Hubungan antara self disclosure dengan depresi pada penderita AIDS di RS. Dr. Soetomo Surabaya / Ekapriani Harmiaty

 

Depresi merupakan masalah kesehatan jiwa yang utama dewasa ini. Hal ini penting karena penderita dengan depresi produktivitasnya akan menurun dan ini amat buruk akibatnya bagi suatu masyarakat atau negara yang sedang membangun. penderita yang mengalami depresi adalah orang yang amat menderita. Depresi memiliki hubungan penting dengan penyakit HIV/AIDS, Penderita AIDS harus menghadapi ketidakpastian yang berkaitan dengan penyakitnya, di samping rasa kesepian, ditinggalkan, berkurangnya kemampuan fisik, pengangguran, meningkatnya ketergantungan terhadap orang lain, dan sebagainya. Maka dengan adanya self disclosure penderita dapat terbantu mengarahkan kemarahannya dan mengontrol amarahnya. Dengan begitu penderita dapat sepenuhnya menerima keadaan diri akan termotivasi untuk menwujudkan suatu rekonstruksi kehidupan. Penelitian deskriptif korelational ini memiliki tujuan untuk: (1) Mendeskripsikan Self disclosure pada penderita AIDS di RS. Dr. Soetomo; (2) Mendeskripsikan Depresi pada penderita AIDS di RS. Dr. Soetomo dan; (3) Mengetahui hubungan antara self disclosure dengan depresi pada penderita AIDS di RS. Dr. Soetomo. Populasi penelitian ini adalah para penderita AIDS yang terdaftar dan sedang menjalani pengobatan RS Dr. Soetomo Surabaya yang berjumlah 125 orang penderita. Sampel adalah 80 orang yang diambil dengan tehnik sampling acak sederhana (simple random sampling). Instrumen yang digunakan adalah skala Self disclosure dan skala BDI (The Beck Depressioan Inventory ). Tehnik analisis yang digunakan adalah persentase dan korelasi Product moment. Nilai KS-Z untuk sebaran data self disclosure adalah 2,063; (ρ= 0,000< 0,01 ) sedangkan nilai KS-Z untuk data depresi adalah 0,865; (ρ= 0,443> 0,05 ) sehingga bisa disimpulkan bahwa sebaran data self disclosure tidak normal dan data depresi adalah normal. Uji linieritas menunjukkan bahwa F =18,022 dengan ρ= 0,000 (ρ< 0,05), menunjukkan bahwa korelasi antara self disclosure dan tingkat depresi linier. Hasil analisis korelasi menunjukkan rxy = -0,433; ρ 0,00< 0,01 maka ada kolerasi negatif yang signifikan antara self disclosure dengan depresi pada penderita AIDS di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Berdasarkan penelitian ini, disarankan kepada para penderita AIDS untuk bersedia membuka diri (tidak menutup diri) agar ia dapat berbagi beban dengan orang lain sehingga dapat mengatasi perasaan terisolasi, perasaan ditinggalkan teman atau diabaikan keluarga, dan perasaan tidak berharga. Karena cara-cara penularan AIDS sudah diketahui, untuk itu disarankan kepada para pihak yang tidak menderita AIDS untuk tidak mengucilkan para pasien AIDS. Disarankan pula untuk peneliti selanjutnya yang berminat mengkaji permasalahan ini untuk menggunakan metode penelitian yang lain dan melengkapinya dengan variabel-variabel lainnya sehingga menjadi lebih baik lagi.

The teaching of English at Management Department Faculty of Economics State University of Malang / Oktavia Widiastuti

 

In this study, Management Department, Faculty of Economics, State University of Malang which offers English as a requirement subject is investigated to know how English is conducted. The purpose of the study is to describe the syllabus for the teaching of English, the instructional materials used in the teaching and learning process, the teaching and learning techniques applied by the teacher in the class, and the evaluation used by the teacher to measure the students? English achievement. The research design used in the study is descriptive qualitative design. The subjects investigated are the students of Management who are taking English at the first semester of 2007-2008 academic years (41 students) and the English teacher. The instruments that are used to collect the data are questionnaire for the students, interview with the teacher, structured observation sheets and field notes, and checklists. The result of this study shows that the syllabus for the teaching of English is available. The syllabus is in the form of a course outline which is prepared and arranged at the beginning of the course. The instructional material used by the English teacher is a specific textbook for the students taking English, which is prepared and arranged by the teacher. From the result of questionnaire, it is found that the contents of the textbook vary and are suitable for the students? field of study. The topics focus on reading comprehension and exercises with additional topics on grammar, vocabulary and special terms, idioms, and translation. The teaching techniques most frequently used by the teacher in the classroom is translating from English into Indonesian, explaining a specific structure or grammar found in the passage, and sometimes helping the students in comprehending a passage by translating the important part of the passage. Class work and group work activities are used in the teaching and learning processes. Concerning the language used during the class session, Indonesian is frequently used in the classroom by both students and the teacher. Only approximately 5% of the time, English is used during the class. To evaluate the students? achievement the teacher carries out written tests including the mid ? term test and final test. The tests are prepared by the teacher (a teacher ? made test). The teacher also evaluates students? participation and activeness in the classroom (ongoing activities). The focuses of the test material are questions about a specific business matter, translation, and vocabulary. The types of test used to evaluate the students? achievement are translation, matching, true ? false, and answering questions related to business matter. The language used in the test is English iii The existence of English at non-English department is very important to carry out future researchers for the improvement of the course. Other researchers are supposed to conduct a more thorough study on the instructional materials presented by the teacher because instructional materials give contributions to the result of the English teaching. Besides, more investigation on the implementation of the teaching technique is also required. It is considered that a comparison study for the techniques implemented so far and the other techniques will be useful to improve the result of the teaching of English at non-English Department.

Pelaksanaan penilaian unjuk kerja dalam mata pelajaran PKn di SMPN 1 Wagir Malang / Rea Anggraeni

 

Pelaksanaan evaluasi hasil belajar bidang studi bahasa Arab di sekolah alam bilingual SDI Surya Buana Malang tahun 2007/2008 / Agus Tri Ray Murti Hidayah Shaleh

 

Untuk mencapai efektifitas pembelajaran bahasa Arab di kelas, guru harus mengetahui kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh siswa, karena pemerolehan bahasa bagi setiap siswa itu berbeda. Untuk mengetahui kesulitan belajar setiap siswa, guru dapat menggunakan evaluasi sebagai bahan acuan dalam menentukan tolak ukur keberhasilan proses pembelajaran yang telah berlangsung, dan dapat dijadikan sebagai bahan perbaikan pada langkah-langkah pembelajaran yang telah diambil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan evaluasi hasil belajar bidang studi bahasa Arab di Sekolah Alam Bilingual SDI Surya Buana tahun ajaran 2007/2008 yang meliputi teknik evaluasi hasil belajar, langkah-langkah evaluasi, jenis tes bahasa Arab, ruang lingkup tes bahasa Arab, bentuk penilaian yang digunakan dalam pelaksanaan evaluasi, kendala-kendala evaluasi, dan validitas isi soal tes yang dibuat oleh guru. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif, sehingga peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Arab kelas 5. Sedangkan instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu: wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) teknik evaluasi hasil belajar yang digunakan oleh guru dalam mengukur kemampuan siswa adalah teknik tes dan teknik non tes,(2) langkah-langkah evaluasi hasil belajar bahasa Arab yang disusun oleh guru yaitu (a) perencanaan tes. Dalam tahap ini guru tidak mengkaji kurikulum bahasa Arab tetapi guru selalu memilih teknik tes yang sesuai dengan apa yang ingin diukur oleh guru dan mempersiapkan alat-alat tes yang sesuai dengan teknik tes yang dipilih, (b) penyusunan tes. Dalam tahap ini guru menyusun kisi-kisi soal, menata soal berdasarkan distribusi kesukarannya, memperhatikan kaidah teknik penulisan yang baik, menelaah soal yang telah dibuat, dan menganaliasa soal-soal tes.(c) pengumpulan data yang terdiri dari: pelaksanaan tes, dan pengoreksian serta pemberian skor yang dibedakan atas skor tes objektif dan pemberian skor tes esai, (d) laporan hasil evaluasi diberikan kepada siswa dan pihak sekolah, (3) jenis-jenis tes bahasa Arab yang digunakan oleh guru ada dua jenis yaitu: (a) jenis tes berdasarkan kriteria cara mengerjakan tes, dan (b) jenis tes berdasarkan kriteria bentuk jawaban tes, (4) aspek tes bahasa Arab yang dievalusi oleh guru adalah: (a) tes komponen bahasa yang meliputi: qawa?id dan mufradat, dan (b) tes keterampilan bahasa yang meliputi: kalam, qira?ah, dan kitabah sedangkan tes istima? guru tidak pernah ii menyelenggarakannya, (5) bentuk penilaian bahasa Arab yang digunakan oleh guru dalam mengubah skor mentah menjadi skor standar adalah PAP, sedangkan jenis skala yang digunakan oleh guru dalam mengubah skor mentah menjadi skor standar adalah skala seratus dan skala lima, (6) kendala kendala yang dihadapi oleh guru selama proses evaluasi berlangsung adalah hasil evaluasi yang diperoleh masih belum mampu dijadikan sebagai tolak ukur dalam memperbaiki metode pembelajaran yang sudah berlangsung, dan (7) persentase penyimpangan (kesejajaran) materi pelajaran dalam tes bahasa Arab yang dibuat oleh guru kelas 5 semester I Sekolah Alam Bilingual SDI Surya Buana tahun ajaran 2007/2008 terhadap KBK bahasa Arab kelas 5 semester I untuk MI tahun 2004 yang meliputi enam aspek yaitu: (a) aspek kosa kata yaitu sebesar 110 % dan diinterpretasikan bahwa tes ini memiliki validitas isi yang cukup, (b) aspek struktur yaitu sebesar 230 % dan diinterpretasikan bahwa tes ini tidak memiliki validitas isi, (c) aspek berbicara yaitu sebesar 80 % dan diinterpretasikan bahwa tes ini memiliki validitas isi yang cukup, (d) aspek membaca yaitu sebesar 70 % dan diinterpretasikan bahwa tes ini tidak memiliki validitas isi, (e) aspek menyimak, karena soal tes tersebut tergolong tes tertulis, sehingga tes tersebut tidak dapat digunakan untuk mengukur validitas isi keterampilan menyimak bagi siswa, dan (f) aspek menulis yaitu sebesar 10 % dan diinterprstasikan bahwa tes ini tidak memiliki validitas isi. Dari hasil penelitian yang telah dijaring oleh peneliti, disarankan agar guru bahasa dan pihak sekolah lebih memaksimalkan proses evaluasi hasil belajar bahasa Arab siswa, agar proses evaluasi tersebut tidak hanya dijadikan sebagai ajang pencarian nilai saja bagi siswa tetapi juga dijadikan sebagai proses perbaikan dalam pembelajaran.

Analisa rasio keuangan untuk mengukur kinerja keuangan pada KPRI "Patria Utama Karya" Kota Blitar / Edi Utami

 

Evolusi magnetodielektrik senyawa Ti0,97Mn0,03O2?δ sebagai
fungsi lama sintering / Hafida Amelia

 

Spintronik merupakan senyawa baru yang memiliki sifat semikonduktivitasnya dipengaruhi oleh medan magnet. Bahan ini dapat dibuat dari bahan semikonduktor yang didoping ringan dengan bahan magnetik. Spintronik sangat menarik untuk dipelajari, karena bahan ini menggabungkan dua sifat berbeda, yaitu sifat magnetik dan sifat elektronik dari semikonduktor menjadi sebuah bahan yang mempunyai fungsi ganda. Dalam spintronik semikonduktor berfungsi untuk memproses data, sedangkan bahan magnetik berfungsi menyimpan data. Pendopingan bahan ferromagnetik ke dalam bahan semikonduktor sangat berpengaruh pada sifat fisis yang dimiliki oleh bahan tersebut, diantaranya adalah nilai konstanta dielektriknya. Oleh karena itu perlu diteliti bagaimana evolusi magnetodielektrik senyawa Ti0,97Mn0,03O2δ sebagai fungsi lama sintering. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen murni. Langkah pertama yang dilakukan adalah menyiapkan bahan, penimbangan bahan, peletisasi, sintering, dengan lama sintering (t) yang berbeda yakni 2, 4, 6, 8, 10 dan 12 jam dengan metode reaksi padatan (Solid State Reaction). Dalam eksperimen ini menggunakan bahan dasar TiO2 dengan tingkat kemurnian 99,00 % dan MnO2 dengan tingkat kemurnian 99,00 % yang disintering pada temperatur 1000oC serta konsentrasi molar (x) yang digunakan 0,03 kemudian sampel dikarakterisasi (konstanta dielektriknya). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola hubungan antara lama sintering dengan pengaruh medan magnet yang unik tersebut berbeda sekali dengan hasil pengukuran konstanta dielektrik tanpa medan magnet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin besar lama sintering dan besarnya medan magnet maka semakin besar pula nilai konstanta dielektrik. Hal ini diharapkan mengubah struktur kristal atau struktur magnet. Diperoleh nilai kontanta dielektrik yang bervariasi dimungkinkan pertumbuhan fase yang terbentuk dari senyawa spintronik mengalami perubahan yang disebabkan oleh penyusutan volume kristal akibat tergantikannya sebagian posisi atom Ti oleh Mn. Sehingga jarak antar atom semakin dekat dan gaya ikatannya semakin kuat. Semakin kuat gaya ikatannya maka semakin besar nilai konstanta dielektrik dari senyawa spintronik Ti0,97Mn0,03O2?δ.

Prototipe sistem deteksi dini pada daerah rawan banjir berbasis mikrokontroller melalui telepon seluler / Sari Ratna H.

 

Banjir dan tanah longsor bukan merupakan masalah baru, tetapi korban dan kerugian semakin bertambah namun kemampuan kecepatan antisipasi pemerintah dan masyarakat masih sangat kurang. Kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya merupakan daerah rawan banjir setiap tahunnya. Padahal mobilitas masyarakat di daerah tersebut sangat tinggi. Jadi dapat dipastikan banjir akan mempengaruhi segala aktifitas masyarakat.Untuk itu perlu dibuat sebuah sistem pengukur kondisi ketinggian air yang dapat diakses melalui Short Message Service (SMS) sehingga masyarakat dapat mengetahui kondisi normal, sedang, bahaya. Tujuan dari perancangan sistem ini yaitu merancang prototipe sistem deteksi air dengan sensor LVDT melalui aplikasi mikrokontroller AT89C52 beserta program (software) untuk mendeteksi ketinggian air serta mengirimkan infomasi melalui layanan SMS. Secara keseluruhan hardware sistem yang dihasilkan terdiri dari sensor LVDT, penguat opersional, pengkonversi sinyal analog ke digital (ADC), mikrokontroller, Liquid Crystal Display (LCD) dan telepon seluler. Sistem yang dihasilkan merupakan prototipe sehingga pengukuran kondisi pada skala kecil, dalam rentang 8 cm. Sensor LVDT berfungsi mendeteksi ketinggian air, penguat operasional berfungsi sebagai pengkondisi sinyal, Analog to Digital Converter (ADC) berfungsi mengkonversi tegangan dari sensor menjadi data digital yang akan diproses oleh mikrokontroller. Mikrokontroller berfungsi untuk mengolah data digital dari ADC, mengatur tampilan LCD, dan berkomunikasi serial dengan telepon seluler. Telepon seluler berfungsi untuk menerima dan mengirim pesan. Pesan yang dikirim berupa ketinggian air serta kondisinya, sedangkan LCD berfungsi untuk menampilkan tinggi air serta kondisi seperti normal, sedang, atau bahaya. Sistem ini mampu memantau kondisi ketinggian air dan informasi dapat diakses melalui SMS serta ditampilkan melalui LCD. Hasil pengujian keseluruhan sistem menunjukkan bahwa prototipe sistem mampu mamantau kondisi ketinggian air dalam rentang 8 cm dan menampilkannya pada LCD. Ketika ada permintaan berupa SMS, sistem akan memberikan balasan berupa kondisi ketinggian air yang terukur saat itu.

Asam askorbat dan hidroksilamin hidroklorida sebagai reduktor pada penentuan besi dalam daun bayam dengan metode persiapan destruksi serta analisisnya secara spektrofotometri sinar tampak / Furi Arifah Pratiwi

 

Besi merupakan salah satu nutrisi penting bagi tubuh yang terkandung dalam daun bayam. Penelitian kadar besi dalam daun bayam telah banyak dilakukan, salah satunya Ambarwati (2007) melakukan penelitian menggunakan metode destruksi basah dengan variasi destruktor serta analisis secara AAS dan Yuliardani (2007) melakukan penelitian dengan perbandingan metode persiapan cuplikan destruksi basah dan destruksi kering (variasi suhu dan waktu pengabuan) serta analisis menggunakan AAS. Penentuan kadar besi dalam daun bayam dapat diukur juga dengan metode analisis spektrofotometri sinar tampak. Sebelum dikomplekskan dengan 1,10-fenantrolin, besi harus direduksi terlebih dahulu dari Fe3+ menjadi Fe2+. Pada penelitian ini digunakan reduktor asam askorbat sebagai alternatif dalam mereduksi besi selain hidroksilamin hidroklorida. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana perbandingan antara dua metode persiapan cuplikan destruksi basah dan destruksi kering dilihat dari kadar besi yang diperoleh dan untuk mengetahui kemampuan asam askorbat dibanding dengan hidroksilamin hidroklorida dalam mereduksi besi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan sampel daun bayam hijau. Langkah-langkah yang dilakukan adalah (1) perlakuan awal sampel, (2) destruksi sampel, (3) reduksi Fe3+ dengan reduktor asam askorbat dan hidroksilamin hidroklorida masing-masing dengan variasi konsentrasi, (4) pengkompleksan Fe2+ dengan 1,10-fenantrolin, (5) analisisnya secara spektrofotometri sinar tampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode persiapan cuplikan destrukssi kering memberikan kadar besi dalam daun bayam yang lebih baik (lebih mendekati data kadar fisiologis) daripada destruksi basah. Asam askorbat dapat mereduksi besi lebih kuat dibandingkan dengan hidroksilamin hidroklorida, dimana keduanya dapat mereduksi besi dengan baik pada konsentrasi maksimum 1,4.105 ppm dan pH reaksi 6,9. Kadar besi dalam daun bayam yang diperoleh dari hasil destruksi kering dengan reduktor asam askorbat adalah sebesar 8,1.10-2 mg/g dan dengan reduktor hidroksilamin hidroklorida sebesar 7,7.10-2 mg/g, sedangkan hasil destruksi basah dengan reduktor asam askorbat sebesar 5,9.10-2 mg/g dan dengan reduktor hidroksilamin hidroklorida sebesar 5,5.10-2 mg/g.

Penerapan pembelajaran problem solving dipadu kooperatif jigsaw untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa pada konsep ekosistem kelas X SMA Negeri 3 Ternate tahun pelajaran 2006/2007 / Taslim D. Nur

 

Ada kecendrungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan memgetahuinya. Pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat jangka pendek tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang Kualitas siswa dalam memahami berbagai konsep yang ada dalam Pembelajaran Biologi disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah bentuk pembelajaran yang diterapkan disekolah masih bersifat pembelajaran yang berpusat pada guru. Dimana guru lebih banyak mendominasi kegiatan belajar mengajar. Siswa dalam hal ini hanya mendengar, mencatat definisi, melaksanakan kegiatan praktikum di laboraturium dan mengerjakan soal-soal latihan. Bentuk pembelajaran seperti ini kurang memberi kesempatan bagi siswa untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuannya, akibatnya siswa hanya bekerja secara prosedural. Siswa tidak diberi kesempatan untuk membuat sendiri penyelesaian dari permasalahan tentang konsep yang ada dalam pembelajaran itu sendiri khususnya pada mata pelajaran biologi konsep ekosistem. Untuk mengatasi kesulitan siswa dalam memahami materi konsep ekosistem, perlu diciptakan suatu kondisi pembelajaran yang memungkinan siswa berpartisipasi aktif sehingga dapat memahami materi secara bermakna. Cara yang dianggap tepat dalam mengatasi masalah tersebut adalah dengan penerapan pembelajaran problem solving dipadu kooperatif Jigsaw. Problem solving merupakan suatu metode pembelajaran yang menekankan pada kemampuan, cara memecahkan masalah yang dilaksanakan melalui tahapan: 1) pemahaman terhadap masalah/analisis masalah, 2) pemikiran suatu rencana pemecahan, 3) pelaksanaan pada suatu rencana pemecahan/implementasi dan, 4) peninjauan kembali hasil pemecahan/verivikasi (Polya, 1983). Dalam proses pembelajaran siswa diberikan masalah berupa soal-soal yang berkenaan dengan materi yang dipelajari dalam bentuk lembar soal dimana cara pemecahan dan langkah-langkahnya dirancang agar siswa berpikir lebih mudah untuk menemukan pola pemecahan yang tepat dan cepat. Menurut Lie (1999) model Jigsaw memiliki banyak kelebihan yakni; meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan meningkatkan keahlian dalam penyampaian ide-ide, meningkatkan kemampuan bekerjasama, memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghargaai perbedaan serta meningkatkan proses dan hasil belajar serta respons siswa. Pembelajaran biologi menurut Depdiknas (2003b), menyediakan berbagai pengalaman belajar untuk memahami konsep dan proses sains. Pemahaman ini bermanfaat bagi siswa agar dapat menanggapi; isu lokal, nasional dan internasional yang bertujuan agar peserta didik memahami konsep-konsep Biologi dan saling keterkaitannya serta mampu menggunakan metode ilmiah untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi, sehingga lebih menyadari kebesaran dan kekuasaan-Nya. Kesulitan guru dewasa ini dalam mencari metode yang tepat dalam proses pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa banyak mengalami kendala diantaranya implementasi materi atau konsep yang berhubungan dengan biologi. Adapun masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) apakah dengan penerapan pembelajaran problem solving dipadu kooperatif jigsaw dapat meningkatkan proses dan hasil belajar serta respons siswa pada konsep ekosistem di kelas X siswa SMA Negeri 3 Ternate tahun pelajaran 2006/2007?. Dalam penelitian ini Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan desain mengacu pada model Kemmis dan Taggart (dalam Depdiknas,1999). Hasil penelitian di SMA Negeri 3 Ternate Pada kelas X-4 menunjukan bahwa (1) Proses belajar siswa mengalami peningkatan dari Siklus I dan Siklus II, antara lain, (a) keaktifan siswa: nilai rata-rata 62,9 menjadi 66,9. (b) keterampilan kooperatif siswa secara klasikal 3,3 menjadi 3,7 (2) penigkatan hasil belajar serta respons siswa dari siklus I dan Siklus II antara lain (a) kemampuan kognitif siswa dari 64,1 menjadi 71,2 (b) keterampilan berpikir kritis 3,1 menjadi 4,5 (c) sikap siswa 62,9 menjadi 74,1 serta respons siswa terhadap penerapan pembelajaran problem solving dipadu kooperatif Jigsaw menunjukan respons positif, dengan nilai rata-rata 79,5%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Penerapan pembelajaran problem solving dipadu kooperatif Jigsaw dapat meningkatkan proses dan hasil belajar pada konsep ekosistem kelas X siswa SMA Negeri 3 Ternate tahun pelajaran 2006/2007 dan juga ditunjukan dengan respons positif siswa terhadap model pembelajaran tersebut.

Pengelolaan arsip pada kantor bagian tata usaha Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / Hendri Yulianto

 

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat akhir-akhir ini sangat berpengaruh terhadap kemajuan pelaksanaan pekerjaan baik di sektor pemerintah maupun swasta. Setiap organisasi baik besar maupun kecil, pemerintah maupun swasta membutuhkan penyelenggaraan administrasi, yaitu segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam kerjasama mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Kantor-kantor pemerintah, swasta dan lainnya niscaya banyak mempergunakan arsip. Mengingat pengertian dan peranan kearsipan maka untuk melaksanakan tugas pemerintahan dan tugas pembangunan dengan baik dan benar perlu diusahakan peningkatan dan penyempurnaan kearsipan secara optimal agar dapat berfungsi dengan baik, berdaya guna, dan bertepat guna. Penelitian yang berjudul ?Pengelolaan Arsip Pada Kantor Bagian Tata Usaha Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang? bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan sistem kearsipan dan sejauh mana tingkat pengelolaan kearsipan di Kantor Bagian Tata Usaha Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Adapun pengelolaan arsip yang diteliti meliputi: (1) pengelolaan surat masuk dan surat keluar, (2) sistem penyimpanan arsip yang diterapkan, (3) azas penyimpanan arsip yang diterapkan, (4) prosedur penyimpanan arsip, (5) peminjaman arsip, (6) prosedur pemeliharaan arsip, (7) penyusutan atau pemusnahan arsip, (8) sarana dan prasarana yang digunakan, (9) kondisi SDM pegawai kearsipan. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Bagian Tata Usaha Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang yang beralamat di Jalan Surabaya No. 6 Malang pada bulan Desember 2007. responden dalam penelitian ini adalah Kepala Bagian Tata Usaha dan petugas dari Bagian Umum dan Perlengkapan yang menangani masalah arsip. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, yang meneliti satu variabel yaitu pengelolaan arsip. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan surat masuk dibagi menjadi 3 yaitu surat masuk dinas/rutin, surat masuk rahasia dan surat masuk pribadi. Pengelolaan surat keluar dibagi menjadi 2 yaitu surat keluar dinas/rutin dan surat keluar rahasia. Sistem penyimpanan yang diterapkan yaitu ada yang menggunakan sistem nomor dan sistem subyek. Azas penyimpanan yang diterapkan di Kantor Bagian Tata Usaha Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang adalah azas desentralisasi. Prosedur penyimpanan arsip di Kantor Bagian Tata Usaha Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang yaitu sementara dan tetap. Prosedur peminjaman arsip yaitu mengisi buku peminjam arsip, mencari arsip, memberikan jaminan bagi mahasiswa yang meminjam yaitu KTM, mengembalikan arsip. Prosedur pemeliharaan arsip meliputi membersihkan ruangan, membersihkan arsip dari debu-debu yang menempel, membersihkan dari anai-anai yang ada, membersihkan rak arsip, arsip-arsip yang tidak dipakai perlu dimusnahkan. Sarana dan prasarana yang digunakan di Kantor Bagian Tata Usaha Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang adalah antara lain stopmap, snelhecter, lembar disposisi/nota dinas, rak arsip, dan lemari arsip. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang agar: (1) Setiap surat yang masuk atau keluar setelah diagenda dan selesai diproses kemudian digandakan. Jadi tidak hanya unit yang berhubungan dengan surat saja yang menyimpan, tetapi unit lain atau bagian tata usaha juga menyimpan surat tersebut. Sehingga apabila surat itu hilang maka informasi yang tersimpan masih bisa diselamatkan karena membuat copy dari surat itu. (2) Sistem penyimpanan yang digunakan di masing-masing unit hendaknya lebih diperhatikan, dimaksimalkan dan ada petugas khusus serta arsip yang disimpan di agenda terlebih dahulu. Sistem penyimpanan yang baik bisa membantu kelancaran jalannya informasi dan mempercepat penemuan kembali arsip apabila dibutuhkan. (3) Dalam menerapkan azas desentralisasi konsekuensinya adalah pengawasan jadi sulit dilakukan dan lebih banyak menggunakan tenaga, biaya dan alat. Karena setiap unit membutuhkan peralatan sendiri untuk menyimpan arsipnya. Selain itu, dalam menerapkan azas desentralisasi hendaknya tiap-tiap unit mempunyai copyan surat yang disimpan di bagian tata usaha, jadi tidak hanya satu unit saja atau unit yang berhubungan dengan surat yang masuk atau keluar. Hal ini memudahkan untuk peminjaman, mencegah kehilangan dan mempercepat penemuan kembali arsip. (4) Prosedur penyimpanan arsip yang digunakan sudah cukup baik. Arsip-arsip yang masih dalam proses atau masih dalam periode satu tahun disimpan di penyimpanan arsip sementara sedangkan penyimpanan tetap dilaksanakan jika arsip telah selesai diproses atau sudah habis periodenya. Arsip yang tidak berguna dibuang dan dimusnahkan. (5) Dalam peminjaman arsip hendaknya dibuatkan kartu peminjam arsip bagi pegawai sehingga memudahkan mengontrol keberadaan arsip yang dipinjam. (6) Pemeliharaan arsip hendaknya dilakukan berdasarkan besar kecil dan banyaknya arsip yang disimpan. Kantor Bagian Tata Usaha Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang telah melaksanakan upaya pemeliharaan arsip supaya arsip tetap awet dan tahan lama serta masih dalam keadaan baik apabila nanti dipinjam. (7) Penyusutan atau pemusnahan hendaknya dilakukan secara teratur dan tidak dilakukan sendiri-sendiri. Ditentukan jadwal penyusutan atau pemusnahan arsip, sehingga lebih efektif dan efisien. (8) Sarana dan prasarana yang digunakan tentunya disesuaikan dengan besar kecilnya organisasi dan ruang lingkup kegiatan organisasi. Jadi dalam pengadaan peralatan bagi kegiatan kearsipan harus disesuaikan dengan kebutuhan. Hal ini disebabkan, karena masing-masing unit melaksanakan penyimpanan arsip atau dikatakan menggunakan azas desentralisasi maka akan lebih banyak dalam pengadaan alat dan tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. (9) Hendaknya masalah kearsipan di Kantor Bagian Tata Usaha Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang ditangani oleh petugas khusus yang ahli dibidang kearsipan, tentunya hal ini membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Meningkatkan kesadaran pada orang-orang yang menangani masalah kearsipan tentang pentingnya arsip. Hendaknya diciptakan iklim kerja yang baik, saling koordinasi yang baik antara atasan dan bawahan. Sehingga tidak terjadi miss komunikasi antara atasan dan bawahan. Apabila masalah kearsipan bisa ditangani dengan baik tentunya akan sangat membantu bagi pekerjaan dan sudah merupakan harga yang pas sehingga tidak terjadi kesalahan, kerusakan atau bahkan kehilangan arsip.

Penerapan metode diskusi untuk meningkatkan aktivitas belajar geografi siswa kelas VIIIA SMPN 8 Pamekasan / Luluk

 

Metode diskusi merupakan salah satu alternatif yang memungkinkan siswa untuk menguasai konsep atau memecahkan suatu masalah melalui proses berpikir, berinteraksi sosial, berlatih bersikap positif, dan membina kemampuan berkomunikasi termasuk di dalamnya menggunakan bahasa yang baik dan benar. Dalam pembelajaran Geografi siswa bukan hanya dituntut untuk sekedar memahami konsep-konsep geografi, tetapi juga dapat mengembangkan kreativitas, dalam memecahkan masalah. Metode diskusi dapat menjadikan siswa lebih mandiri dan berfikir kritis. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab permasalahan yang muncul yaitu: ?Apakah metode diskusi dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VIIIA SMPN 8 Pamekasan?? Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Data penelitian diambil dengan menggunakan metode wawancara untuk mengetahui informasi tentang strategi pembelajaran, pendekatan pembelajaran, hasil belajar siswa, motivasi belajar siswa, tingkah laku siswa yang diadakan sebelum dan sesudah penelitian, metode observasi untuk mengamati aktivitas belajar siswa selama kegiatan berlangsung dan metode tes untuk mengetahui hasil siswa berupa ketuntasan belajar baik individu maupun klasikal setelah mengikuti proses pembelajaran dengan metode diskusi. Dari hasil analisis data diperoleh bahwa ada peningkatan aktivitas siswa dalam penerapan metode diskusi dari siklus I sampai siklus III yaitu siswa yang aktif pada siklus I sebesar 71,43%, siklus II sebesar 79,17%, siklus III sebesar 82,74% dan jumlah rata-rata aktivitas aktif siswa sebesar 77,78%, sedangkan jumlah rata-rata siswa yang pasif adalah sebesar 22,22%. Sehingga hal ini mengindikasikan bahwa penerapan metode diskusi pokok bahasan lingkungan hidup dan pelestariannya pada kelas VIIIA SMPN 8 Pamekasan telah mencapai kategori aktif.

Studi kemampuan guru geografi dalam proses belajar mengajar (PBM) di SMA Negeri Kota Malang / Mira Henny Asmiati

 

Upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia tidak kunjung menemukan hasil yang menggembirakan. Banyak faktor yang mempengaruhinya, tetapi yang paling besar mempengaruhinya adalah kondisi guru. Guru memiliki peran yang penting dalam dunia pendidikan. Guru sebagai tenaga pendidik sangat disayangkan jika memiliki kualitas yang kurang, sehingga akan terlahir murid-murid yang berkualitas rendah. Untuk meningkatkan mutu pendidikan sangat membutuhkan guru yang berkompetensi dalam bidangnya. Misi pendidikan akan berhasil apabila dilaksanakan oleh guru yang baik pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan guru geografi SMA Negeri di Kota Malang dalam: (1) penyusunan perencanaan pembelajaran, (2) penyiapan bahan ajar, (3) mengaplikasikan metode belajar, (4) penggunaan media pembelajaran, dan (5) pelaksanaan evaluasi pembelajaran. Rancangan penelitian ini adalah survey. Variabel dalam penelitian ini adalah kemampuan guru geografi menyusun perencanaan pembelajaran, kemampuan guru geografi dalam menyiapkan bahan ajar, kemampuan guru geografi dalam mengaplikasikan metode belajar, kemampuan guru geografi dalam menggunakan media pembelajaran, dan kemampuan guru geografi adalam mengevaluasi pembelajaran. Populasi penelitiannya adalah seluruh guru bidang studi geografi yang tersebar di 12 SMA negeri di Kota Malang dengan jumlah 23 orang. Penelitian ini menggunakan instrumen angket dengan Skala Likert. Data penelitian dianalisis secara deskriptif dengan persentase. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kemampuan guru sebanyak 86,96 persen guru geografi SMA Negeri di Kota Malang sudah memiliki kemampuan dalam menyusun perencanaan pembelajaran bidang studi geografi dengan baik. Sebanyak 69,57 persen guru geografi SMA di Kota Malang sudah memiliki kemampuan dalam penguasaan bahan ajar bidang studi geografi dengan baik. Sebanyak 91,30 persen guru geografi SMA Negeri di Kota Malang sudah memiliki kemampuan mengaplikasikan metode mengajar dalam pembelajaran bidang studi geografi dengan baik. Sebanyak 69,57 persen guru geografi SMA Negeri di Kota Malang sudah memiliki kemampuan dalam penggunaan media pembelajaran yang baik. Dan, sebanyak 73,91 persen guru geografi SMA Negeri di Kota Malang sudah memiliki kemampuan dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran bidang studi geografi dengan baik Berdasarkan kesimpulan tersebut diajukan saran sebagai berikut: (1) berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran para guru Geografi sebaiknya berusaha mencari tahu perkembangan yang terjadi dibidang pendidikan, karena sekarang muncul konsep-konsep baru dalam hal pendekatan yang digunakan dalam menjabarkan materi. (2) memanfaatkan sarana dan prasarana yang telah tersedia di sekolah untuk memicu motivasi siswa selama proses pembelajaran. Jika di sekolah tersebut sarana dan prasarananya kurang mendukung, guru bisa membuat sendiri media yang murah seperti dari koran, gambar, dan juga lapangan. (3) melakukan penilaian tidak hanya dari apa yang diketahui siswa tapi juga memperhatikan keaktifan siswa, presensi, dan perilaku siswa.

Efektifitas penerapan metode inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Garum - Blitar / Tri Tanto

 

Berdasarkan wawancara pada tanggal 27 Oktober di SMA Negeri Garum Kabupaten Blitar diperoleh informasi bahwa metode pembelajaran yang digunakan masih didominasi oleh metode ceramah (konvensional). Metode pembelajaran tesebut mengakibatkan siswa cenderung pasif dalam proses pembelajaran dan rendahnya hasil belajar siswa. Oleh karena itu seorang guru perlu mengupayakan untuk pembaharuan dalam metode pembelajarannya, salah satunya dengan menerapkan metode inkuiri. Pada proses pembelajaran dengan metode inkuiri, pengetahuan dan kertampilan yang diperoleh siswa bukan hanya hasil mengingat seperangkat fakta tetapi juga hasil menemukan sendiri. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran ekonomi dengan metode inkuri pada materi permintaan dan penawaran, 2) untuk mengetahui hasil belajar antara yang menerapkan metode inkuiri dengan metode ceramah dalam mata pelajaran ekonomi pokok bahasan permintaan dan penawaran. Subyek penelitian adalah siswa kelas X di SMAN 1 Garum Kabupaten Blitar. Teknik pengumpulan data melalui 1) tes (pre test dan post test), 2) lembar observasi dan angket. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dimana pada penelitian ini peneliti membandingkan antara dua kelas yang berbeda. Pada kelas kontrol diberikan metode ceramah sedangkan pada kelas eksperimen diberikan metode inkuiri. Pada kelas eksperimen yang menggunakan metode inkuiri dalam proses pembelajaran terdiri dari observasi, bertanya, mengajukan dugaan, mengumpulkan datadan penyimpulan. Analisis data hasil belajar dilakukan dengan uji normalitas, uji homogenitas, uji kesamaan dua rata-rata dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode inkuiri telah dilaksanakan dengan baik, sebagian siswa menyatakan sangat sutuju dan setuju terhadap pembelajaran dengan metode inkuiri. Hal ini dapat dilihat dari hasil proses inkuri dan data minat siswa terhadap metode inkuiri. Dari data yang diperoleh untuk hasil belajar menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa kelas X SMAN 1 Garum Blitar yang diajar dengan menggunakan metode inkuiri pada materi permintaan dan penawaran dengan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional. Hasil belajar siswa kelas X SMAN 1 Garum Blitar baik dari segi kognitif dan afektif yang diajar dengan menggunakan metode inkuiri lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa kelas X SMAN 1 Garum Blitar yang diajar dengan menggunakan metode inkuiri pada materi permintaan dan penawaran dengan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional Berdasarkan hasil penelitian beberapa saran yang dapat disampaikan adalah 1) metode inkuiri dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran untuk hasil belajar siswa khususnya aspek kognitif, 2) bagi siswa, dapat mempelajari pelajaran ekonomi yang ada di sekitar rumah melalui kegiatan observasi sehingga pelajaran ekonomi menjadi lebih menarik untuk dipelajari, 3) bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti hal yang sama dapat menggunakan metode inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Pengaruh kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas IX pada pelajaran ekonomi di SMP Negeri 13 Malang / Agustin Wijayanti

 

Kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional bukanlah ketrampilan yang saling bertentangan, melainkan ketrampilan yang sedikit terpisah ( Goleman, 59). Keduanya saling melengkapi dan saling berinteraksi secara dinamis. Keberhasilan seseorang tergantung pada kemampuan menggabungkan kecerdasan intelektual dengan kecerdasan emosional. Begitu pula kaitannya dengan keberhasilan belajar ekonomi pada siswa. Kemampuan intelektual siswa dipengaruhi banyak faktor salah satunya adalah faktor status sosial ekonomi orang tua. Status sosial ekonomi orang tua berpengaruh terhadap prestasi akademik anaknya. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu deskriptif-korelasional. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kecerdasan intelektual (X ), kecerdasan Emosional (X ) dan Status Sosial Ekonomi orang tua (X ). Sedangkan variabel terikatnya prestasi belajar ekonomi (Y). Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa SMP Negeri 13 Malang. Dalam pengambilan sampel digunakan teknik purposive sampling. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu angket dan dokumentasi. Data yang diperoleh, diolah dengan tekhnik analisis deskriptif dan analisis regresi dengan bantuan software statistik SPSS 10.0. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa tingkat IQ siswa SMPN 13 Malang adalah normal dan rata-rata tinggi. Hal ini ditunjukkan bahwa masing-masing 39,8 % atau masing-masing sekitar 38 siswa memiliki tingkat IQ normal dan rata-rata tinggi. Tingkat kecerdasan emosional (EQ) siswa SMP Negeri 13 Malang adalah tinggi. Hal ini ditunjukkan bahwa 70,84 % atau sekitar 68 siswa memiliki tingkat EQ tinggi. Status sosial ekonomi orang tua siswa adalah rendah. Hal ini ditunjukkan bahwa 47,92 % atau sekitar 46 siswa yang memiliki status sosial orang tua rendah. Selain itu tingkat prestasi belajar ekonomi siswa adalah baik. Hal ini ditunjukkan bahwa 81,25 % atau sekitar 78 siswa memiliki prestasi belajar ekonomi yang baik. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan dari IQ, EQ dan Status sosial ekonomi secara simultan terhadap prestasi belajar ekonomi siswa SMP Negeri 13 Malang dimana Sig F (0,000)< (0,005). Sedangkan hasil pengujian secara parsial disimpulkan bahwa besarnya koefisien determinasi yang telah disesuaikan Adjusted R Square yaitu 0,638. Artinya variabel IQ, EQ dan status sosial ekonomi orang tua memberikan kontribusi 63,8 % terhadap prestasi belajar ekonomi siswa SMP Negeri 13 Malang. Sedangkan sisanya 36,2 % prestasi belajar ekonomi siswa dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa hal yang disarankan adalah : Bagi guru Kecerdasan intelektual (IQ) bukan sepenuhnya faktor yang menentukan dalam prestasi belajar seorang siswa melainkan ada faktor lain termasuk kecerdasan emosional (EQ) juga sangat menentukan dalam prestasi seorang siswa. Guru diharapkan memberikan pengetahuan yang berkaitan dengan kepribadian, penguasaan diri dan yang berkaitan dengan emosional siswa. Sehingga siswa menjadi pribadi yang kompleks cerdas dalam akademik maupun pribadi sosial. Bagi siswa diharapkan tidak hanya mengandalkan tingkat (IQ) yang tinggi namun juga harus mempunyai motivasi tinggi dalam belajar (termasuk dalam kecerdasan emosional) agar memperoleh prestasi belajar yang lebih baik.

Penerapan pembelajaran kooperatif model roundtable dalam pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar ekonomi siswa kelas VII SMPN 4 Malang / Maulida Sulastiani

 

Berdasarkan obeservasi awal diketahui bahwa pembelajaran di kelas VII C SMP Negeri 4 Malang kurang menarik motivasi dan perhatian siswa dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Hasil belajar siswa dalam kelas belum memenuhi standar minimum (SKM) yaitu 72 ke atas. Upaya penibgkatan motivasi dan hasil belajar ekonomi siswa dilakukan pembelajaran kooperatif model Roundtable dalam pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang penerapan pembelajaran kooperatif model Roundtable dalam pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 4 Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dalam 2 siklus melalui 4 tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII C SMP Negeri 4 Malang yang berjumlah 36 siswa, yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, rubrik dan tes pada akhir setiap siklus. Data motivasi dan hasil belajar siswa dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh dari skor klasikal motivasi belajar siswa aspek minat pada tahap penyajian kelas siklus 1 yaitu 47 % dengan kategori cukup dan pada siklus 2 meningkat sebesar 73 % dengan kategori baik (mengalami peningkatan sebesar 26%). Pada tahap kerja kelompok siklus 1 sebesar 47 % dengan kategori cukup dan pada siklus 2 meningkat sebesar 60% dengan kategori cukup (mengalami peningkatan sebesar 13%). Pada tahap penutup siklus 1 yaitu 40% dengan kategori kurang dan pada siklus 2 meningkat sebesar 60% dengan kategori cukup (mengalami peningkatan sebesar 20%). Aspek perhatian Pada tahap penyajian kelas (Pendahuluan) siklus 1 yaitu sebesar 60% dengan kategori cukup dan pada siklus 2 meningkat menjadi 80% dengan kategori baik (mengalami peningkatan sebesar 20%). Pada tahap kerja kelompok (inti) siklus 1 yaitu sebesar 60% dengan kategori cukup dan pada siklus 2 meningkat menjadi 70% dengan kategori baik (mengalami peningkatan sebesar 10%). Pada tahap penutup (kesimpulan) siklus 1 yaitu sebesar 50% cukup dan pada siklus 2 meningkat menjadi 80% dengan kategori baik(mengalami peningkatan sebesar 30%). Aspek konsentrasi Pada tahap penyajian kelas (Pendahuluan) siklus 1 yaitu sebesar 60% dan pada siklus 2 meningkat menjadi 70% ( mengalami peningkatan sebesar 10%). Pada tahap kerja kelompok (inti) siklus 1 yaitu sebesar 50% dan pada siklus 2 meningkat menjadi 70% ( mengalami peningkatan sebesar 20%). Pada tahap penutup (kesimpulan) yaitu sebesar 40% dan pada siklus 2 meningkat menjadi 60% ( mengalami peningkatan sebesar 20%) . Aspek ketekunan pada Pada tahap penyajian kelas (Pendahuluan) siklus 1, siklus 1 yaitu sebesar 70% dan pada siklus 2 meningkat menjadi 80% ( mengalami peningkatan sebesar 10%). Pada tahap kerja kelompok (inti) siklus 1 yaitu sebesar 55% dan pada siklus 2 meningkat menjadi 70% ( mengalami peningkatan sebesar 15%). Pada tahap penutup (kesimpulan) siklus 1 yaitu sebesar 60% dan pada siklus 2 meningkat menjadi 70% ( mengalami peningkatan sebesar 10%). Hasil belajar siswa dari aspek afektif menunjukkan bahwa jumlah siswa yang tuntas belajar pada siklus 1 sebanyak 17 siswa (47%) dan pada siklus 2 meningkat menjadi 26 siswa (73%), mengalami peningkatan sebesar 20%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran koopeartif model Roundtable dalam pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar ekonomi siswa kelas VII C SMP Negeri 4 Malang. Saran-saran yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini adalah bagi guru mata pelajaran ekonomi mulai menerpakan pembelajaran kooperatif model roundtable dalam pembelajaran berbasis masalah dan mengembangkannya pada materi yang lain. Penerapannya dalam kelas memerlukan kreativitas guru yang tinggi terutama dalam menyajikan fenomena sebagai pemicu masalah sehingga masalah yang disajikan betul-betul dapat merangsang siswa untuk berpikir.

Persepsi guru pendidikan seni di lingkungan sub rayon SMA Negeri Gondanglegi tentang pelaksanaan mata pelajaran seni budaya berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan / Achmad Farid

 

Pemerintah telah menyempurnakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Munculnya kurikulum baru ini merupakan hal yang fenomenal karena memunculkan dua belah pihak yang berbeda. Pihak pertama adalah pihak yang mendukung terhadap perubahan kurikulum ini dan pihak kedua adalah pihak yang kontroversi terhadap perubahan kurikulum ini. Berdasarkan permasalahan tersebut dilakukan penelitian untuk menggali persepsi guru-guru pendidikan seni (pada satuan tingkat SMA) tentang pelaksanaan mata pelajaran Seni Budaya berdasarkan KTSP. Penelitian yang dilakukan kepada delapan responden ini berlokasi di Sub Rayon SMA Negeri Gondanglegi. Ruang lingkup penelitian Persepsi guru tentang pelaksanaan mata pelajaran Seni Budaya berdasarkan KTSP difokuskan pada perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-kuantitatif dengan metode deskriptif. Instumen yang digunakan adalah Kuesioner untuk mendapat data emik ? data yang direkayasa berdasarkan asumsi-asumsi dan teori-teori yang telah ada untuk mengarahkan responden menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diharapkan peneliti dan pedoman wawancara untuk mendapatkan data etik ? data yang apa adaya. Hasil penelitian persepsi guru tentang perencanaan pembelajaran berdasarkan KTSP cenderung sama dengan perencanaan berdasarkan KBK. Data ini dipaparkan dengan seratus empat jumlah tabulasi data yang diperoleh dari jawaban delapan responden tentang perencanaan pembelajaran (program tahunan, program semester, dan silabus) yang dirangkai menjadi tiga belas soal pada kuesioner. Persepsi guru-guru yang menyatakan relevan lebih dominan. Tujuh puluh dua data menyatakan relevan, dua puluh delapan data menyatakan kurang relevan, tiga data menyatakan tidak relevan, dan satu data menyatakan ragu-ragu. Hasil penelitian persepsi guru tentang pelaksanaan pembelajaran berdasarkan KTSP dan KBK adalah cenderung sama. Data ini dipaparkan dengan seratus dua puluh jumlah tabulasi data yang diperoleh dari jawaban delapan responden atas lima belas pertanyaan tentang teknik dan proses dalam pelaksanaan pembelajaran. Data yang menyatakan relevan lebih mendominasi dari pada yang menyatakan kurang relevan, tidak relevan, dan ragu-ragu. Delapan puluh data dari seratus dua puluh menyatakan relevan, dua puluh dua data menyatakan kurang relevan, dan delapan belas data menyatakan ragu-ragu. Hasil penelitian persepsi guru tentang penilaian pembelajaran antara KTSP dan KBK adalah cenderung sama. Data ini diperoleh berdasarkan sembilan puluh enam jumlah tabulasi data yang diperoleh dari jawaban delapan responden atas dua belas pertanyaan tentang perencanaan, pelaksanaan, dan pengolahan data nilai pada penilaian pembelajaran. Data yang menyatakan relevan lebih mendominasi. Hal ini ditunjukkan dengan lima puluh lima data dari sembilan puluh enam data menyatakan relevan, dua puluh dua data menyatakan kurang relevan, lima belas data menyatakan tidak relevan, dan empat data menyatakan ragu-ragu.

Perilaku masyarakat nelayan terhadap kebersihan lingkungan pantai di daerah pesisir Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan / Alifyani Gunarti

 

Perairan Laut Jawa termasuk perairan laut yang tercemar. Masyarakat nelayan di Indonesiapun pada umumnya kurang memperhatikan lingkungan pantai, selain itu mereka juga identik dengan lingkungan kumuh, oleh karenanya lingkungan hidup di permukiman nelayan pada umumnya sangat rendah. Akan tetapi masih dapat diperbaiki apabila secara sadar dan terus menerus diambil langkah ? langkah untuk mengembangkan lingkungan hidup. Kebersihan lingkungan pantai merupakan salah satu persyaratan untuk menciptakan kelestarian lingkungan. Rendahnya pengetahuan serta kesadaran masyarakat nelayan, menjadikan timbulnya suatu permasalahan lingkungan. Permukiman lingkungan pantai di pesisir pantai Kecamatan Lekok identik dengan masyarakat nelayan dan lingkungan kumuhnya. Daerah pantai Kecamatan Lekok ini mulai tercemar dan sangat kotor. Pencemaran ini terjadi karena perilaku masyarakat nelayan setempat yang kurang memperdulikan kebersihan lingkungan pantai. Hal ini dapat dilihat dari perkampungannya yang amis, sampah-sampah yang dibuang dan berserakan di tepi pantai, serta kebiasaan dari beberapa masyarakat yang membuang hajat di tepi pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat nelayan terhadap kebersihan lingkungan pantai. Rancangan dalam penelitian ini merupakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat nelayan di desa Jati Rejo dan desa Wates Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan. Ditentukan sampel sebanyak 100 responden yang dipilih secara Random Sampling ( acak ) dengan cara diundi. Instrumen yang digunakan adalah wawancara terpimpin. Analisis yang digunakan adalah persentase dan analisis tabulasi dengan menggunakan skoring skala Likert. Hasil penelitian yang diperoleh mengenai perilaku masyarakat nelayan terhadap kebersihan lingkungan pantai secara umum hasilnya 0,00% termasuk dalam kriteria sangat kurang, 0,00% termasuk dalam kriteria kurang, 25,00% termasuk dalam kriteria cukup, 75,00% termasuk dalam kriteria baik, dan 0,00% termasuk dalam kriteria sangat baik. Hasil persentase perilaku masyarakat nelayan Kecamatan Lekok tersebut menunjukkan baik, dalam arti masyarakat nelayan Kecamatan Lekok cukup mengerti perilaku yang seharusnya mereka lakukan terhadap kebersihan lingkungan pantai, namun belum dapat menerapkan pada perilaku sehari-harinya.

Pelaksanaan strategi diversifikasi produk dalam rangka meningkatkan jumlah pengunjung pada taman belajar dan rekreasi Jawa Timur Park (Jatim Park) Batu / Luluk Suryani Dewi

 

Banyaknya persaingan antar sesama peerusahaan dalam suatu negara maka akan tercipta kualitas produk yang semakin baik dan mendorong efisiensi dalam produksinya. Salah satu langkah konkrit yang harus dilaksanakan oleh perusahaan adalah dengan menggunakan pemasaaran sebagai media untuk mempertahankan sekaligus mengembanngkan perusahaannya. Pemasaran memegang peranan penting dalam kegiatan usaha. Perusahaan harus berupaya memenangkan persaingan dengan menemukan strategi pemasaran baru yang tepat. Jatim park merupakan salah satu obyek wisata yang memadukan secara serasi antara konsep pendidikan dan konsep pariwisata dalam satu waktu yang telah melaksanakan strategi diversifikasi produk sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan jumlah kunjungan, mengejar pertumbuhan perusahaan, serta meningkatkan laba perusahaan. Dalam penyusunan tugas akhir yang diawali dengan kegiatan PKL, penulis berusaha untuk mengetahui: (1) Bagaimana pelaksanaan diversifikasi produk pada Jatim Park, (2) Manfaat diversifikasi produk pada Jatim Park, dan (3) Faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan diversifikasi produk pada Jatim Park. PKL dilaksanakan di Jatim Park dimulai tanggal 1 September sampai dengan 30 September 2007. Dalam pelaksanaan PKL di Jatim Park didapatkan bahwa: (1) Pelaksanaan strategi diversifikasi produk pada Jatim Park adalah diversifikasi konsentris dan diversifikasi horizontal, (2) Manfaat diversifikasi produk pada Jatim Park yaitu, memperkecil resiko kerugian, memperluas pasar, mengurangi kebosanan konsumen, dan meningkatkan omzet penjualan, (3) Faktor pendukung pelaksanaan diversifikasi produk Jatim Park meliputi: adanya kualitas produk yang baik, adanya modal yang cukup besar, mempunyai ide-ide yang kreatif, ada sikap tanggap terhadap masalah waktu pengembangannya yang relatif cepat. Sedangkan faktor penghambatnya, harga tiket yang mahal, waktu pengem-bangannya yang cepat sehingga produk kurang memuaskan konsumen dan tenaga pemandu yang kurang profesional. Kesimpulan yang didapat penulis adalah Jatim Park sudah melaksanakan strategi diversifikasi produk meskipun belum maksimal dengan beberapa faktor yang menjadi pendukung dan penghambat diversifikasi produk yang meliputi: (1) kualitas produk, (2) harga tiket, (3) waktu pengembangan yang cepat, (4) kemampuan pengembangan, (5) dan lain-lain. Beberapa saran yang diharapkan dapat meningkatkan volume pengunjung di Jatim Park adalah (1) meningkatkan kualitas pelayanan dan kuantitas SDM dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada karyawan seperti workshop agar konsumen merasa puas dengan pelayanan yang diberikan, (2) meningkatkan strategi yang telah digunakan agar produk yang ditawarkan lebih efektif dan tepat sasaran

Implementasi pembelajaran kooperatif dengan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan prestasi belajar fisika dan kemampuan psikomotorik siswa kelas VII semester I SMP Dharma Wanita Universitas Brawijaya Malang tahun ajaran 2007/2008 / Nely Nurdian Khaira

 

Mata pelajaran fisika sebagai salah satu bidang mata pelajaran sains memerlukan metode pembelajaran dan pendekatan pembelajaran yang sesuai agar materi dapat terserap dan dikuasai siswa dengan baik. Berbagai usaha yang di?lakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sains akan berjalan dengan baik apabila guru dan siswa terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran dan berperan aktif didalamnya. Salah satunya adalah pembelajaran kooperatif dengan pendekatan kontekstual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Bagaimanakah prestasi belajar fisika dan kemampuan psikomotorik siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatf yang menggunakan pendekatan kontekstual, (2) Apakah prestasi belajar fisika dan kemampuan psikomotorik siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif yang menggunakan pendekatan kontekstual lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Dharma Wanita Universitas Brawijaya Malang. Sampel penelitian yang terpilih secara random adalah, kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VII A sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen perlakuan yang menggunakan lembar kerja siswa dan instrumen prestasi belajar fisika siswa yang berupa soal tes prestasi belajar dan kemampuan psikomotorik materi pengukuran. Berdasarkan hasil penelitian prestasi belajar siswa kelas eksperimen sebelum diberi perlakuan mempunyai rata-rata 48,25 setelah diberi perlakuan 6,71 dan kemampuan psikomotorik siswa sebelum diberi perlakuan mempunyai rata-rata 54,58 setelah diberi perlakuan 68,33, sedangkan prestasi belajar siswa kelas kontrol sebelum diberi perlakuan mempunyai rata-rata 53,20 setelah diberi perlakuan 48,84 dan kemampuan psikomotorik sebelum diberi perlakuan mempunyai rata-rata 58,00 setelah diberi perlakuan 53,60. Sehingga dapat ditarik kesimpulan (1) Terdapat perbedaan prestasi belajar fisika dan kemampuan psikomotorik antara siswa yang diajar dengan metode pembelajaran kooperatif dengan pendekatan kontekstual dan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional ; (2) Prestasi belajar fisika dan kemampuan psikomotorik siswa yang diajar melalui pembelajaran kooperatif dengan pendekatan kontekstual lebih baik dibandingkan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional.

Pengembangan perangkat pembelajaran gugus fungsi dan identifikasinya di SMA/MA berbasis konstruktivistik / Elysa Tri Wahyuni

 

Pengembangan perangkat pembelajaran terhadap suatu materi pokok yang berbasis konstruktivistik telah dilakukan dan memiliki kelebihan yaitu (1) kegiatan belajar dalam perangkat dimulai dari uraian faktual menuju uraian konseptual sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, (2) kegiatan yang dilakukan siswa jelas dan terarah, (3) diberikan gambar-gambar yang dapat menarik minat baca siswa. Oleh karena itu, dilakukan penelitian lanjutan yakni penelitian pengembangan perangkat pembelajaran yang berbasis konstruktivistik dengan materi gugus fungsi dan identifikasinya. Pengembangan ini dapat dijadikan alternatif dalam mengajarkan materi gugus fungsi dan identifikasinya. Tujuan pengembangan ini adalah (1) untuk mengidentifikasi langkah-langkah dalam pengembangan perangkat pembelajaran gugus fungsi dan identifikasinya menurut 4D-model yang dikembangkan oleh Thiagarajan, (2) untuk memperoleh produk pengembangan yang berwujud perangkat pembelajaran gugus fungsi dan identifikasinya yang berbasis konstruktivistik, dan (3) untuk mengetahui tingkat validitas perangkat pembelajaran hasil pengembangan. Pengembangan perangkat pembelajaran dalam penelitian ini digunakan suatu model pengembangan yang direkomendasikan oleh Thiagarajan (1974), yakni 4D-Model (Pembatasan (Define), Perencanaan (Design), Pengembangan (Develop), dan Penyebarluasan (Disseminate)). Keempat D dalam 4D-Model merupakan tahap-tahap atau sintaks dalam pengembangan perangkat pembelajaran. Namun, pada rancangan pengembangan ini akan diadopsi sampai pada D yang ketiga, yakni hingga tahap pengembangan (develop). Validator dalam pengembangan ini adalah satu orang dosen kimia yang kompeten dan tiga orang guru kimia SMA yaitu dari SMAN 5, MAN1, dan SMA Wahid Hasyim Malang. Instrumen yang digunakan adalah angket penilaian dan angket tanggapan terhadap perangkat pembelajaran kemudian dianalisis. Analisisnya menggunakan analisis deskriptif. Produk yang dihasilkan dalam pengembangan adalah perangkat pembelajaran kelas XII semester 2 dengan materi pokok gugus fungsi dan identifikasinya. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa: (a) bahan ajar yang terdiri dari halaman judul, kata pengantar, daftar isi, panduan bagi pengguna bahan ajar, pendahuluan, uraian materi, rangkuman, kata-kata kunci, daftar pustaka, (b) soal-soal latihan dan kunci jawaban, (c) Lembar Kegiatan Siswa, (d) silabus dan RPP yang dilengkapi dengan instrumen penilaian (kognitif, afektif, dan psikomotorik). Hasil validasi terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan secara keseluruhan menunjukkan nilai rata-rata 3,5 yang bermakna bahwa secara keseluruhan bahan ajar yang dikembangkan adalah layak untuk digunakan dengan tingkat validitas sebesar 89% yang tergolong valid.

Dampak perubahan penggunaan lahan terhadap limpasan permukaan pada kawasan CBD (central business district) dan sekitarnya di Kota Malang / Yusriyanshah

 

Pertambahan penduduk yang tinggi dan peningkatan kegiatan akan menimbulkan perubahan dan perkembangan suatu kota. Sejalan dengan perkembangan tersebut maka kebutuhan ruang semakin meningkat sebagai konsekwensi dari pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarananya. Salah satu unsur yang paling berpengaruh pada perkembangan suatu kota adalah Central Bussines District (CBD). CBD merupakan kawasan yang memiliki akses termudah dalam memenuhi beragam kebutuhan penduduk sehingga pertambuhan lebih cepat dibanding kawasan lain. Keadaan ini menyebabkan terjadinya perubahan fungsi ruang dan pengalihan fungsi lahan, sehingga dapat memperburuk keseimbangan lingkungan. Perubahan penggunaan lahan CBD ini akan mempengaruhi limpasan permukaan yang terjadi pada waktu musim hujan. Hal inilah yang melatarbelakangi penelitian ini. Penelitian ini bertujuan (1) Mengkaji perubahan penggunaan lahan selama 10 tahun terakhir kawasan CBD di Kota Malang.(2) Mengkaji karakteristik limpasan permukaan pada kawasan CBD di Kota Malang. (3) Mengkaji dampak pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap limpasan permukaan pada kawasan CBD di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode survey, yaitu suatu metode penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan sejumlah besar data variabel, unit atau individu dalam waktu yang bersamaan dengan tujuan agar dapat mengeneralisasikan terhadap apa yang diteliti. Sampel penelitian ini diambil pada pengunaan lahan terbuka berupa rumput/taman dan semak belukar, sedangkan pada lahan tertutup pada pemukiman padat yang diperoleh dari data sekunder. Untuk mengetahui volume limpasan digunakan metode rasional, sehingga dapat diketahui volume limpasan dan prosentase limpasannya. Hasil penelitian diperoleh bahwa perubahan penggunaan lahan sebesar 161.981 m2 antara tahun 1993 sampai 2003 mengakibatkan kenaikan limpasan sebesar 13 m3/hari pada lahan tertutup dan mengalmi penurunan sebesar 3 m3/hari pada lahan rumput/taman. Perubahan ini berdampak pada terjadinya genangan atau banjir pada saat hujan di Kelurahan klojen dan Polehan yang berbatasan dengan kawasan CBD.

Evaluasi kesesuaian lahan pertanian untuk tanaman jagung di Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep / Jayanti Mas'udah

 

Tidak semua lahan di permukaan bumi ini dimanfaatkan untuk usaha pertanian secara intensif, karena karena pada setiap lahan memiliki faktor pembatas dalam bentuk sifat-sifat fisik tanah. Sifat fisik tanah terdiri dari tekstur tanah, drainase, kemiringan, kedalaman efektif tanah, dan kondisi batuan di permukaan. Sedangkan sifat kimia terdiri dari C-organik dan KTK liat. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk (1) mendiskripsikan karakteristik lahan Kecamatan Bluto; (2) Apakah karakteristik lahan di Kecamatan Bluto sesuai untuk pengembangan tanaman jagung. Penelitian ini merupakan pelitian survei dengan menggunakan metode evaluasi. Populasi penelitian ini lahan kering di wilayah Kecamatan Bluto. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang di dasarkan atas peta satuan lahan yang dihasilkan dari tumpang susun (overlay) tiga jenis peta (peta kemiringan lereng, peta jenis tanah, dan peta penggunaan lahan). Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri atas tekstur tanah, drainase, salinitas, retensi hara, media perakaran dan penyiapan lahan. Selanjutnya data peta administrasi, peta kemiringan lereng, peta jenis tanah, peta pengguaan lahan dan data curah hujan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah matching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisrik lahan di Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep pada satuan lahan I termasuk kelas tidak sesuai (N) dengan faktor pembatas tekstur tanah, dan bahan kasar, pada satuan lahan II termasuk kelas tidak sesuai (N) dengan faktor pembatas tekstur tanah, sedangkan satuan lahan III termasuk kelas sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas bahan kasar, dan kemiringan lereng (27%). Faktor pembatas terberat (N) dapat diperkecil pengaruhnya melalui pengolahan tanah secara intensif sehingga kandungan tanah yang bertekstur kasar dapat berkurang. Sedangkan faktor pembatas berat (S3) dapat diperkecil pengaruhnya melalui pembuatan teras pada lahan dan pengelolaan lahan searah dengan garis kontur, selain cara tersebut juga dapat ditempuh reboisasi atau penghijauan.

Perbedaan hasil belajar ekonomi antara model pembelajaran siklus (learning cycle) dengan metode pembelajaran konvensional pada siswa SMK Ardjuna 01 Malang / Yuli Astuti Fajar Wulandari

 

Model pembelajaran siklus (learning cycle) merupakan salah satu model pembelajaran yang mengacu pada teori konstruktivisme. Pembelajaran dengan metode siklus (learning cycle) dapat mengembangkan atau memperkaya konsep-konsep belajar yang telah dimiliki siswa. Belajar dengan model pembelajaran siklus (learning cycle) dapat membuat siswa aktif dan memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri. Model pembelajaran siklus (learning cycle) memiliki lima fase antara lain pendahuluan (engagement), eksplorasi (exploration), penjelasan (explanation), penerapan konsep (elaboration), dan evaluasi (evaluation). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara penerapan model pembelajaran siklus (learning cycle) dengan metode pembelajaran konvensional pada mata diklat ekonomi di SMK Ardjuna 01 Malang. Penerapan model pembelajaran siklus (learning cycle) dan metode pembelajaran konvensional (ceramah dan tanya jawab) diukur melaui aspek kognitif saja yaitu melalui pre test dan post test. Pada penelitian sebelumnya yaitu Susilo (2006), dan Rodiana (2007) menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran siklus (learning cycle) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Berdasarkan kesimpulan dan saran dari kedua peneliti maka dilakukan kembali pada variabel, sampel, dan materi yang berbeda Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen, menggunakan rancangan penelitian quasi eksperimental desing. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil pengambilan sampel didapat kelas 2 Penjualan sebagai kelas eksperimen dan kelas 2 Administrasi Perkantoran sebagai kelas kontrol, dimana kedua kelas tersebut sebelumnya mendapatkan pengajaran metode konvensional (ceramah dan tanya jawab). Uji coba instrumen melipiuti uji validitas, uji reliabilitas, taraf kesukaran, dan daya beda. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis hipotesis yang didalamnya terdapat uji normalitas, uji homogenitas dan uji t. Hasil uji normalitas kemampuan awal kelas eksperimen menunjukkan nilai signifikansi 0,382 dan kelas kontrol 0,551. Hasil uji normalitas kemampuan akhir kelas eksperimen menunjukkan nilai signifikansi 0,450 dan kelas kontrol 0,475. Hasil uji homogenitas kemampuan awal menunjukkan nilai signifikansi 0,806. Hasil uji homogenitas kemampuan akhir menunjukkan nilai signifikansi 0,836. Berdasarkan kriteria uji yang ditetapkan berarti data berdistribusi normal dan bersifat homogen, sehingga analisis data beda rata-rata terhadap kenaikan nilai menunjukkan nilai signifikansi taraf nilai signifikansi 0,040 < 0,05 dan t hitung (2,104) > t tabel (2,003) hal ini sesuai dengan pernyataan jika signifikansi < 0,05 dan t hitung > t tabel maka H0 ditolak dan menerima Ha. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan hasil belajar ekonomi antara siswa yang mendapat model pembelajaran siklus (learning cycle) dengan siswa yang mendapat metode pembelajaran konvensional (ceramah dan tanya jawab), dimana diketahui bahwa rata-rata nilai hasil belajar ekonomi (kognitif) siswa yang mendapatkan model pembelajaran siklus (learning cycle) lebih tinggi dari pada rata-rata nilai siswa yang mendapatkan metode pembelajaran konvensional (ceramah dan tanya jawab). Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan untuk menggunakan model pembelajaran siklus (learning cycle) sebagai salah satu alternatif dalam pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Alat pendeteksi gas CO (karbon monoksida) dalam ruangan menggunakan AF30 berbasis mikrokontroller AT89S51 / Dwi Saputro

 

Udara merupakan salah satu sumber kehidupan manusia yang dapat diperoleh secara bebas. Tingkat pencemaran udara sekarang meningkat sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan. Gas CO (Karbon Monoksida) adalah suatu zat dari hasil pembakaran seperti gas buang dari kendaraan bermotor, hasil pembakaran rokok, hasil pembakaran produksi industri pabrik ? pabrik. Alat Pendeteksi Gas CO (Karbon Monoksida) dalam ruangan menggunakan AF30 berbasis mikrokontroler AT89S51 dirancang untuk mendeteksi gas CO (Karbon Monoksida). Gas CO itu sendiri meliputi: Asap kendaraan bermotor, asap rokok, asap obat nyamuk, dan asap industri pabrik. Metode perancangan dan pembuatan alat Pendeteksi Gas CO dalam ruangan menggunakan AF30 berbasis mikrokontroler AT89S51 ini adalah menentukan sensor yang akan digunakan, jenis penguat operasionalnya, tipe ADC yang dibutuhkan, tipe mikrokontroller yang dipakai, dan tipe LCD yang akan di display pada alat dan tentunya juga diperlukan hasil pengujian rangkaian tiap blok yakni, pengujian rangkaian sensor, rangkaian penguat operasional, rangkaian ADC, dan rangkaian mikrokontroller. Kesimpulan dapat diambil selama melakukan perancangan dari alat pendeteksi gas CO dalam ruangan menggunakan AF30 berbasis mikrokontroller AT89S51, yaitu menyimpulkan kelebihan dan kekurangan alat yang telah dirancang,

Analisis perhitungan dan pelaporan pajak penghasilan (PPh) pasal 21 atas gaji pegawai tetap pada PT. PLN (Persero) unit pelayanan dan jaringan Blitar / Ratna Setyawati

 

Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 adalah pajak atas penghasilan dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apapun sehubungan dengan pekerjaan, jabatan, dan kegiatan. Pada PT. PLN (Persero) UPJ Blitar, perhitungan PPh Pasal 21 dikenakan atas gaji pegawai tetap yang dilakukan oleh PT. PLN (Persero) APJ Kediri selaku kepala distribusi pelayanan jaringan listrik sekarisidenan Kediri. PPh Pasal 21 dipotong dan disetorkan atas penghasilan yang diterima sehubungan dengan pekerjaan dari PT. PLN (Persero) selaku pemberi kerja yang merupakan pelunasan pajak terutang untuk tahun pajak yang bersangkutan.Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk megetahui (1) Mekanisme Perhitungan PPh Pasal 21 atas gaji pegawai tetap pada PT. PLN (Persero) UPJ Blitar, (2) Prosedur pelunasan/pembayaran PPh Pasal 21 dan (3) Perlakuan Akuntansi atas PPh Pasal 21. Metode pemecahan masalah yang digunakan dalam penulisan Tugas akhir ini adalah (1) Analisis mekanisme perhitungan PPh Pasal 21 atas gaji pegawai tetap, (2) Analisis prosedur pelunasan/pembayaran PPh Pasal 21 dan, (3) Analisis perlakuan akuntansi atas PPh Pasal 21. Hasil penulisan Tugas Akhir ini yaitu (1) Mekanisme perhitungan PPh Pasal 21 pada PT. PLN (Persero) UPJ Blitar yang dilakukan oleh PT. PLN (Persero) APJ Kediri telah sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku saat ini. Kesulitan-kesulitan yang dihadapi diantaranya yaitu tidak semua pegawai memiliki NPWP serta berubahnya status Wajib Pajak seperti tambahan anak, (2) Pelunasan dan pembayaran PPh Pasal 21 dilakukan oleh Bagian SDM dan Bagian Anggaran Keuangan yang lebih mengetahui masalah keuangan dan kepegawaian PT. PLN sehingga dapat memperkecil resiko kesalahan dalam pembukuan perusahaan, (3) Untuk akuntansinya, PT. PLN (Persero) telah melakukan pembukuan dengan baik untuk pembayaran gaji pegawai tetap serta pemotongan PPh Pasal 21. Untuk memaksimalkan perhitungan dan pelaporan PPh Pasal 21 pada PT. PLN (Persero) UPJ Blitar, sebaiknya bagi Wajib Pajak yang belum memiliki NPWP segera mendaftarkan diri untuk mempermudah administrasi dalam pembayaran pajak. Selain itu setiap pegawai yang berubah status Wajib Pajaknya wajib memberitahukan kepada perusahaan selaku pemotong pajak sebelum masa pembayaran pajak agar perhitungan PPh Pasal 21 sesuai kenyataan.

Analisis laporan keuangan sebagai bahan pertimbangan pemberian kredit modal kerja terhadap nasabah BRI Kanca Martadinata Malang / Ismatul Izzah Al Fathimiyah

 

Tujuan pembangunan nasional adalah untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur serta merata sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Untuk mewujudkan pembangunan dan tata perekonomian tersebut perlu ditingkatkan segala potensi masyarakat sesuai dengan perekonomian Negara kita. Salah satu potensi yang perlu ditingkatkan adalah bidang perbankan. Bank sebagai lembaga keuangan merupakan suatu institusi yang strategis dan sangat berperan dalam menentukan pertumbuhan ekonomi. Peranan yang sangat penting tersebut disebabkan oleh fungsi utama bank sebagai lembaga yang dapat menghimpun dan menyalurkan dananya pada masyarakat secara efektif dan efisien. BRI merupakan salah satu BUMN yang menyediakan fasilitas kredit yang dapat dinikmati kalangan pengusaha atas maupun bawah. Kredit yang bermanfaat banyak bagi masyarakat dan memberikan keuntungan besar bagi bank ternyata juga dapat menjadi beresiko, salah satunya adalah jika debitur tidak dapat melunasi. Untuk mengurangi resiko terhadap dana pinjaman yang diberikan pada calon debitur, maka pihak bank memerlukan adanya pertimbangan serta kehati-hatian agar kepercayaan benar-benar terwujud. Langkah yang harus diambil oleh suatu bank dalam pemberian kredit adalah melakukan analisis mengenai kelayakan permohonan kredit yang diajukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis laporan keuangan sebagai bahan pertimbangan pemberian kredit modal kerjaterhadap nasabah BRI Kanca Martadinata Malang. Untuk mencapai tujuan tersebut, setelah dilakukan studi pustaka dengan cara membaca, juga menggunakan metode pengumpulan data secara langsung terhadap obyek yang diteliti dengan teknik observasi yaitu dengan mengamati secara langsung dan dokumentasi yaitu dengan melihat dokumen atau arsip-arsip yang sudah ada. Metode pemecahan masalah yang digunakan adalah dengan menggunakan rasio keuangan yaitu yang meliputi rasio likuiditas, rasio profitabilitas, rasio solvabilitas dan rasio activity. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya analisis laporan keuangan maka pihak bank akan mendapatkan keyakinan bahwa si nasabah benar-benar dapat dipercaya untuk mengembalikan pinjaman yang diberikan. Karena dalam hal ini laporan keuangan berisikan catatan secara konsisten dan wajar dari setiap transaksi bisnis atau dengan kata lain laporan keuangan dapat mencerminkan kekayaan dan kewajiban yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Selain itu analisis laporan keuangan juga bisa digunakan untuk memprediksi masa depan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bahwa pihak bank harus lebih selektif dan teliti dalam memilih calon debitur. Hal ini bisa dilakukan dengan menambah pertimbangan sebelum pengambilan keputusan yaitu dari segi kualitatif dengan menggunakan analisis 7P yaitu meliputi personality, party, purpose, prospect, payment, profitability dan protection dan study kelayakan yang meliputi aspek hukum, aspek pasar dan pemasaran, aspek keuangan, aspek operasi/teknis, aspek manajemen, aspek ekonomi/social dan aspek amdal yang dilakukan oleh pihak bank terhadap calon nasabah. Sedangkan dari segi kuantitatif dengan menambah perhitungan rasio keuangan antara lain rasio likuiditas meliputi rasio kas terhadap aktiva lancar, rasio kas terhadap hutang lancar, rasio aktiva terhadap total aktiva dan rasio aktiva terhadap hutang, rasio profitabilitas meliputi Return on aquity dan return on total assets, rasio solvabilitas yaitu rasio hutang dan rasio aktivitas yaitu perputaran aktiva tetap dan perputaran total aktiva.

Analisis sistem pengendalian intern terhadap siklus penerimaan dan pengeluaran kas PT. Gramedia Asri Media / Maya Wulandari

 

Untuk bertahan di era globalisasi seperti sekarang ini perusahaan harus mampu mendapatkan laba semaksimal mungkin, menguasai pasar dan mengembangkan usaha. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan adanya sistem yang mampu mengatur agar tujuan-tujuan tersebut dapat tercapai. Sistem penerimaan dan pengeluaran kas merupakan salah satu sistem yang mempengaruhi keberhasilan perusahaan dalam mewujudkan tujuannya. Hal ini disebabkan karena sebagian besar transaksi perusahaan akan menyangkut masalah pertukaran dan berakhir dengan kas. Dilihat dari karakteristik dan fungsinya, kas merupakan alat yang mudah untuk diselewengkan atau disalahgunakan oleh pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab. Untuk itu diperlukan suatu sistem yang baik yang mampu mengatur atau mengelola kas dengan baik (efektif) untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan. Sistem pengendalian kas yang baik harus mampu memberikan pengawasan dan pengendalian sehingga dapat menciptakan kinerja yang efektif. Untuk mengetahui sistem pengendalian dan kinerja perusahan perlu dilihat struktur organisasi, praktik yang sehat, jaringan prosedur, sistem otorisasi dan karyawan yang kinerjanya bagus sesuai dengan tanggung jawabnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan sistem penerimaan dan pengeluaran kas pada PT. Gramedia Asri Media dan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pengendalian intern tehadap sistem penerimaan dan pengeluaran kas PT. Gramedia Asri Media. Metode pemecahan masalah dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif yaitu dengan cara membandingkan antara teori yang sudah didapat dengan kenyatan yang ada dilapangan yang diproleh selama praktek kerja lapangan, khususnya mengenai sistem pnerimaan dan pengeluaran kas. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diketehui bahwa sudah terdapat adanya beberapa fungsi yang terkait guna menunjang internal control, dokumen rangkap, sistem otorisasi, praktik yang sehat, penggunaan beberapa rekening bank, pembuatan anggaran dan perlindungan fisik atas kas yang ada diperusahaan. Namun masih terdapat beberapa kekurangan diantaranya tidak adanya bagan alir (flow chart) sehingga sistem pengendalian intern dipandang kurang efektif . apalagi dengan melihat seringnya terjadi mutasi pegawai. Rekonsiliasi dan audit atas laporan keuangan yang dilakukan oleh bagian akuntansi juga dipandang kurang tepat/kurang independen, karena bagian akuntansi bertugas mencatat dan membuat laporan keuangan tersebut. Serta belum digunakannya kas kecil sistem imprest guna mengendalikan pengeluaran kas kecil. Saran yang dapat diberikan guna perbaikan sistem yang ada adalah dibuatnya bagan alir untuk lebih memaksimalkan sistem pengendalian intern yang ada. Pembuatan bagan alir ini relatif murah dibandingkan dengan hasil atau manfaat yang akan diperolehnya. Rekonsiliasi bank dan audit atas laporan keuangan juga sebaiknya dilakukan oleh orang yang independen sehinggga internal control yang bagus dan sesuai tetap terwujud. Penggunaan kas kecil yang menggunakan sistem imprest juga dianjurkan guna pengendalian penggunaan kas kecil.

Analisis penilaian usulan investasi untuk keputusan investasi aktiva tetap pada BMT Ar-Rahman Tulungagung / Wiwin Puji Astutik

 

ABSTRAK Astutik, Wiwin Puji. 2008. Analisis Penilaian Usulan Investasi untuk Keputusan Investasi Aktiva Tetap pada BMT Ar-Rahman Tulungagung. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dr. Nurika Restuningdiah, S.E, M.Si, Ak. Kata Kunci : Investasi, Aktiva Tetap, Analisis Penilaian Usulan Investasi. Analisis penilaian usulan investasi adalah penilaian investasi aktiva tetap dengan menggunakan pendekatan secara tidak langsung (discounted cash flow model) yang mencoba menilai setiap proyek investasi yang diajukan dengan cara menghitung keseluruhan penerimaan serta pengeluaran yang diharapkan terjadi selama usia proyek investasi yang dihitung dengan menggunakan dasar waktu yang sama, yaitu dasar waktu pada saat sekarang (present value) karena nilai uang dalam jangka waktu yang panjang selalu tidak sama, baik karena perubahan situasi moneter, maupun karena nilai uang itu sendiri harus dihubungkan dengan faktor waktu (time value money). Pendekatan ini belum pernah digunakan oleh manajemen BMT Ar-Rahman karena para manajer BMT Ar-Rahman belum cukup terlatih dan belum mempunyai cukup waktu untuk mempelajari teknik-teknik yang rumit sehingga metode penilaian usulan investasi aktiva tetap pada Kopsyah BMT Ar-Rahman hanya menggunakan estimasi sederhana. Oleh karena itu, penulis mengangkat beberapa pokok masalah yang dikaji yaitu bagaimana cara manajemen BMT Ar-Rahman melakukan penilaian atas keputusan investasi aktiva tetapnya dan bagaimanakah analisis penilaian usulan investasi untuk keputusan investasi aktiva tetap manajemen BMT Ar-Rahman berdasarkan metode yang diterapkan sebelumnya. Metode analisis penilaian usulan investasi yang digunakan adalah Payback Period dan Average Rate of Return, yang memberikan hasil positif dan metode Net Present Value, Internal Rate of Return, Net Terminal Value dan Modifikasi Internal Rate of Return yang memberikan hasil negatif, serta Perpetuity Rate of Return yang memberikan hasil apabila besarnya persentase dari supplier komputer baru yang dipilih lebih besar dari kandidat lain, maka usulan penggantian komputer lama dapat diterima. Perbedaan pengukuran rumus-rumus diatas menghasilkan jenis informasi yang berbeda bagi pengambil keputusan tetapi semuanya harus dipertimbangkan dalam proses keputusan. Untuk setiap keputusan khusus, mungkin harus diberikan bobot yang lebih kepada satu ukuran dibanding ukuran lainnya, tetapi sangatlah tidak bijaksana jika mengabaikan informasi yang diberikan oleh salah satu metode. Berdasarkan hasil analisis ini, beberapa saran yang dapat diberikan adalah sebaiknya terdapat fasilitas pendidikan dan pelatihan untuk para manajer Kopsyah BMT Ar-Rahman agar dapat mengsgunakan analisis penilaian usulan investasi aktiva tetap karena analisis penilaian usulan investasi aktiva tetap lebih akurat dan relevan untuk mengambil keputusan investasi daripada hanya dengan menggunakan metode spekulasi biasa atau estimasi-estimasi sederhana.

Analisis sistem pengendalian intern atas pengelolaan piutang usaha pada PT. PLN (Persero) unit pelayanan dan jaringan Blitar / Setyo Maruli Puspitasari

 

Perekonomian yang semakin maju menimbulkan banyak persaingan dalam dunia usaha. Perusahaan dituntut lebih bekerja keras untuk lebih meningkatkan kinerjanya guna mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan. Upaya yang dilakukan adalah melakukan pejualan kredit yang akan menimbulkan piutang usaha. Sebagai perusahaan yang bukan mencari keuntungan semata, melainkan memikirkan kesejahteraan masyarakatnya juga, PT PLN (Persero) Unit Pelayanan dan Jaringan Blitar harus memiliki manajemen piutang yang baik sehingga pengelolaan piutang menjadi efisien dan dapat mensejahterakan rakyat pula. Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah (1) Untuk mengetahui prosedur pengelolaan piutang usaha pada PT PLN (Persero) Unit Pelayanan dan Jaringan Blitar (2) Untuk mengetahui tingkat efisiensi pengelolaan piutang usaha pada PT PLN (Persero) Unit Pelayanan dan Jaringan Blitar dilihat dari Sistem Pengendalian Intern piutang usaha dan dilihat dari tingkat perputaran piutang usaha serta periode pengumpulan piutang selama tahun 2004-2006. Metode pemecahan masalah yang digunakan dalam penulisan Tugas akhir ini adalah diskriptif kualitatif. Dilakukan dengan menganalisis prosedur pengelolaan piutang atas pembayaran dengan metode SOPP (System On-Line Payment Point) dan mengukur tingkat pengelolaan piutang dengan tingkat perputaran piutang dan periode pengumpulan piutang. Hasil analisis yang dilakukan penulis pada PT PLN (Persero) Unit Pelayanan dan Jaringan Blitar, prosedur pengelolaan piutang usaha telah dlakukan dengan cukup baik tetapi ada kelemahan yaitu terdapat perangkapan fungsi pada bagian kasir. Dilihat dari tingkat perputaran piutangnya, tahun 2004 sebanyak 13,27 kali, tahun 2005 sebanyak 15,01 kali dan tahun 2006 sebanyak 10,98 kali. Sedangkan dilihat dari periode pengumpulan piutangnya tahun 2004 adalah 27,13 hari, tahun 2005 adalah 23,98 hari dan tahun 2006 adlah 32,79 hari. Dilihat dari hasil analisis di atas dapat dibuat kesimpulan antara lain (1) Perusahaan secara umum sudah efisien namun masih ada yang harus dibenahi. Sedangkan dilihat dari tingkat perputaran piutang dan periode pengumpulan piutang antara tahun 2004-2006 rata-rata sudah efisien. Agar terjadi pengelolaan yang efisien perlu dilakukan pemisahan fungsi yang jelas, penambahan jumlah karyawan, dan menyeleksi calon pelanggan dan KUD dengan selektif.

Penggunaan analisis trend sebagai prediksi peningkatan pendapatan dan pengukuran kinerja pada PT Pos Indonesia Cabang Blitar / Achmad Faizal Arief

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan tingkat pendapatan dada PT Pos Indonesia cabang Blitar yang bersifat diskriptif kuantitatif karena menggambarkan kondisi suatu kejadian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, interview. Untuk memecahkan masalah yang telah dirumuskan digunakan analisis trend metode least square yaitu Y = a + bX dan dan Y1= a + bx yang mana untuk mengetahui kecenderungan seberapa besar peningkatan pendapatan, setelah itu dapat diprediksi berapa pendapatan yang diperoleh tahun berikutnya yang sudah ditentukan. Prediksi peningkatan pendapatan pada PT Pos Indonesia dimana prediksi yang diperoleh dari tahun 2008 sampai dengan 2010 hampir sama. Penyebab terjadinya salah perhitungan karena prosedur pendapatan yang digunakan PT Pos adalah dengan mementukan pendapatan bulan depan lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Sehingga harus menunggu perolehan pendapatan bulan sebelumnya Pos hanya terpaku untuk mengoptimalkan kemampuan yang ada saja untuk mmenuhi target pada bulan berjalan. Dengan melihat laba yang diperoleh pada tahun 2003, 2004, 2005, dan 2006 semakain lama laba semakin turun.Yaitu laba pada tahun 2003 sebesar Rp.1,240,438,204. Laba pada tahun 2004 sebesar Rp.1,082,805,568. Laba pada tahun 2005 sebesar Rp. 647,299,893 dan laba pada tahun 2006 sebesar Rp. 997,460,275 . Pada Tahun 2003 ke 2004 mengalami penurunan sebesar 14,56%. Tahun 2004 ke 2005 menunjukkan penurunan yang sangat mencolok yaitu sebesar 67,8%. Tahun 2005 ke 2006 mengalami peningkatan kembali sebesar 54,10% Tahun 2006 ke 2007 mengalami penurunan kembali sebesar 41,65%. Penurunan tersebut terjadi karena adanya ketidak profesionalnya kinerja karyawan dan Perusahaan menentukan standart pendapatan yang lebih rendah dari tahun sebelumnya untuk bisa memenuhi target. Agar PT Pos Indonesia dapat bersaing dengan perusahaan pengiriman jasa maupun barang yang lain, maka PT Pos harus bisa melakukan inovasi-inovasi yang lebih baik lagi, yang menarik agar pelanggan tertarik dan bisa terus menggunakan jasa layanan PT Pos tersebut. Dan juga teknologi yang dipakai juga harus lebih baik lagi karena untuk menunjang juga pelayanan yang diberikan nantinya dan agar target pendapatan tahun 2008 sampai 2010 tercapai dengan melihat prediksinya, kinerja perusahaan dapat ditingkatkan salah satunya dengan peningkatan mutu para karyawan PT Pos tersebut dengan memberikan Reward adalah pertukaran (penghargaan) yang diberikan perusahaan atau jasa yang diberikan penghargaan, yang secara garis besar terbagi dua kategori, yaitu: (a) gaji, keuntungan, liburan; (b) kenaikan pangkat dan jabatan, bonus, promosi, simbol (bintang) dan penugasan yang menarik. Sistem yang efektif untuk pemberian reward (penghargaan).

Analisis penerapan PSAK No. 46 tentang akuntansi pajak penghasilan pada laporan keuangan klien di kantor akuntan publik Made Sudarma, Thomas dan Dewi Malang / Ahmad Rofiq

 

Masalah konseptual dalam akuntansi untuk pajak penghasilan adalah prinsip akuntansi yang digunakan untuk pelaporan keuangan (Standar Akuntansi Keuangan) tidak selalu sama atau sejalan dengan peraturan perpajakan yang digunakan untuk menentukan besarnya laba kena pajak. Perbedaan prinsip tersebut ada yang bersifat sementara dan ada yang bersifat tetap dimana perbedaan tetap merupakan konsekuensi yang harus diterima perusahaan sedangkan perbedaan sementara menyangkut masalah waktu pengenaan pajak. Adanya perbedaan sementara menimbulkan pengakuan pajak tangguhan oleh perusahaan yang merupakan konsep dari PSAK No. 46. Meskipun telah berlaku efektif mulai 1 Januari 1999 bagi perusahaan terbuka dan 1 Januari 2001 bagi perusahaan tertutup, ternyata masih belum cukup memberikan waktu bagi perusahaan-perusahaan untuk dapat menerapkan konsep PSAK No. 46 dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan PSAK No. 46 pada laporan keuangan klien di KAP Made Sudarma, Thomas dan Dewi Malang serta faktor-faktor yang melatarbelakangi belum diterapkannya PSAK No. 46 oleh sebagian besar perusahaan klien di KAP Made Sudarma, Thomas dan Dewi Malang. Teknik yang digunakan dalam memecahkan masalah ini adalah teknik analisa data kualitatif, yaitu menganalisa data laporan keuangan yang telah dijadikan sampel dengan tidak menggunakan perhitungan statistik melainkan menggunakan uraian-uraian kemudian ditarik suatu kesimpulan. Hasil analisa menunjukkan bahwa hanya 2 dari 15 sampel perusahaan klien (sekitar 13,33%) yang sudah menerapkan konsep PSAK No.46 dan selebihnya (86,67%) masih belum menerapkan konsep tersebut dalam penyajian laporan keuangan. Untuk perusahaan klien yang sudah menerapkan PSAK No.46, perusahaan sudah menerapkan konsep tersebut dengan benar dimana perusahaan sudah mengklasifikasikan saldo aktiva pajak tangguhan tersebut sebagai aktiva tidak lancar (non-current) dalam neraca perusahaan. Selain itu, perusahaan juga telah mencatat beban pajak tangguhan dalam laporan laba rugi perusahaan dengan benar yakni dengan memisahkan saldo beban pajak tangguhan dengan saldo beban pajak kini (current tax). Sedangkan untuk perusahaan yang belum menerapkan PSAK No.46, ada beberapa alasan yang melatarbelakangi belum diterapkannya konsep tersebut dalam penyajian laporan keuangan perusahaan antara lain: (1) Perusahaan belum mengerti banyak perlakuan akuntansi atas penerapan PSAK No.46, (2) Perusahaan berkecenderungan tidak ingin menerapkannya dalam penyajian laporan keuangan dengan alasan kewajiban pajak akan mudah di record oleh pihak pajak dikemudian hari, (3) Diperlukan SDM yang memadai untuk bagian akuntansi dalam menerapkan PSAK No. 46 sedangkan hal tersebut sangat berkaitan dengan cost yang harus dikeluarkan perusahaan, (4) Kurangnya sosialisasi yang memadai dari pihak IAI sendiri dan (5) penerapan PSAK No. 46 dirasakan tidak memberikan nilai tambah (value added) apapun bagi perusahaan. Sehubungan dengan hasil penulisan ini, dapat dikemukakan saran agar: (1) Kepada manajemen KAP sebagai salah satu anggota IAI dari kompartemen akuntan publik hendaknya ikut memberikan kontribusi/ sosialisasi yang memadai tentang konsep PSAK No.46 ini kepada perusahaan-perusahaan klien seperti pengadaan seminar, workshop, training dan lain sebagainya (2) Bagi perusahaan klien, pada penerapan PSAK No.46 pertama kalinya, sebaiknya perusahaan klien menerapkan perubahan kebijakan akuntansi ini secara retrospektif yaitu menyajikan kembali laporan keuangan tahun sebelumnya dengan menggunakan metode akuntansi pajak penghasilan yang baru dikarenakan penerapan secara retrospektif dapat menjaga laporan keuangan tetap konsisten dengan tahun-tahun sebelumnya.

Analisis varians biaya operasional tahun 2007 sebagai upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan perusahaan pads PT Araya Megah Abadi Golf Malang / Titis Nia Wulandhani

 

Perkembangan dunia usaha yang cukup pesat membawa persaingan yang ketat dalam dunia bisnis. Apabila perusahaan dapat mengatur pengeluaran biaya dengan efektif dan efisien maka perusahaan tersebut akan mampu bertahan dan berkembang demi kelangsungan hidup perusahaan. Melalui biaya yang dikeluarkan perusahaan dapat diketahui tingkat efektifitas dan efisiensi suatu kegiatan perusahaan. PT Araya Megah Abadi Golf belum melakukan analisis varian biaya. perusahaan hanya menghitung selisih dari anggaran dan realisasinya yang akan digunakan dalam penyusunan anggaran tahun berikutnya. Untuk itu analisis varians perlu dilaksanakan agar dapat mengetahui varians antara anggaran biaya operasional dengan realisasi biaya operasional sehingga dapat dicari penyebab dan cara untuk mengatasi terjadinya varians tersebut, sekaligus sebagai alat untuk mengukur pelaksanaan kegiatan operasional sebagai upaya mencapai efisiensi biaya. Penggunaan biaya yang telah efisien terjadi di aktivitas golf terdapat pada biaya gaji dan tunjangan, biaya barang habis pakai, biaya food&beverage, biaya peralatan, biaya laundry, biaya pemeliharaan gedung dan bangunan, dan biaya promosi. Di aktivitas restoran terjadi pada biaya gaji dan tunjangan, biaya barang habis pakai, biaya food&beverage, biaya peralatan, biaya laundry, biaya pemeliharaan peralatan, biaya promosi dan biaya perjalanan dinas. Di aktivitas olahraga terjadi pada biaya barang habis pakai, biaya food&beverage, biaya peralatan, biaya laundry, pemeliharaan peralatan, pemeliharaan gedung dan bangunan, biaya pemeliharaan landscape, dan biaya promosi. Penggunaan biaya yang belum efisien terjadi di aktivitas golf terdapat pada biaya uniform, biaya jasa perusahaan, biaya pemeliharaan peralatan, biaya pemeliharaan kendaraan, biaya landscape, dan biaya perjalanan dinas. Di aktivitas restoran terjadi pada biaya uniform, pemeliharaan gedung dan bangunan, biaya pemeliharaan kendaraan, dan biaya landscape. Di aktivitas olahraga terjadi pada biaya gaji dan tunjangan, biaya uniform, biaya jasa perusahaan, biaya pemeliharaan kendaraan, dan biaya perjalanan dinas.

Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi konsumen untuk memilih jasa kereta api sebagai alat transportasi / Leli Purniawati

 

Kebutuhan akan adanya alat transportasi saat ini meningkat tajam, karena alat tranportasi merupakan kebutuhan yang sangat vital dalam memenuhi kebutuhan manusia, terutama dalam memindahkan barang dari satu tempat ketempat yang lain. Kereta api yang sudah lama berada di Indonesia dengan segala keunggulan yang dimilikinya, tetap mampu dalam mendominasi sebagai alat transportasi. Banyak faktor yang mempengaruhi konsumen untuk memilih kereta api sebagai alat transportasi, Faktor eksternal yang turut mempengaruhi konsumen untuk memilih kereta api sebagai alat transportasi adalah faktor budaya, faktor kelas dan status sosial, faktor kelompok acuan, faktor keluarga, faktor proses belajar, dan faktor situasi. Adapun faktor eksternal yang paling dominan adalah faktor kelas dan status sosial. Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi konsumen untuk memilih kereta api sebagai alat transportasi, dan menjelaskan apa yang menjadi keunggulan kereta api gajayana untuk dapat menarik konsumen dalam menggunakan kereta api gajayana sebagai alat transportasi rute Malang - Jakarta. Pelaksanaan kegiatan Praktikum Manajemen Pemasaran III ini dilakukan di Stasiun Kota Baru Malang dimulai dari tanggal 24 September ? 20 November 2007. Dalam kegiatan praktikum tersebut dapat diketahui bahwa faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi konsumen memilih kereta api sebagai alat transportasi antara lain : faktor budaya, faktor kelas dan status sosial, faktor kelompok acuan, faktor keluarga, faktor proses belajar, dan faktor situasi. Adapaun faktor eksternal yang paling dominan dalam mempengaruhi konsumen dalam melakukan keputusan pembelian adalah faktor kelas dan status sosial Keunggulan yang dimiliki oleh kereta api Gajayana sehingga dapat menarik konsumen untuk menggunakan kereta api sebagai alat transportasi adalah pertama, kualitas layanan yang meliputi : ketepatan waktu, kemudahan dalam pelayanan, dan kenyamanan. Kedua, penetapan tarif harga. Karena sebagian besar pengguna kereta api Gajayana adalah kelas menengah keatas, dimana mereka sangat selektif terhadap layanan yang ditawarkan, Maka sebaiknya PT. KA selalu berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada konsumen pengguna jasa kereta api tersebut misalnya seperti peningkatan pelayanan, kemudahan dalam pelayanan, pemenuhan fasilitas yang dibutuhkan. Ini dilakukan untuk mengantisipasi apa bila terjadi rasa tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan, sehingga konsumen tidak berpindah dan loyal dalam menggunakan kereta api sebagai alat transportasi.

Pelaksanaan strategi bauran promosi pada Gama Ayam Goreng & Steak Cabang Kalpataru Malang / Whisye Julhita Murnias Nonrahana

 

Promosi merupakan sebuah upaya, cara ataupun kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan, produsen maupun pemasar untuk menginformasikan produk barang/jasa yang dihasilkannya, kemudian mempengaruhi dan membujuknya agar konsumen tersebut tertarik untuk membeli, mengkonsumsi serta menggunakannya. Kegiatan ini merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran. Betapapun berkualitasnya suatu produk, bila konsumen belum pernah mendengarnya dan tidak yakin bahwa produk itu akan berguna baginya nanti, maka tidak akan membelinya. Tujuan utama dari promosi ini adalah menginformasikan kepada konsumen agar mealakukan pembelian terhadap barang yang ditawarkan. Jenis promosi yang sering digunakan dinamakan bauran promosi. Bauran promosi adalah serangkaian upaya yang dilakukan oleh perusahaan dalam mempromosikan produknya dengan elemen-elemen didalamnya adalah periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat dan piblisitas, dan penjualan perseorangan. Dalam penyusunan tugas akhir yang dimulai dari PKL yang dilaksanakan di Gama Ayam Goreng & Steak cabang Kalpataru Malang pada tanggal 2 September 2007 sampai dengan 3 Oktober 2007, penulis berusaha untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan strategi bauran promosi di Gama ayam Goreng & Steak cabang Kalpataru Malang, Strategi manakah yang banyak diterapkan oleh Gama serta faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat pelaksanaan strategi bauran promosi tersebut. Hasil pengamatan yang dilakukan menunjukkan bahwa Gama melaksanakan tiga dari keempat elemen bauran promosi yaitu periklanan, promosi penjualan dan hubungan masyarakat dan publisitas. Dimana strategi yang paling efektif dan sering digunakan adalah strategi hubungan masyarakat yaitu sponsorship Dari hasil pengamatan di Gama dapat dijelaskan bahwa strategi bauran promosi yang diterapkan sudah efektif karena disesuaikan dengan situasi dan kondisi perusahaan, sehingga tujuan dari penggunaan promosi itu dapat dicapai. Sedangkan saran-saran yang dapat penulis berikan antara lain: (1) perusahaan harus mengevaluasi dan memperhitungkan dari sekian banyak media promosi yang digunakan manakah yang paling efektif dan tepat sasaran. Menurut penulis strategi yang paling tepat digunakan adalah strategi hubungan masyarakat dan publisitas karena biaya yang dikeluarkan relatif kecil dan dapat menjangkau seluruh pangsa pasar, (2) Penggunaan strategi promosi juga tidak hanya terbatas pada strategi yang itu saja karena persaingan yang sangat ketat maka dibutuhkan strategi yang lain yang disesuaikan dengan kondisi perusahaan dan juga kondisi pasar sehingga diharapakan kegiatan pemasaran khususnya promosi dapat memperoleh hasil yang maksimal. Misalnya pada peringatan ulang tahun Gama yang akan datang diadakan acara open house untuk semua kalangan. Dalam acara tersebut Gama mempromosikan produknya (yang memiliki ciri khas sendiri dalam rasa) dengan harapan para pelanggan tertarik untuk mencicipi masakan tersebut. Disarankan dalam acara ini pihak Gama memberikan harga khusus, sehingga para pelanggan tidak ragu ?merogoh saku? untuk membeli produk tersebut. Tujuan utama strategi ini untuk memperkenalkan citarasa khas yang dimiliki Gama, sehingga terjadi pembelian berulang.

Proses perhitungan dan prosedur penggajian overtime dari penyediaan jasa tenaga pengemudi pada koperasi pegawai PT. Indosat, Tbk (Kopindosat) Surabaya / Nitaristi Istining Dyiari

 

ABSTRAK Dyiari, Nitaristi, Istining. 2007. Proses Perhitungan dan Prosedur Penggajian Overtime dari Penyediaan Jasa Tenaga Pengemudi pada Koperasi Pegawai PT. Indosat, Tbk (KOPINDOSAT) Surabaya. Tugas Akhir, Program Studi Diploma-III Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Yuli Widi Astuti, S. E., M. Si., Ak. Kata Kunci: proses perhitungan, prosedur penggajian overtime. Suatu perusahaan akan berjalan dengan baik apabila sistem yang digunakan juga baik. Dalam rangkaian sistem manajemen, subsistem harus saling melengkapi untuk tercapainya suatu tujuan sistem yang merupakan tujuan perusahaan. Salah satu sistem yang penting dalam suatu perusahaan adalah sistem penggajian. Pekerjaan ini menyangkut antar unit kerja yang saling berhubungan satu sama lain. Seiring dengan tingginya mobilitas perusahaan, suatu pekerjaan akan menjadi lebih kompleks dan sering menimbulkan pekerja untuk bekerja di atas jam kerja normal (overtime). Hal ini juga terjadi pada Koperasi Pegawai PT. Indosat, Tbk (KOPINDOSAT) Surabaya yang merupakan perusahaan perdagangan dan jasa yang bekerjasama dengan PT. Indosat, Tbk dalam hal pengadaan barang dan jasa yang diperlukan guna menunjang seluruh kegiatan operasional PT. Indosat, Tbk Sehingga, berkaitan dengan overtime tersebut mengharuskan perusahaan untuk membayar gaji overtime untuk pekerja yang bersangkutan. Untuk itu, guna mempermudah perhitungan gaji overtime khususnya pengemudi maka perusahaan diharapkan membuat metode perhitungan yang efektif. Mengingat, perhitungan dilakukan secara manual. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui proses perhitungan gaji lembur dan prosedur penggajian overtime dari penyediaan jasa tenaga pengemudi pada Koperasi Pegawai PT. Indosat, Tbk (KOPINDOSAT) Surabaya. Tahapan dan metode analisis pemecahan masalah yang digunakan dalam penulisan ini adalah: (1) Melakukan perhitungan kerja lembur overtime pengemudi secara manual dengan dibandingkan dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Kep. 102. MEN/VI/2004. (2) Melakukan pengukuran terhadap bagan alir proses penggajian. (3) Prosedur penagihan gaji lembur (overtime) pengemudi ke PT. Indosat, Tbk. Selama pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada Koperasi Pegawai PT. Indosat, Tbk (KOPINDOSAT) Surabaya dapat disimpulkan bahwa tatacara penggajian dan proses penggajian pada perusahaan sudah baik. Akan tetapi, pada proses perhitungan gaji lembur untuk pengemudi terdapat kendala yaitu terkait dengan masalah waktu mengingat banyaknya pengemudi yang tidak semua berada pada satu lokasi dan karena perhitungan dilakukan dengan manual. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dipertimbangkan upaya yang ditempuh perusahaan kedepan dalam hal perhitungan gaji lembur, misalnya perhitungan yang semula dilakukan perbulan dapat dilakukan per minggu. Hal ini diharapkan perhitungan dapat cepat selesai dan meminimalkan adanya dokumen yang menumpuk.

Kontribusi pendapatan penjualan benda pos dan layanan surat kilat khusus terhadap laba PT Pos Indonesia (Persero) Kantor Cabang Blitar / Wahyu Joko Santoso

 

Penjualan benda pos dan layanan surat kilat khusus merupakan sumber pendapatan yang mempengaruhi besar kecilnya laba PT Pos Indonesia (Persero) Pendapatan dari penjualan benda pos dan layanan surat kilat khusus tersebut mempunyai prospek yang baik dan bisa diandalkan sebagai sumber penerimaan yang dapat meningkatkan laba perusahaan. Jika kontribusi yang diberikan oleh pendapatan benda pos dan surat kilat khusus besar, maka laba perusahaan akan meningkat. Kontribusi pendapatan yang kecil menunjukkan bahwa kinerja perusahaan kurang maksimal. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pendapatan penjualan benda pos dan layanan surat kilat khusus terhadap laba PT Pos Indonesia (Persero) Kantor Cabang Blitar. Metode yang digunakan untuk pemecahan masalah ini adalah metode analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Metode analisis kuantitatif yaitu analisa yang berbentuk uraian yang menjelaskan data yang telah dikumpulkan dengan menggunakan teori maupun pemikiran yang logis, sedangkan analisis kuantitatif yang berbentuk perhitungan yaitu dengan Melakukan pengukuran pendapatan dari perhitungan penjualan benda pos, pengukuran pendapatan dari perhitungan layanan surat kilat khusus PT Pos Indonesia (Persero) Kantor Cabang Blitar, pengukuran laba yang diperoleh PT Pos Indonesia (Persero) Kantor Cabang Blitar tahun 2006. Pengukuran kontribusi pendapatan benda pos dan surat kilat khusus terhadap laba menggunakan teknik rasio efektif, yaitu membandingkan pendapatan benda pos dan surat kilat khusus dengan laba bersih dikalikan 100%. Tahun 2006 Kantor Pos Blitar memperoleh pendapatan penjualan benda pos sebesar Rp 719.150.000, sedangkan untuk layanan surat kilat khusus sebesar Rp 502.693.350. Berdasarkan perhitungan tersebut, maka kontribusi pendapatan penjualan benda pos terhadap laba tahun 2006 adalah 72,33% dari jumlah laba bersih sebesar Rp 994.244.605, sedangkan kontribusi untuk pendapatan layanan surat kilat khusus sebesar 50,56% dari jumlah laba bersih sebesar Rp 994.244.605. Berdasarkan uraian di atas, disarankan agar pendapatan penjualan benda pos dan surat kilat khusus dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi dengan cara meningkatkan volume penjualan benda pos dan menjalin hubungan kerja sama dengan perusahaan lain yang membutuhkan jasa layanan surat kilat khusus.

Pemanfaatan laboratorium bahasa Inggris di SMA Negeri 1 Kandat Kabupaten Kediri / Atik Istianatin Farida

 

Bahasa memiliki peranan penting dalam ilmu pengetahuan, dengan pengetahuan dan keterampilan berbahasa akan mempermudah meraih dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Pembelajaran bahasa membantu peserta didik mampu mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat, dan bahkan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya. Ada banyak ragam bahasa di dunia, salah satunya adalah bahasa Inggris yang merupakan bahasa Internasional. Pendidikan bahasa Inggris di SD/MI dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa yang digunakan untuk menyertai tindakan atau language accompanying action. Dalam pembelajaran bahasa Inggris keterampilan yang diharapkan dapat dimiliki siswa adalah mencakup keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Saat ini, pendidikan bahasa Inggris telah masuk dalam kurikulum pendidikan di semua jenjang sekolah. Namun, masih sering terjadi anggapan bahwa bahasa Inggris adalah pelajaran yang sulit dan tidak penting untuk dipelajari karena tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pada pembelajaran bahasa Inggris khususnya dalam keterampilan membaca, peserta didik kurang memiliki semangat dan rasa percaya diri dalam membacanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran membaca nyaring yang dapat meningkatkan keterampilan membaca Bahasa Inggris dan mendeskripsikan pembelajaran membaca nyaring dapat meningkatkan keterampilan membaca Bahasa Inggris di SDN Gadang 3 Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Model pelaksanaan PTK ini menggunakan model PTK Kolaboratif. Peneliti berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan seorang observer sebagai pengamat saat proses pembelajaran berlangsung. PTK ini dilaksanakan dalam proses pengkajian berdaur (cyclical) yang terdiri dari 4 tahap, yaitu merencanakan, melakukan tindakan, mengamati, dan refleksi. PTK ini dilakukan sebanyak 2 siklus. Penelitian ini dilakukan pada semester gasal tahun ajaran 2010/2011 mengambil tempat di SDN Gadang 3 Kecamatan Sukun Kota Malang. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Gadang 3 Kecamatan Sukun Kota Malang yang berjumlah 31 anak. Instrument dalam penelitian ini adalah lembar pengamatan, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Data hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keterampilan membaca siswa sebelum diterapkannya pembelajaran membaca nyaring masih rendah. Siswa masih terlihat ragu-ragu dan kurang percaya diri dalam membaca. Dengan penerapan membaca nyaring diperoleh hasil bahwa keterampilan membaca siswa meningkat. Penerapan membaca nyaring dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa, hal ini terbukti dengan meningkatnya hasil pembelajaran yang diperoleh mulai dari observasi awal, siklus I dan siklus II. Hasil pembelajaran yang diperoleh pada observasi awal sebesar 33,5. Siklus I menunjukkan rata-rata sebesar 63 dan pada siklus II diperoleh rata-rata sebesar 76,3. Ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 88% dari observasi awal ke siklus I dan peningkatan sebesar 21,1% dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada tahap prabaca, kegiatan pemberian skemata, motivasi atau pemberian kegiatan yang menyenangkan kepada siswa sangatlah penting karena dapat mengaktifkan pengetahuan siswa dan rasa ingin tahu siswa mengenai apa yang akan dipelajari. Pada tahap saat baca, membaca nyaring memiliki keunggulan dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa secara individu. Tahap pascabaca merupakan tahap pemahaman siswa mengenai apa yang telah dipelajari, sehingga penggunaan permainan dalam tahap ini sangatlah efektif untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa dalam memahami apa yang telah dipelajari pada tahap sebelumnya. Saran untuk penelitian antara lain pihak sekolah diharapkan dapat mengupayakan ketersediannya sebuah laboratorium bahasa yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar pelajaran bahasa khususnya pelajaran bahasa Inggris. Membaca nyaring yang diterapkan pada penelitian ini dapat meningkatkan keterampilan membaca bahasa Inggris siswa sehingga diharapkan bagi guru agar menerapkannya pada pelajaran bahasa yang lain serta bagi peneliti

Visualisasi masyarakat Sukun penampungan Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang / Sri Wahyuni

 

Pengembangan perangkat pembelajaran hidrolisis garam di SMA/MA berorientasi model problem based learning / VindaWidiastuti

 

Implementasi modul pembelajaran berbasis masalah pada siswa SMA/MA telah dilakukan oleh beberapa peneliti antara lain Setyowati tentang Sel Elektrolisis dan Korosi, Sukowati tentang Sel Volta, dan Suprianto tentang larutan penyangga menunjukkan hasil yang baik dengan ditandai meningkatnya kualitas proses pembelajaran. Oleh karena itu, dilakukan penelitian lanjutan yakni penelitian pengembangan perangkat pembelajaran yang berorientasi model PBL dengan materi hidrolisis garam. Pengembangan perangkat pembelajaran ini dapat dijadikan alternatif dalam mengajarkan materi hidrolisis garam. Tujuan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan perangkat pembelajaran hidrolisis garam menurut 4D-Model yang dikembangkan oleh Thiagarajan, dan untuk memperoleh serta menguji tingkat validitas perangkat pembelajaran hidrolisis garam yang berorientasi model PBL. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Metode penelitian pengembangan ini menggunakan model yang direkomendasikan oleh Thiagarajan (1974), yakni 4D-Model pembatasan (define), perencanaan (design), pengembangan (develop), dan penyebarluasan (disseminate). Keempat D dalam 4D-Model merupakan tahap-tahap atau sintak dalam pengembangan perangkat pembelajaran. Rancangan perangkat pembelajaran ini hanya diadopsi sampai pada D yang ketiga, yakni hingga tahap pengembangan (develop). Validasi dilakukan oleh dua dosen jurusan kimia di UM dan dua guru mata pelajaran kimia SMA Negeri kelas XI di Malang. Instrumen yang digunakan adalah angket penilaian dan angket tanggapan terhadap perangkat pembelajaran kemudian dianalisis. Analisisnya menggunakan analisis deskriptif. Produk yang dihasilkan dalam pengembangan adalah perangkat pembelajaran kelas XI semester 2 untuk materi pokok hidrolisis garam. Perangkat utama yang dikembangkan berupa: (a) bahan ajar yang terdiri dari halaman judul, kata pengantar, daftar isi, panduan bagi pengguna bahan ajar, pendahuluan, uraian materi, rangkuman, daftar istilah utama, daftar pustaka, (b) soal-soal latihan dan kunci jawaban, (c) Lembar Kegiatan Siswa, (d) silabus dan RPP yang dilengkapi dengan instrumen penilaian (kognitif, afektif, dan psikomotorik). Hasil validasi terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan secara keseluruhan menunjukkan nilai rata-rata 3,7 yang bermakna bahwa secara keseluruhan bahan ajar yang dikembangkan adalah relatif sangat layak dengan tingkat validitas sebesar 93% yang bermakna valid.

Prototipe pengukur volume air menggunakan sensor ultrasonik berbasis mikrokontroler AT89C51 / Tatik Setiyawati

 

Tabung fluida tanpa keterangan volume yang ada di dalamnya sulit untuk mengetahui volumenya. Kendala ini akan semakin berarti jika letak tabung berada dalam tanah. Suatu langkah ditempuh dengan mendesain sistem untuk mengetahui volume fluida dalam tabung. Dengan memperhitungkan hal di atas penelitian ini merupakan rancang bangun alat pengukur volume fluida dalam tabung. Perancangan alat dilakukan secara mudah dengan perhitungan volume fluida dalam tabung. Metode yang digunakan untuk parancangan alat pengukur volume fluida dengan perancangan hardware dan software. Perancangan hardware dilakukan dengan merangkai pemancar dan penerima ultrasonik. Unit pemancar ultrasonik terdiri dari pembangkit pulsa dari sistem minimum, inverter IC4049 dan sensor ultrasonik. Unit penerima terdiri dari tranduser ultrasonik, penguat noninverting, penguat transistor dan komparator. Unit pemancar berfungsi untuk memancarkan gelombang ultrasonik frekuensi 40KHz dan unit penerima berfungsi untuk menerima pantulan gelombang ultrasonik. Waktu pantul dan terima yang diperoleh dari pemancaran dan pemantulan gelombang ultrasonik akan diperoleh jarak sensor dengan penghalang. Data ini akan diolah oleh mikro dengan perancangan software, dimana masukan dari keypad berupa luas alas dan tinggi tabung. Dengan perhitungan volume tabung, sehingga didapatkan volume fluida dalam tabung. Volume dan tinggi air di tampilkan dalam Liquit Crystal Display (LCD). Dari perancangan alat pengukuran volume fluida pada tabung mampu mengukur pada jarak maksimal 84 cm dan pada jarak 0 sampai 2 cm tidak dapat membaca data.

Peningkatan prestasi belajar fisika pokok bahasan pemantulan cahaya dengan menggunakan alat peraga/bangku optik di SLTPN 18 Malang / Sriwilujeng

 

Fisika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat materi cermin yang ada hubungannya dengan pemantulan cahaya. Untuk memotivasi belajar fisika dalam rangka meningkatkan prestasi belajar fisika digunakan alat peraga agar siswa lebih memahami pelajaran fisika pokok bahasan cahaya yang diberikan saat akan memulai kegiatan belajar mengajar dan guru menggunakan pendekatan ketrampilan proses, sehingga siswa lebih aktif dalam melakukan percobaan. Dengan mengembangkan percobaan alat peraga pada siswa diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Petunjuk yang sering digunakan adalah LKS yang berisi pertanyaan yang harus dijawab siswa setelah melakukan percobaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat peraga cermin terhadap prestasi belajar fisika dan agar siswa dapat menyimpulkan hasil percobaan dengan baik. Penelitian dilaksanakan di SLTP Negeri 18 Malang, dengan pokok bahasan pemantulan cahaya pada cermin. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas II SLTP Negeri 18 Malang. Prestasi belajar fisika siswa diukur dengan menggunakan tes prestasi belajar fisika. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah diskriptif, kuantitatif, sumber data dari SLTP 18 Malang. Sumber data yang diklarifikasikan ada dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer digali dari siswa kelas II SLTP N 18 Malang. Data sekunder digali dari guru fisika di SLTP Negeri 18 Malang. Teknik analisis data yang digunakan adalah (1) reduksi data, (2) display data, (3) kesimpulan, verifikasi dan refleksi. Untuk mengetahui perlakuan yang lebih baik untuk mendukung peningkatan prestasi belajar, digunakan teknik analisis statistik deskriptif kualitatif yang mencakup rerata, varians dan deviasi standart nilai maximum dan minimum. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa rerata mulai pre test I sebesar 25,66, nilai post tes I sebesar 57, dan rerata nilai pre test II sebesar 28,66 dan nilai post test II sebesar 70,5. Berdasarkan data tersebut disimpulkan sebagai berikut : (1) tindakan berupa alat peraga cermin dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, (2) tindakan alat berupa cermin dapat membangkitkan motivasi belajar siswa dalam menyimpulkan hasil percobaan. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas, disarankan agar guru lebih lebih serius menggunakan alat peraga dalam proses pembelajaran fisika terutama dalam percobaan dan bekerja sama dengan guru Fisika yang lain, sehingga diperoleh permasalahan proses belajar mengajar yang memerlukan perbaikan dengan pengembangan alat peraga. Jika menemui permasalahan yang sama yakni tentang pemahaman konsep fisika hendaknya dalam penyusunan rencana tindakan lebih mengutamakan pendekatan alat peraga.

Penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata diklat menjaga dan melindungi budaya kerja (studi pada siswa kelas 3 Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Ardjuna 01 Malang) / Khoirun

 

Pada hakekatnya proses pembelajaran adalah segala upaya yang dilakukan oleh guru untuk dapat membelajarkan anak didiknya dan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode pembelajaran kooperatif model Group Invastigation (GI), merupakan metode yang melibatkan siswa sejak perencanaan baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Pembelajaran ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa, membuat para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran pada mata diklat Menjaga dan Melindungi Budaya Kerja masih cenderung menerapkan pembelajaran yang kurang bervariatif. Guru lebih sering menggunakan metode ceramah (metode konvensional) dalam melaksanakan pembelajaran. Siswa hanya sebagai penerima informasi dari guru yang menyebabkan siswa menjadi pasif dan bosan serta membuat daya berfikirnya kurang berkembang. Upaya untuk membentuk pengetahuan siswa secara aktif maka diperlukan variasi dan kreatifitas dalam metode pembelajaran. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menerapkan pem-belajaran kooperatif model Group Investigation, yang membuat para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok. Penelitian dilakukan untuk menguji keefektifan pembelajaran kooperatif model Group Investigation pada mata diklat Menjaga dan Melindungi Budaya Kerja. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation pada mata diklat Menjaga dan Melindungi Budaya Kerja, 2) untuk mengetahui respon siswa dalam pembelajaran kooperatif model Group Investigation pada mata diklat Menjaga dan Melindungi Budaya Kerja, 3) untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model Group Investigation pada mata diklat Menjaga dan Melindungi Budaya Kerja. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitiannya yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, serta analisis dan refleksi. Peneliti bertindak sebagai instrumen kunci dan pemberi tindakan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) observasi, 2) wawancara, 3) angket, 4) catatan lapangan dan 5) dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas 3 program keahlian Administrasi Perkantoran (AP) di SMK Ardjuna 01 Malang yang berjumlah 32 siswa. Teknik analisis data melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, paparan data, penyimpulan hasil analisis data. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pelaksanaan pembelajaran kooperatif model Group Investigation pada mata diklat Menjaga dan Melindungi Budaya Kerja pada siswa kelas 3 SMK Ardjuna 01 Malang secara umum telah dilaksanakan dengan baik. Pembelajaran dilaksanakan dalam dua siklus dan tiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan yang setiap pertemuannya 2 x 45 menit. 2) respon siswa dalam penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation sangat positif, siswa merasa senang dengan pembelajaran ini karena menuntut siswa untuk aktif sehingga kegiatan pembelajaran tidak membosankan. Dengan pembelajaran seperti ini dapat menimbulkan rasa saling membutuhkan, saling menyayangi, dan saling tenggang rasa diantara sesamanya, dan 3) hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan, yaitu nilai rata-rata pre test pada siklus I sebesar 52,5 sedangkan nilai rata-rata post test siklus I sebesar 72,06, hal ini mengalami kenaikan sebesar 19,56 (53,13%). Demikian pula pada siklus II nilai rata-rata pre test sebesar 66, sedangkan nilai rata-rata post test siklus II sebesar 79,03, hal ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil post test siklus II mengalami peningkatan sebesar 13,03 (15,63%) dari pre test siklus II. Peningkatan juga terjadi pada keterampilan kooperatif siswa yaitu rata-rata keterampilan kooperatif pada siklus I sebesar 72,79%, sedangkan pada siklus II rata-rata keterampilan kooperatif yaitu sebesar 85,78%. Artinya terjadi peningkatan sebesar 12,99% dari siklus I ke siklus II. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan yang dapat diterapkan dalam upaya untuk meningkatkan keterampilan dan aktivitas siswa dalam belajar serta meningkatkan hasil belajar mata diklat Menjaga dan Melindungi Budaya Kerja. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu: 1) Bagi SMK Ardjuna 01 Malang perlu menyediakan dan melengkapi sarana dan prasarana untuk mendukung efektivitas penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation terutama pengadaan buku literatur yang menunjang pembelajaran. 2) Bagi guru, pembelajaran kooperatif model Group Investigation dapat dijadikan sebagai alternatif pilihan dalam praktik pembelajaran di kelas. Dalam meningkatkan keaktifan siswa dapat dilakukan dengan memberikan hadiah atau memberi tambahan nilai bagi siswa yang aktif dalam presentasi diskusi. 3) Bagi siswa, pada saat pembelajaran kooperatif model Group Investigation diterapkan, perlu memahami aturan mainnya agar pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan meningkatkan keberanian dalam mengajukan pertanyaan maupun berargumentasi guna lebih memahami terhadap materi yang dipelajari.

Pengaruh perasan rimpang jahe (Zingiber officinale Rosc.) terhadap tingkat kelulushidupan (survival rate) benih ikan mas (Cyprinus carpio L) ras punten yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophyla / Iwan Wahyudi

 

Ikan Mas termasuk ikan yang paling banyak dibudidayakan oleh petani ikan, karena memiliki keunggulan antara lain: mempunyai daging yang tebal, mudah memeliharanya, kolesterol rendah, dan durinya sedikit. Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh petani ikan adalah munculnya serangan penyakit pada ikan yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang paling sering dijumpai menyerang benih ikan mas adalah yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophyla. Bakteri Aeromonas hydrophyla dapat menyebabkan infeksi pada seluruh tubuh ikan yang disertai dengan pendarahan pada organ bagian dalam ikan. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit akibat serangan bakteri Aeromonas hydrophyla adalah dengan perasan rimpang jahe. Hal itu karena di dalam rimpang jahe terkandung senyawa kimia yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perasan rimpang jahe (Zingiber officinale Rosc.) terhadap tingkat kelulushidupan benih ikan mas (Cyprinus carpio L) ras punten yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophyla dan untuk mengetahui konsentrasi perasan rimpang jahe (Zingiber officinale Rosc.) yang mulai berpengaruh terhadap tingkat kelulushidupan (Survival Rate) benih ikan mas (Cyprinus carpio L) ras punten yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophyla. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, sedangkan rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan pada benih ikan mas yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophyla adalah perendaman dalam perasan rimpang jahe dengan konsentrasi yang berbeda, yaitu 0 ppm, 150 ppm, 200 ppm, 250 ppm, 300 ppm, 350 ppm selama 120 menit, dan tiap perlakuan diulang sebanyak 6 ulangan. Analisis statistik hasil penelitian yang digunakan adalah analisis varian tunggal. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi (BIO 307) Universitas Negeri Malang pada bulan Januari sampai Maret 2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh perasan rimpang jahe (Zingiber officinale) terhadap tingkat kelulushidupan (Survival Rate) benih ikan mas (Cyprinus carpio L) ras punten yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophyla. Berdasarkan analisis uji lanjut BNT 5% menunjukkan bahwa perlakuan perasan rimpang jahe (Zingiber officinale Rosc.) dengan konsentrasi 150 ppm mulai berpengaruh terhadap tingkat kelulushidupan (Survival Rate) benih ikan mas (Cyprinus carpio L) ras punten yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophyla.

Material development for the History Department students Faculty of Letters, University of Jember / Reni Kusumaningputri

 

This research and development (R&D) study involving the students of the History Department, Faculty of Letters, University of Jember who took ESP2 Course, the ESP teacher, and the experts develops instructional materials for the teaching of ESP2 course. The objective was to develop a textbook which promotes enjoyable and motivating learning experiences in terms of language and content in the students? field of interest. The procedure of the study was conducting need analysis, developing the first draft of the materials, doing experts judgment, revising the first draft on the basis of the feedbacks from the experts, trying out the revised first draft of the materials, revising it on the basis of the feedbacks from the try out, and getting the final draft of the materials. The instruments used in this study were questionnaires, observation sheets, structured interviews, and the students? piece of writing on a ?recount text? . The data on the suitability and attractiveness of the developed materials resulted from the try out using questionnaires were classified, tabulated, and analyzed descriptively. The data obtained from the observation, the structured interview, and the work of the students were used to add and clarify the data from the questionnaires. The result of the try-out showed that the content was considered various and suitable, although it was considered demanding. However, in the teaching learning process, the teacher informed that they did more participation, commented each other and on the topics of the texts, and laughed. It means that although the materials were rated difficult, they loved to read them. The exercises and activities were considered various and suitable. To the level of difficulty of these points, the data showed that 60 % of the students rated them difficult. However, the composition of the students showed that they could produce understandable English. Moreover, the tones of their piece of writing proved that they loved and enjoyed doing the task as they wrote in happy tones (writing about their funny stories). The result of the try out of the developed materials shows that easier materials, revisions on the exercises and the directions of the exercises, and more emphasis on how the book should be used to produce maximum learning outcomes are required. The final version of the material is employed to follow the characteristics (the approach, contents, exercises and activities, and lay out) of good ESP instructional materials. The approach reflects some theories of language and learning adopted. The contents are geared on the level of the students? proficiency and relevant to their major. The exercises and activities promote enjoyable learning, move from simple to complex, and vary from controlled to free exercises and activities. The lay out is interesting to increase students? motivation of learning. There are some suggestions concerning the materials, further studies, and ESP establishment especially to the History Department. The users of the book, teachers and students, should read ?Book Manual? and the introduction of the book to have a complete understanding on how to use the book. To further verify the result of the try out in terms of the attractiveness and suitability of the materials, Experimental research or Classroom Action Research are suggested to be made. Regarding the ESP establishment, it is more significant to place ESP course in the four or fifth semester with the total credit hour is six or eight credits hour. Besides, more trainings and workshops are expected to complete the understanding of the teaching of ESP compared to EGP (English for General Purposes).

Pelaksanaan evaluasi aspek kognitif pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di SMP PGRI 01 Karangploso Kabupaten Malang / Sutrisno

 

Evaluasi hasil belajar siswa merupakan tolak ukur berhasil atau tidaknya kegiatan belajar mengajar yang telah dilaksanakan, mengingat bahwa melalui mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) maka diharapkan akan tercetak anak-anak bangsa yang berketuhanan Yang Maha Esa, mantap, mandiri, dan berpengetahuan luas sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Masalah yang diteliti adalah: (1) bagaimana pelaksanaan evaluasi aspek kognitif; (2) apa saja faktor penghambat dan faktor pendorong dalam melaksanakan evaluasi aspek kognitif; (3) bagaimana upaya untuk mengatasi hambatan dalam melaksanakan evaluasi aspek kognitif. Sedangkan tujuan dari penelitian ini untuk: (1) mengetahui pelaksanaan evaluasi aspek kognitif; (2) untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menjadi pendorong dan penghambat dalam melaksanakan evaluasi aspek kognitif; (3) untuk mengetahui upaya dalam mengatasi hambatan-hambatan dalam melaksanakan evaluasi aspek kognitif. Penelitian ini menggunakan metode deskripitf, artinya penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan secara obyektif dan sistematis tentang pelaksanaan evaluasi aspek kognitif di SMP PGRI 01 Karangploso Kabupaten Malang. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara, dan studi dokumenter, studi dokementer digunakan untuk mengungkap data tentang hal-hal yang belum tercantum di dalam wawancara . Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum melaksanakan evaluasi aspek kognitif, guru bidang studi PKn membuat perencanaan terlebih dahulu dengan membuat kisi-kisi soal, menyusun soal-soal dan membuat kunci jawaban. Tahap pelaksanaan evaluasi yaitu dengan megatur tempat duduk siswa, sedangkan tahap evaluasi program yang dilakukan ialah ketika siswa sudah mencapai standar kelulusan minimal maka siswa tersebut diberikan program pengayaan dan siswa yang belum mencapai standar kelulusan minimal diberikan program remedial atau perbaikan. Faktor pendorong dalam evaluasi aspek kognitif yaitu dari faktor internal antara lain; kesiapan guru dalam memberikan evaluasi; kesiapan siswa, dan kondisi lingkungan sekitar yang mendukung. Sedangkan faktor penghambat dalam evaluasi aspek kognitif di SMP PGRI 01 Karangploso adalah siswa tidak siap menghadapi evaluasi; guru datang terlambat ketika evaluasi dimulai. Sedangkan upaya dalam mengatasi hambatan tersebut adalah; guru mempersiapkan diri dalam memberikan evaluasi, siswa harus siap menghadapi evaluasi dengan belajar dengan tekun. Saran diberikan kepada; SMP PGRI 10 Karangploso yaitu seyogyanya guru membuat persiapan sebelum melaksanakan evaluasi aspek kognitif; kepala sekolah seyogyanya membuat kebijakan, ketika salah satu kelas mengadakan ulangan maka kelas lain menghindarkan hal-hal yang membuat suasana gaduh atau ramai. Saran yang kedua ditujukan kepada lembaga pendidikan tinggi dalam hal ini Universitas Negeri Malang, khususnya jurusan PPKn kurikulun atau matakuliahnya agar disesuaikan dengan perkembangan sekolah. Saran yang ketiga ditujukan bagi peneliti, sebagai masukan bagi penelitian lanjutan yang sejenis untuk dapat digunakan seperlunya.

Pengaruh lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat terhadap prestasi belajar siswa kelas 2 Jurusan Penjualan di SMK PGRI 02 Malang / Lilis Puspitasari

 

Pendidikan merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai pihak, khususnya keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai lingkungan pendidikan yang dikenal sebagai tripusat pendidikan. Fungsi dan peranan tripusat pendidikan itu, baik sendiri-sendiri maupun bersam-sama, merupakan faktor penting dalam mencapai tujuan pendidikan yakni membangun manusia Indonesia seutuhnya serta menyiapkan sumber daya manusia pembangunan yang bermutu. Lingkungan memberikan pengaruh yang sangat besar dalam pembentukan berbagai sifat, sikap, perasaan, pemikiran dan unsur psikologis lainnya yang sering juga disebut sebagai kepribadian. Manusia sejak lahir memiliki potensi untuk dikembangkan. Tugas pendidikan ini mengantarkan misi yang berpotensi kearah manusia yang seutuhnya yang diingikan, dengan mendayagunakan kesempatan dan sarana yang ada dalam lingkungan hidupnya. Lingkungan pendidikan pertama dan utama adalah keluarga yang merupakan lingkungan terpenting sampai anak mulai masuk sekolah. makin bertambah usia manusia, peranan sekolah dan masyarakat luas makin penting, namun peran keluarga tidak terputus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat terhadap prestasi belajar siswa kelas 2 Jurusan Penjualan di SMK PGRI 02 Malang. Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari lingkungan keluarga (X1), lingkungan sekolah (X2), dan lingkungan masyarakat (X3), sedangkan variabel terikatnya adalah prestasi belajar siswa (Y). Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini berjumlah 133 siswa dan sampel berjumlah 30 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan menggunakan instrumen kuesioner. Skala yang digunakan skala Likert dengan 5 (lima) opsi pilihan jawaban. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Sedangkan untuk menguji kelayakan regresi dilakukan uji asumsi klasik dan keseluruhan analisis ini menggunakan bantuan program SPSS Versi 11.00. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa variabel lingkungan keluarga (X1) memiliki nilai B = 0,016; nilai t hitung = 2,964. Nilai ini selanjutnya dikonfirmasikan dengan nilai t tabel = 2,055 sehingga t hitung > t tabel atau dengan signifikansi t = 0,006 < 0,05. Berdasarkan keterangan tersebut, dapat diketahui variabel lingkungan keluarga berpengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Variabel lingkungan sekolah (X2) memiliki nilai B = 0,011; nilai t hitung = 3,154. Nilai ini selanjutnya dikonfirmasikan dengan nilai t tabel = 2,055 sehingga t hitung > t tabel atau signifikansi t = 0,004 < 0,05. Berdasarkan keterangan tersebut, dapat diketahui variabel lingkungan sekolah berpengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Sedangkan variabel lingkungan masyarakat (X3) memiliki nilai B = 0,026, nilai t hitung = 3,257. Nilai ini selanjutnya dikonfirmasikan dengan nilai t tabel = 2,055 sehingga t hitung > t tabel atau signifikansi t = 0,003 < 0,05. Berdasarkan keterangan tersebut, dapat diketahui variabel lingkungan masyarakat berpengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Selanjutnya dapat diketahui bahwa sumbangan efektif (SE) lingkungan keluarga (X1) terhadap prestasi belajar siswa (Y) adalah 25,30%, lingkungan sekolah (X2) terhadap prestasi belajar (Y) adalah 27,67%, sedangkan untuk lingkungan masyarakat (X3) terhadap prestasi belajar siswa (Y) memiliki sumbangan efektif sebesar 28,94%. Berdasarkan hasil sumbangan efektif ini dapat diketahui bahwa SE X3, memiliki persentase yang paling besar dibandingkan dengan SE X1 dan X2. sehingga lingkungan masyarakat (X3) memiliki pengaruh yang dominan terhadap prestasi belajar siswa. Selain itu, didapatkan juga nilai F hitung sebesar 12,120 serta nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,583 yang memiliki arti bahwa lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat secara bersama-sama mempengaruhi prestasi belajar siswa sebesar 58,3% sedangkan sisanya 41,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dideskripsikan dalam penelitian ini. Berdasarkan kesimpulan di atas disarankan agar pihak SMK PGRI 02 Malang lebih memperhatikan dan menciptakan kondisi lingkungan sekolah secara optimal agar menunjang dalam kegiatan belajar. Memenuhi kebutuhan akan sarana-prasarana dan fasilitas belajar serta membuat kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan peningkatan prestasi anak didik. Orang tua diharapkan lebih memperhatikan putra-putrinya khususnya dalam pengawasan serta pemenuhan kebutuhan belajar di rumah, memotivasi serta menciptakan hubungan yang baik penuh pengertian dan kasih sayang untuk menyukseskan belajar anak. Diharapkan dalam masyarakat diciptakan lingkungan yang aman, tentram, kondusif terutama dalam meningkatkan prestasi belajar generasi muda. Sedangkan saran untuk siswa supaya terus meningkatkan belajarnya agar nilainya menjadi lebih baik lagi, mempunyai motivasi yang tinggi untuk meraih prestasi dan cita-cita, merubah cara belajar yang lebih efektif untuk meraih masa depan yang sukses.

Pengaruh pemahaman anggota tentang laporan keuangan koperasi dan kualitas layanan koperasi terhadap partisipasi anggota koperasi "Sedar" Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri / Sidiq Santosa

 

Anggota koperasi memiliki dua fungsi (1) sebagai pemilik, anggota koperasi memiliki hak untuk mengetahui perkembangan koperasi dari waktu ke waktu. Anggota koperasi dapat mengetahui perkembangan koperasi melalui laporan keuangan yang memuat informasi-informasi yang berkaitan dengan modal koperasi, laba/rugi, arus kas koperasi. (2) Sebagai pengguna jasa koperasi, koperasi mempunyai kewajiban melayani kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan oleh anggota sebagai konsumen. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimanakah pengaruh pemahaman anggota atas laporan keuangan dan kualitas layanan koperasi kepada anggota terhadap partisipasi anggota KPRI ?Sedar? Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri baik secara parsial maupun simultan?. (2) Faktor manakah yang paling dominan antara pemahaman anggota atas laporan keuangan dengan kualitas pelayanan koperasi dalam mempengaruhi anggota koperasi terhadap partisipasinya dalam KPRI ?Sedar? Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemahaman anggota atas laporan keuangan dan pengaruh kualitas pelayanan koperasi kepada anggota terhadap partisipasi anggota, serta mengetahui faktor yang paling dominan antara pemahaman anggota atas laporan keuangan dengan kualitas pelayanan koperasi dalam mempengaruhi anggota koperasi terhadap partisipasinya dalam KPRI ?Sedar? Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri. Penelitian ini mempunyai tiga variabel yaitu variabel bebas pemahaman anggota atas laporan keuangan koperasi dan kualitas pelayanan koperasi dan variabel terikat partisipasi anggota koperasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota KPRI ?Sedar? Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri sebanyak 289 anggota. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling sebanyak 60 anggota. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan alat pengumpul data berupa angket tertutup. Data dianalisis dengan analisis regresi berganda. Hasil analisis data secara parsial diketahui (1) ada pengaruh yang signifikan antara pemahaman laporan keuangan koperasi terhadap partisipasi anggota koperasi. (2) ada pengaruh yang signifikan antara kualitas layanan koperasi terhadap partisipasi anggota koperasi. Hasil analisis data secara simultan diketahui ada pengaruh yang signifikan antara pemahaman laporan keuangan koperasi dan kualitas layanan koperasi terhadap partisipasi anggota di KPRI ?Sedar? Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas layanan di KPRI ?Sedar? Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri lebih dominan berpengaruh yaitu 27% terhadap partisipasi anggota dari pada varibel pemahaman anggota atas laporan keuangan sebesar 25,4%. Berdasarkan penelitian ini maka disarankan (1) bagi pengurus di KPRI ?Sedar? Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri, agar meningkatkan kualitas layanan usaha yang ada di dalam koperasi. (2) bagi Lembaga Pendidikan Koperasi (Lapenkop) Kabupaten Kediri, agar mengadakan pelatihan-pelatihan berkala dalam pemberian pemahaman anggota tentang perkoperasian, khususnya pada laporan keuangan koperasi. (3) bagi anggota koperasi di KPRI ?Sedar? Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri, agar berpartisipasi aktif baik dalam bidang usaha maupun organisasi. (4) bagi peneliti lain yang berminat terhadap masalah yang sama, agar hasil penelitian ini dikembangkan.

Efektifitas penerapan pembelajaran kooperatif model teams games tournament (TGT) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Garum Blitar / Mochammad Helmi

 

Berdasarkan pengamatan dan observasi penelitian pada tanggal 17 November sampai dengan 8 Desember di SMA Negeri Garum, Blitar diperoleh informasi bahwa metode pembelajaran yang digunakan masih didominasi oleh metode ceramah (konvensional). Sedangkan masalah yang dihadapi oleh para guru dalam menyampaikan materi adalah kurangnya keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar di dalam kelas serta rendahnya hasil belajar siswa. Oleh karena itu guru perlu mengupayakan untuk pembaharuan dalam metode pembelajarannya, salah satunya dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT). TGT merupakan bentuk pembelajaran kooperatif dimana setelah siswa belajar dalam kelompoknya, masing-masing kelompok akan mengadakan turnamen dengan anggota kelompok lain, sesuai dengan tingkat kemampuannya. Bagi kelompok yang mendapatkan skor tertinggi dalam turnamen akan mendapatkan penghargaan kelompok. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui perbedaan aktivitas belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran kooperatif model TGT dengan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran ekonomi pokok bahasan permintaan dan penawaran, 2) untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran kooperatif model TGT dengan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran ekonomi pokok bahasan permintaan dan penawaran, 3) untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran kooperatif model TGT pada mata pelajaran ekonomi pokok bahasan permintaan dan penawaran. Subyek penelitian adalah siswa kelas X di SMAN 1 Garum Kabupaten Blitar. Teknik pengumpulan data melalui 1) tes (pre test dan post test), 2) lembar observasi dan angket. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Pada kelas kontrol diberikan metode konvensional ceramah sedangkan pada kelas eksperimen diberikan metode TGT. Data yang dianalisis dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu 1) data hasil belajar, dan 2) aktivitas belajar. Analisis data hasil belajar dilakukan dengan uji normalitas, uji homogenitas, uji kesamaan dua rata-rata, uji hipotesis. Data aktivitas belajar dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X SMAN 1 Garum Blitar yang diajar menggunakan metode TGT dengan metode konvensional pada materi permintaan dan penawaran. Keterlaksanaan pembelajaran model TGT berlangsung dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari data minat terhadap pembelajaran TGT. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan aktivitas dan hasil belajar antara siswa yang diajar menggunakan pembelajaran model TGT dengan pembelajaran konvensional. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu: 1) pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat menjadi salah satu model pembelajaran alternatif yang dapat diterapkan pada mata pelajaran ekonomi atau lainnya untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, 2) guru hendaknya memberi pengawasan penuh terhadap proses diskusi siswa agar proses belajar kelompok benar-benar kooperatif, 3) dalam menerapkan turnamen TGT, guru hendaknya sudah mempersiapkan tata ruang, meja turnamen, kartu soal, kartu jawaban dan undian sebelum siswa masuk dalam kelas, dan 4)guru hendaknya selalu mengawasi dan memperhatikan aktivitas belajar siswa pada saat proses belajar mengajar berlangsung agar aktivitas belajar siswa di dalam kelas menjadi optimal.

Pengaruh konsentrasi Fe terhadap konstanta dielektrik Zn(1-x)FexO1?δ pada berbagai medan magnet melalui tinjauan struktur kristal / Suci Rahmawati

 

Penelitian mengenai spintronik baik secara ilmiah, penemuan senyawa baru maupun aplikasi teknologi banyak dilakukan hingga saat ini. Bahan yang digunakan dalam mengkaji spintronik adalah bahan semikonduktor ZnO dengan Fe sebagai bahan dopan yang bersifat magnetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrsi Fe terhadap konstanta dielektrik Zn(1-x)FexO1+δ pada berbagai medan magnet melalui tinjauan struktur kristal. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fisika Material jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan bahan dasar ZnO dan Fe dengan tingkat kemurnian 99%. Metode penelitian bersifat eksperimen murni. Sampel disintesis dengan metode reaksi padatan (solid state reaction), konsentrasi molar yang digunakan adalah 0,00; 0,02; 0,04; 0,06; 0,08 dan 0,10. Pada suhu 1000oC masing-masing sampel selama 4 jam. Sampel diukur konstanta dielektriknya dengan medan magnet 0 mT; 0,365 mT; 0,425 mT; 1,335 mT; 2,68 mT; 3,155 mT; 3,48 mT; 3,69 mT; 4,13 mT; dan 5,255 mT. Sampel juga dikarakterisasi dengan metode XRD dan dianalisis dengan metode Rietveld menggunakan software GSAS untuk mendapatkan parameter kisi, posisi atomik, jarak atom terdekat, dan sudut antar atom terdekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola konstanta dielektrik sebagai fungsi konsentrasi molar (x) pada berbagai medan magnet berbanding terbalik dengan parameter kisi a, c dan parameter volume. Dalam pengaruh medan magnet, terjadi penurunan drastis nilai konstanta dielektrik dari x = 0 menuju x = 0,02 lalu naik mengikuti kebalikan parameter kisi. Sedangkan pada medan magnet 2,68 mT nilai konstanta dielektrik mengalami pembalikan untuk setiap konsentrasi molar yang mengindikasikan adanya pengorganisasian baru pada struktur magnet.

Pengaruh serbuk biji pinang (Areca catechu L.) terhadap mortalitas cacing Ascaridia galli secara in vitro / Nurul Masfufah

 

Ascaridia galli adalah salah satu cacing parasit pada usus ayam. Anak ayam yang terserang cacing tersebut pertumbuhannya akan terganggu, apabila cacing menyerang ayam dewasa akan mengakibatkan penurunan produksi telur, sehingga akan merugikan bagi para peternak ayam. Biji pinang dapat berguna untuk mengobati penyakit ascaridiasis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serbuk biji pinang dan konsentrasi yang menghasilkan mortalitas cacing Ascaridia galli terbesar dalam waktu lebih singkat. Cacing Ascaridia galli yang digunakan dalam penelitian terdiri atas cacing dewasa dengan ukuran 8-10 cm, diperoleh dari usus ayam kampung yang disembelih di Pasar Besar Malang. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, rancangan acak kelompok. Konsentrasi serbuk biji pinang yang digunakan adalah 0%; 0,5%; 0,6%; 0,7%; 0,8%; 0,9%; dan 1%. Tiap perlakuan menggunakan 8 cacing dan diulang sebanyak 5 kali. Data berupa prosentase cacing yang mati. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis varian tunggal dengan uji lanjut menggunakan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk biji pinang berpengaruh terhadap mortalitas cacing Ascaridia galli secara in vitro. Konsentrasi serbuk biji pinang yang menghasilkan mortalitas cacing Ascaridia galli terbesar dalam waktu lebih singkat adalah konsentrasi 1%.

Penerapan questioning dalam strategi pembelajaran numbered heads together (NHT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas VII-B SMP PGRI 01 Pakisaji Malang tahun ajaran 2007/2008 / Risa Airifiyanti

 

In general, Islamic Education is aimed to “increase faith using giving and adding knowledge in continue, understanding, full and total comprehension, applying and experience of learners on Islam as well, in order to be Moslems who grows continuously in his faith and loyal to Allah SWT and has noble character in his personal life, society- nation- and state-affairs.” (GBPP PAI, 2001). At an elementary level of education, especially in elementary school (SD) Islamic Education is aimed to “give learners basic ability so that they can improve a religious quality of living, being Moslem with strong faith and loyal to Allah SWT, as a citizen and a member of human being, it also has purpose to prepare learners join in education program at lower secondary school (SMP).” Those purpose set above is a one that should be achieved by every learner who has implement a religious education. Meanwhile, in a religious education, one important thing is as early embedding a faith sector as possible to learners because it would produce an obedience to carry out all of the religious argumentation. In spite of that fact, in performing PAI instruction at school, there is some weakness as follows; instructional approach was inclined to normative-textual approaches, learner stick on the existing curriculum and lack of enrichment efforts with a various learning experience. In additional, a strategy of delivery including using a medium, learning and teaching interaction, and learning and teaching format are still in a minimum level. To see what is really happen in school, particularly in SDN Karangbesuki I, II, and IV of Malang City, it established a research focusing on (1) how is strategy of instructional delivery PAI subject at SDN Karangbesuki of Malang City, (2) what factors are influence to using strategy of instructional delivery PAI subject. This research is carried out at SDN Karangbesuki I, II, and IV of Malang City a research focusing on: how is strategy of instructional delivery PAI subject at SDN Karangbesuki of Malang City, what factors are influence to using strategy of instructional delivery PAI subject using a descriptive qualitative research design. Data is collected using theree techniques, i.e. observation, interview, and documentation. The results of this research are: (1) strategy of instructional delivery PAI subject at SDN Karangbesuki I, II, and IV of Malang City ia using the same medium that is a verbalized instructor, blackboard, guiding book, supporting book, work book (LKS), schoolwork book (PS) and homework book (PR), (2) the instructional activity on those theree SDN is using a speech method, asking and answering question, demonstration, and assignment, (3) on the instructional activity at classroom, learner has more interact with instructor. It is found that there is no instructional activity outside the class, (4) the learning and teaching form apply on SDN Karangbesuki I, II, IV is lexical, (5) the strategy selection of instructional delivery began with selection of instructional medium. Method and instructional form is arranged according to used and chosen medium, (6) the factors that could affect selection and employing strategy of instructional delivery at SDN Karangbesuki are instructional objective, availability of instructional medium, instructional experience, characteristic and ability of learners, and also characteristic of content subject, (7) learner’s ability mastering PAI subject was influenced by internal and external factors of learners. There are internal factors, including physical condition of learner and interest factors, intelligent, motivation, memory, and attention. On the other hand, the external factors consist of curriculum, program, guiding learning, instructor and tools and also environmental factors. Based on the findings, in order to better develop instruction, there are some recommendation i.e. (1) This research findings could be an input to appropriate to say that this research finding items can enrich theoretic scope and become a reference in applying strategy of instructional delivery as one of the instructional strategy component, (2) In the learning process, instructor should improve self-readiness more on teaching especially in relation with madium utilization, learner’s interaction with a used medium and also with a potential learning form, (3) In performing strategy of instructional delivery PAI, insructor should use a various mediums, (4) In order improve learner’s competence more in both instructions, cognitive and affective, instructor should apply a delivery strategy by using many kinds of PAI approaches and models, (5) For developer and designer of instruction, this research finding can be used as a consideration object in choosing one of the instructional strategy and understanding it comprehensively, (6) For the next researcher, it is suggested to continue this research in order to test a result finding of subject that already explained, particularly by using experimental research method, so that we could gain a general validity.

Kemampuan antimitotik ekstrak tapak dara (Catharantus roseus) pada spermatosit primer mencit (Mus musculus) / Risa Arifiyanti

 

ABSTRAK Arifiyanti, Risa. 2006. Kemampuan Antimitotik Ekstrak Tapak Dara (Catharanthus roseus) pada Spermatosit Primer Mencit (Mus musculus). Skripsi, Program Studi Biologi, FMIPA Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. agr. Moh. Amin, M. Si, (II) Dr. Dwi Listyorini, M. Si. Kata kunci : kemampuan antimitotik, ekstrak tapak dara, spermatosit primer mencit Penelitian tentang kemampuan antimitotik ekstrak tapak dara (Catharanthus roseus) terhadap spermatosit primer mencit (Mus musculus) telah dilakukan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Hewan Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa ekstrak tapak dara menghambat pembelahan spermatosit primer belalang. Penghambatan tersebut disebabkan kandungan vinkaalkaloid dalam ekstrak tapak dara yang berfungsi sebagai zat antimitotik. Uji kemampuan antimitotik pada spermatosit mamalia belum pernah dilakukan, sehingga penelitian ini bermaksud untuk mengetahui kemampuan antimitotik ekstrak tapak dara dalam menghambat pembelahan dan menyebabkan kecacatan pembelahan spermatosit primer mencit. Jika ekstrak tersebut mampu menghambat, maka diharapkan dapat diaplikasikan untuk mengontrol hama, dalam hal ini sebagai zat antifertilitas. Penelitian dilakukan dengan cara merendam spermatosit primer mencit di dalam medium TCM-199 + ekstrak tapak dara dengan konsentrasi akhir 0,005% atau di dalam medium TCM-199 tanpa ekstrak tapak dara, kemudian diamati di bawah mikroskop cahaya dengan perbesaran 10 x 40. Perlakuan dan kontrol masing-masing menggunakan 10 sampel. Pengamatan dilakukan terhadap morfologi sel dan kecepatan pembelahannya selama anafase. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tapak dara menghambat pembelahan (thit 10,4468442 > t 0,05 2,10) dan menyebabkan kecacatan pembelahan spermatosit primer mencit berupa gagal membelah sebesar 60 %. Hasil ini menunjukkan potensi ekstrak tapak dara sebagai agen pengendali hama terutama hama dari kelas mamalia.

Penerapan strategi inkuiri dalam pembelajaran biologi untuk meningkatkan keterampilan proses, aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI SMAN 1 Pandaan / Lailatul Khoiriyah

 

Pembelajaran biologi adalah pembelajaran tentang makhluk hidup dan lingkungannya yang umumnya merupakan benda atau gejala alam yang keberadaannya atau kejadiannya dapat diamati dengan indera. Hal itu berarti melatih siswa menggali fakta melalui pengamatan untuk menemukan masalah, sehingga tertantang untuk mencari jawaban melalui eksperimen yang akhirnya diperoleh pengetahuan. Kegiatan belajar mengajar biologi di sekolah tempat penelitian berlangsung, secara umum belum berlangsung sesuai harapan, yaitu mengaktifkan siswa untuk memperoleh konsep sendiri, melainkan kegiatan ceramah masih dominan, mengerjakan LKS, dan presentasi kelompok. Hal itu tampak kurang menarik siswa yang terlihat dari sikap atau perilaku siswa selama proses pembelajaran berlangsung, seperti bicara sendiri, kurang aktif, mengantuk, jarang bertanya, serta saat ditanya banyak yang belum bisa menjawab. Akibatnya hasil belajar siswa tidak mencapai target yang diharapkan. Salah satu penyebab hal ini adalah strategi pembelajaran yang cenderung bersifat satu arah, hanya mengejar target menyampaikan materi, siswa cenderung pasif, banyak menghafal sedikit memahami, karena pengetahuan siswa tidak terbentuk melalui proses ilmiah. Dari kenyataan di atas, maka sangat penting guru dapat menerapkan strategi pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif, komunikasi dua arah, menanamkan pemahaman konsep sebelum menghafal serta terampil dalam proses untuk memperoleh konsep yang baru. Strategi tersebut adalah strategi inkuiri. Penelitian ini dilakukan dengan 3 (tiga) tujuan, yaitu (1) Meningkatkan keterampilan proses siswa. (2) Meningkatkan aktivitas siswa. (3) Meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMAN 1 Pandaan dalam mempelajari sistem sirkulasi dan sistem pencernaan pada manusia dan hewan melalui metode inkuiri. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif karena data penelitian dinyatakan dalam bentuk verbal dan dianalisis tanpa teknik statistik (Ibnu, 2003). Adapun jenis penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA1??? SMAN 1 Pandaan dan peneliti. Analisis data berupa analisis kualitatif yang dilakukan dengan menggunakan analisis kualitatif model alir (flow) Milles dan Huberman dalam Wahyono (2004:25). Model ini terdiri dari tiga komponen yang dilakukan berurutan yaitu, mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus 1 keterampilan proses siswa merumuskan masalah 87,4% menjadi 93.5% pada siklus 2, keterampilan mengumpulkan data/informasi 93.5% pada siklus 1 menjadi 100% pada siklus 2, keterampilan merumuskan hipotesis 82.4% pada siklus 1 menjadi 89.1% pada siklus 2, melakukan uji hipotesis pada siklus 1 dan siklus 2 sama yaitu 100%, keterampilan menganalisis data 34.1% pada siklus 1 menjadi 100% pada siklus 2, dan keterampilan membuat kesimpulan 74.9% pada siklus 1 menjadi 79.7% pada siklus 2. Aktivitas siswa yang meliputi aktivitas bertanya dan menjawab serta berpendapat mengalami penurunan frekuensi dari siklus 1 ke siklus 2 yaitu 71.4% pada siklus 1 menjadi 28.6% pada siklus 2. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada siklus 2 dibandingkan dengan siklus 1. Pada siklus 1 hasil belajar siswa pada aspek kognitif 67.39% dan pada siklus 2 adalah 73.91% mengalami peningkatan 6.52% dari siklus 1. Pada siklus 1 hasil belajar siswa pada aspek afektif 68.53% dan pada siklus 2 adalah 70.92% mengalami peningkatan 2.39% dari siklus 1. Pada siklus 1 hasil belajar siswa pada aspek psikomotor 76.02% dan pada siklus 2 adalah 85.08% mengalami peningkatan 9.06% dari siklus 1. Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran yang dapat diperkirakan mampu meningkatkan keterampilan proses, aktivitas, dan hasil belajar siswa adalah menggunakan strategi inkuiri dalam proses pembelajaran IPA dengan metode yang tepat sesuai topik yang dipelajari, melaksanakan strategi inkuiri dikolaborasi dengan strategi pembelajaran yang lain, dan mengaktifkan siswa selama proses pembelajaran.

Pengaruh lingkungan tempat tinggal dan perilaku kesehatan terhadap kualitas fisik balita di Desa Wonorejo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang / Noviyanti

 

Kualitas penduduk merupakan suatu ciri yang melekat pada penduduk serta menunjukkan baik tidaknya keadaan penduduk tersebut secara keseluruhan. pengembangan kualitas penduduk diselenggarakan melalui pengembangan kualitas fisik balita. Pengembangan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas fisik balita sesuai dengan harkat dan martabat serta potensi secara optimal karena balita merupakan kekuatan bangsa yang sekaligus merupakan penerus pembangunan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif yang bersifat korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang memiliki balita (usia 0-5 tahun) di Desa Wonorejo. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Besarnya sampel dalam penelitian ini ditetapkan 100 responden, dimana masing-masing dusun diambil secara proporsional. Instrumen menggunakan kuisioner yang terdiri dari enam bagian, yaitu identitas responden, kualitas fisik balita, kondisi lingkungan tempat tinggal, perilaku kesehatan, usia kawin ibu, dan pendapatan keluarga. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dengan kuisioner sebagai alat pengumpul data. Analisis data menggunakan tabulasi silang, tabel frekuensi, dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas fisik balita di Desa Wonorejo termasuk kategori sedang. Lingkungan tempat tinggal, perilaku kesehatan, dan usia kawin ibu mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap kualitas fisik balita di Desa Wonorejo. Sedangkan variabel pendapatan keluarga mempunyai hubungan positif yang tidak signifikan terhadap kualitas fisik balita. Untuk bobot sumbangan efektif dan relatif terbesar diberikan oleh variabel perilaku kesehatan (X2). Saran yang bisa diberikan oleh penulis, yaitu bagi pemerintah agar memberikan sarana dan prasarana kesehatan yang lebih baik dan murah kepada penduduk di Desa Wonorejo dalam rangka untuk meningkatkan kualitas fisik balita.

Karakteristik dan perubahan kondisi sosial ekonomi petani dan lingkungan akibat alih fungsi lahan di Desa Campurejo Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro / Emma Inggriastuti

 

Sektor pertanian memberikan kontribusi terbesar dalam membentuk Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bojonegoro, kini peranannya semakin berkurang disebabkan karena menyusutnya lahan pertanian. Dalam kurun waktu enam tahun terakhir yaitu tahun 2001-2007 terjadi penyusutan lahan sawah 0,7 %, secara otomatis hal ini berimbas kepada menurunnya produktifitas sektor pertanian. Sektor lain yang dipandang mempunyai potensi untuk dikembangkan adalah sektor pertambangan minyak dan gas bumi, dimana keberadaannya menyebabkan beralihfungsinya lahan pertanian. Alih fungsi lahan ini berdampak pada lingkungan dan kondisi sosial ekonomi petani yang akhirnya mempengaruhi kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) karakteristik lahan, iklim, dan penduduk Desa Campurejo, (2) karakteristik sosial ekonomi petani (3) faktor yang menyebabkan alih fungsi lahan, (4) perubahan kondisi sosial ekonomi petani akibat alih fungsi lahan, (5) perubahan kondisi lingkungan akibat alih fungsi lahan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode sensus, disebut juga dengan penelitian populasi. Populasi yang diambil adalah petani yang mengalami pembebasan lahan di Desa Campurejo sebanyak 14 KK.. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah tabulasi tunggal dan tabulasi silang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) lahan di desa campurejo sebagian besar lahannya digunakan untuk pemukiman dan fasilitas umum (55,45%), sawah (35,95%), tegal (5,66%), pertambangan minyak dan gas bumi (2,94%) dan sebagian besar tanahnya adalah alluvial kelabu (56,13%). Menurut Koppen Desa Campurejo mempunyai iklim Aw (Sabana Tropis) sedangkan menurut Schmidt-Ferguson termasuk iklim E dengan karakteristik agak kering. Jumlah penduduk Desa Campurejo adalah 4927. Sebagian besar penduduknya berusia produktif yaitu sebesar 4050 jiwa. Sebagian besar bermata pencaharian sebagai PNS (34,19%), dan sebagai petani 20,48%. Dan kebanyakan tamat SMA (41,1%). (2) sebagian besar responden berusia produktif, sehingga banyak dari mereka mempunyai pekerjaan sampingan. (3) faktor yang menyebabkan alih fungsi lahan adalah karena kebijakan pemerintah, lahan sempit, dan pendapatan rendah.(4) perubahan kondisi sosial ekonomi dapat dilihat dari menurunnya pendapatan, biaya konsumsi dan menurunnya kemampuan menabung. Disamping itu mengalami peningkatan pada biaya kesehatan, biaya mobilitas, kebutuhan tempat tinggal dan kemampuan investasi serta kemampuan pengembangan pendidikan keluarga. (5) perubahan pada kondisi lingkungan dapat dilihat pada menurunnya produktifitas lahan yang dibuktikan dengan menurunnya hasil pertanian tiap tahun, selain itu terjadi penurunan sumber mata air sumur penduduk dan juga limbah yang dihasilkan tambang dapat dimanfaatkan untuk mengairi sawah.

Efektifitas penerapan model inkuiri terbimbing untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMAN Pademawu Pamekasan pada materi pokok reaksi oksidasi dan reduksi / Dina Laurina

 

Salah satu tujuan pendidikan adalah meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis, membuat keputusan rasional tentang apa yang diperbuat atau apa yang diyakininya. Dalam proses inkuiri siswa belajar dan dilatih bagaimana mereka harus berpikir kritis sehingga kemampuan berpikir kritis siswa akan meningkat karena mereka selalu dihadapkan pada suatu informasi yang harus mereka analisis dan simpulkan. Penerapan model inkuiri terbimbing dapat digunakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan model inkuiri terbimbing dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMAN Pademawu Pamekasan pada materi pokok Reaksi Oksidasi dan Reduksi, mengetahui penerapan model inkuiri terbimbing dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMAN Pademawu Pamekasan, dan mengetahui perolehan hasil belajar siswa kelas X melalui penerapan model inkuiri terbimbing di SMAN Pademawu Pamekasan. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental semu (quasy experimental design) post test only dan rancangan deskriptif. Rancangan penelitian eksperimental semu bertujuan untuk mengungkapkan hubungan sebab akibat yaitu jika siswa diajar dengan pembelajaran model inkuiri maka kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa akan meningkat, dengan cara melibatkan kelompok kontrol disamping kelompok eksperimental (Lemlit, 2003:50). Rancangan deskriptif bertujuan untuk memperoleh gambaran secara nyata tentang sikap siswa terhadap pembelajaran inkuiri terbimbing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa yang signifikan antara pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing dan model konvensional pada pembelajaran kimia materi pokok reaksi oksidasi reduksi. Hal ini berarti penerapan pembelajaran model inkuiri terbimbing lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa SMAN Pademawu Pamekasan. Kualitas proses belajar siswa kelas X melalui penerapan model inkuiri terbimbing di SMAN Pademawu Pamekasan lebih tinggi dibandingkan dengan kualitas proses belajar siswa kelas kontrol. Sikap siswa terhadap pembelajaran model inkuiri terbimbing sangat positif. Hal ini terbukti dengan persentase angket sikap siswa sebesar 75% yang berarti bahwa siswa kelas X SMAN Pademawu Pamekasan menyukai pembelajaran model inkuiri terbimbing.

Isolasi piperin dari lada hitam dan sintesis asam pipera serta uji aktivitasnya sebagai antibakteri Escherichia coli / Dina Laurina

 

Piperin dalam lada hitam diduga dapat menghambat atau membunuh bakteri karena lada hitam yang mengandung piperin sering digunakan untuk mengobati sakit diare yang biasanya disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Asam piperat merupakan senyawa derivat piperin yang diperoleh melalui hidrolisis piperin dengan larutan KOH alkoholis. Piperin dan asam piperat memiliki kemiripan struktur kimia. Keduanya sama-sama mempunyai gugus eter, benzena dan alkena terkonjugasi. Sehingga diduga asam piperat juga mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli. Perbedaan struktur kimia piperin dan asam piperat hanya terletak pada gugus fungsi yang dimiliki. Piperin mempunyai gugus fungsi piperidin sedangkan asam piperat mempunyai gugus fungsi hidroksi. Perbedaan gugus fungsi pada piperin dan asam piperat diduga dapat mempengaruhi aktivitasnya sebagai antibakteri Escherichia coli. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antibakteri piperin dan asam piperat terhadap bakteri Escherichia coli penyebab diare, serta mengetahui pengaruh perbedaan gugus fungsi pada struktur piperin dan asam piperat terhadap sifat antibakterinya. Penelitian ini bersifat eksperimental yang dilakukan di laboratorium kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Langkah penelitian ini diawali dengan melakukan ekstraksi menggunakan soxhlet terhadap lada hitam yang telah ditumbuk halus. Kristal piperin yang diperoleh dianalisis dengan kromatografi lapis tipis. Langkah selanjutnya yaitu sintesis asam piperat dengan cara menghidrolisis sebagian kristal piperin dengan larutan KOH alkoholis. Hasil yang diperoleh diidentifikasi kembali dengan kromatografi lapis tipis. Struktur piperin dan struktur asam piperat diidentifikasi dengan spektroskopi IR dan spektroskopi NMR. Piperin dan asam piperat diuji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dengan metode dilusi. Senyawa hasil isolasi dan hasil sintesis merupakan dua zat yang berbeda yang ditunjukkan dari nilai Rf keduanya yang berbeda. Senyawa hasil isolasi memiliki Rf = 0,535 dan senyawa hasil sintesis memiliki Rf = 0,349. Identifikasi senyawa hasil isolasi menggunakan spektroskopi IR dan 1HNMR menunjukkan bahwa senyawa hasil isolasi adalah piperin, sedangkan senyawa hasil sintesis adalah asam piperat. Pada konsentrasi 200 ppm, 400 ppm, dan 600 ppm perubahan gugus fungsi piperin dan asam piperat tidak mempengaruhi aktivitas antibakterinya . Pada konsentrasi 800 ppm dan 1000 ppm, perubahan gugus fungsi piperin dan asam piperat mempengaruhi aktivitas antibakterinya terhadap Escherichia coli. Aktivitas piperin lebih kuat daripada aktivitas antibakteri asam piperat. Aktivitas antibakteri gugus amida lebih besar daripada gugus karboksil.

Upaya pemisahan kurkumin dari isolat kurkuminoid kunyit kuning Curcuma longa Linn) serta uji aktivitasnya sebagai antioksidan dan tabir surya / Saiful Mahfud

 

Kurkuminoid merupakan kelompok senyawa diarilheptaniod yaitu kelompok senyawa fenol yang dicirikan oleh kerangka dasar 1,7-diarilheptana dan merupakan senyawa yang khas dalam tanaman zingiberaceae. Indriani (2007) telah berhasil mengisolasi kurkuminoid dari kunyit kuning dengan metode ekstraksi soxhlet menggunakan pelarut etanol. Hasil uji kualitatif isolat kurkuminoid dan kurkuminoid standar dengan KLT (eluen kloroform, etanol, dan asam asetat glasial dengan perbandingan 94 : 5 : 1) menghasilkan tiga noda utama dan memiliki rentang nilai Rf yang cukup jauh. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat tiga fraksi penyusun kurkuminoid kunyit kuning. Indriani (2007) belum melakukan pemisahan kuantitatif dari ketiga fraksi tersebut. Penelitian ini berusaha memisahkan fraksi penyusun kurkuminoid yang memiliki nilai Rf terendah yang disebut sebagai fraksi C. Penelitian ini merupakan penelitian experimental laboratoris yang dilakukan dalam lima tahap. Tahap pertama adalah pemeriksaan secara kualitatif fraksi penyusun utama isolat kurkuminoid dengan KLT. Tahap kedua adalah pemisahan secara kuantitatif fraksi penyusun utama isolat kurkuminoid dengan metode kromatografi kolom dan KLT preparatif. Tahap ketiga adalah karakterisasi dan identifikasi fraksi hasil pemisahan yang meliputi uji gugus fungsi, kelarutan, dan titik lebur. Tahap keempat adalah pengujian aktivitas fraksi hasil pemisahan sebagai antioksidan terhadap pereaksi DPPH secara KLT dan spektrofotometri. Tahap kelima adalah uji aktivitas fraksi hasil pemisahan sebagai tabir surya secara spektrofotometri UV Hasil penelitian adalah fraksi C penyusun isolat kurkuminoid kunyit kuning dapat dipisahkan dengan metode kromatografi kolom dan KLT preparatif dengan digunakan fasa diam silika dan fasa gerak kloroform : etanol : asam asetat glasial dengan perbandingan 94 : 5 : 1. Hasil pemisahan dengan metode KLT preparatif menghasilkan zat yang lebih murni daripada metode pemisahan dengan kromatografi kolom. Fraksi C berupa padatan berwarna kuning mempunyai titik lebur 91-94oC dan diduga merupakan kurkumin. Aktivitas antioksidan fraksi C tersebut menunjukkan hasil positif. Namun tingkat aktivitas antioksidannya lebih rendah dari pada isolat kurkuminoid. Kurkumin maupun isolat kurkuminoid pada rentang konsentrasi 25-500 ppm tidak terkategori sebagai sunblock maupun suntan sehingga bukan senyawa yang mempunyai aktivitas sebagai tabir surya.

Penentuan struktur dengan metode difraksi sinar-X senyawa kompleks perak perklorat dengan ligan 4,4'-dimetil-2.2'-bipiridina dan dengan ligan campuran 4,4'-dimetil-2,2'-bipiridina dan trifenilstibina / Risa Asnawi

 

Perak(I) dapat membentuk senyawa kompleks baik dengan satu jenis ligan maupun dengan ligan campuran. Senyawa kompleks perak(I) dengan satu jenis ligan yang telah dilaporkan antara lain dengan ligan basa nitrogen aromatik bidentat dengan stoikiometri 1:1 dan 1:2. Untuk stoikiometri 1:1 senyawa kompleks yang terbentuk berupa senyawa kompleks monomer netral, monomer ionik, polimer netral, atau polimer ionik. Untuk stoikiometri 1:2 senyawa kompleks yang terbentuk berupa senyawa kompleks monomer ionik. Senyawa kompleks perak(I) dengan ligan campuran yang telah dilaporkan antara lain dengan ligan monodentat dan ligan bidentat pada stoikiometri 1:1:1, dan 1:2:1. Untuk stoikiometri 1:1:1 senyawa kompleks yang terbentuk berupa senyawa kompleks monomer netral sedangkan untuk stoikiometri 1:2:1 senyawa kompleks yang terbentuk berupa senyawa kompleks monomer ionik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan struktur senyawa kompleks dengan metode difraksi sinar-X dari perak perklorat dengan ligan 4,4′-dimetil-2,2′-bipiridina dengan stoikiometri 1:1 dan dengan ligan campuran 4,4′-dimetil-2,2′-bipiridina dan trifenilstibina dengan stoikiometri 1:1:1. Kristal tunggal senyawa kompleks perak perklorat dengan ligan 4,4′-dimetil-2,2′-bipiridina diperoleh dengan cara mereaksikan perak perklorat dan ligan 4,4′-dimetil-2,2′-bipiridina dengan stoikiometri 1:1 dalam pelarut asetonitril. Kristal tunggal senyawa kompleks perak perklorat dengan ligan campuran 4,4′-dimetil-2,2′-bipiridina dan trifenilstibina diperoleh dengan cara mereaksikan perak perklorat dan ligan 4,4′-dimetil-2,2′-bipiridina dengan stoikiometri 1:1:1 dalam pelarut asetonitril. Data penelitian diambil dengan mengggunakan difraktometer Bruker SMART. Struktur senyawa kompleks ditentukan dengan menggunakan program XTAL 3.7. Senyawa kompleks dari perak perklorat dan 4,4′-dimetil-2,2′-bipiridina adalah [(dmbp)Ag(?-dmbp)Ag(dmbp)(?-dmbp)Ag(dmbp)](ClO4)3.H2O yang merupakan senyawa kompleks oligomer ionik terhidrat yang mengkristal dalam kisi monoklinik, kelompok ruang P21/c dengan a = 14,653(1) ?, b = 28,418(1) ?, c = 15,690(1) ?, β = 107,394(1), V = 6234,3(9) ?3, dan R = 0,031 untuk 7945 refleksi independen. Senyawa kompleks dari perak perklorat dengan ligan campuran 4,4′-dimetil-2,2′-bipiridina dan trifenilstibina adalah [Ag(dmbp)-(SbPh3)(OClO3)] yang merupakan kompleks monomer netral yang mengkristal dalam kisi monoklinik, kelompok ruang P21/c dengan a = 15,624(1) ?, b = 9,486(1) ?, c = 19,787(1) ?, β = 100,230(1), V = 2885,8(6) ?3, dan R = 0,033 untuk 5970 refleksi independen.

Dampak penggunaan musik klasik pada kelas yang diajar dengan model pembelajaran learning cycle-problem posing terhadap prestasi belajar siswa / Fitri Yulaikah

 

Kurikulum 2004 yang berlaku saat ini menggunakan paradigma belajar konstruktivistik. Guru dituntut untuk lebih kreatif dalam membimbing siswa untuk memperoleh dan mengembangkan konsep. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajaran Learning Cycle?problem posing. Namun selama proses pembelajaran belahan otak kanan akan terganggu sehingga digunakan musik klasik sebagai pengiring. Penggunaan perpaduan ini diharapkan dapat membuat siswa lebih termotivasi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan model LC?problem posing dengan dan tanpa iringan musik klasik, (2) mendeskripsikan persepsi siswa tentang penggunaan model LC?problem posing dengan dan tanpa iringan musik klasik, (3) mengetahui pengaruh penggunaaan model LC ?problem posing terhadap prestasi belajar siswa, (4) mengetahui pengaruh penggunaan musik klasik pada prestasi belajar siswa di kelas yang diajar dengan model LC?problem posing. Penelitian ini menggunakan rancangan rancangan eksperimental semu dan rancangan deskriptif. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMA NU 1 Gresik tahun ajaran 2006/2007. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas eksperimen dan kelas kontrol yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Dalam penelitian ini digunakan dua jenis instrumen, yaitu instrumen perlakuan, yang terdiri dari rencana pembelajaran dan musik klasik yang digunakan sebagai pengiring selama proses pembelajaran di kelas eksperimen 1, dan instrumen pengukuran yang terdiri dari tes tertulis, lembar observasi, dan angket persepsi siswa. Data yang didapatkan dari tes tertulis dianalisis secara kuantitatif untuk mengetahui prestasi belajar siswa setelah diajar dengan model Learning Cycle?problem posing dengan dan tanpa iringan musik klasik di kelas eksperimen 1dan 2, dan metode konvensional di kelas kontrol. Data dari lembar observasi dan angket persepsi siswa dianalisis secara deskriptif. Pengujian hipotesis tentang prestasi belajar siswa kelas eksperimen 2, yang diajar dengan model Learning Cycle?problem posing, dan kelas kontrol, yang diajar dengan metode konvensional menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa kelas eksperimen 2 lebih baik daripada siswa kelas kontrol. Hasil ini juga didukung oleh banyaknya siswa kelas eksperimen 2 yang menyukai model Learning Cycle?problem posing, yaitu sebanyak 61,90% siswa dan selebihnya mempunyai persepsi netral. Dampak penggunaan musik klasik pada kelas eksperimen 1 menunjukkan bahwa musik klasik tidak berpengaruh pada prestasi belajar siswa kelas eksperimen 1. Bila dilihat persepsi siswa, 52,38% siswa mempunyai persepsi yang positif dan selebihnya mempunyai persepsi netral. Dari data lembar observasi diketahui bahwa persentase keterlaksanaan keenam fase di kedua kelas eksperimen cenderung sama. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada guru bidang studi kimia untuk menerapkan model LC?problem posing pada materi pokok kimia lainnya yang bersifat penggabungan antara konsep dan perhitungan. Guru kimia juga disarankan untuk mencoba mengajar dengan iringan musik klasik yang konserto biola Mozart dengan memperhatikan modalitas siswa. Kepada para peneliti lain yang ingin melakukan penelitian sejenis hendaknya dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal yang dapat mempengaruhi proses mendengarkan dan jenis musik klasik yang digunakan.

Pengaruh iklan televisi sepeda motor Yamaha Mio terhadap citra produk (studi kasus pada pengguna sepeda motor Yamaha Mio anggota club "Miomate" Balikpapan) / Ainul Yaqin

 

Komunikasi pemasaran merupakan aspek penting dalam keseluruhan misi pemasaran serta penentu suksesnya pemasaran. Salah satu bagian penting dalam komunikasi pemasaran adalah iklan. Iklan harus mampu membujuk khalayak ramai untuk berprilaku dan berfikir sedemikian rupa sesui dengan pesan-pesan yang disampaikan oleh produsen. Kemampuan audio visual televisi diharapkan mampu memaksimalkan proses komunikasi dari iklan sehingga membuat pesan yang terkandung didalamnya tersampaikan dengan baik pula, yang akan mem-pengaruhi proses berpikir audiens dengan menciptakan suatu kesan, yang diharap-kan positif, dan diharapkan berakhir dengan suatu perilaku konsumsi atas produk yang bersangkutan. Secara teoritis, agar pesan yang disampaikan pada iklan tersebut dapat sampai pada konsumen, pembuat iklan harus memperhatikan isi pesan, struktur pesan, format pesan dan sumber pesan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh isi pesan (X1), struktur pesan (X2), format pesan (X3) dan sumber pesan (X4) terhadap citra produk (Y) pada pemilik motor Yamaha Mio anggota club motor ?Miomate? Balikpapan. Penelitian ini bersifat deskriptif korelasional. Pengambilan data meng-gunakan teknik random sampling kepada 60 orang responden. Untuk memenuhi tujuan dari penelitian ini, maka digunakan analisis statistik deskriptif atas data yang diperoleh dari penyebaran angket sebagai instrumen penelitian dan analisis statistik inferensial untuk mengetahui pengaruh keempat unsur iklan televisi secara parsial dan simultan terhadap citra produk. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara isi pesan iklan terhadap pembentukan citra produk Yamaha Mio. Dengan nilai sumbangan efektif (SE) 19,38% dan tingkat signifikasi 0,003<0,05, (2) terdapat pengaruh yang signifikan antara struktur pesan iklan terhadap pembentukan citra produk Yamaha Mio. Dengan nilai sumbangan efektif (SE) 14,67% dan tingkat signifikasi 0,011<0,05, (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara format pesan iklan terhadap pembentukan citra produk Yamaha Mio. Dengan nilai sumbangan efektif (SE) 11,9% dan tingkat signifikasi 0,039<0,05, (4) terdapat pengaruh yang signifikan antara sumber pesan iklan terhadap pembentu-kan citra produk Yamaha Mio. Dengan nilai sumbangan efektif (SE) 13,38% dan tingkat signifikasi 0,007<0,05, (5) keempat variabel tersebut yaitu: isi pesan, struktur pesan, format pesan dan sumber pesan secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan citra produk motor Yamaha Mio, hal ini terlihat dari nilai F hitung =20,066>F tabel=2,539 dengan signifikasi 0,000<0,05, (6) dilihat dari nilai sumbangan efektif (SE) isi pesan mempunyai pengaruh yang dominan terhadap pembentukan citra produk motor Yamaha Mio yaitu sebesar 19,38%. Hal ini dikarenakan indikator dalam struktur pesan sangat berpengaruh terhadap persepsi audience sehingga membantu dalam proses pembentukan citra produk motor Yamaha Mio. Selanjutnya saran-saran yang dapat peneliti berikan adalah: (1) Yamaha Mio hendaknya terus mengembangkan ide dan tema iklan yang baru, khususnya yang tengah menjadi trend dalam masyarakat agar pemirsa televisi tidak menjadi bosan terhadap keberadaan iklan televisi Yamaha Mio, (2) karena variabel isi pesan merupakan variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi citra produkYamaha Mio, hendaknya komponen yang membentuk isi pesan menjadi perhatian utama dalam membuat iklan sehingga iklan yang dibuat dapat menyampaikan pesan yang ingin disampaikan oleh pembuat iklan.

Analisis perbandingan return, abnormal return, dan trading volume activity (TVA) sebelum dan sesudah hari raya Idul Fitri (studi pada perusahaan makanan dan minuman yang listing di BEJ) / Rizky Perdana A.

 

Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan memperoleh keuntungan di masa mendatang. Investasi terbagi kedalam dua bagian yaitu investasi pada sistem riil dan investasi pada aktiva finansial. Investasi pada aktiva finansial misalnya membeli commercial paper dan sertifikat deposito di pasar uang atau membeli saham dan obligasi di pasar modal. Dalam pasar modal informasi memegang peranan penting, sebab informasi merupakan dasar bagi para investor yang akan mengalokasikan dananya baik untuk membeli ataupun menjual sahamnya. Dalam konteks pasar efisien, adanya informasi baru akan segera diantisipasi oleh pelaku di pasar dan sesaat akan menyebabkan adanya perubahan pada tingkat harga sekuritas. Berkaitan dengan pasar modal, return dapat berupa return realisasi yang sudah terjadi atau return ekspektasi yang belum terjadi tetapi yang diharapkan akan terjadi di masa mendatang. Apabila terdapat selisih antara return realisasi dengan return ekspektasi maka investor berhak pula atas abnormal return. Return maksimal diperoleh dengan menggunakan trading volume activity sebagai indikator pengambilan keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan jumlah yang ditunjukkan oleh return, abnormal return,dan trading volume activity antara sebelum dengan sesudah hari raya Idul Fitri. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia selama periode 2005-2007. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yang didasarkan pada kriteria berupa saham perusahaan makanan dan minuman yang aktif diperdagangkan selama periode 2005-2007. Berdasarkan kriteria tersebut didapatkan 14 perusahaan sebagai sampel penelitian. Adapun teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah uji beda paired sample t-test dengan signifikansi 0,05. Uji beda ini digunakan untuk menganalisis perbedaan pergerakan variabel-variabel penelitian menghadapi hari raya Idul Fitri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan return? antara periode estimasi dengan periode jendela. Terdapat perbedaan yang ditunjukkan abnormal return selama periode estimasi dibanding periode jendela. Tidak terdapat perbedaan trading volume activity selama periode estimasi dan periode jendela. Return selama periode sebelum dan sesudah hari raya tidak menunjukkan perbedaan. Tidak terdapat perbedaan pula untuk periode sebelum dan sesudah hari raya untuk abnormal return. Trading volume activity juga tidak menunjukaan perbedaan selama periode sebelum dan sesudah hari raya. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, disarankan untuk penelitian lebih lanjut agar memperpanjang jumlah periode estimasi dan periode jendela. Hal ini untuk memperakurat hasil penelitian terhadap perubahan return, abnormal return dan trading volume activity menghadapi hari raya. Manfaat yang dapat diambil investor dari penelitian adalah gambaran bagaimana perilaku mayoritas investor di pasar modal mengahadi hari raya sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang tepat untuk investasinya.

Hubungan antara citra tubuh dan kepercayaan diri pada wanita dewasa madya anggota koperasi wanita Citra Kartini Sumberpucung / Rusika Noviningtyas

 

Citra tubuh adalah persepsi seseorang terhadap tubuh yang dimilikinya, yang meliputi karakteristik fisik, penampilan dan kerapian dalam berpakaian, serta kesehatan dan daya tahan tubuh. Sedangkan kepercayaan diri adalah keyakinan seseorang terhadap diri sendiri yang meliputi aspek kognitif, afektif dan konatif. Penilitian ini, dilakukan untuk mengetahui (1) citra tubuh wanita dewasa madya di koperasi Citra Kartini di Sumberpucung, (2) kepercayaan diri wanita dewasa madya di koperasi Citra Kartini di Sumberpucung, (3) hubungan antara citra tubuh dan kepercayaan diri di koperasi wanita Citra Kartini Sumberpucung. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional, subyek yang digunakan adalah wanita dewasa madya anggota koperasi wanita Citra Kartini Sumberpucung dengan jumlah 106 orang yang diperoleh dengan metode purposive sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah skala citra tubuh dan kepercayaan diri. Uji validitas item menggunakan teknik validitas internal dan uji reliabilitas item menggunakan Alpha Cronbach. Skala citra tubuh dengan validitas antara 0,268 ? 0,637 dan reliabilitas sebesar α 0,822. Skala kepercayaan diri dengan validitas antara 0,270 ? 0,795 dan reliabilitas sebesar α 0,926. Analisis hasil penelitian memakai analisis deskriptif dan analisis korelasional product moment. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) sebagian besar (54,72%) wanita dewasa madya di koperasi wanita Citra Kartini Sumberpucung, memiliki citra tubuh dengan taraf rendah, (2) sebagian besar (55,66%) wanita dewasa madya di koperasi wanita Citra Kartini Sumberpucung, memiliki kepercayaan diri dengan taraf rendah, (3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara citra tubuh dan kepercayaan diri pada wanita dewasa madya di koperasi wanita Citra Kartini Sumberpucung dengan (r ) sebesar 0,427. Dari hasil penelitian ini ada beberapa saran, yaitu: (1) diharapkan kepada wanita dewasa madya anggota koperasi wanita Citra Kartini Sumberpucung mempunyai cara pandang yang lebih baik dan tidak berlebihan dalam menilai tubuhnya. (2) disarankan wanita dewasa madya anggota Koperasi Citra Kartini Sumberpucung untuk membuat pilihan-pilihan yang tepat dan sehat untuk meningkatkan citra tubuh dan kepercayaan diri yang positif. (3) untuk peneliti selanjutnya diharapkan agar meneliti lebih dalam dan memperluas variabel-variabel penelitian agar lebih luas hasil kajian analisis yang dilakukan.

Hubungan penerimaan teman sebaya dengan self-esteem siswa SMP Negeri 7 Bojonegoro / Yusniar Amali

 

Teman sebaya adalah orang lain di luar anggota keluarga dan sering bertemu sehingga timbul keakraban, usia mereka relatif sejajar dan mempunyai ide yang sama sehingga merupakan lingkungan kelompok untuk bersosialisasi. Self-esteem adalah penilaian individu terhadap dirinya sendiri yang menunjukkan sejauh mana individu menganggap dirinya sebagai orang-orang yang memiliki kemampuan, berhasil, berharga, dan berguna bagi dirinya sendiri, orang tua, lingkungan pendidikan, teman sebaya, dan aktivitas sosial. Teman sebaya mempunyai peranan perkembangan yang penting bagi siswa SMP sebagai seorang remaja awal dalam penyesuaian sosialnya. Penerimaan dan penolakan kelompok teman sebaya dapat mempengaruhi harga diri atau self-esteem siswa. Siswa yang diterima teman-teman sebayanya akan merasa bahwa dirinya dihargai dan dihormati oleh teman-teman sebayanya sehingga dapat meningkatkan self-esteem siswa, dan sebaliknya, siswa yang tidak diterima oleh teman-teman sebayanya akan merasa bahwa dirinya tidak dihargai sehingga menjadikan siswa tersebut memiliki self-esteem yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara penerimaan teman sebaya dengan self-esteem siswa SMP Negeri 7 Bojonegoro. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasional. Populasi penelitian terdiri dari remaja awal siswa kelas IX SMP Negeri 7 Bojonegoro yang memiliki karakteristik yaitu berusia antara 13-15 tahun dan mempunyai hubungan pertemanan atau saling mengenal antara satu dengan yang lain. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode proporsional random sampling. Sampel seluruhnya berjumlah 50 siswa yang terdiri dari 25 siswa laki-laki dan 25 siswa perempuan. Instrumen yang digunakan adalah sosiometri yang dikembangkan sendiri oleh peneliti untuk mengetahui tingkat penerimaan teman sebaya dan skala self-esteem yang diambil dari skripsi Mita Puspitasari (2006) dan dikembangkan berdasarkan penjabaran variabel penelitian untuk mengetahui tingkat self-esteem siswa yang terdiri dari 72 item pernyataan, masing-masing 36 item favourable dan 36 item unfavourable. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan dengan arah hubungan positif dengan nilai korelasi sebesar 0,661 dengan taraf signifikansi 0,01 lebih besar dari probabilitasnya sebesar 0,000. Nilai korelasi yang positif tersebut menunjukkan bahwa semakin baik tingkat penerimaan teman sebaya siswa kelas IX SMP Negeri 7 Bojonegoro maka akan semakin tinggi tingkat self-esteem-nya. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan bagi konselor untuk memberikan motivasi dan membekali siswa dengan keterampilan berinteraksi dengan orang lain (keterampilan sosial) dalam upaya meningkatkan penerimaan teman sebaya dan self-esteem siswa yang dapat diimplementasikan dalam layanan bimbingan pribadi dan sosial, serta konseling sebaya.

Analisa kecelakaan kerja pada unit sigaret kretek mesin di PT. Gudang Garam Tbk, Kediri / Mohamad Yusuf Wibowo

 

Untuk menekan biaya kerugian perusahaan salah satu cara adalah menekan angka kecelakaan kerja yang terjadi di perusahaan.Untuk mewujudkan itu perusahaan harus melakukan tindakan pencegahan dengan cara memperbaiki fasilitas K3 dan meningkatkan kualitas pekerja sehingga menumbuhkan sikap yang baik. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecelakaan kerja yang terjadi pada Unit Sigaret Kretek Mesin di PT. Gudang Garam Tbk. Kediri. Melalui (1) Dekripsi jumlah kecelakaan kerja tahun 2005 (2) Deskripsi tingkat kekerapan kecelakaan kerja tahun 2005 (3) Deskripsi tingkat keparahan kecelakaan kerja tahun 2005 (4) Deskripsi Safe-T-Score (5) Deskripsi susunan dan tugas P2K3 (6) Deskripsi fasilitas K3 (7) Deskripsi sikap pekerja pada lingkungan kerja. Rancangan penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode observasi, dokumentasi dan angket sebagai instrument dalam mengumpulkan data. Sampel diambil dari karyawan yang mengalami kecelakaan kerja di unit Sigaret Kretek Mesin PT. Gudang Garam Tbk. Kediri. Yang semuanya berjumlah 21 karyawan. Dari hasil penelitian ini peneliti menemukan bahwa: (1) jumlah kecelakaan kerja yang terjadi di Unit sigaret Kretek Mesin pada tahun 2005 berjumlah 21 kasus atau 2,85 % dari seluruh kasus kecelakaan yang terjadi di PT. Gudang Garam Tbk. Kediri. (2) untuk 2.813 karyawan yang bekerja dalam kurun waktu 1.000.000 jam kerja karyawan terjadi 3 kali kecelakaan (3) dalam kurun waktu 1.000.000 jam waktu efektif/produktif selama 133 hari hilang (4) STS menunjukkan angka negative yaitu -3,8606 yang berarti kondisi semakin membaik (5) susunan dan tugas P2K3 telah terinci dalam mannual report di tingkat pusat, perwakilan, badan, divisi, bidang dan unit. (6) fasilitas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang terdapat pada unit Sigaret kretek Mesin disediakan oleh perusahaan dengan jumlah yang memadai dan pada umumnya dipakai dengan semestinya (7) karyawan yang mengalami kecelakaan tahun 2005 pada Unit Sigaret krtek Mesin sebagian besar memiliki pemahaman yang baik terhadap K3.

Motivasi pemain sepakbola usia 10-13 tahun di persatuan sepakbola Besuk Junior Lumajang dalam melakukan latihan scrab soccer / Adi Winarto

 

Di Persatuan Sepakbola Besuk Junior Lumajang peneliti pernah memberikan latihan Scrab Soccer, serta latihan dribbling bola dengan cara membawa bola sesuai dengan rintangan yang diberikan pelatih baik secara zig-zag ataupun dribbling bola sambil berlari, latihan passing bola secara berhadapan, passing bola sambil berlari dan berpasangan dan juga latihan fisik seperti lari cepat, lari bolak-balik dan latihan menendang bola. Namun dari banyaknya latihan yang diberikan, anak-anak di Persatuan Sepakbola Besuk Junior Lumajang, lebih cenderung menyukai latihan Scrab Soccer. Jika ada waktu luang atau menunggu giliran untuk bermain sepakbola anak-anak lebih termotivasi untuk melakukan latihan Scrab Soccer. Latihan Scrab Soccer ini dilakukan dengan posisi tubuh menghadap keatas dengan kedua tangan dan kaki berjalan atau seperti orang melakukan gerakan kayang. Latihan ini dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing tim terdiri dari 5 orang termasuk penjaga gawangnya. Latihan ini juga menggunakan dribbel, passing, kontrol, menyundul, tendangan voly dan dilakukan dalam waktu 2 x 10 menit dengan ukuran lapangan 5 x 10 meter. Penelitian ini dilakukan di lapangan sepakbola Desa Besuk Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang pada bulan Agustus 2007. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif, karena bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi pemain sepakbola usia 10-13 tahun dalam melakukan latihan Scrab Soccer di Persatuan Sepakbola Besuk Junior Lumajang dengan mengumpulkan data berupa angket dari para pemain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi tertinggi yang muncul pada pemain sepakbola usia 10-13 tahun dalam melakukan latihan Scrab Soccer di Persatuan Sepakbola Besuk Junior Lumajang adalah motivasi ekstrinsik yang berkaitan dengan aspek lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan besar persentase motivasi ekstrinsik khususnya pada aspek lingkungan sebesar 71,66%. Dengan demikian, motivasi pemain sepakbola usia 10-13 tahun di Persatuan Sepakbola Besuk Junior Lumajang dalam melakukan latihan Scrab Soccer sangat dipengaruhi oleh motivasi ekstrinsik terutama pada aspek lingkungan. Karena penelitian ini hanya terbatas pada salah satu klub saja, maka disarankan untuk penelitian selanjutnya mengambil subyek yang lebih luas.

Pengaruh pengetahuan konsumen tentang status merek pionir terhadap sikap konsumen pada sepeda motor merek Honda (studi pada siswa Menengah Atas Negeri 1 Kota Batu) / Chandra Kusuma Arta

 

Untuk memenangkan persaingan yang sangat ketat di pasar, sebuah merek harus mengeluarkan semua keunggulan yang dimilikinya. Salah satunya yaitu status merek pionir (pioneer-status). Dalam pemasaran, sikap merupakan salah satu topik yang dibahas dalam perilaku konsumen dan sering diteliti. Dengan mengetahui sikap dapat dibuat suatu prediksi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi sikap tersebut sehingga sesuai dengan keinginan pelaku usaha demi memenangkan persaingan. Penelitian ini berusaha untuk mencari menjelaskan pengaruh pengetahuan konsumen tentang status merek pionir terhadap sikap konsumen pada sepeda motor merek Honda. Penelitian ini mempunyai dua variabel, yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengetahuan konsumen dengan subvariabel pengetahuan konsumen tentang status merek pionir (X), sedangkan variabel terikatnya (Y) adalah sikap konsumen pada sepeda motor merek Honda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMAN 1 Batu yang menggunakan sepeda motor yang jumlahnya sebanyak 142 siswa. Siswa Sekolah Menengah Atas yang berusia antara 15-18 tahun, merupakan salah satu dari target pasar yang dibidik oleh para produsen sepeda motor. Hal ini dilakukan karena pasar remaja ini sangat besar. Konsumen pada kalangan ini juga mempunyai tingkat pengetahuan produk yang relatif tinggi sehingga hal ini penting bagi para produsen sebagai landasan dalam menerapkan taktik dan strategi pemasaran. Pengetahuan tentang status merek pionir ini menjadi penting karena konsumen seringkali melakukan generalisasi terhadap merek pionir dan pengikut. Pengetahuan konsumen tentang status merek mampu mempengaruhi sikap konsumen. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah sebagian siswa SMAN 1 Batu yang menggunakan sepeda motor yaitu sebanyak 100 responden. Penentuan jumlah sampel tersebut berdasarkan rumus Slovin. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, uji beda mean dua sampel independen dan regresi sederhana dengan menggunkan bantuan program komputer SPSS for Windows seri 13.0. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa : (1) konsumen memiliki sikap yang positif pada sepeda motor merek Honda, (2) terdapat perbedaan yang signifikan antara konsumen yang mengetahui dengan konsumen yang tidak mengetahui status merek pionir terhadap sepeda motor merek Honda dan (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan konsumen tentang status merek pionir terhadap sikap konsumen pada sepeda motor merek Honda. Saran yang dapat dikemukakan berkaitan dengan temuan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pengetahuan konsumen tentang status merek pionir hanya berpengaruh sebesar 23% terhadap sikap konsumen pada sepeda motor merek Honda, sedangkan faktor-faktor lain yang tidak diamati dalam penelitian ini sebesar 77%. Jadi, dalam penelitian-penelitian selanjutnya perlu diadakan riset tentang faktor-faktor lain tersebut yang mempengaruhi sikap konsumen.

Pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas siswa di lembaga bimbingan belajar Sony Sugeme College (SSC) Malang / Dice Noviana

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kondisi kualitas pelayanan (kualitas pelayanan bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati) terhadap loyalitas siswa di LBB Sony Sugema College (SSC) Malang dan pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari Bukti Langsung, Keandalan, Daya Tanggap, Jaminan dan empati terhadap Loyalitas para siswa didik di SSC Malang secara parsisl dan simultan. Dengan demikian bredasarkan hasil kajian ternyata kualitas palayanan secara parsial dan simultan berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas para siswa.

Pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian kartu seluler (studi pada pengguna kartu seluler IM3 di Kelurahan Sumber Sari Malang) / Sandy Arintoko

 

Situasi pasar yang hiperkompetitif menjadikan tidak ada suatu bisnis yang bisa bertahan lama tanpa didukung oleh bauran pemasaran yang efektif dan efisien. Banyaknya pilihan produk yang beredar di pasaran, dalam hal ini kartu seluler, baik yang berasal dari sesama operator maupun operator yang berbeda menuntut para pemasar untuk dapat menyediakan produk yang berkualitas. Selain itu pemasar juga harus dapat mengembangkan suatu produk yang bermanfaat dan inovatif sesuai dengan harapan konsumen dan kebutuhan pasar. Teknologi komunikasi yang semakin berkembang saat ini, membuat peta persaingan antar operator seluler untuk merebut konsumen semakin ketat. Bauran pemasaran (marketing mix) terdiri dari 4P yaitu Produk (product), Harga (price), Distribusi (place), dan Promosi (promotion). Keputusan pembelian suatu produk pada dasarnya merupakan proses pemecahan masalah, dimulai dengan usaha konsumen menentukan macam kualitas serta jenis produk mana yang akan dibeli. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara: 1) produk (product) terhadap keputusan pembelian, harga (price) terhadap keputusan pembelian, distribusi (place), promosi (promotion) terhadap keputusan pembelian konsumen. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional. Populasi yang dipilih adalah seluruh pengguna IM3 di kelurahan sumber Sari Malang dengan sampel sebanyak 140 orang. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode accidental sampling, dan metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda (multiple regression). Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah bauran pemasaran, sedangkan variabel terikatnya adalah keputusan pembelian konsumen. Hasil dari analisis yang didapat melalui penyebaran kuesioner menunjukkan bahwa: (1) Ada pengaruh yang signifikan antara produk (product) terhadap keputusan pembelian kartu seluler IM3 pada pengguna kartu seluler IM3 di Kelurahan Sumber Sari Malang sebesar 10,84%, (2) Ada pengaruh yang signifikan antara harga produk (price) terhadap keputusan pembelian kartu seluler IM3 pada pengguna kartu seluler IM3 di Kelurahan Sumber Sari Malang sebesar 23,4%, (3) Ada pengaruh yang signifikan antara saluran distribusi (place) produk terhadap keputusan pembelian kartu seluler IM3 pada pengguna kartu seluler IM3 di Kelurahan Sumber Sari Malang 26,29%, (4) Ada pengaruh yang signifikan antara promosi (promotion) terhadap keputusan pembelian kartu seluler IM3 pada pengguna kartu seluler IM3 di Kelurahan Sumber Sari Malang sebesar 9,77%, (5) Ada pengaruh secara simultan bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian kartu seluler IM3 pada pengguna kartu seluler IM3 di Kelurahan Sumber Sari Malang dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 70,3%, Fhitung sebesar 80,242 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000, (6) variabel Produk (product) (X3) merupakan sub variabel yang dominan berpengaruh terhadap keputusan pembelian (Y) dengan thitung sebesar 4,523 dengan tingkat signifikansi 0,02, sumbangan efektif sebesar 26,29% serta sumbangan relatif sebesar 37,4%. Saran yang dapat direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian yang didapatkan adalah: (1) diharapkan perusahaan dapat meminimalkan tingkat kegagalan jaringan (trouble), baik pada saat menerima panggilan maupun pada saat pengiriman SMS (2) perusahaan perlu memberikan variasi harga voucher IM3 lebih banyak lagi. IM3 sebaiknya mengeluarkan voucher harian untuk lebih menarik konsumen, (3) perusahaan (Indosat) dapat semakin memperbanyak agen resmi baik di kota-kota besar maupun di daerah terpencil untuk memudahkan pengguna kartu seluler IM3 dalam mendapatkan perdana maupun voucher IM3, (4) IM3 juga harus dapat melakukan kombinasi promosi yang meliputi periklanan, personal selling, publisitas dan promosi penjualan agar di dapatkan hasil yang lebih optimal, yaitu akan lebih mudah dikenal oleh masyarakat yang berpotensi dalam menggunakan kartu seluler IM3, (5) perusahaan tetap mempertahankan dan meningkatkan kualitas produknya dengan terus menjaga konsistensi kualitas pelayanan dan teknologi yang diterapkan yang berbasis pada keputusan pembelian konsumen, Image sebagai produk yang hemat dan kompetitif di kelasnya harus tetap dipertahankan agar tidak sampai menurun kualitasnya, yang dapat mengecewakan penggunanya (6) produk (product) merupakan faktor yang dominan memberikan pengaruh terhadap keputusan konsumen dalam membeli produk kartu seluler IM3, dan diharapkan perusahaan dapat meminimalkan tingkat kegagalan jaringan (trouble), baik pada saat menerima panggilan maupun pada saat pengiriman SMS

Penerapan strategi pelayanan yang baik pada nasabah PT. BCA (Persero) Tbk. Batu / Hurien Aien Marinda

 

Pada dasarnya setiap perusahaan yang didirikan memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mendapatkan keuntungan dari produk berupa barang atau jasa yang ditawarkan. Dewasa ini persaingan di dunia usaha semakin ketat dan kompetitif. Setiap perusahaan berupaya menempuh berbagai cara dan strategi untuk diterapkan sehingga dapat memajukan perusahaan dan meningkatkan keuntungan perusahaan. Perusahaan juga harus menjalin komunikasi yang baik dan terus menerus dengan nasabah serta selalu berusaha memberi yang terbaik untuk menjadikan mereka nasabah yang setia dan memiliki loyalitas yang tinggi pada perusahaan. Salah satunya adalah dengan pemberian pelayanan yang baik, ramah, dan sopan sehingga nasabah merasa nyaman dan dihargai, pada akhirnya mereka akan menjadi nasabah yang memiliki loyalitas tinggi pada perusahaan. Dalam penyusunan tugas akhir ini, penulis berusaha untuk mengetahui strategi pelayanan yang baik yang diterapkan untuk dapat dapat menciptakan kepuasan nasabah dan bagaimana membentuk loyalitas nasabah di BCA. Hasil yang diperoleh adalah merupakan hasil pengamatan yang dilakukan penulis selama menjalani kegiatan Praktikum Manajemen Pemasaran III adalah bahwa dengan pemberian pelayanan yang baik dan maksimal, maka nasabah akan mendapat kepuasan. Dalam penulisan tugas akhir ini didapatkan bahwa pelayanan yang diberikan oleh BCA belum maksimal. Hal ini dapat dilihat dari seringnya terjadi antrean panjang di BCA, proses birokrasi yang rumit, jumlah karyawan yang kurang memadai, serta kurangnya penguasaan teknologi pada nasabah. Hal-hal yang mendukung peningkatan pelayanan di BCA, antara lain : beragamnya fasilitas dan layanan yang diberikan, penggunaan teknologi canggih, SDM karyawan yang berkualitas,kesopanan dan keramahan karyawan serta jaringan luas yang dimiliki BCA. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar strategi pelayanan yang baik yang telah diterapkan oleh BCA KCP Batu hendaknya harus terus dijaga dan ditingkatkan, agar nasabah merasa puas dengan kualitas layanan yang diberikan, perlu adanya pengembangan SDM karyawan yang telah ada dengan memberikan training atau pelatihan kerja pada karyawan agar dapat melayani nasabah dengan baik dan professional, BCA KCP Batu perlu membuat suatu sistem yang jelas dan terarah untuk menangani keluhan nasabah dan dapat segera menindaklanjuti keluhan nasabah dengan pelayanan yang baik dan memuaskan.

Pengaruh ukuran diameter lubang main jet terhadap unjuk kerja dan emisi gas buang sepeda motor Honda Supra 100 cc / Guruh Wicaksana Putra

 

Main jet adalah saluran bensin dalam karburator yang berfungsi menyalurkan bensin, baik pada kecepatan sedang maupun kecepatan tinggi. Banyak sedikitnya bensin yang disalurkan tergantung besar kecilnya lubang main jet. Semakin besar diameter lubangnya, semakin banyak pula bensin yang disalurkan. Ukuran diameter lubang main jet yang dipakai dalam penelitian ini terdiri dari tiga ukuran yaitu masing-masing dengan diameter 0,70 mm, 0,72 mm (standar), dan 0,75 mm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian ukuran diameter lubang main jet terhadap daya yang dihasilkan dan untuk mengetahui pengaruh penggantian ukuran diameter lubang main jet terhadap emisi gas buang. Penelitian ini dilakukan di bengkel Silver Motor Sport Surabaya tanggal 27 November 2007 untuk pengambilan data mengenai daya. Sedangkan pengambilan data emisi gas buang dilakukan di SMKN 1 Singosari Malang tanggal 19 Desember 2007 secara langsung pada obyek penelitian yang sama. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan faktorial. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis uji anova dua arah atau two way anova. Pengujian dilakukan pada rpm 1000, 3000 dan rpm 7000. Untuk pengambilan data daya dilakukan dengan beban tak tentu dan pada gigi 4 (gigi rasio 4). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari penggantian ukuran diameter lubang main jet terhadap unjuk kerja (daya motor) dan emisi gas buang sepeda motor Honda supra 100 cc pada setelan udara standar. Rata-rata daya mesin dengan diameter 0,72 mm pada Rpm 3000 (1,768333 HP) lebih tinggi daripada mesin dengan diameter 0,75 mm pada Rpm 3000 (1,504333 HP), lebih tinggi daripada mesin dengan diameter 0,70 mm pada Rpm 3000 (1,283000 HP). Rata-rata CO (% Vol) mesin dengan diameter lubang main jet 0,75 mm pada Rpm 3000 (3,6900 %) lebih tinggi daripada mesin dengan diameter lubang main jet 0,72 mm pada Rpm 3000 (3,2600 %), lebih tinggi daripada mesin dengan diameter lubang main jet 0,70 mm pada Rpm 3000 (2,7933 %). Rata-rata HC (Ppm) mesin dengan diameter lubang main jet 0,75 mm pada Rpm 3000 (239,3333 ppm) lebih tinggi daripada mesin dengan diameter lubang main jet 0,72 mm pada Rpm 3000 (187,0000 ppm), lebih tinggi daripada mesin dengan diameter lubang main jet 0,70 mm pada Rpm 3000 (141,0000 ppm). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya pengaruh ukuran diameter lubang main jet terhadap konsumsi bahan bakar yang lebih detail dan efisiensi thermal sepeda motor Honda Supra 100 cc.

Perbedaan prestasi belajar siswa pada mata diklat siklus akuntansi perusahaan jasa materi jurnal penyesuaian dengan menggunakan model pembelajaran modul dan pembelajaran konvensional (studi di SMK BM Ardjuna 02 Malang) / Dina Mariana

 

Pembelajaran modul merupakan pembelajaran yang digunakan untuk mengatasi perbedaan individual siswa, sebab dalam proses belajar masing-masing siswa memiliki karakteristik yang berbeda-beda antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. Sehingga dalam pembelajaran modul, siswa diberi kesempatan untuk belajar menurut gaya belajar dan kemampuan masing-masing. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui prestasi belajar siswa yang menggunakan modul dan tanpa modul pada mata diklat siklus akuntansi perusahaan jasa materi jurnal penyesuaian, serta menguji perbedaan prestasi belajar siswa dengan menggunakan pembelajaran modul dan konvensional tersebut dengan melihat ada tidaknya perbedaan dari hasil tes prestasi belajar dan penilaian sikap kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 1 SMK BM Ardjuna 02 Malang tahun pelajaran 2007/2008 dengan jumlah 99 siswa yang terbagi ke dalam 3 kelas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Quasi eksperimental dengan menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel yang ditetapkan terdiri dari dua kelas yaitu siswa kelas I Akuntansi sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas I Penjualan sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelompok yang diajar dengan menggunakan modul dalam pembelajaran, sedangkan kelompok kontrol adalah kelompok yang diajar tanpa menggunakan modul dalam pembelajaran. Jenis data dalam penelitian ini berupa data kuantitatif yang diperoleh langsung dari subyek penelitian. Berdasarkan perhitungan deskriptif, data tes kemampuan awal menunjukkan kriteria kurang tetapi setelah menggunakan modul kriteria menjadi baik dan prestasi belajar siswa yang tidak menggunakan modul yang awalnya rata-rata nilainya pada kriteria kurang naik menjadi kriteria cukup. Sedangkan penilaian sikap kelompok eksperimen lebih tinggi dibanding kelompok kontrol. Pengujian hipotesis penelitian dengan menggunakan analisis uji-t diperoleh hasil perhitungan thitung > ttabel pada taraf signifikansi 5%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar siswa yang menggunakan pembelajaran modul dan konvensional. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk menaikkan kriteria baik menjadi baik sekali, dalam mengajar guru SMK BM Ardjuna 2 Malang dapat menggunakan pembelajaran modul, dan bagi peneliti lain disarankan untuk melakukan revisi instrumen penelitian dan modul pada materi lain.

The implementation of teaching English in a conversation class at SMA Negeri 8 Malang / Maya Rizki Fauzia

 

English is the language used for global range. English is used in numbers of aspects such as technology, news broadcasting and education. Yet, mastering English will be useless without the mastery of speaking. Someone?s success in learning a target language is fully determined by his or her ability to use the target language in a real life communication. Yet, in our country, Indonesia, there is a very limited chance for the students to practice their speaking abilities. As the result, they find it difficult to improve their speaking abilities. Therefore, some schools, including SMA Negeri 8 Malang, have established a conversation class as the media for the students to practice their speaking skills. This study was conducted to describe the implementation of teaching English in the conversation class at SMA Negeri 8 Malang. There were six variables included in this study, namely the kinds of classroom activities conducted in the conversation class, the kinds of roles implemented by the English teacher, the kinds of materials used in the conversation class, the kinds of media used in the class, the description of the students? speaking problems, and their solutions to overcome the problems. The setting of this study was Grade XI majoring in IPA I with thirty-seven students in that class as the samples for this study. This study employed a descriptive-qualitative design. Field notes, the headmaster and the English teacher?s interview guides and the students? questionnaires were the instruments used to collect the data needed. By employing all of the instruments, the relevant data were collected. The data are then classified by using the concept of coding categories into six variables as mentioned above. The findings of this study were as follows. The first, story telling, whispering games, story completion, role-play and watching movie were the classroom activities conducted in the conversation class. The second finding, the teacher acted as knowledge transmitter, a manager for the classroom activities and the counselor for the students who faced speaking problems. The third was that the materials used in this conversation class were the students? funny experiences, Indonesian folk tales, argumentative texts about current social issues in Indonesia and a heroic movie. The fourth finding was that a whiteboard and a heroic movie were used as media in this class. The fifth finding is related to the students? speaking problems. It was found out that 92% of the students face speaking problems. Their problems varied from linguistic problems up to psychological problems. It revealed that 86.5% of the students had vocabulary problems, 78.3% of them had grammar problems while 70.2 percent of the students faced pronunciation problems. 46% of the students stated that they were unable to understand other?s utterances in English. As an addition, 59.5% of the students ii felt shy to speak English and 32.4% of them were not motivated to speak English. The last finding showed the students? efforts to overcome their speaking problems. The strategies used by the students to deal with their speaking problems were paraphrasing, approximation, the use of gestures, asking help from their classmates and their English teacher, adjusting the messages, and the use of native language. Based on the result of the study, it is recommended that the English teacher be more careful in selecting the kinds of classroom activities for the class. They should provide the opportunities for the students to practice their speaking abilities. Next, the teacher should also set up a fixed syllabus along with the kinds of classroom activities, materials, media and suitable scoring rubrics. As an addition, it is expected that he gives feedback for the students concerning to their performances. To SMA Negeri 8 Malang, it is better if the school establishes other programmes to motivate the students in improving their speaking abilities, for example English day or English competitions. The last suggestion is given to other researchers. It is expected for them to conduct other studies to investigate other elements in the conversation class apart from the six elements above. Another alternative is to take one of the six elements above and conduct an indepth investigation about it.

Pengaruh persepsi tentang fasilitas pengajaran dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa (studi pada siswa Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri I Lumajang) / Panca Ratna Kurniasari

 

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia bermacam-macam, salah satunya adalah SMK yang memiliki konsentrasi ilmu Bisnis dan Manajemen. Pada SMK ini terdapat beberapa program keahlian diantaranya adalah program keahlian Penjualan, program keahlian Administrasi Perkantoran, program keahlian Akuntansi, program keahlian Multi Media, program keahlian Teknik Komputer Jaringan. Tercapainya tujuan pendidikan haruslah memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar, salah satunya adalah fasilitas pengajaran. Apabila fasilitas pengajaran lengkap maka siswa akan lebih mudah dalam menerima materi pelajaran. Salah satu masalah yang harus mendapat perhatian guru adalah apakah proses belajar mengajar itu sudah didukung oleh fasilitas yang memadai atau belum. Oleh karena itu sekolah harus menyediakan fasilitas pengajaran dan kondisi yang kondusif untuk berlangsungnya proses belajar mengajar. Selain fasilitas pengajaran, motivasi belajar siswa juga penting guna mencapai tujuan pembelajaran. Motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan dari kegiatan dan dapat memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subyek belajar itu dapat tercapai. Motivasi belajar dapat dibedakan menjadi dua tipe yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi instrinsik berasal dari dalam diri siswa itu sendiri sedangkan motivasi ekstrinsik berasal dari luar diri siswa, salah satunya fasilitas pengajaran. Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari persepsi tentang fasilitas pengajaran (X1) dan motivasi belajar (X2), sedangkan variabel terikatnya adalah prestasi belajar (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa program keahlian Administrasi Perkantoran yang terdiri dari 234 siswa, dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas 2 program keahlian Administrasi Perkantoran yang terdiri dari 70 siswa. Untuk memperoleh data, penulis menggunakan metode: (1) Angket, untuk memperoleh data mengenai persepsi tentang fasilitas pengajaran dan motivasi belajar siswa (2) Dokumentasi untuk memperoleh data prestasi belajar siswa kelas 2 program keahlian Administrasi Perkantoran yang berupa raport kelas 1. penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis statistik Inferensial yang membahas uji asumsi klasik, regresi linear berganda, dan uji hipotesis dengan menggunakan bantuan program SPSS 13,0 for Windows. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa (1) persepsi tentang fasilitas pengajaran siswa kelas 2 program keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Lumajang pada tingkat baik (2) motivasi belajar siswa kelas 2 program keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Lumajang pada tingkat baik (3) prestasi belajar siswa kelas 2 program keahlian Administrasi perkantoran pada tingkat baik. (4) penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi tentang fasilitas pengajaran dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas 2 program keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Lumajang. (5) pengaruh persepsi tentang fasilitas pengajaran (X1) dan motivasi belajar (X2) terhadap prestasi belajar siswa kelas 2 program keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Lumajang sebesar 51% dan sisanya 49% disebabkan oleh variabel-variabel lain diluar penelitian ini. Berdasarkan penelitian ini disarankan bagi SMK Negeri 1 Lumajang untuk memberikan perbaikan dan penambahan fasilitas pengajaran untuk memperlancar proses belajar mengajar serta memaksimalkan penggunaan fasilitas pengajaran secara optimal agar tidak merasa bosan dengan materi yang diberikan guna mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Saran untuk siswa hendaknya memotivasi diri agar dapat belajar dengan baik sehingga dapat memperoleh prestasi yang optimal, salah satunya dengan adanya fasilitas yang lengkap seharusnya siswa lebih semangat lagi dalam belajar dan siswa juga ada kemauan untuk belajar yang lebih baik lagi. Adanya peran aktif dari semua lembaga terkait, terutama pihak sekolah, pengawas, pemerintah dalam mendorong, memotivasi dan memfasilitasi sekolah khususnya siswa SMK Negeri 1 Lumajang untuk meningkatkan prestasi belajar siswa sehingga mampu memenuhi tuntutan dunia usaha. Adanya peran aktif dari semua lembaga terkait, terutama pihak sekolah, pengawas, pemerintah dalam mendorong, memotivasi dan memfasilitasi sekolah khususnya siswa SMK Negeri 1 Lumajang untuk meningkatkan prestasi belajar siswa sehingga mampu memenuhi tuntutan dunia usaha.

Perbedaan kecerdasan spiritual antara siswa yang tidak mengikuti dan yang mengikuti kegiatan studi keislaman ilmiah (SKI) di Madrasah Aliyah Negeri 3 Kediri / Nurul Arifah

 

Era globalisasi menuntut remaja (siswa ) lebih berkualiatas, yaitu tidak hanya cukup mengandalkan kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional tetapi harus didukung oleh kecerdasan spiritual sebagai kecerdasan tertinggi yang dapat memberikan makna ibadah dalam setiap perilaku dan kegiatan. Kecerdasan spiritual ditunjukkan dalam beberapa aspek. Dalam penelitian ini digunakan teori dari Ari Ginanjar Agustian yang berdasarkan Rukun Iman (Iman kepada Allah, Iman kepada Malaikat, Iman kepada kitab Alquran, Iman kepada Nabi Muhamad SAW, Iman kepada hari Akhir, Iman kepada takdir). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Kecerdasan spiritual siswa yang mengikuti kegiatan SKI (2) Kecerdasan spiritual siswa yang tidak mengikuti kegiatan SKI (3) Perbedaan Kecerdasan spiritual antara siswa yang tidak mengikuti dan yang mengikuti kegiatan SKI di MAN 3 Kediri. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan komparatif. Sampel penelitian sebanyak 116 yang terdiri dari 80 siswa yang tidak mengikuti kegiatan SKI dan 36 siswa yang mengikuti kegiatan SKI, diambil dengan teknik Purposive Sampling untuk siswa yang mengikuti kegiatan SKI, dan Cluster Random Sampling untuk siswa yang tidak mengikuti kegiatan SKI. Pengumpulan data memakai angket berstruktur dengan 4 (empat) skala jawaban. Analisis data menggunakan teknik analisis persentasi dan Uji-t. Kecerdasan Spiritual siswa MAN 3 Kediri yang mengikuti kegiatan SKI terbanyak pada kategori sedang dengan persentasi 47,22 %, sedangkan kecerdasan spiritual siswa yang tidak mengikuti kegiatan SKI terbanyak pada kategori rendah dengan persentasi 58,75 %. Ada perbedaan kecerdasan spiritual yang signifikan antara siswa yang tidak mengikuti dan yang mengikuti kegiatan SKI di MAN 3 Kediri dengan nilai t-hitung sebesar 2,021 dan p=0,046, yaitu siswa yang mengikuti kegiatan SKI lebih tinggi dari pada dengan siswa yang tidak memiliki kegiatan SKI. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis mengemukakan beberapa saran kepada (1) Kepala Sekolah, diharapkan dapat memberikan kebijakan yang dapat mengembangkan kecerdasan spiritual siswa.(2) Konselor, hendaknya memberikan layanan informasi dan layanan penempatan.(3) Guru dapat menanamkan nilai-nilai spiritual kepada siswa.(4) Orang tua hendaknya memberikan teladan dan bimbingan. (5) Siswa lebih aktif menggali wawasan keagamaan.(6) Penelitian lanjutan hendaknya memperluas ruang lingkup penelitian, mencari perbedaan kecerdasan spiritual siswa mempunyai latar belakang sekolah yang berbeda seperti STM, SMK, SMA atau MAN.

Studi tentang kesehatan lingkungan fisik di pondok pesantren Al-Ghozalie Pungging Mojokerto / Ryiza Fanani

 

Di lingkungan pondok pesantren AL-GHOZALIE sudah melaksanakan program kesehatan lingkungan dengan melibatkan pengurus dan santri putra dan putri. Akan tetapi program ini belum juga terlaksana dengan baik, karena kondisi bangunan pondok pesantren yang masih dalam masa renovasi, sehingga kesehatan lingkungan fisik pondok pesantren belum terlaksana secara maksimal. Sehubungan dengan hal tersebut di atas peneliti ingin melakukan penelitian melalui program ?Studi tentang Kesehatan Lingkungan Fisik di Pondok Pesantren Al-Ghozalie Pungging Mojokerto?. Tujuan penelitian ini adalah unutuk mengetahui pelaksanaan kesehatan lingkungan fisik Pondok Pesantren Al-Ghozalie Pungging Mojokerto menurut pengurus pondok pesantren, dan mengetahui pelaksanaan kesehatan lingkungan fisik Pondok Pesantren Al-Ghozalie Pungging Mojokerto menurut santri Pondok Pesantren Al-Ghozalie Pungging Mojokerto. Metode dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap pelaksanaan, tahap pelaksanaan ini meliputi: (1) ijin kepada kepala pengurus yayasan pondok, (2) melaksanakan observasi, (3)menyebarkan angket, (4) menjelaskan maksud dan tujuan peneliti serta cara pengisian angket, (5) mengumpulkan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesehatan lingkungan fisik di Pondok Pesantren Al-Ghozalie Pungging Mojokerto menurut 2 kelompok responden yang terdiri dari 14 pengurus dan 37 santri, termasuk dalam kategori baik sesuai dengan hasil persentase yang diperoleh yaitu sebesar 78,6% menurut pengurus pondok pesantren, dan cukup baik dengan persentase sebesar 62,56% menurut santri pondok pesantren. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan kesehatan lingkungan fisik di Pondok Pesantren Al-Ghozalie Pungging Mojokerto menurut pengurus pondok pesantren termasuk kategori baik, sedangkan pelaksanaan kesehatan lingkungan fisik menurut santri Pondok pesantren Al-Ghozalie Pungging Mojokerto termasuk dalam kategori cukup baik. Dengan diketahuinya hasil penelitian ini maka peneliti menyarankan kepada pengurus pondok pesantren Al-Ghozalie Pungging Mojokerto untuk lebih meningkatkan pelaksanaan kesehatan lingkungan fisik di pondok agar menjadi lebih bersih dan baik.

Perkiraan waktu terjadi gempabumi melalui perubahan sementara perbandingan kecepatan gelombang primer dan sekunder / Fitri Ratriyanti

 

Kepulauan Indonesia terletak pada pertemuan 3 lempeng utama dunia yaitu lempeng Australia, Eurasia, dan Pasifik. Pertemuan antar lempeng sering terjadi tumbukan. Itulah sebabnya mengapa di pulau-pulau sekitar pertemuan 3 lempeng itu sering terjadi gempabumi. Dengan menghitung perubahan besaran Vp/Vs selama 7 tahun (1995 - 2001). Sehingga dapat memperkirakan terjadi gempabumi Sebelum terjadi gempabumi yang signifikan, area sekitar pusat gempa secara teoritis akan mengalami perubahan tegangan. Perubahan tegangan ini dapat diamati dari perubahan sementara kecepatan gelombang seismik yang dinyatakan dengan perubahan Vp/Vs. Secara teoritis pada keadaan ideal, perbandingan kecepatan gelombang Vp/Vs berkisar atau 1,73, tetapi apabila keadaan tersebut tidak terpenuhi maka besaran Vp/Vs akan mengalami penurunan atau kenaikan relatif. Perbandingan Vp/Vs sacara sederhana dapat dihitung dengan metode Wadati. Skripsi ini memperkirakan akan terjadi gempabumi melalui perubahan sementara perbandingan kecepatan gelombang primer dan sekunder. Berdasarkan hasil perhitungan harga perubahan Vp/Vs selama 7 tahun (1995-2001). Pada tahun 1995 semester 1 didapatkan Δ = 0%, semester 2 nilai Δ = -0.01%. Pada tahun 1996 semester 1 nilai Δ = 1,84%, semester 2 nilai Δ = -0,39%. Pada tahun 1997 semester 1 nilai Δ = 0,43%, semester 2 nilai Δ = -3,37%. Pada tahun 1998 semester 1 nilai Δ = 6,12%, semester 2 nilai Δ = -100%. Pada tahun 1999 semester 1 nilai Δ = 0%, semester 2 nilai Δ = 0%. Pada tahun 2000 semester 1 nilai Δ = 0%, semester 2 nilai Δ = 0%. Pada tahun 2001 semester 1 nilai Δ = 100%. Sedangkan nilai batas delta (Δ) yang mengalami kenaikan/penurunan dikatakan sebagai petunjuk terjadi gempabumi adalah ? 5. Untuk melihat perbedaan yang terjadi range data bisa deperkecil menjadi perbulan atau yang lebih rinci lagi, disini tidak dilakukan karena kerterbatasan data.Daerah rawan gempabumi disarankan memasang seismograf untuk pengamatan perubahan harga sementara Vp/Vs secara berkesinambungan guna keperluan studi gawat dini.

Analisis perbedaan profitabilitas dan likuiditas Bank Rakyat Indonesia Unit Porong sebelum dan sesudah bencana lumpur panas Lapindo / Abdullah Akbar

 

Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan sedangkan mendapatkan keuntungan adalah tujuan utama suatu perusahaan tersebut didirikan. Likuiditas adalah kemampuan bank untuk memenuhi kebutuhan jangka pendeknya, apabila bank tidak dapat memenuhi kebutuhan likuiditasnya maka seluruh operasional bank akan terganggu, namun disisi lain apabila bank terlalu liquid maka kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan semakin menurun sehingga bank harus memiliki tingkat likuiditas yang tepat untuk memperoleh laba maksimal oleh sebab itu profitabilitas dan likuiditas adalah hal yang sangat penting bagi perbankan. Penelitian ini mempunyai empat variabel yaitu laba usaha unit dan laba tabungan untuk mengukur kondisi profitabilitas, serta Non Performing Loan (NPL) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) untuk mengukur kondisi likuiditas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan profitabilitas dan likuiditas BRI Unit Porong sebelum dan sesudah bencana lumpur panas lapindo (BLPL), yaitu (1) Perbedaan profitabilitas yaitu laba usaha unit dan laba tabungan BRI Unit Porong sebelum dan sesudah BLPL (2) perbedaan likuiditas yaitu Non Performing Loan (NPL) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) BRI Unit Porong sebelum dan sesudah BLPL. Penelitian ini dilakukan di Bank Rakyat Indonesia Unit Porong, Populasi penelitian adalah laporan keuangan BRI Unit Porong, sedangkan sampel yang digunakan untuk penelitian ini yaitu laporan keuangan BRI Unit Porong dari bulan Februari tahun 2005 sampai dengan bulan Agustus tahun Sidoarjo. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS for Windows release 13.0. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) Terdapat perbedaan yang signifikan pada laba usaha unit BRI Unit Porong sebelum dan sesudah adanya BLPL. (2) Terdapat perbedaan yang signifikan pada laba usaha unit BRI Unit Porong sebelum dan sesudah adanya BLPL. (3) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada Non Performing Loan (NPL) BRI Unit Porong sebelum dan sesudah adanya BLPL. (4) Terdapat perbedaan yang signifikan pada Loan to deposit Ratio (LDR) BRI Unit Porong sebelum dan sesudah adanya BLPL. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa bencana lumpur panas lapindo berpengaruh negatif terhadap kondisi profitabilitas dan likuiditas BRI Unit Porong karena BLPL menyebabkan kredit macet yang besar sehingga mengakibatkan laba usaha unit, dan LDR BRI Unit Porong mengalami penurunan. Saran yang dikemukakan adalah pada Bank Rakyat Indonesia Unit Porong diharapkan meningkatkan pelayanan, penyuluhan serta bimbingan kepada nasabah yang usahanya terkena dampak bencana lumpur panas lapindo, sehingga dengan adanya penyuluhan tersebut diharapkan para nasabah dapat bangkit dari keterpurukan dan dapat mengelola kredit pada suatu usaha dengan lebih produktif sehingga tunggakan yang terjadi dapat ditekan seminimal mungkin. BRI unit diharapkan lebih berani menyalurkan bagi home industry produsen produk-produk keperluan rumah tangga dan berhati-hati dalam menyalurkan kredit terutama bagi kredit disektor pertanian sebab prospek usaha perikanan sangat tidak menguntungkan karena sumber air bagi usaha perikanan telah tercemar oleh lumpur lapindo yang mengandung berbagai macam gas dan minyak yang menyebabkan hasil budidaya ikan menurun drastis.

Penerapan model Z-score untuk memprediksi kebangkrutan pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta periode 2001-2005 / Adi Cokro Kusumo

 

Remitensi dan sosial ekonomi keluarga daerah asal (suatu kajian tenaga kerja wanita (TKW) di Desa Kananga dan Rasabou Bolo Kabupaten Bima NTB) / Sri Astuti

 

Rendahnya penghasilan dan kesempatan kerja menyebabkan sebagian penduduk dari Desa Kananga dan Rasabou melakukan migrasi ke Malaysia untuk menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW). Dari kegiatan migrasi ini menghasilkan kiriman ke daerah asal (remiten) yang akan dialokasikan untuk kegiatan konsumtif (pangan dan non pangan), dan kegiatan produktif dalam berbagai peluang usaha. Dari kegiatan-kegiatan alokasi remiten TKW ini pula dapat membawa perubahan kepada kondisi keluarga di daerah asal. Beberapa tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui karakteristik demografi sosial ekonomi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Desa Kananga dan Rasabou, (2) Mengetahui pemanfaatan remiten oleh keluarga Tenaga Kerja Wanita (TKW) selama bekerja dan pasca bekerja di Malaysia di Desa Kananga dan Rasabou, (3) Mengetahui hubungan remiten dengan transformasi pekerjaan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survey, cara utama memperoleh datanya dengan menggunakan angket (quesioner). Penelitian ini yang dijadikan populasi adalah semua Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Desa Kananga dan Rasabou yang pernah bekerja di Malaysia berjumlah 56 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan perhitungan persentase dan tabulasi silang. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) Karakteristik demografi sosial ekonomi yakni sudah kawin, beban tanggungan keluarga cukup rendah, pendapatan kepala keluarga tergolong rendah, berusia produktif, rata-rata berpendidikan SMA, jenis pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga dan pendapatan perbulan tergolong tinggi. (2) Pemanfaatan remiten yakni jumlah kiriman (remiten) perbulan rata-rata sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, cara mengirimkan remiten melalui bank, pemanfaatan remiten selama bekerja rata-rata digunakan untuk biaya pendidikan anak dan pemanfaatan hasil kerja pasca bekerja digunakan untuk modal usaha. (3) Hubungan remiten dengan transformasi pekerjaan yakni hubungan jenis pekerjaan dengan pendapatan, rata-rata jenis pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga mempunyai pendapatan yang lebih besar dibandingkan dengan pekerjaan sebagai pengasuh maupun pelayan toko, hubungan remiten dengan pendapatan, dengan pendapatan yang besar maka remitenpun akan besar, hubungan pemanfaatan hasil kerja pasca bekerja di Malaysia dengan pendapatan yaitu rata-rata dipergunakan untuk modal usaha, hubungan status perkawinan dengan remiten, rata-rata responden yang berstatus kawin lebih banyak mengirimkan remiten dibandingkan dengan yang belum kawin maupun yang berstatus janda, hubungan beban tanggungan keluarga dengan remiten yaitu sedikitnya beban tanggungan keluarga di daerah asal maka remitenpun sedikit, hubungan jenis pekerjaan dengan remiten yakni pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga lebih banyak mengirimkan remiten dibandingkan dengan pekerjaan sebagai pelayan toko maupun pengasuh dan hubungan pemanfaatan remiten selama bekerja di Malaysia oleh keluarga di daerah asal dengan remiten yaitu rata-rata remiten yang paling banyak adalah dipergunakan untuk biaya pendidikan.

Evaluasi pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) di Supiturang Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Sukun Kota Malang / Margi Santoso

 

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supiturang merupakan lokasi pembuangan sampah dari berbagai tempat di Kota Malang. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supiturang telah beroperasi dan dikelola oleh Pemerintah Kota Malang selama kurang lebih 15 tahun dan selama kurun waktu tersebut ternyata keberadaan TPA Supiturang masih menimbulkan banyak keresahan dan pertanyaan apakah pengelolaan TPA Supiturang sudah sesuai dengan persyaratan yang berlaku atau belum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Supiturang sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Keputusan Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Pemukiman Departemen Kesehatan No. 281 tahun 1989 tentang Persyaratan Kesehatan Pengelolaan Sampah. Jenis penilitian ini adalah penelitian evaluatif karena mencocokkan pengelolaan TPA Supiturang dengan persyaratan pengelolaan yang berlaku. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi, dengan instrumen lembar observasi dan format dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengelolaan TPA Supiturang masuk kategori sedang karena belum memenuhi semua persyaratan pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Pengaruh jarak sumur dari pantai terhadap salinitas air sumur penduduk di wilayah pesisir Kecamatan Gayam Pulau Sapudi Kabupetan Sumenep / Maria Sofiana

 

Wilayah pesisir merupakan kawasan yang sangat strategis dan berfungsi sebagai pusat kegiatan masyarakat karena memiliki berbagai keunggulan fisiografis. Kecamatan Gayam merupakan wilayah pesisir dengan perkembangan wilayah khususnya di bidang permukiman berkembang sangat pesat. Perkembangan permukiman dengan segala fasilitasnya mengakibatkan jumlah kebutuhan akan air tanah semakin meningkat. Apabila hal tersebut terjadi dapat menyebabkan penurunan muka air tanah (drawdown) yang mengakibatkan air asin masuk ke dalam akifer di daratan, sehingga air sumur penduduk terasa payau atau terasa asin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui salinitas pada tiap-tiap titik sampel, mengetahui pengaruh jarak sumur dari pantai terhadap kadar salinitas, serta mengetahui arah aliran air tanah berdasarkan kontur air tanah di Kecamatan Gayam. Penelitian ini menggunakan metode survei. Metode pengambilan sampelnya dilakukan secara sistematik (systematic sampling) dengan cara membuat sistem grid yang dimodifikasi. Sampel yang diambil sebanyak 35 sumur pada tiap-tiap desa di Kecamatan Gayam. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar garam air sumur pada tiap-tiap titik sampel terjadi tidak merata di Kecamatan Gayam dan dibagi menjadi dua zona air tanah, yaitu: (1) zona air tanah tawar dengan nilai salinitas antara 0,00%-0,04% dan DHL sebesar 0,370 mS/cm ? 0,970 mS/cm, sehingga termasuk dalam kategori tingkat salinitas rendah, (2) zona air tanah payau dengan nilai salinitas 0,09%-0,55% dan DHL sebesar 3,000 mS/cm ? 10,00 mS/cm dan termasuk dalam kategori tingkat salinitas sedang. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh bahwa rhitung > rtabel dengan rhitung = -0,597 dan rtabel = 0,430. Ini menunjukkan bahwa variasi jarak mempunyai korelasi yang rendah atau berkorelasi sempurna negatif terhadap kadar salinitas di Kecamatan Gayam atau sebesar 36% variasi salinitas dipengaruhi oleh variabel jarak, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain (kondisi fisik). Berdasarkan peta kontur air tanah Kecamatan Gayam dapat diketahui bahwa arah aliran air tanah di wilayah tersebut yaitu menyebar menuju pantai. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar penanganan dan pencegahan intrusi air laut perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh, hal ini agar intrusi air laut tidak terus berkembang ke arah yang lebih buruk.

Analisis kontribusi penerimaan pajak reklame dalam meningkatkan pendapatan asli daerah Kota Malang / Nurul Umamah

 

Ciri utama yang menunjukkan suatu daerah mampu berotonomi, terletak pada kemampuan keuangan daerah. Artinya daerah otonom harus memiliki kewenangan dan kemampuan untuk menggali dan mengelola sumber keuangan sendiri. Sedangkan ketergantungan pada bantuan pemerintah pusat harus diminimalkan, sehingga masalah yang timbul adalah bagaimana sumber pendapatan itu dapat digali, dikelola dan didistribusikan. Pajak reklame merupakan salah satu jenis pajak daerah yang termasuk dalam komponen PAD, mempunyai prospek baik sebagai sumber penerimaan yang dapat memperkuat posisi keuangan. Perkembangan ekonomi juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan pajak rekalme. Terbukti bahwa untuk merebut pasar serta memajukan usaha agar produk mereka dikenal masyarakat luas, para pengusaha penempuh jalan dengan memasang reklame. Sedangkan untuk melaksanakan promosi tersebut dikenakan tarif berupa pajak. Dari usaha tersebut Pemerintah Daerah mendapatkan pemasukan berupa tarif pajak atas pemasangan reklame baik yang bersifat tetap maupun bersifat insidentil. Dalam menentukan realisasi dan kontribusi pajak reklame terhadap PAD yaitu menggunakan tehnik penghitungan rasio efektif Kesimpulan yang dapat diambil dari penulisan ini antara lain: (1) dari tahun ketahun target penerimaan pajak reklame selalu di naikkan dan diiringi dengan tercapainya realisasi yang mampu melebihi target yang direncanakan. Naik dan turunnya kontribusi pajak reklame di pengaruhi oleh banyak atau sedikitnya kegiatan insidentil seperti pameran, konser maupun pertunjukan yang ada di kota Malang karena kegiatan ini sangat mempengaruhi pendapatan reklame. (2) salah satu cara yang di lakukan DIPENDA untuk meningkatkan pajak reklame yaitu dengan upaya peningkatan efektifitas dan efisiensi pengelolaan sumber pendapatan daerah. (3) terkait dengan kondisi kota Malang, pajak reklame sangat berpeluang untuk di selewengkan, maka dari itu upaya yang dilakukan DIPENDA untuk menghindari adanya penyelewengan terhadap pajak reklame sangat berpengaruh terhadap kesuksesan atau kegagalan DIPENDA dalam mengoptimalkan pendapatan daerah. Dari penjelasan diatas maka disarankan: (1) untuk mengatasi kurang maksimalnya kontribusi pajak reklame dapat dilakukan dengan menetapkan target yang lebih tinggi pada pajak reklame untuk tahun berikutnya dengan melihat potensi riil yang ada dalam reklame. (2) diskusi dengan wajib pajak, terutama yang banyak menunggak dan memberikan pengertian mengenai pentingnya pajak daerah untuk kelancaran pembangunan dan pelaksanaan kegiatan pemerintah. (3) meningkatkan kinerja aparat pemungut pajak agar upaya untuk meningkatkan pendapatan pajak reklame dapat optimal.

Pendeteksi kadar alkohol berbasis mikrokontroler AT89S51 dengan sensor alkohol AF63 / Heris Setyawan

 

Tingkat-tingkat keracunan tubuh sebagai akibat penggunaan minuman beralkohol mempunyai presentasi sebagai berikut: (1) kurang dari 10% akan berakibat perubahan-perubahan kecil, hanya dapat diketahui melalui tes khusus. (2) antara 10% sampai dengan 15% akan mengakibatkan emosi yang tidak stabil, respon yang lambat terhadap rangsangan. (3) kadar 15% sampai dengan 25% akan mengakibatkan kebingungan, bicara tidak menentu, jalan terhuyung-huyung (mabuk). (4) kadar 25% sampai dengan 35% akan mengakibatkan seseorang menjadi tidak sadar serta gerakan-gerakan ototnya tidak terkoordinir, dan (5) kadar alkohol diatas 45%, akan berakibat pada kematian. Untuk menanggulangi adanya pemalsuan kadar alkohol maka diperlukan suatu alat yang dapat mendeteksi secara benar berapa kandungan alkohol dalam larutan. Sistem ini bekerja dengan cara mendeteksi uap dari alkohol itu sendiri, alkohol yang akan kita ukur berapa kadarnya terlebih dahulu kita letakkan pada gelas sample yang telah disediakan. Sensor akan bekerja jika tombol start diaktifkan. Cara kerja dari sensor AF 63 adalah dengan cara menaikkan suhu pada heater rangkaian, perubahan suhu pada heater itu sendiri akan merubah resistansi dari sensor. Keluaran sensor akan diolah oleh pengondisi sinyal dan hasilnya akan dikonversi oleh rangkaian ADC. Output ADC akan oleh Mikrokontroller dan keluaran akhirnya akan ditampilkan pada LCD. Oleh karena kemampuan sensor yang sangat terbatas dalam mendeteksi kadar alkohol, maka data yang nantinya akan ditampilkan pada LCD tidak dapat tepat menunjukan berapa persen kandungan alkohol dalam larutan. Hal ini bisa diatasi dengan memberikan range pada setiap kadar alkohol yang dideteksi. Kesimpulan dari perancangan sistem pendeteksi kadar alkohol ini adalah: (1) Sistem ini mampu mendeteksi kadar alkohol dari 0% hingga 45%, (2) Selang waktu sensor dapat mendeteksi sampel larutan alkohol adalah sampai dengan mendisplaykan pada LCD adalah kurang lebih 1 menit.

Penerapan strategi pemasaran produk jasa pemeriksaan kesehatan pada laboratorium klinik "Mensana" Medical Centre Malang / Fety Dwi P.W.

 

Persaingan dalam era globalisasi dewasa ini semakin ketat dan tak terbendung lagi. Hal ini mengharuskan semua perusahaan untuk mempunyai strategi agar tetap bertahan dan mengikuti persaingan. Tak terkecuali dengan Laboratorium Klinik ?Mensana? Medical Centre Malang yang produknya berupa jasa pemeriksaan kesehatan. Perusahaan harus dapat mensosialisasikan produknya karena pangsa pasar yang semakin luas dan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan kesehatan. Oleh karena itu Laboratorium Klinik ?Mensana? Medical Centre Malang harus mempunyai strategi pemasaran yang tepat untuk memasarkan produknya, terlebih lagi untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Strategi pemasaran merupakan proses analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian yang dirancang untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Praktikum Manajemen Pemasaran III pada Laboratorium Klinik ?Mensana? Medical Centre Malang dilaksanakan selama satu bulan, yaitu mulai tanggal 10 September 2007 ? 10 Oktober 2007. Selama kegiatan praktikum, penulis ditempatkan pada bagian keuangan dan administrasi serta Front Office pasien umum. Penulis bertugas untuk membuat Medical Report atas pemeriksaan kesehatan pasien PJTKI dan pasien umum, setelah tugas tersebut selesai penulis membantu di bagian Front Office pasien umum. Namun demikian, penulis diberikan kebebasan untuk memperoleh data sehubungan dengan penyusunan Tugas Akhir. Strategi pemasaran yang diterapkan oleh Laboratorium Klinik ?Mensana? Medical Centre Malang dikelompokkan menjadi dua, yaitu bauran pemasaran dan program pemasaran. Bauran pemasaran tersebut meliputi kebijakan dalam hal produk, harga, tempat, promosi, layanan pelanggan (Customer Service), orang dan proses. Sedangkan program pemasaran meliputi segmentasi pasar, penetapan pasar sasaran dan penetapan posisi pasar. Faktor pendukung strategi pemasaran pada Laboratorium Klinik ?Mensana? Medical Centre Malang terdiri dari: (1) nama besar Kartini Medical Centre, (2) adanya dukungan dari pihak perusahaan dan para karyawan untuk memperlancar strategi pamasaran, (3) terjalinnya kerja sama yang baik dengan mitra kerja, (4) semakin tingginya ancaman kesehatan di era globalisasi. Sedangkan faktor penghambat stategi pemasaran Laboratorium Klinik ?Mensana? Medical Centre Malang meliputi: (1) kurangnya promosi, (2) kurangnya tenaga pemasok, (3) dilaksanakannya strategi pemasaran kreatif, (4) adanya pesaing yang kuat di pasar, (5) hubungan yang tidak harmonis antara pihak manajemen dan karyawan. Dalam rangka memperbaiki strategi pemasarannya, hal-hal yang perlu dilakukan oleh Laboratorium Klinik ?Mensana? Medical Centre Malang adalah: (1) perusahaan harus lebih berhati-hati untuk menetapkan harga produk, (2) penambahan jumlah tenaga pemasar, (3) peningkatan kualitas dan kuantitas strategi promosi, (4) pengintegrasian layanan pelanggan (Customer Service) dengan tenaga pemasar, (5) memperbaiki hubungan antara pihak manajemen dengan karyawan, (6) peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) karyawan. Berdasarkan penelitian ini, maka saran yang dapat dikemukakan adalah: (1) Laboratorium Klinik ?Mensana? Medical Centre Malang harus terus memperbaiki penerapan strategi pemasaran produk jasa pemeriksaan kesehatannya dalam rangka merebut pangsa pasar dan menghadapi persaingan, (2) Laboratorium Klinik ?Mensana? Medical Centre Malang harus berhati-hati dalam menetapkan harga produk, (3) sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa, Laboratorium Klinik ?Mensana? Medical Centre Malang harus meningkatkan dan memperbaiki sistem pelayanannya untuk memperoleh daya saing kompetitif, (4) harus tercipta suatu hubungan kerja sama yang baik antar semua bagian dalam perusahaan untuk mendukung pencapaian visi dan misi perusahaan, (5) memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi karyawan untuk terlibat dalam pembuatan keputusan perusahaan, (6) adanya kajian yang lebih lanjut mengenai aspek lain pada Laboratorium Klinik ?Mensana? Medical Centre Malang di masa yang akan datang.

Strategi diferensiasi produk (kajian kelebihan, kekurangan, dan solusi) pada AJB Bumiputera 1912 Kantor Cabang Malang Celaket / Mochammad Asrul Shani

 

Saat ini banyak perusahaan lembaga keuangan yang berlomba-lomba dengan banyak cara untuk menjaring calon nasabah, salah satu caranya adalah dengan menerapkan strategi diferensiasi produk. Strategi diferensiasi produk adalah salah satu cara terjitu untuk menonjolkan keunikan yang menjadi keunggulan sebuah produk perusahaan. Selain itu strategi diferensiasi produk juga bertujuan untuk membedakan produk kita dengan produk pesaing dengan mengubah sebagian atau semua bagian dari elemen sebuah produk untuk menciptakan daya tarik bagi calon nasabah. Strategi diferensiasi produk yang tepat dapat dilakukan jika perusahaan dapat melihat dengan jeli terhadap suatu permasalahan dalam masyarakat yang memerlukan sebuah solusi. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi diferensiasi produk yang dijalankan AJB Bumiputera 1912 Kantor Cabang Celaket dalam usahanya untuk meningkatkan jumlah nasabah dan mengetahui keunikan-keunikan setiap produk yang ditawarkan. Dalam penulisan laporan Praktek Kerja Lapangan penulis mengutarakan hasil dari Praktek Kerja Lapangan yang menemukan adanya penerapan strategi diferensiasi produk asuransi milik AJB Bumiputera 1912. Diferensiasi produk tersebut terletak pada keunikan dalam menjamin keuntungan minimal dana investasi yang diperoleh nasabah yang dikenal dengan semi unit link. Keberhasilan AJB Bumiputera 1912 dalam merancang diferensiasi produk ini begitu baik, karena sampai sekarang belum ada perusahaan lembaga keuangan lainnya yang berani tampil menyamai atau bahkan mengungguli semi unit link yang seperti diterapkan kepada enam produk asuransi investasi yaitu: Mitra Oetama, Mitra Poesaka, Mitra Cerdas, Mitra Sehat, Mitra Permata, dan Mitra Melati. Semi unit link memberikan garansi keuntungan minimal untuk produk asuransi mata uang dollar sebesar 1,25% per tahun dan garansi keuntungan minimal untuk produk asuransi mata uang rupiah sebesar 4,50% per tahun. Salah satu kesimpulan dari strategi diferensiasi produk, AJB Bumiputera 1912 berusaha memetahkan anggapan calon nasabah bahwa menjadi nasabah asuransi sekarang ini bukanlah suatu kerugian dan dengan semi unit link AJB Bumiputera 1912 menepis anggapan High Risk High Reaten karena semi unit link ini memperkecil resiko kerugian nasabah.

Pengaruh penggunaan media pembelajaran dan gaya belajar mahasiswa terhadap hasil belajar ketrampilan memasang infus pada mahasiswa Politeknik Kesehatan Malang / Farida Halis D.K.

 

Purpose of using learning media is to increase result of study. There are problems if we use tex, picture and video learning models. There are limited learning models by lecture for infusion skill. Most of lectures in Health Polytecnic using speech method to teach. The purpose of the research are to analyze the deferences using text and video larning model to result of study of infusion skill, to know the differences of students result of study who have got visual learning model, auditory learning model and kinestetic learning models , and also to know the interaction using learning media and learning model to result of study of infusion skill. The subject of the research is students of second class (II A and II B) Who Got Tretment With Text, Picture And Video Learning Media. Design of the research is quasi experiment, because selecting and grouping of subject didn,t take by random, but given by two classes. This research developod with posttest design without pre test. Number of subject is 94 students devide into two classes. The result shows that the students with text and picture learning media better than the students with video learning media. The students learning models (visual, auditorik and kinestetic) did not influence to result of study of infusion skill. There didn?t interaction between using learning media and learning model to result of study of infusion skill. This result show that learning media with text and picture of infusion skill good to increasing result of study of infusion skill. Recommendation for lectures of Based Human Need subject matter to make guidance book in the text and picture models completely and clearly.

Hubungan antara kontrol diri, kegemaran bermain play station dan perilaku agresif siswa SMP Negeri 4 Malang / Trias Endarti

 

Berbagai manifestasi perilaku agresif seperti memukul, mengumpat, perkelahian antar pelajar sampai pada tindak kriminal dengan adanya korban yang mengalami luka, sampai mengakibatkan korban jiwa merupakan gejala yang memprihatinkan semua pihak baik bagi orang tua, pendidik, konselor maupun pemerintah. Agresif merupakan serangan, tindak permusuhan terhadap orang atau obyek lain, sehingga menimbulkan kerusakan atau kerugian, serangan dapat dengan cara-cara fisik (misalnya memukul, menendang, melempar) atau verbal (mengumpat, omongan kotor). Penyebab timbulnya perilaku agresif dalam penelitian ini adalah kontrol diri dan kegemaran bermain play station. Kegemaran bermain play station adalah kecenderungan remaja untuk lebih menyukai semua jenis permainan play station, sedangkan kontrol diri adalah kemampuan untuk membimbing tingkah laku sendiri, kemampuan untuk menekan atau merintangi impuls-impuls atau tingkah laku impulsif. Dalam kontrol diri menurut Averill terdapat tiga aspek yang tercakup di dalamnya, yaitu (1) kontrol perilaku (behavior control), (2) kemampuan mengontrol kognisi (cognitive control), (3) kemampuan mengontrol keputusan (decision control). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi kontrol diri siswa SMP Negeri 4 Malang, (2) deskripsi kegemaran bermain play station siswa SMP Negeri 4 Malang, (3) deskripsi perilaku agresif siswa SMP Negeri 4 Malang, ( 4) varian kontrol diri dan kegemaran bermain play station mampu atau tidak menjelaskan perilaku agresif, (5) varian terkuat untuk menentukan perilaku agresif. Hipotesis dalam penelitian ini adalah varian perilaku agresif mampu dijelaskan oleh varian kontrol diri dan kegemaran bermain play station. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional karena bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri, kegemaran bermain play station dan perilaku agresif siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 4 Malang kelas VII sebanyak 240 siswa. Sampel yang digunakan sebanyak 120 siswa (50%). Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster-random sampling. Alat pengumpul data yang digunakan berupa angket perilaku agresif, angket kontrol diri dan angket kegemaran bermain play station. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis persentase untuk mengetahui gambaran kontrol diri, kegemaran bermain play station dan perilaku agresif, serta teknik analisis regresi untuk mengetahui hubungan antara tiga variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki kontrol diri yang tergolong sedang, sebagian besar siswa memiliki kegemaran bermain playstation yang tergolong sedang dan sebagian besar siswa mempunyai perilaku agresif yang tergolong sedang pula. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa H1 diterima yang berarti varian kontrol diri dan kegemaran bermain play station mampu menjelaskan varian perilaku agresif dengan taraf signifikansi sebesar 0,000. Dari kedua prediktor, varian kontrol diri lebih berpengaruh terhadap perilaku agresif daripada varian kegemaran bermain play station. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, beberapa saran yang diajukan adalah (1) Kepala sekolah hendaknya menghimbau kepada guru dan konselor agar lebih memperhatikan perilaku siswa di dalam maupun di luar kelas terutama berkenaan dengan perilaku agresif siswa. Guru dan konselor diharapkan dapat membantu siswa yang mempunyai kecenderungan berperilaku agresif untuk dapat menyalurkan bakat dan minatnya melalui kegiatan yang positif misalnya melalui kegiatan ekstrakurikuler bela diri, pramuka dan lain-lain. (2) Konselor sebagai guru pembimbing di sekolah perlu memberikan layanan bimbingan pada siswa baik bimbingan pribadi, sosial, belajar ataupun karier. Layanan-layanan bimbingan yang perlu diberikan konselor kepada siswa diharapkan mengacu pada usaha peningkatan kontrol diri siswa yang rendah maupun sedang, akan tetapi bagi siswa yang memiliki kontrol diri tinggi tidak diabaikan begitu saja oleh konselor. Konselor juga perlu memberikan bimbingannya agar kontrol diri siswa yang tinggi tetap terpelihara. Konselor dalam memberikan layanan bimbingan diharapkan dapat membantu siswa yang memiliki kontrol diri rendah dengan memberikan informasi tentang pentingnya pengendalian diri dalam menjaga emosi yang berdampak pada perkataan, perilaku dan pikiran yang negatif. Konselor juga dapat mengadakan kegiatan bimbingan kelompok tentang cara meningkatkan dan memelihara kontrol diri atau kegiatan bertukar pendapat (sharing) antara siswa yang memiliki kontrol diri rendah dan siswa yang memiliki kontrol diri tinggi atau sedang, tentang bagaimana cara siswa-siswa tersebut mengendalikan diri, sehingga diharapkan siswa yang memiliki kontrol diri rendah/sedang dapat meningkatkan kontrol dirinya dan siswa yang mempunyai kontrol diri tinggi dapat memeliharanya dengan baik. Dengan demikian, diharapkan pula perilaku agresif siswa dapat menurun. Konselor juga diharapkan dapat memberikan bimbingan kepada siswa agar dapat menyalurkan kegemaran bermain play station pada kegiatan yang lebih positif misalnya mengikuti ekstrakurikuler yang ada di sekolah sehingga waktu yang dimiliki siswa tidak terbuang sia-sia. Bakat serta minat siswa dapat tersalurkan dengan baik, sehingga siswa dapat melakukan kegiatan yang produktif. Konselor diharapkan pula memberikan informasi tentang dampak negatif dari seringnya bermain play station, serta cara positif memanfaatkan waktu luang. (3) Bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengadakan penelitian dengan topik yang sama diharapkan dapat menambahkan materi-materi dalam instrumen yang digunakan, sehingga data hasil penelitian dapat lebih akurat kemudian, hendaknya dilakukan uji metodologi instrumen agar instrumen yang digunakan dapat lebih valid. Peneliti juga diharapkan dapat mengembangkan populasi atau wilayah penelitiannya.

Penerapan pembelajaran kooperatif model STAD (Student Team Achievement Division) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata diklat kewirausahaan (studi pada siswa kelas 1 APK SMK Ardjuna 1 Malang) / Jovita Vicka Bayuwardhani

 

Berdasarkan observasi dan hasil wawancara peneliti dengan guru kewirausahaan di SMK Ardjuna 1 Malang yang dilaksanakan pada bulan September 2007 diperoleh informasi bahwa hasil belajar siswa pada mata diklat kewirausahaan di SMK Ardjuna 1 Malang tergolong rendah. Gejala-gejala yang menunjukkan rendahnya hasil belajar (dilihat dari nilai ulangan sebelumnya) pada mata pelajaran kewirausahaan antara lain (1) kurangnya persiapan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, (2) siswa tidak memperhatikan ketika guru sedang menyampaikan pelajaran di depan kelas, (3) rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan belajar di kelas, (4) siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru tidak dengan cara mengerjakan sendiri melainkan dengan cara meniru hasil pekerjaan teman dan bahkan ada yang tidak mengumpulkan tugas. Dari hasil wawancara juga diketahui bahwa hasil belajar siswa pada mata diklat kewirausahaan rendah, hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai ulangan harian yang dibawah skor ketuntasan belajar mata diklat kewirausahaan, yaitu banyak yang di bawah 70 (skor minimal ketuntasan belajar siswa yang ditentukan sekolah). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk mengetahui (1) penerapan pembelajaran kooperatif model STAD di SMK Ardjuna 1 Malang, (2) aktivitas belajar siswa di kelas saat pelaksanaan pembelajaran kooperatif model STAD, (3) apakah penerapan pembelajaran kooperatif model STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMK Ardjuna 1 Malang pada mata diklat kewirausahaan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester gasal tahun pelajaran 2007/2008, selama bulan November sampai Desember 2007. Penelitian berlangsung dalam dua siklus yaitu siklus I membahas materi (1) Membangkitkan semangat kewirausahaan (2) Inovasi (3) Kreativitas, dan siklus II membahas materi (1) Motivasi (2) Bekerja prestatif, efektif, dan efisien. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi tindakan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas 1 Administrasi Perkantoran SMK Ardjuna 1 Malang yang berjumlah 38 siswa. Data penelitian yang berupa hasil belajar dikumpulkan dengan metode tes, dan aktivitas siswa dikumpulkan dengan teknik observasi, catatan lapangan, dan wawancara. Data hasil belajar menunjukkan peningkatan, perolehan skor rata-rata pada siklus I adalah 51,53 dan pada siklus II adalah 86,53. Sedangkan ketuntasan belajar klasikal juga menunjukkan peningkatan yaitu pada siklus I adalah 10,53% dan pada siklus II adalah 94,74%. Dari 14 deskriptor dalam aktivitas siswa yang meliputi memperhatikan pendapat/pekerjaan anggota kelompok sampai membaca literatur/pustaka yang relevan, menunjukkan peningkatan persentase rata-rata yaitu pada siklus I adalah 57,70% (cukup) dan pada siklus II adalah 86,66% (sangat baik). Data pendukungnya adalah hasil wawancara dengan siswa yang menunjukkan para siswa menanggapi dengan senang pembelajaran kooperatif model STAD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata diklat kewirausahaan. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan (1) Kepada guru menerapkan pembelajaran kooperatif model STAD dikarenakan siswa memberikan respon positif terhadap penerapan pembelajaran kooperatif model tersebut dalam pembelajaran (2) Pemberian penghargaan hendaknya juga lebih diperhatikan sebagai upaya untuk lebih meningkatkan semangat belajar siswa.

Pengaruh citra toko terhadap loyalitas konsumen (studi pada Bhirawa Sports Batu) / Pungky Rusma Dwianto

 

Bertambahnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun mengakibatkan semakin ketatnya persaingan di semua bidang. Salah satunya adalah ketatnya persaingan dalam bidang pemasaran. Ketatnya persaingan dalam bidang pemasaran dan semakin banyaknya kebutuhan konsumen saat ini, membuat para produsen harus jeli dalam mencari peluang usaha. Tantangan untuk mempunyai strategi persaingan yang lebih baik tidak bisa lagi dielakkan. Hal ini sangat penting untuk dimiliki suatu perusahaan, karena strategi ini digunakan untuk dapat menarik perhatian konsumen yang pada akhirnya nanti berujung pada pembelian serta pembelian kembali produk yang ditawarkan oleh produsen. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran obyektif tentang: (1) pengaruh citra toko (retail service, merchandise, suasana dan promosi toko) secara parsial terhadap loyalitas konsumen Bhirawa Sports Batu, (2) pengaruh citra toko (retail service, merchandise, suasana dan promosi toko) secara simultan terhadap loyalitas konsumen Bhirawa Sports Batu, (3) variabel yang dominan berpengaruh terhadap loyalitas konsumen Bhirawa Sports Batu. Penelitian ini menggunakan dua buah variabel, yaitu variabel bebas (X) citra toko yang terdiri dari retail service (X1), merchandise (X2), suasana (X3) dan promosi toko (X4). Sedangkan variabel terikatnya (Y) yaitu loyalitas konsumen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang yang membeli produk (konsumen) di Bhirawa Sport Batu. Jumlah populasi yang ada tidak diketahui secara pasti karena itu besarnya sampel yang diambil tersebut di atas ditentukan dengan menggunakan rumus dari Daniel & Terrel dan diperoleh hasil sebanyak 73 responden. Instrumen atau alat pengumpul data yang digunakan berupa kuesioner atau berupa angket tertutup. Hasil penelitian melalui proses pengolahan data diperoleh: (1) 1 = 0,247, nilai thitung = 2,320, nilai Sig t = 0,026 dan SE = 7,29%, membuktikan bahwa pada peluang kesalahan 5%, maka secara parsial variabel Retail service memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Loyalitas konsumen. (2) 2 = 0,218, nilai thitung = 2,071, nilai Sig t = 0,042 dan SE = 5,86% membuktikan bahwa pada peluang kesalahan 5%, maka secara parsial variabel Merchandise memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Loyalitas konsumen. (3) 3 = 0,272, nilai thitung = 3,218, nilai Sig t = 0,002 dan SE = 13,25% membuktikan bahwa pada peluang kesalahan 5%, maka secara parsial variabel Suasana memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Loyalitas konsumen. (4) 4 = 0,614, nilai thitung = 6,305, nilai Sig t = 0,000 dan SE = 46,38% membuktikan bahwa pada peluang kesalahan 5%, maka secara parsial variabel promosi toko memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Loyalitas konsumen (5) Adjusted R square = 0,817, nilai Fhitung = 81,574, dan Sig F = 0,000 membuktikan bahwa pada peluang kesalahan 5%, maka secara simultan variabel Retail service, Merchandise, Suasana dan Promosi toko memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Loyalitas konsumen. (6) Variabel Promosi toko (X4) mempunyai pengaruh yang dominan terhadap keputusan pembelian konsumen karena mempunyai nilai β terbesar yaitu 0,614 dan nilai SE (Sumbangan Efektif) terbesar yaitu 46,38%. Saran-saran yang dapat dikemukakan sehubung dengan hasil penelitian yang telah diperoleh adalah (1) Pada penelitian ini variabel Promosi toko merupakan variabel yang dominan berpengaruh terhadap loyalitas konsumen Bhirawa Sports Batu, hal ini harus menjadi perhatian perusahaan untuk dapat termotivasi membuat perusahaan lebih baik lagi, dengan cara lebih memaksimalkan penggunaan alat-alat bauran promosi yang ada, diharapkan dengan adanya promosi yang baik maka akan dapat menimbulkan citra yang baik dalam diri konsumen terhadap toko sehingga akan berujung pada loyalitas konsumen (2) Variabel Merchandise dalam penelitian ini merupakan variabel yang mempunyai pengaruh paling kecil terhadap loyalitas konsumen Bhirawa Sports Batu, hal ini perlu perhatian khusus dari perusahaan supaya produk dari Bhirawa Sports Batu dapat diminati para konsumen dan konsumen potensial, melalui perbaikan dan peningkatan kualitas, penambahan keragaman kategori serta ketersediaan item (3) Berdasarkan penelitian ini terbukti bahwa ada faktor lain yang mempengaruhi loyalitas konsumen, untuk itu Bhirawa Sports Batu perlu melakukan research terhadap konsumen tentang kelemahan yang dimilikinya sehingga Bhirawa Sports Batu akan mengetahui keluhan-keluhan dari konsumen dan dapat melakukan perbaikan-perbaikan yang seharusnya dilakukan.

Pengaruh penempatan (positioning) produk terhadap citra produk (studi pada pengguna kartu handphone simPATI di Kota Blitar) / Chandra Yudha Adhi Purnama Putra

 

Mengingat semakin berkembangnya kemajuan teknologi di era globalisasi seperti sekarang ini, perusahaan dituntut untuk dapat bertahan dan bersaing didunia bisnisnya. Salah satu bentuk usaha yang dapat dilakukan agar mampu bersaing adalah dengan menerapkan suatu penempatan (positioning) antara produk suatu perusahaan dengan perusahaan lain. Dengan melakukan penempatan (positioning) produk, suatu produk akan membentuk citra produk tertentu di benak konsumen. Dalam usahanya untuk mampu bersaing dengan membentuk citra produk yang baik di benak konsumen membuat PT. Telkomsel juga melakukan penempatan (positioning) produk yang meliputi atribut produk, harga dan kualitas produk, penggunaan produk, pesaing produk, dan manfaat produk. Penelitian ini berusaha untuk menjelaskan pengaruh penempatan (positioning) produk terhadap citra produk pada pengguna kartu handphone simPATI di Kota Blitar. Subyek penelitian ini adalah penempatan (positioning) produk terhadap citra produk pada pengguna kartu handphone simPATI di Kota Blitar. Variabel independent (X) pada penelitian ini adalah atribut produk (X1) , harga dan kualitas produk (X2), penggunaan produk (X3), pesaing produk (X4), manfaat produk (X5). Sedangkan variabel dependent (Y) dalam penelitian adalah citra produk. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna kartu handphone simPATI di Kota Blitar yang berjumlah 332.000 pelanggan. Penentuan sampel menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 100 orang. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan berbagai tahap. Tahapan pertama adalah area sampling, kemudian diikuti dengan proportional sampling untuk menentukan jumlah sampel yang diambil dari masing-masing tempat penelitian. Tahap terakhir adalah accidental sampling untuk menyebarkan kuesioner kepada responden. Kuesioner dalam penelitian ini termasuk dalam kuesioner tertutup menggunakan skala Likert 4 tingkat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dokumentasi dan wawancara. Untuk menguji kelayakan instrumen dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan sampel uji coba berjumlah 30 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik. Proses pengolahan data menggunakan software SPSS for Windows 13,00. Setelah melalui proses analisis data diketahui hasil penelitian yang menyatakan : 1) (B) = 0,237, nilai thitung = 2,725, ttabel = 1,987, signifikansi t = 0,008, SE =7,3 % membuktikan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan variabel atribut produk terhadap citra produk kartu handphone simPATI di Kota Blitar; 2) (B) = 0,163, nilai thitung= 2,641, ttabel = 1,987, signifikansi t = 0,010, SE = 6,9 % membuktikan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan variabel harga dan kualitas produk terhadap citra produk kartu handphone simPATI di Kota Blitar; 3) (B) = 0,276, nilai thitung = 3,219, ttabel = 1,987, signifikansi t = 0,002, SE = 9,9 % membuktikan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan variabel penggunaan produk terhadap citra produk kartu handphone simPATI di Kota Blitar; 4) (B) = 0,269, nilai thitung = 2,958, ttabel =1,987, signifikansi t = 0,004, SE = 8,5 % membuktikan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan variabel pesaing produk terhadap citra produk kartu handphone simPATI di Kota Blitar; 5) (B) = 0,454, nilai thitung = 6,958, ttabel = 1,987, signifikansi t = 0,000, SE = 33,9 % membuktikan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan variabel manfaat produk terhadap citra produk kartu handphone simPATI di Kota Blitar. 6) nilai B1 = 0,237, B2 = 0,163, B3 = 0,276, B4 = 0,269, B5 = 0,454, nilai F = 91, 413, signifikansi F = 0,000 dan nilai Ftabel = 2,324 membuktikan bahwa seluruh variabel independent X1, X2, X3, X4, X5 berpengaruh secara simultan terhadap citra produk kartu handphone simPATI di Kota Blitar, 7) variabel dominan yang mempengaruhi citra produk kartu handphone simPATI di Kota Blitar adalah variabel manfaat produk dengan nilai Sumbangan Efektif sebesar 33,9%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1) terdapat pengaruh positif yang signifikan variabel atribut produk terhadap citra produk kartu handphone simPATI di Kota Blitar, 2) terdapat pengaruh positif yang signifikan variabel harga dan kualitas produk terhadap citra produk kartu handphone simPATI di Kota Blitar, 3) terdapat pengaruh positif yang signifikan variabel penggunaan produk terhadap citra produk kartu handphone simPATI di Kota Blitar, 4) terdapat pengaruh positif yang signifikan variabel pesaing produk terhadap citra produk kartu handphone simPATI di Kota Blitar, 5) terdapat pengaruh positif yang signifikan variabel manfaat produk terhadap citra produk kartu handphone simPATI di Kota Blitar, 6) dari kelima variabel yaitu atribut produk, harga dan kualitas produk, penggunaan produk, pesaing produk, dan manfaat produk secara simultan mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap citra produk kartu handphone simPATI di Kota Blitar, 7) variabel dominan yang mempengaruhi citra produk kartu handphone simPATI di Kota Blitar adalah variabel manfaat produk Saran dari penelitian ini adalah 1) aspek atribut produk, perusahaan hendaknya memberikan kemasan kartu perdana yang lebih menarik konsumen dan berbeda dengan kemasan-kemasan pesaing lainnya, 2) harga dan kualitas produk, perusahaan hendaknya menentukan kebijakan harga yang dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat dan kualitas produk yang lebih baik dari pesaing lainnya, 3) penggunaan produk, perusahaan seharusnya memperluas jaringan ke daerah yang belum terjangkau, 4) pesaing produk, perusahaan menambah anggaran untuk kegiatan promosi agar produk simPATI lebih banyak dikenal masyarakat, 5) manfaat produk, perusahaan hendaknya memberikan kemudahan dalam berbagai pelayanan dan fasilitas berkomunikasi kepada konsumen, 6) sehubungan dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara simultan antara atribut produk, harga dan kualitas produk, penggunaan produk, pesaing produk, dan manfaat produk terhadap citra produk kartu handphone simPATI di Kota Blitar. Hendaknya perusahaan mempertahankan strategi positioning yang terbentuk saat ini dan memperkuat lagi posisi produk di benak konsumen agar produk kartu handphone simPATI tetap menempati posisi sebagai market leader.

Hubungan perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS bidang studi sejarah kelas IV di SDN Tulusrejo III Kecamatan Lowokwaru Kota Malang / Pudji Ratnawati

 

Berdasarkan pandangan pendidikan seumur hidup, maka pendidikan anak yang paling utama adalah berada pada lingkungan keluarga, sebab kehidupan anak yang paling banyak berada pada lingkungan keluarga. Pada lembaga formal, pendidikan yang diberikan kepada anak sangatlah terbatas. Oleh karena itu ling-kungan keluarga merupakan tempat berkembangnya anak yang paling baik. Tujuan dari penelitian adalah mendeskripsikan hubungan perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa dalam bidang studi Sejarah kelas IV di SDN Tulusrejo III Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Sesuai dengan tujuan penelitian yang telah disampaikan maka metode penelitian ini adalah penelitian deskritif dengan jenis metode penelitian korelasional. Berdasarkan analisa data maka dapat diketahui bahwa ada hubungan perhatian antara perhatian orangtua dengan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS bidang studi Sejarah kelas IV di SDN Tulusrejo III Kecamatan Lowokwaru Kota Malang tahun pelajaran 2006/2007. Untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam perkembangan anak hingga remaja, maka diperlukan bimbingan untuk belajar, baik belajar di lingkungan sekolah maupun di lingkungan keluarga. Bimbingan bagi anak merupakan suatu kebutuhan karena ?Bimbingan adalah suatu proses yang dilakukan terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapi? (Djumhur dan Surya, 1975:26). Dari hasil pengolahan data yang telah dianalisa dengan product moment antara perhatian orang tua dengan prestasi belajar siswa bidang Sejarah kelas IV SDN Tulusrejo III Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Diperoleh rh = 0,659 dengan kata lain terhitung dengan N = 20 diperoleh angka 0,659. Sedangkan dari tabel ? r ? product moment dengan taraf signifikan 5% N = 20, diperoleh angka sebesar 0,444. angka ini menunjukkan batas signifikan, sedangkan ? r ? hitung diperoleh 0,659 berada di atas taraf signifikan 5 %. Berdasarkan hasil analisa data tersebut maka hipotesa kerja diterima dan hipotesa nihil ditolak. Dengan demikian maka ada hubungan perhatian orang tua dengan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS bidang studi Sejarah kelas IV SDN Tulusrejo III Kecamatan Lowokwaru Kota Malang tahun ajaran 2006/2007. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi orangtua untuk memberikan perhatian terhadap prestasi belajar di rumah mata pelajaran IPS bidang studi Sejarah, memberikan saran dan pengawasan selama siswa berada di lingkungan keluarga.

Penerapan model pembelajaran jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada bidang studi PPKn kelas 5A SDN Sukoarjo I / Tri Astatik

 

Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti tentang mata pelajaran PPKn kelas kelas 5A SDN Sukoharjo I Malang dapat diketahui bahwa siswa memiliki minat belajar rendah meskipun guru sudah menerapkan pendekatan ketrampilan proses namun minat siswa untuk mempelajari PPKn belum juga menunjukkan adanya peningkatan. Usaha lain untuk meningkatkan hasil belajar adalah dengan menggunakan berbagai metode pengajaran, tetapi hasil yang dicapai juga masih jauh dari yang diharapkan. Guna mengatasi keadaan tersebut diperlukan model pembelajaran yang mampu meningkatkan hasil belajar siswa dalam mempelajari PPKn. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian adalah model pembelajaran jigsaw. Penelitian ini bertujuan; 1) untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti model pembelajaran jigsaw; 2) untuk mengetahui dampak siswa setelah mengikuti model pembelajaran jigsaw. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, meliputi 2 siklus tindakan. Dalam 1 siklus tindakan kelas, meliputi 2 siklus tindakan. Setiap siklus tindakan meliputi 2 tahap perencanaan pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas 5A SDN Sukoharjo I Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi untuk siswa selama pelaksanaan pembelajaran, angket siswa, tes hasil belajar dan dokumen. Analisis data secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 6 Maret ? 12 April 2006 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran jigsaw dapat meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa. Pada waktu nilai siswa di bawah 75, sebelum mengadakan model pembelajaran jigsaw, maka nilai rata-rata adalah 57,8 %, akan tetapi setelah adanya hasil penelitian yang menerapkan model pembelajaran jigsaw, dapat meningkatkan hasil ketuntasan belajar siswa. Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya persentase ketuntasan belajar dari 68,42 % pada siklus I menjadi 84,2 % pada siklus II. Pendapat siswa terhadap model pembelajaran jigsaw sangat positif, sebab dengan model pembelajaran ini siswa lebih aktif mengemukakan pendapat. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka peneliti mengharapkan, bahwa tidak hanya mata pelajaran PPKn saja yang mencoba menggunakan model pembelajaran jigsaw tetapi juga untuk mata pelajaran yang lain dapat menggunakan model pembelajaran jigsaw.

Penerapan pembelajaran kooperatif model numbered heads together untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas X-4 SMA Negeri 2 Malang / Iwan Wahyudi

 

ABSTRAK Wahyudi, Iwan. 2008. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Numbered Heads Together untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X-4 SMA Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Susetyoadi Setjo, M.Pd dan (II) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Model Numbered Heads Together, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Berdasarkan observasi dan hasil wawancara dengan guru bidang studi Biologi di SMA Negeri 2 Malang, diperoleh informasi bahwa motivasi dan hasil belajar sebagian besar siswa dalam mata pelajaran Biologi tergolong masih rendah. Proses pembelajaran Biologi di SMA Negeri 2 Malang sebenarnya sudah cukup baik, hanya saja aplikasi pembelajaran yang mengarahkan pada kemandirian siswa masih belum dapat dikembangkan sebagaimana yang diharapkan oleh KTSP, termasuk keterampilan berpikir siswa yang mandiri. Ketergantungan siswa terhadap guru dalam proses pembelajaran masih sangat tinggi. Hal itu karena kelas masih menggunakan metode ceramah, tanya jawab, atau membahas Buku Kerja Siswa (BKS) sehingga siswa tidak terlalu aktif dalam pembelajaran dan kurang menimbulkan motivasi dalam diri siswa untuk belajar Biologi. Hal tersebut berdampak pada hasil belajar siswa yang menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang sering mengikuti remidi karena skor yang diperoleh kurang memenuhi Standar Ketuntasan Minimum (SKM) yang ditetapkan di SMA Negeri 2 Malang. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Strategi pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together. Pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pembelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Model pembelajaran ini memiliki prosedur yang ditetapkan secara eksplisit memberikan siswa waktu lebih banyak untuk berpikir, menjawab, dan saling membantu sama lain. Pada saat pertanyaan diajukan ke seluruh siswa, masing-masing anggota kelompok memiliki kesempatan yang sama untuk mewakili kelompok memberi jawaban melalui pemanggilan nomor anggota secara acak. Wakil kelompok yang menjawab pertanyaan guru tidak hanya terfokus pada siswa yang lebih mampu atau didasarkan atas kesepakatan kelompok, tetapi semua siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk mewakili kelompok tanpa dibeda-bedakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa kelas X-4 SMA Negeri 2 Malang melalui penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2007 sampai dengan tanggal 17 Desember 2007. Data penelitian berupa motivasi belajar siswa diperoleh melalui observasi selama penelitian, sedangkan data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 63,19% yang termasuk dalam kategori cukup, sedangkan pada siklus II motivasi belajar siswa meningkat menjadi 75,72% yang termasuk dalam kategori baik. Motivasi belajar siswa mengalami persentase peningkatan sebesar 19,31%. Hasil belajar siswa menunjukkan bahwa pada siklus I skor rata-rata kelas sebesar 78,47 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 73,53%, sedangkan pada siklus II skor rata-rata kelas meningkat menjadi 82,53 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 85,29%. Skor rata-rata kelas mengalami persentase peningkatan sebesar 5,17%, sedangkan ketuntasan belajar secara klasikal mengalami persentase peningkatan sebesar 11,76%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa kelas X-4 SMA Negeri 2 Malang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan bahwa guru dapat menggunakan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together pada pokok bahasan yang lain (selain jamur) serta pada jenjang pendidikan yang lain untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa. Guru dapat menciptakan suatu variasi pembelajaran seperti menggabungkan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together atau pembelajaran kooperatif yang lain dengan kegiatan praktikum untuk menghindari perasaan bosan pada siswa. Guru disarankan lebih banyak memberikan reinforcement atau penguatan (seperti memberikan pujian) sehingga siswa akan lebih termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran.

Isolasi dan karakterisasi zat warna dari kulit buah tamarillo (Chyphomandra betacea) dan uji potensinya sebagai pewarna tekstil / Najat Qarina Agustin

 

Berkembangnya industri pengolahan tekstil menyebabkan pemakaian pewarna juga semakin meningkat. Untuk itu diperlukan alternatif dalam bahan pewarna yaitu zat pewarna alami. Salah satu diantaranya adalah tamarillo dimana kulitnya berwarna merah yang diduga terdapat pigmen antosianin yang dapat digunakan sebagai pewarna alami. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan serbuk pewarna dari kulit buah Tamarillo dan uji potensinya pewarna kain. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap ekstraksi, karakterisasi, dan aplikasi. Pada tahap ekstraksi zat warna antosianin dilakukan dengan metode soxhletasi dalam pelarut etanol 96%, aseton, dan n-heksana. Tahap karakterisasi meliputi identifikasi gugus fungsi dengan spektroskopi IR, uji kelarutan dalam beberapa pelarut (etanol 96%, aseton, dan air), dan pengujian ketahanan zat warna antosianin terhadap perubahan pH dan suhu. Tahap ketiga merupakan tahap aplikasi, yaitu penggunaan sebagai zat warna terhadap kain katun dengan variasi konsentrasi tawas (0%, 1%, 5%), dengan waktu perendaman kain dalam tawas (0 jam, 1 jam, 2 jam), suhu pencelupan kain (suhu kamar, 50oC, mendidih). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pigmen hasil ekstraksi dengan pelarut etanol 96%, menghasilkan rendemen paling besar (17,5%) dengan aseton (12,2%), sedangkan dengan n-heksana tidak diperoleh serbuk. Pigmen yang diperoleh berupa serbuk berwarna merah. Dari hasil karakterisasi dengan Spektrum IR diduga bahwa komponen serbuk hasil ekstraksi mengandung antosianin. Pada uji kelarutan, antosianin larut paling besar dalam pelarut etanol 96% sebesar 0,003 g/mL, sedangkan pada pelarut n-heksana antosianin tidak dapat larut. Antosianin larut sempurna dalam pH rendah (asam) menghasilkan larutan berwarna merah tua (gelap). Dari hasil aplikasi sebagai pewarna pada kain katun diketahui bahwa pigmen kulit buah tamarillo mempunyai ketahanan warna yang baik pada kombinasi konsentrasi tawas 5%, lama perendaman 2 jam, suhu pencelupan 50oC, dan pelarut etanol 96%.

Pengaruh kinerja guru terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X di SMA Negeri 7 Malang / Tri Ernawati

 

Kemampuan mengajar merupakan kompetensi yang dimiliki oleh guru guna menunjang motivasi belajar siswa. Perwujudan kemampuan mengajar setiap guru itu sendiri berbeda-beda proporsinya, tidak semua guru benar-benar memiliki kemampuan mengajar yang profesional dalam melakukan tugasnya. Sesuai dengan perumusan masalah maka tujuan dilakukannya penelitian ini adalah : 1) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis kinerja guru mata pelajaran ekonomi pada siswa kelas X di SMA Negeri 7 Malang, 2) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis motivasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 7 Malang pada mata pelajaran ekonomi dan 3) Untuk mengetahui besar pengaruh kinerja guru ekonomi terhadap motivasi belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi. Cara pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan metode angket yang dibagikan kepada 20 siswa sebagai responden guna mengetahui kinerja guru berdasarkan tanggapan siswa sendiri. Dalam penelitian ini berdasarkan pendapat Arikunto maka sampel dari penelitian ini adalah sebagai berikut : jumlah keseluruhan siswa kelas X SMA Negeri 7 Malang adalah 160 siswa yang terbagi dalam 4 kelas X. Dari setiap kelas diambil proporsi 50% siswa dari masing-masing kelas yang diteliti secara random. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa kinerja guru pada siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 7 Malang. Temuan ini dapat diketahui dari hasil analisis data yang menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kinerja guru dengan motivasi belajar siswa hal ini ditunjukkan dari nilai koefisien regresi variabel kinerja guru (X) sebesar 0,231 dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,855, disamping itu nilai signifikan untuk variabel kinerja guru (X) dibawah 0,05 sehingga hipotesis yang menyatakan variabel kinerja guru (X) berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa (Y) adalah diterima. Hasil penelitian ini sama dengan teori yang ada dan penelitian sebelumnya, diketahui kondisi kemampuan mengajar seorang guru dalam kriteria yang cukup baik untuk SMA Negeri 7 Malang yang dapat dibuktikan dari hasil jawaban responden yang menunjukkan ada empat komponen kinerja guru dalam kriteria cukup baik. Begitu pula dengan kemampuan guru dalam mendemonstrasikan khasanah metode mengajar berada pada kriteria cukup baik menurut siswa SMA Negeri 7 Malang di SMA Negeri 7 Malang. Dari variabel motivasi belajar siswa juga diketahui kurang baik, dan diketahui bahwa minat membaca siswa pada SMA Negeri 7 Malang.

Pembelajaran remidial tehnik dasar servis atas bola voli siswa putra kelas XI IPA SMA Laboratorium UM Malang / Dhydiet Setya Budhy

 

Masalah pokok dalam penelitian ini adalah Tentang pembelajaran remidial yang nantinya berpengaruh pada peningkatan penguasaan siswa dalam materi pelajaran teknik dasar servis atas bolavoli. Pembelajaran itu sendiri merupakan proses dari interaksi antara siswa dan guru untuk saling bertukar pengalaman, fikiran, dan pemahaman (persepsi) yang berbeda-beda dari masing-masing individu yang nantinya menjadikan proses timbal balik antara guru dan siswa. Pembelajaran remidial merupakan tidakan yang dilakukan oleh guru dengan melaksanakan rencana pembelajaran yang telah dibuat, bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar yang telah dilakukan sebelumnya. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode obserevasi pembelajaran remidial terhadap kemampuan siswa dalam melakukan ketrampilan teknik dasar servis atas bolavoli Penelitian ini bertujuan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar ketrampilan teknik dasar servis atas bolavoli dengan menggunakan metode pembelajaran yang telah dimoduvikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas dengan satu (1) siklus dua (2) kali pertemuan. Peneliti melakukan observasi terhadap subyek sebelum dilakukannya penelitian. Subyek diberikan pembelajaran remidial oleh guru dengan menggunakan rencana pembelajaran (RP) yang telah dibuat sesuai dengan kendala yang dialami pada pembelajaran terdahulu, lalu dilakukan evaluasi pembelajaran pada ahir siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa putra kelas XI IPA SMA LABORATORIUM UM Malang yang berjumlah 24 siswa. Subyek diberikan pelajaran remidial ketrampilan teknik dasar servis atas bolavoli. Hasil penelitian ini siswa mampu meningkatkan ketrampilan melakukan teknik dasar servis atas bolavoli setelah mendapatkan proses pembelajaran remidial dapat dilihat dari perpindahan kelompok siswa dari skala 1 (kurang) ke skala 2 (sedang), dari skala 2 (sedang) ke skala 3 (baik). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pelaksanaan rencana pengajaran (RP) remidial yang bertujuan untuk memberikan bantuan pada siswa yang mengalami kesulitan belajar teknik dasar servis atas bolavoli. Setelah proses pembelajaran remidial selesai dilaksanakan 1 (satu) siklus dengan 2 (dua) kali pertemuan siswa putra kelas XI IPA SMA LABORATURIUN UM Malang sudah tidak terlihat lagi yang mengalami kesulitan melakukan ketrampilan teknik dasar servis atas bolavoli.

Penyusunan buku ajar matematika untuk siswa SMK Negeri 3 Malang kompetensi persamaan dan pertidaksamaan linier dan kuadrat / Siti Masfiatin

 

SMK Negeri 3 Malang merupakan salah satu sekolah kejuruan kelompok pariwisata. Untuk pembelajaran matematika di SMK Negeri 3 Malang guru menggunakan buku-buku matematika untuk SMA atau SMK yang bukan kelompok pariwisata. Buku-buku tersebut tentunya tidak sesuai dengan kurikulum dan terlalu abstrak jika digunakan siswa, sehingga sulit dipahami oleh siswa. Sementara untuk buku pegangan siswa banyak menggunakan LKS (Lembar Kerja Siswa) yang diterbitkan secara komersial oleh pihak swasta, meskipun LKS tersebut juga bukan untuk siswa SMK Kelompok Pariwisata. Oleh karena itu penulis memiliki ide untuk menyusun buku ajar untuk siswa SMK Kelompok Pariwisata yang sesuai dengan kurikulum, sehingga siswa dapat memahami dan mempelajarinya dengan mudah karena materi-materi dalam buku yang disusun disesuaikan dengan keseharian siswa dan kondisi siswa SMK khususnya SMK Kelompok Pariwisata. Produk akhir dari penyusunan ini berupa buku ajar matematika bagi siswa kelas X SMK Negeri 3 Malang dan difokuskan pada kompetensi semester I yaitu Persamaan dan Pertidaksamaan Linier dan Kuadrat, hal ini dikarenakan keterbatasan waktu penulis. Mempersiapkan buku ajar yang efektif sama dengan proses dalam merencanakan dan mengajarkan suatu pelajaran. Tujuannya adalah menciptakan buku ajar yang dapat digunakan sebagai sumber belajar yang efektif. Penulis memulai dengan tujuan pembelajaran dalam pemikirannya dan selanjutnya menciptakan serangkaian aktifitas atau tugas yang memudahkan tercapainya tujuan tersebut. Penyusunan buku ajar ini bertujuan untuk meningkatkan mutu buku ajar agar kualitas pendidikan khususnya di SMK Negeri 3 Malang akan lebih baik. Buku ajar ini disusun berdasarkan pada: (1) Standar Materi, (2) Standar Penyajian Materi, (3) Standar Bahasa. Saran untuk penyempurnaan buku ajar matematika untuk siswa kelas X SMK kompetensi Persamaan dan Pertidaksamaan Linier dan Kuadrat, bagi mahasiswa jurusan Pendidikan Matematika FMIPA dapat dijadikan bahan masukan untuk penyusunan buku ajar yang sama dengan kompetensi yang berbeda.

Penggunaan siklus belajar dengan metode eksperimen untuk meningkatkan prestasi belajar dan kerja ilmiah siswa pada pelajaran fisika kelas VIII-A SMP Dharma Wanita Brawijaya Malang / Anita Widhiastuti

 

ABSTRAK Mahmudah, Tsaniatul.2009. “Usaha Pengembangan kompetensi pedagogik dan kompetensi Profesional Guru SMK Jurusan Bisnis Manajemen Program Studi Akuntansi Di Kota dan Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Suparti, M.Pd (2) Sriyani Mentari, S.pd., M.M Kata Kunci: Usaha Pengembangan Pengembangan kompetensi pedagogik dan kompetensi Profesional Guru Guru merupakan komponen yang paling menentukan dalam sistem pendidikan secara keseluruhan, sehingga mereka harus mendapatkan perhatian yang utama. Guru juga sangat menentukan keberhasilan peserta didik terutama dalam kaitannyadalam proses belajar mengajar. Perbaikan kualitas pendidikan harus berpangkal dari guru dan berujung pada guru pula. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) serta peraturan pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) dinyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan persyaratan memiliki kualifikasi akademik minimal S1 atau Diploma IV yang relevan dan menguasai kompetensi sebagai agen pembelajaran. Sebagai agen pembelajaran seorang guru harus memiliki kompetensi profesional yang dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Program sertifikasi ini dapat ditempuh melalui portofolio dan PLPG Sertifikat guru merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu guru sehingga pembelajaran di sekolah juga akan berkualitas. Setelah mendapatkan sertifikat diharapkan guru yang lulus melalui portofolio maupun lulus PLPG terus mengembangkan profesinya. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilalukan di kota dan Kabupatan Malang.Teknik pengumpulan data melalui teknik dokumentasi dan wawancara. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif tentang usaha pengembangan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional yang lulus sertifikasi melalui portofoli dan lulus melalui PLPG Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Guru akuntansi yang lulus sertifikasi melalui PLPG telah mengembangkan penguasaan bahan ajar dengan membaca materi sebelum menyampaikannnya kepada siswa dengan menambah literatur lain ataupun dari internet Sedangkan guru akuntansi yang lulus sertifikasi melalui,portofolio kurang mengembangkan keprofesionalanya dengan membaca buku paket sebelum menyampaikannnya kepada siswa. Guru yang lulus sertifikasi melalui portofolio kurang mengembangkan pengelolaan program belajar sedangkan guru yang lulus melalui PLPG telah mengembangkan pengelolaan program belajar. Guru yang lulus sertifikasi melalui Portofolio dan melalui PLPG dalam pengembangan profesionalnya guru selalu menguasai kondisi kelas ketika pelajaran berlangsung. Guru yang lulus sertifikasi melalui portofolio dan melalui PLPG guru telah menggunakan metode yang tepat dalam proses belajar tetapi metode yang digunakan masih konvensional tanpa ada variasi metode yang lain sebagian guru melakukan evaluasi terhadap siswa mengarah keranah kognitif dan afektif tetapi untuk guru yang lulus sertifikasi melalui PLPG evaluasi terhadap siswa sudah mengarah ke tiga ranah. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan kepada guru akuntansi yang dinyatakan telah lulus sertifikasi melaui portofolio maupun PLPG untuk mempertakankan dan meningkatkan keprofesionalannya dalam dunia kependidikan.Sehingga tujuan sertifikasi guru untuk menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai guru pembelajaran dan meningkatkan tujuan tujuan pendidikan nasional dapat tercapai.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 |