Studi tipe longsor lahan di jalur Lumajang-Malang Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang / Arfin Kartika Dirgantara

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation (GI) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 7 Malang / Ardhitya Dewi Kumalasari

 

Observasi awal yang dilakukan peneliti selama melakukan Praktek Pengalaman Lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran Biologi di kelas X-1 SMA Negeri 7 Malang ada beberapa masalah antara lain: (1) motivasi belajar sis-wa sangat kurang, hal itu terlihat ketika pembelajaran berlangsung siswa selalu ra-mai, berbicara dengan teman dan sering ijin keluar dan tidak kembali ke kelas, (2) dalam menyelesaikan suatu tugas, siswa dengan karakteristik yang sama cende-rung untuk mengelompok menjadi satu, termasuk siswa yang merasa memiliki ke-mampuan yang sama juga mengelompok menjadi satu sehingga terbentuk kelom-pok-kelompok homogen yang tidak seimbang di kelas, (3) metode ceramah yang diterapkan oleh guru tidak menarik minat dan perhatian siswa untuk belajar de-ngan sungguh-sungguh sehingga mempengaruhi hasil belajarnya dimana setiap tes selalu ada siswa yang tidak tuntas belajar yang jumlahnya ≥ 50% jumlah siswa di kelas. Berdasarkan kondisi tersebut maka dilakukan penelitian dengan mengguna-kan pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah PTK dengan menggunakan pende-katan kualitatif dan dirancang dalam dua siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X-1 SMA Negeri 7 Malang semester genap tahun ajaran 2006/2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa. Motivasi belajar siswa meningkat sebesar 31,48% yaitu dari 46,15% dengan kategori cukup pada siklus I menjadi 77,63% dengan kategori baik pada siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, terlihat dari nilai rata-rata siswa sebesar 81,94% pada siklus I menjadi 89,18% pada siklus II dan siswa yang tuntas belajar juga mengalami peningkatan dari 79,49% pada siklus I menjadi 97,44 % pada siklus II. Hasil angket juga menunjukkan bahwa siswa menyukai dan lebih termotivasi untuk belajar Biologi setelah mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI). Berdasarkan penelitian tersebut ketika menerapkan metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) guru diharapkan lebih memberi bim-bingan dan memperhatikan penggunaan waktu, selain itu sebaiknya guru Biologi menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dalam kegiatan pembelajaran agar motivasi dan hasil belajar siswa meningkat. Salah satu metode yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa adalah pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI), sehingga metode pembelajaran ini disarankan untuk diterapkan di kelas. Selain itu perlu juga dilakukan penelitian sejenis pada konsep-konsep Biologi yang lain.

Pengaruh similar name terhadap keputusan konsumen dalam membeli air mineral merek Aqua versus Aquase (studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / Rifki Afandi

 

Similar name merupakan suatu konsep yang membuat merek mirip dengan produk pesaing, dilakukan oleh AQUASE (follower) yang berusaha membuat kemiripan dengan merek AQUA (market leader) seperti nama, istilah, tanda, simbol dan kualitas produk, sehingga konsumen menjadi bingung, apalagi jika ia belanja terburu-buru dan tidak hati-hati maka konsumen mungkin akan salah membeli karena pesaing menginginkan bahwa produknya mirip dengan produk pemimpin pasar di mata konsumen. Ada beberapa keuntungan yang ingin diraih follower dengan melakukan cara-cara seperti: (1) harapan agar konsumen salah membeli produk. Keuntungan semacam ini sama dengan keuntungan yang ingin diraih oleh follower mereka berharap berbalik menyukai produk yang ditawarkan follower setelah salah membeli: (2) harapan agar konsumen dapat melakukan perbandingan harga sebelum melakukan pembelian. Keuntungan jenis yang kedua ini diperoleh ketika konsumen akhirnya tersadar sebelum melakukan pembelian nama yang mirip bisa menciptakan persepsi bahwa isinya sama dalam soal rasa dan kualitas konsumen yang price sensitive kemudian akan memilih merek follower karena umumnya follower menawarkan harga yang lebih rendah: (3) adalah harapan agar konsumen berpikir bahwa produknya adalah turunan atau masih satu “saudara” dengan produk marked leader. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan secara simultan similar name terhadap keputusan konsumen dalam membeli air mineral AQUA versus AQUASE, serta variabel yang dominan mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli air mineral AQUA versus AQUASE. Responden penelitian ini adalah mahasiswa fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan diskripsi korelasional, data diperoleh dengan menggunakan teknik angket/kuesioner tertutup. Pengambilan sampel menggunakan proportionate random sampling, yaitu teknik pengambilan sampel secara proporsional berdasarkan jumlah kelompok yang sudah ditentukan, penelitian ini diambil sebanyak 100 orang dan pada tahap awal diambil 30 orang untuk dilakukan uji coba. Analisis data dilakukan dengan program SPSS for window 12.0. Setelah melalui proses pengolahan data dan analisis regresi berganda, maka dapat diketahui hasil penelitian yang menyatakan: Secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel nama, istilah, tanda, simbol dan kualitas produk terhadap keputusan konsumen dalam membeli air mineral merek AQUA versus AQUASE studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Mulai dari yang dominan adalah variabel nama β1 = 0,533, nilai t = 7,529 dengan signifikansi 0,037 terbukti bahwa pengaruh sub variabel X1 (nama) terhadap variabel Y (keputusan pembelian) signifikan (lebih kecil dari 0,05). (2) nilai β2 = 0,145, nilai t = 2,167 dengan signifikansi 0,015 terbukti bahwa pengaruh sub variabel X2 (istilah) terhadap variabel Y (keputusan pembelian) signifikan (lebih kecil dari 0,05). (3) nilai β3 =0,138, nilai t = 2,066 dengan signifikansi 0,012 terbukti bahwa pengaruh sub variabel X3 (tanda) terhadap variabel Y (keputusan pembelian) signifikan (lebih kecil dari 0,05). (4) nilai β4 =0,153, nilai t = 2,279 dengan signifikansi 0,029 terbukti bahwa pengaruh sub variabel X4 (simbol) terhadap variabel Y (keputusan pembelian) signifikan (lebih kecil dari 0,05). (5) nilai β5 =0,258 , nilai t = 3,700 dengan signifikansi t-nya 0,037 terbukti bahwa pengaruh sub variabel X5 (kualitas produk) terhadap variabel Y (keputusan pembelian) signifikan (lebih kecil dari 0,05). Secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel similar name terhadap keputusan konsumen dalam membeli air mineral merek AQUA versus AQUASE dengan analisis regresi nilai F= 27,258, signifikansi F sebesar 0,000 dan nilai adjusted R Square 0,570. karena tingkat signifikansi < 0,05. Hal ini membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara similar name terhadap keputusan pembelian konsumen dengan persentase sebesar 57% dan 43% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaruh similar name terdapat keputusan konsumen dalam membeli air mineral merek AQUA versus AQUASE dapat ditarik kesepahaman bahwa konsumen menjadi bingung dan salah membeli apalagi bila ia belanja terburu-buru dan tidak berhati-hati. Sementara disarankan kepada konsumen dalam membeli air mineral merek AQUA versus AQUASE untuk dijadikan masukan sebagai berikut: (1) dari aspek similar name nama, konsumen diharapkan berhati-hati memilih produk karena produk yang memiliki nama merek yang hampir sama belum tentu produk itu sama.(2) dari aspek istilah konsumen diharapkan jangan menganggap produk yang mempunyai susunan huruf yang sama adalah produk yang sama, padahal produk itu hasil dari strategi yang dilakukan oleh follower untuk mengecoh konsumen.(3) konsumen dengan melihat tanda yang tertera pada produk air mineral AQUA versus AQUASE, mempunyai asosiasi-asosiasi yang terdapat pada suatu merek yang dapat membantu mengidentifikasi suatu merek yang dapat dikenal, konsumen diharapkan berhati-hati karena follower biasanya meniru produk dengan market leader, konsumen diharapkan dapat membandingkan tanda pada produk. (4) Dari aspek similar name simbol, konsumen dengan melihat simbol yang tertera pada produk air mineral AQUA versus AQUASE, mempunyai brand image (mempunyai kesan dalam ingatan) akan produk yang sejenis, dengan melihat simbol yang hampir mirip konsumen diharapkan tidak langsung menganggap produk itu sama. (5) Dari aspek similar name kualitas produk, konsumen dengan melihat kualitas produk yang tertera pada produk air mineral AQUA versus AQUASE, diharapkan konsumen lebih berhati-hati mengkonsumsi produk tertentu karena tiap produk memiliki kualitas yang berbeda.

Flouting maxims in durable goods advertisements in Time Magazine / Fitri Wijayanti

 

Pembuatan alat ukur kadar hemoglobin (Hb) darah dengan metode non-invasive / Qomaruddin

 

Perbandingan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan menggunakan model problem based learning dan ceramah di SMA Laboratorium UM Malang / Supriatin

 

Pengaruh dimensi kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan konsumen (studi pada rumah makan Pring Kuning Purwosari Pasuruan) / Yunita Dwi Safitri

 

Rumah makan sebagai organisasi layanan dalam pemenuhan kebutuhan manusia, menjadi rumah makan yang hidup dalam lingkungan dinamis yang sarat dengan dinamika perkembangan hubungannya dengan masyarakat. Di Pasuruan terdapat beberapa rumah makan yang menyajikan produk khas daerah, salah satunya Rumah Makan Pring Kuning yang merupakan rumah makan yang lebih mengutamakan pelayanan kepada pelanggan setelah produk yang berkualitas. Kualitas layanan, merupakan suatu atribut yang berusaha memenuhi keinginan konsumen, ataupun kalau bisa melebihi dari keinginan konsumen. Kualitas layanan mencakup berbagai dimensi, diantaranya yaitu dimensi bukti fisik (tangible), keandalan (reliability), ketanggapan (responsible), jaminan (assurance) dan empati (empathy). Dengan kualitas layanan yang sesuai dengan harapan atau bahkan melebihi harapan konsumen, maka konsumen akan merasa puas. Apabila konsumen merasa puas maka penyedia barang dan jasa dapat menciptakan loyalitas konsumen. Penelitian ini untuk mengetahui: pengaruh langsung dimensi kualitas layanan terhadap kepuasan konsumen, pengaruh tidak langsung dimensi kualitas layanan terhadap loyalitas melalui kepuasan konsumen, dan pengaruh langsung kepuasan konsumen terhadap loyalitas pelanggan. Metodenya menggunakan kuesioner dan hasilnya dianalisis dengan path analysis. Populasinya adalah konsumen yang melakukan pembelian di Rumah Makan Pring Kuning, Purwosari Pasuruan selama tahun 2007 dengan sampel sebanyak 73 responden, dan dengan menggunakan metode accidental sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu dimensi kualitas layanan, variabel interveningnya adalah kepuasan konsumen, dan variabel terikatnya adalah loyalitas pelanggan. Analisis data menggunakan SPSS 13.00 for Windows dengan taraf signifikansi 5%. Setelah melalui proses pengolahan data, hasil penelitian menyatakan bahwa: (1) bukti fisik, β = 0,261, nilai rata-rata = 12,10, (2) keandalan, β = 0,266, nilai rata-rata = 14,22, (3) ketanggapan, β = 0,269, nilai rata-rata = 9,18, (4) jaminan, β = 0,261, nilai rata-rata = 14,36, dan (5) empati, β = 0,269, nilai rata-rata = 9,07. Pengaruh tidak langsung dimensi kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan konsumen adalah: (1) bukti fisik = 0,131, (2) keandalan = 0,134, (3) ketanggapan = 0,135, (4) jaminan = 0,131, dan (5) empati = 0,135. Pengaruh langsung kepuasan konsumen terhadap loyalitas pelanggan diperoleh nilai β = 0,503. Kesimpulan penelitian ini: (1) ada pengaruh langsung yang signifikan dimensi kualitas layanan terhadap kepuasan konsumen, (2) ada pengaruh tidak langsung yang dimensi kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan konsumen, (3) ada pengaruh langsung yang signifikan antara kepuasan konsumen dengan loyalitas pelanggan. Saran yang diberikan adalah: (1) Mempertahankan pelayanan yang sudah ada, (2) Pengadaan daftar menu dipasang di tembok agar konsumen dapat langsung memesan menu, (3) Penambahan variasi menu, (4) Pengadaan kotak saran, (5) Harus tetap memberi prioritas tinggi dalam kualitas pelayanan terhadap konsumen, (6) Harus selalu memperhatikan peta persaingan.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan pengaruh remidi yang memperhatikan modalitas belajar pada materi ikatan kimia kelas X SMA Negeri 12 Malang tahun ajaran 2006/2007 / Andri Dwi Nismawati

 

berorientasi pada pandangan konstruktivisme yang sesuai dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif adalah Jigsaw. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw diduga dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar kimia siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk menjawab pertanyaan: (1) bagaimanakah keterlaksanaan pem-belajaran kimia dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw?, (2) apakah hasil belajar kimia siswa yang diajar dengan model pembelajaran koopera-tif tipe Jigsaw lebih tinggi daripada siswa yang diajar menggunakan pembelajaran kon-vensional? Di samping itu, ditinjau dari aspek ketuntasan belajar menurut KBK, siswa dianggap tuntas belajar jika mampu menguasai kompetensi atau mencapai tujuan pembelajaran minimal 70% dari tujuan pembelajaran. Jika siswa belum mampu melampaui nilai Standar Kompetensi Minimal (SKM), maka kepada siswa diberikan remidi. Banyak faktor yang dapat dipertimbangkan guru dalam melaksanakan kegiatan remidi, salah satunya adalah dengan memperhatikan modalitas belajar. Oleh karena itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimanakah pengaruh remidi yang memperhatikan modalitas belajar pada materi Ikatan Kimia? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan deskriptif. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas X SMAN 12 Malang yang terdiri dari 4 kelas, sedangkan sampel yang digunakan dalam pene-litian berjumlah 2 kelas, yaitu kelas X-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-2 sebagai kelas kontrol. Siswa kelas eksperimen dikenai model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan siswa kelas kontrol dikenai pembelajaran konven-sional. Instrumen penelitian terdiri dari pretes, kuis, tes hasil belajar, dan tes setelah remidi, angket modalitas, lembar observasi keterlaksanaan 5 unsur pem-belajaran kooperatif, penilaian afektif, penilaian psikomotorik, angket minat terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan perangkat pembelajaran. Untuk membandingkan hasil belajar (kognitf, afektif, dan psikomotorik) materi Ikatan Kimia antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensio-nal digunakan teknik analisis statistik uji-t satu pihak. Keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan pengaruh remidi yang memperhatikan modalitas belajar dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) keterlaksanaan model pem-belajaran kooperatif tipe Jigsaw menunjukkan hasil yang memuaskan. Keter-laksanaan ini dapat dilihat berdasarkan observasi keterlaksanaan 5 unsur koopera-tif dan minat siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Sebanyak 60,98% siswa memberikan respon yang positif dan 39,02% siswa memberikan respon yang sangat positif terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, (2) hasil belajar (kognitif, afektif, dan psikomotorik) siswa kelas X SMA Negeri 12 Malang yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada materi Ikatan Kimia lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional, (3) pengaruh remidi yang memperhati-kan modalitas belajar menunjukkan hasil yang baik dalam meningkatkan hasil belajar. Hal ini ditunjukkan dengan persentase peningkatan nilai rata-rata ulangan remidi yang memperhatikan modalitas (siswa kelas eksperimen yang mengikuti remidi) se-besar 26,29% sedangkan persentase peningkatan nilai rata-rata ulangan remidi yang tidak memperhatikan modalitas (siswa kelas kontrol yang mengikuti remidi) sebesar 14,09%.

Analisis perbedaan prediksi kebangkrutan model Zavgren (logit), Altman (Z-score) dan Zmijewski (X-score) pada perusahaan jasa transportasi yang listing di Bursa Efek Jakarta periode 2001-2005 / Maria Ulfa

 

Semenjak krisis ekonomi mulai melanda hampir seluruh belahan dunia dan mulai masuk Indonesia sejak tahun 1997, berbagai elemen pembangunan di negara-negara kita harus melaksanakan penyesuaian-penyesuaian terhadap kondisi yang tidak stabil ini. Sebagian sektor jasa yang berhubungan dengan faktor ekonomis sektor jasa transportasi yang mengalami suatu hambatan dalam proses berproduksi dan jasa aktualisasi hasil produksi mereka. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kondisi ini seperti: kompetitifnya tingkat persaingan, turunnya permintaan, dampak kurs valuta asing, dan meningkatnya biaya produksi. Suatu penilaian atas kondisi keuangan perusahaan merupakan hal yang penting bagi berbagai pihak, seperti manajemen perusahaan, para kreditur, dan juga pihak investor terkait dengan kebijakan pengambilan keputusan. Model penilaian atas kondisi perusahaan telah banyak dikembangkan oleh berbagai praktisi keuangan yang kesemuanya memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing dalam penentuan modelnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan dari ketiga metode dalam memprediksi kebangkrutan perusahaan jasa transportasi, yaitu metode Zavgren (logit), Altman (Z-score), and Zmijewski (X-score). Ketiga metode ini dikembangkan dan dibentuk oleh perbandingan rasio-rasio keuangan dalam mengidentifikasi hasil akhir dari prediksi kebangkrutan. Dalam penelitian ini digunakan analisis logit, Z-score, dan X-score, serta untuk mengetahui perbedaan dari ketiga metode, yaitu antara metode Zavgren dengan Altman, Zavgren dengan Zmijewski, dan Altman dengan Zmijewski digunakan analisis Independent Sample t-test. Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sama, yaitu perusahaan jasa transportasi yang listing di BEJ selama lima tahun yang terdiri dari 9 perusahaan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah metode non tes yang berupa dokumentasi yang didapat dari Pusat Data Bisnis (PDB) dan Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM). Hasil aplikasi ketiga model ini menunjukkan bahwa secara umum prediksi kebangkrutan pada perusahaan jasa transportasi adalah dalam keadaan yang menurun. Hal ini terkait dengan tingkat profitabilitas, solvabilitas, likuiditas, dan tingkat aktivitas perusahaan yang rendah. Selain itu, dari ketiga metode ini disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara metode Zavgren dengan Altman dan metode Zavgren dengan Zmijewski. Berbeda dengan metode Altman yang dibedakan dengan metode Zmijewski, dimana tidak terdapat perbedaan yang cukup signifikan di antara keduanya. Dari hasil penelitian di atas, disarankan sebaiknya pada penelitian selanjutnya memperluas sampel perusahaan untuk mencapai hasil yang lebih akurat karena dalam mengklasifikasikan kondisi keuangan perusahaan digunakan rentang interval sebagai angka pembanding terhadap nilai yang diperoleh tiap perusahaan yang diteliti. Selain itu, disarankan pula untuk menggunakan alternatif metode yang lain untuk uji beda secara statistik.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa kuliah pada program non kependidikan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / Dodi Jatmiko

 

Beragam faktor –faktor yang mempengaruhi mahasiswa kuliah dari berbagai segi. Seringkali hal ini dilupakan atau disepelekan oleh pihak penyelenggara Pendidikan Tinggi. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang sebagai salah satu pihak penyelenggara pendidikan Tinggi hendaknya juga memperhatikan faktor-faktor tersebut, agar nantinya tidak tertinggal atau bahkan ditinggal oleh para calon mahasiswa karena tidak mengikuti perkembangan yang ada. Setiap penyelenggara pendidikan tentunya memiliki kiat-kiat khusus untuk menarik para konsumennya yaitu para calon mahasiswa. Berdasarkan teori yang ada faktor-faktor yang ada. Faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa mengambil keputusan kuliah pada Program Non Kependidikan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang yaitu : Pengalaman, sikap dan kepercayaan, keluarga, kelas sosial, kelompok referensi kecil, serta motivasi serta keterlibatan Penelitian ini bersifat korelasi sebab akibat. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling (proportional stratified random sampling ). Untuk memenuhi tujuan dari penelitian ini, maka digunakan analisa statistik deskriptif kepada 70 responden. Dan analisis statistik inferensial untuk mengetahui pengaruh ke enam faktor-faktor tersebut baik secara parsial maupun secara simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) tidak ada pengaruh yang signifikan antara faktor pengalaman dengan keputusan kuliah di program Non Kependidikan FE Universitas Negeri Malang, hal ini ditunjukkan dengan t hitung diatas t tabel yaitu 0,963 sedangkan t tabel sebesar 1,671, dengan taraf signifikansi lebih kecil dari 0,045. (2) ada pengaruh yang signifikan antara faktor sikap dan kepercayaan dengan keputusan kuliah di program Non Kependidikan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, hal ini ditunjukkan dengan t hitung dibawah t tabel yaitu 2,049 sedang t tabelnya sebesar 1,671. (3) ada pengaruh yang signifikan antara faktor kelas sosial dengan keputusan kuliah di program Non Kependidikan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, hal ini ditunjukkan dengan t hitung dibawah t tabel yaitu 2,840 sedang t tabelnya sebesar 1,671. (4) tidak ada pengaruh yang signifikan antara faktor pengambilan keputusan dengan keputusan kuliah di program Non Kependidikan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, hal ini ditunjukkan dengan t hitung yang dibawah t tabel yaitu 0,393 sedang t tabelnya sebesar 1,671. Hasil penelitian ini pada poin yang ke (5) menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan antara faktor kelompok referensi kecil dengan keputusan kuliah di program Non Kependidikan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, hal ini ditunjukkan dengan t hitung dibawah t tabel yaitu -0,456 sedang t tabelnya sebesar 1,671. (6) ada pengaruh yang signifikan antara faktor motivasi serta keterlibatan dengan keputusan kuliah pada program Non Kependidikan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang hal ini ditunjukkan dengan t hitung diatas t tabel yaitu 0,963sedang t tabelnya sebesar 1,671. (7) ada pengaruh yang signifikan antara faktor –faktor tersebut secara simultan dengan keputusan kuliah di program Non Kependidikan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. (8) faktor yang paling dominan dalam penelitian ini yaitu motivasi serta keterlibatan. Dari hasil penelitian ini peneliti menyarankan agar (1) meningkatkan kualitas baik itu akademik maupun kualitas administrasi, (2) peningkatan promosi, (3) peningkatan kualitas tenaga pengajar, (4) peningkatan kerja sama dengan perusahaan dan juga lembaga lainnya yang berkompeten di dunia pendidikan.

Beberapa faktor yang mempengaruhi minat siswa SMA terhadap Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (studi kasus pada siswa kelas XI SMA Negeri di Kota Batu) / Ratna Widyaningtyas

 

Minat merupakan salah satu aspek psikis yang memiliki peranan penting bagi siswa dalam memilih suatu Program Studi di perguruan tinggi sebagai studi lanjutnya, termasuk dalam memilih Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Malang (UM). Sebab dengan minat, siswa akan termotivasi untuk belajar lebih giat. Tumbuhnya minat siswa terhadap Program Studi Pendidikan Akuntansi UM dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu, faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa yang berupa intelegensi, bakat, hobi, dan cita-cita. Faktor eksternal adalah faktor yang bersasal dari luar diri siswa yang berupa keadaan keluarga, orang tua, teman, guru, dan pengaruh media masa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara faktor internal dan faktor eksternal dengan minat siswa SMA kelas XI IPS Kota Batu terhadap Program Studi Pendidikan Akuntansi UM. Tujuan lain yaitu untuk mengetahui seberapa besar sumbangan efektif dari masing-masing faktor terhadap minat, serta seberapa besar minatnya. Jenis penelitian ini adalah ex post facto design dengan menggunakan rancangan penelitian korelasional. Variabel yang terlibat adalah faktor internal (X1), faktor eksternal (X2) serta variabel minat siswa SMA kelas XI IPS Kota Batu terhadap Program Studi Pendidikan Akuntansi UM (Y). populasi penelitian adalah seluruh siswa SMA Negeri kelas XI IPS Kota Batu yang berjumlah 251 siswa yang tersebar dalam 2 sekolah. Sedangkan jumlah sampel adalah sebanyak 191 siswa, yang diambil dengan menggunakan teknik sampling kluster satu tahap. Data penelitian dianalisis dengan prosedur statistik analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor internal dan faktor eksternal terhadap minat siswa SMA kelas XI IPS Kota Batu pada Program Studi Pendidikan Akuntansi UM, baik secara sendiri maupun secara bersama-sama. Dari hasil analisis regresi didapatkan bahwa besarnya kontribusi pengaruh masing-masing faktor yang mempengaruhi minat secara berturut-turut yaitu, faktor internal sebesar 22%, faktor eksternal 17,9%. Hasil lain penelitian ini juga menunjukkan bahwa besarnya minat siswa SMA kelas XI IPS Kota Batu terhadap Program Studi Pendidikan Akuntansi UM adalah 30%, atau dengan kata lain minatnya berada dalam kategori rendah.

Preferensi serangga Empoasca sp.(Homoptera : Cicadellidae) terhadap beberapa tumbuhan liar di area kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang / Epa Rahmawati Firnanda

 

Sejak tahun 1998 perkebunan teh di Jawa Barat kedatangan hama baru yang dikenal sebagai hama wereng daun teh Empoasca sp.. Akibat serangan hama wereng ini produksi teh dapat mengalami penurunan sampai 50%.Serangga hama Empoasca sp. selain dapat menyerang tanaman teh, juga dijumpai di tumbuhan liar (gulma). Adanya pemanfaatan tumbuhan liar (gulma) sebagai makanan alternatif atau habitat Empoasca sp. perlu dilakukan pengujian preferensinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya preferensi Empoasca sp., persentase ketertarikan serangga Empoasca sp. dan waktu orientasi rata-rata serangga Empoasca sp. dalam memilih tumbuhan liar (gulma) di area kebun teh. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ekologi dan Biodiversitas Jurusan Biologi FMIPA Universitas Brawijaya dan Di kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang, bulan April sampai Mei 2007. Penelitian ini menggunakan analisis deskripsi kuantitatif. Tumbuhan liar (gulma) yang terdapat di area kebun teh, antara lain Synedrella nodiflora (L.) Gaertn, Centrosema pubescens (Bth), Centela asiatica (L.) Urban, Ageratum conyzoides (L.), Tridax procumbens (L.) dan Borreria alata (Aubl.). Pengujian tersebut dengan menggunakan alat olfaktometer, untuk terjadinya preferensi diamati berdasarkan penghitungan jumlah individu yang tertarik terhadap salah satu tumbuhan liar (gulma) yang diuji dan menghitung waktu orientasinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa serangga hama Empoasca sp. tertarik terhadap tumbuhan liar (gulma) Synedrella nodiflora (L.) Gaertn, Centrosema pubescens (Bth), Centela asiatica (L.) Urban, Ageratum conyzoides (L.) dan Tridax procumbens (L.), persentase ketertarikan serangga Empoasca sp. tertinggi pada Ageratum conyzoides (L.), sebanyak 32% dibanding dengan tumbuhan liar (gulma) yang lainnya yaitu Centela asiatica (L.) Urban sebanyak 26% , Tridax procumbens (L.) sebanyak 18%, kontrol sebanyak 12%, Centrosema pubescens (Bth) sebanyak 8% dan Synedrella nodiflora (L.) Gaertn sebanyak 4% dan rata-rata waktu orientasi serangga Empoasca sp. tercepat pada Centela asiatica (L.) Urban, selama 5 menit dibanding dengan tumbuhan liar (gulma) yang lainnya yaitu kontrol selama 6 menit, Ageratum conyzoides (L.) selama 6 menit, Tridax procumbens (L.) selama 7 menit, Centrosema pubescens (Bth) selama 8 menit dan Synedrella nodiflora (L.) Gaertn selama 8 menit. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut tentang preferensi serangga Empoasca sp. terhadap tumbuhan liar (gulma) lain yang terdapat di area kebun teh.

Hubungan investment opportunity set (IOS) dengan realisasi pertumbuhan serta perbedaan perusahaan tumbuh dan tidak tumbuh terhadap kebijakan pendanaan dan dividen pada perusahaan yang go public / Emi Yulianti

 

Perusahaan merupakan sebuah kombinasi antara aset milik perusahaan dengan pilihan investasi dimasa yang akan datang. Pilihan-pilihan investasi yang dimasa yang akan datang ini kemudian dikenal dengan istilah Investmen Opportunity Set (IOS). IOS perusahaan merupakan sesuatu yang secara melekat bersifat tidak dapat di observasi. Oleh karena sifatnya yang tidak mudah di observasi, maka IOS memerlukan sebuah proksi. Proksi IOS yang digunakan dalam penelitian ini adalah Market to Book Value of Equity (MVEBVE), Market to Book Value of Asset (MVABVA), Price Earning Ratio (PER), Capital Expenditure to Book Value of Asset (CAPBVA) dan Capital Expenditure to Market Value of Asset (CAPMVA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) adanya korelasi Investment Opportunity Set (IOS) yang meliputi MVEBVE, MVABVA, PER, CAPBVA dan CAVMVA dengan semua realisasi pertumbuhan perusahaan, (2) kebijakan pendanaan yang meliputi Book Debt Equity (BD/E) dan Market Debt Equity (MD/E) pada perusahaan yang tumbuh dibandingkan dengan perusahaan yang tidak tumbuh, (3) kebijakan dividen yang meliputi divident yield dan divident payout pada perusahaan yang tumbuh dibandingkan dengan perusahaan yang tidak tumbuh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dan komparatif. Populasinya adalah perusahaan yang telah go public di Bursa Efek Jakarta (BEJ) sejak tahun 2000 dengan jumlah sebesar 339 perusahaan dari berbagai klasifikasi industri menurut Indonesia Capital Market Directory (ICMD), sedangkan sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan metode purposive sampling dengan ketentuan sebagai berikut: (1) sudah terdaftar di bursa sejak tahun 2000, (2) bukan lembaga keuangan, perbankan maupun perusahaan pemerintah (BUMN), (3) mempublikasikan datanya berupa laporan keuangan, dividen, harga penutupan saham dan jumlah saham yang beredar yang diperoleh dari Indonesia Capital Market Directory, (4) tidak memiliki laba dan total ekuitas negatif. Jumlah sampel yang diambil hanya sebesar 40 perusahaan. Data yang digunakan berupa laporan keuangan dan harga saham yang diambil dari Indonesia Capital Market Directory (ICMD) dan JSX Montly dengan metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis faktor, analisis korelasi Pearson, Analisis Kolmogorov Smirnov dan Uji t beda rata-rata yang dilakukan menggunakan SPSS 14.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Investment Opportunity Set (IOS) yang meliputi rasio MVEBVE, MVABVA, PER, CAPBVA, dan CAPMVA mempunyai korelasi yang berbeda terhadap semua unsur realisasi pertumbuhan perusahaan, (2) terdapat perbedaan antara perusahaan tumbuh dan tidak tumbuh terhadap kebijakan pendanaan tetapi tidak terbukti secara signifikan, perusahaan tumbuh lebih mengutamakan pendanaan dari sumber intern sedangkan perusahaan tidak tumbuh lebih mengutamakan pendanaan dari eksteren, (3) terdapat perbedaan antara perusahaan tumbuh dan tidak tumbuh terhadap kebijakan dividen tetapi tidak terbukti secara signifikan, perusahaan tumbuh mempunyai kebijakan pembagian dividen lebih rendah dari pada perusahaan tidak tumbuh. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti adalah: (1) diperlukan pengujian kembali Investmen Opportunity Set (IOS) bagi perusahaan di Indonesia di masa mendatang dengan menambah jenis rasio individual IOS selain MVEBVE, MVABVA, PER, CAPBVA dan CAPMVA, yang nantinya hasilnya diharapkan akan lebih tepat dalam mengklasifikasikan pertumbuhan perusahaan, dan dapat mencerminkan pertumbuhan perusahaan yang sebenarnya yang dalam penelitian ini diwakilkan oleh pertumbuhan penjualan, laba, nilai buku ekuitas dan aset perusahaan, (2) kebijakan pendanaan yang diukur melalui nilai buku (BD/E) dan nilai pasar (MD/E) hasilnya berlawanan arah, hal ini perlu di eksplorasi lebih jauh tentang fenomena tersebut dengan cara memperbanyak jumlah sampel, (3) kebijakan dividen yang diukur melalui divident payout dan divident yield dalam penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan antara perusahaan tumbuh dan tidak tumbuh tetapi tidak signifikan. Untuk lebih memperkuat daya uji (power of test) sebaiknya jumlah sampel lebih diperbanyak.

Improving students' speaking performance using pictures cue technique / Ivan Achmad Nurcholis

 

Hasil dari studi pendahuluan menyebutkan bahwa mahasiswa semester empat di program studi pendidikan bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Bengkulu belum secara penuh aktif dalam proses belajar, belum termotivasi dengan baik untuk berbicara dalam bahasa Inggris, tidak percaya diri dan tidak lancar ketika berbicara dalam bahasa Inggris, dan membuat kesalahan didalam tata bahasa, pengucapan, dan kosa kata. Oleh karena itu peneliti mengusulkan untuk mengimplementasikan teknik gambar sebagai pemicu atau pemandu untuk memecahkan masalah tadi. Penelitian yang bertujuan untuk memperbaiki penampilan bicara mahasiswa dengan menggunakan gambar pada mahasiswa semester 4 program studi pendidikan bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Bengkulu ini menggunakan penelitian tindakan kelas sebagai rancangan penelitiannya. Peneliti dan kolaborator bersama sama terlibat dalam tahapan perencanaan, implementasi, pengamatan, dan perefleksian data dari proses belajar mengajar dan hasil bicara mahasiswa. Subjek dalam penelitian ini adalah satu kelas mahasiswa semester 4 angkatan 2006/2007 yang sedang mengambil matakuliah Speaking IV. Peneliti memilih kelas C dengan jumlah mahasiswa 18 orang sebagai kelas penelitiannya. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga pertemuan untuk setiap siklusnya. Dari analisis proses belajar dan mengajar dan penampilan berbicara mahasiswa di siklus kedua, implementasi teknik gambar sebagai panduan ini memberikan hasil yang memuaskan pada perbaikan penampilan berbicara mahasiswa. Dalam hal ini, mahasiswa aktif dalam proses belajar mengajar, mahasiswa termotivasi dengan baik untuk berbicara bahasa Inggris, dan 83% mahasiswa mampu memperbaiki penampilan kepercayaan diri mereka, fluensi mereka, tatabahasa mereka, pengucapan mereka, dan kosa kata mereka dengan nilai rata-rata 3.41. Berdasarkan temuan-temuan diatas, beberapa kesimpulan disajikan, yaitu: 1) beberapa langkah yang berhasil sebagai aktifitas belajar mengajar menggunakan teknik gambar. Langkah-langkah tersebut adalah: (1) menyuruh mahasiswa untuk duduk dalam kelompok yang terdiri dari tiga orang untuk masing-masing kelompok; (2) memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memilih salah satu topik gambar yang mereka sukai; (3) menyuruh mahasiswa untuk menguji gambar/topik dengan menyuruh mahasiswa untuk mengingat-ingat apapun yang berhubungan dengan gambar/topik dan kemudian menyuruh membuat outlines berdasarkan hasil dari kegiatan sebelumnya; (4) menunjuk mahasiswa untuk memberikan monolog di depan kelas, dan (5) memberikan umpan balik ke mahasiswa dengan memberikan komentar tertulis dalam format penilaian masing-masing mahasiswa dan melakukan pertemuan kecil untuk mahasiswa yang masih mengalami masalah pada penampilan bicara mereka. Lebih jauh lagi, 2) teknik gambar sebagai pemandu dan pemicu berbicara ini mempunyai beberapa kelebihan dalam memperbaiki penampilan berbicara mahasiswa yaitu: 1) menciptakan pengaruh yang positif pada situasi kelas dan tingkah laku mahasiswa yang menjadikan mahasiswa lebih aktif dan termotivasi untuk berpartisipasi di setiap aktifitas kelas; 2) mendorong mahasiswa untuk berbicara lebih bebas; 3) mengurangi kesalahan-kesalahan yang dibuat mahasiswa dalam penampilan bicara mereka; 4) dan dapat meningkatkan waktu bicara mahasiswa. Akhir kata, saran juga diberikan yaitu sebagai berikut: (1) disarankan kepada pengajar matakuliah speaking untuk menerapkan teknik gambar ini dalam pengajaran matakuliah Speaking IV, dan (2) disarankan kepada para pengajar matakuliah Speaking IV yang lainnya untuk melakukan penelitian yang serupa dengan menggunakan teknik gambar dengan setting dan subjek yang berbeda demi perbaikan penampilan berbicara mahasiswa. ------------------------------------------------------------------------ The results of the previous preliminary study mentioned that the fourth semester students at English Department Muhammadiyah University of Bengkulu (MUB) were not yet fully active during the teaching and learning process, not yet highly motivated to speak in English, not confidence and not fluent in speaking English, and made errors in grammatical accuracy, pronunciation, and vocabulary. Therefore, the researcher proposed the implementation of pictures cue technique to solve these problems. The research, which aimed at improving the students’ speaking performance by using pictures cue technique for the fourth semester students at English Department in Muhammadiyah University of Bengkulu, employed Collaborative Classroom Action Research (CAR). Both the researcher and his collaborator were involved together in planning, implementing, observing the action, and reflecting the data collected from the teaching and learning process and the students speaking product. The subjects of the study were one class of the fourth semester students of English Department in academic year 2006/2007 who took Speaking IV course. The researcher selected class C. It consisted of 18 students. The research was carried out in three meetings for one cycle. From the analysis of the teaching and learning process and the students’ speaking performance in the second cycle, the implementation of the pictures cue technique gives satisfactory results on the improvement of the students’ speaking performance. In this case, the students are active in the teaching and learning process, are well-motivated to speak English, and 83% of the students are able to improve their confidence, fluency, grammatical accuracy, pronunciation, and vocabulary performance with the average grade is 3.41. Based on the above findings, some conclusions are presented, namely: 1) several successful steps for teaching and learning activities using pictures cue are made. The steps are: 1) instructing the students to sit in groups in which each group consists of one higher achiever and two lower achiever; 2) giving a chance to each student to choose a topic he or she is interested to get pictures; 3) assigning each student to examine the pictures by doing brainstorming and outlining activities; 4) assigning each student to give monologue; and 5) providing feedbacks toward the student’s performance in the form of written annotated comments. Moreover, doing mini-conference for students who still get low grade in their performance. Further, 2) pictures cue technique has some strength in improving the students’ speaking performance. In this case, the pictures cue technique: 1) creates positive effect on the atmosphere of the classroom and behaviors of the students that can make the students are more active and motivated to take part in the classroom activity; 2) stimulate the students to speak freely; 3) can minimize the students’ speaking performance errors; and 4) can maximize students’ speaking performance time. Finally, the suggestions are made: (1) it is suggested that the speaking teacher applies the pictures cue technique in the teaching of Speaking IV course, and (2) it is suggested to other Speaking teachers to conduct a similar study by using pictures cue with different setting and subjects for the improvement of the students’ speaking performance.

Peranan kader Bina Keluarga Balita (BKB) dalam penyelenggaraan program-program pelayanan BKB di Kecamatan Blimbing Kota Malang / Rosyidatul Mustakimah

 

BKB didirikan pada tahun 1981 atas prakarsa Menteri Urusan Peranan Wanita yang menjabat saat itu. BKB diselenggarakan di kelurahan/desa di Indonesia diprakarsai diantaranya oleh PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga), Persatuan istri TNI dan istri ketua RW serta warga masyarakat yang memiliki kemauan mendirikan BKB. BKB merupakan program yang strategis dalam upaya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sejak dini. BKB secara kontinyu menanamkan kepada orang tua agar tetap memperhatikan perkembangan anak secara komprehensif. BKB sendiri memiliki banyak kegiatan, diantaranya adalah kegiatan pelayanan, mulai dari penyuluhan seputar tumbuh kembang anak dan gizi balita, dan kegiatan perawatan ibu hamil dan bayi baru lahir, pembinaan 7 aspek perkembangan balita serta kegiatan perkenalan dan pemahaman tentang manfaat Alat Permainan Edukatif (APE), setiap BKB memiliki beberapa orang kader yang berperan dalam penyelenggaraan program-program pelayanan BKB. Melalui program-program pelayanan yang ada di BKB, para kader akan membimbing ibu-ibu anggota BKB dan memberikan ketrampilan tentang pola pengasuhan dan mendidik anak yang baik. Penelitian ini dirancang untuk memperoleh gambaran tentang peranan Bina Keluarga Balita (BKB) dalam penyelenggaraan program-program pelayanan BKB di Kecamatan Blimbing Kota Malang. Desain Penelitian dirancang menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang akan memaparkan fenomena tertentu tanpa mengembangkan hipotesis, yaitu tentang peranan kader BKB dalam penyelenggaraan program-program pelayanan BKB di Kecamatan Blimbing Kota Malang. Populasi penelitian 97 kader BKB yang diambil sampel 44 kader menggunakan teknik Area Probability Sampling. Metode pengumpulan data pokok adalah kuesioner, sedangkan analisis hasil penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif yang disajikan dalam bentuk prosentase. Analisis penelitian ini dilakukan dengan cara mengukur skor hasil penelitian dengan skor ideal/kriterium. Skor ideal peranan kader BKB sebagai motivator dalam penyelenggaraan program-program pelayanan BKB di Kecamatan Blimbing Kota Malang adalah 1.320 dan jumlah skor hasil penelitian adalah 1.185, selanjutnya dihitung dengan cara membagi skor penelitian dengan skor ideal dan hasilnya menunjukkan 89%. Dengan demikian peranan kader BKB sebagai motivator dalam penyelenggaraan program-program pelayanan BKB di Kecamatan Blimbing adalah 89% dari yang diharapkan, yang diharapkan adalah 100%. Sedangkan skor ideal peranan kader BKB sebagai narasumber dalam penyelenggaraan program-program pelayanan BKB di Kecamatan Blimbing Kota Malang adalah 1.716 dan jumlah skor hasil penelitian adalah 1.526, selanjutnya dihitung dengan cara membagi skor penelitian dengan skor ideal dan hasilnya menunjukkan 88%. Dengan demikian peranan kader BKB sebagai narasumber dalam penyelenggaraan program-program pelayanan BKB di Kecamatan Blimbing adalah 88 % dari yang diharapkan, yang diharapkan adalah 100%. Saran diajukan bagi Jurusan PLS untuk sedapatnya menfasilitasi penyelenggaraan pelatihan kader bagi kader BKB agar peranan kader BKB dalam penyelenggaraan program-program pelayanan BKB lebih meningkat, penyelenggaraan pelatihan kader ini merupakan salah satu aplikasi program PLS dalam bidang pengembangan masyarakat dan bagi kader Bina Keluarga Balita (BKB) di Kecamatan Blimbing Kota malang agar sedapatnya meningkatkan perananannya sebagai motivator dan narasumber dalam penyelenggaraan program-program pelayanan BKB.

Pengaruh kepuasan gaji dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan melalui komitmen afektif (studi karyawan pemasaran perusahaan rokok PT. Gandum, Malang) / Bayu Setiawan

 

Di dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat, maka sangat perlu bagi suatu perusahaan untuk menjaga karyawannya dalam kondisi terbaiknya, serta terus meningkatkan citra perusahaan dimata konsumen. Banyak dijumpai karyawan yang sebenarnya kurang merasa puas dengan gaji yang selama ini mereka terima. Lalu budaya organisasi yang kurang bisa mendukung bagi terciptanya peningkatan kinerja karyawan. Hal ini juga dipupuk dengan karyawan yang tidak memiliki komitmen terhadap organisasi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh kepuasan gaji dan budaya organisasi terhadap kinerja melalui komitmen afektif. Analisis jalur (path analysis) yang merupakan bentuk terapan dari analisis regresi berganda (multiple regression analysis) dipergunakan dalam penelitian ini. Tujuan analisis ini adalah menentukan pengaruh langsung dan tidak langsung diantara sejumlah variabel. Penelitian ini mempunyai variabel bebas yaitu kepuasan gaji (X1) dan budaya organisasi (X2). Sedangkan variabel interveing yaitu komitmen afektif (Y) dan variabel terikat yaitu kinerja (Z). Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan angket kepada responden serta melakukan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa salah satu hipotesis alternatif ditolak yaitu pengaruh langsung kepuasaan gaji terhadap kinerja dengan nilai β = 0,141 sedangkan kelima hipotesis alternatif lainnya diterima. Hipotesis tersebut antara lain pengaruh langsung kepuasan gaji terhadap komitmen afektif dengan nilai β = 0,416, pengaruh langsung budaya organisasi terhadap komitmen afektif dengan nilai β = 0, 541, pengaruh langsung budaya organisasi terhadap kinerja dengan nilai β = 0,393, pengaruh tidak langsung kepuasaan gaji terhadap kinerja melalui komitmen afektif dengan nilai β = 0,191, pengaruh tidak langsung budaya organisasi terhadap kinerja melalui komitmen afektif dengan nilai β = 0,248. Sedangkan pengaruh total budaya organisasi terhadap kinerja mellui komitmen afektif sebesar 0,642. Disarankan kepada perusahaan untuk menciptakan suatu budaya organisasi yang kuat semisal dengan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk melakukan usulan kepada perusahaan. Diharapkan dengan adanya budaya organisasi yang baik maka rasa memiliki karyawan terhadap perusahaan akan lebih tinggi yang nantinya akan menumbuhkan rasa komitmen afektif karyawan terhadap perusahaan dan pada akhirnya akan meningkatkan kinerja karyawan.

Sintesis, karakterisasi, dan penentuan struktur dengan difraksi sinar-X kristal tunggal senyawa kompleks dari garam Mn(NO3)2.4H2) dengan ligan 8-hidroksikuinolina / Safwatun Nida

 

Sintesis senyawa kompleks merupakan penelitian yang berkembang pesat dalam bidang kimia anorganik. Selain memberikan struktur yang beragam, juga memiliki sifat yang menarik untuk diteliti, diantaranya sifat magnetic. Tujuan penelitian ini untuk mensintesis, mengkarakterisasi, dan menentukan struktur senyawa kompleks dari garam Mn(NO3)2.4H2O dengan ligan 8-hidroksikuinolina. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Sintesis senyawa kompleks dilakukan dengan mereaksikan larutan garam Mn(NO3)2.4H2O dengan ligan 8-hidroksikuinolina dan kalium tiosianat dengan perbandingan mol 1:2:2 dalam pelarut methanol. Kristalisasi dilakukan dengan penguapan perlahan pada suhu kamar. Karakterisasi kristal hasil sintesis meliputi uji titik lebur, analisis spectrum IR, uji konduktivitas, uji kualitatif ion, dan analisis spektrum UV-Vis. Penentuan struktur senyawa kompleks hasil sintesis dilakukan dengan difraksi sinar-X kristal tunggal. Penentuan sifat magnetik dilakukan dengan pengukuran Magnetic Susceptibility Balance (MSB) pada suhu kamar. Senyawa kompleks hasil sintesis berwarna hitam, memiliki titik lebur di atas 300ºC., analisis spektrum IR menunjukkan terdapat gugus-gugus fungsi yang sesuai dengan ligan 8-hidroksikuinolina dan methanol, uji konduktivitas menunjukkan bahwa senyawa kompleks hasil sintesis merupakan kompleks non ionik di dalam pelarut methanol, tidak mengandung ion SCN-, NO3-, dan K+, analisis spektrum UV-Vis memberikan λmaks sebesar 384 nm dan pola spektrum yang menunjukkan transisi 5Eg 5T2g, senyawa kompleks hasil sintesis bersifat paramagnetic yang setara dengan empat electron tidak berpasangan dengan µeff = 4,89. Senyawa kompleks hasil sintesis memiliki struktur octahedral terdistorsi dengan system kristal monoklinik (P21/n) dan parameter sel satuan a = 10,7564 Å, b = 13,0737 Å, c = 17,2255 Å, dan β = 98,4540º. Hasil refinement struktur pada R = 0,052 menunjukkan bahwa senyawa kompleks hasil sintesis mempunyai rumus molekul [Mn(C9H6NO)3].0,75CH3OH.

 

Pengaruh Penggunaan Peta Konsep dalam Pembelajaran Matematika pada Pokok Bahasan Relasi, Pemetaan dan Grafik Terhadap Hasil Belajar Matematikia Siswa Kelas II Semester I MTs Muhammadiyah 3 Sedayulawas Brondong Lamongan Tahun Ajaran 2004/2005 / oleh Nailur

 

Pembelajaran kimia menurut KTSP SMK disarankan dapat melibatkan siswa secara aktif. Salah satu strategi pembelajaran inovatif yang dapat memberikan dampak positif baik pada kualitas proses maupun prestasi belajar adalah pembelajaran kooperatif seperti tipe Student Team Achievement Division (STAD) yang dipadukan dengan pembelajaran peta konsep. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran kooperatif tipe STAD-peta konsep, (2) mengetahui perbedaan prestasi belajar kognitif antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD-peta konsep dengan siswa yang dibelajarkan dengan strategi peta konsep, (3) mendeskripsikan respon siswa terhadap penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD-peta konsep dan strategi peta konsep pada (4) mendeskripsikan kemampuan siswa dalam membuat peta konsep yang dibelajarkan dengan model kooperatif tipe STAD-peta konsep dibandingkan siswa yang dibelajarkan dengan strategi peta konsep, dan (5) mendeskripsikan pengaruh penilaian aktivitas siswa di dalam kelompok terhadap prestasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD-peta konsep. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu dan deskriptif kuantitatif. Rancangan eksperimental semu digunakan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa. Sedangkan rancangan deskriptif kuantitatif digunakan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dan respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif STAD-peta konsep. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X B dan X C SMK Putra Indonesia tahun ajaran 2010/2011. Instrumen penelitian yang digunakan berupa instrumen perlakuan (terdiri dari silabus, RPP, lembar diskusi dan hands out), dan instrumen pengukuran (terdiri dari tes dan lembar observasi penilaian kelompok). Analisis dilakukan dengan uji t pada taraf signifikansi α = 0,05 dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar kelas eksperimen (dibelajarkan dengan pembelajaran STAD-peta konsep) lebih baik dari pada kelas kontrol (dibelajarkan dengan peta konsep), hal ini didasarkan pada hasil uji t pihak kanan yang menunjukkan t hitung > t tabel (52,01 > 1,995). Keterlaksanaan pembelajaran kooperatif STAD-peta konsep telah berlangsung cukup baik dengan persentase keterlaksanaan: 92,16% sampai 97,98%. Rata-rata prestasi belajar siswa kelas eksperimen adalah 79,34 dengan ketuntasan 81,58% serta kelas kontrol dengan nilai rata-rata 73,68 dan ketuntasan 57,89%. Sebanyak 55,26% siswa memberikan respon sangat positif dan 44,74% siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran kimia dengan menggunakan model kooperatif STAD-peta konsep. Siswa memberikan respon sangat positif (65,79%), respon positif (15,79%), dan respon netral (18,42%) terhadap pembelajaran peta konsep. Nilai rata-rata kelas kontrol dalam membuat peta konsep adalah 83,51 sedangkan kelas eksperimen adalah 77,68. Penilaian aktivitas siswa di dalam kelompok dapat memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar siswa yaitu dapat meningkatkan nilai tes prestasi belajar dan persentase ketuntasan yang tinggi (80-100%) dalam tiap kelompok yang berhasil menerapkan model pembelajaran STAD-peta konsep. Kelas harus terkondisi dengan baik selama pelaksanaan pembelajaran STAD-peta konsep sebab diperlukan alokasi waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, perlu adanya manajemen yang baik dari guru untuk mengelola kelas dan waktu agar kompetensi dasar yang diharapkan dapat tercapai.

Preferensi kumbang kubah (Coccinellidae), laba-laba bermata tajam (Oxyopidae), dan belalang sembah (Mantidae) terhadap tumbuhan liar Solanum nigrum L, Solanum capsicastrum L dan Ageratum conyziodes L dari perkebunan teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang

 

Pengaruh struktur aktiva, financial laverage dan struktur modal terhadap profitabilitas pada perusahaan mining (pertambangan) yang go public di Bursa Efek Jakarta (periode pengamatan tahun 2004-2005) / Santi Septi Pratiwi

 

Pengaruh kualitas layanan terhadap keputusan konsumen dalam membeli mobil (studi kasus pada konsumen Kartika Sari Motor Authorized TOYOTA Dealer Malang) / Arina Uli Carolina G.

 

ABSTRAK G., Arina Uli Carolina. 2007. Pengaruh Kualitas Layanan terhadap Keputusan Konsumen dalam Membeli Mobil (Studi Kasus pada Konsumen Kartika Sari Motor Authorized TOYOTA Dealer Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) DR. Sopiah, M. Pd, M.M., (II) Drs. Djoko Dwi K., M.Si. Kata kunci: kualitas layanan, keputusan konsumen Situasi persaingan yang semakin ketat pada masa ini menyebabkan perusahaan harus mengubah orientasi mereka dari produk dan penjualan menjadi konsumen dan pemasaran. Penerapan orientasi baru ini dapat membuat perusahaan tetap bertahan bahkan menjadi pemimpin di kelasnya. Perusahaan harus berpusat pada konsumen dan salah satu cara untuk memenangkan pelanggan adalah memberi nilai lebih kepada konsumen sasaran. Kartika Sari Motor Authorized Toyota Dealer adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang penjualan kendaraan bermotor dengan spesialisasi penjualan mobil bermerek Toyota. Pesatnya penjualan kendaraan bermotor dan banyaknya pesaing menyebabkan setiap perusahaan menunjukkan keunggulannya masing-masing untuk menarik konsumen agar memilih perusahaannya sebagai tempat pemuas kebutuhannya. Salah satu strategi yang dilakukan Kartika Sari Motor Authorized Toyota Dealer adalah memberikan kualitas layanan yang baik terhadap konsumen, dengan harapan konsumen akan membuat keputusan membeli mobil di dealernya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh yang positif dan signifikan antara kualitas layanan (reliabilitas, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik) terhadap keputusan konsumen baik secara parsial dan simultan serta dimensi kualitas layanan yang dominan mempengaruhi keputusan konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasional, data yang diperoleh menggunakan angket tertutup. Sampelnya adalah konsumen yang pernah dan telah melakukan pembelian di Kartika Sari Motor Authorized Toyota Dealer Malang. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu variabel dimensi kualitas layanan yang meliputi reliabilitas (reliability) (X1), daya tanggap (responsiveness) (X2), jaminan (assurance) (X3), empati (emphaty) (X4) dan bukti fisik (tangibles) (X5), sementara variabel terikatnya adalah keputusan konsumen (Y). Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS versi 12.00 for Windows, dengan taraf signifikansi 5%. Setelah melalui proses pengolahan data dan analisis regresi berganda diketahui hasil penelitian menyatakan bahwa: (1) reliabilitas mempunyai β = 0,258, (2) daya tanggap dengan nilai β = 0,353, (3) jaminan mempunyai β = 0,287, (4) empati dengan nilai β = 0,238 dan (5) bukti fisik mempunyai β = 0,268, kelima dimensi kualitas layanan tersebut mempunyai hubungan yang positif dan signifikan dengan keputusan konsumen. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) ada pengaruh yang positif dan signifikan antara reliabilitas (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance) dan empati (empathy) dan bukti fisik (tangibles) terhadap keputusan konsumen secara parsial, (2) ada pengaruh yang positif dan signifikan antara reliabilitas (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance) dan empati (empathy) dan bukti fisik (tangibles) terhadap keputusan konsumen secara simultan,(3) daya tanggap (responsiveness) sebagai dimensi kualitas layanan yang paling dominan dalam memberikan pengaruh terhadap keputusan konsumen.

Penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar biologi siswa kelas VII SMP Dewantoro Purwosari Pasuruan / F.X. Gamaliel

 

Proses pembelajaran Biologi di Sekolah Menengah Pertama membutuhkan strategi yang dapat menarik motivasi siswa dalam belajar sekaligus melatih siswa melakukan penyelidikan mengenai masalah yang dihadapi. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru biologi kelas VII SMP Dewantoro Purwosari diketahui bahwa motivasi siswa rendah, sehingga prestasi yang diraih juga rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka upaya yang harus dilakukan adalah meningkatkan motivasi belajar siswa, sehingga prestasi siswa juga dapat mengalami peningkatan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI). Untuk itu, peneliti dengan persetujuan guru kelas menerapkan pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan ciri-ciri makhluk hidup dan klasifikasi makhluk hidup. Penelitian dilakukan di SMP Dewantoro Purwosari Pasuruan, tanggal 20 November sampai 28 Desember 2006. Penelitian ini dilaksanakan dalam rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus I membahas ciri-ciri makhluk hidup, sedangkan siklus II membahas klasifikasi makhluk hidup. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Dewantoro Purwosari Pasuruan. Analisis data dilaksanakan secara deskriptif kualitatif dengan mengkaji semua data yang diperoleh. Setelah pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) diterapkan, diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi serta prestasi belajar siswa. Terjadi peningkatan nilai pada semua aspek motivasi menjadi sangat baik, yaitu aspek Attention (perhatian) naik sebesar 0,73; Relevance (keterkaitan) naik sebesar 0,46; Confidence (percaya diri) naik sebesar 0,65; dan Satisfaction (kepuasan) naik sebesar 0,30. Prestasi belajar yang terdiri dari aspek kognitif, afektif, serta psikomotor juga mengalami peningkatan. Dalam aspek kognitif terjadi peningkatan ketuntasan belajar klasikal siswa, yaitu 81% pada siklus I menjadi 87,5% pada siklus II. Untuk aspek afektif yang terdiri dari aspek keaktifan, keantusiasan, dan keseriusan terjadi peningkatan dari 60% pada siklus I menjadi 89% pada siklus II. Aspek psikomotorik siswa yang terdiri dari aspek kreativitas dan proses juga mengalami peningkatan dari 50% pada siklus I menjadi 80% pada siklus II.

Pengaruh pendidikan kecakapan hidup (life skill education) terhadap perencanaan pilihan karier pasca sekolah siswa kelas XII SMK negeri 2 Blitar tahun ajaran 2006/2007 / Muftikhatul Hasanah

 

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) semakin hari semakin pesat. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat mengakibatkan inovasi pengetahuan begitu melimpah. Berbagai inovasi program pendidikan telah dilakukan diantaranya melalui penerapan pendidikan kecakapan hidup yang berusaha meniadakan kesenjangan antara pembelajaran di kelas dan kehidupan nyata. Sementara itu pendidikan di sekolah turut menentukan kehidupan karier siswa nantinya. Demikian pula yang terjadi pada lulusan SMK yang memiliki kecenderungan untuk bekerja. Melihat dari beragamnya lapangan kerja di masyarakat diperlukan kemampuan daya saing dari setiap siswa SMK yang tidak terbatas hanya pada kecakapan vokasional saja, sehingga membatasi pilihan karier mereka untuk bekerja dengan hanya mengandalkan ketrampilan tangan. Melalui pendidikan kecakapan hidup siswa dapat merencanakan pilihan karier yang tepat dengan mempertimbangkan faktor kebutuhan, kesiapan, motivasi individual serta pengalaman akademik dan vokasional yang diperolehnya di bangku sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Pengaruh kecakapan personal terhadap perencanaan pilihan karier pasca sekolah siswa kelas XII SMKN 2 Blitar, (2) Pengaruh kecakapan sosial terhadap perencanaan pilihan karier pasca sekolah siswa kelas XII SMKN 2 Blitar, (3) Pengaruh kecakapan akademik terhadap perencanaan pilihan karier pasca sekolah siswa kelas XII SMKN 2 Blitar, (4) Pengaruh kecakapan vokasional terhadap perencanaan pilihan karier pasca sekolah siswa kelas XII SMKN 2 Blitar, (5) Pengaruh pendidikan kecakapan hidup (life skill education) terhadap perencanaan pilihan karier pasca sekolah siswa kelas XII SMKN 2 Blitar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasinya 356 siswa kelas XII SMKN 2 Blitar yang diambil secara acak menggunakan teknik proportional random sampling sampai akhinya terpilih 53 siswa sebagai Likert 5 opsi jawaban mulai dari sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 14.00 for Windows. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil sebagaiberikut. (1)Nilai signifikan t untuk X1 adalah sebesar 0,001, X2 adalah sebesar 0,037, X3 adalah sebesar 0,038, dan X4 adalah sebesar 0,031. Berdasarkan taraf signifikan < 0,05 maka dapat dilihat bahwa ke empat variabel tersebut < 0,05. Maka variabel bebas X1,X2,X3 dan X4 secara individu/parsial berpengaruh terhadap variabel terikat Y. (2)Nilai Fhitung sebesar 11,598 dengan signifikan Fhitung 0,000 hal ini menunjukkan bahwa Fhitung < 0,05 sehingga variabel bebas X1,X2,X3 dan X4 secara bersama-sama/simultan mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat Y. Dengan nilai koefisien determinasi yang disesuaikan (Adjusted R2) sebesar 0,449. Hal ini berarti bahwa variasi dari nilai variabel Y dapat dijelaskan oleh variabel bebas X1,X2,X3 dan X4. Berdasarkan hasil penelitian saran yang diajukan; (1) Penerapan pendidikan kecakapan hidup di SMKN 2 Blitar perlu dikembangkan dengan mengintegrasikan semua mata pelajaran dengan kehidupan nyata meskipun berupa praktik kecil di dalam kelas, (2) Penerapan pendidikan kecakapan hidup di SMKN 2 Blitar hendaknya diarahkan pada pengembangan vokasional tanpa mengabaikan kecakapan akademik sehingga dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya mahir dalam praktik kerja tetapi juga didukung oleh kemampuan verbal yang dapat meningkatkan kualitas SDMnya, (3) Fokus penentuan pilihan karier pasca sekolah hendaknya diperluas bukan hanya untuk bekerja tetapi tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Tugas sekolah adalah berusaha menyeimbangkan kebutuhan tersebut dengan mengembangkan kecakapan hidup dan memperhatikan keterkaitannya dengan perencanaan pilihan karier pasca sekolah siswa. Misalnya dengan diadakan les tambahan untuk mata pelajaran yang akan diujikan pada UAN (Ujian Akhir Nasional).

Pengaruh komunikasi organisasi terhadap kepuasan kerja (studi pada karyawan Hotel Santika Malang) / Elya Agustina

 

Employees is one of important accet in an organization. The existence of employees becomes one of factors to again the organization’s goal. Therefore, the ability to communicate well vertically and horizontally in the organization environment is required. Good communication between employees and manager wil create trust between them go the organization will give freedom to the employees to do their task as their perception with the factors above, the employee’s commitment to the organization will be increased. The data analiysis used in this study is regression analysis, which is the application of multiple regression analysis. The study aims at (1) determining descriptive condition of organizational communication on the employee’s of Hotel Santika Malang. (2) determining descriptive job satisfaction on the employee’s of Hotel Santika Malang. (3) determining the effect of organizational communication such as communication related to task/job. Communication related to bawahan’s achievement, communication about carier, communication related to daya tanggap atasan and parsial individual communication on the job satisfaction employees of Hoel Santika Malang partially. (4) determining the effect of organizational communication such as communication related to ask/jobs communication related to bawahan”s achievement, communication about career, communication related to daya tanggap atasan and individual communication on the job satisfaction of the employee of Hotel Santika. The study used corelational descriptive method. The data was taken by using closed questionairre. The items of instrument used in this study are the quoted from related the items is not done. But test of validity and reliability of data obtained. The population of this study are the employees of Hotel Santika Malang while the sample are 88 employees. The sampling technique used is purposive sampling. The result of the study conclude that (1) the condition of employee organizational communication in Hotel Santika Malng can be categorized as good. (2) the condition of the employees job satisfaction of Hotel Santika Malang. (3) there is a positive significant effect of communication related to task/job on the employees job satisfaction in Hotel Santika Malang. (4) there is a positive significant effect of communication related to junior’s achievement on the employees job satisfaction in Hotel Santika Malang. (5) there is a positive significant effect of communication about career on the job employees satisfaction in Hotel Santika Malang. (6) there is a positive significant effect communication related to daya tanggap atasan on the employee’s job satisfaction in Hotel Santika Malang. (7) there is a positive significant effect of individual communication on the employees job satisfaction in Hotel Santika Malang. (8) there is a positive significant effect of organizational communication on the employees job satisfaction in Hotel Santika Malang. Based on the results of study elaborated above it is suggested that (1) the condition of organizational communication in Hotel Santika Malang is good. Therefore the organization can go smoothly and succed so that the leader can help the employee in doing their job. (2) the condition of the employees job satisfaction in Hotel Santika Malang is good. In the condition it is better that the organization increase some aspects such as the salary of the employees get satisfied in doing the jobs. (3) the condition of comminication related to ask/job in Hotel Santika Malang is categorized good. The condition will get better if the organization understand the employees needs to help them communicate with others. (4) the condition of individual communication in Hotel Santika Malang is categorized poor. The condition will get better if the organization understand the employees needs to help them communicate with others. (5) organizational communication give a significant effect on the employees job satisfaction. So that the leader who responsible on the organization must contribute in increasing good communication in the organization so that the employees can participate in going job satisfaction.

Profil industri kerajinan mebel kayu di Kelurahan Sebani Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan / Iswatul Khoiroh

 

Dalam era globalisasi ini, keberadaan industri kerajinan mebel kayu benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat baik sebagai pengusaha, tenaga kerja maupun masyarakat. Hal ini dikarenakan dapat memberikan lapangan kerja untuk mengurangi pengangguran yang cukup besar di tanah air. Buktinya industri kerajinan mebel kayu ini mampu bertahan dan bahkan masih dapat berkembang pesat meskipun terjadi krisis ekonomi. Begitu juga dengan peran koperasi yaitu dapat meningkatkan usahanya, sehingga pandapatan perkapita meningkat dan dapat melaksanakan pembangunan di sekitar lingkungan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam dan komprehensif tentang pengrajin mebel kayu di kelurahan Sebani Kecamatan Gadingrejo kota Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Lokasi penelitian ini terletak di kelurahan Sebani kecamatan Gadingrejo kota Pasuruan, tepatnya di beberapa rumah misalnya di rumah Pak Saikhon (pengepul kerajinan mebel kayu), Pak Aris (pengrajin mebel kayu), dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1-25 April 2007. Yang menjadi subjek dan informan dalam penelitian ini adalah pengrajin mebel kayu, agen pemasaran mebel kayu, dan kepala kelurahan Sebani. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah pengamatan berperanserta, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data secara induktif dengan prosedur reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Sedangkan untuk keperluan pengecekan keabsahan data digunakan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) industri kerajinan mebel kayu di kelurahan Sebani kecamatan Gadingrejo kota Pasuruan telah ada sejak puluhan tahun yang lalu, dan merupakan usaha turun-temurun. Tujuan awalnya adalah keinginan pengrajin untuk memperoleh keuntungan yang maksimal, keinginan untuk tetap mempertahankan usaha mebelnya dan untuk meningkatkan perekonomian keluarganya. (2) Proses perekrutan tenaga kerjanya adalah tidak resmi, karena tidak mempertimbangkan syarat-syarat yang terlalu rumit, akan tetapi memiliki keterampilan, keuletan dan ketelatenan di bidang permebelan serta dilihat berdasarkan hasil garapan dan juga giat bekerjanya karyawan, sedangkan (3) proses pembelajaran, ada yang melalui proses training dan ada juga yang tidak melalui proses training. (4) Dalam proses produksinya, keterampilan dan ketekunan latihan sangat dibutuhkan, sehingga dapat berjalan lancar. Pengadaan bahan bakunya dilakukan melalui penyuplai dengan cara membeli secara eceran; Alat-alat yang digunakan adalah sudah menggunakan teknologi modern; Tenaga kerjanya menggunakan sistem kontraktor; Besarnya upah ditentukan berdasarkan sistem borongan; Jenis produk mebel kayu yang dihasilkan yaitu macam-macam perabotan furnitur; Jumlah kerajinan mebel kayu yang dihasilkan dipengaruhi oleh teknik produksi dan ketersediaan waktu pengrajin untuk membuatnya. (5) Modal yang digunakan adalah berasal dari modal sendiri maupun modal pinjaman dari bank. (6) Saluran distribusi yang digunakan adalah distribusi tidak langsung, tetapi melalui perantara yaitu sales-sales. Dalam hal kebijakan harga, para pengrajin mebel kayu tidak dapat menentukan harganya sendiri karena ditentukan oleh para sales-sales dan juga mekanisme pasar. (7) Peran koperasi di kelurahan Sebani adalah sampai sekarang masih belum ada. (8) faktor pendukung industri kerajinan mebel kayu yang adalah adanya kecocokan dan niat untuk menjalankan usaha tersebut, sedangkan faktor penghambatnya adalah pengadaan bahan baku yang terus meningkat dan sangat tergantung pada penyuplai; pengadaan modal khususnya modal pinjaman beresiko terhadap perkembangan industri kerajinan mebel kayu; pemasaran sangat tergantung pada sales-sales dan penetapan harga tergantung permintaan konsumen/mekanisme pasar. Sampai saat ini belum ada upaya dari pengrajin untuk mengatasi masalah-masalah usaha permebelannya. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar Dekopin dapat menumbuhkan kesadaran warga kelurahan Sebani dengan cara mengadakan pelatihan dan penyuluhan akan pentingnya gerakan koperasi. Selain itu kerja sama antara pihak bank dan koperasi melalui pemberian kredit lunak dengan cara memberikan bunga yang ringan dan tidak memberatkan pengrajin untuk meminjam uang. diharapkan juga pemerintah kota Pasuruan dapat memberikan dukungan dan sarana prasarana yang dibutuhkan terkait dengan penyuluhan dan pelatihan yang diadakan oleh instansi yang terkait dengan koperasi, sehingga masyarakat kelurahan Sebani percaya dan sadar bahwa koperasi sangat penting bagi perkembangan usahanya. Oleh karena itu, koperasi dapat didirikan kembali dengan bimbingan dan pengawasan dari pemerintah melalui orang yang benar-benar dapat dipercaya dan pola kerja samanya dapat dipertanggungjawabkan.

Penerapan pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran biologi untuk meningkatkan berpikir tingkat tinggi dengan asesmen solo taxonomy dan higher order thinking (HOT) siswa kelas VII C SMPK Frateran Celaket 21 Malang tahun ajaran 2006/2007 pada pokok

 

Guru-guru Biologi SMPK Frateran Celaket 21 Malang mengakui bahwa pembelajaran yang bersifat teacher-centered dan diskusi informasi belum memberikan hasil maksimal. Dikatakan bahwa kelasVII C merupakan kelas yang seringkali hasil belajarnya paling rendah dibanding kelas VII yang lain di sekolah tersebut. Hasil observasi awal peneliti menunjukkan bahwa siswa kelas VII C SMPK Frateran Celaket 21 Malang dalam menjawab 3 soal tentang Pelestarian Lingkungan memang masih rendah dan memperlihatkan kemampuan berpikirnya berada pada tahap berpikir prestructural sebanyak 6, 25%, unistructural sebanyak 59,38%, multistructural sebanyak 25% dan relational sebanyak 9,38%. Berdasarkan dari fenomena tersebut, peneliti melakukan penelitian dengan tujuan untuk (1) untuk mengetahui penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dalam pembelajaran biologi “Ekosistem” dalam meningkatkan tingkat berpikir siswa kelas VII C SMPK Frateran Celaket 21 Malang dan (2) untuk mengetahui penerapan SOLO Taxonomy dan HOT dalam mengidentifikasi tingkat berpikir siswa kelas VII C SMPK Frateran Celaket 21 Malang pada pokok bahasan Ekosistem. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilaksanakan selama dua siklus penelitian dimulai dengan melakukan observasi awal. Setelah dilakukan refleksi pada observasi awal, disusun rencana tindakan yang disusul dengan pelaksanaan rencana tindakan, observasi dan refleksi. Demikian gambaran tahapan pelaksanaan penelitian yang dilakukan sampai dengan siklus kedua. Observasi kemampuan berpikir siswa dilakukan melalui tes tulis, laporan kegiatan kelompok dan hasil diskusi presentasi. Analisis kemampuan berpikir siswa menggunakan asesmen SOLO Taxonomy dan HOT. Hasil analisis tes tulis dengan menggunakan SOLO Taxonomy sebelum tindakan PBM, memperlihatkan bahwa kemampuan berpikir siswa sebagian besar berada pada tahap unistructural sebesar 59%, selain itu muncul tahap berpikir multistructural sebesar 25% dan relational sebesar 9,38%. Sedangkan setelah diberi tindakan PBM, kemampuan berpikir siswa sebagian besar berada pada tahap berpikir multistructural 54, 38%, selain itu muncul tahap berpikir relational sebesar 31,25% dan extended abstract sebesar 8,75%. Pada analisis tes tulis dengan menggunakan HOT sebelum diberi tindakan PBM, menunjukkan bahwa siswa belum menunjukkan munculnya kriteria berpikir tingkat tinggi sedangkan setelah diberi tindakan PBM, siswa telah menunjukkan munculnya kriteria berpikir tingkat tinggi atau extended abstract sebesar 8,75%. Peningkatan kemampuan berpikir siswa terjadi karena adanya peranan masing-masing tahap pada sintaks PBM dalam pembentukan kemampuan berpikir siswa. Berdasarkan hasil penelitian diatas, diketahui bahwa PBM dalam pembelajaran biologi ”Ekosistem” dapat meningkatkan berpikir tingkat tinggi siswa kelas VII C SMPK Frateran Celaket 21 Malang dan disarankan bahwa dalam proses belajar siswa, sebaiknya digunakan alat evaluasi SOLO Taxonomy dan HOT sehingga dapat diketahui kualitas perkembangan kognitif siswa dengan cara memberi skor dan menilai tingkat berpikir serta macam kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Hubungan antara kematangan emosi, pengendalian diri dan penyesuaian sosial pada remaja awal di SMA Negeri 4 Malang / Lilik Astri M.

 

Pengelolaan iklim pembelajaran di panti sosial bina remaja Mardi Karya Utama Jombang / M. Fatchullah Anshori

 

Pengelolaan iklim pembelajaran mengacu pada faktor-faktor yang mendorong ketertiban lingkungan belajar. Pengelolaan iklim pembelajaran yang baik diperlukan agar iklim pembelajaran menjadi kondusif bagi aktifitas belajar anak. Bagaimanapun baiknya perencanaan sistem pembelajaran tidak dengan sendirinya mampu menciptakan aktivitas belajar anak secara optimal, tanpa diikuti oleh iklim kelas yang kondusif. Oleh karena itu, untuk mendorong optimasi belajar anak, di samping perencanaan sistem pembelajarannya yang optimal, iklim pembelajarannya pun juga harus kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pengelolaan iklim pembelajaran di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Mardi Karya Utama Jombang. Untuk memperoleh deskripsi pengelolaan diatas, dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis prosentase. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket dan wawancara. Adapun subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik dan pengajar, dan sampel yang digunakan adalah sampel acak. Untuk peserta didik diambil sampel 20% yaitu sebanyak 28 anak dari total 140 anak, sedangkan untuk pengajar diambil sampel 2 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di PSBR Jombang, pengajar menerapkan teknik preventif, teknik kuratif, dan pengelolaan tempat belajar dalam pengelolaan iklim pembelajaran. Pelaksanaan teknik preventif tergolong efektif (68,83%), pelaksanaan teknik kuratif juga tergolong efektif (59,82%), dan pengelolaan tempat belajar di PSBR Jombang tergolong efektif (68,45%). secara keseluruhan pengelolaan iklim pembelajaran di PSBR Jombang tergolong efektif (65,7%). Berdasarkan hasil penelitian ini,disarankan bagi pengajar untuk lebih ditingkatkan lagi dalam pengelolaan iklim pembelajaran, terutama dalam teknik preventif, yaitu dalam membuat peraturan hendaknya peserta didik diajak untuk turut berpartisipasi, pengelola lembaga hendaknya lebih meningkatkan kelengkapan sarana dan prasarana untuk pelatihan, penelitian lanjutan tentang iklim pembelajaran di PSBR Mardi Karya Utama Jombang agar lebih memperluas lingkup penelitiannya, seperti di asrama, karena pada saat di asrama peserta didik juga melaksanakan kegiatan pembelajaran.

Ketertarikan arthropoda predator laba-laba bermata tajam (Oxyopidae), kumbang kubah (Coccinellidae), belalang sembah (Mantidae) terhadap tumbuhan liar Setaria sp., Oplismenus sp., dan Eleusine indica (L.) Gaertn yang ditemukan dari kebun teh Wonosari Sing

 

ABSTRAK Hidayati, Nurul. 2007. Ketertarikan Arthropoda Predator Laba-laba Bermata Tajam (Oxyopidae), Kumbang Kubah (Coccinellidae), dan Belalang Sembah (Mantidae) terhadap Tumbuhan Liar Setaria sp., Oplismenus sp., dan Eleusine indica (L.) Gaertn yang Ditemukan dari Kebun Teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Biologi Fakultas MIPA UM. Pembimbing: (I) Drs. Fatchur Rohman, M. Si, (II) Dr. Bagyo Yanuwiadi. Kata kunci: ketertarikan, arthropoda predator, tumbuhan liar Pengendalian hama pada tanaman teh seharusnya sudah beralih pada pengendalian hayati dengan memanfaatkan musuh alami seperti Arthropoda predator yang banyak terdapat di perkebunan teh. Arthropoda predator yang ada di perkebunan teh antara lain, laba-laba bermata tajam (Oxyopidae), kumbang kubah (Coccinellidae), dan belalang sembah (Mantidae). Pemilihan beberapa tumbuhan liar di perkebunan teh yang tepat sebagai habitat dari suatu predator suatu hama tanaman teh diharapkan mempermudah pengembangbiakannya di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) ketertarikan laba-laba bermata tajam (Oxyopidae), kumbang kubah (Coccinellidae), dan belalang sembah (Mantidae) terhadap tumbuhan liar Setaria sp., Oplismenus sp., dan Eleusine indica, 2) perbandingan persentase ketertarikan laba-laba bermata tajam (Oxyopidae), kumbang kubah (Coccinellidae), dan belalang sembah (Mantidae) terhadap masing-masing tumbuhan liar Setaria sp., Oplismenus sp., dan Eleusine indica, 3) perbandingan waktu orientasi laba-laba bermata tajam (Oxyopidae), kumbang kubah (Coccinellidae), dan belalang sembah (Mantidae) terhadap tumbuhan liar Setaria sp., Oplismenus sp., dan Eleusine indica yang ditemukan dari kebun teh Wonosari. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Ekologi dan Biodiversitas jurusan Biologi Universitas Brawijaya pada bulan April 2007 sampai dengan Mei 2007. Alat yang digunakan untuk melihat adanya ketertarikan predator uji terhadap terhadap tumbuhan uji adalah Olfaktometer. Kemudian dalam penelitian ini diamati jumlah individu (%) dan waktu orientasi predator uji yang memilih lengan olfaktometer. Rentang waktu orientasi dibatasi sampai 20 menit. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan digambarkan dalam bentuk diagram batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Arthropoda predator dari jenis Laba-laba bermata tajam (Oxyopidae) cenderung menuju kedalam tabung olfakto yang berisi tumbuhan setaria sp. yaitu sebanyak 10 individu dengan persentase ketertarikan yang cenderung tinggi yaitu 40% dan rata-rata waktu orientasi selama 56 detik. Jumlah individu serangga kumbang kubah (Coccinellidae) cenderung tidak tertarik pada tumbuhan liar yaitu sebanyak 23 individu (92%) dengan rata-rata waktu orientasi 50 detik. Serangga belalang sembah (Mantidae) cenderung lebih banyak tertarik pada tumbuhan Eleusine indica yaitu sebanyak 12 individu (48%) dengan rata-rata waktu orientasi yang paling lama yaitu 178 detik. Persentase ketertarikan laba-laba (Oxyopidae) cenderung lebih tinggi terhadap tumbuhan uji Setaria sp. (40%) dibandingkan terhadap tumbuhan uji lainnya. Persentase ketertarikan kumbang kubah (Coccinellidae) lebih tinggi terhadap kontrol (92%) yang cenderung tidak memilih tumbuhan uji dibandingkan terhadap tumbuhan Eleusine indica (8%), sedangkan terhadap tumbuhan uji Setaria sp. dan Oplismenus sp. adalah masing-masing 0%. Untuk belalang sembah (Mantidae) memiliki persentase ketertarikan yang cenderung tinggi terhadap Eleusine indica (40%) dibandingkan terhadap tumbuhan uji lainnya. Rata-rata waktu orientasi laba-laba (Oxyopidae) yang terlama yaitu terhadap tabung kontrol (114 detik) bila dibandingkan dengan waktu orientasi terhadap tumbuhan uji lainnya. Rata-rata waktu orientasi kumbang kubah (Coccinellidae) yang paling lama terhadap tumbuhan uji Eleusine indica (55 detik) dibandingkan terhadap kontrol (50 detik). Perbandingan rata-rata waktu orientasi belalang sembah (Mantidae) yang terlama yaitu terhadap tumbuhan uji Eleusine indica (178 detik) bila dibandingkan dengan rata-rata waktu orientasi terhadap tumbuhan uji Setaria sp. (154 detik) , kontrol (147 detik), sedangkan untuk tumbuhan uji Oplismenus sp. (0 detik). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar penelitian ini dilakukan dengan penambahan jumlah ulangan agar dapat dilakukan analisis statistik dan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai uji ketertarikan Arthropoda predator famili Oxyopidae, Coccinellidae, dan Mantidae terhadap tumbuhan liar dari famili Graminae ataupun dari famili tumbuhan lainnya dan uji ketertarikan Arthropoda predator tersebut terhadap bagian organ-organ dan uji kombinasi dari tumbuhan liar famili Graminae yang ditemukan di kebun teh Wonosari.

Peningkatan hasil belajar PKn materi pokok lembaga pemerintahan menggunakan media komputer siswa kelas IV SDN Tunggulwulung 3 Malang / Dian Ariani

 

Kata Kunci: Pembelajaran PKn, Media Komputer, Hasil Belajar. Dari hasil observasi dan wawancara dengan guru, diperoleh temuan pembelajaran yang dilakukan oleh guru yaitu: (1) media pembelajaran yang digunakan guru kurang variatif, dan (2) siswa pasif dalam pembelajaran. Kelemahan tersebut disebabkan oleh pemahaman siswa kurang sehingga nilai hasil belajar rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penerapan media pembelajaran komputer pada mata pelajaran PKn materi pokok lembaga pemerintahan tingkat pusat pada siswa kelas IV SDN Tunggulwulung 3 Malang (2) penerapan media komputer dalam meningkatkan pemahaman konsep lembaga pemerintahan tingkat pusat pada mata pelajaran PKn siswa kelas IV SDN Tunggulwulung 3 Malang Penelitian ini dilakukan di SDN Tunggulwulung 3 Malang dengan subjek siswa kelas IV sebanyak 21 siswa yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Penelitian ini difokuskan pada peningkatan pemahaman konsep lembaga pemerintahan tingkat pusat pada siswa kelas IV SDN Tunggulwulung 3 Malang dengan menggunakan media pembelajaran komputer. Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Tahapan dalam setiap siklusnya terdiri atas: perencanaan, tindakan, observasi, refleksi dan rencana perbaikan. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa data wawancara, observasi, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep lembaga pemerintahan pada siswa meningkat dari setiap siklusnya dan dapat dilihat dari hasil akhir serta jumlah prosentase rata-rata nilai siswa. Berdasarkan hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I pertemuan 1 diperoleh nilai akhir rata-rata 62,4 atau 42,8% tingkat keberhasilannya dan pada pertemuan 2 diperoleh rata-rata nilai akhir 64,9 atau 52,3% tingkat keberhasilan siswa. Sedangkan pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 73,3 yaitu 80,9% tingkat keberhasilan siswa dalam pemahaman konsep lembaga pemerintahan. Berdasarkan hasil penelitian yang dipaparkan dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran komputer dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN Tunggulwulung 3 Malang dengan kompetensi dasar ”Mengenal lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintahan tingkat pusat, seperti MPR, DPR, Presiden, MA, MK, dan BPK, dll”. Dalam penerapan media komputer pada awalnya mengalami kesulitan pada perhatian siswa yang tertuju pada tampilan animasi, namun hal tersebut dapat segera di atasi dan kegiatan belajarpun berjalan lancar. Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan penerapan media pembelajaran komputer mata pelajaran PKn dengan materi pokok lembaga pemerintahan tingkat pusat, maka saran yang diajukan antara lain: pada saat mengajar hendaknya guru memperjelas langkah-langkah dan tujuan pembelajaran agar siswa mengerti maksud dari pembelajaran pada hari itu, hendaknya guru memberikan reward yang bertujuan untuk memotivasi siswa dalam belajar, dan hendaknya guru dapat mengkreasikan sendiri materi yang akan disajikan secara menarik dengan perpaduan animasi yang berganti-ganti sehingga siswa tidak bosan dalam pembelajaran.

Pengaruh suhu kalsinasi pada aktivasi zeolit terhadap kadar persenyawaan fenol dan benzo(a)pyrene dalam asap cair serta aplikasinya pada pengawetan ikan / Anis Shalikhawati

 

Penggunaan formalin dalam pengawetan ikan memberikan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat, sedangkan pengawetan tradisional dengan metode pengasapan langsung mempunyai kelemahan terdepositnya tar dan benzo(a)pyrene pada bahan makanan yang juga membahayakan kesehatan. Perkembangan metode pengawetan ikan dengan asap cair sebenarnya memberikan hasil yang baik karena terbuat dari bahan alami dan mempunyai aktivitas antioksidan tetapi masih mempunyai kandungan benzo(a)pyrene yang bersifat karsinogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh variasi suhu kalsinasi pada aktivasi zeolit terhadap kandungan persenyawaan fenol dan benzo(a)pyrene dalam asap cair dan pada suhu kalsinasi berapa zeolit aktif dapat berpengaruh besar pada kandungan persenyawaan fenol dan benzo(a)pyrene dalam asap cair sehingga dapat dihasilkan asap cair dengan kualitas maksimum untuk pengawetan ikan. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratoris. Asap cair dibuat dengan cara pembakaran tanpa oksigen dari tempurung kelapa. Zeolit yang digunakan berasal dari Sumbermanjing Wetan dengan ukuran 60-80 mesh. Zeolit aktif kalsinasi diperoleh melalui perlakuan kimia dengan HF 1%, HCl 6M, NH4NO3 1 M kemudian dikalsinasi pada variasi suhu 550, 650, 750, 850, 950oC selama 5 jam dan selanjutnya diberi kode ZAK-550, ZAK-650, ZAK-750, ZAK-850, dan ZAK-950. Untuk mengetahui kemampuan adsorpsi masing-masing sampel zeolit dimasukkan dalam kolom lalu dialiri dengan asap cair. Asap cair yang diperoleh digunakan untuk merendam ikan teri dan disimpan dengan waktu penyimpanan yang bervariasi kemudian dilakukan uji protein. Untuk mengetahui kandungan benzo(a)pyrene dilakukan uji dengan menggunakan GC (Gas Chromatography) dan untuk mengetahui kandungan persenyawaan fenol dalam asap cair dilakukan uji dengan menggunakan GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry), sedangkan kadar protein diuji dengan metode Semi Mikro Kjeldahl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh variasi suhu kalsinasi pada aktivasi zeolit terhadap komposisi kimia asap cair khususnya kandungan persenyawaan fenol (guaiakol) dan benzo(a)pyrene dimana semakin tinggi suhu kalsinasi, luas area guaiakol semakin meningkat dan kandungan benzo(a)pyrene semakin berkurang. Kandungan guaiakol paling tinggi dan kandungan benzo(a)pyerene yang paling rendah diperoleh pada asap cair ZAK-950oC. Kandungan benzo(a)pyrene pada asap cair ZAK-950 adalah 16,60 ppm atau mengalami penurunan 92,36%. Kadar protein terbaik juga diperoleh pada ikan teri yang diawetkan dengan asap cair ZAK-950. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa asap cair yang baik digunakan untuk pengawetan bahan makanan adalah asap cair ZAK-950oC karena mempunyai kandungan guaiakol yang cukup tinggi benzo(a)pyrene yang cukup rendah.

Persepsi santri terhadap Lembaga Pesantren Mahasiswa (studi pada santri Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang) / Umu Da'watul Choiro

 

ABSTRAK Choiro, Umu Da’watul. 2015. Persepsi Santri terhadap Lembaga Pesantren Mahasiswa (Studi pada Santri Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang). Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Lasi Purwito, M.S, (2) Drs. Nurhadi, M.Pd. Kata Kunci: persepsi, santri, pesantren. Pesantren merupakan salah satu bentuk pendidikan keagamaan yang diselenggarakan pada jalur pendidikan nonformal. Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang (LTPLM) merupakan salah satu pesantren berbasis mahasiswa yang ada di Kota Malang. Dengan mengetahui bagimana persepsi santri terhadap lembaga pesantren yang ditempati diharapkan akan menjawab alasan pesantren mampu berdiri dan tetap berkembang sebagai lembaga pendidikan berbasis agama. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) mendeskripsikan persepsi santri terhadap kiai atau ustaz yang mengajar di LTPLM, (2) mendeskripsikan persepsi santri terhadap pembelajaran, terkait dengan kurikulum, kitab, pengalaman, proses pembelajaran, dan evaluasi yang ada di LTPLM, (3) mendeskripsikan persepsi santri terhadap sarana dan prasarana yang ada di LTPLM, (4) mendeskripsikan persepsi santri terhadap alumni yang telah keluar dari LTPLM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif. Metode yang digunakan dalam memperoleh data adalah angket/kuesioner dan dokumentasi dengan teknik pengumpulan data angket. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santri di LTPLM sebanyak 378 santri dan sampel sebanyak 57 santri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) santri memiliki persepsi terhadap kiai dengan kategori sangat baik dengan persentase skor 76,48% dan nilai rata-rata 3,06, (2) santri memiliki persepsi tentang pembelajaran dengan kategori sangat baik dengan persentase skor 79,76% dan nilai rata-rata 3,19, (3) santri memiliki persepsi tentang sarana dan prasarana dengan kategori baik dengan persentase skor 70,43% dan nilai rata-rata 2,82, (4) santri memiliki persepsi terhadap alumni dengan kategori baik dengan persentase skor 74,69% dan nilai rata-rata 2,99. Saran dari hasil penelitian ini diantaranya: (1) bagi pesantren hendaknya menambah dan memperbaiki indikator-indikator yang masih dipersepsi oleh santri cukup atau kurang baik, sehingga mampu memfasilitasi kebutuhan santri, (2) bagi peneliti selanjutnya, penulis berharap hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk penelitian tentang persepsi maupun penelitian tentang pesantren, (3) bagi program studi PLS, peneliti berharap bahwa pesantren juga merupakan kajian dari program pendidikan luar sekolah.

Sintesis, karakterisasi, dan uji potensi kompleks besi(III) dengan ligan karboksilat dari minyak sawit sebagai matriks magnetik / Oktavina Kartika Putri

 

Kata kunci: ligan karboksilat, minyak sawit, kompleks besi(III), matriks magnetik Magnet konvensional digunakan sebagai pelengkap pada berbagai benda elektronik. Dengan berkembangnya teknologi, dibutuhkan material magnetik baru yang lebih murah, memiliki sifat kemagnetan yang lebih baik, dan lebih mudah diaplikasikan pada komponen benda elektronik. Pada penelitian ini disintesis kompleks besi(III) karboksilat sebagai matriks magnetik. Hasil pencampuran kompleks besi(III) karboksilat dengan Fe2O3 diharapkan relatif lunak, sehingga mudah diaplikasikan pada komponen benda elektronik. Kompleks besi(III) karboksilat bersifat paramagnetik dan diharapkan dapat meningkatkan sifat kemagnetan bila dicampurkan dengan Fe2O3. Tujuan penelitian ini adalah mensintesis kompleks besi(III) karboksilat melalui reaksi trans-saponifikasi sabun natrium dengan garam FeCl3.6H2O yang dilanjutkan dengan karakterisasi dan uji potensinya sebagai matriks magnetik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang terdiri dari tiga tahap yaitu: (1) sintesis, meliputi sintesis sabun natrium melalui reaksi saponifikasi minyak sawit dengan NaOH dan sintesis kompleks besi(III) karboksilat melalui reaksi trans-saponifikasi sabun natrium dengan garam FeCl3.6H2O; (2) karakterisasi, meliputi uji titik lebur, uji kelarutan, penentuan kandungan logam dengan X-Ray Fluorescence (XRF), identifikasi gugus fungsi dengan spektroskopi Infra Red (IR), penentuan puncak-puncak difraksi dengan X-Ray Diffraction (XRD) Powder Cell, dan penentuan sifat kemagnetan dengan Magnetic Subceptibility Balance (MSB); dan (3) uji potensi sebagai matriks magnetik dilakukan dengan mengkarakterisasi campuran kompleks besi(III) karboksilat dengan Fe2O3 yang meliputi penentuan kandungan logam dengan X-Ray Fluorescence (XRF), identifikasi gugus fungsi dengan spektroskopi Infra Red (IR), dan penentuan puncak-puncak difraksi dengan X-Ray Diffraction (XRD) Powder Cell. Hasil penelitian adalah (1) Sabun natrium yang diperoleh berupa serbuk putih dengan titik lebur 90-95oC. (2) Kompleks besi(III) karboksilat yang diperoleh berupa serbuk coklat dengan rendemen sebesar 45,42%; titik lebur 93-106oC; larut sebagian dalam oktanol, larut sempurna dalam oktanol panas, dan tidak larut dalam: aquades, etanol absolut, etanol absolut panas, gliserol, dan aseton; serta bersifat paramagnetik dengan nilai momen magnet efektif sebesar 5,98 BM. (3) Hasil identifikasi spektroskopi IR menunjukkan bahwa penambahan Fe2O3 tidak mengubah gugus fungsi ligan ion karboksilat yang diikat oleh ion pusat Fe3+. Dari hasil uji X-Ray Diffraction (XRD) Powder Cell, dapat diketahui bahwa kompleks besi(III) karboksilat bertindak sebagai matriks magnetik dalam campurannya dengan Fe2O3.

Persepsi aktivis mahasiswa terhadap Hizbut Tahrir sebagai gerakan sosial politik (studi kasus di Universitas Negeri Malang) / Ana Sholikha

 

Perbedaan perilaku agresi siswa akselerasi dengan siswa non akselerasi di SMU Negeri I Jember / Piet Any Wulan

 

Program Akselerasi merupakan bentuk layanan pendidikan khusus yang diberikan kepada siswa dengan kemampuan dan kecerdasan luar biasa untuk menyelesaikan pendidikan dalam jangka waktu yang lebih pendek dari waktu yang seharusnya ditempuh. Siswa berbakat yang mengikuti Program Akselerasi lebih banyak menerima tekanan dari lingkungan sosialnya, lebih besar kemungkinan mengalami frustrasi, dan melakukan persaingan ketat dengan sesama akseleran di kelas Akselerasi, hal tersebut dapat menjadi penyebab munculnya perilaku agresif pada siswa Akselerasi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian komparatif. Populasi penelitian memiliki karakteristik yaitu Siswa Akselerasi dan Non Akselerasi SMU Negeri I Jember, laki-laki dan perempuan, dan sedang duduk di bangku kelas XI dan kelas XII. Sampel seluruhnya berjumlah 93 orang yang terdiri dari 18 siswa Akselerasi dan 75 siswa Non Akselerasi. Instrumen yang digunakan adalah Skala Perilaku Agresif yang terdiri dari 115 item dengan nilai validitas instrumen sebesar 0,743 dan nilai reliabilitas sebesar 0,9475. Hasil penelitian: (1) ada perbedaan perilaku agresi antara siswa Akselerasi dan Non Akselerasi di SMU Negeri I Jember dengan nilai t hitung sebesar 3,455 (p = 0,001 < 0,05); (2) ada perbedaan perilaku agresi antara laki-laki dan perempuan di kelas Akselerasi SMU Negeri I Jember dengan nilai t hitung sebesar 2,125 (p = 0,049 < 0,05); (3) ada perbedaan perilaku agresi antara laki-laki dan perempuan di kelas Non Akselerasi SMU Negeri Jember dengan nilai t hitung sebesar 2,569 (p = 0,012 < 0,05); (4) ada perbedaan perilaku agresi siswa Akselerasi dan Non Akselerasi pada Sub Variabel 7)paksaan, 12)frustrasi, 13)serangan, 14)persaingan, 19)agresi fisik. Saran bagi pihak sekolah sebagai penyelenggara Program Akselerasi untuk melakukan evaluasi penyelenggaraan Program Akselerasi agar dampak negatif dari penyelenggaraan program tersebut dapat segera diatasi, serta mengadakan program tambahan yang dapat membantu mengembangkan kehidupan sosial emosional siswa ke arah yang lebih baik. Bagi orang tua diharapkan mampu memahami keinginan serta perasaan anak, dan hendaknya tidak menekan dan menaruh harapan yang terlalu tinggi pada mereka. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan mengikutsertakan faktor lain seperti latar belakang subyek, sehingga hasil penelitian yang diperoleh semakin detail, cermat dan akurat.

Keanekaragaman arthropoda permukaan tanah di kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang / Dhandun Wacana

 

Arthropoda permukaan tanah adalah hewan yang hidup dan aktifitasnya berada di permukaan tanah. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui komposisi dan kepadatan populasi Arthropoda permukaan tanah, (2) untuk mengetahui keanekaragaman spesies Arthropoda permukaan tanah, (3) untuk mengetahui spesies Arthropoda permukaan tanah yang dominan, dan (4) untuk mengetahui faktor abiotik yang paling menentukan terhadap keanekaragaman spesies Arthropoda permukaan tanah yang terdapat di kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dan pengambilan sampel dilakukan pada bulan Desember 2006 hingga bulan Mei 2007 di kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang. Pengambilan sampel dilakukan pada 4 petak klon teh yaitu klon Assamica datar dan lereng serta TRI 2025 datar dan lereng setiap bulan dengan metode pit fall trap. Setiap petak cuplikan diambil 10 titik. Pengukuran faktor abiotik meliputi pH tanah, suhu tanah, kelembaban tanah, kandungan air tanah, suhu udara, kelembaban udara, dan curah hujan. Tingkat keanekaragaman spesies Arthropoda permukaan tanah dihitung berdasarkan Indeks Keanekaragaman Shannon Wienner (H’) dan untuk membandingkan indeks keanekaragaman spesies antar klon yang berbeda dengan menggunakan analisis statistik uji-t. Penentuan faktor abiotik yang paling menentukan terhadap keanekaragaman spesies Arthropoda dengan menggunakan analisis Regresi Ganda Bertahap (Stepwise Multiple Regression). Komposisi Arthropoda permukaan tanah pada klon Assamica kebun teh Wonosari Malang meliputi 24 taksa yang tergolong dalam 11 famili. Komposisi Arthropoda permukaan tanah pada klon TRI 2025 meliputi 28 taksa yang tergolong dalam 16 famili. Kepadatan populasi Arthropoda permukaan tanah dihitung berdasarkan jumlah individu per luas lubang pit fall trap untuk masing-masing spesies. Kepadatan populasi Arthropoda permukaan tanah pada klon Assamica datar berkisar antara 40 – 87 dengan rerata sebesar 65,33, sedangkan pada klon Assamica lereng berkisar antara 34 – 79 dengan rerata sebesar 52,83. Kepadatan populasi Arthropoda permukaan tanah pada klon TRI 2025 datar berkisar antara 34 – 54 dengan rerata sebesar 46, sedangkan pada klon TRI 2025 lereng berkisar antara 46 – 92 dengan rerata sebesar 67,67. Keanekaragaman spesies Arthropoda permukaan tanah pada klon Assamica datar memiliki kisaran antara 1,419 – 2,062 dengan nilai rerata sebesar 1,582, sedangkan pada klon Assamica lereng memiliki kisaran antara 1,284 – 1,973 dengan nilai rerata sebesar 1,549. Keanekaragaman spesies Arthropoda permukaan tanah pada klon TRI 2025 datar berkisar antara 1,394 – 2,035 dengan nilai rerata sebesar 1,742, sedangkan pada klon TRI 2025 lereng berkisar antara 1,353 – 1,854 dengan nilai rerata sebesar 1,561. Faktor abiotik yang sangat menentukan terhadap keanekaragaman spesies Arthropoda permukaan tanah di klon Assamica datar yaitu cahaya (r2= 17,19%) , suhu tanah (r2= 11,81%), kelembaban tanah (r2= 14,90%), air tanah (r2= 3,80%), pH tanah (r2= 11,41%), suhu udara (r2= 10,87%), dan kelembaban udara (r2= 13,12%). Faktor abiotik yang berpengaruh secara nyata terhadap keanekaragaman spesies Arthropoda permukaan tanah di klon Assamica lereng yaitu curah hujan (r2= 11,01%) , kelembaban tanah (r2= 18,47%), suhu udara (r2= 13,11%), dan kelembaban udara (r2= 32,91%). Faktor abiotik yang berpengaruh nyata terhadap keanekaragaman spesies Arthropoda permukaan tanah pada klon TRI 2025 datar yaitu curah hujan (r2= 23,09%), cahaya (r2= 11,55%), air tanah (r2= 6,06%), suhu udara (r2= 3,89%), suhu tanah (r2= 40,77%), dan pH tanah (r2= 1,55%). Faktor abiotik yang berpengaruh nyata terhadap keanekaragaman spesies Arthropoda permukaan tanah pada klon TRI 2025 lereng adalah curah hujan (r2= 21,77%), air tanah (r2= 7,40%), suhu udara (r2= 2,56%), dan pH tanah (r2= 12,68%).

Pengaruh minat dan cara belajar akuntansi terhadap prestasi belajar akuntansi kelas X di SMK Negeri 01 Lumajang Program Keahlian (Sekretaris dan Penjualan) tahun ajaran 2006/2007 / Novita Dwi Isnaeni

 

Pengembangan produk baru berbahan baku tempe / Rahadiyan Firmanto

 

Berdasrkan survei awal pada dua unit industri pengolahan tempe. Subyek yang dijadikan penelitian awal yaitu mbak Deny dan P. Ismail. Masalah yang diperoleh tentang produksi (penambahan alat-alat) dan pemasaran. Tetapi bila keduanya diatasi belum tentu produk yang dihasilkan terserap oleh konsumen. Hal ini, memunculkan gagasan pengembangan produk baru berbahan baku tempe. Pengembangan produk baru berbahan baku tempe diusahakan memiliki nilai ekonomi setara dengan kripik tempe. Pencarian produk olahan dari tempe dilakukan mulai dari internet sampai anjuran dosen pembimbing. Produk yang memungkinkan adalah krupuk tempe, bakso tempe, mie tempe. Setelah dilakukan pengujian pembuatan prototipe yang bisa dikembangkan sampai tahap pengujian di lapangan adalah krupuk tempe dan bakso tempe, sedangkan mie tempe terkendala waktu. Untuk pengujian dilakukan untuk mengetahui potensi pasar sehingga tidak sampai tahap komersialisasi. Pengujian produk dilakukan pada 3 tempat berbeda (Asrama UM, KOPMA UM dan Fakultas Ekonomi) jumlah responden 120 orang. Cara pengujian dilakukan dengan mencobakan produk yang telah dibuat kemudian responden diminta memberikan penilaian (uji petik). Hasil tabulasi respon responden dianalisis dengan menggunakan rumus chi square. Rinciannya untuk krupuk tempe: Rasa gurih (non signifikan), rasa pedas (non signifikan), rasa tempenya (signifikan), warna (non signifikan), tekstur (non signifikan), irisan (non signifikan), ketebalan (non signifikan), besar/kecil (non signifikan), renyah (non signifikan), variasi rasa (non signifikan) bentuk irisan (non signifikan), ketebalan (signifikan), bentuk kemasan (non signifikan), harga eceran (signifikan), cara disribusi (non signifikan), tempat penjualan (signifikan) sedangkan untuk bakso tempe: Rasa gurih (non signifikan), rasa tempenya (non signifikan), warna (non signifikan), tekstur (non signifikan), cetakan (non signifikan), ketebalan (non signifikan), besar/kecil (signifikan), kenyal (non signifikan), variasi rasa (non signifikan) bentuk cetakan (non signifikan), bahan kemasan (non signifikan), harga eceran (non signifikan), cara disribusi (non signifikan), tempat penjualan (signifikan) Hasil pengembangan produk yang dilakukan untuk tahap komersialisasinya bisa dilakukan kalangan pengusaha di sentra industri keripik tempe sanan dan para pedagang bakso. Karena produk krupuk tempe dan bakso tempe cara produksi dan peralatan yang dibutuhkan cukup sederhana. Sedangkan untuk pemasarannya dapat dilakukan bersamaan dengan produk asli mereka. Diharapkan para pengusaha di sentra industri keripik tempe sanan dan para pedagang bakso bisa menerima manfaat dari hasil pengembangan produk baru yang telah dilakukan.

Pengaruh analisis pekerjaan (job analysis) terhadap rekruitmen pegawai pada PT. PLN (Persero) distribusi Jawa Timur area pelayanan dan jaringan (APJ) Malang / Evita Al Quria

 

ABSTRAK Al Quria, Evita .2007. Pengaruh Analisis Pekerjaan (Job Analysis) Terhadap Rekruitmen Pegawai Pada PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Gatot Isnani, M.Si, (II) Heny Kusdiyanti, S.Pd, M.M. Kata kunci: analisis pekerjaan, rekruitmen Setiap organisasi pasti terdapat satuan kerja yang menangani pengolahan sumber daya manusia yang nantinya satuan kerja tersebut mampu memberikan informasi tentang ketenagakerjaan. Satuan kerja yang dimaksud adalah departemen personalia atau departemen sumber daya manusia yang melakukan analisis pekerjaan dimana dalam analisis tersebut dapat digunakan untuk melakukan deskripsi pekerjaan, spesifikasi pekerjaan dan penentuan evaluasi pekerjaan. Kegiatan analisis pekerjaan merupakan hal yang sangat penting bagi suatu organisasi karena berbagai tindakan dalam pengolahan dan pengelolaan sumber daya manusia tergantung pada informasi tentang analisis pekerjaan yang telah dilakukan. Sehubungan dengan kegiatan analisis tersebut akan dapat dilakukan pengadaan atau perekrutan pegawai. Dimana analisis pekerjaan merupakan pedoman dasar perusahaan untuk mencari, menyeleksi dan menempatkan karyawan pada jabatan yang tepat. Seperti yang kita ketahui bahwa PT. PLN merupakan salah satu perusahaan yang cukup eksis di bidang pelayanan, terutama dalam bentuk jaringan listrik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara analisis pekerjaan terhadap rekruitmen pegawai pada PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Malang. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu analisis pekerjaan (X) yang terdiri dari deskripsi pekerjaan (X1), spesifikasi pekerjaan (X2), dan evaluasi pekerjaan (X3). Sedangkan variabel terikatnya adalah rekruitmen (Y). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 314 orang dan sampel yang diambil adalah 62 orang untuk pegawai dan 1 orang asisten manajer SDM & Administrasi dengan menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif tersebut dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, dimana penelitian ini memiliki jenis data ordinal dengan sumber data primer dan sekunder. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner dan dokumentasi. Adapun skala yang digunakan skala Likert dengan 5 pilihan jawaban. Untuk menguji akurasi instrumen dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial yang meliputi uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS versi 13.0. Berdasarkan hasil analisis deskriptif data dapat diketahui bahwa deskripsi pekerjaan merupakan bagian dari analisis pekerjaan yang mempengaruhi rekruitmen pegawai, hal ini berdasarkan data bahwa 38 responden (61,26%) menjawab setuju. Spesifikasi pekerjaan adalah bagian dari analisis pekerjaan yang mempengaruhi rekruitmen pegawai pada PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Malang, terbukti sebanyak 40 responden (64,35%) menjawab setuju. Disamping itu evaluasi pekerjaan juga merupakan bagian dari analisis pekerjaan yang mempengaruhi rekruitmen pegawai pada PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Malang, terbukti 45 responden (72,58%) menjawab setuju. Sedangkan berdasarkan hasil analisis statistik inferensial, pada uji asumsi klasik data dalam penelitian ini telah memenuhi asumsi normalitas, bebas multiko, tidak terjadi heteroskedastisitas, dan tidak terdapat masalah autokorelasi. Untuk hasil analisis regresi linier berganda yaitu nilai konstanta sebesar 14,701, nilai korelasi (R) sebesar 0,677, nilai R Square sebesar 0,458, nilai Adjusted R Square sebesar 0,430, nilai F hitung sebesar 16,327, nilai Sig F hitung sebesar 0,000, nilai B untuk variabel X1 sebesar 0,563, nilai B untuk variabel X2 sebesar 0,571, nilai B untuk variabel X3 sebesar 0,346. Dapat diketahui pula variabel deskripsi pekerjaan (X1) memiliki Sig t sebesar 0,000, variabel spesifikasi pekerjaan (X2) memiliki Sig t sebesar 0,000, sedangkan variabel evaluasi pekerjaan (X3) memiliki Sig t sebesar 0,037. Adapun sumbangan efektif variabel X1 (deskripsi pekerjaan) sebesar 26,94%, variabel X2 (spesifikasi pekerjaan) sebesar 29,59% dan variabel X3 (evaluasi pekerjaan) sebesar 4,12%. Sehingga dapat diketahui bahwa variabel yang dominan pengaruhnya terhadap rekruitmen pegawai pada PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Malang adalah spesifikasi pekerjaan. Saran peneliti kepada pihak PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Malang adalah sebagai berikut: 1) Untuk menarik tenaga kerja yang kualified dan kompeten, sebaiknya PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Malang tetap mengaplikasikan analisis pekerjaan yaitu deskripsi pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, evaluasi pekerjaan yang mempengaruhi rekruitmen pegawai. Hal ini dikarenakan kondisi deskripsi pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, evaluasi pekerjaan pada PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Malang adalah baik. Sehingga visi dan misi perusahaan tercapai. 2) Sehubungan dengan variabel spesifikasi pekerjaan yang terbukti sebagai variabel yang memiliki pengaruh dominan terhadap rekruitmen pegawai PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Malang, hendaknya perusahaan perlu mengembangkan variabel spesifikasi pekerjaan yaitu dengan menetapkan persyaratan yang lebih baik lagi bagi calon pelamar. Adapun persyaratan yang dimaksud adalah dari tingkat pendidikan, kemampuan atau skills, pengalaman, sehat jasmani dan rohani, memiliki loyalitas yang tinggi. Sehingga diharapkan dengan adanya persyaratan yang seperti ini maka perusahaan akan mendapatkan tenaga kerja yang kompeten dan kualified.

Metilasi CNSL (Cashew Nut Shell Liquid) dengan dimetil sulfat dan KOH dalam metanol / Widi Astuti

 

Tanaman jambu mete adalah suatu tanaman yang termasuk dalam spesies Anacardium occidentale L. Produk tanaman mete adalah buah dan biji mete. Dalam setiap satu butir biji mete, rata-rata terdiri dari 70% (berat) kulit biji dan 30% (berat) daging biji. Kulit biji mete mengandung minyak yang disebut Cashew Nut Shell Liquid (CNSL) dengan jumlah cukup besar yaitu 32 %. CNSL berwarna coklat kehitaman, kental, dan bersifat korosif yang dapat melepuhkan tangan sehingga tidak dapat digunakan sebagai bahan pangan. Kandungan utama minyak kulit biji mete (CNSL) adalah 70% asam anakardat, 18% kardol, serta 5% kardanol dan 2-metilkardol. Keempat senyawa tersebut mempunyai gugus hidroksil fenolik dan mempunyai gugus alkil (jenuh, tidak jenuh). Khusus untuk asam anakardat selain mempunyai gugus tersebut juga mempunyai gugus karboksil pada lingkar aromatiknya. Sifat asam anakardat yang toksik terhadap sel kanker (sitotoksisitas) berkaitan dengan kepolarannya. Semakin nonpolar suatu senyawa, maka semakin toksik senyawa tersebut (Korolkovos, 1970). Hal ini berarti bahwa bila suatu senyawa semakin bersifat nonpolar, maka kemampuannya dalam menghambat tumbuhnya sel kanker semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah CNSL dapat dimetilasi dengan dimetil sulfat dan KOH dalam metanol serta untuk mengetahui senyawa yang dihasilkan dari reaksi tersebut. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental, yaitu mereaksikan CNSL dengan dimetil sulfat dan KOH dalam metanol. Analisis hasil reaksi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis (KLT), sedang pemisahan senyawa-senyawa hasil reaksi dilakukan dengan kromatografi kolom. Untuk identifikasi struktur senyawa dilakukan dengan spektrofotometri IR dan 1H-NMR. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa CNSL dapat dimetilasi dengan menggunakan dimetil sulfat dan KOH dalam metanol. Pemisahan senyawa hasil metilasi menghasilkan senyawa dengan Rf=0,913. Studi spektroskopi menunjukkan bahwa senyawa ini adalah ester metil anakardat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh maka disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai sifat-sifat kimia dan fisika senyawa hasil metilasi CNSL serta melakukan analisis spektroskopi lain untuk memperoleh data yang lebih meyakinkan dalam menentukan struktur senyawa hasil sintesis.

Penerapan metode simulasi dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial di kelas 5 SD Berita Hidup Malang / Wahyu Dyah Sriwindartin

 

Kata kunci : Pendekatan komunikatif ,karangan narasi ,SD Berdasarkan hasil observasi pada pembelajaran bahasa Indonesia menulis kararangan narasi kelas III di SD Berita Hidup Malang diketahui bahwa terdapat permasalahan yang cukup komplek pada pembelajaran menulis karangan narasi di kelas tersebut yaitu hasil belajar siswa rendah , siswa merasa jenuh dengan guru . Guru masih mengunakan pembelajaran yang konvensional . Tujuan penelitian ini adalah 1)mendeskripsikan penerapan pendekatankomunitatif pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas III ,2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa kelas III SD Berita Hidup Malang pada pembelajaran menulis karangan narasi dengan pendekatan komunikatif . Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK ) yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru.PTK ini mengunakan 2 siklus yang tahap siklusnya mengikuti model Kemmis &MC. Taggrat yang refleksi . Subyek penelitian adalah siswa kelas III SD Berita Hidup Malang .Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi ,dokumentasi ,wawancara , dan tes .Sedangkan analisis data yang digunakan adalah deskriptif . kualitatif . Hasil penelitian menunjukan hasil belajar sangat baik bahwa penerapan model pembelajaran komunokatif dapat meningkatkan hasil belajar dari siklus -1 menjadi 8% pada siklus 2 pada pembelajaran karangan narasi sisiwa kelas III SD Berita Hidp Malang. Peningkatan itu berupa penentuan judul dan isi, pemilihan kata dan kalimat, ejaan dan tanda baca , kerapian dan kebersihan tulisan . Oleh karen itu penerapan pendekatan komunikatif sangat baik untuk meningkatkan hasil belajar dan proses mengajar. Disimpulkan dengan mengunakan model komunikatif dapat meningkatkan hasil belajar sebelumnya . Disimpulkan agar guru dalam pembelajaran dan dapat menerapkan model komunikatif pada materi lain yang sesuai .

Identifikasi kesalahan penggunaan ejaan pada keterampilan menulis karangan siswa kelas 2 MI Islamiyah Kebonsari Kecamatan Sukun Kota Malang / Evy Rosalina Susanti

 

Abstrak : Dalam pembelajaran Ilmu Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah penggunaan ejaan dan tanda baca yang benar sesuai dengan ejaan yang disempurnakan oleh Depdikbud. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia memuat 4 keterampilan yaitu mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Dalam keterampilan menulis siswa sering mengalami kesalahan pada penulisan huruf kapital. Kesalahan tersebut disebabkan oleh siswa yang kurang teliti dan buku paket yang digunakan sering tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Ketuntasan suatu pembelajaran dapat dilihat dari tercapainya tujuan yang diharapkan dengan menggunakan acuan tertentu sebagai dasar. Dalam pengamatan ini menggunakan pendekatan deskriptif yang diterapkan pada siswa kelas II MI Islamiyah Kebonsari Kota Malang.

Identifikasi kesalahan menulis tegak bersambung siswa kelas II Sekolah Dasar Negeri Bandungrejoasri 1, Kecamatan Sukun Kota Malang / Riyani

 

Pembelajaran keterampilan berbicara dalam mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas III SDN Balearjosari II Kota Malang / Zahrul Amin

 

The evectiveness of using dictogloss method on listening comprehension of grade eight students at state junior high school 5 Malang / Ayu Dwi Nastiti

 

Key Words: Dictogloss, Listening Comprehesion Mendengarkan (menyimak) merupakan kemampuan berbahasa yang paling penting sebelum siswa mampu belajar berbicara, membaca, dan menulis. Sudah dibuktikan bahwa lebih dari 50% siswa menghabiskan waktunya untuk mendengarkan. Berdasarkan fakta tersebut, guru seharusnya memiliki metode pembelajaran khusus yang mampu meningkatkan kemampuan mendengarkan siswa. Dictogloss merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan kemampuan mendengarkan (menyimak) siswa. Dibandingkan metode yang lain, dictogloss mampu membuat siswa menyerap informasi lebih akurat. Metode ini menggabungkan pendekatan bottom up dan top down, dimana hal ini memungkinkan siswa untuk memahami informasi dari pengetahuan tentang bahasan sebuah teks dan kecerdasan linguistik yang mereka miliki. Penelitian terdahulu tentang penggunaan dictogloss menunjukkan bahwa dictogloss merupakan metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa siswa. Penelitian Harwood’s menemukan bahwa dictogloss merupakan strategi pembelajaran yang cocok bagi siswa pada semua level. Kurniasari (2009) meneliti tentang efektivitas penggunaan dictogloss dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa. Hasil dari penelitiannya menyebutkan bahwa dictogloss merupakan metode yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan menulis siwa. Akan tetapi, penelitian ini dilakukan untuk meneliti apakah metode dictogloss memiliki efektivitas yang tinggi dalam pengajaran listening. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab masalah penelitian, yang dirumuskan sebagai ” Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai siswa yang diajarkan menyimak menggunakan metode dictogloss dan nilai siswa yang diajarkan menyimak menggunakan metode konvensional?” Kemudian, diambillah data yang reliabel untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai kedua kelompok. Desain penelitian ini adalah quasi-experimental pretest-posttest nonequivalent control group design. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Malang. Penelitian ini dilakukan dalam 6 kali pertemuan, yaitu 1 pertemuan untuk pretest, 4 pertemuan untuk melaksanakan treatment, dan 1 pertemuan terakhir untuk mengadakan posttest. Kelompok eksperimental diajarkan menyimak menggunakan metode dictogloss, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode konvensional. Sebelum diberikan perlakuan, siswa terlebih dahulu diberi pretest untuk mengukur kemampuan awal siswa yang berbentuk pilihan ganda. Setelah mendapat perlakuan, siswa diberi posttest yang juga berbentuk pilihan ganda. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk rata-rata nilai. Data tersebut dianalisis menggunakan ANAKOVA dengan level signifikan p=5%. Kemudian, dihasilkan bahwa rata-rata nilai kelompok eksperimental sebesar 78.33, sedangkan rata-rata nilai kelompok kontrol sebesar 63.75. Dengan menggunakan perhitungan statistik dihasilkan bawah F score lebih besar dari F table. Artinya perbedaan nilai kedua kelompok itu sangat signifikan. Kemudian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode dictogloss untuk meningkatan kemampuan menyimak terbukti lebih efektif daripada penggunaan metode konvesional. Berdasarkan hasil penelitian, guru bahasa Inggris disarankan untuk menggunakan dictogloss sebagai metode alternatif dalam pengajaran listening. Sedangkan, para peneliti lain dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai dasar untuk mengadakan penelitian mengenai dictogloss menggunakan desain penelitian yang berbeda dan mengadakan mengadakan penelitian tentang dictogloss menggunakan media yang lebih menarik

Identifikasi kesulitan belajar siswa dalam pelajaran IPS (Sejarah) di kelas V SDN Tanjungrejo 2 Kecamatan Sukun Kota Malang / Penny Cahyani

 

Kajian buku ajar IPA SD kelas IV ditinjau dari Kurikulum tahun 2006 / Ettik Irawati

 

Identifikasi kesalahan konsep siswa dalam pembelajaran monokotil dan dikotil kelas III MINU Polowijen Kota Malang / Abu Yakfar Arifai

 

Pengaruh finishing menggambar ekspresi terhadap perilaku siswa kelas II B Sekolah Dasar Negeri Kasin Kota Malang / Soehartatiek

 

Profil kemampuan siswa kelas V MI Sunan Gunung Jati Malang dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan jarak dan kecepatan / Windra Septi Mulyanti

 

Profil kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal berhitung optimasi penjumlahan dan pengurangan di kelas V sekolah dasar / Madi Setio Prabowo

 

Pengamatan pembelajaran pembagian bilangan bulat positif yang hasilnya dinyatakan dalam pecahan desimal di kelas V SDN Balearjosari II Kota Malang / Etika Susilowati

 

ABSTRAK Susilowati, Etika. 2007. Pengamatan Pembelajaran Pembagian Pada Bilangan Bulat Positif Yang Hasilnya Dinyatakan Dalam Pecahan Desimal di Kelas V SDN Balearjosari II Kota Malang. Tugas Akhir, Jurusan KSDP, Program D II PGSD Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dra. Endang Setyo Winarni, M. Pd Kata Kunci: Kesalahan, Pembagian, bilangan bulat positif, pecahan desimal, Matematika Kurikulum 2006 memasukkan secara terstruktur mata pelajaran matematika mulai dari kelas I sampai dengan kelas VI. Hal itu menjelaskan bahwa matematika merupakan pelajaran penting dan esensial yang wajib diseriusi, khususnya dalam proses pembelajarannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal pembagian bilangan bulat positif yang hasilnya dinyatakan dalam pecahan desimal di kelas V SDN Balearjosari II Kota Malang. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian deskriptif. Sedangkan masalah yang menjadi fokus perhatian dalam penelitian ini adalah kesalahan siswa dalam mengerjakan soal pembagian bilangan bulat positif yang hasilnya dinyatakan dalam pecahan desimal di kelas V SDN Balearjosari II yang berjumlah 13 siswa. Instrumen Yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes, wawancara dan observasi. Adapun untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan digunakan teknik analisis deskriptif. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa: (1) Dari siswanya: ada kesalahan dalam menyelesaikan soal pembagian bilangan bulat positif (bilangan asli) yang hasilnya dinyatakan dalam pecahan desimal di kelas V SDN Balearjosari II Kota Malang. Dari 13 siswa responden, semuanya melakukan kesalahan pembagian bilangan bulat positif (bilangan asli) yang hasilnya dinyatakan dalam pecahan desimal. Jenis kesalahannya antara lain: siswa dapat menuliskan langkah-langkah pembagian dengan benar, namun pada langkah pembagian bilangan terakhir siswa langsung menulis bilangan nol/menghilangkan satu langkah pembagian sebelum langkah terakhir, sehingga hasil akhir/jawaban tidak dalam pecahan desimal. (2) Dari gurunya kesalahan antara lain: guru dalam menyampaikan materi tidak menggunakan berbagai metode.Contohnya: pada waktu membahas materi pembagian bilangan asli, guru hanya menggunakan metode ceramah dan tanya jawab tetapi tidak menggunakan metode demonstrasi. Susilowati, Etika adalah mahasiswa Program D II PGSD kerjasama Kota Malang yang sedang menyelesaikan tugas Akhir tahun 2007.

Identifikasi kesalahan konsep buku ajar IPA pada kompetensi dasar sumber daya alam di kelas IV SDN Balearjosari II Malang / Warti

 

Analisis sistem pengendalian intern terhadap fasilitas tidak dipungut cukai atas EA dalam pembuatan MMEA di KPBC Tipe A Malang / Dwi Handoyo

 

Studi lapangan pelaksanaan konstruksi dinding geser (shear wall) pada pembangunan gudang PT. Mitra Pinasthika Mustika Jl. Sunandar Priyo Sudarmo, Malang / Kusno Imam Sujalmo

 

Identifikasi kesalahan konsep dalam pembelajaran gaya magnet di kelas 5 ADN Tanjungrejo I Malang / Mochammad Ali Yasin

 

Kemampuan pengarang siswa kelas V sekolah dasar negeri Sukun 3 Kota Malang / Titik Mintoro wati

 

Kesalahan-kesalahan menulis pemenggalan kata Bahasa Indonesia siswa kelas V SDN Arjosari I Kota Malang / Siti Amzah

 

Luluk AnidaPenggunaan kata depan dalam karangan bagi siswa kelas III SD Negeri Jatimulyo V Kecamatan Lowokwaru Kota Malang tahun ajaran 20006/2007 / Luluk Anida

 

Kemampuan guru mengajarkan materi menulis tegak bersambung pada siswa kelas 1 SDN Kedungkandang I Kecamatan Kedungkandang di Kota Malang / Sri Andayani

 

Kemampuan memahami bacaan pada pembelajran bahasa jawa di kelas III SDN Mojolangu 3 Kota Malang / Endang Prasetiowati

 

Konsepsi siswa terhadap konsep energi dan perubahannya pada pembelajaran IPA kelas III SD Muhammadiyah 4 Malang / Hana Ayudah

 

Analisis sistem pengendalian intern pada siklus pendapatan iklan PT. Malang Intermedia Pers / Satrio Pratomo

 

Profil guru dalam membelajarkan konsep pecahan siswa kelas III SDN Bandungrejosari I Kota Malang tahun ajaran 2006/2007 / Nur Azizah

 

Tugas Akhir ini mendeskripsikan tentang profil guru dalam membelajarkan konsep pecahan. Tujuan penulisan ini mendeskripsikan proses guru dalam membelajarkan konsep pecahan di kelas III SDN Bandungrejosari I.Observasi dalam pembelajaran konsep pecahan di kelas III SDN Bandungrejosari I tentang semua kejadian selama berlangsungnya proses belajar mengajar, baik dari pihak guru ataupun siswa. Sasaran penulisan dalam Tugas Akhir ini adalah guru kelas III Semester II SDN Bandungrejosari I tahun ajaran 2006/2007. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan dalam penulisan ini adalah deskriptif kualitatif Hasil penulisan yang diperoleh yaitu: 1) pihak guru dalam kegiatan belajar mengajar antara lain: Guru menyampaikan materi pembelajaran berdasarkan kurikulum 2006 (KTSP) dan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, dalam pembelajaran pecahan guru hanya menggunakan media gambar dan tidak menggunakan benda-benda konkret. 2) pihak siswa dalam kegiatan belajar mengajar antara lain: siswa menyebutkan nilai pecahan, nama pecahan, menuliskan dan membacakan lambang pecahan yang ditunjukkan oleh gambar yang diarsir, siswa membagi dan mengarsir bangun datar beraturan sesuai dengan nilai pecahan yang sudah ditentukan. 3) Kejadian-kejadian selama proses pembelajaran berlangsung antara lain: guru menjelaskan atau mengenalkan pecahan dengan gambar bangun datar beraturan yang diarsir, siswa mengerjakan LKS dan hasilnya memuaskan, suasana kelas agak gaduh pada saat siswa mengerjakan evaluasi. Berdasarkan pengamatan ditemukan bahwa dalam pembelajaran matematika tentang pecahan, guru hanya menggunakan media gambar, hal ini bertentangan dengan teori Piaget dan Bruner. Teori Piaget bahwa taraf berfikir anak SD adalah konkret operasional dan teori Bruner, siswa belajar melalui 3 tahap yaitu, enaktif, ekonik dan simbolik. Selanjutnya guru lebih banyak menggunakan pengetahuan prosedural daripada konseptual, akibatnya siswa belum bisa memahami konsep pecahan secara optimal. Kesimpulan yang dapat diambil dari penulisan ini adalah (1) pembelajaran tentang konsep pecahan di SDN Bandungrejosari I kurang efektif karena hanya menggunakan media gambar (2) pembelajaran hanya mengacu pada pengetahuan prosedural saja.Berdasarkan kesimpulan diatas penulis menyarankan agar guru menggunakan benda-benda nyata (konkret) dalam pembelajaran matematika untuk usia SD, dan guru mengembangkan pengetahuan konseptual dan prosedural secara seimbang.

Menemukan kesalahan guru dalam menerapkan konsep kedisiplinan pada siswa Sekolah Dasar / Lutvi Awan Amin

 

Disiplin adalah cara masyarakat mengajar anak tentang perilaku moral yang disetujui oleh kelompok sosial. Perilaku moral yang telah dipelajari oleh anak tersebut akan mengarahkan kehidupannya agar dapat bermanfaat bagi dirinya maupun masyarakat sosialnya, serta dapat menimbulkan perasaan bahagia dan sejahtera. Orang yang mangajarkan disiplin berarti telah menumbuhkan dan mengembangkan pengertian-pengertian yang memang berasal dari luar pribadi anak sebagai proses untuk melatih dan mengajarkan tingkah laku serta bersikap sesuai tata krama yang ada dalam lingkungan sosial. Keyakinan masyarakat bahwa anak-anak, khususnya siswa sekolah dasar sangat memerlukan disiplin sudah ada sejak dulu. Pada masa lampau, disiplin dianggap perlu untuk menjamin bahwa anak akan menganut standar yang ditetapkan masyarakat yang harus dipatuhi agar ia tidak ditolak oleh lingkungan sosialnya. Akan tetapi saat ini anggapan tersebut sudah berubah, sekarang masyarakat sudah dapat menerima bahwa anak membutuhkan disiplin karena ada keinginan untuk bahagia dan menjadi orang yang baik penyesuaiannya terhadap lingkungan sosial. (Elizabeth B. Hurlock. 1978). Didalam pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui dan menemukan beberapa kesalahan tindakan guru dalam menerapkan kedisiplinan yang tidak sesuai dengan arti dan makna disiplin itu sendiri, khususnya pada penerapan disiplin untuk siswa sekolah dasar. Subyek dalam pengamatan ini adalah guru kelas yang mengajar di SDN Tanjungrejo 2 Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang. Sedangkan obyek penerapannya adalah siswa di sekolah tersebut. Pengamatan dan pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 16 April sampai 12 Mei 2007. Berdasarkan data yang diperoleh, masih ada guru yang menerapkan disiplin dengan cara otoriter. Hal itu terbukti dengan adanya perilaku guru yang menekan siswa dengan peraturan-peraturan yang terlalu keras sehingga dapat menghambat gerak motoris siswa. Akibatnya siswa tersebut mengalami kendala dalam mengekspresikan keinginannya karena takut akan hukuman yang diberikan akibat melanggar peraturan. Tindakan guru semacam itulah yang disebut “guru sebagai penindas gejolak emosi”. (Muller-Bek, 1958).

Analisis kesalahan penulisan awalan "Di" dan kata depan "Di" siswa kealas III Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hikmah Malang /Yuni Kurniasih

 

Indentifikasi pola-pola kesalahan siswa kelas IV dalam mengerjakan perkalian di SD Muhammadiyah 4 Malang / Erna Juwariyah

 

Analisis kesalahan penulisan huruf kapital dalam kalimat Bahasa Indonesia siswa kelas II SD Negeri Dinoyo I Malang tahun ajaran 2006/2007 / Bayu Siti Harini

 

Penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode stad pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V sekolah dasar negeri Arjosari I di Kota Malang / Maya Wiyantiningsih

 

Penyelenggaraan pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus di SD Inklusi SDN Bedali 05 Malang / Agus Imam Al Hakim

 

Metode Cramer sebagai salah satu alat untuk menyelesaikan masalah matematika dan ekonomi oleh Dwi Ariany Tunjungsari

 

Matematika mempunyai peranan penting dalam ekonomi, karena seringkalim atematikad imanfaatkand alamm enyelesaikanp ermasalahanpermasalahasne pertim enentukanb esamyak esiimbanganp enaapatann asional padak ebijakanf iskal pemerintahd alamb entuk persamuralinn ear. Ekonomi adalah salahs atud isiplin ilmu yang penerapannyasa ngatm embutuhkanm atematika sebagasi imbol untuk menyederhanakapne nyajian,p emahamaqa nalisis,d an penyelesaians uatum asalahd i bidangp edapatann asional.B erdasarkanh al tersebut,m aka penulisb erusahau ntuk mengkaji aturanc ramer sebagasi alahs atu alat untuk menyelesaikanm asalahd i bidangm atematikad an ekonoiri. Padap embahasanin i dibatasiu ntuk sistemp ersanaanl inear dengan3 variabeld an menentukank eseimbanganp endapatann asionaly ang terjaii pemerintaht ertutup di maha kegiatane konomiy ang dilahrkan pemerintaht anpa adanyah ubuneand enganl uar negeri.K eseimbanganp endapatann asionals uatu negarad ipengaruhio leh pertdapatand isposabelk, onsumsi,i nvestasi,d an besarnya tabungand an bagaimanap engaruhnyate rhadapk ehidupanm asyaratat.S istem persamaanlin ear yang terbentukb erdasarkand ata soal yangd iperolehd an dirum.uskank ebentukp ersarn:unmasing-masinegk onomi auu'n na ini yang berkaitand enganp endapatann asionald alarnk ebijakanf iskal. Sistemp .i*** yang terbentuk mempunyai bentuk AX:B, Metode cramer dapat digunakan untuk menyelesaikanp ersamaanjik a sistemp enamaant ersebuta dalaht ak homogen, atau determinan dari matriks A* 0. Dengan mengetahui bahwa besamya pendapaans eimbangm aka tujuan perekonomians uatun egara tercapaia rtinya ry-Tasr+al dan pengeluarany ang dilalcukanp emerintahs amaa taus eimbangd, an tid+ terjadi penganggurardra n inflasi. Penulisan ini merupakan kajian teori yang diambil dari buku-buku yang relevan. Tujuan dari kajian ini adalah untuk memudahkanperhitunganperhitungan dalanr bidang matematika ekonomi yang disebutkan di-atas, menyederhanakamn asalahd enganp ersamaanlin ier, dan menyelesaikan permasalahand engana turanC ramer

Penggunaan metode kerja kelompok dalam pembelajaran IPS di kelas III SDN Balearjosari II Kota Malang / Robby Zulkarnain Noer

 

Identifikasi kesalahan metode mengajar guru dalam pembelajaran kompetensi dasar panas di kelas IV SDN Jatimulyo V Kota Malang / Suparman

 

Penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual (CTL) dalam pembelajaran PKn pokok bahasan norma , hukum dan peraturan di kelas III SDN Gadang II Kec. Sukun Kota Malang / Yayuk Hinaning Utami

 

Penggunaan metode bermain peran dalam pembelajaran IPS kelas III di MI Nurul Ulum Arjosari Kota Malang / Sri Rukainah

 

Abstrak : Penggunaan metode bermain peran dalam pembelajaran IPS kelas III bertujuan untuk lebih memaksimalkan hasil pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran IPS kelas III dengan metode bermain peran di MI Nurul Ulum Arjosari Kota Malang dilaksanakan dua kali pertemuan yang menunjukkan bahwa dari 20 siswa terdapat 16 siswa yang telah mencapai ketuntasan dan 4 siswa yang belum mencapai ketuntasan. Hal ini disebabkan pelaksanaan pembelajaran dengan metode bermain peran belum dilaksanakan secara optimal yang mana guru kurang aktif berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran serta kurang memperhatikan keadaan ketika proses bermain peran berlangsung, yang berakibat siswa dalam bermain peran ada yang pemalu, mendominasi suasana dalam bermain peran, dan ada juga yang menggoda teman yang bermain peran. Pengamatan menggunakan beberapa instrumen seperti pengamatan guru dan siswa dalam proses pembelajaran, catatan lapangan, serta tes evaluasi. Dari hasil pengamatan dan analisa diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran dengan metode bermain peran memberikan dampak yang positif terhadap guru dan siswa. Namun masih ada kendala dalam pelaksanaannya sehingga pelaksanaan pembelajaran belum maksimal, terbukti masih ada beberapa siswa yang memperoleh hasil yang kurang memuaskan.

Identifikasi kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada pokok bahasan pecahan di kelas V SDN Karangbesuki IV Kota Malang / Sukartono

 

Penggunaan metode tanya jawab dalam pembelajaran IPS kelas 3 di SD Negeri Dinoyo I Malang / Lukman Arif

 

Kemampuan ketrampilan menulis karangan melalui pendekatan kontekstual (CTL) siswa kelas V SD Kartika IV-6 Kota Malang / Budi Indrawan

 

Pelaksanaan strategi pelayanan sebagai usaha meningkatkan umlah pengunjung pada taman rekreasi dan belajar Jawa Timur Park Batu / Muji Sri Lestari

 

Perencanaan instalasi pipa aliran bertekanan udara dan analisis penurunan tekanan udara di Laboratorium Pneumatik / Evan Kusumawardhana

 

Pelaksanaan marketing mix pada perusahaan rokok Sumber Rejeki Pasuruan / Dewi Nirwanasari

 

Pengembangan media pembelajaran mufradat untuk anak dengan menggunakan CD interaktif / Nur Lathifah

 

Kata kunci: media pembelajaran, mufradat, CD interaktif. Dalam pembelajaran bahasa Arab perlu adanya cara atau strategi yang dapat memudahkan siswa dalam belajar. Untuk menarik perhatian, perlu diciptakan situasi kelas yang membuat siswa termotivasi untuk belajar bahasa Arab. Salah satu caranya adalah dengan penggunaan alat bantu mengajar atau media ketika guru mengajar. Kemajuan teknologi yang pesat, khususnya teknologi informasi mendorong manusia untuk mengembangkan media pembelajaran yang dapat digunakan kapanpun dan dimanapun. Tujuan penelitian ini adalah untuk (a) membuat langkah-langkah pembuatan media, (b) membuat media, (c) mengembangkan materi yang sudah ada dari KTSP 2009 untuk RA, dan (d) membuat langkah-langkah penggunaan media. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian pengembangan. Uji lapangan dilaksanakan di RA Miftahul Huda Tajinan Malang. Prosedur penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi kebutuhan, (2) merumuskan tujuan, (3) mengembangkan materi pelajaran, (4) menulis naskah media, (5) memproses produksi, (6) membuat petunjuk penggunaan, (7) menvalidasi, dan (8) merevisi. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa produk CD interaktif pembelajaran bahasa Arab berbasis Microsoft PowerPoint dan buku panduan yang telah divalidasi oleh ahli media, ahli materi, guru TK, dan diujicobakan pada siswa -siswi TK A di RA Miftahul Huda Tajinan Malang. CD tersebut menampilkan 5 tema dengan setiap CD terdiri atas 1 tema, tema pada CD 1 adalah diri sendiri dengan 2 sub tema,yaitu aku seorang muslimah dan anggota tubuhku. Tema pada CD 2 adalah lingkunganku dengan 3 sub tema yaitu keluargaku, rumahku, dan sekolahku. Tema pada CD 3 adalah kebutuhanku dengan 2 sub tema yaitu pakaian, makanan dan minuman. Tema pada CD 4 adalah hewan. Dan tema pada CD 5 adalah tanaman yang terdiri dari 2 sub tema yaitu buah-buahan dan sayuran. Media memiliki 7 menu pilihan yaitu: ayo belajar (��������), ayo membaca sya’ir (������������), ayo bernyanyi(������), ayo membaca percakapan (������������), ayo membaca sebuah bacaan (��������������), ayo menggunting gambar (�����������), dan ayo menjawab soal (������������). Media ini mencapai tingkat kelayakan 83,7% atau dapat dikatakan valid dan telah memenuhi kriteria media pembelajaran mufradat untuk siswa TK A. i Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah materi dasar pembelajaran bahasa Arab di Raudhatul Athfal (RA) dengan setiap sub tema terdiri dari 6 kosa kata. Pada tema diri sendiri dengan sub tema aku seorang muslimah, memiliki 6 pilihan untuk pengenalan diri yaitu ����������������) (�����������������������������������������������, dan sub tema anggota tubuhku yaitu (��������������������). Pada tema lingkunganku dengan sub tema keluargaku yaitu (��������������������), sub tema rumahku yaitu (�����������������������������), dan sub tema sekolahku yaitu �����) (������������������������. Pada tema kebutuhanku dengan sub tema makanan dan minuman yaitu (������������������������), dan sub tema pakaian yaitu (������������������������������). Pada tema Hewan terdiri dari 6 kosa kata yaitu (�����������������������). Dan tema tanaman dengan sub tema buah-buahan juga memiliki 6 kosa kata yang terdiri atas ������������) (�������������������, dan sub tema sayuran yaitu ���������������������) (���������. Selain media CD interaktif, peneliti juga membuat buku petunjuk sebagai pedoman guru agar lebih mudah dalam mengoperasikan media CD interaktif. Langkah awal yang harus dilakukan adalah memasukkan CD interaktif pembelajaran Mufradat ke dalam CD-ROM/DVD-ROM. Kemudian buka CD dan klik “Mufradat Anak” maka akan keluar tampilan cover. Langkah-langkah penggunaannya adalah dengan cara (1) masuk pada menu utama, tekan gambar “buku”, (2) petunjuk penggunaan CD interaktif, tekan gambar tanda tanya (help), (3) belajar kosa kata, letakkan kursor pada kata “� � � ", (4) belajar mufradat, klik “Ayo Belajar” atau menu lain yang ada pada pilihan, (5) pada menu utama, tekan “Ayo Belajar”, (6) pada pembelajaran mufradat, tekan gambar yang diinginkan, maka akan kluar animasi gambar, (7) menu materi, tekan gambar sesuai tema yang akan dipilih, (8) slide lagu yang diawali dengan eja’an setiap bait, tekan menu bernyanyi, (9) slide sya’ir yang diawali dengan eja’an setiap bait, tekan menu membaca sya’ir, dan (10) slide soal latihan, tekan menjawab soal. Adapun saran yang dapat dikemukakan yaitu diharapkan guru TK mencoba menggunakan media dalam pembelajaran bahasa Asing agar siswa lebih aktif dan termotivasi dalam belajar. Selain itu, produk pengembangan media ini dapat dijadikan sebagai salah satu masukan bagi para pengembang dengan membuat media pembelajaran yang lebih lengkap dan menarik untuk anak usia dini.

Perancangan video klip band indie Malang "Eboni and Ivory" dengan judul "The Walk" besertas media pendukungnya / Pugut Maraldila

 

Kata kunci: video klip “Eboni and Ivory” adalah band indie yang berasal dari kota Malang, dengan aliran Shoeghaze. Lagu,materi dan style mereka menjadi satu tujuan yang menunjukkan bahwa band “Eboni and Ivory” menyajikan hal-hal yang baru, Kadang-kadang tidak menutup kemungkinan mereka rela melakukan segala hal agar tujuan mereka tercapai dan mendapatkan nama di kalangan musisi Shoegaze lain di Malang hingga luar kota.Tetapi tidak sedikit masyarakat di Malang yang belum mengenal musik Shoegaze untuk mengetahui apa sebenarnya di balik musik ini.tujuan perancangan ini adalah menciptakan video klip lagu “The Walk” karya band indie “Eboni and Ivory” band beserta media sebagai upaya mengenalkan aliran musik Shoegaze sekaligus promosi band indie Eboni and Ivory. Model Perancangan video klip Eboni and Ivory ini menggunakan metode perancangan prosedural yang bersifat deskriptif yaitu memaparkan langkah-langkah prosedural yang ditempuh oleh peneliti dalam menghasilkan produk. model penelitian dalam melakukan perancangan ini mengadopsi dari Effendy(2002:10) dalam bukunya “Mari Membuat Film” yakni melalui beberapa tahap ide dasar yang mengacu pada alur cerita yang akan disampaikan nantinya, kemudian persiapan dan properti pendukung apa saja yang akan digunakan untuk pendukung pembuatan video, kemudian memasuki tahap produksi, yaitu mulai shoot (pengambilan gambar) dengan menggunakan berbagai properti yang disiapkan pada saat pra produksi. Setelah usai tahap ini, kita memasuki tahap post-produksi. Perancangan ini terdiri dari media utama berupa vidoe klip Eboni and Ivory dengan judul The Walk, dan media komunikasi visual yang digunakan sebagai pendukung. Media pendukung terdiri dari: poster,x-banner,floor adv,flag chain,stiker,kaos band, pin dan cover CD Kesimpulan skripsi perancangan ini adalah bagaimana membuat sebuah video klip sebagai upaya mengenalkan aliran musik Shoegaze sekaligus untuk mempromosikan band indie “Eboni and Ivory”.

Sistem otomatisasi buka tutup jembatan dan palang pengaman lalu lintas / Mashudi

 

Sistem parkir berlangganan dengan menggunakan barcode / Moh Saleh

 

Perencanaan pembangunan rumah tinggal dua lantai study kasus pada type CLSSIC 2000 Perumahan Green Hills Residence / Muhammad Endrik Wirawan

 

Perencanaan pembangunan rumah tinggal dua lantai studi kasus pada tipe classic 150 Perumahan Green Hills Residence / Hariyono Seputro Youngky Pratama

 

ABSTRAK Pratama Hariyono Seputro,Youngky 2007. Perencanaan Pembangunan Rumah Tinggal Dua Lantai Study Kasus Pada Type Classic 200 Perumahan Green Hills Residence” Proyek Akhir, Program Studi D3 Teknik Sipil dan Bangunan, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Boedya Djatmika S.T.,M.T (II) Apif M Hajji, S.T.,M.T.,Ars.,Msc. Kata Kunci :perencanaan, pembangunan, rumah tinggal dua lantai Untuk pembangunan rumah tinggal dua lantai atau lebih harus didukung dengan adanya perhitungan struktur yang mencakup mulai dari perhitungan atap sampai dengan perhitungan pondasi. Hali ini dimaksudkan untuk melengkapi syarat dari pada ijin mendirikan bangunan (IMB). Dengan dilakukannya perhitungan ini diharapkan diperoleh hasil struktur bangunan yang memenuhi syarat baik dari segi teknis maupun segi efisiensinya. Perhitungan ini dikerjakan menggunakan aplikasi rekayasa konstruksi dengan SAP 2000. Program aplikasi rekayasa konstruksi dengan SAP 2000 berbeda dengan program komputer umum lainnya (Word, Exel, AutoCAD), karena pengguna komputer rekayasa dituntut untuk memahami latar belakang metode penyelesaian dan batasan-batasan yang dihasilkan dari program tersebut. Pada umumnya, developer progam tidak mau bertanggung jawab untuk setiap kesalahan yang timbul dari pemakaian program, meskipun demikian dalam manualnya selalu dijadikan bukti analisis yang menunjukan bahwa program yang dibuat telah teruji dan dapat menyelesaikan kasus-kasus tetentu yang telah terbukti hasilnya.Pada Proyek Akhir ini program yang digunakan adalah SAP 2000 versi Student 7.4. Untuk analisis dan desain dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : menentukan geometri struktur, menentukan material dan section, menentukan property element, menentukan load case, menentukan beban joint, analisis model, desain struktur, menampilkan gaya-gaya element, kontrol tegangan element, menyimpan data out put dan input model struktur. Setelah proses komputasi, diperoleh hasil perhitungan yang diantaranya adalah gaya lintang (bidang D) untuk menghitung kebutuhan shear / sengkang, moment (bidang M) untuk menghitung kebutuhan tulangan tumpuan dan tulangan lapangan, dan gaya normal (bidang N). Dari analisis yang dilakukan dengan menggunakan program aplikasi rekayasa konstruksi dengan SAP 2000 yang mengacu pada SKSNI 1991, didapatkan hasil perhitungan sebagai berikut : untuk kuda-kuda menggunakan kayu keruing dimensi 8/12, untuk plat lantai menggunakan besi 12 – 175, untuk balok menggunakan besi 14, untuk kolom menggunakan besi 12, untuk pondasi menggunakan besi 12. Hasil dari perhitungan ini tidak diperentukkan untuk konstruksi bangunan tahan gempa.

Pengaruh aspek psikologis konsumen terhadap loyalitas konsumen harian pagi Jawa Pos (studi pada pelanggan harian pagi Jawa Pos di Kecamatan Sanan Wetan , Kota Blitar ) / Catur Khrisna Atmaja

 

Kebutuhan masyarakat selalu mengalami perubahan yang sangat cepat sesuai dengan sifat manusia itu sendiri yang tidak pernah puas dengan apa yang telah dimilikinya. Tindakan dari masyarakat ini yang mendasari timbulnya suatu perilaku konsumen. Perilaku konsumen selain dipengaruhi oleh faktor ekstern juga dipengaruhi oleh faktor intern. Aspek psikologis adalah suatu faktor yang berasal dari proses intern individu yang mana sangat mempengaruhi perilaku pembelian konsumen. Dari perilaku pembelian yang konsisten akan mempengaruhi kepuasan konsumen sehingga akan membentuk loyalitas konsumen. Harian Pagi Jawa Pos sebagai surat kabar terdepan di Jawa Timur memiliki sajian informasi yang menarik konsumen. Produk yang ditawarkan berupa berita yang disajikan dalam porsi yang tepat, baik politik, ekonomi, hiburan, gaya hidup, dan lainnya menjadikan salah satu nilai tambah kepuasan pelanggan terhadap keberadaan Jawa Pos. Sehingga tidak berlebihan kalau Jawa Pos dapat direkomendasikan sebagai surat kabar yang pantas dibaca. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh aspek psikologis konsumen terhadap loyalitas konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasional, data diperoleh menggunakan angket tertutup. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan Harian Pagi Jawa Pos di Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar sejumlah 215 orang dengan menggunakan teknik proporsional random sampling, dengan taraf kesalahan 10%, didapatkan sampelnya sejumlah 70 responden. Data sampel ini diambil agen Harian Pagi Jawa Pos yang tersebar di Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa angket atau kuesioner, yang sebelumnya telah diuji melalui uji validitas dan reliabilitas yang diujikan kepada 30 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan 5 skala pengukuran yang meliputi : sangat setuju (5), setuju (4), ragu-ragu (3), tidak setuju (2), dan sangat tidak setuju (1). Hasil dari penelitian ini adalah : (1) nilai (3,458)> (1,996), sig t (0,001) 0,05, dengan taraf signifikansi 0,05, maka diperoleh kesimpulan bahwa motivasi konsumen berpengaruh terhadap loyalitas konsumen Harian Pagi Jawa Pos di Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar; (2) (2,324)> (1,996), sig t (0,023) 0,05, dengan taraf signifikansi 0,05, maka diperoleh kesimpulan bahwa persepsi konsumen berpengaruh terhadap loyalitas konsumen Harian Pagi Jawa Pos di Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar; (3) (2,414)> (1,996), sig t(0,000) 0,05, dengan taraf signifikansi 0,05, maka diperoleh kesimpulan bahwa keyakinan dan sikap konsumen berpengaruh terhadap loyalitas konsumen Harian Pagi Jawa Pos di Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar; (4) (31,654)> ,(2,25), nilai signifikansi F(0,000) 0,05, dengan taraf signifikansi 0,05, maka diperoleh kesimpulan motivasi, persepsi, keyakinan dan sikap konsumen berpengaruh secara simultan terhadap loyalitas konsumen Harian Pagi Jawa Pos di Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar; nilai Adjusted R Square sebesar 0,571, dapat disimpulkan bahwa aspek psikologis memberikan pengaruh terhadap loyalitas konsumen Harian Pagi Jawa Pos di Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar sebesar 57,1%. Dimensi aspek psikologis konsumen yang berpengaruh dominan terhadap loyalitas konsumen Harian Pagi Jawa Pos di Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar adalah dimensi sikap dan keyakinan. Saran penulis adalah : (1) dari dimensi motivasi konsumen, pihak Harian Pagi Jawa Pos hendaknya perlu memperhatikan bahwa para pelanggan Harian Pagi Jawa Pos di Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar membutuhkan informasi yang akurat dan terpercaya sehingga dapat meningkatkan prestise bagi pelanggannya. Sehingga diharapkan Harian Pagi Jawa Pos dapat memberikan informasi benar-benar memuaskan konsumen supaya tercipta sikap loyal; (2) dari dimensi persepsi konsumen, pihak Harian Pagi Jawa Pos hendaknya perlu memperhatikan bahwa para pelanggan Harian Pagi Jawa Pos di Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar menginginkan penyajian berita, tampilan gambar dan warna, serta kualitas produk yang baik. Sehingga diharapkan Harian Pagi Jawa Pos dapat meningkatkan kualitas penyajian berita, tampilan gambar dan warna, serta kualitas produk; (3) dari aspek psikologis konsumen, pihak Harian Pagi Jawa Pos hendaknya perlu memperhatikan bahwa loyalitas konsumen Harian Pagi Jawa Pos di Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor psikologis, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yaitu faktor pribadi, faktor sosial, dan faktor budaya.

Analisis perbandingan kinerja portofolio antara indeks syariah dengan indeks konvensional dengan menggunakan model indeks tunggal (studi pada saham dalam JII dan LQ-45) / Sulfa Hidayati

 

Investasi di pasar modal mempunyai risiko yang lebih besar bila dibanding dengan investasi diluar pasar modal. Akan tetapi return yang dijanjikan dalam pasar moal juga lebih besar. Salah satu cara untuk meminimalkan risiko adalah dengan membentuk portofolio, pembentukan portofolio bertujuan agar risiko bisa didiversifikasi. Dengan adanya portofolio tersebut, maka seorang investor akan dihadapkan pada pilihan portofolio mana yang mempunyai kinerja paling baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan portofolio optimal indeks syariah dan indeks konvensional dimana Indeks syariah disini adalah saham yang tergabung dalam JII dan indeks konvensional adalah saham yang tergabung dalam indeks LQ-45. Pembentukan portofolio disini menggunakan model indeks tunggal. Setelah Portofolio indeks syariah dan indeks konvensional terbentuk, maka kemudian mencari perbandingan kinerja portofolio antara dua indeks tersebut. Jenis penelitian adalah diskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Populasi penelitian adalah seluruh saham dalam JII dan LQ-45, dimana Saham JII terdiri dari 30 saham dan LQ-45 terdiri dari 45 saham. Sedangkan sampel penelitian adalah saham yang mempunyai return positif, yang kemudian diperoleh 16 untuk sampel JII dan 21 untuk sampel LQ-45. Periode penelitian dilakukan mulai 1 Februari 2007-28 Februari 2007 atau 20 hari yaitu 5 hari kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk indeks Syariah yang membentuk portofolio optimal terdapat 2 saham, yaitu PT Medco Energi International Tbk (MEDC), dan PT Indah Kiat Pulp & paper Tbk (INKP). Dari dua saham yang membentuk portofolio optimal terbukti bahwa dapat memperkecil risiko menjadi 0,0002198% dengan tingkat return ekspektasi 0,23498%. Sedangkan untuk Indeks Konvensional yang layak masuk dalam portofolio optimal sebanyak 4 saham, yaitu: Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), Apexindo Pratama Duta (APEX), Indah Kiat Pulp & paper Tbk (INKP), dan Medco Energi International Tbk (MEDC). Dengan membentuk portofolio optimal tersebut, maka risiko dapat diperkecil menjadi 0,00009117% dengan return ekspektasi sebesar 0,07681%. Untuk Perbandingan kinerja portofolio antara indeks syariah dengan indeks konvensional Differential return dengan risiko dinyatakan sebagai deviasi standart, diperoleh hasil bahwa Differential return Indeks syariah (-7,62%) lebih baik dibandingkan Differential return indeks konvensional (-8,26%). Ukuran Ketiga, excess return to beta,diperoleh hasil untuk Excess Return to Beta indeks konvensional (0,9538) lebih baik dibandingkan kinerja indeks syariah (0,621). Ukuran yang terakhir adalah Differential Return dengan risiko Diukur dengan Beta/Ukuran Jensen, menurut ukuran ini, portofolio yang mempunyai kinerja paling baik adalah Indeks konvensional yaitu sebesar -10,07%.dibandingkan dengan kinerja portofolio indeks syariah sebesar -10,4%.Untuk investor yang menyukai risiko akan lebih memilih portofolio indeks syariah, karena return yang ditawarkan indeks syariah lebih besar dibandingkan return yang ditawarkan indeks konvensional dan risiko yang akan dihadapi indeks syariah lebih besar dibandingkan risiko indeks konvensional.

Analisis kinerja keuangan perusahaan pertambangan minyak dan gas di BEJ sebelum dan sesudah bencana lumpur Lapindo Sidoarjo (studi kasus PT. Energi Mega Persada, Tbk dan PT. Medco Energi Internasional, Tbk) / R. Erwin Agustrio

 

Meningkatnya kinerja perusahaan tergantung dari situasi dan kondisi perekoomian serta lingkungan sekitar yang mendukung perkembangan kinerja perusahaan. Dalam hal ini perusahaan pertambangan minyak dan gas mengalami situasi yang tidak menentu sejak terjadinya bencana lumpur lapindo dimana bencana ini merugikan banyak pihak yaitu pihak manajemen perusahaan sendiri, para investor, pihak masyarakat dan pemerintah Indonesia. Untuk itu perusahaan perlu melakukan upaya dan berusaha meningkatkan kinerja perusahaan. Analisis rasio keuangan adalah suatu analisis yang memberikan gambaran kinerja keuangan selama setahun dimana untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan menggunakan rasio-rasio terdiri dari likuiditas, leverage, aktivitas dan profitabilitas. Analisis tersebut dilakukan di perusahaan pertambangan minyak dan gas sebelum dan sesudah bencana lumpur lapindo. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana likuiditas, leverage, aktivitas dan profitabilitas perusahaan pertambangan minyak dan gas sebelum dan sesudah bencana lumpur lapindo dan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan pertambangan minyak dan gas sebelum dan sesudah bencana lumpur lapindo. Penelitian ini dilakukan di Pusat Data Bisnis Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang yang mana ditekankan pada analisis terhadap laporan keuangan perusahaan pertambangan minyak dan gas pada peride 2005-2006. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder yang diperoleh sumber dokumentasi. Sedangkan metode analisa yang digunakan analisis rasio keuangan. Dari hasil analisis rasio keuangan yang telah dilakukan di perusahaan pertambangan minyak dan gas sebelum dan sesudah bencana lumpur lapindo. Dilihat dari tingkat likuiditas dan leverage menunjukkan terdapat perbedaaan kinerja keuangan pertambangan minyak dan gas sebelum dan sesudah bencana lumpur lapindo. Sedangkan dilihat dari tingkat aktivitas dan profitabilitas menunjukkan tidak terdapat perbedaaan kinerja keuangan pertambangan minyak dan gas sebelum dan sesudah bencana lumpur lapindo.

Karakteristik tenaga kerja pada usaha tani tanaman bunga di Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu / Risa Agus Prasetyo

 

Tenaga kerja merupakan sumberdaya manusia yang mempunyai potensi, kemampuan yang dapat digunakan, berdaya guna, serta memiliki keterampilan terhadap usaha tani tertentu. Tenaga kerja pada usaha tani tanaman bunga diperlukan untuk dapat meningkatkan hasil-hasil produksi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pendidikan pekerja usaha tani tanaman bunga, tingkat pendapatan, lama jam kerja dan jumlah tanggungan keluarga pekerja usaha tani tanaman bunga. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survey pada karakteristik tenaga kerja pada usaha tani tanaman bunga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan pekerja usaha tani tergolong rendah yaitu tamat SD sebanyak 61,4%, tingkat pendapatan pekerja usaha tani sebagian besar Rp. 301.000,- sampai Rp. 400.000,- per bulan atau sebanyak 45,4% responden. Lama jam kerja pekerja usaha tani adalah 6 jam yaitu sebanyak 93,2% responden, sedangkan jumlah tanggungan keluarga sebagian besar 3 sampai 4 orang yaitu sebanyak 64,8%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pekerja usaha tani tanaman bunga tergolong berpendidikan rendah dengan tingkat pendidikan tamat SD, sedangkan tingkat pendapatan yang diperoleh dalam satu bulan adalah sekitar Rp. 301.000 sampai Rp. 400.000, lama jam kerja para pekerja adalah 6 jam dalam satu hari kerja, sedangkan tanggungan keluarga pekerja dalam satu kepala keluarga adalah 3 sampai 4 orang. Disarankan agar penelitian lebih lanjut tentang tenaga kerja pada usaha tani untuk dapat membawa perubahan terhadap tenaga kerja yang meliputi keterampilan, keuletan dan memiliki etos kerja sehingga ke depan tenaga kerja pada usaha tani dapat berdaya saing dan produktif.

Validasi video compact disc pembelajaran dengan judul "Tata cara sholat baik gerakan maupun bacaannya" untuk siswa sekolah dasar kelas II semester IV / Yuyun Setyowati

 

Media VCD Pembelajaran merupakan salah satu bentuk media pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam proses belajar mengajar. Media VCD Pembelajaran mampu menyajikan pesan pembelajaran yang kreatif dan inovatif bagi siswa Sekolah Dasar. Berdasarkan hasil observasi di SDN Percobaan 2 dalam pembelajaran Sholat Fardhu selama ini masih bersifat konvensional sehingga siswa kurang termotivasi dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan berbagai alternatif pemecahan masalah diantaranya pemberian stimulus, penguatan dan penggunaan media pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk menunjang hasil belajar siswa. Peneliti membuat alternatif pemecahan masalah yaitu dengan menggunakan media VCD. Media VCD pembelajaran yang akan digunakan tidak dapat langsung dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar, perlu dilakukan kegiatan validasi yaitu untuk mengetahui tingkat kelayakan media VCD dalam hal ini yang diproduksi oleh Cahaya Komunika Surabaya, pada ahli media, ahli materi, responden siswa dan subyek uji coba dengan menggunakan siswa kelas II di SDN Percobaan 2. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket untuk ahli media, ahli materi dan responden. Sedangkan untuk mengetahui hasil belajar siswa menggunakan perbedaan mean dengan uji t (t-test). Hasil validasi media VCD pembelajaran menunjukkan ahli media memperoleh kriteria valid, ahli materi memperoleh kriteria valid, dan audien memperoleh kriteria valid. Sedangkan uji t (t-test) perseorangan menghasilkan thitung (5,19) > ttabel (4,30), kelompok kecil menghasilkan thitung (10) > ttabel (2,78), kelompok klasikal menghasilkan thitung (9,8) > ttabel (2,13). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa SDN Percobaan 2 antara sebelum dan sesudah menggunakan media VCD Pembelajaran dan dapat membantu guru dalam menyampaikan materi dengan jelas/konkrit, maka dari hasil pengujian tersebut dapat dinyatakan bahwa media VCD Pembelajaran tentang “Tata Cara Sholat Baik Gerakan Maupun Bacaannya” layak digunakan sebagai media pembelajaran.

Penerapan analisis SWOT sebagai salah satu cara dalam menentukan strategi pemasaran (studi kasus pada PR. Dua Dewi Besuki - Tulungagung) / Ibnu Wafa

 

Di era persaingan global yang semaki ketat saat ini, menuntut setiap perusahaan untuk dapat mengikuti perubahan di bidang pemasaran sesuai dengan kondisi pasar. Dalam menjalankan kegiatan operasional suatu perusahaan, maka hal yang paling mendasar untuk diperhatikan adalah analisis lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan) dan juga analisis lingkungan eksternal (peluang dan ancaman). Apabila sudah menganalisis lingkungan ini maka pengambilan strategi akan lebih mudah untuk dilakukan. Dalam hal ini manajamen PR. DUA DEWI dapat menciptakan kebijakan-kebijakan yang dapat menunjang kelancaran usaha terutama dalam pengambilan keputusan strategisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Faktor-faktor internal apa yang perlu diperhatikan dalam menyusun strategi pemasaran pada PR.DUA DEWI. (2) Faktor-faktor eksternal apa yang perlu diperhatikan dalam menyusun strategi pemasaran pada PR. DUA DEWI. (3) Bagaimana posisi PR. DUA DEWI dan strategi yang digunakan dalam menghadapi persaingan yang ketat saat ini. (4) Strategi pemasaran apa yang perlu diterapkan pada PR. DUA DEWI berdasarkan analisis SWOT. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Variabel-variabel dalam penelitian ini terdiri dari 3 (tiga) variabel yaitu faktor internal, faktor eksternal dan strategi pemasaran. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan manajer pemasaran PR. DUA DEWI sedangkan untuk data sekuder diperoleh melalui artikel-artikel dan data dari PR. DUA DEWI. Pada pengumpulan data, teknik yang digunaka adalah observasi serta melalui wawancara secara mendalam dengan manajer pemasaran PR. DUA DEWI serta mempelajari analisis pasar saat ini. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa berdasarkan analisis faktor eksternal menunjukkan angka 3,20 dan skor faktor internal menunjukkan angka 2,90 dengan demikian dapat diketahui bahwa PR. DUA DEWI berada pada kuadran III, yaitu strategi Turn-Arround Strategy. Pada kuadran tiga ini perusahaan dihadapkan pada peluang pasar yang tinggi tetapi di lain pihak perusahaan menghadapi kendala internal yaitu kelemahan dalam perusahaan. Fokus strategi pada perusahaan ini adalah berusaha meminimalkan masalah-masalah internal dalam perusahaan sehingga manajemen dapat meraih berbagai peluang yang ada. Sesuai hasil yang diperoleh dalam diagram analisis SWOT PR. DUA DEWI berada pada kuadran III yaitu Strategi Turn-Arround Strategy, dimana dalam kudran III merupakan situasi yang mendukung perusahaan untuk meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan untuk meraih peluang-peluang yang ada. Strategi Turn-Arround Strategy merupakan pengaturan kembali semua dan dan daya secara internal, kelemahan perusahaan dapat diatasi dengan tindakan putar haluan/memfokuskan diri dari keterbatasan dalam unit bisnis tertentu bahkan dapat melikuidasi terhadap satuan usaha yang diperkirakan menjadi beban perusahaan. Hal ini dikarenakan satuan usaha tersebut tidak mampu berperan sebagai penghasil dana dan daya yang berguna bagi perusahaan. Dari hasil penelitian di atas dapat diambil kesimpulan: (1) Terdapat berbagai faktor yang yang mempengaruhi kondisi internal PR. DUA DEWI. Faktor kekuatan antara lain: harga rokok yang murah, kemampuan meraih peluang pasar, kemampuan menghadapi perubahan pasar, perusahaan lokal, dan tenaga kerja yang terlatih. Sedangkan faktor kelemahannya adalah: manajemen yang masih tumpang tindih, keterbatasan modal, fasilitas kurang memadai, promosi yang kurang efektif, distribusi yang sering terlambat, hanya dua jenis rokok, pemasaran masih terbatas. (2) Berbagai faktor yang mempengaruhi kondisi lingkungan eksternal. Faktor peluang antara lain: permintaan masyarakat stabil, respon terhadap promosi penjualan, dikenal masyarakat, peningkatan omset penjualan, menggarap relung pasar yang tersedia. Sedangkan faktor ancamannya adalah: keadaan perekonomian belum stabil, kenaikan pajak rokok, pesaing dengan pasar cukup luas, langka dan mahalnya cengkeh dan tembakau, pesaing baru terus bermunculan, kualitas rokok yang masih rendah. (3) Alternatif strategi yang tepat adalah strategi SO, yang berarti strategi yang dibuat berdasarkan kemampuan perusahaan yang menciptakan strategi dengan meminimalkan kelamahan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Beberapa saran yang dapat diberikan adalah (1) PR. DUA DEWI perlu melakukan proses analisa lingkungan internal maupun eksternal perusahaan mengingat perubahan pasar yang terus terjadi secara cepat, (2) PR. DUA DEWI sebaiknya dengan tepat memanfaatkan peluang yang ada untuk dapat menutupi segala ancaman. Permintaan masyarakat akan rokok merek Dua Dewi yang relatif stabil dengan menerapkan harga rokok yang murah harus diutamakan sehingga konsumen tidak berpindah ke rokok lain. (3) PR. DUA DEWI berada pada kuadran tiga yaitu Strategi Turn-Arround Strategy, maka harus tetap berupaya untuk memperbaiki kinerja perusahaan dengan selalu memperhatikan kondisi kinerja staff/karyawan, meningkatkan profesionalitas dalam bekerja dan berupaya terus mengenalkan rokok Dua Dewi kepada masyarakat luas dengan cara promosi dan iklan secara terus menerus. (4) Penggunaan strategi pemasaran pada PR. DUA DEWI sifatnya tidak tetap, strategi tersebut dapat berubah-ubah sesuai dengan situasi dan kondisi perusahaan itu sendiri.

Dampak program penilaian kapasitas (PEKA) terhadap kemajuan organisasi serikat petani merdeka (SPM) Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang / Ninda Septiani Malika

 

Untuk menunjang peningkatan mutu pendidikan, pengadaan buku ajar sebagai sarana kegiatan belajar mengajar sangat penting, termasuk buku ajar matematika. Matematika memiliki objek kajian yang bersifat abstrak yang meliputi: fakta, konsep, prinsip, dan ketrampilan. Struktur materi matematika tersusun secara hirarkis dan sarat dengan materi prasyarat. Oleh karena itu kebenaran dan konsistensi materi matematika dalam buku ajar merupakan hal yang sangat penting, agar siswa tidak mengalami kesulitan dalam memahami materi matematika. Kondisi ideal yang diharapkan dalam buku ajar adalah menyajikan objek matematika secara benar dan konsisten. Masalah yang dihadapi dalam penelitian ini difokuskan pada: (1) bagaimana kebenaran materi dalam buku ajar matematika SMP Kelas IX? dan (2) bagaimana konsistensi materi dalam buku ajar matematika SMP Kelas IX? Untuk mengetahui kebenaran dan konsistensi materi dalam buku ajar matematika tersebut maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian isi yaitu memeriksa dan mengidentifikasi ada tidaknya kesalahan dan ketidakkonsistenan pengungkapan objek matematika dalam buku ajar. Buku ajar tersebut meliputi A, E, ER, dan YD. Dari pengkajian yang dilakukan, ditemukan kesalahan dan ketidakkonsistenan pengungkapan objek matematika pada masing-masing buku teks: (1) Pada buku A ditemukan 1 kesalahan pengungkapan fakta, 9 kesalahan pengungkapan konsep, 2 kesalahan pengungkapan prinsip, 11 kesalahan pengungkapan ketrampilan, dan 1 ketidakkonsistenan pengungkapan konsep. Persentase kebenaran pengungkapan fakta, konsep, prinsip, dan ketrampilan pada buku A berturut-turut 84,13%; 59,09%; 88,24%; 75%. Persentase konsistensi pengungkapan konsep pada buku A 95,45%, sedangkan konsistensi fakta, prinsip, dan ketrampilan masing-masing 100%, (2) pada buku E ditemukan 9 kesalahan pengungkapan fakta, 4 kesalahan pengungkapan konsep, 5 kesalahan pengungkapan prinsip, 1 kesalahan pengungkapan ketrampilan, dan 1 ketidakkonsistenan pengungkapan konsep. Persentase kebenaran pengungkapan fakta, konsep, prinsip, dan ketrampilan pada buku E berturut-turut 75,68%; 71,43%; 70,59%; 97,73%. Persentase konsistensi pengungkapan konsep pada buku E adalah 92,86%, sedangkan konsistensi fakta, prinsip, dan ketrampilan masing-masing 100%, (3) pada buku ER ditemukan 4 kesalahan pengungkapan fakta, 2 kesalahan pengungkapan konsep, 5 kesalahan pengungkapan prinsip, dan 5 kesalahan pengungkapan ketrampilan. Selain itu ditemukan juga 1 ketidakkonsistenan pengungkapan fakta, 1 ketidakkonsistenan pengungkapan konsep, dan 1 ketidakkonsistenan pengungkapan prinsip. Persentase kebenaran pengungkapan fakta, konsep, prinsip, dan ketrampilan pada buku ER berturut-turut 90,48%; 90,48%; 70,59%; 88,89%. Persentase konsistensi fakta, konsep, prinsip, dan ketrampilan pada buku ER berturut-turut 97,62%; 95,24%; 94,12%; 100%, (4) pada buku YD ditemukan 7 kesalahan pengungkapan fakta, 3 kesalahan pengungkapan konsep, 3 kesalahan pengungkapan prinsip, dan 9 kesalahan pengungkapan ketrampilan. Persentase kebenaran pengungkapan fakta, konsep, prinsip, dan ketrampilan pada buku YD berturut-turut 82,93%; 86,36%; 88%; 79,55%. Persentase konsistensi fakta, konsep, prinsip, dan ketrampilan masing-masing 100%. Secara umum masing-masing keempat buku yang dikaji lebih banyak memuat kesalahan pengungkapan konsep, kesalahan prinsip, ketidakkonsistenan konsep, dan ketidakkonsistenan prinsip. Berdasarkan temuan dari penelitian ini disarankan kepada masing-masing penulis buku A, E, ER, dan YD agar lebih memperhatikan kebenaran dan konsistensi pengungkapan objek matematika, lebih khusus lagi kebenaran konsep, kebenaran prinsip, konsistensi konsep, dan konsistensi prinsip. Begitu pula kepada guru yang akan menggunakan buku A, E, ER, atau YD hendaknya memeriksa dahulu kebenaran dan konsistensi materi sebelum menggunakannya dalam pembelajaran.

Pengaruh naungan terhadap hasil polong dan biji yang diperoleh dari sepuluh genotipe kedelai (Glycine max (L.) Merill) / Indi Mauliddiyah

 

Tanaman kedelai merupakan tanaman hari pendek dan memerlukan intensitas cahaya yang tinggi. Penurunan radiasi matahari selama atau pada stadium pertumbuhan tertentu akan mempengaruhi pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian bertujuan untuk memperoleh kedelai yang tahan naungan berdasarkan penurunan berat biji kering yang dihasilkan, sehingga nantinya dapat digunakan oleh petani di lapangan dalam sistem tumpangsari. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balitkabi, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, yang terletak pada ketinggian 450 m dpl, dengan jenis tanah Aluvial Kelabu. Suhu rerata harian berkisar antara 25°-27°C. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hinggá Mei 2007. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan petak terbagi. Naungan terdiri dari 5 taraf, yaitu: tanpa naungan (N1), naungan 30% (N2), naungan 45% (N3), naungan 60% (N4), dan naungan 75% (N5). Perlakuan terdiri dari 10 genotipe kedelai ( Tanggamus, Pangrango, Sinabung, Burangrang, Baluran, Wilis, Shirome, IAC 100, G-100H, SHR/W-32). Naungan buatan menggunakan paranet hitam dengan pengaturan ketinggian tiang penyangga disesuaikan dengan jumlah lapisan paranet. Perlakuan naungan diterapkan mulai saat tanam hinggá panen. Variabel pengamatan meliputi: jumlah polong isi per tanaman, berat polong kering per tanaman, dan berat biji kering per tanaman. Pada setiap naungan data hasil pengamatan berupa persentase penurunan selanjutnya ditransformasi akar dan dianalisis dengan uji F taraf 5%, jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan 5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan naungan dan genotipe berpengaruh terhadap penurunan jumlah polong isi, berat polong isi kering, dan berat biji kering per tanaman kedelai. Genotipe Tanggamus, Pangrango, Baluran, dan IAC-100 merupakan genotipe yang tahan terhadap naungan 30%, 45%, 60%, dan 75%.

Pengaruh kompensasi dan komunikasi internal terhadap semangat kerja pegawai (studi pada KPSP Setia Kawan Nongkojajar) / Yuni Widiyanti B.

 

ABSTRAK Budiarti, Y.W. 2007. Pengaruh kompensasi dan Komunikasi Internal terhadap Semangat Kerja Pegawai (studi pada KPSP Setia Kawan Nongkojajar). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Sopiah, M.Pd, (II) Drs. Mohammad Arief, M.Si. Kata Kunci: Kompensasi, Komunikasi Internal, Semangat kerja Pegawai. Sebagai wujud tanggung jawab pengelolaan sumberdaya manusia yang baik dalam sebuah organisasi para manajer harus memperhatikan beberapa hal agar dapat meningkatkan kualitas kerja pegawai khususnya dan produktivitas perusahaan pada umumnya. Salah satu yang harus diperhatikan oleh para manajer adalah bagaimana program kompensasi yang dijalankan dalam organisasinya. Program kompensasi ini penting bagi organisasi karena mencerminkan upaya organisasi untuk mempertahankan sumberdaya manusia sebagai komponen utama. Bila kompensasi diberikan secara benar, pegawai akan termotivasi dan lebih terpusatkan untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi. Selain itu organisasi juga harus memperhatikan bentuk komunikasi internal yang meliputi komunikasi antara atasan dan bawahan (komunikasi ke bawah dan komunikasi ke atas) maupun komunikasi antar pegawai (komunikasi lateral). Sehingga terjalin koordinasi yang baik dari seluruh unit-unit kerja atau bagian yang ada dalam perusahaan/organisasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan komunikasi internal terhadap semangat kerja pegawai baik secara parsial maupun simultan. Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari kompensasi (X1), komunikasi internal (X2). Sedangkan variabel terikatnya adalah semangat kerja pegawai (Y). Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai di KPSP Setia Kawan Nongkojajar yang berjumlah 166 orang. Jumlah sampel yang diambil adalah 25% dari jumlah populasi yakni 47 orang/responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik propotional random sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut (1) Kompensasi (X1) dilaksanakan dengan baik terbukti 78,72% responden menyatakan puas, nilai regresi untuk kompensasi (β1) sebesar -0,104 dan nilai signifikansi t = 0,018 < 0,05 sehingga variabel kompensasi memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap semangat kerja pegawai. Sumbangan efektif kompensasi sebesar 12,04 % (2) Komunikasi internal dilaksanakan dengan baik terbukti 87,23 % responden menyatakan komunikasi iinternal dalam organisasinya telah berjalan dengan baik, nilai regresi untuk komunikasi internal (β2) sebesar -0,0575 dan nilai signifikansi t = 0,633 > 0,05 sehingga variabel komunikasi internal memiliki pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap semangat kerja pegawai. Sumbangan efektif kompensasi sebesar 0,52 % (3) Sedangkan dari uji F diperoleh nilai Fhitung = 3,331 > Ftabel = 3,21, signifikansi F = 0,045 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan ada pengaruh positif yang signifikan komunikasi dan komunikasi internal terhadap semangat kerja pegawai di KPSP Setia Kawan Nongkojajar. Nilai R square sebesar 0,131 artinya bahwa variabel kompensasi dan komunikasi internal dalam mempengaruhi semangat kerja pegawai di KPSP Setia Kawan Nongkojajar sebesar 13,1 % dan sisanya 96,9 % dipengaruhi hal-hal lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian ini saran yang dapat diberikan adalah (1) Penting bagi KPSP Setia kawan Nongkojajar untuk tetap mempertahankan sistem kompensasi yang sudah ada. (2) Penting bagi KPSP Setia Kawan Nongkojajar untuk tetap mempertahankan sistem komunikasi internal (komunikasi ke bawah, komunikasi ke atas maupun komunikasi lateral) yang sudah berjalan efektif. (3) Penting bagi KPSP Setia Kawan Nongkojajar untuk tetap mempertahankan semangat kerja pegawai yang sangat tinggi. (4) Untuk meningkatkan lagi semangat kerja pegawai perlu diperhatikan faktor-faktor lain yang lebih dominan mempengaruhinya.

Pengaruh inflasi, suku bunga dan kurs rupiah terhadap harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang go publik di Bursa Efek Jakarta / Widya Pratista Wardhani

 

Pasar modal merupakan salah satu sarana untuk memperoleh dana jangka panjang bagi perusahaan dan sarana bagi para investor dalam menanamkan dananya. Sehingga keputusan berinvestasi seringkali didasarkan pada indeks harga saham yang juga dipengaruhi oleh faktor-faktor perekonomian secara makro. Harga saham dipengaruhi oleh faktor makro antara lain : inflasi, suku bunga dan kurs rupiah. Perubahan faktor makro tersebut baik naik maupun turun akan mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia, maka harga saham yang terdapat di bursa saham akan mendapatkan imbasnya pula. Perubahan tersebut berpengaruh pada perkembangan emiten dan kemampuan masyarakat untuk berinvestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi, suku bunga dan kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat terhadap harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang go publik di BEJ. Baik secara parsial maupun secara simultan berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang go publik di BEJ. Populasi penelitian ini sebanyak 16 perusahaan. Pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling dan dihasilkan 10 perusahaan makanan dan minuman yang Go Publik di BEJ pada periode tahun 2004-2006 yang memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai sampel penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda untuk mencari bentuk pengaruhnya serta uji t untuk menguji pengaruh secara parsial dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat dan uji F untuk menguji pengaruh secara simultan dari keseluruhan variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi inflasi, suku bunga dan kurs rupiah pada tahun 2004-2006 mengalami fluktuasi dan harga saham dalam kondisi yang relatif stabil pada tahun 2004-2006. Secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel inflasi, suku bunga terhadap harga saham. Kurs rupiah terhadap harga saham secara parsial tidak terdapat pengaruh yang signifikan, hal ini dapat dilihat dari hasil uji t yaitu t hitung < t tabel.. Dan secara simultan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara inflasi, suku bunga dan kurs rupiah terhadap harga saham, hal ini dapat dilihat dari F hitung > F tabel. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar peneliti selanjutnya menggunakan periode pengamatan lebih dari 3 tahun dan data yang digunakan data tahunan dan juga menambah variabel bebas selain inflasi, suku bunga dan kurs rupiah.

Penentuan kadar air (total moisture) dan kadar abu (ash content) pada penyulut briket batubara jenis sarang tawon menggunakan muffel ash furnace di PT Tambang Batubara Bukit Asam Perusahaan Briket Unit Gresik / Widatik Setyani

 

Batubara merupakan salah satu sumber energi primer yang memiliki riwayat pemanfaatan yang sangat panjang. Batubara adalah mineral organik yang dapat terbakar, terbentuk dari sisa tumbuhan purba yang mengendap yang selanjutnya berubah bentuk akibat proses fisika dan kimia yang berlapis selama jutaan tahun. Akhir-akhir ini di beberapa daerah di Indonesia minyak tanah menjadi barang yang langka dan harganya menjadi mahal. Untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan bakar minyak diperlukan bahan bakar alternatif yang murah dan mudah didapat. Briket batubara dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti minyak tanah, dan untuk memudahkan untuk menyalakan dibutuhkan penyulut. Penyulut briket batubara merupakan salah satu bahan pendukung untuk mempermudah penyalaan briket batubara. Penyulut ini terbuat dari adonan batubara, tapioka, clay dan bahan campuran untuk memudahkan pembakaran briket batubara yang terbuat dari sampah seperti limbah tebu, sekam padi, serutan kayu, serabut kelapa dan kertas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kadar air (Total Moisture) dan kadar abu (Ash Content) yang terdapat dalam penyulut briket batubara type sarang tawon dan membandingkan hasil analisis data dengan penyulut batubara standar yang telah ditentukan PT Tambang Batubara Bukit Asam Perusahaan Briket Batubara Unit Gresik Jawa Timur Penelitian ini dilakukan di PT Tambang Batubara Bukit Asam Pengusahaan Briket Batubara Unit Gresik Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan di analisis dengan analisis prosentase proksimat. Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari 2007. Dari hasil penelitian dapat ditunjukkan bahwa penyulut briket batubara memiliki hasil ukur kadar air % sedangkan untuk kadar abu bahan % dan kadar Ash Content %. Dari hasil analisis kadar air dan kadar abu yang terdapat dalam penyulut briket batubara memenuhi standar dari PT Tambang Batubara Bukit Asam Perusahaan Briket Unit Gresik.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 |