Penerapan model pembelajaran kooperatif dua tinggal dua tamu dengan picture and picture untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar biologi siswa kels XI IPA 2 SMAN 6 Malang / Dewi Purnamawati

 

Purnamawati, Dewi. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Dua Tinggal Dua Tamu dengan Picture and Picture untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA- 2 SMAN 6 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H.M. Noviar Darkuni, M. Kes, (II) Dra. Sri Rahayu Lestari, M. Si. Kata kunci: model pembelajaran Dua Tinggal Dua Tamu dengan Picture and Picture, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar Biologi Hasil observasi di kelas X selama kegiatan PPL di SMAN 6 Malang, metode ceramah sering digunakan oleh guru biologi kelas X, dan ditemukan antara lain: 1). Siswa pasif, 2). Siswa enggan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru, 3). Ada siswa yang berbicara sendiri dengan teman sebangkunya, 4). ditemukan juga jumlah buku paket biologi atau buku bacaan biologi kurang, dan 5). Siswa bergantian membaca buku paket biologi ketika guru menjelaskan materi. Tujuan penelitian ini adalah: 1). Upaya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA-2 SMAN 6 Malang, 2). Upaya peningkatan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA-2 SMAN 6 Malang. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Dua Tinggal Dua Tamu dengan Picture and Picture yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Data yang diperoleh berupa kemampuan berpikir kritis, hasil belajar biologi siswa (kognitf dan afektif), dan data pendukung berupa hasil observasi keterlaksanaan setiap tindakan pembelajaran serta catatan lapangan. Kemampuan berpikir kritis dianalisis melalui jawaban tes uraian setiap akhir siklus berdasarkan rubrik dan non rubrik, sedangkan hasil belajar biologi (kognitif) dianalisis berdasarkan skor tes akhir siklus dan persentase ketuntasan belajar klasikal dan hasil belajar biologi (afektif) dianalisis berdasarkan skor rata-rata sikap siswa berdasarkan pada hasil penilaian kemampuan afektif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar biologi siswa. Rata-rata skor kemampuan berpikir kritis pada siklus I sebesar 29,0 sedangkan pada siklus II sebesar 37,73. Hasil belajar biologi siswa, 1). Rata-rata skor kemampuan kognitif pada siklus I sebesar 73,85 dengan persentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 73% sedangkan pada siklus II sebesar 89,96 dengan persentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 100%, 2). Rata-rata skor kemampuan afektif pada siklus I sebesar 3,365 sedangkan pada siklus II sebesar 3,981. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa model pembelajaran Dua Tinggal Dua Tamu dengan Picture and Picture meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar Biologi siswa kelas XI IPA-2 SMAN 6 Malang, oleh karena itu disarankan untuk menerapkan model pembelajaran Dua Tinggal Dua Tamu dengan Picture and Picture untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar pada mata pelajaran yang lain selain mata pelajaran biologi.

Pemanfaatan laboratorium bahasa Arab dan motivasi belajar siswa SMA Raudlatul Muta'allimin Tegalrejo Datinawong Babat Lamongan / Lely Nurmalihah

 

Nurmalihah, Lely. 2009. Pemanfaatan Laboratorium Bahasa Bahasa Arab di dan Motivasi Belajar Siswa SMA Raudlatul Muta’allimin Tegalrejo Datinawong Babat Lamongan. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Prof. Dr. Punaji Setyosari, M.Ed (II) Eka Pramono Adi, S.IP., M.Si. Kata Kunci: Motivasi, Pembelajaran, Laboratorium Bahasa. Tujuan Pendidikan akan tercapai jika didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, salah satunya adalah laboratorium bahasa. Karena peneliti melihat pemanfaatan laboratorium bahasa dalam proses pembelajaran kurang dioptimalkan padahal keberadaan laboratorium bahasa Arab dapat digunakan sebagai alat belajar yang efektif, khususnya dalam pembelajaran bahasa Arab. pembelajaran dengan laboratorium bahasa diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan mendiskripsikan gambaran tentang motivasi siswa dalam memanfaatkan laboratorium bahasa. Sedangkan data yang digunakan peneliti adalah data angket dengan sampel SMA Raudlatul Muta’allimin Tegalrejo Datinawong Babat Lamongan kelas XI Bahasa yang berjumlah 30 orang. Hasil yang peroleh berdasarkan analisis data yang menggunakan rumus prosentase diperoleh hasil rata-rata prosentase yaitu 90,6 % dan termasuk dalam kriteria tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa motivasi siswa dalam memanfaatkan laboratorium bahasa tinggi. Berdasarkan penelitian disampaikan saran-saran: (I) Guru bidang studi bahasa Arab hendaknya lebih mengoptimalkan pemanfaatan laboratorium bahasa (II) Bagi kepala sekolah hendaknya melengkapi fasilitas-fasilitas yang diperlukan laboratorium bahasa (III) Bagi perancang pembelajaran perlu menyediakan dan melengkapi keperluan buku-buku, khususnya bahasa Arab.

Peranan guru didalam sekolah dan diluar sekolah dalam membina jiwa Pancasila
oleh Marzuki

 

Pelaksanaan pengajaran Pendidikan Moral Pancasila di sekolah dasar / oleh Puji Waluyo

 

Pelaksanaan pengajaran Pendidikan Moral Pancasila di SMA Negeri II Malang / oleh Imam Sutadji

 

Pengaruh agama terhadap tata cara perkawinan di desa-desa di Kecamatan Wates Kediri
oleh Sunaryo

 

Peranan Jogowaluyo dalam menangani program keluarga berencana di Desa Panggungrejo Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung / oleh Endang Dwi Sun Atmariani

 

Masalah pencurian di Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung
(suatu tinjauan yuridis)
oleh Purwanto S

 

Penerapan media lagu (nyanyian) dalam pembelajaran PKn pada siswa kelas VII SMP Negeri 19 Malang / Sherli Dona Violeta Hariyono

 

Kata Kunci: media lagu, pembelajaran, PKn. Media pembelajaran merupakan salah satu faktor yang penting untuk membantu pengajaran. Pemanfaatan media pembelajaran, mengingat kondisi kemampuan siswa didalam kelas berbeda-beda didalam merespon pembelajaran. Lagu memberikan harapan sebagai alat pembelajaran yang efektif bila digunakan dalam kaitannya dengan metode pembelajaran. Lagu (nyanyian) banyak diyakini dapat melejitkan imajinasi dan memunculkan hal-hal yang tersembunyi yang disimpan oleh diri seseorang. Media lagu dirasa cukup efektif untuk digunakan agar belajar terasa menyenangkan, yaitu belajar dengan lagu atau bernyanyi. Dengan memasukkan materi-materi seperti menghafal kosa-kata ke dalam sebuah lagu yang disukai anak, maka dengan sendirinya anak akan dengan mudah menghafalkannya, selain itu anak juga akan merasa bersemangat ketika menghafal bersama teman-temannya di dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mendeskripsikan ragam media lagu (nyanyian) yang digunakan sebagai media pembelajaran PKn pada siswa kelas VII SMP Negeri 19 Malang, 2) mendeskripsikan rancangan pembelajaran PKn dengan menggunakan media lagu (nyanyian) pada siswa kelas VII SMP Negeri 19 Malang, 3) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran PKn dengan menggunakan media lagu (nyanyian) pada siswa kelas VII SMP Negeri 19 Malang, 4) mendeskripsikan kendala yang ditemui dalam penggunaan media lagu (nyanyian) dalam pembelajaran PKn pada siswa kelas VII SMP Negeri 19 Malang, dan 5) mendeskripsikan cara mengatasi kendala penggunaan media lagu (nyanyian) dalam pembelajaran PKn pada siswa kelas VII SMP Negeri 19 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Kehadiran peneliti di lapangan adalah untuk mengumpulkan data setepat-tepatnya dari kasus yang diangkat dengan menggunakan prosedur pengumpulan data yaitu metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Lokasi Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 19 Kota Malang yang terletak di Jl. Belitung no. 1 telp. (0341) 324960-356219 Malang 65117. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru PKn dan siswa kelas VII SMP Negeri 19 Malang. Analisis data yang digunakan adalah teknik secara deskriptif-kualitatif. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan kehadiran, ketekunan pengamatan dan triangulasi. Sedangkan tahap-tahap penelitian meliputi tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Hasil dari penelitian ini adalah ragam media lagu (nyanyian) yang digunakan sebagai media pembelajaran PKn pada siswa kelas VII adalah ragam lagu yang sudah dibuat yang disesuaikan dengan SK (menampilkan perilaku kemerdekaan mengemukakan pendapat dengan kompetensi dasar) dan KD (menguraikan pentingnya kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab) pada semester genap. Ragam lagu yang diterapkan dalam pembelajaran PKn, yaitu a) lagu “berpendapat” versi Trio Macan-iwak peyek, b) lagu “berpendapat” versi Budi-do re mi, c) lagu “surat buat wakil rakyat” yang dipopulerkan oleh Iwan Fals, serta d) lagu “love is talk” versi Cherrybelle-love is you. Empat ragam lagu (nyanyian) ini diputar melalui alat bantu pemutar musik. Alat bantu pemutar musik yang digunakan adalah laptop, kertas yang berisi ragam media lagu, LCD, dan pengeras suara (sound system mini) yang biasanya disambungkan pada komputer atau laptop. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dibuat 2 kali pertemuan, sesuai dengan SK (4. Menampilkan perilaku kemerdekaan mengemukakan pendapat dengan kompetensi dasar) dan KD (4. 2 Menguraikan pentingnya kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab). Pada pertemuan pertama, ragam lagu yang diterapkan hanya 1 saja. Guru terbiasa berceramah pada saat menjelaskan materi, sehingga pada pertemuan pertama media lagu diterapkan setelah guru menjelaskan 3 materi. Pada pertemuan kedua, dalam kegiatan inti terdapat 4 ragam lagu yang diterapkan (salah satu lagu sudah dinyanyikan pada pertemuan pertama) dan pembentukan kelompok. Di kegiatan penutup, terdapat evaluasi untuk menilai hasil belajar. Topik materi dalam pembelajaran yang sesuai dengan SK (4. Menampilkan perilaku kemerdekaan mengemukakan pendapat dengan kompetensi dasar) dan KD (4. 2 Menguraikan pentingnya kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab) ini sesuai dengan dimensi nilai-nilai kewarganegaraan (civic values). Ada 2 faktor kendala yang ditemukan dalam menerapakan media lagu (nyanyian) dalam pembelajaran PKn di kelas, yaitu ada 2 faktor dari guru dan ada 3 faktor dari siswa. Cara guru dalam mengatasi kendala penggunaan media lagu (nyanyian) dalam pembelajaran PKn pada siswa, sebagai berikut : a) Guru memerlukan perencanaan yang matang dalam membuat lirik lagu yang akan dijadikan sebagai media pembelajaran, b) Guru dituntut harus selalu kreatif dalam memprogram pembelajaran, c) Guru dituntut harus selalu kreatif dalam memprogram pembelajaran, d) Pada pertemuan minggua kedua, guru harus condong pada penerapan media lagu, agar tidak terjadi masalah pada pertemuan sebelumnya, e) Guru harus memaksimalkan alat bantu pemutar musik. Selain upaya yang harus dilakukan oleh guru tersebut di atas, siswa juga harus bisa beradaptasi terhadap pembelajaran di kelas. Penerapan media lagu (nyanyian) dalam pembelajaran PKn yang berhasil akan membuahkan sikap mental yang cerdas, penuh rasa tanggung jawab dari peserta didik serta bertujuan untuk membentuk warga negara yang baik. Peneliti memberi saran kepada guru PKn, sebagai berikut : 1) guru sebaiknya tidak terlalu lama menggunakan metode ceramah, agar siswa tidak merasa jenuh dan bosan ketika mengikuti proses pembelajaran, 2) guru seyogyanya lebih kreatif dan inovatif dalam merancang dalam menentukan metode dan media pembelajaran, 3) guru seyogyanya bisa mengalokasikan waktu dalam pelaksanaan pembelajaran, 4) guru sebaiknya bertanya dulu kepada siswa terkait lagu yang akan dijadikan ragam pada penerapan media, agar siswa senang terhadap pembelajaran PKn melalui penerpan media lagu di kelas. Sedangkan untuk siswa, harus bisa berdaptasi terhadap hal baru yang digunakan demi kelancaran kelangsungan proses belajar-mengajar di kelas.

Fungsi DPRD Tingkat II Kabupaten Malang dalam rangka menunjang demokrasi Pancasila
oleh Mulati

 

Pengaruh earning per share (EPS), dan current ratio (CR) terhadap harga saham melalui dividen payout ratio (DPR) pada perusahaan manufaktur yang llisting di bursa efek Indonesia periode 2004-2007 / R. Rina Noerfita Sari

 

ABSTRAK Sari, R.Rina Noerfita. 2010. Pengaruh Earning Per Share (EPS), dan Current Ratio (CR) terhadap harga saham melalui Dividend Payout Ratio (DPR) pada perusahaan Manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2004-2007. Skripsi, Program Studi Manajemen Keuangan Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mohammad Hari, M.Si, (II) Lulu Nurul Istanti, S.E, M.M Kata Kunci : Earning Per Share, Current Ratio, harga saham, Dividend Payout Ratio Earning Per Share (EPS) merupakan salah satu rasio keuntungan yang di gunakan oleh investor untuk menganalisis kemampuan perusahaan mencetak laba berdasarkan laba yang dipunyainya. EPS dengan harga saham mempunyai pengaruh yang positif karena EPS yang tinggi menggambarkan kemampuan perusahaan yang akhirnya memberikan kepercayaan kepada investor. Current Ratio memiliki hubungan yang positif dengan harga saham. Artinya jika CR tinggi, maka harga saham juga akan tinggi. Dan sebaliknya jika CR rendah, maka harga saham juga akan rendah. Hal ini terjadi karena jika CR tinggi maka tingkat kelikuitan perusahaan juga tinggi, artinya kesehatan dari perusahaan dalam kondisi yang baik. Dividend Payout Ratio merupakan suatu bagian laba tahunan yang diperoleh perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham dan dinyatakan dalam persentase. Harga saham akan bereaksi terhadap pembayaran deviden. Apabila deviden meningkat maka harga saham juga akan naik, begitu juga sebaliknya apabila deviden yang dibayarkan turun maka harga saham juga akan turun. Apabila perusahaan mengambil kebijakan dengan membayarkan deviden dalam jumlah besar, maka ini merupakan informasi bagi investor bahwa prospek perusahaan dianggap stabil dan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) kondisi masing-masing variabel penelitian yang meliputi Earning Per Share (EPS), Current Ratio (CR), Dividend Payout Ratio (DPR) dan harga saham, (2) Untuk menguji pengaruh Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham melalui Dividend Payout Ratio (DPR), (3) Untuk menguji pengaruh Current Ratio (CR) terhadap harga saham melalui Dividend Payout Ratio (DPR), (4) Untuk menguji pengaruh secara simultan Earning Per Share (EPS) dan Current Ratio (CR) terhadap harga saham melalui Dividend Payout Ratio (DPR) Populasi penelitian ini meliputi semua perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia untuk tahun 2004-2007. Sedangkan sampel perusahaan terdiri dari 13 perusahaan. Pemilihan sampel penelitian dilakukan melalui metode purposive sampling dengan kriteria yang telah ditentukan. Periode pengamatan selama 4 tahun yaitu 2004-2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham melalui Dividend Payout Ratio (DPR) memiliki pengaruh yang signifikan, (2) Current Ratio (CR) terhadap harga saham melalui Dividend Payout Ratio (DPR) memiliki pengaruh yang signifikan, (3) Earning Per Share 4 (EPS) dan Current Ratio (CR) terhadap harga saham melalui Dividend Payout Ratio (DPR) secara simultan berpengaruh signifikan. Saran yang dapat direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian yang didapatkan adalah: (1) Perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia hendaknya lebih aktif menginformasikan kondisi perusahaannya kepada masyarakat berkaitan dengan keadaan seputar kinerja perusahaan. Perusahaan juga perlu memperhatikan dan menganalisis kinerja keuangan perusahaan yaitu EPS, CR dan DPR yang merupakan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap harga saham untuk mengetahui perkembangan perusahaan, selain itu perusahaan diharapkan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan tersebut dalam keadaan stabil atau bahkan lebih baik, (2) Investor dapat menjadikan EPS, CR dan DPR sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan investasi khususnya pada perusahaan manufaktur, (3) Bagi peneliti selanjutnya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap harga saham dengan menambah jumlah variabel bebas seperti PER dan lain sebagainya. Disamping itu sebaiknya juga menambah jumlah sampel penelitian dan periode pengamatan.

Fusi partai politik dalam rangka menuju demokrasi Pancasila / oleh A. Kappi

 

Pelaksanaan pendidikan moral pada anak-anak umur 7 - 11 tahun di Desa Bulus Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung
oleh Suprapto

 

Keluarga berencana sebagai usaha untuk mengurangi pertambahan penduduk di Desa Bendosari Kecamatan Sanan Kulon, Kabupaten Blitar / oleh Sumiasih Noor Hidayati

 

Kinerja musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) bidang studi PKn di kota Batu / Eva Ismawati

 

ABSTRAK Ismawati, Eva. 2009. Kinerja Musyawarah Guru Mata Plajaran (MGMP) Bidang Studi PKn di Kota Batu. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Margono, M. Pd, M. Si., dan (2) Drs. Petir Pujiantoro, M. Si. Kata Kunci: kinerja, MGMP, PKn Pendidikan merupakan kegiatan yang bersifat universal, terdapat dimana saja dan kapan saja dalam kehidupan masyarakat manusia. Dalam era globalisasi informasi dan ekonomi dewasa ini, telah diakui dan terbukti bahwa kemajuan suatu bangsa yang lebih banyak ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, bukan oleh kuantitas sumber daya alam. Bangsa Indonesia adalah salah satu bangsa yang menyadari pentingnya sumber daya manusia dengan meningkatkan kualitas pendidikan. Upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak lepas dari peran serta masyarakat dan kemampuan profesional guru sebagai pendidik khususnya guru mata pelajaran PKn. Salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan profesionalisme guru adalah Musyawarh Guru Mata Pelajaran (MGMP). Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengembangan MGMP PKn Kota Batu, kinerja MGMP bidang studi PKn Kota Batu, kebijakan pembinaan Dinas Pendidikan dalam pengembangan MGMP Kota Batu, dan aspirasi guru PKn terhadap kegiatan MGMP PKn Kota Batu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja musyawarah guru mata pelajaran bidang studi PKn di Kota Batu setelah Kota Batu berdiri sendiri sejak tanggal 17 Oktober 2002. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik penelitian data menggunakan wawancara, analisis dokumentasi, dan pengamatan. Jenis wawancara yang digunakan adalah wawancara mendalam. Untuk mendukung kelengkapan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini maka digunakan teknik dokumentasi. Sumber data diperoleh dari informan yang berkompeten dengan focus penelitian, yaitu Kasi SMP/SMA/SMP, Ketua MGMP PKn, Sekretaris MGMP PKn, dan beberapa anggota MGMP PKn yang terdapat di beberapa sekolah yakni di SMP Negeri 3 Batu, SMP Negeri 2 Batu, SMP Muhammadiyah 3 Batu. Data di analisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif untuk mengambarkan faktor-faktor masalah yang diteliti sehingga analisis data dilakukan sejak awal dan sepanjang proses penelitian berlangsung dan selama proses pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa setelah Kota Batu berdiri sendiri sejak 17 Oktober 2002 antara lain: (1) pengembangan MGMP PKn Kota Batu didasarkan pada visi misi, tujuan, fungsi, rencana program, dan kegiatan yang dilakukan secara rutin; (2) kinerja MGMP PKn bisa di lihat dari inputs (masukan) dan outputs (keluaran); (3) kebijakan pembinaan Dinas Pendidikan dalam pengembangan MGMP Kota Batu yaitu dengan memberikan keleluasaan bagi para pengurus MGMP untuk mengembangkan kreatifitas, menyediakan fasilitas dan dana operasional dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan; dan (4) aspirasi Guru PKn terhadap kegiatan MGMP PKn Kota Batu dapat dilihat dari perspektif kebijakan pendidikan nasional, pemerintah telah merumuskan kompetensi guru yang meliputi kompetensi paedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan: (1) kebijakan yang dibuat oleh Dinas Pendidikan Kota Batu, diharapkan mempermudah pencairan dana operasional untuk kegiatan MGMP supaya kegiatan MGMP mengalami peningkatan, (2) meningkatkan kegiatan MGMP PKn dan kegiatan yang saat ini sudah ada tetap dipertahankan. dan (3) diharapkan untuk terus mengikuti kegiatan MGMP serta untuk guru-guru baru segera mengikuti kegiatan MGMP karena banyak manfaat yang bisa diambil dari kegiatan MGMP yang dilakukan secara rutin setiap bulan.

Pengaruh gaya kepemimpinan dan kreativitas guru terhadap prestasi belajar siswa (studi kasus kelas XII SMK Negeri 1 Sumenep pada mata pelajaran berkomunikasi melalui telepon) / R. Rina Noerfita Sari

 

Sari, R.Rina Noerfita. 2010. Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Kreativitas Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa (Studi Kasus Kelas XII SMK Negeri 1 Sumenep pada mata pelajaran Berkomunikasi Melalui Telepon). Skripsi, Jurusan Manajemen S1 Pendidikan Adminstrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Nyoman Suputra, M.Si, (II) Imam Bukhori, S.Pd, M.M Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Kreativitas Guru, Prestasi belajar Pendidikan memiliki peran penting dalam mengembangkan kebudayaan dan kemajuan suatu bangsa. Pendidikan dapat pula disebut sebagai kunci kemajuan dan keberhasilan. Di samping itu seiring dengan kemajuan di kalangan industri/dunia kerja, maka kebutuhan akan sumber daya manusia semakin meningkat dalam hal kapasitas dan kapabilitas. Kondisi ini menuntut sekolah untuk mampu mengembangkan program sekolahnya agar dapat mencapai peningkatan mutu tamatan. Guru dipandang sebagai faktor kunci, karena ia yang berinteraksi secara langsung dengan anak didiknya dalam proses belajar mengajar di sekolah. Para guru diberikan tanggung jawab yang lebih untuk peningkatan pengajaran dan kreatifitas di dalam kelas. Salah satu keberhasilan sekolah yang dinilai masyarakat adalah prestasi yang dicapai siswa setiap tahun. Sekolah yang dinilai baik dan dianggap berkualitas bila siswa mempunyai prestasi yang tinggi. Sehingga salah satu penunjang keberhasilan pendidikan adalah tenaga guru yang kompeten dan professional. Sekolah dan guru merupakan dua hal yang saling membutuhkan. Jika guru berhasil membawa kemajuan bagi sekolah, keuntungan yang diperoleh akan dipetik oleh kedua belah pihak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara: (1) gaya kepemimpinan guru terhadap prestasi belajar siswa (2) kreatifitas guru terhadap prestasi belajar siswa (3) gaya kepemimpinan guru dan kreativitas guru terhadap prestasi belajar siswa secara bersama-sama. Populasi yang dipilih adalah semua siswa kelas XII sebanyak 92 orang. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan menggunakan proporsional random sampling dengan sampel sebanyak 75 responden, dan metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda (multiple regression). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Terdapat pengaruh yang signifikan gaya kepemimpinan guru secara parsial terhadap prestasi belajar siswa kelas XII APK SMK Negeri 1 Sumenep. (2) Terdapat pengaruh yang signifikan kreativitas guru secara parsial terhadap prestasi belajar siswa kelas XII APK SMK Negeri 1 Sumenep. (3) Terdapat Pengaruh yang signifikan gaya kepemimpinan dan kreativitas secara simultan terhadap prestasi belajar siswa kelas XII APK SMK Negeri 1 Sumenep. Saran yang dapat direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian yang didapatkan adalah: (1) Guru sebaiknya menerapkan kepemimpinan yang situasional yang memusatkan perhatian pada kondisi para siswanya. Karena guru yang efektif adalah fleksibel memilih perilaku kepemimpinan yang diperlukan 4 dalam waktu dan situasi tertentu. Sehingga gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh guru akan tepat dan efektif. Guru juga perlu meningkatkan kerjasama yang baik dengan siswanya. Selain itu kreativitas guru saat di kelas juga perlu ditingkatkan sehingga dapat meningkatkan motivasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar dan mencapai prestasi yang baik. (2) Peneliti selanjutnya dapat menambah variabel selain gaya kepemimpinan dan kreativitas seperti kebiasaan belajar, fasilitas belajar. Serta peneliti lanjutan diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas dan keefektifan proses belajar mengajar serta peningkatan prestasi belajar siswa dengan obyek penelitian yang lebih luas. (3) Selain guru yang menerapkan gaya kepemimpinan sesuai dengan karakter masing-masing siswa, sebaiknya siswa juga mengikuti gaya kepemimpinan guru mata pelajaran karena dengan begitu siswa bisa mengikuti kemauan dari guru tersebut demi kelancaran proses belajar mengajar dan tercapainya tujuan bersama.

Motivasi pengendara angkutan umum kota Malang dalam mentaati peraturan lalu lintas dan angkutan jalan / Beda Komala Sari

 

ABSTRAK Komala Sari, Beda. 2009. Motivasi Pengendara Angkutan Umum Kota Malang dalam Mentaati Peraturan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Edi Suhartono, SH, M.Pd, (II) Sutoyo, SH, M.Hum. Kata Kunci: Motivasi Pengendara, Angkutan Umum, Peraturan Lalu Lintas dan Angkutan jalan, Dinas Perhubungan. Motivasi merupakan suatu yang ada pada diri seseorang yang dapat mendorong mengaktifkan, menggerakan dan mengarahkan perilaku seseorang, dengan kata lain motivasi ada dalam diri seseorang dalam wujud, niat, harapan, keinginan dan tujuan yang ingin dicapai.Angkutan umum adalah setiap kendaraan bermotor yang disediakan untuk dipergunakan oleh umum dengan dipungut bayaran. Peraturan berlalulintas adalah segala peraturan yang harus ditaati dan dipatuhi dalam keadaan menggunakan kendaraan baik kendaraan umum maupun kendaraan pribadi atau kendaraan bermotor. Dinas Perhubungan merupakan salah satu unsur pelaksana pengelolaan ketertiban lalu lintas dan angkutan umum di Kota Malang. Dalam melaksanakan tugasnya Dinas Perhubungan tidak terlepas dari arah dan kebijakan pembangunan yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Kota Malang yang mengarah pada terwujudnya visi Kota Malang yaitu “Terwujudnya Kota Malang yang mandiri, berbudaya, sejahtera, dan berwawasan lingkungan”. Peranan tersebut selanjutnya dijabarkan ke dalam visi Dinas Perhubungan yang digunakan untuk menentukan kebijakan dalam pengelolaan ketertiban, peraturan lalu lintas dan angkutan umum Kota Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketaatan pengendara angkutan umum kota Malang terhadap peraturan lalu lintas dan angkutan jalan, untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi pengendara angkutan umum kota Malang dalam mentaati peraturan lalu lintas dan angkutan jalan, serta untuk mengetahui upaya meningkatkan motivasi pengendara angkutan umum kota Malang agar mentaati peraturan lalu lintas dan angkutan jalan. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan. Lokasi penelitian di lakukan di Kantor Dinas Perhubungak Kota Malang, terminal-terminal Kota Malang dan jalur angkutan umum. Sumber data penelitian adalah subyek penelitian, dokumen, peristiwa, jenis data penelitian data primer, data skunder. Teknik pengumpulan data digunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif, yang prosesnya dimulai dari analisis data dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu dari wawancara, pengamatan yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan, dokumentasi pribadi, dokumen resmi, gambar, foto dan sebagainya. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Ketaatan pengendara angkutan umum kota Malang terhadap peraturan lalu lintas dan angkutan jalan sekarang ini sangat kurang dan masih banyaknya masyarakat yang belum memahami arti penting dari peraturan yang telah ditetapkan oleh pihak yang berwenang mengatur tata tertib lalu lintas. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi pengendara angkutan umum Kota Malang dalam mentaati peraturan lalu lintas dan angkutan jalan adalah agar terhindar dari sanksi/denda, mematuhi peraturan agar tercipta keadaan lalu lintas yang aman, nyaman dan lancar. (3) Upaya meningkatkan motivasi pengendara angkutan umum Kota Malang agar mentaati peraturan lalu lintas dan angkutan jalan aadalah: mengadakan sosialisasi, melakukan penindakan bagi yang melanggar peraturan, penyediaan sarana dan prasaran rambu lalu lintas, pengaturan lalu lintas pada saat padat lalu lintas, menertibkan angkutan agar tidak parkir sembarangan, mengadakan paguyuban.

Usaha-usaha pembangunan masyarakat desa sebagai salah satu usaha untuk mengurangi urbanisasi / oleh M. Yuhdi

 

Pendidikan kewargaan negara merupakan salah satu dasar pembinaan jiwa Pancasila / oleh Yasa Suwangat

 

Pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja (studi pada PT. Bank Pasar Trikarya Waranugraha Malang) / Ali Hamadie Maulana

 

Abstrak : Perkembangan perekonomian dalam dunia usaha terutama di Indonesia yang semakin pesat berakibat juga pada berubahnya budaya suatu organisasi, sehingga organisasi dituntut untuk mempunyai budaya yang membedakan dengan organisasi lain yang sejenis. Percepatan perubahan lingkungan perekonomian dunia juga berakibat pada perubahan budaya perusahaan, terutama pada sektor manajemen sumber daya manusia. Dengan sumber daya manusia yang berkualitas diharapkan dapat membawa perusahaan ke arah kemajuan dan kesuksesan. Bagaimana karyawan berprilaku dan apa yang seharusnya mereka lakukan banyak dipengaruhi oleh budaya organisasi yang erat kaitannya dengan kepuasan kerja, yaitu sikap umum individu terhadap pekerjaanya. Kesuksesan sebuah organisasi tidak hanya didukung oleh budaya organisasinya saja tetapi juga bagaimana organisasi tersebut menciptakan kepuasan kerja bagi karyawan untuk mencapai tujuan organisasi. Untuk memenuhi tujuan tersebut maka perusahaan harus meningkatkan kinerja karyawan. Dalam usaha meningkatkan kinerja karyawan perlu memperhatikan Budaya Organisasi dan Kepuasan Kerja. Manajemen sumber daya manusia suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup tenaga kerja untuk menunjang aktivitas organisasi demi tercapainya tujuan. Sumber daya manusia merupakan aset organisasi yang sangat penting dan membuat sumber daya organisasi lainnya bekerja. Di dalam suatu usaha kebutuhan sumber daya manusia yang cerdas dan terampil merupakan tuntutan yang harus dipenuhi. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Bank Pasar Trikarya Waranugraha Malang. Subyek dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Bank Pasar Trikarya Waranugraha Malang yang berjumlah 53 orang, sedangkan sampelnya diambil sebanyak 47 orang dengan tingkat kesalahan 5%. Analisis data yang dipakai adalah analisis jalur (path analysis) yang merupakan suatu bentuk terapan dari analisis regresi berganda (multiple regression analysis). Ali hamadie Maulana adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi S1 Manajemen Universitas Negeri Malang (UM), Artikel ini diangkat dari skripsi Sarjana Ekonomi, Program Studi Manajemen Sumber Daya Manusia Universitas Negeri Malang, 2010. Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com Hasil analisis didapat melalui penyebaran kuesioner menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh secara langsung yang signifikan antara variabel Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan sebesar 0,441. (2) Terdapat pengaruh secara langsung yang signifikan Kepuasan kerja terhadap Kinerja sebesar 0,287. (3) Terdapat pengaruh secara langsung yang signifikan Budaya Organisasi terhadap Kepuasan kerja sebesar 0,557. dan (4) Tidak terdapat pengaruh secara tidak langsung yang signifikan Budaya Organisasi terhadap Kinerja melalui Kepuasan Kerja sebesar 0,254. Karena nilai koefisien pengaruh tidak langsung lebih kecil dari pada yang langsung. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan (1) bagi pihak PT. Bank Pasar Trikarya Waranugraha (a) Pimpinan sebaiknya selalu berupaya memperhatikan dan meningkatkan budaya dalam organisasi yang lebih baik lagi kepada para karyawan, agar tercipa suasana kerja yang nyaman, (b) Pengukuran terhadap kinerja dalam perusahaan hendaknya dilakukan setiap sebulan sekali atau tiap periode tertentu untuk mengetahui tingkat kinerja dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja karyawan dalam perusahaan. (c) Pimpinan selalu berusaha menciptakan suasana kerja yang baik, dan mengetahui apa yang diinginkan para karyawan sehingga tercipta kepuasan kerja yang baik. (d) Budaya organisasi dan kepuasan kerja karyawan memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan. Seperti pemberian penghargaan terhadap karyawan yang mempunyai prestasi kerja yang baik, menciptakan suasana kerja yang menyenangkan, bekerja sama dalam memecahkan masalah, dan sikap pimpinan yang peduli terhadap karyawan. (2) bagi karyawan: sebaiknya lebih terbuka terhadap pimpinan, dan menciptakan lingkungan yang baik terhadap rekan kerja maupun dengan pimpinan, sehingga dapat melaksanakan tugas sesuai dengan prosedur yang diinginkan perusahaan dan standar yang telah ditetapkan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. (3) bagi peneliti lain: agar obyek penelitian yang diambil lebih baik adalah organisasi selain Bank, Dengan mengambil sampel pada perusahaan yang berskala lebih besar, karena dalam meneliti fenomena tentang kinerja terdapat berbagai macam faktorfaktor yang mempengaruhinya. Dan untuk dapat lebih mengembangkan penelitian sejenis dengan melibatkan variabel yang lain dan lebih variatif. Kata kunci: Budaya Organisasi, Kinerja, Kepuasan Kerja

Pengaruh tingkat pendidikan, pelatihan, dan pengalaman mengajar terhadap kinerja guru bidang studi akuntansi di SMA negeri se-kota Kediri / Yulidhul Fitriya

 

Fitriya, Yulidhul. 2009. Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengalaman Mengajar terhadap Kinerja Guru Bidang Studi Akuntansi di SMA Negeri se-Kota Kediri. Skripsi, Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Ika Putri Larasati, S.E., M.Com, (2) Satia Nur Maharani, S.E., M.Sa., Ak. Kata kunci: tingkat pendidikan, pelatihan, pengalaman mengajar, kinerja guru Bahwa pendidikan Indonesia sampai saat ini belum mampu secara optimal membentuk masyarakat Indonesia yang berkualitas dan memiliki daya saing dengan masyarakat global. Hal ini tampak bahwa kualitas SDM Indonesia masih tergolong rendah sebagai salah satu akibat dari rendahnya mutu pendidikan. Upaya-upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kinerja guru yaitu dengan adanya UU No.14 tahun2005 tentang Guru dan Dosen yang menyebutkan guru dipersyaratkan memiliki kualifikasi akademik Pendidikan Tinggi Program Sarjana atau Diploma Empat. Selain itu dengan adanya UU No.22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah menyebutkan adanya otonomi pendidikan ke sekolah. Kemandirian sekolah ini dapat menumbuhkembangkan potensi yang dimiliki guru. Untuk mewujudkan hal tersebut salah satu upaya peningkatan kualitas kinerja guru yaitu melalui pelatihan bagi guru-guru di sekolah. Selain tingkat pendidikan dan pelatihan, pengalaman mengajar yang cukup juga mempengaruhi peningkatan kualitas kinerja guru. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah rendahnya kualitas kinerja guru dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman mengajar. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan populasi penelitian yaitu 30 guru bidang studi Akuntansi di SMA Negeri se-Kota Kediri. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa adanya pengaruh antara tingkat pendidikan terhadap kinerja guru bidang studi Akuntansi yang ditunjukkan dengan nilai thitung (2,084) > ttabel (2,056), adanya pengaruh antara pelatihan terhadap kinerja guru bidang studi Akuntansi yang ditunjukkan dengan nilai thitung (6,982) > ttabel (2,056), adanya pengaruh antara pengalaman mengajar terhadap kinerja guru bidang studi Akuntansi yang ditunjukkan dengan nilai thitung (4,294) > ttabel (2,056) dan adanya pengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman mengajar terhadap kinerja guru bidang studi Akuntansi yang ditunjukkan dengan nilai Fhitung (32,798) > Ftabel (2,96). Dari hasil analisis regresi berganda diperoleh nilai Adjusted R Square 0,767. Hal ini berarti 76,7% perubahan variabel Y disebabakan oleh variabel X1, X2, X3 sedangkan sisanya 23,3% disebabkan oleh faktor lain. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh antara tingkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman mengajar terhadap kinerja guru bidang studi Akuntansi di SMA Negeri se-Kota Kediri baik secara simultan maupun secara parsial. Oleh karena itu saran bagi guru bidang studi Akuntansi di SMA Negeri se-Kota Kediri untuk mempertahankan dan mengambangkan metode pembelajaran dengan mengikuti pelatihan guru atau MGMP untuk meningkatkan kualitas kinerja guru bidang studi Akuntansi di SMA Negeri se-Kota Kediri.

Tata pemerintahan desa didalam masa pembangunan di Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar / oleh Yoko Tiyas Pinonggo

 

Inovasi teknologi dalam Wayang Karo di Desa Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk / Unang Jaka Pribadi

 

Jaka, Unang. 2014. Inovasi Teknologi dalam Wayang Karo di Desa Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk. Skripsi. Jurusan Sejarah. Program Studi Pendidikan Sejarah. FIS. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Irawan, M.Hum, (2) Waskito, S.Sos, M.Hum. Kata Kunci : Inovasi, Teknologi, Wayang Karo, Desa Paron, Nganjuk     Wayang Kulit merupakan salah satu bentuk kesenian warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang banyak mengandung ajaran moral, etika dan falsafah masyarakat pendukungnya. Arus globalisasi yang masuk ke Indonesia memiliki dampak yang besar di segala bidang. Seiring berkembangnya teknologi yang maju ada banyak medan dan kesempatan untuk melestarikan wayang. Dengan adanya trobosan terbaru untuk mempertahankan kesenian wayang agar tetap bisa dipentaskan dengan harga murah muncul inovasi baru di bidang kesenian wayang yang bernama wayang karo.     Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah1) Bagaimana sejarah wayang karo di Di Desa Paron?, 2) Bagaimanakah proses teknologi inovasi dalam wayang karo di Desa Paron?, 3) Bagaimanakah nilai-nilai pendidikan dalam kesenian wayang karo?. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahuai sejarah wayang karo di Di Desa Paron, 2) mengetahui proses inovasi wayang karo di Desa Paron, 3) mengetahui nilai-nilai pendidikan dalam kesenian wayang karo.     Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi pasrtisipasi. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan dengan kegiatan triangulasi, yaitu triangulasi sumber, triangulasi waktu, dan triangulasi metode. Kegiatan analisis data dimulai dari penelaahan, identifikasi dan klasifikasi data, serta tahap evaluasi data.     Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesenian wayang karo sebagai inovasi baru untuk melestarikan budaya bangsa. Seiring berkembangnya jaman kesenian wayang karo semakin tergerus dengan budaya luar yang masuk ke dalam. Wayang karo merupakan perpaduandari kesenian wayang dengan teknolog modern yang berkembang saat ini. Wayang karo di desain serba minimalis karena biaya pementasan murah agar bisa dijangkau oleh masyarakat kalangan menengah.     Seni pertunjukkan wayang karo merupakan salah satu kebudayaan yang perlu dilestarikan sehingga dari pertunjukkan wayang karo yang ada di Desa Paron yang masih aktif berkegiatan ini merupakan salah satu bentuk usaha pelestarian budaya tradisional wayang karo ini tidak akan punah jika adanya kesadaran dari masyarakat bahwa pertunjukkan wayang karo di Desa Paron ini merupakan suatu kesenian yang mempunyai nilai budaya tinggi.

Pengajaran IPS dengan sistem modul di SD PPSP IKIP Malang
oleh M. Ilzam Marzuk

 

Penggunaan bahasa rahasia "ARS" sebagai media manajemen konflik perebutan wilayah di masyarakat Kelurahan Tanjung Rejo Kecamatan Sukun Kota Malang / Rhegita Resih Kemuning

 

Kemuning, Rhegita. 2014. Penggunaan Bahasa Rahasia ARS Sebagai Media Manajemen Konflik Perebutan Wilayah di Masyarakat Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suparlan Al-Hakim, M.Si. (II) Drs. I Ketut Diara Astawa, S.H. M.Si. Kata Kunci: Bahasa Rahasia ARS, Manajemen Konflik, Kelurahan Tanjungrejo.     Bahasa merupakan salah satu alat yang dipergunakan individu untuk berinteraksi di masyarakat. Ketika sedang melakukan proses interaksi terkadang akan terjadi suatu konflik, konflik dapat berupa konflik batin, dan tidak menutup kemungkinan mengakibatkan konflik fisik. Kondisi tersebut terjadi di daerah Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang yang pada tahun 80-an mengalami sebuah konflik. Konflik antar kedua belah pihak kampung utara dan kampung selatan ini membawa beberapa dampak, yaitu dampak negatif dan dampak positif. Dampak negatif yang terjadi adalah masyarakat mendapat tekanan dan kondisi tidak nyaman, sedangkan dampak positifnya adalah terciptanya bahasa rahasia “ARS” ketika proses perdamaian berlangsung. Penggunaan bahasa rahasia “ARS” ini yang membuat kedua belah pihak akhirnya berdamai.     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Proses terjadinya perebutan wilayah daerah Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang. (2) Sejarah lahirnya bahasa rahasia “ARS”. (3) Penggunaan bahasa rahasia “ARS” di daerah Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang. (4) Peran bahasa rahasia “ARS” sebagai media manajemen konflik di daerah Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang. (5) Hambatan dalam penyelesaian konflik perebutan wilayah dengan media bahasa rahasia “ARS” di daerah Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang. (6) Peran masyarakat dalam melestarikan bahasa rahasia “ARS” di Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang.     Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kasus yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif latar belakang dan penyelesaian kasus konflik yang terjadi sekitar 30 tahun yang lalu di lingkungan obyek.     Berdasarkan hasil penelitian menyebutkan bahwa (1) Proses terjadinya perebutan wilayah daerah Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang dikarenakan karena konflik batin antar kedua belah pihak yang berdampak dendam hingga aksi tawuran. (2)Sejarah lahirnya bahasa rahasia "ARS" ini dikarenakan ketika proses perdamaian antar kedua belah pihak, salah satu pihak melakukan penyusupan, akhirnya untuk menjaga kerahasiaan kelompok ketika berkomunikasi menggunakan bahasa rahasia “ARS”. (3)Penggunaan bahasa rahasia "ARS" di daerah Tanjungrejo dalam beberapa keadaan, rapat maupun sedang berkomunikasi dengan sanak saudara. (4) Peran bahasa rahasia "ARS" sebagai media manajemen konflik di daerah Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang yaitu ketika konflik tersebut semakin rumit dengan adanya tindakan penyusupan dari salah satu pihak, dengan menggunakan bahasa rahasia ini komunikasi yang seharusnya memicu konflik baru dapat diminimalisir. (5) Hambatan dalam penyelesaian konflik ini adalah tingkat emosional dan tindakan curang dari salah satu pihak yang berkonflik, sehingga mempersulit proses perdamaian. (6) Saat ini peran masyarakat dalam melestarikan bahasa rahasia “ARS” yaitu dengan digunakannya sebagai materi ekstrakulikuler Pramuka di SDN Tanjungrejo 1 dan SDN Tanjungrejo II kota Malang.     Saran untuk beberapa pihak yang terkait, yaitu (1) Sebaiknya aparat desa lebih mengedepankan musyawarah untuk mencari perdamaian dalam suatu permasalahan. (2) Bagi warga Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang untuk dapat menjaga keamanan serta perdamaian dalam segala aktifitas. (3) Bagi para Pembina pramuka untuk tetap mempertahankan materi bahasa Sandi “ARS”. (4) Kepada anggota Pramuka untuk tetap melestarikan bahasa sandi “ARS” agar sejarah manajemen konflik di daerah tersebut tetap lestari dan dampak positif yang diperoleh dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar.

Perancangan jaringan internet untuk aplikasi perpustakaan digital berbasis moodle di SMP Negeri 1 Tugu Trenggalek / Budi Rianto, Rina Wijayanti

 

Pada era informasi abad ini, Teknologi Informasi dan Komunikasi atau TIK telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan global. Oleh karena itu, setiap institusi termasuk perpustakaan berlomba untuk mengintegrasikan TIK guna membangun dan memberdayakan sumber daya manusia berbasis pengetahuan agar dapat bersaing dalam era global. Perkembangan TIK saat ini akhirnya melahirkan sebuah perpustakaan berbasis komputer, ada Automasi Perpustakaan, ada pula Perpustakaan Digital. Seringkali orang menyamakan Automasi Perpustakaan dengan Perpustakaan Digital. Perpustakaan Digital adalah merupakan suatu sistem yang berada di sebuah perpustakaan yang mempunyai koleksi buku sebagian besar dalam bentuk format digital dan yang bisa diakses dengan komputer. Sedangkan jenis perpustakaan ini berbeda dengan jenis perpustakaan konvensional yang berupa kumpulan buku tercetak, film mikro (microform dan microfiche), ataupun kumpulan kaset audio, video, dan lain-lain. Isi dari Perpustakaan Digital berada dalam suatu komputer server yang bisa ditempatkan secara lokal, maupun di lokasi yang jauh, namun dapat diakses dengan cepat dan mudah lewat jaringan komputer. Sistem Perpustakaan Digital di SMP Negeri 1 Tugu Trenggalek dirancang dengan menggunkan aplikasi Moodle versi 1.5.4 dan menggunakan jaringan intranet yang dapat diakses secara langsung dari komputer yang berada di laboratorium komputer, sehingga segala informasi dapat diketahui dan diterima secara cepat dan akurat. Perancangan sistem Perpustakaan Digital ini dilakukan di Laboratorium Komputer SMP Negeri 1 Tugu Trenggalek pada tanggal 15 Oktober sampai 20 Nopember 2009. Hasil perancangan ini menghasilkan Perpustakaan Digital berbasis Moodle yang memberikan kemudahan kepada para siswa dalam pengambilan referensi pembelajan dan infra struktur perpustakaan di SMP Negeri 1 Tugu Trenggalek. Metode yang digunakan dalam rancangan tugas akhir ini menggunakan metode Survey Kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur dan uji coba. Studi literatur berupa buku, jurnal, paper, dan artikel, sedangkan uji coba meliputi pengujian rancangan secara langsung dan wawancara dengan siswa sebagai subyek pengguna rancangan Perpustakaan Digital. Berdasarkan hasil perancangan ini, di SMP Negeri 1 Tugu Trenggalek dapat terbentuk jaringan intranet dengan menggunakan topologi star, sehingga antara komputer satu dengan yang lain dapat terkoneksi. Selain itu, juga terbentuk aplikasi perpustakaan digital berbasis Moodle versi 1.5.4 yang meliputi pengaturan halaman depan, pendaftaran pengguna menambah mata pelajaran dan pengajar, memasukkan link ke web lain dan mendownload materi.

Penerapan metode pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas X-1 SMA Negeri 1 Asembagus Situbondo / Irma Nur Alfiah Yasin

 

Yasin, Irma Nur Alfiah. 2009. Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X-1 SMA Negeri 1 Asembagus Situbondo. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Prih Hardinto, M.Si (II) Agus Sumanto, SE., M.SA Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Teknik Contoh, Berpikir Kritis. Upaya peningkatan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar ekonomi siswa dalam penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif yang digunakan adalah teknik penggunaan contoh-contoh dapat berupa kasus atau gambar yang relevan sesuai Kompetensi Dasar. Dengan teknik ini siswa dirangsang untuk menganalisa gambar dan memberikan kesimpulan mengenai gambar atau contoh yang ditayangkan sehingga siswa terangsang berpikir kritis. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektifitas penerapan metode pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas X-1 SMA Negeri 1 Asembagus Situbondo. Penerapan metode pembelajaran kooperatif dilakukan dengan dua siklus yang terdiri dari empat kali pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, lembar observasi, catatan lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Dari analisis data diperoleh hasil bahwa metode pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa menurut indikator peningkatan persentase seluruh aspek kemampuan berpikir kritis siswa yang diamati yaitu 53,21% dengan kategori cukup pada siklus I meningkat menjadi 66,36% dengan kategori cukup dan mengalami peningkatan sebesar 14,15%. Penerapan metode pembelajaran kooperatif juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dimana siklus I ditinjau dari aspek kognitif setelah tindakan rata-rata sebesar 81,25% dan pada siklus II menjadi 83,37% dan mengalami peningkatan sebesar 3,12%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) penerapan metode pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas X-1 SMA Negeri 1 Asembagus Situbondo. (2) penerapan metode pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran

Peranan pamong desa dalam pembangunan masyarakat desa di Desa Kedungrejo, Kec. Pakis Kab. Malang / oleh Ridwan Cholil

 

Perkembangan kerajinan Dadak Merak dan Barongan tahun 1994-2012 di Desa Carat Kec. Kauman, Ponorogo / Heri Cahyono

 

Cahyono, Heri. 2014. Perkembangan Kerajinan Dadak Merak dan Barongan tahun 1994-2012 di Desa Carat Kec. Kauman, Ponorogo. Skripsi. Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: 1. Dr. H. Abdul Latif Bustami, M.Si, 2. Drs. Nur Hadi, M.Pd., M.Si Kunci: Industri Reog bapak Sarju, Reog Ponorogo desa Carat     Desa Carat merupakan tempat industri Reog pertama kali didirikan, tepatnya di rumah bapak Sarju. Awal tahun 1992 mulai memproduksi Reog dan akhirnya berkembang hingga lebih dari sepuluh tahun. Selama mendirikan Industri Reog telah memberikan banyak keuntungan kepada pemilik maupun karyawan yang bekerja. Sehingga peneliti tertarik meneliti industri Reog bapak Sarju karena memiliki peranan penting dalam bidang sosial, bidang ekonomi dan pendidikan.     Rumusan masalah dalam penelitian ini: (1) Bagaimana awal kemunculan Industri Kesenian Reog Ponorogo di Desa Carat, Kec. Kauman, Ponorogo. (2) Bagaimana penerapan industri bapak Sarju dalam kesenian Reog untuk menunjang bidang sosial dan ekonomi di Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo. (3) Bagaimana Industri bapak Sarju menyikapi adanya Undang-undang perlindungan hewan terhadap burung Merak yang dimanfaatkan bulunya untuk pembuatan Dadak Merak.     Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Metode penelitian sejarah terdiri dari lima tahap yaitu (1) pemilihan topik (2) heuristik yaitu tahapan untuk pengumpulan data baik primer maupun sekunder, (3) kritik sumber atau verifikasi tahapan untuk menguji keabsahan sumber yang diperoleh, (4) Interpretasi merupakan penggambaran data dan informasi yang sudah diolah agar mudah dipahami, (5) Historiografi tahapan dalam penulisan penelitian secara sistematis.     Hasil penelitian ini adalah (1) Awal mula berdiri industri Reog bapak Sarju tahun 1992 dan merupakan industri Reog pertama di Ponorogo. Usaha yang didirikan sempat tersendat ketika bapak Sarju dipilih sebagai wakil dari Ponorogo untuk mengenalkan Reog hingga kancah Internasional. Kemudian pada tahun 1994 mulai menekuni Industri Reog dan rutin memproduksi. Kesulitan yang harus dihadapi adalah bahan baku pembuatan yang tidak selalu siap ada setiap saat. Sehingga harus pesan terlebih dulu kepada pengepul seperi bulu burung Merak dan kulit Macan. Pada saat itu pemasaran yang dilakukan di wilayah Kecamatan Kauman dan pemasarannya dengan cara memesan langsung ke tempat Industri Reog bapak Sarju.     (2) Melihat faktor dalam bidang sosial dan bidang ekonomi yaitu, pemilik industri merekrut anggota karyawan dari keluarga dan saudura, sehingga terjalin hubungan yang erat. Dalam bidang ekonomi memiliki perubahan yang signifikan dari yang sebelumnya. Peningkatan taraf hidup pada pemilik industri dan juga para karyawan yang dipekerjakannya. Pada tahun 1997-1998 industri ini mengalami penurunan omset karena adanya krisis moneter yang terjadi di Indonesia. Hal ini tidak berdampak lama karena industri Reog bapak Sarju selalu menyediakan bahan baku untuk setahun. Pada tahun 2010 pemerintah mewajibkan setiap desa memiliki kelompok Reog sehingga berdampak positif terhadap Industri Reog bapak Sarju pada pemesanan.     (3) Menyikapi adanya Undang-Undang no.5 Tahun 1990 Industri bapak Sarju menyiasati pada Barongan menggunakan kulit Sapi dan dicat menyerupai kulit Macan. Namun hingga sekarang tidak ada himbauan dari pemerintah maupun oknum yang terkait untuk memberi peringatan atau pemberitahuan, sehingga penggunaan kulit Macan masih digunakan dalam pembuatan Reog. pemerintah sendiri mengizinkan penggunaan kulit Macan selama fungsinya digunakan untuk pendidikan, budaya masyarakat.     Saran Bagi peneliti selanjutnya disarankan menelusuri bahan kulit Macan yang digunakan untuk pembuatan Barongan untuk melengkapi penelitian ini. Sehingga penelitian ini dapat menjadi sumber referensi bagi para peneliti selanjutnya.

pacara lingkaran hidup manusia di Desa Pekutatan - Jembrana - Bali
(ditinjau dari adat)
oleh Ni Ketut Sudandi

 

Pandangan peziarah terhadap kewalian KH Abdul Hamid dari Pesantren Salafiyah Pasuruan dan implikasinya terhadap pendidikan karakter masyarakat / Setiawan

 

Setiawan. 2014. Pandangan Peziarah Terhadap Kewalian Kyai Abdul Hamid Dari Pesantren Salafiyah Pasuruan dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Karakter Masyarakat. Skripsi, Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Siti Malikhah Towaf, M.A. Ph. D (II) Dr. H. Abdul Latif Bustami, M. Si. Kata Kunci: Pandangan, Peziarah, Makam KH. Abdul Hamid, Wisata Religi, Kewalian,dan Pendidikan Karakter.     Kegiatan pariwisata tentu tidak lepas dari potensi pariwisata di setiap daerah. Indonesia banyak objek menarik yang bisa dijadikan objek wisata, Objek tersebut antara lain wisata budaya (wisata religi), dan wisata bahari. Maka dari itu, setiap daerah berusaha mengembangkan dan bersaing dalam sektor pariwisata. Untuk itu dikembangkan wisata ziarah di daerah yang mempunyai peninggalan sejarah (budaya) yang memiliki nilai historis dan religius. Wisata religi ini tidak lepas dari keberadaan orang suci, kekasih Tuhan, dalam Islam disebut Waliyullah. Bahwa beliau diyakini sebagai keberagaman tajalliy (Sifat Allah). Keyakinan ini melahirkan pandangan, sikap dan aktivitas ziarah makam. Penelitian ini mencatat, biografi dari KH. Abdul Hamid, dan memberikan pendidikan karakter bagi santri dan juga perjalanan beliau memperoleh gelar seorang wali. Dengan sifat keteladanan dan karamah yang ditiru masyarakat Pasuruan. Untuk mengenang jasa beliau diadakannya ziarah kubur yang didorong oleh keyakinan peziarah bahwa KH. Abdul Hamid adalah Waliyullah yang mempunyai karamah tertentu. Peziarah mempunyai definisi tentang Wali yang mempunyai pengalaman dan harapan berbeda terkait karamah. Para peziarah menyetujui bahwa KH. Abdul Hamid Wali yang mempunyai karamah dibuktian dengan mereka berziarah dan berdoa di makam KH. Abdul Hamid. Pengelolaan makam oleh pihak pesantren di satu sisi dan karakter khas keagamaan masyarakat Pasuruan mengarahkan ziarah pada suatu pola ritual tertentu sesuai “tradisi besar Islam”, yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadith. Peneliti juga mencatat adanya pendidikan karakter yang ditonjolkan melalui pondok Pesantren Salafiyah oleh KH. Abdul Hamid.     Rumusan masalah penelitian ini (1) Bagaimana riwayat KH. Abdul Hamid. (2) Bagaiamana bentuk aktivitas ritual keagamaan di makam KH. Abdul Hamid serta upacara masyarakat pada acara Haul. (3) bagaimana kontribusi kewalian KH. Abdul Hamid memberi pendidikan karakter kepada masyarakat Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi, dan Sistem dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Kemudian pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah Ketekunan atau pengamatan, triangulasi, dan Expert Opinion. Hasil penelitian ini mengetahui riwayat KH. Abdul Hamid menjadi seorang Waliyullah. Kegiatan peziarah di makam KH. Abdul Hamid serta pandangan peziarah mengenai beliau. Kontribusi pendidikan karaketer KH. Abdul Hamid di Pondok Pesantren Salafiyah. Manfaat penelitian ini dapat menganalisis biografi KH. Abdul Hamid menuju seorang Waliyullah, menganalisis aktivitas peziarah di makam KH. Abdul Hamid serta pandangan peziarah dari almarhum KH. Abdul Hamid dan menganalisis pendidikan karakter KH. Abdul Hamid di Pondok Pesantren Salafiyah.

Peranan Lembaga Pemasyarakatan di Kabupaten Trenggalek
oleh Munoto Sutadji

 

Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran PPKn melalui pendekatan scientific dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning di kelas 8.1 SMP Negeri 6 Malang / Arni Rizkiyah

 

Rizkiyah, Arni. 2014. Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran PPKn melalui Pendekatan Scientific dengan Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning di Kelas 8.1 SMP Negeri 6 Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Untari, M. Si (II) Dra. Arbaiyah Prantiasih M. Si. Kata Kunci: Berpikir Kritis, Pendekatan Scientific, Discovery Learning     Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang dirancang untuk menyiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan di masa depan mereka. Pendekatan yang dikembangkan dalam kurikulum 2013 adalah pendekatan berbasis ilmiah (scientific) yang bertujuan untuk mengembangkan ranah sikap, keterampilan dan pengetahuan, salah satu model yang digunakan dalam pendekatan scientific adalah model discovery learning yang dapat membantu siswa dalam berpikir kritis. Berdasarkan hasil observasi pratindakan yang dilakukan pada hari Senin tanggal 8 September 2014 dan Jumat 12 September 2014 di kelas 8.1 SMP Negeri 6 Malang diperoleh beberapa hal sebagai berikut: (1) dalam pelaksanaan pembelajaran guru sering menggunakan metode ceramah dan tanya jawab; (2) dari 33 jumlah siswa di kelas 8.1 hanya 12.1% siswa yang dikategorikan tuntas dalam berpikir kritis.     Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan model pembelajaran discovery learning sebagai upaya untuk meningkatkan berpikir kritis siswa pada pembelajaran PPKn di kelas 8.1 SMP Negeri 6 Malang; (2) meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran PPKn melalui pendekatan scientific dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning di kelas 8.1 SMP Negeri 6 Malang.     Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari satu kali pertemuan selama 2x40 menit. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 8.1 tahun ajaran 2014/2015 SMP Negeri 6 Malang dengan jumlah siswa 33 siswa yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menurut Mc Nabb yang terdiri dari pengorganisasian data, pengelompokkan data berdasarkan kategori, tema, dan pola, pengkodean data, menerapkan ide-ide, tema, dan kategori, mencari penjelasan alternatif, menulis dan menyajikan laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan model pembelajaran discovery learning dilaksanakan melalui 6 tahap yaitu stimulasi, problem statement, pengumpulan data, pengolahan data, pembuktian dan penarikan kesimpulan; (2) model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, hal ini ditunjukkan dengan peningkatan persentase kemampuan berpikir kritis siswa pada observasi awal, siklus I, dan siklus II. Pada observasi awal jumlah siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis yang dikategorikan tuntas sebesar 12.1%, kemudian pada siklus I mengalami peningkatan menjadi 48.4%, dan pada siklus II meningkat menjadi 81.9%.     Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti menyampaikan beberapa saran yaitu: (a) bagi guru PPKn kelas 8.1 SMPN 6 Malang disarankan menerapkan model pembelajaran discovery learning karena terbukti dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, menerapkan pembelajaran dengan metode diskusi karena dengan adanya diskusi kelompok maka akan menumbuhkan sikap sosial seperti jujur, peduli, dan tanggungjawab pada diri setiap siswa, mengkaitkan materi pembelajaran dengan keadaan dunia nyata, karena hal tersebut dapat melatih siswa dalam mengenali kehidupan di sekitarnya dan dapat membantu mereka dalam memecahkan maasalah-masalah sosial, menciptakan model-model pembelajaran yang kreatif dan inovatif lainnya untuk meningkatkan partisipasi belajar siswa dan mendorong siswa agar lebih berpikir kritis; (b) seharusnya siswa pada saat akan mengikuti kegiatan pembelajaran diharapkan sudah memiliki bekal terlebih dahulu terhadap materi pembelajaran yang akan disampaikan pada hari itu, sehingga akan mempermudah proses pembelajaran, (c) bagi peneliti selanjutnya model pembelajaran discovery learning hendaknya diterapkan untuk materi yang mempunyai keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari sehingga dapat mendorong siswa untuk berpikir kritis dalam mengkaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.

Kenakalan anak yang ditinggal orang tua sebagai TKI ke luar negeri (studi kasus di Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan - Madura / Hamdalah Widia Astutik

 

ABSTRAK Widia A. Hamdalah. 2009. Kenakalan Anak yang ditinggal Orang tua sebagai TKI ke Luar Negeri (Studi Kasus di Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan-Madura). Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Program Studi Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suwarno Winarno. (II) Drs. Petir Pudjantoro, Msi. Kata kunci: Kenakalan anak, Orang tua sebagai TKI ke Luar Negeri Kenakalan anak (remaja) adalah tindak perbuatan yang dilakukan anak remaja dan perbuatan itu bersifat melawan hukum, anti sosial, anti susila dan melanggar norma-norma Agama. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kenakalan anak yang ditinggal orang tua sebagai TKI ke Luar Negeri di Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Dampak TKI terhadap pendidikan anak; (2) Perubahan atau pergeseran pola pengasuhan anak pada keluarga TKI; (3) bentuk-bentuk kenakalan anak dan faktor-faktor penyebabnya; (4) Upaya mencegah dan menanggulangi kenakalan anak pada lingkungan keluarga, sekolah, pemerintah dan masyarakat. Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dan jenis penelitiannya adalah studi kasus. Adapun tehnik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Triangulasi di gunakan untuk pengecekan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Pasean bekerja sebagai TKI ke Luar Negeri. (1) Dampak TKI terhadap pendidikan Anak : Orang tua yang bekerja sebagai TKI berpengaruh terhadap pendidikan anak, anak hanya mempunyai status berpendidikan namun hasilnya tidak ada karena kurangnya pengawasan dari orang tuanya. (2) Perubahan pola pengasuhan anak pada keluarga TKI: Di Kecamatan Pasean terjadi perubahan dan pergeseran pola pengasuhan anak, anak dititipkan pada anggota keluarga yang lain misalnya kakek nenek, paman bibi dan lain-lain. (3) Bentuk-bentuk dan faktor-faktor penyebab kenakalan anak: (a) Bentuk-bentuk kenakalan anak yang ditinggal orang tua sebagai TKI ke Luar Negeri antara lain bolos sekolah, merokok, minum-minuman keras, taruhan (judi), kebut-kebutan, mencuri dan seks bebas. (b) Faktor penyebab kenakalan tersebut yaitu dari lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. (4) Upaya mencegah dan menanggulangi: Kenakalan anak remaja itu banyak menimbulkan kerugian materiil dan kesengsaraan batin baik pada subyek pelaku sendiri baik pada para korbannya. Oleh sebab itu merupakan kewajiban bersama untuk mencegah dan menanggulangi kenakalan anak remaja yang dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, pemerintah dan masyarakat. Setelah melihat dari hasil penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : (1) Dampak TKI terhadap pendidikan anak: Pendidikan anak menjadi tidak normal, anak hanya mendapat status sekolah saja namun hasilnya nol atau anak tidak mendapatkan ilmu (tidak berprestasi). Disamping itu anak menjadi malas belajar karena kurangnya pengawasan dari orang tua. Anak menganggap seorang pengasuh hanyalah Orang Tua sementara, perhatian yang diberikan oleh pengasuh tidak sebanding dengan perhatian dari orang tua kandung. (2) Perubahan atau pergeseran pola pengasuhan anak: Pola pengasuhan terhadap anak TKI bergeser, anak-anak mereka dipaksa untuk mengerti bahwa keadaan yang membuat kedua orang tua harus meninggalkannya dan terpaksa menitipkannya pada anggota keluarga yang lain misalnya nenek dan kakek, paman dan bibi, sepupu dan lain-lain yang bisa merawat dan membimbing anak-anak mereka kearah yang lebih baik demi masa depannya. (3) Bentuk-bentuk dan faktor penyebab kenakalan anak: (a)Bentuk-bentuk kenakalan yang terjadi yaitu bolos sekolah, minum-minuman keras, mencuri, taruhan (judi), kebut-kebutan dan seks bebas. (b) Faktor kenakalan tersebut disebabkan oleh lingkungan keluarga dimana kenakalan itu terjadi karena suatu faktor kealpaan dari orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka. Padahal tugas orang tua adalah sebagai pendidik dan orang tua diberi kewajiban memenuhi hak anak akan pendidikan sehingga menjadi orang yang berkualitas. Kenakalan tersebut juga timbul karena faktor lingkungan sekolah, dimana seorang anak menjadi bolos sekolah karena tidak menyukai salah satu guru dan tidak menyukai salah satu mata pelajaran disekolahnnya. Selain itu kenakalan timbul karena faktor pergaulan dari masyarakat. (4) Upaya mencegah dan menanggulangi: (a) Upaya mencegah dan menanggulangi yang telah dilakukan keluarga yaitu memasukkan anak ke Ponpes, memberi hukuman kepada anak yang melanggar peraturan yang ada dirumah yaitu dengan tidak boleh keluar rumah selama seminggu. (b) Dari lingkungan sekolah dengan cara guru mengontrol jalannya proses belajar siswa, penanaman tanggung jawab dan mengadakan bimbingan konseling terhadap anak yang melanggar tata tertib sekolah. (c) Sedangkan dari pemerintah mengadakan penyuluhan setiap bulan sekali yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan, Perda No. 18 Tahun 2001 tentang larangan miras dan mengadakan organisasi pemuda berupa karang taruna disetiap desa. Selain itu penanggulangan juga dilakukan oleh Ponpes yaitu bagi anak yang melanggar tata tertib Ponpes misalnya mencuri harus menghatam Al-Quran sebanyak tiga kali dalam sebulan dan harus mengikuti shalat berjamaah setiap waktu. Adanya kenyataan tentang kenakalan anak yang ditinggal orang tuanya sebagai TKI ke Luar Negeri di Kecamatan Pasean, maka diperlukan cara untuk mengatasinya. Saran yang dikemukakan: (1) Orang tua harus memilih pengasuh yang tepat misalnya pengasuh dari keluarganya sendiri yaitu dengan memberikan kasih sayang yang tidak berlebihan, selalu membimbing dan mengarahkan ke hal yang positif, perhatian pada anak, penanaman tanggung jawab serta selalu bersikap disiplin demi pertumbuhan dan perkembangan anak agar tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif, karena orang tua mereka pergi bukan cuma sehari atau dua hari akan tetapi bertahun-tahun. (2) Orang tua diharapkan lebih memperhatikan kebutuhan anaknya baik kebutuhan yang bersifat fisik maupun yang bersifat psikologis dan menjalin komunikasi yang baik meskipun dengan jarak jauh agar bisa mengontrol dan mengetahui tingkah laku anak yang ditinggalkannya. (3) Guru hendaknya melakukan pendekatan terhadap siswa, agar bisa mengetahui tingkat emosional serta tingkat kenakalannya. Sehingga guru tersebut bisa memberikan arahan yang tepat dan sebagai langkah awal untuk menghindari kenakalan jauh sebelum rencana kenakalan itu terjadi dan terlaksana sehingga dapat mencegah timbulnya kenakalan-kenakalan baru, dengan demikian setidaknya bisa memperkecil jumlah pelakunya. (4) Antara guru dan pengasuh diharapkan saling memberikan informasi mengenai masalah-masalah yang dihadapi siswa sehingga masalah tersebut bisa diatasi bersama. (5) Pemerintah hendaknya mendirikan tempat latihan untuk menyalurkan kreativitas para remaja delinkuen dan non delinkuen, misalnya lembaga remaja kreatif, karang taruna dan juga menyediakan tempat rekreasi yang sehat bagi remaja seperti tempat-tempat bersejarah atau museum.

Pengaruh Saminisme" terhadap modernisasi desa di Wilayah Randublatung dan sekitarnya Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora Propinsi Jawa Tengah / oleh Soenardi Soemowidigdo"

 

Perwujudan nilai-nilai luhur Pancasila dalam upacara Melasti di Waduk Siman Kepung Kabupaten Kediri / Titik Nur Hidayah

 

Pola penyelesaian kasus malpraktek terhadap pasien di Rumah Sakit (Studi kasus di Kabupaten Malang) / Yanuar Lely Puji Rahmawati

 

ABSTRAK Rahmawati,Yanuar Lely Puji. 2009. Pola Penyelesaian Kasus Malpraktek TerhadapPasien di Rumah Sakit (Studi Kasus di Kabupaten Malang).Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Program Studi PPKn Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Suko Wiyono, SH, M.Hum, Pembimbing: (II) Sutoyo, SH, M.Hum. Kata Kunci: Penyelesaian, Kasus Malpraktek, Pasien, Rumah Sakit Kesehatan adalah salah satu kebutuhan pokok manusia, disamping sandang, pangan, papan. Semakin berkembangnya dunia medis maka peranan rumah sakit sangat penting dalam menunjang kesehatan dari masyarakat. Maju atau mundurnya rumah sakit akan sangat ditentukan oleh keberhasilan dari pihak-pihak yang bekerja di rumah sakit, dalam hal ini dokter, perawat dan orang-orang yang berada di tempat tersebut. Dari pihak rumah sakit diharapkan mampu memahami konsumennya dalam hal ini adalah pasien secara keseluruhan agar dapat maju dan berkembang serta menghindari terjadinya kelalaian-kelalain medis yang di timbulkan. Hubungan hukum selalu menimbulkan hak dan kewajiban yang timbal balik, hak dokter menjadi kewajiban pasien dan hak pasien menjadi kewajiban dokter. Keadaan seperti itu menempatkan dokter dan pasien pada kedudukan yang sama dan sederajat. Di samping dokter, maka pasien juga memerlukan perlindungan hukum yang proporsional yang diatur dalam perundang-undangan. Terhadap masalah tersebut di keluarkanlah UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan yang di dalamnya mengatur tentang hak dan kewajiban dokter dan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum bagi pasien dalam bidang pelayanan medis. mengetahui pihak yang harus bertanggungjawab apabila terjadi tindak malpraktek dalam pelayanan medis, dan bentuk penyelesaian sengketa terhadap kasus malpraktek. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Informan terdiri dari Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Pihak koban dugaan malpraktek. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.Analisis data dilakukan dengan cara: koleksi data, reduksi data, display data, dan kesimpulan atau verifikasi data. Untuk menjamin keabsahan temuan data di lakukan ketekunan pengamatan, triangulasi, perpanjangan keikutsertaan. Hasil Penelitian menunjukkan (1) bentuk perlindungan hukum bagi pasien dalam bidang pelayanan medis adalah bahwa pasien memiliki perlindungan hukum. Hal tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Kesehatan No.36 Tahun 2009 tentang kesehatan yang di dalamnya telah diatur hak dan kewajiban pasien. Apabila terdapat tindakan dari pelayanan medis yang tidak memuaskan pasien dapat melapor kepada pimpinan Rumah sakit untuk melaporkan kekecewaan pasien, atau juga dapat membuat surat yang di tujukan ke Dinas Kesehatan. (2) Pihak yang harus bertanggungjawab apabila terjadi tindak malpraktek dalam pelayanan medis adalah pelaksana dalam hal ini adalah dokter, bidan, atau pelaku malpraktek. Kemudian yang kedua adalah Pimpinan Instituisi dalam hal ini adalah pimpinan dari Rumah Sakit tempat pelaku malpraktek bekerja. Kemudian yang ketiga adalah Atasan. Sanksi yang dapat dijatuhkan kepada tenaga kesehatan yang melakukan kesalahan ataupun kelalaian dapat berupa nasehat- nasehat dan anjuran, teguran-teguran keras, usul pencabutan ijin praktek, usul pemindahan ke tempat lain, atau bisa dijerat dengan hukum apabila benar-benar terbukti telah melakukan tindak malpraktek. (3) Bentuk penyelesaian sengketa terhadap kasus malpraktek adalah: (a) Melalui jalur Non Hukum penyelesaian kasus malpraktek dapat diselesaikan dengan jalur musyawarah atau melalui mediasi antar kedua belah pihak yang dapat di lakukan oleh Dinas Kesehatan atau Ikatan Dokter Indonesia (IDI). (b) Melalui jalur Hukum Penyelesaian kasus dugaan malpraktek melalui jalur hukum tentunya melibatkan aparat penegak hukum seperti kepolisian, Lembaga Bantuan Hukum(LBH), bahkan sampai ke tingkat pengadilan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat di sarankan (1) Bagi pihak tenaga medis di harapkan mampu memberikan pelayanan medis sebaik mungkin kepada pasien sesuai dengan standar profesi medis. (2)Bagi Majelis Disiplin Tenaga Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia, Dinas Kesehatan agar terus melakukan kinerjanya secara baik dan lebih professional. (3)Dari penelitian ini di harapkan agar kasus-kasus dugaan malpraktek yang akhir-akhir ini sering terjadi dapat di selesaikan secara tuntas jangan setengah-setengah. Hal itu semua dapat terwujud apabila terdapat peran yang baik dari tenaga medis, aparat penegak hukum, dan semangat masyarakat untuk memperjuangkan kebenaran dan hak-haknya sebagai konsumen jasa pelayanan medis.

Peranan Panti Asuhan St. Theresia" Malang dalam penanaman pendidikan ketrampilan anak untuk membina warga negara yang baik
oleh Aniek Suryatiningsih"

 

Esensi dalam tembang macapat sebagai pendidikan karakter kejawen ditinjau dari perspektif filsafat Jawa / Riya Anjarsari

 

Anjarsari, Riya. 2014. Esensi Tembang Macapat sebagai Pendidikan Karakter Kejawen dalam Perspektif Filsafat Jawa. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suparlan Al-Hakim, M.Si., (II) Drs. I Ketut Diara Astawa, S.H., M.Si. Kata Kunci: Tembang Macapat, Pendidikan Karakter Kejawen, Filsafat Jawa      Tembang macapat merupakan salah satu produk hasil dari cipta, rasa, dan karsa manusia Jawa sebagai kearifan lokal yang mendidik, sehingga perlu dilestarikan dan dikembangkan. Meskipun seiring dengan perkembangan zaman, tembang macapat sebagai pendidikan karakter Kejawen telah dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat Jawa, mulai dari generasi ke generasi. Tetapi setelah memasuki zaman modern dan banyaknya pengaruh globalisasi, tembang macapat kehilangan eksistensinya. Oleh karena itu, penulis menyadari bahwa penelitian terkait dengan pendidikan karakter Kejawen yang terdapat dalam tembang macapat mempunyai potensi khusus yang dapat dikembangkan untuk membentuk karakter dan memperbaiki moralitas generasi muda Jawa yang semakin merosot, sehingga digambarkan dengan istilah wong Jawa ora njawani.     Penelitian terkait pendidikan karakter Kejawen yang ditembangkan mempunyai beberapa hal penting yang mencakup tentang eksistensi tembang macapat, yaitu untuk menjelaskan esensi tembang macapat yang potensial untuk pendidikan karakter Kejawen, relevansi tembang macapat dengan pendidikan karakter Kejawen, aplikasi pesan tembang macapat sebagai pendidikan karakter Kejawen, dan praktik pendidikan karakter Kejawen yang ditinjau dari perspektif filsafat Jawa.     Metode penulisan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan atau kajian pustaka yang bersumber pada beberapa serat, dan buku. Metode yang digunakan meliputi metode komparasi, kompilasi, deduktif, dan induktif dengan didukung langkah-langkah riset kepustakaan mulai dari menyiapkan alat perlengkapan, menyusun bibliografi, mengatur waktu, dan membaca serta membuat catatan penelitian terkait tembang macapat dan pendidikan karakter Kejawen sebagai perwujudan dari filsafat Jawa.     Tembang macapat memiliki makna yang mendalam terkait dengan pendidikan etika. Leluhur Jawa menciptakan tembang macapat sebagai visualisasi pendidikan karakter Kejawen yang terkandung dalam setiap pupuh. Tembang tersebut memiliki karakteristik dan makna yang tersirat serta memberikan pandangan hidup terkait dengan pencapaian spiritualisme Jawa. Selain itu, makna tersirat dari tembang macapat mempunyai peranan kosmologi pada manusia Jawa, yaitu untuk membangun hubungan kesadaran kosmis antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan.     Berdasarkan hasil penelitian kajian pustaka, dapat disimpulkan bahwa tembang macapat memiliki kontribusi penting dalam mengajarkan sistem etika dan moralitas dalam kehidupan masyarakat Jawa. Sistem etika dan spiritualisme tersebut, digunakan untuk mencapai kesempurnaan hidup menurut filsafat Jawa.

Penerapan pembelajaran kooperatif model team games tournament (TGT) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biolagi siswa kelas VII SMP NEGERI 8 Malang pada pokok bahasan ciri-ciri makhluk hidup / Naning Nur Fadilah

 

ABSTRAK Fadilah, Naning Nur. 2010. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Team Games Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VII SMP Negeri 8 Malang pada Pokok Bahasan Ciri-ciri Makhluk Hidup. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Masjhudi, M.Pd. (II) Drs. Sulisetijono, M.Si. Kata kunci: Aktivitas dan Hasil Belajar, Ciri-ciri Makhluk Hidup, Team Games Tournament (TGT). Berdasarkan pada hasil observasi dan wawancara guru Biologi di SMP Negeri 8 Malang, kendala utama yang terjadi selama proses pembelajaran Biologi di SMP Negeri 8 Malang adalah kurang aktifnya siswa dan hasil belajar siswa yang rendah karena metode ceramah yang diterapkan guru kurang melibatkan siswa secara langsung. TGT merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang efektif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa karena menekankan pada kerjasama siswa dalam kelompok yang menghilangkan kebosanan siswa selama belajar di kelas melalui game yang dilaksanakan dalam turnamen, serta menumbuh-kan kesadaran bahwa belajar itu penting dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Biologi melalui penerapan pem-belajaran kooperatif model TGT pada pokok bahasan Ciri-ciri Makhluk Hidup Kelas VII di SMP Negeri 8 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober tahun ajaran 2009/2010. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII B SMP Negeri 8 Malang yang berjumlah 39 siswa, terdiri dari 26 perempuan dan 13 laki-laki. Dalam penelitian ini, data-data yang diambil yaitu keterlaksanaan pem-belajaran kooperatif model TGT (dikumpulkan melalui lembar observasi ke-terlaksanaan pembelajaran kooperatif model TGT), aktivitas belajar siswa (dikumpul-kan melalui lembar observasi aktivitas siswa), hasil belajar aspek kognitif siswa (di-kumpulkan dengan tes akhir siklus), tanggapan siswa terhadap pembelajaran kooperatif model TGT (dikumpulkan melalui pedoman wawancara siswa), pen-dekatan pembelajaran yang dipakai oleh guru mata pelajaran Biologi sebelum TGT dan tanggapannya terhadap penerapan pembelajaran kooperatif model TGT (di-kumpulkan melalui pedoman wawancara guru), sedangkan kegiatan pembelajaran dalam penerapan pembelajaran kooperatif model TGT dan nilai tes pokok bahasan sebelum Ciri-ciri Makhluk Hidup (dikumpulkan melalui kegiatan dokumentasi). Nama dan jumlah siswa yang tidak hadir, nama siswa yang ramai/pasif, situasi saat kegiatan pembelajaran berlangsung, serta kerjasama siswa dalam pembelajaran (di-kumpulkan melalui catatan lapangan). Aktivitas belajar siswa diukur berdasarkan peningkatan persentase siswa yang beraktivitas “BAIK” secara klasikal, sedangkan hasil belajar siswa pada ranah kognitif diukur berdasarkan peningkatan persentase siswa yang tuntas belajar secara klasikal. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Peningkatan aktivitas belajar siswa ditunjukkan melalui pe-ningkatan persentase siswa yang beraktivitas “BAIK” secara klasikal, dimana pada siklus I menunjukkan hasil sebesar 87,18% dan pada siklus II meningkat menjadi 94,87%. Persentase siswa yang tuntas secara klasikal pada siklus I adalah 89,74%, sedangkan persentase siswa yang tuntas secara klasikal pada siklus II meningkat menjadi 94,87%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, disarankan kepada para pendidik agar dapat menggunakan model pembelajaran ini untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Perencanaan terhadap pelaksanaan model pem-belajaran ini hendaknya dipersiapkan dengan baik agar proses pembelajaran dapat berjalan efektif dan efisien.

Pengembangan media CD pembelajaran interaktif mata pelajaran IPS untuk siswa kelas 3 semester II SD Laboratorium Universitas Negeri Malang / Okmar Sulaiman

 

ABSTRAK Kata kunci : Pengembangan, Media, CD Interaktif, Ilmu Pengetahuan Sosial Media CD Interaktif merupakan salah satu media yang dapat digunakan sebagai sumber belajar, karena penyampaiannya menggunakan unsur audiovisual meliputi gambar, suara, dan animasi serta interaktifitas sehingga dapat menarik minat pengguna. Berdasarkan hasil observasi di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang, dalam penyampaian materi pelajaran khususnya Ilmu Pengetahuan Sosial guru menggunakan metode pemberian tugas dengan modul. Pengembang ingin membuat alternatif pilihan media pembelajaran melalui penmgembangan media CD Interaktif pembelajaran. Media ini dibuat secara menarik dengan tujuan untuk meningkatkan efektifitas dalam belajar. Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan CD Pembelajaran interaktif untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang layak bagi siswa kelas III SD dan mempunyai kualitas teknis untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran. Karakteristik dari media CD Interaktif adalah terdapat komunikasi yang interaktif antara media dengan pengguna, sehingga mendorong tingkat keaktifan siswa dalam belajar. Pengembang menggunakan model pengembangan Sadiman S. Arif. Pengembangan Media CD Interaktif ini diujicobakan pada siswa kelas III pada mata pelajaran IPS. Hal ini dirasakan sesuai karena karakter siswa SD kebanyakan masih senang belajar yang diikuti dengan sesuatu yang menarik, misalnya : gambar, musik, atau permainan. Subyek uji coba dalam pengembangan media CD Interaktif Pembelajaran ini adalah siswa kelas III SD Laboratorium Universitas Negeri Malang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara serta menggunakan instrumen berbentuk angket ahli media, ahli materi, dan audiens. Untuk hasil belajar siswa digunakan tes dalam bentuk pre-test dan pos-test. Analisis data yang digunakan untuk mengolah data hasil validasi ahli media, ahli materi, dan audiens adalah prosentase, sedangkan untuk mengolah data hasil belajar siswa digunakan uji tes t. Untuk mengetahui validitas dari media CD Interaktif dilakukan pengujian hasil belajar sebelum dan sesudah menggunakan media. Maka dari itu dikemukakan hipotesis tentang ada dan tidaknya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakan media. Hasil pengembangan media CD Interaktif pembelajaran ini memenuhi kriteria valid yakni ahli media 87,5%, ahli materi 95%, audiens kelompok kecil 84,5%, dan audiens kelompok klasikal 83,4% sedangkan untuk hasil belajar baik kelompok kecil maupun klasikal menunjukkan t hitung > t tabel. Dalam pengujian hipotesis rumus statistik H0 ditolak dan H1 diterima karena ada perbedaan antara sebelum dan sesudah menggunakan media CD Interaktif Pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa media CD Interaktif Pembelajaran ini mampu merangsang minat siswa dalam mempelajari pelajaran IPS dan dapat dijadikan pilihan sumber belajar bagi guru dan siswa. Saran yang diajukan adalah untuk senantiasa merawat dan membersihkan CD karena CD mudah sekali rusak dan tergores apabila dalam keadaan terbuka.

Penerapan Think Pair Share dalam upaya meningkatkan kompetensi memecahkan masalah sumber daya alam siswa kelas XI IS-1 di SMA Negeri 7 Malang / Amelya Rizqi Lestari

 

ABSTRAK Lestari, Amelya Rizqi. 2010. Penerapan Think Pair Share dalam Upaya Meningkatkan Kompetensi Memecahkan Masalah Sumber Daya Alam siswa Kelas XI IS-1 di SMA Negeri 7 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Achmad Amirudin, M.Pd, (II) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd. M.Si Kata Kunci: model pembelajaran think pair share, kompetensi memecahkan masalah. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di SMA Negeri 7 Malang diketahui bahwa dalam pembelajaran geografi, guru menggunakan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Diskusi yang dilakukan guru melibatkan 1-6 siswa dalam satu kelompok, banyak siswa yang mengandalkan anggota kelompok lainnya sehingga mempengaruhi pada kompetensi siswa dalam memecahkan suatu permasalahan. Pada hasil ulangan tegah semester (UTS), diketahui siswa yang mencapai KKM sebanyak 16 orang (46%), sedangkan 19 orang (54%) belum mencapai KKM. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian ini menggunakan 2 siklus. Tujuan untuk meningkatkan kompetensi memecahkan masalah geografi siswa kelas XI IS-1 SMA Negeri 7 Malang melalui penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS).Satu siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Masing-masing pertemuan terdiri dari pertemuan pertama 2 jam pelajaran, pertemuan kedua 1 jam pelajaran. Alokasi waktu 1 jam pelajaran terdiri dari 45 menit. Tindakan yang dilakukan yaitu model pembelajaran Think Pair Share dengan langkah-langkah: (1) guru memberikan kesempatan siswa untuk berpikir secara individu (thinking), (2) siswa berpasangan dengan kelompoknya untuk mendiskusikan hasil pemikiran mereka mengenai pertanyaan guru (pairing), (3) pasangan-pasangan tersebut membagikan ide mereka dengan seluruh kelas (sharing). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi siswa dalam memecahkan masalah mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, (1) mengidentifikasi masalah 100%, (2) merumuskan masalah 94%, (3) menganalisis masalah 88%, (4) menarik kesimpulan 51%, (5) mencari solusi pemecahan masalah 60%. Rata-rata persentase kompetensi memecahkan masalah sebesar 79,1%. Pada siklus II, (1) mengidentifikasi masalah 89%, (2) merumuskan masalah 100%, (3) menganalisis masalah 94%, (4) menarik kesimpulan 94%, (5) mencari solusi pemecahan masalah 80%. Rata-rata persentase kompetensi memecahkan masalah sebesar 91%. Adapun saran yang diberikan yaitu: (1) bagi guru geografi disarankan untuk menggunakan model Think Pair Share untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah, (2) guru hendaknya melakukan manajemen waktu dan harus mampu mengelola kelas dengan baik, (3) bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian sejenis dalam rangka memperbaiki kualitas pembelajaran model Think Pair Share dengan subjek penelitian yang berbeda.

Imperial-colonial discourses and the politics of english language in the 19 th century english literature / Dian Nurrachman

 

Key words: English literature, imperialism, colonialism, discourse, politics of English language The position of English literature, especially its novels in the 19th Century as the proponent of English imperialism-colonialism proved that literature—as another discipline as well—would not be an innocent discipline, and never has been. English literature was then placed as the hegemonic power which manifested in the imperial-colonial discourses to sustain imperialism-colonialism, since the power of its content can leave an influence behind the colonized people. From this stance as well, then, the politics of English language appeared to accompany the imperial-colonial discourses. The politics of English language in English literature was the foremost notion of English language growth or expansion all over the world, which is nowadays known by several names, such as Global English(es), World English(es), and English as an International Language. Those ideas indeed became the real reasons for conducting this thesis research, since our English language education is part of such (a) ‘Global English(es)’, which was in the first sense closely related to the English imperialism and colonialism. In elaborating those ideas, I have chosen two novels to be scrutinized which were considered as the prototype of the 19th century English literature, namely, Rudyard Kipling’s Kim and Joseph Conrad’s Lord Jim. These novels were assumed as the ideologically convenient with the imperial-colonial discourses and the politics of English language, since Kipling and Conrad were two authors who were often regarded as the imperialists-colonialists, and therefore made their works as the imperial-colonial texts. Due to this, I then proposed two research questions: 1) How are the imperial-colonial discourses presented in the two novels? 2) How is the politics of English language presented in the two novels? Thus, in order to make the elaboration arguable, reasonable, and justifiable, I also have chosen the colonial/post-colonial theory of literary criticism to be made as theoretical standpoint as well as the approach to elaborate the research questions. This theory was chosen because of its trustworthiness in treating literature (both as text and as institution) to be ideologically convenient with the context of imperialism and colonialism, especially in dealing with the English/British imperialism and colonialism. The result of the research showed that the two novels were indeed the imperial-colonial texts which reflected and represented the imperial-colonial discourses and the politics of English language within their narratives. In the imperial-colonial discourses, the two novels represented the characteristics of hegemony and power, hybrid cultural identity, and politics of difference and racism which representatively existed there as well as the ideological interests of their narratives to be a system of statements (theorizing knowledge) which theorizes the colonized (indigenous) people. Both of them also viewed the native, the indigenous, and certainly the colonized as Others, as people who did not have any rights to speak up about themselves, because their destiny was theorized by Self—the European, the West, the English/British, while in the politics of English language, the two novels also represented the real political facts of language use which was characterized by textual politics and colonial semantic reference. These two characteristics then could be considered as the foremost link to English linguistic imperialism in the context of the growth or the expansion of English language in nowadays context. Some possible suggestions for further research, then, are: 1) Researching other novels of the same period was necessary to make comprehensive information on such problems for the sake of the contribution on literary knowledge; 2) Due to the issue of English linguistic imperialism in nowadays contexts, therefore, going through the problems of imperial-colonial discourses and the politics of English language is still important to conduct, even now in our own age; 3) Echoing number 2, this thesis could become a basis and/or background knowledge, both in English literature and English language education field; 4) It is now for English language teachers to be more open to English literature, in order to be able to use it as the authentic source, especially for reading materials, of course, with a critical perspective in mind.

Persepsi pemilik usaha kecil tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan sistem akuntansi pada usaha kecil di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang / oleh Wahyu Lestari

 

Pengaruh rasio daun dan air terhadap sifat fisikokimia dan mutu organoleptik nori daun cincau hijau pohon (Premna oblongifolia Merr.) / Yusuf Tri Basuki

 

ABSTRAK Basuki,Y.T. 2016.Pengaruh Rasio Daun dan AirTerhadap Sifat Fisikokimia dan MutuOrganoleptik Nori Daun Cincau Hijau Pohon (Premna oblongifolia Merr.). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si., (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Nori,Daun Cincau Hijau Pohon, Sifat Fisikokimia, Organoleptik Daun cincau hijau pohon memiliki komponen pembentuk gel dari golongan polisakarida pektin bermetoksi rendah, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan nori.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh rasio air terhadap sifat kimia yang meliputi antioksidan dan serat pangan, sifat fisik yang meliputi warna dan tekstur dan sifat organoleptik yang meliputi hedonik (warna, aroma dan tekstur) nori daun cincau hijau pohon. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL).Perlakuan yang digunakan adalah rasiodaun dengan air dengan dua kali pengulangan dengan faktorrasio yang berbeda (1:5, 1:10, 1:15, b/b). Analisis data menggunakan ANOVA dengan uji lanjut DMRT. Metode yang digunakan untuk analisis kimia antioksidan menggunakan DPPH (2,2-difenil-1-1pikrylhidrazyl) dan serat pangan menggunakan enzymatic digestion. Analisis fisik warna menggunakan colour reader dan tekstur menggunakan hardness penetrometer, dan uji hedonik (warna, aromadantekstur). Hasil penelitiannori daun cincau hijau pohon menunjukkan bahwa rasio daun dan air berpengaruh terhadap sifat kimia aktivitas antioksidan dan serat pengan, sifat fisik warna dan tekstur serta sifat hedonik warna, tetapi tidak berpengaruh terhadap sifat hedonik aroma dan tekstur. Kandungan antioksidan tertinggi didapat dari rasio 1 : 5 dengan nilai IC50sebesar 101,483 ppm dan serat pangan total tertinggi didapat dari rasio 1 : 5 dengan nilai 32,928 %. Nori daun cincau hijau pohon yang mendekati kriteria adalah rasio 1 : 10 dengan kandungan antioksidan IC50sebesar 124,494 ppm, serat pangan larut sebesar 22,595 %, serat pangan tidak larut sebesar 7,822 %, serat pangan total sebesar 30,416 %, sifat fisik warna tingkat kecerahan (L) sebesar 47,31, tingkat kehijauan (a-) sebesar 44,23, tingkat kekuningan (b+) sebesar 35,26 serta tingkat kesukaan warna sebesar 4,26, tingkat kesukaan aroma sebesar 3,64 dan tingkat kesukaan tekstur 4,60.

Pengaruh motivasi, persepsi, dan kelas sosial terhadap proses pengambilan keputusan pembelian laptop merek "ACER" (Studi kasus pada mahasiswa jurusan S1 manajemen fakultas ekonomi Universitas Negeri Malang) / Novika Listiharini

 

ABSTRAK Listiharini, Novika. 2010. Pengaruh Motivasi, Persepsi, dan Kelas Sosial Terhadap Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Laptop Merek Acer (Studi Kasus pada Mahasiswa Jurusan S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang). Skripsi, jurusan Manajemen FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Hermawan, M.Si., M.Bus (II) Titis Shinta Dhewi, S.P., M.M Kata Kunci: Motivasi, Persepsi, Kelas Sosial, Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Salah satu merek yang paling digemari oleh sebagian konsumen adalah laptop merek Acer. Acer merupakan salah satu merek laptop yang banyak digunakan oleh konsumen terutama para pelajar dan mahasiswa. Dengan adanya persaingan antar produsen laptop akan membuat konsumen benar-benar selektif dalam proses pengambilan keputusan pembelian, yang kemudian mengharuskan produsen mempertimbangkan beberapa faktor, diantaranya faktor motivasi, persepsi, dan kelas sosial konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kondisi motivasi, persepsi, dan kelas sosial pada mahasiswa jurusan S1 manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dalam proses pengambilan keputusan pembelian laptop merek Acer; (2) untuk mengetahui pengaruh faktor motivasi, persepsi, dan kelas sosial secara simultan terhadap proses pengambilan keputusan pembelian mahasiswa jurusan S1 manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dalam membeli laptop merek Acer; (3) untuk mengetahui pengaruh faktor motivasi, persepsi, dan kelas sosial secara parsial terhadap proses pengambilan keputusan pembelian mahasiswa jurusan S1 manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dalam membeli laptop merek Acer; (4) dan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh dominan terhadap proses pengambilan keputusan pembelian mahasiswa jurusan S1 manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dalam membeli laptop merek Acer. Variabel yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Untuk variabel bebasnya (X) yang terdiri dari variabel motivasi (X1), persepsi (X2) dan kelas sosial (X3). Sedangkan variabel terikatnya adalah variabel proses pengambilan keputusan pembelian (Y). Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional, sedangkan populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan S1 manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang yang sedang dan pernah menggunakan laptop merek Acer dengan sampel berjumlah 130 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan menggunakan metode accidental sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner sedangkan skala yang digunakan adalah skala likert dengan lima opsi pilihan jawaban. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel motivasi terhadap proses pengambilan keputusan pembelian produk laptop merek Acer pada mahasiswa jurusan S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang yaitu sebesar 1,429; (2) terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel persepsi terhadap proses pengambilan keputusan pembelian produk laptop merek Acer pada mahasiswa jurusan S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang yaitu sebesar 5,217; (3) tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel kelas sosial terhadap proses pengambilan keputusan pembelian produk laptop merek Acer pada mahasiswa jurusan S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang yaitu sebesar -0,377; (4) ada pengaruh antara variabel motivasi, persepsi, dan kelas sosial secara simultan terhadap proses pengambilan keputusan pembelian produk laptop merek Acer pada mahasiswa jurusan S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang yaitu sebesar 15,683; (5) variabel persepsi merupakan variabel yang dominan mempengaruhi proses pengambilan keputusan pembelian produk laptop merek Acer pada mahasiswa jurusan S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Nilai Adjusted R Square dalam penelitian ini sebesar 0,255 yang berarti bahwa 25% keputusan pembelian produk laptop merek Acer pada mahasiswa jurusan S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. dipengaruhi oleh motivasi, perepsi, dan kelas sosial. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor motivasi, persepsi, dan kelas sosial memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian produk laptop merek Acer pada mahasiswa jurusan S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Oleh karena itu perlu disarankan adanya pertimbangan dan evaluasi terhadap faktor motivasi, persepsi, dan kelas sosial agar tetap mampu mempertahankan konsumen serta dapat menarik konsumen baru dalam proses pengambilan keputusan pembelian. Disamping itu, untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti faktor lain diluar faktor motivasi, persepsi, dan kelas sosial yang juga berpengaruh terhadap proses pengambilan keputusan pembelian laptop merek Acer.

Sejarah pertumbuhan dan perkembangan Pemerintah Daerah Kotamadya Malang / oleh Moh. Sayoeti Kasmoen

 

Perencanaan upper structure jembatan beton prategang di Desa Popoh Kabupaten Blitar / Tessar Dewa Herlambang

 

Dewa H, Tessar A. 2013. Perencanaan Jembatan Upper Structure Beton Prategang Di Desa Popoh Kabupaten Blitar.Proyek Akhir, Program Studi D3 Teknik Sipil Dan Bangunan, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. H. Sugiyanto, S.T.,M.T., Kata-kata kunci: Beton Prategang, Jembatan Prategang, Upper Structure,     Desa Popoh merupakan bagian dari Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar. Desa tersebut dipisahkan oleh sungai dengan lebar 50 m. Pada sungai tersebut akan dibangun sebuah jembatan untuk mempermudah dan mempersingkat waktu perjalanan menuju Kecamatan Doko dan sebaliknya. Jembatan tersebut terbuat dari jembatan komposit dengan lebar total 7m.      Tujuan dari permasalahan yang ditinjau dalam tugas akhir ini adalah sebagai berikut : (1) Bagaimana kemampuan kekuatan komponen jembatan jenis belok gelagar prategang pada jalan kelas III. Dengan metode pembebanan menggunakan aturan Standart Nasional Indonesia T-02-2005.     Hasil dari perencanaan adalah jembatan panjang bentang 50 m, lebar total 7 m, tebal slab 20 cm, untuk tulangan positif dan negative dengan tulangan D16 – 200 dan tulangan bagi D13 -100, tulangan arah memanjang balok dengan menggunakan besi D 12 dengan jumlah bagian atas 8, bagian bawah 12 dan tengah 14,tulangan geser menggunakan D 12. Jumlah tendon yang digunakan Uncoated 7 wire super strands ASTM A-416 grade 270. Dengan dimensi tiang sandaran 15cmx15cm jumlah 2 D 12 dengan tulangan geser 6 - 150, penulangan bagian trotoar menggunakan tulangan dengan D16 – 150 dan tulangan bagi D 12 – 100, gelagar induk beton prategang balok I dengan tinggi 2m sebanyak 5 buah, dengan jarak 1,2m antar gelagar.     Dalam perencanaan ini yang direncanakan adalah struktur atas (upper structure) Jembatan beton prategang dengan balok I sehingga parameter da n data teknis perencanaan hanya mencakup hal tersebut. Mutu beton yang digunakan yaitu untuk plat dengan fc’-300 dan untuk balok gelagar dengan fc’500.

Penggunaan media kartu kalimat rumpang untuk meningkatkan keterampilan menceritakan kembali isi bacaan secara tertulis pada siswa kelas II SDN Warungdoyo I Pohjentrek Pasuruan / Supikati

 

ABSTRAK Supikati. 2010. Penggunaan Media Kartu Kalimat Rumpang untuk Meningkatkan Keterampilan Menceritakan Kembali Isi Bacaan secara tertulis pada Siswa Kelas II SSDN Warungdowo I Pohjentrek Pasuruan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Jurusan KSDP. Program S-1 PGSD PJJ Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dra. Hj. Sukamti, M.Pd. Kata Kunci: media kartu kalimat rumpang, peningkatan keterampilan, menceritakan kembali isi bacaan. Pembelajaran menceritakan kembali isi bacaan secara tertulis di Sekolah Dasar (SD) merupakan materi pelajaran yang sulit. Demikian juga di kelas II SDN Warungdowo I, terbukti dari dokumen ulangan harian pada semester I tahun pelajaran 2008/2009 untuk materi tersebut diperoleh nilai rerata kelas pada kelas II A 60,21 II B 59,80, dan II C 60,34 dengan ketuntasan pada kelas II A 50%, II B 52%, dan II C 57%. Berdasarkan hal tersebut peneliti melaksanakan perbaikan pembelajaran dengan tujuan meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran menceritakan kembali isi bacaan secara tertulis di kelas II B SDN Warungdowo I semester I tahun pelajaran 2009/2010. Menceritakan kembali isi bacaan merupakan salah satu bagian dari aspek keterampilan berbahasa yang harus dikuasai anak SD baik di kelas rendah maupun di kelas tinggi. Dilihat dari segi perkembangan kemampuan bercerita Siswa kelas II di Sekolah Dasar (SD) mampu menggunakan penanda awal dan akhir cerita. Media kartu kalimat rumpang yang digunakan agar dapat mempengaruhi efektifitas proses belajar dan mengajar dalam pembelajaran menceritakan kembali isi bacaan secara tertulis di kelas II B SDN Warungdowo I. Dalam penelitian ini guru bertindak sebagai peneliti dengan bantuan teman sejawat sebagai observer serta menggunakan model siklus PTK yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart dengan setiap siklus tindakannya terdiri atas: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas II B SDN Warungdowo I Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan. Instrumen yang digunakan dalam penilaian adalah pedoman observasi, tes, dan pedoman wawancara. Pelaksanaan tindakan terdiri dari 2 siklus dengan rincian pada setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Hasil yang diperoleh dari penelitian mengalami peningkatan untuk keaktifan kerja kelompok dari siklus 1 ke siklus 2 adalah 6, 96%, untuk penilaian kinerja kelompok dari siklus 1 ke siklus 2 adalah 13, 26%, untuk penilaian tes secara individu siklus I ke siklus 2 adalah 22,01% dengan ketuntasan belajar pada siklus 1 sebesar 88% termasuk kategori baik dan pada siklus 2 sebesar 96% termasuk kategori amat baik. Penggunaan kartu kalimat rumpang dalam pembelajaran menceritakan kembali isi bacaan secara tertulis mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa, dengan demikian layak pula guru menggunakan media tersebut sebagai alternatif dalam pembelajaran yang sama untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Pada peneliti lain dapat dijadikan acuan dalam penelitian lanjutan.

Pembangunan Desa Turen Kecamatan Turen Kabupaten Malang / oleh Titiek Farida

 

Perencanaan jembatan kayu di Desa Talkandang, Kecamatan Kotanyar, Kabupaten Probolinggo / Agus Pikit Haleodi

 

Pikit, Agus. 2012. Perencanaan Jembatan Kayu di Desa Talkandang, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo. Tugas Akhir, Program Studi D3 Teknik Sipil dan Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Sugiyanto, S.T., M.T. Kata Kunci: perencanaan, jembatan kayu, kecamatan kotaanyar. Jembatan kayu merupakan jembatan sederhana yang mempunyai panjang relatif pendek dengan beban yang relatif ringan. Jembatan kayu merupakan jembatan dengan material yang dapat diperbaharui. Meskipun pembuatannya menggunakan bahan utama kayu, struktur dalam perencanaan atau pembuatannya harus diperhatikan dan mempertimbangkan ilmu gaya (mekanika). Permasalahan yang ditinjau dalam tugas akhir ini adalah (1) bagaimana merencanakan jembatan kayu (2) bagaimana karakterisktik kinerja jembatan kayu, (3) bagaimana merencanakan rencana anggaran biaya bahan jembatan kayu. Hasil perencanaan Hasil perencanaan berupa konstruksi jembatan kayu dengan panjang jembatan total 14,00 m, tinggi 6,00 m dengan lebar total jembatan 9,00 m. Detail selengkapnya dapat dilihat pada lampiran. Hasil perhitungan gelagar memanjang adalah M total 1703,2 kg.m, Q total 1550,31 kg, tegangan lentur 81,754 kg/cm2, tegangan geser 4,65 kg/cm2. Hasil perhitungan lantai trotoar adalah M max 17,05 kg.m, Q max 68,2 kg, tegangan lentur 10,43 kg/cm2, tegangan geser 0,73 kg/cm2. Hasil perhitungan gelagar memanjang trotoar adalah M max 10087,11 kg.cm, Q max 230,5625 kg, tegangan lentur 10,087 kg/cm2, tegangan geser1,478 kg/cm2. Hasil perhitungan tiang sandaran adalah tegangan lentur 14,0625 kg/cm2. Hasil perhitungan gelagar melintang adalah M total 77810,502 kg.m, Q total 36216,854 kg, tegangan lentur 83,086 kg/cm2, tegangan geser 8,86 kg/cm2.

Analisis sistem pengendalian intern terhadap pemungutan retribusi pasar pada dinas pasar kota Malang / Andik Zulfica

 

Negara Indonesia merupakan Negara kesatuan yang menganut asas desentralisasi dan dekonsentrasi dalam menyelenggarakan pemerintahannya. Berdasarkan UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang berisikan asas desentralisasi dan dekonsentrasi, berdasarkan asas kemudian lahirlah istilah daerah otonom dan wilayah administratif yang mencerminkan pembagian tugas, wewenang dan fungsi pemerintahan. Penerapan otonomi daerah menuntut adanya kemandirian setiap daerah untuk melaksanakan pembangunan dengan sumber-sumber pendanaan yakni pendapatan pajak serta retribusi dan potensi-potensi lain yang ada di daerah. Dinas Pasar Kota Malang merupakan pelaksana Otonomi Daerah di bidang pengelolaan Pasar Daerah dan penataan PKL di wilayah Kota Malang. Pembahasan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme penarikan dan penyetoran retribusi pasar pada Dinas Pasar Kota Malang dan untuk mengetahui sistem pengendalian intern yang diterapkan oleh Dinas Pasar dalam melaksanakan tugas penarikan dan penyetoran retribusi pasar. Metode pengumpulan data dalam penyusunan tugas akhir ini adalah dengan menggunakan metode dokumentasi, wawancara, metode pustaka dan juga observasi. Mekanisme penarikan dan penyetoran merupakan serangkaian alur kegiatan yang terjadi di dalam Dinas Pasar dalam rangka pemungutan retribusi pasar dan menampilkan pihak-pihak yang terkait di dalamnya. Hasil pemungutan retribusi pasar disetorkan kepada Dinas pasar setiap hari beserta laporan jumlah karcis yang terjual, setelah setoran sampai di Dinas Pasar maka setoran-setoran dari pasar di akumulasikan dan disetorkan ke Kasda, sedangkan laporannya disampaikan ke bagian Keuangan. Dari penulisan tugas akhir ini dapat diambil kesimpulan bahwa pengendalian intern atas pelaksanaan pemungutan retribusi pasar pada Dinas Pasar Kota Malang secara umum cukup efektif. Saran dari penulis yakni Kepala Dinas pasar memberlakukan sanksi atas pelanggaran-pelanggaran, cuti kepada pegawai yang menangani penerimaan hasil retribusi, penilaian terhadap kinerja setiap pegawai, penambahan sarana dan prasarana, pengadaan buku saldo karcis di setiap pasar.

Tinjauan geografis terhadap pembangunan Desa Ampel Gading di Kecamatan Ampel Gading / oleh Misdi

 

Pengaruh hasil belajar kewirausahaan dan hasil prkerin terhadap minat entrepreneurship siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Pemesinan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen tahun ajaran 2013/2014 / Takdir Makmum Syahbana

 

Syahbana, Takdir Makmun.2014. Pengaruh Hasil Belajar Kewirausahaan dan Hasil Praktik Kerja Industri terhadap Minat Entrepreneurship Siswa Kelas XII Program Keahlian Teknik Pemesinan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Tahun Ajaran 2013-2014.Skripsi, Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FakultasTeknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Widiyanti, M.Pd(II) Drs. H. Yoto, S.T., M.Pd., M.M Kata kunci: belajar, praktik industri, minat entrepreneurship.     Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai salah satu lembaga pendidikan berperan utama dalam peningkatan sumber daya manusia yang cerdas, berpengetahuan, berkepribadian, berakhlak mulia, memiliki keterampilan untuk mandiri dan dapat mengikuti pendidikan ke jenjang lebih tinggi sesuai dengan kompetensinya. Sesuai dengan UU No. 20 Sisdiknas tahun 2003 yang menegaskan bahwa salah satu tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi dan mampu memandirikan siswa. Lebih dikerucutkan lagi pada surat keputusan Mendikbud nomor 0490/U/1990 tentang Sekolah Menengah Kejuruan, Tujuan SMK adalah: (1) Mempersiapkan siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih dan atau meluaskan pendidikan dasar, (2) Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan sekitar, (3) Meningkatkan kemampuan siswa untuk dapat mengembangkan diri sejalan dengan pengembangan ilmu, teknologi dan kesenian, (4) Menyiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja dan mengembangkan sikap profesional. Agar tujuan tersebut bisa tercapai maka SMK diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi tinggi dibidangnya sehingga mampu bersaing di dunia usaha dengan cara mendirikan usaha sendiri secara mandiri. Salah satu program SMK adalah belajar berwirausaha dan praktik kerja industri yang diharapkan dapat menumbuhkan minat entrepreneurship dan dapat mengaplikasikan pengalaman yang didapat di sekolah setelah siswa lulus sekolah.     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara hasil belajar kewirausahaan dan hasil praktik kerja industri dengan minat entrepreneursip baik secara parsial maupun secara simultan. Hasil belajar kewirausahaan dan hasil praktik kerja industrididapatkan dari dokumentasi dari sekolah, sedangkan minat entrepreneurship diukur dengan penyebaran angket.     Rancangan penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif yang menggunakan analisis statistik regresi linier berganda, dengan populasi semua siswa kelas XII Program keahlian teknik mesin tahun ajaran 2013/2014 SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen yaitu sejumlah 119 siswa. Dari populasi tersebut kemudian diambil 60 siswa untuk dijadikan sampel dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Teknik ini diambil oleh peneliti dengan alasan untuk menghindari dari perasaan ingin mengistimewakan satu atau beberapa subjek yang dijadikan sampel sehingga hak dari setiap subjek adalah sama dan untuk memperoleh kesempatan (chance) yang sama.     Hasil analisis deskriptif dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum kualifikasi hasil belajar kewirausahaan siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Mesin SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen tahun ajaran 2013/2014 adalah baik. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai hasil belajar kewirausahaan siswa yang masuk dalam kategori sangat baik sebesar 26,7% dan siswa yang masuk dalam kategori baik sebesar 73,3%. Kualifikasi hasil praktik kerja industry juga masuk dalam kategori baik. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai hasil praktik kerja industri yang masuk dalam kategori sangat baik sebesar 18,3% dan siswa yang masuk dalam kategori baik sebesar 81,7%. Kualifikasi hasil minat entrepreneurship juga masuk dalam kategori baik. Hal ini dibuktikan dengan hasil angket minat entrepreneurship siswa yang masuk dalam kategori sangat baik sebesar 13,3% dan siswa yang masuk dalam kategori baik sebesar 46,7% kemudian siswa yang masuk dalam kategori cukup sebesar 40%.     Hasil analisis pengujian hipotesis menunjukkan bahwa (1) secara parsial ada pengaruh signifikan antara hasil belajar kewirausahaan terhadap minat entrepreneurship dengan pembuktian tingkat signifikansi 0.014 < 0.05, (2) secara parsial tidak ada pengaruh yang signifikan antara hasil praktik kerja industry terhadap minat entrepreneurship dengan pembuktian signifikansi 0.601 > 0.05, (3) secara simultan ada hubungan yang signifikan antara hasil belajar kewirausahaan dan hasil praktik kerja industry terhadap minat entrepreneurship dengan pembuktian signifikansi sebesar 0.044 > 0.05.     Kesimpulan penelitian ini diperoleh: (1) terdapat pengaruh yang signifikan dengan arah positif antara hasil belajar kewirausahaan terhadap minat entrepreneurship siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Mesin SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen tahun ajaran 2013/2014, (2) tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara hasil praktik kerja industri terhadap minat entrepreneurship siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Mesin SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen tahun ajaran 2013/2014, (3) terdapat hubungan yang signifikan dengan arah positif antara hasil belajar kewirausahaan dan hasil praktik kerja industri terhadap minat entrepreneurship siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Mesin SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen tahun ajaran 2013/2014.

Hubungan antara pengalaman mengajar dengan pelaksanaan pembelajaran guru IPS-GEOGRAFI SMP Negeri di kabupaten Bondowoso / Rezaniah Sholivia Sari

 

ABSTRAK Sari, Rezaniah Sholivia. 2010. Hubungan antara Pengalaman Mengajar dengan Pelaksanaan Pembelajaran Guru IPS-Geografi SMP Negeri di Kabupaten Bondowoso. Skripsi, Jurusan Geogarfi, Program Studi Pendidikan Geografi, FIS, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Timotius Suwarna, M.Pd., (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si. Kata kunci: pengalaman mengajar, pelaksanaan pembelajaran Pengalaman mengajar seorang guru sangat dibutuhkan sumbangannya dalam menambah pengetahuan yang luas agar pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan aktif sesuai tujuan yang diinginkan. Oleh karena itu, seorang guru harus bisa mengikuti perkembangan jaman yang senantiasa berubahubah. Perkembangan jaman saat ini guru dituntut untuk profesional dengan mengujinya dalam program sertifikasi. Namun, yang paling penting dalam program ini guru bisa sadar akan makna, tujuan, dan proses sertifikasi, sehingga kesadaran diri bahwa pengetahuan dan keterampilan itu lebih penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengalaman mengajar dengan pelaksanaan pembelajaran guru IPS-Geografi SMP Negeri di Kabupaten Bondowoso dan bagaimana hubungan masing-masing sub variabel pengalaman mengajar dengan pelaksanaan pembelajaran guru IPSGeografi SMP Negeri di Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini menggunakan rancangan korelasional dengan populasi berjumlah 23 orang. Instrument yang digunakan berupa angket (kuesioner), observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis Korelasi Product Momen Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan koefisien korelasi pengalaman mengajar dengan pelaksanaan pembelajaran guru IPS-Geografi SMP Negeri di Kabupaten Bondowoso adalah sebesar 0, 669 dan nilai Sig. (2-tailed) 0,000. Hasil koefisien korelasi masa kerja dengan pelaksanaan pembelajaran guru IPS-Geografi SMP Negeri di Kabupaten Bondowoso adalah sebesar 0, 918 dan nilai Sig. (2-tailed) 0,002. Hasil koefisien korelasi penataran dan seminar dengan pelaksanaan pembelajaran guru IPS-Geografi SMP Negeri di Kabupaten Bondowoso adalah sebesar 0,609 dan nilai Sig. (2-tailed) 0,000. Hasil koefisien korelasi jam mengajar dengan pelaksanaan pembelajaran guru IPS-Geografi SMP Negeri di Kabupaten Bondowoso adalah sebesar 0,138 dan nilai Sig. (2-tailed) 0,530, yang ternyata lebih besar dari α = 0,05 (0,530 > 0,05) ini menunjukkan bahwa korelasi antara jam mengajar dengan pelaksanaan pembelajaran tidak signifikan. Hubungan antara pengalaman mengajar dengan pelaksanaan pembelajaran guru IPS-Geografi SMP Negeri di Kabupaten Bondowoso berhubungan secara signifikan. Hubungan antara masa kerja dengan pelaksanaan pembelajaran guru IPS-Geografi SMP Negeri di Kabupaten Bondowoso berhubungan secara signifikan. Hubungan antara penataran dan seminar dengan pelaksanaan pembelajaran guru IPS-Geografi SMP Negeri di Kabupaten Bondowoso berhubungan secara signifikan. Hubungan antara jam mengajar dengan pelaksanaan pembelajaran guru IPS-Geografi SMP Negeri di Kabupaten Bondowoso tidak berhubungan secara signifikan.

Pemilihan wakil presiden tahun 1973 menurut UUD-1945 / oleh Suwarno Winarno

 

Study tentang cara pelaksanaan pembangunan masyarakat desa
oleh A. Sidik Wiyanta

 

Peranan sosiologi dan antropologi dalam IPS
oleh Ilyas

 

Raden Patah pendiri Kerajaan Islam pertama di Jawa / oleh Sumirah

 

Analisis konsep dan implementasi kebijakan kabupaten gresik dalam pengembangan kawasan agropolitan / Isfiatun nasufah

 

ABSTRAK Nasufah, Isfiatun. 2009. Analisis Konsep dan Implementasi Kebijakan Kabupaten Gresik Dalam Pengembangan Kawasan Agropolitan. Skripsi, Jurusan S1 Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Mit Witjaksono, MS. Ed. (II) Drs. Mardono, M.Si. Kata Kunci: Agropolitan, pembangunan ekonomi, sektor pertanian, ekonomi perdesaan dan perkotaan, komoditas unggulan Kabupaten Gresik diarahkan menjadi kawasan agropolitan karena wilayah tersebut dinilai sangat potensial di bidang pertanian, khususnya produk tanaman pangan, hortikultura, buah, perikanan dan peternakan serta Kabupaten Gresik memiliki sarana dan prasarana agribisnis yang memadai untuk mendukung pengembangan sistem agribisnis. Sebagai kota dengan basis perekonomian di sektor pertanian, maka model pembangunan regional yang tepat adalah dengan model Agropolitan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep dan implementasi kebijakan Kabupaten Gresik yang berupa pengembangan kawasan agropolitan berdasarkan kondisi eksisting yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tujuan penulis menggunakan pendekatan kualitatif adalah berusaha memberikan gambaran yang sistematis, faktual dan akurat mengenai kebijakan agropolitan yang diterapkan oleh Kabupaten Gresik. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa data dakumen yang diperoleh dari BAPPEKAB Gresik dan data primer yang diperoleh dari wawancara dan observasi. Teknik analisis lakukan dengan teknik analisiss dokumentasi, teknik wawancara dan teknik observasi. Hasil dari penelitian ini menerangkan bahwa implementasi dari konsep pengembangan kawasan agropolitan di Kabupaten Gresik ini sudah tidak relevan lagi. Kondisi eksisting Kabupaten Gresik sekarang ini lebih condong dalam pengembangan kawasan industri. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa kajian teori yang dipakai sebagai dasar pemyusunan dan penjabaran konsep agropolitan di Kabupaten Gresik adalah didasarkan pada konsep agropolitan yang menurut Mc. Douglass dan Friedmann dan didukung konsep cluster. Konsep pengembangan kawasan agropolitan ini tidak relevan dengan kondisi eksisting Kabupaten Gresik sekarang ini yang dikembangkan menjadi kawasan industri. Disarankan untuk Pemerintah Kabupaten Gresik hendaknya mengevaluasi kembali konsep kebijakan pengembangan kawasan agropolitan dengan aplikasinya saat ini.

Problema historis tentang siapa yang bertanggung jawab atas penangkapan Diponegoro / oleh Mugiyati

 

Latar belakang terjadinya Dekrit 5 Juli 1959 / oleh Juniati

 

Beberapa masalah pelaksanaan keluarga berencana di Desa Blimbing Kota Madya Daerah Tingkat II Malang / oleh Nur Farida

 

Lembaga Sosial Desa dan peningkatan kesejahteraan sosial di Kecamatan Sanankulon / oleh Sriyono

 

Tingkat kesadaran berbangsa dan bernegara pada siswa SMP negeri 4 Kota Malang / Rr. Devvy kristanti W.

 

ABSTRAK Wardani, Rr. Devvy, Kristanti, 2009. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara siswa SMP Negeri 4 Kota Malang, Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, FIS Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (I) Drs. H. Rosyid Al Atok M.Pd, M.H, (II) Sutoyo, SH, M.Hum. Kata kunci : Kesadaran, Berbangsa, Bernegara Negara Indonesia merupakan negara yang majemuk dengan keanekaragaman budaya, suku bangsa , adat-istiadat, bahasa, warna kulit dan agama. Keanekaragamn tersebut merupakan suatu perekat untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa. Negara Indonesia memiliki simbol-simbol identitas utama yaitu Pancasila sebagai dasar negara, Burung Garuda sebagai lambang negara, dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, merah putih sebagai bendera negara Indonesia. Semangat persatuan dan kesatuan yang dijiwai oleh Pancasila adalah nilai normatif yang telah diperjuangkan melalui Nation and Character building oleh pendiri bangsa. Perkembangan kesadaran berbangsa dan bernegara tidak selalu bersifat positif, karena dipengaruhi oleh faktor dalam negeri salah satunya seperti dinamika kehidupan warga negara dan dinamika kehidupan bangsa lain di berbagai belahan dunia. Faktor penyebab lainnya yaitu perkembangan dan temuan ilmu pengetahuan teknologi (IPTEK), seringkali temuan IPTEK yang sudah dipelajari itu disalahartikan oleh generasi penerus bangsa, sehingga terjadi penyimpangan perilaku. Sebagai genersi penerus cita-cita bangsa para pemuda dituntut untuk selalu loyal kepada bangsa, dan selalu mempererat persatuan kesatuan bangsa guna mewujudkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Karena itu upaya yang terbaik untuk mensosialisasikan kesadaran berbangsa dan bernegara yaitu dengan melalui pendidikan, baik formal, maupun informal. Dalam hal ini kesadaran berbangsa dan bernegara dapat dilihat dengan adanya rasa persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah. Dalam upaya meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara SMP Negeri 4 Kota Malang mempunyai predikat sekolah yang sangat baik dalam hal persatuan dan kesatuannya, terbukti dari perhatian siswa terhadap sesama di lingkungan sekolah dan cara belajar siswa yang tidak terpengaruh oleh lingkungan sekitar sehingga penulis tertarik mengadakan penelitian tentang kesadaran berbangsa dan bernegara siswa di SMP Negeri 4 Kota Malang. Adapun permasalahan yang penulis angkat dalam skripsi ini meliputi: (1) bagaimana jiwa nasionalisme, (2) bagaimana wawasan nusantara, (3) bagaimana jiwa patriotisme (4) bagaimana sikap dalam meneruskan cita-cita bangsa dengan penuh rasa tanggung jawab, (5) bagaimana sikap menjunjung tinggi politik dan pemerintahan, (6) bagaimana sikap menjunjung tinggi HAM, (7) bagaimana sikap menjaga ii keseimbangan antara kewajiban dan hak sebagai warga negara, (8) bagaimana sikap dalam mengamalkan sila-sila yang terdapat dalam Pancasila, (9) bagaimana sikap menjaga dan menghormati Identitas bangsa Indonesia. Sedangkan tujuan yang diharapkan dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat kesadaran berbangsa dan bernegara pada siswa SMP Negeri 4 Kota Malang (persentase). Untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan metode proporsional random sampling untuk menentukan tempat penelitian. sedangkan untuk pengumpulan data menggunakan metode kuesioner/angket. Diantara metode tersebut yang dijadikan metode utama adalah metode angket. Sedangkan untuk menganalisa data adalah metode deskriptif kualitatif dengan persentase. Di dalam analisis data menunjukkan adanya tingkat kesadaran yang berbeda antara siswa kelas VII, VIII dan IX. Secara keseluruhan menunujukkan bahwa tingkat kesadaran berbangsa siswa SMP Negeri 4 Kota Malang tergolong sangat rendah dan kesadaran berbegara siswa SMP Negeri 4 Kota Malang tergolong tinggi. Agar kesadaran berbangsa dan bernegara siswa SMP Negeri 4 Kota Malang dapat lebih ditingkatkan maka perlu penulis sarankan kepada: (1) Guru, dalam mensosialisasikan kesadaran berbangsa dan bernegara dengan melelui pelajaran PKn, (2) Guru harus memberikan tauladan kepada siswa untuk mewaujdkan kesadaran berbangsa dan bernegara.

Pelaksanaan keluarga berencana di Kecamatan Ambunten / oleh Fajariah

 

Studi tentang pendapatan petani Tebu di kec. kawedanan Kab. Magetan (ditinjau dari segi geografi ekonomi) / yulian widya Saputra

 

ABSTRAK Saputra, Yulian Widya. 2010. Studi tentang Pendapatan Petani Tebu di Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan (Ditinjau dari segi Geografi Ekonomi). Skripsi. Jurusan Pendidikan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ir. Juarti, M.P. (II) Drs. Djoko Soelistijo, M. Si. Kata–kata kunci: Geografi Ekonomi, Petani, Pendapatan. Potensi lahan yang dapat dikelola untuk tanaman tebu di Jawa Timur terdiri dari lahan tebu aktual, lahan pengembangan tebu, dan lahan potensial. Lahan untuk pengembangan tebu adalah lahan yang tersedia dan berdasarkan keterbatasan biofisik serta aksesibilitas lingkungannya belum digunakan secara optimal untuk tebu. Segi fisik lingkungan areal untuk pengembangan tanaman tebu pada umumnya berada di lahan tegalan. Petani tebu di wilayah Kecamatan Kawedanan menggunakan lahan tegalan sebagai tempat untuk menanam tebu. Lahan tegalan di Kecamatan Kawedanan memiliki faktor fisik yang menjadi pembatas yakni jenis tanah dan ketersediaan air untuk pengairan. Faktor lain adalah mekanisme pemasaran yang dikuasai pengepul tebu, rendahnya keikutsertaan penyuluhan pertanian. Faktor-faktor tersebut akan dikaji terkait pendapatan petani tebu di lahan tegalan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mendeskripsikan faktor yang terkait dengan pendapatan petani tebu menurut tinjauan Geografi Ekonomi. Jenis penelitian termasuk jenis kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian adalah penduduk di Kecamatan Kawedanan yang bertani tebu. Sampel penelitian terdiri dari sampel daerah dan sampel responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Sampel Acak Berstrata (Stratified Random Sampling). Sampel daerah yang diambil mewakili lahan tegalan yang berada di Kecamatan Kawedanan. Pengambilan data menggunakan wawancara terstruktur. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan tabulasi tunggal dan tabulasi silang. Hasil penelitian dari 100 responden menunjukkan bahwa kondisi geografi menyebabkan perbedaan pendapatan petani tebu di Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan. Faktor jenis tanah menyebabkan perbedaan penggunaan biaya produksi untuk pengairan. Petani yang menggunakan air hujan dan air irigasi tidak mengeluarkan biaya, sedangkan penggunaan Pengairan Pompa Terpadu (P2T) menyebabkan pendapatan petani berkurang. Keterjangkauan lahan terkait dengan pendapatan petani dimana jarak dan kondisi medan mempengaruhi biaya angkut hasil panen tebu. Mekanisme pemasaran masih dikuasai oleh pengepul gula dan partisipasi petani dalam penyuluhan juga sangat minim. Faktor-faktor diatas akan menyebabkan produksi dan pendapatan petani tidak maksimal. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar pemeratan pendidikan non formal bagi petani tebu, perbaikan mekanisme pemasaran hasil panen tebu, perlunya kembali optimalisasi peran Koperasi Unit Desa setempat, dan perbaikan sarana dan prasarana pertanian khususnya yang mendukung perkembangan budidaya tebu lahan tegalan.

Peranan Musium Brawijaya sebagai media pendidikan dalam rangka pembinaan wilayah / oleh Mahmud Mappiare

 

Cacah minimum sisi potong ganda pada graph nyaris hampir beraturan-4 terhubung dengan deficiency diketahui / Saifudin

 

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, ilmu matematika juga mengalami perkembangan. Graph merupakan salah satu cabang ilmu matematika yang mengalami perkembangan juga. Dalam graph terdapat teori graph dan terapan graph yang banyak diterapkan dalam kehidupan nyata. Oleh karena itu perlu dikembangkan lagi teori-teori graph yang lain agar bermanfaaat di kemudian hari. Teori-teori graph banyak yang telah dikembangkan dan dikaji dari teori sebelumnya, seperti cacah minimum jembatan pada graph hampir beraturan-3 dikembangkan pada permasalahan graph nyaris hampir beraturan-3. Demikian juga terdapat teorema yang berhubungan dengan deficiency, sisi potong ganda, dan graph hampir beraturan-4. Teorema tersebut menjelaskan tentang cacah minimum sisi potong ganda pada graph hampir beraturan-4 terhubung dengan deficiency diketahui. Graph hampir beraturan-4 adalah graph yang semua titiknya berderajat 4, kecuali satu titik berderajat lebih dari 4. Dari teorema tersebut dikembangkan menjadi teorema baru untuk permasa­lahan pada graph nyaris hampir beraturan-4 terhubung dengan deficiency diketahui, graph nyaris hampir beraturan-4 adalah graph yang mempunyai n titik, 2 titik berderajat lebih dari 4 dan genap sedang n – 2 titik berderajat 4. Pada skripsi ini akan dibahas mengenai cacah minimum sisi potong ganda pada graph nyaris hampir beraturan-4 terhubung dengan deficiency def(G) ³ 2 diketahui. Selanjutnya akan dikontruksi suatu graph G baru terhubung yang mempunyai dua titik berderajat 4 + e1 dan 4 + e2 dan titik-titik yang lain berderajat 4, mempunyai def(G) = d, dan mempunyai m sisi potong ganda tak terhubung, dengan d, e1, e2 dan m suatu bilangan bulat tidak negatif, d ³ 2, e1, e2 ³ 0 dan genap dan

Aspek ekologis terhadap jenis ikan gatul ( Poeciliidae )/ Nindya Pratiwi

 

ABSTRAK Pratiwi, Nindya. 2010. Aspek Ekologis Terhadap Keberadaan Jenis Ikan Gatul (Poeciliidae). Skripsi, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dwi Listyorini, M.Si, D.Sc (II) Drs. Agus Darmawan, M.Si. Kata kunci: Aspek Ekologis, Ikan Gatul (Poeciliidae). Anggota Poeciliidae merupakan ikan yang berukuran kecil. Ukuran ikan jantan lebih kecil daripada ikan betina. Poeciliidae tersebar hampir di seluruh belahan dunia. Anggota family ini ditemukan di Afrika, China, India, Turki, Prancis, Inggris, Vietnam, Malaysia, Spanyol, Portugis, Belanda, Polandia, Rusia, dan Jepang. Masyarakat Amerika Selatan memanfaatkan ikan ini sebagai pembasmi nyamuk malaria. Poeciliidae menghendaki suhu perairan 21 - 30° C dengan pH 8. Namun, karena sudah lama dipelihara di daerah dengan pH netral (sekitar 7) maka saat ini tampaknya pembudidayaan di daerah ber-pH netral pun sudah tidak ada masalah. Jenis ikan ini kurang toleransinya terhadap perubahan suhu baik yang dingin maupun panas. Penelitian ini dilakukan di daerah Batu dan Pujon (daerah air panas dan air dingin) pada bulan November-Desember 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek ekologis yang paling berpengaruh terhadap keberadaan jenis ikan Gatul (Poeciliidae). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistic regresi ganda bertahap untuk mengentahui faktor abiotik yang paling berpengaruh terhadap jenis ikan di empat lokasi (air panas dan air dingin) dan analisis anava untuk mengetahui pebedaan nyata faktor abiotik terhadap jenis ikan di empat lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aspek ekologis yang paling berpengaruh terhadap jenis ikan adalah suhu, pH dan konduktivitas. Dapat dilihat dari tiga lokasi tersebut jenis ikan yang ditemukan ada 8 jenis yaitu jenis A, B, C, D, E, F, G dan H. Jenis ikan A dan B mampu hidup pada lokasi yang berbeda (air panas dan air dingin) dan paling banyak ditemukan. Terdapat perbedaan pola sumbangan dari faktor abiotik yang sangat berpengaruh terhadap jenis ikan gatul (Poeciliidae):1). Suhu sebesar 35,79063 %, 2). pH sebesar 30,67072 % dan 3). Konduktivitas 33,43865 %.

Tinjauan geografis terhadap pembangunan SD Inpres di Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri / oleh Sukartini

 

Jenis-jenis kelompok sosial santriwati dilihat dari tugas-tugas perkembangan remaja di pesantren putri AL-Mawada 1 / Evie Prihanti Muliasari

 

ABSTRAK Muliasari, Evie Prihanti. 2009. Jenis-Jenis Kelompok Sosial Santriwati dilihat dari Tugas-Tugas Perkembangan Remaja di Pesantren Putri Al-Mawaddah 1. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Adi Atmoko, M.Si., (2) Fattah Hidayat, SE, S.Psi, M.Si. Kata kunci: jenis-jenis kelompok sosial, santriwati, tugas perkembangan remaja Tugas-tugas perkembangan di antaranya mencapai hubungan yang matang dengan teman sebaya baik dengan sesama jenis maupun lawan jenis. Pesantren yang memakai model single-sex boarding school tentu membatasi interaksi dengan lawan jenis. Terbatasnya interaksi dengan lawan jenis akan cenderung menghambat kemampuan menangani hubungan yang bersifat heteroseksual sehingga dapat menimbulkan kecenderungan perubahan orientasi seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kelompok sosial santriwati Pesantren Putri Al-Mawaddah 1 dilihat dari tugas-tugas perkembangan remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berperspektif fenomenologi dengan model penelitian studi kasus. Berdasarkan teknik snowball sampling, diperoleh empat subyek menjadi subyek penelitian. Data dikumpulkan dengan teknik: (1) wawancara mendalam, (2) observasi, dan (3) dokumen. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan prosedur pengkodean, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) jenis kelompok sosial santriwati dengan teman sebaya antara lain hubungan dalam kelompok terorganisir yaitu OSWAH, kelompok yang disebut clique yaitu clique Coklat Stroberi, Blue & Violet dan La Viola, dan friendship atau yang lebih dikenal di kalangan pesantren yaitu ukhtun-ukhtunan atau ‘adik-kakak’, (2) bentuk interaksi yang terjadi antara lain interaksi dalam berorganisasi, makan bersama, jalan-jalan, melakukan aktivitas rutin sehari-hari, curhat dan menggosip; aktivitas lebih intim dilakukan oleh santriwati dalam hubungan friendship, hubungan mereka seperti saudara tetapi terkadang lebih intim karena ada perasaan cemburu apabila pasangan dekat dengan santriwati lain. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk santriwati agar dapat membatasi diri dalam berinteraksi dengan sesama jenis agar tidak terlalu intim, pihak pesantren hendaknya mengadakan ceramah tentang tumbuh kembang remaja dan pelatihan tentang peran remaja putri, serta memfungsikan bagian pengasuhan dengan benar, bagi peneliti selanjutnya agar hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam penelitian lanjutan mengenai perkembangan remaja khususnya yang berhubungan tugas-tugas perkembangan remaja.

Pelaksanaan evaluasi dalam mata pelajaran geografi di SMA Negeri I Kepanjen / oleh Syamsuri

 

Tinjauan pelaksanaan pengajaran geografi di SD II Sanansari Kecamatan Blimbing / oleh Ciplis Supiyah

 

Perbedaan kebiasaan belajar dan motivasi belajar serta pengaruhnya terhadap prestasi belajar pada mata kuliah keilmuan keterampilan antara mahasiswa reguler dan non reguler Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang angkatan 20

 

ABSTRAK Muhtadin, Muhammad Zainul. 2010. Perbedaan Kebiasaan Belajar dan Motivasi Belajar Serta Pengaruhnya Terhadap Prestasi Belajar Pada Mata Kuliah Keilmuan Keterampilan Antara Mahasiswa Reguler dan non Reguler Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif FT UM angkatan 2006. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, FT, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Suharmanto, M.Pd., (II) Heru Suryanto, S.T., M.T Kata kunci: Perbedaan, Kebiasaan Belajar, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar, Mahasiswa Reguler dan Non Reguler. Kebiasaan belajar merupakan hasil dari cara seseorang untuk melakukan kegiatan belajar yang biasa dilakukan secara teratur dan konsisten. Kebiasaan belajar yang baik akan meningkatkan prestasi belajar yang baik pula. Motivasi belajar merupakan suatu dorongan yang ada pada diri individu terhadap proses belajar yang dapat menyebabkan perubahan tingkat prestasi belajar. Mahasiswa yang mempunyai motivasi belajar akan bertindak dan menggunakan seluruh kemampuan yang ada pada dirinya untuk mendapatkan prestasi belajar yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kebiasaan belajar, motivasi belajar, dan prestasi belajar antara mahasiswa reguler dan mahasiswa non reguler Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif Teknik Mesin FT UM angkatan 2006. Penelitian ini menggunakan kuantitatif statistik Inferensial dengan pendekatan deskriptif korelasional . Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif FT UM angkatan 2006, sedangkan besarnya sampel diambil semua sehingga menjadi sampel total yang berjumlah 59 mahasiswa reguler dan non reguler. Untuk analisis data digunakan persentase dan uji-t dengan taraf signifikansi 0,05 (5%) untuk mengetahui perbedaan variabel antara mahasiswa reguler dan non reguler serta regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruhnya terhadap prestasi belajar dengan dibantu komputer program SPSS for Windows versi 15. Dari hasil penelitian diketahui terdapat perbedaan yang signifikan kebiasan belajar, motivasi belajar dan prestasi belajar mahasiswa reguler dan non reguler. Hasil penelitian yang selanjutnya yaitu secara parsial tidak ada pengaruh yang signifikan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar dan secara parsial yang kedua ada pengaruh yang signifikan motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Otomotif FT UM Angkatan 2006. Dan yang terakhir secara simultan ada pengaruh signifikan kebiasaan belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar. Variabel prestasi belajar dan motivasi belajar memberikan kontribusi sebesar 36% terhadap prestasi belajar, sedangkan sisanya dijelaskan variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian. Bagi dosen diharapkan untuk dapat menanamkan kebiasaan belajar yang baik, serta menumbuhkan semangat dan motivasi belajar mahasiswa sehingga dapat meningkatan prestasi akademik mahasiswa tersebut. Untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk memperluas variabel yang diteliti sehingga faktor-faktor lain dapat memberikan kontribusi prestasi belajar yang lebih baik, misalnya faktor uang saku kuliah, jarak kampus, faktor keluarga, profesionalisme dosen, dan lain sebagainya.

Pengaruh quick ratio, price erning ratyio ( PER ), earning pershare (TPS) debt to equity ratio (DER), dan resiko sistimatis terhadap return saham pada periode bullish dan bearish ( Studi kasus pada industri barang konsumsi yang listing di BEI ) / Roh Bagus Sifil Anam

 

Dalam manajemen keuangan, kita kenal 3 fungsi utama, yaitu fungsi penggunaan dana yang menyangkut investasi, fungsi mendapatkan dana yang menyangkut keputusan pendanaan serta fungsi pengalokasian laba yang menyangkut kebijakan deviden. Investasi yang dilakukan investor pada asset keuangan mengandung banyak ketidakpastian, sehingga investor perlu melakukan penilaian terhadap instrument keuangan yang akan dipilihnya. Saham adalah salah satu instrument keuangan yang diminati oleh investor. Para investor hendaknya menganalisa kinerja perusahaan emiten sehingga investor dapat memperoleh gambaran perusahaan yang dapat meningkatkan keuntungan bagi investor. Kemampuan atau kinerja suatu perusahaan tercermin dalam laporan keuangan, yang dapat diukur dengan menggunakan rasio. Rasio tersebut antara lain debt to equity ratio (DER) dan long-term debt to equity ratio (LDER) untuk mengukur leverage perusahaan, earnings per share (EPS) untuk mengukur tingkat laba per lembar saham perusahaan, dan return saham untuk mengukur tingkat pengembalian perusahaan atas sahamnya. Leverage dan earnings per share perlu diperhatikan karena hal tersebut dapat mempengaruhi tingkat profitabilitas perusahaan maupun keputusan investor dalam berinvestasi, sehingga ketiga rasio tersebut mempunyai peran dalam mempengaruhi perubahan return saham. Oleh karena itu penting untuk mengetahui seberapa besar pengaruh debt to equity ratio (DER) dan long-term debt to equity ratio (LDER) terhadap return saham melalui earnings per share (EPS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat debt to equity ratio (DER), long-term debt to equity ratio (LDER), earnings per share (EPS), return saham, serta untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh signifikan antara debt to equity ratio (DER), long-term debt to equity ratio (LDER) terhadap earnings per share (EPS) dan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh signifikan antara rasio debt to equity ratio (DER), long-term debt to equity ratio (LDER) terhadap return saham baik secara langsung maupun secara tidak langsung melalui earnings per share (EPS). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian explanatory research. Populasi yang digunakan adalah keseluruhan perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2008. Pemilihan sampel dengan cara purposive sampling dan diperoleh 17 perusahaan sampel. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD), www.idx.co.id, dan www.duniainvestasi.com. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis), dan analisa data menggunakan bantuan SPSS for windows dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debt to equity ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap earnings per share (EPS), long-term debt to equity ratio (LDER) berpengaruh signifikan terhadap earnings per share (EPS), debt to equity ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap return saham, long-term debt to equity ratio (LDER) berpengaruh signifikan terhadap return saham, earnings per share (EPS) tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Dalam hal ini tidak ada pengaruh antara variabel bebas (DER dan LDER) terhadap variabel terikat (return saham) secara tidak langsung melalui variabel intervening (EPS). Saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan penelitian ini adalah, bagi investor untuk menentukan investasi selanjutnya investor hendaknya memberi perhatian lebih terhadap kondisi leverage perusahaan dan tetap memperhatikan faktor fundamental perusahaan dengan menggunakan rasio-rasio keuangan yang lain, seperti likuiditas dan profitabilitas. Selain itu, investor juga harus memperhatikan faktor makro yang terjadi, seperti inflasi, kurs, tingkat suku bunga dan informasi yang beredar. Bagi perusahaan, seharusnya perusahaan tetap menjaga dan meningkatkan kinerja keuangannya, terutama dalam menjaga rasio leverage. Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya meningkatkan cara mengukur atau mendeteksi faktor-faktor yang mempengaruhi return saham, lebih baik mengamati untuk periode waktu yang berbeda dengan jangka waktu pengamatan yang lebih lama dari penelitian ini dan memperbanyak jumlah perusahaan yang dijadikan sampel

Studi pemahaman siswa kelas XI IPA SMA negeri 4 Malang tentang konsep hidrolisis garam / Vianika Cahya Lestari

 

ABSTRAK Lestari, Vianika Cahya. 2010. Studi Pemahaman Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 4 Malang Tentang Konsep Hidrolisis Garam. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S, (II) Drs. Muhadi. Kata Kunci: Pemahaman siswa, Konsep Hidrolisis Garam Ciri konsep kimia memiliki sifat berurutan/ berjenjang dan berkembang cepat, dimana penguasaan konsep dasar mempengaruhi konsep lanjut yang terkait dengan konsep dasar. Contohnya konsep kekuatan asam-basa dan konsep asambasa bronsted lowry merupakan konsep dasar yang diperlukan dalam mempelajari konsep hidrolisis garam. Kesalahan konsep asam-basa mempengaruhi pemahaman siswa pada konsep hidrolisis garam. Hal ini mendorong penulis untuk mengadakan penelitian pemahaman siswa tentang konsep hidrolisis garam. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap pengertian (definisi) hidrolisis garam, (2) untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa dalam menuliskan persamaan reaksi hidrolisis, (3) untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa dalam menurunkan rumus [ H+ ] atau [ OH- ] dari persamaan reaksi kesetimbangan hidrolisis, (4) untuk menetahui tingkat pemahaman siswa dalam menentukan sifat larutan garam hasil hidrolisis dan (5) untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa dalam menentukan pH larutan hidrolisis garam. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 4 Malang tahun ajaran 2008/2009 semester genap, yang berjumlah 149 siswa dan terbagi dalam 4 kelas. Sampel penelitian adalah kelas XI IPA I dan kelas XI IPA IV dengan jumlah 73 siswa, pengambilan dilakukan dengan acak kelas. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes subyektif sebanyak 16 butir soal. Dari hasil verifikasi instrumen diperoleh instrumen valid, 8 soal memiliki daya beda baik, 8 soal memiliki daya beda cukup, koefisien reliabilitas instrumen adalah 0,72. Selanjutnya data dianalisis dengan menghitung persentase tingkat pemahaman konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa kelas XI IPA SMA Negeri 4 Malang : (1) terhadap pengertian (definisi) hidrolisis garam tergolong cukup (59%). (2) dalam menentukan garam yang dapat terhidrolisis dalam air serta jenis hidrolisisnya tergolong sangat tinggi (95%). (3) dalam penulisan persamaan reaksi hidrolisis tergolong tinggi (71%). (4) dalam penurunan rumus [ H+ ] atau [ OH- ] dari persamaan reaksi hidrolisis garam tergolong rendah (42%). (5) Dalam penentuan sifat larutan hasil hidrolisis garam tergolong tinggi (66%). (6) dalam penentuan pH larutan hidrolisis garam tergolong cukup (56%). Tingkat pemahamn terendah siswa adalah menurunkan rumus [ H+ ] atau [OH-] dari persamaan reaksi hidrolisis garam yaitu sebesar 42%. Data tingkat pemahaman siswa yang diperoleh pada penelitian ini terlihat tidak sistematis, yang dimungkinkan karena belum dikuasainya konsep dasar sebelunya yaitu konsep asam-basa.

Tinjauan geografis terhadap industri rokok di Kota Madya Malang / oleh Ramli H. Achmad

 

Nyanyian sebagai alat bantu pengajaran kosakata di kelas I SD Kecamatan Doko Kawedanan Wlingi / oleh Sri Istiyah Indraswari

 

Pembelajaran berbasis portofolio (PBP) untuk meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa kelas X pada pelajaran bahasa indonesia di SMAN 1 Nganjuk / Elyka Erma Shanti

 

ABSTRAK Shanti, Elyka Erma. 2010. Pembelajaran Berbasis Portofolio (PBP) Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Deskripsi Siswa Kelas X Pada Pelajaran Bahasa Indonesia Di SMA Negeri I Nganjuk. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. H. Moh. Efendi, M.Pd, M.Kes, dan (2) Dr. Hj. Mardiah Moenir, M.Pd. Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Portofolio, Assessment Portofolio, Menulis Deskripsi. Inovasi pendidikan sangat diperlukan dalam me nunjang pembelajaran. Pembelajaran berbasis portofolio merupakan salah satu inovasi pendidikan yang berusaha memajukan pembelajaran dalam bentuk assessment portofolio. Assessment portofolio ini menekankan pada pada penilaian proses dan hasil. Pembelajaran berbasis portofolio merupakan bundelan hasil karya-karya terbaik yang terkumpul dalam kurun waktu tertentu. Pembelajaran berbasis portofolio ini sangat bermanfaat dalam mengontrol perkembangan siswa. Selain itu, pembelajaran berbasis portofolio ini merupakan cara paling mudah menumbuhkan motivasi dan kepercayaan diri pada siswa. Pembelajaran berbasis portofolio dalam bentuk assessment portofolio ini sangat diperlukan bagi guru. Assessment ini dapat diterapkan untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa. Menulis deskripsi termasuk pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. Menulis deskripsi merupakan bentuk karangan yang mendeskripsikan sesuatu secara jelas dan lengkap. Karangan deskripsi berusaha untuk menyentuh semua ind era, sehingga melalui tulisan deskripsi pembaca sudah bisa menggambarkan hal yang dimaksud. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, dengan rancangan penelitian Quasi Experiment With Pretest Postest Group Design . Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen digunakan d alam penerapan pembelajaran berbasis portofolio, sedangkan kelas kontrol digunakan sebagai pengontrol dengan menggunakan pembelajaran secara konvensional . Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Nganjuk. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui nilai/hasil belajar menulis deskripsi siswa kelas X di SMA Negeri 1 Nganjuk dengan menggunakan pembelajaran berbasis portofolio; (2) mengetahui nilai/hasil belajar menulis deskripsi siswa kelas X di SMA Negeri 1 Nganjuk dengan menggunakan pembelajaran berbasis portofolio; (3) mengetahui perbedaan nilai/hasil belajar menulis deskripsi ii siswa kelas X di SMA Negeri 1 Nganjuk antara pendekatan pembelajaran berbasis portofolio dengan pembelajaran konvensional. Teknik penentuan sampel berdasarkan teknik purposive sampling dan teknik acak sederhana. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan instrumen primer berupa tes menulis, dan instrumen sekunder berupa kuesioner siswa, daftar isian/pernyataan guru, dan pengama tan. Analisis pengujian hipotesis dengan menggunakan Uji T-Test Pair Sample dan Independent Sample. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) hasil analisis pos-tes menulis deskripsi objektif diperoleh indeks t sebesar 5,949 pada taraf signifikansi 0,000. Artinya, p < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima ; (2) hasil analisis pos-tes menulis deskripsi subjektif diperoleh indeks t sebesar 4,057, pada taraf signifikansi 0,000. Artinya, p < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dari penelitian ini se cara umum yaitu ada perbedaan yang signifikan antara penggunaan pembelajaran berbasis portofolio (PBP) dengan pembelajaran konvensional untuk meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa kelas X pada pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Nganjuk . Perbedaan hasil belajar ini ditunjukkan dengan lebih tingginya nilai rata -rata menulis deskripsi yang diperoleh kelompok eksperimen dibandingkan dengan nilai rata -rata menulis deskripsi yang diperoleh kelompok kontrol. Berdasarkan hasil penelitian tersebu t dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis portofolio dapat meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa kelas X di SMA Negeri 1 Nganjuk. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada (1) Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya Guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Nganjuk, supaya menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis portofolio (PBP) dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini dikarenakan pembelajaran berbasis portofolio mampu menyajikan penilaian pada proses dan hasil dibandingkan pe mbelajaran konvensional yang hanya menyajikan penilaian pada hasil saja. Penilaian pada proses dan hasil mampu meningkatkan hasil belajar siswa, karena melalui proses yang terbimbing dari guru mampu meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri pada siswa sehingga hasil belajar juga meningkat ; (2) Kepala Sekolah khususnya Kepala SMA Negeri 1 Nganjuk, agar mengembangkan pembelajaran berbasis portofolio (PBP) dalam proses belajar mengajar di kelas untuk semua guru mata pelajaran. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Nganjuk pada pelajaran Bahasa Indonesia terbukti pembelajaran berbasis portofolio mampu meningkatkan hasil belajar menulis deskripsi ; (3) bagi peneliti berikutnya, disarankan kepada para peminat pembelajaran, pa ra peneliti berikutnya, para ilmuan, dan mungkin untuk peneliti sendiri agar dapat mengembangkan pembelajaran berbasis portofolio dengan variabel penelitian yang lebih kompleks tentang menulis, atau dapat juga mengembangkan penelitian untuk mata pelajaran yang berbeda dengan materi yang berbeda pula.

Usaha-usaha pembinaan pelaksanaan keluarga berencana di Desa Blitar, Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar / oleh Endang Widji Lestari

 

Penerapan model pembelajaran kontekstual dengan metode inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas III SDN kalipang 01 kecamatan sutojayan kabupaten Blitar / Suhariningsih Eko

 

ABSTRAK Suhariningsih, Eko. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual Dengan Metode Inkuiri Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III SDN Kalipang 01 Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar . Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Musa Sukardi, M.Pd Kata Kunci: Pembelajaran Kontekstual, Metode inkuiri, Hasil Belajar. Dalam pandangan kontekstual pengajaran dan pembelajaran IPA di kelas haruslah berwujud proses inkuiri, sebuah proses yang ditempuh oleh para ilmuwan dan terdiri atas unsur-unsur siklus mengamati, mengajukan pertanyaan, mengajukan penjelasan-penjelasan dan hipotesis-hipotesis, merancang dan melakukan eksperimen- eksperimen, menganalisis data eksperimen, menarik kesimpulan eksperimen, dan membangun model atau teori. Tugas guru hanya memfasilitasi agar terjadi proses belajar. Tetapi pada kenyataannya yang terjadi di SDN Kalipang 01 Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar, model pembelajaran yang digunakan selama ini adalah model pembelajaran konvensional dengan metode ceramah yang bersifat klasikal. Hasil observasi awal ditemukan kondisi tentang rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan penerapan model pembelajaran yang berpusat pada guru, murid hanya pasif, duduk diam untuk menerima transfer belajar dari guru. Permasalahan ini dicoba diatasi dengan penerapan model pembelajaran kontekstual dengan metode inkuiri, dengan harapan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah penerapan model pembelajaran kontekstual dengan metode inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Instrumen penelitian berupa lembar pengamatan dan soal tes. Penelitian ini menggunakan rancangan PTK yang terdiri dari dua siklus tindakan. Data yang didiskripsikan meliputi data kegiatan belajar, data hasil observasi unjuk kerja, data hasil tes tulis, data pembelajaran kontekstual dengan metode inkuiri. Hasil penelitian menyatakan bahwa hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Kalipang 01 Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar sangat baik. Pada tahap pra tindakan nilai rata-rata kelas 48,2. Nilai tertinggi 75, nilai terendah 30. Setelah dilakukan tindakan siklus 1 nilai rata-rata kelas menjadi 57, nilai tertinggi 83 nilai terendah 35, ada 7 siswa (21%) yang tuntas belajar dan 27 siswa (79%) tidak tuntas belajar. Pada tindakan siklus 2 nilai rata-rata kelas yang berhasil dicapai adalah 81,3. nilai tertinggi 100 nilai terendah 60. Siswa yang berhasil mencapai daya serap ≥ 70 mencapai 91 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kontekstual dengan metode inkuiri terbukti dapat meningkan hasil belajar siswa berupa peningkatan hasil belajar pada siklus 1 dan 2 pada SDN Kalipang 01. Oleh karena itu disarankan agar dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa: 1. Guru menguasai dan mampu menerapkan berbagai model pembelajaran inovatif yang efektif dan menyenangkan siswa, salah satu diantaranya, yaitu model pembelajaran kontekstual dengan metode inkuiri. 2. Guru melakukan penelitian pada materi pokok yang lain atau mata pelajaran yang berbeda agar tercapai hasil belajar yang maksimal

Inventarisasi gejala-gejala gangguan komunikasasi sebagai indikator autisme anak / febrianty Tri wahyuni

 

ABSTRAK Wahyuni, Febrianty Tri. 2009. Inventarisasi Gejala-gejala Gangguan Komunikasi sebagai Indikator Autisme Anak. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. H. Alwisol, M.Pd., (2) Anies Syafitri, M.Psi, Psikolog. Kata Kunci : Gejala-gejala gangguan komunikasi sebagai indikator autisme anak. Autism adalah gangguan dalam perkembangan neurologis berat yang mempengaruhi cara seseorang untuk berkomunikasi dan berelasi (berhubungan) dengan orang lain di sekitarnya. Seorang anak menderita autis dapat dideteksi melalui kemampuan komunikasinya. Hal ini menunjukkan pentingnya indikatorindikator kemampuan komunikasi sebagai alat deteksi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menginventarisir gejala-gejala gangguan komunikasi yang dapat dijadikan sebagai indikator autisme pada anak. Data penelitian didapatkan dengan cara survey observasi dan kemudian data diolah secara deskriptif untuk mengetahui gejala-gejala gangguan komunikasi yang muncul kemudian dilanjutkan dengan analisis statistik Uji Kolmogorov- Smirnov yang digunakan untuk mengetahui apakah gejala-gejala yang muncul tersebut berbeda dengan gejala-gejala gangguan komunikasi yang tidak dipilih dan untuk memastikan bahwa gejala-gejala gangguan komunikasi tersebut merupakan indikator autisme anak. Penelitian ini adalah penelitian untuk menyusun instrumen diagnosa autis. Dalam proses pengambilan data, peneliti dibantu oleh 4 peneliti lainnya. Subyek dalam penelitian ini memiliki ciri-ciri : mengidap gangguan autisme, usia 5 tahun sampai dengan 15 tahun, mengikuti pendidikan di sekolah anak berkebutuhan khusus, dan sekolah inklusi, jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Penelitian dilakukan di YPAC kota Malang dengan jumlah subyek sebanyak 20 anak dan di yayasan Bhakti Luhur kota Malang dengan jumlah subyek sebanyak 30 anak. Keseluruhan tedapat 50 anak autis yang semuanya dijadikan sebagai subyek penelitian. Sedangkan instrumen dalam penelitian ini menggunakan form observasi, dimana observasi dilakukan secara langsung di kedua tempat penelitian tersebut. Hasil penelitian menemukan 28 gejala gangguan komunikasi pada anak autis. Setelah dianalisis berdasarkan frekuensi kemunculan gejala yang tertinggi, didapatkan 10 gejala yang dipilih sebagai indikator. Sepuluh gejala ini kemudian di uji Kolmogorov-Smirnov dengan 18 gejala yang tidak dipilih untuk menguji bahwa gejala yang dipilih memang yang lebih baik dibanding dengan gejala yang tidak dipilih sehingga dapat dijadikan sebagai indikator autisme anak. Hasilnya kesepuluh gejala tersebut semuanya memiliki signifikansi 0,000 yang < dari 0,005. Maka 10 gejala tersebut dapat dijadikan sebagai indikator autisme anak.

Faktor-faktor geografi jang mempengaruhi penghidupan penduduk Ketjamatan Grati Kabupaten Pasuruan / oleh Muljono

 

Latar belakang peminjaman Bahasa Jawa dalam pertumbuhan dan perkembangan Bahasa Indonesia / oleh Amir Fuady

 

Peningkatan hasil belajar matematika volume kubus dan balok melalui PBL strategi pemecahan masalah HEURISTIK siswa kelas V SDN KRAPYAKREJO II PASURUAN / Umi Kulsum

 

Berdasarkan observasi di kelas V SDN Jeladri I kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan, diketahui terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi pada pembelajaran matematika dikelas tersebut, diantaranya: (1) siswa cenderung kurang tertarik dan kurang semangat dalam pembelajaran, (2) siswa bosan dengan metode ceramah dan terlihat tegang karena pembelajaran yang dilakukan tidak berdasarkan rasa ingin tahu yang dimiliki siswa, (3) siswa tidak bisa aktif, tidak ada kerjasama antara teman karena tidak ada pembentukan kelompok, (4) siswa merasa kesulitan dalam mengerjakan soal tentang materi skala, (5) hasil tes kurang memuaskan dengan rata-rata 50,4, sehingga dari hasil ini peneliti melaksanakan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penerapan model pembelajaran inkuiri dalam pembelajaran materi skala siswa kelas V SDN Jeladri I Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan, (2) peningkatan aktifitas belajar materi skala siswa kelas V SDN Jeladri I Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan dengan penerapan model pembelajaran ikuiri, (3) peningkatan hasil belajar materi skala siswa kelas V SDN Jeladri I Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan dengan penerapan model pembelajaran inkuiri. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri dari 2 siklus. Subyek penelitian ini siswa kelas V SDN Jeladri I Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan sejumlah 23 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data digunakan lembar observasi, wawancara, tes dan catatan lapangan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri dalam pembelajaran materi skala dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN jeladri I Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata hasil belajar siswa, pada pratindakan (50,4), siklus I nilai rata-ratanya menjadi 73,9, dan siklus II nilai rata-ratanya menjadi 84,4. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar materi skala siswa kelas V SDN Jeladri I Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan Dengan hasil penelitian tersebut, disarankan agar guru-guru dapat memanfaatkan model pembelajaran inkuiri pada pembelajaran matematika dan pada mata pelajaran yang lain. Serta disarankan bagi peneliti lain untuk mengembangkan penelitian yang membahas tentang peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran inkuiri.

Konggres Wanita Pertama 1928 dalam perjuangannya menuju Indonesia merdeka / oleh Anny Nurul Cholifah

 

Penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL)untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran produktif kompetensi kejuruan standar kompetensi menemukan peluang baru dari pelanggan(studi pada siswa kelas XII program keahlian penjualan di SMK Muhamm

 

ABSTRAK Nurani, Elok. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Produktif Kompetensi Kejuruan Dengan Standar Kompetensi Menemukan Peluang Baru Dari Pelanggan (Studi Pada Siswa Kelas XII Program Keahlian Penjualan di SMK Muhammadiyah 2 Malang)”. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto,M,Si (II) Handri Dian Wahyudi,SE.,S.Pd.,M,Sc. Kata kunci: model pembelajaran berbasis masalah, minat, hasil belajar. Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan ketrampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran (Nurhadi, dkk). Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti di kelas XII Program Keahlian Penjualan SMK Muhammadiyah 2 Malang diketahui bahwa pengajaran yang dilakukan oleh guru selama ini masih menggunakan pola-pola pembelajaran konvensional, dimana peran guru masih sangat dominan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan pemberian tugas. Siswa belum dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini diindikasikan sebagai penyebab rendahnya minat dan hasil belajar siswa. Atas dasar inilah, maka penelitian tentang penerapan model pembelajaran berbasis masalah ini dilakukan, yang bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan aktivitas pembelajaran baik oleh guru maupun siswa, minat belajar siswa, hasil belajar siswa dan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penerapan model pembelajaran berbasis masalah. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII Program Keahlian Penjualan semester gasal tahun ajaran 2009/2010 SMK Muhammadiyah 2 Malang yang berjumlah 31 siswa dan dilakukan mulai tanggal 6 Oktober sampai dengan 18 Nopember 2009. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi penilaian ranah psikomotorik, lembar observasi penilaian ranah afektif, angket minat belajar siswa dan tes. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor persentase keberhasilan tindakan aktivitas guru dalam menerapkan model pembelajaran berbasis masalah dari siklus I ke siklus II yaitu sebesar 16,67%. Peningkatan minat belajar siswa dapat diketahui dari meningkatnya skor angket minat dari siklus I ke siklus II, yaitu sebesar 48,38%. Meningkatnya hasil belajar siswa dari ranah kognitif dapat diketahui dari peningkatan nilai Pre test ke Post test, pada siklus I terjadi peningkatan sebesar 45,16%. Untuk ranah psikomotorik, terjadi peningkatan sebesar 6,45%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan, (1) bagi para guru mata pelajaran produktif SMK Muhammadiyah 2 Malang hendaknya menggunakan model pembelajaran PBL sebagai alternatif ii pembelajaran untuk lebih meningkatkan minat dan hasil belajar siswa, (2) dalam penerapan model pembelajaran berbasis masalah, siswa harus didorong untuk memperkaya pengalaman langsung melalui kegiatan-kegiatan yang terprogram dan terarah, (3) di dalam melaksanakan model pembelajaran berbasis masalah hendaknya tidak hanya dilakukan di dalam kelas dengan pemberian artikel saja, tetapi sebaiknya juga dilakukan diluar kelas/mengajak siswa untuk terjun langsung secara bersama-sama ke lapangan untuk memecahkan masalah yang ada di lingkungan sekitar yang berkaitan dengan materi, (4) dalam kegiatan kelompok, setiap anggota kelompok hendaknya memperoleh kesempatan untuk menyajikan hasil kajian dan analisis masalah serta alternatif pemecahannya untuk dibahas secara kritis oleh keompok, (5) penerapan model pembelajaran berbasis masalah memerlukan alokasi waktu yang agak lama, guru hendaknya memperhatikan pembagian alokasi waktu jika menggunakan model pembelajaran ini, (6) penerapan model pembelajaran berbasis masalah perlu dukungan dari seluruh komponen yang ada di sekolah, (7) hendaknya diperhatikan kualitas siswa (input), (8) untuk penelitian selanjutnya, hendaknya diterapkan pada bidang studi /program keahlian yang lain.

Cultuur Stelsel ditinjau dari segi Kemanusiaan" / oleh Indarjati"

 

Perlawanan Dermojoyo terhadap Pemerintah Hindia Belanda di Daerah Nganjuk 1906-1907 / oleh Suratno

 

Perang penghapusan perbudakan di Amerika Serikat / oleh Lasinah

 

Perencanaan pompa semtrifugal
oleh Albertus Hartanto

 

Simplification of identity in Amy Chua's autobiography: Battle Hymn of the Tiger Mother / Renisya Satya Putri

 

Putri, Renisya S. 2014. Penyederhanaan Identitas dalam Otobiografi Amy Chua: Battle Hymn of the Tiger Mother. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Mochamad Nasrul Chotib, S.S., M.Hum. Keywords: induk harimau, identitas, penyederhanaan identitas secara berlebihan, representasi dari identitas, identitas kompleks     Battle Hymn of the Tiger Mother adalah sebuah otobiografi karya Amy Chua sebagai memoar dari perjuangannya sebagai generasi kedua imigran Cina yang menghargai budaya Cina sebagai budaya yang lebih baik dibandingkan dengan budaya Barat dalam membesarkan anak-anak. Sebagai sebuah otobiografi, novel ini memberikan wawasan tentang bagaimana sebuah keluarga China-Amerika hidup dan bertahan dalam masyarakat sebagai model minoritas.     Penelitian ini bertujuan untuk melihat identitas melalui perspektif yang berbeda dari penulis, yang mana identitas tidaklah sesederhana Anda menerapkan tradisi budaya tertentu menjadikan Anda bagian dari kelompok budaya tertentu. Penelitian ini menggunakan kajian budaya untuk menganalisis identitas budaya karakter utama dari novel ini yang juga adalah penulis dari otobiografi ini. Analisis ini dibagi menjadi tiga bagian, bagian-bagian tersebut yaitu: hipotesis (pendapat penulis), antitesis (pendapat peneliti), dan sintesis (penggabungan dari bagian-bagian sebelumnya).     Hasil penelitian menunjukkan bahwa penulis menyederhanakan identitasnya. Penulis mencoba untuk menyampaikan pendapatnya dengan menunjukkan hal-hal yang ia lakukan sebagai orang Cina. Namun, peneliti mengungkapkan bahwa di beberapa bagian novel, penulis menunjukkan yang sebaliknya. Penulis tidak memiliki identitas Cina yang kuat dan bahkan ia memiliki budaya akar Barat yang lebih kuat. Oleh karena itu, peneliti menyimpulkan bahwa identitas adalah hal yang kompleks yang tidak bisa hanya dinilai hanya saat ini; masa lalu dan masa depan juga harus dipertimbangkan karena komponen-komponen tersebut saling terkait satu sama lain dalam mendefinisikan identitas seseorang. Sebuah penyederhanaan identitas dapat diterima, tetapi kita tidak boleh mengabaikan bahwa identitas sebenarnya hal yang kompleks.

Penerapan Pembelajaran Kooperatif Problem Posing untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Kemampuan Memecahkan Masalah pada Mata Pelajaran Geografi Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 2 Bangkalan./ Agus Wahyu H.S

 

ABSTRAK Wahyu, Agus. H.S. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Problem Posing untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Kemampuan Memecahkan Masalah pada Mata Pelajaran Geografi Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 2 Bangkalan. Skripsi, Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Achmad Fatchan, M.Pd, M.P (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si. Kata kunci: pembelajaran kooperatif problem posing, hasil belajar, memecahkan masalah. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada 27 dan 29 Juli 2009 di kelas XI IPS 2 SMA Negeri 2 Bangkalan, diketahui siswa kurang terlibat aktif dalam pembelajaran, guru menjadi satu-satunya sumber belajar bagi mereka, dan hanya ada 5 siswa (10,64%) yang bertanya atau menjawab pertanyaan yang diajukan guru, sehingga kemampuan siswa memecahkan masalah kurang, karena siswa tidak terbiasa berfikir analisis. Selain itu hasil belajar yang dicapai siswa juga masih banyak yang belum memenuhi SKM yaitu 65, ketuntasan klasikalnya pun hanya 10,64% dan masih jauh dari KKM yang ditentukan sekolah yaitu 85%. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan siswa memecahkan masalah. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan, dimana pada pertemuan pertama dilakukan kegiatan pembelajaran dan pada pertemuan kedua dilakukan tes. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas XI IPS 2 semester gasal tahun ajaran 2009-2010 SMA Negeri 2 Bangkalan yang berjumlah 47 siswa. Dalam penelitian ini data yang diperoleh hasil belajar dan kemampuan siswa memecahkan masalah. Hasil belajar siswa diukur berdasarkan hasil tes pada siklus I dan siklus II, sedangkan kemampuan siswa memecahkan masalah dilihat dari jawaban tes siswa pada siklus I dan siklus II. Instrumen yang digunakan yaitu soal tes, lembar observasi dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa adanya peningkatan hasil belajar dan kemampuan siswa memecahkan maslah. Hal itu dapat diketahui dari rata-rata nilai tes pada siklus I yaitu 61,70 dan meningkat menjadi 75,10 pada siklus II, ketuntasan belajar siswa pada siklus I meningkat menjadi 44,68% kemudian meningkat lagi menjadi 91,48% pada siklus II. Rata-rata kemampuan siswa memecahkan masalah juga meningkat dari 61,70 pada siklus I menjadi 75,11 pada siklus II. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif Problem Posing dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan siswa memecahkan masalah. Berdasarkan temuan penelitian, disarankan bagi guru bidang studi IPS Geografi di SMA Negeri 2 Bangkalan untuk menjadikan pembelajaran kooperatif Problem Posing sebagai salah satu pembelajaran alternatif, agar hasil belajar dan kemampuan siswa memecahkan masalah dapat lebih baik, dan bagi peneliti selanjutnya yang berminat menggunakan pembelajaran kooperatif Problem Posing, agar dapat dikembangkan lebih lanjut pada materi lain dan mengukur aspek yang lainnya.

Wahhabisme dalam organisasi Muhammadiyah di Indonesia / oleh Mado Masan Carolus

 

Pragmatic strategies done by lecturers of English departement at State University of Malang / Devi Silvi Fitriyah

 

Fitriyah, Devi Silvi. 2014. Strategi Pragmatik yang Dilakukan oleh Para Dosen Bahasa Inggris Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Bambang Yudi Cahyono, M.Pd., M.A., Ph.D. Kata kunci: pragmatik, strategi kesantunan, strategi ketidaksantunan Strategi pragmatik berkaitan dengan kesantunan dan ketidaksantunan sangatlah sering dijumpai dalam komunikasi sehari-hari. Kesantunan digunakan oleh kebanyakan orang untuk menjaga agar hubungan mereka dengan yang lain tetap harmonis, sedangkan untuk merusak hubungan yang harmonis antar anggota masyarakat, kebanyakan orang menggunakan ketidaksantunan. Kesantunan dan ketidaksantunan selain ditemukan dalam komunikasi yang dilakukan setiap orang dalam kehidupan sehari-harinya, juga digunakan oleh dosen ketika mengajar di kelas EFL (English as Foreign Language). Penelitian ini memiliki dua rumusan masalah: (1) Jenis strategi kesantunan apakah yang digunakan oleh para dosen ketika mengajar? Dan (2) Jenis strategi ketidaksantunan apakah yang digunakan oleh para dosen ketika mengajar? Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menginvestigasi strategi kesantunan dan ketidaksantunan yang digunakan oleh para dosen Bahasa Inggris Universitas Negeri Malang ketika mengajar. Peneliti memulai kegiatan penelitian dengan menyebarkan kuisioner kepada teman-temannya angkatan 2010 dan 2011 di Jurusan Sastra Inggris untuk menentukan dosen yang akan diobservasi. Setelah itu peneliti mulai menghitung jumlah nama dosen yang paling banyak dipilih oleh mahasiswa. Setelah mendapatkan nama-nama dosen yang akan diobservasi, peneliti meminta ijin kepada ketiga dosen tersebut, mereka adalah Bu A.A, Bu M.A, dan Pak N.C. Setelah mendapatkan ijin, peneliti memulai penelitian. Penelitian tersebut dilakukan selama lima pertemuan pada masing-masing kelasnya, dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan rekaman suara untuk merekam interaksi antara dosen dengan mahasiswanya. Setelah itu peneliti mentranskrip semua rekaman tersebut dan mulai untuk menganalisa data yang telah diperoleh. Dalam menganalisa data, peneliti mengkategorikan ucapan para dosen ke dalam strategi kesantunan dan ketidaksantunan dan kemudian menulisnya dalam bentuk table. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan bahwa strategi yang paling banyak digunakan oleh dosen dalam berinteraksi dengan mahasiswanya adalah strategi kesantunan yang meliputi: bald on record, strategi kesantunan positif meliputi: use-in group identity markers, exaggerate, jokes, offer/promise intensify interest to H, presuppose raise/assert/common ground, avoid disagreement. Strategi kesantunan negative meliputi: be direct, be indirect, be pessimistic, apologize. Strategi kesantunan off record meliputi: use rhetorical questions, be ironic, over generalize, use metaphor, understate, use tautologies and displace H. Di sisi lain peneliti juga menemukan bahwa para dosen juga menggunakan strategi ketidaksantunan, yaitu: sarcasm, use taboo words, condescend/scorn/ridicule, dan seek disagreement. Selain itu, peneliti juga menemukan hasil temuan baru. Strategi baru yang ditemukan oleh peneliti kemudian dikategorikan ke dalam strategi kesantunan, yaitu: thanking, suggesting, greeting, asking, disagreeing, congratulating, and advising. Dalam penelitian ini, peneliti menyarankan kepada peneliti lanjut agar melakukan penelitian yang sejenis tetapi dengan menggunakan objek yang berbeda. Peneliti lain dapat juga mengembangkan penelitian ini dengan membuat perbaikan terhadap penelitian ini.

Latar belakang jatuhnya Shogunat Tokugawa / oleh Sukartien"

 

Revolusi Perancis ditinjau dari sebab dan akibatnya / oleh Maryono

 

Perang Jepang - Cina 1894-1895 / oleh Sistin Asriani

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |