Upaya peningkatan kemampuan berpikir kritis dan aktivitas belajar siswa melalui model pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS 2 SMA Islam Malang / Irmawati

 

Berdasarkan hasil pengamatan penulis di lokasi penelitian, metode pembelajaran yang masih umum digunakan oleh guru ekonomi di SMA “ISLAM” Terakreditasi A Malang menggunakan metode pembelajaran konvensional sehingga siswa menjadi pasif dan mudah bosan. Selain itu juga fenomena yang banyak terjadi di lapangan menunjukkan pengajaran ekonomi selama ini masih berorientasi pada kemampuan siswa dalam menghafal fakta-fakta didalam materi, yang pada kenyataannya mereka seringkali belum memahami secara mendalam substansi materi yang mereka pelajari. Selain itu juga masih banyak siswa yang belum sampai pada kemampuan untuk berpikir kritis yang menyebabkan siswa kurang mendapatkan pembelajaran yang bermakana. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum KTSP yang digunakan oleh SMA “ISLAM” Terakreditasi A Malang adalah dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah. Pembelajaran Berbasis Masalah adalah model pembelajaran yang menghadirkan permasalahan dunia nyata ke dalam kelas sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis, keterampilan pemecahan masalah serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. Pembelajaran berbasis masalah mempunyai tujuan untuk membantu siswa untuk bisa secara aktif dan mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dimana jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan dua siklus penelitian. Penelitian ini dilakukan di SMA “ISLAM” Terakreditasi A Malang kelas XI IPS 2 yang dilaksanakan pada tanggal 29 November 2008 dan tanggal 13 Desember 2008 untuk siklus I dan untuk siklus II dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2008 pada pokok bahasan pasar modal selama tiga kali pertemuan. Data penelitian diperoleh dari tes kemampuan keterampilan berpikir kritis, observasi aktivitas belajar siswa serta observasi kegiatan guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis masalah. Hasil penelitian skor rata-rata tes kemampuan keterampilan berpikir kritis siswa pada siklus I sebesar 57,84% dengan klasifikasi cukup baik dan untuk skor rata-rata tes kemampuan keterampilan berpikir kritis siklus II sebesar 84,56% dengan klasifikasi baik. Data mengenai hasil tes rata-rata kemampuan keterampilan berpikir kritis menunjukkan adanya peningkatan sebesar 26,72%. Sedangkan untuk hasil skor aktivitas belajar siswa siklus I pada aspek keaktifan dengan persentase keberhasilan tindakan sebesar 60% dengan taraf keberhasilan cukup dan untuk skor akivitas belajar siswa siklus II mengalami peningkatan yang baik sebesar 71%. Mengenai aktivitas belajar siswa pada aspek penyelesaian tugas diperoleh persentase keberhasilan tindakan sebesar 70% dengan taraf keberhasilan baik dan di siklus II persentase keberhasilan tindakan mengalami peningkatan yang sangat baik sebesar 90%. Data aktivitas belajar siswa pada aspek diskusi siklus I tingkat persentase keberhasilan tindakan yang diperoleh sebesar 48% dengan taraf keberhasilan cukup dan di siklus II mengalami peningkatan persentase keberhasilan tindakan yang baik sebesar 72%. Hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan keterampilan berpikir kritis dan aktivitas belajar siswa. Mengingat penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan keterampilan berpikir kritis dan aktivitas belajar siswa maka disarankan kepada guru ekonomi untuk menerapkan model pembelajaran ini pada materi ekonomi selanjutnya.

Penggunaan media kartu gambar seri untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas II SDN menampu 03 Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember / Anis Mawati

 

ABSTRAK Mawati, Anis. 2009. Penggunaan Media Kartu Gambar Seri untuk Meningkatkan Kemampuan Anak dalam Bercerita Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas II SDN Menampu 03. Skripsi, Program S1 PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn (2) Dra. Hj. Winihasih, M.Pd. Kata kunci: kartu gambar seri, bercerita, bahasa Indonesia Kurikulum Bahasa Indonesia mempunyai fungsi agar siswa daapt berkomunikasi secara efektif dan efisien. Salah satu cara berkomunikasi adalah berbicara. Kemampuan berbicara yang baik akan membantu siswa untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan berkomunikasi dengan orang lain sesuai dengan etika yang berlaku. Oleh karena itu sejak dini anak harus diberikan pembalajaran berbicara dengan baik. Hasil orientasi di lapangan kelas II SDN Menampu 03 pada umumnya mengalami kesulitan dalam hal berbicara dan mengungkapkan pikiran serta pendapat. Pada saat dilakukan observasi di kelas siswa mengalami kesulitan dalam bercerita. Guru juga belum pernah menggunakan media dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam aspek berbicara di SD perlu digunakan metode dan media yang menarik, yaitu dengan menggunakan media kartu gambar seri. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pelaksanaan penggunaan media kartu gambar seri dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan bercerita (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan anak dalam bercerita dengan menggunakan media kartu gambar seri. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang mana peneliti bertindak sebagai pengajar lengsung sedangkan guru kelas sebagai pengamat. Prosedur kerja dilaksanakan bersiklus yang terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, obsservasi dan refkleksi. Siklus dihentikan jika rata-rata hasil belajar siswa mencapai standadr minimal 75 dengan ketuntasan belajar kelas 75%. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 12 dan 25 Maret 2009 pada siswa kelas II di SDN Menampu 03 Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember, dengan obyek penelitian yang berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Hasil penelitian pada siklus I ketuntasan kelas mencapai 45% dengan rata-rata nilai kelas 64,5 sedangkan pada siklus II ketuntasan kelas mencapai 83% dengan rata-rata kelas 81,6. Dengan demikian daapt disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam bercerita dapat meningkat dengan menggunakan media kartu gambar seri. Berdasarkan hasil penelitian ini hendaknya guru jika mengajarkan siswa bercerita menggunakan media kartu gambar seri agar kemampuan siswa bercerita menjadi meningkat.

Penerapan learning cyle cooperative 5 E untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas XI SMA Negeri 7 Malang / Elok Ainir Rohmah

 

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran biologi kelas XI Ilmu Alam 3 (XI IA 3) dan angket yang dibagikan kepada siswa, diketahui bahwa SMA Negeri 7 Malang menggunakan kurikulum KTSP. Secara umum siswa kelas XI IA 3 cenderung pasif ketika pembelajaran berlangsung. Siswa masih belum mampu membentuk sendiri konsep materi pelajaran dan masih bergantung kepada guru mata pelajaran untuk memberikan semua informasi materi pelajaran dan menjelaskan konsep materi yang dibahas. Motivasi belajar terhadap mata pelajaran biologi yang dimiliki siswa masih perlu ditingkatkan. Siswa masih sering kurang bersemangat selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Saat pembelajaran berlangsung banyak siswa tampak mengantuk, membicarakan suatu hal di luar pelajaran, atau hanya diam dan tidak mau mengungkapkan pendapatnya mengenai materi pelajaran. Selain itu siswa juga tampak kurang mampu bekerjasama saat diskusi berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan motivasi dan hasil belajar biologi siswa dengan penerapan Learning Cycle Cooperative 5E. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang menggunakan 2 siklus tindakan yang terdiri dari 4 kali pertemuan. Setiap siklus meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Dalam penelitian ini subyek penelitian adalah siswa XI IA 3 SMA Negeri 7 Malang semester genap 2008/2009 yang berjumlah 40 siswa dengan materi Sistem Koordinasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2009. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, tes, angket, wawancara dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan dengan deskriptif kualitatif dan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan Learning Cycle Cooperative 5E secara umum dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa kelas XI SMA Negeri 7 Malang. Dari hasil pembelajaran keseluruhan aspek motivasi belajar secara klasikal mengalami peningkatan sebesar 8,85%. Peningkatan persentase ketuntasan belajar (kognitif) dari siklus I ke siklus II sebesar 10,00%. Peningkatan rata-rata nilai kemampuan psikomotorik dari siklus I ke siklus II sebesar 2,50%. Peningkatan rata-rata nilai kemampuan afektif dari siklus I ke siklus II sebesar 7,81%. Berdasarkan penelitian ini disarankan: (1) Guru Biologi hendaknya menerapkan Learning Cycle Cooperative 5E pada mata pelajaran Biologi karena dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. (2) Guru Biologi hendaknya selalu mengingatkan siswa untuk benar-benar menyiapkan alat, bahan, dan petunjuk praktikum bila melaksanakan pembelajaran dengan kegiatan praktikum sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan baik dan lancar. (3) Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian sejenis pada kompetensi dasar yang lain guna mengetahui keberhasilan penerapan Learning Cycle Cooperative 5E dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. (4) Learning Cycle Cooperative 5E dapat diterapkan dengan memadukan antara Learning cycle 5E dengan pembelajaran Cooperative antara lain Jigsaw, STAD, Group Investigation, dan lain sebagainya.

Perancangan CD permainan komputer untuk anak-anak islam seri wudlu / Achmad Arif Rakhman Hakim

 

Penerapan pembelajaran kooperatif metode jigsaw dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS siswa kelas VIII SMPN 1 Garum / Diyan Widiarti

 

ABSTRAK Widiarti, Diyan. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Metode Jigsaw dalam Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas VIII SMPN 1 Garum. Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (UM). Pembimbing : (I) Drs. Prih Hardinto M. Si (II) Dwi Wulandari SE, MM. Kata Kunci : Pembelajaran Kooperatif, Metode Jigsaw, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar Pembelajaran dengan metode Jigsaw merupakan salah satu penerapan pembelajaran kooperatif dimana kegiatan belajar mengajar dipusatkan pada siswa. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti di SMPN 1 Garum, dapat diketahui bahwa pengajaran oleh guru biasanya dilakukan dengan ceramah dan tanya jawab. Cara belajar ini belum memberikan hasil belajar yang memuaskan pada siswa. Oleh karena itu, peneliti menerapkan pembelajaran kooperatif melalui metode Jigsaw untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas VIII SMPN 1 Garum. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII A SMPN 1 Garum pada materi sub pokok bahasan ketenagakerjaan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19-21 Maret 2009 dan 28 Maret-2 April 2009 dengan menggunakan instrument penelitian berupa lembar observasi kegiatan guru, lembar observasi kegiatan siswa, lembar penilaian motivasi belajar siswa dan angket pendapat siswa mengenai penerapan pembelajaran kooperatif melalui metode Jigsaw. Analisis hasil penelitian dideskripsikan dengan menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan persentase ketercapaian guru dalam menerapkan langkah-langkah metode Jigsaw dari siklus I ke siklus II yaitu sebesar 7,1%, sedangkan dari observasi kegiatan siswa pada siklus I ke siklus II tampak adanya peningkatan sebesar 6,25%. Motivasi belajar siswa berdasarkan lembar penilaian motivasi siklus I dan siklus II mengalami peningkatan sebesar 10 %, sedangkan berdasarkan angket motivasi belajar siswa siklus I dan siklus II mengalami peningkatan sebesar 0,25%. Peningkatan prestasi belajar siswa dapat diketahui dari kenaikan nilai rata-rata test siklus I dan siklus II sebesar 0,5% dan meningkatkan aktivitas siswa dalam mempresentasikan, bertanya, menjawab pertanyaan, dan menanggapi permasalahan. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan, maka dapat dikatakan bahwa pendekatan pembelajaran kooperatif melalui metode Jigsaw dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sebesar 10 % berdasarkan lembar penilaian motivasi, sedangkan berdasarkan angket motivasi belajar mengalami peningkatan sebesar 0,25% dan prestasi belajar siswa sebesar 0,5%, dalam proses belajar mengajar siswa menjadi lebih tertarik karena adanya variasi tindakan pembelajaran oleh guru sehingga siswa tidak lagi merasa bosan. Selain itu, dalam proses pembelajaran siswa lebih berperan aktif. Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan : (1) Guru mata pelajaran IPS disarankan untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif melalui metode Jigsaw sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. (2) Dalam pelaksanaan masing-masing fase pembelajaran, hendaknya guru perlu mempertimbangkan pembagian waktu secara efektif dan efisien. (3) Bagi peneliti yang berikutnya ingin meneliti hal yang sama, bisa mencobakan pembelajaran kooperatif melalui metode Jigsaw untuk materi IPS lainnya yang lebih melibatkan aktivitas siswa sehingga menuntut adanya kreatifitas siswa yang lebih.

Efektifitas penggunaan mediothek olah dosen dan mahasiswa dalam kegiatan akademik di jurusan sastra jerman Universitas Negeri Malang / Milaningsih

 

ABSTRAK Milaningsih. 2009. Efektifitas Penggunaan Mediothek oleh Dosen dan Mahasiswa dalam Kegiatan Akademik di Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Edy Hidayat, S.Pd. M.Hum, (2) Dewi Kartika Ardiyani, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Mediothek, dosen dan mahasiswa JSJ, kegiatan akademik Kemandirian belajar sangat penting dalam proses belajar mengajar dan dapat membiasakan mahasiswa untuk tidak selalu bergantung pada materi pelajaran di kelas. Dalam hal ini media juga memainkan peranan yang penting dalam proses belajar mengajar. Mediothek adalah suatu ruang yang berfungsi sebagai media penunjang dalam pembelajaran bahasa Jerman yang di dalamnya dilengkapi dengan berbagai media audio visual seperti majalah dan koran berbahasa Jerman, tape recorder, kaset, komputer yang dilengkapi dengan CD-interaktif: Tell me More, Übung CD-Grammatik, Einblicke 1-9 CD, Triple play, Lingopad, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kegiatan mahasiswa di ruang Mediothek yang bersifat belajar mandiri, (2) kegiatan dosen di ruang Mediothek yang bersifat akademik, dan (3) efektifitas penggunaan Mediothek dalam menunjang PBM di JSJ. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan dilakukan di Mediothek ( gedung E6.104) JSJ UM. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi, angket, dan dokumen. Sumber data adalah dosen dan mahasiswa JSJ yang memanfaatkan Mediothek, yaitu 65 orang mahasiswa dan 10 orang dosen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 5-10 orang per minggu melakukan kegiatan belajar mandiri di ruang Mediothek, seperti membaca majalah berbahasa Jerman (JUMA), mencari kosa kata baru melalui Lingopad, mencari materi pekuliahan melalui internet, latihan belajar mandiri dengan menggunakan komputer yang telah dilengkapi dengan CD-interaktif. Sebanyak 10-20 orang per minggu melakukan kegiatan yang bersifat non akademik, seperti menonton film berbahasa Inggris melalui komputer, bercakap-cakap dengan teman, istirahat menunggu perkuliahan berikutnya, dan lain-lain. Kegiatan dosen yang bersifat akademik, yaitu sebagian besar dosen menggunakan fasilitas di ruang Mediothek untuk proses belajar mengajar. Kegiatan tersebut antara lain mencari informasi tentang materi pekuliahan melalui internet, mempersiapkan media pengajaran untuk perkuliahan, dan menonton Deutsche Welle. Dosen menggunakan ruang Mediothek sebagai ruang mengajar hanya satu kali dalam seminggu. Selain itu, proses belajar mengajar di ruang Mediothek efektif, karena pengunjung yang melakukan kegiatan akademik cukup tinggi yaitu 421 orang atau 35,49%. Saran-saran yang disampaikan peneliti untuk JSJ sebagai pengelola Mediothek adalah sebagai berikut. (1) Pihak jurusan hendaknya menata ulang ruangan Mediothek sehingga dapat menampung pengunjung dengan jumlah yang lebih besar, selain itu diadakan penambahan fasilitas yang belum tersedia, seperti ruangan khusus untuk menyimak, membaca, dan lain-lain. (2) Dosen hendaknya lebih memberikan dorongan yang bersifat penugasan sehingga mahasiswa dapat lebih aktif untuk belajar mandiri. (3) Mahasiswa hendaknya memanfaatkan sarana belajar mandiri di Mediothek untuk meningkatkan penguasaan bahasa Jerman dan tidak melakukan kegiatan yang bersifat tidak akademik.

Ucup kelik's "Plesetan": s study of twisting lingistic ambiguity in oral verbal humor on television / Aulia Luqman Aziz

 

Despite their language and cultural background, all people in the world love humor. In general, they see it as a way to relax and forget their problems a little while. Experts have revealed a lot of benefits of humor for physiological, emotional, social, and intelligent reasons. That is why people like to be around those who have good sense of humor. Humor itself generally consists of non-verbal and verbal humor. In verbal humor, comedians twist one meaning of a word or sentence into another meaning. In other words, they make use of twisting linguistic ambiguity. People might name some Indonesian comedians with great ability of twisting linguistic ambiguity. Still, Ucup Kelik is considered the best in twisting linguistic ambiguity. His ability is amazing since not every person, especially comedians, can do twisting linguistic ambiguity as much and as quickly as he does. The purposes of this research are to find out the types of twisting linguistic ambiguity in Ucup Kelik’s oral verbal humor, the frequency of each existing type, and the probable reasons determining the different frequencies. The research analyzes 80 utterances collected from three political-satire shows, namely, Café Democrazy, Democrazy, and Republik Mimpi, in which Ucup Kelik performs as “Vice President” Ucup Kelik. The data are collected through recording all of Ucup Kelik’s utterances in the shows, re-listening to decide which utterances that contain twisting linguistic ambiguity, and transcribing them. Then, the types of twisting linguistic ambiguity in terms of their structural levels, the frequency of each type found, and probable reasons behind the different frequencies are identified. The results of the analysis show that there are five types of twisting linguistic ambiguity in Ucup Kelik’s oral verbal humor. They are twisting phonetic similarities, twisting lexical ambiguity, twisting pragmatic ambiguity, twisting logic, and miscellaneous. The former type occurs most frequently (36.25 %) since it involves the manipulations of the smallest linguistic units, like junctures and letters. The second place is twisting lexical ambiguity, which involves verbal manipulations in the lexical level (30 %). Then, it is followed by the manipulations of contextual meaning or twisting pragmatic ambiguity (2.5 %). Two other findings, twisting logic (15 %) and miscellaneous (16.25 %), are not directly included into the types since there are no elements of ambiguity. However, since Ucup Kelik uses language as the medium of delivering such types, they can be included within twisting linguistic ambiguity. Twisting logic contains the manipulations of logical thinking towards something unexpected, while Miscellaneous mostly contains obscene jokes and the combination of non-verbal and verbal humor.

Pengaruh earning per share (EPS), price earning ratio (PER), return on asset (ROA), return on equity (ROE) dan bedt equity ratio (DER) terhadap harga saham pada perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ-45 yang listing di Bursa Efek Indonesia pada periode 2005-2007 / Ira

 

ABSTRAK Mayasari, Ira. 2009. Pengaruh Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE) dan Debt Equity Ratio (DER) terhadap Harga Saham Pada Perusahaan yang Termasuk dalam Indeks LQ-45 yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2007. Skripsi, Jurusan Akuntansi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr.Nurika Restuningdiah, S.E., M.Si., Ak., (II) Makaryanawati, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci : Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Debt Equity Ratio (DER), harga saham. Harga saham yang diperdagangkan di bursa menunjukkan prestasi perusahaan. Apabila kinerja suatu perusahaan meningkat maka nilai perusahaan akan semakin tinggi. Untuk mengukur kinerja keuangan suatu perusahaan dapat dilakukan dengan menggunakan analisis rasio, diantaranya dengan menggunakan Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), dan Debt Equity Ratio (DER). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan antara variabel Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), dan Debt Equity Ratio (DER) terhadap variabel harga saham. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data laporan keuangan perusahaan dan data harga saham. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ-45 periode 2005-2007 sebanyak 45 perusahaan. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik purpossive sampling sehingga diperoleh sampel 32 perusahaan. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Berganda. Uji regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), dan Debt Equity Ratio (DER) terhadap variabel harga saham baik secara parsial maupun secara simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial hanya variabel Earning Per Share (EPS), Return On Asset (ROA), dan Debt Equity Ratio (DER) yang mempunyai pengaruh terhadap harga saham. Sedangkan secara simultan variabel Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), dan Debt Equity Ratio (DER) mempunyai pengaruh terhadap variabel harga saham. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah variabelvariabel lain yang lebih potensial memberikan kontribusi terhadap pergerakan harga saham, menambah periode observasi, dan mengganti sampel penelitian, misalnya untuk semua perusahaan yang go public di Bursa Efek Indonesia, sehingga hasilnya lebih mencerminkan keadaan pasar modal di Indonesia yang sesungguhnya.

Politeness strategies in conversation closing in internet relay chat (IRC) / Sunu Febriawan Prayogo

 

The purpose of this study is to find out the politeness strategies in conversation closing in (IRC) in the discourse of online environment specifically in IRC channels. The data were collected by logging-in into an IRC channel, which is #Cafeislam, #islam, #malang, and #surabaya, for approximately two hours and then copying the conversations or messages written by the chatters in the channel into the computer hard disk. The written conversations or messages that are taken as data are only the one containing face-threatening act (FTA). The data are analyzed using Brown and Levinson’s theory of politeness strategy (1987) and the politeness strategies used to reduce the FTA are grouped into four main strategies: Bald on Record, Positive Politeness, Negative Politeness, and Off-the-Record. The data are also analyzed by using Gunarwan’s Javanese Principle of Harmony. They are Kurmat/respect, andhap asor/modesty, empan-papan/place or position conciousness, tepa slira/empathy. The results of the analysis show that in this study, where it focuses on the conversation closing in IRC, the strategies which are mostly used by the chatters are positive politeness, negative politeness, bald on record, and the last is off-the-record. It is quite widely used by the chatters in the IRC in order to show their respect and regard toward the other chatters and also willing to cooperate or when they want to minimize the FTA in disagreeing with others. It indicates that they are trying to keep a good relationship toward other chatters.

Proyeksi angkatan kerja dalam dua dekade (1980-2000) / oleh Hedi Sutomo

 

Teaching the speaking skill in the english classes at SMPN 3 Malang / Sulfahanun

 

Applying semi-autonomous learning activity in a listening class the students of english language education departement at Jember University / by Sudarsono

 

Nominal terms address used by the characters in Jane Austen's pride and prejudice / Chusnul Khotimah

 

The present study is a pragmatic study on nominal terms of address used by the characters in Jane Austen’s Pride and Prejudice. The study is aimed to find out kinds of nominal terms of address used by the characters in Jane Austen’s Pride and Prejudice and the patterns of occurrence context. The study analyzes nominal terms of address since they can indicate the social relationship between interlocutors after the loss of social deixis function of pronominal terms of address during the Early English period. It concerns nominal terms of address which occur in conversation only since it represents the natural flow of real life setting. The research employs content analysis and descriptive approach. The data are classified and analyzed using the classification of nominal terms of address developed by Laver (1981), MacArthur (1998), and Bubel (2006) in order to find out the kinds of nominal terms of address used by the characters and their underlying contexts. The results are then compared to previous studies done by Nevalainen and Raumolin-Brunberg (1995), Nevala (2003), Nevala (2004), and Khazanah (2007). The results show that there are 25 types of nominal terms of address used by the characters in Jane Austen’s Pride and Prejudice, namely (1) Noble Title, (2) Honorifics Title, (3) Professional Title plus Last Name, (4) Mr. plus Last Name , (5) Mrs. plus Last Name, (6) Miss plus Last Name, (7) Kinship Title, (8) First Name, (9) Nickname, (10) Terms of Endearment, (11) Noble Title plus First Name, (12) Miss plus First Name plus Last Name, (13) Miss plus First Name, (14) Miss plus Nickname, (15) Miss plus Nickname plus Last Name, (16) Terms of Endearment plus Honorifics Title, (17) Terms of Endearment plus Mr. plus Last Name, (18) Terms of Endearment plus Miss plus Last Name, (19) Terms of Endearment plus Miss plus First Name, (20) Terms of Endearment plus Miss plus Nickname, (21) Terms of Endearment plus Kin Title, (22) Terms of Endearment plus First Name, (23) Terms of Endearment plus Nickname, (24) Last Name alone, and (25) Group Title. The first ten fit the amalgamated classification of Laver (1981), MacArthur (1998), and Bubel (2006), the next thirteen categories are combinations of the first ten, and the last two are new categories. The employment of a particular address term is influenced by the social relationship between the interlocutors. The study also reveals that a particular character might be addressed by other characters using a multiple kinds of address terms. The selection among those types depends on the context underlying the use of the address terms. The predominant contexts which determine the selection of particular nominal terms of address over the others are the age, gender, and/or social status differences between the speaker and the addressee, the size of imposition, and the subject matter of the conversation. Based on the findings, it can be seen that nominal terms of address is very sensitive towards social stratification. The older the age and the higher the social status differences, the more impersonal address terms are used by the characters. Moreover, the formality of the setting does not predominantly determine the choice. It might due to daily basis of family life setting. This research only investigated the use of nominal terms of address in Pride and Prejudice with a family daily life setting, and occupies a broad scope and limitation on the use of nominal terms of address, i.e. analyzing all nominal terms of address in the novel; the researcher cannot go to an in-depth analysis. Therefore, a more extensive study is needed to contribute more on the use of nominal terms of address in Pride and Prejudice. A study on the use of nominal terms of address within a novel from different genres and times might be an interesting field of research.

Phrases employed in chip's advertisement headlines / Erdi Fuadi Husein

 

In the world of advertisement, the success of an advertisement is mostly decided by its headlines, and there seems to be no denial of this fact (Alderen, 2008). Advertisement with no headline attached will lose one major point of selling prospect, because the headline of advertisement is the first thing which can attract the reader’s interest. To reach a great success in publicity, an advertiser needs a certain type of medium. Magazine as one of written communication media has a special characteristic especially in presenting its advertisement. Advertisements in a magazine are created creatively. The writer decides to choose computer magazine CHIP as the object in this thesis. It is one of the best-selling computer magazines in the world. The popularity of this magazine warrants its reputation and credibility. Phrase is used as the level of analyses since advertisement headline rarely involves sentence structure (Rouse, 1957). The pattern which is used as a basis of the study is the syntactic structures as stated in Francis (1958). The purpose of this study is to identify the types of phrases and determine the frequency of each type used as headlines in CHIP. The usages of the headlines are expected to be identified from the types of patterns and their occurrences. The design of the study was descriptive-quantitative. The population of this study is all of advertisements found in CHIP published from July to December 2008. The sampling technique applied here was simple random sampling. In acquiring the data, the basic procedures suggested by Berelson (1954) were used. The study obtained following findings. Among all of advertisement which use phrases as their headlines, 22 are in the form of verb phrase (54.38%), 19 are in the form of noun phrase (45.24%), and only one is in form of adjective phrase (2.38%). No adverbial and prepositional phrase is used as headline. Verb phrases used as headlines mostly comes in the structure of complementation (90.9%). Structure of modification and coordination is also used, but they are only used once each (4.55%). Different from verb phrase which employs numerous types of structure, all of noun phrases are in the form of structure of modification. The only adjective phrase appears in structure of modification. Based on the pattern, verb phrase occurs in three type, that is: 1) VP  V + NP; 2) VP  V + PP; 3) VP  V + NP + PP). First pattern is used by 9 headlines (40.1%), second pattern used by two headlines (9.9%), while the last pattern is used by 11 (50%) advertisement headlines. Pattern of noun phrase are: 1) Modifier – Head, 2) Modifier – Head - Modifier, 3) Head – Modifier. There are eight headlines (42.15%) using the first pattern, nine headlines using the second pattern (47.37%), and two headlines using the last pattern (10.52%). The only adjective phrase uses Modifier – Head pattern. The verb phrases also rarely state the kinds of product being advertised. Among the entire verb phrase, 19 of them (86.36) did not mention the name of product nor the kinds of product. Only two advertisements (9.09%) state the name of product in their headline and one (4.55%) advertisement tells the reader what kind of product they are advertised in the headline. Noun phrase is used by the advertiser to clarify the thing being advertised, to give an emphasis about a special feature in a certain product, and to give a certain character to the product. Similar to verb phrase used as headline, the noun phrase headline does not frequently mention the kind or the name of product; only seven (36.84%) of them mention the kind of product, while the other 12 (63.16%) phrases do not mention the name of the product nor do the kinds of product being advertised. The only adjective also does not mention the kind or the name of the product. It is used to attribute characteristic to the advertised product. Although verb phrases appear in various syntactic structures, the usage is only to ask readers to gain certain advantage from the advertised product. Noun phrases, in other hand, can be used to attribute a character and clarify the advertised product. However, similar to verb phrases, noun phrases are also can be used to state the certain advantage in using the product. Concerning about unspecified kinds of products and their brand, the advertiser depend on other elements of advertisement and the intelligence of the readers. Some suggestions are offered related to the study. Advertisers can put specific terms which possibly invite readers’ interest. However, too advanced technical terms should be avoided since it will lead audiences into confusion. Future researchers may use this study as the reference; however, they hopefully include advertisements’ illustration, body copy and other elements as the parts of analysis and carry out thorough analysis about advertisement.

CTL – based suplementary reading materials for the second year of MTsN Barabai south Kalimantan / by Akhmad Fauzi

 

Pengaruh karakteristik perusahaan terhadap praktik perataan laba (Income smoothing) pada perusahaan yang termasuk indeks LQ 45 di Bursa Efek Indonesia / Siti Ulaifah

 

ABSTRAK Ulaifah, Siti. 2009. Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Praktik Perataan Laba pada Perusahaan yang Termasuk Indeks LQ 45 di Bursa Efek Indonesia. Skripsi, Jurusan S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurika Restuningdiah, S.E., M.Si., Ak., (II) Triadi Agung Sudarto, S.E., M.Si., Ak. Kata kunci: perataan laba, kelompok usaha, ukuran perusahaan, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, leverage, profitabilitas. Laporan keuangan merupakan cerminan dari kinerja manajemen perusahaan. Kecenderungan investor yang berpusat pada informasi laba dalam 1aporan keuangan, tanpa memperhatikan prosedur yang digunakan untuk menghasilkan informasi tersebut, mendorong timbulnya perilaku yang tidak semestinya. Adapun bentuk perilaku yang tidak semestinya yang timbul dalam hubungannya dengan laba adalah praktik perataan laba, yaitu suatu cara yang digunakan oleh manajemen untuk mengurangi fluktuasi laba yang dilaporkan agar sesuai dengan target yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik perusahaan yang diproksikan dengan kelompok usaha, ukuran perusahaan, struktur kepemilikan manajerial, struktur kepemilikan institusional, leverage keuangan dan profitabilitas terhadap praktik perataan laba. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data laporan keuangan perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ 45 di Bursa Efek Indonesia periode 2005-2007 sebanyak 45 perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling sehingga diperoleh sampel 27 perusahaan. Untuk mengidentifikasi perusahaan yang melakukan praktik perataan laba dengan menggunakan indeks Eckel. Hasil dari indeks Eckel ini menunjukkan bahwa praktik perataan laba juga dipraktikkan oleh beberapa perusahaan yang termasuk indeks LQ 45 di BEI. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi logistik. Regresi logistik digunakan jika variabel dependen berupa variabel dummy sedangkan variabel independen berupa nominal, rasio atau interval. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial hanya profitabilitas yang terbukti berpengaruh signifikan terhadap praktik perataan laba dengan ρ-value sebesar 0.030. Sedangkan variabel dummy kelompok usaha baik itu KU 1 dan KU 2, ukuran perusahaan, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan leverage tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap perataan laba dengan nilai ρ-value masing-masing adalah 0.852; 0.176; 0.081; 0.322; 0.677; 0.315. Secara simultan faktor-faktor kelompok usaha, ukuran perusahaan, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, leverage, dan profitabilitas secara signifikan berpengaruh terhadap perataan laba denganρvalue sebesar 0,020. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel-variabel lain, dan juga sebaiknya dilakukan dalam rentang waktu yang lebih lama dari penelitian ini dan memperbanyak perusahaan yang akan dijadikan sampel.

Membangun jaringan lokal dengan PC router menggunakan operating sistem unix freebsd di SMK Darut Taqwa Sengonagung / choirul Mu'minin

 

Jaringan lokal merupakan network atau jaringan sejumlah sistem komputer yang lokasinya terbatas didalam satu gedung, satu kompleks gedung atau suatu kampus dan tidak menggunakan media fasilitas komunikasi umum seperti telepon, melainkan pemilik dan pengelola media komunikasinya adalah pemilik LAN itu sendiri. Unix FreeBSD adalah sebuah sistem operasi berbasis UNIX yang asal mulanya dikembangkan pada Laboratorium Bell, AT&T. Sistem Operasi adalah perangkat lunak komputer yang mengatur dan mengendalikan operasi dasar dari sistem komputer. Unix FreeBSD terdiri dari sejumlah program (daftar instruksi untuk memperoleh hasil tertentu) yang dirancang untuk mengontrol interaksi antara fungsi-fungsi pada mesin yang beraras rendah dengan program aplikasi. PC Router yang asal mulanya suatu kompuer/PC yang dibuat Router yang berfungsi hampir sama dengan Router yang dapat menghubungkan koneksi dari suatu internet/ISP menuju Swith/HUB, dimana PC router sendiri juga mempunyai keunggulan yang bisa membantu seseorang yang ingin membangun suatu jaringan internet dengan dapat meminimalisir biaya. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pembuatan PC Router dengan menggunakan operasi system freebsd sangatlah mudah dan tidak membutuhkan biaya yang sangat berlebihan.

Pemanfaatan surat kabar on-line untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan pelaku perekonomian Indonesia IPS ekonomi kelas VIII di SMP Negeri 3 Malang (Penelitian tindakan kelas) / Siti Cholishoh

 

Siswa dapat memanfaatkan surat kabar on-line dalam pembelajaran IPS Ekonomi. Dengan memanfaatkan surat kabar on-line siswa akan lebih termotivasi untuk belajar dan hasil belajar siswa pun akan meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas VIII-2 SMP Negeri 3 Malang setelah memanfaatkan surat kabar on-line pada matapelajaran IPS Ekonomi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Siklus I dan Siklus II ditempuh selama empat kali tindakan. Masing-masing tindakan pada siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Tindakan yang diberikan pada siklus I dan siklus II berupa pemanfaatan surat kabar on-line. Hasil belajar yang diukur mencakup dua ranah, yaitu ranah kognitif dan ranah afektif. Pada ranah kognitif digunakan instrumen berupa tes tulis hasil belajar dalam bentuk tes obyektif pilihan ganda sedangkan pada ranah afektif digunakan lembar observasi kegiatan siswa yang diisi oleh observer. Dari penelitian ditemukan bahwa surat kabar on-line dapat dimanfaatkan dalam pokok bahasan pelaku perekonomian Indonesia IPS Ekonomi di SMP Negeri 3 Malang. Skor rata-rata kelas hasil belajar siswa pada ranah kognitif meningkat dari 80 pada siklus I menjadi 88 pada siklus II. Pada ranah afektif terjadi peningkatan skor rata-rata kelas, menurut pengamat I skor rata-rata kelas pada ranah afektif siswa meningkat dari 73,57 pada siklus I meningkat menjadi 89,22 pada siklus II. Sedangkan menurut pengamat II skor rata-rata kelas juga terjadi peningkatan dari 73,97 pada siklus I menjadi 89,72 pada siklus II. Dari kedua ranah tersebut dapat diperoleh data hasil belajar siswa keseluruhan, yaitu dengan menjumlahkan penilaian pada ranah kognitif dan ranah afektif. Nilai ratarata kelas hasil belajar siswa berdasarkan pengamat I mengalami peningkatan dari 78,11 pada siklus I meningkat menjadi 88,64 pada siklus II, sedangkan nilai ratarata kelas hasil belajar siswa berdasarkan pengamat II juga mengalami peningkatan dari 78,33 pada siklus I menjadi 88,92 pada siklus II. Surat kabar on-line berperan penting dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini jika digunakan secara tepat sesuai dengan materi dan kemampuan siswa, namun peranan tersebut tidak akan menggeser kedudukan guru akan tetapi justru sebaliknya surat kabar on-line sebagai media yang membantu guru dalam proses pembelajaran guna mencapai tujuan pengajaran yang maksimal. Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti mengajukan saran: (1) Bagi kepala sekolah, hendaknya menambah jumlah komputer pada lab komputer, sehingga satu siswa bisa menggunakan 1 komputer, (2) Bagi guru mata pelajaran ekonomi dapat memanfaatkan surat kabar on-line untuk meningkatkan hasil belajar siswa, (3) Pemanfaatan surat kabar on-line hendaknya disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan serta ketersediaan waktu yang cukup, (4) Bagi guru mata pelajaran ekonomi, dalam memanfaatkan surat kabar on-line perlu dilakukan inovasi agar surat kabar on-line dapat digunakan untuk semua materi dalam mata pelajaran ekonomi, (5) Bagi siswa, hendaknya sering melakukan browsing di surat kabar o-line tentang wacana-wacana yang berhubungan dengan materi yang sedang dipelajari, tanpa menunggu perintah dari guru, (6) Bagi peneliti selanjutnya, yang tertarik pada masalah ini hendaknya membahas faktor-faktor yang belum dibahas dalam penelitian ini.

Pengembangan modul berbasis E-Learning untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SD kelas IV / Dewi Puji Astuti

 

ABSTRAK Astuti, Dewi Puji. 2009. Pengembangan Modul Berbasis E-Learning untuk Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SD Kelas IV. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Punaji Setyosari, M.Ed. , (II) Drs. Suprihadi Saputro, S.Pd., M.Pd. Kata kunci: pengembangan, modul, berbasis e-learning, IPS SD Kelas IV Modul adalah sebuah media pembelajaran bersifat individual yang merupakan bahan belajar utama dalam Sekolah Dasar Laboratorium Universitas Negeri Malang. Modul yang ada di sekolah ini masih dalam bentuk konvensional atau cetak. Dengan adanya modul seperti itu membuat para siswa cenderung merasa bosan dalam mempelajari materi pada setiap mata pelajaran, terutama pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Dengan karakteristik mata pelajaran IPS yang lebih banyak menyajikan materi dalam bentuk uraian, maka akan menuntut siswa untuk banyak membaca materi terlebih dahulu sebelum mengerjakan evaluasi yang ada. Hal inilah yang melatarbelakangi pengembang membuat modul berbasis e-learning untuk mata pelajaran IPS SD Kelas IV. Dari pengembangan modul ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar, daya tarik, serta efektifitas prestasi belajar siswa. Mata pelajaran yang dikembangkan dalam modul pembelajaran ini adalah Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IV Semester II Pengggalan 11 Perkembangan Teknologi Produksi. Model pengembangan yang digunakan lebih mengedepankan beberapa unsur penting yaitu analisis kebutuhan, analisis tujuan, mengembangkan materi, membuat storyboard dan storyline, produksi, mengembangkan alat evaluasi, komentar ahli materi; ahli media; dan ahli pembelajaran, uji coba produk, dan revisi produk. Pengembangan modul ini dilaksanakan dengan validasi isi oleh seorang ahli materi, satu orang ahli media, dan satu orang ahli pembelajaran. Sedangkan validasi empirik oleh siswa kelas IV SD Laboratorium semester II sebanyak 33 orang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa angket tanggapan untuk para ahli dan siswa. Sedangkan untuk mengukur keefektifan prestasi belajar siswa digunakan evaluasi dalam bentuk pre tes dan pos tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran modul berbasis e-learning dapat meningkatkan motivasi belajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan skor yang diperoleh siswa sebesar 85,5. Sedangkan skor 91 yang diperoleh siswa menyatakan bahwa modul berbasis e-learning dapat mempengaruhi daya tarik untuk mempelajari mata pelajaran IPS. Dan berdasarkan perbandingan t-hitung yaitu 10,47 > 4,30 dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh keefektifan prestasi belajar antara sebelum dan sesudah menggunakan modul elektronik. Dengan demikian, dari keefektifan prestasi belajar yang didapatkan maka dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran berbasis e-learning efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Saran yang dapat diberikan bagi pengguna, yaitu produk ini dapat dipakai dalam menunjang kegiatan belajar individual pada umumnya dan di SD Laboratorium pada khususnya. Sedangkan saran bagi pengembang selanjutnya, yaitu pengembangan sistem kontrol scoring pada modul dapat dikembangkan menjadi lebih baik lagi.

Extensive reading course at the english department of state university of Malang / by Nurleila

 

Perlindungan konsumen terhadap produk makanan dan minuman kemasan yang belum terdaftar (Studi di Dinas Kesehatan Kota Malang) / Linda Septian

 

i ABSTRAK Septian, Linda. 2009. Perlindungan Konsumen Terhadap Produk Makanan Dan Minuman Kemasan Yang Belum Terdatar (Studi Di Dinas Kesehatan Kota Malang). Skripsi, Jurusan PPKn, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Edi Suhartono, S.H, M.Pd dan (2) Rusdianto Umar, S.H, M.Hum. Kata Kunci: Perlindungan Konsumen, Makanan dan Minuman, Dinas Kesehatan Kota Malang Perlindungan konsumen terhadap makanan dan minuman yang belum terdaftar di Dinas Kesehatan sekarang ini belum sepenuhnya terwujud. Padahal makanan dan minuman sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh. Permasalahannya apakah disebabkan oleh peraturannya, aparat yang berwenang menangani pendaftaran makanan dan minuman, atau produsen (pelaku usaha). Kewajiban pendaftaran makanan dan minuman jelas tercantum dalam Permenkes Nomor 382 Tahun 1989, tetapi sedikit produsen (pelaku usaha) yang mendaftarkan hasil produksinya yaitu makanan dan minuman. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perlindungan hukum bagi konsumen atas makanan dan minuman yang belum terdaftar di Dinas Kesehatan Kota Malang, upaya hukum yang dapat dilakukan konsumen atas dampak makanan dan minuman yang belum terdaftar di Dinas Kesehatan Kota Malang, dan upaya yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan atas dampak makanan dan minuman bagi konsumen terhadap produk yang belum terdaftar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Data yang diperoleh disajikan dalam alternatif deskriptif. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Sumber data diperoleh dari konsumen yang mengkonsumsi makanan dan minuman yang belum terdaftar di Dinas Kesehatan Kota Malang dan Kasi Pengawas Makanan dan Minuman Dinas Kesehatan Kota Malang. Pengambilan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) pendaftaran makanan dan minuman melalui prosedur dan persyaratan yang ditentukan merupakan kewajiban produsen (pelaku usaha) untuk menjamin keamanan pangan yang diedarkan dan dikonsumsi oleh konsumen, sesuai Permenkes Nomor 382 Tahun 1989 tentang Pendaftaran Makanan dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan, sedangkan untuk melindungi konsumen, pemerintah memberi produk hukum berupa Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen; (2) dari 16 konsumen yang terkena dampak makanan dan minuman yang belum terdaftar ada 12 orang memilih diam, sedangkan 4 lainnya memilih penyelesaian sengketa luar pengadilan karena lebih efektif daripada melalui pengadilan; (3) Dinas Kesehatan memberi peringatan, pengawasan dan penyuluhan mengenai pengamanan pangan serta menjelaskan sanksi yang akan diterima berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan, jika i peringatan, pengawasan, dan penyuluhan tidak dihiraukan maka Dinas Kesehatan melaporkan produsen (pelaku usaha) ke Penyidik Pejabat Pegawai Negeri Sipil. Saran yang dapat disampaikan berkaitan dengan hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) diharapkan konsumen lebih teliti dalam menentukan pilihan atas barang atau jasa yang akan dikonsumsi karena berpengaruh pada kesehatan tubuh; (2) produsen (pelaku usaha) berkewajiban mentaati peraturan yang berlaku sebagai langkah untuk menjamin kualitas dari produk yang dihasilkan terutama produk makanan dan minuman dengan cara mendaftarkan produk tersebut ke instansi yang ditunjuk oleh pemerintah, dalam hal ini adalah Dinas Kesehatan; (3) Dinas Kesehatan hendaknya lebih teliti dan rutin dalam melakukan pengawasan meskipun produsen (pelaku usaha) sudah menjalankan produksinya sesuai ketentuan Dinas Kesehatan; (4) perlindungan hukum terhadap konsumen perlu peninjauan kembali oleh pemerintah; (5) diharapkan hasil penelitian mengenai perlindungan konsumen terhadap makanan dan miuman yang belum terdaftar (studi di Dinas Kesehatan Kota Malang) ini bermanfaat bagi peneliti lanjutan yang berminat melakukan penelitian sejenis.

Implementasi moodle weekly sebagai media pembelajaran E-Learning di SMA Negeri 1 Kemaean - Gresik / Reza Farryza. M

 

Sistem informasi sangatlah penting untuk kemajuan suatu lembaga pendidikan, terutama dalam hal proses pembelajaran. Sekolah dikatakan maju jika proses pembelajarannya berkualitas. Selama ini proses pembelajaran masih banyak menggunakan sistem manual, yaitu metode ceramah tanpa adanya media. Proses seperti ini permasalahan banyak muncul misal kurangnya responsif siswa, tidak interaktif, guru hanya berceramah, pengetahuan dan tidak tahun cara penggunaan media belajar. Untuk itu perlu adanya suatu sistem yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu metode yang penulis tawarkan adalah dengan merancang sistem pembelajaran e-learning dengan menggunakan media komputer jaringan sehingga dapat memberikan kemudahan bagi siswa maupun guru dalam proses pembelajaran.. Perancangan sistem e-learning ini terdiri dari unit sentral yang terdiri dari komputer, kabel UTP sebagai penghubung komputer server ke komputer klien.. Softwere yang digunakan Moodle Weekly sebagai pengolah dan menampilkan data, dan Xampp sebagai web server. Data yang diinputkan berupa Microsoft word. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tampilan sistem dan materi dapat di akses oleh siswa menggunakan komputer klien dalam satu jaringan lokal. Pemberian kuis dan jajak pendapat juga bisa dilakukan dengan cara ketik pada addres bar komputer klien http://IP server/moodle .

Pengaruh pembelajaran timbal balik (Reciprocal Teaching) dalam strategi pembelajaran kooperatif tipe stad terhadap prestasi belajar bahan kimia di rumah pada siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Malang / Erni Darlia

 

ABSTRAK Darlia, Erni. 2009. Pengaruh Pembelajaran Timbal Balik (Reciprocal Teaching) dalam Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD terhadap Prestasi Belajar Bahan Kimia di Rumah pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dra. Srini M. Iskandar, M.Sc.,Ph.D. (2) Dra. Nazriati, M.Si. Kata Kunci: STAD, Pembelajaran Timbal Balik, Bahan Kimia di Rumah Materi kimia merupakan materi yang dianggap sulit oleh siswa SMP Negeri 20 Malang, sehingga prestasi belajar kimia siswa SMP Negeri 20 Malang untuk sub bab Bahan Kimia di Rumah kurang memuaskan. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa antara lain dengan menggunakan variasi pembelajaran yang bersifat konstruktivisme. Strategi pembelajaran yang bersifat konstruktivisme antara lain pembelajaran timbal balik dan STAD. Apakah strategi pembelajaran timbal balik dalam STAD dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, prestasi belajar serta bagaimana respon siswa terhadap strategi tersebut, adalah permasalahan dalam penelitian ini. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui kualitas proses pembelajaran selama penerapan strategi tersebut, untuk mengetahui prestasi belajar dan respon siswa terhadap penggunaan pembelajaran timbal balik dalam STAD. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 20 Malang semester 2 tahun ajaran 2008/2009 yang terdiri dari 7 kelas dengan jumlah siswa 280 anak yang mendapat materi Bahan Kimia di Rumah. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah penarikan sampel acak berkelompok (cluster random sampling). Sampel penelitian terdiri dari 2 kelas yaitu kelas VIIID sebagai kelompok eksperimen dan VIIIC sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen dilakukan pembelajaran timbal balik dalam STAD, sedangkan kelompok kontrol dilakukan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD. Instrumen yang digunakan meliputi RPP, LKS, tes, angket, kuis dan lembar observasi. Dari uji coba soal tes prestasi belajar diambil 25 butir soal valid dengan reliabilitas 0,468. Hasil penelitian menunjukkan: 1) pembelajaran timbal balik dalam STAD dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran siswa. Hal ini dapat dilihat dari keaktifan dan diskusi kelompok siswa selama proses pembelajaran kooperatif menunjukkan peningkatan dari awal hingga akhir, 2) Terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran timbal balik dalam STAD dengan yang diajar menggunakan STAD saja. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 80,05 dan kelas kontrol 62,90 serta thitung > ttabel (thitung=7,81; ttabel=1,99) sehingga dapat ditarik kesimpulan rata-rata prestasi belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, 3) Hasil pengolahan angket menunjukkan semua 90% siswa memberikan respon yang positif dan 10% siswa memberikan respon sangat positif terhadap pembelajaran timbal balik dalam STAD.

Penerapan pembelajaran kooperatif model numbered heads together (NHT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar fisika siswa kelas VIII-II SMPN 1 Watulimo Trenggalek / Aditia Yulia Krisnawati

 

ABSTRAK Krisnawati, Y. Aditia. 2009. Penerapan Pembelajaran kooperatif Model Numbered Heads Together (NHT) Untuk MeningkatkanMotivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII-H SMP Negeri 1Watulimo Trenggalek. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Wartono, M.Pd, (2) Drs. Purbo Suwasono, M.Si Kata kunci : Numbered Heads Together (NHT), Motivasi , Hasil Belajar Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di SMP Negeri 1 Watulimo Trenggalek pada kelas VIII-H, diketahui bahwa motivasi belajar siswa sangat rendah indikasinya adalah siswa terlihat bermalas-malasan saat mengikuti pembelajaran, jarang sekali aktivitas belajar yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran berlangsung, siswa kurang memperhatikan penjelasan dari guru. Hal ini disebabkan karena pembelajaran yang digunakan masih berpusat pada guru atau Teacher center metode yang digunakan didominasi oleh metode ceramah. Hasil observasi juga menunjukkan bahwa hasil belajar aspek kognitif dan aspek psikomotorik sangat rendah. Rata-rata nilai ulangan harian bab sebelumnya 58, siswa yang mendapat nilai ≥ 70 adalah 22 siswa (50%) dari 44 siswa. Siswa jarang sekali diajak melakukan praktikum Fisika sehingga aspek psikomotorik siswa rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT). Model pembelajaran ini terdiri dari empat sintak, yaitu Numbering (Penomoran), Questioning (Pertanyaan) Heads Together (berfikir bersama), Answering (Menjawab). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dalam dua Siklus dengan disertai perbaikan setiap siklusnya. Tahapan yang digunakan dalam penelitian adalah perencanaan, pemberian tindakan kelas, observasi, serta refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-H SMP Negeri 1 Watulimo Trenggalek dengan jumlah siswa 44 orang, yang yang terdiri dari adalah 19 putra dan 25 putri. Hasil penelitian menunjukkan Motivasi dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Peningkatan ini dapat dilihat pada perbandingan siklus I dengan siklus II. Untuk motivasi belajar yang meliputi empat aspek yaitu minat meningkat sebesar 15, aspek perhatian 21, aspek konsentrasi 6, dan aspek ketekunan meningkat sebesar 19. Kemudian hasil belajar yang meliputi dua aspek yaitu pada aspek kognitif dan aspek psikomotorik. Untuk aspek kognitif terjadi peningkatan sebesar 13,6% siswa yang mendapatkan nilai ≥ 70, kemudian aspek psikomotor juga mengalami peningkatan pada setiap aspeknya yaitu kemampuan menyusun alat meningkat sebesar 19, kemampuan melakukan pecobaan meningkat sebesar 22, dan ketelitian membaca alat ukur meningkat sebesar 11. Sehingga dapat disimpulkan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

Penerapan pembelajaran model inkuiri induktif disertai tugas terstruktur untuk menigkatkan hasil belajar fisika siswa kelas X-1 SMA Negeri 8 Malang tahun pelajaran 2008/2009 / Novan Habiburrahman

 

Praktisi pendidikan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan khususnya dalam bidang fisika, diantaranya dilakukan dengan meningkatkan kualitas model pembelajaran yang menumbuhkan kemampuan siswa dalam memahami konsep yang dipelajari. Pemahaman konsep yang baik akan menumbuhkan kemampuan berpikir siswa. Adapun model pembelajaran yang diterapkan untuk menumbuhkan kemampuan berpikir siswa untuk memahami konsep yang dipelajari adalah model inkuiri induktif. Penggunaan inkuiri induktif dalam pelaksanaannya memerlukan waktu yang lebih banyak dibandingkan dengan menggunakan metode penyampaian secara langsung sehingga perlu pengembangan diluar pembelajaran dengan pemberian tugas terstruktur. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di SMA Negeri 8 Malang pada kelas X-1, diketahui bahwa pembelajaran fisika yang dilakukan masih menggunakan metode ceramah disertai diskusi dalam pembahasan soal. Hasil observasi awal juga menunjukkan bahwa hasil belajarnya masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X-1 di SMA Negeri 8 Malang. Ketercapaian tujuan tersebut dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri induktif disertai tugas terstruktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan sumber data guru dan siswa. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X-1 SMA Negeri 8 Malang dengan jumlah 41 siswa yang terdiri dari 16 putra dan 25 putri. Siklus penelitian dilakukan dua kali disertai perbaikan setiap siklusnya. Tahapan yang digunakan setiap siklus dalam penelitian adalah perencanaan, pemberian tindakan kelas, observasi, serta refleksi. Instrument yang digunakan terdiri dari instrumen pembelajaran dan instrumen penelitian. Instrumen pembelajaran terdiri dari RPP, LKS, dan soal tugas terstruktur. Sedangkan instrument pembelajaran terdiri dari Lembar penilaian hasil belajar, lembar observasi guru mengajar, dan catatan lapangan Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat persentase kenaikan nilai siklus I dengan siklus II meliputi ketiga aspek yaitu pada aspek kognitif terjadi peningkatan sebesar 12,20%, pada aspek afektif terjadi peningkatan sebesar 19,51%, dan pada aspek psikomotor juga mengalami peningkatan sebesar 29,26%. Kesimpulan pada penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran inkuiri induktif disertai tugas terstruktur dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas X-1 di SMA Negeri 8 Malang.

Meningkatkan kemampuan membaca karya sastra: penelitian tindakan kelas dengan strategi directed reading thinking activity di kelas V SDN Gajahbendo Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / Ismiasih

 

ABSTRAK Ismiasih. 2009. MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA KARYA SASTRA: Penelitian Tindakan Kelas dengan Strategi Directed Reading Thinking Activity di Kelas V SDN Gajahbendo Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Muhana Gipayana, M.Pd., (II) Drs.A.Badawi, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: karya sastra, strategi DRTA, kemampuan membaca, sekolah dasar. Penerapan karya sastra dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan srtategi DRTA memungkinkan siswa untuk belajar melalui keterlibatan aktif untuk menemukan sendiri prediksi isi judul bacaan, isi gambar menyesuaikan prediksi dengan isi bacaan dan menyimpulkan isi cerita. Berdasarkan pengamatan peneliti pada siswa kelas V SDN Gajahbendo diketahui bahwa hanya sedikit siswa yang memiliki kemampuan dalam memahami isi bacaan, nilai rata-rata pada pembelajaran bahasa Indonesia terutama kemampuan membaca pada bulan Februari 2009 mencapai rata-rata 61,58. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan perencanaan pembelajaran membaca karya sastra anak dengan strategiDRTA, (2) Mendeskripsikan proses pembelajaran membaca karya sastra anak dengan strategi DRTA, dan (3) Mendeskripsikan hasil implementasi pembelajaran membaca karya sastra anak dengan menggunakan strategi DRTA. Rancangan digunakan sebagai pedoman dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model siklus yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Kemmis dan Taggart, yang terdiri dari beberapa tahap, yaitu: Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, dan Refleksi.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah APKG I dan APKG II, observasi, angket dan tes.Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif. Penelitian dilakukan di kelas V SDN Gajahbendo Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Siklus tindakan dihentikan jika telah mencapai kriteria ketuntasan sebesar 80 % dari jumlah keseluruhan subyek penelitian dengan rata-rata skor minimal 70. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca karya sastra dengan strategi DRTA : (a) prestasi belajar siswa pada siklus I menunjukkan dari 41 siswa terdapat 8 orang siswa ((19%) menunjukkan kriteria sangat baik, 4 siswa (9,76%) menunjukkan kriteria baik, 7 siswa (17,07%) menunjukkan kriteria cukup baik, dan 13 siswa (31,70%) menunjukkan kriteria kurang baik serta 9 siswa (21,95%) menunjukkan tidak baik dengan rata-rata pencapaian hasil belajar 61,58. Sedangkan pada siklus II terdapat 22 orang siswa (53,66%) menunjukkan kriteria sangat baik, 7 siswa (17,07%) menunjukkan kriteria baik, 9 siswa (21,95%) menunjukkan kriteria cukup baik, dan 1 siswa (2,44%) menunjukkan kriteria kurang baik serta 3 siswa (4,88%) menunjukkan tidak baik dengan rata-rata pencapaian hasil belajar 85 dan sebagian besar siswa mencapai ketuntasan belajar, (b) kemampuan guru dalam merancang RPP pada siklus I memiliki kriteria baik (87) dan meningkat pada siklus II dengan kriteria sangat baik (95), (c) kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran pada siklus I memiliki kriteria baik (86) dan meningkat pada siklus II dengan kriteria sangat baik (95). Kesimpulan dari penelitian ini: (1) cara meningkatkan keterampilan membaca karya sastra dilakukan melaui strategi DRTA, (2) proses pembelajaran membaca karya sastra pada siklus I dan siklus II mengalami peningkatan, disamping mengalami peningkatan kemampuan membaca siswa juga terjadi peningkatan tehadap kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran, (3) hasil tes siklus I dan II diperoleh peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan membaca karya sastra di kelas V. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas, saran yang dapat berikan adalah hendaknya srtategi DRTA dapat diterapkan pada mata pelajaran lainnya dan diperlukan adanya penelitian lebih lanjut berkenaan dengan penerapan strategi DRTA.

Perancangan media komunikasi visual TK & playgroup Tiara Bangsa Malang sebagai media promosi / Nur Erlia Fitria

 

ABSTRAK Erlia Fitria, Nur. 2009. Perancangan Media Komunikasi Visual Sebagai Media Promosi. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Iriaji, M. Pd (II) Rudi Irawanto, S.Pd, M. Sn. Kata kunci: Perancangan, Media Komunikasi , Taman Kanak-Kanak, Playgroup, Promosi. TK & Playgroup Tiara Bangsa, merupakan lembaga pendidikan lembaga pendidikan yang berbasis pada pengembangan potensi alami anak, yang menyediakan sebuah metode belajar yang dapat memahami setiap pikiran anak yang berbeda dan unik. Lembaga ini menyediakan fasilitas yang dapat mendukung anak untuk mengembangkan kemampuannya. Dengan adanya tingkat persaingan antar lembaga pendidikan yang sejenis, maka lembaga ini perlu menciptakan media komunikasi visual yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat akan keunggulan yang dimiliki oleh TK & Playgroup Tiara Bangsa Malang. Perancangan ini menggunakan model prosedural yang bersifat deskriptif. Dimana data yang dianalisis yaitu mencakup data klien, target audience, target market dan kompetitor dari TK & Playgroup Tiara Bangsa. Penelitian ini digunakan sebagai pijak dalam menentukan perancangan media komunikasi visual yang efektif, efisien, dan tepat sasaran. Hasil dari perancangan ini menghasilkan media komunikasi visual yang digunakan sebagai media promosi bagi Tk & Playgroup Tiara Bangsa, media tersebut berupa poster, iklan surat kabar, billboard, spanduk, brosur, vertical banner,flag chain, kalender, xbanner, signboard, formulir pendaftaran, stationary, dan pin. Dengan visualisasi yang menarik diharapkan dapat meningkatkan citra lembaga pendidikan dan meningkatkan jumlah anak didik sehingga kelangsungan hidup perusahaan dapat berjalan dengan baik. Beberapa saran yang dapat diberikan kepada perusahaan yaitu perlu meningkatkan kegiatan promosinya dengan menciptakan media komunikasi visual yang lebih menarik, efektif, efisien, tepat sasaran dan inovatif kepada masyarakat agar dapat meningkatkan jumlah anak didik dan selalu meningkatkan kualitas baik dari sistem pembelajarannya maupun para pengajarnya.

Studi tentang ekspresi emosi siswa kelas viii di smp negeri se-kota malang / Anis Muthoharoh

 

ABSTRAK Muthoharoh, Anis. 2009. Studi tentang Ekspresi Emosi Siswa Kelas VIII di SMP Negeri se-Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd., (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd. Kata kunci: Ekspresi emosi, siswa SMP Siswa Sekolah Menengah Pertama adalah siswa yang berada pada rentangan usia remaja. Pada masa ini siswa mengalami ketidakstabilan keadaan perasaan dan emosinya karena adanya perubahan pada semua aspek perkembangan pada diri remaja. Perkembangan emosi siswa pada masa ini menunjukkan sikap sensitif dan reaktif yang sangat kuat terhadap berbagai peristiwa atau situasi sosial. Dalam hal ini siswa mudah menjadi marah, tersinggung, mudah sedih dan termenung karena adanya ketidakstabilan yang dialami oleh siswa. Emosi tersebut muncul secara tiba-tiba dan bersifat sementara serta diekspresikan oleh individu baik secara verbal maupun non verbal. Ekspresi emosi yang dimaksud adalah ekspresi emosi marah, takut, cemburu, ingin tahu, iri hati, gembira, sedih, dan kasih sayang pada siswa SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ekspresi emosi siswa SMP kelas VIII yang ada di Kota Malang yang meliputi: (1) ekspresi emosi marah, (2) ekspresi emosi takut, (3) ekspresi emosi cemburu, (4) ekspresi emosi ingin tahu, (5) ekspresi emosi iri hati, (6) ekspresi emosi gembira, (7) ekspresi emosi sedih, dan (8) ekspresi emosi kasih sayang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif kuantitatif. Populasi meliputi siswa kelas VIII di SMP Negeri yang tersebar di wilayah Kota Malang. Sampel berjumlah 189 orang siswa. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik multistage cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen berupa angket. Analisis hasil penelitian menggunakan analisis persentase. Dari hasil penelitian diperoleh data yang menunjukkan ekspresi emosi siswa kelas VIII di SMP Negeri se-Kota Malang yaitu: (1) pada ekspresi emosi marah secara verbal, sebagian besar siswa menunjukkan perilaku menggerutu atau mengomel (44,44%), secara non verbal sebagian besar siswa menunjukkan perilaku berdiam diri di kamar dengan tidak mau melakukan kegiatan apapun (41,26%), (2) untuk ekspresi emosi takut secara verbal, sebagian besar siswa menunjukkan perilaku berdzikir atau menyebut nama Tuhan (75,66%), secara non verbal sebagian besar siswa menunjukkan perilaku dengan lari menghindari hal yang ditakuti (45,50%), (3) pada ekspresi emosi cemburu secara verbal, sebagian besar siswa menunjukkan perilaku menyatakan perasaan cemburunya secara langsung kepada orang yang membuatnya cemburu (15,87%), secara non verbal sebagian besar siswa menunjukkan perilaku mencari perhatian dengan membantu teman (63,49%), (4) untuk ekspresi emosi ingin tahu secara verbal, sebagian besar siswa menunjukkan perilaku bertanya (68,25%), secara non verbal sebagian besar siswa menunjukkan perilaku menonton berita (42,32%), (5) pada ekspresi emosi iri hati secara verbal, sebagian besar siswa menunjukkan perilaku membicarakan dengan orang lain tentang perasaan irinya (11,11%), secara non verbal sebagian besar siswa menunjukkan perilaku berusaha mendapatkan barang yang diinginkan dengan bekerja (33,86%), (6) untuk ekspresi emosi gembira secara verbal, sebagian besar siswa menunjukkan perilaku mengucap syukur (89,41%), secara non verbal sebagian besar siswa menunjukkan perilaku tertawa riang (74,07%), (7) pada ekspresi emosi sedih secara verbal, sebagian besar siswa menunjukkan perilaku dengan menangis (73,54%), secara non verbal sebagian besar siswa menunjukkan perilaku mencari hiburan (66,66%), (8) untuk ekspresi emosi kasih sayang secara verbal, sebagian besar siswa menunjukkan perilaku memuji orang yang disayangi (97,35%), secara non verbal sebagian besar siswa menunjukkan perilaku meluangkan waktu untuk orang yang disayangi (74,60%). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan kepada beberapa pihak. Bagi konselor, diharapkan lebih meningkatkan perannya dalam membantu siswa mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan ekspresi emosi siswa. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan layanan BK misalkan dengan memberikan pelatihan bersikap asertif kepada siswa agar siswa dapat menunjukkan emosinya kepada orang lain dengan cara yang tepat. Bagi guru dan staf sekolah, diharapkan mampu memberikan contoh perilaku yang tepat dalam mengekspresikan emosinya kepada siswa dalam proses pembelajaran di sekolah. Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik dengan penelitian yang berkaitan dengan ekspresi emosi, dapat melakukan penelitian tentang pengaruh ekspresi emosi baik emosi positif maupun negatif yang ditunjukkan oleh siswa terhadap penerimaan teman sebaya dalam kehidupan sosial siswa atau dengan melakukan pengembangan paket mengenai cara pengendalian emosi siswa.

Tinjauan tentang pelaksanaan pendidikan di Yayasan Pemeliharaan Anak Cacat Malang
oleh Sudarti

 

Pembuatan keputusan kepala sekolah dalam peningkatkan mutu pendidikan (Studi multi kasus pada SMP Islam dan SMPK Sang Timur Pasuruan / Mufidah

 

ABSTRAK Mufidah,2008, pembuatan keputusan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan: studi multi kasus pada SMP Islam dan SMPK Sang Timur Kota Pasuruan, Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang, pembibming I: Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M Pd, Pembimbing II: Prof. Dr. Willem Mantja, M Pd. Kata kunci: pembuatan keputusan, kepala sekolah. Dua sekolah swasta yang terlihat berbeda dari sekolah swasta lainya adalah SMP Islam dan SMPK Sang Timur. Keduanya dalam mengambil keputusan berdasarkan fakta. Munculnya konsep Sekolah Standar Nasional (SSN) merupakan tuntutan pasar yang berkembang. Maka SMP Islam dan SMPK Sang Timur mengambil keputusan untuk ikut meningkatkan mutu pendidikan dengan mengusulkan sebagai SMP Standar Nasional. Apalagi, pasal 35 UU Nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan agar kita memiliki Standar Nasional Pendidikan (SNP).SNP mencakup standar isi,proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan,sarana-prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan. Guna mengetahui keputusan kepala sekolah yang dilaksanakan di SMP Islam dan SMPK Sang Timur Kota Pasuruan, berdayaguna dalam peningkatan mutu pendidikan, maka dilakukanlah penelitian ini. Dengan fokos pengambilan keputusan kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan: studi multi kasus SMP Islam dan SMPK Sang Timur Kota Pasuruan, dengan sub fokus sebagai berikut:(1)Dasar kepala sekolah dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan mutu pendidikan, (2) Gaya pengambilan keputusan kepala sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan, (3) Teknik pengambilan keputusan kepala sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan (4) Teknik pelibatan stakeholder dalam mengambil keputusan oleh kepala sekolah sesuai Standar Nasional Pendidikan. Untuk memperoleh data yang diperlukan guna menjawab sub fokus penelitian di atas, peneliti ingin menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan studi multi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan dengan snowball tecknique . Data yang terkumpul selanjutnya diorga-nisasi, ditafsirkan guna menyusun konsep dan abstraksi temuan d lapangan. Keputusan dan kebijakan kepala sekolah merupakan alat untuk mencapai tujuan yaitu menjadikan sekolah sebagai sekolah yang memiliki standar pendidikan. Diperkuat oleh Juniver (1978) pembuatan keputusan juga dilihat sebagai suatu proses dominan seseorang (pembuat keputusan) memilih dari dua atau lebih alternative tindakan yang memungkinkan. Proses dominan kepala sekolah memilih dua atau lebih alternatife tindakan yang memungkinkan mulai dari dasar, gaya, teknik dan teknik pelibatan stakeholder. Untuk fokus I, dasar intuisi dan pengalaman yang digunakan dalam pembuatan keputusan sangat mempengaruhi hasil, keputusan yang terkadang belum tepat dan dominannya kepala sekolah. Dikatakan demikian, sebab dalam proses pembuatan keputusan dilakukan sendiri oleh kepala sekolah atau paling tidak kepala sekolah sangat dominan. Meskipun ada masukan dari bawahan, namun nilai masukan tersebut tidak lebih dari sekedar masukan bagi pemimpin dan pemimpin akan tetap melakukan pembuatan keputusan sendiri. Hal ini akan lebih baik apabila dibarengi dengan gaya direktif, maksudnya kolaborasi dasar intuisi dan pengalaman serta gaya direktif akan menghasilkan keputusan yang tepat. Lain hasilnya apabila dasar intuisi dan pengalaman serta gaya direktif tetapi tidak berfokus pada fakta. Karena gaya direktif berorientasi pada tindakan, sangat tegas dan suka berfokus pada fakta. Teknik pembuatan keputusan yang digunakan keputusan otokratis dan pendelegasian merupakan kombinasi yang baik apabila apa yang didelegasikan dan bagaimana pendelegasian itu sesuai. Teknik pelibatan stakeholder dalam pembuatan keputusan informal yang bersifat tradisional yang berorientasi pada perilaku. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan kepala sekolah dalam pembuatan keputusan adalah tingkat keterlibatan atau partisipasi stakeholder dalam pembuatan keputusan. Tingkat keterlibatan hanya dalam bentuk fisik bukan pelibatan intelektual dan emosional. Pembuatan keputusan partisipatif informal bersifat tradisional yang berorientasi pada perilaku sangat cocok untuk kondisi di fokus I. Untuk fokus II, dasar fakta dan intuisi serta gaya analitis akan menghasilkan keputusan yang tepat dan efektif. Penggunaan dasar dan gaya yang dilakukan fokus II suda tepat, akan tetapi waktu yang lama membuat ketidakpastian tentang suatu keputusan terjadi sampai kondisi bisa stabil setelah kepala sekolah membuat keputusan. Kondisi ketidakpastian itu bisa diminimalisir dengan pertemuan rutin yang diselenggarakan oleh kepala sekolah. Kesimpulan penelitian ini antara lain pembuatan keputusan kepala sekolah memerlukan penguasaan kondisi sekolah yang dipimpin agar bisa menentukan dasar yang digunakan, gaya yang dipilih dan teknik yang benar sarta teknit pelibatan tekholder yang tepat untuk mewujudkan peningkatan mutu pendidikan. Saran dari penelitian ini antara lain: (1) Pembuat kebijaksanaan dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional dan Pemerintah Daerah hendaknya menggunakan lebih dari satu dasar yaitu berdasar intuisi, fakta, pengalaman atau opini-opini yang dipertimbangkan dalam membuat keputusan agar dapat berkontribusi secara langsung terhadap peningkatan pembangunan pada umumnya dan meningkatkan mutu pendidikan pada khususnya, (2) Berdasar fakta dalam membuat keputusan akan menghasilkan keputusan yang tepat dan efektif. Hal ini yang harus diperhatikan oleh kepala sekolah agar sekolah yang dipimpin lebih berkembang sesuai dengan standat nasional pendidikan, (3) Penyelenggara pendidikan dapat melibatkan stakeholder secara formal atau informal baik secara individu atau kelompok dalam membuat keputusan dengan kepala sekolah agar dapat menemukan celah positif yang potensial untuk dikembangkan bersama dan (4) Pembuatan keputusan dimulai penggunaan dasar, gaya dan teknik pembuatan keputusan serta teknik pelibatan stakeholder harus saling berkesinambungan. ABSTRACT Mufidah, 2008. Decision Making by Principal to Improve Quality of Education: Multi-Cases Study in SMP Islam and SMPK Sang Timur Kota Pasuruan. Thesis, Study Program of Educational Management, Postgraduate Program of Malang State University, Counselor I: Dr. Hendyat Soetopo, M.Pd, Counselor II: Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd. Key Words : Decision Making. Principal. There are two private Junior High School which are different from other private school, those are Islamic Junior High School and Sang Timur. Chatolic High School. Both of chool are decided by the fact. The Nationality School Standart is concept which raise now, that is the demands for development market. So, the Islamic Junior High School and Sang Timur made decision to increase their educational quality by propose as a Junior High School with National standart. From section 35 UU no.20/2003 about the Nationality Educational System told us to have Nationality Educational Standart (in Indonesian Standart Nasional Pendidikan, in short SMP). SMP consist of content standart, process, graduated competent, the teachers, infrastructure, organizer, cost and evaluation. In order to know the headmaster dicision in Islamic Junior High School and Sang Timur. Catholic Junior High School in Pasuruan to increase quality of education, so this research is done. The headmaster decision to increase quality of education and SMPK Sang Timur with some subfocuses as: (1) The foundation of headmaster decision, (2) The style of headmaster decision to increase quality of education, (3) The technique of headmaster decision and (4) The technique that using stakeholders of making decision by the headmaster according to SMP. In order to get data which are needed to answer the sub focuses above, researcher wants to use a quality researh with multi cases study approach. The data coolecting are informan interview, observation and documentation. Choosing an informan is used by snowball technique. The data are collected will be organized and evaluated to manage a concept and an abstraction in the field. The decision and policy of the headmaster are tools to reach the purpose of schools as shcools which has an aducational standart. Juniver (1978) said that the dicision maked is also seen as a dominant process by someone (decision maker) choose too or more alternative action which is able to start from the a base, style, technique and technique by using stakeholder. First focus, the base of intuition experience that are used in making decision is very inthence in result, the decision that may not appropiate yet and the headmaster dominant. It is said like that, because in making decision is done by the headmaster himelf or is dominant by the headmaster. Even there is an opinion from his sub ordinate, it is just an opinion only for the headmaster and the headmaster will make decision by himself is the same as before. This situation will be better if the directive style is used, it means that there are colaboration between intuition base, experience and also directive style but dosent focus on a fact. Bee the directive style orientate on act and it focuses on a fact. The teehaique which is used in making decision are autocrative decision and delegation of authority. They are will be good combination if what is detegated and how it is delegated are appropiate. The techuique which is used stakeholder in making informal decision with traditional characteristic that is oriented in user. There is one factor that influence on sucsesful headmaster in making decision is the participant of stakeholder. The participant is only phisically not in intelect and emosional. In making informal participative decision with traditional characteristic that orientate in action is appropriate for the first focus. The second focus, a fact and intuitin and also analytical style will have an appropriate and affective decision. The used of foundtion and style in second focus is really appropriate, but a long time will make the decision is undefinite until the condition is stabill after the headmaster make decision. This undefinite condition could be minimize with rontine meetiry. The researche conclusion are the headmaster dicision made need such control for scholl condition to establish the style that is used, an appropriate style and a true technique and also the participant of stakeholder can reach an education quality. The suggestion of this research are: (1) The Policy maker, in this case The Departement of and Local Government could use more than one foundation that is intuition foundation, fact, experience or opinions which is considerated in making decision for it can contribute directly with development increasing in general and specially a quality education increasity. (2) A fact foundation in making decision will produce an appropriate and effective . This will is the case that must be noticed by headmaster in order to the school which is guided will be develop accounding to the ration educational standard. (3) The education organizer can use stakeholder formally or informally in order to find a potensial positive gap that can develop together. (4) Decision maker is started with foundation and also the participant of stakeholder that must be countiously.

Pengaruh strategi pembelajaran problem solving dan motivasi belajar terhadap hasil belajar mahasiswa program S1-PGSD Universitas Terbuka UPBJJ-UT Malang / Laili Rahmawati

 

Pembelajaran Konsep Dasar IPA SD merupakan ilmu pasti yang memerlukan pemecahan secara konstruktivistik, didalamnya terdapat langkah-langkah sistematika yang menuntun dan memacu keaktifan mahasiswa untuk berfikir kritis, analitis dan kreatif. Interaksi antara motivasi belajar dan metode/strategi pembelajaran berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar. Penelitian di UPBJJ-UT Malang Pokjar Kota Kediri bertujuan untuk menguji: (1) perbedaa hasil belajar Konsep Dasar IPA SD antara mahasiswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran problem solving dengan metode ceramah di UPBJJ-UT Malang. (2) perbedaan hasil belajar Konsep Dasar IPA SD antara mahasiswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan mahasiswa yang memiliki motivasi belajar rendah di UPBJJ-UT Malang. (3) pengaruh interaksi antara metode/strategi pembelajaran dengan motivasi belajar terhadap hasil belajar Konsep Dasar IPA SD. Jenis penelitian ini adalah eksperimental kuasi. Dengan menggunakan rancangan faktorial 2X2. Populasi penelitian yaitu mahasiswa UPBJJ-UT Malang Pokjar Kota Kediri, sampel penelitian ditetapkan dengan teknik cluster random sampling. Subjek penelitian adalah 100 orang, 2 kelas diajar melui strategi problem solving dan 2 kelas dengan metode ceramah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar dan angket motivasi belajar. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan analisis statistik ANAVA faktorial 2 x 2. uji ANAVA menggunakan bantuan program SPSS 13.00 for windows. Pengujian hipotesis data tersebut dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa: (1) Ada perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran problem solving dengan metode ceramah materi Konsep Dasar IPA SD. (2) Ada perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan mahasiswa yang memiliki motivasi belajar rendah dalam pemelajaran Konsep Dasar IPA SD, dan (3) Ada pengaruh interaksi antara metode/strategi pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar Konsep Dasar IPA SD. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil belajar mahasiswa antara strategi pembelajaran problem solving lebih tinggi dibandingkan dengan metode ceramah. Semakin tinggi motivasi belajar, semakin tinggi pula hasil belajarnya. Dengan demikian strategi pembelajaran dan motivasi belajar secara bersama-sama mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Konsep Dasar IPA SD.

Pengembangan modul pembelajaran bangun ruang sisi datar sumpokok bahasan prisma untuk siswa kelas VIII / Lailatul Hikmah

 

Saat ini, pendidikan di Indonesia belum dapat dikatakan memiliki kualitas yang baik.Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah mengubah paradigma pembelajaran, dari teacher centered menjadi student centered. Salah satu inovasi pembelajaran yang berpusat pada siswa yang dapat diterapkan adalah pembelajaran dengan menggunakan modul. Pada penulisan skripsi ini, pengembang mengembangkan modul pembelajaran dengan pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Datar. Materi yang dikembangkan terbatas pada subpokok bahasan prisma. Modul prisma ini terdiri dari 4 kegiatan belajar, yaitu kegiatan belajar 1 meliputi materi unsur-unsur prisma, kegiatan belajar 2 meliputi materi jaring-jaring prisma, kegiatan belajar 3 meliputi materi luas permukaan prisma dan kegiatan belajar 4 meliputi materi volume prisma. Modul yang telah dikembangkan pengembang divalidasi oleh 4 orang, dua orang Dosen Jurusan Matematika Universitas Negeri Malang dan dua orang Guru Matematika SMP Negeri 3 Malang yang telah lulus sertifikasi. Validasi isi modul meliputi 3 aspek penilaian, yaitu aspek materi, aspek bahasa dan aspek penyajian modul. Masing-masing aspek terdiri dari beberapa kategori. Hasil validasi ini secara keseluruhan memiliki prosentase 70,31%, artinya modul yang disusun cukup valid dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran matematika. Setelah dilakukan revisi terhadap isi modul, maka pengembang mengujicobakan modul kepada siswa 1 kelas VIII SMP Negeri 1 Galis. Uji coba modul hanya dilakukan sampai kegiatan belajar 1,2 dan 3 dengan asumsi bahwa hasil kegiatan belajar siswa untuk kegiatan belajar 1, 2 dan 3 mewakili kegiatan belajar siswa dalam mempelajari modul secara keseluruhan. Hasil validasi empirik modul memiliki prosentase 95,12%, artinya penilaian untuk kemudahan memahami isi modul sangat valid. Berdasarkan hasil pengembangan dan uji coba modul dapat disarankan bahwa modul yang disusun oleh pengembang bisa dijadikan bahan referensi bagi para guru di SMP Negeri 1 Galis dan pembaca lainnya untuk mengembangkan bahan ajar yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Selain itu, hendaknya ada tindak lanjut untuk mengujicobakan modul “Prisma” bagian kegiatan belajar 4.

Pengaruh kinerja keuangan perbankan berdasarkan analisis camels terhadap harga saham / Ria Anisatus Sholihah

 

Industri perbankan merupakan salah satu industri yang ikut serta dalam pasar modal. Industri ini memainkan peran penting dalam perekonomian yaitu sebagai lembaga finansial yang menyalurkan dana dari pihak-pihak yang kelebihan dana ke perusahaan yang memerlukan dana untuk pengembangan usahanya. Bank yang dapat selalu menjaga kinerjanya dengan baik, maka nilai saham dari bank yang bersangkutan di pasar sekunder dan jumlah dana pihak ketiga yang berhasil dikumpulkan akan naik. Kenaikan nilai saham dan jumlah dana pihak ketiga ini merupakan salah satu indikator naiknya kepercayaan masyarakat kepada bank yang bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penilaian kinerja keuangan bank yang meliputi variabel CAR, LRR, NPM, ROA, LDR, dan RGR terhadap harga saham perbankan yang terdaftar di bursa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam melakukan investasi yang tepat, terutama yang berkaitan dengan investasi saham yang merupakan salah satu instrumen pasar modal yang memiliki risiko tinggi. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2005- 2007. Sedangkan sampel yang terpilih berdasarkan penggunaan metode purposive sampling adalah 21 perusahaan perbankan. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data yang terdapat dalam Indonesian Capital Market Directory dan laporan keuangan bank yang dipublikasikan di situs resmi Bank Indonesia. Model analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah model regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel CAR, LRR, NPM, ROA, LDR, dan RGR berpengaruh terhadap harga saham. Sedangkan secara parsial, hanya variabel ROA dan LDR yang berpengaruh terhadap harga saham. Artinya, harga saham dipengaruhi oleh ROA dan LDR, sehingga investor dalam membeli dan menjual saham sebaiknya memperhatikan kedua rasio ini. Koefisien determinasi sebesar 0,706. Hal ini menunjukkan bahwa 70,6 % perubahan harga saham bisa disebabkan oleh perubahan variabel CAR, LRR, NPM, ROA, LDR, dan RGR, sedangkan 29,4 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam variabel yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan bagi investor agar memperhatikan kinerja keuangan perbankan terutama kinerja yang tercermin malalui rasio ROA dan LDR dalam pengambilan keputusan untuk menginvestasikan dananya dalam bentuk saham.

Penerapan model pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Sumbersari I Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / Yuli Panca Intarti

 

SDN Sumbersari I terletak di Desa Wonokoyo Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan observasi di kelas IV SDN Sumbersari I dalam pembelajaran IPA guru lebih banyak menggunakan metode ceramah dan siswa mendengarkan kemudian mencatat materi yang ditulis di papan tulis. Kondisi ini membuat siswa menjadi pasif dan kurang berminat untuk belajar IPA sehingga hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Sumbersari I Kecamatan Beji masih banyak siswa yang memperoleh nilai dibawah standar ketuntasan minimal yang ditetapkan oleh sekolah. Masalah yang ditemukan di kelas IV SDN Sumbersari I antara lain rendahnya hasil belajar dan aktivitas belajar siswa. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran inkuiri dalam upaya meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Sumbersari I Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Selain itu juga untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran inkuiri dalam upaya meningkatkan aktifitas belajar siswa kelas IV SDN Sumbersari I. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SDN Sumbersari I yang berjumlah 40 siswa. Pelaksanaan tindakan mulai bulan April sampai Mei 2009. Penelitian ini dilaksanakan secara bersiklus dengan mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat fase, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data yang dikumpulkan dalam penelitian meliputi hasil belajar dan aktifitas belajar siswa. Data hasil belajar diperoleh melalui penyekoran hasil tes yang dilakukan di akhir siklus, sedangkan aktifitas siswa diperoleh melalui observasi selama melakukan tindakan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Sumbersari I meningkat, jika rata-rata hasil belajar pada siklus I sebesar 64,30 maka pada siklus II menjadi 71,25. Ketuntasan belajar klasikal pada siklus I sebesar 40% meningkat menjadi 77,5% pada siklus II. Aktifitas siswa juga mengalami peningkatan, siswa sudah mulai berani bertanya, menjawab pertanyaan, mau bekerjasama dan berdiskusi secara kelompok dan mau melakukan percobaan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Sumbersari I Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Namun demikian masih perlu upaya-upaya lebih lanjut untuk meningkatkan hasil belajar dan aktifitas siswa di SDN Sumbersari I.

Penjelajahan Samudra bangsa-bangsa Eropa ke Indonesia / oleh Rianto

 

Meningkatkan kemampuan menemukan kalimat utama melalui model pembelajaran stad (Student Team Achievement Devision) di kelas IV SDN Cangkringmalang III Kabupaten Pasuruan / Imroatin Masruroh

 

Pada hakikatnya tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah adalah untuk mengembangkan ketrampilan berbahasa baik secara lisan maupun tertulis. Ketrampilan berbahasa yang dimaksud yaitu: (1) ketrampilan menyimak (listening); (2) ketrampilan berbicara (speaking); (3) ketrampilan membaca (reading); (4) ketrampilan menulis (writing), menurut Tarigan (1985) Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta yang digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media letak atau bahasa tulis. Adapun tujuan membaca menurut Tarigan cukup isi menemukan kalimat utama dalam paragraf makna wacana. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan kemampuan menemukan kalimat utama dalam paragraf di Cangkring Malang III; (2) mendeskripsikan bagaimana model pembelajaran STAD dapat meningkatkan kemmpuan siswa SDN Cankring Malang III dalam menemukan kalimat utama; (3) mendeskripsikan respon siswa terhadap pembelajaran menemukan kalimat utama melalui model pembelajaran STAD. Penelitian yang dilaksanakan ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dengan menggunakan model pembelajaran STAD. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari 1 x pertemuan yatiu 4 jam pelajaran x 35 menit, siklus I dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2009. Sedangkan siklus II dilaksanakan pada tanggal 30 Mei 2009. subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Cankringmalang III Pasuruan semester genap tahun ajaran 2008/2009. Jumlah siswa sebanyak 30 siswa, 20 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Data penelitian berupa peningkatan interaksi dan aktivitas siswa, menemukan kalimat utama dalam paragraf, interaksi dan aktivitas siswa yang diamati berdasarkan tiga aspek yaitu (1) partisipasi dalam kelompok; (2) komunikasi dalam kelompok; (3) tanggung jawab dalam kelompok. Kemampuan menemukan kalimat utama dengan melihat 3 aspek (1) kebenaran penulisan kalimat utama; (2) penulisan kalimat utama, dan (3) pengolahan kalimat. Hasil penelitian menunjukkan data interaksi dan aktivitas siswa mengalami persingkatan dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan nilai yaitu mengalami peningkatan sebesar 40% secara keseluruhan dari hasil belajar siswa mengalmi peningkatan dan mencapai target yang telah ditetapkan setelah pembelajaran dengan model STAD diterapkan. Berdasarkan kesimpulan diatas dapat dikatakan bahwa pembelajaran model STAD terbukti dapat meningkatkan kemampuan menemukan kalimat utama pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SDN Cangkringmalang II Pasuruan. Untuk itu diharapkan bersemangat dalam memberikan pengajaran yang bermutu, bervariasi dan berinovasi meningkatkan pendidikan.

Penerapan model pembelajaran cooperative script untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X-1 SMA Negeri 8 Malang tahun ajaran 2008/2009 / Rila Sidika Shofiana

 

ABSTRAK Shofiana, Rila Sidika. 2008. Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Script untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas X-1 SMA Negeri 8 Malang Tahun Ajaran 2008/2009. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Soedjono Basoeki, M.Pd. (II) Dra. Amy Tenzer, M.S. Kata Kunci: pembelajaran kooperatif, cooperative script, motivasi, hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru Biologi diketahui bahwa secara umum siswa kelas X-1 SMA Negeri 8 Malang kurang memiliki motivasi belajar dan hasil belajar siswa juga masih rendah. Kesulitan yang dihadapi oleh guru ketika kegiatan pembelajaran adalah siswa terlalu ramai dan kurang memperhatikan pelajaran, siswa kurang antusias terhadap materi, minat baca kurang dan siswa tidak berani mengemukakan pendapatnya di depan kelas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diterapkan model pembelajaran Cooperative Script. Jenis Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Setiap siklus meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa X-1 SMA Negeri 8 Malang, semester genap 2008/2009 yang berjumlah 41 siswa dengan materi Animalia. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2009. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi motivasi, lembar observasi keterlaksanaan tindakan guru, tes akhir siklus, angket siswa, wawancara dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan dengan deskriptif kualitatif dan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Script dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X-1 SMA Negeri 8 Malang. Motivasi belajar klasikal mengalami peningkatan dari 60% (tingkat keberhasilan baik) pada siklus I menjadi 76,31 (tingkat keberhasilan sangat baik) pada siklus II, dengan perincian sebagai berikut: aspek minat mengalami peningkatan sebesar 10,98%, keaktifan sebesar 12,19%, usaha sebesar 12,20%, konsentrasi sebesar 24,82% dan efisiensi kerja sebesar 25,61%. Keberhasilan belajar klasikal dari siklus I sebesar 68,29% meningkat menjadi 80,49% pada siklus II. Berdasarkan jawaban angket siswa diketahui bahwa model pembelajaran Cooperative Script dapat membangkitkan minat, keaktifan, usaha, konsentrasi dan efisiensi kerja siswa dalam belajar biologi di kelas. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Script dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X-1 SMA Negeri 8 Malang.

Pembuatan busana pesta pria dengan teknik patchwork dan hiasan zipper / M. Andi Saputra

 

Penerapan pembelajaran matematika realistik untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan pembagian di kelas II SDN. Siyar Kec. Rembang / Sohifah

 

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti selama proses belajar mengajar matematika di kelas II SDN Siyar khususnya materi pokok pembagian masih didominasi guru, praktik pembelajaran yang digunakan kurang menggunakan situasi kehidupan nyata di lingkungan siswa sehingga siswa merasa bosan. Peneliti menganggap penting melakukan penelitian untuk meningkatkan kompetensi yang dimiliki siswa dengan jalan meningkatkan hasil belajar siswa. Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) merupakan salah satu pendekatan pembelajaran digunakan dalam penelitian ini, dalam pendekatan PMR siswa memanfaatkan realita dan lingkungan yang dipahami peserta didik untuk memperlancar proses belajar mengajar matematika yang didukung oleh beberapa komponen diantaranya adalah menggunakan masalah kontekstual, menggunakan berbagai model, konstribusi siswa, interaktif dan keterkaitan. Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan Penerapan Pembelajaran Matematika Realistik dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan pembagian di Kelas II SDN Siyar Kec. Rembang. (2) mendeskripsikan hasil belajar siswa setelah diterapkan Pembelajaran Matematika Realistik dalam pembelajaran pokok bahasan pembagian di kelas II SDN Siyar Kec. Rembang. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus.Tiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian seluruh siswa kelas II SDN Siyar Kec. Rembang sebanyak 48 siswa. Instrumen dalam penelitian ini berupa pedoman angket, observasi, wawancara dan tes. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini menunjukkan pembelajaran pokok bahasan pembagian di Kelas II SDN Siyar Kec. Rembang dengan menggunakan PMR sangat memuaskan, dilihat dari pencapaian prestasi siswa dari 48 siswa yang mengalami ketuntasan belajar 41 siswa atau 85.42% dan yang tidak mengalami ketuntasan belajar hanya 7 siswa atau 14.58%. Hal ini menunjukkan prestasi siswa dalam pokok bahasan pembagian dengan PMR melebihi batas minimal prosentase keberhasilan siswa yaitu 65%. Pembelajaran Matematika Realistik dalam meningkatkan hasil belajar pada pokok bahasan pembagian sangat membantu siswa karna siswa dihadapkan pada-benda nyata yang sudah tidak asing bagi siswa seperti permen kelereng dan lain-lain. Dengan siswa dihadapkan pada situasi nyata maka pemahaman konsep mereka akan meningkat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan: Bagi Guru, diharapkan dapat menggunakan Pembelajaran Matematika Realistik dalam pembelajaran matematika, menerapkan pendekatan dalam pembelajaran matematika yang memungkinkan terjadinya proses belajar melalui pengalaman siswa, setiap pembelajaran penghargaan pada siswa harus selalu diberikan meskipun jawaban siswa kurang tepat. Bagi siswa, perlunya peningkatan diri melalui belajar secara terus menerus, menghilangkan perasaan takut salah bila ingin mengemukakan pendapat, tumbuhkan rasa kerjasama antar teman sejawat.

Peningkatan hasil belajar IPA materi gaya gesek dengan metode discovery pada siswa kelas V SDN Gajahbendo Kec. Beji kabupaten Pasuruan / Jaka

 

ABSTRAK Jaka, 2009 Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Gaya Gesek Dengan Metode Discovery Pada Siswa Kelas V SDN Gajahbendo Kec. Beji Kabupaten Pasuruan. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Moch. Sochib, M. Pd. (2) Dra. Hj Sri Estu Winahyu, M. Pd. Kata Kunci: Hasil Belajar, Metode Diskoveri, Gaya Gesek IPA diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan. Penerapan IPA perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan. Pembelajaran IPA (salingtemas) diarahkan pada pengalaman belajar untuk merancang dan membuat suatu karya melalui penerapan konsep IPA dan kompetensi bekerja ilmiah secara bijaksana. Hasil observasi awal telah ditemukan: 1) Selama berlangsungnya proses pembelajaran IPA, siswa sering terlihat kurang perhatian. 2) Hasil belajar IPA pada semester I tahun pelajaran 2008/2009 rata-rata kelasnya sebesar 63,00 (enam puluh tiga koma nol-nol). Salah satu metode yang dapat membantu untuk memecahkan masalah tersebut adalah metode discovery, yang langkah-langkahnya; merumuskan masalah, mengumpulkan, menganalisis, menyajikan dan mengkomunikasikan data Penelitian ini betujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode discovery, hasil belajar siswa kelas V dalam pembelajaran gaya gesek di kelas V SDN Gajahbendo Kec. Beji Kabupaten Pasuruan. Adapun sebagai subyek penelitian adalah siswa kelas V SDN Gajahbendo Kec. Beji Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri 4 tahapan, yaitu: perencanan, tindakan, observasi atau pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa selama penerapan metode discovery mengalami peningkatan. Sebagai indikatornya adalah aktivitas siswa semakin terfokus pada kegiatan pembelajaran, selain itu bimbingan guru pada setiap tahapan semakin intensif dan efektif. Begitu juga hasil belajar siswa telah mengalami peningkatan. Pada pre tes hanya 19 siswa yang mencapai ketuntasan yang ditetapkan yaitu 60,00 meningkat menjadi 35 siswa pada siklus I. Jika pada pre tes rata-rata kelasnya mencapai 52,00. Tetapi pada siklus II rata-rata kelasnya mencapai 68,65, sedangkan siswa yang mengalami ketuntasan sebanyak 35. Pada siklus II rata-rata kelasnya mencapai 71,62 dan siswa yang mengalami ketuntasan sebanyak 40 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan temuan-temuan yang diperoleh, maka dapat disimpulkan, bahwa pembelajaran IPA materi gaya gesek dengan metode discovery dapat meningkatkan hasil belajar. Sedangkan saran yang diberikan adalah Guru menggunakan metode discovery yang terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada meteri gaya gesek. Menggunakan metode pembelajaran yang memberikan situasi belajar di kelas yang aktif, yang memberikan pengalaman langsung pada siswa dan membangkitkan minat belajar. Sebagai referensi penelitian lebih lanjut.

The Aplication of group work in learning reading comprehension / by Baso Andi Pallawa

 

Dissertation, Graduate Program in English Language Education, State University of Malang (UM). Advisor I: Prof. Moh. Adnan Latief, M.A., Ph.D. Advisor II: Prof. Dr. Nur Mukminatien, M.Pd. Advisor III: Prof. Utami Widiati, M.A., Ph.D. Key Words: conversation, conversation strategies, communicative competence. Conversation strategies are investigated based on two reasons. Firstly, many English students of the English Department of Tadulako University cannot actively participate in English conversation because they do know how to keep the conversation running smoothly. Secondly, most of these students do not recognize the types of conversation strategies that can help them maintain the conversation going smoothly, let alone to use them in a conversation. In line with these reasons, this study was conducted to describe and identify conversation strategies employed by the fourth semester students of the English Department of Tadulako University in English conversations to maintain the conversation running smoothly. The design employed in this study was qualitative. Twenty-four students taking Conversation Course IV at the English Department of Tadulako University were the subjects of the study. Data were collected through observations, recordings, and field-notes. Observations, video-recording, and field-notes were carried out eleven times concomitantly. To conduct a conversation smoothly, the subjects of this study employed twelve conversation strategies: (1) filler, (2) asking for clarification, (3) code switching, (4) interpretive summary, (5) changing topic, (6) circumlocution (7) comprehension check, and (8) self-correcting, plus four other types of conversation strategies that are not listed in communication theories: (9) giving clarification, (10) correcting other, (11) self-referencing, and (12) surprising. Besides, the students also utilized seven non-verbal conversation strategies in maintaining conversation taking place smoothly: (1) shake-hands, (2) thumb-up, (3) open palm, (4) smile, (5) eye contact, (6) head nodding, and (7) head shaking. The researcher of the study concludes that by encouraging students to participate in conversation, conversation strategies can help the students get some useful feedback from each other on their own performances. Conversation strategies can prepare students to be ready participating in English conversation activities, and they simultaneously help students overcome the conversation problems of insufficient linguistic knowledge of the target language. As a result, conversation strategies push students to take part in the English conversation classes. Several suggestions are put forward. First, the lecturer or teacher of English is suggested to teach English conversation strategies and simultaneously introduce the types of conversation strategies to students, and must convince them that conversation strategies can be used to keep a conversation running smoothly and can help them avoid conversation breakdown caused by the lack of linguistic knowledge of the target language – English. Second, conversation strategies are considered more representing what the speaker wants to say. Third, students can express their minds, ideas and opinions, thought freely through conversation activities by using conversation strategies. Therefore, the English lecturers or teachers are suggested to push students master the conversation strategies since mastering conversation strategies is one of the most important aspects of learning a second or foreign language. Ultimately, for further research of conversation strategies, the other researchers are suggested to probe some other areas of conversation strategies, like avoidance, paraphrase, borrowing, word coinage, literal translation, and abandonment need further investigating in the future because they have also play an important role to help students sustain conversation to go smoothly in obtaining conversation goals.

Efl students problems and strategies in understanding reading texts at Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang / by Rina Sari

 

Graduate students skill in reading journal articles in the english program of the graduate studies of state university of Malang / by Simon Sede SA

 

Knowledge of grammatical cohesive devices in reading comprehension of the third year students of SLTPN 4 Malang / by Risna Destra Tingginehe

 

Implementing cooperative learning to improve reading comprehension of the second year students at SMP Negeri Tupaan / by Irene Meitien Ering

 

Students teams achievement divisions (STAD) strategy in teaching reading comprehension at SLTP Negeri 2 Nglegok Kabupaten Blitar / by Irwan

 

Identifikasi kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling siswa kelas VIII di SMP Negeri se-kota Malang / Inayah

 

ABSTRAK Inayah. 2009. Identifikasi Kebutuhan Pelayanan Bimbingan dan Konseling Siswa Kelas XII di SMP Negeri Se-Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Widada, M. Si, (II) Drs. Djoko Budi Santoso. Kata Kunci: Kebutuhan, Pelayanan Bimbingan dan Konseling, Siswa SMP. Bimbingan dan Konseling merupakan bagian integral dalam pendidikan formal yang bertujuan membentuk manusia Indonesia seutuhnya. Untuk mengetahui tingkat kebutuhan siswa kelas VIII di SMP Negeri se-Kota Malang terhadap pelayanan bimbingan dan koseling, dilakukan identifikasi kebutuhan siswa kelas VIII di SMP Negeri di Kota Malang terhadap pelayanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kebutuhan pelayanan bimbingan dan koseling siswa kelas VIII di SMP Negeri se-Kota Malang. Kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling yang dijadikan acuan dalam penelitian ini adalah kebutuhan siswa terhadap (1) pelayanan orientasi, (2) pelayanan informasi, (3) pelayanan penempatan dan penyaluran, (4) pelayanan penguasaan konten, (5) pelayanan konseling perorangan, (6) pelayanan bimbingan kelompok, (7) pelayanan konseling kelompok, (8) pelayanan konsultasi, dan (9) pelayanan mediasi. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri se-Kota Malang sejak bulan September sampai dengan bulan November 2009. Sampel dalam penelitian sebanyak 186 siswa kelas VIII. Adapun teknik yang digunakan untuk menentukan sampel adalah teknik multistage cluster random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa angket. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis persentase. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data yang menunjukkan bahwa sebagian besar atau sebanyak (67,7%) siswa kelas VIII di SMP Negeri se-Kota Malang yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap pelayanan orientasi, sebagian besar atau sebanyak (92,5%) siswa kelas VIII di SMP Negeri se-Kota Malang yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap pelayanan informasi, sebagian besar atau sebanyak (79,1%) siswa kelas VIII di SMP Negeri se-Kota Malang yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap pelayanan penempatan dan penyaluran, sebagian besar atau sebanyak (90,8%) siswa kelas VIII di SMP Negeri se-Kota Malang yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap pelayanan penguasaan konten, sebagian besar atau sebanyak (64%) siswa kelas VIII di SMP Negeri se-Kota Malang yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap pelayanan konseling perorangan, sebagian besar atau sebanyak (83,9%) siswa kelas VIII di SMP Negeri se-Kota Malang yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap pelayanan bimbingan kelompok, sebagian besar atau sebanyak (71%) siswa kelas VIII di SMP Negeri se-Kota Malang yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap pelayanan konseling kelompok, sebagian besar atau sebanyak (60,7%) siswa kelas VIII di SMP Negeri se-Kota Malang yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap pelayanan ii konsultasi, sebagian besar atau sebanyak (67,2%) siswa kelas VIII di SMP Negeri se-Kota Malang yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap pelayanan mediasi. Secara umum dapat disimpulkan bahwa sangat banyak (83,3 %) siswa kelas VIII di SMP Negeri se-Kota Malang yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap pelayanan bimbingan dan konseling, sangat sedikit (16,6%) siswa yang cukup membutuhkan pelayanan bimbingan dan konseling, dan tidak satupun siswa yang tidak membutuhkan pelayanan bimbingan dan konseling. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti memberikan saran kepada berbagai pihak antara lain: bagi konselor SMP, hasil penelitian ini hendaknya dijadikan sebagai dasar atau landasan untuk perencanaan penyusunan program bimbingan dan konseling siswa kelas VIII di SMP. Hasil penelitian ini juga diharapkan menjadi motivator bagi konselor untuk meningkatkan mutu pelayanan guna memenuhi kebutuhan siswa terhadap pelayanan bimbingan dan konseling dengan teknik yang bervariasi.

Pengaruh pengungkapan sosial (Social disclosure) terhadap return saham pada perusahaan hight profile yang listing di BEI / Khairul Amri

 

ABSTRAK Amri, Khairul. 2009. Pengaruh Pengungkapan Sosial (Social Disclosure) terhadap Return Saham pada Perusahaan High Profile yang Listing di BEI Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Bambang Sugeng, M.A, M.M, (2) Makaryanawati, SE, M.Si, Ak Kata Kunci: Pengungkapan Sosial, Lingkungan, Energi, Tenaga kerja, Produk, Keterlibatan Masyarakat Umum dan Return Saham Persaingan dalam dunia bisnis semakin sengit. Investor di berbagai negara lebih cenderung mengarahkan pandangan pada perusahaan yang memiliki nilai lebih. Salah satunya adalah dengan melihat apakah perusahaan tersebut sudah melakukan pengungkapan sosialnya atau mengabaikan kesejahteraan masyarakat dan lingkungannya.Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengungkapan sosial yang diungkapkan perusahaan dalam annual report perusahaan terhadap return saham yang berasal dari capital gain sebagai representasi respon dari investor. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melakuan pengungkapan sosial dan yang termasuk dalam kategori high profile selama periode tahun 2007. Pengungkapan sosial yang diteliti adalah lingkungan, energi, tenaga kerja, produk dan keterlibatan masyarakat umum (sebagai variabel X). Sedangkan return saham dilihat melalui closing price perdagangan saham (sebagai variabel Y). Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan checklist item. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan pengungkapan sosial terhadap return saham. Hal ini dapat dikarenakan beberapa alasan yaitu; pengungkapan sosial yang dilakukan perusahaan tidak sesuai dengan motivasi yang sebenarnya karena perusahaan melakukan pengungkapan sosial hanya semata-mata untuk promosi, public relation, demi membangun image, menunjukkan perusahaan taat terhadap hukum bukan semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan lingkungan; pengungkapan sosial perusahaan juga tidak secara konsisten dilaporkan, trend pelaporan pengungkapan sosial hanya 3 sampai 5 tahun, bukan dalam jangka panjang dan terus menerus. Mengingat stakehokders sangat kritis dalam membaca perusahaan, isu pengungkapan sosial seperti ini tidak dipercaya oleh investor. Berdasarkan penelitian ini, peneliti selanjutnya diharapkan dapat menguji hipotesis penelitian dengan menggunakan rentang waktu pengambilan data closing price yang diperpendek atau diperpanjang (misal 3 atau 10 hari setelah pengumuman), menggunakan teori yang berbeda untuk perumusan hipotesis, menambah jumlah sampel dan menggunakan metode yang berbeda (mengingat terdapat keterbatasan pada metode checklist item).

Cooperative learning in teaching reading comprension at third year of MTs Sunan Kalijogo Malang / by Ruslin

 

The teaching of reading at SMPN I Jabung / Ramilan

 

The Diferences of Studensts' reading Comprehension Across Different Types of Linguistic Simplication / by Slamet Asari

 

Improving the second year students’ reading comprehension by using directed reading – thingking activity (DR-TA) at SMP Negeri 18 Malang / Ahmadi

 

Speed reading techniques to improve efl students’ reading comprehension / Hanafi

 

Pengembangan lapangan dan net terhadap keterampilan smash dalam permainan bulutangkis siswa kelas VII MTs Sunan Ampel Siyar Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan / Khainur Rakhman Afif Prilian

 

Abstrak: Permainanan bola kecil merupakan salah satu item atau aspek kompetensi dasar dari permainan dan olahraga dalam satuan kurikulum untuk pendidikan jasmani MTs dan sederajat. Dalam permainan bola kecil ini terdapat berbagai permainan dan olahraga yang salah satu diantaranya adalah permainan bulutangkis. Permainan bulutangkis diberikan pada siswa kelas VII MTs sebagai kompetensi dasar yang diajarkan dengan tujuan siswa kelas VII MTs terampil dan bisa menerapkan norma- norma yang diajarkan pada permainan bulutangkis ini. Permainan bulutangkis memang perlu diberikan sejak usia dini dan di kelas VII MTs hal tersebut memang sudah diberikan. Namun dalam pelaksanaannya siswa kelas VII MTs masih mengalami kesulitan dan menemui banyak masalah dalam pembelajaran bulutangkis di sekolah, di antaranya ukuran lapangan yang terlalu luas dan tinggi net yang tidak sesuai dengan karakteristik siswa. Oleh karena itu perlu sekali diadakan suatu pengembangan permainan diantaranya melalui permainan bulutangkis mini yang peraturannya bisa ditentukan sesuai kebutuhan dan karakteristik siswa. Kata kunci: pengembangan, ukuran net, ukuran lapangan, bulutangkis mini, siswa kelas VII MTs.

Penerapan pembelajaran kooperatif model make a-match untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X Program Kehalian Penjualan pada mata diklat kewirausahaan di SMK Islam Batu / Dian Iramani

 

Saat ini pemerintah telah menetapkan kurikulum baru yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai usaha untuk mencapai dan meningkatkan tujuan pembelajaran di sekolah. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan KTSP adalah model pembelajaran yang membuat siswa lebih aktif, interaktif, dan bekerjasama, misalnya model Make A-Match. Berdasarkan observasi awal diketahui pembelajaran yang diterapkan di SMK Islam Batu menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, pemberian tugas, praktek, dan PSG tetapi dalam penyampaian teori, guru belum pernah menggunakan pembelajaran kooperatif yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif model Make A-Match untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X Program Keahlian Penjualan pada mata diklat Kewirausahaan di SMK Islam Batu. Jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 2 siklus. Tahap-tahap Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari empat langkah yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi hasil tindakan. Subyek penelitian adalah siswa kelas X Program Keahlian Penjualan pada mata diklat Kewirausahaan SMK Islam Batu, berjumlah 37 siswa. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan data dianalisis secara deskriptif. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, tes, dan angket. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan pembelajaran model Make A-Match dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar. Peningkatan aktivitas belajar ditunjukkan dengan hasil observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran siklus I pertemuan 1 91% meningkat pada siklus II menjadi 100%. Peningkatan hasil belajar ditunjukkan dengan nilai rata-rata pre test 51,08%, nilai rata-rata post test siklus I 62,29%, dan meningkat pada siklus II menjadi 81,08%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa: Penerapan pembelajaran kooperatif model Make A-Match pada mata diklat Kewirausahaan kelas X Program Keahlian Penjualan SMK Islam Batu meliputi beberapa aktivitas, yaitu: (a) memberikan pre test, (b) menerangkan materi pelajaran, (c) membentuk kelompok, (d) membagi siswa dalam kelas menjadi 2 bagian, (e) memberikan post tes. Penerapan pembelajaran kooperatif model Make A-Match dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata diklat Kewirausahaan siswa kelas X Program Keahlian Penjualan di SMK Islam Batu Berdasarkan hasil tersebut, saran untuk SMK Islam Batu yaitu bagi guru mata diklat Kewirausahaan dapat menggunakan model Make A-Match sebagai variasi karena model pembelajaran tersebut terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, Guru hendaknya lebih kreatif dalam kegiatan belajar mengajar misalnya dengan menggunakan model Make A-Match, sehingga dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, selain itu agar siswa tidak merasa jenuh dalam kegiatan belajar mengajar, kepada guru mata diklat Kewirausahaan dan guru mata diklat yang lainnya dapat memvariasikan model Make A-Match pada kompetensi dasar yang lain untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

The employment of illocutionary acts in Madagascar movie / Riski Nilasari

 

ABSTRACT Nilasari, Riski. 2009. The Employment of Illocutionary Acts in Madagascar Movie. Thesis, English Department. Faculty of Letters State University of Malang. Advisor: Dr. Hj. Emalia Iragiliati, M.Pd Keywords: Illocutionary Acts, Illocutionary Force Indicating Devices (IFIDs), Felicity Conditions, Madagascar People always communicate their ideas, feelings, or opinions towards their hearer(s) through conversations. Conversation is the way to deliver the speaker’s meaning. This study concerns with the discussion of the speaker’s meaning, particularly the second dimension of speech acts that is illocutionary acts, in the Madagascar movie (2005). It focuses on the illocutionary acts of the two main characters in this movie; they are Alex, the lion, and Marty, the zebra. The researcher chooses these two characters because they have a lot of different ideas, opinions, and beliefs towards their ambitions, lives and friendship even though they are best friend. Besides, in their close relationship, they often face some conditions which make them quarrel and fight. This study aims at answering two research problems. They are: the usage of illocutionary acts that are employed by the two main characters, those are Alex and Marty, and the types of illocutionary acts appear in the utterances of conversations between Alex and Marty. The research design of this study is descriptive qualitative. The primary data of this study is the written form of the utterances in the conversations between Alex and Marty. In this study, the theory of illocutionary acts by Searle is used as the basis to analyze the work and type of illocutionary acts seen in the movie. The results show that the illocutionary force indicating devices (IFIDs) do not occur in all of the utterances between Alex and Marty. Meanwhile, the employments of felicity conditions always occur in the utterances of the daily conversations between Alex and Marty. Moreover, the type of illocutionary act which appears frequently is assertive act. The assertives are applied in 131 utterances (66.84%). The second illocutionary act is the type of directives which are employed in 38 utterances (19.38%). The third one is expressives that are used in 17 utterances (8.67%) and the last is the type of commisives which is seen in 10 utterances or (5.11%). There is no declarative type stated in the utterances in conversations between Alex and Marty. From the five types of illocutionary acts, assertives becomes the dominant form in the utterances between Alex and Marty because they mostly say the truth of ideas, thought and feelings of their utterances. In addition, the findings of this research are different from the findings of the previous researches. The differences can be seen from, first, the use of stress of words as the illocutionary force indicating device (IFID) does not always need ii the exclamation mark. As long as the utterance has an important point, it uses the stress of words. Second, Marty, which is often commanded by Alex, is able to have an authority over Alex. It is proved by his acts in ordering Alex, which can be seen that Marty performs more directive illocutionary acts of ordering than Alex. Preparatory and sincerity conditions are the two felicity conditions which play the most important role in the directive illocutionary acts of ordering. Third, the illocutionary acts of utterances of Alex and Marty are used to determine their characteristics. In this study, Alex, the lion, has a lot of directive illocutionary acts of commanding. It indicates that he has a strong characteristic to rule others. However, Alex’s and Marty’s directive illocutionary acts of commanding and ordering are against the value of a friendship because in these two directive illocutionary acts they have the authority over others. In a good friendship, they should show solidarity, intimacy and symmetry, not authority over other friends. This study only examines the works and types of illocutionary acts in the daily conversations of a friendship between Alex and Marty in the Madagascar movie. Hence, other studies are still needed to give additional information in the use of illocutionary acts in other genres of conversations, such as in family, business, etc.

Pengaruh kurs rupiah terhadap return saham (studi pada perusahaan yang listing di BEI dengan trading days <100 days) periode 2005 - 2007 / Pandan Riska Ardiani

 

Pasar modal merupakan salah satu sarana untuk memperoleh dana jangka panjang bagi perusahaan dan sarana bagi para investor dalam menanamkan dananya. Investasi melalui pasar modal, khususnya dalam bentuk saham selain memberikan keuntungan juga mengandung resiko, sebab pergerakan harga saham sangatlah fluktuatif. Pergerakan saham tersebut tidak terlepas dari adanya pergerakan dari faktor makro ekonomi misalnya kurs rupiah. Pergerakan kurs rupiah tersebut akan mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia dan akan berimbas pada kinerja saham. Perubahan harga saham akan mempengaruhi tingkat pengembalian (return) saham bagi para investor. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh kurs rupiah sebagai variabel independen terhadap return saham sebagai variabel dependen. Kurs rupiah diukur dari rata-rata kurs tengah bulanan. Return saham diukur dari rata-rata harga saham penutupan bulanan pada perusahaan yang terdaftar dan aktif diperdagangkan di BEI dengan trading days <100 days. Populasi dari penelitian ini adalah semua perusahaan yang terdaftar dan aktif diperdagangkan di BEI dengan trading days <100 days periode 2005-2007. Populasi tersebut, kemudian digunakan metode purposive sampling agar kualifikasi sampel sesuai dengan kriteria-kriteria yang dibutuhkan dalam penelitian. Hasilnya, diambil 32 perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pengujian hipotesis yang diuji dengan analisis regresi sederhana. Pengujian hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa signifikansi variabel kurs rupiah lebih besar dari 0.05, sehingga H0 ditolak dan menerima hipotesis yang diajukan yaitu kurs rupiah berpengaruh terhadap return saham. Hal ini berarti bahwa investor memperhatikan fluktuasi kurs rupiah sebagai pertimbangan dalam membuat keputusan investasi, khususnya pada perusahaan dengan trading days <100 days. Berdasarkan kesimpulan tersebut diharapkan sebaiknya para investor selalu mengikuti dan memperhatikan perkembangan kurs rupiah yang sangat fluktuatif. Hal ini perlu dilakukan karena sewaktu-waktu terjadi apresiasi atau depresiasi rupiah, investor dapat segera mengantisipasi hal tersebut, sehingga diharapkan akan didapatkan hasil yang maksimal.

Peningkatan kemampuan memahami konsep dan hasil belajar materi tumbuhan hijau dengan pendekatan keterampilan proses pada mata pelajaran IPA kelas V SDN Sumbersari III Kota Malang / Kurniati

 

Kemampuan memahami konsep materi tumbuhan hijau siswa kelas V di SDN Sumbersari III Kota Malang masih tergolong rendah, disebabkan pengetahuan yang diperoleh berupa teori saja. Selain itu pendekatan pembelajaran konvensional dengan metode ceramah merupakan faktor lain penyebabnya. Perlu tindakan untuk meningkatkan pemahaman konsep yang masih rendah, oleh karena itu perlu diterapkan pembelajaran dengan Pendekatan Keterampilan Proses. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pelaksanaan pembelajaran konsep tumbuhan hijau dengan menggunakan Pendekatan Keterampilan Proses, (2) peningkatan memahami konsep tumbuhan hijau pada siswa kelas V dengan Pendekatan Keterampilan Proses, (3) peningkatan hasil belajar siswa dengan Pendekatan Keterampilan Proses. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas. Penelitian dilakukan di SDN Sumbersari III Malang, pada tanggal 2 Oktober sampai dengan 30 Oktober 2007. Data penelitian diperoleh dari proses pembelajaran siswa kelas V sebanyak 45 orang. Kegiatan pengumpulan data melalui dokumentasi, wawancara, observasi, dan pengisisan angket. Analisis data dilakukan dengan menggunakan kegiatan sajian data, reduksi data, dan penarikan simpulan. Pelaksanaan tindakan sebanyak 3 (tiga) siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 (empat) kegiatan: perencanaan, tindakan dan pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian: (a) Pembelajaran dengan Pendekatan Keterampilan Proses dapat diterapkan di SDN Sumbersari III Malang, (b) Pembelajaran dengan Pendekatan Keterampilan Proses dapat meningkatkan kemampuan memahami konsep tumbuhan hijau, (c) Pembelajaran dengan Pendekatan Keterampilan Proses dapat meningkatkan hasil belajar khususnya materi tumbuhan hijau. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan: (a) pembelajaran dengan Pendekatan Keterampilan Proses dapat dijadikan alternatif pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar. (b) dapat dilakukan penelitian lebih lanjut dengan materi-materi lain, pada mata pelajaran lain atau dengan membandingkan dengan pendekatan lain.

Simulasi berbasis perangkat lunak untuk menganalisis wireless LAN / Sandhi Hantoro

 

Pada saat sekarang perkembangan teknologi wireless yang semakin cepat juga berimbas terhadap smk muhammadiyah 1 pasuruan dengan keinginan untuk menerapkan teknologi teresebut di lingkungan sekolah. Untuk itu pihak smk muhammadiyah 1 pasuruan meminta penulis untuk membuat sebuah simulasi yang bisa digunakan untuk menganalisis kelebihan dan kekurangan dari teknologi wireless. Simulasi ini selain difungsikan untuk menganalisis kelebihan dan kekurangan teknologi wireless juga diharapkan bisa dijadikan sebagai bahan ajar bagi siswa SMK Muhammadiyah 1 pasuruan khususnya jurusan TKJ (Teknik Komputer Jaringan) supaya bisa memahami fenomena yang ada di teknologi wireless. Dari simulasi ini didapatkan faktor penting yang mempengaruhi jaringan wireless yaitu jarak setiap station. Nantinya diharapkan simulasi ini bisa dikembangkan dengan memasukkan kondisi-kondisi yang lebih kompleks seperti penambahan akses WAN dan juga jumlah station ditambah lagi.

Membangun server sebagai pemanfaatan IP publik / Miftahul Huda

 

UPT SKB Kota Malang memiliki 2 ISP yang diberikan oleh pemerintah untuk pengembangan mutu tenaga pendidik dan peserta pendidik. Kedua ISP tersebut memiliki Bandwith yang berbeda dan beberapa IP Public yang belum termanfaatkan dengan baik,untuk memaksimalkan fasilitas yang diberikan pemerintah maka diperlukan beberapa media dan manajemen internet., diantaranya dengan membangun web server dan FTP server . Untuk membangun web server dan FTP server di UPT SKB Kota Malang digunakan sistem operasi berbasis UNIX yaitu debian, dengan menggunakan debian web server dan FTP server dapat dikonfigurasi dengan memanfaatkan IP Pubic. Dengan adanya web server dan FTP server segala informasi tentang pendidikan di UPT SKB Kota Malang dapat dipublikasikan dengan mudah dan aman baik di dalam local area network maupun secara online.

Penerapan "media komik" untuk meningkatkan pemahaman konsep keliling dan luas persegi panjang pada siswa kelas III SDN Girimoyo 03 Karangploso Kabupaten Malang / Suci Amalia

 

Tujuan matematika di SD adalah untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerjasama. Kenyataannya dalam pembelajaran matematika keaktifan, kreativitas belajar dan kerjasama siswa masih kurang, sehingga menyebabkan pemahaman konsep dari hasil belajar siswa menjadi rendah. Hal itu terjadi di SDN Girimoyo 03 Karangploso Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil observasi di SDN Girimoyo 03 Karangploso Kabupaten Malang diperoleh data rata-rata nilai kelas dari 39 siswa adalah 56,7 dan masih ada 24 siswa yang belum mencapai SKM (standar ketuntasan minimal) yaitu skor nilai tes siswa <70. Keadaan demikian disebabkan karena dalam pembelajaran matematika guru hanya memberikan rumus yang harus dihafalkan oleh siswa dan dicobakan dalam soal-soal latihan. Sehingga berakibat siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal matematikkhususnya dengan topik keliling dan luas persegi panjang, siswa tidak dapat mencermati dan mengerjakan soal yang diberikan dengan benar. Dengan demikian siswa sulit memahami materi karena hanya besifat abstrak dan tidak bermakna. Oleh karena itu perlu sekali diterapkannya inovasi baru dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan media komik khususnya pada materi keliling dan luas persegi panjang. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penerapan media komik dalam upaya meningkatkan pemahaman konsep keliling dan luas persegi panjang siswa kelas III SDN Giriumoyo 03 Karangploso Kabupaten Malang. (2) mendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep keliling dan luas persegi panjang melalui pembelajaran penerapan media komik siswa kelas III SDN Girimoyo 03 Karangploso Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dua siklus. Subjek yang dikenai tindakan adalah seluruh siswa kelas III SDN Girimoyo03 sebanyak 39 siswa yang terdiri dari 11 siswa putri dan 28 siswa putra. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes evaluasi untuk mengetahui pemahaman konsep keliling dan luas persegi panjang siswa, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, dan pedoman wawancara. Hasil dari penelitian yaitu pada siklus I aktivitas guru dengan persentase 87,5%. Pada siklus II aktivitas guru mengalami peningkatan dengan persentase 96,4%. Pada siklus I aktivitas siswa on-task dengan persentase 80,1%. Pada siklus II mengalami peningkatan dengan persentase 82,3%. Hasil tes pada pra tindakan diperoleh nilai rata-rata 56,7. Pada siklus I nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan yaitu menjadi 68. Pada siklus II nilai rata-rata siswa juga mengalami peningkatan yaitu menjadi 80. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan pembelajaran matematika dengan menggunakan Media Komik telah berhasil diterapkan di kelas III SDN Girimoyo 03 Krangploso Kabupaten Malang karena telah memenuhi kriteria keberhasilan tindakan. Penerapan Media Komik dapat meningkatkan pemahaman konsep Keliling an luas persegi panjang siswa kelas III SDN Girimoyo 03 Karangploso Kabupaten Malang yang dapat ditunjukkan dari adanya peningkatan nilai rata-rata dari siklus I ke siklus II sebesar 12. Sehingga dapat di ajukan saran dalam proses pembelajaran hendaknya guru menggunakan media yang bervariasi dan selalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran tersebut karena dapat meningkatkan pemahaman konsep pada siswa.

Pembuatan sistem informasi perpustakaan di SMK Assa'adah Bungah Gresik / Ahmad Nurul Jadid, Rizun Handromi, Muhammad Mahmudi

 

Teknologi komputer sudah menjangkau ke dalam sistem sekolah, perguruan tinggi dan perusahaan besar maupun perusahaan kecil. SMK Assa’adah Bungah Gresik adalah salah satu sekolah kejuruan yang telah menerapkan sistem komputerisasi di bidang manajemen perpustakaan. Untuk itu perlu dikembangkan suatu sistem yang mempermudah proses pencarian buku dan pendataan anggota. Sistem informasi perpustakaan ini adalah sistem berbasis web dinamis yang dibuat dengan alat bantu menggunakan pemrograman php dan MySQL versi 5.0.24a pada sistem database-nya dan pemanfaatan jaringan LAN sebagai mengakses sistem informasi perpustakaan. Dengan berbasis web, akan memungkinkan pengoperasian sistem ini dengan multiuser, agar penanganan sistem informasi perpustakaan ini lebih efisiensi, tepat, cepat dan akurat. Penelitian ini dilakukan di perpustakaan SMK Assa’adah Bungah Gresik dengan beberapa tahap, yaitu (1) konfigurasi jaringan LAN. (2) Proses Entry Data Buku dan Anggota Perpustakaan, dan (3) Penggunaan katalog komputer. Analisa hasil penelitian yang dipakai adalah dengan membandingkan antara pencarian buku secara manual dengan menggunakan katalog komputer. Sistem informasi perpustakaan ini memudahkan pengunjung dalam mencari buku dengan lebih cepat dan efisien. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan pengembangan sistem informasi lebih lanjut misalnya penambahan menu-menu yang mencakup seluruh manajemen yang ada di perpustakaan dan perluasan jaringan yang berbasis internet, serta penambahan koleksi buku tidak hanya dalam bentuk hardcopy, tetapi dalam bentuk softcopy yang bisa didownload oleh anggota perpustakaan yang sudah terdaftar. Dengan adanya hal tersebut maka akan memberikan peluang atau kesempatan dalam bagi pengembang sistem untuk melakukan pengembangan sistem lanjutan yang menuju ke arah yang lebih baik.

A study on students' styles in learning english at SMP Negeri 9 Malang / Lasmi Febrianingrum

 

This study investigated the learning style preferences of the second grade students of SMP Negeri 9 Malang that have good achievement and average achievement. The students’ learning style preferences to be measured were visual,auditory, kinesthetic, tactile, group and individual. The design of this study was principally descriptive quantitative. This study only used two variables: students’ learning styles and English achievement.This study involved only one class having good achievement students and one class having average achievement students. The good achievement class consisted of 37 students and the average achievement class had 35 students. Therefore, there were 72 students as the subjects of this study. The instrument used in this study was questionnaire. The questionnaire used in order to get the information about the students’ learning style preferences was Perceptual Learning Styles Questionnaire designed by Joy M Reid, consisting of 30 items that the students had to rate on a five-point scale from 4 to 0. To accommodate the students’ response and to avoid the students’ misinterpretation,the writer used Sari’s translation version of the questionnaires with some modifications to suit to the students’ level. The results of data analysis showed that the second grade students of SMP Negeri 9 Malang either the second grade students having good achievement or the second grade students having average achievement preferred to have group and kinesthetic as their major learning styles. It indicated that there was no difference in preferred learning styles between those two groups involved. Based on the results of the study, the writer suggests that English teachers help their students identify their learning style preferences. Then, identification of the students’ learning styles should also be followed by applying various teachers’ teaching techniques. The writer also suggests that the students be aware of their learning styles so they will be aware of their strengths and weaknesses. Therefore, they can find the most suitable strategies for their learning. Furthermore, the school is also expected to provide learning facilities or media, which can help the process of English teaching-learning. Future researchers are suggested to find the relationship between students learning styles and learning strategies or investigate matching or mismatching between the students’ learning styles with the teachers’teaching techniques.

Perancangan paket buku panduan wisata Kota Malang dalam rangka program "Malang Welcoming City" / Cherly Effiani Putri

 

ABSTRAK Effiani, Cherly. 2009. Perancangan Paket Buku Panduan Wisata Kota Malang dalam Rangka Program ‘Malang Welcoming City’ . Skripsi, Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc Kata kunci: perancangan, Malang Welcoming City, buku panduan pariwisata, wisatawan asing dan domestik. Malang sudah dikenal potensi pariwisatanya sejak jaman kolonial, iklim yang sejuk dengan semilir udara pegunungan, pepohonan yang rindang dan bunga-bunga bermekaran menjadi daya tarik tersendiri bagi wilayah ini. Sejak wilayah Malang terpisah menjadi tiga daerah pemerintahan yaitu Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu, maka berdasarkan persebaran lokasi objek pariwisata, Kota Malang adalah daerah yang bisa dibilang paling minim objek wisata alam dan budaya. Namun, Kota Malang merupakan daerah dengan fasilitas paling lengkap dan terjamin sehingga para wisatawan yang datang akan selalu berkunjung ke Kota Malang atau memilih untuk singgah di Kota Malang. Dalam rangka pemajuan sektor pariwisata Kota Malang, Dinas Pariwisata Kota Malang berserta pihak swasta terus meningkatkan pembangunan objek pariwisata, peningkatan pelayanan serta memperbanyak event-event pariwisata. Untuk melakukan repositioning Kota Malang dari kota transit menjadi kota tujuan wisata, maka Dinas Pariwisata bersama Paguyuban Kakang Mbakyu menyelenggarakan sebuah program ‘Malang Welcoming City’. Perancangan media komunikasi visual dalam rangka program ‘Malang Welcoming City’ ini bertujuan untuk membantu program tersebut agar lebih dikenal publik terutama wisatawan baik asing maupun domestik. Model perancangan yang digunakan adalah model perancangan prosedural atau model perancangan bersifat deskriptif yang menerangkan langkah-langkah yang dilakukan untuk menghasilkan produk. Data yang dipakai sebagai acuan berupa data yang bersumber dari observasi dan pengumpulan gambar foto langsung dari lokasi, dan wawancara secara langsung kepada pihak Dinas Pariwisata dan Komunikasi Kota Malang, serta pengumpulan data tidak langsung dari majalah, internet, buku atau artikel-artikel lainnya. Hasil perancangan adalah berupa paket buku panduan wisata Kota Malang yang berisi informasi mengenai objek-objek wisata Kota Malang dengan konsep etnik dan gaya desain yang disesuaikan dengan ciri khas Kota Malang sebagai Kota Bunga serta kaya akan sejarah dan masih mengangkat unsur budaya Jawa yang diwakili dengan warna-warna cokelat tanah sebagai warna dominan, juga dilengkapi peta sebagai penunjuk lokasi. Berbagai media pendukung antara lain kartu pos, tas, merchandise, denah gedung pos pariwisata, seragam petugas serta media promosi lain. Diharapkan hasil perancangan tersebut dapat berguna sebagai referensi serta motivasi kepada Dinas Pariwisata untuk meningkatkan promosi pariwisata Kota Malang dengan melibatkan tenaga profesional sesuai dengan bidang demi kemajuan pariwisata Kota Malang.

Pengaruh penggunaan muffler freelow dengan filter active carbon terhadap kadar gas Co2 dan CO pada sepeda motor Supra X / Okky Hidayat Nasrulyanto

 

Perkembangan teknologi dibidang otomotif dan perindustrian yang cukup pesat telah memberikan kemudahan kepada manusia dalam pemenuhan hidupnya, tetapi dampak negatif yang ditimbulkan tetap ada terutama polusi udara. Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh polusi telah memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kelangsungan hidup manusia. Polusi udara merupakan masalah yang sangat meresahkan saat ini karena polusi udara dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti gangguan pernapasan dan kanker kulit. Dampak lain dari polusi udara yaitu sebagai sebab penipisan lapisan ozon yang berfungsi sebagai filter radiasi sinar matahari. Salah satu sumber utama dari polusi udara adalah alat transportasi, terutama di kota-kota besar karena jumlah alat transportasi yang terus meningkat. Polusi udara yang disebabkan gas buang merupakan akibat dari pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna dari kendaraan bermotor, sehingga terbentuk CO2, CO, HC, NOx dan gas lain yang dapat menimbulkan polusi udara. Pencemaran udara menjadi semakin buruk dengan masih banyaknya jumlah kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar yang mengandung timbal (Pb) yang berfungsi untuk meningkatkan angka oktan bahan bakar, timbal tersebut akan keluar bersama gas buang yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Dimana data polusi udara yang sangat berbahaya bagi manusia menunjukkan bahwa angka polusi udara di Jawa Timur sudah melampaui ambang batas. Muffler freeflow dengan filter active carbon mempunyai keunggulan dapat menyerap unsur karbon dalam gas buang CO2 dan CO karena active carbon telah diaktivasi dengan cara difurnace yaitu pengovenan pada suhu 600-800°C dan ditiup udara kering agar kandungan air yang masih tersisa dapat hilang. Akibat dari pengaktivasian active carbon dengan cara difurnace, pori-pori active carbon menjadi lebih besar sehingga unsur karbon yang terdapat dalam gas buang CO2 dan CO dapat diikat. Sedangkan mesin yang diuji adalah sepeda motor Honda Supra X karena mayoritas pengguna sepeda motor adalah sepeda motor merk Honda dengan angka penjualan bulan April 2007 138.464 buah dan diatas angka penjualan merk sepeda motor lainnya. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Motor Bakar Universitas Brawijaya Malang dengan bantuan alat Exhaust Gas Analyzer. Analisis hasil penelitian yang digunakan two way anova dan nonparametrik dengan taraf signifikansi 0,01. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar konsentrasi kadar gas buang CO2 dan CO yang dapat diserap oleh active carbon sebagai upaya untuk mengurangi polusi udara yang disebabkan oleh emisi gas buang kendaraan bermotor khususnya Honda Supra X tahun 2003. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, yang dapat diartikan suatu peristiwa yang direncanakan dan dilaksanakan untuk memperoleh data yang relevan. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah kondisi mesin dan putaran mesin, sedangkan variabel terikatnya adalah kandungan gas CO2 dan CO. Kondisi mesin yang dimaksud adalah kondisi mesin menggunakan muffler standart dan kondisi mesin menggunakan muffler freeflow dengan filter active carbon. Sedangkan putaran mesin yang digunakan adalah 1000 rpm, 2000 rpm, 3000 rpm, 4000 rpm, 5000 rpm dan 6000 rpm. Mesin yang digunakan sebagai alat pengambilan data adalah Honda Supra X tahun 2003. Dari pengolahan data hasil penelitian untuk kadar gas CO ditemukan bahwa: (1) nilai Fhitung = 513,251 dan taraf signifikansi < 0,01, sehingga hipotesis yang dapat diambil adalah ada perbedaan yang signifikan pada kandungan emisi gas buang karbon monoksida (CO) antara kondisi mesin menggunakan muffler standart dan menggunakan muffler freeflow dengan filter active carbon. (2) nilai Fhitung = 11,222 dengan taraf signifikansi < 0,01, sehingga hipotesis yang dapat diambil adalah ada perbedaan yang signifikan pada kandungan emisi gas buang karbon monoksida (CO) antara variasi putaran 1000, 2000, 3000, 4000, 5000 dan 6000. (3) nilai Fhitung = 9,404 dengan taraf signifikansi < 0,01, sehingga hipotesis yang dapat diambil adalah ada interaksi antara faktor mesin menggunakan muffler standart dan menggunakan muffler freeflow dengan filter active carbon dengan putaran mesin 1000, 2000, 3000, 4000, 5000 dan 6000 karena nilai Sig < 0,01, sehingga kesimpulan yang dapat dihasilkan adalah ada interaksi yang signifikan antara faktor penggunaan muffler dan faktor variasi putaran mesin (RPM) terhadap kandungan emisi gas buang karbon monksida (CO). Data hasil penelitian untuk kadar gas CO2 menunjukkan bahwa bilangan chi square = 22,682 dengan taraf signifikansi < 0,01, sehingga hipotesis yang dapat diambil adalah ada perbedaan yang signifikan pada kandungan emisi gas buang karbon dioksida (CO2) antara kondisi mesin menggunakan muffler standart dan menggunakan muffler freeflow dengan filter active carbon. Dari data hasil penelitian diketahui rata-rata kandungan kadar gas CO pada Honda Supra X tahun 2003 saat menggunakan muffler standart sebesar 2,429 % dan 1,540 % saat menggunakan muffler freeflow dengan filter active carbon, sedangkan hasil penelitian untuk kadar gas CO2 diketahui rata-rata saat menggunakan muffler standart 26,86 % dan saat menggunakan muffler freeflow dengan filter active carbon 10,14 %. Dari data hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa, menggunakan muffler freeflow dengan filter active carbon dapat mengurangi kandungan emisi gas buang karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2). Saran yang dapat diberikan bagi pengguna kendaraan khususnya Honda Supra X tahun 2003 sebaiknya menggunakan muffler freeflow dengan filter active carbon untuk mengurangi kandungan emisi gas buang karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2), serta bagi peneliti yang lain agar meneruskan penelitian ini dengan judul yang samadengan variasi dan instrumen yang berbeda.

The use of rewards to improve the english achievement of the first year students of SMP Negeri 2 Grati Pasuruan / Nur Laily

 

ABSTRACT Laily, Nur. 2009. The Use of Rewards to Improve the English Achievement of the First Year Students of SMP Negeri 2 Grati Pasuruan. Thesis, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Fachrurrazy, M.A, Ph.D. Key words: rewards, motivation, achievement. The purpose of this study was to know whether the use of rewards can improve the students’ achievement in learning English. As we know, learning a foreign language is learning to communicate in the target language. To be able to communicate in a foreign language there has to be a high motivation to learn it. Learning English as a foreign language can be very frustrating for the students if the teachers do not know how to make it enjoyable. Therefore, it is very important for English teachers to motivate and encourage their students to learn English. This can be done by granting rewards for the attainment of some educational goals and their positive behavior during the teaching and learning process. This research aimed to find whether rewards could increase the students’ achievement in learning English. This study was a classroom action research. The subjects of the study were 34 students of class 7B at SMP Negeri 2 Grati, Pasuruan. It was carried out in three cycles comprising six meetings. The data were collected by means of observation, questionnaires, interview, and quizzes. There were two criteria of success used in this study: 1) 75% of the students participate in each meeting, and 2) all students’ quiz result can reach the passing grade of the English test (Standar Kelulusan Minimum) which is at least 65.00. The results of the study showed that in the first meeting, after being treated with rewards in the form of food, the students were motivated to get involved in the English class. However, in the second meeting, when the researcher offered the same reward, the students’ participation in the class decreased, because it turned out that they did not like edible rewards. When the rewards were substituted with scores, the students were motivated to participate in the English class. They seemed to compete with other students in gaining the best score. As a result, their test scores also increased. In short, the use of rewards in this study successfully solved the problems of students’ low motivation in learning English. To increase their motivation, the researcher gave the best three students the final rewards in the form of certificates. To prevent the students from developing the habit of learning English for rewards, instead of for the need of learning, it is suggested that the giving of rewards be stopped anytime the students have reached the desired behavior.

Pengembangan paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema air untuk siswa SMP Negeri 4 Malang / Ani Rahmawati

 

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah secara tegas menyatakan bahwa substansi mata pelajaran IPA pada SMP/ MTs merupakan IPA Terpadu. Selain itu, penelitian evaluatif terhadap pendidikan IPA yang dilaksanakan di lima provinsi di Indonesia pada tahun 1996 menunjukkan bahwa pendidikan IPA di SLTP masih mengalami berbagai masalah. Kebutuhan peserta didik tersebut sebagian besar dapat dipenuhi melalui pelajaran IPA Terpadu. Di lain pihak, SMP Negeri 4 Malang mulai menerapkan pembelajaran IPA Terpadu tetapi masih menghadapi kendala. Guru mengalami kesulitan untuk mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya dan terbatasnya sumber pembelajaran IPA Terpadu. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menyusun paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema air dan panduan pelaksanaannya untuk siswa SMP Negeri 4 Malang. Penelitian ini berdasarkan langkah-langkah penelitian dan pengembangan (research and development, R & D) yaitu: potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, dan revisi desain. Subyek penelitian terdiri dari dua orang ahli, dua orang guru IPA SMP, dan enam siswa SMP Kelas VII SMP Negeri 4 Malang. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket yang diisi oleh penelaah. Jenis data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari analisis nilai rata-rata angket skala Likert, sedangkan data kualitatif berupa saran, kritik, tanggapan dari penelaah dan hasil keterbacaan siswa. Berdasarkan hasil uji kelayakan, paket IPA Terpadu memperoleh nilai rata-rata 3,37 yang berarti layak dan panduan guru memperoleh nilai rata-rata 3,27 yang berarti layak. Berdasarkan tanggapan, kritik, dan saran dari penelaah maka dilakukan perbaikan terhadap paket IPA Terpadu dan panduan guru. Hasil dari perbaikan tersebut merupakan produk dari pengembangan paket IPA Terpadu. Berdasarkan hasil penelaahan, dapat disimpulkan bahwa hasil pengembangan paket IPA terpadu dan panduan guru berbasis konstruktivisme tema air layak digunakan sebagai bahan ajar untuk membantu proses belajar siswa. Saran untuk peneliti lainnya yaitu agar melakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut terhadap paket hasil penelitian ini dengan melakukan kajian eksperimen dan uji coba yang lebih luas, sehingga diperoleh paket yang teruji secara empiris. Selain itu, disarankan pula agar produk utama dikembangkan dengan tema lain, sehingga dapat memperkaya sumber belajar siswa.

Indonesian-English code mixing and code switching used by radio broadcasters of Makobu FM Malang / Heni Kusumasakti

 

This study aims at finding out the use of Indonesian-English code mixing and code switching by radio broadcasters of Makobu FM Malang. There are three research problems in this study, namely (1) what are the types of Indonesian- English code mixing and code switching used by radio broadcasters of Makobu FM when they are presenting the programs? (2) what are the factors that influence radio broadcasters of Makobu FM to mix their Bahasa Indonesia with English or switch from Bahasa Indonesia into English, or the other way around, when they are presenting the programs? (3) what are the probable reasons why radio broadcasters of Makobu FM mix their Bahasa Indonesia with English or switch from Bahasa Indonesia into English, or the other way around, when they are presenting the programs? Theoretically, this study is expected to enrich the study of Sociolinguistics, especially the knowledge of the use of code mixing and code switching. Practically, this study is hoped to broaden people’s understanding about the phenomenon of Indonesian-English code mixing and code switching in radio broadcasting, especially in Makobu FM Radio. The research design of this study is descriptive qualitative. This study describes the phenomenon of Indonesian-English code mixing and code switching by the broadcasters of Makobu FM Radio as they are. The data collection in this research is in the form of words. The subjects of this study are the broadcasters of Makobu FM Radio, Malang. There is only one kind source of data in this study, namely the utterances of the broadcasters of Makobu FM Radio when they were presenting the programs, from September 23rd 2008 until November 8th 2008. The results of the study show that there are five types of Indonesian- English code mixing and code switching use by the broadcasters of Makobu FM Radio as proposed by Hoffman, namely: (1) intra-sentential switching (code mixing) (77.7 %), (2) inter-sentential switching (13.8 %), (3) emblematic switching (5.4 %), (4) establishing continuity with the previous speaker (2.6 %), and (5) involving a change of pronunciation (0.5 %). Intra-sentential switching is most frequently used by the broadcasters of Makobu FM Radio because the broadcasters often mention titles of songs, titles of films, or names of program which are mostly in the form of noun phrase. There are three factors influencing the broadcasters of Makobu FM Radio to use code mixing and code switching when they are presenting the programs as proposed by Hoffman. In addition, there are two new factors found in this study. They are: (1) contextual factors (52.9 %), (2) the effectiveness of the message (18.9 %), (3) situational factor (16.7 %), (4) marketing factor (10.5 %), and (5) personal factor (1 %). The effectiveness of the message and marketing factor are new factors found in this study. Moreover, the broadcasters most frequently are influenced by the participants involve in the communication; the broadcasters themselves and the listeners are bilinguals. There are nine out of ten reasons why the broadcasters of Makobu FM Radio use code mixing and code switching when they are presenting the programs as proposed by Hoffman and Saville-Troike. Besides, it is one new reason found in this research. They are: (1) expressing group identity (34 %), (2) real lexical need (18.9 %), (3) talking about a particular topic (15.3 %), (4) mentioning trade marks (10.5 %), (5) quoting something or somebody else (9.7 %), (6) interjection or inserting a sentence filler or sentence connector (5.1 %), (7) softening or strengthening request or command (3 %), (8) repetition used for clarification (2 %), (9) being emphatic about something (0.8 %), and (10) intention of clarifying the speech content for the interlocutor (0.7 %). The reason of mentioning trade mark is a new reason found in this present research. In addition, the reason of expressing group identity becomes the first rank because the broadcasters of Makobu FM Radio and the listeners want to show their membership in the community; a speech community of which the members are high class people who can use both English and Bahasa Indonesia in speaking. This research suggests sociolinguistics students to think more critically about the other interesting phenomena in spoken discourse existing in society. In addition, they should not be afraid of doing other sociolinguistics studies. Moreover, the future researchers are expected to develop and broaden their research by including other method, e.g. interview method.

Meningkatkan Keterampilan Menulis Wacana Deskriptif Dengan Metode Investigasi Kelompok di Kelas I SMP Negeri 4 Malang / oleh Ebet Kristos

 

Perancangan buku bergambar tentang pengenalan rambu-rambu lalu lintas untuk anak usia 5-7 tahun / Leyla Perwita Sari

 

Anak-anak mau belajar mengenal lalu lintas, rambu-rambu dan perilaku berlalu lintas dengan benar sejak dini. Diharapkan dengan belajar berlalu lintas sejak dini anak-anak akan tumbuh sebagai manusia yang berdisiplin dan tertib pada aturan, utamanya aturan berlalu lintas. Untuk keperluan tersebut dibutuhkan media belajar dan pembelajaran tentang lalu lintas untuk anak-anak, antara lain berpa buku cerita bergambar tentang pengenalan rambu-rambu lalu lintas untuk anak-anak. Tujuan perancangan ini ialah menghasilkan buku pengenalan tentang rambu-rambu lalu lintas untuk anak usia 5-7 tahun. Buku tersebut ditujukan kepada anak-anak berusia 5 sampai 7 tahun. Karakteristik buku tersebut antara lain print media, hard cover, menggunakan kertas artpaper 190 gram, format buku berbentuk persegi panjang dan landscape, ukuran buku 25 cm x 17 cm, dan buku pengenalan rambu-rambu lalu lintas ini berjumlah 27 halaman. Perancangan ini menggunakan model prosedural. Proses erancangan yang prosedural tersebut berorientasi pada pemecahan masalah bagi dihasilkannya buku bergambar tentang rambu-rambu lalu lintas untuk anak usia 5-7 tahun yang sesuai dengan karakter produk yang diharapkan. Perancangan ini menghasilkan dua buah buku pengenalan tentang ramburambu lalu lintas seri pertama dan seri kedua. Buku seri pertama ini berisikan tentang pengenalan rambu-rambu lalu lintas di taman lalu lintas. Buku seri kedua ini berisikan tentang pengenalan rambu-rambu lalu lintas ketika perjalanan menuju taman safari. Buku pengenalan tentang rambu-rambu lalu lintas ini didesain dengan menggunakan gaya visual bentuk penyajian dan variasi tampilan dibuat dengan format illustrasi gambar yang sederhana dan menarik, buku ini menggabungkan antara cerita dan belajar mengenal karena fungsi dari cerita itu sendiri adalah menuntun anak tersebut untuk mengetahui tanda-tanda lalu lintas. Konsep gaya desain yang terinspirasi dari gaya dan karakteristik Dora the Eksplorer dan juga kartun manga Jepang, buku bergambar ini khusus untuk anak usia 5-7 tahun, menggunakan warna yang cerah dan fullcolour, ukuran buku B5 (17 cm x 25 cm), jumlah halaman: 14 halaman, teknik: manual. Secara teoritik hasil perancangan ini efektif karena telah dirancang dengan menggunakan pendekatan ilmiah sesuai dengan metodologi perancangan yang lazim. Meskipun demikian dibutuhkan ujicoba keefektifannya agar diperoleh hasil empirik sesuai dengan kebutuhanan fungsinya.

Penggunaan model pembelajaran tematik untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III MI Miftahul Ulum Kanigoro Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang / Imroatul Mufidah

 

Perkembangan anak kelas awal sekolah dasar kelas I,II dan III masih berada pada tahap operasional konkret dan holistic. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran sebaiknya dikelola dengan menggunakan model pembelajaran tematik yaitu suatu konsep pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa (peserta didik). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran tematik untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas III MI Miftahul Ulum Kanigoro Kecamatam Pagelaran Kabupaten Malang (2) Mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran tematik untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III MI Miftahul Ulum Kanigoro Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang. Rancangan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dengan 2 kali pertemuan. Teknik penumpulan data ya ng digunakan dalam penelitian ini adalah: Observasi, Wawancara, Dokumentasi dan Tes. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas III MI Miftahul Ulum Kanigoro Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang yang berjumlah 32 siswa. Materi yang diajarkan adalah materi semester II yaitu dengan tema “Kerajinan Tangan” yang dibuat dari perpaduan berbagai mata pelajaran diantaranya: matematika, bahasaa Indonesia dan Sains. Hasil penelitian model pembelajaran tematik tema kerajinan tangan ini dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan aktivitas siswa untuk komponen Visual Activities mengalami peningkatan sebesar (11%) dari siklus I ke siklus II. Komponen Oral Activities mengalami peningkatan sebesar (23,5%), Listening Activities mengalami peningkatan sebesar (9,4%) Writing Activities mengalami peningkatan sebesar (18,7%), Motor Activities mengalami peningkatan sebesar (37,5%) Mental Activities mengalami peningkatan sebesar (15,6%), Emotional Activities juga mengalami peningkatan sebesar (3,1%). Dan juga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III MI Miftahul Ulum Kanigoro Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang. Hal ini ditunjukkan dengan penilaian hasil formatif yang meningkat yaitu dari skor hasil rata–rata pre tes 48,2 menjadi 66,2 pada siklus I dan meningkat menjadi 78,7 pada siklus II. Serta pada siklus II ini sudah mencapai nilai ketuntasan belajar diatas 75% sehingga kegiatan pada siklus II dihentikan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran tematik dapat meningkatkan prestasi dan aktivitas belajar siswa kelas III MI Miftahul Ulum Kanigoro Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada guru untuk dapat menerapkan model pembelajaran tematik di kelas III.

Perancangan majalah digital Islami untuk anak-anak sebagai media informasi dan pembelajaran / Putri Bagus Imami

 

ABSTRAK Imami, Putri Bagus. 2009. Perancangan Majalah Digital Islami Untuk Anak-Anak Sebagai Media Informasi dan Pembelajaran. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Imam Muhadjir, (II) Moch. Abdul Rahman, S.Sn. M.Sn. Kata Kunci : Majalah Digital, Islami, Media Informasi, Pembelajaran Topik ini diangkat dengan pertimbangan bahwa pentingnya pengetahuan tentang ibadah dan pengenalan agama islam sejak usia dini, apalagi masa dimana teknologi berkembang sangat pesat memicu masuknya budaya asing sehingga perlahan-lahan dapat mengikis budaya luhur bangsa terutama dari segi moral dan agama. Dari uraian latar belakang muncul permasalahan yang dirumuskan sebagai berikut: Diperlukan sebuah media informasi dan pembelajaran untuk anak-anak yang membahas tentang pengetahuan agama islam dengan mengedepankan sisi fleksibilitas, interaktivitas, dan pengalaman membaca baru yang menarik bagi target audien berupa majalah digital islami. Perancangan majalah digital islami ini menggunakan model parancangan prosedural, yaitu bersifat deskriptif. Adapun proses perancangan media promosi ini tersusun dalam pencarian data dengan melakukan observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Produk yang dihasilkan berupa majalah digital islami dalam bentuk CD interaktif yang dibuat dengan software pendukung yaitu Adobe Photoshop, Corel Draw, dan macromedia flash CS3. Untuk mendukung kamus bergambar ini maka dibuat juga media promosi komunikasi visual berupa iklan surat kabar, poster, X-banner, billboard, brosur dan self talker (tempat brosur), leaflet, display CD, dan merchandise berupa kalender, block note, pin. Pesan yang ingin disampaikan melalui media majalah digital islami ini yaitu memberikan pengenalan dan pengetahuan tentang agama islam serta mengenalkan pada anak-anak sebagai target audien primer tentang gaya membaca baru yang menarik, dan mengedepankan sisi fleksibilitas dan interaktivitas. Perancangan majalah digital islami ini diharapkan dapat menambah wawasan anak tentang keislaman serta mendukung kegiatan pembelajaran dan pengenalan agama islam pada anak-anak. Selanjutnya, bagi generasi muda diharapkan mampu mengembangkan lebih banyak lagi media pembelajaran yang bervariasi, inovatif, dan bermanfaat bagi dunia pendidikan.

Penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi dan prestasi belajar fisika siswa kelas XI IPA SMAN 3 Malang / Rohmatin Mufaridah

 

Hasil observasi di kelas XI IA-6 SMAN 3 Malang menunjukkan bahwa siswa terlihat pasif dalam mengikuti pelajaran dan hanya sepertiga dari jumlah siswa dalam kelas tersebut yang dapat menganalisis permasalahan yang diberikan. Hasil wawancara dengan guru fisika diketahui bahwa masih banyak siswa yang harus mengikuti remidial untuk memperbaiki nilainya. Salah satu cara untuk memperbaiki keadaan ini adalah dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL). PBL merupakan suatu model pembelajaran yang menjadikan permasalahan dalam dunia nyata sebagai langkah awal dalam pembelajaran. Siswa secara aktif melakukan penyelidikan terhadap permasalahan yang diberikan untuk dianalisis dengan menggunakan kemampuan berpikirnya. Menganalisis suatu masalah fisika merupakan salah satu cara untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi fisika siswa. Oleh karena itu, dilakukanlah penelitian untuk memperbaiki keadaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan prestasi belajar fisika siswa kelas XI IPA 6 SMAN 3 Malang melalui model PBL pada pokok bahasan fluida dinamis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas XI IPA 6 SMAN 3 Malang, berjumlah 31 siswa. Setiap siklus terdiri dari 5 tahap, yaitu tahap mengorientasikan siswa pada masalah, tahap mengorganisasikan siswa untuk belajar, tahap membimbing penyelidikan individu dan kelompok, tahap mengembangkan dan menyajikan hasil karya, tahap menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah Lembar Observasi (LO) ketelaksanaan model PBL, LO kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan soal tes. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi fisika siswa, pada aspek pertanyaan yang diajukan meningkat 31,4% dan pada aspek jawaban tes meningkat 2,7% dari siklus I ke siklus II. Peningkatan prestasi ditandai dengan peningkatan persentase nilai rata-rata dari sebelum tindakan ke siklus I sebesar 4,8 dan dari siklus I ke siklus II sebesar 5,2%. untuk ketuntasan belajar siswa meningkat dari sebelum tindakan ke siklus I 12,9% dan dari siklus I ke siklus II 16,1%. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan model PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan kualifikasi baik dan meningkatkan prestasi belajar serta ketuntasan belajar fisika siswa.

Perancangan company profile dan media pendukungnya sebagai media promosi Susan Catering / Ika Adityarini

 

Catering merupakan usaha yang banyak berkembang saat ini. Di zaman yang serba cepat dan praktis seperti sekarang ini, kebanyakan orang lebih memilih memesan/menyerahkan urusan menu makanan yang akan disajikan sebagai pelengkap suatu acara/pesta personal maupun instansi melalui jasa boga yang lebih dikenal dengan catering. Salah satu pengusaha catering di Kota Malang ini adalah Ibu Sutjiani Santoso yang sudah berkecimpung dengan usaha boga sejak tahun 2003. Dengan berbekal pengalaman dan cita rasa makanan yang halal lezat dan alami, Ibu Sutjiani membentuk jasa catering pada tahun 2008 dengan nama Susan Catering. Mengingat usaha ini masih baru, maka Susan Catering membutuhkan sarana untuk lebih memperkenalkan usahanya pada target audience secara luas guna mengembangkan usaha catering tersebut. Hal ini tidak luput dari peran sebuah media komunikasi visual sebagai sarana promosi usaha katering tersebut. Untuk menambah pengunjung dibutuhkan sebuah media promosi. Dalam hal ini Susan Catering menginginkan Company Profile. Tujuan dari perancangan ini adalah menciptakan company profile berupa CD Interaktif yang menarik serta efektif sebagai alat untuk mempromosikan Susan Catering. Media ini digunakan sebagai presentasi tool. Model perancangan ini merupakan model perancangan deskriptif diawali dari penulisan latar belakang, perumusan masalah dan pengidentifikasian tujuan, dilanjutkan dengan pengumpulan data terdiri dari data perusahaan dan data pemasaran, dengan cara observasi, dokumentasi, dan wawancara. Data yang didapat kemudian dianalisis dan akhirnya menjadi konsep dari perancangan. Perancangan Media terdiri dari media utama yaitu CD interaktif dan buku company profile dan media komunikasi visual alternatif lainnya yang digunakan sebagai media pendukung. Media pendukungnya terdiri dari: kalender, mobil operasional, kartu nama, kemasan nasi kemas, kwitansi, sign board, papan nama, stand banner, amplop, kertas surat, gelas, kotak brosur dan brosur.

Peningkatan pembelajaran menulis wacana ekspositori melalui strategi writers’ workshop siswa kelas II SMPN 2 Mawasangka / oleh Lukman

 

Pengaruh rasio likuiditas, rasio hutang (leverage), dan tingkat pendapatan terhadap profitabilitas (studi pada Perusahaan Real Estate & Property yang listing di BEI tahun 2004-2007) / Aisi Rosita Nur

 

ABSTRAKSI Nur, Aisi Rosita. 2009. Pengaruh Rasio Likuiditas, Rasio Hutang (Leverage), dan Tingkat Pendapatan terhadap Profitabilitas (Studi pada Perusahaan Real Estate & Property yang Listing di BEI Tahun 2004-2007). Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Tuhardjo, S.E., M.Si., Ak. (II) Dr. Sunaryanto, M.Ed. Kata kunci: Rasio Likuiditas, Rasio Hutang (Leverage), Tingkat Pendapatan, dan Profitabilitas. Profitabilitas merupakan tujuan utama dari setiap kegiatan bisnis, karena dengan profitabilitas kegiatan bisnis akan dapat bertahan hidup (survive) dalam jangka panjang. Oleh karenanya, pengukuran atau penilaian profitabilitas, baik saat ini, yang lalu maupun proyeksi profitabilitas di masa depan sangatlah penting. Beberapa faktor yang mempengaruhi profitabilitas yaitu Rasio Likuiditas, Rasio Hutang (Leverage), dan Tingkat Pendapatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan antara variabel Rasio Likuiditas (Quick Ratio), Rasio Hutang/Rasio Leverage (Debt Ratio), dan Tingkat Pendapatan (Net Sales) terhadap variabel Profitabilitas (ROA). Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data laporan keuangan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan Real Estate & Property yang Listing di BEI Tahun 2004-2007. Sampel yang digunakan adalah perusahaan Real Estate & Property yang memiliki kriteria sebagai berikut: listing di BEI sejak tahun 2004 hingga 2007, memiliki kelengkapan unsur-unsur dalam laporan keuangan yang dibutuhkan dalam penelitian, serta yang mengalami keuntungan selama periode penelitian. Dari karakteristik sampel di atas diperoleh sampel sebesar 15 perusahaan, dan untuk mengatasi keterbatasan jumlah data maka dalam penelitian ini mempergunakan data pooling. Analisis data menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda. Uji regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel Quick Ratio, Debt Ratio, dan Net Sales terhadap variabel ROA baik secara parsial maupun secara simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial hanya variabel Net Sales yang berpengaruh positif yang signifikan terhadap ROA, Debt Ratio berpengaruh positif tetapi tidak signifikan, dan variabel Quick Ratio berpengaruh positif yang tidak signifikan terhadap variabel ROA. Jika diuji secara simultan variabel Rasio Likuiditas, Rasio Hutang (Leverage), dan Tingkat pendapatan berpengaruh positif yang signifikan terhadap Profitabilitas. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk peneliti selanjutnya agar menambah variabel lain dan faktor lain yang sekiranya mempengaruhi profitabilitas, misalnya kondisi makro ekonomi Indonesia. Bagi perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) hendaknya memperhatikan standarisasi rasio keuangan melalui analisis rasio keuangan untuk melihat prospek perusahaan. Dalam menanamkan sahamnya pada perusahaan, investor hendaknya mempertimbangkan tingkat keuntungan yang diperoleh perusahaan. Bagi pemerintah diharapkan dapat memberikan iklim usaha yang kondusif sehingga dunia usaha dapat berkembang dengan baik dan mampu memberikan kontribusi bagi perekonomian Indonesia.

Code switching in the articles of Kawanku magazine / Retna Wulandari

 

This study aims at investigating the use of code switching in the articles of Kawanku magazine. There are two research problems in this research, namely: (1) what are the types of code switching based on the nature of the juncture where language change takes place found in the style, life, entertainment, and daily dose articles of Kawanku magazine as written by the journalists? (2) what are the reasons for the journalists to switch the language from Indonesian into English or vice versa in the style, life, entertainment, and daily dose articles of Kawanku magazine?The research design of this study is descriptive qualitative. There is only one kind of source of data in this research, that is, the articles written by the journalists of Kawanku magazine published in five editions from August 27th until November 5th 2008. The results show that there were three out of five types of code switching in the articles of Kawanku magazine, namely: (1) intra-sentential switching (72.72 %), (2) inter-sentential switching (21.36 %) and (3) emblematic switching (5.9 %). There were ten reasons why the journalists switch the codes. They were: (1) expressing their group identity (28.27 %), (2) inserting a real lexical need (16.80 %), (3) talking about a particular topic (15.77 %), (4) quoting somebody else (12.90), (5) emphasizing or strengthening message (7.58 %), (6) inserting sentence fillers, sentence connectors or interjection (4.91 %), (7) repetition used for clarification (4.31 %), (8) softening and strengthening request or command (4.3 %), (9) modernity (4.3 %) and (10) being emphatic about something (0.68 %). From the findings, it was known that the journalists mostly use code switching in the type of intra-sentential switching in the form of a noun phrase. They did that to mention beauty stuffs, fashion and style products. In this case, this community believed that the products from West Country had better quality. Therefore, the reason for the journalists to use code switching was for expressing group identity: they wanted to show that this magazine was for high class female teenage readers.

Analisis laporan keuangan sebagai alat bantu pengukuran kinerja manajemen perusahaan pada PT Pos Indonesia (Persero) Malang 65100 / Artika Krisma Santi

 

Perkembangan dan persaingan pada perusahaan penyedia layanan telekomunikasi yang ketat saat ini, mengakibatkan perusahaan meningkatkan pelayanan terbaik kepada konsumen sehingga pendapatan bagi perusahaan tidak berkurang dan berusaha memperbaiki kinerja manajemennya. Melalui laporan keuangan dapat diperoleh informasi penting bagi pemakai laporan keuangan dalam pengambilan keputusan, dapat dimanfaatkan untuk memprediksi kondisi keuangan masa mendatang, dan untuk mengukur tingkat kinerja manajemen selama periode waktu tertentu yang berpengaruh terhadap pengambilan keputusan oleh manajemen, sehingga diperoleh tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengukur kinerja perusahaan PT POS melalui analisis laporan keuangan perusahaan dengan metode rasio keuangan. Penilaian kinerja dapat dilakukan dengan menggunakan perhitungan analisis rasio yang membandingkan antar pos-pos terkait dalam neraca dan laporan laba-rugi serta membandingkan kondisi di laporan keuangan dengan teori yang terdapat dalam referensi yang digunakan. Dilihat dari rasio keuangan yang dihasilkan dari perhitungan pada komponen laporan keuangan tahun 2004 sampai dengan tahun 2008, diperoleh hasil analisis untuk likuiditas pada rasio lancar dengan persentase 85,84%, 85,03%, 90,18%, 91,49%, 90,18%. Quick ratio yang memiliki persentase sebesar 85,81%, 85,85%, 90,15%, 91,46%, 90,15%. Untuk rasio profitabilitas pada ROA (43,7%); (12,45%); 61,01%; 90,8%; 90%. Pada rasio profit margin diperoleh angka (11,38%); (3,60%); 15,81%; 21,56%; 21,57%. Untuk rasio solvabilitas dapat terlihat pada total kewajiban terhadap aktiva (asset) sebesar 101,79%, 101,81%, 101,69%, 102,21%, 101,69%. Pada rasio aktivitas terlihat pada rata-rata umur piutang 1,54 hari; 1,68 hari; 0,23 hari; 0,19 hari; 0,21 hari. Rata-rata perputaran aktiva 3,84 kali; 3,84 kali; 3,86 kali; 4,21 kali; 4,17 kali. Dari rasio yang dihasilkan, kinerja PT POS Malang selama tahun 2004-2008 untuk rasio likuiditas dinilai semakin baik karena persentasenya semakin naik sehingga kewajiban dapat dijamin, dari rasio profitabilitas dinilai baik karena mengalami kenaikan dari tahun ke tahun dan adanya peningkatan laba bersih, rasio solvabilitas dinilai mengalami kenaikan yang baik karena dapat memaksimalkan nilai aset untuk mendanai kewajiban yang dimiliki, rasio aktivitas dinilai baik karena dapat dengan cepat mengubah akun piutang menjadi kas. Dari rasio yang ada disarankan perusahaan memberi perhatian pada aset dan akun pendapatan karena nilainya masih mungkin untuk ditingkatkan lagi. Meningkatkan nilai aktiva melalui kenaikan nilai kas dan piutang. Mengurangi biaya melalui pengurangan intensitas dalam melakukan perjalanan dinas sehingga laba bersih perusahaan dapat ditingkatkan, dan meningkatkan pelayanan kepada konsumen agar perusahaan dapat bersaing.

Seeing through Blood Diamond: Western cultural hegemony beneath / Ana Zahida

 

Culture is one of the most important battlefields for the criss-crossing of interest between nations in the international relationship since culture is a powerful device for implanting ideology and influence. No wonder, many nations compete in this field to win and spread their ideological aspect so as to reign powerfully as the major actor in the international relationship by possessing the power to influence others through spreading cultural products. Movie is inevitably one of such powerful devices, while Hollywood as the biggest player in this field, inescapably is involved in this huge project. Based on the notion above, this study was intent on revealing one of Hollywood’s movies, Blood Diamond. Produced by the most ambitious superpower country, USA, Blood Diamond perceives others using the perspective of the maker. The perspective used in the movie, certainly, glorifies the West as the Self while degrades the rest, in this case, the Third World as the Other. Gramsci’s theory of hegemony is used in this study to divulge the hidden agendum which lies beneath the overt idea of the movie for saving the Third World from jeopardy and demolition. This study results in several important aspects supporting the existence of the hegemonic intention of the movie maker through camera movement, characterization, dialogue, costumes, and setting. Certainly, it empirically proves the effort of the West as the hegemon to sustain their position in the international relationship through winning the consent of the Third World by lulling them using the old white mythology pervasive in the intrinsic aspect of the movie. The result of this study serves as a wake up call for the Third World in general so that they should be lulled no more in the beautiful nightmare of Western hegemonic message of the movie. The critical thinking in galloping western cultural product is deadly significant point of defense besides competing the West by setting up the Third World own story through their own perspective. ---------------------------------- Budaya adalah salah satu kancah peperangan terpenting dari carut-marut kepentingan yang terjadi antar negara dalam pergaulan internasional, karena budaya memiliki kuasa maha dahsyat untuk menanamkan ideologi dan pengaruh. Tak heran, banyak negara yang bersaing keras dalam bidang ini untuk memperluas jejaring ideology mereka melalui persebaran produk-produk budaya agar menjadi pemenang sehingga dapat meraih peran utama dalam pergaulan internasional karena kuatnya daya pengaruh mereka terhadap negara lain. Tak dapat dipungkiri bahwa film, sebagai produk budaya dengan jangkauan luas, termasuk ke dalam agen penyebar pengaruh ini. Sedangkan Hollywood sebagai pemain terbesar dalam bidang perfilman, tak bisa tidak, juga pasti terlibat dalam mega proyek ini. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis salah satu film produk Hollywood, Blood Diamond. Diproduksi oleh negara Superpower, Amerika, Blood Diamond bertutur mengenai Afrika melalui perspektif pembuatnya. Perspektif yang dipakai dalam film ini, tentu saja, memuja Barat sebagai Diri dan merendahkan yang lain, dalam hal ini, Dunia Ketiga sebagai Si Lain. Teori Hegemony yang dicetuskan Antonio Gramsci digunakan untuk menganalisis dan mengungkap agenda rahasia yang tersembunyi di antara pesan-pesan terang film ini agar menyelamatkan Dunia Ketiga dari kehancuran dan keterpurukan. Hasil dari penelitian ini menggarisbawahi beberapa poin penting yang mengindikasikan adanya niatan hegemonis pembuat film yang ditunjukkan oleh pergerakan kamera, karakterisasi, dialog, kostum, dan setting film. Ini merupakan bukti empiris tentang usaha barat untuk menjadi hegemon dalam pergaulan internasional dengan mendapatkan kerelaan Dunia Ketiga dengan cara meninabobokkan mereka dengan dongeng-dongeng tua Mitologi Barat yang tertera jelas dalam sisi intrinsik film ini. Hasil penelitian ini sekaligus berfungsi sebagai alarm yang membangunkan Dunia Ketiga dari indahnya mimpi buruk pesan-pesan hegemonik barat dalam film ini. Pemikiran kritis dalam mencerna produk-produk budaya barat merupakan benteng pertahanan penting dari gencarnya serangan hegemoni barat selain dengan cara melawan barat melalui usaha bercerita melalui perspektif Dunia Ketiga sendiri.

Akuntasi pertanggungjawaban sebagai dasar penilaian kinerja keuangan pada Rsia Aminah Kota Blitar / Idfiyana Chusumaningtika

 

Di dalam sebuah organisasi diperlukan adanya alat pelaporan dan pertanggungjawaban kepada pimpinan. Untuk mempertanggungjawabkan tugas atau pekerjaan tersebut maka diperlukan akuntansi pertanggungjawaban. Secara keseluruhan RSIA Aminah kota Blitar perlu menerapkan akuntansi pertanggungjawaban sebagai informasi masa akan datang yang bermanfaat untuk penyusunan anggaran, pengukuran kinerja keuangan organisasi, dan tanggung jawab manajer dalam penyusunan laporan keuangannya, juga untuk mengetahui penyimpangan yang terjadi pada proses penyusunan anggaran, menilai sejauh mana manajer mengelola tanggung jawabnya dalam penyusunan laporan keuangan serta dalam pengukuran kinerja juga dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif. Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan RSIA Aminah kota Blitar dengan menggunakan akuntansi pertanggungjawaban sebagai dasar penilaian. Dalam penelitian ini metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu dokumentasi dan wawancara. Adapun metode pemecahan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Menetapkan pusat-pusat pertanggungjawaban pada RSIA Aminah 2) Menyusun anggaran pada pusat-pusat pertanggungjawaban RSIA Aminah 3) Menyusun realisasi pada pusat-pusat pertanggungjawaban RSIA Aminah 4) Menggolongkan biaya terkendali dan tidak terkendali pada pusat-pusat pertanggungjawaban 5)Menilai kinerja keuangan rumah sakit dengan membandingkan realisasi dan anggaran pada tiap-tiap pusat pertanggungjawaban. Hasil pembahasan dalam penelitian ini adalah RSIA Aminah belum menerapkan akuntansi pertanggungjawaban. Penilaian kinerja keuangan dengan menggunakan akuntansi pertangunggjawaban pada RSIA Aminah pada pusat biaya dan pusat laba menunjukkan hasil yang baik, sedangkan pada pusat investasi masih kurang baik dikarenakan turnover dari tahun 2006 ke tahun 2007 turun. Saran, hendaknya RSIA Aminah menerapkan akuntansi pertanggungjawaban sebagai dasar penilaian kinerja keuangan. Penerapan akuntansi pertanggungjawaban dapat memudahkan manajer untuk Meningkatkan dan mempertahankan kinerja keuangan pada tiap-tiap pusat pertanggungjawaban, Mempermudah dalam evaluasi keuangan, terutama bagi manajer tingkat atas, Mencari dan mengatasi masalah yang ada.

Pengaruh komitmen karyawan pada perusahaan terhadap kinerja karyawan (studi pada karyawan Jawa Timur Park) / Agus Surianto

 

Seorang karyawan yang mempunyai komitmen tinggi maka akan berpengaruh terhadap tingginya tingkat kinerja karyawan. Komitmen organisasi lebih dari sekedar kenggotaan formal, karena meliputi sikap menyukai orang dan kesediaan untuk mengusahakan tingkat kinerja yang tinggi bagi organisasi. Komitmen organisasi dalam beberapa penelitiaan dihubungkan dengan kinerja. Semakin tinggi komitmen organisasi maka semakin tinggi pula kinerja karyawan. Penelitiaan ini dilakukan untuk mengetahui gambaran deskriptif komitmen organisasi serta kinerja karyawan pada Jawa Timur Park Batu, serta pengaruh masin-masing variable identifikasi (X1), keterlibatan (X2) dan kesetiaan/loyalitas (X3), dan kinerja (Y) baik secara parsial maupun simultan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Penelitian ini merupakan penelitiaan penggambaran (deskriptif), data yang diperoleh menggunakan angket tertutup. Instrument penelitian ini menggunakan item-item dari penelitiaan terdahulu yang teruji. Meski demikian uji validitas dan reliabilitas tetap dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas data yang diperoleh. Populasi dalam penelitiaan adalah seluruh karyawan Jawa Timur Park Batu. Sedangkan sampelnya diambil 67 orang. Dari total populasi sebanyak 202 orang. Analisis data menggunakan bantuan SPSS 10.00 for windows. Hasil penelitian ini diketahui bahwa sebagaian responden yaitu 19,40% (13 responden) menyataka sangat setuju terhadap variabel identifikasi (X1), 2,99% (2 responden) menyataka sangat setuu terhadap variabel keterlibatan (X2) dan 35,82% (24 responden) menyatakan sangat setuju terhadap kesetiaan (X3). Secara parsial variabel identifikasi (X1), keterlibatan (X2), dan kesetiaan (X3) memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y), karena terbukti dengan nilai signifikan t< 0,05 (0,000<0,05). Hasil uji parsial diketahui bahwa variabel yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap kinerja karyawan pada Jawa Timur Park Batu adalah variabel identifikasi (X1) karena memiliki peluang kesalahan 5%, terlihat bahwa nilai signifikan t jauh dibawah 0,05 yaitu signifikan t=0,000 Secara simultan variabel identifikasi (X1), keterlibatan (X2), dan kesetiaan (X3), memiliki penagruh yang asangat signifikan terhadap kinerja karyawan. Terbukti bahwa nilai signifikan F<0,05 (0,000<0,05). Kinerja karyawan dipengaruhi oleh variabel bebas yaitu komitmen organisasi yang terdiri dari identifikasi (X1), keterlibatan (X2), dan kesetiaan (X3) sebesar 90,9% dan sisanya 9,1% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitiaan ini. Maka saran yang dapat diberikan untuk meningkatan komitmen organisasi terutama pada identifikasi yang merupakan perasaan bangga atas organisasi, yang juga merupakan wujud kepercayaan karyawan terhadap organisasi Jawa Timur Park Batu harus meningkatkan dengan lebih mengeratkan hubungan karyawan dengan perusahaan secara aktif, juga lebih memberikan tanggung jawab masing-masing karyawan. Selain itu juga Jawa Timur Park Batu juga harus memperhatikan dan meningkatkan kesetiaan/loyalitas yang dimiliki karyawan yaitu lebih memperhatikan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kesetiaan karyawan terhadap perusahaan.

Pengaruh tayangan iklan kartu seluler Telkom Flexi di televisi terhadap keputusan pembelian konsumen (studi kasus pada anggota flexter Kota Malang) / Akta Nurdian Putra Anundhita

 

ABSTRAK Wahyu Budi.W. 2008. Pengaruh Penayangan Iklan di Televisi terhadap keputusan Pembelian Konsumen Mie Sedaap (Studi Pada Masyarakat Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Hermawan, M.Si, M.Bus. (II) Titis Shinta Dewi S.p, MM Kata kunci : Iklan, Keputusan Pembelian Konsumen Dalam mengembangkan bisnis, produsen berusaha untuk menguasai pasar dan memenangkan persaingan. Hal ini terjadi pada berbagai sektor bisnis, termasuk bisnis makanan khususnya mie instant. Dimana saat ini banyak bermunculan mie instant dengan berbagai merek. Tiap produsen berusaha menonjolkan keunggulan masing-masing dan menciptakan strategi pemasaran yang sesuai. Hal ini bisa dilakukan dengan periklanan. Periklanan adalah merupakan salah satu kegiatan untuk menyampaikan informasi atau pesan tentang mie sedaap kepada konsumen yang perlu memperhatikan: isi pesan, struktur pesan, format pesan, dan sumber pesan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penayangan iklan terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli Mie Sedaap pada masyarakat Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini bersifat deskriptif korelasional yaitu pengaruh penayangan iklan terhadap keputusan pembelian konsumen. Populasi yang diambil adalah masyarakat Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang yang jumlah penduduk yang berusia minimal 17 tahun adalah 11.546 jiwa.. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsionate random sampling, dengan sampel sebanyak 100 responden. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitias dengan sampel uji coba sebanyak 40 responden. Data diperoleh melalui responden menggunakan kuesioner/angket tertutup dan diukur menggunakan skala Likert 1-5. Sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh periklanan yang meliputi isi pesan, struktur pesan, format pesan, dan sumber pesan terhadap keputusan pembelian baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Periklanan yang meliputi isi pesan, struktur pesan, format pesan, sumber pesan menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli Mie Sedaap. (2) Terdapat pengaruh signifikan periklanan yang terdiri dari isi pesan, struktur pesan, format pesan, sumber pesan secara parsial terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli Mie Sedaap. (3) Terdapat pengaruh signifikan periklanan yang terdiri dari isi pesan, struktur pesan, format pesan, sumber pesan secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli Mie Sedaap. Selanjutnya saran-saran yang dapat peneliti berikan adalah: (1) Bagi Grup Wings (GW) yang merupakan produsen Mie Sedaap dalam beriklan hendaknya lebih memperhatikan struktur pesan. Struktur pesan harus dibuat semenarik mungkin agar dapat menarik perhatian konsumen. Misalnya dengan adanya penonjolan keunggulan dari berbagai segi, seperti adanya varian rasa Mie Sedaap dan adanya rasa yang khas dibandingkan mie yang lain. (2) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk menggunakan variabel bebas di luar variabel isi pesan, struktur pesan, format pesan, dan sumber pesan seperti budaya, kelompok sosial, usia, motivasi dan lainnya yang berhubungan dengan keputusan pembelian Mie Sedaap.

Membangun sistem keamanan akses situs dan monitoring akses user internet di SMK Negeri 4 Malang / Aan Andreas

 

ABSTRAK Andreas, Aan. 2009. Membangun sistem keamanan dan monitoring akses internet SMK NEGERI 4 MALANG. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Hary Suswanto, S.T., M.T. Kata Kunci: Membangun PC, Router pfSense 1.2 - Release Pengembangan jaringan komputer dalam akses internet merupakan persoalan yang sangat penting sekali di dalam dunia pendidikan saat ini. Hal ini diperlukan karena semakin berkembangnya dunia teknologi di dalam pendidikan sebagai sarana pendukung dalam proses belajar mengajar. Dengan adanya fasilitas internet di SMK NEGERI 4 Malang sebagai salah satu sarana Proses Belajar Mengajar (PBM), penggunaan koneksi internet akan dibatasi. Pada saat PBM khususnya mata pelajaran komputer yang tidak memerlukan koneksi internet, maka koneksi internet akan diblokir, akan tetapi apabila KBM yang membutuhkan koneksi internet untuk mencari literatur dari internet, maka koneksi internet diaktifkan kembali. Metode yang digunakan oleh penulis untuk pengembangan jaringan komputer di SMK NEGERI 4 Malang dengan pembuatan PC router berbasis pfSense 1.2 - Release. Dengan memanfatkan fasilitas yang ada pada PC router pfSense ini, seorang admin jaringan atau pengajar dapat memantau segala aktivitas PC client dan memonitoring trafik untuk melihat berapa banyak paket-paket yang dilewatkan pada PC Router serta dapat membatasi akses internet yang bebas dan konten yang dilarang akses PC Client sehingga menghindari hal-hal yang menganggu jalannya proses pembelajaran. Selama Proses KBM berjalan, khususnya pada saat Mata Pelajaran komputer yang menggunakan laboratorium komputer untuk praktek siswa, maka harus ada yang memantau segala aktivitas yang berhubungan dengan penggunaan komputer, khususnya penggunaan akses internet. Pada saat guru menerangkan mata pelajaran yang disampaikan, ada beberapa siswa sering kali tidak memperhatikan guru pada saat menjelaskan pelajaran. Siswa sering membuka internet tanpa sepengetahuan guru. Hal ini tentu akan membawa dampak yang sangat buruk terhadap siswa, yaitu akan mengurangi konsentrasi belajar siswa. Selain itu juga akan membawa dampak bagi siswa lain yang tertarik dengan mengakses internet daripada memperhatikan guru yang sedang menerangakan mata pelajaran. Hal ini akan berdampak pada nilai yang didapat oleh siswa. Maka dari itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan harus ada pemantauan segala aktivitas PC Client khususnya di dalam akses internet. Harapan penulis adalah semoga dengan terbangunnya PC router yang ada di SMK Negeri 4 Malang, pemakaian akses internet bisa difungsikan sesuai dengan kebutuhan yang ada. Tanpa menggangu proses KBM yang ada.

Peningkatan kemampuan menulis wacana narasi dengan strategi jigsaw bagi siswa kelas II SLTPN 29 Samarinda / Oleh Marsono

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model two stay two stray (TSTS) untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa terhadap pelajaran matematika pada kelas X-2 SMAN 8 Malang / Nurul Abidah

 

ABSTRAK Abidah, Nurul. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Two Stay Two Stray (TSTS) untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa terhadap Pelajaran Matematika pada Kelas X-2 SMAN 8 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Erry Hidayanto, M. Si., (2) Dra. Tri Hapsari Utami, M. Pd. Kata kunci: TSTS, motivasi, prestasi. Proses belajar intensitasnya sangat dipengaruhi oleh motif atau dorongan-dorongan tertentu yang ada pada diri siswa untuk belajar sesuatu yang diminatinya. Melalui pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) ini, guru dapat menumbuhkan usaha siswa seoptimal mungkin dalam proses pembelajaran, pemberdayaan potensi siswa untuk pengaktualisasian pengetahuan, dan ketrampilannya. Motivasi mendorong siswa untuk melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan sehingga hasil belajar menjadi lebih optimal. Makin tepat motivasi yang diberikan, akan berhasil pula pelajaran itu. Jadi, motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar bagi para siswa. Dengan intensitas usaha belajar tinggi dan terutama didasari adanya motivasi, maka seseorang yang belajar itu akan dapat melahirkan prestasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray (TSTS), untuk meningkatan motivasi belajar dan untuk meningkatan prestasi belajar siswa kelas X-2 SMAN 8 Malang terhadap mata pelajaran Matematika sehingga nantinya dapat dilihat sejauh mana penerapan model TSTS ini dalam pembelajaran untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas X-2 SMAN 8 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang terdiri atas 2 siklus. Subjek yang digunakan dalam penelitian adalah siswa kelas X semester genap tahun ajaran 2008/ 2009 SMAN 8 Malang yang siswanya berjumlah 40. Data yang diperoleh berupa penerapan pembelajaran kooperatif model TSTS, peningkatan motivasi belajar siswa serta prestasi belajar siswa. Data tersebut diambil dengan cara penyebaran angket untuk mengukur peningkatan motivasi belajar dan teknik analisis hasil untuk mengukur peningkatan prestasi belajar siswa. Instrumen kunci dalam penelitian ini adalah human instrumen (peneliti sendiri) dengan instrumen bantu berupa lembar observasi, angket dan tes. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) pada siklus I, diantaranya: (1) siswa belum cukup siap belajar dengan model Two Stay two Stray (TSTS) karena belum terbiasa belajar secara kooperatif, (2) pembentukan kelompok yang hanya memperhatikan prestasi dan jenis kelamin mengakibatkan terdapat kelompok yang cenderung ramai dan sebaliknya, (3) belum adanya kejelasan prosedur diskusi TSTS sehingga banyak siswa yang masih bingung dengan pembelajaran TSTS. Adapun pada siklus II masalah-masalah pada siklus I dapat diatasi dengan (1) lebih mempersiapkan siswa dalam pembelajaran TSTS, (2) pembentukan kelompok juga memperhatikan aspek afektif siswa dan (3) memperjelas prosedur diskusi TSTS. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan motivasi dan prestasi belajar Matematika siswa kelas X-2. Khusus untuk aspek motivasi, peningkatan motivasi yang ditemukan peneliti belum cukup signifikan karena keterbatasan waktu penelitian. Akan tetapi, hal ini diperkirakan akan mengalami kecederungan untuk meningkat secara signifikan jika penelitian dilaksanakan dalam waktu yang cukup lama. Disarankan kepada guru Matematika, hendaknya meningkatkan profesionalisme dan kualitas pembelajaran dengan menciptakan inovasi metode pembelajaran yang menarik dan menuntut siswa aktif. Bagi siswa, hendaknya lebih bersungguh-sungguh dan lebih bersemangat dalam belajar Matematika, serta tidak menganggap pelajaran Matematika sebagai ”momok” dalam belajar. Adapun bagi penelitian selanjutnya, dapat melanjutkan penelitian ini untuk mendapatkan temuan yang lebih signifikan.

Pengaruh profit margin, investment turnover dan equity multiplier terhadap profitabilitas ekuitas di KUD Kota Malang / Agnes Erika Damayanti

 

ABSTRAKSI Damayanti. Agnes Erika. 2009. Pengaruh Profit Margin, Investment Turnover dan Equity Multiplier terhadap Profitabilitas Ekuitas di KUD Kota Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sumadi, S.E, M.M, (II) Dra. Suparti, M.P. Kata kunci: Profit margin, investment turnover, equity multiplier, profitabilitas ekuitas. Profitabilitas merupakan tujuan utama dari setiap kegiatan bisnis, karena dengan profitabilitas kegiatan bisnis akan dapat bertahan hidup (survive) dalam jangka panjang. Sama halnya dengan koperasi unit desa (KUD), walaupun tidak bertujuan untuk mengejar keuntungan tetapi harus memperoleh keuntungan untuk berkembang di masa yang akan datang. Sorotan utama dari penelitian ini adalah profitabilitas ekuitas dengan dasar pemikiran, modal sendiri merupakan hal yang sangat penting bagi KUD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan antara variabel profit margin (PM), investment turnover (TATO) dan equity multiplier (EM) terhadap profitabilitas ekuitas (ROE). Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data laporan keuangan yaitu laporan laba rugi dan neraca tahun 2004-2008 yang terdapat di dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) masing-masing koperasi unit desa (KUD). Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah semua koperasi unit desa (KUD)yang terdaftar dalam Dinas Koperasi dan UKM kota Malang, yang berjumlah empat (4) koperasi unit desa (KUD). Analisis data menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda. Uji regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel profit margin, investment turnover dan equity multiplier terhadap variabel profitabilitas ekuitas baik secara parsial maupun secara simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependennya. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk peneliti selanjutnya agar menambah variabel lain dan faktor lain yang sekiranya mempengaruhi profitabilitas ekuitas, misalnya pengembalian atas aktiva. Bagi Dinas Koperasi dan UKM kota Malang sebagai aparat pemerintah yang bertanggung jawab membina koperasi unit desa (KUD) di wilayah kota Malang, diharapkan terus membina koperasi unit desa (KUD) dalam hal kemampuan kewirausahaan dan profesionalisme pengurus, pengawas, anggota dan karyawan, sehingga timbul niat yang kuat untuk mengembangkan diri menghayati prinsip ekonomi koperasi dan menerapkannya demi menunjang operasionalisasi koperasi

Pembelajaran menulis deskripsi melalui strategi pemetaan semantik siswa kelas I SMPN 12 kota Kendari / oleh Masniah

 

Sistem informasi keuangan sekolah berbasis web pada SMA Shalauddin Pasuruan / Arif rochman

 

SMA Shalahuddin Pasuruan adalah lembaga sekolah swasta di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Kabupaten Pasuruan. Seiring bertambahnya waktu SMA Shalahuddin Pasuruan mengalami perkembangan yang signifikan. Perkembangan ini menuntut adanya sebuah sarana untuk mempercepat kinerja dan efisiensi dalam administrasi sekolah termasuk juga masalah administrasi keuangan seperti pencatatan iuran bulanan/SPP, honorarium guru dan karyawan, belanja rutin dan lain sebagainya. Untuk itu diperlukan adanya suatu sistem informasi keuangan yang dapat mencatat, memproses, dan menghasilkan sebuah informasi keuangan yang cepat dan aman. Permasalahan yang dibahas dalam tugas akhir ini adalah bagaimana membangun sebuah sistem informasi keuangan berbasis web di SMA Shalahuddin Pasuruan sehingga dapat menyajikan informasi tentang keuangan sekolah mulai dari SPP, penggajian guru dan karyawan, belanja sekolah, hingga informasi tentang saldo yang dimiliki sekolah. Metode kegiatan yang dilakukan dengan mengumpulkan data baik dari observasi, wawancara, dan selanjutnya dilakukan perancangan sistem. Rancangan sistem dimulai dengan menganalisa alur proses kerja sistem yang kemudian digambarkan dalam diagram alir data (Data Flow Diagram singkat DFD), kemudian menyusun database, dan yang terakhir membuat tampilan informasi pada halaman web. Pembuatan sistem informasi keuangan sekolah SMA Shalahuddin Pasuruan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan diinteraksikan dengan database MySQL, kemudian ditampilkan dengan aplikasi web browser. Hasil penelitian ini adalah sebuah sistem informasi keuangan yang berisi informasi-informasi keuangan sekolah meliputi data siswa, data guru dan karyawan, data gaji, data SPP, belanja rutin dan harian, serta informasi saldo. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi keuangan sekolah dapat membantu para pembuat keputusan karena informasi keuangan diolah dan dihasilkan lebih cepat, lebih efisien dan efektif daripada cara manual yang membutuhkan banyak tenaga, biaya, waktu, dan tempat. Dari hasil penelitian ini disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya sistem tidak hanya dapat diimplementasikan dalam jaringan lokal intranet namun bisa internet sehingga informasi dapat diakses dari manapun. Pembayaran SPP juga diharapkan bisa secara on-line melalui bank.

Penggunaan media pembelajaran peta timbul untuk meningkatkan hasil belajar IPA pokok bahasan perubahan kenampakan bumi siswa kelas IV SDN Pandanwangi 5 Malang / Dwi Vindianasari

 

ABSTRAK Vindianasari, Dwi. 2009. Penggunaan Media Pembelajaran Peta Timbul Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pokok Bahasan Perubahan Kenampakan Bumi Pada Siswa Kelas IV SDN Pandanwangi 5 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Musa Sukardi, M.Pd, (II) Dra. Hj. Sukamti, M.Pd Kata Kunci : Media Pembelajaran Peta Timbul, Pembelajaran IPA, Hasil Belajar Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang dapat membantu guru dalam menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat pikiran dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Di SDN Pandanwangi 5 Kota Malang kelas IV belum pernah menggunakan media pembelajaran peta timbul pada kegiatan pembelajaran IPA khususnya pada pokok bahasan perubahan kenampakan bumi. Selain itu berdasarkan hasil observasi awal tampak kurangnya aktivitas belajar siswa terutama dalam hal bertanya, menjawab, menanggapi, dan kerjasama dalam diskusi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran peta timbul dalam kegiatan pembelajaran di kelas pada mata pelajaran IPA khususnya pokok bahasan perubahan kenampakan bumi, dan untuk mendeskripsikan ada tidaknya peningkatan hasil belajar melalui penggunaan media pembelajaran peta timbul pada kegiatan pembelajaran di kelas. Pada penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus. Setiap tindakan meliputi perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subyek yang dikenai tindakan adalah seluruh siswa kelas IV SDN Pandanwangi 5 Kota Malang. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, soal dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata nilai siswa pada pretes, siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Pada hasil pretes nilai ratarata siswa sebesar 64,86, berdasarkan pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 65 maka ditemukan sebanyak 15 siswa atau 41,6% yang belum mencapai KKM dan 21 siswa yang sudah mencapai KKM atau 58,3%. Pada siklus I nilai rata-rata postes siswa sebesar 71,80, data pada siklus I didapat ada 13 siswa yang belum mencapai ketuntasan atau sebesar 36,1% dan 23 siswa sudah mencapai ketuntasan minimal siswa atau sebesar 63,8 %. Pada data dibandingkan lagi dari siklus I ke siklus II rata-rata hasil belajar mengalami kenaikan lagi sebesar 81,11 dengan jumlah siswa yang belum mencapai ketuntasan sebanyak 4 siswa atau sebesar 11,11% dan 32 siswa sudah mencapai ketuntasan minimal siswa atau sebesar 88,88 . Dengan demikian dapat dilihat ada peningkatan pada setiap tindakan yang diberikan yaitu peningkatan nilai rata-rata dari nilai pretes ke postes pada siklus I sebesar 7,5 % dan nilai rata-rata postes siklus I ke postes siklus II sebesar 9.31 %, sedangakan rata-rata nilai pretes ke siklus II sebesar 16,25%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan: 1) Penggunaan media peta timbul dapat meningkatkan hasil belajar IPA pokok bahasan perubahan kenampakan bumi pada siswa kelas IV SDN Pandanwangi 5 Kota Malang, maka disarankan agar kegiatan guru dalam penggunaan media peta timbul lebih dimaksimalkan dan aktivitas siswa lebih tingkatkan. Media peta timbul dapat digunakan pada mata pelajaran lain dengan harapan hasil belajar siswa dapat meningkat. 2) Bagi siswa dapat mengembangkan pengetahuan yang ada dan potensi diri dengan cara belajar menggunakan media pembelajaran peta timbul, sehingga hasil belajar siswa utamanya pada mata pelajaran IPA dapat meningkat. Disarankan juga agar siswa lebih berani untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami. 3) Bagi peneliti lanjut, penggunaan media pembelajaran peta timbul dalam kegiatan pembelajaran khususnya pada pokok bahasan perubahan kenampakan bumi dapat digunakan sebagai pembelajaran inovatif. Dengan menggunakan media pembelajaran peta timbul penelitian lebih lanjut dapat melakukan beberapa hal yang merupakan hasil refleksi dari siklus II, misalnya dengan menambah jumlah subyek yang diteliti, metodologi yang digunakan lebih dimaksimalkan dan menyempurkan RPP yang akan digunakan.

Kontrol posisi solar cell otomatis / Misruji

 

Salah satu teknologi sumber listrik adalah solar cell. Pada prinsipnya solar cell mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Solar cell berpotensi sebagai konverter sumber energi alternatif. Salah satu sifat solar cell adalah menyerap energi maksimum ketika cahaya yang mengenai panelnya pada posisi tegak lurus. Permasalahannya, kebanyakan orang menempatkan solar cell dengan posisi yang tetap, tentu saja hal ini kurang efisien karena luas penampang solar cell yang terkena sinar matahari tidak maksimal. Salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut, didesain alat yang secara otomatis dapat mengatur posisi solar cell agar tegak lurus terhadap arah datangnya sinar matahari sepanjang hari maupun sepanjang tahun. Pengaturan posisi solar cell menggunakan sensor. Komponen-komponen yang digunakan adalah regulator, kontrol motor, motor stepper, solar cell. Prinsip kerja rangkaian ini yaitu pemberian sinyal yang dihasilkan oleh sensor yang akan diolah oleh mikrokontroler. Rangkaian driver motor akan menggerakkan motor stepper sesuai data yang dikeluarkan oleh mikrokontroler. Motor yang memutar panel solar cell sesuai dengan cahaya matahari, sehingga solar cell yang terus mendapatkan cahaya matahari dan enyerap energi semaksimal mungkin. Solar cell yang terus mendapatkan cahaya matahari sesuai dengan posisinya, maka solar cell akan dapat mengeluarkan energi yang maksimal. Dengan membuat sambungan paralel pada solar cell akan didapatkan arus yang besar. Setiap solar cell akan mengeluarkan tegangan sebesar 5V dengan arus maksimal 0,0025A.

Analisis sistem informasi pajak reklame di Kabupaten Malang / Indra Nurahayu

 

Pajak reklame adalah pajak daerah yang dikenakan atas penyelenggaraan reklame. Pajak reklame merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah yang memiliki potensi besar dalam memberikan kontribusi kepada pendapatan daerah dengan tarif pajak sebesar 25%. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui dan memberikan alternatif pemecahan masalah dalam mengatasi masalah pengendalian intern, efektifitas pemungutan pajak, serta pelaksanaan pemungutan pajak reklame menurut prosedur yang benar. Penulisan tugas akhir ini bersifat deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa secara umum penerimaan pendapatan pajak reklame telah mencerminkan pengendalian intern yang cukup baik. Namun dalam pelaksanaannnya masih belum efektif karena terdapat beberapa kelemahan yaitu adanya bagian dalam struktur organisasi yang belum efektif, pemasangan reklame secara ilegal, serta formulir tidak bernomor urut tercetak sehingga terdapat celah kecurangan dalam pelaksanaan pemungutan pajak reklame. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kelemahan tersebut adalah dilakukan penyempurnaan prosedur pemungutan pajak reklame, formulir sebaiknya bernomor urut tercetak, serta diikutsertakannya aparatur desa dalam pengawasan pemasangan reklame untuk meningkatkan efektifitas pemungutan pajak reklame.

Perancangan sistem informasi penerimaan mahasiswa baru berbasis LAN dengan Microsoft Visual Basic 6.0 di SMP Islam Kota Pasuruan / Elok Aflakhah

 

Keberadaan siswa baru merupakan salah satu kegiatan rutin setiap tahun ajaran baru pada sebuah lembaga pendidikan baik pendidikan dasar, lanjutan tingkat pertama, menengah umum, maupun perguruan tinggi. Jumlah pendaftar pada PSB setiap tahun kurang lebih 300 (tiga ratus) pendaftar di SMP Islam Kota Pasuruan. Jumlah yang diterima kurang lebih 175 siswa. Sehingga terdapat hingga lima pagu/rombel (rombongan belajar) untuk kelas baru. Setiap rombel berisi 35 siswa. Salah satu alternatif untuk mengatasi hal ini yaitu dengan melakukan Perancangan Aplikasi Sistem Informasi dengan menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0. Berdasarkan kebutuhan akan sistem informasi dan aplikasi yang begitu pesat dan ditunjang dengan keinginan para pengguna untuk lebih mengefektifkan dan mengefisiensikan waktu yang ada, maka penulis menggunakan Tugas Akhir dengan judul ”PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN SISWA BARU BERBASIS LAN DENGAN VISUAL BASIC 6.0 ”

Studi pelaksanaan pemancangan lembar pancang baja (steel Sheet Pile) pada pekerjaan tubuh utama groundsill di Sungai Brantas, Shipon Watu Dakon, Mojokerto / Angga Dwi cahyono

 

Pelaksanaan pembuatan bangunan groundsill pada bendung baru di Sungai Brantas, Shipon Watu Dakon, Desa Ngingas Rembyong, Kec. Sooko, Mojokerto. membutuhkan pemancangan sheet pile. Tujuan studi lapangan adalah untuk melakukan pengkajian terhadap: (1) proses pengangkutan ke lapangan, (2) pengangkatan pemasangan steel sheet pile, (3) pengaturan posisi sheet pile, dan (4) proses pemancangan termasuk pada pemilihan alat berat yang digunakan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode: (1) observasi, (2) wawancara,(3) dokumentasi, dan (4) kajian pustaka. Pengolahan data meggunakan: (1) konfigurasi roda yang berkaitan dengan jumlah beban yang diijinkan, (2) studi literatur, (3) Penentuan bench mark di lapangan, Hasil pengkajian : (1) Proses pengangkutan sudah sesuai dengan peraturan pembebanan (JBI), (2) Pengangkatan dengan pengikatan tali pada ujung-ujung steel sheet pile dengan pengangkat crane, kapasitas crane dan boom sesuai peraturan radius dan pembebanan, (3) pada pengaturan posisi berawal dari bench mark untuk menentukan posisi pemancangan, kemudian mengontrol posisi sheet pile beserta gitbeam saat pemancangan, (4) pemancangan lembar pancang baja (steel sheet pile) tidak dengan dirangkai satu panel melainkan dipancang satu-persatu.

Penggunaan Metode Investigasi Kelompok Untuk meningkatkan Kemampuan Menulis Wacana Argumentasi Sederhana Bagi Siswa Kelas II SMP Negeri 2 Malang / oleh Marthin Luther Janis

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model team assisted individualization (TAI) dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPS 2 pada mata pelajaran ekonomi SMA Islam Al Maarif Singosari Malang / Eko Wahyu Winarto

 

Kata kunci : pembelaran kooperatif, model TAI, prestasi belajar. Pada pembelajaran ekonomi di SMA Islam Al Maarif Singosari Malang pada umumnya guru masih menggunakan metode konvensional, LKS dan masih kurang bervariasi. Prestasi belajar yang diperoleh siswa kelas XI IPS 2 secara umum kurang memuaskan, sebagian besar nilai siswa yang diperoleh kurang memenuhi standart ketuntasan minimum yang ditetapkan di SMA Islam Al Maarif Singosari Malang yaitu 70. Untuk mengatasi permasalahan diatas diperlukan suatu strategi dan metode pembelajaran yang bisa membuat siswa aktif di dalam kelas dan aktif dalam bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Salah satu strategi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif model TAI (Team Assisted Individualization). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitianya adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penerapan model pembelajaran kooperatif dilakukan dengan beberapa siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes, tes itu berupa Pre tes (dilakukan sebelum tindakan) dan post tes (dilakukan sesudah tindakan) untuk mengetahui perbandingan rata-rata nilai siswa sebelum dan sesudah tindakan. Dari hasil analisa data, dapat diketahui data prestasi belajar siswa dilihat dari aspek afektif dan kognitif. Aspek kognitif siklus I dapat diketahui dari 39 siswa terdapat 24 siswa atau sekitar 61,53% yang belum tuntas dan 11 siswa atau sekitar 28,20% yang tuntas dalam mengerjakan soal pretes Sedangkan 4 siswa tidak bisa hadir dalam pembelajaran. Jika dirata-rata nilai siswa sebanyak 61,14. pada tes akhir siklus jumlah siswa yang tuntas dalam pembelajaran meningkat. Dari 39 siswa Jumlah siswa yang sudah tuntas mencapai KKM sebesar 25 siswa atau sekitar 64,10% dan hanya 10 siswa atau sekitar 25,64% yang belumtuntas dalam proses pembelajaran. Karena belum mencapai standart kelulusan Minimal maka dilanjutkan pada siklus II, dalam siklus II pemberian tes sebelum tindakan Dari 39 siswa terdapat 30 siswa atau sekitar 76,92% siswa yang belum tuntas dan 9 siswa atau 23,07% yang tuntas dalam mengerjakan tes. Jumlah rata-rata nilai siswa adalah 59,20%. Pada tes setelah tindakan (post tes) terdapat 1 siswa yang belum tuntas, yang lain sudah tuntas dalam pengerjakan tes akhir siklus. Rata-rata nilai siswa sesudah dilakukan pembelajaran kooperatif model TAI adalah 85,76. Pada siklus II terdapat peningkatan hasil belajar siswa. Bila dilihat dari aspek afektif, siklus I dari 39 siswa terdapat 14 siswa yang masih belum memenuhi kriteria tuntas n dan 21 siswa yang sudah tuntas dalam tindakan. Total skor yang diperoleh 234 dan taraf keberhasilan siswa dalam melakukan tindakan adalah 66,6%. Pada siklus II dari 39 siswa terdapat 2 siswa yang masih belum tuntas sedangkan selebihnya tuntas. Bila dilihat dari siklus I, siklus II ini mengalami peningkatan. Total skor yang diperoleh pada siklus II 295 dan taraf keberhasilan siswa dalam melakukan tindakan adalah 84,04%. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif mode TAI (Team Assisted Individualization) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPS 2 pada mata pelajaran ekonomi SMA Islam Al Maarif Singosari Malang. Saran yang diberikan berupa Perlu adanya pengondisian bagi masing-masing tingkat satuan pendidikan dan guru mata pelajaran ekonomi khususnya. Dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model TAI agar dapat mencapai hasil optimal dalam mencapai tujuan pendidikan. Penerapan pembelajaran model TAI hendaknya disesuaikan dengan materi yang diajarkan dan lingkungan belajar siswa serta ketersediaan waktu yang cukup. Hal ini dikarenakan dengan waktu yang optimal pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan akan mendapat hasil pembelajran yang efektif dan efisien.

Penggunaan metode experiental learning untuk meningkatkan kemampuan menulis karanngan narasi dalam buku harian siswa kelas VII SMP Negeri 1 Turen / Henika Ratna Sari

 

Abstrak: Kompetensi dasar menulis buku harian diajarkan kepada siswa dalam konsepnya bertujuan agar siswa secara leluasa berlatih menulis narasi di buku harian sampai siswa mampu menulis narasi dengan baik. Namun, kenyataannya guru masih belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih dengan baik menulis karangan di buku harian. Guru menganggap bahwa siswa dengan sendirinya akan mampu menguasai ketrampilan ini seiring dengan diajarkannya ketrampilan yang lain. Akibatnya, kemampuan menulis siswa sangat rendah. Penelitian ini bermaksud meningkatkan kemampuan menulis narasi siswa dengan menggunakan metode Experiential Learning. Dalam metode Experiential Learning terdapat empat tahap, yaitu (1) pengalaman konkret, (2) refleksi, (3) Konseptualisasi/berpikir abstrak, dan (4) penerapan. Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Fokus penelitian ditujukan pada peningkatan kemampuan menulis siswa pada tahap prapenulisan dan proses penulisan. Pada tahap proses penulisan, fokus penelitian ditujukan pada peningkatan kemampuan menulis siswa pada aspek unsur narasi dan aspek kebahasaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa menulis karangan narasi dalam buku harian berdasarkan pengalaman mengalami peningkatan di setiap siklusnya. Kata kunci: menulis, karangan narasi, buku harian

Pengaruh pembelajaran kooperatif model simulasi dan problem solving terhadap peningkatan daya serap siswa pada mata pelajaran kelas VIII SMPN 21 malang / Dwi Iswahyudi

 

ABSTRAK Iswahyudi, Dwi. 2009 Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Model Simulasi Dan Problem Solving Terhadap Peningkatan Daya Serap Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas VIII SMPN 21 Malang. Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I). Dr. Hari Wahyono, M.Pd . (II). Agus Sumanto, SE, M.SA Kata kunci :Pembelajaran model simulasi, Pembelajaran model problem solving, Ekonomi, Daya serap. Pembelajan Simulasi adalah pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba menggali potensi diri dengan cara melibatkan siswa kedalam suatu masalah. Pembelajaran Problem Solving adalah pembelajaran yang memunculkan permasalahan serta siswa diharapkan dapat mencari penyelesaiannya sendiri Daya serap siswa adalah kemampuan menyerap suatu konsep atau materi pelajaran yang disampaikan oleh pendidik dengan kesadaran memanfaatkan daya guna dalam menjalankan pemahaman atas pelaksanaan yang sejalan dengan tuntutan perubahan. Penerapan pembelajaran kooperatif model simulasi pada siswa kelas VIII di SMPN 21 Malang lebih tepat digunakan pada materi “ pasar “ dari pada penerapan pembelajaran kooperatif model problem solving. Berdasarkan kesimpulan diatas, ada beberapa saran yang dikemukakan penulis adalah sebagai berikut :(1)Guru mata pelajaran ekonomi SMPN 21 Malang, disarankan untuk mencoba menerapkan pembelajaran kooperatif model simulasi pada materi “ pasar “ dikarenakan siswa memberikan respon positif terhadap penerapan pembelajaran kooperatif model simulasi. (2)Guru mata pelajaran ekonomi SMPN 21 Malang, diharapkan dalam menerapkan pembelajaran kooperatif model simulasi menggunakan variasi rekreasi sehingga siswa lebih santai, tanggap dan aktif dalam kegiatan pembelajaran. (3)Guru mata pelajaran ekonomi SMPN 21 Malang, disarankan untuk sering memberikan tugas, sehingga dapat meningkatkan kerajinan dan kedisiplinan siswa dalam menyelesaikan tugas, yang nantinya dapat mendukung potensi dan bakat siswa. (4)Dalam menerapkan pembelajaran kooperatif model simulasi, guru perlu mengatur waktu, mempersiapkan rencana kegiatan dan media yang tepat, sehingga kegiatan pembelajaran yang dilakukan dapat berlangsung secara optimal dan efesien

Pengembangan modul akuntansi berbasis guided discovery untuk kelas X SMK Kepanjen Kabupaten Malang / Yeyen Rachmat Ardila

 

Ardila, Yeyen Rachmat. 2013. Pengembangan Modul Akuntansi Berbasis Guided Discovery untuk Kelas X SMK Kepanjen Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sriyani Mentari, S.Pd, M.M, (II) Diana Tien Irafahmi, S.Pd, M.Ed. Kata Kunci : Modul Akuntansi Berbasis Guided Discovery Ciri proses pembelajaran yang baik salah satunya adalah pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif dan mengembangkan kreativitas siswa. Salah satu pembelajaran yang dapat mengembangkan cara belajar siswa aktif adalah penemuan terbimbing (guided discovery). Guided discovery merupakan pembelajaran yang menekankan pada kegiatan belajar yang lebih bersifat aktif karena ada sejumlah proses mental yang dilakukan siswa. Guided discovery memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan kecepatannya masing-masing karena siswa menemukan sendiri konsep, pengertian atau prinsip-prinsip umum. Hal tersebut sesuai dengan modul yang merupakan suatu paket yang disediakan untuk belajar mandiri sehingga guided discovery sangat cocok untuk diintegrasikan di dalam modul. Berdasarkan observasi di SMK Kepanjen, penggunaan sumber belajar pada pembelajaran akuntansi masih terbatas pada buku paket yang difotocopy dan soal-soal latihan yang diberikan oleh guru. Pembelajaran lebih didominasi oleh pemberian latihan-latihan soal sehingga dalam proses pembelajaran siswa tidak bisa membangun sikap aktif dan kreatif. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan mengembangkan bahan ajar yang dapat mendukung proses pembelajaran yaitu modul dengan muatan guided discovery di dalamnya. Modul dikembangkan dengan mengadaptasi metode pengembangan Borg dan Gall yang meliputi analisis kebutuhan, pengembangan produk, revisi pertama, uji coba lapangan terbatas, revisi kedua, dan produk akhir. Uji kelayakan dilakukan melalui validasi ahli pengembangan bahan ajar, ahli materi, dan uji coba lapangan terbatas (siswa) sedangkan uji efektifitas dilakukan dengan menggunakan gainscore (selisih nilai posttest dan pretest) siswa. Hasil uji kelayakan menunjukkan modul yang dikembangkan valid dengan rata-rata total penilaian 91,86%. Walaupun sudah dinyatakan valid, revisi tetap dilakukan pada beberapa bagian yang ditunjukkan oleh validator. Hasil uji efektifitas menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan efektif. Hal tersebut ditunjukkan dari nilai signifikansi uji Independent Sample T-Test sebesar 0,000. Modul ini dapat digunakan oleh siswa untuk membantu menemukan konsep, pengertian atau pengetahuan baru mengenai laporan keuangan perusahaan dagang. Bagi guru, modul ini berguna sebagai bahan ajar penunjang proses pembelajaran. Bagi peneliti lain, dapat dijadikan inspirasi atau rujukan dalam mengembangkan bahan ajar yang lebih baik lagi pada materi akuntansi lainnya.

Penerapan pembelajaran IPA terpadu model jaring laba-laba (webbed model) untuk meningkatkan prestasi belajar dan sikap ilmiah siswa kelas VII-B SMP Ma'arif NU Pandaan / Danang Sutowijoyo

 

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah berusaha untuk menyempurnakan kurikulum. Penyempurnaan kurikulum yang telah dilakukan saat ini adalah dengan menerapkan IPA terpadu dalam proses belajar-mengajar untuk jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di kelas VII-B SMP Ma’arif NU Pandaan, diketahui bahwa pembelajaran IPA yang diterapkan masih terpisah-pisah antara fisika, kimia, dan biologi. Siswa cenderung pasif dalam pembelajaran ditunjukkan dengan sikap ilmiah siswa yang rendah. Pada aspek kognitif yang dicerminkan oleh prestasi belajar siswa masih rendah. penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar dan sikap ilmiah siswa melalui pembelajaran IPA terpadu model jaring laba – laba (webbed model). Jenis Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan tindakan berupa penerapan pembelajaran IPA terpadu model jaring laba – laba. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini terdiri atas dua siklus dan tiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan dengan disertai perbaikan disetiap siklusnya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-B SMP Ma’arif NU Pandaan dengan jumlah 36 siswa. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi sikap ilmiah, lembar observasi guru mengajar, lembar penilaian prestasi belajar dan format catatan lapangan serta instrumen pembelajaran meliputi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) lengkap dengan LKS dan bahan ajar. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, tes, dan catatan lapangan. Analisis data menggunakan analisis kualitatif yaitu analisis statistik deskriptif. Dari hasil analisis data didapatkan persentase sikap ilmiah pada siklus I sebesar 58,75%, sedangkan pada siklus II sebesar 76,39%. Selain itu, untuk prestasi belajar siswa didapatkan persentase ketuntasan belajar pada siklus I sebesar 63,89%, sedangkan pada siklus II sebesar 88,89%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap ilmiah dan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan. Untuk sikap ilmiah meningkat sebesar 17,64%, sedangkan prestasi belajar meningkat sebesar 25,00% dari siklus I ke siklus II. Kesimpulan penelitian ini adalah pembelajaran IPA terpadu model jaring laba – laba (webbed model) dapat meningkatkan prestasi belajar dan sikap ilmiah siswa.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 |