Pengaruh earning per share (EPS), price earning ratio (PER), dividend payout ratio (DPR), dan tingkat bunga deposito terhadap harga saham pada perusahaan indeks LQ-45 periode 2005-2007 / Silviana Putriandini

 

ABSTRAK Putriandini, Silviana. 2008. Pengaruh Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Dividend Payout Ratio (DPR), dan Tingkat Bunga Deposito terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Indeks LQ-45 Periode 2005-2007. Skripsi, Jurusan Akuntansi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr.Puji Handayati, S.E., M.M., Ak., (II) Dr. H. Tuhardjo, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci : Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Dividend Payout Ratio (DPR), tingkat bunga deposito, harga saham. Harga saham merupakan indikator nilai dan pencerminan yang relevan dari kondisi perusahaan. Fluktuasi harga saham dipengaruhi oleh lingkungan eksternal dan internal perusahaan. Pergerakan saham di Indonesia dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi makro dan stabilitas ekonomi. Indikator untuk mengukur besarnya harga saham diantaranya adalah Earning Per Share (EPS) merupakan rasio yang menunjukkan berapa besar keuntungan (return) yang diperoleh investor atau pemegang saham per sahamnya, Price Earning Ratio (PER) merupakan rasio yang menggambarkan apresiasi pasar terhadap kemampuan perusahaan dalam mengahasilkan laba, Dividend Payout Ratio (DPR) merupakan rasio yang menggambarkan besarnya laba yang dibayarkan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen, dan tingkat bunga deposito per bulan dari Bank Umum. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan antara variabel Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Dividend Payout Ratio (DPR), dan tingkat bunga deposito terhadap variabel harga saham. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data laporan keuangan perusahaan dan data harga saham. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ-45 periode 2005-2007 sebanyak empat puluh lima (45) perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak lima belas (15) perusahaan. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik purpossive sampling. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Berganda. Uji regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Dividend Payout Ratio (DPR), dan tingkat bunga deposito terhadap variabel harga saham baik secara parsial maupun secara simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial hanya variabel Earning Per Share (EPS) yang mempunyai pengaruh terhadap harga saham. Sedangkan secara simultan variabel Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Dividend Payout Ratio (DPR), dan tingkat bunga deposito mempunyai pengaruh terhadap variabel harga saham. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel-variabel lain yang lebih potensial memberikan kontribusi terhadap pergerakan harga saham, menambah periode observasi, dan mengganti sampel penelitian, misalnya untuk semua perusahaan yang go public di Bursa Efek Indonesia, sehingga hasilnya lebih mencerminkan keadaan pasar modal di Indonesia yang sesungguhnya.

Persepsi dan kesiapan guru kimia SMA terhadap implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) di Kabupaten Pacitan / Uning Deni Rosida

 

ABSTRAK Rosida, Uning Deni. 2008. Persepsi dan Kesiapan Guru Kimia SMA terhadap Implementasi Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan (KTSP) di Kabupaten Pacitan. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M. S., (II) Dra. Hayuni Retno Widarti, M. Si. Kata Kunci: Persepsi, Kesiapan guru kimia, KTSP. Sistem Pendidikan Nasional (SPN) di Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan kurikulum. Jika meninjau kurikulum sebelumnya, secara garis besar dimulai dari kurikulum 1975, Kurikulum 1984 dan kurikulum 1994. Perubahan mendasar terjadi antara kurikulum 1994 menjadi kurikulum 2004 dan kurikulum KTSP yang menuntut kemandirian guru untuk mengembangkan indikator kompetensi pembelajaran. Adanya perubahan kurikulum yang sekarang menjadi KTSP diharapkan dapat meningkatkan Standar Nasional Pendidikan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat (1) persepsi guru kimia terhadap implementasi KTSP, (2) kesiapan guru kimia pada implementasi KTSP. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan instrumen penelitian berupa angket. Instrumen yang terdiri dari angket persepsi dan angket kesiapan, dibuat sendiri oleh peneliti yang kemudian divalidasi oleh 3 validator. Hasil validasi ketiga validator adalah 99%, dengan demikian angket dianggap valid. Subjek penelitian adalah seluruh guru kimia SMA Negeri dan Swasta se-Kabupaten Pacitan yang berjumlah 27 orang. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik persentase, yang kemudian diklasifikasikan berdasarkan kategorinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat persepsi guru kimia terhadap implementasi KTSP tergolong baik yang ditunjukkan dengan sebagian besar guru (56%) persepsinya baik terhadap pengembangan silabus KTSP, sebagian besar guru (60%) persepsinya baik dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran KTSP, dan sebagian besar guru (59%) persepsinya baik dalam pelaksanaan pembelajaran dan penilaian berbasis KTSP, (2) tingkat kesiapan guru kimia terhadap implementasi KTSP tergolong siap yang ditunjukkan dengan sebagian besar guru (71%) menyatakan siap dalam pengembangan silabus KTSP, sebagian besar guru (79%) menyatakan siap dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran KTSP, dan sebagian besar guru (76%) menyatakan siap dalam pelaksanaan pembelajaran dan penilaian berbasis KTSP.

Peranan unit pengendali mutu sebagai upaya peningkatan pelaksanaan sistem mutu ISO 9001 : 2000 pada Rumah Sakit Umum Daerah "Kanjuruhan" Kepanjen Kabupaten Malang di Kepanjen / Lestari Setya Putri

 

Di era globalisasi saat ini masyarakat cenderung akan semakin kritis dalam menyikapi gejolak yang ada, terutama yang terjadi di lingkungan pemerintah. Kondisi sosial masyarakat Indonesia kebanyakan yang sudah semakin tinggi tingkat pendidikannya, mengakibatkan semakin tinggi pula tuntutan dari masyarakat untuk memperoleh pelayanan yang bermutu disegala bidang terutam dari pihak pemerintah. Masyarakat cenderung menuntut adanya instansi yang bersih, transparan, dan selalu memperhatikan kebutuhan masyarakat. Untuk menyikapi kondisi yang berkembang saat ini, Rumah Sakit Umum Daerah “Kanjuruhan“ Kepanjen Kabupaten Malang di Kepanjen sebagai salah satu bentuk instansi pemerintah bertekat untuk membangun sistem manajemen mutu yang berstandar Internasional yaitu melalui ISO 9001 : 2000 guna memberikan pelayanan becitra prima seperti yang diinginkan masyarakat. Untuk menjaga kekonsistenan dan untuk upaya perbaikan secara berkelanjutan dalam pelaksanaan sistem manajemen mutu, maka diperlukan suatu audit mutu internal. Penelitian ini membahas peranan Audit Mutu Internal sebagai upaya peningkatan pelaksanaan manajemen mutu ISO 9001 : 2000 di Rumah Sakit Umum Daerah “Kanjuruhan“ Kepanjen Kabupaten Malang di Kepanjen. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif yang menggunakan Sekretariat ISO dan IGD Rumah Sakit Umum Daerah Kanjuruhan Kepanjen sebagai sampel penelitian. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode observasi, wawancara dan melalui media dokumen yang dimiliki Rumah Sakit Umum Daerah “Kanjuruhan” Kepanjen Kabupaten Malang di Kepanjen. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data dengan rentang waktu empat tahun yaitu dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2008. Hasil penelitian ini menunjukkan efektifnya peranan Audit Mutu Internal karena dalam setiap periode audit mampu menemukan temuan yang lebih detail lagi, sehingga sangat berguna dalam upaya perbaikan berkesinambunagan yang semakin maksimal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan bagi pihak Rumah Sakit Umum Daerah “Kanjuruhan” Kepanjen Kabupaten Malang di Kepanjen untuk lebih memperbaiki lagi masalah pendokumenan, pengendalian sarana, menggunakan sebutan auditor manajemen untuk pihak yang melaksanakan audit mutu internal dan menempatkan tim auditor manajemen sebagai departemen atau subag yang independen. Untuk peneliti selanjutnya dapat menambah sampel penelitian.

Pengaruh kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan melalui kebijakan dividen dan kebijakan hutang (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2004-2006) / Yuli Agustina

 

ABSTRAK Agustina, Yuli. 2009. Pengaruh Kepemilikan Manajerial Terhadap Nilai Perusahaan Melalui Kebijakan Dividen dan Kebijakan Hutang (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di BEI Tahun 2004- 2006). Skripsi, Jurusan Manajemen Program Studi S-1 Manajemen Keuangan. FE. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Mohammad Hari, M.Si, (II) Yuli Soesetio, SE, MM. Kata Kunci : Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Dividen, Kebijakan Hutang, dan Nilai Perusahaan. Memaksimalkan nilai perusahaan (value of the firm) dan meningkatkan kesejahteraan pemegang saham selaku pemilik perusahaan melalui peningkatan harga saham merupakan tujuan dari suatu perusahaan. Namun untuk mencapai tujuan tersebut seringkali terdapat konflik keagenan antara manajer dan pemilik perusahaan dimana manajer sering mementingkan kepentingan pribadi daripada kepentingan pemilik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan melalui kebijakan dividen dan kebijakan hutang perusahaan manufaktur yang terdaftar Di BEI Tahun 2004-2006. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan industri manufaktur yang terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2004-2006. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh sampel penelitian sebanyak 28 perusahaan yang memenuhi persyaratan dengan periode pengamatan selama 3 tahun. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini untuk menguji hipotesis adalah analisis jalur (path analysis) dengan menggunakan regresi linear. Hasil penelitian ini berdasarkan analisis jalur yang dilakukan menunjukkan bahwa ada pengaruh secara langsung dari kepemilikan manajerial terhadap kebijakan hutang, kebijakan hutang terhadap nilai perusahaan dan juga secara langsung dari kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan. Sehingga dalam analisis jalur terdapat variabel mediator pada pengaruh kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan melalui kebijakan hutang. Hasil ini sesuai dengan nilai signifikan yang diperoleh. Pengaruh kepemilikan manajerial terhadap kebijakan hutang mempunyai nilai signifikan sebesar 0,015. Pengaruh kebijakan hutang terhadap nilai perusahaan mempunyai nilai signifikan sebesar 0,090. Sedangkan pengaruh secara langsung kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan mempunyai nilai signifikan sebesar 0,006. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku dimana nilai signifikan ini kurang dari 0,10. Dari hasil analisis ini maka dapat diketahui bahwa model rancangan penelitian analisis jalur yang berwarna biru dapat dipakai karena menunjukkan adanya pengaruh. Sedangkan model rancangan penelitian analisis jalur yang berwarna hijau tidak dapat dipakai dalam penelitian ini karena menunjukkan nilai tidak signifikan sehingga variabel kebijakan deviden dapat dihilangkan atau tidak perlu digunakan dalam model rancangan analisis jalur dalam penelitian ini.

Analisis pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap prestasi belajar siswa program keahlian administrasi perkantoran (studi pada siswa kelas XI di SMK Muhammadiyah 3 Singosari tahun pelajaran 2008/2009) / Anin Ayudiyah Martasanti

 

Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Menurut pengertian secara psikologis, belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan yang diperoleh siswa bisa dalam bentuk pengalaman baru, kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian dan prestasi belajar. Namun demikian, untuk mendapatkan hasil belajar dalam bentuk prestasi tergantung pada beberapa faktor, bisa faktor internal (faktor di dalam diri siswa itu sendiri) dan faktor eksternal (faktor di luar diri individu). Penilaian terhadap hasil belajar seorang siswa untuk mengetahui sejauh mana ia telah mencapai sasaran belajar inilah yang disebut sebagai prestasi belajar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran sebanyak 63 orang siswa, dan diambil seluruhnya sebagai subjek penelitian. Analisis hasil penelitian menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Instrumen penelitian adalah angket tertutup dengan menggunakan skala Likert, 5 alternatif jawaban. Pernyataan dan pertanyaan dijabarkan dalam angket sebanyak 71 item, mewakili setiap sub variabel bebas faktor internal (faktor jasmani, faktor psikologis, dan faktor kelelahan) dan faktor eksternal (faktor lingkungan, faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat) yang kemudian disebarkan kepada siswa. Data primer yang diperoleh kemudian diuji dengan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS 14.0 for Windows. Adapun hasil analisis data adalah : (1) terdapat pengaruh positif yang signifikan faktor internal terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan signifikansi t (0,000)<0,05, sedangkan thitung (10,776) > ttabel (2,000). Hasil perhitungan Sumbangan Efektif variabel faktor internal (X1) terhadap prestasi belajar (Y) siswa sebesar 66,09%, (2) terdapat pengaruh positif yang signifikan faktor eksternal terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan signifikansi t (0,007)<0,05, sedangkan thitung (2,775)>ttabel (2,000). Hasil perhitungan Sumbangan Efektif variabel faktor eksternal (X2) terhadap prestasi belajar (Y) siswa sebesar 11,54%, (3) secara simultan terdapat pengaruh positif yang signifikan faktor internal (X1) dan faktor eksternal (X2) terhadap prestasi belajar (Y) siswa. Hal ini dibuktikan dengan signifikansi F (0,000)<0,05, sedangkan F hitung (104,212) > F tabel (3,150). Dari hasil analisis regresi juga diperoleh nilai R = 0,881, ini menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan antara variabel faktor internal (X1) dan faktor eksternal (X2) dengan prestasi belajar (Y) adalah sangat kuat. Niai R Square menunjukkan koefisien determinasi sebesar 0,776, hal ini berarti bahwa 77,6% perubahan variabel Y disebabkan oleh perubahan variabel faktor internal (X1) dan faktor eksternal (X2), sedangkan sisanya 22,4% prestasi belajar siswa disebabkan oleh faktor lain di luar variabel faktor internal (X1) dan faktor eksternal (X2) pada penelitian ini. Namun, berdasarkan pengamatan peneliti dan informasi dari beberapa guru, peneliti menyimpulkan faktor lain tersebut adalah hasrat (keinginan) belajar siswa dan dukungan orang tua. Kesimpulan yang ditarik dari penelitian ini antara lain : (1) berdasarkan analisis statistik deskriptif dapat diketahui bahwa kondisi faktor internal (X1) adalah cukup bervariasi., (2) berdasarkan analisis statistik deskriptif dapat diketahui bahwa kondisi faktor eksternal (X2) adalah cenderung tidak bervariasi, (3) berdasarkan analisis statistik deskriptif dapat diketahui bahwa sebagian besar responden memperoleh nilai dengan predikat lulus baik dan prestasi belajarnya tergolong tinggi, (4) secara parsial, terdapat pengaruh positif yang signifikan faktor internal terhadap prestasi belajar siswa, (5) secara parsial, terdapat pengaruh positif yang signifikan faktor eksternal terhadap prestasi belajar siswa, (6) secara simultan, terdapat pengaruh positif yang signifikan faktor internal dan eksternal terhadap prestasi belajar siswa, (7) variabel yang lebih dominan mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah faktor internal. Dalam penelitian ini, saran yang dapat diberikan peneliti yakni : (1) SMK Muhammadiyah 3 Singosari sebaiknya senantiasa mempertahankan dan meningkatkan kondisi lingkungan sekolah secara optimal, meningkatkan pemenuhan sarana dan prasarana belajar, serta membuat kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan upaya peningkatan prestasi belajar siswa, (2) guru sebaiknya menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi agar dapat memotivasi dan meningkatkan minat belajar siswa serta menghindari kejenuhan belajar siswa di kelas, (3) orang tua senantiasa memperhatikan anaknya, khususnya dalam hal pengawasan perilaku dan pemenuhan kebutuhan belajarnya, memotivasi anak, menjalin komunikasi yang baik dengan anak, serta memberikan kasih sayang yang cukup, (4) Siswa sebaiknya lebih giat dalam meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi pelajaran, tidak mudah menyerah atau putus asa jika menghadapi kesulitan, serta selalu menjaga kondisi kesehatan jasmani dan rohani, (5) bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengkaji permasalahan serupa, sebaiknya menambah variabel yang akan diteliti, mengingat masih terdapat variabel lain di luar faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa.

Analisis kelayaan finansial pada investasi premajaan armada bus Widji Lamongan jurusan Surabaya Semarang periode tahun 2007-2011 / Allif Hudianto

 

Jumlah Penduduk yang semakin besar serta mobilitas hidup yang tinggi dalam kegiatan sehari-hari penduduk mengakibatkan kebutuhan terhadap angkutan umum menjadi sangat diperlukan. Padatnya pergerakan orang sebagaimana tersebut diatas tentunya membutuhkan angkutan yang memadai agar dapat memudahkan dan membantu memperlancar pergerakan orang dari tempat asal ke tempat tujuan tanpa ada hambatan yang berarti. Dengan adanya permasalahan seperti diatas maka perusahaan penyedia jasa transportasi diharapkan mampu untuk melayani serta memuaskan konsumen. Dalam usaha melayani konsumen, perusahaan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang maksimal, untuk mencapai hal tersebut perusahaan membutuhkan investasi yang cukup besar, disini keputusan investasi perusahaan tersebut dapat berupa menambah armada baru, ataupun mengganti armada-armada yang dinilai tidak layak dengan armada baru. Investasi menggunakan peremajaan armada akan membuat perusahaan mengeluarkan modal yang cukup besar untuk membeli armada baru serta akan mengeluarkan biaya untuk kegiatan operasional sehari-hari armada-armada tersebut. Kebutuhan biaya modal maupun biaya operasional ini dapat ditentukan berdasarkan perencanaan yang teliti dan analisis investasi perusahaan yang matang dan terarah. Dengan keputusan investasi yang tepat perusahaan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kualitas jasa transportasi yang ditawarkan. Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui kelayakan investasi dengan peremajaan armada tersebut adalah analisis dengan metode Menghitung Nilai Sekarang Bersih (Net present Value /NPV), Metode Menghitung Masa Pengembalian (Payback Period), Metode Menghitung Tingkat Pengembalian Internal (Internal Rate Of Return/IRR), dan yang terakhir adalah Metode Nilai Akhir Bersih (Net Terminal Value/NTV). Dari analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa investasi peremajaan armada pada PO. Widji dinyatakan layak untuk dilaksanakan karena didapat hasil positif dari keempat metode, yaitu NPV, Payback Period, IRR, dan NTV. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan empat metode analisis investasi tersebut PO. Widji sebaiknya meneruskan investasi yang telah dilaksanakan karena dipandang menguntungkan bagi perusahaan.

Penerapan pakem (Pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyeangkan) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar mata pelajaran ekonomi di kelas X MA Nurul Ulum Malang / Yulita Uldianingtyas

 

ABSTRAK Uldianingtyas, Yulita. 2008. Penerapan PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyeangkan) Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi di Kelas X MA Nurul Ulum Malang. Skripsi, Program Studi Ekonomi Koperasi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. J.G. Nirbito M.Pd., (II) Drs. H. Achmad Ali Wafa. Kata kunci: PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan), motivasi belajar, hasil belajar. Guru memiliki peranan yang besar dalam upaya meningkatkan hasil belajar dan memotivasi belajar siswa di sekolah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan seorang guru adalah memilih pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa berpartisipasi secara aktif sehingga dapat memahami materi yang dipelajari dan menguasai ketrampilan yang diperlukan. Salah satu pendekatan pembelajaran yang tepat adalah PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). PAKEM merupakan pmbelajaran yang melibatkan keaktifan seluruh siswa sehingga siswa lebih kreatif dan proses belajar mengajar dapat berlangsung efektif dan menyenangkan yang memberi kesempatan kepada siwa untuk aktif dan kreatif selama proses belajar mengajar dan saling bekerjasama dengan teman. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan dalam 2 siklus yaitu pada bulan November 2008. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer yang bersumber langsung dari subyek penelitian yaitu siswa kelas X MA Nurul Ulum Malang sebanyak 26 siswa. Materi pelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, wawancara tidak terstruktur, tes, dan catatan lapangan. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa PAKEM meningkatkan motivasi belajar siswa, hal ini ditunjukkan dengan berdasarkan pemerolehan skor dan persentase dari 26 siswa kelas X yang mengisi angket motivasi belajar, terdapat 23 siswa mengalami peningkatan, 1 siswa mengalami penurunan, dan 2 siswa tidak mengalami kenaikan maupun penurunan motivasi (stagnan). Kenaikan tertinggi yaitu sekitar 88% dan penurunan sekitar -3,2%. Sehingga dengan adanya peningkatan motivasi secara umum, maka akan memberikan dorongan yang kuat kepada keseluruhan siswa yang melakukan kegiatan belajar, dan ketika kegiatan belajar berjalan baik, tujuan dari pembelajaranpun juga dapt tercapai dengan baik. Selain meningkatkan motivasi belajar siswa, PAKEM juga meningkatkan keaktifan dan kreatifitas siswa, menjadikan pembelajaran efektif dan menyenangkan, dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar siswa meningkat pada siklus I dan siklus II yaitu nilai rata-rata hasil penelitian ranah kognitif siklus I sebesar 30,77% sedangkan siklus II menjadi 92,31%. Rata-rata hasil penilaian afektif pada siklus I sebesar 69,55% dan pada siklus II sebesar 91,35%, sedangkan rata-rata hasil penilaian ranah psikomotorik pada siklus I sebesar 67,52% dan pada siklus II menjadi 84,61%. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa penerapan PAKEM dapat meningkatkan keaktifan dan kreatifitas siswa, menciptakan proses pembelajran yang efektif dan menyenangkan sehingga memotivasi belajar siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa.

Implementasi metode pembelajaran kontekstual strategi inquiry dan questioning untuk meningkatkan hasil belajar siswa Jurusan Administrasi Perkantoran pada mata diklat mengatur pertemuan rapat di SMK Muhammadiyah 03 Singosari / Heru Kamaini

 

ABSTRAK Kamaini, Heru. 2008. Implementasi Metode Pembelajaran Kontekstual Strategi Inquiry Dan Questioning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Jurusan Administrasi Perkantoran Pada Mata Diklat Menagtur Pertemuan Rapat Di SMK Muhammadiyah 03 Singosari. Skripsi. Program Studi S-1 Pendidikan Administrasi Perkantoran Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Sarbini (2) Imam Bukhori, S.Pd., M.M. Kata Kunci: Pembelajaran Kontekstual, Strategi Inquiry dan Questioning, Hasil Belajar Menghadapi tata dunia global yang saling bartautan antara satu Negara dengan Negara lainnya diperlukan suatu perubahan secara menyeluruh, terutama di bidang pendidikan, serta relevansinya dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, karena pendidikan adalah kehidupan itu sendiri dalam peradaban manusia. Warna dari perubahan itu berawal dari proses pendidikan yang di dalamnya ada kegiatan tranformatif berupa belajar mengajar, kegiatan ini bertujuan dapat membekali peserta didik berinteraksi dengan lingkungan kehidupannya. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum merupakan salah satu program pemerintah untuk mencapai keunggulan masyarakat bangsa dalam penguasaan ilmu dan teknologi. Pembelajaran kontekstual merupakan suatu konsepsi yang membantu guru mengkaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Strategi ini lebih mementingkan hasil belajardari pada proses. Pendekatan kontekstual dapat melatih siswa untuk memecahkan masalah yang mereka hadapi dalam suatu siatuasi. Guru sebagai salah satu subyek penelitian yang berinteraksi langsung dan bersifat kontinuitas dengan peserta didik, maka guru bertanggung jawab dalam mensukseskan pendidikan dalam konteks meningkatkan kualitas pesert didik. Sebagai upaya menuju meningkatkan kualitas peserta didik, guru berkompeten memilih metode dan model pembelajaran, karena hal tersebut berimplikasi pada proses kegiatan belajar mengajar yang selalu menuntut arah transformasi kedua belah pihak baik guru dan peserta didikmaupun penguasaan materi dan kompetensi bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan dengan menggunakan penerapan pembelajaran kontekstual strategi inquiry dan questioning dalam upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik. Sebagai lokasi penelitian, peneliti memilih meneliti siswa keahlihan administrasi perkantoran kelas XI APk 2 di SMK Muhammadiyah 3 Singosari Kabupaten Malang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri atas tiga siklus. Ketiga siklus tersebut di tempuh selama sembilan kali pertemuan. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan evaluasi, serta analisis dan refleksi. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengertian rapat, tujuan dan jenis-jenis rapat, syarat-syarat rapat, unsure-unsur dalam rapat, teknik-teknik menyelenggarakan rapat, identifikasi keperluan rapat dan macam-macam tata ruang rapat. Subjek penelitian ini adalah siswa program keahlian administrasi perkantoran kelas XI APk 2,.di SMK Muhammadiyah 3 Singosari yang terdiri dari 33 siswa dengan 5 siswa laki-laki dan 28 siswa perempuan. Data yang diperoleh meliputi pengelolaan pembelajaran guru, penilaian kinerja kelompok, hasil peserta didik. Prosedur pengumpulan data menggunakan lembar observasi, catatan lapangan, angket, dan test. Pada penelitian ini dibagi menjadi lima tahap kegaiatan: pertama, Penyampaian dan Penjelasan Materi Berdasarkan Handout Siswa. Kedua, Pembuatan Studi Kasus dan Pembentukan Kelompok-kelompok Belajar Dalam Penyelesaian Masalah. Ketiga, Proses Diskusi dan Presentasi. Keempat, Pembuatan Kesimpulan. Kelima Post Test. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa, terbukti dengan meningkatnya nilai rata-rata kelas dalam setiap siklus. Meskipun nilai individu setiap siswa ada yang meningkat dan menurun tetapi nilai seluruh siswa sudah memenuhi SKM yaitu >70. Rata-rata perbandingannya 80,33 (sebelum penerapan siklus) : 84,94 (siklus I) : 85,15 (siklus II) : 85,16 (siklus III). Respon atas penelitian yang dilakukan tersebut juga mendapat tanggapan dari peserta didik dan guru bidang studi. Respon positif ditunjukkan oleh peserta didik dengan motivasi belajar yang sangat tinggi. Hal tersebut dikarenakan peserta didik mampu menguasai dan memahami materi yang dijelaskan tanpa ada rasa jenuh dan bosan karena metode pembelajaran yang digunakan membuat peserta didik lebih termotivasi dan lebih aktif dalam proses belajar mengajar. Respon senang juga diungkapkan oleh guru bidang studi sekaligus observer. Karena menurut guru bidang studi dengan penerapan metode kontekstual strategi inquiry dan questioning pada mata diklat melakukan dan melaksanakan pertemuan akan menuntut siswa lebih aktif dalam belajar tanpa ada rasa jenuh dan sia-sia dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diajukan adalah pertama, bagi guru yaitu Penggunaan model pembelajaran strategi Inquiry dan questioning dalam proses pembelajaran dapat dijadikan sebagai alternatif dalam melakukan praktek belajar mengajar. Kedua, bagi sekolah yaitu sarana dan prasarana (OHP) yang dapat menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Ketiga, bagi peneliti selanjutnya dapat menerapkan model pembelajaran kontekstual strategi inquiry dan questioning dengan menggunakan kompetensi atau mata pelajaran lain yang berbeda.

Rasio keuangan dan economic value added (EVA) sebagai alat untuk mengukur kinerja perusahaan sebelum dan sesudah privatisasi (Studi pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk yang Listing di BEI) / Yeny Dwi Puspitasari

 

ABSTRAK Puspitasari, Yeny Dwi. 2008. Rasio Keuangan dan Economic Value Added (EVA) Sebagai Alat Untuk Mengukur Kinerja Perusahaan Sebelum dan Sesudah Privatisasi (Studi Kasus Pada PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Yang Listing di BEI. Skripsi. Program Studi Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Subagyo, SE, SH, M.M., (2) Dr. H. Agung Winarno, M.M. Kata Kunci : Rasio Keuangan, Economic Value Added (EVA), Kinerja Keuangan, Privatisasi Era globalisasi yang sedang dialami saat ini membawa pengaruh yang cukup besar, terutama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Perubahan ini berpengaruh juga pada sektor bisnis. Para pelaku bisnis di Indonesia dituntut untuk dapat bersaing di pasar global. Hal ini mengakibatkan semakin ketatnya persaingan bisnis antara berbagai jenis perusahaan. Adanya persaingan yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk meningkatkan pengembangan dan perbaikan dalam kinerja keuangan perusahaannya. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan cara privatisasi. Privatisasi adalah pengalihan peranan pemerintah pada swasta dalam hal pemilikan, pembiayaan, pelaksanaan produksi, manajemen dan lingkungan bisnis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan analisis rasio keuangan dan Economic Value Added (EVA) dalam mengukur kinerja perusahaan sebelum dan sesudah privatisasi, yaitu (1) perbedaan kinerja keuangan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk yang listing di Bursa Efek Indonesia antara sebelum dan sesudah privatisasi dilihat dari rasio keuangan. (2) perbedaan kinerja keuangan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk yang listing di Bursa Efek Indonesia antara sebelum dan sesudah privatisasi dilihat dari Economic Value Added (EVA). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data berupa laporan keuangan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk tahun 1998 sampai dengan tahun 2007 yang telah listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) sehingga keakuratan datanya terjamin. Metode pengumpulan data diperoleh dengan teknik dokumentasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa ditinjau dari analisis rasio keuangan PT Telkom, Tbk. Apabila dilihat dari rasio likuiditas terdapat perbedaan kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah privatisasi. Rasio leverage tidak terdapat perbedaan kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah privatisasi. Rasio aktivitas tidak terdapat perbedaan kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah privatisasi dan rasio profitabilitas tidak terdapat perbedaan kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah privatisasi. Secara keseluruhan diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah privatisasi. Sehingga dari sinilah terlihat bahwa tujuan perusahaan untuk meningkatkan kinerja keuangannya dengan privatisasi belum tercapai. Sedangkan bila ditinjau dari analisis Economic Value Added (EVA) PT Telkom, Tbk memiliki kinerja keuangan yang sangat baik. Dimana selama 10 tahun berturut-turut PT Telkom, Tbk mampu menciptakan nilai Economic Value Added (EVA) yang positif atau EVA > 0 meskipun nilainya mengalami fluktuasi. Hal ini berarti PT Telkom, Tbk memiliki nilai tambah ekonomis dan mampu memenuhi harapan para investornya. Dalam mengukur kinerja keuangan PT Telkom, Tbk lebih efektif menggunakan analisis Economic Value Added (EVA) guna memaksimumkan nilai perusahaan. Dari hasil analisis yang dilakukan maka saran yang dapat disampaikan kepada investor, tidak perlu khawatir bila akan menanamkan modalnya pada perusahaan ini, karena PT Telkom, Tbk mempunyai kinerja keuangan yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya kepada penyandang dana terutama pemegang saham. Selanjutnya kepada perusahaan disarankan untuk tetap mempertahankan atau meningkatkan nilai rasio keuangan dan Economic Value Added (EVA) karena keduanya saling melengkapi.

Penerapan pembelajaran kooperatif model think pair share (TPS) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa mata diklat bekerjasama dengan kolega pelanggan pada kelas X APK di SMK Wighneswara Wlingi Blitar / Anita Rahmawati

 

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah pada proses pembelajaran yang lebih menekankan pada kemampuan penalaran siswa. Think Pair Share (TPS) merupakan pendekatan yang mengacu pada pembelajaran ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share (TPS) dan tingkat motivasi serta hasil belajar siswa mata diklat bekerjasama dengan kolega pelanggan di SMK Wighneswara Wlingi Blitar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Siklus I dan Siklus II di tempuh selama dua kali pertemuan. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Tindakan yang diberikan pada siklus I dan siklus II berupa penerapan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share (TPS). Hasil penelitian penerapan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share (TPS) adalah sebagai berikut: (1) penerapan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share (TPS) dilihat dari aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 8,75 yaitu dari 78 menjadi 86,75 dengan kategori baik; (2) Motivasi belajar siswa dibagi dalam dua sumber yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik; (3) hasil belajar siswa dinilai berdasarkan hasil tes tulis yang mengalami peningkatan rata-rata kelas sebesar 8,75 yaitu dari 71,25 menjadi 80 dan daya serap klasikal meningkat sebesar 25 yaitu dari 65 menjadi 90. Adanya peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa dipengaruhi oleh peran guru atau peneliti di dalam kelas saat menerapkan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share (TPS). Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif model Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar sehingga dapat digunakan sebagai variasi model pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti mengajukan saran: (1) bagi guru mata diklat dapat menjadikan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share (TPS) untuk meningkatkan motivasi serta hasil belajar di kelas; (2) sekolah perlu menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung proses belajar mengajar; (3) bagi peneliti berikutnya, hendaknya dapat menerapkan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) ini pada mata diklat lain

Persepsi mahasiswa terhadap internet sebagai sumber belajar dalam menunjang perkuliaan di jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / Dian Alifatin Nur Rahmah

 

Kehadiran Internet dengan segala sifat dan karakteristiknya yang khas, telah dipandang sebagai sumber belajar (sumber informasi) masa depan. Internet mempunyai banyak potensi yang dapat mendukung proses pendidikan yang lebih baik. Namun sejauh ini tentang kehadiran Internet dan manfaatnya dalam menunjang perkuliahan belum ditindak lanjuti lebih jauh dalam suatu penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa mengenai: (1) kendala-kendala pemanfaatan Internet sebagai sumber belajar, (2) peranan informasi Internet sebagai sumber belajar (sumber informasi), (3) fasilitas internet yang telah tersedia oleh FE-UM, dan (4) pola pemanfaatan Internet sebagai sumber belajar dalam menunjang perkuliahan. Jenis atau rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah persentase. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan akuntansi angkatan tahun 2005 dan 2006 FE-UM tahun ajaran 2007/2008, sedangkan teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel sebesar 110 mahasiswa. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa (1) persepsi mahasiswa prodi pendidikan akuntansi angkatan tahun 2005 dan 2006 jurusan akuntansi FE-UM terhadap kendala pemanfaatan Internet sebagai sumber belajar adalah dalam kategori memberatkan sebesar 58.2%; (2) persepsi mahasiswa prodi pendidikan akuntansi angkatan 2005 dan 2006 jurusan akuntansi FE-UM terhadap peranan Internet sebagai sumber belajar (sumber informasi) adalah dalam kategori penting sebesar 69.1%; (3) penilaian mahasiswa prodi pendidikan akuntansi angkatan 2005 dan 2006 terhadap pelayanan Internet di FE-UM adalah cukup baik sebesar 61.8%; (4) pola pemanfaatan Internet di FE-UM adalah kurang memenuhi sebesar 64.5%. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah: (1) agar mahasiswa lebih giat dalam memanfaatkan Internet sebagai sumber belajar yang dapat menunjang perkuliahan secara optimal, (2) Mahasiswa lebih aktif meningkatkan kemampuannya, (3) FE-UM perlu memperbaiki fasilitas Internet yang ada sekarang, (4) FE-UM lebih sering mengadakan pelatihan-pelatihan Internet bagi dosen dan mahasiswa, dan (5) bagi peneliti yang mempunyai keinginan mengadakan penelitian sejenis disarankan untuk menggunakan populasi dan sampel penelitian yang lebih luas serta menambah variabel penelitian

Pembelajaran Kerajinan Tangan dan Kesenian Sekolah dasar di Kota Blitar (Studi Multi Kasus di SD Negeri Sananwetan III, SD Negeri Pakunden II, dan SD Negeri Ngadirejo II di Kota Blitar) / oleh Pratignyo Yitnosutomo

 

Pengaruh komitmen organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan (Studi pada CV. Berlian Utama Plosokandang-Tulungagung) / Nanang Tia Akhmadi

 

Dewasa ini, seiring dengan kemajuan zaman dan pertumbuhan perekonomian yang cukup tinggi mengakibatkan peningkatan taraf hidup rakyat dan juga persaingan di dunia bisnis. Perusahaan kini semakin menyadari bahwa aset yang paling bernilai dan memiliki kemampuan adaptasi yang fleksibel adalah sumber daya manusia. Untuk mendapatkan kepuasan kerja yang tinggi sehingga para karyawan mempunyai komitmen terhadap organisasi yang tinggi, maka karyawan harus dimotivasi untuk meningkatkan prestasi kerjanya. Suatu cara untuk memotivasi karyawan agar komitmen organisasi dan kepuasan kerja . Karena dengan adanya komitmen organisasi yang tinggi berarti perusahaan itu telah menunjukkan komitmen terhadap karyawann melalui komitmen afektif, komitmen berkelanjutan dan, komitmen berdasar norma. Sehingga dengan adanya karyawan yang puas , maka mereka akan memiliki komitmen terhadap organisasi yang tinggi pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara: (1) Bagaimana komitmen organisasi yang mencakup komitmen afektif, komitmen berkelanjutan dan, komitmen berdasar norma di CV. Berlian Utama Plosokandang, (2) Untuk menjabarkan pengaruh komitmen afektif terhadap kepuasan kerja karyawan di CV. Berlian Utama Plosokandang, (3) Untuk menjabarkan komitmen berkelanjutan terhadap kepuasan kerja karyawan CV. Berlian Utama Plosokandang, (4) Untuk menjabarkan komitmen berdasar norma terhadap kepuasan kerja karyawan di CV. Berlian Utama Plosokandang, (5) Untuk menjabarkan komitmen afektif, berkelanjutan dan berdasar norma secara simultan terhadap kepuasan kerja karyawan di CV. Berlian Utama Plosokandang, (6) Untuk menjabarkan komitmen organisasi manakah yang dominan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan CV. Berlian Utama Plosokandang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian assosiatif yaitu penelitian yang digunakan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh antara dua variabel atau lebih. Populasi yang dipilih adalah adalah karyawan CV. Berlian Utama Plosokandang-Tulungagung 55 orang. Kemudian dengan menggunakan rumus Infinite Population dari buku Business Statistics for Management and Economics, Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan menggunakan instrumen kuesioner. Skala yang digunakan adalah skala Likert dengan 5 (lima) pilihan jawaban. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dokumentasi, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Sedangkan untuk menguji kelayakan regresi, dilakukan uji asumsi klasik, dan keseluruhan analisis ini menggunakan bantuan program SPSS 10.0 for Windows. Hasil penelitian ini adalah: (1) 16 responden (40%) menyatakan kondisi komitmen organisasi CV. Berlian Utama Tulungagung berdasarkan komitmen afektif adalah cukup tinggi; (2) 19 responden (47,5%) menyatakan kondisi komitmen organisasi CV. Berlian Utama Tulungagung berdasarkan komitmen berkelanjutan adalah sangat tinggi; (3) 23 responden (57,5%) menyatakan kondisi komitmen berdasar norma CV. Berlian Utama Plosokandang Tulungagung berdasarkan komitmen berdasar norma adalah sangat tinggi. Berdasarkan hasil analisis regresi secara parsial didapatkan nilai thitung 2,355 < ttabel 1,854 atau Signifikansi t 0,024 > 0,05. Dengan demikian variabel komitmen afektif berpengaruh positif yang signifikan terhadap kepuasan kerja. Variabel komitmen berkelanjutan (X2) didapatkan nilat thitung 3,340 < ttabel 1,854 atau Signifikansi t 0,002 > 0,05. Dengan demikian variabel komitmen berkelanjutan berpengaruh positif yang signifikan terhadap kepuasan kerja. Variabel komitmen berdasar norma (X3) didapatkan nilai thitung 5,746 < ttabel 1,854 atau Signifikansi t 0,000 > 0,05. Dengan demikian variabel komitmen berdasar norma berpengaruh positif yang signifikan terhadap kepuasan karyawan. Sedangkan secara simultan didapatkan nilai Fhitung 61,664 > Ftabel 2,38 atau Signifikansi t 0,000 < 0,05. Dengan demikian variabel komitmen afektif, berkelanjutan dan berdasar norma berpengaruh positif yang signifikan secara simultan terhadap kepuasan karyawan. Sumbangan Efektif (SE) yang terbesar adalah variabel komitmen berdasar norma yaitu sebesar 51,54%. Selain itu diketahui R Square = 0,837 yang artinya korelasi atau hubungan antara variabel bebas adalah kuat. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) kondisi komitmen afektif berdasarkan variabel komitmen organisasi, responden menyatakan cukup tinggi; (2) kondisi komitmen organisasi berdasarkan variabel komitmen berkelanjutan, responden menyatakan sangat tinggi; (3) kondisi komitmen organisasi berdasarkan variabel komitmen berdasar norma, responden menyatakan sangat tinggi. Secara parsial dapat disimpulkan bahwa: (1) Ada pengaruh positif yang signifikan komitmen afektif terhadap kepuasan kerja di CV. Berlian Utama Tulungagung; (2) Ada pengaruh positif yang signifikan komitmen berkelanjutan terhadap kepuasan kerja di CV. Berlian Utama Tulungagung; (3) Ada pengaruh positif yang signifikan komitmen berdasar norma terhadap kepuasan kerja di CV. Berlian Utama Tulungagung. Sedangkan secara simultan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan komitmen afektif, berkelanjutan dan berdasar norma secara simultan terhadap kepuasan karyawan di CV. Berlian Utama Tulungagung. Sedangkan SE terbesar yang mempengaruhi kepuasan pelanggan adalah komitmen berdasar norma. Berdasarkan hasil tersebut, saran untuk CV.Berlian Utama Tulungagung yaitu senantiasa meningkatkan komitmen organisasi agar para karyawan akan merasakan kepuasan yang maksimal sesuai dengan yang diharapkan dari kedua pihak, yaitu atasan dan bawahan dapat terwujud.

Pengaruh return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) terhadap capital adequacy ratio (Car) pada Bank yang go publik di Bursa Efek Indonesia 2005-2007 / Sari Puspa Wiyono

 

Dalam perekonomian bank mempunyai peranan yang sangat penting. Bank merupakan lembaga yang dapat mempengaruhi kondisi perekonomian dan merupakan alat pelaksana kebijakan moneter pemerintah. Bank-bank umum menjadi mediator dalam mempengaruhi jumlah uang yang beredar dan merupakan sasaran kebijakan moneter. Kegiatan ini menyebabkan bank sangat berbeda dengan lembaga keuangan lainnya dalam sistem keuangan. Beberapa kinerja bank yang diukur berdasarkan rasio laporan keuangan adalah Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) . Return On Asset adalah kemampuan perbankan untuk memperoleh laba atas sejumlah asset yang dimiliki oleh bank. Return On Equity adalah indikator kemampuan perbankan dalam mengelola modal yang tersedia untuk memperoleh laba bersih. Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah rasio yang memperlihatkan seberapa besar jumlah seluruh aktiva bank yang mengandung resiko (kredit, penyertaan, surat berharga, tagihan pada bank lain) ikut dibiayai dari modal sendiri, disamping memperoleh dana-dana dari sumber-sumber diluar bank. Bank Indonesia menggunakan CAR untuk mengelompokkan tingkat kesehatan bank, disamping NPL. Dalam Bank Indonesia tercatat 128 bank konvensional yang terdiri dari 5 bank pemerintah dan 123 bank swasta. Dari 128 bank konvensional tersebut hanya 27 bank yang tercatat dalam bursa efek Indonesia. Sehingga populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 27 bank. Penelitian ini tidak dilakukan terhadap populasi, tetapi diambil sebagian dari populasi sehingga penelitian terhadap sampel. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Purposive sampling adalah suatu teknik penentuan sampel berdasarkan kriteria teertentu untuk tujuan tertentu. Dari kriteria-kriteria yang telah ditentukan maka diperoleh 12 bank sebagai sampel. Berdasarkan pengujian hipotesis uji t, variabel ROA (X1) dan ROE (X2) masing-masing memilikki pengaruh secara parsial terhadap variabel CAR. Sedangkan dari hasil pengujian hipotesis uji F, terdapat pengaruh secara simultan antara variabel ROA (X1) dan ROE (X2) terhadap variabel CAR. Variabel ROA (X1) mempunyai pengaruh dominan terhadap CAR. Dari hasil penelitian ini dapat disarankan untuk penelitian yang sama dimasa mendatang diharapkan dapat memperbaiki penggunaan rasio keuangan yang meliputi ROA, ROE, dan CAR agar diperoleh data yang lebih relevan. Serta sebaiknya sampel dan periode pengamatan digunakan ditambahkan agar penelitian lebih akurat. Serta faktor-faktor lain yang tidak dipertimbangkan dalam penelitian ini agar lebih diperhatikan.

Hubungan antara pola asuh orang tua dan self-disclosure (pengungkapan diri) siswa SMP Negeri di kota Malang / Indra Dewi Sery Yusuf

 

Pengaruh kualitas layanan koperasi terhadap partisipasi anggota KPRI "MES" Bantur Kecamatan Bantur Kabupaten Malang / Rara Ajeng D.M.Y.

 

Kata Kunci: Kualitas Layanan, Partisipasi Anggota Koperasi sebagai suatu gerakan ekonomi rakyat mempunyai peranan yang besar bagi bangsa Indonesia dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, terutama bagi masyarakat yang menjadi anggota koperasi yang secara otomatis memiliki kepentingan untuk memanfaatkan koperasi. Keikutsertaan anggota dalam memanfaatkan koperasi sangat dibutuhkan oleh koperasi, karena partisipasi anggota mempunyai peran yang cukup besar terhadap pengembangan dan pertumbuhan koperasi.Pelayanan yang baik diharapkan akan dapat meningkatkan partisipasi anggota yang berperan sebagai pemilik dan sebagai pelanggan koperasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan terhadap partsipasi anggota KPRI MES Kecamatan Bantur Kabupaten Malang, Untuk mengetahui bagaimana kualitas layanan kredit pada unit usaha simpan pinjam KPRI MES Kecamatan Bantur Kabupaten Malang, dan untuk mengetahui tingkat partisipasi anggota koperasi dalam bertransaksi pada unit usaha simpan pinjam KPRI MES Kecamatan Bantur Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan di KPRI MES Kecamatan Bantur Kabupaten Malang. Populasi dalam penelitian ini sebesar 355 anggota dengan menggunakan teknik pengambilan sampel dan diambil sampel 20% sehingga didapat 71 responden. Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah kualitas layanan (X), sedangkan variabel terikatnya adalah partisipasi anggota (Y). Untuk mengetahui besarnya kualitas layanan dan besarnya partisipasi anggota maka digunakan analisis deskriptif dan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara kualitas layanan dengan partisipasi anggota maka digunakan analisis regresi sederhana. Hasil diperoleh dari analisis dengan bantuan SPSS 16.00 for windows.Dari analisis deskriptif diketahui bahwa 54 responden (76%) menyatakan bahwa tingkat kualitas layanan koperasi adalah baik. Sedangkan partisipasi anggota adalah tinggi yang ditunjukkan oleh 35 responden (49%) menjawab partisipasi anggota adalah tinggi.Untuk pengaruh antara kualitas layanan terhadap partisipasi anggota diperoleh besarnya nilai t = 2.708 dengan taraf kepercayaan 5% dan nilai signifikansi t= 0.009.Hal ini membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kualitas layanan terhadap partisipasi anggota. 1. Dari hasil penelitian maka disarankan: (1) Mengatur kembali sistem pengawasan terhadap pemberian pinjaman pada anggota dengan benar- benar memperhatikan kondisi ekonomi anggota. (2) Meningkatkan kinerja pengurus dalam mengelola bidang usaha simpan pinjam KPRI. (3) Mempertahankan dan meningkatkan kualitas karyawan. (4) Partisipasi anggota yang relatif sudah baik hendaknya harus lebih ditingkatkan kembali.(5) Bagi peneliti lanjutan , penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk mengadakan penelitian selanjutnya dengan Variabel dan subyek yang lebih luas.

Pengaruh minat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni musik terhadap hasil belajar seni budaya dan keterampilan (SBK) siswa SDN Pesanggrahan 02 Kota Batu / Eka Yusi Ferawati

 

Kata kunci: pengaruh, minat, ekstrakurikuler seni musik, hasil belajar. Rendahnya hasil belajar Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) khususnya seni musik disebabkan oleh kurangnya minat siswa terhadap mata pelajaran tersebut, selain itu siswa belum diberikan kesempatan untuk mengapresiasi karya seni. Untuk meningkatkan minat siswa tersebut dapat melalui kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan kegiatan tambahan di luar jam pelajaran yang bertujuan untuk memperkaya dan memperluas wawasan pengetahuan dan kemampuan siswa. Ekstrakurikuler drum band merupakan perpanjangan dari mata pelajaran SBK khususnya bahan ajar seni musik. Dalam ekstrakurikuler drum band siswa dapat menambah pengetahuan tentang musik dan juga menyalurkan bakatnya dibidang musik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat siswa pada kegiatan ekstrakurikuler seni musik, mendeskripsikan hasil belajar pada mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan, serta mengetahui seberapa besar pengaruh minat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni musik terhadap hasil belajar Seni Budaya dan Keterampilan siswa SDN Pesanggrahan 02 Kota Batu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan variabelnya minat mengikuti ekstrakurikuler seni musik dan hasil belajar SBK. Sampel penelitiannya semua siswa yang mengikuti ekstrakurikuler seni musik sebanyak 38 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu angket dan lembar penilaian uji praktik hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan yaitu rumus presentase dan teknik analisis regresi sederhana. Kemudian dilakukan uji hipotesis untuk menentukan penerimaan atau penolakkan hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa tertarik dengan kegiatan ekstrakurikuler drum band. Minat yang tinggi ditunjukan dengan keikutsertaan dan berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi saat dilakukannya uji praktik yaitu kondisi psikologis siswa dan kondisi lingkungan sehingga hasil belajar siswa masuk dalam klasifikasi ratarata. Dari hasil perhitungan mengunakan analisis regresi sederhana diperoleh keofisien korelasi antara hasil belajar dengan minat adalah sebesar 0,133 dan nilai Sig sebesar 0,212. Nilai Sig lebih besar dari alpha (0,05). Hal ini berarti bahwa koefisien korelasi tidak signifikan secara statistik. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh kesimpulan bahwa Ho diterima yang artinya koefisien determinasi tidak signifikan secara statistik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan (1) Minat siswa pada kegiatan ekstrakurikuler seni musik drum band tinggi, (2) Hasil belajar Seni Budaya dan Keterampilan uji praktik memainkan alat musik rata-rata, (3) Tidak ada pengaruh yang signifikan antara minat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni musik terhadap hasil belajar Seni Budaya dan Keterampilan. Hal tersebut bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya jenis lagu yang digunakan berbeda, jenis alat musik yang dimainkan berbeda, ketukan (beat) yang digunakan berbeda, serta tempo yang berbeda. Berdasarkan hal tersebut dapat disarankan (1) Siswa juga perlu diberi kesempatan untuk mencoba memainkan alat musik yang berbeda-beda agar siswa tidak terpaku dengan satu jenis alat musik saja, (2) Guru harus dapat menciptakan pembelajaran musik yang kreatif dan menyenangkan (3) Perlu adanya kebijakan dari pihak sekolah untuk meningkatkan, mengembangkan, dan memfasilitasi matapelajaran agar memperoleh hasil yang optimal.

Penggunaan metode inkuiri untuk meningkatkan prestasi belajar kompetensi dasar mendeskripsikan sifat-sifat cahaya pada mata pelajaran IPA siswa kelas V SDN Temayang Kecamatan Kerek Tuban / Melinda Olifia Sahara

 

SDN Temayang adalah salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban. Berdasarkan observasi di kelas V dan wawancara dengan kepala sekolah dan guru kelas V pada tanggal 13 september 2008, diketahui bahwa terdapat beberapa permasalahan pada pembelajaran IPA di kelas tersebut. Permasalahan tersebut antara lain (1)Guru mendominasi pembelajaran, (2) guru sering bergantung pada buku teks, (3) Siswa kurang aktif dalam mencari pengetahuannya sendiri, siswa cenderung pasif dan hanya menuggu pemberian materi oleh guru, serta siswa terkadang berbicara dengan teman ketika dijelaskan oleh guru, (4) Penilaian hasil belajar siswa lebih cenderung pada aspek kognitif. Dari semua permasalahan diatas yang paling utama adalah prestasi belajar IPA siswa yang berada di bawah standar yang ditetapkan KTSP. Oleh karena itu pada penelitian ini dicoba untuk menangani rendahnya prestai belajar siswa dengan menerapkan metode inkuiri dalam pembelajaran IPA, Melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran IPA kompetensi dasar mendeskripsikan sifat-sifat cahaya dengan menggunakan metode inkuiri di SDN Temayang Kecamatan Kerek Tuban, Memaparkan peningkatan prestasi belajar IPA dengan menggunakan metode inkuiri dan memaparkan tanggapan guru dan siswa terhadap penerapan metode inkuiri dalam pembelajaran. Metode inkuiri memiliki berbagai kelebihan yang pada dasarnya dapat mengatasi permasalahan yang ditemukan pada SDN Temayang Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban, sehingga metode inkuiri digunakan dalam pembelajarn di sekolah ini. Diharapkan dengan pembelajaran yang diterapkan melalui penelitian ini dapat meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas V SDN Temayang Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban. Penelitian ini dilakukan selama 5 bulan sejak September 2008 sampai dengan Januari 2009. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan Taggrat yang terdiri atas empat fase, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SDN Temayang Kecamatan kerek Kabupaten Tuban yang terdiri dari 28 siswa. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa telah terjadi peningkatan prestasi belajar sisa terbukti dari rata-rata nilai pretes siswa dalam satu kelas pada awalnya rendah yaitu hanya mencapai 52,5 tetapi nilai postes siswa setelah diterapkan metode inkuiri dalam pembelajaran meningkat menjadi 88,27. Selain dari nilai pretes dan postes siswa, peningkatan prestasi siswa juga bisa dilihat dari nilai evalusai yang diberikan oleh guru yaitu pada waktu siklus I pertemuan I nilai siswa hanya mencapai 56,4 dan pada waktu pertemuan ke II rata-rata nilai siswa mengalami peningkatan tetapi masih tergolong rendah yaitu hanya mencapai 64,2 dan pada saat siklus II pertemuan I rata-rata nilai siswa sudah mulai membaik dengan meningkat menjadi 75 dan pada pertemuan II di siklus II rata-rata nilai siswa meningkat lagi menjadi 80 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode inkuiri dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa kelas V SDN Temayang Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban. Namun demikian nampaknya masih diperlukan upaya-upaya lebih lanjut dalam meningkatkan prestasi belajar siswa disekolah tersebut yaitu dengan cara guru tetap menerapkan metode inkuiri disetiap pembelajaran IPA.

Pengaruh perputaran modal kerja dan investasi aktiva tetap terhadap return perusahaan (Studi kasus pada PT Perkebunan X (Persero) Pabrik Gula Tjoekir) / Rahmawati Virdaus

 

ABSTRAK Virdaus, Rahmawati. Pengaruh Perputaran Modal Kerja Dan Investasi Aktiva Tetap Terhadap Return Perusahaan (Studi Kasus Pada Pt Perkebunan X (Persero) Pabrik Gula Tjoekir).Skripsi. Program Studi Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Subagyo, S.E, S.H., M.M., (II) Dr. H. Agung Winarno, M.M. Kata kunci: Perputaran Modal Kerja, Investasi Aktiva Tetap, Return Perusahaan Ada banyak cara yang dilakukan perusahaan untuk mencapai tujuannya, salah satu cara yang biasa dilakukan oleh perusahaan adalah dengan mengelola aset-aset yang dimiliki agar dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga mendapatkan keuntungan yang optimal. Dengan kepemilikan aset tersebut diharapkan telah sesuai dengan kebutuhan Karena apabila terlalu banyak akan menyebabkan adanya dana yang menganggur dan apabila terlalu sedikit akan menghambat proses produksi perusahaan. Piutang perusahaan merupakan elemen yang penting bagi perusahaan karena dalam kondisi persaingan yang semakin tajam memaksa perusahaan berlomba untuk memberikan kemudahan dalam persyaratan penjualan. Semakin lama syarat pembayarannya makin lama pula modal terikat dalam piutang, sehingga makin rendah tingkat efisiensi modal yang ditanamkan dalam piutang. Sedangkan persediaan yang tampak dengan adanya perputaran persediaan yang relatif cepat akan mengindikasikan bahwa stok persediaan lebih produktif dan investasi dengan tingkat pengembalian tinggi. Investasi aktiva tetap merupakan penambahan aktiva tetap baru untuk memperlancar proses produksi perusahaan dengan harapan agar memperoleh tambahan tingkat pengembalian atau untuk mengganti aktiva tetap yang lama yang telah habis masa produksinya. Penambahan aktiva tetap harus sesuai dengan kebutuhan karena apabila terlalu banyak akan menyebabkan adanya dana yang menganggur dan apabila terlalu sedikit akan menghambat proses produksi. Penelitian ini digolongkan ke dalam penelitian asosiatif yaitu penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data laporan keungan bulanan mulai bulan juni sampai desember tahun 2003-2007 sebanyak 35 data. teknik sampling yang digunakan yaitu Purposive Sampling. Jenis data yang digunakan adalah data kuantutatif dan merupakan data sekunder yang diperoleh dari PG Tjoekir dengan cara meminta izin kepada manajer personalia dan dengan magang selama 8 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel perputaran piutang secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap Return On Assets (ROA), sedangkan perputaran persediaan dan investasi aktiva tetap secara parsial tidak berpengaruh terhadap Return On Assets (ROA). Akan tetapi secara simultan perputaran piutang, perputaran persediaan dan investasi aktiva tetap berpengaruh terhadap Return On Assets (ROA) Pada peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah variabel, menambah jumlah sampel perusahaan serta peneliti juga bisa menggunakan sampel perusahaan sektor usaha tertentu dengan memperluas periode pengamatan sehingga hasilnya dapat lebih menentukan untuk dapat meningkatkan Return On Assets perusahaan (ROA).

Pengaruh variasi kuat magnet serta putaran mesin terhadap konsumsi bahan bakar spesifik mesin diesel berbahan bakar campuran minyak jarak dan solar / Hendrik Fajar Trisila

 

ABSTRAK Fajar Trisila, Hendrik 2008. Pengaruh Variasi Kuat Medan Magnet Serta Putaran Mesin Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Spesifik Mesin Diesel Berbahan Bakar Campuran Minyak Jarak dan solar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UM. Pembimbing: (I) Sukarni, S. T., M. T.; (II) Dr. Marji, M. Kes. Kata Kunci: Konsumsi Bahan Bakar Spesifik, Kuat Medan Magnet, Putaran Mesin. Krisis energi yang terjadi di dunia khususnya dari bahan bakar fosil yang bersifat non renewabel disebabkan dari semakin menipisnya cadangan minyak bumi. Cadangan sumber daya minyak bumi di Indonesia diperkirakan tinggal 9 milliar/barel dengan tingkat produksi 500 juta barel/tahun , maka cadangan bumi di Indonesia tinggal 18 tahun. Hal tersebut mengakibatkan meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) dan memicu kenaikan biaya hidup serta biaya produksi. Dengan dikeluarkanya Perpres No 5 Tahun 2006 perihal Kebijakan Energi Nasional yang bertujuan mengembangkan energi yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat secara murah dan terjangkau. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan dan mengembangkan sumber energi alternatif yang terbarukan. Salah satu dari energi alternatif tersebut ialah bahan bakar nabati, misal : tebu, jagung, dan ketela yang mampu menghasilkan bahan bakar sekelas premium, sedangkan minyak buah jarak sebagai pengganti minyak tanah dan solar. (Sumber: Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, V5. N5, Agustus 2003, hal. 169-172 /Humas-BPPT/ANY) Selain ditemukannya berbagai sumber energi alternatif, pada tahun 2007 beredar alat tambahan yang berupa magnet bahan bakar untuk meningkatkan performansi dan efisiensi motor bakar diesel. Dengan magnetisasi, terjadi keteraturan molekul pada hidrokarbon dari bahan bakar tersebut sehingga memudahkan terjadinya reaksi tumbukan dan pembakaran akan menjadi lebih sempurna. Tingkat kesempurnaan pembakaran merupakan salah satu hal yang dapat memperbaiki unjuk kerja mesin. Selain itu, diperlukan uji kelayakan pemasangan magnet, misalnya pengaruhnya terhadap konsumsi bahan bakar spesifik (Anang Sugianto, 2007) Dengan latar belakang tersebut, kemudian muncul permasalahan seberapa besar kuat medan magnet yang dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar spesifik pada mesin diesel berbahan bakar campuran minyak jarak dan solar. Permasalahan tersebut dapat dirumuskan apakah ada perbedaan yang signifikan konsumsi bahan bakar spesifik pada mesin diesel berbahan bakar campuran minyak jarak dan solar tanpa medan magnet dan menggunakan medan magnet 0,122 Tesla, 0,245 Tesla, dan 0,368 Tesla pada putaran mesin 1300 rpm, 1600 rpm, 1900 rpm, 2200 rpm, dan 2500 rpm. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan konsumsi bahan bakar spesifik pada mesin diesel berbahan bakar campuran minyak jarak dan solar tanpa medan magnet dan menggunakan medan magnet 0,122 Tesla, 0,245 Tesla, dan 0,368 Tesla pada putaran mesin 1300 rpm, 1600 rpm, 1900 rpm, 2200 rpm, dan 2500 rpm. Penelitian ini di lakukan di Laboratorium Motor Bakar FT Universitas Brawijaya Malang pada tanggal 12, dan 15 Desember 2008, dan di Laboratorium Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang pada tanggal 15 Desember 2008. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan faktorial (design faktorial). Sesuai dengan rumusan masalah dan jenis penelitian, teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif. Dalam menguji hipotesis yang diajukan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan konsumsi bahan bakar pada motor diesel antara tanpa medan magnet, menggunakan medan magnet 0,122 Tesla, 0,245 Tesla, dan 0,368 Tesla pada putaran 1300 rpm, 1600 rpm, 1900 rpm, 2200 rpm dan 2500 rpm dengan metode Anava dua jalur dengan taraf signifikan 0,05 dengan menggunakan program SPSS for Windows 13. Hasil penelitian ini menemukan (1) Ada pengaruh variasi kuat medan magnet terhadap konsumsi bahan bakar spesifik (SFCe) pada mesin diesel berbahan bakar campuran minyak jarak dan solar. Untuk variasi kuat medan magnet yang mengkonsumsi bahan bakar yang paling ekonomis adalah variasi kuat medan magnet 0,368 Tesla untuk semua putaran mesin (2) Ada pengaruh putaran mesin yang berbeda terhadap konsumsi bahan bakar sesuai variasi kuat medan magnet pada mesin diesel berbahan bakar campuran minyak jarak dan solar. (3) Penambahan kuat medan magnet pada saluran bahan bakar mesin diesel berbahan bakar campuran minyak jarak dan solar dengan variasi 0,122 T, 0,245 T, dan 0,368 T dapat memberikan pengaruh unjuk kerja motor diesel. Penambahan kuat medan magnet pada motor diesel berbahan bakar campuran minyak jarak dan solar dengan variasi 0,122 T, 0,245 T, dan 0,368 T pada putaran mesin 1600 dan 2500 dengan interval 300 rpm dapat meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar spesifik jika dibandingkan tanpa penambahan medan magnet. Untuk putaran 2500 rpm dengan variasi kuat medan magnet 0,122 T, 0,245 T, dan 0,368 T unjuk kerja mesin diesel empat langkah turun untuk semua parameter yang di hitung, dibandingkan dengan tanpa penambahan medan magnet. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variasi kuat medan magnet berpengaruh nyata terhadap konsumsi bahan bakar spesifik. Konsumsi bahan bakar spesifik pada putaran mesin bervariasi, terdapat perbedaan yang nyata untuk mesin diesel berbahan bakar campuran minyak jarak dan solar.

Pengaruh persepsi siswa tentang kebijakan ujian nasional, minat, dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XII Program Ilmu Sosial SMA Negeri 1 Pasuruan / Nunuk Suryanti

 

ABSTRAK Suryanti, Nunuk. 2008. Pengaruh Persepsi Siswa tentang Kebijakan Ujian Nasional, Minat, dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa kelas XII Program Ilmu Sosial SMA Negeri 1 Pasuruan. Skripsi. Jurusan Akuntansi Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Tuhardjo, S.E., M.Si. Ak. (2) Sriyani Mentari, S.Pd., M.M. Kata Kunci: Persepsi, Minat, Motivasi, dan Prestasi Belajar. Ujian Nasional merupakan persyaratan yang wajib ditempuh siswa untuk lulus dalam jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan dari persepsi siswa tentang Kebijakan Ujian Nasional terhadap prestasi belajar, kemudian untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari minat dan motivasi terhadap prestasi belajar. Populasi penelitian yang digunakan adalah siswa kelas XII program Ilmu Sosial SMA Negeri 1 Pasuruan dengan jumlah 61 siswa. Variabel dalam penelitian ini adalah persepsi siswa tentang kebijakan Ujian Nasional (X1), minat belajar (X2), motivasi belajar (X3), dan prestasi belajar (Y) dengan hipotesis penelitian sebagai berikut. (1) Ada pengaruh signifikan dari persepsi siswa tentang kebijakan Ujian Nasional terhadap prestasi belajar, (2) ada pengaruh yang signifikan dari minat belajar terhadap prestasi belajar, (3) ada pengaruh yang signifikan dari motivasi belajar terhadap prestasi belajar. Hasil pengujian hipotesis berdasarkan hasil analisis data, menyatakan bahwa (1) ada pengaruh yang signifikan dari persepsi siswa tentang kebijakan Ujian Nasional terhadap prestasi belajar, hal ini terbukti dari nilai Sig.t < α yaitu 0,000 < 0,05. (2) Ada pengaruh yang signifikan dari minat belajar siswa terhadap prestasi belajar, hal ini terbukti dari nilai Sig.t < α yaitu 0,000 < 0,05. (3) Terbukti ada pengaruh yang signifikan dari motivasi belajar terhadap prestasi belajar karena nilai nilai Sig.t < α yaitu 0,000 < 0,05. Untuk melihat apakah persepsi siswa tentang kebijaka Ujian Nasional, minat, dan motivasi belajar berpengaruh secara simultan terhadap prestasi belajar, berdasarkan analisis data dapat dilihat bahwa nilai Sig. F < α (0,000 < 0,05) itu berarti terbukti bahwa memang ada pengaruh secara simultan dari persepsi siswa tentang kebijaka Ujian Nasional, minat, dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar. Dari ketiga variabel bebas persepsi siswa tentang kebijakan Ujian Nasional (X1), minat (X2), dan motivasi belajar (X3) yang paling berpengaruh dominan terhadap prestasi belajar akuntansi (Y) adalah minat belajar akuntansi karena koefisien regresinya paling tinggi daripada koefisien regresi variabel-variabel yang lain. Saran yang diberikan penulis adalah (1) bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti dengan judul yang sama dengan subjek penelitian siswa kelas XII Program Ilmu Sosial, sebaiknya memperluas jumlah populasi yang akan diteliti karena penelitian ini hanya mengambil populasi dari siswa kelas XII Program Ilmu Sosial SMA Negeri 1 Pasuruan saja. (2) Guru bidang studi akuntansi dapat menggunakan metode pengajaran yang lebih menarik agar belajar terasa tidak membosankan dan menyenangkan dengan demikian dapat lebih meningkatkan minat siswa yang sudah mempunyai minat belajar yang tinggi dan dapat menjadikan siswa berminat bagi yang masih belum berminat dengan mata pelajaran akuntansi.

Hubungan antara rasa kesepian dengan tekanan darah (Sistolik) pada orang lansia di Panti Jumpo Tresna Werdha Wlingi Kabupaten Blitar / Nurmawestri

 

ABSTRAK Nurmawestri, Hubungan antara Rasa Kesepian dan Tekanan Darah (Sistolik) pada Lansia di Panti Jompo Tresna Werdha Wling, Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Alwisol, M.Pd, (II) Diantinie Ida Viatrie., S.Psi, M.Psi. Kata Kunci: Kesepian, Tekanan Darah Rasa Kesepian yang sering dialami oleh lansia sangat tinggi ditandai dengan merasa kehilangan keakraban dan perasaan kebersamaan, hilangnya kepercayaan pada diri sendiri, dan individu tidak mampu memberi dan menerima prilaku timbal balik dari orang lain. Tekanan darah adalah tekanan yang digunakan untuk mengedarkan darah dalam pembuluh darah dalam tubuh kita. Dalam pengukuran tekana darah ada dua angka yang di lihat, yaitu (1) Tekanan sistolik, ini merupakan jumlah tekanan dalam arteri ketika jantung berkontraksi dan melepaskan darah kedalam aorta, (2) Tekanan Distolik, ini merupakan tekanan yang masih ada arteri-arteri antara denyut jantung ketika jantung sedang santai dan jantung penuh dengan darah. Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui hubungan antara rasa kesepian dan tekanan darah (sistolik), (2) Mengetahui hubungan antara rasa kesepian dan tekanan darah (sistolik) pagi, (3) Mengetahui hubungan antara rasa kesepian dan tekanan darah (sistolik) sore, (4) Mengetahui hubungan antara rasa kesepian dan lamanya tinggal selama di panti. Penelitian dilakukan pada panti jompo Tresna Werdha Wlingi pada tanggal 7 Agustus sampai 26 Agustus 2008 dengan subjek penelitian 45 orang lansia. Rancangan yang digunakan adalah rancangan deskriptif komparatif dengan skala Kesepian yang disusun berdasarkan metode Rating yang Dijumlahkan dari Likert. Data dianalisis menggunakan dua teknik analisis deskriptif yaitu Uji Normalitas dan Uji Liniertitas dengan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan, (1) Ada hubungan yang signifikan antara rasa kesepian dan tekanan darah (Sistolik) pada lansia, dengan hasil hipotesa F=11,671 dengan sig=0,001<0,05, (2) Tidak ada hubungan antara kesepian dan tekanan darah (sistolik) pada pagi hari, dengan hasil hipotesa F=1,594 dengan sig=0,214>0,05, (3) Ada hubungan yang signifikan antara rasa kesepian dan tekanan darah (sistolik) pada sore hari, dengan hipotesa F=18,626 dengan sig=0,000<0,05. Kesimpulan yang didapat adalah adanya hubungan rasa kesepian terhadap tekanan darah pada lansia. Saran bagi lansia yang mengetahui tentang sindrom kesepian, hendaknya lebih memperhatikan kondisi kejiwaan, sehingga jika lansia merasa mengalami kesepian hendaknya dapat melakukan pencegahan, bagi keluarga yang mengetahui tentang sindrom kesepian dapat melakukan pencegahan atau pihak panti dapat memahami lansia dengan melakukan konseling. Untuk peneliti yang tertarik lebih jauh mengenai kesepian agar memperhatikan bahwa rasa kesepian itu tidak hanya dipengaruhi oleh tekanan darah saja, masih ada faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi timbulnya kesepian seperti faktor lingkungan, kasih sayang, kurangnya dukungan sosial, keluarga, emosi, tipe kepribadian, konsep diri, self esteem, dll. Banyaknya variabel yang mempengaruhi tingkat kesepian yang diderita oleh seseorang memberikan peluang untuk melakukan penelitian yang lebih variatif.

Penerapan model pembelajaran role playing pada mata diklat bekerjasama dengan kolega dan pelanggan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X-Penjualan 2 SMK Negeri 1 Pogalan / Wahyu Laili Syafa'ah

 

Pendidikan merupakan salah satu unsur penting dalam pembangunan nasional. Salah satu tujuan pembangunan adalah untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk itu, peran lembaga pendidikan sebagai media transformasi pengetahuan sangat penting untuk mewujudkan terbentuknya sumber daya manusia yang berdedikasi di berbagai bidang. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional di Indonesia, Departemen Pendidikan Nasional mengeluarkan beberapa kebijakan, salah satunya adalah kurikulum yang didefinisikan oleh Soedjadi (dalam Trianto, 2007:35) sebagai “sekumpulan pokok-pokok materi ajar yang direncanakan untuk memberi pengalaman tertentu kepada peserta didik agar mampu mencapai tujuan yang ditetapkan”. Seiring dengan perkembangan pengetahuan, kurikulum pun mengalami perubahan. Perjalanan penyempurnaan kurikulum pendidikan telah melalui jalan yang panjang, antara lain tahun 1970 menggunakan kurikulum PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional), Kurikulum 1994 yang biasa disebut dengan Kurikulum Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA), Kurikulum 2004 yang dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), dan pada tahun 2006, dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 Standar Nasional Pendidikan, Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi, Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan serta Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23, maka pada tahun ajaran 2007/2008 mulailah diterapkannya kurikulum 2006 yang dikenal dengan istilah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Mulyasa (2006:19) menyatakan bahwa ”Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.” Dalam hal ini, KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah efektif, produktif, dan berprestasi dengan cara pemberian otonomi luas pada setiap satuan pendidikan. Melalui penyempurnaan kurikulum tersebut, pemerintah berupaya untuk menciptakan lulusan pendidikan yang berkompeten dengan melakukan pengembangan dalam tiga hal tujuan pendidikan, yakni kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotorik (keterampilan).

Pengaruh perputaran piutang dan perputaran persedian terhadap return saham melalui profitabilitas pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang listing di BEI tahun 2005-2007 / Suci Ariana

 

ABSTRAK Ariana, Suci. 2009. Pengaruh Perputaran Piutang dan Perputaran Persediaan Terhadap Return Saham Melalui Profitabilitas Pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Listing di BEI Tahun 2005-2007. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo, M.M., (II) Dr. H. Agung Winarno, M.M. Kata kunci: Perputaran Piutang, Perputaran Persediaan, Profitabilitas (ROE), Return Saham. Tujuan perusahaan secara umum yaitu mencapai tingkat laba yang optimal. Laba yang diperoleh perusahaan dipengaruhi oleh banyak faktor dan umumnya diukur dengan rasio profitabilitas. Banyak variabel yang dapat digunakan untuk menentukan besarnya profitabilitas, di antaranya yaitu perputaran piutang dan perputaran persediaan. Kedua perputaran modal kerja ini dapat mempengaruhi profitabilitas perusahaan. Semakin cepat perputarannya, maka profitabilitas perusahaan juga semakin baik. Selain mencapai tingkat laba optimal, tugas lain dari perusahaan adalah memaksimalkan nilai perusahaan yang pada akhirnya akan berdampak pada return yang diterima oleh investor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perputaran piutang dan perputaran persediaan terhadap return saham melalui profitabilitas pada perusahaan makanan dan minuman yang listing di BEI tahun 2005-2007. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perputaran piutang, perputaran persediaan, dan profitabilitas (ROE). Sementara itu, variabel terikat adalah return saham. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan teknik purposive sampling dan teknik analisisnya menggunakan teknik analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi perputaran piutang pada perusahaan makanan dan minuman yang listing di BEI tahun 2005-2007 berfluktuatif dengan trendline meningkat secara landai. Kondisi perputaran persediaan pada perusahaan makanan dan minuman yang listing di BEI tahun 2005-2007 berfluktuatif dengan trendline meningkat tidak terlalu tajam. Kondisi profitabilitas (ROE) pada perusahaan makanan dan minuman yang listing di BEI tahun 2005-2007 berfluktuatif dengan trendline menurun tidak terlalu tajam. Kondisi return saham pada perusahaan makanan dan minuman yang listing di BEI tahun 2005-2007 berfluktuatif dengan trendline meningkat agak tajam. Perputaran piutang tidak berpengaruh terhadap return saham baik secara langsung maupun secara tidak langsung (melalui profitabilitas). Profitabilitas tidak memiliki pengaruh terhadap return saham. Perputaran piutang memiliki pengaruh terhadap profitabilitas. Perputaran persediaan tidak memiliki pengaruh terhadap return saham baik secara langsung maupun secara tidak langsung (melalui profitabilitas). Perputaran persediaan tidak memiliki pengaruh terhadap profitabilitas. Dari hasil tersebut, disarankan bagi manajemen perusahaan agar lebih memperhatikan kegiatan operasional perusahaan sehingga kinerja perusahaan dapat ditingkatkan. Sedangkan untuk para investor disarankan untuk melihat segala aspek baik internal maupun eksternal sebelum melakukan investasi. Peneliti selanjutnya diharapkan menambah variabel dan periode pengamatan serta subyek yang berbeda.

Model pembelajaran qira'ah I (Membaca I) dengan pendekatan kooperatif Jigsaw di Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang / Zaeny Rohmawati

 

Selama ini dosen tidak banyak menggunakan strategi pembelajaran yang beragam dan menarik dalam mengajar untuk menambah pemahaman mahasiswa terhadap suatu materi. Hal ini mengakibatkan mahasiswa kurang memiliki motivasi untuk belajar. Mereka menginginkan variasi strategi pembelajaran agar suasana pembelajaran menjadi lebih hidup dan menyenangkan. Selain itu, dosen sering memberikan tugas individu yang dirasa memberatkan mahasiswa karena mereka menemukan banyak kesulitan dalam mengerjakannya. Mereka merasa jenuh dengan tugas-tugas yang diberikan secara individual. Menurut mereka, diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat memudahkan mereka dalam memahami materi perkuliahan dan menjawab soal-soal yang diberikan. Pekerjaan akan terasa lebih mudah dan ringan ketika dilakukan secara berkelompok. Mereka dapat saling bertukar pikiran dengan teman dan berperan aktif dalam memahami materi. Permasalahan ini dapat diatasi dengan cara dosen memberikan variasi strategi pembelajaran agar atmosfer pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan meningkatkan motivasi intrinsik mahasiswa dalam belajar. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat diberikan adalah strategi pembelajaran dengan pendekatan kooperatif Jigsaw. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan. Tujuan pengembangan secara umum adalah menghasilkan model pembelajaran Qira’ah I dengan pendekatan kooperatif Jigsaw. Tujuan khusus pengembangan adalah (1) menghasilkan model rencana pelaksanaan pembelajaran Qira’ah I dengan pendekatan kooperatif Jigsaw, (2) mendeskripsikan model proses pembelajaran Qira’ah I dengan pendekatan kooperatif Jigsaw. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan (research and development) Borg dan Gall yang terdiri dari 10 langkah dan telah dimodifikasi peneliti menjadi 7 langkah. Langkah-langkah tersebut adalah (1) melakukan pengumpulan data atau informasi, (2) mengembangkan draf atau produk awal, (3) uji ahli kepada 2 ahli pembelajaran bahasa Arab, (4) revisi produk awal, (5) uji lapangan, (6) penyempurnaan produk akhir, dan (7) hasil akhir produk pengembangan. Lokasi penelitian adalah di Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (JSA FS UM). Uji coba dilakukan dalam 2 tahap, yaitu uji ahli dan uji lapangan. Uji ahli dilakukan kepada 2 ahli pembelajaran bahasa Arab, yaitu (1) Prof. Dr. Moh. Ainin, M.Pd, dan (2) Dr. Nurul Murtadho, M.Pd. Sedangkan uji lapangan dilakukan kepada mahasiswa JSA FS UM angkatan 2007 offering A yang menempuh mata kuliah Qira’ah I pada semester gasal tahun 2008/2009 sebanyak 22 mahasiswa. Instrumen dalam penelitian ini ii adalah format penilaian. Teknik analisis data menggunakan perhitungan persentase. Hasil pengembangan berupa model pembelajaran kooperatif Jigsaw yang meliputi (1) model Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Qira’ah I dengan pendekatan kooperatif Jigsaw, dan (2) model proses pembelajaran Qira’ah I dengan pendekatan kooperatif Jigsaw. Komponen-komponen yang terdapat dalam RPP Qira’ah I hasil pengembangan meliputi: identitas, standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator, tujuan pembelajaran, metode pembelajaran, sumber dan media/alat pembelajaran, skenario perkuliahan, dan penilaian/evaluasi. RPP ini mempunyai spesifikasi yang berbeda dengan RPP lainnya. Perbedaan mendasar terdapat dalam salah satu komponennya, yaitu skenario perkuliahan. Dalam komponen ini, langkah-langkah pembelajaran Qira’ah I dirancang secara khusus dengan pendekatan kooperatif Jigsaw. RPP yang dikembangkan ini diuji oleh ahli pembelajaran bahasa Arab. Dari keseluruhan aspek dan kriteria penilaian menurut ahli pembelajaran bahasa Arab, didapat hasil persentase sebesar 90%. Hal ini berarti produk pengembangan dinyatakan valid karena berada pada skala 76% - 100%. Namun masih terdapat beberapa kesalahan sehingga dilakukan revisi berdasarkan saran atau masukan dari ahli pembelajaran dengan tujuan agar diperoleh produk pengembangan yang lebih baik dari sebelumnya. RPP ini selanjutnya diaplikasikan dalam pembelajaran Qira’ah I (uji lapangan) untuk memperoleh penilaian dan tanggapan tentang efektivitas dan efisiensi produk pengembangan. Dari hasil uji lapangan diperoleh persentase sebesar 89% sehingga produk pengembangan ini dapat dipergunakan untuk kegiatan pembelajaran dan berfungsi sebagai salah satu alternatif untuk variasi strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Uraian tentang proses pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran Qira’ah I dengan pendekatan kooperatif Jigsaw dipaparkan sebagai hasil dari penelitian pengembangan ini. Paparan ini merupakan pendeskripsian proses pembelajaran Qira’ah I secara jelas dan detail. Ada tiga kegiatan utama yang dipaparkan, antara lain (a) kegiatan pendahuluan, (b) kegiatan inti, dan (c) kegiatan penutup. Kegiatan pendahuluan berisi kegiatan dosen untuk menciptakan suasana siap mental dan menimbulkan perhatian mahasiswa agar terpusat kepada apa yang akan dipelajari. Kegiatan inti berisi tahap-tahap pembelajaran Qira’ah I dengan pendekatan kooperatif Jigsaw. Kegiatan penutup memuat kegiatan dosen untuk mengakhiri kegiatan inti pelajaran. Masing-masing kegiatan terdiri dari beberapa tahap pembelajaran. Setiap tahap pembelajaran yang terjadi di kelas diuraikan dan dibahas secara rinci. Penerapan model pembelajaran Qira’ah I dengan pendekatan kooperatif Jigsaw di JSA FS UM didokumentasikan dalam sebuah CD Interaktif. Pendokumentasian dalam bentuk CD Interaktif ini dimaksudkan agar model pembelajaran Qira’ah I dengan pendekatan kooperatif Jigsaw di JSA FS UM tersebut dapat digunakan dan dimanfaatkan secara luas untuk keperluan pembelajaran dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran. Bertolak dari hasil pengembangan dalam penelitian ini, peneliti memberikan saran kepada para peneliti selanjutnya agar memperluas subjek uji coba untuk memperoleh efektivitas dan efisiensi produk hasil pengembangan yang lebih optimal.

Pengaruh Brand Equity Notebook Acer terhadap keputusan pembelian konsumen (Studi pada konsumen pengguna fasilatas hot spot cafe aquanos Kota Malang) / Slamet Jarot Saputro

 

Perkembangan tehnologi yang cukup pesat pada saat ini, membuat seseorang menjadi lebih mudah didalam melakukan aktifitasnya. Salah satu perkembangan tehnologi yang cukup pesat pada saat ini adalah perkembangan komputer. Perkembangan tehnologi komputer telah membuat komputer menjadi lebih efisien dan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh penggunanya, laptop atau notebook merupakan salah satu pengembangan dari tehnologi komputer pada saat ini yang cukup pesat. Keuggulan notebook jika dibandingkan dengan PC (personal computer) adalah, notebook memiliki keunggulan mobilitas karena ukurannya yang kecil dan memiliki fitur-fitur tehnologi yang hampir sama dengan PC (personal computer) atau bahkan lebih sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Perkembangan pasar notebook di Indonesia pada saat ini mengalami perkembangan yang cukup pesat, setiap produsen berusaha memberikan suatu nilai lebih terhadap produknya untuk dapat memenangkan persaingan pasar. Brand equity atau ekuitas merek dari sebuah produk memiliki peranan yang penting didalam mempengaruhi keputusan pembelian seorang konsumen, demikian juga dengan brand equity atau ekuitas merek yang dimiliki oleh notebook Acer. brand equity merupakan seperangkat asset yang dimiliki oleh suatu merek atau perusahaan yang akan menjadi identitas dari sebuah produk atau perusahaan, dan hal tersebut akan membedakannya dengan produk pesaing yang ada dipasar. Brand equity akan akan memberikan nilai tambah atau lebih terhadap sebuah merek produk apabila unsur-unsur yang ada didalam ekuitas merek produk tersebut dapat mewakili karakteristik produk dan karakteristik segmen pasar. Berdasarkan penjelasan diatas maka peneliti tertarik melakukan penelitian tentang Brand Equity. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Brand Equity (X) yang terdiri dari kesadaran merek (X1), asosiasi merek (X2), persepsi kualitas (X3), dan loyalitas merek (X ) secara parsial maupun simultan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen. Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan Accidental Sampling yaitu menentukan sampel berdasarkan kebetulan, dimana jumlah sampel yang diambil sebanyak 100 orang konsumen notebook Acer yang menggunakan fasilitas hot spot di cafe Aquanos kota Malang dengan menggunakan rumus Daniel & Terel. Skala yang digunakan adalah Skala Likert dengan 5 (lima) opsi pilihan jawaban. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dokumentasi, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan SPSS Versi 13.00. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kesadaran merek (X ) terhadap keputusan pembelian notebook Acer pada pengguna fasilitas hot spot cafe Aquanos kota Malang. Terdapat pengaruh yang signifikan antara asosiasi merek (X ) terhadap keputusan pembelian notebook Acer pada pengguna fasilitas hot spot cafe Aquanos kota Malang. Terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi kualitas (X ) terhadap keputusan pembelian notebook Acer pada pengguna fasilitas hot spot cafe Aquanos kota Malang. Terdapat pengaruh yang signifikan antara loyalitas merek (X ) terhadap keputusan pembelian notebook Acer pada pengguna fasilitas hot spot cafe Aquanos kota Malang. Terdapat pengaruh yang signifikan antara kesadaran merek (X ), asosiasi merek (X ), persepsi kualitas (X ), dan loyalitas merek (X ) terhadap keputusan pembelian notebook Acer pada pengguna fasilitas hot spot cafe Aquanos kota Malang. Dari hasil yang diperoleh dari penelitian ini, penulis memberikan saran untuk perusahaan yaitu, agar perusahaan dapat mempertahankan dan dapat mengelola dengan baik brand equity notebook Acer, karena brand equity suatu produk dapat berubah dan dapat mempengaruhi keputusan pembelian. Dalam mengelola brand equity dapat dilakukan dengan melalui media promosi, terus melakukan inovasi terhadap produk, dan peningkatan kualitas layanan pada Acer Customer Service. Selain itu peneliti juga memberikan saran kepada peneliti selanjutnya agar menggunakan kepuasan pelanggan atau loyalitas konsumen sebagai variabel terikat, untuk mengetahui hubungan antara brand equity dengan loyalitas konsumen.

Penyiapan bahan ajar pada materi bahan kimia dalam kehidupan untuk SMP kelas VIII / Angga Ratih Puspitasari

 

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya adalah menyempurnakan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) menjadi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang lebih menekankan pada pembelajaran konstruktivistik. Implementasi dari KTSP adalah masuknya materi kimia pada jenjang SMP. Sebagai mata pelajaran yang baru, kimia diupayakan dapat dipelajari dengan baik tanpa terjadi kesalahan konsep. Sesuai dengan KTSP, siswa diharapkan mampu membangun pengetahuannya sendiri, dan guru berkewajiban menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif bagi siswa. Guru sebagai fasilitator pendidikan diupayakan mempunyai persiapan yang matang untuk pembelajaran di dalam kelas. Sebagai sebuah alternatif, guru dapat mengimplementasikan pembelajaran kooperatif model STAD (Student Teams Achievement Divisions) untuk menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif bagi siswa. Pembelajaran ini menekankan pada diskusi kelompok dan sumbangan masing-masing individu sangat berpengaruh terhadap kinerja kelompok sehingga siswa menjadi lebih aktif dalam membangun pemahamannya. Interaksi belajar antar siswa akan membuat siswa mampu berinteraksi, bersosialisasi dan bertukar pikiran dalam memahami materi. Pembelajaran kooperatif akan lebih efektif apabila ditunjang dengan bahan ajar yang dikembangkan dengan berorientasi pada pembelajaran konstruktivistik dan kooperatif. Bahan ajar yang variatif dan operasional akan memperkaya sumber belajar siswa dan mempermudah guru dalam menerapkan pembelajaran kooperatif di dalam kelas. Penelitian ini bertujuan menghasilkan penyiapan perangkat pembelajaran berupa bahan ajar, LKS dan buku petunjuk untuk guru pada materi bahan kimia dalam kehidupan bagi siswa kelas VIII yang layak atau sesuai digunakan dalam pembelajaran dan mengetahui hasil validasi oleh dosen dan guru Sains SMP dalam penyiapan bahan ajar, LKS, dan buku petunjuk untuk guru pada materi bahan kimia dalam kehidupan bagi siswa kelas VIII. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Menurut Dick and Carey (1985), penelitian dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu: (1) Mengidentifikasi Tujuan Pembelajaran Umum, (2) Melaksanakan Analisis materi pelajaran (3) Mengidentifikasi kemampuan dan karakteristik awal siswa, (4) Merumuskan tujuan pembelajaran, (5) Menyusun tes acuan kriteria (Criterion Refenced Test), (6) Mengembangkan strategi pembelajaran, (7) Mengembangkan bahan Instruksional, (8) Mendesain dan melakukan evaluasi formatif (Validasi), (9) Melakukan revisi. Bahan ajar, LKS dan buku petunjuk untuk guru hasil penelitian diuji validitasnya sampai validitas isi dan ujicoba di lapangan dilakukan dan uji coba soal ujian blok. Subjek validasi bahan ajar dan LKS ini terdiri dari 2 orang dosen kimia UM dan 6 orang guru Sains SMP. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah penyiapan perangkat pembelajaran berupa bahan ajar, LKS dan buku petunjuk untuk guru dengan tujuan mempermudah implementasi pembelajaran di dalam kelas. Secara garis besar bahan ajar, LKS dan buku petunjuk untuk guru ini terdiri dari 3 materi pokok yaitu bahan kimia dalam rumah tangga, bahan kimia dalam makanan, zat adiktif dan psikotropika yang tercakup dalam standar kompetensi memahami kegunaan bahan kimia dalam kehidupan. Hasil validasi terhadap bahan ajar, LKS dan buku petunjuk untuk guru yang dikembangkan menunjukkan rata-rata sebesar 93,01% sehingga termasuk kriteria valid. Beberapa masukan penting dari para validator yang diberikan dalam upaya penyempurnaan bahan ajar dan LKS ini antara lain halaman depan perlu diperbaiki agar tampak lebih menarik, materi dan isi presentasi guru hendaknya lebih singkat dan padat. Ujicoba keterlaksanaan pembelajaran belum dilaksanakan pada keseluruhan standar kompetensi memahami kegunaan bahan kimia dalam kehidupan, tetapi terbatas pada indikator pembelajaran: (1) menyebutkan bahan-bahan kimia yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, (2) menjelaskan efek samping bahan kimia yang terdapat dalam produk kebutuhan rumah tangga, (3) menjelaskan bahan-bahan kimia alami dan bahan kimia buatan yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna, pemanis, pengawet dan penyedap yang terdapat dalam bahan makanan kemasan, (4) menunjukkan contoh makanan yang menggunakan bahan kimia alami dan buatan, (5) menjelaskan pengertian zat adiktif dan menyebutkan contoh zat adiktif. Hasil ujicoba menunjukkan nilai afektif, psikomotorik dan kognitif siswa berada di atas SKM (Standar Ketuntasan Minimum). Agar hasil penelitian ini lebih sempurna dan bermanfaat dalam kegiatan pembelajaran, maka perlu dilakukan ujicoba di lapangan pada keseluruhan isi dan materi bahan ajar dan LKS. Selain itu dapat dilakukan penelitian tentang implementasi keseluruhan bahan ajar dan LKS pada siswa kelas VIII untuk mengetahui keefektifannya dalam pembelajaran Sains Kimia SMP.

Pengaruh faktor psikologis terhadap keputusan konsumen dalam membeli notebook acer (Studi pada pengguna fasiltas hotspot kafe Aquanos Kota Malang) / Willy Dwi Wahyu S,

 

ABSTRAK Sulistyo, Willy Dwi Wahyu. 2008. Pengaruh Faktor Psikologis Terhadap Keputusan Konsumen Dalam Membeli Notebook Acer (Studi pada Pengguna Fasilitas Hotspot Kafe Aquanos Kota Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimibing: (1) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si. (2) Drs. Agus Hermawan, M.Si.,M.Bus. Kata kunci: faktor psikologis, keputusan pembelian Persaingan bisnis dewasa ini semakin ketat. Hal ini terjadi akibat adanya globalisasi dan perdagangan bebas. Perusahaan dituntut untuk memenangkan persaingan dengan cara mendapatkan pelanggan sebanyak-banyaknya serta juga mempertahankan pelanggan yang sudah dimiliki agar terus loyal. Guna mendukung hal tersebut, perusahaan harus mampu memahami dan mempelajari tentang perilaku konsumen agar dapat memahami bagaimana karakteristik konsumen yang sesungguhnya. Perilaku konsumen dapat memberikan penjelasan tentang apa yang menjadi kebutuhan konsumen, alasan konsumen memutuskan untuk melakukan pembelian, serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen di dalam membuat keputusan untuk melakukan pembelian. Salah satu faktor yang mempengaruhi konsumen dalam memutuskan melakukan pembelian adalah faktor psikologis yang terdiri dari: motivasi, persepsi, pembelajaran, keyakinan dan sikap. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif korelasional, penelitian ini berusaha menjelaskan pengaruh faktor psikologis yang terdiri dari motivasi (X1), persepsi (X2), pembelajaran (X3), keyakinan dan sikap (X4) terhadap keputusan dalam membeli notebook Acer baik secara parsial maupun secara simultan. Populasi dari penelitian ini adalah pengguna fasilitas hotspot kafe Aquanos kota Malang yang menggunakan notebook Acer. Menggunakan teknik perhitungan infinite population Daniel dan Terrel, diperoleh sampel sebanyak 87 responden. Metode pengambilan sampel yang dipakai adalah accidental sampling. Analisis data penelitian yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan menggunakan uji t dan uji F untuk menguji hipotesisnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh yang signifikan motivasi terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli notebook Acer. (2) terdapat pengaruh yang signifikan persepsi terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli notebook Acer. (3) terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli notebook Acer. (4) terdapat pengaruh yang signifikan keyakinan dan sikap terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli notebook Acer. (5) terdapat pengaruh yang signifikan motivasi, persepsi, pembelajaran, keyakinan dan sikap secara simultan atau bersama-sama terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli notebook Acer. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini, penulis memberikan saran agar sebaiknya perusahaan dalam hal ini Acer selalu melakukan berbagai kreasi dan inovasi dalam mengeluarkan produk notebooknya. Desain notebook yang menarik, tersedia berbagai macam tipe dan warna, serta dilengkapi dengan fitur-fitur yang terkini tentunya akan mampu mempengaruhi terutama dalam hal ini faktor psikologis konsumen sehingga terdorong untuk membeli notebook Acer. Pelayanan yang diberikan terutama after sales service hendaknya juga menjadi perhatian utama Acer demi kepuasan konsumen dan menciptakan konsumen yang loyal. Selain itu bagi penelitian selanjutnya, peneliti mengharapkan meneliti tentang variabel bebas lain yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli seperti faktor kebudayaan, faktor sosial dan faktor pribadi.

Pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian konsumen (Studi kasus di Distro The Reds Jl.MT.Haryono No. 116 Malang) / Vicky Mahardhika

 

ABSTRAK Akbar, Vicky Mahardhika. 2009. Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Studi Kasus di Distro The Reds Jl.MT.Haryono No.116 Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Djoko Dwi K., M.Si. (II) Drs. Agus Hermawan, M.Si.,M.Bus. Kata kunci: bauran pemasaran, keputusan pembelian konsumen Persaingan di dunia bisnis barang dan jasa saat ini semakin kompetitif. Salah satu persaingan terjadi adalah pada produk wardrobe yang ditawarkan oleh distro-distro. Pada awalnya konsep distro banyak diterapkan di Kota Bandung, namun sekarang mulai merambah di Kota Malang. Beberapa distro yang ada di Kota Malang antara lain adalah Distro Bandung Sport, The Reds, Realizm, Sport Mania, Insolent dan lain-lain. Banyaknya distro yang ada di Kota Malang tentu saja akan turut meramaikan persaingan yang ada. Selain permasalahan semakin ketatnya persaingan antar distro, kini mulai muncul permasalahan baru, yakni masalah pemalsuan produk. Masalah pemalsuan ini tentu saja akan merugikan distro yang menjual produk dengan merk yang asli. Oleh karena itu setiap distro harus menunjukkan nilai lebihnya di mata konsumen untuk menarik perhatian mereka serta menerapkan strategi-strategi pemasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Salah satu strategi yang dapat diterapkan oleh distro misalnya adalah strategi bauran pemasaran dimana pihak distro harus memperhatikan variabel produk, harga, tempat serta promosi yang ada dalam strategi bauran pemasaran tersebut. Distro The Reds merupakan distro yang menjalankan strategi bauran pemasaran. Produk yang ditawarkan oleh distro dapat dikatakan mewakili tren anak muda masa kini, harga yang ditawarkan bersaing dengan distro lain, tempat atau lokasi distro cukup strategis serta promosi-promosi yang diadakan oleh distro juga menarik. Kelebihan Distro The Reds bila dibandingkan dengan distro lain antara lain adalah merk-merk yang ditawarkan adalah merk-merk yang terkenal dan berkualitas namun tetap dengan harga yang bersaing, selain tempat yang strategis Distro The Reds juga sering memberikan potongan harga bagi konsumennya. Populasi pada penelitian ini adalah konsumen Distro The Reds yang melakukan tindakan pembelian di distro tersebut. Dimana dari survey yang dilakukan peneliti pada 3 bulan terakhir, yakni Bulan Juli sampai September diduga jumlah pengunjung Distro The Reds sebanyak 2580 pengunjung. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode simple random sampling yaitu pengambilan sampel dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian konsumen di Distro The Reds Jl.MT.Haryono No.116 Malang. Variabel yang berkaitan dengan penelitian ini adalah variabel bebas, dalam penelitian ini adalah bauran pemasaran yang terdiri dari produk (X1), harga (X2), tempat (X3) dan promosi (X4). Variabel terikat, dalam penelitian ini adalah keputusan pembelian konsumen di Distro The Reds. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan produk terhadap keputusan pembelian konsumen di Distro The Reds Jl.MT.Haryono No.116 Malang, tidak terdapat pengaruh yang signifikan harga terhadap keputusan pembelian konsumen di Distro The Reds Jl.MT.Haryono No.116 Malang, terdapat pengaruh yang signifikan tempat terhadap keputusan pembelian konsumen di Distro The Reds Jl.MT.Haryono No.116 Malang, terdapat pengaruh yang signifikan promosi terhadap keputusan pembelian konsumen di Distro The Reds Jl.MT.Haryono No.116 Malang dan terdapat pengaruh produk, harga, tempat dan promosi secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen di Distro The Reds Jl.MT.Haryono No.116 Malang. Dari hasil yang diperoleh dari penelitian ini, penulis memberikan saran untuk distro yaitu sebaiknya distro memperhatikan penetapan harga produk dengan membandingkannya dengan distro lain dan sebaiknya distro lebih mempromosikan produk-produknya lebih intensif karena maraknya kasus pembajakan produk serta mengadakan event-event tertentu untuk menarik perhatian konsumen sebagai suatu strategi dalam menghadapi ketatnya persaingan saat ini.

Hubungan perilaku kepemimpinan, keterampilan manajerial, manajemen konflik, daya tahan stres kerja guru dengan kinerja guru SD Negeri di Kota Ambon / Rudolf Kempa

 

Peningkatan mutu pendidikan nasional merupakan suatu tujuan untuk mensejajarkan Indonesia dengan negara-negara lain. Tujuan ini akan terpenuhi bila proses pendidikan mampu menghasilkan SDM yang handal. Pernyataan dimaksud tentu menjadi tanggung jawab banyak pihak terutama dunia pendidikan di mana ujung tombaknya adalah guru. Guru adalah sebuah profesi intelektual yang menuntut berbagai kecakapan, kompetensi dan kemampuan komprehensif. Kondisi dewasa ini belum menunjukkan harapan yang maksimal sehingga masih diperlukan berbagai upaya dan strategi yang tepat guna meningkatkan kinerja guru dengan harapan akan berdampak pada peningkatan pembelajaran di kelas. Perilaku kepemimpinan kepala sekolah, keterampilan manajerial kepala sekolah, manajemen konflik, dan daya tahan stres kerja guru merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap kinerja guru di SD Negeri Kota Ambon. Tujuan penelitian adalah: (1) menggambarkan hubungan antar variabel baik langsung maupun tidak langsung antara perilaku kepemimpinan, keterampilan manajerial, manajemen konflik, daya tahan stres kerja guru dengan kinerja guru SD Negeri di Kota Ambon, (2) mengetahui seberapa besar hubungan masing-masing variabel baik langsung maupun tidak langsung. Untuk memperoleh tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tekni pengumulan data random sampling. Teknik Analisis data yang digunakan adalah teknis analisis data deskriptif dan structural equestion models (SEM). Hasil analisis diskriptif menunjukkan bahwa semua variabel termasuk dalam katagori cukup baik. Selanjutnya berdasarkan analisis SEM dengan taraf kepercayaan 95% disimpulkan bahwa: (1). Terdapat hubungan langsung antara perilaku kepemimpinan dengan keterampilan manajerial kepala SD Negeri di Kota Ambon, (2) Terdapat hubungan langsung antara perilaku kepemimpinan dengan manajemen konflik di SD Negeri Kota Ambon, (3) Terdapat hubungan langsung antara perilaku kepemimpinan dengan daya tahan stres kerja guru SD Negeri di Kota Ambon, (4) Terdapat hubungan langsung antara keterampilan manajerial dengan manajemen konflik di SD Negeri di Kota Ambon, (5) Terdapat hubungan langsung keterampilan manajerial dengan daya tahan stres kerja guru di SD Negeri Kota Ambon, (6) Terdapat hubungan langsung antara keterampilan manajerial dengan kinerja guru di SD Negeri di Kota Ambon, (7) Tidak terdapat hubungan langsung antara manajemen konflik dengan daya tahan stres kerja guru di SD Negeri Kota Ambon, (8) Terdapat hubungan langsung antara manajemen konflik dengan kinerja guru di SD Negeri Kota Ambon, (9) Terdapat hubungan langsung antara daya tahan stres kerja guru dengan kinerja guru di SD Negeri Kota Ambon, (10) Terdapat hubungan tak langsung antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah dengan manajemen konflik melalui keterampilan manajerial di SD Negeri Kota Ambon, (11) Terdapat hubungan tak langsung antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah dengan daya tahan stres kerja guru melalui keterampilan manajerial dan manajemen konflik di SD Negeri di Kota Ambon, (12) Terdapat hubungan tak langsung antara perilaku kepemimpinan dengan kinerja guru melalui keterampilan manajerial, manajemen konflik, dan daya tahan stres kerja guru di SD Negeri Kota Ambon, (13) Tidak terdapat hubungan tak langsung antara keterampilan manajerial dengan daya tahan stres kerja guru melalui manajemen konflik di SD Negeri Kota Ambon, (14) Terdapat hubungan tak langsung antara keterampilan manajerial dengan kinerja guru melalui manajemen konflik dan daya tahan stres kerja guru di SD Negeri Kota Ambon, dan (15) Tidak terdapat hubungan tak langsung antara manajemen konflik dengan kinerja guru melalui daya tahan stres kerja guru di SD Negeri Kota Ambon. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan saran-saran sebagai berikut: (1) Kepala Sekolah; kiranya hasil penelitian ini hendaknya dijadikan bahan informasi yang berguna dalam rangka memperbaiki perilaku kepemimpinan, keteranpilan manajerial, dan dapat mengendalikan konflik yang terjadi di sekolah sehingga para guru terhindar dari stres serta tetap berupaya meningkatkan kinerja mereka, (2) Guru; kiranya hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk lebih memperbaiki diri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diembankan sehingga terjadi peningkatan profesionalisme diri sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, (3) Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Ambon; kiranya hasil penelitian ini hendaknya dijadikan bahan informasi untuk dipertahankan bahkan disikapi untuk dikembangkan terhadap penilaian kinerja kepala sekolah maupun guru sebagai upaya mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya. (4) Peneliti; dalam penelitian ini masih banyak hal yang terkait dengan kinerja guru, namun belum disentuh sehingga perlu dilakukan penelitian lanjut disarankan terutama bagi mereka yang berminat untuk mengkaji perilaku kepemimpinan, keterampilan manajerial, manajemen konflik, dan daya tahan stres kerja guru agar dapat menggunakan variabel-variabel lain yang yang lebih luas yang mungkin saja mempengaruhi kinerja guru.

Sistem informasi akademik SMA, SMK dan MAN di Kota Malang dengan aplikasi Web-Based GIS / Risky Risakota

 

Web-based GIS dalam dunia pendidikan digunakan untuk menyajikan informasi pendidikan terkait peta digital dalam hal ini adalah lokasi sekolah yang bisa diakses melalui web. Asosiasi yang terkait dengan sekolah memerlukan data spasial untuk memetakan unsur-unsur lokasi sekolah terkait, beserta informasi lainnya. Dengan menggunakan web-based GIS ini, informasi akademik dapat dipublikasikan secara murah dan mudah serta dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. Untuk membuat suatu sistem informasi data akademik SMU, SMK, MAN di kota Malang dengan aplikasi web-based GIS diperlukan data-data berupa peta yang mendeskripsikan letak sekolah serta data akademik sekolah. Dalam skripsi ini, data letak sekolah-sekolah yang digunakan dalam pembuatan peta dasar diperoleh dari hasil survey secara langsung. Data akademik sekolah diperoleh dari Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) kota Malang yang terdiri dari nama sekolah, alamat sekolah dan nomor telepon, jumlah siswa diterima, jumlah siswa lulus, jumlah kelas, jumlah guru dengan ijasah tertinggi, dan nilai NEM rata-rata. Untuk menunjang data dari Diknas,data dari internet dan brosur-brosur sekolah juga digunakan. Dalam pembuatan sistem informasi ini digunakan perangkat lunak GIS berbasis internet yaitu Mapserver for Windows (MS4W_1.5.5), serta untuk pendigitan peta digunakan ArcView 3.3. Implementasi program dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman MapFile. Dalam skripsi ini, dijelaskan langkah-langkah membuat sistem informasi akademik dengan aplikasi web-based GIS mulai dari menampilkan peta dasar, skala, legenda, navigasi peta, template peta dan query sederhana di dalam browsernya sehingga peta interaktif yang dihasilkan dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Dengan adanya sistem informasi akademik SMA, SMK, dan MAN di kota Malang ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang lengkap mengenai sekolah-sekolah yang ada di Malang sehingga masyarakat dapat mengetahui kondisi dan kualitas sekolah tersebut.

Pengaruh Interaksi Media Pembelajaran dan Gaya Belajar Pada Matakuliah Metode Penelitian di Sekolah Tinggi Agama Isalam (STAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi / oleh Mundir

 

Analisis sistem pengajian karyawan pada tempat pelelangan ikan KUD MIno Blambangan Banyuwangi / Fauzi Hardiyono

 

KUD Mino selaku badan hukum yang dipercaya oleh Bupati Banyuwangi pada tahun 2008 bertanggung jawab terhadap retribusi pelelangan ikan sekaligus penyedia sistem akuntansi yang didalamnya terdapat sistem penggajian. Penggajian merupakan salah satu cara untuk meningkatkan motivasi kinerja dan kesejahteraan karyawan. Gaji yang diberikan juga harus memenuhi ketetapan upah minimal yang berlaku untuk mencapai kesejahteraan karyawan. Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat pekerja Gubernur Jawa Timur mengeluarkan keputusan Nomor: 188/399/KPTS/013/2007 untuk menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem penggajian karyawan pada Tempat Pelelangan Ikan Muncar dan untuk mengetahui perbandingan antara gaji karyawan dengan upah minimum yang berlaku. Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi perusahaan untuk membenahi sistem yang ada agar menjadi lebih baik lagi. Selain itu, hasil perbandingan antara gaji karyawan dan upah minimum yang berlaku akan menunjukkan jauh atau tidaknya perbandingan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif/penelitian naturalistik, yaitu kegiatan penelitian yang tidak menggunakan angka dalam mengumpulkan data dan dalam memberikan penafsiran terhadap hasilnya dan uraiannya meliputi: (1) Analisis informasi yang dibutuhkan oleh manajemen; (2) Analisis dokumen yang digunakan; (3) Analisis fungsi yang terkait; (4) Analisis prosedur yang membentuk sistem penggajian; (5) Analisis perbandingan antara gaji dan upah minimum yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan penerapan sistem penggajian karyawan pada tempat Pelelangan Ikan Muncar sudah berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini dapat dilihat dari Informasi yang dibutuhkan oleh manajemen, dokumen yang digunakan, fungsi yang terkait, prosedur yang membentuk sistem penggajian. tapi tetap saja ada yang harus dibenahi oleh perusahaan guna memberikan transparasi kepada karyawan. Selain itu perbandingan antara gaji dan Upah Minimum yang berlaku masih jauh dari upah minimum yang berlaku. Ini dapat dilihat dari rata-rata pendapatan karyawan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang masih dibawah upah minimum.

Peramalan nilai tukar nominal rupiah dan inflasi Indonesia dengan metode vektor autoregresi (VAR) / Nidaul Ikromah

 

Vector Autoregressive (VAR) is a one famous model for the analysis economics studies, main use of VAR models are to forecast some time series multivariate variable. VAR can be named as a simultaneus multivariable time series model. VAR is an alternative model which can overcome the existance of autocorrelation and cross correlation in the data which formed simultaneous equation model. In VAR model, the endogenous variabel is affected by current and past their value, and also effected by the past value of the other endogenous variabel in a model. In this research, we present the use of multivariate time series method that is vector Autoregressive (VAR) for modelling and forecasting of Rupiah Nominal Exchange againts US Dollar and Inflation of Indonesian. The data used here was the monthly of Rupiah Nominal Exchange and Inflation for 68 month (January 2003 until Agustus 2008). The first step in data analysis was identification that the started with the examination of stationery assumption. The first data plot, Autocorrelation, and Partial Autocorrelation plot examination result indicated that were non-stationerity in mean and variance, so that differencing was done to overcome non stationerity in mean and transformation of lamda was done to overcome on sationerity in variance, afterthat VAR method was applied to the stationer data. Modelling with VAR to Rupiah Nominal Exchange and Inflation yield the best model VAR (3), it has the form: = 1.000490 - 7.83e-05Rt-5 and = 0.005897 + 1.153719 - 0.2658821 , where NEt as Rupiah Nominal Exchange variabel at t periode and Pt as a Inflation variabel at t periode.

Pengaruh kualitas aktiva produktif, tingkat likuiditas dan kecukupan modal terhadap tingkat profitabilitas di Perbankan Umum Syariah / Dika Sucianti

 

Kualitas aktiva produktif, tingkat likuiditas dan kecukupan modal merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat profitabilitas di Perbankan Umum Syariah. Penelitian ini dilakukan untuk menguji apakah terdapat pengaruh secara parsial maupun simultan antara kualitas aktiva produktif, tingkat likuiditas dan kecukupan modal terhadap tingkat profitabilitas di Perbankan Umum Syariah. Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah rasio-rasio keuangan Perbankan Umum Syariah mulai tahun 1999 atau sejak berdirinya bank tersebut s/d tahun 2006. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder mengenai kualitas aktiva produktif, tingkat likuiditas, kecukupan modal dan tingkat profitabilitas di Perbankan Umum Syariah. Selain itu juga digunakan pooling data yang menggabungkan antara data Time Series dan data Cross Section sebagai upaya untuk mengatasi masalah keterbatasan jumlah data. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linier berganda. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan dari kualitas aktiva produktif terhadap tingkat profitabilitas di Perbankan Umum Syariah, terdapat pengaruh negatif signifikan dari tingkat likuiditas terhadap tingkat profitabilitas di Perbankan Umum Syariah, dan terdapat pengaruh positif signifikan dari kecukupan modal terhadap tingkat profitabilitas di Perbankan Umum Syariah. Secara simultan juga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari kualitas aktiva produktif, tingkat likuiditas dan kecukupan modal terhadap tingkat profitabilitas di Perbankan Umum Syariah. Adapun saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah: (1) Sesuai dengan temuan yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan dari kualitas aktiva produktif terhadap tingkat profitabilitas di Perbankan Umum Syariah, pemerintah perlu mempertimbangkan peraturan-peraturan yang dibuat yang berkaitan dengan perbankan umum syariah pada khususnya dan peraturan mengenai kualitas aktiva produktif pada khususnya karena diketahui bahwa kualitas aktiva produktif suatu bank dapat mempengaruhi tingkat profitabilitas di bank tersebut. (2) Sesuai dengan temuan yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh negatif signifikan dari tingkat likuiditas terhadap tingkat profitabilitas di Perbankan Umum Syariah, pihak bank perlu untuk senantiasa menjaga tingkat likuiditasnya agar jangan sampai terlalu tinggi atau terlalu rendah karena hal ini juga bisa sangat berpengaruh bagi pencapaian tingkat profitabilitas dan kelangsungan hidup bank itu sendiri. (3) Sesuai dengan temuan yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan dari kecukupan modal terhadap tingkat profitabilitas di Perbankan Umum Syariah, pihak bank harus dapat mempertahankan tingkat kecukupan modal yang dinyatakan dalam Capital Adequacy Ratio (CAR) diatas batas minimum yang telah ditetapkan oleh BIS (Bank for International Settlements) sebesar 8% karena kecukupan modal ini sangat penting untuk menunjang operasional bank agar bisa menaikkan tingkat profitabilitas bank itu sendiri. (4) Untuk penelitian lebih lanjut, penulis menyarankan agar menambah atau mencari indikator pengganti yang sekiranya bisa lebih representatif dibandingkan indikator yang penulis gunakan. Selain itu penulis juga menyarankan untuk menambah subyek penelitian yang digunakan misalnya dengan menambahkan Unit Usaha Syariah dan menambah variabel lain sebagai variabel bebas karena dari temuan hasil penelitian diketahui bahwa masih ada variabel lain yang dapat mempengaruhi tingkat profitabilitas di Perbankan Umum Syariah.

Identifikasi pemahaman konsep siswa kelas XII IPA SMA Negeri 4 Malang tentang hasil reaksi asam dan basa / Onasis Meyta Purbawati

 

ABSTRAK Meyta Purbawati, Onasis.2009. Identifikasi Pemahaman Konsep Siswa Kelas XII IPA SMA Negeri 4 Malang tentang Hasil Reaksi Asam dan Basa. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Effendy, PhD, (II) Herunata, SPd, MPd. Kata kunci: Pemahaman konsep, hasil reaksi asam dan basa. Konsep asam-basa bersifat abstrak karena melibatkan pembentukan ikatan, pemutusan ikatan, transfer proton dan donor pasangan elektron bebas. Untuk memahami konsep asam-basa siswa harus mampu berfikir secara formal. Beberapa buku pelajaran kimia kelas XII SMA yang digunakan di SMA menyatakan bahwa reaksi asam-basa merupakan reaksi penetralan yang menghasilkan garam dan air. Pernyataan ini benar bila dikaitkan dengan konsep asam-basa Arrhenius, namun tidak selalu benar bila dikaitkan dengan konsep asam-basa Bronsted-Lowry dan konsep asam-basa Lewis. Pemberian konsep ini sebelum konsep asam-basa Bronsted-Lowry dan konsep asam-basa Lewis dapat menimbulkan anggapan bahwa reaksi antara asam dan basa akan selalu menghasilkan garam. Pemahaman salah pada siswa yang berlangsung secara konsisten akan menyebab siswa mengalami kesalahan konsep. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui; bagaimana pemahaman siswa SMA kelas XII IPA dalam mengidentifikasi asam-basa, reaksi asam-basa, hasil reaksi asam-basa, serta persentase siswa yang menganggap reaksi asam-basa Bronsted-Lowry dan reaksi asam-basa Lewis selalu menghasilkan garam. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA SMA Negeri 4 Malang. Sampel penelitian adalah 41 siswa kelas XII IPA-1 dan 41 siswa kelas XII IPA-2. Instrumen penelitian berupa tes tulis dengan validitas isi sebesar 94,1% dan reliabilitas yang dihitung dengan menggunakan persamaan KR-20 adalah sebesar 0,65. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) pemahaman siswa dalam mengidentifikasi asam-basa menurut konsep asam-basa Arrhenius, Bronsted-Lowry, dan Lewis termasuk dalam kategori sangat tinggi, (2) pemahaman siswa dalam mengidentifikasi reaksi asam-basa Arrhenius, Bronsted-Lowry dan lewis termasuk dalam kategori sangat tinggi, (3) pemahaman siswa dalam mengidentifikasi hasil reaksi asam-basa menurut: Arrhenius termasuk dalam kategori sangat tinggi, Bronsted-Lowry termasuk dalam kategori tinggi, dan Lewis termasuk dalam kategori tinggi, (4) persentase siswa yang menganggap reaksi asam-basa Bronsted-Lowry selalu menghasilkan garam adalah 31,7 %, dan (5) persentase siswa yang menganggap reaksi asam-basa Lewis selalu menghasilkan garam adalah 18,9 %.

Analisa marshall terhadap campuran aspal beton menggunakan agregat bergradasi No.II dan V SNI 03-1737-1989 / Yudha Sucianto

 

Kualitas jalan sangat dipengaruhi oleh gradasi agregat. Dalam SNI 03-1737-1989 disebutkan bahwa nomer gradasi agregat dapat dibedakan mulai dari no.I hingga no.XI. Oleh karena itu permasalahan yang dihadapi adalah pemilihan jenis gradasi yang tepat agar diperoleh campuran aspal beton yang dapat memenuhi spesifikasi. Berawal dari ketatnya spesifikasi mengenai penggunaan bahan jalan terutama untuk campuran aspal beton, maka perlu adanya penelitian yang lebih fokus pada campuran aspal beton itu sendiri dengan menggunakan agregat bergradasi tertentu. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sifat-sifat Marshall campuran aspal beton menggunakan agregat bergradasi no.II dan V SNI 03-1737-1989, serta kadar aspal optimum untuk lalulintas sedang agar campuran aspal beton dapat berfungsi dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan sifat-sifat campuran aspal beton menggunakan agregat bergradasi no.II dan V yaitu pada kadar aspal yang rendah stabilitas campuran gradasi no.II nilainya lebih rendah daripada gradasi no.V, tetapi pada kadar aspal yang tinggi campuran gradasi no.II nilai stabilitasnya lebih besar dari gradasi no.V. Nilai Flow pada kadar aspal yang rendah adalah sama. Tetapi pada kadar aspal yang tinggi gradasi no.II mempunyai kelelehan yang lebih besar daripada gradasi no.V. VIM gradasi no.II pada kadar aspal yang rendah nilainya lebih kecil daripada no.V. Namun pada kadar aspal yang tinggi VIM gradasi no.V justru lebih kecil daripada no.II. Nilai VMA mulai dari kadar aspal yang rendah hingga tinggi adalah relatif sama. Nilai Marshall Quotient gradasi no.II lebih kecil apabila menggunakan kadar aspal yang sama, tetapi pada kadar aspal yang tinggi nilai Marshall Quotient gradasi no.V mempunyai nilai yang lebih rendah. Kadar aspal optimum campuran aspal beton untuk lalulintas sedang apabila menggunakan gradasi no.II adalah 6.25%, dan gradasi no.V adalah 6.75%. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan agregat yang berbeda nomer gradasinya.

Analisis rasio efektivitas pendapatan asli daerah (PAD) untuk menilai kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Magetan / Wiratmoko

 

ABSTRAK Wiratmoko. 2008. Analisis Rasio Efektivitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Menilai Kinerja Keuangan Pemerintah Kabupaten Magetan. Tugas Akhir Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Suparti.MP. Kata Kunci: Otonomi Daerah, Pencapaian Anggaran, Penilaian Kinerja. Pelaksanaan otonomi daerah adalah tanggung jawab untuk menggali sumber-sumber pendapatan yang merupakan tantangan dalam rangka peningkatan pendapatan asli daerah. Untuk itu, perlu adanya pengelolaan keuangan daerah secara ekonomis, efisien, dan efektif. Pengelolaan keuangan yang baik dapat dilakukan dengan merumuskan anggaran secara tepat. Anggaran merupakan rencana untuk menjalankan kegiatan keuangan untuk tercapainya tujuan organisasi. Anggaran dalam organisasi pemerintah berisi rencana kegiatan dalam bentuk rencana perolehan pendapatan dan belanja dalam satuan moneter. Salah satu fungsi anggaran adalah sebagai alat untuk penilaian kinerja keuangan organisasi. Kinerja Pemerintah Kabupaten Magetan dapat dilihat dari pencapaian anggaran pendapatan asli daerah. Pencapaian realisasi PAD terhadap anggaran tersebut menunjukkan kemampuan Pemerintah Kabupaten Magetan dalam memobilisasi penerimaan PAD sesuai yang telah ditetapkan. Hasil analisis tahun 2003 sampai tahun 2007 menunjukkan kinerja Pemerintah Kabupaten Magetan sudah baik, karena anggaran PAD setiap tahun sudah tercapai. Pencapaian realisasi PAD terhadap anggaran untuk tahun 2003 yaitu 103%, tahun 2004 sebesar 107%, tahun 2005 sebesar 105%, 111% untuk tahun 2006, dan tahun 2007 yaitu 109%. Meskipun anggaran PAD Pemerintah Kabupaten Magetan sudah dapat dicapai, masih perlu dioptimalkan lagi potensi internal agar penerimaan PAD dapat efektif dan efisien. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menambah jumlah karyawan yang memiliki latar belakang yang sesuai dengan bidang keuangan yang diperlukan.

Pengembangan bahan ajar Bahasa Arab untuk anak prasekolah (Usia 4-6 tahun) / Wirdatul Munira

 

Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang dapat digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan ajar bahasa Arab untuk anak memiliki ciri tersendiri karena keterbatasan-keterbatasan yang berhubungan dengan perkembangan bahasa anak, fungsi bahasa, dan keadaan masyarakat. Pemilihan materi sebagai bahan ajar dengan teknik yang sesuai dengan usia dan minat anak akan dapat menyenangkan siswa dalam pembelajaran. Jika seorang guru bahasa Arab untuk anak menemukan materi yang tidak sesuai dengan kebutuhan siswanya dalam buku yang digunakan, maka guru harus mengembangkan materi tersebut agar dapat memenuhi kebutuhan siswanya. Guru dapat menyeleksi, mengadaptasi, dan mengembangkan bahan ajarnya ketika mempersiapkan kegiatan belajar mengajar bahasa Arab. Dalam hal ini, guru harus mengambil keputusan tentang materi mana, kegiatan apa, dan strategi apa selama proses pembelajaran. Penelitian pengembangan yang dilaksanakan bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar bahasa Arab untuk anak prasekolah (usia 4–6 tahun) bentuk buku dan menguji kelayakan bahan ajar bahasa Arab untuk anak prasekolah (usia 4–6 tahun) yang dikembangkan. Model pengembangan bahan ajar bahasa Arab untuk anak prasekolah (usia 4–6 tahun) ini mengadaptasi model pegembangan bahan ajar Pannen dan Purwanto. Model pengembangan ini dirumuskan dengan tahapan analisis pendahuluan, analisis kurikulum, dan analisis karakteristik siswa. Tahap selanjutnya adalah membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan menyusun draf bahan ajar. Hasil pengembangan diujicobakan untuk mengetahui validasitas bahan ajar melalui kegiatan uji ahli dan uji kelompok kecil. Subjek uji ahli dalam pengembangan bahan ajar ini adalah dua dosen Jurusan Sastra Arab Universitas Negeri Malang dan empat guru bidang studi bahasa Arab TK/RA sebagai validator isi. Sedangkan subjek uji kelompok kecil dalam pengembangan bahan ajar ini adalah satu guru bahasa Arab RA Miftahul Huda Tajinan Malang dan enam siswa kelas A RA Miftahul Huda Tajinan Malang sebagai validator empirik. Produk yang dihasilkan melalui penelitian ini adalah bahan ajar bahasa Arab untuk anak prasekolah (usia 4–6 tahun) bentuk buku. Format bahan ajar bahasa arab untuk anak prasekolah (usia 4-6 tahun) yang telah dikembangkan terdiri atas (1) cover (sampul) depan, (2) lembar identitas pemilik, (3) prakata, (4) daftar isi, (5) garis besar isi buku, (6) sampul setiap tema, (7) kompetensi dasar, (8) indikator, (9) tahapan pembelajaran yang terdiri dari sepuluh tema yang berkaitan dengan dunia anak yaitu aku anak muslim; anggota badanku; keluargaku; rumahku surgaku; sekolahku; pakaianku; binatang; buah-buahan; angka; dan warna dengan tiga segmen kegiatan pembelajaran bahasa Arab, yaitu mufradati al-jadidah; hayya nata'allam bi surur; dan tadribati yang dilengkapi dengan petunjuk guru dan petunjuk siswa, dan (10) daftar rujukan. Bahan ajar tersebut dikemas dalam satu buku dengan judul "Al-‘Arabiah lil-Athfal ". Bahan ajar disusun berdasarkan teori perkembangan anak dan karakteristik anak sebagai pebelajar bahasa dan merujuk pada kurikulum 2006. Hasil validasi kelayakan yang dilakukan pada uji ahli dan uji kelompok kecil menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar untuk membantu siswa dan guru pada proses belajar mengajar. Adapun beberapa saran yang dapat dikemukakan yaitu diharapkan guru TK/RA mencoba menggunakan produk pengembangan dalam pembelajaran. Selain itu, produk pengembangan bahan ajar ini dapat dijadikan sebagai salah satu masukan dalam pengembangan bahan ajar untuk anak prasekolah (usia 4–6 tahun) pada tema-tema yang lain.

Rancang bangun mesin penggiling ikan untuk pembuatan tepung ikan sebagai bahan campuran makanan ternak / Jarot Hartanto, Rizka Mabruri Dwitama

 

ABSTRAK (1) Jarot Hartanto, (2) Rizka Mabruri. 2009. Rancang Bangun Mesin Penggiling Ikan Untuk Pembuatan Tepung Ikan Sebagai Bahan Campuran Makanan Ternak. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Andoko, S. T., M. T. (2) Drs. Putut Murdanto, S. T., M. T. Kata Kunci: Mesin , Penggiling , Ikan Limbah ikan di pesisir pantai dan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) disebabkan pembuangan oleh nelayan karena ikan tangkapannya yang tidak mempunyai nilai jual sehingga dibuang. Selain itu ikan yang mempunyai nilai jual bermutu rendah juga menjadi masalah oleh para nelayan. Untuk memanfaatkan limbah ikan tersebut dan menaikkan nilai jual ikan yang berharga jual rendah bisa dilakukan dengan cara penggilingan ikan untuk dijadikan tepung ikan. Tepung ikan mengandung protein, mineral dan vitamin B. Protein ikan terdiri dari asam amino yang tidak terdapat pada tumbuhan. Pemanfaatan tepung ikan untuk bahan campuran makanan ternak dapat meningkatkan produksi dan nilai gizi telur, daging ternak dan ikan. Ikan yang akan digiling untuk menjadi tepung direbus sampai masak, kemudian diwadahi karung, lalu diperas dan ampasnya dikeringkan dan siap digiling menjadi tepung. Mesin penggiling ikan ini menggunakan daya motor sebesar 1 HP dimana proses penggilingan ikan untuk menjadi tepung melalui 2 tahapan yaitu penghancuran ikan menjadi potongan – potongan kecil dan selanjutnya penggilingan ikan yang sudah terpotong – potong menjadi tepung. Hasil dari percobaan kinerja mesin, didapatkan dalam 1 jam dapat menggiling ikan kering sebanyak 30 kg dan dihasilkan tepung ikan sebanyak 29,5 kg.

Pelaksanaan persoalan selling "Sartika" Swalayan pada PKP-RI Kota Blitar / Henny Widia Sari

 

Personal selling merupakan suatu metode yang sudah ada dalam promosi penjualan, yang mana telah dijalankan manajemen penjualan hingga saat ini, dan merupakan cara yang sangat penting untuk melakukan penjualan. Praktek PKL dilaksanakan di PKP-RI “SARTIKA “ Swalayan Kota Blitar di mulai tanggal 1 september s/d 30 september, PKL ini digunakan untuk menyusun Tugas Akhir yng membahas beberapa rumusan masalah : (1)Bagaimana penerapan personal selling pada PKP-RI “SARTIKA” Swalayan Kota Blitar? (2) Apakah yang menjadi faktor penghambat dan pendukung dalam pelaksanaan personal seling pada PKP-RI ”SARTIKA” Swalayan Kota Blitar? Sedangkan tujuannya adalah mengetahui : (1) Untuk mengetahui kegiatan pemasaran yang selama ini dilaksanakan oleh PKP-RI Kota Blitar (2) Untuk mengetahui masalah dalam bidang pemasaran yang sedang dihadapi oleh PKP-RI Kota Blitar dan untuk selanjutnya berusaha membantu memecahkan masalah tersebut.(3) Untuk mengetahui pengaruh biaya personal selling terhadap volume penjualan yang ada. Dari hasil penelitian selama melakukan PKL proses personal selling pada PKP-RI “SARTIKA“ Swalayan Kota Blitar meliputi beberapa kegiatan yaitu : (1) Target pasar, (2) keputusan produk, (3) pengecekan barang, (4) display, (5) penggantian kode barang dan harga jual, (6) membantu kasir, (7) pengawasan, (8) pelayanan, (9) mengikuti salesman atau mempromosikan produk Dalam prakteknya penerapan kegiatan tersebut memiliki faktor pendukung dan penghambat. Untuk faktor pendukung meliputi : (1) Memiliki banyak pelanggan, (2) berada pada lokasi yang strategis, (3) Tersedianya komputer, (4) memiliki tenaga kerja yang jujur dan professional, (5) memberikan pelayanan swalayan yang maksmal, (6) tersedianya lokasi yang luas, (7) area parkir dan (8) adanya pelayanan pembelian kredit. Sedangkan faktor penghambatnya antara lain: (1) Masih kekurangan modal, (2) jumlah karyawan kurang, (3) keanekaragaman masih kurang, (4) media promosi masih belum memadai. Untuk mengatasi hambatan tersebut perlu adanya solusi yang harus digunakan yaitu (1) mengajukan kredit bank, (2) penambahan karyawan, (3) keanekaragaman produk ditambah penambahan pelayanan, (4) media promosi yang terus ditambah dan (5) penataan kembali swalayan agar menarik. Dari beberapa uraian diatas maka untuk meningkatkan perkembangan PKP-RI “SARTIKA” Swalayan Kota Blitar disarankan untuk menarik konsumen lebih banyak perlu adanya suatu promosi dan personal selling untuk menarik minat konsumen, demi menunjang kelangsungan koperasi modal sendiri harus ditambah serta terus diadakannya pelatihan karyawan bersama pengurus yang berkesinambungan. Jadi dengan terlaksananya beberapa saran tersebut diharapkan PKP-RI “SARTIKA“ Swalayan Kota Blitar dapat mencapai visi,misi dan tujuannya.

Evaluasi profesionalisme guru ekonomi yang telah lulus program sertifikasi guru di Probolinggo / Arista Prihandana Nur Khardani

 

ABSTRAK Nur Khardani, Arista Prihandana. 2008. “Evaluasi Profesionalisme Guru Ekonomi Yang Telah Lulus Program Sertifikasi Guru Di Probolinggo”. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Prih Hardinto. M.Si (2) Drs. Sapir.S.Sos.M.Si. Kata kunci: kompetensi profesionalisme guru, kinerja guru Guru merupakan komponen yang paling menentukan dalam sistem pendidikan secara keseluruhan, sehingga mereka harus mendapatkan perhatian yang utama.Guru juga sangat menentukan keberhasilan peserta didik terutama dalam kaitannya dalam proses belajar mengajar. Perbaikan kualitas pendidikan harus berpangkal dari guru dan berujung pada guru pula. Berdasarkan Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) serta Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) dinyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan persyaratan memiliki kualifikasi akademik minimal S1 atau Diploma IV yang relevan dan menguasai kompetensi sebagai agen pembelajaran. Sebagai agen pembelajaran, seorang guru harus memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial yang dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Sertifikasi guru merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu guru sehingga pembelajaran di sekolah juga akan berkualitas. Peningkatan mutu dan peningkatan kesejahteraan guru diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan secara berkelanjutan melalui sebuah kinerja guru yang baik.Tujuan sertifikasi adalah untuk menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional; meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan; meningkatkan martabat guru; dan meningkatkan profesionalimse guru. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah kompetensi profesionalisme guru dan kinerja guru. Populasi dalam penelitian ini adalah Guru ekonomi yang telah lulus program sertifikasi guru di Probolinggo. Responden dalam penelitian ini adalah kepala sekolah atau wakil kepala sekolah dan siswa dari guru yang diteliti. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 37 orang. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode angket/kuesioner tertutup. Analisis data yang digunakan untuk menguji adalah dengan analisis distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kompetensi profesionalisme guru ekonomi SMP/SMA/SMK di Probolinggo yang dinyatakan lulus dalam Sertifikasi Guru adalah sangat baik. Hal ini terbukti dari hasil penyebaran angket dengan masing-masing sub kompetensi yaitu; 83,8 % guru memiliki tingkat kompetensi kepribadian yang tinggi, 83,8 % guru memiliki tingkat kompetensi sosial yang tinggi, 75,7% guru memiliki tingkat kompetensi pedagogik yang tinggi, serta 78,4% guru memiliki tingkat kompetensi profesional yang tinggi. Sedangkan untuk kinerja guru ekonomi SMP/SMA/SMK yang telah lulus program sertifikasi guru di Probolinggo adalah sangat baik hal ini terbukti dari hasil penyebaran angket dari masing-masing sub kinerja guru yaitu; 91,9 % guru menyusun program pembelajaran, 83,8 % guru melaksanakan pelaksanaan evaluasi, 62,2 % guru melakukan analisis evaluasi, 78,4 % guru melakukan pelaksanaan perbaikan dan pengayaan, 56,8 % guru melakukan pelaksanaan pembelajaran dengan sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan kepada para guru ekonomi SMP/SMA/SMK yang dinyatakan lulus dalam Sertifikasi Guru untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dan kinerjanya dalam dunia kependidikan. Sehingga tujuan Sertifikasi guru untuk menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional dapat tercapai. Berbagai program untuk meningkatkan kompetensi dan kinerjanya, hendaknya tidak berhenti begitu saja setelah sertifikat pendidik didapatkan, melainkan tetap membekali diri dengan berbagai program peningkatan pendidikan seperti pelatihan dan seminar yang bermanfaat untuk menambah wawasan di dunia pendidikan.

Penerapan pembelajaran kooperatif model teams games tournament (TGT) pada mata pelajaran ekonomi untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Bululawang-Malang / Yudha mahardika

 

Seiring dengan berjalannya waktu dan proses perubahan yang cepat dalam lingkungan pendidikan, maka hal tersebut juga berdampak pada perubahan kurikulum pendidikan saat ini, yaitu dengan diterapkannya kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada sekolah-sekolah sebagai penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya yang cenderung teacher-oriented dari pada student-oriented dalam proses belajar mengajar. Untuk mengetahui tuntutan dan target dari kurikulum baru yang diterapkan pada tahun ajaran 2006, maka diperlukan strategi atau model pembelajaran yang menyenangkan dalam upaya meningkatkan pola pikir peserta didik serta potensi siswa agar berhasil dalam proses belajar mengajar. Untuk mencapai keberhasilan dalam proses belajar mengajar yang diharapkan, upaya atau usaha yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan cara memperhatikan siswa, menguasai materi pelajaran dan memilih metode pembelajaran yang tepat, dengan adanya penggunaan metode yang tepat proses belajar mengajar dapat memperoleh hasil yang memuaskan dan dapat mencapai tujuan pembelajaran, selain itu baik murid maupun guru harus memiliki sikap kemampuan dan keterampilan yang mendukung proses belajar mengajar.Tujuan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar ekonomi siswa setelah diterapkan Model pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) pada siswa kelas X-B SMA Negeri 1 Bululawang.(2) Untuk mendiskripsikan dan menganalisis hasil belajar ekonomi siswa kelas X-B setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 2 siklus tindakan, yang terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-B SMA N 1 Bululawang semester 1 tahun ajaran 2008/2009 dengan jumlah siswa 40 yang terdiri dari siswa laki-laki 18 dan siswa perempuan 22 siswa. Dalam penelitian teknik pengumpulan data meliputi : observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran model Teams Games Tournament (TGT), pemberian tes dan pengisian angket tentang kesan siswa terhadap pembelajaran model Teams Games Tournament (TGT) yang diberikan di akhir siklus I analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan hasil aktivitas siswa mengalami peningkatan yaitu pada siklus I dengan rata-rata 56,5% dengan taraf keberhasilan ”Cukup” sedangkan pada siklus II dengan rata-rata 79,49% dengan taraf keberhasilan ”Baik”, sedangkan peningkatan hasil pembelajaran siswa dapat dilihat dari peningkatan rata-rata kelas pada setiap siklusnya. Pada siklus I rata-rata meningkat dari 49,875 menjadi 67,375 dan prosentasi siswa yang tuntas belajar meningkat dr 0% menjadi 42,5%. Pada siklus II rata-rata kelas meningkat dari 54,75 menjadi 75 dengan prosentase siswa yang tuntas belajar meningkat dari 7,5% menjadi 87,5%. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penerapan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) yaitu: (1) Penerapan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) pada siswa kelas X-B SMA Negeri 1 Bulilawang Kab. Malang dapat meningkatkan aktivitas belajar ekonomi siswa. (2) Penerapan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan ketunyasan dan hasil belajar ekonomi kelas X-B. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan, yaitu : (1) Guru mata pelajaran ekonomi SMA Negeri 1 Bululawang Kab. Malang, disarankan untuk mencoba menerapkan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournamen (TGT) pada materi permintaan, penawaran dan harga keseimbangan dikarenakan siswa memberikan respon positif terhadap penerapan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT). (2) Sebelum pelaksanaan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) sebaiknya guru mempersiapkan perangkatnya terlebih dulu. Sehingga dalam pelaksanaannya proses belajar mengajarnya dapat berjalan lancar dan efektif. (3) Peneliti lain hendaknya menerapkan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournamen (TGT) diklelas maupun di sekolah yang lain agar diperoleh hasil penelitian yang lebih representatif.

Kecerdasan emosianal anak kembar yang diasuh bersama / Amnina Aulia Toga

 

Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang dalam mengenal emosi diri sendiri dan orang lain, berempati, mengelola emosi diri sendiri, memotivasi diri, dan membina hubungan sosial dengan orang lain. Kembar yang diasuh bersama (twins reared together) adalah kembar identik (MZ twins) atau kembar fraternal (DZ twins) yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang sama. Berbeda dengan kembar yang dibesarkan terpisah, kembar yang dibesarkan bersama ini berbagi materi genetik dan pengaruh spesifik dari lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan model penelitian fenomenologi. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah 4 (empat) orang anak kembar yang diambil dari 4 (empat) pasang anak kembar yang dibesarkan bersama. Penelitian terhadap subyek I dilakukan di Desa Kademangan Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar, penelitian terhadap subyek II dilakukan di Desa Babadan Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar, penelitian terhadap subyek III dilakukan di Desa Semen Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, dan penelitian terhadap subyek IV dilakukan di Desa Bening Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode pengamatan dan wawancara. Dalam penelitian ini digunakan dua macam triangulasi sebagai cara untuk memeriksa keabsahan data, yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional anak kembar yang dibesarkan bersama yaitu subyek I (La) dan subyek III (Pa) memiliki kecerdasan emosi yang baik. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuan subyek I (La) dan subyek III (Pa) dalam mengenal emosi diri sendiri, mengelola emosi, memotivasi diri, mengenal emosi orang lain atau berempati, dan membina hubungan sosial dengan orang lain.. Kecerdasan emosional subyek I (La) dan subyek III (Pa) ini dipengaruhi oleh pola asuh otoritatif yang diterapkan orangtua subyek dan adanya interaksi positif antara orangtua subyek dengan subyek. Subyek II (Va) memiliki kecerdasan emosional yang cukup. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuan subyek II (Va) dalam mengenal emosi diri sendiri, mengelola emosi, mengenal emosi orang lain atau berempati, dan membina hubungan sosial dengan orang lain. Namun demikian subyek II (Va) memiliki kemampuan yang cukup dalam memotivasi diri. Kecerdasan emosional subyek II (Va) ini dipengaruhi oleh pola asuh permisif yang diterapkan orangtua subyek dan kurangnya interaksi positif antara orangtua subyek dengan subyek. Sementara itu subyek IV (Ga) memiliki kecerdasan emosional yang kurang. Subyek IV (Ga) mampu mengenal emosi diri sendiri, tetapi subyek IV (Ga) memiliki kemampuan yang kurang dalam mengelola emosi, memotivasi diri, mengenal emosi orang lain atau berempati, dan membina hubungan sosial dengan orang lain. Kecerdasan emosional subyek IV (Ga) ini dipengaruhi oleh pola asuh permisif yang diterapkan orangtua subyek dan kurangnya interaksi positif antara orangtua subyek dengan subyek. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada orangtua anak kembar agar mengajarkan kecerdasan emosional kepada anak-anak sejak dini sebab keluarga merupakan sekolah pertama untuk mempelajari emosi. Selain itu, disarankan kepada orangtua agar menerapkan pola asuh otoritatif kepada anak-anaknya sebab hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orangtua yang memiliki pola asuh otoritatif akan memiliki anak-anak yang baik kecerdasan emosionalnya. Disarankan pula bagi para orangtua yang memiliki anak kembar agar mengasuh anak kembar secara bersama sebab dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak kembar yang diasuh bersama menunjukkan kecerdasan emosional yang baik, terutama dalam kemampuan mengenal emosi diri sendiri, mengenal emosi orang lain, dan membina hubungan sosial dengan orang lain. Dapat disarankan pula kepada peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian lebih lanjut mengenai kecerdasan emosional anak kembar yang dibesarkan terpisah dan penelitian lebih lanjut mengenai perbedaan antara kecerdasan emosional anak kembar yang dibesarkan bersama dengan anak kembar yang dibesarkan terpisah.

Optimalisasi kinerja guru dalam proses pembelajaran pada sekolah dasar di Kota Malang (Studi multi situs pada tiga sekolah dasar) / Suharningsih

 

ABSTRAK Suharningsih, 2009. Optimalisasi Kinerja Guru dalam Proses Pembelajaran pada Sekolah Dasar di Kota Malang (Studi Multisitus Pada Tiga Sekolah Dasar). Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan. Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd.; (2) Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H., M.A., Ph.D.; (3) Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M.Pd. Kata kunci: optimalisasi, kinerja guru, kepala sekolah, supervisi Penelitian ini berawal dari perubahan sekolah dasar yang tidak pernah diperhitungkan karena mutunya rendah menjadi sekolah dasar yang menjadi juara tingkat nasional karena mutunya tinggi. Perubahan ini tidak mungkin terjadi tanpa melakukan upaya perbaikan. Dalam rangka meningkatkan mutu sekolah, upaya yang dilakukan kepala sekolah dengan meningkatkan perannya dalam manajemen sumber daya sekolah. Salah satu sumber daya sekolah adalah manajemen sumber daya manusia terutama manajemen kinerja guru dalam melaksanakan proses pembelajaran sebagai tugas utama. Demikianlah sehingga menjadi sumber daya yang bermutu, perlu dilihat dari bagaimana upaya kepala sekolah mengoptimalkan cara kerja guru untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran. Penelitian ini difokuskan pada optimalisasi kinerja guru sekolah dasar, dijabarkan menjadi:: (1) kinerja guru melaksanakan proses pembelajaran dimulai dengan menyusun rencana pembelajaran, diakhiri dengan melaksanakan pembelajaran yang dipengaruhi oleh beberapa faktor di situs penelitian; (2) upaya kepala sekolah mengoptimalkan kinerja guru melaksanakan proses pembelajaran dimulai dengan menyusun rencana pembelajaran, diakhiri dengan melaksanakan pembelajaran yang dipengaruhi oleh beberapa faktor di situs penelitian. Penelitian ini dilakukan di tiga sekolah dasar kota Malang, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan rancangan studi multisitus. Dalam penelitian ini, peneliti sebagai instrumen kunci (key instrument). Penunjukkan informan penelitian menggunakan teknik bola salju (snow ball sampling) dengan terlebih dahulu menentukan informan kunci (key informan). Teknik pengumpulan data menggunakan (1) wawancara mendalam, (2) observasi partisipan, dan (3) studi dokumentasi. Data yang terkumpul melalui berbagai teknik tersebut selanjutnya diperiksa. Pengecekan kredibilitas data dilakukan dengan menggunakan teknik trianggulasi, pengecekan anggota (member check) dan diskusi teman sejawat. Sedangkan auditabilitasnya dilakukan dengan meminta beberapa orang auditor terutama pembimbing untuk mengauditnya. Selesai diperiksa, data yang terkumpul dianalisis melalui analisis dalam situs dan analisis lintas situs. Melalui penelitian ini diperoleh temuan-temuan : Pertama, kinerja guru sekolah dasar dalam melaksanakan proses pembelajaran diawali dengan penyusunan rencana pembelajaran dan diakhiri dengan pelaksanaan pembelajaran sebagai implementasi rencana pembelajaran. Kedua, kesuksesan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran merupakan keberhasilan guru dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, sehingga semua siswa termotivasi untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Ketiga, kesuksesan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran berkat (a) kemampuan dan semangat guru yang tinggi; (b) pembinaan yang diberikan kepala sekolah secara rutin baik di sekolah dengan memanfaatkan pertemuan sekolah maupun di gugus dengan memfungsikan pertemuan KKG; (c) kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi sehingga bisa melakukan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan pembelajaran dengan kegiatan kunjungan kelas dan diskusi kelompok; dan (d) keberhasilan kepala sekolah menciptakan iklim sekolah yang kondusif dengan menciptakan kondisi fisik sekolah dan kondisi sosio emosional yang menyenangkan sehingga guru dalam melaksanakan proses pembelajaran bersemangat. Akhirnya, berdasarkan temuan-temuan diatas disarankan agar : Pertama, bagi pengembangan ilmu dan teknologi. Temuan penelitian tentang optimalisasi kinerja guru sekolah dasar dalam melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan standar nasional. Oleh karena itu disarankan agar dapat dipakai sebagai dasar teoritik dalam kajian tentang optimalisasi kinerja guru sehingga dapat memperkaya khasanah pengetahuan yang berkenaan dengan pengembangan ilmu manajemen pendidikan. Kedua, bagi guru. Oleh karena guru sekolah dasar, selaku tenaga kependidikan yang berada di garis terdepan dalam perwujudan interaksi belajar mengajar bertanggung jawab langsung atas keberhasilan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu, disarankan agar selalu berusaha semaksimal mungkin mengikuti perkembangan dengan terus belajar, mencari ide-ide dan prosedur-prosedur baru, berusaha meningkatkan kualitas kinerja melaksanakan proses pembelajaran di sekolah. Dalam kaitan dengan temuan penelitian tentang kinerja guru sekolah dasar dalam melaksanakan proses pembelajaran telah memenuhi standar proses, maka disarankan agar para guru sekolah dasar dalam melaksanakan proses pembelajaran mengikuti temuan penelitian ini. Ketiga, bagi kepala sekolah. Temuan penelitian tentang kesuksesan optimalisasi atau upaya kepala sekolah untuk menjadikan kinerja guru sebaik-baiknya dalam melaksanakan proses pembelajaran, merupakan keberhasilan kepala sekolah dalam memilih kegiatan yang menentukan kesuksesan kinerja guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, yaitu melakukan pembinaan, supervisi, dan menciptakan iklim sekolah yang kondusif. Oleh karena itu, disarankan bagi kepala sekolah agar temuan penelitian ini dapat dijadikan contoh untuk memilih dan menentukan kegiatan dalam upaya menjadikan kinerja guru sebaik-baiknya dalam melaksanakan proses pembelajaran. Keempat, bagi Dinas Pendidikan. Dengan temuan penelitian yang positif menunjukkan bahwa keberhasilan optimalisasi kinerja guru sekolah dasar, maka disarankan agar temuan penelitian ini dapat (a) dikembangkan di sekolah yang lain baik dalam wilayahnya; (b) mengenal guru-guru yang berpotensi untuk menerima tanggungjawab yang lebih besar dan untuk memastikan bahwa potensinya dapat berkembang; (c) memberikan pembinaan dan motivasi kepada kepala sekolah untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilannya memilih dan menentukan kegiatan dalam mengoptimalkan kinerja guru melaksanakan proses pembelajaran; (d) secara periodik selalu mengidentifikasi kebutuhan pengembangan pendidikan di sekolah-sekolah dalam wilayahnya. Kelima, bagi pemerhati pendidikan yang ingin meningkatkan mutu sekolah disarankan agar temuan penelitian ini dapat dijadikan contoh. Terakhir, disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

Hubunganantara dukungan sosial dan stres menghadapi status pengangguran pada sarjana psikologi Universitas Negeri Malang / Kartika Dewi Nindita

 

ABSTRAK Nindita, Kartika Dewi. 2008. Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Stres Menghadapi Status Pengangguran Sarjana Psikologi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Psikologi Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing :(I) Dra. Endang Prastuti, M.Si, (II) Anies Syafitri, S.Psi, M.Psi, Psikolog. Kata kunci : dukungan sosial, stres menghadapi status pengangguran Menurut Havighurst (dalam Monks dkk., 2002), bekerja merupakan salah satu tugas perkembangan pada masa dewasa awal. Jika seorang sarjana yang berada pada masa dewasa awal tersebut belum dapat memenuhi tugas perkembangannya, yaitu bekerja, maka akan menimbulkan stres. Dalam proses mencari pekerjaan, seseorang membutuhkan dukungan sosial dari orang – orang terdekat. Jika yang didapatkan adalah tekanan maupun persepsi negatif, maka akan semakin memicu meningkatnya kadar stres dikarenakan status penganggurannya tersebut. Penelitian ini memiliki tiga tujuan yaitu untuk mengetahui : (1) gambaran dukungan sosial; (2) gambaran stres menghadapi status pengangguran; dan (3) hubungan antara dukungan sosial dan stres menghadapi status pengangguran pada sarjana psikologi Universitas Negerti Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif korelasional dengan subyek penelitian 40 orang Sarjana Psikologi Universitas Negeri Malang yang berstatus pengangguran. Penelitian ini menggunakan uji coba terpakai. Instrumen yang digunakan yaitu skala dukungan sosial dan skala stres menghadapi status pengangguran yang disusun berdasarkan penskalaan Likert. Analisis data yang digunakan terdiri dari analisis deskriptif dan analisis korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) gambaran dukungan sosial yang diperoleh 40 orang responden adalah 32,5 % mendapatkan dukungan sosial tinggi, 42,5% cukup, dan 25% kurang; (2) gambaran stres menghadapi status pengangguran dari adalah 32,5 % memiliki tingkat stres tinggi, 35% tingkat stres sedang, dan 32,5 % tingkat stres rendah;dan (3) Terdapat hubungan negatif antara dukungan sosial dan stres menghadapi status pengangguran (rxy = - 0,553; p = 0,000 < 0,05) yang berarti bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima, semakin rendah stres menghadapi status pengangguran tersebut. Sebaliknya semakin kurang dukungan sosial yang didapatkan, maka semakin tinggi stres menghadapi status pengangguran. Berdasarkan hasil penelitian disarankan : (1) bagi para orang tua agar terus memberikan dukungan baik secara emosional maupun memberikan penghargaan atas usaha yang telah dilakukan agar para sarjana tersebut dapat mengurangi stres; (2) bagi para sarjana diharapkan agar lebih meningkatkan keahlian memperoleh dukungan sosial.; dan (3) bagi peneliti selanjutnya hendaknya memperluas subyek penelitian dan meneliti faktor lain yang berkaitan dengan stres mengenai status pengangguran seperti misalnya tipe kepribadian, self esteem, efikasi diri, konsep diri, religiusitas, perilaku coping stres, self management, dan aspek lainnya.

Pengaruh pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Kesamben Kabupaten Blitar / Risma Indatia Amadhi

 

ABSTRAK Amadhi, Risma Indatia. 2008. Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPS Di SMA Negeri I Kesamben Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Prih Hardinto, M.Si. (II) Dwi Wulandari, SE, M.M Kata kunci: pola asuh, prestasi belajar Orang tua mempunyai berbagai macam fungsi yang salah satu di antaranya ialah mengasuh putra-putrinya. Dalam mengasuh anaknya orang tua dipengaruhi oleh budaya yang ada di lingkungannya. Di samping itu, orang tua memiliki sikap-sikap tertentu dalam memelihara, membimbing, dan mengarahkan putra-putrinya. Sikap tersebut tercermin dalam pola pengasuhan kepada anaknya yang berbeda-beda, karena orang tua mempunyai pola pengasuhan tertentu. Adapun pola asuh secara umum yang diterapkan orang tua yaitu, pola asuh otoriter yang ditandai dengan adanya paksaan dari orang tua, pola asuh demokratis ditandai dengan adanya pengarahan dari orang tua yang dilakukan secra musyawarah, pola asuh permissif ditandai dengan kebebasan yang berlebihan yang diberikan orang tua kepada anak. Pola asuh orang tua akan memberikan pengaruh terhadap keaktifan dan prestasi belajar anak. Penerapan pola asuh kurang tepat, dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui jenis pola asuh yang diterapkan orang tua siswa kelas XI di SMAN I Kesamben kabupaten Blitar. (2) Untuk mengetahui bagaimana prestasi belajar siswa kelas XI di SMAN I Kesamben kabupaten Blitar. (3) Untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas XI di SMAN I Kesamben kabupaten Blitar Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1 Kesamben kabupaten Blitar tahun ajaran 2007/2008. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS 1-3 yang dipilih secara proporsional random sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Adapun analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang digunakan untuk mendeskripsikan prestasi belajar siswa berdasar pola asuh orang tua dan analisis ANOVA yang digunakan untuk menganalisis ada tidaknya pengaruh pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Signifikan atau tidak dibuktikan dengan nilai R square sebesar 0.532 dan Fhitung (45,385) > Ftabel (1 ; 40 ; 0,05) (4,08). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan: (1) Pola asuh yang diterapkan orang tua siswa Kelas XI IPS di SMAN 1 Kesamben kabupaten Blitar terdiri dari pola asuh otoriter sebanyak 7,2 %, pola asuh demokratis 31% dan permissif sebanyak 4,7% serta sisanya siswa dengan pola asuh campuran sebanyak 57,1%. (2) Prestasi belajar siswa kelas XI IPS di SMAN 1 Kesamben tergolong baik, hal ini dibuktikan dengan sebanyak 50% responden memiliki nilai yang baik yaitu dengan rentangan nilai 75-99 dan 50% responden memiliki nilai yang cukup baik dengan rentangan nilai 60-74. (3) Penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar siswa yaitu sebesar 53,2% perubahan variabel Y disebabkan oleh perubahan variabel X sedangkan sisanya 46,8 % disebabkan oleh faktor di luar perubahan variabel X. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pengaruh pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Kesamben. Dari hasil penelitian ini penulis menyarankan kepada orang tua, diharapkan dapat menerapan pola asuh yang tepat kepada anak dapat memberikan dampak positif kepada anak. Dengan penerapan pola asuh yang sesuai dengan kondisi anak, akan menyebabkan anak merasa nyaman sehingga anak tidak ragu untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. . Bagi siswa dan tentunya sebagai anak, jangan terlalu terpaku pada jenis pola asuh yang diterapkan oleh orang tua. Apa dan bagaimana orang tua mengasuh kita itu merupakan hal terbaik yang diberikan oleh orang tua. Tugas utama anak sebagai pelajar adalah belajar dengan giat untuk dapat memperoleh prestasi yang gemilang. Untuk peneliti selanjutnya hendaknya lebih bisa menambahkan variabel-variabel lain yang berkaitan dengan judul penelitian ini. Sehingga penelitian yang selanjutnya akan bisa lebih dikembangkan lagi dan bisa menjadi lebih baik lagi.

Pengaruh kinerja keuangan model altman (Z Score) terhadap harga saham pada perusahaan real estate yang listing di BEI periode 2005-2007 / Imro'atus Sholikah

 

Investasi saham di pasar modal membutuhkan beberapa informasi untuk membantu para investor dalam melakukan pengambilan keputusan. Informasi yang relevan dapat digunakan sebagai alat untuk menilai harga saham termasuk tentang kesehatan perusahaan. Prediksi kebangkrutan perusahaan model Altman antara lain adalah Working capital to total assets, Retained earning to total assets, Earning before interest and tax to total assets, Market value equity to book value of debt yang diduga berpengaruh terhadap harga saham.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja perusahaan, tingkat harga saham, potensi kebangkrutan dengan menggunakan analisis Z score serta pengaruhnya terhadap Harga Saham. Penelitian ini digolongkan dalam penelitian kuantitatif asosiatif dengan menngunakan analisis regresi linier berganda karena bermaksud untuk mengetahui pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 13 perusahaan Real estate and property yang memenuhi kriteria yang ditentukan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari internet (www.idx.co.id). Analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS 14.0. Uji Asumsi klasik yang digunakan adalah uji normalitas, multikolinieritas, heterikedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan 1) Working capital to total assets tidak berpengaruh terhadap Harga Saham 2) Retained earning to total assets tidak berpengaruh terhadap Harga Saham. 3) Earning before interest and tax to total assets tidak berpengaruh terhadap Harga Saham . 4) Market value equity to book value of debt tidak berpengaruh terhadap harga saham, 5) Working capital to total assets, Retained earning to total assets, Earning before interest and tax to total assets, Market value equity to book value of debt secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham . Dari hasil penelitian ini diharapkan peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel, jumlah sampel yang lebih besar dan periode yang lebih lama agar penelitian dapat lebih sempurna, sehingga dapat dijadikan pertimbangan bagi perusahaan dalam meningkatkan rentabilitas, sekaligus dapat memberikan informasi yang berharga sebelum melakukan keputusan investasi pada perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Aplikasi metode penemuan terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN Kauman 2 kota Malang / Inna Megawati Suprapto

 

Materi geometri mempunyai peluang yang lebih besar untuk dipahami dari pada cabang matematika yang lain, karena ide – ide geometri sudah dikenal siswa sejak sebelum masuk sekolah, namun kenyataan menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang sulit belajar geometri. Prestasi belajar siswa dalam geometri masih rendah, bahkan, geometri menempati posisi yang paling memprihatinkan dalam pembelajaran matematika. Untuk melakukan upaya perbaikan bersama guru (secara kolaborasi) melalui penelitian tindakan terhadap pelaksanaan proses pembelajaran matematika kelas IV di SDN Kauman 2 Kota Malang dengan pengaplikasian metode penemuan terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar. Dalam penelitian ini difokuskan pada aplikasi metode penemuan terbimbing, yang rumusan masalahnya yaitu : (1) bagaimana aplikasi metode penemuan terbimbing dalam meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas IV SDN Kauman 2 Kota Malang? (2) apakah dengan menggunakan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas IV SDN Kauman 2 Kota Malang? Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan mengenai aplikasi metode penemuan terbimbing dalam meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas IV SDN Kauman 2 Kota Malang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini direncanakan dalam 2 siklus. Pelaksanaan tindakan meliputi 4 alur (langkah) : (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan evaluasi, (4) refleksi. Berakhir atau tidaknya suatu siklus berdasar pada tercapainya indikator keberhasilan dengan menjawab 65% benar dari soal yang diberikan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Kauman 2 Malang yang berjumlah 37 siswa. Lokasi penelitian jalan Kawi 24D Kota Malang. Metode pengumpulan data berupa tes, observasi, dan wawancara. Instrumen pengumpul data dalam penelitian ini adalah soal – soal tes matematika Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan peningkatan rata – rata tes awal, siklus 1, siklus 2 adalah 41,3 ; 57,62 ; 79,11. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus 1 : 88,3% kategori baik, siklus 2 : 95% kategori sangat baik. Hasil observasi aktivitas guru pada siklus 1 : 91,8% ; siklus 2 : 96,5% termasuk kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah didapatkan, maka dapat disimpulkan bahwa aplikasi metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas IV SDN Kauman 2 Malang.

Pengaruh pembelajaran pemberdayaan berpikir melalui pertanyaan dipadukan strategi kooperatif dan kemampuan akademik terhadap keterampilan mtakognitif, berpikir kreatif, pemahaman konsep IPA-Biologi, dan retensi siswa SD di Mataram / Jamaluddin

 

Pemberdayaan keterampilan berpikir siswa merupakan salah satu standar kompetensi lulusan Sekolah Dasar yang direkomendasikan melalui Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006, sebagai respon terhadap perkembangan IPTEK yang demikian pesat saat ini. Pemberdayaan keterampilan berpikir siswa melalui pembelajaran IPA menjadi sangat penting, karena keterampilan berpikir merupakan kecakapan hidup yang sangat diperlukan untuk mengatasi perma-salahan kehidupan yang semakin kompleks di era informasi ini. Pembelajaran IPA di SD di Kota Mataram masih berorientasi pada pemahaman konsep, belum dirancang dan dilaksanakan secara sengaja untuk pemberdayaan keterampilan berpikir siswa. Hal itu disebabkan karena guru belum memahami perangkat pembelajaran yang berorientasi pada pemberdayaan berpikir tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengembangkan perangkat pem-belajaran pemberdayaan berpikir melalui pertanyaan yang dipadukan dengan strategi kooperatif tipe TPS dan NHT pada mata pelajaran IPA kelas V SD; (2) untuk mengetahui perbedaan keterampilan metakognitif, keterampilan berpikir kreatif, pemahaman konsep IPA-biologi, retensi dan daya retensi antara siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran PBMP, PBMP-TPS, PBMP-NHT, dan strategi pembelajaran Konvensional; (3) untuk mengetahui perbedaan keteram-pilan metakognitif, keterampilan berpikir kreatif, pemahaman konsep IPA-biologi, retensi dan daya retensi antara siswa berkemampuan akademik tinggi dan rendah; (4) untuk mengetahui perbedaan keterampilan metakognitif, berpikir kreatif, pemahaman konsep IPA-biologi siswa, retensi dan daya retensi siswa sebagai akibat dari interaksi antara strategi pembelajaran dengan kemampuan akademik siswa. Metode penelitian: (1) penelitian pengembangan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran; dan (2) penelitian quasi eksperimen untuk mengetahui pengaruh penerapan perangkat pembelajaran terhadap keterampilan metakognitif, berpikir kreatif, pemahaman konsep IPA-biologi, retensi dan daya retensi siswa. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD di Kota Mataram. Penentuan sampel dengan teknik Cluster random sampling. Sampel penelitian terdiri atas 149 siswa kelas V SD. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes untuk memperoleh data skor keterampilan metakognitif, skor keterampilan berpikir kreatif, skor pemahaman konsep IPA-biologi, dan skor retensi. Uji hipotesis digunakan teknik analisis kovarian (Ancova). Analisis data menggunakan fasilitas SPSS for Windows. Kesimpulan hasil penelitian adalah: (1) telah dihasilkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus, RPP PBMP, RPP PBMP.TPS, PBMP.NHT dan LKS PBMP. Perangkat pembelajaran tersebut berpotensi meningkatkan keterampilan metakognitif, keterampilan berpikir kreatif, pema-haman konsep, retensi dan daya retensi konsep IPA-biologi siswa SD di Kota Mataram;(2) penerapan perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini belum dapat dilaksnakan secara konsisten dalam pembelajaran IPA SD di Kota Mataram, karena terkendala oleh kejenuhan dan kebiasaan belajar siswa (3) ada perbedaan keterampilan metakognitif antara siswa yang belajar dengan strategi PBMP, PBMP.TPS, PBMP.NHT, dan strategi Konvensional; (4) ada perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara siswa yang belajar dengan strategi PBMP, PBMP.TPS, PBMP.NHT, dan strategi Konvensional; (5) ada perbedaan pema-haman konsep IPA-biologi antara siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran PBMP, PBMP.TPS, PBMP.NHT, dan pembelajaran Konvensional; (6) tidak ada perbedaan retensi antara siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran PBMP, PBMP.TPS, PBMP.NHT, dan Konvensional; (7) ada perbedaan daya retensi antara siswa yang belajar dengan strategi pembe-lajaran PBMP, PBMP.TPS, PBMP.NHT, dan Konvensional; (8) ada perbedaan kete-rampilan metakognitif, berpikir kreatif, pemahaman konsep IPA-biologi, dan retensi antara siswa berkemampuan akademik tinggi dengan siswa berke-mampuan akademik rendah; (9) tidak ada perbedaan daya retensi siswa berke-mampuan akademik tinggi dan rendah sebagai akibat penerapan strategi PBMP, PBMP.TPS, PBMP.NHT, dan strategi Konvensional; (10) interaksi strategi PBMP, PBMP-TPS, PBMP-NHT, dan Konvensional dengan kemampuan akademik berpengaruh signifikan terhadap keterampilan metakognitif siswa; (11) interaksi strategi pembelajaran PBMP, PBMP.TPS, PBMP.NHT, dan Konvensi-onal dengan kemampuan akademik siswa tidak berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kreatif, pemahaman konsep, dan retensi konsep IPA-biologi siswa; (12) interaksi strategi pembelajaran PBMP, PBMP.TPS, PBMP.NHT, dan Konvensional dengan kemampuan akademik siswa berpengaruh signifikan terhadap keterampilan metakognitif siswa. Saran bagi guru dan peneliti berikutnya adalah: (1) untuk penerapan di SD guru perlu menuliskan hasil-hasil diskusi atau jawaban siswa yang benar dan relevan dengan indikator pencapaian hasil belajar di papan tulis; (2) dalam menerapkan perangkat strategi pembelajaran PBMP, PBMP.TPS, dan PBMP. NHT perlu dilakukan secara bervariasi untuk menghindari kejenuhan siswa dalam belajar; (3) Guru perlu memetakan kemampuan akademik siswa untuk penyusunan anggota kelompok kooperatif dan proses pembimbingan siswa dalam pembelajaran IPA; (4) bagi peneliti yang berminat dalam penelitian pendidikan IPA, perlu merancang dan melaksanakan penelitian-penelitian yang bertujuan untuk memberdayakan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa, untuk mempersiapkan mereka sebagai SDM masa depan dalam menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks di era informasi ini.

Studi pemetaan profesionalisme guru ekonomi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) yang telah lulus program sertifikasi se-Kediri / Nurmala Indah Handayani

 

ABSTRAK Indah, Nurmala. H. 2008. Studi Pemetaan Profesionalisme Guru Ekonomi SMA Negeri yang telah lulus program sertifikasi Se-kediri, Skripsi. Jurusan Pendidikan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hari Wahyono M.Pd. Pembimbing (II) Drs.Prih Hardinto M.Si. Kata kunci: Profesionalime guru ekonomi, Sertifikasi guru Upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia tidak kunjung menemukan hasil yang menggembirakan. Banyak faktor yang mempengaruhinya, tetapi yang paling besar mempengaruhinya adalah kondisi guru. Guru memiliki peran yang penting dalam dunia pendidikan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan sangat membutuhkan guru yang berkompetensi dalam bidangnya. Misi pendidikan akan berhasil apabila dilaksanakan oleh guru yang baik pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Penelitian ini merupakan penelitian expost facto. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah guru ekonomi SMA Negeri se-Kediri, yang meliputi delapan guru ekonomi yang telah lulus program sertifikasi. Penelitian ini menggunakan instrumen pedoman observasi, wawancara, dan angket. Data penelitian dianalisis secara deskriptif dengan tabel persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Berdasarkan hasil observasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dilakukan pada 8 orang guru ekonomi SMA Negeri yang telah lulus program sertifikasi se-Kediri diperoleh hasil bahwa sebanyak 5 guru atau sekitar 62,5% dinyatakan memiliki tingkat profesionalisme yang tinggi.. Hasil observasi silabus guru juga menunjukkan hasil bahwa sebanyak 6 guru atau sekitar 75% dinyatakan memiliki tingkat profesionalisme yang tinggi dalam menyusun program pembelajaran. (2) Dari hasil observasi pada 8 observan, sebanyak 6 guru atau 75% memiliki tingkat profesionalisme tinggi. Hasil penelitian ini juga dapat dilihat dari hasil penskoran angket balikan siswa yaitu sebanyak 5 orang guru atau 62,5% memiliki tingkat profesionalisme yang tinggi dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. (3) Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada 8 orang guru ekonomi SMA Negeri yang telah lulus program sertifikasi se-Kediri diperoleh hasil bahwa sebanyak 6 guru atau sekitar 75% dinyatakan memiliki tingkat profesionalisme yang tinggi dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa guru ekonomi yang telah lulus sertifikasi merupakan guru yang professional.

Pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham pada Perusahaan Manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2007 / Danang Galih Wardana

 

Sebelum berinvestasi, Investor perlu menganalisis laporan keuangan perusahaan yang akan dipilih untuk mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Analisis laporan keuangan yang dilakukan Investor yaitu dengan cara menghitung rasio-rasio keuangan suatu perusahaan.Rasio keuangan yang sering digunakan adalah Current Ratio, Debt To Equity Ratio, dan Return On Equity. Investor cenderung menyukai Current Ratio dan Return On Equity yang tinggi, dan juga Debt To Equity Ratio yang rendah. Perusahaan yang memiliki Current Ratio dan Return On Equity yang tinggi, dan juga Debt To Equity Ratio yang rendah, maka kinerja keuangan perusahaan tersebut baik, dan pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan harga saham. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh Current Ratio, Debt To Equity Ratio, dan Return On Equity terhadap harga saham, baik secara individual maupun simultan. Current Ratio, Debt To Equity Ratio, dan Return On Equity diukur dengan membandingkan nilai yang ada pada laporan keuangan perusahaan tahun 2005-2007. Dan untuk harga saham diukur menggunakan harga saham rata-rata penutupan tahunan. Populasi dari penelitian ini adalah semua perusahaan Manufaktur yang Listing Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2005-2007. Dari populasi tersebut, kemudian digunakan metode purposive sampling untuk menentukan sampel penelitian. Hasilnya, terdapat 66 perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pengujian hipotesis yang diuji dengan analisis regresi berganda. Pengujian hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa signifikansi variabel Current Ratio dan Debt To Equity Ratio lebih besar dari 0.05, sehingga H0 diterima dan menolak hipotesis yang diajukan. Sedangkan signifikansi untuk variabel Return On Equity lebih kecil dari 0,05, sehingga H0 ditolak dan menerima hipotesis yang diajukan. Hasil uji F menunjukkan bahwa tingkat signifikansinya lebih kecil dari 0.05, sehingga H0 ditolak dan menerima hipotesis yang diajukan. Dari hasil pengujian hipotesis tersebut menunjukkan bahwa Current Ratio dan Debt To Equity Ratio tidak berpengaruh terhadap harga saham dan Return On Equity berpengaruh f signifikan terhadap harga saham. Hal ini berarti bahwa investor lebih memperhatikan besar-kecilnya Return On Equity dibandingkan Current Ratio dan Debt To Equity Ratio sebagai pertimbangan dalam membuat keputusan investasi, khususnya pada perusahaan Manufaktur yang Listing Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2005-2007.

Studi komparatif kinerja keuangan bank konvensional dan bank syariah yang listing di BEI tahun 2003-2006 / Moch. Wahyu Widodo

 

ABSTRAK Widodo, M.W. 2008. Study Komparatif Kinerja Keuangan Bank Konvensional dan Bank Syariah. (Tahun 2003-2006), Skripsi. Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs., Mohammad Hari, M.Si., (2) Ely Siswanto, S.Sos., M.M. Kata kunci: Bank Konvensional, Bank Syariah, Likuiditas, Kinerja Keuangan Bank Industri perbankan adalah salah satu katalisator pertumbuhan ekonomi suatu Negara, terlebih lagi jika dilihat bahwa” bank berfungsi sebagai alat intermediasi (Financial Intermediari) atau perantara keuangan antara pihak yang kelebihan dana (surplus unit) dengan pihak yang memerlukan dana (devisit unit), serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalulintas pembayaran”. Berbeda dengan bank konvensional, ketika krisis melanda, bank syariah mempu bertahan lebih baik dari pada bank konvensional, sehingga setelah krisis bank syariah mengalami pertumbuhan yang signifikan. UU No. 10 Tahun 1998 memuat tentang landasan hokum yang kuat bagi pihak bank dan juga investor untuk mendirikan bank syariah baru ataupun membuka Unit Usaha Syariah. Sistem ekonomi Islam mengutamakan kemaslahatan bersama dengan distribusi pendapatan yang adil serta pengendalian aliran-aliran kekayaan. Dampak pada bank syariah dengan sistem yang berlaku di dalamnya akan memberi nuansa yang berbeda dalam memperlancar aliran dana maupun investasi. Berbeda sistem bunga yang diyakini juga bahwa tingkat suku bunga berdampak pada aliran investasi, yang artinya semakin tinggi suku bunga semakin tinggi pula terbendungnya tingkat aliran investasi dari masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum kinerja dan perbedaan rasio likuiditas, rentabiltas, dan solvabilitas antara bank konvensional dan syariah, merujuk pada tujuan tersebut, maka laporan keuangan bank yang diteliti, dianalisis dengan menggunakan metode analisis rasio ( cross sectional approach). Rasio likuiditas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana perusahaan (bank) dapat menjamin kewajiban jangka pendeknya dengan aktiva lancar yang dimilikinya. Rasio rentabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana asset yang dimiliki perusahaan dapat menghasilkan laba. Rasio solvabilitas adalah rasio yang untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang. Analisis yang digunakan adalah sample t tets paired dengan standar level of signifikansi α= 5% Kesimpulan atas hasil penelitian ini jika dilihat pada likuiditas tercermin Current Ratio, terdapat perbedaan yang signifikan kinerja keuangan bank konvensional dan bank syariah Selain itu perbedaan antara bank konvensional dan bank syariah pada rasio ini adalah terdapat pada produk yang dihasilkan oleh bank syariah lebih banyak dibanding bank konvensional, sehingga mempengaruhi aktiva lancar itu sendiri. Rentabilitas diukur dengan return on asset terdapat perbedaan yang signifikan antara bank konvensional dan bank syariah. Bank konvensional lebih efektif dalam menghasilkan laba dari asset yang dimiliki. Return On Asset (ROA) dibanding bank syariah. Solvabilitas diukur dengan debt to equity ratio terdapan perbedaan yang signifikan kinerja keuangan antara bank konvensional dan bank syariah. Kemampuan kinerja bank konvensional dalam menutup hutang-hutangnya, baik jangka pendek maupun jangka panjang dengan modal sendiri lebih baik dari pada kemampuan bank syariah.

Pengaruh rasio leverage, rasio likuiditas terhadap return on equity (ROE) sebelum dan sesudah merger pada perusahaan yang listing di BEI periode 2001-2005 / Aprin Kartika Rindha

 

ABSTRAK Rindha, Aprin Kartia. 2008. Pengaruh Rasio Leverage, Rasio likuiditas terhadap ROE Sebelum dan Sesudah Merger Perusahaan yang Listing di BEI (Bursa Efek Indonesia) Periode 2001-2005. Skripsi. Jurusan Manajemen Konsentrasi Manajemen Keuangan. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswono, MM dan pembimbing (2) Dr. H Agung Winarno MM. Kata kunci: Rasio Leverage, Rasio likuiditas, ROE. Profitabilitas merupakan salah satu indikator untuk menilai baik buruknya kinerja perusahaan. Profitabilitas yang tinggi mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba melalui kegiatan operasionalnya juga tinggi, sebaliknya profitabilitas yang rendah mencerminkan kegiatan opersaional perusahaan yang kurang baik sehingga kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba menjadi rendah. Profitabilitas yang rendah juga akan berpengaruh terhadap menurunya kepercayaan pihak eksternal kepada perusahaan. Salah satu alat yang dapat di gunakan untuk melihat tinggi rendahnya profitabilitas adalah rasio- rasio keuangan. Dengan demikian, penelitian ini meng kaji tentang pengaruh rasio- rasio keuangan yang terdiri dari rasio leverage, rasio likuiditas terhadap Return On Equity (ROE) sebelum dan sesudah merger pada perusahaan yang listing di BEI dalam periode pengamatan 2001- 2005. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh rasio leverage, rasio likuiditas secara parsial maupun simultan terhadap ROE sebelum dan sesudah merger pada perusahaan yang listing di BEI. Penelitian yang dilakukan di Pusat Data Bisnis Negeri Malang dan Pojok BEJ Universitas Brawijaya ini ditekankan pada analisa terhadap laporan keuangan perusahaan yang melakukan merger dan yang listing di BEI periode pengamatan 2001- 2005. Rancangan penelitianini bersifat deskriftif korelasional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Analisis rasio keuangan yang digunakan adalah rasio leverage, rasio likuiditas terhadap Return On Equity. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 10 perusahaan yang listing dan melakukan merger, masuk dalam urutan atas dan memenuhi kriteria yang ditentukan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan mneggunakan bantuan komputer program SPSS 14.0. Uji Asumsi klasik yang digunakan adalah uji normalitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan: 1) rasio leverage berpengaruh signifikan terhadap ROE sebelum merger. 2) Rasio leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE sesudah merger. 3) Rasio likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE sebelum merger. 4) Rasio likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE sesudah merger. 5) Rasio leverage dan rasio likuiditas berpengaruh secara simultan terhadap ROE sebelum merger. 6) rasio leverage dan rasio likuditas berpengaruh secara simultan terhadap ROE sesudah merger. Berdasarkan hasil tersebut, saran untuk emiten lebih memperhatikan, menganalisis dan mempertimbangkan penggunaan hutang, untuk investor sebelum investor mengambil keputusan apakah akan menanamkan modalnya, jangan melihat aktivitas merger saja tetapi lebih memperhatikan keadaan struktur modal perusahaan, sedangkan bagi peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel lain dan jumlah sampel yang lebih besar, periode yang lebih lama agar penelitian dapat lebih sempurna. Sekaligus dapat memberikan informasi yang berharga sebelum melekukan investasi pada perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Persepsi guru kimia dan implentasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dalam kegiatan pembelajaran kimia SMA Negeri se-Kabupaten Jember / Ika Sri Wijayanti

 

i ABSTRAK Wijayanti, Ika Sri. 2008. Persepsi Guru Kimia dan Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam Kegiatan Pembelajaran Kimia SMA Negeri se-Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2008/2009”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kimia, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M. S., (II) Dra. Hayuni Retno Widarti, M. Si. Kata kunci: Persepsi, Implementasi, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Pembelajaran Kimia. Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan melakukan penyempurnaan kurikulum dari KBK menjadi KTSP. KTSP menuntut para praktisi pendidikan khususnya guru agar lebih mempersiapkan potensi dirinya. Keberhasilan pelaksanaan KTSP sangat ditentukan oleh bagaimana guru melaksanakan pembelajarannya di kelas. Terkait dengan hal tersebut, maka perlu diadakan penelitian guna mengetahui apakah guru-guru kimia kelas X dan XI SMA Negeri se-Kabupaten Jember telah menerapkan KTSP dalam melaksanakan pembelajaran. Penelitian terkait dengan tiga hal, yaitu: perencanaan kegiatan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan pembelajaran, dan kegiatan penilaian hasil pembelajaran yang sesuai dengan KTSP. Sampel dalam penelitian adalah guru-guru bidang studi kimia SMA Negeri se- Kabupaten Jember. Instrumen penelitian berupa angket persepsi dan implementasi KTSP dibuat oleh peneliti dengan validasi 98 %. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara bebas. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perhitungan presentase jawaban responden dan pemberian skor pada tiap variabel penelitian. Hasil analisis data dideskripsikan dan disimpulkan sehingga diperoleh informasi tentang persen dengan tingkat keterlaksanaan KTSP dalam pembelajaran kimia kelas X, XI oleh guru kimia SMA Negeri se- Kabupaten Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persepsi guru kimia mengenai KTSP sudah baik meskipun dengan karakteristik yang berbeda-beda dari umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, lama mengajar, kualifikasi baik dapat dilihat pada persepsi guru dalam pelaksanaan pengembangan silabus (72,1%), pengembangan RPP (80,4%) dan tanggung jawab pada pengembangan silabus (78,6%), pengembangan RPP (75,5%), pelaksanaan prosedur pengembangan silabus tergolong baik (73,6%), prosedur pengembangan RPP tergolong baik (77,3%), pelaksanaan penilaian sebelum pembelajaran tergolong baik (75,7%), pada saat pembelajaran berlangsung tergolong baik (75%), sesudah pembelajaran berlangsung tergolong baik (75,7%) dan mengadakan tindak lanjut dalam pelaksanaan pembelajaran dan penilaian KTSP tergolong baik (73,9%).(2) Dalam pelaksanaan KTSP diperoleh: hampir seluruh guru kimia menyusun pra pembelajaran yang terdiri dari: Promes (88,5%), Prota (85,7%), dan sebagian besar menyusun Silabus (62,8%), RPP (65,7%), hampir seluruh (91,4%) guru kimia telah merancang media pembelajaran, sebagian besar (71,4%) guru ii menggunakan media dan sumber pembelajaran, seluruh (100%) guru sudah mengenal model-model pembelajaran KTSP, sebagian besar (54,2%) sudah menggunakan model-model pembelajaran KTSP, pada penilaian proses hampir seluruh guru telah melakukan penilaian kognitif (91,4%), afektif (94,2%), psikomotorik (82,8%). Pembelajaran kimia dengan menggunakan KTSP sudah diterapkan di kelas X, hampir seluruh guru melakukan penilaian aspek kognitif (91,4%), afektif (94,2%), psikomotorik (82,8%); seluruh guru (100%) melakukan program remidial kepada siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar.

Identifikasi konsep sukar dan kesalahan konsep pokok bahasan materi pada siswa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang / Hanik Syukrillah

 

ABSTRAK Syukrillah, Hanik. 2009. Identifikasi Konsep Sukar dan Kesalahan Konsep Pokok Bahasan Materi pada Siswa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fariati, M.Sc., (2) Herunata, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: konsep sukar, kesalahan konsep, pokok bahasan materi Konsep-konsep dalam ilmu kimia pada umumnya adalah konsep yang berjenjang. Banyak siswa yang cenderung tidak dapat membangun pemahaman konsep-konsep dalam ilmu kimia yang paling fundamental, sehingga tidak dapat memahami konsep-konsep yang lebih tinggi tingkatannya. Kesulitan memahami konsep mengakibatkan konsep tersebut menjadi konsep sukar yang memungkinkan siswa mengalami kesalahan konsep. Siswa memiliki kesalahan konsep apabila memberikan jawaban salah yang sama pada soal yang berbeda secara konsisten. Kesalahan konsep pada konsep yang fundamental akan berdampak pada pemahaman konsep yang tingkatannya lebih tinggi. Salah satu bagian ilmu kimia yang memiliki konsep abstrak dan merupakan konsep fundamental yang sangat penting untuk dipahami dalam mempelajari konsep konsep kimia lain adalah pokok bahasan materi. Konsep abstrak tersebut yang seringkali sulit untuk dipahami siswa sehingga berpotensi terjadi salah konsep. Penelitian yang dilaksanakan di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang pada pokok bahasan materi (konsep unsur, senyawa, campuran) bertujuan untuk mengidentifikasi: (1) konsep sukar yang dimiliki siswa kelas X, XI, dan atau XII SMA; (2) kesalahan konsep yang terjadi pada siswa kelas X, XI dan atau XII SMA; (3) perbandingan pemahaman konsep siswa kelas X, XI, dan XII SMA. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Subyek penelitian adalah siswa kelas X sebanyak 32 siswa, kelas XI sebanyak 28 siswa, dan kelas XII sebanyak 38 siswa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang tahun ajaran 2008/2009. Instrumen pada penelitian ini berupa tes obyektif sebanyak 25 butir soal dengan nilai reliabilitas soal adalah 0,50. Soal berupa pilihan ganda dengan 5 alternatif jawaban, yang diperkuat dengan alasan pemilihan jawaban dan hasil wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yang digunakan untuk mengukur jenis-jenis kesalahan konsep yang dimiliki siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi konsep sukar yang dimiliki siswa kelas X, XI, dan atau XII adalah: (a) Partikel materi (atom, molekul, ion) di kelas X dan XII, (b) Sifat materi (fisika dan kimia) di kelas X, XI dan XII, (c) Sifat materi fisika senyawa di kelas X, dan XI, (d)Wujud materi (padat, cair dan gas) di kelas X dan XI, (d) Arti indeks pada rumus molekul unsur P4 di kelas X, XI dan XII, (e) Lambang unsur (monoatomik, diatomik, poliatomik) di kelas X, (f) Perbedaan senyawa molekul dan senyawa ion di kelas X, XI dan XII, (g) Tata nama senyawa logam dan nonlogam di kelas X, XI dan XII, (h) Tata nama senyawa di kelas X, (i) Perbedaan campuran homogen dan campuran heterogen di kelas X, XI dan XII, (j) Perbedaan koloid, suspensi dan larutan di kelas XI, (k) Perbedaan unsur, senyawa, campuran di kelas X dan XI, (l) Penggolongan unsur dan senyawa secara mikroskopik di kelas X, (m) Perbedaan molekul unsur dan molekul senyawa di kelas X dan XI. Identifikasi kesalahan konsep yang terjadi pada siswa kelas X, XI, dan atau XII adalah: (a) Konsep Materi (partikel, sifat, wujud) : partikel gas adalah molekul, partikel senyawa adalah atom, wujud materi merupakan sifat kimia, larutan HCl bukan larutan elektrolit, molekul sama dengan atom, partikel benda gas adalah atom, (b) Konsep Unsur : arti indeks pada rumus molekul unsur menunjukkan banyaknya molekul, molekul adalah atom-atom yang terpisah, (c) Konsep Senyawa, semua senyawa mengion, pengkaitan indeks dalam tatanama senyawa logam dan non logam, tidak ada perbedaan penulisan senyawa logam-nonlogam dan nonlogam-nonlogam, (d) Konsep Campuran: baja adalah unsur, madu adalah senyawa, segelas santan dan kanji dalam air dingin merupakan larutan, (e) Konsep Unsur, Senyawa, Campuran: asam cuka adalah campuran, wujud logam adalah gas, molekul unsur terdiri dari satu unsur yang tidak berikatan. Perbandingan pemahaman konsep stoikiometri siswa kelas X, XI, dan XII adalah: (a) Siswa kelas XI lebih memahami konsep partikel penyusun logam dan non logam daripada kelas X dan XII, (b) Siswa kelas XI lebih memahami konsep partikel penyusun unsur dan senyawa daripada kelas X dan XII, (c) Siswa kelas XI, X, dan XII pemahaman konsepnya sama dalam konsep perbedaan sifat fisika dan kimia yaitu kurang memahami konsep tersebut, (d) Pemahaman konsep tentang sifat fisika senyawa kelas XII dan XI adalah lebih baik dibandingkan kelas X, (e) Siswa kelas XII lebih memahami konsep hubungan wujud materi dan sifat fisika daripada kelas. X dan XI, (f) Siswa kelas XII lebih memahami konsep penentuan wujud nikel, fluorin, neon secara mikroskopik daripada kelas X dan XI, (g) Siswa kelas X, XI, dan XII memahami konsep penentuan lambang unsur monoatomik dan penggolongan unsur dengan baik, (h) Siswa kelas XI, X, dan XII kurang memahami konsep arti indeks molekul unsur P4, (i) Siswa kelas XII dan XI lebih memahami konsep penentuan rumus molekul unsur daripada kelas X, (j) Siswa kelas X, XI, dan XII memahami konsep identifikasi senyawa ion, (k) Siswa kelas XI, X, dan XII pemahaman konsepnya sama dalam konsep penentuan partikel senyawa yaitu kurang memahami konsep tersebut, (l) Siswa kelas XII dan XI lebih memahami konsep tatanama senyawa daripada kelas X, (m) Siswa kelas XI, X, dan XII pemahaman konsepnya sama dalam konsep identifikasi campuran homogen dan heterogen yaitu kurang memahami konsep tersebut, (n) Pemahaman konsep penggolongan larutan dan koloid di kelas X dan XII adalah lebih baik dibandingkan kelas XI, (o) Siswa kelas X, XI, dan XII memahami konsep penggolongan suspensi, (p) Pemahaman konsep siswa kelas X, XI, dan XII adalah sama yaitu memahami konsep penggolongan unsur dan senyawa, (q) Siswa kelas X dan XI kurang memahami konsep penggolongan campuran daripada kelas XII, (r) Siswa kelas XI dan XII lebih memahami konsep penggolongan unsur dan senyawa secara mikroskopik daripada kelas X, (s) Pemahaman konsep perbedaan molekul unsur dan molekul senyawa kelas XII adalah lebih baik dibandingkan kelas X dan XI.

Penerapan pembelajaran kooperatif model numbered heads together (NHT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar ekonomi siswa kelas X-1 SMA Negeri 2 Malang / Siti Maimunah

 

ABSTRAK Maimunah, Siti. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas X-1 SMA Negeri 2 Malang.. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sapir, S.Sos, M.Si, (II) Dr. hadi Sumarsono, ST, M.Si. Kata Kunci: Numbered Heads Together (NHT), Motivasi Belajar, Hasil Belajar Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan di SMA Negeri 2 Malang diperoleh informasi bahwa pembelajaran ekonomi sudah menggunakan variasi bentuk model-model pembelajaran, namun dalam pelaksanaannya masih belum maksimal. Hal ini karena model-model pembelajaran yang dilakukan hanya ceramah dan Tanya jawab saja. Akan tetapi pada materi tertentu terkadang menggunakan diskusi namun sebatas diskusi konvensional yang rawan dengan menurunnya motivasi belajar siswa saat aktivitas berlangsung. Salah satu model pembelajaran yang dapat memperbaiki proses belajar mengajar di kelas tersebut adalah pembelajaran kooperatif model numbered heads together. Pembelajaran kooperatif model numbered heads together adalah strategi pembelajaran dimana para siswa aktif bekerjasama dalam kelompok kecil yang dimulai dengan penomoran, pengajuan pertanyaan, berpikir bersama, dan pemberian jawaban. Tujuannya yaitu untuk mengetahui motivasi belajar ekonomi siswa kelas X-1 SMA Negeri 2 Malang dan untuk mengetahui hasil belajar ekonomi siswa kelas X-1 SMA Negeri 2 Malang melalui penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X-1 SMA Negeri 2 Malang dengan jumlah 42 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Tehnik analisa data yang digunakan untuk hasil belajar digunakan rata-rata nilai hasil tes. Sedangkan instrument yang digunakan adalah observasi untuk mengetahui motivasi belajar siswa observasi keterlaksanaan pembelajaran kooperatif model numbered heads together yang dilakukan oleh guru. Hasil belajar dilakukan dengan memberikan tes di setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukkan oleh peningkatan persentase seluruh aspek motivasi belajar siswa yang diamati yaitu 47,92% dengan kategori rendah pada siklus I meningkat menjadi 67,86 % dengan kategori tinggi pada siklus II. Dengan penerapan pembelajaran kooperatif model numbered heads together hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Hasil belajar dengan nilai rata-rata sebesar 70,59 dengan kategori baik pada siklus I meningkat menjadi 80,24 dengan kategori baik sekali pada siklus II, terjadi peningkatan sebesar 9,65. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar ekonomi siswa kelas X-1 SMA Negeri 2 Malang. Adapun saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah 1) Bagi guru mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 2 Malang pada khususnya dan para guru ekonomi di sekolah lain pada umumnya disarankan untuk menerapkan pembelajaran kooperatif model numbered heads together sebagai salah satu alternatif pembelajaran di dalam kelas dalam rangka meningkatkan motivasi dan hasil belajar ekonomi siswa. 2) Penerapan pembelajaran kooperatif model numbered heads together hendaknya disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan dan leingkungan belajar siswa serta ketersediaan waktu yang cukup. Hal ini dikarenakan dengan waktu yang optimal pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan akan mendapatkan hasil pembelajaran yang efektif dan efisien. 3) Disarankan bagi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dapat mendiskusikan metode-metode pembelajaran yang efektif untuk mata pelajaran ekonomi, sehingga dapat merekomendasikannya kepada guru mata pelajaran, salah satunya yaitu penerapan model Numbered Heads Together (NHT). 4) Pada penelitian ini dalam mengukur hasil belajar, peneliti hanya mengukur ranah kognitif saja. Oleh karena itu bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengukur ketiga ranah yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. 5) Penelitian ini hendaknya dapat diteruskan oleh peneliti selanjutnya dengan kelas, sekolah, dan materi yang berbeda. Dan disarankan untuk lebih dari dua siklus sehingga hasil yang diperoleh dapat maksimal.

Penerapan metode pembelajaran kooperatif model numbered head together (NHT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar mata pelajaran ekonomi kelas VII di SMP Negeri 2 Mantup tahun ajaran 2008/2009 / Novy Mufarrihah

 

ABSTRAK Mufarrihah, Novy. 2008. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Numbered Head Together Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Mantup. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Mardono,M.Si., (II) Agus Sumanto,S.E.,M,Sa. Kata Kunci: pembelajaran kooperatif model numbered head together, motivasi belajar, hasil belajar. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan di SMP Negeri 2 Mantup diperoleh informasi bahwa pembelajaran ekonomi sudah mulai menggunakan variasi bentuk model-model pembelajaran, namun dalam pelaksanaannya masih belum maksimal. Hal ini karena model-model pembelajaran yang dilakukan hanya ceramah dan tanya jawab saja. Akan tetapi pada pokok bahasan tertentu terkadang menggunakan diskusi sebatas diskusi model konvensional yang rawan dengan menurunnya motivasi belajar siswa saat aktivitas berlangsung. Salah satu model pembelajaran yang dapat memperbaiki proses belajar mengajar di kelas tersebut adalah pembelajaran kooperatif model numbered head together. Pembelajaran kooperatif model numbered head together adalah strategi pembelajaran dimana para siswa aktif bekerja sama dalam kelompok kecil yang dimulai dengan penomoran ,pengajuan pertanyaan, berpikir bersama, dan pemberian jawaban. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan: (1) Bagaimana penerapan pembelajaran kooperatif model numbered head together pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Mantup pada mata pelajaran ekonomi? (2) Apakah penerapan pembelajaran model numbered head together dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Mantup dalam mata pelajaran ekonomi? (3) Apakah penerapan pembelajaran kooperatif model numbered head together dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Mantup dalam mata pelajarn ekonomi? Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Mantup dengan jumlah 41 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus. Teknik analisa data yang digunakan untuk hasil belajar digunakan rata-rata nilai hasil tes. Sedangkan instrumen yang digunakan adalah observasi untuk mengetahui motivasi belajar siswa dan observasi kegiatan guru. Hasil belajar diperoleh dengan memberikan tes disetiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif model numbered head together dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukkan oleh peningkatan persentase seluruh aspek motivasi belajar siswa yang diamati yaitu 58,19% dengan kategori cukup pada siklus I meningkat 70,30% dengan kategori tinggi pada siklus II. Dengan penerapan pembelajaran kooperatif model numbered head together hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Hasil belajar dari nilai rata-rata sebesar 74,23 dengan kategori baik pada siklus I meningkat menjadi 85,38 dengan kategori baik sekali pada siklus II, terjadi peningkatan sebesar 15,02%. Adapun saran yang dapat diberikan kepada ii peneliti selanjutnya adalah: (1) Bagi guru mata pelajaran ekonomi di SMP Negeri 2 Mantup pada khususnya dan para guru ekonomi di sekolah lain pada umumnya disarankan untuk menerapkan pembelajaran kooperatif model numbered head together sebagai salah satu alternatif pembelajaran di dalam kelas dalam rangka meningkatkan motivasi dan hasil belajar ekonomi siswa, (2) Penerapan pembelajaran kooperatif model numbered head together hendaknya dilakukan secara bertahap sesuai dengan langkah-langkahnya agar mendapatkan hasil yang optimal, (3) Penerapan pembelajaran kooperatif model numbred head together hendaknya disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan, lingkungan belajar siswa, dan ketersediaan waktu yang cukup, (4) Penelitian ini hendaknya dapat diteruskan oleh peneliti selanjutnya dengan kelas, sekolah, dan materi yang berbeda, (5) Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya melakukan tindakan lebih dari dua siklus sehingga hasil yang diperoleh dapat maksimal.

Pengaruh campuran minyak jarak pada solar dengan putaran mesin terhadap daya dan kepekatan gas buang mesin diesel / Brian Andi Baskoro

 

ABSTRAK Baskoro, Brian Andi. 2009. Pengaruh Campuran Minyak Jarak Pada Solar Dengan Putaran Mesin Terhadap Daya Dan Kepekatan Gas Buang Mesin Diesel. Skripsi, Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UM. Pembimbing: (I) Sukarni, S.T, M.T.; (II) Drs. H. Paryono, S.T., M.T. Kata kunci: daya, kepekatan gas buang, putaran mesin, minyak jarak Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, mentargetkan substitusi biofuel pada tahun 2024 adalah minimal 5% terhadap konsumsi energi nasional, serta Inpres Nomor 1 Tahun 2006 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain, menunjukkan keseriusan Pemerintah dalam penyediaan dan pengembangan bahan bakar nabati, diantaranya bioetanol dan biodiesel. Penggunaan biodiesel selain ditujukan untuk mensubtitusi solar juga dimaksudkan untuk menekan tingginya polusi udara khususnya yang disebabkan oleh kendaraan bermotor. Hal ini dipertegas Pemerintah dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 141 Tahun 2003 tentang ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru dan kendaraan bermotor yang sedang diproduksi. Keputusan berlaku bagi setiap mobil produksi baru, baik berbahan bakar bensin maupun diesel. Peraturan ini mulai diberlakukan tahun 2005. Berdasarkan pemaparan diatas, peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan campuran minyak jarak pada solar dengan putaran mesin terhadap daya dan kepekatan gas buang. Campuran minyak jarak sebesar 10%, 20%, 30%, 40% dengan putaran mesin sebesar 1300rpm, 1600rpm, 1900rpm, 2200rpm, 2500rpm. Penelitian dilakukan di laboratorium motor bakar Universitas Brawijaya Malang dengan menggunakan alat Dynamometer dan Smoke Tester. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan faktorial (design faktorial) dan menggunakan analisis anava dua jalan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan daya dan kepekatan gas buang yang dihasilkan dengan campuran minyak jarak dan putaran mesin dengan taraf signifikansi 1 %. Daya tertinggi dihasilkan oleh campuran 40% minyak jarak dan 60% solar pada 2200 rpm sedangkan daya yang terendah dihasilkan oleh 100% solar pada 2500 rpm. Kepekatan gas buang terendah dihasilkan oleh campuran 10% minyak jarak dan 90% solar pada 1300 rpm dan kepekatan gas buang tertinggi dihasilkan oleh campuran 30% minyak jarak dan 70% solar. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variasi campuran minyak jarak pada berbagai variasi putaran mesin berpengaruh nyata terhadap daya dan kepekatan gas buang mesin diesel.

Pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia / Asri Wardhani

 

ABSTRAK Wardhani, Asri. 2009. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurika Restuningdiah, S.E., M.Si., Ak., (II) Yuli Widi Astuti, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci : Kinerja Keuangan, Harga Saham Perkembangan ekonomi di Indonesia yang semakin pesat ini membuat para investor lebih berhati-hati dalam berinvestasi pada suatu perusahaan. Informasi yang sering digunakan untuk pengambilan keputusan adalah laporan keuangan yang mencerminkan kinerja keuangan perusahaan, karena hal tersebut akan mempengaruhi harga saham di masa mendatang. Baik buruknya kinerja keuangan suatu perusahaan tercermin dalam rasio keuangan. Ada beberapa rasio keuangan yang sering digunakan oleh perusahaan antara lain: current ratio (CR), ROA, dan PER. Dari beberapa rasio tersebut dapat diukur seberapa besar kinerja keuangan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan dari kinerja keuangan dengan menggunakan rasio keuangan terhadap harga saham. Dengan kata lain penelitian ini ingin menguji apakah kinerja keuangan dapat digunakan untuk mendeteksi harga saham di masa mendatang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksplanasi. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode dokumentasi, yaitu dengan menggunakan data keuangan dari 60 perusahaan manufaktur selama tiga periode, yaitu dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2006 yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari kinerja keuangan terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur. Hal tersebut berarti bahwa investor lebih memperhatikan faktor lain seperti: tingkat inflasi, tingkat bunga, volume perdagangan, dan sebagainya dibandingkan kinerja keuangan perusahaan. Selain itu investor cenderung menggunakan analisis teknikal daripada analisis fundamental dalam menilai harga saham. Penelitian ini masih menyisakan beberapa keterbatasan yaitu pada penelitian ini peneliti hanya menggunakan perusahaan pada satu sektor industri di Bursa Efek Indonesia, yaitu perusahaan manufaktur, sehingga untuk penelitian selanjutnya sebaiknya menambah variabel lain dan memasukkan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi harga saham.

Hubungan kompetensi guru akuntansi dengan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran akuntansi di SMK Ardjuna 01 Malang / Sulistyo Rini

 

ABSTRAK Rini, Sulistyo. 2008. Hubungan Kompetensi Guru Akuntansi dengan Prestasi Prestasi Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Akuntansi Siswa Kelas XI dan XII-Akuntansi di SMK Ardjuna 01 Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi Program Study Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Eka Ananta Sidharta, S.E, M.A, A.K. (II) Drs. H. Sumadi, S.E, M.M. Kata Kunci : Kompetensi Guru dan Prestasi Belajar Perkembangan zaman dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut adanya guru yang menguasai kompetensi mengajar yang baik, sehingga guru lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif. Kompetensi guru merupakan faktor ekstrinsik yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Faktor ekstrinsik adalah faktor pendorong dari luar untuk membangkitkan semangat siswa. Kompetensi guru diklasifikasikan menjadi sepuluh kompetensi yaitu kompetensi menguasai bahan, mengelola kelas, menggunakan media/sumber belajar, menguasai landasan pendidikan, menilai prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran, mengenal fungsi layanan bimbingan dan penyuluhan, menyelenggarakan administrasi sekolah, dan mengenal prinsip-prinsip dan hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran. Penelitian ini memiliki dua variabel yaitu variabel bebas (X) kompetensi guru akuntansi, dan variabel terikat (Y) prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran akuntansi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI dan XII-Akuntansi SMK Ardjuna 01 Malang pada tahun 2006/2007. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis korelasi. Instrumen yang digunakan untuk mengambil mengambil data penelitian angket tertutup atau kuesioner. Sedangkan data prestasi belajar siswa diperoleh dari dokumen sekolah yang berupa nilai raport semester genap tahun pelajaran 2006/2007. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara objektif tentang (1) Kompetensi guru akuntansi di SMK Ardjuna 01 Malang (2) Prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran akuntansi di SMK Ardjuna 01 Malang (3) Hubungan kompetensi guru akuntansi dengan prestasi belajar siswa kelas XI dan XII-Akuntansi SMK Ardjuna 01 Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kompetensi guru yang ada di SMK Ardjuna 01 Malang adalah baik (2) Sedangkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran akuntansi kelas XI dan XII-Akuntansi di SMK Ardjuna 01 Malang dari hasil raport semester genap diperoleh hasil baik (3) Dari hasil analisis diperoleh rxy hitung lebih besar dari rxy tabel, yaitu rxy hitung: 0,416 > 0,266. Maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis (Ha) diterima. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi guru akuntansi dengan prestasi belajar siswa mata pelajaran akuntansi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini kiranya dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkecimpung di dunia pendidikan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar.

Perbedaan persepsi terhadap perilaku agresi pada remaja putra dan remaja putri di SMA Negeri 1 tahun Blitar / Annastya Agnes Paramitha S.

 

Perilaku agresi dapat disebabkan oleh persepsi remaja yang tidak tepat terhadap perilaku agresi itu sendiri. Persepsi tiap remaja berbeda-beda dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan deskriptif komparatif pada 61 responden (31 siswa perempuan dan 30 siswa laki-laki) yang diambil dengan teknik Proportional Random Sampling di SMA Negeri 1 Talun Blitar. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala persepsi terhadap perilaku agresi dengan validitas ≥ 0,30 dan α = 0,856; kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan analisis uji-t sampel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 31 siswa perempuan memiliki persepsi terhadap perilaku agresi yang sangat tepat sebanyak 7 orang (22,581%) dan persepsi terhadap perilaku agresi yang tepat sebanyak 24 orang (77,419%), sedangkan dari 30 siswa laki-laki memiliki persepsi terhadap perilaku agresi yang tepat sebanyak 28 orang (93,333%) dan persepsi terhadap perilaku agresi yang tidak tepat sebanyak 2 orang (6,667%). Ada perbedaan persepsi terhadap perilaku agresi pada remaja putra dan remaja putri (t = 2,624, sig = 0,011, p < 0,05), dengan mean persepsi terhadap perilaku agresi pada remaja putri 96,6129 lebih tinggi dari pada mean persepsi terhadap perilaku agresi remaja putra 91,0667. Berdasar hasil penelitian disarankan (1) Remaja diharapkan menambah wawasan tentang perilaku agresi, agar lebih memahami baik atau buruknya tindak agresi sehingga remaja dapat mempersepsikan perilaku agresi dengan tepat serta mengikuti terapi kognitif. (2) Pihak Sekolah hendaknya memberikan kebijakan bagi Bimbingan Konseling (BK) berupa penyediaan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk memperbaiki dan meningkatkan persepsi terhadap perilaku agresi, dan sebagai layanan upaya pencegahan (preventif) terhadap perilaku agresi, misal diadakannya terapi kognitif. Guru senantiasa bekerjasama dengan konselor dalam memberikan pengarahan pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar dengan memasukkan materi tentang hal-hal yang berkaitan dengan perilaku agresi sehingga siswa akan memiliki persepsi yang tepat terhadap perilaku agresi. (3) Orang Tua diharapkan menciptakan lingkungan keluarga yang kondusif dan hangat sehingga anak merasa nyaman di rumah. Memberikan arahan dan wawasan pada anak tentang baik buruknya perilaku agresi sehingga anak dapat mempersepsikan dengan tepat perilaku agresi dan lebih penting memiliki sikap yang tepat terhadap perilaku agresi. (4) Peneliti selanjutnya hendaknya menambah variabel penelitian dan mengembangkan teori mengenai persepsi terhadap perilaku agresi pada remaja sehingga hasil penelitian yang diperoleh semakin detail dan akurat serta penelitian dapat dilakukan dengan wawancara dan observasi.

Pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian konsumen (Studi pada Bentar Dipayana Toserba Blitar) / Yanwar Wahyu Kristanto

 

ABSTRAK Kristanto, Yanwar Wahyu. 2008. Pengaruh Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Studi Pada Bentar Dipayana Toserba Blitar). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si, (II) Drs. Moh. Hari, M.Si. Kata Kunci: Bauran Pemasaran, Keputusan Pembelian Konsumen Seiring dengan perkembangan dunia usaha yang bertambah pesat banyak perusahaan yang berdiri silih berganti. Tentu saja hal ini menimbulkan persaingan dalam merebut konsumen semakin bertambah ketat. Masing-masing perusahaan berlomba-lomba memberikan pemasaran terbaik untuk memuaskan konsumen. Untuk dapat terus bersaing, perusahaan harus dapat mempertahankan pelanggannya, karena hidup dan mati perusahaan ditentukan ada tidaknya pelanggan. Peluang bisnis yang cukup menjanjikan di bidang toserba mengakibatkan semakin banyak berdiri toserba di Blitar. Yang kemudian terjadi adalah timbulnya persaingan yang cukup ketat di antara pengusaha toserba. Pengusaha toserba dituntut untuk melakukan pengelolaan usaha toserba Persaingan yang ketat antar perusahaan mendorong perusahaan untuk meningkatkan mutu dan kualitas produknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh produk terhadap keputusan pembelian konsumen pada Bentar Dipayana Toserba Blitar, (2) pengaruh harga terhadap keputusan pembelian konsumen pada Bentar Dipayana Toserba Blitar, (3) pengaruh saluran distribusi terhadap keputusan pembelian konsumen pada Bentar Dipayana Toserba Blitar, (4) pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian konsumen pada Bentar Dipayana Toserba Blitar, dan (5) pengaruh produk, harga, saluran distribusi dan promosi secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen pada Bentar Dipayana Toserba Blitar. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas yaitu produk, harga, saluran distribusi, dan promosi. Sedangkan variabel terikatnya adalah keputusan pembelian konsumen pada Bentar Dipayanan Toserba Blitar. Penelitian ini dilakukan di Bentar Dipayana Toserba Blitar mulai Desember 2007 - Februari 2008. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif korelasional. Adapun metode yang penulis lakukan adalah metode wawancara dan metode angket/kuesioner. Analisis data penelitian yang dipakai adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan uji t dan uji F dalam menguji hipotesisnya. Data penelitian dijaring dengan memberikan kuesioner kepada 138 pelanggan yang berkunjung dan belanja di Bentar Dipayana Toserba Blitar. Berdasarkan hasil analisis regresi secara parsial dari masing-masing variabel bebas, ada pengaruh signifikan antara variabel produk terhadap keputusan pembelian konsumen secara parsial. Sehingga keputusan pembelian konsumen di Bentar Dipayana Toserba Blitar dipengaruhi oleh variabel produk yang meliputi keanekaragaman produk, merek dan kualitas produk yang disediakan. ada pengaruh signifikan antara saluran distribusi terhadap keputusan pembelian konsumen secara parsial. Sehingga keputusan pembelian konsumen di Bentar Dipayana Toserba Blitar dipengaruhi oleh variabel saluran distribusi yang meliputi tempat yang strategis dan kemudahan transportasi menuju ke lokasi. ada pengaruh signifikan antara variabel promosi terhadap keputusan pembelian konsumen secara parsial. Sehingga keputusan pembelian konsumen di Bentar Dipayana Toserba Blitar dipengaruhi oleh variabel promosi yang telah dilakukan, yang meliputi periklanan dengan menggunakan poster, brosur, spanduk, iklan di radio dan tenaga penjual yang memberikan pelayanan dengan baik kepada konsumen yang datang. tidak ada pengaruh signifikan antara variabel harga terhadap keputusan pembelian konsumen secara parsial. Sehingga keputusan pembelian konsumen di Bentar Dipayana Toserba Blitar tidak dipengaruhi oleh variabel harga yang meliputi diskon, potongan harga khusus dan perbandingan harga dengan tempat lainnya karena diskon dan potongan harga. Secara simultan hasil uji regresi dalam penelitian ini menunjukkan, ada pengaruh yang signifikan bauran pemasaran berupa produk (X1), harga (X2), saluran distribusi (X3), dan promosi (X4) secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen pada Bentar Dipayana Toserba Blitar. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat dijadikan pertimbangan manajemen Bentar Dipayana Toserba Blitar adalah menambah keanekaragaman produk yang dijual, memperbaiki tata letak stand yang ada, melakukan renovasi pada tempat yang lebih menarik, menambah promosi dengan lebih sering beriklan baik dan memasang poster atau baliho agar konsumen tertarik untuk melakukan pembelian di Bentar Dipayana Toserba. Bentar Dipayana Toserba Blitar sehingga perlu melakukan penetapan harga yang lebih memperhitungkan dengan daya beli konsumen agar mempunyai pengaruh terhadap keputusan pembelian. Serta lebih berhati-hati dan bijaksana dalam menentukan kebijakan dalam bauran pemasaran agar keputusan pembelian konsumen meningkat.

Faktor-faktor yang melatarbelakangi pengambilan keputusan mahasiswa memakai jilbab / Wasiska

 

setiap manusia dalam menjalani kehidupan senantiasa dihadapkan pada banyak pilihan. Salah satu dari pilihan yang telah ditetapkan individu tersebut ialah mengenakan pakaian muslimah yaitu jilbab. Mahasiswa muslim yang memutuskan untuk mengenakan pakaian muslim yaitu jilbab tentunya mempunyai alasan yang berbeda antara satu dengan lainnya. Banyak faktor yang melatarbelakangi pengambilan keputusan mereka untuk memakai jilbab. Menurut Engel, Blackwell, dan Miniard (1995) pengambilan keputusan dipengaruhi oleh faktor lingkungan, perbedaan individu, dan proses psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor lingkungan sosial, lingkungan pendidikan, hidayah, keyakinan, ketaatan, kontrol diri, status sosial, simbol pergaulan, simbol keagamaan, identitas, kebiasaan, sikap, persepsi, efisiensi, kesehatan, style and fashion, safety, kelompok acuan, keluarga, konsep diri, prestise, sarana dakwah, tuntutan, inner beauty, self-esteem, hayya’ (rasa malu), pengetahuan tentang jilbab, mencintai Allah, ekonomis, dan proses belajar yang melatarbelakangi pengambilan keputusan mahasiswi untuk memakai jilbab serta mengetahui seberapa besar sumbangan faktor-faktor tersebut terhadap proses pengambilan keputusan memakai jilbab. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Variabel yang diteliti adalah faktor-faktor yang melatarbelakangi pengambilan keputusan mahasiswi untuk memakai jilbab, dibagi dalam 30 subvariabel yaitu lingkungan sosial, lingkungan pendidikan, hidayah, keyakinan, ketaatan, kontrol diri, status sosial, simbol pergaulan, simbol keagamaan, identitas, kebiasaan, sikap, persepsi, efisiensi, kesehatan, style and fashion, safety, kelompok acuan, keluarga, konsep diri, prestise, sarana dakwah, tuntutan, inner beauty, self-esteem, hayya’, pengetahuan tentang jilbab, mencintai Allah, ekonomis, dan proses belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Negeri Malang. Sampel diambil dengan teknik non probability sampling yaitu purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30 subvariabel awal diekstraksi menggunakan analisis faktor menjadi lima faktor, yaitu faktor pertama; faktor sekuritas terdiri dari safety, proses belajar, keyakinan, kontrol diri, sarana dakwah, prestise, self-esteem, persepsi, hayya’, simbol pergaulan, inner beauty, simbol keagamaan, mencintai Allah, sikap, memiliki sumbangan sebesar 18.551% terhadap pengambilan keputusan mahasiswi untuk memakai jilbab. Faktor kedua; faktor budaya terdiri dari kebiasaan, style and fashion, status sosial, keluarga, lingkungan sosial, memiliki sumbangan sebesar 11.898%. Faktor ketiga; faktor manfaat terdiri dari efisiensi, kesehatan, ketaatan, ekonomis, memiliki sumbangan 6.848%. Faktor keempat faktor identitas sosial terdiri dari konsep diri, tuntutan, lingkungan pendidikan, kelompok acuan, memiliki sumbangan 6.320%. Faktor kelima; faktor religi terdiri dari ilmu pengetahuan tentang jilbab, hidayah, dan identitas memiliki sumbangan 5.258% terhadap pengambilan keputusan mahasiswi untuk memakai jilbab. Berdasarkan hasil penelitian disarankan bagi mahasiswi yang akan mengambil keputusan memakai jilbab hendaknya perlu ada kemantapan dari dalam diri sendiri, keyakinan dan kemantapan hati. Memiliki konsep diri yang lebih baik, sebab konsep diri adalah semua yang dipikirkan dan dirasakan tentang diri, seluruh komplek kepercayaan dan sikap tentang diri yang dipegang teguh. Dari proses belajar mahasiswi diharapkan konsep dirinya bisa lebih matang dalam mengambil keputusan. Bagi peneliti berikutnya sebaiknya menggunakan subjek yang memiliki sosio-kultural, serta lokasi berbeda dengan subjek dalam penelitian ini dan menggunakan metode pengumpul data yang lain seperti wawancara lebih mendalam, dan menggunakan pendekatan fenomenologis serta dapat meneliti faktor lain baik itu faktor-faktor yang mendukung maupun faktor penghambat dalam berjilbab.

Pengaruh dimensi kualitas layanan terhadap tingkat loyalitas pelanggan Hypermart Malang Town Square / Frida Yuliawati

 

ABSTRAK Yuliawati, Frida.2009. Pengaruh Kualitas Layanan terhadap Tingkat Loyalitas Pelanggan Hypermart Malang Town Square. Skripsi, Jurusan Manajemen FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. F Danardana Murwani, M.M., (II) Afwan Hariri Agus Prohimi, S.E., M.Si. Kata kunci: kualitas layanan, loyalitas pelanggan Setiap perusahaan khususnya perusahaan ritel dituntut untuk dapat memberikan pelayanan terbaik agar mampu bertahan dalam ketatnya persaingan. Untuk dapat bertahan, adanya loyalitas pelanggan adalah kunci dari terus dapat berkembangnya suatu perusahaan. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan terciptanya suatu loyalitas pelanggan adalah kualitas layanan. Kualitas layanan dapat diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan serta ketepatan penyampaian untuk mengimbangi harapan pelanggan. Kualitas layanan yang melebihi harapan pelanggan pada akhirnya akan menciptakan tingkat loyalitas pelanggan yang tinggi. Kualitas layanan (bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati) dapat diukur menggunakan metode SERVPERF (service performance) dimana evaluasi konsumen terhadap kualitas layanan didasarkan pada layanan yang dirasakan (perceived service) saja. Setelah diketahui kualitas layanan yang ada pada perusahaan ritel, kemudian dilakukan pengukuran hubungan antara kualitas layanan dengan loyalitas pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan. Obyek penelitian ini adalah Hypermart Malang Town Square. Populasi penelitian ini adalah para konsumen yang telah membeli di Hypermart Malang Town Square lebih dari dua kali pada jangka waktu tertentu. Populasi dalam penelitian ini termasuk dalam populasi yang tidak bisa ditentukan jumlahnya (infinite population), sehingga dalam pengambilan sampel tidak dapat ditentukan jumlah pasti yang akan diambil untuk menjadi sampel.Oleh karena itu teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Selanjutnya untuk menentukan besar sampel digunakan rumus Davis dan Cosenza. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif untuk mengetahui kualitas layanan Hypermart Malang Town Square dan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan baik secara parsial maupun simultan terhadap tingkat loyalitas pelanggan Hypermart Malang Town Square. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh secara deskriptif, tingkat kualitas layanan pada tiap dimensi menyatakan baik (38,8% pada dimensi bukti fisik, 56,3% pada dimensi keandalan, 53,4% pada dimensi daya tanggap, 62,1% pada dimensi jaminan, 51,5% pada dimensi empati). Sedangkan tingkat loyalitas pelanggan sebesar 60,2%. Berdasarkan analisis regresi linear berganda yang di lakukan, kualitas layanan berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan baik secara parsial dan simultan. Kualitas layanan dilihat dari dimensi keandalan memiliki pengaruh yang paling besar terhadap tingkat loyalitas pelanggan Hypermart Malang Town Square yang ditunjukan dengan hasil perhitungan Sumbangan Efektif (SE) sebesar 24,78%. Pengaruh terbesar kedua adalah dimensi jaminan yaitu sebesar 20,14%. Hasil pengujian baik dari analisis regresi linear berganda maupun perhitungan sumbangan efektif menunjukan Adjusted R Square sebesar 0,634 , ini berarti kualitas layanan mampu menjelaskan loyalitas pelanggan sebesar 63,4% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar keandalan dan jaminan sebagai dimensi kualitas layanan yang berpengaruh besar terhadap loyalitas pelanggan hendaknya dikelola lebih baik, disamping harus lebih memperhatikan dimensi-dimensi lain yang memiliki kontribusi yang rendah terhadap loyalitas pelanggan, seperti daya tanggap, empati dan bukti fisik. Selain itu dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi loyalitas pelanggan Hypermart Malang Town Square, sehingga diperoleh studi yang lebih mendalam mengenai loyalitas pelanggan.

Pengembangan media cetak sebagai media pembelajaran orang dewasa dalam format buletin bagi orangtua anak usia dini: penelitian action research di lembaga PAUD Kemala Bhayangkari IX Desa Mondoroko Kecamatan Singosari Kabupaten Malang / Yudithia Dian Putra

 

ABSTRAK Dian Putra, Yudithia. 2008. Pengembangan Media Cetak Sebagai Media Pembelajaran Orang Dewasa Dalam Format Buletin Bagi Orang Tua Anak Usia Dini di Lembaga Paud Kemala Bhayangkari IX Desa Mondoroko Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Kentar Budhojo, M.Pd, (II) Dra. Umi Dayati, M.Pd. Kata Kunci: Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Bhayangkari IX di Singosari Malang merupakan salah sa lembaga pendidikan prasekolah yang terdiri dan Kelompok Bermain (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK). Selama m ketika anak-anak mengikuti proses pembelajaran, biasanya para orangtua menunggu di halaman sampai anak-anak mereka selesai belajar. Hampir sebagian besar orang tua atau wali murid menunggu anak mereka. Orang tua yang sebagian besar adalah ibu-ibu muda tersebut menghabiskan waktu luang mereka dengan bercerita tentang berbagai hal yang terjadi dalam kehidupan mereka. Apabila kegiatan bercerita bisa mengarah kepada proses pembelajaran bagi orangtua maka waktu selama lebih kurang 2jam tersebut akan menjadi bermanfaat. Berdasarkan kondisi tersebut, peneliti menawarkan pengembangan media pembelajaran cetak dalam format fisik buietininewsletter yang memiliki daya tank dan diperkirakan lebih efektif dalam menyampaikan pesan pembelajaran kepada orangtua Anak Usia Dini. Penelitian m menggunakan metode penelitian tindakan (action research) yang dilakukan di Lembaga PAUD Kemala Bhayangkari IX Desa Mondoroko Kecamatan Singosani Kabupataen Malang. Tahapan yang dilakukan pada penelitian mi meliputi (1) Tahap Perencanaan, (2) Tahap Pelaksanaan Tindakan dan Pengamatan, dan (3) Tahap Refleksi. Masing-masing tahap tersebut dilaksanakan melalui dua sikius yang berulang sampai masalah yang dihadapi terpecahkan. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi : (1) Observasi, (2) Dokumentasi dan (3) Penyebaran Angket. Dan tahapan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan: (1) Untuk merancang media pembelajaran yang relevan dengan dengan kebutuhan orang dewasa, hams beracuan pada karakteristik dan kondisi nil kelompok sasaran, sebab pemilihan media yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan kegunaan akan mempengaruhi tingkat keberhasilan pembelajaran, (2) Media cetak pembelajaran dalam format buletin yang dikembangkan oleh peneliti sesuai dengan karaktenistik kelompok sasaran. Sehingga dapat mempenoleh hasil yang diharapkan. Penggunaan media buletin bisa juga diaplikasikan pada kelompok sasaran lain yang kurang lebih memiliki kesamaan karakteristik, (3) Uraian materi, konten dan isi pada buletin yang didukung dengan ilustrasi yang menarik dapat menjadi nilai tank tersendini bagi pembaca sehingga pembaca tidak merasa jenuh dan (4) Media cetak pembelajaran dalam pelaksanaan proses pembelaj ann orang dewasa adalah salah saW bagian dan komponen pembelajaran orang dewasa, sehingga untuk menilai keberhasilan suatu pembelajaran orang dewasa hams dilihat dan faktor-faktor lain. Berdasarkan hasil penelitian m saran-saran yang diajukan adalah: (1) bagi Lembaga PAUD Kemala Bhayangkari IX Singosari Malang, diharapkan dapat menindakianjuti program media pembelajaran yang telah dikembangkan oleh peneliti dengan membentuk semacam pro gram parrenting center yang mewadahi orang tua dan wali anak-anak usia dini di PAUD Kemala Bhayangkaii IX, (2) bagi Jurusan PLS, dapat menerbitkan dan membuat suatu produk media pembelajaran orang dewasa dalam format buletin atau format media cetak lain dalam ha! m bisa diakomodasi oleh Lab. PLS sebagai wadah hasil pengembangan mahasiswa yang diterbitkan secara berkala, dan (3) bagi Peneliti Lanjutan, dapat mengkaji kembali model, pemanfaatan dan bentuk media pembelajaran buletin tersebut dan mengembangkan lebih spesifik lagi media pembelajaran buletin ataupun media eetak pembelajaran dalam format lain

Implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada mata pelajaran IPS terpadu di SMP Negeri 13 Malang / Kurnia Indrianti

 

Abstrak: Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum baru penyempurna kurikulum 2004 (KBK) yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Berlakunya KTSP di SMP Negeri 13 Malang semenjak tahun ajaran 2007/2008. Salah satu perbedaan yang menonjol antara Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) adalah bahwa KTSP memberikan wewenang kepada satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum tersebut. KTSP tidak mengatur secara rinci proses belajar mengajar di kelas, guru dan sekolah bebas mengembangkan sendiri sesuai kondisi murid dan daerah. SMP Negeri 13 merupakan salah satu lembaga pendidikan yang sudah menerapkan KTSP sejak tahun ajaran 2007/2008. Selain itu SMP Negeri 13 Malang pernah menjadi sekolah yang menempati peringkat 1 sekota Malang yaitu perihal ketertiban, proses belajar mengajarnya serta program pembiasaan yang berkaitan erat dengan kurikulum.

Studi komparasi antara pembelajaran model stad-pohon matematika dan model stad untuk meningkatkan prestasi dan motivasi belajar siswa pada pokok bahasan pangkat, akar dan logaritma kelas X SMA Negeri 7 Malang / Aulia Arditama

 

ABSTRAK Arditama, Aulia. 2008. Studi Komparasi antara Pembelajaran Model STAD-Pohon Matematika dan Model STAD untuk Meningkatkan Prestasi dan Motivasi Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Pangkat, Akar, dan Logaritma Kelas X SMA Negeri 7 Malang. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Rini Nurhakiki, M.Pd, (II) Drs. Imam Supeno, M.S. Kata kunci: STAD, pohon matematika, prestasi, motivasi Pembelajaran pohon matematika merupakan suatu alternatif yang dapat digunakan untuk memadukan pendekatan pembelajaran problem posing dan open ended. Pembelajaran pohon matematika adalah salah satu pendekatan pembelajaran yang dilakukan guru untuk membelajarkan siswa dengan pembentukan soal atau pengajuan soal dan penyelesaian soal sehingga siswa lebih kreatif. Dengan menerapkan pembelajaran kooperatif STAD dan pohon matematika, diharapkan siswa dapat berdiskusi, bertukar pendapat, berpikir kritis, kreatif dan percaya diri sehingga dapat meningkatkan prestasi dan motivasi belajarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah prestasi belajar dan motivasi belajar siswa yang mendapatkan pembelajaran STAD-pohon matematika lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran STAD sehingga dapat membantu meningkatkat prestasi dan motivasi belajar siswa. Dalam penelitian ini, rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan penelitian eksperimen semu dan rancangan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswa kelas X SMA Negeri 7 Malang tahun ajaran 2008-2009. Sedangkan sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik sampling acak kelompok atau cluster random sampling. Dalam penelitian ini, data diperoleh dengan cara tes untuk mengetahui prestasi belajar dan pengisian angket oleh siswa untuk mengetahui motivasi belajar serta lembar observasi. Selanjutnya data pengujian hipotesis dianalis dengan bantuan MINITAB 13 for Windows. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata prestasi belajar siswa adalah 72,9 untuk kelas ekperimen dan 66,7 untuk kelas kontrol. Berdasarkan pengujian hipotesis prestasi belajar dan motivasi belajar siswa diperoleh P-Value < 0,05 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini juga didukung dari ketercapaian ketuntasan belajar siswa yaitu 73,6% dari jumlah seluruh siswa yang mengikuti pembelajaran STAD-pohon matematika telah mencapai ketuntasan belajar sedangkan siswa yang mengikuti pembelajaran STAD yaitu 59,5%. Respon yang diberikan siswa yang mengikuti pembelajaran STAD-pohon matematika maupun pembelajaran STAD adalah positif atau sangat positif yaitu sebesar 100%. Dengan demikian, prestasi belajar siswa yang mendapatkan pembelajaran STAD-pohon matematika lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran STAD. Sedangkan motivasi belajar siswa yang mendapatkan pembelajaran STAD-pohon matematika lebih baik dibandingkan dengan siswa ang mendapatkan pembelajaran STAD

Penerapan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual teknik mencatat peta pikiran (Mind Mapping) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi (Studi pada kelas VIII-I SMP Negeri 10 Malang / Muklis Sanusi

 

Metode ceramah yang dilengkapi dengan kegiatan tanya jawab merupakan metode pembelajaran yang masih digunakan oleh guru di SMP Negeri 10 Malang. Siswa masih sering melakukan aktivitas mendengarkan dan mencatat biasa selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual teknik mencatat peta pikiran (Mind Mapping), kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa pada pelajaran ekonomi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-i yang berjumlah 41 siswa, terdiri dari 20 siswa laki-laki, dan 21 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 24 November sampai dengan 5 Desember 2008. Sedangkan lokasi penelitian ini adalah di SMP Negeri 10 Malang, tepatnya di Jl. Mayjen Sungkono No. 57 Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (action research). Instrumen penelitian yang digunakan meliputi dokumen, soal tes, lembar observasi, format penilaian, pedoman wawancara, lembar catatan lapangan, serta angket respon siswa pada mata pelajaran ekonomi setelah diterapkan model pembelajaran dengan teknik mencatat peta pikiran (Mind Mapping). Untuk mengetahui ketepatan guru dalam menerapkan metode pembelajaran model Mind Mapping dan peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa, maka dilakukan observasi (pengamatan) dengan menggunakan instrumen lembar observasi. Sedangkan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar ditinjau dari aspek kognitif, maka dilakukan perhitungan selisih persentase ketuntasan belajar secara keseluruhan berdasarkan nilai pre-test dan post-test kedua siklus. Sedangkan untuk mengetahui peningkatan hasil menggambar peta pikiran siswa dihitung dari selisih nilai rata-rata hasil menggambar siswa pada siklus 1 dan siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran model Mind Mapping dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa kelas VIII-i SMP Negeri 10 Malang pada mata pelajaran ekonomi. Peningkatan persentase keberhasilan tindakan pada kemampuan berpikir pada siklus 1 ke siklus 2 ditinjau dari aspek fluency sebesar 18,79%, aspek flexibility sebesar 11,59%, aspek originality sebesar 16,40%, aspek elaboration sebesar 5,57% dan aspek evaluation sebesar 20,13%. Sedangkan peningkatan ketuntasan belajar secara keseluruhan (klasikal) pada siklus 1 ke siklus 2 sebesar 5,25% untuk aspek kognitif dan pada penilaian untuk menggambar peta pikiran siswa sebesar 16,89%. Hasil penelitian ini, menyimpulkan bahwa penggunaan teknik mencatat peta pikiran mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa di SMP Negeri 10 Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada peneliti selanjutnya agar mengkombinasikan Teknik Peta Pikiran ini kedalam metode-metode pembelajaran yang berbasis kontekstual seperti kooperatif learning sehingga perencanaan pembelajaran dapat disusun dengan lebih matang dan proses pembelajarannya berjalan dengan lancar.

Peningkatkan keterampilan menulis teks berita dengan metode percobaan pada siswa kelas VIII MTsN Tanjungtani Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk / Rina Suryaningtyas

 

Pembelajaran menulis merupakan kegiatan yang bersifat rekursif, artinya kegiatan menulis dilakukan secara berulang-ulang, diperlukan perbaikan, dan tidak langsung sekali jadi. Pembelajaran menulis yang dilakukan guru selama ini masih menggunakan pendekatan menulis tradisional. Fokus pembelajaran menulis yang dilakukan guru menekankan pada hasil akhir. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa pembelajaran menulis yang dilakukan guru tidak menumbuhkan suasana yang memungkinkan siswa berlatih menulis sebagai suatu proses sampai mencapai hasil yang optimal. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan peneliti di MTsN Tanjungtani Prambon Nganjuk, diketahui bahwa nilai pada salah satu kompetensi dasar mata pelajaran bahasa Indonesia, yakni keterampilan menulis teks berita masih rendah. Setelah melalui analisis lebih lanjut, penyebab dari hal tersebut adalah metode yang digunakan kurang tepat. Untuk itu, perlu dicarikan sebuah metode yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Peneliti bersama guru sepakat untuk menggunakan Metode Percobaan sebagai langkah dalam upaya meningkatkan keterampilan menulis teks berita. Peneliti yakin, bahwa Metode Percobaan akan mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis teks berita. Hal tersebut disebabkan, Metode Percobaan memiliki beberapa kelebihan. Dalam Metode Percobaan, siswa diberikan kebebasan untuk langsung mencoba memilih sendiri topik berita yang akan ditulis. Siswa menulis tentang hal-hal penting dan nyata untuk mereka, sehingga tulisan mereka menjadi lebih berarti. Dengan demikian, siswa sendiri yang menentukan belajarnya, memilih sendiri apa yang ditulisnya, dan cara menulisnya. Peran guru dalam Metode Percobaan berubah dari pemberi topik dan ilmu menjadi fasilitator dan pembimbing, dengan memberi saran dan gagasan. Ruang kelas diubah menjadi sebuah komunitas penulis, menjadi tempat menulis, dan tempat berbagi tulisan. Metode Percobaan menepis anggapan bahwa menulis itu sulit dan penuh hambatan. Metode Percobaan mengacu pada ungkapan bahwa menulis itu dapat dicoba dan dipelajari. Siswa dapat mengetahui bahwa lingkungan mereka merupakan tempat yang baik dan aman untuk mengatasi kesulitan mereka dalam keterampilan menulis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menulis teks berita pada lima aspek yakni (1) kelengkapan isi teks berita. (2) kesesuaian isi. (3) sistematika penulisan berita. (4) bahasa yang digunakan. (5) judul berita. Penelitian ini menggunakan rancangan PTK (Classroom action research). Prosedur penelitian ini berawal dari analisis dan temuan metode

Evaluasi profesionalisme guru ekonomi yang telah lulus program sertifikasi di Trenggalek / Martini

 

ABSTRAK Martini. 2009. Evaluasi Profesionalisme Guru Ekonomi Terhadap Program Sertifikasi Di Trenggalek. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Koperasi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hari Wahyono, M.Pd., (II) Farida Rahmawati SE.ME. Kata Kunci: Evaluasi, Profesionalisme, Program Sertifikasi. Sertifikasi pendidik diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. Sertifikasi pendidik dimaksudkan sebagai kontrol mutu hasil pendidikan. Sehingga seorang yang telah lulus program sertifikasi dinyakini mampu melaksanakan tugas pendidik. Dengan dilaksanakannya sertifikasi agar kinerja terus meningkat dan tempat memenuhi syarat profesional. Profesionalisme guru dibagi menjadi 4 (empat) kompetensi: Keempat kompetensi tersebut adalah kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Dan progaram pembelajaran yang dibagi menjadi 3 (tiga) komponen: Ketiga komponen tersebut adalah perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Dengan demikian, guru dituntut untuk lebih kreatif dan profesional dalam menjalankan tugasnya. Guru diharapkan dapat mengoptimalkan potensi peserta didik. Guru yang profesional adalah guru yang ahli dalam teori sekaligus ahli dalam praktik ilmu keguruan termasuk dalam hal ini program pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui tingkat profesionalisme guru ekonomi yang telah lulus program sertifikasi di trenggalek; (2) Untuk mengetahui program pembelajaran guru ekonomi yang telah lulus program sertifikasi di Trenggalek; ( 3) Untuk mengetahui hubungan antara profesionalisme guru dengan program pembelajaran guru ekonomi yang telah lulus program sertifikasi di Trenggalek. Rancangan penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan penelitian analisis deskriptif. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini subyek penelitiannya sebanyak 10 guru ekonomi baik negeri maupun swasta yang telah lulus program sertifikasi di Trenggalek dari jumlah populasi 18 guru ekonomi yang telah lulus program sertifikasi di Trenggalek. Dalam penelitian ini digunakan instrumen pengumpulan data yaitu kuesioner atau angket. Teknik analisis data digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis Deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 14 - 20 November 2008. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) tingkat profesionalisme guru ekonomi yang telah lulus program sertifikasi di Trenggalek termasuk dalam kriteria guru yang profesional; 2) Sebagian besar guru ekonomi mempunyai program pembelajaran yang baik; 3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat profesionalisme guru terhadap program pembelajaran yang telah lulus program sertifikasi di Trenggalek. Berdasarkan atas hasil penelitian tersebut disarankan bahwa: 1) Dinas Pendidikan dan pihak yang terkait dengan pendidikan, diharapkan untuk senantiasa meningkatkan kualitas dalam menjalankan profesi secara profesional dan senantiasa meningkatkan kinerjanya dan tetap memenuhi syarat profesional; 2) Guru ekonomi, diharapkan lebih peningkatan profesionalnya dan berkomitmen sebagai seorang pendidik; 3) Bagi Kepala Sekolah hendaknya memotivasi dan mengevaluasi program pembelajaran guru di sekolah agar dapat menciptakan program pembelajaran yang lebih baik yang dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas pembelajaran dan tetap sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.

Pengaruh gaya kepimpinan orientasi tugas dan orientasi hubungan terhadap kinerja karyawan dengan mediasi motivasi berprestasi (Studi pada karyawan bagian produksi PT. Kemas Super Indonesia, Singosari, Malang) / Ridwan Fajar

 

ABSTRAK Fajar, Ridwan. 2008. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Orientasi Tugas dan Orientasi Hubungan Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Mediasi Motivasi Berprestasi (Studi Pada Karyawan Bagian Produksi PT. Kemas Super Indonesia, Singosari, Malang). Skripsi, Jurusan manajemen, Progran Studi S1 manajemen Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ery Try Djatmika. R. W. W., M.A., M.Si., (2) Dr. Syihabudhin, S.E., M.Si. Kata Kunci : gaya kepemimpinan orientasi tugas, gaya kepemimpinan orientasi hubungan, motivasi berprestasi, kinerja. Gaya kepemimpinan orientasi tugas dan gaya kepemimpinan orientasi hubungan adalah suatu contoh gaya kepemimpinan yang dapat menumbuhkan motivasi berprestasi yang tinggi bagi karyawan. Setiap karyawan yang bekerja sangat membutuhkan gaya kepemimpinan yang dapat menumbuhkan motivasi mereka, karena dengan motivasi berprestasi yang tinggi, maka perilaku para karyawan dapat terarah sehingga tujuan perusahaan cepat tercapai. Dengan tercapainya tujuan perusahaan dan terpenuhinya kebutuhan karyawan melalui motivasi, tentu saja kinerja mereka akan meningkat pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan orientasi tugas dan orientasi hubungan terhadap kinerja karyawan dengan mediasi motivasi berprestasi pada karyawan bagian produksi PT. Kemas Super Indonesia, Singosari, Malang. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Kemas Super Indonesia, Singosari, Malang pada bulan November-Desember 2008. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan bagian produksi PT. Kemas Super Indonesia, Singosari, Malang. yang berjumlah 136 orang, sedangkan sampelnya diambil sebanyak 102 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional Random Sampling. Dalam penelitian ini mempunyai variabel bebas yaitu gaya kepemimpinan orientasi tugas (X1), gaya kepemimpinan orientasi hubungan (X2), variabel intervening yaitu motivasi berprestasi (Z), dan variabel terikat kinerja (Y). Instrumen penelitian ini menggunakan item-item dari penelitian terdahulu yang telah teruji, sehingga untuk uji validitas dan reliabilitas tetap dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas data yang diperoleh. Analisis data yang dipakai adalah analisis jalur (Path Analysis). Tujuan dari analisis jalur adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian ini dapat diketahui : (1) terdapat signifikansi pengaruh langsung gaya kepemimpinan orientasi tugas terhadap motivasi berprestasi. (2) terdapat signifikansi pengaruh langsung gaya kepemimpinan orientasi hubungan. (3) tidak terdapat signifikansi pengaruh langsung gaya kepemimpinan orientasi tugas terhadap kinerja. (4) tidak terdapat signifikansi pengaruh langsung gaya kepemimpinan orientasi hubungan terhadap kinerja. (5) terdapat signifikansi pengaruh langsung motivasi berprestasi terhadap kinerja. (6) terdapat pengaruh tidak langsung gaya kepemimpinan orientasi tugas terhadap kinerja melalui melalui motivasi berprestasi. (7) terdapat pengaruh tidak langsung gaya kepemimpinan orientasi hubungan terhadap kinerja melalui motivasi berprestasi. Berdasar hasil penelitian ini dapat disarankan agar pihak pimpinan PT. Kemas Super Indonesia, Singosari, Malang menggunakan gaya kepemimpinan 9.9 yaitu Team Management seperti dikemukakan Blake and Mouton, namun aplikasi kepemimpinan perlu penyesuaian dengan kondisi kemampuan dan kemauan bawahan.

Pengaruh fasilitas dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI SMK Negeri 1 Malang / Yeni Nurdiana

 

Pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran dan/atau cara lain yang dikenal dan diakui oleh masyarakat. Keunggulan suatu bangsa tidak lagi bertumpu pada kekayaan alam, melainkan pada keunggulan sumber daya manusia, yaitu tenaga pendidik yang mampu menjawab tantangan-tantangan yang sangat cepat. Mutu sumber daya yang rendah ini merupakan suatu hambatan dalam persaingan di dunia internasional. Hal ini memacu kita terutama pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan agar dapat menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang unggul. Mutu sumber daya manusia dapat ditingkatkan dari proses belajar siswa di sekolah. Faktor yang menentukan keberhasilan antara lain dengan adanya fasilitas belajar yang memadai dan kebiasaan belajar yang baik yang pada akhirnya akan meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) pengaruh fasilitas dan kebiasaan belajar secara parsial terhadap prestasi belajar siswa kelas XI SMK Negeri 1 Malang, (2) pengaruh fasilitas dan kebiasaan belajar secara simultan terhadap prestasi belajar siswa kelas XI SMK Negeri 1 Malang, (3) variabel bebas (fasilitas dan kebiasaan belajar) yang memiliki pengaruh dominan terhadap variabel terikat (prestasi belajar). Penelitian ini digolongkan ke dalam penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 1 Malang tahun ajaran 2008/2009 sebanyak 602 siswa. Jumlah sampel yang diambil adalah 60 orang yang diperoleh 10% dari populasi penelitian.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode proportional random sampling. Teknik ini dipilih dengan alasan agar sampel dapat menggambarkan seluruh populasi karena sampel diambil dari tiap-tiap kelas secara acak. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program komputer SPSS Versi 14.0 for Windows agar hasil yang diperoleh lebih akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan fasilitas dan kebiasaan belajar secara parsial terhadap prestasi belajar siswa kelas XI SMK Negeri 1 Malang, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan fasilitas dan kebiasaan belajar secara simultan terhadap prestasi belajar siswa kelas XI SMK Negeri 1 Malang dan fasilitas belajar berpengaruh dominan terhadap prestasi belajar siswa kelas XI SMK Negeri 1 Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar pihak sekolah mengambil kebijakan yang berhubungan dengan pengadaan fasilitas belajar melalui dana yang diberikan oleh pemerintah ke sekolah, guru lebih mendorong siswa agar membiasakan belajar yang baik, siswa lebih mengembangkan potensi dengan adanya dukungan fasilitas belajar yang memadai dan kebiasaan belajar yang benar, orang tua lebih memperhatikan kebiasaan belajar anaknya agar prestasi belajar meningkat, peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah jumlah variabel penelitian yang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa dan lebih banyak kontribusinya terhadap prestasi itu. Misalnya lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah, latar belakang keluarga, inteligensi, motivasi, dan lain-lain. Sehingga faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dapat digali dan dikaji secara optimal.

Pengaruh perputaran modal kerja (Perputaran kas, perputaran piutang, dan perputaran persediaan) terhadap profitabilitas (Studi pada Perusahaan Manufatur yang listing di BEI periode 2005-2007) / Achmad Ishak Setyawan

 

ABSTRAK Ishak. S, Achmad. 2008. Pengaruh Perputaran Modal Kerja (Perputaran Kas, Perputaran Piutang, dan Perputaran Persediaan) terhadap Profitabilitas Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2005-2007. Skripsi, Jurusan Manajemen Keuangan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo, M.M., (II) Ely Siswanto, S.Sos., M.M. Kata Kunci: Perputaran Modal Kerja, Perputaran Kas, Perputaran Piutang, Perputaran Persediaan, Profitabilitas, Perusahaan Manufaktur. Perputaran modal kerja merupakan faktor penting dalam perusahaan untuk melihat kemampuan modal kerja yang tertanam dalam aktiva lancar untuk mendukung kegiatan operasional suatu perusahaan. Salah satu cara mengukur perputaran modal kerja dapat adalah dengan menggunakan perputaran kas, Perputaran piutang, dan perputaran persediaan. Penggunaan modal kerja yang baik dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan. Profitabilitas perusahaan dalam penelitian ini salah satunya dapat diukur menggunakan Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) kondisi perputaran kas, perputaran piutang, perputaran persediaan, Return On Asset, dan Return On Equity, (2) pengaruh perputaran kas terhadap Return On Asset, (3) pengaruh perputaran piutang terhadap Return On Asset, (4) pengaruh perputaran persediaan terhadap Return On Asset, (5) pengaruh perputaran modal kerja yang terdiri dari perputaran kas, Perputaran piutang, dan perputaran persediaan secara simultan terhadap profitabilitas yang diukur dengan Return On Asset, (6) pengaruh perputaran kas terhadap Return On Equity, (7) pengaruh perputaran piutang terhadap Return On Equity, (8) pengaruh perputaran persediaan terhadap Return On Equity, (9) pengaruh perputaran modal kerja yang terdiri dari perputaran kas, Perputaran piutang, dan perputaran persediaan secara simultan terhadap profitabilitas yang diukur dengan Return On Equity Perusahaan manufaktur periode 2005-2007. Penelitian ini menggunakan subyek penelitian perusahaan manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan termasuk 50 biggest market capitalization. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian asosiatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh antara dua variabel atau lebih. Sumber data penelitian ini berupa dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan, (1) kondisi perputaran kas, perputaran piutang, perputaran persediaan, dan Return On Asset perusahaan manufaktur umumnya mempunyai trend meningkat sangat elastis, demikian juga kondisi Return On Equity nya, (2) perputaran kas berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset, (3) perputaran piutang berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset, (4) perputaran persediaan tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset, (5) Perputaran modal kerja yang terdiri dari perputaran kas, perputaran piutang, dan perputaran persediaan berpengaruh signifikan secara simultan terhadap profitabilitas yang diukur dengan Return On Asset, (6) perputaran kas tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity, (7) perputaran piutang berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity, (8) perputaran persediaan tidak pengaruh signifikan terhadap Return On Equity, (9) perputaran modal kerja yang terdiri dari perputaran kas, Perputaran piutang, dan perputaran persediaan berpengaruh signifikan secara simultan terhadap profitabilitas yang diukur dengan Return On Equity. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada perusahaan harus menjaga kinerja perputaran modal kerja perusahaan agar kegiatan operasional perusahaan dapat terjaga, sehingga dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan. Bagi investor bahwa kinerja perputaran modal kerja menggambarkan kemampuan aktiva lancar dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan, hal tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi. Penelitian ini bisa dikembangkan untuk mengetahui pengaruh-pengaruh lain yang mempengaruhi profitabilitas perusahaan.

Perbedaan tingkat kebangkrutan dengan menggunakan metode X-Score (Zmijewski) dan metode Z-Score (Altman) pada perusahaan whoke sakes and retail yang terdaftar di BEI periode 2004-2006 / Kusmawati Rahayu

 

Identifikasi terhadap kegagalan atau kebangkrutan perusahaan (business failure) dan peringatan dini (early warning) terhadap krisis finansial yang mungkin akan dihadapi oleh perusahaan adalah sangat penting bagi analis maupun praktisi. Kebangkrutan dapat diartikan sebagai kegagalan perusahaan dalam menjalankan operasi perusahaan dalam menjalankan operasi perusahaan untuk menghasilkan laba. Analisis kebangkrutan pada perusahaan Wholesales and Retail perlu dilakukan melihat produk yang dihasilkan perusahaan Wholesales and Retail merupakan kebutuhan sehari-hari yang sekarang ini persaingan bisnisnya semakin ketat. Dengan persaingan yang ketat, justru mengkhawatirkan faktor daya beli masyarakat yang semakin menurun. Meskipun begitu, potensi perusahaan Wholesales and Retail untuk tumbuh masih ada, yang penting harus mencari celah-celah pasar dan lokasi yang memungkinkan untuk berkembang. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan Wholesales and Retail yang terdaftar di BEI pada periode 2004-2006 dengan jumlah populasi sebanyak 19 perusahaan. Dengan menggunakan purposive sampling, maka diperoleh sampel sebanyak 4 perusahaan. Penelitian ini menggunakan analisis metode Zmijewski (X-Score) yang menggunakan analisis probit dengan Cummulative Normal Distribution dan metode Altman (Z-Score) yang menggunakan titik cut off untuk mengintepretasikan nilai Z-Score yaitu Z < 1,20 = Bangkrut, 1,20 < Z < 2,90 = Grey Area, dan Z > 2,90 = sehat. Hasil analisis Metode Altman (Z-Score) yang menekankan pada rasio Earning Before Interest and Tax / Total Asset selama tiga tahun, diantara empat perusahaan, semuanya dinyatakan dalam keadaan rawan. Hasil analisis metode Zmijewski (X-Score) yang menekankan pada rasio Total Debt to Total Asset selama 3 tahun semua perusahaan memiliki nilai probabilitas yang meningkat sehingga diprediksikan semua perusahaan dalam keadaan tidak sehat. Hasil analisis metode, Zmijewski dalam penelitian ini tidak ditemukan perbedaan yang berarti dalam penggunaannya untuk memprediksi kemungkinan kebangkrutan perusahaan. Dari hasil penelitian diatas, disarankan sebaiknya pada penelitian selanjutnya memperluas sampel perusahaan untuk mencapai hasil yang lebih akurat karena dalam mengklasifikasikan kondisi keuangan perusahaan digunakan rentang interval sebagai angka pembanding terhadap nilai yang diperoleh tiap perusahaan yang diteliti.

Penerapan metode diskusi untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS pada siswa kelas IV SDN Kersikan Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan / Siti Saleha Rumfot

 

ABSTRAK Rumfot, Siti Saleha. 2008. Penerapan Metode Diskusi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Pada Siswa kelas IV SDN Kersikan Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan. Skripsi, kependidikan sekolah dasar dan pra sekolah, fakultas ilmu pendidikan, universitas negeri malang. pembimbing: (I) Drs. Toha Masudi, M.Pd., (II) Drs. M. Imron Rosyadi H. Sy, M.Pd. kata kunci: Metode diskusi, IPS SD Dalam mengajar IPS terdapat beberapa alternatif metode pembelajaran yang akan dipilih. Guru hendaknya dapat menentukan metode yang tepat dapat digunakan dalam mengajar materi tertentu. Dalam pemelihan metode hendaknya selalulu dipertimbangkan oleh guru agar siswa belajar IPS melalui sarana pertukaran pendapat, pengalaman dan pengetahuan yang telah diperoleh untuk mendapatkan suatu kesimpulan. disamping itu juga, siswa diharapkan memiliki komitmen dan kesadaran terhadap berkomunikasi, bekerjasama dalam masyarakat yang majemuk tingkat lokal maupun nasional dan global. Pembelajajaran adalah suatu proses yang terdiri dari kombinasi dua aspek, yaitu; belajar tertuju kepad apa yang harus dilakukan oleh siswa, mengajar berorentasi pada apa yang harus dilakukan boleh gurusebagai pemberian pembelajaran kedua aspek ini akan berkalaborasi secara terpadu menjasi suatu kegiatan pada saat terjadi interaksi antar guru dengan siswa, serta antar siswa dengan siswa disaat pembelajaran sedanga berlangsung. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pemahaman konsep dan penerimaan siswa terhadap perbedaan kemampuan akademik siswa lain. Penelitian tindakan kelas ini digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran, yaitu meningkatkan hasil belajar siswa SDN Kersikan yang mencangkup pemahaman konsep dan kemampuan siswa dalam penerimaan perbedaan kemampuan akademik siswa lain. Dalam penelitian ini metode pembelajaran yang digunakan adalah metode diskusi. Pembelajaran yang dilaksanakan pada mata pelajaran IPS materi manfaat sumber daya alam. Rencana penelitian ini menggunakan pendekatan experiment semu dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek peneliti berjumlah 38 orang siswa. Teknik pengumpulan dengan menggunakan tes dan observasi selama pembelajaran berlangsung. penelitian digunakan selama dua siklus melalui perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Delam penelitian ini, pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi diterapkan dalam bidang studi IPS di kelas IV SDN kersikan. Hasil penelitian diperoleh adalah hasil belajar siswa berupa pemahaman kondep mengalami peningkatan dari 42,21% pra tindakan mencapai 56,00% pada siklus I kemudian mencapai 82,50% pada siklus II. Hasil belajar yang berupa kemampuan menerima perbedaan kemampuan akademik siswa lain mengalami peningkatan mencapai 48, 57% pada siklus I kemudian menjadi 97,38%.pada siklus II. Dari hasil penelitian ini adalah secara keseluruhan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dan pencapaian terget yang telah ditetapkan setelah metode diskusi diterapkan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa SDN kelas IV kerssikan Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasurun. Bagi penelitian lain diharapkan dapat mengembangkan hasil penelitian dengan wilaya penelitian secara secara lebih luas.

Proses interaksi berpikir siswa dengan siswa dalam pembelajaran kooperatif metode silih tanya materi persamaan kuadrat kelas SMAN 7 Malang / Ria Amalia

 

Di era globalisasi, tantangan generasi mendatang lebih berat dibandingkan dengan generasi terdahulu. Sehingga generasi muda harus dibekali ilmu dan keterampilan hidup yang sesuai dengan tantangan ke depan. Salah satu pembekalan yang strategis adalah melalui proses pembelajaran di sekolah. Proses pembelajaran sangat berkaitan erat dengan pembentukan dan penggunaan kemampuan berpikir. Dalam pembelajaran terjadi suatu rangkaian interaksi antara siswa, guru dan materi dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran, dimana siswa mengkonstruksi pengetahuannya sendiri dan guru membantu siswa untuk memaknai, mencari kejelasan serta membuat kesimpulan. Salah satu pembelajaran yang dapat memberikan ilmu dan keterampilan hidup untuk kreatif, kompetitif, dan kooperatif serta dilakukan secara terpadu adalah pembelajaran kooperatif metode silih tanya antar siswa berbantuan kartu model. Karena itu, dalam penelitian ini akan dikaji proses interaksi siswa dengan siswa dalam pembelajaran kooperatif metode silih tanya antar siswa berbantuan kartu model. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 7 Malang dengan subjek penelitian adalah 4 siswa dari kelas X-2 yang memiliki kemampuan yang heterogen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data diambil dari wawancara sebelum pembelajaran, catatan lapangan saat pembelajaran dan wawancara setelah pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses interaksi berpikir yang terjadi antar siswa pada proses pembelajaran kooperatif silih tanya yang membahas tentang persamaan kuadrat berupa mencari akar-akar persamaan kuadrat, jenis akar, jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam diskusi kelompok terjadi interaksi multiarah antar anggota kelompok dengan kartu model sebagai media pembelajaran. Interaksi dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi berperan sebagai sumber dalam diskusi, siswa berkemampuan sedang berperan sebagai penyeimbang sedangkan siswa berkemampuan rendah cenderung sebagai penerima saja. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disarankan bahwa guru hendaknya selalu mendorong siswa berkemampuan rendah untuk senantiasa turut aktif dalam diskusi kelompok sehingga ia tidak hanya berperan sebagai penerima saja. Selain itu, subjek dalam penelitian ini masih terbatas pada 1 siswa bekemampuan tinggi, 2 siswa berkemampuan sedang dan 1 siswa berkemampuan rendah, perlu diteliti lagi dengan mengambil komposisi subjek yang berbeda. -------------------------------------------------------------------------------- In the globalization era, the challenge faced by the up coming generation will be heavier than the former. Therefore, the young generation must be bestowed with knowledge and life skill based on the future challenge. One of the strategic give bestowals comes from learning process at school. Learning process has a tight relationship with the shaping and use of thinking ability. In learning, there are some series of interaction between student, teacher, and material in order to achieve learning goal; student constructs their own knowledge and teacher helps student to interpret, look for explanation, and make a conclusion. One of learning process which can deliver knowledge and skill to live in creative, competitive, and cooperative model and done simultaneously is cooperative learning method using inquiry turn model between students supported by model card. The research result shows that in group discussion, it occurs a multi-direction interaction between group’s members with card model as the instructional media. The interaction in this research also shows that a high ability student acts as the resource information on that discussion, an average ability student acts as the balancer, and the low ability student tends to act as the receiver only. Based on the research result, we suggest that teacher suppose always motivate those low ability student to keep active in group discussion so that they will not act as information receivers only. Besides, the subject on this research is limited to only one high ability student, two average students, and one low ability student. Therefore, it needs a further research to have a different subject composition.

Pengaruh bauran promosi terhadap keputusan pembelian (Studi pada pembeli Rokok Djarum L.A Lights di warung Pulosari Malang) / Lilik Sulistyorini

 

Dalam dunia pemasaran globalisasi berpengaruh terhadap konsumen yang berkembang sangat cepat. Konsumen saat ini semakin terdidik, banyak menuntut, dan memiliki posisi tawar-menawar (bargaining position) yang semakin kuat. Persaingan dibidang pemasaran yang semakin kuat membuat pemasar saling bersaing untuk menjadi pemimpin pasar dibidang usahanya. Salah satu strategi pemasaran yang dilakukan adalah promosi. Keberhasilan promosi sangat tergantung bagaimana seorang pemasar mengemas promosi, sehingga promosi yang disampaikan oleh pemasar mengenai produk yang ditawarkan dapat mempengaruhi keputusan konsumen dan akhirnya akan menambah pemasukan perusahaan. Pentingnya peran promosi terhadap keputusan pembelian konsumen membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul ”Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Pada Pembeli Rokok Djarum L.A Lights di Warung Pulosari Malang”. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran promosi (X) yang terdiri dari periklanan (X1), promosi penjualan (X2), penjualan perseorangan (X3), hubungan masyarakat (X4), dan pemasaran langsung (X5) terhadap keputusan pembelian (Y) baik secara parsial maupun secara simultan. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen rokok Djarum L.A Lights di warung Pulosari Malang pada bulan Juni 2008. Kemudian dengan menggunakan rumus Infinite Population dari buku Business Statistics, diperoleh jumlah sampel sebanyak 245 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling dengan menggunakan instrumen kuesioner. Skala yang digunakan adalah skala Likert dengan 5 (lima) pilihan jawaban. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dan wawancara. Adapun teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan uji t dan uji F. Sedangkan untuk menguji kelayakan regresi, dilakukan uji asumsi klasik, dan keseluruhan analisis ini menggunakan bantuan program SPSS 12.0 for Windows. Hasil penelitian ini adalah: (1) 128 responden (52,25%) menyatakan bauran promosi yang dilakukan PT. Djarum untuk produk rokok L.A Lights melalui media periklanan adalah baik; (2) 118 responden (48,16%) menyatakan bauran promosi yang dilakukan PT. Djarum untuk produk rokok L.A Lights melalui media promosi penjualan adalah sangat baik; (3) 105 responden (42,86%) menyatakan bauran promosi yang dilakukan PT. Djarum untuk produk rokok L.A Lights melalui media penjualan perseorangan adalah baik; (4) 102 responden (41,63%) menyatakan bauran promosi yang dilakukan PT. Djarum untuk produk rokok L.A Lights melalui media hubungan masyarakat adalah baik; (5) 119 responden (48,57%) menyatakan bauran promosi yang dilakukan PT. Djarum untuk produk rokok L.A Lights melalui media pemasaran langsung adalah baik. Berdasarkan hasil analisis regresi secara parsial didapatkan nilai thitung 5,027 > ttabel 2,571 atau signifikan t 0,000 < 0,05. Dengan demikian variabel periklanan (X1) berpengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Variabel promosi penjualan (X2) didapatkan nilai thitung 5,769 > ttabel 2,571 atau signifikansi t 0,000 < 0,05. Dengan demikian variabel promosi penjualan berpengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Variabel penjualan perseorangan (X3) didapatkan nilai thitung 3,629 > ttabel 2,571 atau signifikansi t 0,000 < 0,05. Dengan demikian variabel penjualan perseorangan berpengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Variabel hubungan masyarakat (X4) didapatkan thitung 5,030 > ttabel 2,571 atau signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian variabel hubungan masyarakat berpengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Variabel pemasaran langsung (X5) didapatkan thitung 5,243 > ttabel 2,571 atau signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian variabel pemasaran langsung berpengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Sedangkan secara simultan didapatkan nilai Fhitung 101,836 > Ftabel 4,38 atau signifikansi t 0,000 < 0,05. Dengan demikian variabel periklanan, promosi penjualan, penjualan perseorangan, hubungan masyarakat, dan pemasaran langsung berpengaruh positif yang signifikan secara simultan terhadap keputusan pembelian. Sumbangan Efektif (SE) yang terbesar adalah variabel promosi penjualan yaitu sebesar 12,25%. Selain itu diketahui Adjusted R Square = 0,674 yang artinya korelasi atau hubungan antara variabel bebas adalah kuat. Berdasarkan penelitian ini peneliti memberikan saran yaitu: (1) periklanan yang dilakukan oleh PT. Djarum L.A Lights lebih ditingkatkan, yaitu dengan membuat konsep dan isi iklan yang lebih menarik dengan menggunakan artis-artis yang sedang diminati oleh banyak orang; (2) untuk promosi penjualan sebaiknya PT. Djarum lebih meningkatkan kerjasama dengan retailer, melalui promosi produk yaitu penukaran bungkus kosong rokok Djarum L.A Lights dengan jumlah tertentu yang dapat ditukarkan dengan satu bungkus rokok Djarum L.A Lights pada periode tertentu atau langsung diberikan kepada konsumen yang loyal; (3) penjualan personal harus dipertahankan dan ditingkatkan dengan memberikan pendidikan dan pelatihan kepada SPB dan SPG hingga memenuhi standar kualitas pelayanan. Hal ini bertujuan agar SPB dan SPG dapat melayani dan menjual produk lebih baik; (4) Sebaiknya perusahaan lebih melakukan kegiatan sponsorship untuk kegiatan pendidikan, misalnya perusahaan tetap mengadakan beasiswa Djarum Bhakti Pendidikan bagi mereka yang tidak mampu dan berprestasi; (5) pemasaran langsung yang dilakukan oleh perusahaan hendaknya lebih difokuskan pada direct mobile karena dapat lebih berinteraktif dengan konsumen dan dapat lebih mudah mempengaruhi konsumen untuk melakukan keputusan pembelian.

Efektivitas dan perhitungan pembagian hasil kepada debitur di Koperasi Syari'ah Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Harum Tulungagung / Cadhik Setya Budhi Kusuma

 

Konsep BMT di Indonesia sudah bergulir lebih satu dekade. Konsep ini telah banyak mengalami pembuktian-pembuktian dalam mengatasi dan me-ngurangi kemiskinan. Peran lembaga ini untuk mengurangi angka kemiskinan sangat strategis, mengingat lembaga perbankan belum mampu menyentuh masyarakat akar rumput (fakir, miskin dan kaum dhu’afa lainnya). Peran strategis BMT dalam mengurangi kemiskinan terlihat dari kegiatan ekonomi BMT yang mempunyai kegiatan sosial (baitul maal) dan kegiatan bisnis (at-tamwil). Kegiatan sosial ekonomi BMT dilakukan dengan gerakan zakat, infaq, sodaqoh dan waqaf. Hal ini merupakan keunggulan BMT dalam mengurangi kemiskinan. Dengan menggunakan dana ZISWAF ini, BMT menjalankan produk pinjaman kebajikan (qordhul hasan). Kegiatan sosial BMT ini dapat disebut sebagai upaya proteksi atau jaminan sosial yang dapat menjaga proses pembangunan masyarakat miskin secara signifikan. Pembahasan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui perhitungan prinsip bagi hasil dan untuk mengetahui tingkat efektivitas di BMT HARUM Kabupaten Tulungagung. Metode pengumpulan data dalam penyusunan tugas akhir ini adalah dengan menggunakan metode dokumentasi, dan wawancara. Penerapan prinsip bagi hasil yang telah diterapkan pada BMT HARUM di kabupaten Tulungagung menunjukkan bahwa bagi hasil yang diberikan kepada nasabah fluktuasi setiap bulannya. Akan tetapi jumlah nisbah (bagi hasil) yang diberikan tersebut dapat bersaing dengan lembaga keuangan lainnya di Kabupaten Tulungagung. Namun demikian BMT HARUM dapat menunjukkan eksistensi-nya untuk menyakinkan masyarakat agar bisa melakukan kerjasama dengan koperasi syariah (BMT HARUM) dalam hal keuangan mereka. Hal ini dapat dilihat dari jumlah nasabah yang terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Pemberian bagi hasil ini juga memberikan efektivitas yang positif pada masyarakat yang telah melakukan kerjasama dengan koperasi syariah ini. Dari penulisan tugas akhir ini dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan prinsip bagi hasil yang baik dan berdaya saing dengan lembaga keuangan lainnya akan mendatangkan kepercayaan para nasabah untuk menginvestasikan uang mereka pada BMT. Untuk setiap usaha yang telah dilakukan para pengusaha kecil dan menengah dapat meminta bantuan dana kepada BMT apabila mengalami kesulitan dalam permodalan. Dalam bekerjasama dengan BMT masyarakat dapat mengajukan permasalahan yang dihadapi dengan cara membuat kesepakatan pada awal perjanjian (akad).

Penerapan model pembelajaran make a match untuk meningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Pandanwangi 2 Kota Malang / Mariatul Kibtiyah

 

ABSTRAK Kibtiyah, Mariatul. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Make A Match untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas IV SDN Pandanwangi 2 Kota Malang. Skripsi, Program studi S1 PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan. Pembimbing (1) Drs. H. Sutarno, M.Pd, (2) Drs. Toha Mashudi, M.Pd Kata kunci: Model Pembelajaran Make A Match, Prestasi Belajar IPS SD Berdasarkan hasil observasi SDN Pandanwangi 2 di kelas IV dalam pembelajaran IPS guru maish cenderung menggunakan metode pembelajaran klasik, yaitu metode ceramah yang kegiatan pembelajaran hanya didominasi oleh guru. Siswa sekedar menjadi pendengar yang pasif. Kegiatan pembelajaran seperti itu mengakibatkan kemampuan masing-masing individu terabaikan, sehingga minat belajar siswa kelas IV SDN Pandanwangi 2 berkurang dan prestasi belajarnya rendah. Dengan melihat presatsi belajar siswa SDN Pandanwangi 2 yang rendah dan masih belum mencapai standar ketuntasan belajar, maka untuk mengarah pada perubahan yang lebih baik dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SDN Padanwangi 2 Kota Malang, peneliti mencoba dengan menerapkan model pembelajaran Make A Match untuk meningkatkan prestasi belajar IPS kelas IV SD. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Make A Match untuk meningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Pandanwangi 2 Kota Malang, (2) Mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Make A Match untuk meningkatkan rasa senang siswa kelas IV SDN Pandanwangi 2 Kota Malang dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), (3) Mendeskripsikan dampak penerapan model pembelajaran Make A Match terhadap keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas IV SDN Pandanwangi 2 Kota Malang. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek yang dikenai tindakan adalah seluruh siswa kelas IV SDN Pandanwangi 2 Malang. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, observasi dan wawancara. Hasil penelitian dikemukakan sebagai berikut: (1) Prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Pandanwangi 2 Malang setelah menggunakan model pembelajaran Make A Match mengalami peningkatan sebesar 66% dengan kategori cukup baik, dengan selisih peningkatan dari pra tindakan ke siklus I sebesar 13 sedangkan dari siklus I ke siklus II sebesar 18 (2) rasa senang siswa pada saat mengikuti pembelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match mengalami peningkatan sebesar 94% dengan kategori memuaskan (3) keaktifan siswa pada saat mengikuti pembelajaran IPS dengan model pembelajaran Make A Match mengalami peningkatan sebesar 75% dengan kategori cukup baik. Secara keseluruhan model pembelajaran Make A Match dapat meningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Pandanwangi 2 Malang. ii Saran dari penelitian ini dikemukakan sebagai berikut: (1) bagi guru, dapat menerapakan model pembelajaran Make A Match dalam kegiatan pembelajaran IPS, (2) bagi siswa,dapat mengembangkan potensi diri dengan cara belajar melalui pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match sehingga dapat menumbuhkan minat belajar IPS pada diri siswa, (3) bagi peneliti lain, dapat dijadikan dasar untuk melakukan penelitian yang baru.

Penerapan pembelajaran kooperatif model stad (Student Teams Achievement Divisions) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran hubungan masyarakat di SMK PGRI 06 Malang / Alfiayatun Nafisah

 

Pendidikan nasional memegang peranan penting dalam pembangunan manusia indonesia seutuhnya dan untuk mewujudkan masyarakat indonesia adil dan makmur yang merata spiritual berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dapat ditempuh dengan berbagai cara, antara lain: peningkatan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, peningkatan kualitas pembelajaran, peningkatan kualitas penilaian hasil belajar siswa, efektivitas metode pembelajaran serta penyediaan sarana belajar dan bahan ajar yang memadai. Untuk mendukung terwujudnya kondisi yang telah disebutkan di atas diantaranya dengan menerapkan metode pembelajaran yang akan dipilih harus mampu mengarahkan siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran dan dapat meningkatan penilaian hasil belajar siswa. Oleh karena itu dalam hal ini peneliti memilih metode pembelajaran kooperatif model STAD untuk diterapkan dalam penelitiannya. Model STAD ini merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang sangat sederhana dan cocok diterapkan dalam kelas yang heterogen terutama dalam kemampuan akademiknya selain itu model STAD cocok digunakan oleh guru yang masih belum terbiasa dengan pembelajaran kooperatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua Siklus. Masing-masing Siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Mata pelajaran yang digunakan pada penelitian ini adalah Hubungan Masyarakat. Untuk mengetahui ketepatan guru dalam menerapkan metode pembelajaran kooperatif model STAD maka dilakukan observasi dengan menggunakan instrumen pengamatan aktivitas guru dalam pembelajaran. Sedangkan untuk mengetahui aspek afektif yang dilakukan melalui lembar pengamatan aktivitas siswa dalam pembelajaran menggunakan metode pembelajaran kooperatif model STAD. Serta untuk mengetahui peningkatan hasil belajar ditinjau dari aspek kognitif, melalui perhitungan nilai pre-test dan post-test Siklus I dan Siklus II. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMK PGRI 06 Malang yang berlokasi di Jalan Janti Selatan Malang, pada tanggal 20 Oktober sampai 31 Oktober 2008. Siswa yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Administrasi Perkantoran pada SMK PGRI 06 Malang tahun pelajaran 2008/2009 yang berjumlah 41 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar siswa, observasi, wawancara dan catatan lapangan. Analisis data pada penelitian dilakukan dengan data reduction (reduksi data), display (penyajian data), dan conclution drawing/verification. Hasil penelitian penerapan pembelajaran kooperatif model STAD (student teams achievement division) untuk peningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran hubungan masyarakat di SMK PGRI 6 Malang adalah sebagai berikut: (1) Penerapan pembelajaran kooperatif model STAD pada mata pelajaran hubungan masyarakat pokok bahasan Media hubungan masyarakat siswa kelas X Apk SMK PGRI 06 Malang sudah optimal hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. (2) Aktivitas belajar siswa di kelas saat pelaksanaan kooperatif model STAD pada mata pelajaran hubungan masyarakat terlihat sudah baik. Hal ini dapat terlihat dengan meningkatnya nilai rata-rata pada hasil analisis aktivitas belajar siswa pada siklus I mendapatkan kategori “cukup” dengan persentase rata-rata sebesar 48.02% dan pada siklus II menglami peningkatan dengan mendapatkan kategori “sangat baik” dengan persentase rata-rata sebesar 82.12%. (3) Model STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X program keahlian Administasi Perkantoran SMK PGRI 06 Malang pada mata pelajaran hubungan masyarakat pokok bahasan media hubungan masyarakat. Hal ini dapat dilihat bahwa hasil pre test Siklus I diperoleh rata-rata sebesar 51.83 sedangkan hasil post test diperoleh rata-rata sebesar 78,66. Hasil pre test pada Siklus II diperoleh rata-rata sebesar 60.39 sedangkan hasil post test diperoleh rata-rata sebesar 81.17. Selain itu ketuntasan belajar siswa pada siklus I adalah 87.80% dengan jumlah siswa tuntas sebanyak 36 siswa dan tidak tuntas sebanyak 5 siswa mengalami kenaikan ketuntasan belajar pada siklus II sebesar 97.56% dengan jumlah siswa tuntas sebanyak 40 siswa dan tidak tuntas sebanyak 1 siswa. Dari data di atas tersebut, diketahui kualitas hasil belajar siswa pada siklus II ini menunjukkan bahwa kualitas yang diperoleh siswa adalah tinggi. Berdasarkan hasil penelitian saran yang diajukan sebagai berikut: (1) Guru hendaknya lebih meningkatkan motivasi pada siswa untuk berfikir lebih aktif dalam memecahkan suatu permasalahan, mendorong siswa agar mau bekerja sama antar anggota kelompok, dan terutama dalam menyampaikan pendapatnya, dengan cara memberikan bimbingan dan reinfocement (penguatan) kepada siswa sehingga tercipta keaktifan dalam kelas. (2) Penggunaan pembelajaran kooperatif model STAD sangat bermanfaat bagi siswa karena model pembelajaran tersebut telah terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa, sehingga bagi guru mata pelajaran hubungan masyarakat dan guru mata pelajaran lainnya dapat menggunakan model pembelajaran ini pada pokok bahasan yang memiliki karakteristik yang sama dengan pokok bahasan media hubungan masyarakat. (3) Bagi peneliti berikutnya, penelitian ini dapat dikembangkan untuk materi selain media hubungan masyarakat, mata pelajaran selain hubungan masyarakat dan dapat dikembangkan untuk sekolah-sekolah lain.

Penerapan model pembelajaran problem solving untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada mata diklat menagih pembayaran siswa kelas XI penjualan SMK Negeri 1 Turen / Sindy Paramita

 

Pendidikan mempunyai peranan penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan suatu bangsa. Oleh karena itu, bidang pendidikan merupakan salah satu sektor yang mendapat perhatian dari pemerintah. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional yang telah dilakukan oleh pemerintah, yaitu dengan melakukan penyempurnaan kurikulum dari KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi), yang telah disempurnakan menjadi KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), pada tahun 2004 dan 2006. Dengan penyempurnaan kurikulum, maka proses pembelajaran harus didukung oleh metode pembelajaran yang berkualitas. Salah satu metode tersebut adalah model pembelajaran problem solving. Melalui model pembelajaran problem solving siswa diwajibkan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran, dan guru hanya sebagai fasilitator. Kenyataan di lapangan bahwa dalam prakteknya, proses pembelajaran mata diklat Menagih Pembayaran kelas XI Penjualan SMK Negeri 1 Turen masihdidominasi oleh metode ceramah, penugasan, serta diskusi yang materinya masih terbatas pada modul pembelajaran. Proses pembelajaran yang monoton berakibat pada rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa. Salah satu metode pembelajaran yang dapat menambah variasi pembelajaran adalah model pembelajaran problem solving yang diharapkan mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: (1)perencanaan; (2) tindakan; (3) pengamatan; dan (4) refleksi. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran problem solving; (2) untuk mengetahui peningkatakan motivasi belajar siswa melalui pembelajaran problem solving; (3) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui pembelajaran problem solving; (4) untuk mengetahui hambatan yang muncul dalam penerapan model pembelajaran problem solving. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI Penjualan SMK Negeri 1 Turen, yang berjumlah 41 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, lembar observasi, tes, catatan lapangan, dan pedoman wawancara.Sedangkan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Deskripsi penerapan model pembelajaran problem solving dalam pelaksanaannya terdiri dari (a) tahap awalii yaitu peneliti melakukan aktivitas rutin dalam setiap awal tatap muka serta memberikan pre test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal siswa terhadap materi sebelum diberi tindakan (b) tahap inti yaitu penerapan model pembelajaranproblem solving yang terdiri dari 6 tahapan yaitu merumuskan masalah, menelaah masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan dan mengelompokkan data sebagai bahan pembuktian, pembuktian hipotesis, menentukan pilihan penyelesaian, (c) tahap akhir yaitu peneliti memberikan post test untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi setelah dilakukan tindakan; (2) Peningkatan motivasi siswa dari hasil observasi sebesar 17%, sedangkan dari angket motivasi sebesar 0,22 atau 22%; (3) Hasil belajar siswa mengalamipeningkatan sebesar 9,26. Dimana hasil belajar siswa pada siklus I adalah 77,56 dan pada siklus II hasil belajar siswa adalah 86,82; (4) Hambatan yang munculdalam penerapan pembelajaran model problem solving yaitu: (a) kurangnya penguasaan materi sebelumnya yang berhubungan dengan Melakukan Kontak dengan Pelanggan; (b) siswa belum terbiasa belajar dengan model pembelajaran Problem Solving; dan (c) siswa belum berani dalam mengungkapkan ide-ide yang dimiliki. Solusi dalam mengatasi kendala selama pelaksanaan pembelajaran Problem Solving yaitu: (a) Memberi pertanyaan pada siswa tentang materi sebelumnya, memberi poin tambahan bagi siswa yang aktif baik bertanya, menanggapi, dan menjawab pertanyaan; (b) meminta siswa agar lebih memperhatikan penjelasan pembahasan diskusi dan memotivasi siswa untuk berani dan percaya diri dalam mengemukakan pendapat; (c) meningkatkan pengelolaan kelas sehingga tercipta suasana kelas yang menyenangkan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Solving dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI Penjualan SMK Negeri 1 Turen. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka dapat diberikan saran yaitu: (1) Bagi SMK Negeri 1 Turen khususnya dalam hal ini adalah Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Turen hendaknya lebih menghimbau, mendorong, serta mengusahakan peningkatan kualitas dan keterampilan guru, terutama dalam penggunaan model pembelajaran yang lebih bervariatif, khususnya penerapan model pembelajaran Problem Solving. Peningkatan kualitas dan keterampilan guru dapat dilakukan melalui pengiriman guru-guru untuk mengikuti diklat tentang profesi guru, mengadakan koordinasi, sertifikasi, dll.; (2) Guru mata diklat Menagih Pembayaran disarankan untuk menggunakan model pembelajaran Problem Solving dalam rangka meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa; (3) Penerapan dan pelaksanaan model pembelajaran Problem Solving, hendaknya lebih variatif, misalnya dengan mengajak para siswa terjun langsung ke lapangan untuk mengamati obyek yang dipelajari; (4) Permasalahan yang digunakan dalam model pembelajaran Problem Solving, hendaknya lebih aktual dan beragam; (5) Untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk menerapakan model pembelajaran Problem Solving pada mata diklat yang berbeda.

Tindak pidana pencurian kendaraan bermotor roda dua oleh remaja (Studi di Polres Malang) / Fanky Yuda An'asyari

 

Dalam penulisan skripsi ini penulis membahas mengenai tindak pidana pencurian kendaraan bermotor roda dua oleh remaja dengan studi di Polres Malang, hal ini mengingat bahwa kasus tindak pidana pencurian kendaraan bermotor roda dua oleh remaja yang terjadi di wilayah kabupaten malang semakin meningkat hal ini bias dilihat dari bulan Agustus sampai dengan November 2008 dari 25 kasus pencurian yang terjadi kasus diantaranya dilakukan oleh remaja dengan umur 16 sampai 20 tahun. Melihat fakta tersebut maka penulis menilai bahwa wilayah kabupaten malang cocok untuk dijadikan obyek penelitian. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana pencurian kendaraan bermotor roda dua oleh remaja dan upaya-upaya apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian Polres Malang dalam mengatasi fenomena dalam masyarakat seperti itu. Maka metode pendekatan yang digunakan penulis menilai bahwa wilayah kabupaten malang cocok untuk dijadikan obyek penelitian. Dalam upaya untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya tindak pidana pencurian kendaraan bermotor roda dua oleh remaja dan upaya-upaya apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian Polres Malang dalam mengatasi fenomena dalam masyarakat seperti itu. Maka metode pendekatan yang digunakan penulis adalah Yuridis Sosiologis yang mana memaparkan realitas sosial yang ada mengenai kejahatan pencurian kendaraan bermotor yang dilakukan oleh remaja yang kemudian dikaji lebih lanjut. Berdasarkan teori-teori hukum dan asas-asas hukum serta peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang permasalahan. Kemudian seluruh data yang ada dianalisis secara Deskriptif Analisis. Berdasarkan hasil penelitian, penulis memperoleh jawaban atas permasalahan yang ada, yaitu bahwa pencurian kendaraan bermotor oleh remaja tersebut disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor intern diantaranya, faktor intelegentia, faktor usia, faktor kelamin, faktor kedudukan dalam keluarga, dan faktor Ekstern yang diantaranya faktor lingkungan baik itu lingkungan pendidikan, keluarga, dan pergaulan. Keluarga merupakan faktor penyebab dominan di antara faktor yang lainya karena keluarga memiliki fungsi yang fundamental sebagai pembentuk dari kepribadian moral remaja tersebut. Sedangkan perihal upaya-upaya yang dilakuka oleh pihak Polres Malang sendiri adalah melalui upaya preventif yang meliputi pembinaan dan penyuluhan atau juga disebut upaya pencegahan dan upaya represif yaitu bertujuan memperbaiki perilaku para pelaku kejahatan dengan pemberian hukuman dan sanksi pemidanaan yang mana upaya preventif sudah tidak dapat dilakukan lagi. Dengan adanya usaha yang menyeluruh ini, diharapkan masalah tindak pidana pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di wilayah kabupaten malang dapat segera teratasi sehingga tidak menggangu perkembangan yang ada di kabupaten Malang serta di Indonesia pada umumnya.

Pelaksanaan komunikasi pemasaran pada Mal Olympic Garden Malang / Fajris Salyn

 

ABSTRAK Salyn, Fajris. 2008. Pelaksanaan Komunikasi Pemasaran pada Mal Olympic Garden Malang. Tugas Akhir. Program Studi D-III Manajemen Pemasaran, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Agus Hermawan, M.Si. Grad Dip Mgt, M.Bus. Kata kunci: komunikasi pemasaran, periklanan, promosi. Pelaksanaan komunikasi pemasaran pada Mal Olympic Garden Malang tidak pernah lepas dari periklanan dan promosi. Dimana dalam mempertahankan keunggulan bersaing pada pusat perbelanjaan Mal Olympic Garden Malang, harus dilakukan strategi komunikasi yang berbeda dengan pusat perbelanjaan yang lain. Yaitu kenyamanan di dalam dan Pusat Perbelanjaan Mal Olympic Garden Malang, menikmati berbelanja dengan harga yang wajar dan terjangkau serta menikmati fasilitas seperti yang ada dalam promosi pusat perbelanjaan tersebut. Pusat Perbelanjaan yang mampu melaksanakan strategi komunikasi pemasaran dengan baik, maka dapat memenangkan persaingan yang ada. Pelaksanaan komunikasi pemasaran pada Mal Olympic Garden Malang meliputi strategi komunikasi (advertising, direct marketing, sales promotion, dan public relation) dan realisasi perencanaan media (majalah, olympic club card, website, banner, spanduk, umbul-umbul, televisi, radio, dan lain sebagainya). Penggunaan fasilitas website pada Mal Olympic Garden Malang tidak begitu efektif, dimana isi dari website tersebut jarang sekali di update. Permasalahan yang ada pada Mal Olympic Garden Malang adalah sering terjadinya kesalahpahaman antara pihak pemasaran dan konsumen, banyaknya pesaing, dan adanya anggapan bahwa harga jual produk di Mal Olympic Garden Malang lebih mahal dibandingkan dengan pusat perbelanjaan yang lain. Dimana data yang diperoleh dengan cara library research dan field research (interview dan dokumentasi). Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan komunikasi pemasaran yang ada pada Mal Olympic Garden Malang. Terdapat empat masalah yang dikaji yaitu: (1) Bagaimana pelaksanaan komunikasi pemasaran (strategi komunikasi dan realisasi perencanaan media) pada Mal Olympic Garden Malang, (2) Apakah penggunaan fasilitas website pada Mal Olympic Garden Malang sudah efektif, (3) Permasalahan apa yang menghambat komunikasi pemasaran pada Mal Olympic Garden Malang, (4) Bagaimana cara pemecahan masalah yang ada pada Mal Olympic Garden Malang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan komunikasi pemasaran pada Mal Olympic Garden Malang sudah terlaksana dengan baik. Akan tetapi masih ada hal-hal tertentu yang harus lebih diperhatikan dan juga diperbaiki agar bisa lebih unggul dalam dunia persaingan antar pusat perbelanjaan. Sehingga hal tersebut juga dapat menarik minat konsumen lebih banyak untuk melakukan perbelanjaan di Mal Olympic Garden Malang. Dalam keseluruhan permasalahan yang sudah dibahas dan diuraikan, dapat ditarik kesimpulan bahwa (1) Komunikasi Pemasaran adalah kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh penjual dan pembeli, dan merupakan kegiatan yang membantu dalam pengambilan keputusan serta mengarahkan pertukaran agar lebih memuaskan dengan cara menyadarkan semua pihak, (2) Penggunaan website pada Mal Olympic Garden Malang kurang efektif, sehingga website yang telah dibuat tidak begitu dipergunakan, (3) Permasalahan yang menghambat komunikasi pemasaran pada Mal Olympic Garden Malang, yaitu: sering terjadinya kesalah pahaman antara pihak pemasaran dan konsumen dalam penyampaian informasi, banyaknya pesaing yang ada di kota Malang, dan adanya anggapan bahwa harga jual produk di Mal Olympic Garden Malang lebih mahal, (4) Cara pemecahan masalah yang menghambat komunikasi pemasaran pada Mal Olympic Garden Malang, yaitu: dalam penyampaian informasi kepada para konsumen atau pengunjung dilakukan lebih jelas, untuk mengatasi para pesaing dengan cara menggunakan metode-metode tertentu yang tidak dimiliki oleh pesaing-pesaing yang ada, dan melakukan promosi dengan maksimal. Dari kesimpulan tersebut dapat disarankan bahwa (1) Bagian pemasaran di Mal Olympic Garden Malang seharusnya dalam melakukan promosi dilakukan secara konsisten dan jelas agar konsumen tidak dibingungkan hanya dikarenakan promo-promo yang mereka tidak mengerti, (2) Mencari ide-ide dan metode-metode baru dalam komunikasi pemasaran di Mal Olympic Garden Malang sehingga tidak terjadi hal-hal yang membuat konsumen merasa bosan waktu mereka mengunjungi Mal Olympic Garden Malang, dan (3) Menggunakan fasilitas website dengan efektif, sehingga dapat menarik konsumen lain yang berada diluar Kota Malang.

Peranan customer value dalam mempertahankan keunggulan bersaing pada pusat pembelanjaan Mal Olympic Garden (MOG) Malang / Abdul Kholiq Afandi

 

perbelanjaan.Keunggulan bersaing diraih dengan mengajukan penawaran yang lebih memuaskan konsumennya dibandingkan pesaingnya. Keunggulan bersaing ini sangat penting bagi suatu usaha dalam mempertahankan konsumen dan keberadaannya di industri tersebut (Cravens, 1996:31-32). Terlebih dengan persaingan yang sangat ketat seperti dalam industri retail. Secara visual sederhana, apabila diamati, maka dapat ditemui adanya puluhan tempat-tempat belanja (Alfamart, Supermarket, Ramayana, dll) dalam satu lokasi misalnya di Malang terdapat di pinggir sepanjang jalan protokol. Penelitian ini memaparkan peranan customer value dalam mempertahankan keunggulan bersaing pada pusat perbelanjaan Mal Olympic Garden (MOG) Malang. Dengan metode kualitatif dan instrumen Survey Konsumen, diketahui bahwa pengunjung memiliki tujuan untuk dapat berbelanja dengan santai, dengan adanya konsekuensi yang dirasakan ketika berbelanja yaitu kenyamanan baik di dalam maupun di luar pusat perbelanjaan Mal Olympic Garden (MOG) Malang, menikmati berbelanja dengan harga yang wajar dan terjangkau serta menikmati fasilitas seperti yang ada dalam promosi Pusat perbelanjaan tersebut. Pusat perbelanjaan yang mampu memenuhi customer value pengunjungnya dapat memenangkan persaingan. Penelitian ini secara sederhana telah menampilkan salah satu strategi pemasaran jasa pusat perbelanjaan Mal Olympic Garden (MOG) Malang mengenai peranan customer value dalam mempertahankan keunggulan bersaing, melalui diskusi dalam Survey Konsumen. Berharap agar hasil penelitian ini, oleh pihak yang berwenang dan berkepentingan dapat memanfaatkan dan menerapkan dalam bidang masing-masing. Selain karena posisi persaingan yang tidak semakin sempit, tidak ada salahnya jika pemasaran sektor jasa pusat perbelanjaan mengusahakan secepat mungkin dengan maksimal (dan secara terus menerus) untuk memiliki pengetahuan yang lebih tentang bagaimana konsumen dan apa yang diinginkan oleh konsumen. Sehingga pada akhirnya dapat memacu pencapaian harapan untuk menjadi yang terbaik dalam memenuhi keinginan dan tujuan konsumen ketika mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan. Untuk dapat menunjang dalam meningkatkan keunggulan bersaing maka saya menyarankan: (1) Mempercepat penyelasaian pembangguan hotel bintang empat yang ada di lantai atas mall, (2) Mempercepat penyelasaian pembanggunan pusat kebugaran dan kolam renang yang ada di samping gedung mall/pertokoan. (3) Perbaikan untuk tempat parkir kendaraan roda dua yang ada disamping stadion Gajayana.

Pengaruh iklan televisi terhadap ekuitas merek body spray Axe Dark Temptation (studi kasus pada mahasiswa Universita Negeri Malang) / Nur Fahriza Wahyu Priambodo

 

Kata Kunci: Iklan Televisi, Isi Pesan, Struktur Pesan, Format Pesan, Sumber Pesan, Ekuitas Merek. Hingga saat ini di Indonesia, komunikasi pemasaran yang menggunakan iklan dengan media televisi masih dianggap sebagai cara paling efektif untuk mempresentasikan unsur-unsur pemasaran karena pola masyarakatnya brand minded. Axe sebagai salah satu merek body spray yang diproduksi Unilever juga menggunakan iklan dengan media televisi, harapannya adalah memperoleh tanggapan positif dari konsumen ketika mengkomunikasikan jenis produk terbarunya yang diberi nama Axe Dark Temptation. Salah satu bentuk tanggapannya berupa ekuitas merek yang dilekatkan konsumen pada suatu produk berdasarkan kesadaran merek dan citra merek yang ada dalam benak konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan gambaran persepsi iklan televisi dan ekuitas merek body spray Axe Dark Temptation pada mahasiswa Universitas Negeri Malang, pengaruh persepsi iklan televisi terhadap ekuitas merek body spray Axe Dark Temptation secara parsial dan simultan pada mahasiswa Universitas Negeri Malang, serta komponen iklan televisi (isi pesan, struktur pesan, format pesan, dan sumber pesan) yang berpengaruh secara dominan terhadap ekuitas merek. Variabel bebas penelitian ini adalah Iklan Televisi, (X1) Isi Pesan, (X2) Struktur Pesan, (X3) Format Pesan, dan (X4) Sumber Pesan, sedangkan variabel terikatnya (Y) adalah Ekuitas Merek. Penelitian ini dilakukan selama bulan Mei – Juli 2010 dengan metode accidental sampling. Penentuan sampel menggunankan wawancara terhadap 100 mahasiswa, selanjutnya hasil tersebut dihitung menggunakan rumus Daniel dan Terrel sehingga diperoleh sampel 113 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda dengan menggunakan program SPSS for windows seri 17.0. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Isi pesan, struktur pesan, format pesan, sumber pesan, dan ekuitas merek Axe Dark Temptation dalam kategori cukup baik. (2) Iklan televisi (isi pesan, struktur pesan, format pesan, dan sumber pesan) berpengaruh positif dan seginifikan secara parsial maupun simultan terhadap ekuitas merek body spray Axe Dark Temptation. (3) Komponen iklan televisi yang dominan secara tidak langsung dan signifikan terhadap ekuitas merek body spray Axe Dark Temptation adalah sumber pesan. Saran yang dapat ditujukan pada produsen body spray Axe Dark Temptation berdasar dari hasil penelitian ini, yaitu sumber pesan dalam iklan body srpay Axe yang selanjutnya agar manggunakan pemeran yang lebih populer sehingga iklan tersebut semakin layak untuk dipercaya serta format pesan agar diperbaiki sehingga dapat tercipta iklan yang lebih menarik.

Penerapan model pembelajaran group investigation pada mata diklat melaksanakan proses administrasi transaksi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X PJ 2 SMK Negeri 1 Turen / Ayu Widyaningrum

 

ABSTRAK Widyaningrum, Ayu. 2008. Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation pada Mata Diklat Melaksanakan Proses Administrasi Transaksi untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa kelas X PJ 2 SMK Negeri 1 Turen. Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi S-1 Pendidikan Tata Niaga Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. M. Hari, M.Si., (II) Dr. Ludi Wishnu W., S.T., S.E., S.Pd., MM. Kata kunci: Group Investigation, Motivasi Belajar, Hasil Belajar, Kegiatan pembelajaran pada mata diklat melaksanakan proses administrasi transaksi di kelas X Pj 2 SMK Negeri 1 Turen masih didominasi oleh model pembelajaran konvensional yaitu menggunakan ceramah dan tanya jawab, sehingga siswa mengalami kejenuhan dan merasa bosan di kelas. Siswa kurang aktif dalam kelas dan guru kurang memberi kesempatan pada siswa untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Hal ini menyebabkan hasil belajar yang diperoleh siswa belum memenuhi Standar Ketuntasan Minimal (SKM) secara keseluruhan. Salah satu model pembelajaran yang digunakan untuk mengaktifkan siswa sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar di dalam proses pembelajaran adalah salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif yaitu model Group Investigation. Dengan model pembelajaran ini, siswa dapat bekerja sama antar anggota kelompok, saling menyumbangkan pikiran, dan adanya sikap tanggung jawab terhadap pencapaian hasil belajar secara individu maupun kelompok. Pembelajaran model Group Investigation yaitu kelompok kecil untuk mendorong dan menuntun siswa dalam keterlibatan belajar secara aktif di dalam kelas, dengan komunikasi secara terbuka dan kerjasama dalam merencanakan serta memilih topik investigasi. Hasil akhir dari kelompok merupakan sumbangan ide tiap anggota, dengan demikian belajar kelompok lebih mengasah intelektual siswa sehingga siswa dapat mencapai hasil belajar yang lebih efisien daripada belajar secara individu. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Turen pada semester gasal tahun pelajaran 2007/2008 dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X PJ 2 SMK Negeri 1 Turen. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Group Investigation, untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran Group Investigation dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siwa dengan penerapan model pembelajaran Group Investigation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Motivasi belajar siswa berdasarkan lembar observasi meningkat sebesar 35% yaitu dari 55% pada siklus I menjadi 90% pada siklus II dan pada angket motivasi juga meningkat dari 3,49 dengan kategori cukup pada siklus I menjadi 4,40 dengan kategori baik pada siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan terlihat dari nilai rata-rata siswa sebesar 84,10 pada siklus I menjadi 87,94 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X PJ 2 SMK Negeri 1 Turen. Penerapan pembelajaran ini disarankan sebaiknya guru menggunakan model pembelajaran yang lebih bervariasi dalam kegiatan pembelajaran agar motivasi dan hasil belajar meningkat. Salah satu model yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa adalah model pembelajaran Group Investigation, sehingga model pembelajaran ini disarankan untuk diterapkan dikelas. Bagi peneliti berikutnya disarankan untuk menerapkan model pembelajaran Group Investigation pada mata diklat yang berbeda.

Hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kohesivitas kelompok pada karyawan bagian instalasi gizi di instalasi Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang / M. Surya Firmansyah Putra

 

Kohesivitas sangat penting dalam dunia organisasi dan industri untuk menjaga performa dari tim kerja untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Peran pemimpin dalam hal ini sangatlah penting terutama untuk menjaga dan mengakomodir bawahannya agar sampai pada tingkatan dimana kekohesifan antar anggotanya terjalin dengan erat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) gambaran gaya kepemimpinan (2) gambaran kohesivitas kelompok (3) hubungan gaya kepemimpinan dengan kohesivitas kelompok.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-korelasional dengan subyek penelitian pegawai instalasi gizi di Instansi Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang berjumlah 90 orang. Instrumen yang digunakan yaitu skala gaya kepemimpinan, dan skala kohesivitas dengan model skala Likert. Untuk mengetahui validitas dan reliabilitas penelitian, penulis menggunakan uji coba terpakai. Analisis data yang digunakan terdiri dari analisis deskriptif, dan analisis korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 70 orang pegawai mempersepsi pemimpin mereka sebagai pemimpin Transformasional, dan sebanyak 20 orang pegawai yang mempersepsi pemimpin mereka sebagai pemimpin Transaksional. Tingkat kohesivitas kelompok dalam kategori tinggi sebanyak 17 orang (18,89%), kategori sedang sebanyak 61 orang (67,78%) dan kategori rendah sebanyak 12 orang (13,33%). Selain itu, hasil uji korelasional gaya kepemimpinan dengan kohesivitas dinyatakan dengan nilai r = .296 dan nilai p = 0,005 = 0.05, karena nilai r positif maka berarti gaya kepemimpinan berhubungan positif dan signifikan terhadap kohesivitas kelompok. Hasil uji korelasi gaya kepemimpinan transaksional dengan kohesivitas dinyatakan dengan nilai r =-0,598, dan nilai p = 0,000 < 0,05, karena hasilnya negatif, maka berarti gaya kepemimpinan transaksional berhubungan negatif dan signifikan terhadap kohesivitas kelompok. Hasil uji korelasi antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kohesivitas dinyatakan dengan nilai r = 0,241 dan nilai p =0,022 < 0,05 karena nilai r nilainya positif, berarti ada hubungan positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kohesivitas kelompok Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang diberikan adalah: 1) Bagi pegawai : Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi karyawan yang berkecimpung di organisasi untuk dapat meningkatkan kohesivitas di antara anggota kelompok. Karena kohesivitas kelompok dapat meningkatkan performa dan efek kerasan bagi pegawai. 2).Bagi pemimpin unit gizi: Agar tetap menggunakan gaya kepemimpinan transformasional, dengan harapan agar pegawai semakin merasa betah bekerja dan secara otomatis meningkatkan kohesivitas kelompok pada diri pegawai unit gizi. 3).Kohesivitas kelompok di unit gizi adalah sedang. Hal ini tidak bisa dipungkiri, karena minimnya waktu untuk berinteraksi antar pegawai. Sehingga diharapkan pemimpin unit gizi mampu menyiasati minimnya waktu berinteraksi tersebut dengan mengelola kondisi dan suasana kerja di unit gizi sehingga menjadikan suasana yang menyenangkan bagi pegawai yang bekerja di dalamnya. Namun munculnya kohesivitas pada pegawai unit gizi membuat peneliti bisa menyimpulkan bahwa karyawan unit gizi telah masuk pada tahap norming dimana para karyawan setidaknya telah mampu membangun iklim membangun kohesivitas yaitu ”satu-untuk-semua, semua-untuk-satu”. 4).Bagi rumah sakit : Dapat menjadikan pertimbangan para pemimpin atau stakeholder di perusahaan untuk memilih gaya kepemimpinan yang sesuai untuk meningkatkan efisiensi karyawan melalui kohesivitas terhadap kelompok, dalam hal ini ialah gaya kepemimpinan transformasional. 5).Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik dengan masalah kohesivitas kelompok agar menggunakan metode pengumpulan data yang lebih bervariasi dalam mengungkap gambaran kohesivitas dalam suatu kelompok. Kiranya metode kuesioner dengan konsep sosiometri patut untuk dicoba. 6).Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik dengan masalah gaya kepemimpinan agar menggunakan metode lain seperti wawancara dan observasi agar dapat melengkapi keterangan yang dihasilkan melalui analisis data skala atau angket.

Pengaruh pemberiaan kompensasi finansial dan kompensasi non finansial terhadap produktivitas kerja karyawan (Studi pada KSU. Artha Panggung Kencana Megantoro Nganjuk) / Novianto Tri Prasetyo

 

ABSTRAK Prasetyo, Novianto Tri. 2008. Pengaruh Pemberian Kompensasi Finansial dan Kompensasi Non Finansial terhadap Produktivitas Kerja Karyawan pada KSU. Artha Panggung Kencana Megantoro Nganjuk . Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. I Nyoman Saputra M.Si (II) Elfia Nora, S.E, M.Si Kata Kunci: Kompensasi, Produktivitas Kerja Dewasa ini pertumbuhan dan perkembangan dalam dunia usaha di Indonesia semakin cepat dan pesat akan menimbulkan persaingan antara perusahaan baru dengan perusahaan-perusahaan yang sudah ada. Persaingan diantara perusahaan yang sejenis maupun yang tidak sejenis menyebabkan perusahaan dituntut untuk mengerahkan semua daya yang dimilikinya semaksimal mungkin. Agar perusahaan dapat menjalankan semua aktivitasnya demi tercapainya tujuan yang ditetapkan, maka diperlukan suasana kerja yang baik antara karyawan maupun perusahaan dan untuk mencapai suasana yang kondusif tersebut, maka perusahaan perlu ada perhatian yang khusus pada para karyawannya. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan memberikan apa yang diinginkan oleh karyawannya dalam bekerja sehingga akan meningkatkan produktivitas karyawan yang pada akhirnya dapat dicapai tujuan yang diinginkan oleh perusahaan. Salah satu usaha perusahaan untuk menigkatkan produktivitas karyawannya adalah dengan memberikan kompensasi secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi finansial dan kompensasi non finansial terhadap produktivitas kerja karyawan studi pada KSU. Artha Panggung Kencana Megantoro Nganjuk. Jenis penelitian ini adalah penelitian penjelasan (explanatory research). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kompensasi finansial dan kompensasi non finansial, sedangkan variabel terikatnya adalah produktivitas kerja. Populasi dalam penelitian berjumlah 84 dan sampel penelitian ini adalah 46 karyawan pada KSU. Artha Panggung Kencana Megantoro Nganjuk.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proportionate Stratified Random Sampling dengan menggunakan kuesioner. Skala yang digunakan adalah skala likert dengan 5 (lima) pilihan jawaban. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisoner, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan bantuan program SPSS Versi 12.00 for Windows. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa beberapa variabel mempunyai hasil sebagai berikut : (1) kompensasi finasial (X1) memiliki nilai B= 0,127; nilai t hitung =2,079, dengan sig t= 0,271. Dengan demikian variabel kompensasi finansial berpengaruh positif yang signifikan terhadap produktivitas kerja. (2) kompensasi non finansial (X2) memiliki nilai B= 0,686; nilai t hitung = 4,750, dengan sig t = 0,000. Dengan demikian variabel kompensasi non finansial(X2) berpengaruh positif yang signifikan terhadap produktivitas kerja. Sekaligus mempunyai pengaruh yang paling dominan karena nilai Coefficients Beta lebih besar dari pada kompensasi finansial.Dari hasil penelitian diketahui persamaan regresi adalah Y= 8,496 + 0,127X1+ 0,686X2 + e. Selain itu, didapatkan nilai F hitung sebesar 12,417 serta nilai koefisien determinasi sebesar 0,566 yang memiliki arti bahwa kompensasi secara simultan mempengaruhi produktivitas sebesar 56,6%, sedangkan sisanya 43,4 % dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara simultan/bersama-sama variabel kompensasi finansial dan kompensasi non finansial mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada KSU. Artha Panggung Kencana Megantoro Nganjuk. Secara parsial dapat disimpulkan bahwa masing-masing kompensasi finansial dan kompensasi non finansial mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada KSU. Artha Panggung Kencana Megantoro Nganjuk. Dengan hasil penelitian ini saran yang dapat peneliti berikan kepada karyawan KSU. Artha Panggung Kencana Megantoro Nganjuk adalah sebaiknya dapat memperbaiki program pemberian kompensasi finansial yang berupa gaji, tunjangan dan insentif untuk lebih meningkatkan produktivitas kerja karyawan dengan tidak melupakan faktor kompensasi non finansial. Hendaknya kepada peneliti lain dapat melakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui faktor-faktor lain seperti pelatihan tenaga kerja maupun kompensasi lain yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan. Sehingga perlu dicari faktor lain yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan diluar kompensasi finansial dan kompensasi non finansial.

Upaya peningkatan motivasi belajar IPS melalui pendekatan belajar aktif pada siswa kelas IV di SDN Drenges II Kec. Kertosono Kab. Nganjuk / Haris Kurniawan Affandi

 

Pendekatan belajar aktif merupakan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk aktif agar terjadi interaksi edukatif diantara guru dan murid yang demokratis, bertanggung jawab dan bermakna bagi siswa sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif. penelitian ini merumuskan tentang bagaimana penerapan pendekatan belajar aktif dalam pembelajaran IPS di SDN Drenges II Kertosono dan apakah dengan pendekatan belajar aktif dapat meningkatkan motivasi belajar dalam pembelajaran IPS di SDN Drenges II Kertosono Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan belajar aktif dalam pembelajaran IPS di SDN Drenges II Kertosono dan mengetahui apakah dengan pendekatan belajar aktif dapat meningkatkan motivasi belajar IPS di SDN Drenges II Kertosono. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif berdasarkan data yang diperoleh di lapangan. Rancangan penelitian ini disusun dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan langkah penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran melalui pendekatan belajar aktif dapat meningkatkan motivasi belajar IPS siswa kelas IV di SDN Drenges II Kertosono. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan adalah penerapan pendekatan belajar aktif dalam pembelajaran IPS siswa kelas IV Kertosono berjalan efektif sesuai rancangan yang telah dibuat dan dengan pendekatan belajar aktif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV dalam pembelajaran IPS di SDN Drenges II Kertosono. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan guru hendaknya dalam mengajar mata pelajaran IPS menggunakan pendekatan belajar aktif dan guru dalam mengajar mata pelajaran IPS dengan menggunakan pendekatan belajar aktif mempunyai kreativitas dalam pembelajaran di kelas.

Penerapan model group investigation (GI) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar kompetensi bekerjasama dengan kolega dan pelanggan pada siswa kelas X APk 1 di SMK Negeri 1 Boyolangu Tulungagung / Lusiana Fransiska

 

ABSTRAK Fransiska, Lusiana. 2009. Penerapan Model Group Investigation (GI) Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Kompetensi Bekerjasama Dengan Kolega dan Pelanggan Pada Siswa Kelas X APk1 di SMK Negeri 1 Boyolangu Tulungagung. Skripsi, Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sarbini, (2) Imam Bukhori, S.Pd., M.M. Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif, Group Investigation (GI), Motivasi Belajar, Hasil Belajar Pendidikan selalu mengalami pembaharuan dalam rangka mencari struktur kurikulum, sistem pendidikan dan metode pengajaran yang efektif dan efisien. Berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan telah dilakukan oleh pemerintah antara lain dengan jalan melengkapi sarana dan prasarana, meningkatkan kualitas tenaga pengajar, serta penyempurnaan kurikulum yang menekankan pada pengembangan aspek-aspek yang bermuara pada peningkatan dan pengembangan kecakapan hidup (Life Skill) yang diwujudkan melalui pencapaian kompetensi siswa untuk bertahan menyesuaikan diri, dan berhasil dimasa yang akan datang. Dalam upaya untuk mencapai kompetensi siswa maka dalam kegiatan pembelajaran dikelas guru harus dapat melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Salah satu metode yang dapat mengarahkan kepada siswa untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung adalah metode pembelajaran kooperatif. Group Investigation (GI) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang dirancang agar siswa bekerja dalam kelompok untuk memecahkan suatu masalah dan mengembangkan kemampuan meneliti. Penelitian ini bertujuan: 1) mendeskripsikan pelaksanaan penerapan metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI), 2) mengetahui motivasi belajar siswa pada kompetensi bekerjasama dengan kolega dan pelanggan setelah metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) diterapkan, 3) mengetahui hasil belajar siswa pada kompetensi bekerjasama dengan kolega dan pelanggan setelah metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) diterapkan, 4) mengetahui respon siswa dalam pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) pada kompetensi Bekerjasama Dengan Kolega dan Pelanggan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran 1 (X APk1) yang berjumlah 36 siswa di SMK Negeri 1 Boyolangu Tulungagung. Peneliti bertindak sebagai instrument kunci dan pemberi tindakan. Data penelitian dilakukan melalui: 1) observasi, 2) wawancara, 3) tes, 4) angket, 5) catatan lapangan, 6) dokumentasi. Teknik analisis data melalui tiga tahapan yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan hasil analisis data. Pengecekan keabsahan data menggunakan empat kriteria yaitu derajat kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability), kebergantungan (dependability), dan kepastian (confirmability). Derajat kepercayaaan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1) katekunan pengamatan, 2) triangulasi, dan 3) pemeriksaan sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pelaksanaan metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) pada kompetensi Bekerjasama Dengan Kolega dan Pelanggan pada kelas X APk1 di SMK Negeri 1 Boyolangu Tulungagung telah dilaksanakan dengan baik. 2) Motivasi belajar siswa dengan penerapan metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) dapat meningkat, dari hasil perhitungan penyebaran angket yang diperoleh, pada skor tertinggi motivasi siswa dari siklus I sebesar 88,8% meningkat pada siklus II menjadi 91,2%, meningkat sebesar 2,4%. Sedangkan pada skor terendah motivasi siswa dari sikus I sebesar 72,8% meningkat pada siklus II menjadi 77,6%, meningkat sebesar 4,8%. 3) Hasil belajar siswa dengan penerapan metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) diukur dengan menggunakan ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik. Pada ranah kognitif hasil rata-rata nilai pre test siklus I 57,55% dan post test siklus I 82,03%, meningkat sebesar 24,48%. Sedangkan hasil rata-rata nilai pre test siklus II 49,26% dan post test siklus II 84,82%, meningkat sebesar 35,56%. Pada ranah afektif nilai rata-rata ranah afektif siklus I 70,84% sedangkan siklus II 78,64%, dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 7,8%. Pada ranah psikomotorik nilai rata-rata ranah psikomotorik siklus I 73,66% sedangkan siklus II 83,5%, dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 9,84%. 4) Respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) pada kompetensi Bekerjasama Dengan Kolega dan Pelanggan adalah sangat positif. Dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) efektif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar kompetensi Bekerjasama Dengan Kolega dan Pelanggan siswa kelas X APk1 SMK Negeri 1 Boyolangu Tulungagung. Adapun saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu: 1) Bagi sekolah, diharapkan pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pembelajaran selanjutnya dan untuk untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMK Negeri 1 Boyolangu Tulungagung. 2)Bagi guru, dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) sebagai salah satu alternatif model pembelajaran Bekerjasama Dengan Kolega dan Pelanggan dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Selain itu guru hendaknya pandai menggunakan waktu dalam pelaksanaan metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI), karena model pembelajaran ini membutuhkan waktu yang cukup lama. 3)Bagi siswa, pada saat metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) diterapkan, perlu meningkatkan keberanian mengajukan pertanyaan dan berpendapat mengenai materi yang diajarkan dengan baik dan benar. 4)Bagi peneliti berikutnya, dapat melakukan kegiatan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan dan menerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI).

Perencanaan dan pelaksanakan struktur pondasi strouss pada proyek pembangunan gedung perkuliahan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / Setiyono

 

ABSTRAK Setiyono, 2009. Perencanaan dan Pelaksanan Struktur Pondasi Strouss pada Proyek Pembangunan Gedung Perkuliahan Fakultas Ekonomi Univeritas Negeri Malang (UM). Proyek Akhir, Program Studi Diploma III Teknik Sipil dan Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. Boedya Djatmika, S.T., M.T. Kata kunci : perencanaan, pelaksanaan, pondasi strouss Perkembangan pembangunan dewasa ini ditandai dengan berkembang pesatnya berbagai pembangunan. Semua konstruksi yang direkayasa untuk bertemu dengan tanah harus didukung oleh suatu pondasi. Pondasi adalah suatu bagian dari konstruksi bangunan yang bertugas meletakkan bangunan dan meneruskan beban bangunan atas (upper struc¬ture/super structure) ke dasar tanah yang cukup kuat mendukungnya. Untuk tujuan itu pondasi bangunan harus diperhitungkan dapat menjamin kestabi¬Ian bangunan terhadap berat sendiri, beban-beban berguna dan gaya-gaya luar, seperti tekanan angin, gempa bumi dan lain-lain, dan tidak boleh terjadi penurunan pondasi setempat ataupun penurunan pondasi yang merata lebih dari batas tertentu. Banyak bangunan yang rusak karena penegangan berlebih terhadap tanah yang melandasinya. Kejadian–kejadian yang lebih umum ialah retak-retak pada dinding dan lantai, lantai tak rata (melendut dan miring), pintu dan jendela macet, dan sejenisnya. Bahkan tak jarang terjadi rontok sebagian atau kerusakan yang terlokasikan pada suatu bagian struktural. Selaras dengan itu, salah satu tujuan utama dalam desain pondasi adalah meminimalkan penurunan diferensial dengan cara membebani tanah sedemikian rupa sehingga penurunan yang sama terjadi di bagian bawah bangunan. Hal ini tidak sulit jika semua bagian bangunan bertumpu pada tanah yang sama, tetapi dapat menjadi masalah bila sebuah bangunan menduduki sebidang tanah yang didasari oleh dua atau lebih luasan yang jenis tanahnya berbeda. Sebagian besar kegagalan pondasi dapat disebabkan penurunan yang berlebihan. Pada bangunan tinggi, umumnya digunakan pondasi dalam (tak langsung), baik berupa tiang pancang maupun tiang bor. Dalam perencanaan pondasi perlu dilakukan penyelidikan tanah, khususnya percobaan sondir untuk memperoleh nilai konus (qc) dan jumlah hambatan pelekat (JHP=τ). Nilai qc dan τ ini diperlukan untuk menghitung kapasitas daya pikul satu tiang. Daya dukung pondasi diasumsikan bahwa pondasi meneruskan beban bangunan sampai tanah lapisan keras dengan rekatan selimut pondasi dengan tanah, sehingga dalam daya dukung dihitung berdasarkan end bearing capacity dan sleeve friction. Metode pelaksanaan pondasi strouss ada beberapa macam yaitu; dry method, casing method, slurry method, dan metode konvensional. Cara dry method dilakukan pada kondisi tanah kohesif dengan muka air tanah berada pada kedalaman di bawah dasar lubang bor atau jika permeabilitas tanah sangat kecil sehingga pengecoran beton dapat dilakukan sebelum pengaruh air terjadi. Casing method diperlukan dimana runtuhan tanah (caving) atau deformasi lateral dalam lubang bor dapat terjadi. Slurry method, dapat diaplikasikan pada semua situasi penggunaan casing. Slurry di sini juga difungsikan untuk menahan air tanah yang dapat masuk ke dalam lubang. Metode konvensional adalah metode pelaksanaan yang sering digunakan pada pelaksanaan pekerjaan pondasi strouss pada umumnya, yang meliputi pekerjaan penulangan, pekerjaan pengeboran tanah dan pekerjaan pengecoran. Langkah awal pengeboran adalah terlebih dahulu menentukan titik-titik tiang strouss. Titik tempat tiang strouss akan didirikan, dibuat lubang vertikal dengan cara mengebor dengan alat bor strouss yang berdiameter 30 cm sampai kedalaman yang telah direncanakan atau sampai mencapai lapisan tanah keras. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemotongan tulangan yaitu; (1) kebutuhan dari setiap jenis tulangan dan ukuran yang akan digunakan, (2) tersedianya bahan yang sesuai dengan anggaran, (3) rencanakan sedemikian rupa agar setiap bagian dari potongan besi dapat dimanfaatkan dan tidak terbuang sia-sia. Cara perangkaian tulangan strouss yaitu mula-mula tulangan yang akan dipakai sebagai sengkang ditancapkan pada liyer, kemudian liyer tersebut diputar sampai menghasilkan spiral yang diinginkan. Perangkaian tulangan dilakukan di semua tulangan pokok dan tulangan sengkang yang dirangkai dengan kawat bendrat untuk menyatukan keduanya. Pekerjaan pengecoran ini dilaksanakan setelah pekerjaan perakitan tulangan selesai dilaksanakan. Proses pengecoran strouss dibantu beberapa alat, yaitu molen ready mix sebagai tempat beton yang akan digunakan untuk mengecor, pipa tremi yang terdiri dari corong dan pipa PVC berukuran 4 dim dengan panjang 6,00 meter yang berfungsi sebagai jalan masuknya adukan beton ready mix serta mencegah terjadinya pemisahan (segregasi) pada beton tersebut. Pipa tremi dimasukkan ke dalam lubang strouss yang sudah diberi tulangan, kemudian ke dalam pipa dimasukkan adukan beton ready mix dan dipadatkan dengan menggunakan papan atau bambu. Setelah lubang strouss terisi penuh, pipa diangkat perlahan-lahan. Kedalaman pengecoran beton adalah sepanjang tulangan tiang strouss yang telah dirangkai. Namun, nantinya karena akan dibuat landasan pile cap maka sebagian dari beton tiang strouss akan dipotong. Bahan-bahan yang disusun untuk adukan beton terdiri dari bahan ikat berupa semen portland dengan bahan-bahan tambahan pasir, kerikil dan air. Bahan-bahan ini kemudian dicampur dengan perbandingan tertentu dalam keadaan kering hingga merata (homogen). Campuran semen, pasir dan kerikil yang sudah homogen kemudian dilarutkan dengan air sampai membentuk adonan berupa cairan homogen yang siap digunakan untuk pengecoran. Ada beberapa macam alat untuk pengangkutan beton menuju lokasi, salah satunya adalah truck mixer. Truck mixer selain mempunyai kemampuan untuk mengaduk beton juga dapat mengangkut beton hasil adukan ke lokasi yang diinginkan dengan cepat.

Penerapan strategi pembelajaran timbal balik (Reciprocal Teaching) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa SMAN 2 Malang pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS / Agus Davit Susianto

 

Pada hakikatnya pendidikan bertujuan selain mencetak orang yang pandai menghafal dan berhitung, juga melahirkan orang-orang berpribadi matang. Pendidikan selain sebagai proses mengasah ketajaman otak, tetapi juga sebagai proses menyemai nilai-nilai dasar kehidupan guna menggapai masa depan dan hidup bermasyarakat. Ekonomi sebagai ilmu sosial berkaitan dengan cara mencari tahu dan memahami gejala sosial secara sistematis merupakan integral dari kehidupan modern, bidang studi ekonomi harus lebih dipandang sebagai usaha untuk membantu proses pengkonstruksian pengetahuan dan penyadaran akan tanggung jawab siswa tentang proses pembelajaran ekonomi yang dilakukannya, seperti cara memperoleh informasi, mengekspresikan dirinya, bagaimana belajar lebih mudah dan efektif sehingga siswa memperoleh keterampilan berfikir dan termotivasi untuk menggali dan mengolah informasi serta memecahkan masalah ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan strategi pembelajaran timbal balik (reciprocal teaching) dalam pembelajaran ekonomi dimaksudkan agar dapat memenuhi harapan guru, orang tua dan pemerhati pendidikan agar siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi, membentuk pemahaman yang mendasar tentang ekonomi, serta meningkatkan kerja sama kelompok, komunikasi, pola berpikir kritis terhadap ilmu ekonomi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prestasi belajar matapelajaran ekonomi siswa kelas XI IPS siswa SMAN 2 Malang dengan penerapan strategi pembelajaran timbal balik (reciprocal teaching). Kegiatan yang dilakukan oleh peneliti adalah jenis penelitian tindakan kelas(PTK) dengan menggunakan dua siklus. Pada siklus I ketuntaan belajar siswa klasikal hanya 76.29 % dan nilai aktivitas siswa sebesar 2.89 dengan kriteria cukup aktif dengan skala maksimal 4. Selanjutnya dilakukan refleksi dan diteruskan dengan siklus II dengan hasil yang bagus dengan ketuntasan belajar siswa klisikal 100 % dan aktivitas siswa meningkat tajam pada siklus II nilai rata-rata 3.61 dengan kriteria sangat aktif Berdasarkan temuan di atas, saran yang dapat diberikan adalah penelitian ini adalah (1) strategi pembelajaran timbal balik (reciprocal teaching) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa sehingga perlu diterapkan dalam pembelajaran di kelas sebagai variasi guru mengajar

Pelaksanaan strategi pembelajaran pada mata pelajaran sejarah berdasarkan kurikulum 2004 dalam mata peningkatan kualitas proses pembelajaran di SMA Negeri 4 Kediri / Dwi Purbosari

 

ABSTRAK Purbosari, Dwi.2008.Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Sejarah Berdasarkan Kurikulum 2004 Dalam Peningkatan Kualitas Proses Pembelajaran Di SMA Negeri 4 Kediri.Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Sastra.Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (1) Drs. Nur Hadi, M.Pd, M.Si, (2) Drs. Marsudi, M.Hum Kata Kunci: kurikulum 2004, strategi pembelajaran, dan kualitas proses pembelajaran Kualitas pembelajaran harus ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas hasil pembelajaran. Kemudian, secara mikro harus ditemukan strategi atau pendekatan pembelajaran dan metode yang efektif di kelas yang lebih memberdayakan potensi siswa. Usaha untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran juga terlihat dari perubahan strategi yang digunakan pada tiaptiap kurikulum. Kurikulum 2004 atau yang lebih dikenal dengan KBK menuntut setiap siswa untuk dapat menggali, memahami, dan melakukan sesuatu sebagai hasil belajar. Oleh karena itu, guru dituntut untuk memilih strategi yang tepat, sehingga pembelajaran sejarah lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Selain itu, guru juga diharapkan dapat memanfaatkan berbagai macam metode, media, dan sumber belajar secara optimal. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah pelaksanaan strategi pembelajaran sejarah di SMA Negeri 4 Kediri berdasarkan kurikulum 2004, (2) Faktorfaktor apa saja yang mendukung dan menghambat pelaksanaan strategi pembelajaran sejarah di SMA Negeri 4 Kediri berdasarkan kurikulum 2004, (3) Bagaimanakah pelaksanaan kurikulum 2004 dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran sejarah di SMA Negeri 4 Kediri. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan pelaksanaan strategi pembelajaran sejarah di SMA Negeri 4 Kediri berdasarkan kurikulum 2004, (2) untuk mendiskripsikan dan menganalisis faktorfaktor apa saja yang mendukung dan menghambat pelaksanaan strategi pembelajaran sejarah di SMA Negeri 4 Kediri berdasarkan kurikulum 2004, (3) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis ada tidaknya peningkatan kualitas proses pembelajaran sejarah di SMA Negeri 4 Kediri dengan pelaksanaan kurikulum 2004 dilihat dari strategi yang digunakan. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Kediri, yang beralamatkan di Jl. Sersan Suharmaji Gg.IX No.52. Sumber data diperoleh melalui observasi proses pembelajaran, studi dokumentasi, serta wawancara dengan siswa, guru, dan kepala sekolah. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan prosedur reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan/verifikasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua teknik pemeriksaan keabsahan data, yaitu ketekunan pengamatan dan triangulasi. Beberapa temuan dalam penelitian ini yaitu: 1. Pelaksanaan strategi pembelajaran berdasarkan kurikulum 2004 di SMA Negeri 4 Kediri sudah berjalan dengan cukup baik; hal ini terlihat dari beberapa indikator yaitu Guru memiliki tingkat penguasaan kelas dan materi yang baik; juga menumbuhkan kebiasaan positif pada siswa, dan guru dalam proses pembelajaran sejarah telah berusaha menggunakan metode, media dan sumber belajar yang bervariatif; sistem penilain yang digunakan dalam pembelajaran sejarah diambil berdasarkan penilaian afektif dan kognitif. Selain itu, guru dalam proses belajar mengajar berdasarkan data yang diperoleh di lapangan dapat diketahui bahwa guru kelas X menunjukkan skor 145 (baik), guru kelas XI menunjukkan skor 179 (sangat baik), dan guru kelas XII menunjukkan skor 171 (sangat baik). Siswa dalam proses belajar mengajar siswa kelas X menunjukkan skor 66 (baik), siswa kelas XI menunjukkan skor 78 (sangat baik), dan siswa kelas XII menunjukkan skor 73 (sangat baik). Berdasarkan data di atas maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan proses pembelajaran sejarah berdasarkan kurikulum 2004 di SMA Negeri 4 Kediri telah berjalan dengan sangat baik. 2. Pembelajaran sejarah berdasarkan kurikulum 2004 di SMA Negeri 4 Kediri selain memiliki faktor pendukung juga menemui kendala dalam pelaksanaannya di lapangan. Di mana faktor pendukung dan penghambat ini sedikit banyak mempengaruhi strategi yang digunakan guru dalam kegiatan belajar mengajar. Adapun faktor pendorong pelaksanaan strategi pembelajaran sejarah, antara lain: (1) Fasilitas bebas penggunaan internet bagi guru dan siswa, (2) Kemampuan profesional guru, dan (3) Kemampuan siswa mengakses teknologi. Sedangkan faktor penghambat pelaksanaan strategi pembelajaran sejarah, antara lain: (1) Terbatasnya jam pelajaran, (2) Terbatasnya media yang digunakan untuk menunjang pembelajaran, (3) Tidak tersedianya buku ajar, dan (4) Biaya. 3. Pelaksanaan strategi pembelajaran pada mata pelajaran sejarah berdasarkan kurikulum 2004 di SMA Negeri 4 Kediri telah menunjukkan adanya peningkatan kualitas proses pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari skor penilaian sebesar 135 yang berarti pelaksanaan belajar mengajar sejarah sudah sangat berkualitas yang ditunjukkan dengan indikator kualitas pembelajaran diantaranya proses pembelajaran yang demokratis, menyenangkan, mendorong siswa untuk meningkatkan minat belajarnya, dan berpikir aktifpositif dengan hasil yang baik. Saran yang dapat diberikan sebagai hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Bagi guru sejarah diharapkan untuk lebih memvariasikan metode, sumber dan media belajar yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar sejarah. Tidak harus menggunakan media yang ada di sekolah guru juga dapat berkreasi sendiri dalam membuat media mengajar yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar. Salah satunya dengan menggunakan koleksi fotofoto pribadi atau gambargambar yang dapat diperoleh melalui internet, surat kabar, majalah, atau buku dalam proses belajar mengajar. Dengan media tersebut guru dapat membagi kelas dalam beberapa kelompok kecil untuk kemudian mendiskusikan dan menganalisisnya. 2. Bagi sekolah a. Perlunya menambah jumlah media dan sumber belajar. Salah satunya dengan jalan memperbanyak koleksi buku yang ada di perpustakaan, sehingga guru dan siswa dapat memanfaatkan perpustakaan secara maksimal. b. Pihak sekolah selayaknya selalu memberikan dorongan dan dukungan pada peningkatan kualitas guru dengan jalan melalui pelatihanpelatihan, workshop, dan seminar pendidikan sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kinerja guru. 3. Bagi siswa diharapkan untuk lebih aktif dan tidak tergantung guru dalam mempelajari materi pelajaran sejarah. Siswa dapat memanfaatkan berbagai sumber pelajaran lain di luar sumber yang digunakan oleh guru, antara lain: internet, majalah, surat kabar, atau bukubuku yang tersedia di perpustakaan. 4. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggali lebih dalam lagi terkait dengan pelaksaan kurikulum sejarah di lapangan. Hal ini dikarenakan masih banyak hal yang menjadi kendala dalam pelaksanaan kurikulum sejarah di lapangan terutama di tingkat sekolah yang berada di daerahdaerah yang jauh dari daerah pusat pengembangan pendidikan.

Miskonsepsi siswa SMA pada mata pelajaran biologi dan faktor-faktor penyebabnya / Wangintowe Tundugi

 

ABSTRAK Tundugi, Wangintowe. 2008. Miskonsepsi Siswa SMA pada Mata Pelajaran Biologi dan Faktor-faktor Penyebabnya. Disertasi, Program Studi Psikologi Pendidikan, program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. T. Raka Joni, M. Sc, (II) Dr. Dany M. Handarini, MA, (III) Prof. Dra. Herawati Susiolo, M. Sc., P. hD. Kata Kunci: miskonsepsi, pembelajaran biologi, faktor-faktor penyebabnya. Secara keseluruhan tujuan pembelajaran biologi di SMA adalah untuk mencapai pemahaman yang mendalam pada konsep-konsep biologi. Pemahaman yang mendalam bukan saja terlihat pada penguasaan siswa terhadap pengetahuan deklaratif tetapi juga meliputi pengetahuan prosedural dan kontekstual. Diasumsikan bahwa penguasaan siswa pada pengetahuan kontekstual mutlak diperlukan, supaya berguna bagi pendidikan pada level yang lebih tinggi dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dirancang untuk mengetahui penguasaan siswa pada pengetahuan deklaratif, prosedural, dan kontekstual. Studi ini diadakan di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Tes diambil dari pokok bahasan metabolisme dan substansi genetik yang secara eksplisit dirancang untuk menguji pencapaian pada 3 aspek pengetahuan. Sampel-sampel diambil dengan prosedur cluster sampling. Sebuah kelas diambil secara random untuk mewakili satu kategori untuk setiap sekolah dari 3 kategori yang ditentukan oleh Dinas Pendidikan dan Pengajaran yang dimaksudkan mewakili sekolah yang maju, cukup, dan sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan miskonsepsi siswa pada pengetahuan deklaratif, prosedural, dan kontekstual pada tiga kategori sekolah di Kota Palu. Di sekolah maju, miskonsepsi pada konsep enzim 73,9 %; katabolisme karbohidrat 69,2 %; anabolisme karbohidrat 74,9 %; kromosom 76,1 %; gen 75,0 %; DNA 76,5 %, dan sintesis protein 63,1 %. Untuk sekolah cukup maju, konsep enzim 69,3; katabolisme karbohidrat 70,8 %; anabolisme karbohidrat 67,8 %; kromosom 78,6 %; gen 79,6 %; DNA 70,8 %; dan sintesis protein 77,0 %. Dan, untuk sekolah sedang maju, konsep enzim 67,9 %; katabolisme karbohidrat 67,9 %; anabolisme karbohidrat 78,4 %; kromosom 72,6 %; gen 97,5 %; DNA 76,3 %; dan sintesis protein 74,1 %. Terdapat 2 penyebab miskonsepsi yakni faktor internal dan eksternal, faktor internal bersumber dari siswa sedangkan faktor eksternal bersumber dari luar siswa. Hasil observasi dan wawancara menujukkan bahwa faktor eksternal sebagai penyebab miskonsepsi disebabkan oleh pemahaman terhadap Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang dipahami sebagai pembelajaran yang menuntut keaktivan siswa dalam mengkonstruksi sendiri pengetahuannya, sehingga guru terkesan mengajar alakadarnya dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sendiri melalui Lembar Kerja Siswa (LKS). Sebagai evidence dari penguasaan kompetensi siswa, maka tagihan Ujian Nasional (UN) hanya dirancang pada aspek pengetahuan deklaratif, mirip dengan hal ini, ujian pendidikan non formal atau yang dikenal dengan nama ujian pendidikan kesetaraan paket C yang dimaksudkan untuk membantu siswa-siswa yang gagal dalam ujian nasional hanya menekankan aspek pengetahuan deklaratif. Dengan demikian, patut diduga bahwa pembelajaran yang hanya menekankan penguasaan pengetahuan deklaratif tidak akan berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional di negara ini. Hasil studi ini, merekomendasikan kepada Pemerintah Propinsi Sulawesi Tengah untuk meninjau kembali penggolongan sekolah-sekolah yang ada dan mulai meningkatkan kualitas pendidikan mulai dari tingkat Propinsi sampai ke tingkat Daerah. Terhadap Pemerintah Pusat, supaya mengumpulkan informasi-informasi yang mempengaruhi kualitas pendidikan pada pendidikan formal dan menuntut penguasaan tidak hanya pengetahuan deklaratif tetapi meliputi pengetahuan prosedural dan kontekstual tidak saja pada mata pelajaran biologi tetapi pada seluruh mata pelajaran yang ada di sekolah.

Perancangan media komunikasi visual buku katalog pengenalan Balai Penyelamatan Benda Purbakala Mpu Purwa Malang untuk anak sekolah dasar / Edy Cahyono

 

Balai Penyelamatan Benda Purbakala Mpu Purwa Malang (BPBP Mpu Purwa) merupakan salah satu institusi di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Malang yang menangani temuan arkeologis di wilayah Kota Malang, disamping potensinya yang begitu besar bagi dunia pendidikan, keberadaan institusi ini belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Dari sini mendorong penulis untuk melakukan penelitian perancangan berupa buku katalog yang bersifat spesifik bagi kalangan anak usia sekolah dasar, karena dalam penelitian didapatkan fakta kurangnya media promosi institusi tersebut yang khusus bagi anak usia sekolah dasar. Maka dibuatlah buku katalog tentang pengenalan BPBP Mpu Purwa bagi anak usia sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan penelitian kualitatif. Data tersebut dipaparkan secara deskriptif. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil temuan penelitian perancangan menunjukkan bahwa dibutuhkan adanya media khusus dalam pengenalan BPBP Mpu Purwa Malang ini untuk segmen anak-anak usia sekolah dasar. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar BPBP Mpu Purwa lebih variatif dalam menciptakan program dan media promosi, sehingga mampu menjadi sarana belajar bagi anak usia sekolah dasar khususnya, dan masyarakat luas pada umunya.

Penerapan pembelajaran kooperatif model numbered head together (NHT) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata diklat manajemen perkantoran kelas X APK di SMK Ardjuna 01 Malang / Popy Herawati

 

ABSTRAK Herawati, Popy. 2008. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Numbered Head Together (NHT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Diklat Manajemen Perkantoran Kelas X Apk di SMK Ardjuna 01 Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Djoko Dwi K., M.Si; (2) Drs. Sarbini. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Numbered Head Together, Hasil Belajar Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah pada proses pembelajaran yang lebih menekankan pada kemampuan penalaran siswa. Numbered Head Together (NHT) merupakan pendekatan yang mengacu pada pembelajaran ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif model NHT dan hasil belajar siswa mata diklat Manajemen Perkantoran di SMK Ardjuna 01 Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Numbered Head Together (NHT) pada Mata Diklat Manajemen Perkantoran Kelas X-APK di SMK Ardjuna 01 Malang; (2) Untuk mengetahui Tingkat Hasil Belajar siswa pada Pembelajaran Kooperatif Model Numbered Head Together (NHT) pada Mata Diklat Manajemen Perkantoran Kelas X-APK di SMK Ardjuna 01 Malang; (3) Untuk mengetahui Respon Siswa terhadap Pembelajaran Kooperatif Model Numbered Head Together (NHT) pada Mata Diklat Manajemen Perkantoran Kelas X-APK di SMK Ardjuna 01 Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan dalam dua siklus tindakan terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan datanya melalui lembar observasi, pre-test dan post-test serta angket respon siswa. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian penerapan pembelajaran kooperatif model NHT adalah sebagai berikut:(1)Penerapan pembelajaran kooperatif model NHT pada mata diklat Manajemen Perkantoran sudah terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa, serta adanya peningkatan aktivitas belajar; (2) Penerapan dari hasil belajar dimana hasil pre-test siklus I nilai rata-rata kelas 42,27 dengan ketuntasan klasikal 13,63% mengalami peningkatan menjadi 64,54 dengan ketuntasan 40,90% pada post-test dan hasil pre-test siklus II nilai rata-rata kelas 70,45 dengan ketuntasan 72,72% meningkat menjadi 79,54 dengan ketuntasan klasikal 90,90% pada post-test . hal ini menerangkan bahwa terjadi peningkatan belajar dari siklus I ke siklus II. Sehingga siswa sudah dapat dinyatakan tuntas dalam belajar. Sedangkan dari aktivitas siswa mengalami peningkatan dimana pada siklus I nilai rata-rata sebesar 69,5 meningkat menjadi 82,26 pada siklus II.; (3)Berdasarkan perolehan hasil respon siswa dalam tindakan metode pembelajaran dengan menggunakan model NHT dapat dilihat bahwa siswa senang dengan pemberian respon positif pada pembelajaran ini dan adanya dukungan yang diberikan oleh guru sangat diperlukan baik dengan pendekatan-pendekatan yang intensif dan penghargaan yang diberikan oleh guru kepada siswa baik berupa hadiah maupun pujian. Kelemahan dari pembelajaran NHT pada penelitian ini adalah suasana di kelas menjadi lebih ramai ketika pembagian kelompok dan penomoran bahkan sampai tidak terkontrol. Jadi, guru harus bekerja lebih keras untuk mengendalikan keadaan di kelas. Berdasarkan Hasil penelitian maka peneliti mengajukan saran: (1) Guru mata diklat Manajemen Perkantoran hendaknya mencoba menerapkan pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together (NHT) untuk meningkatkan dan hasil belajar siswa; (2) Guru sebaiknya memperluas wawasan dan merencanakan kegiatan pembelajaran secara lebih kreatif dan inovatif untuk dapat melaksanakan dan menerapkan metode dan model pembelajaran lainnya sehngga bisa memberikan variasi atau alternatif dalam proses pembelajaran; (3) perlu disediakanya media sarana dan prasarana yang memadai disekolah sehingga proses pembelajaran tidak terhambat.

Kemampuan mengapresiasi unsur-unsur intrinsik dongeng pada siswa kelas V SDN Ngaglik 01 Batu tahun pelajaran 2008-2009 / Ida Ayu Savitri

 

ABSTRAK Savitri, Ida Ayu. 2008. Kemampuan Mengapresiasi Unsur-Unsur Intrinsik Dongeng Pada Siswa Kelas V SD Negeri Ngaglik 01 Batu Tahun Pelajaran 2008-2009.Skripsi Jurusan KSDP, FIP-Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Musa Sukardi, M.Pd, (II) Dra. Hj. Winihasih, M.Pd. Kata Kunci: Apresiasi, unsur-unsur intrinsik , dongeng. Berdasarkan Kurikulum Standar Isi Bahasa Indonesia 2006 pembelajaran apresiasi, khususnya pembelajaran apresiasi dongeng diarahkan pada proses pemerolehan pengalaman apresiasi dongeng agar siswa mampu menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Agar dongeng dapat memenuhi tuntutan Kurikulum, diharapkan siswa mampu mengapresiasi dongeng tersebut melalui unsur-unsur intrinsiknya. Timbullah masalah bagaimana menganalisis unsur-unsur intrinsik dalam dongeng agar siswa mampu mengapresiasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara objektif kemampuan mengapresiasi tokoh, perwatakan, latar, amanat cerita dongeng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi. Populasi siswa kelas V SD Negeri Ngaglik 01 Batu tahun pelajaran 2008-2009 sejumlah 74 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V B sejumlah 35 siswa yang diambil dengan cara acak terbatas melalui undian kelas A dan kelas B. Data diperoleh dengan cara melaksanakan tes. Soal tes terdiri atas 13 butir soal berbentuk uraian atau essai. Analisis data yang digunakan adalah teknik persentase. Hasil persentase kemampuan mengapresiasi tersebut selanjutnya digunakan sebagai dasar untuk menetapkan tingkat kemampuan mengapresiasi siswa dengan berpedoman pada kriteria yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) 33 siswa (95%) mempunyai kemampuan dalam mengapresiasi tokoh dalam dongeng tergolong baik, 2 siswa (5%) mempunyai kemampuan dalam mengapresiasi tokoh dalam dongeng tergolong kurang, (2) 20 siswa (57%) mempunyai kemampuan dalam mengapresiasi perwatakan tokoh dalam dongeng tergolong baik,10 siswa (29%) mempunyai kemampuan dalam mengapresiasi perwatakan tokoh dalam dongeng tergolong cukup, 5 siswa (14%) mempunyai kemampuan dalam mengapresiasi perwatakan tokoh dalam dongeng tergolong kurang, (3) 29 siswa (83%) mempunyai kemampuan dalam mengapresiasi latar dalam dongeng tergolong baik,6 siswa (17%) mempunyai kemampuan dalam mengapresiasi latar dalam dongeng tergolong kurang, (4) 26 siswa (74%) mempunyai kemampuan dalam mengapresiasi amanat dalam dongeng tergolong baik, 9 siswa (26%) mempunyai kemampuan dalam mengapresiasi amanat dalam dongeng tergolong kurang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara secara keseluruhan kemampuan siswa kelas V SD Negeri Ngaglik 01 Batu mengapresiasi unsur-unsur intrinsik dongeng siswa kelas siswa kelas V SD Negeri Ngaglik 01 Batu tahun pelajaran 2008-2009 terdiri atas :97% siswa mempunyai kemampuan baik sedangkan 3% siswa mempunyai kemampuan kurang. Dari hasil penelitian dapat disarankan: (1) agar pembelajaran apresiasi dongeng tidak hanya mendengarkan cerita guru dan membaca tetapi menggunakan multimedia, (2) agar dijadikan masukan untuk meremidi siswa yang mempunyai kemampuan dalam mengapresiasi dongeng yang tergolong kurang, (3) agar Kepala Sekolah memacu dan memotivasi guru untuk mengajarkan secara intensif kepada siswa berdasarkan tingkat kemampuan siswa.

Pengaruh reputasi auditor, reputasi underwriter, dan jenis industri terhadap tingkat underpricing saham perdana pada perusahaan yang melakukan IPO di BEI / Rafika Shinta Pratiwi

 

ABSTRAK Pratiwi, Rafika Shinta. 2008. Pengaruh Reputasi Auditor, Reputasi Underwriter, dan Jenis Industri terhadap Tingkat Underpricing Saham Perdana pada Perusahaan yang Melakukan IPO di BEI. Pembimbing: (I) Eka Ananta Sidharta, S.E.Ak., M.M, (II) Helianti Utami, S.E, M.Si, Ak. Kata Kunci: Reputasi Auditor, Reputasi Underwriter, Jenis Industri, Underpricing Saham. Setiap perusahaan untuk dapat menjalankan kegiatan operasionalnya pasti membutuhkan dana atau modal. Kebutuhan akan pendanaan tersebut dapat dipenuhi dari berbagai alternatif sumber, baik dari sumber intern maupun dari sumber ekstern. Pada umumnya untuk sumber pendanaan ekstern, perusahaan akan memilih melakukan emisi saham baru. Ketika perusahaan memutuskan untuk go public dan melakukan IPO, maka akan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satu diantaranya adalah laporan keuangan dua tahun terakhir harus diperiksa oleh akuntan publik dengan unqualified opinion. Perusahaan yang akan go public dan melakukan IPO akan memilih Kantor Akuntan Publik (KAP) yang memiliki reputasi yang baik. Pada umumnya perusahaan menyerahkan permasalahan yang berhubungan dengan go public ke banker investasi (underwriter) yang mempunyai keahlian di bidang penjualan sekuritas. Sebagai perantara banker investasi selain berfungsi sebagai pemberi saran, juga berfungsi sebagai pembeli saham dan sebagai pemasar saham ke investor yang akan berinvestasi. Investor yang akan berinvestasi kemungkinan memperhatikan jenis industri dalam mempertimbangkan keputusan investasinya, karena setiap kelompok industri mempunyai karakteristik tertentu yang berbeda dari kelompok industri lain. Underwriter dalam hal ini memiliki informasi lebih baik mengenai permintaan terhadap saham-saham emiten, dibanding dengan emiten itu sendiri. Underwriter akan memanfaatkan informasi yang dimilikinya untuk memperoleh kesepakatan yang optimal dengan emiten, yaitu dengan memperkecil risiko keharusan membeli saham yang tidak laku terjual dengan harga murah. Dengan demikian akan terjadi underpricing, yang berarti bahwa penentuan harga saham di pasar perdana lebih rendah dibanding harga saham di pasar sekunder. Tujuan penelitian ini, yang pertama adalah untuk menguji apakah reputasi auditor, reputasi underwriter, dan jenis industri secara parsial dan simultan berpengaruh terhadap underpricing saham. Reputasi auditor, reputasi underwriter, dan jenis industri merupakan variabel dummy dalam penelitian ini. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa reputasi auditor, reputasi underwriter, dan jenis industri tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap terjadinya underpricing saham baik secara parsial maupun secara simultan. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk pengujian selanjutnya bisa menggunakan variabel yang lain, seperti reputasi manajer, prosentase kepemilikan saham, financial leverage, kondisi perekonomian, besaran perusahaan, dan pertumbuhan laba.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 |