Pengaruh strategi pembelajaran kooperatif dan kelompok jenis kelamin terhadap keterampilan kerjasama pada siswa kelas V sekolah dasar di Kecamatan Depok dalam mata pelajaran pengetahuan sosial / Christina Ismaniati

 

Pembuatan media pembelajaran berbasis komputer untuk SMA pada pokok bahasan fisika atom sub pokok bahasan perkembangan teori atom / Kokok Wijianto

 

ABSTRAK Wijianto, Kokok. 2007. Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Komputer Untuk SMA Pada Pokok Bahasan Fisika Atom Sub Pokok Bahasan Perkembangan Teori Atom. Skripsi, Program Studi Pendidikan fisika, FMIPA Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Drs. Yoyok A.L, M. Si., (II) Drs. Mudjihartono. Kata kunci : Media Pembelajaran, Fisika, Komputer, Teori Atom. Telah dilakukan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Komputer Untuk SMA Pada Pokok Bahasan Fisika Atom Sub Pokok Bahasan Perkembangan Teori Atom. Teori atom merupakan salah satu materi pelajaran fisika yang konsepnya sulit dibayangkan sehingga sangat membutuhkan animasi dan visualizes agar le-bih mudah dipahami. Oleh karena itulah, untuk mempelajari teori atom diperlukan suatu media yang dapat menjelaskan konsep yang bersifat abstrak ini menjadi le-bih mudah dipahami, menarik, menyenangkan, dan diharapkan pembelajaran akan berlangsung secara efektif serta efisien. Dalam pembuatan media ini, digunakan perangkat lunak makromedia flash 8 dan fireworks 8. Tahapan yang dilakukan antara lain mendefinisikan masalah dan tujuan pembuatan media, membuat diagram, membuat storyboard, mengapli-kasikan ke komputer, pengecekan kesalahan, serta evaluasi dan revisi. Hasil pembuatan media pembelajaran ini, terdiri dari tujuh tampilan utama yaitu tampilan pembuka, tampilan menu utama, tampilan teori atom Dalton, tam-pilan teori atom Thomson, tampilan teori atom Rutherford, tampilan spektrum atom hidrogen, dan tampilan teori atom Bohr. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam skripsi ini meng-hasilkan sebuah media pembelajaran berbasis komputer untuk SMA. Media pem-belajaran ini berupa file executable yang langsung dapat dijalankan pada kompu-ter, yang dapat membantu tugas guru dalam penyampaian pokok bahasan fisika atom sub pokok bahasan perkembangan teori atom.

Pengembangan model pembelajaran menulis argumentasi berdasarkan pendekatan proses bagi siswa kelas VII SMP / Sugit Zulianto

 

Teachers' beliefs on classroom practice / Threesje Roza Souisa

 

The study of teachers’ beliefs forms part of the process of understanding how teachers conceptualize their work. In order to understand how teachers approach their work, it is necessary to understand the beliefs they operate from. The beliefs play an important role in the process of teachers ‘development. Teachers’ beliefs in this study, refers to the rich store of knowledge that teachers have which affects teachers’ planning, teachers’ interactive thoughts or perceptions, and teachers’ decisions (Clark and Peterson, 1986). The study is aimed at identifying and explaining teachers’ beliefs about the 2004 curriculum with reference to teachers’ beliefs about the use of teaching techniques, the use of teaching materials, the use of assessment, the student’ profiles in learning English, and the sources of beliefs that contributed to the process of teachers’ development. In order to achieve the objectives above, a descriptive qualitative design is used in the study with three kinds of collecting data, i.e. (1) in-depth interviewing activity, (2) participant observation activity, and (3) review of documents activity. The study was conducted in Ambon with the three of English teachers as the subjects of the study. Miles and Huberman’ procedure and triangulation method are applied in analyzing the data. The results of the study show that in general what teachers do in the classroom reflect their beliefs about the nature of language learning and language teaching. In understanding the concept of the 2004 curriculum, the teachers stated that the curriculum is the same as the previous curriculum but to implement the curriculum optimally, the teachers should have skills and competencies with the support of education facilities. The teachers’ beliefs about the 2004 curriculum is manly important thing before they develop their beliefs about classroom practices with reference to the use of teaching techniques, the use of teaching materials, the use of assessments, the students’ profiles and the sources of beliefs that contributed to teachers’ development. The teachers’ beliefs about the use of teaching techniques are necessary important to facilitate students with different language skills. They state that the use of teaching techniques like communicative language teaching, cooperative learning with variety of activities can help students to achieve their competence, as it is demanded on the 2004 curriculum. The teachers’ beliefs about the use of teaching materials are essential to enrich their teaching materials. They state that the materials both in textbooks or supplementary materials and authentic materials are used to encourage students to apply the language skills not only to achieve the competencies based on the 2004 curriculum but also to the world outside the classrooms and schools. The teachers’ beliefs about the use of assessments are crucial to develop students’ progress in mastering the subject. They state that students should assess individually and continuously, and the use of assessments both informally and formally, classroom-based or authentic are needed to help the teachers to gather information of students progress in mastering the competence and to be used as a feedback to evaluate the effectiveness of their teaching practices. The teachers ‘beliefs about student’ profiles in learning English are important to facilitate students with variety of learning strategies. They state that students learn in their own ways and it is the teacher responsibility to teach in meaningful ways in order all students will be able to grasp the content of their teaching. They state that the value of their job is to help the students to be more active, creative, independent and purposeful students of the target language. The sources of the beliefs as experienced teachers come from their own learning as students, as teachers, their training and workshop, reading books, articles, experience of work best, communicating with other teachers and self -exploration of their own teaching. The teachers state that the process of their development job to be professional, not only require academic proficiency but it should be supported by their’ rich experiences in their fieldwork. From the conclusions above, there are several suggestions that should be considered for the improvement in implementing the curriculum for the future time as following: 1) a new curriculum must be presented to teachers in a way that emphasizes the match between current teachers’ beliefs and the curriculum; 2) in developing teachers’ beliefs on classroom practices, teachers should be given special training related to the curriculum and English teaching methodology: 3) teachers need to explore their beliefs by cooperating with other teachers to improve their beliefs and their development work; 4) teachers need more time to comprehend the curriculum well before they transfer their beliefs on classroom practices; 5) continue evaluation of the program for improvement and revision of the curriculum is needed. .

Studi perbandingan sifat fisik semen alternatif (semen tanpa proses pembakaran) campuran kapur, abu sekam, lempung, dan pasir besi dengan semen portland type 1 / Isa Rosidin

 

Studi lapangan pelaksanaan pekerjaan pondasi abutment pada jembatan Karangkates di Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang / Wawan Priambodo

 

Perencanaan gedung laboratorium dua lantai / Imron Khoirul Khusaini

 

Analisis prosedur program kemitraan dan program bina lingkungan (studi tentang penyaluran kredit lunak terhadap usaha kecil menengah di sekitar PT Jasa Marga (Persero) Cabang Jakarta-Cikampek) / Bagus Nur Harmawan

 

Optimalisasi pajak daerah dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah (srudi pada Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Blitar) / Nuuril Anwar S.G.

 

Pengembangan selenoid valve 5/2 double coil untuk berbagai macam rangkaian otomasi pneumatik / Aries Amin Afrianto

 

Teknologi yang menjadi salah satu indikator dan parameter perkembangan suatu negara telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Indikator ini pada tingkat perkembangannya sudah tidak pada hitungan tahun namun sudah masuk dalam hitungan hari atau bahkan sudah dalam hitungan jam. Maka dari itu kita sebagai insan yang herkecimpung dalam bidang teknologi dituntut untuk peka dan dapat mengikuti perkembangan tersebut. Kenyataan yang terjadi dewasa ini adalah bahwa perkembangan dan meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi sudah mewabah kesegala lini kehidupan dan segaia aspek kegiatan-kegiatan produksi khususnya di dunia industri. Hal ini dapat ditunjukkan dengan penggunaan perangkat-perangkat produksi yang sebelumnya menggunakan metode konvensional sekarang secara berangsur-angsur beralih pada metode otomasi. Perkembangan teknologi otomasi pada dunia industri saat ini sangat maju. Majunya perkembangan teknologi otomasi ini dapat kita lihat pada proses kerja yang dilakukan oleh industri besar dan menengah. Dalam perkembangannya sistem ini sering digunakan pada proses kerja yang berulang-ulang seperti: proses pengangkutan, proses pengemasan, dan lain-lain.

Perbedaan hasil belajar praktik sepeda motor ditinjau dari keaktifan mahasiswa dalam bengkel Rotari di Jurusan Teknik Mesin angkatan 2004/2004 Universitas Negeri Malang / Mohamad Khoiri

 

Sifat organoleptik abon lengkuas dengan lama perebusan berbeda / Harwindah Eka Rahayu

 

Termometer badan digital dengan keluaran suara / Nomiyasari

 

Digital power analyzer 3 fasa / Hendrianor

 

Miskonsepsi tentang kompetensi dasar energi bunyi pada buku IPA di kelas IV SDN Tlogomas II Kecamatan Lowokwaru Kota Malang / Sulistiani

 

Identifikasi kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika pada materi operasi pengurangan bilangan bulat di SDN Tlogomas II Malang / Rupi'ah

 

Pelaksanaan diversifikasi produk jasa beasiswa pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Kantor Cabang Malang Kota / Helru Cahyo Setiadi

 

Diversifikasi produk yang dilaksanakan oleh manajemen taman belajar dan rekreasi Jawa Timur Park / Arisatul Silfiyah

 

Strategi diversifikasi produk pada konfeksi Puspa Sari Malang / Ayu Dwi Septiana

 

Diera globalisasi persaingan semakin ketat, untuk itu perusahaan-perusahaan harus dapat mengikuti persaingan tersebut. Salah satu upaya tertentu dalam meningkatkan penjualan adalah dengan melaksanakan strategi diversifikasi produk. Diversifikasi produk adalah menciptakan produk baru dipasar yang baru, sehingga produk tersebut dapat menarik perhatian konsumen guna meningkatkan penjualan dan laba perusahaan. Perusahaan perlu mempertimbangkan strategi diversifikasi karena produk merupakan salah satu faktor penting bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan. Agar suatu perusahaan tetap eksis di pasaran maka perusahaan tersebut harus dapat menegtahui produk apa yang menjadi keinginan pasar, baik produk yang sudah ada maupun produk baru. Perusahaan konveksi Puspa Sari Malang merupakan industri garmen rumah tangga (home industry garnent) yang didirikan oleh Bapak K.H. Syamsul Arif pada tahun 1978. Perusahaan ini memproduksi sekaligus menjual produk pakaian jadi mulai jenis rok anak usia 4-8 tahun, dengan pasar sasaran seperti di Pasar Besar, Kepanjen dan Sumber Pucung. Sedangkan diluar kota Malang seperti Jember, Lumajang, Surabaya dan Pasuruan. Pengembangan usaha dilakukan dengan berbagai macam strategi, antara lain dari segi pemasaran. Wujud nyata dari strategi tersebut adalah pelaksanaan diversifikasi produk untuk memperluas cakupan pasar yang ada. Strategi diversifikasi yang dilakukan oleh perusahaan konfeksi Puspa Sari yaitu diversikasi konsentris. Perusahaan ini menciptakan dengan peralatan yang baru dan lebih modern tanpa meninggalkan produk lamanya, yaitu pakaian anak-anak. Perusahaan konfeksi Puspa Sari mulai membuat pakaian untuk dewasa, dengan jenis busana muslim dan baju takwa untuk pria. Semakin berkembang perusahaan mulai membuat mukena, calana, hem untuk pria, kaos, jubah, jaket, jilbab dan topi. Tujuan dari pelaksanaan diversifikasi produk pada perusahaan konfeksi Puspa Sari adalah untuk meraih konsumen baru dan menghindari atau menghilangkan kejenuhan produk serta memperluas pasar. Di konfeksi Puspa Sari awalnya hanya memproduksi pakain anak-anak, tapi sekarang dengan perkembangan jaman dan permintaan dari konsumen dan pasar, perusahaan mulai menambahkan jumlah jenis produksinya yaitu pakaian untuk kaum pria dan pakaian untuk wanita, dan asesoris lainnya seperti jilbab dan peci. Kemudian dilanjut dengan pembuatan seragam untuk anak-anak sekolah sampai seragam untuk para karayawan kantor. Disamping itu perusahaan ini mulai memproduksi jaket, kaos, dan celana. Setiap jenis pakaian diberi merek yang berbeda, untuk jenis pakaian wanita diberi merek “Puspa Sari”, untuk jenis pakaian laki-laki diberi nama “Busana Abadi” dan untuk jenis pakaian anak-anak diberi merek “Sari”.

Penerapan total quality service pada Pitstop Pool & Coffeebar Tidar Malang / Achmad Machsum

 

Penerapan pembelajaran kontekstual dengan menggunakan metode inkuiri untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajara biologi siswa SMAN I Gondang Wetan Pasuruan / oleh Henie Hidayati

 

Studi Manajemen Mutu Sekolah Menengah Kejuruan dengan Standar ISO 9000 (Studi Kasus di SMK Katalik ST. Mikael Surakarta) / Isdarmanto Agus Widodo

 

Improving Students' Ability in Writing by Dialogue Journals at SMP Negeri 5 Malang / Sutikno

 

Analisis perbedaan pembiayaan pendidikan siswa sekolah menengah atas negeri berdasarkan geografi ekonomi di Propinsi Jawa Timur / Sunarni

 

Biaya pendidikan dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. Setiap tahun ajaran baru muncul keresahan pada diri setiap orang tua untuk menyekolahkan anaknya, keresahan itu antara lain: (1) jika anaknya tidak mendapat tempat di sekolah, (2) jika anaknya tidak diterima di sekolah pilihannya, (3) jika ada pungutan-pungutan lagi oleh sekolah sehingga menambah beban orang tua, (4) jika anaknya tidak dapat meneruskan sekolah/drop out karena biaya mahal. Ada bermacam-macam kebutuhan hidup yang harus dikeluarkan oleh sebuah keluarga antara lain: kebutuhan primer, sekunder, tersier, dan quarter. Mahalnya biaya pendidikan dapat diidentifikasi: (1) masyarakat kita kurang mampu (perekonomian buruk), (2) pendidikan dianggap sebagai bisnis komersial dan bukan sebagai alat mencerdaskan bangsa, (3) pemerintah kurang serius memperhatikan pendidikan, (4) dana pendidikan banyak dikorupsi bukan digunakan untuk kelancaran proses belajar mengajar. Ada beberapa sumber biaya pendidikan pada tingkat sekolah, antara lain: pemerintah baik pusat maupun daerah, keluarga siswa, dan sumbangan masyarakat. Setiap tahun pemerintah telah meningkatkan anggaran sektor pendidikan, tetapi masalahnya angka dan peningkatan anggaran sektor pendidikan secara absolut relatif sangat kecil sehingga masih jauh bila dibanding negara-negara tetangga yang sangat serius dalam pengembangan SDM. Untuk terwujud pendidikan bermutu satuan biaya/siswa/tahun untuk SMA Rp 35.522.690,00. Biaya pendidikan itu sangat besar atau tidak mungkin murah apalagi gratis. Teori cost effectiviness menyatakan ada keterkaitan level biaya dengan mutu lulusan. Sudut geografi ekonomi/aktivitas penduduk pekerjaan bertani (agraris) akan berbeda dengan masyarakat yang sebagian besar hidup di daerah industri, perdagangan, atau daerah pantai. Dari segi aktivitas penduduk maka nilai uang sangat mempengaruhi cara hidup seseorang atau penduduk. Rumusan masalah: (1) apa sajakah komponen pembiayaan pendidikan siswa SMAN berdasarkan geografi ekonomi di Propinsi Jawa Timur? (2) berapa besarnya pembiayaan pendidikan siswa SMAN per tahun di propinsi Jawa Timur? Dan (3) adakah perbedaan pembiayaan pendidikan siswa SMAN berdasarkan geografi ekonomi di Propinsi Jawa Timur? Hipotesis penelitian yaitu ada perbedaan yang signifikan pembiayaan pendidikan siswa SMAN berdasarkan geografi ekonomi di Propinsi Jawa Timur. Penelitian ini dilaksanakan di Propinsi Jawa Timur. Subjek penelitian adalah siswa SMAN di daerah agronomi (pertanian, perkebunan, dan kehutanan) diwakili Batu, perikanan/pantai (Banyuwangi), industri (Gresik), dan perdagangan (Surabaya). Biaya yang diteliti meliputi biaya langsung (biaya pokok pendidikan), tak langsung (biaya hidup) dan gabungan keduanya yaitu biaya pendidikan yang dikeluarkan oleh siswa (keluarga). Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah semua siswa SMAN di Propinsi Jawa Timur yang berjumlah 34418 dari 4 kabupaten/kota. Teknik Sampel menggunakan cluster proportional random sampling. Dari 43 sekolah diambil 23 (diwakili pusat, tengah, dan pinggir) dan sampel sebanyak 379, menggunakan instrumen untuk mengumpulkan data. Pertanyaan ada 32 (4 butir pertanyaan identitas, sub biaya langsung 23 butir, dan variabel biaya tak langsung 10 butir. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif dan komparatif (Anova Satu Jalur/One Way Anova). Komponen biaya pendidikan yang dikeluarkan oleh keluarga untuk pendidikan/pengeluaran rumah tangga (household expenditure): biaya langsung terdiri dari: biaya pendaftaran ketika masuk (SMAN), uang pangkal masuk sekolah/pembangunan gedung, daftar ulang pada waktu kenaikan kelas, rata-rata SPP, biaya rutin, biaya praktikum, ujian teori, ujian praktek, biaya buku pelajaran/latihan/LKS, langganan majalah, sewa buku teks, membeli kertas, biaya pengetikan, biaya penjilidan, foto copy tugas/PR, biaya pergi ke dan pulang dari sekolah, akses internet, kegiatan intra/ekstra sekolah, biaya kursus/les pelajaran/ privat, remidi/mengulang matapelajaran yang nilai tidak baik, uang wisuda, biaya pengambilan ijazah, dan legalisir. Komponen biaya tak langsung terdiri: biaya kost, biaya makan/minum/jajan, telepon/sms, surat menyurat, chatting/akses internet, tamasya kelas/study tour/ refreshing, periksa ke dokter/beli obat/olah raga, membeli produk kosmetik (bedak/wewangian/hand body/sampo/brish/salon, dll), dan membeli baju/tas/sepatu/assesoris. Besarnya biaya pendidikan yang dikeluarkan siswa SMAN di Jawa Timur rata-rata per tahun biaya langsung ± Rp 7.726.667,00 dan biaya tak langsung ± Rp 3.213.333,00, sehingga biaya pendidikan ± Rp 10.940.000,00. Jika 3 tahun menempuh pendidikan menengah untuk biaya langsung ± Rp 23.180.000,00 dan biaya tak langsung ± Rp 9.640.000,00, sehingga biaya pendidikan sebesar ± Rp 32.820.000,00. Biaya langsung, tak langsung, dan biaya pendidikan ada perbedaan yang signifikan pembiayaan pendidikan siswa SMAN berdasarkan geografi ekonomi di Propinsi Jawa Timur. Biaya langsung paling tinggi ditanggung siswa di Gresik, Batu, Surabaya, dan Banyuwangi. Biaya tak langsung paling tinggi ditanggung siswa di Surabaya, Gresik, Batu, dan Banyuwangi. Biaya pendidikan paling tinggi ditanggung siswa di Gresik, Batu, Surabaya, dan Banyuwangi. Untuk itu: (1) siswa agar lebih bijaksana. (2) orang tua diharapkan mulai sekarang untuk menyisihkan pendapatan (menabung/asuransi pendidikan) untuk mempersiapkan biaya pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (3) sekolah hendaknya menentukan besarnya pungutan yang dikenakan setiap siswa SMAN di Propinsi Jawa Timur. (4) pejabat Departemen Pendidikan Nasional di Jawa Timur, memberikan patokan-patokan dalam hal pembiyaan pendidikan dan memberikan subsidi kepada siswa SMAN yang pandai tetapi dalam ekonomi keluarga kurang. Dan (5) peneliti dan akademisi lainnya, untuk mengadakan penelitian lebih lanjut tentang biaya pendidikan dalam hubungannya dengan geografi ekonomi. Memperluas wilayah geografi ekonomi atau biaya pendidikan antara sekolah negeri dan sekolah swasta baik SD, SMP, SMA, serta Perguruan Tinggi.

Peningkatan kemampuan menulis laporan melalui pembelajaran berbasis portofolio bagi mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang / Mujianto

 

ABSTRACT Mujianto, 2007. Improvement the Ability of Report Writing Base on Teaching Portfolio for Chemical Engineering Major’s Student of State Polytechnic of Malang. Thesis, Is Not Published, Education Program of Indonesian Language, Postgraduate Program, State University of Malang. Counselors: (I) Prof. Dr.H.Suparno, (II) Dr. Sumadi,M.Pd Key words : Report Writing, Teaching Portfolio This research surrounded by condition ability report writing major’s student of Chemical Engineering of State Polytechnic of Malang that is still low. On the other hand, the ability of report writing for Chemical engineering major student is importance vitally because most of the lesson in the form of practicum lesson obliging to student to write report by the end of practicum. One case that the ability writing is low of this report is studying strategy in lecturing Tata Tulis Laporan (Indonesian Language) which tending to orients at language theory study, non-language usage. especially in writing skill aspect. Therefore, needs existence of repair effort of studying strategy that could improve the ability of report writing for Chemical engineering major’s student, one of study strategy expected able to increase ability of writing report is teaching portfolio. The research problem is “how to improve the ability of report writing from pre-writing, writing, and post-writing through teaching portfolio for Chemical Engineering major’s student of State Polytechnic of Malang. Thereby, this research aim to increase the ability of report writing for Chemical Engineering major’s student of state Polytechnic of Malang through teaching portfolio. This research executed with qualitative approach with class action research designing. The data in this research was the implematation of the improvement ability of report writing base on teaching portfolio. The data obtained with observation and document technique. In this research, the researcher as key instrument assisted with instrument of supporter in the form of observation guidance, questionary guidance, and guidance of document analysis. The result of this research indicates that the teaching portfolio can increase the ability of report writing for Chemical Engineering major’s student of State Polytechnic Malang. This improvement can be looked from process aspect with indicator existence of enthusiastic improvement. The Corporation form. In addition, student liveliness from study cycles I to study cycle II. Besides, the improvement of report writing ability also seen from product aspect with indicator improvement’s existence of ability at each step-writing product from cycle I to cycle II. Writing ability improvement of student report can happened because study which executed entangles student actively, co-operative (in the form of group discussion). In addition, participatory in all learning writes report process, namely starts with preparation phase to write, writing phase, and finalization phase. Meanwhile, assessment model applied is assessment of process and assessment result of learning base on teaching portfolio. Based on the research result, suggested to the lecturer Polytechnic to improve the strategy of studying which can motivate in learning enthusiastically, the forming of corporation activity between related parties, and liveliness of student in all study process. Side that, form of assessment applied is assessment of process and result. This thing is very relevant with Polytechnic education because most of the lesson in the form of practicum lesson which apply the assessment importance of practicum process and practicum result. For the majors chief suggested giving opportunity to the lecturer always to increase the study strategy of improvement usage of student ability. For the next researcher suggested performing the research with the same studying model for similar lesson.

Verifikasi analitis kinerja program Duflow untuk pengsimulasian sistem aliran satu dimensi / Supriadianto

 

Tingkat penguasaan sistem input-output program DUFLOW dan minimnya buku referensi penunjang adalah faktor yang mempengaruhi hasil desain penggunaan program pada saluran terbuka yang berlebihan (over design). Untuk mengetahui kinerja program DUFLOW dan menambah referensi, dilakukan verifikasi analitis kinerja program DUFLOW untuk pengsimulasian sistem aliran satu dimensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja program Duflow dengan verifikasi analitis untuk pengsimulasian sistem aliran satu dimensi, dan diharapkan dapat digunakan sebagai referensi penyempurnaan program serta acuan dasar input-output program DUFLOW. Rancangan penelitian dalam penelitian ini mendeskriptifkan fakta nyata perbedaan keluaran hasil program DUFLOW terhadap hasil perhitungan analitis. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini diambil berdasarkan kasus-kasus aliran pada saluran terbuka yang membahas tentangi: (1)kinerja software terhadap hukum kontinuitas aliran, (2)kinerja software untuk mengsimulasikan aliran tidak beraturan (gradually varied flow), (3)kinerja software untuk mengsimulasikan aliran melalui bangunan pengontrol berupa peluap(ambang ), (4)kinerja software untuk mengsimulasikan aliran melalui bangunan pengontrol berupa pintu air, dan (5)kinerja software untuk mengsimulasikan aliran tidak permanen (unsteady flow). Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa bahwa hasil perhitungan analitis lebih besar dari keluaran program DUFLOW dengan prosentase selisih tertentu. Hasil perbedaan ini dapat terjadi karena penggunaan rumus baku perhitungan yang berbeda antara perhitungan analitis dan DUFLOW dan penggunaan metode numerik dalam komputerisasi akan menghasilkan hasil perhitungan yang lebih teliti. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bebarapa saran untuk: (1)melakukan penelitian tambahan dilapangan dengan membandingkan hasil perhitungan analitis maupun DUFLOW dengan keadaan nyata dilapangan, dalam menentukan metode perhitungan analitis dan numeris yang paling mendekati dengan hasil nyata, (2)memverifikasi analitis kinerja program DUFLOW terhadap masalah kualitas air yang belum dibahas dalam penelitian ini dan (3)memperhatikan sistem input dan output program DUFLOW, bagi para pengguna agar diperoleh hasil perencanaan yang optimal.

Pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan konsumen (studi pengguna lampu TL merek Philips di Kelurahan Pojok, Kec. Mojoroto, Kota Kediri) / Eni Dwi Purwanti

 

Persaingan yang semakin ketat mendorong perusahaan agar lebih kreatif dan inovatif terhadap produk yang ditawarkan. Perbaikan kualitas produk secara terus-menerus merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh peruasahaan agar tetap bertahan dan diminati konsumen. Kualitas produk yang ingin dipenuhi perusahaan harus dilihat dari sudut pandang konsumen, sebab konsumen merupakan hal terpenting yang harus diperhatikan dalam merancang suatu sistem dan manajemen baru, selain itu konsumen merupakan pasar sasaran bagi produk yang dihasilkan perusahaan sehingga keinginan dan selera konsumen adalah syarat utama bagi kelangsungan hidup perusahaan. Hal tersebut ditujukan untuk memenuhi keinginan pasar dan berusaha menciptakan kepuasan konsumen. Mengingat betapa pentingnya peningkatan kualitas produk bagi pemenuhan kepuasan konsumen, maka penulis tertarik untuk meneliti pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan konsumen, khususnya bagi pengguna lampu TL merek Philips di Kelurahan Pojok, Kec. Mojoroto, Kota Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran objektif tentang: pengaruh kinerja produk, keistimewaan produk, kehandalan produk, kemampulayanan produk, dan persepsi kualitas produk terhadap kepuasan konsumen lampu TL merek Philips secara parsial; pengaruh kinerja produk, keistimewaan produk, kehandalan produk, kemampulayanan produk, dan persepsi kualitas produk terhadap kepuasan konsumen lampu TL merek Philips secara simultan; sub variabel kualitas produk yang dominan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen lampu TL merek Philips. Penelitian ini bersifat deskriptif korelasional, yang terdiri dari dua variabel yaitu kualitas produk sebagai variabel independen serta kepuasan konsumen sebagai variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini tergolong infinite population (tidak terhingga jumlahnya). Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna lampu TL merek Philips di Kelurahan Pojok, Kec. Mojoroto, Kota Kediri, dari populasi tersebut diperoleh sampel sejumlah 73 responden. Penentuan sampel menggunakan rumus infinite population dengan tingkat kesalahan 5%. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Multy Stage Sampling yang terdiri dari beberapa tahapan: (1) Proporsional Sampling; (2) Purposive Sampling; (3) Accidental Sampling. Pengambilan data primer dalam penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa angket atau kuesioner, yang sebelumnya telah diuji melalui uji validitas dan uji reliabilitas yang telah diujikan kepada 30 responden di luar sampel yang akan diambil. Instrumen penelitian tersebut menggunakan Skala Likert dengan 5 skala pengukuran untuk kualitas produk yang meliputi: sangat setuju (5); setuju (4); kurang setuju (3); tidak setuju (2); dan sangat tidak setuju (1). Sedangkan untuk kepuasan konsumen juga diberikan 5 skala pengukuran yang meliputi: sangat puas (5); puas (4); kurang puas (3); tidak puas (2); dan sangat tidak puas (1). Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik dokumentasi. Tujuan penelitian ini diwujudkan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif guna mengetahui gambaran masing-masing sub variabel kualitas produk yang terdiri dari: kinerja produk, keistimewaan produk, kehandalan produk, kemampulayanan produk, dan persepsi kualitas produk serta variabel kepuasan konsumen baik secara parsial maupun simultan dengan bantuan SPSS 10.00 for Windows. Untuk menguji kelayakan model regresi dilakukan uji asumsi klasik. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Terdapat pengaruh kinerja produk (X1), keistimewaan produk (X2), kehandalan produk (X3), kemampulayanan produk (X4), dan persepsi kualitas produk (X5) secara parsial terhadap kepuasan konsumen (Y) pengguna lampu TL merek Philips dengan nilai β1=0,219 dan nilai sig t1=0,001; nilai β2=0,175 dan nilai sig t2=0,039; nilai β3=0,159 dan nilai sig t3=0,003; nilai β4=0,183 dan nilai sig t4=0,032; nilai β5=0,140 dan nilai sig t5=0,021. Berdasarkan nilai Fhitung sebesar 19,261 dan tingkat signifikansi 0,000 dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kinerja produk (X1), keistimewaan produk (X2), kehandalan produk (X3), kemampulayanan produk (X4), dan persepsi kualitas produk (X5) secara simultan terhadap kepuasan konsumen (Y) pengguna lampu TL merek Philips. (2) Dimensi kualitas produk yang dominan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen lampu TL merek Philips adalah kinerja produk dengan nilai Beta () terbesar yaitu 0,304. Saran penulis adalah: (1) Kondisi kualitas produk yang dijabarkan dalam analisis statistik deskriptif, yang meliputi kinerja produk, keistimewaan produk, kehandalan produk, kemampulayanan produk, dan persepsi kualitas produk, hendaknya dapat digunakan Philips sebagai bahan pertimbangan guna terus meningkatkan kualitas produknya sehingga dapat meningkatkan kepuasan konsumen; (2) Hendaknya PT Philips sebagai produsen alat elektronika dan lampu terbesar di dunia terus berupaya meningkatkan kualitas produknya, khususnya untuk jenis lampu TL, dengan peningkatan kualitas produk secara terus-menerus diharapkan Philips mampu meningkatkan kepuasan konsumennya sehingga selalu dipilih dan diminati; (3) Untuk meningkatkan kemampulayanan produknya dalam menanggapi kritik, saran, keluhan, dan lain-lain sehingga mampu memberikan kepuasan bagi konsumen, maka hendaknya PT Philips terus mensosialisasikan pusat layanan yang telah dimilikinya agar dapat dimanfaatkan oleh konsumen guna perbaikan produk di masa yang akan datang; (4) Hendaknya PT Philips mampu mempertahankan atau bahkan meningkatkan persepsi kualitas produknya di mata konsumen agar mampu memberikan kepuasan, dengan cara menjaga dan meminimalisir produk Philips dari pemalsuan yang dilakukan oleh sejumlah oknum, melalui pemberian pengetahuan dan informasi yang memadai mengenai ciri-ciri fisik lampu TL merek Philips yang asli pada konsumen; (5) Peneliti berikutnya yang ingin meneliti lebih jauh tentang kualitas produk lampu TL merek Philips dan pengaruhnya terhadap kepuasan konsumen, hendaknya menggunakan 8 komponen kualitas produk secara keseluruhan.

Pengaruh variasi bahan tambahan terhadap nilai kalor bakar penyulut briket batubara / Yusi Darmayanti

 

Pengaruh suhu dan pH terhadap aktivitas protease bakteri termofilik dari sumber air panas lejja Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan sebagai sumber belajar mikrobiologi / Hafsah

 

ABSTRAK Hafsah. 2007. Pengaruh Suhu dan pH terhadap Aktivitas Protease Bakteri Termofilik dari Sumber Air Panas Lejja Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan sebagai Sumber Belajar Mikrobiologi. Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Yusuf Abdurrajak, (II) Dr. agr. Muhammad Amin, S.P.d., M.Si. Kata kunci: suhu, pH, protease, bakteri termofilik, kasein, aktivitas enzim, sumber belajar Mikrobiologi Penelitian mengenai pengaruh suhu dan pH terhadap aktivitas protease isolat bakteri termofilik dari lokasi sumber air panas Lejja sebagai sumber belajar mikrobiologi telah dilakukan sejak bulan Juni hingga Oktober 2007. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui jenis bakteri termofilik proteolitik unggul yang dapat diisolasi dari sumber air panas Lejja, (2) mengetahui aktivitas protease oleh isolat bakteri termofilik secara kualitatif dan (3) mengetahui pengaruh suhu dan pH terhadap aktivitas protease dari isolat bakteri termofilik asal sumber air panas Lejja secara kuatitatif, dan (4) menghasilkan suatu panduan praktikum sebagai sumber belajar Mikrobiologi. Uji aktivitas proteolitik secara kualitatif dilakukan dengan menggunakan metode skim milk agar plate sedangkan aktivitas proteolitik ekstrak kasar protease ditentukan dengan metode spektrofotometri dengan menggunakan substrat kasein. Campuran enzim dan substrat diinkubasi pada variasi suhu selama 20 menit. Absorbansi tirosin yang terbentuk sebagai produk hidrolisis protein ditentukan dengan spektrofotometri pada λ 280 nm. Pengaruh suhu dan pH terhadap aktivitas protease ditentukan pada variasi suhu 60-90°C, dan variasi pH 6-9. Untuk tujuan pertama dan kedua, data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif yang terkait dengan nilai indeks proteolitik sebagai dasar seleksi tiga isolat bakteri termofilik proteolitik unggul yang berhasil diisolasi dari sumber air panas Lejja. Untuk tujuan ketiga, data yang diperoleh dari pengukuran nilai absorbansi tirosin yang terbentuk dari reaksi hidrolisis kasein pada variasi suhu dan pH dianalisis dengan ANAVA ganda untuk mengetahui pengaruh kedua variabel tersebut secara bersama pada masing-masing isolat. Selanjutnya, dari hasil penelitian yang diperoleh maka disusun suatu petunjuk praktikum matakuliah Mikrobiologi. Pada penelitian ini diperoleh 14 isolat yang memperlihatkan uji positif aktivitas proteolitik secara kualitatif. Dari ke 14 isolat tersebut kemudian diseleksi berdasarkan indeks proteolitik (IP) masing-masing isolat. Isolat nomor 6, 8 dan 13 (isolat F6, F8 dan F13) dipilih sebagai sumber enzim, yang kemudian diidentifikasi sebagai Bacillus licheniformis, Bacillus stearoformis, dan Bacillus coagulans. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perlakuan variasi Suhu dan pH memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap aktivitas protease. Ekstrak kasar protease Bacillus licheniformis memperlihatkan aktivitas tertinggi pada kondisi suhu 80oC dan pH 7,5 yaitu 0,1303 unit/ml/mnt, Bacillus stearoformis menunujukkan aktivitas enzim protease tertinggi pada suhu 75oC pH 7,5 yaitu 0,2086 Unit/ml/menit, sekaligus sedangkan Bacillus coagulans mencapai aktivitas optimum pada suhu 85oC pH 7.5 yaitu 0,1226 Unit/ml/menit. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disusun penuntun praktikum untuk digunakan oleh Mahasiswa Program Studi Biologi dan Pendidikan Biologi untuk lebih memahami prinsip-prinsip dalam isolasi bakteri termofilik dalam hubungannya dengan produksi enzim. Namun demikian perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk memastikan jenis enzim proteolitik dari 3 spesies Bacillus yang telah diisolasi tersebut mengingat enzim yang diuji pada penelitian ini belum mengalami tahap pemurnian.

Kemampuan prediktif nilai ujian akhir nasional (UAN) SMP untuk menduga prestasi belajar siswa SMA (studi kasus pada siswa kelas 1 semester satu SMA Negeri 1 Kraksaan Kabupaten Probolinggo tahun ajaran 2006-2007) / Diah Nopitasari

 

Perbedaan kepuasan kerja ditinjau dari tipe kepribadian pada karyawan PT. Garam Kalianget Madura / Agustina Merdekawati

 

Kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencvintai pekerjaannya. Kecocokan yang tinggi antara pekerjaan dan kepribadian seorang karyawan akan menghasilkan individu yang lebih puas dan sehat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui (1) deskripsi tipe kepribadian karyawan, (2) deskripsi tingkat kepuasan kerja, dan (3) perbedaan tingkat kepuasan kerja ditinjau dari tipe kepribadian. Dalam penelitian ini pengertian dari kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan terhadap pekerjaan sehingga ia akan berperilaku positif terhadp pekerjannya. Kepribadian adalah organisasi kompleks individu yang membentuk pola pemikiran, emosi dan tingkah laku tertentu yang menentukan cara individu berinteraksi dan bereaksi terhadap lingkungan berulang dan terus-menerus. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian komparasi. Populasi penelitian adalah karyawan PT. GARAM Kalianget Madura. Jumlah populasi keseluruhan yang berjumlah 77 orang. Data kepribadian diukur melalui instrumen skala Eysenck Personality Inventory hasil adaptasi Indonesia yang terdiri dari 56 item setelah itu karyawan diberi skala kepuasan kerja dari teori Herzberg yang terdiri dari 40 item. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis statistik uji-t. Tingkat kepuasan kerja pada karyawan yang ekstrovert memiliki rerata (mean) = 137,43; simpang baku = 6,163 dan rentang skor 124-149. Sedangkan tingkat kepuasan kerja pada karyawan introvert memiliki rerata (mean) = 136,77; simpang baku = 6,296 dan rentang skor 125-148. Dengan demikian kepuasan kerja karyawan ekstrovert lebih tinggi dibandingkan dengan karyawan introvert. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) deskripsi kepribadian karyawan PT. GARAM adalah Ekstrovert dan Introvert (2) karyawan ekstrovert mempunyai tingkat kepuasan kerja tinggi dan karyawan introvert mempunyai tingkat kepuasan kerja rendah, dan (3) tidak ada perbedaan kepuasan kerja ditinjau dari tipe kepribadian pada karyawan. Kepuasan kerja pada karyawan ekstrovert dan introvert berbeda karena faktor-faktor yang mempengaruhi ketika pengambilan sampel. Tidak adanya perbedaan kepuasan kerja bukan berarti tidak ditemukannya tingkat kepuasan kerja pada karyawan PT. GARAM Kalianget Madura, justru disini ditemukan bahwa kepuasan kerja karyawan ekstrovert lebih tinggi dibandingkan dengan karyawan introvert

Analisis brand awareness, perceived quality dan loyalitas merek obat sakit maag Promag (studi pada pengguna di Kelurahan Gading Kasri Kecamatan Klojen Kota Malang) / Nur Fauzi

 

Di pasar yang serba kompetitif seperti sekarang ini, merek mempunyai peranan penting bagi kelangsungan hidup sebuah perusahaan. Karena merek memberikan nilai sehingga nilai total produk yang bermerek baik menjadi lebih tinggi dibandingkan produk yang semata-mata dinilai secara objektif. Apalagi pemasaran di masa yang akan datang lebih menjadi persaingan antar merek, yaitu persaingan untuk merebut konsumen melalui merek. Lebih lanjut sebuah merek sudah dianggap sebagai equity (aset) oleh sebuah perusahaan, atau yang lebih dikenal dengan istilah brand equity (ekuitas merek). Brand equity (ekuitas merek) dapat dipengaruhi oleh dimensi-dimensi yang membentuknya yaitu brand awareness (kesadaran merek), perceived quality (kualitas yang dirasakan) dan loyalitas merek. Sehingga jika ketiga komponen ini meningkat maka akan meningkatkan pula ekuitas sebuah merek atau sebaliknya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi brand awareness, perceived quality serta loyalitas merek obat sakit maag Promag. Dalam penelitian ini populasinya adalah pengguna obat sakit maag Promag di Kelurahan Gading Kasri Kecamatan Klojen Kota Malang. Populasi penelitian ini tergolong ke dalam poulasi yang tak terbatas (infinite), karena tidak diketahui jumlahnya secara pasti. Adapun pengambilan sampel dalam penelitain ini adalah menggunakan rumus infinite population dengan tingkat kesalahan α = 0,05, sehingga di dapat sampel sebanyak 140 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner tertutup dengan skala Likert 5 tingkat yaitu: sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, sangat tidak setuju. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Untuk menguji kelayakan istrumen (kuesioner) dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan responden sebanyak 30 orang. Data yang di dapat diolah dengan meggunakan bantuan software SPSS for Windows versi 12.00. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini adalah: (1) pengguna obat sakit maag Promag 55,00% memiliki rentangan usia 15-20 tahun dengan pekerjaan atau berprofesi sebagai pelajar/mahasiswa (2) Sebanyak 65 responden (46,44%) menyatakan setuju terhadap brand awareness (kesadaran merek) obat sakit maag Promag,. (3) Sebanyak 73 responden (52,15%) menyatakan setuju terhadap perceived quality obat sakit maag Promag. (4) Sebanyak 69 responden menyatakan ragu-ragu terhadap loyalitas merek obat sakit maag Promag. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1)Kondisi brand awareness (kesadaran merek) obat sakit maag Promag cukup baik. (2) Kondisi perceived quality (kualitas yang dirasakan) obat sakit maag Promag cukup baik, dan (3) kondisi loyalitas merek obat sakit maag Promag dalam posisi sedang. Dalam kaitan dengan hasil penelitian ini, saran yang dapat diberikan adalah (1) produsen Promag perlu meningkatkan pendekatan merek kepada konsumen melalui nilia-nilai yang melekat pada pelanggan, sehingga dapat meningkatkan sikap konsumen terhadap merek, dalam kaitan peningkatan loyalitas merek. (2) Pada penelitian selanjutnya perlu untuk memasukkan variabel yang lain dari ekuitas merek yaitu brand association (asosiasi merek).

Hubungan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar siswa kelas XI MAN I Trenggalek / Yayuk Sri Wahyuni

 

Membiasakan anak-anak untuk belajar merupakan salah satu faktor yang penting. Kebiasaan yang dibina dari saat ke saat ini akan banyak menguntungkan bagi orang tua maupun bagi anak. Siswa yang memiliki kebiasaan belajar yang baik akan memperoleh prestasi belajar yang baik pula. Sebaliknya anak yang kebiasaan belajarnya tidak baik, prestasi belajarnya tidak maksimal. Sebagaimana dikemukakan Hamalik bahwa cara belajar yang dipergunakan turut menentukan hasil belajar yang diharapkan. Cara yang tepat akan membawa hasil yang memuaskan, sedangkan cara yang tidak sesuai akan menyebabkan belajar itu kurang berhasil. Tujuan penelitian ini untuk (a) mendeskripsikan kebiasaan belajar siswa kelas XI MAN Trenggalek (b) mendeskripsikan prestasi belajar siswa kelas XI MAN Trenggalek (c) mengetahui hubungan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI MAN Trenggalek. Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode penelitian korelatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MAN Trenggalek tahun pelajaran 2006/2007 yang keseluruhan berjumlah 315 responden. Sampel berjumlah 63 responden. Adapun teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah proportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan kriteria jawaban selalu, sering, kadang-kadang, tidak pernah. Analisis hasil penelitian menggunakan analisis persentase dan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Siswa kelas XI MAN Trenggalek memiliki kebiasaan belajar yang baik di rumah dengan persentase 74,6 % dan kebiasaan belajar yang baik di sekolah dengan persentase 73,01 %. (2) Prestasi belajar siswa kelas XI MAN Trenggalek menunjukkan kriteria lebih baik 20,6 %, kriteria baik 50,8 %, dan kriteria 28,7 % memiliki prestasi belajar cukup baik. (3). Hasil penelitian dapat diketahui bahwa koefisien r ( korelasi product moment ) adalah 0,9609998, angka ini menunjukkan hubungan yang signifikan antara variabel kebiasaan belajar (X) dengan prestasi belajar (Y). Saran yang disampaikan adalah siswa kelas XI MAN Trenggalek perlu meningkatkan prestasi belajar agar dapat mencapai kriteria yang lebih tinggi dari yang telah dicapai saat ini, dan perlu meningkatkan kebiasaan belajar yang lebih baik dalam rangka meningkatkan prestasi belajar. Kepala sekolah meningkatkan kualitas pendidikan dengan memberikan sarana dan prasarana atau fasilitas untuk siswa. Guru bidang studi menentukan langkah yang tepat dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan mutu pengajaran. Konselor lebih meningkatkan perannya dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling secara optimal. Orang tua diharapkan dapat menjadi motivator utama dalam belajar siswa di rumah dengan menerapkan kebiasaan belajar yang baik kepada putra-putrinya.

Pengaruh pelatihan terhadap produktivitas kerja karyawan bagian produksi perusahaan Indah Cemerlang Malang / Mifrohut Taufik

 

Salah satu bentuk pengembangan sumber daya manusia yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan pelatihan sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Disamping itu, pelatihan berguna untuk menambah pengatahuan, keterampilan, dan merubah sikap para pegawainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap produktivitas kerja karyawan bagian produksi Perusahaan Indah Cemerlang Malang dan diharapkan mampu dapat digunakan sebagai tambahan informasi dan bahan pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan. Penelitian ini dilaksanakan di Perusahaan Indah Cemerlang Malang mulai tanggal 12 Juli sampai 9 Agustus 2006. rancangan penelitian yang digunakan adalah explanatory dengan populasi seluruh karyawan bagian produksi Perusahaan Indah Cemerlang yang berjumlah 72 orang. Analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah analisis regresi. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa secara simultan variabel ada pengaruh yang signifikan antara variabel pelatihan dengan variabel produktivitas kerja karyawan bagian produksi Perusahaan Indah Cemerlang Malang. Hal ini ditunjukkan dengan F hitung 18,444 > F tabel 2,76 dengan taraf signifikansi 0,000. secara parsial, metode pelatihan on the job training memiliki pengaruh yang dominan terhadap produktivitas kerja karyawan bagian produksi Perusahaan Indah Cemerlang Malang dengan nilai koefisien Beta 0,455, dan memberikan kontribusi kenaikan sebesar 0,255 satuan dengan taraf signifikansi 0,000. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar metode pelatihan yang ada sebaiknya ditambah dengan metode pelatihan off the job training yang belum pernah dilaksanakan di Perusahaan Indah Cemerlang Malang, dan monitoring, evaluasi serta tindak lanjut terhadap pelatihan harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Pengaruh harapan orang tua, harapan guru, harga diri, self-efficacy, dan motivasi belajar terhadap prestasi akademik siswa SMA Negeri di Lombok Nusa Tenggara Barat / A. Hari Witono

 

Korelasi antara kemampuan penalaran formal dengan prestasi belajar matematika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Plandaan Jombang tahun ajaran 2006/2007 / Hena Anisanti

 

Berdasarkan batasan usia fisik dalam teori perkembangan intelektual Piaget, siswa Sekolah Menengah sudah berada pada tingkat penalaran formal. Menurut Jean Piaget, anak usia 11 tahun ke atas sudah berada pada tingkat berfikir penalaran formal. Penalaran formal merupakan faktor penting yang berpengaruh dalam proses belajar mengajar matematika yang diperlukan untuk mempelajari dan menguasai konsep-konsep matematika. Kemampuan penalaran formal yang tinggi dapat mempermudah dalam mempelajari dan menguasai konsep-konsep matematika, sehingga memungkinkan tercapainya prestasi belajar matematika yang tinggi pula. Oleh karena itu, peneliti mengangkat permasalahan ” Adakah hubungan yang signifikan antara kemampuan penalaran formal dengan prestasi belajar matematika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Plandaan Jombang.” Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Mengetahui ada tidaknya hubungan antara kemampuan penalaran formal dengan prestasi belajar matematika. 2). Mengetahui seberapa besar hubungan kemampuan penalaran formal dengan prestasi belajar matematika, jika memang ada hubungannya. Dari perhitungan analisis uji hipotesis diperoleh t hitung = 2,004 dengan menggunakan maka t tabel adalah 1,645. Ini berarti: t hitung > t tabel Sehingga dapat disimpulkan bahwa menolak Ho. Berdasarkan hasil analisis yang telah dipaparkan di atas, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1). Ada hubungan positif yang signifikan antara kemampuan penalaran formal dengan prestasi belajar matematika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Plandaan Jombang Tahun Ajaran 2006/2007. 2). Sumbangan variabel kemampuan penalaran formal terhadap prestasi belajar matematika sebesar 35% untuk kelas VIII-a dan kelas VIII-c dengan taraf kepercayaan 5%.

Pelaksanaan kelas akselerasi di SMA Negeri 3 Malang / Shofiyatul Azmi

 

The Accelerated class is education service for the student who has high intelligence or talented. Multidimensional characteristic of the student has high intelligence or talented, namely: the score of IQ is 120 over Wechsler Scale, creativity Dimensional (CQ) and tied up with task categorized is good (B). The goals of the research are to describe: Organizing strategy of accelerated class covers: The structure of class, the teacher’s task arrangement, and implementation of curriculum, (2) The Teaching and Learning Process in accelerated class, covers: the teaching and learning strategy, the Instructional media, and the application of accelerated learning principles, (3) the evaluation system that is applied in an accelerated learning, covers: The implementation of evaluation process, finishing the student’s tasks, and the implementation of remedial, enrichment, and acceleration. This research yields inventions, such as: the strategy of organizing accelerated class, the class structure use small class with special class, the arrangement in teaching by the teacher’s criterion has commitment to instructional improvement and senior (minimal has five years). The curriculum which is used national and local curriculum by the curriculum deferential.

Penerapan pembelajaran tematik untuk meningkatkan pemahaman membaca permulaan siswa kelas I SDN Bareng II Kecamatan Klojen Kota Malang / Suryati

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model desain pembelajaran pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi yang dirinci menjadi lima tujuan, yaitu; (1) mendeskripsikan pelaksanaan program pembelajaran pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi (PT); (2) mendeskripsikan model wirausaha UKM sukses dalam mengelola usaha (3) tersusunnya desain konseptual pembelajaran Pendidikan Kewirausahaan (PKwu) dengan pemodelan wirausahawan UKM sukses; (4) melakukan validasi teoretik untuk merekonstruksi draf awal desain konseptual pembelajaran PKwu di PT dengan pemodelan WU UKM sukses, menjadi desain konseptual pembelajaran yang siap diuji cobakan; (5) melakukan uji coba terbatas sebagai validasi empirik dari model desain pembelajaran PKwu di PT dengan pemodelan WU UKM sukses, untuk mengetahui keefektifan model desain pembelajaran PKwu yang dihasilkan dan, (6) menyusun konsep pengembangan model desain pembelajaran PKwu di PT dengan pemodelan WU UKM sukses berdasarkan hasil uji coba, yang disarankan untuk pengembangan PKwu dan UKM. Model pengembangan penelitian ini adalah merupakan model konseptual. Prosedur pengembangan mengacu pada bingkai penelitian dan pengembangan (research and development) dengan melalui tiga tahapan yaitu tahap pertama dilakukan penelitian eksploratif ke lapangan terhadap UKM, dan terhadap beberapa perguruan tinggi. Hasil penelitian eksploratif berupa abstraksi model konseptual desain pembelajaran PKwu di PT dengan pemodelan WU UKM sukses. Pada tahap ke dua yaitu tahap pengembangan, menyusun konstruksi sebagai draft awal desain pembelajaran PKwu dengan pemodelan WU UKM sukses, kemudian dilakukan validasi teoretik melalui diskusi terfokus dengan teman sejawat, justifikasi dan konsultasi ahli. Hasil validasi teoretik dipakai untuk merekonstruksi desain pembelajaran PKwu yang siap diuji cobakan. Tahap ke tiga atau tahap akhir melakukan uji coba desain pembelajaran PKwu sebagai validasi empirik yang menghasilkan produk penelitian berupa model empirik desain pembelajaran PKwu di PT yang diharapkan. Dari enam PT di Indonesia yang dieksplorasi, dipilih satu PT yaitu UNS sebagai tempat uji coba dengan asumsi UNS sebagai salah satu dari dua universitas yang dipilih pemerintah sebagai pilot projek pengembangan budaya wirausaha (REDBIC, 1994), sudah lama mengembangkan pendidikan kewirausahaan dan universitas dimana peneliti bekerja. Subjek uji coba, satu kelompok/kelas mahasiswa dengan pendekatan single group pre-post test design. Dari lima model WU UKM sukses, dipilih tiga yang memenuhi kriteria modelling Bandura, kemudian satu model dipakai untuk contoh pembuatan film succses story sebagai media film pembelajaran. Analisis data penelitian eksploratif menggunakan analisis kualitatif, sedangkan analisis data ujicoba menggunakan model pre-post test design dan menggunakan uji t (t dependent sample) untuk mengukur efektifitas pembelajaran dengan menggunakan model desain pembelajaran PKwu di PT hasil pengembangan. Dari hasil uji t menunjukkan adanya peningkatan kemauan belajar kewirausahaan yang signifikan. Ditunjukkan dengan adanya kecenderungan berwirausaha mahasiswa lebih tinggi dengan taraf signifikansi 0,01 dibandingkan pada saat sebelum mengikuti kuliah kewirausahaan di universitas. Produk penelitian berupa model desain pembelajaran PKwu di PT dengan pemodelan WU UKM sukses, yang mencakup (1) kurikulum (5) silabus; (6)strategi pembelajaran; (7) evaluasi dan prosedur penilaian ; dan (8) media pembelajaran

Pengembangan desain pembelajaran pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi dengan pemodelan wirausahawan usaha kecil dan menengah sukses / Wiedy Murtini

 

Pengaruh pengumuman dividen terhadap abnormal return saham perusahaan manufaktur yang go public di Bursa Efek Jakarta / Nunung Susilawati

 

Sejalan dengan perkembangan pasar modal di Indonesia, jumlah perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa saham juga terus bertambah. Salah satu bidang investasi yang menarik di pasar modal namun berisiko tinggi adalah investasi dalam saham. Berkaitan dengan investasi dalam bentuk saham, seorang investor diharapkan memiliki pengetahuan dan informasi yang berhubungan dengan pasar modal serta dinamika harga saham agar dapat mengambil keputusan yang bijaksana. Tanggal pengumuman dividen merupakan salah satu jenis informasi yang mendapat reaksi cepat dari para investor di pasar modal, karena informasi tersebut berhubungan dengan harapan para investor mengenai tingkat keuntungan yang diharapkannya. Reaksi atas informasi tersebut ditunjukkan oleh adanya perubahan harga dari sekuritas yang bersangkutan. Reaksi para investor terhadap pengumuman dividen dapat diuji dengan melihat abnormal return yang terjadi. Dan umumnya tidak semua pengumuman menyebabkan terjadinya abnormal return. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Mengetahui ada tidaknya perbedaan abnormal return saham perusahaan Manufaktur yang Go Public di Bursa Efek Jakarta sebelum dan sesudah adanya pengumuman dividen, (2) Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pengumunan dividen terhadap abnormal return saham perusahaan Perusahaan Manufaktur yang Go Public di Bursa Efek Jakarta. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan kausalitas, yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk melihat pengaruh pengumuman dividen terhadap abnormal return saham. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan Manufaktur yang Go Public di Bursa Efek Jakarta (BEJ) periode tahun 2003 – 2006, sedangkan sampelnya adalah 33 perusahaan yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data harga penutupan saham sekitar tanggal pengumuman dividen dan abnormal return saham perusahaan yang diteliti, yang dikumpulkan dengan metode dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui analisis statistik menggunakan uji t. Hasil penelitian adalah (1) Terdapat perbedaan abnormal return yang signifikan atas saham-saham perusahaan manufaktur yang go public di Bursa Efek Jakarta, baik sebelum maupun sesudah pengumuman dividen, yang dibuktikan oleh hasil uji t dimana nilai t hitung lebih besar dari nilai ttabel pada taraf uji 95% ( = 0,05), (2) Pengumuman dividen berpengaruh terhadap perubahan harga saham ditunjukkan dengan diperolehnya abnormal return yang signifikan pada sekitar tanggal peristiwa (10 hari sebelum pengumuman dan 10 sesudah pengumuman) pada tahun 2003 dan tahun 2004.

Pemanfaatan dana BOS dalam peningkatan kegiatan pembelajaran dan prestasi belajar pendidikan dasar sekota Malang / Astrid Yustine Nareswari

 

Dengan adanya kenaikan harga BBM dapat menghambat upaya penuntasan Program Wajib Belajar Sembilan Tahun karena penduduk miskin akan semakin sulit memenuhi kebutuhan biaya pendidikan. Salah satu upaya yang sangat strategis untuk membawa masyarakat dan bangsa Indonesia ke tengah-tengah persaingan global ialah meningkatkan kemampuan bangsa Indonesia. Salah satu upayanya ialah melalui pemberian dana BOS yang diberikan pada SD dan SMP negeri dan swasta.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan pengaruh efektivitas pemanfaatan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) terhadap peningkatan pembelajaran dan prestasi belajar. Rancangan penelitian ini menggunakan jenis pendekatan deskriptif regresi linier sederhana. Data dalam penelitian diperoleh dengan menggunakan instrumen angket tertutup dengan teknik Random Sampling yaitu cara memperoleh data tersebut dengan acak dengan tidak menggunakan perencanaan tertentu, yang disi oleh 36 sekolah (10 % dari populasi yang berjumlah 359 sekolah), yang diambil pada SD dan SMP se-kota Malang. Dan kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik diskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil dari penelitian ini secara keseluruhan terjadi peningkatan pada keefektivan pemanfaatan dana BOS terhadap kegiatan pembelajaran sebesar 34,3%. Pada peningkatan kegiatan pembelajaran terhadap prestasi belajar sebesar 43,2% sedangkan keefektivan pemanfaatan dana BOS terhadap prestasi belajar sebesar 33,4%. Dan dari hasil di atas, dapat disimpulkan bahwa terjadi pengaruh yang signifikan antara efektivitas pemanfaatan dana BOS terhadap peningkatan kegiatan pembelajaran dan prestasi belajar.

Pengaruh ekstrak tapak dara (Catharanthus roseus) terhadap spermiogenesis belalang / Nina Astriyani

 

Penelitian mengenai pengaruh ekstrak tapak dara (Catharanthus roseus) 0,005% mengandung senyawa aktif vinkaalkaloid terhadap proses spermiogenesis belalang telah dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Hewan Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak tapak dara (C. roseus) 0,005% terhadap 1) waktu yang diperlukan dari tahap spermatid sampai awal terbentuknya flagel 2) pemanjangan sel (pemanjangan sitoplasma dan pemanjangan flagel) 3) perubahan anatomi dari spermatid menjadi spermatozoa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan kelompok kontrol dan perlakuan masing-masing digunakan 15 sampel sel (spermatid). Pada kelompok kontrol spermatid dalam lobus testikular dipelihara di dalam medium PBS-A, sedangkan pada kelompok perlakuan spermatid dalam lobus testikular dipelihara di dalam medium PBS-A yang ditambahkan ekstrak tapak dara (C. roseus) 0,005% selama 10 menit, kemudian dipindah kembali ke medium PBS-A baru. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji-t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada 1) waktu yang diperlukan dari tahap spermatid sampai awal terbentuknya flagel (t hitung 5,065 > t 0,05 2,0484) dan 2) proses pemanjangan sel setelah 30 menit pertama (pada 30 menit pertama yaitu t hitung 0,320 < t 0,05 2,0484, pada 30 menit kedua yaitu t hitung 2,899 > t 0,05 2,0484, pada 30 menit ketiga yaitu t hitung 3,710 > t 0,05 2,0484, pada 30 menit keempat yaitu t hitung 4,457 > t 0,05 2,0484) selama spermiogenesis antara spermatid kontrol dan perlakuan ekstrak tapak dara (C. roseus) 0,005%. Selain itu, pada kelompok perlakuan ditemukan hampir 70% sel sperma mengalami kecacatan yaitu kelainan pada spermiogenesisnya dan kecacatan secara morfologis. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak tapak dara (C. roseus) 0,005% berpengaruh terhadap proses spermiogenesis belalang.

Pengaruh kondisi lingkungan terhadap efektivitas bioremidiasi merkuri oleh isolat bakteri dan sosialisasi aplikasinya dalam bioreaktor sederhana kepada penambang emas di DAS Kahayan Kalimantan Tengah / Liswara Neneng

 

Kemampuan siswa menyusun kalimat dalam karangan bahasa Indonesia kelas V SDN Bareng II Kecamatan Klojen Kota Malang / Erlin Dyah Purwati

 

Mengarang merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang harus dikuasai siswa. Siswa SD terutama kelas V seharusnya sudah memiliki kemampuan mengarang bahasa Indonesia secara benar. Namun realitasnya siswa kelas V belum mampu menulis karangan dengan baik. Kelemahan yang menonjol adalah (1) penulisan huruf besar pada kalimat, (2) pemakaian tanda baca pada kalimat yang tidak tepat, (3) penyusunan kalimat yang masih sering mengulang kata yang lama pada paragraf karangan, (4) mengembangkan pokok pikiran ke dalam paragraf karangan masih belum memperhatikan kalimat utama dan kalimat penjelas. Uraian di atas yang mendasari penulis untuk menyelidiki kemampuan siswa menyusun kalimat dalam karangan Bahasa Indonesia kelas V/a SDN Bareng II Kecamatan Klojen Kota Malang. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan (1) kemampuan mengembangkan pokok pikiran dalam paragraf karangan pada siswa kelas V/a, (2) kemampuan menyusun kalimat dalam karangan pada siswa kelas V/a, (3) kemampuan menggunakan huruf kapital (besar) pada kalimat dalam karangan siswa kelas V/a, (4) kemampuan menggunakan tanda baca pada kalimat dalam karangan siswa kelas V/a, (5) nilai prestasi mengarang siswa kelas V/a. Rancangan dalam penelitian adalah deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah lembar tugas mengarang. Lembar tugas mengarang digunakan untuk memperoleh data tentang kemampuan siswa mengembangkan pokok pikiran ke dalam paragraf karangan, kemampuan siswa menyusun kalimat dalam karangan, kemampuan siswa menggunakan huruf kapital, kemampuan siswa menggunakan tanda baca kalimat karangan, dan nilai prestasi mengarang. Hasil penelitian adalah (1) kemampuan siswa mengembangkan pokok pikiran ke dalam paragraf karangan nilai rata-rata kelasnya adalah 64,87, (2) kemampuan siswa menyusun kalimat dalam karangan rata-rata kelasnya adalah 65,38, (3) kemampuan siswa menggunakan huruf kapital pada kalimat karangan nilai rata-ratanya adalah 65,69, (4) kemampuan siswa menggunakan tanda baca pada kalimat karangan rata-rata kelasnya adalah 66,41, (5) prestasi mengarang siswa nilai rata-ratanya adalah 65,51. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut (1) kemampuan siswa mengembangkan pokok pikiran ke dalam paragraf karangan berkategori cukup, (2) kemampuan siswa menyusun kalimat dalam karangan berkategori cukup, (3) kemampuan siswa menggunakan huruf kapital pada kalimat dalam karangan berkategori cukup, (4) kemampuan siswa menggunakan tanda baca pada kalimat dalam karangan berkategori cukup, (5) nilai prestasi mengarang siswa berkategori cukup. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada (1) guru, hendaknya lebih banyak memberikan latihan mengarang dan tugas merangkum cerita, (2) kepala sekolah, hendaknya memotivasi guru untuk lebih meningkatkan kemampuan dalam mengajar, (3) peneliti selanjutnya, hendaknya lebih mengembangkan penelitian tentang menyusun kalimat, kemampuan menggunakan huruf kapital dan tanda baca pada kalimat.

Pengaruh kualitas layanan terhadap loyalitas konsumen: studi pada Atlantic Movie Rental Original Dinoyo Malang / Rosarita Arsyad

 

Kondisi persaingan yang semakin kompetitif sebagaimana yang terjadi pada saat ini mendorong semua pelaku usaha baik yang bergerak dibidang produksi maupun jasa menggeser orientasi usahanya dari kepuasan konsumen menjadi loyalitas konsumen. Sedangkan pelayanan konsumen sendiri banyak didomonasi oleh perusahaan bidang jasa yang akhir-akhir ini sedang mengalami perkembangan yang cukup pesat. Salah satu usaha yang bergerak di bidang jasa yaitu, Atlantic movie rental melihat kondisi saat ini, sebagai suatu persaingan yang tajam dengan rental-rental film lainnya. Atlantic Movie Rental Jl. M.T Haryono 73 Malang atau yang biasa disebut dengan Atlantic Dinoyo sampai saat ini berhasil mengumpulkan pelanggan sabanyak 4900 orang Member. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung pengaruh layanan bukti nyata (tangibles), keandalan (reability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy) pada Atlantic movie rental Dinoyo Malang secara parsial maupun simultan. Data diperoleh dengan menggunakan angket tertutup. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan yang telah menjadi anggota Atlantic Dinoyo minimal selama dua tahun. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan infinite sample dengan jumlah sampel sebanyak 140 responden. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu variabel layanan bukti nyata (tangibles) (X1), keandalan (reability) (X2), daya tanggap (responsiveness) (X3), jaminan (assurance)(X4), dan empati (empathy)(X5). Sementara variable terikatnya adalah loyalitas konsumen (Y). Penelitian ini mengunakan analis regresi berganda. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS 13.00 for Windows. dengan taraf signifikasi 5%. Setelah melalui proses pengolahan data di ketahui hasil penelitian bahwa: (1) bukti nyata mempunyai β =0,116, keandalan mempunyai β = 0,249, daya tanggap mempunyai β = 0,213, jaminan mempunyai β = 0,235, empati mempunyai β = 0,189, kelima dimensi kualitas layanan tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan dengan loyalitas konsumen,. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Hasil penelitian deskriptif menunjukkan bahwa secara umum responden memberikan jawaban yang positif terhadap kualitas layanan (bukti langsung, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati) terhadap loyalitas konsumen Atlantic Movie Rental Original Dinoyo Malang. (2) Dari hasil analisis statistik inferensial dengan menggunakan alat analisis regresi berganda dapat diketahui bahwa variabel bebas: (a) Bukti langsung mempunyai pengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen Atlantic Movie Rental Original Dinoyo Malang. (b) Keandalan mempunyai pengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen Atlantic Movie Rental Original Dinoyo Malang. (c) Daya tanggap mempunyai pengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen Atlantic Movie Rental Original Dinoyo Malang. (d) Jaminan mempunyai pengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen Atlantic Movie Rental Original Dinoyo Malang. (e) Empati mempunyai pengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen Atlantic Movie Rental Original Dinoyo Malang. (f) Secara simultan kelima variabel bebas (bukti langsung, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati) mempunyai pengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen Atlantic Movie Rental Original Dinoyo Malang.

Implementasi pembelajaran berbasis kompetensi dan pembelajaran berbasis karakter pada mata pelajaran produktif bahan bakar motor diesel bidanf studi Keahlian Teknik Otomotif SMK Ahmad Yani Kota Probolinggo / Mohammad Slamet Santoso

 

Code mixing and code switching in the language of classroom instructions / Aulia Apriana

 

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah fenomena campur-kode dan alih-kode yang terdapat dalam instruksi kelas, atau bahasa pengantar perkuliahan oleh beberapa dosen yang mengajar di jurusan bahasa Inggris, Universitas Negeri Malang. Penelitian ini dikhususkan untuk menelaah alasan yang mendasari keputusan dosen untuk menggunakan campur-kode dan alih-kode dalam bahasa pengantar perkuliahan yang mereka sampaikan, baik alasan pribadi maupun alasan pedagogik, dan apakah penggunaan campur-kode dan alih-kode ini bermanfaat untuk para mahasiswa. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya ilmu sosiolinguistik, khususnya mengenai fenomena campur-kode dan alih-kode. Penelitian ini memperlihatkan bahwa nilai-nilai budaya dapat ikut mempengaruhi keputusan seseorang untuk menggunakan campur kode dan alih kode. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman para dosen bahwa penggunaan campur-kode dan alih-kode dalam bahasa pengantar perkuliahaan sesungguhnya dapat mempengaruhi pemahaman mahasiswa terhadap materi yang sedang disampaikan, baik membantu pemahaman mereka, maupun membingungkan mereka. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Beberapa data pendukung dalam bentuk angka dan prosentase akan tetap dibahas, dianalisa, dan dijelaskan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah: (i) bahasa pengantar perkuliahan yang disampaikan oleh para dosen, (ii) tiga dosen yang mengajar tiga matakuliah yang berbeda, dan (iii) 15 mahasiswa yang mengambil tiga matakuliah tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tujuh alasan pribadi yang mendasari keputusan para dosen tersebut untuk menggunakan campur-kode dan alih-kode dalam bahasa pengantar perkuliahan mereka. Empat diantaranya pernah dikemukakan dalam penelitian terdahulu, yaitu (1) penghubung kalimat (32%), (2) memberi efek humor (24%), (3) kebutuhan leksikal (13%), (4) menghaluskan atau menguatkan permintaan atau perintah (11%), dan tiga lainnya adalah murni hasil temuan penelitian ini yaitu: (5) menumbuhkan keakraban (8%), (6) mengatasi masalah leksikal (7%), dan (7) penanda situasi (5%). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat tujuh alasan pedagogik yang mendasari keputusan para dosen tersebut untuk menggunakan campur-kode dan alih-kode dalam bahasa pengantar perkuliahan mereka. Lima diantaranya pernah dikemukakan dalam penelitian terdahulu, yaitu (1) menjelaskan isi ucapan (47%), (2) membantu siswa yang lemah (11%), (3) mempertahankan ekspresi (5%), (4) memberi efek retoris (5%), (5) memberi perintah (4%), dan dua lainnya adalah murni hasil temuan penelitian ini yaitu (6) memberi pertanyaan (25%), dan (7) pertanda berakhirnya kelas (3%). Dari hasil tersebut, dapat dilihat bahwa, secara pribadi, kebanyakan dosen cenderung menggunakan campur-kode dan alih-kode dalam bahasa pengantar perkuliahan mereka untuk menjadi penghubung kalimat. Ini disebabkan karena bahasa ibu dari dosen-dosen tersebut masih bahasa Indonesia, sehingga kemunculan beberapa partikel dalam bahasa Indonesia kadang sulit dihindari. Secara pedagogik, para dosen tersebut cenderung menggunakan campur-kode dan alih kode untuk lebih menjelaskan materi yang mereka sampaikan. Mereka berpendapat bahwa untuk memastikan bahwa mahasiswa mereka benar-benar mengerti materi yang mereka sampaikan adalah lebih penting daripada mempertahankan menggunakan bahasa Inggris sepanjang waktu. Sekarang bukan lagi saatnya untuk pemerolehan bahasa saja, tetapi juga untuk memahami konsep dari materi yang sedang disampaikan. Akhirnya, dari wawancara yang dilakukan dengan para mahasiswa, diketahui bahwa penggunaan campur-kode dan alih-kode dalam bahasa pengantar perkuliahaan ternyata dirasakan banyak manfaatnya. Kebanyakan dari mereka menikmati campur-kode dan alih-kode yang digunakan dosen-dosen mereka, hanya dua siswa yang berpendapat bahwa campir kode dan alih kode yang digunakan dosen mereka terlalu banyak. Namun, tidak seorangpun yang berpendapat bahwa penggunaan campur-kode dan alih-kode tersebut membingungkan mereka. Justru sebaliknya, mereka berterimaksih kepada para dosen yang bersedia menggunakan campur-kode dan alih-kode dalam bahasa pengantar perkuliahan agar mereka dapat memahami dengan lebih baik materi perkuliahan yang sedang disampaikan.

Pelaksanaan pengelolaan dan efisiensi sistem kearsipan (studi kasus pada bagian tata usaha Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang) / Susilowati Handayani

 

Setiap kantor pasti memiliki pembagian tugas pekerjaan dalam setiap unit-unit dan tugas pekerjaan yang dilakukan, seperti kegiatan surat menyurat merupakan kegiatan yang tidak pernah lepas dari aktifitas pekerjaan kantor. Surat merupakan alat komunikasi yang sering digunakan untuk menjalin hubungan antara organisasi yang saling bekerja sama. Dalam suatu organisasi besar seperti halnya kantor pemerintahan, peranan surat atau arsip dalam administrasi perkantoran dipandang sangat penting mengingat bahwa fungsinya sebagai salah satu media pemberitahuan, menjelaskan, permintaan pendapat atau sebagainya. Istilah arsip dalam dunia perkantoran maupun suatu organisasi tidak asing lagi, tetapi banyak orang beranggapan arsip merupakan kumpulan kertas berdebu yang berada di sudut sebuah kantor. Membengkaknya jumlah dokumen bila sudah ditangani dengan baik akan berakibat tidak hanya pada beban pengelolaan yang besar akan tetapi akan menimbulkan kerugian bagi jajaran pimpinan perusahaan dalam proses pengambilan keputusan sehubungan dengan tidak adanya informasi yang tepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pelaksanaan sistem kearsipan yang diterapkan di kantor Dinas pendidikan Kota Malang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: pelaksanaan pengelolaan arsip di Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang, pelaksanaan prosedur penyimpanan arsip di Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang, prosedur peminjaman arsip di Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang, pelaksanaan sistem penyimpanan arsip di Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang, Asas penyimpanan arsip di Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang, efisiensi sistem kearsipan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang Penelitian ini dilaksanakan 27 April sampai dengan 27 Mei 2007. Rancangan penelitian yang digunakan dalarn pelaksanaan penelitian ini terkait dengan masalah di atas adalah rancangan penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang dilaksanakan ini berupaya memaparkan atau menggambarkan pelaksanaan pengelolaan dan efisiensi sistem kearsipan. pada objek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi, tes keterampilan pencarian arsip. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah1). Bagaimana pelaksanaan prosedur penyimpanan arsip di Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang? 2). Bagaimana prosedur peminjaman arsip di Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang? 3). Bagaimana pelaksanaan sistem penyimpanan arsip di Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang? 4). Bagaimana asas penyimpanan arsip di Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang? 5). Bagaimana efisiensi sistem kearsipan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang? Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan sistem kearsipan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang pada umumnya sudah cukup baik, yaitu sesuai dengan pedoman atau petunjuk kearsipan yang telah ditetapkan meskipun masih terdapat beberapa kekurangan. Kekurangan tersebut yaitu kurangnya jumlah arsiparis, kurangnya jumlah pegawai tata usaha, penerapan prosedur kearsipan dengan kartu kendali yang kurang maksimal, pemanfaatan perlengkapan kearsipan yang kurang maksimal, dan penerapan sistem penyimpanan arsip yang kurang maksimal. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif (persentase) data hasil penelitian. Hasil analisis terhadap data yang diperoleh terkait dengan pengelolaan arsip yang dilaksanakan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang oleh arsiparis ditinjau dari tingkat efisiensi penemuannya adalah (1) sangat cepat (kurang dari 1 menit) sebesar 40%, (2) cepat (1 menit) sebesar 10%, dan (3) kurang cepat (lebih dari 1 menit) sebesar 46,6% dan terdapat 1 arsip yang tidak ditemukan. Hasil ini dinyatakan demikian karena patokan atau standar baku efisiensi yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan penelitian ini menyatakan demikian. Terkait dengan hasil analisis tersebut tingkat efisiensi penemuan kembali arsip di Kantor Bagian Tata usaha Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang setelah dihitung secara keseluruhan diperoleh hasil 63,4 detik. Hal ini jika dikategorikan menurut standar baku efisiensi yang digunakan dalam penelitian ini termasuk kurang efisien karena standar baku efisiensinya adalah 1 menit atau kurang dari 1 menit. Tingkat kecermatan penemuan kembali arsip dinyatakan kurang cermat karena berdasarkan hasil analisis data tentang kecermatan penemuan kembali arsip diperoleh hasil 3,4 % atau kurang cermat. Berdasarkan hasil analisis terkait dengan masalah yang diajukan berikut ini disajikan beberapa data tentang prosedur penyimpanan arsip mulai dari surat masuk sampai dengan penyimpanan arsip surat di kantor Dinas Pendidikan kota Malang diperoleh adalah sudah sangat baik yaitu dimulai dari penerimaan , penyortiran, pembukaan sampul, pemberian tanggal dan pemeriksaan lampiran, pemberian garis pada hal yang penting, pengarahan surat, pengagendaan dan penyimpanan surat. Prosedur peminjaman arsip di kantor Dinas Pendidikan Kota Malang untuk semua jenis surat adalah sama, yaitu dengan menggunakan kartu meminjam arsip. Sistem penyimpanan arsip yang digunakan adalah sistem campuran antara sistem masalah atau subyek dan sistem tanggal. Asas Penyimpanan Arsip yang diterapkan di kantor Dinas Pendidikan Kota Malang adalah asas gabungan (asas sentralidasi dan asas desentralisasi) setiap bagian di kantor Dinas Pendidikan Kota Malang mengelola arsipnya sendiri-sendiri terutama arsip yang masih dipergunakan atau arsip yang masih aktif. Dari penemuan kembali arsip di bagian Tata Usaha pada Dinas Pendidikan Kota Malang masuk dalam kategori kecepatan adalah kurang cepat dan termasuk kriteria kurang cermat. Berdasarkan kesimpulan yang telah disajikan, kepada Kantor Bagian Tatausaha Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang disarankan agar (1) selalu memperhatikan prosedur penyimpanan yang digunakan oleh para pegawainya/arsiparis, (2) memberikan pelatihan yang lebih mantap pada petugas kearsipan (arsiparis) tentang pengelolaan arsip baik secara manual maupun dengan menggunakan teknologi komputer seiring dengan kemajuan teknologi, (3) lebih memperhatikan kondisi dari gudang arsip itu sendiri, dan (4) pimpinan/atasan selalu mengadakan monitoring (pengawasan) terhadap hasil kerja petugas arsip (arsiparis).

Penerapan perangkat pembelajaran larutan penyangga berorientasi pembelajaran berbasis masalah di SMA Negeri 12 Malang / Agus Suprianto

 

Pergeseran paradigma pendidikan dari behaviorisme menuju konstruktivisme mewarnai aspek-aspek dalam pembelajaran kimia. Salah satunya adalah model pembelajaran. Pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning, PBL) merupakan salah satu model pembelajaran yang menerapkan prinsip dan nilai konstruktivistik. Pada tahap penyelidikan (tahap inti dari PBL), guru sebagai fasilitator membantu siswa mengumpulkan informasi dari berbagai sumber belajar dalam rangka pemecahan masalah. Salah satu bentuk bantuan guru tersebut adalah memberikan bahan ajar sebagai alternatif sumber belajar yang merupakan bagian dari perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Belum tersedianya perangkat pembelajaran (larutan penyangga) yang berorientasi PBL merupakan alasan utama dalam penelitian ini. Dengan demikian, maka tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang sesuai dalam mengembangkan perangkat pembelajaran larutan penyangga yang berorientasi pada PBL, (2) untuk menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran larutan penyangga yang berorientasi pada PBL, dan (3) untuk mengetahui tingkat validitas perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan. Pengembangan perangkat pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan yang dikembangkan oleh Thiagarajan (1974), yakni 4D-Model (Define, Design, Develop, and Disseminate). Keempat D dalam 4D-Model merupakan tahap-tahap atau sintak dalam pengembangan perangkat pembelajaran. Namun, pada penelitian ini akan diadopsi sampai pada D yang ketiga, yakni hingga tahap develop (pengembangan). Tiga D yang dimaksud adalah: Define, Design, dan Develop. Subyek uji coba atau validator dalam pengembangan ini adalah 3 dosen kimia Universitas Negeri Malang yang kompeten dan 2 guru kimia SMA yaitu dari SMA Negeri 9 Malang dan SMA Laboratorium UM. Instrumen yang digunakan adalah angket penilaian dan angket tanggapan terhadap perangkat pembelajaran kemudian dianalisis dengan teknik analisis persentase. Hasil penilaian terhadap perangkat pembelajaran secara keseluruhan dari semua validator (guru kimia SMA dan dosen kimia) adalah cukup valid dengan perolehan nilai sebesar 74,4% yang berarti bahwa perangkat pembelajaran hasil pengembangan layak atau dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas.

Identifikasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pecahan pada mata pelajaran matematika kelas IV SDN Merjosari III Kota Malang / Irfan Arif

 

Pemberlakuan UU RI No. 17 Tahun 2003 dan UU RI. No. 1 Tahun 2004 terhadap penganggaran pada KPPN Mojokerto / Setyo Pramono

 

Analisis sistem pengendalian intern pada pembiayaan mudharabah di Koperasi BMT Surya Raharja Palang Tuban / Nuraida Zuriyah

 

Analisis premi asuransi kendaraan bermotor pada PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Kantor Cabang Malang / Ichsaf Abib J.

 

Sistem pengendalian intern atas pelaporan (e-filing) dan pembyaran pajak (e-payment) menggunakan media elektronik (studi kasis Kantor Pelayanan Pajak Pasuruan) / Restiana Tri Setyaninrum

 

Analisis perkembangan retribusi pasar dalam peningkatan pendapatan asli daerah Kabupaten Blitar / Hangga Yudha Wijaya

 

Pembangunan gudang lantai II di Kota Malang / Anang Khomaini

 

Pembangunan gedung kuliah dua lantai Universitas Darmajaya Jl. Merbabu No. 69 Nganjuk / Bayu Setyawan

 

Perencanaan konstruksi rancang bangun mesin bor multipoint menggunakan sistem pneumatik yang dikendalikan oleh programmable logic controller (PLC) / M. Ikhsan Jawawi, Ropiko Putra Jaya

 

Pembelajaran membaca Pemahaman Dengan Strategi SQ4R Siswa Kelas II SLTP Katolik Santa Maria Gorontalo / Anantasia Runtu

 

Sistensis dan Karakterisasi Sabun Alumunium Oleat dan Aluminium Stearat dengan Tawas Sebagai Sumber Alumunium / Oleh Ratna Budi Priyantiningsih

 

Pengembangan Program Bimbingan dan Konseling di Universitas Palangka Raya / Achmad Zaini

 

Pengembangan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Palangka Raya / Chobirun Zuhdiy

 

Sintesis dan Karakterisasi Sabun Alumunium Oleat / Ninik Puji Pangestu

 

Menurut konsep lama, yang dimaksud dengan sabun adalah senyawa garam logam alkali dari suatu asam lemak suku tinggi. Sabun yang biasa ditemui berupas abunn atrium dan sabunk alium. Istilah yang berkembangm enyebutkan bahwa sabun adalah garam dari asam karboksilat rantai panjang dengan suatu logams ehinggam enyebabkana da usahau ntuk mendiversifikasijenis sabun berdasarkajenn is logamnyq misalnyas abunb esi, sabunk alsium, sabunt imbal, dan sabun seng. Selain itu telah dapat disintesis sabun aluminium oleat dengan bahanb aku asamo leat, natrium hidroksida dan aluminium klorida dan sabun aluminium stearat dengan bahan baku asam stearat, natrium hidroksida, dan aluminiums ulfat. Penelitiani ni bernrjuanu ntuk mensintesiss abuna luminium oleat melalui rcaksi sapnifikasi asam oleat dan natrium hidrolsida dan dilanjutkan dengan reaksi tares-saponifikasi dengan aluminium sulfat dan mengetahuki arakteristiks abuna luminium oleat hasil sl:rtesis. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia Universitas Negeri lv{alang LaboratoriumK ualitas Air PerumJ asaT irta I Malang dan l,aboratoriumD asar BersamaU niversitasA irlangga SurabayaR. eaksi saponif,rkasdi ilakukan dengan caram ereaksikann atrium hidroksidad an asart oleat dalun pelarut air. Pada reaksi saponifikasi ini dihasilkan sabun natrium oleat yang berupa suspensi berwama putih kekuningan. Reaksi frazs-saponifilosi dilakukan dengan menambahkalna ruan aluminium sulfat ke dalam larutan natrium oleat, dan diperolehs uspensbi erwarnap utih keruh dank ental sepertis usu.S elanjutnyah asil reaksii ni dicuci dengana quadess ampalp H air cucian nebal, dikeringkarLd an diperoleh pedatan berupa serbuk berwarna putih kekuningan yang diduga adalah sabun aluminium oleat. Senyawa hasil sintesis ini selanjutnya dikarakterisasi meliputi uji kelarutan,p enetapanti tik lebur, penentuanb ilangani od, analisis kualitatif ion Al'- dan SOr'-, analisis kualitatif dan kuantitatif logam aluminium dan natrium dengan AAS dan identifikasi gugus frrngsi secara Spektrofotometri IR. Senyawa hasil sintesis berupa serbuk putih kekuningan, sedikit larut dalam kloroform dan terdegradasdi alam asams ulfat 2 M dan asamn itat 2 dan 6 M dalamk eadaanp anas,m emiliki suhud ekomposis+i 120'C. Mengandung aluminium,t idak mengandlngi on sulfat. Tidak mengandungn atrium, dan mempunyai kandungan Al"- sebesar 113.260 ppm. Identifikasi senyawa hasil sintesis secara Spektrofotometri IR menunjr*kan bahwa senyawa hasil sintesis adalahg aramk arbolcsilaty ang didugab erupaa luminium monooleat, A(OH)2(Cr8II33O2)

Sintesis Sabun Alumunium Oleat Dari Asam Oleat (C18H34O2) dengan Alumunium Klorida (AlCl3) / Anis Rahmawati

 

Sabuny angb anyakd igunakasne lamain i adalahs abunn atririmd an kaliumy angb erfungssi ebagabia hanp encuciS. elainit u dikenaljugas abund ari logamla iny angm emilikif ungsiy angb erbedaS. alahs atus abunte rsebuat dalah sabuna luminiumy angb erfungssi ebagabi ahanp engentaml inyakp elumasb, ahan antia ir danb ahanp engerinmg inyakp ernisT. ujuanp enelitianin i adalahu ntuk mensintessias buna luminiumo leatm elaluim etodet rans-saponiftkadsein gan beberaptah apany,a itus aponifikasai samo leatd engann atriumh idroksida menghasilkanna triumo leat( sabunn atrium)d and ilanjutkand enganp enambahan aluminiumkl oridau ntukm enghasilkaanlu miniumo leat. Penelitianin i dilakukand i LaboratoriumKi mia FMIPAU niversitas NegerMi alang,L aboratoriumK ualitasA ir PerumJ asaT irta I Malangd an Laboratoriumba sar BersamaU niversitasA irlanggaS urabayaS. aponifikasr dilakukand enganc aram emanaskaans amo leatd engann atriumh idroksidas ambil diadukc. ampuranh asils aponifikasbie rupas uspenskiu ning.S uspensini i kemudiadni reaksikadne ngana luminiumk lorida.H asilr eaksbi erupas uspensr putihk ekuningany angs elanlutnyad inetralkand engana quadesd and ikeringkan iehinggad ipeiolehp adatabne rupas erbukp utihk ekuninganH. asili ni selanjuhrya Oitarilterisasmi eliputi:u ji kelarutant,it ik lebur,a nalisisk ualitatifd ank uantitatif denganm etodes pektrofotometsrei rapaant om,s edangkaind entifikasdi ilakukan denganm etodes pektrofotomeitnrif ramerah. Karakterisasei nya\vhaa sils intesism enunjukkabna hwas enyarvhaa sil sintesisla rutd enganb aikd alamk loroformd ans edikitl arutd alamb enzcna, merniliksi uhud ekomposi1s1i 50'c,m engandunaglu miniumd,i manaa nalisis

Pengaruh penambahan variasi Na OH dan Ca (OH)2 terhadap kandungan belerang total dalam pertasol CA produksi kilang Pusdiklatmigas Cepu oleh M. Nuradib Arrobi

 

Pertasol (Pertamina Solvent) alalahpelarut hidrokarbon yang diproduksi oleh kilangp usdiklatM igasC epum elaluip rosesd estilasai tmosferisP. ertasotle rdiri dari tigaj inis yaitup ertaiol CA, PertasoCl B, danP ertasoCl C. PertasoCl A banyak Ol]gunatans ebagaip engencerp adacat,l acquers,vernis,pelarutdanpengencerpada tirita cetak, kornponend alump -tet pembuatank aret padap abnh bal dan wlkanisir, adhesives epertiie m/gum,i ndustrif armasi( kosmetika),d an industric leaningdan degreasing.Prosetrse atingadalahs alahs atuu payam emperbaikmi ulu Pertasoul ntuk mJnghilangkanp ersenyawaabne lerang.K erugian yang ditimbulkan karenaa danya p".rJrryu*Ln beleranga ntaral ain yaitu: korosif padap eralatanb, au yang tidak enak' iun p"no*utt stabilitasp enyimpanand an wama. Penelitiani ni bertujuan untuk melakukans tudi tentangp erbandinganp engaruhp enambahanN aOH dan Ca(oH)z teiltadapp enuunan kandunganb elerangd ari PertasolC A' pinelitian ini adalatr-merupakapne nelitiane ksperimentakl uantitatif dengan menggunakans aranal aboratoriumu mum PusdiklatM igas cepu. Populasid alam p"n.iitlun ini adalahs eluruhP ertiasoCl A yangd iproduksoi leh_k ilangP usdiklat iutigasc epu padat anggal 19 April 2004. Sedangkans ampeld alamp enelitiani ni adalah1 0l iter Pertasocl A yangd iambil dari tangkis -3 dengank aiasitas3 0'538m 3. Pertasol yang sudah di treating ditentukan kandungan belerang totalnya menggunakaMn etodeN yalaL ampuA STMD 1266 Hasil penelitiani ni menunjukkanp adap enambahaNn aoH denganv ariasi konsentras5i 00, 1000,1 500d an2 000p pm menghasilkapne nurunanka ndungan belerangtotalberturut-turutadalahseb4e1s,a7r5 o/o;53,36%;48,84o/o;d^n23,68%. Sedang-padpae nambahanC a(OH)zd enganv ariasi konsentrasiy ang sama dihasilkan p"nu.,inutt kandunganb elerangt otal berturut-turuta dalahs ebesa2r 2,92%:34,48%: iS,ZS" ; dan28,97%.P enurunank andunganb elerangtotalt erbesart erjadi pada NaOHk onsentras1i 000p pm yaitu sebesa5r 3,36%'

Pengaruh kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa dalam bidang studi akuntansi di Madrasah Aliyah Darut Taqwa Sengonagung Purwosari Kabupaten Pasuruan / Siti Halimah

 

Kebiasaanb elajar akuntansim erupakanb agian dari fahor-faktor yang mempengnruhpir estEsib elajar akuntansiy ang nlnn ditcliti psds penetitiani ni. sedangkatnu lan dalamp enelitianin i adatahu ntukm emperolejahw abante ntang(: I ) Kebiasaabne lajara kuntansi(,2 ) Prestasbi elajara kuntansi(,3 ) pengaruhk ebiasaan belajara kuntansti€ rhadapp restasbi elajara tuntansliv {A DarutT aql'vaS engonagung PurwosaKri abupatePn asuruan. Jenis rancangan.penelitinyna ng digunakand alam penelidn ini aaaUn korelasionayl.a itu mengkorclasikavna riablek ebiasaanb elajar* unlansi terhadap prestasi belajar skutansi. Teknik pengambilan sample dahm trnelitian ini menggurukarnc knikr andoms aurplingP. opulaspi enelitianin i dikenakanp adas iswa kelasI , tr, dan m lv[A Danrt Taqwas cngonsgugta huna jaran2 @2/2003J. umrah popdasit erjangkaus ebanyak7 21 sisun"s esuaid cnganc ara pengambilasna mple makad iambilt iga kelasy aitu 100s isrryatn sEumen)n try digunsksnd slamp enelitian ini yaitu instrumenk ebiasaanb claju a&untansSi. ebelumd igunakanu ntuk analisis instument ersebudt iuji cobakank candalannyprs ds2 0 siswa.s edangkaunn tukd ata qreshsib elajara kuntansdi iperolehd ari dokumenhsia nip Bp MA Darut Taqwa SengonagunPgu rwosarPi asunran. - ?erhitungany ang digunakand alam pcnelitiani ni adalatra narisisr egesi tunggsl.B erdasarkahna sil perhitunggnd ipaoleh kcsimpulanb atrwa( l) kebiasaan belajara kuntansti ermasukd alan kategoric ukup yaitu sebesa0r ,65 (2) prestasi belajara kuntanssi ebcsa0r J6 dengEnk ategoric ukup (3) tcrdspstp engarutyr ang sigtifikana ntarak ebiasaabne lajara kuntanstie rtadapp r€stasUi etijara funtansii* tu dengann ilsi R'?= 0,&46;F = 5j6,994; t = 23,173d an't ,9g. jadi s€carak eseluruhan hasil analisisi ni menunjultan adanyap engEnrhy ang sigifikan antarak ebiasaan belajara kuntanstie rha&pp restssbi clajars kunhnsi.

Penerapan penilaian portofolio untuk meningkatkan pemahaman konsep gradien garis siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Jombang / Fajar Setya Pramesti

 

Penilaian merupakan suatu proses untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan efisiensi suatu pembelajaran. Penilaian merupakan bagian terpadu dari pembelajaran, bukan proses akhir dari pembelajaran. Agar penilaian menjadi bagian terpadu dari pembelajaran, salah satunya melalui penilaian portofolio. Penerapan penilaian portofolio dalam pembelajaran didahului dengan pengenalan portofolio kepada siswa, kemudian langkah-langkah yang dilakukan guru dalam menerapkan penilaian portofolio dalam pembelajaran, serta nilai portofolio yang diperoleh siswa berdasarkan format penilaian. Penilaian portofolio difokuskan pada peningkatan pemahaman konsep siswa. Rancangan portofolio yang diterapkan adalah: (1) jurnal belajar siswa, (2) rangkuman materi, (3) jawaban pekerjaan rumah, (4) jawaban tugas-tugas (tugas menulis dan kelompok), (5) refleksi akhir pembelajaran, dan (6) piagam penghargaan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menerapkan penilaian portofolio dalam pembelajaran matematika siswa kelas VIII-E, dan (2) mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa melalui penerapan penilaian portofolio. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang disusun melalui rencana tindakan dengan dua siklus. Berdasarkan penelitian diperoleh bahwa: (1) guru harus selalu memberikan bimbingan, perhatian, dan motivasi kepada siswa, (2) aktivitas siswa meningkat, yaitu dari 73.13 menjadi 80.42, (3) pemahaman konsep siswa meningkat, yaitu dari 76.4 menjadi 81.2. Penelitian ini menyarankan dalam pelaksanaan penilaian portofolio, sebaiknya guru mempunyai: (1) perencanaan yang baik, dan (2) kesepakatan dengan siswa dalam menentukan tugas-tugas yang akan dikumpulkan.

Studi tentang manajemen gabungan sepakbola Indonesia Sambas (Gabsis) Kalimantan Barat periode 2007 / Ade Gusnandar

 

Manajemen merupakan proses yang universal sifatnya di segala aspek kehidupan. Jadi tidak hanya terbatas pada dunia usaha saja. Manajemen merupakan dasar beroperasinya segala kegiatan di dalam kehidupan manusia yang semakin kompleks. Secara tradisional manajemen itu di pandang sebagai proses untuk mencapai tujuan organisasi. Sesuai dengan pernyataan tersebut tujuan manajemen hanya di capai secara efektif jika di rencanakan, dikoordinasikan dan di awasi. Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lain secara efektif dan efesien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Manajemen GABSIS Kalimantan Barat mengatur segala sesuatu yang ada di GABSIS Kalimantan Barat dan memiliki komponen-komponen manajemen di antaranya: planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), staffing (penyusunan staf), actuating (pelaksanaan), motivating (pemberian motivasi), controlling (pengawasan) budgeting (anggaran). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen Gabungan Sepakbola Indonesia Sambas (GABSIS) Kalimantan Barat periode 2007. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan prosedur penelitian yang digunakan adalah: (1) penyusunan instrumen penelitian, (2) penyebaran angket dan pengumpulan data, dan (3) analisis data. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2007 di Gabsis Kalimantan Barat dengan menggunakan instrumen pedoman angket. Berdasarkan hasil penelitian Manajemen Gabungan Sepakbola Indonesia Sambas (GABSIS) Kalimantan Barat yang berkaitan dengan variabel perencanaan di peroleh hasil 93.93%, yang berkaitan dengan variabel pengorganisasian 93.62%, yang berkaitan dengan variabel Penyusunan staf 78.83%, yang berkaitan dengan variabel pelaksanaan 78.17, yang berkaitan dengan variabel motivasi 61.01%, yang berkaitan dengan variabel pengawasan 84.28%, yang berkaitan dengan anggaran 79.40%, dengan demikian manajemen Gabungan Sepakbola Indonesia Sambas (GABSIS) Kalimantan Barat secara keseluruhan diperoleh hasil 81.32%. Dari kesimpulan diatas peneliti menyarankan kepada manajemen/ pengurus Gabungan Sepakbola Indonesia Sambas (GABSIS) Kalimantan Barat Periode 2007 adalah untuk lebih membenahi pada aspek motivasi dan bagian-bagian dari aspek-aspek yang kurang baik, seperti melatih dan mengembangkan kepengurusan, dan anggaran tenaga kerja. Dengan membenahi aspek motivasi, dan bagian-bagian aspek yang kurang yang baik tidak menutup kemungkinan kedepannya manajemen Gabungan Sepakbola Indonesia Sambas (GABSIS) Kalimantan Barat dapat berjalan lebih baik dari yang sekarang ini.

Hubungan persepsi gaya kepemimpinan transformasional atasan dan motivasi berprestasi pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Blitar / Mandireng Pambudi

 

Hubungan antara konsep diri dan burnout pada perawat Rumah Sakit Islam Siti Hajar Sidoarjo / Sun Fatayaty

 

Pengaruh pemanfaatan dana bantuan khusus murid (BKM) terhadap motivasi belajar dan prestasi belajar siswa di SMAN 1 Pandaan / Muhammad Rizal Maulidi

 

Dana Bantuan Khusus Murid (BKM) adalah salah satu manifestasi dari program kompensasi pengurangan susbsidi (PKPS) BBM yang ditujukan untuk membantu siswa untuk memenuhi kebutuhan biaya sekolah selama duduk di bangku sekolah. Dana ini diberikan kepada siswa yang tidak mampu untuk mencegah siswa putus sekolah. Tujuan lain dari Bantuan Khusus Murid (BKM) adalah memberikan fasilitas dan sarana belajar bagi siswa. Dana Bantuan Khusus Murid (BKM) diberikan oleh pemerintah melalui sekolah berupa uang tunai yang diberikan setiap enam bulan sekali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan pengaruh pemanfaatan dana Bantuan Khusus Murid (BKM) terhadap motivasi belajar dan prestasi belajar. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data pemanfaatan BKM dan Motivasi belajar dalam penelitian diperoleh dengan menggunakan instrumen angket yang diisi oleh seluruh siswa yang memperoleh Dana Bantuan Khusus Murid (BKM) di SMAN I Pandaan yang berjumlah 55 siswa, sedangkan data prestasi belajar diambil dari nilai raport. Dan kemudian dianalisis dengan metode statistik deskriptif dan regresi linier sederhana. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pemanfaatan dana Bantuan Khusus Murid (BKM) telah dimanfaatkan secara efektif di SMAN I Pandaan dengan rata-rata 69,1% yang mana termasuk dalam kategori baik. Terjadi peningkatan motivasi belajar sebesar 14,2% dan peningkatan prestasi belajar sebesar 37,6% pada siswa yang mendapat dana Bantuan Khusus Murid. Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar dan prestasi belajar dengan adanya dana Bantuan Khusus Murid (BKM), sehingga dana Bantuan Khusus Murid (BKM) berpengaruh terhadap motivasi belajar dan prestasi belajar siswa.

Pengaruh status sosial ekonomi orang tua dan konformitas kelompok terhadap perilaku kinsumsi siswa kelas XII IPS SMA Negeri 2 Malang / Vindi Desika Violita

 

ABSTRAK Violita, Vindi Desika. 2015. “Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Konformitas Kelompok Terhadap Perilaku Konsumsi Siswa Kelas XII IPS SMA Negeri 2 Malang”. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Drs. Mardono, M.Si (II) Ro’ufah Inayati, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Status Sosial Ekonomi Orang Tua, Konformitas Kelompok, Perilaku Konsumsi. Perkembangan IPTEK saat ini membuat kebutuhan masyarakat semakin beragam. Masyarakat yang mengikuti perkembangan tersebut akan terpengaruh dalam perilaku konsumsinya. Fenomena yang terjadi dalam masyarakat membuat siswa cenderung bersikap kurang rasional dalam berkonsumsi. Peran orang tua yang baik dalam mengawasi keuangan anak, akan meminimalis ketidak rasionalan remaja. Selain itu, konformitas yang terjadi ketika siswa berinteraksi dengan teman-temannya juga akan mempengaruhi perilaku konsumsi. Konformitas yang negatif akan berdampak pada perilaku konsumsi yang kurang rasional jika didukung dengan status sosial ekonomi siswa yang tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumsi dalam penelitian ini yaitu status sosial ekonomi dan konformitas kelompok. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori yang bertujuan untuk menjelaskan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependendanmengetahuiseberapabesarpengaruhvariabel- variabeltersebut. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel independenyaitu status sosial ekonmi orang tua dankonformitas kelompok serta satu variabel dependenyaituperilaku konsumsisiswakelas XII IPS SMA Negeri 2 Malang. Sampel berjumlah 117 siswa, pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket. Hasil analisismenggunakanregresibergandadenganbantuan program SPSS 16.00 for Windows menunjukkan bahwa: (1) status sosial ekonomi orang tua berpengaruh negatif terhadap perilaku konsumsi siswa, (2) konformitas kelompok berpengaruh negatif terhadap rasionalitas berkonsumsi siswa, dan (3) pengaruh secara simultan status sosial ekonomi orang tua dan konformitas kelompok terhadap perilaku konsumsi siswa kelas XII IPS SMANegeri 2 Malang. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa: (1) status sosial ekonomi orang tua mempengaruhi perilaku konsumsi, status sosial ekonomi orang tua yang tinggi akan berpengaruh negatif pada perilaku konsumsi siswa yang berhubungan dengan tingkat rasionalitas (2) konformitas kelompok mempengaruhi perilaku konsumsi, konformitas kelompok yang tinggi akan berpengaruh negatif pada perilaku konsumsi siswa yang berhubungan dengan tingkat rasionalitas dan (3) status sosial ekonomi orang tua dan konformitas kelompok akan memberi dampak pada perilaku konsumsi siswa yang berhubungan dengan tingkat rasionalitas. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah: (1) guru hendaknya memberi pengetahuan tentang perilaku yang baik dan mengajarkan hidup hemat pada siswa agar mereka dapat mengatur keuangan dengan cermat (2) peneliti selanjutnya dapat merefleksikan penelitian ini pada sekolah lain. Diharapakan peneliti menggunakan variabel lain sehingga dapat menyempurnakan penelitian tentang perilaku konsumsi siswa.  

Manajemen tatalaksana terapi perilaku anak dengan kebutuhan khusus (autisme) "Mutiara Mandiri" RSI Unisma / Rossyana Septyasih Hermawan

 

Autisme merupakan gangguan perkembangan yang kompleks menyangkut komunikasi, interaksi sosial dan aktivitas imajinasi yang gejalanya muncul sebelum anak berusia 3 tahun. Anak Autis mengalami hambatan dalam perkembangan perilaku antara lain wicara, dan okupasi yang tidak berkembang seperti anak normal, dimana kedua jenis perilaku ini sangat penting untuk komunikasi dan sosialisasi. Bila hambatan ini tidak segera diatasi dengan cepat dan tepat, maka proses belajar anak tersebut akan terhambat, termauk intelengensi, emosi dan perilaku sosialnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui usaha yang dilakukan kepala sekolah dalam perencanaan tatalaksana terapi perilaku, mengorganisasikan para terapis perilaku, menggerakkan para terapis perilaku, dan pengawasan tatalaksana terapi perilaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan disain studi kasus. Untuk menggali data dilakukan dengan teknik wawancara, dokumentasi dan observasi. Selanjutnya hasil dari teknik tersebut dipilih dan dipilah sesuai dengan fokus penelitian. Untuk melihat keabsahan data digunakan teknik trianggulasi data dan member check. Hasil dari penelitian ini kemudian dipaparkan dan dibahas. Kesimpulan dari bahasan adalah kepala sekolah Autisme “Mutiara Mandiri” dalam perencanaan tatalaksana terapi perilaku mendiskusikannya dengan para anggotanya dan dalam pengorganisasian terhadap para terapisnya dilakukan dengan cara pengaturan dan pembagian tugas sesuai dengan jobnya masing-masing. Kepala sekolah juga melakukan motivasi dan koordinasi terhadap bawahannya guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para terapisnya serta melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tatalaksana terapi perilaku pada anak autisme. Sebagai akhir dari penelitian ini disarankan untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya. Dalam perencanaan tatalaksana terapi perilaku sebaiknya melakukan kerjasama yang harmonis, antara orang tua dengan para terapis dan diantara para terapis. Selain daripada itu juga diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada anak dengan kebutuhan khusus atau autisme untuk mengikuti pendidikan dalam sistem sekolah reguler sehingga terjadi proses adaptasi.

Efektivitas program asistensi dalam menyiapkan mahasiswa melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang / Arsan Hardi Wibisono

 

Program Studi Pendidikan Teknik Mesin FT UM merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Tinggi tua di Indonesia yang mempunyai memiliki tujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan kewenangan sebagai guru pada SMK atau instruktur pada lembaga pelatihan kejuruan teknik mesin lainnya (Katalog Jurusan Teknik Mesin, 2006:23). Sebagai salah satu syarat kelulusan mahasiswa kependidikan diharuskan menempuh PPL dengan maksud agar mahasiswa mampu menyatukan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan keadaan nyata di lapangan. Tetapi, menurut beberapa dosen pembimbing PPL kemampuan akademik mahasiswa calon lulusan masih diragukan. Dengan asistensi diharapkan dapat lebih menyiapkan mahaisiwa melaksanakan PPL. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang efektifitas asistensi mengajar di Jurusan Teknik dalam menyiapkan mahasiswa dalam melaksanakan PPL. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket yang dilakukan pada mahasiswa program studi PTM FT UM yang telah menjalani asistensi mengajar dan belum melaksanakan PPL Khususnya angkatan 2004. Analisis data dilakukan sejak penelitian berlangsung dengan menguji validitas dan reliabilitas angket dengan bantuan SPSS 10 for Windows selanjutnya mereduksi data, mendisplay dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas Program Asistensi dalam Menyiapkan Mahasiswa Melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang dalam penyusunan program pembelajaran dikategorikan efektif karena dilihat dari kategori efektif sebesar (64,648%) dan cukup efektif (31,817%), dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran dikategorikan efektif karena dilihat dari kategori efektif (48,093%) dan kategori cukup efektif (41,349%), sedangkan dalam evaluasi proses dan hasil pembelajaran dikategorikan efektif karena dilihat dari kategori efektif (56,644%) dan kategori cukup efektif (37,374%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan bahwa: dosen matakuliah kependidikan hendaknya lebih meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembelajaran terhadap mahasiswa, bagi penelitian yang sejenis, diharapkan instrument penelitian ditambah observasi secara langsung pada mahasiswa yang sedang melaksanakan kegiatan PPL di sekolah sehingga data yang diperoleh lebih dipercaya kebenarannya.

Pengaruh penghalusan dinding dalam intake manifold dan variasi putaran motor terhadap konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang pada Honda Supra Fit / Tomi Rachmad Santoso

 

Pada sebuah motor bakar, saluran intake manifold berfungsi sebagai penghantar campuran udara dan bahan bakar dari karburator ke ruang pembakaran, saluran hisap intake manifold memang kurang memegang peranan terpenting namun desain dari intake manifold berpengaruh pada homogenitas dan kecepatan aliran campuran udara dan bahan bakar dari karburator ke ruang pembakaran. Saluran intake manifold standart memiliki permukaan yang kasar seperti kulit jeruk sehingga memiliki faktor gesekan aliran fluida yang tinggi sehingga komposisi campuran udara dan bahan bakar yang masuk ke ruang bakar kurang efektif dalam memenuhi kebutuhan motor. Hasil yang ingin dicapai dengan dihaluskannya permukaan dalam dinding intake manifold agar permukaan yang menyerupai kulit jeruk hilang adalah adanya peningkatan tekanan aliran campuran udara dan bahan bakar yang masuk keruang bakar lebih tinggi sehingga berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar dan kadar emisi gas buang yang dihasilkan pada Honda Supra Fit. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perbedaan konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang yang signifikan pada Honda Supra Fit yang menggunakan Intake Manifold Standart dan yang telah dihaluskan, (2) mengetahui perbedaan konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang yang signifikan pada Honda Supra Fit yang menggunakan Intake Manifold Standart dan yang telah dihaluskan pada putaran motor 1500, 4000 dan 7000 rpm, (3) mengetahui adanya interaksi yang signifikan antara jenis intake manifold standart dan yang telah dihaluskan dengan putaran motor 1500, 4000 dan 7000 rpm terhadap konsumsi bahan bakar dan kadar emisi gas buang yang dihasilkan pada Honda Supra Fit. Intake Manifold yang digunakan adalah intake manifold Honda Genuine Parts, yang mempunyai desain dan kualitas bahan sesuai standart pabrik dan intake manifold Genuine Parts yang diberi perlakuan. Perlakuan yang digunakan adalah perlakuan dengan penghalusan permukaan dinding intake manifold dengan menggunakan kertas gosok atau ampelas sehingga permukaan yang menyerupai kulit jeruk pada intake manifold tidak tampak lagi. Sedangkan putaran motor yang digunakan adalah untuk putaran rendah diwakili oleh putaran 1500 rpm, untuk putaran menengah diwakili oleh putaran 4000 rpm, dan untuk putaran tinggi diwakili oleh putaran 7000 rpm. Penelitian untuk kadar emisi gas buang dilaksanakan di laboratorium Suzuki Universitas Negeri Malang, Jl. Surabaya No 6 Malang, pada tanggal 02 November 2007. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Analisis hasil penelitian yang digunakan adalah Anava dua jalan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan jenis Intake Manifold terhadap Konsumsi bahan bakar sebesar 20 detik. Terdapat perbedaan yang signifikan jenis intake manifold terhadap emisi gas buang produk CO sebesar 6,7 % dan untuk produk HC sebesar 28 % yang dihasilkan pada Honda Supra Fit, (2) Terdapat perbedaan jenis intake manifold terhadap konsumsi bahan bakar dengan putaran motor 1500 rpm sebesar 59 detik, putaran 4000 rpm sebesar 1 detik dan 7000 rpm sebesar 2 detik. Terdapat perbedaan jenis intake manifold terhadap emisi gas buang CO dengan putaran motor 1500 rpm sebesar 9,2 %, putaran 4000rpm sebesar 4,3 % dan 7000 rpm sebesar 4,9 %. Dan untuk produk HC dengan putaran motor 1500 rpm sebesar 35 %, putaran 4000 rpm sebesar 1,6 % dan 7000 rpm sebesar 24 %, (3) Terdapat interaksi yang signifikan antara jenis intake manifold standart dan yang dihaluskan dengan putaran motor 1500, 4000 dan 7000 rpm terhadap konsumsi bahan bakar. Tidak terdapat interaksi yang signifikan antara jenis intake manifold standart dan yang telah dihaluskan dengan putaran motor 1500, 4000 dan 7000 rpm terhadap emisi gas buang produk CO. Terdapat interaksi yang signifikan antara jenis intake manifold standart dan yang telah dihaluskan dengan putaran motor 1500, 4000 dan 7000 rpm terhadap emisi gas buang produk HC. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut dengan CC sepeda motor yang berbeda, untuk mengetahui perbedaan konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang yang dihasilkan pada sepeda motor.

Pengaruh pendekatan pembelajaran (kolaboratif VS konvensional) dan motivasi berprestasi terhadap prestasi akademik dan hubungan sosial mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang pada matakuliah sistem pemindahan tena

 

Peningkatan pembelajaran membaca dan menulis permulaan dengan media kotak ajaib sebagai aplikasi pakem (pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan) pada siswa kelas I SD Negeri Jatra Timur I Banyuates-Sampang / Dian Sulistya Rini

 

Membaca dan menulis permulaan merupakan salah satu kompetensi berbahasa dan bersastra Kurikulum 2006 SD/MI mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Pembelajaran membaca dan menulis permulaan menekankan pada proses dan hasil yang dicapai dalam pembelajaran. Proses pembelajaran yang aktif dan menyenangkan bagi siswa dapat menghasilkan siswa yang kompeten dalam membaca dan menulis permulaan. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, maka guru harus pintar dalam memilih media yang tepat dalam membelajarkan membaca dan menulis permulaan. Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan siswa dalam membaca dan menulis permulaan dengan menggunakan media kotak ajaib pada siswa kelas I SD Negeri Jatra Timur I semester gasal, tahun pelajaran 2007/ 2008. Kemampuan membaca menulis permulaan mencakup membaca dengan intonasi dan lafal yang tepat, ketepatan menjodohkan kartu kata dengan gambar, kelengkapan kalimat dan penulisan huruf kapital. Sejalan dengan rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil peningkatan kemampuan siswa kelas I SD Negeri Jatra Timur I semester gasal, tahun pelajaran 2007/2008 dalam membaca dan menulis permulaan dengan media kotak ajaib.

Evaluasi alat observasi kemampuan guru yang digunakan oleh kepala sekolah dalam kegiatan supervisi (Studi Kasus di SLTP 1 Sidoarjo) / oleh Margono

 

Manajemen koperasi sekolah (studi kasus di Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang) / Yatimah Yuda Suprihatin

 

Koperasi sekolah merupakan salah satu substansi dalam manajemen layanan khusus sekolah yang keberadaannya sangat menunjang kegiatan pembelajaran siswa di sekolah. Keberadaan koperasi sekolah akan disenangi jika keberadaannya memberikan fungsi atau manfaat bagi siswa. Koperasi At-Taufiq merupakan salah satu koperasi yang ada di MAN 3 Malang. Koperasi tersebut memiliki keunggulan-keunggulan dibandingkan dengan koperasi sekolah lain yang ada di kota Malang. Keunggulan tersebut antara lain meliputi: (1) dari segi fisik, koperasi tersebut memiliki ukuran ruangan yang cukup besar, yaitu 250 m2; (2) jenis layanan yang ada di koperasi tersebut tidak hanya meliputi bidang usaha saja tetapi juga bidang jasa; (3) koperasi tersebut memiliki prestasi, yaitu koperasi tersebut ditetapkan sebagai koperasi dengan sistematika pembukuan terbaik antar SMU Se-Malang Raya dan koperasi tersebut masuk tiga besar jambore koperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen koperasi At-Taufiq MAN 3 Malang yang meliputi: (1) perencanaan program koperasi At-Taufiq; (2) pengorganisasian koperasi At-Taufiq; (3) jenis layanan yang ada di koperasi At-Taufiq; (4) pengawasan dan pelaporan koperasi At-Taufiq; (5) kontribusi yang diberikan koperasi At-Taufiq bagi madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, sedangkan rancangan penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Studi kasus yang digunakan adalah studi kasus observasional. Pada penelitian ini peneliti merupakan satu-satunya pengumpul data, dimana peneliti melakukan sendiri teknik-teknik pengumpulan data. Adapun teknik pengambilan datanya menggunakan tiga metode, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang sudah didapatkan akan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan tiga cara yaitu ketekunan pengamatan, triangulasi, dan ketercukupan referensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan program koperasi At-Taufiq dilakukan oleh keseluruhan personel koperasi yang meliputi manajer koperasi dan karyawan koperasi, dalam hal ini Kepala sekolah juga ikut terlibat. Kegiatan perencanaan tersebut dilakukan melalui beberapa langkah; (2) koperasi At-Taufiq memiliki struktur organisasi dan mekanisme kerja tertulis yang dirumuskan bersama sebagai pedoman dalam menjalankan program kerja. Manajer koperasi selalu melakukan pembinaan secara rutin kepada karyawan untuk meningkatkan kinerjanya. (3) jenis layanan yang ada di koperasi At-Taufiq meliputi a) layanan bidang usaha yang terdiri dari unit usaha pertokoan, unit usaha wartel, unit usaha fotokopi, unit usaha kantin, serta unit usaha sponsorship; dan b)layanan bidang jasa yang meliputi instalatir listrik, reparasi TV/ kulkas/ mesin cuci, komputer, travel, servis mobil/ sepeda, fotografi, persewaan terop/ kursi, sound system; (4) proses pengawasan di koperasi At-Taufiq dilakukan oleh badan pengawas yaitu Waka Sarana Prasarana dan dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Pelaporan yang dilakukan oleh karyawan koperasi berupa laporan keuangan bulanan dan laporan persediaan barang (stock opname); (5) kontribusi yang diberikan oleh koperasi terhadap madrasah berupa kontribusi materi dan kontribusi non materi. Dari hasil kesimpulan temuan penelitian di atas, dapat disarankan kepada pihak-pihak yang terkait, yaitu (1) bagi Kepala Sekolah disarankan untuk terus memberikan pengarahan serta masukan/ kritik yang membangun kepada pengelola koperasi agar dapat mempertahankan eksistensi koperasi yang sampai saat ini sudah berkembang pesat; (2) bagi manajer koperasi disarankan untuk mempergunakan modal dari siswa yang berupa simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela yang selama ini tidak pernah dipergunakan untuk mengembangkan usaha koperasi; (3) bagi karyawan koperasi disarankan untuk terus meningkatkan mutu pelayanan serta lebih meningkatkan kualitas barang yang dijual; (4) bagi siswa, dengan seringnya diadakan lomba antar koperasi, diharapkan dapat dijadikan pengalaman untuk menimba pengetahuan yang lebih mendalam tentang ilmu perkoperasian; (5) bagi peneliti lain disarankan untuk melakukan penelitian sejenis dengan objek yang sama tetapi menggunakan pendekatan yang berbeda atau dengan variabel yang berbeda.

Simbol kehidupan masyarakat modern dalam kumpulan cerpen Cokelat dan Sepotong Dosa karya Pudji Isdriani / Fivin Swatrahadi Permaningtyas

 

Semiotik merupakan suatu disiplin ilmu yang memungkinkan kita berpikir, berhubungan dengan orang lain, dan memberi makna pada sesuatu yang ditampilkan oleh alam semesta melalui tanda. Segala sesuatu mempunyai makna dalam setiap kehidupan manusia, tidak hanya untuk melakukan sesuatu, melainkan juga mempunyai makna dan bertindak sebagai tanda, makna dalam hubungan sosial, selalu memerlukan seperangkat nilai tertentu, baik dari sudut pandang masyarakat tradisional maupun masyarakat modern. Cerpen merupakan salah satu bentuk karya sastra yang membicarakan manusia dengan segala persoalan kehidupannya. Pemilihan kumpulan cerpen Cokelat dan Sepotong Dosa karya Pudji Isdriani didasari oleh pertimbangan bahwa dalam kumpulan cerpen tersebut penggunaan simbol sebagai hasil imajinasi dan pikiran-pikiran dalam menuangkan makna yang ditulis dalam cerpen tersebut. Simbol-simbol baru inilah yang terasa baru dan unik bagi pembaca, karena hanya dimiliki oleh sekelompok masyarakat yakni dalam kehidupan masyarakat modern, namun dapat bersifat nasional bahkan global. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan deskripsi tentang: (1) bentuk-bentuk simbol, (2) makna simbol, dan (3) fungsi simbol kehidupan masyarakat modern dalam kumpulan cerpen Cokelat dan Sepotong Dosa karya Pudji Isdriani. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pendekatan teori yang dipakai adalah semiotik dengan objek kajian kumpulan cerpen Cokelat dan Sepotong Dosa karya Pudji Isdriani. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan analisis tekstual terhadap data kebahasaan. Langkah kerja dalam pendekatan semiotik ini meliputi: (1) membaca setiap cerpen pada kumpulan cerpen Cokelat dan Sepotong Dosa secara intensif dan berulang-ulang, (2) memberi kode berbagai hal tentang simbol masyarakat modern yang terdapat dalam sumber data sesuai dengan permasalahan, (3) mendaftar data yang diperoleh dari tiap cerpen pada kumpulan cerpen Cokelat dan Sepotong Dosa berdasarkan kriteria yang sesuai dengan permasalahan, dan (4) mengklasifikasi data berdasarkan permasalahan, yaitu: (a) bentuk simbol yang meliputi simbol verbal dan simbol nonverbal, (b) makna simbol, (c) fungsi simbol. Berdasarkan hasil analisis diperoleh simpulan sebagai berikut. Pertama, bentuk simbol dalam kumpulan cerpen Cokelat dan Sepotong Dosa meliputi simbol verbal dan simbol nonverbal. Simbol verbal, yakni berupa nama-nama kota besar, tempat-tempat mewah, bangunan megah, transportasi mewah, barang-barang mewah, makanan dan minuman ala barat, alat komunikasi, dan materi. Simbol nonverbal, yakni berupa karier, pendidikan, perkataan, dan penampilan. Kedua, makna simbol dalam kumpulan cerpen Cokelat dan Sepotong Dosa meliputi dinamika sosial, status sosial, dan orientasi sosial. Ketiga, fungsi simbol dalam kumpulan cerpen Cokelat dan Sepotong Dosa adalah sebagai: penanda kelas sosial, penanda kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, penanda masyarakat aktif, dan penanda pemersatu budaya. Berdasarkan simpulan di atas, disarankan kepada (1) peneliti lain untuk meneliti simbol dalam karya sastra lainnya dan periode yang berbeda; (2) pembaca sastra, untuk menambah wawasan bagi para pembaca sastra tentang aspek simbol dalam karya satra khususnya prosa fiksi; (3) pengajar sastra, untuk memanfaatkan aspek positif simbol kehidupan masyarakat modern dalam karya sastra agar dapat lebih memahami tentang makna; dan (4) kritikus sastra untuk membandingkan dan menilai karya sastra khususnya mengkaji simbol dalam karya sastra.

Pengembangan VCD dan buku pedoman teori model variasi latihan shooting dalam kegiatan ekstrakurikuler bolabasket di SMP Negeri 21 Malang / M. Zaki Basari

 

Shooting merupakan teknik dasar yang penting dalam permainan bolabasket, karena kemenangan dalam suatu pertandingan ditentukan oleh hasil tembakan masuk yang dibuat oleh suatu tim. Berdasarkan hasil pengamatan dan observasi pada kegiatan ekstrakurikuler bolabasket di SMP Negeri 21 Malang terdapat kesimpulan bahwa pelatih ekstrakurikuler bolabasket membutuhkan VCD dan buku pedoman teori model variasi latihan shooting bolabasket. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan VCD dan buku pedoman teori model variasi latihan shooting ini diharapkan dapat dijadikan bahan rujukan dalam memberikan materi program latihan shooting dalam kegiatan ekstrakurikuler bola basket di SMP Negeri 21 Malang. Dalam penelitian pengembangan VCD dan buku pedoman teori model variasi latihan shooting dalam kegiatan ekstrakurikuler bolabasket untuk siswa SMP ini peneliti menggunakan pendekatan penelitian pengembangan dan menggunakan model pengembangan intruksional dari Sadiman (2003:38), yaitu yang terdiri dari: (1) Penemuan ide, pengumpulan berbagai informasi sebagai kajian pustaka dan observasi lapangan. (2) Penulisan naskah media (hasil produk) berisi rancangan model variasi latihan shooting. (3) Evaluasi Produk oleh ahli. (4) Revisi Produk I, dilakukan oleh ahli. (5) Produk prototipe, dilakukan dengan pengambilan gambar produk dengan media audio visual (video). (6) Uji coba prototipe, ujicoba (kelompok kecil), (7) Revisi Produk II, revisi dari ujicoba (kelompok kecil), (8) Uji lapangan (kelompok besar), (9) Reproduksi, penyempurnaan produk. Lokasi penelitian adalah di SMPN 21 Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk ahli kepelatihan bolabasket dan pelatih bolabasket. Dengan kualifikasi 1 ahli kepelatihan bolabasket, 1 ahli pelatih bolabasket dan 1 ahli media, sedangkan untuk pelatih bolabasket dilakukan uji coba (kelompok kecil) sebanyak 3 orang dan uji lapangan (kelompok besar) sebanyak 9 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menggunakan persentase. Hasil penilaian atau evaluasi model variasi latihan shooting ini yaitu sebagai berikut: dari ahli kepelatihan bolabasket yaitu 93% (digunakan), dari ahli pelatih bolabasket 97% (digunakan), dari ahli media yaitu 93% (digunakan), dari uji coba (kelompok kecil) 90,78% (digunakan) dan dari uji lapangan (kelompok besar) yaitu 89,1% (digunakan). Disarankan dalam penggunaan sebaiknya dilaksanakan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan yang ada pada produk pengembangan tersebut. Dengan jumlah subyek yang lebih besar dan waktu yang digunakan sesuai dengan program latihan dalam kegiatan ekstrakurikuler bolabasket di sekolah. Diperlukan sosialisasi pada sekolah-sekolah SMP lainnya sehingga mendapatkan tingkat keefektifan dan efisiensi produk yang diharapkan.

Analisis sajian materi pada buku matematika SMP kelas VII ditinjau dari pendekatan induktif dan deduktif / Cahyananingsih

 

Buku merupakan salah satu sarana pendidikan yang turut serta mempengaruhi keberhasilan pendidikan. Dalam menentukan strategi penyajian materi pada buku ajar matematika, diperlukan pengetahuan tentang kesiapan mental pembacanya (siswa). Bagi siswa SMP khususnya kelas VII yang masih berada dalam masa transisi dari tahap operasi konkret menuju tahap operasi formal masih perlu menggunakan pendekatan induktif dalam penyajian topik matematika. Namun, mereka juga perlu dipersiapkan untuk tahap operasi formal dengan menggunakan pendekatan deduktif dalam menyajikan topik matematika. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dalam menyajikan materi untuk siswa SMP khususnya kelas VII perlu digunakan pendekatan induktif dan deduktif, termasuk dalam buku yang mereka gunakan. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah: (1) berapakah persentase penyajian materi pada buku paket yang sesuai dengan pendekatan induktif, (2) berapakah persentase penyajian materi pada buku paket yang sesuai dengan pendekatan deduktif, (3) apakah buku paket layak digunakan untuk siswa SMP kelas VII dalam pembelajaran matematika ditinjau dari pendekatan induktif dan deduktif. Untuk menjawab masalah tersebut, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian isi (content analysis), yaitu mendeskripsikan secara objektif bagaimana penyajian suatu materi pada buku paket yang digunakan siswa SMP di kota Malang yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kota Malang, selanjutnya menyesuaikannya dengan tahap-tahap penyajian materi dengan pendekatan induktif dan deduktif. Setelah mengetahui persentase masing-masing penyajian dapat ditentukan kelayakan penggunaan buku tersebut dengan ketentuan dikatakan layak jika materi pada buku disajikan dengan menggunakan kedua pendekatan tersebut dan persentase penyajian materi dengan pendekatan induktifnya lebih dari 50%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 61.2% materi disajikan dengan pendekatan induktif dan 19.0% dengan pendekatan deduktif. Dengan demikian disimpulkan secara umum buku paket layak digunakan dalam pembelajaran untuk siswa SMP kelas VII ditinjau dari pendekatan induktif dan deduktif. Namun pada bab II, VI, VIII dan X tidak layak digunakan karena persentase penyajian materi dengan pendekatan induktif dan deduktifnya berturut-turut 50% dan 7.1%, 33.3% dan 16.7%, 33.3% dan 44.4% serta 40% dan 40%. Mengacu pada hasil penelitian di atas, maka peneliti menyarankan bagi guru yang ingin menggunakan buku paket tersebut dalam pembelajaran matematika hendaknya bisa melengkapi kekurangsesuaian penyajian baik dalam pendekatan induktif maupun dalam pendekatan deduktif.

Keanekaragaman arthropoda pada komunitas tumbuhan liar di area kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang / Itanti Denok Maulina

 

Penggunaan pestisida sintetik dalam pengendalian hama menimbulkan dampak negatif bagi agroekosistem kebun teh. Untuk itu diperlukan pengendalian hama yang ramah lingkungan. Salah satunya dengan pemanfaatan musuh alami. Sebagai langkah awal dalam pengendalian hayati tersebut adalah mengeksplorasi populasi Arthropoda yang erat kaitannya dengan pencarian musuh alami serangga hama di perkebunan teh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui komposisi, kepadatan populasi, keanekaragaman, dan dominansi Arthropoda, serta faktor abiotik yang mempengaruhi keanekaragaman Arthropoda di area kebun teh. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif yang dilakukan dengan observasi langsung terhadap populasi dan kelimpahan Arthropoda yang ditemukan di tumbuhan liar disekitar tanaman teh. Sampel yang tercuplik selanjutnya diidentifikasi dan dihitung kepadatan populasi untuk masing-masing populasi Arthropoda. Keanekaragaman spesies Arthropoda ditentukan berdasarkan indeks keanekaragaman menurut Shannon Wiener (H’), Kemerataan ditentukan berdasarkan evenessnya, sedangkan dominansi dihitung dengan rumus kepadatan populasi relatif. Perbedaan keanekaragaman spesies Arthropoda pada klon tanaman teh pada lahan miring dan datar dianalisis dengan menggunakan uji t, dan untuk mendapatkan gambaran tentang faktor abiotik yang sangat menentukan keanekaragaman spesies Arthropoda digunakan analisis regresi ganda bertahap dengan program SPSS. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2006 sampai Mei 2007. Tempat penelitian adalah di Area kebun teh Wonosari Singosari. Untuk keperluan identifikasi Arthropoda yang ditemukan dilakukan di Laboratorium Ekologi ruang 111B, Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat 47 taksa Arthropoda yang terbagi atas 40 taksa Insecta yang termasuk dalam 22 famili dan 7 taksa Arachnida yang termasuk dalam 3 famili. Kepadatan populasi tertinggi terjadi pada bulan Desember pada klon Assamica datar dengan jumlah individu 413 ekor. Keanekaragaman spesies Arthropoda di tumbuhan liar di kebun teh Wonosari rendah dengan nilai berkisar antara 0.7234-2.8307, kemerataannya bervariasi dengan nilai 0.31418-0.96138, dan didominasi oleh genus Aphid sp1 dengan indeks dominansi sebesar 52.3% pada klon Assamica daerah datar, genus Aphid sp2 (39.9%) pada klon Assamica daerah lereng, genus Aphid sp1 (18.6%) pada klon TRI 2025 daerah datar, dan pada klon TRI 2025 daerah lereng didominasi oleh genus Aphid sp2 (39.9%). Terjadi perbedaan secara signifikan tingkat keanekaragaman antara daerah datar dengan daerah miring, yaitu antara klon Assamica datar dan Assamica lereng pada bulan Desember, antara klon Assamica datar dan Assamica lereng pada bulan Januari, antara klon TRI 2025 datar dan TRI 2025 lereng bulan Januari, dan antara klon Assamica datar dan Assamica lereng pada bulan Maret. Faktor lingkungan abiotik yang sangat menentukan keanekaragaman spesies Arthropoda di area kebun teh Wonosari meliputi suhu tanah dengan r2 sebesar 35.2381%, kelembaban tanah dengan r2 sebesar 7.216395%, curah hujan dengan r2 sebesar 2.299186%, kelembaban udara dengan r2 sebesar 25.05664%, pH tanah dengan r2 sebesar 10.45169%, dan suhu udara dengan r2 sebesar 0.46373% untuk klon Assamica datar ; suhu tanah dengan r2 sebesar 48,79905%, kelembaban udara dengan r2 sebesar 28,35078%, pH tanah dengan r2 sebesar 0,616555%, suhu udara dengan r2 sebesar 0,662309%, dan kecepatan angin dengan r2 sebesar 3,92038% untuk klon Assamica Lereng; pada klon TRI 2025 datar yaitu pH tanah dengan r2 sebesar 15,52922%, suhu tanah dengan r2 sebesar 28,37713%, suhu udara dengan r2 sebesar 11,95434%, curah hujan dengan r2 sebesar 18.0898%, dan kecepatan angin dengan r2 sebesar 7,231647%; dan faktor abiotik yang paling berpengaruh terhadap indeks keanekaragaman pada klon TRI 2025 Lereng yaitu curah hujan dengan r2 sebesar 20,49948%, intensitas cahaya dengan r2 sebesar 6,894431%, kelembaban udara dengan r2 sebesar 19,14292%, dan suhu udara dengan r2 sebesar 22,56928%.

Penerapan algoritma greedy dan pembuatan program komputer untuk menyelesaikan permasalahan knapsack 0-1 dan fractional knapsack / Yoyok Bakdar Muntoro

 

Permasalahan Knapsack merupakan salah satu bentuk permasalahan optimasi (maksimum atau minimum). Pada skripsi ini dibahas penyelesaian permasalahan Knapsack 0-1 dan Fractional Knapsack serta suatu program komputer untuk menyelesaikan permasalahan tersebut yang diberi nama program “Greedy”. Pada permasalahan Knapsack 0-1, variabel keputusan yang diperoleh yaitu xi bernilai 1 jika objek itu dipilih dan xi bernilai 0 jika objek tidak dipilih. Sedangkan pada permasalahan Fractional Knapsack, variabel keputusan bernilai 0 ≤ xi ≤ 1. Untuk menyelesaikan permasalahan Knapsack 0-1 dan Fractional Knapsack digunakan algoritma Greedy dan Brute-Force. Cara penyelesaian menggunakan algoritma Greedy dibagi menjadi tiga strategi penyelesaian yaitu Greedy by weight, Greedy by profit dan Greedy by density. Sedangkan pada algoritma Brute-Force dengan mendaftar semua himpunan bagian dari solusi, jadi banyaknya himpunan bagian dari n elemen adalah sebanyak 2n. Pada skripsi ini permasalahan Knapsack 0-1 yang dibahas adalah masalah kapasitas maksimum tempat pembuangan sampah dan masalah investasi. Sedangkan permasalahan Fractional Knapsack yang dibahas adalah masalah keuntungan maksimum. Untuk mempermudah penyelesaian masalah Knapsack 0-1 dan Fractional Knpasack, maka penulis membuat program komputer dengan bantuan pemrograman Delphi 7.0.

Penerapan kurikulum berbasis karakter dalam pengembangan soft skill siswa SMK / Ady Purnomo Setyo Pribadi

 

Kata kunci: soft skill, kurikulumberbasiskarakter Berdasarkanhasilobservasisementara yang dilakukanolehpenelitimenunjukkanbahwakebanyakanlulusan SMK saatiniketikabekerja di perusahaandalamjenjangkarirmerekarelatiftidakbisacepatnaik, halinidikarenakanlulusan SMK dinilaibelummemilikisoft skill yang baikdanjugabelummemilikikebiasaankaraktersesuaibidangpekerjaannya.Untukituperluadanyapembentukankarakterprofesionalitaspadadirisetiapsiswa SMK.Dalam hal ini, penerapan kurikulum berbasis karaktertampaknya dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif guna mengembangkan soft skill dan membentuk karakter siswa SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdan penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Kepanjenpada program keahlian Teknik Otomotif pada mata pelajaran produktif. Prosedur pengumpulan datadalampenelitianinimeliputiwawancara,studidokumentasidanobservasi. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwakurikulumberbasiskarakter yang diterapkan di SMK Negeri 1 Kepanjen program keahlianTeknik OtomotifadalahpengembanganKurikulum Tingkat SatuanPendidikan yang bermuatankarakter di dalamnya. Tujuandaripenerapankurikuluminiadalahmembentukkaraktersiswasesuaidenganbidangpekerjaannyadankarakterterhadapsoft skill yang dimiliki.Dalampenyusunan, kurikulumdisusunberdasarkankompetensi-kompetensihasilrumusanantarapihaksekolahdenganpihakindustri yang menghasilkan18 pendidikankarakterdasar, yangkemudiandikembangkandalambentuksilabusdan RPP. Silabusdan RPP yang telahdisusunditerapkandalam proses pembelajaran di kelas. Dalamevaluasipembelajaran, penilaian yang digunakanberupasertifikasiskillmenggunakansistem go and no godenganbentukskor 0 dan 100. Soft skill yang dikembangkanberpedomanpadaseven habits yang berasaldaribukuseven habits of highly effective peoplekaranganSthepen R Covey ditambahdengan 1 problem solving. Dalampelaksanaanyafaktor yang mendukungadalah input siswa yang memangsudahterseleksisebelumnya, kerjasama yang mendukungantarapihaksekolahdenganpihakindustri, danadanyaLBB yang disediakanuntuk men-training guru-guru Otomotif.Faktor yang menghambatadalahbelumsemua guru memahamidanmelaksanakankurikulumberbasiskarakter, pelaksanaannyamasihdalamlingkuppembelajaranproduktif, Kurangnyasaranaprasarana yang memadai, khususnyauntukpembelajaranpraktik, belumsemua guru bisadijadikanpermodelandalampembentukankarakteruntuksiswa, dankurangnyapemantauankaraktersiswa.

Persepsi diri mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang tentang kesiapan mengelola pembelajaran dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah / Wiji Mulyaningsih

 

Penelitian ini mengungkap persepsi mahasiswa PTM FT UM tentang kesiapan mengelola pembelajaran dalam pelaksanaan di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang persepsi kesiapan mahasiswa dalam mengelola pembelajaran pada PPL II, karena masih banyak kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan PPL di sekolah. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa PTM FT UM angkatan tahun 2004 yang berjumlah 43 mahasiswa. Dimana sub-sub variabel ini mengenai: a) persepsi mahasiswa di tinjau dari segi kesiapan penyunan program pembelajaran, b) persepsi mahasiswa ditinjau dari segi pelaksanaan pembelajaran, c) persepsi mahasiswa ditinjau dari segi kesiapan evaluasi pembelajaran, dan d) persepsi mahasiswa ditinjau dari segi telaah kurikulum dan bahan ajar sekolah kejuruan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa tentang kesiapan mengelola pembelajaran termasuk kategori memahami, sehingga dapat di sarankan bahwa: dosen matakuliah kependidikan hendaknya lebih meningkatkan kualitas pembelajaran dan penggodokan terhadap mahasiswa, bagi penelitian yang sejenis, diharapkan instrument penelitian di tambah observasi secara langsung pada mahasiswa yang sedang melaksanakan kegiatan PPL di sekolah sehingga data yang di peroleh lebih di percaya kebenarannya.

Pengaruh fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas 1 Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 2 Kediri (studi pada mata diklat berkomunikasi melalui telepon dan faksimili, mengetik manual, keterampilan komputer dan pengelolaan in

 

Pola pelaksanaan pembelajaran apresiasi prosa fiksi berdasarkan strategi pembelajaran kooperatif di sekolah dasar Kota Metro Lampung / Suwarjo

 

Hubungan kompetensi guru akuntansi dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri se Kabupaten Lumajang / Titin Umborowati

 

Guru sebagai pelaksana utama kegiatan pendidikan dan pengajaran sekolah, sudah seharusnya menempatkan siswa sebagai pusat perhatian utama pola KBM dikelas tidak hanya ditentukan oleh metode yang digunakan, melainkan juga oleh guru bagaimana peranan guru memperkaya pengalaman belajar siswa.Guru yang kompeten dibidangnya adalah salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Karena itu kompetensi guru mempunyai peranan penting dalam proses interaksi belajar mengajar. Ini berarti kompetensi guru ikut menentukan berkualitas atau tidaknya prestasi belajar siswa, disamping faktor-faktor lainnya seperti keluarga, fasilitas, intelegensi, dan minat siswa itu sendiri sebagai individu. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mendiskripsikan kompetensi guru akuntansi SMAN di Kabupaten Lumajang. (2) Untuk mendiskripsikan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMAN Kabupaten Lumajang.(3) Untuk mengetahui hubungan kompetensi guru akuntansi dengan prestasi belajar siswa SMAN Kabupaten Lumajang. Rancangan penelitian ini adalah penelitian eksplanasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 6 guru, semua dijadikan responden sehingga penelitian ini disebut penelitian populasi. Alat yang digunakan adalah angket dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data product moment karena melukiskan hubungan antara dua gejala interval yaitu kompetensi guru akuntansi dan belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa (1) kompetensi guru akuntansi di Kabupaten Lumajang sebanyak 2 guru dalam klasifikasi baik, 2 guru dalam klasifikasi cukup, dan 2 guru dalam klasifikasi kurang.(2) Prestasi belajar siswa kelas XII pada mata pelajaran Akuntansi jurusan IPS tergolong dalam klasifikasi 33,3% baik, 33,3% dalam klasifikasi cukup dan 33,3% dalam klasifikasi kurang. (3) Penelitian ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara kompetensi guru akuntansi terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di Kabupaten Lumajang. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada (1) guru agar guru lebih menyadari kompetensi mereka selaku guru, untuk itu selanjutnya berdasarkan kekurangan-kekurangan yang mereka rasakan sendiri, guru harus lebih meningkatkan kompetensinya. dan (2) siswa hendaknya melaksanakan tugas yang diberikan guru dengan baik, memanfaatkan media yang diberikan oleh guru dengan baik agar meningkatkan prestasi belajarnya.

Hubungan antara motivasi belajar dan sikap siswa terhadap guru dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran diklat teknik permesinan di SMK Negeri 1 Singosari Malang / Igidius Batoq

 

Penelitian yang berjudul “ Hubungan antara Motivasi Belajar dan Sikap Siswa terhadap Guru dengan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Diklat Teknik Pemesinan di SMK Negeri 1 Singosari Malang” adalah bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar, sikap siswa terhadap guru dengan prestasi belajar siswa, di SMK Negeri 1 Singosari Malang. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif-korelasional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas II TPM, II MI 1, II MI 2 SMK Negeri 1 Singosari Malangyang berjumlah 94 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan cara penyebaran angket dan melakukan pengujian sendiri untuk prestasi belajar siswa, data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: (1) tabulasi data, (2) analisis deskriptif dengan menggunakan mean (rata-rata) (3) analisis regresi berganda untuk mencari hubungan dari sejumlah variabel dalam model. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar, sikap siswa terhadap guru dengan prestasi belajar siswa pada siswa dengan R= 0,723. Persamaan regresi y = -36,819 + 0,962X1 + 0,807 X2.

Pengaruh faktor psikologis konsumen terhadap pengambilan keputusan dalam melakukan pembelian sepeda motor Honda (studi kasus pada konsumen sepeda motor Honda Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / David Hansen

 

ABSTRAK Hansen, David. 2007. Pengaruh Faktor Psikologis Konsumen Terhadap Proses Pengambilan Keputusan Konsumen Dalam Melakukan Pembelian Sepeda Motor Honda (Studi Pada Konsumen Sepeda Motor Honda Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang). Skripsi, jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) DR. Sopiah, MPd,M.M (II) Drs. Agus Hermawan, M.Si, M.Bus Kata kunci : Faktor Psikologis, Proses Pengambilan Keputusan Di era globalisasi dan pasar bebas ini, berbagai jenis barang dan jasa dengan ratusan merek yang membanjiri pasar Indonesia. Persaingan antar merek setiap produk akan semakin tajam dalam memperebut konsumen. Untuk dapat mengenal, menciptakan dan mempertahankan pelanggan, maka studi tentang prilaku konsumen sebagai perwujudan dari aktivitas jiwa manusia sangatlah penting. Perilaku konsumen memberikan wawasan dan pengetahuan tentang apa yang menjadi kebutuhan dasar konsumen, mengapa mereka membeli, dimana mereka membeli, siapa yang berperan dalam pembelian suatu barang. Seperti yang dilakukan oleh Perusahaan Honda dalam upaya memaksimalkan penjualan, yaitu dengan melakukan beberapa upaya antara lain melalui media iklan peningkatan kualitas layanan, pemberian hadiah pada pelanggan atau konsumen serta mengerti selera konsumen. Perusahaan juga menyadari bahwa faktor psikologis saat ini memegang peranan penting dalam keputusan pembelian konsumen, walau faktor-faktor lain seperti budaya, sosial, pribadi juga berpengaruh terhadap kaputusan konsumen. Kesadaran ini berdasarkan pengamatan perusahaan, dimana sekarang sepeda motor Honda digunakan untuk kepentingan individu bukan keluarga lagi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui; (1) Bagaimana kondisi faktor psikologis (motivasi, pembelajaran, keyakinan dan sikap). (2) Bagaimana proses pengambilan keputusan konsumen Motor Honda. (3) Bagaimanakah pengaruh faktor motivasi terhadap proses pengambilan keputusan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian. (4) Bagaimanakah pengaruh faktor persepsi konsumen terhadap proses pengambilan keputusan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian. (5) Bagaimanakah pengaruh faktor pembelajaran terhadap proses pengambilan keputusan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian. (6) Bagaimanakah pengaruh faktor keyakinan dan sikap terhadap proses pengambilan keputusan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian. (7) Bagaimanakah pengaruh faktor motivasi, persepsi, pembelajaran serta keyakinan dan sikap secara simultan terhadap proses pengambilan keputusan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian. (8) Faktor manakah yang dominan mempengaruhi proses pengambilan keputusan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian? Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas yaitu faktor psikologis yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen (motivasi, persepsi, pembelajaran, keyakinan dan sikap), sedangkan variabel terikatnya adalah keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa sebagai konsumen sepeda motor Honda Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang mulai bulan Juni-Agustus 2007. rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan uji t dan uji f dalam menguji hipotesisnya. Hasil analisis data menunjukan model summary pada Adjusted R Square sebesar 0,647 memiliki arti bahwa 64,7% keputusan konsumen dalam pembelian sepeda motor merek Honda dapat dijelaskan secara simultan oleh variabel motivasi, persepsi, pembelajaran serta keyakinan dan sikap, sedangkan sisanya sebesar 35,3% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelititan ini. Dari hasil analisis data pada tabel koefisien regresi diketahui nilai beta masing-masing varibel bebas, yaitu motivasi = 0,312, persepsi = 0,201, beta yang terbesar diantara variabel-variabel bebas, nilai beta, nilai beta menunjukkan besarnya pengaruh variabel bebas tersebut terhadap variabel terikat, sehingga variabel yang terbesar merupakan variabel yang dominan mempengaruhi variabel terikat. Variabel keyakinan dan sikap memiliki nilai beta yang terbesar dalam penelitian ini, yaitu 0,428 dengan nilai signifikan 0,000 hal ini menunjukkan bahwa faktor keyakinan dan sikap memiliki pengaruh yang kuat bila dibandingkan dengan faktor-faktor lain terhadap proses pengambilan keputusan. Dengan denikian disimpulkan bahwa faktor keyakinan dan sikap merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda. Adapun saran yang dapat diberikan peneliti kepada perusahaan sepeda motor merek Honda adalah: (1) Produsen diharapkan benar-benar memperhatikan kualitas produknya, model/desain dan model arau sistem promosi (pleriklanan) sepeda motor Honda yang dipasarkan. Misalnya dengan mengeluarkan model desain produk dengan tampilan baru dan berbeda dari produk-produk Honda yang ada yang lebih handal dan ramah lingkungan. (2) Dalam memasarkan produk Perusahaan hendaknya lebih memperhatikan sisi psikologis konsumen (motivasi, persepsi, pembelajaran, serta keyakinan dan sikap), dengan melakukan pendekatan dan pengenalan lebih dalam tentang produk Honda serta keunggulan yang dimilikinya kepada masyarakat baik melalui iklan di media cetak ataupun media elektronik atau melakukan pendekatan secara langsung kepada konsumen yang akan melakukan pembelian sepeda motor Honda. Karena terbukti bahwa psikologis konsumen sangat berperan penting dalam pengambilan keputusan pembelian konsumen. (3) Dengan adanaya motivasi masyarakat yang kuat terhadap penggunaan produk honda, hendaknya produsen menggalakkan program-program yang dapat meningkatkan motivasi masyarakat dalam membeli Honda, misalnya dengan melakukan lebih sering program servis gratis bagi pengguna sepeda motor Honda. (4) Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan emneliti lebih dalam tentang faktor psikologis agar mendapat hasil penelitian yang lebih baik.

Perubahan organisasi IKIP MALANG menjadi Universitas Negeri Malang: studi kasus perubahan manajerial perluasan mandat dari institut menjadi universitas / Ghoniyur Rohman

 

Perubahan yang dilakukan oleh organisasi untuk berkembang ditentukan oleh kemampuan organisasi dalam menciptakan perubahan. Perguruan Tinggi dari masa ke masa mengalami perubahan. Perubahan itu terjadi sebagai manifestasi atau wujud dari kemampuannya untuk tetap memenuhi tuntutan lingkungan pendidikan. Tujuan pendidikan tinggi pada dasarnya hendak turut memelihara keseimbangan wacana kehidupan, mengembangkan sistem kelembagaan masyarakat, meningkatkan kadar intelektual dan kedewasaan moral yang harus diselesaikan dengan cara yang lebih profesional. Dalam pengelolaannya, pemerintah senantiasa memberi perhatian serius terhadap pengelolaan pendidikan tinggi (manajemen pendidikan tinggi). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses perubahan organisasi dari IKIP Negeri Malang menjadi Universitas Negeri Malang(UM), maka penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan tahap-tahap IKIP Malang menjadi UM, (2) Mendeskripsikan kebijakan-kebijakan pengembangan UM tahun 1999-2006, (3) Mendeskripsikan strategi pengembangan UM tahun 1999-2006, (4) Mendeskripsikan perkembangan struktur organisasi, dan (5) Mendeskripsikan pembukaan program baru di IKIP Malang setelah berubah menjadi UM. . Pendekatan yang dipilih dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dimulai dengan menyunsun asumsi dasar dan aturan berpikir tersebut selanjutnya diterapkan secara sistematis dalam pengumpulan dan pengolahan data untuk memberikan penjelasan dan argumentasi. Lokasi penelitian ditetapkan di UM Jalan Surabaya 6 Malang. Sebagai informan kunci adalah beberapa Tim Penyunsun Konversi IKIP Malang menjadi UM dan pejabat penting IKIP Malang dan UM yang menjabat pada tahun 1995 sampai dengan tahun 2006. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dicapai dengan teknik: trianggulasi yang meliputi trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Sedangkan teknik kedua menggunakan pengecekan anggota. Dari hasil analisis data diperoleh temuan bahwa terjadi proses perubahan organisasi IKIP Malang menjadi UM sebagai berikut: (1) Perubahan yang terjadi di UM tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan saling terkait dan berlangsung secara terus-menerus sebagai suatu proses perubahan yang direncanakan. Proses perubahan terencana juga ditujukan pula pada aspek pembangunan fisik dan fasilitas, serta pembangunan akademik. Setiap perubahaan organisasi setidaknya mengalami tiga tahap, yakni tahap pertama (akhir IKIP Malang), kedua proses perubahan organisasi di UM berhasil baik. Keberhasilan tersebut sangat ditentukan pada tahap transisi (Renstra Tahap I). Keberhasilan pada tahap tersebut merupakan modal serta memberikan jalan baik untuk proses perubahan berikutnya. Sebaliknya kegagalan pada tahap transisi akan mempersulit proses proses perubahan selanjutnya. (2) Kebijakan pengembangan UM ditetapkan dalam usaha meningkatkan mutu, relevansi, efisiensi, pemerataan, dan akuntabilitas pendidikan tinggi secara nasional. Sejak perluasan mandat dari IKIP menjadi Universitas, UM telah diberi kepercayaan untuk (a) menyelenggarakan program pendidikan akademik dan atau pendidikan profesional dalam sejumlah disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau kesenian tertentu; (b) mengembangkan ilmu pendidikan, ilmu keguruan, serta mendidik tenaga akademik dan profesional dalam bidang kependidikan.(3) UM memiliki kepekaan perkembangan lokal, regional, nasional, dan global. Atas dasar pernyataan tersebut maka dirumuskan visi, misi dan tujuan UM untuk menjadi pedoman dalam pelaksanaan pengembangan UM. Jadi strategi pengembangan UM tahun 2010 difokuskan kepada peningkatan kapasitas organisasi tahap mandiri dan otonom, (4) Proses perubahan organisasi di lingkungan UM berlangsung di semua tingkatan, termasuk struktur organisasi. Tingkatan yang dimaksud adalah (a) tingkatan system, (b) tingkatan organisasi, (c) tingkatan individual atau personal. Perubahan pada tingkatan organisasi adalah perubahan pada struktur sosial dan struktur fisik organisasi yang berwujud penataan struktur formal organisasi yang mengatur hubungan otoritas antara unit organisasi, penempatan, dan pengaturan unsur fisik organisasi. (5) Langkah-langkah pembukaan program studi oleh IKIP Malang adalah wujud tindakan langsung sebagai persiapan pengembangan kelembagaan atau konsekuensi perluasan mandat dari IKIP menjadi Universitas. Dengan kata lain, perluasan mandat IKIP Malang menjadi UM harus semakin mengokohkan program kependidikan karena program kependidikan mendapat topangan dari program nonkependidikan. Maksudnya, IKIP berubah menjadi sebuah perguruan tinggi yang membina beragam program studi yang relevan dengan ilmu kependidikan, atau tetap berpijak pada misi pokok LPTK. Saran yang dapat dikemukakan berdasarkan hasil penelitian, antara lain: (1) Untuk Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Depdiknas), Penanganan pendidikan yang dilakukan pemerintah jangan terkesan sebagai urusan pinggiran. Pendidikan yang sejatinya profesi, ternyata dikelola dengan cara-cara tidak profesional. Macam-macam inovasi, perubahan sistem, diperkenalkan atau diuji-cobakan, tetapi tidak kelihatan pernah dilakukan evaluasi. Oleh karena itu perbaikan secara berkelanjutan menjadi hal yang sangat penting bagi perubahan organisasi di lingkungan perguruan tinggi. (2) Untuk Universitas Negeri Malang, Agar waspada terhadap sikap berpuas diri, melainkan proses perubahan yang terencana sebab lingkungan terus menerus mengalami perubahan sehingga mempertahankan apa yang telah diraih jauh lebih sulit daripada melakukan terobosan awal. (3) Untuk Jurusan Administrasi Pendidikan, Meskipun IKIP Malang telah berubah menjadi Universitas Negeri Malang diharapkan kepada jurusan tetap berpijak pada misi pokok LPTK yaitu mempertajam nilai profesionalisme kependidikan. (4) Untuk Mahasiswa, Hasil penelitian ini dapat dipergunakan sebagai acuan bagi mahasiswa dan peneliti lain untuk meneliti lebih lanjut tentang perubahan organisasi lingkungan perguruan tinggi, namun menggunakan pendekatan dan objek penelitian yang berbeda, sehingga hasilnya akan lebih menyempurnakan penelitian ini.

Penyelesaian sistem persamaan diferensial koefisien konstan dua variabel dengan dua persamaan diferensial menggunakan transformasi laplace / Anang Tri Wahyudi

 

Terdapat metode-metode umum untuk menyelesaikan sistem persamaan diferensial koefisien konstan dua variabel dengan dua persamaan diferensial. Dalam skripsi ini, dibahas aplikasi dari Transformasi Laplace untuk menyelesaikan sistem persamaan diferensial koefisien konstan dua variabel dengan dua persamaan diferensial. Salah satu metode untuk menyelesaikan sistem persamaan diferensial koefisien konstan dua variabel dengan dua persamaan diferensial dengan suatu masalah nilai awal adalah aplikasi dari Transformasi Laplace. Menggunakan transformasi ini, sistem persamaan diferensial koefisien konstan dua variabel dengan dua persamaan diferensial yang ditransformasikan ke dalam sistem persamaan aljabar. Menyelesaikan sistem ini dan menggunakan tabel dari invers dari Transformasi Laplace kita akan memperoleh solusi dari sistem persamaan diferensial koefisien konstan dua variabel dengan dua persamaan diferensial.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkawinan usia muda di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang tahun 2005-2006 / Dwi Damayanti

 

Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) bahagia, sedangkan perkawinan usia muda adalah perkawinan yang dilakukan oleh seorang pria dengan seorang wanita yang masih di bawah umur (pria di bawah 19 tahun, sedangkan wanita di bawah 16 tahun). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) jumlah perkawinan usia muda Kecamatan Wagir Kabupaten Malang, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi perkawinan usia muda, (3) upaya kuat meminimalkan jumlah perkawianan usia muda. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pasangan yang melakukan perkawinan usia muda di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang dari tahun 2005- 2006 sebanyak 504 pasangan sedangkan sampel sebanyak 60 pasangan sekecamatan, adapun teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah Sampel Wilayah atau Area Probability Sample dan Teknik Sampel Proposi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dianalisa secara deskriptif prosentase. Langkah-langkah dalam pelaksanaan penelitian ini adalah: (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan dan (3) tahap pelaporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) jumlah perkawinan usia muda di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang tahun 2005-2006 tertinggi. Tahun 2005 sebesar 57,3%, sedangkan tahun 2006 sebesar 42,7%. Jumlah perkawinan usia muda pada tahun 2005 mengalami penurunan sebesar 14,3%. Usia nikah pria yang terbanyak melakukan perkawinan usia muda adalah usia 18 tahun sebesar 41,7%, sedangkan usia nikah wanita yang terbanyak melakukan perkawinan usia muda berusia 15 tahun sebesar 32%. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi perkawinan usia muda di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang antara lain: (1) Sosial Budaya sebesar 36,6%, (2) Ekonomi sebesar 31,7%, (3) Hukum sebesar 16,7%, dan (4) Adat Istiadat sebesar 15%. Pendidikan tertinggi pria yang banyak melakukan perkawinan usia muda adalah pria yang berpendidikan SMP sebesar 58,3%, demikian pula untuk wanita yang terbanyak melakukan perkawinan usia muda adalah SMP sebesar 75%. Di lihat dari jenis pekerjaan pria yang terbanyak melakukan perkawinan usia muda adalah pekerjaan tukang ojek sebesar 41,7%, sedangkan pekerjaan wanita yang terbanyak melakukan perkawinan usia muda adalah tidak bekerja (pengangguran), ibu rumah tangga sebesar 50%. Hasil penelitian yang ketiga adalah upaya KUA dalam meminimalkan jumlah perkawinan usia muda di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang tahun 2005-2006 yaitu dengan pemberian nasehat pra- nikah dan sosialisasi peraturan-peraturan. Nasehat pra-nikah berisi tentang: (1)bimbingan dan penyuluhan tentang Undangundang Perkawinan no. 1 tahun 1974, (2) munakahat (Hukum Perkawinan Islam), dan (3) KB dan kesehatan. Sedangkan sosialisasi peraturan yang dibuat KUA antara lain dibuatnya peraturan yang isinya melarang pria dan wanita melakukan perkawinan jika usia belum memenuhi syarat, pihak pria dan wanita diharuskan meminta surat ijin pihak Departemen Agama yang tentunya untuk mendapatkan ijin tersebut masih ada syarat lain lagi yang harus dipenuhi. Berdasarkan hasil penelitian di kemukakan saran-saran: (1) Bagi KUA Kecamatan Wagir Kabupaten Malang, perlu mengupayakan lagi usahanya untuk lebih menekan jumlah perkawinan usia muda yang ada dari tahun-tahun agar dalam usaha meminimalkan jumlah perkawinan usia muda dapat berhasil. (2)Bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kecamatan Wagir Kabupaten Malang,hendaknya lebih menyadari akan pentingnya sebuah perkawinan, dengan memaknai dan memahami perkawinan sebagai sesuatu yang suci dan sakral.Dengan demikian masyarakat sadar bahwa perkawinan usia muda tidak layak untuk dilakukan

Hubungan antara persepsi dan sikap kepala sekolah dasar negeri terhadap kelompok kerja kepala sekolah (KKKS) di Kabupaten Ponorogo / Agustina Rahmawati

 

Kepala sekolah sebagai pemimpin sekolah memiliki peran yang penting khususnya bagi peningkatan mutu pendidikan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Kemampuan profesional yang dimiliki oleh seorang kepala sekolah tidak hanya didapat melalui banyaknya teori dan berbagai disiplin ilmu yang dikuasai tetapi juga melalui berbagi pengalaman dengan rekan sejawat dan ahli dalam bidang kepemimpinan pendidikan seperti pengawas dan kepala sekolah lain. Untuk itu pemerintah membentuk suatu wadah perkumpulan Kepala Sekolah yang berfungsi sebagai wadah komunikasi dalam peningkatan kemampuan profesional Kepala Sekolah yang diberi nama dengan KKKS. Wadah tersebut bertujuan untuk meningkatkan keprofesionalan kepala sekolah dalam memberikan bantuan, layanan dan pembinaan kepada guru sehingga berguna bagi perkembangan guru, terciptanya hubungan kerjasama dan komunikasi yang baik antar kepala sekolah, dengan pengawas sekolah. Di samping itu, dapat memberikan pengaruh positif terhadap persepsi dan sikap kepala sekolah mengenai keberadaan organisasi profesi kepala sekolah. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang ” Hubungan Antara Persepsi dan Sikap Kepala Sekolah Dasar Negeri Terhadap Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) di Kabupaten Ponorogo”. Masalah penelitian ini adalah (1) Bagaimana persepsi kepala sekolah SDN terhadap Kelompok Kerja Kepala Sekolah di Kabupaten Ponorogo?, (2) Bagaimana sikap kepala sekolah SDN terhadap Kelompok Kerja Kepala Sekolah di Kabupaten Ponorogo?, (3) Apakah ada hubungan antara persepsi dan sikap terhadap Kelompok Kerja Kepala Sekolah kepala sekolah SDN di Kabupaten Ponorogo? Tujuan penelitian ini adalah, (1) Untuk mendeskripsikan tentang persepsi Kepala Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Ponorogo terhadap Kelompok Kerja Kepala Sekolah; (2) Untuk mendeskripsikan tentang sikap Kepala Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Ponorogo terhadap Kelompok Kerja Kepala Sekolah; (3) Untuk mengetahui hubungan antara persepsi dan sikap kepala sekolah terhadap Kekompok Kerja Kepala Sekolah SDN di Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Populasi penelitian meliputi kepala sekolah SDN di Kabupaten Ponorogo dengan jumlah 604 orang dan sampel 151orang. Instrumen penelitian menggunakan angket. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan : (1) Persepsi kepala sekolah SDN di kabupaten Ponorogo masuk kategori cukup; (2) Sikap kepala sekolah di Kabupaten Ponorogo masuk pada kategori sedang;(3) Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi dan sikap kepala sekolah terhadap KKKS SDN di Kabupaten Ponorogo. Apabila persepsi yang ditunjukkan oleh kepala sekolah sangat baik maka sikap yang ditunjukkan oleh kepala sekolah juga akan tinggi. Begitu sebaliknya apabila persepsi yang ditunjukkan oleh kepala sekolah kurang baik maka sikap yang ditunjukkan oleh kepala sekolah akan rendah. Saran yang dapat disampaikan sebagai berikut: (1) Kepala Dinas Penidikan Kabupaten Ponorogo seyogyanya lebih meningkatkan perhatiannya pada persepsi dan sikap kepala sekolah terhadap Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) salah satu caranya dengan mengeluarkan kebijakan yang dapat meningkatkan citra positif di mata kepala sekolah sehingga kepala sekolah; (2) Kepala sekolah sebagai anggota KKKS dapat melakukan upaya-upaya yang dapat meningkatkan persepsi dan sikap kepala sekolah terhadap KKKS; (3) Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah kajian tentang bidang pendidikan pada mata kuliah organisasi pendidikan; (4) Bagi pengawas SD sebagai pembina KKKS hendaknya lebih meningkatkan pengelolaan KKKS atau lebih mengutamakan aspek-aspek profesional dalam setiap penyelenggaraan kegiatan KKKS terutama memberikan perhatian, pendekatan, penghargaan dari kemajuan yang dicapai serta memberikan umpan balik kepada KKKS terhadap berbagai usaha yang sudah dipantau; (5) Hasil penelitian ini diharapkan dapat diperluas dengan menggunakan rancangan penelitian yang berbeda dan dengan teknik pengumpulan data yang lebih lengkap seperti dengan teknik wawancara mendalam, observasi lapangan secara menyeluruh dan menggunakan dokumentasi.

Kepemimpinan kepala sekolah dalam pengembangan pembelajaran tematik studi kasus di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Malang II / Muiz Zahwan

 

Kepemimpinan kepala sekolah mempunyai peran dan pengaruh yang cukup besar di dalam kehidupan sekolah, walaupun kepala sekolah bukan merupakan seorang pemimpin yang memiliki kekuasaan mutlak dalam lingkungan sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah dalam pengembangan pembelajaran tematik yang secara langsung dengan meningkatkan kemampuan para guru agar dapat mewujudkan tujuan pengembangan pembelajaran tematik tidak terlepas dari persepsi kepala sekolah terhadap pembelajaran tematik, peran kepemimpinan kepala sekolah dalam pengembangan pembelajaran tematik, faktor penghambat dan cara penyelesaiannya, serta faktor pendukung dan pendayagunaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan persepsi kepala sekolah terhadap pembelajaran tematik, peranan kepemimpinan kepala sekolah dalam pengembangan pembelajaran tematik, faktor penghambat dan cara penyelesaiannya, serta faktor pendukung dan pendayagunaannya. Penelitian ini dilakukan di MIN Malang II sebagai salah satu madrasah berstatus negeri dan setingkat sekolah dasar di kota Malang yang pernah meraih prestasi di bidang akademis dan non akademis di tingkat kecamatan, kota/kabupaten Malang dan tingkat propinsi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, jenis studi kasus dengan landasan berpikir fenomenologis. Dalam penelitian ini dilakukan tanpa mengisolasi subjek penelitian dan dilakukan secara langsung di lapangan. Untuk mengumpulkan data yang relevan guna menjawab fokus penelitian, maka skripsi ini menggunakan beberapa teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Kesimpulan penelitian ini adalah, Persepsi kepala madrasah terhadap pembelajaran tematik dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan dari pembelajaran sebelumnya dan ada kelebihan yang akan didapat dari pelaksanaan dan pengembangan pembelajaran tematik. Peran kepala madrasah dalam pengembangan pembelajaran tematik adalah (1) mengarahkan dan membimbing guru dalam menyusun silabus dan RPP; (2) mengikutkan guru dalam diklat; (3) memberikan buku-buku tematik kepada guru; dan (4) mensosialisasikan pembelajaran tematik kepada orang tua. Faktor-faktor penghambat dan cara mengatasi dalam pengembangan pembelajaran tematik di MIN Malang II, yaitu: a) minimnya buku-buku pembelajaran tematik; b) pemahaman dan kemampuan guru tentang pembelajaran tematik masih rendah; dan c) kurangnya pemahaman orang tua terhadap pembelajaran tematik. Cara mengatasi yaitu dengan: a) menggunakan buku yang ada; b) mengupayakan buku pembelajaran tematik, guru mengembangkan buku ajar sendiri; c) mengikutsertakan guru dalam pelatihan; d) mengaktifkan KKG; e) membimbing dan memantau guru; dan f) mensosialisasikan pembelajaran tematik kepada orang tua siswa. Faktor-faktor pendukung yang ada yaitu: a) madrasah memiliki kurikulum yang sudah siap digunakan untuk tiap semester; b) banyaknya diklat-diklat pembelajaran tematik; c) masih aktifnya KKG; dan d) dukungan penuh dari para guru. Faktor-faktor pendukung didayagunakan sebagai berikut: a) penggunaan kurikulum yang tesedia; b) mengikuti diklat pembelajaran tematik; c) mengoptimalkan KKG untuk diskusi dan perbaikan kinerja guru; dan d) dukungan dari guru untuk memotivasi dan menyatukan pendapat. Berdasarkan penelitian ini, dapat disarankan kepada kepala sekolah agar selalu berusaha meningkatkan kompetensi dan kemampuan mereka agar dapat menjadi pemimpin pendidikan yang profesional. Diharapkan para guru pengajar tematik di MIN Malang II sebagai madrasah ibtidiyah negeri dapat meningkatkan wawasan dan kemampuan dalam pembelajaran tematik dengan tetap mempertimbangkan karakteristik dan potensi yang dimiliki.

Developing a pragmatics workbook for English Department students of Muhammadiyah University of Bengkulu / Sinarman Jaya

 

Aplikasi dekomposisi nilai singular untuk menyelesaikan sistem persamaan linier / Otik Mulyantiningsih

 

Matriks merupakan susunan persegi panjang dari bilangan-bilangan real yang terdiri dari baris-baris dan kolom-kolom. Matriks seringkali digunakan untuk menyelesaikan suatu persamaan linier. Beberapa metode yang sering digunakan di dalam menyelesaikan sistem persamaan linier dengan matriks adalah Penyulihan Maju, Penyulihan Mundur, ataupun Dekomposisi LU, Pendiagonalan Matriks, Dekomposisi Nilai Singular. Dalam skripsi ini hanya akan dibahas Metode Dekomposisi Nilai Singular. Dekomposisi Nilai Singular, suatu matriks A dapat difaktorkan U = Matriks ortogonal , ∑ = Matriks diagonal yang semua entri di luar diagonalnya nol dan elemen-elemen diagonalnya memenuhi , V = Matriks ortogonal n x n

Hubungan tingkat pendidikan dan pelatihan dengan kinerja profesional guru bidang studi SMA Negeri se-Kota Blitar / Arie Mey Dhiana

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 |