Pengaruh scientific approach terhadap keterampilan geografi siswa kelas X SMA Negeri 1 Batu / Aimatus Sholihah

 

Sholihah, Aimatus.2014. Pengaruh Scientific Approach terhadap Keterampilan Geografi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Budi Handoyo, M.Si, (2) Purwanto, S.Pd, M.Si Kata Kunci: Scientific Approach, Keterampilan Geografi     Pembelajaran Geografi menekankan aspek hafalan-hafalan tempat, ruang, penduduk dan interaksinya, selain itu menyiapkan peserta didik yang memiliki keterampilan, cakap berpikir  dalam pemecahan masalah (skills), dan memiliki sikap dan nilai-nilai positif (attitudes and values). Salah satu permasalahan yang ada pada saat ini yaitu rendahnya keterampilan geografi. Keterampilan Geografi yang dimiliki siswa akan membantu menerapkan pengetahuan, pemahaman serta menganalisis permasalahan. Scientific Approach salah satu metode yang digunakan dalam proses pembelajaran dan didalamnya mencakup komponen: mengamati, menanya, mengasosiasi, mencoba, dan mengkomunikasikan.     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh scientific approach terhadap keterampilan geografi siswa kelas X SMA Negeri 1 Batu. Metode penelitian ini menggunakan penelitian quasi eksperiment. Desain penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) ini adalah pretest-postest control group design. Perlakuan pada kelas eksperimen menggunakan scientific approach, sedangkan pada kelas kontrol diberikan perlakuan dengan metode ceramah dan diskusi. Data dikumpulkan dengan cara pretest dan postest. Analisis data dalam penellitian ini menggunakan uji t (t-test) untuk sampel mandiri (independent sampel).     Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sig. (2-tailed) adalah 0,000< 0,05 sehingga H0 ditolak, ini berarti ada pengaruh scientific approach terhadap keterampilan geografi siswa kelas X SMA Negeri 1 Batu. Hal ini juga dibuktikan dengan nilai gain score antara kelas kontrol dan kelas eksperimen yang diperoleh masing-masing 14,43 dan 22,27. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan geografi siswa antara sebelum dan sesudah adanya perlakuan terhadap kelas kontrol dan kelas eksperimen. Namun dalam pelaksanaannya, harus diperhatikan hal-hal yang penting setiap tahapan scientific approach dan perlu adanya pengelolaan waktu yang baik agar scientific approach dapat terlaksana dengan baik.     

Pengaruh sarana dan prasarana belajar pada kelas RSBI terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Pare Kediri (STudi pada mata pelajaran IPS) / Putri Nurrindra Purwidian

 

ABSTRAK Purwidian, Putri Nurrindra. 2010. Pengaruh Sarana Dan prasarana Belajar Pada Kelas RSBI Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Pare Kediri (Studi Pada Mata Pelajaran IPS). (1). Drs. Mardono, M.Si. (2). Dra. Lisa Rokhmani, M.Si. Kata Kunci : Sarana dan Prasarana Belajar, Prestasi Belajar. Dalam suatu proses belajar mengajar, sarana dan prasarana belajar merupakan salah satu penunjang suatu proses belajar mengajar. Seorang siswa dalam melakukan aktivitas belajar memerlukan adanya dorongan tertentu agar kegiatan belajarnya dapat menghasilkan prestasi belajar yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Untuk dapat meningkatkan prestasi belajar siswa yang maksimal, tentunya perlu diperhatikan berbagai faktor yang membangkitkan para siswa untuk belajar dengan efektif. Hal tersebut dapat ditingkatkan apabila ada sarana penunjang, yaitu faktor sarana dan prasarana belajar dan dapat memanfaatkannya dengan tepat dan seoptimal mungkin. Dalam hal ini usaha-usaha yang dilakukan SMP Negeri 2 pare dalam upaya meningkatkan kualitas pengajaran melalui penyediaan sarana dan prasarana belajar yang dimiliki terutama pada kelas RSBI yaitu dengan cara penataan ruang kelas yang lebih nyaman, pengadaan media pembelajaran yang lebih lengkap, pembenahan fasilitas perpustakaan dan lebih melengkapi koleksi buku-buku pelajaran yang dibutuhkan siswa, serta penyediaan sarana internet gratis. Penelitian pendidikan dalam skripsi ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang : (1). Kondisi sarana dan prasarana belajar (ruang kelas, media pembelajaran, perpustakaan dan laboratorium komputer) di SMP Negeri 2 Pare. (2). Prestasi belajar siswa kelas VIII RSBI tahun ajaran 2009/2010 di SMP Negeri 2 Pare pada mata pelajaran IPS. (3). Pengaruh adanya sarana dan prasarana belajar (ruang kelas, media pembelajaran, perpustakaan dan laboratorium komputer) di SMP Negeri 2 Pare terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII RSBI tahun ajaran 2009/2010 pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII RSBI SMP Negeri 2 Pare yang berjumlah 48 siswa, semua siswa dijadikan responden sehingga penelitian ini disebut penelitian populasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode angket dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif yang digunakan untuk mengetahui keadaan sarana dan prasarana belajar pada kelas RSBI SMP Negeri 2 Pare dan keadaan prestasi belajar IPS kelas VIII RSBI di SMP Negeri 2 Pare. Uji hipotesis menggunakan analisis regresi linier sederhana yaitu digunakan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh sarana dan prasarana belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII RSBI di SMP Negeri 2 Pare secara parsial. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1). Keadaan ruang kelas RSBI di SMP Negeri 2 Pare tergolong dalam kategori baik yang dinyatakan oleh 60,42 % siswa. (2). Keadaan media pembelajaran pada kelas RSBI di SMP Negeri 2 Pare tergolong dalam kategori baik yang dinyatakan oleh 39,58 % siswa. i ii (3). Keadaan perpustakaan di SMP Negeri 2 Pare tergolong dalam kategori baik yang dinyatakan oleh 56,25 % siswa. (4)Keadaan laboratorium komputer di SMP Negeri 2 Pare tergolong dalam kategori sangat baik yang dinyatakan oleh 60,42 % siswa. (5). Keadaan sarana dan prasarana belajar secara umum pada kelas RSBI di SMP Negeri 2 Pare tergolong dalam kategori sangat baik yang dinyatakan oleh 47,92 % siswa. (6). Prestasi belajar pada mata pelajaran IPS siswa kelas VIII RSBI SMP Negeri 2 Pare tergolong dalam kategori sangat baik yang diperoleh dari 56,25 % siswa, dimana masing-masing siswa memperoleh nilai antara 83 sampai dengan 91. (7). Sarana dan prasarana belajar mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas VIII RSBI SMP Negeri 2 Pare, hal ini terbukti dari signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai R square adalah sebesar 0,935. Hal ini berarti 93,5 % perubahan variabel prestasi belajar disebabkan oleh perubahan variabel sarana dan prasarana belajar, sedangkan sisanya sebesar 6,5 % disebabkan oleh variabel bebas lainnya. Hal ini disebabkan karena belajar adalah suatu proses yang komplek sehingga dipengaruhi oleh banyak faktor, sedangkan yang diteliti dalam penelitian ini hanya satu variabel bebas yaitu sarana dan prasarana belajar. Kepada pihak sekolah hendaknya selalu memperbaiki dan meningkatkan sarana dan prasarana belajar yang ada, terutama sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran secara langsung, seperti ruang kelas, apabila terdapat ketidak layakan perlengkapan yang ada di kelas hendaknya untuk segera diganti atau diperbaiki. Apabila media pembelajaran sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya hendaknya untuk segera diperbaiki. Koleksi buku-buku di perpustakaan hendaknya selalu ditambah sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Peralatan yang ada di laboratorium komputert hendaknya selalu dijaga atau dirawat agar bias digunakan sebagaimana mestinya, karena sarana dan prasarana belajar tersebut sangat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Kepada para guru hendaknya dapat memanfaatkan sarana dan prasarana belajar yang telah disediakan oleh sekolah secara optimal dalam setiap proses belajar mengajar. Kepada para siswa hendaknya dapat ikut serta meningkatkan pemanfaatan penggunaan sarana dan prasarana belajar yang tersedia dengan semaksimal mungkin dan ikut serta menjaga sarana dan prasarana belajar yang telah ada dengan tidak merusak atau menggunakannya secara sembarangan. Kepada para peneliti yang bermaksud mengadakan penelitian yang berkaitan dengan topik atau tema penelitian ini, maka hendaknya menambah variabel yang akan diteliti karena ada banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, diantaranya faktor internal yang meliputi faktor jasmani dan faktor psikologi. Sedangkan untuk faktor eksternal meliputi faktor keadaan lembaga sekolah, faktor lingkungan keluarga dan masyarakat serta faktor sarana dan prasarana belajar yang telah diteliti dalam penelitian ini.

Analisis plagiarisme dalam penulisan skripsi mahasiswa program studi S1 Pendidikan Ekonomi Pembangunan tahun 2010-2014 Universitas Negeri Malang / Pramita Lidya Yanuarista

 

ABSTRAK Yanuarista, Pramita Lidya. 2015. Analisis Plagiarisme dalam Penulisan Skripsi Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi Pembangunan Tahun 2010-2014 Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hari Wahyono,M.Pd. (2) Dr. Dwi Wulandari,S.E,M.M. Kata Kunci: Plagiarisme, skripsi, penelitian kepustakaan Diperguruan tinggi khususnya pada jenjang Strata Satu (S-1), mahasiswa dilatih untuk menghasilkan sebuah karya ilmiah yang disebut skripsi. Skripsi merupakan sebuah karya ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa sebagai syarat kelulusan pada jenjang pendidikan Strata Satu (S-1) yang di dalamnya mengandung sebuah filosofis dari penelitian yang objektif terhadap suatu permasalahan disertai dengan tinjauan analisis berdasarkan metodologi penelitian tertentu yang digunakan untuk memecahkan permasalahan tersebut secara teoritis serta dapat dipertanggung jawabkan keasliannya. Tetapi dalam menulis sebuah karya ilmiah masih banyak mahasiswa yang melakukan tindak plagiarisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan penelitian yang bersifat naturalistik. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa skripsi mahasiswa S1 Pendidikan Ekonomi Pembangunan tahun 2010 hingga 2014. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kepustakaan. Analisis data dalam kajian pustaka ini adalah analisis isi, yang merupakan bentuk analisis yang digunakan untuk memberikan gambaran mengenai suatu bentuk obyek penelitian, yang bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk plagiarisme dan tata letak tindak plagiarisme pada susunan skripsi mahasiswa pendidikan ekonomi pembangunan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat 3 kategori bentuk plagiarisme dalam masing-masing skripsi dari bab 1,bab 2, dan bab 3. Tingkat plagiarisme paling tinggi yang sering dilakukan mahasiswa pada bab 1 adalah plagiarisme langsung dengan tingkat prosentase hingga 57,69%, kedua tingkat plagiarisme karena kutipan tidak jelas dengan tingkat prosentase hingga 9,52%, dan tingkat plagiarisme mosaik dengan tingkat prosentase hingga 38,46%. Pada bab 2 adalah plagiarisme langsung dengan tingkat prosentase hingga 86,79%, kedua tingkat plagiarisme karena kutipan tidak jelas dengan tingkat prosentase hingga 15,79% dan tingkat plagiarisme mosaik dengan tingkat prosentase hingga 5,66%. Pada bab 3 adalah plagiarisme langsung dengan tingkat prosentase hingga 62,50%, dan tingkat plagiarisme mosaik dengan tingkat prosentase hingga 22,22%. Universitas Negeri Malang disarankan menentukan kebijakan dan pengambilan keputusan sebagai langkah prefentif penanganan kasus plagiarisme di lingkungan kampus secara holistik dan menyeluruh sehingga menghasilkan lulusan yang memiliki kualitas intelektual dan kecakapan moral yang baik. Bagi Fakultas Ekonomi Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi disarankan mengadakan alat pendeteksi plagiarisme,mewajibkan setiap hasil penulisan karya ilmiah untuk dimuat ke dalam jurnal nasional maupun internasional serta merestrukturisasi dan memperbaharui database skripsi mahasiswa dan kelengkapannya dalam bentuk softcopy dan hardcopy. Bagi mahasiswa disarankan menjunjung tinggi nilai moral dan nilai kejujuran dalam menyusun skripsi berdasarkan kaidah keilmuan dan penulisan skripsi yang bisa dipertanggungjawabkan keasliannya.

Sejarah paguyuban wayang kulit "Setio Laras" 1978-2012 Dusun Rembu Desa Japanan Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto / Ika Wulan Actisya

 

Actisya, Ika Wulan. 2014. Sejarah Paguyuban Wayang Kulit “Setio Laras” 1978-2012 Dusun Rembu Desa Japanan Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto. Skripsi, Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing; (1) Drs. I Wayan Legawa, M.Si. (II) Drs. Irawan, M.Hum. Kata Kunci: Wayang Kulit, Paguyuban “Setio Laras”, Mojokerto      Kesenian wayang kulit merupakan salah satu kesenian tradisional yang mampu bertahan di dalam era globalisasi. Salah satu paguyuban yang bergerak dalam melestarikan kesenian wayang kulit di Kabupaten Mojokerto adalah paguyuban “Setio Laras”. Paguyuban “Setio Laras” didirikan pada tahun 1978 oleh Bapak Hadi Suparto. Penelitian ini ditekankan tentang perkembangan dari paguyuban “Setio Laras” mulai dari awal berdiri hingga tahun 2012. Perkembangan paguyuban ini menarik untuk dikaji, karena mampu bertahan dalam persaingan dengan budaya modernisasi.     Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) Bagaimana latar belakang berdirinya paguyuban “Setio Laras” di Kabupaten Mojokerto? (2) Bagaimana perkembangan paguyuban “Setio Laras” (1978-2012) di Kabupaten Mojokerto?. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan sejarah berdirinya paguyuban “Setio Laras” serta perkembangannya dalam dunia seni pertunjukkan tahun 1978-2012.     Penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian sejarah. Metode penelitian sejarah terdiri dari lima tahapan yaitu (1) pemilihan topik, (2) heuristik yaitu tahapan untuk pengumpulan data baik primer maupun sekunder, (3) kritik sumber atau verifikasi yaitu tahapan untuk menguji keabsahan sumber yang diperoleh, (4) interpretasi yaitu penggambaran data dan informasi yang sudah diolah agar mudah dipahami, (5) historiografi tahapan dalam penyajian data penelitian secara sistematis.     Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa berdirinya paguyuban “Setio Laras” tidak lepas dari peran Bapak Hadi Suparto. Kecintaan beliau terhadap seni pewayangan yang mendorong beliau untuk belajar mendalang dengan cara nyantrik di dalang senior. Faktor ekonomi juga mempengaruhi pilihan beliau untuk menjadi cantrik dari Dalang Suleman. Perkembangan paguyuban “Setio Laras” pada tahun 1984 hingga tahun 1990an berada pada masa kejayaannya. Perkembangan paguyuban ini sempat mengalami kemunduran akibat dari adanya masuknya video layar tancap pada tahun 1994 dan krisis moneter 1997. Pengakuan UNESCO pada tahun 2003, tidak membawa perubahan dalam perkembangan paguyuban ini. Paguyuban ini mulai mengalami peningkatan dari tahun 2010 hingga 2012, berkat upaya yang dilakukan oleh Bapak Hadi Suparto dengan mengikuti sarasehan yang diadakan oleh pemerintah.     Saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat membahas keberadaan paguyuban sebagai organisasi yang bergerak untuk komersialisasi kesenian wayang kulit. Selain itu keberadaan paguyuban yang mulai terpinggirkan dalam era globalisasi menarik untuk dikaji. Perubahan sosial yang terjadi di dalam masyarakat telah mempengaruhi makna dari keberadaan paguyuban.

Efektivitas penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran ekonomi di SMA Islam Malang / Lukman Efendi

 

ABSTRAK Efendi, Lukman. 2009. Efektivitas Penggunaan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournament) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPS Pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Islam Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakulas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Drs. Prih Hardinto, M.Si.,(II) Drs. Mardono, M.Si. Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif, TGT (Teams Games Tournament), Hasil Belajar Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu alternatif strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk menstimulus siswa agar terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran kooparatif mampu menciptakan pembalajaran yang dapat mengajak siswa satu dan siswa yang lainnya saling berinteraksi serta aktif dalam bertukar pengetahuan dalam kelompok untuk meningkatkan motivasi serta hasil belajarnya. Salah satu pembelajaran kooperatif yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament ). Dalam pembelajaran model ini siswa tidak hanya mendengarkan guru yang sedang mengajar yang sering kali membuat siswa bosan dan bahkan menjadi pasif, tetapi di TGT ini siswa diajarkan untuk mengeluarkan pendapat dan melatih kemampuan siswa yang nantinya dapat meningkatkan hasil belajar dalam pelajaran ekonomi. Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan dan menganalisis hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Islam Malang yang diberi pengajaran dengan menggunakan metode pembelajaran ceramah (2) Mendeskripsikan dan menganalisis hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Islam Malang yang diberi pengajaran dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) (3) Mendeskripsikan dan menganalisis efektifitas penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Islam Malang. Penelitian ini dilakukan di SMA Islam Malang dari bulan September sampai November 2009. yang menjadi subjek penelitian adalah kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 3 sebagai kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan metode TGT, sedangkan pada kelas kontrol diberi perlakuan dengan menggunakan metode ceramah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu. Teknik pengumpulan data melalui tes (pretest dan posttest), lembar observasi dan angket. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data hasil belajar. Analisis data hasil belajar dilakukan dengan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji-t Setelah kedua kelas diberi perlakuan berbeda, maka dilakukan pengujian hipotesis penelitian dengan uji t terhadap nilai gain score (selisih antara nilai pretest dan postest) sebagai hasil belajar siswa. Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen yang menggunakan metode TGT dan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah, hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikasi 0,042 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) di SMA Islam Malang lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran ekonomi dibandingkan dengan penggunaan metode pembelajaran ceramah Saran yang dapat peneliti sampaikan antara lain (1) dalam menyampaikan suatu materi hendaknya guru mencoba menerapkan beberapa macam metode pembelajarn kooperatif, salah satu diantaranya adalah metode TGT agar tidak monoton dengan metode ceramah yang bisa juga menimbulkan rasa jenuh bagi siswa. Model pembelajaran TGT ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif proses pembelajaran di kelas untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa (2) dalam menerapkan metode pembelajaran TGT hendaknya guru harus mengalokasikan waktu dengan sebaik mungkin agar tujuan pembelajaran dapat tercapai (3) Guru hendaknya memberi pengawasan penuh pada saat proses diskusi berlangsung agar proses belajar kelompok dapat benar-benar kooperatif (4) Bagi guru yang belum pernah dan ingin menerapkan pembelajaran kooperatif tipe TGT hendaknya dibantu oleh beberapa observer, sehingga guru dapat mengetahui kekurangan dari pembelajaran yang disampaikan dan selanjutnya dilakukan perbaikan-perbaikan.

Strategi promosi kelompok bermain dalam meningkatkan minat pendaftar (Studi kasus di sekelompok bermain Sunan Ampel Pujon) / Pri Retno Wiji Asih

 

ABSTRAK Wijiasih, Pri Retno.2009.Strategi Promosi Kelompok Bermain dalam Meningkatkan Minat Pendaftar (studi kasus di kelompok bermain Sunan Ampel Pujon). Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (l) Drs. Kentar Budhojo, M.Pd, (II) Dra. Umi Dayati, M.Pd. Kata Kunci : Strategi, promosi, kelompok bermain Strategi promosi sebuah lembaga pendidikan merupakan sebuah tantangan bagi semua lembaga pendidikan anak usia dini. Sebuah promosi dibutuhkan untuk mengikuti persaingan dalam hal memperoleh calon ana k antara lembaga pendidikan yang ada. Peraturan Pemerintah RI nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Pendidikan N asional pasal 1, menjelaskan bahwa standar pendidikan meliputi standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan pra sarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan pendidikan, dan standar penilaian pendidikan. Kelompok bermain Sunan Ampel merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang beralamatkan di jalan Abdulmanan Wijaya nomor 256 P ujon. Perkembangan jumlah anak didik yang mendaftar dikelompok bermain ini menunjukkan jumlah peningkatan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi promosi yang dilakukan kelompok bermain Sunan Ampel Pujon dalam meningkatkan pendaftar yang masuk. Jenis metode yang dipergunakan dalam peneli tian ini adalah deskriptif kuantatif. Populasi yang diambil adalah 5 orang pendidik dan tenaga kependidikan serta 25 orang sampel dari orang tua wali murid.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas dari strategi -strategi promosi yang dijalankan kelompok bermain Sunan Ampel tergantung dari tanggapan masyarakat sekitar lembaga. Jadi dalam penyusunan strategi -strategi promosi harus disesuaikan dengan karakteristik masyarakat sekitar yang menjadi sasaran promosi. Strategi promosi yang diterapkan kelompok bermain Sunan Ampel meliputi bidang sarana dan prasarana, kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, kompetensi anak didik, pengelolaan kurikulum pembelajaran, biaya pendidikan dan hubungan antara lembaga dengan mitra dan masyarakat. Strategi promosi yang diterapkan di kelompok bermain Sunan Ampel dilakukan dengan sosialisasi langsung seperti pada kegiatan PKK, pengajian umum, arisan dan perkumpulan-perkumpulan lain dan melalui media -media promosi seperti brosur, pamflet, dan baliho. Selain itu ada trik-trik lain yang dijalankan yaitu dengan open house dan membuka kelas pra kelompok gratis sebelum masa penerimaan peserta didik baru. Hampir semua strategi promosi yang dijalankan kelompok bermain Sunan Ampel efektif dalam meningkatkan minat pendaftar yang masuk, kecuali pada kurikulum pembelajaran. Sebagian dari orang tua anak didik kurang memperhatikan kurikulum pembelajarannya t etapi lebih memperhatikan bagaimana hasil kompetensi anak didik yang dihasilkan dari proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini, d apat disarankan pada Jurusan PLS hendaknya dapat membantu mempromosikan program pendidikan anak usia dini agar dapa t meningkatkan jumlah peserta didiknya. Untuk pengelola kelompok bermain, adanya penelitian ini maka dapat mengembangkan efektivitas dari strategi -strategi promosi yang diterapkan sehingga berdampak pada peningkatan mutu pendidikan serta peningkatan jumlah pendaftar yang masuk. Bagi dinas pendidikan kecamatan Pujon, agar hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan dalam menjembatani proses sosialisasi kepada masyarakat dalam meningkatkan minat orang tua untuk mengikutsertakan anak di dalam pendidikan an ak usia dini khususnya di wilayah kecamatan Pujon.

Motivasi mahasiswa jurusan pendidikan jasmani dan kesehatan memilih program matakuliah pilihan kepelatihan renang Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang / Satria Adi Murdani

 

ABSTRAK Murdani, Satria Adi. Januari 2010. Motivasi Mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Memilih Program Matakuliah Pilihan Kepelatihan Renang Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang Tahun 2009. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sulistyorini, M.Pd, (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: motivasi, kepelatihan renang. Kepelatihan renang merupakan salah satu matakuliah pilihan terdiri 3 sks dan 6 js, yang harus ditempuh oleh mahasiswa untuk prasyarat kelulusan di Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji motivasi mahasiswa yang memilih program matakuliah kepelatihan dalam mengikuti kepelatihan renang di Kolam Renang Lembah Dieng dan Kolam Renang Jasdam sebagai salah satu kolam renang yang dipergunakan untuk perkuliahan T&P renang 1 dan 2 maupun kepelatihan renang Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang Populasi Penelitian ini adalah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Memilih Program Matakuliah Pilihan Kepelatihan Renang Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang Angkatan 2006 tahun 2009, tetapi yang di ambil sampel hanya 30 orang. Hasil penelitian 48,08% mahasiswa kepelatihan renang termotivasi secara intrinsik, 29,42% termotivasi secara ekstrinsik, dan 22,5% termotivasi secara intrinsik dan ekstrinsik dalam mengikuti kepelatihan renang Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa yang mengambil kepelatihan renang di Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang tahun 2009 termotivasi secara intrinsik. Peneliti menyarankan agar (1) Mahasiswa yang menempuh kepelatihan renang harus sesuai dengan bidang dan kemampuannya. (2) Hasil penelitian ini, diharapkan bisa menjadi acuan bagi Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang dalam memberikan bekal dan keterampilan pada mahasiswa secara efektif dan efisien cabang olahraga renang setelah lulus dari Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. (3) Untuk memperoleh hasil yang lebih baik, diharapkan ada peneliti lain yang mengadakan pengamatan lebih lanjut dengan menambah variabel dan indikator pernyataan serta jumlah sampel penelitian dan dilakukan uji perbandingan hasil dengan penelitian ini.

Pengaruh pembelajaran Search Solve Create and Share (SSCS) terhadap motivasi, hasil belajar, dan retensi siswa kelas X SMA Malang pada pembelajaran biologi / Fatia Rosyida

 

Rosyida, Fatia. 2014. Pengaruh Pembelajaran Search Solve Create and Share (SSCS) terhadap Motivasi, Hasil Belajar, dan Retensi Siswa Kelas X SMA Malang pada Pembelajaran Biologi. Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Matermatika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. A. Duran Corebima. M. Pd., (2) Dra. Eko Sri Sulasmi, M. S. Kata Kunci: Pembelajaran SSCS, Motivasi, Hasil Belajar, Retensi Masalah yang banyak ditemukan dari beberapa penelitian adalah masih rendahnya motivasi, hasil belajar, dan retensi siswa. Hasil observasi di SMAN 1 Malang menunjukkan pembelajaran Biologi di SMAN 1 Malang sudah meng-gunakan model pembelajaran yang bervariasi, tetapi masih belum dapat me-ningkatkan hasil belajar siswa. Siswa kurang tertarik dan merasa bosan dengan pembelajaran Biologi, karena mereka beranggapan pembelajaran Biologi meng-hafal materi. Motivasi belajar masih rendah mengakibatkan hasil belajar dan retensi belajar menurun. Salah satu cara untuk memecahkan permasalahan dengan menggunakan pembelajaran SSCS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran SSCS terhadap motivasi, hasil belajar, dan retensi siswa. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Malang semester genap tahun ajaran 2013/2014. Populasi mencakup seluruh siswa SMAN 1 Malang Kelas X MIA tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 8 kelas. Sampel penelitian siswa kelas X MIA 2 yang berjumlah 30 orang dan siswa kelas X MIA 3 yang berjumlah 30 orang sebagai kelas eksperimen. Rancangan penelitian menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian Pretes-Postest Nonequivalent Control Group Design. Data motivasi diperoleh dari angket motivasi yang dianalisis dengan anakova dan lembar observasi motivasi dianalisis dengan anova. Data hasil belajar kognitif yang diperoleh dari hasil pretes dan postes dianalisis dengan Anakova. Data hasil belajar psikomotor diperoleh dari lembar pengamatan psikomotor siswa dianalisis secara deskriptif. Data retensi belajar diperoleh dari hasil postes dan tes retensi dianalisis dengan anakova.     Hasil analisis data angket motivasi dan lembar observasi motivasi diperoleh Sig. p < 0,05. Berdasarkan angket peningkatan motivasi pada pembelajaran SSCS lebih tinggi sebesar 5,12% dibandingkan pada pembelajaran konvensional, sedangkan berdasarkan lembar observasi motivasi menunjukkan 50,79% lebih tinggi daripada pembelajaran konvensional. Analisis data hasil belajar kognitif diperoleh Sig. p < 0,05. Hasil belajar kognitif pada pembelajaran SSCS lebih tinggi 44,959% dibandingkan pada pembelajaran konvensional, sedangkan hasil belajar psikomotor pada pembelajaran SSCS lebih tinggi 2,8 % dibandingkan pada pembelajaran konvensional. Analisis data hasil retensi siswa diperoleh Sig. p > 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran SSCS berpengaruh terhadap motivasi, hasil belajar kognitif, hasil belajar psikomotor, tetapi tidak berpengaruh terhadap retensi belajar siswa. Saran pembelajaran SSCS harus lebih sering diterapkan dalam pembelajaran agar siswa lebih mengembang-kan kemampuan bernalar, berpikir, dan memahami konsep.

Skrining fitokimia dan penentuan aktivitas antioksidan serta kandungan total fenol ekstrak buah labu siam (Sechium edule (Jacq.)Sw.) / Kurratul Aini

 

Aini, Kurratul. 2014. Skrining Fitokimia dan Penentuan Aktivitas Antioksidan serta Kandungan Total Fenol Ekstrak Buah Labu Siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.). Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Betty Lukiati, M.S., (II) Balqis, S.pd, M.Si. Kata kunci: skrining fitokimia, aktivitas antioksidan, total fenol, labu siam     Antioksidan adalah senyawa kimia yang dapat menyumbangkan satu atau lebih elektron kepada radikal bebas. Radikal bebas bersifat sangat reaktif dan mampu mengoksidasi senyawa biologi seperti karbohidrat, DNA, lipid dan protein. Antioksidan dibedakan menjadi antioksidan sintetik dan antioksidan alami berdasarkan sumber perolehannya. Beberapa penelitian membuktikan bahwa penggunaan antioksidan sintetik tidak aman bagi kesehatan, karena dapat bersifat karsinogenik. Antioksidan alami yang dapat diperoleh dari buah dan sayur saat ini banyak digunakan sebagai alternatif pengganti antioksidan sintetik. Buah labu siam merupakan salah satu contoh yang oleh masyarakat saat ini banyak digunakan sebagai bahan obat tradisional untuk penyakit diabetes. Buah labu siam ini berpotensi sebagai antioksidan alami.     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) kandungan senyawa aktif, (2) melakukan uji aktivitas antioksidan, dan (3) mengetahui kandungan total fenol dalam ekstrak buah labu siam. Kandungan senyawa aktif ekstrak labu siam dapat diketahui melalui skrining fitokimia dengan menggunakan reagen tertentu. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode spektrofotometri pada panjang gelombang 517 nm dengan menggunakan difenilpikril hidrazil (DPPH) sebagai radikal bebas. Kandungan total fenol ekstrak buah labu siam dilakukan dengan metode spektrofotometri pada panjang gelombang 360 nm dengan menggunakan reagen asam sulfanilat.     Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah labu siam mengandung senyawa alkaloid, fenol, dan flavonoid, tetapi tidak terdeteksi mengandung senyawa golongan terpenoid. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah labu siam diketahui memiliki kekuatan yang lemah dengan nilai IC50 sebesar 191,554 µg/mL. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh kandungan total fenol ekstrak labu siam yang sangat rendah, yakni sebesar 0,78%. Saran untuk penelitian selanjutnya, sebaiknya digunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) untuk skrining fitokimia sehingga dapat diperoleh macam kandungan senyawa aktif yang lebih akurat. Pemeriksaan uji kuantitatif alkaloid dapat dilakukan dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dilanjutkan dengan densitometer atau menggunakan High Performance Liquid Cromatography (HPLC) dengan detektor spektrofotometer, disamping itu untuk ekstraksi bisa dibandingkan dengan menggunakan pelarut lain seperti metanol, n-butanol, dan etil asetat.

Tindak tutur pujian guru dalam interaksi pembelajaran di SMK Yos Sudarso / Falentinus Bata

 

Bata, Falentinus. 2014. Tindak Tutur Pujian Guru dalam Interaksi Pembelajaran di SMK Yos Sudarso Ende. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Roekhan, M.Pd., (II) Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd. Kata Kunci: tindak tutur pujian guru, interaksi pembelajaran.     Interaksi yang baik dilakukan guru terhadap peserta didik merupakan esensi dari sebuah pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas, tanggung jawab guru selain memberikan pengetahuan, juga motivasi atau rangsangan yang berfungsi sebagai pengarah demi ketercapaian apa yang menjadi harapan. Keberhasilan dalam sebuah pembelajaran sangat bergantung pada usaha guru membangkitkan motivasi belajar murid. Salah satu cara membangkitkan motivasi belajar dalam kegiatan pembelajaran adalah dengan memberikan pujian. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) mendeskripsikan wujud tindak tutur pujian guru dalam interaksi pembelajaran di SMK Yos Sodarso Ende, (2) fungsi tindak tutur pujian guru dalam dalam interaksi pembelajaran di SMK Yos Sudarso, dan (3) modus tindak tutur pujian guru dalam interaksi pembelajaran di SMK Yos Sudarso Ende. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif, yaitu sasaran penelitian dideskripsikan sacara faktual dan alamiah. Di maksudkan dengan alamiah adalah fenomena yang menjadi sasaran penelitian ini tidak dirancang untuk membuat perlakuan terhadap subjek. Data yang dikumpulkan dideskripsi dengan menggunakan kata-kata dan tidak menggunakan angka-angka. Dengan demikian maka penelitian terhadap tindak tutur pujian guru dalam interaksi pembelajaran digolongkan penelitian berpendekatan kualitatif. Penelitian ini meneliti tindak tutur pujian guru berinteraksi dengan siswa. Data penelitian ini berupa transkripsi data verbal wujud, fungsi dan modus tindak tutur pujian guru dalam interaksi pembelajaran di SMK Yos Sudarso Ende. Sumber data penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, PKn, dan Ekonomi dari wacana interaksi di kelas. Dalam pengumpulan data melalui observasi, peneliti menggunakan perekaman dengan tape recorder, catatan lapangan, dan wawancara. Instrumen yang digunakan dalam hal ini adalah peneliti sebagai instrumen kunci. sebagai instrumen kunci, peneliti melakukan serangkaian proses penelitian mulai perencanaan data penelitian, pengumpulan data, penganalisian data, penafsiran, penjelasan makna data, dan penyimpulan hasil penelitian. Dalam pelaksanaan penelitian, peneliti menggunakan alat bantu berupa lembar pengamatan, alat perekaman elektronik dan format analisis data. Lembar pengamatan dan alat perekaman elektronik digunakan oleh peneliti sebagai alat bantu pengumpulan data. Format analisis data digunakan oleh peneliti untuk pengolahan data. Dalam proses pengumpulan data berupa tindak tutur pujian guru, peneliti menggunakan teknik pengamatan dan wawancara. Pada saat pengamatan, peneliti berusaha seoptimal mungkin dapat menjaring tindak tutur pujian guru melalui pencatatan dalam lembar observasi dan perekaman data secara elektronik. Wawancara yang dilakukan peneliti tidak berstruktur, dengan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat tentative dan bersifat situasional. Sedangkan, data catatan lapangan meliputi catatan lapangan bersifat deskriptif dan catatan lapangan bersifat reflektif. Analisis data dimulai dari tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan triangulasi data.     Berdasarkan hasil analisis data, ada tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama wujud tindak tutur pujian guru yang disampaikan kepada siswa dalam kegiatan pembelajaran dikemukakan sebagai berikut. Pertama wujud tindak tutur pujian guru yang ditemukan beruapa (1) kalimat imperatif, (2) kalimat deklaratif, dan (3) kalimat interogatif. Wujud tindak tutur pujian guru berupa kalimat imperatif yang ditemukan dalam penelitian ini ada empat, yaitu imperatif permintaan, pemberian izin, suruhan, dan larangan. Wujud tindak tutur pujian berupa kalimat deklaratif yang ditemukan,yaitu berbentuk kalimat aktif dan kalimat pasif. Sedangkan kalimat interogatif yang ditemukan, meliputi kalimat interogatif total dan parsial.     Kedua fungsi tindak tutur pujian guru dalam interaksi pembelajaran di SMk Yos Sudarso Ende memiliki lima jenis. Kelima jenis tersebut, meliputi (1) fungsi memperhalus perintah oleh guru kepada siswa,(2) fungsi memperhalus teguran oleh guru kepada siswa, (3) fungsi memberi penguatan oleh guru kepada siswa, (4) fungsi memberi nasihat oleh guru kepada siswa, dan (5) fungsi penerimaan siswa terhadap guru. Ketiga modus penyampaian tindak tutur pujian guru dalam interaksi pembelajaran di SMK Yos Sudarso Ende yang ditemukan dalam penelitian ini, meliputi dua jenis. Kedua jenis modus tersebut adalah (1) modus tuturan langsung dan (2) modus tuturan tidak langsung. Disarankan penelitian ini dikembangkan untuk lebih memfokuskan pada wujud, fungsi dan modus pada latar tutur yang berbeda dan konteks yang lain pula.

Pengaruh penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) kontekstual terhadap hasil belajar siswa pada materi fotosintesis kelas VIII SMP Negeri 4 Malang / Ima Ruhmawati

 

Ruhmawati, Ima. 2012. Pengaruh Penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) Kontekstual Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Fotosintesis Kelas VIII SMP Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ibrohim, M. Si., (II) Dra. Hj. Nursasi Handayani, M. Si. Kata Kunci: LKS Kontekstual, Hasil Belajar Siswa, Fotosintesis, dan SMP Negeri 4 Malang.          Kurikulum tingkat satuan pendidikan menganut pemahaman pembelajaran berpusat pada siswa sehingga siswa harus lebih aktif dan memiliki peranan inti dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran Biologi yang sesuai KTSP dilakukan melalui pendekatan kontekstual. Lembar kerja siswa merupakan media pembelajaran yang umum digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Berdasarkan observasi di SMP Negeri 4 Malang diketahui bahwa LKS IPA-Biologi yang digunakan hanya menekankan pada kemampuan kognitif saja sehingga kurang sesuai dengan pembelajaran kontekstual serta menyebabkan hasil belajar siswa kurang optimal. Fakta yang terjadi memicu peneliti untuk menggunakan media lain yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yaitu LKS Kontekstual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan LKS kontekstual terhadap hasil belajar siswa pada materi fotosintesis kelas VIII SMP Negeri 4 Malang.     Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Desain penelitian yang digunakan adalah non equivalent group design dengan jenis faktorial 2x2. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Malang tahun ajaran 2012/ 2013 dengan sampel penelitiannya adalah siswa kelas VIII-D dan kelas VIII-F. Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa data kuantitatif yang berupa skor dari hasil belajar (aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek kinerja) pada materi fotosintesis. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan analisis statistik kovarian untuk data hasil pengukuran aspek kognitif dan uji T untuk data hasil pengukuran aspek afektif dan aspek psikomotor.     Hasil belajar siswa yang dilihat dari aspek kognitif, afektif, dan kinerja menunjukkan bahwa penggunaan lembar kerja siswa (LKS) kontekstual berpengaruh positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi fotosintesis kelas VIII SMP Negeri 4 Malang. Berdasarkan hasil penelitian maka merekomendasikan LKS kontekstual untuk dapat digunakan sebagai media pembelajaran biologi di sekolah, khususnya di SMP Negeri 4 Malang.

Hubungan pemberdauyaan guru dan motivasi kerja dengan kinerja guru profesional SMK Negeri di kota Malang / Djonni Bangun

 

ABSTRAK Bangun, Djonni. 2009. Hubungan Pemberdayaan Guru dan Motivasi Kerja dengan Kinerja Guru Profesional SMK Negeri di Kota Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Kejuruan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Djoko Kustono, M.Pd., (II) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd Kata kunci: pemberdayaan, motivasi kerja, dan kinerja guru Penelitian ini dilakukan untuk melihat guru SMK Negeri di Kota Malang yang lulus sertifikasi, apakah juga ditunjukkan dengan adanya peningkatan kinerja sejalan dengan kegiatan pemberdayaan dan motivasi kerja guru yang telah dilakukan sekolah, sehingga mutu pendidikan akan juga meningkat. Pemberdayaan dan motivasi kerja yang dilakukan guru maupun pimpinan sekolah guna meningkatkan kinerja guru SMK Negeri di Kota Malang belum diketahui, sehingga penelitian ini perlu dilakukan. Rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimanakah pemberdayaan guru, motivasi kerja, dan kinerja guru profesional SMKN di Kota Malang?, Apakah ada hubungan pemberdayaan guru dengan kinerja, motivasi kerja dengan kinerja dan pemberdayaan guru dan motivasi kerja dengan kinerja guru profesional SMKN di Kota Malang?. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional dengan teknik survey. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemberdayaan guru, motivasi kerja, dan kinerja guru profesional SMKN di Kota Malang. Hasil dari riset ini menunjukkan bahwa: (1) Pada umumnya guru professional SMKN di kota Malang merasakan bahwa pemberdayaan guru yang dialami sekarang ini masih dalam kategori sedang, sehingga masih perlu peningkatan. Peran kepala sekolah sangat menentukan dalam pemberdayaan guru, disamping memberdayakan juga harus selalu memberi pembinaan secara profesional. Pemberdayaan guru meliputi peningkatan kemampuan guru dan pemberian kewenangan. Sebagai individu yang sudah menyandang predikat sebagai guru professional, mempunyai konsekuensi yang harus pula dijalani; (2) Motivasi kerja guru profesional SMK Negeri di Kota Malang pada umumnya tergolong berkategori sedang. Seperti halnya pemberdayaan motivasi kerja guru professional ini masih perlu ditingkatkan. Ada tiga faktor yang mempengaruhi motivasi kerja guru yaitu motif, harapan, dan insentif; (3) Kinerja guru professional SMKN di Kota Malang pada umumnya berkategori baik. Kinerja guru professional dipengaruhi oleh beberapa aspek kompetensi, yaitu (a) penguasaan substansi bidang studi dan metodologi keilmuannya, (b) penguasaan struktur dan materi kurikulum bidang studi, (c) menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dalam pembelajaran, (d) pengorganisasian materi kurikulum bidang studi, dan (e) peningkatan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas: (4) Hubungan pemberdayaan dengan kinerja guru profesional SMK Negeri di Kota Malang adalah signifikan dengan r = 0,732. Besar kecilnya kontribusi variable X1 terhadap Y dinyatakan dengan koefisien determinan = r2 x 100% atau 53,58 % Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi seorang guru melakukan pemberdayaan terhadap profesi guru, maka semakin meningkatkan kinerjanya. Pemberdayaan yang ada pada guru di antaranya dilakukan melalui peningkatan kemampuan guru dan pemberian kewenangan dalam mengembangkan diri dalam mendukung profesi gurunya; (5) Hubungan motivasi kerja dengan kinerja guru professional SMK Negeri di Kota Malang adalah signifikan dengan r = 0,797. Besarnya kontribusi variable motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 63,52%, sisanya 36,48% ditentukan oleh variabel lain. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi seorang guru memiliki motivasi terhadap profesi guru, maka semakin meningkat kinerjanya. Motivasi yang ada pada guru dipengaruhi oleh motif, harapan, dan insentif yang didapatkan guru; (6) Hubungan secara simultan pemberdayaan dan motivasi kerja guru dengan kinerja guru professional SMK Negeri di Kota Malang berpengaruh secara signifikan. Besar kecilnya kontribusi secara bersama-sama (simultan) sebesar 83,3% dan sisanya 16,7% ditentukan oleh faktor-faktor lain. Faktor lain misalnya: kepemimpinan, iklim organisasi, etos kerja, budaya organisasi, kompetensi, kepuasan, loyalitas, pelayanan, negosiasi, mutu, produktifitas, bauran di pasaran, dan lainnya. Dinas Pendidikan Kota Malang dan Kepala Sekolah SMK Negeri di Kota Malang, agar mendukung dan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para guru untuk melakukan peningkatan pemberdayaan terkait dengan fungsi dan tugas profesi guru. Bagi peneliti berikutnya untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan mengkaji kinerja guru pada jurusan yang lebih spesifik sehingga menambah cakrawala dan wawasan lebih luas.

Pengembangan instrumen penilaian kognitif materi gerak tumbuhan dan hama penyakit tumbuhan kelas VIII semester genap tahun ajaran 2013-2014 / Intan Rezki Kurniasari

 

Kurniasari, Intan Rezki. 2014. Pengembangan Instrumen Penilaian Kognitif Materi Gerak Tumbuhan dan Hama Penyakit Tumbuhan Kelas VIII Semester Genap Tahun Ajaran 2013-2014. Skripsi. Jurusan Biologi. Program Studi Pendidikan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sunarmi, M.Pd, (II) Ir. Nugrahaningsih, M.P. Kata kunci : instrumen penilaian kognitif, gerak tumbuhan dan hama penyakit tumbuhan      Penilaian merupakan salah satu faktor dalam mengukur keberhasilan proses dan hasil pembelajaran. Hasil belajar diukur menggunakan suatu instrumen penilaian yang berkualitas. Alat ukur hasil belajar adalah tes. Penelitian ini bertu-juan untuk : (1) mengembangkan soal evaluasi Biologi untuk mengukur prestasi belajar siswa kelas VIII SMP, (2) mengetahui tingkat kesukaran soal Biologi un-tuk mengukur prestasi belajar siswa kelas VIII SMP, (3) mengetahui daya beda hasil tes Biologi untuk mengukur prestasi belajar siswa kelas VIII SMP, (4) me-ngetahui reliabilitas instrumen tes Biologi untuk mengukur prestasi belajar siswa kelas VIII SMP, (5) mengetahui validitas konstruk instrumen tes Biologi untuk mengukur prestasi belajar siswa kelas VIII SMP, (6) mengetahui validitas isi ins-trumen tes Biologi untuk mengukur prestasi belajar siswa kelas VIII SMP.      Penelitian pengembangan ini menggunakan teori pengembangan Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahap yaitu: define (pendefinisian), design (peran-cangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Pengumpu-lan data diperoleh dari hasil validasi ahli instrumen, materi dan lapangan serta hasil uji coba produk, kemudian dianalisis dengan deskriptif kuantitatif.      Berdasarkan hasil uji kevalidan Instrumen Penilain Kognitif dari ahli instrumen, ahli materi dan ahli lapangan disimpulkan telah valid. Uji coba produk dilakukan di SMPN 4 Malang pada 39 siswa. Produk dari pengembangan instru-men penilaian kognitif ini sebanyak 40 soal dengan bentuk soal obyektif pilihan ganda. Berdasarkan hasil uji coba produk untuk tingkat kesukaran soal mudah 67,7%, soal sedang 22,5% dan soal sukar 10%. Untuk daya beda jelek diperoleh persentase 62,5%, cukup 25%, baik 10%, sangat baik 0% dan negatif 2,5%. Reliabilitas instrumen tergolong sangat tinggi dengan nilai 0,90. Untuk analisis validitas konstruk diperoleh hasil bahwa sesuai dengan tujuan dan validitas isi diperoleh hasil sesuai dengan materi. Jadi instrumen ini bisa digunakan namun sebelumnya melalui tahap revisi.      Saran yang dapat diberikan yaitu instrumen ini bisa digunakan oleh guru pelajaran Biologi namun sebelumnya melalui tahap revisi dan diharapkan peneli-tian ini dilanjutkan sampai pada tahap penyebaran dan melalui program komputer untuk meningkatkan feed back siswa.      

Efek anthelmintika ektrak daun Urena lobata terhadap cacing Fasciola hepatica penyebab penyakit fascioliasis / Ima Ruhmawati

 

Ruhmawati, Ima. 2012. Efek Anthelmintika Ektrak Daun Pulutan (Urena lobata) terhadap Cacing Fasciola hepatica Penyebab Fascioliasis. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endang Suarsini, M. Ked., (II) Sofia Ery Rahayu, S. Pd., M. Si. Kata Kunci: efek anthelmintika, Urena lobata, Fasciola hepatica, LC50, LT50. Fascioliasis merupakan jenis penyakit yang prevalensinya cukup tinggi, baik pada hewan maupun pada manusia. Obat anthelmintik yang paling sering digunakan adalah obat sintetik. Obat sintetik mempunyai beberapa keterbatasan sehingga mendorong masyarakat untuk lebih memilih menggunakan obat tradisional. Urena lobata merupakan salah satu tanaman obat yang dimungkinkan dapat dijadikan sebagai obat anthelmintik. Berdasarkan uji pendahuluan, diketahui bahwa ekstrak daun Urena lobata dapat memberikan pengaruh terhadap jumlah kematian cacing Fasciola hepatica. Urena lobata dimungkinkan dapat digunakan sebagai obat anthelmintik karena mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan tanin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai konsentrasi efektif dan waktu efisien, serta hubungan antara keduanya dengan mengacu pada LC50 dan LT50. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAK dengan 11 perlakuan dan 3 kali ulangan untuk setiap perlakuan. Obyek penelitian yang digunakan adalah 330 ekor cacing Fasciola hepatica yang diperoleh dari RPH Gadang. Pengumpulan data dilakukan dengan menghitung jumlah cacing Fasciola hepatica yang mati setelah pendedahan di dalam ekstrak daun Urena lobata. Pengamatan pada cacing Fasciola hepatica yang diberi perlakuan dilakukan setiap 15 menit hingga seluruh cacing mati. Data yang diperoleh berupa jumlah cacing yang mati selanjutnya dianalisis dengan analisis Regresi-Probit program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat konsentrasi efektif efek anthelmintika ekstrak daun Urena lobata terhadap cacing Fasciola hepatica terdapat pada konsentrasi 3%. Waktu efisien yang dapat memberikan efek anthelmintika ekstrak daun Urena lobata terhadap cacing Fasciola hepatica adalah pada menit ke-23. Berdasarkan grafik hubungan antara konsentrasi ekstrak daun Urena lobata dengan waktu dapat diketahui bahwa terdapat hubungan berbanding terbalik antara kedua variabel untuk mematikan 50% cacing sampel.

Pengaruh umur pada waktu perendaman madu terhadap keberhasilan maskulinisasi larva ikan nila GIFT (Genetic Improvement of Farmed Tilapias) / Dhiessy Wahyu Ratnasari

 

Ratnasari, Dhiessy Wahyu. 2014. Pengaruh Umur Pada Waktu Perendaman Madu Terhadap Keberhasilan Maskulinisasi Larva Ikan Nila GIFT (Genetic Inprovement of Farmed Tilapias). Skripsi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Dra. Amy Tenzer, M. S, (II) Dra. Hj. Nursasi Handayani, M. Si. Kata Kunci: umur, perendaman madu, keberhasilan maskulinisasi, larva nila gift Budidaya air tawar semakin berkembang, terutama ikan nila GIFT. Nila GIFT jantan dapat tumbuh lebih cepat daripada betina. Perbedaan pertumbuhan ini menyebabkan potensi ekonomi antara nila jantan dan betina berbeda, sehingga petani ikan cenderung ingin memproduksi ikan jantan saja melalui metode maskulinisasi. Umur ikan berpengaruh dalam maskulinisasi ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur pada waktu perendaman madu terhadap keberhasilan maskulinisasi larva ikan nila GIFT. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2014 di Unit Pengelola Budidaya Air Tawar Punten, Kota Batu. Pada penelitian ini, terdapat 4 perlakuan variasi umur dan 1 perlakuan kontrol. Umur larva nila GIFT yang mulai diperlakukan dengan madu yakni umur 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari sedangkan pada perlakuan kontrol yakni tanpa perendaman madu ialah mulai umur 7 hari. Sejumlah 40 ekor larva ikan nila GIFT dengan umur yang sama diberi perlakuan perendaman madu dengan konsentrasi 0,2% dengan lama perendaman 24 jam, masing- masing diulang 6 kali. Setelah 24 jam perendaman larva di larutan madu, larutan dibuang dan diganti dengan air baru. Pemeliharaan larva dilanjutkan sampai berumur 85 hari kemudian dilakukan identifikasi kelamin melalui metode histologis dengan pewarnaaan asetokarmin. Data yang dihasilkan dianalisis dengan anova satu arah dilanjutkan dengan uji BNT. Perendaman madu pada larva ikan nila semua umur menghasilkan ikan jantan dengan persentase yang lebih besar secara signifikan dibandingkan dengan kontrol.. Keberhasilan maskulinisasi terbesar terjadi pada perendaman larva umur 7 hari (83,33%) dan 14 hari (71,67%).

Kesalahan terjemahan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jerman mahasiswa semester VII Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang / Wilma Akihary

 

Akihary, Wilma. 2014. Kesalahan Terjemahan dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Jerman Mahasiswa Semester VII Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Disertasi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Imam Syafi’ie, (2) Prof. Dr. H. Suparno, (3) Dr. Sunaryo HS, S.H., M.Hum. Kata kunci: kesalahan, terjemahan, gramatika , budaya Akurasi transfer informasi dari bahasa asing antara lain, dari bahasa Jerman ke dalam bahasa Indonesia penting. Untuk itu, Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman UM memasukkan terjemahan dalam kurikulum pengajaran bahasa Jerman dengan harapan mahasiswa dapat memahami dasar-dasar teori terjemahan dan mampu menerjemahkan teks berbahasa Indonesia ke dalam bahasa Jerman dan sebaliknya secara berterima. Namun kenyataannya, saat menerjemahkan teks dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jerman, terjadi kesalahan dalam struktur teks dan konteks kultural. Untuk itu, analisis kesalahan berbahasa mahasiswa dalam menerjemahkan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jerman dilakukan dengan fokus pada dua hal, yaitu: (1) wujud kesalahan gramatika dan (2) wujud kesalahan pemahaman budaya. Data terhadap kesalahan dalam terjemahan berupa kata, frasa dan kalimat yang bersumber dari teks tulis tugas ‘Bau Nyale’ hasil terjemahan mahasiswa yang mengambil matakuliah Ubersetzung II. Satuan lingual ini kemudian diolah melalui teknik baca catat dan dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) pengumpulan data. Data berupa teks terjemahan brosur Bau Nyale dikumpulkan oleh peneliti, dan selanjutnya diperiksa oleh penutur asli dan teman sejawat. Gundukan data tersebut kemudian dipilah per kalimat dan diberikan kode alfanumerik; (2) identifikasi kesalahan. Taksonomi kategori linguistik digunakan untuk mengidentifikasi kesalahan pada tataran morfologi dan sintaksis. Untuk menganalisis budaya, peneliti mengidentifikasi konsep budaya mahasiswa dengan mengurai kata, frasa dan kalimat, membuat kamus berisikan diksi yang digunakan mahasiswa, dan mengonsultasikan dengan penutur asli kesalahan pemahaman budaya dari diksi mahasiswa dan alasan diksi yang digunakan penutur asli; (3) klasifikasi kesalahan. Tahapan ini mengarah pada pengategorian. Data kesalahan gramatika yang ada dikelompokkan dan ditetapkan pola-pola berupa pelesapan, penambahan, penyeleksian dan yang terakhir, salah urutan. Data kesalahan pemahaman budaya diklasifikasikan dalam (a) ekologi, (b) sosial budaya, (c) organisasi, adat istiadat, aktivitas dan konsep; (4) penilaian kesalahan yang muncul. Pada langkah ini, dinilai pola kesalahan gramatika yang sering muncul pada tiap tataran dan dibuat perhitungan sederhana sedangkan untuk budaya ditelaah pola kesalahan pemahaman budaya yang terjadi; (5) penyimpulan kesalahan-kesalahan yang muncul. Pada tahap akhir ini, disimpulkan kesalahan yang muncul sehingga dapat dipetakan permasalahan yang dihadapi. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan kesalahan gramatika morfologi yang berkaitan dengan kesalahan infleksi, derivasi dan kompositum. Kesalahan infleksi (verba, artikula, nomina dan adjektiva) terbanyak pada tataran penyeleksian, kesalahan derivasi juga pada tataran penyeleksian dan kesalahan kompositum terbanyak pada tataran salah urutan. Umumnya kesalahan terjadi karena aplikasi aturan yang tidak lengkap dan juga generalisasi yang berlebihan. Data menunjukkan kesalahan infleksi verba terkait dengan kala dan persona. Dari frekuensi penggunaan kala, kesalahan infleksi verba terbanyak terdapat pada kala lampau. Kesalahan infleksi verba terkait dengan pengalihan persona terbanyak terjadi pada kala kini. Pada infleksi artikula takrif dan tak takrif, kesalahan terkait dengan kasus dan tataran permukaan yang berbeda. Pada tataran pelesapan terjadi kesalahan infleksi artikula takrif terkait kasus datif, sedangkan kesalahan infleksi pada artikula tak takrif terbanyak terjadi pada kasus akusatif terutama pada tataran penyeleksian. Pada infleksi nomina, kesalahan terbanyak pada penanda jamak kasus datif pada tataran pelesapan dan penyeleksian. Pada infleksi adjektiva, kesalahan muncul pada tataran pelesapan terutama pada kasus datif dan pada tataran penyeleksian kesalahan terjadi pada semua kasus. Kesalahan derivasi terjadi pada saat verba dikonversi menjadi nomina. Nomina hasil konversi tidak menggunakan huruf besar dan juga tidak menggunakan determinan artikula. Pada kompositum, kesalahan pada tataran salah urutan menonjol karena sistem MD dalam bahasa Jerman yang berbeda dengan sistem DM dalam bahasa Indonesia. Kesalahan gramatika sintaksis berkaitan dengan frasa berupa frasa preposisi, frasa nominal dan frasa verbal, sedangkan kesalahan kalimat berkaitan dengan kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Kesalahan frasa preposisi berangkai dengan artikula dan nomina. Kesalahan pada frasa preposisi ini terjadi pada frasa nomina berkasus tertentu tergantung pada verba yang mengikutinya. Penyeleksian ataupun pelesapan terjadi karena mahasiswa menerjemahkan berdasarkan versi bahasa Indonesia. Kesalahan frasa nominal terjadi pada tataran pelesapan karena pengaruh verba dan preposisi sedangkan pada tataran salah urutan terkait dengan penggunaan nama dan gelar. Kesalahan frasa verbal pada tataran penyeleksian terjadi pada verba utama (dalam kalimat pasif), verba bantu yang berpadanan dengan verba utama, dan makna frasa verbal tersebut. Pada kalimat, kesalahan pada kalimat tunggal terbanyak pada kongruensi persona dan verba pada kala kini dan lampau. Sementara itu, kesalahan pada kalimat majemuk dalam hal ini kalimat relatif sering terjadi pada penyeleksian verba. Kesalahan-kesalahan tersebut memperlihatkan bahwa lebih banyak transfer intralingual yang terjadi dalam terjemahan. Kesalahan pemahaman budaya yang terjadi berupa transfer interlingual. Hal ini disebabkan mahasiswa menggunakan konsep berpikir Indonesia dalam menerjemahkan teks ke dalam bahasa Jerman. Kesalahan pemahaman budaya dan juga diksi yang terbatas menyebabkan mahasiswa menerjemahkan secara harfiah sehingga terjemahan membingungkan penutur asli. Kesalahan lainnya adalah penggunaan bahasa daerah yang tidak disertai dengan penjelasan.

Analisis filogenetik kura-kura (Cuora amboinensis) di daerah Sulawesi berdasarkan DNA mitokondria (Cytochrome c Oxidase Sub Unit 1) / Fyrga Afryani

 

Afryani , Fyrga. 2014. Analisis Filogenetik Kura-Kura (Cuora amboinensis) di Daerah Sulawesi Berdasarkan DNA Mitokondria (Cytochrome c Oxidase Sub Unit I). Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. dr.agr. H. Mohammad Amin S.Pd., M.Si., (2) Sofia Ery Rahayu S.Pd., M.Si. Kata Kunci : Cuora amboinensis, filogenetik, jarak genetik, cytochrome c oxydase sub unit I (COI). Cuora amboinensis merupakan spesies endemik Indonesia Timur yang sebarannya merata di wilayah Sulawesi dan sekitarnya. Populasi Cuora amboinensis semakin menurun karena perburuan dan perdagangan ilegal. Selain itu masalah pencemaran air dan kerusakan habitat perairan juga menjadi ancaman terhadap keberadaan hewan ini. Maka dari itu IUCN (International Union For Conservation of Nature and Natural Resources) atau Uni Konservasi Dunia telah memasukkan populasi C. amboinensis ke dalam kategori rentan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis filogenetik dan hubungan kekerabatan pada Cuora amboinensis di Sulawesi menggunakan gen mitokondria Cytochrome c Oxidase Sub Unit 1 (COI). Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Objek berasal dari koleksi jaringan ekor kura-kura yang disimpan di Laboratorium Biologi Molekular Jurusan Biologi FMIPA UM. Semua kura-kura berasal dari pulau Sulawesi di daerah Makasar 2 objek dan Kendari 2 objek dengan pertimbangan sebaran geografis. Amplifikasi menggunakan primer COI Forward : 5- TCG ACT AAT CAT AAA GAT ATC GGC AC -3. Analisis genetik menggunakan software MEGA 5 dengan metode penghitungan jarak genetik dan jumlah mutasi sedangkan untuk analisis filogenetik menggunakan model Neighboor Joining (NJ) dan Minimum Evolution (ME). Berdasarkan analisis data diperoleh hasil perbandingan sekuens dan komposisi basa yang menunjukkan individu Cuora amboinensis dari daerah Makasar dan Kendari memiliki jarak genetik sebesar 0,000 yang berarti memiliki karakter yang sama persis. Hal tersebut dikarenakan persebaran kedua individu berasal dari daerah yang sama yaitu Sulawesi.. Apabila dibandingkan dengan Cuora yunnanensis, Cuora boureti, Cuora aurocapitata, dan Cuora garbinifrons menghasilkan jarak genetik yang jauh, yang berarti sekuens dari individu-individu tersebut tidak sama. Hal tersebut disebabkan oleh persebaran keempat spesies cukup jauh yaitu Cuora yunnanensis, Cuora boureti berasal dari Cina dan Cuora aurocapitata, dan Cuora garbinifrons berasal dari Vietnam. Hubungan kekerabatan COI menggunakan model Neighbor-Joining dan model Minimum Evolution dengan pengolahan bootstrap 1000 terlihat bahwa Cuora amboinensis Makasar dan Kendari membentuk satu subcluster yang sama. Analisis selanjutnya dilakukan pembanding dengan spesies outgroup untuk membuktikan posisi taksa Cuora amboienensis. Spesies yang digunakan moyang adalah Rana pyrenica yang termasuk dalam kelas Amfibi. Hasil topologi pohon filogenetik menunjukkan bahwa outgroup berada pada cabang yang terpisah jauh dengan kelompok sample Cuora amboinensis.

Pengaruh minat baca motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa (Studi kasus pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Srengat) / Venti Mei Wicahyani

 

ABSTRAK Wicahyani, Venti Mei. 2010. Pengaruh Minat Baca dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa (Studi Kasus Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Srengat). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Sri Umi Mintarti W, S.E., M.P., Ak. (2) Agus Sumanto, S.E., M.S.A. Kata Kunci: Minat Baca, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar Siswa. Pendidikan merupakan salah satu bidang yang penting dan dianggap pokok dalam kehidupan manusia. Melalui pendidikan diharapkan dapat meningkatkan sumber daya manusia. Tercapainya tujuan pendidikan yang dicita-citakan khususnya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Peningkatan prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah minat baca dan motivasi belajar. Minat baca adalah suatu rasa ketertarikan atau kesukaan terhadap kegiatan membaca. Dengan memiliki minat baca dalam diri, maka siswa akan bergerak hatinya untuk terus membaca. Sedangkan motivasi belajar merupakan suatau dorongan untuk melakukan suatu keinginan belajar. Dimana dengan keinginan untuk berprestasi mendorong siswa untuk berusaha agar tercapai hasil belajar yang optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang pengaruh minat baca terhadap prestasi belajar siswa, pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa, serta pengaruh minat baca dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode diskiptif kuantitatif. Instrumen dalm penelitian ini berupa angket, kemudian hasilnya dianalisis dengan menggunakan teknik regresi linier berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah 113 siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Srengat tahun ajaran 2009/2010. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 75 siswa. Teknik sampel yang digunakan adalah proporsional random sampling. Kemudian sampel penelitian ditentukan secara proporsional yaitu 25 siswa dari masing-masing kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minat baca dan motivasi belajar siswa tergolong tinggi dan dari hasil analisis regresi diketahui (1) Terdapat pengaruh minat baca terhadap prestasi belajar siswa, (2) Terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa, (3) Terdapat pengaruh minat baca dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa. Prestasi belajar dapat dijelaskan oleh variabel bebas (minat baca dan motivasi belajar) sebesar 51,3% sedangkan sisanya 48,7% disebabkan oleh variabel lain. Dari hasil penelitian diketahui bahwa minat baca merupakan variabel yang yang efektif mempengaruhi prestasi belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat penagruh yang simultan dan parsial antara minat baca dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa. Saran yang bisa diberikan (1) Agar guru dapat i lebih meningkatkan pemberian motivasi kepada siswa sehingga siswa lebih giat untuk belajar, Misal dengan selalu menghargai semua hasil karya siswa sehingga siswa akan lebih termotivasi. Serta guru hendaknya lebih sering memberikan tugas-tugas atau latihan-latihan dan lebih mengembangkan latihan tersebut, sehingga memungkinkan siswa untuk lebih banyak membaca dari berbagai literatur buku atau sumber lain. (2) Kepala sekolah sebaiknya Untuk menyediakan sumber belajar yang bervariasi dan bermanfaat bagi siswa sehingga prestasi belajar siswa tercapai secara optimal. (3) Siswa Agar dapat meningkatkan minat baca dengan membaca buku secara kritis, membaca buku dengan mengerti bukan menghafal, dan membaca buku sekaligus membuat catatan yang dianggap penting untuk memudahkan dalam belajar. (4) Bagi peneliti selanjutnya apabila meneliti mengenai hal yang sama dengan penelitian ini diharapkan variable yang ingin diteliti lebih diperluas lagi dan dalam pengambilan data lebih ditingkatkan metode-metode yang digunakan sehingga hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai landasan atau bahan literatur untuk penelitian lebih lanjut.

Strategi manajemen pembelajaran dalam mempertahankan keunggulan lokal (studi kasus di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung) / Maya Nickyta

 

Nickyta, Maya. 2013. Strategi Manajemen Pembelajaran dalam Mempertahankan Keunggulan Lokal (Studi Kasus di SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Ahmad Supriyanto, M.Pd, M.Si, (II) Drs. H. Agus Timan, M.Pd Kata Kunci: strategi, manajemen pembelajaran, pendidikan berbasis keunggulan lokal, batik     Penguatan pendidikan berbasis keunggulan lokal dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis kebudayaan. Diakui atau tidak saat ini terjadi krisis yang nyata dan mengkhawatirkan dalam masyarakat dengan melibatkan generasi penerus. Krisis tersebut antara lain berupa kurangnya kesadaran terhadap budaya keunggulan lokal, tidak menghargai kebudayaan daerahnya, dan lebih mengenal keunggulan lokal daerah lain dibanding potensi daerahnya sendiri. Bisa jadi salah satu penyebabnya karena pendidikan di Indonesia lebih menitik beratkan pada pengembangan intelektual kognitif semata, sedangkan aspek keterampilan dan keahlian sebagai unsur utama pendidikan berbasis keunggulan lokal belum diperhatikan secara optimal bahkan jika boleh dikatakan cenderung diabaikan karena masih jarang sekolah yang menerapkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. Saat ini, ada kecenderungan bahwa target-target akademik masih menjadi tujuan utama dari hasil pendidikan, seperti halnya Ujian Nasional (UN), sehingga proses pendidikan berbasis keunggulan lokal masih sulit dilakukan.     Fokus penelitian ini yaitu bagaimana strategi manajemen pembelajaran, manajemen pembelajaran dalam pendidikan berbasis keunggulan lokal, penerapan pendidikan berbasis keunggulan lokal, faktor pendukung penerapan pendidikan berbasis keunggulan lokal, hambatan-hambatan yang dialami sekolah, serta upaya mengatasi masalah dalam penerapan pendidikan berbasis keunggulan lokal di SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung.     Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian studi kasus. Pendekatan ini dipilih agar dapat diperoleh data secara alami dan komprehensif mengenai masalah yang diteliti. Peneliti bertindak sebagai instrumen kunci yang merencanakan, melaksanakan, mengumpulkan data, menganalisis, menafsirkan data dan melaporkan hasil penelitian. Data yang diperoleh melalui (1) wawancara, (2) observasi, dan (3) dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam dua tahap yaitu saat pengumpulan data dan setelah pengumpulan data. Analisis tersebut melalui langkah-langkah yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan yaitu mengadakan pengamatan lebih tekun dan menguji triangulasi, serta pengecekan anggota.     Temuan penelitian ini yaitu penerapan pendidikan berbasis keunggulan lokal di SMAN 1 Kedungwaru yang diintegrasikan ke dalam beberapa mata pelajaran di SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung. Tujuan pendidikan ini yaitu untuk menumbuhkan kesadaran peserta didik untuk dapat mempertahankan keunggulan lokal daerahnya serta memberikan keahlian dan keterampilan dalam kegiatan membatik. Terbentuknya pendidikan berbasis keunggulan lokal ini karena SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung merupakan satu-satunya sekolah model. Sekolah dapat dikategorikan sebagai sekolah model jika melaksanakan sebagai sekolah kategori mandiri, pusat sumber belajar, dan pendidikan berbasis keunggulan lokal. Penerapan pendidikan berbasis keunggulan lokal di sekolah model ini terdapat berbagai faktor pendukung dan penghambat.     Saran yang dapat diberikan yaitu: (1) Kepala SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung, diharapkan membuat manajemen yang baik dalam setiap melaksanakan program kerja, karena manajemen yang kurang matang membuat pelaksanaan program kerja tersebut berjalan kurang maksimal, (2) Guru SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung, tidak hanya dapat memberi manfaat bagi peserta didik, guru dan tenaga pendidik yang lain juga mau belajar membuat batik untuk melestarikan keunggulan lokal, (3) Ketua dan Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UM, memanfaatkan kajian tentang manajemen pembelajaran pendidikan berbasis keunggulan lokal, karena pendidikan berbasis keunggulan lokal ini ini sangat mempengaruhi peserta didik dalam wujud kepeduliannya terhadap kebudayaannya, (4) Peneliti Lain, disarankan agar melakukan tindak lanjut dari peneliti ini berupa melakukan penelitian tindakan dengan mencari model penerapan pendidikan berbasis keunggulan lokal yang efektif.     

Desain dan implementasi evaluasi pada program pelatihan otomotif di UPT-PK Singosari / Albasit Bhekti Firmansyah

 

Firmansyah, Albasit Bhekti. 2014. Desain dan Implementasi Evaluasi pada Program Pelatihan Otomotif di UPT-PK Singosari. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, FakultasI lmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Supriyono, M.Pd, (II) Dr. M. Djauzi Moedzakir, M.A. Kata Kunci: Evaluasi, Pelatihan Evaluasi merupakan hal yang sangat penting dalam pelatihan, karena evaluasi dapat mencerminkan perkembangan dan kemajuan kualitas hasil pendidikan. Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kerja (UPT-PK) Singosari merupakan penggerak di dalam menjalankan program-program kegiatan pelatihan untuk melatih tenaga kerja yang kompeten dan produktif sehingga mempunyai peranan penting untuk memberikan pelayanan pelatihan yang berkualitas.     Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan, (1) desain evaluasi hasil belajar pada pelatihan otomotif di UPT-PK Singosari, (2) desain evaluasi program pada pelatihan otomotif di UPT-PK Singosari, (3) implementasi evaluasi hasil belajar dan evaluasi pada program pelatihan otomotif di UPT-PK Singosari.     Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang dirancang dalam bentuk studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan reduksi data, display data, dan mengambil kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode.     Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, desain evaluasi hasil belajar pada pelatihan otomotif di UPT-PK Singosari bertujuan untuk menggambarkan kemampuan belajar peserta pelatihan pada ranah kognitif yang digambarkan pada evaluasi teori, ranah afektif digambarkan pada evaluasi perfomansi yang terdiri dari penilaian kehadiran, kedisiplinan, kerjasama, dan inisiatif, dan ranah psikomotorik digambarkan pada evaluasi praktik.     Kedua, desain evaluasi program pada pelatihan otomotif yang dilaksanakan di UPT-PK Singosari terdiri dari empat tahap. Tahap pertama adalah tahap untuk mengukur tingkat kepuasan peserta pelatihan terhadap penyelenggaraan pelatihan. Tahap kedua adalah tahap untuk mengevaluasi hasil belajar peserta pelatihan selama mengikuti kegiatan pelatihan. Dengan semakin banyak hasil belajar yang didapat oleh peserta pelatihan menunjukkan bahwa program pelatihan tersebut berhasil. Tahap ketiga adalah tahap untuk menunjukkan seberapa besar hasil belajar peserta pelatihan yang telah diterapkan di tempat mereka bekerja. Tahap yang keempat adalah tahap untuk menggambarkan pengaruh pelatihan terhadap peningkatan produksi dan pendapatan perusahaan tempat peserta pelatihan bekerja.     Ketiga, pada tahap perencanaan evaluasi hasil belajar instruktur menyiapkan instrumen yang telah disesuaikan dengan kurikulum pelatihan untuk mengetahui tipe hasil belajar. Kemudian pada tahap pengumpulan data instruktur mengunakan teknik tes dan nontes. Pada teknik tes instrukur sudah mempunyai instrumen pengumpulan data yang cukup baik sedangkan pada teknik nontes instruktur hanya melakukan pengamatan dan langsung memberikan nilai tanpa adanya pedoman pengamatan. Pada tahap pengolahan data instruktur sudah mempunyai rumus baku untuk menentukan nilai peserta pelatihan sehingga dalam pengolahan data bisa dilakukan oleh orang lain selain instruktur pelatihan. Kemudian langkah tindak lanjut dari hasil pengolahan data yang dilakukan adalah dengan memberikan jam tambahan bagi peserta pelatihan yang belum mencapai standard kompetensi yang telah ditetapkan. Evaluasi program pada pelatihan otomotif di UPT-PK Singosari pada tahap pertama menggunakan angket sebagai alat pengumpul data. Dengan menggunakan angket pihak penyelenggara pelatihan akan menghemat biaya dan waktu dalam pengumpulan data karena angket tersebut terdiri dari 20 pertanyaan. Pada tahap kedua evaluasi program pihak penyelenggara pelatihan menyelenggarakan serangkaian kegiatan tes dan nontes untuk mengumpulkan data. Evaluasi program pelatihan pada tahap ketiga dan keempat memiliki persamaan dalam cara pengumpulan data yaitu dengan melakukan wawancara kepada atasan perusahaan. Pada tahap ketiga evaluator menekankan untuk memperoleh informasi mengenai aplikasi hasil pelatihan di tempat kerja sedangkan pada tahap keempat lebih menekankan pada pengaruh pelatihan terhadap peningkatan produksi dan pendapatan perusahaan.     Berdasarkan hasil penelitian ini, UPT-PK Singosari disarankan agar menjadikan penelitian ini sebagai bahan masukan agar dalam evaluasi program pada tahap perilaku dan hasil menggunakan instrumen pengumpulan data yang baku sehingga dalam melakukan penilaian memiliki sifat yang objektif. Bagi instruktur pelatihan otomotif disarankan lebih memperhatikan pelaksanaan evaluasi hasil belajar pada tahap tindak lanjut. Pada tahap tindak lanjut, instruktur disarankan agar memberikan pembelajaran yang lebih variatif ketika melakukan pembelajaran pada jam tambahan bagi peserta pelatihan yang belum mencapai standard kompetensi.

Masalah sosial dalam cerpen Kompas tahun 2012: deskripsi masalah, bentuk pengungkapan, dan relevansinya untuk pendidikan karakter / Bonefasius Rampung

 

Rampung, Bonefasius. 2014. Masalah Sosial dalam Cerpen Kompas Tahun 2012: Deskripsi Masalah, Bentuk Pengungkapan, dan Relevansinya untuk Pendidikan Karakter. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd. (II) Prof.Dr. Suyono, M.Pd. Kata-kata Kunci: masalah sosial, cerpen, semiotik, hermeneutik, stilistika, karakter. Cerita pendek (cerpen) sebagai karya sastra merupakan dokumentasi sosial berisi rekamanan persoalan-persoalan masyarakat baik masyarakat sebagai pencipta karya (penulis) maupun masyarakat pembaca sebagai sasaran. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan berbagai masalah kehidupan dalam cerpen Kompas tahun 2012, menemukan bentuk-bentuk pengungkapnnya, untuk menemukan relevansinya bagi pendidikan karakter. Jenis penelitian yang dipilih adalah kualitatif-deskriptif dengan teori sosiologi sastra dibantu semiotik, hermeneutik, stilistika, dan karakater. Pemakaian lima kerangka teori bertujuan memastikan masalah-masalah dalam cerpen, menempatkan cerpen sebagai sesuatu yang bermakna melalui interpretasi sambil mempertimbangan gaya bahasa sebagai media pengungkapnya. Selanjutnya, dari kerangka teoretis ini pelagai masalah dikaitkan dengan masalah pendidikan karakter. Penelitian ini menemukan bahwa cerpen Kompas tahun 2012 menghadirkan sepuluh masalah pokok yaitu masalah religius, etos kerja, ekologi, etika dan moral, keluarga, politik, budaya, gender, pendidikan, dan keamanan. Semua masalah ini diungkapkan secara tidak langsung melalui pemanfaatan gaya bahasa. Penelitian menemukan bahwa para penulis cerpen mengungkapkan masalah dalam beberapa gaya bahasa yaitu metofora, alegori, retoris, klimaks, repetisi, paradoks, personifikasi, paralelisme, simbolisme, ironi, sinisme, tautologi, dan perbandingan. Setiap masalah yang ditemukan dalam penelitian ini secara paralel menunjukkan adanya nilai-nilai religius, kerja, ekologi, etika dan moral, keluarga, politik, budaya, gender, pendidikan, dan keamanan yang merupakan unsur penting dalam kehidupan. Nilai-nilai yang ditemukan dalam cerpen Kompas 2012 berkorelasi dengan nilai-nilai dalam kurikulum berbasis karakter. Kesejajaran antara nilai-nilai yang ditemukan dengan 18 butir nilai karakter dalam kurikulum 2013 secara meyakinkan temuan ini memiliki relevansi dengan konsep pendidikan karakter. Relevansi tersebut pada tingkatan yang paling intens dalam proses pembelajaran cerpen dapat dimanfaatkan sebagai materi sekaligus media pembelajaran dan penanaman nilai karakter. Kolaborasi antara nilai yang ditemukan di dalam cerpen Kompas 2012 dengan nilai-nilai karakter yang diamanatkan kurikulum 2013 dapat menjadi pilihan yang tepat untuk pendidikan karakter bangsa. Relevansi nilai cerpen untuk karakter dapat diwujudkan dalam pendidikan yang berorientasi pada pembentukan budaya religius, budaya kerja, budaya ekologis, budaya multikultural, dan budaya patriotisme sebagai budaya baru.

Pengembangan media audio visual pada mata pelajaran bahasa Inggris kelas IV MI Sunan Giri Malang / Eko Budi Purnomo

 

Purnomo, Eko Budi. 2014. Pengembangan Media Audio Visual Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas IV MI Sunan Giri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Program Studi Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dedi Kuswandi, M.Pd, (II) Eka Pramono Adi, S.I.P., M.Si. Kata Kunci : Media Pembelajaran, Audio Visual, Bahasa Inggris.     Media pembelajaran sebagai salah satu komponen sumber belajar. Penggunaan media pembelajaran yang sesuai dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran. Berdasarkan pengamatan lapangan di MI Sunan Giri Malang, siswa kurang menguasai materi karena keterbatasan waktu dan metode mengajar yang monoton. Bahan pembelajaran yang digunakan selama ini dipandang kurang efektif karena bahan pembelajaran yang digunakan sebagai referensi pada mata pelajaran bahasa inggris pokok bahasan animal introdution hanya sebatas buku teks saja. Oleh karenanya perlu dikembangkan media audio visual untuk mempermudah siswa dalam belajar dan memahami materi, menciptakan situasi dan suasana pembelajaran yang lebih menarik, serta untuk meningkatkan motivasi siswa.     Pengembangan ini bertujuan untuk merancang, memproduksi dan menguji kevalidan produk serta mengetahui efektifitasnya dalam sajian mata pelajaran Bahasa Inggris kelas IV dalam bentuk media audio visual. Sedangkan materi dalam pengembangan media audio visual ini adalah pokok bahasan animal introdution.     Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan model ADDIE yang terdiri dari tahapan (1) Analysis. (2) Design. (3) Development. (4) Implementation. (5) Evaluation. Pengembangan produk ini dilanjutkan dengan kegiatan validasi ahli materi, ahli media, dan audiens lapangan. Untuk menentukan keefektifan produk media pembelajaran yang dikembangkan, ditempuh tahap uji coba siswa MI Sunan Giri Malang sebanyak 20 siswa.     Berdasarkan hasil perhitungan angket yang diperoleh dari ahli media 81% yang berarti media audio visual valid dan layak digunakan untuk pembelajaran, dari ahli materi 77% yang berarti media audio visual cukup valid dan cukup layak digunakan untuk pembelajaran, dari audiens sebanyak 3 siswa 87,5% yang berarti media audio visual valid dan layak digunakan untuk pembelajaran. Sedangkan dari data dari hasil belajar siswa secara keseluruhan diperoleh peningkatan hasil belajar sebesar 70%. Sehingga dari data tersebut menunjukkan bahwa media audio visual ini efektif digunakan dalam proses belajar mengajar.     Saran yang diajukan, kepada pihak sekolah adalah media audio visual ini agar dijadikan bahan pertimbangan sebagai alternatif media yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran dan dapat digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam kelas. Sedangkan saran bagi pengembang berikutnya, agar mengembangkan mengembangkan dengan materi pokok lainnya sesuai dengan karakteristik bidang studinya.

Pengaruh penggunaan geogebra dalam pembelajaran geometri model pace terhadap kemampuan penalaran dan komunikasi matematis siswa SMP / Hidayah Susatri

 

Susatri, Hidayah. 2014.TheInfluence of Using GeoGebra in the PACE Model of     Learning Geometry on Mathematical Reasoning Ability and Communication skill of Junior High School Students. Thesis. Mathematics Education Study Program,(S2), State University of Malang.     Supervisor: (1) Dr. Abdur RahmanAs'ari, M. Pd, M.A., (2) Dr. Hery     Susanto, M.Si Keywords: PACE model, GeoGebra, Reasoning, Communication     Students' mathematical reasoning ability and communication skill are essential partswhich should be developed in school mathematics learning process. This study aimed to determine 1) the mathematical reasoning ability of students who have learning geometry through the PACE model by using GeoGebrais better than students who have learning through PACE model without using GeoGebra; 2) the mathematical communication skill of students who have learning geometry through the PACE model by using GeoGebra is better than students who have learning through PACE model without using GeoGebra.     This is a type of quasi-experimental study with a Pretest-Postest Control Group Design. The population of studyis the eighth grade students ofSMP Negeri 1 Ampelgading and SMP Negeri 1 Wagir with samples of students in class VIII-A and VIII-C at SMP Negeri 1 Ampelgading respectively as the experimental group and the first control group and students of class VIII-A at SMP Negeri 1 Wagir as the second control group. All three groups are given a pretest, the learning through the PACE model by using GeoGebra for the experimental group and the PACE model of learning without using GeoGebra for the control groups, and ends with a posttest. The instrument of theresearch used to collect the data of students’learning outcomes is in the form of essay test. To analyze thr instrument, it uses Anates V4, whereas to analyze the data of students mathematic learning outcomes, it uses T-Test nd ANOVA test path.     The average score of mathematical reasoning test result given to the experimental group increased by 2.00 and for the first and second control group respectively increased by 1.01 and 1.11. While the average score of test result given of the experimental group mathematical communication increased by 2.06 and for the first and second control group respectively increased by 1.00 and 1.03. Based on the hypothesis test using a significance level of 5% it can be concluded that the mathematical reasoning ability and communication skill of the experimental group is better than the two control groups. In other words, the mathematical reasoning ability and communication sklill of students who have learning geometry through the PACE model by using GeoGebra is better than students who have learning through PACE models without using GeoGebra

Siklus karbon dioksida dan oksigen dalam peristiwa pernapasan hewan dan assimilasi C tumbuhan sebagai bahan pelajaran di sekolah lanjutan / oleh Endang Titi Nawangsih Muljaningrum

 

Pengembangam e-module pembelajaran tematik kelas IV di SDN Kasin Malang / Aprillia Eka Rahmawati

 

Rahmawati, Aprillia Eka. 2014. Pengembangan E-module Pembelajaran Tematik Kelas VI di SDN Kasin Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dedi Kuswandi, M.Pd dan (II) Saidah Ulfa, ST., M.Edu., Ph.D Kata Kunci: Pengembangan, E-module Pembelajaran, Flipbook, Tematik Sekolah Dasar.     Pengembangan e-module pembelajaran tematik merupakan bahan ajar yang dirancang secara mandiri dilengkapi dengan petunjuk pemanfaatan modul serta memiliki fungsi secara interaktif (komunikatif), sehingga terdapat hubungan timbal balik antara media dan user (pengguna). Dalam penelitian ini modul tidak tercetak disajikan dalam bentuk flipbook yang bersifat interaktif, sehingga dilengkapi dengan fasilitas teks, audio visual, sound, movie dan program pendukung lainnya. E-module pembelajaran ini mendukung penyelenggaraan pembelajaran tematik yang disesuaikan dengan tuntutan kurikulum 2013 pada sekolah dasar.     Tujuan dari pengembangan ini adalah menghasilkan produk e-module pembelajaran tematik pada tema 8 subtema 1 “Lingkungan Tempat Tinggalku” kelas IV di SDN Kasin Malang. Dengan subyek uji coba berjumlah 45 siswa di SDN Kasin Malang. Jenis data yang digunakan adalah kualitatif yang bersumber dari angket yang diisi oleh ahli media, ahli materi dan siswa. Serta data kuantitatif berupa hasil belajar siswa yaitu pre tes dan pos tes guna mengetahui hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan data validasi dari ahli media dengan persentase sebesar 87,5% dengan kategori layak, data validasi ahli materi dengan persentase sebesar 96,25% dengan kategori layak, validasi responden siswa pada uji kelompok kecil dengan persentase sebesar 90,13% dengan kategori layak dan validasi uji lapangan dengan persentase 87,93% dengan kategori layak. Data hasil belajar siswa menujukkan bahwa seluruh siswa talah mencapai KKM, jadi dapat disimpulkan bahwa e-module pembelajaran ini efektif digunakan untuk pembelajaran Tematik kelas IV di SDN Kasin Malang.     Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa Pengembangan E-module Pembelajaran Tematik pada pokok bahasan tema 8 subtema 1 “Lingkungan Tempat Tinggalku” yang diujikan pada siswa kelas IV di SDN Kasin Malang dikatakan digunakan dalam pembelajaran. Dapat dimanfaatkan sebagai pengganti (subtitusi) bahan ajar dalam pembelajaran di kelas. Saran pengembangan ini adalah (1) Bagi guru diharapkan modul pembelajaran interaktif ini dijadikan referensi serta media penunjang dalam pembelajaran tematik pokok bahasan tema 8 subtema 1 Lingkungan tempat tinggalku. (2) Bagi siswa hendaknya meningkatkan kemampuan dalam mengoperasikan perangkat komputer serta kemandirian belajarnya untuk mencapai hasil belajar yang maksimal.

Pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) untuk meningkatkan pemahaman sistem persamaan linear dua variabel siswa kelas X-G smester I MAN Trenggalek / Samsul Bakri

 

Bakri, Samsul. 2014. Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Untuk Meningkatkan Pemahaman Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Siswa Kelas X - G Semester I MAN Trenggalek. Tesis. Jurusan Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Akbar Sutawidjaja,Ph.D., (II) Dr. Sisworo,S.Pd.,M.Si. Kata Kunci : Pembelajaran kooperatif tipe NHT, Pemahaman konsep sistem persamaan linear dua variabel.          Pemahaman siswa tentang konsep sistem persamaan linear dua variabel masih belum baik. Pemahaman siswa masih lemah. Hal ini terlihat dari hasil wawancara, tes awal dan hasil pengamatan di lapangan. Pada umumnya tahapan pembelajaran di kelas, yaitu (1) Mempersiapkan dan memotivasi siswa untuk belajar, (2) menjelaskan materi, (3) memberi contoh soal dan latihan. Di kelas siswa tidak aktif. Menurut peneliti untuk menyelesaikan permasalahan di atas dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran ini bernaung dalam teori konstruktivis. Pembelajaran kooperatif tipe NHT dikembangkan untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam review materi dan untuk memeriksa pemahaman siswa.     Berdasarkan latar belakang penelitian di atas, maka peneliti melakukan penelitian dengan judul “Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Siswa Kelas X-G Semester I MAN Trenggalek”. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian menggunakan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe NHT yang dapat meningkatkan pemahaman konsep sistem persamaan linear dua variabel untuk siswa kelas X-G semester I MAN Trenggalek.     Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan pemahaman konsep sistem persamaan linear dua variabel. Respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif ini juga sangat positif.

Hubungan antara pengendalian emosi dengan penyesuaian sosial siswa kelas X SMA Negeri 2 Malang / Riesta Ary Sulistyowati

 

ABSTRAK Sulistyowati, Riesta Ary. 2009. Hubungan antara Pengendalian Emosi dengan Penyesuaian Sosial Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Adi Atmoko M.Si (2) Drs. Djoko Budi Santoso Kata Kunci : Pengendalian Emosi, Penyesuaian sosial. Kemampuan penyesuaian sosial yang ditunjang dengan pengendalian emosi sangat diperlukan dalam pergaulan remaja. Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) pengendalian emosi, (2) penyesuaian sosial, dan (3) hubungan pengendalian emosi dengan penyesuaian sosial siswa kelas X SMA Negeri 2 Malang. Penelitian dilakukan dengan rancangan korelasional pada subyek sebanyak 280 siswa. Data pengendalian emosi dikumpulkan dengan skala pengendalian emosi (koefisien validitas item antara 0,382 sampai 0,787; koefisien reliabilitas instrumen 0,943). Data penyesuaian sosial dikumpulkan dengan skala penyesuaian sosial (koefisien validitas item antara 0,437 sampai 0,609; dan koefisien reliabilitas instrumen 0,909). Data dianalisis dengan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sangat sedikit (3,9%) siswa yang memiliki tingkat pengendalian emosi yang sangat tinggi, sangat banyak (91,8%) siswa yang memiliki tingkat pengendalian emosi yang tinggi, dan sangat sedikit (4,3%) siswa yang memiliki pengendalian emosi yang sedang, (2) sedikit (24,3%) siswa yang memiliki tingkat penyesuaian sosial yang sangat tinggi, banyak (68,2) siswa yang memiliki tingkat penyesuaian yang tinggi, sangat sedikit (7,5%) siswa yang memiliki tingkat penyesuaian sosial yang sedang, dan (3) ada hubungan positif pengendalian emosi dengan penyesuaian sosial siswa (rxy = 0,483, sig = 0,000). Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada: (1) konselor untuk menyelenggarakan layanan bimbingan strategi self regulation dan emotional regulation untuk mengendalikan emosi misalnya dengan teknik relaksasi dan meditasi, dan menyelenggarakan layanan orientasi dan bimbingan kelompok untuk melatih siswa dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya, (2) siswa menerapkan strategi self regulation dan emotional regulation untuk mengendalikan emosinya dalam rangka proses penyesuaian sosial, dan (3) peneliti selanjutnya diharap melakukan penelitian kualitatif tentang implementasi pengendalian emosi remaja dalam lingkungan pendidikan.

Proses cerpikir aljabar siswa berdasarkan taksonomi Marzano / Yunita Oktavia Wulandari

 

Wulandari, Yunita Oktavia. 2014. Proses Berpikir Aljabar Siswa Berdasarkan Taksonomi Marzano. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Edy Bambang Irawan, M.Pd., (2) Prof. Dr. Toto Nusantara, M.Si.      Kata Kunci: Proses Berpikir Aljabar, Taksonomi Marzano.          Mengingat pentingnya aljabar, maka sangat diharapkan siswa sekolah untuk menguasai aljabar. Di samping aljabar merupakan gerbang pembelajaran matematika lanjut, aljabar juga mendukung kemampuan siswa untuk memecahkan masalah menggunakan abstraksi dan untuk mengoperasikan entitas matematika secara logis dan mandiri. Berpikir aljabar juga merupakan elemen yang pokok dan penting dari pemikiran dan penalaran matematis. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui proses berpikir aljabar siswa. Dengan mengetahui proses berpikir siswa, guru dapat melacak dimana letak kesalahan siswa dan penyebab kesalahan tersebut. Hal ini berguna sebagai pertimbangan dalam membuat rancangan pembelajaran yang sesuai dengan proses berpikir siswa.     Penelitian ini dilakukan terhadap 6 siswa Kelas XI SMA Negeri 10 Malang yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir aljabar siswa pada materi persamaan kuadrat. Data penelitian diperoleh dari respon tertulis pengerjaan instrumen aljabar dan hasil wawancara siswa. Proses berpikir aljabar subjek penelitian dianalisis berdasarkan Taksonomi Marzano yang meliputi tiga sistem yaitu sistem diri (apakah siswa terlibat dalam masalah), sistem metakognitif (bagaimana siswa memahami masalah dan membuat garis besar ide untuk menyelesaikan masalah), sistem kognitif (bagaimana pemrosesan pengetahuan siswa dalam menyelesaikan masalah yaitu level 1 retrieving knowledge, level 2 comprehending knowledge, level 3 analyzing knowledge, level 4 using knowledge).     Penelitian ini mengungkapkan bahwa masing-masing sistem dalam Taksonomi Marzano setiap subjek, yaitu sistem diri, sistem metakognitif, dan sistem kognitif saling berkaitan. Beberapa subjek tertantang, dapat membuat tujuan dan strategi penyelesaian masalah, dan mampu menjalankan strateginya. Terdapat subjek yang telah melalui level 1-4 tetapi menghasilkan jawaban yang salah karena subjek tersebut gagal dalam sistem metakognitifnya. Terdapat juga subjek yang tidak tertantang dengan masalah yang ada sehingga mengakibatkan terhadap hasil penyelesaian yang salah. Ada juga subjek yang cenderung selalu menghindari penggunaan variabel dalam penyelesaian masalah.     Terdapat beberapa hambatan yang muncul saat menyelesaikan masalah aljabar yaitu subjek merasa kesulitan jika berkaitan dengan geometri dan kurangnya kemampuan membaca matematika. Oleh karena itu, didapatkan salah satu implikasi penelitian ini dalam pembelajaran yaitu pentingnya merancang pembelajaran dengan membuat hubungan antara aljabar, bilangan, bentuk dan ruang, dan konteks yang menghubungkan aljabar dengan dunia siswa sehingga mulai membentuk pembelajaran yang bermakna.

Pengembangan perangkat pembelajaran realistik materi sistem persamaan linier dua variabel untuk siswa kelas VIII / Umi Chobsah

 

Chobsah, Umi, 2014. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Realistik Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel Untuk Siswa Kelas VIII. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Abdur Rahman As ari, M.Pd. MA (II) Dr. Hery Susanto, M. Si. Kata Kunci: perangkat pembelajaran matematika, sistem persamaan linier dua variabel Untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis dan sikap positif terhadap matematika perlu diperhatikan cara pengajarannya. Matematika merupakan hal yang menyenangkan,mudah dipahami, tidak menakutkan, dan banyak kegunaannya.Hal ini dapat dirasakan melalui pembelajaran matematika realistik (Realistic Mathematic Education). Bahan ajar khususnya Lembar Kerja Siswa (LKS) yang ada selama ini kebanyakan hanya sebatas kumpulan soal-soal, dan sedikit uraian materi di dalamnya. Siswa hanya terpaku pada uraian dalam LKS tanpa menganalisis suatu masalah. Hal ini kurang meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran. Berdasar fakta yang terjadi di MtsN Paiton untuk materi persamaan linier dua variabel, siswa sudah pernah mendapatkannya di jenjang pendidikan sebelumnya, namun kebanyakan siswa belum paham akan konsepnya. Hal di atas yang mendasari dikembangkannya LKS yang bercirikan Realistic Mathematic Education (RME) yang valid, praktis dan efektif. Adapun langkah-langkah pembelajaran realistik tercermin dalam rencana pelaksanaan pembelajaran dan lembar kerja siswa meliputi (a) memulai pembelajaran dengan mengajukan permasalahan riil sesuai dengan pengalaman dan tingkat pengetahuan peserta didik (b) peserta didik mengembangkan model-model simbolik terhadap masalah yang diajukan (c) pembelajaran berlangsung secara interaktif (d) Penekanan utama bukan pada langkah-langkah prosedural, tetapi lebih pada pemahaman konsep dan penyelesaian masalah,dengan melibatkan masalah yang tidak rutin dan mungkin jawabannya tidak tunggal, (e) Pembelajaran di desain agar materi pelajaran terkait dengan topik atau bahasan lain sehingga lebih bermakna. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Proses untuk memperoleh hasil pengembangan berdasarkan model Plomp, yaitu meliputi (a) prototyping stage, meliputi fase investigasi awal, fase desain /perancangandan fase pengembangan/konstruksi (2) assesment stage meliputi fase implementasi/uji produk dan fase analisis, evaluasi dan revisi. LKS Sistem Persamaan Linier Dua Variabel bercirikan RME divalidasi oleh tiga validator dengan skor 91,67% dan uji coba produk menunjukkan persentase skor ketelaksanaan lembar kerja siswa yang di tunjukkan dari aktivitas siswa adalah 90,00% dengan kriteria sangat baik.Data tersebut menunjukkan bahwa hasil penelitian pengembangan ini berupa rencana pelaksanaan pembelajaran dan lembar kerja siswa telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif Saran pengembangan selanjutnya adalah dikembangkannya perangkat pembelajaran bericirikan RME pada materi matematika lainnya dan juga diharapkan dapat dilaksanakan di setiap kelas MTs Negeri Paiton.

Pengaruh perhatian orang tua dan fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa (Studi kasus pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung) / Dhiayu Pitra Hermawati

 

ABSTRAK Hermawati, Dhiayu Pitra. 2010. Pengaruh Perhatian Orang Tua Dan Fasilitas Belajar Di Rumah Terhadap Prestasi Balajar Siswa (Studi Kasus Pada Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Bambang Pranowo, S.E., M.Pd., Ak. (2) Drs. Ir. Yohanes Hadi Soesilo, S.Th., M.Div., M.Si Kata Kunci: Perhatian Orang Tua, Fasilitas Belajar Di Rumah, Prestasi Belajar Siswa. Dalam meningkatkan hasil belajar yang optimal, perlu diperhatikan faktor atau kondisi yang dapat mempengaruhi proses kegiatan belajar. Faktor tersebut ada kalanya dari dalam individu atau bahkan dari luar individu siswa. Adanya dugaan bahwa ada pengaruh kondisi perhatian orang tua dan fasilitas belajar di rumah, maka muncul ide yang mendorong diadakannya penelitian ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi perhatian orang tua siswa, indikator yang dominan dalam perhatian orang tua siswa, kondisi fasilitas belajar di rumah siswa, indikator yang dominan dalam fasilitas belajar di rumah siswa, pengaruh perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa, pengaruh fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa, serta pengaruh perhatian orang tua dan fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode diskiptif kuantitatif. Instrumen dalm penelitian ini berupa angket, kemudian hasilnya dianalisis dengan menggunakan teknik regresi linier berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah 165 siswa kelas XI IPS 1, 2, 3 dan 4 SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung tahun ajaran 2009/2010. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 49 siswa. Teknik sampel yang digunakan adalah proporsional random sampling. Kemudian sampel penelitian ditentukan secara proporsional dari masing-masing kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perhatian orang tua siswa tergolong baik dengan prosentase 40,82% siswa menyatakan sering mendapat perhatian dari orang tua mereka. Indikator perhatian orang tua yang paling dominan adalah perannya sebagai teacher atau pendidik, sebesar 86,6% siswa menyatakan mendapat bimbingan yang baik dari orang tuanya. Fasilitas belajar siswa tergolong baik, sebesar 42,86% siswa menyatakan sering mendapat fasilitas belajarnya di rumah. Indikator fasilitas belajar di rumah yang dominan adalah tersedianya ruang belajar tersendiri di rumah, sebesar 77% siswa menyatakan mempunyai ruang belajar sendiri di rumah. Prestasi belajar siswa juga tergolong tinggi, sebesar 89,80% siswa mendapat nilai tinggi. Dari analisis regresi diketahui (1) Terdapat pengaruh perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa, (2) Terdapat pengaruh fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa, (3) Terdapat pengaruh perhatian orang tua dan fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa. Prestasi belajar dapat dijelaskan oleh variabel bebas i (perhatian orang tua dan fasilitas belajar di rumah) masing–masing sebasar sebesar 43,1% untuk perhatian orang tua dan 36,9% untuk fasilitas belajar di rumah, sedangkan prosentase sisanya disebabkan oleh variabel lain. Dari hasil penelitian diketahui bahwa perhatian orang tua merupakan variabel yang efektif mempengaruhi prestasi belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa perhatian orang tua, fasilitas belajar di rumah, dan prestasi siswa tergolong kategori baik. Indikator yang dominan dalam variabel perhatian orang tua adalah peranan sebagai teacher atau pendidik. Indikator yang dominan dalam variabel fasilitas belajar di rumah adalah tersedianya ruang belajar tersendiri di rumah. Terdapat pengaruh yang simultan dan parsial antara perhatian orang tua dan fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa. Saran yang bisa diberikan (1)Kepada pihak sekolah hendaknya selalu memperbaiki dan meningkatkan sarana dan prasarana belajar yang ada. Dengan mengoptimalkan penggunaan dana BOS dari pemerintah, dan bekerjasama dengan masyarakat. (2) Kepada para guru hendaknya dapat memanfaatkan fasilitas di sekolah secara optimal untuk melengkapi fasilitas belajar yang tidak tersedia di rumah siswa dan memberikan perhatian lebih pada siswa. Hal tersebut dilakukan dengan cara sesering mungkin menggunakan fasilitas pada aktifitas pembelajaran. (3)Kepada orang tua diharapkan hendaknya memberikan perhatian lebih pada anak, dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas komunikasi. (4)Kepada para siswa hendaknya dapat ikut serta meningkatkan pemanfaatan penggunaan sarana dan prasarana belajar yang tersedia dengan semaksimal mungkin dan ikut serta menjaga sarana dan prasarana belajar yang telah ada dengan tidak merusak atau menggunakannya secara sembarangan.(5)Kepada para peneliti yang bermaksud mengadakan penelitian yang berkaitan dengan topik atau tema penelitian ini, maka hendaknya menambah variabel.

Diagnosis kesulitas siswa dalam menyelesaikan masalah geometri-pisa melalui pemetaan kognitif dan upaya mengatasinya dengan scaffolding / Agung Prasetyo Abadi

 

Abadi, Agung, Prasetyo. 2014. Diagnosis Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Geometri-PISA Melalui Pemetaan Kognitif dan Upaya Mengatasinya dengan Scaffolding. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Subanji, M.Si., (2) Drs. Tjang Daniel Chandra, M.Si, Ph.D. Kata Kunci: Diagnosis, Kesulitan Siswa, Geometri-PISA, Pemetaan Kognitif, Scaffolding    Salah satu indikator yang menunjukkan mutu pendidikan di tanah air cenderung masih rendah adalah hasil penilaian internasional tentang prestasi siswa. Survey Trends International Mathematics and Science Study (TIMSS) pada tahun 2003 menempatkan Indonesia pada peringkat 34 dari 45 negara. Prestasi tersebut bahkan relatif lebih buruk pada Programme for International Student Assessment (PISA), yang mengukur anak usia 15 tahun dalam literasi membaca, matematika, dan ilmu pengetahuan. Pada tahun 2003 menempatkan Indonesia pada pada peringkat 2 terendah dari 40 negara sampel, yaitu hanya satu tingkat lebih tinggi daripada negara Tunisia. Bahkan pada PISA tahun 2012 Indonesia nyaris menjadi juru kunci, Indonesia berada di peringkat 64 dari 65 negara yang ikut berpartisipasi dalam tes.    Penelitian ini mengungkap apa saja kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah geometri-PISA dan upaya mengatasinya menggunakan scaffolding. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus karena dalam penelitian ini dilakukan kepada individu secara mendalam, mulai dari mendiagnosis kesulitan sampai pemberian scaffolding. Subjek penelitian ini terdiri 6 siswa dari 3 kelompok kemampuan matematika yang berbeda. Kelompok pertama dengan kemampuan matematika baik, kelompok kedua dengan kemampuan matematika sedang, dan kelompok ketiga dengan kemampuan matematika kurang. Masing-masing kelompok terdiri dari 2 siswa.    Kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan masalah geometri-PISA antara lain: (1) memahami masalah, hal ini disebabkan karena siswa jarang atau tidak pernah diberikan latihan dengan soal-soal yang berkarakteristik seperti soal PISA, (2) menuliskan kondisi awal dari apa yang sudah dipahami, hal ini disebabkan karena siswa tidak terbiasa melakukannya di kelas, (3) kesulitan dalam mengaitkan apa yang diketahui dengan apa yang ditanyakan sehingga menghasilkan jawaban yang benar, hal ini disebabkan karena dalam menyelesaikan soal PISA diperlukan beberapa konsep yang saling terkait. Hal demikian masih belum terbiasa dilakukan di kelas, (4) kesulitan dalam melakukan pengecekan jawaban yang telah diperoleh dan kesulitan dalam memberikan kesimpulan terhadap jawaban yang dihasilkan.    Sebagai upaya mengatasi masalah tersebut, maka peneliti memberikan scaffolding kepada subjek penelitian. Berdasarkan pada pengertian dari ZPD yaitu daerah diantara tingkat perkembangan aktual dan perkembangan potensial, atau dengan kata lain daerah di mana siswa belajar secara individu dengan siswa belajar dibantu oleh orang yang lebih mampu (scaffolding), maka scaffolding dikaitkan dengan interaksi di mana guru menstruktur tugas agar siswa dapat berpartisipasi aktif dalam aktivitas pembelajaran.    Anghileri (2006:39) mengusulkan tiga hierarki dari penggunaan scaffolding yang merupakan dukungan dalam pembelajaran matematika yaitu: Level 1: Environmental provisions (Classroom organization, artefacts), Level 2: Explaining, reviewing, and restructuring, Level 3 :Developing conceptual thinking. Peneliti mengaitkan dengan tiga tingkatan scaffolding yang dikemukakan oleh Anghileri (2006) meskipun tidak semua tingkatan digunakan, mengingat kondisi siswa dan materi yang dibahas dalam penelitian ini. Scaffolding yang diberikan berupa dukungan untuk belajar dan mengatasi masalah yang diberikan secara bertahap dan seminimal mungkin dengan mengacu pada tahapan scaffolding Anghileri pada level 2 (Explaining, reviewing, and restructuring).      Dari hasil penelitian ini, peneliti menyampaikan beberapa saran antara lain: (1) Dalam menjelaskan langkah-langkah pengerjaan soal terutama soal cerita, sebaiknya dilakukan dengan rinci, sehingga diharapkan siswa mengetahui manfaat tiap langkah pengerjaan soal, (2) Membiasakan siswa dengan soal-soal yang bukan prosedural, misalnya dengan soal yang sesuai dengan standar PISA. (3) Kajian dalam penelitian ini masih terbatas, sehingga perlu adanya penelitian lain yang lebih mendalam.

Refleksi dunia kebatinan Jawa dalam novel bilangan FU karya ayu utami (Sebuah kajian sosiologi sastra) / Tsabit Nur Pramita

 

ABSTRAK Pramita Tsabit Nur. 2009. Refleksi Dunia Kebatinan Jawa dalam Novel Bilangan Fu Karya Ayu Utami (Sebuah Kajian Sosiologi Sastra). Skripsi Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr.Soedjijono, M.Hum Kata Kunci: Kebatinan, Refleksi, Novel, Sosiologi Novel merupakan salah satu bentuk sastra yang berbentuk prosa. Kejadian yang terdapat dalam novel merupakan khayalan atau rekaan yang diceritakan oleh pengarang. Novel memiliki unsur-unsur pembagian cerita. Unsur tersebut berupa unsur intrinsik dan ekstrinsik. Novel sebagai sebuah karya fiksi menawarkan sebuah dunia, dunia yang berisi model kehidupan yang diidealkan, dunia imajinatif, yang dibangun melalui berbagai unsur intrinsiknya seperti peristiwa, plot, tokoh (dan penokohan), latar, sudut pandang, dan lain-lain yang kesemuanya tentu saja, bersifat imajinatif. Karya sastra merupakan cerminan dari masyarakat. Cerminan atau refleksi dari sebuah kehidupan sosial masyarakat dapat terekam dalam sebuah karya fiksi yang menarik . Sosiologi sastra merupakan penggabungan dua disiplin ilmu yang berbeda yaitu sosiologi dan sastra. Perbedaan antara keduanya, adalah bahwa sosiologi melakukan analisis alamiah yang obyektif, sedangkan Sastra mencoba memahami setiap kehidupan sosial dari relung perasaan yang terdalam. Yang satu beranjak dari hasil pemikiran sedangkan yang satu lagi beranjak dari hasil pergulatan perasaan yang merupakan dua kutub yang berbeda. Seandainya ada dua orang melakukan penelitian sosiologi dengan obyek yang sama, hasil penelitian itu besar kemungkinan mendapatkan hasil yang sama. Sedangkan, seandainya ada dua orang penulis novel membuat sebuah cerita dengan setting tempat dan obyek masyarakat yang sama, hasil yang didapatkan cenderung berbeda sebab cara-cara manusia menghayati masyarakat dengan perasaannya berbeda-beda menurut pandangan orang-seorang. Penelitian ini secara umum bertujuan memperoleh deskripsi tentang dunia kebatinan jawa dalam novel Bilangan Fu karya Ayu Utami. Adapun tujuan khusus penelitian ini, yakni mendeskripsikan (1) kebatinan jawa dari unsur ajaran agama, (2) kebatinan jawa dari unsur animisme-dinamisme, dan (3) kebatinan jawa dari unsur falsafah hidup yang terkandung dalam novel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Sosiologi Sastra. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks novel Bilangan Fu karya Ayu Utami. Data berupa unit-unit teks yang berisi deskripsi kebatinan jawa dalam paparan bahasa berbentuk monolog, dialog, dan narasi. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca sumber data dan peneliti berperan sebagai instrument (human instrument). Peneliti melakukan identifikasi, klasifikasi, dan kodifikasi data berdasarkan permasalahan yang dikaji. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi atau studi kepustakaan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menyeleksi, mengklasifikasi, menafsirkan, dan memaknai data kemudian mengambil kesimpulan. i Berdasarkan hasil analisis data diperoleh beberapa kesimpulan, Pertama, kebatinan jawa dari unsur ajaran agama dalam novel Bilangan Fu karya Ayu Utami, memiliki empat tahapan mistik yang diyakini oleh masyarakat Jawa, salah satunya masyarakat desa Watugunung. Empat tahapan mistik tersebut antara lain : syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat. Keempat tahapan mistik tersebut dimunculkan dalam ritul-ritul mistik yang dilakukan oleh tokoh-tokoh yang terdapat dalam novel tesebut. Selain dapat dilihat dari sikap tokoh, hal tersebut juga terdapat dalam alur, setting, dan unsur-unsur cerita yang lain. Kedua, kebatinan jawa dari unsur animisme-dinamisme, yaitu pelaksanaan ritual slametan sebagai ritual pokok yang selalu ada dalam setiap peristiwa yang dialami oleh orang jawa, Slametan dilakukan sebagai wujud rasa hormat dan menghargai makhluk lain yang hidup di jagad raya Ritual ini telah menjadi tradisi yang mutlak dilakukan oleh masyarakat Jawa, termasuk warga desa Watugunung. Bentuk kedua adalah kepercayaan terhadap adanya makhluk halus dan arwah nenek moyang. Masyarakat desa watugunung sangat percaya bahwa arwah-arwah nenek moyang yang pernah menjadi tetua di desa tersebut, masih tinggal di tempat-tempat tertentu di desa tersebut. Untuk itu mereka selalu menghormati dengan tidak mengusik tempat tinggal roh-roh halus tersebut. Jika manusia tidak mengusik kehidupan makhluk-makhluk halus tersebut, maka roh-roh tersebut tidak akan mengusik kehidupan manusia. Ketiga, kebatinan jawa dari unsur Falsafah Hidup, terdiri dari empat aspek, yaitu pasemon atau ungkapan, petungan jawa, wayang, sebagai lambang simbolisme kehidupan, dan pemahaman Mamayu Hayuning Bawana. Ketiga aspek-aspek dalam Falsafah Hidup yang terdapat dalam novel Bilangan Fu tersebut, diwujudkan pada sikap saling menghormati sesama makhluk Tuhan, baik sesama manusia, maupun makhluk halus. Sikap hormat terhadap makhluk halus dilakukan dalam bentuk tidak mengusik tempat tinggal mereka, yaitu pohonpohon yang dianggap keramat. Dengan demikian akan terwujud keseimbangan kosmos.Saran-saran yang dapat disimpulkan berdasarkan kesimpulan tersebut, yakni (1) peneliti berikutnya yang melakukan penelitian yang sejenis, diharapkan dapat menggunakan penelitian ini sebagai referensi penelitian dan disertai pengembangan masalah dari sudut pandang yang berbeda, (2) bagi pemerhati Sastra, penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran tentang dunia kebatinan yang desawa ini semakin jarang menyentuh kesusastraan Indonesia dan (3) bagi pendidik, penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk melakukan apresiasi Sastra pada siswa-siswi dalam mengkaji karya Sastra.

Penerapan gabungan model STAD dengan NHT untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Anjir Pasar Kota 2 / Ririen Utami

 

Utami, Ririen 2014, Penerapan Gabungan Model STAD dengan NHT untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SDN Anjir Pasar Kota 2. Tesis, Jurusan Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Ruminiati, M.Si., (2) Juhriyansyah Dalle, S.Pd., S.Si., M.Kom., Ph.D. Kata Kunci : Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, STAD, NHT     Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran dan rendahnya hasil belajar IPS pada SDN Anjir Pasar Kota 2 yang disebabkan oleh tidak adanya aktivitas kelompok, kuis maupun kegiatan yang membuat siswa tertarik, tertantang dan lebih bersemangat dalam belajar. Terkait dengan kelemahan itu, maka perlu dikembangkan model yang terkait dengan hal itu, yaitu dengan menerapkan gabungan model pembelajaran kooperatif Student Team Achievment Divisions (STAD) dengan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT).     Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas, yang terdiri dari 2 siklus. Prosedur penelitian berbentuk siklus dengan menggunakan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart, masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan dan observasi, serta tahap refleksi. Tahapan pelaksanaan proses analisis sintak gabungan model STAD dengan NHT meliputi, pretest untuk mengetahui skor awal, pembentukan kelompok heterogen, pemberian tugas kelompok berdasarkan nomor, diskusi kelompok, presentasi, pemanggilan nomor, kuis individu dan evaluasi. Subjek dalam penelitian ini adalah 12 siswa kelas V SDN Anjir Pasar Kota 2 semester genap tahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 2 siswa perempuan.    Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diketahui bahwa: (1) penerapan gabungan model STAD dengan NHT oleh guru dan siswa dilaksanakan dengan baik melalui tahapan presentasi kelas, tim, game, rekognisi tim meskipun terdapat beberapa masalah pada siklus I, tetapi masalah ini segera diperbaiki pada siklus II sehingga proses pembelajaran bisa sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti. (2) adanya peningkatkan aktivitas siswa, hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas siswa dari 45% pada siklus I meningkat menjadi 92%. (3) Hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan baik secara individu maupun klasikal. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan dari 33% pada siklus I menjadi 95% pada siklus II. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan gabungan model STAD dengan NHT dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS. Berdasarkan hasil penelitian, diajukan saran sebagai berikut: (1) Guru hendaknya dapat mengelola waktu dengan cermat, memberikan pemahaman dan penjelasan lebih detail kepada siswa tentang aturan pembelajaran dengan nomor dan kuis (2) siswa hendaknya tidak malu menanyakan materi yang dianggap sulit kepada teman yang lainnya, siswa hendaknya lebih meningkatkan keaktifan di kelas seperti bertanya, hendaknya siswa tidak segan membantu temannya, lebih berani mengungkapkan pendapat dan maju di depan kelas. (3) Hasil belajar yang telah dicapai siswa sebaiknya dipertahankan dan semakin ditingkatkan untuk SKM yang dinaikkan semula 70 menjadi 75 untuk mata pelajaran IPS. Kesulitan yang dihadapi dalam penerapan gabungan kedua model ini harus diperkecil, menyediakan fasilitas belajar lainnya untuk membuat peta konsep yang indah, beragam dan menarik tentunya.

Pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 7 Kediri / Metha Ika Rachmawati

 

ABSTRAK Rachmawati, Metha Ika. 2009. Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPS pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 7 Kediri. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi S1 Ekonomi dan Koperasi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Bambang Pranowo, SE.M.P.Ak, (II) Farida Rahmawati, SE.ME. Kata Kunci: Faktor Internal, Faktor Eksternal, Prestasi Belajar Ekonomi. Faktor-faktor yang memperngaruhi prestasi belajar siswa ada 2 diantaranya adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor-faktor yang berasal dari dalam diri siswa, sedangkan faktor eksternal adalah faktor – faktor yang berasal dari luar diri siswa. Faktor internal terdiri atas faktor fisiologis dan psikologis, sedangkan faktor eksternal terdiri atas faktor keluarga, sekolah dan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan faktor internal dan eksternal harus saling mendukung serta dapat meningkatkan faktor internal dan eksternal siswa demi tercapainya prestasi belajar ekonomi yang maksimal. Penelitian bertujuan (1) untuk memberikan gambaran umum mengenai kondisi faktor fisiologis, psikologis, keluarga, sekolah, masyarakat (internal dan eksternal)) dan prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 7 Kediri, (2) untuk mengetahui pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA negeri 7 Kediri. Variabel bebas penelitian ini terdiri dari faktor fisiologis (X1), faktor psikologis (X2), faktor keluarga (X3), faktor sekolah (X4), dan faktor masyarakat (X5). Sedangkan variabel terikatnya prestasi belajar ekonomi (Y). Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional. Analisis korelasional digunakan untuk mengetahui dan mencari ada tidaknya hubungan antar (X1), (X2), (X3), (X4), (X5), dan prestasi belajar ekonomi siswa (Y). Metode regresi berganda digunakan untuk menentukan besarnya pengaruh faktor fisiologis, psikologis, keluarga, sekolah dan masyarakat terhadap prestasi belajar ekonomi siswa (Y) di SMA Negeri 7 Kediri. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 7 Kediri yang berjumlah 160 siswa dan sampelnya berjumlah 56 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan menggunakan instrumen kuesioner, skala yang digunakan skala Likert dengan 5 alternatif jawaban. Uji kualitas data yang digunakan adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Jenis data menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner, sedangkan data sekunder berupa nilai rapor siswa kelas XI IPS semester ganjil tahun ajaran 2009/2010. Hasil penelitian di SMA Negeri 7 Kediri menunjukkan bahwa analisis pengaruh faktor fisiologis terhadap prestasi belajar ekonomi diperoleh nilai t hitung 2,273 > t tabel 2,008. dengan sig 0,027 < 0,05, maka faktor fisiologis berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi. Untuk faktor psikologis t hitung 2,493> t tabel 2,008. dengan sig 0,016 < 0,05, maka faktor psikologis berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi. Untuk faktor keluarga t hitung 2,552> t tabel 2,008. dengan sig 0,014 < 0,05, maka faktor keluarga berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi. Untuk faktor sekolah t hitung 2,176> t tabel 2,008. dengan sig 0,034 < 0,05, maka faktor sekolah berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi. Dan untuk faktor masyarakat t hitung 2,108> t tabel 2,008. dengan sig 0,040< 0,05, maka faktor masyarakat berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi. Analisis pengaruh faktor tersebut diatas (internal dan faktor eksternal) terhadap prestasi belajar ekonomi diperoleh nilai Fhitung 25,497> Ftabel 2,400. dengan sig 0,000 < 0,05 maka faktor fisiologis, psikologis, keluarga, sekolah, dan masyarakat (internal dan faktor eksternal) secara bersama-sama (simultan) berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi. Besar Adjusted R Square adalah 0,690. Hal ini berarti prestasi belajar ekonomi (Y) dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut sebesar 69,0% sedangkan sisanya 30,9% disebabkan oleh faktor lain diluar penelitian. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor internal siswa dan faktor eksternal siswa berpengaruh terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 7 Kediri. Saran (1) Orang Tua diharapkan dapat lebih memperhatikan perkembangan dan kebutuhan belajar anak agar anak dapat beprestasi lebih baik lagi, dapat diwujudkan dalam bentuk pemberian perhatian ketika anak sedang mengalami kesulitan dalam belajar, mendidiknya anak agar selalu rajin belajar setiap hari, memantau /mengontrol perkembangan dan kemajuan belajar anaknya serta selalu memperhatikan kebutuhan sekolah anaknya. (2) bagi guru, hendaknya meningkatkan kondisi faktor eksternal siswanya agar lebih baik lagi sehingga anak didiknya memperoleh prestasi belajar ekonomi yang maksimal dengan cara membaca materi sehingga pada saat mengajar guru dapat menguasai materi serta menyampaikan materi dengan jelas dan sistematis sehingga siswa dapat memahami materi pelajaran. Selain itu guru diharapkan memberikan tugas rumah agar siswa lebih sering belajar tetapi dengan porsi yang berlebihan agar tidak membebani siswa. (3) bagi siswa, diharapkan untuk membaca materi pelajaran ekonomi sebelum mengikuti pelajaran, memperhatikan pelajaran ekonomi sehingga siswa mudah mempelajari, mengulang kembali pelajaran ekonomi yang telah disampaikan guru demi tercapainya prestasi belajar ekonomi yang maksimal. (4) Bagi peneliti selanjutnya, sebaiknya menggunakan penelitian sampel dengan wilayah populasi yang lebih luas dan mengembangkan permasalahan yang terkait dengan prestasi belajar siswa. Dengan demikian hasil yang diharapkan dapat mengungkap lebih banyak permasalahan dan memberikan hasil temuan penelitian yang lebih berarti dan bermanfaat bagi banyak pihak.

Penerapan model pembelajaran learning cycle (Siklus belajar) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran IPS-Ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Malang / Mila Isnaningtyas

 

ABSTRAK Isnaningtyas, Mila. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle (Siklus Belajar) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS-Ekonomi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 18 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universiras Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Lisa Rokhmani, M.Si, (II) Dr. Nasikh, S.E. M.P, M.Pd Kata kunci: Model Pembelajaran Learning Cycle (Siklus Belajar), Aktivitas Belajar Siswa, Hasil Belajar Siswa Seiring dengan berjalannya waktu dan proses perubahan yang cepat dalam lingkungan pendidikan, maka hal tersebut juga berdampak pada perubahan kurikulum pendidikan saat ini, yaitu dengan diterapkannya kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada sekolah-sekolah sebagai penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya yang cenderung teacher-oriented dari pada student-oriented dalam proses belajar mengajar. Untuk mengetahui tuntutan dan target dari kurikulum tersebut, maka diperlukan strategi atau model pembelajaran yang menyenangkan dalam upaya meningkatkan pola pikir peserta didik serta potensi siswa agar berhasil dalam proses belajar mengajar. Untuk mencapai keberhasilan dalam proses belajar mengajar yang diharapkan, upaya atau usaha yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan cara memperhatikan siswa, menguasai materi pelajaran dan memilih metode pembelajaran yang tepat, dengan adanya penggunaan metode yang tepat proses belajar mengajar dapat memperoleh hasil yang memuaskan dan dapat mencapai tujuan pembelajaran, selain itu baik murid maupun guru harus memiliki sikap kemampuan dan keterampilan yang mendukung proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) men-deskripsikan penerapan model Learning Cycle dalam pembelajaran ekonomi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Malang, (2) meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Malang setelah penerapan model Learning Cycle dalam pembelajara ekonomi, (3) meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Nege-ri 18 Malang setelah penerapan model Learning Cycle dalam pembelajaran eko-nomi, (4) mengetahui persepsi siwa kelas VIII SMP Negeri 18 Malang terhadap penerapan model Learning Cycle dalam pembelajaran ekonomi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif den-gan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini berlangsung selama dua siklus dengan pokok bahasan Kebutuhan Manusia dan Kelangkaan Sumber Daya. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMPN 18 Malang yang berjum-lah 40 siswa, selanjutnya siswa tersebut dibagi ke dalam 5 kelompok heterogen. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, tes, angket, cata-tan lapangan dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kegiatan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penari-kan kesimpulan. Hasil penelitian menunukkan bahwa presentase keterlaksanaan pembela-jaran model Learning Cycle yang dilakukan oleh guru pada siklus I sebesar 83,33% dan pada siklus II sebesar 100%. Dengan demikian terjadi peningkatan keterlaksanaan pembelajaran dari siklus I ke siklus II sebesar 16,67%. Untuk vari-abel aktivitas belajar siswa diketahui terjadi peningkatan aktivitas dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I keaktifan siswa bertanya sebesar 46,67% dan meningkat pada siklus II sebesar 70%; keaktifan siswa merespon pertanyaan pada siklus I sebesar 49,58% dan meningkat pada siklus II sebesar 73,75%; kemampuan siswa bekerja dalam kelompok meningkat dari 82,08% pada siklus I menjadi 91,35% pada siklus II; ketepatan dalam menyelesaikan tugas juga meningkat dari siklus I sebesar 88,75% menjadi 93,75% pada siklus II. Hasil belajar siswa juga men-galami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 73 dan pada siklus II terjadi peningkatan sebesar 7,19% sehingga nilai rata-rata hasil belajar paad siklus II sebesar 78,25. Selain itu, berdasarkan angket yang telah dijawab siswa dapat diketahui bahwa respon siswa terhadap penerapan model Learning Cycle adalah positif, ini ditunjukkan dari skor perhitungan angket respon siswa yang diperoleh sebesar 82,5%. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Learning Cycle dapat meningkatkan aktivitas dan hasil bela-jar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas VIII A SMP Negeri 18 Malang. Sis-wa kelas VIII A memberikan respon yang positif terhadap penerapan model Learning Cycle pada mata pelajaran ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan beberapa hal: (1) model pembelajaran Learning Cycle dapat di-jadikan salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk me-ningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi, (2) pe-nerapan model pembelajaran Learning Cycle hendaknya dilakukan secara ber-tahap sesuai dengan fase-fase yang terdapat dalam pembelajaran Learning Cycle, (3) bagi peneliti selanjutnya sebaiknya penelitian ini dilaksanakan lebih dari dua siklus sehingga hasil penelitian yang diperoleh lebih maksimal.

Aplikasi pembelajaran kolaboratif problem-based learning dan cooperatiive learning tipe group investigation untuk meningkatkan partisipasi dan prestasi belajar ekonomi siswa kelas X-D MAN Malang 1 / Choiru Umatin

 

ABSTRAK Umatin, Choiru. 2010. Aplikasi Pembelajaran Kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation Untuk Meningkatkan Partisipasi dan Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas X-D MAN Malang I. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Achmad Ali Wafa, (II) Dr. Imam Mukhlis, SE, M.Si Kata kunci: PBL (Problem Based Learning), GI (Group Investigation), Partisipasi dan Prestasi Belajar. Seiring berjalannya waktu dan proses perubahan yang pesat dalam lingkungan pendidikan, maka hal tersebut juga berdampak pada perubahan kurikulum pendidikan saat ini yaitu dengan diterapkannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pelaksanaan KTSP telah mengubah tata cara pembelajaran yang telah ada disekolah yang salah satunya mengubah paradigma dalam proses pembelajaran, dari yang bersifat teacher centered (berpusat pada guru) menjadi student centered (berpusat pada siswa) adalah penggunaan strategi atau model pembelajaran yang menyenangkan (pembelajaran yang aktif, kreatif dan efektif) agar pengetahuan dan keterampilan yang diberikan oleh pengajar benar-benar menjadi milik siswa. Untuk mencapai target dalam proses belajar mengajar yang diharapkan, upaya atau usaha yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan cara memperhatikan siswa, menguasai materi pelajaran dan memilih metode pembelajaran yang tepat, dengan adanya penggunaan metode yang tepat, proses belajar mengajar dapat memperoleh hasil yang memuaskan dan dapat mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan masalah dalam penelitian ini adalah (1)” Untuk mendeskripsikan dan menganalisis aplikasi pembelajaran kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation (GI) dapat meningkatkan partisipasi belajar siswa kelas X-D MAN Malang I. (2)Untuk mendeskripsikan dan menganalisis aplikasi pembelajaran kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation (GI) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X-D MAN Malang I. (3)Untuk mendeskripsikan dan menganalisis respon siswa pada mata pelajaran ekonomi terhadap aplikasi pembelajaran kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation (GI) kelas X-D MAN Malang I Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian maka penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan analisis pendekatan induktif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap-tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah kelas X-D MAN Malang 1 tahun ajaran 2009-2010. Alat pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan soal tes, lembar observasi, angket untuk siswa, lembar catatan lapangan, dan pedoman wawancara. Data untuk partisipasi belajar ekonomi siswa dapat diperoleh nilai rata-rata pada siklus pertama sebesar 56,09% dan pada siklus kedua meningkat menjadi 76,47%. Sedangkan prestasi belajar ekonomi siswa juga mengalami peningkatan dimana siklus pertama rata-rata sebesar 67,56% dan pada siklus kedua menjadi sebesar 76,88% Dari penelitian aplikasi pembelajaran kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation dapat diambil kesimpulan yaitu (1) aplikasi pembelajaran kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation pada siswa kelas X-D MAN Malang 1 dapat meningkatkan partisipasi belajar ekonomi siswa. (2) aplikasi pembelajaran kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation pada siswa kelas X-D MAN Malang 1 dapat meningkatkan prestasi belajar ekonomi siswa. (3) respon siswa yang positif pada mata pelajaran ekonomi terhadap aplikasi pembelajaran kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation kelas X-D MAN Malang 1. Beberapa saran yang dapat dikemukakan diantaranya: (1) untuk MAN Malang 1 diharapkan aplikasi pembelajaran kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pembelajaran selanjutnya; (2) untuk guru ekonomi dapat menambah wawasan dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar-mengajar sehingga tercipta pembelajaran yang efektif dan sesuai standart kompetensi yang diharapkan; (3) bagi peneliti hendaknya dapat digunakan sebagai pengetahuan dan pengalaman dalam mengajar nantinya; (4) bagi siswa diharapkan dapat memandang pengetahuan secara konstruktif dan memiliki hubungan interpersonal dalam proses kelompok secara efektif; (5) bagi Universitas Negeri Malang (UM) dapat digunakan sebagai referensi dalam karya ilmiah mahasiswa selanjutnya.

Penerapan pembelajaran problem based learning melalui pendekatan CTL untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA (studi pada siswa kelas V SDN Pengembangan 6 Banjarmasin) / Dede Dewantara

 

Dewantara, Dede. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Melalui Pendekatan CTL untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA (Studi pada Siswa Kelas V SDN Pengambangan 6 Banjarmasin). Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar, Konsentrasi Guru Kelas, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd. (2) Drs. H. Rustam Effendi, M.Pd, Ph.D. Kata kunci: Model Pembelajaran PBL, Pendekatan CTL, Aktivitas, Hasil Belajar dan IPA     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran model PBL dipadukan dengan pendekatan CTL yang dapat meningkatkan hasil belajar IPA. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 3 (tiga) kali pertemuan atau 6 x 35 menit. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Pengambangan 6 yang berjumlah 20 orang. Data penelitian diperoleh dari hasil tes tertulis, lembar observasi aktivitas siswa. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran model PBL yang dipadukan dengan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar dan mendorong semangat siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. siswa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru melalui proses melihat, mendengar, diskusi, dan kerja kelompok. Indikator keberhasilan yaitu dengan meningkatnya kesiapan siswa mengikuti pelajaran, motivasi siswa meningkat, aktif bertanya, berusaha memecahkan masalah, terjalinnya kerjasama yang baik, penuh rasa percaya diri, berani mengeluarkan pendapat dan bertanggung jawab. Aktivitas siswa dari siklus I sampai siklus II selalu menunjukkan peningkatan dengan indikasi semakin banyak siswa melakukan aktivitas seperti yang disebutkan pada indikator yang ditentukan.. Pada evaluasi siklus I sebanyak 60% atau 12 dari 20 siswa berhasil mendapatkan nilai sama atau diatas kriteria ketuntasan minimum dengan rentang nilai 70 s/d 100 dengan nilai rata-rata sebesar 69. Pada siklus II, hasil belajar mencapai 85% atau 17 dari 20 siswa berhasil memperoleh nilai 70 s/d 100 dengan nilai rata-rata sebesar 82.     Berdasarkan data di atas, maka disimpulkan bahwa penerapan model PBL melalui pendekatan CTL di kelas V SDN Pengambangan 6 mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA. Disarankan untuk diadakannya penelitian lanjutan dengan langkah-langkah: (1) memberikan petunjuk permasalahan yang dihadapi secara jelas, (2) menanamkan keterampilan sosial dalam kegiatan pembelajaran sehingga aktivitas siswa dapat meningkat, (3) meningkatkan efektivitas kerjasama dalam rangka membantu pemahaman siswa terhadap materi pengajaran sehingga diperoleh hasil belajar maksimal (4) Guru-guru di Sekolah Dasar hendaknya mencoba menerapkan model pembelajaran PBL melalui pendekatan CTL (5) Peneliti lain hendaknya memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai bahan informasi ilmiah tentang model pembelajaran PBL melalui pendekatan CTL

Korelasi antara kecerdasan emosional dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar IPA kelas VI SDK Ende 3 Kabupaten Ende / Depa Don Damianus

 

Depa Don Damianus, 2014. Korelasi Antara Kecerdasan Emosional dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar IPA Kelas VI SDK Ende 3 Kabupaten Ende, Tesis, Jurusan Pendidikan Dasar, Pascasarjana Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Prof. Dr. I Nyoman S. Degeng, M.Pd, Pembimbing (II) Dr. Natsir B. Kotten, M.Pd. Kata Kunci: kecerdasan emosional, lingkungan belajar, prestasi belajar Sebagai institusi pendidikan, sekolah berkewajiban menanamkan berbagai ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap kepada peserta didik agar menghasilkan output yang handal, dalam arti memiliki sumber daya manusia (SDM) yang siap dimanfaatkan, baik untuk kebutuhan sendiri maupun kebutuhan orang lain atau masyarakat sekitarnya. Keberhasilan atau gagalnya anak dalam belajar di sekolah sangat ditentukan oleh dua faktor penting yang saling berkaitan yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Kecerdasan emosional termasuk bagian dari faktor intern, sedangkan lingkungan belajar faktor eksternnya. Menanamkan hal-hal yang berhubungan dengan kecerdasan emosional sangat penting karena dengan mengetahui dan memahami pribadinya secara baik, siswa dapat mengendalikan diri dalam mengambil keputusan-keputusan penting bagi hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya korelasi atau hubungan antara kecerdasan emosional dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar. Hipotesis dalam penelitian ini adalah (1) Ada korelasi yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar, (2) Ada korelasi yang signifikan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar,(3) Ada korelasi yang signifikan secara simultan antara kecerdasan emosional dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitiannya adalah penelitian eksplanasi (eksplanatory research), sampelnya siswa kelas VI SDK Ende 3 sebanyak 50 orang yang diambil secara random dari populasi 84 orang siswa, teknik analisis korelasi regresi berganda, dengan variable penelitiannya kecerdasan emosional (X1), lingkungan belajar (X2) dan prestasi belajar (Y), teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah (1) kecerdasan emosional berkorelasi secara signifikan dengan prestasi belajar, (2) lingkungan belajar berkorelasi secara signifikan dengan prestasi belajar, dan (3) kecerdasan emosional dan lingkungan belajar secara simultan berkorelasi secara signifikan dengan prestasi belajar

Profil Arif Suyono pemain klub Arema Malang (Ditinjau dari aspek motivasi berprestasi, perilaku dan jiwa sosial) / Yayang Rismamanto

 

ABSTRAK Rismamanto, Yayang. 2009. ”Profil Arif Suyono Pemain Klub Arema Malang (Ditinjau Dari Aspek Motivasi Prestasi, Perilaku dan Jiwa Sosial)”. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan. Pembimbing: (1) Dra. Siti Nurrochmah, M.Kes (2) Dra. Sri Purnami, M.Pd. Kata Kunci: Motivasi Berprestasi, Perilaku dan Jiwa Sosial Diera globalisasi seperti saat ini dengan semakin maju pesatnya perkembangan dunia sepakbola, banyak menjadikan dunia sepakbola sebagai ladang bisnis yang menguntungkan. Mulai dari produk sponsor serta atribut yang dipakai oleh seorang pemain, semuanya adalah produk perusahaan. Seperti kompetisi di Indonesia sendiri dibiayai oleh sebuah produk perusahaan ternama. Arif Suyono merupakan salah satu pemain muda berbakat yang ada dipersepakbolaan tanah air, yang mempunyai teknik dan kemampuan diatas rata-rata. Selain itu juga Arif dikenal pemain dengan talenta yang luar biasa walaupun bertubuh kurus tetapi sering membuat kagum penonton ditribun melalui akselarisinya diatas rumput hijau. klub profesional pertama Arif Suyono adalah arema junior, dengan motivasi yang tinggi untuk menjadi seorang pemain yang sukses, dan jiwa sosial yang tinggi terhadap sesama serta didukung dengan perilaku yang baik didalam lapangan maupun diluar lapangan. Penelitian ini difokuskan pada bagaimana motivasi berprestasi Arif Suyono sebagai pemain klub Arema Malang, bagaimana perilaku Arif Suyono sebagai pemain klub Arema Malang, bagaimana jiwa sosial Arif Suyono sebagai pemain klub Arema Malang. Tujuan Penelitian dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji motivasi Arif Suyono sebagai pemain klub Arema Malang, untuk mengetahui dan mengkaji perilaku Arif Suyono sebagai pemain klub Arema Malang, untuk mengetahui dan mengkaji jiwa sosial Arif Suyono sebagai pemain klub Arema Malang. Ditinjau dari fokus penelitian (rumusan penelitian) maka, penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif berbentuk studi kasus yang mengemukakan hal-hal khusus tentang latar belakang pada individu tertentu yaitu seorang pemain sepakbola bernama Arif Suyono. Ia sebagai seorang pemain sepakbola yang cukup banyak pengalamannya sejak dari usia 14 tahun hingga 25 tahun. Pendekatan tersebut dipilih karena peneliti ingin mengetahui profil Arif Suyono pemain klub Arema Malang ditinjau dari aspek motivasi berprestasi, perilaku, dan jiwa sosial. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Motivasi Arif Suyono memiliki motivasi berprestasi analisis teori ini ternyata juga didukung oleh hasil tes psikologi yang menunjukkan bahwa motivasi berprestasi Arif Suyono termasuk kategori sangat baik dengan skor 81. Ini menunjukkan bahwa Arif Suyono memiliki motivasi dan dorongan yang cukup kuat untuk mencapai prestasi dan hasil kerja yang sebaik-baiknya. Motivasi berprestasi yang sangat baik ini juga didukung oleh tingginya skor ketekunan dan keteraturan kerja Arif Suyono yang meraih skor 83. Ini menunjukkan bahwa Arif Suyono memiliki kecenderungan untuk bekerja dengan tekun dan teratur. Terlebih lagi aspek komitmennya juga sangat baik yaitu 80 yang membuatnya selalu konsekuen dalam melaksanakan komitmen seperti perjanjian kerja atau kontrak sehingga memungkinkannya dapat bekerja dengan sebaik-baiknya. Ketiga aspek tes perilaku tersebut yaitu motivasi berprestasi yang sangat baik, ketekunan dan keteraturan dalam bekerja, serta komitmen yang juga sangat baik menjadi sebuah modal yang cukup besar bagi Arif Suyono untuk meraih prestasi dan keberhasilan secara maksimal. Hasil tes psikologi juga mendukung kesimpulan bahwa Arif Suyono termasuk ke dalam golongan orang berperilaku flegmatis yaitu ketekunan dan keteraturan kerja yang ditunjukannya dengan suka bekerja keras dan disiplin menggunaklan waktu, komitmen yang berarti konsekuen untuk melaksanakan tugas sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, mempunyai motivasi berprestasi untuk mencapai prestasi yang lebih baik. Hubungan Arif Suyono dengan orang sekitarnya menunjukkan tingkat kematangan sosial yang sangat menguntungkan baginya. Sebagai seorang pemain sepakbola hubungan tersebut dibutuhkan pada kondisi tertentu yang biasanya menguras emosi seperti pada saat suasana dalam tim mengalami goncangan atau mendapat tekanan dari supporter maupun pihak lawan.

Penerapan model pembelajaran kooperatif TGT berorientasi pada PAKEM untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn siswa kelas V SDN Jejangkit Muara 2 / Rahidatul Laila Agustina

 

Agustina, Rahidatul Laila 2014, Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif TGT Berorientasi pada PAKEM untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar PKn Siswa Kelas V SDN Jejangkit Muara 2. Tesis, Jurusan Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Ruminiati, M.Si., (2) Juhriyansyah Dalle, S.Pd., S.Si., M.Kom., Ph.D. Kata Kunci : Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, Model Pembelajaran Kooperatif Teams Games tournament, PAKEM.     Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran dan rendahnya hasil belajar PKn pada SDN Jejangkit Muara 2. Usaha yang dapat dilakukan guru untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif Teams Games Torunament (TGT) berorientasi pada PAKEM. Model pembelajaran kooperatif TGT berorientasi pada PAKEM terdiri dari beberapa langkah pembelajaran yang merupakan gabungan dari sintaks TGT dan sintaks PAKEM, adapun gabungan kedua sintaks di jabarkan sebagai berikut: (1) penyajian kelas, (2) interaksi, (3) komunikasi (4) permainan, (5) pertandingan, (6) penghargaan serta (7) refleksi.     Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif (PTK Kolaboratif), yang terdiri dari 2 siklus. Prosedur penelitian berbentuk siklus dengan menggunakan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart, masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan dan observasi, serta tahap refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah 14 siswa kelas V SDN Jejangkit Muara 2 semester genap tahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 4 siswa perempuan.     Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diketahui bahwa: (1) penerapan model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT) berorientasi pada PAKEM oleh guru dan siswa dilaksanakan dengan baik melalui tahapan presentasi kelas, tim, game, turnamen dan rekognisi tim meskipun terdapat beberapa masalah pada siklus I, tetapi masalah ini segera diperbaiki pada siklus II sehingga proses pembelajaran bisa sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti. (2) adanya peningkatkan aktivitas siswa, indikator yang tampak adalah: aktivitas siswa selama belajar, partisipatif siswa dalam belajar, kreativitas siswa selama belajar, efektivitas kegiatan pembelajaran dan kegembiraan siswa selama belajar. (3) Hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan baik secara individu maupun klasikal.     Berdasarkan hasil penelitian, disarankan: (1) agar guru dapat mengelola waktu dengan cermat, memberikan pemahaman dan penjelasan lebih detail kepada siswa tentang aturan permainan dalam turnamen, pemberian penghargaan kelompok (team rewards) bisa dibuat secara bervariasi bukan hanya berupa hadiah (barang), tetapi bisa juga berupa sertifikat yang berguna bagi siswa, sehingga siswa lebih termotivasi untuk menjadi kelompok terbaik. (2) Siswa dapat bekerjasama dengan kelompoknya, hendaknya tidak malu menanyakan materi yang dianggap sulit kepada teman yang lainnya, hendaknya siswa tidak segan membantu temannya yang berkemampuan kurang, siswa agar lebih meningkatkan keaktifan di kelas seperti bertanya, mengungkapkan pendapat dan maju di depan kelas. (3) Guru sebelum memulai pelajaran hendaknya mengingatkan kembali materi-materi pelajaran sebelumnya melalui pertanyaan-pertanyaan, diperlukan persiapan yang cukup matang untuk melaksanakan pembelajaran kooperatif TGT berorientasi pada PAKEM, sehingga guru harus mampu menentukan atau memilih topik yang benar-benar bisa diterapkan dengan pembelajaran kooperatif tipe TGT dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang optimal.

Pengaruh investasi dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia periode 1990-2007 / Abid Muhtarom

 

ABSTRAK Muhtarom, Abid. 2009. Pengaruh Investasi, dan Tenaga Kerja terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Periode 1992-2008. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hari Wahyono, M. Pd. (II) Dr. Imam Mukhlis, S.E., M. Si. Kata Kunci: Investasi, Tenaga Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi. Pembangunan merupakan suatu proses multidimensional yang mencakup berbagai perubahan mendasar atas struktur sosial, sikap-sikap masyarakat dan institusi-institusi nasional di samping terus mengejar akselerasi pertumbuhan ekonomi, penanganan ketimpangan pendapatan, serta pengentasan kemiskinan atau perubahan total suatu masyarakat/penyesuaian system sosial secara keseluruhan menuju kondisi yang lebih baik (Todaro, 2004:17). Pertumbuhan Ekonomi dan investasi pada tahun 1990-1996 tidak terjadi perubahan yang signifikan. Berdasarkan data dari Asian Development Bank untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 9,0% ditahun 1990 dibutuhkan nilai investasi US$ 64.790. Pertumbuhan ekonomi 8,9% ditahun 1991 dibutuhkan investasi US$ 80.028. Pada tahun 1992 untuk pertumbuhan ekonomi 7,2%. dibutuhkan investasi US$ 91.512 dan juga 1993 yang tumbuh 7,3% dibutuhkan investasi US$ 97.213. Pada tahun 1994 untuk pertumbuhan ekonomi 7,5%. dibutuhkan investasi US$ 118.707. Pertumbuhan ekonomi 8,2% ditahun 1995 dibutuhkan investasi US$ 145.118, dan juga tahun 1996 pertumbuhan ekonomi sebesar 7,8% dibutuhkan investasi US$ 163.453. Terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1998 memberikan dampak yang sangat besar bagi bangsa Indonesia, banyak pihak yang merasakan dampak buruk. Walaupun ada beberapa pihak yang merasa diuntungkan dan merasakan dampak positif, namun secara keseluruhan krisis ekonomi memberikan dampak yang negatif bagi bangsa Indonesia. Berdasarkan data dari Asian Development Bank pada tahun 1998 angka invetasi menujukan angka US$ 160.327. Sedangkan pada tahun 1998 tenaga kerja mencapai 92.735 ribu orang. Tingkat tenaga kerja yang terus menurun akibat terjadinya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang terjadi pada tahun 1998. Mengakibatkan pendapatan nasional yang menurun, sehingga pemerintah sulit untuk mengatur perekonomian pada saat itu. Pada tahun 1998 pertumbuhan ekonomi mencapai -13,1%, angka ini menunjukkan adanya penurunan pertumbuhan ekonomi. Krisis ekonomi tahun 1998 berdampak pada terpuruknya perekonomian Indonesia. Kondisi situasi moneter, politik, dan keamanan pada masa itu memicu terjadinya capital flight (penarikan modal kembali) secara besar-besaran dari para investor dan lembaga keuangan. Selain itu, krisis ekonomi dan krisis multidimensi (krisis pada beberapa aspek kehidupan) menyebabkan perubahan pada pola pembangunan di Indonesia dengan bergantinya sistem sentralisasi menjadi sistem desentalisasi, yang akhirnya merubah era orde baru menjadi era reformasi. Era reformasi merupakan suatu era baru pembangunan nasional dengan adanya UU No. 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. Dimana, pelaksanaan pembangunan di Indonesia diarahkan untuk mencapai cita-cita bangsa, yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur baik materiil maupun spiritual berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945, salah satu upaya yang ditempuh untuk mencapai cita-cita bangsa adalah pembangunan ekonomi. Berdasarkan fakta maka, pemerintah tentu memiliki tugas yang sangat berat dalam mengendalikan tingkat kestabilan harga untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi. Salah satu kriteria pengukuran keberhasilan pembangunan ekonomi adalah tingkat pendapatan nasional yang tinggi. Hal ini berarti jumlah barang dan jasa yang dihasilkan besar yang dibarengi dengan tingkat kesempatan kerja yang tinggi. Dengan demikian pembangunan ekonomi dianggap berhasil dengan tingginya tingkat pendapatan nasional, maka memungkinkan terciptanya pertumbuhan ekonomi nasioanal yang tinggi dan tidak lepas dengan adanya pembentukan/penanaman investasi dalam jumlah yang besar. Tenaga kerja menjadikan permasalah tersendiri pada bagi pemerintah untuk menigkatkan pertumbuhan ekonomi karena pada masa krisis ekonomi 1998. Berdasar rumusan yang ada, maka dapat dikemukakan tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui : (1) Untuk mengetahui pengaruh investasi dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia periode 1990-2007. (2) Untuk mengetahui faktor investasi dan tenaga kerja mana yang lebih dominan dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia periode 1990-2007. Penelitan ini menggunakan penelitian eksplanatori, yaitu hasil yang diperoleh dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan penjelasan tentang bagaimana pengaruh Investasi dan Tenaga Kerja terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Husaini, 2008:5). Dalam pengumpulan datanya, penelitian ini menggunakan Jenis data sekunder. Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah sampel yang diambil melalui Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, ADB (Asian Development Bank). Metode pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah dokumentasi. Dari hasil pengolahan data atau analisis data dapat diketahui : (1) Berdasarkan hasil ECM dengan menggunakan logaritma, secara parsial dapat diketahui bahwa investasi terhadap pertumbuhan ekonomi berpengaruh secara signifikan baik dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek. (2) Dari uji signifikansi secara parsial, diketahui bahwa tenaga kerja dalam jangka pendek tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi, sedangkan tenaga kerja dalam jangka panjang berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Tenaga Kerja dalam jangka panjang berpengaruh signifikan secara negatif merupakan faktor dominan yang mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia periode 1990-2007. Oleh karena itu peneliti dapat memberikan saran pada Pemerintah sebaiknya juga memperhatikan banyaknya pengangguran disebabkan karena lapangan pekerjaan yang rendah dibandingkan jumlah penduduk yang tiap tahun terus bertambah.

Penerapan pembelajaran matematika realistik dan model treefinger untuk meningkatkan hasil belajar operasi hitung pecahan (studi pada siswa kelas V SDN Gunung Makmur 4 Kecamatan Takisung) / Nurhidayati

 

Nurhidayati.2014. Penerapan Pembelajaran Matematika Realistik dan Model Treefinger untuk Meningkatkan Hasil Belajar Operasi Hitung Pecahan (studi pada Siswa Kelas V SDN Gunung Makmur 4 Kabupaten Tanah Laut). Tesis. Jurusan Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Hj. Utami Widianti,M.A, P.h.D. (II) Prof. Dr. Sutarto Hadi, M.Sc, M.Ed. Kata Kunci: Pembelajaran Matematika Realistik, Model Treefinger, dan Hasil Belajar. Matematika adalah mata pelajaran yang masih ditakuti oleh sebagian besar siswa di Sekolah Dasar, tidak terkecuali bagi siswa kelas V SDN Gunung Makmur 4. Permasalahan yang sering dialami oleh siswa tersebut khususnya terkait operasi hitung pecahan diantaranya: (1) Siswa mudah lupa pada materi yang sudah dipelajari sebelumnya;(2)siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah operasi hitung pecahan yang rendah dan terikat pada prosedur dan rumus;(3)Hasil belajar siswa kurang memuaskan, hal itu terlihat dari hasil ulangan harian siswa mengenai operasi hitung pecahan, rata rata kelas hanya 54,67 dan hanya 30% siswa berhasil memperoleh nilai di atas KKM (70). Berdasarkan penelitian di atas, peneliti ingin melibatkan proses pembelajaran yang menggunakan dunia nyata dan kreativitas siswa untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk menggambarkan penerapan pembelajaran Matematika Realistik dan Model Treefinger untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada Operasi Hitung Pecahan.     Langkah langkah pembelajaran yang digunakan pada pendekatan realistik dan model Treefinger dari tingkat I hingga III pada penelitian ini adalah: (1) Warming up;(2) sumbang saran;(3) Teknik Sintetis; (4)Analisa Morfologi;(5) Teknik Creative Problem solving: (6)Evalusi, dan(7) Pemberian Reward Hasil penelitian ini terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan, dari hasil refleksi tiap siklus menunjukan bahwa rata rata skor hasil belajar siswa diperoleh 69,33 pada siklus I dan pada siklus II skor rata rata meningkat menjadi 86,67. Hal ini menunjukan hasil belajar siswa mengalami peningkatan 17,34, sedangkan untuk ketuntasan klasikal jumlah siswa yang memperoleh nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal(70) adalah 60% pada siklus I dan 93,33% pada siklus II. Dengan demikian terjadi peningkatan sebesar 33,33% ketuntasan klasikal siswa. Keaktifan siswapun mengalami peningkatan,siswa yang awalnya masih pasif, belum dapat mengidentifikasi masalah dan mengembangkan ide serta masih malu malu dalam menyampaikan pendapat kini sudah aktif dan berfikir kreatif dalam mengidentifikasi masalah, memecahkan maslah dan mengembangkan ide serta pendapat mereka. Hasil penelitian tersebut dapat menunjukan kesimpulan bahwa penerapan pembelajaran Matematika Realistik dan Model Treefinger dapat meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung pecahan.

Penerapan konsep SBI (Sekolah Bertaraf International) pada mata pelajaran menggambar busana (Fashion Drawing) di kelas X jurusan Tata Busana SMK Negeri 3 Malang tahun ajaran 2008/2009 / Ainun Nikmah Prawitasari

 

ABSTRAK Prawitasari, Ainun Nikmah. 2010. Penerapan Konsep SBI Pada Mata Pelajaran Menggambar Busana (Fashion Drawing) Dikelas X Jurusan Tata Busana SMK Negeri 3 Malang Tahun Ajaran 2008/2009. Skripsi. Program Studi Pendidikan Tata Busana Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing I Dra. Anti Asta Viani, M.Pd. Pembimbing II Dra. Endang Prahastuti, M.Pd Kata Kunci : Konsep SBI, Menggambar Busana, Penerapan Penerapan konsep SBI diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dan memiliki pengetahuan secara global agar setingkat dengan para lulusan luar negeri lainnya dan dapat diunggulkan dalam era globalisasi, dimana peserta didik diarahkan kepada lingkungan masyarakat dengan menempatkan IPTEK dan ilmu pengetahuan. Menggambar busana (Fashion Drawing) merupakan salah satu mata pelajaran produktif yang melatih siswa untuk cara menggambar dan mengembangkan ide-idenya tentang busana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) penerapan materi, (2) penerapan media, (3) penerapan metode pembelajaran, dan (4) penerapan evaluasi dalam konsep SBI pada mata pelajaran Menggambar Busana di kelas X Jurusan Tata Busana SMK Negeri 3 Malang Tahun Ajaran 2008/2009. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan secara kualitatif. Jenis rancangan yang digunakan secara deskriptif. Kehadiran penelitian adalah peneliti secara langsung. Sumber data primer adalah peneliti sebagai pengumpul data, data sekunder adalah Ketua Jurusan, guru, dan siswa. Data penguat yang disertakan adalah dokumentasi dan foto-foto dilapangan, teknik yang digunakan adalah snowball sampling. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawacara, dokumentasi dan observasi, tahap dalam analisis data menggunakan reduksi data, paparan data, dan kesimpulan data. Pengabsahan data menggunakan triangulasi, ketekunan pengamatan dan kecukupan referensial . Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan konsep SBI adalah (1) penerapan materi menunjukkan bahwa pelaksanaan hard skill dan life skill saat menyampaikan berbasis materi (PTD) ini telah menerapkan konsep kecakapan hidup (life skill). Adapun pelaksanaan PTD, khususnya kelas X belum terlaksana, (2) penerapan media berbasis IT, telah menggunakan media berbasis IT dalam PBM dan pelaksanaan bilingual system hanya digunakan sebagai pengenal istilah-istilah busana dalam bahasa inggris dan belum digunakan sebagai bahasa pengantar dalam belajar (3) guru telah menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dalam menyampaikan materi. Adapun penerapan metode pembelajaran PAIKEM belum diterapkan secara utuh oleh guru kepada siswa, dan (4) hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengambilan nilai akhir dalam proses belajar mengajar mengacu pada SKL yang telah sesuai dengan SNP dan standar pada SBI. Saran yang dapat diberi berdasarkan hasil penelitian adalah sebagai berikut (1) guru menyampaikan materi dasar PTD kepada siswa sehingga siswa berada di v i kelas XI dapat mengembangkan materi tersebut dengan menyesuaikan jurusan yang telah ditentukan, (2) sekolah meningkatkan sarana pembelajaran berupa LCD dan laptop sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar lain yang membutuhkan dan dalam penerapan bilingual system ini, guru maupun siswa meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa inggris, dan (3) sekolah sering mengadakan pelatihan atau mengikuti pelatihan/seminar dan baik guru maupun pihak sekolah selalu mengikuti perkembangan informasi tentang pelatihan /seminar tentang pembelajaran berbasis SBI, terutama tentang metode PAIKEM.

Pengembangan perangkat pembelajaran IPA terpadu berbasis salingtemas dan inkuiri terbimbing untuk membentuk pemahaman terintegrasi pada peserta didik SMP / Laila Khusnah

 

Khusnah, Laila. 2014. Developing Integrated Science Instructional Materials Based on Salingtemas and Guided Inquiry to Build Integrated Understanding on Junior High School Students. Thesis, Biology education study program, Postgraduate of University of Malang. Advisors: (1) Dr. Ibrohim, M.Si. (2) Dr. Abdul Ghofur, M.Si. Keywords: instructional materials, salingtemas, guided inquiry, integrated understanding. Curriculum takes the essential role on guiding and achieving the expected quality of education. And so 2013 curriculum, it wants to implement the integrated science instructional for achieving the balance between cognitive, affective, and psychomotor aspects both in school and in society. However, The results of analysis to the teacher’s lesson plans and survey in SMPN 2 Jember shows that the science instructional process still uses speech method and emphasizes more in cognitive aspect achievement by memorizing some concepts and rules.     The research aims to (1) produce the science instructional materials for SMP based on salingtemas and guided inquiry to build the integrated understanding of students through acquiring cognitive aspect, psychomotor process, and scientific attitude; (2) know the validity and reliability levels of the instructional materials, namely Syllabus, Lesson Plans (RPP), Assessment Instruments, and Students’ Worksheet (LKPD).     The research uses 4D model development research design from Thiagarajan (1974), but it is limited only to the level of develop. The product of the instructional materials is validated by the expert in the instructional materials, the expert in the subject, the science teacher, and then it is implemented to development testing in order to know the validity of and the reliability of cognitive questions and the readability of LKPD in the VIIID class, and also to know the implementable of and the effectiveness of the instructional in the VIIIE class.     The average score of validation evaluative from the experts to syllabus is 3,79; to RPP is 3,71; to cognitive assessment instrument is 3,80; to psychomotor process in science is 3,60, to scientific attitude is 3,78; and to LKPD is 3,81. It means that the product of the science instructional materials has categorized sufficiently valid. The development test result in class VIIID shows that the evaluative average score of readability to LKPD is 3,31. It means that LKPD has qualified sufficiently valid. The reliability score of the multiple choices questions on movement system theme is 0,68 and on simple machine theme is 0,48. The reliability testing of cognitive questions in the form of essay on movement system theme has alpha coefficient score in the amount of 0,63 and on simple machine theme is in the amount of 0,82. It means that the cognitive questions in the form of multiple choices and essay are valid and reliable.     The observation result shows that the science instructional based on salingtemas and guided inquiry in the VIIIE class is able to be implemented well and effectively in line with the expectations of 2013 curriculum. It is proven by the increase of the psychomotor process and students’ scientific attitude in every meeting, the students’ cognitive learning result that is getting classical learning thoroughness in the amount of 86,84%, the students’ positive responses (94,74%) to the implemented instructional.     This research suggests that the product of the instructional materials should be applied and implemented in the real classical learning process in all schools, applied to the class action research or the quasi-experimental to see some specific variables, developed on the themes having the similar characteristics with the themes of motion systems and simple machines, developed on grade VII and IX, and also developed by collaborating with other method/models in order to get more variety products.

Perbedaan penerapan metode mebcontoh dan metode ekspresi terikat kreativitas menggambar siswa ekstrakurikuler menggambar SD Muhammadiyah 08 Dau Malang / Ainun Lathifah Nur Epriliana Safitri

 

Safitri, Ainun Lathifah Nur Epriliana. 2014. Perbedaan Antara Metode Mencontoh dan Metode Ekspresi Terikat Terhadap Kreativitas Menggambar Siswa Ekstrakurikuler Menggambar SD Muhammadiyah 08 Dau. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Iriaji, M.Pd (2) Fenny Rochbeind, S.Pd, M.Sn Kata Kunci : Metode Mencontoh, Ekspresi Terikat, Kretivitas, Menggambar Kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi salah satu sarana yang penting bagi siswa dalam mengembangkan kreativitasnya. Dalam rangka mengembangkan kreativitas, guru ekstrakurikuler menggambar di SD Muhammadiyah 08 Dau mencoba menggunakan metode mencontoh dan metode ekspresi terikat untuk meningkatkan kreativitas siswa. Metode mencontoh adalah suatu kegiatan siswa menggambar dengan mencontoh gambar yang dicontohkan oleh guru. Metode ekspresi terikat adalah suatu kegiatan siswa menggambar dengan bebas, akan tetapi tetap diberikan arahan oleh seorang guru, baik dari segi teknik, tema, dan lain sebagainya.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan kreativitas menggambar siswa, mengetahui hubungan, dan perbedaan antara me-tode yang diterapkan guru yaitu melalui metode mencontoh dan metode ekspresi terikat terhadap kreativitas siswa ekstrakurikuler menggambar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif pra- eksperimen. Sedangkan untuk pengumpulan datanya melalui instrumen dari lembar penilaian dari hasil gambar siswa melalui kedua metode tersebut. Subyek penelitian sebanyak 19 siswa dari kelas rendah yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler menggambar. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa hasil gambar siswa, dan teknik analisis datamenggunakan analisis rating scale, dan uji hipotesis melalui uji-t. Hasil penelitian dapat diketahui melalui penilaian pada hasil gambar siswa.Hasil yang diperoleh ada tiga yaitu sebagai berikut. Pertama, siswa ekstrakurikuler menggambar di SD Muhammadiyah 08 Dau memiliki nilai kreativitas yang cukup tinggi dengan metode mencontoh dengan taraf kreativitas sebesar 50%, dan memiliki nilai kreativitas yang tinggi dengan metode ekspresi terikat dengan taraf kreativitas 64%. Metode mencontoh dan metode ekspresi terikat memiliki perbedaan 14% dalam hal kreativitas menggambar siswa. Kedua, metode mencontoh dan metode ekspresi terikat memiliki hubungan yang sangat rendah dengan interpretasi korelasi sebesar 0,169. Ketiga, metode mencontoh dan metode ekspresi terikat memiliki perbedaan dengan diperoleh nilai t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 3,941 > 1,729. Dari hasil penelitian ini dapat disarankan agar; 1) pihak sekolah bekerja sama dengan guru untuk meningkatkan kreativitas siswa dengan meningkatkan juga profesionalisme guru tentang metode mengajar, 2)mahasiswa lain yang akan melakukan penelitian sejenis, bahkan bisa dilanjutkan dengan meneliti metode-metode lain yang kerap digunakan oleh guru dalam mengajar.

Pengaruh penggunaan media dakon terhadap kemampuan berhitung penjumlahan siswa kelas IV tunagrahita di SDLB Dharma Putra Daha Gurah Kediri / Tria Libriani Styaningrum

 

Styaningrum, Tria Libriani. 2014. Pengaruh Pengguanaan Media Dakon Terhadap Kemampuan Berhitung Penjumlahan Siswa Kelas IV Tunagrahita di SDLB Dharma Putra Daha Gurah Kediri. Skripsi S1 PLB, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Abdul Huda, M.Pd, (2) Tomas Iriyanto, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: media dakon, kemampuan berhitung, tunagrahita      Pelajaran berhitung penjumlahan yang merupakan salah satu materi mata pelajaran matematika sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari pada siswa tunagrahita. Kemampuan siswa tunagrahita SDLB Dharma Putra Daha Gurah Kediri dalam pelajaran matematika dinilai masih sangat kurang. Siswa tunagrahita tersebut masih menguasai penjumlahan 1-5. Perhatian yang sering teralihkan pada siswa tunagrahita dan pembelajaran yang kurang inovatif menjadi salah satu faktor terhambatnya proses belajar pembelajaran di kelas.      Rumusan masalahnya adalah: (1) Bagaimana kemampuan berhitung penjumlahan siswa kelas IV tunagrahita pada kondisi baseline di SDLB Dharma Putra Daha Gurah Kediri? (2) Bagaimana kemampuan berhitung penjumlahan siswa kelas IV tunagrahita ringan pada kondisi intervensi di SDLB Dharma Putra Daha Gurah Kediri? (3) Adakah pengaruh penggunaan media pembelajaran dakon terhadap kemampuan berhitung penjumlahan siswa kelas IV tunagrahita ringan di SDLB Dharma Putra Daha Gurah Kediri?      Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian Single Subject Research (SSR) desain penelitian A-B. Subjek penelitian ini adalah FN (14 tahun). Pengumpulan data dilakukan dengan soal tes kemampuan berhitung kemudian dianalisis dengan rumus persentase.     Hasil yang diketahui dari penelitian ini adalah (1) mean level kemampuan berhitung penjumlahan siswa tunagrahita pada fase baseline sebesar 58%, (2) mean level kemampuan berhitung penjumlahan siswa tunagrahita pada fase intervensi sebesar 98,7%, (3) terdapat pengaruh media dakon terhadap kemampuan berhitung siswa tunagrahita. Dari hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan dari fase baseline ke fase intervensi, hal ini di pengaruhi oleh adanya media dakon dalam pembelajaran berhitung penjumlahan pada siswa Tunagrahita di SDLB Dharma Putra Daha Kediri.     Saran dalam penelitian ini ditunjukkan kepada: (1) kepala sekolah, dapat mengadakan pelatihan guru dalam menciptakan media pembelajaran yang menarik bagi siswa, (2) guru, dapat menggunakan media dakon pada pembelajaran berhitung penjumlahan, (3) peneliti selanjutnya, dapat mengembangkan media dakon dengan memodifikasi bentuk dakon dan aturan menggunakan media dakon tersebut sehingga dapat melengkapi kekurangan yang terdapat pada penelitian ini.

Pengaruh pendekatan Totally Physical Response (TPR) terhadap peningkatan hasil belajar bahasa Inggris siswa tunarungu kelas X di SMALB Malang / Ruth Rosalia Nababan

 

Nababan, Ruth Rosalia. 2014. Pengaruh Pendekatan Totally Physical Response (TPR) Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris Siswa Tunarungu Kelas X di SMALB YPTB Malang, Skripsi, Program Studi Pendidikan Luar Biasa, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M. Efendi, M.Pd, M.Kes (II) Henry Praherdhiono, S.Si, M.Pd. Kata Kunci: Pendekatan totally physical response, Siswa tunarungu.     Kelainan pendengaran pada anak tunarungu mengakibatkan masalah yang kompleks pada proses pembelajarannya termasuk pembelajaran bahasa Inggris. Berdasarkan observasi siswa tunarungu menunjukkan pembendaharaan kosakata yang sedikit serta kesulitan dalam menyusun kalimat. Oleh karena itu, pembelajaran bagi anak tunarungu memerlukan berbagai pendekatan untuk mengatasi kesulitan belajar mereka. Salah satu pendekatan pembelajaran bahasa Inggris tersebut adalah totally physical response. Totally physical response merupakan pendekatan yang menggunakan perintah-perintah lisan yang harus dilakukan siswa agar dapat menunjukkan pemahaman mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh pendekatan totally physical response terhadap peningkatan hasil belajar bahasa Inggris siswa Tunarungu kelas X di SMALB YPTB Malang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pendekatan totally physical response, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa berupa tes.     Penelitian ini adalah penelitian quasi experiment dengan desain time series. Penelitian ini membandingkan subyek yang sama dengan kondisi yang berbeda yaitu sebelum treatment dan setelah treatment. Instrumen penelitian ini adalah tes pretes dan posttes. Teknik analisis untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan rumus uji Wicolxon Ranks dengan menggunakan program SPSS 16.0 for windows.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata pretes dan posttes. Perbedaan ini ditunjukkan dari perbandingan rata-rata pretes siswa adalah 58,5 sedangkan rata-rata postes siswa 87,75. Hasil output diperoleh bahwa Z adalah 2,201 sehingga Z > 1,96. Berdasarkan kriteria tersebut h0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa pendekatan totally physical response memiliki pengaruh terhadap hasil belajar bahasa Inggris siswa tunarungu kelas X di SMALB YPTB Malang.     Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendekatan totally physical response efektif untuk dilakukan di kelas karena siswa tampak antusias dan senang dalam pembelajaran, selain itu dengan menggerakan badan mereka lebih fokus pada makna kata. Saran bagi guru adalah pendekatan ini bisa dijadikan bahan referensi untuk pembelajaran bahasa Inggris. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini bisa dijadikan bahan kajian untuk dikembangkan atau diterapkan.

Pengaruh persepsi guru tentang gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap motivasi dan kinerja guru di SMK Wisnuwardhana Malang / Rizka Laili Maulidha

 

Maulidha, L. Rizka. 2014. Pengaruh Persepsi Guru tentang Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Motivasi dan Kinerja Guru di SMK Wisnuwardhana Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Univaersitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Suharto S.Pd., M.M., (II) Hj. Madziatul Churiyah S.Pd., M.M. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Motivasi Guru, Kinerja Guru Keberhasilan suatu sekolah pada dasarnya terletak pada gaya kepemimpinan yang dipakai oleh kepala sekolahnya. Setiap kepala sekolah mempunyai gaya kepemimpinan yang berbeda-beda. Menurut Mulyasa (2009:108) menjelaskan gaya kepemimpinan kepala sekolah adalah cara yang digunakan pemimpin dalam memengaruhi pengikutnya. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kepala sekolah harus mampu meningkatkan kinerja para bawahannya. Uno dkk., (2012:63) mendefinisikan kinerja sebagai “perilaku seseorang yang membuahkan hasil kerja tertentu setelah memenuhi sejumlah persyaratan”. Banyak hal yang mempengaruhi kinerja seseorang, salah satunya sebagai pemimpin harus memberikan motivasi yang dapat menyebabkan guru tergerak untuk melaksanakan tugasnya secara efektif dan tepat waktu. Penelitian ini dilakukan di SMK Wisnuwardhana Malang dengan metode eksploratif. Yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi guru tentang gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap motivasi dan kinerja guru di SMK Wisnuwardhana Malang. Adapun variabel dalam penelitian ini yaitu gaya kepemimpinan kepala sekolah (X), motivasi guru (Z) dan kinerja guru (Y). Populasi dan sampel penelitian ini adalah semua guru SMK Winsuwardhana Malang yang berjumlah 26 guru.Penelitian ini adalah penelitian populasi dimana semua populasi yang ada dijadikan sampel karena jumlahnya kurang dari 100. Analisis data menggunakan analisis data deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, dan analisis jalur (Path Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Ada pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap motivasi guru dengan taraf signifikasi 0,002 < 0,05. Ada pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru dengan taraf signifikasi 0,011 < 0,05. Ada pengaruh motivasi guru terhadap kinerja guru dengan taraf signifikasi 0,009 < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat diberikan saran sebagai berikut: 1) Bagi Kepala Sekolah, dengan gaya kepemimpinan yang dimiliki kepala sekolah diharapkan selalu memberikan motivasi, arahan, dan bimbingan yang diberikan sehingga kinerja guru semakin meningkat dengan tujuan yang terlaksana secara bersama-sama. 2) Bagi Guru, meningkatkan kinerja melalui prestasi kerja dengan adanya dorongan dari diri sendiri maupun dari pihak lain. Tidak menunggu untuk disemangati dahulu sebelum bekerja namun sudah harus ada komitmen dalam dirinya sehingga tugas dan kewajiban yang sudah ada bisa dikerjakan dengan baik dan benar. 3) Bagi Peneliti, lebih banyak menambah variabel penelitian karena gaya kepemimpinan disini bisa dipengaruhi oleh banyak faktor. Lebih memperbanyak waktu observasi untuk mendapatkan hasil penelitian yang lengkap dan bermanfaat untuk kedepannya.

Pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa (Studi komparasi di sma unggulan dan sma reguler di kota probolinggo) / Dwi Retno Palupi

 

ABSTRAK Retno. Dwi Palupi. 2009. Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa (Studi Komparasi Di SMA Unggulan dan SMA Reguler Di Kota Probolinggo). Program Studi Ekonomi Koperasi. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Sugeng Hadi Utomo, M.Ec (II) Dr. Agung Haryono, S.E, M.P, Ak Kata Kunci : Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Keberhasilan siswa dalam belajar dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah motivasi belajar. Motivasi belajar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sebab siswa akan belajar dengan sungguh-sungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi. Motivasi juga senantiasa dapat menentukan intensitas usaha belajar dan prestasi belajar bagi siswa. Dalam hal ini lingkungan juga memiliki pengaruh terhadap peningkatan motivasi siswa dalam belajar. Lingkungan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sekolah. Sekolah disini dibedakan menjadi dua yaitu sekolah unggulan dan sekolah regular. Tujuan dari pembedaaan sekolah disini adalah peneliti ingin melihat bagaimana motivasi belajar di masing-masing sekolah dan apakah terdapat perbedaan diantara kedua sekolah tersebut. Motivasi yang ingin diteliti dalam penelitian ini juga dibedakan menjadi dua yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 (SMA Unggulan) dan SMAN 4 (SMA Reguler) di kota Probolinggo. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatori dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan regresi linier berganda. Populasi penelitian adalah siswa X SMAN 1 dan SMAN 4 dan sample yang digunakan sebanyak 73 responden dari masing-masing sekolah dimana setiap kelas diwakili oleh 12 dan 13 responden untuk SMAN 1 sedangkan di SMAN 4 masing-masing kelas diwakili 14 dan 15 responden. Data diperoleh dengan menyebar angket dan dokumentasi dari guru wali kelas X. Dari hasil analisis statistic deskriptif diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (a) motivasi intrinsik di SMA Unggulan yang tergolong memiliki motivasi tinggi sebesar 21 siswa (28,77%) dan sisanya sebanyak 52 siswa (71,23%) memiliki motivasi intrinsik sedang. (b) motivasi ekstrinsik di SMA Unggulan sebanyak 58 siswa (79,45%) memiliki motivasi ekstrinsik yang tinggi, sedangkan sebanyak 15 siswa (20,55%) memiliki motivasi intrinsik sedang. (c) di SMA Reguler menunjukkan siswa yang memiliki motivasi intrinsik tinggi sebanyak 52 siswa (71,23%) dan sebanyak 21 siswa (28,77%) memiliki motivasi intrinsik yang sedang. (d) untuk motivasi ekstrinsik di SMA Reguler yang termasuk dalam klasifikasi tinggi sebanyak 58 siswa (79,45%) dan sebesar 20,55% (15 siswa) memiliki motivasi ekstrinsik yang sedang. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa (a) motivasi belajar (motivasi intrinsik) memberikan pengaruh yang signifikan sebesar 0,045 terhadap prestasi siswa di SMA Unggulan kota Probolinggo. Dan secara simultan motivasi belajar memberikan pengaruh sebesar 53,7% terhadap prestasi siswa di SMA Unggulan, sedangkan sisanya sebesar 46,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar penelitian. (b) Motivasi belajar siswa (motivasi intrinsik) secara signifikan berpengaruh terhadap prestasi siswa di SMA Reguler sebesar 0,044. Sedangkan secara simultan motivasi belajar memberikan pengaruh sebesar 84,3% terhadap prestasi siswa di SMA Reguler di kota Probolinggo. Dan sisanya sebesar 15,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar penelitian ini. (c) tidak terdapat perbedaan pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi siswa di SMA Unggulan dan di SMA Reguler. Motivasi belajar (motivasi intrinsik) sama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa.

Analisis tata ruang kantor di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 5 Kepanjen / Titah Arum Wahyuningdyah

 

Wahyuningdyah, Titah Arum. 2014. Analisis Tata Ruang Kantor di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 5 Kepanjen. Skripsi, Program Studi Pendidikan administrasi Perkantoran. Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Suharto S.M., M.Pd., M.M . (2) Drs. Sarbini Kata kunci: Tata Ruang Kantor      Kantor merupakan pusat seluruh kegiatan pegawai dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Dengan adanya pengaturan tata ruang kantor yang memenuhi standart atau memenuhi asas akan mendukung suatu pekerjaan selesai dengan baik dan lancar serta mudah untuk dicapai. Susunan ruang kantor yang tidak berdesak-desakan dan terkesan rapi serta faktor warna dan pencahayaan yang sesuai dengan ruang kerja dapat memunculkan semangat tersendiri bagi pegawai dalam menyelesaikan suatu pekerjaan dengan baik sehingga efisiensi dan efektifitas kerja akan terwujud dan tujuanpun akan dapat dengan mudah dicapai. Ditambah lagi dengan penataan tata ruang kantor dengan beberapa fasilitas yang mendukung.      Dalam penelitian difokuskan pada (1) Bagaimana kondisi atau keadaan tata ruang kantor di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen (2) Bagaimana penataan perlengkapan mesin-mesin dan alat-alat kantor di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen (2) Bagaimana penerapan asas-asas tata ruang kantor di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen      Penulis dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif Adapun tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk membuat deskripsi, gambaran ataupun lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat, serta hubungan atau fenomena yang diselidki. Dengan demikian, data yang dikumpulkan dalam peneliti ini yang diperoleh dari sumber data akan disusun, kemudian di analisis, dan dinterpretasikan serta di bandingkan dengan kriteria yang telah ditentukan, sampai pada akhirnya disimpulkan dengan hasil penelitian.      Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen masih kurang baik dalam menerapkan standarisasi yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, karena terdapat luas bangunan yang tidak hanya ditempati oleh SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen saja, namun ada SD dan juga SMP yang berada pada satu lokasi atau satu lahan sehingga menyebabkan luas bangunan harus disesuaikan dengan bagunan lain dan luas lahan yang ada, hal ini sudah di paparkan diatas mengenai standarisasi luas bangunan dan hasil di lapangan.     Kedua, SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen sudah cukup baik dalam penataan perlengkapan dan mesin-mesin kantor, hanya saja ada beberapa hal yang belum sesuai penataanya yakni mengenai gantungan jaket, almari arsip yang berbeda letak yakni pada lantai 1 (satu) dan juga lantai 2 (dua) sehingga membuang waktu untuk melakukan pekerjaan tersebut.           Ketiga, SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen telah menerapkan beberapa asas yakni asas jarak terpendek, asas rangkaian kerja dan juga asas penggunaan segenap ruangan.            Berdasarkan penelitian ini disarankan yakni pertama, Kendala yang ada dilapangan yang menyebabkan beberapa kekurangan mengenai tata ruang kantor adalah kurangnya ruang atau lahan yang ada, peneliti menyarankan agar SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen membuat rencana kerja untuk tahun berikutnya untuk mengusulkan penambahan lahan atau pembangunan lokal/ruang ke Dinas Pendidikan sesuai kebutuhan sekolah tersebut.      Kedua, Melakukan pemantauan akan tersedianya peralatan perkatoran dan inventaris lainnya serta melakukan perawatan barang-barang inventaris keperluan perkantoran.      Ketiga, Penataan ruang dan letak ruang sudah baik dengan kondisi ruang yang ada namun masih ada kekurangan, peneliti menyarankan agar beberapa teori penataan ruang kantor yang telah diuraikan peneliti diatas nantinya dapat diterapkan seiring dengan penambahan lokal/ruang demi terciptanya tata ruang kantor yang baik sehingga mendukung proses kerja dan kualitas output pekerjaan yang dihasilkan.

Efektifitas metode pembelajaran kooperatif teknik JIGSAW terhadap prestasi belajar kimia siswa kelas I MAN 2 Madiun pada pokok bahasan materi dan perubahannya oleh Ima Rahmawati

 

Pokokb ahasanm aterid arrp erubahannyma erupakanpokokb ahasan,yang dianggaps ulitoleh siswaM AN 2 Madiun' Nilai rata-ratas rswap aoap oKoK bahasamn atend anp eruoahannvpi adat ahun ajayn.2002l2001adalah4 ,49. ffi- ilr"l-*twu riifu i *tu-*i'u riuti p.tuit.tt kimiap adap okokb ahasamn ateri danfierubahannityua m akap erlua danysau atucaruan tukm eilngKauannya Salatsra tuc arao ntoxm *iniiatkan prLstasbie lajakr imias iswaa dalahd engan ilffia "all;ffi;i;a; d"belajal-anm, isalnyma etodep embelajaran k""o-o'-pMe;r;aa;ttitfae nkn"eikijii zgusnaawk.an dalamp enelitianin i adalahm etodeeksperirnerl,dan metodeo Useriasi]felnikp engambilasna mpeyl angd irunakana datanp enanKan ,.i""piin".it.if"ripot 1"tu.[o fimpling)s ecdrdac ak.S ampedl alamp enelitia'i ni ffi[ft; a;;t6rii, vtt" l"ias r"t iebagatie lompokk 6ntrold ank elasl- 2 ;#;*;i kfiftot it-ipe.i*en. Kelompolei ksperimednia jard engan ;;dffil"i#i".i 6ii|i*"" t"oplrati'f teknikiigsawt't d?n*q' kelonrpoli' iibntiSfoiult denganri renggunaicpaenm belajaracne ramahD alamp enelthatnn t e#;i.ffirpai OitaV aitutatak emampuan.iwdaal. tap restasbie laiard- ata if.i*ii.iiir*'" setrnap .oi"sp crn-bclajddrat' rd atas ikhpA. nalisitsr nltrk. . ;;;grll;iilt*is paadp e*rilian ini doaanm enggunakaunji t satue korp ihak k""a"n" a'Bn.crdasarkat pcrltiftrrtgatttctt tg;tttrtr crrggtrrtatkuai tn t crscbt^rdt ipctolct6lt' 1*'* > truuyear itu3 ,025> 2,390.B erartFi Iod itolakd anH r

Pola asuh dalam pembentukan karakter anak berdasarkan moral Pancasila di Panti Asuhan Aisiyah Kota Malang / Cindra Rizky Pratama Putra

 

ABSTRAK Putra, Cindra Rizky Pratama April. 2015. Pola Asuh dalam Pembentukan Karakter Anak Berdasarkan Moral Pancasila di Panti Asuhan Aisyiyah Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Margono, S.Pd, M.Si, (2) Nuruddin Hady, SH, MH. Kata kunci: Pola Asuh, Pembentukan Karakter, Moral Pancasila, Panti Asuhan Pola asuh merupakan suatu interaksi antara pengasuh dengan anak asuh. Perlakuan pengasuh mempengaruhi sikap dan perilaku dari anak asuh. Panti asuhan merupakan suatu lembaga yang menampung anak-anak yang tidak memilki keluarga. Adanya pola asuh yang tepat di panti diharapkan anak asuh dapat memiliki moral yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola asuh yang diterapkan, hambatan pola asuh dan upaya mengatasinya dalam pembentukan karakter anak berdasarkan moral Pancasila di Panti Asuhan Aisyiyah, Malang. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana pola asuh yang diterapkan dalam pembentukan karakter anak berdasarkan moral Pancasila di Panti Asuhan Aisyiyah, Malang, (2) apakah hambatan pola asuh dan upaya mengatasinya dalam pembentukan karakter anak berdaarkan moral Pancasila di Panti Asuhan Aisyiyah, Malang, (3) bagaimana hasil pola asuh dalam pembentukan karakter anak berdasarkan moral Pancasila di Panti Asuhan Aisyiyah, Malang. Sehingga penelitian ini bermanfaat untuk memberikan informasi tentang pola asuh terhadap pembentukan karakter anak berdasarkan moral Pancasila. Penelitian mengenai pola asuh dalam pembentukan karakter anak berdasarkan moral Pancasila ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dan Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, penelitian yang dilakukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan suatu keadaan mengenai pola asuh dalam pembentukan karakter anak berdasarkan moral Pancasila di panti asuhan. Subyek penelitian ini yaitu seluruh perangkat Panti Asuhan Aisyiyah Kota Malang. Prosedur yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu, (1) observasi parpartisipatif, (2) wawancara mendalam, dan (3) dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis data kualitatif dengan tahap reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan teknik keikutsertaan di lapangan dalam rentang waktu yang panjang, ketekunan pengamatan, triangulasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, pola asuh yang digunakan dalam pembentukan karakter berdasarkan moral Pancasila, yaitu (1) sistem kekeluargaan (2) sistem keteladanan (3) sistem reward (pemberian hadiah) dan punishment (pemberian hukuman). Kedua, hambatan yang ditemui dalam proses pembentukan karakterter berdasarkan moral Pancasila di Panti Asuhan Aisyiyah yaitu (1) Psikologis anak yang mengalami broken home (2) Kurangnya keterbukaan anak untuk menyampaikan pendapat (3) Kurangnya pengertian pengasuh kepada anak asuh (4) keterbatasan waktu yang dimiliki oleh para pengasuh (5) latar belakang anak asuh yang berbeda-beda. Upaya-upaya yang dilakukan panti asuhan Aisyiyah untuk mengatasi hambatan tersebut adalah (1) Melakukan pendekatan kepada anak asuh dengan penuh kesabaran (2) Memberi motivasi/dorongan mental kepada anak yang memiliki masalah (3) Membantu dan mencarikan solusi dari permasalahan yang sedang dialami oleh anak asuh (4) Memberikan pengawasan yang ekstra kepada anak-anak asuh terutama kepada anak yang sedang mengalami masalah (5) Memberikan nasehat serta masukan sesuai dengan usia dan karakter anak asuh tentang masalah yang dialami (6) Memberikan kasih sayang kepada anak asuh, menganggap mereka adalah keluarganya sendiri (7) Evaluasi dan monitoring tentang perkembangan anak asuh melalui rapat pengurus yang diadakan setiap bulan (8) Menambah dan meningkatkan kualitas pengasuh dengan mengikuti pelatihan-pelatihan. Ketiga, hasil pola asuh berupa perilaku religius, perilaku kemanusiaan, perilaku kebangsaan, perilaku demokrasi dan perilaku keadilan sosial Saran yang diberikan dari hasil penelitian yaitu penambahan kualitas para pengasuh agar gar dalam penyampaian materi pembelajaran, pendekatan dan pemecahan masalah dapat disampaikan secara lebih aktif dan bervariasi sehingga semua problem dapat teratasi dengan baik. Perlu diadakannya suatu pelatihan ataupun seminar-seminar oleh instansi yang berkait agar pengasuh lebih berkualitas. Sarana dan prasaran dilengkapi, sehingga anak asuh dapat berkembang, aktif dan lebih kreatif.

Pengaruh leverage, roi (Return on investment), dan roe (Return on equity) terhadap return sahan pada perusahaan food and beverages yang terdaftar di bei periode 2005-2008 / Dhika Rosiana

 

ABSTRAK Rosiana, Dhika. 2010. Pengaruh Leverage, ROI (Return On Investment), dan ROE (Return On Equity) terhadap Return Saham pada Perusahaan Food and Beverages yang Terdaftar di BEI Periode 2005 – 2008. Skripsi, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Drs. Mugianto, S.E., M.Si., (II) Dr.H. Heri Pratikto, M.Si. Kata Kunci: Sistem Du Pont, Leverage, ROI, ROE, Return Saham Setiap perusahaan dituntut untuk meningkatkan kinerja perusahaannya agar investor tertarik masuk dalam pengembangan usaha. Sumber informasi yang digunakan untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan adalah melalui data keuangan. Data keuangan yang dipergunakan, diambil dari laporan keuangan. Laporan keuangan tersebut dianalisis dengan mengaplikasikan berbagai teknik atau alat analisis laporan keuangan. Analisis ratio merupakan teknik analisis yang paling sering dipakai dalam praktik. Salah satu cara analisis ratio adalah System Du Pont. Pada penelitian ini, yang akan diteliti adalah pengaruh antara Leverage, ROI, dan ROE terhadap return saham. Rumusan masalah pada penelitian in adalah bagaimana kondisi kinerja keuangan perusahaan Food and Beverages berdasarkan Leverage, ROI, ROE dan return saham pada periode 2005-2008. Selain itu juga apakah ada pengaruh Leverage, ROI, dan ROE, secara simultan dan parsial terhadap return saham. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi kinerja keuangan perusahaan Food and Beverages berdasarkan Leverage, ROI, ROE dan return saham pada periode 2005-2008 serta untuk mengetahui apakah ada pengaruh Leverage, ROI, dan ROE, secara simultan dan parsial terhadap return saham. Jumlah perusahaan Food and Beverages yang dijadikan sampel adalah 14 perusahaan yang diambil dari 19 perusahaan Food and Beverages. Periode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah periode 2005- 2008. Return saham yang diteliti adalah return saham harian. Data pada penelitian ini adalah data kuantitatif. Uji yang dilakukan untuk menganalisis adalah uji regresi berganda serta uji asumsi klasik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa variabel Leverage,ROI, dan ROE , berpengaruh secara secara simultan terhadap return saham. Sedangkan hasil uji secara parsial hanya variabel ROE yang mempunyai pengaruh terhadap return saham. Berdasarkan hasil penelitian ini perusahaan diharapkan untuk lebih meningkatkan kinerja keuangan terutama yang berkaitan dengan ROE, sedangkan bagi para investor, diharapkan dalam menganalisis investasinya tetap mempertimbangkan faktor-faktor dari kinerja keuangan perusahaan daripada faktor-faktor diluar kinerja keuangan terutama spekulasi, bagi peneliti selanjutnya, diharapkan untuk melibatkan variabel pengukur kinerja keuangan yang lebih banyak, periode waktu yang berbeda dan subyek penelitian yang lebih luas

Pengaruh pemberdayaan karyawan dan iklim organisasi terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja (studi pada PT Telkom Indonesia Witel Jatim Selatan Malang) / Ayudesta Wardaningrum

 

Wardaningrum, A. 2014. Pengaruh Pemberdayaan Karyawan dan Iklim Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja (Studi Pada PT Telkom Indonesia Witel Jatim Selatan Malang). Skripsi, Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si, (II) Drs. I Nyoman Saputra, M.Si. Kata Kunci : Pemberdayaan Karyawan, Iklim Organisasi, Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan Terdapat empat variabel penelitian dalam penelitian ini diantaranya Pemberdayaan Karyawan, Iklim Organisasi, Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuh mengetahui pengaruh parsial antara Pemberdayaan Karyawan dan Iklim Organisasi terhadap Kepuasan Kerja, Pemberdayaan Karyawan dan Iklim Organisasi terhadap Kinerja Karyawan dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Selain itu, tujuan penelitian ini juga untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung dari keempat variabel tersebut.     Penelitian ini termasuk dalam penelitian asosiatif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis Path. Subjek penelitian ini adalah karyawan PT Telkom Indonesia Witel Jatim Selatan Malang yang kemudian sampel diambil diambil dengan menggunakan metode Proportionate Stratified Random Sampling sehingga diperoleh sebesar 116 sampel. Metode pengumpulan datanya dilakukan dengan teknik wawancara, angket/kuisioner, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pemberdayaan Karyawan berpengaruh langsung, positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, (2) iklim organisasi berpengaruh langsung, positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, (3) Pemberdayaan karyawan berpengaruh langsung, positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, (4) Iklim organisasi berpengaruh langsung, positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan, (5) Kepuasan kerja berpengaruh langsung, positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dan (6) Pemberdayaan karyawan dan iklim organisasi melalui kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan penelitian ini penulis merekomendasikan agar aspek-aspek dalam variabel bebas diteliti lebih luas, terutama pada variabel iklim organisasi untuk lebih dapat meningkatkan kinerja karyawan.

Pengaruh persepsi siswa tentang lingkungan keluarga dan sekolah terhadap minat berwirausaha siswa Program Keahlian Pemasaran di SMKN 1 Turen / Farida Rahmawati

 

Rahmawati, Farida. 2014. Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Lingkungan Keluarga Dan Sekolah Terhadap Minat Berwirausaha Siswa (Studi pada Siswa Progam Keahlian Pemasaran di SMKN 1 Turen). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi S1 Pendidikan Tata Niaga, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.H. Agung Winarno, M.M, (II) Dr. Titis Shinta Dhewi, S.P, M.M Kata Kunci: Lingkungan Keluarga, Sekolah, dan Minat Berwirausaha.      Lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah adalah faktor yang mempengaruhi dalam tumbuhnya minat berwirausaha siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan keluarga dan sekolah secara parsial terhadap Minat Berwirausaha siswa Progam Keahlian Pemasaran di SMKN 1 Turen.     Penelitian ini merupakan penelitian Ex-post Facto. Jumlah populasi 207 siswa, sampel diteliti menggunakan rumus slovin dengan teknik proportional random sampling, sampel berjumlah 150 siswa. Instrumen penelitian mengunakan skala likert, data diambil menggunakan metode angket . Uji Validitas dan uji reliabilitas instrument angket dilakukan dengan analisis butir menggunakan IBM SPSS 16. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi, yang sebelumnya dilakukan uji analisis meliputi uji normalitas, multikolinieritas, dan heteroskedastitas.     Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara lingkungan keluarga terhadap Minat Berwirausaha siswa. Artinya siswa Progam Keahlian Pemasaran semakin tinggi pengaruh lingkungan keluarga maka Minat Berwirausaha siswa juga semakin tinggi. Serta, Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara lingkungan sekolah terhadap Minat Berwirausaha siswa Progam Keahlian Pemasaran. Artinya semakin tinggi pengaruh lingkungan sekolah maka Minat Berwirausaha juga akan semakin tinggi.     Disarankan untuk para siswa meningkatkan minat berwirausahanya, dengan cara melatih kreatifitas yang dimiliki serta berani untuk memulai mewujutkan bakat dan keinginan yang ada pada diri masing-masing siswa. Dan untuk Guru, Hendaknya para Guru senantiasa lebih memperhatikan bakat berwirausaha yang dimiliki masing-masing siswanya saat proses pembelajaran dan memberikan motivasi untuk berwirausaha kepada para siswa. Serta lebih mengembangkan RPP dan mengimplementasikan pembelajaran yang berwawasan kewirausahaan. dengan mengunakan metode ceramah, tanya jawab, dan diskui, di sertai dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif learning team product (TP), team game tournament (TGT), two stay two stray (TSTS), pada saat pembelajaran berlangsung dikelas.

Perbedaan prestasi belajar matematika siswa kelas II MAN Pamekasan yang diajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model jigsaw dan konvensional / Fatiyatul Jannah

 

Analisis pengaruh nilai tukar rupiah/us$ dan tingkat suku bunga sertifikat bank indonesia (sbi) terhadap indeks harga saham gabungan (ihsg) di bursa efek indonesia (bei) tahun 1998. 1-2008. 12 / Dwi Retno Palupi

 

ABSTRAK Retno,Dwi Palupi.2009. Analisis Pengaruh Nilai Tukar Rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 1998.1-2008.12. Program Studi Keuangan Perbankan. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing(I) Drs. Mardono, M.Si, (II) Dr.Imam Mukhlis,M.S.i Kata Kunci: Nilai Tukar Rupiah/US$, Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG merupakan cerminan dari kegiatan pasar modal secara umum. Peningkatan IHSG menunjukkan kondisi pasar modal dalam keadaan bullish dan sebaliknya apabila IHSG mengalami penurunan hal tersebut menunjukkan pasar dalam keadaan bearish. Pergerakan IHSG tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor makroekonomi yang mempunyai peranan penting dalam mempengaruhi keadaan perekonomian suatu negara. Faktor makroekonomi yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai tukar rupiah/US$ dan Tingkat suku bunga SBI. Namun kebenaran argumen ini masih perlu dibuktikan melalui kegiatan penelitian agar diperoleh jawaban yang akurat. Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah Nilai Tukar Rupiah/USD dan Tingkat Suku Bunga SBI secara partial dan simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia tahun 1998.1-2008.12. (2)Apakah faktor dominan yang perpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia tahun 1998.1-2008.12. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh Nilai Tukar Rupiah/USD dan Tingkat Suku Bunga SBI secara partial dan simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia tahun 1998.1-2008.12. (2) Menganalisis faktor dominan yang perpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia tahun 1998.1-2008.12. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan Bank Indonesia. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kausal eksplanatori dengan menggunakan statistic deskriptif dan analisis data menggunakan uji stasioneritas (uji akar-akar unit, uji derajat integrasi), uji ECM (Error Correction Model), uji F, uji t dengan menggunakan program E-views.3 sedangkan uji asumsi klasik (SPSS). Data dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif dalam model time series yang diperoleh melalui studi pustaka. Data yang digunakan adalah data bulanan dalam kurun waktu sebelas tahun yaitu tahun 1998.1 hingga 2008.12. Dari hasil analisis data dengan menggunakan uji akar unit, pada ordo 0 (nol) dari data kurs dan tingkat suku bunga SBI sudah berada pada kondisi stasioner. nilai hitung mutlak ADF dari variable nilai tukar dan tingkat suku bunga yang lebih besar dari nilai kritis mutlak MC Kinnon pada tingkat alpha 10%. Nilai hitung ADF mutlak nilai tukar rupiah sebesar 3,41753 sedangkan nilai suku bunga SBI sebesar 2,752046 dengan nilai kritis mutlak pada tingkat alpha 10% adalah 2,5788. Berbeda dengan variable IHSG yang mempunyai nilai hitung mutlak ADF yang lebih kecil dari nilai kritis mutlak MC Kinnon yaitu 1,266576 sehingga data untuk variable tingkat suku bunga belum stasioner pada ordo 0 (nol). Keadaan tersebut dapat diatasi dengan uji derajat integral atau mengulang kembali uji stasioneritas menggunakan uji ADF pada ordo 1. Pada ordo 1 (satu) semua data berada kondisi stasioner. ordo 0 (nol) dari data nilai tukar rupiah dan tingkat suku bunga SBI dan IHSG sudah berada pada kondisi stasioner. Hal tersebut dapat dilihat pada nilai hitung mutlak ADF dimana nilai hitung mutlak nilai tukar rupiah sebesar 4,989182, tingkat suku bunga SBI sebesar 2,603820 dan IHSG sebesar 8,058165 yang lebih besar dari nilai kritis mutlak MC Kinnon pada tingkat alpha 10% sebesar 2,5788. Berdasarkan dari hasil analisis data yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa (1) secara simultan nilai tukar rupiah/US$ dan tingkat suku bunga SBI secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hal ini terbukti dari besarnya nilai F¬hitung sebesar 7,913970 dengan signifikansi sebesar 0,000002 yang mana tingkat signifikansi tersebut < dari angka signifikan yang ditolerir (0,05) dan nilai R-square sebesar 0,24194. (2) secara parsial nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika tidak berpengaruh secara signifikan baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi nilai tukar rupiah dalam jangka pendek sebesar 0,5213 dan besarnya signifikansi nilai tukar rupiah dalam jangka panjang sebesar 0,3650. Sedangkan suku bunga SBI jangka pendek tidak berpengaruh secara signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,467, sedangkan dalam jangka panjang SBI memberikan pengaruh yang signifikan sebesar 0,0485 Berdasarkan dari hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa tingkat suku bunga SBI dalam jangka panjang merupakan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Adanya pengaruh yang signifikan tersebut terhadap IHSG pada Tahun 1998.1-2008.12 dapat dijadikan sebagai acuan dalam membuat keputusan investasi di Bursa Efek Indonesia pada tahun-tahun berikutnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para investor, pemerintah maupun bagi peneliti selanjutnya. Investor sebaiknya memperhatikan informasi tingkat suku bunga SBI untuk memprediksi IHSG di BEI yang kemudian dapat dijasikan acuan untuk mengambil keputusan apakah akan melalukan investasi dalam bentuk saham atau valuta asing. Pemerintah sebaiknya juga memperhatikan faktor-faktor tingkat suku bunga SBI melalui kebijakan-kebijkan yang diambil, sehingga dapat mendatangkan investor baik domestik maupun asing. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar dan juga dapat dikembangkan secara luas lagi dengan menggunakan faktor-faktor makroekonomi yang lain, selain nilai tukar rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga SBI.

Penerapan model pembelajaran example non example dengan menggunakan media movie maker pada mata pelajaran kewirausahaan untuk meningkatkan hasil belajar siswa (studi pada siswa kelas X SMK Muhammadiyah 3 Singosari) / Irma Hidayati

 

Hidayati, Irma. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Example Non Example Dengan Menggunakan Media Movie Maker Pada Mata Pelajaran Kewirausahaan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa (Studi Pada Siswa Kelas X SMK Muhammadiyah 3 Singosari). Skripsi. Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sopiah, M.Pd, M.M., (II) Lohana Juariyah, S.E.,M.Si Kata Kunci : Example Non Example, Media Movie Maker, Hasil Belajar Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan siswa dalam proses pembelajaran kewirausahaan di dalam kelas serta untuk mengetahui penerapan model pembelajaran example non example untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 3 Singosari dengan subyek penelitiannya adalah siswa kelas X APK-3. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data berupa observasi, catatan lapangan, wawancara, pelaksanaan tes, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus masing-masing siklus terdiri dari: (1) tahap perencanaan, meliputi: penyusunan model pembelajaran, mempersiapan post test, lembar observasi dan bentuk kelompok belajar siswa, (2) tahap pelaksanaan tindakan, meliputi: pelaksanaan kegiatan dari perencanaan yang dibuat, (3) tahap observasi, yaitu pengamatan dari pelaksanaan tindakan melalui pedoman observasi, dan (4) tahap refleksi. Dari hasil penelitian siklus pertama rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa yaitu 80,76% dan siklus kedua 87%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada materi mengelola konflik dapat meningkat melalui penerapan model example non example. Peneliti berharap kepada guru yang mengajar mata pelajaran kewirausahaan agar memvariasikan model pembelajaran yang berbeda pada setiap topik/KD, agar siswa tertarik dalam belajar yang nantinya berdampak pada hasil belajar siswa.

Pengaruh faktor-faktor kepemilikan saham terhadap nilai perusahaan (Studi kasus pada industri real estate dan propeti yang listing di bei periode 2005-2007) / Dewi Tanjung

 

ABSTRAK Tanjung, Dewi. 2009. Pengaruh Faktor–Faktor Kepemilikan Saham Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Kasus pada industri Real Estate dan Properti yang listing di BEI tahun 2005-2007). Skripsi, Jurusan Akuntansi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dyah Aju Wardhani, S.E., M.Si., Ak. (II) Hj. Yuli Widi Astuti, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci: Kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kepemilikan publik, nilai perusahaan. Penelitian ini untuk mengukur nilai perusahaan pada industri Real Estate dan Properti yang listing di BEI pada periode 2005-2007 melalui kepemilikan saham yaitu kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kepemilikan publik. Memilih perusahaan Real Estate disebabkan besarnya potensi jumlah penduduk yang besar dengan rasio pemilikan rumah yang cukup rendah. Sehubungan dengan kondisi yang terjadi dalam industri Real Estate Indonesia seperti saat ini, maka perusahaan tersebut sebenarnya dihadapkan pada suatu keputusan penting dalam bidang keuangan yaitu masalah pendanaan dalam rangka pengembangan usaha untuk memenuhi permintaan dan untuk bersaing dengan industri Real Estate dan Properti lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas yaitu struktur kepemilikan saham yang terdiri dari kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kepemilikan publik terhadap variabel terikat yaitu nilai perusahaan yang diukur dengan menggunakan rasio PBV. Obyek penelitian ini adalah industri Real Estate dan Properti Indonesia yang listing di BEI. Populasi dari penelitian ini sebanyak 30 perusahaan. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling yang didasarkan pada kriteriakriteria tertentu. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 10 sampel yang didapatkan dari kombinasi data time series dan data cross section. Periode pengamatan dilakukan antara tahun 2005 sampai dengan tahun 2007 dengan sumber data yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Pengujian secara statistik dilakukan dengan menggunakan analisa regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan variabel-variabel bebas yang diteliti tidak mempengaruhi nilai perusahaan dan secara parsial variabel kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kepemilikan publik tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya diharapkan penelitian selanjutnya bisa dikembangkan dengan melakukan penambahan terhadap jumlah sampel penelitian serta tahun penelitian. Dengan dilakukan penambahan tersebut diharapkan dapat diperoleh kesimpulan hasil penelitian yang lebih akurat dan memiliki tingkat generalisasi yang lebih tinggi. i

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada standar kompetensi melakukan penyerahan dan pengiriman produk (studi pada siswa kelas XI Pemasaran SMK Muhammadiyah 2 Malang) / Riska Ayu Norros

 

Norrosyidah, Riska.A. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write (TTW) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Standar Kompetensi Melakukan Penyerahan dan Pengiriman Produk (Studi Pada Siswa Kelas XI Pemasaran SMK Muhammadiyah 2 Malang). Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Niaga, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Suwarni, M.Si (2) Drs. Mohammad Hari, M.Si. Kata kunci: Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW), Aktivitas Belajar, Hasil belajar     Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMK Muhammadiyah 2 Malang khususnya kelas XI program keahlian pemasaran pada standar kompetensi melakukan penyerahan dan pengiriman produk diperoleh hasil bahwa siswa kurang aktif selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Masalah tersebut disebabkan oleh adanya anggapan dari siswa bahwa mata pelajaran melakukan penyerahan dan pengiriman produk adalah mata pelajaran yang membosankan karena sebagian besar materinya adalah hafalan. Hal tersebut berakibat pada rendahnya hasil belajar, dimana dari 26 siswa terdapat 10 siswa belum tuntas belajar, dengan nilai rata-rata pada mata pelajaran melakukan penyerahan dan pengiriman produk sebesar 76,6 yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 80.     Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW), aktivitas belajar, hasil belajar, kendala yang ditemukan pada standar kompetensi Melakukan Penyerahan dan Pengiriman Produk dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW). Subyek penelitiannya adalah siswa kelas XI program keahlian Pemasaran SMK Muhammadiyah 2 Malang sebanyak 26 siswa.     Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dan observer, model pembelajaran TTW berhasil diterapkan karena dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Aktivitas belajar siswa meningkat dari 72,8% pada siklus I menjadi 81,8% pada siklus II. Sedangkan hasil belajar ranah kognitif yang pada awalnya 76,6% meningkat menjadi 81,8% pada siklus I dengan 20 siswa tuntas mengikuti pembelajaran, dan pada siklus II menjadi 85,8% dengan 24 tuntas.     Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang diberikan adalah guru hendaknya dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) dalam proses pembelajaran di kelas karena model pembelajaran ini mendorong siswa menjadi lebih aktif, mampu menciptakan suasana kelas yang menyenangkan, tetapi dalam pelaksanaannya juga harus mempertimbangkan alokasi waktu sehingga pencapaian hasil lebih optimal.

Tanggapan pemain sekolah sepakbola (ssb) usia 12-14 tahun terhadap ballnastic (senam bola) dalam permainan sepakbola di kabupaten malang / Agus Budiono

 

ABSTRAK Budiono, Agus. 2009. ”Tanggapan Pemain Sekolah Sepakbola (SSB) Usia 12-14 Tahun Terhadap Ballnastic (Senam Bola) Dalam Permainan Sepakbola Di Kabupaten Malang”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mahmud Yunus, M,Kes., (II) Drs. I Nengah Sudjana, M.Pd. Kata kunci: tanggapan pemain usia 12-14 tahun, ballnastic (senam bola). Banyak orang yang tidak mengerti bagaimana cara berolahraga yang aman dan bermanfaat. Salah satunya adalah dengan melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum beraktivitas olahraga. Seorang pemain disarankan melakukan pemanasan dengan harapan otot-otot tubuhnya tidak tegang. Jadi dengan otot-otot tubuh yang rileks kemungkinan terjadi cedera saat barmain sangat kecil. Dengan pemanasan yang bervariasi dan menyenangkan seorang pemain akan merasa senang. Dari hasil tanya jawab yang peneliti lakukan dengan pemain usia 12-14 tahun dibeberapa sekolah sepakbola (SSB) di Kabupaten Malang yaitu 6 sekolah sepakbola (SSB), pemain malas melakukan pemanasan dengan alasan memberikan alasan materi pemanasan yang diberikan pelatih selama latihan tidak bervariasi hanya melakukan pemanasan tanpa menggunakan bola. Dengan bentuk pemanasan yang monoton dapat membuat pemain menjadi malas-malasan melakukan pemanasan dan saat bermain mudah terjadi cedera. Pada usia dini sangat diperlukan adanya penanaman sikap disiplin terutama saat melakukan aktivitas pemanasan sebelum memulai latihan. Ballnastic (senam bola) merupakan salah satu bentuk pemanasan dengan bola yang menarik dan menyenangkan khususnya untuk pemain usia dini. Untuk itu peneliti tertarik untuk mengetahui tanggapan pemain sekolah sepakbola (SSB) usia 12-14 tahun terhadap ballnastic (senam bola) dalam permainan sepakbola di Kabupaten Malang. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana tanggapan pemain sekolah sepakbola (SSB) usia 12-14 tahun terhadap ballnastic (senam bola) dalam permainan sepakbola di Kabupaten Malang dilihat dari segi pemahaman pemain terhadap ballnastic (senam bola), senang atau tidak dengan ballnastic (senam bola), mudah atau sulit melakukan gerakan ballnastic (senam bola), dan bermanfaat atau tidak ballnastic (senam bola) bagi pemain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemain sekolah sepakbola (SSB) usia 12-14 tahun memahami ballnastic (senam bola), senang dengan ballnastic (senam bola), mudah melakukan gerakan ballnastic (senam bola), dan bermanfaat ballnastic (senam bola) bagi pemain. Penelitian ini dilakukan di 6 sekolah sepakbola (SSB) di Kabupaten Malang, yaitu: SSB Vanris, SSB Sinar Mas, SSB Kanjuruhan, SSB AMS, SSB Sumber Pucung, SSB Taruna Bhakti. Ditinjau dari tujuan penelitian, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya disertai data yang berupa angka. Instrumen yang digunakan berupa instrumen non tes berbentuk angket. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tanggapan pemain dari 6 sekolah sepakbola (SSB) usia 12-14 tahun dengan ballnastic (senam bola) dalam permainan sepakbola di Kabupaten Malang, dapat dejelaskan bahwa total jawaban “sangat setuju” sebanyak 3254 pemain dengan rata-rata prosentasi 61,63%, sedangkan total jawaban “setuju” sebanyak 2008 pemain dengan rata-rata prosentasi 38,03%, sedang total jawaban “tidak setuju” sebanyak 18 pemain dengan prosentasi 0,34%, dan total jawaban “sangat tidak setuju” sebanyak 0 pemain dengan rata-rata prosentasi 0%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari 6 sekolah sepakbola (SSB) usia 12-14 tahun menyatakan “sangat setuju” dan memahami bahwa ballnastic (senam bola) adalah rangkaian latihan pemanasan untuk mengembangkan atau meningkatkan kemampuan tubuh terhadap bola, balnastic (senam bola) adalah bentuk rangkaian latihan pemanasan yang menyenangkan, balnastic (senam bola) adalah bentuk rangkaian latihan pemanasan yang mudah dilakukan, balnastic (senam bola) adalah bentuk rangkaian latihan pemanasan yang bermanfaat.

Pengaruh karakteristik corporate covernance terhadap Effective Taxrate (ETR) (sudi empiris pada BUMN yang terdaftar di BEI periode tahun 2010-2012) / Yohanes Parulian Silitonga

 

Silitonga, Yohanes Parulian. 2014. Pengaruh Karakteristik Corporate Governance Terhadap Effective Tax Rate (Studi empiris Pada BUMN yang Terdaftar di BEI Periode Tahun 2010-2012). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Puji Handayati, S.E., M.M., Ak., (II) Dr. Dyah Aju Wardani, M.Si., Ak . Kata Kunci: Corporate Governance, Kinerja Perusahaan, Effective Tax Rate (ETR), Perusahaan Pemerintah.     Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh Karakteristik Corporate governance yang terdiri dari: Komisaris Independen, Komite Audit dan Pemegang Saham Institusional terhadap Effective Tax Rate.     GCG adalah segala hal yang dilakukan oleh perusahaan sebagai usaha untuk meningkatkan atau memberikan nilai tambah bagi perusahaan secara berkesinambungan dengan tidak mengesampingkan kepentingan dari para stakeholder dan juga tetap mematuhi peraturan perundangan dan norma yang berlaku. Kinerja perusahaan adalah suatu usaha formal yang dilaksanakan perusahaan untuk mengevaluasi efisiensi dan efektivitas dari aktivitas perusahaan yang telah dilaksanakan pada periode waktu tertentu. Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan teknik purpose sampling dalam pengumpulan data. Data diperoleh dari data sekunder laporan keuangan perusahaan pemerintah yang telah diprivatisasi dan listing di BEI selama tahun 2010 hingga tahun 2012. Analisis dilakukan dengan regresi berganda menggunakan program SPSS version 16.00 untuk windows. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa dari tiga hipotesis yang diajukan semua hipotesis diterima. Hipotesis 1 (proporsi komisaris independen berpengaruh positif terhadap effective tax rate), hipotesis 2 (ukuran komite audit berpengaruh positif terhadap effective tax rate) dan hipotesis 3 (investor institusional berpengaruh positif terhadap effective tax rate)

Penerapan model pembelajaran latihan inkuiri untuk meningkatkan keteranpilan proses sains dan hasil belajar siswa kelas vii-3 smpn 1 tanjunganom, nganjuk / Reny Widyawati

 

ABSTRAK Widyawati, Reny. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Latihan Inkuiri untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII-3 SMPN 1 Tanjunganom, Nganjuk. Skripsi Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Suyudi, M.Pd, (II) Drs. Sumarjono. Kata kunci: latihan inkuiri, keterampilan proses sains, hasil belajar Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SMPN 1 Tanjunganom, Nganjuk, ditemukan bahwa metode yang sering digunakan adalah metode konvensional. Guru jarang sekali mengajak siswa melakukan kegiatan praktikum. Penerapan pembelajaran seperti ini mengakibatkan keterampilan proses sains (mengamati, memprediksi, mengukur, mengklasifikasi, menyimpulkan dan mengkomunikasikan) dan hasil belajar (penguasaan ranah kognitif, penguasaan ranah afektif dan penguasaan ranah psikomotorik) yang ada pada diri siswa rendah yaitu di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum). Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa kelas VII-3 SMPN 1 Tanjunganom, Nganjuk dengan menerapkan model pembelajaran Latihan Inkuiri. Model pembelajaran Latihan Inkuiri terdiri atas lima tahap, yaitu: menghadapkan pada masalah, pengumpulan data-verifikasi, pengumpulan data-eksperimentasi, mengorganisasi, merumuskan penjelasan dan menganalasis proses inkuiri. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dan jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-3 SMPN 1 Tanjunganom, Nganjuk dengan jumlah 35 siswa, yang terdiri atas 20 siswa putri dan 15 siswa putra. Pokok bahasan yang digunakan pada penelitian ini adalah wujud zat dan massa jenis zat. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi keterampilan proses sains, penguasaan ranah afekfif, penguasaan ranah psikomotor dan keterlaksanaan pembelajaran, serta catatan lapangan. Instrumen tindakan yang digunakan meliputi LKS dan RPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa secara keseluruhan. Peningkatan keterampilan proses sains pada keterampilan mengamati sebesar 9.05% , keterampilan memprediksi sebesar 8,14%, keterampilan mengukur sebesar 10,52%, keterampilan mengklasifikasi sebesar 2,86%, keterampilan menyimpulkan sebesar 14,29% dan keterampilan mengkomunikasikan sebesar 4,28%. Peningkatan hasil belajar pada ranah afektif sebesar 8,21% dan pada ranah psikomotor sebesar 7,96%. Pada ranah kognitif mengalami penurunan sebesar 5%. Mengenai keterlaksanaan pelaksanaan model pembelajaran Latihan Inkuiri, dapat dikatakan bahwa terjadi peningkatan yaitu sebesar 31,87%.

Pengaruh prestasi belajar dan minat mengikuti Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) terhadap nilai PRAKERIN siswa / Latifah Apriayaningsih

 

Apriyaningsih, Latifah. 2014. Pengaruh Prestasi Belajar dan Minat Mengikuti Praktek Kerja Industri (Prakerin) Terhadap Nilai Prakerin Siswa SMKN 1 Purbaligga. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sopiah, M.Pd, M.M (2) Titis Shinta Dhewi, SP,MM. Kata Kunci: Prestasi Belajar, Minat Mengikuti Prakerin, Nilai Prakerin Prakerin merupakan implementasi dari Pendidikan Sistem Ganda yang dilaksanakan oleh SMK melalui kerjasama degan Du/Di. Hasil pelaksanaan Prakerin tidak terlepas dari bekal teori yang dipelajari siswa selama pembelajaran di Sekolah sebelumnya. Selain prestasi belajar sebelum prakerin beberapa karakteristik siswa juga memiliki pengaruh diantaranya motivasi, bakat, minat, prestasi siswa dan sebagainya.     Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui (1) Pengaruh positif prestasi belajar terhadap nilai prakerin. (2) Pengaruh positif minat mengikuti Prakerin terhadap nilai prakerin. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa SMKN 1 Purbalingga kelas XI jurusan Pemasaran. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa (1) Kondisi prestasi belajar siswa cukup baik, minat mengikuti Prakerin tinggi dan nilai Prakerin siswa baik.(2) Terdapat pengaruh positif Prestasi belajar terhadap nilai Prakerin siswa kelas XI Pemasaran SMKN 1 Purbalingga. (3) Terdapat pengaruh positif minat mengikuti Prakerin terhadap nilai Prakerin siswa kelas XI Pemasaran SMKN 1 Purbalingga.          Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan Bagi siswa, diharapkan senantiasa untuk dapat meningkatkan penguasaan materi produktif yang tercermin dalam prestasi belajar sebelum prakerin dengan cara memunculkan faktor intern belajar yang ada dalam diri. Selain itu siswa diharapkan menumbuhkan minat mengikuti Prakerin terutama pada indikator merasa senang dalam belajar, dengan cara menumbuhkan rasa kebutuhan dalam belajar dan membiasakan diri dengan kegiatan di tempat Prakerin. Bagi guru, hendaknya selalu berusaha untuk terus memaksimalkan proses belajar mengajar selama di sekolah sebagai dasar siswa melakukan prakerin. Salah satu cara untuk meningkatkan prestasi belajar siswa adalah dengan melaksanakan tujuh kompetensi pedagogik. Kemudian guru diharapkan dapat menjalin kerjasama dengan dunia usaha/ industri untuk meningkatkan minat mengikuti Prakerin terumata pada aspek menumbuhkan kesenangan pada siswa selama proses pembelajaran di tempat prakerin. Guru serta atasan di Du/Di dapat memunculkan minat yang sebelumnya sudah ada dalam diri siswa dan mensosialisasikan pentingnya pelaksanaan Prakerin.

Analisis faktor-faktor motivasi Siswa memilih SMKN 1 Pujon / Fitriana Yuliati

 

ABSTRAK Yuliati, Fitriana. 2009. Analisis Faktor-Faktor Motivasional Siswa Memilih SMKN I Pujon. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Sultoni, M. Pd. Pembimbing (II) Dr. Bambang Budi Wiyono, M. Pd. Kata kunci : motivasi siswa, memilih sekolah. Motivasi adalah suatu hal yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan. Tindakan yang dilakukan terdorong dari adanya motivasi untuk mencapai tujuan. Motivasi bisa berasal dari diri seseorang dan luar diri seseorang. Motivasi memilih sekolah adalah hal keinginan untuk memilih sekolah yang disebabkan oleh pihak luar seseorang ataupun diri seseorang tersebut. Berkaitan dengan motivasi memilih sekolah maka penelitian ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa sajakah faktor-faktor motivasional siswa memilih SMKN 1 Pujon dan seberapa besar kontribusi faktor-faktor motivasional siswa memilih SMKN 1 Pujon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif, sedangkan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis faktor eksplotarorik dan analisis deskriptif. Variabel dalam penelitian ini motivasi memilih SMKN 1 Pujon. Populasi penelitian berjumlah 610 siswa sedangkan sampelnya berjumlah 86 siswa dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Stratifield Proportional Random Sampling dan angket sebagai instrumen penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian dengan menggunakan pengujian validitas data dan reliabilitas data melalui teknik korelasi product moment, untuk melengkapi penelitian digunakan dokumentasi data dan wawancara. Analisi data diolah dengan menggunakan sistem komputerisasi melalui program SPSS 14.00 for windows release. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 12 faktor baru antara lain: (1) faktor menggapai cita-cita, (2) faktor kondisi fisik sekolah, (3) Faktor lingkungan sekolah, (4) faktor biaya sekolah, (5) faktor kegiatan humas sekolah, (6) faktor rencana diri, (7) faktor lokasi strategis, (8) faktor dukungan orang tua, (9) faktor kesesuaian jurusan, (10) faktor kebahagiaan batin, (11) faktor karyawan yang handal, (12) faktor perhatian orang tua. Dari faktor-faktor tersebut mempunyai kontribusi yang berbeda dalam memotivasi siswa memilih SMKN 1 Pujon antara lain: (1) faktor menggapai cita-cita dan dukungan orang tua memiliki kontribusi yang sangat tinggi dalam motivasional siswa memilih SMKN 1 Pujon. (2) faktor biaya sekolah, kesesuaian jurusan, kebahagiaan batin, karyawan yang handal, dan perhatian orang tua memiliki kontribusi yang tinggi dalam memotivasi siswa memilih SMKN 1 Pujon dan (3) faktor kondisi fisik sekolah, lingkungan sekolah, kegiatan humas sekolah, rencana diri, dan lokasi strategis memiliki kontribusi yang rendah dalam menentukan motivasi siswa memilih SMKN 1 Pujon. Dari hasil penelitian penulis memberikan saran (1) bagi Kepala SMKN 1 Pujon agar memberikan perubahan dan inovasi agar SMKN 1 Pujon bisa lebih diminati oleh masyarakat luas. (2) bagi pimpinan Jurusan Adminstrasi Pendidikan agar memperhatikan hal-hal yang bisa meningkatkan motivasi masyarakat untuk memilih SMKN 1 Pujon. (4) bagi peneliti lain yaitu sebagai tambahan teori untuk menelaah atau meneliti lebih jauh lagi secara rinci tentang identifikasi faktor-faktor yang memotivasi siswa memilih sekolah.

Pengaruh kegiatan ekstrakurikuler penjualan dan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) terhadap hasil belajar mata pelajaran produktif Jurusan Pemasaran di SMKN 1 Turen / Amira Nurlaili Rachma

 

Rachma, A.N. 2014. Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Penjualan Dan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran produktif Jurusan pemasaran Di SMKN 1 Turen. Skripsi, Prodi Pendidikan Tata Niaga, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Mohammad Hari, M.Si, (2) Afwan Hariri Agus Prohimi, S.E., M.M. Kata kunci: Kegiatan Ekstrakurikuler Penjualan, Pendidikan Sistem Ganda (PSG), Hasil Belajar Mapel Produktif     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan ekstrakurikuler penjualan dan pendidikan sistem ganda (PSG) terhadap hasil belajar mata pelajaran produktif Jurusan Pemasaran di SMKN 1 Turen.     Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Subjeknya siswa kelas XI PM sejumlah 72 siswa. Data diambil menggunakan metode angket, dokumentasi dan wawancara. Uji validitas instrumen menggunakan korelasi Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach. Uji asumsi klasik menggunakan uji normalitas, uji linieritas, uji multikolinieritas, dan uji heteroskedastisitas. Sedangkan untuk analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis regresi ganda, uji t dan uji F.     Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kegiatan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuriler penjualan termasuk dalam kategori kurang. Kemudian kegiatan siswa dalam pendidikan sistem ganda (PSG) termasuk dalam kategori cukup. Sedangkan hasil belajar mapel produktif termasuk dalam kategori cukup.     Hasil dari pengujian hipotesis menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh positif dan signifikan kegiatan ekstrakurikuler penjualan terhadap hasil belajar mapel produktif Jurusan Pemasaran di SMKN 1 Turen. (2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan pendidikan sistem ganda (PSG) terhadap hasil belajar mapel produktif Jurusan Pemasaran di SMKN 1 Turen. Dan (3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan kegiatan ekstrakurikuler penjualan dan pendidikan sistem ganda (PSG) secara simultan terhadap hasil belajar mapel produktif Jurusan Pemasaran di SMKN 1 Turen.     Berdasarkan hasil penelitian diatas, peneliti mengajukan saran untuk kepala sekolah supaya mendukung dan memberikan fasilitas yang maksimal untuk siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler penjualan dan pendidikan sistem ganda (PSG) agar siswa memotivasi dirinya untuk mengikuti kegiatan tersebut dan bisa menambah wawasan siswa sehingga siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya.     

Pengaruh kemandirian dan fasilitas belajar yang tersedia di rumah terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMK PGRI 3 Malang (studi pada siswa kelas X Jurusan Manajemen Niaga SMK PGRI 3 Malang) / Nuke Arlistya Anastasari

 

Anastasari, Nuke Arlistya 2014. Pengaruh Kemandirian Dan Fasilitas Belajar Yang Tersedia Di Rumah Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X SMK PGRI 3 Malang (Studi Pada Siswa X Jurusan Manajemen Niaga SMK PGRI 3 Malang). Skripsi. Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Suharto, SM, M.Pd, M.M (2) Drs. Djoko Dwi Kusumadjanto, M.Si. Kata Kunci : Kemandirian, Fasilitas Belajar Di Rumah, Prestasi Belajar     Pencapaian suatu keberhasilan belajar mempunyai faktor yang mempengaruhi prestasi yakni kemandirian belajar dan minat belajar. Kemandirian dalam belajar merupakan syarat mutlak bagi siswa guna mencapai hasil yang memuaskan , hal ini dapat dimengerti karena kegiatan belajar merupakan tanggung jawab dari siswa itu sendiri.     Setiap gejala masalah ada yang melatarbelakangi, demikian juga dengan masalah belajar. Misalnya prestasi belajar rendah dapat dilatarbelakangi oleh kecerdasan yang rendah, kurangnya motivasi belajar, kebiasaaan belajar yang kurang baik, gangguan kesehatan, kurangnya sarana belajar, kondisi keluarga kurang mendukung, cara guru mengajar kurang sesuai, materi pelajaran yang sulit, kondisi sekolah tidak baik, fasilitas belajar yang dimiliki dan sebagainya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemandirian dan fasilitas belajar dirumah terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMK PGRI 3 Malang studi pada siswa kelas X jurusan dan manajemen niaga SMK PGRI 3 Malang Tahun Ajaran 2013/2014.     Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah ex-postfacto. Pelaksanaan penelitiannya mengunakan penelitian sampling. Populasi penelitian ini adalah 126 siswa. Cara pengambilan ukuran sampel mengunakan rumus slovin dengan taraf signifikansi 5% sehingga diperoleh 95 anggota sampel. Teknik pengambilan anggota sampel dilakukan secara acak (Simple Random Sampling) pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dan dokumentasi. Sebelum pelaksanaan penelitian, terlebih dahulu diadakan uji validitas dan reliabilitas instrumen. Uji validitas mengunakan product moment, sedangkan reliabilitas dihitung dengan Alpha Cronbach. Data penelitian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas dilanjutkan dengan pengujian hipotesis yakni uji t dan uji F.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) kemandirian memiliki pengaruh positif dengan prestasi belajar siswa kelas X SMK PGRI 3 Malang tahun pelajaran 2013/2014, dengan nilai ryx1 0,937 dan nilai probabilitas Sig sebesar 0.000, 2) fasilitas belajar dirumah memiliki pengaruh positif dengan prestasi belajar siswa kelas X SMK PGRI 3 Malang tahun pelajaran 2013/2014, dengan nilai ryx2 0,934 dan nilai probabilitas Sig sebesar 0.000, 3) kemandirian dan fasilitas belajar dirumah secara bersama-sama memiliki pengaruh yang positif dengan prestasi belajar siswa kelas X SMK PGRI 3 Malang tahun pelajaran 2013/2014, dengan Ryx2.x2 sebesar 0,968 dan nilai probabilitas Sig. Fchange sebesar 0.000. Saran yang diberikan adalah guru sebagai pendidik diharapkan bisa lebih meningkatkan dan memberikan motivasi kepada siswa untuk menanamkan kemandirian dalam diri mereka terutama pada saat proses belajar mengajar di sekolah ataupun proses belajar di rumah, guru dapat memberikan metode pembelajaran yang bisa mendorong siswa mendapatkan prestasi belajar yang baik.Dan meningkatkan ketersediaan sumber belajar dan fasilitas belajar di sekolah agar siswa melakukan kemandirian belajar lebih baik dan mengeksplorasikan kemampuan dalam diri siswa.

Pengembangn bahan ajar ilmu pengetahuan sosial multimedia interaktif untuk siswa kelas VII di SMPN 3 Kediri / Randy Putro Cahyo Buono

 

ABSTRAK Buono, Randy Putro Cahyo. Pengembangan Bahan Ajar Ilmu Pengetahuan Sosial Multimedia Interaktif Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII Semester I di SMP Negeri 3 Kediri. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr Punadji Setyosari, M. Pd., (2) Drs. H. Zainul Abidin, M. Pd. Kata Kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, Multimedia Interaktif, IPS Bahan ajar dengan konsep multimedia interaktif yang dikembangkan dalam penelitian ini juga berasumsi sama dengan konsep multimedia interaktif. Multimedia interaktif merupakan sebuah sajian, permainan atau aplikasi yang menggabungkan audio (suara), gambar, animasi dan teks serta dapat mengendalikan tombol-tombol seperti pemacu CD-ROM yang dapat di kendalikan sendiri oleh peserta didik. Berdasarkan hasil observasi di SMP Negeri 3 Kediri, penggunaan bahan ajar multimedia interaktif dalam penyampaian materi pelajaran khususnya Ilmu Pengetahuan Sosial masih kurang. Hal ini dibuktikan dengan hanya adanya bahan ajar cetak sebagai penunjang siswa dalam memahami materi. Karena itu, pengembang membuat alternatif pilihan bahan ajar melalui pengembangan bahan ajar multimedia interaktif. Tujuan pengembangan bahan ajar multimedia interaktif ini adalah menghasilkan sebuah multimedia interaktif sebagai salah satu alternatif bahan ajar Ilmu Pengetahuan Sosial kelas VII SMP yang efektif dalam pembelajaran. Subyek uji coba dalam pengembangan ini adalah siswa kelas VII semester I Tahun 2009 di SMP Negeri 3 Kediri. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen angket ahli media, ahli materi, dan siswa. Sedangkan untuk mengukur hasil belajar siswa digunakan evaluasi dalam bentuk tes, yaitu pre-test dan post-test. Hasil pengembangan bahan ajar multimedia interaktif ini memenuhi kriteria valid/layak yakni, ahli media 72,5%, ahli materi 87,5%, audiens perseorangan 81,6%, dan audiens lapangan 84,2%. Sedangkan untuk hasil belajar pada uji coba lapangan, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa, ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah siswa yang memenuhi SKM, dari 23,3% sebelum penggunaan bahan ajar multimedia interaktif, menjadi 66,6% setelah penggunaan bahan ajar multimedia interaktif, sehingga bahan ajar multimedia interaktif ini bisa dikatakan efektif, dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Saran yang diajukan kepada pengembang selanjutnya adalah, hendaknya hasil produk bahan ajar multimedia interaktif ini ditindak lanjuti dengan memperbaiki layout dari multimedia interaktif.

Pengembangan media interaktif mata kuliah kesehatan reproduksi materi resiko reproduksi pada remaja Program D-III Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang / Muhammad Wibowo Leksono

 

Leksono, Muhammad Wibowo. 2014. Pengembangan Media Interaktif Mata Kuliah Kesehatan Reproduksi Materi Resiko Reproduksi Pada Remaja Program D-III kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Punaji Setyosari, M.Ed, (II) Dr. Agus Wedi, M.Pd. Kata kunci : Pengembangan, Media Interaktif, Mata Kuliah Kesehatan Reproduksi. Media interaktif merupakan sebagai sarana proses pembelajaran, Penggunanan atau penerapan dengan menggunakan media interaktif sangat penting untuk menunjang kualitas pembelajaran dikelas, fungsi media interaktif adalah sebagai variasi pembelajaran dikelas yang berbasis komputer serta diharapkan meningkatkan motivasi belajar siswa. Pengembangan media interaktif ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan produk media interaktif yang layak digunakan untuk pembelajaran Mata Kuliah Kesehatan Reproduksi materi Resiko Reproduksi Pada Remaja Program D-III Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Media interaktif mempunyai kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan dari media ini adalah: (1) mudah dioperasikan untuk mahasiswa, (2) tidak membutuhkan waktu yang lama dalam penggunaannya, (3) media bersifat interaktif sehingga mahasiswa mendapatkan balikan secara langsung atau bersifat dua arah, (4) dilengkapi dengan petunjuk pemanfaatan, dan kuis atau soal latihan (5) tampilan media disesuaikan dengan karakteristik mahasiswa dengan penggunaan teks, gambar, video yang dapat membuat mahasiswa fokus dan termotivasi untuk belajar. Sedangkan kekurangan media ini adalah media ini hanya terbatas pada pokok materi kesehatan reproduksi. Model pengembangan media interaktif ini menggunakan model ADDIE adalah model desain pembelajaran yang sistematis yang terdiri dari lima fase/tahap, yaitu analysis, design, development, implementasi, dan evaluation. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam pengembangan ini berupa angket yang disebarkan kepada satu ahli media, satu ahli materi, uji coba perorangan dengan 5 orang siswa dan uji coba uji lapangan dengan 33 orang siswa. Ada beberapa perbaikan dari ahli media sajian materi perlu pengembangan lebih lanjut, dari ahli materi hanya ukuran tulisan harus konsisten, dan perbaikan dari audiens berupa penambahan gambar yang menujang materi. Hasil pengembangan media interaktif dinyatakan valid dengan hasil,data tersebut meliputi validasi ahli media 90%, ahli materi 90%, uji coba kepada mahasiswa perorangan 92.69%, dan uji coba lapangan 91.91%.Sedangkan untuk tes hasil belajar siswa terdapat 20 orang berhasil mencapai ketuntasan dalam belajar dan mencapai KKM . Dengan demikian,media interaktif untuk mata kuliah kesehatan reproduksi layak untuk digunakan.

Pengaruh non perfoming loan. loan to deposit ratio, dana pihak ketiga, dan suku bunga Bank Indonesia terhadap profitabilitas bank )pada perbankan yang terdaftar di BEI tahun 2009-2012) / Ela Dwi Safitri

 

Safitri, Ela Dwi.2014. Pengaruh Non Perfoming Loan, Loan Deposit Ratio, Dana Pihak Ketiga, Dan Suku Bunga Bank Indonesia Terhadap Profitabilitas Bank (Pada Perbankan Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2009-2012).Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Sriyani Mentari, SPd, M.M, (II) Dr. Suparti, M.P. Kata Kunci: Non Perfoming Loan, Loan Deposit Ratio, Dana Pihak Ketiga, BI Rate, Profitabilitas     Profitabilitas perbankan merupakan salah satu faktor penting yang menunjukkan efektifitas dan efisiensi suatu bank dalam rangka mencapai tujuannya, salah satu tujuan fundamental bisnis perbankan adalah memperoleh keuntungan yang optimal. Untuk menilai kinerja perusahaan perbankan adalah dengan menganalisis faktor internal dan faktor eksternal perusahaan. Penting bagi bank untuk senantiasa menjaga kinerja dengan baik, terutama menjaga tingkat profitabilitas yang tinggi karena kinerja yang baik mampu meraih kembali kepercayaan masyarakat terhadap bank itu sendiri atau sistem perbankan secara keseluruhan.     Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kinerja yang ditinjau dari faktor internal perusahaan yaitu Non Perfoming Loan, Loan to Deposit Ratio, Dana Oihak Ketiga dan kinerja yang ditinjau dari faktor eksternal perusahaan yaitu Suku Bunga Bank Indonesia dan Inflasi, terhadap Profitabilitas sektor perbankan yang terdaftar di BEI Tahun 2009-2012 serta untuk mengetahui prediksi profitabilitas di masa yang akan datang masing-masing bank yang terdaftar di BEI periode 2009-2012.     Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Laporan Keuangan Publikasi Tahunan Perbankan yang tercatat di BEI periode tahun 2009-2012 serta laporan kondisi makro ekonomi yaitu Suku Bunga Bank Indonesia yang di publikasikan oleh Bank Indonesia . Jumlah sampel sebanyak 15 bank yang tercatat dalam Bursa Efek Indonesia dengan periode 2009-2012 yang diambil melalui purposive sampling     Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kinerja yang ditinjau dari faktor internal yaitu Loan to Deposit Ratio dan Dana Pihak Ketiga berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas,sedangakan Non Perfoming Loan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas. Variabel yang ditinjau dari faktor eksternal perusahaan yaitu Suku Bunga Bank Indonesia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas. Dari hasil analisis regresi, secara keseluruhan profitabilitas sektor perbankan yang terdaftar di BEI Tahun 2009-2012 diprediksikan dalam keadaan yang baik.

Analisis dampak sosial ekonomi masyarakat Kota Batu pada sektor pariwisata / Lutfia Handayani

 

Handayani, Lutfia. 2014. Analisis Dampak Sosial Ekonomi Masyarakat Kota Batu Pada Sektor Pariwisata. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang: Pembimbing: (I) Dr. Hj. Sri Umi Mintarti Widjaja S.E., M.P., Ak. (II) Dr. Hadi Sumarsono, S.T., M. Si. Kata Kunci: Pariwisata, Dampak Sosial Ekonomi.      Pembangunan tempat wisata di Kota Batu mengalami perkembangan dari tahun ke tahun yang memberikan efek pengganda bagi sektor lain. Untuk mengetahui dampak sosial ekonomi kegiatan pariwisata, maka dilakukan penelitian mengenai analisis dampak sosial ekonomi masyarakat Kota Batu pada sektor pariwisata dengan menggunakan tippologi klassen untuk mengetahu tingkat penyerapan tenaga kerja di sektor pariwisata dan multiplier keynesian yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar dampak yang dapat dirasakan masyarakat lokal akibat dari perputaran uang yang terjadi di Kota Batu antara pengunjung dan masyarakat lokal.      Penelitian ini dilakukan di tempat- tempat wisata di Kota Batu, yaitu cangar, selecta, agrowisata, Jatim park dan Batu Night Spectacular (BNS) untuk melakukan kajian terhadap pengunjung dan masyarakat yang terlibat maupun yang tidak terlibat dalam kegiatan wisata. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan kuisioner. Dampak sosial dilihat sari penyerapan tenaga kerja yang dihitung dari PDRB Harga Konstan Tahun 2011 dan dianalisis dengan analisis Tipologi Klassen. Sedangkan dampak ekonomi dianalisis dengan konsep Multiplier Keynesian.      Peranan sektor pariwisata dalam penyerapan tenaga kerja dalam analisis Tipologi Klassen berada dalam kuadran 1, artinya bahwa sektor pariwisata memberikan kontribusi yang tinggi terhadap pendapatan daerah serta banyak menyerap tenaga kerja. Dampak ekonomi dari kegiatan pariwisata di Kota Batu dilihat dari nilai pengganda Keynesian multiplier income sebesar Kota Batu sebesar 1,14 artinya peningkatan pengeluaran wisatawan sebesar 1 rupiah akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat lokal sebesar 1,14 rupiah. Nilai Ratio Income Multiplier Tipe I di Kota Batu sebesar 1,17 artinya peningkatan 1 rupiah pendapatan unit usaha dari pengeluaran wisatawan akan mengakibatkan peningkatan sebesar 1,17 rupiah. Sedangkan nilai Ratio Income Multiplier Tipe II sebesar 1,38 artinya peningkatan 1 rupiah pengeluaran wisatawan akan mengakibatkan peningkatan sebesar 1,38 rupiah.      Memperhatikan hasil penelitian kegiatan pariwisata membawa pengaruh pada kondisi ekonomi masyarakat. Oleh karena itu pemerintah Kota Batu diharapkan lebih memperhatikan dan meningkatkan sektor perdagangan, hotel restoran dan sektor jasa- jasa yang mendukung pariwisata agar dapat mengurangi jumlah pengangguran. Selain itu pendistribusian sarana dan prasarana harus ditingkatkan sesuai kebutuhan masyarakat dan pengunjung agar jumlah kunjungan di Kota Batu semakin meningkat sehingga efek pengganda yang ditimbulkan semakin tinggi.

Analisis bauran pemasaran ritel yang menentukan keputusan pembelian sepatu di toko Azza Sport Malang / A. Benny Satriawan

 

Satriawan, A. Benny. 2014. Analisis Bauran Pemasaran Ritel Yang Menentukan Keputusan Pembelian Sepatu Di Toko Azza Sport Malang. Skripsi. Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Heri Praktikto, M.Si. (II) Dr. Ludi wishnu Wardhana, S.T., SPd., S.E., M.M. Kata Kunci: Analisis faktor, keputusan pembelian, retail mix     Semakin tingginya persaingan dalam dunia bisnis, mengakibatkan banyak perusahaan yang saling berlomba untuk mendapatkan pangsa pasar, sehingga hal ini memacu perusahaan untuk berusaha terus maju dalam memperbaiki bisnisnya persaingan bisnis telah meramba kedalam bisnis retail, bisnis retail semakin sering kita jumpai. Sebagai seorang pengusaha khususnya dalam bidang ritel strategi pemasaran mutlak dibutuhkan agar dapat bertahan dalam persaingan yang semakin ketat, retail mix harus diterapkan dengan baik dan benar untuk mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.     Penelitian ini dilaksanakan di Toko Sepatu Azza Sport jalan Tirto Utomo ruko 2H Landungsari Malang dengan fokus penelitian ini pada strategi ritel dan pelayanannya. usaha ini bergerak pada bidang fashion dengan fokus utama menjual sepatu dengan beraneka model. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor bauran pemasaran ritel (lokasi, harga, retail service, promosi, merchandise, dan atmosfer dalam toko) yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan data ini diukur dengan jenis data interval. Teknik analisis yang digunakan yaitu teknik analisis faktor konfirmatori. Populasi penelitian ini adalah konsumen Azza Sport jl. Tirto Utomo landungsari Malang. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan landasan dari Fraenkel dan Wallen dalam Widayat dengan hasil sampel penelitian 100 konsumen.     Hasil penelitian ini adalah (1) Terdapat enam faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen Toko Sepatu Azza Sport Malang yaitu meliputi faktor pertama lokasi, faktor kedua merchandise, faktor ketiga pricing, faktor keempat promosi, faktor kelima atmosfer dalam gerai, faktor keenam retail service. (2) Faktor lokasi dominan menentukan keputusan pembelian konsumen Toko Azza Sport di Kota Malang dengan nilai eigenvalue sebesar 2,382.     Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang bisa diberikan untuk toko sepatu Azza Sport Malang adalah dalam dunia ritel fashion harus terus melakukan inovasi-inovasi yang menarik terhadap desain toko yang ada agar konsumen mendapatkan kesan tersendiri saat berbelanja di Azza Sport. Lokasi juga disarankan sebaiknya untuk cabang-cabangnya nanti bisa berlokasi di tempat yang lebih strategis lagi,semisal di jalan Soekarno-Hatta atau mungkin di jalan-jalan utama.

Pengaruh likuiditas, leverage, profitabilitas dan growth terhadap peringkat obligasi (studi empiris pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2011) / Ina Meisheila Ekawati

 

Ekawati, Ina Meisheila. 2012. “Pengaruh Likuiditas, Leverage, Profitabilitas dan Growth terhadap Peringkat Obligasi (Studi Pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2011)”. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dyah Aju Wardhani, S.E, M.Si. Ak. (II) Dr. Puji Handayati, S.E., M.M., Ak. Kata Kunci: Likuiditas, Leverage, Profitabilitas, Growth, Peringkat Obligasi     Salah satu alternatif investasi dalam pasar modal adalah obligasi. Obligasi adalah surat utang yang menuntut penerbit obligasi untuk membayar kepada pemberi pinjaman atau investor sejumlah uang yang dipinjam ditambah bunga dalam periode waktu tertentu. Untuk mencegah terjadinya risiko gagal bayar, salah satu cara yang dapat dilakukan investor adalah dengan memperhatikan peringkat obligasi yang dipublikasikan oleh suatu lembaga pemeringkat obligasi seperti PT Pefindo. Peringkat obligasi memberikan informasi dan signal tentang probabilitas kegagalan utang suatu perusahaan sert menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan kewajibannya dimasa yang akan datang. Banyak faktor yang mempengaruhi peringkat obligasi, diantaranya likuiditas, leverage, profitabilitas, dan growth.     Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh likuiditas (X1), leverage (X2), profitabilitas (X3), dan growth (X4) terhadap peringkat obligasi (Y). Sampel yang digunakan adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2011 sebanyak 72 perusahaan. Pemilihan sampel berdasarkan teknik purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis regresi logistik biner untuk menguji hipotesis yang diajukan.     Hasil penelitian ini membuktikan bahwa likuiditas, profitabilitas, dan growth berpengaruh positif signifikan terhadap peringkat obligasi, sedangkan variabel leverage berpengaruh negatif terhadap peringkat obligasi.     Saran bagi peneliti selanjutnya adalah menambahkan variabel lain karena faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peringkat obligasi sangatlah luas dan tidak terprediksi. Masih banyak variabel yang perlu ditambahkan,misalnya produktivitas, solvabilitas, dan ukuran perusahaan. Selain itu peneliti selanjutnya dapat menggunakan data peringkat obligasi perusahaan dari perusahaan pemeringkat obligasi selain PT Pefindo. Bagi perusahaan, perlu memperhatikan faktor likuiditas, leverage, profitabilitas, dan growth sebagai salah satu cara untuk menunjang peningkatan kinerja perusahaan.

Pengaruh eksistensi Indomaret terhadap eksistensi toko kelontong (studi kasus Indomaret wilayah Klojen Malang) / Novita Dwi Wardhany

 

Wardhany, Novita Dwi. 2014.Pengaruh Eksistensi Indomaret Terhadap Eksistensi Toko Kelontong (Studi Kasus Indomaret Wilayah Klojen Malang).Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi S1 Ekonomi dan Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hari Wahyono., M.Pd (II) Dr. Hj. Lisa Rokhmani., M.Si, Kata Kunci :Eksistensi, Indomaret, Toko Kelontong Kebutuhan manusia jaman sekarang ini semakin lama semakin beragam. Dalam memenuhi kebutuhannya masyarakat melakukan aktivitas ekonomi baik di sektor formal maupun sektor informal. Tingginya pertumbuhan penduduk di perkotaan menyebabkan berkurangnya lapangan pekerjaan di bidang formal. Hal inilah yang menyebabkan kegiatan sektor informal untuk dijadikan sebagai alternatif lahan mata pencaharian bagi masyarakat. Dapat dilihat hampir di tiap sudut-sudut jalan perkotaan, sangat mudah kita menjumpai hadirnya Indomaret. Dan hal ini mengakibatkan eksistensi toko kelontong semakin menurun. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) bagaimana pendapatan toko kelontong sebelum dan setelah adanya Indomaret di sekitar toko mereka, (2) hal-hal yang menyebabkan pendapatan toko kelontong menurun menurut persepsi pemilik toko kelontong, (3) Komoditi yang masih relatif tetap permintaannya dikarenakan komoditi tersebut tidak ada di Indomaret, (4) kiat-kiat yang dilakukan toko kelontong untuk mengatasi persaingan dengan Indomaret. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian berupa deskripsi/gambaran mengenai keadaan sekarang berdasarkan data/fakta yang tampak. Berdasarkan hasil paparan data dan temuan penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa dari 11 toko kelontong yang ada di sekitar Indomaret, yang mengalami penurunan pendapatan ada sebanyak 7 toko kelontong. Sedangkan 4 toko kelontong lainnya tidak terjadi penurunan pendapatan ataupun perubahan apa-apa walaupun ada Indomaret. Hal-hal yang menyebabkan pendapatan toko kelontong menurun (menurut persepsi pemilik toko) ada 4 faktor yaitu pembeli berkurang, barang dagangan yang tidak lengkap, adanya beberapa barang yang tidak laku, dan tidak adanya modal lebih. Untuk komoditi yang masih relatif tetap permintaannya dikarenakan barang tersebut tidak ada di Indomaret diantaranya makanan ringan lima ratus rupiah, kerupuk, sembako dalam jumlah eceran, bawang goreng, minuman seribu rupiah, plastik, serit, layang-layang, terasi, petis, arang, dan minyak tanah. Maka kiat-kiat yang dilakukan toko kelontong untuk mengatasi persaingan dengan Indomaret antara lain menjual semua kebutuhan konsumen di toko, memberikan harga dibawah harga Indomaret, tempat usaha yang menarik, pemberian promosi, dan pelayanan yang baik, serta memberi kemudahan dalam bentuk mengerti kebutuhan konsumen. Saran yang bisa diberikan untuk toko kelontong diharapkan kepada para pemilik toko kelontong agar melengkapi barang-barang dagangannya. Dan untuk Pemda diharapakan agar lebih tegas dalam memberikan peraturan tentang berdirinya Indomaret agar tidak merugikan toko kelontong disekitarnya.

Hubungan antara sikap optimis dengan interaksi sosial siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gondangwetan / Yan Rizal Yuliandana

 

Yuliandana, Yan Rizal. 2014. Hubungan Antara Sikap Optimis dan Interaksi Sosial Siswa Kelas VIII SMPN 1 Gondangwetan.Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hariadi Kusumo M.Pd. (II) Yuliati Hotifah, S.Psi, M.Pd, Kata Kunci: sikap optimis, interaksi sosial, siswa SMP Remaja tidak lepas dari lingkungan sosial yang ada di sekitarnya, terutama di sekolah. Tidak semua siswa dapat menguasai keterampilan menjalin interaksi maupun relasi pertemanan. Kesulitan dalam menjalin interaksi sosial tersebut akan menimbulkan permasalahan sosial. Dalam menjalin hubungan sosial tidak terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah sikap optimis. SMPN 1 Gondangwetan memiliki prestasi yang banyak, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Hal ini menjadi gambaran bahwa siswa SMPN 1 Gondangwetan memiliki sikap yang optimis. Disamping itu terdapat siswa melakukan tindakan kekerasan terhadap temannya. Ini tidak sesuai dengan apa yang diungkapkan Safaria (2007) bahwa sikap optimis anak dapat mempengaruhi interaksi sosial dalam kelompoknya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi siswa SMPN 1 Gondangwetan. Khususnya penggambaran tentang (1) sikap optimis, (2) interaksi sosial, dan (3) hubungan antara sikap optimis dan interaksi sosial pada siswa kelas VIII SMPN 1 Gondangwetan. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Rancangan penelitian menggunakan rancangan korelasi deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Gondangwetan sebanyak 283 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling yakni melakukan random kelas untuk menentukan kelas yang di ambil sebagai sampel. Hasil random ditentukan bahwa sampel berasal dari kelas VIII A, VIII B, VIII D, dan VIII E sebanyak 151 siswa (50% dari Populasi). Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen berupa angket sikap optimis dan angket interaksi sosial. Sebelum melakukan analisis data terlebih dahulu data di uji menggunakan analisis kosmogorov-Smirnov sebagai uji prasyarat, kemudian data di analisis menggunakan teknik analisis correlation product moment pearson dibantu menggunakan software IBM SPSS 20 for Window 7 32 bit. Hasil analisis data sikap optimis menunjukkan bahwa 84% siswa SMPN 1 Gondangwetan termasuk pada kategori optimis, sedangkan analisa data interaksi sosial menunjukkan bahwa 83% siswa SMPN 1 Gondangwetan termasuk dalam kategori asosiatif. Sikap optimis dan interaksi sosial pada siswa SMPN 1 Gondangwetan memiliki hubungan yang rendah (r = 0,216), dan bersifat searah. Dapat disimpulkan bahwa siswa SMPN 1 Gondangwetan memiliki sikap pada kategori optimis dan asosiatif. Kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang rendah dan bersifat searah. Artinya semakin tinggi sikap optimis maka interaksi sosialnya juga mengalami kenaikan Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian serupa dengan jumlah sampel yang lebih banyak dan populasi lebih luas sehingga dapat menjadi pembenaran bagi penelitian ini. Bagi sekolah diharapkan dapat memberikan mengembangkan diri siswa dengan cara bekerja sama dengan kesiswaan dan menyusun progam sekolah untuk meningkatkan interaksi sosial siswa menjadi asosiatif.

Pengaruh informasi indeks pengungkapan sosial dan kinerja financial reaksi investor pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2009-2011 / Dina Apriningtyas

 

Apriningtyas, Dina. 2014. ”Pengaruh Informasi Indeks Pengungkapan Sosial Dan Kinerja Financial Terhadap Reaksi Investor Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Bei) Periode 2009-2011“. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dyah Aju Wardhani, M.Si., Ak. (II) Dr. Eka Ananta Sidharta, SE., M.M., Ak., CA. Kata Kunci: Indeks pengungkapan sosial perusahaan, kinerja financial, reaksi investor. Alasan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh informasi indeks pengungkapan sosial dan pengaruh kinerja financial terhadap reaksi investor pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2009-2011. Variabel independen pada penelitian ini adalah pengungkapan sosial yang dihitung menggunakan indeks pengungkapan sosial dan kinerja financial perusahaan yang dihitung dengan menggunakan Market Value Added (MVA). Sedangkan untuk variabel dependen pada penelitian ini adalah Reaksi Investor yang dihitung manggunakan Unexpected Trading Volume (VAt). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang berjumlah 122 perusahaan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 54 perusahaan dengan 18 perusahaan di tiap tahunnya, dengan tiga tahun lama penelitian. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik regresi linier berganda, dengan menggunakan program SPSS. Diperoleh hasil berdasarkan pengolahan data menggunakan analisis linier berganda, secara parsial menunjukan adanya pengaruh positif yang di tunjukkan oleh pengungkapan sosial perusahaan terhadap reaksi investor, dan kinerja financial perusahaan terhadap reaksi investor juga menghasilkan pengaruh yang positif. Sedangkan secara simultan (bersama-sama) juga menunjukan pengaruh yang positif antara variabel independen yang terdiri dari pengungkapan sosial perusahaan dan kinerja financial perusahaan terhadap variabel dependen yaitu reaksi investor. Dari hasil penelitian maka diperoleh saran yang di anjurkan oleh peneliti yaitu :(1) tidak hanya meneliti perusahaan manufaktur saja tetapi juga perusahaan-perusahaan dari sektor lain agar diperoleh hasil penelitian yang lebih beragam, (2) pengukuran kinerja financial perusahaan tidak hanya menggunakan metode MVA tetapi juga menggunakan EPS atau yang lainnya, (3) pengukuran reaksi investor selain menggunakan metode Unexpected trading Volume, tetapi juga menggunakan CAR.

Peran orang tua dalam kegiatan parenting education (studi kasus di Pendidikan Anak Usia Dini Desa Pohgajih Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar) / Fera Nurmawati

 

Nurmawati, Fera. 2014. Penerapan Komunikasi Edukatif Pada Anak Dalam Kegiatan Parenting. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ach Rasyad, P.Pd, (II) Drs.AhmadMutadzakir, M.Pd. Kata Kunci: Anak Usia Dini, Parenting, Komunikasi Edukatif    Anak kecil ibarat kertas putih bersih, akan diwarnai apa tergantung orang tua dalam mengaturnya. Saat memasuki usia balita, anak-anak akan belajar dan mulai memahami bahwa kata-kata memiliki kekuatan. Jadi, kewaspadaan sangat dibutuhkan. Sebab pada usia ini, suka atau tidak, orangtua akan mendapati si kecil mulai berkata kasar, makian bahkan kata-kata jorok. Setelah itu, jika tidak ada tindakan dari orang tuanya, mereka akan  terbiasa hingga ia dewasa dan menjadi seorang remaja. Sedangkan paradigma yang terjadi di masyarakat adalah orangtua yang masih mempunyai pola pikir bahwa pendidikan itu sepenuhnya tanggungjawab pihak lembaga pendidikan saja. Seringkali orangtua menumpu harapan terlalu tinggi pada lembaga pendidikan, sehingga banyak orangtua yang berani membayar mahal biaya pendidikan anaknya.    Pada penelitian ini, peneliti hanya memfokuskan peran serta orang tua dalam kegiatan parenting pada anak usia dini, selanjutnya fokus penelitian tersebut diuraikan dengan pertanyaan sebagai berikut: (1) bagaimana kehidupan anak usia dini di PAUD Sejahtera? (2) Bagaimana pelaksanaan kegiatan Parenting Education di PAUD Sejahtera?(3) Bagaimana Pengaruh kegiatan Parenting Education dalam perubahan perilaku anak usia dini di PAUD Sejahtera? (4) Kesulitan dan solusi apa yang dialami oleh orang tua dalam kegiatan Parenting Education?    Penelitian ini mengunakan rancangan penelitian kualitatif dengan tradisi studi kasus. Informan penelitian ini adalah Kepala Sekolah dan ibu-ibu wali murid PAUDSEJAHTERA, teknik pengumpula data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, serta pengambilan keputusan dan verifikasi.Dalam metodologi penelitian juga dilakukan pengecekan keabsahan data, perpanjangan kehadiran peneliti, ketekunan pengamatan serta triangulasi.    Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan anak usia dini di PAUD Sejahtera menunjukkan bahwa mereka suka berbicara kotor, hal ini dikarenakan faktor pengawasan orang tua dan lingkungan sekitar. Untuk memberikan pengetahuan kepada para orang tua Murid PAUD Sejahtera, PAUD Sejahtera mengadakan seminar parenting yang dilaksanakan setiap tanggal 11 perbulannya. Seminar ini memberikan manfaat bagi para orang tua murid agar lebih memperhatikan anak-anaknya dengan mengajak mereka “berbicara” melalui kegiatan parenting. Pelaksanaan kegiatan parenting ini mengalami kesulitan yaitu minat anak yang kadang mood dan tidak namun hal ini bisa diatasi tergantung kesabaran orang tua.    .Adapun saran di dalam penelitian ini Bagi Lembaga PAUD sejahtera perlu meningkatkan kegiatan parenting yang diselenggarakan disekolah. Kegiatan parenting disekolah sebaiknya tidak hanya diikuti oleh ibu saja tetapi peran ayah juga harus disertakan. Peran orang tua dalam kegiatan parenting pada anak meliputi ayah dan ibu. Orang tua yang sibuk dalam pekerjaan sebaiknya kegiatan parenting yang diselenggarakan bisa digantikan dengan keluarga yang lain seperti kakek, nenek, bahkan pembantu yang mengasuh. Bagi Orang Tua Orang tua tidak hanya memberikan materi saja kepada anak akan tetapi dari segi moral pun anak memerlukan asupan dari orang tua.

Analisis penerapan akuntansi zakat sebagai pengurang penghasilan kena pajak untuk wajib pajak badan (studi kasus pada Bank Syariah Amanah Sejahtera) / Listiana Rizka Aperi

 

Aperi, Listiana Rizka. 2014. Analisis Penerapan Akuntansi Zakat sebagai Pengurang Penghasilan Kena Pajak untuk Wajib Pajak Badan (Studi Kasus pada Bank Syariah Amanah Sejatera). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Puji Handayati, S.E., M.M., Ak., CA. (2) Bety Nur Achadiyah, S.Pd., M.Sc. Kata Kunci: Zakat, Penghasilan Kena Pajak, Akuntansi Zakat ABSTRAK Zakat merupakan suatu kewajiban setiap muslim atau muslimah yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu untuk mengeluarkan sebagian dari hartanya yang diatur berdasarkan ketentuan syara’. Sedangkan pajak merupakan kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Keduanya merupakan kewajiban yang harus dibayarkan oleh orang pribadi muslim atau badan yang dimiliki oleh orang muslim, sehingga agar keduanya sama-sama terbayarkan maka pemerintah membuat peraturan mengenai zakat yang dijadikan sebagai pengurang pajak penghasilan. Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran bagaimana zakat bisa dijadikan sebagai pengurang penghasilan kena pajak dan seperti apa pencatatan akuntansi yang nantinya akan dilakukan pada saat zakat dijadikan pengurang pajak. Penelitian ini dilakukan pada wajib pajak badan, karena wajib pajak badan memiliki kontribusi besar terhadap pajak dan wajib pajak badan memiliki kewajiban melakukan pencatatan dan pembukuan untuk setiap transaksinya termasuk zakat. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif studi kasus pada satu perusahaan yaitu Bank Syariah “Amanah Sejahtera” dan sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dengan informan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zakat yang dibayarkan pada Bank Syariah “Amanah Sejahtera” adalah zakat perusahaan dan zakat profesi yang nantinya akan digabungkan. Penghitungan zakat yang dilakukan oleh pihak bank adalah dengan cara objek zakat dikalikan dengan tarif zakat, setelahnya zakat segera dibayarkan kepada LAZ (Lemabaga Amil Zakat). Sebagai bukti bahwa telah terjadi transaksi terhadap zaka pihak bank melakukan pencatatan dua kali untuk akuntansi zakat, yaitu pada saat pihak bank melakukan penghitungan zakat dan pada saat zakat sudah dibayarkan. Pada saat penghitungan pajak tahunannya, zakat dimasukkan dalam rumus penghitungan pajak tahunan bank sebagai komponen pengurang Penghasilan Kena Pajak (PKP). Karena pihak bank membayarkan zakatnya pada LAZ yang disahkan oleh pemerintah, dimana hal tersebut menjadi syarat utama apabila zakat ingin dijadikan sebagai pengurang PKP.

Pengaruh rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan rasio pasar terhadap harga saham pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2012 / Marizky Kurnia Indah Yulita

 

Yulita, Marizky Kurnia Indah. 2014. Pengaruh Rasio Likuiditas, Solvabilitas, Profitabilitas, dan Rasio Pasar Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2012. Skripsi. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Dr. Hj. Endang Sri Andayani, S.E, M.Si., Ak. Pembimbing II: Sriyani Mentari, S.Pd., M.M. Kata kunci: Current Ratio, Quick Ratio, Debt to Asset Ratio, Debt to Equity Ratio, Net Profit Margin, Return On Asset, Return On Equity, Price Earning Ratio, Earning Per Share, dan Harga Saham     Kondisi variabel fundamental mempunyai pengaruh kuat terhadap harga saham, karena variabel fundamental menunjukkan kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel fundamental yang terdiri dari Current Ratio (CR), Quick Ratio (QR), Debt to Asset Ratio (DAR), Debt to Equity Ratio (DER), Net Profit Margin (NPM), Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Price Earning Ratio (PER), dan Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI tahun 2010-2012 baik secara simultan maupun parsial.     Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu dengan kriteria-kriteria tertentu yang telah ditentukan, sehingga dengan kriteria tersebut dapat diambil 17 perusahaan pertambangan yang dijadikan sampel penelitian. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda, uji asumsi klasik (uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas), dan uji hipotesis (uji F dan uji t).     Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa secara simultan variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat yaitu harga saham perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI tahun 2010-2012. Besarnya pengaruh kesembilan tersebut adalah sebesar 62,8%, sedangkan sisanya sebesar 37,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model regresi. Sedangkan secara parsial diperoleh hasil bahwa variabel NPM, ROA, ROE, PER, dan EPS mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham dan untuk variabel CR, QR, DAR, dan DER tidak berpengaruh terhadap harga saham. Adapun variabel yang mempunyai pengaruh dominan terhadap harga saham adalah variabel EPS, yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000.     

Efektivitas penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) terhadap hasil belajar siswa pada SMA Negeri 7 Malang kelas XI IPS mata pelajaran akuntansi / Inti Fadhilah

 

Pengembangan blog sebagai media pembelajaran akuntansi berbasis integrasi interkoneksi untuk kelas XI IPS MAN 3 Malang / Novita Sari

 

Sari, Novita. 2014. Pengembangan Blog Sebagai Media Pembelajaran Akuntansi Berbasis Integrasi Interkoneksi Untuk Kelas XI IPS MAN 3 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Diana Tien Irafahmi, S. Pd., M.Ed., (2) Dr. Nurika Restuningdyah, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci : Blog, Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa Berbasis Integrasi Interkoneksi. Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti di MAN 3 Malang, khususnya pada mata pelajaran akuntansi terdapat beberapa masalah yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Masalah tersebut diantaranya, silabus yang digunakan di MAN 3 Malang berbasis integrasi-interkoneksi dan dalam proses pembelajaran menggunakan metode ceramah atau bersifat satu arah, dalam hal ini guru masih menggunakan materi seperti pada umumnya dan guru lebih dominan. Selain itu penggunaan media sangat kurang, hal ini mengakibatkan hasil belajar siswa kurang memuaskan. Melihat permasalahan yang ada, maka pengembangan media sebagai media pembelajaran dalam proses belajar mengajar sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran e-learning bentuk blog yang dapat mempermudah siswa maupun guru dalam kegiatan proses pembelajaran. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pengembangan. Peneliti menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang telah disesuaikan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket tertutup, dan untuk mengukur efektifitas penggunaan media pembelajaran berbasis integrasi interkoneksi menggunakan Uji T-Test nilai pretest dan posttest. Data kuantitatif dari angket dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif persentase untuk mengetahui kevalidan atau kelayakan media pembelajaran yang digunakan dan data dari Uji Paired Sample T-Test untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan media pembelajaran berbasis integrasi-interkoneksi terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Data yang diperoleh dari hasil validasi keseluruhan sebesar 85,13%, ini berarti media pembelajaran tersebut layak digunakan. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan Uji Paired Sample T-Test diperoleh probabilitas 0,000 < 0,05 artinya terdapat perbedaan antara hasil belajar siswa yang diajar tanpa menggunakan media dengan siswa yang menggunakan media pembelajaran blog. Jadi, secara keseluruhan penelitian ini menunjukkan hasil bahwa media pembelajaran akuntansi berbasis integrasi interoneksi ini layak digunakan dan efektif sebagai media pembelajaran akuntansi. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada guru sebelum membuat media pembelajaran guru terlebih dahulu memahami tata cara dan cara kerja media tersebut sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik. Bagi peneliti lain, disarankan agar dapat menggunakan media blog dengan konsep dan materi yang lain agar lebih bervariasi.

Pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis multimedia dengan materi laporan keuangan perusahaan jasa untuk siswa SMA kelas XI IPS / Ayu Laila Anggraini

 

Anggraini, Ayu Laila. 2014. Pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis multimedia dengan materi laporan keuangan perusahaan jasa untuk siswa SMA kelas XI IPS. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Cipto Wardoyo, SE., M.Pd., M.Si., Ak., C. Pembimbing (2) Hj. Yuli Widi Astuti, SE., M.Si., Ak. Kata kunci: Media pembelajaran interaktif, Adobe Flash CS 6, Laporan Keuangan Kurikulum KTSP menuntut guru hanya menjadi fasilitator bagi siswanya. Tetapi pada prakteknya kebanyakan sekolah masih menggunakan model pembelajaran konvensional. Pembelajaran seperti itu juga terjadi pada mata pelajaran akuntansi. Penggunaan model pembelajaran konvensional dianggap kurang efektif dikarenakan siswa mengganggap pembelajaran kurang meenarik dan cenderung membosankan. Melihat permasalahan tersebut, maka peneliti menawarkan sebuah alternatife media pembelajaran berbasis multimedia yang bersifat mandiri yaitu media pembelajaran interaktif. Media pemeblajaran yang dikembangkan mencakup beberapa komponen yaitu teks, gambar, suara, dan video dengan materi laporan keuangan perusahaan jasa. Program media pembelajaran interaktif ini dirancang dengan bantuan program Adobe Flash CS6 dan digabung dengan software Wondershare Quiz Creator. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan. Peneliti menggunakan model ppenelitian dan pengembangan Borg and Gall yang telah disesuaikan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket terbuka dan angket tertutup, untuk mengukur pengruh penggunaan media pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar siswa peneliti menggnakan pretest dan posttest. Data kuantitatif dari angket dianalisis dengan menggunakan teknik analisis dekskriptif presentase yaitu untuk menentukan kelayakan media pembelajaran serta data nilai pretest dan posttest dianalisis dengan menggunakan uji paired sample t test. Data yang diperoleh dari hasil validasi keseluruhan dari para ahli sebesar 84,23%, yang artinya media pembelajaran layak digunakan dengan kategori sangat baik. Sedangkan dari hasil angket uji coba lapangan dapat dikatakan layak digunakan dengan presentase 85,96%. Hasil uji beda pretest dan posttest dengan menggunakan uji paired sample t test diperoleh probabilitas 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan antara hasil belajar sebelum dan sesudah diberikan perlakuan berupa penggunaan media pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif ini layak digunakan dan efektif sebagai media pembelajaran akuntansi. adapun keterbatasan penelitian ini adalah materi yang ditampilkan hanya laporan keuangan saja. Sehingga untuk peneliti selanjutnya, disarankan untuk merancang media pembelajaran interaktif dengan materi yang lebih luas seperti siklus akuntansi perusahaan jasa sehingga dapat mengoptimalkan pembelajaran akuntansi dengan media pembelajaran interaktif.

Penerapan pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa SMPN 1 Geger kabupaten Madiun / Nuke Edy Wardhani

 

ABSTRAK Wardhani, Nuke Edy. 2009. Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa SMPN 1 Geger Kabupaten Madiun. Skripsi, Jurusan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Cholis Sa’dijah, M.Pd., M.A., (2) Drs. Dwiyana, M.Pd. Kata kunci: Penerapan, Pembelajaran Berbasis Masalah, Prestasi Belajar Dalam kegiatan pembelajaran di kelas, aktivitas belajar siswa SMPN 1 Geger Kabupaten Madiun masih kurang, hanya beberapa siswa tertentu saja yang aktif ketika pembelajaran berlangsung. Siswa kurang tertarik dengan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan sehingga prestasi belajar rendah. Untuk mengatasi hal itu diperlukan suatu perubahan dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu pembelajaran yang dapat digunakan adalah pembelajaran berbasis masalah. Suatu pembelajaran yang mengajak siswa membangun pengetahuan melalui kegiatan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa SMPN 1 Geger Kabupaten Madiun. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di SMPN 1 Geger Kabupaten Madiun dengan subjek penelitian yaitu 32 siswa kelas VII E SMPN 1 Geger Kabupaten Madiun tahun 2009/2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah dilakukan melalui langkah-langkah berikut. (1) Orientasi siswa kepada masalah yaitu menyampaikan tujuan, pemberian apersepsi, motivasi serta pemberian masalah. (2) Mengorganisasi siswa untuk belajar yaitu membantu siswa mendefinisikan permasalahan, mengorganisasikan tugas belajar serta meminta siswa untuk memahami masalah. (3) membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, proses dimana penyelesaian masalah dilakukan. (4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya atau presentasi hasil kerja siswa, dilakukan dari satu kelompok ke kelompok lain. (5) Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Penerapan pembelajaran berbasis masalah menunjukkan hasil yang positif, yaitu dari aktivitas siswa yang tergolong baik dan prestasi belajar siswa yang mengalami peningkatan. Peningkatan prestasi belajar siswa dapat dilihat dari peningkatan nilai hasil tes dimana banyaknya siswa yang tuntas belajar pada siklus I sebanyak 71,88% meningkat menjadi 81,25% pada siklus II. Selain itu, respon positif juga ditunjukkan siswa terhadap pembelajaran yang dilakukan.

Pengaruh pembelajaran organisional budaya organisasi sekolah, kepemimpinan terhadap motivasi dan perubahan organisional dalam peningkatan kinerja SMAN di Jawa Timur / Bambang Setyadin

 

ABSTRAK Setyadin, Bambang. 2009. Pengaruh Pembelajaran Organisasional, Budaya Organisasi Sekolah, Kepemimpinan Terhadap Motivasi dan Perubahan Organisasional Dalam Peningkatan Kinerja SMAN di Jawa Timur. Disertasi, Program Pascasarjana (S3) Program Studi Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H.A. Sonhadji KH, MA. PhD; (II) Prof. Dr. Salladien; (III) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M.Pd Kata kunci: perubahan organisasional, kinerja, pembelajaran organisasional, kepemimpinan, budaya organisasi, motivasi kerja Secara strategis suatu organisasi bisa bertahan, berkompetisi, dan berorientasi global harus dapat memanfaatkan fungsi organisasinya dengan pembelajaran organisasional agar supaya terjadi perubahan organisasional yang pada muaranya dapat meningkatkan kinerja organisasi. Sekolah sebagai organisasi, agar bisa maju-berkembang sepatutnya melakukan konsolidasi diri dengan melakukan perubahan-perubahan organisasional. Untuk melakukan perubahan organisasional harus dimulai dari pembelajaran organisasional yang dibingkai dalam suasana kepemimpinan sekolah yang kondusif dengan tetap berpegang pada budaya organisasi sekolah. Selain itu juga harus meningkatkan motivasi para stakeholder sekolah yang pada akhirnya bisa melakukan perubahan organisasional sekolah dan pada ujungnya dapat meningkatkan kinerja sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan hubungan multivariat pembelajaran organisasional, budaya organisasi, kepemimpinan sekolah, serta motivasi kerja personel sekolah dengan perubahan organisasional sekolah dan kinerja SMAN di Jawa Timur (Jatim). Selain itu juga untuk menjelaskan pengaruh faktor-faktor pembelajaran organisasional, budaya organisasi, kepemimpinan sekolah, terhadap motivasi kerja personel SMAN di Jatim. Sebagai landasan untuk mengkonstruksi hipotesis penelitian digunakan Grand Theory Kurt Lewin (1922), dengan pendekatan Teori Kinerja, Teori Perubahan, Teori Motivasi, Teori Kepemimpinan, Teori Pembelajaran Organisasional, dan Teori Budaya Organisasi yang dikemukakan beberapa ahli seperti Luthans (1995), Sergiovanni (1991), Hanson (1991), Steers (1985), Robbins (1984), McClelland (1976), Senge, (1996), dan lain sebagainya. Berdasar atas upaya pencapaian tujuannya, desain penelitian ini merupakan causal explanation, yaitu bermaksud menjelaskan keterkaitan hubungan antar multivariat, sehingga akhir dari proses penelitian ini adalah menguji dan mengembangkan model hubungan multivariat tersebut. Populasi penelitian ini adalah SMAN se Jatim yang berjumlah 329 sekolah dari 38 daerah Kota dan Kabupaten yang ditetapkan areanya. Jumlah sampel sekolah ditetapkan sebanyak 179 sekolah berdasarkan Tabel Krejcie 2 dan Morgan. Sedangkan responden terdiri atas Kepala Sekolah, Ketua Komite Sekolah, Guru, Staf Administrasi, Murid dari 179 unit SMA, sehingga jumlah responden keseluruhannya adalah 895 orang. Untuk menentukan anggota sampel penelitian dilakukan berdasar jumlah sekolah dan murid sehingga dapat disebut Area Random Sampling. Instrumen untuk mengumpulkan data penelitian adalah angket yang teruji validitas dan reliabilitasnya sebesar 0,685. Adapun unit analisis yang dijadikan dasar untuk pengolahan data adalah unit sekolah, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan Structural Equation Modeling (SEM). Studi ini pada akhirnya menyimpulkan, bahwa: 1) Taraf Kinerja, Perubahan Organisasional, Motivasi Kerja, Kepemimpinan, Budaya Organisasi, dan Pembelajaran Organisasional pada SMAN di Jatim termasuk dalam kategori ‘sedang’ atau cukup, 2) Kinerja SMAN di Jatim hanya dipengaruhi secara langsung derajat motivasi kerja para personel sekolah dan secara tidak langsung dipengaruhi oleh upaya pembelajaran organisasional dan situasi kepemimpinan yang kondusif berlatar budaya organisasi sekolah, 3) Perubahan organisasional SMAN di Jatim akan terwujud bilamana secara langsung ataupun tidak langsung ada upaya pembelajaran organisasional dalam situasi kepemimpinan yang berbasis budaya organisasi dan dilandasi oleh motivasi kerja para personel sekolah, 4) Upaya pembelajaran organisasional dan suasana kepemimpinan sekolah yang dilandasi langsung oleh budaya organisasi, berpengaruh langsung secara signifikan terhadap derajat motivasi kerja para personel SMAN di Jatim, 5) Budaya organisasi sekolah menjadi akar kultural bagi kepemimpinan SMAN di Jatim. Atas dasar kesimpulan tersebut, peneliti menyampaikan rekomendasi kepada: 1) Para akademisi hendaknya mengembangkan teori kepemimpinan, budaya organisasi, pembelajaran organisasional, dan kinerja organisasi dalam perspektif dinamika organisasi yang memuat tahapan-tahapan prosesnya melalui praktik riset yang mendalam dan kritis terhadap asumsi-asumsi teoretiknya, 2) Para pejabat Depdiknas/Disdik Propinsi Jatim, hendaknya lebih memfokuskan pada peningkatan fungsi pelayanan kordinasi, mereduksi regulasi, memberi diskresi dan solusi atas segala permasalahan yang dihadapi oleh SMAN di Jatim, 3) Para Kepala SMAN hendaknya menjabarkan visi dan misinya ke dalam rencana kerja, beserta parameter keberhasilannya, sehingga para personel sekolah memahami dan tergerak untuk bertanggung jawab secara kolektif; 4) Para stakeholder sekolah, agar supaya membangun kesadaran kolektif untuk pro aktif dalam memajukan dan mengembangkan sekolah berbasis budaya lokal dengan mendarmabhaktikan dana, tenaga, dan pikiran kepada sekolah, khususnya demi masa depan anak bangsa

Pembangunan jaringan komputer dengan koneksi internet speedy pada yayasan pendidikan islam raden paku Trenggalek / Slamet Riadi, Nikmah Arie Rhisma Putri

 

ABSTRAK Riadi, Slamet dan Arie Rhisma Putri, Nikmah. 2009. Pembangunan Jaringan Komputer Dengan Koneksi Internet Speedy Pada Yayasan Pendidikan Islam Raden Paku Trenggalek. Tugas Akhir, Teknik Elektronika, Program Pendidikan D-III Teknisi Komputer dan Jaringan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing : (I) I Made Wirawan, S.T., S.S.T., (II) Anik Nur Handayani, S.T., M.T. Kata Kunci : Jaringan, Internet Speedy Dengan adanya komputer yang telah ada pada Yayasan Pendidikan Islam Raden Paku Trenggalek dimana di Kantor MTs, Kantor MA, Laboratorium Komputer dan Perpustakaan yang belum terbangun jaringan komputer, oleh sebab itu sangatlah perlu dibangun jaringan untuk menyatukan komputer satu dengan yang lain. Sementara akses internet sangatlah dibutuhkan oleh instansi tersebut maka akan dibangunnya sebuah jaringan internet dari PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk yang telah meluncurkan layanan internet berbasis ADSL dengan Telkom Speedy menggunakan Router Modem Aztech DSL605EU yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek. Tujuan dari pembuatan tugas akhir ini adalah Membangun LAN dengan Router Modem Aztech DSL605EU, Mengkonfigurasi Local Area Network (LAN), Mengkonfigurasi Router Modem Aztech DSL605EU serta pengamanan menggunakan Wired Equivalent Privacy (WEP), Menguji hasil perancangan LAN dan pengamanan jaringan menggunakan Router Modem Aztech DSL605EU. Pada Yayasan Pendidikan Islam Raden Paku Trenggalek mempunyai permasalahan tersebut diatas. Maka Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dijelaskan bagaimana cara membangun LAN yang terkoneksi dengan internet speedy yang menggunakan fasilitas Router Modem Aztech DSL605EU sebagai jembatan antara modem dengan user menggunakan sistem operasi Windows XP. Metode perancangan jaringan komputer dengan koneksi internet speedy ini meliputi Mempelajari buku, artikel, dan situs yang terkait dengan pembangunan LAN dan konfigurasi koneksi internet, peta lokasi jaringan beserta dengan alat-alatnya, serta juga cara kerja sistem. Perancangan perangkat keras (hardware) meliputi perancangan pengkabelan dan instalasi menggunakan kabel Unshielded Twisted Pair (UTP). Untuk perancangan perangkat lunak (software) meliputi setting Local Area Network (LAN) serta setting Router Modem Aztech DSL605EU sehingga semua komputer dapat terkoneksi baik menggunakan koneksi UTP.. Setelah dibangunnya Local Area Network (LAN) dengan menggunakan Router Modem Aztech DSL605EU, maka diharapkan pada Yayasan Pendidikan Islam Raden Paku Trenggalek bisa mengakses data mereka tanpa harus menambah data yang sama di komputer yang berbeda sehingga beban data pada tiap komputer dapat berkurang dengan menggunakan fasilitas berbagi pakai. Penggunaan Router Modem Aztech DSL605EU, diharapkan komputer yang terdapat pada kantor MTs, kantor MA, laboratorium komputer dan perpustakaan dapat terkoneksi jaringan internet dengan menggunakan fasilitas koneksi kabel UTP.

Pebandingan penggunaan squid proxy server dengan dansguardain proxy server sebagai filter situs terlarang di SMA negeri 1 Tugu Trenggalek / Harsono, Titik Suharyanti

 

Abstrak Ilmu pengetahuan dan teknologi setiap periode selalu berkembang. Dengan berkembangnya teknologi informatika menyebabkan masyarakat (khususnya masyarakat sekolah) sangat membutuhkan informasi yang sangat cepat, akurat dan efisien karena informasi merupakan bagian yang sangat penting untuk tetap menjalin komunikasi. Teknologi informasi yang semakin mudah diakses oleh siapa pun, kapan pun, dan dimana pun, karena didukung media komunikasi yang canggih. Pesatnya kemajuan teknologi informasi mengharuskan para siswa, pendidik dan tenaga kependidikan untuk lebih tanggap dalam mengikuti kemajuan dan menguasainya. Namun demikian kemajuan teknologi informasi khususnya internet mwmpunyai dampak positif dan negatif. Dampak positif internet bagi siswa, pendidik dan tenaga kependidikan yaitu dapat memperoleh informasi dengan mudah dan cepat, sedangkan dampak negatifnya internet, siswa dapat mengakses dengan bebas situs-situs yang tidak layak (situs porno, situs perjudian online). Sehingga kalau dibiarkan terus akan berpengaruh terhadap perkembangan moral para siswa Untuk mengatasi dampak negatif dari bebasnya pengaksesan situs-situs tidak layak, maka diperlukan suatu pembatas akses (filtering). Pada proyek tugas akhir ini dibangun sistem filtering dengan squid dan dansguardian proxy server sebagai filter situs terlarang di SMA Negeri 1 Tugu Trenggalek. Langkah yang di kerjakan adalah membuat proxy server dengan menggunakakan Sistem Operasi Ubuntu Desktop 9.04, setelah Ubuntu terinstall di server kemudian mengaktifkan program squid dan dansguardiannya. Squid dan dansguardian di ubah konfigurasinya di sesuaikan dengan kebutuhan. Sesudah itu menyeting IP komputer-komputer client yang akan dihubungkan dengan server proxy agar bisa berkomunikasi dengan jaringan Internet. Langkah berikutnya adalah melakukan pengujian di setiap client di jaringan dengan jalan melakukan ping ke gateway maupun ke alamat url/web yang diinginkan. Setelah dilakukan pembangunan (pemasangan) sistem filtering ini apabila siswa sedang praktek di lab. Komputer bisa lebih fokus pada materi pelajaran dan para pendidik pun tidak was-was lagi mengajar. Dengan adanya Sistem Filtering ini diharapkan dapat membantu proses belajar siswa dan menambah keterampilan serta pengetahuan siswa khususnya siswa SMA Negeri 1 Tugu Trenggalek.

Hubungan antara kepribadian tipe A dengan kecenderungan penyakit jantung pada pemeran pembarong di pementasan kesenian reyog kecamatan ponorogo / Yussida oktaviana Murty

 

ABSTRAK Murty, Yussida Oktaviana. 2009. Hubungan antara Kepribadian Tipe A dengan Kecenderungan Penyakit Jantung Pada Pemeran Pembarong di Pementasan Kesenian Reyog Kecamatan Ponorogo. Skripsi. Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Sri Weni Utami, M.Si, (2) Fattah Hidayat, S. E, S. Psi, M. Si. Kata kunci: kepribadian tipe A, kecenderungan penyakit jantung Penyakit jantung terjadi ketika pembuluh koroner yang menyuplai darah ke jantung mengalami penyempitan selama masa dewasa tengah. Selain factor usia, hal yang memiliki peran bahwa seseorang berkecenderungan menderita penyakit jantung ialah dari kepribadian. Dalam masyarakat terdapat berbagai macam individu dengan berbagai macam pula kebiasaan, pola perilaku, tabiat, karakteristik serta berbagai macam kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengungkap hubungan antara kepribadian tipe A dan kecenderungan penyakit jantung pada pemeran pembarong di pementasan kesenian Reyog kecamatan Ponorogo. Kepribadian tipe A adalah tipe kepribadian dengan karakteristik yaitu ambisius, agresif, terburu-buru dalam aktivitas, perfeksionis, terdapat persaingan yang tinggi, polyphasic (dapat mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu), serta tidak bersahabat dengan orang lain. Kecenderungan penyakit jantung adalah gejala-gejala yang dirasakan oleh seseorang, antara lain: nyeri dari aorta yang dirasakan di sekitar leher bagian belakang, diantara bahu, punggung sebelah bawah atau di perut; sesak nafas; kelelahan atau kepenatan; palpitasi (jantung berdebar-debar); serta pusing dan pingsan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Ponorogo, dengan jenis penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional. Subjek yang dijadikan sampel penelitian adalah pemeran pembarong di pementasan kesenian Reyog kecamatan Ponorogo sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala kepribadian tipe A dengan menggunakan model penskalaan Likert dan pengukuran denyut jantung dengan alat EKG serta wawancara. Dari hasil uji coba diperoleh 36 butir aitem valid dengan reliabilitas sebesar 0,94. Analisis deskriptif menggunakan mean dan standar deviasi. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi product moment Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan kepribadian tipe A pemeran pembarong sebagian besar hanya berkecenderungan memiliki kepribadian tipe A yaitu sebesar 67,5% (27 orang), dan kecenderungan penyakit jantung juga berada di kategori sedang sebesar 60% (24 orang). Dari hasil analisis korelasional diketahui bahwa terdapat hubungan positif yang lemah antara kepribadian tipe A dengan kecenderungan penyakit jantung pemeran pembarong (rxy= 0,377, keofisien rendah; p=0,016 < 0,05), hal ini berarti bahwa hipotesis awal penelitian ini diterima. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan pemeran pembarong dapat memperhatikan kepribadian tipe A yang dimiliki yang selanjutnya akan mempengaruhi kecenderungan penyakit jantung. Pemeran pembarong diharapkan mampu memperhatikan kembali perilaku sebagai bentuk kepribadian tipe A untuk tujuan jangka panjang, dapat menghindari kecenderungan penyakit jantung yang merugikan.

Implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran ekonomi dan relevansinya dengan pelaksanaan kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Batu / Lutfia Handayani

 

Handayani, Lutfia. 2014. Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Ekonomi dan Relevansinya dengan Pelaksanaan Kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Batu. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang: Pembimbing: (I) Drs. Prih Hardinto, M.Si. (II) Dr. Imam Mukhlis, S.E, M.Si. Kata Kunci: Implementasi, Pendidikan Karakter, Pembelajaran Ekonomi, dan Kurikulum 2013.      Pendidikan karakter menjadi isu utama dalam kurikulum 2013. Tindakan siswa dalam kehidupan bermasyarakat menjadi indikator keberhasilan proses karakter yang terdapat dalam proses administrasi sekolah baik Kurikulum 2013, Silabus, RPP, dan proses belajar di dalam kelas. Pelajaran ekonomi merupakan pelajaran yang bersifat sosial dan banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga lebih mudah menyampaikan nilai-nilai karakter dengan menghubungkannya dalam kegiatan ekonomi siswa.      Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup implementasi pendidikan karakter, faktor pendukung dan faktor penghambat dan hasil dari implementasi pendidikan karakter di SMA Negeri 1 Batu. Penelitian ini menggunakan kualitatif berupa paparan kutipan wawancara yang diperoleh dari hasil wawancara waka kurikulum, guru ekonomi kelas X, siswa kelas X dan observasi pembelajaran. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama Implementasi pendidikan karakter pada mata pelajaran ekonomi dapat dilihat dari RPP, dan proses pembelajaran di dalam kelas. Nilai karakter dalam kurikulum 2013 sangat jelas dan terperinci mulai dari KI 1 sampai KI 4. Nilai karakter yang tercantum dalam RPP dikaji berdasarkan materi pelajaran sesuai kompetensi yang harus dikuasi peserta didik.      Kedua Faktor pendukung dan penghambat implementasi pendidikan karakter adalah tergantung dari komitmen dan kerjasama dari 3 komponen pendidikan yaitu sekolah, keluarga dan masyarakat. Ketiga Implementasi pada mata pelajaran ekonomi kelas X di SMA Negeri 1 Batu sudah baik. Guru sudah mengimplementasikan pendidikan karakter di perangkat pembelajaran yaitu RPP dan saat proses pembelajaran. Menggunkan metode pembelajaran yang aktif menyenangkan. Guru menyampaikan nilai karakter tidak hanya dalam merumuskan dalam RPP, namun juga menyampaikan nilai karakter sesuai dengan proses pembelajaran di dalam kelas. Untuk penilaian pendidikan karakter selain ada penilaian afektif yang dinilai setiap kali pelajaran dan ada juga ada penilaian tentang diri sendiri, penilaian teman dan penilaian guru yang dilakukan setiap 3 bulan sekali.

Hubungan konsep diri dan kecemasan dengan penyesuaian diri menantu perempuan yang tinggal serumah dengan mertua perempuan / Sendy Wulandari

 

ABSTRAK Wulandari, Sendy. 2009. Hubungan Konsep Diri dan Kecemasan dengan Penyesuaian diri Menantu Perempuan yang Tinggal Serumah dengan Mertua Perempuan. Program Studi Psikologi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Weni Utami M.Si. (II) Anies Syafitri M.Psi, Psikolog Kata kunci: konsep diri, kecemasan, penyesuaian diri, menantu perempuan Berdasarkan penelitian yang dilakukan Landis (1984) terhadap istri di New Jersey mengemukakan bahwa ketika terjadi konflik dengan keluarga suami, masalah yang paling banyak disebut adalah dengan mertua perempuan dengan presentase 50% (Stinnet,1984). Masalah tersebut seringkali berdasar pada persamaan peran baik dalam hal mengurus rumah tangga atau dalam hal perawatan anak. Hal ini menyebabkan timbulnya perasaan cemas pada menantu perempuan, dimana perasaan cemas ini dapat mempengaruhi penyesuaian diri menantu perempuan terhadap dirinya sendiri, keluarga maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui: (1) gambaran konsep diri, kecemasan dan penyesuaian diri menantu perempuan yang tinggal serumah dengan mertua perempuan (2) hubungan konsep diri dengan penyesuaian diri menantu perempuan yang tinggal serumah dengan mertua perempuan, (3) hubungan kecemasan dengan penyesuaian diri menantu perempuan yang tinggal serumah dengan mertua perempuan, (4) hubungan konsep diri dan kecemasan dengan penyesuaian diri menantu perempuan tinggal serumah dengan mertua perempuan. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif korelasional Populasi penelitian ini adalah menantu perempuan yang tinggal serumah dengan mertua perempuan di kecamatan Tugu kabupaten Trenggalek sejumlah 188 orang dan sampel sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan sampel adalah proporsional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala: Konsep Diri (reliabilitas 0,941), Kecemasan(reliabilitas 0,853) dan Penyesuaian Diri (reliabilitas 0,944). Teknik analisis data untuk mengetahui gambaran konsep diri, kecemasan, dan penyesuaian diri adalah analisis deskriptif, sedangkan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan kecemasan terhadap penyesuaian diri adalah dengan analisis regresi ganda. Hasil yang diperoleh menunjukkan: (1) ada hubungan yang positif dan signifikan antara konsep diri dengan penyesuaian diri (r = 0,432; p = 0,003 < 0,05), (2) ada hubungan negatif yang signifikan antara kecemasan dengan penyesuaian diri (r = - 0,381; p = 0,008 < 0,05), (3) ada hubungan antara konsep diri dan kecemasan dengan penyesuaian diri menantu perempuan (r= 0,287, F = 7,460, p = 0,002 < 0,05). Sesuai hasil penelitian dapat disarankan: (1) agar menantu perempuan yang tinggal serumah dengan mertua perempuan lebih mengembangkan konsep diri positif untuk meningkatkan penyesuaian diri terhadap keluarga dan lingkungan sosial, (2) agar keluarga suami khususnya mertua perempuan menciptakan suasana hangat dan penerimaan yang baik kepada menantu perempuan, (3) peneliti selanjutnya agar menggunakan faktor lain misalnya kecerdasan emosional, tingkat stress, budaya dan lain-lain yang dapat mempengaruhi penyesuaian diri menantu perempuan yang tinggal serumah dengan mertua perempuan.

Tahlil Al Akhtha' An Nahwiyyah fi kitabah tholibati qosmi al adabi al 'Arabiyya bi kuliah al adab bijama'ah Malang al Hukumiyyah / biqolam Nanik Soraya

 

Pengembangan modul lingkaran dengan pendekatan konstruktivisme sebagai penunjang pembelajaran di kelas VIII RSBI SMP Negeri 1 Lumajang / Madya Kencana Juhandana

 

Kata kunci: modul, konstruktivisme, lingkaran Modul pembelajaran merupakan salah satu bentuk bahan ajar cetak yang dirancang agar siswa dapat belajar secara mandiri sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing siswa. Bahasa pada modul pembelajaran ini dirancang menyerupai “bahasa pengajar”. Modul pembelajaran ini disajikan menarik dan dilengkapi dengan ilustrasi-ilustrasi agar siswa lebih bersemangat mempelajari materi yang ada pada modul. Kegiatan pengembangan yang dilakukan bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran pada pokok bahasan lingkaran. Modul pembelajaran yang dikembangkan menggunakan pendekatan konstruktivisme dimana siswa membangun/menemukan sendiri konsep tentang lingkaran. Berdasarkan KTSP, materi lingkaran merupakan salah satu materi SMP kelas VIII semester 2 yang terdapat dalam Standar Kompetensi 4, yaitu “Menentukan unsur, bagian lingkaran, serta ukurannya.” Modul pembelajaran yang dikembangkan telah diuji coba sebagai pijakan untuk melakukan revisi modul. Uji coba dilakukan dalam dua tahap. Uji coba modul tahap pertama melibatkan lima validator yaitu satu dosen matematika UM dan empat guru matematika SMP. Uji coba modul tahap kedua melibatkan sembilan siswa kelas VII SMP RSBI. Hasil uji coba menunjukkan bahwa modul layak digunakan sebagai salah satu bahan ajar untuk membantu siswa dalam proses pembelajaran.

Analisis literasi keuangan mahasiswa Jurusan EKP Prodi Pendidikan Ekonomi angkatan 2010 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / Rishang Haryo Tutuko

 

Tutuko, Rishang Haryo. 2014. Analisis Literasi Keuangan Mahasiswa Jurusan Ekp Prodi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2010 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dwi Wulandari, S.E, M.M (II) Drs. H. Achmad Ali Wafa, M.Pd Kata Kunci : Literasi keuangan, motivasi, rasionalitas      Sikap konsumtif yang tinggi akhir-akhir ini di kalangan mahasiswa dan generasi muda lainnya, menyebabkan pengelolaan keuangan menjadi sesuatu yang tidak mudah. Selain dari sikap tersebut, generasi muda banyak yang belum memiliki pengetahuan akan pengelolaan keuangan. Jika generasi muda belum memiliki pengetahuan akan mengelola keuangan pribadi, maka mereka tidak dapat merencanakan dan mengendalikan penggunaan uang untuk pencapain tujuan individu mereka      Literasi keuangan dapat diartikan sebagai rangkaian proses atau aktivitas untuk meningkatkan pengetahuan, keyakinan, dan keterampilan konsumen dan masyarakat luas sehingga mereka mampu mengelola keuangan dengan lebih baik. Dalam mendalami dan mengetahui seberapa besar tingkat literasi seorang mahasiswa dapat menggunakan tolak ukur pengetahuan sebagai berikut : Pengetahuan seseorang atas nilai suatu barang dan skala prioritas dalam hidupnya; Penganggaran, tabungan dan bagaimana mengelola uang; Dasar-dasar investasi; Pemanfaatan dari belanja dan membandingkan produk; Di mana harus pergi mencari saran dan informasi bimbingan, dan dukungan tambahan; Bagaimana mengenali potensi konflik atas kegunaan.     Motivasi merupakan suatu dorongan untuk melakukan aktivitas. Motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Dalam pengertian umum rasionalitas merupakan gejala perilaku yang tepat untuk mencapai tujuan tertentu, dengan keterbatasan kondisi dan hambatan tertentu pula. Rasionalitas dalam ekonomi mengacu pada pemilihan individu terhadap suatu tujuan ekonominya pada titik optimum dan lebih dominan pada mekanisme efektif (emosi, dorongan hati, dan insting) ketimbang mekanisme intelektual. Dari hasil penelitian ini diketemukan bahwa kebanyakan mahasiswa Ekp Pendidikan Ekonomi angkatan 2010 FE UM memiliki pola perilaku ekonomi yang tergolong cukup baik di mana dari empat responden yang dipilih secara acak berdasarkan tipe literasi keuangannya diketemukan bahwa satu diantaranya memiliki literasi keuangan yang terbilang lengkap, meliputi Pengetahuan nilai suatu barang dan skala prioritas dalam hidupnya; Penganggaran, tabungan dan bagaimana mengelola uang; Dasar-dasar investasi; Pemanfaatan dari belanja dan membandingkan produk; Di mana harus pergi mencari saran dan informasi bimbingan, dan dukungan tambahan; Bagaimana mengenali potensi konflik atas kegunaan. Satu diantaranya memilik literasi keuangan yang terbilang masih sedang, dengan penguasaan dan pemahaman literasi keuangnnya meliputi Pengetahuan nilai suatu barang dan skala prioritas dalam hidup; Pemanfaatan dari belanja dan membandingkan produk; Di mana harus pergi mencari saran dan informasi bimbingan, dan dukungan tambahan; Bagaimana mengenali potensi konflik atas kegunaan (prioritasasi). Sedangkan dua responden lainnya, masih berkutat pada bagaimana menggunakan uang untuk mencapai kepuasaan konsumsi. Dari hasil penelitian terhadap empat responden ini dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Ekp Pendidikan Ekonomi angkatan 2010 FE UM memiliki tiga tipe literasi keuangan yaitu meliputi: (1) Literasi Keuangan Mahasiswa yang Berorientasi pada Kombinasi Pengelolaan dan Penggunaan Dana untuk Kebutuhan Konsumsi dan Produksi, (2) Literasi Keuangan Mahasiswa yang Berorientasi pada Kombinasi Pengelolaan dan Penggunaan Dana untuk Kebutuhan Konsumsi, dan (3) Literasi Keuangan Mahasiswa yang Berorientasi pada Penggunaan Dana untuk Kebutuhan Konsumsi.

Pengaruh kompetensi guru ekonomi terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI SMA Kota Kediri / Novita Dwi Wardhany

 

Wardhany, Novita Dwi. 2014.Pengaruh Kompetensi Guru Ekonomi Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas XI SMA Kota Kediri.Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Bambang Pranowo, S.E., M.Pd., Ak (II) Drs. Mardono, M.Si, Kata Kunci :Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Profesional, Kompetensi Personal, Kompetensi Sosial, Hasil Belajar     Pendidikan merupakan modal awal bagi manusia untuk membentuk perkembangan kepribadian dan kemampuan manusia. Pendidikan yang berkualitas akan membentuk manusia yang berkualitas pula. Kualitas dari pendidikan itu sendiri melibatkan komponen pendidikan dimana guru mempunyai peranan yang penting. Maka guru dituntut untuk memiliki kompetensi yang baik. Jika kompetensi dilaksanakan dengan baik dan terarah maka akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.     Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh kompetensi pedagogik terhadap hasil belajar, (2) pengaruh kompetensi profesional terhadap hasil belajar, (3) pengaruh kompetensi personal terhadap hasil belajar, (4) pengaruh kompetensi sosial terhadap hasil belajar, (5) pengaruh kompetensi pedagogik, professional, personal, dan sosial terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI SMA Kota Kediri. Rancangan penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data kompetensi pedagogik, kompetensi professional, kompetensi personal, dan kompetensi sosial dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan instrumen angket yang diisi oleh 34 guru yang terdiri dari SMAN, MAN, SMKN, dan SMA Swasta favorit di Kota Kediri. Kemudian di analisis dengan menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan regresi linier berganda.     Dari hasil penelitian, terdapat pengaruh antara kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi personal, dan kompetensi sosial terhadap hasil belajar siswa . Secara simultan kompetensi guru memiliki kontribusi sebesar 89,5% dalam mempengaruhi hasil belajar, yang artinya terdapat pengaruh kompetensi guru terhadap hasil belajar di SMA Kota Kediri.Secara parsial, terdapat pengaruh antara kompetensi pedagogik terhadap hasil belajar siswa sebesar 25,1%. Kompetensi profesional juga mempengaruhi hasil belajar siswa sebesar 19 %. Untuk kompetensi personal mempengaruhi hasil belajar siswa sebesar 33,3% dan untuk kompetensi sosial mempengaruhi hasil belajar sebesar 12,1%. Dengan taraf signifikansi 0,05 keempat variabel tersebut berpengaruh signifikan yang artinya semakin tinggi kompetensi guru maka akan semakin tinggi pula hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI SMA Kota Kediri.     Maka saran yang diberikan adalah: (1) Perlu diupayakan usaha-usaha guna meningkatkan kompetensi profesional guru oleh pihak-pihak yang terkait dan lebih memacu sikap positif terhadap pekerjaan yang diemban dengan menjalankan fungsi dan kedudukannya sebagai tenaga pengajar dan pendidik di sekolah dengan penuh rasa tanggung jawab, (2) Untuk penelitian selanjutnya yang berminat melakukan penelitian dengan topik yang sama diharapkan dapat mengambil populasi yang lebih besar dari populasi penelitian ini dan dapat dilakukan di tempat/jenjang pendidikan yang berbeda serta mengembangkan permasalahan yang dibahas.

Pengaruh minat baca dan pemanfaatan perpustakaan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi (studi kasus siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Besuk, Kab. Probolinggo tahun ajaran 2013-2014) / Chandra Wahyu Rizkianata

 

Rizkianata, Chandra, Wahyu. 2014. Pengaruh Minat Baca dan Pemanfaatan Perpustakaan Terhadap Prestasi Belajar Siswa (Studi Kasus Siswa Kelas X IPS SMA Negeri 1 Besuk, Kab Probolinggo Tahun Ajaran 2013-2014).Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I)Dr. Hj. Sri Umi Mintarti W., S.E, M.P, Ak. (II)Ro’ufah Inayati, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Minat Baca, Pemanfaatan Perpustakaan, Prestasi Belajar          Minat baca siswa dapat ditumbuhkan mulai dari dalam diri siswa sendiri yang kemudian dikembangkan melalui kegiatan gemar membaca, meluangkan waktu dengan membaca akan menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.     Minat baca siswa harus terus dikembangkan untuk mendapatkan prestasi yang baik, mencapai cita-cita bahkan untuk memperbaiki kualitas hidup di masa mendatang, tetapi itu semua tidak akan terwujud tanpa adanya perpustakaan sebagai sarana penunjang dalam kegiatan menumbuhkan minat baca siswa.     Keberhasilan dalam belajar sebagian besar ditunjang oleh minat baca siswa, jika siswa mempunyai minat baca yang tinggi, dengan menjadi pengunjung perpustakaan yang setia dan memanfaatkan perpustakaan dengan baik maka dapat meningkatkan prestasi belajar.     Penelitian ini bertujuan untuk menemukan ada tidaknya pengaruh antara variabel bebas minat baca dan pemanfaatan perpustakaan dan variabel terikat prestasi belajar, dan apabila ada pengaruh berapa besar pengaruh variabel bebas minat baca dan pemanfaatan perpustakaan terhadap variabel terikatnya prestasi belajar pada siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Besuk, Kab Probolinggo. Penelitian ini bersifat eksplanasi. Subyek penelitian ini berjumlah 78 responden. Berdasarkan hasil analisis uji f (simultan), diperoleh nilai Fhitung sebesar 44,640. Nilai ini lebih besar dari F tabel (44,640 > 3,119) dan nilai sig. F (0,000) lebih kecil dari α (0,05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel Minat Baca Siswa (X1) dan Pemanfaatan Perpustakaan (X2) secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Prestasi Belajar (Y) dan berdasarkan uji t (parsial), Variabel Minat Baca Siswa (X1) memiliki nilai thitung sebesar 4,955 dengan signifikansi sebesar 0,000. Karena thitung > ttabel (4,955 > 1,992) atau sig. t < 5% (0,000 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel Minat Baca Siswa (X1) berpengaruh signifikan terhadap variabel Prestasi Belajar (Y). Variabel Pemanfaatan Perpustakaan (X2) memiliki nilai thitung sebesar 3,068 dengan signifikansi sebesar 0,003. Karena thitung > ttabel (3,068 > 1,992) atau sig. t < 5% (0,003 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel Pemanfaatan Perpustakaan (X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel Prestasi Belajar (Y).

Penerapan pembelajaran ceramah dipadu dengan metode NHT (Number Head Together) untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Besuk / Evi Tamala

 

Tamala, Evi. 2014. Penerapan Pembelajaran Ceramah Dipadu dengan Metode NHT (Number Head Together) untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Besuk. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Wahjoedi, M.Pd, M.E. (II) Drs. Prih Hardinto, M.Si Kata Kunci: NHT, keaktifan, dan hasil belajar     Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya minat dan motivasi siswa untuk belajar Ekonomi. Terbukti dengan nilai hasil belajar siswa yang masih berada dibawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) yaitu 70. Hal ini karena pembelajaran yang dilakukan guru sebagian besar disajikan dengan metode konvensional, siswa kurang terlatih untuk mengemukakan pendapat, dan minimnya sosialisasi antar siswa. Jadi diperlukan suatu perpaduan model pembelajaran yang tepat, menarik, dan efektif yaitu pembelajaran ceramah dipadu dengan pembelajaran kooperatif metode NHT (Number Head Together), yang dapat membantu siswa untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.     Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Besuk dengan jumlah 25 siswa yang terdiri dari 21 siswa laki-laki dan 4 siswa perempuan tahun ajaran 2013/2014. Dalam penelitian ini, data yang diperoleh berupa keaktifan dan hasil belajar yang diperoleh dari penerapan pembelajaran ceramah dipadu dengan pembelajaran kooperatif metode NHT (Number Head Together). Instrument yang digunakan yaitu soal tes, lembar observasi, dokumentasi, wawancara, dan catatan lapangan.     Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan siswa pada persentase rata-rata keaktifan siswa kelas XI IPS 1 meningkat sebesar 11,2% dari siklus I adalah 80,27% dan menjadi 91,47% pada siklus II. Sedangkan untuk hasil belajar siswa, rata-rata nilai kelas pada siklus I meningkat dari 51,21 menjadi 60,63 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 42,86%. Pada siklus II rata-rata nilai kelas juga mengalami peningkatan dari 69,16 menjadi 80. Dari hasil tes pada siklus II diketahui bahwa persentase tingkat ketuntasan belajar siklus II adalah 88%.

Pembelajaran kooperatif tipe stad dengan media pohon matematika pada materi persamaan garis lurus untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII MTs MA'ARIF Bangil / Siti Aisyah

 

ABSTRAK Aisyah, Siti. 2009. Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan Media Pohon Matematika pada Materi persamaan Garis Lurus untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII MTs Ma’arif Bangil. Skripsi, Program Studi S1-Pendidikan Matematika, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Makbul Muksar, S.Pd, M.Si (2) Dra. Tri Hapsari Utami, M.Pd. Kata kunci: kooperatif tipe STAD, media pohon matematika dan prestasi belajar. Rendahnya prestasi belajar siswa dibeberapa jenjang pendidikan, salah satunya disebabkan oleh proses pembelajaran matematika. Paradigma mengajar di Indonesia yang cenderung teacher center learning menyebabkan siswa tidak terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Pandangan konstruktivis memberikan perbedaan yang tajam terhadap paradigma mengajar yang cenderung teacher center learning, sehingga perlu dilakukan perubahan paradigma mengajar yang sesuai dengan KTSP. Pembelajaran yang sesuai dengan KTSP dan konstruktivis adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa dan melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Dalam proses belajar mengajar, guru mempunyai tugas untuk memilih model pembelajaran berikut media pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang disampaikan demi terciptanya tujuan pembelajaran serta dapat melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Berdasarkan permasalahan di atas, maka dalam penelitian ini digunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media pohon matematika. Metode Penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dan dirancang dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (action), pengamatan (observation) dan refleksi (reflection). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-C MTs Ma’rif Bangil yang berjumlah 45 siswa yang terdiri dari 15 putri dan 30 putra. Penelitian dilaksanakan mulai 17 Nopember 2009 sampai 1 Desember 2009. Hasil penelitian setelah dilaksanakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media pohon matematika menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa dari siklus I dengan rata-rata tes siswa 47 ke siklus II meningkat rata-ratanya menjadi 63. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media pohon matematika yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap awal, (1) menyampaikan tujuan pembelajaran, (2) memberikan motivasi, (3) apersepsi kemampuan prasyarat, dan (4) membentuk kelompok, kemudian tahap inti yang terdiri dari (1) diskusi kelompok dengan media pohon matematika, (2) menjelaskan maksud LKS dan media pohon matematika, dan (3) mengarahkan siswa untuk aktif dalam pembelajaran, serta tahap akhir yang terdiri dari (1) presentasi kelas, (2) refleksi, dan (3) kuis.

Hubungan melek ekologi dan kesadaran lingkungan terhadap perilaku konsumsi yang berwawasan lingkungan pada siswa kelas XI IPS MAN Malang 2 Kota Batu / Akhmad Khanif Hidayat

 

Hidayat, Akhmad Khanif. 2014. Hubungan Melek Ekologi dan Kesadaran Lingkungan yang Berwawasan Lingkungan Terhadap Perilaku Konsumsi yang Berwawasan Lingkungan. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Prof.Dr. Wahjoedi, M.E, (II) Drs. H. Achmad Ali Wafa, M.Pd. Kata Kunci : Lingkungan, Melek Ekologi, Kesadaran, Perilaku Konsumsi yang Berwawasan Lingkungan. . Masalah lingkungan hidup merupakan suatu fenomena besar yang memerlukan perhatian khusus dari kita semua. Salah satu sebab dari kerusakan lingkungan adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hal ini, maka perlu dilakukan peningkatan pendidikan lingkungan, baik secara formal atau informal.Selain itu, melek ekologi sangat penting bagi manusia agar dapat menjaga dan melestarikan lingkungan. Berdasarkan hasil pengamatan dan interview antara peneliti dengan beberapa siswa menunjukkan sebagian besar siswa kelas XI IPS MAN 2 Batu memiliki kesadaran lingkungan akan tetapi melek ekologinya sangat rendah. Hal ini ditunjukkan dengan perilaku konsumsi siswa yang masih kurang mencerminkan perilaku konsumsi yang berwawasan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan melek ekologi dan kesadaran lingkungan terhadap perilaku konsumsi yang berwawasan lingkungan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Data dianalisis dengan teknik prosentase, korelasi pearson product moment, dan regresi dengan bantuan komputer program SPSS 16.0 for Windows. .Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS di MAN Malang II Kota Batu yang berjumlah 131 siswa. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan melek ekologi dengan perilaku konsumsi yang berwawasan lingkungan dengan koefisien korelasi sebesar 46,4 %. Terdapat hubungan yang signifikan kesadaran lingkungan dengan perilaku konsumsi yang berwawasan lingkungan dengan koefisien korelasi sebesar 60,2 %. Terdapat hubungan yang signifikan melek ekologi dan kesadaran lingkungan dengan perilaku konsumsi yang berwawasan lingkungan dengan koefisien korelasi sebesar 45.4 %. Dari hasil penelitian ini dapat dikatakan melek ekologi dan kesadaran lingkungan berhubungan secara signifikan tehadap perilaku konsumsi yang berwawasan lingkungan. Oleh karena itu, diharapkan siswa memiliki melek ekologi yang tinggi dan kesadaran lingkungan sehingga dapat mengoptimalkan perilaku konsumsi yang berwawasan lingkungan.

Pola pendamping anak jalanan (studi kasus LSM jaringan kemanusiaan Jawa Timur di kota Malang ) / Anisatul Mardiyyah

 

ABSTRAK Anisatul Mardiyyah, 2009. Pola Pendampingan Anak Jalanan (Studi Kasus LSM Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur di Kota Malang), Jurusan Pendidikan Luar Sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. M Djauzi Mudzakir, MA (II) Drs. Ahmad Mutadzakir, M. Pd Kata kunci: Pendampingan, Anak jalanan, pola Pendampingan anak jalanan yang dilakukan oleh Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) sebagai wujud kepedulian terhadap nasib anak jalanan yang juga merupakan anak bangsa yang berhak memperoleh kehidupan yang layak. Pendampingan anak jalanan berupaya pengentasan anak jalanan dari jalanan dan menjadikan mereka mandiri serta mempunyai harkat dan martabat sebagai manusia. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan pola pendampingan anak jalanan yang dilakukan oleh JKJT meliputi penjangkauan anak jalanan, proses pendampingan anak jalanan, pendekatan-pendekatan yang dilakukan dalam pendampingan anak jalanan, kegiatan motivasi yang diberikan kepada anak jalanan dan hasil dari pendampingan tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian studi kasus tunggal dengan metode deskriptif kualitatif, dan menggunakan analisis data induktif, pembentukan abstraksi berdasarkan bagianbagian yang telah dikumpulkan kemudian dikelompokkan didasarkan pada observasi situasi yang wajar dan natural setting, dengan demikian keutuhan objek dipertahankan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber datanya ketua JKJT, para relawan dan anak jalanan yang berada di JKJT. Analisis data dengan reduksi data, display data, mengambil kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan, Secara umum JKJT bisa dikatakan sebagai rumah singgah karena menampung beberapa anak jalanan untuk tinggal di tempat tersebut. JKJT tidak mau disebut sebagai rumah singgah. Tetapi visi dan misinya adalah untuk memberdayakan anak jalanan. JKJT mempunyai cara yang berbeda dalam mendampingi anak jalanan mereka lebih melihat lebih jelas kondisi anak jalanan baik fisik maupun psikis sehingga pendampingan yang mereka lakukan seperti layaknya keluarga. Penjangkauan yang dilakukan sama halnya dengan penjangkauan yang dilakukan oleh rumah singgah yang berpedoman pada buku pembinaan kesejahteraan anak jalanan (1991), yaitu dengan mendatangi anak jalanan di tempat-tempat yang biasa disinggahi anak jalanan. Proses pendampingan anak jalanan yang unik membuat JKJT sangat dikenal di kalangan anak jalanan. Pendampingan dilakukan dengan masuk sepenuhnya dalam dunia anak jalanan. Lewat pembelajaran dan kegiatan seharihari, mereka dibina untuk menjadi manusia yang berguna, dimana kemampuan mereka juga dimunculkan lewat kegiatan-kegiatan yang dilakukan. JKJT lebih mengedepankan ajaran untuk mensyukuri hidup, menghargai sesama, dan peduli pada sesama meskipun mereka dalam keterbatasan. Pendekatan-pendekatan yang dilakukan banyak yang bersifat disiplin, kasih sayang yang dilakukan lewat kegiatan diskusi dan kegiatan anak jalanan sehari-hari selama berada di JKJT. Motivasi yang diberikan adalah motivasi agar mereka mau maju dan berjuang ii untuk hidup. Motivasi lewat slogan cukup efektif karena mereka ternyata mau berusaha untuk menjadikan slogan tersebut sebagai dasar kegiatan mereka selama berada di JKJT. Dari hasil pendampingan yang dilakukan JKJT ada 13 anak jalanan yang tinggal di JKJT yang dibina secara intensif, Anak jalanan yang berada di JKJT berhasil dimotivasi untuk berjuang demi hidup yang lebih baik. Ada 1 anak jalanan yang sudah bersekolah di sekolah formal, 5 anak jalanan yang mengikuti pembelajaran Paket B, 4 anak jalanan yang mengikuti pembelajaran Paket A dan sisanya belajar dengan home schooling. Saran-saran dari penelitian ini adalah sebagai organisasi yang bergerak dibidang sosial, JKJT khususnya komunitas Aku Juga Anak Bangsa (AJAB) yang bergerak dibidang penaganan anak terlantar hendaknya memilki kegiatan yang terinci dan memiliki waktu yang ditetapkan bukan hanya sekedar kegiatan yang bersifat spontanitas, sehingga kegiatan yang dilaksanakan bisa mempunyai persiapan yang lebih baik dan dapat dievaluasi untuk kegiatan selanjutnya agar berjalan dengan baik. Pendampingan anak jalanan yang dilakukan hendaknya dipertahankan, mengingat kegiatan yang dilakukan adalah untuk mengentaskan anak jalanan dari kehidupan yang tidak jelas sehingga mereka memiliki tujuan hidup. Upaya pemberdayaan anak jalanan lewat pendidikan formal (sekolah) dan nonformal (Paket A, Paket B, Paket C, Home Schooling, bimbingan belajar dan ujian persamaan, pendidikan watak dan agama, pelatihan seni dan kreatifitas, dll) yang diberikan perlu untuk dipertahankan. Penyelenggaraanya seyogyanya menerapkan partisipasi maksamal. Anak jalanan juga merupakan warga negara yang berhak memilih agama dan kepercayaan yang mereka anut. Seyogyanya anak jalanan juga diberikan bekal agama sesuai dengan keyakinan mereka. JKJT sangat diperlukan untuk memberikan pelayanan perlindungan dalam menangani kasus-kasus penganiayaan yang menimpa anak jalanan. Anak-anak jalanan juga masih banyak yang mengalami penganiayaan baik dari aparat maupun dari warga masyarakat lainnya. Karena itu perlu program penanaman pandangan dan sikap bersahabat (setia kawan) kepada semua anak tanpa pandang bulu. Sedangkan untuk Jurusan Pendidikan Luar sekolah sebagai sistem yang bersentuhan dengan wilayah pemberdayaan anak jalanan untuk mengangkat memberikan masukan atau menciptakan sistem pemberdayaan anak jalanan yang kongkrit dan sesuai serta mengacu pada kondisi psikologis anak jalanan. Kepada peneliti lanjutan disarankan untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam untuk mengetahui hasil dari pendampingan agar bisa terlihat lebih nyata dengan menggunakan penelitian kuantitatif.

Penerapan metode pembelajaran kooperatif Group Investigation ( GI ) untuk meningkatkan motifasi dan hasil belajar siswa pada mata diklat siklus akuntansi kelas X ak SMK PGRI 6 Malang / Silvia Nurdiana

 

ABSTRAK Nurdiana, Silvia. 2009. Penerapan Metode Pembelajaran Group Investigation (GI) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar pada Mata Diklat Siklus Akuntansi Siswa kelas X AK SMK PGRI 6 Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Triadi Agung S, S.E., M.Si, Ak (II) Dr. Bambang Sugeng, S.E., M.A., M.M., Ak. Kata kunci: Group Investigation, Motivasi Belajar, Hasil Belajar, Kegiatan pembelajaran pada mata diklat siklus akuntansi di kelas X Ak SMK PGRI 6 Malang masih didominasi oleh model pembelajaran konvensional yaitu menggunakan ceramah dan tanya jawab, sehingga siswa mengalami kejenuhan dan merasa bosan di kelas. Siswa kurang aktif dalam kelas dan guru kurang memberi kesempatan pada siswa untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Hal ini menyebabkan hasil belajar yang diperoleh siswa belum memenuhi Standar Ketuntasan Minimal (SKM) secara keseluruhan. Salah satu model pembelajaran yang digunakan untuk mengaktifkan siswa sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar di dalam proses pembelajaran adalah salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif yaitu model Group Investigation. Dengan model pembelajaran ini, siswa dapat bekerja sama antar anggota kelompok, saling menyumbangkan pikiran, dan adanya sikap tanggung jawab terhadap pencapaian hasil belajar secara individu maupun kelompok. Pembelajaran model Group Investigation yaitu kelompok kecil untuk mendorong dan menuntun siswa dalam keterlibatan belajar secara aktif di dalam kelas, dengan komunikasi secara terbuka dan kerjasama dalam merencanakan serta memilih topik investigasi. Hasil akhir dari kelompok merupakan sumbangan ide tiap anggota, dengan demikian belajar kelompok lebih mengasah intelektual siswa sehingga siswa dapat mencapai hasil belajar yang lebih efisien daripada belajar secara individu. Penelitian ini dilaksanakan di SMK PGRI 6 Malang pada semester gasal tahun pelajaran 2009/20010 dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Ak SMK PGRI 6 Malang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Group Investigation, untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran Group Investigation dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siwa dengan penerapan model pembelajaran Group Investigation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Motivasi belajar siswa berdasarkan lembar observasi pada siklus I motivasi siswa belum cukup baik, sebagian siswa masih banyak yang tidak mengikuti kegiatan pembelajaran, sedangkat pada siklus II antusias mengikuti pembelajaran sangat baik, hal ini terlihat dari siswa sangat aktif dalam jalannya diskusi kelas. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan terlihat dari nilai ratarata siswa sebesar 82,67 pada siklus I menjadi 87,11 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X Ak SMK PGRI 6 Malang. Penerapan pembelajaran ini disarankan sebaiknya guru menggunakan model pembelajaran yang lebih bervariasi dalam kegiatan pembelajaran agar motivasi dan hasil belajar meningkat. Salah satu model yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa adalah model pembelajaran Group Investigation, sehingga model pembelajaran ini disarankan untuk diterapkan dikelas. Bagi peneliti berikutnya disarankan untuk menerapkan model pembelajaran Group Investigation pada mata diklat yang berbeda.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |