Pengaruh kualitas layanan terhadap loyalitas pelnggan melalui kepuasan emosional pembeli (Studi pada toko buku dan alat tulis Restu Cabang Lodoyo Kabupaten Blitar) / Setyawan Agus Nugroho

 

ABSTRAK Nugroho, Setyawan Agus. 2009. Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Loyalitas Pelanggan Melalui Kepuasan Emosional Pembeli (Studi Pada Toko Buku dan Alat Tulis Restu Cabang Lodoyo Kabupaten Blitar). Skripsi. Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) DR. Budi Eko Soetjipto, M. Ed, M. Si., (II) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M. Si. Kata Kunci: Kualitas Layanan, Kepuasan Emosional, Loyalitas Pelanggan Kualitas merupakan salah satu faktor yang menentukan pemilihan produk oleh pelanggan. Kualitas layanan memiliki 5 dimensi yang perlu diperhatikan oleh para pelaku bisnis, yaitu: tangible, empathy, reliability, responsiveness, assurance. Terciptanya kualitas layanan tentunya akan menciptakan kepuasan terhadap pengguna layanan. Kepuasan pelanggan merupakan evaluasi spesifik terhadap keseluruhan pelayanan yang diberikan, di mana pengukuran atau respon dilakukan secara langsung atas pelayanan yang telah diberikan pemberi jasa. Loyalitas pelanggan dipengaruhi oleh kepuasan pelanggan. Jika pelanggan merasa puas, mereka tidak hanya akan melakukan pembelian ulang tapi mereka juga akan memberitahukannya pada orang lain sehingga hal ini kiranya akan lebih efektif dibandingkan program promosi yang lain. Dengan komplain dari pelanggan yang tidak puas maka akan menyebabkan loyalitas tersebut tidak akan terbentuk. Mengelola dan mengatasi komplain dari pelanggan merupakan hal yang sangat penting dengan mengubah ketidak puasan pelanggan menjadi kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kualitas Layanan terhadap Loyalitas Pelanggan melalui Kepuasan Pembeli di toko buku dan alat tulis Restu cabang Lodoyo Kabupaten Blitar. Variabel dalam penelitian ini meliputi dimensi kualitas layanan, yaitu: bukti nyata, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati sebagai variabel bebas, variabel kepuasan emosional pembeli sebagai variabel intervening, dan loyalitas pelanggan sebagai variabel terikat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dimensi kualitas layanan yang meliputi; dimensi bukti nyata dengan β1 = 0,431; sig. t = 0,001; t hitung = 3,592 berpengaruh secara langsung yang sedang dan signifikan terhadap kepuasan emosional pembeli., dimensi keandalan dengan β2 = -0,313; sig. t = 0,037; t hitung = -2,131 berpengaruh secara langsung yang sangat rendah dan signifikan terhadap kepuasan emosional pembeli., dimensi daya tanggap dengan β3 = 0,340; sig. t = 0,001; t hitung = 3,312 berpengaruh secara langsung yang rendah dan signifikan terhadap kepuasan emosional pembeli., dimensi jaminan dengan β4 = 0,443; sig. t = 0,001; t hitung = 3,649 berpengaruh secara langsung yang sedang dan signifikan terhadap kepuasan emosional pembeli. Sedangkan dimensi empati dengan β5 = 0,081; sig.t = 0,292; t hitung = 1,069 berpengaruh secara langsung yang sangat rendah dan tidak signifikan terhadap kepuasan emosional pembeli. Variabel kepuasan emosional pembeli dengan β1 = 0,798; sig. t = 0,000; t hitung = 11,161 viii berpengaruh secara langsung yang tinggi dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Pengaruh tidak langsung dimensi bukti nyata terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan emosional pembeli dengan koefisien adalah 0,344; dimensi keandalan terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan emosional pembeli dengan koefisien adalah -0,250; dimensi daya tanggap terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan emosional pembeli dengan koefisien adalah 0,271; dimensi jaminan terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan emosional pembeli dengan koefisien adalah 0,354; dimensi empati terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan emosional pembeli dengan koefisien adalah 0,065 Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh secara langsung yang signifikan antara dimensi bukti nyata, keandalan, daya tanggap, dan jaminan terhadap kepuasan emosional pembeli, sehingga berpengaruh secara tidak langsung terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan emosional pembeli. Tidak terdapat pengaruh secara langsung yang signifikan antara dimensi empati terhadap kepuasan emosional pembeli sehingga tidak terdapat pengaruh secara tidak langsung terhadap loyalitas pelanggan. Disarankan kepada peneliti berikutnya yang mengadakan penelitian, untuk mengadakan penelitian lebih lanjut pada variabel lain di luar kualitas layanan yang berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan emosional pembeli. Misalnya pengaruh diversifikasi produk terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan emosional pembeli.

Perbandingan analisa perhitungan anggaran biaya sebagai langkah strategis penentu pendekatan anggaran biaya pelaksanaan (studi kasus proyek pembangunan gedung multimedia SMP N 1 Jetis Ponorogo) / Endah Werdiningtyas

 

ABSTRAK Werdiningtyas, Endah. 2009. Perbandingan Analisa Perhitungan Anggaran Biaya sebagai langkah Strategis Penentu Pendekatan Anggaran Biaya Pelaksanaan. ( Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Multimedia SMP N 1 Jetis Ponorogi ). Proyek Akhir, Program Studi Teknik Sipil dan Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Imam Alfianto, S. T., M, T. Kata kunci : anggaran biaya, perbandingan analisa Pembangunan gedung multimedia SMP N 1 Ponorogo dilaksanakan oleh pihak sekolah sendiri atau swakarya dan anggaran biaya penghitungannya dibantu oleh pihak konsultan CV.Lintang Bangun Raya dengan menggunakan analisa biaya SNI ( Standart Nasional Indonesia ). Pelaksanaan proyek bisa dikatakan berjalan baik apabila biaya yang dipakai selama proses pelaksanaan tidak melebihi jumlah yang direncanakan. Proyek akhir ini bertujuan untuk mengetahui berapakah perbandingan antara anggaran biaya proyek dengan analisa Mukomoko, SNI 2002 dan A.Soedrajat. Data diperoleh dengan cara melakukan wawancara dan observasi. (pengamatan secara langsung ). Pengumpulan data dilakukan dua tahap, tahap pertama data dikumpulkan dengan metode wawancara untuk memperoleh data tentang anggaran biaya, harga bahan, dan upah verja. Tahap kedua data dikumpulkan dengan metode observasi dan wawancara untuk mengetahui besarnya biaya pekerjaan yang meliputu volume pekerjaan, harga bahan dan harga satuan pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan Perhitungan pada proyek anggaran yang ada sebesar Rp. 435.434.000,- ( empat ratus tiga puluh lima juta empat ratus tiga puluh empat ribu rupiah ). Pada Mukomoko Rp 586,902,000,- ( lima ratus delapan puluh enam juta sembilan ratus dua ribu rupiah ), pada SNI 2002 Rp 447,078,000,- ( empat ratus empat puluh tujuh juta tujuh puluh delapan ribu rupiah ), A. Soedrajat Rp 236,477,000,- ( dua ratus tiga puluh enam juta empat ratus tujuh puluh tujuh ribu rupiah ). Berdasarkan hasil penelitian perbedaan anggaran biaya proyek dengan analisa Mukomoko, SNI 2002 dan A.Soedrajat adalah perbedaan koefisien dan cara perhitungannya. Dan dengan hasil yang didapatkan dari ke tiga analisa tersebut analisa SNI 2002 lah yang mendekati analisa Proyek.

Pengaruh partisipasi anggota, cash ratio, debt to equity ratio, dan total assets turnover terhadap return on investment pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) di Kota malang periode 2006-2007) / Iwan Setiawan

 

ABSTRAK Setiawan, Iwan 2009. Pengaruh Partisipasi Anggota, Cash Ratio, Debt To Equity Ratio, dan Total Assets Turnover Terhadap Return On Investment pada KPRI di Kota Malang Periode 2004-2006, Program Studi Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Agung Winarno, MM, (2) Drs. Mohammad Hari, M.Si, Kata kunci: Partisipasi Anggota, Cash Ratio, Debt To Equity Ratio, Total Assets Turnover Dan Return On Investment. Rentabilitas merupakan indikator atas kinerja dan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan seluruh kekayaan yang dimiliki untuk menghasilkan keuntungan. Penilaian terhadap rentabilitas ini dapat diukur dengan menggunakan return on investment (ROI), yaitu kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan mengunakan keseluruhan dana yang tertanam dalam aktiva. Tinggi rendahnya ROI tentu tidak terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut diantaranya kondisi keuangan yang tercermin dalam rasio keuangan dan juga partisipasi anggota khususnya dalam koperasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh partisipasi anggota, cash ratio, debt to equity ratio dan total assets turnover terhadap return on investment baik secara simultan maupun parsial. Sifat dari penelitian ini termasuk penelitian kausalitas, yaitu studi yang menganalisis suatu hubungan sebab akibat antar variabel. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional untuk menggambarkan bagaimana pengaruh secara parsial dan simultan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh KPRI yang berada di Kota Malang, yaitu sejumlah 85 KPRI. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 16 KPRI sampel. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari laporan keuangan masing-masing KPRI yang diperoleh dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan bagian Koperasi (Disperindagkop) periode 2006-2007. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil regresi berganda menunjukkan bahwa secara parsial hanya debt to equity ratio yang berpengaruh signifikan terhadap return on investment. Secara simultan menunjukkan bahwa partisipasi anggota, cash ratio, debt to equity ratio dan total assets turnover berpengaruh signifikan terhadap return on investment. Pada peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah atau mengganti variabel penelitian yang dirasa lebih dominan untuk dapat meningkatkan return on investment pada koperasi, memperpanjang periode penelitian, atau dapat menambah jumlah sampel sehingga dapat diketahui hasil yang lebih signifikan tentang variabel-variabel yang mempengaruhi return on investment pada koperasi.

Improving reading and speaking skills through project-based learning for efl students in the form of student-made newsmagazine / Lia Agustina

 

Students of the Accountancy Department of the State Polytechnic of Malang had limited knowledge of English, and it was determined much by inadequate strategy applied. Students who are studying at the second year at this department were exposed to English texts provided by the teachers, therefore, they were not prepared to read authentic texts, longer passages or let alone reading them independently. Furthermore, students also found hindrances in expressing themselves orally. They were frequently reluctant to express their ideas, even when they were asked by the teacher. These students also admitted that their main problem was their limited vocabulary. In this department, reading, speaking, and structure were taught separately, not integrated while vocabulary had never been given priority, as it was taught during the teaching of other skills. In line with the background of the study, the formulated research problem is “How can the students-made newsmagazine through project-based learning be implemented effectively to develop English Foreign Language students’ reading and speaking skills?” This study was classroom action research with the teacher as the researcher. The action research was implemented for one semester of 14 meetings. It was a one-cycle action research, it was planned to be one cycle and this general idea was not changed throughout the whole semester. In this big cycle, there were some cycles which were reflected in every meeting. Second year students of academic year 2007/2008 with the total number of 25 students were the subjects of this study. During the implementation of the plan, the procedure of project-based learning in the form of student-made magazine was attempted to improve the students’ reading and speaking skills. The students were assigned to have extensive reading through which they would experience authentic reading exposure and collect new words. Then, the new words should be learned and memorized by putting them in sentential contexts on their summaries and synthesis of the articles the students had chosen, read and produced the oral report of retelling activities. The students were assigned to summarize 3 authentic articles based on their interest and level of difficulty. The strategies of developing reading skill and summary were prepared by the teacher-researcher who used them as guidance. The student-made newsmagazine was the final product of the students’ project. From this study, some conclusions were drawn. The procedure implemented in the present study was proven effective in improving the students’ reading and speaking’ skills. All the subjects got below the score of 6 on their pre-test with the points 60 (for 23 students) and 80 (for 2 students). While the criteria of success of the reading and speaking’ score should be 7 with the total points 125. After some treatments during the project implementation, the result of the students’ post-test improved into 160 points with the score above 8 for 8 students. A student achieved 155 points with the score above 8. Three students got the points of 145 with the score above 7. A student got the points of 130 with the score above 7. The rest (twelve students) got 125 points with the score 7.

Analisis perkembangan usaha kredit gadai dengan penerapan kreasi (Kredit angsuran fidusia) pada Perum Pegadaian Cabang Walikukun Ngawi / Andy Wijaya

 

ABSTRAK Wijaya, Andy.2008. Analisis Perkembangan Usaha Kredit Gadai Dengan Penerapan KREASI (Kredit Angsuran Fidusia) Pada Perum Pegadaian Cabang Walikukun Ngawi. Tugas Akhir Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Sumadi, SE., M.M.,. Kata Kunci: Perkembangan Usaha, Kredit Gadai, KREASI. Saat sekarang ini, terdapat banyak jenis-jenis kredit dari berbagai lembaga keuangan. Hal ini mendorong nasabah untuk kredit demi untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan. Tentunya nasabah menginginkan dana yang cepat dicairkan dengan jaminan tertentu. Dalam hal ini, Perum Pegadaian dapat mengatasi berbagai masalah tersebut. Pada saat sekarang ini, masih banyak kredit dengan barang jaminan yang bertaraf kecil, tetapi dengan KREASI dapat dijaminkan barang jaminan yang bertaraf tersier. Sebagai bisnis non inti pada Perum Pegadaian, KREASI masih memerlukan pengembangan usaha yang lebih luas, tentunya hal tersebut dapat dilakukan dengan analisis untuk mendapatkan ramalan tahun berikutnya dan untuk membandingkan antara hasil ramalan dengan realisasi. Dalam Analisis ini terdiri dari dua metode yaitu: (1) analisis deskriptif kualitatif untuk prosedur kredit gadai dan KREASI ; (2) Analisis Perkembangan Usaha KREASI untuk meramalkan tahun berikutnya dengan Metode Moment. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan yaitu : (1) Prosedur pemberian kredit gadai pada Perum Pegadaian masih lebih memerlukan pemisahan tugas dan otorisasi yang jelas sehingga internal control akan lebih memadai. (2) Prosedur pemberian KREASI pada Perum Pegadaian dari segi prosesnya sangat cepat, mudah sehingga control internal juga akan mudah terwujud, tetapi otorisasi dari pihak independen belum ada, jadi keamanan belum terjamin. (3) Realisasi KREASI Perum Pegadaian Cabang Walikukun masih jauh dibanding dengan hasil ramalan. Bisa dikatakan belum mencapai target yang diinginkan. Maka Perum Pegadaian Cabang Walikukun memerlukan pengembangan usahanya yang lebih luas.

Pemanfaatan media gambar ilustrasi sebagai alat peraga untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas I SDN Pisangcandi I Kota Malang / Rita Yulaika

 

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pemanfaatan media gambar ilustrasi sebagai alat peraga guru di depan kelas, untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas I SDN Pisangcandi Malang dalam pembelajaran PKn. Media gambar ilustrasi merupakan media pembelajaran yang sesuai dengan karaktersitik perkembangan psikologis siswa usia 7-12 tahun, dimana dalam memahami dan menyerap materi pembelajaran masih sangat membutuhkan bentuk kongkrit untuk memperjelas konsep. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kwalitatif yang dilakukan secara sistematis dan reflektif terhadap berbagai hasil temuan data dalam tindakan. Model penelitian diadaptasi dari model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart dalam Sukaryana(2003:30). Penelitian dilakukan dalam dua siklus tindakan, tiap siklus tindakan terdiri dari empat langkah kegiatan : (1)Perencanaan tindakan (2) Pelaksanaan tindakan (3)Observasi (4)Refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas I SDN Pisangcandi Malang. Deskripsi data diperoleh dengan melakukan analisis dan sintesis serta mereduksi hasil temuan data pra tindakan dan hasil tindakan, sehingga menjadi paparan data yang dapat dipergunakan untuk menarik kesimpulan hasil penelitian. Deskripsi data hasil penelitian adalah, hasil belajar rata-rata kelas siswa pra tindakan 67(dengan tingkat penguasaan materi rata-rata kelas 67%). Setelah dilakukan tindakan, pada siklus I hasil belajar rata-rata kelas meningkat menjadi 69,2 (dengan tingkat penguasaan materi rata-rata kelas 69,2%), tetapi masih dibawah nilai standart minimal 70(dengan tingkat penguasaan materi rata-rata kelas 70%). Setelah melakukan refleksi untuk penyempurnaan pelaksanaan tindakan, pada siklus II hasil belajar rata-rata kelas yang dicapai siswa dapat meningkat menjadi 75,9 (dengan tingkat penguasaan materi rata-rata kelas 75,9%). Peneliti dan guru sepakat untuk menghentikan tindakan pada siklus II, karena hasil belajar rata-rata kelas telah siswa telah melebihi standart minimum rata-rata kelas 70(tingkat penguasaan materi rata-rata kelas minimum 70%), sesuai sasaran yang telah ditetapkan Berdasarkan data hasil penelitian, disarankan agar dalam pembelajaran PKn guru menggunakan media gambar ilustrasi sebagai alat peraga, untuk meningkatkan daya serap dan pemahaman siswa pada materi pembelajaran, sehingga berdampak pada meningkatnya hasil belajar. Hasil temuan data dalam penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran, penggunaan media gambar ilustrasi sebagai alat peraga dapat menciptakan proses pembelajaran komunikatif sehingga siswa dapat terlibat dan menjadi subyek dalam proses pembelajaran.

Peran kepala sekolah dalam implementasi manajemen berbasis sekolah (studi kasus di SD Pekuncen Kota Pasuruan ) / oleh Sudarmadji Hadi Susilo

 

Hubungan antara tingkat pendidikan ibu, pendapatan, perawatan baliata, dan lingkungan biofisik dengan morbiditas balita di Desa Girimoyo Kecamatan karangploso Kabupaten Malang / Diah Fitri Swesti

 

ABSTRAK Swesti, D Fitri. 2009. Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Ibu, Pendapatan, Perawatan Balita, Dan Lingkungan Biofisik Dengan Morbiditas Balita Di Desa Girimoyo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Jurusan Pendidikan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I)Drs Budijanto M.Si, Pembimbing (II) Drs. Soejtipto TH. S.H Kata Kunci: Morbiditas Balita, Pendidikan, Pendapatan, Perawatan, Lingkungan Biofisik Morbiditas balita merupakan tingkat kesakitan atau menurunnya kesehatan yang dialami anak usia 0-4 tahun. Tinggi rendahnya kesehatan balita menjadi salah satu tolak ukur kesehatan masyarakat. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi morbiditas balita itu sendiri terutama di Desa Girimoyo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang adalah tingkat pendidikan ibu, tingkat pendapatan, perawatan balita, dan lingkungan biofisik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan morbiditas balita, (2) mendeskripsikan hubungan antara tingkat pendapatan dengan morbiditas balita, (3) mendeskripsikan hubungan antara perawatan balita dengan morbiditas balita, (4) mendeskripsikan hubungan antara lingkungan biofisik dengan morbiditas balita. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu rumah tangga yang mempunyai balita di Desa Girimoyo. Pengambilan sampel menggunakan teknik propotional sampling. Data yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi data sekunder dan data primer. Data sekunder dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, sedangkan data primer dikumpulkan dengan teknik wawancara menggunakan kuisioner dan observasi. Setelah data terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif berbentuk presentase berupa tabulasi silang Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: (1) hubungan antara tingkat pendidikan dengan morbiditas balita menunjukkan bahwa responden dengan tingkat pendidikan rendah atau setingkat SD-SMP memiliki tingkat morbiditas balita buruk sebesar 31,7%, morbiditas balita sedang sebesar 29,1%. Responden dengan tingkat pendidikan sedang atau setingkat SMA memiliki tingkat morbiditas balita sedang sebesar 23,4 %, dan responden dengan tingkat pendidikan tinggi atau setingkat perguruan tinggi memiliki tingkat morbiditas balita sedang sebesar 13,3 %, dan morbiditas baik balita sebesar 2,5%, (2)hubungan antara tingkat pendapatan dengan morbiditas balita menunjukkan bahwa responden dengan tingkat pendapatan kurang dari Rp 500.000 memiliki tingkat morbiditas balita buruk sebanyak 12,5%, dan morbiditas balita sedang sebanyak 0,8%. Responden dengan tingkat pendapatan Rp500.000-< Rp 625.000 memiliki tingkat morbiditas balita buruk sebanyak 11,7%, dan morbiditas balita sedang sebanyak 2,5%. Sedangkan responden dengan tingkat pendapatan lebih dari Rp 625.000 memiliki tingkat morbiditas buruk sebanyak 7,5%, morbiditas balita sedang sebanyak 62,5% dan morbiditas balita baik sebanyak 2,5%, (3)hubungan antara perawatan balita dengan morbiditas balita menunjukkan bahwa perawatan buruk. memiliki tingkat morbiditas balita buruk dengan prosentase sebesar 12,5% dan tingkat morbiditas balita sedang sebanyak 0,8%. Responden dengan tingkat perawatan sedang memiliki tingkat morbiditas balita buruk dengan prosentase sebesar 18,3%, morbiditas balita sedang dengan prosentase sebesar 61,7 % dan morbiditas balita baik dengan prosentase sebesar 1,7% , sedangkan responden dengan tingkat perawatan balita balik memiliki tingkat morbiditas balita buruk dengan prosentase sebesar 0,8% dan tingkat morbiditas balita sedang sebesar 3,3% serta morbiditas balita baik dengan prosentase sebesar 0,8%,(4) hubungan antara kondisi lingkungan biofisik dengan morbiditas balita menunjukkan bahwa responden dengan kondisi lingkungan biofisik sedang memiliki tingkat morbiditas balita buruk sebesar 21,7 %, dan morbiditas balita sedang sebesar 23,3%, sedangkan responden dengan kondisi lingkungan biofisik baik memiliki tingkat morbiditas balita buruk sebesar 10%, morbiditas balita sedang sebesar 42,5% dan morbiditas balita baik sebesar 2,5%.

Studi tentang pembinaan lingkungan fisik sekolah sehat SMA Negeri Adiwiyata di Kota Malang / Weni Herera

 

Tercapainya kehidupan lingkungan sekolah sehat dapat mendukung proses belajar mengajar, maka diharapkan siswa dapat menerapkan lingkungan hidup sehat di sekolah, di lingkungan keluarga, dan masyarakat. Hal tersebut dapat terlaksana bila lingkungan sekolah dibina dan dikembangkan secara sehat melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dengan melaksanakan Trias UKS dan mensukseskan 8 Gol UKS. SMA Negeri 10 Malang adalah sekolah sebagai Calon Sekolah Adiwiyata yaitu Program dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian Lingkungan Hidup. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pembinaan lingkungan fisik SMA Negeri 10 Malang sebagai sekolah Adiwiyata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah lingkungan fisik SMA Negeri 10 Malang sebagai sekolah Adiwiyata dan SMA Negeri 6 Malang sebagai sekolah kontrol/pembanding. Lingkungan fisik sekolah sehat yang meliputi gedung sekolah, sarana-sarana kebersihan sekolah, halaman dan kebun sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan lingkungan fisik sekolah sehat SMA Negeri Adiwiyata yaitu SMA Negeri 10 Malang memperoleh kategori baik dengan persentase 87,54%, sedangkan SMA Negeri 6 Malang sebagai sekolah kontrol/pembanding memperoleh kategori cukup baik dengan persentase 68,83%. Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pembinaan lingkungan fisik sekolah sehat di SMA Negeri 10 Malang sudah memenuhi kategori baik. Sedangkan hasil penelitian lingkungan fisik sekolah sehat di SMA Negeri 6 Malang memperoleh kategori cukup baik, sehingga pembinaan lingkungan fisik di SMA Negeri 10 Malang perlu dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi.

Pengaruh dimensi kualitas jasa terhadap loyalitas peserta didik di Lembaga Bimbingan Belajar Kiraku Turen / Septi Erlianti

 

Tumbuhnya berbagai bimbingan belajar menjadi satu fenomena menarik dan menjadi catatan tersendiri bagi dunia pendidikan di Indonesia. Ketidakpuasan terhadap kondisi pembelajaran di sekolah diyakini sebagai salah satu penyebab tumbuh suburnya berbagai bimbingan belajar tersebut. Sekolah yang memiliki otoritas sebagai tempat untuk menyelenggarakan pendidikan sering dipertanyakan perannya. Hal ini adalah salah satu masalah yang ada dalam dunia pendidikan di Indonesia. Sebagai alternatif belajar di luar sekolah banyak siswa yang menggantungkan harapannya pada bimbingan belajar untuk mendapatkan materi yang tidak diajarkan di sekolah atau mengulang kembali materi yang telah diajarkan di sekolah. Dengan adanya standar nilai kelulusan melalui ujuan nasional (UN) semakin menambah daya tarik siswa terhadap bimbingan belajar. Maka banyak bermunculan bimbingan belajar untuk merespon tantangan ini. Namun kenyataannya kondisi ini tidak diiringi dengan kesungguhan penyelenggara bimbingan belajar dalam memberikan kualitas jasa atau pelayanan yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap loyalitas peserta didik yang mengikuti bimbingan belajar. Pada dasarnya loyalitas pelanggan sangat tergantung pada kulitas jasa atau pelayanan (service quality) yang diberikan oleh lembaga yang memasarkan produk atau jasa yang mereka tawarkan termasuk lembaga bimbingan belajar. Peningkatan kualitas jasa akan mendorong setiap lembaga untuk memberikan pelayanan yang sebaik mungkin kepada para pelanggannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dimensi kualitas jasa terhadap loyalitas peserta didik di Lembaga Bimbingan Belajar KIRAKU Turen. Variabel yang diangkat dalam penelitian ini meliputi dimensi kualitas jasa sebagai variabel bebas dan loyalitas peserta didik sebagai variabel terikat. Dimensi kualitas jasa sebagai variabel bebas memiliki sub variabel yang terdiri atas bukti fisik (tangible), keandalan (reliability), daya tanggap (responsible), jaminan (assurance) dan empati (empathy). Penelitian ini dilakukan di Lembaga Bimbingan Belajar KIRAKU Turen dengan responden para peserta didik di Lembaga Bimbingan Belajar KIRAKU Turen sebagai populasinya. Penelitian yang dilakukan termasuk penelitian deskriptif korelasional. Penelitian ini merupakan penelitian populasi sehingga data penelitian ini diperoleh dengan menyebarkan kuisioner kepada seluruh responden yang berjumlah 69 orang yaitu seluruh peserta didik tingkat SMP dan SMA yang mengikuti Lembaga Bimbingan KIRAKU Turen.. Metode analisis data yang digunakan untuk mengiji hipotesis dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linear berganda, uji t dan uji F. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS for Windows Versi13 dengan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa analisis deskriptif memperlihatkan bahwa distribusi frekuensi responden yang dominan adalah perempuan, tingkat kelas responden yang dominan adalah SMA. Pada hasil analisis regresi linear berganda, uji t menunjukkan bahwa bukti fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas peserta didik dengan koefisien regresi 0,132 dan signifikansi 0,010. Variabel keandalan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas peserta didik ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi 0,239 dan signifikansi 0,000. Variabel daya tanggap berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas peserta didik ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi 0,239 dan signifikansi 0,007. Variabel jaminan berpengaruh positif dan signifikan ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi 0,320 dan signifikansi 0,001. Sedangkan variabel empati berpengaruh negatif dan signifikan ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi - 0,142 dan nilai signifikansi 0,033. Uji F menunjukkan bahwa secara bersamasama variabel dimensi kualitas jasa berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas peserta didik ditunjukkan dengan nilai F sebesar 23,593 dan signifikansi 0,000. Variabel yang mempunyai pengaruh dominan terhdap loyalitas peserta didik adalah variabel keandalan ditunjukkan dengan nilai t hitung yang paling besar dibandingkan variabel lain yaitu sebesar 4,012. Diketahui pula hasil regresi model Summary bahwa nilai Adjusted R Square = 0,624 yang artinya proporsi perubahan total variabel loyalitas peserta didik ditentukan oleh keseluruhan variabel bebas dimensi kualitas jasa yang terdiri atas bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati sebesar 62,4%. Sedangkan sisanya sebesar 37,6% ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan temuan-temuan tersebut maka penulis memberikan saran yang dapat dijadikan pertimbangan yaitu hendaknya Lembaga Bimbingan Belajar KIRAKU Turen memberikan kualitas jasa yang terbaik bagi para peserta didiknya dan lebih memaksimalkan kualitas empati yang diberikan pada peserta didiknya terutama perhatian individu tentor kepada peserta didik . Selain itu, berdasarkan masukan jawaban dari reponden pada kuesioner, Lembaga Bimbingan Belajar KIRAKU Turen diharapkan menambah fasilitas fisik berupa ruang baca atau rak buku yang berisi buku-buku bacaan agar peserta didik tidak merasa bosan saat menunggu bimbingan belajar dimulai.

Sistem informasi database siswa sekolah menengah kejuruan Dirgahayu berbasis client server / M. Nur Januri

 

ABSTRAK Januri,Mohammad Nur. 2009. Pembuatan Sistem Informasi Database Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Dirgahayu Berbasis Client-Server. Proyek Akhir. Jurusan Teknisi Komputer Jaringan. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Sujito, S.T., M.T. Pembimbing : (II) Anik Nur Handayani, S.T.,M.T. Kata Kunci: Database, Sistem Informasi, Sistem informasi database siswa khususnya sekolah menengah kejuruan umumnya masih berupa nominatif dalam bentuk selembar kertas atau pembagian raport pada semester, dengan menggunakan sistem manual permasalahan banyak muncul seperti kurang cepatnya penyebaran informasi data siswa, pada saat pendaftaran hasil nilai siswa di akhir semester, pengembalian hasil nilai akhir semester pada wali siswa. Untuk itu perlu adanya suatu sistem yang dapat mengatasi permasalahan tersebut, salah satu metode yang penulis tawarkan adalah dengan merancang Informasi Database Siswa berbasis Client Server sehingga dapat memberikan kemudahan bagi siswa yang menghendaki pengaksesan di jaringan sekolah. Sistem akses data siswa terdiri dari dua unit utama yaitu unit sentral yang terdiri dari komputer, jaringan sebagai penghubung komputer server ke komputer client. Client berfungsi sebagai pengambil informasi dari komputer server. Unit kedua Software merupakan penghubung perangkat keras komputer yang satu dengan yang lainnya sehingga membentuk suatu perintah yang dapat menghasilkan suatu keluaran (output), Software pemograman yang digunakan PHP dan MySQL sebagai pengolah database. Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa Sistem Informasi Database yang telah dishare dari komputer server dapat berjalan menampilkan database siswa di komputer client, dan sudah diterapkan di tempat penelitian,dari pengunjung sistem informasi yang menyatakan sistem informasi tersebut memudahkan dalam pencarian informasi database siswa.

Pengembangan media permainan rufzah sebagai media pembelajaran kosakata bahasa Arab siswa kelas X madrasah aliyah / Fika Purnamasari

 

Kata kunci: pengembangan, media permainan RufZah, kosakata, bahasa Arab Bahasa Arab merupakan salah satu mata pelajaran yang patut mendapatkan perhatian yang intensif dari guru pendidik. Untuk menjadikan siswa dapat memahami sertai memantapkan kosakata yang telah dipelajari diperlukan upaya yang terencana. Salah satu upaya untuk mencapainya adalah dengan mengembangkan media permainan RufZah sebagai media pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan beberapa hal yang mencakup proses pengembangan media permainan RufZah, tampilan produk media permainan RufZah, serta cara pemanfaatan media RufZah sebagai media pembelajaran kosakata bahasa Arab siswa kelas X Madrasah Aliyah. Pengembangan media ini melalui beberapa tahapan yaitu: (1) studi pendahuluan, (2) desain produk, (3) pengumpulan bahan, (4) pengembangan produk, (5) validasi meliputi uji ahli materi, media, dan uji lapangan, dan (6) revisi produk. Pengembangan media permainan RufZah ini menghasilkan satu set media permainan RufZah dengan tiga komponen, yaitu papan permainan RufZah, pion RufZah dan buku petunjuk pemanfaatan RufZah. Penggunaan media ini diawali dengan pengedrilan kosakata dengan bantuan daftar kosakata yang disertakan pada buku petunjuk pemanfaatan RufZah. Hasil uji kevalidan media permainan RufZah oleh ahli media sebesar 89,28% dan hasil uji kevalidan oleh ahli materi sebesar 85%. Uji lapangan dilaksanakan di MAN 3 Malang kepada siswa kelas X dan guru mata pelajaran bahasa Arab. Hasil uji lapangan sebesar 86,24% dan hasil dari guru mata pelajaran bahasa Arab sebesar 85%. Jadi media permainan RufZah dinyatakan valid sebagai media pembelajaran kosakata bagi siswa kelas X Madrasah Aliyah. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada guru mata pelajaran bahasa Arab untuk memanfaatkan media permainan RufZah ini sebagai sarana untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Dan disarankan kepada pengembang selanjutnya untuk untuk mengembangkan media permainan RufZah dengan menyajikan beberapa set pion dengan tema yang berbeda-beda sehingga kosakata yang dipelajari semakin bervariasi.

Membangun koneksi jaringan komputer berbasis router mikrotik versi 2.9.27 di SMK PGRI 6 Malang / Ratna Sri Hartatik

 

ABSTRAK Hartatik, Ratna Sri. 2009. Membangun Koneksi Jaringan Komputer berbasis Router Mikrotik di SMK PGRI 6 Malang. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Hary Suswanto, S.T., M.T. Kata Kunci: Membangun Jaringan, Router Mikrotik 2.9.27 Pengembangan jaringan komputer merupakan masalah yang sangat penting sekali di dalam dunia pendidikan saat ini. Hal ini diperlukan karena semakin berkembangnya dunia teknologi di dalam pendidikan sebagai sarana pendukung dalam proses belajar mengajar. Dengan adanya fasilitas internet di SMK PGRI 6 Malang sebagai salah satu sarana Proses Belajar Mengajar (PBM), penggunaan koneksi internet akan dibatasi. Pada saat PBM khususnya mata pelajaran komputer yang tidak memerlukan koneksi internet, maka koneksi internet akan diblokir, akan tetapi apabila KBM yang membutuhkan koneksi internet untuk mencari literatur dari internet, maka koneksi internet diaktifkan kembali. Metode yang digunakan oleh penulis untuk pengembangan jaringan komputer di SMK PGRI 6 Malang dengan pembuatan PC router berbasis mikrotik versi 2.9.27. Dengan memanfatkan fasilitas yang ada pada PC router mikrotik ini, seorang admin dapat memantau segala aktivitas PC client dan memonitoring trafik untuk melihat berapa banyak paket–paket yang dilewatkan pada PC Mikrotik serta dapat membatasi akses internet untuk PC Client sehingga menghindari hal-hal yang menganggu jalannya proses pembelajaran. Selama Proses KBM berjalan, khususnya pada saat Mata Pelajaran komputer yang menggunakan laboratorium komputer untuk praktek siswa, maka harus ada yang memantau segala aktivitas yang berhubungan dengan penggunaan komputer, khususnya penggunaan akses internet. Pada saat guru menerangkan mata pelajaran yang disampaikan, ada beberapa siswa sering kali tidak memperhatikan guru pada saat menjelaskan pelajaran. Siswa sering membuka internet tanpa sepengetahuan guru. Hal ini tentu akan membawa dampak yang sangat buruk terhadap siswa, yaitu akan mengurangi konsentrasi belajar siswa. Selain itu juga akan membawa dampak bagi siswa lain yang tertarik dengan mengakses internet daripada memperhatikan guru yang sedang menerangakan mata pelajaran. Hal ini akan berdampak pada nilai yang didapat oleh siswa. Maka dari itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan harus ada pemantauan segala aktivitas PC Client khususnya di dalam akses internet. Harapan penulis adalah semoga dengan terbangunnya PC router yang ada di SMK PGRI 6 Malang, pemakaian akses internet bisa difungsikan sesuai dengan kebutuhan yang ada. Tanpa menggangu proses KBM yang ada.

Pengaruh motivasi dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan (Studi kasus pada karyawan bagian personalia pada PT Kutai Timber Indonesia Probolinggo) / Febri Cipto Hadi

 

ABSTRAK Cipto Hadi, Febri. 2009. Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Studi Kasus Pada Karyawan Bagian Personalia PT. Kutai Timber Indonesia Probolinggo). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) DR. Ery Try Djatmika R.WW, M.A, M. Si, (II) Elfia Nora, S.E, M.Si Kata kunci : Motivasi, Disiplin kerja, Produktivitas kerja Sumber daya manusia salah satu faktor produksi yang digunakan dalam perusahaan. SDM adalah faktor produksi yang hidup, dinamis dan sekaligus merupakan kesatuan ekonomis, psikologis dan sosial, hal ini berarti bahwa SDM tersebut memiliki keinginan, emosi, rasio atau akal, dan lingkungan, karena itulah manusia tidak patut disamakan dengan faktor produksi lainnya. Untuk itu perusahaan perlu membentuk tenaga kerja yang berkualitas demi kelangsungan hidup perusahaan untuk mencapai tujuan diantaranya adalah motivasi dan disiplin kerja. Motivasi merupakan suatu dorongan agar para karyawan dapat bekerja sesuai dengan apa yang diharapkan perusahaan. Pemberian motivasi kepada karyawan dapat mempengaruhi aktivitas bagi perusahaan dalam peningkatan produktivitas kerja. Untuk keberhasilan pengelolaan, perlu pemahaman terhadap keinginan karyawan sebagai manusia yang yang memiliki harapan dan perlu pemahaman terhadap kebutuhan dari setiap individu yang terlibat didalamnya yang dapat mendorong atau memotivasi kegiatan kerja mereka. Dengan adanya pemahaman terhadap harapan dan kebutuhan dari setiap individu yang terlibat di dalamnya, akan dimungkinkan terciptanya motivasi yang tinggi pada diri individu yang bersangkutan untuk melakukan suatu kegiatan sesuai dengan kewajibannya. Disiplin kerja merupakan suatu sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas karyawan itu sendiri. Dengan demikian peran serta karyawan sangat menunjang dalam proses produksi, seorang karyawan akan mempunyai kedisiplinan kerja yang tinggi. Akan tetapi disiplin kerja sering diabaikan oleh sebagian karyawan yang kurang bertanggung jawab serta kurangnya rasa kesadaran dan kepeduliannya terhadap pencapain tujuan perusahaan. Dengan demikian menjadikan tugas dari pimpinan untuk menegakkan, meningkatkan serta menjaga kedisiplinan karyawan, sehingga setiap karyawan akan menyadari bahwa bekerja dituntut adanya kedisiplinan. Pembinaan disiplin kerja yang dilakukan perusahaan diharapkan para tenaga kerja melakukannya dari dorongan dalam diri sendiri tanpa adanya paksaan dan berjalan sesuai dengan program kerja perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : pengaruh pemberian motivasi dan disiplin kerja terhadap tingkat produktivitas kerja karyawan pada karyawan bagian personalia PT. Kutai Timber Indonesia Probolinggo, secara parsial maupun simultan. Dalam penlitian deskriptif ini, di ambil sampel sebanyak 75 orang dengan metode pengumpulan data berupa angket atau kuisioner. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif untuk mendeskripsikan kondisi pemberian motivasi (X1), disiplin kerja (X2) dan produktivitas kerja (Y). Teknik analisis regresi digunakan untuk mengetahui pengaruh pemberian motivasi (X1), disiplin kerja (X2), terhadap produktivitas kerja (Y). Dari hasil penelitian ini diketahui: nilai R sebesar 0.820 menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan antara motivasi dan disiplin kerja dengan produktivitas kerja adalah kuat. Sedangkan nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0.673 atau 67.3% berarti motivasi dan disiplin kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan bagian personalia PT. Kutai Timber Indonesia Probolinggo. Sedangkan sisanya sebesar 32.7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam model. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda dapat diketahui bahwa R square (R2) antara variabel tersebut sebesar 0,673 atau 67,3% yang artinya Motivasi (X1) dan Disiplin Kerja berpengaruh terhadap Produktivitas Kerja (Y) sebesar 67,3% sedangakan sisanya 32,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam model ini. Hasil analisis regresi tersebut di atas dapat di uji kebenarannya dengan uji F dan uji t dimana hasil uji tersebut menunjukkan bahwa besar Fhiutng adalah 62.759 dan Ftabel 3.148 yang berarti variabel independent (X) mempunyai pengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan sedangkan hasil uji t variabel motivasi (X1) menghasilkan thitung 5.543 dan ttabel 1.296 yang berarti thitung > ttabel dan variabel disiplin kerja (X2) menghasilkan thitung 7.401 dan ttabel 1.246 yang berarti thitung > ttabel. Dari uji F maka dapat dijelaskan bahwa motivasi (X1) dan disiplin kerja (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Berdasarkan koefisien regresi di mana disiplin kerja mempunyai pengaruh sebesar 0.573 > dibandingkan motivasi sebesar 0.429 yang berarti disiplin kerja merupakan variabel yang dominan berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Kutai Timber Indonesia Probolinggo.

Pengaruh variasi campuran minyak jarak pada solar dengan variasi putaran mesin terhadap daya efektif dan konsumsi bahan bakar spesifik efektif mesin diesel / Fransisco Januar

 

ABSTRAK Januar, Fransisco. 2009. Pengaruh Variasi Campuran Minyak Jarak pada Solar dengan Variasi Putaran Mesin terhadap Daya Efektif dan Konsumsi Bahan Bakar Spesifik Efektif Mesin Diesel. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Sukarni, S.T., M.T., (2) Drs. Sumarli, M.Pd., M.T. Kata kunci: Minyak Jarak (Jatropha Curcas Linn), Solar, Putaran Mesin (rpm), Daya mesin, Konsumsi bahan bakar spesifik. Jarak Pagar (Jatropha Curcas Linn) adalah spesies tanaman dari Euphorbiaceae satu family dengan karet dan ubi kayu dan tergolong ke dalam genus Jatropha. Jarak Pagar telah lama dikenal masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, yaitu sejak diperkenalkan oleh bangsa Jepang pada tahun 1942-an. Dari sumber bahan bakar nabati yang telah digunakan yang sangat prospektif untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel adalah biji jarak pagar (Jatropha Curcas L). Hal ini dikarenakan minyak jarak pagar tidak termasuk dalam kategori minyak makan (edible oil) sehingga pemanfaatannya sebagai biodiesel tidak akan menggangu penyediaan kebutuhan minyak makan nasional, kebutuhan industri oleokimia, dan ekspor. Untuk mengetahui keunggulan dari minyak jarak ini dapat dilakukan dengan melakukan pengujian terhadap daya efektif dan konsumsi bahan bakar spesifik efektif dari suatu mesin diesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran minyak jarak pada solar terhadap daya efektif dan konsumsi bahan bakar spesifik efektif mesin diesel. Pelaksanaan pengujian dilakukan di Laboratorium Motor Bakar Universitas Brawijaya, tanggal 3 sampai 5 Desember 2008. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis anova dua jalan dan analisis korelasi. Variasi campuran yang digunakan adalah 10%, 20%, 30%, 40%, dan variasi putaran mesinnya adalah 1300 rpm, 1600 rpm, 1900 rpm, 2200 rpm, 2500 rpm. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari variasi campuran minyak jarak dan variasi putaran mesin terhadap daya efektif dan konsumsi bahan bakar efektif mesin diesel. Berdasarkan kurva untuk daya efektif tertinggi berada pada 2200 rpm dengan campuran minyak jarak 40%. Untuk daya efektif terendah, yaitu pada 2500 rpm dengan 100% solar murni. Berdasarkan kurva untuk konsumsi bahan bakar spesifik efektif tertinggi berada pada 2500 rpm dengan 100% solar murni. Untuk konsumsi bahan bakar spesifik efektif terendah, yaitu pada 1600 rpm dengan campuran 40% minyak jarak. Namun, jika dilihat berdasarkan rata-rata keseluruhan putaran mesin yang efektif terhadap daya efektif dan konsumsi bahan bakar spesifik efektif berada pada 2200 rpm, sedangkan campuran minyak jarak yang efektif berada pada 70% solar dan 30% minyak jarak. Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut terkait penambahan campuran minyak jarak pada solar hingga pengujian minyak jarak murni 100%.

Pengaruh tingkat keterlibatan orang tua dalam pembelajaran dan minat membaca terhadap prestasi belajar siswa (Siswa kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Negeri 2 Kediri) / Yunita Ariani

 

Secara umum pendidikan secara nasional menghadapi berbagai permasalahan. Salah satu penyebab timbulnya masalah adalah dalam diri siswa-siswi sendiri. Masalah yang timbul dari luar diri siswa salah satunya adalah dari keluarga siswa atau dari orang tua siswa, yaitu kurangnya keterlibatan dan perhatian belajar dari orang tua. Selain itu, masalah lain yang timbul dari dalam diri siswa salah satunya adalah rendahnya minat membaca. Pada umumnya siswa malas dan tidak bergairah untuk membaca, lebih lagi membaca buku pelajaran sekolah. Penilaian prestasi belajar terhadap siswa sangat penting karena dapat diketahui sejauh mana taraf pengetahuan siswa yang dicapai selama mengikuti proses kegiatan belajar. Dalam penelitian ini, prestasi belajar yang dimaksud adalah hasil belajar siswa yang diambil dari nilai raport siswa. Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk menganalisis secara parsial dan simultan pengaruh tingkat keterlibatan orang tua dalam pembelajaran dan minat membaca terhadap prestasi belajar siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran di SMK Negeri 2 Kediri. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran Ajaran 2008/2009 SMK Negeri 2 Kediri, yang berjumlah 75 siswa yang kemudian diambil sampelnya sebanyak 43 siswa. Dalam pengumpulan data, menggunakan kuisioner atau angket dan dokumentasi. Sedangkan untuk pengolahan datanya, peneliti menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan teknik analisis regresi linier berganda.s Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut (1) sebagian besar responden berpendapat bahwa sering terlibat dalam pembelajaran dengan presentase 60,5%. (2) jarang melakukan aktivitas membaca dengan presentase 48,8% (3) memiliki prestasi belajar yang cukup dengan presentase 90,7%. Hasil analisis regresi linear berganda juga dapat diketahui variabel tingkat keterlibatan orang tua dalam pembelajaran dan minat membaca (X1,X2) secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap varibel prestasi belajar siswa (Y). Hal ini dibuktikan dengan Sig F sebesar 0,000 < 0,05 dengan nilai Fhitung sebesar 18,654, nilai koefisien regresi (Multiple R) yang dimiliki adalah 0,693 dan nilai koefisien determinasi R Square yang disesuaikan adalah sebesar 0,480. Disimpulkan bahwa variabel keterlibatan orang tua dalam pembelajaran secara signifikan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa dan variabel minat membaca berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan pada siswa agar lebih meningkatkan minat membacanya. Minat membaca ini dapat ditingkatkan dengan memperbanyak membaca buku, mencari dan membaca artikel, mengatur waktu membaca, dan dengan menyediakan waktu khusus untuk membaca buku pelajaran atau sesering mungkin membaca buku untuk lebih memahami materi pelajaran. Dan bagi guru hendaknya sering memberikan tugas latihan kepada siswa dan bagi orang tua hendaknya memberi perhatian khusus dalam pembelajaran dan bimbingan misalnya sering mendampingi anaknya dalam belajar, sering menanyakan kesulitan belajar pada anak dan ikut membantu anak dalam menyelesaikan kesulitan belajarnya. Sedangkan bagi peneliti lain hendaknya lebih mengembangkan lagi penelitian ini dengan mengambil jumlah populasi yang lebih besar dan mengubah variabel X dengan motivasi belajar siswa.

Perbedaan return saham, risiko saham dan trading volume activity (TVA) sebelum dan sesudah stock spilit di perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2004-2007 / Avitha Ayu Hermawati

 

ABSTRAK Hermawati, Avitha Ayu. 2008. Perbedaan Return, Risiko Dan Trading Volume Activity Sebelum Dan Sesudah Stock Split Pada Perusahaan Manufaktur Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2004-2007. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo, M.M, (II) Dr. H. Agung Winarno, M.M. Kata kunci: Stock Split, Return Saham, Risiko Saham Dan Trading Volume Activity Pasar modal Indonesia selama dasawarsa terakhir ini mulai menunjukkan peran penting dalam menggerakkan dana dari lender (pihak yang kelebihan dana) kepada borrower (pihak yang memerlukan dana). Pasar modal akan berjalan secara efisien atau sempurna, jika harga-harga saham pada saat tertentu mencerminkan semua informasi yang relevan dan tersedia. Informasi-informasi yang ada di pasar, dapat mencerminkan nilai suatu perusahaan di mata investor yang tertuang dalam harga saham perusahaan tersebut. Semakin tinggi harga saham, maka semakin tinggi pula nilai perusahaan, demikian pula sebaliknya. Selain itu, harga saham juga akan mempengaruhi tingkat permintaan dan penawaran terhadap saham tersebut. Harga saham yang terlalu rendah sering diartikan kinerja perusahaan kurang baik. Akan tetapi, di sisi lain jika harga saham terlalu tinggi maka akan mengurangi kemampuan investor dalam membeli saham tersebut, sehingga saham yang bersangkutan menjadi tidak liquid dan memiliki risiko yang besar. Perusahaan kemudian mengambil langkah untuk mempertahankan harga saham tetap berada dalam rentang perdagangan yang optimal yaitu dengan melakukan pemecahan saham atau stock split. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan return saham, risiko saham dan trading volume activity sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2004-2007. Ditinjau dari pendekatannya, penelitian ini termasuk penelitian ex past facto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah study peristiwa (event study). Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di BEI dan melakukan kebijakan stock split pada periode 2004-2007. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di BEI dan melakukan kebijakan stock split pada periode 2004-2007 dan memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Pada penelitian ini, sampel penelitian yang diambil menggunakan metode purposive sampling atau sample bertujuan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan data sekunder eksternal dalam bentuk data harian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis uji asumsi klasik yaitu uji normalitas dan uji perbedaan yaitu uji-t. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) terjadi penurunan return saham sebelum dan sesudah stock split; (2) terjadi penurunan risiko saham sebelum dan sesudah stock split; (3) terjadi penurunan trading volume activity saham sebelum dan sesudah stock split; (4) tidak terdapat perbedaan return saham sebelum dan sesudah stock split; (5) tidak terdapat perbedaan risiko saham sebelum dan sesudah stock split , dan (6) tidak terdapat perbedaan trading volume activity saham sebelum dan sesudah stock split. i Berdasarkan hasil tersebut, saran untuk emiten harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dalam melakukan kebijakan stock split, untuk investor sebelum investor mengambil keputusan apakah akan menjual, mempertahankan atau membeli saham yang di-split, perlu ditinjau terlebih dahulu kondisi perusahaan yang melakukan stock split atas sahamnya sedangkan untuk peneliti selanjutnya pengambilan sampel dapat ditambah jumlahnya atau menambah jumlah periode pengamatan.

Variasi konsentrasi dan waktu pada reaksi pengendapan kromium (III) dengan senyawa karbonat / Hidayatun Nikmah

 

Kromium buangan industri tergolong limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang merupakan salah satu komponen pencemaran air. Apabila limbah tersebut dibuang ke dalam perairan sungai, maka dapat menimbulkan pengaruh terhadap penurunan kualitas perairan sungai. Pada kadar tertentu, kromium dapat membahayakan lingkungan sekitar karena bersifat toksik. Oleh karena itu, perlu penanganan lebih lanjut terhadap air limbah industri agar tidak terjadi pencemaran air di perairan sungai. Telah dilakukan metode koagulasi dengan menggunakan koagulan besi(III) klorida dan kalsium hidroksida yang dapat menurunkan konsentrasi kromium. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tersebut, maka dilakukan penelitian lebih lanjut dengan tujuan untuk mengetahui: (1) senyawa karbonat yang efektif sebagai koagulan, (2) konsentrasi Na2CO3(aq) optimum pada proses pengendapan Cr(OH)3, (3) konsentrasi kromium(III) sisa dan persen pengendapan Cr(OH)3 pada saat penambahan Na2CO3(aq) optimum, (4) waktu optimum yang dibutuhkan pada proses pengendapan Cr(OH)3. Pada penelitian dilakukan proses pengendapan Cr(OH)3 terhadap sampel kromium(III) secara laboratoris. Tahap pertama dalam penelitian adalah penentuan kondisi, yaitu: 1) menentukan konsentrasi Na2CO3(aq) yang dapat mengendapkan Cr(OH)3, 2) menentukan senyawa karbonat yang akan digunakan sebagai koagulan, dan 3) variasi konsentrasi Cr(NO3)3(aq) untuk mengendapkan Cr(OH)3, sedangkan tahap kedua adalah langkah kerja penelitian yang meliputi: 1) pengendapan Cr(OH)3 dengan variasi konsentrasi Na2CO3(aq) dan 2) pengendapan Cr(OH)3 dengan variasi waktu pengendapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa karbonat yang efektif sebagai koagulan adalah Na2CO3(aq). Konsentrasi Na2CO3(aq) yang optimum pada pengendapan Cr(OH)3 sebesar 0,020 M. Pengendapan Cr(OH)3 dengan penambahan Na2CO3(aq) 0,020 M, diperoleh konsentrasi kromium(III) sisa sebesar 0,146 ppm dan persen pengendapan 99,98%. Waktu pengadukan optimum yang diperoleh adalah 30 menit dan diperoleh persen pengendapan Cr(OH)3 sebesar 96,37%.

Pengukuran kinerja perusahaan dengan pendekatan balance scorecard (Studi kasus pada CV. Cempaka Tulungagung periode tahun 2005-2007) / Hanif Fadlyati

 

ABSTRAK Fadlyati, Hanif. 2008. Pengukuran Kinerja Perusahaan dengan Pendekatan Balanced Scorecard (Studi kasus Pada CV. Cempaka Tulungagung Periode Tahun 2005-2007). Skripsi, Jurusan Akuntansi Program studi Akutansi Murni Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sri Pujiningsih, S.E, Ak, M.Si., (II) Triadi Agung Sudarto, S.E., Ak., M.Si., Kata Kunci : Balanced Scorecard Penelitain ini bertujuan mengetahui bagaimana kinerja perusahaan dengan metode balanced scorecard dengan menggunakan empat perspektif yaitu: (1) perspektif keuangan, (2) perspektif pelanggan, (3) perspektif proses internal bisnis, dan (4) perspektif pembalajaran dan pertumbuhan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan obyek CV. Cempaka yang bergerak dalam industri rokok dan memproduksi rokok merk CEMPAKA. Tolok ukur pengukuran kinerja terdiri dari: (1) perspektif keuangan; CR, PMoS, ROI, ROE, (2) perspektif pelanggan; retensi pelanggan, akuisisi pelanggan, sales growth, dan sales retur, (3) perspektif proses internal bisnis yield rate, dan MCE, (4) perspektif pembelajaran dan pertumbuhan; employee turnover, employee Absenteeisem, dan employee productivity. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Pengukuran kinerja dilakukan dengan mendiskripsikan hasil perhitungan tolok ukur selama tahun 2005, 2006, 2007. adapun untuk mengetahui tingkat kinerja menggunakan time series analysis yaitu membandingkan hasil pengukuran selama tahun 2005, 2006, 2007. Analisis hasil perhitungan kinerja perusahaan dengan metode balanced scorecard selama tahun 2005, 2006, dan 2007 dilihat dari tolok ukur perspektif keuangan menunjukkan CR; (89%; 93,22%; 99,08%), PMoS; (1,79%; 1,84%; 4,31%), ROI; ( 4,03%; 4,24%; 11,63%), ROE; (20,01%; 22,37%; 37,25%). Tolok ukur perspektif pelanggan menunjukkan hasil retensi pelanggan (116,22%; 149,56%; 121,23%) akuisisi pelanggan; (5,73%; 7,84%; 6,65%), Sales Growth (40,83%, 39,22%, 13,63%), Sales Retur; (2,18%; 1,87%; 1,63%),. Tolok ukur perspektif proses internal bisnis menunjukkan hasil Yield Rate; (88,46%; 88,94%, 88,92%), MCE; (93,26%; 95,19%; 98,07%). Tolok ukur perspektif pembelajaran dan pertumbuhan menunjukkan hasil Employee turnover (0,93%; 1,17%; 1,03%), Employee Absenteeism (1,28%; 1,22%; 1,15%), Employee Productivity (10348,17%; 151169,43%; 1824,5%). Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian menunjukkan perhitungan tolok ukur kinerja selama tahun 2005, 2006, 2007 menunjukkan kinerja perusahaan dalam menggunakan tolok ukur dari perspektif keuangan, perspektif proses internal bisnis, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan mengalami peningkatan. Hanya pada perspektif pelanggan yang kurang baik karena mengalami penurunan pada tahun 2007. Untuk itu perusahaan disarankan untuk memperbaiki kinerjanya dengan meningkatkan jumlah penjualan dan laba bersihnya serta menerapkan balanced scorecard secara nyata dalam menjalankan perusahaan dan harus diperbaiki secara berkala, sesuai dengan perkembangan lingkungan bisnis serta perubahan strategi bisnis yang dilakukan oleh perusahaan.

Pengaruh beberapa jenis larutan pencelup pada proses quenching terhadap kekerasan baja ST 60 / Lil Quri'in

 

ABSTRAK Quri’in, Lil. 2008. Pengaruh Beberapa Jenis Larutan Pencelup pada Proses Quenching terhadap Kekerasan Baja St 60. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Keahlian Produksi Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing. Drs. H. Maftuchin Romlie, M.Pd, Drs. Putut Murdanto, S.T., M.T. Kata-kata Kunci: perlakuan panas, quenching, baja St 60. Kebutuhan masyarakat terhadap besi dan baja dalam negeri hampir mencapai 6 juta ton per tahun sedangkan produksen domestik hanya mampu mensuplai sekitar 2 juta ton per tahun. Keterbatasan ketersediaan baja kualitas tinggi yang terbatas membuat banyak orang mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhannya. Alternatif tersebut antara lain adalah dengan melakukan heat treatment atau proses perlakuan panas agar didapatkan baja dengan kekerasan yang lebih tinggi. Quenching bertujuan untuk menghasilkan kekerasan pada baja. Jenis larutan quenching yang digunakan adalah : 1 liter air laut, 1 liter air mineral, 1 liter air suling, 1liter air ditambahkan 100 gram garam grasak, dan 1 liter air ditambahkan 100 gram garam beryodium. Spesiment uji yang digunakan pada penelitian ini adalah Baja St 60. Berdasarkan pengujian di laboratorium ITN Malang, baja jenis ini merupakan baja karbon menengah dengan unsur-unsur kadar C: 0,2 %, kadar Mn: 0,6%, kadar Fe: 98%, kadar Ca: 0,20%, kadar Sc: 0,045%, kadar Cr: 0,17%, kadar Ni: 0,048%, kadar Cu:0,25%, kadar Zn: 0,02%, kadar La: 0,02%, kadar Eu: 0,50%, kadar Re: 0,05%, kadar Os: 0,11%, kekuatan tarik: ±62,15 Kgf/mm2, dan termasuk baja tanpa campuran, dapat dikeraskan, dibuat melalui proses Siement Martin (baja ini sering disebut sebagai baja mesin), biasa digunakan dalam konstruksi mesin. Sesuai dengan diagram Fe-C, baja ini di panaskan pada temperatur awal (preheating) 8600C dengan holding time 10 menit dan menuju temperatur austenisasi sebesar 9100C dengan holding time 10 menit kemudian didinginkan secara cepat pada beberapa larutan pencelup. Spesiment diuji dengan metode kekerasan Hard Rockwell. Analisis data hasil penelitian ini menggunakan anova satu jalan dengan taraf signifikansi 0,01. Hasil penelitian menggunakan SPSS for Windows Relese 12 menunjukkan bahwa pada larutan air laut, air mineral, dan air suling tidak memiliki perbedaan yang signifikan, begitu pula dengan air yang ditambahkan 100 gram garam grasak dan air yang ditambahkan 100 gram garam beryodium. Hasil uji kekerasan Hard Rockwell menunjukkan bahwa kekersan yang paling tinggi pada spesiment air yang ditambahkan 100 gram garam grasak, hal ini disebabkan karena pemanbahan garam dapat menaikkan titik didih, menurunkan titik beku, mempercepat laju pendinginan, dan menaikkan tekanan osmotic. Dari hasil penelitian ini disarankan para pengrajin besi-baja dalam meningkatkan kekerasan baja sebaiknya memperhatikan jenis baja yang digunakan, temperatur austenisasi yang baik, holding time yang tepat, dan medium pendingin yang digunakan.

Faktor-faktor yang melatarbelakangi pengambilan keputusan untuk melakukan perkawinan sirri / Asnak

 

ABSTRAK Asnak. Analisis Faktor-Faktor Yang Melatarbelakangi Pengambilan Keputusan Perkawinan Sirri. Skripsi, Program Studi Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Alwisol, M..Pd (II) Drs. Fattah Hidayat, S.E., M.Psi,. Kata Kunci : pengambilan keputusan perkawinan sirri Peristiwa perkawinan seharusnya dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah sesuai dengan peraturan pasal 2 ayat 1 dan ayat 2 Undang-undang nomor 1 tahun 1974. Namun masih ada orang yang tidak mencatatkan peristiwa perkawinannya. Peristiwa perkawinan yang tidak dicatatkan pada kantor Urusan Agama atau Kantor Catatan Sipil disebut perkawinan sirri. Penelitian ini memiliki tujuan untuk: (1) mengetahui apakah sub variabel religi, kebiasaan setempat, kemiskinan, kelas sosial, pendidikan, usia, keluarga, pelaksanaan kawin sirri, etika sosial, aspek moral, penerimaan diri, prestise, pemecahan masalah, kebutuhan layanan, kelompok acuan, pengetahuan tentang kawin sirri, pengetahuan tentang dampak kawin sirri, gaya hidup, sikap, perasaan, persepsi yang melatarbelakangi perkawinan sirri dapat direduksi menjadi lebih faktor-faktor yang lebih sederhana; (2) mengetahui sumbangan masing-masing faktor hasil analisis terhadap pengambilan keputusan perkawinan sirri. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan analisis faktor eksploratori. Populasi dalam penelitian ini memiliki ciri-ciri : wanita, pelaku perkawinan sirri, perkawinannya tidak tercatat oleh Petugas Pencatat Nikah dari Kantor Urusan Agama atau Kantor Catatan Sipil. Jumlah populasi penelitian di wilayah kecamatan Rembang-Kabupaten Pasuruan sebanyak 446 orang. Teknik Sampling penelitian yang digunakan adalan random sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 196 orang. Sedangkan instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner faktor-faktor yang melatarbelakangi pengambilan keputusan perkawinan sirri. Instrumen ini dikembangkan berdasarkan metode pengembangan skala model Likert.Nilai validitas instrumen ini adalah antara 0,343 – 0,853. Sedangkan reliabilitas instrumen adalah sebesar 0,968. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) 17 sub-variabel yang melatarbelakangi pengambilan keputusan perkawinan sirri antara lain : religi, kebiasaan setempat, kemiskinan, kelas sosial, pendidikan, usia, keluarga, pelaksanaan kawin sirri, etika sosial, aspek moral, penerimaan diri, prestise, pemecahan masalah, kebutuhan layanan, kelompok acuan, pengetahuan tentang kawin sirri, pengetahuan tentang dampak kawin sirri, gaya hidup, sikap, perasaan, persepsi dapat direduksi dari tujuh belas sub-variabel menjadi lima faktor; (2) Faktor pertama adalah faktor sosial : kelas sosial, pelaksanan, kebiasaan setempat dan kemiskinan mempengaruhi 24,262%; faktor kedua, faktor self respect : karena faktor penerimaan diri, etika sosial dan religi mempengaruhi 10,760%; faktor ketiga, faktor self esteem : karena faktor prestise dan aspek moral mempengaruhi 10,252%; faktor keempat, faktor skema kognitif : karena sikap, persepsi, perasaan dan pengetahuan tentang dampak-dampak kawin sirri adalah aspek-aspek kognitif mempengaruhi 7,981%; dan faktor kelima faktor referensi : kebutuhan layanan, gaya hidup kelompok acuan, pengetahuan tentang kawin sirri, pemecahan masalah mempengaruhi 6,748% terhadap pengambilan keputusan perkawinan sirri yang Tidak dicatatkan di KUA. Disarankan kepada para kyai atau pemuka agama agar memberikan nasehat tentang pentingnya pencatatan kepada pelaku kawin sirri untuk segera mencatatkan perkawinannya agar memiliki kekuatan secara hukum ketika menikahkan calon pengantin. Disarankan kepada para pejabat berwenang untuk menggunakan faktor-faktor yang melatarbelakangi pengambilan keputusan perkawinan sirri dalam melakukan penyuluhan tentang pentingnya pencatatan perkawinan kepada seluruh penduduk di daerak Rembang khususnya pelaku perkawinan sirri. Disarankan kepada negara untuk melakukan penyuluhan tentang pentingnya pencatatan perkawinan melalui acara nikah masal gratis untuk menarik perhatian pelaku kawin sirri agar segera mencatatkan perkawinanya di KUA dan menindak aparat yang melanggar. Disarankan kepada para kaum wanita agar tidak mau dinikahi tanpa adanya pencatatan perkawinan di KUA. Kepada peneliti selanjutnya yang tertarik mendalami hasil penelitian ini disarankan agar melakukan penelitian lebih lanjut. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian kualitatif.

Pengaruh keaktifan Beroganisasi dan minat belajar terhadap prestasi akademik mata pelajaran akuntansi di MAN 3 Malang / Selvi Fitri Nurgianto

 

Organisasi merupakan suatu wadah bagi masyarakat yang dapat mengembangkan pola pikir kita dalam berorganisasi atau dalam hidup sosial selain itu juga organisasi sebagai wadah bakat dan minat individu yang berdampak inovasi pada diri sendiri dan orang lain. Dalam penelitian ini di fokuskan pada organisasi kesiswaan atau sekolah. Keaktifan berorganisasi sangat baik ditanamkan pada diri siswa guna membangun mental dan fisik dalam kehidupan nyata, sekolah bukan saja hanya pelajaran teori semata yang didapatkan siswa tetapi sikap dan pelaksanaan di luar pelajaran juga perlu. dalam hal ini sekolah akan menampung bakat dan minat diluar kemampuan non akademik siswa dalam organisasi di sekolah yaitu intra dan ekstrakurukuler. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui berapa besar tingkat pengaruh keaktifan berorganisasi pada siswa terhadap prestasi akademiknya pada mata pelajaran akuntansi, dan berapa besar tingkat pengaruh minat belajar terhadap prestasi akademik siswa pada mata peajaran akuntansi. Jadi dalam prestasi akademik siswa pada mata pelajaran akuntansi apakah di pengaruhi oleh kedua variabel di atas, yaitu keaktifan berorganisasi dan minat belajar.Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda, di mana analisis ini menunjukkan secara parsial pengaruh variabel – variabel yang ada, juga pengaruh secara simultan atau keseluruhan variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh pengaruh yang sangat signifikan secara keseluruhan atau simultan. Dengan rincian, keaktifan berorganisasi berpengaruh terhadap prestasi akademik siswa pada mata pelajaran akuntansi, demikian pula pada minat belajar yang berpengaruh paling dominan atau kuat terhadap prestasi akademik siswa mata pelajaran akuntansi. Jadi, siswa yang aktif dalam organisasi juga membawa dampak positif pada prestasi akademik tetapi lebih besar pangaruhnya siswa yang mempunyai minat belajar yang lebih tinggi dari pada keaktifan berorganisasinya terhadap prestasi akademiknya pada mata pelajaran akuntansi. Saran pada penelitian ini adalah sekolah sebaiknya menjalin kerjasama dengan organisasi yang ada di masyarakat sehingga siswa dapat mengaplikasikan pengalaman organisasinya di luar sekolah. Siswa yang aktif berorganisasi tetap harus lebih memperhatikan waktu belajarnya agar prestasi akademik tetap terjaga, khususnya mata pelajaran akuntansi. Komunikasi antara guru dan siswa lebih ditingkatkan guna dalam meningkatkan prestasi akademik, yang saling menyeimbangkan antara keaktifan berorganisasi dan minat belajar.

Pengaruh ekstrak etanol tumbuhan patikan cina (Euphorbia thymifolia linn) terhadap penghambatan pertumbuhan Escherichia coli dan Shigella dysenteriae secara in vitro sebagai penunjang pengajaran biologi di SMA / Mathias Kainon

 

Escherichia coli dan Shigella dysenteriae, merupakan kelompok bakteri gram negatif yang dapat hidup dalam usus manusia dan merupakan flora normal, tetapi jika jumlahnya berlebihan, akan berbahaya bagi tubuh manusia, karena dapat menyebabkan diare. Beberapa strain E. coli ada yang bersifat patogen penyebab penyakit diare pula. Penyakit diare dan disentri cenderung meningkat dari tahun ke tahun, karena kondisi lingkungan, terutama air minum dari sumur-sumur atau sungai yang digunakan sebagai air minum cenderung mengalami kontaminasi. Penyakit diare dapat menimbulkan korban dengan cepat, dan masih menjadi penyebab kematian nomor satu untuk anak-anak di Indonesia. Walaupun telah ditemukan sejumlah obat diare dan disentri, namun harganya semakin mahal dan masih ada sejumlah daerah yang belum terjangkau oleh sejumlah obat. Apalagi bakteri E. coli penyebab penyakit diare dan S. dysenteriae, penyebab penyakit disentri cenderung meningkat daya resistensinya terhadap antibiotik. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian-penelitian untuk menghasilkan obat-obatan atau antibiotik alternatif sebagai solusi terhadap masalah tersebut. Salah satu upaya penelitian yang dilakukan adalah melalui penelitian terhadap tumbuhan gulma patikan cina, karena mempunyai khasiat untuk dapat mengobati penyakit diare dan disentri serta beberapa penyakit lain. Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui pengaruh ekstrak tumbuhan patikan cina terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri E. coli dan S. dysenteriae, dan untuk mengetahui konsentrasi efektif dari ekstrak tumbuhan patikan cina dalam menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dan S. dysenteriae. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi FMIPA, Universitas Negeri Malang pada bulan April sampai Juni 2008. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dan teknik difusi agar. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data hasil penelitian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan teknik uji anava tunggal dan dilanjutkan dengan uji BNT 1%. Setiap perlakuan dilakukan empat kali ulangan. Konsentrasi ekstrak tumbuhan yang digunakan adalah 0% (kontrol), 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100%. Sampel tumbuhan yang digunakan adalah 100 g dan dilunakkan lalu diambil 50 g untuk diekstraksi dengan pelarut 100 ml alkohol 95% (etanol). Pengaruh ekstrak tumbuhan patikan cina, terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri ditentukan berdasarkan hasil pengukuran diameter zona hambat pertumbuhan kedua spesies bakteri tersebut pada medium NA yang telah diberi ekstrak tumbuhan patikan cina dengan beberapa macam konsentrasi tersebut dalam lubang sumuran. Hasil penelitian membuktikan bahwa: 1) ekstrak tumbuhan patikan cina mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri E. coli dan S. dysenteriae. 2) konsentrasi terendah ekstrak patikan cina yang masih dapat menghambat pertumbuhan E. coli adalah 10% dengan diameter zona hambat 0,30 cm, dan untuk S. dysenteriae adalah 10% dengan diameter zona hambat 0,38 cm. Daya hambat tertinggi untuk E. coli adalah pada konsentrasi 100% dengan diameter zona hambat 1,08 cm, dan untuk S. dysenteriae adalah 100% dengan diameter zona hambat 1,66 cm. 3) terdapat perbedaan pengaruh konsentrasi ekstrak tumbuhan patikan cina terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri E. coli dan S. dysenteriae, dan konsentrasi ekstrak tumbuhan patikan cina yang paling efektif untuk kedua bakteri adalah 100%. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menunjang proses pengajaran biologi di SMA, terutama pada materi praktikum.

Classroom interaction in the teaching of speaking for the eighth graders at MTs Surya Buana Malang / Winarti

 

ABSTRACT Winarti. 2008. Classroom Interaction in the Teaching of Speaking fort the Eighth Graders at MTs Surya Buana Malang. Thesis, English Department. Faculty of Letters. Sarjana Program. State University of Malang. Advisor: Dr. Emalia Iragiliati, M.Pd. Key words: Classroom interaction, speaking, teacher talk, student talk, patterns of interaction. This study is an attempt to examine classroom interaction in the teaching of speaking for the eighth graders at MTs Surya Buana Malang. This study is intended to answer three questions: (1) what categories of teacher talk are used by the teacher in stimulating the students in the process of teaching speaking, (2) How do the students respond based on the teacher’s instruction in the process of teaching speaking, and (3) what patterns of interaction occur during the process of teaching speaking. In order to answer those problems stated above, a descriptive case study was used in this study. The subjects of the study were the teacher of the eighth grade of MTs Surya Buana Malang and the male and female of VIII A students of MTs Surya Buana Malang. The data of this study are: (1) the way the teacher stimulates the interaction using teacher talk, (2) the students’ response based on the teacher’s instruction in the process of teaching speaking, and (3) patterns of classroom interaction in the process of teaching speaking. The data were elicited through non-participant observation, interview with the teacher and the students, field notes and recording of utterances between the teacher and the students. Data were analyzed using the ‘interaction model’ of Miles & Huberman, following FLINT system proposed by Flanders (1970) and Moskowitz (1971). The result shows that, first, in stimulating the students to be more active during the process of teaching and learning, the teacher tends to ask some questions to the students. The teacher talk in asking question sometimes is combined with the use of the native language. In other words, she often translates what she has talked about into the native language. Second, the student talk in responding the teacher talk with the specific answer appears more frequently than the other categories. Third, there are three patterns of classroom interaction that occur in this study. They are: (1) teacher-whole class (T-SS), (2), teacher-student (T-S), and (3) student-student (S-S). From those patterns of classroom interaction, the interaction between the teacher and the student (T-S) appears more frequently than the other patterns of classroom interaction. This study offers several suggestions. First, the teacher is suggested to apply various interactive teaching techniques to make the students speak up in the classroom and asks more referential questions which require critical thinking on the part of the students. Second, the students are suggested to be more creative in thinking by using open-ended responses in the teaching and learning process.

Pengembangan modul bubut dasar berdasarkan KTSP dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMKN 1 Pungging / Herianto

 

ABSTRAK Herianto. 2009. Pengembangan Modul Bubut Dasar Berdasarkan KTSP dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di SMKN 1 Pungging. Tesis, Program Studi Pendidikan Kejuruan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Amat Mukhadis, M.Pd, (II) Drs. Imam Muda Nauri, ST., M.T. Kata kunci: pengembangan, modul, KTSP, kualitas pembelajaran. Matadiklat Bubut Dasar adalah kelompok matadiklat produktif dengan standar kompetensi, yakni melakukan pekerjaan dengan mesin bubut. Dalam pembelajaran matadiklat bubut dasar, ditemukan beberapa masalah. Masalah-masalah tersebut adalah (1) kualitas guru/instruktur belum sesuai dengan kualifikasi, (2) sumber belajar/bahan ajar belum memadai, dan (3) prasarana dan sarana belum memadai. Ketiga komponen tersebut secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran. Permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan matadiklat tersebut perlu segera mendapat perhatian dan pemecahan, dan apabila dibiarkan akan menghambat proses pembelajaran. Hal ini akan berimplikasi pada kualitas pembelajaran yang ada di Program Keahlian Teknik Pemesinan. Masalah-masalah penting yang perlu ditangani adalah pengadaan modul pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta diklat. Oleh karena itu, dipandang perlu mengembangkan modul Bubut Dasar berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMKN 1 Pungging. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul Bubut Dasar berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMKN 1 Pungging. Pengembangan ini penting dilakukan karena (1) dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di SMKN 1 Pungging, khususnya pada Program Keahlian Teknik Pemesinan, (2) untuk mengatasi ketidaktersediaan modul bubut dasar yang sesuai dengan KTSP SMKN 1 Pungging, (3) sebagai salah satu sumber belajar yang dapat memudahkan peserta diklat dan guru dalam proses pembelajaran. Metode penelitian pengembangan dalam rancangan pembelajaran ini adalah Model Dick and Carey. Jumlah responden dalam penelitian adalah 1 orang ahli isi matadiklat dan 1 orang ahli desain dan media pembelajaran. Sedangkan jumlah sampel dari peserta diklat sebanyak 30 anak. Penelitian ini menggunakan angket, wawancara, dan tes sebagai instrumen dalam pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif persentase. Berdasarkan penilaian ahli isi matadiklat, modul termasuk dalam kriteria baik (80%), sedangkan penilaian dari ahli desain dan media pembelajaran, modul berada dalam kriteria kurang baik (54,7%). Angket penilaian berdasarkan uji kelompok kecil modul termasuk dalam kriteria baik (75%), sedangkan dalam uji coba lapangan modul juga termasuk dalam kriteria baik (75,04%). Setelah melalui serangkaian uji coba, menujukkan modul pembelajaran yang dikembangkan, layak digunakan dalam matadiklat bubut dasar. Hal ini diperkuat dengan hasil penilaian angket, berdasarkan uji coba lapangan berada di atas kriteria yang ditetapkan, yakni di atas 71% sehingga layak digunakan. Selain itu, dibuktikan dengan perolehan hasil belajar peserta diklat sebelum pembelajaran (pretes) memperoleh skor rata-rata 39,67 dan sesudah pembelajaran (postes) memperoleh skor rata-rata 75,00, ada kenaikan perolehan skor sebesar 35,33. Dengan demikian, modul pembelajaran yang dihasilkan telah memberikan konstribusi yang signifikan terhadap peningkatan perolehan hasil belajar peserta diklat. Bertitik tolak dari hasil penelitian pengembangan ini, maka disarankan (1) perlu dikembangkan penelitian lebih lanjut pada aspek yang lebih besar, dengan mengujikan keseluruhan materi yang ada dalam modul, (2) modul pembelajaran bubut dasar yang sudah dikembangkan perlu diperbaiki dan disempurnakan lagi terutama dari sisi desain dan media pembelajaran. ABSTRACT Herianto. 2009. The Development of Basic Turning Machine Module Based on KTSP to Improve the Quality of Teaching-learning Proces in SMKN 1 Pungging. Thesis, Vocational Education Study Program, Post Graduate Program State University of Malang. Advisor: (I) Prof. Dr. Amat Mukhadis, M.Pd, (II) Drs. Imam Muda Nauri, ST., M.T. Keyword: development, module, KTSP, teaching-learning quality. The subject of basic turning machine is a group of competence standardized productive subject, that is doing or working on the lathe. In this subject, it is found some problems. Those are; (1) the instructor quality still doesn’t meet the qualification, (2) the lack of learning resource or material, and (3) incomplete facilities (tool and equipment). Those three components are indirectly influence the quality of teaching and learning proces. Those problems that have related to a certain subject need to more paid attention and got some sollution, because they can bring/cause another problem. They can effect the teaching-learning quality in Engineering Department. One important thing that should be handled is providing the teaching-learning module that suit to the characteristic of each department in each school and the trainees’ need. Therefore, it is important to develop the basic turning machine module based on KTSP to improve the quality of teaching-learning proces in SMKN 1 Pungging. The purpose of the developing experiment is to develop the basic turning machine module based on KTSP to improve the quality of teaching-learning proces in SMKN 1 Pungging. This development has an essential roles, such us: (1) increasing the learning quality in SMKN 1 Pungging, especially in technical engineering program, (2) execeding the unavailabled basic turning machine modul that is based on the curriculum of KTSP in SMKN 1 Pungging, and (3) as the learning source, it enables the trainee and the instructor in the teaching-learning proces. The method of the developing experiment in this teaching-learning project is Dick and Carey model. The number of respondents in this study is one instructor expert, one design specialist and the teaching-learning media. While the number of the sample from the trainee are thirty students. This study is using list, interviewing, and test as the instrument of the data collection. The data analysing is done by using descriptive statistic technique. Based on the instuctor expert estimation, the module is included in the criteria of good (80%), while the design specialist, the module is in the rate of less (54,7%). The estimation list, based on the group test, it belongs to good criteria (75%), and in the trial test, it belongs to good criteria (75,04%), By having several training phases, we can see the developing process, that the module is reliable used. In the basid turning machine subject, we can also know from the questionaire, that it has criterias more than 71%, so the module is reliable used for the subject. Beside, it is proven that the result of the trainee is significantly showed. Before the pre-test of learning process they get 39,67 average, and after the teaching-learning proces and by throughing the post-test they get 75,00 average. There is an improvement result in this process. So, the teaching-learning module has significantly contributed towards the improving score of the trainee on the students. By having the result, it is suggested that: (1) the module should be developed more in the wider aspects, by testing all the materials there, (2) the basic turning machine module that has been developed, needs to be fixed, particulary in the design side.

Pengembangan lembar kerja siswa dengan pendekatan problem solving pada pokok bahasan persamaan garis lurus kelas VIII SMP / Lusy Diah Wijayanti

 

Lembar Kerja Siswa adalah lembaran yang berisi pedoman bagi siswa untuk melakukan sesuatu kegiatan yang terprogram. Dengan LKS siswa dapat belajar sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Kegiatan pengembangan yang dilakukan bertujuan untuk menghasilkan LKS persamaan garis lurus dengan pendekatan problem solving. Materi persamaan garis lurus merupakan salah satu bahan kajian siswa SMP kelas VIII semester I. Uraian materi dalam LKS berpijak pada kurikulum 2006 (KTSP). Lembar Kerja Siswa dengan pendekatan problem solving pada materi pokok Persamaan Garis Lurus SMP kelas VIII adalah Lembar Kerja Siswa yang berisi soal-soal dan penelusuran pada materi Persamaan Garis Lurus sesuai dengan karakteristik problem solving. LKS yang dikembangkan terdiri dari 4 topik, yaitu: (1) persamaan garis lurus, (2) menggambar grafik dari persamaan garis lurus (3) gradien dan (4) rumus persamaan garis. Pada topik persamaan garis lurus terdapat sebuah penelusuran dan kesimpulan. Topik menggambar grafik terdapat sebuah penelusuran tidak disertai penelusuran dan tagihan 1. Topik gradien memuat 5 penelusurandisertai kesimpulan dan tagihan 2. Pada topik rumus persamaan garis lurus terdapat 4 penelusuran diseratai kesimpulan dan tagihan 3. LKS persamaan garis lurus yang dikembangkan divalidasi oleh 3 orang dosen pendidikan Universitas Negeri Malang dan 2 orang guru SMP bidang studi matematika. Uji coba LKS melibatkan 20 orang siswa MTs Persiapan Negeri Batu kelas VIII. Hasil validasi maupun ujicoba menunjukkan bahwa LKS yang dikembangkan adalah valid.

Analisa laba sebagai alat pengendalian biaya P.T. P.G. Krebet Baru Malang pada tahun 1988-1992 / oleh Rr. Retno Widayanti

 

Pengembangan modul kearsipan berbasis guided inquiry pada materi konsep arsip dan kearsipan untuk meningkatkan hasil belajar (studi pada siswa kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMKN 1 Bayolangu Tulungagung) / Mega Mahardika

 

Mahardika, Mega. 2015. Pengembangan Modul Kearsipan Berbasis Guided Inquiry pada MateriKonsepArsip dan Kearsipan untuk Meningkatkan Hasil Belajar (Studi pada Siswa Kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMKN 1 Boyolangu Tulungagung). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd., M.M. (2) Dr. Hj. Madziatul Churiyah, S.Pd., M.M. Kata Kunci: modul, guided inquiry, konseparsip dan kearsipan, hasil belajar Penelitian pengembangan ini didasari oleh terbatasnya bahan ajar mata pelajaran Kearsipan. Bahan ajar Kearsipan yang mengembangkan kemampuan proses berpikir siswa belum dikembangkan sebelumnya. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa bahan ajar Kearsipan masih belum ada, keaktifan dan hasil belajar siswa juga masih rendah. Salah satu penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah belum adanya bahan ajar yang disusun secara sistematis, komunikatif, dan menarik bagi siswa. Pembelajaran Kearsipan dengan menggunakan modul yang diintegrasikan dengan model guided inquiry diharapkan dapat membuat siswa belajar mandiri, sehingga siswa dapat menemukan sendiri pengetahuannya dan dapat membangun sikap aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah 1) menghasilkan modul Kearsipan sesuai dengan model guided inquiry pada materi konseparsip dan kearsipan untuk siswa SMK/ MAK kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran semester genap, 2) mengetahui kelayakan modul yang telah dikembangkan melalui hasil validasi, dan 3) mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dengan menggunakan bahan ajar modul Kearsipan berbasis guided inquiry dengan siswa yang tidak menggunakan bahan ajar modul Kearsipan berbasis guided inquiry. Rancangan penelitian ini diadaptasi dari model 4-D oleh Thiagarajan, S., Semmel, D.S. & Semmel, M.I. (dalam Purwanti (2014)) melalui empat langkah penelitian, yaitu mendefinisikan (Define), merancang (Design), mengembangkan (Develop), dan menyebarluaskan (Disseminate). Validasi modul dilakukan oleh 1 orang dosen jurusan Manajemen program studi Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Malang sebagai validator ahli modul pembelajaran, 1 orang guru mata pelajaran Kearsipan SMKN 1 Boyolangu Tulungagung sebagai validator ahli materi, dan enam siswa kelas X SMKN 1 Boyolangu Tulungagung sebagai validator user. Produk yang dikembangkan berupa modul pembelajaran Kearsipan pada materi konseparsip dan kearsipan dengan menggunakan model guided inquiry (inkuiri terbimbing). Kompetensi dasar yang dikembangkan oleh peneliti dalam modul ini adalah 1) menjelaskan konsep arsip dan kearsipan, 2) mengidentifikasi fungsi arsip, dan 3) menguraikan nilai yang terkandung dalam kearsipan). Sajian dan analisis data pada penelitian ini dibedakan menjadi empat aspek, yaitu (1) aspek kelayakan isi, (2) aspek kelayakan penyajian, (3) aspek kelayakan bahasa, dan (4) aspek kelayakan kegrafikaan. Berdasarkan penilaian pada keempat aspek tersebut diperoleh data bahwa modul ini termasuk kategori sangat valid dengan hasil presentase rata-rata uji validasi 92%. Pada efektivitas produk diperoleh data bahwa modul ini efektif digunakan, ditinjau dari perbedaan rata-rata hasil belajar kelas eksperimen dengan kelas kontrol, yaitu 81,67 dengan 73,82. Saran bagi pengembangan lebih lanjut, guru mata pelajaran Kearsipan disarankan untuk memanfaatkan modul berbasis guided inquiry ini sebagai alternatif penunjang pembelajaran Kearsipan pada materi konseparsip dan kearsipan.

Implementasi teori Van Hiele untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang bangun datar di kelas V SDN Kemiri Pasuruan / Basori

 

ABSTRAK Basori. 2009, Implementasi teori Van Hiele untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang bangun datar di kelas V SDN Kemiri Pasuruan. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra sekolah, FIP. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Sri Harmini, M.Pd dan (2) Drs.H.M. Imron Rosyadi, S.Pd. M.Pd. Kata Kunci : teori Van Hiele, hasil belajar, bangun datar Implementasi teori Van Hiele dalam pembelajaran bangun datar sangat memungkinkan untuk meningkatkan aktivitas, kreatifitas dan hasil belajar siswa. Kesan dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran dengan implementasi teori Van Hiele sangat positif, sedangkan kesan dan tanggapan guru mitra terhadap pembelajaran bangun datar lebih menarik sesuai dengan tahapan berfikir siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat keberhasilan implementasi teori Van Hiele untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang bangun datar di kelas V SDN Kemiri Pasuruan. Penelitian ini dilakukan di SDN Kemiri Kecamatan Puspo Pasuruan, sejak tanggal 20 Pebruari sampai 25 April 2009. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas tipe Kemmis dan Mc. Taggart. Subyek yang diberikan tindakan adalah seluruh siswa kelas V SDN Kemiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi teori Van Hiele dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang bangun datar. Hasil Pre-tes siswa yang mendapat nilai baik sebanyak 1 orang (2,63 %) dengan kategori tinggi. Sedangkan banyaknya siswa yang belum tuntas belajar 37 orang dengan kategori sedang 6 orang (15,79 %), rendah 30 orang (78,95 %) dan sangat rendah 1 orang (2,63 %). Hasil tes awal tersebut menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap sifat-sifat bangun datar tersebut masih rendah. Hasil post-tes siswa dengan diimplementasikannya teori Van Hiele pada siklus I mencapai nilai rata-rata 6,74 (meningkat 1,87 % dari pretes). Siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar sebanyak 15 orang (42,84 %). Sedangkan siswa yang mencapai ketuntasan belajar adalah 20 orang (57,16 %). Sedangkan pada siklus II hasil post-tes mencapai rata-rata 7,38 atau meningkat 0,64 % dari hasil belajar pada siklus I. Siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar sebanyak 6 orang (17,14 %). Sedangkan siswa yang mencapai ketuntasan belajar adalah 29 orang (82,86 %). Pengetahuan guru terhadap tahapan langkah pada teori Van Hiele sangat efektif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran bangun datar, hendaknya guru mengimplementasikan teori Van Hiele. Implementasi teori Van Hiele menuntut guru merancang langkah-langkah pembelajaran yang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Profil Richie Pravita Hari pemain muda potensial kesebelasan Arema Malang: (tinjauan motivasi dan kepribadian) / Rendhi Budi Irawan

 

ABSTRAK Irawan, Rendhi Budi. 2008. Profil Richie Pravita Hari Pemain Muda Potensial Kesebelasan Arema Malang; (Tinjauan Motivasi dan Kepribadian). Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Ilmu Pendidikan. Pembimbing: (1) Drs. Mahmud Yunus, M.Kes (2) Drs. Sapto Adi, M.Kes. Kata Kunci: motivasi, kepribadian Motivasi adalah dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan. Salah satu teori motivasi yang membahas bagaimana motivasi seseorang untuk mencapai motivasi terbaik adalah motivasi berprestasi. Motivasi berprestasi adalah dorongan karena keinginan untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan sulit, menguasai, memanipulasi, atau mengorganisasi obyek-obyek fiskal, manusia atau ide-ide melaksanakan hal-hal tertentu untuk mencapai tujuan secara cepat dan tepat dan seindependen mungkin. Motivasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan seseorang. Selain faktor motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang, keberhasilan seseorang juga dipengaruhi oleh kepribadiannya. Kepribadian seseorang dapat digolongkan berdasarkan bagaimana cara seseorang menghadapi segala sesuatu yang dihadapinya. Dengan dasar ini, kepribadian manusia dapat digolongkan menjadi delapan kelompok yaitu orang yang nervous, orang perasa, orang flegmatik, orang sanguinis, orang cholerici, kaum kuat, orang amorf, dan orang apatis. Faktor motivasi dan kepribadian juga mempengaruhi keberhasilan atlit, termasuk atlit sepak bola. Richie Pravita Hari adalah salah seorang pemain sepak bola yang masih muda dan memiliki bakat dan prestasi yang cukup baik. Saat ini ia tergabung di kesebelasan Arema Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana motivasi berprestasi Richie Pravita Hari dalam bermain sepak bola serta bagaimana kepribadian Richie Pravita Hari yang berpengaruh pada pencapaian prestasinya dalam bermain sepak bola. Berdasarkan analisis data berdasarkan teori motivasi berprestasi dapat diketahui bahwa Richi Pravita Hari merupakan atlet yang memiliki motivasi tinggi karena memenuhi ciri-ciri (a) memiliki keinginan yang besar dalam mencapai keberhasilan, (b) memiliki keinginan yang besar untuk berprestasi di tempatnya bekerja, (c) lebih senang menyelesaikan segala sesuatu secara mandiri, (d) tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan dalam bekerja, (e) lebih menyukai tugas-tugas dengan taraf kesukaran yang cukup, (f) menyukai adanya kompetisi, (g) menghargai waktu sebaik mungkin, dan (h) suka bekerja keras untuk mencapai keberhasilan. Ini juga diuperkuat hasil tes psikologi yang menunjukkan tingkat motivasi berprestasi tinggi yaitu sangat baik dengan skor 81. Dilihat dari penggolongan kerpibadian menurut M.A.W Brouwner, Richie Pravita Hari termasuk dalam kelompok orang flagmatis karena memenuhi ciri (a) Richie termasuk orang yang aktif, (b) tenang, (c) seimbang, (d) tegar menghadapi masalah, (e) suka bekerja keras, (f) disiplin dengan waktu, (g) konsekuen dengan cita-cita yang telah dibuatnya, serta (h) optimis dengan apa yang diinginkan.

Hubungan antara tingkat kecemasan terjangkit HIV/AIDS dengan aktivitas menggunakan jasa pada para pengguna PSK di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang / Dimas Ayu Aspitasari D.

 

Kecemasan adalah ketakutan, kegelisahan atau fungsi ego yang memperingatkan individu tentang kemungkinan datangnya bahaya sehingga dapat disiapkan reaksi adaptif yang sesuai. Salah satu obyek kecemasan masyarakat saat ini adalah HIV/AIDS. Aktifitas menggunakan jasa PSK merupakan sebuah gaya hidup yang berisiko tinggi dalam penularan HIV/AIDS. Namun kenyataannya pengguna jasa PSK masih banyak dijumpai bahkan jumlahnya cenderung bertambah. Penelitian ini ingin mengungkap : 1). Bagaimanakah tingkat kecemasan tertular HIV/AIDS para pengguna jasa PSK. 2). Bagaimanakah aktifitas menggunakan jasa PSK para pengguna jasa PSK. 3). Hubungan antara tingkat kecemasan tertular HIV/AIDS dengan aktifitas menggunakan jasa PSK. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecemasan terjangkit HIV/AIDS dan angket aktifitas menggunakan jasa PSK. Hasil pengujian reliabilitas instrumen sebesar 0,801 artinya skala kecemasan terjangkit HIV/AIDS cukup andal. Hasil analisis butir yang dilakukan dua kali mendapatkan hasil 19 aitem tidak valid dan 31 aitem valid dengan ketentuan r > 0,275. Hasil analisis eta dengan menggunakan SPSS 13.0 diperoleh r hitung sebesar 0,679 signifikan pada 0,040 < 0,05 artinya tingginya kecemasan terjangkit HIV/AIDS diikuti tingginya frekuensi menggunakan jasa PSK. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian yang berbunyi ”ada hubungan yang negatif antara tingkat kecemasan terjangkit HIV/AIDS dengan aktifitas menggunakan jasa PSK pada para pengguna jasa PSK di Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang” adalah tidak terbukti. Pada pengguna PSK berusia 19 sampai 23 tahun dan usia 24 sampai 30 tahun, hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara tingkat kecemasan terjangkit HIV/AIDS dengan aktifitas menggunakan jasa PSK. Sedangkan pada pengguna jasa PSK yang telah menikah dan belum menikah tidak terdapat hubungan antara tingkat kecemasan terjangkit HIV/AIDS dengan aktifitas menggunakan jasa PSK. Berdasarkan hasil Penelitian disarankan kepada pihak yang menangani masalah prostitusi agar melakukan pengendalian terhadap hal-hal yang memicu terjadinya aktifitas pemakaian jasa PSK, bagi orang tua diharapkan agar mengawasi anak sedini mungkin terhadap hal-hal yang berhubungan dengan praktik prostitusi, serta masyarakat agar lebih membuka wawasan seputar HIV/AIDS dan mengawasi secara ketat adanya praktik prostitusi.

Latar keagamaan candi Simping / Luluk Setya Wati

 

Candi Simping merupakan candi peninggalan jaman Majapahit, yang dibangun untuk tempat pendharmaan bagi raja pertama kerajaan Majapahit, yakni Raden Wijaya. Pada periode Hayam Wuruk dilakukan pemugaran pada candi ini, bahkan pemugarannya disebut-sebut dalam Nagārakrĕtāgama. Jika menilik adanya perintah pemugaran dari Hayam Wuruk dalam susastra tersebut, berarti candi Simping memiliki arti penting pada masanya, setidaknya bagi kemaharajaan Majapahit. Raden Wijaya diarcakan sebagai Hari-Hara. Rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu: (1) bagaimana latar sejarah Candi Simping?, (2) bagaimana rekonstruksi bentuk arsitektur dan ikonografi Candi Simping berdasarkan data arsitektural, ikonografi maupun susastra?, (3) bagaimana latar keagamaan berdasarkan data arsitektur, ikonografi serta susastra. Dengan demikian, maka tujuan penelitian mengenai latar keagamaan candi simping ini disesuaikan dengan rumusan masalah tersebut diatas, diantaranya untuk (1) mendiskripsikan latar sejarah Candi Simping, (2) merekonstruksi bentuk arsitektur dan ikonografi Candi Simping berdasarkan data arsitektural, ikonografi maupun susastra, (3) mendiskripsikan latar keagamaan Candi Simping berdasarkan data arsitektur, ikonografi dan susastra. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskripsi arkeologi, sehingga pembahasannya menggunakan metode arkeologi. Penelitian ini berupaya untuk mengungkapkan agama yang melatar belakangi dibangunnya candi Simping ini. Atas dasar pemikiran tersebut, maka dalam menelaah data-data yang ada digunakan metode arkeologi dengan pendekatan kualitatif. Karena dalam hal ini arkeologi tidak dapat berdiri sendiri, maka perlu dibantu ilmu-ilmu lain. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah berupa sumber data artefaktual, sedangkan sumber data sekundernya adalah berupa sumber data tekstual dan data-data yang menunjang. Dalam kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Dalam mengolah data yang terkumpul digunakan analisis fungsi, religi yang digunakan untuk mengidentifikasi latar keagamaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Candi Simping merupakan candi yang dibangun pada masa awal Majapahit yang diperuntukkan bagi raja Majapahit yang pertama, yakni Raden Wijaya. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk candi ini mengalami perbaikan dikarenakan menaranya rusak, hal tersebut juga disebut dalam Nagārakrĕtāgama. Candi Simping berlatar keagamaan Hindu sekte Siwa, hal ini didasarkan pada konsep bahwa candi pada umumnya berhubungan erat dengan keagamaan, dan pada masa Hindu-Jawa candi bertalian erat dengan kematian raja. Sehingga bangunan Candi Simping berlatar agama Hindu. Sedangkan adanya patung perwujudan yang berupa Hari-Hara (Siwa-Wisnu) memperkuat bahwa agama yang melatarinya bersekte Siwa.

Analisis penetapan harga jual perumahan Graha Valensia untuk perolehan laba optimal pada PT Kharisma Banjarharum Malang / Yovita Rizkha Aquanieta

 

ABSTRAK Aquanieta, Yovita Rizkha. 2009. Analisis Penetapan Harga Jual Perumahan Graha Valensia Untuk Perolehan Laba Optimal Pada PT Kharisma Banjarharum Malang. Tugas Akhir, Program Studi Diploma-III Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M., Ak. Kata Kunci: Harga Jual, Analisis Penetapan Harga Jual, Perolehan Laba Pertambahan jumlah penduduk saat ini yang semakin meningkat diikuti pula oleh meningkatnya pola dan volume konsumsi masyarakat yang menyebabkan terjadinya diversifikasi kebutuhan masyarakat, termasuk perumahan. Hal ini dimanfaatkan oleh para pengusaha yang bergerak dalam biadang real estate untuk mencari keuntungan dari kebutuhan masyarakat akan perumahan. Dalam menyediakan komoditi tersebut selain mendapatkan laba yang optimal, para pengusaha real estate juga harus memperhatikan daya beli masyarakat dalam menentukan harga jualnya. Tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah untuk menganalisis perhitungan harga pokok rumah serta penetapan harga jual rumah tersebut sehingga dapat memperoleh laba yang optimal. Harga pokok produksi adalah sekumpulan pengorbanan atau biaya dari bahan baku dan tenaga kerja langsung yang digunakan serta overhead pabrik yang dibebankan untuk menciptakan barang atau jasa yang mempunyai nilai guna yang lebih tinggi. Kegunaan dari harga pokok produksi adalah untuk menutupi semua biaya yang telah dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk serta memberikan laba meskipun keadaan tidak menguntungkan. Harga pokok suatu produk sangat berguna dalam penentuan harga jual produk tersebut dan menghitung pendapatan yang diterima. Dalam menghitung harga pokok produksi ada dua metode yang umum digunakan, yaitu metode full costing dan metode variable costing. Pada metode full costing, dalam perhitungan harga pokok produksinya memasukkan semua unsur biaya produksi, baik yang berperilaku tetap maupun variabel, sebagai komponen harga pokoknya. Sedangkan pada metode variable costing hanya memasukkan biaya yang berperilaku variabel sebagai komponen perhitungan harga pokok produksinya. Hasil analisa data dapat diketahui bahwa perhitungan harga pokok produksi serta harga jual dengan menggunakan metode full costing mendapatkan laba kotor yang lebih rendah dari pada laba kotor yang diharapkan oleh perusahaan. Sedangkan perhitungan harga pokok produksi dan harga jual dengan menggunakan metode variable costing menghasilkan laba kotor yang lebih tinggi dari laba yang diharapkan oleh perusahaan.

Analisis keterlaksanaan pembelajaran kimia yang sesuai dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan di SMA Negeri se Kota Kediri tahun ajaran 2007-2008 / Titik Puji Lestari

 

ABSTRAK Puji Lestari, Titik. 2009. Analisis Keterlaksanaan Pembelajaran Kimia yang Sesuai dengan Kurikukulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMA Negeri se Kota Kediri Tahun Ajaran 2007-2008. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Srini M. Iskandar, M.Sc., Ph.D., (2) Herunata, S.Pd., M.Pd. Kata kunci: analisis, keterlaksanaan pembelajaran kimia, kurikulum tingkat satuan pendidikan. Pendidikan diarahkan untuk mencapai perkembangan peserta didik secara optimal dan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional sehingga diperlukan komponen pokok yaitu program kurikulum yang baik. Mutu pendidikan di Indonesia menentukan kualitas intelektual generasi muda Indonesia. Mutu pendidikan Indonesia diinterpretasikan melalui penyempurnaan kurikulum dari tahun ke tahun yang ditetapkan oleh pemerintah. KTSP merupakan penyempurnaan KBK yang disahkan pada tahun 2006 dan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2006-2007. Pada tahun ajaran 2008-2009 KTSP telah dilaksanakan di semua SMA se Kota Kediri.Untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran kimia di SMAN se Kota Kediri tahun ajaran 2007-2008 yang sesuai dengan KTSP maka dilakukan penelitian ini. Keterlaksanaan pembelajaran kimia ini ditinjau dari segi persiapan pelaksanaan pembelajaran, keterlaksanaan pembelajaran kimia dan asesmen pembelajaran kimia. Subyek penelitian ini adalah guru bidang studi kimia kelas X SMA Negeri se-Kota Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Instrumen telah divalidasi isinya oleh dosen pembimbing I dan II, dua dosen lain dan dua guru SMA dengan tingkat validasi 98%. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara bebas. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perhitungan persentase jawaban responden dan pemberian rangking pada tiap variabelnya. Analisis data dilakukan dengan mendiskripsikan dan menyimpulkan sehingga di peroleh informasi tentang keterlaksanaan pembelajaran kimia di SMAN se Kota Kediri tahun ajaran 2007-2008. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persiapan perencanaan pembelajaran kimia yang sesuai KTSP yang dilakukan oleh guru kimia kelas X SMA Negeri se-Kota Kediri terkait dengan perencanaan pembelajaran, silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran adalah sangat terencana sehingga dapat menunjang keterlaksanaan pembelajaran kimia yang sesuai dengan tuntutan KTSP yaitu dengan persentase 85,65 %. Pelaksanaan pembelajaran kimia yang sesuai dengan KTSP yang dilakukan oleh guru kimia kelas X SMA Negeri se-Kota Kediri terkait dengan pelaksanaan pembelajaran, sumber belajar, proses pembelajaran adalah baik sehingga dapat menunjang keterlaksanaan pembelajaran kimia yang sesuai dengan tuntutan KTSP yaitu dengan persentase 76,07 %. Asesmen pembelajaran kimia yang sesuai dengan tuntutan KTSP yang dilakukan oleh guru kimia kelas X SMA Negeri se-Kota Kediri terkait dengan penilaian, perangkat tes, dan pelaksanaan penilaian adalah baik sehingga telah sesuai dengan tuntutan KTSP dengan persentase 79,88%.

Balanced scorecard sebagai alat penilaian kinerja perusahaan properti pada PT Kharisma Banjar Harum / Dewi Pramitha Purnama Sari

 

ABSTRAK Sari, Dewi Pramitha Purnama. 2008. Balanced Scorecard Sebagai Alat Penilaian Kinerja Perusahaan Properti Pada PT Kharisma Banjar Harum. Tugas Akir, Program Diploma III Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Eka Ananta Sidharta, SE, MM, Ak. Kata Kunci: Penilaian Kinerja, Balanced Scorecard, Keempat Perspektif. Kebutuhan penilaian kinerja dalam suatu perusahaan semakin komplek seiring dengan ketatnya persaingan di dunia usaha. Persaingan tersebut mendorong perusahaan untuk melakukan penilaian kinerja pada semua aspek. Selama ini penilaian kinerja hanya berdasarkan aspek keuangan saja, padahal aspek non keuangan juga penting. Karena itulah saat ini diperlukan sistem baru untuk melakukan penilaian kinerja yang disebut Balanced Scorecard, yang mana Balanced Scorecard menyeimbangkan penilaian kinerja dari aspek keuangan dan aspek non keuangan. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode Balanced Scorecard dapat diterapkan pada perusahaan properti PT Kharisma Banjar Harum. Penulis melakukan penelitian tentang metode Balanced Scorecard karena selama ini PT Kharisma Banjar Harum dalam melakukan penilaian kinerja hanya menggunakan penilaian berdasarkan keuangan saja padahal saat ini perusahaan tidak dapat hanya mengukur kinerja berdasarkan keuangan tetapi faktor non keuangan juga memegang peranan penting juga. Oleh karena itu penulis ingin menganalisis apabila perusahaan melakukan penilaian berdasarkan Balanced Scorecard yang mencakup keempat perspektif yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, pembelajaran dan berkembang. Analisis berdasarkan Balanced Scorecard terhadap PT Kharisma Banjar Harum menghasilkan penilaian berupa: berdasarkan perspektif keuangan perusaha menunjukkan kinerja yang baik, walaupun pada tahun 2006 dari segi keuangan sempat menurun. perspektif pelanggan juga menunjukkan kinerja cukup baik. Pada perspektif proses bisnis internal menunjukkan kinerja perusahan semakin baik, terlihat dari jumlah karyawan yang melakukan kesalahan semakin berkurang dari tahun ke tahun. Sedangkan pada perspektif pembelajaran dan berkembang kinerja perusahaan menunjukkan cukup baik. PT Kharisma Banjar Harum hendaknya mempertimbangkan menggunakan metode Balanced Scorecard sebagai alat penilaian kinerja perusahaan, sehingga memberikan gambaran dan informasi yang menyeluruh dari keempat perspektif. Dengan adanya perbaikan kinerja, diharapkan perusahaan dapat lebih memahami kebutuhan pelanggan dan dapat memberikan pelayanan yang memuaskan kepada para pelanggan, sehingga pelanggan memberikan kepercayaan dan loyalitasnya. Untuk tercapainya keberhasilan tersebut hendaknya diikuti kerjasama dan dukungan serta komitmen yang tinggi dari semua pihak di dalam perusahaan.

Hubungan pola asum dan konsep diri dengan penyusaian sosial pada remaja yang orang tuanya menjadi tenaga kerja Indonesia / Susanti Prasetyaningrum

 

ABSTRAK Prasetyaningrum, Susanti. 2008. Hubungan Pola Asuh dan Konsep Diri dengan Penyesuaian Sosial pada Remaja yang Orang Tuanya Menjadi TKI di SMP Negeri 1 Selorejo Kabupaten Blitar. Skripsi. Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dra. Sri Weni Utami, M.Si, (2) Fattah Hidayat S.Psi, M.Si. Kata Kunci : pola asuh, konsep diri, dan penyesuaian sosial. Masa transisi sosial menuju usia remaja sangat berkaitan erat dengan proses penyesuaian sosial. Kualitas hubungan sosial remaja dengan orang lain, dapat diprediksi melalui pola asuh orang tua dan pembentukan konsep diri. Sehingga dapat dikatakan bahwa penyesuaian sosial berhubungan dengan tipe pola asuh orang tua dan pembentukan konsep diri yang dimiliki masing-masing individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) gambaran pola asuh (2) gambaran konsep diri (3) gambaran penyesuaian sosial (4) hubungan pola asuh dengan penyesuaian sosial (5) hubungan konsep diri dengan penyesuaian sosial (6) hubungan pola asuh, konsep diri dengan penyesuaian sosial. Penelitian dalam skripsi ini merupakan penelitian deskriptif dan korelasional. Penelitian ini menggunakan uji coba terpakai dengan subyek penelitian yaitu remaja yang orang tuanya menjadi TKI di SMP Negeri 1 Selorejo, Kabupaten Blitar yang berjumlah 50 remaja. Instrumen yang digunakan yaitu angket pola asuh, skala konsep diri, dan skala penyesuaian sosial dengan model skala Likert. Analisis data yang digunakan terdiri dari analisis deskriptif, dan analisis korelasi Product Moment, dan analisis regresi linear berganda. Hasil uji validitas pada aitem skala konsep diri menunjukan tingkat validitas aitem antara 0.347-0.894, aitem skala penyesuaian sosial menunjukkan tingkat validitas aitem antara 0.321-0.910, dan aitem angket pola asuh autoritarian tingkat validitas antara 0.306-0.606, aitem angket pola asuh autoritatif tingkat validitas antara 0.310-0.605, aitem angket pola asuh permisif tingkat validitas antara 0.429-0.824. Hasil analisis deskriptif menunjukkan sebanyak 25 remaja memiliki orang tua dengan pola asuh autoritatif, sebanyak 25 remaja memiliki orang tua dengan pola asuh permisif, dan tidak satupun remaja yang memiliki orang tua dengan pola asuh autoritarian. Tingkat konsep diri dan penyesuaian sosial remaja dalam kategori tinggi sebanyak 26 remaja (52%) dan kategori rendah sebanyak 24 remaja (48%). Hasil analisis korelasi antara pola asuh dengan penyesuaian sosial ditunjukkan dengan r = -0.448 dengan taraf signifikansi 0.001, sehingga dapat diambil kesimpulan ada hubungan negatif dan signifikan antara pola asuh dengan penyesuaian sosial. Selanjutnya untuk analisis korelasi antara konsep diri dengan penyesuaian sosial ditunjukkan dengan r = 0.960 dengan taraf signifikansi 0.000, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara konsep diri dengan penyesuaian sosial. Selain itu, uji regresi linear berganda ditunjukkan dengan F hitung sebesar 273.049 dengan taraf signifikansi 0.000. Hasil tersebut menunjukkan taraf signifikansi lebih besar 0.05 yang berarti ada hubungan antara pola asuh dan konsep diri dengan penyesuaian sosial. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang diberikan adalah: (1) Bagi siswa diharapkan untuk dapat lebih positif dalam memandang diri sendiri, (2)Bagi orang tua, diharapkan menerapkan pola asuh autoritatif, (3) Bagi guru, hendaknya guru dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi siswa, (4) Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian tentang pola asuh, konsep diri, dan penyesuaian sosial dengan metode penelitian kualitatif.

Pengembangan seni budaya Kalimantan Tengah melalui pembelajaran PLS (Studi Kasus pada Sanggar Seni Budaya Palangka Hadurut di Palangka Raya ) / oleh Mantikei

 

Pelaksanaan pengelolaan kearsipan dan efisiensi penemuan kembali arsip di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang / Angella Dwi Hernani

 

ABSTRAK Hernani, Angella Dwi. 2008. Pelaksanaan Pengelolaan Kearsipan dan Efisiensi Penemuan Kembali Arsip di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Sarbini, (II) Imam Bukhori, S.Pd. MM. Kata Kunci : Pengelolalan Kearsipan, Efisiensi Penemuan Kembali Arsip Pada setiap pekerjaan dan kegiatan kantor, baik itu swasta maupun pemerintah melaksanakan kegiatan kearsipan yaitu pengelolaan arsip. Kearsipan mempunyai peranan yang sangat penting yaitu sebagai pusat ingatan dan informasi yang dipergunakan untuk kelancaran kinerja kantor. Dalam suatu kantor diperlukan sistem dan pengelolaan kearsipan yang baik serta adanya peranan petugas arsip yang cermat dan cakap supaya pelaksanaan kegiatan perkantoran dapat berjalan dengan baik dan lancar. Penelitian ini mempunyai rumusan masalah dan tujuan yaitu untuk mengetahui arsip yang disimpan, pengelolaan surat masuk dan surat keluar, sistem penyimpanan arsip, azas penyimpanan arsip, peralatan dan perlengkapan yang digunakan, prosedur penyimpanan arsip, kecepatan dalam penemuan kembali arsip, kecermatan dalam penemuan kembali arsip, prosedur peminjaman arsip, perawatan dan pemeliharaan, serta prosedur panyusutan dan pemusnahan yang terdapat pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang yang beralamat Jalan Hayam Wuruk No. 1 Lumajang pada bulan Nopember 2008. Teknis analisis data yang digunakan yaitu teknik deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah pegawai Tata Usaha dan pegawai Kearsipan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes ketrampilan atau tes kecepatan dalam penemuan kembali arsip. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : Jenis arsip yang disimpan pada Kantor Perpustakaan dan Arsip kabupaten Lumajang dibagi 2, yaitu: penyimpanan arsip aktif (arsip yang masih dipergunakan dalam kegiatan keseharian pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang), dan penyimpanan arsip inaktif (arsip yang sudah tidak dipergunakan lagi dalam kinerja kantor secara langsung, penyimpanan arsip arsip inaktif ini tidak hanya arsip pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang saja melainkan juga arsip instansi lain), pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang menggunakan sistem buku agenda, sistem penyimpanan arsip yang diterapkan pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang menggunakan sistem subyek berkode agar mempermudah pegawai dalam penyimpanan arsip yang efisien, azas penyimpanan arsip yang digunakan yaitu azas kombinasi antara azas sentralisasi dan azas desentralisasi, peralatan dan perlengkapan sudah cukup baik dan memadai sehingga dapat memperlancar kegiatan kantor sehari-hari, prosedur penyimpanan arsip sudah cukup baik dan telah disesuaikan dengan nomor indeks klasifikasi penyimpanan arsip. kecepatan petugas arsip dalam penemuan kembali arsip adalah sangat cepat dan sesuai dengan arsip yang dicari, yaitu 15 surat masuk dan 15 surat keluar dari tahun 2006-2008, kecermatan dalam penemuan kembali arsip sudah berada pada kriteria sangat cepat dan dalam angka efisiensi penemuan kembali arsip yaitu 44 detik berada pada kriteria efektif, prosedur peminjaman arsip dapat dibagi menjadi 2, yaitu: peminjaman arsip aktif dari dalam instansi dan peminjaman arsip inaktif dari luar instansi. Untuk peminjaman arsip aktif dari dalam instansi tidak menggunakan formulir peminjaman arsip, tetapi hanya mencatat dalam buku peminjaman arsip saja, Sedangkan peminjaman arsip inaktif dari luar instansi menggunakan formulir peminjaman arsip, perawatan dan pemeliharaan yang telah dilaksanakan sudah cukup baik sehingga dapat memperlancar kinerja kantor, prosedur penyusutan dan pemusnahan arsip yaitu menyesuaikan untuk arsip yang bersifat biasa, penyusutannya dilakukan dalam waktu 1 tahun sekali, tetapi untuk arsip yang bersifat penting penyusutannya disesuaikan dengan jadwal retensi arsip. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang supaya : dalam prosedur peminjaman arsip, formulir peminjaman arsip yang ditetapkan tidak hanya diterapkan pada peminjaman arsip dari luar instansi saja melainkan dari dalam instansi juga dengan demikian arsip dapat diawasi dan dapat memperkecil resiko kehilangan arsip, untuk arsip surat dinas keluar sebaiknnya digandakan sebanya 2 kali yaitu surat dinas keluar yang asli untuk dikirimkan pada instansi atau kantor yang dituju, 1 arsip surat dinas keluar disimpan pada pembuat konsep surat/pengolah untuk dijadikan arsip, dan 1 arsip surat dinas keluar lagi disimpan pada arsip surat keluar pada Kantor Perpustakaan dan Arsip kabupaten Lumajang, karena penghancuran arsip pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang dilakukan dengan cara dirobek oleh oleh petugas arsip, maka sebaiknya disediakan peralatan penghancur kertas atau arsip supaya mempermudah kegiatan pemusnahan arsip, kemudian dalam penemuan kembali arsip aktif maupun arsip in-aktif pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang dilaksanakan secara manual dan juga arsip yang disimpan sangat banyak, maka diharapkan dapat menerapkan sistem komputerisasi.

Pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan konsumen dalam membeli daging sapi (Studi pada konsumen depot daging Mubarokah, Mojokerto / Dewi Nurun Nisfiana

 

Abstrak Nisfiana, Dewi Nurun. 2008. Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Dalam Membeli Daging Sapi (studi kasus pada konsumen Depot Daging Mubarokah, Mojokerto). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) DR. Sopiah, M.Pd, M. M, (2) Drs. Agus Hermawan, M. Si, M. Bus. Kata kunci : kualitas produk, kepuasan konsumen. Perkembangan usaha dewasa ini, telah diwarnai dengan berbagai macam persaingan di segala bidang. Dalam kondisi persaingan yang semakin ketat, setiap perusahaan harus mampu bertahan hidup, bahkan harus dapat terus berkembang. Dengan memberikan kualitas produk yang baik berarti membantu perusahaan mempertahankan dan memperluas pangsa pasar. Kualitas harus diukur melalui sudut pandang konsumen terhadap kualitas produk itu sendiri, sehingga selera konsumen disini sangat berpengaruh. Dengan semakin banyaknya produsen yang terlibat dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, menyebabkan setiap perusahaan harus menempatkan orientasi pada kepuasan konsumen sebagai tujuan utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran objektif tentang : tingkat kualitas produk yang berpengaruh terhadap kepuasan konsumen; pengaruh kinerja produk (X1), keistimewaan produk (X2), keandalan produk (X3), dan kemampulayanan produk (X4) terhadap kepuasan konsumen (Y) secara parsial dan simultan. Penelitian ini bersifat deskriptif dan kuantitatif, yang terdiri dari dua variabel yaitu kualitas produk sebagai variabel independen serta kepuasan konsumen sebagai variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini tergolong infinite population (tidak terhingga jumlahnya). Populasi penelitian ini adalah konsumen daging sapi Depot Daging Mubarokah, Mojokerto. Dari populasi tersebut diperoleh sampel sejumlah 73 responden. Penentuan sampel menggunakan rumus infinite population dengan tingkat kesalahan 5%. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Accidental Sampling. Pengambilan data primer dalam penelitian menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner, yang sebelumnya telah diuji melalui uji validitas dan reliabilitas kepada 30 responden di luar sampel yang akan diambil. Instrumen penelitian ini menggunakan skala Likert dengan 5 skala pengukuran yang meliputi : sangat setuju (5) , setuju (4), kurang setuju (3), tidak setuju (2), dan sangat tidak setuju (1). Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik wawancara dan observasi langsung. Tujuan penelitian ini diwujudkan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif untuk mengetahui gambaran masing- masing variabel independen kualitas produk dan kepuasan konsumen serta variabel menggunakan analisis statistik deskriptif untuk mengetahui gambaran masing- masing variabel independen kualitas produk serta variabel dependen kepuasan konsumen baik secara parsial maupun secara simultan dengan bantuan SPSS 15.00 for windows. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Terdapat Pengaruh kinerja produk (X1), keistimewaan produk (X2), dan kemampulayanan produk (X4) secara parsial terhadap kepuasan konsumen (Y). Dengan nilai B1 = 0,279 dan nilai sig = 0,010; B 2 = 0,184 dan nilai sig = 0,007; B 4 = 0,822 dan nilai sig = 0,000. Sedangkan sub variabel keandalan produk (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Dengan nilai B 3 = 0,157 dan nilai sig = 0,085. Berdasarkan nilai F hitung sebesar 124,886 dan tingkat signifikansi 0,000 dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kinerja produk (X1), keistimewaan produk (X2), keandalan produk(X3), dan kemampulayanan produk (X4) secara simultan terhadap kepuasan konsumen (Y). Dimensi kualitas produk yang dominan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen adalah kemampulayanan produk (X4) dengan nilai Beta ( β ) = 0,513. Saran yang dapat diberikan dari peneliti adalah : (1) Sebaiknya keandalan produk daging sapi Depot Daging Mubarokah lebih diperhatikan lagi, (2) Kualitas produk daging sapi Depot Daging Mubarokah harus terus ditingkatkan agar kepuasan konsumen akan semakin meningkat, (3) Baiknya para konsumen harus lebih selektif dalam memilih daging sapi yang baik dan aman untuk dikonsumsi.

Penerapan pembelajaran matematika melalui tutor seraya dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMAN 8 Malang pada pokok bahasan persamaan kuadrat / Yulianti Puji Lestari

 

Persoalan yang sering terjadi dalam pembelajaran adalah banyak siswa yang mengalami kesulitan belajar dikarenakan pembelajaran yang diberikan kurang bermakna. Hal ini akan berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah. Pembelajaran secara konvensional yang sering diterapkan oleh guru dapat mengakibatkan siswa hanya menghafal dan bekerja secara prosedural dan memahami materi pelajaran tanpa penalaran. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut adalah dengan penerapan pembelajaran matematika melalui tutor sebaya. Prosedur pelaksanaan pembelajaran matematika melalui tutor sebaya ini adalah kelas dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari empat siswa atau lebih yang sifat keanggotaaannya heterogen. Setiap kelompok terdapat seorang siswa yang dipilih guru sebagai tutor yang memiliki kemampuan kognitif lebih, pemilihan tutor ini berdasarkan hasil pretes yang diberikan sebelumnya. Siswa yang berkemampuan kognitif lebih ini, membantu temannya yang mempunyai kemampuan kognitif lebih rendah yang mengalami kesulitan. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran matematika sangatlah penting untuk membantu siswa agar tidak mengalami kesulitan dalam belajar matematika. Mengetahui pentingnya meningkatkan hasil belajar, maka peneliti mengadakan penelitian tentang penerapan pembelajaran matematika melalui tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang pada pokok bahasan persamaan kuadrat. Penelitian ini untuk mengetahui apakah dengan penerapan pembelajaran matematika melalui tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang pada pokok bahasan persamaan kuadrat Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif jenis penelitian eksperimen semu. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang. Data hasil belajar diperoleh dari tes hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang mendapat penerapan pembelajaran matematika melalui tutor sebaya lebih tinggi dibanding siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional atau biasa, namun demikian dalam pelaksanaan penelitian terdapat beberapa hambatan-hambatan. Hambatan-hambatan tersebut diantaranya adalah penentuan siswa yang akan dijadikan tutor sebaya, karena tidak semua siswa yang memiliki kemampuan kognitif lebih dapat mengajari temannya, guru harus memberikan bimbingan kepada tutor diluar jam pelajaran agar mereka memiliki keinginan untuk membantu temannya serta agar tujuan pembelajaran dapat tercapai, dan jumlah siswa dalam kelas eksperimen yang besar. Meskipun demikian hambatan-hambatan tersebut dapat diatasi.

Pengembangan lembar kerja siswa menggunakan media komik dengan pendekatan realistik pada materi keliling dan luas persegi panjang kelas VII SMP / Hasti Sukmaningrum

 

ABSTRAK Sukmaningrum, Hasti. 2008. Pengembangan Lembar Kerja Siswa Menggunakan Media Komik dengan Pendekatan Realistik pada Materi Keliling dan Luas Persegi Panjang Kelas VII SMP. Skripsi, Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Askury, M.Pd, (II) Dr. Tjang Daniel Chandra, M.Si. Kata kunci : Lembar Kerja Siswa, Media Komik, Persegi Panjang. Lembar Kerja Siswa adalah suatu komponen yang membantu siswa dalam melakukan pendekatan dari suatu masalah menuju suatu konsep. LKS merupakan salah satu alternatif pembelajaran yang tepat bagi siswa karena LKS membantu siswa untuk menambah informasi tentang konsep yang dipelajari melalui kegiatan belajar secara sistematis. Kegiatan pengembangan yang dilakukan bertujuan untuk menghasilkan LKS materi keliling dan luas persegi panjang menggunakan media komik dengan pendekatan realistik. Media komik merupakan sarana pengajaran yang di dalamnya berisi pesan atau bahan pelajaran yang berbentuk komik. Sedangkan keliling dan luas persegi panjang merupakan salah satu bahan kajian siswa SMP kelas VII semester 2. Adapun isi cerita komik dan permasalahan yang ada dalam LKS berdasarkan masalah realistik. LKS yang dikembangkan berisi materi keliling dan luas persegi panjang. Materi keliling dan luas persegi panjang ditampilkan dengan cerita komik yang menarik agar siswa lebih semangat belajar. Adapun prosedur dalam pengembangan LKS tersebut yaitu tahap analisis situasi awal, tahap pengembangan LKS, tahap penyusunan LKS, dan tahap penilaian LKS. LKS keliling dan luas persegi panjang yang dikembangkan telah divalidasi dan diujicobakan untuk memperoleh bagian-bagian LKS yang perlu direvisi. LKS telah divalidasi oleh 2 orang dosen matematika Universitas Negeri Malang dan 2 orang guru matematika SMP. Uji coba melibatkan 10 siswa Kelas VII SMPN 1 Bangil. Hasil validasi maupun uji coba menunjukkan bahwa LKS yang dikembangkan adalah valid. Pengembangan LKS ini diharapkan dapat memperkaya dunia pendidikan, khususnya bidang pembelajaran matematika. ABSTRACT Sukmaningrum, Hasti. 2008. The Development of Student’s Worksheet in Using Comics Media with Realistic Approaching in Perimeter and Area of Rectangle Material of SMP(Junior High School) Class VII. Script, Mathematics Departement of Mathematics and Science Faculty of Malang State University.Advisor: (I) Drs. Askury, M.Pd, (II) Dr. Tjang Daniel Chandra, M.Si. Keywords: Student's Worksheet, Comics Media, Rectangle. Student's Worksheet is a component to help students in approaching a problem toward a concept. Student's Worksheet (LKS) is a right learning alternative for learners because it can help them to add information about concept studied by systematic learning activity. Development activity is done to create Student's Worksheet on perimeter and area of rectangle material using comics media. The comics media is representing the place of education which in it containing the message or the lesson of materials which is form of comics. While is the perimeter and area of rectangle is representing one of the other Junior High School Student’s study in class VII (seven) on second semester. As for the content of comics history and problems which is in LKS pursuant to realistic problems. The developed LKS contains of perimeter and area of rectangle material. Perimeter and area of rectangle material presented with interesting comics history to make the student’s more hard study. As for procedure in LKS development is the analysis’s step of the first situation, the development’s step of LKS, the compilation’s step of LKS, and the assessment’s step of LKS. The developed LKS on perimeter and area of rectangle has been validated and tried to obtain the parts which need to revise. The LKS has been validated by two mathematic lecturers of Malang State University and two Junior High School mathematic teachers. The tryout involved 10 students on the second class of SMPN (State Junior High School) 1 Bangil. The result of validation and tryout shows that the developed LKS is valid. This development LKS is expected to enriching the education world, especially to area study of mathematics.

Pelaksanaan bauran pemasaran untuk meningkatkan kinerja pemasaran pada bidang property di Metro Property Malang Raya / Anggi Kurniawan

 

Dalam dunia perdagangan, persaingan merupakan salah satu permasalahan yang cukup penting, dimana berkaitan dengan penjualan atau pemasaran produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Persaingan yang semakin ketat menimbulkan konsekwensi bagi setiap perusahaan agar lebih unggul dalam persaingan guna meningkatkan usahanya. Selain itu, perusahaan juga dituntut untuk memanfaatkan peluang pasar yang ada dengan memenuhi kebutuhan konsumen. Metro Property Malang Raya memiliki kompetitor dan menghasilkan produk yang sama fungsinya dengan kelebihan hampir sama. Mengingat Metro Property Malang Raya sebagai perusahaan yang sedang baru berkembang, penerapan bauran pemasaran sangat penting dilakukan untuk mempertahankan eksistensi perusahaan. Strategi yang digunakan oleh Metro Property Malang Raya dalam meningkatkan kinerja pemasaran dengan media periklanan antara lain spanduk, brosur, radio, surat kabar. Penarapan bauran pemasaran pada metro property malang raya dipengaruhi beberapa faktor, yaitu (1) produk; (2) harga; (3) tempat; (4) promosi. Sedangkan hal yang menghambat dalam pelaksanaan kegiatan bauran pemasaran ini terkait dengan biaya promosi yang cukup besar sehingga manajemen harus lebih selektif dalam menentukan pilihannya, masih terbatasnya jangkauan pemasaran yang dilakukan. Strategi bauran pemasaran pada Metro Property Malang Raya terbukti efektif dalam upaya perusahaan mencapai tujuannya. Indikator efektifitas ini dapat dilihat dari keberadaan dengan penjualan yang semakin meningkat, dan perkembangan usaha yang semakin maju. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pelaksanaan bauran pemasaran yang digunakan oleh Metro Property Malang Raya, faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh Metro Property Malang Raya dalam menetukan strategi bauran pemasaran yang digunakan untuk meningkatkan kinerja pemasaran, selain itu juga untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan yang menghambat selama kegiatan promosi di Metro Property Malang Raya Saran yang diberikan penulis untuk menunjang pelaksanaan bauran pemasaran produk pada Metro Property Malang Raya adalah Metro Property Malang Raya sebaiknya lebih memaksimalkan kinerja dan pelayanannya dengan memberikan pelatihan tenaga kerja di Metro Property Malang Raya untuk dapat melayani konsumen dengan lebih maksimal. Solusi lain dari masalah ini adalah Metro Property Malang Raya dengan membuat sebuah situs internet yang dapat dengan mudah di akses dan juga bermanfaat sebagai salah satu media promosi

Penerapan pembelajaran kooperatif model think pair share (TPS) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar ekonomi siswa kelas X-E di MAN Malang I / Dian Nuraini

 

Berdasarkan obeservasi awal diketahui bahwa pembelajaran di kelas X-E MAN Malang I kurang menarik aktivitas dan perhatian siswa dalam proses pembelajaran di dalam kelas karena sebagian besar proses pembelajaran yang dilakukan masih di domonasi oleh guru atau teacher center. Hasil belajar siswa dalam kelas belum memenuhi Kriteria Kelulusan Minimum (KKM) yaitu 70 ke atas. Upaya peningkatan aktivitas dan hasil belajar ekonomi siswa dilakukan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share(TPS). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang penerapan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas kelas X-E di MAN Malang I. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus melalui 4 tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X-E di MAN Malang I yang berjumlah 39 siswa, yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Data-data yang dipergunakan untuk menilai proses selama PTK berlangsung bersumber dari nilai siswa, data observasi aktvitas guru dan siswa, angket balikan siswa, catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan . Hasil penelitian yang diperoleh dari skor klasikal aktivitas belajar siswa tingkat keaktifan siswa, dilihat dari hasil analisa observasi aktivitas siswa yaitu pada siklus 1 mencapai 60% meningkat meningkat menjadi 80% pada siklus 2 sehingga peningkatan aktifitas sebanyak 20%. Hasil belajar siswa dari ranah kognitif mengalami peningkatan dari hasil tugas yang diperoleh siswa pada siklus 1 untuk pokok bahasan Elastisitas permintaan dan penawaran dari pre tes ke pos tes (69,1-78,97). Kelulusan belajar siswa dari 39 siswa 9 siswa yang belum lulus. Pada siklus 2 pokok bahasan harga keseimbangan dari pretes-postes (78,2-82,3). Siswa yang belum lulus belajarnya menjadi 3 siswa dari hasil pos tes Peningkatan pos tes siklus 1 pos tes siklus II (78,97-82,30).Kelulusan belajar siswa dari postes siklus I , 9 siswa yang belum lulus menjadi 3 siswa. Dari presentase angket balikan minat siswa terhadap mata pelajaran ekonomi siswa yang sangat setuju 47,9%, setuju 37,26%, ragu-ragu 12,08%, tidak setuju 2,5% dan sangat tidak setuju 0,26%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran koopeartif model Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar ekonomi siswa kelas X-E di MAN Malang I. Saran-saran yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini adalah bagi guru mata pelajaran ekonomi agar dalam proses pembelajaran lebih meningkatkan aktifitas siswa, misalnya dengan membiasakan siswa untuk melakukan diskusi kelas, presentasi, dan memberikan tugas-tugas kepada siswa seperti tugas membuat laporan hasil diskusi atau presentasi. Bagi sekolah, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam upaya memperbaiki penerapan strategi pembelajaran di MAN Malang I. Bagi peneliti selanjutnya yang hendak meneliti pembelajaran kooperatif model Think Pair Share sebaiknya disesuaikan dengan materi yang diajarkan. Bagi siswa hendaknya lebih meningkatkan aktivitas dalam pembelajaran karena aktivitas siswa sangat penting dalam pembelajaran Ekonomi dengan jalan diskusi.

Pengembangan model pembelajaran berbasis masalah dengan pola kolaborasi / Mustaji

 

Abstrak Berdasarkan hasil observasi proses dan hasil pembelajaran mata kuliah Masalah Sosial belum dilakukan secara optimal. Sebab belum optimalnya proses pembelajaran itu karena (1) pembelajar kurang mampu menyelenggarakan proses pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan perkembangan di bidang teknologi pembelajaran, (2) pembelajar keliru dalam memandang proses pembelajaran, (3) proses pembelajaran bersifat informatif, belum diarahkan ke proses aktif pebelajar untuk membangun sendiri pengetahuannya, dan (4) proses pembelajaran berpusat pada pembelajar, belum diarahkan ke pembelajaran yang berpusat pada pebelajar. Sedangkan indikasi belum optimalnya hasil belajar itu, tampak pada hal-hal berikut (1) pebelajar kurang mampu memecahkan masalah berdasarkan konsep ilmiah, (2) pebelajar kurang memiliki keterampilan berkolaborasi (teamwork) dan mengolah informasi secara aktif untuk pemecahan masalah, (3) pebelajar kurang mempelajari bagaimana belajar yang efektif untuk memecahkan masalah, (4) pebelajar kurang memiliki kinerja terus-menerus dengan tidak dibatasi pada target tertentu, (5) pebelajar kurang memiliki pengetahuan terintegrasi antar disiplin ilmu untuk pemecahan masalah, (6) pebelajar kurang menggunakan teknologi sebagai bagian integral dan proses kerja untuk pemecahan masalah, dan (7) pebelajar kurang memiliki sikap positif pembelajaran Untuk mengoptimalkan proses dan hasil pembelajaran, perlu dilakukan pengembangan model pembelajaran. Proses pengembangan itu terdiri dari 5 tahap. Pertama, tahap identifikasi yang terdiri dari (1) pengkajian teoritis melalui studi pustaka, (2) pengkajian empiris melalui observasi di kelas, dan (3) penulisan kondisi nyata. Kedua, tahap desain yang terdiri dari (1) pengidentifikasian kemampuan awal pebelajar, (2) perumusan tujuan pembelajaran, dan (3) pelaksanaan studi kelayakan. Ketiga, tahap pengembangan produk berupa (1) model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Pola Kolaborasi (Model PBMPK), dan (2) perangkat PBMPK yang terdiri dari silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran, bahan pembelajaran, lembar tugas, dan lembar penilaian pembelajaran. Keempat, tahap uji coba yang terdiri dari uji ahli, kelompok, dan lapangan. Kelima, tahap diseminasi yang mencakup (1) penulisan laporan dan penyajian di seminar, dan (2) penulisan artikel di jurnal. Pengembangan ini berhenti pada tahap lima poin satu, yakni penulisan laporan. Berdasarkan hasil ujicoba atas Model dan Perangkat PBMPK kepada ahli bidang studi, ahli pembelajaran, pembelajar, dan pebelajar menunjukkan hasil yang layak. Hal ini bisa dilihat dari rata-rata pemenuhan 75% dari indikator-indikator kelayakan penggunnaan Model dan Perangkat PBMPK. Hasil ujicoba lapangan atas Model dan Perangkat PBMPK menunjukkan hasil nilai yang positif. Hal ini bisa dilihat dari hasil tes subyektif yang termasuk kategori baik mencapai 82.3%, hasil kinerja yang termasuk kategori sangat baik mencapai 57.65%, hasil portofolio yang termasuk kategori baik mencapai 95,29%, hasil kerja proyek yang termasuk kategori baik mencapai 58.82%, hasil sikap atas pembelajaran yang termasuk kategori positif mencapai 77,65%, dan hasil kerja kolaborasi yang termasuk kategori baik mencapai 84,71%. Sementara itu, hasil belajar dengan kategori cukup, kurang baik, sangat positif, ragu-ragu, negatif, dan sangat negatif maksimal mencapai hanya mencapai 22,65%. Angka-angka ini menunjukkan bahwa Model dan Perangkat PBMPK lebih dari 55% termasuk ke dalam kategori baik, sangat baik, dan positif. Ini berarti Model dan Perangkat PBMPK yang dikembangkan layak digunakan. Hasil-hasil ujicoba seperti disebutkan di atas berdampak positif pada penciptaan lingkungan pembelajaran. Penggunaan Model dan Perangkat PBMPK terbukti dapat menciptakan (1) proses pembelajaran bersifat interaktif dan berorientasi pada pebelajar, (2) pebelajar bekerja/belajar secara kolaboratif dan mengolah informasi secara aktif, (3) pebelajar mempelajari bagaimana belajar yang efektif, (4) pebelajar memiliki kinerja terus-menerus dan setiap target yang tercapai terus-menerus ditingkatkan, (5) pebelajar memiliki pengetahuan terintegrasi antar disiplin ilmu untuk pemecahan masalah yang kompleks, (6) pebelajar menggunakan teknologi sebagai bagian integral dari proses kerja/belajar, dan (7) pebelajar melakukan kegiatan curah pendapat, berdebat dan memberikan penjelasan kepada teman.

Persepsi dan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Arab di SMAN 8 Malang / Muhammad Royani

 

Persepsi dan minat merupakan dua aspek psikis yang berpengaruh dalam proses pembelajaran. Oleh Karena itu, mengetahui bagaimanakah persepsi dan seberapa besar minat peserta didik adalah penting. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi dan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran bahasa Arab di SMAN 8 Malang. Yang meliputi; (1) persepsi siswa SMAN 8 terhadap pelajaran bahasa Arab, (2) minat belajar siswa SMAN 8 Malang terhadap pelajaran bahasa Arab. Penelitian ini dilakukan di SMAN 8 Malang, rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. instrumen penelitian ini menggunakan angket berskala Likert. Teknik analisis data menggunakan analisis prosentase. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMAN 8 Malang yang mengikuti pelajaran bahasa Arab. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) sebagian besar persepsi siswa terhadap bahasa Arab secara umum, yang berhubungan dengan pentingnya bahasa Arab dan kegunaan bahasa Arab dalam mempelajari ilmu agama 97% adalah berpersepsi positif . Persepsi siswa yang berhubungan dengan kegunaan bahasa Arab sebagai bahasa resmi beberapa Negara 48% berpersepsi positif, 45% mengatakan ragu, dan 6% berpersepsi negatif. Persepsi siswa berkaitan bahasa Arab dengan kesuksesan karir sebesar 91% mempunyai persepsi negatif dan 9% saja yangberpersepsi positif. (2) Persepsi siswa terhadap pelajaran bahasa Arab yang berkaitan dengan keluasan bahan, kebaharuan bahan, dan kemenarikan bahan, 79% berpersepsi positif. (3) Persepsi siswa terhadap cara penyajian yang berhubungan dengan sistematika penyajian, penerapan metode mengajar, penggunaan media, kejelasan informasi, kesiapan mengajar dan kedisiplinan, 71% berpersepsi positif (3) Persepsi siswa yangberkaitan dengan volume dan bentuk tugas, 68% mempunyai persepsi positif dan separuhnya berpersepsi negatif. (4) persepsi terhadap peranan bahan pustaka, 73% atau sebagaian besar siswa mempunyai persepsi positif. Hasil temuan minat belajar siswa adalah sebagai berikut; (1) Minat siswa terhadap pelajaran bahasa Arab yang berhubungan dengan kehadiran dan perasaan tertarik mengikuti pelajaran adalah sebesar 76% atau sebagian besar siswa mempunyai minat yang besar, (2) merasa senang saat mengikuti pelajaran bahasa Arab adalah 91% dialami oleh mayoritas siswa. (3) minat yang diwujudkan dengan pemenuhan tugas-tugas hanya dilakukan oleh 32% atau kurang dari separuh siswa. (4) minat yang diwujudkan dengan kesungguhan dan keterpusatan ii perhatian dilakukan oleh 58% atau sebagian siswa. (5) minat yang diwujudkan dengan keinginan mendapat nilai baik dinyatakan oleh 88% siswa atau mayoritas siswa, dan (6) minat yang berkaitan dengan keinginan mendalami bahasa Arab ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi hanya dikatakan oleh 21% sedangkan sebagian besar mengatakan ragu-ragu dan tidak tahu, masing-masing 36% dan 33%. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa yaitu 70% berpersepsi positif terhadap mata pelajaran bahasa Arab, dan 30% sisanya berpersepsi negatif. Sedangkan minat siswa SMAN 8 Malang dapat disimpulkan bahwa 66% atau sebagian besar siswa berminat terhadap mata pelajaran bahasa Arab, dan ada 34% sisanya yang kurang berminat terhadap bahasa Arab. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan kepada guru dan pihak sekolah hendaknya agar selalu memberikan informasi yang berhubungan dengan perkembangan bahasa Arab karena hal ini membantu dalam proses siswa berpersepsi yang benar, hendaknya kesiapan guru dalam mengajar dibarengi dengan penggunaan media pembelajaran yang lebih bervariasi, perlunya diciptakan lingkungan di luar kelas yang mendukung untuk selalu belajar bahasa Arab, hendaknya orang tua juga memberikan dukungan kepada anak mereka.

Hubungan sikap kebersihan diri santri dengan kejadian skabies di Pesantren Annur Fatmah Desa Belik Kecamatan Trawa Kabupaten Mojokerto / Aprilia Rosiyanto

 

Kata Kunci: sikap kebersihan diri, kejadian skabies, pesantren Annur Fatmah Skabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi tungau Sarcoptes scabiei dan menimbulkan gatal pada penderitanya. Sekitar 70% santri Pesantren Annur Fatmah saat ini sedang menderita skabies. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan kajian mengenai hubungan sikap kebersihan diri santri dengan kejadian skabies. Penelitian ini dilaksanakan untuk lima tujuan penelitian yaitu mengetahui hubungan antara memakai handuk bergantian dengan kejadian skabies di Pesantren Annur Fatmah, mengetahui hubungan antara memakai pakaian bergantian dengan kejadian skabies di Pesantren Annur Fatmah, mengetahui hubungan antara memakai alat sholat bergantian dengan kejadian skabies di Pesantren Annur Fatmah, mengetahui hubungan antara tidur bersama dan berhimpitan dalam satu tempat dengan kejadian skabies di Pesantren Annur Fatmah, dan mengetahui upaya pencegahan skabies oleh santri. Penelitian ini merupakan penelitian survei epidemiologik analitik dengan pendekatan case control. Subjek penelitian ini adalah santri Pesantren Annur Fatmah. Penentuan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling dan didapat sampel sebanyak 44 responden (subjek kasus 22 santri dan subjek kontrol 22 santri) di Pesantren Annur Fatmah. Data penelitian yang diperoleh merupakan hasil observasi langsung dan hasil pengisian kuisioner. Kuisioner telah disusun terdiri atas pertanyan-pertanyaan mengenai memakai handuk bergantian, memakai pakaian bergantian, memakai alat sholat bergantian, serta tidur bersama dan berhimpitan dalam satu tempat. Data hasil kuisioner dianalisis secara statistik menggunakan chi-square dan data hasil observasi dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan analisis data dan pembahasan, diperoleh lima simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, ada hubungan antara memakai handuk secara bergantian dengan kejadian skabies di Pondok Pesantren Annur Fatmah. Kedua, ada hubungan antara memakai pakaian secara bergantian dengan kejadian skabies di Pondok Pesantren Annur Fatmah. Ketiga, tidak ada hubungan antara memakai alat sholat secara bergantian dengan kejadian skabies di Pondok Pesantren Annur Fatmah. Keempat, ada hubungan antara tidur bersama dan berhimpitan dalam satu tempat dengan kejadian skabies di Pondok Pesantren Annur Fatmah. Kelima, upaya pencegahan skabies oleh santri Pondok Pesantren Annur Fatmah kurang maksimal.

Pelaksanaan strategi bauran promosi pada CV. Krisna Utama Malang / Linggar Budi Anggraini

 

ABSTRAK Anggraini, Linggar Budi. 2008. Pelaksanaan Strategi Bauran Promosi pada CV. Krsna Urama Malang. Jurusan Manajemen Program Studi D3 Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. Mohammad Arief, M.Si. Kata kunci : stategi, bauran, promosi. Promosi merupakan sebuah upaya, cara ataupun kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan, produsen maupun pemasar untuk menginformasikan produk barang/jasa yang dihasilkannya, kemudian mempengaruhi dan membujuknya agar konsumen tersebut tertarik untuk membeli, mengkonsumsi serta menggunakannya. Kegiatan ini merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran. Betapapun berkualitasnya suatu produk, bila konsumen belum pernah mendengarnya dan tidak yakin bahwa produk itu akan berguna baginya nanti, maka tidak akan membelinya. Tujuan utama dari promosi ini adalah menginformasikan kepada konsumen agar melakukan pembelian terhadap barang yang ditawarkan. Jenis promosi yang sering digunakan dinamakan bauran promosi. Bauran promosi adalah serangkaian upaya yang dilakukan oleh perusahaan dalam mempromosikan produknya dengan elemen-elemen di dalamnya adalah periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, dan penjualan priibadi serta penjualan langsung. PKL dilaksanakan di CV. Krsna Utama Malang bertempat di jalan Danau Sentani Utara IV/H3 L6 dimulai tanggal 8 Oktober sampai dengan tanggal 8 November 2008. Dalam penyusunan tugas akhir yang dimulai dari PKL penulis berusaha untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan strategi bauran promosi di CV. Krsna Utama Malang, mengetahui pendukung dan penghambat pelaksanaan strategi bauran promosi tersebut, serta mengnetahui alternatif solusi yang dilakukan oleh CV. Krsna Utama Malang. Hasil pengamatan yang dilakukan menunjukkan bahwa CV. Krsna Utama Malang melaksanakan tiga dari semua elemen bauran promosi yaitu periklanan yang menggunakan beberapa media diantaranya media cetak berupa majalah, media elektronik berupa radio, media lini bawah berupa kelender serta simbol dan logo. Personal selling yaitu dengan memberikan informasi produk kepada konsumen melalui tanya jawab. Promosi penjualan yaitu dengan memberikan contoh produk dan potongan harga. Berdasarkan hasil pengamatan di CV. Krsna Utama Malang dapat dijelaskan bahwa strategi bauran promosi yang diterapkan sudah efektif karena disesuaikan dengan situasi dan kondisi perusahaan, sehingga tujuan dari penggunaan promosi itu dapat dicapai. Saran yang diberikan pada CV. Krsna Utama Malang yaitu perusahaan harus memperhitungkan dari sekian banyak promosi yang dilakukan manakah yang paling efektif. Penggunaan strategi promosi juga harus disesuaikan dengan kondisi perusahaan.

Peranan mangan(II) terhadap pengendapan kromium(III) dalam cakupan analisis sedimen di sungai Surabaya / Dina Khitthotul Husniyah

 

ABSTRAK Husniyah, Dina Khitthotul. 2009. Peranan Mangan(II) Terhadap Pengendapan Kromium(III) Dalam Cakupan Analisis Sedimen di Sungai Surabaya. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fariati, M.Sc (II) Drs. Yudhi Utomo, M.Si. Kata Kunci: kromium, sedimen, Sungai Surabaya, pengendapan. Senyawa kromium limbah industri bersifat toksik, karena itu sebelum dibuang ke sungai konsentrasi kromium harus diturunkan sampai ambang batas yang ditentukan. Beberapa penelitian telah dilakukan antara lain, penelitian tentang pengaruh parameter kualitas air terhadap kandungan ion kromium pada sedimen di DAS Brantas Surabaya bagian hilir menunjukkan hasil konsentrasi ion logam kromium selama tiga kali pengambilan sampel pada 7 titik lokasi antara 0,4613-3,4644 ppm. Berdasarkan hal tersebut, maka pada penelitian ini peneliti mengambil judul peranan mangan(II) terhadap pengendapan kromium(III) dalam cakupan analisis sedimen di Sungai Surabaya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peranan mangan(II) dalam pengendapan kromium(III), kemampuan Sungai Surabaya dalam Self Purification serta mengetahui parameter kualitas air: pH, kekeruhan, TSS, TDS, DO, COD, BOD. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Perlakuan pada penelitian ini adalah pengukuran pH untuk mengetahui pada pH berapa mangan(II) dalam pengendapan kromium(III). Sampel yang digunakan adalah sampel laboratorium MnSO4.H2O serta sampel limbah Sungai Surabaya. Penetapan kadar logam kromium dalam sedimen dilakukan dengan cara destruksi dengan aqua regia (HNO3:HCl, 1:3). Konsentrasi awal dan akhir krom diukur dengan SSA pada panjang gelombang 357,9 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pH 6.5 terjadi pengendapan optimum pada Cr(OH)3 dengan konsentrasi krom sebesar 0.1715 mg/L, kemudian Sungai Surabaya dapat melakukan pembersihan diri (Self Purificaton) untuk menghasilkan endapan Cr(OH)3 yang ditunjukkan dengan perbandingan antara logam mangan diperairan dengan logam kromium di sedimen adalah 0.360:0.562 = 1: 2. Penelitian lapangan memberikan hasil dari 7 titik pengambilan sampel sedimen mulai dari Bendungan Lengkong Baru sampai Karang Pilang diperoleh, pH pada rentangan 6.6-8.0; Kekeruhan pada rentangan 34-166.7 NTU; TDS pada rentangan 280-900 mg/L; TSS pada rentangan 73-860 mg/L; DHL 43.7-3070; DO pada rentangan 0.50-19.9 mg/L; BOD pada rentangan 2.86-34.76 mg/L; dan COD pada rentangan 14.3-39.0 mg/L. Kadar kromium dalam sedimen selama tiga kali pengambilan sampel pada 7 titik diperoleh konsentrasi 0.034-0.743 ppm. Dimana konsentrasi kromium tertinggi terdapat di Tambangan Canggu pada pengambilan ketiga yaitu sebesar 0.743 ppm.

Hubungan prestasi belajar mata diklat kewirausahaan dan mata diklat produktif terhadap minat berwirausaha (Studi kelas XI Jurusan Restoran SMK Cor Jesu Malang) / Erlia Partiwi

 

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk melihat hubungan prestasi belajar mata diklat kewirausahaan terhadap minat berwirausaha, melihat hubungan prestasi belajar mata diklat produktif terhadap minat berwirausaha dan melihat hubungan prestasi belajar mata diklat kewirausahaan dan mata diklat produktif terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI Jurusan Restoran SMK Cor Jesu Malang. Hubungan prestasi belajar kewirausahaan dan mata diklat praktek boga terhadap minat berwirausaha siswa SMK Cor Jesu Malang. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari 2 variabel bebas yaitu prestasi belajar mata diklat kewirausahaan (X1), prestasi belajar mata diklat produktif (X2) dan 1 variabel terikat adalah minat berwirausaha siswa (Y). Hasil uji validitas instrument minat berwirausaha siswa kelas XI jurusan restoran SMK Negeri 3 Malang, terdapat 7 butir pernyataan yang tidak valid. Sedangkan hasil analisis uji reliabilitas sebesar 0,869 dapat dikatakan bahwa hasil uji reliabilitas memiliki tingkat reliabel yang tinggi. Berdasarkan hasil perhitungan, klasifikasi prestasi belajar mata diklat kewiraushaan siswa kelas XI Jurusan Restoran SMK Cor Jesu Malang, 45,16% atau 14 responden memiliki prestasi belajar sangat tinggi dan tinggi, serta 17 responden yang memiliki prestasi belajar cukup dan rendah 54,07%. Klasifikasi prestasi belajar siswa terhadap mata diklat produktif sebanyak 23 responden atau 77,41% memiliki prestasi belajar sangat tinggi dan tinggi. Serta sebanyak 7 responden atau 22,59% yang memiliki prestasi belajar cukup dan rendah. Klasifikasi minat berwirausaha siswa, menunjukkan bahwa 45,3% atau 15 responden memeliki minat yang sangat tinggi dan tinggi untuk berwirausaha, sedangkan 45,12 % atau 16 responden memiliki minat yang sedang dan rendah untuk berwirausaha. Terdapat hubungan yang signifikan anatara prestasi belajar mata diklat kewirausahaan terhadap minat berwirausaha, terdapat hubungan yang signifikan anatara prestasi belajar mata diklat produktif terhadap minat berwirausaha siswa dan terdapat hubungan yang signifikan antara prestasi belajar mata diklat kewirausahaan dan mata diklat produktif terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI jurusan restoran SMK Cor Jesu Malang. Siswa hendaknya mulai mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dengan cara mengulang pelajaran, mempraktekkan resep yang didapat, karena dengan sering berlatih siswa akan lebih terampil dan lebih percaya diri. Secara tidak langsusng dapat menumbuhkan minat berwirausaha siswa sejak dini. Untuk menumbuhkan minat berwirausaha siswa, guru mata diklat kewirausahaan dan mata diklat produktif hendaknya lebih menekankan dan lebih fokus pada pelajaran yang akan diberikan kepada siswa. Pelajaran yang diberikan hendaknya sesuai dan mengikuti kurikulum yang telah ada, agar hasil belajar mata diklat kewirausahaan dan mata diklat produktif memiliki hubungan dan peran yang signifikan terhadap minat berwirausaha siswa.

Penerapan teori belajar Van Hiele untuk meningkatkan pemahaman konsep balok dan kubus siswa kelas IV SDN Polowijen 2 Kecamatan Blimbing Kota Malang / Shofa Ardiana

 

ABSTRAK Ardiana, Shofa. 2008. Penerapan Teori Belajar Van Hiele untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Balok dan Kubus pada Siswa Kelas IV SDN Polowijen 2 Kota Malang. Fakultas Ilmu Pendidikan. Jurusan KSDP. Program S1 PGSD. Pembimbing (1) Dra. Sri Harmini, M.Pd (2) Drs. Suhartono, S.Pd Kata kunci: Geometri, Teori Belajar Van Hiele, Konsep Balok dan Kubus Guru dalam melaksanakan pembelajaran matematika hendaknya memahami teori belajar mengajar matematika agar dapat menentukan pendekatan pembelajaran yang tepat, sehingga pembelajaran menjadi efektif, bermakna, dan menyenangkan. Oleh karena itu, penelitian ini menerapkan Teori Belajar Van Hiele untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Balok dan Kubus Siswa Kelas IV SDN Polowijen 2 Kota Malang. Penelitian ini diawali dengan pemberian tes awal. Tes awal diikuti oleh semua siswa dengan nilai rata-rata kelas 53.8. Dari 20 siswa, sejumlah 10 siswa mendapatkan nilai diatas rata-rata kelas. Hal ini menunjukkan bahwa perlu diadakan perbaikan atau revisi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah penerapan teori belajar Van Hiele dalam meningkatkan pemahaman konsep balok dan kubus pada siswa kelas IV di SDN Polowijen 2 kota Malang? (2) Apakah dengan menggunakan teori belajar Van Hiele dapat meningkatkan kemampuan memahami konsep balok dan kubus pada siswa kelas IV SDN Polowijen 2? Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan penerapan teori belajar Van Hiele dalam meningkatkan pemahaman konsep balok dan kubus pada siswa kelas IV SDN Polowijen 2 Kota Malang (2) Mendeskripsikan teori belajar Van Hiele yang dapat meningkatkan pemahaman konsep balok dan kubus pada siswa kelas IV SDN Polowijen 2 Kota Malang. Penelitian ini dirancang menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Setiap tindakan meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek yang dikenai tindakan adalah seluruh siswa kelas IV SDN Polowijen 2 Kecamatan Blimbing Kota Malang. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, soal-soal evaluasi, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian dikemukakan sebagai berikut: (1) Hasil observasi penerapan teori belajar Van Hiele siklus I adalah 83.7% dengan kategori baik dan hasil observasi penerapan teori belajar Van Hiele siklus II adalah 95.2% sehingga teori belajar Van Hiele dapat diterapkan dengan sangat baik, (2) Hasil observasi aktivitas siswa dalam penerapan teori belajar Van Hiele siklus I adalah 81.3% dengan kategori baik dan hasil observasi aktivitas siswa dalam penerapan teori belajar Van Hiele siklus II adalah 84.4% sehingga aktivitas siswa dalam penerapan teori belajar Van Hiele dikategorikan baik, (3) Rata-rata hasil belajar siswa pra tindakan adalah 53.8, siklus I sebesar 75 dengan kategori baik, dan siklus II sebesar 76 dengan kategori baik sehingga terjadi peningkatan rata-rata kelas pada siklus I sebesar 75–53.8=21.2 dan pada siklus II sebesar 76–53.8=22.2. Dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan teori belajar Van Hiele pemahaman konsep balok dan kubus siswa kelas IV SDN Polowijen 2 Kecamatan Blimbing Kota Malang mengalami peningkatan.

Pengaruh fasilitas sekolah dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI SMKN 2 Pacitan semester genap tahun ajaran 2007/2008 / Yuliati

 

Dalam proses belajar mengajar, prestasi siswa di sekolah tidak lepas dari faktor yang mempengaruhinya. Faktor tersebut bisa berasal dari dalam diri siswa maupun dari luar diri siswa. Salah satu faktor dari dalam diri siswa yang mempengaruhinya adalah motivasi belajar dan faktor dari luar diri siswa yang turut mendukung keberhasilan siswa dalam meraih prestasi adalah fasilitas sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui pengaruh fasilitas sekolah terhadap prestasi belajar siswa kelas XI SMKN 2 Pacitan, (2) mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI SMKN 2 Pacitan, dan (3) mengetahui pengaruh fasilitas sekolah dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI SMKN 2 Pacitan. Penelitian dilaksanakan di SMKN 2 Pacitan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMKN 2 Pacitan dengan jumlah total 456 siswa. Sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 46 siswa. Data diperoleh dengan menyebarkan angket dan dokumentasi berupa nilai rapot responden. Dari hasil analis diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. (a) fasilitas sekolah dinilai baik, terbukti 3 responden (6,52%) menyatakan bahwa fasilitas sekolah sangat baik, 33 responden (71,74%) menyatakan bahwa fasilitas sekolah baik, dan 10 responden (21,74%) menyatakan bahwa fasilitas sekolah kurang baik, (b) motivasi belajar siswa dinilai tinggi, terbukti 4 responden (8,69%) memiliki motivasi belajar sedang, 22 responden (47,83%) memiliki motivasi belajar tinggi, dan 20 responden (43,48%) memiliki motivasi belajar sangat tinggi. Berdasarkan hasil analis data diperoleh hasil sebagai berikut. (a) terdapat pengaruh antara X1 terhadap Y, terbukti dari hasil uji t dengan α 5% menunjukkan nilai sig t 0,018<0,05. (b) terdapat pengaruh antara X2 terhadap Y, terbukti dari hasil uji t dengan α 5% menunjukkan nilai sig t 0,000<0,05. (c) terdapat pengaruh antara X1 dan X2 terhadap Y, terbukti dari hasil uji F dengan taraf signifikansi α 5% menunjukkan sig F hitung 0,000 (0,000<0,05). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka saran yang diberikan sebagai berikut. (a) Kepala Sekolah diharapkan selalu memantau pembenahan yang telah dijalankan, (b) guru diharapkan selalu memantau hasil pekerjaan siswa, serta mengarahkan siswa agar lebih termotivasi untuk belajar dengan teratur, (c) siswa yang prestasi belajarnya kurang diharapkan selalu berusaha meningkatkan prestasi belajarnya dengan membiasakan belajar lebih teratur, (d) siswa hendaknya dapat memanfaatkan sekaligus memelihara fasilitas sekolah yang sudah disediakan secara efisien agar fasilitas tersebut dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

Belajar Kooperatif Model Penyelidikan Kelompok Dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman Untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Siswa Kelas V Sekolah dasar / oleh Baihaqi

 

Implementasi pelayanan jasa pada PT PLN (Persero) APJ Malang Kota guna meningkatkan kepuasan pelanggan / Septia Priana

 

ABSTRAK Priana, Septia. 2008. Implementasi Pelayanan Jasa Pada PT PLN (Persero) APJ Malang Kota Guna Meningkatkan Kepuasan Pelanggan. Tugas Akhir, Jurusan Manajemen Program Studi D3 Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Titis Shinta Dhewi S.P, M.M. Kata kunci: Pelayanan Jasa, Kepuasan Pelanggan PT PLN (Persero) APJ Malang Kota. PT PLN (Persero) APJ Malang merupakan salah satu perusahaan negara yang bergerak pada bidang jasa kelistrikan di Indonesia yang menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum. Saat ini tenaga listrik mempunyai peranan yang sangat penting dalam peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatpada umumnya, serta mendorong peningkatan kegiatan ekonomi pada khususnya. PT PLN juga merupakan BUMN dalam bidang jasa kelistrikan yang melayani pelanggan, calon pelanggan dan masyarakat dalam tata kehidupan sehari-hari. PT PLN memberikan pelayanan jasa yang bertujuan melayani pelanggan, calon pelanggan secara sistematis untuk menghindari kekeliruan dan mempermudah dalam pelayanan pelanggan sehingga menjadikan lebih efektif dan efisien. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui bentuk layanan yang diberikan, untuk mengetahui strategi pelayanan jasa pada PT PLN (Persero) APJ Malang dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat yang telah terjadi dalm memberikan pelayanan jasa guna meningkatkan kepuasan pelanggan pada PT PLN (Persero) APJ Malang. Penerapan pelayanan jasa guna meningkatkan kepuasan pelanggan pada PT PLN (Persero) Malang adalah untuk meningkatkan staregi pelayanan antara lain (1) Strategi layanan untuk menciptakan kepuasan pelanggan yang terdiri dari strategi relationsip marketing, strategi superior customer service, stategi extraordinary guarantees, startegi peningkatan kerja (2) bentuk pelayanan yang terdiri dari keluhan dan penyesuaian, fasilitas, jasa perawatan, jasa informasi (3) faktor pendukung dan penghambat dalam memberikan layanan pelanggan. Beberapa faktor pendukung memberikan pelayanan cepat, dapat mengetahui dan mengidentifikasi dengan tepat semua kebutuhan dan keinginan dari pelanggan, memberikan rasa aman kepada para pelanggannya, customer service office yang handal dan ramah, fasilitas yang lengkap dan lokasi yang strategis, sedangkan faktor penghambat terdiri dari belum semua pegawaiannya memiliki sumber daya yang menguasai dalam hal pelayanan serta kurangnya displin pegawai, kurang cekatannya petugas PLN, kurang terlatihnya karyawan dengan baik, belum meratanya pelayanan PRAQTIS, adanya komunikasi yang kurang efektifantar petugas dengan pelanggan. Berdasarkan hasil penulisan, disarankan semua PT PLN (Persero) APJ Malang menerapkan strategi pelayanan dengan baik serta dapat mempertahankan kualitas pelayanan yang sudah diterapkan sebelumnya dan tetap menjaga kondisi kerja yang kondusif dan harmonis.

Meningkatkan hasil belajar IPS dengan memanfaatkan media peta di kelas IV SD Negeri Gununggangsir III Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / Rahama Wati Suatkab

 

ABSTRAK Suatkab,Wati,Rahama. 2009. Meningkatkan Hasil Belajar IPS dengan Memanfaatkan Media Peta di Kelas IV SDN Gununggangsir III Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah , Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. M. Imron Rosyadi, H.SY.S.Pd, M.Pd, (2) Drs. Toha Mashudi.S.Pd,M.Pd. Kata Kunci: Hasil Belajar, Manfaat Media Peta,IPS. Pendidikan sebagai upaya untuk membangun sumber daya manusia memerlukan wawasan yang luas, karena pendidikan menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia. Pendidikan nasional merupakan salah satu faktor penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempercepat ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut UU RI No 21 tahun 2003 pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, guru harus memilih model pembelajaran atau media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan perkembangan berpikir siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah Mendeskripsikan pemanfaatan media peta untuk meningkatkan Hasil Belajar Siswa kelas IV SDN Gununggangsir III Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan instrument pengumpulan data berupa (a) observasi yaitu aktifitas belajar siswa, dan proses pembelajaran (b) tes yaitu pra tindakan, siklus I dan siklus II. Data yang di peroleh dari hasil tes evaluasi hasil belajar dianalisis secara kualitatif dengan nilai standar 60 (10-100), dan tuntas belajarnya apabila telah mencapai 60. Pelaksanaan pembelajaran sibagi dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) pengamatan, 4) refleksi. Hasil dari yang di peroleh dari pelaksanaan siklus I dan siklus II, menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Dinilai dari proses pembelajaran pada para tindakan, tindaka siklus I, dan tindakan siklus II dengan nilai rata-rata kelas sebagai berikut:pra tindakan 940, tindakan siklus I 1210, dan tindakan siklus II 1630. dan hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa dengan memanfaatan media peta dalam pembelajaran IPS materi Peta jawa timur, pada: (a) pra tindakan menunjukann 10 siswa mendapat nilai sangat kurang yaitu 37,0, menunjukan 12 siswa mendapat nilai kurang yaitu 44,4, dan 5 siswa mendapat nilai cukup yaitu 18,5. (b) tindakan siklus I menunjukan 10 siswa mendapat nilai kurang yaitu 59,2, menunjukan 7 siswa mendapat nilai cukup 25,9, dan 4 siswa mendapat nilai baik 14,8. (c) tindakan siklus II menunjukan 5 siswa mendapat nilai kurang 18,5, menunjukan 11 siswa mendapat nilai cukup 40,7, dan 11 siswa mendapat nilai baik 40,7. dengan demikian 27 siswa dikatakan tuntas. Peneliti memberi kesimpulan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS dengan Meningkatkan hasil belajar IPS dengan memanfaatkan media peta, terbukti dengan adanya hasil beljar siswa pada setiap akhir siklus. Berdasarkan pada hasil penelitian tersebut, makadapat menyarankan kepada: (1) Guru, dalam proses pembelajaran hendaknya menggunakan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan seluruh siswa dalam diskusi maupun kegiatan lain yang berkaitan dengan materi, memberikan bimbingan atau permasalahan yang diberikan kepada mereka dalam upaya peningkatan kemampuan yang dimiliki siswa. (2) Kepala Sekolah hendaknya selalu memberikan motivasi, bimbingan kepada guru-guru di lingkungan SDN Gununggangsir III, agar selalu berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan terutama hasil belajar siswa kearah yang lebih baik. ABSTRAK Suatkab,Wati,Rahama. 2009. Meningkatkan Hasil Belajar IPS dengan Memanfaatkan Media Peta di Kelas IV SDN Gununggangsir III Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah , Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. M. Imron Rosyadi, H.SY.S.Pd, M.Pd, (2) Drs. Toha Mashudi.S.Pd,M.Pd. Kata Kunci: Hasil Belajar, Manfaat Media Peta,IPS. Pendidikan sebagai upaya untuk membangun sumber daya manusia memerlukan wawasan yang luas, karena pendidikan menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia. Pendidikan nasional merupakan salah satu faktor penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempercepat ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut UU RI No 21 tahun 2003 pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, guru harus memilih model pembelajaran atau media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan perkembangan berpikir siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah Mendeskripsikan pemanfaatan media peta untuk meningkatkan Hasil Belajar Siswa kelas IV SDN Gununggangsir III Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan instrument pengumpulan data berupa (a) observasi yaitu aktifitas belajar siswa, dan proses pembelajaran (b) tes yaitu pra tindakan, siklus I dan siklus II. Data yang di peroleh dari hasil tes evaluasi hasil belajar dianalisis secara kualitatif dengan nilai standar 60 (10-100), dan tuntas belajarnya apabila telah mencapai 60. Pelaksanaan pembelajaran sibagi dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) pengamatan, 4) refleksi. Hasil dari yang di peroleh dari pelaksanaan siklus I dan siklus II, menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Dinilai dari proses pembelajaran pada para tindakan, tindaka siklus I, dan tindakan siklus II dengan nilai rata-rata kelas sebagai berikut:pra tindakan 940, tindakan siklus I 1210, dan tindakan siklus II 1630. dan hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa dengan memanfaatan media peta dalam pembelajaran IPS materi Peta jawa timur, pada: (a) pra tindakan menunjukann 10 siswa mendapat nilai sangat kurang yaitu 37,0, menunjukan 12 siswa mendapat nilai kurang yaitu 44,4, dan 5 siswa mendapat nilai cukup yaitu 18,5. (b) tindakan siklus I menunjukan 10 siswa mendapat nilai kurang yaitu 59,2, menunjukan 7 siswa mendapat nilai cukup 25,9, dan 4 siswa mendapat nilai baik 14,8. (c) tindakan siklus II menunjukan 5 siswa mendapat nilai kurang 18,5, menunjukan 11 siswa mendapat nilai cukup 40,7, dan 11 siswa mendapat nilai baik 40,7. dengan demikian 27 siswa dikatakan tuntas. Peneliti memberi kesimpulan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS dengan Meningkatkan hasil belajar IPS dengan memanfaatkan media peta, terbukti dengan adanya hasil beljar siswa pada setiap akhir siklus. Berdasarkan pada hasil penelitian tersebut, makadapat menyarankan kepada: (1) Guru, dalam proses pembelajaran hendaknya menggunakan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan seluruh siswa dalam diskusi maupun kegiatan lain yang berkaitan dengan materi, memberikan bimbingan atau permasalahan yang diberikan kepada mereka dalam upaya peningkatan kemampuan yang dimiliki siswa. (2) Kepala Sekolah hendaknya selalu memberikan motivasi, bimbingan kepada guru-guru di lingkungan SDN Gununggangsir III, agar selalu berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan terutama hasil belajar siswa kearah yang lebih baik.

Upaya peningkatan motivasi dan hasil belajar biologi melalui peneraoan pembelajaran kooperatif model numbered heads together (NHT) dalam inkuiri terbimbing pada siswa kelas X SMA Negeri 6 Malang / Arif Rahman

 

ABSTRAK Rahman, Arif. 2009. Upaya Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Numbered Heads Together (NHT) dalam Inkuiri Terbimbing pada Siswa Kelas X SMA Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sus etyoadi Setjo, M.Pd dan (II) Dr . Hadi Suwono, M.Si Kata Kunci: pembelajaran kooperatif , inkuiri terbimbing, model Numbered Heads Together (NHT), motivasi belajar, hasil belajar Observasi awal yang dilakukan di kelas X-5 SMA Negeri 6 Malang, peneliti menemukan beberapa fakta -fakta antara lain: 1) selama pembelajaran siswa kurang antusias dan melakukan hal -hal yang tidak berkaitan dengan pelajaran, 2) model pembelajaran yang monoton dan kurang bervariasi y aitu cenderung ceramah dan jarang praktikum, 3) d alam kegiatan pembelajaran, hanya siswa tertentu saja yang aktif (3-5 siswa) dan selebihnya cenderung pasif, 4) Hasil belajar siswa rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa kelas X-5 SMA Negeri 6 Malang melalui penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) dalam Inkuiri Terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan desain Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari tiga siklus. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 5 Mei sampai dengan 26 Mei 2008. Data penelitian diperoleh melalui lembar observasi motivasi belajar siswa dan hasil belajar siswa dari aspek psikomotorik serta data hasil belajar siswa dari aspek kognitif yang diperoleh melalui tes pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada pra siklus motivasi belajar siswa sangat rendah, siklus I sebesar 50,45% (kategori kurang) meningkat menjadi 63,04% (kategori cukup) pada siklus II dan pada siklus III meningkat menjadi 75,18% (kategori baik). Hasil belajar siswa dari aspek psikomotorik pada siklus I sebesar 61,95% (kategori cukup) meningkat menjadi 74,66% (kategori baik) pada siklus II dan pada siklus III meningkat menjadi 80,81% (kategori sangat baik). Hasil belajar siswa dari aspek kognitif pada pra siklus skor rata-rata kelas sebesar 58,79 dengan ketuntasan secara klasikal sebesar 30,30% (SKM = 70), pada siklus I skor rata-rata kelas sebesar 62,12 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 42,42% (belum tuntas) meningkat menjadi 74,52 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 72,73% (belum tuntas) pada siklus II dan pada siklus III skor rata - rata kelas meningkat menjadi 77,55 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 87,88% (tuntas). Sehingga kriteria ketuntasan belajar (SKM = 70) kelas X-5 secara keseluruhan (≥ 85%) dapat tercapai. Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) dalam inkuiri terbimbing dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa kelas X-5 ii SMA Negeri 6 Malang. Berdasarkan hasil penelitian disarankan bahwa dalam pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) dalam inkuiri terbimbing guru diharapkan menggunakan waktu pembelajaran yang lebih lama agar semua tahapan dalam pembela jaran ini dapat berjalan maksimal. Guru dapat menggunakan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) dalam inkuiri terbimbing pada pokok bahasan yang lain (selain pencemaran lingkungan) serta pada jenjang pendidikan yang lain untuk meningk atkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa. Bagi peneliti selanjutnya hendaknya dapat dijadikan masukan untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Misalnya penilaian hasil belajar sebaiknya meliputi tiga ranah menurut Taksonomi Bloom yaitu ranah kognitif, ranah psikomotorik, dan ranah afektif.

Pengaruh sikap pada pelajaran ekonomi terhadap prestasi belajar ekonomi berdasarkan latar belakang sekolah asal (SMP/MTs) (Studi pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Malang) / Ratna Khomaini Anwar

 

Sekolah Menegrah Atas dan sederajat khususnya SMA Negeri 8 Malang adalah suatu lembaga pendidikan umum yang menggunakan kurukulum dari Departemen Pendidikan Nasional. Dengan kurukulum yang ada tentunya bobot pelajaran yang diberikan sesuai dengan standar Departemen Pendidikan Nasional. Input dari penerimaan siswa baru (PSB) SMA Negeri 8 Malang tentunya dari berbagai macam latar belakang pendidikan yang berbeda, misalnya dari SMP dan MTs, dalam hal ini tentunya terdapat perbedaan persepsi siswa tentang pelajaran pun akan berbeda khususnya pada pelajaran ekonomi. Perbedaan presepsi tentang pelajaran ini nantinya akan berdampak pada prestasi belajar siswa. Sebagai pendidik perlajaran ekonomi tentunya harus sigap dalam menanggapi permasalahan ini. Pendidik terutama guru harus mengetahui karakteristik siswa, sehingga hal-hal yang dapat menghambat proses pembelajaran dapat teratasi dan tujuan pembelajaran dapat berjalan secara optimal. Adapun rumusan masalah yang ingin diteliti sebagai berikut (1)Adakah pengaruh sikap pada pelajaran ekonomi terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi siswa SMA Negeri 8 Malang? (2) Apakah terdapat perbedaan sikap terhadap pelajaran ekonomi antara siswa yang berasal dari SMP dan MTs? (3)Apakah terdapat perbedaan prestasi belajar ekonomi antara siswa yang berasal dari SMP dan MTs? Variabel bebas dalam penelitian ini adalah sikap pada pelajaran ekonomi (X), sedangkan variabel terikatnya adalah prestasi belajar ekonomi (Y). Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Malang yang berjumlah 86 siswa. Karena jumlah responden kelas XI IPS kecil (kurang dari 100), maka sampel yang digunakan adalah populasi yang ada. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis analisis regresi linear adan uji Independent Sample T Test. keseluruhan analisis ini menggunakan bantuan program SPSS Versi 13.00 Berdasarkan hasil analisis regresi linier diketahui nilai bahwa Ha yang berbunyi terdapat pengaruh positif yang signifikan antara sikap pada pelajaran ekonomi terhadap prestasi belajar ekonomi diterima. Prestasi belajar ekonomi (Y) dapat dijelaskan oleh sikap pada pelajaran ekonomi. Sisanya sebesar 55,7% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dijelaskan di dalam penelitian ini. Dari penelitian ini juga dapat dilihat bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang berasal dari SMP dan MTs akan tetapi pada prestasi belajar tidak terdapat perbedaan. i Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sikap pada pelajaran ekonomi mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi siswa SMA Negeri 8 Malang. Dari penelitian ini juga dapat diketahui bahwa sikap pada pelajaran ekonomi terdapat perbedaan antara siswa yang berasal dari SMP dan MTs. Namum dalam hasil perhitungan prestasi belajar ekonomi tidak terdapat perbedaan antara siswa yang berasal dari SMP dan MTs. Berdasarkan kesimpulan di atas maka penulis menyarankan (1) Siswa yang berasal dari SMP atau MTs hendaknya meningkatkan belajarnya baik siswa yang berasal dari SMP atau MTs ketika di sekolah lanjutan adalah satu kesatuan utuh komponen pendidikan yang sederajat. (2) Bagi Guru di SMA Negeri 8 Malang hendaknya menumbuhkan sikap positif pada pelajaran ekonomi. Mengingat sikap mempunyai pengaruh dalam meningkatkan prestasi siswa, dimana prestasi adalah salah satu tolak ukuk keberhasilan suatu pembelajaran. (3)Bagi pembaca SMP atau MTs adalah kelompok pendidikan baik mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mengenai perbedaan sikap pada pelajaran tertentu adalah tergantung obyek sikap tersebut

Penerapan pembelajaran kooperatif model two stay two stray untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang / Ary Murvita Rahayu

 

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat serta globalisasi yang melanda dunia termasuk bangsa Indonesia mengakibatkan dunia pendidikan dihadapkan pada berbagai perubahan. Upaya peningkatan mutu pendidikan dapat tercapai secara optimal melalui pembenahan dan perbaikan secara terus-menerus terhadap berbagai komponen pendidikan. Dalam upaya memperbaiki mutu pendidikan peran motivasi bagi siswa sangatlah penting dalam belajar, maka seorang guru diharapkan pula dapat membangkitkan dan meningkatkan motivasi belajar para siswa. Salah satu strategi untuk membangkitkan motivasi belajar siswa adalah dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model two stay two stray. Model two stay two stray adalah suatu teknik yang memberi kesempatan kepada kelompok untuk membagi hasil dan informasi dengan kelompok lain, dimana dalam satu kelompok terdiri dari empat siswa yang nantinya dua siswa bertugas sebagai pemberi informasi bagi tamunya dan dua siswa lagi bertamu ke kelompok yang lain secara terpisah, sehingga terdapat proses pemberian dan penerimaan informasi antar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan: (1) Apakah penerapan pembelajaran model two stay two stray dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang pada mata pelajaran ekonomi? (2) Apakah penerapan pembelajaran kooperatif model two stay two stray dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang pada mata pelajarn ekonomi? Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang dengan jumlah 37 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus. Teknik analisa data yang digunakan untuk hasil belajar digunakan rata-rata nilai hasil tes dan angket motivasi belajar siswa. Sedangkan instrumen yang digunakan adalah observasi untuk mengetahui hasil belajar aspek afektif siswa dan observasi kegiatan guru. Hasil belajar aspek kognitif diperoleh dengan memberikan tes disetiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif model two stay two stray dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukkan oleh peningkatan motivasi hasil belajar siswa dari siklus I sebesar 3,47 dengan kategori cukup menjadi 3,64 pada siklus II dengan kategori baik (meningkat sebesar 4,9%). Dengan penerapan pembelajaran kooperatif model two stay two stray hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Hasil belajar aspek kognitif dari nilai rata-rata sebesar 80,54 pada siklus I meningkat menjadi 86,34 pada siklus II, terjadi peningkatan sebesar 7,16%. Sedangkan hasil belajar aspek afektif dari nilai rata-rata sebesar 78,38 pada siklus I meningkat menjadi 84,99 pada siklus II, terjadi peningkatan sebesar 8,94%. Adapun saran yang dapat diberikan kepada peneliti selanjutnya adalah: (1)Bagi guru mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 9 Malang pada khususnya dan para guru ekonomi di sekolah lain pada umumnya disarankan untuk menerapkan pembelajaran kooperatif model two stay two stray sebagai salah satu alternatif pembelajaran di dalam kelas dalam rangka meningkatkan motivasi dan hasil belajar ekonomi siswa, (2) Untuk peneliti berikutnya yang hendak menerapkan pembelajaran kooperatif model two stay two stray hendaknya dilakukan secara bertahap sesuai dengan langkah-langkahnya serta memperhitungkan alokasi waktu yang disediakan agar mendapatkan hasil yang optimal, (3) Penerapan pembelajaran kooperatif model two stay two stray hendaknya disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan, lingkungan belajar siswa, dan ketersediaan waktu yang cukup, (4)Penelitian ini hendaknya dapat diteruskan oleh peneliti selanjutnya dengan kelas, sekolah, dan materi yang berbeda, (5) Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya melakukan tindakan lebih dari dua siklus sehingga hasil yang diperoleh dapat maksimal.

Perbedaan minat studi lanjut dan bekerja berdasarkan tingkat motivasi dan prestasi belajar pada siswa kelas XII jurusan otomotif di SMK Muhammadiyah I Kepanjen / Deni Purwanto

 

ABSTRAK Purwanto, Deni. 2009. Perbedaan Minat Studi Lanjut dan Bekerja Berdasarkan Tingkat Motivasi dan Prestasi Belajar pada Siswa Kelas XII Jurusan Otomotif di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat. ST., M.Pd. (II) Dra. Widiyanti, M.Pd Kata-kata Kunci: minat studi lanjut, minat bekerja, motivasi belajar, prestasi belajar, siswa SMK Salah satu faktor yang mempengaruhi minat studi lanjut dan minat bekerja, diantaranya adalah faktor keadaan keluarga siswa. Dapat digambarkan mengenai minat terhadap studi lanjut yaitu akan melanjutkan tingkat pendidikannya pada jenjang Universitas. Sedangkan siswa yang mempunyai minat bekerja lebih diasumsikan karena tuntutan ekonomi ataupun keluarga. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan (1) Minat studi lanjut siswa berdasarkan tingkat motivasi dan prestasi belajar, (2) Minat bekerja siswa berdasarkan tingkat motivasi dan prestasi belajar, (3) Menguji perbedaan minat studi lanjut dan minat bekerja siswa berdasarkan motivasi ,dan prestasi belajar, dan (4) Menguji perbedaan minat studi lanjut dan minat bekerja siswa berdasarkan motivasi prestasi belajar. Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif dan komparatif. Populasi seluruh siswa kelas XII jurusan Otomotif. Sampel penelitian ini menggunakan cluster random. Instrumen penelitian mengenai motivasi belajar, minat studi lanjut, dan minat bekerja menggunakan angket tertutup, sedangkan prestasi belajar menggunakan teknik dokumenter. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif, One Way-anova, dan Uji-t. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa minat studi lanjut siswa berdasarkan motivasi belajar mempunyai minat tinggi 10 %, sedang 79,33 %, dan rendah 16,67 %. Sedangkan minat studi lanjut berdasarkan prestasi mempunyai minat tinggi dan rendah 18,33 %, dan sedang 63,34 %. Sedangkan minat bekerja berdasarkan motivasi belajar mempunyai minat tinggi 23,33 %, sedang 56,67 %, dan rendah 20 %. Sedangkan minat bekerja siswa berdasarkan prestasi belajar mempunyai minat tinggi 6,67 %, sedang 65 %, dan rendah 18,33 %. Saran dan rekomendasi (1) Hubungan lebih spesifik antara sekolah, orang tua siswa, PT, dunia industri dan dunia usaha, (2) Guru lebih aktif dalam memotivasi siswa yang mempunyai motivasi dan prestasi belajar rendah, (3) Perhatian orang tua kepada anak harus ditingkatkan, (4) Siswa yang mempunyai motivasi dan prestasi belajar tinggi dan sedang dipertahankan dan yang mempunyai minat rendah lebih ditingkatkan lagi, dan (5) Bagi peneliti yang melanjutkan penelitian ini lebih memperluas dan mencari hubungan latar belakang keluarga.  

Penerapan metode pembelajaran kooperatif model stad (Student Teams Achievement Division) untuk meningkatkan nilai dan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran mata diklat akuntansi siswa kelas XIAK2 SMKN 1 Turen / Ika Widarti

 

ABSTRAK Widiarti,Ika.2009.Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model STAD (Student Teams Achievement Division) untuk Meningkatkan Nilai dan Partisipasi Siswa dalam Kegiatan Pembelajaran Mata Diklat Akuntansi Siswa Kelas XI AK2 SMK Negeri 1 Turen.Skripsi,Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : DR Dyah Aju Wardhani, SE., MSi., Ak : Makaryanawati, SE., MSi., Ak Kata Kunci : Pembelajaran Kooperatif, Model STAD, Nilai, Partisipasi Metode pembelajaran konvensional dengan ceramah oleh guru dan berpusat pada guru (Teacher Center) yang belum melibatkan siswa secara aktif menyebabkan siswa pasif. Sehingga nilai dan partisipasi siswa yang dihasilkan tidak bisa optimal. Berdasarkan data ujian banyak siswa yang memperoleh nilai dibawah Standar Kelulusan Minimal (SKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan nilai dan partisipasi siswa dengan penerapan pembelajaran kooperatif model STAD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data adalah dengan tes, observasi, wawancara, pengamatan, rubrik penilaian, catatan lapangan dan angket. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, paparan data, kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran model STAD mampu meningkatkan nilai dan partisipasi siswa. Nilai dari aspek kognitif siklus I berdasarkan nilai tugas rata – rata kelas 72 dengan tingkat ketuntasan klasikal 63%, pada siklus II nilai rata – rata kelas 81 tingkat ketuntasan klasikal 88%. Nilai ujian siswa pada siklus I nilai rata – rata kelas 78 dengan tingkat ketuntasan klasikal 77%, siklus II nilai rata – rata kelas 87 dengan tingkat ketuntasan klasikal 93%. Nilai dari aspek afektif siklus I tingkat ketuntasan klasikal 63%, siklus II tingkat ketuntasan klasikal naik menjadi 98%. Nilai dari aspek psikomotorik pada siklus I tingkat ketuntasan klasikal 67% dan pada siklus II tingkat ketuntasan klasikal naik menjadi 86%. Partisipasi siswa dalam kelompok siklus I ada 1 kelompok memperoleh nilai dengan kualitas baik (12,5%), dan 7 kelompok dengan kualitas nilai sedang (87,5%) dan pada siklus II ada 6 kelompok dengan kriteria baik (75%), dan 2 kelompok dengan kriteria sedang (25%). Partisipasi siswa dari unsur kooperatif siklus I dengan kualitas nilai baik sebanyak 3 kelompok (37,5%), kualitas sedang sebanyak 4 kelompok (50%), kualitas kurang sebanyak 1 kelompok (12,5%), siklus II semua kelompok sudah memperoleh nilai maksimal dengan kualitas baik dimana 8 kelompok (100%). Aktivitas siswa dalam pembelajaran pada siklus I taraf keberhasilan 65,6% dan pada siklus II taraf keberhasilan 92,1 %. Peran guru pada siklus I taraf keberhasilan sebesar 87,5 %, siklus II taraf keberhasilan sebesar 95,8%. Siswa merespon model STAD dengan sangat positif dimana siswa merasa senang karena dapat belajar tidak hanya dari guru tetapi juga dari sesama siswa. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan (1) model STAD dapat menjadi alternatif perbaikan strategi pembelajaran (3) bagi guru mata diklat yang bersangkutan dapat menjadi alternatif metode pembelajaran untuk mengatasi permasalahan pembelajaran yang selama ini terjadi, senantiasa ciptakan suasana kelas yang kondusif, gunakan metode pembelajaran yang bervariasi, gunakan bahan ajar dan media pembelajaran yang lebih bervariasi agar siswa tidak merasa bosan, dalam pembelajaran yang berbasis kelompok maka bentuk kelompok yang heterogen, perhatikan posisi duduk siswa dan selalu dorong siswa untuk memberikan pendapatnya, (4) siswa harus mempersiapkan diri sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung, (5) bagi penelitian yang lain perbanyak siklus dan pertemuan tiap siklus, terapkan dengan materi lain dan model pembelajaran kooperatif yang lain, perbanyak Observer.

Perancangan kemasan "gula super" dalam rangka rebranding produk unggulan pabrik gula Djatiroto / Alfiya Dwi Lestari

 

Pabrik Gula Djatiroto merupakan salah satu perusahaan gula pasir didirikan pada tahun 1905 oleh Pemerintah Belanda. Sebagai pabrik ula yang terbesar di Pulau Jawa, Pabrik Gula Djatiroto mampu mensuplai kebutuhan gula pasir hampir ke seluruh Indonesia dan gula yang dihasilkan berupa gula yang berkualitas baik. Dengan jangkauan pemasaran yang cukup luas Pabrik Gula Djatiroto memiliki beberapa kelemahan yaitu belum memiliki merek produk yang konsisten akibatnya konsumen kurang mengenal keberadaan produk. Selain itu produk dikemas dengan kemasan yang cukup sederhana sehingga citra yang ditimbulkan produk kurang berkelas dan masih terkesan komoditas. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu diadakan pemerekan ulang (rebranding) melalui serangkaian kegiatan perancangan media komunikasi visual untuk mencapai target sasaran yang lebih spesifik yang pada akhirnya bertujuan untuk mencapai citra positif bagi produk dan perusahaan. Perancangan ini bertujuan membangun dan mengkomunikasikan citra Pabrik Gula Djatiroto dan produknya secara baik dan efisien. Perancangan yang terbentuk erupa kemasan dan media promosi gula super produksi Pabrik Gula Djatiroto. Perancangan menggunakan metode perancangan glass box, yang mana peneliti harus melakukan serangkaian kegiatan pra perancangan identifikasi masalah yang meliputi pengumpulan data perusahaan dan data target konsumen, analisa dan sintesa serta pengumpulan data, agasan (konsep) desain, proses kreatif dan desain. Berdasarkan data yang terkumpul, baik melalui obeservasi, wawancara, dan penyebaran angket, diketahui bahwa gula super memerlukan perbaikan citra merek (rebranding). Kegiatan rebranding yang paling relevan dan sesuai dengan potensi perusahaan adalah rebranding melalui kegiatan perancangan merek dan kemasan baru. Kemasan yang dihasilkan ntara lain kemasan 50 kilogram, kemasan plastik 1 kilogram, kemasan plastik ½ kilogram, kemasan plastik ¼ kilogram, kemasan kardus, kemasan toples, trial pack, kemasan tuang, kemasan granule (sachet), kemasan hadiah. Untuk menunjang kelangsungan merek baru tersebut diperlukan perancangan lebih lanjut yaitu perancangan media promosi dan media komunikasi visual antara lain logo, maskot, stationary, perlengkapan kantor, sarana transportasi, rak promosi ( point of purchase), flag chain, umbul-umbul, standing banner, billboard, spanduk, merchandise, launching. Konsep tema kemasan adalah visualisasi kemasan yang dapat mencerminkan citra produk premium, alami, dan pencerminan kasih bagi sesama. Berdasarkan hasil perancangan ini, saran penulis perlu adanya uji coba keefektifan hasil perancangan ini menurut target market realistik dengan skala yang lebih besar.

Degradasi kadar ion sulfida dengan bakteri desulfurisasi indigen hasil isolasi dari limbah cair industri penyamakan kulit / Ni Kadek Sinta Parwasari Putri

 

Industri penyamakan kulit mulai tumbuh menjamur sejalan dengan konsumsi bahan kulit untuk berbagai komoditas bernilai ekonomi tinggi. Kontradiksi dengan hal tersebut, perkembangan industri ini menimbulkan masalah baru. Limbah industri penyamakan kulit mengeluarkan bau busuk yang disebabkan oleh penguraian bahan-bahan organik membentuk gas H2S. Dalam upaya bioremidiasi yang ramah lingkungan dan relatif murah, salah satu cara yang digunakan adalah dengan bakteri pendegradasi H2S. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengetahui jenis bakteri desulfurisasi dari limbah cair industri penyamakan kulit, menentukan konsentrasi maksimal bakteri desulfurisasi dalam menurunkan kadar ion sulfida dan konsentrasi maksimal ion sulfida yang dapat didegradasi oleh bakteri desulfurisasi, serta menghitung persentase penurunan kadar ion sulfida oleh isolat bakteri desulfurisasi dibandingkan dengan oksidator KMnO4. Penelitian ini bersifat eksperimen, meliputi isolasi dan identifikasi bakteri desulfurisasi dari bak asam limbah cair industri penyamakan kulit dengan metode identifikasi morfologi, fisiologi dan mikroskopis, kemudian ditentukan kurva pertumbuhan isolat bakteri. Bakteri desulfurisasi diperoleh melalui metode media selektif dengan yang mengandung belerang, dan bakteri desulfurisasi potensial ditentukan berdasarkan kemampuan degradasi ion sulfida dari larutan Na2S dan larutan pembanding KMnO4 0,1N. Setelah didapatkan bakteri desulfurisasi potensial maka penurunan kadar ion sulfida dalam larutan Na2S ditentukan berdasarkan pengaruh variasi konsentrasi bakteri desulfurisasi dan konsentrasi larutan Na2S. Tahap selanjutnya adalah identifikasi spesies bakteri desulfurisasi potensial. Hasil isolasi bakteri desulfurisasi pada medium selektif didapatkan 8 isolat bakteri desulfurisasi dengan 2 isolat bakteri desulfurisasi potensial yaitu bakteri Bacillus cereus (kode F) dan Acinetobacter anitratus (kode E). Penurunan kadar ion sulfida oleh biakan bakteri desulfurisasi menunjukkan bahwa daya degradasi ion sulfida bakteri kode F lebih besar dibandingkan dengan bakteri kode E. Konsentrasi maksimal biakan bakteri desulfurisasi (kode F dan E) yang paling efektif mengoksidasi ion sulfida menjadi ion sulfat adalah 30 mL (dalam 100 mL pelarut) ditunjukkan dengan nilai turbiditas yang paling kecil atau nilai absorbansi yang paling besar yaitu 0,127+0,0065 dan 0,107+0,0025. Konsentrasi ion sulfida maksimal yang dapat dioksidasi menjadi ion sulfat oleh kedua isolat bakteri de-sulfurisasi (kode F dan E) adalah 300 ppm ditunjukkan dengan nilai absorbansi yang paling besar yaitu 0,873+0,0871 dan 0,621+0,1381. Persentase penurunan kadar ion sulfida oleh bakteri desulfurisasi dibandingkan dengan KMnO4 0,1N adalah 46,875 % untuk bakteri kode F dan 39,063 % untuk bakteri kode E.

Hubungan antara orientasi religius dan sikap terhadap hubungan seks pranikah pada remaja awal di Madrasah Tsanawiyah Negeri I Selorejo / Endah Puspita Palupiningrum

 

ABSTRAK Palupiningrum, Endah Puspita. 2009. Hubungan Antara Orientasi Religius Dan Sikap Terhadap Hubungan Seks Pranikah Pada Remaja Awal Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Selorejo. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Fattah Hanurawan., M.Si., M.Ed (2) Anies Syafitri, S.Psi., M.Psi. Kata kunci : orientasi religius, sikap terhadap hubungan seks pranikah. Orientasi religius adalah cara pandang individu mengenai kedudukan agama dalam hidupnya, yang menentukan pola bentuk relasi individu dengan agamanya. Sikap terhadap seks pranikah merupakan respon atau reaksi individu terhadap hubungan kelamin sebelum menikah berdasarkan proses evaluasi dalam diri untuk melakukan atau pun tidak melakukan, setuju atau tidak setuju, maupun mendukung atau tidak mendukung terhadap hubungan seks pranikah. Tujuan penelitian (1) untuk mendeskripsikan orientasi religius, (2) untuk mendeskripsikan sikap terhadap hubungan seks pranikah, (3) untuk mengetahui hubungan antara orientasi religius instrinsik dan sikap terhadap hubungan seks pranikah pada remaja awal di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Selorejo, (4) untuk mengetahui hubungan antara orientasi religius ekstrinsik dan sikap terhadap hubungan seks pranikah pada remaja awal di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Selorejo, (5) untuk mengetahui hubungan antara orientasi religius dan sikap terhadap hubungan seks pranikah pada remaja awal di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Selorejo. Penelitian dengan rancangan deskriptif dan korelasional menggunakan subyek penelitian 73 siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Selorejo, kabupaten Blitar dan instrumen skala orientasi religius dengan model Likert menggunakan 72 item dan instrumen skala sikap terhadap hubungan seks pranikah menggunakan 72 item. Dari uji coba diperoleh 58 aitem valid untuk skala orientasi religius dan reliabilitas sebesar 0,978 sedangkan pada skala sikap terhadap hubungan seks pranikah diperoleh 53 item valid dan reliabilitas 0,933. Hasil analisis deskriptif dapat disimpulkan bahwa orientasi religius siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Selorejo tergolong ekstrinsik, sedangkan hasil analisis sikap terhadap hubungan seks pranikah tergolong positif. Hasil analisis korelasional Product Moment Pearson menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara orientasi religius terhadap hubungan seks pranikah (r = -0.351; p = 0,002> 0.05). Saran yang dikemukakan: (1) Bagi Orang Tua, diharapkan orang tua dapat memberikan pengawasan dan pendidikan orientasi religius instrinsik sehingga remaja dapat memandang agama sebagai motif utamanya, (2) Bagi Pendidik, memberikan pengetahuan tambahan kepada siswa untuk menumbuhkan orientasi religius instrinsik dan memberikan informasi kepada remaja mengenai cara bergaul secara baik berdasarkan kaidah-kaidah agama (3) Bagi Remaja, diharapkan remaja menumbuhkan orientasi religius yang bersifat instrinsik serta diharapkan mencari informasi mengenai seks pranikah yang benar serta menghayati, menginternalisasikan dan mengintegrasikan nilai dan norma agama ke dalam diri pribadinya sehingga menjadi bagian dari hati nurani dan kepribadiannya. (4) Bagi Peneliti Selanjutnya, diharapkan pada peneliti selanjutnya melakukan penelitian mengenai sikap terhadap seks pranikah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif.

Perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku dalam menanggulangi penyimpangan biaya bahan baku (Studi kasus pada PT Kristal Indah Surabaya periode 2003-2007) / Devita Rena Mirandani

 

Perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku merupakan faktor yang penting dalam kegiatan proses produksi, persediaan bahan baku yang terlalu besar maupun terlalu kecil akan membahayakan proses produksi dan untuk itu perlu disusun anggaran bahan baku perusahaan. Pengendalian dilakukan guna menghindari terjadinya pemborosan biaya bahan baku. Pengendalian di lakukan dengan melakukan penentuan biaya standar bahan baku. Biaya standar terdiri atas standar kuantitas dan standar harga. Objek yang diamati adalah persediaan bahan baku untuk lima tahun, mulai tahun 2003 sampai dengan tahun 2007. Data yang di peroleh dari penelitian dengan menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik dekskriptif untuk mengentahui bagaimana proses perencanaan persediaan bahan baku yang di lakukan perusahaan. Teknik deskriptif yang di gunakan adalah analisis trend, analisis EOQ. Untuk mengetahui bagaimana pengendalian persediaan bahan baku dengan menggunakan analisis selisih bahan baku. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan persediaan bahan baku perusahaan masih belum efisien, karena penyusunan anggaran yang dilakukan perusahaan dibuktikan masih banyak melakukan pemborosan. Penyusunan anggaran bahan baku perusahaan dalam melakukan perencanaan masih berdasarkan pengalaman masa lalu. Hasil penyusunan anggaran perusahaan dengan anggaran berdasarkan analisis trend menunjukkan bahwa perusahaan belum efisien dalam menentukan biaya pembelian bahan baku, sehingga penyusunan anggaran kebutuhan bahan baku perusahaan belum baik. Sedangkan dalam menentukan biaya persediaan terdapat perbedaan antara kebijaksanaan perusahaan dengan biaya persediaan dengan pembelian yang paling ekonomis, sehingga di peroleh penghematan biaya persediaan apabila menggunakan analisis EOQ. Pembelian dengan analisis EOQ lebih baik karena, dapat menghemat biaya persediaan bahan baku. Laporan pelaksanaan perusahaan di ketahui belum efektif karena dalam menentukan harga bahan baku belum tepat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan persediaan bahan baku dan pengendalian persediaan bahan baku yang tepat akan mampu menanggulangi penyimpangan biaya bahan baku. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar perusahaan meninjau kembali penetapan besarnya biaya pembelian bahan dan biaya persediaan, Pada akhir periode perusahaan akan lebih baik membuat laporan penggunaan bahan baku untuk mengetahui tingkat keefektifan perusahaan.

Management bandwidth menggunakan router mikrotic di SMK Maskumambang 1 Gresik / Iswandi

 

Kebutuhan akan akses internet dewasa ini sangat tinggi sekali. Baik untuk mencari informasi , artikel, pengetahuan terbaru atau bahkan hanya untuk chating. Mikrotik adalah salah satu vendor baik hardware dan software yang menyediakan fasilitas untuk membuat router. Salah satunya adalah Mikrotik Router, ini adalah Operating system yang khusus digunakan untuk membuat sebuah router dengan cara menginstallnya ke komputer. Fasilitas atau tools yang disediakan dalam Mikrotik Router Os sangat lengkap untuk membangun sebuah router yang handal dan stabil. Mikrotik RouterOS, merupakan sistem operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows Application (WinBox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada Standard komputer PC (Personal Computer). PC yang akan dijadikan router mikrotik pun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk keperluan beban yang besar (network yang kompleks, routing yang rumit) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai. Setelah menrapkan router mikrotik di SMK Maskumambang 1 Gresik, kondisi bandwidth stabil tanpa harus menunggu user lain selesai menggunakan koneksi internet, internet di kantor administrasi dan laboratorium bisa melakukan aktifitasnya tanpa takut menganggu aktifitas orang lain. Kesimpulan Dalam menggunakan fasilitas internet terdapat tiga buah kegiatan yang sering dilakukan, yaitu browsing, chatting dan download. Dari ketiga kegiatan tersebut, kegiatan download-lah yang paling banyak menggunakan bandwidth internet. MikroTik Router memiliki fitur pembagian bandwidth internet dengan metode antrian queue simple dan bandwidth internet dibagi secara flat.

Membangun FTP server dengan menggunakan Linux Ubuntu 8.04 / Bagus Harianto

 

Penerapan sistem komputerisasi dan pengolahan data elektronik telah terbukti sebagai solusi yang handal dalam membantu kelancaran proses operasional administrasi sekolah. Dalam rangka memperoleh sertifikat ISO 9001:2000 yang diberikan untuk peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan, SMKN 1 Cerme-Gresik akan mengembangkan sebuah server yang berguna untuk melayani pertukaran data yang diperlukan setiap unit kerja dan mempermudah memanajemen file agar pelayanan lebih cepat. Server yang dibuat adalah FTP server dengan menggunakan Linux Ubuntu 8.04, disertai konfigurasi paket-paketnya diantaranya adalah BIND9, PROFTPD, I.E 6(Browser), LAN. Server ini juga diberi sistem security FTP Server dengan menggunakan username dan anonymous agar tidak semua user bisa upload dan download data. Layanan jaringan yang dipakai adalah intranet sehingga memudahkan user untuk mengakses data . Hasil implementasi sistem meliputi hasil pengujian pada Domain Name System (DNS) dengan menggunakan 2 cara yaitu (1) pengujian menggunakan IP Adress dan (2) pengujian menggunakan nama domain (Domain Name), sedangkan hasil pengujian pada FTP server juga menggunakan 2 cara yaitu (1) pengujian mengirim data (upload) dan (2) pengujian mengambil data (download). Hasil pengujian baik installasi, konfigurasi DNS server, konfigurasi FTP server dan konfigurasi username dapat dianalisa sebagai berikut: (1) pengguna FTP server sangat memudahkan administrasi dalam memanajemen data dan mempercepat pekerjaan (2) hasil pengujian seluruh konfigurasi yang telah dilakukan terhadap paket BIND9 dan PROFTPD kesemuanya berhasil dengan baik (3) client yang ingin memanfaatkan layanan FTP server di SMK Negeri 1 Cerme harus login dengan memasukkan username dan password yang sudah dibuat oleh administrator (4) layananserver FTP server dapat di akses pada jaringan lokal (intranet) yang ada di SMK Negeri 1 Cerme (5) hasil pengujian dari FTP server untuk upload dan download dari masing-masing username telah berhasil dengan baik. Kemajuan teknologi telah mengubah struktur masyarakat dari yang bersifat lokal menuju kearah masyarakat global. Perubahan ini disebabkan oleh kehadiran teknologi informasi berpadu dengan media dan komputer, yang kemudian melahirkan piranti baru yang disebut internet. Kehadiran internet memunculkan paradigma baru dalam kehidupan manusia. Kehidupan berubah dari hanya bersifat nyata (real) kerealitas baru yang bersifat maya (virtual). Dalam hal ini pemenuhan akan informasi semakin cepat. Data atau informasi yang pada jaman dahulu harus memakan waktu berhari-hari untuk diolah sebelum dikirimkan ke sisi lain di dunia, saat ini dapat dilakukan dalam hitungan detik. Kondisi demikian dimanfaatkan SMKN 1 Cerme-Gresik yang salah satu sekolah kejuruan negeri yang berada di kabupaten Gresik yang bertaraf internasional. Diantaranya sudah dikembangkan jaringan intranet dan internet yang berguna memberikan pelayanan dan pengetahuan yang lebih bagi warganya dan mempermudah pekejaan lebih efektif dan efisien. Tidak itu saja, dalam rangka memperoleh sertifikat ISO 9001:2000 yang diberikan untuk peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan, SMKN 1 Cerme-Gresik akan mengembangkan sebuah server yang berguna untuk melayani pertukaran data yang diperlukan setiap unit kerja dan mempermudahkan memanajemen file agar pelayanan lebih cepat. Hal ini yang mendasari pembuatan server File Transfer Protokol yang merupakan pengembangan proyek tugas akhir. Pembuatan server ini menggunakan system operasi Linux Ubuntu Versi 8.04.

Implementasi pembelajaran kooperatif model think pair share (TPS) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran mengaplikasikan keterampilan dasar komunikasi siswa kelas X APK 2 SMK Negeri I Turen / Shinta Christanti

 

ABSTRAK Christanti, S. 2008. Implementasi Pembelajaran kooperatif Model Think Pair Share (TPS) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Mengaplikasikan Keterampilan Dasar Komunikasi Siswa Kelas X APK 2 SMK Negeri I Turen. Skripsi, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Supriyanto, M.M ; (2) Imam Bukhori, S.Pd. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Think Pair Share, Motivasi, Hasil Belajar Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah pada proses pembelajaran yang lebih menekankan pada kemampuan penalaran siswa. Think Pair Share merupakan pendekatan yang mengacu pada pembelajaran ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan prmbelajaran model TPS dan tingkat motivasi serta hasil belajar siswa mata pelajaran mengaplikasikan keterampilan dasar komuniukasi di SMK Negeri I Turen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis tindakan kelas PTK yang terdiri dari dua siklus. Siklus I dan Siklus II di tempuh selama empat pertemuan. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Tindakan yang diberikan pada siklus I dan siklus II berupa penerapan pembelajaran kooperatif model TPS. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah bekerja dalam satu tim. Hasil penelitian penerapan pembelajaran kooperatif model TPS adalah sebagai berikut: (1) penerapan pembelajaran kooperatif model TPS dilihat dari motivasi siswa mengalami peningkatan dari 52,5% menjadi 72,625% hal ini berarti terjadi peningkatan sebesar 20,12%; (2) hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah penerapan TPS dari 74.05 menjadi 87,5. (3) hasil belajar siswa dinilai berdasarkan post tes. Kelemahan dari pembelajaran TPS ini adalah banyak siswa yang kurang memahami metode ini sehingga mereka kesulitanm untuk menguasai matri dan waktu yang diperlukan untuk metode ini relatif lama. Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti mengajukan saran: (1) bagi guru mata diklat mengaplikasikan keterampilan dasar komunikasi dianjurkan menggunakan pembelajaran kooperatif model TPS untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar di kelas; (2) Untuk peneliti berikutnya, hendaknya dapat menerapkan motode TPS ini pada mata diklat lain; (3) Sekolah perlu menyediakan sarana dan prasarana seperti laboratorium yang memadai; (4) guru hendaknya dapat memotivasi siswa untuk belajar terlebih dahulu sebelum materi disampaikan oleh guru, (5) dengan adanya pembelajaran dengan metode TPS ini diharapkan siswa akan lebih aktif dan dapat berpikir secara mandiri dan berkelompok.

Penerapan media microsoft powerpoint terhadap peningkatkan hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi pokok bahasan permintaan dan penawaran di SMAK ST. Albertus Malang / Theodora Anggraeni Putri

 

ABSTRAK Putri, Theodora Anggraeni. 2008. Penerapan Media Microsoft PowerPoint Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Ekonomi Pokok Bahasan Permintaan Dan Penawaran di SMAK St. Albertus Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Hj. Lisa Rokhmani. M.Si, (II) Agus Sumanto. SE, M.SA. Kata kunci: Media Microsoft PowerPoint dan Hasil Belajar Berdasarkan observasi awal yang penulis lakukan di SMAK St. Albertus Malang, diketahui bahwa minat belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi masih rendah. Terbukti pada saat guru mata pelajaran ekonomi mengajar ada banyak siswa yang terlihat bosan, mengantuk, dan tidak memperhatikan penjelasan guru. Hal ini disebabkan guru hanya mengandalkan papan tulis dan kapur sebagai media pembelajaran. Sehingga untuk meningkatkan hasil belajar perlu dilakukan variasi dalam kegiatan belajar mengajar. Khususnya variasi dalam penggunaan media pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terhadap penerapan media Microsoft PowerPoint pada mata pelajaran Ekonomi bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses penerapan media Microsoft PowerPoint, peningkatan hasil belajar siswa, serta bagaimana respon siswa terhadap penerapan media ini pada mata pelajaran Ekonomi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan, dimana tiap pertemuan berlangsung selama 1 x 45 menit. Siklus I dilaksanakan pada hari Senin tanggal 17 November 2008 dan hari Kamis tanggal 20 November 2008. Sedangkan siklus II dilaksanakan pada hari Senin tanggal 24 November 2008 dan hari Sabtu tanggal 29 November 2008. Subyek penelitian adalah siswa kelas X-7 SMAK St. Albertus Malang semester ganjil tahun ajaran 2008/2009. Jumlah siswa sebanyak 40 siswa yang terdiri dari 20 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media Microsoft Power-Point pada mata pelajaran Ekonomi dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas X-7 SMAK St. Albertus Malang terbukti dari semakin antusiasnya siswa dalam mendengarkan, memperhatikan, dan bertanya kepada peneliti. Sementara itu, hasil belajar siswa kelas X-7 SMAK St. Albertus Malang dapat dilihat dari nilai rata-rata post test dan persentase ketuntasan belajar. Pada siklus I, siswa yang menda-patkan nilai ≥ 75 dengan ketuntasan belajar sebesar 90% sebanyak 36 orang. Pada siklus II, siswa yang mendapat-kan nilai ≥ 75 dengan ketuntasan belajar sebesar 95% sebanyak 38 orang. Respon siswa terhadap penerapan media Microsoft PowerPoint pada mata pelajaran Ekonomi, menunjukkan bahwa siswa merasa senang dengan penerapan media ini dan melalui penerapan media Microsoft PowerPoint ini siswa dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar dengan penerapan media Microsoft PowerPoint dengan metode ceramah terhadap mata pelajaran ekonomi yang dibuktikan dari ketuntasan belajar siswa.

Evaluasi sistem pengadaan gabah/beras di Perum Bulog Sub Divre VIII Probolinggo / Khoirun Nisa' Yasmin

 

Beberapa tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini diantaranya adalah mengetahui struktur organisasi di Perum Bulog Sub Divre VIII Probolinggo, mengetahui prosedur pengadaan gabah/beras dalam negeri di Perum Bulog, serta mengetahui pengendalian pengadaan gabah/beras di Perum Bulog Sub Divre VIII Probolinggo. Teknik pengumpulan data dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah: dokumen dan intervew. Teknik pemecahan masalah dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah evaluasi terhadap struktur organisasi, prosedur pengadaan gabah/beras pada Perum Bulog serta evaluasi pengendalian pengadaan gabah/beras di Perum Bulog Subdivre VIII Probolinggo. Berdasarkan pembahasan Tugas Akhir ini dapat disimpulkan bahwa dalam struktur organisasi, Perum Bulog Sub Divre VIII Probolinggo telah menerapkan struktur organisasi yang sesuai dengan ketentuan namun hanya ada beberapa hal yang perlu di evaluasi seperti pada bagian seksi Minku dan seksi Akuntansi. Perum Bulog Sub Divre VIII Probolinggo juga telah menerapkan prosedur pengadaan gabah/beras yang sesuai dengan ketentuan yang ada. Sedangkan dalam hal pengendalian pengadaan gabah/beras, Perum Bulog Sub Divre VIII Probolinggo telah menerapkan pengendalian pengadaan gabah/beras sesuai dengan ketentuan namun ada beberapa tambahan yang bisa digunakan sebagai pengendalian diantaranya adalah mengoptimalkan pelayanan, Satgas disarankan “menjemput bola”, mengaktifkan serta menambah unit Penggilingan Gabah Bulog (UPGB). Berdasarkan hasil evaluasi dapat disarankan kepada Perum Bulog Subdivre VIII Probolinggo diantaranya adalah melaksanakan pemisahan fungsi antara seksi administrasi dan keuangan, pengadaan manajer kredit dan seksi kontroler, mengoptimalisasi pelayanan, Satgas disarankan “menjemput bola”, mengaktifkan serta menambah Unit Penggilingan Gabah Bulog (UPGB).

Penerapan strategi promosi produk telkom flexi pada PT. Telkom Kandatel Malang / Anda Teguh Amanda

 

Era globalisasi telah mengakibatkan terjadinya perkembangan yang sangat pesat dalam dunia komunikasi. Hal ini mengakibatkan menjamurnya perusahaan-perusahaan dalam bidang komunikasi, sehingga produk-produk komunikasi yang dibutuhkan konsumen dapat tersedia. Dengan adanya berbagai macam produk-produk komunikasi baik merek maupun kualitasnya tersebut menyebabkan konsumen berfikir kritis dalam menentukan pilihan sehingga produsen harus berusaha bersaing dan berebut minat konsumen serta pangsa pasar dengan cara memperkenalkan produk yang dihasilkan kepada konsumen. Telkom sebagai pelopor komunikasi pertama di Indonesia telah meluncurkan produk sebagai media atau sarana komunikasi yang salah satunya berupa Flexi. Flexi adalah telepon Fixed Wireless Digital yang dipakai sebagai telepon rumah (fixed phone) dan telepon bergerak (mobility). Layanan Fixed Wireless berbasis CDMA (Code Division Multiple acces) yang telah diberi brand “Telkom Flexi” sebagai telepon bergerak terbatas dalam satu area kode, hal ini karena Flexi memiliki fitur limited mobility. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk (1) mengetahui jenis bauran promosi yang diterapkan PT. Telkom Kandatel Malang dalam mempromosikan Telkom Flexi, (2) mengetahui strategi promosi yang efektif yang diterapkan PT. Telkom Kandatel Malang dalam mempromosikan Telkom Flexi, (3) mengetahui faktor yang menjadi pendukung dan penghambat PT. Telkom Kandatel Malang dalam mempromosikan Telkom Flexi. Jenis promosi yang digunakan oleh PT. Telkom Kandatel-Malang dalam mempromosikan Telkom Flexi adalah (1) Periklanan, dengan menggunakan media: televisi, radio, spanduk dan umbul-umbul, koran, brosur, dan kaos atau seragam (2) Promosi Penjualan, dengan menggunakan cara Bundling atau paket, diskon dan gratis perdana, program Flexi Mesra dan Flexi Jumbo Bonus, FFC (Flexi Frontliner Club), dan Pameran Plasa. (3) Pejualan perseorangan, dengan menggunakan cara sales force dan Customer Day atau Road Show (4) Hubungan Masyarakat, dilakukan dengan cara memberikan sponsorship. Dari jenis promosi yang digunakan PT. Telkom Kandatel Malang terdapat strategi promosi yang efektif dalam mempromosikan Telkom Flexi yaitu televisi, sales force dan customer day. Berdasarkan praktikum yang dilakukan penulis, maka saran yang ingin disampaikan penulis kepada PT. Telkom Kandatel-Malang, adalah (1) Hendaknya PT. Telkom Kandatel-Malang meningkatkan promosi penjualan perseorangan dalam bentuk sales force dan Customer Day atau Road Show karena saat ini program tersebut sangat kurang dijalankan. (2). Hendaknya PT. Telkom Kandatel-Malang mengalokasikan biaya promosi dari Anggaran Belanja perusahaan agar biaya promosi yang dianggap mahal dapat diatasi dari Anggaran Belanja yang telah ditetapkan. (3). Hendaknya PT. Telkom Kandatel-Malang dapat meminimalisir penyebaran brosur yang tidak merata dengan mendata outlet atau counter yang ada di Malang. (4). Hendaknya PT. Telkom Kandatel-Malang selalu mencermati promosi dari CDMA lain agar pelanggan tidak berpindah ke operator lain.

Hasil belajar matematika siswa kelas X di SMA Negeri 10 Malang yang menggunakan metode silih tanya / Ria Widiyanti

 

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti di SMA Negeri 10 Malang, pembelajaran yang dilakukan guru menggunakan metode ekspositori dan pemberian tugas, ternyata hal tersebut belum bisa menghasilkan hasil belajar yang optimal dan masih ada siswa yang mengalami kesulitan belajar matematika. Kesulitan siswa dalam belajar matematika akan mempengaruhi hasil belajar matematika siswa. Metode silih tanya mengandung 4 unsur pokok yaitu: problem posing, kompetisi, permainan, dan kooperatif. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan dikaji apakah hasil belajar antara siswa yang mendapat pembelajaran dengan metode silih tanya lebih tinggi dibanding siswa yang mendapat pembelajaran dengan metode ekspositori. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar matematika siswa kelas X di SMA Negeri 10 Malang yang menggunakan metode silih tanya lebih tinggi dibanding siswa yang mendapat pembelajaran dengan metode ekspositori. Langkah-langkah pembelajaran dengan metode silih tanya diawali pembelajaran ekspositori, pembuatan soal dan kunci jawabannya, pembentukan kelompok bermain, penentuan urutan pengajuan soal dan lamanya pengerjaan soal, pengumpulan kunci jawaban, proses silih tanya dan jawab, pengembalian kunci jawaban, pengoreksian jawaban, pemberian skor, pengumpulan hasil pekerjaan siswa, perekapan skor, pengumuman pemenang, dan diakhiri dengan pos-tes. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif jenis penelitian eksperimen semu. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 10 Malang. Siswa kelas X-5 adalah kelas eksperimen yang mendapat pembelajaran dengan metode silih tanya, sedangkan X-6 adalah kelas kontrol yang mendapat pembelajaran dengan metode ekspositori. Data skor hasil belajar diperoleh dari pos-tes. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji t pihak kanan. Berdasarkan hasil penelitian dari analisis uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hasil belajar matematika siswa kelas X di SMA Negeri 10 Malang yang menggunakan metode silih tanya dengan siswa yang menggunakan pembelajaran metode ekspositori. Faktor penyebabnya adalah siswa masih mengalami kesulitan dalam merumuskan soal dan siswa merasa bosan jika sering dilakukan kegiatan merumuskan soal. Oleh karena itu, bagi peneliti lain yang ingin menerapkan pembelajaran ini, dapat melakukan penelitian serupa secara kontinu terhadap materi dan kompetensi dasar yang lain agar diperoleh kesimpulan secara umum.

Peran kompetensi kewirausahaan dalam rangka keberlangsungan usaha pada UKM tradisional di kota Bontang Kalimantan-Timur / Heny Kusdiyanti

 

ABSTRACT Kusdiyanti, Heny. 2008. The Role of Entrepreneurship Competence in the Business Survival of Traditional Small and Medium Enterprises (UKM) in Bontang, East Borneo. Dissertation, Economic Education, Post-graduate Program, Malang State University. Promoters: (i) Prof. Dr. Salladien, (ii) Prof. Dr. Agus Suman, SE, DEA, dan Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd. Keywords: competence, entrepreneurship, business survival. In relation to their efforts to maintain their business, traditional Small and Medium Enterprises (henceforth UKM) need a sound and consistent positioning strategy in a dynamic competition environment. It calls for a continuous improvement. Likewise, the on going changes are also a ceaseless paradigm of competition. In order to manage those changes, traditional UKM should be able to find a sound basis to face their competitors (double loop learning). Those competitors may be a new comer in the industry or market. Therefore, traditional UKM should find a way to overcome every barrier in penetrating an industry. It is a learning process in which this learning is highly dependent on their awareness towards strategy and the use of knowledge as well as information from the organization. The objective of this research is to describe the entrepreneurship competence in business survival. There are 4 items described in relation to business survival, namely (1) the existing role of traditional business environment in improving competence and business survival (2) existing elements in the traditional business environment in improving competence and business survival (3) the meaning of entrepreneurship learning according to the understanding of traditional UKM and the process of entrepreneurship learning, and (4) the role of entrepreneurship competence in business survival. The approach employed in this paper is a qualitative one. The data for this research, in the form of series of question-answer exist in social interaction, comes from 2 sources, the writer and 15 other informants. Data collection activities were conducted by employing observation method. The instruments utilized in collecting the data were human instrument and data collection. To ensure their validity, the writer then conducted a data triangulation activity. Data analysis was executed by employing data presentation, data reduction, and verification and conclusion activities. The data analysis was begun with identifying questions and responses, clarifying questions and responses along with their characteristics, determining the type and principle of using each question (from these initial three stages, a tentative conclusion was drawn, followed by a triangulation activity), and concluding the type of questions, responses, and their usage principles. The development of traditional UKM is influenced by several elements commonly related to entrepreneurship activity, namely: suppliers, agents, warehousing, government, relatives, etc. In reality, many traditional UKM know and have a relationship with their relatives only. Everything, related to business activity and wok, is given to their relatives. Obviously, this entrepreneurship process needs an interaction with other resources to create a conducive business environment. Their interactive necessity towards these resources have proven that traditional UKM have actually made a rational choice. Entrepreneurship learning is a critical factor in entrepreneurship development. Therefore, small entrepreneurs need to be given the access and great opportunity to have education, training, and guidance to learn from their business activities.

Prestasi belajar siswa kelas X SMA Laboratorium UM pada materi sistem persmaan linier melalui tutor seraya / Arie Setyo Fatmawati

 

ABSTRAK Fatmawati, Arie Setyo. 2008. Prestasi Belajar Siswa Kelas X SMA Laboratorium UM Pada Materi Sistem Persamaan Linier Melalui Tutor Sebaya. Skripsi, Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. H. Ipung Yuwono, M.S. M.Sc, (2) Drs. Eddy Budiono, M. Pd. Kata kunci: Tutor sebaya, prestasi belajar. Persoalan yang sering timbul dalam belajar adalah banyak siswa yang mengalami kesulitan belajar. Dan hal ini akan berdampak pada prestasi belajar siswa yang rendah. Oleh karena itu, perlu adanya suatu metode pembelajaran yang tepat. Salah satunya adalah pembelajaran melalui tutor sebaya. Maka peneliti mengadakan penelitian tentang prestasi belajar siswa pada materi sistem persamaan linier melalui tutor sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prestasi belajar siswa yang dirinci dengan mendeskripsikan hasil tes belajar siswa, mendeskripsikan hasil wawancara berbasis masalah, mendeskripsikan aktivitas siswa serta mendeskripsikan hasil pekerjaan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Laboratorium UM. Data prestasi belajar diperoleh dari tes hasil belajar, wawancara berbasis masalah, lembar pengamatan aktivitas siswa dan hasil pekerjaan siswa. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dari hasil tes belajar siswa menunjukkan bahwa 81,57% siswa memperoleh nilai yang memenuhi SKM. Dari hasil wawancara berbasis masalah menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dapat menguasai materi tentang sistem persamaan linier, dari lembar pengamatan aktivitas siswa menunjukkan bahwa taraf keaktifan siswa adalah sangat baik. Dan berdasarkan hasil pekerjaan siswa menunjukkan bahwa siswa sudah mampu menyelesaikan sistem persamaan linier melalui beberapa metode penyelesaian. Peneliti menyarankan sebaiknya pembelajaran melalui tutor sebaya dapat dikembangkan terus dan dijadikan sebagai alternatif pembelajaran. ABSTRACT Fatmawati, Arie Setyo. 2008. The Students Learning Achievement of The First Class in UM Laboratory Senior High School on Linier Equations System Material Through Peer Tutorial. Script, Mathematic Department, Faculty of Mathematics and Science, State University of Malang. Advisor (1) Prof. Dr. H. Ipung Yuwono, M.S. M.Sc, (2) Drs. Eddy Budiono, M. Pd. Keyword: Peer Tutorial, Learning Achievement The frequent problem occurred in learning process is there are a lot of students who finds difficulties in learning. And this condition will effect on a low learning achievement of the students. Therefore, necessary to a method of learning the right. Which one is learning through a peer tutorial. So the researcher performed of experiment about the student learning achievement in linier equations system material through of peer tutor. Representing of this experiment to description of the student learning achievement which detailed with description the result of the student test, to description the result of interview based on the problem, to description the student activity, and to the description the result of the student work. This experiment is descriptive. The subject of this experiment is the student on the first class in UM Laboratory Senior High School. The learning of achievement data is obtained from the result of the student test, the result of interview based on the problem, the piece of perception student activity and the result of the student work. Pursuant to the result from the experiment that already doing can conclude that from the result of the student test show that 81,57% the score of the student fullfiled the SKM. From the result of interview based on the problem showed that some of the student can understanding the material about linier equations system, from the piece of perception activity of the student showed that activity level the student is very well. And from the result of the student work showed that the student can finished the linier equations system through some of solution methods. The researcher advice the best way to learning through the peer tutorial can development and made as the learning alternative.

Pelaksanaan marketing mix pada PT. PLN (Perero) APJ Malang kota Guna meningkatkan lualitas pelayanan / Arip Mardiyati

 

PT. PLN (Persero) APJ Malang Kota merupakan salah satu perusahaan negara yang bergerak pada bidang jasa kelistrikan di Indonesia yang menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum. Saat ini listrik mempunyai peranan yang sangat penting dalam peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat pada umumnya, serta mendorong peningkatan kegiatan ekonomi pada khususnya. Hampir di semua aktivitas baik rumah tangga, industri, maupun pemerintahan menggunakan listrik. Dengan adanya listrik akan memudahkan kita unuk melakukan aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Menyadari pentingnya hal diatas maka PT. PLN sebagai salah satu BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang merupakan satu-satunya perusahaan penyedia listrik di negara ini, harus dapat mengelola sebaik-baiknya. Walaupun saat ini PT. PLN sebagai perusahaan monopoli, namun PT. PLN tetap terus berupaya untuk meningkatkan pemasaran dari setiap produk-produknya agar lebih dipahami oleh masyarakat. Dengan menggunakan marketing mix (bauran pemasaran) yang tepat yang diantaranya adalah product, price, place, promotion, people, process, customer service karena PT. PLN (Persero) APJ Malang Kota merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Sehingga diharapkan bisa membantu kinerja PT. PLN (Persero) APJ Malang Kota dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan sehingga para pelanggan merasa puas. Berdasarkan hal tersebut maka PT. PLN (Persero) APJ Malang Kota menerbitkan produk pemasaran yang bisa digunakan oleh para pelanggannya sesuai dengan kebutuhannya. Produk pemasaran PT. PLN (Persero) APJ Malang Kota dibagi menjadi empat golongan target market diantaranya yaitu golongan rumah tangga, golongan industri kecil dan menengah, golongan industri atau pabrik besar, golongan metroseksual. Dan sebagai wujud komitmen dalam rangka memberikan layanan yang prima maka PT. PLN (Persero) APJ Malang Kota juga menerbitkan produk yang disebut sebagai produk layanan yang mana bertujuan untuk membantu dan mempermudah layanan. Produk-produk tersebut adalah MULYA 2001, Call Center 123, CMS (Customer Management Sytem), SIGO (Sistem Informasi Geografi), AMR (Automatic Meter Reading), SOPP (System Online Payment Point), PRAQTIS, I-SMS (Layanan Informasi lewat SMS), PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan). Kesimpulan yang diperoleh dari penulisan ini adalah dengan memberikan bentuk pelayanan jasa yang jelas maka PT. PLN (Persero) APJ Malang Kota memberikan kemudahan kepada pelanggan dan calon pelanggan dalam menggunakan pelayanan yang diinginkan dengan peraturan yang berlaku. Berdasarkan hasil penulisan ini dapat disarankan agar PT. PLN (Persero) APJ Malang Kota mampu meningkatkan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan serta mempertahankan kualitas pelayanan yang sudah diterapkan sebelumnya.

Pengaruh motivasi berprestasi dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa pada siswa kelas XI program APK di SMK Negeri 1 Turen / Citra Mega Dhini

 

ABSTRAK Dhini, C. M. 2008. Pengaruh Motivasi Berprestasi Dan Fasilitas Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI APk di SMK Negeri 1 Turen. Skripsi, Program Studi Administrasi Perkantoran Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Supriyanto, M.M. Pembimbing (2) Imam Bukhori, S.Pd, M.M Kata Kunci: Motivasi Berprestasi, Fasilitas Belajar, Prestasi Belajar. Era globalisasi membawa dampak persaingan yang tanpa batas dalam segala bidang termasuk tenaga kerja. Agar tidak tersingkir dari persaingan tersebut, para tenaga kerja harus memiliki ketrampilan yang memadai. Lembaga pendidikan yang menyiapkan peserta didiknya agar siap memasuki dunia kerja adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dalam rangka meningkatkan kualitas Pendidikan Kejuruan yang sesuai dengan tujuan pendidikan maka dapat ditempuh melalui proses pembelajaran di sekolah. Untuk mengukur sampai dimana perubahan yang dicapai dalam pembelajaran salah satunya dapat dilihat dari tingkat prestasi yang dicapai di sekolah. Prestasi belajar dituangkan dalam bentuk hasil belajar siswa yang berupa nilai. Terdapat dua faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa yaitu faktor internal yang datangnya dari dalam diri individu siswa dan juga faktor eksternal yang datangnya dari luar diri siswa. Di antara faktor-faktor tersebut terdapat faktor motivasi berprestasi dan fasilitas belajar.Berdasarkan rumusan masalah yang ada maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor motivasi berprestasi, faasilitas belajar dan prestasi belajar siswa kelas XI APk di SMK Negeri 1 Turen. Dalam pengumpulan data Penelitian ini menggunakan metode angket dan dokumentasi serta wawancara yang dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2008. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI APk di SMK Negeri 1 Turen sebanyak 83 responden. Pengolahan data yang dilakukan adalah dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan statistik inferensial. Dari pengolahan data secara deskriptif diperoleh hasil: (a) Motivasi berprestasi siswa kelas XI Program APk di SMK Negeri I Turen termasuk tinggi, hal ini dibuktikan dari 83 responden sebanyak 5 (6,02%) mempunyai motivasi yang sangat tinggi, 47 responden (56,63%) mempunyai motivasi yang tinggi, 24 responden (28,92%) yang rendah dan 7 responden (8,43%) mempunyai motivasi yang sangat rendah. (b) Fasilitas belajar yang disediakan di SMK Negeri I Turen tergolong cukup baik dengan 83 responden yang menjawab sebanyak 12 responden (14,45%) menyatakan bahwa fasilitas belajar di SMK Negeri 1 Turen tergolong sangat baik, 25 responden (30,13%) menyatakan bahwa fasilitas belajar tergolong baik, 35 responden (42,17%) menyatakan bahwa fasilitas belajar tergolong cukup dan 11 responden (13,25%) menyatakan bahwa fasilitas belajar di SMK Negeri 1 Turen tergolong kurang. Sedangkan dari hasil statistic inferensial diperoleh hasil sebagai berikut: (a) Secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Program APk di SMK Negeri I Turen terbukti dari nilai sig t 0,005 < 0,05. Dengan SE yang diberikan sebesar 9,861% (b) Secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Program APk di SMK Negeri I Turen terbukti dari nilai sig t 0,000 < 0,05. dengan SE yang diberikan sebesar 15,5496% (c) Secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan motivasi berprestasi dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Program APk di SMK Negeri I Turen terbukti dari nilai sig t 0,000 < 0,05. Nilai Multipel R menunjukan nilai 0,254 hal ini berarti variabel bebas motivasi berprestasi (X1) dan fasilitas belajar (X2) mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar (Y) sebesar 25,4% sedangkan sisanya sebesar 74,6 % dipengaruhi oleh faktor lain Dari hasil penelitian ini penulis dapat memberikan saran kepada siswa agar Para siswa mampu meningkatkan motivasi berprestasi mereka karena motivasi yang paling utama dalam mewujudkan prestasi belajar yang baik adalah motivasi dari dalam diri siswa itu sendiri. Selain itu diberikan juga saran kepada sekolah Pihak sekolah perlu mengadakan evaluasi dan pembenahan fasilitas belajar yang sudah cukup baik agar menjadi semakin baik, agar prestasi belajar siswa menjadi optimal. Saran juga diberikan kepada Para guru yang diharapkan untuk menggunakan fasilitas yang telah disediakan sekolah secara maksimal agar siswa berkompeten dalam bidang kesekretarisan. Para guru juga diharapkan mampu memotivasi siswanya agar prestasi belajar siswa menjadi semakin optimal.

Perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa dengan metode pembelajaran silih tanya dan konvensional pokok bahasan lingkaran pada siswa kelas VIII SMP Laboratorium UM / Yessy Kussumaningrum

 

ABSTRAK Kussumaningrum, Yessy. 2009. Perbedaan Prestasi Belajar Matematika Antara Siswa Dengan Metode Pembelajaran Silih Tanya Dan Konvensional Pokok Bahasan Lingkaran Pada Siswa Kelas VIII SMP laboratorium UM. Skripsi, Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Makbul Muksar, S.Pd, M.Si.(2) Drs. Ir. Herutomo, M.Pd. Kata kunci:. Metode pembelajaran silih tanya,lingkaran, prestasi belajar. Matematika adalah alat untuk mengembangkan kemampuan berfikir manusia, sehingga perlu dibekalkan kepada peserta didik sejak dini. Kenyataan menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika di sekolah menengah di Indonesia relatif rendah. Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya prestasi belajar matematika adalah metode pembelajaran yang digunakan di sekolah-sekolah cenderung kurang mengaktifkan siswa, dan pelajaran matematika dianggap sulit dan menakutkan oleh sebagian besar siswa, sehingga matematika haruslah diajarkan dengan suasana yang menyenangkan, diantaranya dengan memasukkan unsur permainan dalam metode pembelajaran yang dipilih. Pendekatan pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa adalah pendekatan konstruktivis yang menuntut siswa aktif dalam pembelajarannya sendiri. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan adalah metode pembelajaran silih tanya. Metode ini memperlakukan siswa sebagai subyek aktif dalam pembelajaran dengan mengarahkan siswa untuk dapat merumuskan soal sendiri serta menekankan pada pembelajaran yang menyenangkan karena terdapat unsur permainan dalam proses pembelajaran. Metode silih tanya adalah metode pembelajaran dimana terjadi interaksi saling bertanya (mengajukan pertanyaan) dan saling menjawab dari siswa dan pasangan mainnya dengan menggunakan alat bantu ajar kartu model. Pelaksanaan pembelajaran meliputi pembelajaran untuk beberapa pertemuan, membuat soal dan kunci jawaban, pembentukan kelompok silih tanya, menentukan urutan main dan memberikan pertanyaan pada pasangan main, mengkoreksi jawaban, memberikan skor, dan pengumuman perolehan skor oleh guru. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa dengan metode pembelajaran silih tanya dan konvensional pada pokok bahasan Lingkaran pada siswa kelas VIII SMP Laboratorium UM Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian eksperimen. Data diperoleh dari tes prestasi belajar. Kesimpulan penelitian bahwa ada perbedaan prestasi belajar matematika yang signifikan antara siswa yang diajar dengan metode pembelajaran silih tanya dan siswa yang diajar dengan metode konvensional pada pokok bahasan Lingkaran. Peneliti menyarankan sebaiknya metode silih tanya dijadikan sebagai alternatif yang perlu dipertimbangkan dalam pembelajaran.

Perbandingan hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan pendekatan open ended dan pembelajaran konvensional / Ida Prasanti

 

Pendekatan open ended adalah proses pembelajaran yang memungkinkan siswa mencari jawaban atau metode lebih dari satu atas persoalan yang diajukan. Dalam hal ini siswa yang berperan aktif dalam proses pembelajaran tersebut dan guru hanya menjadi fasilitator.Guru dalam mengaktifkan siswa dapat memberikan bentuk soal mengarah kepada jawaban yang dimungkinkan lebih dari satu jawaban dan juga penyelidikan. Responden dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas VII MTs Surya Buana Malang. Penelitian diadakan di dua kelas, antara lain kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen berjumlah 38 sedangkan kelas kontrol berjumlah 37. Kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional sedangkan kelas eksperimen menggunakan pembelajaran dengan pendekatan Open Ended. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan antara pembelajaran matematika dengan pendekatan open ended dan pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar matematika siswa. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat rata-rata nilai tes kemampuan awal dan nilai tes kemampuan akhir pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tes kemampuan akhir pada kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol dengan tes kemampuan awal yang sama. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disarankan agar pembelajaran dengan pendekatan open ended hendaknya dapat digunakan sebagai pertimbangan guru bidang studi matematika dalam kegiatan pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa, dan guru dalam pembelajaran dengan pendekatan open ended, sebaiknya dibantu secara tim sehingga guru yang lain dapat membantu mengamati kegiatan belajar siswa dalam kelompok seluruhnya. Selain itu guru lain juga dapat membantu dalam menjelaskan permasalahan yang diberikan kepada siswa.

Analisis pengaruh minat dan motivasi belajar pada mata pelajaran ekonomi di sekolah terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang / Erfan Hidayat

 

Minat adalah suatu rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat digambarkan sebagai hubungan diri siswa dan sesuatu di luar diri siswa. Sehingga diantaranya terbentuk ketertarikan. Setiap aktivitas yang diminati seseorang pasti diikuti perasaan senang yang selanjutnya terbentuk ketertarikan dan dari situ diperoleh kepuasan. Motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Perubahan energi yang dimaksud adalah perubahan energi yang di akibatkan adanya kegiatan fisik. Prestasi belajar adalah perubahan ilmu pengetahuan tentang apa yang diajarkan atau dipelajari, karena seseorang mempunyai suatu tujuan maka orang tersebut akan termotivasi untuk mencapai tujuan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat minat dan motivasi siswa dalam belajar mata pelajaran ekonomi dan pengaruh minat dan motivasi belajar mata pelajaran ekonomi terhadap prestasi belajar siswa kelas X di SMA Negeri 8 Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X6 dan X7 SMA Negeri 8 Malang pada semester gasal tahun ajaran 2008/ 2009, yang berjumlah 81orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, dan dokumentasi nilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat berpengaruh terhadap prestasi, ini bisa di tunjukkan oleh taraf signifikansi t sebesar 0,000 pada tingkat signifikansi 0.05, karena 0.000<0.05 dan thitung (5,464) > ttabel (79; 0,05) (1,991), artinya dapat dibuktikan bahwa minat berpengaruh terhadap prestasi. Motivasi berpengaruh besar terhadap prestasi belajar ini ditunjukkan oleh taraf signifikansi t sebesar 0,000 pada tingkat signifikansi 0.05, karena 0.000<0.05 dan thitung (6,609) > ttabel (79; 0,05) (1,991),artinya dapat dibuktikan bahwa motivasi berpengaruh terhadap variabel terikat.dan hasil belajar. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa minat dan motivasi baik secara serentak (simultan atau bersama-sama) maupun sendiri-sendiri (parsial) berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan, disarankan bagi sekolah perlu dilakasanakan upaya-upaya untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar dengan cara penyediaan fasilitas yang mendukung kegiatan belajar seperti perpustakaan. Selain itu, pembinaan dan pengembangan minat dan motivasi dapat dilakukan dengan mengadakan program bimbingan belajar diluar jam sekolah. Kepada guru hendaknya dapat merancang model pembelajaran yang bervariasi sehingga dapat menarik minat dan motivasi siswa selain itu guru dapat melatih siswa untuk mengapplikasikannya pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Penerapan strategi reciprocal teaching dalam model problem based learning untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA-1 di SMA Negeri 6 Malang / Cahyo Prastyo

 

ABSTRAK Prastyo, Cahyo. 2008. Penerapan Strategi Reciprocal Teaching dalam Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA-1 di SMA Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Susetyoadi Setjo, M.Pd dan (II ) Dra. Nursasi Handayani, M.Si Kata Kunci: Reciprocal Teaching, Problem Based Learning, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Berdasarkan hasil observasi tentang proses pembelajaran Biologi di SMA Negeri 6 Malang khususnya kelas XI IPA 1, diperoleh informasi a danya kecenderungan pola pembelajaran yang terpusat pada guru dimana siswa kurang berkesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan belum terlibat secara maksimal dalam proses pembelajaran. Sebagian besar aktivitas pembelajaran dilakukan oleh guru sedangka n siswa bersifat pasif menerima informasi sehingga kurang membangkitkan motivasi belajar siswa karena siswa tidak dilibatkan dalam proses pembelajaran yang maksimal. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan pembelajaran tersebut adalah dengan men erapkan strategi Reciprocal Teaching dalam model Problem Based Learning yang bersifat konstruktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa kelas XI IPA-I SMA Negeri 6 Malang melalui penerapan strategi Reciprocal Teaching dalam model Problem Based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian noneksperimen dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus yang masing -masing siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, d an observasi, Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2008 sampai dengan tanggal 22 Mei 2008. Data penelitian berupa motivasi belajar siswa diperoleh melalui observasi selama penelitian, sedangkan data hasil belajar siswa diperoleh mela lui tes pada setiap akhir siklus. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA-1 semester II tahun ajaran 2007/2008 yang siswanya berjumlah 37 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 47,5% (kategori kurang) meningkat menjadi 77,5% (kategori baik) pada siklus II. Hasil belajar siswa pada siklus I menunjukkan bahwa skor rata -rata kelas sebesar 70,85 dengan persentase ketuntasan bel ajar secara klasikal sebesar 67,57% meningkat menjadi 74,98 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 78,38% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi Reciprocal Teaching dalam model Problem Based Learning meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa kelas XI IPA -I SMA Negeri 6 Malang.

Pengaruh lama kerja, curahan waktu, dan jenis pekerjaan terhadap pendapatan pekerja perusahaan marmer di desa Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung / Retno Citraningtyas

 

ABSTRAK Andoko. 2009. Pengaruh tingkat kebangkrutan terhadap harga saham melalui trading volume activity (TVA) pada perusahaan automotive & allied products yang go public (Periode Tahun 2003-2007). Skripsi, Program Studi S1 Manajemen (Konsentrasi Manajemen Keuangan) Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Agung Winarno, M.M, (II) Yuli Soesetio, S.E.M.M. Kata Kunci: Tingkat kebangkrutan altman, Trading volume Activity (TVA), Harga Saham. Informasi tingkat kebangkrutan sangat dibutuhkan sebagai bahan pertimbangan investasi, karena pada dasarnya seorang investor memutuskan untuk berinvestasi dengan melihat semua faktor, termasuk tingkat kebangkrutan. Apabila suatu perusahaan memiliki kondisi keuangan yang sehat yang mencerminkan prospek yang baik, menunjukkan aktivitas perdagangan saham yang baik maka nilai perusahaan tersebut juga akan meningkat yang tercermin pada harga saham perusahaan, demikian pula sebaliknya. Untuk mempelajari tingkah laku investor, terdapat suatu indikator penting yaitu dengan melihat perubahan volume perdagangan saham atau yang disebut Trading Volume Activity. Perubahan tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan saham dan mencerminkan keputusan investasi yang dilakukan investor dalam memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan risiko yang dihadapi. Prediksi kebangkrutan model Altman yang diduga memiliki pengaruh terhadap harga saham melalui trading volume activity. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebangkrutan, tingkat trading volume activity, tingkat harga saham, serta pengaruhnya terhadap harga saham melalui trading volume activity. Populasi dari penelitian ini berjumlah 19 perusahaan automotive & aliied products. Berdasarkan penilaian kriteria maka sampel penelitian ini memiliki 10 perusahaan yang terpilih. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis path. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kebangkrutan tidak berpengaruh terhadap trading volume activity, dan trading volume activity tidak berpengaruh terhadap harga saham. Sedangkan tngkat kebangkrutan berpengaruh terhadap harga saham tetapi tingkat kebangkrutan terhadap harga saham melalui trading volume activity tidak berpengaruh. Penelitian selanjutnya disarankan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi, beberapa perbaikan yang dapat dilakukan pada penelitian-penelitian berikutnya adalah penambahan metode analisis untuk mendeteksi kebangkrutan perusahaan tidak hanya dengan analisis diskriminan Altman (z-score) saja. Serta penambahan jumlah obyek penelitian mengingat masih ada kemungkinan di masa yang akan datang bahwa perusahaan yang listing di BEI dalam sektor otomotif bertambah. i

Pengaruh motivasi dan kepuasan kerja terhjadap kinerja melalui stres kerja karyawan (Studi pada karyawan ruang rawat inap kelas IV RSU Dr. Saiful Anwar Malang) / Ria Lestari Pangestuti

 

Bernard (dalam Effendi 1992:1) menyatakan bahwa organisasi adalah sistem dan kegiatan manusia yang bekerja sama. Sejalan dengan itu, organisasi dikatakan sebagai suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai beberapa tujuan umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi melalui hierarki otoritas dan tanggung jawab (Schein dalam Mangkunegara, 2001:23). Untuk mencapai tujuan organisasi ini dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia ini digunakan untuk mencegah agar organsisasi bisnis dan nonbisnis tidak punah dalam gejolak persaingan keras mulai abad ke-21 ini. Ruky (2004:16) mengatakan “Sumber daya manusia yang berkualitas dalam arti memenuhi persyaratan kompetensi untuk didayagunakan dalam usaha merealisasi visi dan mencapai tujuan-tujuan jangka menengah dan jangka pendek”. Apabila variabel tersebut, yaitu motivasi, kepuasan kerja telah mereka dapatkan, maka mereka akan merasa betah dan senang bekerja pada perusahaan tersebut, sehingga akan mempengaruhi timbulnya stres kerja pada karyawan sehingga mempengaruhi kinerja yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja melalui stres kerja karyawan Ruang Rawat Inap Kelas IV Rumah Sakit Dr.Saiful Anwar Malang. Penelitian ini dilaksanakan di Ruang Rawat Inap Kelas IV Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang pada bulan oktober-november 2008. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan yang bekerja sebagai perawat di ruang rawat inap kelas IV rumah sakit Dr. Saiful Anwar Malang yang berjumlah 64 orang, sedangkan sampelnya diambil sebanyak 50 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Analisis data yang dipakai adalah analisis jalur (Path Analysis). Tujuan dari analisis jalur adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung antar variabel dlam penelitian ini. Dalam penelitian ini mempunyai variabel bebas yaitu motivasi(X), variabel intervening yaitu kepuasan kerja (Z1), stres kerja (Z2) dan variabel terikat kinerja (Y). Instrumen penelitian ini menggunakan item-item dari penelitian terdahulu yang telah teruji, sehingga untuk uji validitas dan reliabilitas tetap dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas data yang diperoleh. Hasil penelitian ini dapat diketahui :(1) ada pengaruh langsung motivasi dan kepuasan kerja ditunjukkan dengan β 0. 567 dan sign 0.000.(2) terdapat pengaruh langsung motivasi dan stres kerja ditunjukkan dengan β 0. 463 dan sign 0.002 (3) terdapat pengaruh pada kepuasan kerja dan stress kerja ditunjukkan dengan β 0.183. (4) terdapat pengaruh langsung kepuasan kerja terhadap kinerja ditunjukkan dengan β 0.184 dan sign 0.251. (5) tidak terdapat pengaruh langsung stress kerja terhadap kinerja ditunjukkan dengan β -0.232 dan sign 0.148. (6) terdapat pengaruh langsung motivasi terhadap kinerja ditunjukkan dengan β 0. 472 dan sign 0.008. (6) terdapat pengaruh tidak langsung motivasi terhadap kinerja melalui kepuasan kerja ditunjukkan dengan β 0.087. (7) terdapat pengaruh tidak langsung motivasi terhadap kinerja melalui stress kerja ditunjukkan dengan β 0.110. Berdasar hasil penelitian ini dapat disarankan agar pihak Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang lebih meningkatkan rasa kebersamaan antar karyawan, misalnya dengan seringnya mengadakan kegiatan yang melibatkan seluruh karyawan, yang nantinya rasa kebersamaan itu akan muncul pada diri karyawan tersebut. Adanya rasa kebersamaan yang terjalin antar karyawan dalam menjalankan tugas atau pekerjaannya dapat memperoleh hasil yang lebih baik, sehingga akan berpengaruh pada kepuasan kerja karyawan itu sendiri.

Peningkatan keterampilan proses dan hasil belajar biologi siswa kelas XA MAN Tulungagung 2 melalui pendekatan kontekastual dengan menggunakan strategi pembelajaran inkuiri terbimbing / Nurchosin

 

Deskripsi tentang ketersediaan bahan baku brem dari luar Desa Kaliabu Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun oleh Suta Erna Apriliani Suwandi

 

Industrik ecil nrempakans uatub adanu sahay angr nemilikip ekerjad anr nodal dcngans kalak ecil sertad itunjangd engante knologyi angs ederhalal.n dustrik ecild i lndonesiad ititik beratkanp adai ndustrip engolahanh asil pertanian,s alahs atunya adalahin duslrib rerny angr nenggunakabna hanb akub erupab erask etan.I ndushi brem terdapat di Desa Kaliabu Kecamatan Mejayan Kabupalen Madiun. Desa Kaliabu merupakan desa yang subur dan cocok untuk lahan pertanian , tetapi ironisnya desa ini tidak dapat mencukupi bahan baku industri brem tersebu! sehingga untukp ersediaanb ahanb akurya rnayoritasd idatangkand ari luar desab ahkand ari luark abupatenF. erromenate rsebutr nenyebabkanp ara pengusahab rer.nm elakukan pengambilanb ahanb akribrem dengans isternp enyebaranlo kasi denganm aksud tidakp adas atul okasi saja,s ehinggap eranatrt ransportassi angatd iperlukans ebagai saranap engambilanb ahanb aku brem tersebut. Penelitianin i bertujuanu ntuk rnengetahuki eterkaitanp enyebaranlo kasi dan transportastie rhadapk etersediaanb ahanb aku brem dari luar DesaK aliabu.D engan adanyap enelitiani ni diharapkand apatd igunakans ebagabi ahanp ertimbanganu ntuk mengoptimalkapne nyebaranlo kasi pengambilanb ahanb aku brerny ang terlaluj auh danp eranantr ansportasyi ang berhubungand enganb iaya pemasokans, ehinggad apat rnelancarkapnr osesp roduksiy ang berkaitand engank etersediaanb ahanb aku brem dari luar Desa Kaliabu. Metodep enelitiany angd igunakana dalahm etoded eskriptif.P opulasdi alam penelitians ekaliguss ebagasi ampelk arenar espondenk urangd ari seratuss ehingga diambils emua.T eknik pengumpuland atay ang digunakana dalahm etodeo bservasi, wawancarad an dokumentasdi engank uisioners ebagaai lat pengumpudl ata.A nalisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan persentase. Hasil penelitianr rrenunjukkalb ahwa,k etersediaanb ahanb aku brenrd i Desa Kaliabus ebagianb esarm embutuhkan1 00k g. t2S kg berask etand alams etiapk ali produksinyaJ. enisb erask etany ang digrurakana dalalrs alorne.P adas etiapbulannya sebagianb esarm embutuhkanb erask etan sebesar3 ton. Ketersediaanb ahanb aku bremd ilakukand engans isternp enyebaranlo kasi denganm emperhiturgkanh arga (murah)s ebanyak2 5 respondenm engambild ari dalamK abupatenM adiun. Transportassie bagasi aranap engalnbilanb ahanb aku brerns ebesar2 7 responden dengans isternp asok.

Pengembangan modul pembelajaran strukyur dan perkecambahan biji berbasis kontekstual konstruktivistik bagi mahasiswa S1 Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jember / Sulifah Aprilya H.

 

ABSTRAK Hariani, Sulifah Aprilya. 2009. Pengembangan Modul Pembelajaran Struktur dan Perkecambahan Biji Berbasis Kontekstual Konstruktivistik Bagi Mahasiswa S1 Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jember. Tesis. Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc. Ph.D, (II) Dr. Dra Endang Kartini, M.S Apt. Kata kunci: Pengembangan, Modul Pembelajaran, Struktur dan Perkecambahan Biji, Kontekstual, Konstruktivistik. Pembelajaran biologi di perguruan tinggi menuntut mahasiswa untuk memahami konsep-konsep dasar, prinsip dasar dan bukan hanya menghafal fakta-fakta ataupun prosedur. Mahasiswa biologi dituntut untuk memahami proses yang terjadi dari fakta yang ada di lingkungan sekitar. Lingkungan sekitar dapat bermanfaat sebagai sumber belajar dengan prinsip alam tak ambang jadi guru. Mahasiswa pendidikan biologi dituntut untuk mengikuti perkuliahan-perkuliahan wajib bidang studi biologi. Salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa S1 Pendidikan Biologi adalah Struktur dan Perkembangan Tumbuhan I dan II (SPT I dan II). SPT II membahas tentang konsep-konsep struktur anatomi tumbuhan khususnya Angiospermae yang meliputi organisasi tingkat sel (sitologi), jaringan (histologi), organ (organologi) serta membahas tentang pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, khususnya pergiliran keturunan dan perkecambahan biji pada Angiospermae. Materi kuliah SPT II, khususnya pada topik pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan lebih sulit dibandingkan dengan materi pada topik yang lain. Alokasi waktu tidak sesuai dengan banyaknya materi yang harus dipelajari mahasiswa. Kesulitan tersebut juga dibuktikan dengan hasil belajar mahasiswa beberapa angkatan pada mata kuliah SPT II pada topik tersebut lebih rendah dibanding dengan topik yang lain Mata kuliah SPT II sangat penting bagi pengembangan kompetensi profesional calon guru biologi, terutama dalam mengembangkan bidang ilmunya sesuai konteks daerah tempat pembelajaran berlangsung; ketersediaan buku-buku (referensi) yang menunjang mata kuliah SPT II terutama yang mencontohkan berbagai perkembangan embrio tumbuhan pada matakuliah SPT II yang ada di lingkungan sekitar mahasiswa selama ini terbatas jumlahnya; pelaksanaan pembelajaran selama ini cenderung berpusat pada dosen (teacher centered) dan kurang menarik perhatian mahasiswa; dan belum banyak sumber belajar yang dapat meningkatkan motivasi mahasiswa, maka perlu dikembangkan modul pembelajaran yang berkualitas, aplikatif dan berbasis kontekstual konstruktivistik serta sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan mahasiswa terutama bagi mahasiswa S1 Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jember. Permasalahan-permasalahan tersebut harus segera mendapat perhatian dan pemecahan. Pemecahan masalah yang harus ditangani adalah pengadaan bahan ajar (modul) yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik mahasiswa. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran struktur dan perkecambahan biji berbasis kontekstual konstruktivistik bagi mahasiswa S1 Pendidikan Biologi. Model pengembangan modul pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan yang diadopsi dari Dick & Carey (2001). Kerangka penyusunan modul pembelajaran pada pengembangan ini diadopsi dari Depdiknas (2006). Prosedur pengembangan modul pembelajaran yang dilakukan terdiri atas tiga (3) tahap, yaitu tahap persiapan, tahap penyusunan modul, tahap validasi dan uji coba. Hasil pegembangan berupa draft modul pembelajaran diujicobakan. Uji coba yang telah dilakukan meliputi uji coba ahli isi, ahli modul, uji perorangan, uji kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Hasil uji coba ahli modul berada pada kategori sangat baik/sangat menarik/sangat sesuai dan tidak perlu direvisi, dengan persentase 87,9 dan komponen penyusun modul sudah lengkap. Hasil uji coba uji ahli juga berada pada kategori sangat baik/sangat menarik/sangat sesuai dengan persentase 85 dan tidak perlu direvisi. Hasil uji coba perorangan, kelompok kecil, dan uji lapangan pengembang mendapat saran dan masukan yang banyak. Saran-saran tersebut misalnya tentang perbaikan dalam evaluasi, warna cover, konsistensi dalam penggunaan warna, konsistensi dalam penggunaan warna di kata-kata yang penting dan lain sebagainya. Hasil uji coba perorangan modul berada pada kategori baik dengan persentase 78,6. Hasil uji coba kelompok kecil berada pada kategori sangat baik/sangat menarik/sangat sesuai dan tidak perlu direvisi dengan persentase 81,9. Tes kemampuan rata-rata mahasiswa meningkat dari 53,1 menjadi 70,3. Hasil uji lapangan modul pembelajaran berada pada kategori baik/menarik/sesuai dan sedikit perlu ada revisi, khususnya tentang kemudahan memahami isi modul. Penilaian/tanggapan dosen pembina mata kuliah terhadap modul pembelajaran persentasenya 87 dengan kategori sangat baik/sangat menarik/sangat sesuai. Modul Pembelajaran yang dikembangkan efektif bagi mahasiswa, terbukti dengan peningkatan hasil belajar. Rerata pre-test sebesar 53,7 dan rerata post-test sebesar 71,3, sehingga Gain score sebesar 0,39. Modul pembelajaran dapat meningkatkan rata-rata hasil belajar pre-test dan post-test. ABSTRACT Hariani, Sulifah Aprilya. 2009. Development of Module Constructivistic Contextual-Based Seed Structure and Germination Learning for Undergraduate Students Majoring at Biology Education in Faculty of Teaching and Education. Thesis. Program of Study Biology Education, Postgraduate Program of State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc. Ph.D, (II) Dr. Dra Endang Kartini, M.S Apt. Key words: Development, Learning Module, Seed Structure and Germination, Contextual, Constructivistic Biology learning at university for requires students to understand the fundamental concepts, basic principles, instead simply recalling facts or procedures. They are demanded understand the processes occured with certain facts in the surrounding environment. The environment can be useful as the sources of learning with the principles of alam tak ambang jadi guru. Next, they need compulsory courses of Biology subject. One of the compulsory courses for undergraduate students of Biology Education is Structure and Development of Plants I and II (SPT I and II). Than discuss plant anatomy concept structure, particularly in Angiospermae which involves the cell level organization (cytology), tissue (hystology), organ (organology) that discuss about the plant growth and development, especially the life cycle alternation and seed germination of Angiospermae. Course materials of SPT II, especially in the topic of plant growth and development are more difficult compared to other topic materials. Moreover, the time allocation is not appropriate with the number of materials which must be studied by students. This difficulty is also proved by the students’ learning objective of several batches taking the course of SPT II for such topic which is lower than another topic. One of the topic in material course of SPT II especially plant growth and development is very difficult to understand. The learning outcome of the topic was very lower than the other topics performed by several classes year by year. SPT II course is prerequisite for several courses, especially in Botany, so it must understand by the education student because they need to develop their teaching competences. The example of material course of SPT II should be taken from their behavior environment so they can understand easier than the text books used today. Because most of the text books written by foreigners that lived in the different behavior environment. This module is made in order to soluble the problem in the field so it can help the student to love their environment and thank to God for the given living. So they can use their natural resources to build the nation. SPT II course is very important for the development of professional competence of teacher candidates, specifically in order to develop their knowledge according to the context of each learning setting; the availability of books (references) supporting the course, notably the ones providing examples of plant embryo development from the students surrounding environment recently which is limited; the learning implementation nowadays tend to be a teacher-centered learning and less attract students’ motivations so that the qualified, applicative, and constructivistic contextual-based learning model need to suit the students' characteristics and needs, particularly undergraduate students of Biology Education in Faculty of Teaching and Education, Jember University. The abovementioned problems should be highlighted and overcame. Problem solving which is conducted is the provision of modules which is appropriate to students’ needs and characteristics. This developing research aims at evolving learning module of seed structure and germination based on constructivistic contextual for undergraduate students of Biology Education. The development model of learning module which is used in this research is the one which is adopted from Dick & Carey (2001). The compiling of learning module in this development is adopted from National Education Department (2006). The procedure for developing the module consists of three stages, namely preparation, compilation, and validation and tries out. The outcome of development is in the form of tried-out-learning module draft. The try outs have administered are content, individual, small-group, and field try outs by the respective experts. The result of try out was the very good/very interesting/very appropriate category and did not need to revise with the percentage of 87.9 and the module compiler is already complete. The result of try out by the experts is also very good/very interesting/very appropriate category and do not need to be revised with the percentage of 85. The content, individual, small-group, field try outs by the expert got a lot of suggestions. The suggestions are: evaluation repairing, cover color, the reason of cover color, consistency the color, consistency in the important terms, etc. The try out module of individual is in the very good/very interesting/very appropriate category and does not need to be revised with the percentage of 78.6. The try out module of small group is in the very good/very interesting/very appropriate category and does not need to be revised with the percentage of 81.9. The average ability of students improves from 53.1 to 70.3. The try out module of field is in the good/ interesting/ appropriate category and does not need to be revised, particularly in the ease of understanding the module content. The scores/responses of the course teacher toward the learning module had the percentage of 87 which are in the good/ interesting/ appropriate category. The evident that the learning module is effective for students is the improvement of learning outcome. This module it can increase the average pre-test and post-test. The average of pretest is 53.7 and of posttest are71.3 so the Gain scores is 0.39.

Pengembangan modul biologi model siklus belajar lima fase nateri archaebacteria dan eubacteria untuk kelas X di SMA Negeri 9 Malang / Ida Rizqiah

 

ABSTRAK Rizqiah, Ida. 2007. Pengembangan Modul Biologi Model Siklus Belajar Lima Fase Materi Archaebacteria dan Eubacteria Untuk Kelas X Di SMA Negeri 9 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Margono, M.A, (II) Drs. Sulisetijono, M.Si. Kata kunci: Archaebacteria, Eubacteria, learning cycle, modul. Salah satu prinsip pelaksanaan KTSP adalah peserta didik perlu memperoleh pelayanan yang bersifat perbaikan, dan atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan dan kondisi peserta didik. Berdasarkan hasil observasi dan analisis konteks di SMA Negeri 9 diketahui bahwa dalam pembelajaran di kelas guru seringkali mengabaikan perbedaan yang ada dalam suatu kelas dan bahan ajar yang dimiliki siswa, berupa buku paket dan LKS, kurang memberi kesempatan kepada siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri. Guru seringkali hanya menggunakan metode ceramah sehingga kurang menarik perhatian siswa. Solusi dari masalah tersebut adalah dengan dikembangkannya suatu modul yang dipadukan dengan model siklus belajar (Learning cycle) lima fase. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul biologi dengan model siklus belajar. Pengembangan modul ini mengikuti tahapan pengembangan: 1) identifikasi potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi desain, 5) revisi desain 6) uji coba produk, 7) penyempurnaan produk. Validasi dilakukan oleh lima subyek yaitu ahli media, ahli materi, guru, ahli bahasa, dan responden. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam pengembangan modul ini berupa angket. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Hasil validasi yang dilakukan oleh ahli media, ahli materi, guru, dan ahli bahasa memperoleh nilai 84,6%, 86,9%, 88,7%, dan 87,96%. Data menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan bersifat valid dan tidak perlu direvisi. Uji terapan dengan responden siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang mendapatkan nilai 84,72% untuk responden kelompok kecil dan 94,7% untuk responden kelompok terapan. Produk yang dihasilkan adalah modul dengan model siklus belajar materi Archaebacteria dan Eubacteria untuk pembelajaran SMA kelas X. Modul dikembangkan untuk mencapai kompetensi dasar “Mendeskripsikan ciri-ciri Archaebacteria dan Eubacteria dan peranannya dalam kehidupan”. Modul yang dikembangkan terdiri dari dua kegiatan belajar yang masing-masing kegiatan belajar terdiri dari 5 tahapan yaitu engagement, exploration, explanation, elaboration dan evaluation, dengan alokasi waktu 6x45 menit. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa modul ini mampu menyajikan materi secara terstruktur dan dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembentukan pengetahuannya sendiri.

Pengaruh citra toko terhadap loyalitas konsumen pada oke shop cabang Batu / Oby Treeska Maulana

 

Konsumen merupakan pihak yang cenderung memberikan penilaian terhadap mutu produk atau jasa penjualan. Mereka menilai dengan membandingkan apa yang mereka peroleh dengan apa yang mereka harapkan. Dalam berbisnis ritel, suatu perusahaan harus mampu menciptakan sebuah karakteristik toko yang berbeda dibenak konsumen. Karakteristik toko yang berbeda inilah yang disebut citra toko. Dengan citra toko yang baik mampu membentuk keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Citra toko yang baik secara emosional juga akan membentuk kepuasan individu yang menghasilkan kesan kualitas terhadap suatu perusahaan yang akhirnya akan dapat menciptakan pembelian berulang dari seorang konsumen. Perilaku pembelian berulang ini yang disebut dengan loyalitas konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana keadaan citra toko dan loyalitas konsumen serta bagaimana pengaruh variabel citra toko terhadap loyalitas konsumen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua konsumen Oke Shop Cabang Batu yang telah melakukan pembelian minimal 2 (dua) kali dalam 1 semester periode Januari 2008 – Juli 2008. Dalam penelitian ini menggunakan 100 sampel yang penentuan jumlah minimalnya ditentukan berdasarkan kriteria Slovin. Sampel tersebut diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini terdiri atas dua variabel, yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah citra toko yang mempunyai sub variabel 1) pelayanan, 2) produk, 3) Suasana, dan 4) promosi toko sedangkan variabel terikatnya adalah loyalitas konsumen. Analisis data menggunakan regresi berganda (multiple regression) dengan program SPSS for Windows seri 13.0. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Pelayanan mempunyai pengaruh positif terhadap loyalitas konsumen dengan nilai B = 0,541, nilai thitung = 6,931 dan nilai signifikansi = 0,000. (2) Produk mempunyai pengaruh positif terhadap loyalitas konsumen dengan nilai = 0,187, nilai thitung = 2,179 dan nilai signifikansi = 0,032. (3) Suasana mempunyai pengaruh pengaruh positif terhadap loyalitas konsumen dengan nilai B = 0,183, nilai thitung = 2,639 dan nilai signifikansi = 0,010. (4) Promosi toko mempunyai pengaruh positif terhadap loyalitas konsumen dengan nilai B = 0,207, nilai thitung = 2,120 dan nilai signifikansi = 0,037. (5) Secara simultan variabel citra toko yang terdiri dari pelayanan, produk, suasana, dan promosi toko memiliki pengaruh positif terhadap loyalitas konsumen Oke Shop Cabang Batu dengan nilai Fhitung sebesar 14,258 dengan tingkat signifikansi 0,000 dan nilai adjusted R2 sebesar 0,349 yang dapat diartikan bahwa dapat diartikan bahwa variabel citra toko dalam mempengaruhi loyalitas konsumen Oke Shop Cabang Batu adalah sebesar 34,9%. Sedangkan sebesar 65,1% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: 1) Keadaan citra toko yang terdiri dari pelayanan, produk, suasana dan promosi toko serta loyalitas konsumen pada Oke Shop cabang Batu sebagian besar direspon baik 2) Pelayanan memiliki pengaruh yang paling dominan, dan signifikan terhadap loyalitas konsumen dibanding variabel produk, suasana dan promosi toko 3) Citra toko yang terdiri dari pelayanan, produk, suasana dan promosi toko secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen Oke Shop cabang Batu.

Pembelajaran dengan pendekatan belajar kooperatif model STAD mengenai konsep kubus dan balok pada siswa kelas I SLTPN I Palangka Raya oleh Rhodinus Sidabutar

 

Hubungan pengalaman diklat/penataran pengalaman kerja, dan kemampuan profesional dengan kinerja guru SMK di Kota Blitar / Suryanto

 

ABSTRAK Suryanto. 2009. Hubungan Pengalaman Diklat/Penataran, Pengalaman Kerja, dan Kemampuan Profesional dengan Kinerja Guru SMK di Kota Blitar. Tesis, Program Studi Pendidikan Kejuruan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Haris Anwar Syafrudie, M.Pd., (2) Drs. Ir. I Wayan Jirna, MT. Kata kunci: pengalaman diklat/penataran, pengalaman kerja, kemampuan profesional, kinerja guru. Diklat/penataran adalah sebuah kegiatan yang dilakukan secara sadar dan terencana sebagai usaha untuk meningkatkan mutu tenaga kependidikan (guru). Semakin sering seorang guru mengikuti diklat/penataran, maka cenderung akan semakin meningkat kemampuannya. Pengalaman kerja berhubungan erat dengan tugas-tugas guru sebagai pendidik, pembimbing, pembina peserta didik, dan lamanya bekerja/masa kerja. Semakin sering guru mengikuti program diklat/penataran dan semakin berpengalaman dalam melaksanakan tugas sehari-hari, maka akan meningkatkan kemampuan profesionalnya. Kinerja akan tercapai dengan baik apabila aktivitas guru mencakup tiga aspek, yaitu: perilaku, efektivitas, dan hasil. Perilaku menunjukkan kegiatan-kegiatan dalam mencapai tujuan, efektivitas merupakan langkah-langkah dalam pertimbangan, dan hasil yang merupakan prestasi kerja organisasi yang menekankan proses pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan pengalaman diklat/penataran, pengalaman kerja, dan kemampuan profesional dengan kinerja guru SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) di Kota Blitar. Populasi sebanyak 341 orang. Sampel penelitian sebanyak 172 orang yang ditetapkan secara purposif proporsional random. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) variabel pengalaman diklat/penataran termasuk kategori baik. Pengalaman diklat/penataran memberikan pengaruh yang tinggi terhadap tugas-tugas guru, dan mampu mengubah perilaku guru dalam proses pembelajaran, (2) variabel pengalaman kerja pada umumnya cenderung baik. Pengalaman kerja memberikan pengaruh yang cukup tinggi terhadap tugas pokok guru sebagai pendidik, pembimbing, pembina, serta mampu meningkatkan kesungguhan dalam bekerja, (3) variabel kemampuan profesional pada umumnya termasuk kategori baik. Kemampuan profesional memberikan pengaruh yang tinggi terhadap kecakapan guru dalam melaksanakan tugas profesinya, (4) kinerja guru pada umumnya termasuk kategori baik. Kinerja guru memberikan pengaruh yang tinggi terhadap prestasi kerja, pencapaian kerja, unjuk kerja, penampilan kerja, dan hasil kerja yang berhubungan dengan tugas-tugas guru di sekolah, (5) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengalaman diklat/penataran dengan pengalaman kerja sebesar 0,160; dengan kekuatan hubungan yang lemah sekali, (6) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengalaman diklat/penataran dengan kemampuan profesional sebesar 0,404; dengan kekuatan hubungan yang sedang, (7) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengalaman kerja dengan kemampuan profesional sebesar 0,367; dengan kekuatan hubungan yang lemah, (8) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengalaman diklat/penataran dengan kinerja guru sebesar 0,485; dengan kekuatan hubungan yang sedang, (9) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengalaman kerja dengan kinerja guru sebesar 0,260; dengan kekuatan hubungan yang lemah, dan (10) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kemampuan profesional dengan kinerja guru sebesar 0,726; dengan kekuatan hubungan yang kuat. Saran yang diajukan dari penelitian ini adalah: (1) agar tetap diadakan kegiatan diklat/penataran yang dirancang dan diorganisir dengan baik sehingga mampu mengubah perilaku guru dalam proses pembelajaran, (2) agar guru SMK menambah pengalaman kerja dalam melaksanakan tugas kesehariannya dengan cara memberikan tugas tambahan seperti bimbingan penyuluhan, guru piket, jabatan pada struktur organisasi sekolah, bahkan perlu membangun hubungan dengan orang tua siswa dan masyarakat, (3) agar guru SMK berupaya lebih maksimal meningkatkan kemampuan profesionalnya, dengan cara memberikan pengaruh yang tinggi terhadap kecakapan yang dikuasai dalam melaksanakan tugas profesinya, (4) hendaknya guru SMK meningkatkan pengaruh yang tinggi terhadap prestasi kerja, pencapaian kerja, unjuk kerja, penampilan kerja, dan hasil kerja yang berhubungan dengan tugas-tugas guru di sekolah, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan kinerja guru, dan hasil belajar siswa. ABSTRACT Suryanto. 2009. Relationship of Education and Training/Upgrading Experience, Professional Ability and Teacher’s Performance of Vocational School in Blitar. Thesis. Vocational School Major, Postgraduate Program, State University of Malang. Advisors: (1) Prof. Dr. Haris Anwar Syafrudie, M.Pd., (2) Drs. Ir. I Wayan Jirna, MT. Keyterms: education and training/upgrading experience, working experience, professional ability, teacher’s performance Education and training/upgrading is a conscious and planned action as an effort to improve the quality of educators (teachers). The more often teachers participate in education and training/upgrading, the more their abilities will increase. Working experience closely related to teachers’ duties as educators, guides, students’ elders, and their working period. The more teachers participate in education and training/upgrading programs, the more they will be able to perform their daily tasks that in turn their professional ability will increase. Teacher’s performance is working achievement, show, performance, and result related to teacher’ tasks at school. Performance will be well-achieved if teacher’s activities involving three aspects, namely behavior, efficacy, and result. Behavior show activities to reach goals, efficacy is steps in consideration, and result is organizational working achievement emphasizing working processes. This research aims at examining the relationship of education and training/upgrading experiences, working experiences, and professional abilities, and teacher’s performances of Vocational School in Blitar. The population which is 341 people. The sample of research is 172 people is determined by random proportional purposively. Data is then analyzed by correlational analysis technique. Findings shows that (1) variable of education and training/upgrading experience is in the good category. Education and training/upgrading experience gives higher influence toward teachers’ tasks and are able to change the teacher’s behavior in the teaching process; (2) variable of working experience generally tend to be good. Working experience gives a higher influence toward teacher’s main tasks as educator, guide, elder, and be able to improve their persistence in working; (3) variable of professional ability is in the good category. Professional ability gives higher influence toward teacher’s skill in performing their professional tasks; (4) variable of teacher’s performance generally is in the good category. Teacher’s performance gives higher influence toward working achievement, show, performance, and result related to teacher’s tasks at school; and (5) there is a positive relationship and significant between education and training/upgrading and working performance which is 0.160, with the strength of relationship is very weak; (6) there is a positive relationship and significant between education and training/upgrading experience and professional ability which is 0.404, with the strength of relationship is moderate, (7) there is a positive relationship and significant between working experience and professional ability which is 0.367, with the strength relationship is very weak, (8) there is a positive relationship and significant between education and training/upgrading experience and teacher’s performance which is 0.485, with the strength relationship is moderate, (9) there is a positive relationship and significant between working experience and teacher’s performance which is 0.260, with the strength relationship is very weak, and (10) there is a positive relationship and significant between professional ability and teacher’s performance which is 0.726, with the strength of relationship is strong. Several suggestions is (1) education and training/upgrading activities designed and organized should be well conducted continuously so that they may change teacher’s performance in the learning process; (2) Vocational School teachers should improve working experience in performing their daily tasks, such as elucidation guidance, guarding teachers, position in the school organization structure, and even need to build the relationship among parents, students, and community; (3) Vocational School teachers should try maximally to improve their professional abilities by giving higher influence toward the mastered skills in performing their professional tasks; and (4) Vocational School teachers should improve the higher influence toward working achievement, show, performance, and result related to teacher’s tasks at schools which in turn will improve teacher’s performance, and students achievement.

Pengaruh atribut produk terhadap keputusan pembelian konsumen (Studi pada konsumen produk fashion di Matahari Departemen Store Malang Town Square) / Ika Rahayu Justitianingsih

 

Di era globalisasi dan pasar bebas, berbagai jenis barang dan jasa dengan ratusan merek membanjiri pasar Indonesia. Dalam persaingan yang semakin tajam ini mendorong perusahaan untuk bertindak praktis dan ekonomis dalam menguasai pangsa pasar seluas-luasnya. Karena pada dasarnya tujuan akhir dari penyampaian produk adalah kepada konsumen, sedangkan konsumen merupakan pihak yang cenderung memberikan penilaian terhadap mutu atau jasa penjualan. Konsumen saat ini semakin peka dan lebih rasional serta bertindak selektif terhadap pembelian barang yang dibutuhkan, mereka menilai dengan membandingkan apa yang mereka terima dengan apa yang mereka harapkan. Hanya konsumen yang puas akan melakukan pembelian ulang dan sebaliknya, mutu produk dan pelayanan yang jelek yang diterima konsumen akan membuatnya berpaling. Konsumen tentu akan memilih produk yang lebih bermutu dengan harga yang lebih rendah. Seperti barang kebutuhan lainnya, produk fashion dewasa ini terdiri dari bermacam-macam karakteristik fisik, dimana diterima berbeda-beda oleh setiap konsumen. Ketika akan memutuskan produk mana yang akan dibeli, konsumen akan membandingkan dan membedakan alternative produk yang terdiri dari kombinasi atribut-atribut lain. Pilihan mereka terhadap barang dapat tergantung pada dua atau lebih pengaruh atribut seperti harga, kualitas, style (model), merek dan lain-lain. Dan fitur tersebut sangat berkaitan erat dalam membentuk kepercayaan, sikap dan perilaku dalam mengkonsumsi produk fashion. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara: 1) Kualitas terhadap Keputusan Pembelian, 2) Merek terhadap Keputusan Pembelian, 3) Harga terhadap Keputusan Pembelian, 4) Style terhadap Keputusan Pembelian. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional. Populasi yang dipilih adalah konsumen Matahari Department Store Malang Town Square dalam penelitian ini populasinya 92. Hal ini di dasarkan pada data rata-rata pengunjung tiap hari kerja dengan sampel seluruh populasi yang ada yaitu 92 orang. Dan metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda (multiple regression). Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah atribut produk, sedangkan variabel terikatnya adalah keputusan pembelian. Hasil dari analisis data didapat (1) tidak ada pengaruh yang signifikan antara kualitas terhadap keputusan pembelian konsumen Matahari Department Store Malang Town Square, (2) tidak ada pengaruh yang signifikan antara merek terhadap keputusan pembelian konsumen Matahari Department Store Malang Town Square, (3) tidak ada pengaruh yang signifikan antara harga terhadap keputusan pembelian konsumen Matahari Department Store Malang Town Square, (4) terdapat pengaruh yang signifikan antara style terhadap keputusan pembelian konsumen Matahari Department Store Malang Town Square, (5) terdapat pengaruh yang signifikan antara Kualitas, Merek, Harga, Style, secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen Matahari Department Store Malang Town Square, secara simultan didapatkan nilai Fhitung 4,630 < Ftabel 2,44 atau Signifikansi t 0,002 < 0,05. Dengan demikian variabel kualitas, merek, harga dan style berpengaruh positif yang signifikan secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen. Selain itu diketahui R Square = 0,176 atau sebesar 17,6% yang artinya pengaruh variabel bebas adalah sedang dan dipengaruhi oleh variabel lain. Saran yang dapat direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian yang didapatkan adalah: (1) Disarankan agar Matahari Department Store Malang Town Square untuk dapat terus memperhatikan faktor-faktor beserta atribut-atribut yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen agar dapat dipakai sebagai dasar untuk mengembangkan strategi pemasaran yang akan diterapkan di masa yang akan datang, (2) Keberagaman style produk harus selalu diperhatikan dengan tetap memperhatikan segmen pasar, karena sangat mendukung adanya keputusan pembelian konsumen (3) Pihak Matahari Department Store Malang Town Square, selain mempertahankan atribut dari sisi style tidak lupa juga memperhatikan variabel lainnya yang dalam perhitungan analisis regresi tidak signifikan, diantaranya kualitas, merek dan harga. Keadaan seperti ini sebaiknya segera ditelusuri titik kelemahannya dan berusaha memperbaiki untuk peningkatan kualitas, merek dan harga di Matahari Department Store Malang Town Square.

Kinerja guru IPA SMP Negeri di Kabupaten Malang / R.A Meidiana Risnawati

 

Sejak tahun 2006 penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) diberlakukan di Indonesia dan menurut Peraturan Mentri Pendidikan Nasional No 22 Tahun 2006, substansi mata pelajaran IPA di SMP/ MTs merupakan IPA Terpadu, sehingga pembelajarannya harus disajikan secara utuh,terintegrasi dan menyatu antara berbagai disiplin ilmu yang diajarkan . Salah satu faktor terpenting dalam implementasi KTSP ialah kinerja guru dalam kemampuan mengaktualisasikan peran untuk mencapai kompetensi siswa. Namun diduga penerapan KTSP dan pembelajaran IPA secara Terpadu belum diimplementasikan oleh sebagian besar guru IPA yang menyebabkan masih rendahnya mutu pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk men getahui kinerja guru IPA SMP Negeri di Kabupaten Malang dalam kaitannya dengan pelaksanaan pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan rancangan pen elitian deskriptif kuantitatif,karena penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara sistematis, rinci da n akurat tentang kinerja guru IPA SMP Negeri di Kabupaten Malang. Sampel adalah 10 guru yang diperoleh dari 8 SMP Negeri di Kabupaten Malang dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen Pedoman Penilaian Praktek Mengajar dari Tim Sertifikasi Guru yang dikembangkan dan sudah divalidasi oleh beberapa tim ahli. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa guru IPA dalam melakukan kegiatan membuka pelajaran masih kurang baik (43,3%) dilihat dari indikator menarik minat dan keinginan siswa untuk belajar lebih lanjut, menyampaikan pertanyaan dan meminta siswa bertanya. P enguasaan materi pembelajaran juga masih kurang baik (44,3%) khususnya kegiatan mengaitkan materi dengan cabang IPA lain yang relevan dan denga n realitas kehidupan. Strategi pembelajaran yang diterapkan sudah cukup baik (74%), pemanfaatan media juga sudah baik (77,5%),penilaian hasil belajar sudah cukup baik (63,8%), dan pelaksanaan refleksi di akhir pembelajaran masih kurang baik (36,3%) karena sedikit sekali guru yang melibatkan siswa dalam pelaksanaan refleksi . Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja guru IPA SMP Negeri di Kabupaten Malang masih sangat rendah khususnya pada kegiatan membuka pelajaran dan pelaksanaan refleksi. Untuk itu disarankan kepada guru untuk terus mengembangkan potensi mengajar dengan aktif mengikuti pelatihan, workshop, lokakarya, MGMP,penataran dan kegiatan sejenis sehingga dapat menunjang profesi sebagai motivator dan fasilitator dalam pembelajaran.

Evolusi struktur kristal dan magnetodielektrisitas akibat variasi doping Cr2O3 pada senyawa spintronik Zn (1-x)CrxO1+8 {x=0.00; x = 0.02; x = 0.04 ; x = 0.06; x = 0.08; x = 0.1} / R.A Meidiana Risnawati

 

Spintronik merupakan perpaduan bahan semikonduktor yang didoping ringan dengan bahan magnetik yang memanfaatkan elektron dari bahan semikonduktor untuk proses data dan memanfaatkan derajat kebebasan spin dari bahan magnetik untuk menyimpan data . Keunggulan dan keunikan sifatn ya yang menggunakan muatan dan spin elektron bersama -sama menjadikan spintronik menarik untuk dikaji lebih lanjut. Penggabungan ZnO yang merupakan bahan semikonduktor yang berstruktur kristal wurtzite heksagonal dan Cr 2O3 yang merupakan bahan ferromagnetik akan didapatkan material spintronik. Variasi doping dan proses sintering berpengaruh pada struktur kristal dan sifat fisis bahan,seperti sifat kemagnetan, kelistrikan, panas, optik dan superkonduktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis senyaw a spintronik Zn(1-x)CrxO1±δ, guna mengetahui evolusi struktur kristal dan magnetodielektrisitas akibat variasi doping Cr2O3 pada senyawa spintronik Zn(1-x)CrxO1±δ. Bahan dasar ZnO dan Cr2O3 yang digunakan memiliki tingkat kemurnian 99%. Sampel disintesis dengan metode reaksi padata n (solid state reaction) pada suhu sintering 1000oC selama 4 jam. Sampel diukur konstanta dielektriknya dengan medan magnet 0 mT; 2,15 mT; 4,12 mT; 6,21 mT; 8,21 mT; 10,22 mT dan 12,24 mT. Sampel dikarakterisasi menggunakan Difraksi Sinar -X (XRD) dan dianalisis dengan metode Rietveld yang memanfaatkan software GSAS untuk mendapatkan informasi parameter kisi, posisi atomik, jarak atom terdekat dan sudut antar atom yang dibantu dengan sejumlah perangkat lunak lain yaitu Convert dan EXPGUI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kristal senyawa spintronik Zn(1-x)CrxO1±δ berubah akibat doping. Pola kisi a, b berbeda dengan kisi c. Hal ini dimungkinkan terjadi karena adanya valensi campuran ( mixed valence) doping Cr3+ pada senyawa spintronik, sehingga ± 1% posisi atom Zn tergantikan secara sempurna oleh atom Cr. Pola konstanta dielektrik sebagai fungsi konsentrasi molar(x) tanpa medan magnet mengalami kompetisi dengan parameter volume yaitu sama-sama meningkat seiring bertambahnya doping Cr, dikarenakan volume terdesak oleh parameter lain yaitu orthorombisitas, space charge, polarisasi (ionik,elektronik dan dipolar), pola konstanta dielektrik dengan pengaruh medan magnet berbanding terbalik dengan pola parameter kisi a, c dan volume. Medan magnet mempengaruhi nilai konstanta dielektrik, dalam hal ini nilai konstanta dielektrik monoton turun seiring dengan besarnya medan magnet yang diberikan,kecuali saat medan magnet yang diberikan sebesar 4.12 mT.

Implementasi strategi pelayanan untuk meningkatkan kepuasan pengunjung Taman Rekreasi Jawa Timur Park Batu / Debby Aldino Oktafiandri

 

Pada era globalisasi yang semakin maju ini telah berdampak pada perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat dalam dunia pariwisata di Indonesia. Hal ini mengakibatkan terjadinya persaingan antara perusahaan sejenis guna mendapatkan hati para pengunjung. Persaingan tersebut memaksa para pelaku usaha untuk lebih cermat dalam mengambil suatu keputusan dalam hal pemberian pelayanan, karena keberhasilan suatu perusahaan sangat dipengaruhi bagaimana cara perusahaan memberikan pelayanannya terhadap konsumen agar para pengunjung merasa puas terhadap jasa yang ditawarkan. Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui bentuk layanan yang diberikan oleh Jawa Timur Park dalam upaya menciptakan kepuasan pelanggan, (2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan di Jawa Timur Park, (3) Mengetahui strategi apa saja yang dilakukan oleh Jawa Timur Park, (4) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam menerapkan strategi pelayanan, (5) Mengetahui solusi pelayanan agar tetap baik di mata pengunjung. Hasil penelitian ini menunjunkan bahwa: Bentuk pelayanan di Jawa Timur Park antara lain pelayanan secara langsung dan pelayanan secara tidak langsung. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan di Jawa Timur Park, antara lain: Bukti Langsung (Tangible), Keandalan (Reliability), Daya Tanggap (Responsiveness), Jaminan (Assurance), Empati (Empaty). Pelayanan Taman Belajar dan Rekreasi Jawa Timur Park menggunakan beberapa strategi, antara lain Strategi Relationship Marketing, Superior Customer Service, Extraordinary Guarantess, Penanganan Keluhan, dan Peningkatan kinerja. Dan memberikan kelebihan dan kekurangan dalam strategi masing-masing. Sedangkan metode yang digunakan oleh Jawa Timur Park untuk mengukur kepuasan pelanggan yaitu System Keluhan dan Saran, Survey Kepuasan Pelanggan, dan Analisis Kepuasan Pelanggan. Faktor pendukung antara lain selalu menampilkan ide-ide inovatif dalam organisasi produk atau jasa perusahaan untuk menciptakan tujuan perusahaan, sehingga pengunjung tidak merasa bosan terhadap apa yang ditawarkan, tersedianya fasilitas umum yang dapat menunjang pengembangan perusahaan misalnya luas area parkir, musholla, maupun toilet, adanya sikap cepat tanggap dalam menangani semua keluhan dari para pengunjung, hal ini dapat digunakan untuk mempertahankan pengunjungnya agar terjadi upaya pembelian berkelanjuatan, suasana yang nyaman baik dari segi penataan yang tepat dan menarik lokasi yang strategis dan fasilitas lain yang akan membuat pengunjung merasa senang selama berkunjung. Sedangkan faktor penghambat di Jawa Timur Park antara lain: kurang interaksi antara karyawan dengan pengunjung dan banyak pesaing yang memiliki perusahaan sejenis. Dari hambatan di atas sebenarnya bias diatasi apabila perusahaan Jawa Timur Park mau mengidentifikasi permasalahan yang ada. Adapun solusi yang seharusnya dilakukan oleh pihak Jawa Timur Park di antaranya: Sebaiknya lebih mengutamakan perbedaan dan menonjolkan keunggulan yang ada di Jawa Timur Park dan dapat menjadikan motivasi untuk meningkatkan pelayanan di Jawa Timur Park guna menciptakan kepuasan pengunjung

Polemics through discourse: written news report about anti-porn bill draft presented on the Jakarta Post / Siske Wahyu Ajisoko

 

ABSTRACT Ajisoko, Siske Wahyu. 2008. Polemics Through Discourse: News Report about Anti- Porn Bill Draft Presented on The Jakarta Post. Thesis, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Dr. Yazid Basthomi, M.A. Key terms: discourse, language features, news portion Media have very important role in the dissemination of information to the society since they are one and only medium to access information. Because of this, by degrees, the society is getting more dependent on them; moreover, every minute and every hour the media exposure is various and interesting which attracts audiences to see. Yet, without being conscious by the audiences, language in written news report is arranged in such a manner in which the ideological interest of the media is covered. The case of Anti-porn bill draft is one example in which the media have a significant involvement in maintaining the existence of this issue by using its language offered in the form of written news report. By using Critical Discourse Analysis, this study is primarily to answer how media by using language ideologically cover their values and interest about the issue of the draft of anti porn bill and its controversy by describing and interpreting the language used by the media. By selecting three news reports from the Jakarta Post, I acted upon the news by using the framework of CDA suggested by Fairclough (1989) but with some modification. The analysis in this study was limited to the micro analysis (textual analysis). First, the data were selected based on the researchers’ assumption that they keep the ideological interest of media. The next was data presentation which was followed by data verification and also revision. The last was conclusion drawing. The findings of this study are as follows. First, the vocabulary features which are used by the media to hide their interest are metaphors (23.80%), euphemism (7.14%) and some words which semantically have positive evaluation (26%), negative evaluation (64%) and neutral evaluation (10%). Second, grammatical features which are employed by the media are nominalization (4.76%), active sentence (90.91%), passive sentence (9.09%), positive sentence (95.45%), negative sentence (4.54%), declarative sentence (88.88%), imperative sentence (5.56%), question sentence (5.56%) and conjunction. By the use of the vocabulary and grammatical features the media potentially keep their ideological interest. First, the employment of metaphor, euphemism, and wordings which are semantically have negative and positive evaluation potentially create different acceptance in the audience perception which potentially affect their behavior in acting upon the issue of porn bill draft. Second is the grammatical features such as nominalization and passive sentences potentially hiding the doer of the action being presented and the use of conjunctions potentially leading the audiences’ mind from one point to another in order to put a given boundary idea for the audiences which potentially not allowing them to break it. This kind of presentation of the issue declares the management of the media which is considered manipulative. Further, this manipulative management potentially has a tendency to create polemic for the issue which is intended for the media’s economic benefit.

Faktor-faktor yang mempengaruhi minat siswa SMA Negeri di Kota Malang melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Bidang Ekonomi (Studi pada siswa kelas XII IPS SMA Negeri 2 Malang, SMA Negeri 6 Malang, dan MAN Malang I) / Safitri Damayanti

 

i ABSTRAK Damayanti, Safitri. 2009. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Siswa SMA Negeri di Kota Malang Melanjutkan Studi ke Perguruan Tinggi Bidang Ekonomi (Studi pada siswa SMA kelas XII IPS SMA Negeri 2 Malang, SMA Negeri 6 Malang, dan MAN Malang I). Skripsi, Program Studi Ekonomi Koperasi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Bambang Pranowo, S.E., M.Pd., Ak., (II) Imam Mukhlis, S.E., M.Si. Kata kunci: minat, faktor internal, faktor ekstrnal. Minat merupakan salah satu aspek psikis yang memiliki peranan penting bagi siswa dalam menentukan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi bidang ekonomi. Sebab dengan minat, siswa akan termotivasi untuk belajar lebih giat dan tekun. Tumbuhnya minat pada siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi bidang ekonomi dipengaruhi oleh dua faktor yaitu, faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri siswa yang meliputi bakat, cita-cita, dan motivasi. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri siswa yang meliputi keluarga, sekolah, dan masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari faktor internal terhadap minat siswa SMA negeri di kota Malang melanjutkan studi ke perguruan tinggi bidang ekonomi dan juga ingin mengetahui pengaruh dari faktor eksternal terhadap terhadap minat siswa SMA negeri di kota Malang melanjutkan studi ke perguruan tinggi bidang ekonomi. Dalam pengumpulan datanya, penelitian ini menggunakan metode angket atau kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XII IPS SMA Negeri 2 Malang yang terdiri dari lima kelas dengan total 170 siswa, SMA Negeri 6 Malang terdiri dari empat kelas dengan total 144 siswa, dan MAN Malang I yang terdiri dari tiga kelas dengan total 101 siswa. Sehingga seluruh populasi berjumlah 415 siswa. Sedangkan untuk sampel dalam penelitian ini adalah masing-masing diambil satu kelas dari kelas XII IPS SMA Negeri 2 Malang dengan 34 siswa, SMA Negeri 6 Malang 36 siswa, dan MAN Malang I 35 siswa. Total keseluruhan sampel adalah 105 siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara random yaitu cara pengambilan sampel dari anggota populasi secara acak tanpa memperhatikan strata (tingkatan) dalam anggota populasi. Lokasi penelitian dilakukan di SMA Negeri 2 Malang jl. Laksamana Martadinata no. 84 Malang, SMA Negeri 6 Malang jl. Mayjen Sungkono no. 58 Malang, dan MAN Malang I jl. Baiduri Bulan no. 40 Malang. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-Desember 2008. Data penelitian dianalisis dengan analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan signifikansi t (0,000) < 0,05 untuk variabel X1. Hal ini memberi makna bahwa faktor internal berpengaruh secara signifikan terhada minat siswa SMA negeri di kota Malang melanjutkan studi ke perguruan tinggi bidang ekonomi. Pada variabel X2 diperoleh signifikansi t (0,000) < 0,05 ii yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor eksternal terhadap minat siswa SMA negeri di kota Malang melanjutkan studi ke perguruan tinggi bidang ekonomi. Dari hasil analisis regresi diperoleh bahwa besarnya kontribusi pengaruh masing-masing faktor yang mempengaruhi minat berturut-turut yaitu, faktor internal sebesar 53,95% dan faktor eksternal sebesar 8,72%. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa besarnya minat siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi adalah 10% yang berarti minatnya dalam kategori cukup berminat. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor internal terhadap minat siswa SMA negeri melanjutkan studi ke perguruan tinggi bidang ekonomi dan begitu juga pada faktor eksternal terdapat pangaruh yang signifikan terhadap minat siswa SMA negeri melanjutkan studi ke perguruan tinggi bidang ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian maka saran yang dapat disampaikan adalah bagi perguruan tingggi hendaknya melakukan promosi atau memperkenalkan bidang ekonomi kepada sekolah-sekolah SMA negeri di Kota Malang yang sasarannya adalah siswa kelas XII IPS guna menarik minat siswa untuk masuk ke perguruan tinggi bidang ekonomi.

Pengaruh kualitas layanan terhadap keputusan pembelian (Studi pada Hotel Sri Lestari Blitar) / Puji Ernawati

 

ABSTRAK Ernawati, Puji. 2008. Pengaruh Kualitas Layanan terhadap Keputusan Pembelian (Studi Kasus pada Hotel Sri Lestari Blitar). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sutrisno, M.M, (II) Drs. Agus Hermawan, M.Si., M.Bus. Kata kunci: Kualitas Layanan, Keputusan Pembelian. Perkembangan dunia usaha saat ini telah membawa para pelaku dunia usaha ke persaingan yang sangat ketat untuk memperebutkan konsumen. Berbagai pendekatan dilakukan untuk mendapatkan simpati masyarakat baik melalui peningkatan sarana dan prasarana berfasilitas teknologi tinggi maupun dengan pengembangan sumber daya manusia. Persaingan untuk memberikan yang terbaik kepada konsumen telah menempatkan konsumen sebagai pengambil keputusan. Hotel Sri Lestari Blitar sebagai penyedia jasa penginapan berupaya sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas layanan yang ditawarkan agar konsumen hotel mau melakukan keputusan pembelian terhadap layanan yang diberikan manajemen hotel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) deskripsi kualitas layanan serta keputusan pembelian pada Hotel Sri Lestari Blitar, (2) pengaruh kualitas layanan (X) baik secara parsial maupun simultan terhadap keputusan pembelian (Y). Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari bukti langsung (X1), keandalan (X2), daya tanggap (X3), jaminan (X4) dan empati (X5) dan variabel terikatnya adalah keputusan pembelian (Y). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang menginap di Hotel Sri Lestari Blitar pada bulan September 2008 sebanyak 384 tamu. Penentuan sampel menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 80 orang. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan convenience sampling (cara dipermudah). Kuesioner dalam penelitian ini termasuk dalam kuesioner tertutup menggunakan skala Likert 5 alternatif jawaban. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis statistik inferensial regresi linear berganda dengan uji asumsi klasik. Untuk menguji kelayakan instrumen dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan sampel uji coba berjumlah 30 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dokumentasi dan wawancara. Hasil dalam penelitian ini adalah: (1) 41 (51,25%) responden memberikan penilaian baik terhadap bukti langsung pada Hotel Sri Lestari Blitar, (2) 32 (40%) responden memberikan penilaian baik terhadap keandalan pada Hotel Sri Lestari Blitar, (3) 39 (48,75%) responden memberikan penilaian baik terhadap daya tanggap pada Hotel Sri Lestari BlitarBlitar, (4) 38 (47,5%) responden memberikan penilaian cukup baik terhadap jaminan pada Hotel Sri Lestari, (5) 40 (50%) responden memberikan penilaian cukup baik terhadap empati pada Hotel Sri Lestari Blitar dan (6) 46 (57,5%) responden menyatakan setutu melakukan keputusan pembelian pada Hotel Sri Lestari Blitar. Terdapat pengaruh positif yang signifikan antara bukti langsung (X1), keandalan (X2), daya tanggap (X3), jaminan (X4) dan empati (X5) secara parsial terhadap keputusan pembelian pada Hotel Sri Lestari Blitar dengan nilai b1 = 0,438, dan nilai sig t = 0,000; b2 = 0,183, dan nilai sig t = 0,015; b3 = 0,205 dan nilai sig t = 0,034; b4 = 0,349 dan nilai sig t = 0,000; b5 = 0,207, dan nilai sig t = 0,040. Terdapat pengaruh positif yang signifikan antara bukti langsung (X1), keandalan (X2), daya tanggap (X3), jaminan (X4) dan empati (X5) secara simultan terhadap keputusan pembelian pada Hotel Sri Lestari Blitar dengan nilai tingkat signifikansi 0.000. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,515. Hal ini berarti bahwa 51,5% keputusan pembelian dipengaruhi oleh bukti langsung, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Sedangkan sisanya sebesar 48,5% dipengaruhi faktor lain yang tidak dideskripsikan dalam penelitian ini. Saran dalam penelitian ini adalah: (1) Perlu adanya peningkatan kualitas bukti langsung agar meningkatkan keputusan pembelian tamu hotel, yaitu pada penampilan karyawan harus lebih mencerminkan budaya jawa karena Hotel Sri Lestari Blitar bertemakan jawa. Misalkan untuk karyawan perempuan mengenakan kebaya dan karyawan laki-laki memakai baju jawa pada even tertentu, (2) Perlu adanya perbaikan kualitas karyawan dengan cara memberikan pelatihan karyawan secara berkala. Misalkan pelatihan Event Organizer, jika ada permintaan pengadaan acara-acara besar, seperti acara pernikahan, ulang tahun, seminar, lounching produk pihak hotel dapat mengerjakannya sendiri.

Pengaruh implementasi program pendidikan sistem ganda (PSG) terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa jurusan akuntansi SMK NU Karanggeneng Lamongan / Nur Umimah Ulfah

 

ABSTRAK Umimah Ulfah, Nur 2008. Pengaruh Implementasi Program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa Jurusan Akuntansi SMK NU Karanggeneng. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi SI Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sumadi, S.E, M.M., (II) Helianti Utami, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci: Implementasi PSG, Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Siswa. Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor intrinsik seperti motivasi belajar siswa dan ekstrinsik seperti Implementasi PSG. PSG merupakan suatu bentuk pelatihan profesional yang mengkombinasikan program pendidikan di sekolah dan program keahlian yang diperoleh melalui aktifitas kerja langsung di tempat kerja. Motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor intrinsik misalnya budaya, keluarga, sekolah/institusi yang merupakan tempat terjadinya proses pembelajaran dan faktoe intrinsik misalnya kepribadian individu. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) pengaruh langsung antara Implementasi PSG terhadap motivasi belajar siswa jurusan Akuntansi SMK NU Karanggeneng (2) pengaruh langsung antara motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa jurusan Akuntansi SMK NU Karanggeneng (3) pengaruh langsung antara Implementasi PSG terhadap prestasi belajar siswa jurusan Akuntansi SMK NU Karanggeneng (4) pengaruh tidak langsung antara Implementasi PSG terhadap prestasi belajar siswa jurusan Akuntansi SMK NU Karanggeneng melalui motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan instrument berupa kuesioner yang kemudian hasilnya dianalisis melalui analisis jalur (path analisis). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 3 SMK NU Karanggeneng. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan proporsional random sampling. Jumlah populasi sebesar 124 siswa, sedangkan sampelnya adalah sebesar 50 siswa Berdasarkan hasil analisis data menyatakan bahwa pengaruh langsung Implementasi PSG terhadap motivasi belajar siswa dapat diterima. Karna mampunyai mempunyai thitung = 5,395 > ttabel= 2,008. Sedangkan koefisien determinasi (R2) adalah sebesar 0,365 dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,614. pengaruh langsung antara motivasi belajar siswa terhadap prestasi siswa dapat diterima. Karena mempunyai thitung = 4,069 >ttabel = 2,008. Sedangkan koefisien determinasi (R2) adalah sebesar 0,241 dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,506. pengaruh langsung implementasi PSG terhadap prestasi belajar siswa dapat diterima.karena mempunyai thitung = 3,045 > ttabel=2,008. Sedangkan koefisien determinasi (R2) adalah sebesar 0,144 dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,402. Hasil dari koefisien beta terstandarisasi pengaruh tidak langsung implementasi PSG terhadap prestasi melalui motivasi belajar siswa sebasar 0,311 sedangkan total nilai koefisien beta tersatansarisasi sebesar 0,713 ini menunjukkan terdapat pengaruh tidak langsung yang signifikan antara implementasi PSG terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar siswa.

Pengaruh persepsi mengenai jurusan dan aspirasi karir terhadap motivasi belajar dan dampaknya terhadap prestasi siswa kelas III SMK PGRI 6 Malang / Santi Mei Wulandari

 

Persepsi mengenai jurusan sangatlah penting karena mempengaruhi pandangan seorang siswa terhadap jurusan yang dimasukinya. Persepsi mengenai jurusan yang baik menjadikan siswa akan lebih termotivasi untuk meningkatkan prestasi belajarnya di sekolah. Selain adanya persepsi mengenai jurusan setiap siswa mempunyai aspirasi karir yang berbeda-beda. Hal ini terkait dengan saat siswa mengambil keputusan memilih suatu jurusan di SMK. Tentunya juga didasari dengan prospek kerja yang akan dijalaninya kelak. Kedua hal inilah yang nantinya akan berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa yang pada akhirnya berdampak pada prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh persepsi mengenai jurusan terhadap motivasi belajar siswa, (2) pengaruh aspirasi karir terhadap prestasi belajar siswa, (3) pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa, (4) pengaruh tidak langsung persepsi mengenai jurusan dan aspirasi karir terhadap prestasi belajar siswa melalui motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian sampel yang dilakukan pada 114 siswa kelas III SMK PGRI 6 Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persepsi mengenai jurusan dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,293, (2) aspirasi karir siswa berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,287, (3) motivasi belajar siswa dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,341, (4) persepsi mengenai jurusan dan aspirasi karir siswa berpengaruh pada prestasi belajar siswa melalui motivasi belajar siswa sebesar 0,921 Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang dapat diberikan adalah: (1) guru mampu memberikan penjelasan secara jelas tentang jurusan yang dimasuki siswa agar siswa memiliki persepsi yang positif sehingga siswa dapat lebih termotivasi untuk belajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai., (2) guru diharapkan bisa memberikan penjelasan pekerjaan yang cocok dengan jurusan yang dipilihnya harapannya setelah siswa mengetahui pekerjaan yang cocok dengan jurusan yang dipilihnya maka siswa akan selalu termotivasi untuk belajar, dan (3) siswa diharapkan selalu meningkatkan motivasi belajarnya karena motivasi belajar yang tinggi merupakan salah satu faktor yang penting untuk meningkatkan prestasi belajar. Selain itu, siswa hendaknya selalu memiliki persepsi yang positif mengenai jurusan yang telah dipilihnya serta siswa mempunyai aspirasi karir yang baik pula agar dapat selalu merasa menyenangkan melalui proses belajar mengajar sekolah sehingga prestasi belajar dapat tercapai secara optimal, (4) Bagi peneliti lain yang akan mengadakan penelitian sejenis, disarankan variabel yang ingin diteliti lebih diperluas, misalnya: latar belakang sosial ekonomi, lingkungan sosial siswa, atau minat siswa sehingga dapat mengungkapkan lebih banyak permasalahan dan memberikan hasil dari temuan penelitian yang lebih berarti dan bermanfaat bagi banyak pihak.

Perlindungan hukum bagi konsumen voucher isi ulang elektrik kartu GSM prabayar atas keterlambatan dan kegagalan pengiriman pulsa oleh operator seluler (Studi di PT Indosat Tbk Cabang Malang) / Ahmat Asta Achir

 

ABSTRAK Akhir, Achmad Asta. 2009. Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Voucher Isi Ulang Elektrik Kartu (GSM) Prabayar atas Keterlambatan dan Kegagalan Pengiriman Pulsa oleh Operator Seluler studi di PT Indosat Cabang Malang. Skripsi, Jurusan PPKn, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Edi Suhartono, SH, M.Pd, (II) Rusdianto Umar, SH, M.Hum Kata kunci: perlindungan hukum, konsumen, voucher elektrik (GSM) Bagi pelanggan yang membeli voucher jenis elektrik, sering kali terjadi kesalahan dari penjual maupun operator seluler yang kadang kala sangat merugikan. Dari segi harga voucher isi ulang elektrik jauh lebih murah dibandingkan isi ulang jenis fisik. Tetapi sering kali terjadi keterlambatan dan kegagalan pengiriman pulsa. Tentu saja hal ini dirasa sangat merugikan konsumen. Dan biasanya pihak penjual seakan-akan lepas tangan dari tanggung jawab mereka.Pulsa dari voucher elektrik tersebut bisa sampai pada pembeli dalam hitungan menit. Tetapi yang sering terjadi adalah adanya gangguan pada provider atau jaringan operator seluler bersangkutan yang mengeluarkan voucher isi ulang jenis elektrik tersebut. Sehingga sering kali terjadi keterlambatan bahkan kegagalan pengiriman pulsa. Secara tidak langsung kita bisa menuntut tanggung jawab dari pihak penjual, karena hal tersebut terjadi karena kesalahan mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggung jawab, perlindungan hukum, yang diberikan oleh operator selular maupun penjual voucher elektrik terhadap konsumen voucher isi ulang elektrik, serta mengetahui upaya-upaya apa yang akan dilakukanakn konsumen apabila mengalami keterlambatan dan kegagalan pengiriman pulsa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan yuridis sosiologis yaitu dengan meninjau pada peraturan yang ada yaitu pada pasal 1233 KUH Perdata tentang perikatan, kemudian dihubungkan dengan kenyataan yang sering terjadi didalam masyarakat kota Malang. Lokasi atau tempat penelitian ini adalah PT Indosat Tbk cabang Malang. Data penelitian ini di peroleh dari pihak yang terkait yang dikumpulkan dengan memanfaatkan tekhnik pegumpulan data sebagai serikut: observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun temuan data dan pembahasan dari penelitian pada perlindungan hokum konsumen voucher isi ulang elektrik kartu GSM Prabayar atasa keterlambatan dan kegagalan pengiriman pulsa oleh operator seluler stusi di PT Indosat Tbk cabang Malang sebagai berikut: Di pasaran, konsumen melakukan pengisian ulang pada kartu GSM milik mereka dengan membeli voucher. Voucher adalah tanda peneriman atau surat bukti, dalam hal ini adalah bukti besarnya nominal pulsa di dalam voucher tersebut. Setiap voucer mempunyai masa berlaku yang bisa habis atau kadaluarsa i Jika kesalahan diakibatkan oleh human eror atrau kesalahan yang diakibatkan oleh tindakan manusia, maka ganti rugi akan ditanggung atau diberikan oleh pihak penjual atau counter yang melayani penjuan voucher isi ulang jenis elektrik dari PT indosat Tbk karena murni merupakan kesalannya sendiri tanpa adanya gangguan pada sistem.Konsumen bisa menutut tanggung jawab penjual atau counter tempat dia membeli voucher isi ulang elektrik tersebut. Untuk bisa mendapatkan ganti rugi, konsumen harus membawa tanda bukti yaitu nota pembelian voucher isi ulang tersebut. Pihak PT Indosat Tbk sudah menetukan dari awal, jika masalah keterlambatan dan kegagalan pengiriman pulsa tersebut terjadi, penyelesainnya adalah ganti rugi pada saat itu juga dengan melewati prosedur-prosedur khusus . menurut PT Indosat Tbk, penyelesain dengan cara tersebut dilakukan karena masalah tesebut bisa diselesaikan saat itu juga, jika memang terbukti masalah tersebut terjadi karena adanya kesalahan dari pihak mereka.

Hubungan kecerdasan adversitas dengan kecepatan studi mahasiswa program studi bimbingan dan konseling Universitas Negeri Malang / Tri Murni Setiyawati

 

Masa depan dengan berbagai kesulitan yang mengiringi merupakan tantangan yang mengkondisikan individu agar mampu bertahan dalam hidup. Keberhasilan individu tetap dapat bertahan pada kondisi sulit ditentukan oleh cara individu tersebut merespon kesulitan, yaitu mengembangkan kecerdasan adversitas. Di sisi lain, kecenderungan rendahnya kemampuan mahasiswa dalam mengatasi kesulitan menjadi alasan pentingnya mahasiswa untuk berhasil dalam studinya, guna mempersiapkan masa depan. Masalah penelitian ini adalah: (1) Bagaimana distribusi tingkat kecerdasan adversitas mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang? (2) Bagaimana distribusi tingkat kecepatan studi mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang? (3) Apakah ada hubungan antara kecerdasan adversitas dengan kecepatan studi mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang?. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan menggunakan metode purposive sampling. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang angkatan tahun 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2006, 2007, dan 2008 sejumlah 744 orang. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang yang memenuhi kriteria yaitu sudah lulus dan telah mengikuti yudisium, untuk angkatan tahun 2003 sebanyak 45 orang dan 2004 sebanyak 10 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan dokumentasi. Metode analisis menggunakan analisis deskriptif, dan analisis statistik korelasi nonparametris dari Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan: (1) cukup banyak (45,5%) mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling yang memiliki tingkat kecerdasan adversitas yang tinggi., (2) banyak (56,4%) mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling yang lambat dalam menyelesaikan studi, (3) ada hubungan yang signifikan antara kecerdasan adversitas dengan kecepatan studi. Hal ini ditunjukkan dengan nilai r = -0,614 dengan nilai p = 0,000:p<0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya, semakin tinggi tingkat kecerdasan adversitas, maka semakin cepat masa studi mahasiswa. Saran yang direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian adalah: (1) Program studi Bimbingan dan Konseling hendaknya tidak hanya memperhatikan kecerdasan dari segi akademik mahasiswa, namun juga kecerdasan yang mampu memberikan daya tahan kepada mahasiswa terhadap kesulitan atau hambatan yang muncul ketika menempuh studi melalui pemberian training atau pelatihan yang berkenaan dengan hal tersebut, (2) Hendaknya mahasiswa memiliki kemampuan berpikir, mengelola dan mengarahkan tindakan yang membentuk suatu pola-pola tanggapan kognitif dan perilaku atas stimulus peristiwa-peristiwa dalam kehidupan yang merupakan tantangan atau kesulitan dalam menempuh studinya, sehinggga tujuan yang telah disusun untuk menyelesaikan studi tepat pada waktunya bisa terwujud, (3) Penelitian ini dilaksanakan dengan keterbatasan-keterbatasan yang ada. Oleh karena itu, bagi peneliti-peneliti selanjutnya yang tertarik dengan permasalahan yang sama, bisa diusahakan untuk mengkaji masalah ini dengan jangkauan yang lebiih luas dengan menambah atau mengembangkan variabel lain yang belum terungkap dalam penelitian ini.

Pengaruh persepsi siswa atas keterampilan mengajar guru dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Nganjuk / Maya Ria Hapsari

 

Potensi peserta didik terus diupayakan di dalam pendidikan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Guru merupakan komponen pendidikan dalam proses belajar mengajar yang ikut berperan dalam usaha mengembangkan potensi peserta didik yang potensial. Melihat peranan guru yang demikian penting maka guru harus benar-benar menguasai keterampilan mengajar. Melalui keterampilan mengajar tersebut, guru dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa sehingga siswa bergairah dan tekun belajar. Timbulnya motivasi belajar di kelas salah satunya dipengaruhi oleh adanya persepsi siswa atas keterampilan mengajar guru. Dengan adanya motivasi belajar tersebut, akan mendorong siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan pengaruh persepsi siswa atas keterampilan mengajar guru terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Nganjuk, (2) menjelaskan pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Nganjuk, (3) menjelaskan pengaruh persepsi siswa atas keterampilan mengajar guru dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Nganjuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah persepsi siswa atas keterampilan mengajar guru dan motivasi belajar siswa, sedangkan variabel terikatnya adalah prestasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Nganjuk. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Nganjuk, pengambilan sampel menggunakan teknik sratified proportional random sampling.Teknik pengumpulan data adalah angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan persentase dan regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa persepsi siswa atas keterampilan mengajar guru dan motivasi belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Nganjuk. Pengaruh persepsi siswa atas keterampilan mengajar guru dan motivasi belajar ditunjukkan oleh nilai R Squere sebesar 0,565 hal ini menunjukkan sebesar 56,5% prestasi belajar dipengaruhi oleh dua variabel bebas yaitu persepsi siswa atas keterampilan mengajar guru dan motivasi belajar, sisanya sebesar 43,5% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa persepsi siswa atas keterampilan mengajar guru yang baik dan motivasi belajar yang tinggi mampu mempengaruhi prestasi belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa atas keterampilan mengajar guru dan motivasi belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Nganjuk. Disarankan sebaiknya guru meningkatkan keterampilan mengajarnya di dalam kelas yang memungkinkan siswa termotivasi untuk belajar dengan giat sehingga siswa dapat meraih prestasi belajar dengan hasil yang optimal.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 |