Pengaruh disiplin belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPS terpadu siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Malang tahun ajaran 2013/2014 / Akhmad Miftakhul Khusien

 

Khusien, Akhmad Miftakhul. 2014. “Pengaruh Disiplin Belajar dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran IPS Terpadu Siswa Kelas VIII SMP Negeri 19 Malang Tahun ajaran 2013/2014”. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Lisa Rokhmani, M.Si. (2) Dr. Nasikh, S.E., M.P., M.Pd. Kata Kunci : Disiplin Belajar, Motivasi Belajar dan Prestasi belajar IPS Terpadu.        Disiplin belajar merupakan perwujudan ketaatan siswa terhadap kaidah-kaidah belajar yang baik dan ketaatannya terhadap aturan-aturan di dalam lingkungan belajarnya sehingga mempermudah jalan mencapai prestasi belajar yang maksimal. Disiplin belajar ada pengaruhnya terhadap prestasi belajar. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti menemukan situasi dan kondisi siswa SMPN 19 Malang telihat membolos saat kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah berlangsung, siswa sering terlambat datang ke sekolah, siswa suka membuat gaduh ketika KBM berjalan, dan adanya ketidakpatuhan siswa dalam pengumpulan tugas. Berkaitan dengan rendahnya disiplin belajar ditengarai bahwa siswa juga mengalami masalah dalam motivasi belajarnya. Motivasi belajar juga memiliki pengaruh terhadap prestasi belajar.    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh antara disiplin belajar terhadap prestasi belajar IPS Terpadu, bagaimana pengaruh antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPS Terpadu dan bagaimana pengaruh disiplin belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPS Terpadu.    Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Responden penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 19 Malang, sampel yang diambil sebanyak 81 siswa dari 415 siswa, teknik pengambilan sampel menggunakan propotional random sampling. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis statistik regresi linear ganda dan uji hipotesis dianalisis dengan teknik statistik parametrik uji t (parsial) dan F (simultan) dengan taraf signifikansi 10 % menggunakan bantuan program SPSS 16.0 for Windows.    Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, ada pengaruh yang signifikan bersifat positif antara disiplin belajar terhadap prestasi belajar IPS Terpadu pada siswa kelas VIII SMPN 19 Malang sebesar 9,4 %. Hal ni menunjukkan bahwa semakin tinggi disiplin belajar akan semakin tinggi pula prestasi belajar IPS Terpadu pada siswa kelas VIII SMPN 19 Malang sebesar 7,3 %. Kedua, ada pengaruh yang signifikan bersifat positif antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPS Terpadu pada siswa kelas VIII SMPN 19 Malang. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi belajar akan semakin tinggi pula prestasi belajar IPS Terpadu pada siswa kelas VIII SMPN 19 Malang. Ketiga, ada pengaruh yang signifikan positif antara disiplin belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPS Terpadu pada siswa kelas VIII SMPN 19 Malang sebesar 16,7 %. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi disiplin belajar dan motivasi belajar siswa maka akan semakin tinggi pula prestasi belajar IPS Terpadu siswa SMPN 19 Malang.    Saran dalam penelitian ini ialah (1) penegakan kedisiplinan siswa di sekolah maupun pembiasaan disiplin belajar yang positif perlu dibentuk dikarenakan berpengaruh pada prestasi belajar bila perlu tata tertib di sekolah maupun di kelas lebih diperketat. (2) diharapkan pihak sekolah memberikan penghargaan terhadap siswa yang mampu berdisiplin di lingkungan sekolah dan siswa yang berprestasi sehingga menciptakan iklim persaingan yang sehat dan memacu semangat belajar dalam mencapai prestasi. (3) sebagai implikasi dari penelitian ini disarankan kepada peneliti selanjutnya dapat mengkaji ulang faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar khususnya pada siswa SMPN 19 Malang.

Prototype PLT angin menggunakan kincir angin vertikal tipe savonius / Muhammad Hany Sulistyono

 

Kata kunci: PLT Angin, Kincir Angin Vertikal, Savonious, Generator Axial Energi fosil yang ketersediaanya semakin lama semakin menipis menjadikan manusia harus berfikir keras untuk mencari alternatif sumber energi lain. Diantara sumber energi alternatif yang banyak tersedia di alam secara melimpah yaitu energi sinar matahari, panas bumi, aliran sungai, energi gerak angin dan lain sebagainya. Dalam Prototype PLT angin yang dibuat ini merupakan salah satu upaya untuk memanfaatkan energi yang tersedia melimpah di alam yaitu energi gerak angin. Tujuan dari pembuatan alat ini yaitu: (1). merencanakan prototype pem-bangkit listrik tenaga angin menggunakan kincir angin vertikal tipe Savonius. (2) membuat prototype pembangkit listrik tenaga angin menggunakan kincir angin vertikal tipe Savonius. (3) menguji konversi energi kinetik angin pada prototype pembangkit listrik tenaga angin menggunakan kincir angin vertikal tipe Savonius. Metode desain dan perencanaan meliputi: (1). desain perencanaan pem-buatan kincir angin vertikal tipe Savonius, (2). desain perencanaan pembuatan ge-nerator axial 3 fasa, (2) desain perencanaan pembuatan rangkaian penyearah te-gangan tiga fasa, (4). pemilihan media penyimpanan daya Berdasarkan pengujian dan analisis pada masing-masing komponen utama dapat ditarik kesimpulan (a). untuk mulai berputar kincir memerlukan terpaan an-gin dengan kecepatan 1,67 m/s pada kondisi tanpa beban generator dan kecepatan 2,23 m/s pada kondisi dibebani generator, semakin tinggi kecepatan angin maka rpm kincir dan generator juga semakin tinggi, (b). besar rpm generator kurang le-bih sama dengan dua kali rpm kincir, (c). pada rpm 300 output tegangan generator besarnya 17,7 volt hal ini menunjukkan output tegangan kurang sesuai dengan rancangan, hal ini kemungkinan pertama karena penyebaran fluksi magnet yang kurang merata pada setiap kutubnya mengingat bentuk dari magnet yang kurang sempurna, kemungkinan kedua kurang telitinya pembuat dalam menghitung ba-nyaknya lilitan pada setiap kumparan, kemungkinan ketiga kurang teliti dalam pengujian alat, (d). Kecepatan angin yang berubah-ubah menjadikan rpm kincir dan generator juga berubah-ubah, sehingga tegangan output generator juga beru-bah-ubah, (e). untuk rpm 300 generator menghasilkan output arus sebesar 65 mA hal ini menunjukkan output arus dari generator masih sangat kecil untuk dibebani. Dalam percobaan dihubungkan dengan beban, generator hanya mampu menyuplai beban 20 lampu led saja, dan untuk megisi baterai aki butuh waktu yang sangat lama.

Pengembangan multimedia interaktif sepak bola sebagai media pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan untuk siswa kelas X SMA sederajat / Mukhamad Hidayatullah

 

ABSTRAK Hidayatullah, Mukhamad. 2015. Pengembangan Multimedia Interaktif Sepakbola Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk Siswa Kelas X SMA Sederajat. Skripsi Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Wasis D. Dwiyogo, M.Pd, (2) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: pengembangan, permainan sepakbola, multimedia interaktif, media pembelajaran Sepakbola merupakan salah satu mata pelajaran yang selalu ada di dalam kurikulum pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yaitu masuk dalam materi bola besar. Dalam sebuah pembelajaran, seorang guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan memerlukan sebuah media pembelajaran untuk mengoptimalkan belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan awal tentang media pembelajaran sepakbola yang dilakukan peneliti pada beberapa sekolah didaerah Malang Raya (SMK Negeri 2 Singosari, SMK Negeri 2 Malang, SMK Negeri 11 Malang, SMK Negeri 5 Malang dan SMK PGRI 2 Malang) melalui pengisian angket terhadap 100 siswa dan 5 guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Diperoleh hasil analisis data sebagai berikut: (1) Sebanyak 100% guru dan siswa menyatakan melaksanakan kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan materi sepakbola. (2) 100% guru belum pernah menggunakan media pembelajaran berupa multimedia interaktif. (3) 91% siswa menyatakan belum pernah mendapatkan materi sepakbola menggunakan media pembelajaran berupa multimedia interaktif. (4) 91% siswa menyatakan bahwa pengembangan multimedia interaktif sepakbola untuk kelas X dapat bermanfaat untuk pembelajaran. (5) Pernyataan kesetujuan akan diadakannya media pembelajaran berupa multimedia interaktif sepakbola diperoleh hasil 94% siswa dan 100% guru setuju diadakannya produk pengembangan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran pendidikan jasmani,olahraga dan kesehatan berupa multimedia interaktif materi sepakbola untuk siswa kelas X SMA sederajat yang diharapkan dapat membantu mengoptimalkan kegiatan pembelajaran siswa. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tahap-tahap penelitian dan pengembangan dari model Borg and Gall (1983:775) yang sudah disederhanakan menjadi 7 langkah sesuai dengan saran Ardhana (2002:9), tahap-tahap dalam pengembangan tersebut adalah: (1) Melakukan analisis kebutuhan, (2) Membuat produk awal, (3) Evaluasi ahli, (4) Uji coba kelompok kecil, (5) Revisi produk awal, (6) Uji coba kelompok besar dan (7) Revisi produk akhir. Hasil akhir dari kegiatan penelitian dan pengembangan ini adalah berupa multimedia interaktif sepakbola sebagai media pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan untuk siswa kelas X SMA sederjat yang dikemas dengan format exe menggunakan AutoPlay Media Studio 7.5. Penelitin dan pengembangan multimedia interaktif sepakbola ini berisi tentang materi sepakbola untuk siswa kelas X, antara lain; (1) hakikat sepakbola, (2) sejarah sepakbola, (3) sarana dan prasarana sepakbola, (4) peraturan dasar sepakbola, (5) teknik dasar bermain sepakbola, (6) strategi dasar bermain sepakbola, (7) perwasitan dasar sepakbola, (8) latihan kebugaran dan (9) soal evaluasi interaktif. Hasil analisis data validasi ahli pembelajaran diperoleh hasil 79,31% dengan kategori cukup valid, analisis data validasi ahli sepakbola diperoleh hasil 85,48% dengan kategori cukup valid, dan analisis data validasi ahli media diperoleh hasil 88,85% dengan kategori sangat valid. Sedangkan hasil uji coba kelompok kecil diperoleh 89,91% dengan kategori sangat valid dan uji coba kelompok besar diperoleh hasil 92,02% dengan kategori sangat valid. Berdasarkan hasil yang diperoleh di atas, maka dapat disimpulkan bahwa produk pengembangan multimedia interaktif sepakbola sebagai media pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan untuk siswa kelas X SMA sederjat ini layak digunakan oleh guru sebagai alternatif media pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan materi sepakbola.

Pengaruh pembelajaran ekonomi terhadap kecenderungan perilaku konsumsi yang berkarakter Pancasila pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 6 Malang / Ahmad Hanif Fajrin

 

Fajrin, Ahmad Hanif. 2014. Pengaruh Pembelajaran Ekonomi Terhadap Kecenderungan Perilaku Konsumsi yang Berkarakter Pancasila Pada Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Prof.Dr. Wahjoedi, M.E, (II) Drs. Mardono, M.Si. Kata Kunci : Pembelajaran Ekonomi, Perilaku Konsumsi Berkarakter Pancasila. Karakter Bangsa Indonesia adalah karakter yang berlandaskan Pancasila yang memuat elemen kepribadian yang sama-sama diharapkan sebagai jati diri bangsa. di antara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlaq mulia. Tugas pendidikan adalah mempersiapkan individu-individu untuk secara bertanggung jawab dapat memperoleh kesejahteraan hidup, dengan melengkapi individu-individu tersebut dengan pembinaan segenap aspek kepribadian, hal itu bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau berkarakter bangsa, sehingga akan lahir generasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan karakter nilai-nilai luhur bangsa serta agama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Data dianalisis dengan teknik prosentase, korelasi, dan regresi dengan bantuan komputer program SPSS 16.0 for Windows. .Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 6 Malang yang berjumlah 117 siswa. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran ekonomi di lingkungan keluarga terhadap kecenderungan perilaku konsumsi yang berkarakter pancasila siswa kelas XI IPS SMA Negeri 6 Malang sebesar 25.1 %. Terdapat juga pengaruh yang signifikan pembelajaran ekonomi di lingkungan masyarakat terhadap kecenderungan perilaku konsumsi yang berkarakter pancasila siswa kelas XI IPS SMA Negeri 6 Malang sebesar 29.4 %. Pembelajaran ekonomi di lingkungan sekolah juga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kecenderungan perilaku konsumsi yang berkarakter pancasila siswa kelas XI IPS SMA Negeri 6 Malang sebesar 91.1 %. Pembelajaran ekonomi di lingkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah terhadap kecenderungan perilaku konsumsi yang berkarakter pancasila siswa kelas XI IPS SMA Negeri 6 Malang sebesar 99.4 %. Dari hasil penelitian ini dapat dikatakan Pembelajaran ekonomi di lingkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah berpengaruh secara signifikan terhadap kecenderungan perilaku konsumsi yang berkarakter pancasila siswa kelas XI IPS SMA Negeri 6 Malang. Oleh karena itu, diharapkan pihak keluarga, masyarakat, serta sekolah mampu menciptakan iklim akademis yang harmonis dan baik sehingga dapat mengoptimalkan pengetahuan ekonomi dan berpengaruh terhadap perilaku konsumsi yang berkarakter pancasila.

Identifikasi kesulitan siswa kelas VII semester 1 SMP negeri 1 GUDO JOMBANG dalam memahami kosep unsur, senyawa, dan campuran tahun ajaran 2008/2009 / Kistiyah Ika Wahyuni

 

ABSTRAK Wahyuni, Kistiyah Ika. 2009. Identifikasi Kesulitan Siswa Kelas VII Semester 1 SMP Negeri 1 Gudo Jombang dalam Memahami Konsep Unsur, Senyawa, dan Campuran Tahun Ajaran 2008/2009. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Parlan, M.Si., (II) Dra. Dedek Sukarianingsih, M.Pd, M.Si. Kata kunci: kesulitan belajar, materi unsur, senyawa, dan campuran, SMPN 1 Gudo. Dalam kurikulum 2004, Kimia dimasukkan dalam mata pelajaran IPA SMP. Alasan bahan kajian kimia dimasukkan dalam mata pelajaran IPA SMP adalah untuk memberikan pemahaman konsep dan penerapannya tentang materi dan sifat-sifatnya sehingga siswa dapat mengaplikasikan kemampuannya dalam memecahkan masalah sehari-hari. Dalam suatu pembelajaran, yang menjadi harapan semua pihak adalah setiap siswa dapat mencapai hasil belajar yang baik. Dalam kenyataannya, prestasi belajar siswa kurang memuaskan. Seringkali terdapat siswa yang tidak dapat mengikuti pelajaran dengan lancar karena adanya hambatan misalnya materi prasyarat yang belum dikuasai dan situasi belajar yang kurang mendukung. Hal ini menunjukkan adanya kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian yang mengkaji kesulitan belajar siswa dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kesulitan siswa. Tingkat kesulitan tersebut dapat diketahui dengan cara melihat data prestasi belajar yang dicapainya. Apabila prestasi belajar di bawah standar kompetensi, maka dapat dikatakan siswa tersebut mengalami kesulitan belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kesulitan siswa sebelum dan setelah pembelajaran materi unsur, senyawa, dan campuran diberikan guru dengan memberikan pretest dan postest dan menggunakan soal yang sama. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran tentang kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal-soal. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal subyektif sebanyak 20 soal. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B dan VII E SMP Negeri 1 Gudo Jombang Tahun Ajaran 2008/2009 yang berjumlah 58 siswa. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tingkat kesulitan siswa terhadap materi unsur, senyawa, dan campuran berkurang setelah dilakukan kegiatan pembelajaran oleh guru. Berkurangnya kesulitan siswa ditunjukkan dengan berkurangnya rata-rata persentase kesulitan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal. Rata-rata Persentase kesulitan siswa sebelum materi diberikan oleh guru untuk konsep pertama yakni nama unsur dan rumus kimia sederhana adalah sebesar 43,72% dan persentase kesulitan siswa setelah materi tersebut diajarkan oleh guru adalah sebesar 21,18%. Pada konsep kedua yakni sifat unsur, senyawa, dan campuran, persentase kesulitan siswa sebelum materi diberikan adalah sebesar 42,53% dan persentase kesulitan siswa setelah materi tersebut diberikan menjadi sebesar 35,06%. Letak kesulitan siswa paling tinggi dalam menyelesaikan soal-soal unsur, senyawa, dan campuran yaitu siswa belum memahami tentang cara penulisan simbol kimia, siswa belum mengetahui cara pemahaman dan penghafalan tentang simbol dan nama unsur kimia dengan baik, Siswa belum memahami sifat-sifat unsur, senyawa, dan campuran, siswa belum memahami perbedaan senyawa, dan campuran.

Analisis penerapan pendidikan karakter yang diintegrasikan pada penyampaian guru mata pelajaran ekonomi di SMA swasta (studi kasus di kelas XI di SMA Taman Harapan Malang) / Wisnu Satriyoadi

 

Satriyoadi, Wisnu. 2009. “Analisis Penerapan Pendidikan Karakter yang Diintegrasikan pada Penyampaian Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Swasta (studi kasus di Kelas X SMA Taman Harapan Malang)”. Skripsi, Jurusan S1 Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir. Yohanes Hadi Susilo, S.Th., M.DIV., M.E (II) Dr.Agung Haryono, M.E, M.P., Ak Kata Kunci: Penerapan Pendidikan Karakter, Penyampaian Mata Pelajaran Ekonomi dan SMA Swasta    Pembangunan nasional dalam segala bidang yang telah dilaksanakan selama ini mengalami berbagai kemajuan. Namun, ditengah - tengah kemajuan tersebut terdapat dampak negatif, yaitu terjadinya pergeseran terhadap nilai - nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Alternatif yang banyak dikemukakan untuk mengatasi, paling tidak mengurangi masalah tersebut melalui pendidikan. Pendidikan di sini adalah pendidikan karakter yang merupakan usaha menanamkan kebiasaan - kebiasaan yang baik sehingga peserta didik mampu bersikap dan bertindak berdasarkan nilai - nilai yang tidak menjadi kepribadiannya.    Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tujuan penulis menggunakan pendekatan kualitatif adalah berusaha memberikan gambaran yang sistematis, faktual dan akurat mengenai fokus penelitian yakni : (1) Pemahaman dan persepsi guru ekonomi dalam penerapan pendidikan karakter untuk mata pelajaran ekonomi, (2) Penerapan pendidikan karakter pada mata pelajaran ekonomi, (3) Faktor - faktor pendukung dan faktor penghambat dalam penerapan pendidikan karakter pada mata pelajaran ekonomi, dan (4) Hasil dari penerapan pendidikan karakter dalam mata pelajaran ekonomi di SMA Taman Harapan Malang. Penelitian ini dilakukan dalam situasi yang alami sehingga tidak ada batasan dalam memahami fenomena yang sedang dikaji. Penelitian ini mengambil lokasi di SMA Taman Harapan Malang khusunya kelas X IPS. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara , observasi, dan dokumentasi.        Hasil dari penelitian ini menerangkan bahwa : Pertama, Guru ekonomi di SMA Taman Harapan Malang sudah memahami penerapan pendidikan karakter, dan sudah diterapkan dalam perangkat pembelajaran yaitu silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah dibuat, tetapi dalam proses pembelajaran di kelas belum terlaksana dengan baik, serta dalam penyampaian materi guru tidak memaparkan atau menonjolkan nilai - nilai karakter sesuai dengan materi yang dijelaskan, kedua, Penerapan pendidikan karakter sudah dilakukan guru mata pelajaran ekonomi melalui tiga tahap yakni : tahap perencanaan, tahap pembahasan, dan tahap evaluasi, ketiga, Faktor pendukung di SMA Taman Harapan ini memberikan kebebasan dari setiap orang tua untuk menyekolahkan anaknya dengan beraneka ragam sosial budaya serta kepercayaan melalui keagamaannya serta kesiapan guru dalam penerapan pendidikan karakter. Sedangkan untuk faktor penghambat meliputi : kendala internal dan kendala eksternal, dan keempat, Guru masih memasukan nilai - nilai karakter kedalam nilai efektif. namun diliat lagi lebih detail, penilaian efektif tersebut diambil dari keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran serta kedisiplinan peserta didik di dalam kelas. Sosialisasi penerapan pendidikan karakter dirasakan sekolah SMA Taman Harapan masih belum maksimal.        

Keterampilan pengelolaan kelas dan berkomunikasi guru dalam pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Bululawang / Rr. Andita Larasati L.P.

 

Larasati.Andita. 2014. Keterampilan Pengelolaan Kelas dan Keterampilan Berkomunikasi Guru dalam Pembelajaran Ekonomi di SMA Negeri 1 Bululawang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Mit Witjaksono, Ms.Ed. (II) Ro’ufah Inayati, S.Pd., M.Pd Kata Kunci: Pengelolaan Kelas, Berkomunikasi, Guru Guru sebagai pendidik adalah tokoh yang paling banyak bergaul dan berinteraksi dengan peserta didik dibandingkan dengan personal lainnya di sekolah. Guru bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan bimbingan dan pelatihan untuk peserta didik. Kegiatan pembelajaran akan menjadi optimal apabila guru mempunyai keterampilan dalam mengajar. Pengelolaan kelas yang baik akan membuat siswa berantusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Disamping faktor pengelolaan kelas, kemampuan berkomunikasi guru juga sangatlah penting, karena dengan kemampuan berkomunikasi dari seorang guru maka materi-materi pembelajaran yang disampaikan dapat diterima dengan baik sehingga apa yang menjadi tujuan pembelajaran akan dapat tercapai dengan baik.     Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) cara pengelolaan kelas yang dilakukan guru dalam pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Bululawang, (2) keterampilan berkomunikasi guru dalam pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Bululawang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif-fenomenologi. Data penelitian berupa hasil wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah lembar wawancara serta perekan suara. Analisis data dilakukan mulai reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/ verifikasi.     Berdasarkan hasil analisis didapat kesimpulan sebagai berikut: (1) pengelolaan kelas yang dilakukan guru Ekonomi di SMA Negeri 1 Bululawang melalui penciptaan kondisi kelas yang optimal, Guru Ekonomi dapat menunjukkan sikap tanggap di dalam kelas, memusatkan perhatian siswa, memusatkan perhatian kelompok dan memberi petunjuk dengan jelas. Walapun masih terdapat permasalahan yang dilakukan oleh siswa seperti siswa kurang berkonsentrasi terhadap materi dikarenakan kondisi kelas yang panas akan tetapi masih dalam batas wajar dan dapat dikendalikan oleh guru ekonomi. Guru dapat bersikap luwes dan terbuka terhadap siswa. Hal ini dapat dilihat dari antusias siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran ekonomi. Siswa juga memfavoritkan guru Ekonomi karena guru dapat bersikap ramah dan perhatian kepada siswa. Selain itu guru juga dapat membuat kelas menjadi menyenangkan dan tidak membosankan. Guru juga mau menerima dengan baik apabila ada siswa yang bertanya ataupun menyanggah penjelasan dari guru. (2) Keterampilan berkomunikasi guru Ekonomi di SMA Negeri 1 Bululawang sudah efektif. Hal ini dilihat dari suara lantang guru dalam menerangkan, tinggi rendahnya suara guru dalam berintonasi, dan kejelasan saat bersuara. Apabila siswa kurang bisa mendengar apa yang dikatakan oleh guru, maka siswa akan memberi interupsi sehingga guru dapat meninggikan volume suaranya. Hal ini sangat berpengaruh terhadap pemahaman siswa akan materi.

Improving the speaking skill of grade VIII students of MTs NURUK JADID PATION PROBOLINGGO through imformation gap activities / Miftahul Huda

 

ABSTRACT Huda, Miftahul. 2009. Improving the Speaking Skill of Grade VIII Students of MTs Nurul Jadid Paiton Probolinggo through Information Gap Activities. Thesis. Graduate Program in English Language Education, the State University of Malang. Advisors: (1) Dr. Sri Rachmajanti, Dip.TESL., M.Pd, (2) Dr. Yazid Basthomi, M.A. Keywords: speaking skill, information gap activities, find your friend strategy Speaking is one of the four language skills that must be mastered by Indonesian students, who are learning English as a foreign language. However, the preliminary study that the researcher carried out toward the Grade VIII students of MTs Nurul Jadid Paiton Probolinggo in December 2008 showed that they scored 52 point for the speaking skill, i.e. thirteen points lower than the predetermined minimum passing grade of 65, indicating that they still had poor English oral proficiency. This study was, therefore, conducted to improve the students’ speaking skill through information gap activities called “Find your Friend Strategy.” The study employed collaborative Classroom Action Research (CAR) in which the researcher and a teacher-collaborator worked as a team in carrying out the cyclical procedure of the study: planning, implementing, observing, and reflecting on the action. The research, which took two cycles, was conducted in a class of twenty students. Through the implementation of the action, the students were supposed to reach the predetermined criteria of success, those are (1) every student gets a minimum score of 65, and (2) 75% of the class has positive attitude toward the information gap activities. The data on the two aspects were collected through several instruments, i.e. interaction task and oral presentation tests, questionnaire, and fieldnotes. The findings of this study revealed that the information gap activities successfully improved the students’ speaking skill as their final scores exceeded 65. With the lowest score of 66 and the highest one of 87, the students were regarded to have “fair” to “good” speaking ability and that they, in general, could produce effective communication with quite good range of vocabulary and occasional grammar slips. Besides, instead of 75% of the students, all of them (100%) had favorable attitude toward the activities. The information assembled from the questionnaire demonstrated that the activities were pleasing and useful for he students in improving their speaking skill in the way that the activities offered wide opportunity for speaking. The students felt that the activities could raise their self-confidence, enrich their vocabulary, and improve their grammatical mastery. They also gave positive response on the use of the media and support on the application of the activities in future teaching of speaking. As this study suggests, the information gap activities are effectively implemented through the following procedure: (1) eliciting the students’ background knowledge on the topic, (2) explaining the linguistic features to be used, (3) inviting the students, either in pair or in group, to discuss the typical structure of several spoken expressions, (4) grouping the students, (5) modeling the activities, (6) drilling the students with the pronunciation, as well as the meaning, of the vocabulary items, (7) assigning the students to move around the class, ask several questions to their friends and answer their questions, and write the result of the conversation, (8) asking every student to give individual oral report, and (9) giving feedback on the students’ oral performance. In reference to the result of the study, it is recommended that the English teachers apply the information gap activities in the teaching of speaking skill, especially in a classroom suffering from low motivation, poor proficiency, and high degree of anxiety or reluctance. Furthermore, it is also suggested that other researchers verify and strengthen the findings of this study, by carrying out a research on different subjects, setting, and design, on a particular gap-based-method other than “Find your Friend Strategy”, and on levels of education

Masalah pengelolaan kelas dalam pelaksanaan pembelajaran IPS ekonomi di SMP Negeri 9 Malang / Abd. Wahid

 

Wahid, Abd. 2014. Masalah Pengelolaan Kelas Dalam Pelaksanaan Pembelajaran IPS Ekonomi di SMP Negeri 9 Malang. Skripsi Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Mit Witjaksono, M.S.Ed (2) Drs. Sapir, S.Sos, M.Si. Kata Kunci: Pengelolaan Kelas, Pembelajaran IPS Ekonomi     Ketercapain tujuan pembelajaran tentu sangat berkaitan erat dengan pengelolaan kelas. Pengelolaan kelas yang baik akan mendukung terhadap pencapaian tujuan pembelajaran. Demi kepentingan tersebut, seorang guru dituntut untuk mengelola kelas dengan baik, disamping menciptakan pembelajaran yang efektif. Faktanya, guru menghadapi berbagai bentuk masalah pengelolaan di kelas yang disebabkan oleh keanekaragaman kelas, salah satunya adalah perbedaan tingkat intelektual. Untuk mengatisipasi itu, SMP Negeri 9 mengkategorikan kelas menjadi kelas unggulan dan bukan unggulan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan bentuk masalah pengelolaan kelas diantara kelas unggulan dan bukan unggulan, mengetahui upaya guru dalam mengatasinya, dan kendala-kendala yang mengahambat guru dalam mengatasinya.     Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif dengan jenis fenomenologi (naturalistik). Penelitian ini berlokasi di SMP Negeri 9 Malang. Informan dalam penelitian ini adalah dua guru IPS kelas VIII di SMP Negeri 9 Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini melalui beberapa tahapan yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data.     Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya tidak terdapat perbedaan bentuk perilaku siswa dalam masalah pengelolaan kelas yang terjadi dikelas unggulan dan bukan unggulan. Bentuk masalahnya berupa perilaku mencari perhatian. Walaupun dalam kelas unggulan, disamping terjadi masalah individu, juga terjadi masalah kelompok yaitu kelas kurang berdaptasi dengan perubahan lingkungan dan dan kelas terkadang mereaksi negatif terhadap berbagai tugas atau intruksi yang diberikan oleh guru. Perbedaan yang mencolok hanya terdapat pada kuantitas kemunculannya dimana pada kelas bukan unggulan masalah pengelolaan kelas lebih sering terjadi. Adapun pendekatan yang guru terapkan dalam mengatasi masalah tersebut adalah pendekatan elektis. Spesifiiknya merupakan gabungan antara pendekatan kekuasaan, pengajaran, dan perubahan tingkah laku. Kendala yang paling dominan dalam mengatasi masalah pengeolaan kelas adalah siswa itu senditri yang sulit untuk diatur. Kendala lainnya berupa keterbatasan alat penunjang pengajaran.     Saran dalam penelitian ini adalah (1) Bagi guru hendaknya terus mengupayakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. (2) Bagi pihak Universitas hendaknya lebih meningkatakan pemahaman yang seimbang antara teori dan praktik. (3) bagi peneliti selanjutnya diharapkan bisa mengembangkan penelitian inidengan menggunakan fokus yang lainnya yang lebih luas.

Pengaruh pembelajaran modul dan kooperatif (Jigsaw), tingkat inteligesi terhadap hasil belajar ekonomi siswa negeri 1 Lawang tahun 2009-2010 / Surwiyati

 

ABSTRAK Surwiyati. 2010. Pengaruh Pembelajaran Modul dan Kooperatif (Jigsaw), Tingkat Inteligensi Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa SMA Negeri 1 Lawang Tahun 2009-2010. Pembimbing: ( I ) Prof. Dr. J.G. Nirbito, M.Pd., ( II ) Prof. Dr. Bambang Banu S., M.M. Kata kunci: Pengaruh, Pembelajaran Ekonomi dengan Modul, Kooperatif (Jigsaw), Hasil Belajar, Tingkat Inteligensi. Dalam KTSP seperti yang telah dilaksanakan oleh tiap Satuan Pendidikan, mensyaratkan adanya perubahan paradigma guru dalam proses belajar mengajar. Berkaitan dengan hal tersebut, guru perlu menerapkan pembelajaran inovatif yang mampu dan memperkaya pengalaman belajar sehingga aktivitas siswa dalam belajar akan meningkat, sehingga akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya dalam pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Lawang. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) pembelajaran dengan modul yaitu model pembelajaran yang lebih menonjolkan kegiatannya secara individu, dan (2) model kooperatif (jigsaw) yaitu model pembelajaran yang dicapai secara kooperatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis 1) perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan melalui modul dan kooperatif (jigsaw) pada siswa yang memiliki tingkat inteligensi berbeda, 2) perbedaan hasil belajar siswa yang memiliki inteligensi tinggi, sedang dan rendah melalui pembelajaran modul dan kooperatif (jigsaw), 3) menjelaskan interaksi antara strategi pembelajaran, inteligensi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini termasuk kuasi eksperimen, dengan rancangan faktorial, bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran ekonomi dengan modul dan kooperatif (jigsaw) terhadap hasil belajar siswa kelas XII IPS dengan kontrol tingkat Inteligensi di SMA Negeri 1 Lawang, semester 1 tahun 2009-2010. Pengambilan sampel digunakan teknik Cluster Random Sampling yaitu dilakukan secara acak dengan mengelompokkan kelas yang diperlakukan sebagai kelas modul dan kelas kooperatif (jigsaw) dengan inteligensi tinggi, sedang dan rendah. Pengambilan data tentang hasil belajar dilakukan dengan mengadakan pre tes dan pos tes, sedang pengambilan data tentang tingkat inteligensi digunakan data dokumenter. Analisis data digunakan analisis variansi (Anova). Hasil penelitian berdasarkan deskripsi data, siswa yang mempunyai inteligensi tinggi, mean hasil belajar ekonomi pada pembelajaran modul 9,54, pada pembelajaran kooperatif (jigsaw) 5,14. Pada tingkat inteligensi sedang, mean hasil belajar pada pembelajaran modul 13,38 dan pada pembelajaran kooperatif (jigsaw) 8,84. Sedang untuk inteligensi rendah, mean hasil belajar pada pembelajaran modul 12,41 dan pada pembelajaran kooperatif (jigsaw) 12,10. Berarti berdasarkan deskripsi data pembelajaran modul lebih sesuai untuk digunakan pada pembelajaran akuntansi perusahaan dagang. Dari hasil uji hipotesis dengan teknik Anova ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan modul dan kooperatif jigsaw terhadap hasil belajar ekonomi dengan taraf signifikan 0,042 dan t hitung 2,049 sedang t tabel 1,645, tetapi jika dibedakan antar tingkat inteligensi tidak ada perbedaan secara signifikan. Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran modul terhadap hasil belajar antar tingkat inteligensi, digunakan uji t dengan hasil hipotesis tidak signifikan pembelajaran modul dengan hasil belajar baik untuk inteligensi tinggi dengan sedang, tinggi dengan rendah, dan sedang dengan rendah. Tetapi ada perbedaan yang tinggi yaitu antara tinggi dan sedang dengan tingkat kepercayaan 79,6 %. Dan berdasarkan deskripsi data, modul lebih sesuai digunakan untuk siswa yang ber inteligensi sedang. Sedang pada kooperatif (jigsaw) ada perbedaan yang signifikan dengan hasik belajar pada siswa yang berinteligensi tinggi dengan rendah, taraf signifikan 0,032 dan t hitung -2,211. Berdasarkan deskripsi data, pembelajaran kooperatif (jigsaw) lebih sesuai digunakan pada siswa yang berinteligensi rendah. Antara strategi pembelajaran, tingkat inteligemsi terhadap hasil belajar tidak ada interaksi yang signifikan, namun jika dilihat pengaruh model pembelajaran terhadap hasil belajar dan pengaruh tingkat inteligensi terhadap hasil belajar mempunyai tingkat kepercayaan yang tinggi yaitu 91,5 % dan 92,9 %. Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka tingkat intelegensi berpengaruh terhadap perolehan hasil belajar. Oleh karena itu, dalam penggunaan model pembelajaran akuntansi perusahaan dagang dapat disesuaikan berdasarkan tingkat inteligensi Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, maka unutuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran ekonomi dan hasil belajar siswa, diajukan saran – saran bahwa, dalam pembelajaran ekonomi khususnya pada kompetensi dasar akuntansi perusahaan dagang, hendaknya guru ekonomi dapat mengefektifkan penggunaan pembelajaran dengan modul; bagi siswa yang berinteligensi rendah, maka guru dapat menggunakan model kooperatif (jigsaw); untuk memperoleh hasil belajar ekonomi yang diinginkan, maka dalam kegiatan belajar mengajar hendaknya siswa tidak mendapatkan perlakuan yang sama dari suatu model pembelajaran, tetapi perlakuan yang diberikan kepada siswa dikelompokkan atau dibedakan berdasarkan tingkat inteligensi; persepsi siswa yang positif tentang pembelajaran yang digunakan oleh guru hendaknya mendapatkan pembinaan sehingga persepsi itu terbentuk dalam perolehan hasil belajar yang lebih baik, guru ekonomi harus selalu berupaya untuk membelajarkan materi kepada siswa melalui pendekatan kontekstual, dan mengkaitkan dengan fakta / fenomena kehidupan sehari-hari agar dapat membentuk siswa yang melek ekonomi, tercipta pembelajaran yang inovatif, kreatif dan menyenangkan, serta bagi peneliti lain dapat mengadakan penelitian lanjutan dengan subyek dan variabel yang lebih luas.

Pengaruh motivasi belajar dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran IPS terpadu peserta didik kelas VIII SMP Negeri 20 Malang / Ma'ruf Raga Muslim

 

Muslim, Ma`ruf Raga. 2014. Pengaruh Motivasi Belajar dan Kebiasaan Belajar terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran IPS Terpadu Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 20 Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Lisa Rokhmani, M.Si (II) Ro’ufah Inayati, S.Pd M.Pd Kata kunci: Motivasi belajar, Kebiasaan Belajar, Prestasi Belajar Mata Pelajaran IPS Terpadu.     Berdasarkan hasil penelitian awal di SMP N 20 Malang yang menunjukkan bahwa terdapat peserta didik yang mempunyai prestasi belajar yang kurang dari KKM. Hasil belajar yang kurang memenuhi KKM ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu intern dan ekstern. Penelitian awal menyimpulkan bahwa peserta didik mempunyai masalah dalam belajar, yakni mengenai motivasi belajar yang kurang dan kebiasaan belajar yang buruk. Permasalahan ini diteliti lebih lanjut untuk mengetahui pengaruhnya terhadap prestasi belajar.     Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh secara parsial dan simultan dari pengaruh motivasi belajar (X1), kebiasaan belajar (X2) dan prestasi belajar (Y) pada mata pelajaran IPS Terpadu peserta didik kelas VIII SMP Negeri 20 Malang. Populasi dalam penelitian ini seluruh peserta didik kelas VIII yang berjumlah 320 peserta didik sebagai populasi. Sedangkan untuk jumlah sampel sebesar 178 peserta didik yang dihitung dengan menggunakan rumus Slovin, kemudian untuk teknik pengambilan sampel ialah proportional random sampling.     Metode analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linear berganda, uji t dan uji F. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS for Windows versi 20 dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh beberapa simpulan. (1)Semakin tinggi motivasi belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 20 Malang pada mata pelajaran IPS Terpadu maka semakin tinggi prestasi peserta didik begitu pula sebaliknya, semakin rendah motivasi belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 20 Malang pada mata pelajaran IPS Terpadu maka semakin rendah pula prestasi belajar IPS Terpadu peserta didik tersebut. Hal ini dibuktikan dengan adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar kelas VIII SMP Negeri 20 pada mata pelajaran IPS Terpadu. (2) Semakin tinggi kebiasaan belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 20 Malang pada mata pelajaran IPS Terpadu maka semakin tinggi prestasi peserta didik begitu pula sebaliknya, semakin rendah kebiasaan belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 20 Malang pada mata pelajaran IPS Terpadu maka semakin rendah pula prestasi belajar IPS Terpadu peserta didik tersebut. Hal ini dibuktikan dengan adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar kelas VIII SMP Negeri 20 pada mata pelajaran IPS Terpadu. (3) Faktor-faktor selain motivasi belajar dan kebiasaan belajar berperan lebih besar dalam mempengaruhi prestasi belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 20 malang. Hal ini disimpulkan mengingat kontribusi yang motivasi belajar dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar IPS Terpadu pada siswa kelas VIII SMPN 20 Malang 14.5%, sedangkan sisanya sebesar 85.5% dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel dalam penelitian ini.     Saran dalam penelitian ini ialah (1) Peserta didik kelas VIII dalam belajar IPS Terpadu dihimbau agar memiliki motivasi belajar yang tinggi dalam belajar IPS Terpadu. Hal ini dapat dilakukan untuk memiliki motivasi yang tinggi adalah menetapkan tujuan belajar IPS Terpadu sebelum belajar, memantapkan hati agar tidak perlu merasa takut diuji, dan yakin terhadap diri sendiri. Sehingga prestasi belajar yang didapatkan pada mata pelajaran IPS Terpadu dapat lebih baik lagi. (2) Peserta didik kelas VIII dalam belajar IPS Terpadu dihimbau agar memiliki kebiasaan belajar yang tinggi dalam belajar IPS Terpadu. Hal hal yang dapat dilakukan untuk memiliki kebiasaan belajar yang tinggi dapat dilakukan dengan bertanya pada materi yang kurang dipahami, menambah keterampilannya dalam cara mencatat yang baik dan membaca yang baik, dan lebih mempersiapkan diri diri dengan baik untuk belajar baik di rumah maupun di sekolah. Sehingga prestasi belajar yang didapatkan pada mata pelajaran IPS Terpadu dapat lebih baik lagi. (3). Peneliti prestasi belajar IPS Terpadu selanjutnya agar lebih dapat menyempurnakan penelitiannya. Hal ini disarankan mengingat hasil dari kontribusi variabel independen dari penelitian ini masih tergolong rendah. Penyempurnaan ini dapat dengan menambah variabel-variabel penelitian selain motivasi belajar dan kebiasaan belajar, bisa berupa perhatian orang tua, tingkat kedisiplinan, IQ, dan lain-lain. Teknik pengumpulan data juga dapat ditambah selain angket, bisa berupa wawancara, observasi dan lain-lain. Hal ini dapat menambah kontribusi pengaruh, sehingga prestasi belajar IPS Terpadu dapat terjawab lebih baik lagi.

Penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran membuka usaha ritel (studi pada siswa kelas X PMS SMK PGRI 3 Blitar) / Damayanti

 

Persepsi siswa tentang pengaruh pengelolaan kelas terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi do SMA negeri 2 Nganjuk / Restina Dwi Astha

 

ABSTRAK Astha, Dwi Restina. 2010. Persepsi Siswa Tentang Pengaruh Pengelolaan Kelas Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XII SMA Negeri 2 Nganjuk. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, S1 Pendidikan Ekonomi. Fakultas EkonomiUniversitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nasikh, S.E, M.P.,M.Pd (II) Drs. Prih Hardinto. M.Si Kata Kunci : Pengelolaan Kelas, Prestasi Belajar Pendidikan merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting dalam kehidupan manusia itu sendiri, karena pendidikan dapat membentuk pribadi manusia seutuhnya dan berlangsung seumur hidup. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal dalam masyarakat mempunyai peranan sangat penting yaitu ikut serta dalam membentuk manusia seutuhnya, baik secara pribadi, moral, sosial, dan segala eksistensinya. Disini guru perlu mendapat prioritas karena berperan sebagai pengelola dalam suatu proses pembelajaran di kelas. Pengelolaan kelas merupakan tindakan guru untuk menciptakan, membantu pembentukan tingkah laku siswa dan mempertahankan kondisi belajar yang optimal agar tercipta kelas yang kondusif, nyaman dalam proses pembelajaran. Pengelolaan kelas berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Masalah dalam penelitian ini adalah. (1) Bagaimanakah pengelolaan kelas di SMA Negeri 2 Nganjuk pada mata pelajaran ekonomi serta prestasi belajarnya. (2) Bagaimanakah pengaruh pengelolaan kelas terhadap prestasi belajar siswa di SMA Negeri 2 Nganjuk pada mata pelajaran ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah. (1) Untuk mengetahui pengelolaan kelas di SMA Negeri 2 Nganjuk pada mata pelajaran ekonomi serta prestasi belajarnya. (2) untuk menganalisis pengaruh pengelolaan kelas terhadap prestasi belajar siswa di SMA Negeri 2 Nganjuk pada mata pelajaran ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dimana dengan metode ini dapat diketahui fakta dan masalah yang terjadi serta pengaruh dari suatu fenomena. Data penelitian ini berupa angket yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan variabel pengelolaan kelas beserta dokumentasi dari nilai ujian tengah semester. Sampel yang digunakan adalah responden yang diperoleh dari 4 kelas XII IPS di SMA Negeri 2 Nganjuk. Analisis dilakukan dengan menggunkan model analisis regresi linier sederhana dan dilanjutkan dengan adanya pengujian hipotesis yang terjadai dari uji normalitas dan uji t. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 128 siswa kelas XII IPS SMA Negeri 2 Nganjuk, dan diambil sebanyak Proportional Random Sampling sebanyak 20% yaitu sebanyak 28 siswa untuk sampel. Teknik memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan angket atau kuesioner dan dokumentasi. Selanjutnya data yang telah terkumpul diolah dan dianalisis menggunakan metode regresi linier sederhana dengan bantuan komputer SPSS For Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengelolaan kelas guru ekonomi adalah baik. Hal ini ditunjukkan dengan tiga pendekatan (1) pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru ekonomi dengan menggunkan pendekatan perubahan tingkah laku adalah baik yaitu sebesar 57.14% (2) pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru ekonomi dengan menggunkan pendekatan sosio4 emosional adalah 35.71 % (3) sedangkan pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru ekonomi dengan menggunkan pendekatan proses kelompok adalah 60.71%. dan besarnya tingkat prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi dapat disimpulkan baik yaitu sebesar 35.71% siswa tuntas dan berpredikat sangat baik, sebesar 25% siswa tuntas dan berpredikat baik, dan sebasar 28.57% siswa tuntas dan memiliki prestasi belajar yang cukup dalam pelajaran ekonomi. Baiknya prestasi belajar siswa tersebut disebabkan karena dipengaruhi oleh pengelolaan kelas yang dilakukan guru dalam mengajar. (4) ada pengaruh yang positif dan signifikan antara pengelolaan kelas terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaraan ekonomi. Hal ini ditunjukkan oleh hasil pengujian hipotesis dengan menggunkan regresi yaitu nilai thitung = 15.156 > t tabel = 2.055 dan signifikansi (0.000) < 0.05, jadi H0 ditolak dan H1 diterima. Pengelolaan yang baik akan mendorong terciptanya prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomi yang lebih baik, karena dalam pengelolaan kelas itulah akan meningkatkan motivasi siswa untuk lebih meningkatkan belajarnya sehingga prestasi belajar siswa juga akan meningkat. Saran-saran yang diberikan dari penelitian ini adalah melakukan penelitian serupa untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang ada pada penelitian ini dan diharapkan dapat memasukkan variabel yang lain atau dengan populasi dan sampel yang berbeda misalnya faktor lingkungan maupun kehidupan sosial ekonomi serta sarana dan prasaran sahingga hasilnya lebih reliabel dan dapat memperkuat teori dan penemuan yang ada sebelumnya. Bagi guru ekonomi hendaknya dapat menggunakan pendekatan-pendekatan peneglolaan kelas dengan baik sehingga dapat mendorong minat serta motivasi belajar dan berpengaruh terhadap proses belajar siswa.

Evaluasi kegiatan simpan pinjam untuk kelompok perempuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) (studi pada kegiatan SPP Desa Jetak Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan) / Yuvita Setyaningrum

 

Setyaningrum, Yuvita. 2013. Evaluasi Kegiatan Simpan Pinjam Untuk Kelompok Perempuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) (Studi Pada SPP Desa Jetak Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hari Wahyono, M.Pd, (II) Drs. Prih Hardinto, M.Si. Kata Kunci: Evaluasi, Program pemberdayaan masyarakat, Simpan Pinjam untuk kelompok perempuan     Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)-Mandiri Perdesaan serta kegiatan Simpan Pinjam untuk kelompok Perempuan (SPP) di Desa Jetak Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian berupa deskripsi/gambaran mengenai keadaan sekarang berdasarkan data/fakta yang tampak.     Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)-Mandiri Perdesaan di Desa Jetak berjalan kurang baik. Program yang berjalan di Desa Jetak adalah pembangunan fisik berupa pembangunan rabat jalan dan pembangunan gedung sekolah serta Simpan Pinjam untuk kelompok Perempuan (SPP). Kegiatan Simpan Pinjam untuk kelompok Perempuan (SPP) kurang lebih sudah berjalan selama 2 tahun, dengan14 kelompok masing-masing kelompok terdiri dari 10 anggota. Namun tidak banyak manfaat yang diperoleh. Permasalahan yang muncul adalah masih kurangnya partisipasi masyarakat terutama dari golongan Rumah Tangga Miskin (RTM), yang lebih menyedihkan lagi, masyarakat dari golongan RTM tetap dalam kemiskinannya, sedangkan yang lebih banyak menikmati dana adalah dari golongan non miskin, selain itu kurangnya kesadaran masyarakat pengguna (peminjam) dalam mengangsur pinjaman serta hanya sedikit sekali masyarakat yang mempunyai usaha, kebanyakan dana hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi saja.     Alternatif penyelesaiannya, dengan tetap melanjutkan program, namun dengan memodifikasi dan didukung dengan pembangunan di bidang-bidang lain. Ke depannya perlu adanya perhatian khusus dari pembuat program, khususnya kegiatan non fisik, khususnya kegiatan simpan pinjam untuk kelompok peremuan. Pencapaian tujuan umum dan khusus kegiatan SPP harusnya menjadi tujuan penting yang harus dicapai dalam kegiatan, karena sebagai bagian dari program pemberdayaan diharapkan setelah kegiatan SPP berakhir, masyarakat dapat lebih mandiri dan berdaya dalam menggunakan semua potensi yang dimilikinya.

Pengaruh bauran promosi terhadap keputusan pembelian produk minuman coca cola ( Studi kasus pada mahasiswa jurusan D-III akuntansi politeknik negeri Malang ) /Astrid Kusuma Putri

 

ABSTRAK Putri, Astrid Kusuma. 2009. Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Produk Minuman Coca Cola (Studi Kasus pada Mahasiswa Jurusan D-III Akuntansi Politeknik Negeri Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Agus Hermawan, M.Si, Grad Did MGT., M. Bus, (2) Titis Shinta Dewi, S.P., M.M. Kata Kunci: bauran promosi, keputusan pembelian, Coca Cola, D-III Akuntansi Politeknik Negeri Malang. Perkembangan usaha yang bergerak pada bidang minuman akhir-akhir ini berkembang semakin pesat. Mereka berlomba-lomba untuk menciptakan produk yang baru, inovatif dan diminati konsumen. Salah satu perusahaan minuman yang merupakan market leader adalah The Coca Cola Company, sebuah perusahaan yang memproduksi minuman berkarbonansi Coca Cola. Belum ada satupun perusahaan minuman sejenis yang berhasil mengeser posisi Coca Cola di pasaran. Usaha promosi penting bagi perusahaan atau badan usaha. Dengan adanya promosi, perusahaan dapat memperkenalkan produknya dengan baik sehingga dapat diketahui oleh masyarakat serta menarik perhatian masyarakat untuk dapat menggunakan produk tersebut. Bauran promosi terdiri dari berbagai macam cara dalam melakukan promosi, diantaranya yaitu: periklanan, promosi penjualan dan hubungan masyarakat. Berbagai promosi yang telah dilakukan The Coca Cola Company, terutama dalam mempromosikan produk Coca Cola, sedikit banyak turut andil dalam mempengaruhi keputusan mahasiswa jurusan D-III Akuntansi Politeknik Negeri Malang untuk membeli Coca Cola. Dugaan sementara tersebut perlu dibuktikan melalui penelitian yang akurat dengan data-data yang valid. Untuk itulah penelitian ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran bauran promosi produk minuman Coca Cola dan keputusan pembelian konsumen. Pengaruh bauran promosi terhadap keputusan pembelian minuman Coca Cola baik secara simultan maupun parsial. Disamping itu juga untuk mencari unsur bauran promosi yang dominan pengaruhnya terhadap keputusan pembelian konsumen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah bauran promosi (X) yang terdiri dari: periklanan (X1), promosi penjualan (X2) dan hubungan masyarakat (X3). Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah Keputusan pembelian konsumen (Y). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dengan metode korelasional, untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antar variabel. Populasi sebanyak 688 orang dan sampel 92 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Untuk menguji kelayakan kuesioner digunakan uji validitas dan reliabilitas dari data hasil kuesioner uji coba yang telah dilakukan dengan hasil yang valid dan reliabel. Pada pengujian hipotesis, digunakan teknik analisis regresi yaitu melalui uji t dan uji f, menggunakan bantuan komputer dengan program SPSS seri 13 for Windows. Dalam penelitian ini diperoleh: (1) pengaruh periklanan terhadap keputusan pembelian produk minuman Coca Cola dengan thitung = 3,756 dan β1 = 0,376. (2) pengaruh promosi penjualan terhadap keputusan pembelian produk minuman Coca Cola dengan thitung = 2,273 dan β2 = 0,223 (3) pengaruh hubungan masyarakat terhadap keputusan pembelian produk minuman Coca Cola dengan thitung = 2,017 dan β4 = 0,203 (4) pengaruh bauran promosi secara simultan terhadap keputusan pembelian produk minuman Coca Cola dengan Fhitung = 23,893. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu ada pengaruh yang signifikan secara simultan dan parsial an-tara bauran promosi (X) yang terdiri dari: periklanan (X1), promosi penjualan (X2) dan hubungan masyarakat (X3) terhadap keputusan pembelian produk minuman Coca Cola, diterima. Sehingga dugaan awal bahwa bauran promosi yang dilakukan The Coca Cola Company dalam mempromosikan produk minuman Coca Cola terbukti mempengaruhi keputusan mahasiswa jurusan D-III Akuntansi Politeknik Negeri Malang dalam membeli produk minuman Coca Cola dengan kontribusi sebesar 43%. Hal ini dilihat dari hasil Adjuster R Square = 0,430. Unsur variabel bauran promosi yang memiliki pengaruh dominan terhadap keputusan pembelian produk minuman Coca Cola adalah periklanan. Hal ini dapat dilihat dari hasil β1 = 0,376, yang diikuti oleh variabel promosi penjualan sebesar β2 = 0,223 dan variabel hubungan masyarakat sebesar β3 = 0,203. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ke-putusan pembelian mahasiswa jurusan D-III Akuntansi Politeknik Negeri Malang dalam membeli produk minuman Coca Cola dipengaruhi oleh bauran promosi yang dilakukan The Coca Cola Company selaku produsen minuman berkarbonansi Coca Cola sebesar 43% dan sisanya sebesar 57% dipengaruhi oleh hal-hal lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Periklanan merupakan unsur bauran promosi yang dominan kemudian promosi penjualan dan hubungan masyarakat. Saran yang bisa dikemukakan penulis dari hasil penelitian ini kepada The Coca Cola Company selaku produsen minuman berkarbonansi Coca Cola adalah meningkatkan keefektifan promosi penjualan yang dilakukan oleh Coca Cola, dapat dilakukan dengan cara pemberian hadiah (produk baru pada ukuran mini) secara cuma-cuma kepada konsumen.

Membangun E-Learning sebagai prasarana pendidikan di SMK negeri 2 Trenggalek / Susanti

 

ABSTRAK Susanti, Dian. 2009. Membangun E-learning sebagai Prasarana Pendidikan di SMK Negeri 2 Trenggalek. Tugas Akhir, Teknik Elektronika, Program Pendidikan D-III Teknisi Komputer dan Jaringan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: Hari Suswanto, S.T. , M.T., Ahmad Fahmi S.T., M.T. Kata Kunci : Intranet, E-learning, Moodle SMK Negeri 2 Trenggalek telah menggunakan komputer sebagai media pembelajaran yaitu untuk mata pelajaran KKPI saja. Untuk memaksimalkan fasilitas yang ada dan memudahkan kegiatan belajar mengajar perlu dibangun e-learning. E-learning adalah sebuah kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dengan memanfaatkan jaringan. Sedangkan komputer yang ada di laboratorium masih stand alone. Oleh karena itu perlu dibangun jaringan komputer intranet agar komputer saling terhubung sehingga bisa dimanfaatkan untuk media pembelajaran e-learning. Metode perancangan meliputi identifikasi, instalasi dan konfigurasi. Indentifikasi meliputi identifikasi jaringan, server, client, serta Access Point. Installasi yang dilakukan meliputi instalasi perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (software), mulai dari perancangan hardware jaringan seperti 1 Server, 15 Client, sebuah AP serta 1 Switch/HUB, dan juga instalasi OS (Operating System) yaitu Windows Server 2003 untuk server dan Windows XP untuk client, sampai dengan aplikasi yang digunakan untuk e-learning yaitu Moodle. Sedangkan konfigurasi yang dilakukan adalah IP address, Domain Name System (DNS) dan Wireless yang meliputi pengaturan mode yang digunakan serta sistem keamanan yang diberikan, serta pada Moodle meliputi pengaturan halaman depan, pendaftaran pengguna dan pengelolaan nilai. Hasil perancangan, komputer di laboratorium SMKN 2 Trenggalek telah terbentuk jaringan intranet. Telah terhubung antara komputer client dengan komputer server yang telah terinstal Moodle. Siswa atau pendidik dapat mengambil atau menyimpan bahan-bahan belajar. Pengguna didaftarkan dan masing-masing diberi hak akses yang berbeda, dimana admin yang mempunyai hak akses sepenuhnya dapat mengubah seluruh isi dari situs Moodle. Pengajar bisa meng-upload mata pelajaran, mengubah isi dari bahan pelajaran serta membuat kuis. Dan siswa hanya bisa membaca, men-download bahan pelajaran serta menjawab soal dari kuis. Di dalam situs Moodle berisi bahan pelajaran, kuis, pengumuman, dan tugas yang diberikan untuk siswa. Kesimpulan perancangan e-learning yang digunakan sebagai prasarana pendidikan dapat menunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dilaksanakan di SMK Negeri 2 Trenggalek. Dengan demikian proses pembelajaran dapat terus berjalan dengan lancar, sehingga dapat meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) serta pendidikan yang ada di SMK Negeri 2 Trenggalek. Kedepannya diharapkan proses pembelajaran menggunakan fasilitas e-learning dapat diperluas dengan koneksi internet, sehingga dapat diakses dimanapun dan kapanpun, tetapi juga harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang dapat mengontrol fasilitas tersebut.

Pengaruh persepsi siswa tentang fasilitas belajar di sekolah dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Jurusan Pemasaran SMKN 1 Turen tahun ajaran 2013/2014 / Septian Maulana Insan S.

 

Maulana, Septian. 2014. Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Fasilitas Belajar Di Sekolah dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa (Studi pada Siswa Kelas XI Progam Keahlian Pemasaran di SMKN 1 Turen). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi S1 Pendidikan TataNiaga, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si., (II) Dr. Aniek Indrawati, S.Si., M.Si. Kata Kunci: Fasilitas Belajar di Sekolah, Motivasi Belajar, dan Prestasi Belajar.      Fasilitas Belajar di Sekolahberperan penting dalam proses pembelajaran di Sekolah, secara tidak langsung fasilitas belajar di sekolah mempengaruhi prestasi belajar siswa. Begitu juga dengan proses belajar sangat diperlukan adanya motivasi. Hasil belajar akan menjadi optimal, kalau ada motivasi. Makin tepat motivasi yang diberikan, akan makin berhasil pula pelajaran itu. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar bagi para siswa sehingga berdampak pada prestasi belajar siswa.     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fasilitas belajar di sekolah dan motivasi belajar terhadap Prestasi Belajarsiswa. Variabel yang diangkat dalam penelitian ini adalah fasilitas belajar di sekolah (X1) dan motivasi belajar(X2)sebagai variabel bebas, serta Prestasi Belajar Siswa(Y) sebagai variabel terikat.     Penelitian ini dilakukan pada siswa Kelas XI Progam Keahlian Pemasaran di SMKN 1 Turen. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 69.Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis regresi linier berganda, uji t untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas (pengaruh fasilitas belajar dan motivasi belajar) scara parsial terhadap variabel terikat (Prestasi Belajar). Serta uji F untuk mengetahui pengaruh yang paling dominan antara masing-masing variabel bebas (pengaruh fasilitas belajar dan motivasi belajar) terhadap variabel terikat (Prestasi Belajar).     Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara fasilitas belajar di sekolah terhadap Prestasi Belajar. Artinya semakin tinggi pengaruh fasilitas belajar di sekolahmaka Prestasi Belajarsiswa juga semakin tinggi. Serta, Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi belajar siswakelas XI Progam Keahlian Pemasaran di SMKN 1 Turen terhadap Prestasi Belajar. Artinya semakin tinggi pengaruh motivasi belajar siswamaka Prestasi Belajarjuga akan semakin tinggi.     Diharapkan siswa mampu menggunakan fasilitas belajar yang ada di sekolah sebaik mungkin, serta lebih meningkatkan motivasi belajar demi tercapainya prestasi belajar yang diharapkan. Hendaknya kepada guru SMK N 1 Turen agar lebih memanfaatkan fasilitas belajar sekolah dalam proses belajar dan pembelajaran, serta mendorong siswa agar lebih giat dalam belajar.

Pengaruh kebiasaan belajar, lingkungan keluarga, dan fasilitas belajar di rumah terhadap hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi kelas X Ilmu Sosial SMA Negeri 1 Lawang / Ahmad Iksan

 

Iksan, Ahmad. 2014. Pengaruh Kebiasaan Belajar, Lingkungan Keluarga, dan Fasilitas Belajar di Rumah Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X Ilmu Sosial SMA Negeri 1 Lawang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Prih Hardinto, M.Si, (II) Dr. Lisa Rokhmani, M.Si Kata Kunci : kebiasaan belajar, lingkungan keluarga, fasilitas belajar di rumah, hasil belajar     Dalam pendidikan terdapat kegiatan belajar. Belajar dipengaruhi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berupa kebiasaan belajar mempengaruhi efektifitas dan efisiensi belajar. Faktor eksternal diantaranya yaitu lingkungan keluarga dan fasilitas belajar di rumah. Lingkungan keluarga mempengaruhi psikologis belajar. Fasilitas belajar di rumah mempengaruhi sarana belajar.     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh kebiasaan belajar terhadap hasil belajar, (2) pengaruh lingkungan keluarga terhadap hasil belajar, (3) pengaruh fasilitas belajar di rumah terhadap hasil belajar, (4) pengaruh kebiasaan belajar, lingkungan keluarga, dan fasilitas belajar di rumah terhadap hasil belajar siswa kelas X Ilmu Sosial SMA Negeri 1 Lawang.     Rancangan penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data kebiasaan belajar, lingkungan keluarga, dan fasilitas belajar di rumah diperoleh dengan menggunakan angket. Siswa X Ilmu Sosial SMA Negeri 1 Lawang yang menjadi sampel penelitian berjumlah 65 siswa. Data hasil belajar diperoleh dari rapor Ulangan Tengah Semester (UTS). Data dianalisis dengan metode statistik deskriptif dan regresi linear berganda.     Dari hasil penelitian ada pengaruh antara kebiasaan belajar terhadap hasil belajar siswa. Ada pengaruh antara lingkungan keluarga terhadap hasil belajar siswa. Ada pengaruh antara fasilitas belajar di rumah terhadap hasil belajar siswa. Ada pengaruh antara kebiasaan belajar, lingkungan keluarga, dan fasilitas belajar di rumah terhadap hasil belajar siswa kelas X Ilmu Sosial SMA Negeri 1 Lawang.     Dari penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti memberikan saran bagi siswa agar menumbuhkan kebiasaan belajar yang baik agar siswa dapat mencapai hasil belajar yang maksimal. Bagi orang tua agar menciptakan lingkungan keluarga yang kondusif untuk belajar serta melengkapi fasilitas belajar di rumah agar siswa dapat mencapai hasil belajar yang maksimal.

Analisis buku teks siswa mata pelajaran IPS terpadu kelas VIII SMP Negeri 8 Kota Pasuruan / Gesantara Pradana W.

 

Wahyudi, Gesantara Pradana. 2014. Analisis Kelayakan Buku Teks Siswa Mata Pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII di SMP Negeri 8 Kota Pasuruan . Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Mit Witjaksono, M.S.Ed. (II) Ro’ufah Inayati, S.Pd, M.Pd Kata kunci: Analisis Buku Teks, IPS Terpadu. Buku teks merupakan salah satu bahan ajar yang penting dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Proses belajar mengajar di sekolah peran buku sangat penting. Buku sebagai wakil dari guru, terlebih lagi bagi guru yang tidak mampu atau tidak siap membuat bahan ajar sendiri berdasarkan standar isi dalam kurikulum yang berlaku. Buku teks juga perlu mengalami pengembangan baik dari segi kurikuler, isi, maupun bahasa yang digunakan baik berupa analisis bahan ajar maupun validasi bahan ajar. Tujuan penelitian buku teks ini secara umum adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap cakupan materi yang tersaji, penyajian materi, dan tugas-tugas serta evaluasi yang yang terdapat dalam buku teks IPS Terpadu kelas VIII karangan Muh. Nurdin di SMP Negeri 8 Kota Pasuruan. Selain untuk mengetahui hal- hal tersebut penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peranan penggunaan media untuk menjelaskan suatu konsep. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis fenomenologi dan menggunakan dokumen sebagai objeknya. Data penelitian berupa hasil wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah lembar wawancara serta perekan suara. Analisis data dilakukan mulai reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/ verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa cakupan materi dalam buku teks ini masih terdapat beberapa ketidaksesuaian karena pemahaman siswa tentang bab 7 yaitu kelangkaan sumber daya alam dan kebutuhan manusia masih membingungkan siswa hal itu disebabkan kata-kata yang digunakan didalam buku ini kosakatanya masih susah dimengerti dan masih jarang digunakan dalam keseharian siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Pasuruan. Selain itu gambar yang disajikan dalam buku ini masih sedikit dan gambar masih meggunakan warna hitam putih sehingga mengurangi minat siswa untuk membaca buku teks karangan Muh. Nurdin. Soal-soal yang tersaji juga masih ada yang membingungkan siswa dikarenakan ada soal yang tidak terdapat dalam buku sehingga siswa susah dalam mengerjakan soal-soal yang ada di dalam buku ini. Dari hasil kesimpulan disarankan apabila menggunakan buku teks yang sudah ada hendaknya ditelaah terlebih dahulu agar kesalahan yang ada dalam buku teks tersebut tidak disajikan dalam pembelajaran. Lebih bagus apabila dalam mengajar seorang guru mampu membuat bahan teks sendiri sesuai dengan ketentuan ilmiah yang ada dan sesuai kriteria dalam kurikulum yang berlaku, baik konsep yang ingin disampaikan maupun cara penulisan ketika menyusun buku teks.

Penerapan pembelajaran kooperatif dengan model numbered head together dalam upaya meningkatkan aktivitas dan minat belajar akuntansi pada soswa kelas X ak 1 Shalahuddin Malang / Ratna Yulia

 

ABSTRAK Yulia, Ratna, 2009. Penerapan Pembelajaran dengan Model Numbered Head Together dalam Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Minat Belajar Akuntansi pada Siswa Kelas X Ak 1 SMK Shalahuddin Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi Pendidikan Akuntansi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Sawitri Dwi Prastiti, S.E, M.Si, Ak, (II) Makaryanawati, S.E, M.Si, Ak. Kata kunci : Pembelajaran Kooperatif, Model Numbered Head Together, Aktivitas Belajar, Minat Belajar Siswa. Fenomena praktik kegiatan pembelajaran akuntansi di SMK Shalahuddin Malang masih didominasi oleh metode konvensional sehingga siswa mengalami kejenuhan. Metode ceramah yang digunakan guru kurang menarik minat siswa yang berakibat siswa tergantung pada guru, peran siswa pada pembelajaran ini hanya sebagai penerima informasi (pasif) dan guru sebagai pemberi informasi. Model pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran dalam mengatasi lemahnya aktivitas belajar juga akan mempengaruhi minat siswa dalam proses belajar. Cara yang dianggap tepat dalam meningkatkan aktivitas dan minat belajar siswa adalah melalui pembelajaran kooperatif model numbered head together, yang mana model pembelajaran ini memberikan kesempatan penuh pada siswa untuk terlibat aktif dalam proses belajar. Sehingga penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif model numbered head together dalam upaya meningkatkan aktivitas dan minat belajar siswa kelas X AK 1 SMK Shalahuddin Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase skor rata-rata aktivitas belajar dari empat elemen kooperatif yang diamati pada siklus 1 sebesar 60,46% dimana siswa masih belum terbiasa dengan model numbered head together sehingga antusias siswa saat pembelajaran masih kurang. Sedangkan pada siklus 2 meningkat sebesar 87,54% dimana siswa antusias karena melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan belajar mengajar; dari hasil angket persentase rata-rata minat belajar siswa meningkat sebesar 18,05%. Aktivitas belajar siswa melalui aktivitas belajar secara kooperatif berlangsung dengan baik, dimana siswa saling bekerjasama dengan baik, siswa saling memberi tahu dan mengajarkan pada anggota kelompoknya yang belum tahu, dan tidak membandingkan kemampuan akademik, latar belakang sosial, tetapi lebih dengan adanya rasa tanggungjawab mereka dalam menyelesaikan tugas; secara keseluruhan siswa tertarik atau senang belajar dengan model numbered head together karena siswa dapat saling bekerjasama dengan siswa lain yang memiliki perbedaan kemampuan dan latar belakang sosial, mereka lebih menyukai belajar secara kooperatif daripada belajar secara individu karena siswa dilibatkan langsung dalam belajar. Berdasarkan hasil penelitian saran yang diajukan adalah metode numbered head together sangat bermanfaat bagi siswa karena metode tersebut telah terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan minat belajar siswa, sehingga bagi guru lainnya dapat menggunakan metode ini pada materi yang memiliki kaitan secara langsung dengan lingkungan dan kehidupan sehari-hari.

Analisis peranan musyawarah perencana pembangunan terhadap perencanaan pembangunan daerah (studi kasus di kecamatan di Kabupaten Malang tahun 2013) / Wisnu Satriyoadi

 

Satriyoadi, Wisnu. 2009. “Analisis Peranan Hasil Musyawarah terhadap Perencanaan Pembangunan Daerah Studi Kasus di Kecamatan di Kabupaten Malang”. Skripsi, Jurusan S1 Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Agung Haryono, M.E, M.P., Ak (II) Thomas Soseco, S.E, M.Sc Kata Kunci: Peranan Hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Perencanaan Pembangunan Daerah dan Kabupaten Malang Pelaksanaan Otonomi Daerah dan Perencanaan Pembangunan melalui Musrenbang semakin memperjelas bahwa posisi masyarakat dalam pemerintahan sangat dominan, yaitu masyarakat bukan lagi sebagai objek pembangunan melainkan sebagai subyek pembangunan. Dalam posisinya sebagai subjek pembangunan, masyarakat mempunyai kewenangan untuk mengatur dan menyelesaikan urusannya sendiri sesuai dengan aspirasi di daerahnya. Konsep partisipasi masyarakat dalam pembangunan perlu dilihat sebagai “shared authority” diantara para stokeholders pembangunan, dimana proses pembangunan tidak didominasi oleh satu pihak saja (misalnya pemerintah) tetapi merupakan usaha bersama Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Mengenai Fokus penelitian : faktor – faktor yang mempengaruhi adanya pelaksanaan musrenbang kecamatan, peranan dari hasil musyawarah perencanaan pembangunan terhadap perencanaan daerah di setiap kecamatan serta dampak positif dan negatif dari terlaksananya musrenbang kecamatan terhadap perencanaan pembangunan daerah di setiap kecamatan di Kabupaten Malang. Jenis penelitian adalah penelitian studi kasus serta data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer yang diperoleh dari wawancara dan observasi. Teknik analisis dilakukan dengan teknik analisis dokumentasi, teknik wawancara dan teknik observasi. Hasil dari penelitian ini adalah musrenbang kecamatan ini dipengaruhi beberapa faktor yaitu : Pertama tingginya tuntutan dan aspirasi yang beragam dari berbagai kepentingan dalam masyarakat sehingga perlu adanya pembahasan dan kesepakatan hasil - hasil musrenbang kelurahan atau desa yang akan jadi prioritas kegiatan pembangunan di wilayah kecamatan tersebut, Kedua rendahnya pemahaman mengenai apa yang dibutuhkan di daerahnya, Ketiga mengklarifikasi prioritas kebutuhan mana yang akan dibiayai serta dilaksanakan dan mengevaluasi mengenai perencanaan pembangunan yang di tahun sebelumnya masih belum terlaksana. Beberapa masalah yang ditemukan adalah : wilayah Kabupaten Malang yang luas, anggaran pembangunan hanya dapat merealisasikan sebagian saja usulan masyarakat, masih rendahnya tingkat pendidikan yang dimiliki masyarakat, serta sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah di tingkat kelurahan maupun kecamatan sebagai pendamping masih sangat kurang.

Pengaruh profitabilitas terhadap retrunt saham melalui deviden payout ratio (DPR) pada perusahaan LQ35 periode 2006-2007 / Reny Eka Kurniawati

 

ABSTRAK Kurniawati, Rheny Eka. 2009. Pengaruh Profitabilitas terhadap Return Saham Melalui Deviden Payout Ratio pada Perusahaan LQ45 Peride 2006-2008. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo, M.M. (II) Drs. Mohammad Hari, M.Si. Kata Kunci: Return On Asset, Return On Equity, Deviden Payout Ratio, Return Saham Investasi pada asset keuangan mengandung banyak ketidakpastian, sehingga investor perlu melakukan penilaian terhadap saham yang akan dipilihnya. Para investor hendaknya mampu menganalisa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba untuk memberikan return kepada investor. Kemampuan atau kinerja suatu perusahaan tercermin dalam laporan keuangan, yang dapat diukur dengan menggunakan rasio. Rasio tersebut antara lain rasio profitabilitas (ROA, ROE), dan DPR yang mengukur seberapa besar bagian dari laba per lembar saham yang dibagikan dalam bentuk deviden. Oleh karena itu penting untuk mengetahui seberapa besar pengaruh rasio profitabilitas terhadap return saham melalui DPR. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat ROA, ROE, DPR, dan return saham, serta untuk mengatahui ada atau tidaknya pengaruh signifikan antara ROA, ROE secara parsial dan simultan terhadap DPR dan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh signifikan antara ROA, ROE, DPR secara parsial dan simultan terhadap return. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui fungsi variabel DPR sebagai moderator atau mediator dalam pengaruh profitabilitas terhadap return. Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasionalitas kausalitas yang bertujuan mencari hubungan antara variabel-variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar dalam LQ45. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 10 perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis), dan analisa data menggunakan bantuan SPSS 16.0 for windows dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa ROA dan ROE tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap DPR, baik secara parsial maupun simultan. Sedangakan untuk pengaruh terhadap return, hanya variabel DPR yang secara parsial berpengaruh signifikan terhadap return, sedangkan variabel ROA, ROE, tidak memiliki pengaruh secara parsial yang signifikan terhadap return. Secara simultan variabel ROA, ROE, dan DPR berpengaruh signifikan terhadap return. DPR bukan merupakan variabel mediator maupun moderator karena tidak terdapat pengaruh langsung maupun pengaruh tidak langsung variabel ROA dan ROE terhadap return saham. Saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan penelitian ini adalah, untuk investor hendaknya tetap memperhatikan faktor fundamental perusahaan terutama untuk Deviden Payout Ratio (DPR) dan dengan menggunakan rasio-rasio keuangan yang lain, seperti likuiditas dan leverage. Selain itu, investor juga harus memperhatikan faktor makro yang terjadi, seperti inflasi, kurs, rumor, dan tingkat suku bunga agar tidak salah dalam menentukan investasi selanjutnya. Bagi perusahaan atau emiten, hendaknya tetap menjaga kebijakan deviden dan kondisi fundamental perusahaan, karena kinerja perusahaan tetap menjadi kriteria investor dalam memilih investasi. Penelitian berikutnya sebaiknya menggunakan jumlah sampel yang lebih banyak, variabel-variabel lain, dan periode yang lebih panjang, sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.

Evaluasi kepatuhan dan interpretasi pajak menurut perpektif pelaku UMKM di Kota Malang / Dian Anugerah Surya Purnama

 

Purnama, Dian Anugerah Surya. 2014. Evaluasi Kepatuhan dan Interpretasi Pajak Menurut Perspektif Pelaku UMKM di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj Endang Sri Andayani, S.E., M.Si. Ak. (II) Hj. Yuli Widi Astuti, S.E., M.Si., Ak. Kata kunci: interpretasi, kepatuhan, UMKM, kesadaran membayar pajak,     UMKM merupakan sebuah usaha yang saat ini sedang berkembang di Indonesia, UMKM juga menjadi sebuah tameng dalam perekonomian Indonesia ketika mengalami krisis global. Setiap tahun jumlah UMKM selalu meningkat akan tetapi peningkatan tersebut tidak diseimbangi dengan penerimaan pajak dari sektor tersebut. Maka dari itu perlu adanya upaya dari Direktorat Jenderal Pajak untuk menggali potensi dari sektor ini. Tidak seimbangnya pertumbuhan UMKM dengan penerimaan pajak diakibatkan karena kurangnya pemahaman dan kepatuhan dari para pelaku UMKM. Maka dari itu perlu adanya upaya yang harus dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak Untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai pajak dari para pelaku UMKM sehingga meningkatkan kepatuhan dalam melaksanakan kewajibannya di dalam pajak.     Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap tentang makna (interpretasi) pajak dan untuk mengetahui tingkat kepatuhan dari para pelaku UMKM dalam perpajakannya. Informan dalam penelitian ini adalah pelaku UMKM yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa. Ruang lingkup penelitian ini adalah para pelaku UMKM yang terdaftar di KPP Pratama Malang Utara. Data dari penelitian ini dikumpulkan secara langsung dengan cara melakukan wawancara dengan para informan yang sudah dikategorikan, sedangkan untuk data sekunder dilakukan dengan cara tidak langsung yakni diambil dari KPP Pratama Malang Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, dengan menggunakan analasis kualitatif. Dengan menggunakan metode tersebut, peneliti berusaha menggambarkan keadaan objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan data dan fakta yang sesuai dengan kondisi disaat dilakukannya penelitian.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pelaku UMKM mampu menginterpretasikan pajak sesuai dengan substansi dan definisi yang meliputi pendasarannya pada teori dan undang-undang. Berkaitan dengan kepatuhan dari para pelaku UMKM cenderung kurang patuh dalam pelaporan pajaknya, akan tetapi kepatuhan kembali meningkat setelah adanya himbauan dari petugas pajak di KPP Pratama Malang Utara. Tampaknya dengan adanya pajak memberikan dampak yang cenderung mengarah pada suatu kerepotan, mereka merasa banyak yang harus dikerjakan terkait adanya pajak yang dikenakan. Sosialisasi merupakan upaya dilakukan oleh KPP Pratama Malang Utara untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pajak dan peraturannya, karena dengan meningkatnya pemahaman maka juga akan meningkatkan kesadaran pelaku UMKM dalam pajak. Dengan meningkatnya kesadaran maka kepatuhan juga akan meningkat sehingga akan meningkatkan penerimaan pajak dari sektor ini.

Penerapan model Think Pair Share (TPS) untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran matematika pada siswa kelas VIII H SMP Negeri 11 Malang / Tafsillatul Mufida Asriningsih

 

Asriningsih, Tafsillatul Mufida. 2014. Penerapan Model Think-Pair-Share (TPS) untuk Meningkatkan Keefektifan Pembelajaran Matematika pada Siswa Kelas VIII H SMP Negeri 11 Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Ipung Yuwono, M.S, M.Sc, (2) Dr. Sri Mulyati, M.Pd. Kata Kunci: Think-Pair-Share, Keefektifan Pembelajaran Matematika     Peneliti melakukan wawancara dan observasi tentang pembelajaran matematika di kelas VIII H SMPN 11 Malang. Teramati bahwa langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan adalah guru menyampaikan materi, siswa mencatat penjelasan guru, setelah itu siswa mengerjakan soal. Siswa biasanya ramai saat pembelajaran berlangsung, sehingga guru harus terus-menerus memperingatkan siswa agar memperhatikan pembelajaran. Perilaku siswa mengakibatkan proses pembelajaran terhambat dan pembelajaran menghabiskan waktu lebih banyak daripada yang direncanakan. Menurut guru matematika, hasil belajar siswa di kelas VIII H rendah. Hasil Ulangan Tengah Semester Gasal 2013/2014 pada mata pelajaran matematika menunjukkan bahwa sebanyak 46% mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal dan 54% tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal.     Guru matematika di kelas VIII menyatakan bahwa siswa mengalami kesulitan mempelajari materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Kesulitan tersebut menunjukkan bahwa penguasaan siswa terhadap materi SPLDV belum maksimal. Hal ini didukung oleh rendahnya persentase penguasaan materi SPLDV pada Ujian Nasional SMP/MTs Tahun 2012/2013 di kota Malang, yaitu sebanyak 65,47% (BSNP, 2013).     Berdasarkan kondisi pembelajaran yang telah diuraikan, permasalahan di kelas VIII H adalah pembelajaran matematika tidak efektif. Upaya untuk mengatasi masalah tersebut yaitu menerapkan pembelajaran Think-Pair-Share (TPS). Secara khusus, penelitian ini dilaksanakan pada materi SPLDV.     Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII H SMPN 11 Malang sebanyak 38 siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model TPS yang dapat meningkatkan keefektifan pembelajaran matematika pada siswa kelas VIII H SMP Negeri 11 Malang.     Pembelajaran TPS pada materi SPLDV dikatakan efektif jika memenuhi kriteria: aktivitas siswa baik, kemampuan guru mengelola pembelajaran baik, respon siswa positif, dan hasil tes siswa baik. Hasil dari penelitian ini adalah pembelajaran TPS pada materi SPLDV dinyatakan tidak efektif karena kriteria keefektifan pembelajaran (khususnya hasil tes) tidak terpenuhi.     Pembelajaran TPS yang diterapkan sebagai berikut. Kegiatan pada tahap Think yaitu: (1) guru memberikan permasalahan tentang SPLDV (berupa LKS Individu), (2) guru meminta siswa mengerjakan permasalahan dalam LKS, (3) guru mendatangi siswa satu-persatu untuk memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan mengerjakan LKS Individu, bantuan diberikan dengan cara mengajukan pertanyaan pancingan agar siswa dapat menemukan jawaban LKS, dan (4) guru meminta siswa mengumpulkan LKS Individu.     Kegiatan pada tahap Pair yaitu: (1) guru membagi siswa ke dalam pasangan-pasangan kelompok belajar, setiap pasangan terdiri dari siswa dengan kemampuan yang heterogen, (2) guru memberikan permasalahan tentang SPLDV (berupa LKS Kelompok) kepada setiap pasangan siswa, (3) guru meminta siswa mendiskusikan LKS secara berpasangan, (4) guru mendatangi setiap kelompok siswa untuk memberikan bantuan kepada kelompok yang mengalami kesulitan mengerjakan LKS Individu, bantuan diberikan dengan cara mengajukan pertanyaan pancingan agar siswa dapat menemukan jawaban LKS, (5) guru meminta setiap siswa menaggapi pertanyaan pasangannya dalam diskusi kelompok, dan (6) guru meminta siswa mengumpulkan LKS Kelompok.     Kegiatan pada tahap Share yaitu: (1) guru memilih beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya, (2) guru meminta kelompok lain memberikan tanggapan terhadap jawaban yang dipresentasikan, tanggapan dari kelompok lain berupa menyampaikan apakah jawaban yang dipresentasikan benar atau salah, kelompok lain juga diminta menyampaikan pendapat apabila jawabannya berbeda dengan jawaban yang dipresentasikan, dan (3) guru mengkonfirmasi kebenaran jawaban siswa.     Indikator yang memenuhi keefektifan pembelajaran TPS pada materi SPLDV adalah aktivitas siswa, kemampuan guru mengelola pembelajaran, dan respon siswa. Sedangkan indikator yang tidak memenuhi keefektifan pembelajaran adalah hasil tes siswa. Aktivitas siswa pada siklus I adalah tidak baik dan pada siklus II adalah baik. Sehingga aktivitas siswa mengalami peningkatan. Kemampuan guru mengelola pembelajaran TPS pada siklus I dan siklus II adalah baik. Respon siswa terhadap pembelajaran TPS adalah positif. Peningkatan nilai tes ditunjukkan dengan rata-rata nilai tes secara klasikal pada siklus I adalah 75,84 dan pada siklus II adalah 77,61. Persentase siswa yang mencapai KKM pada siklus I adalah 66% dan pada siklus II adalah 68%. Persentase siswa yang mencapai KKM pada kedua siklus kurang dari 80%. Sehingga hasil tes siswa adalah tidak baik. Dengan demikian, pembelajaran TPS pada materi SPLDV dinyatakan belum efektif.     Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pembelajaran TPS yang dapat meningkatkan keefektifan pembelajaran matematika (khususnya pada kriteria hasil tes).

Penerapan pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan media foto untuk meningkatkan kemampuan penalaran siswa pada materi perbandingan di SMP Negeri 13 Malang / Eka Nurmala Sari Agustina

 

Agustina, Eka N. S. 2014. Penerapan Pembelajaran Penemuan Terbimbing Berbantuan Media Foto untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Siswa pada Materi Perbandingan di SMP Negeri 13 Malang. Tesis. Jurusan Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. Gatot Muhsetyo, M.Sc., (II) Dr. Sisworo, M.Si. Kata kunci: Perbandingan, pembelajaran penemuan terbimbing, media foto, kemampuan penalaran      Materi perbandingan merupakan salah satu topik matematika yang dirasakan sulit oleh siswa SMP atau siswa SMK. Berdasarkan pada hasil observasi awal pada siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Malang menunjukkan bahwa siswa masih mempunyai kesulitan dalam menalar masalah perbandingan. Untuk mengatasi permasalahan terkait perbandingan, peneliti menerapkan pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan media foto untuk meningkatkan kemampuan penalaran siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan media foto yang dapat meningkatkan kemampuan penalaran siswa pada materi perbandingan.     Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di kelas VII-i SMP Negeri 13 Malang. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 17 Maret – 19 April 2014. Adapun prosedur yang dilakukan peneliti pada penelitian ini yaitu: (1) perencanaan; (2) melaksanakan tindakan; (3) mengumpulkan data; dan (4) menganalisis data, mengevaluasi tindakan, dan melakukan refleksi.     Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa siswa telah mengalami peningkatan kemampuan penalaran. Keberhasilan penelitian ini diperlihatkan dari adanya peningkatan banyak siswa yang mencapai nilai lebih dari 75 yaitu dari 22,5% siswa menjadi 80,64%. Perolehan nilai tersebut didukung dengan siswa telah memunculkan kemampuan penalarannya dalam menyelesaikan soal perbandingan yaitu: (1) siswa dapat menuliskan dugaan terkait keadaan soal, (2) dapat menuliskan prosedur penyelesaian soal dengan benar, (3) siswa dapat menuliskan kesimpulan berdasarkan penghitungannya dan sesuai dengan yang ditanyakan soal, dan (4) siswa dapat menuliskan pola yang muncul dari soal yang ada. Selain dari nilai tes akhir, penelitian ini dikatakan berhasil karena aktivitas guru dalam pembelajaran telah mencapai nilai 85,212% yang termasuk pada kategori “cukup baik”. Keberhasilan penelitian ini diperoleh dari pembelajaran penemuan terbimbing yang dilaksanakan dengan langkah-langkah berikut. (1) Tahap pengenalan atau review. Pada tahap ini dilaksanakan kegiatan mereview materi yang telah dipelajari seperti pecahan dan kecepatan, kegiatan guru menyampaikan tujuan pembelajaran, dan pembagian kelompok. (2) Tahap terbuka dimana siswa dihadapkan dengan media foto dan LKS yang dikerjakan dan didiskusikan secara berkelompok. (3) Tahap Konvergen yang terdiri dari kegiatan guru membimbing siswa pada saat diskusi kelompok, kegiatan presentasi dan diskusi kelas, dan kegiatan penggeneralisasian materi yang dipelajari. (4) Tahap penutup yang terdiri dari kegiatan siswa berlatih soal terkait materi yang dipelajari.

Identifikasi kesulitan yang ditemui guru dalam pembelajaran geografi berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada SMP negeri se-kabupaten Gowa / Haslita Rahmawati Hasan

 

ABSTRAK Haslita Rahmawati Hasan, 2009. Identifikasi Kesulitan yang Ditemui Guru dalam Pembelajaran Geografi Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada SMP Negeri Se-Kabupaten Gowa. Tesis, Jurusan Pendidikan Geografi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Ach. Fatchan, M.Pd., M.Si., (2) Prof Dr. Edy Purwanto, M.Pd. Kata Kunci: kesulitan guru, pembelajaran geografi, kurikulum tingkat satuan pendidikan. Sukses tidaknya implementasikan kurikulum sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru yang akan menerapkan dan mengaktualisasikan kurikulum tersebut dalam pembelajaran. Kemampuan guru tersebut terutama berkaitan dengan pengetahuan dan pemahaman mereka terhadap implementasi kurikulum, serta tugas yang dibebankan padanya. Tidak jarang kegagalan implementasi kurikulum di sekolah disebabkan kurangnya pemahaman guru terhadap tugas-tugas yang harus dilaksanakannya. Penyebab terjadinya kesulitan guru dalam pembelajaran geografi dikarenakan: (1) proses sosialisasi kurikulum yang berlaku belum dilaksanakan secara menyeluruh; (2) pembinaan dan pengembangan terhadap sumber daya guru belum memadai, akibatnya pemahaman dan penafsiran mengenai KTSP sangat terbatas; dan (3) masih dijumpai disparitas fasilitas pendidikan antar sekolah, hal ini tentunya akan menghambat keterlaksanaan implementasi KTSP, karena KTSP lebih berorientasi pada kemampuan praktik (skill) daripada segala teori dan konsep pengetahuan. Kenyataan ini mengakibatkan pembelajaran yang dilaksanakan masih bersifat konvensional, di mana keterlibatan guru dalam menanamkan konsep pembelajaran masih sangat diperlukan. Akibatnya, dominasi guru dalam pembelajaran tidak dapat dihindari guna mencapai tingkat kompetensi yang diharapkan. Metode ceramah tetap menjadi pilihan, sehingga pembelajaran yang berpusat pada siswa. Hal ini mengakibatkan fungsi guru sebagai fasilitator dan motivator dalam mengawasi, membimbing serta mengarahkan pemahaman siswa terhadap suatu konsep pembelajaran tidak dapat terlaksana secara optimal. Dengan adanya KTSP diharapkan celah kelemahan dan kekurangan yang terdapat dalam kurikulum sebelumnya bisa diperbaiki, baik pada tatanan perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi. Penelitian deskriptif ini bertujuan mengidentifikasi dan memperoleh gambaran tentang kesulitan yang dialami para guru dalam pelaksanaan KTSP yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah guru geografi di SMP Negeri se-Kabupaten Gowa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dengan validitas 98%. Teknik analisis data yang digunakan adalah mendeskripsikan tiap deskriptor, indikator, dan sub variabel dalam instrumen penelitian yang dibandingkan dengan skor rata-rata harapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru geografi di SMP Negeri Se-Kabupaten Gowa mengalami kesulitan dengan kualifikasi sedang dalam melaksanakan KTSP yang mencakup perencanaan pembelajaran mengalami kesulitan sebesar 66,21%, pelaksanaan pembelajaran mengalami kesulitan sebesar 77,40%, dan evaluasi pembelajaran mengalami kesulitan sebesar 67,89%. Kurangnya persiapan dalam menyiapkan materi dan skenario pembelajaran (perangkat pembelajaran/RPP), serta pengalokasian waktu dalam perencanaan pembelajaran; kurangnya waktu dan sarana prasarana dalam menerapkan metode pembelajaran pada pelaksanaan pembelajaran; juga dalam melaksanakan evaluasi guru sulit menyusun instrumen penilaian terutama tes tertulis. Hal tersebut mengakibatkan para guru mengalami kesulitan dalam melaksanakan KTSP. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa penyebab kesulitan yang dialami guru SMP Negeri se-Kabupaten Gowa dalam melaksanakan KTSP selama proses pembelajaran yang mendominasi adalah waktu yang kurang memadai, sehingga para guru mengalami kesulitan dalam perencanaan proses pembelajaran yang berimbas pada pelaksanaan pembelajaran dan juga evaluasinya. Untuk memaksimalkan pelaksanaan KTSP hendaknya dikembangkan secara sinergis antara siswa, guru, dan sekolah. Oleh sebab itu, disarankan bagi guru untuk meningkatkan pemahaman tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), meningkatkan kemampuan dalam mengajar sehingga terciptanya suasana yang lebih kondusif dalam proses pembelajaran. Karena adanya beberapa guru yang belum mengadakan program remedial, pengayaan, maupun evaluasi program, diharapkan agar para guru melaksanakannya sesuai dengan ketentuan sekolah, serta mengingat adanya keterbatasan waktu, maka diharapkan para guru mau membuat hand out untuk siswa, dan lebih banyak memberikan tugas rumah pada siswa.

Kajian jumlah jenis, kelimpahan relatif, keanekaragaman, dan distribusi temporal serangga pada tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill) di lahan pertanian Desa Montok, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur / Iman Sundari

 

Sundari, Iman. 2014. Kajian Jumlah Jenis, Kelimpahan Relatif, Keanekaragaman, dan Distribusi Temporal Serangga pada Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) di Lahan Pertanian Desa Montok, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Fatchur Rohman, M.Si., (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M.Si. Kata kunci: Jumlah Jenis, Kelimpahan relatif, Keanekaragaman, Distribusi Temporal, Lahan Tanaman Tomat     Angka produksi tomat (Lycopersicum esculentum Mill) semakin mengalami penurunan. Berdasarkan hasil observasi lapangan dan wawancara dengan beberapa petani tomat di Desa Montok, diperoleh keterangan bahwa faktor utama yang menyebabkan produksi tomat menurun adalah keberadaan Organisme Pengganggu Tanaman. Salah satu Organisme Pengganggu Tanaman pada tomat berasal dari kelompok serangga yaitu serangga pemakan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Jumlah Jenis, Kelimpahan relatif, Keanekaragaman, Distribusi Temporal, dan faktor abiotik yang mempengaruhi jumlah jenis Serangga pada Tanaman Tomat.     Jenis penelitian ini adalah diskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Tempat dan waktu penelitian yaitu lahan pertanian tomat Desa Montok, Kabupaten Pamekasan pada bulan Maret-April 2014. Pengambilan sampel dilakukan selama 3 hari. Pengamatan dilakukan pada pagi (jam 07.00-09.00 WIB), siang (jam 11.00-13.00 WIB), dan sore (jam 15.00-17.00 WIB). Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode titik yang ditentukan berdasarkan perbedaan rona lingkungan disekitar tepi lahan. Alat yang digunakan adalah swing net untuk serangga yang aktif dan menggunakan kantong plastik untuk serangga yang geraknya lambat. Jumlah jenis dapat diketahui melalui hasil identifikasi serangga yang ditemukan dan dianalisis secara deskriptif. Kelimpahan relatif dianalisis dengan rumus kelimpahan relatif. Keanekaragaman dianalisis dengan indeks keanekaragaman Shanon-Wienner (H’), Indeks Kemerataan (E), dan Indeks Kekayaan (R), distribusi temporal dianalisis secara deskriptif, sedangkan hubungan faktor abiotik dengan jumlah jenis dapat diketahui melalui nilai rerata dan analisis regresi ganda.    Hasil penelitian ditemukan 16 serangga pada lahan tomat yang termasuk dalam 11 famili. Kelimpahan relatif tertinggi pada serangga Myzus persicae Sulz dibandingkan serangga lainnya. Kategori indeks keanekaragaman menunjukkan pada lahan tanaman tomat tergolong rendah. Distribusi temporal menunjukkan bahwa distribusi lokal serangga tertinggi pada pagi hari. Faktor abiotik yang berpengaruh pada jumlah jenis di pagi hari adalah suhu, pada sore hari faktor abiotik yang berpengaruh adalah kelembaban dan intensitas cahaya.

Pengaruh komitmen manajemen, otoritas, kualitas SDM dan budaya organisasi terhadap kinerja (studi empiris pada pejabat struktural di pemerintahan Kabupaten Probolinggo) / Dian Laras Listya

 

Listya, Dian Laras. 2014. Pengaruh Komitmen Manajemen, Otoritas, Kualitas SDM dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja (Studi Empiris Pada Pejabat Struktural di Pemerintah Kabupaten Probolinggo). Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sriyani Mentari, S.Pd., M.M. (II) Ika Putri Larasati, S.E., Mcom. Kata kunci: Komitmen Manajemen, Otoritas, Kualitas SDM, Budaya Organisasi, Kinerja. Kinerja pemerintahan saat ini mulai menjadi perhatian masyarakat terkait dengan pelayanan publik. Hal ini mendorong pemerintah untuk memperbaiki kinerja guna memenuhi tuntutan masyarakat. Salah satu usaha memulihkan kondisi ekonomi, sosial dan politik adalah dengan mengembalikan kepercayaan rakyat kepada pemerintah dengan mencoba mewujudkan suatu pemerintahan yang good governance. Akuntabilitas pemerintahan di Indonesia saat ini masih berfokus pada sisi pengelolaan keuangan negara atau daerah saja, akan tetapi keingintahuan masyarakat tentang akuntabilitas pemerintahan tidak dapat dipenuhi oleh informasi keuangan saja. Dengan mengimplementasikan sistem pengukuran kinerja diharapakan dapat membantu memperbaiki kinerja pemerintah dalam mewujudkan tujuan dan sasaran, efisiensi, dan efektivitas layanan publik secara transparan, membantu alokasi sumber daya dan pembuatan keputusan, serta mewujudkan pertanggungjawaban publik. Variabel yang dipilih dalam penelitian ini adalah komitmen manajemen, otoritas, kualitas SDM dan budaya organisasi karena variabel komitmen manajemen, otoritas dan kualitas SDM termasuk dalam faktor organisasi dalam pengukuran kinerja. Sedangkan budaya organisasi dipilih karena memiliki nilai dan kepercayaan bersama yang menjadi ciri identitas organisasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian ini eksplanasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pejabat eselon 3 dan 4 yang ada di 31 Dinas, Badan dan Kantor di Kabupaten Probolinggo. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah Simple Random Sampling. Untuk menentukan besarnya sampel dihitung dengan menggunakan rumus slovin. Penelitian ini menggunakan sampel sebesar 83 orang yang tersebar di 10 Dinas,Badan dan Kantor di Kabupaten Probolinggo dari populasi berjumlah 502. Instrumen penelitian adalah kuisioner dengan skala Likert. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen manajemen, otoritas, kualitas SDM dan budaya organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai instansi pemerintah Kabupaten Probolinggo. Dari hasil penelitian ini, maka disarankan penelitian ini dapat dijadian acuan bagi pemerintah daerah tentang sejauh mana komitmen manajemen, otoritas, kualitas SDM dan budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja dan juga dapat dimanfaatkan untuk pengukuran kinerja. Sehingga faktor-faktor tersebut harus lebih ditingkatkan agar program atau kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan efektif. Untuk penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel-variabel lain yang berpengaruh kuat terhadap kinerja dan melengkapi teknik pengambilan data.

Penerapan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI-IPS 1 pada mata pelajaran geografi di MAN kota Blitar / Himia Umami

 

ABSTRAK Umami, Himia. 2010. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Teams Games Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas XI IPS1 pada Mata Pelajaran Geografi di MAN Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Edy Purwanto, M. Pd (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M. Si. Kata Kunci: pembelajaran kooperatif model TGT, motivasi belajar Berdasarkan hasil observasi awal, dalam pelaksanaan pembelajaran, guru geografi di MAN Kota Blitar kurang variatif dan cenderung monoton. Biasanya pembelajaran yang dilakukan menggunakan metode ceramah, sehingga siswa hanya duduk, mencatat, dan mendengarkan apa yang disampaikannya. Sedikit peluang bagi siswa untuk bertanya, sehingga mereka menjadi jenuh dan bosan terhadap pembelajaran. Hal tersebut dapat dilihat dari perilaku mereka saat belajar di kelas, misalnya mereka menggambar sendiri, bicara bersama teman sebangkunya, bahkan tertidur. Gambaran tersebut menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa terhadap pelajaran geografi rendah. Hal ini berakibat pada nilai ratarata siswa pada mata pelajaran geografi khususnya di kelas XIIPS 1 tergolong rendah. Standar Ketuntasan Minimal (SKM) pelajaran Geografi di MAN Kota Blitar adalah 70. Hanya 32,6% siswa yang mampu mencapai ketuntasan belajar. Berdasarkan permasalahan tersebut, model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) diaplikasikan sebagai bentuk tindakan. TGT merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang dapat melatih siswa untuk bekerjasama dan lebih mengaktifkan mereka dalam proses pembelajaran, terutama aktif bertanya, mengerjakan LKS, dan tugas yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran TGT. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Dalam penelitian tindakan kelas ini, peneliti terlibat langsung dalam seluruh proses penelitian, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan data. Kegiatan pembelajaran terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data penelitian berupa motivasi belajar siswa yang diperoleh melalui angket motivasi belajar. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XIIPS 1 semester 1 di MAN Kota Blitar Tahun Ajaran 2009/2010, dengan jumlah siswa 43 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari persentase motivasi belajar siswa pada siklus I berada pada tingkat keberhasilan cukup, yakni mencapai 63,74% dan pada siklus II persentase motivasi belajar siswa menjadi 85,66% dengan tingkat keberhasilan sangat baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model TGT dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sebesar 21,92%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif dengan model TGT dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XIIPS 1 MAN Kota Blitar. Adapun saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah: 1) Penerapan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) dapat dijadikan alternatif dalam pembelajaran geografi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. 2) Bagi peneliti lain dapat melakukan penelitian tentang Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com ii penerapan pembelajaran kooperatif model TGT dalam pembelajaran geografi dengan KD yang lain. Sebelum menggunakan pembelajaran model TGT perlu memperhatikan karakteristik kompetensi yang harus dicapai dalam suatu mata pelajaran khususnya geografi. Dimana kompetensi yang digunakan harus berisi materi yang dapat dijadikan sebagi bahan diskusi siswa. 3) Untuk melaksanakan pembelajaran kooperatif model TGT guru harus mampu mengelola kelas dengan baik agar tidak terjadi kegaduhan saat proses pembelajaran. Selain itu Guru harus bisa memberikan penjelasan cara bekerja pembelajaran kooperatif model TGT dengan jelas kepada siswa dan memotivasi siswa supaya belajar di rumah untuk persiapan turnamen. 4) Untuk pembagian kelompok diskusi maupun turnamen sebaiknya ditulis di papan tulis, dan juga tempat duduk masingmasing kelompok sudah ditentukan sebelumnya, sehingga siswa tidak bingung dengan pembagian kelompok dan tempat duduk masingmasing kelompok. Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com

Penerapan model pembelajaran Problem Posing (PP) dipadu pembelajaran kooperatif model Think Pair Share (TPS) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas X IPA 5 SMA Negeri 7 Malang / Lutfi Nur Zakyah

 

Zakyah, Lutfi Nur. 2014. Penerapan Model Pembelajarn Problem Posing Dipadu Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair Share untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X IPA 5 SMAN 7 Malang. Skripsi. Jurusan Biologi Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo., M. Sc., Ph. D, (II) Drs.Triastono Imam Prasetyo, M. Pd. Kata Kunci: Problem Posing dan Think Pair Share, Motivasi dan Hasil Belajar     Model pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang meng-utamakan kerjasama siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pem-belajaran Problem Posing dipadu dengan Think Pair Share merupakan salah satu pembelajaran kooperatif untuk membantu siswa dalam menuntaskan belajarnya. Hasil observasi dan wawancara yang dilakukan pada bulan September 2013 untuk pembelajaran biologi, siswa kelas X IPA 5 SMA Negeri 7 Malang ketika pembelajaran berlangsung masih melakukan aktivitas di luar kegiatan pembelajaran. Hal ini karena penggunaan metode pembelajaran selama proses pembelajaran biologi kurang bervariasi sehingga beberapa siswa cenderung kurang bergairah dan kurang termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran. Motivasi yang rendah tentu akan berpengaruh pada hasil belajar siswa yang rendah. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa dengan menggunakan pembelajaran Problem Posing yang dipadu dengan pembelajaran Think Pair Share.    Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Proses pembelajaran terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 5 di SMA Negeri 7 Malang dengan jumlah siswa 34 orang, pada materi Archaebacteria dan Eubacteria serta Protista. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi keterlaksanaan tindakan, lembar observasi dan angket motivasi siswa, serta soal tes akhir siklus. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar siswa kelas X IPA 5 SMA Negeri 7 Malang, melalui penerapan model pembelajaran Problem Posing dipadu dengan Think Pair Share yang ditunjukkan dengan persentase keseluruhan aspek motivasi belajar berdasarkan hasil observasi secara klasikal mengalami peningkatan sebesar 9,84%. Aspek motivasi berdasarkan hasil angket siswa secara klasikal mengalami peningkatan sebesar 11,48%. Sedangkan hasil belajar (kognitif) dari siklus I sebesar 55,8% ke siklus II sebesar 82,3% mengalami peningkatan sebesar 26,5%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka disarankan kepada calon guru untuk memperhatikan pengelolaan kelas, perhatian kepada siswa, dan pengaturan alokasi waktu yang tepat dalam menerapkan pembelajaran Problem Posing yang dipadu dengan pembelajaran Think Pair Share agar tujuan pembelajaran tercapai dan segala aktivitas siswa dapat teramati dengan jelas dan detail

Pengaruh kecerdasan emosional ( Emotional Quotient ) dan kecerdasan spiritual ( Spiritual Quotient ) tehadap motivasi kerja karyawan ( Studi pada karyawan KPSP setia kawan Nongkojajar ) / Lidyana Nirmala Dewi

 

ABSTRAK Nirmala Dewi, Lidyana. 2009. Pengaruh Kecerdasan Emosional (Emotional Quetiont) dan Kecerdasan Spiritual (spiritual Quetiont) Terhadap Motivasi Kerja Karyawan KPSP Setia Kawan Nongkojajar. Skripsi. Jurusan Manajemen Sumber Daya Manusia, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. I Nyoman Saputra, M.Si (II) Drs. Sarbini Kata kunci: Kecerdasan Emosional (EQ), Kecerdasan Spiritual (SQ), Motivasi Kerja Semakin mengglobalnya arus informasi dan transportasi yang disertai makin meningkatnya pula perdagangan diberbagai belahan dunia mengakibatkan banyak terjadinya perpindahan tenaga kerja asing dari negara maju menuju negara lain di Asia termasuk di Indonesia. Agar perusahaan-perusahaan nasional dapat bersaing dengan perusahaan asing, maka harus melakukan kegiatan efisiensi dan efektivitas. Diantara salah satu aspek yang berkenaan dengan modal manusia yang harus diperhatikan oleh perusahaan adalah motivasi kerja para karyawan. Dalam perkembangan untuk menciptakan peningkatan motivasi kerja kemampuan intelektual (IQ) saja tidaklah cukup tanpa disertai dengan kecerdasan (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui kondisi motivasi kerja karyawan KPSP Setia Kawan Nongkojajar. (2) Untuk mengetahui kondisi kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual karyawan KPSP Setia Kawan Nongkojajar. (3) Untuk mengetahui pengaruh variabel kecerdasan emosional terhadap motivasi kerja karyawan KPSP Setia Kawan Nongkojajar. (4) Untuk mengetahui pengaruh variabel kecerdasan spiritual terhadap motivasi kerja karyawan KPSP Setia Kawan Nongkojajar. (5) Untuk mengetahui pengaruh variabel kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual secara simultan terhadap motivasi kerja karyawan KPSP Setia Kawan Nongkojajar. (6) Untuk mengetahui variabel mana diantara kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual yang lebih dominan pengaruhnya terhadap motivasi kerja karyawan KPSP Setia Kawan Nongkojajar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan KPSP Setia Kawan Nongkojajar yang berjumlah 175 karyawan dan diambil sampelnya sejumlah 122 orang karyawan. Skala yang digunakan adalah Skala Likert dengan 5 (lima) pilihan jawaban. Uji validitas dan uji realibilitas digunakan untuk menguji kelayakan instrument. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, wawancara dan studi pustaka. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Sedangkan untuk menguji kelayakan regresi dilakukan uji asumsi klasik dan hasil dari analisis data responden diolah menggunakan SPSS 12,0 For Windows. Hasil penelitian ini adalah: (1) Berdasarkan hasil analisis deskriptif kondisi motivasi karyawan adalah tinggi. (2) Berdasarkan hasil analisis deskriptif kondisi kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual karyawan adalah tinggi. Berdasarkan hasil analisis regresi secara parsial, diperoleh variabel kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual berpengaruh positif yang signifikan terhadap motivasi kerja karyawan. Berdasarkan nilai SE, kecerdasan emosional berpengaruh dominan terhadap motivasi kerja karyawan Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada KPSP Setia Kawan Nongkojajar untuk memberikan tambahan pelatihan guna untuk lebih memberdayakan kecerdasan emosional, memberikan pelatihan ESQ atau pencerahan spiritual untuk peningkatan pemberdayaan kecerdasan spiritual dalam dunia kerja

Penerapan pembelajaran discovery untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA siswa kelas VIII-D SMP Negeri 1 Wates Kabupaten Blitar / Qoni'ah Kusuma Wardani

 

Wardani, Qoni’ah Kusuma. 2014. Penerapan Pembelajaran Discovery untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VIII-D SMP Negeri 1 Wates Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sarwono, M.Pd., (II) Dr. Betty Lukiati, M.S. Kata Kunci: Pembelajaran discovery, motivasi, hasil belajar     Hasil observasi awal pada bulan April dan September 2013 menunjukkan bahwa motivasi dan hasil belajar IPA siswa kelas VIII-D SMP Negeri 1 Wates Kabupaten Blitar masih rendah. Siswa terlihat kurang antusias mengikuti pem-belajaran, yang ditunjukkan dengan sikap acuh, belum berani mengungkapkan pendapat dan pasif selama proses pembelajaran. Rendahnya motivasi siswa ditunjukkan dengan rendahnya hasil belajar siswa, yaitu rerata ketuntasan klasikal siswa masih mencapai 57,14% dan masih jauh dari ketuntasan klasikal yang ditentukan yaitu 85%. Perbaikan dalam proses pendidikan harus terus dilakukan untuk menghasilkan pembelajaran yang lebih efektif, bermakna, dan menjadikan siswa aktif serta kreatif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mene-rapkan pembelajaran discovery, yaitu metode yang menuntut siswa untuk terlibat langsung dalam pembelajaran dan menemukan konsep sendiri melalui kegiatan pengamatan.     Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang bertu-juan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII-D SMP Negeri 1 Wates Kabupaten Blitar dan dilaksanakan dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri atas 4 tahap, yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Siklus I dilaksanakan selama 4 kali pertemuan dan siklus II selama 3 kali pertemuan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2013. Subyek penelitian adalah 26 siswa kelas VIII-D SMP Negeri 1 Wates Kabupaten Blitar yang terdiri atas 14 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa keterlaksanaan pembelajaran (diukur dengan lembar keterlaksanaan pembelajaran), motivasi belajar (diukur dengan lembar observasi dan angket), dan hasil belajar yang terdiri atas aspek kognitif (diukur dengan tes akhir setiap siklus), aspek afektif (diukur dengan lembar penilaian afektif), dan aspek psikomotorik (diukur dengan lembar penilaian psikomotorik).     Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi dan hasil belajar IPA siswa dari siklus I ke siklus II. Persentase motivasi klasikal berdasarkan hasil observasi meningkat dari 76,8% menjadi 86,9% dengan kategori sangat baik. Motivasi siswa berdasarkan angket meningkat dari skor 3,86 menjadi 3,96 dengan kategori baik. Persentase ketuntasan klasikal hasil belajar kognitif meningkat 73,1% menjadi 85%. Rerata klasikal hasil belajar afektif siswa meningkat dari 67,3 mencapai 74,9 dengan kategori baik. Persentase ketuntasan klasikal hasil belajar psikomotorik siswa meningkat dari 77% menjadi 85%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran discovery terbukti mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA siswa kelas VIII-D SMP Negeri 1 Wates Kabupaten Blitar.

Pengaruh pengalaman auditor, motivasi kerja auditor, dan tekanan waktu audit terhadap kualitas audit / Desynta Tri Wulansari

 

Wulansari, Desynta Tri. 2014. Pengaruh Pengalaman Auditor, Motivasi Kerja Auditor, dan Tekanan Waktu Audit terhadap Kualitas Audit. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dodik Juliardi, S.E. Ak., M.M, (II) Nujmatul Laily, S.Pd, M.SA. Kata Kunci: Pengalaman Auditor, Motivasi Kerja Auditor, Tekanan Waktu Audit, dan Kualitas Audit. Kualitas audit merupakan kemungkinan dimana seorang auditor pada saat mengaudit dapat menemukan pelanggaran dalam sistem akuntansi klien dan melaporkannya dalam laporan keuangan auditan yang berpedoman pada standar auditing dan kode etik akuntan publik yang relevan. Perilaku seseorang dalam organisasi ditentukan oleh kombinasi dari variabel tempat pengendalian yang terdiri atas 2 komponen, yaitu pengendalian internal dan pengendalian eksternal. Kualitas audit diatur dan dikendalikan dalam Standar Pengendalian Mutu (SPM). Salah satu unsur dari standar pengendalian mutu adalah ketentuan etika profesi yang berlaku. Unsur ini mencakup prinsip-prinsip dasar etika profesi yang harus dalam diri auditor itu sendiri yang dapat berpengaruh terhadap kualitas audit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari pengalaman auditor, motivasi kerja auditor, dan tekanan waktu audit terhadap kualitas audit yang dimiliki para auditor dengan menggunakan analisis regresi berganda. Obyek penelitian adalah para auditor pada KAP di kota Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Terdapat 7 KAP dengan jumlah auditor sebanyak 65 auditor. Kuesioner yang disebarkan sebanyak 73 kuesioner, dan jumlah kuesioner yang layak untuk diolah sebanyak 40 kuesioner (54,8%). Pada penelitian ini terdapat 4 variabel, yang terdiri dari tiga variabel independen, yaitu pengalaman auditor, motivasi kerja auditor, tekanan waktu audit, dan satu variabel dependen, yaitu kualitas audit. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengalaman auditor (X1) dan motivasi kerja auditor (X2) berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Sedangkan, untuk tekanan waktu audit (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa pengalaman auditor, motivasi kerja auditor, dan tekanan waktu audit secara bersama-sama mempengaruhi kualitas audit sebesar 65,8%, sedangkan sisanya 34,2% dipengaruhi oleh faktor lain.

Pengembangan multimedia pembelajaran interaktif berbasis pendekatan saintifik untuk meningkatkan penguasaan konsep sistem pencernaan siswa kelas XI IPA MAN Malang 2 Kota Batu / Dianing Eka Puspitasari

 

Puspitasari, Dianing Eka. 2014. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Berbasis Pendekatan Saintifik untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Sistem Pencernaan Siswa Kelas XI IPA MAN Malang 2 Kota Batu. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M.Pd, (II) Dra. Hj. Susilowati, M.S. Kata kunci: pengembangan, multimedia, sistem pencernaan, pendekatan saintifik, penguasaan konsep Perkembangan teknologi media pembelajaran yang terus meningkat mendorong terciptanya pembelajaran dengan menggunakan multimedia yang menggabungkan berbagai elemen media seperti video, suara, animasi, teks, dan gambar yang dikemas dalam satu wadah yang bersifat interaktif, kreatif, dan menyenangkan. Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran melibatkan keterampilan proses seperti mengamati, mengklasifikasi, mengukur, meramalkan, menjelaskan, dan menyimpulkan. Melalui penggunaan multimedia pembelajaran interaktif dengan pendekatan saintifik diharapkan dapat mempermudah proses belajar siswa, salah satunya dalam meningkatkan penguasaan konsep. Hasil observasi yang dilakukan peneliti terhadap siswa kelas XI IPA 2 MAN Malang 2 ketika pembelajaran materi sistem pencernaan yang berlangsung, diketahui bahwa pembelajaran dilakukan secara konvensional dengan metode ceramah sehingga siswa kurang aktif. Kondisi siswa yang kurang aktif dapat dilihat ketika siswa jarang untuk bertanya, mengemukakan pendapat, dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Berdasarkan masalah yang timbul, maka peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif berbasis pendekatan saintifik pada siswa kelas XI IPA MAN 2 Malang Kota Batu yang dapat digunakan dalam pembelajaran biologi pada materi sistem pencernaan. Prosedur penelitian dan pengembangan yang dilakukan adalah modifikasi dari tahap-tahap yang dilakukan Borg dan Gall (1983) yang hanya menggunakan tahap 1-8 dari sepuluh tahap yang terdiri atas penyelidikan dan pengumpulan informasi (research and information collecting), perencanaan (planning), mengembangkan bentuk awal produk (develop preliminary form of product), validasi ahli (expert validation), revisi (revision), persiapan uji lapangan, (preliminary field testing), revisi produk awal (main product revision), dan produk (product). Software yang digunakan untuk mengembangkan produk multimedia pembelajaran interaktif ini adalah Macromedia Flash Player 8. Tahap uji coba yang dilakukan dalam penelitian dan pengembangan ini yaitu validasi ahli (materi dan media) dan uji coba lapangan (siswa Kelas XI IPA MAN Malang 2 Kota Batu). Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah teknik angket dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data berupa angket validasi materi dan media serta lembar observasi ketercapaian penguasaan konsep sistem pencernaan. Kesimpulan secara keseluruhan, multimedia pembelajaran interaktif berbasis pendekatan saintifik ini layak digunakan dalam pembelajaran dan dapat meningkatkan penguasaan konsep sistem pencernaan pada siswa. Hal ini berdasarkan hasil analisis data validasi ahli materi diperoleh prosentase pencapaian kelayakan produk sebesar 85,52%, validasi ahli media 86,67%, dan uji coba lapangan 76,60% yang berarti produk layak digunakan. Selain itu skor rata-rata siswa dalam meningkatkan penguasaan konsep adalah 91 yang berarti nilai melebihi KKM yaitu 75 dan meningkat dari nilai yang diperoleh sebelumnya yaitu 60.

Penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dipadu Teams Games Tournament melalui lesson study untuk meningkatkan keterampilan proses, motivasi, dan hasil belajar siswa kelas X MIA 3 SMAN 3 Malang / Diana Hesti Pramitasari

 

Pramitasari, Diana Hesti. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dipadu Teams Games Tournament melalui Lesson Study untuk Meningkatkan Keterampilan Proses, Motivasi, dan Hasil Belajar Siswa Kelas X MIA3 SMAN 3 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof.Dra. Herawati Susilo, M.Sc.Ph.D, (2) Drs. Masjhudi, M.Pd Kata Kunci: inkuiri terbimbing, teams games tournament, lesson study, keterampilan proses, motivasi, hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di kelas X MIA 3 SMAN 3 Malang diketahui bahwa keterampilan proses, motivasi belajar, dan hasil belajar kognitif masih perlu ditingkatkan. Keterampilan proses siswa yang masih terlihat kurang yakni aspek klasifikasi dan mengajukan pertanyaan. Motivasi belajar masih perlu ditingkatkan karena siswa masih sering ramai ketika pembelajaran berlangsung. Sekitar enam siswa main HP, laptop, dan tidur-tiduran. Hal tersebut menunjukkan salah satu aspek motivasi yakni perhatian (attention) dalam pembelajaran masih kurang. Hasil observasi awal menggunakan lembar observasi motivasi siswa me-nunjukkan aspek attention 88%, relevance 70%, confidence 40%, dan satifaction 93%. Motivasi klasikal pada observasi awal sebesar 75%. Motivasi belajar yang kurang berdampak pada hasil ketuntasan belajar yang kurang. Siswa kurang semangat dengan metode pembelajaran direct instruction yang digunakan oleh guru. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut yakni dengan cara menerapkan model pem-belajaran inkuiri terbimbing dipadu Teams Games Tournament melalui Lesson Study. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran in-kuiri terbimbing dipadu Teams Games Tournament melalui Lesson Study untuk me-ningkatkan keterampilan proses, motivasi belajar, dan hasil belajar kognitif siswa kelas X MIA 3 SMAN 3 Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan melalui Lesson Study. Tahap penelitian tindakan kelas adalah perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Tahap Lesson Study adalah plan, do, see. Penelitian ini di-laksanakan selama 2 siklus penelitian tindakan kelas dengan 6 siklus Lesson Study. Penelitian ini dilakukan pada materi Kingdom Animalia. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, angket, dan tes. Keterampilan proses diukur oleh observer menggunakan lembar observasi keterampilan proses. Motivasi belajar diukur menggunakan angket motivasi belajar dan lembar observasi motivasi belajar. Se-dangkan hasil belajar kognitif siswa diukur menggunakan tes setiap akhir siklus. Berdasarkan hasil penelitian, keterampilan proses, motivasi belajar, dan hasil belajar kognitif siswa mengalami peningkatan. Keterampilan proses siswa meng-alami peningkatan dari 86% pada siklus I menjadi 97% pada siklus II. Motivasi siswa berdasarkan angket meningkat dari 74% sebelum tindakan menjadi 77% setelah tindakan. Berdasarkan hasil lembar observasi motivasi siswa mengalami peningkatan dari 79,4% pada siklus I menjadi 85,3% pada siklus II. Hasil belajar kognitifi siswa mengalami peningkatan sebesar 16%. Ketuntasan klasikal siswa pada siklus I sebesar 78%, sedangkan pada siklus II sebesar 94%. Berdasarkan data hasil penelitian terse-but, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing di-padu Teams Games Tournament melalui Lesson Study dapat me-ningkatkan ke-terampilan proses, motivasi belajar, dan hasil belajar kognitif siswa kelas X MIA 3 SMAN 3 Malang. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, saran yang dapat diberikan untuk penelitian lain sebagai berikut: (1) Manajemen waktu yang baik merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu pembelajaran. Untuk itu dalam penyusun RPP harus disesuaikan antara alokasi waktu dengan langkah pembelajaran agar semua kegiatan pembelajaran dapat terlaksana dengan baik, (2) Variasi kegiatan dan media pembelajaran sangat penting untuk meningkatkan motivasi dan ke-terampilan proses siswa, (3) Membuat variasi kegiatan pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa dalam meningkatkan aspek kognitif C6, misalnya dengan variasi soal dan pembuatan laporan praktikum, (4) Melaksanakan tahapan Lesson Study yakni plan, do, dan see sesuai dengan prosedur agar pelaksanaannya dapat maksimal, karena ketiga hal tersebut merupakan tahapan yang saling berhubungan, dan (5) Ketika pengisian angket motivasi oleh siswa, guru harus menginstruksikan cara pengisian dengan jelas agar siswa paham.

Pengaruh capital sdequacy ratio, non performing finance, dan financing to debt ratio terhadap return on assets Bank Umum Syariah di Indonesia / Rimbi Septian Maharani

 

Maharani, Rimbi Septian. 2014. Pengaruh Capital Adequacy Ratio, Non Performing Finance, dan Financing to Debt Ratio terhadap Return on Assets Bank UmumSyariah di Indonesia. Skripsi, Jurusan S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. NurikaRestuningdiah, S.E.,M.Si.,Ak., CA. (II) Sulastri, S. Pd., MSA. Kata Kunci: Return on Assets, Capital Adequacy Ratio, Non Performing Finance, Financing to Debt Ratio     Kinerja keuangan bank merupakan bagian dari kinerja bank secara keseluruhan. Penilaian aspek profitabilitas guna mengetahui kemampuan menciptakan profit yang sudah tentu penting bagi pihak intern maupun bagi pihak ekstern bank. Return on Assets (ROA) digunakan untuk mengukur profitabilitas bank karena Bank Indonesia sebagai pembina dan pengawas perbankan lebih mengutamakan nilai profitabilitas suatu bank yang diukur dengan aset yang dananya sebagian besar dari dana simpanan masyarakat. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis pengaruh CAR, NPF, dn FDR terhadap ROA Bank Syariah di Indonesia. Adapun jumlah populasi dalam penelitian ini adalah bank syariah yang terdaftar di Bank Indonesia pada tahun 2009-2012, sampel yang dapat digunakan sebanyak 3 bank umum syariah.Pengambilan sampel berdasarkan metode purposive sampling. data yang dipergunakan adalah data sekunder yang berupa rasio keuangan masing-masing perusahaan perbankan di Indonesia. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengujian asumsi klasik, analisis regresi berganda, dan uji hipotesis. Untuk menganalisis data menggunakan alat bantu software SPSS.     Hasilpenelitian in imenunjukkan bahwa CAR dan FDR mempunyai pengruh positif terhadap ROA bank syariah dan NPF mempunyai pengaruh negatif terhadap ROA bank syariah.

Sintesis senyawa kompleks nikel ( II ) dengan ligan karboksilat dari minyak sawit dan uji potensinya sebagai pewarna nyala lilin / Ricky Widyanata Putra

 

ABSTRAK Putra, R.W. 2010. Sintesis Senyawa Kompleks Nikel(II) dengan Ligan Karboksilat dari Minyak Sawit dan Uji Potensi Sebagai Pewarna Nyala Lilin. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Drs. I. Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., Ph.D (II) Drs. H. Parlan, M.Si. Kata kunci: minyak sawit, ligan karboksilat, senyawa kompleks Ni(II) karboksilat, nyala lilin Senyawa kompleks terdiri dari ion pusat dan ligan. Ion pusat berupa ion logam dari alkali, alkali tanah, dan logam transisi. Ligan dapat berupa anion maupun molekul netral. Sekarang ini banyak disintesis senyawa kompleks dengan ligan dari bahan alam. Bahan alam yang digunakan sebagai ligan harus mempunyai atom yang mempunyai pasangan elektron bebas yang dapat didonorkan. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan sebagai ligan adalah anion karboksilat. Anion karboksilat memiliki gugus karboksil yang dapat mendonorkan pasangan elektron bebas dari atom oksigen ke atom pusat sehingga dapat berfungsi sebagai ligan. Anion karboksilat dapat diperoleh dari minyak, seperti minyak kelapa, minyak jarak, dan minyak kelapa sawit. Senyawa kompleks yang disintesis dapat digunakan sebagai bahan campuran lilin sehingga menghasilkan warna yang menarik sesuai dengan warna nyala kation logam yang digunakan. Dalam penelitian ini disintesis kompleks nikel(II) dengan ligan karboksilat yang memberikan warna nyala bila dibakar sehingga dapat meningkatan nilai estetika lilin. Tujuan penelitian ini adalah mensintesis senyawa kompleks nikel(II) dengan ligan karboksilat melalui reaksi trans-saponifikasi antara sabun natrium dengan garam nikel(II) yang dilanjutkan dengan karakterisasi serta uji potensinya sebagai pewarna nyala lilin. Penelitian ini mencakup tiga tahap yaitu: (1) Sintesis, meliputi dua tahap yaitu reaksi saponifikasi minyak sawit dengan natrium hidroksida menghasilkan sabun natrium dan reaksi trans-saponifikasi sabun natrium dengan garam Ni(II) klorida menghasilkan senyawa kompleks Ni(II) karboksilat; (2) Karakterisasi, meliputi penentuan titik lebur, penentuan logam nikel dengan X-Ray Fluorescence (XRF), identifikasi gugus fungsi dengan analisis spektroskopi inframerah, dan uji kelarutan serta uji kemagnetan dengan menggunakan Magnetic Suspectibility Balance (MSB); (3) Aplikasi dilakukan dengan menambahkan kompleks Ni(II) karboksilat ke dalam lilin atau parafin dengan perbandingan tertentu yang kemudian diuji nyala. Hasil penelitian adalah (1) Sabun natrium yang dihasilkan berwarna putih; larut dalam air, oktanol, gliserol, dan campuran parafin-oktanol; tidak larut dalam n-heksana; memiliki titik lebur 91-92oC; dan rendemen sebesar 71,52%. (2) Senyawa kompleks Ni(II) kaboksilat yang dihasilkan berwarna hijau; tidak larut dalam air, gliserol, dan nheksana; larut dalam okanol dan campuran parafin-oktanol (2:1); titik lebur 115-124 oC; dan rendemen sebesar 70,27%. (3) Senyawa hasil sintesis mempunyai sifat paramagnetik dengan nilai momen magnet sebesar 2,20 BM. (4) Uji nyala senyawa kompleks yang dilakukan baik dengan pembakaran langsung dengan kawat nikrom dan pencampuran dengan parafin menghasilkan warna merah.

Implementasi good service guna meningkatkan loyalitas Nasabah BRI Unit ITN 2 Tunjungtirto Malang / Novita Kurniasari

 

ABSTRAK Kurniasari, Novita. 2016. Implementasi Good Service Guna Meningkatkan Loyalitas Nasabah BRI Unit ITN 2 Tunjungtirto Malang. Tugas Akhir, Program Studi DIII Manajemen Pemasaran, Jurusan Manajeman, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Drs. H. Gatot Isnani, M.Si Kata Kunci : good service, loyalitas. Perkembangan perekonomian Indonesia khususnya dalam sektor jasa menciptakan sebuah persaingan yang semakin ketat, tidak terkecuali pada sektor perbankan, dimana pada saat ini tidak lagi bertumpu pada produk tetapi lebih bertumpu pada pelayanannya. Hal ini dikarenakan banyaknya usaha perbankan baik yang konvensional maupun syariah, di mana setiap bank mengemas jasa mereka sedemikian rupa untuk menarik para nasabah, bahkan pelayanan yang diberikan tidak hanya terbatas pada fungsi awal bank sebagai lembaga keuangan yang berfungsi untuk menyimpan dan meminjam uang. Berdasarkan pada hal diatas, dapat dikatakan bahwa sebuah usaha perbankan haruslah mampu memberikan sebuah pelayanan yang baik. Implementasi good service dapat dijadikan sebagai sebuah keunggulan dibandingkan dengan usaha perbankan lainnya, sehingga mampu bertahan dalam iklim persaingan yang ketat. Latar belakang yang menjadi tujuan penulisan yang ingin dicapai dalam penulisan kali ini adalah: (1) Untuk mengetahui bagaimana deskripsi kegiatan dalam rangka Praktek Kerja Lapangan, (2) Untuk mengetahui implementasi good service yang diberikan oleh para pegawai BRI Unit ITN 2 dalam upaya meningkatkan loyalitas nasabah, (3) Mengetahui loyalitas nasabah terhadap BRI Unit ITN 2 dengan adanya good service yang diberikan, dan (4) Memberi alternatif masukan solusi atas hambatan terkait pelayanan di BRI Unit ITN 2. Penelitian dilakukan di BRI Unit ITN 2. Praktek Kerja Lapangan dimulai pada tanggal 12 Januari sampai 6 Februari 2016. Kegiatan operasional bank dilaksanakan mulai pukul 08.00 sampai pukul 15.00. Sebelum melakukan kegiatan operasional, BRI Unit ITN 2 melaksanakan briefing dan doa bersama setiap pagi. Setelah itu para pegawai mempersiapkan formulir dan kelengkapan kerja untuk memperlancar kegiatan operasional. Metode penelitian yang digunakan untuk menyusun laporan ini adalah dengan melakukan wawancara kepada para pegawai, kepala unit dan nasabah. Dokumentasi berupa gambar, data pegawai, data aktivitas yang dilakukan saat praktek kerja lapangan, dan pendidikan terakhir pegawai. Hasil penelitian menunjukan saat melakukan pelayanan, para pegawai menerapkan pelayanan good service kepada nasabah agar para nasabah puas dengan jasa maupun produk yang diberikan. Pemberian pelayanan good service sangat berdampak terhadap naiknya volume nasabah baik untuk melakukan simpanan maupun pinjaman. Selain bertambahnya nasabah, nasabah lama juga semakin loyal. Banyak faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan pelayanan, faktor pendukungnya adalah (1) Job disk yang sudah jelas untuk setiap karyawan, (2) Briefing yang diadakan setiap pagi, sehingga kendali dan keterlibatan antar kepala unit dan para pegawai bisa lebih terstruktur dan maksimal, (3) Para pegawai memiliki kinerja tinggi dalam memberikan pelayanan, (4) Lokasi BRI Unit ITN 2 yang berada di sekitar kampus dan berada di pingggir jalan raya juga menarik minat nasabah untuk melakukan simpanan maupun pinjaman, (5) Tata letak ruang dan fungsionalitas yang efektif menjadi hal yang penting untuk memungkinkan operasional layanan dan meningkatkan layanan yang ramah guna membuat para nasabah lebih nyaman, (6) Hadiah yang menarik bagi para nasabah yang loyal, (7) Brosur dan media promosi yang mudah di akses dan jelas membuat para nasabah lama maupun nasabah baru menjadi mengerti produk-produk lain, sehingga mau mengkonsumsi lini produk lain yang telah disediakan. Sedangkan faktor penghambat adalah (1) Kurang pahamnya nasabah terhadap fasilitas dan keunggulan dari setiap produk simpanan sehingga tidak mengetahui nilai lebihnya, (2) Emotional bonding antara customer service dan nasabah kurang. (3) Banyaknya kompetitor antar sesama BRI dan bank lain dari beberapa segmen menawarkan berbagai macam produk unggulannya yang sama, maupun lebih menarik, (4) Tidak semua keinginan nasabah dapat dipenuhi pihak perusahaan. Kesimpulan dari laporan Tugas Akhir ini ialah: (1) Subjek penelitian adalah BRI Unit ITN 2. Praktek Kerja Lapangan dimulai pada tanggal 12 Januari sampai 6 Februari 2016. (2) Good service yang diberikan sudah sesuai dengan standar layanan yang telah ditentukan oleh pihak BRI. Selain itu, konsep dasar dari good service telah diterapkan secara maksimal., (3) Pelayanan good service yang diberikan berdampak positif terhadap volume nasabah yang semakin naik di setiap bulannya. Para pelanggan mulai loyal terhadap produk-produk dan jasa. Dalam hal ini, good service yang diberikan, membuat para nasabah menjadi loyal. Tujuh indikator loyalitas adalah sebagai berikut: (a) Melakukan penyimpanan dana secara berulang, (b) Menggunakan jenis jasa lainnya yang ditawarkan bank, (c) Alokasi penyimpanan dana nasabah, (d) Memberitahu orang lain tentang citra positif produk bank, (e) Mengajak orang lain untuk menggunakan produk bank, (f) Menunjukkan kekebalan dari tarikan bank bersaing, (g) Memberikan umpan balik pada bank sebagai mitra bisnis, dan (4) Beberapa alternatif pemecah masalah terkait dengan pelayanan ialah Beberapa solusi pemecah hambatan terkait dengan pelayanan (1) Strategi Relationship Marketing, (2) Strategi Superior Customer Service, (3) Strategi Unconditional Guarantees, (4) Strategi Penanganan Keluhan yang Efektif, dan (5) Strategi Peningkatan Kinerja Perusahaan. Saran untuk BRI Unit ITN 2 adalah: (1) Harapannya dapat selalu mempertahankan standar layanan yang telah ditentukan, mengingat pelayanan dan kepuasan pelanggan merupakan tujuan utama dalam perusahaan, (2) Lebih telaten menghadapi konsumen yang sulit menerima penjelasan, dan (3) Beberapa konsep good service yang telah diterapkan diharapkan bisa tetap selalu diterapkan dan ditingkatkan lebih baik lagi.  

Ruang perkalian dalam dan sifat-sifat yang berhubungan dengan perkalian dalam di dalam ruang vektor abstrak
oleh Moh. In'am Kholis

 

Pengaruh persepsi siswa mengenai kompetensi profesionalisme guru terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar pada mata pelajaran akuntansi (studi pada siswa kelas IX IPS di SMA Negeri 1 Blitar) / Ferry Merintasari

 

Merintasari, Ferry.2014.Pengaruh Persepsi Siswa mengenai Kompetensi Profesionalisme Guru terhadap Prestasi Belajar melalui Motivasi Belajar Mata Pelajaran Akuntansi (Studi pada Siswa Kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Blitar).Skripsi, Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr.Sunaryanto, M.Ed., (2) Dr. Puji Handayati, S.E., M.M., Ak. Kata Kunci: Persepsi siswa mengenai kompetensi profesionalisme guru, motivasi belajar, prestasi belajar. Persepsi adalah suatu proses individu dalam penginderaan yang mengarah kepada pemberian makna terhadap lingkungannya. Kompetensi profesionalisme guru adalah kemampuan (baik pengetahuan, sikap dan keterampilan) yang harus dimiliki oleh seorang guru untuk melaksanakan dan mempertanggungjawabkan tugas-tugasnya sesuai dengan petunjuk yang telah ditetapkan. Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai. Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai siswa dari mempelajari ilmu pengetahuan dalam usaha merubah diri menjadi semakin baik dan mampu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara langsung persepsi siswa mengenai kompetensi profesionalisme guru terhadap prestasi belajar, pengaruh secara langsung persepsi siswa mengenai kompetensi profesionalisme guru terhadap motivasi belajar, pengaruh secara langsung motivasi belajar terhadap prestasi belajar, dan pengaruh secara tidak langsung persepsi siswa mengenai kompetensi profesionalisme guru terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar. Penelitian ini adalah termasuk jenis penelitian eksplanasi. Teknik pengambilam sampel dilakukan dengan random selection sebanyak 87 siswa dari total populasi 116 siswa. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis jalur (Path Analysis). Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah (1) terdapat pengaruh secara langsung persepsi siswa mengenai kompetensi profesionalisme guru terhadap motivasi belajar, (2) terdapat pengaruh secara langsung persepsi siswa mengenai kompetensi profesionalisme guru terhadap motivasi belajar, (3) terdapat pengaruh secara langsung motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa, (4) terdapat pengaruh secara tidak langsung persepsi siswa tentang kompetensi profesionalisme guru terhadap prestasi belajar siswa melalui motivasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan beberapa hal diantaranya adalah: (1) Semua guru akuntansi terus meningkatkan kompetensi profesionalismenya, (2) Peneliti selanjutnya disarankan untuk lebih memperluas populasi serta permasalah terkait dengan penelitian ini.

Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap semangat kerja karyawan ( Studi pada lembaga bimbingan belajar neutron Yogyakarta cabang Malang ) / Randy Rahardy

 

ABSTRAK Randy, Rahardyan.2009. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Semangat Kerja Karyawan (Studi Pada Lembaga Bimbingan Belajar CV. Neutron Yogyakarta Cabang Malang). Skripsi, Program studi S1 Manajemen Sumber Daya manusia Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Nyoman Saputra, M.Si (II) Elfia Nora, SE, M.Si Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Semangat Kerja Manusia merupakan salah satu unsur terpenting dalam suatu organisasi. Apapun bentuk dan kegiatan organisasi, manusia selalu memainkan peranan yang penting di dalamnya, padahal setiap manusia mempunyai tujuan atau kepentingan individual yang berbeda. Tujuan individu inilah yang akan dipersatukan menjadi tujuan bersama dalam berorganisasi. Dalam mewujudkan kemampuan berorganisasi dibutuhkan seorang pemimpin, karena merekalah yang memiliki kemampuan mempengaruhi dan menggerakkan manusia lainnya untuk bekerja mencapai tujuan. Hal ini membuktikan bahwa kepemimpinan merupakan motor atau daya penggerak semua komponen yang ada di dalam suatu organisasi. Dalam suatu organisasi, kepemimpinan memegang peranan yang sangat penting, pemimpin harus dapat mempengaruhi dan menggerakkan bawahan agar dapat mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien, yaitu suatu semagat kerja yang maksimal. Untuk mencapai tujuan organisasi seperti apa yang diharapkan maka sangat dibutuhkan suatu gaya kepemimpinan yang sesuai. Demikian halnya dengan bawahan sebagai penggerak aktivitas organisasi, tidak hanya dipandang sebagai aset organisasi tetapi bagaimana cara memperlakukannya secara manusiawi sebagai manusia yang butuh penghargaan Adanya hubungan kemitraan antara pimpinan dan bawahan yang keduanya saling menghormati posisi dan prestasi yang telah dicapai sesuai dengan posisinya masing-masing. Dimana sistem kepemimpinan yang dilakukan di perusahaan menyangkut hubungan antara pimpinan dan bawahan. Begitu pula dengan Sebuah Organisasi yang bergerak di bidang pendidikan pada khususnya yaitu dalam bidang lembaga bimbingan belajar. Pendidikan merupakan hal penting yang perlu diperhatikan oleh tiap individu karena dengan pendidikan, orang dapat mengerti dan memahami perkembangan dunia dan segala isinya. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemajuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, pemerintah, siswa dan guru. Hal ini sesuai dengan GBHN, yang menyatakan bahwa pendidikan dilakukan seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan rumah tangga, sekolah dan masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah yang ketiganya harus saling mendukung dan bekerja sama karena tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Oleh karena di dalam sebuah organisasi sebuah bimbingan belajar pada aspek pendidikan harus mampu berjalan dengan baik dan tujuan utama dalam proses kegiatan belajar dapat terlaksana baik. Dan sebuah organisasi seperti ini harus membutuhkan struktur organisasi yang baik dan juga membutuhkan seorang pemimpin untuk menentukan dan meningkatkan tujuan utama dalam kegiatan belajar mengajar tersebut pada lembaga bimbingan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pengaruh variabel gaya kepemimpinan direktif terhadap semangat kerja karyawan pada Lembijar CV. Neutron Yogyakarta Cabang Malang. (2) Mengetahui pengaruh variabel gaya kepemimpinan suportif terhadap semangat kerja karyawan pada Lembijar CV. Neutron Yogyakarta Cabang Malang. (3) Mengetahui pengaruh variabel gaya kepemimpinan orientasi pencapaian terhadap semangat kerja karyawan pada Lembijar CV. Neutron Yogyakarta Cabang Malang. (4) Mengetahui pengaruh variabel gaya kepemimpinan partisipatif terhadap semangat kerja karyawan pada Lembijar CV. Neutron Yogyakarta Cabang Malang. (5) Mengetahui pengaruh variabel yang dominan terhadap semangat kerja karyawan pada Lembijar CV. Neutron Yogyakarta Cabang Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasional. Sampel pada penelitian ini adalah sampel populasi 40 karyawan yang ada dan diambil dari semua tingkatan jabatan yang ada pada Lembijar CV. Neutron Yogyakarta Cabang Malang. Teknik sampling yang digunakan adalah Sampel Populasi. Data diperoleh dari responden dengan menggunakan alat pengumpul data berupa kuesioner dan dokumentasi. Analisisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS 12.0 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang sgnifikan dari variabel gaya kepemimpinan yang meliputi gaya kepemimpinan direktif, gaya kepemimpinan suportif, gaya kepemimpinan orientasi pencapaian, gaya kepemimpinan partisipatif terhadap semangat kerja karyawan pada Lembijar CV. Neutron Yogyakarta Cabang Malang. Berdasarkan hasil sumbangan efektif (SE) gaya kepemimpinan Partisipasif (X4) memiliki pengaruh yang dominan terhadap semangat kerja pada Lembijar CV. Neutron Yogyakarta Cabang Malang. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk menggali variabel-variabel baru selain variabel gaya kepemimpinan direktif, gaya kepemimpinan suportif, gaya kepemimpinan orientasi pencapaian, gaya kepemimpinan partisipatif, misalnya perilaku tugas dan perilaku hubungan dan beberapa variabel lain yang dapat dijadikan temuan baru dalam penelitian sebelumnya. Sedangkan bagi perusahaan diharapkan mempertahankan dan meningkatkan gaya kepemimpinan yang sudah ada, utamanya gaya kepemimpinan partisipatif yang dalam penelitian ini berpengaruh dominan serta meningkatkan gaya kepemimpinan yang sudah ada dan menyesuaikan penerapannya seuai dengan kondisi dan situasi dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.

Preferensi arthropoda predator terhadap tanaman gulma di areal tanaman tembakau (Nicotiana Tabacum L.) di Kecamatan Batu Putih Kabupaten Sumenep / Yuli Yanto

 

Yanto, Yuli. 2014. Preferensi Arthropoda Predator terhadap Tanaman Gulma Di Areal Tanaman Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Di Kecamatan Batu Putih Kabupaten Sumenep. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fatchur Rohman, M.Si, (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: Arthropoda, predator, gulma, intensitas, tembakau     Peranan Arthropoda predator pada penerapan konsep pengendalian hama terpadu (PHT) di areal pertanian tembakau sangat penting karena Arthropoda predator dapat mengendalikan populasi serangga hama yang ada di ekosistem tersebut sehingga perlu adanya konservasi Arthropoda predator dengan cara mengenal habitat alaminya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan gulma yang ditemukan di areal tanaman tembakau, jenis-jenis Arthropoda predator yang tertarik pada dua tumbuhan gulma dominan di areal tanaman tembakau, dan perbedaan intensitas kunjungan Arthropoda predator terhadap dua jenis tumbuhan gulma yang dominan pada areal tanaman tembakau di Kecamatan Batu Putih Kabupaten Sumenep.     Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif untuk mengungkap preferensi beberapa Arthropoda predator terhadap beberapa tumbuhan gulma dari areal tanaman tembakau. Penelitian ini dilakukan di areal pertanian tembakau di Desa Dang-gedhang Kecamatan Batu Putih Kabupaten Sumenep pada musim kemarau tepatnya bulan Oktober s/d November. Data diperoleh dengan cara, yaitu 1) analisis vegetasi gulma dengan metode kuadrat; 2) pencuplikan Arthropoda predator pada dua tumbuhan gulma dominan dengan menggunakan jaring; 3) pengamatan intensitas kunjungan Arthropoda predator pada dua tumbuhan gulma dominan dengan metode visual kontrol. Data hasil penelitian dianalisis dengan cara 1) identifikasi jenis tumbuhan gulma secara morfologi dan menghitung INP; 2) mengidentifikasi jenis-jenis Arthropoda predator yang terdapat di dua gulma dominan; 3) menghitung persentase intensitas kunjungan masing-masing jenis Arthropoda predator terhadap dua gulma dominan.     Hasil penelitian menunjukan terdapat 7 spesies dari 5 suku tumbuhan gulma di areal tembakau, yaitu Botriochloa pertusa L. (Poaceae), Imperata cylindrica (Poaceae), Cynodon dactylon (Poaceae), Ipomoea triloba (Convolvulaceae), Portulaca oleracea (Portulacaceae), Elephantopus scaber (Asteraceae), dan Flemingia lineata (Fabaceae). Botriochloa pertusa L. dan Ipomoea triloba memiliki nilai INP yang paling besar. Jenis-jenis Arthropoda predator yang ditemukan pada dua tumbuhan gulma dominan sebanyak 7 genus dari 7 famili, yaitu Micraspis (Cocinellidae), Metioche, (Gryllidae), Lasius (formicidae), Habronattus (Saltcidae), Oxyopes (Oxyopidae), Castianeira (Corinnidae), dan Podisus (Pentatomidae). hasil perhitungan persentase masing-masing genus Arthropoda predator pada tumbuhan gulma Botriochloa pertusa L. dan Ipomoea triloba menunjukan bahwa intensitas kunjungan Arthropoda predator terhadap tumbuhan gulma Botriochloa pertusa L. lebih besar dibandingkan persentase intensitas kunjungan Arthropoda predator terhadap tumbuhan gulma Ipomoea triloba. Total persentase intensitas kunjungan Arthropoda predator terhadap tumbuhan gulma Botriochloa pertusa L. adalah 74%. Sedangkan persentase intensitas kunjungan Arthropoda predator terhadap tumbuhan gulma Ipomoea triloba adalah 26%. Nilai persentase intesitas kunjungan masing-masing genus atrhropoda predator pada tumbuhan gulma Botriochloa pertusa L. adalah Micraspis 39% dan Lasius 21%. Genus Habronattus, Oxyopes, Podisus, dan Castianeira persentasenya 3%. Persentase intesitas kunjungan masing-masing genus atrhropoda predator pada tumbuhan gulma Ipomoea triloba adalah Lasius 21% dan Oxyopes 5%.

Pengaruh model pembelajaran biologi berbasis inkuiri dan Creative Problem Solving (CPS) terhadap kemampuan berpikir kreatif, keterampilan proses ilmiah dan hasil belajar kognitif siswa kelas X / Alifa Robitah

 

Robitah, Alifa. 2014. Pengaruh Pembelajaran Biologi berbasis Inkuiri dan Creative Problem Solving (CPS) terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif, Keterampilan Proses Ilmiah dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X. Tesis. Jurusan Pendidikan Biologi, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc, Ph.D, (2) Dr. Hadi Suwono, M.Si Kata Kunci: Inkuiri, Creative Problem Solving, kemampuan berpikir kreatif, keterampilan proses ilmiah, hasil belajar Pembelajaran abad 21 menuntut beberapa keterampilan yang harus dikuasai siswa di antaranya adalah kemampuan berpikir kreatif, keterampilan proses ilmiah dan hasil belajar kognitif. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk melatihkan keterampilan tersebut adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing. Namun, dalam pelaksanaanya pembelajaran inkuiri memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan pada beberapa tahapannya terutama dalam melatihkan kreativitas. Oleh karena itu untuk lebih memfasilitasi siswa mengasah kemampuan berpikir kreatif dibutuhkan pengintegrasian dengan model pembelajaran yang menekankan pada pemberdayaan berpikir kreatif. Model pembelajaran tersebut adalah Creative Problem Solving (CPS). Pengintegrasikan model pembelajaran inkuiri dan CPS ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, keterampilan proses ilmiah dan hasil belajar kognitif siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan eksperimen semu (quasy experiment design) dengan rancangan pre test-post test non equivalent control group design. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif untuk menggambarkan hasil penelitian secara umum dan statistik parametrik untuk menguji hipotesis yaitu analisis kovarian (anakova) dengan menggunakan SPSS 16.0 for Windows dengan taraf signifikansi 0,05. Penelitian ini dilakukan di SMA Ar Rahmah Putri. Sampel penelitian adalah tiga kelas dari total 4 kelas X yang kondisi prestasi belajarnya hampir sama. Terdapat tiga kelas eksperimen yaitu kelas Inkuiri, kelas CPS dan kelas Inkuiri+CPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Inkuiri, CPS dan Inkuiri+CPS berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif, keterampilan proses ilmiah dan hasil belajar kognitif siswa. Model pembelajaran yang memiliki pengaruh paling tinggi terhadap kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif adalah CPS dan berbeda nyata dengan model inkuiri namun tidak berbeda nyata dengan Inkuiri + CPS. Sedangkan Model pembelajaran yang memiliki pengaruh paling tinggi terhadap keterampilan proses ilmiah siswa adalah Inkuiri+CPS dan berbeda nyata dengan model inkuiri namun tidak berbeda nyata dengan CPS. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran yang berfokus pada pemberdayaan kreativitas seperti CPS dan Inkuiri+CPS dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, keterampilan proses ilmiah siswa serta hasil belajar kognitif. Pada penerapan model Inkuiri+CPS disarankan agar siswa bekerja secara individu terlebih dahulu kemudian baru berkelompok untuk memberikan kesempatan bagi masing-masing siswa untuk berpikir divergen sehingga menunjang proses kreatif.

Sikap siswa tentang pengaruh pemanfaaatan bantuan operasional sekolah ( BOS ) terhadap prestasi belajar siswa ( Studi pada siswa kelas VIII dan IX SMP negeri 1 Ponorogo ) Riska Silvia Arvianti

 

ABSTRAK Arvianti, Rizka Silvia. 2009. Sikap Siswa Tentang Pengaruh Pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Terhadap Prestasi Belajar Siswa ( Studi Pada Siswa Kelas VIII Dan IX Di SMP Negeri 1 Ponorogo ). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, S1 Pendidikan Ekonomi. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Bambang Pranowo, SE.M.Pd,Ak (II) Drs. Prih Hardinto M.Si Kata kunci : Sikap siwa, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Prestasi Belajar Siswa Sikap merupakan suatu perasaan mendukung atau tidak mendukung atau suatu perasaan menerima atau tidak menerima sesuatu. Perasan ini nantinya akan membentuk seseorang untuk bertindak sesuatu. cara pembentukan sikap seseorang terhadap suatu obyek yaitu (1) terbentuknya sikap untuk memenuhi kebutuhan, (2) terbentuknya sikap karena informasi yang diterima, (3) sikap terbentuk karena individu sebagai anggota kelompok, dan (4) sikap terbentuk karena kepribadian. Untuk memenuhi suatu kebutuhan individu terhadap obyek tertentu, maka kecenderungan individu akan bersikap positif terhadap obyek tersebut. demikian sebaliknya, apabila individu tidak membutuhkan obyek tersebut, individu akan lebih bersikap acuh dan tidak peduli. BOS merupakan instrumen untuk mempercepat penuntasan wajib belajar 9 tahun. Dengan adanya BOS diharapkan tidak boleh ada siswa miskin yang yang putus sekolah karena tidak mampu membayar iuran atau pungutan dari sekolah. BOS harus menjadi sarana penting untuk meningkatkan pemberdayaan sekolah dalam rangka peningkatan akses, mutu, dan manajemen sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui sikap siswa tentang pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), (2) Untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) terhadap Prestasi Belajar Siswa Rancangan penelitian ini menggunakan jenis pendekatan deskriptif korelasional. Data dalam penelitian diperoleh dengan menggunakan instrumen angket tertutup dengan teknik random sanpling yaitu cara memperoleh data tersebut dengan acak dengan tidak menggunakan perencanaan tertentu, yang diambil pada SMPN 1 Ponorogo. Dan kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik diskriptif. Sedangkan uji hipotesis menggunakan analisis chil square yaitu menganalisissikap siswa tentang pemanfaatan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) terhadap prestasi belajar siswa SMPN 1 Ponorogo. Hasil penelitian bahwa sikap siswa tentang pemanfaatan BOS cukup baik, Dari analisis chil square terdapat pengaruh antara sikap siswa tentang pemanfaatan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) terhadap prestasi belajar siswa. Dana BOS memang memberikan kemudahan untuk mendapatkan akses terpenuhinya kebutuhan dalam pendidikan tetapi tidak menjadi faktor yang menentukan terhadap peningkatan prestasi belajar. Prestasi belajar siswa tidak akan meningkat jika hanya mendapatkan dana BOS saja tetapi juga terdapat faktor –faktor penunjang lain.

Studi pelaksana pembelajaran kimia pada program akselerasi di SMA negeri 3 Malang / Erna Herdwi Lestuti

 

ABSTRAK Lestuti, Erna Herdwi. 2009. Studi Pelaksanaan Pembelajaran Kimia pada Program Akselerasi di SMA Negeri 3 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Herunata, S.Pd, M.Pd (II) Drs. Prayitno, M.Pd Kata kunci: studi, akselerasi, SMA Negeri 3 Malang Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Peningkatan mutu pendidikan diharapkan dapat meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia. Secara klasikal, pendidikan di Indonesia memperlakukan semua siswa dengan menganggap kemampuan belajar dan kecerdasan mereka sama atau pada tingkat rata-rata. Pada kenyataannya, siswa berdasarkan kemampuan belajar dan kecerdasannya dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu siswa dengan kemampuan belajar dan kecerdasan di bawah rata-rata, rata-rata, dan di atas rata-rata. Beberapa sekolah unggulan di Indonesia menyelenggarakan program percepatan belajar atau akselerasi bagi siswa yang memiliki kemampuan belajar dan kecerdasan di atas rata-rata. Salah satu sekolah tersebut adalah SMA Negeri 3 Malang. SMA Negeri 3 Malang adalah sekolah perintis penyelenggara program akselerasi mengingat penyelenggaraan program akselerasi adalah salah satu syarat untuk menjadi sekolah internasional. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan penyelenggaraan program akselerasi di SMA Negeri 3 Malang. Khususnya yang berkaitan dengan teknis pelaksanaan seleksi, pelaksanaan kurikulum mata pelajaran kimia, dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran kimia pada program akselerasi di SMA Negeri 3 Malang. Subyek penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah dokumentasi SMA Negeri 3 Malang tentang pelaksanaan program akselerasi. Data yang digunakan sejak angkatan I (tahun pelajaran 2002/2003) sampai dengan angkatan V (tahun pelajaran 2006/2007) yang telah selesai mengikuti program akselerasi di SMA Negeri 3 Malang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah angket, data hasil seleksi siswa program akselerasi, dan data lulusan hasil penyelenggaraan program akselerasi. Analisis data penelitian dilakukan dengan menghitung persentase jawaban responden untuk setiap variabel penelitian. Data tersebut dideskripsikan dan disimpulkan sehingga diperoleh informasi tentang penyelenggaraan dan keberhasilan program akselerasi di SMA Negeri 3 Malang. Oleh karena itu, penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan program akselerasi di SMA Negeri 3 Malang secara garis besar berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Pelaksanaan kurikulum mata pelajaran kimia pada dasarnya sama dengan kurikulum yang digunakan pada program reguler, hanya saja digunakan dalam waktu 2 tahun. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran kimia menggunakan model kelas khusus. Dapat dinyatakan bahwa hasil evaluasi sementara terhadap pelaksanaan program akselerasi di SMA Negeri 3 Malang berjalan dengan baik dan tidak ada kendala yang cukup berarti. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dikemukakan saran-saran sebagai berikut: (1) perlu mempertahankan prestasi yang sudah dicapai; (2) mampu menghasilkan output yang dapat bersaing di tingkat global; dan (3) mampu menjadi rujukan bagi sekolah lain.

The teaching of speaking at the seventh grade of SMPN 1 Malang / Wardatus Zakiyah

 

Zakiyah, Wardatus. 2014. Pengajaran Speaking pada Siswa Kelas Tujuh SMPN 1 Malang. Skripsi, Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dr. Furaidah, M.A. Kata Kunci: teaching speaking, SMPN 1 Malang, materi, strategi, media, alokasi waktu, evaluasi     Di Indonesia, speaking sering bukan menjadi prioritas dalam mengajar Bahasa Inggris karena speaking dianggap sulit untuk diajarkan. Maka dari itu, penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengajaran speaking di SMPN 1 Malang kerena sekolah ini adalah sekolah favorit di kota Malang yang mempunyai kualitas yang bagus dalam mengajar speaking.     Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan pengajaran speaking pada siswa kelas tujuh SMPN 1 Malang dalam hal materi, strategi, media, alokasi waktu, dan evaluasi yang dilakukan guru dalam mengajar speaking pada siswa kelas tujuh.     Penelitian ini menggunakan penelitian deskripsi karena dirancang untuk mendeskripsikan pengajaran speaking pada siswa kelas tujuh SMPN 1 Malang. Subjek penelitian ini adalah dua guru bahasa Inggris kelas tujuh SMPN 1 Malang. Data diperoleh melalui interview guru, angket siswa, dan observasi.     Penemuan dari studi ini adalah tidak adanya waktu khusus dalam mengajar speaking karena speaking diajarkan secara integrasi dengan skill yang lainnya. Dalam pengajaran speaking, guru mengajarkan materi dari buku “When English Rings the Bell” dan sumber lain dari internet seperti yang telah tersedia di kurikulum 2013. Guru menggunakan berbagai aktivitas dan media dalam mengajar speaking untuk meningkatkan motivasi dan rasa kepercayaan diri siswa dalam berbicara bahasa Inggris. Strategi yang digunakan siswa guru dalam mengajar speaking adalah interview, bermain peran, diskusi, bercerita, presentasi, membuat dialog, peragaan, deskripsi, dan menebak. Media yang digunakan guru dalam mengajar speaking adalah LCD, video, power point, objek nyata, gambar, foto, laptop, kamus, lagu, dan film. Strategi yang paling sering digunakan oleh guru adalah presentasi dan bermain peran. Selain itu, guru juga memanfaatkan kegiataan yang diadakan sekolah setiap hari sabtu yaitu English day untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Inggris. Dalam kegiatan english day setiap kelas menampilkan performa seperti drama, puisi, dan lain sebagainya.     Berdasarkan penemuan dari penelitian, beberapa saran diberikan demi perbaikan proses belajar mengajar. Mengingat bahwa alokasi waktu dalam mengajar speaking sangat terbatas, akan lebih baik jika guru mengimplementasikan strategi yang bisa membuat seluruh siswa aktif dalam berbicara seperti lebih menggunakan grup diskusi karena dalam mengimplementasikan presentasi dan bermain peran, sebagian siswa hanya mendengarkan performa dari teman mereka ketika bukan giliran mereka untuk berbicara. Mengacu pada strategi bermain peran yang diimplementasikan oleh guru, akan lebih baik jika guru lebih mempertimbangkan pelaksanaan bermain peran dari segi manajemen waktu agar waktu yang digunakan lebih efektif. Selain itu, penelitian ini diharapkan bisa memberi informasi dan inspirasi untuk peneliti ketika peneliti mengajar dimasa depan. Peneliti lain diharapkan untuk meneliti pada topik penelitian yang sama dengan melakukan penelitian yang lebih mendalam, yang mana tidak bisa dilakukan dalam penelitian ini.

Pengembangan media kotak pintar untuk pengenalan huruf dan angka anak usia 4-5 tahun / Elisabet Ni Wayan Purwati

 

ABSTRAK Ni Wayan P, Elisabet.2016. Pengembangan Media Kotak Pintar Untuk Pengenalan Huruf Dan Angka Anak Usia 4-5 Tahun. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum (2) Pramono, S.Pd., M.Or Kata Kunci: Media Kotak Pintar, Pengenalan Huruf Dan Angka Informasi lapangan diketahui bahwa media yang menarik dan menyenangkan sangat dibutuhkan oleh anak, media tersebut dapat memotovasi belajar, khusunya dalam mengenal huruf dan angka. Hasil wawancara dengan guru diketahui bahwa sebagian besar guru membutuhkan media inovatif dan menarik dalam pembelajaran bahasa dan kognitif. Tujuan penelitian dan pengembangan ini yaitu menghasilkan produk media Kotak Pintar sebagai sarana untuk mengembangkan pembelajaran pengenalan huruf dan angka pada anak usia 4- 5 tahun. Pengembangan produk media Kotak Pintar untuk mengenalkan huruf dan angka untuk anak usia 4-5 tahun ini menggunakan model pengembangan oleh sugiyono. Tahap-tahap penelitian & pengembangan sebagai berikut. (1) Potensi dan masalah, (2) Pengumpulan data, (3) Desain produk, (4) Validasi desain, (5) Revisi desain, (6) Uji coba produk, (7) Revisi Produk, (8) Uji coba pemkaian, (9) Revisi produk. Data penelitian berupa hasil validasi produk yang diperoleh dari evalusai ahli pembelajaran anak usia dini, ahli kognitif, ahli media, dan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian produk dengan kriteria validitas yang telah ditetapkan pada evaluasi ahli materi sebesar 82,5 %, ahli Kognitif sebesar 97,5 %, ahli media sebesar 89,5 %, uji coba kelompok kecil terkait aspek kemenarikan sebesar 90 %, aspek kebermaknaan sebesar 86 %, aspek keingintahuan sebesar 83,3 %, aspek kemenantangan sebesar 100 %, untuk uji coba kelompok besar terkait aspek kemenarikan sebesar 96,6 %, aspek kebermaknaan sebesar 93,3%, aspek keingintahuan sebesar 90 %, aspek kemenantangan sebesar 100 %. Hal tersebut menunjukkan bahwa produk media yang dihasilkan dapat dikualifikasikan valid/layak digunakan sebagai media pembelajaran. Revisi produk dilakukan berdasarkan komentar ahli materi, ahli kognitif, ahli media, pengguna guru dan siswa. Dari hasil analisis data diperoleh simpulan sebagai berikut. (1) media Kotak Pintar layak digunakan sebagai media pembelajaran mengenalkan huruf dan angka untuk anak usia 4-5 tahun, (2) kelebihan media Kotak Pintar yaitu: menarik, bermakna, merangsang keingintahuan dan menantang bagi anak. Disarankan Bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian,dengan menggunakan media kotak pintar untuk mengenalkan huruf dan angka, dikembangkan dalam aspek bahasa untuk merangkai kata menjadi kalimat pada anak usia 5-6 tahun.

Penerapan pembelajaran kontekstual dengan model problem based lerning untuk meningkatkan kemampuan bertanya dan menjawab pertanyaan tingkat tinggi pada materi lingkungan hidup siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 6 Malang / Dhimas Ridhatama

 

Kata kunci: Problem Based Learning, kemampuan bertanya dan menjawab pertanyaan tingkat tinggi. Upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia Indonesia salah satunya dilakukan melalui peningkatan kualitas pendidikan. Demi tercapainya peningkatan kualitas pendidikan tersebut, salah satu upaya pemerintah adalah menetapkan standar ketuntasan minimal yang harus dicapai dalam pembelajaran. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 6 Malang pada tanggal 12 Februari 2011, diketahui pada saat diskusi kelas berlangsung terlihat hanya ada 40% (16 dari 40 siswa) yang terlibat secara aktif mendominasi kegiatan diskusi dengan bertanya dan menjawab pertanyaan yaitu siswa mendapatkan skor A (3 siswa) dan B (13 siswa) pada nilai keaktifan mereka. Sedangkan 60% (24 dari 40 siswa) lain hanya pasif, tidak berani berargumen, dan menyetujui pendapat atau jawaban dari siswa yang dianggap lebih pintar mendapatkan skor C dan D. Selain itu, pertanyaan yang muncul dari para siswa mayoritas hanya pertanyaan pada tingkat pengetahuan, pemahaman, dan penerapan saja. kebanyakan yang ditanyakan adalah sebutkan…, jelaskan…. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan bertanya dan menjawab pertanyaan tingkat tinggi siswa melalui penerapan pembelajaran kontekstual dengan model Problem Based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus pembelajaran yang masing-masing siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Penelitian ini dilakukan di kelas XI IPS-1 SMA Negeri 6 Malang pada bulan Maret sampai April 2011, dan data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah kemampuan bertanya dan menjawab pertanyaan tingkat tinggi yang dimiliki siswa mengalami peningkatan dari pra tindakan ke siklus I, kemudian siklus I ke siklus II. Besarnya peningkatan dari pra tindakan ke siklus I adalah 20%, yaitu pada saat pra tindakan siswa yang mendapatkan skor > 75 ada 8 siswa (20% dari 40 siswa) dan pada siklus I menjadi 16 siswa (40% dari 40 siswa). Besarnya peningkatan pada siklus I ke siklus II adalah 45%, yaitu 40% pada siklus I menjadi 85% pada siklus II. Peningkatan hasil belajar siswa dapat diketahui juga berdasarkan nilai rata-rata siswa dari tes yang dilakukan di setiap akhir siklus sebesar 82,87% pada siklus I menjadi 88,80% pada siklus II. Dari perolehan tersebut dapat diketahui peningkatan hasil belajar siswa selama pelaksanaan tindakan sebesar 7,15%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan kemampuan bertanya dan menjawab pertanyaan tingkat tinggi serta hasil belajar Geografi setelah diterapkan pembelajaran kontekstual dengan model Problem Based Learning. Disarankan kepada para guru Geografi untuk mencoba menerapkan model Problem Based Learning agar kualitas pembelajaran Geografi semakin meningkat. Kepada peneliti lanjut untuk memperhatikan alokasi waktu agar yang telah direncanakan dalam RPP bisa terlaksana dengan baik.

Students' perception toward English teaching and learning at SMPK Mardi Wiyata Malang / Paulina Galandjindjinay

 

Galandjindjinay, P. 2014. Persepsi Siswa Kelas VIII terhadap Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa Inggris di SMPK Mardi Wiyata Malang.Skripsi, Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Evynurul Laily Zen, S.S., M.A. Kata Kunci: Persepsi, Materi, Media, Aktivitas, Asesmen, Guru Bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pembelajaran Bahasa Inggris. Permasalahan utama yang ingin ditemukan jawabannya oleh peneliti dalam penelitian ini adalah is bagaimana siswa kelas VIII di SMPK Mardi Wiyata Malang mempersepsikan pengajaran dan pembelajaran Bahasa Inggris. Oleh karena itu, beberapa permasalahan spesifiknya adalah bagaimana siswa kelas VIII di SMPK Mardi Wiyata Malang mempersepsikan materi, media, aktivitas, tes/kuis, dan guru Bahasa Inggris sebagai komponen dasar dalam pengajaran dan pembalajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini fokus pada siswa kelas VIII di SMPK Mardi Wiyata Malang. Penelitian ini secara khusus mencari tahu persepsi siswa terhadap materi belajar, media belajar, aktivitas belajar, tes/kuis, dan guru dalam pelajaran Bahasa Inggris. Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Instrumen utamanya adalah peneliti sendiri karena dia berfungsi sebagai perencana, pengumpul data, pengolah data, dan penulis laporan hasilnya (Moleong, 2010:121). Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui dua langkah; mendistribusikan angket dan mewawancarai beberapa informan terpilih. Angket atau kuesioner merupakan sekumpulan pertanyaan yang disusun untuk mendapatkan data atau informasi dari siswa kelas VIII yang berjumlah 40 siswa. Untuk memperkuat atau mendukung informasi dari angket, peneliti mewawancarai 4 siswa; dua laki-laki dan dua perempuan. Dari empat siswa tersebut, dua informan diambil dari peraih nilai tertinggi dari UTS pelajaran Bahasa Inggris, sedangkan dua lainnya adalah peraih nilai terendah. Elaborasi hasil angket dan wawancara menemukan bahasa siwa memiliki persepsi yang baik dan positif khususnya terhadap materi pembelajaran, media pembelajaran, aktivitas belajar, tes/kuis, serta guru Bahasa Inggris, kecuali kemasan buku English in Focus book yang merupakan sumber utama materi Bahasa Inggris. Berdasarkan temuan yang telah disebutkan diatas, peneliti memberikan saran khususnya kepada guru Bahasa Inggris yang diharapkan bisa memberikan perhatian lebih kepada bagaimana siswa mereka mempersepsikan semua komponen pengajaran dan pembelajarn karena persepsi belajar ini diasumsikan berpengaruh terhadap motivasi belajar.

The teaching of vocabulary at grade VIII E SMP Laboratorium State University of Malang / Lidia Bothmonamona

 

Bothmonamona Lidia. 2014. Pengajaran kosakata di kelas VIII E Sekolah Menengah Pertama (SMP) Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: Aulia Apriana , S.S,M.Pd Kata kunci: mengajar kosa kata, kelas kosa kata     Pembelajaran kosakata merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dari proses pembelajaran bahasa. Peneliti dari tesis ini berfokus pada teknik pengajaran kosakata, material, media, dan kegiatan siswa. di classroom.It sangat penting untuk belajar kosa kata untuk mendukung penguasaan keterampilan bahasa Inggris. Bahkan, banyak pelajar bahasa Inggris tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sering dihadapkan dengan masalah penguasaan kosa kata. Faktor yang paling umum yang menjadi kendala adalah terbatasnya jumlah kata menguasai dan kesulitan untuk menghafal arti dari kata-kata. Oleh karena itu, perlu bagi guru untuk menerapkan metode atau teknik tertentu untuk memecahkan masalah tersebut dan membuat siswa tertarik untuk belajar bahasa Inggris. kelas percakapan di SMP Laboratorium digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa tentang kosa kata. Kelas percakapan di Sekolah ini memiliki alokasi waktu tersendiri dan terpisah dari kelas bahasa Inggris tetap. Kelas ini dilaksanakan satu minggu sekali selama 40 menit. Kelas ini wajib diikuti oleh semua siswa.Guru yang sama dengan guru yang mengajar kelas Bahasa Inggris regular.     Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik pengajaran, materi pembelajaran, media, dan kegiatan siswa dalam kelas percakapan di kelas VIII E SMP Laboratorium. Tempat penelitian adalah SMP Laboratorium kelas VIII E. Selain itu, subyek penelitian adalah guru bahasa Inggris dan siswa di kelas VIII E.     Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian ini adalah kelas kosakata. Informasi di kelas percakapan ini adalah teknik mengajar, material, media, dan kegiatan siswa. Untuk mendapatkan data, peneliti mengadakan dokumentasi, observasi, dan mewawancarai guru. Pengumpulan data dimulai dari tanggal 15 Maret 2014 sampai dengan 19 April 2014. Setelah itu, peneliti menggunakan pengkodean kategori untuk menganalisis data.     Temuan dari penelitian ini adalah teknik mengajar, materi, media, dan kegiatan siswa di kelas kosakata di kelas VIII E di SMP Laboratorium. Teknik-teknik adalah "menjawab pertanyaan", "menghafal kata-kata", "mendengarkan dan melakukan", dan "mendengarkan dan ulangi". Materi pembelajaran adalah teks dan latihan membaca. Selain itu, media pembelajaran yang digunakan adalah papan tulis dan lembar kerja siswa . Dan yang terakhir, kegiatan kelas adalah menerjemahkan dan mengajukan pertanyaan.     Berdasarkan temuan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa materi yang sesuai dengan kemampuan siswa serta teknik mengajar dan kegiatan kelas yang beragam membuat siswa tertarik untuk mengikuti kelas percakapan. Jadi, Peneliti memberikan saran bahwa kelas percakapan harus dibuat bervariasi dalam aspek materi, media, teknik dan kegiatan siswa. sehingga siswa memiliki keinginan untuk belajar keras dan dapat memahami dengan mudah pelajaran yang diberikan di kelas percakapan.

Pembelajaran seni budaya bidang seni tari pada kelas inklusi di SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang / Febri Cahyono

 

Cahyono, Febri. 2014. Pembelajaran Seni Budaya Bidang Seni Tari pada Kelas Inklusi di SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ninik Harini, M.Sn. (II) Tri Wahyuningtyas, S.Pd, M. Si Kata Kunci: Pendidikan,Pembelajaran, Inklusi, SMP      SMP Laboratorium UM adalah sekolah menegah pertama yang memiliki kelas inklusi. Dalam proses pembelajaran inklusi di SMP Laboratorium UM, tidak ada perbedaan mengenai Silabus, RPP, penyampaian materi dan medianya. Hal ini bertolak belakang dengan pemahaman bahwa siswa autis memiliki kemampuan intelektual yang kurang dibandingkan dengan siswa reguler.     Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) perencanaan pembelajaran pada kelas inklusi, (2) pelaksanaan pembelajaran pada kelas inklusi dan (3) evaluasi pembelajaran pada kelas inklusi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan pada kelas inklusi di SMP Laboratorium UM yaitu kelas VIIC. Prosedur pengumpulan data pada skripsi ini dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi empat tahapan, yaitu tahap pengumpulan data, tahap reduksi, tahap penyajian data dan tahap verifikasi atau penarikan simpulan Untuk mengecek keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik pengumpulan data.     Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) Perencanaan pembelajaran dalam Silabus dan RPP tidak sesuai dengan kurikulum 2013. Hal ini disebabkan oleh faktor kebijakan yang dilakukan oleh kepala sekolah, sehingga memunculkan inisiatif guru untuk menggabungkan antara seni tari, seni rupa dan seni musik. (2) Pelaksanaan pembelajaran bersifat menyeluruh. Tidak ada perbedaan antara siswa reguler dengan siswa autis. Dalam pelaksanaan pembelajaran, proses penyampaian materi pada siswa autis terbantu dengan adanya shadow. Dengan demikian tujuan pembelajaran dapat dicapai. (3) Evaluasi pembelajaran meliputi tiga aspek yaitu kognitig, afektif dan psikomotor. Evaluasi sikap bersifat subyektif, Evaluasi pengetahuan meiliki perbedaan yaitu bentuk soal pada siswa autis yang menekankan pada gambar- gambar pendukung. Sedangkan evaluasi keterampialn menggunakan indikator yang lebih rendah.     Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Perencanaan pembelajaran berbeda karena adanya kebijakan. (2) Pelaksanaan pembelajaran bersifat universal, baik dalam materi, media dan metode. Namun demikian tujuan pembelajaran dapat dicapai. (3) Evaluasi pembelajaran memiliki sifat perbedaan indikator. Untuk siswa autis lebih menekankan pada bentuk soal yang diberi gambar- gambar pendukung.Dari penelitian ini diharapkan calon guru seni budaya memahami tentang pelaksanaan pembelajaran pada kelas inklusi.

Sintesis dan karakterisasi senyawa kompleks dari Mn2+ dan Co2+ dengan ligan kuinolina dan ligan disianamida / Novi Anggraini

 

Anggraini, Novi. 2012. Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Mn2+ dan Co2+ dengan Ligan Kuinolina dan Ligan Disianamida. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed, Ph.D., (2) Dr. Fauziatul Fajaroh, M.S. Kata kunci: Ligan Kuinolina, Ligan disianamida, Mn2+, Co2+, Senyawa Kompleks Polimer     Dua dari ion logam transisi yang dapat digunakan sebagai atom pusat adalah Mn2+ dan Co2+. Ion-ion ini dapat menerima pasangan elektron bebas yang didonorkan oleh ligan-ligan. Salah satu ligan yang dapat digunakan dalam pembentukan senyawa kompleks adalah kuinolina. Mn2+ dan Co2+ dapat mengikat lebih dari dua ligan. Pada penelitian ini digunakan ligan lain selain ligan kuinolina yaitu ligan disianamida. Ligan disianamida merupakan ligan bidentat yang dapat mendonorkan pasangan elektron bebas melalui atom N dan berfungsi sebagai ligan jembatan. Rumus molekul ligan disianamida, N(CN)2-. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui apakah sintesis senyawa kompleks dari Mn2+ dan Co2+ dengan ligan kuinolina dan ligan disianamida dalam pelarut metanol dapat dilakukan, mengetahui pengaruh ion pusat terhadap jumlah ligan kuinolina dan ion disianamida yang terkoordinasi serta dapat mengetahui prediksi struktur senyawa kompleks hasil sintesis.      Penelitian ini meliputi dua tahap yaitu sintesis senyawa kompleks dan karakterisasi senyawa kompleks hasil sintesis. Sintesis dilakukan dengan metode reaksi langsung dengan perbandingan mol 1:2:2. Karakterisasi senyawa kompleks hasil sintesis meliputi uji titik lebur, uji daya hantar listrik dan analisis SEM-EDX (Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray).     Hasil penelitian adalah (1) sintesis senyawa kompleks dari Mn2+ dan Co2+ dengan ligan kuinolina dan ligan disianamida dalam pelarut metanol dapat dilakukan (2) perbedaan ion pusat tidak berpengaruh terhadap jumlah ligan kuinolina dan ion disianamida yang terkoordinasi (3) berdasarkan analisis awal, kompleks ini memiliki struktur piramidal alas bujur sangkar dengan rumus molekul [Mn(C9H7N)2 (N(CN)2]2 dan [Co(C9H7N)2((N(CN)2]2.          

Algoritma scatter search pada Vehicle Routing Problem with Simultaneous Delivery and Pickup (VRPSDP) / Mohammad Zakaria

 

Zakaria, Mohammad. 2014.Algoritma Scatter Search pada Vehicle Routing Problem with Simultaneous Delivery and Pickup (VRPSDP). Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Drs. H. Purwanto, Ph. D. Kata Kunci : Algoritma Scatter Search, Vehicle Routing Problem with Simultaneous Delivery and Pickup (VRPSDP).     Salah satu konsep pada teori graph yang dapat diterapkan untuk menyelesaikan masalah pendistribusian adalah varian dari VRP klasik (dengan pembatasan kapasitas) yang disebut VRPSDP. Ini terdiri dari penentuan rute biaya minimal pengiriman dan pickup untuk armada kendaraan sedemikian sehingga semua pelanggan telah dikunjungi. Pengiriman berasal dari gudang pusat yang juga merupakan tujuan akhir dari barang-barang yang diangkat. Item yang disediakan oleh gudang biasanya berbeda dari yang dibawa dari pelanggan untuk gudang.     Algoritma Scatter Search pada VRPSDP pada dasarnya terdiri lima langkah, yang terdiri dari Diversification Generation Method, Improvement Method diterapkan untuk memodifikasi solusi, solusi berkualitas tinggi dan sangat beragam yang dipilih oleh Reference Set Update Method, Subset Generation Method menentukan subset solusi mana yang akan berfungsi sebagai dasar untuk menciptakan solusi baru, solusi baru yang dihasilkan oleh Solution Combination Method. Pada contoh 1 diperoleh solusi terbaik dengan jarak 1.014 km, dan menggunakan Metode Insertion Heuristik memiliki solusi dengan jarak 1.184 km. Sedangkan pada contoh 2 memiliki hasil dari solusi terbaik dengan jarak 266 km, dan menggunakan Insertion Metode heuristik memiliki solusi dengan jarak 277 km. Dan juga, Algoritma Scatter Search memiliki lebih dari satu solusi, sehingga diperoleh solusialternative dengan nilai fitness yang hampir sama

Pemanfaatan media gambar seri untuk meningkatkan kemampuan sholat anak tunarunggu kelas X SMALB-B YPTB Malang / Dzakiyatu Sholiha

 

Sholiha, Dzakiya. 2014. Media Gambar Seri Untuk Meningkatkan Kemampuan Sholat Anak Tunarungu Kelas X SMALB-B YPTB Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. M. Efendi, M.Pd,. M.Kes, (2) Dr. Sulthoni, M.Pd. Kata Kunci: Anak Tunarungu, Kemampuan Sholat, Media Gambar Seri     Anak tunarungu mengalami gangguan pendengaran sehingga memiliki hambatan dalam perkembangan bahasa dan komunikasi. Kelas X SMALB-B YPTB Malang memiliki hambatan dalam kemampuan sholat, sehingga perlu adanya inovasi dalam pembelajaran. Media gambar seri menjadi sarana pembelajaran bagi anak tunarungu untuk meningkatkan kemampuan sholat.     Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penggunaaan media gambar seri untuk meningkatkan kemampuan sholat siswa kelas X SMALB-B YPTB Malang; (2) menganalisis peningkatan kemampuan sholat anak tunarungu setelah dibelajarkan dengan media gambar seri.     Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model (PTK) Penelitian Tindakan kelas melalui dua siklus dengan masing-masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan dan beberapa tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian anak didik kelas X SMALB-B YPTB Malang, dengan jumlah peserta didik 7 anak. Alat Pengumpulan data terdiri dari observasi, dokumentasi, dan wawancara. Instrumen yang digunakan adalah : (1) lembar observasi aktivitas guru; (2) lembar observasi media gambar seri; (3) lembar observasi aktivitas anak dalam pelaksanaan sholat menggunakan gambar seri. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan bahasa anak terbukti pada pra tindakan 14% meningkat menjadi 28% pada siklus I dan 71% pada siklus II. Sehingga prosentase peningkatan dari pra tindakan menuju ketercapaian dalam siklus II mencapai 57%.      Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah penggunaan media gambar seri dalam mengembangkan kemampuan sholat anak melalui tiga tahap antar lain: 1) Kegiatan awal; 2) inti; dan akhir. Dalam pelaksanaannya ada beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain: 1) usia; 2) lingkungan; 3) kecerdasan; dan 4) ekonomi. Saran yang dapat diberikan dari peneliti ini adalah 1) Guru Agama Islam kelas X dapat menggunakan media boneka jari untuk meningkatkan kemampuan sholat anak; 2) Seorang guru hendaknya mampu untuk melakukan inovasi terhadap media pembelajaran; 3) Peneliti selanjutnya untuk menggunakan media gambar seri dengan metode yang lain.

Manajemen pemasaran di lembaga pendidikan bahasa Inggris (studi kasus di English First Malang) / Moh. Fatur Rozier

 

Rozier, M. F. 2014. Manajemen Pemasaran di Lembaga Pendidikan Bahasa Inggris(Studi Kasus di English First Malang). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hj.Maisyaroh, M.Pd, (II) Dr. H. A. Supriyanto, M.Pd, M.Si. Kata kunci: manajemen, pemasaran, manajemen pemasaran sekolah. Usaha mengomunikasikan dan mempromosikan tujuan, nilai, dan produk lembaga pendidikan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan konsumen biasa disebut sebagai pemasaran, konsumen dalam hal ini adalah peserta didik serta stakeholder pendidikan melalui pemberian layanan yang maksimal. Mengingat banyaknya lembaga pendidikan yang bermunculan serta persaingan yang semakin ketat antar lembaga, untuk menarik minat peserta didik menjadikan lembaga pendidikan harus mempertimbangkan tentang keefektifan pemasarannya. Manajemen pemasaran pendidikan merupakan suatu kegiatan menganalisis, merencanakan, mengimpelentasi, dan mengawasi segala program untuk mencapai efisiensi dan keefektivan dari kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh lembaga pendidikan. Dengan mempertimbangkan banyaknya persaingan lembaga pendidikan dalam menjaring peserta didik, maka peneliti tertarik meneliti di English First Malang yang tergolong lembaga pendidikan yang telah cukup lama berdiri, sejak tahun 1999 hingga kini tetap menjadi pilihan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan: (1) perencanaan pemasaran, (2) pelaksanaan pemasaran, (3) mendeskripsikan pihak-pihak yang terlibat dalam manajemen pemasaran, (4) evaluasi pemasaran di English First Malang. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Peneliti berperan sebagai instrument kunci, dengan subjek penelitian adalah Ibu Renny selaku Manager English First Malang dan Ibu Nia selaku Marketing coordinatorEnglish First Malang, Ibu Putri dan Ibu Ovie selaku Course Consultant, serta tiga orang Student Parents, yakni Bapak Iwan, Mr. Alvine, dan juga Ibu Saza. Sumber data yang digunakkan adalah informasi yang disampaikan subjek penelitian dan dokumen yang berkaitan dengan manajemen pemasaran. Untuk mengumpulkan data yang relevan guna menjawab fikus penelitian, menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tahap analisis meliputi, (1) reduksi data, (2) pengkodean, (3) penyajian data, dan (4) verifikasi data. Pengecekan keabsahan data menggunakan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Kesimpulan penelitian ini, yaitu: Tujuan pemasaran adalah untuk mengenalkan lembaga dan meningkatkan jumlah siswa; perencanaan pemasaran dilakukan pada akhir tahun sebelumnya; perencanaan dilakukan serempak di Surabaya dan diikuti oleh seluruh Center di Jawa dan Bali; segmentasi pasarnya adalah seluruh usia, terutama anak-anak usia belajar; kegiatan terbesar dalam memasarkan lembaga adalah Expo; Expo dilaksanakan dua kali, pada tengah semester pertama dan tengah semester kedua; dana untuk pemasaran sepenuhnya berasal dari perusahaan; pembentukan panitia dilaksanakan dalam meeting dan ditentukan oleh manager; (2) Pelaksanaan pemasaran: publikasi melalui media internet, seperti website, facebook, twitter dan email terkait informasi promo dan pendaftaran; pemasaran melalui Radio Kosmonita dan Koran Malang Pos berupa informasi promo dan event; program recommended friend merupakan program merekomendasikan teman dan dengan kuota tertentu akan mendapatkan reward; Expo dilaksanakan dua kali di Pusat perbelanjaan, dalam hal ini adalah Malang Town Square; Open house dilaksanakan satu kali berlokasi di Center EF Malang; Try out dilaksanakan satu kali dalam setahun dan dikompetisikan dengan skala nasional; lomba spelling untuk anak usia sekolah dasar; Flyer dan baliho selalu disebar dan dipasang menjelang event besar; menggunakan telemarketing untuk mengoptimalkan penyebaran informasi kepada sasaran pemasaran; memanfaatkan peran native speaker untuk menunjang kegiatan pemasaran dan branding lembaga; (3) pihak-pihak yang terlibat dalam manajemen pemasaran di English First Center Malang berjumlah 10 orang dan semuanya terlibat dalam kegiatan pemasaran; peran secara langsung berdasarkan job deskripsi yang sudah ditentukan; Native speaker tidak berperan langsung dalam pemasaran, hanya menunjang; susunan panitia selalu berubah setiap tahun guna pemerataan pengalaman kerja; bentuk dukungan siswa dalam bentuk program recommended friend; bentuk dukungan dari sponsor Indosat berupa Bom SMS; radio Kosmonita dan Koran Malang Pos berperan dalam menginformasikan promo dan keselurhan program dalam suatu event; (4) Evaluasi dan monitoring dilakukan oleh Manager dan PIC kegiatan; pelaksanaan monitoring dilakukan setiap saat; pelaksanaan evaluasi harian dilaksanakan seusai kegiatan dan dilaksanakan setiap hari; pelaksanaan evaluasi secara menyeluruh dilaksanakan satu minggu setelah kegiatan; tolak ukur keberhasilan pemasaran berdasarkan ketercapaian jumlah target; selalu ada reward bagi kru yang mencapai hasil target. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan mengacu kepada hasilnya, saran-saran yang diajukan peneliti meliputi: (1) Manager English First Malang, sebagai bahan informasi untuk lebih mengembangkan dan meningkatkan manajemen pemasaran lembaga sebagai upaya mempertahamkam eksistensi di masyarakat serta memperbaiki kekurangan dan mengoptimalkan faktor pendukung manajemen pemasaran, misalnya memperluas segmentasi (bukan hanya kalangan menengah keatas tetapi juga untuk seluruh lapisan masyarakat); (2) ketua, Dosen, dan Mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, sebagai bahan referensi untuk kajian akademik tentang manajemen pemasaran lembaga; (3) orang tua Calon Peserta Didik English First Malang, sebagai bahan pertimbangan dalam memilih lembaga berkualitas baik dari aspek pendidikan maupun sosial, yang sesuai dengan bakat dan minat anak serta sebagai sumber informasi tentang pentingnya orangtua dalam kelancaran penyelenggaraan pendidikan; (4) peniliti Lain, agar dapat dijadikan sebagai bahan referensi dan dikembangkan untuk penelitian selanjutnya yang lebih mendalam atau melakukan penelitian pada tempat yang sama dengan konteks yang berbeda, misalnya manajemen peserta didik di English First Malang.

Studi pencelupan kain katun menggunbakan ekstraksi sabut kelapa dengan fiksator cuka, gula batu dan air kelapa / Ratna Puspita Dewi

 

Puspita Dewi, Ratna. 2014. Studi Pencelupan Kain Katun Menggunakan Ekstraksi Sabut Kelapa Dengan Fiksator Cuka, Gula Batu dan Air Kelapa.Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Rosanti Rosmawati, M. Sn, (II) AnikDwiastuti, S.T, M.T. Kata Kunci: Pencelupan alami, sabut kelapa, fiksator cuka, gula batu dan air kelapa.     Sabut kelapa merupakan bagian kulit buah kelapa yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami, karena mengandung senyawa tannin group flavonoid yang bila direndam dalam air akan mengeluarkan warna coklat kemerahan yang diperoleh dari zat tanin tersebut, agar zat warna alam sabut kelapa dapat terserap dengan baik maka diperlukan bahan pembangkit seperti cuka, gula batu dan air kelapa. Fungsi bahan pembangkit selain untuk memperkuat daya serap zat warna kedalam kain adalah untuk mengetahui arah warna yang dihasilkan dari zat warna alam sabut kelapa.Metode observasi (pengamatan) dilakukan secara visual (organoleptik) untuk mengetahui dan menjelaskan hasil warna dari pencelupan dan perubahan warna sesuai fiksasi yang digunakan, serta kerataan warna kain. Menentukan perubahan arah warna digunakan daftar nama warna sesuai dengan kain yang digunakan yaitu kain katun dengan menggunakan standar nama warna colour card fabrics cotton.     Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah ekstraksi sabut kelapa yang digunakan sebagai pewarna alami untuk pencelupan kain katun. Obyek penelitian ini adalah kain dari hasil pencelupan ekstraksi sabut kelapa tanpa menggunakan fiksasi dan dengan menggunakan fiksasi cuka, gula batu dan air kelapa.Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yaitu dengan memaparkan hasil pengamatan visual (organoleptik) kain hasil pencelupan ekstraksi sabut kelapa dengan menggunakan fiksasi cuka, gula batu dan air kelapa.     Berdasarkan analisis data, hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil warna pencelupan kain katun tanpa fiksasi membentuk gradasi warna, perubahan warna yang terjadi mendekati warna yarrow, berubah arah warna mendekati warna gold, hingga berubah mendekati warna spice (bagian warna coklat), pada pencelupan menit ke- 15 sampai menit ke- 75 kerataan warna kain hasil celupan masih terdapat sedikit belang, namun pada pencelupan ke- 90 sampai ke- 150 kerataan warna kain sudah tidak menunjukkan adanya warna belang pada bagian baik dan buruk kain, (2) Hasil warna pencelupan kain katun dengan fiksasi cuka membentuk gradasi warna, perubahan warna yang terjadi mendekati warna Lt.Parfait, berubah arah warna mendekati warna caramel, hingga berubah mendekati warna gold (bagian warna coklat). Kerataan warna kain pada pencelupan dan fiksasi ke- 1 sampai ke- 10 tidak terdapat warna belang pada bagian baik dan buruk kain katun, (3) Hasil warna pencelupan kain katun dengan fiksasi gula batu membentuk gradasi warna, perubahan warna yang terjadi mendekati warna Lt. Parfait, berubah arah warna mendekati warna wheat (bagian warna coklat). Kerataan warna kain pada pencelupan dan fiksasi ke- 1sampai ke- 10 tidak terdapat warna belang pada kain, (4) Hasil warna pencelupan kain katun dengan fiksasi air kelapa membentuk gradasi warna, perubahan warna yang terjadi mendekati warna Lt. Pafait, berubah arah warna mendekati warna wheat, hingga berubah mendekati warna caramel (bagian warna coklat). Kerataan warna kain pada pencelupan dan fiksasi ke- 1 sampai ke- 10 tidak terdapat warna belang pada kain. Kesimpulan dari kain hasil pencelupan menggunakan ekstraksi sabut kelapa terjadi perubahan arah warna yang berbeda-beda sesuai dengan fiksasi yang digunakan. Saran untuk penelitian selanjutnya dapat melakukan pengembangan pencelupan dengan variasi vlot, suhu, dan waktu, serta dapat menggunakan fiksasi yang berbeda dari penelitian ini.

Studi kelengkapan sarana dan prasarana bengkel otomotif serta hubungannya dengan prestasi belajar siswa kelas XII pada mata pelajaran produktif Program Keahlian Kendaraan Ringan SMK Negeri 1 Kepanjen / Yenis Pusdikawati

 

Pusdikawati, Yenis. 2014. Studi Kelengkapan Sarana dan Prasarana Bengkel Otomotif serta Hubungannya dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas XII pada Mata Pelajaran Produktif Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 1 Kepanjen. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Anny Martiningsih, M.Kes (II) H. Drs. Sumarli, M.Pd., M.T. Kata Kunci : sarana dan prasarana bengkel otomotif, prestasi belajar, mata pelajaran produktif Sarana dan prasarana belajar merupakan salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi proses belajar bagi siswa. Kurang lengkapnya peralatan praktik yang dimiliki sekolah menengah kejuruan mengakibatkan proses belajar mengajar terutama pada mata pelajaran yang berhubungan dengan praktik di bengkel otomotif kurang kondusif. Dengan demikian apabila sarana dan prasarana masih terkondisi dengan baik dan terawat akan menunjang proses belajar mengajar siswa tetapi sebaliknya apabila sarana dan prasarana tersebut kurang memadai atau tidak seimbang dengan jumlah siswa pasti akan menghambat terjadinya proses belajar mengajar yang berakibat pada prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi sarana dan prasarana bengkel otomotif serta untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara penggunaan sarana dan prasarana dengan prestasi belajar produktif siswa kelas XII jurusan Teknik Kendaraan Ringan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, penyebaran angket, wawancara dan dokumentasi nilai raport. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian sarana pada tiga area kerja belum mencapai 100% . Pada area kerja mesin otomotif tingkat kesesuaiannya hanya 50%, area kerja chasis dan pemindah tenaga 58%, dan area kerja kelistrikan otomotif juga hanya 58%, sedangkan untuk ruang penyimpanan dan instruktur mencapai 100%. Tingkat kesesuaian yang masih rendah tersebut sebagian besar dikarenakan tidak tersedianya jenis perabotan pada masing-masing area kerja, dan selain itu juga dikarenakan jumlah peralatan praktek yang masih sangat minim dan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sejumlah peserta didik dalam 1 kelas. Begitu juga dengan prasarana ruang pada masing-masing area kerja bengkel mekanik otomotif tersebut belum memenuhi standar, dimana pada area kerja mesin otomotif tingkat kesesuaiannya hanya 48%, area kerja chasis dan pemindah tenaga 23,7%, dan area kerja kelistrikan otomotif juga hanya 25%, sedangkan untuk ruang penyimpanan dan instruktur mencapai 85%. Berdasarkan hasil penelitian, hubungan antara penggunaan sarana dan prasarana dengan prestasi belajar siswa adalah positif dan signifikan.

Pengaruh tingkat pertumbuhan modal dan kredit terhadap return saham melalui rehabilitas pada bank konvensional yang listing di BEI periode 2005-2008 / Saraya Asa Adieny

 

ABSTRAK Adieny, Saraya Asa. 2009. Pengaruh Tingkat Pertumbuhan Modal dan Kredit Terhadap Return Saham melalui Rentabilitas Pada Perusahaan Perbankan yang Listing di BEI Periode 2005-2008. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo, M.M. (2) Dr. H. Heri Pratikto, M.Si. Kata Kunci: Modal, Kredit, Rentabilitas (ROE), Return Saham Bank berfungsi sebagai lembaga penyalur dan penghimpun dana dari masyarakat. Pada industri perbankan kepercayaan masyarakat sangat penting. Pengalaman dari krisis pada tahun 1997 yang lalu telah menyadarkan kita bahwa sektor perbankan pada akhirnya harus dirombak untuk menumbuhkan kembali citra perbankan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan sehingga ketika menghadapi krisis global seperti saat ini, industri perbankan dapat tetap eksis dan kuat dilihat dari kondisi permodalan, kulitas asset, pendapatan, dan likuiditas. Banyak yang berpendapat industri perbankan di Indonesia telah cukup baik kinerjanya dengan bukti dalam menghadapi krisis keuangan global, perbankan di tanah air tidak terkena secara langsung imbas dari krisis yang berawal dari resesi ekonomi AS berupa kondisi perekonomian internal dan eksternal AS yang tidak kondusif disusul dengan subprime mortgage atau kredit macet sektor perumahan. Salah satu indikator untuk menilai bank tersebut dikatakan sehat ialah permodalan. Dengan permodalan yang cukup baik bank akan dapat memenuhi kebutuhan kredit bagi masyarakat, menghindari terjadinya kredit macet, dan dapat meningkatkan return saham yang dapat memberikan efek positif yaitu bank tersebut diminati oleh investor sebagai tempat berinvestasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh tingkat pertumbuhan modal, tingkat pertumbuhan kredit dan rentabilitas terhadap return saham bank konvensional yang listing di BEI periode 2005-2008. Metode pengambilan sampel dilakukan dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling. Sedangkan tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara tekhnik dokumentasi yang diperoleh dari data sekunder Indonesia Capital Market Directory (ICMD), laporan keuangan tahunan yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia, dan data pergerakan saham harian yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI). Analisis data yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis) karena peneliti ingin melihat pengaruh secara langsung dan tidak langsung hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Tingkat Pertumbuhan Modal dan kredit tidak berpengaruh secara simultan terhadap Rentabilitas, Pertumbuhan    Modal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap rentabilitas, Tingkat Pertumbuhan Kredit tidak berpengaruh secara signifikan terhadap rentabilitas, Tingkat Pertumbuhan Modal, Tingkat Pertumbuhan Kredit dan Rentabilitas secara simultan tidak berpengaruh terhadap return saham, Tingkat pertumbuhan modal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham, Tingkat Pertumbuhan Kredit tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham dan Rentabilitas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang dapat diberikan yaitu: (1) diharapkan investor perlu memperhatikan memperhatikan dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi return saham, (2) diharapkan agar perusahaan selalu meningkatkan kinerjanya sehingga dapat meningkatkan tingkat pengembalian saham (return saham), dan (3) diharapkan bagi peneliti selanjutnya menggunakan lebih banyak variabel-variabel fundamental dalam menilai kinerja keuangan perusahaan. Selain itu, sampel yang digunakan juga lebih banyak dan memperpanjang periode pengamatan agar diperoleh hasil yang lebih baik.

Pengaruh internal locus of control terhadap prestasi belajar akuntansi melalui kebiasaan belajar siswa SMA Negeri di Kabupaten Situbondo / Syaiful Huda

 

Huda, Syaiful. 2014. Pengaruh Internal Locus of Control terhadap Prestasi Belajar Akuntansi melalui Kebiasaan Belajar Siswa SMA Negeri di Kabupaten Situbondo. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Hj. Endang Sri Andayani, S.E., M.Si., Ak. Pembimbing (2) Dr. Nurika Restuningdiah, S.E., M.Si., Ak., CA. Kata kunci: Internal Locus of Control, Kebiasaan Belajar, dan Prestasi Belajar     Dalam konteks pendidikan terutama dalam hubungannya dengan perilaku dan hasil akhir, internal locus of control dan kebiasaan belajar merupakan faktor penentu bagaimana seorang siswa berperilaku untuk berusaha dalam mencapai keberhasilan dalam belajar. Jadi, ketika siswa memandang pentingnya suatu usaha, maka kebiasaan belajar siswa menjadi lebih baik sehingga prestasi belajarnya akan meningkat. Oleh karena itu, internal locus of control dan kebiasaan belajar merupakan faktor yang dapat memengaruhi prestasi belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh internal locus of control terhadap kebiasaan dan prestasi belajar.     Penelitian ini tergolong dalam penelitian eksplanatori. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri se-Kabupaten Situbondo yang terdiri dari 8 sekolah. Teknik sampel menggunakan teknik cluster random sampling dengan membagi populasi menjadi 2 kelompok sehingga diperoleh 2 sekolah dari setiap kelompok, yaitu SMA Negeri 1 Situbondo dan SMA Negeri 1 Asembagus dengan jumlah sampel 140 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan angket untuk mengukur internal locus of control dan kebiasaan belajar, sedangkan dokumentasi untuk mengambil data prestasi belajar akuntansi. Analisis data yang digunakan adalah path analysis dengan pengujian hipotesis menggunakan uji t dengan bantuan program SPSS 22 for windows.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif signifikan internal locus of control terhadap prestasi belajar yang ditunjukkan dengan nilai p sebesar 0,000 lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. (2) terdapat pengaruh positif signifikan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar yang ditunjukkan dengan nilai p sebesar 0,000 lebih kecil dari tingkat signifikansi 5%. (3) terdapat pengaruh positif signifikan internal locus of control terhadap kebiasaan belajar yang ditunjukkan dengan nilai p sebesar 0,000 lebih kecil dari tingkat signifikansi 5%. (4) terdapat pengaruh tidak langsung internal locus of control terhadap prestasi belajar melalui kebiasaan belajar yang ditunjukkan dengan koefisien jalur tidak langsung sebesar 0,2295. Dengan demikian dapat dikatakan semakin tinggi internal locus of control siswa (semakin internal) maka semakin baik kebiasaan belajarnya sehingga berdampak terhadap prestasi belajarnya yang meningkat.     Oleh karena itu, sekolah berperan penting untuk melakukan pembinaan dan konseling dalam meningkatkan internal locus of control dan kebiasaan belajar siswa mengingat internal locus of control dan kebiasaan belajar berpengaruh signifikan dalam meningkat prestasi belajar siswa.

Pengembangan buku bacaan sesuai karakteristik anak TK Kelompok A di TK Negeri Pembina 2 Malang / Sariati

 

Sariati. 2014. Pengembangan Buku Bacaan Sesuai Karakteristik Anak TK Kelompok A di TK Pembina 2 Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn, (2) Muhammad Arafik, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan, Buku bacaan, Anak TK Kelompok A      Pemilihan buku bacaan yang tepat sesuai dengan karakteristik anak merupakan salah satu yang harus mendapat perhatian khusus dari guru atau pendidik. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di TK Negeri Pembina 2 Malang, guru menyatakan bahwa di sekolah hanya terdapat buku cerita dan gambar-gambar yang hanya digunakan pada saat pembelajaran bahasa saja. Buku bacaan sesuai karakteristik anak TK kelompok A merupakan suatu buku yang mengembangkan aspek bahasa dan kognitif anak.      Tujuan penelitian dan pengembangan buku bacaan adalah untuk mengembangkan buku bacaan yang sesuai dengan karakteristik anak Taman Kanak-kanak (TK) kelompok A, yang diharapkan dapat memperkaya penyediaan buku bacaan, meningkatkan minat anak untuk membaca buku, mengarjakan anak membaca awal (belajar mengenal huruf dan angka) dan menghitung dengan cara yang menyenangkan, dan belajar mengenal kata      Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Borg and Gall. Prosedur pengembangan buku bacaan ini adalah: (1) Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi, (2) Melakukan perencanaan berupa penyusunan rancangan produk, selanjutnya dievaluasi oleh para ahli, (3) Mengembangkan bentuk produk awal berupa buku bacaan, (4) Melakukan uji coba kelompok kecil terhadap 8 subjek, (5) Melakukan revisi terhadap produk awal buku bacaan berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil, (6) Melakukan uji lapangan utama pada 32 subjek, (7) Melakukan revisi produk. Instrumen yang digunakan adalah berupa kuesioner yang digunakan untuk penilaian tentang rancangan produk yang akan diuji, dokumentasi digunakan untuk foto penelitian, sedangkan pengamatan dan wawancara dilakukan untuk memperoleh data untuk analisis kebutuhan awal.      Hasil penelitian dan pengembangan ini adalah produk buku bacaan dengan kriteria keberhasilan yaitu: (1) 100 % buku bacaan menarik, (2) 94.8% buku bacaan efektif digunakan oleh anak, (3) 94.8% buku bacaan berfungsi bagi anak. Berdasarkan hasil analisis data tersebut disimpulkan buku bacaan sesuai dengan karakteristik anak TK kelompok A adalah menarik, efektif, berfungsi dan dapat digunakan oleh anak.      Saran-saran hasil penelitian dan pengembangan ini dapat ditingkatkan kesulitan sesuai tingkat perkembangan anak, dapat didesain kembali untuk kelompok usia yang lebih tinggi dengan tingkat kesulitan disesuaikan dengan usia serta dapat disosialisasikan di sekolah lain sesuai dengan materi pembelajaran yang disajikan.

Strategi pembelajaran tematik di kelas sekolah dasar ( Studi fenomologis pengalaman pelaksanaannya di Madrasah Ibtidaiyah negeri 1 Malang ) / Agus Wedi

 

ABSTRAK Wedi, Agus. 2009. Strategi Pembelajaran Tematik di Kelas Awal Sekolah Dasar: Studi Fenomenologis Pengalaman Pelaksanaannya di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Malang I. Disertasi. Malang: Program Studi Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Mohammad Dimyati, (II) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd, dan (III) Prof. Dr. Wayan Ardhana, M.A. Kata Kunci: Pembelajaran tematik, strategi pembelajaran, pengorganisasian, penyampaian, pengelolaan, kelas awal Sekolah Dasar. Siswa yang berada pada kelas awal sekolah dasar berada pada rentangan usia dini. Sesuai dengan tahapan perkembangannya, siswa yang masih belia itu melihat sesuatu secara keseluruhan dengan pemahaman secara holistik yang berangkat dari hal-hal konkrit, serta memahami hubungan antara konsep secara sederhana. Kondisi-kondisi tersebut seyogyanya menjadi landasan bagi pengembangan pola dan strategi pembelajaran yang tepat, tidak saja agar tujuan-tujuan instruksional dapat tercapai, melainkan juga agar tujuan program pendidikan di sekolah dasar dapat terpenuhi, yaitu meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Pembelajaran tematik yang melibatkan berbagai mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa, merupakan model pembelajaan inovatif yang dapat menjadi solusi bagi pembelajaran terpisah yang selama ini digunakan di kelas-kelas awal sekolah dasar, termasuk juga untuk sekolah-sekolah di wilayah Kota Malang. Dengan sudah diterapkannya pembelajaran tematik di MIN Malang I, kasus ini menjadi patut dan penting diteliti secara mendalam sebagai bahan referensi. Salah satu dimensi penting dari pembelajaran tematik tersebut adalah strategi pembelajarannya. Penetapan strategi pembelajaran yang tepat dan optimal akan mendorong prakarsa dan memudahkan belajar siswa. Titik awal upaya ini diletakkan pada perbaikan proses (variabel metode). Oleh karena itu, penyelidikan yang cermat tentang strategi pembelajaran tematik menjadi penting dan mendesak di tengah kebingungan banyak sekolah menemukan sosok utuh strategi pembelajaran tematik, teristimewa melalui kajian empirik. Masalah umum penelitian ini adalah bagaimanakah strategi pembelajaran tematik di kelas awal MIN Malang I. Secara rinci, penelitian ini difokuskan pada empat hal, yaitu: (1) bagaimana strategi pengorganisasian isi pembelajaran tematik?, (2) bagaimana strategi penyampaian pembelajaran tematik?, dan (3) bagaimana strategi pengelolaan pembelajaran tematik?, serta (4) faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap pelaksanaan strategi pembelajaran tematik kelas awal di MIN Malang I?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan rancangan studi kasus. Sesuai dengan pendekatan tersebut, penelitian ini menggunakan tiga jenis reduksi data, yaitu reduksi fenomenologis, eiditis, dan transendental. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini mencari dan menghasilkan temuan gejala-gejala apa saja yang tampak serta pemaknaan terhadap gejala tersebut. Selanjutnya deskripsi dan hasil pengolahan data secara keseluruhan sebagai satu keutuhan, dianalisis dan dikaji secara mendalam yang bermuara pada kajian terhadap struktur dasar atau nilai-nilai esensial dalam pelaksanaan strategi pembelajaran tematik di kelas awal SD. Penelitian menghasilkan temuan sebagai berikut: (1) Strategi pengorganisaian isi dilaksanakan dengan mengadaptasi dan memilih isi pembelajaran berupa tema. Tema-tema yang digunakan dekat dengan keseharian siswa antara lain; diri sendiri, keluarga, makanan, kegemaran, pengalaman, lingkungan, hewan dan tumbuhan. Keterpaduan yang diterapkan adalah keterpaduan sebagian (campuran), terkadang masih menggunakan pendekatan bidang studi. Terhadap isi pembelajaran yang tidak dapat dipadukan, ditetapkan pembelajarannya secara terpisah. Cara mengorganisasi isi pembelajaran dengan tema adalah: menentukan tema, membuat jaring laba-laba dengan tema, menjabarkan isi bahan terjaring, dan mengurutkan isi pelajaran menjadi isi sub tema perminggu. (2) Strategi penyampaian pembelajaran tematik dilaksanakan dengan memanfaatkan semua dimensi sumber belajar (orang, bahan, pesan,alat, teknik, dan setting); penugasan guru wali kelas sebagai guru tematik; interaksi siswa dengan dimensi media terjadi secara intensif dan wajar sepanjang proses pembelajaran melalui berbagai metode. Bentuk pembelajaran yang dilakukan adalah klasikal, kelompok kecil, dan individual. (3) Strategi pengelolaan dilaksanakan dengan menjadikan salah satu matapelajaran terkait sebagai senter bagi mata-mata pelajaran yang lain dengan penyesuaian jadwal dan waktu yang tersedia. Pencatatan kemajuan belajar ditulis secara berkala dan rapi. Guru mengelola motivasi siswa dengan berbagai cara, dan yang khas adalah pemberian simbol penghargaan “tanda poin bintang” atas keberhasilan yang ditunjukkan siswa. Kontrol belajar yang dilakukan dengan berbagai cara antara lain memberi perhatian serta kebebasan-kebebasan tertentu dalam menentukan aktivitas belajarnya secara bertanggung jawab. (4) Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pembelajaran tematik antara lain: Dari sisi guru (persepsi, pemahaman dan artikulasi, semangat, kiat, dan keterampilan); kebijakan-kebijakan terkait, baik yang bersifat nasional maupun institusional; karakteristik mata-mata pelajaran yang sangat bervariasi dan sulit dipadukan; ketersediaan fasilitas pendukung; kemampuan siswa yang bervariasi; jadwal waktu dan tempat pembelajaran; jumlah rombongan belajar dalam kelas. Temuan penelitian ini diharapkan dapat dijadikan salah satu referensi untuk mengembangkan strategi pembelajaran tematik di masa yang akan datang. Dengan perencanaan dan pelaksanaan strategi yang baik, pencapaian tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.

Hubungan prestasi belajar mata pelajaran praktikum terhadap tingkat keterserapan siswa di dunia kerja pada siswa Jurusan TKJ di SMK Negeri Kota Malang / Arief Dwi Handhana

 

Handhana, Arief Dwi. 2014. Hubungan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Praktikum terhadap Tingkat Keterserapan Siswa di Dunia Kerja pada Siswa Jurusan TKJ di SMK Negeri Kota Malang. Proposal Skripsi, Jurusan Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Tri Atmadji Sutikno, M.Pd, (II) Triyanna Widiyaningtyas, ST., M.T Kata Kunci : prestasi belajar, mata pelajaran praktikum, keterserapan di dunia kerja Besarnya pengangguran di Indonesia masih menjadi masalah utama hingga saat ini. Pemerintah menciptakan sekolah menengah kejuruan untuk menciptakan pekerja profesional tingkat menengah dengan tujuan mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. Prestasi belajar adalah suatu keberhasilan yang diperoleh seseorang setelah melakukan suatu kegiatan proses belajar yang mengakibatkan terjadinya perubahan tingkah laku, cara berfikir dan pemahaman terhadap kompetensi yang dipelajari. Mata pelajaran praktikum berfungsi membekali peserta didik agar memiliki kompetensi standar atau kemampuan produktif pada suatu pekerjaan atau keahlian tertentu yang relevan dengan tuntutan dan permintaan pasar kerja. Keterserapan siswa di dunia kerja adalah jawaban yang didambakan pemerintah sebagai bukti keberhasilan didirikannya SMK. Penelitian ini dilakukan pada siswa jurusan TKJ di SMK Negeri Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan tingkat prestasi belajar mata pelajaran praktikum, (2) Mendeskripsikan tingkat keterserapan siswa di dunia kerja, (3) Mengungkap hubungan antara prestasi belajar mata pelajaran praktikum terhadap tingkat keterserapan siswa di dunia kerja. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Kota Malang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah SMK Negeri dengan jurusan TKJ di Kota Malang. Data yang diperoleh, dianalisis menggunakan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa prestasi belajar mata pelajaran praktikum dan tingkat keterserapan siswa di dunia kerja pada siswa SMK Negeri jurusan TKJ di Kota Malang tinggi. Serta adanya pengaruh antara prestasi belajar mata pelajaran praktikum dengan tingkat keterserapan siswa di dunia kerja dengan taraf signifikansi sebesar 60,6%. Berdasarkan hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar sangat berpengaruh besar dalam penyerapan tenaga kerja. Terutama pada mata pelajaran praktikum, karena mata pelajaran praktikum memberikan pelajaran tentang pekerjaan sesuai bidang masing-masing, tidak hanya teori tetapi juga dengan mengaplikasikannya secara nyata. Sehingga secara tidak langsung dengan prestasi belajar mata pelajaran praktikum yang dimiliki oleh siswa dapat mempengaruhi kematangan siswa dan meningkatkan keterserapan siswa di dunia kerja.

Hubungan antara keefektifan perencanaan kepala sekolah, kapasitas pengorganisasian personel, motivasi kerja, dan peningkatan profesionalisme guru dengan kinerja guru pada madrasah aliyah negeri (MAN) di kabupaten dan kota Blitar / Ahmad Tanzen

 

ABSTRAK Tanzeh, Ahmad. 2009. Hubungan Antara Keefektifan Perencanaan Kepala Sekolah, Kapasitas Pengorganisasian Personel, Motivasi Kerja, dan Peningkatan Profesionalisme Guru dengan Kinerja Guru pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kabupaten dan Kota Blitar. Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof.Dr. Hendyat Soetopo, M.Pd; (2) Prof.Dr. Willem Mantja, M.Pd; (3) Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd Kata kunci: peningkatan mutu sekolah, pengorganisasian personel, motivasi kerja, profesionalisme guru, kinerja guru. Keberhasilan sekolah banyak ditentukan oleh para guru dan kepala sekolah, meskipun kinerja guru juga sangat dipengaruhi oleh kepala sekolah melalui manajerialnya yang mampu menciptakan semangat kerja guru yang tinggi. Semangat kerja guru yang tinggi itu tentunya dimaksudkan untuk menunjang terwujudnya tujuan organisasi sekolah. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan secara langsung antara keefektifan perencanaan peningkatan mutu sekolah, kapasitas pengorganisasian personel, motivasi kerja, dan peningkatan profesionalisme guru dengan kinerja guru pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di kabupaten dan kota Blitar. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Sedang dilihat dari cara analisis data, penelitian ini termasuk tipe penelitian korelasional. Penelitian dilaksanakan di kabupaten dan kota Blitar melibatkan 4 Madrasah Aliyah Negeri di Kabupaten dan kota Blitar, sampel penelitian sebanyak 100 guru, diambil dari populasi sebesar 253 guru. Data penelitian dikumpulkan dengan instrumen angket yang telah terbukti memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang dipersyaratkan. Teknik analisis data menggunakan SEM (Structural Equation Modelling) atau Pemodelan Persamaan Struktural. Analisis data menggunakan komputer Program Amos 04. Hasil Analisis deskriptif dapat disimpulkan bahwa: (1) rata-rata tingkat keefektifan perencanaan peningkatan mutu sekolah, kapasitas pengorganisasian personel, motivasi kerja, peningkatan profesionalisme guru, dan kinerja guru pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di kabupaten dan kota Blitar termasuk dalam kategori tinggi; (2) Secara komprehensif model konsep-tual hubungan variabel yang dikembangkan adalah fit (baik), memenuhi standar persyaratan Goodness-of-Fit, sehingga dapat digunakan untuk menguji hipotesis Dari hasil pengujian hipotesis hubungan langsung dapat disimpulkan bahwa : (1) Ada hubungan langsung yang signifikan antara keefektifan perencanaan peningkatan mutu sekolah dengan kapasitas pengorganisasian personel, (2) Ada hubungan langsung yang signifikan antara perencanaan peningkatan mutu sekolah dengan motivasi kerja, (3) Ada hubungan langsung yang signifikan antara kapasitas pengorganisasian personel dengan motivasi kerja, (4) Tidak ada hubungan langsung yang signifikan antara keefektifan perencanaan peningkatan mutu sekolah dengan peningkatan profesionalisme guru,(5) Ada hubungan langsung yang signifikan antara kapasitas pengorganisasian personel dengan peningkatan profesionalisme guru, (6) Ada hubungan langsung yang signifikan antara motivasi kerja dengan peningkatan profesionalisme guru, (7) Ada hubungan langsung yang signifikan antara perencanaan peningkatan mutu sekolah dengan kinerja guru, (8) Ada hubungan langsung yang signifikan antara kapasitas pengorganisasian personel dengan kinerja guru, (9) Ada hubungan langsung yang signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja guru, dan (10) Ada hubungan langsung yang signifikan antara peningkatan profesionalisme guru dengan kinerja guru. Sedangkan dari hasil pengujian hipotesis hubungan tidak langsung dapat dikemukakan: (1) Terdapat hubungan tidak langsung antara perencanaan peningkatan mutu sekolah dengan motivasi kerja melalui kapasitas pengorganisasian personel, (2) Terdapat hubungan tidak langsung antara perencanaan peningkatan mutu sekolah dengan peningkatan profesionalisme guru melalui pegoranisasian personel dan motivasi kerja, (3) Terdapat hubungan tidak langsung antara kapasitas pengorganisasian personel dengan peningkatan profesionalisme guru melalui motivasi kerja, (4) Terdapat hubungan tidak langsung antara perencanaan peningkatan mutu sekolah dengan kinerja guru melalui pengorganisasian personel, motivasi kerja dan peningkatan profesionalisme guru, (5)Terdapat hubungan tidak langsung antara kapasitas pengorganisasian personel dengan kinerja guru melalui motivasi kerja dan peninkatan profesionalisme guru, (6)Terdapat hubungan tidak langsung antara motivasi kerja dengan kinerja guru melalui peningkatan profesionalisme guru.

Hubungan antara hasil tes masuk dan prestasi belajar dalam rangka identifikasi masalah pembelajaran / oleh M. Tauchid Noor

 

Perancangan panduan wisata Kota Batu berbasis mobile aplikasi / Inas Bilqis Abdillah

 

Abdillah, Inas Bilqis. Perancangan Panduan Wisata Kota Batu Berbasis Mobile Aplikasi, Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Moeljadi Pranata, M.Pd. (2) Andy Pramono, S.Kom, M.T. Kata Kunci : Perancangan, Panduan Wisata, Kota Batu, Mobile Aplikasi, Multimedia, Android Kota Batu sebagai wilayah yang memiliki kekayaan alam sedemikian rupa kini menjadi kota wisata yang kian berkembang dan merupakan salah satu kota wisata terbesar di Jawa Timur. Selain itu kegiatan pariwisata makin populer dilakukan oleh masyarakat untuk mengisi waktu luang dan menghibur diri. Akses informasi mengenai perjalanan wisata yang ditawarkan melalui berbagai media secara online pun kian banyak namun kurangnya media yang menyediakan akses yang lebih efektif dan fleksibel melalui perangkat yang mobile seperti smartphone. Sehingga dibutuhkan sebuah produk yang dapat menjawab kebutuhan tersebut, sebuah aplikasi mobile panduan wisata khususnya yang mengangkat Kota Batu sebagai objek wilayah yang ditawarkan melalui produk yang didesain secara modern mengikuti perkembangan teknologi mobile aplikasi, salahsatunya adalah platform Android. Perancangan ini menggunakan model 4D (Define, Data, Design, Disseminate) yang telah disesuaikan dengan produk perancangan yang berupa panduan wisata Kota Batu berbasis Mobile Aplikasi yang didalamnya tersusun atas langkah-langkah yang terstruktur dan fleksibel. Sistem kerja dari perancangan ini dibagi menjadi 4 tahap diantaranya Define adalah mendefinisikan masalah yang ada dilapangan. Data adalah pengumpulan data yang sesuai dengan permasalahan. Design adalah perancangan produk sehingga sesuai dengan permasalahan yang diangkat. Dan Disseminate adalah tahapan untuk mengenalkan produk hasil perancangan. Produk yang dihasilkan adalah sebuah aplikasi mobile berbentuk multimedia digital yang menyajikan informasi mengenai panduan wisata Kota Batu yang dapat dijalankan pada perangkat Android khususnya versi 4.0 Ice Cream Sandwich ke atas. Dirancang dengan resolusi layout 480x800 pixel full colour dengan gaya desain minimalis dan modern yang dapat diakses secara offline. Perancangan ini dibuat dengan tujuan untuk memudahkan calon pengguna khususnya wisatawan untuk mengakses informasi mengenai Kota Batu dan dapat mendukung kegiatan wisata di kota tersebut. Sehingga Kota Batu sebagai wilayah yang berkembang sebagai kota wisata saat ini bisa semakin berkembang dan dikenal masyarakat luas.

English intruction at the fourth grade of SD unggulan Al-Ya'lu Malang / Husnawati Umar Saddia

 

ABSTRACT Husnawati Umar Saddia. 2010. English Instruction at the Fourth Grade of SD Unggulan AL-YA’LU Malang. Thesis, Graduate Program English language Education, State University of Malang. Advisors: (1) Prof. Hj. Kasihani K.E. Suyanto, M.A., Ph.D.; (2) Dr. Sri Rachmajanti, Dip.TESL. M.Pd. Key words: English instruction, SD Unggulan AL-YA’LU Malang. This study presents an attempt to describe the English instruction at the fourth grade of SD Unggulan AL-YA’LU Malang on the basis of current curriculum. Based on the research question, the study is intended to describe the objective of teaching English at the school, the teacher’s qualification, the instructional materials the teacher uses, the kinds of instructional media the teacher uses, the school facilities that support the learning and teaching program, the instructional activities the teacher conducts, the kinds of assessment the teacher employed, the students’ opinions about their English class, and the parents’ opinions on the implementation of teaching English at the fourth grade of the school. The study is qualitative in nature. The data were collected by conducting an observation of the teaching and learning activities, observation of students’ response toward the teaching and learning activities, questionnaire, interview, document study, and field notes. The English teacher, the students of the fourth grade (4A, 4B, and 4M), the principal, and the parents were the subjects of the study. The collected data were analyzed by following the procedures: data collection, data presentation, verification, and conclusion drawing. However, tabulation was also used to see the percentage of the students’ response in the questionnaires, which would be the basis for describing the phenomenon. Based on the analysis, the study reveals the following findings. Firstly, the objective of the teaching of English at the fourth grade was that the students are able to understand and use the simple patterns of English through listening, speaking, reading, and writing. Secondly, the teacher had graduated from English Education department (S-1) and had followed some trainings and seminars on TEYL. Thirdly, the teacher used two textbooks, one students’ workbook, teacher’s handbooks, English magazine for children, and VCDs for the materials. Fourthly, the English teacher used various kinds of media in presenting the materials. They were real objects, photos, pictures, flash cards, computer, VCD, English KIT, and whiteboard, in which pictures and whiteboard were used more frequently than the other media. Fifthly, the school’s facilities that support the learning and teaching of English were computer centre, library, and kitchen. Sixthly, the teacher conducted the teaching and learning activities based on the current curriculum. The teacher presented the four language skills and the language components in pre-teaching, whilst-teaching, and post-teaching activities. Seventhly, to assess the students’ learning progress, the teacher conducted informal and formal evaluation. Eighthly, the students liked their English class. Finally, the parents agreed with the English program at school.

Hubungan antara tahap perkembangan kognitif dengan tingkat penguasaan konsep-konsep matematika pada siswa kelas V sekolah dasar di Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung / oleh Erman Suherman

 

Problematika tenaga kerja wanita yang bekerja di luar negeri di desa Donomulyo Kecamatan Donomulyo Kabupaten / Dwi Lestari

 

Kata Kunci: Tenaga Kerja Wanita, Problematika Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya jumlah tenaga kerja wanita yang bekerja di luar negeri yang terjadi di Desa Donomulyo Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang. Peningkatan jumlah tenaga kerja wanita ke luar negeri ini menimbulkan dampak positif dan negatif. Dampak positifnya adalah kehidupan ekonomi mereka membaik. Sedangkan dampak negatifnya adalah timbul permasalahan-permasalahan dalam kehidupan rumah tangga para tenaga kerja wanita. Untuk mengungkap permasalahan-permasalahan tersebut maka penelitian ini memfokuskannya dalam tiga rumusan masalah: (1) faktor apa yang melatarbelakangi para tenaga kerja wanita di Desa Donomulyo kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang untuk pergi bekerja ke luar negeri?, (2) kesulitan dan kemudahan apa saja yang dialami para tenaga kerja wanita di Desa Donomulyo Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang baik sebelum, selama dan sesudah bekerja di luar negeri?, (3) problematika apa saja yang dialami dalam rumah tangga para tenaga kerja wanita di Desa Donomulyo Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang?. Penulisan ini bertujuan: (1) untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi para tenaga kerja wanita di Desa Donomulyo Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang untuk pergi bekerja ke luar negeri, (2) untuk mengetahui kesulitan dan kemudahan yang dialami para tenaga kerja wanita di Desa Donomulyo Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang baik sebelum, selama dan sesudah bekerja di luar negeri, (3) untuk menjelaskan problematika yang dialami dalam rumah tangga para tenaga kerja wanita di Desa Donomulyo Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Metode dalam pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk mengetahui kredibilitas data yang terkumpul, penulis melakukan pengecekan keabsahan data antara lain dengan teknik ketekunan pengamatan, triangulasi, dan perpanjangan keikutsertaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) faktor-faktor yang melatarbelakangi para tenaga kerja wanita di Desa Donomulyo untuk pergi bekerja ke luar negeri yaitu keinginan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ingin merubah nasib keluarga supaya menjadi lebih baik, ingin mengikuti jejak kesuksesan tetangga, teman, dan saudara yang telah terlebih dahulu bekerja ke luar negeri, keinginan untuk mencari modal dan tabungan untuk bekal hari tua nanti serta keharusan sebagai orang tua tunggal untuk menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga, (2) kemudahan yang dirasakan oleh para tenaga kerja wanita sebelum berangkat ke luar negeri adalah proses pendaftaran yang sangat mudah, sedangkan kesulitan yang dialami adalah mereka harus menunggu sangat lama di penampungan di PJTKI. Selama bekerja di luar negeri, kemudahan yang dirasakan adalah mereka mendapat gaji atau upah yang banyak. Adapun kesulitan yang dihadapi adalah jumlah jam kerja yang sangat panjang, hubungan yang buruk dengan majikan, tersandung masalah hukum di negara tempat mereka bekerja. Kemudahan yang dialami setelah pulang bekerja dari luar negeri adalah terjadi peningkatan kehidupan ekonomi dalam keluarga. Beberapa tenaga kerja wanita yang tersangkut masalah hukum di negara tempat bekerja, hal ini menimbulkan trauma pada keluarga mereka, (3) selama bekerja di luar negeri, pada beberapa tenaga kerja wanita mengalami berbagai masalah dalam rumah tangga mereka. Permasalahan yang terjadi yaitu pertengkaran antara suami istri yang sering terjadi, pisah rumah, kekerasan dalam rumah tangga, suami menikah lagi dengan wanita lain, dan bahkan terjadi perceraian. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan (1) bagi pemerintah daerah terutama Desa Donomulyo untuk lebih memerhatikan kesejahteraan penduduknya, (2) bagi masyarakat sekitar diharapkan lebih peduli terhadap masalah-masalah yang terjadi disekitarnya, (3) bagi para tenaga kerja wanita di Desa Donomulyo, diharapkan tidak terlalu gegabah dalam mengambil sebuah keputusan yang penting dalam hidup, (4) masih diperlukan penelitian yang lebih mendalam lagi mengenai tenaga kerja wanita.

Aplikasi model hidrologi smada menggunakan hindrograf satuan sintetik SCS untuk perhitungan pengaruh perubahan pengguna lahan terhadap limpasan di gunung buring kecamatan Kedungkandang kota Malang / Galuh Alifiana

 

ABSTRAK Alifiana, Galuh. 2009. Aplikasi Model Hidrologi SMADA Menggunakan Hidrograf Satuan Sintetik SCS untuk Perhitungan Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Limpasan di Gunung Buring Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sugeng Utaya, M.Si, (II) Bagus Setiabudi Wiwoho, S.Si., M.Si. Kata Kunci : SMADA, Hidrograf Satuan Sintetik SCS, Penggunaan lahan, Limpasan Perubahan penggunaan lahan di kawasan Gunung Buring yang semula diperuntukkan untuk pertanian dialihfungsikan sebagai lahan perumahan dan penggunaan lahan lain yang berupa penggunaan lahan non-vegetasi. Hal ini menyebabkan peningkatan limpasan yangdapat dilihat dari meningkatnya jumlah tutupan lahan yang tidak dapat dilalui oleh air (impervious area). Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui pengaruh perbedaan penggunaan lahan sebelum pembangunan kawasan Gunung Buring yaitu pada tahun 1990 dan sesudah pembangunan Gunung Buring pada tahun 2007 dan mengukur pengaruh perubahan penduduk terhadap penggunaan lahan yang ada di Gunung Buring. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menganalisis kelayakan HSS SCS melalui SMADA untuk diterapkan pada perhitungan limpasan prediksi pada kawasan Gunung Buring di kecamatan Kedungkandang kota Malang, dan (2) untuk menganalisis pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap limpasan yang ada di Gunung Buring kota malang. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yang bertujuan untuk membedakan kesesuaian SMADA pada DAS dengan kemiringan yang berbeda. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan model hidrologi SMADA melalui HSS SCS dengan menggunakan distribui hujan constant intensity . Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode analisis korelasi dan uji beda chi kuadrat yang digunakan untuk mengetahui pengaruh penggunaan lahan terhadap limpasan dan validasi metode rasional yang akan diterapkan pada daerah penelitian. Hasil penelitian ini adalah HSS SCS terbukti valid untuk digunakan pada perhitungan limpasan Gunung Buring dengan konstanta kesesuaian 0,3936. HSS SCS pada SMADA lebih sesuai diterapkan pada daerah yang miring, dengan nilai kesesuaian 0,3 yang lebih kecil dari nilai X² tabel yaitu 5,99 daripada nilai kesuaian X² hitung daerah yang landai yaitu 3,5. Kemiringan lereng berpengaruh terhadap tingkat infiltrasi yang akan berpengaruh terhadap potensi limpasan pada suatu DAS. Pengaruh penggunaan lahan terhadap limpasan pada Gunung Buring memiliki korelasi rendah (0,25 Cmaks). Penggunaan lahan bukan merupakan satusatunya faktor yang mempengaruhi limpasan, tetapi terdapat faktor lain yang mempengaruhi limpasan yaitu kondisi DAS, curah hujan, tingkat infiltrasi, dan kemiringan lereng.

Perancangan film dokumenter tentang graffiti KOta Malang sebagai media komunikasi eksistensi graffiti / Satrya Pambudi

 

Pambudi, Satrya. 2014. “Perancangan Film Dokumenter Tentang Graffiti Kota Malang Sebagai Media Komunikasi Untuk Eksistensi Graffiti Di Kota Malang”. Skripsi, Program Studi, Desain Komunikasi Visual, Jurusan, Seni dan Desain, Fakultas, Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Hariyanto, M.Hum (II) Gunawan Susilo, S.Sn, M.Sn Kata kunci: Perancangan, Film, Film Dokumenter, Dokumenter Kontradiksi, Graffiti, Kota Malang, Malang. Graffiti, sebagai salah satu bentuk street art, mengandung pesan tertentu yang ingin disampaikan oleh para pembuatnya. Graffiti dipelopori oleh anak-anak muda yang ingin menuangkan ide-ide kreatifnya untuk menunjukkan eksistensi dan ekspresi diri walaupun menggunakan cara-cara yang kerap dianggap melanggar aturan atau norma.Graffiti juga berkembang di Indonesia termasuk kota Malang. Keberadaannya masih dianggap negatif oleh masyarakat hingga saat ini. Padahal graffiti juga dapat menjadi kontrol sosial yang baik di dalam suatu kota. Tujuan perancangan ini adalah membuat sebuah media utama berupa film dokumenter dengan durasi 27 menit 20 detik dan membuat media pendukung berupa tote bag, kaos, poster dan x-banner. sebagai media persuasi kepada masyarakat agar eksistensi graffiti kota Malang dapat meningkat. Metode perancangan menggunakan model prosedural, diawali dengan menetapkann proses pra-produksi lalu produksi dan terakhir adalah pasca produksi. Tahap pra-produksi meliputi penentuan ide, riset dan proses pembuatan naskah produksi. Tahap produksi meliputi perekaman video dan suara. Pasca produksi meliputi editing, dan promotion . Perancangan ini menghasilkan sebuah film dokumenter berjudul “Spray it Don’t Say it”. Film ini menceritakan tentang sejarah dan perkembangan graffiti di kota Malang dan menceritakan visi dan misi dari para pelakunya dibalik karyanya. Dengan hasil perancangan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih menerima hadirnya graffiti di kota Malang.

Perbedaan kinerja keuangan dan harga saham perusahaan yang listing di BEI sebelum dan sesudah akuisis pada tahun 2003-2005 / Nur Aisah

 

ABSTRAK Aisah, Nur.2009. Skripsi. Perbedaan Kinerja Keuangan Dan Harga Saham Perusahaan Yang Listing Di BEI Sebelum Dan Sesudah Akuisisi Pada Tahun 2003-2005. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mohammad Hari, M.Si, (II) Subagyo, S.E., S.H., M.M. Kata Kunci: Akuisisi, Kinerja Keuangan, Harga Saham Dalam kondisi persaingan yang sangat ketat, perusahaan dituntut untuk selalu mengembangkan strateginya untuk mempertahankan eksistensinya. Salah satu strategi yang bisa dilakukan adalah melakukan ekspansi eksternal melalui akuisisi. Dengan bergabungnya dua perusahaan atau lebih, maka akan menunjang kegiatan usaha sehingga keuntungan yang diperoleh akan semakin besar dibanding mereka melakukan usaha sendiri. Di samping keuntungan yang didapatkan dari melakukan penggabungan usaha tersebut di atas, maka harus diperhatikan akibat lain misalnya dengan dilakukannya akuisisi, maka akan meningkatkan kinerja keuangan dan harga saham dari perusahaan yang bersangkutan atau malah sebaliknya. Untuk itu dalam memutuskan akuisisi harus benar-benar dipertimbangkan cara mana yang akan ditempuh oleh manajemen. Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbedaan kinerja keuangan (current ratio, debt to equity ratio, dan return on investment) dan harga saham perusahaan yang listing di BEI sebelum dan sesudah melakukan akuisisi. Penelitian ini menggunakan analisis rasio dan harga saham. Dimana rasio keuangan terdiri dari current ratio, debt to equity ratio dan return on investment. Sedangkan populasi yang digunakan yakni pada perusahaan yang listing di BEI yang melakukan akuisisi pada tahun 2003-2005. Sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan T-Test Paired Two Sample for Mean dan Wilcoxon Signed Rank Test. Dengan nilai α sebesar 5% atau 0.05. Sebelum dianalisis data diuji normalitas dengan menggunakan Kolmogrow Smirnow Goodness of Fit Test. Dari hasil penelitian terbukti bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan baik sebelum akuisisi maupun sesudah akuisisi sehingga nilai tambah yang diinginkan perusahaan belum tercapai. Demikian juga dengan harga saham yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara harga saham sebelum akuisisi dengan harga saham sesudah akuisisi. Hal tersebut menunjukkan tujuan ekonomis diilakukannya akuisisi tidak tercapai.D ari hasil penelitian dapat disarankan bagi perusahaan yang melakukan akuisisi untuk dapat meningkatkan kinerjanya terutama dalam pengelolaan sumber-sumber dana secara efektif dan efisien sehingga menarik minat investor untuk menanamkan modalnya. Dalam melakukan investasi, investor sebaiknya memperhatikan faktor-faktor internal seperti kinerja manajemen perusahaan dan faktor-faktor eksternal perusahaan yang mungkin akan dapat berpengaruh terhadap pembentukan harga saham.

Perancangan corporate identity Pahlawan Design Studio Malang / Layla Eva Erida

 

Eva Erida, Layla. 2014. Perancangan Corporate Identity Pahlawan Design Studio. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Rudi Irawanto, S.Pd, M.Sn, (II) Mohamad Sigit, S.Sn. Kata Kunci: Corporate Identity, Desain, Branding     Pahlawan Design Studio merupakan perusahaan jasa yang baru berdiri di bidang desain grafis untuk slide presentasi, bervisi untuk menjadi sebuah brand yang profesional, dinamis, jujur, kuat dan berintegritas yang dapat diterima dibenak masyarakat maupun konsumen.     Skripsi berikut bertujuan untuk memberi solusi atas visi yang ingin dicapai oleh Pahlawan Design Studio, serta membantu dalam pengonsepan strategi perancangan corporate identity. Model perancangan yang digunakan adalah model perancangan prosedural, yakni model perancangan yang bersifat deskriptif. Perancangan ini akan mengumpulkan data-data dari Pahlawan Design Studio untuk kemudian dianalisa lalu dicari konsep strategi pemasaran yang mampu mempresentasikan visi dan misi perusahaan.     Berdasarkan hasil analisa data tersebut diperoleh tiga konsep utama dalam pembuatan CI. Pertama, konsep visual logo yang berupa gabungan logogram dan logotype yang mempresentasikan visi perusahaan yang ingin terus maju, dan optimis akan masa depan.     Kedua, konsep verbal yang berupa sebuah pujian/compliment sekaligus tagline untuk klien dan masyarakat yang dihasilkan berdasarkan pendekatan strategi positioning, diferensiasi dan brand serta strategi blue ocean yang diharap mampu melekat dibenak masyarakat.     Ketiga, konsep terminology warna biru muda yang menyimbolkan sebuah kebaruan, keterbukaan, dedikasi, integritas dan kepercayaan yang dapat diterima oleh masyarakat dan klien.     Dari hasil perancangan skripsi ini dihasilkan corporate identity meliputi logo, graphic standard manual, stationary set, uniform, vehicle, dan elemen-elemen kelengkapannya sesuai dengan karakter dan visi misi yang ingin dicapai oleh Pahlawan Design Studio. Diharapkan pada masa yang akan datang, brand Pahlawan Design Studio tidak hanya dapat diterima tetapi juga melekat dibenak masyarakat dan kliennya.

Pengaruh minat mahasiswa input SMU dan SMK di bidang otomotif terhadap tune up sepeda motor pada mahasiswa program studi pendidikan teknik otomotif angkatan 2006 fakulitas teknik Unversitas Nageri Malang / Puhawang Eka Putra

 

ABSTRAK Putra, Puhawang Eka. 2009. Pengaruh Minat Mahasiswa Input SMU dan SMK di Bidang Otomotif terhadap Kompetensi Tune Up Sepeda Motor pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif angkatan 2006 Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Skripsi, Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Mardi Wiyono, S.T., M.Pd., dan Dra. Anny Martiningsih, M.Kes. Kata Kunci: minat, kompetensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh minat mahasiswa input SMU dan SMK di bidang otomotif terhadap kompetensi tune up sepeda motor pada mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif angkatan 2006 Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Variabel yang diangkat dalam penelitian ini adalah variabel bebas yaitu minat di bidang otomotif dan variabel terikat yaitu kompetensi tune up sepeda motor. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu: (1) kuesioner untuk mengukur minat di bidang otomotif dan mengetahui asal sekolah mahasiswa; (2) tes praktik tune up sepeda motor untuk mengukur kompetensi tune up sepeda motor. Penelitian ini bersifat deskriptif. Subjek penelitian sebanyak 35 mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif angkatan 2006 Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Sedangkan analisis hasil penelitian yang dipakai adalah uji t independen. Berdasarkan distribusi frekuensi minat di bidang otomotif, mahasiswa input SMU dan SMK sama-sama mempunyai kecenderungan berminat di bidang otomotif sebanyak 42,85% dan tidak berminat pada bidang otomotif sebesar 57,15%. Untuk distribusi frekuensi kompetensi tune up sepeda motor, mahasiswa input SMU mempunyai kecenderungan kompeten sebanyak 35,71% dan kecenderungan tidak kompeten sebanyak 64,29%. Sedangkan mahasiswa input SMK mempunyai kecenderungan kompeten sebanyak 28,57% dan kecenderungan tidak kompeten sebanyak 71,43%. Jumlah mahasiswa input SMU dan SMK yang cenderung tidak berminat lebih besar daripada mahasiswa yang cenderung berminat di bidang otomotif. Jumlah mahasiswa input SMU dan SMK yang cenderung tidak kompeten lebih banyak dari pada yang cenderung kompeten terhadap kompetensi tune up sepeda motor. Berdasarkan hasil analisis uji t independen terhadap minat di bidang otomotif menunjukkan bahwa nilai t = -0,313 dengan taraf signifikan 0,756 (p > 0,05) artinya asal sekolah (SMU dan SMK) mahasiswa tidak mempengaruhi minat di bidang otomotif, sedangkan hasil analisis uji t independen terhadap kompetensi tune up sepeda motor menunjukkan bahwa nilai t = -0,249 dengan taraf signifikan 0,805 (p > 0,05) artinya asal sekolah (SMU dan SMK) juga tidak mempengaruhi kompetensi tune up sepeda motor. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh minat mahasiswa input SMU dan SMK di bidang otomotif terhadap kompetensi tune up sepeda motor pada mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif angkatan 2006 Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Saran yang dapat dikemukakan berkaitan dengan temuan yang diperoleh selama penelitian ini yaitu: (1) Karena sebagian besar mahasiswa cenderung tidak berminat di bidang otomotif dan tidak kompeten dalam tune up sepeda motor, diharapkan Jurusan Mesin Universitas Negeri Malang memberikan sarana dan prasarana yang memadai bagi mahasiswa dalam rangka pembelajaran di bidang otomotif seperti penyediaan bahan praktik yang lebih up to date yang mempermudah mahasiswa mengaplikasikan pengetahuannya terhadap teknologi terbaru, dan memperbanyak waktu praktikum agar mahasiswa terbiasa dalam melakukan pengerjaan tune up sepeda motor; (2) Karena sebagian besar mahasiswa cenderung tidak berminat di bidang otomotif dan tidak kompeten dalam tune up sepeda motor, diharapkan mahasiswa untuk lebih aktif dalam mengikuti perkuliahan baik teori maupun praktik dan mengoptimalkan sarana dan prasarana yang ada demi mendukung dan meningkatkan minat di bidang otomotif dan kompetensi tune up sepeda motor.

Pengaruh pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda ( PSG ) terhadap perencanaan pilihan karier pasca sekolah siswa kelas XI SMK negeri 1 Malang tahun ajaran 2008/2009 / Ngesthi Makarthi

 

ABSTRAK Makarti, Ngesthi. 2009. Pengaruh Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) terhadap Perencanaan Pilihan Karier Pasca Sekolah Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Malang Tahun Ajaran 2008/ 2009. Skripsi, Jurusan Manajemen Program Studi S1 Pendidikan Tata Niaga Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Ery Tri Djatmika, R.W.W., M.A,. M.Si,. (2) Dr. Ludi Wishnu Wardana, S.T., S.E., S.Pd,. M.M. Kata Kunci : Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG), Perencanaan Pilihan Karier Pasca Sekolah. Pendidikan memegang peranan yang sangat penting untuk mencetak sumber daya manusia yang memiliki keunggulan dan kompetensi di bidang masing-masing. Berbagai inovasi program pendidikan telah dilakukan diantaranya melalui penerapan Pendidikan Sistem Ganda. Dalam pelaksanaan PSG siswa tidak hanya belajar tetapi belajar melalui bekerja langsung (learning by doing) sehingga siswa dapat mengasah kemampuannya dan sekaligus memperoleh pengetahuan tetang dunia kerja. Dengan demikian, melalui pelaksanaan pendidikan sistem ganda (PSG) siswa dapat merencanakan pilihan kariernya secara tepat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh Pelaksanaan PSG terhadap Perencanaan Pilihan Karier Pasca Sekolah. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 1 Malang tahun ajaran 2008/ 2009. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan mengambil sampel 75 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis faktor dan regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS 12.00 For Windows. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (1) pelaksanaan pedidikan sistem ganda (PSG) dan perencanaan karier pasca sekolah siswa kelas XI SMK Negeri 1 Malang dalam kondisi baik, (2) berdasarkan analisis faktor terdapat dua faktor baru yang terbentuk yaitu faktor persepsi siswa tentang efektivas PSG (F1) dan faktor kesiapan siswa untuk bekerja (F2), (3) persepsi siswa tentang efektivitas PSG dan kesiapan siswa untuk bekerja dalam kondisi baik, (4) terdapat pengaruh positif signifikan faktor persepsi siswa tentang efektivitas PSG terhadap perencanaan pilihan karier pasca sekolah, (5) terdapat pegaruh positif signifikan faktor kesiapan siswa utuk bekerja terhadap perencanaan pilihan karier pasca sekolah, (6) terdapat pengaruh secara simultan faktor persepsi siswa tentang efektivitas PSG dan kesiapan siswa untuk bekerja terhadap perencanaan pilihan karier pasca sekolah, (7) faktor persepsi siswa tentang efektivitas PSG berpengaruh dominan terhadap perencanaan pilihan karier pasca sekolah karena memiliki nilai SE terbesar dari pada faktor lainnya. Dari hasil penelitian dapat diberikan saran bahwa : (1) bagi pihak sekolah, pelaksanaan pendidikan sistem ganda perlu ditingkatkan mengingat besarnya manfaat PSG sebagai bekal siswa memasuki dunia kerja, (2) Bagi DU/ DI, diharapkan mempererat kerja sama dengan pihak sekolah dalam pembekalan siswa sebelum praktek kerja, (3) Bagi siswa, hendaknya mempunyai kesiapan ii fisik dan mental untuk melaksanakan praktik PSG, motivasi untuk bekerja dengan baik dan profesional harus selalu ditingkatkan, (4) Bagi guru dan instruktur, frekuensi monitoring guru ke industri perlu ditingkatkan agar dapat mengetahui secara pelaksanaan PSG, kinerja siswa dan permasalahan yang dihadapi oleh siswa, (5) bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengangkat hal-hal baru dan potensial yang memiliki kaitan dengan pelaksanaan PSG maupun perencanaan pilihan karier pasca sekolah.

Pengaruh pendidikan ekonomi keluarga terhadap perilaku ekonomi yang dimoderasi oleh literasi ekonomi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang / Noor Azizah

 

Azizah, Noor. 2014. Pengaruh Pendidikan Ekonomi Keluarga terhadap Perilaku Ekonomi yang Dimoderasi oleh Literasi Ekonomi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang. Tesis. Jurusan Pendidikan Bisnis dan Manajemen, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo, M.M., (II) Dr. H . Agung Winarno, M.M. Kata Kunci: pendidikan ekonomi keluarga, perilaku ekonomi, literasi ekonomi.     Perilaku ekonomi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang, atau suatu perusahaan ataupun suatu masyarakat untuk memproduksi maupun mengkonsumsi barang dan jasa. Terbatasnya alat pemuas kebutuhan dan tidak terbatasnya jumlah kebutuhan manusia, menuntut manusia untuk berperilaku ekonomi secara rasional dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya, diantaranya pendidikan ekonomi keluarga dan literasi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendiskripsi perilaku ekonomi, pendidikan ekonomi keluarga dan literasi ekonomi mahasiswa dari keluarga berlatar bisnis dan non bisnis, (2) mengetahui pengaruh pendidikan ekonomi keluarga berlatar bisnis dan non bisnis terhadap perilaku ekonomi (3) mengetahui pengaruh pendidikan ekonomi keluarga berlatar bisnis dan non bisnis terhadap perilaku ekonomi yang dimoderasi oleh literasi ekonomi Model moderasi yang digunakan berpijak pada argumen teori, kajian empiris, dan penelitian terdahulu.     Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang angkatan 2012. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 471 mahasiswa, sedangkan sampel yang diambil sebanyak 216 mahasiswa dengan rincian 108 mahasiswa berlatar bisnis dan 108 mahasiswa berlatar non bisnis. Penarikan sampel menggunakan Proporsional Random Sampling. Proses pengumpulan data menggunakan kuesioner dan tes. Sedangkan untuk menganalisis data menggunakan analisis regresi moderasi uji residual. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh positif signifikan pendidikan ekonomi keluarga berlatar bisnis dan non bisnis terhadap perilaku ekonomi (2) literasi ekonomi tidak memoderasi pengaruh pendidikan ekonomi keluarga berlatar bisnis dan non bisnis terhadap perilaku ekonomi. Bertitik tolak dari temuan ini dapat disarankan bahwa (1) Bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang untuk dapat merancang pembelajaran yang mampu mendorong mahasiswa untuk memperoleh perilaku ekonomi yang rasional dengan pembelajaran yang bersifat praktek sehingga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam pengambilan keputusan perilaku ekonomi yang rasional. (2) Bagi peneliti selanjutnya yaitu dapat melakukan penelitian serupa seperti memperbaiki atau menyempurnakan indikator khususnya mengukur lebih lanjut indikator pendidikan ekonomi keluarga berlatar bisnis dan non bisnis seperti status ekonomi keluarga, pola konsumsi, dan lain sebagainya. Dan menggunakan pengukuran perilaku ekonomi yang sesuai dengan perilaku ekonomi yang ada di Indonesia. Selain itu peneliti juga dapat melakukan penelitian secara kualitatif untuk mendapatkan nilai dan makna yang lebih mendalam mengenai pengaruh pendidikan ekonomi keluarga berlatar bisnis dan non bisnis. (3) Bagi orang tua yaitu hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan ekonomi keluarga berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku ekonomi, sehingga peran orang tua dan keluarga lebih ditingkatkan dalam mengajarkan pendidikan ekonomi kepada anak terutama pada indikator-indikator yang memiliki intensitas yang kurang dalam pendidikan ekonomi keluarga, seperti mengajarkan pembukuan keuangan harian kepada anak, menabung, berhemat

Pengembangan media pembelajaran interaktif menggunakan Swishmax-4 pada materi gerak melingkar beraturan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa SMA kelas X / Bery Fredy

 

Karakterisasi pirit dan kalkopirit untuk mengetahui komposisi unsur, fase kristalin, dan konstanta dielektrik / Astrini Dewi Kusumawati

 

Kusumawati, Astrini Dewi. 2014. Karakterisasi Pirit Dan Kalkopirit Untuk Mengetahui Komposisi Unsur, Fase Kristalin Dan Konstanta Dielektrik. Skripsi. Program Studi Fisika Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Markus Diantoro, M.Si (2) Drs. Yudyanto,M.Si. Kata Kunci: kalkopirit, konstanta dielektrik, pirit, warna mineral.     Indonesia dikenal sangat kaya dengan sumber daya alam, salah satunya adalah hasil tambang. Hal ini didukung oleh hasil eksplorasi awal oleh tim Universitas Negeri Malang di daerah Tulugagung, Jawa Timur dengan Ground Penetrating Radar (GPR) serta uji laboratorium dengan X-Ray Fluorescent (XRF), dan X-Ray diffraction (XRD). Masyarakat sekitar kebanyakan menjual batuan secara mentah dengan pengolahan sangat sederhana. Selain itu banyak batuan dan mineral yang belum diidentifikasi. Jika mineral diidentifikasi dengan benar, maka akan didapatkan berbagai manfaat. Penulis mengidentifikasi mineral pirit dan kalkopirit karena mineral tersebut keberadaannya melimpah di alam. Pirit biasa dimanfaatkan dalam pembuatan asam belerang (sulfuric acid), sementara kalkopirit merupakan sumber komersil utama penghasil tembaga atau bijih tembaga.     Pada penelitian ini dimulai dengan penggerusan dan pengayakan dengan ukuran 100 mesh pada kedua mineral. Setelah itu masing – masing mineral dipisahkan berdasarkan warna dan dikarakterisasi. Uji XRF untuk mengidentifikasi komposisi unsur-unsur mineral tersebut, uji XRD untuk mengetahui fasa kristalin kemudian dianalisis menggunakan software HighScore Plus, dan pengukuran konstanta dielektrik menggunakan LCR pada frekuensi 10 kHz untuk mengetahui kekonstanan nilai dielektrik pada mineral sampel.     Berdasarkan hasil uji XRF, mineral pirit mengandung unsur besi (Fe) dan belerang (S) yang merupakan unsur penyusunnya. Kedua unsur ini terdapat pada seluruh warna. Mineral kalkopirit mengandung unsur tembaga (Cu) besi (Fe) dan belerang (S) yang merupakan unsur penyusunnya. Ketiga unsur ini terdapat pada seluruh warna. Berdasarkan hasil uji XRD, fase kristalin pirit ditemukan pada mineral berwarna abu - abu kekuningan, keabu-abuan, kuning keemasan, dan putih keemasan, dengan komposisi paling besar pada warna kuning keemasan yaitu 93%. Fase kristalin kalkopirit ditemukan pada mineral berwarna abu-abu keemasan dan kuning kecoklatan, dengan komposisi paling besar pada warna abu-abu keemasan yaitu 7%. Nilai konstanta dielektrik paling besar mineral pirit berada pada warna kuning keemasan dengan fase kristalin mineral pirit paling besar yaitu 184,3. Nilai konstanta dielektrik paling besar mineral kalkopirit berada pada warna abu-abu keemasan dengan fase kristalin mineral kalkopirit paling besar yaitu 225,0.     

Aplikasi metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger untuk mengidentifikasi lapisan akuifer di Desa Slamparejo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang / Dwi Wahyu Pujomiarto

 

Pujomiarto, Dwi Wahyu. 2014. Application of Geoelectric Resistivity Method Schlumberger Configuration Using identification Aquifer Layer in the Village District of Jabung Slampangrejo Malang. Thesis, Department of Physics Faculty of Mathematics and Natural Science, State University of Malang. Advisors:(I) Daeng Achmad Suaidi, S.Si, M.Kom., (II) Sujito, S.Pd, M.Si. Keywords : Geoelectric, Schlumberger Configuration, Aquifer, Resistivity. Village district of Jabung Slampangrejo Malang is a prone area to water shortages. Source of clean water is required to meet the need of local people. Identification of clean water sources by using geoelectrical resistivity method. Geoelectric resistivity method has the advantage to hold a shallow exploration that is not detrimental in its detection. Geoelectric detection was done based on physical properties of rocks against electric current, in which each of the different rock types will have different resistivity value. Purpose research is identification aquifer layers for known ground water potential by using schlumberger configuration geoelectric resistivity method sounding type. Identification of aquifer by using schlumberger configuration with 4 tracks: Track 1 length of 140 meters, the injected current of 20 mA; Track 2 length of 160 meters, the injected current of 20 mA; Track 3 lenght of 150 meters, the injected current of 20 – 60 mA; Track 4 length of 210 meters, the injected current of 20 – 120 mA. Based on the result of data processing, interpretation of Ip2Win software and geological map show that identificated distribution of aquifer in the village district of Jabung Slamparejo Malang. In track 1 has resistivity value of 18 – 60 Ωm, layer depth of 10 – 16 meters with types of water in alluvial aquifer. In track 2 has resistivity value of 11.8 – 16.4 Ωm, layer depth of 6.6 – 13 meters with types of water in alluvial aquifer. In track 4 has resistivity value of 25.1 – 39.8 Ωm, layer depth of 6.5– 25 meters with types of water in the alluvial aquifer. The result analysis has been conclusion reseach aquifer layers is not saturated zone it is a not aquifer suppressed. Aquifer layers is not saturated have limit on ground water surface and aquitard of botton laye

Pengembangan media interaktif pembelajaran teks hasil observasi untuk siswa SMP kelas VII / Marinda Agustina

 

Agustina, Marinda. 2014. Pengembangan Media Interaktif Pembelajaran Teks Hasil Observasi untuk Siswa SMP Kelas VII. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Kusubakti Andajani, S.Pd., M.Pd., (2) Dr. Widodo, H.S, M.Pd. Kata Kunci: media interaktif, teks hasil observasi.     Perkembangan IPTEK memperkenalkan adanya multimedia sebagai media pembelajaran bersifat kompleks yang dapat digunakan oleh guru dalam proses belajar karena menggabungkan aspek visual dan audio. Salah satu program komputer yang dapat dijadikan media pembelajaran adalah Macromedia Flash, yakni program animasi yang professional dan berguna untuk melatih siswa mengamati, menelaah, dan menangkap materi secara jelas melalui tayangan yang disajikan dalam media. Pembelajaran teks hasil observasi mengajarkan kepada siswa bagaimana menggali informasi melalui pengamatan, bertanya, mencoba, kemudian mengolah data atau informasi, menyajikan data atau informasi, dilanjutkan dengan menganalisis, menalar, menyimpulkan, dan mencipta suatu teks hasil observasi melalui pengamatan yang telah dilakukan sebelumnya.     Tujuan pengembangan ini adalah (1) menghasilkan produk media interaktif pembelajaran teks hasil observasi untuk siswa SMP kelas VII yang layak dari segi isi, (2) menghasilkan produk media interaktif pembelajaran teks hasil observasi untuk siswa SMP kelas VII yang layak dari segi bahasa, dan (3) menghasilkan produk media interaktif pembelajaran teks hasil observasi untuk siswa SMP kelas VII yang layak dari segi tampilan.     Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall (1983). Model pengembangan ini dimodifikasi menjadi sembilan tahapan, yakni (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) tahap perencanaan, (3) tahap pengembangan draf produk dan pembuatan instrumen evaluasi, (4) tahap uji ahli, (5) tahap revisi hasil uji ahli, (6) tahap uji praktisi, (7) tahap penyempurnaan produk hasil uji praktisi, (8) tahap uji coba terbatas, dan (9) tahap penyempurnaan produk akhir. Uji coba produk dilakukan melalui tiga tahapan, yakni (1) uji ahli materi dan media, (2) uji praktisi (guru Bahasa Indonesia), dan (3) uji coba terbatas (25 orang siswa). Instrumen pengambilan data hasil uji coba menggunakan pedoman wawancara dan angket uji produk. Data hasil uji coba yang dihasilkan berupa data kuantitatif dalam bentuk skor penilaian dan data kualitatif berupa komentar dan saran perbaikan dari subjek coba. Analisis data diperoleh dengan langkah (1) menyajikan data hasil pengembangan media dari struktur isi melalui nilai penghitungan data kuantitatif, (2) menyajikan data hasil pengembangan media dari struktur bahasa melalui nilai penghitungan data kuantitatif, dan (3) menyajikan data hasil pengembangan dari struktur tampilan media melalui nilai penghitungan data kuantitatif. Perbaikan media pembelajaran dilakukan berdasarkan komentar dan saran perbaikan dari ahli materi, ahli media, praktisi, dan siswa.     Media interaktif ini terdiri dari kurang lebih 130 tampilan (slide) yang menyajikan empat kompetensi dasar pembelajaran teks hasil observasi yang meliputi aspek pengetahuan dan keterampilan. Aspek pengetahuan terdiri dari dua kompetensi dasar, yaitu (1) memahami teks hasil observasi melalui lisan maupun tulisan dan (2) mengklasifikasi teks hasil observasi melalui lisan maupun tulisan. Aspek keterampilan terdiri dari dua kompetensi dasar, yaitu (1) menyusun teks hasil observasi melalui lisan maupun tulisan dan (2) menelaah dan merevisi teks hasil observasi melalui lisan maupun tulisan. Media interaktif ini dilengkapi dengan soal-soal latihan pada setiap kompetensi dasar dan soal uji kemahiran yang terdiri dari 10 soal pilihan ganda untuk mengasah pemahaman siswa terhadap pembelajaran teks hasil observasi. Berdasarkan hasil uji coba produk yang dilakukan oleh ahli materi, ahli media, praktisi, dan siswa menunjukkan bahwa media interaktif ini layak digunakan sebagai media pembelajaran oleh guru di sekolah. Media interaktif pembelajaran teks hasil observasi dilihat dari struktur isi mendapat persentase kelayakan sebesar 77,5%, dilihat dari struktur bahasa mendapat persentase 80,8%, dan dilihat dari struktur tampilan mendapat persentase 84,2%. Hasil uji coba ini menunjukkan bahwa media interaktif pembelajaran teks hasil observasi ini dapat digunakan dan diimplementasikan sebagai media pembelajaran. Meskipun tergolong layak dan dapat diimplementasikan, data kualitatif berupa komentar dan saran yang terdapat dalam angket tetap dijadikan acuan untuk memperbaiki produk ini.     Media interaktif pembelajaran teks hasil observasi ini dapat digunakan oleh guru sebagai sumber belajar untuk mendampingi penggunaan buku teks di sekolah. Siswa dapat memanfaatkan media interaktif ini secara mandiri untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang teks hasil observasi. Produk media ini diwujudkan dalam bentuk CD (Compact Disk), sehingga siap digunakan sebagai media pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.

Rancang bangun sistem penering atap sirip otomatis menggunakan LDR dan sensor tetes air hujan berbasis mikrokontroler / Monilia Sitophila

 

Sitophila, Monilia. 2014.Rancang Bangun Atap Sirip Otomatis Menggunakan LDR dan Sensor Tetes Air Hujan Berbasis Mikrokontroler. Skripsi, Program Studi Fisika Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Heriyanto, S. Pd., M. Si., (II) Samsul Hidayat, S.Si., M.T. Kata kunci : Intensitas Cahaya, Tetes Air Hujan, LDR, Detektor Tetes Air, ATMega8, Limit Switch. Perubahan intensitas cahaya pada lingkungan merupakan fase pergantian siang dan malam akibat rotasi bumi. Indonesia memiliki dua musim, yaitu musim hujan dengan cuaca mendung dan rain probability tinggi. Sedangkan musim kemarau cenderung memiliki cuaca yang cerah dengan rain probability yang rendah. Masyarakat Indonesia banyak memerlukan proses pengeringan dalam berbagai sektor, misalnya pada pengeringan ikan asin, pengeringan cat furniture, dan dalam skala lebih kecil adalah penjemuran pakaian. Tentu hal ini sangat terpengaruh pada perubahan cuaca yang tidak dapat diprediksi. Turunnya hujan secara tiba-tiba tentu sangat merugikan bagi sektor-sektor industri yang bertumpu pada sinar matahari dalam proses pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan otomatisasi atap yang dapat membantu kemudahan dalam proses pengeringan. Model penelitian menggunakan jenis penelitian Research and Development dengan prosedur merumuskan potensi masalah, mengumpulkan informasi, mendesain produk awal, melakukan validasi alat, memperbaiki kekurangan desain alat setelah validasi dan melakukan ujicoba produk baru. Perancangan alat ini menggunakan sensor Light Dependent Resistor (LDR), dan motor DC Power Window sebagai pengontrol dari atap sirip, sedangkan untuk mendeteksi hujan menggunakan sensor tetes air. Dari hasil pengujian sistem diketahui bahwa sistem dapat membaca perubahan intensitas cahaya dan mendeteksi ada tidaknya tetes air hujan yang jatuh ke bumi. Dalam kondisi panas tanpa adanya hujan, atap akan terbuka. Sedangkan dalam kondisi hujan dan gelap, atap akan tertutup. Untuk kondisi tertentu yang mengharuskan kondisi atap tertutup tanpa dipengaruhi sensor, ada tombol untuk mempasifkan otomatisasi atap.

Pengaruh leverage keuangan, ukuran perusahaan dan corporate governance terhadap manajemen laba ( Studi kasus perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ-45 listing di BEI periode 2006-2008 ) / Achmad Saifuddin

 

manajemen laba, discretionary accrual. Manajer mengatur laba dengan menaikkan atau menurunkan laba untuk tujuan tertentu dengan memanfaatkan pemilihan metode akuntansi yang sesuai dengan standar akuntansi. Penelitian ini menjelaskan hubungan antara leverage keuangan, ukuran perusahaan, dan corporate governance yang merupakan variabel-variabel independen dengan manajemen laba sebagai variabel dependen. corporate governance diukur dengan ukuran kualitas audit dari ukuran KAP. Sampel yang digunakan adalah 15 perusahaan yang masuk dalam indeks LQ-45 listing di BEI selama berturut-turut sejak 2006 sampai dengan 2008. Variabel dependen discretionary accrual (proksi manajemen laba atau nilai akrual hasil rekayasa) diukur dengan menggunakan analisis regresi berganda, untuk memperoleh nilai estimasi total akrual yang diasumsikan sebagai nilai akrual tanpa rekayasa, sehingga nilai discretionary accrual diperoleh dari nilai total akrual yang dilaporkan dikurangi nilai total akrual estimasi. Variabel leverage yang digunakan adalah leverage keuangan yang diukur dengan persentase perubahan laba bersih setelah pajak dengan perubahan EBIT. Variabel ukuran perusahaan diwakili dengan nilai logaritma dari aset dan variable. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah tingkat leverage, ukuran perusahaan, dan corporate governance mempengaruhi manajer dalam melaporkan laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan dengan leverage keuangan yang tinggi tidak terbukti untuk termotivasi meningkatkan manajemen laba dengan menerapkan kebijakan income increasing accrual, leverage keuangan tidak mempengaruhi manajer dalam tindakan manajemen laba. Ukuran perusahaan tidak mendorong manajer memanipulasi laba dengan menurunkan discretionary accrual untuk mengurangi tuntutan pihak eksternal. Sedangkan corporate governance yang diproksikan dengan ukuran KAP secara langsung berdampak terhadap tindakan manajemen laba perusahaan. Penelitian selanjutnya sebaiknya menambah jenis rasio keuangan dan memperhatikan faktor-faktor eksternal (di luar fundamental keuangan perusahaan), seperti tingkat inflasi, tingkat bunga, nilai tukar (kurs) rupiah, kondisi politik, dan lain-lain.

Pengaruh prestasi dasar-dasar permesinan dan prosedur praktek terhadap hasil belajar dalam pengajaran praktikum permesinan dan pengepasan pada siswa STM Walisongo Gempol tahun ajaran 1993/1994
oleh Amanu Rofiq

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model pair square dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI materi rekonsiliasi bank di SMK Shalahuddin Malang / Ria Purnama Sari

 

ABSTRAK Sari, Ria Purnama. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair Square dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Materi Rekonsiliasi Bank SMK SHALAHUDDIN Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Tuhardjo, S.E., M.Si, Ak, (II) Dr. Hj. Siti Thoyibatun, S.E., M.Pd, M. M. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair Square, Hasil Belajar Pembelajaran kooperatif model think pair square adalah penggunaan model belajar yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan tugas yang dilakukan secara mandiri setelah itu siswa diberi kesempatan oleh guru untuk menyelesaikan tugas secara berkelompok yang terdiri dari empat orang dalam satu kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif model think pair square dengan hasil belajar siswa yang diajar dengan menerapkan metode konvensional dalam pembelajaran akuntansi kelas XI Ak di SMK SHALAHUDDIN Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian eksperimen yang dinamakan Pre Experimental Design sering dipandang sebagai eksperimen tidak sebenarnya dan sering disebut dengan istilah Quasi Experimental Design atau eksperimen semu. Peneliti membagi subyek penelitian ini menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol adalah adalah kelompok yang tidak dikenai perlakuan, sedangakan kelompok eksperimen adalah kelompok yang dikenai perlakuan tertentu (dikenai manipulasi). Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah t-test independent sample. Uji-t digunakan untuk menguji perbedaan hasil belajar siswa yang menerapkan metode pembelajaran kooperatif model think pair square dengan yang menerapkan metode konvensional. Data yang digunakan adalah data primer yaitu nilai siswa kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dari hasil analisis uji-t menunjukkan bahwa kelas yang menerapkan metode pembelajaran kooperatif model think pair square yang memperoleh hasil belajar yang lebih baik. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model think pair square dapat meningkatkan hasil belajar akuntansi siswa kelas XI Ak Semester I SMK SHALAHUDDIN Malang. Untuk itu peneliti menyarankan para guru untuk menerapkan pembelajaran kooperatif model think pair square untuk materi rekonsiliasi bank sebagai model alternatif dalam pembelajaran akuntansi. disarankan bagi peneliti lain dapat melakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran kooperatif model think pair square dalam pembelajaran akuntansi dengan materi yang lain. Diharapkan juga guru mempertimbangkan hasil belajar siswa secara keseluruhan yaitu ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor, sehingga hasil belajar siswa bersifat menyeluruh.

Hubungan bakat mekanik dan motivasi belajar dengan hasil belajar mata kuliah permesinan lanjut mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Mesin 2011 Fakultas Teknik Universitas Negerei Malang / Bayu Arief Prabowo

 

Prabowo, Bayu Arief. 2014. ” Hubungan Bakat Mekanik dan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Mata Kuliah Permesinan Lanjut Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Mesin 2011 Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang” Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suwarno. M.Pd (2) Didik Nurhadi, Spd. M.Pd. Kata kunci : Bakat mekanik, motivasi belajar,hasil belajar Bakat mekanik dan motivasi merupakan salah satu diantara faktor-faktor yang berpengaruh dalam pencapaian hasil belajar mata Permesinan Lanjut Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Mesin Angkatan 2011 Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Dengan bakat mekanik yang dimiliki mahasiswa dan motivasi yang baik dapat meningkatkan pencapaian hasil belajar Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Mesin Angkatan 2011 Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dimana gambaran tentang sekelompok variabel bebas yang dikorelasikan secara sendiri-sendiri (parsial) maupun secara bersama-sama (simultan) dengan satu variabel terikat. Instrumen yang digunakan untuk mengukur bakat mekanik dan motivasi belajar yaitu digunakan self inventory, sedangkan hasil belajar menggunakan data dokumentasi yang berisi daftar nilai yang dimiliki mahasiswa Prodi S1 Teknik Mesin Angktan 2011. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2011 sebanyak 101 mahasiswa terdiri dari 3 kelas, responden penelitian adalah seluruh mahasiswa pada populasi, yakni sebanyak 58 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai hasil uji F= 79,456, dan nilai (Sig) 0,000 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan p < 0,05 yang berarti Ho ditolak. Dengan demikian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara Bakat Mekanik dan Motivasi Belajar dengan hasil Belajar permesinan lanjut Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Mesin 2011 Fakultas Teknik Universitas Negeri malang. Dari deskripsi umum hasil penelitian, pengujian hipotesis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara Bakat Mekanik dan Motivasi Belajar dengan hasil Belajar permesinan lanjut Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Mesin 2011 Fakultas Teknik Universitas Negeri malang.

Pengaruh penggunaan gas argon dan CO2 terhadap kekerasan dan kekuatan tarik hasil pengelasan GMAW stainless strrl Aisi 304 pada posisi pengelasan 1G / Linda Andri Susanto

 

Susanto, Linda Andri. 2014.Pengaruh Penggunaan Gas Argon dan CO2 Terhadap Kekerasan dan Kekuatan Tarik Hasil Pengelasan GMAW Stainless Steel AISI 304 Pada Posisi Pengelasan 1G. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. H. Sunomo, M.Pd., (II) Prihanto Trihutomo, S.T., M.T. Kata Kunci : Gas Argon dan CO2, Las GMAW, Stainless Steel AISI 304.     Pengelasan GMAW banyak digunakan untuk pengelasan baja-baja kualitas tinggi salah satunya stainless steel. stainless steel banyak digunakan antara lain untuk industri dan perkapalan, tangki-tangki bahan kimia, sudu turbin uap, tangki penyimpanan susu dan alat-alat rumah tangga. Dalam pengelasan GMAW logam sambungan harus kuat sehingga tidak mudah patah dan retak. Salah satu faktor yang mempengaruhi terbentuknya patah dan retak adalah difusi hydrogen. Untuk menghindari terbentuknya patah dan retak akibat difusi hydrogen yaitu dengan penggunaan gas pelindung untuk mencegah agar hydrogen yang terkandung di atmosfir tidak terserap o;eh logam cair pada saat proses pengelasan. Hal ini akan mempengaruhi struktur akhir yang terbentuk pada HAZ maupun logam las sehingga berpengaruh pada kekerasan dan kekuatan tarik hasil pengelasan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan gas Argon dan CO2 terhadap kekerasan dan kekuatan tarik hasil pengelasan GMAW stainless steel AISI 304 pada posisi pengelasan 1G.     Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah rancangan penelitian eksperimental. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan yakni 2 variasi gas, yaitu gas Argon dan CO2. Terdiri dari 3 spesimen gas Argon dan 3 spesimen gas CO2. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Objek penelitian ini adalah stainless steel AISI 304 yang kemudian diberi perlakuan yakni pengelasan dengan gas pelindung Argon dan pengelasan dengan gas pelindung CO2 yang kemudian di uji kekerasan dan kekuatan tarik.     Hasil penelitian diperoleh dari pengelasan gas pelindung Argon stainless steel AISI 304 pada posisi 1G memberikan pengaruh terhadap kekerasan dan kekuatan tarik hasil lasan. Pengelasan dengan gas pelindung Argon memberikan angka kekerasan rata-rata pada setiap daerah pengelasan yaitu sebesar 335,6 HVN untuk daerah parrent metal, 318,5 HVN untuk daerah heat affected zone (HAZ) dan 305,16 HVN untuk daerah weld metal. Sedangkan kekuatan tarik yang dihasilkan yaitu sebesar 43,50 kg/mm2 . pengelasan gas pelindung CO2 stainless steel AISI 304 pada posisi 1G juga memberikan pengaruh terhadap kekerasan dan kekuatan tarik hasil lasan. Angka kekerasan rata-rata pada setiap daerah pengelasan gas CO2 yaitu sebesar 347,83 HVN untuk daerah parrent metal, 337,73 HVN untuk daerah heat affected zone (HAZ) dan 315,73 HVN untuk daerah weld metal. Sedangkan kekuatan tarik yang dihasilkan yaitu sebesar 56,62 kg/mm2. Untuk memperoleh hasil kekerasan dan kekuatan tarik optimal dapat menggunakan jenis gas pelindung CO2 dengan nilai kekerasan dan kekuatan tarik lebih tinggi dibanding pengelasan dengan gas Argon.

Pengembangan multimedia pembelajaran interaktif sejarah materi peristiwa sekitar proklamasi kelas VIII SMP Negeri 1 Kras Kabupaten Kediri / Bintar Ardi Pratama

 

Pratama, Bintar Ardi. 2014. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Sejarah Materi Peristiwa Sekitar Proklamasi Kelas Viii SMP Negeri 1 Kras Kabuaten Kediri Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbinb: (I) Dr. Sulthoni, M.Pd, (II) Henry Prahrdhion, S.Si, M.Pd Kata Kunci : Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Sejarah Media dapat diartikan suatu perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima. Sedangkan Multimedia interaktif adalah media yang dapat berinteraksi secara langsung dengan pelajar, karena interaktif memiliki komunikasi yang bersifar dua arah. Dalam sebuah proses pembelajaran sangatlah perlu di ciptakan suasana yang menyenangkan di kelas, sehingga pebelajar dapat menerima materi dengan baik, dan respon yang baik akan di terima oleh siswa atau pebelajar. Selama proses pra observasi pengembang melihat kondisi pembelajaran Sejarah di SMPN 1 Kras Kabupaten kediri, masih menggunakan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Penggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab, yang terlalu sering digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran sejarah akan terkesan monoton dan membosankan. Sehingga untuk proses belajar mengajar yang menyenangkan proses pembelajaran sejarah diperlukan sebuah pembelajaran yang berbeda dari biasanya. Pengembanga ini bertujuan untuk memproduksi dan menghasilkan produk serta menguji kelayakan dan ke efektifitasanya untuk proses atau metode pembelajaran interaktif. Untuk mencapai tujuan diatas dilakukan dengan menggunakan sebuah metode yang melingkupi aspek Analisis, Design, Development, Implementation dan Evaluation atau yang disebut juga dengan model ADDIE. Selanjutnya untuk proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan sebuah instrumen pengumpulan data yang berupa angket. angket digunakan untuk mengetahui pendapat dari penggunaan Multimedia Interaktif ini, Apakah sudah falid atau belum falid. Dari hasil angket ahli media multimedia pembelajaran yang di produksi mendapatkan hasil 83,33% dan dinyatakan valid dan layak di gunakan dalam pembelajaran, dari hasil angket ahli materi didapatkan hasil 91,87% dan di nyatakan valid dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Untuk uji coba perseorangan didapatkan hasil 83,33% dan dinyatakan valid serta dapat digunakan untuk pembelajaran. Selanjutnya untuk uji coba lapangan atau hasil belajar siswa didapatkan skor 78,4% atau dinyatakan berhasil melampai Standar Kelulusan Minimal (SKM) ≤75%. Pengembang menyarankan, dengan adanya pengembangan multimedia pembelajaran interaktif sejarah untuk SMP N 1 Kras Kabupaten Kediri dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan alternatif media yang digunakan untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar dan meningkatkan prestasi belajar siswa.

Pengembangan video pembelajaran ilmu pengetahuan alam kelas V pokok bahasan pesawat sederhana di SDN Merjosari 2 Malang / Rizky Dimas Anggoro

 

Anggoro, Rizky Dimas. 2014. Pengembangan Video Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas V Pokok Bahasan Pesawat Sederhana Di SDN Merjosari 2 Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Program Studi Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. AJE Toenlioe, M.Pd (II) Dra. Susilaningsih, M.Pd. Kata Kunci : Media Video, Pesawat Sederhana Media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan mengirim pesan pada penerima pesan. Penggunaan media pembelajaran yang sesuai dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran. Berdasarkan pengamatan lapangan di SDN Merjosari 2 Malang, siswa cenderung kurang menyimak pelajaran yang disampaikan.metode yang digunakan oleh guru kurang dapat memusatkan perhatian siswa. Bahan pembelajaran yang digunakan pada pokok bahasan pesawat sederhana masih terbatas pada buku teks saja. Hal ini menyebabkan siswa kurang memahami dalam pembelajaran khususnya IPA pokok bahasan pesawat sederhana. Oleh karena itu perlu dikembangkan media video pembelajaran dapat menarik perhatian siswa serta memberikan suasana belajar yang lebih menarik. Selain itu pengembangan video pembelajaran ini juga diharapkan dapat menjadi refrensi baru bagi guru agar tidak terpaku pada buku teks saja. Pengembangan video ini bertujuan untuk merancang, dan memproduksi produk sajian mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dalam bentuk media video pembelajaran. Sedangkan materi dalam pengembangan video pembelajaran ini adalah pokok bahasan pesawat sederhana. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan dengan mengimplementasikan metode pengembangan Sadiman. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi: 1) identifikasi kebutuhan, 2) perumusan tujuan, 3) pengembangan materi, 4) pengembangan alat evaluasi, 5) penyusunan naskah dan storyboard, 6) produksi, 7) validasi, 8) revisi, 9) media siap pakai. Berdasarkan perhitungan yang diperoleh dari ahli media menunjukkan presentase sebanyak 83,33% yang berarti media video valid dan layak digunakan untuk pembelajaran, dari ahli materi 96,66% yang berarti media video valid dan layak digunakan untuk pembelajaran, dari audiens sebanyak tiga siswa 95,55% yang berarti media video valid dan layak digunakan untuk pembelajaran, dari audiens sebanyak 10 orang 95,33% yang berarti media video valid dan layak digunakan untuk pembelajaran, dari audiens kelompok besar sebanyak 27 siswa 93,3% yang berarti media video valid dan layak digunakan untuk pembelajaran. Saran yang diajukan, kepada guru hendaknya produk video pembelajaran yang telah dikembangkan ini dapat ditindak lanjuti sampai pada tahap pemanfaatan sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan saran bagi pengembang berikutnya, agar hasil pengembanagan ini dijadikan sebagai salah satu rujukan sehingga dapat menciptakan produk dengan konsep yang berbeda dan lebih menarik

Pendayagunaan hotel training di SMK studi multisitus di SMK negeri 2 Malang dan SMK negeri 3 Malang / Suyitno

 

ABSTRAK Suyitno. 2010. Pendayagunaan Hotel Training di SMK: Studi Multisitus di SMK Negeri 2 Malang dan SMK Negeri 3 Malang. Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, MPd, dan (2) Prof. Dr. H. Salladien. Kata kunci: pendayagunaan, hotel training, SMK Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan satuan pendidikan menengah kejuruan yang diselenggarakan pada jalur pendidikan. SMK memberikan bekal kepada peserta didik untuk terjun ke masyarakat sebagai tenaga kerja dan wirausaha pada level menengah sesuai dengan karakteristik kompetensi yang diminati. Lulusan SMK didorong untuk siap kerja, memiliki kecerdasan serta siap bersaing. Dalam rangka mewujudkan harapan tersebut maka dilakukanlah berbagai kegiatan pengembangan, salah satunya adalah program hotel training pada SMK. Program tersebut dirintis sejak tahun 2003 dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran guna lebih mempersiapkan siswa menghadapi kondisi di dunia usaha dan industri, baik di dalam maupun di luar negeri. Tujuan program hotel training secara rinci adalah: (1) pemenuhan fasilitas pembelajaran bidang perhotelan pada SMK, (2) menyediakan sarana praktik industri perhotelan bagi SMK, yang dikelola sesuai sistem dan standar prosedur yang berlaku di hotel berbintang, (3) mendorong terwujudnya teaching factory perhotelan yang memberikan keuntungan secara bisnis, (4) menyediakan fasilitas diklat bagi siswa SMK lain yang akan melaksanakan prakerin perhotelan di luar negeri. Dua diantara 55 SMK yang mengembangkan program hotel training di Indonesia adalah SMK Negeri 2 Malang dan SMK Negeri 3 Malang. Kedua sekolah termasuk juga termasuk kelompok pengembangan hotel training yang dianggap dapat dijadikan model sesuai dengan karakteristiknya. Sebagai sebuah program baru, maka keberadaan hotel training di SMK perlu dikembangkan secara terus-menerus guna mewujudkan tujuan pokoknya yaitu sebagai sarana praktik siswa yang sekaligus dapat memberikan keuntungan secara bisnis belum banyak dikaji secara mendalam. Hal inilah yang mendorong dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini difokuskan pada tiga hal, yang terdiri dari: (1) sumber daya yang diperlukan dalam pendayagunaan hotel training di SMK; (2) proses pendayagunaan hotel training di SMK; dan (3) pihak-pihak yang terkait dalam proses pendayagunaan hotel training di SMK. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif atau juga dikenal dengan pendekatan naturalistik. Rancangan penelitian menggunakan studi multi situs dengan metode komparatif konstan. Latar penelitian terdiri dari dua SMK yang menyelenggarakan program hotel training, yaitu SMK Negeri 2 Malang dan SMK Negeri 3 Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga teknik, yaitu: (1) wawancara mendalam; (2) observasi berperan serta; dan (3) studi dokumentasi. Data yang terkumpul dan telah selesai diperiksa, dianalisis dalam dua tahap, yaitu: (1) analisis dalam situs; dan (2) analisis lintas situs. Untuk menjamin kesahihan temuan, maka dilakukan uji keabsahan data, yang teridiri dari: (1) pengecekan kredibilitas data; (2) transferabilitas; (3) kebergantungan; dan (4) kepastian. Temuan-temuan yang diperoleh melalui penelitian ini dirumuskan dalam tiga temuan teoritik. Pertama, sumber daya yang diperlukan dalam pendayagunaan hotel training di SMK terdiri dari: (1) sumber daya manusia, (2) dana, (3) peralatan, (4) bahan, (5) standard operating procedure (SOP), dan (6) tamu. Kedua, proses pendayagunaan hotel training di SMK meliputi: (1) perencanaan pembelajaran dan usaha; (2) pengorganisasian sumber daya; (3) penggerakan sumber daya; dan (4) pengawasan pembelajaran dan usaha. Ketiga, pihak-pihak yang terkait dalam pendayagunaan hotel training dapat dikategorikan kedalam dua kelompok, yaitu (1) pada tataran pengembangan meliputi: Direktorat Pembinaan SMK, sementara dalam realisasi pelaksanaan program maka pihak-pihak yang terkait adalah Komite Sekolah, Dinas Pendidikan Kota, dan Dinas Pendidikan Propinsi; dan (2) pada tataran operasional, meliputi Dinas Perijinan, Kantor Pajak, JHTD, LSP, dan PHRI. Berdasarkan temuan-temuan tersebut maka peneliti menyarankan beberapa hal, yaitu: (1) Bagi SMK Negeri 2 Malang dan SMK Negeri 3 Malang, perlu meningkatkan pelibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran di hotel training; (2) SMK – SMK lainnya yang menyelenggarakan program hotel training disarankan untuk meningkatkan jalinan kerjasama melalui Jaringan Hotel Training Dikmenjur (JHTD); (3) Dinas Pendidikan Kota agar mendukung dan mengawasi melalui pemberian dana pendamping untuk pengembangan, promosi keberadaan hotel training kepada tamu dinas pendidikan maupun pemerintah kota, serta pembinaan sumber daya manusia melalui pelatihan-pelatihan dan optimalisasi peran pengawas. ; (4) Direktorat Pembinaan SMK disarankan untuk menindaklanjuti pengembangan fisik hotel training di SMK dengan melakukan kegiatan monitoring secara berkala, menerbitkan panduan pengelolaan hotel training, dan melakukan bimbingan teknis inovasi pengembangan hotel training kepada kepala SMK pengembang hotel training; (5) Direktorat Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga K ependidikan, hendaknya melakukan kegiatan untuk peningkatan kualitas kepala sekolah dan guru pengembang hotel training agar pendayagunaan sesuai dengan tujuan yang diharapkan; (6) sebagai saran terakhir, sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut tentang manajemen serta kontribusi hotel training dalam peningkatan kualitas lulusan SMK kompetensi keahlian Akomodasi Perhotelan.

Pertumbuhan pemahaman mahasiswa tentang penggunaan turunan berdasarkan tahapan Pirie dan Kierin dengan pemberian scaffolding / Sulistyorini

 

Sulistyorini. 2013. Pertumbuhan Pemahaman Mahasiswa tentang Penggunaan Turunan berdasarkan tahapan Pirie dan Kieren dengan Pemberian Scaffolding. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sri Mulyati, M.Pd, (II) Dr. Swasono Rahardjo, M.Si. Kata kunci: pertumbuhan pemahaman, tahapan Pirie dan Kieren, turunan, scaffolding. Keberhasilan pembelajaran tidak lepas dari peranan seorang guru. Suatu penelitian mencatat bahwa pandangan calon guru matematika berasal dari pengalaman mereka di perguruan tinggi dan lebih dari sepertiga mengalami kesulitan dalam menuliskan penjelasan. Salah satu model dan fitur dari tingkat pemahaman yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman calon guru adalah model Pirie dan Kieren. Pertumbuhan pemahaman mahasiswa adalah perubahan tahapan pemahaman yang dicapai mahasiswa ke arah yang lebih lengkap yang dikaji berdasarkan tahapan Pirie dan Kieren. Salah satu cara yang bisa digunakan oleh peneliti untuk membantu mahasiswa mencapai perubahan tahapan pemahaman ke arah yang lebih lengkap adalah dengan Scaffolding. Scaffolding merupakan sejumlah bantuan yang diberikan kepada mahasiswa yang disesuaikan dengan tingkat kesulitan yang dialami mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pertumbuhan pemahaman mahasiswa calon guru tentang penggunaan turunan berdasarkan tahapan Pirie dan Kieren dengan pemberian scaffolding. Penelitian ini menggunakan tes dan wawancara sebagai instrumen dalam pengambilan data. Subjek penelitian adalah 6 mahasiswa dari kelas 2F semester 4 STKIP PGRI Blitar tahun akademik 2012/2013, karena STKIP merupakan salah satu perguruan tinggi yang menghasilkan calon guru. Keenam mahasiswa tersebut terdiri dari 2 mahasiswa dari kategori kelompok atas, 2 mahasiswa dari kategori kelompok tengah, dan 2 mahasiswa dari kategori kelompok bawah. Penelitian ini menghasilkan temuan sebagai berikut. (1) Pertumbuhan pemahaman mahasiswa maksimal hanya mencapai lima tahap awal berdasarkan tahapan pertumbuhan Pirie dan Kieren yaitu Image Having, Primitive Knowing, Image Making, Property Noticing,dan Formalizing, (2) Alur pertumbuhan pemahaman dari setiap mahasiswa mayoritas sama yaitu dimulai dari tahap Image Having, Primitive Knowing, Image Making, Property Noticing,dan Formalizing, (3) Scaffolding dapat membantu mahasiswa untuk mencapai tahap pertumbuhan pemahaman yang belum tercapai. Mahasiswa yang pada mulanya hanya mencapai satu atau dua tingkat setelah mendapat Scaffolding bisa mencapai lima tingkat pada tahap pertumbuhan pemahaman berdasarkan tahapan pertumbuhan Pirie dan Kieren.

Analysis on the lesson plan of english speaking (SBC) at Public Senior High Schools in Malang / Andriys Ariesson Harieska Prajas

 

This study is conducted in order to analyze the lesson plan of English speaking class based on School-Based Curriculum (SBC) at Public Senior High Schools in Malang. To be more specific, it tries to find information concerning the development of the lesson plan from the components that construct it, they are the competence standards, basic competences, and indicators of the lesson plans, the learning objectives, the instructional materials, the teaching and learning methods, the learning stages, the material/ learning resources, and the assessment of the lesson plans The study was conducted at some public senior high schools in Malang, they are SMAN 1 Malang, SMAN 2 Malang, SMAN 3 Malang, SMAN 4 Malang, SMAN 5 Malang and SMAN 8 Malang. This study is a descriptive qualitative study, which involves the description, recording, and interpretation of condition that existed at that time. The subjects of the study are those six schools. Each school is represented by one English teacher from grade 1. It means that there are six English teachers from whom the data was obtained. Each English teacher provides one lesson plan of English speaking class to be the source of data. The lesson plans obtained from the teachers are the lesson plans which the teachers consider to be the best lesson plans they have made. The sources of data of this study are the lesson plans. The instrument used in this study is check list, which is in form of rubric of lesson plan assessment. The researcher collects the lesson plans for English speaking class from those six schools. Then, the analysis of the lesson plans are done by analyzing the lesson plans in general and their components by using the check list. The descriptions of the analysis are done qualitatively. Every different phenomenon found from the analysis is taken also for consideration, and are also described inside the analysis. Finally, from the results of analysis done qualitatively, the conclusion of the study are drawn. There are some findings obtained from this study. First, in general, the lesson plans for English speaking class developed by the English teachers can be considered well-developed. Second, the lesson plan’s components on which most of the teachers make mistake of are the material/ learning resources and assessments. Third, most of the teacher can develop the competence standards and basic competences in accordance with the content standard of SBC. Fourth, in developing the objectives of the study, most of the teachers have developed them in accordance with the basic competences and indicators. They have also formulated the objectives of the study well. Fifth, all of the collected lesson plans have the instructional materials developed appropriately with the basic competences, indicators, and context of students. Sixth, all of the teaching and learning methods of the lesson plans have been already developed in accordance with the basic competences and objectives of the study. Seventh, the teaching and learning steps on these lesson plans are all developed by focusing on the students, giving chances to the students to interact with their friends and environment, and emphasizing on problem solving. All of the teaching and learning steps are also developed in accordance with the teaching and learning methods. Eighth, most of the material/ learning resources on these lesson plans are not written operationally. Ninth, there are two lesson plans whose assessments are developed less appropriately with the basic competences and indicators. Also, half of the lesson plans have techniques of assessment that are not developed in accordance with the forms of instrument. The forms of instrument are not developed in accordance with the rubrics, and the rubrics are not developed correctly. Some suggestions were offered based on the conclusions. The first one is for the English teacher to use the results of the study as the basis for their reflection on their performance. The second one is for other researchers to conduct other studies concerning to the study which are not only conducted to the lesson plan documents, but also the practice in the classroom, and the study which constituting other skills such as reading, writing, or listening.

Penerapan model pembelajaran Inside Outside Circle (IOC) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Banjararum 02 Singosari / Mutholliah

 

Mutholliah. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Inside Outside Circle (IOC) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV SDN Banjararum 02 Singosari. Skripsi. Jurusan KSDP, Program S1 PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hj. Ruminiati, M.Si (2) Hj. Murtiningsih, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: model pembelajaran Inside Outside Circle, IPS SD, aktivitas belajar, hasil belajar Pembelajaran IPS dengan metode ceramah menjadikan pembelajaran berkesan verbalisme dan monoton. Karena kegiatan siswa hanya melihat, mendengar dan mencatat, karena itu rata-rata nilai yang dicapai siswa masih dibawah kriteria yang ditetapkan di sekolah yaitu 64,3 maka dalam penelitian ini mencoba menggunakan model pembelajaran Inside Outside Circle untuk mengatasi permasalahan tersebut.      Dengan model pembelajaran Inside Outside Circle dalam pembelajaran IPS diharapkan siswa dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar tentang materi koperasi dan kesejahteraan rakyat dan siswa memiliki ketrampilan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dalam kurikulum 2006. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran IPS dengan model pembelajaran Inside Outside Circle materi koperasi dan kesejahteraan rakyat kelas IV semester II, (2) peningkatan aktivitas siswa kelas IV SDN Banjararum 02 Singosari, (3) peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SDN Banjararum 02 Singosari. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan PTK dengan model Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus masing-masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas IV SDN Banjararum 02 Singosari yang berjumlah 30 anak. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, lembar test, dan dokumentasi. Untuk test yang diberikan pada siswa, sebelumnya dilakukan pre test dengan rata-rata 64,3. Nilai ini masih jauh di bawah standar minimal ketuntasan kelas yang ditentukan oleh sekolah yaitu 70. Dari penelitian ini dapat ditemukan bahwa pelaksanaan pembelajaran IPS dengan model pembelajaran Inside Outside Circle dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Banjararum 02. Rata-rata aktivitas siswa pada siklus I sebesar 48,49% meningkat 29,08% pada siklus II menjadi 77,57%. Sedangkan rata-rata hasil belajar siswa pra tindakan sebesar 64,3 meningkat 8,7 pada siklus I menjadi 73 dan meningkat 7,83 pada siklus II menjadi 80,83. Kemampuan guru dalam mengajar sudah sesuai dengan RPP dan mengalami peningkatan sebesar 11,16% dari siklus I dengan rata-rata 80,355% menjadi 91,515% di siklus II. Peneliti menyarankan agar guru menerapkan model pembelajaran ini, karena model pembelajaran ini dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Pengembangan CD interaktif perjuangan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia / Wahyu Sulistiyanto

 

Sulistiyanto, Wahyu. 2014. Pengembangan CD Interaktif Perjuangan Mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ruminiati, M.Si, (II) Drs. Imam Nawawi, M.Si. Kata Kunci: pengembangan, CD interaktif, perjuangan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia     Penelitian pengembangan ini dilaksanakan di SDN Madyopuro 1 Kota Malang. Adapun tujuan penelitian pengembangan ini yaitu menghasilkan produk CD pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPS materi perjuangan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.     Penelitian pengembangan ini menggunakan model penelitian pengembangan dari Borg dan Gall (1986) yang telah dimodifikasi, yaitu 1) tahap persiapan; 2) tahap pengembangan; 3) tahap uji kelayakan; 4) tahap revisi produk 5) produk akhir. Selain itu, penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan, kepraktisan, keefisienan, dan kemenarikan produk. Berdasarkan hasil uji coba produk CD interaktif perjuangan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, produk mendapat kriteria layak dengan persentase 89%. Berdasarkan uji coba produk dalam skala terbatas, produk mendapat kriteria praktis dengan persentase 91%, efisien dengan persentase 92%, dan menarik dengan persentase 91%. Berdasarkan hasil tersebut maka produk layak untuk digunakan dalam pembelajaran.     Media pembelajaran CD interaktif yang telah dikembangkan ini hendaknya dimanfaatkan sebagai media alternatif untuk membantu siswa memahami konsep perjuangan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Disarankan bagi pengguna sebelum memanfaatkan media ini untuk membaca petunjuk penggunaan terlebih dahulu. Media ini dimanfaatkan sebagai media pembelajaran individual, jika tidak memungkinkan maka media dapat digunakan secara klasikal menggunakan LCD proyektor. Bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian dan pengembangan disarankan untuk mengembangkan media pembelajaran sejenis yang memuat materi lain, disarankan menggunakan program yang dikuasai supaya dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan apa yang akan dirancang dan uji coba produk sebaiknya dilaksanakan hingga uji coba skala luas agar mendapatkan hasil penilaian produk yang baik.

Peranan Muhammadiyah dalam peningkatan pendidikan di Kota Probolinggo tahun 2005-2010 / Riezky Ema Ismono

 

ABSTRAK Ismono, Riezky Ema. 2015. Peranan Muhammadiyah Dalam Peningkatan Pendidikan Di Kota Probolinggo Tahun 2005-2010. Skripsi. Jurusan Sejarah. Program Studi Ilmu Sejarah. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Abdul Latif Bustami, M.Si (II) Najib Jauhari, S.Pd, M.Hum Kata kunci : Muhammadiyah, Pendidikan, Probolinggo Muhammadiyah adalah organisasi kemasyarakatan yang didirikan atas cita-cita Islam. Muhammadiyah adalah satu organisasi Islam Modernis yang penting di Indonesia yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Yogyakarta. Dalam mempromosikan tujuannya, Muhammadiyah memperluas aktivitasnya dalam berbagai bidang, seperti; keagamaan, sosial dan pendidikan, melalui jaringan luas organisasi pemuda dan wanita, klinik, rumah sakit, dan sistem pendidikan Islam yang modern. Masalah pendidikan dan pengajaran menjadi perhatian utama dari Muhammadiyah. Dalam dunia pendidikan dan pengajaran, Muhammadiyah telah mengadakan pembaruan pendidikan agama. Modernisasi pendidikan dilakukan sesuai dengan tuntutan dan kehendak jaman. Pengajaran agama Islam diberikan di sekolah-sekolah umum baik negeri maupun swasta. Rumusan masalah dalam penulisan ini adalah: (1) Bagaimana peran Muhammadiyah dalam aspek pendidikan di Indonesia? (2) Bagaimana peranan Muhammadiyah dalam peningkatan pendidikan di Kota Probolinggo tahun 2005-2010? Penulisan ini bertujuan (1) Menjelaskan peran Muhammadiyah dalam aspek pendidikan di Indonesia (2) Menjelaskan peranan Muhammadiyah dalam peningkatan pendidikan di Kota Probolinggo tahun 2005-2010. Metode penulisan yang digunakan adalah metode penulisan sejarah. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penulisan sejarah antara lain: Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi. Heuristik dilakukan di kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) di Kota Probolinggo. Penemuan data-data sejarah itu kemudian diuji menggunakan kritik sumber baik eksternal maupun internal yang hasilnya kemudian diinterpretasikan. Setelah dilakukan interpretasi, tahap akhir yang dilakukan adalah menuangkan dalam bentuk historiografi, yaitu penulisan karya ilmiah berupa skripsi. Historiografi dalam karya ini dituangkan dalam bentuk diskriptif naratif. Hasil penulisan ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan pembaruan Islam di Indonesia lahir atas dorongan dan situasi yang mengitari dunia Islam pada awal abad ke-20 yang mencakup antara lain kondisi sosial-politik, kultural dan keagamaan. Gerakan pembaruan Muhammadiyah, baik dalam konteks sejarah maupun subtansi, dapat dilihat dalam peta pembaruan Islam di Indonesia yang pada dasarnya merupakan upaya membarukan kembali (pemahaman) ajaran Islam dengan menggunakan ukuran zaman dan tempat sesuai dengan tantangan realitas atau konteks yang dihadapi. (1) Dalam kegiatan pendidikan dan kesejahteraan sosial, Muhammadiyah mempelopori dan menyelenggarakan sejumlah pembaruan dan inovasi yang lebih nyata. Bagi Muhammadiyah yang berusaha keras menyebarluaskan Islam lebih dalam, pendidikan mempunyai arti penting, karena melalui aspek pendidikan pemahaman tentang Islam dapat diwariskan dan ditanamkan dari generasi ke generasi. Pembaruan pendidikan ini meliputi dua segi, yaitu segi cita-cita dan segi teknik pengajaran. Gagasan pendidikan Muhammadiyah adalah untuk mendidik sejumlah banyak orang awam dan meningkatkan pengetahuan masyarakat. Seluruh amal usaha bidang pendidikan ini pada umumnya berdiri atas inisiatif lokal, berdasarkan kebutuhan setempat, dan dibangun dengan swadaya masyarakat. Bantuan pemerintah, kalaupun ada, biasanya diberikan pada proses penyelesaian akhir, dan porsinya sangat kecil dibandingkan swadaya masyarakat setempat. Jika membuka kembali sejarah, Muhammadiyah sejak awal berdiri memang sudah fokus dalam bidang penerangan, pencerdasan, dan pencerahan umat. Tegasnya, pendidikan sudah menjadi nafas Muhammadiyah. Sampai bulan Mei 2010, lembaga pendidikan Muhammadiyah yang tersebar di Indonesia meliputi: SD/MI/MD ada 2.563 buah; SMP/MTs ada 1.685 buah; SMA/MA ada 747 buah; SMK ada 396 buah; Madrasah Muallimin/Muallimat ada 25 buah; Pondok Pesantren ada 101 buah; dan PTM ada 172 buah. (2) Persyarikatan Muhammadiyah di Kota Probolinggo sampai saat ini memiliki 5 cabang (pimpinan setingkat kecamatan) dan 20 ranting (pimpinan setingkat desa/kelurahan). Amal usaha yang dimiliki persyarikatan Muhammadiyah Kota Probolinggo sampai saat ini meliputi, 2 BP/RB/BKIA dan 1 Rumah sakit (Amal usaha dalam bidang kesehatan), 2 Panti Asuhan, 1 Panti Werda/Jompo (Amal usaha dalam bidang sosial), 3 PAUD, 6 TK, 1MI/SD, 1 SMP, 2 SMK dan 1 Perguruan Tinggi (Amal usaha dalam bidang pendidikan). Saran bagi penulis berikutnya, kajian mengenai Muhammadiyah keterkaitannya dengan bidang pendidikan yang berkembang di Indonesia atau pun di daerah agar dapat membahas lebih mendalam lagi. Semoga penulisan ini ini dapat bermanfaat untuk membantu mengisi khasanah literatur tentang Muhammadiyah dalam bidang pendidikan.

Pola belajar kewiraswastaan pada petani miskin studi kasus di desa Magen Jawa Tengah / oleh Achmad Rifa'i RC.

 

Pengembangan permainan ular tangga untuk mengelola stres ujian nasional siswa SMP / Farah Adibah

 

Adibah, Farah. 2014. Pengembangan Permainan Ular Tangga untuk Mengelola Stres Ujian Nasional Siswa SMP. Skripsi, Jurusan BK, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Adi Atmoko, M.Si, (II) Dr. Triyono, M.Pd. Kata kunci: Pengembangan, Permainan Ular Tangga, Stres Ujian Nasional. Stres merupakan penyebab utama siswa tidak lulus UN (Ujian Nasional). Hal ini kemungkinan bisa disebabkan karena ketidakmampuan siswa dalam mengatasi stresnya menjelang dan saat Ujian Nasional sedang dilaksanakan. Berdasarkan fenomena tersebut pengelolaan stres siswa menghadapi Ujian Nasional sangat diperlukan dalam mencapai keberhasilan untuk bisa lulus 100%. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan pedoman permainan ular tangga yang digunakan konselor untuk mengelola stres Ujian Nasional siswa SMP atau sederajat yang berterima. Metode pengembangan menggunakan model yang mengadaptasi langkah-langkah dari Borg dan Gall (2003:571) yang meliputi: studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan model hipotetik, penelaahan model hipotetik, revisi model awal, uji coba terbatas dan revisi hasil uji coba; sedangkan uji coba lebih luas, revisi model akhir, diseminasi dan sosialisasi tidak dilakukan. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 5 Malang dengan 10 subyek siswa ujicoba kelas IX. Berdasarkan penilaian para ahli yang terdiri dari (1) ahli bimbingan dan konseling pada spesifikasi produk menunjukkan skala rerata 3,20 yang berarti baik, (2) ahli media pada spesifikasi produk menunjukkan skala rerata 3,75 yang berarti sangat baik, (3) penilaian calon pengguna produk pada spesifikasi produk menunjukkan skala rerata 3,50 yang berarti baik, (4) penilaian dari siswa pada spesifikasi produk menunjukkan skala rerata 3,81 yang berarti sangat baik. Berdasarkan uji statistik menggunakan SPSS 16,0 menunjukkan nilai Zhitung > Ztabel (2,80>1,96), dengan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,005 < 0,05, maka Ho ditolak atau ada perbedaan pengelolaan stres Ujian Nasional siswa SMP antara pretest dan posttest setelah diberikan perlakuan permainan simulasi ular tangga untuk mengelola stres Ujian Nasional siswa SMP. Saran penelitian bagi konselor diharapkan mampu mengkondisikan para siswa, bersikap tegas dan mampu memanfaatkan waktu dengan baik dalam melaksanakan permainan ular tangga untuk mengelola stres Ujian Nasional agar waktu dapat digunakan dengan baik. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan untuk dapat melakukan diseminasi yaitu melaporkan produk pada forum profesional di dalam jurnal. Penerbitan produk untuk didistribusikan dan dimanfaatkan oleh publik. Memonitor pemanfaatan produk untuk memperoleh masukan dan mengendalikan kualitas produk.

Hubungan daya tarik interpersonal dengan keterbukaan diri pengguna situs jejaring sosial / Bagus Prassetyanto

 

ABSTRAK Bagus Prassetyanto. 2009. Hubungan Daya Tarik Interpersonal dengan Keterbukaan Diri Pengguna Situs Jejaring Sosial. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si, (II) Nur Eva, S.Psi, M.Psi Kata Kunci : daya tarik interpersonal, keterbukaan diri, situs jejaring sosial, mahasiswa psikologi. Daya tarik interpersonal merupakan salah satu faktor penentu ketika seseorang ingin berhubungan dengan orang lain. Setiap individu mempunyai tingkat ketertarikan personal dalam memulai membina hubungan sosial. Puncak pengalaman psikososial ini tercapai pada masa dewasa awal, dimana individu mulai mengkristalisasikan hubungan dengan seorang individu yang paling dicintai, dipercaya, ataupun yang telah dibina sebelumnya. Daya tarik individu terhadap individu lain memicu keterbukaan yang lebih mendalam ketika sebuah hubungan dalam status lebih dari sekedar pertemanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Daya Tarik Interpersonal dengan Keterbukaan Diri Pengguna Situs Jejaring Sosial. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling (sampel bertujuan). Teknik pengumpulan data menggunakan Skala Daya Tarik Interpersonal dan Skala Keterbukaan Diri dengan menggunakan skala Likert. Analisis deskriptif berdasarkan kategori tingkatan harga mean dan standar deviasi. Analisis korelasional menggunakan analisis statistik product moment dengan taraf signifikansi 5 % dengan bantuan SPSS 17.00 for windows. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa menilai daya tarik interpersonal pada kategori sedang dengan persentase 41,7%. Sedangkan keterbukaan diri mahasiswa psikologi dalam penggunaan situs jejaring sosial sebagian besar berada pada kategori sedang dengan persentase 43,7%. Hasil analisis r = 0,421 dengan Sig 0,000 < 0,050, menunjukkan bahwa daya tarik interpersonal mempunyai hubungan dengan keterbukaan diri mahasiswa psikologi dalam penggunaan situs jejaring sosial. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara daya tarik interpersonal dengan keterbukaan diri mahasiswa psikologi dalam penggunaan situs jejaring sosial. Maka dari itu daya tarik interpersonal perlu terus dipertahankan dan bila perlu ditingkatkan agar keterbukaan diri dapat tetap terjaga. Daya tarik ini tidak hanya sebatas daripada terlihat menarik secara aspek fisik (jasmani) saja tetapi bisa dikembangkan dalam segi aspek emosi, mental, spiritual, maupun kepribadian yang baik. Selain itu diharapkan bagi peneliti lain, agar dapat memperluas penelitian ini dengan menggunakan rancangan penelitian yang berbeda, seperti rancangan penelitian kualitatif sehingga aspek-aspek yang mempengaruhi dapat terungkap lebih mendalam dan menunjukkan relevansi teori – teori yang telah ada dalam penggunaan di dunia maya.

Perbedaan keterampilan pengelolaan diri antara siswa kelas akselerasi dan siswa kelas reguler di SMA Negeri se-Kota Malang / Johan Teguh Prasetyo

 

Prasetyo, Johan Teguh. 2014. Perbedaan Keterampilan pengelolaan diri antara Siswa Kelas Akselerasi dan Siswa Kelas Reguler di SMA Negeri se-Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dany M. Handarini, M. A. (II) Drs. Lutfi Fauzan, M. Pd. Kata Kunci : Keterampilan pengelolaan diri, Akselerasi, Reguler. Keterampilan pengelolaan diri (keterampilan pengelolaan diri) merupakan aktivitas yang berorientasi pada keteraturan dan kedisiplinan diri. Dalam hal ini apabila diterapkan pada siswa berarti merupakan strategi yang digunakan siswa dalam mengatur dan mengontrol cara belajarnya dan untuk mencegah datangnya faktor-faktor penghambat dalam belajar. Banyak hal yang mempengaruhi keterampilan pengelolaan diri siswa salah satunya adalah model pembelajaran kelas akselerasi dan kelas reguler. Akselerasi adalah salah satu bentuk pelaksanaan pendidikan khusus untuk anak berbakat dengan cara mempersingkat waktu dalam menyelesaikan bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan istimewa yang mereka miliki. Program reguler adalah program pendidikan dengan masa belajar normal yaitu tiga tahun. Penelitian ini menggunakan model deskriptif komparatif yaitu penelitian yang mendeskripsikan perbandingan dua kelompok data. Metode yang dilakukan untuk mengetahui perbedaan keterampilan pengelolaan diri siswa akselerasi dan siswa reguler adalah dengan menggunakan uji Independent Sample t-test. Dari hasil uji t diketahui bahwa terdapat perbedaan keterampilan pengelolaan diri antara siswa akselerasi dan siswa reguler dengan Sig. 2 tailed 0,000<0,05. Hasil perhitungan standar deviasi siswa kelas akselerasi sebesar 10,233, sedangkan standar deviasi siswa kelas reguler lebih rendah yaitu sebesar 9,275. Hal ini menunjukkan bahwa siswa kelas akselerasi memiliki keterampilan pengelolaan diri lebih besar dibandingkan siswa kelas reguler secara signifikan. Hal tersebut ditunjang oleh perbedaan waktu tempuh pendidikan beban tugas, dan persaingan antar siswa di kelas pada siswa kelas akselerasi dan siswa kelas reguler. Berdasarkan dari hasil penelitian tersebut dapat disarankan bagi konselor kelas akselerasi untuk semakin mengoptimalkan layanan bimbingan dan konseling pada bidang pribadi sosial, sehingga anak dapat mengembangkan keterampilan pengelolaan dirinya menjadi lebih baik lagi. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk dapat mengembangkan model pelatihan keterampilan pengelolaan diri, melakukan analisis faktor dan memperbesar jumlah sampel penelitian.

Pengembangan panduan dan bahan bibliokonseling untuk meningkatkan disiplin diri (self-discipline) siswa SMP / Sita Prisilia Muladani

 

Muladani, Sita Prisilia. Pengembangan Panduan dan Bahan Bibliokonseling Untuk Meningkatkan Disiplin Diri (Self-Discipline) Siswa SMP Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Widada, M.Si, (II) Dr. Muslihati, S.Ag, M.Pd. Kata Kunci: bibliokonseling, disiplin diri, konseling   Bimbingan dan konseling di sekolah merupakan program yang tujuannya adalah membantu siswa, salah satunya membantu mengembangkan disiplin diri. Menurut Ramez, disiplin diri merupakan hal yang sangat berguna dan sangat diperlukan dalam keterampilan hidup setiap orang, namun beberapa orang cenderung tidak mengembangkannya. Contohnya, siswa sering datang terlambat ketika upacara, tidak mengumpulkan tugas, dan tidak mendengarkan guru di kelas. Kurangnya informasi dan bimbingan merupakan salah satu alasan selain kurangnya kesadaran diri dan kemalasan dari diri seseorang. Bibliokonseling dapat digunakan sebagai metode yang efektif dalam meningkatkan disiplin diri. Penelitian ini bertujuan menghasilkan panduan dan bahan bibliokonseling untuk meningkatkan disiplin diri siswa SMP.   Model penelitian dan pengembangan mengadaptasi langkah-langkah pengembangan dari Borg & Gall (1983). Langkah atau tahapan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tahap pengumpualan informasi, tahap penyusunan prototipe produk, tahap validasi, dan tahap final revisi. Subjek uji coba terdiri dari uji oleh ahli materi bimbingan dan konseling, uji rancangan produk oleh ahli media, uji pada calon pengguna produk, dan uji kelompok kecil yang merupakan siswa SMP Negeri 5 Malang. Terdapat dua data yang diperoleh dari uji oleh ahli materi, ahli media, dan calon pengguna produk yaitu data kuantitaif dan saran perbaikan. Data ini diperoleh dengan menggunakan angket. Data kuantitatif di analisis dengan cara menjumlahkan penilaian setiap item pada setiap aspek, kemudian jumlah penilaian setiap aspek tersebut dinormakan pada kriteria yang telah ditetapkan. Sedangkan data berupa saran perbaikan dilakukan revisi sesuai dengan saran yang telah diberikan.   Hasil penilaian dari ahli bimbingan dan konseling, ahli media, dan calon pengguna produk terhadap bibliokonseling adalah pada aspek ketepatan, aspek kegunaan., aspek kemudahan, dan aspek kemenarikan mendapatkan penilaian tepat, sangat berguna, mudah, dan menarik. Sedangkan pada hasil uji oleh kelompok kecil pada aspek ketepatan, aspek kegunaan, aspek kemudahan, dan aspek kemenarikan mendapatkan penilaian tepat, berguna, mudah, dan menarik. Berdasarkan hasil penilaian oleh ahli BK, ahli media, calon pengguna produk, dan kelompok kecil, dapat disimpulkan produk buku panduan bibliokonseling untuk meningkatkan disiplin diri (self-discipline) siswa SMP ini dapat diterima (acceptable) secara teoritis.   Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka disarankan pada konselor dapat menggunakan panduan bibliokonseling untuk meningkatkan disiplin diri (self-discipline) siswa SMP ini sebagai media konseling siswa. Bagi peneliti selanjutnya, media bibliokonseling ini dapat dilanjutkan dengan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan media bibliokonseling peningkatan disiplin diri siswa SMP.   

Pengmbangan paket bimbingan keterampilan komunikasi antarpribadi bagi siswa SMK nageri 9 Malang / Nurul Qomariyah

 

ABSTRAK Qomariyah, Nurul. 2009. Pengembangan Paket Bimbingan Keterampilan Komunikasi Antarpribadi bagi Siswa SMK Negeri 9 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. Kata kunci: paket bimbingan, keterampilan komunikasi, antarpribadi, bimbingan dan konseling Fenomena kurangnya penguasaan siswa SMK Negeri 9 Malang terhadap keterampilan komunikasi antarpribadi menyebabkan siswa kesulitan dalam penyesuaian sosial. Padahal penyesuaian sosial merupakan salah satu tugas perkembangan yang harus dicapai oleh remaja. Jika tidak segera diatasi, akan berpengaruh pada optimalisasi perkembangannya. Oleh sebab itu, konselor perlu membantu siswa untuk mengembangkan dan meningkatkan keterampilan komunikasi antarpribadi. Tujuan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan Paket Bimbingan Keterampilan Komunikasi Antarpribadi yang berguna, layak, tepat, dan menarik bagi siswa SMK Negeri 9 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengadaptasi langkah-langkah pengembangan dari Borg & Gall (1983) yang terdiri dari tahap perencanaan, tahap pengembangan produk, dan tahap uji coba. Subjek uji coba adalah ahli bimbingan dan calon pengguna produk. Data dikumpulkan melalui format penilaian uji ahli dan uji calon pengguna produk berupa skala penilaian. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dengan analisis persentase dan data kualitatif dengan analisis deskriptif. Produk yang dihasilkan dari pengembangan ini adalah Paket Bimbingan Keterampilan Komunikasi Antarpribadi Bagi Siswa SMK Negeri 9 Malang yang terdiri atas: (1) panduan Paket Bimbingan Keterampilan Komunikasi Antarpribadi untuk konselor; dan (2) materi bimbingan keterampilan komunikasi antarpribadi untuk siswa, yang terdiri dari lima topik yaitu: membuka diri, mengekspresikan perasaan secara verbal dan nonverbal, mendengar dan menanggapi, menyelesai- kan konflik antarpribadi, dan menghadapi wawancara kerja. Hasil pengembangan menunjukkan tingkat kevalidan Paket Bimbingan Keterampilan Komunikasi Antarpribadi pada aspek kegunaan adalah sangat valid dengan persentase rata-rata 92,5% (uji ahli) dan 95% (uji calon pengguna produk). Pada aspek kelayakan adalah sangat valid dengan persentase rata-rata 86,1% (uji ahli dan calon pengguna produk). Pada aspek ketepatan diperoleh persentase rata-rata 84,4% (uji ahli) dan 82,2% (uji calon pengguna produk). Artinya persentase rata-rata berada pada kriteria sangat valid. Pada aspek kemenarikan, persentase rata-rata 87,5%(uji ahli) dan 84,4% (uji calon pengguna produk). Berdasarkan kriteria validitas, persentase rata-rata berada pada kriteria sangat valid. Hasil analisis data kualitatif menunjukkan bahwa terdapat beberapa komponen paket yang harus direvisi: (1) tampilan sampul paket bimbingan diminimalisir, (2) gambar sampul disesuaikan dengan setiap topik dalam paket, (3) prosedur bimbingan pada panduan paket untuk konselor disesuaikan dengan pelaksanaan bimbingan yang ada pada setiap topik bimbingan pada paket maupun panduan yaitu menggunakan prosedur bimbingan kelompok, (4) panduan untuk konselor ditambahkan petunjuk umum bahwa seluruh topik bimbingan keterampilan komunikasi antarpribadi diberikan kepada siswa pada semua tingkat kelas, kecuali Topik V dikhususkan untuk Kelas XII (5) penyeragaman gambar dengan menggunakan gambar kartun, (6) tambahan gambar untuk bab mendengar dan menanggapi, (7) sebaiknya materi untuk siswa diberi pendahuluan tentang komunikasi antarpribadi, (8) alokasi waktu pelaksanaan bimbingan sebanyak tiga kali pertemuan terlalu lama, sehingga perlu ditambahkan keterangan bahwa kegiatan bimbingan ini dapat dilakukan di luar jam tatap muka. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang diberikan adalah: (1) konselor harus benar-benar memahami prosedur bimbingan dan materi bimbingan agar siswa dapat mencapai tujuan bimbingan yang dikehendaki, (2) konselor harus kreatif dalam mengatur waktu untuk pelaksanaan bimbingan, mengingat minimnya jam tatap muka untuk bimbingan dan konseling di sekolah, (3) bagi peneliti selanjutnya, perlu dilakukan uji lapangan yang melibatkan siswa, agar diketahui keefektifan Paket Bimbingan Keterampilan Komunikasi Antarpribadi ini, (4) perlu dikembangkan Paket Bimbingan Keterampilan Komunikasi Antarpribadi pada populasi penelitian yang lebih luas baik dari tingkatan sekolah maupun ragam sekolah.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |