal tes obyektif sebanyak 30 butir dan akan dianalisis taraf kesukaran dan daya pembedanya pada variasi jumlah soal setiap kelipatan 5 butir. Setelah didapatkan data berupa banyaknya butir soal yang memenuhi syarat taraf kesukaran dan daya beda yang baik, kemudian dibuat diagram pencar dan dilakukan pendekatan grafik secara eksponen, linier dan logarithmic, akan didapatkan garis terbaik untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah butir yang memenuhi syarat pada variasi jumlah soal tes sangat sedikit. Jumlah soal yang tidak memenuhi syarat juga semakin banyak bahkan proporsinya lebih besar. Analisis secara visual juga menunjukkan kemiringan ataupun kelengkuangan grafik yang sangat landai yang berarti peningkatan jumlah butir soal yang memenuhi syarat sangat lamban. Dari penelitian kali ini disarankan untuk menambah kajian pustaka yang mendasari permasalahan serta pemecahan masalahnya sehingga wawasan pemecahan masalah lebih luas dan hasil lebih memuaskan. Soal sebanyak 30 butir sebaiknya diujikan pada sampel berukuran 500 siswa.

Identifikasi faktor penyebab kegagalan dalam menempuh matakuliah fisika dasar I mahasiswa Jurusan Fisika FMIPA UM angkatan 2004 dan 2005 / Wahyu Hendra W.

 

Berdasarkan DNA mahasiswa, lebih dari 25% mahasiswa Jurusan Fisika angkatan tahun 2003/2004 sampai 2005/2006 yang menempuh matakuliah Fisika Dasar I mengalami kegagalan dengan memperoleh nilai D atau. Jumlah ini semakin meningkat setiap tahunnya. Matakuliah Fisika Dasar I memberikan pemahaman konsep dasar fisika sebagai dasar dalam menempuh matakuliah selanjutnya yang lebih komplek. Jika konsep dasar tidak dikuasai dengan baik oleh mahasiswa fisika, maka mereka akan mengalami kesulitan dalam mempelajari materi lebih lanjut. Informasi mengenai faktor penyebab kegagalan sangat diperlukan dalam perumusan strategi pembelajaran yang efektif dan efisien untuk penyelesaikan permasalahan tersebut. Penelitian ini mengarah pada jenis penelitian diskriptif-kuantitatif. Data penelitian diperoleh melalui pendekatan surve. Tahapan-tahapan yang dilakukan adalah perencanaan, pengembangan dan aplikasi rencana sampling, pembuatan jadwal wawancara dan penyebaran angket, pengumpulan data, penterjemahan data, analisis data, membuat kesimpulan dan membuat laporan hasil penelitian. Penarikan sampel dilakukan dengan metode purposive sample. Jumlah anggota populasi sebanyak 79 mahasiswa dan sampel pada penelitian ini sebanyak 44 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab kegagalan mahasiswa Jurusan Fisika FMIPA UM angkatan 2004 dan 2005 adalah intelektual yang kurang baik, manajemen waktu yang buruk, suasana perkuliahan yang tidak sesuai dengan diri mahasiswa, kejiwaan yang kurang stabil, adanya ketidakcocokan dengan dosen, dan suasana tempat belajar pribadi yang tidak kondusif. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pihak pengelola, dosen, dan mahasiswa melakukan koordinasi untuk menanggulangi kegagalan mahasiswa di masa yang akan datang. Penelitian lebih lanjut mengenai metode pembelajaran yang efektif juga harus dilaksanakan dengan memperhatikan informasi faktor penyebab kegagalan. Agar mahasiswa yang akan menempuh matakuliah Fisika Dasar I dapat mempersiapkan diri dengan baik hendaknya informasi mengenai kegagalan mahasiswa pada tahun sebelumnya diberikan di awal perkuliahan.

Dinamika pemodelan penyebaran demam berdarah dengue (DBD) dengan mekanisme diagnosa / Dian Fajar Rahmahyani Aprilia

 

Merebaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat. Berbagai upaya untuk menanggulangi telah dilakukan, antara lain pengsapan (fogging) dan abatisasi. Oleh karena itu diperlukan suatu metode baru untuk menanggulangi maslah tersebut. Metode baru dilakukan adalah mekanisme diagnosa. Mekankisme diagnosa yang dapat dilakukan yaitu mengisolasi penderita DBD yang bertujuan untuk mengontrol penyebaran DBD dan kelangsungan hidup virus dengue dalam suatu daerah. Dinamika penyebaran DBD dengan mekanisme diagnosa dapat dikaji dengan menggunakan pendekatan matematis, yaitu pemodelan matematika. Model yang diperoleh merupakan modifikasi dari model penyebaran DBD tanpa makenisme diagnosa. Perbedaan dari model yang sudah ada terletak adanya kelompok individu yang didiagnosa (J) serta asumsi laju kematian yang disebabkan oleh penyakit dipertimbangkan dan individu yang diamati satu-satunya host. Model penyebaran DBD dengan mekanisme diagnosa, dalam hal ini berupa persamaan diferensial. Dari persamaan tersebut dianalisis model penyebaran dan kesetimbangannya sebagai interpretasi untuk menggambarkan keadaanya. Untuk menganalisis penyebaran penyakit DBD ini digunakan sistem dinamika sebagai media analisis. Hasil kajian ini mneunjukkan bahwa model matematika yang dihasilkan mempunyai 2 titik kesetimbangan yaitu titik kesetimbangan bebas penyakit dan endemik. Dalam skripsi ini dikaji pada titik kesetimbangan bebas penyakit (S = N, R =0, M= , I = 0, J=0, dan V=0). Kestabilan titik kesetimbangan bebas penyakit akan menjadi stabil asimtotik jika R0<1. Parameter R0 dalam kajian epidemologi dikenal sebagai parameter Basic Reproduction. R0 ini menyatakan banyaknya kasus infeksi kedua terhadap benyaknya kasus infeksi pertama dalam populasi bebas penyakit dan tertutup.

Pengaruh penerapan problem based learning terhadap hasil belajar siswa kelas I semester genap tahun ajaran 2006/2007 pada mata diklat kewirausahaan di SMK Negeri I Ponorogo / Anis Khurniawati

 

Fenomena dalam bidang pendidikan di lapangan menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang selama ini terlihat masih banyak dilaksanakan secara konvensional dengan metode ceramah sebagai metode yang utama digunakan. Dalam pembelajaran konvensional guru adalah sebagai pusat informasi dan pengetahuan sedangkan siswa hanya duduk sambil mencatat dan menghafal materi sehingga hasil pendidikan hanya tampak dari kemampuan siswa menghafal fakta-fakta. Hal ini sangat bertentangan dengan Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK yang bertugas menyiapkan siswanya memiliki ketrampilan serta sikap kritis dalam menghadapi berbagai persoalan dalam dunia kerja. Materi yang disajikan guru tentunya harus dikaitkan dengan perkembangan yang terjadi di luar. Masalah-masalah yang timbul dalam masyarakat dapat dijadikan media untuk melatih siswa mampu berpikir kreatif dan kritis dalam pemecahannya. Untuk mencapai tujuan di atas maka Problem Based Learning dapat diterapkan di dalam kelas. Problem Based Learning merupakan pembelajaran yang menghadirkan masalah dunia nyata ke dalam kelas. Siswa dihadapkan pada pemicu masalah yang nantinya mereka harus mengidentifikasi serta mencari solusi dari masalah tersebut dengan kelompok belajarnya. Pembelajaran ini menuntut siswa untuk berpikir aktif serta menuangkan pengalaman belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui aktivitas siswa selama pembelajaran dengan Problem Based Learning berlangsung pada mata diklat Kewirausahaan, (2) mengetahui sikap siswa setelah diterapkan pembelajaran dengan Problem Based Learning, (3) mengetahui apakah ada perbedaan antara hasil belajar siswa yang diterapkan Problem Based Learning dengan hasil belajar siswa yang diterapkan pembelajaran konvensional di SMK Negeri 1 Ponorogo. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan deskriptif eksperimen semu. Rancangan deskriptif digunakan untuk menjawab tujuan penelitian nomor 1 dan 2, sedangkan rancangan eksperimen semu berkaitan dengan tujuan penelitian nomor 3. Desain penelitiannya adalah pre-test and post-test design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas I SMK Negeri I Ponorogo, sedangkan sampel yang dipakai menggunakan teknik purposive sampling atau sampel bertujuan dan diperoleh dua kelas yaitu kelas I Akuntansi I sebagai kelas kontrol dan kelas I Akuntansi II sebagai kelas eksperimen. Dalam pelaksanaan penelitian, kelas kontrol diberikan perlakuan pembelajaran dengan metode konvensional, sedangkan kelas eksperimen diterapkan Problem Based Learning. Pengumpulan data tentang aktivitas belajar siswa diperoleh dari lembar observasi, data sikap siswa terhadap Problem Based Learning diperoleh dari angket, dan data hasil belajar siswa didapatkan dari nilai tes. Analisis data tentang aktivitas dan sikap siswa dilakukan dengan menggunakan rerata skor dan persentase. Pengujian hipotesis tentang hasil belajar menggunakan uji t independent samples dengan bantuan SPSS 12.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa selama Problem Based Learning berlangsung dalam setiap SubPokok Bahasan, siswa yang aktif mengalami peningkatan hingga mencapai 52,5% dan siswa yang kurang aktif turun menjadi 12,5% dari seluruh siswa. Sedangkan aktivitas siswa setiap tahapan Problem Based Learning juga meningkat hingga mencapai lebih dari 59%. Hasil angket tentang sikap siswa menunjukkan bahwa sebanyak 12 orang menanggapi sangat setuju, 26 orang berpendapat setuju dan 2 orang yang tidak berpendapat atau netral. Hasil belajar siswa menunjukkan bahwa antara siswa kelas kontrol dengan kelas eksperimen terdapat perbedaan. Hal ini didasarkan pada analisis data bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih baik yaitu dengan rata-rata sebesar 80,30 sedangkan kelas kontrol dengan rata-rata sebesar 71,23. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa keaktifan siswa selama dilaksanakan Problem Based Learning dalam setiap SubPokok Bahasan maupun setiap tahapan pembelajaran adalah baik. Demikian juga sikap siswa terhadap pembelajaran dengan Problem Based Learning hampir seluruh siswa menanggapi positif. Sedangkan hasil belajar siswa kelas eksperimen yang diterapkan Problem Based Learning adalah lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa kelas kontrol yang diberi perlakuan metode konvensional. Saran yang dapat diberikan penulis adalah bahwa penerapan Problem Based Learning hendaknya dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga siswa akan lebih terasah dengan berbagai latihan yang disajikan guru, sebaiknya guru lebih memberi bimbingan dan memperhatikan penggunaan waktu sehingga pencapaian tujuan pembelajran dapat tercapai, serta sekolah sebaiknya menyediakan sarana maupun sumber belajar yang lebih beragam bagi siswa misalnya buku, internet maupun pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah sehingga metode pembelajaran berjalan lebih efektif.

Produktivitas tenaga kerja dalam pembuatan kolom pada pembangunan gereja St. Vincentius a Paulo Jl. Ananas Malang / Agus Dwi Budiyanto

 

Implementasi pajak penghasilan (PPh) pasal 21 terhadap gaji karyawan Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung / Wenny Rachma Dhani

 

Sifat organoleptik manisan kering kencur dengan perlakuan perendaman sorbitol / Maryamah Lailiyah

 

Analisis sistem akuntansi pada penjualan telepon flexi di Kopegtel PT Telkom Kancatel Blitar / Shanty Prasmara

 

Aplikasi programmable logic controller (PLC) sebagai pengendali pada rancang bangun mesin bor multipoint menggunakan sistem pneumatik / oleh Aditya Rahmawan, Antonius Dedi Kristanto

 

Alat ukur pendeteksi kemiringan sistem digital / Ariek Yuliardha

 

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi banyak membuat perubahan. Sejalan dengan hal tersebut manusia dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhannya secara praktis, ekonomis dan efisien. Saat ini penggunaan alat ukur digital telah menjadi pilihan utama dibandingkan alat ukur yang bersifat konvensional. Dalam mengikuti perkembangan gabungan elektronika dan otomotif, penulis berinisiatif untuk mengembangkan salah satu alat ukur yang bernama Land meter. Alat ukur yang dirancang menggunakan mekanik pendeteksi kemiringan, transduser, jembatan Wheatstone, IC A/D ICL 7107, dan tampilan seven segment. Potensiometer sebagai transduser berfungsi sebagai pengukur derajat kemiringan dari suatu obyek yang bergerak, ke dalam bentuk tegangan. Jembatan Wheatstone digunakan untuk membandingkan tegangan pada titik A dan B dalam rangkaian. Konverter digunakan untuk mengkonversikan sinyal analog ke digital (A/D). Tampilan seven segment berfungsi untuk menampilkan data yang diterima dari konverter ke dalam bentuk tampilan yang berupa cahaya LED. Hasil dari pengujian alat menunjukkan bahwa alat ukur ini dapat merespon derajat kemiringan yang dimulai dari 00 – 450 dengan jangka perubahan tampilan nilai tiap 0.10 untuk merespon saat mobil naik (menanjak) atau miring ke kanan. Alat ini juga merespon saat mobil turun atau miring ke kiri dengan memberikan tampilan nilai negatif. Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan pengujian keseluruhan sistem didapatkan kesalahan relatif seminimal mungkin sebesar 6,20%.dan persentasi ketelitian rata-rata alat ukur sebesar 93,80%.

Perilaku belajar mahasiswa anggota unit kegiatan mahasiswa (UKM) Universitas Negeri Malang (UM) (studi di UKM Sanggar Minat) / Abdul Haris Elfarisy

 

ABSTRAK Elfarisy, Abdul, Haris. 2007. Perilaku Belajar Mahasiswa Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Minat Universitas Negeri Malang. Skripsi, Pendidikan Luar Sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. H. M. Saleh Marzuki, M. Ed (II) Drs. Hardika, M. Pd Kata Kunci: perilaku belajar, UKM Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Minat (UKM SAMIN) sebagai komunitas kampus Universitas Negeri Malang tidak dapat lepas dari perilaku belajar. Permasalahan yang hendak dikaji dalam penelitian ini berkaitan dengan perilaku belajar mahasiswa anggota UKM SAMIN dalam mengikuti kegiatan di UKM SAMIN, perilaku belajar mahasiswa anggota UKM SAMIN dalam mengikuti kuliah, hasil belajar di UKM SAMIN, hasil belajar mahasiswa anggota UKM SAMIN. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, menggunakan rancangan studi kasus. Data diperoleh melalui pengamatan peran serta, di mana peneliti berfungsi sebagai instrumen yang tak terpisahkan dengan subjek penelitian untuk melakukan wawancara mendalam, pengamatan terus-menerus dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif Miles & Huberman yang dilakukan melalui empat kegiatan utama yakni: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian Berdasarkan paparan tersebut ditemukan bahwa mahasiswa anggota UKM SAMIN memiliki perilaku belajar yang berbeda dengan mahasiswa anggota UKM yang lainnya dengan karakteristik sebagai berikut; (1) perilaku belajar yang mengarah pada pengembangan bakat dan minat yang dimiliki; (2) perilaku belajar yang bebas dalam ekspresi diri; (3) perilaku belajar yang mandiri; (4) hasil belajar yang diperoleh di Sanggar memberikan manfaat dalam melatih diri untuk menjadi individu yang mempunyai mental kuat serta tahan banting dalam menghadapi masalah baik di kuliah maupun di kehidupan bermasyarakat. (5) hasil belajar mahasiswa anggota UKM SAMIN terbentuk karena faktor lingkungan di UKM Pembahasan dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) perilaku belajar mahasiswa UKM SAMIN dalam mengikuti kegiatan di UKM SAMIN sudah sangat baik sehingga perlu dipertahankan dan perlu ditingkatkan. (2) perilaku belajar mahasiswa UKM SAMIN dalam mengikuti kegiatan kuliah sebagai sarana melatih diri untuk menjadi individu yang mempunyai mental baik serta tahan banting dalam menghadapi masalah. (3) dampak pembelajaran di UKM SAMIN bagi mahasiswa memberikan manfaat bagi anggotanya diantaranya memperoleh pengalaman berorganisasi, belajar hidup mandiri. (4) manfaat hasil belajar yang dialami oleh mahasiswa anggota UKM SAMIN adalah kemandirian dalam belajar baik dalam kegiatan di Sanggar dan terlebih bagi kegiatan kuliah. (5) hasil belajar mahasiswa anggota UKM SAMIN terbentuk karena faktor lingkungan di UKM Berdasarkan penelitian ini, disarankan bahwa mahasiswa anggota UKM SAMIN hendaknya mengarahkan pada mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki. Mengembangkan perilaku belajar yang bebas dalam ekspresi diri. Serta meningkatkan perilaku belajar yang mandiri.

Ekstraksi dan karakterisasi pigmen dari daun jati (Tectona grandis Linn.f) serta uji potensinya sebagai pewarna / Ira Yeni Ratnadewi

 

Analisis reaksi pengumuman dividen terhadap harga saham, abnormal return, trading volume activity, cummulative abnormal return, dan security return variability (studi pada perusahaan yang listing di Bursa Efek Jakarta tahun 2005) / Ririh Mundisari

 

Pengumuman dividen merupakan sinyal yang diberikan manajemen tentang keyakinan mereka mengenai perkembangan perusahaan. Hasil dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan ada yang mendukung yaitu signaling theory yang menyatakan bahwa pengumuman dividen memberikan informasi kepada publik tentang prospek masa depan yang baik pada perusahaan yang melakukan pengumuman dividen tersebut. Tetapi ada pula yang menunjukkan bahwa pengumuman dividen tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel yang sedang diteliti, perbedaan pendapat tersebut masih menjadi kontroversi dan tanda tanya yang belum terpecahkan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana harga saham, abnormal return, trading volume activity, cummulative abnormal return, dan security return variability sebelum dan sesudah pengumuman dividen pada perusahaan yang listing di Bursa Efek Jakarta tahun 2005, apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman dividen pada perusahaan yang listing di Bursa Efek Jakarta tahun 2005. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa efek Jakarta dan melakukan pengumuman dividen selama periode 2005 sebanyak 54 perusahaan. Sedangkan sampel yang digunakan adalah 10 perusahaan yang diambil secara purposive judgement sampling yaitu perusahaan yang melakukan kebijakan pengumuman dividen sebanyak satu kali selama periode pengamatan dan tidak melakukan corporate action lainnya, periode jendela yang digunakan selama 5 hari sebelum dan 5 hari sesudah peristiwa pengumuman dividen. Dari hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman dividen pada perusahaan yang listing di Bursa Efek Jakarta tahun 2005, sehingga dapat disimpulkan bahwa investor menganggap peristiwa pengumuman dividen bersifat informatif dan beranggapan bahwa peristiwa pengumuman dividen merupakan kebijakan baik perusahaan untuk menarik para investor. Saran yang diberikan berkaitan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan, yaitu: (1) untuk perusahaan (emiten) sebaiknya dalam mengambil keputusan melakukan pengumuman dividen memilih waktu yang tepat dalam melaksanakan kebijakan pengumuman dividen. (2) untuk investor sebaiknya dapat mencari dan mengumpulkan informasi-informasi lain sebanyak-banyaknya dalam proses pengambilan keputusan. (3) untuk penelitian selanjutnya sebaiknya dilakukan penggolongan sampel berdasarkan industri dan dilakukan perbandingan harga saham, abnormal return, trading volume activity, cummulative abnormal return, dan security return variability antara perusahaan yang melakukan pengumuman dividen dan tidak melakukan pengumuman dividen

Penerapan norma keselamatan dan kesehatan kerja pada sekolah menengah kejuruan bidang keahlian teknik ketenagalistrikan di Kabupaten Sidoarjo / Eko Budi Agus Priatna

 

Pesatnya perkembangan pembangunan industri di Indonesia saat ini, ternyata tidak diikuti dengan peningkatan kemampuan tenaga kerja dalam mena¬ngani perkerjaannya secara aman dan sehat. Angka kecelakaan kerja di Indo¬nesia masih cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara lainnya. Beberapa faktor penyebabnya, antara lain berkaitan dengan perilaku pekerja yang tidak mampu be¬kerja secara aman dan sehat, serta rendahnya kesadaran para pekerja untuk meng¬gunakan alat keselamatan kerja. Berkaitan dengan kondisi keselamatan kerja yang ada di dunia indutri, secara tidak langsung berkaitan dengan pelaksanaan pendi¬dikan dan pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja di Sekolah Menengah Keju¬ruan (SMK), karena dunia industri merupakan salah satu dari lingkungan belajar siswa SMK. Peneilitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penerapan norma-norma keselamatan dan kesehatan kerja pada sekolah menengah kejuruan bidang keahli¬an teknik ketenagalistrikan di Kabupaten Sidoarjo. Ada 8 hal yang dides¬kripsikan sehubungan dengan penerapan norma-norma keselamatan dan kesehatan kerja, yaitu : (1) tingkat pengetahuan siswa tentang keselamatan dan kesehatan kerja; (2) tingkat pengetahuan guru tentang keselamatan dan kesehatan kerja; (3) tingakat persepsi siswa terhadap penerapan norma-norma keselamatan dan kesehatan kerja; (4) kelengkapan sarana keselamatan dan kesehatan kerja yang digunakan di SMK; (5) penerapan norma-norma keselamatan kerja dalam proses pembelajaran di SMK; (6)perbedaan tingkat pengetahuan siswa tentang kesela¬matan dan kesehatan kerja di SMK Negeri dengan SMK Swasta; (7) perbedaan persepsi siswa ter¬hadap penerapan norma-norma keselamatan kerja di SMK Negeri dengan SMK Swasta; (8)perbedaan antara penerapan norma-norma keselamatan kerja pada proses pembelajaran di SMK Negeri dengan penerapan norma-norma kesela¬matan kerja pada proses pembelajaran di SMK Swasta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data pada sampel menggunakan instrumen tes, angket, dan pengamatan. Analisis data dilakukan dengan metode statistik deskriptif, dan analisis uji beda t-test polled varians. Berdasarkan tujuan penelitian, dengan lingkup siswa SMK Bidang Keahlian Teknik Ketenagalistrikan Se-Kabupa¬ten Sidoarjo menghasilkan temuan sebagai berikut: (1) pengetahuan keselamatan dan ke¬sehatan kerja siswa SMK Bidang Keahlian Teknik Ketenagalistrikan di Kabupa¬ten Sidoarjo secara umum termasuk dalam kategori “cukup” (2) tingkat pengeta¬huan keselamatan kerja guru pembimbing praktek SMK Bidang Keahlian Teknik Ketenagalistrikan di Kabupaten Sidoarjo, secara umum termasuk dalam kategori “baik”; (3) tingkat persepsi siswa terhadap penerapan norma-norma keselamatan dan kese-hatan kerja pada SMK Bidang Keahlian Teknik Ketenagalistrikan di Ka¬bu¬paten Si¬doarjo secara umum termasuk dalam kategori “cukup”; (4) kelengkap¬an sarana keselamatan dan kesehatan kerja pada SMK Bidang Keahlian Teknik Ketenagalistrikan di Kabupaten Sidoarjo berkatagori “baik”, (5) penerapan norma -norma keselamatan kerja dalam proses pembelajaran pada SMK Bidang Keahlian Teknik Ketenagalistrikan di Kabupaten Sidoarjo, berkategori “baik”; (6) terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat pengetahuan keselamatan dan kesehatan kerja antara siswa Bidang Keahlian Teknik Ketenagalistrikan SMK Negeri dengan siswa Bidang Keahlian Teknik Ketenagalistrikan SMK Swasta di Kabu¬paten Sidoarjo, dengan nilai t = 4,336 dan signifikansi = 0,000; (7) tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat persepsi siswa ter¬hadap penerapan norma-norma keselamatan dan kesehatan kerja dalam proses pembelajaran pada siswa Bidang Keahlian Teknik Ketena¬galistrikan SMK Negeri dengan siswa Bidang Ke¬ahlian Teknik Ketenagalistrikan SMK Swasta di Kabupaten Sidoarjo, dengan nilai t = 1,122 dengan signifikansi = 0,264; (8) tidak terdapat perbedaan yang signi¬fikan dalam penerapan norma-norma keselamatan dan kesehatan kerja pada proses pem-belajaran di SMK Negeri dengan penerapan norma-norma keselamatan dan kesehatan kerja pada proses pem¬belajaran di SMK Swasta di Kabupaten Sidoarjo. Hasil analisis menunjukkan nilai t = 1.170 dengan signifikansi = 0,326. Dari temuan yang diperoleh melalui penelitian ini, direkomendasi¬kan be¬berapa hal, antara lain : (1) perlu adanya perhatian yang sungguh-sungguh dari pengelola SMK untuk meningkatkan kualifikasi pengetahuan dan persepsi siswa terhadap keselamatan kerja; (2) norma-norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja harus ditanamkan pada perilaku siswa, melalui pembiasaan dan pemberian contoh bekerja secara aman sesuai prosedur standar keselamatan kerja; (3) keleng¬kapan sarana keselamatan kerja yang dimiliki oleh setiap sekolah dapat dijadikan sebagai unsur dalam penilaian akredi¬tasi dari sekolah; (4) setiap terjadinya kecela¬kaan kerja di sekolah harus dibuat suatu laporan, agar sistem keselamatan kerja yang diterapkan dapat dievalusi dan dilakukan perbaikan.

Pelaksanaan pembelajaran berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan pada Jurusan Bangunan SMKN 1 Singosari Malang / Renny Ismeirani

 

Salah satu usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan pengembangan kurikulum. Guru biasanya menerima kurikulum jadi dari pemerintah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian pelaksanaan pembelajaran KTSP pada jurusan bangunan SMKN 1 Singosari. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran KTSP di SMK Negeri1 Singosari. (2) mengidentifikasi hambatan dan kebutuhan yang ada dalam pelaksanaan pembelajaran KTSP di SMK Negeri1 Singosari. (3) mendeskripsikan langkah-langkah yang telah dilakukan dalam mengatasi hambatan pada pelaksanaan pembelajaran KTSP di SMK Negeri1 Singosari. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan cara mendistribusikan kuesioner. Hasil kuesioner terkumpul sebanyak tiga puluh delapan responden, kemudian datanya dianalisis statistik deskriptif dengan menggunakan rata-rata dan menyimpulkan hasil analisa tersebut sebagai pembahasan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Perencanaan pembelajaran termasuk kualifikasi kurang baik yaitu terdiri dari: 1) alat pembelajaran yang memadai/tidak sesuai baik dari segi jenis dan jumlahnya, 2) sumber belajar pembelajaran yang memadai/tidak sesuai baik dari segi jenis dan jumlahnya, 3) Kepala Sekolah memberikan penjelasan mengenai pengembangan KTSP sesuai contoh dari pemerintah, 4) kesiapan guru dalam merencanakan pembelajaran KTSP. Pelaksanaan pembelajaran termasuk kualifikasi kurang baik yang terdiri dari: 1) guru menyampaikan pembelajaran KTSP, 2) kesulitan siswa dalam menerima pembelajaran KTSP, 3) tanggapan siswa terhadap pembelajaran KTSP yang diberikan guru, 4) guru memberitahu kepada siswa tentang proses penilaian. Sedangkan hambatan pembelajaran termasuk kualifikasi kurang baik yang terdiri dari: yaitu 1) hambatan guru dalam mengembangkan dan penjabaran silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran KTSP, 2) siswa kesulitan dalam menerima pembelajaran. Dari hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dalam peningkatan pelaksanaan pembelajaran KTSP pada SMKN1 Singosari. Dengan menambah fasilitas penunjang pembelajaran dan pemberian penjelasan mengenai KTSP sampai para guru dapat memahami dan dapat membuat kurikulum dengan baik.

Analisis sistem pengendalian intern penerimaan dan pengeluaran kas pada PT. Prabasonta Berlian Motor Madiun / Ratih Bunga Febrina

 

Ekstraksi dan karakterisasi zat warna dari kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) serta uji potensinya sebagai pewarna tekstil / Fadlilah Ulfah

 

Buah manggis terdiri dari sekitar sepertiga bagian kulit disamping isi yang dapat dimakan. Sejauh ini pemanfaatan kulit manggis hanya untuk penyamakan kulit dan sebagian besar di antaranya terbuang sebagai sampah. Pada penelitian ini digunakan kulit manggis untuk dijadikan bahan dasar pembuatan zat warna alam. Kandungan kimia utama dari kulit manggis adalah antosianin. Zat warna antosianin diperoleh dengan cara ekstraksi. Zat warna yang diperoleh diharapkan bisa menggantikan peran bahan sintetis yang memiliki dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan. Penelitian ini mencakup tiga tahapan yaitu tahap ekstraksi, karakterisasi, dan aplikasi. Tahap ekstraksi zat warna dilakukan dengan metode soxhletasi dalam pelarut etanol 96%, aseton, dan n-heksana. Tahap karakterisasi meliputi identifikasi gugus fungsi dengan Spektroskopi IR, kelarutan dalam beberapa pelarut (air, etanol 96%, aseton, dan n-heksana), dan pengujian ketahanan warna terhadap pH (2, 4, 6, 7, 9, 11, dan 13) dan pemanasan (30 oC dan 70 oC) . Tahap aplikasi dilakukan dengan metode onchrom terhadap kain katun dengan variasi konsentrasi tawas (0%, 1%, 3%), lama perendaman kain dalam tawas (0 jam, 1 jam, 2 jam), suhu pencelupan kain dalam zat warna (suhu kamar, 50oC, mendidih), dan pelarut (air, etanol 10%, etanol 20%, etanol 96%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa zat warna hasil ekstraksi dengan pelarut etanol 96% memiliki rendemen paling besar yaitu 24 % kemudian diikuti dengan aseton 13%, sedangkan pada n-heksana tidak diperoleh serbuk. Zat warna yang diperoleh berupa serbuk berwarna merah bata. Dari hasil karakterisasi dengan Spektroskopi IR diduga bahwa komponen serbuk hasil ekstraksi mengandung gugus-gugus fungsi yaitu benzena, OCH3 dan OH. Pada uji kelarutan, zat warna hasil ekstraksi larut paling besar dalam pelarut etanol 96% sebesar 0,004g/mL, dalam pelarut aseton 0,0013g/mL, dalam pelarut air 0,00083 g/mL, dan dalam pelarut n-heksana zat warna hasil ekstraksi tidak dapat larut. Zat warna hasil ekstraksi larut sempurna dalam pH 13 (basa) menghasilkan larutan berwarna coklat dan tidak stabil terhadap pemanasan diatas suhu 70 oC. Dari hasil aplikasi pada kain katun diperoleh warna yang terbaik pada kombinasi konsentrasi tawas 3%, lama perendaman 2 Jam, suhu pencelupan 50oC, dan pelarut etanol 96%.

Perbedaan kepercayaan diri siswa peserta program akselerasi dan non-akselerasi di SMA Negeri 3 Malang / Gamma Rahmita Ureka Hakim

 

Manusia terlahir sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial manusia selalu berinteraksi dengan dunia luar dalam menjalankan kegiatan demi kelangsungan hidupnya. Untuk berinteraksi dengan dunia luar manusia membutuhkan keyakinan atas kemampuan dirinya yang disebut kepercayaan diri. Dengan memiliki rasa percaya diri maka seseorang akan mampu menghadapi tantangan dalam hidupnya. Program akselerasi yang diselenggarakan di sekolah dapat menyebabkan kepercayaan diri siswa peserta program tersebut menjadi lebih tinggi daripada siswa non-akselerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri siswa akselerasi, kepercayaan diri siswa non-akselerasi, dan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kepercayaan diri antara siswa akselerasi dan siswa non-akselerasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Kepercayaan diri siswa diukur menggunakan skala Kepercayaan Diri dengan metode Interval Tampak Setara (Thurstone). Uji coba dilakukan kepada 40 mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang. Reliabilitas diperoleh dengan rumus Feldt sebesar 0,827. Dalam pengambilan sampel, pada siswa akselerasi digunakan teknik total sampling, sedangkan pada siswa non-akselerasi digunakan metode stratified random sampling. Teknik analisa yang digunakan untuk menguji signifikansi hipotesis komparatif adalah non-parametrik dengan uji Kolmogorov-Smirnov dengan taraf signifikansi yang dipakai sebesar 0,05. Penelitian deskriptif menghasilkan siswa akselerasi yang kepercayaan dirinya tinggi sebesar 80,77%, dan kepercayaan diri cukup 19,23%. Siswa non-akselerasi yang memiliki kepercayaan diri tinggi sebesar 34,62%, dan kepercayaan diri cukup 65,38%. Hasil analisis komparatif menunjukkan ada perbedaan kepercayaan diri antara siswa peserta program akselerasi dan non-akselerasi di SMA Negeri 3 Malang (Z = 2,080; p=0,000 < 0,05). Dimana kepercayaan diri siswa akselerasi lebih tinggi daripada siswa non-akselerasi (mean = 5,57 > 4,61). Saran bagi pihak sekolah agar menyelenggarakan kegiatan yang dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa, misalnya melalui seminar atau pelatihan. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengembangkan variabel lain yang berhubungan dengan kepercayaan diri untuk dilakukan penelitian berikutnya

Pengembangan media interaktif berbasis komputer pada mata pelajaran bahasa Inggris di SDN Kepanjen II Jombang / Ragil Tri Cahyanto

 

Media CD interaktif merupakan salah satu media yang dapat digunakan sebagai sumber belajar. Media CD interaktif pembelajaran merupakan perwujudan dari multimedia pembelajaran, karena penyampaiannya memadukan unsur audio, visual serta interaktivitas sehingga dapat menarik minat pengguna. Bedasarkan hasil observasi di SDN Kepanjen II Jombang, dalam penyampaian materi pelajaran khususnya bahasa Inggris guru masih menggunakan metode ceramah dan buku teks, sehingga siswa cepat merasa jenuh. Karena itu pengembang membuat alternatif pilihan media pembelajaran melalui pengembangan media CD interaktif pembelajaran. Media ini didesain menarik yang bertujuan untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar. Pengembangan media CD interaktif ini diujikan pada siswa kelas III pada materi pelajaran bahasa Inggris. Hal ini dirasakan sesuai, karena karakter siswa SD kebanyakan masih senang belajar yang diikuti dengan sesuatu yang menarik, misalnya: gambar, musik, atau permainan. Tujuan pengembangan media CD interaktif pembelajaran adalah untuk memberi alternatif media belajar bahasa Inggris kelas III SD. Karakteristik dari media CD interaktif adalah terdapat komunikasi yang interaktif antara media dengan pengguna, sehingga akan mendorong tingkat keaktifan siswa dalam belajar. Subyek ujicoba dalam pengembangan media CD interaktif pembelajaran ini adalah siswa kelas III di SDN kepanjen II Jombang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara serta menggunakan instrumen berbentuk angket ahli media, ahli materi, audiens. Untuk hasil belajar siswa digunakan evaluasi dalam bentuk pr-test dan pos-test. Analisis data yang digunakan untuk mengolah data hasil validasi ahli media, ahli materi, dan audiens adalah prosentase, sedangkan untuk mengolah hasil belajar siswa digunakan uji tes t. Hasil pengembangan media CD interaktif pembelajaran ini memenuhi kriteria valid yakni ahli media 86,25 %, ahli materi 85 %, audiens kelompok kecil 94 %, dan audiens klasikal 93,28 %, sedangkan untuk hasil belajar baik kelompok kecil maupun klasikal menunjukkan t hitung > t tabel sehingga pengujian hipotesis rumus statistik Ho ditolak dan H1 diterima, karena ada perbedaan antara sebelum dan sesudah menggunakan media CD interaktif pembelajaran. Saran yang diajukan, hendaknya hasil produk media CD interaktif pembelajaran ini ditindak lanjuti sehingga dapat memberikan kontribusi yang berarti terhadap pembelajaran yang sedang berjalan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Studi tentang pengaruh relokasi PKL terhadap tingkat pendapatan dan penyerapan tenaga kerja di Tulungagung / Kesit Noven Ningsih

 

Pedagang kaki lima sebagai usaha sektor informal mudah dimasuki tanpa menuntut keterampilan yang tinggi dan modal yang besar. Kegiatan sektor informal semakin membengkak dikarenakan adanya kelebihan tenaga kerja yang sebagian dari mereka berpendidikan rendah. Mereka telah berusaha untuk mendapatkan pekerjaan tetapi ternyata hal itu tidak mudah. Akhirnya mereka membuat usaha sendiri sebagai pedagang kaki lima. PKL yang berada di Tulungagug pada awalnya berada di Alun-alun, karena alasan pemanfaatan Alun-alun sebagai jantung kota maka PKL dipindahkan ke Ngemplak Tradisional Pujasera. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai pengaruh relokasi terhadap tingkat pendapatan dan penyerapan tenaga kerja. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Subjek penelitian yang digunakan adalah seluruh pedagang kaki lima yang dipindahkan dari Alun-alun Kota Tulungagung dan berjualan di Ngemplak Tradisional Pujasera berjumlah 38 pedagang. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Penelitian ini termasuk dalam penelitian sensus karena data diambil dari semua populasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pendapatan sebelum dan sesudah relokasi, dan untuk tenaga kerja juga terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah tenaga kerja sebelum dan sesudah relokasi. Hal ini terbukti dengan adanya hasil analisis statistik uji-t yang menunjukkan nilai t hitung lebih besar dari pada tα. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa relokasi pedagang kaki lima dari Alun-alun Kota Tulungagung ke lokasi Ngemplak Tradisional Pujasera mempunyai pengaruh terhadap tingkat pendapatan dan penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diberikan beberapa saran diantaranya adalah agar para pedagang dapat menjaga lokasi yang dijadikan sebagai tempat berdagang agar tampak selalu bersih dan rapi, sehingga pengunjung akan merasa nyaman berada di lokasi tersebut. Bagi pihak pemerintah diharapkan untuk meninjau kembali lokasi pedagang yang sekarang, karena kenyataan yang ada tidak seperti yang diharapkan oleh masyarakat.

Peran kepala sekolah dalam implementasi pembaharuan kurikulum (studi multi kasus tentang aktivitas kepala sekolah sebagai motivator dan inovator pada SMA Nirbaya, SMA Mirbaya dan SMA Krisbaya di Kota Tristabaya) / Ani Kadarwati

 

Karakteristik nelayan pasca tsunami di Desa Teupin Kuyuen Kecamatan Seunuddon Kabupaten Aceh Utara Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam / Maulidariah

 

Bencana gempa dan tsunami telah menghancurkan sebagian besar sendi-sendi perekonomian, perumahan dan infrastruktur di Desa Teupin Kuyuen. Kerusakan yang ada berdampak pada perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang mayoritas bermatapencaharian sebagai nelayan. Ratusan Boat dan ratusan hektar tambak nelayan rusak. Kerusakan yang terjadi dan banyaknya organisasi yang membantu pembangunan desa berdampak pada karakteristik nelayan di Desa Teupin Kuyuen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik nelayan menurut jenis kelamin, menurut status perkawinan, menurut jumlah beban tanggungan keluarga, menurut pendapatan, menurut pendidikan, menurut keikutsertaan nelayan dalam kegiatan sosial, menurut jenis kapal yang digunakan, dan menurut luas tambak yang dikelola oleh nelayan pasca tsunami. Metode yang digunakan dalam membahas karakteristik nelayan pasca tsunami di Desa Teupin Kuyuen adalah deskriptif. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Data yang telah terkumpul ditabulasikan untuk mencari besarnya frekuensi jawaban yang akan dituangkan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara persentase Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan sebagai nelayan lebih banyak dilakukan oleh kaum laki-laki, dengan status sudah kawin. Mayoritas responden memiliki tanggungan keluarga sebanyak 3-4 orang. Sebagian besar nelayan memiliki pendapatan Rp 1.500.00-Rp.2.500.000. Karakteristik nelayan menurut pendidikan di Desa Teupin Kuyuen menunjukkan bahwa umumnya nelayan memiliki tingkat pendidikan hanya tamatan SD. Nelayan Desa Teupin Kuyuen senantiasa ikut dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, keagamaan, serta perkumpulan yang ada di masyarakat. Pasca tsunami nelayan sudah banyak menggunakan kapal motor untuk melaut yang merupakan bantuan dari NGO dan kebanyakan dari nelayan tambak mengelola tambak lebih dari 1 hektar. Berdasarkan hasil penelitian ada beberapa saran yang peneliti utarakan yaitu (1) Perlu rancangan pendidikan keluarga berencana yang didisain khusus untuk keluarga nelayan. (2) Diharapkan nelayan mampu memanfaatkan pendapatan dan segala bantuan dari berbagai pihak dengan sebaik-baiknya. (3) Pendekatan pendidikan untuk masyarakat nelayan perlu mempertimbangkan aspek sosial ekonomi rumah tangga nelayan dengan lebih memfokuskan sasaran target pelayanan pendidikan kepada mayoritas rumah tangga nelayan yang miskin. (4) Pemerintah daerah harus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, sehingga diharapkan ada investor yang mau menanamkan modalnya di Desa Teupin Kuyuen.

Strategi penetapan harga tiket dan harga sewa tempat usaha bagi rekanan yang dilakukan oleh manajemen Taman Belajar dan rekreasi Jawa Timur Park / Dimas Ruri Prasetyo

 

ABSTRAK Fafiriya, Hilida. 2008. Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi dengan Menggunakan Media Audiovisual pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Malang. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd. Kata kunci: Peningkatan, Menulis, Puisi, Media Audiovisual Selama ini masyarakat cenderung menggunakan budaya lisan daripada budaya tulis. Hal itu disebabkan kegiatan menulis yang dianggap sulit sehingga sangat kurang diminati. Kegiatan menulis seharusnya diajarkan dan ditanamkan kepada anak sejak dini karena melalui kegiatan menulis, anak dapat menuangkan ide, pendapat, pikiran dan perasaan kepada pembaca dalam bentuk tulisan. Menulis puisi merupakan kegiatan aktif dan produktif. Dikatakan aktif karena dengan menulis puisi, seseorang telah melakukan proses berpikir; dikatakan produktif karena seseorang dalam menulis puisi dapat menghasilkan sebuah tulisan yang dapat dinikmati oleh orang lain. Untuk membantu siswa dalam menulis puisi dengan baik, guru dituntut dapat menggunakan media pembelajaran di antaranya media audiovisual secara kreatif. Pembelajaran kemampuan menulis puisi dengan menggunakan media pembelajaran yang kreatif, efektif, dan menarik akan mampu membuat siswa untuk aktif dalam pembelajaran. Terkait upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi, dirumuskan masalah sebagai berikut: (1) bagaimanakah proses peningkatan kemampuan menulis puisi siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Malang dengan menggunakan media audiovisual pada tahap (a) pratulis, (b) saat tulis, dan (c) pascatulis; dan (2) bagaimanakah hasil peningkatan kemampuan menulis puisi siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Malang dengan menggunakan media audiovisual pada tahap (a) pratulis, (b) saat tulis, dan (c) pascatulis? Untuk menjawab pertanyaan di atas, penelitian ini dirancang dengan rancangan penelitian tindak kelas (PTK). Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 10 Malang pada kelas VIIIE. Subjek yang diteliti sebanyak 29 siswa. Pengumpulan data proses dilakukan dengan teknik observasi, sedangkan pengumpulan data hasil dilakukan dengan analisis karya siswa. Dari hasil analisis ditemukan bahwa pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual terbukti dapat meningkat meningkatkan proses dan hasil menulis puisi siswa yang memuaskan. Proses peningkatan kemampuan menulis puisi pada tahap pratulis dilakukan kegiatan berikut (a) guru dan siswa bertanya jawab tentang hal yang terkait dengan isi VCD yang akan ditayangkan, (b) siswa bertanya tentang kesulitan yang dialaminya dalam menulis puisi, (c) guru menjelaskan tentang pengetahuan yang diperlukan untuk menjawab kesulitan siswa tentang menulis puisi, (d) guru memancing siswa untuk dapat mengungkapkan perasaannya, menggambarkan peristiwa, dan menggunakan pengimajian pada butir-butir ungkapan perasaan melalui rekaman VCD, (e) siswa mendengarkan dan mencermati contoh puisi yang terkait dengan isi VCD yang telah ditayangkan, (f) siswa merenungkan makna isi tayangan, dan membuat ungkapan perasaan sesuai dengan isi tayangan yang telah dilihat. Pada tahap saat tulis dilakukan kegiatan berikut (a) siswa dibimbing oleh guru untuk menentukan diksi yang sesuai, yaitu kata konkret, kata konotatif, dan kata khusus serta pemilihan majas dan citraan, (b) siswa dibimbing dalam pemilihan judul yang sesuai dengan isi puisinya. Pada tahap pascatulis dilakukan kegiatan berikut (a) siswa tampil membacakan hasil puisinya, (b) guru memberikan penghargaan berupa hadiah berupa pensil kepada siswa yang tampil untuk membacakan puisinya di depan kelas. Hasil peningkatan kemampuan menulis pada tahap pratulis diketahui bahwa pada kemampuan siswa dalam menulis ungkapan perasaan sebagian besar (82,6 %) siswa dapat mengungkapkan perasaannya dengan tepat. Pada tahap saat tulis diketahui bahwa kemampuan menulis puisi (100%) seluruh siswa mencapai nilai di atas SKM. Pada tahap pascatulis diketahui bahwa sebagian besar (71,4%) siswa tampil membacakan puisi. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis dengan menggunakan media audiovisual dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual dapat meningkat pada proses dan hasil pada tahap pratulis, saat tulis, dan pascatulis. Berdasarkan simpulan penelitian ini disarankan kepada kepala sekolah sebagai pengambil kebijakan di lingkungan sekolah untuk menerapkan penelitian tindakan kelas agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan dapat mengetahui kelemahan pembelajaran. Kepada guru sebagai pembina mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia disarankan agar menggunakan media audiovisual atau yang lain secara lebih kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mencapai suatu kompetensi pembelajaran, terutama media pembelajaran sastra yang selama ini kurang diprioritaskan. Kepada peneliti berikutnya disarankankan agar menggunakan dan mengembangkan media audiovisual sebagai dasar untuk melakukan penelitian lain dengan lebih kreatif atau mengembangkan keterampilan berbahasa yang lainnya.

Hubungan antara self esteem dan perilaku agresif siswa kelas XI SMUN I Prambon Kabupaten Nganjuk / Zuhdy Hanifan

 

Isolasi minyak atsiri mint dari daun mint dan sintesis mentil benzoat dari mentol dengan benzoil klorida / Rusita Hindriyani

 

Daun mint merupakan salah satu rempah-rempah yang dapat dimanfaatkan dalam keadaan masih segar maupun dalam keadaan kering. Minyak atsiri mint dapat diperoleh dengan mengisolasi daun mint. Kandungan kimia minyak atsiri mint terdiri dari mentol (50%), menton (10-30%), mentil asetat (10%), dan derivat monoterpen lain seperti pulegon, piperiton, dan mentafuran. Mentil benzoat merupakan ester dari mentol yang dapat disintesis dengan reaksi esterifikasi. Esterifikasi adalah proses pembentukan ester dari alkohol dan asam karboksilat atau derivatnya dengan katalis asam. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengisolasi minyak atsiri dari daun mint, (2) mengetahui rendemen minyak atsiri mint dari daun mint, (3) mensintesis mentil benzoat dari reaksi mentol dengan benzoil klorida, (4) mengetahui karakter senyawa hasil sintesis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang dilakukan di laboratorium penelitian jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang dan laboratorium Kimia Organik Universitas Gadjah Mada, Yogjakarta. Penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu: (1) isolasi minyak atsiri mint dilakukan dengan metode destilasi uap-air, (2) sintesis . Pada tahap sintesis terdapat tiga langkah: (1) sintesis mentil benzoat melalui reaksi esterifikasi dari mentol dengan benzoil klorida, (2) analisis senyawa hasil sintesis dengan kromatografi lapis tipis dan karakterisasi senyawa hasil sintesis meliputi titik didih, titik lebur dan uji kelarutan, (3) identifikasi senyawa hasil sintesis dengan spektroskopi inframerah (IR), dan kromatografi gas spektroskopi massa (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolasi minyak atsiri mint dari daun mint yang diangin-anginkan selama sehari tidak diperoleh minyak mint, selama 3 hari menghasilkan minyak mint dengan rendemen 0,08% dan selama 6 hari diperoleh minyak mint dengan rendemen 0,127%. Isolasi dari daun mint yang dimasukkan dalam kantong plastik selama 1 hari, 3 hari dan 6 hari ketiganya tidak menghasilkan minyak mint. Esterifikasi mentol dengan benzoil klorida pada suhu ± 13◦C, diaduk selama 28 jam dapat menghasilkan mentil benzoat. Mentil benzoat yang didapat tidak stabil sehingga terfragmentasi lebih lanjut. Rf pada KLT tidak dihitung karena pemilihan eluen yang kurang tepat yaitu muncul beberapa noda. Mentil benzoat memiliki sifat-sifat fisik sebagai berikut, sampai pada suhu 163◦C belum mendidih tetapi mengalami perubahan warna yang diduga telah mengalami destruksi, melebur pada suhu (72-74)◦C, larut dalam etanol, 2-propanol, n-heksana dan tidak larut dalam air.

Rancang bangun sistem pemantau kemacetan lalu lintas melalui telepon seluler dengan aplikasi mikrokontroler AT89C51 / Umi Latifah

 

Kemacetan lalu lintas bagi masyarakat perkotaan merupakan permasalahan yang dihadapi sehari-hari. Banyak aktivitas-aktivitas penting yang terhambat karenanya. Hal ini karena masyarakat kurang informasi mengenai kondisi kepadatan lalu lintas pada jalan yang akan mereka lewati. Untuk itu alat pemantau kemacetan lalu lintas sangat diperlukan, yaitu suatu alat pemantau kepadatan lalu lintas pada jalur jalan tertentu yang dapat diakses melalui Short Message Service (SMS), sehingga para pengguna jalan bisa menggunakan alternatif jalan lain untuk menghindari dan mengurangi kemacetan lalu lintas. Perancangan sistem ini bertujuan untuk menghasilkan sistem pemantau kepadatan lalu lintas, menghasilkan aplikasi mikrokontroler AT89C51 serta mengendalikan telepon seluler dengan bantuan mikrokontroler AT89C51. Secara keseluruhan hardware rancang bangun sistem yang dihasilkan terdiri dari sensor kemacetan, mikrokontroler, Liquid Crystal Display (LCD) dan telepon seluler. Sensor kemacetan terdiri dari dua pasang sinar laser sebagai transmitter dan fotodioda sebagai receiver yang berfungsi untuk mendeteksi jumlah kendaraan serta kecepatan kendaraan yang melintas. Mikrokontroler AT89C51 berfungsi untuk mengolah data digital dari sensor, mengatur tampilan pada LCD serta berkomunikasi serial dengan ponsel. LCD M1632 berfungsi sebagai display hasil pemantauan kepadatan lalu lintas. Ponsel berfungsi sebagai penerima dan pengirim pesan melalui sms yang berisi informasi kepadatan lalu lintas. Sistem ini memantau banyaknya kendaraan yang melintas serta kecepatan kendaraan tersebut. Jika kecepatan kendaraan kurang dari sama 20 km/jam maka diasumsikan bahwa bahwa jalan tersebut macet. Jika kecepatan kendaraan di atas 20 km/jam maka dapat diasumsikan jalan tersebut lancar. Rancang bangun sistem ini menghasilkan suatu alat yang mampu memantau kapadatan lalu lintas di suatu jalan tertentu yang dapat diakses melalui sms serta ditampilkan melalui Liquid Crystal Display (LCD). Hasil pengujian keseluruhan sistem menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi jumlah kendaraan serta kecepatan kendaraan. Kemudian jika ada permintaan (sms masuk) pada ponsel yang terintegrasi dengan sistem maka sistem akan menjawab berdasarkan kondisi kepadatan lalu lintas pada waktu 30 detik terakhir dan sms tersebut akan langsung dihapus melalui perangkat lunak (software).

Sistem pemantau kadar gas karbon monoksida (CO) di udara dengan bantuan telepon seluler melalui aplikasi mikrokontroller AT89S51 / Sofia Andriani

 

Gas karbon monoksida (CO) adalah gas beracun yang berasal dari pembakaran yang tidak sempurna baik dari kendaraan bermotor maupun dari peralatan yang lain. Gas CO di udara dalam kadar tinggi sangat berbahaya bagi kesehatan bahkan dapat menyebabkan kematian. Batas ambang kandungan gas karbon monoksida di udara adalah 100 part per million (ppm), dan dalam udara bebas yang normal mencapai konsentrasi sekitar 15 – 50 ppm. Untuk itu, perlu dibuat sebuah sistem pemantau kadar gas karbonmonoksida yang dapat diakses melalui Short Message Service (SMS) sehingga masyarakat dapat mengetahui apakah kadar gas karbonmonoksida di udara dalam kondisi normal, sedang atau bahaya. Tujuan dari perancangan sistem ini yaitu menghasilkan sistem pemantau kadar gas karbonmonoksida di udara dengan aplikasi mikrokontroler AT89S51 beserta program (software) untuk mendeteksi gas karbonmonoksida serta mengirimkan pesan melalui telepon seluler. Secara keseluruhan hardware sistem yang dihasilkan terdiri dari sensor gas karbonmonoksida, pengkonversi analog ke digital (ADC), mikrokontroller, Liquid Crystal Display (LCD) dan telepon seluler. Sistem ini dapat diimplementasikan pada daerah yang rawan memiliki kadar gas karbon monoksida cukup tinggi seperti perempatan jalan, pertigaan maupun daerah kawasan industri. Sensor berfungsi untuk mendeteksi gas karbon monoksida di udara. Analog to Digital Converter (ADC) berfungsi untuk mengkonversi tegangan dari sensor menjadi data digital agar dapat diproses oleh mikrokontroler. Mikrokontroller berfungsi untuk mengolah data digital dari ADC, mengatur tampilan pada LCD dan berkomunikasi serial dengan telepon seluler. Telepon seluler berfungsi untuk menerima dan mengirim pesan. Pesan yang dikirim berisi informasi kondisi serta kadar gas karbon monoksida di udara. Liquid Crystal Display (LCD) berfungsi untuk menampilkan kadar gas karbon monoksida serta kondisi kadar gas karbon monoksida seperti normal, sedang atau bahaya. Sistem ini mampu memantau kadar gas karbonmonoksida di udara dengan rentang deteksi antara 30-1000 ppm yang dapat diakses melalui SMS serta ditampilkan melalui Liquid Crystal Display (LCD). Hasil pengujian keseluruhan sistem menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi dan memantau kondisi kadar gas karbon monoksida di udara serta menampilkannya melalui LCD. Ketika ada permintaan (SMS masuk) pada ponsel yang dipasang pada sistem maka sistem akan memberikan balasan yang berisi kondisi kadar gas karbonmonoksida terakhir dan SMS tersebut akan langsung dihapus melalui perangkat lunak (software).

Pengaruh penggunaan model cooperative learning tipe Teams Games Tournaments dan strategi peta konsep terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMAN 2 Malang pada materi pokok senyawa hidrokarbon / Arik Wahyuni

 

Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di sekolah mem-berikan otonomi luas kepada sekolah untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kondisi setempat. Salah satu aspek yang mendukung adalah kemandirian guru yang dapat menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menye-nangkan (PAKEM). Salah satu model pembelajaran yang dapat menciptakan PAKEM adalah Cooperative Learning tipe Teams Games Tournaments (TGT), yang membuat siswa lebih semangat dalam belajar (Slavin, 1995). Selain itu, ter-dapat strategi Peta Konsep yang membantu siswa aktif membangun sendiri konsep materi pelajaran (Novak, 2002). Karakteristik model pembelajaran ini sesuai dengan materi Senyawa Hidrokarbon yang penuh konsep. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui apakah terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diajar dengan model Cooperative Learning tipe TGT dan strategi Peta Konsep dengan siswa yang diajar dengan metode ceramah bermakna pada materi pokok Senyawa Hidrokarbon, (2) mengetahui bagaimanakah kualitas pembelajaran dengan model Cooperative Learning tipe TGT dan strategi Peta Konsep pada materi pokok Senyawa Hidrokarbon, (3) mengetahui respons siswa terhadap penggunaan model Cooperative Learning tipe TGT dan strategi Peta Konsep pada materi pokok Senyawa Hidrokarbon. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu dan des-kriptif. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa kelas X pada materi pokok Senyawa Hidrokarbon dan variabel bebasnya adalah model Co-operative Learning tipe TGT dan strategi Peta Konsep serta metode Ceramah Ber-makna. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 2 Malang semes-ter dua tahun ajaran 2006/2007. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok yaitu kelas X-1 sebagai kelas kontrol dan kelas X-2 sebagai kelas eksperimen. Pengam-bilan sampel menggunakan teknik sampling kelompok (kluster). Instrumen peneli-tian ini yaitu instrumen perlakuan dan pengukuran. Instrumen perlakuan berupa perangkat pembelajaran. Instrumen pengukuran berupa instrumen tes dan angket respons. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif dan kualitatif. Analisis stasistik kuantitatif untuk menganalisis data kemampuan awal siswa dan prestasi belajar siswa yang terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Data hasil penilaian diskusi kelompok, data hasil penilaian afektif, dan data angket respons siswa kelas eksperimen dideskripsikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diajar dengan model Cooperative Learning tipe TGT dan strategi Peta Konsep dengan siswa yang diajar dengan metode ceramah bermakna. Prestasi be-lajar siswa yang diajar dengan model Cooperative Learning tipe TGT dan strategi Peta Konsep lebih tinggi daripada siswa yang diajar dengan ceramah bermakna. Kualitas pembelajaran dengan menggunakan model Cooperative Learning tipe TGT dan strategi Peta Konsep pada kelas eksperimen menunjukkan hasil yang baik karena secara umum terjadi peningkatan hasil penilaian diskusi kelompok dan afektif siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Siswa kelas eksperimen ju-ga memberi respons yang positif terhadap model pembelajaran yang digunakan.

Isolasi, karakterisasi minyak ikan dari limbah pemindangan ikan di pantai Prigri dan identifikasi asam-asam lemak penyusunnya / Nur Ali

 

Prigi merupakan salah satu pantai wisata sekaligus daerah penghasil ikan yang cukup besar bagi Jawa Timur. Banyak nelayan di Sekitar Pantai Prigi yang mengolah ikan menjadi ikan pindang. Minyak ikan dari hasil pemindangan dibuang bersama limbah dan selama ini limbah tersebut dibuang begitu saja. Padahal minyak ikan tersusun dari beberapa asam lemak yang bermanfaat bagi kesehatan terutama asam lemak ω-3, ω-6, dan ω-9. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengidentifikasi, dan mengkarakterisasi asam lemak dari minyak ikan limbah pemindangan ikan di Pantai Prigi Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang dan Laboratorium Kimia Organik FMIPA Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari limbah pemindangan di Pantai Prigi Kabupaten Trenggalek yang diambil dari limbah pemindangan ikan lapisan bagian atas (lapisan berminyak) yang berwarna coklat muda dari hasil tiga kali proses pemindangan. Minyak ikan diekstrak dengan menggunakan pelarut n-heksana, selanjutnya dikarakterisasi yang meliputi penentuan nilai indek bias, bilangan penyabunan, dan bilangan iod. Identifikasi asam lemak dilakukan dengan metode Kromatografi Gas Spektrometri Massa (GC-MS) yang didahului oleh pengubahan asam lemak penyusun lemak menjadi metil ester melalui proses trans-esterifikasi menggunakan katalis natrium metoksida (NaOCH3) dalam metanol berlebih. Hasil penelitian ini yaitu (1) rendemen minyak ikan yang diperoleh dari limbah pemindangan ikan lapisan bagian atas (lapisan berminyak) hasil ekstrak dengan n-heksana 56,12%; (2) karakteristik minyak ikan hasil isolasi yaitu indeks bias 1,47297, bilangan penyabunan 184,24, dan bilangan iod 136,66; dan (3) asam lemak penyusun utama minyak ikan hasil isolasi adalah asam palmitoleat (8,74%), asam palmitat (19,16%), asam trans-9-oktadekenoat atau -9 (16,91%), asam stearat (5,06%), dan asam eikosa-5,7,11,14,17-pentaenoat atau -3 (13,97%).

Pengaruh posisi kerja mekanik saat menyervis terhadap kelelahan ditinjau dari segi ergonomi di bengkel Auto 2000 Malang / Wanda Ramansyah

 

Ergonomi Ergonomi adalah telaah perkaitan antara manusia dan lingkungan kerja dengan maksud membuat kerja seefisien mungkin dan dapat memperkecil kelelahan kerja. Setiap orang bekerja atau melakukan kegiatan pasti akan mengalami kelelahan kerja, namun kelelahan kerja tersebut dapat diperkecil atau dikurangi. Kelelahan yang terlalu tinggi tentu saja dapat merugikan pekerja karena dapat menurunkan kinerja dan menambah tingkat kesalahan kerja. Jika tingkat kesalahan kerja meningkat maka akan besar kemungkinan terjadi kecelakaan kerja. Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui kondisi obyektif posisi kerja mekanik saat menyervis di Bengkel Auto 2000 Malang. Sedangkan analisis inferensial digunakan untuk mengetahui pengaruh posisi kerja mekanik terhadap kelelahan saat bekerja di Bengkel Auto 2000 Malang. Untuk pengumpulan data peneliti menggunakan metode angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian berdasarkan analisis deskriptif dalam penelitian ini adalah sedikit sekali (12%) mekanik yang tidak pernah melakukan posisi badan yang tidak ergonomi saat berdiri memperbaiki mesin, 39,3% mekanik yang jarang melakukan posisi badan yang tidak ergonomi saat berdiri memperbaiki mesin, 27,3% mekanik yang sering melakukan posisi badan yang tidak ergonomi saat berdiri memperbaiki mesin, dan 21,3% mekanik yang selalu melakukan posisi badan yang tidak ergonomi saat berdiri memperbaiki mesin. Pada analisis inferensial menunjukkan hasil uji regresi linier berganda antara variabel posisi kerja mekanik berdiri saat memperbaiki mesin terhadap kelelahan mekanik di Bengkel Auto 2000 Malang diperoleh nilai sig. t pada taraf signifikansi 5% adalah sebesar 0,022 sehingga 0,022 < 0,05, dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara posisi kerja mekanik berdiri saat memperbaiki mesin terhadap kelelahan. Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa variabel bebas posisi kerja mekanik saat menyervis yang meliputi posisi kerja mekanik berdiri saat memperbaiki mesin, posisi kerja mekanik berdiri saat membongkar dan memasang ban, serta posisi kerja mekanik berdiri saat bekerja di bawah kendaraan mempunyai pengaruh terhadap kelelahan mekanik.

 

Pengembangan paket bimbingan moral bagi siswa sekolah menengah pertama / Rofiqah

 

Penerapan portofolio untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar biologi siswa kelas VIII A SMP Negeri 18 Malang / Wiji Utami

 

Dalam dunia pendidikan kelas IPA masih didominasi oleh suatu penilaian yang disebut tes tertulis yang umumnya hanya mengungkapkan kemampuan kognitif siswa terhadap informasi faktual atau keterampilan proses dasar sedangkan penilaian lainnya belum terukur. Untuk mengukur kemapuan kognitif, psikomotorik dan afektif diperlukan suatu bentuk penilaian yang dapat mengukur kemampuan siswa secara komprehensif yaitu penilaian portofolio. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan prestasi belajar biologi siswa kelas VIII A SMP Negeri 18 Malang melalui penerapan portofolio. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII A dengan jumlah siswa laki-laki 20 orang dan siswa perempuan 24 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, soal ulangan harian, angket, lembar pengecekan dan penilaian portofolio, serta lembar observasi keterlaksanaan penerapan portofolio. Dari penelitian ini ditemukan bahwa penerapan portofolio dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas VIIIA SMP Negeri 18 Malang. Motivasi dan prestasi belajar siswa meningkat dari siklus I ke siklus II, Motivasi siswa pada saat diskusi presentasi pada siklus I yaitu jumlah siswa yang bertanya, menjawab ataupun yang menangapi meningkat pada siklus II. Sedangkan motivasi siswa pada saat pengamatan dan praktikum dari aspek kedisiplinan, bekerjasama, dan keingintahuan juga meningkat pada siklus II. Prestasi belajar biologi siswa yang berupa nilai ulangan harian siswa pada siklus I mempunyai rata-rata 84,42 pada siklus II meningkat menjadi 90,39 berarti dalam hal ini mengalami peningkatan sebesar 5,97 dan nilai portofolio pada siklus I mempunyai rata-rata 70,15 pada siklus Iimeningkat menjadi 79,43 dengan demikian nilai portofolio meningkat lebih banyak yaitu sebesar 9, 28.

Pembelajaran matematika realistik untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada siswa kelas II SDN Kebonsari 1 Malang pada materi pembagian / Dianatus Zahriyah

 

Mathematics has significance role to improve students’ thinking ability. Student should be train to solve mathematics problem. Therefore, learning to solve mathematics problem should be started in elementary school. The early observation that was conducted at the 2 grade of SDN 1 Kebonsari Malang shows that teaching method used is teacher centered, where teaching-learning process is dominated by teacher. Moreover, the student tends to be passive in classroom activity and lack of ability in solving a problem. Therefore, it is very important to carry out a new appropriate education method that is able to train student to solve problems. One of the method that can be used to improved student’s problem solving skills is realistic mathematics education. This research is classroom action research that was done under two cycles. It was carried out on April 4 until 21 2007 towards 18 students. The outcomes of the research are written descriptively. Applying this method the writer started by giving the students contextual problems that was equipped with appropriate supported equipments. The problems are then discussed in the small group of students. After that, the result of the group discussion would be presented in classroom discussion in order to get conclusions from the problems given. The outcome shows that realistic mathematic education is able to improve the problem solving skill of 2 grade students of SDN 1 Kebonsari Malang at the subject of divisions. For the next research, realistic mathematics education should be applied more interestingly by expanding the problems into more contextual problems and using more appropriate supported equipments.

Korelasi antara iklim organisasi sekolah dan motivasi berprestasi dengan unjuk kerja guru pada SMUN di Kabupatem Pasuruan / oleh Prayitno

 

Penerapan metode bercerita oleh guru padu di Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang / Octotya Puspita Rosa

 

Penelitian ini berlatar belakang kurangnya minat anak terhadap kegiatan pembelajaran yang salah satunya disebabkan kurangnya waktu dalam penerapan metode bercerita dan perencanaan dalam penerapan metode bercerita. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan perencanaan yang dilakukan oleh guru PAUD di Kecamatan Lumajang dalam penerapan metode bercerita. Mendeskripsikan pelaksanaan metode bercerita yang dilakukan oleh guru PAUD di Kecamatan Lumajang. Mendeskripsikan evaluasi yang diterapkan oleh guru PAUD di Kecamatan Lumajang dalam penerapan metode bercerita. Lokasi penelitian yang dipilih adalah semua PAUD/ Playgroup yang berada di Kecamatan Lumajang. Pemilihan lokasi ini berdasarkan atas kondisi pendidikan di Kecamatan Lumajang yang cukup baik dimana pendidikan menjadi salah satu program tri plus kabupaten Lumajang. Metode, sarana serta warga belajar di Kecamatan Lumajang cukup baik. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan rancangan penelitian Deskriptif. Metode yang dipakai peneliti adalah metode Angket. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2007. Hasil penelitian inimenunjukkan Perencanaan dalam penerapan metode bercerita yang dilakukan oleh guru PAUD se Kecamatan Lumajang dimulai dengan perencanaan penerapan metode bercerita di dalam kurikulum, yang kemudian dilanjutkan dengan perencanaan di dalam Satuan Kegiatan Harian. Tidak semua cerita yang ada dapat disampaikan, tetapi cerita tersebut harus disesuaikan dahulu dengan tema pembelajaran yang ada pada kurikulum ataupun Satuan Kegiatan Harian. Cerita yang disampaikan kepada anak didik bersumber dari: (1) buku cerita, (2) karangan sendiri, (3) televisi dan (4) pengalaman guru. Penggunaan metode bercerita bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan mendengar, mencerna dan berpikir anak disamping itu bermanfaat bagi perkembangan kemampuan berbahasa anak dini usia, karena dengan mendengarkan cerita anak dapat belajar mengenal huruf, pengucapan hingga mengenal kata. Pelaksanaan metode bercerita yang dilakukan oleh guru PAUD di Kecamatan Lumajang meliputi: mensetting atau mengatur ruang kelas sebelum guru menerapkan metode bercerita. Dalam penerapan metode bercerita para guru menggunakan media bantu seperti APE (Alat Permainan Edukatif), boneka jari, gambar berseri, buku cerita, CD, Komputer. Tidak semua media bantu yang digunakan berasal dari membeli tetapi juga hasil karya guru dan murid. Durasi waktu yang digunakan dalam penerapan metode bercerita adalah 5-10 menit, 10-15 menit, 30 menit dan 1 jam.Selain itu guru PAUD se Kecamatan Lumajang, menggunakan tekhnik bercerita yang meliputi (1) membaca langsung dari buku cerita, (2) menggunakan media bantu, (3) dramatisasi. Teknik bercerita bertujuan untuk menumbuhkan imajinasi di kepala anak. Dramatisasi sebagai bagian dari teknik bercerita bertujuan untuk menghidupkan karakter atau tokoh dalam suatu cerita. Dari hasil penelitian mengenai dramatisasi cerita diperoleh, beberapa tekhnik dramatisasi antara lain: (1) memperjelas vokal atau intonasi, (2) variasi nada suara, (3) ilustrasi lagu, (4) ekspresi, (5) tema cerita. Evaluasi yang diterapkan oleh guru PAUD se Kecamatan Lumajang dalam penerapan metode bercerita dilakukan (1) setelah metode bercerita dilaksanakan, (2) setelah kegiatan pembelajaran selesai, (3) keesokan harinya. Hal-hal yang dievaluasi menurut guru PAUD adalah tingkat pemahaman warga belajar terhadap cerita, perubahan tingkah laku, dan keefektifan media bantu. Dalam penerapan metode bercerita muncul respon dari anak didik seperti: (1)bertanya atau komentar, (2) perasaan (sedih, gembira) seperti dalam cerita yang disampaikan, (3) melakukan tindakan seperti cerita yang disampaikan. Dampak yang muncul pada anak didik setelah diberikan cerita adalah bertambahnya kosa kata anak didik, bertambahnya wawasan anak didik, perubahan tingkah laku anak didik, bertambahnya budi pekerti serta anak mengerti terhadap dampak yang timbul setelah mereka melakukan suatu tindakan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan: (1) Pengelola Kelompok Bermain untuk terus menerapkan metode bercerita, perlu bagi guru PAUD untuk belajar mengenai teknik bercerita yang baik, sehingga cerita yang disampaikan kepada anak didik tidak terkesan membosankan dan monoton. Perencanaan dalam setiap kegiatan perlu dilakukan agar kegiatan yang akan dilaksanakan lebih matang. (2) Jurusan Pendidikan Luar Sekolah perlu mengadakan pelatihan-pelatihan, seminar ataupun sharing mengenai bercerita, mendongeng atau story telling bagi guru-guru PAUD. Selain itu perlu diadakan mata kuliah mengenai metode bercerita atau tekhnik bercerita, yang nantinya menambah wawasan mahasiswa PLS. (3) Dari hasil penelitian ini dapat dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kesulitan-kesulitan yang dihadapi guru PAUD dalam menerapkan metode bercerita, sehingga penelitian ini tidak hanya terbatas pada penelitian ini.

Penerapan prinsip PAKEM (pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan) di kelompok bermain (play group) As-Sakinah Jl. Suruji Gg. 4 Kepanjen Malang / Romaida

 

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peran guru dan peserta didik dalam pembelajaran, bentuk dan fungsi bahan ajarnya, Strategi pembelajarannya, penggunaan media pembelajarannya, evaluasinya, serta kelebihan dan kekurangan PAKEM di Kelompok Bermain As-Sakinah. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode penelitian Diskriptif, jenis penelitiannya Diskriptif. Sumber data adalah 1 Kepala Program, 4 orang guru, 2 orang wali murid, serta situasi social lingkungan Kelompok bermain. Untuk tehnik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, display, data, kesimpulan, dan verivikasi. Berdasarkan basil penelitian peran guru dalam pembelajaran adalah sebagai fasilitator, motivator, dan model sesuai dengan prinsip Pakem, adapun bentuk bahan ajarnya berupa modul yang berfungsi sebagai acuan menu pembelajaran yang mengacu pads 6 aspek perkembangan anak usia dini, aspek yang dimaksud meliputi pengembangan moral dan nilai-nilai agama, fisik, bahasa, kognitif, social emosional, dan pengembangan seni. Adapun Strategi pembelajarannya adalah. "bermain sambil belajar, belajar seraya bermain". Yang menggunakan pendekatan BCCT namun selaras dengan pakem. Media yang digunakan adalah lingkungan alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja disiapkan yang sesuai dengan perkembangan anak. Evaluasi dilakukan secara terus menerus, yang merupakan evaluasi prows dan produk (basil karya anak). Adapun kelebihan Pakem (1). Pembelajaran yang berpusat pads anak mendorong anak didik untuk aktif dalam berkarya. (2). Mendidik anak untuk kritis terhadap lingkungan sekitar. (3). Anak lebih kreatif dalam menuangkan imajinasinya, (3). Intensitas belajar peserta didik tinggi sedangkan kelemahannya antara lain, (1). kurangnya media pembelajaranlalat permainan yang mendukung pembelajaran, contoh: Balok bangunan, (2). Guru masih belum sepenuhnya dapat menerapkan metodologi secara utuh karena melihat karakteristik peserta didik yang berbeda¬beda. Rekomendasi dari penelitian ini, (1) Bagi peneliti; Hendaknya Peneliti melakukan penelitian lebih lanjut mengenai Penerapan Prinsip Pakem dan mencoba menguji dengan pendekatan yang lain sehingga memperluas pengalaman dibidang penelitian. (2) Bagi Jurusan Pendidikan Luar sekolah; Hendaknya basil penelitian ini dapat dijadikan pijakan reverensi untuk menyelenggarakan Kelompok bermain yang lebih baik. (3) Bagi Kelompok Bermain (play group) As-Sakinah Kepanjen Malang; Hendaknya selalu meningkatkan mutu kualitas mengajar dan mengoptimalkan fungsi dan pecan sebagai guru dengan baik.

 

Hambatan-hambatan mahasiswa PLS UM angkatan 2003 dalam proses menyusun skripsi / Rahmat Hidayat Ismail

 

Pengaruh doping ion CO2+ terhadap struktur dan dielektrisitas pada senyawa nanokristal spinel ZnFe2-xCoxO4 yang sintesis melalui metode kopresipitasi / Idon Joni

 

Kata kunci: kopresipitasi, nano kristal, ZnFe2-XCoxO4, Dielektririsitas. Senyawa franklinite (ZnFe2O4) menjadi material yang menarik untuk dikaji disebabkan material ini memiliki aplikasi yang sangat luas. Dalam rangka pengembangan metode sintesis bahan, maka dalam penelitian ini digunakan metode kopresipitasi yang dapat menghasilkan ukuran nano material dengan waktu dan proses relatif mudah dan cepat. Pada metode ini, material-material dasar diendapkan bersama secara stoikiomeris dengan reaktan tertentu. Pada suhu tertentu, kelarutan zat dalam pelarut akan melewati massa larutan lewat jenuh dimana konsentrasi zat terlarut lebih besar dibandingkan keadaan kesetimbangan sistem yang akan menghasilkan pembentukan inti kristal. Pada penelitian ini, ZnFe2O4 di doping dengan ion Co2+ dalam bentuk ZnFe2-XCoxO4 dengan menggunakan metode kopresipitasi. Prosesnya dilakukan dengan cara melarutkan bahan dasar ZnCl2 (99,9%), FeCl3.6H2O (99,9%), CoCl2.6H2O (99,9%) didalam aquades didalam magnetic stirrer selama 30 menit. Larutan yang dihasilkan dimasukkan NH4OH (99,9%, 6,5M) 5ml setiap 5 menit. Karakterisasi struktur Kristal menggunakan XRD dan dielektrisitas menggunakan kapasitansi digital tipe AD 5822. Pembentukan fasa diidentifikasi dengan program PCW, struktur Kristal dianalisis dengan program Celref. Selanjutnya ukuran butir Kristal dihitung menggunakan persamaan Scherrer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nano kristal ZnFe2-XCoxO4 telah berhasil disintesis dengan ukuran butiran kristalnya berkisar 15,46 nm sampai 23,85 nm. Hasil analisis Fase dan parameter kisi menunjukkan semakin besar doping Co2+ maka semakin besar pula parameter kisi dan volume Kristal. Sebagai konsekuensi dari hasil tersebut energi ikat kristal semakin lemah sehingga semakin besar doping maka semakin kecil dielektrisitasnya. Hal ini disebabkan jari-jari ion Co2+ lebih besar daripada jari-jari ion Fe3+.

Kemampuan mendongeng siswa kelas VII SMP Negeri 4 Malang dengan menggunakan kelompok teater / Dewi Yulia Masruroh

 

Mendongeng merupakan salah satu kompetensi berbahasa dan bersastra kurikulum 2004 SMP/MTS mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Pembelajaran mendongeng menekankan pada aspek-aspek tertentu yang perlu dikuasai oleh para siswa. Proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan siswa dapat menghasilkan siswa yang kompeten dalam mendongeng dengan memperhatikan aspek keruntutan cerita, volume suara, kejelasan lafal, ketepatan intonasi, dan gerak/mimik sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai pada Kurikulum 2006. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, maka guru harus memilih media yang tepat dalam pembelajaran mendongeng. Media tersebut digunakan untuk membantu siswa dalam memahami dan menghayati dongeng yang diceritakan. Fokus utama masalah penelitian ini adalah aspek-aspek yang berkaitan dengan kegiatan mendongeng dan dirumuskan sebagai berikut: bagaimanakah kemampuan mendongeng siswa kelas VII SMP Negeri 4 Malang dengan menggunakan kelompok teater berdasarkan aspek keruntutan cerita, volume suara, kejelasan lafal, ketepatan intonasi, gerak/mimik yang sesuai. Sedangkan fokus masalah penelitian yang berkaitan dengan kelompok teater dirumuskan sebagai berikut: bagaimanakah kemampuan penghayatan kelompok teater berdasarkan gerak dan mimik yang ditunjukkan ketika memerankan dongeng yang diceritakan. Sejalan dengan rumusan masalah tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mendongeng siswa kelas VII SMP Negeri 4 Malang dengan menggunakan kelompok teater dilihat dari aspek kelogisan alur cerita, volume suara, kejelasan lafal, ketepatan intonasi, gerak/mimik yang sesuai, serta mendeskripsikan kemampuan penghayatan kelompok teater berdasarkan gerak dan mimik yang ditunjukkan ketika memerankan dongeng yang diceritakan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian deskripstif kualitatif.. Sesuai dengan rancangan penelitian yang ditetapkan maka penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara nyata kemampuan mendongeng siswa kelas VII SMP Negeri 4 Malang dilihat dari aspek keruntutan cerita, volume suara, kejelasan lafal, ketepatan intonasi, gerak/mimik yang sesuai dengan menggunakan data ujaran dan tindakan siswa, dan kemampuan berakting kelompok teater yang mengiringi kegiatan mendongeng siswa dengan menggunakan data tindakan siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 4 Malang. Data dalam penelitian berupa data ujaran dan tindakan siswa ketika mendongeng dengan menggunakan model kelompok teaterikal. Sumber data dalam penelitian ini adalah dua belas siswa kelas VII B yang dipilih sesuai persetujuan kelompok siswa yang telah dibentuk sebelumnya berdasarkan dongeng yang dibagikan. Instrumen pengumpul data utama adalah peneliti dengan dibantu dua orang teman sejawat, sedangkan instrumen penunjang berupa dongeng yang dibagikan pada siswa, pedoman catatan lapangan, lembar penilaian siswa, perekaman melalui foto, dan handycame. Penelitian ini dilakukan dengan cara meminta subjek penelitian utama (pendongeng) untuk menceritakan dongeng yang telah disampaikan sedangkan anggota kelompok diminta untuk memerankan dongeng yang disampaikan. Untuk menjaga kesahihan data dilakukan pengecekan keabsahan data melalui tiga teknik pemeriksaan data yang terdiri atas: (1) ketekunan pengamatan, (2) triangulasi data, (3) kecukupan referensial, dan (4) diskusi teman sejawat. Hasil penelitian pada siswa yang mendongeng dikaji sesuai dengan aspek yang terdapat pada indikator pembelajaran. Berdasarkan aspek keruntutan cerita, masing-masing alur cerita yang disampaikan oleh seluruh siswa telah runtut. Kelemahan yang dimiliki oleh sebagian siswa adalah pengungkapan peristiwa dalam alur cerita yang bersifat kurang logis. Berdasarkan aspek volume suara, kejelasan volume suara seluruh siswa dapat terdengar ke seluruh ruangan kelas. Hal ini disebabkan adanya rasa kepercayaan diri dari siswa ketika tampil di dalam kelas. Berdasarkan aspek pelafalan, lebih dari sebagian siswa mengucapkan semua bunyi bahasa yang dipergunakan untuk mendongeng dengan pelafalan dan artikulasi yang tepat, hanya tiga orang siswa yang mengalami salah ucap karena ujaran disampaikan terlalu cepat dan masih dipengaruhi oleh pelafalan bahasa jawa. Berdasarkan aspek intonasi, siswa tidak menggunakan intonasi secara bervariasi dan sesuai dengan maksud cerita. Siswa hanya menempatkan jeda dengan tepat, akan tetapi ketepatan nada, tekanan, dan tempo siswa belum maksimal. Cerita yang disampaikan siswa memiliki kecenderungan berbentuk narasi dan jarang menggunakan unsur dialog seperti pada sumber cerita sehingga mengakibatkan intonasi yang digunakan kurang menarik. Berdasarkan aspek penggunaan sikap tubuh, siswa tidak memanfaatkan sikap tubuh secara tepat dan wajar untuk mendukung cerita. Siswa memiliki kecenderungan untuk berpindah-pindah tempat (movement). Bloking yang dilakukan selalu mendekati kelompok yang memerankan. Ekspresi wajah kurang tepat karena penghayatan terhadap isi dongeng yang tidak diperhatikan. Hasil penelitian pada kelompok teater dikaji sesuai dengan aspek gerak dan mimik yang ditunjukkan ketika memerankan dongeng yang diceritakan oleh pendongeng. Gerakan yang mereka lakukan memang sesuai tetapi ada beberapa peristiwa yang justru ditanggalkan tanpa gerakan. Kelompok teater tidak menunjukkan ekpresi yang menghayati dongeng yang diperankan. Dalam praktik pelaksanaannya, disarankan pada guru bidang studi Bahasa dan Sastra Indonesia memperhatikan kekurangan siswa sesuai dengan aspek yang diamati, yaitu keruntutan cerita, ketepatan intonasi, dan sikap tubuh yang tepat untuk seorang pendongeng. Saran untuk peneliti selanjutnya, diharapkan mampu mengembangkan instrumen penelitian yang lebih baik, sehingga memperoleh data yang akurat.

Penerapan pembelajaran kooperatif dengan model Group Investigation (GI) untuk meningkatkan kemampuan kerja ilmiah dan hasil belajar biologi siswa kelas X MAN Pamekasan / Imraatul Mufidah

 

ABSTRAK Mufidah, Imraatul. 2007. Penerapan Pembelajaran Kooperatif dengan Model Group Investigation (GI) untuk Meningkatkan Kemampuan Kerja Ilmiah dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X MAN Pamekasan. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Susetyoadi Setjo, M.Pd. (II) Dra. Hawa Tuarita, M.S. Kata kunci: pembelajaran kooperatif, Group Investigation, kerja ilmiah, hasil belajar biologi Kualitas pendidikan tidak lepas dari faktor-faktor yang terkait dengan pembelajaran. Salah satu faktornya adalah kualitas pembelajaran di kelas. Metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru sangat mempengaruhi prestasi akademik yang meliputi kerja ilmiah dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi awal, diketahui bahwa MAN Pamekasan telah menerapkan beberapa model pembelajaran, dan yang paling sering digunakan adalah simulasi dan pembelajaran kooperatif model STAD, sedangkan pembelajaran biologi dengan pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) belum pernah diterapkan. Diharapkan dengan model Group Investigation, siswa dapat menyelidiki atau melakukan eksperimen sendiri sehingga dapat membangun sendiri konsep dari observasi atau eksperimen yang telah mereka lakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kerja ilmiah dan hasil belajar biologi siswa kelas X.5 MAN Pamekasan melalui pembelajaran kooperatif dengan model Group Investigation (GI). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 11 Mei sampai dengan 02 Juni 2007. jenis penelitian ini adalah penelitian noneksperimen dengan desain Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari dua siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X.5 MAN Pamekasan semester 2 tahun ajaran 2006/2007. Data penelitian ini berupa kerja ilmiah siswa yang diperoleh melalui observasi, dan hasil belajar siswa yang diperoleh melalui hasil laporan dan LKS serta tes/evaluasi pada setiap akhir siklus. Analisis data dari penelitian ini berupa persentase kerja ilmiah dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja ilmiah siswa pada siklus 1 sebesar 62,22% (kategori baik) meningkat menjadi 70% (kategori baik) pada siklus 2. Hasil belajar siswa menunjukkan bahwa pada siklus 1 persentase hasil belajar seluruh siswa sebesar 74%, sedangkan pada siklus 2, terjadi peningkatan persentase hasil belajar sebesar 76,6%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation dapat meningkatkan kerja ilmiah siswa kelas X.5 MAN Pamekasan sebesar 7,78% dan hasil belajar Biologi siswa sebesar 2,6%. Saran dari penelitian ini adalah sebagai pertimbangan guru bidang studi biologi dalam menerapkan model pembelajaran dan sebagai rekomendasi bagi peneliti lain untuk melaksanakan penelitian serupa atau menindak lanjuti penelitian ini dengan subyek penelitian yang berbeda.

Penerapan pembelajaran kooperatif model two stay two stray (dua tinggal dua tamu) untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa kelas X8 SMAN 5 Malang pokok bahasan aliran energi dan daur biogeokimia / Ida Ayu Gede Prima Wulandari

 

Hasil Observasi awal yang dilakukan di kelas X8 SMAN 5 Malang menunjukkan bahwa sebagian siswa cenderung ramai pada saat guru menjelaskan materi di kelas atau pada saat guru meminta siswa untuk berdiskusi kelompok. Siswa cenderung individual dan interaksi dengan teman masih kurang. Siswa tidak terlalu aktif dalam menjawab atau mengajukan pertanyaan pada saat guru melaksanakan proses tanya jawab. Guru bidang studi biologi dan mahasiswa PPL biologi yang mengajar di kelas X8 menyampaikan bahwa di kelas tersebut sudah pernah diterapkan beberapa model pembelajaran kooperatif, seperti STAD, GI dan model pembelajaran kooperatif yang mengandung unsur permainan. Walaupun demikian hasil belajar siswa kurang optimal jika dibandingkan dengan kelas yang lain. Berdasarkan fenomena yang ada, maka peneliti melakukan pembelajaran yang memberikan kesempatan lebih banyak kepada siswa untuk bertukar pendapat dan saling melengkapi informasi dengan temannya. Selain itu, siswa juga terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran yang dimaksud adalah pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray (Dua Tinggal Dua Tamu). Tujuan dari penelitian yang telah dilaksanakan adalah: (1) mengetahui peningkatan proses belajar siswa kelas X8 pokok bahasan Aliran Energi dan Daur Biogeokimia; (2) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas X8 pokok bahasan Aliran Energi dan Daur Biogeokimia (3); mengetahui persepsi siswa kelas X8 terhadap penerapan pembelajaran koperatif model Two Stay Two Stray. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan tindakan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) observasi; (4) Refleksi. PTK dilaksanakan dalam 2 siklus tindakan dengan subjek penelitian adalah Kelas X8 sebanyak 40 siswa. Teknik pengambilan datanya menggunakan lembar observasi, catatan lapangan, dan tes subjektif pada tiap akhir siklus pemberian tindakan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2007 sampai dengan 5 Juni 2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) proses belajar siswa pada siklus II mengalami peningkatan bila dibandingkan pada siklus I, persentase rata-rata siswa yang aktif bertanya, aktif menjawab, mengemukakan pendapat, mengerjakan LKS, menjelaskan materi kepada anggota kelompok, dan bekerjasama mengalami peningkatan baik pada kelompok awal maupun kelompok TSTS. Pada kelompok awal, proses belajar siswa meningkat sebesar 28,16% yaitu dari 59,41% pada siklus I menjadi 87,57% pada siklus II. Pada kelompok TSTS meningkat sebesar 26,72% yaitu dari 64,71% pada siklus I menjadi 91,43% pada siklus II (2) nilai rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan, yaitu 67,54 pada siklus I menjadi 75,63 pada siklus II sehingga ketuntasan belajar juga meningkat dari 48,65% menjadi 86,84%.(3) respons siswa kelas X8 terhadap penerapan pembelajaran kooperatif model TSTS bahwa bahwa dapat meningkatkan keaktifan dan dan hasil belajar, tidak membosankan serta model ini perlu dikembangkan Hal ini berarti bahwa pelaksanakan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray (Dua Tinggal Dua Tamu) dapat meningkatkan proses dan hasil belajar biologi siswa kelas X8 SMAN 5 Malang.

Evaluasi taman kota binaan masyarakat di Kota Malang bagian selatan berdasarkan struktur vegetasi dan fungsi ekologis / Siti Anisyah

 

Kota Malang termasuk Provinsi Jawa Timur dengan luas sekitar 110,06 km2 dan merupakan kota terbesar kedua setelah Surabaya. Sebagai kota besar kota Malang tidak terlepas dari permasalahan lingkungan. Laju pertumbuhan populasi penduduk yang tinggi di kota Malang mengakibatkan peningkatan pembangunan fisik dan lahan- lahan yang seharusnya dijadikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) semakin menyempit sehinga lingkungan kota Malang hanya maju secara ekonomi tetapi mundur secara ekologi. Salah satu bentuk infrastruktur Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kota Malang yang memiliki peranan penting dalam pelunakan iklim mikro yaitu taman kota. Taman kota memiliki peranan besar dalam pelunakan iklim mikro daerah perkotaan. Namun, masih sedikit sekali penelitian mengenai pengaruh struktur vegetasi terhadap fungsi ekologis taman kota di kota Malang bagian Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) struktur vegetasi taman kota binaan masyarakat di kota Malang bagian selatan , (2) pengelompokkan taman kota binaan masyarakat di kota Malang bagian selatan berdasarkan struktur vegetasi dan fungsi ekologis, (3) hubungan antara pengelompokkan struktur vegetasi dan pengelompokkan fungsi ekologis taman kota binaan masyarakat di Kota Malang bagian selatan, (4) evaluasi hasil pengelompokkan taman kota binaan masyarakat di kota Malang bagian selatan berdasarkan fungsi ekologisnya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei 2007 sampai Juli 2007. Penelitian ini dilakukan di taman-taman kota yang dibina oleh masyarakat di Kota Malang wilayah bagian selatan, yaitu meliputi 11 taman kota. Pengambilan data dari taman kota berupa struktur vegetasi dan fungsi ekologis taman kota. Struktur vegetasi taman kota diamati berdasarkan variabel kerapatan (Kr) dan kerimbunan relatif (Dr) untuk mendapatkan Indeks Nilai Penting (INP), selanjutnya untuk pengelompok-kan taman berdasarkan struktur vegetasi dengan teknik ordinasi. Faktor ekologis taman dihitung berdasarkan parameter intensitas cahaya, kelembaban udara, suhu udara, kecepatan angin, intensitas suara yang dilakukan didalam dan diluar taman, baik pada waktu pagi, siang, dan sore hari yang digunakan untuk mengetahui kemampuan taman dalam mereduksi faktor ekologis. Selanjutnya, dibahas mengenai hubungan antara pengelompokkan struktur vegetasi dan pengelompokkan fungsi ekologis taman kota binaan masyarakat di kota Malang bagian selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ordinasi taman berdasarkan struktur vegetasi menghasilkan kelompok yang berbeda dengan pengelompokkan taman berdasarkan fungsi ekologisnya. Taman yang memiliki struktur vegetasi berbeda dapat memiliki fungsi ekologis yang sama. Taman kota yang dibina oleh masyarakat di kota Malang bagian selatan memiliki fungsi ekologis yang kecil dalam pelunakan iklim mikro. Taman yang memiliki fungsi ekologis besar yaitu Taman Terusan Dieng. Taman dapat berfungsi dengan baik tidak hanya dipengaruhi oleh komponen dalam taman tetapi juga dipengaruhi oleh komponen di luar taman. Dari hasil penelitian ini diharapkan pembangunan taman kota Malang harus sesuai dengan peruntukkannya, penambahan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH), perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang kandungan CO2 dan partikulat udara dalam taman.

Sintesis p-metoksisinamaldehida dari p-anisaldehida dan asetaldehida melalui kondensasi aldol dan uji aktivitasnya sebagai sunscreen / Milatus Solikha

 

Senyawa karbonil tidak jenuh α,β merupakan senyawa yang dapat disintesis melalui kondensasi aldol dengan cara mereaksikan dua senyawa aldehida atau keton. Salah satu atau kedua senyawa aldehida atau keton tersebut harus mempunyai atom hidrogen-α. Secara teori, p-metoksisinamaldehida dapat disintesis melalui kodensasi aldol antara p-anisaldehida dan asetaldehida. Pemanfaatan p-anisaldehida dalam industri sebagai bahan baku farmasi, bahan setengah jadi untuk antihistamin, parfum, UV absorber, elektroplating, dan bahan penyedap. Melihat potensi p-anisaldehida yang besar, maka dibutuhkan suatu metode sintesis untuk menambah satu ikatan rangkap karbon-karbon pada p-anisaldehida. Senyawa hasil sintesis ini secara struktural memenuhi persyaratan sebagai senyawa sunscreen sehingga diharapkan senyawa ini dapat melindungi kulit dari radiasi sinar ultraviolet sinar matahari. Tujuan penelitian ini adalah : (1) mengetahui apakah p-metoksisinamaldehida dapat disintesis melalui kondensasi aldol dari p-anisaldehida dan asetaldehida, (2) mengetahui karakteristik senyawa hasil sintesis, (3) mengetahui aktivitas senyawa hasil sintesis sebagai sunscreen. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama adalah sintesis p-metoksisinamaldehida melalui kondensasi aldol p-anisaldehida dan asetaldehida dengan katalis natrium hidroksida 10% serta pemurnian senyawa hasil sintesis. Senyawa hasil sintesis diidentifikasi awal dengan kromatografi lapis tipis dan dilanjutkan dengan karakterisasinya meliputi penentuan indeks bias, penentuan berat jenis, dan uji kelarutan. Tahap kedua adalah identifikasi senyawa hasil sintesis secara spektrofotometri UV, spektrofotmetri IR, kromatografi gas-spektrometri massa (GC-MS). Tahap terakhir adalah uij aktivitas tabir surya senyawa hasil sintesis dengan metode spektrofotometri UV. Dari penelitian dapat diketahui bahwa p-metoksisinamaldehida dapat disintesis melalui kondensasi aldol p-anisaldehida dan asetaldehida dengan katalis natrium hidroksida 10% dan diperoleh senyawa hasil sintesis berupa cairan berwarna oranye, sangat kental dengan bau harum, mempunyai indeks bias 1,67540 pada suhu 200C, berat jenis 3,6 g/mL, tidak larut dalam air dan heksana tetapi larut dalam kloroform dan 2-propanol. Pada sintesis ini diperoleh hasil dengan kemurnian 64,44% (hasil analisis GC) dan rendemen sebesar 4,136%. p-Metoksisinamaldehida hasil sintesis pada konsentrasi 0,5 g/L tidak menunjukkan aktivitas sebagai sunscreen.

Penerapan asesmen portofolio dalam pembelajaran matematika siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 2 Malang / Erni Kustini

 

Salah satu upaya peningkatkan mutu pendidikan di sekolah adalah peningkatan kualitas penilaian hasil belajar siswa. Asesmen portofolio merupakan salah satu bentuk penilaian berbasis kelas. Konsekuensi penerapan penilaian portofolio ini guru melakukan penilaian hasil belajar siswa per individu secara berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan asesmen portofolio dalam pembelajaran matematika siswa kelas XI IPS 4 sebagai salah satu bentuk penilaian berbasis kelas. Materi dalam penelitian ini adalah Turunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Dari hasil penelitian ini dideskripsikan langkah-langkah yang dilakukan guru dalam menerapkan asesmen portofolio dalam pembelajaran, serta dideskripsikan pula nilai portofolio yang diperoleh siswa berdasarkan format penilaian. Penerapan asesmen portofolio dalam pembelajaran didahului dengan pengenalan portofolio kepada siswa. Penilaian portofolio difokuskan pada minat belajar dan hasil belajar siswa. Penilaian portofolio ini dapat menumbuhkan minat belajar siswa. Hasil belajar siswa dapat dilihat dari nilai kuis dan nilai ulangan harian. Rancangan portofolio yang diterapkan adalah: 1) jurnal belajar siswa, 2) rangkuman materi, 3) pekerjaan rumah, 4) latihan soal, 5) kuis, 6) ulangan harian, dan 7) refleksi akhir pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian disaranka bahwa: (1) pada awal penerapan asesmen portofolio, senantiasa guru memberikan bimbingan, perhatian, dan motivasi kepada siswa dalam menyusun portofolio, (2) untuk mengatasi salah satu kelemahan penilaian portofolio yang cenderung ”time consuming” disarankan agar menggunakan format penilaian rubrik skoring.

Penerapan metode inkuiri dalam PBL untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar biologi keanekaragaman hayati siswa kelas X SMAN 1 Bangil Pasuruan / Inda Roifatul Ma'rifah

 

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru bidang studi biologi di SMA Negeri I Bangil Pasuruan bahwa pembelajaran yang digunakan guru biologi sebagian besar hanya ceramah dan tanya jawab. Siswa cenderung bersikap pasif terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas sehingga aktivitas dan prestasi belajar siswa rendah. Untuk mengatasi kondisi tersebut diperlukan pendekatan pembelajaran alternatif yang lebih melibatkan siswa. Salahsatu pendekatan pembelajaran tersebut adalah pembelajaran berbasis masalah. Dengan pembelajaran berbasis masalah akan mendorong siswa untuk berpikir kritis dan mampu mengembangkan keterampilan memecahkan serta memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. Selain itu siswa juga terlatih untuk melaksanakan keterampilan proses sehingga siswa akan terbiasa untuk membuat hipotesis, merencanakan eksperimen, menginterpretasikan data, menyusun kesimpulan dan berani mengkomunikasikan di depan orang. Pembelajaran berbasis masalah juga meningkatkan kreativitas siswa dalam menuangkan ide-ide ke dalam hasil karya dan meningkatkan interaksi sosial siswa yang ditunjukkan dengan kerjasama antar anggota kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas X melalui penerapan metode inkuiri dalam pembelajaran berbasis masalah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri atas 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Setiap siklus dilaksanakan 3 kali pertemuan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X semester ganjil SMA Negeri 1 Bangil Pasuruan tahun ajaran 2005/2006. instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, angket, dan soal tes. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode inkuiri dalam PBL dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa. Peningkatan aktivitas belajar siswa diketahui dari persentase peningkatan aktivitas belajar siswa antara siklus I dengan siklus II adalah sebesar 13,79%. Peningkatan prestasi belajar siswa diketahui dari ketuntasan belajar siswa pada siklus I sebesar 77, 14%. Sedangkan pada siklus II sebesar 89, 74%.

Evaluasi taman kota binaan masyarakat di Kota Malang bagian utara berdasarkan struktur vegetasi dan fungsi ekologis / Dewi Ary Ningsih

 

Kondisi wilayah di Kota Malang Jawa Timur saat ini memprihatinkan, karena masalah pelaksanaan program pembangunan tidak lagi mempedulikan tata ruang yang benar. Berdasarkan keterangan Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPL), ruang terbuka hijau yang ada di Kota Malang saat ini hanya tinggal empat persen dari seluruh luas wilayah yang mencapai 110,06 kilometer persegi, sedangkan lahan resapan air hanya tinggal 40%. Taman kota merupakan sarana paru-paru kota, dapat juga disebut ruang terbuka. Keberadaan taman kota ini sangat diperlukan karena menjadi filter udara kotor diperkotaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) struktur vegetasi taman kota binaan masyarakat di Kota Malang Bagian Utara, (2) pengelompokkan taman kota binaan masyarakat di Kota Malang Bagian Utara berdasarkan struktur vegetasi dan fungsi ekologisnya, (3) hubungan antara struktur vegetasi dengan fungsi ekologis taman kota binaan masyarakat di Kota Malang Bagian Utara, dan (4) evaluasi hasil pengelompokkan taman kota binaan masyarakat di Kota Malang Bagian Utara berdasarkan struktur vegetasi dan fungsi ekologisnya. Jenis penelitian deskriptif eksploratif. Pelaksanaan penelitian ini pada bulan Mei-Juli 2007. Area penelitian ini adalah taman kota binaan masyarakat di Kota Malang bagian utara. Adapun komponen struktur vegetasi yang diamati meliputi kerapatan, kerimbunan dan INP dari setiap jenis tumbuhan yang ada di setiap taman kota. Faktor lingkungan yang diukur adalah suhu udara, kelembapan udara, intensitas cahaya, kecepatan angin, dan intensitas suara. Pengukuran faktor abiotik dilakukan pada pagi, siang dan sore hari. Pengelompokkan taman berdasarkan struktur vegetasi menggunakan teknik ordinasi dan pengukuran tingkat reduksi faktor-faktor abiotik digunakan rumus %t = (t1 – t2): t2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur vegetasi taman kota binaan masyarakat di Kota Malang bagian utara berbeda-beda, setiap taman memiliki jenis dari strata pohon, tetapi tidak semua taman memiliki jenis dari strata perdu dan herba. Pengelompokkan taman berdasarkan struktur vegetasi menghasilkan enam kelompok dan berdasarkan fungsi ekologis menghasilkan lima kelompok taman. Taman yang memiliki struktur vegetasi hampir sama dapat memiliki fungsi ekologis yang berbeda, atau sebaliknya. Taman kota binaan masyarakat di Kota Malang bagian utara memiliki fungsi ekologis yang kecil, sebesar 18 % yaitu Taman Kunir. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar jumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Malang diperbanyak dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut misal: mengukur konsentrasi CO2 dan partikulat-partikulat lain pada taman kota.

Pengaruh tingkat pendidikan dan masa kerja terhadap prestasi kerja karyawan bagian pengelolaan PT. PG. Candi Baru Sidoarjo / Siti Nurul Fahada

 

Pendayagunaan dan pemberdayaan sumber daya yang ada merupakan factor penentu bagi keberhasilan suatu organisasi. Manusia sebagai modal terpenting dan penggerak utama kelancaran proses pelaksanaan kegiatan dalam organisasi, menuntut organisasi untuk mendapatkan karyawan yang berprestasi baik. Tingkat pendidikan dan masa kerja yang dimiliki karyawan merupakan salah satu faktor yang menentukan prestasi kerja karyawan. Penelitian ini dilaksanakan di PT. PG. Candi Baru Sidoarjo dengan tujuan untuk mengetahui : (1) tingkat pendidikan, masa kerja dan prestasi kerja karyawan bagian pengelolaan di PT. PG. Candi Baru Sidoarjo, (2) Pengaruh tingkat pendidikan dan masa kerja terhadap prestasi kerja karyawan bagian pengelolaan di PT. PG. Candi Baru Sidoarjo secara parsial dan simultan, (3) Variabel mana yang lebih dominan berpengaruh terhadap prestasi keja karyawan bagian pengelolaan di PT. PG. Candi Baru Sidoarjo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode angket dan dokumentasi. Adapun sampel yang di ambil adalah sebanyak 40 responden dari 136 karyawan. Pengambilan sampel berdasarkan proporsional random sampling. Dalam penelitian ini pengolahan data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis inferensial. Dari hasil analisis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut : (a) Kondisi tingkat pendidikan karyawan bagian pengeloaan di PT. PG. Candi Baru adalah tinggi. Hal ini terbukti 60% responden mempunyai tingkat pendidikan SMA/ sederajat, 15% responden memiliki tingkat pendidikan sangat tinggi yaitu sarjana/ diploma, 20% responden memiliki pendidikan SLTP/ sederajat dan 5% responden berpendidikan SD, (b) Kondisi masa kerja karyawan bagian pengelolaan di PT. PG. Candi Baru Sidoarjo cukup tinggi. Terbukti dari 77,5% responden mempunyai masa kerja 11-15 tahun, 15% responden memiliki masa kerja lebih dari 15 tahun, sedangkan 7,5% mempunyai masa kerja dibawah 10 tahun, (c) Kondisi prestasi kerja karyawan bagian pengelolaan sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan 65% responden mempunyai prestasi kerja yang sangat tinggi sedangkan 35% responden mempunyai prestasi kerja yang tinggi, (d) secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan antara kondisi tingkat pendidikan terhadap prestasi kerja karyawan terbukti dari nilai sig t 0,001 < 0,05, (d) secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan antara masa kerja terhadap prestasi kerja karyawan yang ditunjukkan dengan nilai sig t 0,040 < 0,05, (f) Secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan dan masa kerja terhadap prestasi kerja karyawan yang ditunjukkan oleh nilai Sig F 0,000 < ),05 dan Adjusted R Square 0,517. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar pihak perusahaan dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasi kerja yang sudah baik menjadi lebih baik lagi dengan memberikan pelatihan-pelatihan guna meningkatkan kecakapan dan kemahiran kerja serta memberikan imbal balik yang sesuai dengan masa kerja yang telah dilalui karyawan.

Pengaruh naungan terhadap perubahan struktur anatomi daun pada lima varietas kedelai (Glycine max (L.) Merill) / Rosi Maria Ning Tyas

 

Penanaman kedelai pada umumnya dilakukan secara tumpangsari. Keberhasilan sistem tumpangsari ditentukan oleh ketepatan pemilihan varietas jenis tanaman yang diusahakan. Varietas yang sesuai untuk tumpangsari dicirikan oleh kemampuan adaptasi fisiologis untuk bersaing dalam mendapatkan unsur hara, air dan cahaya karena adanya naungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh naungan terhadap perubahan struktur anatomi daun pada lima varietas kedelai. Penelitian juga ditujukan untuk mendapatkan varietas kedelai yang tahan naungan dilihat dari struktur anatomi daunnya. Penelitian dilaksanakan bulan Maret sampai April 2007 di Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (BALITKABI) Malang. Pengamatan struktur anatomi daun kedelai dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2007 di laboratorium FMIPA Universitas Negeri Malang. Pengamatan anatomi dilakukan dalam lima bidang pandang terhadap lima bagian daun yaitu: ujung, tengah, pangkal, tepi kanan dan tepi kiri dari masing- masing anak daun. Pengamatan anatomi daun meliputi tebal sel epidermis atas, epidermis bawah, sel palisade, dan jaringan bunga karang. Rancangan penelitian menggunakan RPT (Rancangan Petak Terbagi). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa naungan menyebabkan ketebalan daun berkurang. Pengurangan ketebalan daun terutama disebabkan pengurangan tebal lapisan palisade dan jaringan sponsa. Varietas Tanggamus merupakan varietas yang paling toleran terhadap naungan dibandingkan keempat varietas kedelai lainnya. Hasil penelitian disarankan untuk dilanjutkan dengan meneliti pengaruh naungan terhadap varietas kedelai yang lain yang sering ditanam dengan sistem tumpangsari, menghitung jumlah trikomata dan menghitung ketebalan lapisan kutikula pada daun.

Pengaruh tingkat kompetensi pada program diklat kewirausahaan terhadap minat berwiraswasta siswa tingkat I SMK PGRI 6 Malang / Dedi Prasetyo

 

Kurangnya minat masyarakat terhadap wiraswasta merupakan salah satu penyebab tingginya angka pengangguran di Indonesia. Masyarakat cenderung mencari pekerjaan dari pada menciptakan usaha sendiri yang mandiri. Maka dari itu, pemerintah intensif mengatasi permasalahan tersebut khususnya melalui lembaga pendidikan formal dengan merombak kurikulum pendidikan berbasis kompetensi yang kemudian disempurnakan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Khususnya bagi sekolah kejuruan (SMK) dengan adanya pembaharuan kurikulum ini, diharapkan lebih dapat meningkatkan minat siswa untuk berwiraswasta dengan memaksimalkan tingkat kompetensi khususnya pada Program Diklat Kewirausahaan. Sehingga SMK sebagai sekolah kejuruan mampu menciptakan lulusan-lulusan yang siap untuk menjadi wiraswastawan sejati. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran objektif tentang: (1) Kegiatan akademis yang menunjang peningkatan minat berwiraswasta siswa SMK PGRI 6 Malang, (2) Sarana dan prasarana yang menunjang peningkatan minat berwiraswasta siswa SMK PGRI 6 Malang, (3) Usaha-usaha guru Pembina Program Diklat Kewirausahaan dalam meningkatkan minat berwiraswasta siswa SMK PGRI 6 Malang, (4) Tingkat kompetensi yang meliputi penguasaan sub-sub kompetensi 1: mengidentifikasikan sikap dan perilaku wirausaha, 2: menerapkan sikap dan perilaku kerja prestatif (selalu ingin maju), 3: merumuskan solusi masalah, dan 4: membuat keputusan, pada Program Diklat Kewirausahaan siswa tingkat I SMK PGRI 6 Malang, (5) Pengaruh tingkat sub-sub kompetensi pada Program Diklat Kewirausahaan terhadap minat berwiraswasta siswa tingkat I SMK PGRI 6 Malang secara sendiri-sendiri (parsial), (6) Pengaruh tingkat sub-sub kompetensi pada Program Diklat Kewirausahaan terhadap minat berwirausaha siswa tingkat I SMK PGRI 6 Malang secara bersama-sama (simultan). Populasi dalam penelitian ini adalah 204 siswa tingkat I SMK PGRI 6 Malang tahun ajaran 2007/2008. Penelitian ini adalah penelitian sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Proportional Random Sampling yang kemudian didapatkan sampel sebesar 67 siswa. Pengambilan data mentah menggunakan metode dokumentesi untuk memperoleh nilai ujian per sub kompetensi dari guru pembina Program Diklat Kewirausahaan, dan angket (quisioner) untuk mengambil data tentang minat kewiraswastaan siswa tingkat I SMK PGRI 6 Malang, yang kemudian hasilnya dianalisis melalui analisis deskriptif korelasional dengan menggunakan teknik regresi linier berganda. Untuk mendukung kelengkapan data dalam penelitian ini yaitu data tentang kegiatan akademik, sarana prasarana dan usaha guru Program Diklat Kewirausahaan tingkat I SMK PGRI 6 Malang untuk menunjang minat siswa terhadap kewiraswastaan dipergunakan metode wawancara. Berdasarkan analisis data variabel penguasaan sub kompetensi diukur berdasarkan hasil pencapaian penguasaan kompetensi siswa melalui ujian sub kompetensi yang terdiri dari ujian teori dan praktek dengan kategori penilaian yang telah ditetapkan sekolah berdasarkan standardisasi nasional pada SMK untuk sub kompetensi 1(mengidentifikasi sikap dan perilaku wirausaha) 1,49% siswa mendapatkan nilai yang termasuk dalam kategori amat baik, 59,70% siswa mendapatkan nilai yang termasuk dalam kategori baik, 38,81% siswa mendapatkan nilai yang termasuk dalam kategori cukup dan tidak ada siswa yang mendapatkan nilai yang termasuk dalam kategori kurang. Variabel penguasaan sub kompetensi 2 (Menerapkan Sikap Dan Perilaku Kerja Prestatif (Selalu Ingin Maju)) 50,75% siswa mendapatkan nilai yang termasuk dalam kategori baik, 49,25% siswa mendapatkan nilai yang termasuk dalam kategori cukup dan tidak ada siswa yang mendapatkan nilai yang termasuk dalam amat baik dan kurang. Variabel penguasaan sub kompetensi 3 (Merumuskan Solusi Masalah) 53,73% siswa mendapatkan nilai yang termasuk dalam kategori baik, 46,27% siswa mendapatkan nilai yang termasuk dalam kategori cukup dan tidak ada siswa yang mendapatkan nilai yang termasuk dalam amat baik dan kurang. Variabel penguasaan sub kompetensi 4 (Membuat Keputusan) 53,73% siswa mendapatkan nilai yang termasuk dalam kategori baik, 46,27% siswa mendapatkan nilai yang termasuk dalam kategori cukup dan tidak ada siswa yang mendapatkan nilai yang termasuk dalam amat baik dan kurang. Sehingga dapat disimpulkan tingkat kompetensi siswa tingkat I SMK PGRI 6 Malang pada Program Diklat Kewirausahaan adalah baik. Sedangkan variabel minat berwiraswasta diukur dengan menggunakan 11 indikator yang kemudian dijabarkan dalam 12 pertanyaan diketahui bahwa 4,48% responden menyatakan sangat tinggi / sangat setuju, 53,73% responden menyatakan tinggi / setuju, 41,79% responden menyatakan ragu-ragu cukup, 0% responden menyatakan tidak setuju / rendah dan sangat tidak setuju / sangat rendah terhadap minat berwiraswasta. Sehingga dapat disimpulkan bahwa minat berwiraswasta yang dimiliki siswa tingkat I SMK PGRI 6 Malang termasuk dalam kategori tinggi. Sedangkan pengujian melalui regresi linear berganda secara parsial X1 (Penguasaan Mengidentifikasi Sikap dan Perilaku Wirausaha) P = 0,004, SE=13,4%. X2 (Penguasaan Menerapkan Sikap dan Perilaku Kerja Prestatif) P = 0,015, SE=11,2%. X3 (Penguasaan Merumuskan Solusi Masalah) P = 0,027, SE=10%. X4 (Penguasaan Membuat Keputusan) P = 0,026, SE=5%. sedangkan secara simultan pengaruh variabel X terhadap Y untuk P = 0,000, dan R Square = 0,396. Jadi baik secara parsial maupun simultan tingkat variabel X mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap variabel Y. Sehingga dari hasil penelitian ini, dapat disarankan tingkat kompetensi siswa tingkat I SMK PGRI 6 Malang pada Program Diklat Kewirausahaan harus ditingkatkan lagi baik melalui faktor internal yaitu dari diri siswa itu sendiri dan faktor eksternal yang meliputi sekolah dengan segala aspeknya antara lain kelengkapan sarana dan prasarana, metode guru dalam proses pemelajaran harus lebih kreatif dan inovatif, serta peran aktif dan sinerjik dari semua lembaga yang terkait, baik dari pihak sekolah sendiri, YPLP PGRI selaku pengawas, pemerintah, dalam mendorong, memotivasi, dan memfasilitasi guru selaku ujung tombak pemelajaran di sekolah dalam mendidik siswa khususnya pada program diklat kewirausahaan ini. Sehingga upaya peningkatan minat berwiraswasta siswa dapat dicapai.

Pola latihan bolavoli di klub bolavoli Pakisjajar Kabupaten Malang / Iva Puspitasari Oktavia

 

Masalah pokok dalam penelitian ini yaitu berkenaan dengan pola latihan bolavoli yang digunakan di klub bolavoli Pakisjajar Kabupaten Malang. Dari beberapa pola latihan bolavoli yang ada antara lain: (a) bentuk Latiahan pemanasan, (b) bentuk latihan fisik, (c) bentuk latihan teknik, (d) bentuk latihan taktik, (e) bentuk latihan drill. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola latihan bolavoli di klub kolavoli Pakisjajar Kabupaten Malang. Dalam penelitian ini peneliti hanya melakukan pengamatan langsung terhadap pola latihan yang digunakan di klub Pakisjajar Kabupaten Malang. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari satu pelatih, dua orang asisten pelatih, dan 43 orang anggota klub bolavoli Pakisjajar Kabupaten Malang. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan analisis deskriptif analitik. Hasil dari penelitian pola latihan bolavoli di klub pakisjajar kabupaten malang antara lain: (a) bentuk latihan pemanasan berupa latihan-latihan dalam berbagai bentuk antara lain: stretching, Warming-up, lari jogging keliling lapangan, sprint, kallestenic dan pemanasan yang dilakukan selalu pada awal sebelum melakukan latihan inti guna untuk mempersiapkan tubuh atlet dalam mengahadapi sesi latihan berikutnya, (b) bentuk latihan fisik yang dilakukan, memiliki tujuan yang mengacu pada daya tahan, kekuatan, kelentukan, keseimbangan, stamina, power, daya tahan otot, kelincahan, kecepatan, (c) bentuk latihan teknik dasar bermain bolavoli yang yang gunakan dirangkai oleh pelatih agar menghasilkan suatu permainan yang kompetitif dan terjadi peningkatan penguasaan teknik bagi setiap atletnya, (d) bentuk latihan taktik yang dilakukan adalah bentuk latihan tim dan didalamnya berisi rangkaian pola latihan taktik (menyerang dan bertahan) seperti: pada tim taktik dalam menerima service, tim taktik dalam bertahan terhadap smash, dan tim taktik dalam menyerang ke daerah lawan yang kesemuanya memilki tujuan agar tim tersebut dapat melakukan pertahanan dan penyerangan yang lebih sempurna dalam menghadapi suatu petandingan sehingga mencapai prestasi yang maksimal, (e) bentuk latihan drill yang diberikan sesuai dengan kebutuhan atlet di klub Pakisjajar Kabupaten Malang tetapi tetap mengacu pada pola latihan bolavoli yang sudah disusun oleh pelatih sehingga drill yang dilakukan bermanfaat bagi atletnya, contohnya drill passing atas, drill tersebut banyak diberikan kepada atlet touser (drill untuk touser), hal tersebut bermanfaat agar touser lebih matang dalam melakukan passing atas. Kesimpulannya bahwa disarankan kepada para pelatih untuk pemberian beban harus masih berada dalam batas-batas kemampuan atlet, sebab bila terlalu berat tubuh tidak akan dapat memberikan reaksi terhadap beban latihan tersebut, selain itu bisa menimbulkan cedera/overtraining, Juga pada periode tahap persiapan sebenarnya hanya perlu dilakukan selama 3-4 bulan jadi disarankan kepada pelatih untuk pembuatan periode latihan tidak terlalu pajang sehingga latihan yang dilakukan akan lebih efisien, dan dalam penyusunan program latihan memperhatikan dan memahami pedoman ilmu pelatihan, supaya pola latihan di buat benar-benar bermanfaat bagi para pemain bolavoli.

Pengaruh sikap belajar mata pelajaran ekonomi akuntansi antara siswa yang berdomisili di pondok pesantren dengan siswa yang berdomisili di luar pondok pesantren terhadap prestasi belajar (pada kelas XI di SMAN al-Ma'arif Singosari Malang) / Lailatus Saida

 

Siswa yang berdomisili di pondok pesantren dengan siswa yang berdomisili di luar pondok pesantren sangat berbeda. Siswa yang berdomisili di pondok pesantren cenderung menguasai dasar-dasar keagamaan, sedangkan siswa yang berdomisili di luar pondok pesantren cenderung menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan umum. Keadaan tersebut menimbulkan suatu pertanyaan berkaitan dengan penerimaan (sikap) terhadap mata pelajaran Ekonomi-Akuntansi, yang mempengaruhi Prestasi Belajarnya. Sehubungan dengan itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh sikap belajar mata pelajaran Ekonomi-Akuntansi antara siswa yang berdomisili di pondok pesantren dengan siswa yang berdomisili di luar pondok pesantren terhadap prestasi belajar pada kelas XI di SMAI Al-Ma’arif 01 Singosari Malang, dengan jalan menganalisis data tentang sikap terhadap pelajaran Ekonomi-Akuntansi dan Prestasi belajar Ekonomi-Akuntansi. Penelitian ini hanya dilakukan pada siswa kelas XI SMAI Al-Ma’arif Singosari Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan kausal komparatif. Subyek penelitian ini adalah kelas XI SMAI Al-Ma’arif Singosari Malang. Untuk mengetahui perbedaan sikap belajar mata pelajaran Ekonomi-Akuntansi antara siswa yang berdomisili di pondok pesantren dengan siswa yang berdomisili di luar pondok pesantren dan mencari pengaruh terhadap prestasi belajar menggunakan Anova atau Uji-F. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat perbedaan prestasi belajar Ekonomi-Akuntansi baik siswa yang berdomisili di pondok pesantren maupun siswa yang berdomisili di luar pondok pesantren, hal ini di tunjukkan dengan nilai 13,342 > 3970. Terdapat pengaruh sikap siswa yang berdomisili di dalam pondok pesantren pada pelajaran Ekonomi-Akuntansi terhadap prestasi belajar, dengan alasan Sig. 0,038 < 0,05 dan 4,435 > 3,120. dengan tingkat sig sebesar 0,998 untuk siswa yang berdomisili di pondok pesantren, sedangkan untuk siswa yang berdomisili di luar pondok pesantren dengan tingkat sig 0,050, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh sikap siswa yang berdomisili di dalam pondok pesantren maupun siswa yang berdomisili di luar pondok pesantren pada pelajaran Ekonomi-Akuntansi terhadap prestasi belajar.

Penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran diklat akuntansi (studi kasus SMK "Ardjuna" 01 Malang) / Indra Nurhayati

 

ABSTRAK Nurhayati, Indra. 2007. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Diklat Akuntansi (Studi Kasus SMK “ Ardjuna” 01 Malang). Skripsi, Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universiras Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunaryanto, M.Ed, (II) Sriyani Mentari, S.pd.,M.M. Kata kunci: pembelajaran kooperatif model group investigation, motivasi, hasil belajar. Dalam pembelajaran kooperatif model Group Investigation, interaksi sosial menjadi salah satu faktor penting bagi perkembangan skema mental yang baru. Dimana dalam pembelajaran ini memberi kebebasan kepada pembelajar untuk berfikir secara analitis, kritis, kreatif, reflektif dan produktif. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan mengambil tema yang berkaitan dengan model pembelajaran dengan maksud untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata diklat akuntansi, dimana mata diklat akuntansi ini merupakan mata diklat yang membutuhkan keterampilan yang saling berkaitan dengan keterampilan yang lain, serta harus didukung dengan keterampilan menghitung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata diklat akuntansi. Ada 4 hal yang dideskripsikan dalam penelitian ini yaitu: 1) aktivitas guru dan siswa, 2) persepsi siswa, 3) persepsi guru dan 4) motivasi dan hasil belajar. Penelitian ini mengunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMK Ardjuna 01 Malang. Adapun subyek yang diteliti pada penelitian ini adalah siswa kelas 1 program keahlian penjualan yang berjumlah 33 orang (28 putri dan 5 putra) penelitian ini lakukan pada 7 Mei hingga 23 Mei 2007. Analisis data yang digunakan dengan model alir (flow model) yang meliputi tahap mereduksi data, menyajikan data, menarik kesimpulan, serta verifikasi. Hasil penelitian ini menunujukkan: 1) selama pelaksanaan pembelajaran kooperatif model GI aktivitas guru lebih banyak sebagai konselor, pengkritik, dan yang memberikan pemaknaan belajar, sedangkan aktivitas siswa dalam pembelajaran ini sebagai penemu, komunikator, evaluator, sinteser, 2) persepsi siswa terhadap penerapan metode pembelajaran GI menunjukkan persepsi postif yang ditunjukkan siswa merasakan adanya rasa senang dan santai dalam mengikuti pelajaran, 3) persepsi guru terhadap penerapan metode pembelajaran GI menunjukkan persepsi positif karena GI mampu mewakili karakter kelas sehingga dalam pembelajaran siswa menujukkan sikap belajar yang positif, 4) motivasi dan hasil belajar siswa dengan menerapkan metode pembelajaran GI menujukkan hasil yang positif, terlihat dari peningkatan signifikan dari siklus I ke siklus II baik dari segi aktivitas dan hasil pembelajaran. Pada kenyataanya keempat hasil penelitian ini tidak dapat digeneralisasi, terkait sampel yang digunakan sangat terbatas. Oleh karena itu pelaksanaan penelitian dengan tema yang sama dan subyek penelitian yang berbeda sangat memungkinkan dilakukan, sebagai upaya mendukung inovasi pembelajaran.

Simulasi reaksi Belousov-Zhabotinsky dengan model cellular automata / Hadi Cahyono

 

Reaksi Belousov-Zhabotinsky merupakan reaksi osilator kimia. Larutan asam malonat, asam bromat, dan garam ceric yang dicampur bersama akan menghasilkan suatu lapisan tipis homogen dan membentuk pola-pola geometris seperti lingkaran-lingkaran yang konsentris menyebar ke seluruh medium. Reaksi ini berosilasi dalam ruang dan waktu yang disebut dengan reaksi Belousov-Zhabotinsky. Simulasi reaksi Belousov-Zhabotinsky sudah pernah dibuat oleh A. K. Dewdney (A. K. Dewdney, 1998) dalam bahasa pemrograman Java dengan menggunakan perumpamaan infeksi atau peradangan yang berada dalam kumpulan sel sehat. Dimana sel memiliki tiga keadaan , yaitu sel sehat dalam status 0, sel sakit dalam status n dan sel terinfeksi dalam status diantara 0 dan n. Dalam skripsi ini, reaksi Belousov-Zhabotinsky disimulasikan dengan model cellular automata. Pada program simulasi reaksi Belousov-Zhabotinsky ini dapat menggambarkan proses osilasi yang terjadi pada reaksi Belousov-Zhabotinsky secara umum. Osilasi yang disimulasikan adalah bagian permuakaan larutan Belousov-Zhabotinsky yang menggunakan indikator ferroin. Program simulasi ini menggunakan bahasa pemrograman Borland Delphi 7.0. Simulasi yang menggunakan cellular automata ini disimulasikan dengan cara mengubah tiga keadaan sel yang menggunakan aturan tertentu dengan memperhatikan 8 tetangganya. Aturan yang digunakan dalam program ini disesuaikan dengan proses reaksi Belousov-Zhabotinsky. Simulasi reaksi Belousov-Zhabotinsky dengan model cellular automata yang telah dibuat, hasilnya menyerupai bentuk pada eksperimen dengan menetukan nilai q=100, k1=2, k2 =3, dan g=35 pada program simulasi.

Penerapan belajar diluar kelas dengan metode diskoveri inkuiri untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X-1 SMA Negeri 10 Malang / Yesita Santi Pandadaran

 

Mulai tahun ajaran 2004/2005 pemerintah mencanangkan KBK sebagai acuan bagi pelaksanaan pendidikan di sekolah. KBK sendiri dilahirkan sebagai respons atas berbagai persoalan di seputar pendidikan. Dari hasil pengamatan peneliti, sarana kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 10 Malang telah mendukung pelaksanaan pembelajaran biologi yang sesuai dengan KBK. Meskipun demikian, kemampuan siswa masih rendah. Beberapa faktor yang menjadi penyebab adalah pemanfaatan sumber belajar yang berupa lingkungan alam belum optimal, siswa kurang bergairah dalam belajar apabila guru mengajar hanya dengan metode ceramah, dan keantusiasan belajar siswa menurun apabila hanya diberi banyak tugas tanpa disuruh melakukan kegiatan sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X-1 SMA Negeri 10 Malang melalui penerapan belajar di luar kelas dengan metode diskoveri inkuiri. Jenis penelitian ini adalah PTK yang dirancang dalam 3 siklus. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 10 Malang pada bulan Desember semester gasal dan bulan Februari semester genap tahun ajaran 2006-2007. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X-1 tahun ajaran 2006-2007. Pengumpulan data dengan menggunakan soal tes, lembar observasi, dan angket. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) pada siklus I keberhasilan tindakan terhadap motivasi belajar siswa sebesar 68% dan dikategorikan baik, apabila ditinjau dari hasil belajar, siswa belum tuntas belajar, (2) pada siklus II keberhasilan tindakan terhadap motivasi belajar siswa sebesar 78,5% dan dikategorikan baik, apabila ditinjau dari hasil belajar, siswa belum tuntas belajar, (3) pada siklus III keberhasilan tindakan terhadap motivasi belajar siswa sebesar 85% dan dikategorikan baik, apabila ditinjau dari hasil belajar, siswa sudah tuntas belajar. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa: (1) penerapan belajar di luar kelas dengan metode diskoveri inkuiri dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X-1 SMA Negeri 10 Malang, (2) penerapan belajar di luar kelas dengan metode diskoveri inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X-1 SMA Negeri 10 Malang. Saran-saran penelitian ini adalah (1) kedisiplinan dan ketegasan diperlukan untuk mengatur siswa dalam jumlah yang banyak di luar kelas, (2) sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut tentang penerapan belajar di luar kelas dengan metode diskoveri inkuiri terkait dengan upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

Peningkatan kreativitas menulis karangan narasi siswa kelas V SDN Ngaglik 03 Batu dengan teknik M2L / Edy Sutrisno

 

Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran umum yang ada dalam setiap jenjang pendidikan. Bahasa Indonesia merupakan bahasa kesatuan yang wajib dipelajari oleh setiap warga negara kita (Indonesia), dengan mempelajari bahasa kita akan mencintai bangsa karena bahasa merupakan pemersatu bangsa. Dari jenjang pendidikan prasekolah sampai perguruan tinggi, pembelajaran bahasa menjadi sesuatu yang inti dan wajib dipelajari. Dalam standar kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia kurikulum 2004 disebutkan bahwa standar kompetensi mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia berorientasi pada hakikat pembelajaran bahasa. Hakikat pembelajaran bahasa adalah belajar berkomunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan bahasa Indonesia, baik dalam bentuk lisan maupun tulis. Sesuai dengan kurikulum 2004 salah satu standar kompetensi yang ingin dicapai pada pembelajaran bahasa adalah kemampuan menulis secara efektif dan efisien, menulis yang dimaksud adalah menulis karangan, cerita, surat, berita, laporan atau menulis yang lain (Depdiknas, 2003). Dalam hal ini penelitian akan mengupas menulis karangan dalam berbagai konteks. Melalui kegiatan menulis, siswa mampu menuangkan informasi yang mereka terima menjadi sebuah tulisan yang nantinya dapat mereka sampaikan kembali kepada orang lain. Selain itu, siswa dapat mengungkapkan perasaan atau semua yang dialami dan dirasakan dengan menulis. Dengan menulis siswa dapat mengembangkan kreativitas berkarya dan berkreasi dalam menuangkan ide yang ada dalam pikirannya. Dengan demikian, peneliti dapat mengambil kesimpulan sementara bahwa menulis merupakan kegiatan terpenting yang tak luput dari kehidupan. Tujuan pembelajaran menulis adalah membina keterampilan peserta didik dalam berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, dalam upaya meningkatkan mutu manusia sebagai bekal menghadapi masa kini dan mendatang. Dengan keterampilan menulis secara tepat siswa dapat membuka jendela komunikasi (Asri, 2004:1). Tujuan pengajaran menulis akan tercapai dengan baik dalam sebuah pengajaran menulis yang ideal. Menulis yang ideal adalah pelaksanaan pengajaran menulis yang terpelihara dengan baik, sehingga berhasil meningkatkan kemampuan menulis siswa. Tindakan yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan kondisi yang ideal adalah sebagai berikut: (1) menciptakan rasa aman, (2) membuka pintu komunikasi, (3) menekan kemampuan berfikir devergen, (4) bertindak sebagai fasilitator, (5) menjadi pendengar yang baik, (6) memanfaatkan berbagai sumber belajar, (7) menitikberatkan pada parktik dari pada sekedar ceramah tentang teori menulis. Maka dengan terintegrasikannya ketujuh aspek tersebut oleh guru, akan terwujud pembelajaran menulis yang ideal (Priyatni, 2003:13).

Ekspresi tutur penolakan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan Universitas Tadulako: kajian perspektif jender / Yunidar Nur

 

Perbedaan prestasi belajar sejarah dengan menggunakan perangkat lunak autocad 2006 dan 3Ds Max7 sebagai media pembelajaran terhadap siswa kelas X SMU Negeri 8 Malang (studi kasus candi induk Penataran Blitar) / Catur Windu Pamungkas

 

ABSTRAK Pamungkas. 2006. “Perbedaan Prestasi Belajar dengan Menggunakan Perangkat Lunak Autocad 2006 dan 3Ds Max7 sebagai Media Pembelajaran Terhadap Siswa Kelas X SMU Negeri 8 Malang”. (Skripsi). Program Studi Pendidikan Sejarah Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Pembimbing: (I) Drs. Kasimanudin Ismain (II) Drs. Blasius Suprapta, M.Hum. Kata Kunci: Media, Perangkat Lunak, Prestasi Belajar, 3 Dimensi Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan penggunaan media yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah dengan menggunakan media 3 dimensi. Hal ini dilakukan karena selama ini media yang digunakan untuk memberikan materi mata pelajaran sejarah di tingkat SMP dan SMU selama ini masih kurang dan juga masih sangat sederhana dengan hanya menggunakan media 2 dimensi yang hanya menampilkan gambar ataupun foto. Selain masalah media ini juga dibuat untuk mempercepat terselesainya pemberian materi mata pelajaran sejarah, dan juga untuk lebih meningkatkan daya serap siswa dan nantinya bertujuan pada tercapainya prestasi belajar siswa yang lebih baik dibanding menggunakan media yang hanya dapat menampilkan gambar ataupun juga foto yang bersifat 2 dimensi. Selain itu juga pembuatan media ini untuk mempermudah pengajar menampilkan objek seperti candi seperti aslinya sehingga siswa dapat memahami dengan lebih baik tentang objek yang dipelajari karena tidak mungkin membawa objek candi kedalam kelas, ataupun membawa siswa ke objek tersebut dikarenakan lokasi objek yang terlalu jauh dari tempat belajar siswa. Hal yang diteliti berkaitan dengan (a) Bagaimanakah Karakteristik kompleks percandian Penataran dan Candi Induk Penataran sehingga dapat dijadikan sebagai media pembelajaran mengenai: Denah Percandian Penataran, bangunan apa saja yang dilewati sebelum masuk ke Candi Induk Penataran, Candi Induk Penataran, dan relief Ramayana dalam Candi Induk Penataran lanatai I. (b)Bagaimanakah prestasi belajar siswa menggunakan media Pembelajaran 2 dimensi OHP dalam materi pembelajaran tentang Candi Induk penataran. (c) Bagaimanakah prestasi belajar siswa menggunakan media pembelajaran 3 dimensi Autocad 2006 dan 3Ds max7dalam materi pembelajaran tentang Candi Induk penataran. Dan (d) Bagaimanakah perbedaan prestasi belajar siswa dengan menggunakan media OHP sebagai media 2 dimensi dan media Autocad 2006 dan 3Ds Max7. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah pendekatan kuantitatif untuk meneliti prestasi belajar siswa dengan menggunakan perangkat lunak Autocad 2006 dan 3Ds Max 7sebagai media pembelajaran yang berbasis 3 dimensi sehingga menghasilkan data kuantitatif. Objek terteliti secara keseluruhan adalah siswa kelas X SMU Negeri 8Malang. Adapun hasil dari penelitian ini adalah berhasilnya penggunaan perangkat lunak Autocad 2006 dan 3Ds Max 7 sebagai media pembelajaran yang berbasis 3 dimensi pada peningkatan prestasi belajar siswa dibandingkan dengan menggunakan media berbasis 2 dimensi berupa OHP. Dan juga tercapainya keseluruhan meteri tentang peningglan Hindu-Budha yang difokuskan pada Objek Candi Induk Penataran dan cerita relief Ramayana secara garis besar dalam hal efisiensi waktu penyampaian materi dan terserapnya materi secara kesuluran dengan maksimal. Saran-saran yang dapat disumbangkan berkenaan dengan bidang keilmuan adalah bahwa perlunya penggunaan media berbasis 3 dimensi ini dalam bidang pendidikan sehingga peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah dapat tercapai dengan maksimal. Selain itu juga penggunaan perangkat lunak ini dapat digunakan sebagai alat untuk lebih memperkenalkan bangunan bersejarah bagi masyarakat dengan nuansa yang berbeda. Sehingga masalah tentang mata pelajaran sejarah yang dianggap mata pelajaran yang membosankan dan selalu mendapat perhatian yang kurang dapat diatasi.

Pengaruh interaksi antara pemberian balikan dan sikap pembelajaran terhadap motivasi belajar dan hasil belajar fisika siswa MTs putra-putri kelas 2 Lamongan / Santoso

 

Pembelajaran fisika pada umumnya di sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) kurang mendapatkan perhatian secara positif. Hal ini ditunjukkan dengan kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa sikap pembelajaran pebelajar terhadap mata pelajaran fisika masih rendah. Mayoritas dari jumlah siswa ketika mata pelajaran fisika berlangsung merasakan adanya kurang percaya diri, kurang antusias, ada kecenderungan ketakutan yang tidak mendasar dan sikap-sikap lain yang tidak mendukung terhadap pembelajaran fisika. Pemberian balikan merupakan salah satu teknik untuk membuat siswa aktif mempelajari kembali kegagalannya dalam mengerjakan tes atau latihan. Balikan dilakukan sebagai suatu interaksi antara guru dengan pebelajar yang dipakai untuk respon pekerjaan tes pebelajar. Menurut Bloom dan Bourden (1980) cara pemberian balikan ada dua, yaitu: 1) pemberian balikan secara simbolik, artinya pemberian informasi kepada siswa tentang hasil kerjanya dalam mengerjakan tes atau latihan dengan memberikan tanda benar ke yang benar dan memberikan tanda salah kepada yang salah dengan menggunakan simbol, 2) balikan ekspositorik, yaitu pemberian informasi kepada siswa tentang hasil kerjanya dalam mengerjakan tes atau latihan secara terperinci. Penelitian yang dilaksanakan di MTs Putra-Putri Lamongan ini bertujuan: 1) menguji keefektifan pembelajaran fisika dengan balikan ekspositorik dan simbolik dalam peningkatan motivasi belajar, 2) menguji perbedaan hasil belajar fisika antara kelompok siswa yang diberi balikan ekspositorik dan simbolik pelajaran fisika, 3) menguji perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang memiliki sikap pembelajaran tinggi dan sikap pembelajaran rendah, 4) menguji perbedaan motivasi belajar antara siswa yang memiliki sikap pembelajaran tinggi dan sikap pembelajaran rendah, dan 5) Mendeskripsikan pengaruh interaksi antara pemberian balikan dan sikap pembelajaran fisika terhadap motivasi belajar dan hasil belajar fisika siswa. Rumusan masalah penelitian ini adalah: 1) adakah perbedaan tingkat motivasi belajar antara kelompok siswa yang diberi balikan ekspositorik dan simbolik mata pelajaran fisika siswa?, 2) adakah perbedaan hasil belajar fisika antara kelompok siswa yang diberi balikan ekspositorik dan simbolik?, 3) adakah perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang memiliki sikap pembelajaran tinggi dan rendah pada mata pelajaran tersebut?, 4) adakah perbedaan motivasi belajar antara siswa yang memiliki sikap pembelajaran tinggi dan rendah pada mata pelajaran fisika?, 5) apakah ada pengaruh interaksi antara pemberian balikan dan sikap pembelajaran fisika terhadap motivasi belajar?, dan apakah ada pengaruh interaksi antara pemberian balikan dan sikap pembelajaran fisika terhadap hasil belajar fisika pada siswa Madrasah Tsanawiyah Putra-Putri Lamongan? Penelitian ini adalah penelitian eksprimen semu (quasi-expriment) dengan rancangan faktorial 2x2. Subyek penelitian ini adalah 244 siswa diambil secara random yang terdiri dari kelas 2A=42, 2B=39, 2C=43, 2D=40, 2E=39, 2F=41 siswa MTs Putra-Putri semester genap tahun pelajaran 2006/2007. Pengukuran skala sikap diperoleh masing-masing kelompok terbagi dalam 13 orang memiliki sikap positif dan 12 orang memiliki sikap negatif. Signifikansi pengaruh penggunaan metode pembelajaran dan sikap siswa, terhadap setiap variabel tergantung baik secara mandiri maupun interaksi dianalisis dengan analisis kovarian dua jalur MANAKOVA. Data dianalisis dengan menggunakan komputer program SPSS.13.00 for Windows. Hasil-hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa: 1) terdapat perbedaan yang signifikan hasil perolehan belajar untuk berbagai tingkatan kovariat. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai statistik F = 42,923 dengan angka signifikansi 0,000 (p<0,05), 2) terdapat perbedaan yang signifikan motivasi belajar antar kelompok pembelajaran fisika yang bersikap tinggi dan rendah pada pembelajaran fisika. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai statistik F = 9,775 dengan angka signifikansi 0,002 (p<0,05), 3) tidak terdapat perbedaan yang signifikan motivasi belajar antar kelompok pembelajaran fisika dengan metode balikan simbolik dan ekspositorik dan sikap pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai statistik F = 8,173 dengan angka signifikansi 0,051 (p>0,05), 4) tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil perolehan belajar antar kelompok pembelajaran fisika dengan metode balikan simbolik dan ekspositorik. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai statistik F = 0,252 dengan angka signifikansi 0,617 (p>0,05), 5) terdapat perbedaan yang signifikan hasil perolehan belajar antar kelompok pembelajaran fisika yang bersikap tinggi dan yang bersikap rendah. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai statistik F = 19,874 dengan angka signifikansi 0,000 (p<0,05), 6) tidak terdapat pengaruh interaksi antara metode pembelajaran fisika dan sikap siswa terhadap pencapaian hasil perolehan belajar. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai statistik F = 0,535 dengan angka signifikansi 0,465 (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian, dikemukakan beberapa saran:1) para Pembelajar fisika dalam implementasinya diharapkan pembelajaran diakhiri dengan penyegaran kembali konsep-konsep yang belum dipahami ketika diadakannya tes dan penanaman sikap positif, 2) seyogyanya guru memberikan waktu saling membelajarkan yang cukup dan pemberian motivasi belajar yang mengarahkan mereka agar lebih aktif dalam proses pembelajaran. Saran-saran penelitian lanjutan: 1) Penelitian lanjutan hendaknya dapat diarahkan pada topik-topik pembelajaran yang lain terutama untuk materi-materi yang diangap sulit oleh siswa, 2) Penelitian tentang pengaruh sikap dapat dikembangkan tidak hanya pada sikap terhadap pembelajaran yang berfungsi sebagai variabel moderator, tetapi sikap dapat dikembangkan menjadi variabel tergantung yaitu sikap terhadap mata pelajaran fisika.

Perkembangan kesenian sakera sebagai wujud budaya lokal masyarakat Desa Karangasem Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang / Ita Khoironi

 

Kesenian Sakera sebagai kesenian khas masyarakat desa Karangasem yang diciptakan oleh para tokoh pencak silat, merupakan perpaduan antara atraksi pencak silat dengan musik tradisional dan lagu-lagu Madura yang sarat dengan pesan moral, keagamaan, dan perjuangan, serta divariasikan dengan kesenian khas Madura merupakan suatu tema yang menarik untuk dikaji. Permasalahan yang hendak dikaji dalam penelitian ini adalah sejarah kesenian Sakera di desa Karangasem, bentuk kesenian Sakera di desa Karangasem, proses pertunjukan kesenian Sakera, pesan yang disampaikan dalam kesenian Sakera, kendala yang dihadapi dalam proses pengembangan kesenian Sakera di desa Karangasem, upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang timbul dalam proses pengembangan kesenian Sakera di desa Karangasem, serta prospek pengembangan kesenian Sakera di desa Karangasem untuk masa yang akan datang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yang bersifat kualitatif, sumber data yang utama dalam penelitian ini adalah kata-kata atau ucapan yang diperoleh melalui wawancara dan pengamatan. Adapun analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kesenian Sakera merupakan kesenian khas masyarakat desa Karangasem yang diciptakan oleh tokoh-tokoh pencak silat sebagai sarana syi’ar Islam, menjaga keamanan wilayah, dan memberikan hiburan bagi masyarakat. Proses pertunjukan kesenian Sakera diawali dengan salam penghormatan, atraksi pencak silat, dan diakhiri dengan atraksi seperti pertandingan silat dan Ojung. Pesan keagamaan, moral, dan perjuangan yang terdapat dalam kesenian Sakera disampaikan melalui lagu-lagu Madura dan gerakan pencak silat Pasukan Ansor Sakera. Kendala yang dihadapi dalam proses pengembangan kesenian Sakera adalah kurangnya kerjasama dan perhatian dari pemerintah, kendala dalam proses penyampaian pesan yang terdapat dalam lagu-lagu Madura terutama bagi masyarakat yang tidak mengerti bahasa Madura. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang timbul dalam proses pengembangan kesenian Sakera adalah pemerintah (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) menerbitkan Surat Izin Kesenian yang berisi Nomor Induk Kesenian Daerah, serta berupaya menampilkan kesenian Sakera dalam festival kesenian tingkat Nasional dengan cara mengkolaborasikannya dengan kesenian khas Malang, mengadakan pengajian umum dan Jama’ah Yasiin agar pesan yang terkandung dalam kesenian Sakera dapat tersampaikan seluruhnya. Kesenian Sakera di desa Karangasem akan tetap ada dan lestari hingga masa yang akan datang, hal ini karena beberapa alasan yaitu semakin banyak masyarakat di luar wilayah Kabupaten Malang yang menggemari kesenian Sakera, terjaganya kekompakan antar anggota kesenian, Group Ansor Sakera akan kembali mengeluarkan VCD “Album Ansor Sakera Volume 2”, banyaknya permintaan untuk mendirikan kesenian Sakera di desa-desa lainnya, serta adanya Sakera Cilik yang akan menciptakan kreasi-kreasi baru dalam kesenian Sakera, menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, dan melestarikan kesenian Sakera hingga masa yang akan datang. Berdasarkan penelitian ini disarankan agar pemerintah memberikan pelatihan dan pembinaan terhadap anggota kesenian Sakera, menyediakan anggaran khusus yang dialokasikan bagi pengembangan kesenian daerah khususnya kesenian Sakera, mengikutsertakan kesenian Sakera dalam festival kesenian daerah sehingga dapat berkolaborasi dengan kesenian khas Malang dan membuka peluang untuk tampil dalam festival kesenian tingkat nasional, membuat terobosan baru dalam penyajian lagu-lagu Madura yaitu dinyanyikan pula dalam bahasa Indonesia.

Studi deskriptif tentang pembelajaran mata pelajaran menggunakan peralatan kantor (mengetik manual) pada Program Keahlian Administrasi Perkantoran kelas 1 APK 1 SMK Negeri 1 Malang / Mokhammad Nurruddin Zanky

 

Mengetik manual merupakan kegiatan menulis dengan menggunakan bantuan mesin ketik manual. Mesin ketik manual adalah mesin tulis biasa yang dijumpai sehari-hari pada kantor, yang alat-alatnya digerakkan dengan jari-jari tangan sehingga lebih memerlukan tenaga dan mesin hanya bekerja pada saat digerakkan. Kemampuan dalam menggunakan mesin ketik, khususnya kemampuan mengoperasionalkan sepuluh jari dengan benar sangat dibutuhkan oleh seorang sekertaris, karena salah satu tugasnya adalah melakukan pengetikan dengan cepat dan teliti. Pengisian tabel terformat lebih cepat menggunakan mesin ketik manual dari pada menggunakan komputer. Pembelajaran adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan proses belajar mengajar antara guru dengan siswa. Pembelajaran yang dilakukan oleh guru sangat mempengaruhi keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan. Tujuan yang dimaksud adalah dimilikinya kompetensi tertentu oleh siswa. Guru yang menyampaikan pembelajaran dengan baik akan berpengaruh baik terhadap prestasi siswa. Begitu pula sebaliknya apabila penyampaian pembelajaran guru tidak baik akan berpengaruh kurang baik pula terhadap prestasi belajar siswa. Pembelajaran menggunakan peralatan kantor (mengetik manual) merupakan salah satu kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). KBK adalah kurikulum yang menghendaki lulusan untuk memiliki kompetensi tertentu yang siap digunakan dalam dunia kerja, sehingga diharapkan dapat meningkatkan taraf kehidupan perekonomian. Berdasarkan pada hal tersebut maka pembelajaran menggunakan peralatan kantor (mengetik manual) masih diperlukan dalam dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran menggunakan peralatan kantor (mengetik manual) pada kelas 1 APK1 SMK Negeri 1 Malang beserta berbagai faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran seperti faktor pendukung, faktor penghambat baik yang berasal dari guru, siswa sendiri dan lingkungannya serta tingkat kecepatan dan ketelitian mengetik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas 1 APK1 SMK Negeri 1 Malang yang mengikuti mata pelajaran menggunakan peralatan kantor (mengetik manual) pada semester genap yang berjumlah 39 orang. Pengambilan data dilaksanakan selama bulan April sampai Mei 2007. Hasil data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yang berupa prosentase dan deskriptif kualitatif yang berupa penjabaran kalimat. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran menggunakan peralatan kantor (mengetik manual) meliputi: penginformasikan tujuan pembelajaran diberikan kepada siswa dengan cara lisan, persiapan guru dalam mengajar masih perlu ditingkatkan khususnya yang berhubungan dengan pemahaman terhadap siswa dan pengkaitan antara teori dan keadaan dilapangan, persiapan tentang rencana pembelajaran guru telah menjelaskan rencana bahan pembelajaran kepada siswa, bahan pembelajaran tersusun secara teratur namun kompetensi dalam kurikulum belum terpenuhi, metode guru dalam pembelajaran mengetik sudah tepat (yaitu ceramah, tanya jawab, demonstrasi) dan yang paling diutamakan adalah praktek atau pemberian tugas, guru telah melakukan evaluasi dan pengayaan setelah berakhirnya suatu materi pembelajaran, penggunaan media dalam pembelajaran menggunakan peralatan kantor (mengetik) masih kurang yaitu guru hanya memanfaatkan media papan tulis sebagai penunjang pembelajaran; (2) Faktor yang menjadi pendukung pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran menggunakan peralatan kantor (mengetik manual) adalah sebagai berikut: keberadaan laboratorium 35%, penyampain materi guru yang mudah diterima 8%, seringnya praktek 13%, waktu belajar yang masih pagi 11%, mesin ketik yang layak 5%, suasana ruang belajar yang nyaman 10%, minat siswa sendiri 12% dan lain-lain 6%; (3) Faktor yang menjadi penghambat pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran menggunakan peralatan kantor (mengetik manual) adalah sebagai berikut: penyampaian materi oleh guru yang sulit diterima 12%, mesin ketik yang kurang memadai 40%, keterlambatan guru 4%, lokasi yang jauh 12%, suasana ruang praktek yang kurang nyaman 15%, faktor siswa sendiri 10%, lain-lain 7%; (4) Tanggapan siswa tentang penyampaian materi oleh guru mata pelajaran menggunakan peralatan kantor (mengetik manual) adalah sebagai berikut: siswa yang menyatakan guru menyampaiakan materi kurang jelas sebesar 43%, siswa yang menyatakan guru menyampaikan materi cukup jelas sebesar 40% dan siswa yang menyatakan guru menyampaikan materi dengan jelas sebesar 17 %; (5) Tingkat kecepatan mengetik rata-rata yang dihasilkan kelas adalah 117 epm yang berarti berada pada kategori kecepatan sedang, sedangkan untuk tingkat ketelitian mengetik rata-rata yang dihasilkan kelas adalah sebesar 1,5% tingkat kesalahan yang berarti berada pada kategori teliti.

Pengaruh kemasan produk terhadap keputusan konsumen dalam membeli hand phone Nokia (studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / Anna Rochma Yulian Syah

 

Daya tarik suatu produk tidak dapat dilepaskan dari kemasannya, karena kemasan merupakan salah satu dari wujud nyata suatu produk. Kemasan yang menarik dapat menjadi pendorong bagi konsumen untuk membeli, karena tidak jarang keputusan untuk membeli suatu produk terjadi hanya karena pengaruh kemasan yang menarik. Kemasan merupakan alat promosi yang cukup efektif, melalui kemasan yang menarik dapat merangsang konsumen untuk melakukan pembelian produk tersebut. Oleh sebab itu kemasan yang menarik harus tetap jadi perhatian karena kemasan dapat menimbulkan kesan pada produknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan variable kemasan terhadap keputusan pembelian hand phone Nokia. Penelitian ini mempunyai 2 variabel, yaitu variabel independen (X) yang terdiri atas Bahan Kemasan (X1), Daya Tarik visual Kemasan (X2), Daya Tarik Kepraktisan Kemasan (X3), dan Etika Kemasan (X4), dan variabel dependent (Y) yang terdiri atas Keputusan Pembelian. Penelitian ini dilakukan pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasional, data diperoleh dengan menggunakan tehnik kuisioner tertutup. Karena populasi tidak diketahui jumlahnya maka pengambilan sampel menggunakan rumus Daniel and Terrel dengan menggunakan tehnik purposive sampling, Jumlah sampel yang diambil sebanyak 73 orang. Analis data dilakukan dengan bantuan SPSS for Windows Release 11,0. Setelah dilakukan proses pengolahan data dan analisis regresi berganda diketahui hasil penelitian menyatakan (1) bahan kemasan, dari hasil analisis data diperoleh nilai 1 = -0,027; t hitung = -0,248; signifikan t = 0,805. Hal ini menunjukkan bahan kemasan tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian, (2) Daya tarik visual kemasan, dari hasil analisis data diperoleh 2 = 0,319; nilai t = 3,027; signifikan t = 0,003. Hal ini menunjukkan daya tarik visual kemasan signifikan terhadap keputusan pembelian, (3) Daya tarik kepraktisan, dari hasil analisis data diperoleh 3 = 0,120; nilai t = 0,955; signifikan t = 0,343. Hal ini menunjukkan daya tarik kepraktisan tidak ada pengaruh signifikan dengan keputusan pembelian, (4) etika kemasan, dari hasil analisis data diperoleh 4 = 0,472; nilai t = 3,715; signifikan t = 0,000. Hal ini menunjukkan etika kemasan ada pengaruh signifikan dengan keputusan pembelian. Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka dapat disimpulkan secara parsial hanya ada 2 variabel yang menunjukkan signifikansi terhadap keputusan pembelian yaitu daya tarik visual dan etika kemasan, sedangkan variabel bahan kemasan dan daya tarik kepraktisan tidak ada pengaruh terhadap keputusan pembelian. Secara simultan bahan kemasan, daya tarik visual, daya tarik kepraktisan, etika kemasan ada pengaruh yang signifikan. Saran yang dapat diajukan berkaitan dengan temuan yang telah diperoleh adalah (1) Bagi produsen sebaiknya produsen membuat pelindung layar yang anti gores sehingga layar tetap terlihat jernih walau telah lama dipakai dan konsumen puas dengan produk yang dibeli, (2) Walaupun hand phone telah mulai bergeser menjadi suatu bentuk trend mode namun diharapkan produsen tetap memperhatikan hand phone sebagai alat telekomunikasi yang memberikan kemudahan dalam berkomunikasi, praktis, mudah digenggam dan dibawa,(3) Sebaiknya kesamaan warna gambar dengan produk didalamnya disamakan agar konsumen tidak kecewa, (4) Memberikan tanda atau identitas khusus yang tidak dapat dipalsu sehingga menjamin keaslian produk, (5) Bagi konsumen pertimbangan tempat pembelian merupakan salah satu cara untuk memperkecil resiko dalam membeli produk yang ilegal.

Penerapan model pembelajaran learning cycle (LC) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X semester 2 MAn Malang I pada materi pokok reaksi redoks / Vina Sandi Meiliyana

 

Materi kimia di SMA/MA mempunyai dua sifat konsep kimia, yaitu sifat konsep yang abstrak dan sifat konsep yang berkesinambungan. Dengan adanya dua sifat konsep tersebut, maka diperlukan tahap-tahap pembelajaran yang dapat membawa siswa belajar konsep. Salah satu model pembelajaran yang diharapkan dapat membawa siswa pada situasi belajar konsep yaitu model pembelajaran Learning Cycle. Model pembelajaran Learning Cycle terdiri dari 3 fase, yaitu fase eksplorasi, fase eksplanasi, dan fase aplikasi konsep. Pada model pembelajaran Learning Cycle ini, pembelajaran berpusat pada siswa, sehingga memotivasi siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran. Dengan adanya keaktifan siswa tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas model pembelajaran Learning Cycle dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X semester 2 MAN Malang I pada materi pokok reaksi redoks, efektivitas penerapan model Learning Cycle dalam meningkatkan kualitas hasil belajar, dan mengetahui sikap siswa kelas X semester 2 MAN Malang I terhadap penerapan model pembelajaran Learning Cycle (LC). Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental semu (quasy experimental design) dan rancangan deskriptif. Kemampuan awal siswa diperoleh dari hasil nilai tes pada materi sebelumnya. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh kelas X MAN Malang I yang terdiri dari 7 kelas. Sampel dari penelitian ini hanya menggunakan 2 kelas, yaitu kelas eksperimen untuk penerapan model pembelajaran Learning Cycle dan kelas kontrol untuk penerapan model pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui 3 tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen pembelajaran, instrumen pengukuran, dan uji coba instrumen. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis yang menggunakan uji-t dan analisis deskriptif untuk sikap siswa terhadap model pembelajaran Learning Cycle. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran kimia dengan model Learning Cycle dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa yang menggunakan Learning Cycle lebih tinggi (61,63 dan 73,64) dibandingkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional (43,05 dan 68,76). Respon siswa terhadap pembelajaran kimia dengan model Learning Cycle adalah positif. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran model Learning Cycle baik untuk diterapkan dalam proses pembelajaran kimia.

Pengaruh lingkungan dan perbedaan individu terhadap keputusan konsumen dalam menyewa kendaraan (studi pada konsumen Java Rent Car Sidoarjo) / Anis Afifah

 

Saat ini persaingan bisnis cukup ketat, baik di bidang jasa maupun barang. Dapat dilihat dari semakin banyaknya usaha-usaha kecil menengah, retail, perusahaan jasa (misalnya persewaan kendaraan, komputer), dan perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang usaha lainnya. Dalam setiap mendirikan usaha kita tidak lepas dari peranan konsumen yang kita tuju, yaitu dengan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhannya sangatlah penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh lingkungan (budaya, kelas sosial, pengaruh pribadi, keluarga, situasi) terhadap keputusan konsumen dalam menyewa kendaraan di java rent car, (2) perbedaan individu (sumber daya manusia, motivasi dan keterlibatan, pengetahuan, sikap, gaya hidup) terhadap keputusan konsumen dalam menyewa kendaraan di java rent car, (3) faktor yang dominan dalam mempengaruhi keputusan konsumen dalam menyewa kendaraan, (4) pengaruh lingkungan dan perbedaan individu secara simultan terhadap keputusan konsumen dalam menyewa kendaraan di Java Rent Car. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang menyewa kendaraan maupun yag pernah menyewa di java rent car. Sampel dari penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik adalah purposive sampling dan diperoleh sampel penelitian sebanyak 95 orang. Data diperoleh melaui responden dengan menggunakan alat pengumpul data berupa kuesioner tertutup dan diukur dengan menggunakan skala Likert. Hasil penelitian ini yang menyatakan bahwa Pengaruh Lingkungan Terhadap Keputusan Konsumen Dalam Menyewa Kendaraan Dari hasil analisis data diperoleh β1 = 0,172 dan nilai thitung = 1,743, signifikansi 0,085.nilai ini selanjutnya dikonfirmasikan dengan nilai t tabel = 1,980 dan taraf siginifikansi 0,05 sehingga thitung < dari ttabel dan signifikansi t > 0,05 yang berarti bahwa hal ini membuktikan Ho yang berbunyi tidak ada pengaruh yang signifikan antara pengaruh lingkungan dengan keputusan konsumen dalam menyewa kendaraan di Java Rent Car di terima.sedangkan Ha yang berbunyi ada pengaruh yang signifikan antara Pengaruh Lingkungan terhadap keputusan konsumen dalam menyewa kendaraan di Java Rent Car ditolak. Pengaruh Perbedaan Individu Terhadap Keputusan Keputusan Konsumen Dalam Menyewa Kendaraan Dari hasil analisis data diperoleh β2 = 0,308 dan nilai thitung = 3,118, nilai signifikansi 0,02.nilai ini selanjutnya dikonfirmasikan dengan nilai t tabel = 1,980 dan taraf siginifikansi 0,05 sehingga thitung > ttabel dan signifikansi t < 0,05 yang berarti bahwa Ho yang berbunyi tidak ada pengaruh yang signifikan antara perbedaan individu dengan keputusan konsumen dalam menyewa kendaraan di Java Rent Car di tolak. Sedangkan Ha yang berbunyi ada pengaruh yang signifikan antara Pengaruh Lingkungan terhadap keputusan konsumen dalam menyewa kendaraan di Java Rent Car diterima. Pengaruh Lingkungan, Perbedaan Individu Secara Simultan Terhadap Keputusan Keputusan Konsumen Dalam Menyewa Kendaraan Dari hasil analisis data diperoleh nilai β1 = 0,172; β2 = 0,308; Fhitung = 8,098 dengan signifikansi F = 0,001. Saran yang dapat disampaikan bekaitan dengan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) memberikan diskon bagi konsumen yang sering menyewa, (2) java rent car harus lebih memahami kebutuhan yang diinginkan konsumen misalnya menyediakan makanan ringan dan minuman didalam mobil yang akan disewa, (3) pelayanan terhadap konsumen lebih ditingkatkan misalnya menelpon atau menjemput bola terhadap konsumen yang menyewa, (4) karyawan harus lebih selektif terhadap konsumen yang akan menyewa mengenai kelengkapan misalnya KTP, STNK, KSK, PBB, Sepeda motor, (5) memperbanyak unit mobil Panther, Karimun, Xenia, Avanza, Innova karena lebih sering disewa oleh pelaku bisnis setiap harinya sedangkan untuk mobil semacam APV, ELF biasanya disewa saat lebaran, liburan.

Pengaruh faktor intern dan faktor ekstern penyebab kesulitan siswa dalam memahami materi pelajaran akuntansi terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1 Pandaan Pasuruan tahun ajaran 2007/2008 / Sri Mulyani

 

Rendahnya prestasi belajar akuntansi disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kesulitan belajar faktor intern dan faktor ekstern. Adapun faktor intern adalah faktor yang timbul dari dalam diri siswa itu sendiri. Sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang datang dari luar diri siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh faktor intern dan faktor ekstern penyebab kesulitan siswa dalam memahami materi pelajaran akuntansi terhadap prestasi belajar akuntansi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian asosiatif dengan rancangan expost facto. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan menetapkan kelas XII IPS-3 sebagai kelas sampel. Instrumen penelitian yang digunakan adalah butir-butir soal tes faktor intern dan faktor ekstern dan butir-butir soal tes prestasi belajar akuntansi. Tehnik analisis data yang digunakan adalah uji regresi linier berganda dan uji persentase. Dari analisis data diperoleh bahwa terdapat pengaruh yang negatif antara faktor intern (X1) terhadap prestasi belajar akuntansi (Y) dengan nilai = - 4,898 dan terdapat pengaruh yang negatif antara faktor ekstern (X2) dengan prestasi belajar akuntansi (Y) dengan nilai = - 3,040 serta terdapat pengaruh faktor intern (X1) dan faktor ekstern (X2) secara bersama-sama terhadap prestasi belajar akuntansi (Y) dengan nilai = 23,078. Hal ini berarti hipotesis nihil (Ho) ditolak atau ada pengaruh negatif yang signifikan dari faktor intern dan faktor ekstern penyebab kesulitan siswa dalam memahami materi pelajaran akuntansi terhadap prestasi belajar akuntansi baik secara partial (sendiri-sendiri) maupun secara simultan (bersama-sama). Kesimpulan yang di peroleh (1) siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1 Pandaan Pasuruan memiliki prestasi belajar yang cukup baik (2) siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1 Pandaan Pasuruan cukup mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran akuntansi dilihat dari faktor intern dan faktor ekstern (3) ada pengaruh negatif yang signifikan dari faktor intern dan faktor ekstern penyebab kesulitan siswa dalam memahami materi pelajaran akuntansi baik secara partial (sendiri-sendiri) maupun secara simultan (bersama-sama) terhadap prestasi belajar akuntansi. Saran yang diberikan (1) bagi guru akuntansi bidang studi akuntansi diharapkan mampu menciptakan kondisi-kondisi tertentu yang membangkitkan minat dan motivasi belajar, (2) orang tua siswa harus lebih memperhatikan pendidikan anaknya (3) pemerintah diharapkan lebih peka terhadap mengatasi masalah-masalah sosial di masyarakat sehingga siswa sebagai generasi penerus bangsa mempunyai jaminan untuk belajar dengan baik.

Studi komparasi akumulasi timbal (Pb) pada tanaman mahoni (Swietenia mahagoni Jacq.), angsana (Pterocarpus indicus Wild.) dan kersen (Muntingia calabura L.) di tiga jalan protokol Kota Malang / Imraatul Mufidah

 

Kota Malang memiliki berbagai jenis vegetasi pohon yang ditanam di pinggir jalan, berfungsi sebagai pohon perindang juga sebagai pereduksi polutan yang ditimbulkan oleh aktivitas kendaraan bermotor. Tanaman tersebut diantaranya adalah mahoni, angsana dan kersen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan daya serap tanaman mahoni, angsana dan kersen terhadap polutan timbal (Pb) di udara pada tiga jalan protokol Kota Malang. Sampel daun mahoni, angsana dan kersen yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari tiga jalan protokol Kota Malang yaitu Jl. A. Yani, MT. Hariyono dan RT. Suryo, dimana ketiga ketiga jalan protokol tersebut sering mengalami kemacetan lalu-lintas terutama pada pagi dan siang hari. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2006. Jenis penelitian ini adalah deskriptif expose facto. Kandungan polutan timbal (Pb) yang terdapat dalam jaringan daun dapat diketahui dengan ekstraksi daun yang selanjutnya diuji menggunakan AAS (Atomic Absorbance Spectrophotometric). Untuk mengetahui perbedaan kemampuan penyerapan polutan timbal antara ketiga tumbuhan uji, maka data yang berupa kadar polutan timbal dalam ppm dianalisis menggunakan Anava Ganda. Apabila hasil yang diperoleh signifikan maka untuk mengetahui perbedaan rerata timbal (Pb), dilanjutkan dengan menggunakan Uji Jarak Duncan (UJD) dengan taraf signifikasi 5%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa tanaman Mahoni (Swietenia mahagoni Jacq.), memiliki kemampuan daya serap terhadap polutan timbal (Pb) di udara lebih baik daripada Angsana (Pterocarpus indicus Wild.) dan Kersen (Muntingia calabura L.) rerata kandungan Pb (ppm) dalam daun mahoni, angsana dan kersen di Jl. A. Yani berturut-turut adalah 1,704, 1,586 dan 1,393; di Jl. RT. Suryo: 1,056, 1,708 dan 1,488; dan di Jl. MT. Hariyono: 1,454, 1,294 dan 1,202.

Deskripsi pemahaman konseptual dan algoritmik siswa kelas XI-IPA MAn Tulungagung 01 tahun pelajaran 2006/2007 pada topik larutan asam basa / Zainal Arifin

 

Topik larutan asam basa yang dipelajari di SMA dan MA banyak membahas konsep-konsep yang bersifat abstrak, misalnya konsep konsentrasi dan ionisasi, serta perhitungan matematis, misalnya penentuan konsentrasi dan pH. Selama ini evaluasi pada topik asam basa cenderung pada aspek algoritmik dengan asumsi bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal algoritmik sudah menunjukkan kemampuannya dalam menyelesaikan soal konseptual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui siswa yang menjawab benar soal konseptual dan algoritmik (BKBA), siswa yang menjawab benar soal konseptual tetapi salah pada soal algoritmik (BKSA), siswa yang menjawab salah soal konseptual tetapi benar pada soal algoritmik (SKBA), dan siswa yang menjawab salah soal konseptual dan algoritmik (SKSA); (2) mendeskripsikan tingkat pemahaman konseptual dan algoritmik siswa pada topik larutan asam basa, serta membuktikan apakah pemahaman konseptual siswa tertinggal dibandingkan pemahaman algoritmiknya sebagaimana yang tampak pada topik-topik lain hasil penelitian yang telah ada. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI-IPA MAN Tulungagung 01 tahun pelajaran 2006/2007 sebanyak lima kelas yang terdiri dari 200 siswa. Berdasarkan nilai rata-rata ulangan harian kimia dan saran dari guru kimia kemampuan siswa dalam kelima kelas dianggap homogen. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI-IPA5 yang terdiri dari 41 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa soal obyektif pilihan ganda berupa pasangan soal yang terdiri dari 14 butir soal konseptual dan 14 butir soal algoritmik dengan tiga pilihan jawaban dan satu pilihan jawaban yang diberikan oleh siswa sendiri apabila tiga pilihan yang disediakan dianggap tidak benar. Hasil uji coba diperoleh bahwa instrumen memiliki validitas isi 94,4% dan koefisien reliabilitas yang dihitung dengan rumus KR-20 sebesar 0,67 untuk soal konseptual dan sebesar 0,63 untuk soal algoritmik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa yang menjawab benar soal konseptual dan algoritmik (BKBA) sebesar 17,9%, siswa yang menjawab benar soal konseptual tetapi salah pada soal algoritmik (BKSA) sebesar 26,5%, siswa yang menjawab salah soal konseptual tetapi benar pada soal algoritmik (SKBA) sebesar 17,9%, dan siswa yang menjawab salah soal konseptual dan algoritmik (SKSA) sebesar 37,6%; (2) pemahaman konseptual siswa mendahului pemahaman algoritmiknya. Hal ini dapat diidentifikasi berdasarkan persentase BKSA lebih tinggi dibandingkan SKBA serta perbandingan skor rata-rata soal konseptual yang lebih tinggi dibandingkan algoritmik. Hasil penelitian ini berlawanan dengan hasil penelitian pada topik-topik lain yang telah dilakukan sebelumnya yang menyatakan bahwa pemahaman konseptual siswa tertinggal dibanding algoritmiknya. Berdasarkan hasil penelitian disarankan bagi guru kimia di kelas hendaknya memberikan proporsi yang seimbang antara aspek konseptual dan algoritmik selama proses sampai tahap evaluasi pembelajaran dan bagi peneliti selanjutnya melakukan penelitian hubungan antara tingkat berfikir formal siswa dengan pemahaman konseptual serta algoritmik pada topik larutan asam basa dan topik-topik lain.

Produk pembiayaan bagi hasil perbankan syariah sebagai upaya mengatasi masalah pada pembiayaan bank konvensional (studi kasus BRI Syariah Cabang Malang) / Shinta Swastiningtyas

 

Bank merupakan lembaga keuangan yang kegiatan usahanya menghimpun dana dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa-jasa bank lainnya. Operasi perbankan konvensional sebagian besar ditentukan oleh kemampuannya dalam menghimpun dana masyarakat melalui pelayanan dan bunga yang menarik. Menghadapi masalah kemiskinan yang ditimbulkan dengan pembebanan bunga di bank konvensional, dibutuhkan sistem perbankan alternatif yang mampu memacu pertumbuhan ekonomi yang tinggi tanpa dampak inflasi dan sekaligus memeratakan kesempatan berusaha. Secara konsepsional, bank syariah dengan sistem bagi hasil dan dengan kerja sama mempunyai kemampuan untuk memobilisasi dana masyarakat, menetralisir dampak inflasi, menekan serendah mungkin kredit macet, menjamin adanya keterbukaan, membuka peluang-peluang usaha baru untuk memeratakan kesempatan kerja, menanggulangi kemiskinan dan menjembatani kesenjangan sosial. Pada dasarnya penelitian ini memiliki tiga manfaat, yaitu (1) untuk mengetahui pengakuan, pengukuran, dan penyajiaan produk pembiayaan bagi hasil; (2) untuk mensosialisasikan produk pembiayaan bagi hasil sehingga menunjang pengembangan bank syariah; (3) menambah pengetahuan, wawasan, dan pemahaman tentang produk pembiayan bagi hasil. Penelitian ini dilakukan di BRI Syariah Cabang Malang tanggal 1 Juni 2007 sampai dengan 31 Juli 2007. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif yaitu menyajikan dan menggambarkan secara faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan obyek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang mendasar antara pencatatan dan penyajian produk pembiayaan bagi hasil di bank syariah dengan pencatatan dan penyajian kredit yang selama ini diterapkan di bank konvensional. Bank syariah yang menerapkan sistem tanpa bunga, terlihat dari produk pembiayaannya, memperluas daya jangkau dan penetrasi penyaluran dana ke semua lapisan masyarakat sehingga mendukung upaya kesempatan berusaha, kesempatan kerja, dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Sistem bagi hasilnya pun bermanfaat untuk meredam ekonomi biaya tinggi, menghambat inflasi, dan meningkatkan efisiensi. Produk pembiayaan di bank syariah dapat mengatasi masalah pembiayaan di bank konvensional. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut tentang masalah pembiayaan/kredit di bank konvensional yang semakin kompleks. Penelitian dilakukan di dua objek penelitian yaitu pembiayaan bagi hasil di bank syariah dan kredit di bank konvensional agar hasil yang didapat lebih maksimal.

Simulasi pola pigmentasi pada kulit binatang dengan model cellular automata dua dimensi / Suwarno

 

ABSTRAK Suwarno. 2007. Simulasi Pola Pigmentasi pada Kulit Binatang dengan Model Cellular Automata Dua Dimensi. Skripsi. Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Johanis A. Rampisela, M.S., (II) Drs. Asim, M.Pd. Kata Kunci: Pola pigmentasi, cellular automata, dua dimensi, bobot, bobot total. Pada tingkat visual, pola pigmentasi pada kulit binatang akan menunjukkan beberapa contoh nyata organisme biologi yang beragam. Diduga bahwa untuk mendapatkan jenis pola pigmentasi yang beragam dalam pola tersebut diperlukan mekanisme yang kompleks dan berhubungan dengan proses seleksi alam (Wolfram, 2002:422). Namun pada kenyataannya pola pigmentasi pada kulit binatang dapat dilakukan dengan proses yang mempunyai aturan dasar yang sangat sederhana dengan keadaan awal acak (Wolfram, 2002:423). Skripsi ini bertujuan untuk membuat program komputer yang mampu menghasilkan pola pigmentasi pada kulit binatang dengan dua warna. Aturan yang digunakan adalah sel akan berwarna hitam jika bobot totalnya bernilai positif dan berwarna putih jika bernilai negatif. Hasil program menunjukkan beberapa pola pigmentasi pada kulit binatang, yaitu pola pada zebra, pola pada rabbitfish, pola pada macan tutul, dan pola pada jenis ikan tertentu. Dengan program ini, beberapa pola pigmentasi pada kulit binatang dapat dihasilkan dengan memberikan keadaan awal acak dan mengatur bobot tiap sel dengan nilai tertentu.

Pelaksanaan perjanjian kerja karyawan bidang produksi di PT. Boxtime Indonesia menurut Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan (studi di PT. Boxtime Indonesia kawasan PIER Pasuruan) / Sugiartik

 

Pekerja/karyawan sebagai sumber daya manusia dan penentu bagi berkembangnya suatu bangsa tidak boleh disepelehkan, khususnya masalah ketenagakerjaan seperti masalah perjanjian kerja. masalah ketenagakerjaan yang menyangkut perjanjian kerja yang sering terjadi misalnya banyaknya pekerja yang diberhentikan dari pekerjaannya sebelum masa kerja habis, perpanjangan kontrak yang tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang dan juga pekerja yang disuruh melakukan pekerjaan tidak sesuai dengan perjanjian kerja yang telah dibuat. Untuk mengatasi permasalahan ketenagakerjaan tersebut pemerintah membuat peraturan perundang-undangan yaitu Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Undang-undang ini memuat semua peraturan mengenai ketenagakerjaan termasuk peraturan mengenai perjanjian kerja. Tapi dalam kenyataannya perjanjian kerja yang dibuat masih belum sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menjelaskan bahwa perjanjian kerja adalah perjanjian antara pekerja dengan pengusaha atau pemberi kerja yang memuat syarat-syarat kerja, hak dan kewajiban para pihak. Ketentuan mengenai perjanjian kerja yang dibuat oleh pemerintah melalui Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pelaksanaannya dalam perusahaan belum sepenuhnya dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perjanjian kerja karyawan bidang produksi di PT. Boxtime Indonesia sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan juga untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan perjanjian kerja karyawan bidang produksi di PT. Boxtime Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, jenis penelitiannya studi kasus karena penelitian hanya dilakukan di satu perusahaan untuk mencari apakah pelaksanaan perjanjian kerja sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode analisis kualitatif dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perjanjian kerja karyawan bidang produksi di PT. Boxtime Indonesia sebagian besar sudah dilaksanakan sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Namun ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan beberapa pelanggaran yang dilakukan pekerja terhadap Perjanjian kerja yang dibuat. Perjanjian kerja dibuat secara tertulis yang tertuang dalam Surat Perjanjian Kontrak Kerja dan Surat Keputusan/surat pengangkatan yang disepakati oleh pengusaha maupun pekerja. Pelaksanaan perjanjian kerja yang sesuai dengan undang-undang antara lain seperti jangka waktu perjanjian kontra kerja tidak lebih dari 2 (dua) tahun, berakhirnya perjanjian kerja sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan dalam surat Perjanjian Kontrak Kerja dan Peraturan Perusahaan, memperoleh hak cuti, memperoleh upah, memperoleh kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan kerja. Pelaksanaan perjanjian kerja yang tidak sesuai dengan undang-undang antara lain seperti pemberlakuan jam istirahat pada pekerja yang terkena shift, perpanjangan kontrak kerja, pekerja yang tidak mematuhi perjanjian kontrak kerja dan peraturan perusahaan dan juga pemberlakuan sistem kontrak kerja pada pekerjaan yang merupakan bagian produksi dan bukan pekerjaan musiman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disampaikan beberapa saran yaitu (1) hendaknya pemerintah lebih tegas dalam menindak para pengusaha yang tidak bisa mentaati Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (2) pembuatan perjanjian kerja dan peraturan perusahaan dibuat harus untuk kepentingan bersama yaitu kepentingan pengusaha dan pekerja (3) Serikat Pekerja dan Perjanjian Kerja Bersama hendaknya dibentuk dalam setiap perusahaan (4) Perusahaan seharusnya lebih memperhatikan kesejahteraan pekerja misalnya dengan dibuatkan kantin di setiap perusahaan.

Perbedaan kematangan karier siswa berdasarkan jenis kelamin, kemampuan skolastik dan inteligensi di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang / Novie Ariyanti

 

ABSTRAK Ariyanti, Novie. 2007. Perbedaan Kematangan Karier Siswa Berdasarkan Jenis Kelamin, Kemampuan Skolastik dan Inteligensi di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Triyono, M.Pd (2) Drs. Harmiyanto Kata kunci : Kematangan Karier, Jenis Kelamin, Kemampuan Skolastik, Inteligensi Bimbingan karier adalah kegiatan layanan bantuan kepada siswa dengan tujuan agar mereka memperoleh pemahaman tentang diri serta pemahaman tentang dunia kerja sehingga pada akhirnya mereka mampu menentukan pilihan karier dan menyusun perencanaan karier dengan baik. Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap potensi diri, sikap, nilai-nilai pribadi dan dicocokkan dengan kenyataan lingkungan pekerjaan yang terbuka bagi seseorang, maka terjadi perencanaan karier yang tepat. Seorang siswa dipandang telah cukup matang dalam hal pemilihan karier, apabila ia dapat memilih suatu karier dengan tepat dan berguna, berdasarkan segala kemampuan yang dimiliki. Untuk lebih memudahkan membantu siswa dalam membuat pilihan karier atau pendidikan dan latihan yang mempersiapkan suatu karier selanjutnya diperlukan informasi tentang tingkat kematangan karier siswa. Selain itu, kita juga memerlukan informasi tentang tingkat kematangan karier siswa dilihat dari jenis kelamin, bakat, minat, inteligensi, sikap, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) gambaran kematangan karier siswa; (2) gambaran kemampuan verbal siswa; (3) gambaran kemampuan numerikal siswa; (4) gambaran inteligensi siswa; dan (5) perbedaan kematangan karier siswa berdasarkan jenis kelamin, kemampuan skolastik dan inteligensi. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif, sedangkan populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang tahun ajaran 2006/ 2007. Pengambilan sampel penelitian dengan menggunakan teknik proportional random sampling, sampel penelitian berjumlah 76 orang siswa. Teknik pengumpulan data kematangan karier adalah angket kematangan karier, sedangkan untuk data hasil tes inteligensi dan tes kemampuan skolastik adalah studi dokumentasi. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Mei 2007. Teknik analisis data menggunakan analisis persentase dan regresi ganda (Multiple Regression), untuk memperoleh perbedaan kematangan karier siswa berdasarkan jenis kelamin menggunakan uji-t. Gambaran umum variabel penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas XI SMA Laboretorium Universitas Negeri Malang: (1) tergolong matang karier (48,68%) sisanya tersebar ke tingkat rendah dan tinggi; (2) memiliki tingkat inteligensi tinggi (45%) sisanya tersebar ke tingkat sedang dan rendah; (3) memiliki tingkat kemampuan skolastik (kemampuan verbal dan kemampuan numerikal) sedang/ menengah (88,2%) dan (55,3%) sisanya tersebar ke tingkat tinggi dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan kematangan karier berdasarkan jenis kelamin. Siswa perempuan lebih matang karier dibandingkan dengan siswa laki-laki yaitu 137,7907 berbanding 133,1818; (2) tidak ada perbedaan kematangan karier siswa berdasarkan inteligensi dan kemampuan skolastik (kemampuan verbal dan kemampuan numerikal). Berdasarkan hasil penelitian ini, maka peneliti memberikan beberapa saran yaitu: (1) penelitian ini dilakukan dengan populasi dan sampel yang terbatas, oleh karena itu perlu dilakukan dengan penelitian dengan pola yang serupa dengan memperbanyak sampel penelitian; (2) penelitian ini hanya mempu mengungkapkan sebagian kecil saja faktor-faktor yang kompleks yang berkaitan dengan kematangan karier siswa SMA. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan kemungkinan faktor-faktor lain yang berkaitan dengan kematangan karier; (3) pengumpulan data dalam penelitian ini hanya dilakukan dengan metode angket dan studi dokumentasi, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan metode yang lain; (4) konselor diharapkan dapat memberikan layanan bimbingan karier yang sesuai dengan kebutuhan siswa; (5) pelaksanaan program bimbingan karier perlu diorganisasikan sedemikian rupa sehingga terdapat alokasi waktu yang cukup untuk pelaksanaan program, kerjasama dengan berbagai pihak dan sistem monitoring terhadap proses maupun hasil-hasil pelaksanaannya; (6) konselor diharapkan dapat memberikan tindak lanjut dari hasil tes yang telah dilaksanakan di sekolah.

Pengaruh ekuitas merek terhadap loyalitas konsumen (studi pada ibu rumah tangga pengguna pasta gigi Pepsodent di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar) / Gita Raditya Meitaria

 

Kecenderungan perkembangan perang pemasaran di masa mendatang akan menjadi perang antar merek, yaitu suatu persaingan untuk memperoleh dominasi merek. Salah satu pemain industri pasta gigi adalah pasta gigi merek Pepsodent. Untuk terus bersaing dengan kompetitornya, maka ekuitas merek Pepsodent perlu dikelola karena merupakan intangible asset yang dimiliki dan tidak mudah ditiru oleh kompetitor. Ekuitas merek dalam penelitian ini terdiri dari empat elemen yaitu kesadaran merek (brand awareness), kesan kualitas (perceived quality), asosiasi merek (brand association), dan loyalitas merek (brand loyalty). Ekuitas merek harus dikelola terus-menerus oleh perusahaan karena dapat memperkuat program memikat para konsumen baru, atau merangkul kembali konsumen lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: kondisi ekuitas merek serta loyalitas konsumen pengguna pasta gigi Pepsodent, pengaruh ekuitas merek (X) baik secara parsial maupun simultan terhadap loyalitas konsumen dalam menggunakan pasta gigi Pepsodent (Y), serta untuk mengetahui elemen ekuitas merek yang dominan mempengaruhi loyalitas konsumen dalam menggunakan pasta gigi Pepsodent. Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari kesadaran merek (X1), kesan kualitas (X2), asosiasi merek (X3), dan loyalitas merek (X4) dan variabel terikatnya adalah loyalitas merek (Y). Jenis dari penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga pengguna pasta gigi Pepsodent tanpa membedakan pemakai lama maupun pemakai baru yang berjumlah 2573 KK. Penentuan sampel menggunakan rumus infinite population dari buku Business Statistics for Management and Economics dengan menggunakan  = 5%, sehingga diperoleh sampel sebanyak 73 orang. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan multy stage sampling. Tahapan pertama adalah area sampling, kemudian diikuti dengan proportional sampling untuk menentukan jumlah sampel yang diambil dari masing-masing tempat penelitian. Tahap terakhir adalah accidental sampling untuk menyebarkan kuesioner kepada responden. Kuesioner dalam penelitian ini termasuk dalam kuesioner tertutup menggunakan skala Likert 5 tingkat. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik. Untuk menguji kelayakan instrumen dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan sampel uji coba berjumlah 30 responden. Proses pengolahan data menggunakan software SPSS for Windows 10.0. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesiner, dokumentasi dan wawancara.

Pengaruh dimensi kualitas layanan terhadap loyalitas melalui kepuasan konsumen pengguna kartu Flexi Trendy (studi kasus pada konsumen kartu Flexi Trendy di Counter Venus Cel

 

Pada era globalisasi saat ini banyak bermunculan usaha-usaha salah satunya contohnya di bidang teknologi yang sedang berkembang saat ini adalah teknologi komunikasi yang ditandai dengan munculnya produk handphone atau telepon genggam. Kenyataan ini yang mendorong para pengusaha bergerak dibidang telekomunikasi berkompetisi meluncurkan berbagai macam produk telepon dengan berbagai fasilitas yang menguntungkan bagi penggunanya. Untuk mendapatkan pelanggan perusahaan-perusahaan saling berkompetisi untuk mendapatkan pelanggan sebanyak-banyaknya dengan cara menyediakan layanan dan meluncurkan produk-produk yang memiliki keunggulan dari perusahaan lain. Salah satu perusahaan telekomunikasi yang sedang berkembang adalah PT Telkom yang menawarkan produk antara lain Telkom Flexi Classy, Flexi Home, maupun Flexi Trendy. Flexi Trendy adalah layanan Flexi dengan sistem prabayar berbasis kartu atau simcard yang dapat diisi ulang. Untuk meraih pelanggan Telkom Flexi terus mengembangkan produk dan layanan untuk mempertahankan pasar yang sudah ada melalui usaha meningkatkan kepuasan pelanggan serta memberikan layanan yang baik secara terus menerus. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) Pengaruh dimensi kualitas layanan bukti nyata, keandalan, ketanggapan, jaminan, empati secara parsial terhadap kepuasan pengguna kartu Flexi Trendy di Venus Cellular (2) Pengaruh dimensi kualitas layanan bukti nyata, keandalan, ketanggapan, jaminan, empati secara simultan terhadap kepuasan pengguna kartu Flexi Trendy di Venus Cellular Kota Batu (3) Pengaruh secara langsung kepuasan terhadap loyalitas kartu Flexi Trendy di Venus cellular Kota Batu. (4) Pengaruh dimensi kualitas layanan bukti nyata, keandalan, ketanggapan, jaminan, empati secara parsial terhadap loyalitas pengguna kartu Flexi Trendy di Venus Cellular Kota Batu. (5) Pengaruh dimensi kualitas layanan bukti nyata, keandalan, ketanggapan, jaminan, empati secara simultan terhadap loyalitas pengguna kartu Flexi Trendy di Venus Cellular Kota Batu (6) Pengaruh secara tidak langsung bukti nyata, keandalan, ketanggapan, jaminan, empati terhadap loyalitas dengan perantara kepuasan pengguna kartu Flexi Trendy di Venus Cellular Kota Batu. Penelitian ini menggunakan metode kuesioner yang kemudian hasilnya dianalisis melalui analisis jalur, Populasi dalam penelitian ini adalah para pengguna Kartu Flexi Trendy di Kota Batu. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dipusatkan di Venus Celluler, karena luasnya wilayah Kota Batu dan sulitnya untuk mendapatkan data pasti jumlah pengguna kartu Flexi Trendy di Kota Batu. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode untuk mendapatkan data pasti jumlah pengguna kartu Flexi Trendy di Kota Batu. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode accidental sampling. Kemudian sampel penelitian ditentukan sebesar 176 responden. Berdasarkan hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh positif bukti nyata terhadap kepuasan konsumen secara langsung sebesar β= 0,155. Tidak terdapat pengaruh positif keandalan terhadap kepuasan konsumen secara langsung sebesar β= 0,050. Terdapat pengaruh positif ketanggapan terhadap kepuasan konsumen secara langsung sebesar β= 0,247. Terdapat pengaruh positif jaminan terhadap kepuasan secara langsung sebesar β= 0,225. dan terdapat pengaruh positif empati terhadap kepuasan konsumen sebesar β= 0,255. (2) Terdapat pengaruh positif dimensi kualitas layanan terhadap kepuasan secara simultan sebesar 52,9% (3) Terdapat pengaruh positif kepuasan konsumen terhadap loyalitas secara langsung sebesar β=0,588 (4) Tidak terdapat pengaruh positif bukti nyata terhadap loyalitas secara langsung sebesar β= 0,008. Terdapat pengaruh positif keandalan terhadap loyalitas secara langsung sebesar β= 0,323. Terdapat pengaruh positif ketanggapan terhadap loyalitas secara langsung sebesar β= 0,218. Tidak terdapat pengaruh positif jaminan terhadap loyalitas secara langsung sebesar β= 0,017. dan Tidak terdapat pengaruh positif empati terhadap loyalitas secara langsung sebesar β= 0,119 (5) Terdapat pengaruh positif dimensi kualitas layanan terhadap loyalitas secara simultan sebesar 49,9% (6) Terdapat pengaruh secara tidak langsung bukti nyata terhadap loyalitas yang ditengahi oleh kepuasan konsumen sebesar 0,091. Tidak terdapat pengaruh secara langsung keandalan terhadap loyalitas yang ditengahi oleh kepuasan konsumen dengan demikian H¬¬15 -ditolak. Terdapat pengaruh secara tidak langsung ketanggapan terhadap loyalitas yang ditengahi oleh kepuasan konsumen sebesar 0,145%. Terdapat pengaruh secara tidak langsung jaminan terhadap loyalitas yang ditengahi oleh kepuasan konsumen sebesar 0,132% Dan terdapat pengaruh secara tidak langsung empati terhadap loyalitas yang ditengahi oleh kepuasan konsumen sebesar 0,150%. Saran yang biasa diberikan adalah (1) layanan yang diberikan kepada konsumen dengan selalu menjaga ruangan dan mendesain ulang sehingga terlihat menarik.(2) kadang kurang menanggapi keluhan konsumen, seperti saat terjadi keluhan pelanggan mengenai sinyal yang terputus-putus (3) Menambah layanan customer service melalui panggilan bebas pulsa agar konsumen tidak perlu ke kantor Telkom Flexi, dan tidak melakukan antrian panggilan atau layanan panggilan sedang sibuk.(4) Customer service bebas pulsa kadang kurang memahami keluhan atau maksud dari konsumen, sehingga customer service perlu meningkatkan kinerja layanan agar dapat melayani panggilan bebas pulsa dengan baik. (5) meningkatkan citra produk kartu Flexi sebagai teknologi yang canggih dan inovatif, melalui promosi yang lebih inovatif dan menarik di berbagai media dan menambah fitur-fitur yang menarik (6) Bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian dengan tema dimensi kualitas layanan di harapkan untuk menambah variabel harga, seperti model penelitian Vigo Host and Michael Knie Andersen.

Strategi penyampaian pembelajaran PPKn di SMP Negeri Pemerintahan Kota Lhokseumawe (studi kasus pasca konflik di Nangroe Aceh Darussalam) / Zufri Z.

 

One of The moral education at school is emphasized to Pancasila education and nationality subject because it has essential to build moral of learner. The principles which basic in PPKn is opening UUD 1945, nation moral (article 29); nationality rights (article 27, 28); Tap MPR no XVII/MPR/ 1988 about human rights; Tap MPR no VI/MPR/2001 about how to way belonging to nation; laws in Indonesia Republic; laws no 39, 1999 about human rights. The matter above is relevant to pattern of national education goal that inserted in laws no 20, 2003 about national education system, national education has aim to smart nation life and improve Indonesian completely, namely: the human being who believe and lead a pious life to one god and glorious behavior, has knowledge and skill, healthy body and mental, resolute personality and independent also has feel responsibility to society and national. The goal of education integral with mental education, moral, both philosophic-ideology-constructional value and ethics-moral-divinity-religious. Therefore, PPKn is part of nation and character building of Indonesia because determining quality human resource as basic and significant. To achieve aim of education optimally need use instructional strategy. Instructional strategy can be also called as method to apply instructional process. This Instructional Application strategy has the form of physical environment, teacher, instructional medias and activity related to instructional. Completely, there are three components that need are paid in applying content of conveying strategy by teacher are: (1) instructional media, (2) learner instruction, (3) teaching and learning format. The result of the first observe which is done at SMP Negeri Pemkot Lhokseumawe, is found that the PPKn teacher in applying the instructional application strategy preference limited to cognitive aspect only, and less touched to affective aspect as a main goal of PPKn subject. It mean that method and techniques of instructional conveying less variation, using instructional media still limit actually PPKn subject curriculum shows that affective domain need is formulated and measured as the result of learning. The matters happen because raised many problems, which because of conflict at Nangroe Aceh Darussalam. These goals of research are; (1) to describe teaching and learning of PPKn subject at SMP Pemkot Lhoksuemawe, (2) to describe teaching and learning interaction of PPKn subject at SMP Pemkot Lhoksuemawe, (3) to describe the role of a teacher to PPKn Instructional at SMP Pemkot Lhokesumawe, (4) to describe use instructional media by a PPKn teacher ton increase pancasila moral of learner at SMP Pemkot Lhokseumawe. The techniques which are used in this study are observation, interview, and documentation. The observation technique is used to observe how apply convey strategy instructional content by a teacher of PPKn subject in classroom. The interview technique is used to know opinion, expectation, and the background why a teacher chose and apply the instructional application strategy. The documentation technique is used to find out the data about instructional planning which is made by a teacher, GBPP of PPKn subject, and notes other related to research focus This summary of study are the teachers of SMPN Lhokseumawe use instructional strategy of PPKn less variation, using instructional media and the instructional conveying techniques still less innovation. Based on the result of research, so the suggestions that can be given, among others: (1) in order to the teachers not only use visual media form of a blackboard, picture, chart, globe, printed media form textbook, syllabus, a student’s work sheet, and the teacher’s verbal audio but also use social environment, (2) the media of PPKn subject that is used must be able to give cognitive response, (3) in giving task to students should look for news, the reader’s letter, cartoon, caricature, ect that If the matter is paid and discussed can give cognitive response. Can also audio media such as radio, tape recorder cassette, audio visual such as a video that its program related to actual problems such as a president’s speech, an outstanding political figure, a society figure, ect. Which can give cognitive response and student’s attitude.

Pengaruh metode pembelajaran kooperatif model Think Pair Share (TPS) terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Probolinggo / Muhammad Fachrur Rozi

 

Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan arus globlalisasi telah membawa perubahan dihampir semua aspek kehidupan manusia. Dampak dari perubahan tersebut dapat membawa permasalahan baru bagi manusia. Oleh karena itu, untuk menghadapi permasalahan-permasalahan yang timbul sangat diperlukan Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Usaha untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) harus dilakukan dalam suatu proses pendidikan yang terencana, terarah, intensif dan efisien. Pendekatan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share memberi kesempatan kepada siswa untuk lebih aktif dan guru menjadi lebih kreatif. Model ini dapat membantu siswa untuk berpikir, berdiskusi dengan teman atau pasangannya dan melatih siswa untuk mengungkapkan pendapatnya dikelas. Tujuan dari penelitian ini yaitu: untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kooperatif model Think Pair Share terhadap peningkatan prestasi belajar pada mata pelajaran akuntansi. Penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian pre-test dan post-test design. Populasinya adalah siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Probolinggo dengan jumlah 80 siswa serta sampel yang diambil sebanyak 55 dengan teknik purposive sampling. Uji t digunakan untuk menguji beda dua rata-rata kemampuan awal (pre-test) dan beda dua rata-rata kemampuan akhir (post-test) siswa serta hipotesis penelitian dari gain score. Berdasarkan hasil analisis uji-t diperoleh thitung = 0,231 < ttabel = 1,67 dan nilai probabilitas (Sig.) = 0,749 > 0,05 sehingga kedua kelompok (kontrol dan eksperimen) mempunyai kemampuan awal yang sama secara signifikan. Pengujian hipotesis dengan U Mann-Whitney Test menunjukkan yakni nilai signifikansi (Sig.) = 0,000 < 0,05 sehingga kemampuan akhir pada kedua kelompok tersebut berbeda. Yang berarti prestasi belajar siswa yang diajar dengan model Think Pair Share lebih tinggi daripada metode pembelajaran konvensional. Gain Score untuk kelompok kontrol 3,56 lebih rendah dibandingkan Gain Score kelompok eksperimen sebesar 7,29. Pengujian hipotesis dengan U Mann-Whitney Test menunjukkan yakni nilai signifikansi (Sig.) = 0,000 < 0,05. Sehingga terdapat perbedaan prestasi belajar antara kedua kelompok secara signifikan. Dengan demikian ada pengaruh positif yang signifikan dari penerapan pembelajaran model Think Pair Share terhadap prestasi belajar siswa pada pelajaran akuntansi kelas XI SMA Negeri Probolinggo tahun ajaran 2006/2007. Pembelajaran model Think Pair Share terbukti lebih efektif dalam meningkatkan prestasi belajar akuntansi siswa dibandingkan dengan pembelajaran dengan model konvensional. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka peneliti memberikan saran antara lain: (1) bagi guru mata pelajaran akuntansi untuk menerapkan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran di dalam kelas, (2) bagi peneliti lain yang ingin mengembangkan penelitian yang berhubungan dengan metode pembelajaran Think Pair Share ini untuk dapat menggunakan populasi dan sampel penelitian yang lebih luas serta dengan materi yang berbeda agar mendapatkan data yang lebih baik untuk mengetahui apakah terdapat hasil yang sama jika dalam proses belajar mengajar menerapkan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share yang dilakukan di SMA lain atau bahkan di SMP maupun di SD.

Preferensi kumbang kubah (Coccinellidae), belalang sembah (Mantidae), dan laba-laba serigala (Lycosidae) terhadap tumbuhan liar Borreria repens DC., Bidens pilosaL., dan Centella asiatica (L.) Urb / Minahanggari Mukti

 

Pengendalian hama di kebun teh yang telah dilakukan selama ini masih menggunakan pestisida kimia sintetik. Hal ini menimbulkan dampak negatif bagi agroekosistem kebun teh. Pemanfaatan musuh alami hama tanaman, khususnya predator merupakan salah satu pengendalian hama yang ramah lingkungan. Coccinellidae, Mantidae dan Lycosidae merupakan Arthtropoda yang banyak ditemukan di kebun teh. Arthropoda ini memiliki peran penting dalam upaya pengendalian hama yang efektif dan ramah lingkungan. Tumbuhan liar sangat dibutuhkan dalam upaya konservasi musuh alami. Tumbuhan liar potensial dimanfaatkan sebagai tanaman refugia bagi musuh alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi kumbang kubah (Coccinellidae), belalang sembah (Mantidae) dan laba-laba serigala (Lycosidae) terhadap tumbuhan liar Borreria repens DC., Bidens pilosa L., dan Centella asiatica (L.) Urb. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menguraikan hasil uji preferensi kumbang kubah (Coccinellidae), belalang sembah (Mantidae) dan laba-laba serigala (Lycosidae) terhadap tumbuhan liar Borreria repens DC., Bidens pilosa L., dan Centella asiatica (L.) Urb. Ketertarikan hewan uji terhadap tumbuhan liar uji dilakukan dengan mengamati respon hewan tersebut dalam memilih bau tumbuhan yang ditandai dengan masuknya hewan tersebut ke salah satu lengan bilik olfaktometer, serta mencatat jumlah dan waktu orientasinya. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biodiversitas dan Ekologi Jurusan Biologi FMIPA Brawijaya Malang pada bulan April-Juli 2007. Pengujian ini dilakukan pada 25 kumbang kubah (Coccinellidae), belalang sembah (Mantidae) dan laba-laba serigala (Lycosidae) terhadap tumbuhan liar Borreria repens DC., Bidens pilosa L., dan Centella asiatica (L.) Urb. Hewan dan tumbuhan uji diperoleh dari Kebun Teh Wonosari Singosari Malang. Hasil uji menunjukkan seluruh Arthropoda uji cenderung lebih memilih kontrol. Dari ketiga jenis tumbuhan uji, kecenderungan preferensi kubah (Coccinellidae) adalah pada tumbuhan Bidens pilosa dengan persentase ketertarikan sebesar 24% dengan rata-rata waktu orientasi 1 menit 5 detik. Kecenderungaan preferensi belalang sembah (Mantidae) adalah pada tumbuhan Borreria repens dengan persentase ketertarikan sebesar 20% dengan rata-rata waktu orientasi 24 detik. Kecenderungan preferensi laba-laba serigala (Lycosidae) adalah pada tumbuhan Centella asiatica dengan persentase ketertarikan sebesar 8% dengan rata-rata waktu orientasi 3 menit 49 detik.

Penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar mata diklat kewirausahaan pada siswa kelas I Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK PGRI 2 Malang / Hendra Wirawan

 

Berbagai cara dan upaya dilakukan guru untuk berusaha meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa di sekolah. Salah satu upaya guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan melakukan pembelajaran kooperatif model Jigsaw dimana Pembelajaran ini telah sesuai dengan KBK 2004 dan relevan dengan keadaan sekarang ini. Model jigsaw terbentuk oleh beberapa kelompok heterogen yang masing-masing kelompok terdiri atas 5-6 orang siswa. Materi diberikan dalam bentuk soal dan dikerjakan secara individu, kemudian para siswa diwajibkan untuk menguasai materi tersebut dan mengajarkannya kepada temannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) Penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw pada mata diklat kewirausahaan, (2) Mendeskripsikan kerjasama peserta didik pada mata diklat kewirausahaan, (3) Mendeskripsikan respon peserta didik pada mata diklat kewirausahaan, (4) Mendeskripsikan hasil belajar peserta didik pada mata diklat kewirausahaan setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model Jigsaw. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Adapun subjek penelitian ini adalah siswa kelas I program keahlian Administrasi Perkantoran (ADP) di SMK PGRI 2 Malang, hal ini dikarenakan pembelajaran tersebut belum pernah dilakukan sebelumnya. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara yaitu : 1) observasi, 2) wawancara, 3) tes, 4) catatan lapangan, 5)angket. Penelitian tindakan kelas tersebut dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus mencakup 4 tahap kegiatan yaitu: 1) perencanaan, 2)pelaksanaan tindakan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Hasil penelitian pembelajaran kooperatif model jigsaw menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan khususnya materi pembinaan bekerja prestatif, efektif dan efisien,. Hal ini dapat dilihat dari perolehan skor rata-rata siswa yang semula nilai pre tes siklus 1 62 meningkat 72 (nilai post tes siklus 1) dan siklus 2 rata-rata pre tes siswa 62 meningkat secara signifikan menjadi 96,2. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan khususnya materi pembinaan bekerja prestatif, efektif dan efisien. Berdasarkan hasil penelitian tersebut guru bidang studi dianjurkan untuk menggunakan pembelajaran kooperatif model jigsaw dalam melaksanakan proses belajar mengajar karena terbukti dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa.

Optimalisasi prestasi belajar pada pokok bahasan larutan elektrolit dan nonelektrolit siswa kelas X SMAN 7 Malang melalui pembelajaran peta konsep dengan diagram Vee / Assa'adah

 

Keefektifan pembelajaran dengan menggunakan media gambar terhadap peningkatan prestasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran ekonomi dalam konsep kegiatan pokok ekonomi di SMP Negeri 18 Malang / Siti Munawarah Akbar

 

Pengaruh budaya organisasi melalui kepuasan kerja dan komitmen organisasional terhadap kinerja tenaga penjualan pada PT. Telkom Kancatel Tulungagung / Dwi Rahmawati

 

Nowadays, the fast development of business world in Indonesia gives a significant effect on the changes of culture. Every organization is required to have different culture with other similar organization. The fast changes of environment give a significant effect on the development of organizational culture. The culture in the organization leads to rules about how to act and what to do. The success of the organization is not merely supported by the organizational culture but also how the organization implants employee’s organizational commitment to obtain the aims of the organization. Organizational culture can affect the employees’ performance to improve their performance. This study aims at investigating the effect of organizational culture in PT. TELKOM kancatel Tulungagung to increase the employees’ job satisfaction and organizational commitment which leads to the salesforce performance. This study was done in PT. TELKOM kancatel Tulungagung. The subjects of the study are 60 salesforces of PT. TELKOM kancatel Tulungagung. It is a population study in which all subjects are taken into account. In this study, the data are analyzed by using path analysis which is one of the forms of multiple regression analysis. The aim of doing path analysis is to find out the direct and indirect effect of something. The variables involved in this study are dependent variable: organizational culture (X), intervening variables: job satisfaction (Z1) and organizational commitment (Z2), and independent variables: performance (Y). The instruments of the study are items from previous relevant studies with some adaptations and modification to the subjects involved in this study. Validity and reliability testing is still conducted to test the validity and the reliability of the data. The results of the study show that: (1) There is no direct significant effect of organizational culture on job satisfaction with β= -0,004 and sig=0,975, (2) There is no direct significant effect of organizational culture on organizational commitment with β = -0,239 and sig=0,066, (3) There is a direct significant effect of job satisfaction on performance with β = 0,259 and sig=0,046, (4) There is no direct significant effect of organizational commitment on performance with β = -0,032 and sig=0,809, (5) There is no direct significant effect of organizational culture on performance with β = 0,178 and sig=0,178, (6) There is no indirect significant effect of organizational culture on performance through job satisfaction for about 0,001032 and the total determination coefficient obtained is 0,17936, (7) There is no indirect significant effect of organizational culture on performance through organizational commitment for about 0,007648 and the total determination coefficient obtained is 0,185648. Based on the result of the study, it is recommended that PT. TELKOM kancatel Tulungagung improve the organizational culture since it affects n the employees’ organizational commitment to keep on being the member of the organization or not. Besides, PT. TELKOM is recommended to increase the job satisfaction of the employees by considering some factors influencing the job satisfaction. The factors are satisfaction on compensation given (appropiacy with the works to do), satisfaction on the leader, satisfaction on friends, and satisfaction on their own jobs.

Pengaruh rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio leverege terhadap profitabilitas pada perusahaan real estate dan property yang terdaftar di BEJ (periode pengamatan tahun 2002-2005) / Sri Handayani

 

Profitabilitas merupakan salah satu faktor untuk menilai baik buruknya kinerja perusahaan. Profitabilitas yang tinggi mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba melalui kegiatan operasioanalnya juga tinggi. Sebaliknya, profitabilitas yang rendah mencerminkan kegiatan operasional perusahaan kurang baik sehingga kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba menjadi rendah. Profitabilitas yang rendah akan berpengaruh terhadap menurunnya tingkat kepercayaan pihak external kepada perusahaan. Melihatnya pentingnya profitabilitas bagi suatu perusahaan, maka tugas seorang manajer untuk selalu memonitor tinggi rendahnya profitabilitas. Salah satu alat yang digunakan untuk memonitor tinggi rendahnya profitabilitas adalah dengan rasio-rasio keuangan. Rasio-rasio keuangan memonitor profitabilitas perusahaan dengan menganalisis laporan keuangan perusahaan sehingga akan diperoleh hasilnya yang kemudian diketahui kondisi perusahaan tersebut. Dengan demikian penelitian ini mengkaji tentang pengaruh rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio leverege terhadap profitabilitas pada Perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di BEJ. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaiman pengaruh rasio likuiditas, rasio aktiviytas, dan rasio leverege secara simultan maupun parsial terhadap profitabilitas pada Perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di BEJ. Penelitian yang dilakukan di Pusat Data Bisnis Universitas Negeri Malang ini ditekankan pada analisis terhadap laporan keuangan Perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di BEJ. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Analisis rasio keuangan yang digunakan adalah analisis rasio likuiditas, rasio aktivitas, dan rasio leverege terhadap profitabilitas. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda dengan asumsi klasik yaitu uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, dan uji normalitas. Sedangkan pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t dan uji F. Hasil pengolahan data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa rasio likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas, rasio aktivitas berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas, dan rasio leverege berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas pada Perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di BEJ. Rasio likuiditas, rasio aktivitas, dan rasio leverege berpengaruh simultan yang signifikan terhadap profitabilitas pada Perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di BEJ. Diantara ketiga rasio tersebut yang memiliki pengaruh dominan terhadap profitabilitas adalah rasio aktivitas. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan bagi Perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di BEJ dan perusahaan-perusahaan lainnya apabila diketahui bahwa rasio likuiditas < 100% artinya kurang baik, untuk rasio aktivitas apabila diketahui rata-rata rasionya dibawah standar industri artinya rasio aktivitasnya rendah, sedangkan untuk rasio leverege < Rp 1 hutang yang digunakan oleh perusahaan tersebut artinya rendah. Apabila diketahui bahwa rasionya di bawah rata-rata standar rasio maka sebaiknya pihak manajer mengambil kebijakan sehingga perusahaan tidak menderita kerugian. keputusan dalam mengambil kebijakan tersebut diambil sesuai dengan hasil dari laporan keuangan yang telah dianalisis.

Pengaruh tingkat pendidikan dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Usmany Indah Jombang / Tutik Yuliati

 

ABSTRAK Yuliati, Tutik. 2007. Pengaruh Disiplin Kerja dan Tingkat Pendidikan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT. Usmany Indah Jombang. Skripsi. Fakultas Ekonomi. Jurusan Pendidikan Ekonomi Pembangunan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Hj. Sri Umi Mintarti, W. SE., M.Si., Ak. Pembimbing (2) Drs. Agung Haryono, SE., M.P.Ak. Kata kunci : Disiplin Kerja, Tingkat Pendidikan, Produktivitas Kerja.

Pengaruh minat baca dan fasilitas belajar di sekolah terhadap prestasi belajar siswa, studi kasus di SMP Negeri I Bululawang / Dian Apriliany

 

Written euphemisms in the Jakarta Post's headlines section / Dewa Ayu Vigasia Sande Ashari

 

The aim of this study is basically to describe The Jakarta Post’s ways in using euphemisms in its articles within political contexts. In this study, the main research problem is how, in terms of categories and styles, The Jakarta Post uses euphemism in its political articles in the Headlines section. This study concerns only with written euphemisms, both euphemistic words and expressions, in articles of political contexts taken from the Headlines section of The Jakarta Post printed version in three-week issues from February 26 until March 17, 2007, which are written by Indonesian journalists. This research focuses on the concepts of discourse analysis and euphemism used in political articles of mass media. This research uses the categorization of euphemism by Allan and Burridge which have been classified in details by Rusman (2000). The typology of styles used in this study is styles of euphemism by Joos (Rusman, 2000:44). This study is a descriptive qualitative research which specifically describes the ways The Jakarta Post uses euphemisms in its articles within political contexts. The data collection technique employed is the documentation research technique. The results of the data analysis show that there are seven types of euphemism found in this particular section of The Jakarta Post: (1) associative engineering, (2) learned term/technical jargon, (3) idiom, (4) circumlocution, (5) hyperbole, (6) dysphemistic euphemism, and (7) metaphor. Other types of euphemism such as acronym and abbreviation, general-for-specific and part-for- whole, litotes, metonymy, and denial are not found in this section. The types that occur the most often are the associative engineering, both connotative and denotative meanings, as well as the learned terms/technical jargon. The styles employed by the Indonesian journalists of political articles in The Jakarta Post are the formal and consultative styles. The formal atmosphere created by the journalists and the contexts of the articles indicate the use of both styles. When the contexts of political articles are on controversial issues of government officials which need cautious way of writing and use euphemism, the formal style is employed. When the contexts are on “lighter” issues such as issues on certain fields and social matters, the consultative style is utilized. The results of this study support the findings of previous studies by Rusman (2000) and Halimatus Suhriyah (2000). Rusman (2000) suggests that seven categories of euphemism are used, and five of which are similar to this research’s findings. While, from four styles of euphemism employed in his dissertation, two of them are also found in this present study. Yet, this research differs in terms of the frames created. Rusman found that informal styles, which are casual and intimate styles, are used in Indonesian and American English news media, but none is used by Indonesian journalists of The Jakarta Post. This difference might be due to the different “sides” chosen and different conditions, especially cultural conditions, faced by different journalists. Indonesian journalists tend to keep their Indonesian flavour of rhetoric. Thus, they prefer to hold the formal atmosphere that employs consultative and formal styles of euphemisms in their writings in political contexts. Compared to Halimatus Suhriyah’s (2000) findings on the forms of euphemisms in political discourse, there are some categories of euphemisms which represent other euphemisms that cannot be classified into the five forms of euphemisms she proposed. They are learned terms/technical jargon and hyperbole types. Each of the two types has certain characteristics that do not meet the five forms. Therefore, there should be another form of euphemism added to the findings of this study in order to be able to facilitate all types of euphemisms. Based on the results of this study, I recommend that future researchers who conduct studies on the same topic and object of research broaden their point of view, for example, on the use of vulgarism, hyperbolism and bombastic language in news media. In order to avoid the use of euphemism in ambiguous meanings, journalists, journalistic organizations and government should construct statements or news that avoid or decrease the modification of the use of euphemism for individuals or certain parties’ purposes.

Analisa kinerja dump truck tipe Hino Super Ranger 220 dalam pekerjaan angkutan hasil galian tanah pada proyek Mall Olympic Garden / Alber Dwijaya

 

Truk adalah alat yang khusus digunakan sebagai alat angkut yang dapat bergerak cepat, berkapasitas angkut besar dan biaya operasionalnya murah. Alasan lain penggunaan truk sebagai alat angkut ialah karena kebutuhan truk mudah diatur dan disinergikan dengan alat lain seperti excavator atau alat gali. Studi lapangan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana analisa kinerja Dump Truck dalam pengangkutan hasil galian tanah. Pada studi ini diharapkan dapat menambah ilmu dan wawasan tentang pelaksanaan angkutan hasil galian tanah. Studi ini dilakukan di proyek pembangunan Mall Olympic Garden Jl. Tenes no 33 Malang. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan diskusi mendalam. Hasil analisa pengangkutan galian tanah dengan menggunakan Dump Truck pada proyek tersebut adalah waktu siklus dan produktifitas sebagai berikut. Siklus kerja dalam angkutan tanah dihasilkan waktu sklus rata-rata 360,22 menit dengan total waktu siklus paling lama 395,94 menit dan total waktu siklus paling cepat 342,28menit. Pada pengangkutan tanah ini sangat terganggu dengan kondisi medan pada area pembongkaran yang sangat buruk sehingga mengakibatkan waktu tunggu yang cukup lama untuk melakukan pembongkaran. Dari perhitungan produktifitas dump truck pada pengangkutan hasil galian tanah di proyek MOG (Mall Olympic Garden) yang dilakukan 3 kali pengangkutan dalam 1 hari selama 1 minggu (6 hari), diperoleh hasil produktifitas rata-rata perjam dari pekerjaan tersebut adalah 11,249 m³/jam, dan hasil produktifitas total 341.91 m³/jam. jika hasil rata-rata 6 hari pengangkutan seperti itu maka dalam menyelesaikan pengangkutan tanah pada zone 1 saja tidak cukup dengan waktu 16 hari.

Alat bantu tangkap ikan menggunakan rekayasa cahaya elektrik buatan hemat energi dan ramah lingkungan untuk meningkatkan jumlah hasil tangkapan ikan bagi nelayan / Moch. Afiful Jihad

 

Perencanaan alat kontrol pada sistem refrigerant recovery untuk air conditioning mobil / Setiawan Dwi Santosa

 

Sistem perhitungan serta pelaporan pajak pertambahan nilai (PPN) atas layanan jasa paketpos dan weselpos pada PT Pos Indonesia (Persero) Malang 65100 / Rika Wulandari

 

Pajak merupakan salah satu usaha untuk mencapai kemandirian suatu bangsa dalam pembangunan nasional. Pajak digunakan sebagai sumber dana untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran negara dalam pembangunan nasional dan untuk melaksanakan kebijaksanaan Pemerintah di bidang ekonomi, sosial, dan politik. Salah satu jenis pajak yang diupayakan Pemerintah adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak atas konsumsi barang dan jasa yang dihasilkan atau diserahkan oleh Pengusaha Kena Pajak. Penelitian dilakukan di PT Pos Indonesia (Persero) Malang untuk mengetahui penerapan PPN atas layanan paketpos dan weselpos. Ada tiga hal yang berhubungan dengan penerapan PPN antara lain sistem pemungutan, sistem perhitungan, dan sistem pelaporan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif agar pembaca memperoleh gambaran yang jelas mengenai penerapan PPN mulai dari sistem pemungutannya sampai pelaporannya yang disertai dengan perhitungan PPN selama tahun 2006. Adapun metode yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PPN paketpos dan weselpos dikenakan pada saat terjadinya transaksi dengan tarif satu prosen (1%) untuk paketpos dan tarif sepuluh prosen (10%) untuk weselpos dari bea pengiriman. Selama tahun 2006 diketahui bahwa bea pengiriman paketpos yang dikumpulkan sebesar Rp 2.608.967.700,00, sehingga PPN yang dilaporkan sebesar Rp 26.089.667,00. Sedangkan pada weselpos bea pengiriman yang dikumpulkan sebesar Rp 261.558.200,00, maka PPN yang dilaporkan sebesar Rp 26.155.820,00. Jadi pada tahun 2006 jumlah keseluruhan PPN yang dilaporkan sebesar Rp 52.245.497,00. Berdasarkan pada penelitian maka terdapat beberapa saran untuk mengoptimalkan kinerja yang berhubungan dengan PPN paketpos dan weselpos yaitu memberikan pelatihan khusus kepada karyawan, menambah sarana komputer, dan mengadakan pertemuan secara rutin untuk saling menukar informasi mengenai peraturan perpajakan terbaru.

Hubungan jumlah pengguna kartu ATM plus terhadap peningkatan fee based income melalui point of sale pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Malang / Anggi Nur Machdi

 

Analisis rasio keuangan untuk menilai kinerja pada PT. Pos Indonesia (Persero) Malang / Devi Atma Nagara

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model role playing untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata diklat bekerjasama dengan kolega dan pelanggan / Retano Mahardiningsih

 

Proses pelaksanaan program gerakan terpadu pengentasan kemiskinan (Gerdu-Taskin) dalam pemberdayaan masyarakat di Desa Bakung Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar / Niken Wulandari

 

Dalam pelaksanaan suatu program penanggulangan kemiskinan terutama kemiskinan di daerah pedesaan, agar dapat berjalan lancar diperlukan tenaga pelaksana atau aparat pelaksana yang siap mendukung masyarakat, agar nantinya dapat berpartisipasi aktif dan langsung dalam Program Gerdu-Taskin, khususnya masyarakat pengguna dana bantuan Program Gerdu-Taskin. Selain itu, kerjasama yang baik antara aparat pelaksana dengan masyarakat setempat diperlukan juga dalam pelaksanaan kegiatan Gerdu-taskin. Diketahui bahwa penyebab timbulnya kemiskinan dalam masyarakat salah satunya adalah kualitas Sumber Daya Manusia yang rendah sehingga peluang produksi relative kecil, untuk itu diperlukan suatu penanggulangna kemiskinan, salah satunya adalah proyek penanggulangan kemiskinan Gerdu-Taskin. Daam Program Gerdu-Taskin amsih terdapat beberapa kesenjangan terutama yang berkaitan dengan monitoring dan dalam hal pengembalian dana bantuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif diskriptif dengan tujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan Program Gerdu-Taskin di Desa Bakung beserta hasil yang dicapai, kendala yang dihadapi baik dari masyarakat maupun aparat pelaksana, dan dampak yang dirasakan atau yang terjadi pada masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bakung, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Sumber data diperoleh berdasarkan key informan sebagai informasi kunci yang diambil secara purposif dan selanjutnya menggunakan teknik snowball sampling untuk mendapatkan informasi lebih mendalam pada pelaksanaan Program Gerdu-taskin baik dari Kantor Desa, Unit Pengelola Keuangan, Kelompok masyarakat, maupun Tenaga Pendamping Masyarakat. Analisis data dilakukan setelah semua data yang diperlukan dapat terkumpul selama proses pengumpulan data yang dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu: tahap memasuki lokasi penelitian, tahap ketika berada di lokasi penelitian, tahap pengumpulan data yang meliputi observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah dalam analisis data yang ditempuh adalah mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pelaksanaan kegiatan telah berjalan sesuai Pedoman Umum Gerdu-Taskin yang ada, namun demikian masih ada beberapa kekurangan terutama pada tahap proses pelaksanaan kegiatan dan monitoring masih banyak yang perlu diperhatikan terutama yang berkaitan dengan keterlibatan dalam pelaksanaan Program Gerdu Taskin. Kendala yang dihadapi pada program ini adalah kendala dari aparat pelaksana yaitu kurangnya pemantauan yang dilakukan di lapangan dan kurangnya partisipasi sebagian aparat desa dalam Program Gerdu-taskin ini, selain itu kendala yang berasal dari masyarakat yaitu rundahnya sumber daya manusia, penunggakan pembayaran angsuran, dan penggunaan dana yang tidak sesuai dengan perjanjian awal. Dampak positif yang dirasakan masyarakat adalah adanya penguatan ekonom masyarakat, tumbuhnya kemandirian masyarakat, penguatan lembaga lokal seperti LPM yang ditunjuk sebagai penanggung jawab dan pelaksana dan mengikutkan PKK, Karang Taruna, Remas dan BPD, serta adanya perbaikan kualitas hidup dengan adanya program perbaikan jalan dan saluran air bersih. Oleh karena itu agar pelaksanaan Program Gerdu-Taskin dapat berjalan lancar dan dapat mengatasi permasalahan yang ada, perlu dilaksanakan pembinaan dan pelatihan bagi aparat pelaksana yang terlibat dan masyarakat penerima bantuan Program Gerdu-Taskin sehingga nantinya akan diperoleh SDM yang berkualitas yang mampu mengembangkan kegiatan ekonominya dan yang terpenting adalah terlaksananya Program Gerdu-Taskin dengan baik. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya diteliti hal-hal yang berkaitan dengan keterlibatan aparat pelaksana Program Gerdu-Taskin dan pencapaian program.

Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap prestasi kerja karyawan (studi pada karyawan rumah makan ayam bakar Wong Solo di Malang) / Prasojo Mahdi

 

ABSTRAK Mahdi, Prasojo. 2007. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan (Studi pada Karyawan Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mohammad Arief, M.Si, dan (II) Drs. Sarbini Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, prestasi kerja karyawan Manusia merupakan salah satu sumber daya perusahaan yang mempunyai nilai prakarsa dan mempunyai peran serta dalam penggunaan sumber daya lain yang ada di dalam perusahaan. Sistem pengelolaan sumber daya manusia yang tepat merupakan kunci keberhasilan perusahaan untuk mencapai tujuannya. Perusahaan dalam menjalankan usahanya terus didukung oleh sumber daya manusia yaitu karyawan-karyawan yang berprestasi dengan sifat dan sikap membangun, mempunyai daya tanggap yang tinggi, inisiatif dan kreatif, dan sebagainya. Oleh karena itu manusia sangatlah penting karena selain sebagai obyek manajemen juga sebagai pelaksana. Untuk itu peranan seorang pemimpin dalam perusahaan semakin penting artinya dalam upaya peningkatan prestasi kerja karyawan, sehingga efisiensi dapat tercapai. Untuk mencapai tujuan tersebut perusahaan memerlukan seorang pemimpin yang mampu mengkoordinasikan sumber daya manusia yang dipimpinnya ke arah tujuan yang diinginkan melalui berbagai gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi dan situasi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pengaruh variabel gaya kepemimpinan direktif terhadap prestasi kerja karyawan pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang, (2) Mengetahui pengaruh variabel gaya kepemimpinan suportif terhadap prestasi kerja karyawan pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang, (3) Mengetahui pengaruh variabel gaya kepemimpinan orientasi pencapaian terhadap prestasi kerja karyawan pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang, (4) Mengetahui pengaruh variabel gaya kepemimpinan partisipatif terhadap prestasi kerja karyawan pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang, (5) Mengetahui pengaruh variabel gaya kepemimpinan direktif, gaya kepemimpinan suportif, gaya kepemimpinan orientasi pencapaian, gaya kepemimpinan partisipatif secara simultan terhadap prestasi kerja karyawan pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang, (6) Mengetahui pengaruh variabel gaya kepemimpinan yang paling dominan terhadap prestasi kerja karyawan pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang yang berjumlah keseluruhan 44 karyawan. Penelitian ini melibatkan dua variabel yaitu variabel variabel bebas (X) variabel terikat (Y). Variabel bebas (X) yang meliputi: gaya kepemimpinan direktif (X1), gaya kepemimpinan suportif (X2), gaya kepemimpinan orientasi pencapaian (X3), gaya kepemimpiann partisipatif (X4) sedangkan variabel terikat yaitu prestasi kerja karyawan pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang. Data diperoleh melalui responden dengan menggunakan alat pengumpul data berupa kuesioner dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS 12.0 for windows. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif yang signifikan gaya kepemimpinan direktif terhadap prestasi kerja karyawan pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang dengan tingkat signifikan 0,002 yaitu kurang dari α = 0,05 atau thitung = 3,382 lebih besar dibandingkan ttabel = 2,017, (2) terdapat pengaruh positif yang signifikan gaya kepemimpinan suportif terhadap prestasi kerja karyawan pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang dengan tingkat signifikan 0,009 yaitu kurang dari α = 0,05 atau thitung = 2,731 lebih besar dibandingkan ttabel = 2,017, (3) terdapat pengaruh positif yang signifikan gaya kepemimpinan orientasi pencapaian terhadap prestasi kerja karyawan pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang dengan tingkat signifikan 0,025 yaitu kurang dari α = 0,05 atau thitung = 2,333 lebih besar dibandingkan ttabel = 2,017, (4) terdapat pengaruh positif yang signifikan gaya kepemimpinan partisipatif terhadap prestasi kerja karyawan pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang dengan tingkat signifikan 0,032 yaitu kurang dari α = 0,05 atau thitung = 2,218 lebih besar dibandingkan ttabel = 2,017, (5) terdapat pengaruh positif yang signifikan secara simultan gaya kepemimpinan yang meliputi gaya kepemimpinan direktif (X1), gaya kepemimpinan suportif (X2), gaya kepemimpinan orientasi pencapaian (X3), gaya kepemimpiann partisipatif (X4) terhadap prestasi kerja karyawan pada Rumah Makan Ayam bakar Wong Solo di Malang dengan tingkat signifikansi F = 0,000 (lebih kecil dari α = 0,05), (6) berdasarkan sumbangan efektif (SE) variabel gaya kepemimpinan direktif (X1) berpengaruh paling dominan terhadap variabel prestasi kerja (Y) dengan nilai standardized coefficients (Beta) β1 sebesar 0,374. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan yaitu: (1) Manager cabang Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang harus lebih serius lagi dalam menerapkan gaya kepemimpinan orientasi pencapaian. Karena faktor tersebut juga sangat berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan. Dorongan terhadap para karyawannya dalam hal peningkatkan produktivitas kerja harus ditekankan lagi terhadap para karyawan. Hal ini, nantinya akan membawa dampak positif bagi karyawan itu sendiri yaitu secara otomatis prestasi kerja mereka akan mengalami suatu peningkatan dan bagi perusahaan yaitu adanya peningkatan profit perusahaan. Memberikan wewenang, memberikan pujian, serta menetapkan kualifikasi mutu dari pekerjaan itu sendiri merupakan salah satu cara yang harus direalisasikan oleh manager cabang, (2) Berkonsultasi dengan para karyawannya, saran yang dikemukakan oleh karyawan dipertimbangkan secara serius, menyediakan waktu untuk mendengarkan keluhan para bawahannya merupakan karakteristik gaya kepemimpinan partisipatif harus lebih ditingkatkan dan kalau perlu saran yang dikemukakan oleh karyawan dipakai untuk landasan berpikir bagi pimpinan untuk meningkatkan prestasi kerja para karyawannya. Keinginan dan kemauan yang diharapkan bagi para karyawannya, manager cabang harus lebih bijak dalam menyikapinya. Sehingga timbal balik antara pimpinan dan bawahan berdampak positif bagi perusahaan khususnya terhadap peningkatan prestasi kerja karyawan.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 |