Peningkatan kemampuan memahami isi bacaan melalui media gambar ilustrasi di kelas II SDN Sukorejo 03 Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan / Siti Fatimah

 

ABSTRAK Fatimah, Siti. 2010. Peningkatan Kemampuan Memahami Isi Bacaan Melalui Media Gambar Ilustrasi di Kelas II SDN Sukorejo 03 Kabupaten Pasuruan. Skripsi. Program Studi S1 PGSD. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah. Universitas Negeri Malang (UM). Pembimbing : (I) Drs. Rumidjan, M.Pd, (II) Drs. I Wayan Sutama, M.Pd Kata kunci : Peningkatan kemampuan memahami, isi bacaan, media gambar ilustrasi, sekolah dasar. Hasil pengamatan pada siswa kelas II SDN Sukorejo 03, ditemukan bahwa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia aspek membaca, belum terlaksana secara optimal. Siswa terlihat kurang berminat dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru, karena: 1) siswa belum memahami kosakata dalam bacaan. 2) siswa belum memahami kalimat dalam bacaan. 3) siswa belum memahami isi bacaan. Karena itu, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: 1) mendeskripsikan proses penggunaan media gambar ilustrasi untuk meningkatkan kemampuan memahami isi teks bacaan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa, 2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan memahami isi teks bacaan melalui media gambar ilustrasi dalam pembelajaran memahami isi bacaan siswa. Pemecahan masalah dilaksanakan melalui penelitian tindakan kelas (PTK) secara kolaboratif antara peneliti dan guru kelas II dengan menggunakan media gambar ilustrasi. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa Kelas II SDN Sukorejo 03 Kecamatan Sukorejo tahun pelajaran 2009-2010 yang berjumlah 23 siswa. Tehnik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan tes, observasi, dan wawancara. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisa secara deskriptif prosentase dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian siklus I dan II menunjukkan perubahan positif terhadap hasil belajar siswa. Penggunaan gambar ilustrasi dapat meningkatkan keaktifan siswa yang pada siklus I sebesar 66% menjadi 78% pada siklus II, atau meningkat 12%, meningkatkan kreatifitas siswa yang pada siklus I sebesar 60% menjadi 76% pada siklus II, atau meningkat 16%, meningkatkan minat belajar siswa yang pada siklus I sebesar 66% menjadi 88% pada siklus II, atau meningkat 22%, dan meningkatkan hasil belajar siswa yang pada siklus I nilai rata-rata kelasnya 68 menjadi 75 pada siklus II. Hasil tes pada akhir siklus II menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar klasikal sebesar 87% dari 70% pada siklus I dan mencapai angka ketuntasan klasikal yang ditetapkan (≥80%), karena itu penelitian tindakan kelas ini dinyatakan berhasil dan dihentikan pada siklus II. Guru disarankan untuk menerapkan dan mengembangkan penggunaan media gambar ilustrasi tersebut ke dalam kompetensi atau materi lain sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan sekolah masing-masing. Dalam penelitian tindakan kelas ini, masih ada 3 siswa yang belum mencapai ketuntasan individu (13%). Hal ini disarankan untuk dapat ditingkatkan oleh peneliti-peneliti lain dalam kegiatan serupa, sehingga hasil belajar yang dicapai bisa lebih baik.

Perkembangan komunitas Arab di Kota Gresik tahun 1830-1930 / Anis Sa'idah

 

Sa’idah, Anis. 2013. Perkembangan Komunitas Arab di Kota Gresik Tahun 1830-1930. Skripsi Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Abdul LatifBustami, M.Si, (II) NajibJauhari, S. Pd., M.Hum Kata Kunci: Gresik, Komunitas, dan Arab. Gresik merupakan salah satu kota pelabuhan tertua di Jawa Timur yang berperan penting dalam rute pelayaran dan aktifitas perdagangan antara Asia Barat Daya-Asia Tenggara-Asia Timur Raya. Posisinya yang strategis (sebagaipenghubungpedalamanJawa Tengah danJawaTimurdenganpesisirJawadanluarJawa, letaknyaaman di Selat Madura terlindungdaribadaidanombakbesarkarenaterhalangPulau Madura sertastrukturgeologitanah yang berbatu-batumenghambat proses pendangkalanpelabuhan) menjadikannya kota pelabuhan dan perdagangan yang banyak dikunjungi oleh pedagang asing termasuk pedagang Arab. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah; (1) Bagaimana proses terbentuknya komunitas Arab di Kota Gresik? (2) Bagaimana perkembangan komunitas Arab di Gresik tahun 1830-1930?. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan proses terbentuknya komunitas Arab di Kota Gresik dan (2) mendeskripsikan perkembangan komunitas Arab di Gresik tahun 1830-1930.Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari 4 langkah: (1) Heuristik: menemukan sumber. Sumber yang ditemukan ada dua; yaitu sumber sekunder, diantaranya Encyclopaedie Van Nederlandsch Indie&Woordenboek Van Nederlandsch Indie dan sumber Primer seperti RegeringsAlmanak, Memorie Van Overgave&Koran Almahdjar. (2) Sumber-sumbertersebutkemudian di kritik secara ekstern: keotentikannyadankritikIntern: isinya. (3) Interpretasi (analisisdansintesis).(4)Historiografi:tulis. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) komunitas Arab di kota Gresik terbentuk dari ramainya lalu lintas pelayaran dan aktifitas perdagangan di pelabuhan Gresik. Karena kondisi geografis memaksa pedagang arab untuk sementara menetap di pelabuhan Gresik menunggu komoditi dari wilayah lain sekaligus menunggu musim yang tepat untuk kembali ke asal atau berdagang ke tempat lain. (2) komunitas Arab di Gresik mengalami dua fese perkembangan. Tahun 1830-1890 adalah fase kejayaan karena pada fase ini terdapat beberapa kebijakan (Passenstelsel dan Wijkenstelsel) yang memaksa mereka untuk tinggal dalam satu wilayah dan di persulit untuk bersosialisai dengan komunitas lain. Selain itu ramainya pelabuhan Gresik, nyamannya wilayah mereka dibandingkan dengan tanah leluhur mereka (tandus dan penuh konflik) serta tradisi mereka (patrilinial dan pernikahan sesama etnis) menyebabkan jumlah mereka semakin banyak. Kemudian pada tahun 1890-1930 mengalami fase kemunduran karena kebijakan yang memaksa mereka tinggal dalam satu wilayah telah dihapuskan. Pelabuhan Gresik jadi sepi setelah pelabuhan Tanjung Perak selesai dibangun dan Mereka memilih pindah ketempat yang lebih layak dari kampung arab Gresik yang infrastrukturnya tidak lagi memadahi. Masih banyak yang bisa dibahas dari tema Arab, Kampung Arab dan Gresik atau etnis, kampung dan kota lainnya.

Study deskriptif tentang manajemen kelengkapan sarana dan prasarana bengkel teknik otomotif berdasarkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) di SMK Negeri 11 Malang / Faisol Khoufi Asshidiqi

 

Asshidiqi, Faisol Khoufi. 2014. Study Evaluasi Implementasi Manajemen Bengkel dan Kelengkapan Sarana dan Prasarana Bengkel Teknik Otomotif Berdasarkan Badan Standar Nasional Penidikan (BSNP)di SMK Negeri 11 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Drs.Ir. Mustaman, M.Pd. (2)Drs. H. Agus Sholah, M.Pd Kata Kunci: menejemen bengkel, kelengkapan sarana dan prasarana Pentingnya sarana dan prasarana dalam bidang pendidikan sebagai alat penunjang keberhasilan pembelajaran, maka dari itu perlu adanya menejemen sarana dan prasarana. Dimana menejemen tersebut bersangkutan dengan berbagai sub dari menejemen sarana dan prasarana yaitu mengenai perencanaan, pengorganisasian, pergerakan dan pengendalian. Selain itu juga adanya kelengkapan sarana dan prasarana yang sangat menunjang untuk kelanjaran pembelajaran. SMK Negeri 11 Malang adalah SMK yang alih fungsi dari SMA Negeri 11 Malang, pada tanggal 1 mei 2007 ditetapkan untuk menempati gedung SMA yang beralamat di Jalan Plabuhan Bakahuni No. 1 Kelurahan Bakalan Krajan Kecamatan Sukun Kota Malang. Sejak berdirinya SMK ini sampai saat ini termasuk SMK dalam tahap pengembangan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan di SMK Negeri 11 Malang. Responden yang digunakan sebanyak 5 responden dengan menggunakan proses pengumpulan data. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrument penelitian berupa angket yang berisi 22 buah butir pertanyaan dengan 4 jawaban opsi, dan ada pula yang berupa dokumentasi, wawancara dan observasi. Sebelum instrument digunanan perlu dilakukan pengujian instrument terlebih dahulu. Hasil penelitian di SMK Negeri 11 Malang Jurusan Teknik Mekanik Otomotif diperoleh (1) persentase menejemen perencanaan sarana dan prasarana bengkel mekanik otomotif di SMKN 11 Malang yaitu selalu melakukan 42.85%, sering melakukan 34.28%, kadang melakukan 22.85% dan 0% tidak melakukan, maka dapat ditarik kesimpulan di bengkel mekanik otomotif SMKN 11 Malang sering melakukan manajemen perencanaan sarana dan prasarana dan tergolong cukup sesuai; (2) persentase manajemen pengorganisasian sarana dan prasarana bengkel mekanik otomotif di SMKN 11 Malang yaitu selalu melakukan 50%, sering melakukan 30%, kadang melakukan 20%, dan 0% tidak melakukan maka dapat ditarik kesimpulan di bengkel mekanik otomotif di SMKN 11 Malang sering melakukan manajemen pengorganisasian sarana dan prasarana dan tergolong sangat sesuai. (3) Persentase manajemen pergerakan sarana dan prasarana bengkel mekanik otomotif di SMKN 11 Malang yaitu selalu melakukan 40%, sering melakukan 36%, kadang melakukan 24%, dan 0% tidak melakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa di bengkel mekanik otomotif SMKN 7 Surabaya adalah sering melakukan manajemen pergerakan sarana dan prasarana dan tergolong sesuai. (4) Persentase manajemen pengendalian sarana dan prasarana bengkel mekanik otomotif di SMKN 11 Malang secara garis besar rata-rata selalu melakukan 50%, sering melakukan 30%, kadang melakukan 20%, dan 0% tidak melakukan maka di bengkel mekanik otomotif di SMKN 7 Surabaya sering melakukan manajemen pengendalian sarana dan prasarana dan tergolong sangat sesuai. Kelengkapan sarana prasarana bengkel mekanik otomotif SMK Negeri 11 Malang yang bersangkutan dengan kelangkapan alat untuk menunjang kegiatan praktikum otomotif. Kelangkapan sarana prasarana terdapat tiga jenis kelengkapan alat yaitu kelengkapan area kerja mesin otomotif, area kerja kelistrikan, serta area kerja chasis dan pemindah tenaga, dari ketiga kelengkapan sarana prasarana tersebut ada beberapa yang masih belum sesuai dengan standar BSNP. (1) Kelengkapan sarana prasarana area kerja mesin otomotif SMK Negeri 11 Malang terdapat 26 jenis alat penunjang praktikum mesin otomotif, dari 26 jenis alat tersebut yang belum memenuhi standar BSNP terdapat 18 jenis alat. (2) Kelengkapan sarana prasarana pada tune-up mesin otomotif SMK Negeri 11 Malang terdapat 55 jenis alat yang digunakan untuk penunjang praktikum tune-up mesin, namun ada beberapa jumlah alat yang masih belum memenuhi standar dari BSNP. (3) Kelengkapan sarana prasarana area kerja kelistrikan body otomotif SMK Negeri 11 Malang terdapat 9 jenis alat untuk penunjang kerja praktikum kelistikan body otomotif. (4) Kelengkapan sarana prasarana area kerja chasis dan sistem pemindah tenaga otomotif SMK Negeri 11 Malang terdapat 11 jenis alat yang digunakan untuk penunjang praktikum chasis dan sistem pemindah tenaga, dari 11 jenis alat tersebut terdapat 8 jenis alat yang masih belum sesuai dengan standar BSNP.

Pengembangan media mobile learning sebagai sarana pembelajaran signal-signal wasit futsal untuk peserta ekstrakurikuler futsal di SMK se-kabupaten Blitar / Suharno

 

Suharno. 2014. Pengembangan Media Mobile Learning Sebagai Sarana Pembelajaran Signal-signal Wasit Futsal Untuk Peserta Ekstrakurikuler di SMK Sekabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes. (II) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: pengembangan, signal wasit futsal, mobile learning. Olahraga merupakan kegiatan yang dilakukan untuk melatih tubuh seseorang, futsal merupakan salah satunya. Futsal adalah permainan yang beranggotakan 5 pemain disetiap tim, dalam permainan futsal terdapat signal wasit yang digunakan untuk memberikan kode peraturan yang digunakan oleh wasit. Berdasarkan penyebaran angket yang dilakukan peneliti terhadap peserta ekstrakurikuler futsal di SMK Se-Kabupaten Blitar pada tanggal 14 Juli 2014 diperoleh hasil 100% peserta ekstrakurikuler ingin mengerti signal wasit futsal. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membuat media pembelajaran mobile learning tentang signal wasit futsal untuk peserta ekstrakurikuler di SMK Se-Kabupaten Blitar agar dapat menambah pengetahuan tentang signal wasit futsal dan digunakan sebagai sumber belajar dalam kegiatan ekstrakurikuler. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model pengembangan dari Borg and Gall dan disederhanakan menjadi 7 langkah, langkah-langkah tersebut adalah: (1) Melakukan Analisis produk yang akan dikembangkan (2) Mengembangkan produk awal (3) Validasi ahli (4) Uji coba kelompok kecil (5) Revisi produk (6) Uji coba kelompok besar (7) Revisi produk berdasarkan uji coba lapangan. Instrumen yang digunakan adalah berupa angket berisi tentang rancangan produk yang telah dibuat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif berupa persentase. Buku digital ini dikembangkan melalui saran dan evaluasi para ahli, yaitu ahli kepelatihan futsal, ahli perwasitan futsal dan ahli media pembelajaran. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa pengembangan mobile learning tentang signal- signal wasit futsal di SMK Sekabupaten Blitar layak dan bisa digunakan oleh peserta dan pelatih ekstrakurikuler futsal di SMK Se-Kabupaten Blitar. Ahli kepelatihan, ahli perwasitan futsal serta ahli media pembelajaran menyatakan produk pengembangan ini layak dan menarik untuk diberikan untuk peserta dan pelatih ekstrakurikuler di SMK Se-Kabupaten Blitar. Dari hasil uji coba kelompok kecil adalah 87% menyatakan bahwa produk mudah dipahami, produk sangat menarik dan peserta sangat terbantu dengan produk pengembangan mobile lerarnig, hasil uji coba kelompok besar adalah 86% menyatakan bahwa produk mudah dipahami, sangat menarik dan sangat bermanfaat. Berdasarkan hasil pengembangan media pembelajaran mobile learning signal wasit futsal ini dapat dijadikan salah satu alternatif sumber belajar. Selain itu, produk pembelajaran buku digital ini perlu adanya inovatif pelatih ekstrakurikuler ataupun pihak lain agar proses latihan lebih menarik dan variasi, sehingga proses latihan dapat berjalan dengan lancar.

Penerapan pembelajaran interaktif menggunakan multimedia pada mata diklat menyusun RAB konstruksi untuk meningkatkan hasil belajar siswa XI TGB SMKN Winongan Kabupaten Pasuruan / Raditya Aji Purwandaru

 

Purwandaru, Raditya Aji. 2014. Penerapan Pembelajaran Interaktif menggunakan Multimedia pada mata diklat Menyusun RAB Konstruksi untuk meningkatkan hasil belajar siswa XI TGB SMKN Winongan Kab.Pasuruan. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Made Wena, M.Pd., M.T. (II) Drs. Sutrisno, S.T., M.Pd. Kata Kunci: Pembelajaran Interaktif, Multimedia, Hasil Belajar Siswa    Banyak faktor yang mempengaruhi proses kegiatan belajar-mengajar (KBM), baik dari peserta didik maupun dari faktor-faktor lain seperti pengajar, fasilitas, serta media pendidikan. Guru sebagai faktor utama dalam mencapai keberhasilan pembelajaran seringkali menggunakan metode konvensional pada saat proses mengajar. Kondisi tersebut membuat siswa sering mengalami kejenuhan saat mengikuti kegiatan proses belajar-mengajar, hal ini berimplikasi pada menurunnya semangat dan motivasi belajar siswa.     Guna menanggulangi hal tersebut diperlukan metode pembelajaran dan media yang mampu menciptakan suasana belajar yang aktif dan komunikatif. Salah satunya adalah penerapan pembelajaran interaktif menggunakan multimedia. Dengan diterapkannya pembelajaran ini diharapkan hasil belajar siswa meningkat.     Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui penerapan pembelajaran interaktif menggunakan multimedia pada mata diklat Menyusun RAB Konstruksi pada siswa XI TGB SMKN Winongan Kabupaten Pasuruan; (2) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa XI TGB SMKN Winongan Kabupaten Pasuruan setelah diterapkannya model pembelajaran interaktif menggunakan multimedia.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran interaktif menggunakan multimedia pada mata diklat Menyusun RAB Konstruksi pada siswa XI TGB SMKN Winongan Kabupaten Pasuruan dilakukan dengan 5 tahapan yaitu (1) tahap pengantar, yaitu mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran, dan memberi motivasi dan semangat pada siswa, (2) aktifitas dan pemecahan masalah, yaitu membagi kelompok belajar, menyampaiakan materi menggunakan multimedia pembelajaran, dan memberikan soal setiap kelompok (3) saling membagi dan diskusi, yaitu membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mengerjakan, (4) tahap meringkas, yaitu perwakilan kelompok maju didepan kelas untuk menulis hasil diskusinya, (5) Refleksi dan Penilaian, yaitu memberi kesempatan siswa untuk bertanya, dan memberikan post test untuk melihat hasil belajar siswa.     Hasil pembelajaran interaktif menggunakan multimedia mengalami peningkatan pada hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari data awal nilai prosentase ketuntasan siswa diketahui sebesar 48,00%. Pada siklus I diperoleh prosentase kelulusan siswa sebesar 61,54% dan pada siklus II cenderung menurun menjadi 59,26%. Dari hasil tes teresebut nilai prosentase siswa meningkat dari data awal ke siklus I dan menurun di siklus II dan mengalami peningkatan kembali pada akhir siklus yaitu siklus III sebesar 73,08%.

Pengaruh rasio arus kas operasi dan return on asset terhadap dividend payout ratio (studi pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2012-2013) / Ratna Ayu Kusumaningtyas

 

Kusumaningtyas, Ratna Ayu. 2014. Pengaruh Rasio Arus Kas Operasi dan Return on Asset terhadap Dividend Payout Ratio (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di BEI Periode 2012—2013). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Yuli Soesetio, S.E., M.M. (II) Hj. Fadia Zen S.E., M.M. Kata Kunci: Rasio Arus Kas Operasi, Return On Asset, Dividend Payout Ratio. Perusahaan manufaktur merupakan jenis perusahaan yang terbanyak melakukan go public di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan yang go public, dalam pengelolaannya memisahkan antara fungsi pengelolaan perusahaan (manajemen) dengan fungsi kepemilikan (shareholders). Adanya pemisahan tersebut berpotensi menimbulkan agency problem. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu biaya yaitu agency cost. Agency cost dapat dikurangi dengan suatu mekanisme yaitu kebijakan dividen. Kebijakan dividen dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya likuiditas yang diproksikan dengan rasio arus kas operasi dan tingkat laba yang diproksikan dengan ROA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh antara rasio arus kas operasi dan return on asset terhadap dividend payout ratio. Populasi penelitian ini meliputi semua perusahaan manufaktur yang terdaftar selama periode 2012—2013 di Bursar Efek Indonesia. Sampel yang diambil 27 perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2012—2013 dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rasio arus kas operasi tidak berpengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio pada perusahaan manufaktur periode 2012—2013. Sedangkan Return on asset berpengaruh positif signifikan terhadap dividend payout ratio pada perusahaan manufaktur periode 2012—2013. Saran bagi perusahaan yang ingin menyejahterakan pemegang saham dan diminati oleh para investor melalui nilai DPR yang dimiliki maka sebaiknya perusahaan harus lebih memperhatikan Return on Asset (ROA). Bagi investor, pada saat pengambilan keputusan investasi sebaiknya investor memperhatikan kinerja keuangan perusahaan, sebab dalam penelitian ini terbukti kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba berpengaruh terhadap kebijakan dividen perusahaan itu sendiri. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan mengembangkan variabel independen yang digunakan. Selain itu, sebaiknya dapat menggunakan sampel lain agar tidak hanya terfokus pada perusahaan manufaktur saja.

Hubungan konsep diri dan kemandirian belajar dengan prestasi belajar mata pelajaran Pengetahuan Dasar Teknik Mesin (PDTM) siswa kelas X Program Teknik Pemesinan SMK Teknologi Nasional Malang / Achmad Hidayatullah

 

Hidayatullah, Achmad. 2014. Hubungan Konsep Diri dan Kemandirian Belajar terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Pengetahuan Dasar Teknik Mesin Siswa Kelas X SMK Teknologi Nasional Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Tuwoso, M.P.; (II) Didik Nurhadi S.Pd.,M.Pd. Kata Kunci: konsep diri, kemandirian belajar, prestasi belajar    Konsep diri dan kemandirian belajar merupakan dua diantara banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Untuk mengetahui konsep diri, kemandirian belajar dan prestasi belajar mata pelajaran Pengetahuan Dasar Teknik Mesin (PDTM) bagi siswa SMK Teknologi Nasional Malang serta hubungan antara variabel tersebut, maka dilakukan penelitian ini.    Adapun tujuan khusus penelitian ini adalah (1) mengetahui konsep diri siswa kelas X SMK Teknologi Nasional Malang; (2) kualifikasi kemandirian belajar siswa kelas X SMK Teknologi Nasional Malang; (3) mengetahui kualifikasi prestasi belajar siswa kelas X SMK Teknologi Nasional Malang; (4) menjelaskan hubungan konsep diri dengan prestasi belajar Mata Pelajaran PDTM siswa kelas X SMK Teknologi Nasional Malang; (5) menjelaskan hubungan kemandirian belajar dengan prestasi belajar mata pelajaran PDTM siswa kelas X SMK Teknologi Nasional Malang; (6) menjelaskan hubungan konsep diri dan kemandirian belajar dengan prestasi belajar mata pelajaran PDTM siswa kelas X SMK Teknologi Nasional Malang.    Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X Teknik Pemesinan SMK Nasional Malang semester ganjil tahun ajaran 2012/2013. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan analisis deskriptif untuk mendeskripsikan kualifikasi konsep diri, kemandirian belajar dan prestasi belajar. Analisis korelasi ganda digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara konsep diri dan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar.    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kualifikasi konsep diri siswa kelas X SMK Teknologi Nasional sebanyak 73,61% tergolong kategori baik; (2) kemandirian belajar yang dimiliki siswa sebanyak 54,16% tergolong kategori cukup; (3) prestasi belajar mata pelajaran pengukuran yang dimiliki sebanyak 77,77% tergolong kategori baik; (4) hubungan konsep diri dengan prestasi belajar Mata Pelajaran PDTM berpengaruh signifikan sebesar 20,7%; (5) hubungan kemandirian belajar dengan prestasi belajar mata pelajaran PDTM berpengaruh signifikan sebesar 58,6%. Analisis korelasi ganda berpedoman pada tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil dari () pada taraf kepercayaan 95% (taraf signifikansi 0,05) konsep diri dan kemandirian belajar dengan prestasi belajar mata pelajaran PDTM bagi siswa SMK Teknologi Nasional Malang; (6) hubungan konsep diri dan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran PDTM bagi siswa kelas X SMK Teknologi Nasional Malang sebesar 58,3%, sedangkan sisanya sebesar 41,7% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.    Saran berdasarkan temuan penelitian ditunjukkan (1) bagi siswa, supaya lebih meningkatkan konsep diri dan kemandirian belajar sehingga prestasi belajarnya dapat meningkat; (2) bagi guru, supaya memberikan motivasi untuk meningkatkan konsep diri siswa dan kesadaran siswa dalam mempelajari mata diklat teori khususnya mata diklat pengetahuan dasar teknik mesin.

Problematika pembelajaran membaca di kelas II SDN Bringin 02 Kecamatan Wajak Kabupaten Malang / Sabana Nur Azizah

 

Kata Kunci : Problematika, Pembelajaran Membaca Pemahaman Problematika / masalah adalah hal yang masih menimbulkan masalah, hal yang masih belum dapat dipecahkan, permasalahan. Problematika dapat diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi, antara teori dan praktik, antara aturan dengan pelaksanaan, antara rencana dengan pelaksanaan. Membaca adalah sebuah proses yang kompleks dan rumit, maksudnya dalam proses membaca terlibat berbagai factor internal dan factor eksternal pembaca. Hal tersebut sejalan dengan ungkapan bahwa membaca merupakan proses berpikir ketika seseorang sedang membaca maka seseorang tersebut akan mengenali kata yang memerlukan interpresi dari simbol-simbol grafis. Membaca juga dapat diartikan sebagai suatu proses untuk memahami yang tersirat dalam yang tersurat, yakni memahami makna yang terkandung di dalam kata-kata yang tertulis. Membaca pemahaman adalah membaca yang memiliki tujuan memahami isi bacaan yang dibaca. Membaca pemahaman biasanya dilakukan dengan membaca dalam hati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui problematika pada proses pembelajaran membaca yang dilaksanakan di Kelas II. Dalam pembelajaran membaca pemahaman suatu teks, siswa tidak hanya semata-mata memahami makna kata-kata dan kalimat dalam suatu teks saja, tetapi juga pemanfaatan pengetahuan pembaca yang berhubungan dengan teks tersebut untuk diterapkan ke dalam kegiatan sehari-hari.

Penerapan model pembelajaran kooperatif investigasi kelompok dengan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS (studi pada siswa kelas VIII H SMP Negeri 01 Batu) / Nur Laila

 

ABSTRAK Laila, Nur. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Investigasi Kelompokdengan PendekatanKontekstualuntuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPS (Penelitian Tindakan Kelas pada Kelas VIII H SMP Negeri 01 Batu). Tesis. Jurusan Pendidikan Dasar, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., (II) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd. Kata Kunci: Motivasi belajar, hasil belajar IPS, investigasi kelompok, pendekatankontekstual. Hasil observasi pelaksanaan pembelajaran IPS pada siswa kelas VIII H SMP Negeri 01 Batu memperlihatkan bahwa pembelajaran masih berpusat pada guru sedangkan siswa cenderung pasif, motivasi belajar siswa rendah ditunjukkan: (1) guru mendapat kesulitan waktu mengajak siswa untuk berani menjawab pertanyaan, mengajukan pertanyaan, mengemukakan pendapat dan mengomentari pendapat temannya, (2) siswa kurang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran dan kurang mengembangkan kreativitasnya, dan (3) siswa dalam menerima materi pelajaran cenderung mendengarkan, mengingat dan menghafal. Kondisi seperti itu dapat mempengaruhi kelancaran proses pembelajaran di kelas, yang berdampak pada hasil belajar siswa rendah.Hal tersebut ditunjukkan dari 32 orang siswa kelas VIII H yang mengikuti ulangan, terdapat 21 orang siswa (65,63%) mencapai nilai di atas KKM dan terdapat 11 orang siswa (34,38%) yang belum mencapai KKM dengan nilai rata-rata kelas sebesar 79,34. Untuk itu, perlu dirancang sebuah pembelajaran yang dapat mengatasi permasalahan dengan penerapan model pembelajaran investigasi dengan pendekatan kontekstual, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Peneliti sebagai partisipan penuh dengan dibantu 2 guru IPS sebagai observer. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas VIII H SMP Negeri 01 Batu yang berjumlah 32 orang siswa yang terdiri atas 14 orang laki-laki dan 18 orang perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan teknik observasi, tes, wawancara, angket motivasi dan dokumentasi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat pertemuan tatap muka di kelas dan satu kali kegiatan investigasi kelompok yang dilakukan di luar jam pembelajaran di sekolah. Persentase keterlaksanaan model pembelajaran oleh guru pada siklus I diperoleh 84% dengan kriteria baikdan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 96% dengan kriteria sangat baikmengalami peningkatan 12%. Sedangkan persentase keterlaksanaan model pembelajaran oleh siswa mengalami peningkatan sebesar 16% yakni pada siklus I sebesar 77% dengan kriteria baik dan pada siklus II sebesar 93% dengan sangat baik. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yang dapat dilihat pada persentase ketuntasan klasikal yaitu pada siklus I mencapai 81,25%dan siklus II mencapai 93,75%mengalami peningkatan sebesar 12,5%.Motivasi belajar siswajuga mengalami peningkatanyang dapat dilihat pada siklus I mencapai 77% menjadi 94% pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 17 %, dan berdasarkan wawancara dengan siswa kelas VIII H SMP Negeri 01 Batu hasilnya siswa memberikan jawaban baik atau senang menggunakan model pembelajaran tersebut. Saran yang diberikan adalah (1) model pembelajaran investigasi kelompok selain dapat meningkatkan hasil belajar siswa, juga mampu menumbuhkan keberanian siswa mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, dan memberikan tanggapan terhadap jawaban atau pendapat yang disampaikan siswa lain. (2) Guru harus menguasai sintak model pembelajaran investigasi kelompok. (3) Hendaknya guru lebih kreatif dan inovatif serta mampu menjadi konselor bagi siswanya dan memahami karakteristik siswa sehingga kesulitan belajar siswa dapat diatasi. (4) Kepala sekolah hendaknya dapat mendorong guru untuk menerapkan berbagai model pembelajaran kooperatif karena dapat memacu siswa untuk saling memotivasi siswa dalam belajar. (5) Bagi Dinas Pendidikan hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam pembinaan peningkatan mutu sekolah dan peningkatan profesionalisme guru dengan penerapan model pembelajaran yang efektif dan inovatif. (6) Bagi peneliti berikutnya hasil penelitian ini hendaknya dapat dijadikan referensi untuk melakukan penelitian lanjutan diwaktu yang akan datang, dengan mengembangkan aspek-aspek motivasi yang lain.

Pengaruh pendekatan kominikatif terhadap keterampilan bercerita pada siswa kelas III SDn Percobaan 1 Malang / Rizky Fahrul Ulum

 

Kata kunci: pendekatan komunikatif, bercerita, siswa sekolah dasar Bercerita merupakan salah satu keterampilan berbicara yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada orang lain (Tarigan, 1981:35). Hal tersebut karena bercerita termasuk dalam situasi informatif yang ingin membuat pengertian-pengertian atau makna-makna yang menjadi jelas. Sedangkan menurut Majid (2008:8), bercerita berarti menyampaikan cerita kepada pendengar atau membacakan cerita bagi mereka. Cerita merupakan salah satu bentuk dari seni sastra yang bisa dibaca atau didengar. Sebagai salah satu bentuk kesenian, maka cerita memiliki keindahan dan dapat dinikmati. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui hasil belajar keterampilan bercerita dengan menggunakan pendekatan komunikatif pada siswa kelas III SDN Percobaan 1 Malang, dan (2) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pendekatan komunikatif terhadap keterampilan bercerita pada siswa kelas III SDN Percobaan 1 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswa kelas III SDN Percobaan 1 Malang yang berjumlah 82 anak dan semuanya diteliti, sehingga disebut sampel total. Data dikumpulkan menggunakan tes bercerita. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan bantuan program SPSS (Statistical Package for the Scientist)16.0 for Windows yang dianalisis menggunakan uji t-tes, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, uji homogenitas dan uji kesamaan dua rata-rata. Dari hasil penelitian diketahui bahwa nilai postes rata-rata keterampilan bercerita pada siswa kelas eksperimen adalah 80,95, sedangkan nilai postes rata-rata keterampilan bercerita pada siswa kelas kontrol adalah 72,80. Berdasarkan nilai rata-rata postes bercerita kelas eksperimen dengan menggunakan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran lebih tinggi daripada nilai rata-rata postes bercerita kelas kontrol yang tidak menggunakan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran. Dari data gain score diperoleh nilai gain score tertinggi pada kelas kontrol 41, nilai terendah 0, dan rata-rata kelasnya 10,68. Sedangkan nilai gain score tertinggi pada kelas eksperimen 46, nilai terendah 0, dan rata-rata kelasnya 16,48. Berdasarkan analisis data penelitian dengan uji-t gian score, pengujian hipotesis yang didapat adalah sebagai berikut.Hasil thitung adalah 2,454, sedangkan ttabel (80) dengan taraf signifikansi 0,05 sebesar 1,990. Dari data tersebut diketahui thitung lebih besar daripada t tabel (2,454 > 1,990). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan pendekatan komunikatif terhadap kemampuan keterampilan bercerita pada siswa kelas III SDN Percobaan 1 Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini, dikemukakan saran sebagai berikut: Pertama, hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi sebagai pertimbangan pengembangan pembelajaran di sekolah dasar. Pendekatan komunikatif akan melatih siswa untuk berinteraksi yang baik antar sesama siswa sehingga akan mendorong siswa untuk lebih berani dalam menceritakan pengalaman pribadinya. Kedua, bagi peneliti yang lain, penelitian ini dapat dijadikan pijakan untuk penelitian selanjutnya dengan mengembangkan desain dan objek penelitian secara lebih luas dan berwarna dalam pembelajaran bercerita. Dengan demikian, siswa lebih tertarik dan mampu mengembangkan kemampuan bercerita yang lebih baik.

Permasalahan dan solusi kredit macet dalam upaya kelancaran penyaluran kredit pada bank perkreditan rakyat (studi kasus pada PT. BPR Gunung Ringgit Malang) / Tutus Wulandari

 

Wulandari, Tutus. 2014. Permasalahan dan Solusi Kredit Macet dalam Upaya Peningkatan Penyaluran Kredit pada Bank Perkreditan Rakyat (Studi Kasus PT. BPR Gunung Ringgit). Skripsi, Program Studi SI Ekonomi dan Studi Pembangunan, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Achmad Ali Wafa, M.Pd, (2) Drs. Prih Hardinto, M.Si. Kata Kunci : Kredit Macet, Solusi, Penyaluran Kredit Perbankan merupakan salah satu penopang pembangunan ekonomi yang sangat berpengaruh bagi suatu negara. Permasalahan yang dihadapi perbankan yang sangat dominan yaitu terletak pada penyaluran kredit yang bisa menyebabkan kredit macet mengingat tugas utama perbankan yaitu sebagai media intermediasi. Semakin menurun kualitas kredit maka akan semakin buruk dampak yang ditimbulkannya. Penelitian ini dilaksanakan untuk tujuan mendeskripsikan beberapa hal, penyebab terjadinya kredit macet dan faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam pemberian kredit, sehingga mampu menghambat gejala kredit macet sebagaimana yang terjadi dibeberapa sektor penyaluran kredit di BPR. Terdapat beberapa sektor yang mengalami kredit macet sehingga menyebabkan penurunan kualitas kredit. Hal itulah yang dialami oleh BPR Gunung Ringgit. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan solusi dalam upaya menekan kredit macet guna meningkatkan kualitas kredit yang sehat. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif, dengan analisis data berupa pendekatan kualitatif. Metode ini bertujuan untuk mendeskripsikan keadaan obyek penelitian pada saat kondisi sekarang berdasarkan fakta yang ada dan tambahan kajian pustaka serta melakukan wawancara yang mendalam sebagai prosedur pengumpulan data. Dari hasil penelitian ini didapatkan antara tahun 2011-2013 sektor yang paling mendominasi terjadinya kredit macet adalah sektor perdagangan dan pertanian. Masalah ini diakibatkan oleh faktor internal dan eksternal. Diantaranya dari segi internal yaitu sistem pengawasan lemah dan analisis kredit yang kurang teliti. Selanjutnya dari segi eksternal yaitu pada sisi perdagangan diakibatkan karena gagalnya usaha debitur yang telah dijalankan atau pendapatan laba yang tidak sesuai dengan harapan debitur dari hasil usahanya. Sedangkan dari sisi pertanian diakibatkan karena gagal panen dan terjadi bencana alam. Dari semua permasalahan tersebut sangat mempengaruhi kualitas kredit suatu bank sehingga menyebabkan kerugian pada bank. Solusi yang dilakukan oleh PT. BPR Gunung Ringgit yaitu dengan memaksimalkan kinerja analisis kredit serta melakukan pengawasan dengan teliti, melakukan prinsip-prinsip yang telah ditentukan oleh bank, melakukan pembinaan, dan melakukan penyelamatan kredit.

Penggunaan media papan magnetik untuk meningkatkan penguasaan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat siswa kelas IV SDN Pungging, Pasuruan / Lilik Churiyati

 

ABSTRAK Churiyati, Lilik. 2010. Penggunaan Media Papan Magnetik untuk Meningkatkan Penguasaan Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Siswa Kelas IV SDN Pungging, Tutur, Pasuruan. Skripsi jurusan KSDP Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Sutrisno, S. Pd. M. Pd. (II) Drs. Tomas Iriyanto, S. Pd. M. Pd. Kata kunci: penjumlahan dan pengurangan papan magnetik, penguasaan siswa, bilangan bulat. Penelitian ini berlatar belakang adanya kualitas praktik pembelajaran di kelas IV SDN Pungging yang relatif rendah. Kurang aktifnya siswa dalam proses pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat disebabkan guru kurang kreatif dalam penggunaan media pembelajaran pada penanaman penguasaan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Keaktifan siswa dalam belajar masih rendah, siswa-siswa kurang kreatif, kurang menyenangkan, dan pemahaman terhadap penguasaan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat juga relaitf rendah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penggunaan media papan magnetik yang dapat meningkatkan penguasaan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat pada siswa kelas IV SDN Pungging Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan. (2) Mendeskripsikan peningkatan penguasaan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat pada siswa kelas IV SDN Pungging Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan setelah diterapkan media papan magnetik. Untuk mencapai tujuan di atas, penelitian ini dilakukan dengan rancangan penelitian kelas (PTK) yang dilakukan melalui 4 tahap: mulai dari tahap proses identifikasi masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Tehnik pengambilan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Analisis data ketuntasan individu mencapai skor 65% atau nilai 65, dan kelas disebut tuntas belajar bila di kelas tersebut terdapat 85% yang telah mencapai daya serap lebih dari atau sama dengan 85. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar matematika setelah mendapat pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan menggunakan media papan magnetik. Peningkatan ini dilihat dari partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran dan hasil belajar yang ditunjukkan oleh skor hasil tes. Pertemuan pada siklus I nilai rata-rata 6,61dengan prosentase 61,11% dan nilai rata-rata pada siklus II yaitu 8,11 dengan prosentase 88,88%. peningkatan nilai yang diperoleh siswa secara klasikal menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan minimal belajar sesuai dengan apa yang diharapkan yaitu 85%. Berdasarkan hasil penelitian ini, pembelajaran dengan menggunakan media papan magnetik dapat dipertimbangkan sebagai alternatif media pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Hasil ketuntasan belajar siswa mencapai 88,8% di atas ketentuan yang ditetapkan yaitu 85%. Hasil penelitian ini sangat dimungkinkan dapat diterapkan di kelas IV sekolah lain jika kondisinya relatif sama atau mirip dengan sekolah yang menjadi latar penelitian ini.

Pengaruh atribut produk terhadap kepuasan konsumen pada sepatu Converse (studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Manajemen angkatan 2012 Universitas Negeri Malang) / Anditha Novananthasa

 

Novananthasa, Anditha. 2014. PengaruhAtributProdukterhadapKepuasanKonsumen (StudiPadaMahasiswaFakultasEkonomiManajemenAngkatan 2012 UniversitasNegeri Malang).Skripsi, JurusanManajemen, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mohammad Hari, M.Si (II) TitisShintaDewi S.P, M.M. Kata Kunci :AtributProduk, KepuasanKonsumen Dewasainiperhatianterhadapkepuasanmaupunketidakpuasanpelanggantelahsemakinbesar.Semakinbanyakpihak yang menaruhperhatianterhadaphalini.Pihak yang paling banyakberhubunganlangsungdengankepuasan/ketidakpuasanadalahpemasar, konsumen, konsumerisdanpenelitiperilakukonsumen.AtributProdukadalahciri-ciri yang melekatdanterdapatpadasepatuConverse.Atributprodukinimeliputimerek, harga, kualitas, desaindankemasan. PenelitianinidilaksanakandengantujuanuntukmengetahuiadakahpengaruhdariatributprodukterhadapkepuasankonsumensepatuConversebaiksecaraparsialmaupunsimultan. Penelitianinimenggunakanrancanganpenelitiankuantitatif.Namunpada proses pengerjaannyadiawalidenganpengumpulan data secarakualitatifuntukselanjutnyadilakukanpengolahan data denganmemberikanskorpadatiapjawaban yang diberikanolehresponden, sehinggamenghasilkan data kuantitatif. Populasipadapenelitianiniadalahmahasiswa FE ManajemenAngkatan 2012 UM sejumlah 108 orang.Teknikpengambilansampelpadapenelitianinimenggunakansimple random samplingdenganjumlahsampelsebanyak 52 orang. Sebelummenyebarinstrumenpenelitian, dilakukanujivaliditasdanreabilitasuntukmengetahuiapakahinstrumen yang akandisebarkerespondentersebut valid danrealibelterhadapvariabel yang diteliti. Teknikanalisis data yang digunakanadalahanalisisregresiberganda yang akanmengujihipotesis yang menunjukkanadanyapengaruhsecaraparsialmaupunsimultanantaravariabelbebasyaituvariabelatributproduk (merek, harga, kualitas, desaindankemasan) terhadapvariabelterikatyaitukepuasankonsumen. Hasildaripenelitianditemukanadanyapengaruhsecaraparsialantara (1) merekterhadapkepuasankonsumen, (2) hargaterhadapkepuasankonsumen, (3) kualitasterhadapkepuasankonsumen, (4) desainterhadapkepuasankonsumen. (5) kemasanterhadapkepuasankonsumen. Dan ditemukanjugapengaruhsecarasimultanantaraatributpridukterhadapkepuasankonsumen. Kesimpulandaripenelitianiniadalahadanyapengaruhbaiksecaraparsialmaupunsimultandariatributprodukterhadapkepuasankosnumen.Dan variabel yang paling dominanpengaruhnyadalammempengaruhikepuasankonsumenadalahvariabelkemasan.

Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen (studi kasus pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung) / Kalista Istifadah

 

ABSTRAK Istifadah, Kalista. 2009. Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Konsumen (Studi Pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung ). Skripsi, Jurusan Manajemen Program Studi Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Supriyanto, M.M. (II) Rachmad Hidayat, S.Pd. Kata kunci: Kualitas Pelayanan, Kepuasan Konsumen Seiring semakin berkembangnya pertumbuhan informasi dan teknologi, semakin mendorong pertumbuhan usaha di sektor jasa. Bisnis sektor jasa sangat berpengaruh dalam kehidupan kita, hal ini dapat terlihat dalam kehidupan sehari-hari yang sangat membutuhkan dan bergantung pada berbagai jenis pelayanan jasa. Dengan kondisi persaingan yang semakin ketat dan pesat saat ini, hanya badan usaha yang beroperasi secara efektif dan efisien diandingkan dengan para pesaingnya yang akan tetap bertahan, jika tidak maka badan usahanya atau perusahaannya akan mengalami kegagalan atau kemunduran. Dimensi kualitas jasa digunakan perusahaan sebagai kerangka perencanaan strategis dan analisis tentang kualitas jasa yang ditawarkan kepada konsumen terhadap jasa yang ditawarkan perusahaan tersebut. Dalam Hal ini meliputi: bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati. Kelima dimensi kualitas pelayanan tersebut memiliki peranan penting dalam membentuk kepuasan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Kualitas Pelayanan terhadap kepuasan konsumen pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung, pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen dalam melakukan pelayanan kesehatan pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung baik secara parsial maupun simultan dan dimensi kualitas pelayanan yang mempunyai pengaruh dominan terhadap kepuasan konsumen pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasional yaitu pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen dalam melakukan pelayanan kesehatan pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Populasi yang diambil adalah para pasien yang melakukan rawat jalan pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling, dengan sampel sebanyak 100 responden. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitias dengan sampel uji coba sebanyak 30 responden. Data diperoleh melalui responden menggunakan kuesioner/angket tertutup dan diukur menggunakan skala Likert dengan skor 1-5. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Kualitas pelayanan yang meliputi bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati berpengaruh terhadap kepuasan konsumen pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Kelima variabel itu merupakan alasan responden untuk melakukan pelayanan kesehatan pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung. (2) Berdasarkan analisis sebagian konsumen merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Konsumen merasa puas karena pelayanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit sudah sangat bagus, fasilitas penunjang medis juga sudah lengkap, rumah sakit sudah dirasa sangat bersih dan petugasnya juga ramah-tamah. (3) Terdapat pengaruh signifikan kualitas pelayanan yang terdiri dari bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati secara parsial terhadap kepuasan konsumen pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung. (4) Terdapat pengaruh signifikan kualitas pelayanan yang terdiri dari bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati secara simultan terhadap kepuasan konsumen pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung. (5) Berdasarkan koefisien beta masing-masing variabel bebas maka dapat disimpulkan bahwa empati merupakan variabel yang dominan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Saran yang dapat peneliti berikan adalah: (1) Diharapkan pihak RSUD Dr. Iskak Tulungagung untuk memperhatikan kualitas pelayanan bagi konsumen untuk melakukan pelayanan kesehatan pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Hal tersebut dikarenakan faktor kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung (2) Empati merupakan faktor yang dominan terhadap kepuasan konsumen, untuk itu unsur dalam empati yang meliputi dokter yang memberikan perhatian khusus pada pasien, memberikan perlakuan yang sama terhadap pasien, bagaimana perawat memahami keinginan pasien dan sifat dokter dalam menjalin hubungan dengan psien harus diperhatikan oleh RSUD Dr. Iskak tulungagung apabila ingin meningkatkan kepuasan konsumen. (3) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk menggunakan variabel bebas diluar variabel bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati seperti kelompok referensi, usia, budaya, motivasi dan lainnya yang berhubungan dengan kepuasan konsumen pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung.

Antecedent prestasi pendidikan anak petani tambak (studi pada keluarga petani tambak di Sidoarjo) / Mashudi

 

ABSTRAK Mashudi. 2010. Antecedent Prestasi Pendidikan Anak Petani Tambak (Studi Pada Keluarga Petani Tambak Di Sidoarjo). Disertasi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Djumilah Zain, SE., (II) Prof. Armanu Thoyib, SE., M.Sc., Ph.D., dan (III) Dr. Hari Wahyono, M.Pd. Kata kunci : budaya, pendidikan, perilaku produktif, pendapatan, dan prestasi pendidikan. Berangkat dari sebuah fenomena yang berupa tingkat pendidikan formal anak petani tambak di dikawasan pesisir tapal kuda lebih rendah dibanding dengan tingkat pendidikan formal anak petani padi palawija di kawasan subkultur Mataraman serta berdasarkan kajian hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan adanya kesenjangan penelitian (research gap), penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya, terhadap pendidikan orang tua, terhadap perilaku produktif dan terhadap prestasi pendidikan anak. Perilaku produktif dilihat pengaruhnya terhadap pendapatan rumah tangga. Selanjutnya, budaya, pendidikan orang tua, dan pendapatan rumah tangga secara simultan dilihat pengaruhnya terhadap prestasi pendidikan anak petani tambak. Penelitian ini termasuk jenis penelitian suvey dengan rancangan explanatory reserach dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner kepada 122 responden yang merupakan pemilik dan pengelola bisnis keluarga (family business) di bidang tambak dan minimal berumur 46 tahun serta sudah mempunyai anak atau anak asuh. Sampel diambil dengan menggunakan teknik area sampling acak (area random sampling). Untuk menguji pola hubungan yang dibangun peneliti menggunakan alat analisis Structural Equation Modelling (SEM) dengan bantuan program Analysis of Moment Structures (AMOS) versi 6.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) makin kuat dimensi budaya, makin tinggi tingkat pendidikan orang tua; 2) makin kuat dimensi budaya, makin tinggi tingkat perilaku produktif; 3) makin kuat dimensi budaya, makin tinggi prestasi pendidikan anak; 4) makin tinggi tingkat perilaku produktif, makin tinggi tingkat pendapatan rumah tangga; 5) makin tinggi tingkat pendidikan orang tua, makin tinggi tingkat pendapatan rumah tangga; 6) makin tinggi tingkat pendidikan orang tua, makin tinggi prestasi pendidikan anak; dan 7) makin tinggi tingkat pendapatan rumah tangga, makin rendah tingkat prestasi pendidikan anak. Dibanding dengan pendidikan orang tua, perilaku produktif memberi kontribusi paling besar terhadap pendapatan rumah tangga. Dibanding budaya dan pendapatan rumah tangga, pendidikan orang tua memberi kontribusi paling besar terhadap prestasi pendidikan anak. Temuan bahwa perilaku produktif memberi kontribusi paling besar terhadap pendapatan rumah tangga, memberi implikasi praktis bagi pendidikan ekonomi, artinya jika seseorang menginginkan memperoleh pendapatan yang tinggi maka harus berperilaku produktif, bukan konsumtif dan bermalas-malasan. Temuan bahwa pendidikan orang tua memberi kontribusi paling besar terhadap prestasi pendidikan anak, memberi implikasi secara praktis bagi pemilik dan pengelola usaha tambak, agar dalam meningkatkan prestasi pendidikan anaknya, para petani tambak sadar bahwa pendidikan, baik pendidikan formal maupun nonformal berpengaruh kuat terhadap keberhasilan pendidikan anaknya. Dengan demikian temuan-temuan penelitian ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran para petani tambak untuk senantiasa meningkatkan pendidikannya. Temuan bahwa makin tinggi tingkat pendapatan rumah tangga, makin rendah tingkat prestasi pendidikan anak dan sebaliknya temuan dalam penelitian pendahuluan menyatakan bahwa para petani di kawasan subkultur Mataraman, meskipun tingkat sosial ekonominya tergolong rendah dibanding petani tambak dikawasan pesisir, namun tingkat pendidikan formal anaknya tinggi. Temuan penelitian ini memberi implikasi bagi pendidikan ekonomi, bahwa untuk mencapai tingkat pendidikan formal anak yang tinggi, orang tua tidak harus menyediakan dana dalam jumlah yang sangat besar. Dengan demikian, meskipun orang tua tingkat sosial ekonominya tergolong rendah, namun jika motivasinya tinggi dalam menyekolahkan anaknya dan semangat belajar anaknya juga tinggi, maka prestasi pendidikan anaknya cenderung tinggi pula.

Pengaruh penggunaan strategi foscom (Focusing and camparing) terhadap kemampuan menulis resensi novel siswa kelas XI SMA Laboraturium UM / Riva Rizqiyah Masfahani

 

ABSTRAK Masfahani, Riva Rizqiyah. 2010. Pengaruh Penggunaan Strategi Foscom (Focusing and Comparing) terhadap Kemampuan Menulis Resensi Novel Siswa Kelas XI SMA Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suyono, M.Pd., (II) Dr. Heri Suwignyo M.Pd. Kata kunci: pembelajaran menulis resensi, pengaruh hasil belajar, strategi Foscom (focusing and comparing) Pembelajaran menulis resensi penting diajarkan oleh siswa, karena menulis resensi adalah salah satu kompetensi yang ada dalam KTSP jenjang SMA/MA yang harus dikuasai oleh siswa kelas XI. Namun pada kenyataannya, minat dan kemampuan menulis resensi siswa masih rendah. Menulis resensi masih dianggap sulit oleh siswa. Kesulitan ini terefleksi pada ketidaktahuan siswa tentang apa yang harus ditulis dalam resensi dan bagaimana format yang baik dalam menulis resensi. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya strategi pembelajaran yang dapat mengarahkan siswa untuk menghasilkan resensi yang baik dan menarik. Strategi pembelajaran merupakan serangkaian daya dan upaya tindakan guru dalam merealisasikan terwujudnya kegiatan pembelajaran secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran. Fungsi dari strategi itu sendiri adalah untuk memperlancar jalannya proses pembelajaran sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Salah satu bentuk strategi dalam pembelajaran menulis resensi adalah strategi Foscom. Strategi ini adalah gabungan dari dua kata, yaitu focusing dan comparing. Focusing berkaitan dengan kegiatan memusatkan perhatian kepada satu komponen yang disajikan oleh sebuah buku yang tetap berpangkal pada apa yang merupakan sesuatu yang menonjol, atau yang disebut dengan eye catching. Kegiatan pemusatan perhatian ini difokuskan terhadap hal-hal yang terdapat dalam unsur-unsur resensi, yakni judul resensi, data/identitas buku, pembuka (lead) resensi, isi/tubuh resensi, dan penutup resensi. Sedangkan comparing merupakan kegiatan untuk melakukan pembandingan atas hal-hal yang ada di dalam novel yang diresensi dengan novel lain yang sama tema atau pengarangnya agar peresensi dapat menilai sebuah novel. Kegiatan pembandingan ini berkaitan dengan unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam sebuah novel, diantaranya latar, perwatakan atau penokohan, cerita, alur, bahasa, dan tema dalam novel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan strategi Foscom terhadap kemampuan menulis resensi dalam merumuskan judul resensi, menentukan data/identitas resensi, menulis paragraf pembuka (lead) resensi, menulis paragraf isi/tubuh resensi, dan menulis paragraf penutup resensi novel oleh siswa kelas XI SMA Laboratorium UM. Sedangkan metode penelitiannya menggunakan eksperimen sungguhan. Alat untuk menjaring data kemampuan menulis resensi novel yaitu dengan menggunakan strategi Foscom. Data dalam penelitian ini adalah hasil prates pada tahap awal kemampuan menulis resensi dan hasil postes kemampuan akhir dalam menulis resensi novel siswa kelas XI SMA Laboratorium UM. Jumlah sampel adalah 30 siswa siswa, ii sedangkan jumlah populasi keseluruhan adalah 236 siswa. Kriteria penilaian difokuskan pada lima aspek unsur-unsur dalam menulis resensi novel, yakni judul resensi, data/identitas novel, paragraf pembuka (lead) resensi, isi resensi, dan paragraf penutup resensi. Kemudian untuk melihat pengaruh ada tidaknya pengaruh penggunaan strategi Foscom terhadap kemampuan menulis resensi novel siswa, data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan strategi Foscom memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan menulis resensi novel siswa SMA. Nilai rata-rata kelas siswa kelompok eksperimen sebesar 81,00. Sedangkan nilai uji statistik didapat 2, 562 lebih besar dari nilai tabel t 1,701 maka 1 H diterima. Sedangkan skor siswa dilihat dari aspek merumuskan judul resensi memiliki nilai uji statistik 2,165 lebih besar dari nilai tabel t 1,701 maka 1 H diterima. Skor siswa dilihat dari aspek kelengkapan data/identitas resensi memiliki nilai uji statistik 2,609 lebih besar dari nilai tabel t 1,701 maka 1 H diterima. Skor siswa dilihat dari aspek paragraf pembuka (lead) resensi memiliki nilai uji statistik 2,684 lebih besar dari nilai tabel t 1,701 maka 1 H diterima. Skor siswa dilihat dari aspek paragraf isi/tubuh resensi memiliki nilai uji statistik 1,744 lebih besar dari nilai tabel t 1,701 maka 1 H diterima. Skor siswa dilihat dari aspek paragraf penutup resensi memiliki nilai uji statistik 6,634 lebih besar dari nilai tabel t 1,701 maka 1 H diterima. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan strategi Foscom terhadap kemampuan menulis resensi novel siswa SMA. Begitu pula hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pada aspek merumuskan judul resensi, menentukan data/identitas resensi, menulis pembuka (lead) resensi, menulis isi/tubuh resensi, dan menulis penutup resensi novel. Strategi ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis resensi novel siswa SMA.

Pengembangan buku kumpulan model pembelajaran akuntansi berbasis game untuk guru / Dian Tri Ratna Dewi

 

Dewi, Dian Tri Ratna. 2013. Pengembangan Buku Kumpulan Model Pembelajaran Akuntansi Berbasis Game untuk Guru. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diana Tien Irafahmi, S.Pd, M.Ed, (II) Sulastri, S.Pd, M.SA. Kata Kunci: pengembangan, model pembelajaran akuntansi, game, permainan. Seorang guru profesional, dalam menyampaikan pelajaran, khususnya pelajaran akuntansi dituntut untuk mengembangkan kreativitasnya dalam memilih model pembelajaran dan menciptakan inovasi sehingga pembelajaran berlangsung menyenangkan. Salah satu metode untuk menciptakan pembelajaran yang santai dan menyenangkan adalah dengan metode permainan atau game edukatif (Kariyawan, 2008). Namun, hasil wawancara menunjukkan bahwa mayoritas guru masih kesulitan dalam merancang model pembelajaran berbasis permainan. Oleh karena itu, dibutuhkan fasilitas atau sarana yang dapat mempermudah guru dalam pengimplementasian model pembelajaran berbasis game. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa guru lebih suka membaca literatur, seperti buku daripada melihat video tutorial dan sejenisnya. Akan tetapi, saat ini masih jarang diterbitkan buku mengenai model pembelajaran, khususnya pembelajaran akuntansi berbasis permainan. Berangkat dari permasalahan inilah peneliti mencoba mengembangkan sebuah panduan berupa buku yang berisi kumpulan model pembelajaran akuntansi berbasis game. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk berupa buku yang bertajuk “Enjoy The Game Menciptakan Pembelajaran Akuntansi yang Menyenangkan, Why Not??” sebagai panduan bagi guru untuk memberikan inovasi dalam pembelajaran, khususnya pelajaran akuntansi. Penelitian ini menggunakan rancangan R&D dengan model milik Borg and Gall (dalam Sugiyono, 2011) yang telah disesuaikan dengan keterbatasan waktu sehingga menghasilkan 8 tahap yang harus dilalui, yaitu (1) menemukan potensi dan masalah, (2) mengumpulkan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, dan (8) pembuatan produk akhir. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara sedangkan analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif persentase. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh hasil analisis validitas kepada ahli komponen kegrafikaan menghasilkan persentase 94,81% atas keseluruhan item. Hasil ini menunjukkan bahwa buku ini telah valid, baik segi ukuran, tata letak desain kulit, tipografi desain, ilustrasi desain kulit, tata letak desain isi, tipografi desain isi, dan ilustrasi desain isi buku. Analisis oleh para responden, yaitu guru menghasilkan rata-rata persentase sebesar 82,59% yang berarti buku yang berisi model-model pembelajaran berbasis game yang dikembangkan telah valid dan layak digunakan untuk pendukung kegiatan guru dalam proses pembelajaran. Saran peneliti untuk pengembang selanjutnya adalah agar lebih menambah ide atau jenis permainan (game) dalam buku tersebut dan model pembelajaran yang disajikan dapat diimplementasikan untuk pelajaran selain akuntansi.

Pengaruh kemampuan menggambar sketsa terhadap prestasi menggambar bentuk pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo (The Influence of sketches drawing ability to the achievement of shape drawing in VII grade of SMP 1 Jetis Ponorogo) / Lisa Sidyawati

 

ABSTRAK Sidyawati, Lisa. 2010. Pengaruh Kemampuan Menggambar Sketsa terhadap Prestasi Menggambar Bentuk pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Triyono Widodo M.Sn, (2) Drs. Andi Harisman Kata kunci: Kemampuan menggambar sketsa, prestasi menggambar bentuk Dalam suatu proses menggambar hendaknya harus diperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi kegiatan menggambar. Faktor yang penting yang biasa tidak diperhatikan antara lain adalah menggambar sketsa. Menggambar sketsa adalah sebuah media latihan tahap awal yang bertujuan untuk melatih gerak-gerak otot tangan untuk menggambar sesuai dengan kehendak hatinya. Dalam pendidikan menggambar sekarang ini menggambar sketsa merupakan sebuah materi sampingan yang lebih mengutamakan pokok mata pelajaran menggambar lainnya, seperti menggambar bentuk, menggambar model, menggambar ilustrasi dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh kemampuan menggambar sketsa terhadap prestasi menggambar bentuk. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo, pada siswa kelas VII. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan teknik purposive sampel dan sampel yang diambil sebanyak 60 siswa. Penelitian ini terdiri dari dua variabel utama yaitu kemampuan menggambar sketsa sebagai variabel bebas terhadap prestasi menggambar bentuk sebagai variabel terikat. Selain itu kemampuan menggambar sketsa sebagai variabel bebas terhadap variabel terikat yang terdiri dari: kemampuan membuat spontanitas garis, kemampuan membuat kemiripan bentuk, kemampuan mengkomposisi objek, kemampuan menggunaan garis, sedangkan prestasi menggambar bentuk sebagai variabel bebas terhadap variabel terikat antara lain: kemampuan membuat kemiripan bentuk, kemampuan membuat proporsi, kemampuan membuat komposisi, kemampuan membuat bayangan benda. Pengumpulan data dengan metode test. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik regresi, sedangkan untuk mencari koefisien korelasi menggunakan rumus product moment. Hasil analisis statistik menyatakan bahwa, prestasi menggambar bentuk dipengaruhi oleh kemampuan menggambar sketsa sebesar 0,456 dan kontribusi kemampuan memggambar sketsa terhadap prestasi menggambar bentuk sebesar 19,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Bagian dari kemampuan menggambar sketsa yang paling berpengaruh adalah spontanitas garis sebesar 23,6% dan kontribusinya terhadap prestasi menggambar bentuk adalah 10%, sedangkan spontanitas garis sendiri sangat mempengaruhi proporsi pada prestasi menggambar bentuk sebesar 31,1% dan kontribusinya sebesar 8,9%. Sehingga dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kemampuan menggambar sketsa terhadap prestasi menggambar bentuk. Karena hipotesis yang menyatakan tidak adanya pengaruh kemampuan menggambar sketsa terhadap prestasi menggambar bentuk ditolak, dan hipotesis yang menyatakan ada pengaruh kemampuan menggambar sketsa terhadap prestasi menggambar bentuk diterima. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk memberikan masukan data yang telah dianalisis secara statistik sebagai bahan pertimbangan dalam program pengajaran yang telah lanjut dan menambah khasanah ilmu pengetahuan khususnya seni rupa dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, terutama disekolah yang bersangkutan.

Penerapan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual model studen teams achievement division (Stad) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar fisika kelas XI SMA Negeri 7 Malang / Anindya Noviantari Devi

 

ABSTRAK Devi, Anindya Noviantari. 2010. Penerapan Pembelajaran dengan Pendekatan Kontekstual Model Student Teams Achievement Division (STAD) Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI Sma Negeri 7 Malang. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Purbo Suwasono, M.Si, (II) Drs. Mudjihartono. Kata kunci: STAD, pendekatan kontekstual, motivasi, hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada Februari sampai maret 2010 di kelas XI IPA-3 SMA Negeri 7 Malang diketahui bahwa motivasi belajar fisika siswa sangat rendah yang ditandai dengan banyak siswa yang mengobrol saat KBM berlangsung, ada juga yang sedang bermain handphone, bahkan siswa yang duduk di belakang sedang tidur, serta hasil belajar fisika siswa rendah yaitu hanya sebesar 53.13% siswa yang mencapai standar ketuntasan minimal yaitu 70. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Salah satu tindakan perbaikan adalah dengan penerapan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual model Student Teams Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan motiva-si dan hasil belajar fisika siswa kelas XI SMA Negeri 7 Malang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendes-kripsikan penerapan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual model STAD dalam upaya peningkatan motivasi dan hasil belajar fisika siswa kelas XI IPA-3 SMA Negeri 7 Malang. Penelitian ini mengacu pada model penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus tindakan. Setiap siklus terdiri atas 5 jam pelajaran. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu siswa kelas XI IPA-3 semester genap tahun ajaran 2009-2010 SMA Negeri 7 Malang yang berjumlah 32 siswa. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa moti-vasi dan hasil belajar kognitif dan afektif siswa serta data pendukung berupa aktivitas guru dan catatan lapangan. Motivasi belajar siswa diukur berdasarkan peningkatan rata-rata persentase motivasi belajar siswa dan taraf keberhasilan tindakan, sedangkan hasil belajar kognitif siswa diukur berdasarkan selisih skor antara pre test dan post test serta ketuntasan belajar siswa pada masing-masing siklus. Untuk hasil belajar afektif diukur berdasarkan nilai rata-rata tiap siklus dan taraf keberhasilan tindakan. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes, lembar observasi motivasi siswa, afektif, aktivitas guru, dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian motivasi belajar siswa meningkat dari 49.94% menjadi 68.27%, daya serap klasikal aspek kognitif meningkat dari 60.71% menjadi 96.43%, nilai rata-rata aspek afektif juga meningkat dari 72.43 menjadi 76.97. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual model STAD dapat meningkatkan motivasi belajar fisika dan hasil belajar fisika siswa kelas XI IPA-3 SMA Negeri 7 Malang.

Pengaruh kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ) terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 1 Dagangan Madiun / Yuli Ekawati

 

ABSTRAK Ekawati, Yuli. 2010. Pengaruh Kecerdasan Intelektual (IQ) dan Kecerdasan Emosional (EQ) Terhadap Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Dagangan Madiun Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, FMIPA UM. Pembimbing (I) Drs. Bambang Tahan Sungkowo, M.Pd, (II) Drs. Mudjihartono. Kata kunci: kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, prestasi belajar fisika IQ dan EQ adalah sumber-sumber daya sinergis tanpa yang satu, yang lain menjadi tidak sempurna dan tidak efektif. IQ hanyalah salah satu unsur pendukung keberhasilan seseorang, keberhasilan seseorang tergantung pada kemampuan memadukan IQ dan EQ. Begitu pula dalam kaitannya dengan keberhasilan belajar siswa yang tercermin dalam prestasi belajar fisika, juga tidak lepas dari peranan IQ dan EQ. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh IQ dan EQ terhadap prestasi belajar fisika serta mengetahui sumbangan yang lebih besar antara IQ dan EQ terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 1 Dagangan Madiun Tahun Ajaran 2009/2010. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Variabel yang terlibat dalam penelitian ini adalah kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional sebagai variabel bebas, serta prestasi belajar fisika sebagai variabel terikat. Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA N 1 Dagangan. Pengambilan sampel digunakan teknik cluster random sampling. Kelas sampel yaitu X-A, X-C, X-D, dan X-F yang berjumlah 120 siswa.Instrumen yang digunakan adalah tes kecerdasan emosional dalam bentuk skala Likert untuk memperoleh data EQ, sedangkan data IQ dan prestasi belajar fisika diperoleh dari dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Dari analisis data, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) secara parsial IQ mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar fisika, ditunjukkan dari nilai thitung = 7.788 > 1,98 (t117 ; 0,05); (2) secara parsial EQ mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar fisika, ditunjukkan dari nilai thitung = 3.018 > 1,98 (t117 ; 0,05); (3) secara simultan IQ dan EQ mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar fisika yang ditunjukkan dengan nilai Fhitung = 43.447 > 3.0764 (F2;117;0.05 ). Nilai adjusted R2 sebesar 0.416, ini berarti prestasi belajar fisika siswa kelas X SMA N 1 Dagangan Madiun dipengaruhi oleh IQ dan EQ sebesar 41.6%. Dari nilai Sumbangan Efektif (SE) dan Sumbangan Relatif (SR) dapat diketahui variabel mana yang lebih berpengaruh terhadap variabel terikat. Nilai SE dan SR IQ masing-masing 34.21% dan 81.55% yang lebih besar dari nilai SE dan SR EQ masing-masing besarnya 7.39% dan 18.45%. Hal ini berarti IQ lebih berpengaruh daripada EQ terhadap prestasi belajar fisika bagi siswa kelas X SMA Negeri 1 Dagangan Madiun.

Efektivitas implementasi modul IPA terpadu melalui pembelajaran model integrasi terhadap prestasi belajar siswa kelas VII-C SMP Negeri 2 Tugu-Trenggalek / Rodiah

 

ABSTRAK Rodiah. 2010. Efektivitas Implementasi Modul IPA Terpadu Melalui Pembelajaran Model Integrasi Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VII-C SMP Negeri 2 Tugu-Trenggalek. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika. Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Agus Sujudi, M.Pd (2) Dra. Endang Purwaningsih, M.Si Kata Kunci: efektivitas, modul IPA terpadu, model integrasi, prestasi belajar IPA merupakan mata pelajaran wajib bagi jenjang pendidikan SMP. Sebagian besar siswa pada jenjang SMP berada pada tahap transisi dari fase operasional kongkrit ke fase operasional formal, maka diharapkan sudah mulai dilatih untuk mampu berpikir abstrak. Artinya, pembelajaran IPA di SMP secara utuh mengajak peserta didik untuk mulai ke arah berpikir abstrak dengan mengenalkan IPA secara utuh dengan harapan muncul upaya penyelidikan-penyelidikan ilmiah. Penelitian ini bertujuan mengukur perbedaan prestasi belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran menggunakan modul IPA terpadu melalui model integrasi dan mengukur efektivitas implementasi modul IPA terpadu tema Pengukuran kadar zat. Model pembelajaran mengintegrasikan materi pelajaran fisika dan kimia dalam satu tema yaitu Pengukuran Kadar Zat, diharapkan siswa dapat mempelajarai fenomena dari sisi kimia dan fisika secara bersamaan. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian dipilih quasi eksperimental dengan rancangan penelitian control group pre-test-post-test design. Implementasi pembelajaran menggunakan modul IPA terpadu sebagai perlakuan dan prestasi belajar sebagai variabel terikat. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tugu-Trenggalek semester II tahun ajaran 2009/2010. Sampel penelitian ditentukan berdasarkan purposive cluster sampling yaitu kelas VII-B sebagai kelas kontrol dan kelas VII-C sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda dengan empat alternatif pilihan, sebelum digunakan instrumen diujicobakan pada siswa kelas VII-D SMP Laboratrium UM. Hasil uji coba soal dianalisis validitas, reliabilitas, daya beda, dan derajat kesukaran. Nilai hasil pretes diuji prasyarat yaitu homogenitas dan reliabilitas. Uji hipotesis menggunakan Analisis Variansi dua jalur (ANAVA AB), yang kemudian dilanjutkan dengan scheefe-test. Berdasarkan analisis data diperoleh Fhitung= 5,170 >3,986 F(1;.05) nilai rerata postes kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol, ditunjukkan dengan nilai t hitung = 11,205 > 1,976 t(76;.05). Hasil analisis menunjukkan bahwa Terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang menggunakan modul IPA terpadu dan siswa yang menggunakan buku teks IPA. Berdasarkan scheffe-test thitung untuk kelompok tinggi = 3,560 > 2,039 t(31;.05) dan thitung untuk kelompok rendah = 2,640 >2,108 t(43;.05). Jadi, modul IPA terpadu efektif untuk diterapkan pada siswa kelompok tinggi maupun rendah.

Otomatisasi penyalaan lampu dan bel pada industri rokok berbasis mikrokontroler / Achmad Safi'i

 

Kata kunci: otomatisasi, penyalaan, lampu dan bel, industri Industri adalah suatu tempat yang digunakan oleh perusahaan untuk memproduksi barang. Salah satu faktor penting dari lingkungan industri adalah dapat memberikan kenyamanan kepada pegawai dalam beraktivitas. Untuk itu dapat diatasi dengan adanya sistem penerangan yang baik. ”Penerangan yang baik dalam suatu pabrik atau perusahaan akan membantu terciptanya suatu tempat kerja yang aman dan nyaman, sehingga dalam melaksanakan kegiatan produksi dapat menghemat penglihatan, tenaga, serta memberikan semangat kerja yang tinggi pada pegawai” (Rawan, 2009). Tujuan pembuatan Tugas Akhir ini untuk menciptakan suatu sistem otomatisasi penyalaan lampu dan bel untuk menggantikan sistem manual pada industri rokok sehingga dengan adanya alat ini membantu pekerja dan perusahaan agar lebih efektif dan efisien dalam melakukan kegiatan produksi. Metode perancangan meliputi: (1) perancangan perangkat keras (hardware) meliputi rangkaian sensor cahaya, sensor PIR, rangkaian minimum sistem, dan rangkaian driver, (2) perancangan perangkat lunak (software), (3) perancangan mekanik. Hasil yang didapat adalah penyalaan lampu berdasarkan intensitas cahaya dan aktivitas pekerja yang ada didalam ruangan. Lampu didalam ruangan hanya akan menyala bila intensitas cahaya kurang dan ada aktivitas pekerja, bila kedua kondisi itu tidak terpenuhi maka lampu didalam ruangan akan mati. Bel akan berbunyi dan LCD akan menampilkan karakter pada waktu yang telah ditentukan yaitu pada pukul 08.00 (selamat bekerja), 12.00 (selamat istirahat) dan 17.00 (selamat pulang). Lampu teras akan menyala otomatis pada pukul 17.15 dan akan mati pada pukul 06.00. Semua sistem tersebut akan bekerja secara otomatis. Kesimpulan dari pembuatan tugas akhir ini adalah (1) dalam perancangan otomatisasi penyalaan lampu dan bel pada industri rokok agar dapat bekerja secara efektif dan efisien adalah (a) menentukan sistem kerja alat yang akan dibuat, (b) menentukan input dan, (c) menentukan output yang diinginkan. (2) Dalam pembuatan sistem otomatisasi penyalaan lampu dan bel pada industri rokok agar dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan adalah (a) menentukan komponen yang akan dipakai , (b) membuat skema rangkaian, (c) membuat PCB (Printed Circuit Board), (d) melakukan pengeboran PCB dan (e) penyolderan komponen. (3) Pengujian sistem kontrol penyalaan lampu dan bel otomatis pada industri rokok dilakukan berdasarkan perbandingan antara hasil perhitungan teori dan pengukuran. Hasil perbandingan menunjukkan sistem yang telah dibuat dapat bekerja dan hasilnya mendekati kesamaan antara teori dengan pengukuran.

Efek pemberian tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar insulin growth factor-1 (IGF-1) pada tikus putih (Rattus novergicus) strain wistar jantan dengan diet kurang energi protein(KEP) / Julia Kristin

 

ABSTRAK Kristin, Julia. 2009. Efek Pemberian Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Kadar Insulin Growth Factor-1 (IGF-1) pada Tikus Putih (Rattus novergicus) Strain Wistar Jantan dengan Diet Kurang Energi Protein (KEP). (1) Dr Abdul Gofur, M.Si, (2) Dra. Sri Rahayu Lestari, M.Si. Kata Kunci : Tepung daun kelor, Kadar IGF-1, Tikus wistar, KEP. Dalam penelitian ini diteliti tentang efek pemberian tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar insulin growth factor-1 (IGF-1) pada tikus putih (Rattus novergicus) strain wistar jantan dengan diet kurang energi protein (KEP). Tujuan penelitian untuk mengetahui efek pemberian tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar insulin growth factor-1 (IGF-1) pada tikus putih (Rattus novergicus) strain wistar jantan dengan diet kurang energi protein (KEP). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmakologi dan Laboratorium Fisiologi Molekuler Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, pada bulan Agustus 2009–Februari 2010. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan (Normal, KEP, P180, P360, P720, P1440), masing-masing diulang sebanyak enam kali. Data berupa panjang absorbansi yang terbaca pada alat pembaca ELISA dianalisis menggunakan analisis variansi tunggal (ANAVA tunggal), dan apabila berpengaruh dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hewan coba yang digunakan adalah tikus wistar jantan umur 8-12 minggu dengan berat badan 200-300 gram dan dibuat KEP selama 60 hari. Pemberian tepung daun kelor diberikan secara oral sebanyak 1 ml/hr selama 30 hari dengan dosis 180g/hr, 360g/hr, 720g/hr, dan 1440g/hr. Pada hari ketiga puluh satu, tikus dibius dengan kloroform kemudian dibedah. Lemak visceral diambil dan dibersihkan dalam larutan NaCl 0,9 % kemudian diawetkan dalam lemari pendingin. Selanjutnya diukur kadar IGF-1 dengan menggunakan metode ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung daun kelor (Moringa oleifera) berpengaruh positif terhadap kadar insulin growth factor-1 (IGF-1) pada tikus wistar dengan diet Kurang Energi Protein (KEP) pada dosis optimal 360 g/hr.

Otomatisasi pengambilan data website untuk keperluan pemeringkatan berbasis sound approach / Eko Fujianto

 

ABSTRAK Fujianto, Eko. 2010. Otomatisasi Pengambilan Data Website untuk Keperluan Pemeringkatan Berbasis Sound Approach. Skripsi, Program Studi Fisika, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Johanis A. Rampisela, M.S., (II) Daeng Achmad Suaidi, S.Si., M.Kom. Kata Kunci: Otomatisasi, Pengambilan Data, Website, Pemeringkatan, Sound Approach Pemeringkatan merupakan salah satu cara untuk mengetahui kualitas dari masing-masing komponennya. Pemeringkatan berbasis Sound Approach adalah salah satu metode pemeringkatan yang dapat dijadikan model dalam suatu pemeringkatan tertentu terutama dalam bidang fisika. Metode pemeringkatan berbasis Sound Approach dalam skripsi Dona Harinda Sasongko berjudul “Metode Pemeringkatan Berbasis Sound Approach” diterapkan pada pemeringkatan website dan menggunakan beberapa indikator yang mengacu pada indikator yang digunakan oleh Webometrics (http://webometrics.info). Webometrics adalah lembaga yang melakukan pemeringkatan terhadap website perguruan tinggi di seluruh dunia. Indikator yang dipakai oleh Webometrics antara lain size atau jumlah halaman website, visibility atau jumlah total tautan unik yang diterima dari situs lain, rich files atau jumlah file yang ada di suatu situs, dan scholar atau jumlah tulisan-tulisan ilmiah berdasarkan Google scholar. Keempat data indikator di atas diperoleh dari empat mesin pencari, diantaranya Google, Yahoo, Bing, dan Exalead . Pengambilan data secara manual dilakukan dengan memasukkan key tertentu dalam mesin pencari dan mencatat jumlah hasil pencarian sebagai data. Key yang dimasukkan pada mesin pencari berbeda-beda untuk masing-masing jenis data indikator yang akan diambil. Proses pengambilan data secara manual membutuhkan waktu yang sangat banyak. Program otomatisasi pengambilan data website ini secara otomatis akan menjalankan mesin pencari dengan key yang telah ditentukan dan melakukan pengambilan data size, visibility, rich files, dan scholar dari mesin pencari. Dengan menggunakan function file_get_contents(), program mengambil page source dari halaman hasil pencarian mesin pencari. Setelah itu program melakukan pencocokan string angka jumlah hasil pencarian pada page source tadi dan mengubahnya menjadi sebuah variabel dengan menggunakan function preg_match(), kemudian menampilkan variabel tersebut pada sebuah tabel. Program ini menghasilkan data size, visibility, rich files, dan scholar yang sama dengan hasil pengambilan data yang dilakukan secara manual. Dengan menggunakan program ini, proses pengambilan data website akan lebih mudah dan lebih cepat dibandingkan dengan melakukan pengambilan secara manual. Pengambilan data manual membutuhkan waktu 3 menit untuk satu URL, sedangkan pengambilan data dengan program hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 menit.

Studi komparatif model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dan tipe round table dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII IPS di SMA Negeri 02 Batu pada mata pelajaran akuntansi / Oktria Wulandari

 

Wulandari, Oktria. 2014. Studi Komparatif Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) dan Tipe Round Table dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa kelas XII di SMAN 02 Batu pada Mata Pelajaran Akuntansi (Skripsi, Jurusan Akuntansi, Universitas Negeri Malang). Pembimbing: (I) Dr. Sunaryanto, M.Ed. (II) Dr. Cipto Wardoyo, SE, M.Pd, M.Si, Ak, CA. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif, Tipe Numbered Heads Together (NHT), Tipe Round Table, Hasil Belajar Siswa Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Sanjaya (2008:99) menyatakan bahwa dalam proses pembelajaran di kelas tidak terkecuali dalam pembelajaran akuntansi harus terus diupayakan peningkatan - peningkatan ke arah berkembangnya kemampuan siswa. Dalam meningkatkan kemampuan, diperlukan adanya pembelajaran yang tepat. Tipe NHT (Numbered Heads Together) memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan ide-ide serta gagasan, sedangkan tipe Round Table mengajarkan kepada siswa untuk lebih aktif, kreatif dan cakap dalam menyikapi permasalahan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar akuntansi antara siswa yang megikuti pembelajaran menggunakan tipe NHT dengan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan tipe Round Table di SMAN 02 Batu. Penelitian ini tergolong jenis penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment). Penelitian eksperimen ini belum atau tidak memiliki ciri-ciri rancangan eksperimen yang sebenarnya, karena variabel-variabel seharusnya dikontrol atau dimanipulasi (Burke Johnson & Larry Christensen, 2004). Berdasarkan hasil analisis hipotesis yang dirumuskan dapat disimpulkan bahwa “terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan kelas kontrol yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Round table” atau dengan kata lain bahwa model pembelajaran kooperatif tipe NHT lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

Improving subconscious grammar competence using semantico-syntactic translation practice for students of accounting departement state polytechnic of Malang / Futuh Handoyo

 

ABSTRACT Handoyo, Futuh. 2010. Improving Subconscious Grammar Competence using Semantico- syntacticTranslation Practice for Students of Accounting Department, State Polytechnic of Malang. Thesis, English Education, Graduate Program of State University of Malang. Advisors: (1). Prof. Ali Saukah, MA., Ph.D. (2). Prof. M. Adnan Latief, M.A., Ph.D Key words: subconscious grammar competence, Semantico-Syntactic Translation Practice The present study was conducted to respond to the students’ low ability to process English language syntactically. This was likely due to their lack of grammatical competence, particularly subconscious grammar competence. Therefore, the study was aimed at improving the competence. The research question, then, was formulated as: How can the studennts’ subconscious grammar competence be improved using semantico-syntactic practice? Subconscious grammatical competence refers to grammar knowledge that has undergone an internalization process to a degree that the learners are able to string words into sentences in a relatively good speed. It is also often referred to as implicit or procedural knowledge of grammar. Semantico-syntactic translation practice refers to the activity of converting various kinds of Indonesian expressions they are likely to use for everyday communication, not necessarily grammatical Indonesian, into grammatical English. It is a sort of L1sense-to-L2 form translation. The research design used was classroom action research. The subjects were one class out of six classes of the first year students of Accounting Department. The class consisted of 26 students. The initial procedure of the treatment was planned to consist of the following stages: First, a grammar topic was presented using contrastive linguistic explanation and then followed with the subjects translating Indonesian propositions into grammatical English slowly to reinforce their conscious understanding. The step was repeated until all the topics under study were covered. Second, some sentences and/ or short dialogues covering all the topics under study were dictated to the students to translate by writing the English version on a piece of paper. Along this process the speed was gradually increased with the purpose of internalizing their conscious grammar knowledge and to see whether or not the technique worked. Finally, the subjects were to orally translate sentences, short dialogue, and short text and their performance was scored to judge whether the criteria of success established in advance was met. Since subconscious grammar competence has something to do with the speed of stringing words into sentences correctly, the indicator of improvement was measured in terms of the students’ ability to translate various styles of Indonesian sentences into grammatical English quickly and correctly. The research would be said to succeed when the oral performance of 60 % of the subjects’, or 15.6 students ( rounded 16 students) reached 70 % accuracy, with the speed of 70% of the average speed of the three English teachers’ performance used as a parameter. When the goal was not yet achieved at this point, some extra internalization practices were given until the end of the semester. However, when the goal was still not achieved by then, the first cycle would have to stop and reflection would be made to design a new plan for a new cycle. The result of the implementation showed that the goal was finally reached in fifteen meetings within one cycle with some extra meetings for oral internalization practice. The first seven meetings were used for upgrading the subjects’ conscious grammar. The next four meetings were used to internalize the knowledge. The goal of this stage was to ensure that the technique worked. For this purpose, their performance of the first out of the four meetings were measured and used as the baseline, and their performance of the last day was also measured and used as the target line. The two groups of the scores were compared to see whether their performance significantly increased. The resulted scores indicated there was statistically significant increase. The average scores increased from 59.26 to 77.88, with the t value of 5.386 significant at the level of .0005(one tailed). Convinced with the result, the researcher moved on to the next stage, namely, measuring the subjects’ oral performance. However, the result indicated that they still could not reach the goal. Only eleven of them could get 70 or more. Finally, after they had additional oral internalization practice for two meetings, the goal was reached. Sixteen subjects managed to get 70 or more, with the slowest speed of 35.63 w.p.m, which was slightly above the calculated speed used as a parameter, which was as much as 35.40 w.p.m. The discussion on the finding, then, generated the following conclusions :(1) Subconscious grammar competence can be developed deductively using semantic-syntactic translation practice through the following procedure. First, the learners’ conscious knowledge of grammar is upgraded by the teacher’s explaining about the grammar rules and then followed with the students’ practicing translating messages expressed in different styles of L1 into grammatical L2 to reinforce the knowledge. Second, the conscious knowledge, then, is internalized through further practice of the same task with gradually increased speed and task difficulty—from written increased to oral task.(2). However, as indicated in some related literatures, the developed subconscious grammar competence is not automatically activated in authentic communicative performance, but needs activating in a transitional process of ‘noticing gap’. To this point, the subconscious grammar competence performs two crucial functions. First, it can reduce the students’ tendency to forget previous grammar lessons when learning new ones, but help them accumulate the lessons and use them for the act of noticing gap. Second, it can help the students to optimize the input exposed to them by their noticing act, because the input being noticed will be more likely to turn into intake and to be processed to enhance further acquisition process.

Penerapan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa (studi pada siswa kelas XI Program Kecantikan SMK Kartika IV-1 Malang mata pelajaran kewirausahaan tahun ajaran 2012/2013) / Amelindha Vania

 

Penerapan cognitive style mapping (CSM) untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Prodo Wonongan Pasuruan / Indri Susanti

 

ABSTRAK Susanti, I. 2010. Penerapan Cognitive Style Mapping (CSM) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN Prodo Winongan Pasuruan. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Program, Program Studi S1 PGSD. Fakultas Ilmu Pendidikan Univesitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. I Wayan Sutama, M. Pd. Pembimbing (II) Dra. Hj. Sukamti, M.Pd. Kata Kunci : Pembelajaran IPA di SD, Cognitive Style Mapping (CSM), Hasil Belajar. Dalam proses pembelajaran IPA di sekolah dasar diharapkan ada penekanan pembelajaran salingtemas yang diarahkan pada pengalaman belajar siswa. Pembelajaran IPA di SD seharusnya lebih menekankan pada proses pembelajaran dan mengaktifkan siswa. Kenyataannya pembelajaran IPA di SDN Prodo kurang mengaktifkan siswa, kurang konstruktif, dan tidak berpusat pada guru. Hal tersebut mengakibatkan hasil belajar IPA siswa SDN Prodo rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penerapan Cognitive Style Mapping (CSM) dalam pembelajaran IPA di kelas IV SDN Prodo Winongan Pasuruan, (2) peningkatan aktivitas siswa kelas IV SDN Prodo dengan diterapkannya Cognitive Style Mapping (CSM) dalam pembelajaran IPA di kelas IV SDN Prodo Winongan Pasuruan , (3) peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SDN Prodo dengan diterapkannya Cognitive Style Mapping (CSM) dalam pembelajaran IPA di kelas IV SDN Prodo Winongan Pasuruan. Penelitian ini menggunakan rancangan PTK. Subyek penelitian ini siswa kelas IV SDN Prodo Kecamatan Winongan sejumlah 21 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi,wawancara, tes dan dokumentasi. Analisis data terdiri dari 3 komponen kegiatan yang dilakukan secara berurutan yaitu kegiatan reduksi, sajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan Cognitive Style Mapping (CSM) mencapai prosentase 89,6% dan dapat meningkatkan aktivitas siswa dengan rata-rata siklus I 63,3% dan siklus II 83,5%. Peningkatan ini juga diikuti peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan hasil belajar siswa yang terdiri atas tes dengan rata-rata pratindakan 54,9, siklus I 67,0, dan siklus II 80,6, dan hasil karya siswa meningkat dari 76,5 (siklus I) menjadi 88,5 (siklus II). Sedangkan ketuntasan klasikal siswa mencapai 90,5%, 19 dari 21 siswa telah mencapai SKM yang ditentukan di SDN Prodo yakni 65. Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa CSM dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Untuk para guru disarankan untuk menerapkan pembelajaran yang lebih mengaktifkan siswa, konstruktif, menekankan pada pengembangan diri siswa dengan memberikan kesempatan yang cukup bagi siswa untuk mengaktualisasikan diri dan lebih berpusat pada siswa. Penelitian ini hendaknya dapat digunakan sebagai acuan dalam memperbaiki kondisi atau kesulitan belajar siswa.

Analisa sifat mekanik dan laju korosi hasil pengelasan SMAW pada baja St 41 dengan variasi jenis elektroda akibat pengkorosian oleh air laut / Wahyu Eka Purnama

 

Purnama, Wahyu Eka. 2015. Analisa Sifat Mekanik dan Laju Korosi Hasil Pengelasan SMAW pada Baja St 41 dengan Variasi Jenis Elektroda Akibat Pengkorosian oleh Air Laut. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Solichin, S.T, M.Kes., (2) Prihanto Trihutomo, S.T., M.T. Kata kunci: sifat mekanik, laju korosi, pengelasan SMAW, baja St 41 Pengelasan (welding) adalah teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa logam penambah dan menghasilkan logam kontinyu. Di dalam dunia teknik pengelasan atau dunia industri saat ini baja karbon rendah merupakan salah satu logam yang sering digunakan dalam pembangunan konstruksi. Salah satu masalah yang sering terjadi dalam penggunaan baja sebagai bahan dasar konstruksi adalah baja mempunyai sifat yang mudah mengalami korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sifat mekanik dan laju korosi serta hubungan keduanya hasil pengelasan SMAW dengan variasi elektroda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental dan jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Untuk memperoleh hasil tentang analisa besarnya laju korosi dan sifat mekanik baja St 41 yang telah mengalami pengelasan SMAW dengan variasi jenis elektroda dan pengkorosian oleh air laut, data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif, yakni menjabarkan perbandingan spesimen yang diberi perlakuan secara berbeda-beda ketika proses pengelasannya. Nilai dari hasil uji kekuatan tarik dan laju korosi setiap kelompok di rata-rata kemudian di bandingkan dengan nilai rata-rata uji kelompok yang lain. Hasil perbandingan uji kekuatan tarik dan laju korosi antar kelompok kemudian di analisis. Objek penelitian pengelasan yang dipakai adalah baja St 41. Spesimen uji kekuatan tarik mengacu pada standar ASTM E8/E8M-09 dan pengujian uji laju korosi berdasarkan ASTM G48. Hasil penelitian diperoleh kekuatan tarik raw material sebesar 47,833 kgf/mm2. Kekuatan tarik rata-rata sambungan las dengan elektroda E6010 sebesar 42,28 kgf/mm2, mengalami penurunan 11,60% dari raw material. Elektroda E6013 menghasilkan rata-rata kekuatan tarik sebesar 46,483 kgf/mm2, mengalami penurunan sebesar 2,82% dari raw material. Elektroda E7016 menghasilkan rata-rata kekuatan tarik sebesar 48,174 kgf/mm2 atau mengalami kenaikan sebesar 0,71% dari raw material. Nilai laju korosi raw material sebesar 0,27392 mmpy. Rata-rata laju korosi sambungan las dengan elektroda E6010 sebesar 0,62355 mmpy, mengalami kenaikan 127,63% dari raw material. Elektroda E6013 menghasilkan laju korosi rata-rata sebesar 0,56542 mmpy, mengalami kenaikan sebesar 106,42% dari raw material. Elektroda E7016 menghasilkan rata-rata laju korosi sebesar 0,52978 mmpyatau mengalami kenaikan sebesar 93,41% dari raw material.

Analisis SWOT sebagai dasar perumusan strategi pemasaran online produk fashion pada Suka-suka Shop Malang / Amelindha Vania

 

Vania, A. 2014.Analisis SWOT SebagaiDasarPerumusanStrategiPemasaranOnlineProdukFashion padaSukaSuka Shop Malang.Skripsi, JurusanManajemen, Program StudiManajemen, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (1) Dr. Agus Hermawan, M,Si. GradDipMgt, MBus(2) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si Kata kunci: Analisis SWOT, Strategi Pemasaran, Pemasaran Online Penelitianinibertujuanuntukmendiskripsikankondisidanbentukdesainpemasaranonline“SukaSuka Shop” Malang dilihatdarianalisis SWOT, untukmelihatposisi “SukaSuka Shop” berdasarkananalisa SWOT danuntukmengetahuistrategipemasaranapa yang dapatditerapkanpada “SukaSuka Shop” berdasarkananalisa SWOT. Penelitianinimenggunakanpendekatankualitatifuntukmemperolehdanmengumpulkaninformasimengenailingkungan internal daneksternalperusahaan.Analisis dalam penelitian adalah dengan menggunakan analisis SWOT. Penelititerlibat di dalampenelitiansebagaipemerankunci yang ikutbertindakdalampenelitianyaitusebagaipengamatpartisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwakondisi pemasaran online “SukaSuka Shop” berdasarkan analisis SWOT adalah dilihat dari Kekuatan: 1)Pengelola “account” website, media sosialdanjejaringsosial senantiasa memberikan pelayanan “fast respond”, 2) Hargaonline dapatditerimabagipelanggan, 3) Banyakpilihanwarnadan model produk “fashion” yang ditawarkan, 4)Model fashionselalu di update, 5) Keteranganproduk yang ditampilkansecaraonline sangatjelas, 6) Barang yang ditampilkansecaraonline sesuaidenganharga, dan7) Kualitasbarangtelahsesuaidenganhargaonline. Kelemahan: 1)Stockbarangterbatas, 2) Kurangnyainovasidalampenawarandiskonsecaraonline, 3) Kurangmenariknyatampilandesign katalogonline, 4) Penangananpesananprodukbelumefisiendanefektif, 5) ProdukSukaSuka Shop belumbanyakdikenalolehmasyarakat, 6) Ketidaksesuaianketepatandankecepatanpengirimanproduk, dan7) Kurangnyakeselamatandankeamanandalampengirimanproduk. Peluang: 1) Peminatonline shoperprodukfashionsemakinmeningkat, 2) Pengguna media sosialseperti Facebook, Twitter, BBM, WA, Instagramsemakinbanyak, 3) Munculbanyakresellersebagairekankerjaproduk “SukaSuka Shop”, 4) Memudahkanpelangganberbelanjaonline, 5) Meningkatnyakebutuhanprodukfashiondengan item tertentu, 6) Timbulnyakesadaranmasyarakatterhadapprodukfashion yang fashionable dan7) Permintaanpadaharibesar yang semakinmeningkat. Ancaman: 1) Semakinbanyakpesaingonline shop yang menghadirkanproduk yang sama, 2) Inflasi yang mempengaruhikenaikanhargaproduk, 3) Beberapapesaingonline shop yang menjualprodukdenganharga yang lebihmurah, 4) Maraknyabutikoffline shop (konvensional) yangmenawarkanhargalebihmurah, 5) Maraknyabutikoffline shop (konvensional) yang menawarkankualitaslebihbagus, 6) Hargaprodukdarisupplier yang terusmengalamikenaikandan7) Banyaknyamasyarakat yang melirikprodukfashion yang branded (bermerk). Bentuk desain pemasaran Suka Suka Shop adalah dengan cara menetapkan STP. 1) Segmenting: Busanawanitamulaidariatasandanbawahandenganberbagaivarian model danwarna yang dapatdinikmatiolehberbagaikalanganusia, status sosial, pendidikan, pekerjaan, dan seluruh wilayah. 2) Targeting: Remajawanita yang fashionabledanmampumelihat mode dariwaktukewaktu.Busan dapatdinikmatidarikalanganmenengahkebawah.3) Positioning: SukaSuka Shop melayaniresellerdandropshipuntukmembantupararesellerdalam proses pengiriman. SukaSuka Shop jugamenyediakan 3 jenishargayaituhargaeceran, hargaresellerdanhargagrosir. Posisi “SukaSuka Shop” beradapadakuadran 1.Posisitersebutmendukungdilaksanakannyastrategi yang agresif.Strategipemasarandilihat dari SWOT yang dapatditerapkanadalah Strategi SO yang mana denganmendirikanusahaproduksikonveksisendiri, jumlahbarangataustokpadahari – haribesarditambahmenjadi 2 kali lipatdaribiasanyadansesuaidengantema, memberikanfasilitasmenarikbagipara reseller, membuatakun “SukaSuka Shop” di media – media sosialbaru yang diminati target pasardanmemberikaninformasisecarajelastentangketersediaanbarang. Dalampenelitianini, penelitimenyarankan1) Menjalinhubunganbaikdenganpemasokataupihakproduksi, ketepatanwaktudalampembayaran. 2) Meningkatkanloyalitaspelanggandenganperbaikankualitasproduk, pelayanan, danmemberikanpenawaranmenarik. 3) Selainmempromosikansecara online, online shopjugaharusmeningkatkankegiatanpromosisecaraoffline. 4) Meningkatkankelengkapanfasilitasbagiparareseller.

Manajemen sarana dan prasarana asrama sekolah (studi kasus di Ma'had Al Qalam MAN 3 Malang) / Dian Oki Ajitiandhama

 

Ajitiandhama, Dian Oki. 2014. Manajemen Sarana dan Prasarana Asrama Sekolah (Studi Kasus di Ma’had Al Qalam MAN 3 Malang). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Imron Arifin, M. Pd, (II) Drs. Agus Timan, M.Pd. Kata kunci: manajemen, sarana dan prasarana, kualitas pendidikan Sarana dan prasarana di sekolah merupakan hal yang sangat penting dalam kelancaran pendidikan di sekolah, hal ini karena sarana dan prasarana dapat mendukung kelancaran di dalam pengajaran maupun yang lainnya. Begitu juga pada asrama sekolah. Di asrama sekolah, peserta didik akan dikenalkan dengan kebiasaan-kebiasaan dan nilai-nilai luhur terkait dengan profesi yang hendak dibentuk. Asrama sekolah menyatukan kedekatan antara siswa dan guru dalam sekolah berasrama yang tercipta oleh intensitas pertemuan yang memadai dan akan mempermudah proses transfer ilmu dan internalisasi nilai-nilai dari pendidik ke peserta didik. Manajemen sarana dan prasarana asrama sekolah ditujukan untuk memperlancar proses dalam hal sarana dan prasarana asrama sekolah. Fokus penelitian ini yaitu manajemen sarana dan prasarana dengan sub fokus sebagai berikut: (1) perencanaan sarana dan prasarana di Ma’had Al Qalam MAN 3 Malang, (2) pengorganisasian sarana dan prasarana di Ma’had Al Qalam MAN 3 Malang, (3) pelaksanaan sarana dan prasarana di Ma’had Al Qalam MAN 3 Malang, (4) pengawasan sarana dan prasarana di Ma’had Al Qalam MAN 3 Malang, dan (5) faktor penyebab dan faktor penghambat dalam proses manajemen sarana dan prasarana di Ma’had Al Qalam MAN 3 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif studi kasus tunggal. Data penelitian berupa paparan proses manajemen sarana dan prasarana, kendala-kendala atau faktor penghambat serta faktor pendukung dalam manajemen sarana dan prasarana di Ma’had Al Qalam MAN 3 Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu berupa instrumen kunci yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan dengan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari mereduksi data, display data, dan verifikasi data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh lima temuan hasil penelitian sebagai berikut: (1) manajemen sarana dan prasarana asrama sekolah mempunyai peran yang secara langsung membantu kelancaran asrama sekolah, (2) proses manajemen sarana dan prasarana meliputi: perencanaan sarana dan prasarana, dalam setiap mengadakan sarana dan prasarana selalu mengadakan perencanaan untuk mengetahui barang apa saja yang dibutuhkan; (3) pengorganisasian sarana dan prasarana, dilakukan untuk mengatur mekanisme kerja organisasi agar dapat menjamin pencapaian tujuan yang ditentukan; (4) pelaksanaan pengadaan sarana dan prasarana, pengadaan sarana dan prasarana bisa dilakukan oleh pihak asrama sekolah sendiri atau menggunakan pihak ketiga sebagai pelakunya; serta (5) pengevaluasian sarana dan prasarana, untuk mengetahui bahwa hasil pelaksanaan pekerjaan sedapat mungkin sesuai dengan rencana. Kendala-kendala yang dihadapi yaitu masalah anggaran, dan tenaga untuk pemeliharaan, proses pelaksanaannya, serta sarana dan prasarana yang belum bisa terpenuhi secara maksimal. Faktor pendukung lebih kepada dukungan dari Kepala MAN 3 Malang sehingga ketika keuangan ma’had tidak mendapatkan dana yang cukup, komite membantu dalam pendanaannya. Dalam proses manajemen sarana dan prasarana selain faktor internal pengurus juga faktor eksternal yaitu para santri yang juga peduli dalam pemeliharaan sarana dan prasarana yang ada. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada: (1) Kepala MAN 3 Malang, hendaknya menambah dana anggaran untuk pembangunan Ma’had Al Qalam MAN 3 Malang agar dapat terselesaikan secara tepat waktu dan juga memberikan kenyaman bagi para santri; (2) Kepala Ma’had Al Qalam MAN 3 Malang, agar lebih meningkatkan lagi kinerjanya agar proses manajemen sarana dan prasarana di Ma’had Al Qalam MAN 3 Malang dapat berjalan dengan efektif dan efisien; (3) pengurus Ma’had Al Qalam MAN 3 Malang, hendaknya segera memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana di Ma’had Al Qalam MAN 3 Malang agar dalam kegiatannya dapat berjalan lancar, efektif dan efisien; (4) Jurusan Administrasi Pendidikan, hendaknya dapat menjadikan bahan ini sebagai referensi tambahan dalam hubungannya dengan mata kuliah Manajemen Sarana dan Prasarana; (5) Peneliti lain, hendaknya melakukan penelitian pengembangan tentang manajemen sarana dan prasarana asrama/ma’had dengan menambah situs penelitian yaitu dengan lebih memperdalam fokus dan kajian teori.

Pengaruh arus kas operasi dan economic value added terhadap nilai perusahaan (studi pada perusahaan property & real estate yang listing di BEI periode 2011-2013) / Arila Cholilah

 

Cholilah, Arila. 2014. Pengaruh Arus Kas Operasi Dan Economic Value Added Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Property & Real Estate Yang Listing Di BEI Periode 2011—2013). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Yuli Soesetio, S.E., M.M (II) Hj. Fadia Zen, S.E., M.M Kata Kunci: Arus Kas Operasi, EVA, Nilai Perusahaan Tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan kekayaan dan mensejahterakan kekayaan shareholder. Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan kinerja perusahaan yang baik. Kemampuan atau kinerja suatu perusahaan tercermin dalam laporan keuangan, yang dapat diukur dengan menggunakan Arus Kas Operasi, EVA, dan Nilai Perusahaan. Nilai perusahaan yang baik dapat dilihat dari peningkatan atau pemaksimalan harga saham perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat Arus Kas Operasi, EVA (Economic Value Added) dan Harga saham, serta untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh signifikan antara arus kas operasi dan EVA (Economic Value Added) terhadap Harga saham secara parsial. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dalam pengambilan sampel, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Sampel dalam penelitian terdiri dari 10 perusahaan property & real estate yang terdaftar di bursa efek Indonesia dari tahun 2011 sampai 2013. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan keuangan yang diperoleh dari Dunia Investasi dan website Indonesian Stock Exchange. Untuk analisis data digunakan SPSS ver. 16.0 dengan analisis regresi berganda. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) kondisi arus kas operasi berfluktuasi, (2) kondisi EVA mengalami peningkatan, (3) kondisi harga saham berfluktuasi, (4) arus kas operasi tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham secara parsial; (5) EVA tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham secara parsial. Berdasarkan hasil dari penelitian, saran yang dapat diberikan adalah: (1) bagi investor perusahaan Property & Real Estate, dalam menentukan investasi selanjutnya investor hendaknya memperhatikan faktor makro yang terjadi seperti krisis ekonomi, inflasi, kurs, dan juga tingkat suku bunga sesuai karakteristik khusus yang dimiliki perusahaan, (2) bagi perusahaan Property & Real Estate, seharusnya lebih terbuka dalam pengungkapan hasil kinerja pada laporan keuangan perusahaan, (3) bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk menambah jumlah sampel dari badan usaha yang sama atau menambah periode penelitian serta menambahkan ukuran kinerja keuangan di luar Arus Kas Operasi, dan EVA seperti tingkat suku bunga dan struktur aset sehingga lebih diketahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap harga saham perusahaan Property & Real Estate

Proposisi puisi karya anak / Rizka Amaliah

 

   Bahasa anak menjadi salah satu kajian psikolinguistik yang selalu menarik perhatian. Salah satu realisasi bahasa anak, khususnya dalam konteks tulis, adalah puisi. Kajian mengenai anak-anak dan puisi merupakan sebuah upaya awal mencari celah untuk mengenalkan dan mengoptimalkan kepekaan anak terhadap penggunaan bahasa yang kompleks. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian berjudul Proposisi Puisi Karya Anak ini dilaksanakan.    Penelitian ini tergolong jenis kualitatif, dengan pemanfaatan jejaring kata (word web) sebagai pendekatan analisis. Kegiatan analisis dan interpretasi dilakukan dengan memanfaatkan pengetahuan bidang ilmu psikolinguistik dan sastra anak sebagai dasar pengkajian. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan penugasan untuk mendapatkan data berupa paparan proposisi yang terdiri atas rangkaian argumen dan predikasi (serta keterangan dan pelengkap) pada teks puisi karya siswa-siswi kelas IV, V, dan VI SDN Tlogosari 2 Tirtoyudo, Kab. Malang. Penelitian ini difokuskan pada kajian mengenai (1) hubungan argumen dan predikasi, (2) hubungan antarproposisi, (3) keunikan muatan proposisi sebagai wujud kreativitas dalam penulisan puisi, dan (4) perkembangan bahasa anak berdasarkan variasi proposisi dalam puisi.    Sebagian besar teks puisi karya anak kelas IV s.d. VI menunjukkan kelogisan hubungan antara argumen dan predikasi pada masing-masing proposisi. Argumen dan predikasi pada puisi-puisi karya anak didominasi oleh kata dengan acuan konkret. Meskipun demikian, pada puisi-puisi karya anak kelas V dan VI muncul beberapa argumen yang sekilas tampak tidak berkaitan secara semantik, namun memiliki hubungan asosiatif bila ditelaah lebih mendalam.    Temuan mengenai hubungan antarproposisi dalam puisi-puisi karya anak menunjukkan bahwa sebagian anak memiliki kemampuan menghubungkan satu proposisi dengan proposisi lain secara logis. Akan tetapi, beberapa anak—khususnya kelas IV—belum menunjukkan kemampuan menjalin keutuhan hubungan antarproposisi. Artinya, proposisi-proposisi yang muncul dalam puisi menunjukkan lompatan-lompatan informasi dan tidak membentuk sebuah kepaduan wacana.    Keunikan muatan proposisi yang muncul pada puisi-puisi karya anak meliputi penggunaan citraan, bahasa figuratif, sarana retorika, dan penataan bunyi. Penggunaan citraan pada puisi anak, baik kelas IV, V, maupun VI didominasi oleh jenis citraan visual. Pada puisi karya anak kelas IV, terdapat tiga jenis citraan yang muncul, yakni visual, penciuman & pengecapan, dan gerak. Citraan taktil dan auditif baru muncul pada puisi karya anak kelas V dan VI. Penggunaan bahasa figuratif pada puisi karya anak kelas V dan VI menunjukkan lebih banyak variasi dibandingkan puisi karya anak kelas IV. Sarana retorika juga muncul sebagai wujud keunikan puisi. Adapun sarana retorika yang muncul pada puisi karya anak adalah ambiguitas, repetisi, mesodiplosis, paralelisme, kiasmus dan elipsis. Selain beberapa wujud keunikan yang telah disebutkan, penataan bunyi menjadi salah satu hal yang muncul secara intensif, baik pada puisi karya anak kelas IV, V, maupun VI.    Hasil komparasi puisi karya anak menunjukkan perkembangan proposisi dari arah sederhana menuju kompleks sesuai dengan kematangan usia anak. Hal ini terlihat pada pilihan-pilihan argumen dan predikasi pada masing-masing proposisi dalam puisi. Seluruh puisi karya anak kelas IV menunjukkan penggunaan kata konkret dan relasi sintagmatis, sedangkan beberapa puisi (sebagian kecil) karya anak kelas V dan VI sudah menunjukkan penggunaan kata abstrak dan relasi paradigmatis.    Temuan penelitian ini dapat dimanfaatkan dalam pelaksanaan pembelajaran di tingkat SD. Kemampuan siswa dan kecenderungan yang menjadi temuan penelitian, dapat digunakan sebagai salah satu landasan penentuan metode, materi, dan media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran menulis puisi. Materi-materi pembelajaran, berupa naskah puisi seharusnya menunjukkan kelogisan hubungan antara argumen dan predikasi serta hubungan antarproposisi. Selain itu, teks-teks puisi dengan penggunaan kata abstrak yang mengarah pada penggunaan bahasa figuratif dan sarana retorika perlu disajikan secara bertahap sesuai dengan perkembangan pengalaman dan pengetahuan anak.    Para peneliti dalam bidang kajian yang sama, dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai informasi awal untuk menentukan fokus penelitian. Berdasarkan temuan spesifik dalam penelitian ini, pelaksanaan penelitian pengembangan, baik metode, materi, maupun media pembelajaran menulis puisi disarankan untuk dilakukan. Selain itu, peneliti lain dapat melengkapi hasil kajian dengan memilih sumber data dari puisi-puisi karya anak kelas I, II, dan III SD, dengan fokus yang sama. Hal tersebut dapat memperkaya dan melengkapi pengetahuan mengenai perkembangan bahasa tulis (puisi) anak, khususnya di jenjang sekolah dasar secara menyeluruh.

Pengembangan modul dengan pendekatan saintifik pada materi transformasi untuk kelas VII SMP / Sri Wahyuni

 

Setiap peserta didik adalah unik, sejak lahir mereka membawa bakat dan kemampuan sendiri-sendiri, bahkan dalam kecepatan belajar pun masing-masing peserta didik tidak sama, karena itu setiap peserta didik berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya (Depdiknas, 2010). SMP Islam Al Azhaar Tulungagung merupakan sekolah dengan sistem Boarding School memfasilitasi adanya variasi tersebut, termasuk dalam pembelajaran Matematika. Strategi pembelajaran dan sumber belajar perlu dirancang untuk memfasilitasi pencapaian setiap kompetensi, agar peserta didik mampu menjadi pebelajar mandiri. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran dengan pendekatan saintifik sebagai sumber belajar siswa kelas VII SMP khususnya bagi siswa SMP Islam Al Azhaar Tulungagung, pada materi transformasi dalam bentuk cetak. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses mengembangkan modul dengan pendekatan saintifik pada materi transformasi yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model pengembangan Dick & Carey, dengan menggunakan sembilan langkah-langkahnya, yaitu: (1) mengidentifikasi tujuan pembelajaran, (2) melakukan analisis pembelajaran, (3) mengenali tingkah laku masukan dan ciri-ciri siswa, (4) merumuskan tujuan performansi (5) mengembangkan instrumen penilaian, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7) mengembangkan dan memilih material pembelajaran, (8) merancang dan melaksanakan penilaian formatif, dan (9) merevisi materi pembelajaran. Model pengembangan ini dipilih karena menggunakan pendekatan sistem dengan langkah-langkah yang sistematis, dapat digunakan untuk merancang pembelajaran secara klasikal maupun individual beserta sumber belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Produk pengembangan yang berupa modul dan panduan guru telah diuji cobakan melalui beberapa tahap, yakni : (1) Validasi oleh dua validator ahli dan satu validator praktisi, (2) uji coba perorangan, dan (3) uji coba lapangan. Data hasil evaluasi tersebut yang berupa saran, tanggapan, dan penilaian dari subyek uji coba digunakan sebagai masukan untuk merevisi dan menyempurnakan modul yang dikembangkan.Berdasarkan analisis data dari uji kevalidan modul didapatkan skor yang tinggi yaitu 3,50 dari skor maksimal 4. Dari uji keterbacaan pada uji coba perorangan diperoleh beberapa saran dan masukan untuk perbaikan produk sebelum pelaksanaan uji coba lapangan. Dari uji coba lapangan didapatkan bahwa modul dapat dikatakan praktis dengan skor observasi keterlaksanaan modul 3,62 dari skor maksimal 4 dan efektif dengan hasil uji kompetensi dengan persentase ketuntasan 89,65% dan peserta didik memberikan respon yang positif. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa modul yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Saran yang diajukan diantaranya (1) Modul transformasi ini dapat digunakan sebagai salah satu bahan ajar dalam pembelajaran matematika di kelas VII SMP, (2) Bagi guru yang menggunakan modul transformasi ini hendaknya memahami isi dan tahapan belajar dengan modul terlebih dahulu, sehingga guru dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik.

Pengaruh penggunaan assesment potofolio terhadap motivasi dan hasil belajar bahasa arab siswa kelas XI bahasa Madrasah Aliyah Negeri Tlogo Blitar / Siti Amiroh

 

ABSTRAK Amiroh, Siti. Pengaruh Penggunaan Assessment Portofolio Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Bahasa Arab Siswa Kelas XI Bahasa Madrasah Aliyah Negeri Tlogo Blitar. Skripsi. Jurusan Sastra Arab Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. Moh. Ainin, M.Pd. Kata Kunci: Assessment Portofolio, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Portofolio merupakan bagian dari penilaian berbasis kelas, portofolio digunakan sebagai salah satu penilaian karena dapat bercerita tentang aktivitas siswa, dapat menilai dari segi kognitif, afektif dan psikomotorik, dan dapat menilai secara menyeluruh. Penilaian portofolio merupakan penilaian berbasis kelas terhadap sekumpulan karya peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi yang diambil selama proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu, digunakan oleh guru dan peserta didik untuk memantau perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik dalam mata pelajaran tertentu. Selama ini pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah Negeri Tlogo (MAN Tlogo) masih didominasi dengan metode ceramah, tanya jawab dan penugasan. Sehingga guru menyampaikan materi ajar secara teoritis. Sedangkan peserta didik mendengarkan dan mencatat apa yang telah disampaikan oleh guru. Selama ini pula guru dalam hal penilaian menggunakan tes sumatif dan tes formatif saja, yang mana tidak menilai senyatanya. Madrasah Aliyah Negeri Tlogo juga belum menggunakan assessment autentik berupa portofolio, karena guru belum menguasai pembuatan portofolio dan penilaian yang digunakan adalah tes sumatif dan tes formatif. Portofolio itu sendiri mempunyai potensi untuk meningkatkan pendidikan yang memungkinkan peserta didik untuk lebih berpartisipasi dalam proses pembelajaran dan portofolio dapat juga menampilkan perkembangan siswa berdasarkan kumpulan hasil yang diperoleh dalam penyusunan portofolio. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui perbedaan pengaruh penggunaan assessment portofolio dan non assessment portofolio terhadap motivasi siswa. (2) Mengetahui perbedaan pengaruh penggunaan assessment portofolio dan non assessment portofolio terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen (eksperimen semu). Adapun subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Bahasa 1 yang berjumlah 31 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas XI Bahasa 2 yang berjumlah 30 siswa sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes, metode dokumentasi dan metode kuesioner/angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji t- Independent Sample t-test dengan taraf signifikansi 5%. Tetapi sebelum data dianalisis, diadakan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Dari analisis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) Ada perbedaan pengaruh penggunaan assessment portofolio terhadap motivasi belajar siswa, dimana kelompok eksperimen lebih tinggi motivasi belajarnya (mean = 3.8), kelompok kontrol (mean = 3.4). (2) Ada perbedaan pengaruh penggunaan assessment portofolio terhadap hasil belajar siswa, dengan nilai t = 0.924 > t tabel (0.05), dimana kelompok eksperimen memiliki hasil belajar lebih tinggi (mean = 83.03) daripada kelompok kontrol (mean = 60.84). Adapun saran yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagi guru Bahasa Arab MAN TLOGO BLITAR khususnya assessment portofolio dapat dijadikan alternatif penilaian dalam pembelajaran Bahasa Arab mengingat penilaian portofolio ini efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI Bahasa 2, (2) Bagi siswa pada saat pelaksanaan assessment portofolio perlu ditingkatkan lagi keberanian dalam mengungkapkan gagasan, berargumentasi guna lebih memahami terhadap materi yang akan disampaikan, ketelitian dan kedisiplinan dalam penyusunan dan pengumpulan tugas-tugas portofolio agar dapat diperoleh tugas-tugas yang lengkap, (3) Bagi peneliti selanjutnya, karena penelitian ini hanya terbatas pada variabel motivasi dan hasil belajar siswa maka dapat dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh penggunaan assessment portofolio dengan variabel lain, misalnya motivasi dan prestasi belajar.

Pengembangan buku siswa bercirikan realistic mathematics education pada materi bangun ruang sisi datar kelas VIII SMP / Luluk Dwi Oktrianingsih

 

Oktrianingsih, Luluk Dwi. 2014. Pengembangan Buku Siswa Bercirikan Realistic Mathematics Education Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Kelas VIII SMP. Tesis. Jurusan Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Ipung Yuwono, M.S., M.Sc., (2) Dr. Makbul Muksar, S.Pd., M.Si. Kata kunci: pengembangan buku siswa, realistic mathematics education, bangun ruang sisi datar Buku pelajaran matematika dapat digunakan siswa untuk mempelajari konsep-konsep matematika. Kondisi nyata di SMPN Satu Atap Merjosari buku pegangan siswa khususnya pada materi bangun ruang sisi datar hanya digunakan untuk mengerjakan soal. Buku siswa yang ada kurang memuat masalah nyata yang penyelesaiannya dapat menuntun siswa menemukan kembali konsep matematika. Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan buku siswa bercirikan Realistic Mathematics Education pada materi Bangun Ruang Sisi Datar di kelas VIII yang valid, praktis, dan efektif. Karakteristik Realistic Mathematics Education yang termuat dalam buku siswa meliputi (1) menggunakan konteks (2) menggunakan model-model (3) kontribusi dari siswa (4) interaktif (5) keterkaitan antar topik. Pengembangan buku siswa ini melalui tahapan pengembangan model Plomp, yaitu penelitian awal (prelimenary research), fase prototipe (prototyping phase) , dan fase penilaian (assesment phase). Pada fase penilaian, buku siswa diukur tingkat kevalidannya oleh validator sebelum diujicobakan. Setelah dilakukan validasi dan perbaikan berdasarkan saran validator, buku siswa dinilai tingkat kepraktisan dan keefektifannya dalam uji coba lapangan. Kepraktisan diperoleh melalui lembar observasi keterlaksanaan buku siswa. Sedangkan untuk keefektifan buku siswa diukur berdasarkan hasil tes siswa dan angket respon buku siswa. Pengembangan ini telah menghasilkan buku siswa yang valid berdasarkan penilaian dari tiga orang validator yaitu ahli materi pelajaran, ahli teori pembelajaran Realistic Mathematics Education, dan guru matematika. Setelah melalui proses validasi dan revisi, buku siswa kemudian diujicobakan kepada siswa SMPN Satu Atap Merjosari Malang untuk menilai kepraktisan dan keefektifannya. Hasil ujicoba diperoleh tingkat keterlaksanaan buku siswa termasuk dalam kategori tinggi, sehingga dapat disimpulkan bahwa buku siswa yang dikembangkan praktis. Berdasarkan hasil tes belajar siswa diperoleh data, dari 38 siswa, 34 siswa mendapatkan nilai minimal 75 dan 4 siswa mendapat nilai kurang dari 75. Dari data tersebut diperoleh hasil persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar 89,5%, sehingga memenuhi kriteria yaitu nilai hasil tes siswa minimal 75 dengan ketuntasan klasikal 80%. Sedangkan untuk respon siswa, berdasarkan analisa data angket diperoleh respon siswa positif. Sehingga dari hasil analisa ketuntasan belajar siswa dan respon siswa diperoleh kesimpulan bahwa buku siswa yang dikembangkan efektif.

Studi keanekaragaman makrozoobentos pada hutan mangrove Blok Bedul Banyuwangi sebagai bahan ajar biologi SMA / Hendra Febriyanto

 

Febriyanto, Hendra. 2014. Studi Keanekaragaman Makrozoobentos pada Hutan Mangrove Blok Bedul Banyuwangi sebagai Bahan Ajar Biologi SMA. Tesis. Program Studi Pendidikan Biologi. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr.Abdul Ghofur, M.Si., (2) Dr. Ibrohim, M.Si. Kata Kunci: studi keanekaragaman, makrozoobentos, mangrove, bahan ajar. Ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang unik dan mempunyai peranan sebagai sumber unsur hara bagi kehidupan biota perairan laut, dan sumber pakan bagi kehidupan biota darat. Hutan mangrove adalah habitat bagi banyak satwa, seperti mamalia, aves, reptil, amfibi, pisces, dan insekta, dan berbagai biota laut. Kawasan hutan mangrove di blok Bedul Taman Nasional Alas Purwo merupakan hutan wujud komitmen dan kerjasama antara Pemerintah Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo dan Balai Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) dalam upaya mengembalikan, melindungi, dan mengembangkan hutan yang utuh berikut semua biota yang ada. Makrozoobentos merupakan komponen penting dalam ekosistem mangrove dan menyediakan berbagai sumber makanan bagi manusia dan hewan lain yang lebih tinggi. Makrozoobentos juga berperan penting sebagai salah satu hewan pengurai jatuhan serasah mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji keanekaragaman makrozoobentos yang ada di hutan mangrove Blok Bedul Taman Nasional Alas Purwo Kabupaten Banyuwangi, (2) mengetahui kekayaan biota terutama makrozoobentos yang ada di hutan mangrove Blok Bedul Taman Nasional Alas Purwo; dan (3) menyusun bahan ajar untuk siswa SMA mengenai makrozoobentos dan menuntun siswa untuk mengetahui potensi yang ada didaerahnya. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan April 2014. Sampel diambil dari dua lokasi pengamatan, yaitu stasiun 1 adalah Blok Apur yang berada di sebelah barat resort Bedul dan stasiun 2 adalah Blok Bonaji yang berada di sebelah selatan resort Bedul. Masing-masing stasiun terdapat 6 petak yang kemudian dianggap sebagai ulangan. Penentuan titik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, yaitu sampel diambil dengan maksud dan tujuan tertentu. Hasil penelitian ini menunjukkan identifikasi makrozoobentos di hutan mangrove Blok Bedul Banyuwangi ditemukan 34 jenis makrozoobentos yang terdiri dari Filum Moluska, Arthopoda, dan Annelida. Hasil kajian struktur komunitas makrozoobentos pada hutan mangrove Blok Bedul Banyuwangi diperoleh penghitungan pada stasiun 1 menunjukkan indeks keanekaragaman 2,8; nilai kemerataan 0,8; kekayaan tertinggi 48,5 yaitu jenis Littoraria melanostoma; indeks kepadatan 0,11 ind/m2 dengan nilai kepadatan relatif sebesar 15% yaitu dari jenis Cerithidea quadrata; indeks dominansi tertinggi 0,15 per m2 dengan nilai dominansi relatifnya adalah 15% yaitu jenis Cerithidea quadrata; nilai frekuensi tertinggi 1 per m2 dengan nilai frekuensi relatifnya sebesar 4,7%; dan NPi tertinggi 34,6% yaitu dari jenis Cerithidea quadrata. Pada stasiun 2: indeks keanekaragaman 2,4; indeks kemerataan 0,8; kekayaan 50,2 yaitu dari jenis Nerita planospira dan cerithidea anticipate; indeks kepadatan tertinggi 0,12 ind/m2 dengan nilai kepadatan relatif sebesar 14% yaitu dari jenis Saccostrea cucullata; dominansi tertinggi 0,14 per m2 dengan nilai dominansi relatifnya adalah 14%; nilai frekuensi tertinggi 1 per m2 dan nilai frekuensi relatifnya 4,4%; dan NPi tertinggi 32,5% yaitu dari jenis Saccostrea cucullata. Hasil penelitian dikembangkan menjadi buku ajar untuk SMA kelas X yang sudah melalui tahap revisi dan validasi. Validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli pendidikan, ahli praktisi pendidikan, dan uji keterbacaan oleh siswa. Buku ajar divalidasi oleh ahli materi dengan aspek-aspek yang dinilai menggunakan skala likert kemudian dianalisis dan diperoleh tingkat pencapaian sebesar 70,7% yang berarti buku ajar sudah baik atau layak. Tingkat pencapaian yang diperoleh dari ahli media adalah sebesar 76% yang berarti buku ajar baik atau layak dan tidak perlu dilakukan revisi. Hasil validasi bahan ajar oleh praktisi pendidikan menunjukkan bahwa buku ajar sudah sangat baik dan layak dengan tingkat pencapaian 82,8% dan 77,1%. Uji keterbacaan yang dilakukan kepada 20 orang siswa juga menunjukkan hasil yang serupa yaitu dengan tingkat pencapaian 71,3%, yang berarti buku ajar sudah baik dan layak digunakan.Perlu dilakukan penelitian yang sama pada lokasi mangrove di daerah lain yang berbeda untuk memperkaya informasi keanekaragaman makrozoobentos.

Diagnosis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita terkait pertidaksamaan kuadrat dengan menggunakan mapping mathematics dan scaffolding-nya / Marlin Blandy Mananggel

 

Mananggel, Marlin, Blandy, 2015. Diagnosis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita terkait Pertidaksamaan Kuadrat dengan Menggunakan Mapping Mathematics dan Scaffolding-nya. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Akbar Sutawidjaja, M.Ed., Ph.D., (II) Dr. I Nengah Parta, S.Pd., M.Si. Kata kunci: diagnosis, soal cerita, pertidaksamaan kuadrat, mapping mathematics, scaffolding     Diagnosis merupakan suatu proses penting dalam pembelajaran yang harus dilakukan oleh guru. Dengan mendiagnosis kesulitan siswa secara tepat, guru dapat mengetahui lebih banyak faktor penyebab kesulitan siswa dan merancang bantuan yang dapat mengatasi kesulitan tersebut. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika, kesulitan yang sering dialami siswa adalah menyelesaikan soal cerita terkait pertidaksamaan kuadrat. Siswa seringkali salah dalam memahami masalah dan menentukan bentuk matematis yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengkaji kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita terkait pertidaksamaan kuadrat; 2) mendiagnosis penyebab kesulitan siswa tersebut; dan 3) mendeskripsikan bentuk scaffolding untuk mengatasi kesulitan siswa tersebut.     Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif-kualitatif untuk menjawab pertanyaan di atas. Dalam hal ini, peneliti adalah instrumen utama. Data penelitian ini adalah pekerjaan tertulis dan ungkapan verbal subjek penelitian dalam wawancara dan pemberian scaffolding. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan lembar tes diagnostik dan tes pemahaman, pedoman wawancara, dan pedoman scaffolding, serta catatan lapangan. Dalam penelitian ini, triangulasi sumber data diterapkan untuk mengecek keabsahan data.     Scaffolding diberikan sesuai dengan penyebab kesulitan siswa. Bentuk scaffolding yang diberikan berupa explaining, reviewing dan restructuring, serta developing conceptual thinking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan scaffolding yang tepat kesulitan siswa telah berkurang, bahkan ada dua subjek yang sudah tidak mengalami kesulitan lagi, yaitu subjek dari kelompok tinggi. Sedangkan dua subjek lainnya mengalami kesulitan pada tahap ke-3, yaitu kesalahan dalam menentukan akar-akar persamaan kuadrat dan dua subjek lainnya lagi mengalami kesulitan pada tahap ke-4, yaitu kesalahan dalam menuliskan kesimpulan. Oleh karena kajian dalam penelitian ini masih terbatas, maka perlu adanya kajian yang lebih mendalam dengan semua level scaffolding Anghileri.

Pengaruh kompetensi mengukur badan, membuat pola dasar, membuat pecah pola, memotong bahan dan menjahit busana terhadap hasil pembuatan busana wanita / Hasni Andriani

 

    Ada hambatan yang dialami mahasiswa pada saat praktik pembuatan busana wanita. Dimana hambatan itu meliputi kurangnya pemahaman mahasiswa tentang teknik mengambil ukuran yang tepat, kurang mengetahui langkah-langkah membuat pola konstruksi, kurang mampu membuat pecah pola sesuai desain, cara memotong bahan yang kurang tepat, dan kurangnya kompetensi mahasiswa menjahit busana sesuai sistem butik.     Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi: (1) kompetensi mengukur badan; (2) kompetensi membuat pola dasar; (3) kompetensi membuat pecah pola; (4) kompetensi memotong bahan; (5) kompetensi menjahit busana; (6) hasil pembuatan busana wanita; dan (7) mengungkap pengaruh kompetensi mengukur badan, membuat pola dasar, membuat pecah pola, memotong bahan dan menjahit busana secara simultan.     Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasinya mahasiswa Prodi Tata Busana Jurusan PKK FT UNM angkatan 2012 dan 2013 dengan jumlah 66 mahasiswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar penilaian unjuk kerja. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) mahasiswa kompeten mengukur badan sekitar 60,6%; (2) mahasiswa kompeten membuat pola dasar 53%; (3) mahasiswa kompeten membuat pecah pola 57%; (4) mahasiswa kompeten memotong bahan 59,1%; (5) mahasiswa kompeten menjahit busana 66,7%; (6) mahasiswa kompeten menghasilkan busana wanita 51,5%; dan (7) kompetensi mengukur badan, membuat pola dasar, membuat pecah pola, memotong bahan, dan menjahit busana secara simultan berpengaruh terhadap hasil pembuatan busana wanita sebesar 0,583.     Simpulan yang diperoleh: (1) mengukur badan pada kategori kompeten; (2) membuat pola dasar pada kategori kompeten; (3) membuat pecah pola pada kategori kompeten; (4) memotong bahan pada kategori kompeten; (5) menjahit busana pada kategori kompeten; (6) hasil pembuatan busana wanita pada kategori kompeten; dan (7) kompetensi secara simultan pada kategori sedang. Saran untuk mahasiswa, perlu: (1) menguasai teknik mengukur badan sesuai prosedur; (2) memahami rumus matematika pembuatan pola dasar; (3) meningkatkan kompetensi membaca desain; (4) memahami teknik memotong bahan sesuai prosedur; (5) memahami teknik jahit butik; (6) memahami langkah-langkah pembuatan busana wanita sesuai prosedur; dan (7) meningkatkan kompetensi mengukur badan, membuat pola dasar, membuat pecah pola, memotong bahan dan menjahit busana, agar dapat menghasilkan busana wanita yang enak dipakai.

Pembelajaran bercerita dengan menggunakan alat peraga pada siswa kelas VII: analisis perencanaan dan pelaksanaannya di SMP Negeri I Watulimo Trenggalek tahun pelajaran 2009-2010 / Eunike Eko Kurniawati

 

Kemampuan berbahasa meliputi empat aspek, yakni menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Kemampuan berbicara dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui bahasa lisan. Pembelajaran bercerita merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dan siswa untuk menceritakan suatu kejadian yang sengaja disusun berdasarkan urutan waktu. Melalui pembelajaran berbicara siswa dapat berkomunikasi dengan mengungkapkan berbagai cerita, pengalaman hidup, ide dan perasaan. Siswa dapat menjadi seorang yang kreatif dan dapat mengambil teladan dari pembelajaran yang telah diperolehnya. Oleh karena itu pembelajaran bercerita membutuhkan inovasi dengan penggunaan media yang mampu membantu siswa dalam proses bercerita dan mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini bermaksud (1) mendeskripsikan rencana pelaksanaan pembelajaran bercerita dengan menggunakan alat peraga, dan (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran bercerita dengan menggunakan alat peraga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah guru dan seluruh siswa kelas VII D SMP Negeri I Watulimo Trenggalek tahun ajaran 2009-2010. Siswa berjumlah 38 orang. Data yang diperoleh peneliti berupa RPP, foto dan rekaman peristiwa pelaksanaan pembelajaran di kelas yang dituliskan secara lengkap dalam catatan lapangan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah panduan analisis RPP,panduan wawancara, dan panduan observasi. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) oleh guru bahasa Indonesia kelas VII SMPN I Watulimo Trenggalek bersama rekan MGMP belum sepenuhnya dilakukan berdasarkan silabus dan KTSP. Ketidak sesuaian tersebut terletak pada (a) materi pembelajaran kurang lengkap, (b) penentuan jumlah anggota kelompok dalam langkah-langkah pembelajaran tidak sesuai silabus, (c) penjabaran kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup tidak disertai alokasi waktu dan, (d) tidak terdapat rubrik penilaian proses dan kunci jawaban. Pelaksanaan pembelajaran bercerita dengan menggunakan media wayang karton terdiri dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pelaksanaan kegiatan pendahuluan dilakukan dengan kegiatan apersepsi yang memadai namun terdapat kekurangan dalam hal presensi dan pembentukan kelompok. Pada pelaksanaan kegiatan inti guru menggunakan metode pembelajaran yang serasi dengan media pembelajaran yang digunakan dan sesuai dengan kompetensi dasar. Kegiatan inti dilakukan dengan baik namun terdapat beberapa kekurangan dalam hal perluasan penjabaran materi dan pemilihan bahan ajar, pemberian ruang bagi siswa untuk, bereksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, penilaian dan pengaturan alokasi waktu. Pada pelaksanaan kegiatan penutup guru melakukan refleksi dengan baik. Keberhasilan pembelajaran bercerita dengan menggunakan media wayang karton dapat diketahui dari hasil unjuk kerja siswa. Dari daftar nilai milik guru dapat diketahui bahwa 93% siswa mampu mencapai nilai KKM. Siswa yang belum mencapai nilai KKM dapat mencapai nilai KKM setelah mengikuti remidi. Guru disarankan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan KTSP. Pembelajaran bercerita dengan menggunakan media wayang karton merupakan hal yang cukup kreatif. Hal ini perlu dipertahankan dan terlebih ditingkatkan misalnya dengan percobaan pembuatan media untuk kompetensi dasar yang lain. Guru perlu mengembangkan pengetahuan dan potensi diri agar bisa meningkatkan kualitas kinerja profesinya. Peneliti lain disarankan mengadakan penelitian-penelitian yang berkaitan dengan rencana pelaksanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran pada ketrampilan berbahasa yang lain.

Daya panggil bahasa berbentuk fona, kata, dan kalimat pada anak autis usia 9 tahun / Vrestanti Novalia Santosa

 

Selama ini penelitian mengenai daya panggil bahasa pada anak autis masih jarang ditemukan. Pemahaman masyarakat mengenai daya panggil bahasa pada anak autis masih kurang. Terlebih lagi, masyarakat memandang sebelah mata terhadap penderita autis dengan daya panggil bahasanya. Kondisi seperti ini menimbulkan dorongan adanya jenis penelitian mengenai daya panggil bahasa berbentuk fona, kata, dan kalimat pada anak autis usia 9 tahun. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan bentuk fona, kata, dan kalimat yang mampu dipanggil anak autis usia 9 tahun, (2) mendeskripsikan makna kalimat berdasarkan konteks yang dipanggil pada anak autis usia 9 tahun. Berdasarkan permasalahan yang diteliti, digunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, dan merupakan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini adalah anak berkebutuhan khusus jenis autis usia 9 tahun. Dalam hal ini diambil 2 subjek penelitian. Subjek penelitian 1 bernama Umar Muladawiyah dengan panggilan Anis. Subjek penelitian 2 bernama Noviantika Raya Rahmadina dengan panggilan Dina. Subjek penelitian diambil berdasarkan pertimbangan bahwa subjek tersebut tergolong anak dengan usia 9 tahun penderita autisme. Adapun instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) lembar pemancingan, (2) alat identifikasi anak berkebutuhan khusus, (3) alat rekam (camera digital). Sejalan dengan tujuan penelitian, hasil penelitian sebagai berikut. (1) pada Anis dan Dina, fona vokal /i/, /u/, /e/, /Ə/, /Ɛ/, /o/, /ᴐ/, /a/ dapat menempati semua posisi pada satu satuan ujaran. (2) Anis sudah mampu menyimpan dan memanggil fona konsonan /t/, /k/, /s/, /l/, /m/, /n/, dan /ŋ/ terdapat pada semua posisi, yaitu posisi depan, tengah, dan belakang sedangkan Dina sudah mampu menyimpan dan memanggil fona konsonan /t/, /k/, /s/, /m/, /n/, dan /ŋ/ terdapat pada semua posisi yaitu depan, tengah, dan belakang. (3) Berdasarkan kelas kata dapat diketahui subjek penelitian mengenal jenis-jenis kata, dengan pengklasifikasian sebagai berikut. Pada Anis, dari kata yang mampu dipanggil dapat diklasifikasikan ke dalam kelas kata, yaitu nomina (kata benda), verba (kata kerja), adjektiva (kata sifat), terdapat pada kata adverbia (kata keterangan), pronomina (kata ganti), numeralia (kata bilangan): angka kardinal, kata tanya, kata tugas (artikula): kata sandang. Pada Dina, dari kata yang mampu dipanggil dapat diklasifikasikan ke dalam kelas kata, yaitu nomina (kata benda), verba (kata kerja), adjektiva (kata sifat), adverbia (kata keterangan), pronomina (kata ganti), numeralia (kata bilangan): angka kardinal, kata tanya, kata tugas. (4) Pada subjek penelitian Anis dan Dina, variasi kalimat yang dihasilkannya termasuk ke dalam jenis kalimat sederhana, hanya ditemukan lima jenis kalimat, yaitu kalimat berita (deklaratif), kalimat perintah (imperatif), kalimat tanya (interogatif), kalimat inversi, dan kalimat ingkar. (5) Pada Anis dan Dina ditemukan perbedaan dalam hal memaknai kalimat berdasarkan konteksnya, yaitu pada Anis kalimat yang mampu dipanggil masih simpleks dibanding kalimat yang mampu dipanggil Dina sehingga saat dianalisis makna kalimat berdasarkan konteksnya terdapat perbedaan yang signifikan. Kalimat dengan struktur sederhana yang dipanggil Anis kurang dapat dipahami secara jelas antara kalimat yang dipanggil dengan konteks saat itu. Berbeda pada Dina, kalimat dengan struktur yang bervariasi dapat lebih mudah dianalisis dan kesesuaian antara kalimat yang dipanggil dengan konteksnya lebih dipahami secara jelas. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) berdasarkan bentuk fona vokal yang mampu dipanggil pada Anis dan Dina dapat menempati semua posisi dalam satu satuan ujaran, fona konsonan tidak semua mampu dipanggil kedua subjek penelitian, yakni pada fona konsonan /z/, /x/, dan /y/. (2) Berdasarkan bentuk kata, Anis dengan tingkat autisme yang lebih tinggi menghasilkan kata yang lebih sedikit daripada Dina dengan tingkat autisme yang lebih rendah menghasilkan kata yang lebih banyak. Tingkat keautisan berpengaruh terhadap kekompleksan kata yang dipanggil kembali oleh subjek penelitian. Semakin sedikit kata yang dipanggil semakin tinggi tingkat keautisan seorang subjek. (3) Berdasarkan bentuk kalimat, pada subjek penelitian Anis dan Dina, variasi kalimat yang dihasilkannya termasuk ke dalam jenis kalimat sederhana. (4) Berdasarkan makna kalimat sesuai konteksnya, pada Anis dan Dina ditemukan perbedaan dalam hal memaknai kalimat berdasarkan konteksnya, yaitu pada Anis kalimat yang mampu dipanggil masih simpleks dibanding kalimat yang mampu dipanggil Dina sehingga saat dianalisis makna kalimat berdasarkan konteksnya terdapat perbedaan yang signifikan. Adapun saran-saran penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Bagi orang tua, penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi orang tua yang memiliki anak penderita autis maupun yang memiliki anak normal seusianya agar lebih memerhatikan dan memahami karakter buah hatinya. Pada dasarnya orang tua mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan bahasa seorang anak karena orang tua adalah sumber bahasa utama bagi anak. (2) Bagi peneliti lain, penelitian ini diharapkan dapat memberikan saran dan masukan yang sekiranya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan guna perbaikan penelitian daya panggil bahasa berikutnya karena selama ini penelitian mengenai daya panggil bahasa pada anak autis masih jarang ditemukan. (3) Bagi tutor anak autis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan saran dan masukan yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi tutor anak autis mengenai kemampuan memanggil kembali bahasa pada para peserta didik autisme, sehingga tutor anak autis lebih mudah memahami karakter peserta didiknya.

Sosok perempuan dalam naskah drama Arifin C. Noor / Muhammad Zaeni

 

Zaeni, Muhammad. 2015. Sosok Perempuan dalam Drama Karya Arifin C. Noer. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd, (II) Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd. Kata kunci: sosok perempuan, naskah drama, budaya Jawa Sosok perempuan dalam pandangan budaya Jawa memiliki fungsi dan peran yang dikaitkan pada kehidupan keluarga. Dalam kehidupan keluarga, perempuan berkedudukan sebagai istri (garwa), pendamping suami dan sebagai ibu rumah tangga yang melahirkan, menjaga, dan memelihara anak. Secara lebih luas sesuai perannya dalam keluarga, perempuan dalam Serat Candrarini dilukiskan bisa macak, manak, dan masak. Pandangan-pandangan tentang perempuan, tersimpan di dalam akal budi individu manusia sebagai anggota masyarakat dan juga tersimpan di dalam karya sastra khususnya naskah drama yang diciptakan sastrawan sebagai hasil dari pergumulannya dengan masalah hidup dan kehidupannya. Dalam naskah drama yang dihasilkan oleh Arifin C. Noer, beberapa di antaranya terdapat tokoh perempuan yang sangat erat dengan sosok perempuan Jawa, antara lain naskah Mega-mega (1966) terdapat tokoh Mae dan Retno, naskah Kapai-kapai (1970) terdapat tokoh Emak danIyem, naskah Pada Suatu Hari karya Arifin C. Noer terdapat tokoh Ibu, Janda, dan Novia dan Nita, dan Sumur Tanpa Dasar (1988) terdapat tokoh Euis dan Perempuan Tua. Jadi, secara nama, fisik dan identitas sosial dalam naskah tersebut telah tergambar sosok perempuan Jawa. Interaksi antartokoh yang dijembatani oleh tokoh perempuan sangat menarik untuk diteliti dan akan menghasilkan gambaran tokoh perempuan yang dipandang dari segi keperempuanan dalam budaya Jawa. Fokus penelitian ini menelaah identitas fisik, identitas sosial, orientasi budaya, sikap hidup, dan pandangan hidup dari perempuan Jawa yang tergambar dalam naskah drama karya Arifin C. Noer. Sosok perempuan Jawa yang tergambar dapat digunakan untuk memetakan peran dan fungsi perempuan Jawa. Selanjutnya penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Tahapan penelitian ini meliputi (1) memilih dan menentukan naskah drama, (2) membaca sumber data yang berupa naskah drama, (3) pengolahan data, yang terdiri dari kategorisasi dan reduksi data, (4) penyajian data, (5) interpretasi data, memaparkan dan mendeskripsikan hasil analisis sesuai dengan rumusan masalah dan, (6) penarikan kesimpulan-kesimpulan/verifikasi untuk menemukan sosok perempuan Jawa. Berdasarkan paparan dan analisis data tentang identitas fisik sosok perempuan Jawa dalam naskah drama karya Arifin C, ditemukan bahwa sosok fisik perempuan Jawa diumpamakan sebagai Mrica Pecah--Butiran Merica yang Pecah-- yang menggambarkan perempuan sebagai sosok dengan badan yang ramping dan padat, dengan kulit putih dan montok. Sosok fisik perempuan juga diumpamakan sebagai Surya Sumurup -- Matahari Tenggelam-- yang artinya bagaikan semburat jingga di langit ketika mentari tenggelam menggambarkan perempuan yang membawa keindahan dan menampilkan keindahan yang luar biasa. Selain dua hal yang telah disebutkan, sosok fisik perempuan juga diibaratkan seperti Menjangan (Atau Macan) Ketawan -- Kijang (Atau Harimau) Tertawan-- menggambarkan perempuan yang memiliki sifat yang siap dan akan selalu memberikan perlawanan yang tepat bagi pasangannya, sehingga sang pasangan tidak akan pernah merasa bosan karena bersanding dengan perempuan seperti ini bagaikan petualangan menyenangkan dan selalu memberikan kejutan yang menarik untuk di selami. Dari masing-masing perumpamaan di atas mempunyai ciri utama dan karakter yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil analisis data, sosok perempuan dalam naskah Arifin C. Noer ditemukan, identitas sosial tokoh perempuan yang mempunyai kedudukan sebagai perempuan dewasa asusila, perempuan dewasa istri yang kaya, perempuan tua miskin, dan perempuan tua kaya. Sebagai perempuan dewasa yang bersuami memposisikan sebagai konco wingking dan ibu yang mampu memberikan teladan kepada anak-anaknya. Tokoh perempuan tua digambarkan sebagai sosok ibu atau orangtua yang selalu memberikan nasehat dan petuah kepada anaknya. Orientasi budaya perempuan Jawa dalam naskah karya Arifin C. Noer, yakni mengarah kepada pemikiran dan perilaku-perilaku modern, namun sebagian masih memperlihatkan sosok perempuan Jawa yang masih tradisional. Ciri perempuan yang berorientasi modern adalah mempunyai wawasan luas, bertanggung jawab, disiplin, dan pendidikan tinggi. Dalam naskah Mega-mega (tokoh retno), Kapai-kapai, dan Sumur tanpa Dasar masih dikategorikan sebagai perempuan Jawa tradisional yang masih memiliki sikap dan visi sebagai perempuan yang sabar, rila dan nrima. Selanjutnya, sikap hidup tokoh perempuan dalam karya Arifin C. Noer. terdapat rukun dan hormat dengan suami, anak-anak, dan orang lain. Sikap hidup rukun berarti berupaya menghindari konflik atau pertentangan yang terjadi antar individu maupun anggota kelompok dengan bersikap sabar, rila lan nrima. Adapun sikap hormat diantaranya hormat kepada orang tua, hormat kepada suami, dan hormat kepada majikan. Adapun pandangan hidup menjadi penting dan dianggap sebagai pedoman dalam hidup masyarakat jawa. Manusia Jawa harus memiliki pandangan hidup yang mengarah kepada kehidupan secara menyeluruh. Baik antar sesama manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhannya. Dalam naskah karya Arifin C. Noer ditemukan pandangan hidup tokoh yang berkaitan dengan hubungan manusia antar manusia dan manusia dengan TuhanNya yang dikelompokkan menjadi pandangan hidup dalam nilai kemanusiaan, dan pandangan hidup dalam nilai keteladanan. Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran perlu disampaikan kepada peneliti lanjutan mengenai sosok perempuan Jawa dalam naskah drama karya Arifin C. Noer ataupun pengarang lainnya. Bagi guru atau pengajar pada pendidikan formal maupun nonformal yaitu mengenalkan dan mengajarkan naskah drama kepada anak didiknya. Mengajarkan peran dan makna tokoh kepada anak didiknya sehingga mereka mengetahui karakter tokoh perempuan yang terdapat dalam naskah drama. Menggunakan tokoh dalam naskah sebagai media pembelajaran pada pelajaran drama, sastra ataupun seni budaya.

Keefektifan konseling kognitif behavioral dalam peningkatan self esteem siswa SMA / Elfi Mu'awanah

 

Muawanah, Elfi. 2014. Keefektifan Konseling Kognitif Behavioral dalam Peningkatan Self Esteem Siswa SMA. Disertasi. Program Studi Bimbingan Konseling, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. I. Wayan Ardhana, M.A., (II) Prof. Dr. Marthen Pali, M.Psi., (III) Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd. Kata Kunci : konseling kognitif behavioral, self esteem, restrukturisasi kognitif, modeling     Seorang siswa yang memiliki self esteem tinggi akan memiliki kepercayaan diri dan efikasi diri yang tinggi untuk dapat meraih cita-citanya. Sebaliknya seorang siswa yang memiliki self esteem rendah akan memiliki kepercayaan diri dan efikasi yang rendah pula dan akan menyebabkan siswa mengalami kesulitan untuk meraih cita-citanya. Konseling Kognitif Behavioral adalah salah satu layanan konseling yang terbukti dapat meningkatkan self esteem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan konseling Kognitif Behavioral dan keefektifan tenik restrukturisasi kognitif dan teknik modelling dalam meningkatkan self esteem siswa SMA.     Penelitian eksperimen dilakukan terhadap dua puluh siswa yang terbagi dalam dua kelompok konseling yang termasuk dalam kategori self esteem rendah dan terjaring melalui teknik purposive random sampling. Untuk menguji hasil skor self esteem terhadap keefektifan treatmen retrukturisasi kognitif dan modeling digunakan independent t- test, paired t- test dan ANOVA . Hasil penelitian menjelaskan bahwa konseling Kognitif Behavioral efektif dapat meningkatkan self esteem siswa SMA Sambit Ponorogo. Pada kelima indikator yang ada dalam dimensi self acceptance, treatmen modelling unggul dalam membentuk self esteem siswa pada aspek berpikir berarti, sukses dan berguna. Sedangkan pada treatmen restrukturisasi kognitif unggul dalam hal aspek berpikir diri adalah sesuatu, sukses dan berpikir positif. Pada kelima indikator yang ada dalam dimensi self worth, treatmen modelling unggul dalam membentuk self esteem siswa pada aspek kelebihan, bisa melakukan dan berpikir bangga. Pada treatmen restrukturisasi kognitif unggul dalam hal aspek berpikir puas dan dihormati.     Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disampaikan saran kepada konselor apabila membantu meningkatkan self esteem siswa SMA, konselor dapat memilih menggunakan teknik restrukturisasi kognitif kedua-duanya atau salah satu. Dapat pula konselor menggunakan kedua teknik tersebut secara selang seling, misalnya lima sesi menggunakan teknik restrukturisasi kognitif, lima sesi berikutnya menggunakan teknik modelling dengan jumlah konseli yang lebih besar dari sepuluh konseli tiap groupnya.

Studi kasus suksesi keluarga pada perusahaan perlengkapan ABRI CV Tumiran / Febi Ainun Najib Safi'i

 

Safi’i, F.A.N 2014. Studi Kasus Suksesi Bisnis Keluarga Pada Perusahaan Perlengkapan ABRI CV Tumiran, Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Unversitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Sutrisno, M.M. (II) Handri Dian Wahyudi, S.Pd, SE, M.Sc. Kata Kunci: Bisnis Keluarga, Suksesi Hal yang paling penting dalam sebuah bisnis keluarga adalah pergantian pimpinan (suksesi). Selama ini banyak bisnis keluarga yang merasa bahwa dengan pergantian pimpinan maka bisnis tersebut tidak akan sukses seperti pada saat generasi pertama. Hal itulah yang menyebabkan mereka tidak siap untuk menerima penggantian pemimpin. Pada umumnya bisnis keluarga terlibat dalam konflik untuk memperebutkan kekuasaan dalam perusahaan. Banyak permasalahan yang mencangkup bisnis keluarga yang berhubungan dengan suksesi. Perusahaan keluarga memiliki komitmen dan motivasi yang akan membantu anggota keluarganya dalam menjalankan perusahaan dengan baik. Hal ini memiliki dampak positif terhadap semangat dan ketrampilan dalam melakukan usaha milik keluarga. Penelitian ini mempunyai fokus penelitian, yaitu proses perkembangan bisnis keluarga, proses suksesi bisnis keluarga dan kendala dalam proses transformasi bisnis dari generasi pertama ke generasi kedua.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis kualitatif karena peneliti mengamati, berpartisipasi, dan berperan dalam objek penelitian. Dalam pengolahan dan penyajian data tidak dalam bentuk angka-angka melainkan kata-kata. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa usaha yang dimulai dari pengalaman membantu teman dalam usaha perlengkapan ABRI ini berujung pada kesuksesan pelaku usaha. Selama perusahaan ini dirinitis pada tahun 1989 yang selanjutnya mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu semakinmeningkatnyapenjualan dan mampu membeli lahan disekitar rumah untuk mengembangkan usahanya menjadi besar hinggaberbentuk CV sepertisekarang. Kesimpulan dari penelitian ini usaha yang didirikan pada tahun 1989 bergerak di bidang produksi awalnya beliau memulai usahanya dengan merintis dari bawah. Perusahaan tersebut semakin lama mulai berkembang baik dan memiliki banyak karyawan dan pangsa pasarnya sudah merambah ke luar daerah dan luar pulau di Indonesia. Seiring berjalannya waktu disaat perusahaan tersebut berkembang terjadi suksesi dimana generasi pertama perusahaan jatuh sakit dan akhirnya meninggal, kemudian digantikan oleh anak pertamanya yang bernama Imam Safi’i sebagai generasi kedua atau penerus perusahaan namun dalam memilih untuk meneruskan perusahaan ada pun kendala-kendala dari pihak keluarga yang mana sebagian saudaranya khawatir akan cara memimpinnya, semua itu sudah di buktikan kepada generasi kedua dan sampai sekarang perusahaan tersebut masih berdiri dan semakin berkembang didukung dengan adanya bertambahnya gudang produksi.

Perencanaan tebal lapisan tambahan pada ruas Jalan Pandan Arum - Pacet pada Sta.53+750 - Sta.60+050 Kabupaten Mojokerto / Anggraido Agus Santoso

 

Santoso, Anggraido. A. 2014. “Perencanaan Tebal Lapisan Tambahan pada Ruas Jalan Pandan Arum-Pacet STA.53+750-STA.60+050 Kabupaten Mojokerto Jawa Timur”. Proyek Akhir, Program Studi D3 Teknik Sipil dan Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Pranoto, S.T.,M.T., (II) Drs. I Made Oka Mulya, M.Pd. Kata Kunci: perkerasan lentur, pelapisan tambahan, Kabupaten Mojokerto     Ruas Jalan Pandan Arum-Pacet merupakan jalan menuju Taman Wisata Ubalan Pacet dan merupakan jalan alternatif menuju kota Batu dan kota Malang. Ruas jalan ini berada pada link 056 dan berada pada Km Sby. 53+750–Km Sby 60+050. Beberapa tahun terakhir ini volume lalu lintas kendaraan sangat ramai dilalui para pengguna jalan, akibatnya kondisi permukaan jalan mengalami kerusakan sehingga para pengguna jalan merasa terganggu akan keselamatan berkendaraannya. Maka dari itu pembangunan peningkatan jalan harus segera dilaksanakan sehingga dapat meningkatkan nilai pertumbuhan pada sektor ekonomi maupun pariwisata yang bisa dimanfaatkan demi memenuhi kebutuhan masyarakat disekitarnya maupun masyarakat lainnya sesuai dengan kapasitasnya. Tujuan perencanaan peningkatan jalan ini untuk mengetahui tebal lapis tambahan perkerasan lentur ruas jalan raya Pandan Arum-Pacet dan mengetahui anggaran biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut, menggunakan sumber dari buku Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya dengan Metode Analisa Komponen (Bina Marga, 1987).     Hasil dari perhitungan tebal lapis tambahan berdasarkan Metode Analisa Komponen, diperoleh tebal lapis tambahan sebesar 3 cm. Sedangkan untuk perhitungan Rencana Anggaran Biaya pada perencanaan peningkatan jalan ruas Pandan Arum-Pacet nilainya adalah sebesar Rp. 5.578.674.000,00 (Lima Milyar Lima Ratus Tujuh Puluh Delapan Enam Ratus Tujuh Puluh Empat Ribu Rupiah).

Peningkatan hasil belajar volume bangun ruang melalui pendekatan contextual teaching and learning (CTL) siswa kelas V SDN Bandar kidul 3 kota Kediri, / Astuti Santi Handayani

 

Kata kunci : hasil belajar, pendekatan contextual teaching and learning Hasil observasi yang dilakukan peneliti di kelas V SDN Bandar Kidul 3 Kota Kediri pada pembelajaran matematika tentang volume bangun ruang adalah kurangnya aktivitas siswa dalam pembelajaran, dan tidak digunakan masalah yang nyata di kehidupan sehari-hari sebagai titik awal pembelajaran, serta tidak digunakannya media konkret sehingga siswa tidak melakukan aktivitas belajar matematika untuk menemukan pengetahuannya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran volume bangun ruang dengan pendekatan CTL, dan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa setelah menerapkan pendekatan CTL pada materi volume bangun ruang di kelas V SDN Bandar Kidul 3 Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan teknik pengumpul data yaitu dengan observasi, angket, wawancara, tes dan dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti sebagai guru dan dibantu oleh seorang observer. Sedangkan subjek penelitiannya adalah siswa kelas V SDN Bandar Kidul 3 Kota Kediri. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa aktivitas guru dalam menerapkan pembelajaran dengan pendekatan CTL sudah sesuai dengan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan persentase hasil observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa dapat dicapai secara optimal. Persentase aktivitas siswa pada siklus I pertemuan 1 73,2% dengan kriteria baik, pertemuan 2 74,4% dengan kriteria baik dan pada siklus 2 pertemuan 1 mencapai 77,8% dengan kriteria baik, pertemuan 2 81,5% dengan kriteria baik. Sedangkan persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus 1 pertemuan 1 yaitu 56,5% dengan kriteria cukup baik, pertemuan 2 mencapai 65,2% dengan kriteria cukup baik, dan pada siklus 2 pertemuan 1 mencapai 82,6% dengan kriteria baik, serta persentase pada pertemuan 2 mencapai 91,3 % dengan kriteria sangat baik. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan CTL di kelas V SDN Bandar Kidul 3 Kota Kediri dapat meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar siswa.

Perencanaan up structure jembatan menggunakan konstruksi komposit di Desa Kromasan Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar / Muhammad Rozan

 

Rozan, Muhammad. 2012. Perencanaan Up Structure Jembatan Komposit di Desa Kromasan Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ir Edi Santoso, M.T., (II) Imam Alfianto, S.T., M.T. Kata Kunci : Komposit Baja-Beton, Penghubung geser, dan Pembebanan    Jembatan merupakan suatu bagian dari jalan raya yang berfungsi untuk menghubungkan jalan yang terputus yang disebabkan adanya rintangan seperti sungai, danau, lembah, jurang dan lain lain. Jembatan Kromasan merupakan jembatan penghubung antara Desa Kromasan dan Desa Beru, dilihat dari fungsinya jembatan ini tidak hanya sebagai jalur transportasi tetapi juga akses masuk ke suatu daerah guna mempersingkat jarak tempuh kedua daerah tersebut.    Awalnya jembatan Kromasan ini berupa jembatan beton bertulang. Kemudian pada tugas akhir ini desain ulang menjadi jembatan komposit baja beton. Tujuannya adalah untuk mengetahui analisis jembatan komposit dan besar biaya yang dibutuhkan. Pembebanan dan analisa perhitungan didasarkan “Standar Pembebanan Untuk Jembatan, RSNI T-02-2005” dan beberapa peraturan lain. Dalam hal ini dipilihnya jembatan komposit baja beton karena dari pendimensian strukturnya yang relatif langsing dan hemat dan juga karena pada prinsipnya beton kuat menerima tekanan dan baja kuat menerima tarikan.    Jembatan ini direncanakan dengan panjang 17m, mempunyai lebar 4,7m yang terdiri dari lebar jalan 4m dan 2 x 0,35m untuk tiang sandaran. Struktur atas jembatan ini dibuat sistim komposit dari baja dengan beton. Untuk gelagar dan diafragmanya terbuat dari baja standar dari pabrik, sistim perletakannya ada 2 buah abutmen, sedangkan untuk perhitungan gelagarnya direncanakan menggunakan statis tertentu.    Hasil dari perencanaan ini didapatkan penulangan slab menggunakan tulangan D13-150 dan D13-100, untuk railing/sandaran menggunakan tulangan D13-50. Untuk gelagar induk menggunakan baja profil WF 700x300x15x28 dan diafrgama menggunakan baja profil UNP 300x100x8x12. Untuk penghubung geser menggunakan stud connector Ř7/8”. Hasil dari perencanaan ini membutuhkan biaya sebesar Rp. 464.525.000,00.    

Peranan watak tokoh Annisa dalam novel Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah el Khalieqy / Aviranti Putri Siswardani

 

ABSTRAK Siswardani, Aviranti Putri. 2010. Peranan Watak Tokoh Annisa dalam Novel Perempuan Berkalung Sorban Karya Abidah El Khalieqy. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia FS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M. Pd, (II) Dra. Hj. Ida Lestari, M.Si. Kata kunci: peranan watak, tokoh, Annisa Tokoh dalam prosa fiksi merupakan salah satu unsur yang penting. Melalui tokoh amanat dalam sebuah cerita dapat tersampaikan. Watak tokoh juga mempunyai kaitan dengan unsur intrinsik lain yang terdapat dalam sebuah cerita. Seorang tokoh dalam suatu cerita memiliki peranan yang berbeda-beda. Seorang tokoh yang memiliki peranan penting dalam sebuah cerita disebut dengan tokoh inti atau tokoh utama. Tokoh yang memiliki peranan tidak penting karena pemunculannya yang hanya melengkapi, melayani, dan mendukung pelaku utama disebut dengan tokoh tambahan atau tokoh pembantu. Melalui tokoh amanat dalam suatu cerita dapat tersampaikan. Penelitian ini memilik tiga rumusan masalah yakni watak tokoh Annisa, hubungan antara watak tokoh Annisa dengan tokoh lainnya, dan hubungan antara watak tokoh Annisa dengan unsur intrinsik lainnya yang terdapat dalam novel Perempuan Berkalung Sorban. Data dalam penelitian ini menggunakan data tekstual dalam novel Perempuan Berkalung Sorban yang mengandung hubungan masalah dengan watak tokoh Annisa, hubungan watak tokoh Annisa dengan tokoh lain, serta hubungan watak tokoh Annisa dengan tema, plot, latar, dan gaya bahasa. Dalam pengumpulan data dalam penelitian ini digunakan kode-kode untuk mencari data yang diperlukan. Apabila terdapat data yang dicari, maka peneliti hanya memberikan kode pada data yang sesuai. Dalam penelitian ini teknik-teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data yakni data yang telah ditemukan diklasifikasikan berdasarkan kategorinya kemudian menginterpretasi dan mendeskripsikan hasil interpretasi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Annisa memiliki watak kritis, keras, tidak mudah putus asa (optimis), tegas dan pemberani, nakal (bandel), serta sabar. Watak tokoh Annisa dalam novel Perempuan Berkalung Sorban juga memiliki hubungan dengan tokoh lainnya, yaitu Kiai Haji Hanan Abdul Malik (bapak Annisa), Hajjah Mutmainah (ibu Annisa), Khudori, dan Samsudin. Watak tokoh Annisa juga memiliki hubungan dengan unsur intrinsik yang terdapat dalam novel, yaitu tema, plot, latar, dan gaya bahasa. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada: (1) peneliti lanjutan, dapat dijadikan salah satu landasan untuk penelitian lebih lanjut mengenai peranan watak tokoh terhadap novel yang berbeda; (2) pembaca sastra, dapat menambah wawasan pembaca mengenai kaitan watak tokoh dengan unsur lain dalam sebuah novel; (3) pengajaran sastra, sebagai pengajaran materi atau analisis peranan watak tokoh dalam sebuah novel; dan (4) kritikus sastra, dapat dijadikan salah satu bandingan terhadap novel lain yang membahas peranan watak tokohnya.

Peningkatan kemampuan menulis dongeng dengan menggunakan media gambar berseri acak pada siswa kelas VII E SMP Negeri 24 Malang / Rizki Nurrohmi

 

ABSTRAK Nurrohmi, Rizki. 2010. Peningkatan Kemampuan Menulis Dongeng dengan Menggunakan Media Gambar Berseri Acak pada Siswa Kelas VII E SMP Negeri 24 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Dwi Saksomo, M, Si. Kata kunci: kemampuan menulis, dongeng, gambar berseri acak. Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia (BSNP, 2006:231). Salah satu kompetensi dasar kemampuan menulis untuk Sekolah Menengah Pertama adalah menulis dongeng. Pembelajaran menulis dongeng telah dilaksanakan di SMPN 24 Malang, tetapi hasil yang diperoleh belum memenuhi Standar Ketuntasan Minimal (SKM) yang ditetapkan, yaitu 65. Dari kegiatan observasi, diketahui bahwa terdapat permasalahan yang dialami siswa kelas VIIE SMPN 24 Malang dalam menulis dongeng. Permasalahan yang dialami yaitu permasalahan pada hasil dan proses pembelajaran. Dari permasalahan yang ditemukan, peneliti dan guru bahasa Indonesia kelas VII SMPN 24 Malang berkolaborasi untuk memecahkan permasalahan yang dialami oleh guru dan siswa dengan merencanakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian yang dilakukan yaitu dengan memberikan tindakan berupa pembelajaran menulis dongeng dengan menggunakan media gambar berseri acak. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kemampuan menulis dongeng siswa kelas VIIE SMP Negeri 24 Malang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2009 sampai dengan November 2009 di SMPN 24 Malang. Sumber data pada penelitian ini adalah siswa dan guru bahasa Indonesia kelas VIIE SMPN 24 Malang. Data penelitian ini adalah data produk berupa dongeng hasil tulisan siswa dan catatan lapangan proses pembelajaran siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada pembelajaran menulis dongeng dari pratindakan ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II dalam aspek isi dan aspek kebahasaan. Kualitas pembelajaran meningkat dalam hal keaktivan, kerja sama, dan keberanian. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa media gambar berseri acak dapat meningkatkan kemampuan menulis dongeng siswa kelas VIIE SMPN 24 Malang. Berdasarkan penelitian peningkatan kemampuan menulis dongeng dengan menggunakan media gambar berseri acak pada siswa kelas VIIE SMPN 24 Malang, disarankan kepada guru Bahasa Indonesia untuk menggunakan media gambar berseri acak dalam pembelajaran menulis dongeng dan melaksanakan pembelajaran yang memotivasi siswa untuk aktif dan merasa senang dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia, salah satunya dengan menggunakan media gambar berseri acak.

Keefektifan Teknik Behavioral Untuk Mengembangkan Ketrampilan Sosial Pada Siswa Kelas III Yang Withdrawal di MIN Malang I / Fitria Rachmawati

 

Keterampilan sosial adalah keterampilan yang menunjang keberhasilandalam pergaulan dengan orang lain dan merupakan syarat tercapainya penyesuaian yang baik dalam kehidupan individu. Sekolah merupakan lembaga yang mendidik siswa agar rnemiliki fungsi psikososial, termasuk keterampilan sosial. Namun selama ini sekolah hanya memusatkan perhatian pada aspek-aspek akademis dan cenderung mengabaikan aspek psikososial siswa. Keterampilan sosial dianggap sebagai sesuatu yang dapat dipclajari sendiri oleh siswa dan orang tua diharapkan berperan dalam mendidik keterampilan sosial pada anaknya. Siswa Sekolah Dasar berada pada masa kanak-kanak akhir pada rentang usia 6-13 tahun.Salah satu tugas perkembangan pada masa tersebut adalah belajarmenyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya dan mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial. Kegagalan dalam pelaksanaan tugas perkembangan akan mengakibatkan pola perilaku yang tidak matang. Salah satu kegaealan perilaku ini berupa perilaku penarikan dii(withdrawal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik behavioral untuk mengembangkan keterampilan sosial pada siswa yang withdrawql di Sekolah Dasar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik behavioral yang meliputi modeling (pemberian model), prompting, role play, performance feedback, reinforcemenr (pemberian penguatan), dan transfer oftraining (praktik di kehidupan nyata). Keterampilan sosial yang dilatitrkan yakni keterampilan memulai pembicaraan, keterampilan bertanya" dan keterampilan mengemukakan pendapat. Desain penelitian ini menggunakan Single-Case Experimental Design (SCED) khususnya desain A-8. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Ibtida'iyah Negeri (MIN) I Malang dengan jumlah subyek penelitian sebanyak sembilan orang siswa kelas IIL Data dianalisis dengan dua cara yakni analisis secara kelompok dan secara individual. Analisis secara kelompok menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test (WSRT) dan analisis secara individual menggunakan visual inspection yang kemudian dianalisis dengan menggunakan analisa mean. Dari hasil analisis dengan menggunakan lililcoxon Signed Ranks Test (WSRT), keterampilan memulai pembicaraan yang dilatihkan menunjukkan perubahan yang tidak signifikan, yakni 0,206 dengan derajat kebebasan 5%. Dua keterampilan sosial lain yakni keterampilan bertanya dan keterampilan mengemukakan pendapat menunjukkan perubahan yang signifikan. Keterampilan ibertanya menunjukkan perubahan 0.01 I dengan derajat kebebasan 5o/o dan keterampilan mengemukakan pendapat menunjukkan perubahan 0.0 17 dengan derajat kebebas an 5o/o. Hasil analisis visual inspectlon dengan menggunakan analisa mean menunjukkan peningkatan mean dari sebelum treatment ke sesudah trestment walaupun peningkatan tersebut berbeda antara subyek satu dengan subyek yang lainnya. Data frekuensi perilaku menggunakan bahasa yangjelas dan tidak berbelit-belit menunjukkan peningkatan rzean pda subyek A sebanyak 6.00; Subyek B sebanyak 3.7; Subyek C sebanyak 3.3; Subyek D sebanyak 4.2; Subyek E setranyak 6.7; Subyek F sebanyak 6.0 ; Subyek G sebanyak 3.0; Subyek H sebanyak 3.4; dan Subyek I sebanyak 1.5. Untuk data frekuensi perilaku menggunakan kalimat yang lengftap, Subyek A menunjukkanpning$atan mean sebanyak 3.7; Subyek B sebanl'ak 2.8; Subyek C sebanyak 1.7; Subyek D sebanyak 3. l; Subyek E sebanyak 4.6; Subyek F sebanyak 5.2 ; Subyek G sebanyak 5.6; Subyek H sebanyak 3.0; dan Subyek I sebanyak 2.6. Dari hasil data di atas dapat disimpulkan bahwa hasil analisis dengan Wilcoxon Signed Ranks lesl menunjukkan teknik behavioral kurang efektif dalam mengembangkan keterampilan memulai pembicaraarq narnun efektif dalam mengembangkan keterampilan bertanya dan keterampilan memulai pembicaraan pada siswa kelas III Madrasah lbtidai'yatr Negeri I Malangyangwithdrawal. Sedangkan hasil analisis dengan v isual inspection yangmenggunakan analisa mean menunjukkan bahwa teknik behavioral efektif untuk mengembangkan keterampilan sosial. Ada perbedaan antara subyek satu dengan yang lain, dalam hal peningkatan mean dztz frekuensi dari sebelum ffeatment dengan sesudah treatmenl. Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan agar dilakukan follow up untuk mengetahui apakah keterampilan sosial yang telah dilatihkan dapat dipertahankan atau tidak. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan diadakan dengan rancangan yang sama untuk mengetahuihasilfollow up.Dalam pemberian reinforcement, hendaknya peneliti fidak hanya menggunakan satujenis reinforcer, tetapi gabungan dari dua atau tiga reinforcer yang diberikan kepada subyek penelitian.

Al washlu wal fashlu fi surotul maryam / Rokhim Mubin

 

Pemanfaatan media pembelajaran sejarah di SMP Negeri 1 Probolinggo / Nila Triwidyani

 

Proses belajar-mengajar perlu dilakukan dengan nyaman dan menyenangkan. Hal tersebut akan menuntut aktivitas dan kreativitas guru dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Penciptaan suasana pembelajaran yang kondusif dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya yaitu dengan pemanfaatan media pembelajaran yang menarik. Pemanfaatan media pembelajaran membantu guru dalam menyampaikan kegiatan pembelajaran, mengingat kondisi kemampuan siswa di dalam kelas berbeda-beda di dalam merespon pelajaran. Di SMP Negeri 1 Probolinggo telah tersedia media pembelajaran yang bervariasi yang mendukung pembelajaran IPS terutama sejarah, namun tidak diketahui pemanfaatan media pada proses pembelajaran. Rumusan masalah penelitian ini yaitu: 1) jenis media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran Sejarah, 2) faktor-faktor yang mempengaruhi guru dalam menentukan jenis media pembelajaran Sejarah, 3) kendala dalam pemanfaatan media pembelajaran Sejarah, 4) cara mengatasi kendala pemanfaatan media pembelajaran, 5) manfaat penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran Sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang: 1) jenis media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran Sejarah, 2) faktor-faktor yang mempengaruhi guru dalam menentukan jenis media pembelajaran Sejarah, 3) kendala yang ditemui dalam pemanfaatan media pembelajaran Sejarah, 4) cara mengatasi kendala pemanfaatan media pembelajaran dalam pembelajaran Sejarah, 5) manfaat penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran Sejarah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Peneliti bertindak sebagai instrumen kunci dan pengumpul data. Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui: 1) observasi, 2) wawancara mendalam, dan 3) dokumentasi. Teknik analisis data melalui tiga tahapan yaitu, penyajian data, reduksi data, dan kesimpulan dan verifikasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan tiga instrumen yaitu 1) efektivitas penggunaan waktu, 2) observasi intensif, dan 3) triangulasi. Setelah melalui proses pengolahan data, diketahui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) dalam pembelajaran sejarah, guru SMP Negeri 1 Probolinggo menggunakan jenis media pembelajaran yang bervariasi. Jenis media yang digunakan dalam pembelajaran sejarah berupa media elektronik maupun cetak. Media elektronik berupa komputer, LCD dan internet. Media cetak berupa buku pelajaran, kliping, gambar, peta, atlas, poster, foto, dan mading, (2) Faktor yang mempengaruhi guru dalam menentukan jenis media pembelajaran sejarah di SMP Negeri 1 Probolinggo yaitu materi atau bahan ajar yang dihadapi, (3) kendala-kendala yang dialami pada pemanfaatan dalam pembelajaran Sejarah di SMP Negeri 1 Probolinggo antara lain terbatasnya buku sumber untuk mata pelajaran Sejarah, faktor teknis, seperti rusaknya komputer, faktor dari guru sendiri seperti kurang menguasai penggunaan komputer, faktor dari diri siswa yang malas membaca buku materi. Guru Sejarah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kendala-kendala, (4) dalam pemanfaatan media pembelajaran Sejarah diantaranya yaitu mengganti media yang terbatas dengan media lain yang mempunyai fungsi hampir sama misalnya buku materi diganti dengan Buku Sekolah Elektronik (BSE), mengusulkan/meminta kepada pihak sekolah untuk menyediakan media yang dirasa kurang/terbatas, memanggil teknisi untuk memperbaiki media yang rusak, pelatihan In House Training (IHT) untuk guru, dan siswa diminta membuat atau mengumpulkan bahan yang berhubungan dengan materi, (5) Manfaat penggunaan media pembelajaran Sejarah di SMP Negeri 1 Probolinggo yaitu meningkatkan motivasi siswa yang berdampak pada hasil belajar siswa meningkat pula. Penelitian ini membahas tentang pemanfaatan media pada semester genap. Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu diharapkan untuk melakukan penelitian pada semester ganjil dan semester genap, serta melihat pengembangan bahan kajian, tidak hanya pada pemanfaatan media tetapi juga persiapan, pelaksanaan dan hasil dari pemanfaatan media di sekolah.

Utilizing The Audiovisual Media (TAM) to enhance listening ability of the VIII graders of SMP Al Hikmah Surabaya / Achmad Anang Darmawan

 

Anang Darmawan, Achmad, 2014. Menggunakan Media Audiovisual untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak di Kelas Delapan Smp Al Hikmah Surabaya.Thesis. Program Pasca Sarjana Pengajaran Bahasa Inggris. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Rachmajanti, M.Pd., Dip.TESL. (II) Dr. Yazid Basthomi, S.Pd, M. A Kata Kunci: teks naratif, kemampuan menyimak, materi audiovisual. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyimak terhadap siswa kelas 8 SMP Al Hikmah Surabaya. Berdasarkan pada hasil tes awal ditemukan bahwa Bahwasannya sebelum strategi ini diaplikasikan, nilai rata-rat siswa adalah Oleh karena itu, peneliti memformulasikan materi atau media audiovisual dalam pembelajaran menyimak, dalam hal ini peneliti menggunakan gambar serta video yang diberikan kepada siswa tidak hanya suara dari rekaman materi menytimak tentang teks naratif. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaborasi dengan teman sesame pengajar bahasa Inggris. Subjek penelitian adalah 30 orang siswa kelas 8C pada semester kedua tahun akademis 2014/2015. Penelitian ini dilakukan dengan melalui tahapan perencanaan, penerapan, pengamatan dan refleksi terhadap tindakan yang dilakukan. Penelitian ini dilakukan dalam siklus yang memiliki tiga pertemuan untuk menerapan strategi ini dan pertemuan terakhir untuk refleksi dan test. Diharapkan siswa mampu mencapai kriteria kesuksesan, seperti: (1) 80% siswa 8C SMP Al Hikmah secara aktif terlibat dan merespon positif selama penerapan materi audiovisual dalam kelas menyimak serta mereka termotivasi selama pembelajaran, (2) Nilai rata-rata siswa kelas 8C SMP Al Hiknah Surabaya dalam test menyimak dapat meningkat dan termasuk dalam kategori sangat baik (lihat Table 3.7). Data diambil melaui lembar pobservasi, catatan di lapangan, kuisioner serta test menyimak. Dalam temuan menunjukkan bahwa TAM mampu meningkatkan kemampuan menyimak siswa melalui prosedur sebagai berikut: (1) Guru menyampaikan kepada siswa tentang materi yang akan diperdengarkan, (2) Guru membangkitkan pengetahuan siswa tentang cerita yang akan diputarkan, (3) Guru menunjukkan beberapa gambar terkait dengan cerita naratif tersebut terutama terkait dengan karakter dalam cerita, (4) Guru mengarahkan siswa untuk mencari tahu kosakata yang bias didapatkan dari gambar tersebut yang terkait dengan cerita, (5) Guru meminta siswa untuk mencatat hal-hal penting yang terkait dengan cerita, (6) Guru memutarkan video cereita naratif, (7) Guru meminta siswa untuk menanyakan sesustu yang terkait dengan informasi awal cerita tersebut jika mereka kurang paham terhadap cerita tersebut, (8) Guru menanyakan informasi rinci dari dalam cerita tersebut, (9) Guru membahas jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diberikan ke siswa. Ditambah lagi, siswa-siswa terlbat aktif selama proses pembelajaran (lihat appendix 11). Selain itu, sebagian besar siswa memiliki respon dan persepsi positif terhadap implementasi TAM. Hasil penelitian ini dapat berguna bagi guru bahasa Inggris yang lainnya khususnya mereka yang memiliki masalah yang sama seperti dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini dapat memperkaya teknik pengajaran yang bias diaplikasikan di kelas. Untuk kepala sekolah, hasil penelitian ini dapat memberi kontribusi terhadap pengembangan sekolah dalam hal proses pengajaran dan pembelajaran serta pendidikan secera menyeluruh. Akhirnya, untuk peneliti lainnya, hasil dari penelitian ini dapat menjadi referensi tenatang implementasi TAM, khususnya dalam pengajaran menyimak.

Pengembangan modul bermuatan inkuiri terbimbing untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif, afektif, psikomotor siswa kelas X7 MAN Malang II Batu pada materi keanekaragaman hayati / Nana Maria Ulfa

 

Pendidikan merupakan usaha membantu siswa untuk memproleh pengalaman belajar secara nyata, dan siswa aktif mencari tahu konsep yang harus dipelajari (student center). Tujuan penelitian ini adalah 1) mengembangakan modul pembelajaran bermuatan inkuiri terbimbing pada materi keanekaragaman hayati untuk siswa kelas X7 MAN Malang II Batu; 2) menguji efektifitas dari modul pembelajaran bermuatan inkuiri terbimbing dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, hasil belajar kognitif, afektif, psikomotor siswa kelas X7 MAN Malang II Batu pada materi keanekaragaman hayati. Penelitian ini adalah pengembangan dengan menggunakan model 4-D (four D model) oleh Thiagarajan (1974), terdiri dari Define, Design, Develop dan Dessiminate. Penelitian ini dilakukan sampai tahap Develop. Hasil validasi modul oleh ahli pembelajaran, materi, dan guru menunjukkan modul berkualifikasi baik dan tidak direvisi. Analisis data initial developmental testing di kelas XI terhadap soal menunjukkan baik dan tidak direvisi. Quantitative developmental testing dilakukan pada kelas X untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis yang mengalami peningkatan sebelum dan sesudah pemberian modul sebesar 45,59 menjadi 80,57. Hasil belajar kognitif mengalami peningkatan dari 0,35 kategori sedang menjadi 0,73 kategori tinggi. Hasil belajar afektif mengalami peningkatan dari 74 menjadi 85. Hasil belajar psikomotor mengalami peningkatan dari 35 kategori rendah menjadi 86 kategori tinggi.

Aljabar Boolean dua nilai / Ahyar M. Rumakey

 

ABSTRAK Rumakey, Ahyar, M. 2010. Aljabar Boolean Dua Nilai. Skripsi, Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Hery Susanto, M.Si. Kata kunci: Sistem Aljabar, Operasi Biner, Aljabar Boolean Sebuah sistem di mana terdapat sebuah himpunan dan satu atau lebih dari operasi n-ary, yang didefinisikan pada himpunan tersebut, dinamakan sistem aljabar. Selanjutnya, sebuah sistem aljabar akan dinyatakan dengan (S,f1 ,f2 ,f3 ,...,fn) dimana S sebuah himpunan tidak kosong dan f1 , f2 , ...., fn operasi-operasi yang didefinisikan pada S. Aljabar Boolean, sebagai salah satu cabang matematika, pertama kali dikemukakan oleh seorang matematikawan Inggris, George Boole pada tahun 1854. Boole, dalam buku The Laws of Thought, memaparkan aturan-aturan dasar logika (yang dikenal sebagai logika Boolean). Aturan dasar logika ini membentuk Aljabar Boolean. Aljabar Boolean telah menjadi dasar teknologi komputer digital. Saat ini Aljabar Boolean digunakan secara luas dalam perancangan rangkaian pensaklaran, rangkaian digital, dan rangkaian IC (integrated circuit) komputer. Skripsi ini membahas tentang Aljabar Boolean (secara umum) dan Aljabar Boolean Dua Nilai. Misalkan B adalah himpunan yang didefinisikan pada dua operasi biner,+ dan ., dan sebuah operasi binary, dinotasikan ‘ ; misalkan 0 dan 1 menyatakan dua elemen yang berbeda dari B. . Maka sixtuple B,+,⋅, ',0,1 Disebut Aljabar Boolean jika postulat Huntington, aksioma asosiatif dan idempoten berlaku untuk setiap elemen a, b, c dari himpunan B. Terdapat perbedaan antara Aljabar Boolean dengan aljabar biasa untuk aritmetika bilangan riil sehingga untuk mempunyai sebuah Aljabar Boolean, yang harus diperhatikan adalah : elemen himpunan B, kaidah/aturan operasi untuk kedua operator biner, dan himpunan B bersama-sama dengan dua operator tersebut memenuhi postulat Huntington. Aljabar Boolean Dua Nilai adalah Aljabar Boolean di mana elemen himpunan B hanya terdiri dari dua nilai yaitu 0 dan 1 ( B = {0,1}).

Implementasi bioteknologi melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan kemampuan psikomotorik dan pengembangan booklet bimbingan keterampilan pada anak asuh di UPT PSAA Trenggalek / Prapti Rahayu

 

    Keterampilan merupakan bekal berharga di masa yang akan datang bagi setiap anak tanpa terkecuali, termasuk anak asuh di UPT Pelayanan Sosial Asuhan Anak Trenggalek, karena manusia yang terampil diharapkan dapat mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupannya. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Meningkatkan kemampuan psikomotorik melalui bimbingan keterampilan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada anak asuh di UPT PSAA Trenggalek. 2. Menghasilkan booklet bimbingan keterampilan dari hasil inovasi yang telah dilaksanakan pada saat bimbingan keterampilan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing untuk anak asuh di UPT PSAA Trenggalek.      Keseluruhan penelitian ini terbagi menjadi dua tahap. Tahap I adalah penelitian tindakan kelas (PTK) untuk mengukur kemampuan psikomotorik yaitu kemampuan membuat tempe, dan yoghurt melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing dan tahap II adalah menghasilkan booklet dari hasil pelaksanaan inkuiri terbimbing pada penelitian tahap I. Penelitian dilaksanakan pada bulan Nopember 2014 di UPT PSAA Trenggalek. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam mengukur kemampuan anak asuh membuat tempe, dan yoghurt digunakan penilaian proyek, proses dan produk.      Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Kemampuan psikomotorik anak asuh dalam membuat tempe dan yoghurt dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing. Peningkatan kemampuan psikomotorik ini tampak pada persentase pencapaian kemampuan psikomotorik anak asuh yaitu 93,2% pada akhir siklus II. 2. Informasi pembuatan tempe dan yoghurt dalam bentuk booklet bimbingan keterampilan sangat diharapkan oleh anak asuh, sehingga dihasilkan booklet dari penelitian tahap I. Booklet telah divalidasi oleh validator ahli bioteknologi, ahli media pembelajaran, dan pengguna booklet bimbingan keterampilan dengan kualifikasi sangat baik, artinya booklet tidak perlu direvisi.

Memenuhi kebutuhan kasih sayang anak dan remaja panti asuhan (Studi kasus di panti asuhan PE Malang) / Nuning Widianasari

 

Penelitiani ni dilatarbelakarrgoi leh terdapatnyaa nak-anakte lantarm aupun yatim/yatimp iatu, namunm asihm emiliki keberuntungand engana danyap anti asuhanse bagasi ebuahle mbagay ang bergerakd i bidangs osial,d i manap anti asuhan berperanse bagaki eluargad an rumaht inggal bagi anak-anakd an remajaa suhy ang menaj di tanggungj awabnya. Penelitiani ni menggunakanp endekatank ualitatif, denganm enggunakan mncanganst udi kasus( cases tudy).P emilihans ubyekp enelitiand ilakukan dengan menggunakatne knik internal sampling.D ata-datad ikumpulkanm elalui teknik wawancaram, endalamt,e knik observaspi artisipatil dan dokumentasi.S edangkan analisisd atad ilalalkan denganm enggunakante knik deskriptif. Temuan penelitian yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah: bahwa anak mempersepskie butuhank asih sayanga dalahs ebuahb entukp erhatian,p ujian dan waktul uangy ang sepatutnyad iberikano lch pengasuhk epadaa nakd an temaja asuhnyaS. edangkanp engasuhp anii asuhanm empersepski ebutuhank asih sayang sebagabi entukk ebutuhany ang dapatd icukupi hanyad enganp emenuhank ebutuhan jasmani saja. Adapun faktor-faktor yang menjadi pendukung dalam proses pemenuhakne butuhank asih sayangd i panti asuhana dalahjika pengasuhp anti asuhanm enyediakanw aktu bagi anakm aupunr emajaa suhy ang ingin berkeluh kesahs, ertaa danyak omunikasiy ang baik antamp arap engasuhd engana nakd an remajaa suhd i panti asuhanF. aktor-faktory ang menghambapt rosesp emenuhan kebutuhank asih sayangd i panti asuhand i antaranyaa dalahpergantianp emimpin yangt erjadi setiapt iga tahun sekali, sehinggab erdampakp adap erubahanp eraturan; kesulitana nakm aupunr emajau nfuk beradaptasdi enganp eraturanb aru,k eterbatasan pengasuhd alamb idang intelektualy ang berkaitand enganp endidikana nak,s erta adanyak etidakcocokana ri,ara,pengasudhe nganp impinanp anti asuhand, an wujud dari pemenuhank ebutuhank asih sayangd i panti asuhany angt elah dilakukano leh parapengasuha dalahd enganm emberikanp erhatiank epadaanakdanr emajaa suh, baik secaran onverbal( berupap elukan,t epukanr ingan,d anjabat tangan)m aupun verbal (berupa pujian, ucapan terima kasih, ucapan salam). Dan upaya-upayayang dilalcukano leh pengasuhp anti asuhand alamm engatashi ambatand alamp roses pemenuhanke butuhank asih sayangd i panti asuhans alahs atunyaa dalahd engan mcluangkanw aktu merekau ntuk mendengarkanke luh kesaha nakd an remajaa suh, meskipuknu antitasw aktu yang tersediat idak sebanyaky ang menjadih arapana nak danr emajaa suh. Berdasarkahna sil temuand i atas,d apatd iberikan saranb aik untuk anakd an remajaa suhm aupunu ntuk pengasuhy, aitu: anakr emajaa suhd apatm encariw aktu luangy angt epatu ntuk dapatm encurahkank eluh kesahnyak epadap engasuhd, an dapamt emanfaatkahna ri libur pengasuhu ntuk berkeluhk esah;a nakd an remajaa suh tidakm elanggapr eraturany ang berlakud i panti asuhan,s ehinggate rciptak omunikasi yangb aik antarap engasuhd engana nakd an remajaa suh,a nakd an remajaa suh menghargasie galab entukp erhatiany ang diberikan oleh pengasuh( denganjalan membalassa lamy ang diucapkanp eng€$uhs, ercam endengarkan asihaty ang diberikano leh pengasuh)p; engasuhm au meluangkanw aktu untuk mendengarkan keluhk asaha nakd an rcmajas eriam emberikanja lan keluar ataus olusi bagi permasalahayna ngd ihadapio leh anakm aupunr emajaa suhnyap; engasuhti dak memihakk epadas ekelompoka taub eberapaa naks ajad ari sejumlaha nakm aupun remajaa suhnyap; arap engasuhd an pimpinan panti asuhand apatm enyatukanv isi dan misi dalun usaham emenuhik ebutuhana nak,k hususnyak ebutuhank asih sayang bagi anak dan remaja asuhnya.

Using team interview to improve the speaking skills of Non-english Department at UIN Malang / Choirul Rozi

 

    Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan team interview sebagai strategy pengajaran untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran berbicara recount teks. Permasalahannya adalah siswa mendapat kesulitan dalam memahami dan merespon percakapan, kesulitan tata bahasa, permasalahan dalam kelancaran dan isi pembicaraan dan mereka juga memiliki motivasi yang rendah dalam belajar. Oleh karena itu, peneliti mengajukan penggunaan teknik pengajaran team interview sebagai solusi yang efektif untuk memecahkan segala permasalahan ini.     Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) secara kolaboratif. Kolaborasi dilaksanakan bersama dengan pengamat pada siswa jurusan Perbankan Islam Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Malang. Kolaborasi yang dilakukan meliputi proses menyusun rencana pembelajaran, menentukan kriteria kesuksesan. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, implementasi, penggumpulan data, dan analisis data. Subjek penelitian adalah 19 siswa kelas B semester tiga Jurusan Perbankan Islam Fakultas Ekonomi tahun akademik 2014/2015. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner, lembar observasi, catatan lapangan, dan tugas menulis.     Tehnik team interview diimplementasikan dalam dua putaran; masing-masing 2 pertemuan untuk putran pertama dan ke dua. Pendekatan cooperative learning melaui team interview yang terangkai dalam setiap putaran penelitian mencakup 4 langkah yang terdiri dari dua tahap peer interview, Roundrobin, dan team interview. Berddasarkan hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa penerapan team interview sebagai strategi dalam pembelajaran akan efektif jika peran guru sebagai fasilitator yang memberikan bimbingan dan dukungan pada semua tahap dilaksanakan dengan baik untuk menghindari tingkah laku siswa yang kurang terkontrol pada saat pelaksanaan aktivitas belajar. Selain itu, pengajar juga harus memberikan tugas tambahan dimana siswa dapat berlatih menggunakan past tenses sebelum melaksanakan team interview.     Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan team interview sebagai teknik pengajaran dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara teks recount jauh lebih baik dibandingkan ketika mereka diajarkan dengan menggunakan instruksi lainnya. Terdapat 18 dari 19 siswa telah lulus berdasarkan skor 70 sebagai nilai standar. Dalam kaitannya dengan partisipasi siswa dalam kegiatan menulis dikelas, terdapat peningkatan dari 81% di putaran pertama ke 87.5% di putaran kedua. Berkenaan dengan hasil kuisioner tentang respon siswa terhadap implementasi teknik team interview, 89.4.% siswa setuju bahwa teknik team interview telah membantu mereka untuk menemukan dan mengorganisasikan ide ketika berbicara, 73.5% dari siswa menuturkan bahwa team interview membantu mereka dalam berbicara lebih lancar, 84,1% siswa setuju bahwa team interview mambantu dalam memahami dan merespon percakapan. 89,3% siswa mengaku bahwa merasa termotivasi, dan 84,1% dari mereka menunjukkan ketertarikan dalam mengikuti aktifitas belajar mengajar.     Dengan hasil penelitian ini, disarankan bagi para guru bahasa untuk menggunakan team interview sebagai teknik pengajaran yang efektif untuk menyelesaikan permasalahan di kelas khususnya yang terkait dengan pemebelajaran berbicara. Khusus untuk pengajar bahasa Inggris UIN Malang, terkait dengan kelemahan dari penelitian ini dimana masih terdapat satu orang siswa yang masih belum mampu untuk lulus berdasarkan nilai standar, pengajar tersebut harus menggunakan strategi lain untuk memperbaiki kemampuan berbicara siswa tersebut. Selanjutnya, bagi para peneliti disarankan menggunakan hasil penelitian ini sebagai sebuah acuan dalam melaksanakan penelitian yang terkait dengan penggunakan teknik team interview untuk level siswa yang berbeda dan keahlian berbahasa yang lain.

Pengaruh pola asuh orangtua terhadap prkembangan ekspresi emosi siswa kelas II SLTP Negeri se-Kecamatan Lawang / Evi Anita Wijayanti

 

Emosi memegang peranan penting dalam kehidupan anak' Pengaruh emosi yang positif dapat membantu perkembangan dan pertumbuhan anak. Sedangkan pengalamane mosi yang negatif akan mengganggup erkembangand an pertumbuhan anak.B agaimanap erkembangaenm osi anak, hal itu tergantungp ada pengalaman emosi sosial anak dalam kehidupan sehari-hari. Apakah kebutuhan anak seperti pendidikarLk asih sayang,d an perhatiand apatt erpenuhia taut idak merupakanb agian dari pengalaman anak yang ikut menentukan perkembangan emosinya. Adapun lingkungan pemben pengalaman yang diduga paling berpengaruh adalah keluarga. Dengand emikians ecarate oritik polaa suhk eluargam emberikans umbangatne rhadap perkembangaann akt ermasukp erkembangane kspresie mosinya,y ang secarae mpirik perlu dilakukan penelitian. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pola asuh yang diterapkan orangtua mempengaruhi anak dalam mengembangkan seluruh emosinya dengan tepat atau tidak. Secara khusus tujuan penelitian ini adalah mengetahui: (l) pola asuh yang diterapkan oleh orangtua terhadap anak, (2) perkembangan ekspresi emosi siswa, (3) pengaruh pola asuh orangtua terhadap perkembangaenk spresei mosis iswa. Populasip enelitiana dalahs iswa SLTP Negeri se-KecamataLna wangy ang sedangd uduk di kelas Il. Siswat ersebutb erusia 12-15t ahun, dan be4umlah7 61 slswa- Sampel yang diambil be{umlah 254 orang siswa. Penarikan sarnpel dilakukan dengan teknik proporsional random .sampling. Prosedur pertama dalam penarikan sampel adalah menentukan sampel sekolah, dalam hal ini SLTPN 1, SLTPN 2 dan SLTPN3 . Prosedury ang keduam enetapkansa mpelk elas,d itetapkan2 kelass ecara acak,y ang diambil secarap roporsionadl enganp erbandinganl- 3 kelas diambil 1 kelas.H asil dari penarikans ampeld iperolehp opulasis ebesar3 60lo. Alat pengumpulan data berupa angket yang terstruktur dengan 4 pilihan jawabans elalu"s ering,k adang-kadangd an tidak pernah,b aik untuk angketp ola asuh maupunp erkembangane kspresie mosi.A ngket pola asuho rangtuas emulab equmlah 56 butir soal, kemudian berjumlah 24 butir soal setelah diujicobakan dengan reliabilitas yang bergerak antara 0,565-0,710. Sedangkan angket perkembangan ekspresi emosi berjumlah 67 butir kemudian berjumlah 37 butir setelah diujicobakan dengan reliabilitas yang bergerak wfiara 0,405-0,862. Sebelurn diketahui reliabilitasnyate, rlebih dulu diuji validitasnyad enganj ustifikasi dari penguji ahli dalamh al ini dosenp embimbing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orangtua siswa pada pola asuh Overprolectives ebesar5 7,87%, Overdemanding5 2,36%, Neglecting 56,69%, Rejecting 43,7Ao/oA,c ceptance 37,00%. Pada perkembangane kspresie mosi setiap aspeknyas, iswa menunjukkanp erkembangane kspresi emosi aspek sedih pada kategorci ukup baik dengan 77,55o/ok,e mudiand iikuti oleh aspekg embirap ada kategori cukup baik sebesar 57,48yo, aspek kasih sayang pada kategori cukup baik dengan 55,51%, selanjutnya diikuti oleh aspek takut pada kategori cukup baik sebesa4r9 ,21Voa,s peki ri hati padak ategoric ukupb aik sebesa4r 3,70%a, spekm arah pada kategori cukup baik menunjukkan sebesar 42,51%, aspek ingin tahu pada kategori cukup baik sebesar 40,55%, sedang yang terkecil aspek cemburu pada kategori cukup baik sebesar 16,53%. Sedangkan pola aSuh orangtua berpengaruh signifikan terhadap perkembangane kspresi emosi siswa kelas II SLTP Negeri se- KecamataLna wangh al tersebutd ibuktikand engan( R'?:0,124F, :l1,328, rxy4,222, p{,000<0,05),j adi pola asuho rang tua memiliki sumbangane fektif sebesarl2 %o sehinggad apat diketahui bahwa perkembangane kspresie mosi dipengaruhio leh faktorl ain sebesa8r 77o. Berdasarkahna sil penelitiani ni, dapatd isarankan(:1 ) bagi Orangtuah endaknya menunjukkapno laa suhy ango verprolectivep adaa naku siai ni meskipunh aruss ecara hati-hatis, ebabs ecarate ori yangl ebih baik ada)aha cceplance(,2 ) bagi konselord an guruh arusm empertimbangkapno la asuh orangtuas ebagais alahs atu faktor yang mempengaruhtin gkah laku yang siswad alam rangkam enetapkanla yanany ang akan diberikan, (3) bagi guru, diharapkan untuk dapat menciptakan suasana yang mendukung dalam proses belajar dan mengajar, dan memberikan perlakuan (hukuman, hadiah dan penetapan aturan-aturan) yang sewajarnya serta hendaknya bersifatm endidik,( a) bagl peneliti selanjutnyah, endaknyam embenahki ekurangankekurangan yang ada pada instrumen karena pada uji coba instrumen ini prosedur yang digunakan kurang memenuhi syarat sehingga hasilnya kurang menggambarkan variabel secara utuh, selain itu hendaknya lebih intensif melakukan konsultasi instrumen kepada penguji ahli. Serta melakukan penelitian yang serupa tapi pada kelompoky angb erbedaa taud ikaitkand enganv ariabel-variabeyla ngl ainnya. | l

Pengembangan modul pendidikan lingkungan hidup dengan pendekatan sains lingkungan teknologi dan masyarakat sebagai upaya dalam mengembangkan sikap peduli lingkungan / Rika Sigid Susanti

 

    Undang-Undang Menteri Negara dan Lingkungan Hidup Nomor: 03/MENLH/02/2010 dan Undang-Undang Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 01/II/KB/2010 tentang Pendidikan Lingkungan Hidup menyatakan bahwa perlu dilakukan kebijakan, pedoman, program, dan materi Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di jalur pendidikan dasar dan menengah. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan pengetahuan, sikap, perilaku, dan wawasan serta kepedulian lingkungan hidup peserta didik dan masyarakat, Hasil observasi melalui penyebaran angket kepada guru mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup dan peserta didik bahwa pengelolaan sampah di SMKN 1 Bendo belum berjalan dengan baik. Hal ini disebabkan karena pengelolaan sampah dilakukan oleh tim pengelola sampah yang telah dibentuk dan ditentukan oleh pihak sekolah. Peserta didik kurang aktif dalam kegiatan pengelolaan sampah, sehingga mereka kurang memiliki sikap peduli lingkungan terutama masalah sampah. Maka perlu dilakukan pengembangan modul Pendidikan Lingkungan Hidup pada materi pengelolaan sampah dengan pendekatan Sains, Lingkungan, Teknologi dan Masyarakat (Salingtemas) sebagai upaya dalam mengembangkan sikap peduli lingkungan peserta didik.     Model pengembangan yang digunakan dalam pengembangan modul Pendidikan Lingkungan Hidup ini didasarkan pada model penelitian pengembangan yang dikemukakan oleh Thiagarajan atau model 4D, dibatasi pada tahap develop (pengembangan). Format modul yang dikembangkan disesuaikan dengan komponen modul berdasarkan Depdiknas Tahun 2008. Pembelajaran dilakukan dengan pendekatan Sains Lingkungan Teknologi dan Masyarakat (Salingtemas). Instrument pengumpulan data meliputi angket guru PLH dan peserta didik pada analisis kebutuhan; lembar validasi oleh tim ahli;, angket respons peserta didik terhadap modul pada uji keterbacaan; lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran; observasi kegiatan peserta didik; angket respons peserta didik terhadap pembelajaran; dan instrument tes sikap peduli lingkungan.     Hasil penelitian dan pengembangan ini yaitu modul PLH pengelolaan sampah dengan pendekatan Salingtemas telah divalidasi tim ahli dengan hasil sangat layak, artinya modul yang dikembangkan telah layak untuk dilakukan uji coba modul pada pembelajaran PLH di kelas. Modul direvisi berdasarkan saran dari tim ahli dan peserta didik. Modul telah memenuhi karakteristik modul yang mengacu pada Russell (1974) yaitu self instruction, self contained material, stand alone, adaptif, dan user friendly. Uji coba modul dihasilkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran dengan pendekatan Salingtemas telah dilakukan dengan baik oleh guru model; peserta didik mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan respons positif; dan sikap peduli lingkungan peserta didik meningkat sebesar 0,73 (kategori tinggi). Sehingga modul mempunyai potensi untuk mengembangkan sikap peduli lingkungan peserta didik.

Pembinaan pengasuh pesantren dalam rangka meningkatkan motivasi belajar santri (studi kasus di PPA Darun Najah Ngijo Karangploso Malang) / Nur Masyhudi

 

Dalamd uniap endidikanu sahau nhrkm emajukanle mbagay angd itangani agarm enjadlie mbagay angu ngguld anm empunyaki ualitasy angb aguss ertad apat diterimao lehm asyarakatb, anyaks ekaliy angh arusd ilalarkano leh seorangp impinan lembagpae ndidikanB. aik itu dalaml ingkupd alamm aupunlu ar, dand alam pelaksanaapnu n pimpinanl embagaa kand ibantuo lehk omponen-komponeyna ng adad alamle mbagate rsebul sehinggaa kanm encetaklu lusany angb erkualitasd an akanm endapatkakne percayaand ari masyarakat. Usahau ntukm enjadikasnu byekd idik menjadliu lusany angb erkualitas harusd imulaid ari prosesp endidikany angs etiaph ari di lakukand i sekolah (pesanren)U. sahal ersebutd ilalekall olehp engasuh(k epalas ekolah)d engan melaksanakasnu atup embinaan(s upervisi)d alaml embagap endidikanb aik itu kepadag urum aupunm urid yangs edangm elakukank egiatanb elajarm engajard i sekolahP. embinaayna ngd ilalcukans eringk ali muncujli ka memanga das uatu masalahs,e pertih alnyam engenami otivasib elajar,s eiringd enganti nggi rendahnya motivasbi elajars anti (subyekd idik) makap embinaans eorangp impinanle mbaga (pengasuha)k and ilakukan. Penelitianin i berangkadt ari pertanyaan" Usahap embinaanp engasuh pesantend alamr angkam eningkatkanm otivasib elqiarS anfi". Ada empatf okus penelitiayna inr:( l) Bagaimanuas ahap embinaapne ngasuphe sirntr€dna lamr angka meningkatkamn otivasib elajarS anri di PPAI DarunN ajahN gijo Karangploso Malang;( 2) Bagaimanare sponp araS antrim engenapi embinaany angd ilalorkano leh pengasudhi PPAI DarunN ajahN gijo Karangplosolv lalang;( 3) Apakahf aktor pendukungd anp enghambadta lamm elaksanakapne mbinaand j PPAI DarunN ajah Ngijo KarangplosoM alang;( 4) Kapand anm engapap engasuhm elakukanp embinaan pada sanh-inya. Penelitianin i dilakukand enganm enggrurakapne ndekatanku alitatif dengan rnncanganst udik asus.T eknikp engumpuladna tay angd igunakanm eliputi:( l) Wawancaram endalam(;2 ) Observasbi erperans erta;d an studid okumentasTi. iga datay angb erupai nformasyi angt erkait denganfo kus penelitiand i perolehd ari sejumlahin forman.I nformank unci dalamp enelitianin i adalah:K H Muktar Gz dan Gus Yazid serta informan lain seperti pxa asatidz dan para santri yang ada. Data tersebudt iorganisasikand,i tafsirkand and ianalisisg unap enyuswanA bstaksi temuanla panganK, redibilitasd atad i cek dengante knik triangulasdi ank ecukupan referensial. Daria nalisisd atad apatd i simpulkanl:) Untukm eningkatkamn otivast belajasra nriy anga dad i pesantreuns ahap embinaayna ngd ilakukano lehp engasuh adaladhe nganjalamne nggunakamno delp embelajarayna, itud engans istems orogan (muridm embacgau rum endengarkadna nm entashihs),e babd engans istemte rsebut makas antrai kanm erasap unyat anggungja wab (beban)u ntukm emaknasr uatuk itab (nengermti aksud arii si kitabt ersebut)2, ) Ketikap engasumh elakukapne mbinaan, resposna ntrai dalahs elalum enyambudte nganb aiks ebabp embinaasne suahi arapan paras antri,'3D) alamm elaksanakaPne mbinaaadni pesantenp engasubhe lump ernah mendapatkhaanm batasne babs emuah aly angs udahd i tanganpi engasuahk ans egera beresS. edanugn tukf aktorp endukundga rip elaksanaapne mbinaatne rsebuat dalah adanysai faty angt elahd itanamkapna dad iri santi yaltus am'anw atho'atanr,u angan yangb agusd ans uasanyaa ngt enangs, ehinggpae mbinaadna patb erlangsundge ngan lancar,4P) elaksanaapne mbinaadni pesantredni lalcukasne tiaph arin amunu ntuk pembinaafonr mald ilakukans atub ulans ekali,dasni fanryau mumN. amunk adangkadangjugaad ap embinaayna ngs ifatnyati dakt erjadualk, arenak ondisid ari pesanfens elalub erubah Darih asilp enelitianin i dapatd i ajukans aran-sarayna, itu:( l) Bagip engasuh pesantenti,n ggir endahnyma otivasbi elajarp adas antris angadt iperlukans ekali, sehinggsae bagasie orangp engasushe harusnybae rusahma elaksanakapne mbinaan gunam eningkatkadna nm enjagati ngkatm otivasib elajary anga dap adas antria gar selaluti nggrs ehinggap aras anti nantim enjadil ulusany angb erkualitasti nggi. (2)B agig uru,p embinaayna ngd ilakukano lehp engasuhjangadnia nggaps ebagai pengkoreksitaenr hadapse galay angd ilakukant,a pia nggaplashe bagabi antuang una meningkatkamnu tup endidikan(.3 ) Bagip enelitil ain,k ajianm engenapie mbinaan yanga dad i pesantrend i Indonesiam asihs angatk urangs ekali,p embinaanke banyaan hanyad ilakukand i sekolahanu mums aja,s ehinggas angadt iperlukanla gi penelitian yangd ilalcukand i lembagap esantreny angl arnya.D an kajiany angd ilakukand i pesantenD arunN ajahi ni dapatd i jadikan literaturt ambahanb agip eneliti-peneliti lain,m eskipunh asilnyab elumm endalamd ant untas.P enulisa kans angats enang apabilaa dap enelitil ain yangm engkajil ebih dalarnt entangp esanfrenk, hususnyad ari mahasiswAad ministrasPi endidikaUn niversitaNs egeriM alang.( 4) Bagij urusan AP, dalamp elaksanaasnu perviski ebanyakanp arag uruh anyam elakukanya dipendidikanfo rmal,k alaum emangil mu yangd rajarkand alamju rusant ersebudt apat diterapkand i berbagasi ektorp endidikanb aik fonnal maupunn on formalm aka dunohonp elaksanaaunn tukl embagap esantrena taul embagan on formall ainnya.

Meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi termokimia melalui panduan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan problem solving di kelas XI IPA SMA Negeri3 Gunungsitoli / Niarajab Lahagu

 

ABSTRAK Lahagu, Niarajab. 2010. Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Termokimia Melalui Paduan Model Pembelajaran Kooperatif Ti-pe STAD dan Problem Solving di Kelas XI IPA SMA Negeri 3 Gunung-sitoli. Tesis. Program Studi Magister Pendidikan Kimia. Program Pasca-sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. H. Suhadi Ibnu, M.A., Ph.D., (II) Dr. Subandi, M.Si Kata kunci: motivasi belajar, hasil belajar, pembelajaran kooperatif, problem solving. Penelitian ini terinspirasi oleh rendahnya motivasi dan hasil belajar kimia siswa SMA Negeri 3 Gunungsitoli. Hal ini diduga disebabkan oleh pola pembela-jaran yang dilakukan masih berpusat pada guru di mana siswa kurang diberi kese-mpatan untuk mengembangkan kreativitasnya dan terlibat secara maksimal dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan suatu upaya pengembangan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan mo-tivasi siswa dalam belajar. Hal ini sejalan dengan pergeseran paradigma pembela-jaran dari behaviorisme ke konstruktivisme. Salah satu pendekatan pembelajaran motivasional yang bersifat konstruktivis adalah pembelajaran kooperatif dan pro-blem solving. Oleh sebab itu dalam upaya meningkatkan motivasi dan hasil bela-jar siswa, dalam penelitian ini digunakan paduan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan problem solving. Ada empat langkah dalam pelaksanaan pembela-jaran kooperatif tipe STAD yaitu: 1) penyajian kelas, 2) diskusi kelompok, 3) kuis dan 4) penghargaan kelompok. Selain itu dalam penelitian ini juga digunakan me-tode pemecahan masalah (problem solving) yang dikembangkan oleh Polya ada- lah: 1) memahami masalah, 2) memikirkan rencana pemecahan, 3) melaksanakan rencana, dan 4) meninjau kembali hasil pemecahan. Setiap tahapan dalam prose-dur metode pemecahan masalah di atas selalu dikerjakan secara kooperatif oleh sis wa sehingga dengan demikian diperoleh hasil yang optimal. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan peneli-tian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendes-kripsikan proses dan hasil penerapan paduan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan problem solving dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi termokimia di kelas XI IPA SMA Negeri 3 Gunungsitoli. Penelitian ini dilakukan selama 8 (delapan) kali pertemuan dalam 3 (tiga) siklus (tindakan). Setiap siklus terdiri dari 4 (empat) tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tinda-kan, pengamatan, dan refleksi. Selama penelitian, peneliliti berkolabarasi dengan guru kelas yang bertindak sebagai pengamat dan pemberi masukan sedang peneliti berperan sebagai guru. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) angket motivasi belajar untuk mengukur tingkat motivasi belajar siswa, 2) tes ha-sil belajar untuk mengukur prestasi belajar siswa, 3) lembar observasi untuk me-ngukur aktivitas siswa, dan 4) angket respon siswa untuk mengetahui hasil respon siswa terhadap paduan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan problem solving. Hasil uji coba angket motivasi belajar yang dihitung dengan menggunakan rumus koefisien alpha ( ) diperoleh reliabilitas sebesar 0,89 dan validitas angket moti-vasi belajar yang dilakukan oleh tiga orang validator diperoleh validitas sebesar 87%. Hasil uji coba instrumen tes hasil belajar diperoleh tingkat reliabilitas sebe-sar 0,92 dan validitas sebesar 78,3%. Penelitian ini dilaksanakan dikelas XI IPA-1 SMA Negeri 3 Gunungsitoli pada tahun pelajaran 2009/2010 mulai dari tanggal 21 Agustus 2009 sampai dengan 12 oktober 2009. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) penerapan paduan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan problem solving dapat meningkatkan akti vitas siswa dalam belajar. Hal ini ditunjukkan dari hasil observasi aktivitas siswa pada tindakan I sebesar 72,3% (kategori baik), pada tindakan II sebesar 81,8% (kategori sangat baik), pada tindakan III sebesar 91,2% (kategori sangat baik), (2) penerapan paduan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan problem solving dapat meningkatkan motivasi belajar kimia siswa pada materi termokimia dari skor rata-rata 88 (kategori sedang) sebelum diberikan tindakan menjadi 111 (kate-gori tinggi) setelah diberikan tindakan, (3) penerapan paduan model pembelaran kooperatif tipe STAD dan problem solving dapat meningkatkan hasil belajar kim-ia siswa pada materi termokimia, hal ini ditunjukkan oleh skor rata-rata setelah tindakan I sebesar 72,0 dengan ketuntasan 84,4%, setelah tindakan II sebesar 74,7 dengan ketuntasan 90,6%, dan setelah tindakan III sebesar 76,1 dengan ketuntasan 96,9%, dan (4) Respon siswa terhadap penerapan paduan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan problem solving secara umum tergolong baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil respon siswa terhadap paduan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan problem solving dengan skor rata-rata sebesar 96,0 (kategori baik).

The realtionship between students' frequent attendance to English Self-Access Center (ESAC) and students' achievement in intensive course / Yulia Ainur Rohmah

 

Pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas nasabah produk tabungan (studi pada nasabah BTN Malang) / Fivi Handayani

 

Dunia bisnis saat ini mengalami perubahan pesat, dikarenakan fenomena globalisasi yang mendorong pertumbuhan diberbagai sektor tidak terkecuali sektor jasa. Perubahan tersebut menyebabkan munculnya berbagai jenis jasa barudan tingginya tingkat persaingan perusahaan. Salah satunya adalah perkembangan dibidang teknologi seperti internet, dimana konsumen dapat bertransaksi juga memperoleh informasi tentang produk dan jasa yang diinginkan. Banyak perusahaan yang berlomba-lomba menawarkan berbagai keunggulan produk, harga lebih murah, dan kredit semakin mudah, semata-mata untuk menarik konsumen. Hal tersebut secara tidak langsung menuntut masyarakat untuk lebih teliti dan kritis dalam memilih.Kualitas produk bukanlah menjadi satu-satunya bagi perusahaan itu untuk mampu bersaing, terlebih bagi perusahaan yang menjual produk yang sama dan berada pada harga yang sama. Diperlukan upaya khusus dalam mencapai tujuan perusahaan untuk memberikan pelayanan yang memuaskan konsumen tidak terkecuali BTN Malang juga menyediakan fasilitas jasa perbankan kepada nasabahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi unsure kualitas pelayanan (tangibles, empathy, reliability, responsiveness dan assurance) yang dirasakan oleh nasabah produk tabungan, bagaimana kondisi loyalitas nasabah produk tabungan, dan bagaimana pengaruh kualitas pelayanan secara parsial dan simultan terhadap loyalitas nasabah produk tabungan. Jumlah sample sebanyak 140 responden, sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mendeskripsikan variabel bebas kualitas jasa yang terdiri dari bukti fisik (X1), keandalan (X2), daya tanggap (X3), jaminan (X4), dan empati (X5), variabel terikatnya adalah loyalitas nasabah. Untuk menentukan besar pengaruh secara langsung dan tidak langsung dari variabel kualitas pelayanan dan loyalitas nasabah menggunakan teknik analisis regresi berganda. Adapun teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis regresi linear berganda dengan signifikansi 0,05. Teknik analisis ini digunakan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas nasabah baik secara parsial ataupun simultan. Hasil perhitungan pada pengujian simultan di peroleh bahwa F hitung (32,753) > dari F tabel (2,27), sedangkan signifikansi (0,000) < dari alpha pada taraf 5% atau 0,05 artinya variabel kualitas pelayanan (X) berpengaruh secara simultan terhadap variabel loyalitas nasabah (Y). Sedangkan untuk koefisien determinan (Adjusted R Square) sebesar 0,533 atau 53,3%. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial variabel bukti fisik (X1) memiliki t hitung 2,866 > t tabel 1960, X1 berpengaruh secara parsial. Variabel keandalan (X2) didapat t hitung 2,701 > t table 1,960, X2 berpengaruh secara parsial. Variabel daya tanggap (X3) didapat t hitung 4,546 > t tabel 1,960, X3 berpengaruh secara parsial. Variabel jaminan (X4) didapat t hitung 0,699 > t tabel 1,960, X4 tidak memiliki pengaruh secara parsial, Variabel empati (X5) didapat t hitung 3,812 > t tabel 1,960, X5 berpengaruh secara parsial. Variabel kualitas pelayanan (X) memiliki pengaruh sebesar 53,3% terhadp loyalitas nasabah. Selanjutnya hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan yang ditujukan oleh kualitas pelayanan secara simultan terhadap loyalitas nasabah. Dari hasil penelitian ini, disarankan kepada BTN Malang agar melakukan survei berkala untuk mengukur tingkat harapan dan persepsi nasabah mengingat tuntutan nasabah terhadap kualitas pelayanan terus berkembang seiring kemajuan jaman dan menghadapi persaingan antar bank. Selanjutnya untuk mencapai loyalitas perlu meningkatkan kepuasan nasabah dengan jalan selalu meningkatkan pemberian pelayanan yang terbaik kepada nasabah.

Improving speaking ability of the eleventh graders of SMAN 12 Surabaya through a small group discussion strategy / Achmad Isa Ismail

 

Isa Ismail, Achmad. 2014. MeningkatkanKemampuanBerbicaraKelasSebelasSMAN 12 Surabaya melaluiStrategi Small Group Discussion. Tesis. Program PascasarjanaPendidikanBahasaInggris, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Johannes A. Prayogo, M.Pd, M.Ed., (II) Dr. Sri Rachmajanti, M.Pd, Dip.TESL. Kata kunci: kemampuanberbicara,strategi small group discussion. Berdasarkanhasilpenelitianawalyang dilakukanpeneliti di kelas XI SMAN 12 Surabaya menunjukkanbahwaskor rata-rata siswaadalah 52 untukkemampuanberbahasaInggris.NilaitersebutjauhdariKriteriaKetuntasan Minimal (KKM) di SMAN 12 Surabaya yaitu75.Berdasarkankondisitersebut, penilitianinidilakukanuntukmeningkatkankemampuanberbicarasiswamelaluipenggunakanstategi small group discussion. Penelitianinimenggunakanpenelitiantindakankelas yang dilakukansecarakolaboratifdengansesama guru bahasaInggrisdalammelaksanakanprosedursikluspenelitian: perencanaan, pelaksanaan, observasi, danrefleksipadatindakankelas. Penelitianinidilakukandalamsiklus yang meliputiempatpertemuan.Melaluipelaksanaantindakan, siswaseharusnyamencapaikriteriakeberhasilan yang ditetapkan, yaitu: (1) siswadikelasakandibagimenjaditigakelompok: kemampuanrendah, menengah, dantinggiberdasarkanhasilpenelitianawal. Setiapkelompokakanmemilikikriteria yang berbeda-beda. Kelompok yang rendahadalah 65, kelompokmenengahadalah 75, dankelompokatasadalah 85, (2) paling sedikit 90% ataulebihsiswasecaraaktifterlibatdalam proses pembelajaran, dan (3) setidaknya 90% ataulebihsiswameresponpositifselamapelaksanaandiskusikelompokkecil di kelas. Data dikumpulkanmelaluitesberbicara, checklist pengamatan, satu set kuesioner, dancatatanlapangan. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa small group discussion strategidapatmeningkatkankemampuanberbicaramelaluiprosedurberikut: (1) Memberikanbeberapagambar, (2) pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkansiswamenyebutkantampilankarakteristikfisikdarigambar, (3) Pengelompokankelasdalamkelompokkecil yang terdiridari 4-5 siswadanmenjelaskanprosedur strategy, (4) Memberikangambarkepadasetiapkelompokdanmemintauntukmendiskripsikannya, (5) memintamasing-masinganggotakelompokuntukaktifmenjelaskangambar, (6)memonitordanmemberikanbantuanselamapelaksanaandiskusikelompok,(7) Mengajukanuntukmelaporkanhasildiskusi di depankelasdanmemintakelompok lain untukmenebaknya (Guessing Game), (8) memberikanpenghargaankepadapemenang, (9) memberikanumpanbalikpadaperformasiswa. Hasilpenilitianjugamenunjukkanbahwapenggunaanstrategismall group discussion berhasildalammeningkatkankemampuanberbicarasiswakarenaada 100% darimasing-masingkelompok (rendah, menengah, danatas) siswamencapaikriteriakeberhasilan (Appendix 8). Selainitu, parasiswasecaraaktifterlibatselama proses pengajarantelahdicapai, karenaketerlibatansiswamencapaiangka 100% (Appendix 9). Selainitu, lebihdari 98% darisiswamemilikisikap yang positifterhadappelaksanaanstrategiini (Appendix 10). Denganmengacupadahasilpenelitian, saran ditujukanuntuk guru bahasaInggrismenerapkanstrategi small group discussion didalamkelasnyakhususnyadalampembelajaranberbicarabahasaInggris. Yang terakhir, peneliti yang akandatangdisarankanuntukmelaksanakanpenelitian yang serupapadakemampuanberbahasa yang samaatauberbedatetapidengansetingdandesain yang berbeda.

Penerapan model problem based learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi barang tambang kelas XI IPS D2 MA Islamiyah Attanwir Talun Sumberrejo Bojonegoro / Robby Amrullah Qhoris Mawardi

 

Mawardi, Robby Amrullah, Qhoris. 2014. Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Barang Tambang Kelas XI IPS D2 MA Attanwir Talun Sumberrejo Bojonegoro. Thesis. Pendidikan Geogarfi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ach. Fatchan, M.Pd, M.Si, (II) Dr. I Nyoman Ruja, SU. Kata kunci: Model Problem Based Learning, hasil belajar geografi. Berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan bahwa di kelas XI IPS D2 MA Attanwir Talun 31,3% siswa mencapai KKM dan sebesar 68,7% belum mencapai KKM. Hal itu disebabkan kemampuan siswa dalammemecahkanmasalah masih rendah. Hanya 10 siswa atau 31% yang mampu memecahkan masalah dan 69 % atau 22 siswa belum mampu memecahkan masalah. Sebagian besarsiswa hanya dapat menyebutkan satu atau dua data. Siswabelummampumengkaitkan permasalahan yang adadalamsoaldenganpermasalahan dilingkungansekitarnya. Dalam pelaksanaan pembelajaran tampak bahwa guru, belum pernah menerapkan pembelajaran yang didasarkan pada suatu permasalahan yang ada di sekitar lingkungan siswa. Hal tersebut diduga dapat mengakibatkan hasil belajar yang rendah di kelas XI IPS D2 MA Attanwir Talun. Upaya untuk meningkatkan hasil belajar tersebut perlu diterapkan model Problem Based Learning. Dalam model Problem Based Learningsiswa dituntut agar mampu: (1) menentukan masalah, (2) mengorganisasi siswa untuk belajar, (3) penyelidikan, (4) menyajikan hasil karya, dan (5) mengevaluasi pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan menerapkan model Problem Based Learninguntukmeningkatkan hasil belajar geografi. Penelitian ini dilakukan di kelas XI IPS D2 MA Attanwir Talun Sumberrejo Bojonegoro tahun pelajaran 2014/2015. Subjek penelitian adalah kelas XI IPS D2 MA Attanwir. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Reseach). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah test esay. Hasil pengukuran berupa data peningkatan hasil belajar yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan pengukuran hasil belajar siswa dari pra tindakan, siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Pada siklus I hasil belajar siswa meningkat 32% dengan rata-rata hasil belajar 60. Pada siklus II hasil belajar siswa meningkat 50% dengan rata-rata hasil belajar 78. Jadi dapat disimpulakna penggunaan model Problem Based Learningdapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS D2 MA Attanwir Talun Sumberrejo Bojonegoro. Saran yang dapat diberikan bagi guru dan peneliti selanjutnya yaitu: 1)Dalam pembelajaran geografi khususnya pada kelas XI IPS, hendaknya guru geografi dapat menggunakan model Problem Based Learning, karena dengan menggunakan model tersebut proses dah hasil belajar siswa dapat meningka. 2) Bagi peneliti selanjutnya, dapat menggunakan model Problem Based Learning. Terutamabagimateripelajaranyanjgsejenis.

Peningkatan keterampilan menyimak melalui model inside-outside circle pada siswa kelas IIB SDN Rembang Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan / Elisabeth Kilmas

 

ABSTRAK Kilmas, Elisabeth. 2010. Peningkatan Keterampilan Menyimak Melalui Model Inside-outside Circle Pada Siswa Kelas IIB SDN Rembang. Skripsi Program Studi S1 PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Kata Kunci: Inside-Outside Cicrle, Keterampilan Menyimak, Sekolah Dasar. Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar menganut pendekatan komunikatif. Artinya, dalam implementasinya pembelajaran Bahasa Indonesia harus lebih menekankan pada aspek komunikatif dan dapat fungsional. Keterampilan menyimak merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fungsional karena digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Masalah yang sering dihadapi guru dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia adalah siswa kurang fokus untuk menyimak apa yang disajikan oleh guru. Akibat kurang fokusnya siswa menyimak, maka pelajaran yang diberikan tidak dapat dipahami dengan baik. Tujuan dari penelitian ini antara lain yaitu mendeskripsikan: (a) penggunaan model Inside-outside Circle untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa, (b) aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan model Inside-outside Cicrle, (c) peningkatan keterampilan menyimak siswa dengan menggunakan model Inside-outside Cicrle. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang meliputi dua siklus (siklus I dan siklus II). Tahapan siklus mempunyai alur: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IIB SDN Rembang, yang berjumlah 25 orang. Fokus penelitian adalah peningkatan keterampilan menyimak dan aktivitas siswa selama pembelajaran dengan menggunakan model Inside-outside Cicrle. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi; observasi (pengamatan), wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar pengamatan keterampilan menyimak siswa, lembar pengamatan aktivitas siswa, dan lembar pengamatan aktivitas guru. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Siklus tindakan pembelajaran dihentikan jika seluruh prosedur telah terlaksana. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan. Melalui model Inside-outside Cicrle, keterampilan menyimak siswa kelas IIB SDN Rembang meningkat dari tahap pra tindakan yang menunjukkan persentase keterampilan menyimak yang teraktualisasikan rata-rata 26,9% menjadi 86,7% pada siklus I (meningkat 59,8%). Selanjutnya pada siklus II mengalami pengingkatan 5,8% menjadi 92,5%. Aktivitas siswa selama pembelajaran dengan menggunakan model Inside-outside Cicrle pada siklus I mencapai 71,1% dan meningkat pada siklus II sebesar 6.6% menjadi 77.7%. Nilai hasil belajar siswa pada pra tindakan menunjukkan persentase rata-rata sebesar 60,6% dengan 12 siswa (48%) mendapatkan nilai di bawah rata-rata dan 13 siswa (52%) mendapatkan nilai di atas rata-rata. Pada siklus I terjadi peningkatan sebesar 12,8% menjadi 73,4% dengan 2 siswa (8%) mendapatkan nilai di bawah standar dan 23 siswa (92%) mendapatkan nilai di atas standar. Pada siklus II persentase rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan 14,6% menjadi 88% dengan ketuntasan belajar klasikal. Kemampuan guru dalam merancang RPP pada siklus I mendapatkan skor 94,1 dan meningkat pada siklus II menjadi 95,5 dengan kualifikasi ”Sangat Baik”. Kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran pada siklus I mendapatkan skor 90,9 dan meningkat pada siklus II menjadi 93,1 dengan kualifikasi ”Sangat Baik”. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, beberapa saran diperkirakan dapat meningkatkan persentase dan kualitas model pembelajaran yang diteliti. Saran yang diajukan tersebut adalah: (1) bagi guru agar dapat menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan mampu mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa, (2) bagi kepala sekolah agar hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan untuk memberikan supervisi dan bimbingan bagi guru, berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran, (3) bagi peneliti lain agar dapat melakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan model pembelajaran ini, dengan modifikasi dan pengembangan yang lebih baik, terutama untuk mengatasi siswa dengan cara belajar yang berbeda-beda.

Pemanfaatan media gambar untuk meningkatkan hasil belajar IPA kelas I SDN Sidogiri I Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan / Nur Anita

 

ABSTRAK Anita Nur. 2010. Pemanfaatan Media Gambar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA di Kelas I SD Negeri Sidogiri I Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah Program Studi S1 PGSD. Fakultas Ilmu Pendidikan Univesitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs.Sumanto, M. Pd (2) Drs. Heru Agus Tri Widjaja, M.Pd. Kata Kunci : Pemanfaatan media gambar, hasil belajar, IPA, SD. Dalam proses pembelajaran IPA di SD masih menggunakan cara tradisional dimana kegiatan masih berpusat pada guru, monoton dan menjenuhkan, akibatnya perolehan belajar siswa pada mata pelajaran IPA mengenal keadaan cuaca di sekitar kita masih sangat rendah. Guru masih menggunakan metode ceramah, tanya jawab, pemberian tugas dan tanpa menggunakan media, sehingga kemampuan siswa dan kreativitas siswa belum tergali. Oleh karena itu perlu adanya pembaharuan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di sekolah khususnya SD. Salah satunya dengan penggunaan media gambar yang merupakan alat bantu dalam pembelajaran IPA mengenal keadaan cuaca di sekitar kita. Dengan adanya media gambar diharapkan siswa aktif baik fisik maupun mental. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pelaksanaan pembelajaran IPA dilihat dari keaktifan siswa saat penerapan l pembelajaran IPA mengenal keadaan cuaca kita dengan memanfaatkan media gambar, dan (2) peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas I di SD Negeri Sidogiri I Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan, (3) Mendiskripsikan keaktifan siswa pada saat pemanfaatan media gambar dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan rancangan PTK. Subyek penelitian ini siswa kelas I SDN Sidogiri I Kecamatan Kraton sejumlah 39 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi, tes dan dokumentasi. Analisis data terdiri dari 3 komponen kegiatan yang dilakukan secara berurutan yaitu kegiatan reduksi, sajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa konsep mengenal keadaan cuaca di sekitar kita pada siswa kelas I. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata hasil belajar siswa, pada pra tindakan (42,05), siklus I (60,12), dan siklus II (70,92). Dengan hasil penelitian tersebut, maka disarankan kepada guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa konsep mengenal keadaan cuaca di sekitar kita di kelas I sebaiknya menggunakan alat bantu berupa media gambar agar siswa lebih aktif, kreatif dan tidak bosan dalam proses pembelajaran. Untuk kepala sekolah supaya menyediakan sarana dan media pembelajaran khusunya di kelas-kelas agar proses belajar mengajar lebih bermakna bagi siswa. Sedangkan untuk peneliti selanjutnya hendaknya bisa menyempurnakan/mengembangkan agar didapatkan hasil yang lebih optimal.

Peningkatan hasil belajar penjumlahan mata pelajaran matematika melalui pendekatan realistic mathematic education pada siswa kelas II SDN Jingglong 03 Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar / Dewi Nursani Umalin

 

ABSTRAK Nursani, Dewi. 2010. Peningkatan Hasil Belajar penjumlahan melalui pendekatan Realistic mathematic Education pada Siswa kelas II SDN Jingglong 03Kec. Sutojayan Kab. Blitar. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah Program Studi Sarjana Kependidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sunyoto, S.Pd, M.Si, (II) Dr. H. M. Zaenuddin,M.Pd Kata Kunci: Pendekatan Realistic Mathematic Education, hasil belajar, penjumlahan Proses pembelajaran matematika di SDN Jingglong 03 yang selama ini digunakan oleh guru adalah dengan menggunakan cara konvensional, guru secara aktif memberikan informasi kepada siswa sedangkan partisipasi siswa selama proses pembelajaran tidak Nampak. Kegiatan yang dilakukan oleh siswa hanya duduk, dengar, dan mencatat tugas. Penyampaian informasi yang diberikan kepada siswa secara abstrak. Hal ini menyebabkan rendahnya pemahaman siswa untuk menguasai konsep penjumlahan. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Mengetahui gambaran tentang peningkatan prestasi belajar pada siswa kelas II SDN Jingglong 03 melalui pendekatan Realistic Mathematic Education, (2) Mengetahui gambaran tentang hasil prestasi belajar siswa kelas II SDN Jingglong 03 pada peningkatan prestasi belajar melalui pendekatan Realistic Mathematic Education melalui soal-soal terkait dengan konsep penjumlahan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yaitu Realistic Mathematic Education dengan jenis penelitian tindakan kelas . Subyek penelitian ini adalah siswa kelas II SDN Jingglong 03 Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar dengan jumlah 10 siswa. Instrument penelitian yang digunakan untuk mendukung data penelitian ini meliputi (1) angket, (2) wawancara, (3) dokumentasi, (4) observasi. Penerapan pendekatan RME dengan materi penjumlahan digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat diketahui dari peningkatan penilaian proses selama kegiatan pembelajaran berlangsung dan peningkatan hasil belajar siswa yaitu dari pratindakan ke Siklus I naik 20%, hasil dari Siklus II naik 20%. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah dalam penerapan pendekatan RME hendakny guru selalu menggali pengetahuan lama yang dimiliki siswa dan menggunakan media benda-benda nyata atau konkrit, agar siswa lebih termotivasi untuk mengkonstruksi pengetahuan baru baik secara individu maupun kelompok agar dapat mengembangkan kreativitas dalam berfikir.

Metode pemeringkatan berbasis sound approach / Dona Harinda Sasongko

 

Kata kunci : Sound Approach, Webometrics Ranking, pemeringkatan, perguruan tinggi. Bunyi adalah energi gelombang yang berasal dari sumber bunyi. Seperti halnya vektor di ruang 3 dimensi, gelombang bunyi dapat diuraikan dalam sekelompk vektor-vektor satuan yang tegak lurus (ortogonal), maka ada kemungkinan untuk menguraikan gelombang bunyi menjadi deret ortonormal berikut, . Sama halnya dengan bunyi, suatu sistem pemeringkatan memilki beberapa indikator pemeringkatan yang ortogonal. Dengan mengadopsi rumus gelombang bunyi didapat sebuah rumus pemeringkatan berikut . Metode pemeringkatan semacam ini dikenal dengan Metode Pemeringkatan Berbasis Sound Approach. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah bagaimana menghasilkan pemeringkatan dengan berbasis Sound Approach. Sistem pemeringkatan yang akan diteliti adalah pemeringkatan perguruan tinggi di Indonesia. Indikator pemeringkatan yang dipergunakan adalah indikator Webometrics Ranking. Webometrics Ranking adalah sebuah sistem pemeringkatan dunia yang telah memeringkat seluruh perguruan tinggi di dunia sejak tahun 2006. Indikator Webometrics Ranking adalah indikator web yang terdiri dari, size, visibility, rich files, dan scholar. Penulis mengambil data pada akhir bulan Desember 2009 untuk diperingkat, kemudian membandingkan dengan hasil Webometrics Ranking edisi Januari 2010. Hasil yang didapat tidak jauh berbeda, sebagain besar perguruan tinggi hanya bergeser 1 hingga 3 peringkat saja. Posisi sepuluh besar dari pemeringkatan bulan Desember 2009 dan Webometrics Ranking edisi Januari 2010, diduduki oleh perguruan tinggi yang sama, hanya urutanya saja yang berbeda tipis. Namun, ada beberapa perguruan tinggi yang mengalami perubahan posisi yang cukup mencolok. Adanya perbedaan ini disebabkan kerena ketidak stabilan mesin pencari yang dipergunakan untuk mengambil data indikator pemeringkat. Selain itu, adanya selisih waktu pengambilan data yang dilakukan penulis dengan waktu terbitnya Webometrics Ranking memungkinkan terjadinya perubahan indikator pemeringkat. Adapun saran yang dikemukakan sehubungan dengan hasil skripsi ini adalah: (1) Perlu ada penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh G-faktor terhadap hasil pemeringkatan perguruan tinggi yang menggunakan indikator web(2) Pemeringkatan berbasis Sound Approach tidak hanya dapat diterapkan pada perguruan tinggi, melainkan dapat juga diterapkan pada bidang lainnya khususnya pada bidang Fisika.

Analisis daerah rawan kecelakaaan lalu lintas pada ruas jalur Pantura Gresik-Lamongan / Nur Laila Isnia

 

Laila Isnia, Nur, 2014. Analisis Daerah Rawan Kecelakaan Lalu Lintas Jalur Pantura Gresik-Lamongan. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sugiyanto S.T., M.T., (II) Pranoto, S.T., M.T. Kata Kunci: analisis, kecelakaan, jalur pantura Gresik-Lamongan     Ruas jalur pantura Gresik-Lamongan merupakan jalan arteri primer yang menghubungkan antar propinsi. Sebagai jalan utama ruas jalur ini memiliki arti penting sehingga banyak kendaraan melintasi ruas jalur ini, menyebabkan beban lalu lintas menjadi menumpuk dari bermacam-macam tipe kendaraan dan berujung pada keselamatan lalu lintas. Arus lalau lintas yang padat dan kondisi jalan yang kurang memadai mengakibatkan ketidaknyamanan pengguna jalan yang berakibat kemacetan dan kecelakaan.     Lokasi rawan kecelakaan adalah suatu lokasi dimana angka kecelakaan tinggi dengan kejadian kecelakaan berulang dalam satu ruang dan rentang waktu yang relatif sama yang diakibatkan oleh suatu penyebab tertentu.Kecelakaan lalu lintas merupakan suatu kejadian di jalan yang tidak dapat disangka dan diduga kapan terjadinya dan dimana lokasi kejadiannya yang menyebabkan kerugian materiil berupa harta benda dan non materiil yaitu korban jiwa. Faktor-faktor penyebab kecelakaan terdiri dari: (1) pengemudi (kurang berhati-hati, mengantuk, mabuk, ugal-ugalan, lengah, penglihatan, kurang memperhatikan, dan melanggar rambu-rambu lalu lintas), (2) lingkungan dan jalan (material yang ada di jalan, dan kondisi jalan yang berlubang/rusak), dan (3) kendaraan (rem rusak, ban bocor/halus, dan lampu kendaraan). Penelitian yang dilakukan ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dengan data yang diperoleh berupa data sekunder dari buku register di Satlantas Gresik dari bulan Januari 2009 sampai dengan bulan Desember 2013 dan data primer berupa data kecelakaan, kondisi ruas jalan pada daerah rawan kecelakaan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: pertama, faktor penyebab kecelakaan lalu lintas yang paling tinggi adalah faktor pengemudi (45%), yang kedua faktor lingkungan dan jalan (33%), dan yang ketiga faktor kendaraan (22%). Kondisi ruas jalan yang kurang baik juga mempengaruhi tingkat jumlah kecelakaan lalu lintas pada daerah rawan kecelakaan seperti permukaan jalan yang rusak, rambu-rambu yang tidak berfungsi, tidak adanya penerangan jalan dan perilaku pengguna kendaraan yang masih sering melanggar peraturan yang ada.

Pengembangan bahan ajar hukum-hukum dasar kimia menggunakan strategi guided scientific inquiry untuk SMA/MA / Zul Afni Rohimah

 

Rohimah, Zul Afni. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Hukum-hukum Dasar Kimia Menggunakan Strategi Guided Scientific Inquiry untuk SMA/MA. Skripsi, Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Oktavia Sulistina, S.Pd., M.Pd., (II) Muntholib, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: bahan ajar, hukum-hukum dasar kimia, guided scientific inquiry     Perubahan dan pengembangan Kurikulum 2013 didasarkan oleh beberapa hasil studi internasional tentang kemampuan peserta didik Indonesia. Hasil studi TIMSS dan PISA menunjukkan bahwa prestasi peserta didik Indonesia menempati peringkat paling bawah. Berdasarkan hasil survei tersebut, maka Indonesia menerapkan Kurikulum 2013 dengan melakukan pembaharuan dalam proses pembelajaran di kelas. Proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 dilaksanakan dengan menggunakan scientific approach. Keefektifan Kurikulum 2013 tidak hanya ditentukan dari metode pembelajaran yang digunakan guru dalam kelas, namun juga bahan ajar yang digunakan oleh peserta didik. Banyak peserta didik mengalami kesulitan dalam mempelajari materi hukum-hukum dasar kimia. Hukum-hukum dasar kimia adalah salah satu materi dasar yang penting dan digunakan secara terus menerus untuk membangun konsep yang lebih tinggi tingkatannya dalam ilmu kimia. Kurangnya pemahaman peserta didik terhadap materi tersebut dapat mengakibatkan kesulitan dalam memahami materi selanjutnya. Salah satu penyebab kesulitan peserta didik dalam mempelajari materi hukum-hukum dasar kimia adalah bahan ajar yang digunakan berupa buku teks yang menyajikan materi pelajaran secara informatif disertai dengan latihan soal. Berdasarkan hasil penelurusan diketahui bahwa buku kimia SMA kelas X yang telah ada masih belum menekankan keterampilan kognitif serta belum sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 yang menekankan pada konstruksi konsep. Tujuan pengembangan ini adalah: (1) menghasilkan bahan ajar hukum-hukum dasar kimia menggunakan strategi guided scientific inquiry dan (2) mengetahui kelayakan bahan ajar hasil pengembangan melalui validasi isi dan uji keterbacaan.     Pengembangan bahan ajar ini menggunakan model pengembangan 4D (four D-model) Thiagarajan, dkk (1974). Model ini meliputi empat tahapan pengembangan, yaitu (1) pendefinisian (to define), (2) perancangan (to design), (3) pengembangan (to develop), dan penyebarluasan (to disseminate). Tetapi pengembangan ini hanya dilakukan sampai pada tahap ketiga. Bahan ajar hasil pengembangan diuji melalui validasi isi dan uji keterbacaan. Validasi isi dilakukan oleh seorang dosen kimia UM dan empat guru kimia SMA. Uji keterbacaan dilakukan oleh 12 peserta didik kelas XII IPA SMAN 8 Malang. Instrumen validasi berupa angket dengan menggunakan skala Likert lima tingkat serta lembar komentar dan saran. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif.     Produk yang dihasilkan berupa bahan ajar hukum-hukum dasar kimia menggunakan guided scientific inquiry. Hasil validasi isi oleh dosen dan guru berturut-turut menghasilkan persentase sebesar 86,31% dan 85,11% dengan kriteria sangat valid. Sedangkan, hasil uji keterbacaan oleh peserta didik menghasilkan persentase sebesar 81,24% dengan kriteria sangat valid. Berdasarkan hasil validasi isi dan uji keterbacaan tersebut diketahui bahwa bahan ajar hukum-hukum dasar kimia layak digunakan sebagai sumber belajar.

A study of polysemous aspects borne by the words 'ambition', 'ambitious' and 'ambitiously' / Anggi Nur Rohmah

 

Rohmah, Anggi Nur. 2014. A Study of Polysemous Aspects Borne by the Words ‘Ambition’, ‘Ambitious’ and ‘Ambitiously’. Skripsi. Jurusan Sastra dan Bahasa Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Yazid Basthomi, M.A. Kata kunci: semantik, polisemi, ambisi, ambisius, dengan/secara ambisi, positif, negatif     Banyak orang telah menginvestigasi bermacam-macam fenomena bahasa yang berhubungan dengan makna. Selalu ada makna-makna tersembunyi dari sebuah kata sehingga memerlukan penelitian mendalam, karena bisa saja satu kata memiliki makna lebih dari satu. Fenomena ini disebut polisemi. Peneliti telah melihat adanya keunikan dari kata-kata ‘ambisi’, ‘ambisius’, dan ‘dengan/secara ambisius’. Keunikan tersebut terdapat pada adanya perbedaan dalam arti harfiah yang diberikan oleh kamus dan arti kontekstual dan sosial yang diberikan oleh masyarakat. Arti yang diberikan oleh kamus cenderung mengarah ke makna positif sedangkan makna kontekstual dan sosial cenderuh mengarah ke makna negatif. Maka, peneliti berasumsi bahwa ketiga kata itu mungkin mempunyai makna lebih dari satu dan berpraduga bahwa makna jamak yang dikandung adalah makna positif dan negatif.     Berawal dari gagasan ini, dikarenakan karena tidak adanya standar pasti dari makna positif dan negatif yang nanti akan dipakai untuk melakukan analisa komponensial guna meneliti makna yang tersembunyi dari kata ‘ambisi’, ‘ambisius’, dan ‘dengan/secara ambisius’, peneliti memutuskan untuk menentukan standar positif dan negatifnya sendiri. Peneliti beranggapan bahwa apa yang dimaksud dengan makna positif dari kata ‘ambisi’, ‘ambisius’, dan ‘dengan/secara ambisius’ adalah bahwa mereka dapat memunculkan harapan (hope), dihasilkan dari melakukan sesuatu yang baik yang mungkin bisa mewujudkan apa yang diharapkan. Perwujudan harapan itu sendiri bisa diperkirakan akan membuat orang lain bahagia. Sedangkan untuk negativitas, peneliti menganggap hal tersebut adalah sesuatu yang tidak bisa mewujudkan sesuatu yang diinginkan. Maka dari itu, tidak seperti harapan yang dimiliki oleh positivitas; dalam negativitas, hal itu hanyalah sebuah kekurangan (lack). Kekurangan (lack) itu tidak bisa diwujudkan karena tidak mempunyai kualitas yang bisa mewujudkannya. Jika orang yang memilikinya bersikeras untuk mewujudkannya, maka dia hanya akan merusak/menghancurkan hal yang memegangnya.     Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Data penelitian utama adalah berupa banyak koteks yang diambil dari BNC (British National Corpus). Koteks-koteks tersebut tidak didapat dari satu wacana melainkan dari berbagai jenis wacana yang berasal baik dari konteks lisan dan tertulis. Koteks-koteks yang mengandung kata ‘ambisi’, ‘ambisius’, dan ‘dengan/secara ambisius’ tersebut dianalisis dengan menggunakan komponensial analisis dan menggunakan standar positif dan negatif yang telah dikemukakan oleh peneliti di atas sebagai komponennya.     Setelah menganalisis koteks-koteks dari kata ‘ambisi’, ‘ambisius’, dan ‘dengan/secara ambisius’ dari konteks lisan yang berjumlah 61, peneliti menemukan fakta bahwa total ada 2 koteks dengan prosentase 3,3% yang mengandung kata-kata tersebut dengan muatan positif dan 5 koteks dengan prosentase 8,2% yang mengandung kata-kata tersebut dengan muatan negatif. Sementara itu, ada 1 koteks dengan prosentase 1,6% yang mengandung kata-kata tersebut dalam makna netral dan sisa koteks yang berjumlah 53 dengan prosentase 86,9% tida memberikan cukup penjelasan yang memungkin peneliti bisa menganalisis makna yang dikandung.     Berikutnya, ada 2.749 koteks dari kata ‘ambisi’, ‘ambisius’, dan ‘dengan/secara ambisius’ yang didapat dari konteks tertulis. Dari jumlah tersebut, total ada 168 koteks dengan prosentase 6,1% yang mengandung kata-kata tersebut dalam makna positif, 437 koteks dengan prosentase 15,9% dengan makna negatif, 46 koteks dengan prosentase 1,7% dengan makna netral, dan 2.089 koteks sisanya dengan prosentase 76,3% tidak jelas.     Setelah menganalisis koteks-koteks yang totalnya berjumlah 2.810 baik dari konteks lisan maupun tertulis, peneliti menyimpulkan bahwa total ada 170 koteks dengan prosentase 6% dari kata ‘ambisi’, ‘ambisius’, dan ‘dengan/secara ambisius’ yang mengandung makna positif dan 438 koteks dengan prosentase 15,6% dengan makna negatif. Di samping itu, peneliti juga menemukan bahwasanya ada 48 koteks yang mengandung makna netral dengan prosentase 1,7%. Koteks yang tersisa dinyatakan sebagai koteks yang tidak memberikan bukti yang jelas untuk peneliti agar bisa menentukan makna apa yang mereka kandung.     Setelah menemukan kenyataan bahwa kata ‘ambisi’, ‘ambisius’, dan ‘dengan/secara ambisius’ adalah bermakna jamak, peneliti tertarik dengan kenyataan bahwa maknanya cenderung ke arah negatif daripada positif atau netral. Peneliti mengemukakan pendapatnya bahwa ini mungkin dipengaruhi oleh kecenderungan makna dari awal mula kata-kata tersebut dipakai. Pada awal penggunaannya, kata-kata tersebut cenderung bermakna negatif, maka makna sekarangpun juga menjadi cenderung negatif.     Akhir kata, peneliti bisa memberi saran bahwa makna kata ‘ambisi’, ‘ambisius’, dan ‘dengan/secara ambisius’ dalam kamus seharusnya ditinjau kembali berkenaan dengan hasil penemuan peneliti yang mengatakan bahwa ketiga kata itu bisa mempunyai lebih dari satu makna dan kecenderungan makna adalah mengarah ke makna negatif.

Pengembangan media belajar mandiri lembar kerja mahasiswa berbasis android untuk matakuliah Telaah Pranata Masyuarakat Jerman 1 / Adilah Vicky Fauziyyah

 

ABSTRAK Fauziyyah, Adilah Vicky. 2016. Pengembangan Media Belajar Mandiri Lembar Kerja Mahasiswa Berbasis Android untuk Matakuliah Telaah Pranata Masyakat Jerman 1. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Rizman Usman, M.Pd. Kata Kunci: lembar kerja, android, belajar mandiri Dalam hal mempelajari bahasa, seseorang tidak akan terlepas dari pembelajaran budaya. Pentingnya pengetahuan tentang budaya dalam belajar bahasa dialami mahasiswa Jurusan Sastra Jerman Univeristas Negeri Malang. Mahasiswa dituntut untuk belajar tentang budaya yang difasilitasi dengan matakuliah Landeskunde 1. Berdasarkan hasil wawancara dengan mahasiswa baru angkatan 2015 semester I, diketahui bahwa materi pada Matakuliah Landeskunde 1 tergolong cukup sulit. Secara umum mahasiswa mencari informasi dari internet. Permasalahannya adalah pencarian sumber dari internet belum tentu akurat. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka peneliti akan memberikan solusi alternatif denganmengembangkan lembar kerja mahasiswa berbasis android untuk matakuliah Landeskunde 1 sebagai sarana belajar mandiri mahasiswa. Tahapan penelitian dan pengembangan mengacu pada model ADDIE yang dikembangkan oleh Dick & Carey (1978). Subjek uji coba dilakukan kepada 1 ahli materi, 1 ahli media, 1 praktisi pembelajaran, dan 23 mahasiswa dengan meneliti kualitas dan kelayakan media pembelajaran berupa lembar kerja mahasiswa berbasis android melalui angket. Data yang terkumpul akan dianalisis untuk mengetahui penilaian dari produk dengan cara: 1) mengubah penilaian kualitatif menjadi kuantitatif, 2) menghitung rata-rata skor tiap indikator, dan 3) menginterpretasikan secara kualitatif jumlah rerata skor tiap aspek. Berdasarkan penilaian oleh ahli materi, media mendapatkan nilai persentase 90,28%; penilaian oleh ahli media, media mendapatkan nilai persentase 84,21%; penilaian oleh praktisi pembelajaran, media mendapatkan nilai persentase 83,33%; dan penilaian oleh mahasiswa sejumlah 23 orang, media mendapatkan nilai persentase 83,57%, sehingga secara umum termasuk dalam kategori sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Secara umum, LKM ini memiliki kelebihan sebagai media pembelajaran karena merupakan inovasi terbaru media pembelajaran Matakuliah Landeskunde 1 yang mengunakan teknologi android, dan sangat berpeluang untuk dikembangkan sesuai dengan perkembangan IPTEK.Sedangkan kekurangan media ini harus menggunakan emulator Android,seperti YouWave atau BlueStackssaat ditampilkan di depan kelas melalui laptop. Jika spesifikasi laptop rendah, maka emulator akan berjalan tidak lancar dan menyebabkan laptop menjadi hang. Secara umum, peneliti menyarankanagar media pembelajaran inidapat dikembangkan lebih lanjut dari segi smartphone, yang dapat di install pada semua sistem operasi selain Android, yaitu Iphone Operating System, Windows Phone, dan Blackberry.

Penerapan pembelajaran kooperatif model STAD dengan asesmen portofolio untuk meningkatkan kerjasama dan hasil belajar siswa / Baiq Auliya Eka Apriani

 

Peningkatkan mutu pendidikan di sekolah dapat ditempuh dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif dan peningkatan kualitas penilaian hasil belajar siswa. Model pembelajaran koperatif model STAD dengan Asesmen portofolio merupakan salah satu cara meningkatkan mutu pendidikan. Mengetahui pada saat ini ada sekolah yang model pembelajarannya kurang variatif dan sistem penilaiannya menggunakan pendekatan norma sehingga akan menimbulkan kejenuhan pada saat siswa belajar serta terjadi ketidak adilan dalam sistem penilaian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan pembelajaran kooperatif model STAD dengan asesmen portofolio untuk meningkatkan kerjasama dan hasil belajar siswa di SMP Negeri 1 Malang. Materi dalam penelitian ini adalah perdagangan internasional yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Dari hasil penelitian ini dideskripsikan langkah-langkah yang dilakukan guru dalam menerapkan pembelajaran kooperatif model STAD dengan asesmen portofolio untuk meningkatkan kerjasama dan hasil belajar siswa, serta dideskripsikan pula aktivitas siswa dalam model pembelajaran STAD serta nilai portofolio yang diperoleh siswa berdasarkan format penilaian. Penerapan model pembelajaran STAD dengan asesmen portofolio untuk meningkatkan kerjasama dan hasil belajar siswa didahului dengan pengenalan model pembelajaran STAD dan asesmen portofolio kepada siswa.Kerjasama siswa dapat dilihat dari aktivitas belajar siswa sedangkan hasil belajar siswa dapat dilihat dari nilai kuis dan nilai ulangan harian. Rancangan portofolio yang diterapkan adalah: 1) jurnal belajar siswa, 2) rangkuman materi, 3) pekerjaan rumah, 4) kuis, 5) ulangan harian, dan 7) refleksi akhir pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian disaranka bahwa: 1) Dalam penerapan pembelajaran kooperatif model STAD dengan asesmen portofolio, hendaknya dilaksanakan secara team-teaching karena dalam pelaksanaannya membutuhkan kerja ekstra dan pengamatan kepada siswa yang secermat-cermatnya untuk melihat perkembangan belajar siswa perindividu dan kelompok secara berkesinambungan, 2) disarankan kepada guru ekonomi untuk mencoba menerapkan pembelajaran kooperatif model STAD namun pada pada pokok bahasan yang sesuai agar siswa tidak merasa bosan dan akhirnya siswa semangat untuk belajar.

Pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kepuasan dan kesehatan kerja bagi pekerja bengkel mesin produksi se-kabupaten Tulungagung / Didin Zakariya Lubis

 

Kata kunci: keselamatan kerja, kesehatan kerja, kepuasan dan kesehatan kerja Bengkel mesin produksi merupakan tempat untuk melakukan pemeliharaan, perbaikan, modifikasi mesin, tempat pembuatan bagian mesin dan perakitan mesin. Pada dasarnya kecelakaan kerja yang terjadi sebagian besar (85%) disebabkan oleh faktor kelalaian dan faktor kesalahan manusia. Bisa jadi perusahaan atau industri telah memenuhi syarat kondisi yang aman misalnya dengan menyediakan Alat Pelindung Diri (APD), namun pekerja sering kali tidak mau mengenakan APD tersebut dengan alasan tidak dapat bekerja dan bergerak dengan leluasa. Sehubungan dengan hal itu, hendaknya pemahaman tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan fasilitas K3 ditingkatkan serta penggunaan alat pelindung diri dilaksanakan secara berkelanjutan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman pekerja terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Fasilitas K3 pada bengkel serta pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kepuasan dan kesehatan kerja bagi pekerja bengkel mesin produksi se-kabupaten Tulungagung baik secara parsial maupun simultan pada kelompok eskperimen dan kontrol. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu. Subjek penelitian berupa 4 bengkel kelompok eksperimen dan 4 bengkel kelompok kontrol. Adapun responden untuk mengisi angket diambil dari masing-masing bengkel sebanyak 5 orang pekerja. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, check list dan dokumentasi, sedangkan analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah uji prasyarat analisis, analisis deskriptif, regresi berganda, dan pengujian hipotesis menggunakan program SPSS 17 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pamahaman pekerja tentang K3 barkategori cukup yakni sebesar 70%, fasilitas K3 pada bengkel mesin berkategori kurang yakni sebesar 62,5%, serta perbedaan perbandingan signifikansi kelompok eksperimen lebih besar dari kelompok kontrol. Hal ini ditandai dengan hasil uji t untuk kelompok eksperimen mempunyai taraf signifikansi < 0,05 (0,00) namun hasil uji t kelompok kontrol > 0,05 (0,309) pada variabel alat pelindung diri. Nilai uji F untuk masing-masing kelompok mempunyai taraf signifikansi < 0,05 (0,00 < 0,05). Dari hasil nilai pretest dan posttest kategori pengaruh tinggi kelompok eksperimen mengalami kenaikan persentase sebesar 25% sedangkan kelompok kontrol mengalami penurunan sebesar 5%. Penelitian ini disarankan kepada para pekerja bengkel agar selalu menggunakan APD dan memperhatikan keselamatan kerja pada waktu bekerja. Kepada pemilik bengkel supaya meningkatkan pemenuhan fasilitas K3. Kepada pemerintah (Disperindag) supaya mengadakan audit atau inspeksi tentang pelaksanaan K3 pada bengkel mesin produksi.

Kajian grafik pengendali dan analisis kemampuan proses statistik berbasis distribusi loglogistik 3 parameter (studi kasus pada data nira perasan pertama di PT Krebet Malang) / Novi Pratiwi

 

Pratiwi, Novi. 2014. Kajian Grafik Pengendali Individual dan Analisis Kemampuan Proses Statistik Berbasis Distribusi Loglogistik 3 Parameter (Studi Kasus pada Data Nira Perasan Pertama di PG Krebet Malang). Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Swasono Rahardjo, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: nira perasan pertama, distribusi Loglogistik 3 parameter, grafik pengendali, analisis kemampuan proses.      Faktor utama yang menentukan kinerja suatu perusahaan adalah kualitas barang dan jasa yang dihasilkan. Hal ini disebabkan, kualitas menjadi faktor dasar keputusan konsumen dalam menggunakan produk dan jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Oleh karena itu perusahaan memerlukan suatu teknik perbaikan kualitas untuk mengetahui kualitas barang dan jasa yang dihasilkan.      Pada penelitian ini, data pol nira perasan pertama digunakan sebagai variabel yang akan digunakan dalam pengendalian kualitas gula yang dihasilkan oleh PT. PG. Krebet Baru Bululawang. Metode yang digunakan dalam pengendalian kualitas jumlah pol nira perasan pertama adalah grafik pengendali individual berbasis distribusi Loglogistik 3 parameter. Hasil pendugaan parameter distribusi Loglogistik 3 parameter dengan menggunakan alat bantu software minitab 16 dan untuk menentukan persamaan rata-rata dan variansi distribusi Loglogistik 3 parameter. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa Berdasarkan grafik kendali individual berbasis distribusi Loglogistik 3 parameter terhadap data jumlah pol nira perasan pertama nilai-nilai parameternya yaitu lokasi (µ) sebesar -3,14204; skala (σ) sebesar 0,03088348 dan threshold (α) sebesar 1,753321. Dengan menggunakan percentil grafik pengendali I-MR berbasis distribusi Loglogistik 3 parameter diperoleh nilai UCL = 1,79064; CL= 1,79646; LCL =1,80229. Analisis kemampuan proses ini berdasarkan dari data pol nira perasan pertama yang diproduksi oleh PT. Krebet baru 1 bululawang yang sudah dinyatakan terkendali melalu peta kontrol I-MR.     Kemudian hasil analisis kemampuan proses untuk data pol nira perasan pertama dengan pendekatan distribusi Loglogistik 3-parameter yang menunjukan Overall Capability didapatkan nilai Pp = 1,56. Hal ini menunjukan bahwa proses berjalan kurang baik, karena ada beberapa produk yang kualitasnya berada diluar batas spesifikai yang ditentukan oleh perusahaan. Pada nilai Ppk = 1,51, artinya rata-rata dari proses berada dalam batas-batas spesifikasi perusahaan, tetapi sebagian dari variasi proses berada di luar batas-batas spesifikasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan terus agar variasi proses tidak keluar dari batas spesifikasi.     Observed Perfomance menunjukan bahwa nilai PPM < LSL= 0 . Hal ini berarti bahwa produk yang berada di luar batas spesifikasi bawah (LSL) 0 % pol per 100 gram nira perasan pertama yang dihasilkan. Demikian juga nilai PPM > USL = 0, yang berarti bahwa produk yang berada di luar batas spesifikasi atas (USL) 0 % pol per 100 gram nira perasan pertama yang dihasilkan. PPM Total = 0, yang berarti bahwa produk yang berada di luar batas spesifikasi bawah maupun atas (LSL dan USL) 0 % pol per 100 gram nira perasan pertama yang dihasilkan. Dengan kata lain apabila produksi sebanyak 100 gram nira perasan pertama yang dihasilkan, maka tidak akan ada produk yang berada di luar batas spesifikasi.

Studi tentang motif khas tenun Batu Bara Kabupaten Batu Bara Propinsi Sumatra Utara / Sa'adah Gustin Ayu Pertiwi

 

Pertiwi, Sa’adah Gustin Ayu. 2015. Studi Tentang Motif Khas Tenun Batu Bara Kabupaten Batu Bara Propinsi Sumatra Utara. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra Nurul Aini, M.Pd, (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si. Kata Kunci: Motif Khas Tenun Batu Bara, Kabupaten Batu Bara     Tenun merupakan salah satu jenis kriya tekstil yang dibuat dengan alat tenun baik mesin maupun non mesin. Kabupaten Batu Bara merupakan salah satu Kabupaten di Propinsi Sumatera Utara, yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Asahan. Tenun Batu Bara banyak diminati sampai ke Negara tetangga. Adapun daerah penghasil Tenun Batu Bara terbesar dan memiliki motif yang indah berada di Kecamatan Talawi.    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motif-motif khas tenun Batu Bara dan makna motif khas tenun Batu Bara.    Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa human instrumant, yaitu peneliti sendiri. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi dengan tiga sumber data dan triangulasi dengan tiga teknik pengumpulan data. Analisis data menggunakan tiga tahapan yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan.     Berdasarkan temuan peneliti dilapangan diperoleh tiga kesimpulan sebagai berikut. Pertama, Motif tenun Batu Bara banyak terinspirasi dari lingkungan alam sekitar yang ada di Kabupaten Batu Bara, misalnya tanaman seperti tunas bambu, dan pandan, bunga seperti bunga Cempaka, bunga Tanjung, buah seperti buah Manggis, sayur seperti sayur bunga Kol, bintang seperti Tolap Penuh dan Tolap Berantai dan makanan seperti nasi ketan. motif khas tersebut terdiri dari Pucuk Rebung, Pucuk Betikam, Pucuk Pandan, Bunga Kol, Tampuk Manggis, Cempaka, Bunga Tanjung, Tolap Penuh, Tolap Berantai dan Nasi Manis.     Kedua, Makna yang terkandung dalam motif khas tenun Batu Bara adalah : pendidikan anak yang tergambar pada motif Pucuk Rebung, keterikatan jalinan keluargaan tergambar pada motif Pucuk Betikam, kesucian diri yang tergambar pada motif Pucuk Pandan, imajinasi yang tergambar pada motif Bunga Kol, keagungan yang tergambar pada motif Tampuk Manggis, keanekaragaman yang tergambar pada motif Cempaka, kekuatan mewujudkan mimpi yang tergambar pada motif Tolap Penuh dan Tolap Berantai, dan kekeluargaan yang tergambar pada motif Nasi Manis, yang sangat kental dengan kehidupan masyarakat di Batu Bara.     Ketiga, Hasil penelitian dilapangan ditemukan bahwa fungsi dari motif tenun Batu Bara, tidak ada patokan khusus untuk pemakaian motif-motif tertentu pada acara ataupun keperluan tertentu. Realitanya, hanya motif sakral seperti motif Tampuk Manggis yang menandakan hanya orang keturunan Bangsawan seperti Datuk atau Kerajaan yang memakai motif ini, adapun makna motif Tampuk Manggis adalah keagungan. Sedangkan untuk baju Dinas daerah yang dipakai adalah motif Nasi Manis, motif Bunga Tanjung dan motif Bunga Cempaka.

Pengaruh indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA), inflasi, kurs rupiah/dollars AS dan tingkat suku bunga (SBI) terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2012 / Widya Kurniawan

 

Kurniawan, Widya. 2014. Pengaruh Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA), Inflasi, Nilai Kurs Rupiah/Dollar AS dan Tingkat Suku Bunga SBI Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Tahun 2008-2012. Skripsi.Jurusan S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Bety Nur Achadiyah, S.Pd., M.Sc (2) Dr. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si, Ak, CA Kata Kunci: Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA), Inflasi, Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar AS, Tingkat Suku Bunga SBI dan IHSG. Pasar modal memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia, dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat menjadi leading indicator economic pada suatu negara. Pergerakan IHSG sangat dipengaruhi oleh kondisi makro ekonomi negara maupun global. Kondisi perekonomian suatu negara maju akan berpengaruh terhadap kondisi perekonomian negara lain (Contagion Theory) , hal ini seperti terlihat pada kondisi Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) yang berpengaruh terhadap kinerja IHSG. Menurut Teori Makro Ekonomi beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja saham adalah inflasi dan kurs valuta asing. Kedua faktor tersebut berpengaruh terhadap laba yang diperoleh perusahaan sehingga mempengaruhi keputusan investor dalam berinvestasi di pasar modal. Kenaikan tingkat suku bunga membuat investor mengalihkan investasinya dari saham ke dalam bentuk tabungan dan deposito, hal tersebut merupakan motif spekulasi yang dilakukan oleh investor untuk memperoleh return yang tinggi (Teori Keynes) Penelitian ini berusaha menjelaskan pengaruh indeks Dow Jones Indutrial Average (DJIA), inflasi, nilai kurs Rupiah terhadap Dollar AS dan tingkat suku bunga SBI terhadap IHSG periode 2008-2012 secara parsial. Penelitian ini termasuk jenis asosiatif kausalitas. Populasi penelitian ini adalah seluruh data IHSG yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dimulai pada awal periode Januari 2008 sampai dengan Desember 2012. Sumber data merupakan sumber data sekunder yang berasal dari dokumentasi yang diambil berdasarkan studi pustaka maupun dengan mengakses www.bi.go.id dan finance.yahoo.com. Cara analisis data yang digunakan adalah dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa indeks Dow Jones Indutrial Average (DJIA) berpengaruh positif signifikan terhadap IHSG. Sedangkan inflasi, nilai kurs Rupiah/Dollar AS dan tingkat suku bunga SBI berpengaruh negatif signifikan terhadap IHSG. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi investor, perusahaan, pemerintah dan peneliti selanjutnya. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan menambah variable lain yang berpotensi mempengaruhi kinerja IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penggunaan strategi pemetaan konsep untuk meningkatkan keterampilan menceritakan pengalaman pribadi siswa kelas VIIb SMPN 8 Malang / Ike Dina Fitriani

 

ABSTRAK Dina Fitriani, Ike.2010. Penggunaan Strategi Pemetaan Konsep untuk Meningkatkan Keterampilan Menceritakan Pengalaman Pribadi Siswa Kelas VIIB SMPN 8 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suyono, M.Pd, (II) Dra. Hj. Ida Lestari, M.Si. Kata kunci: strategi pemetaan konsep, keterampilan berbicara, pembelajaran bercerita Keterampilan berbahasa yang sangat penting peranannya dalam upaya melahirkan generasi masa depan yang cerdas, kritis, kreatif, dan berbudaya salah satu adalah keterampilan berbicara. Berbicara adalah bentuk komunikasi verbal yang dilakukan oleh pikiran. Dalam proses belajar-mengajar setiap siswa harus mengasah kemampuannya dalam berbicara karena setiap aktivitas belajar mengajar memerlukan komunikasi yang baik antara guru dengan siswa dan antarsiswa. Untuk merealisasikan peningkatan berbicara tersebut diperlukan teknikteknik tertentu yang harus dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Berbicara merupakan salah satu aspek yang penting dibelajarkan kepada siswa karena berbicara melibatkan kegiatan produktif siswa dalam menyampaikan ujaran secara lisan sehingga menjadi bahan pertimbangan bagi guru tentang arti pentingnya penggunaan strategi di kelas dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Penggunaan strategi memiliki arti penting sebagai variasi pembelajaran dengan tujuan siswa dapat mengikuti aktivitas pembelajaran di kelas dengan menyenangkan dan tidak membosankan. Kesimpulannya kemampuan berbicara merupakan kemampuan yang sangat penting untuk dilatihkan kepada siswa. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas VIIB SMPN 8 Malang, peneliti menggunakan strategi pemetaan konsep. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui proses dan hasil peningkatan keterampilan menceritakan pengalaman pribadi siswa kelas VIIB SMPN 8 Malang pada aspek kelengkapan isi, ketepatan bahasa, kelancaran berbicara, dan alur cerita dengan strategi pemetaan konsep. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SMPN 8 Malang dengan jumlah siswa 43 orang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Alur penelitian meliputi (1) identifikasi awal, (2) studi pendahuluan, (3) perencanaan tindakan, (4) pelaksanaan tindakan, (5) pengamatan, dan (6) refleksi. Adapun data penelitian ini meliputi data proses dan dan hasil. Data proses merupakan hasil pengamatan, pencatatan lapangan, dan hasil wawancara terkait proses pembelajaran. Data hasil merupakan hasil tes menceritakan pengalaman pribadi siswa. Berdasarkan hasil analisis data proses tindakan yang telah dilaksanakan pada siklus I dan II, dapat dideskripsikan pembelajaran dengan strategi pemetaan konsep dalam pembelajaran menceritakan pengalaman pribadi yaitu diawali ii dengan menentukan topik, menyusun peta konsep, mengembangkan konsep menjadi cerita yang utuh, penampilan bercerita ke depan kelas, dan refleksi. Proses pembelajaran juga mengalami peningkatan. Selama proses pembelajaran dari tahap pendahuluan, tahap inti, sampai tahap penutup. Pada saat studi pendahuluan siswa terlihat masih kurang antusias dan kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Pada saat siklus I siswa cukup antusias mengikuti pembelajaran dan pada siklus II siswa terlihat sangat cukup antusias mengikuti setiap tahap pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis proses pembelajaran dan hasil evaluasi yang telah dilakukan peneliti pada bab IV setelah diterapkannya strategi pemetaan konsep, aspek kelengkapan isi siklus I telah mencapai 75% nilai siswa yang mendapat skor 4 sebanyak 15 siswa, 3 sebanyak 28 siswa, dan 1 sebanyak 0 siswa sedangkan hasil pada siklus II meningkat mencapai 100% nilai siswa yang mendapat skor 4 sebanyak 16 siswa, 3 sebanyak 27 siswa, dan 1 sebanyak 0 siswa. Dari aspek kebahasaan hasil pada siklus I nilai siswa yang mendapat skor 4 sebanyak 1 siswa, 3 sebanyak 42 siswa, dan 1 sebanyak 0 siswa sedangkan hasil pada siklus II nilai siswa yang mendapat skor 4 sebanyak 9 siswa, 3 sebanyak 34 siswa, dan 1sebanyak 0 siswa. Hal ini terlihat jelas pada siklus I yang mendapat skor 4 sebanyak 1 siswa setelah dilakukan siklus II mencapai 9 siswa. Aspek kelancaran berbicara hasil pada siklus I nilai siswa yang mendapat skor 4 sebanyak 10 siswa, 3 sebanyak 29 siswa, dan 1 sebanyak 4 siswa, pada hasil siklus II nilai siswa yang mendapat skor 4 sebanyak 14 siswa, 3 sebanyak 29 siswa, dan 1 sebanyak 0 siswa. Hal ini terlihat jelas siklus I yang mendapat skor 4 sebanyak 10 siswa setelah diperankan mencapai 14 siswa dan yang mendapat skor 1 sebanyak 4 siswa setelah siklus II menjadi 0 siswa. Aspek alur cerita hasil pada siklus I nilai siswa yang mendapat skor 4 sebanyak 4 siswa, 3 sebanyak 37 siswa, dan 1 sebanyak 2 siswa sedangkan hasil pada siklus II nilai siswa yang mendapat skor 4 sebanyak 14 siswa, 3 sebanyak 29 siswa, dan 1 sebanyak 0 siswa. Hal ini terlihat jelas pada siklus I yang mendapat skor 4 sebanyak 4 siswa setelah siklus II mencapai 14 siswa dan yang mendapat skor 1 sebanyak 2 siswa setelah siklus II menjadi 0 siswa. Terkait dengan penerapan strategi pemetaan konsep, disarankan kepada guru bahasa Indonesia penelitian ini memberikan suatu pandangan baru bagi guru sebagai praktisi pendidikan di instansi pendidikan bersangkutan mengenai model yang berkenaan dengan strategi pengajaran di kelas sehingga bisa menjadi alternatif untuk menanggulangi permasalahan yang ada dalam proses pembelajaran keterampilan bercerita. Kepada peneliti lanjutan temuan penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan sebagai bahan refleksi untuk mengembangkan hasil penelitian. Dengan tujuan sebagai langkah penyempurnaan penerapan strategi pemetaan konsep dalam berbagai kompetensi dasar mata pelajaran bahasa Indonesia dan bidang ilmu lainnya.

Pengendapan protease alkali dari Bacillus brevis pada konsentrasi etanol 20% / Yusriyatul Fikriyah Romadhoni

 

Romadhoni, Y. F. 2014. Pengendapan Protease Alkali dari Bacillus brevis pada Konsentrasi Etanol 20 %. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Suharti, S.Pd., M.Si., (2) Eli Hendrik Sanjaya, S.Si., M.Si. Kata kunci : Protease Alkali, Bacillus brevis, pengendapan etanol     Protease merupakan enzim hidrolase yang mengkatalisis reaksi hidrolisis ikatan peptida pada protein. Bacillus brevis diketahui mampu menghasilkan protease alkali ekstraseluler. Untuk keperluan industri ekstrak kasar enzim yang diproduksi perlu dipisahkan dari sisa media, sedangkan untuk keperluan analisis lanjutan enzim tersebut juga perlu dimurnikan sampai tingkat kemurnian sesuai analisis yang dipersyaratkan. Misalnya untuk keperluan analisis kristalografi diperlukan enzim yang relatif murni. Pemurnian tahap awal enzim ekstraseluler yang paling sering dilakukan dengan biaya relatif rendah adalah dengan metode pengendapan menggunakan garam anorganik atau pelarut organik. Pada penelitian ini dilakukan pengujian potensi etanol sebagai reagen pengendap protease alkali dari Bacillus brevis dan mengetahui aktivitas spesifik enzim protease alkali hasil pengendapan tersebut.     Penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratoris meliputi beberapa tahap : (1) peremajaan bakteri Bacillus brevis dari agar miring, (2) produksi ekstrak kasar enzim protease dari Bacillus brevis, (3) pengendapan enzim dengan etanol 20 %. Kadar tirosin diukur menggunakan metode Anson. Kadar protein ditentukan dengan metode Lowry.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa etanol berpotensi sebagai reagen pengendap untuk pemurnian tahap awal ekstrak kasar protease dari Bacillus brevis. Pengendapan enzim protease dari Bacillus brevis menggunakan etanol 20 % meningkatkan aktivitas spesifik ekstrak kasar enzim dari 6,254 U/mg menjadi 19,170 U/mg.

Peningkatan hasil belajar pecahan sederhana pada pembelajaran kooperatif tipe stad (Student Teams Achievement Division) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Ngaringan 03 / Rahayu Sulistiyani

 

ABSTRAK Sulistyani, Rahayu. 2010. Penerapan Konsep Pecahan Sederhana Pada Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III SDN Ngaringan 03. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan. Pembimbing (1) Dr. M. Zaenuddin, M.Pd, (2) Drs. Sunyoto, S.Pd., M.Si. Kata kunci: pembelajaran, kooperatif tipe STAD, pecahan sederhana. Berdasarkan pada kenyataan yang terjadi di lapangan pada saat observasi sebelum memulai penelitian, diketahui bahwa pembelajaran di kelas III SDN Ngaringan 03 ini masih bersifat tradisional. Dalam pembelajaran guru hanya menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas kepada siswa saja. Berdasarkan hasil observasi tersebut peneliti ingin penelitian untuk mengadakan perubahan dalam pembelajaran khususnya pada mata pelajaran matematika di kelas III SDN Ngaringan 03 Gandusari melalui materi pecahan sederhana. Dalam penelitian ini digunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan judul Penerapan Konsep Pecahan Sederhana Pada Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) untuk meningkatkan hasil belajar matematika kelas III SDN Ngaringan 03 Gandusari. Dengan penerapan pembelajaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa terhadap materi pecahan sederhana. Pada saat proses pembelajaran siswa akan belajar dalam sebuah tim kerja atau kelompok yang diharapkan dapat menumbuhkan sikap kerjasama antar siswa. Pembelajaran ini dapat berlangsung jika siswa bisa bekerja sama dengan baik serta berusaha memberikan penjelasan terhadap kelompok yang belum memahami materi. Siswa harus berusaha meminta penjelasan atau bertanya pada anggota kelompok yang lain bila ada materi yang belum dipahami. Pembelajaran dapat dikatakan berhasil bila ketuntasan belajar siswa bisa mencapai batas ketuntasan yang telah ditentukan. Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan aktivitas siswa serta ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus. Peningkatan rata-rata nilai siswa pada siklus I mencapai 51,06 sedangkan pada siklus II mencapai 77,12, yang menunjukkan peningkatan sebesar 26,06. Sedangkan ketuntasan belajar pada siklus I hanya 11 siswa yang tuntas belajarnya dan 14 siswa belum tuntas belajarnya dengan persentase ketuntasan mencapai 44%, selanjutnya pada siklus II sebanyak 23 siswa tuntas belajarnya dan hanya 2 siswa yang tidak tuntas dengan persentase ketuntasan mencapai 92%. Sesuai dengan hasil penelitian tersebut pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) ini perlu diterapkan oleh guru sekolah dasar guna meningkatkan motivasi belajar siswa serta meningkatkan hasil belajar pada siswi-siswinya.

Keefektifan art therapy dengan media gambar untuk mengurangi kecemasan pada penderita HIV/AIDS / Merry Merary Agustin

 

Agustin, Merry M. 2014. Keefektifan Art Therapy dengan Media Gambar untuk Mengurangi Kecemasan pada Penderita HIV/Aids. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M. Si, (II) Drs. Moh. Bisri, M. Si. Kata kunci: Art Therapy, Kecemasan, Penderita HIV/Aids     Art therapy merupakan salah satu bentuk seni ekspresif yang menggunakan media, salah satunya adalah gambar sebagai alat intervensinya. Proses yang terjadi dalam art therapy (terapi seni) mampu memfasilitasi katarsis bagi penderita HIV/ Aids dalam mengurangi kecemasan yang dirasakannya yang timbul karena penyakit HIV/ Aids maupun dalam perjalanan penyakit HIV/ Aids.     Rumusan masalah dari penelitian ini adalah seberapa efektif art therapy (terapi seni) dengan media gambar mampu mengurangi kecemasan pada penderita HIV/Aids.     Penelitian menggunakan rancangan eksperimen the one group pretest and posttest. Subjek penelitian adalah penderita HIV/Aids yang memiliki karakteristik berikut: penderita HIV/Aids positif, dengan rentang 2 – 8 tahun, berusia 20 – 40 tahun (dewasa awal), dan belum pernah mendapatkan terapi yang berhubungan dengan menggambar (art therapy). Subjek mendapat perlakuan berupa terapi seni yang diberikan dalam 6 kali pertemuan, masing – masing pertemuan membutuhkan waktu 120 menit. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, skala kecemasan, dan intepretasi hasil gambar subjek. Subjek diminta untuk mengisi skala kecemasan saat sebelum perlakuan (pretest), dan setelah perlakuan (posttest). Data dalam penelitian berupa data kuantitatif yang dilengkapi dengan data kualitatif untuk menguatkan penjelasan proses terapi, khususnya dari sisi subjek. Data kuantitatif kemudian dianalisis menggunakan uji statistik nonparametrik Wilcoxon matched pairs, p < 0.05 dengan bantuan program SPSS 16.0.     Hasil sampel berpasangan Wilcoxon menunjukkan bahwa tidak terdapat penurunan skor kecemasan secara signifikan antara hasil pretest dan posttest, dengan nilai (p = 0.109).     Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesa yang menyatakan art therapy (terapi seni) dengan media gambar mampu mengurangi kecemasan pada penderita HIV/Aids tidak terbukti.

Kontribusi pajak dan retribusi daerah terhadap pendapatan asli daaerah Kota batu (tahun 2007-2014) / Sinta Maula Wati

 

Wati, Sinta. M. 2014. Pengaruh Penerimaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Terhadap Pendpatan Asli Daerah (Analisis Terhadap Kota Batu Tahun 2009 – Tahun 2013). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mardono. M. Si. (II) Drs. Prih Hardinto, M. Si. Kata kunci : Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Pendapatan Asli Daerah. Pendapatan asli daerah merupakan sektor penerimaan yang sangat penting bagi keberlangsungan pembangunan daerah. Semakin tinggi penerimaan terhadap pendapatan asli daerah maka semakin besar pula kemampuan bagi daerah tersebut untuk melaksanakan dan mensukseskan pembangunan daerah. Dalam hal ini pajak daerah dan retribusi daerah memegang peranan yang sangat penting yaitu sebagai sektor penyumbang pendapatan asli daerah. Kota Batu dituntut untuk melakukan pembenahan struktural yang meliputi identifikasi potensi PAD, peningkatan kapasitas dan kapabilitas aparat dan peningkatan identifikasi potensi dari sektor pajak dan retribusi daerah, agar sumber-sumber potensi yang ada dapat digali secara maksimal.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Variabel independen (bebas) dalam penelitian ini terdiri dari variabel pajak daerah (X1) dan variabel retribusi daerah (X2). Sedangkan untuk variabel dependen (terikat) dalam penelitian ini adalah pendapatan asli daerah. Populasi dalam penelitian ini adalah pendapatan asli daerah Kota Batu dalam tahun 2007 hingga tahun 2014. Sedangkan sampel dalam penelitian kali ini adalah pajak daerah dan retribusi daerah Kota Batu dalam tahun 2007 hingga tahun 2014. Fokus dari penelitian ini adalah (1) untuk menganalisis perkembangan pajak daerah, retribusi daerah dan pendapatan asli daerah Kota Batu, (2) untuk menganalisis kontribusi dari pajak daerah dan retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah. Untuk menganalisis beberapa fokus penelitian diatas, maka peneliti menggunakan beberapa alat analisis diantaranya analisis deskriptif dan analisis kontribusi.dan Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa (1) Persentae atas perkembangan pajak daerah Kota Batu yang terbesar selama tahun 2007 hingga tahun 2014 Kota Batu terjadi pada tahun 2014. (2) Persentase atas perkembangan retribusi daerah Kota Batu yang terbesar selama tahun 2007 hingga tahun 2014 terjadi pada tahun 2014. (3) Persentase atas perkembanagan pendapatan asli daerah Kota Batu yang terbesar selama tahun 2007 hingga tahun 2014 terjadi pada tahun 2014. Selanjutnya dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) perkembangan pajak daerah, retribusi daerah dan pendapatan asli daerah mengalami pertumbuhan yang fluktuatif setiap tahunnya. (2) Variabel bebas yang mempunyai pengaruh kuat terhadap variabel terikat pendapatan asli daerah adalah variabel pajak daerah (X1). (3) Pemerintah daerah Kota Batu menerapkan kebijakan intensifikasi dan ekstensifikasi pajak serta kebijakan ekstensifikasi retribusi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah Kota Batu. Adapun saran yang dapat dijadikan petimbangan dalam megoptimalkan penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah Kota Batu adalah dengan usaha intensifikasi dan ekstensifikasi yang dilakukan dengan cara aktif dimana petugas pemungut harus lebih giat dalam usaha melakukan penagihan baik pembayaran atau tunggakan. Meningkatkan kualitas aparat pemungut antara lain dengan diadakannya pembenahan dalam hal yang berkenaan dengan manajemen perpajakan seperti : pelatihan dan studi banding maupun diskusi-diskusi sehingga petugas dapat mengetahui dan lancar dalam menjalankan tugasnya. Peningkatan disiplin dan loyalitas para petugas pemungutan lapangan dalam memungut pajak serta perlu dipertimbangkan intensif kerja. Mengadakan penyuluhan dan meingkatkan motivasi masyarakat guna menumbuhkan kesadaran dalam diri masyarakat atas kewajibannya membayar pajak yang merupakan langkah penting dalam usaha meingkatkan laju pemasukan pendapatan asli daerah. Perlunya sanksi tegas terhadap penyimpangan dan penyelewengan bagi wajib pajak ataupun pemungut pajak dan sanksi dengan pelaksanaan hukum bagi pelanggar pengumpul atau pemungut retribusi. Penyempurnaan sistem kerja sehingga tidak terjadi kebocoran-kebocoran dari penerimaan yang tidak diinginkan.

Perancangan buku cerita bergambar global warming untuk anak sekolah dasar kelas 4, 5, 6 / Defi Allih

 

ABSTRAK Allih, Defi. 2010. Perancangan Buku Cerita Bergambar Global Warming untuk anak Sekolah Dasar kelas 4, 5, 6. Skripsi Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Imam Muhadjir (II) Mohamad Sigit, S.Sn Kata Kunci: Perancangan, Buku Cerita Bergambar, Global Warming Beberapa tahun ini perkembangan buku cerita bergambar untuk anak sangat pesat dengan berbagai jenis dan bentuknya. Buku cerita bergambar menjadi bagian yang tak terpisahkan bagi anak-anak. Namun tidak banyak buku cerita bergambar yang mengangkat tema mengenai lingkungan, padahal hal ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran terhadap kelestarian lingkungan dan meningkatkan minat baca anak. Global Warming adalah issue yang sedang ramai dibicarakan dan menjadi pengaruh yang cukup besar bagi dunia. Kesadaran untuk menjaga kekayaan alam dan upaya-upaya mengurangi dampak Global Warming harus diketahui oleh banyak pihak khususnya anak-anak karena anak adalah asset keberhasilan bangsa. Anak-anak sebaiknya diberi pengetahuan mengenai hal tersebut agar kepedulian terhadap lingkungan tetap terjaga dan menumbuhkan kecintaan terhadap bumi. Dilatarbelakangi oleh hal tersebut diatas, maka penulis ingin mengangkat tema Global Warming dalam bentuk buku cerita bergambar untuk anak Sekolah Dasar yang bersifat sebagai media hiburan dan pengetahuan serta untuk menumbuhkan minat baca anak dan kepedulian terhadap lingkungan. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk menghasilkan media buku cerita bergambar yang memberikan informasi mengenai fenomena Global Warming serta mampu menarik minat baca anak dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Perancangan ini menggunakan model perancangan procedural yang menggariskan langkah-langkah untuk menghasilkan produk, diawali dengan latar belakang, pengidentifikasian tujuan, dilanjutkan dengan pengumpulan data, perancangan konsep hingga pembuatan karya final. Data-data yang menjadi acuan adalah data yang bersumber dari hasil survey dan berbagai macam buku literatur. Perancangan ini memiliki keterbatasan sehingga saran penulis adalah dalam perancangan buku cerita bergambar untuk anak perlu memperhatikan bahasa visual dan tekstual yang menarik agar mampu mempengaruhi anak terhadap perubahan perilaku.

Pemberdayaan anak jalanan dalam menunjang kualitas sumber daya manusia ( studi kasus rumah singgah Anak Bangsa yayasan LPKP Malang ) / Tanty Sari Ani

 

ABSTRAK Sari Ani, Tanty. 2 003.p emberdayaaAnn ak JalananD alamM enunjangK ualitas SumberD ayaM anusia,J urusanp endidikanL uar SekolahF p Ltniversitas NegeriM alang.P embimbing(:I ) Drs. H. Abdillah Hanafi,M . pd (II) Dra. EndangS ri RedjekiM, . S Katak unci:P emberdayaaAnn, akJ alananK, ualitasS umbeDr ayaM anusia. Kini sosoka nak-anadki Indonesitaa mpird aramk ehidupayna ngk iant ak menggembirakaHna. l itu tampakd arik ianm eningkatnyjuam laha nakj- alanan. Dalamk aitannyad engank etidakberdayaaann akd aramm engtradaptai ntangan kehidupank,i ni tampakb ahwam asad epana nak-anakta k daiat dipercayakan sepenuhnykae padap rogramp endidikany angt elaha da.p emberdiyaan"anakjalanan yangd ilakukanR umahS inggahs ebagaui payam oderp endidikany angdapat mengubapho sisia nak-altjil.ul"l menjadgi enerasyia ngb erdayay,i kn, g"n..us yyaannggmm aankdinitr eid rapnu urunkg.gul.H al ini didorongo leh rasak emanusiaaina n kondisia nak Tujuanp enelitianinim endeskripsikapne mberdayaaann akj alanand i Rumah SinggahA nak Bangsad aramm enunjangp eningkatans umberd ayam anusia, mengenaki egiatan-kegiatapne mberdayaaann akj alanand i RumatrS inggahA nak Bangsas ebagaoi rganisassi osiald anf aktor-faktoip endukungd anp eng"liambat pemberdayaaann akj alananR umahS inggahA nak-Bangsap.i nelitian ini menggunakarna ncanganp enelitians tudik asust unggald enganm etoded eskriptif kualitatif,d anm enggunakaann arisisd atai nduktif, pemueniutana bstraksi berdasarkabna gian-bagiayna ngt erahd ikumpurkakne mudiand ikelompokkaant au didasarkanp adao bservassi ituasiy angwajara taun aturals etting,d engand emikian keutuhano byaekd ipertahankanM. etode pengumpuland atayigdigrinakan adalah wawancarao, bservasdi and okumentasiS. umberd atanya2( dualorangp impinan RumahS inggahp, ekerjas osiald an r (satu)o rangb agiana aministrasr],inalisidsa ta denganre duksid ata,d isplayd ata,m engamultl eiimp=uland anv erifikasi. jalananHm aassili phbe enresliiftaiatkn mu reannugin njouvkakatifn,pt ,e ermlihbaetra ddaaymaa uyniaa nag-dn igkla ektruakmanpu ilnatnuy aka nngda ikbina di RumahS inggahA nak Bangsay aitu menjahit,m embuabt iungad anr ainllain. Sedangkaann akj alanany angm engikutip rogramk etrampilanla ng dikirim ke Ie mbagak ursu s-ku rsu s mashi beru m maksmi ir mengingabi iaya y ingdiperlu kan masihk urang.s elain itu lembagay angd itunjukt e.tibut,nuri't ,n"rn"ungouti uyu. Faktorp endukungp elaksanaapne mberda yaana nakj alanand i Rumahs "inggaAh nak langs1 yaitu terjalinnyak omunikasdi ani nformasiy angi ntensifa ntarar umah singgahd enganle mbagalembagad,u kunganb erupap atet kegiatanin sidentaal tau .rrrit-uniut sahay angs ifatnyak ontinyu,m isalnyap "nititiun, pinyebaranin formasi pendidikand anp elestarianlin gkunganh idup. Faictorp enghambaat

Partisipasi masyarakat dalam kegiatan proyek penanggulangan kemiskinan perkotaan (P2KP) di Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Sulaksono

 

Proyekp enanggulangakne miskinanp erkotaana dalahp royek pengembangan masyarakayi ang dikelola di tingkat kelurahan,s ebagalia njutand ari programy ang telai Uerjata:ns epertiI npresD esaT ertinggal (IDT), yangb ertujuanm elgentaskan kemiskinan.P rolek penanggulangakne miskinand iperkotaani ni masihr elatif baru dan tentunya meherlukan masukan konstruktif, termasuk juga terkait dengan partisipasi-masyarakdaatl amk egiatanP 2KP.U ntuk itu tujuanp elglitian ini (1) hendiikripsikanp artisipasmi asyarakadt alamt ahaps osialisas(i,2 ) partisipasi masyarakadt alam tahapp erencanaan(, 3) partisipasim asyarakadt alamt ahap p- elaksanaan(4, ) partisipasmi asyarakadt alamt ahapm onitoringd atre valuasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif.P opulasinyaa dalahm asyarakakt elurahanT logowaru, dengan pengambilania mpel menggunakanm etodes ampelw ilayah ataua rea sample._Sarrryel yang diambil terdiri enam rukun warga (RW) dengan diambil l0 orang tiap.RW. Jumlah sampel atau ukuran sampel yang diambil adalah 60 orang. Data dihimpun melalui wa*ancara denganm asyarakadt an dianalisad enganm enggunakand eskriptif prosentase. Dari hasilp enelitiand i perolehh asils ebagabi erikut:( 1) Partisipasi masyarakadt alamk egiatanP 2KP padau mumnyar elatif tinggi. Hal ini nampakd ari keerirpakt egiatanm eliputit ahaps osialisasip, erencanaanp,e laksanaanm, onitoring dane valuastii ngkatk eikutsertaannysae carau mumt inggi. (2) Alasan-alasayna ng mendasamr asyarakabt erpartisipasil ebih banyaky ang datangk arenaa danyat awaran bantuand ana,a danyad orongan/ajakank ader dan fasilitator. dan adanyak esadaran yang cukup berarti untuk hadir dalam kegiatan P2KP yakni pentingnya bagi kelancaranp embangunand esa.S edangkany ang tidak hadir padau mumnyab eralasan karena tidak diundang, ada kesibukan lain, dan karena kekurang pahaman masyarakat terhadapb eberapak egiatans ehinggam empengaruhpi artisipasim asyarakat Berdasarkante muanp enelitiand isarankank epadaa paraVtokohm asyarakat untuk meningkatkanp artisipasim asyarakadt alam pembangunand esad engan menggunakanm etodey ang tepat (partisipatif) dan masyarakaht arusb anyakt erlibat baik dalam memberikanu sulanm aupuni kut dalam pengambilank eputusanK. epada tim koordinasiP 2KP untuk lebih memperbanyaks aranam otivasi, memberikan penataranl,a tihan kepemimpinant entangd asar-dasakr eahlians ertam emberikan bantuant eknis da.lamp engelolaank euanganD. isampingi tu perlu mengadakan penelitianl ebih lanjut gunam emecahkanp ermasalahanya ngb erhubungand engan partisipasmi asyarakat

Penelitian Pelaksanaan Program Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan (Gerdu-Taskin) di desa Sumberwaru Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan / Agus Harianto

 

Dalamp elaksanaasnu atup rogramp enanggulangakne rniskinante rutama kemiskinadni daerahd esa,a gard apatb e{alan lancard iperlukante nagap elaksana ataua parapt claksanyaa ngs iapm cndukungrn asyarakaatg, arn antinyarn asyarakat dapabt erpartisipasaik tifdan langsungd alamp rogramp royekG erdu-Taskin, khususnymaa syarakapte nggundaa nab antuanp royekG erdu-Taskins.e laini tu kerjasamyaa ngb aik antaraa parupt elaksanad enganm asyarakaste tempadt iperlukan dalamp elaksanaakne giatanG erdu-TaskinD. iketahuib ahwap enyebabtimbulnya kemiskinadna lamr nasyarakasat lahs atunya dalahk uatitass urnberdayrnaa nusia yangre n.lahs ehinggpae luangp roduksri elatifkecil,u nruki tu diperlu[ans uatu penanggulangkaenm iskinans, alahs atunyaa dalahp royekp enanggulangan kemiskinaGn erdu-TaskinD. alamp elaksanaapnr oyekG erdu-Tailin teldapatbanyak keseqjangtaenru tamaya ngb erkaitand enganp elaporakne majuann,r onitoringd,a n dalarnh alp engembaliadna nab antuan. Penelitiainn i benujuanu ntukm engetahupie rmasarahtaenr sebutd,a lam penelitiainn i digunakamn etodep enelitianku alitatifd iskriptifd enganfo kus penelitiayna itu; ( I ). Proseps elaksanaapnro gramp cnanggulangan-kemiskyinaanng meliput:i penyusunarne ^canap elaksanaapne, laksanaan-kegiartnaonn, itoring(,2 1.* Faktorp endukungd an faktorp enghambayta ngd ih adapaid ilam pelaksanaaGne rdu- Taskinb aik dari aparatp elaksanam aupunm aJyarakat. Penelitiainrr id ilaksanakadni DesaS unrbcrwarKue camatawn aru Kabupatcn PamekasaSnu. mbedr atad iperolehb erdasarkaknc yi nfirmuns ebagaini lbrmaski unci yangd iambil secarap urposy''dans elajutnyam enggunakatne kniki runbalt sampling untukn iendapatkainn fornusi lebihd alamt entangc erdu-Taskins, ertad atay ang berupad okumen-dokumeyna ngb erkaitand engai pelaksanaapnr ogrur Gerdu- Taskin-baiyka ngb erasadl ari kantord esa,k ecinatan rnaupunk abrfratenA. nalisis datad ilakukans etelahs elua datay angd iperrukante rkumpuls eramap roses pergumpulan.daytaa ngd ilakukand alamb eberapata hapy aitu;t ahapm emasuki yloaknagsm ip eelnipeulittioi abnst,a ehrvaapks leai tnikgasb uenrgaw,d aadw i aronkcaasrdiap a ennd eotiktiuamn,e"tnathudii;."';r;.*urpn;'graLnu hd-laarnagkah pdeanlaamri.kaannkae lsisimidsa ptuayl aann.gd itempuha darahm ereduksdi ata, pnyaiiin'iiiu aan Hasil penelitianin i menunjukkanb ahwad alamp elaksanaaGn erdu-Taskin beryalaknu rangb aik karenar nasiht erdapabt artyakh arnbatanU atarnp elatsunaannya ini dapadt ibuktikanp adatahapanp rosesp elaksanaakne giatanm, onitoringd an pelaporamn,a sihb anyakh al yangp erlud iperhatikante, rutamaya ngb erkaitan dengakne terlibatana paradt alamp elaksanaapnr ogramG erdu-TaskinF. aktor pendukundga lamp elaksanaanGerdu-Taasdkianl ahp eminjamadna nad enganb iaya rendahtr,a nsparandsai na,k etnginann rasyarakautn tukl nengernbangakuasna ha, tanggapapno sitif masyarakakt;e rutinanp enyetorand ana.S edangkafna ktor penghambaatta uk endalay angd ihadapid alamp elaksanaaGn erdu-Taskina dalah kurangte rlibatnyaa paratd esa. Olehk arenait u agarp elaksanaapnro gramG erdu-]askind apatb erjalanla ncar dand apatm engataspi ermasalahayna ngada,p erlud ilaksanakapne mbinaand an pelatihabna gia paratp elaksanyaa ngt erlibatd anm asyarakapt enerimab antuan Gerdu-Taskisne hinggan antinyaa kand iperolehs umberdayma anusiay ang berkualitaysa ngl narnpum engembangkakne giatane konominyad any angt erpenting adalahte rlaksananypar ogramG erdu-Taskind enganb aik, untukp enelitian selanjutnysae baiknyad iteliti hal-haly angb erkaitand engank eterlibatana parat pelaksanpar oyekG erdu-Taskind anp encapaiansa sarany aitu masyarakamt iskin, karenas epertyi angd iketahuid alamp elaksanaapnr oyekG erdu-Taskind i lapangan saaitn i kurangm encapasi asaranl,a ncard and apatm eningkatkanta rafhidup masyarakmati skin.

Proses Komunikasi Program Pengembangan Kecamatan (PPK) dan Respons Kelompok Perempuan ( Studi Kasus di Desa Kawunggu Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang ) / Tri Endah Restuningsih

 

Program PengembanganK ecamatan( PPK) merupakanp eruuludan nyata dari upaya pernerintah untuk menanggulangl kemiskinan di Indonesia. Pada fase pertama,y ang merupakank elanjutand ari programI npresD esaT ertinggal( lDT), telah dimulai sejakt ahun 199811999d an berakhirt ahun 2001. Padat ahun 2002 dimulai PPK fase kedua. PPK yang menjadi penelitian ini bertempat di Desa kaliwungu Ker,wnatan Tempeh Kabupaten Lumajang yaitu PPK fase II dengan sub program Simpan Pinjam Perempuan( SPP) dan pembangunanja lan makadamt eleford yang berjalan mulai tahun 2003 sampai dengan sekarang. Adapun yang menjadi obyek penelitian adalah kelompok perernpuan yang menjadi peminjam dana SPP atau disebut juga nasabah SPP yang berjumlah 24 orang. Tujuan penelitian ini antara lain adalah mendeskripsikan proses komunikasi PPK pada tahap Musyawatah Antar Desa( MAD) di Kecamatand an Musyawarah-MusyawaraDhe sa( MD) serta mendeskripsikan kelancaran dalam pengembalian dana SPP oleh kelompok peremprum dan kelancaran usaha yang dijalankan. Latar belakangp enelitan adalahb ahwa pelaksanaanp rogram SPP di Desa Kaliwmgu berjalan lancar dengan proses komunikasi berdasarkan Petunjuk Teknis Operasional (PTO) PPK dan respons kelompok perernpuan yang relatif tinggi dari faktor tingkat kehadiran dalam musyawarah tingkat desa serta kelancaran dalam mernbayar pinjaman dana SPP dan lancarnya usaha yang dijalankan dengan bantuan dana tersebut sehingga usaha kelompok perempuan masih be{alan sampai sekarang. Jika dilihat dari tingkat kehadiran, respons kelomok perernpuan dalam Musyawarah Antm Desa (MAD) di kecamatan tergolong rendah kar€na mereka menganggap bahwa pertemuan tingkat kecamatan adalah kewajiban tokoh masyarakat saja, dan hal ini disebabkan karena tingkat pendidikan kelompok perempuan yang relatif rendah (rata-rata SD). Akan tetapi walaupun tingkat kehadirmrr endahd alam MAD, kelompok perempuanm ernpunyari esponsy ang baik dalam pengembalian dana yaitu dengan tidak adanya tunggakan. Sedangkan dalam Musyawarah Desa (MD), tingkat kehadiran kelompok perempuan tergolong cukup tinggi karena motivasi untuk hadir adalah unhrk mendapatkan prnjaman dana. Sedangkant ingkat pengetarr-uanke lompok perempuan tentang PPK terutama SPP terbatas manfaat dana yang dipinjamkan. Dan hasil penelitian disarankan agar Fasilitator Desa (FD) dan Fasilitator Kecamatan (FK) mempertahankan kinerjanya dalam mengkomunikasikan PPK (sesuaid enganP TO) dan kelompok perempuanh endaknyam enyaringi nformasi denganb aik dan perlu mempertahankank elancarand alamp engernbaliand ana.

Studi Pelaksanaan Program Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan (GERDU TASKIN) di Desa Badran Kecamatan Sumbermalang Kabupaten Situbondo / Khoirul Fauzi

 

Kabuoaten Sirubondo sebaeai salah satu bagian dari Propinsi Jawa Timur denean'iurnlalkre luarear niskint erbanyakk etisp vaitu sebaniak7 5.714 keluarra fristin dari total- 199.819 keluaiga meniadi salah satu tenrpat oelaksinaanh osrarn Gerdu Taskin. DesaB aderar merupakan.desvaa ne dipilih irntut diiaOitari orioritas Dertama pengentasan keniishnan di - Katupaten Situbondod ensad rnelihat' kondisi kependudukand i desa ini yang masih memnrihatinkan-k arena banvak penduduk vang berada dalam earis kentiskinan. Berbieai keeiatan yane dilahfian walauirun-menunjukkanh asil yang cukup berarti namdh masih dda beberapa kekuranean pada aspek tertentu teruttrla terkait deneant eknis pelaksanaan'dlia pangan-S. ebagaimabtae rlihat pada peran sertam asy{rakaty ang-masihk urangk arana.adab eberapap rilaku-m a.syarakayat ng kurane dendukuirs FelancaranD ro-sramin i seoerti tidak"dikernbalik-annyak edit yane ifikucurkand Enganb erbaeaai fasany ang diberikans ebagabi ukti kurangnnya Sosialisasdi an keeiitan moniiorins di frnekat bawah. Di sampingi tu kegiatan vane dilakul€n belum bisa meratap -adas ed'uap enduduk sehinggah -ali ni menjadi tataTante rsendiriu ntuk diperbaikip adap elaksairaapur ogramy ang akand atang. Tuiuan penelitian ini adalah untuk mensetahui proses pelaksanaan Propram Gerdu'Taskin di Desa Baderan bessrta faktor'penduklng, faklor oen-shambadt.a n manfaatnvab asi masvarakatP. enelitiani ni termasukp enelitian kualitatifdensan oendekatin tematik. Teknik pensunpulan data vans digunakan adalah:o bser-vasi'partisipatiwf, awancaram endalarn,'dand okurnentasi.Sumber datad alamp enelitiani ni-meliputi: t)erTamad okumen;k edaai nformanh rnci (tev informan\ vaitu subvek penelitian-v ans mensetahuid an menguasaip ersoalano6rsoalan ientanq Froerhm Cerdu- T6kin rireliputi semua Kepala-Dinas di lingkungan KabribatenS irubondo yang terrnasuks tnilchr pelaksanad i tingkat !a!'upat-en_ M_engingab!a tryal$ya dinas yang sebenamyat erkait.d enganp rogiam ini riraka informan kunci dite,lrtukan dengan tekrik purposrv sompling dan kemudian dipilih Kenala BAPPEKAB dan- Keeala Kdntor BPM; Ketisa dan masvarakat rienerima bantuan dan pihak vane ierkait vans ditentukan trengan tekrfik snowball samplins di mana'infoniran-awal ditbnnikan secara purposif kemudian diminta mbnuiliukkan orans lain yans daDat mernberikan fuiformasi samnai hrntas dan detail' -Analisis data dilakdkan derisanm engsunakana nalisis model interaktif Miles Hubberman.P eneecekank eabsahant Eiruan dilakukan lentrn menggunakant eknik triangulasi, p-erpanjangakne ikutsertaanp eneliti, dnn ketelonan oensamatan. tladil oienelitianm enuniukkanb ahwa prosesp elaksanaank esiatan telah berialand enein baik sesuadi en"sanJu ktakd anluknis iane ada"n amui masiha da bebbaoa keturaneanm elinuti:-sosialisasvi ang terkesan-dadakanti,d ak adanya follow1up orientaEi kegiaian di ti.ngkat -kab:upaten, kupng1ty.u keterwakilan DeremDuanm. acetnyaa ngsurarl.m rnrmnva monltonng, dan keKunangDanaman ferhadhpp dmbukuariF. aktilr pendukungd ;ri aparat:s isternk er-iab ersififterpadu, keeiatail bersifat multi asneti. anssarin sebaiian besar ditanesune Pemerintah Fr5oinsi. dan oelaksanaai kesialan berdasaikan aspirasi m-alsvafokatF. aktor pendukuhed ari'masvarakat:k es-adarante rhadapm asalirlrk emiskiiran peran serta hktif dan iikao antulias masvarakat. Faktor oinehambat dari aparat: kuranpnva pemantauand an kurangnya peran serta apdrat-desa..Faktorf renglrarnbat-dari rnasyarakat: Denunggakan iulgsuran. Den|Igunaan dana Yatrg ndaK sesual perencanaan. 'dan ieidahnva iurnberddva -iianusia. Manfdat vang dirasakan inasyarakatp: eningkatanp eirdapatanh infg mencapa4i 0Y",m unlulnya motivasi *[fHfii%lftfris* $dfi#ftf fsif fr*f"fni fHflis trpt'f"is" Hp"#t'fifti-S!i#*l:'f&fH"?fd"f.if-6' wl1fffffii ;rilfirahl r U{eirs{if:ii r:n,rufk:m #as*yax-raakidhl ani-s' a.l*ur:antl rrlgla'srl t;ln:r'u*KDi ?eta"Tnir6''til*},$.Tfi iluild;'fi rq!-i-"tliq{gf*f- **l*lm*t**n"ffi "15'f.i pintr',""lrt'f#fii,ff'rJlf f",l,f iftitr Tf,tfrtH ffri firfit l"f$ program untuk usulan keglatan. p6ningtatin "fil/ pengurusd, ans ikap lqar lncnltlg[atRiul suslal lRip

Profil Anak Jalanan di Kabupaten Jombang ( Kajian Terhadap Karakteristik Anak Jalanan di Kabupaten Jombang ) / Jusuf Mualo

 

Anak Jalanan merupakan masalah sosial yang menjadi perhatian semua pihak. Masalah tersebut adalah semakin banyaknya anak jalanan di bawah usia 16 tahun, yang melakukan aktivitas kerja yang dilakukannya, baik sebagai penjual koran, ngelap sepeda/mobil, pedagang asongan, dan pengamen, bahkan mereka adalah sebagian besar adalah usia sekolah. Keberadaan mereka di jalanan telah menarik perhatian berbagai pihak, di satu sisi menunjukkan gejala yang positif, sedangkan pada sisi yang lain menunjukkan gejala yang negatif. Munculnya anak jalanan'disebabkan karena adanya tuntutan ekonomi keluarga yang terpaksa melibatkan anak, sedangkan hanya kehidupan di jalanan yangdapat menerima mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil an:rk jalanan di Kabupaten Jombang, yang didalamnya meliputi kondisi keluarga anak jalanan, pendidikan anak jalanan dan orang tua, lingkungan tempat tinggal dan kondisi ekonomi keluarga (ortu) Metode pengumpulan datayang digunakan didalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan teknik analisis data presentase dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahrva anak jalanan di Kabupaten Jombang, mayoritas bekerja sebagaingelap sepeda/mobil (67.57%), penjual Koran (10,81%) Pedagang asongan (18,92o/o) dan pengamen (2,70o/o). Sedangkan pendidikan anak jalanan ada yang DO SD, SD, dan SLTP. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dipastikan sebagai bahan acuan dasar dalam penanganan dan pembinaan anak jalanan di Kabupaten Jombang,sehingga anak jalanan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan harapan dan masa depan mereka.

Program Pendidikan yang Berdasarkan Pada Kebutuhan Anak Jalanan di Rumah Singgah "KUNTUM" III Kelurahan Gading Kasri Kecamatan Klojen Kotamdya Malang / Etik Erna Ningsih

 

Rumah Singgah "Kuntum" III sebagai lembaja pendidikan nonformal memberikapne layanank epadaa nakj alananm elaluip rogam-programp endidikan untuk membantu anak jalanan dalam mengatasi permasalahannya dan dapat menemukana ltematif untuk memenuhik ebutuhanh idupnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif kualitatif yang berusaha untuk mendeskripsikan program pendidikan di Rumah Singgah "Kuntum" III yang berdasarkan pada kebutuhan Anak Jalanan. Sumber data !a.lam_penelitiainni yaitu orang-orangya ngt erlibatb aik secarala ngsungm aupun tidak langsungk, egiatany ang dilakukan,d an dokumentasyi ang ida di Rumah Singgah"K untum" III, sebagaii nformana dalahp ekerjas osialR umahS inggah dan Anak Jalanan, pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan-tiga macam tehnik yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara ketekunan pengamatan, trianggulasip, engecekana nggota. Tehnik analisisy ang digunakana dalahr eduksi data,d isplayd ata,s ertap engambilank esimpulan. Program-program pendidikan yang dilaksanakan oleh Rumah Singgah "Kuntum" III adalah (l) Program Resosialisasiu, ntuk mengubahs ikap dan perilaku anak jalanan sesuai dengan nilai dan norma dalam masyaratat, 1zy frogram RujukanK egiatan,u ntuk mempersiapkaann ak memperolehru jukank e instansi lain dalam kegiatan pemberdayaans, esuai dengan kebutuhand an kemampuan Anak Jalanan, (3) program Reunifikasi, untuk mengupayakan bersatunya kembali anak jalanan dengan keluarganya, (4) program Latihan Ketrampilanu, ntuk mebekalia nakj alanan dengank etrampilant ertintu agars iap bekda dan menjadiw arga masyarakayt ang produktif, 1s; programK onsultasi danT utorial,u ntuk membantua nakj alanan mengataski esulitan-rlalamke giatan, (6) ProgramS osialisasdi an Rekeasi, untuk menanamkani lai dan normas osial sehinggaa nakj alanan mempunyais ikap dan perilakuy ang positif dan normatif, sertad apatm enikmatim asaa nak-anaks ecaraw aiar. Pelaksanaapnr ogram-programpe ndidikand i RumahS inggahm elibatkan berbagaki omponenp enting,y angm eriputip engerolaR umahs in[gah yangt erdiri dariz upervisorp,e mimpinR umahs inggahp ekerjas osial,t enaga-aimlnistraasia n koordinatora nakj alanan. perencanaayni ng matangd an peiaksanaapnr ogram yang _ sesuai dengan langkahJangkah yang telah ditetapkan rn"nunlung keterhasilan progmm. .program-program pendidikan di Rumah Singgah dilaksanakadni RumahS ingah" Kuntum" III, setiaph ari kerja,s esuajia dwal yang vii vllt ditentukanM. etodey angd ipakaia dalahb imbingans osialp eroranganb,i mbingan sosiakl elompokp, enyuluhan,tanyajawabse, rtad iskusik elompokM. onitoring' evaluassi ertap elaporana dalahh al yang mutlak diperlukand alam keseluruhan proseps elasanaapnr ogramp endidikand i RumahS inggah" Kuntum" III. Alasan dilakukannyap rogmm-programp endidikand i Rumah Singgah "Kuntum" III adalah untuk membantu anak jalanan dalam memecahkan permasalahadna n kebutuhanp endidikanm ereka.N amun dari semuap rogram pendidikany ang dilaksanaant,i dak semuap rogramp endidikany ang dilakukan berdasarkapna da kebutuhan mereka. Program pendidikany ang berdasarkan kebutuhan anak jalanan adalah program rujukan kegiatan, program latihan ketrampiladna n progams osialisasdi an rekreasis, edangkapnr ogramy angk urang berdasarkapna da kebutuhanm erekaa dalahp rogramr esosialiasasri,e unifikasi, serta program konsultasi dan tutorial. Hal itu disebabkan oleh kurangnya pengetahuana nak jalanan tentang pentingnya program-programt ersebut, kurangnyak esadarana kan kebufuhanm ereka , serta karena kompleksnya permasalahahni dup mereka, sehinggaa nak jalanan pada umumnya hanya membutuhkabna ntuans ecarafi sik danb ukans ecarap sikis. Saran-saradna lam penelitian ini ditujukan kepada: (1) Penyelenggata RumahS inggah,a gar program pendidikan disusun berdasarkanp ada kebutuhan nyataa nakj alanan,( 2) Bagi jurusan PLS, dapatm emanfaatkahna sil penelitian sebagaai lternatif pemberdayaana nak jalanan, (3) Bagi instansit erkait, dapat ditemukan berbagai masalah dan hambatan dalam pelaksanaan program pendidikan serta dapat dirumuskana lternatif pemecahannya(a, ) bagi peneliti selanjutnyad, apat dijadikan sumber informasi bagi yang ingin mendalami permasalahaann akj alanand pnR umahS inggah.

Kebutuhan Belajar Anak Jalanan ( Studi Kasus Anak Jalanan Kota Malang ) / Mohamad Suharso

 

Anak Jalanan merupakan masalah sosial yang menjadi perhatian semua pihak. Masalah tersebut adalah semakin banyaknya anak jalanan di bawah usia 16 tahun, yang melakukan aktivitas kerja yang dilakukannya, baik sebagai penjual koran, ngelap sepeda/mobil, pedagang asongan, dan pengamen, bahkan mereka adalah sebagian besar adalah usia sekolah. Keberadaan mereka di jalanan telah menarik perhatian berbagai pihak, di satu sisi menunjukkan gejala yang positif, sedangkan pada sisi yang larn menunjukkan gejala yang negatif. Munculnya anak jalanan'disebabkan karena adanya tuntutan ekonomi keluarga yang terpaksa melibatkan anak, sedangkan hanya kehidupan di jalanan yangdapat menerima mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil anak jalanan di Kabupaten Jombang, yang didalamnya meliputi kondisi keluarga anak jalanan, pendidikan anak jalanan dan orang tua, lingkungan tempat tinggal dan kondisi ekonomi keluarga (ortu) Metode pengumpulan datayang digunakan didalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan teknik analisis data presentase dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahrva anak jalanan di Kabupaten Jombang, mayoritas bekerja sebagaingelap sepeda/mobil (67.57%), penjual Koran (10,81%) Pedagang asongan (18,92o/o) dan pengamen (2,70o/o). Sedangkan pendidikan anak jalanan ada yang DO SD, SD, dan SLTP. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dipastikan sebagai bahan acuan dasar dalam penanganan dan pembinaan anak jalanan di Kabupaten Jombang, sehingga anak jalanan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan harapan dan masa depan mereka.

Perlindungan Hak-hak Tersangka Dalam Proses Penyelidikan Perkara Pidana ( Studi di POLRESTA Malang ) / Sugeng Santoso

 

ABSTRAK SantosaS, ugeng2. 002P erlinduneaHn ak-HakT ersanskad alamP rosesP enyidikan PerkaraB idana( Studid i PolrestaM alang). Skripsi,J urusanP endidikanP ancasilad anK ewarganegaraal"nlP universitasN egeriM alangP. embimbin1gl ) Drs.M . YuhdiB atubaraS, .H, M.H 0l) Drs.E di SuhartonoS, .H,M Pd Kata-katakunciP: erlindunganH, ak-hakt ersangkaP, enyidikanP, erkaraP idana Sebagaimandai ketahuib ahwad alams istemp eradilanp idana( criminali ustice system), dikenala danyap entahapadna lamp rosesp emeriksaapne rkara,y aitu proses penyidikano leh polisi, penuntutanja ksa selakup enuntul umum' prosesp emeriksaan pengadiland an prosesp emidanaanD. ari sekianp rosest ersebuty ang paling rawan memunculkan masalah adalah proses penyidikan, karena berkaitan dengan cara-oara yang diterapkand alamm emperolehk eterangand ari tersangkaT. indakank ekerasan irsik maupun tekanan dengan ancaman-ancamanm, erupakan salah satu contoh bagaimanap enyidik belum sepenuhnyam enghayatia sas-asasy ang termuat dalam KUHAP, utamanya asas praduga tak beisalah (presumtation o/ innosence), yang artinya setiap tersangka wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya keputusan pengadilany angm enyatakanke salahannydaa nm emperolehk ekuatanh ukumt etap. Asai tersebut memperingatkan kepada POLRI untuk serius dan hati-hati dalam memperlakukan tprsangka tindak pidana, sebab sebelum adanya pufusan hakim p"ngadilun yang menyatakan bahwa tersangka bersalah, maka selama proses pemiritsaan, oleh penyidik, sitersangkah arust idak boleh diperlakukans eolah-lahia ielah bersalah. Untuk itu KUHAP mewajibkan kepada polisi agar selama proses pemeriksaanh, arkat dan martabatt ersangkah arust etap dihormati. konsekuensdi ari penghormatante rsebuta dalaha danyap erlakuany ang manusiawi ke-p adat ersangkad engant idak melanggarh ak-haknya. pendikatan penelitian yang dipakai ialah normatif yuridis, untuk menghasilkand ata deskriptif, denganm aksudm engkaji aturan-aturanh ukum tentang perlindunganh ak asasia sasim anusiad alamp rosesp enyidikanj,u ga denganm elihat i"nyatuan yang ada dalam pelaksanaanS. edangkanje nis penelltian studi kasus bertujuan, untuk mempertahankan keutuhan dari obyek maksudnya data yang secara keseluruhan yang terintergrasi dan bersifat eksploratif. Sementarad, ata yang diambil dari KepolisianR esortK ota Malang salahs atunya den-g anm engadakawn awancarad alamh al ini yangd ijadikans umbera dalah: a) kepala SatuanR eserseO perasBi apakI PDA Drs' SunardRi iyono,S 'H b) Beberapain tbrmany angb erasadl ari orang-oranyga ngp ernahm asuk dalamL embagaP emasyarakataLno wokrvaruM alang' Hasil penelitian irenunjukkan' p:rtama dalam setiap proses penyidikan dilakukanlaht ekntup erson'i ';;""; s'ebaelip endekatana ntaras eorangp enyidik denqante rsangkao, ou*pi"g n'u'p"nggun*n"ilmup sikologis eg'aeal-t.Tjasadna lam upaia untuk mengoreki nfo''*u'i dari tersangka*' ataupun dilapanganm asih ada ;$#;;;# p.:rvroit yangm asihk urangm emahamai kant eknik dan pemahaman rerhadakpo ndisri. "ii**,i.it!;"il;.il;u uut'*uh ak-hatke rsangkdaa rip asa5l 0 sampadi enganp urur 'ia' yuns".t,"riou*tsta lah hak segerad iperiksah' ak mendapatkanb ahasay ung ilfui hak memberikank eterangans ecarab ebas' hak mendapatka1n* u Uat'asuiu, 'ft ttnAuputftanb antuanh ukum'h ak untukm enghubungt perwakilan negara uugi'ffin,-f'at mengttuuungi dokter' ha| me1leritahu dan menghubungi keluarga, trak uniut< berhubungan sirat' hak untuk mengalukan saksi' hakuntukmenuntutganti.rugidanhakuntukmenuntuthakimyangmengadili,masih tetapd ipegangteg#u#hi l;il* rtttgt o"iu* p'o"'penvioitand ilakukaonl eh aparatK epolisianR esori-{otu Vutung selalub eipedomapna da Kitab UndangundangH ukumn .*u iiiu"u' khususnlap elaksanaahna k-haka sasmi anustaya ng tercantumd alam pasai iO 'u*pui 6sngT.pasal 68 sebagaki onsekuensait as pelaksanaUann dang-UndanRgi *".i?^fatrun tqqc tentangh ak asasmt anusra ierutamaUndang-U"Ourg'ifia|Sn un 1998te ntangk onvensmi enentanpge nyiksaan' dan perlakuan or^ &ngnuftu**, tu* lungkejam..' t idak manusiawia tau merendahkamn artabatm -anusiaw. alaupun riasih- minimnya pemakaianil mu psikologui ntukm elakuk;;ilik?ttn subvetttife thuglPte rsangkuan tukm engorek keterangasne, hinggma asiha dab eberapaap arapt enyidiky angt erpancinegm osrnya t".ftuaait enangkak' etikam engungkit-keterangan' Saranyangui,"t","ila,,ipaitandenganmelihatdarihasilpene'litianyaitu: 1. Aparatk epolisianil ;t")^ penyidikh. arusb isa bersikapp rot'esionadle ngan mempunyai dedikasi -Oun *otiuuti dalam menjalankan1 "C1tY' khususnya O.r"i"p* if*" psikologdi alamm elakukainn terouastei rhadatpe rsangKa' z. perbaikanu ",, *fr*il""";;;;fu; kivantitasd i lingkungank epolisian Reso(K otaM alangb aik petugaSs ltuanR esersme aupunc arak erjanyaa gard apat melaksanakatnu gass ecaram aksimal 3. Melakuka,"nro ,*o'iauiJ*g n*"*' khususnhv'a"n y l]|Tl-llltnu banvak U"i"r-upop "*f yangt idak sesuadi engank ondisib angsaln donestas aatr n!'

Pengembangan model latihan speed dribble bolabasket melalui modifikasi permainan hitam-hijau, zombie, puzzle, dan angry bird pada atlet pemula usia 7-12 tahun club Pelangi Kota Blitar / Henry Kuncoro

 

Kuncoro, Henry. 2013. Pengembangan Model Latihan Speed Dribble Bolabasket Melalui Modifikasi Permainan Hitam- Hijau, Zombie, Puzzle, dan Angry Bird Pada Atlet Pemula Usia 7-12 Tahun Club Pelangi Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr Saichudin M. Kes, (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes. Kata Kunci: Latihan, speed dribble bolabasket, modifikasi latihan melalui permainan.     Berdasarkan penyebaran angket yang dilakukan peneliti terhadap atlet pemula usia 7-12 tahun club PELANGI Kota Blitar pada tanggal 3 Maret 2013, kegiatan latihan bolabasket tidak menggunakan metode latihan yang tepat untuk kemajuan keterampilan speed dribble bagi atlet, sehingga atlet membutuhkan suatu pengembangan Variasi Latihan. Pada penelitian awal melalui penyebaran angket analisis kebutuhan (need assessment) terhadap 30 atlet pemula usia 7-12 tahun club PELANGI Kota Blitar diperoleh 95% atlet menjawab membutuhkan variasi latihan speed dribble bolabasket yang menyenangkan.     Berdasarkan latar belakang di atas, tujuan utama yang ingin dicapai pada pembahasan dalam pengembangan ini yaitu. Mengembangkan model latihan speed dribble melalui modifikasi permainan Hitam Hijau, Zombie, Puzzle, dan Angry bird pada atlet pemula usia 7-12 tahun agar dapat memotivasi dirinya dalam melakukan latihan speed dribble dan menghilangkan kebosanan latihan yang berkesan latihan fisik atau daya tahan. Sehingga menumbuhkan rasa senang dan menyukai olahraga tersebut.     Penelitian ini menggunakan model pengembangan dari Borg dan Gall (1983) yang telah dimodifikasi oleh peneliti, yakni (1) Analisis kebutuhan, (2) Pembuatan produk awal, (3) Evaluasi ahli, (4) Revisi produk awal, (5) Uji coba kelompok kecil, (6) Uji coba kelompok besar, (7) Revisi produk akhir dan diperoleh produk latihan speed dribble bolabasket yang dimodifikasi permainan. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan teknik analisis deskriptif dengan persentase. Teknik ini digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penyebaran angket.     Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat dari persentase yang diperoleh berturut-turut dari ahli kepelatihan, ahli bolabasket, ahli media, uji kelompok kecil, dan uji kelompok besar yang menunjukkan angka secara berturut-turut 89,1%, 87,5%, 86,7%, 84,1% dan 87,4%. 90% dengan kriteria baik sehingga pengembangan model latihan speed dribble ini dapat digunakan untuk kegiatan latihan pemula usia 7-12 tahun club pelangi kota blitar.     Saran yang di dapat pada penelitian ini meliputi dua aspek. Yakni (1) Pemanfaatan, (2) Diseminasi. Pertama, saran pemanfaatan terkait teknis penggunaan media yang sebaiknya digunakan dengan memperhatikan situasi dan kondisi sebelum mengikuti latihan bolabasket. Kedua, sebelum produk ini disebarluaskan saran peneliti adalah untuk melakukan evaluasi ulang dan disesuaikan dengan sasaran yang dituju.

Kajian variasi morfologi basidiokarp dan basidiospora lima spesies jamur termitomyces yang ditemukan di Desa Wonojati Kabupaten Pasuruan / Khoirul Anwar

 

Anwar, Khoirul. 2014. Kajian Variasi Morfologi Basidiokarp dan Basidiospora Lima Spesies Jamur Termitomyces yang Ditemukan di Desa Wonojati Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M. Pd., (II) Agung Witjoro, M. Kes. Kata Kunci: variasi morfologi basidiokarp, basidiospora, Termitomyces, Desa Wonojati Kabupten Pasuruan     Pada bulan Mei sampai Juli 2014 Peneliti telah melakukan inventarisasi terhadap beberapa jamur liar yang dapat dikonsumsi di Desa Wonojati Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur dengan metode purposive sampling. Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa ada 5 spesies jamur Termitomyces di Desa Wonojati Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variasi morfologi basidiokarp, warna basidiospora berdasarkan hasil basidiospore print dari lima spesies Termitomyces yang ditemukan di Desa Wonojati Kabupaten Pasuruan, dan mengkaji variasi morfologi basidiospora lima spesies Termitomyces yang ditemukan di Desa Wonojati Kabupaten Pasuruan.     Jenis penelitian ini ialah deskriptif observasional dengan obyek penelitian berupa basidiokarp lima spesies jamur Termitomyces beserta hasil basidiopore print-nya, T. umkowaan, T. eurhizus, T. clypeatus, T. striatus, dan T. cylindricus. Ciri-ciri morfologi basidiokarp kelima spesies jamur Termitomyces dideskripsikan. Disamping itu ciri-ciri basidiospora yang diperoleh dari basidiospore print diamati dengan menggunakan mikroskop cahaya dan mikroskop elektron dengan teknik Scanning Electron Microscopy (SEM). Pengamatan dan deskripsi basidiospora dilakukan mulai bulan November sampai Desember 2014. Pengamatan dan deskripsi basidiokarp Jamur dan pengamatan morfologi basidiospora Termitomyces dengan mikroskop cahaya dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi jurusan Biologi dan pengamatan basidiospora menggunakan mikroskop elektron dilakukan di Gedung Laboratorium Sentral Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Hasil deskripsi ciri-ciri morfologi basidiokap dan basidiospora digunakan untuk melengkapi data deskrispsi ciri-ciri jamur Termitomyces yang diteliti. Teknik analisis data morfologi basidiospora menggunakan buku acuan Brundrett, dkk., (1996), Santamaria (2011), dan Rugayah (2004).     Secara umum ciri morfologi lima jamur Termitomyces berbentuk payung yang terdiri atas pilus, stipe dan pseudorhiza. Warna pilus putih tulang hingga coklat kehitaman dengan bagian lamella berbentuk gill (insang) dan berwarna putih. Stipe berwarna putih hingga abu-abu dan pseudorhiza berwana putih hingga hitam. Variasi warna basidiospora dari lima spesies jamur Termitomyces yaitu merahjambu, coklat muda, dan coklat. Variasi morofologi basidiospora terletak pada bentuk basidiospora. Ada tiga variasi bentuk pada basidiospora lima jenis Termitomyces, yaitu bentuk subglobosa, ellipsoidal dan dacrioide. Sifat permukaan dinding basidiospora dari lima spesies Termitomyces ialah halus.

Pengembangan modul bimbingan perencanaan karier untuk warga belajar kelompok belajar paket B / Riskiyana Prihatiningsih

 

Prihatiningsih, Riskiyana. 2014. Pengembangan Modul Bimbingan Perencanaan Karier untuk Warga Belajar Kelompok Belajar Paket B. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd Kata kunci: Bimbingan Karier, Perencanaan Karier, Pendidikan Nonformal     Penyelenggaraan bimbingan & konseling yang hanya pada tataran pendidikan formal, berakibat pada layanan pada pemberian layanan bimbingan karier juga hanya diberikan pada peserta didik di bangku formal. Pemberian bimbingan karier pada pendidikan nonformal tidak diberikan secara khusus melainkan di berikan sebagai selingan proses pembelajaran. Hasil dari studi awal dari 10 warga belajar menunjukkan 8 dari warga belajar merasa perlu adanya layanan perencanaan karier. Selain itu hasil wawancara yang dilakukan kepada salah satu tutor, menyatakan bahwa perlunya pemberian materi terkait perencanaan karier bagi warga belajar karena memang tidak diberikan materi terkait karier secara khusus pada program di paket B.     Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menyusun dan mengembangkan modul perencanaan karier untuk warga belajar kelompok belajar paket B, agar warga belajar dapat merencanakan karirnya dengan efektif.     Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (development research) dengan menggunakan model Borg and Gall (2003). Adapun prosedur pengembangan yang dilakukan adalah sebagai berikut: (1) tahap I menentukan potensi masalah dan masalah penelitian, (2) tahap II mendesain produk, (3) tahap III uji ahli, (4) tahap IV revisi produk, (5) tahap V uji pengguna produk (tutor), (6) tahap VI revisi produk, (7) tahap VII uji kelompok kecil (warga belajar), (8) tahap VII revisi produk.     Produk yang dihasilkan adalah 1) Modul Perencanaan Karir untuk Warga Belajar Kelompok Belajar Paket B dan 2) Panduan Modul Perencanaan Karir untuk tutor kelompok belajar paket B. Modul bagi siswa terdiri atas lima unit yaitu memahami diri, memahami pendidikan, memahami karier, cita-cita karier, dan keputusan rencana karier. Setiap unit berisi materi, latihan mandiri/kelompok, refleksi diri, dan evaluasi. Panduan terdiri dari tiga bagian utama yaitu latar belakang serta tujuan pengembangan produk, bagian dua adalah petunjuk umum, dan bagian tiga ialah petunjuk teknis penggunaan modul.     Berdasarkan hasil analisis data penilaian para ahli, penilaian calon pengguna produk dan uji kelompok kecil dapat disimpulkan modul dan panduan bimbingan untuk warga belajar sangat berguna, sangat menarik, sangat efisien dan sangat tepat secara teoritis maupun praktis. Berdasarkan hal tersebut modul dianggap layak untuk dipergunakan oleh warga belajar sebagai media belajar yang mandiri.      Berdasarkan hasil penelitian pengembangan ini, saran bagi tutor sebagai pengguna produk hendaknya benar-benar memahami dan mempelajari modul ini sebelum mengaplikasikan kepada warga belajar. Saran bagi peneliti selanjutnya, hasil dari penelitian dan pengembangan ini dapat dilanjutkan dengan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan produk yang dihasilkan dalam membantu warga belajar untuk merencanakan karir dengan matang. Saran bagi jurusan bimbingan dan konseling adalah untuk mengadakan layanan bimbingan pada sekolah nonformal.

Status Anak Adopsi Dalam Hubungannya Dengan Orang Tua Angkat ( Studi di Wilayah Kota Malang ) / Yayuk Srisuyanti

 

Adopsietaupengangkatananakdilndonesiasudahmenjadisuafukebutuhan uagim asi;kat, t"6pi ,ffipal ,*t i"i masihb elum adak etentuanh ukumn asional y0ngm engatutre ntanga doisi, Ketelluyr tentsnga doryj yasi! !"'b'?, dalamt iga ilffhd;* yainrHutum'peraataH, ukume oai, aannumm khm. Ketigas istem hukumtersebutmempunyaiketentuanyangberbeda.bedamengenaistatusanak Jopsi dalamk eluargao t-g * a"gkatny4 terutamay ang_b erkaitand enganh ak waris dan perwalian u*[ ":"gtut ttiotif pengangkataann af Vap.bervariasij uga mempengarushtia tusa nak aiopsi. Selain itu, persoalana dopsio leh WNA juga r.niitU,it* persoalaUn "gi N.lotu Indonesiak arenab anyakt erjadi-penjualabna yi ilfu Negeri.H al ini mlnyeU-aUtapne rsoalana dopsiy angp adad asamyaa dalatt prr*fun kiluarga, tetapi sekarurgs udahm enjadip roblemam asyarakatb, ahkan menyangkuhtu bungan* t", n g*i, sehinggap asti akanm engarahp adap ersoalan p' olitikp.enelitiani ni dilakukanu ntuk mengetahubi agimana statusa nak adopsi dalamh ubungannydae ngano rangt ua angkat.S ecarak hususp enelitianin i bertujuan untukm engetahu(it:) motif pengangkataann aky angd apatm empengaruhhui bungan anaka dopjid engano rangt * "ngkatny"; (2) permasalahayna ngd ihadapmi asyarakat dalam pengangkatuunn uh (3) status anak adopsi dalam keluarga orang tul angkatnya. Rancanganpenelitianinimenggunakandeskriptifkualitalf.danjenis penelitiannyiaa aUtr stuO kasus.K egiatanp engumpul-adna ta dilakukand engan metodeo bservasiw, awancaraa, an anatislsd okumenD. ata diperolehd ari subyek p."rritiu. yang berkompetente rhadapm asalahp enelitian,y aitu hakim' kepala paniteram uda-perdatak, epala bagianR ehsos,o rang tua gngk€t,d an orang tua lanaung anak angkat. Analisis Oata aitatrufan melalui klasifikasi data, penjaringan data,d in analisii induktif Untuk menjagak eabsahand ata' penelitiand ilakukan secartae liti danc er,makt,e giatantr iangulasip, erpanjangapne nelitiand, ank ecukupan referensial. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwa motif pengangkataann ak yang dikemukakaonl eh otungt ua angkatd i wilayatrK ota Malanga dab ermacam-macam, yaitu:( l) karenat idak mempunyaai nak,( 2) merasak asihanp adaa naky atim piatu, *uk t"rl*lut, amk yang orsng fijg,nya tidak mampu, (3) untuk mendapatkan tunjangang aji bagi pegawain egiri, (a) ingin mendapatkaann ak perempuanb agt orangh n yangh anyam empunyaai ryk laki'l.aki' Tetapim otif yang utamaa dalah untuk kesejahte** u*k'u.ngk"t' Pengangtatan anak menimbulkan beberapa persoalayna ng menyangkutt tt* onut adopti' yaitu: (1) faktor yuridis yang berkaiudne ngana kibatn ukumaarip eruuata{no psi, (2) faktors oslayl .a1gberkaitan 6!* t";,d;fek dari p"tU*t- adfpsi,( 3) faktoi psikologisy angb erkaiand engan i*i,li t ;i**n un"t angk"t yang ditrmuutkank arenap engangkataann ak. status ,Juaopri dalamk eluariao t-giuu angkatryate rgantungp adas istemh ukumy ang digunakaonle ho rangt ua ingf.uti ay t*tuLott* adopi' D4* hl WT" menurut ttit

Pengembangan kamus kata kerja bahasa Jawa bergambar kategori anggota tubuh untuk siswa SMP kelas VII / Fathony Noor Fitriantoro

 

Fitriantoro, Fathony Noor. 2014. Pengembangan Kamus Bergambar Bahasa Jawa untuk Siswa SMP Kelas VII. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sunoto, M.Pd, Kata Kunci: penelitian dan pengembangan kamus bergambar bahasa Jawa, kamus kata kerja bergambar bahasa Jawa, siswa SMP kelas VII     Pembelajaran Bahasa Daerah, khususnya bahasa Jawa di sekolah telah memberikan materi yang sudah sesuai dengan kompetensi dasar pada kurikulum. Selain itu, pembelajaran Bahasa Daerah juga mengajarkan bagaimana cara berkomunikasi sehari-hari serta menjadi salah satu upaya untuk melestarikan budaya berkomunikasi dengan benar dan tepat dalam bahasa Jawa khususnya. Terlepas dari budaya Jawa yang diajarkan kepada siswa dalam lingkungan keluarga maupun masyarakatnya, pembelajaran Bahasa Daerah tidak semata-mata bisa dipahami dan dimengerti hanya dengan metode-metode klasikal. Oleh sebab itu, perlu adanya media yang dapat membantu guru untuk menyampaikan materi kepada siswa agar pelajaran Bahasa Daerah menjadi menyenangkan.     Penelitian bertujuan (1) menghasilkan kamus kata kerja bahasa Jawa bergambar kategori anggota tubuh (2) menghasilkan kamus kata kerja bahasa Jawa bergambar kategori anggota tubuh yang menarik dan layak dari segi materi dan tampilan. Tujuan tersebut dicapai dengan menggunakan modifikasi prosedur penelitian dan pengembangan media yang dikembangkan Borg and Gall dalam Sukmadinata (2005:169). Modifikasi prosedur yang dimaksud yaitu: (1) identifikasi kebutuhan dengan melakukan observasi lapangan, (2) pengembangan produk melalui perencanaan awal berupa persiapan produk, materi, (3) pengujian awal menggunakan uji perseorangan (uji ahli), (4) revisi produk awal, (5) pengujian kedua produk setelah direvisi (uji coba lapangan), (6) revisi kedua produk setelah uji coba lapangan, (7) produk akhir.     Uji coba produk dalam penelitian ini dilaksanakan sebanyak empat kali, yaitu (1) uji ahli materi, (2) uji ahli media pembelajaran, (3) uji praktisi, dan (4) uji lapangan atau uji siswa kelas VII SMP. Uji coba yang dilaksanakan empat kali ini menggunakan angket yang telah dipersiapkan oleh peneliti dan menghasilkan data. Data penelitian pengembangan ini berupa data verbal dan data nonverbal. Data verbal berupa saran dan komentar yang dituliskan dalam angket atau secara lisan. Data nonverbal yang berupa skor penilaian juga dianalisis. Kedua data digunakan sebagai pertimbangan revisi akhir produk.     Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan empat instrumen, yaitu lembar angket uji ahli pembelajaran drama, lembar angket uji ahli media, lembar angket praktisi, dan angket uji siswa. Analisis data hasil uji coba dilakukan dengan cara (1) mengumpulkan data verbal dan nonverbal yang diperoleh dari angket penilaian, (2) mentranskrip data verbal lisan menjadi data tertulis, (3) menghimpun, menyeleksi, dan mengklasifikasi data verbal tulis dan verbal lisan berdasarkan kelompok uji, dan (4) menganalisis data serta merumuskan simpulan analisis sebagai dasar untuk melakukan tindak lanjut terhadap produk yang dikembangkan dan sebagai pertimbangan harus direvisi atau diimplementasi. Perbaikan dilakukan berdasarkan saran dan masukan dari ahli yang disampaikan secara lisan dan tertulis.     Berdasarkan uji produk diperoleh hasil sebagai berikut. Rata-rata hasil uji materi sebesar 83%. Ahli materi memberikan saran dan komentar yaitu isi kata-kata hanya sebatas kata kerja, jadi judul juga menyesuaikan, keterangan menggunakan bahasa Jawa yang baku, dan latihan soal diubah menjadi contoh kalimat. Rata-rata hasil uji media sebesar 83%. Ahli media memberikan saran dan komentar yaitu pemilihan warna background dipikirkan lagi agar tidak terlihat puyeh, lebih dikategorikan lagi agar lebih mudah dipahami, media cetak sudah bagus, lebih bagus lagi dijadikan ebook. Rata-rata hasil uji praktisi sebesar 72.2%. Praktisi memberikan catatan yaitu kamus sudah menarik dan sudah membantu siswa belajar mandiri, warna dan gambar kurang terang. Rata-rata hasil uji lapangan kepada siswa sebesar 86,7%. Siswa memberikan respon yaitu kamusnya sudah menarik, butuh waktu untuk memahami keterangannya, jika pembelajaran menggunakan media seperti ini akan mudah dipahami, masih perlu contoh kalimatnya.     Media kamus bergambar bahasa Jawa ini menjadi salah satu alternatif sumber belajar menulis kalimat (ukara) dalam berbagai materi pembelajaran Bahasa Daerah untuk siswa SMP. Sebagai langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan, guru disarankan menggunakan media ini dan siswa dapat menggunakan media ini secara mandiri di luar sekolah. Pengembangan media ini dapat berupa buku cetak dan buku elektronik sehingga memudahkan guru maupun siswa untuk menggunakannya dimanapun dan kapanpun.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |