Pemilihan Presiden Secara Langsung di Indonesia oleh Titin Wulandari

 

Praktekk etatanegaraaRnI dimasala lu pemilihanp resideno leh MPR. Polai nikurang demokratis karena adanya praktek calon tunggal yang dipaksakan danpemilihanp resideno lehM PR mudahd imanipulasis, ehinggap resideny angb erkuasadapatt erus-menerusd ipilih oleh MPR iru. Sekarangs aatryam eletakkan dasary angkuatb agi satus istemp emilihany angt ransparanb, ertanggungiarvadba n demokratismelalupi emilihanp residens ecarala ngsung. Permasalahadna lam penelitiani ru adalahb agaimanafu ngsi presidend alamsistem pemerintahan di Indonesia, mengapa sistem pemilihan presiden yang telahdipraktekkanp erlu dikaji ulang,a pa kelebihand an kekuranganp emilihanp residensecarala ngsungb, agaimanakahu payam engatashi ambatand alam pemilihan presidensecarala ngsung. Tujuan dari penulisan ini adalah mengetahui fungsi presiden dalam sistempemerintahand i lndonesia,m engetahuis istem pemilihan presiden yang telahdipraktek-liadni Indonesiap erlu dikaji ulang,m engetahuki elebihand ank ekunanganpemilihanp residens ecaral angsurg,m engetahuui payam engatashi ambatand alampemilihanp residens ecarala ngsung.Metodek ajiany ang digunakana dalahS tudi PustakaI,d entifikasi,D eskripsi,dan Komparasi. Hasil penelitian ini menunjukkan fungsi presiden selain sebagai KepalaNegaraju ga sebagaKi epala PemerintahanP. emilihanp resideno leh MPR kurangdemokratis, sejarah membuktikan pada masa pemerintahan Orde Baru melaluirekayasab eberapaU ndang-Undansge hinggap resideny ang berkuaca, .iapatt erusmenerusdipilih oleh MPR itu. Sampai pada era reformasi, legitimasi presidenAbdurrahmanW ahid lemah karena bukan partai p€menangp emilu. Kelebihanpemilihanp residens ecarala ngsunga dalahl ebih demokratisd, apatm eminimalisasipenyimpangan demokrasi dan dapat menghindari politik uang. Sedangkankekurangannya yaitu adanya keraguan untuk menerapkannya karena tingkatpendidikand an kesadaranp olitik yangr endah,a danyak onflik bersenjatab ernuansaSARA diberbagai daerah, dikhawatirkan legitimasi presiden yang begitu besar karenadipilih langsungo leh rakyat.U payam engatashi ambatand alam pemilihanp residen secarala ngsungv aitu denganp endidikanp olitik melalui praktek menerapkanh ak dankewajibans ebagawi ergan egarap, rosesp emilihanp residend ilakukans ecarate rbuka,

Personal selling dalam meningkatkan kinerja sales force (studi pada PT. Alamanda Delta Surya Sidoarjo) / Darik Oktinawati

 

Oktinawati, Darik. 2014. Personal Selling Dalam Meningkatkan Kinerja Sales Force (Studi PT Alamanda Delta Surya Sidoarjo). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Sutrisno, M.M (II) Dr. Titis Shinta Dhewi, S.P.,M.M Kata Kunci: Personal Selling Personal Selling adalah komunikasi tatap muka antara penjual dan pelanggan bersifat persuasif untuk memperkenalkan produk sehingga pelanggan akan mencoba, menimbulkan permintaan dan memutuskan untuk membelinya. Langkah dalam personal selling meliputi memilih calon pelanggan (prospecting), mempelajari calon pelanggan (preapproach), pendekatan (approach), menceritakan produk dan demonstrasi (presentation and demonstration), menangani keberatan pelanggan (handling objection), menutup penjualan (closing) dan tindak lanjut setelah penjualan (follow up). Proses kegiatan personal selling PT. Alamanda Delta Surya menggunakan tenaga sales force untuk memasarkan produknya sampai dengan kegiatan follow up. Tujuan penelitian ini adalah (1)Untuk mengetahui personal selling dalam meningkatkan kinerja sales force PT Alamanda Delta Surya Sidoarjo (2) Kendala apa saja yang dihadapi sales force dalam personal selling dan solusi yang diterapkan oleh perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif karena tidak untuk mengeksplansi hubungan antar variable, melainkan untuk mengeksplorasi keadaan yang sebenarnya terjadi. Hasil penelitian ini adalah pada langkah memilih calon pelanggan (prospecting) sales force dari PT. Alamanda Delta Surya melakukan kegiatan meliputi mendapatkan data calon pelanggan dari relasi atau komunitas, data konsumen yang langsung datang kekantor, acara butik Tupperware, acara sponsorship dalam kegiatan sosial. Mempelajari calon pelanggan (preapproach), sebelum mengadakan acara home party langkah yang diambil biasanya dengan menghubungi via telepone, sms, whats app ataupun bbm (Blackberry Messenger). Pendekatan (Approach), dalam langkah ini yang dilakukan seorang sales force yaitu memberikan penampilan yang baik, bahasa yang sopan dan tidak kaku, membuat daftar hadir untuk semua undangan sehingga sales force mempunyai data atau contact person calon pelanggan yang hadir sehingga sewaktu-waktu, membutuhkan data dapat dengan mudah ditemukan. Presentasi dan demonstrasi (Presentation and Demonstration) dalam langkah ini yang diterapkan oleh sales force PT. Alamanda Delta Surya yaitu melakukan demo cara memasak, melakukan games untuk proses perawatan produk agar calon pelanggan tidak merasa bosan dan beberapa trik yang dilakukan untuk mempengaruhi calon pelanggan agar bergabung menjadi member yaitu dengan cara menceritakan pengalaman pribadi selama menggunakan produk, berbagai keuntungan dan fasilitas yang didapatkan selama bergabung menjadi tenaga sales force tupperware. Menangani Keberatan (Handling Objection) , keberatan yang sering muncul dari calon pelanggan adalah mengenai harga yang mahal dari produk tupperware yang mengakibatkan calon pelanggan menolak untuk melakukan pembelian. Namun, sales force PT Alamanda dapat menangani keberatan dengan menjelaskan bahwa dengan harga yang ditawarkan manfaat yang didapatkan sebanding bahkan lebih dari harga yang harus dibayarkan. Pada tahap follow up yaitu memberikan layanan claim barang yang rusak diganti dengan barang yang baru serta pengiriman barang sampai ke tangan konsumen.

Pengaruh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi Terhadap Kinerja Guru Ekonomi Di Madrasah Aliyah Se Kabupaten Sumenep oleh Akh. Junaidi

 

Pemilihanp engaruhk egiatanm usyawarahg uru mata pelajqan (MGMP) ekonomit erhadapkinirjag urue konomid i latarb elakangoi lehk ondisib ervariasinya kualitas kineda gutu "tooomi dalam prosesb elajarm engaaj r yangd enganh al tersebutp erlu diiatutan berbagaiu payag unam eningkatkannyaS. alahs atuu paya yang dilakukan adalahd enganm embentuks uatuw adah,y akni musyawarahg uru mati pelajaran MGN{I)). Dalam wadah ini telah dilakukan berbagai pelatihan guna ,n"rnb*to *"nyelesaikan berbagaip ermasalahanya ng ditemui dan dihadapig uru ekonomi.Dari riniUf,, maka perlu kiranya dilakukan penelitian untuk mengetahui seberapab esarp engaruhk egiatana tau pelatihany ang dilaksanakano leh musyawarah guru mata pelaj-aran(M GMP) ekonomi mampum embantum eningkatkank ualitas kinerja guru ekonomi. Adapun penelitiani ni secarau mum bertujuanu ntuk menganalisisa pakah adap engaruh yang signifikan antarak egiatanm usyawarahg uru mata pelajaran fUO,nll ekonomiterhadapk inerja guru ekonomi.Disampingu ntuk mengetahui mana diantara kegiatan muiyawarah mata pelajaran (MGNP) ekonomi,baik pelatihan p€nyusunanp erangkatp embelajaran,p elatihans imulasip embelajaran,pelatihan evaluaspi embelajaran,pelatihaanna lisise valuaspi embelajaraTn3 upln pelatihan perbaikand an pengayaany ang paling dominan mempengaruhki inerja guru ekonomi.Ujip enguruny angd ihasilkand ianalisiss ecaras tatistikd engana nalisis regresig andal inier padat arafkepercayaan0 ,05. Hasil anilisis regresig andali nier padat arafkepercayaa0n, 05 dipertakukanp adap engujianp engaruhk egiatanm usyawarahg uru mata pelajaran CftACWl ekonomi,baikp elatihanp enyusunanp erangkatp emtelajaranp elatihan simutasipemUelajaraapelatihaenv aluasip embelajaran,pelatihaann alisise valuasi pembelajaranm aupunp elatihanp erbaikand an pengayaany ang secara.keseluruhan menunjukkan hubungan atau pengaruh yang kuat karena harga koefisien korelasi 0,000d anh argap robibilitasnyab eradaja uh dibawah0 ,05 .Disampingit u didapatkan pula (l)Variable X1 yakni pelatihanp enyusunanp erangkatp embelajar_amne miliki nilui i t,,-r 3.751d enganp robabilitas0 ,001'K arena t hin'n)g t t"u"r( 3'751> 1'70) sertat ingkat sigaifikan t < 5 o/o( 0,001 < 0,05) maka secarap arsialv ariael pelatihan perangkatp embela.lara(nX 1) berpengaruhs ignifikan terhadapv aribel kine{a guru ekonomi MA Se Kabupaten sunenep (Y),(2) Variable & yakni pelatihan simulasi pembelajaramne miliki nilai t r,ing sebesa2r .083d enganp robabili?ss ebesar b,O48.karent hai hEs> t t"u.r( 2.083> 1,70) . Sertat ingkats 'rgnifikan0 ,048<. 0,05m aka secarap arsialv ariaUept elaiihans imulasip embelajara(nX 2)b erpengarushi gnifikan ;;;hrdfi variabel kinerja guru ekonomi MA Se Kabupaten Sumenep (Y),-(3) Variable cxrl v.r."t pelatihane valuasip embelajaranm emiliki nilai t hit*g sebesa2r .212 L"gl" p.o'UiUititu0r, 037, karenat nit-g> t t"vt (2.212> 1.70)s ertat ingkat ;i*nm t< 5 yo(0,037< 0,05),m akas ecarap arsialv aribelp elatihane valuasi p&rbelajaran( Xr) berpengaruhs ipifikan terhadapv ariabglk inerja guru ekonomi iue s. rauupaten Sumenip (Y),(4) Variabel X4 yakni pelatihan analisisi_evaluasi pembelajaran^memilnikilia i t nin-gs ebesar4 .608d enganp robilitas0 ,000.Karenat h*e >tt'*r (4.608> 1.70) sertatingkast ignifikant< 5o/o (0,000< 0,05) , maka se"ira pursial varibel pelatihan analisis evaluasi pembelajaran (&) berpengaruh sigrrifikante rhadapv aribelk inerjag urue konomiM A SeK abupatenS umenep(Y ),(5) Viriabel Xs yakni pelatihand an perbaikanp engayaanp erbaikand an pembelajaran memilikin ilai t u,*e sebesa2r ,377.dengapnr obilitass ebesa0r , 026.K arenat hit,ln' gt t^vt (2,377 > 1,70)s ertat ingkats ignifikansit < 5 yo( 0,026< 0,05),m akas ecara pu.rLl u*iubel'peiatihanp eibaikand anpengayaapne mbelajara(nX 5)b erpengaruh ,rgrrirtt- terdapv ariabel-kinerjag urue konomi SeK abupatenS umenep(Y). Kesrmpulan,kegiatanm usyawarahg urum atap elajaran(M GlvP) Ekonomi,b aik pelatihanF oyur** perangkapt embelajaran,pelatihsainm ulasi pembelajara4pelatihaenv aluaspi embelajaran,pelatihaann alisise valuasi pembelajaramn aupunp elatihanp erbaikand anp engayaabne tulb etul memberikan p.ngutuft yang nyata terhadap kinerja guru ekonomi di MA Se Kabupaten Sumenep'

Pengembangan permainan sirkuit hulahop dalam pembelajaran fisik motorik anak Kelompok B di TK Gugus II Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar / Eva Noviana

 

Noviana, Eva. 2015. Pengembangan Permainan Sirkuit Hulahop dalam Pembelajaran Fisik Motorik Anak Kelompok B di TK Gugus II Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Anak usia dini, , Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Suminah, S.Pd.,M.Pd, (2) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd., M.Pd Kata Kunci : permainan, sirkuit hulahop, fisik motorik, AUD      Penelitian ini dilakukan berdasarkan temuan masalah yang berkaitan dengan pembelajaran fisik motorik terutama motorik kasar pada anak Kelompok B di TK Gugus II Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar yang secara umum masih kurang bervariasi, media yang terbatas, serta guru yang jarang sekali menerapkan permainan dalam pembelajaran, sehingga anak seringkali merasa bosan. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis kebutuhan, peneliti mengembangkan permainan berupa permainan sirkuit hulahop yang belum pernah diterapkan di TK. Tujuan pengembangan penelitian ini adalah untuk mengembangkan permainan sirkuit hulahop yang mudah untuk dilakukan, menyenangkan, dan aman bagi anak, serta dapat menjadi alternatif pembelajaran fisik motorik yang menarik bagi anak      Dalam mengembangkan permainan sirkuit hulahop, peneliti menggunakan jenis penelitian research and development dengan model prosedural dengan langkah langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Langkah pennelitian yang digunakan adalah langkah-langkah menurut Borg & Gall antara lain: 1) Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi, 2) Melakukan Perencanaan, 3) Mengembangkan draft produk awal yang dievaluasi oleh para ahli, 4) Melakukan uji coba kelompok kecil, 5) Melakukan revisi produk. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa lembar observasi utuk anak, serta kuisioner yang diberikan kepada ahli, serta responden untuk mengetahui keefektifan produk. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif berupa saran dan masukan dari para ahli dan responden serta data kuantitatif berupa presentase kelayakan dari ahli, responden, serta presentase kemudahan, kesenangan, dan keamanan anak saat bermain sirkuit hulahop.      Berdasarkan hasil analisis data pada saat penelitian diperoleh data presentase kelayakan produk dari ahli mencapai 100% , presentase kelayakan produk dari responden mencapai 95,5%, presentase kemudahan anak saat melakukan permainan 88,1%, presentase kesenangan 98,2% dan presentase keamanan 100%. Secara keseluruhan diperoleh hasil presentase antara 76%-100% sehingga permainan ini dikategorikan baik dan dapat dipergunakan sebagai alternatif pembelajatran fisik motorik. Berdasarkan hasil pengembangan ini, diharapkan ada peneliti yang melaksanakan penelitian lanjutan untuk melaksanakan ujicoba kelompok yang lebih luas agar produk lebih teruji keefektifannya.

Penerapan metode pembelajaran quantum learning untuk meningkatkan prestasi belajar siswa padxa mata pelajaran mekanika teknik kelas X TGB SMK Negeri 6 Malang / Mohammad Zaini

 

Zaini, Mohammad. 2014 Penerapan Metode Pembelajaran Quantum Teaching Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Mekanika Teknik Kelas X TGB SMK Negeri 6 Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Made Oka Mulya, M.Pd, (II): Drs. Ir. I Wayan Jirna, M.T. Kata Kunci: Metode Quantum Teaching, Prestasi Belajar, Mekanika Teknik     Metode pembelajaran mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Penerapan metode yang baik adalah metode yang mampu mengoptimalkan proses pembelajaran sehingga prestasi belajar siswa maksimal. Siswa dituntut aktif dalam proses pembelajaran sehingga guru tidak hanya menyampaikan dalam bentuk ceramah saja. Proses pembelajaran di kelas X TGB SMK Negeri 6 Malang masih menggunakan metode pembelajaran konvensional, yaitu ceramah dan tugas. Metode ini masih kurang tepat diterapkan kepada siswa seiring dengan penerapan kurikulum 2013. Siswa merasa bosan dan jenuh dalam proses pembelajaran, siswa hanya diam saja duduk rapi mendengarkan ceramah dari guru sehingga prestasi belajar siswa tidak maksimal. Hal ini tidak boleh berlangsung sangat lama karena akan berdampak terhadap kualitas pendidikan di Indonesia. Untuk itu, maka diperlukan metode pembelajaran baru yang mampu membuat siswa lebih aktif sehingga prestasi belajar siswa maksimal.     Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran quantum teaching dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Selain itu juga melihat adanya peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat memperluas wawasan ilmu tentang metode pembelajaran quantum teaching.     Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang bersifat kuantitatif dianalisis dengan deskriptif kuantitatif dan data yang bersifat kualitatif dianalisis dengan deskriptif kualitatif.     Hasil penelitian tindakan kelas menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran quantum teaching dapat meningkatkan keaktifan siswa secara individu 32,43% maupun secara kelompok 34,2%. Penerapan metode pembelajaran quantum teaching juga meningkatkan prestasi belajar siswa 90,91%, dimana ketuntasan klasikal dikatakan berhasil apabila mencapai 80%.     Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dapat disarankan kepada sekolah untuk mengembangkan metode pembelajaran quantum teaching untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Guru juga diharapkan untuk menerapkan metode pembelajaran quantum teaching untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

Penanaman makna simbolis tata busana kesenian jaran kencak di desa Tegalbangsri Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang dalam upaya sosialisasi pada masyarakat / Raeny Megawati

 

Kata Kunci: Pertunjukan, Jaran Kencak, Tata Busana Pertunjukan Jaran Kencak adalah salah satu bentuk kesenian yang berkembang di Kabupaten Lumajang. Jenis pertunjukan ini juga berkembang di beberapa kota di sekitar Kabupaten Lumajang, misalnya di derah Jember, Bondowoso, Malang dan Probolinggo. Bentuk pertunjukan ini menggunakan hewan kuda sebagai unsur utama dalam pertunjukannya. Busana yang di gunakan oleh kuda dalam pertunjukan Jaran Kencak menjadi menarik untuk di teliti. Dengan meneliti busana yang di gunakan kuda dalam pertunjukan Jaran Kencak akan diketahui bagaimana latar belakang kesenian Jaran Kencak di Desa Tegalbangsri, bentuk penyajian tata busana kesenian Jaran Kencak di Desa Tegalbangsri, serta makna simbolis busana Jaran Kencak jika dilihat dari makna warna, makna bentuk dan makna penempatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan prosedur pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara bersamaan pada saat penelitian dengan tahap-tahap penelitian sebagai berikut (1) Tahap Pengumpulan Data, (2) Tahap Reduksi, (3) Tahap Penyajian Data, (4) Tahap Penarikan Simpulandan Verifikasi. Peneliti mengambil lokasi penelitian di Desa Tegalbangsri Kecamatan Ranuyosos Kabupaten Lumajang dengan sumber data seniman dan masyarakat sekitar serta foto hasil dokumentasi. Prosedur pengumpulan data dilakukan berdasarkan jenis data antara lain (1) Observasi langsung, (2) Metode Wawancara, (3) Pengambilan Foto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang kesenian Jaran Kencak adalah akibat banyaknya masyarakat Madura yang berimigrasi di daerah Lumajang, munculnya kesenian ini juga dijelaskan oleh penuturan salah satu seniman yang ada di Desa Tegalbangsri Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang yang bernama Bapak Sumaryo, (2) Pada bentuk penyajian busana kuda seniman melakukannya secara bertahap agar kuda yang menggunakan busana tersebut merasa nyaman ketika arak-arakan berlangsung atau dengan kata lain busana yang digunakan tidak membatasi gerak kuda. Dilihat dari warna, bentuk dan penempatan busana kuda mengandung makna simbolis yang sangat kental dikalangan masyarakat. Makna simbolis tersebut mencerminkan kejadian sehari-hari yang telah dialami manusia. Jika simbol-simbol tersebut kita yakini atau kita lakukan maka kehidupan akan terasa nyaman, tentram dan damai sehingga menciptkan suasana yang harmonis bagi sesama, (3) Nilai i sosial yang terkandung dalam makna simbolis tata busana kesenian Jaran Kencak sangat kental di kalangan masyarakat, khusunya dalam kehidupan sehari-hari. Dari hasil penelitian penanaman makna simbolis tata busana kesenian Jaran Kencak bagi pembelajaran tari di Desa Tegalbangsri Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang dalam upaya sosialisasi pada masyarakat, sekiranya masyarakat mampu mengambil hikmah dan pelajaran dari makna simbolis busana kuda sehingga dapat dituangkan dalam kehidupan sebenarnya.

Penggunaan media aplikasi Microsoft Office Powerpoint untuk meningkatkan keterampilan mencuci tangan siswa tunagrahita kelas III di SDLB Negeri Tuban / Prahastiwi Putri Pandu Dewata Agung

 

ABSTRAK Agung, Prahastiwi Putri Pandu Dewata. 2015. Penggunaan Media Aplikasi Microsoft Office Powerpoint Untuk Meningkatkan Keterampilan Mencuci Tangan Siswa Tunagrahita Kelas III Di SDLB Negeri Tuban. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing 1. Prof. Dr. M. Efendi, M.Pd, M.Kes. Pembimbing 2. Drs. Abdul Huda, M.Pd Kata kunci : Keterampilan Mencuci Tangan, Media Aplikasi Microsoft Office Powerpoint, siswa tunagrahita ringan. Tunagrahita ringan memiliki cukup kepandaian akademik sehingga disebut mampu didik. Mereka tidak menunjukkan kelainan fisik mencolok, meskipun perkembangan fisik mereka sedikit agak terlambat dari pada anak normal. Tunagrahita ringan juga perlu keterampilan mengurus diri seperti berpakaian, mandi, menggunakan WC, makan dan melindungi diri dari bahaya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan penggunaan media Aplikasi Microsotf Office Powerpoint yang dapat meningkatkan keterampilan mencuci tangan di SDLB Negeri Tuban, (2) Mendeskripsikan peningkatan keterampilan mencuci tangan di SDLB Negeri Tuban setelah dilakukan penggunaan media aplikasi microsoft office powerpoint, (3). Mendeskripsikan penggunaan media Aplikasi Microsotf Office Powerpoint yang dapat meningkatkan keterampilan mencuci tangan anak tunagrahita. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian ini yaitu anak SDLB kelas III C Tuban sebanyak 5 orang terdiri dari 3 perempuan, dan 2 laki-laki. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil data penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pemanfaatan media Aplikasi Microsotf Office Powerpoint dapat meningkatkan keterampilan mencuci tangan di SDLB Negeri Tuban, karena melalui media Aplikasi Microsotf Office Powerpoint siswa dapat mengembangkan kemampuannya. Dapat dilihat dari unjuk kerja siswa, pada siklus I siswa mendapatkan presentase 60%, sedangkan pada siklus II mendapatkan presentase 96%. (2) Peningkatan keterampilan mencuci tangan tunagrahita setelah dilakukan penggunaan media Aplikasi Microsoft Office Powerpoint sangat antusias dalam melaksanakan pembelajaran, (3) penggunaan media Aplikasi Microsoft Office PowerPoint dapat meningkatkan keterampilan mencuci tangan pada anak tunagrahita. Disimpulkan bahwa penggunaan media aplikasi microsoft office powerpoint dapat meningkatkan keterampilan mencuci tangan siswa tunagrahita kelas III SDLB Negeri Tuban. Saran yang dikemukakan peneliti adalah : (a) bagi guru, Para guru sebaiknya terus menggunakan media yang bervariasi dalam proses pembelajaran dengan terus menggali agar wawasannya bertambah, (b) bagi peneliti selanjutnya, Pembelajaran media aplikasi Microsoft Office Powerpoint dapat menjadi referensi dan kajian yang menarik untuk program pendidikan dasar maupun untuk menengah.

Latar belakang biografis Royyan Julian dalam karya-karyanya / Vryda Eka Tryasari

 

Tryasari, Vryda Eka. 2014. Latar Belakang Biografis Royyan Julian dalam Karya-Karyanya. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Widodo H.S., M.Pd., (II) Dr. Roekhan, M.Pd. Kata kunci: latar belakang biografis, karya-karya Royyan Julian, apresiasi sastra Karya sastra lahir berkat pengarangnya sendiri dengan mengimajinasikan pengalaman, perasaan, identitas, kepribadian, pemikiran, ide, semangat, dan keyakinan pengarang, sehingga setiap karya sastra hasil ciptaan pengarang akan selalu mencerminkan diri pengarang. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan latar belakang biografis Royyan Julian, yang meliputi latar belakang sosiologis dan latar belakang psikologis yang tercermin dalam karya-karyanya. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan ekspresif. Data penelitian ini adalah paparan bahasa yang berbentuk monolog, dialog tokoh, dan narasi pengarang dalam karya-karya Royyan Julian yang diduga mencerminkan latar belakang biografis Royyan Julian. Data kedua penelitian ini adalah paparan bahasa dalam transkrip hasil wawancara dengan pengarang dan teman dekat pengarang terkait latar belakang biografis Royyan Julian yang digunakan untuk mengonfirmasi data cerpen yang ditemukan. Sumber data penelitian ini adalah (1) cerpen-cerpen Royyan Julian yang pernah dimuat di media massa antara tahun 2010-2013, (2) transkrip hasil wawancara dengan Royyan Julian, dan (3) transkrip hasil wawancara dengan teman dekat Royyan Julian. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca secara intensif karya-karya Royyan Julian. Instrumen penelitian ini adalah pedoman pengumpulan data, pedoman analisis, dan pedoman wawancara. Analisis data dilakukan menggunakan rancangan ekspresif yang memahami dan menafsirkan aspek kesejarahan dan kehidupan Royyan Julian. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan sebagai berikut. Pertama, latar belakang sosiologis pengarang yang meliputi asal sosial, jenis kelamin, pendidikan, dan keluarga Royyan Julian tercermin dalam karya-karyanya. Tempat kelahiran Royyan Julian di Madura dan suasana pesisir pantai sering menjadi latar tempat dalam karya-karyanya. Pengalaman tentang jenis kelamin Royyan Julian yang memikul fungsi dan kodratnya tercermin dalam karya-karyanya. Pendidikan yang pernah dijalani oleh Royyan Julian baik pendidikan formal, nonformal, maupun informal muncul dalam karya-karyanya dalam bentuk pendidikan para tokohnya. Pengalaman-pengalaman yang pernah dialami Royyan Julian bersama keluarganya digambarkan dalam peristiwa-peristiwa dalam karyanya. Kedua, latar belakang psikologis Royyan Julian yang meliputi kepercayaan, perasaan, dan sifat Royyan Julian tercermin dalam karya-karyanya. Kepercayaan Royyan Julian tentang agama dan hal-hal gaib tercermin dalam kepercayaan tokohnya. Perasaan-perasaan Royyan Julian dalam dunia nyata tercermin dalam perasaan tokoh-tokohnya. Sifat Royyan Julian juga muncul menjadi sifat tokoh dalam karya-karyanya. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber inspirasi mahasiswa Sastra Indonesia dan para pengarang dalam menulis cerpen dengan mempelajari biografi Royyan Julian. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber rujukan guru Bahasa Indonesia dalam menyusun sumber belajar, perangkat pembelajaran, dan media pembelajaran untuk mempermudah pemahaman siswa dalam pelajaran menulis cerpen. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber rujukan bagi peneliti lain dalam meneliti tentang kehidupan pengarang yang tercermin dalam karya sastranya.

Peningkatan hasil belajar subtema Keindahan Alam Negeriku melalui media pohon pintar pada siswa kelas IV SDN 5 Ngunut Kabupaten Tulungagung / Fitria Andriyani

 

Andriyani, Fitria. 2015. Peningkatan Hasil Belajar Subtema Keindahan Alam Negeriku Melalui Media Pohon Pintar pada Siswa Kelas IV SDN 5 Ngunut Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Tri Murti, S.Pd, M.Pd, (II) Dra. Hj. Sri Murdiyah, M.Pd. Kata kunci: peningkatan hasil belajar, keindahan alam negeriku, pohon pintar. Berdasarkan observasi ditemukan bahwa proses pembelajaran masih bersifat konvensional, tergolong teacher centered dimana guru hanya menjelaskan saja dengan bantuan buku paket serta papan tulis dan guru tidak menggunakan media yang menarik, sehingga kondisi kelas ramai, siswa kurang aktif, dan siswa bermain sendiri. Dari permasalahan di atas mengakibatkan hasil belajar siswa rendah, sehingga dapat diatasi dengan pembelajaran melalui media pohon pintar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan media pohon pintar untuk meningkatkan hasil belajar siswa, (2) mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran pohon pintar dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada subtema Keindahan Alam Negeriku di SDN 5 Ngunut Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilakukan dengan 2 siklus dan setiap siklusnya dilaksanakan 2 kali pertemuan. Setiap siklus dilakukan dalam 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, tes akhir, catatan lapangan, dan dokumentasi sedangkan instrumennya berupa lembar observasi, lembar wawancara, lembar catatan lapangan, soal tes akhir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan media pohon pintar dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa. Dalam proses pembelajaran siswa terlibat aktif dalam penggunaan media sehingga keaktifan, tanggung jawab, percaya diri, kerja sama, ketepatan penggunaan media, dan kemampuan siswa dalam mengkomunikasikan mengalami peningkatan serta hasil belajarnya juga meningkat. Hal ini dapat diketahui pada tahap pratindakan nilai rata-rata siswa mencapai 73.74 dengan ketuntasan klasikal sebesar 44.4%, pada pelaksanaan siklus I mencapai 66.76 dengan ketuntasan klasikal 46.15%, dan pada pelaksanaan siklus II mencapai 83.37 dengan ketuntasan klasikal 88.9%. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah dengan penggunaan media pohon pintar dapat melibatkan aktif siswa dalam pembelajaran sehingga keaktifan, tanggung jawab, percaya diri, kerja sama, ketepatan penggunaan media, dan kemampuan siswa dalam mengkomunikasikan mengalami peningkatan serta hasil belajarnya juga meningkat. Dari penelitian ini disarankan bahwa guru hendaknya menggunakan media pohon pintar untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran sehari-hari baik pada subtema Keindahan Alam Negeriku maupun subtema yang lain dan 3 siswa yang belum tuntas perlu diadakannya program remidial

Pengembangan modul antarmuka PC berbasis Web untuk aplikasi smart home di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang / Ari Prabowo

 

Ari Prabowo. 2015 Pengembangan Modul Antarmuka PC Berbasis Web Untuk Aplikasi Smart Home di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Eng. Siti Sendari, S.T.,M.T. (2) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Kata Kunci: Pengembangan, Web, Delphi, Komunikasi Serial, Smart Home    Pegembangan modul antarmuka PC berbasis web merupakan tindak lanjut penelitian untuk memanfaatkan perkembangan teknologi yang menyebabkan adanya keterkaitan antara teknologi satu dengan teknologi yang lain. Teknologi yang saling terkait antara lain adalah web dengan teknologi antarmuka PC menggunakan aplikasi Delphi. Keterkaitan teknologi tersebut semakin meningkat dengan dukungan teknologi internet yang dapat menghubungkan beberapa komputer untuk saling berkomunikasi baik menerima maupun mengirim data. Kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengendalian piranti jarak jauh. Dengan bantuan teknologi antarmuka PC berbasis web, pengendalian piranti menjadi lebih fleksibel yaitu pengendalian tersebut dapat menggunakan visualisasi dalam bentuk gambar dan teks. Untuk melakukan pengendalian jarak jauh berbasis web dibutuhkan hardware dengan memanfaatkan mikrokontroler dan software memanfaatkan Delphi dan MySQL serta web. sehingga antarmuka PC berbasis web dengan komunikasi serial untuk aplikasi smart home memungkinkan pengguna untuk mengendalikan piranti dari jarak jauh. Model pengembangan modul antarmuka PC berbasis Web ini mengadaptasi model pengembangan ADDIE. Model pengembangan ADDIE terdiri dari 5 tahap yaitu: (1) Analisis; (2) Desain; (3) Pengembangan; (4) Implementasi; (5) Evaluasi. Proses validasi dilaksanakan oleh ahli materi, ahli media, dan melakukan implementasi pada uji kelompok kecil dan uji kelompok besar. Validasi bertujuan untuk mengukur kelayakan produk yang dikembangkan. Validasi menggunakan angket skala Likert yang kemudian dianalisis. Analisis digunakan untuk menentukan kelayakan media sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.     Produk yang dikembangkan pada penelitian ini adalah modul dan trainer, modul berupa bahan ajar jobsheet sedangkan trainer berupa miniatur plan yang dilengkapi buku petunjuk penggunan. Tahap pertama melakukan validasi oleh ahli dilanjutkan dengan mengujicobakan modul dan trainer dalam pembelajaran. Sampel sasaran ujicoba adalah mahasiswa angkatan 2011 dan 2012. Persentase hasil validasi ahli materi 95.37%, ahli media 95.14%, dan hasil uji coba pada kelompok kecil 90.59%, kelompok besar 90.19%. Dari hasil validasi dan uji coba tersebut dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria layak dan secara keseluruhan menunjukkan produk dinyatakan sangat baik serta dapat diimplementasikan dalam pembelajaran.

Penerapan model pembelajaran group investigation untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V tema Sejarah Peradaban Indonesia di SDN Sawojajar 02 Malang / Moh Farid Nurul Anwar

 

Anwar, Moh Farid Nurul. 2015. Penerapan Model pembelajaran Group Investigation Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Kelas V Tema Sejarah Peradaban Indonesia di SDN Sawojajar 02 Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Ruminiati, M.Si, (II) Drs. Imam Nawawi, M.Si. Kata Kunci: model pembelajaran group investigation, aktivitas dan hasil belajar Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Group Investigation , aktivitas belajar, dan hasil belajar siswa. Pendekatan penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan rancangan PTK yang terdiri dari 3 tahap yaitu perencanaan, perlakuan dan pengamatan, refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 1 pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Sawojajar 02 Malang yang terdiri dari 42 siswa, 23 laki-laki dan 19 perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran group investigation pada tema Sejarah Peradaban Indonesia, subtema Peninggalan-Peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia, pembelajaran 1 kelas V semester 2 di SDN Sawojajar 02 Malang sesuai dengan RPP dan memeproleh skor APKG sangat baik. Aktifitas belajar siswa pada observasi awal yaitu 8 siswa aktif, meningkat pada siklus 1 manjasi 24 siswa, dan pada siklua 2 meningkat menjadi 33 siswa aktif. Hasil belajar aspek pengetahuan pada siklus 1 memperoleh nilai rata-rata A- dan meningkat pada siklus 2 dengan memperoleh nilai rata-rata A. aspek keterampilan siklus 1 yaitu 12 siswa mendapat B, 6 siswa mendapat nilai A-, dan 22 mendapat nilai A, sedangkan pada siklus 2 semua siswa mendapatkan nilai A. pada aspek sikap yaitu sikap spiritual siklus 1 dan siklus 2 sama, siswa berdoa dan bersalaman, sedangkan sikap sosial pada siklus 1 terdapat 24 siswa aktif, dan 33 siswa aktif pada siklu 2. Pembahasan pada penelitian memperoleh faktor pendukung keberhasilan dari tujuan penelitian yaitu, (1) semua siswa bertanggung jawab atas tugas kelompok yang telah diberikan oleh peneliti, sehingga pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan RPP, (2) moderator (peneliti) memberikan kesempatan untuk bertanya, menjawab, dan atau menyanggah kepada siswa dari suatu kelompok yang belum berpartisipasi, sehingga aktivitas belajar siswa meningkat, (3) adanya suatu media pembelajaran. pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami, sehingga hasil belajar meningkat. Kesimpulan yaitu penerapan model pembelajaran group investigation sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran memeproleh skor APKG sangat baik selama penelitian. Aktivitas belajar siswa meningkat 25 siswa aktif dari observasi awal sampai siklus 2. Hasil belajar siswa meningkat dari siklus 1 ke siklus 2, baik sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Saran dalam pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran group investigation, (1) diasarankan pembagian anggota kelompok merata antara yang lemah dan yang pandai, hal tersebut bertujuan agar kelompok optimal dalam mengerjakan tugas kelompok, (2) disarankan agar aktivitas belajar menjadi optimal yaitu memberikan kesempatan kepada siswa yang belum bertanya, menjawab, dan atau menyanggah. (3) disarankan agar hasil belajar pada aspek pengetahuan menjadi optimal yaitu khususnya pada muatan mata pelajaran matematika, disarankan agar siswa diberikan banyak latihan dengan menggunakan alat bantu media pembelajaran.

Pengukuran Tingkat Kebisingan Lalu-Lintas Jalan Raya Di Kota Kaediri Tahun 2004 oleh Agus Eko Prasetyo

 

Kebisinganm erupakans alahs atum asalahy angb erkaitand enganp olusi lingkunganS. epertih alnyap olusia ir danu dara,k ebisinganm akinb eJard i daerah yangm empunyair apatp opulasib esar.D i daerahp erkotaank ebisinganm erupakan lncamany ang seriust erhadapk ualitas hidup manusia.G angguanp endengarank arena kebisinganm erupakanm asalahk esetratany ang ditudapi ribuan orangy aig tinggal ataub eke{ad i lingkungany angb ising.D isampingg angguanp endengarantln, gkat kebisinganya ngt inggij uga mempengaruhkie hidupanm anusia.Namudne mikiin, kebisingans eringk urangm emperolehp erhatiand ibandingkand enganp olusi udara danp olusi air, karenap engaruhnyati dak segerad apatt eramatid an-barute rasa akibatnya setelah kurun waktu yang cukup lama. Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahutii ngkatk ebisinganla lu-lintasjalan rayad i kota Kediri padajam sibuk danj am tidak sibuk, sertam engetahupi engaruh jumlah danjenisk endaraante rhadapti ngkatk ebisinganD- enganm engetaiuilingtat lebjs_inganla luJintasj alan rayad i kora Kediri inj, mal€ dapatd iambil solusi dai' tindakan yang diharapkan dapat mereduksi tingkat kebisingan apabila sudah dianggap melewatia mbangb atasp endengaranya ng ditentukano leh pemirintah. Penelitianin i dianatisisd enganm oderg rafis.T ingkatk ebisinganr ata-rata diambildengans ampetl empatd i wilayahk otaK ediri. Hasil penelitianm enunjukkan bahwat ingkat kebisinganja lan rayad i kota Kediri tergolongi inggi dan melebihi *bTg latas pendengaranya ng ditentukano rehp emerintatrr.i oa;am-;am sibuk memiliki tingkatk ebisinganb erkisara ntara6 4,3d B sampasi o,tariaan-paaaftnrjam tidaks ibukm emilikit ingkatk ebisingabne rkisara ntam62:d4B sampais4,:a s. Secarate rperincik ebisinganla lu-lintasjalanr ayad i kota Kediri diperoleira natisis bahwap adajalank elasI dengann ilai tingkatk ebisinganra ta-ratas ebesagr 2 dB dalamk ondisib erbahayaS. edangkatnin gkatk ebisinganra ta-ratau ntukjalank elasl l dank elasl ll dalamk ondisic ukupm engganggyua itu untukjalank elasl i sebesa7r 6,3 dB dan untukjalank elasl ll sebesaOr +,0a S.- - Tingginyat ingkatk ebisinganla lu-tintasja lan rayad i kotaK ediri diakibatkan oleh,adanybaa nyakf aktory angc ukupb erpengaiuha,n taral ain:j enis kendaraan, kondisijalan ray4 aktifitas penduduk,d an perawatank endaraanr.a l ini bisa direduksid enganm enanamp ohon-pohodni pinggirjalan( iarurh ijau).S erainit u mpeentogdeeny daanlgia bpnisa ad dali itnatkauskaannk a edbaishihn;g1atyn dp, aenn( g3;n) pd;eiinagne pnaddaal-isapunma dbaest iea usiasrinagnaq tzl kebisingan.

Hubungan Antara Pemahaman Konsep Pencemaran Lingkungan Dengan Sikap Terhadap Sadar Lingkungan Siswa Kelas II MAN Nglawak Kertosono Tahun Ajaran 2002/2003 oleh Suyadi

 

Beroperasinya Jembatan Suramadu diarahkan untuk dapat memperlancar proses pembangunan industri di Madura. Pembangunan industri merangsang munculnya berbagai usaha baru yang dirintis oleh golongan pendatang dari luar Madura. Akibatnya akan muncul persaingan usaha antara golongan pendatang dengan golongan pengusaha setempat (pribumi) Madura Dalam usahanya, masyarakat Madura masih menerapkan prinsip bisnis tradisional. Mereka lebih mementingkan perolehan keuntungan secepatnya namun kurang memberikan pelayanan yang memuaskan pelanggan, jarang mau mengambil risiko tinggi, dan tidak berjiwa pionir, tentu hal ini kurang baik dalam pengembangan usaha. Di sisi lain bisa jadi para pengusaha pendatang memiliki kemampuan bisnis yang modern, yang baik dan lebih memuaskan pelanggan. Jika hal ini terjadi maka dampaknya pelanggan lebih memilih mengkonsumsi produk pengusaha pendatang dan meninggalkan pengusaha pibumi sehingga pengusaha pribumi mengalami kebangkrutan. Kebangkrutan yang terus menerus mengarah pada tercipta kemiskinan baru. Dampaknya, akan terjadi penjajahan ekonomi di Madura, masyarakat Madura menjadi termaginalkan di daerahnya sendiri. Menyadari kemungkinan ini, maka masyarakat perlu disiapkan, dengan cara diberi pembekalan pendidikan bisnis modern. Pulau Madura memiliki banyak pondok pesantren. Pondok pesantren di Madura merupakan kiblat pergerakan masyarakat, penanaman ideologi sekaligus pembentukan opini masayarakat. Pondok pesantren dipandang memiliki grounded nature dan pranata sosial tangguh bagi masyarakat. Bahkan pondok pesantren potensial berperan sebagai basis pembangunan di Madura. Di dalam pondok pesantren, para santri tidak hanya dididik ilmu agama saja, tetapi terdapat pembelajaran hidup mandiri sebagai bekal hidup mereka. Pendidikan bisnis modern memberikan muatan pengetahuan dan praktik skill bisnis yang beretika, cermat akan potensi konsumen, mampu menyesuaikan dengan pemerintah dan memiliki skala bisnis yang tepat. Dalam hal ini memberikan pembekalan pendidikan bisnis modern pada santri pondok pesantren di Madura dalam rangka mempersiapkan para santri menjadi insan religius sekaligus sebagai wirausahawan modern yang siap menghadapi persaingan usaha sebagai dampak beroperasinya jembatan Suramadu.

Kesiapan pelaksanaan kurikulum 2013 ditinjau dari pemahaman guru, komitmen guru, dan dukungan sumber belajar pada Program Keahlian Teknik Komputer dan Informatika di SMK se Malang Raya / Rahmania Sri Untari

 

Untari, Rahmania Sri. 2015. Kesiapan Pelaksanaan Kurikulum 2013 Ditinjau dari Pemahaman Guru, Komitmen Guru, dan Dukungan Sumber Belajar Pada Program Keahlian Teknik Komputer dan Informatika di SMK Se-Malang Raya. Tesis, Program Studi Keahlian Pendidikan Kejuruan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Amat Mukhadis, M.Pd, (II) Dr. Waras, M.Pd. Kata kunci: kurikulum 2013, pemahaman guru, komitmen guru, dan dukungan sumber belajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan lembaga pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk mempersiapkan siswa dalam memasuki dunia kerja. Program Keahlian Teknik Komputer dan Informatika (TKI) merupakan salah satu program keahlian yang dikembangkan di sekolah menengah kejuruan di Indonesia. Program keahlian ini bertujuan mempersiapkan siswa dalam memasuki dunia kerja. Efektivitas dan efisien pencapaian tujuan program keahlian ini tergantung pada upaya mengikuti dinamisme perkembangan beberapa faktor. Salah satunya adalah pengembangan kurikulum dari KTSP ke Kurikulum 2013. Untuk itu, kesiapan pelaksanaan Kurikulum 2013 yang ditinjau dari pemahaman guru, komitmen guru, dan dukungan sumber belajar menjadi strategis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan pelaksanaan Kurikulum 2013 ditinjau dari pemahaman guru, komitmen guru, dan dukungan sumber belajar pada Program Keahlian Teknik Komputer dan Informatika (TKI) di SMK se-Malang Raya. Populasi penelitian meliputi guru di SMK se-Malang Raya, dan sampel adalah 175 guru yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data digunakan dengan teknik tes dan non tes. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dengan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemahaman guru rendah dengan persentase pencapaian sebesar 54.83% (level C), (2) komitmen guru cukup dengan persentase pencapaian sebesar 80.29% (level B), (3) dukungan sumber belajar cukup dengan persentase pencapaian sebesar 82.35% (level B), (4) dimensi landasan Kurikulum 2013 di SMKN 4 Malang dengan persentase pencapaian sebesar 46.21% (rendah), (5) dimensi isi Kurikulum 2013 di SMK Nasional dengan persentase pencapaian sebesar 40.47% (rendah), (6) dimensi prinsip pengembangan Kurikulum 2013 di SMK Nasional dengan persentase pencapaian sebesar 33.33% (rendah), (7) dimensi level pengembangan Kurikulum 2013 di SMKN 9 Malang dengan persentase pencapaian sebesar 44.44% (rendah), (8) dimensi pelaksanaan Kurikulum 2013 di SMKN 3 Malang dengan persentase pencapaian sebesar 50.00% (rendah), (9) komitmen guru menunjukkan bahwa ada 4 SMK yang berkategori rendah (level C), 7 SMK yang berkategori cukup (level B), dan 4 SMK yang berkategori tinggi (level A), (10) dimensi komitmen guru terhadap layanan karakteristik siswa di SMK Islam Batu dengan persentase pencapaian sebesar 69.44% (rendah), (11) dimensi komitmen guru terhadap layanan pembelajaran di SMKN 1 Malang dengan persentase pencapaian sebesar 72.02% (rendah), (12) dimensi komitmen guru terhadap bimbingan di SMK Nasional dengan persentase pencapaian sebesar 68.45% (rendah), (13) dukungan sumber belajar menunjukkan bahwa ada 1 SMK yang berkategori rendah (level C), 8 SMK yang berkategori cukup (level B), dan 6 SMK yang berkategori tinggi (level A), dan (14) dimensi dukungan sumber belajar menunjukkan bahwa dimensi dukungan sumber belajar yang dirancang dan dukungan sumber belajar yang dimanfaatkan di SMKN 9 malang dengan persentase pencapaian sebesar 75.00% dan 73.80% (rendah). Berdasarkan hasil penelitian disarankan (1) bagi kepala sekolah, perlu mengoptimalkan potensi yang tersedia terutama guru yang sudah mendapatkan pelatihan secara khusus dari pemerintah dan perlu meningkatkan potensi dalam pengembangan Kurikulum 2013 serta monitoring berkala, (2) bagi waka kurikulum, perlu mengadakan pelatihan berupa penataran di sekolah khususnya tentang Kurikulum 2013 agar guru benar-benar memahami Kurikulum 2013 dengan baik dan perlu mempersiapkan serta mengevalusi pembelajaran yang mengintegrasikan Kurikulum 2013 dan mengembangkan kemampuan melalui pelatihan berupa penataran, (3) bagi guru, perlu mengikuti pelatihan rutin berupa penataran, seminar, atau lokakarya tentang Kurikulum 2013 dan perlu menambah banyak wawasan serta membaca referensi terkait dengan Kurikulum 2013 sehingga guru SMK se-Malang Raya dapat memiliki pemahaman yang baik dan guru benar-benar memahami tentang sosok Kurikulum 2013 beserta perubahannya, memiliki komitmen yang tinggi serta memiliki dukungan sumber belajar yang memadai, dan (4) bagi peneliti berikutnya, perlu adanya pengkajian dan pengembangan yang lebih dalam lagi tentang Kurikulum 2013 khususnya yang berbasis pada kesiapan pelaksanaan Kurikulum 2013 dengan latar atau konteks yang berbeda sehingga peneliti berikutnya dapat menghasilkan teori baru atau hasil baru yang lebih bermanfaat bagi guru SMK se-Malang Raya.

Penerapan pembelajaran hypothetical inquiry untuk meningkatkan hasil belajar siswa materi bangun ruang sisi lengkung / Endah Dwi Hapsari

 

Hapsari, E.D. 2015. Penerapan Pembelajaran Hypothetical Inquiry untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Subanji, M.Si, (II) Dr. Swasono Rahardjo, M.Si. Kata kunci: Hypothetical Inquiry, Hasil Belajar, Bangun Ruang Sisi Lengkung.     Perhatian utama yang mendasari penelitian ini adalah permasalahan yang muncul di kelas, yaitu rendahnya hasil belajar siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung dan kecenderungan siswa pasif selama proses pembelajaran di kelas berlangsung. Salah satu pembelajaran yang bisa mengatasi masalah tersebut adalah pembelajaran Hypothetical Inquiry.     Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran Hypothetical Inquiry yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek data siswa kelas IX C SMP Negeri 2 Curup Timur, Rejang lebong Bengkulu. Rancangan penelitian tindakan ini mengacu pada model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart yaitu terdiri dari 4 (empat) tahapan dasar yang saling terkait dan berkesinambungan, (1) perencanaan (planning), (2) pelaksanaan (action), (3) pengamatan (observation), (4) refleksi (reflection).      Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran Hypothetical Inquiry yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung melalui langkah-langkah pembelajaran berikut: (1) Observasi untuk menemukan masalah yaitu guru mengajak siswa mengenal fenomena terkait luas permukaan dan volume tabung, kerucut dan bola, (2) merumuskan hipotesis, guru dengan menggunakan pancingan pertanyaan seperlunya membantu siswa membuat konjektur tentang tabung, kerucut dan bola, (3) merancang dan melaksanakan pemecahan masalah, yaitu kegiatan bereksperimen melalui LKS, guru mengenalkan pembelajaran menggunakan model tabung, model kerucut dan bola (4) pengumpulan data, guru meminta siswa bekerja untuk mengumpulkan dan mencatat semua hasil temuannya, (5) analisis data, masih menggunakan LKS, guru mengarahkan siswa untuk mengolah dan menggabungkan semua data temuannya sehingga diperoleh rumus luas permukaan dan volume tabung, kerucut dan bola, (6) penarikan kesimpulan dan penemuan, guru memberikan penegasan terhadap kesimpulan yang diambil siswa yaitu menemukan rumus luas permukaan dan volume tabung, kerucut dan bola. Peningkatan hasil belajar siswa terlihat dari perolehan skor hasil tes yaitu dari 72,2 % manjadi 83,3 % berdasarkan banyaknya siswa yang mencapai nilai sekurang-kurangnya 75.

Profil perempuan dalam novel Amba karya Laksmi Pamuntjak / Fitrahayunitisna

 

Fitrahayunitisna. 2015. Profil Perempuan dalam Novel Amba Karya Laksmi Pamuntjak. Tesis. Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd., (II) Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd. Kata Kunci: profil perempuan, novel Amba, feminisme Penulis perempuan semakin banyak dan diperhitungkan sejak tahun 1970-an di Indonesia. Kemunculan penulis perempuan mendapat respon yang cukup tinggi di kalangan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan kritik sastra terhadap penulis perempuan angkatan 2000-an yang dengan terbuka dan berani menyuarakan ide feminisme dengan melawan sistem patriarkat. Untuk itu, penelitian ini memilih novel Amba sebagai novel Indonesia karya pengarang perempuan yang mewakili angkatan 2000-an karena dari segi kebaruan, kualitas kesastraan, kemasan ide, latar, tema, dan penokohan yang memiliki kemiripan dengan cerita besar Mahabharata membuat novel ini layak untuk diteliti. Selain itu, novel Amba memiliki karakteristik yang mengambil ide-ide tradisional untuk diresapkan pada ide feminisme. Penelitian ini difokuskan pada (1) profil perempuan dalam novel Amba yang berkenaan dengan (a) identitas diri perempuan, (b) kebebasan diri perempuan, (c) hak dan kedudukan perempuan, dan (d) harkat dan martabat perempuan. (2) strategi pengungkapan profil perempuan dalam novel Amba. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan pendekatan analisis wacana kritis. Kedudukan teori feminisme dalam mendekati objek penelitian diperlakukan sebagai landasan teori. Sedangkan angkah-langkah dalam interpretasi dilakukan dengan wawasan hermeneutika. Data dalam penelitian ini berupa data yang merepresentasikan profil perempuan. Sumber data penelitian ini adalah novel Amba karya Laksmi Pamuntjak yang diterbitkan oleh P.T. Gramedia tahun 2012. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabel penjaring data yang berupa lembar klasifikasi dan kodefikasi data, lembar panduan analisis, dan lembar interpretasi dan analisis. Penelitian ini menggunakan langkah-langkah analisis data yang dilakukan dengan cara sebagai berikut. (1) Mereduksi data yang kurang tepat dengan cara menyederhanakan dan mengerucutkan bagian yang sudah ditandai. (2) Mengklasifikasi data yang sudah ditandai dengan menggunakan instrumen klasifikasi dan kodefikasi data. (3) Interpretasi data dengan langkah-langkah hermeneutika dan mengkaitkan dengan teori-teori yang relevan. (4) Deskripsi terhadap paparan data, analisis, dan temuan. (5) Membahas hasil temuan berdasarkan kajian teori. (6) Menyimpulkan hasil penelitian dan temuan. (7) Mengulang kembali proses interpretasi jika dianggap kurang memadai dan mendiskusikan dengan ahli serta teman sejawat. (8) Melakukan penyimpulan. Penelitian ini menemukan beberapa hal sebagai berikut. Temuan profil perempuan dalam novel Amba yang berkenaan dengan identitas diri perempuan sejalan dengan pandangan feminisme Barat gelombang kedua yakni feminisme eksistensialis. Profil perempuan dalam novel Amba yang berkenaan dengan kebebasan diri perempuan sejalan dengan pandangan feminisme liberal. Profil perempuan berkenaan dengan hak dan kedudukan perempuan yang ditemukan dalam novel Amba sejalan dengan pandangan feminisme radikal. Profil perempuan dalam novel Amba yang berkenaan dengan harkat dan martabat perempuan sejalan dengan pandangan feminisme Barat gelombang kedua yakni feminisme eksisitensialis. Strategi pengungkapkan profil perempuan yang ditemukan dalam novel Amba adalah menggunakan gaya bahasa dengan struktur logika dengan pola repetisi, paralelisme, antitesis, dan klimaks. Beberapa saran peneliti terkait dengan hasil penelitian tersebut adalah sebagai berikut. Saran terhadap hasil penelitian yang berkenaan dengan profil perempuan dalam novel untuk peneliti lain adalah supaya penelitan ini dapat digunakan sebagai titik tolak untuk mengembangkan penelitian yang serupa dengan pendekatan sosiologi sastra dan historisme baru. Saran untuk dosen pengampu apresiasi dan kritik sastra adalah supaya penelitian ini dapat dijadikan sebagai contoh penerapan pembelajaran apresiasi dan kritik sastra feminis. Saran untuk dosen pengampu menulis kreatif sastra adalah supaya hasil penelitian yang terkait dengan strategi pengungkapan profil perempuan dapat digunakan untuk mengembangkan strategi menulis sastra. Saran untuk penulis sastra adalah hasil penelitian ini sebagai bahan pertimbangan dalam menulis sastra, sebagaimana sebuah karya tidak lahir dari kekosongan budaya. Apabila karya sastra dibedah dalam sebuah penelitian, maka akan terlihat karya tersebut dibangun oleh konstruk ide yang kokoh atau tidak.

Penggunaan teknik mind map berbasis multimedia presentasi untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar IPS (studi pada siswa kelas IV B SD Bantul Timur Kabupaten Bantul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) / Roni Rahmawanto

 

Rahmawanto, Roni. 2015. Penggunaan Teknik Mind Map Berbasis Multimedia Presentasi untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar IPS (Studi pada Siswa Kelas IV B SD Bantul Timur Kabupaten Bantul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta). Tesis, Pascasarjana, Program Studi Pendidikan Dasar Guru Kelas, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si (II) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd Kata Kunci : Teknik mind map berbasis multimedia presentasi, aktivitas, prestasi belajar Hasil observasi awal yang dilakukan peneliti telah menemukan permasalahan berupa rendahnya aktivitas dan prestasi belajar pada muatan IPS di kelas IV B SD Bantul Timur. Rendahnya aktivitas tampak pada nilai rata-rata yang ditunjukkan yaitu 55 % siswa aktif. Sedangkan rendahnya nilai prestasi belajar siswa tampak dari nilai rata-rata prestasi kognitif, afektif, dan psikomotor siswa masing-masing yaitu 55, 60, dan 58. Hasil tersebut disebabkan antara lain karena tidak digunakannya media dalam pembelajaran, siswa cenderung membuat catatan dalam bentuk linier dan panjang sehingga siswa mengalami kesulitan dalam mencari pokok atau poin-poin materi pelajaran yang telah dipelajari, dan rendahnya aktivitas belajar siswa yang sangat berpengaruh terhadap pemahaman siswa terkait materi pelajaran yang dipelajari.     Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penggunaan teknik mind map berbasis multimedia presentasi, mendeskripsikan penggunaan teknik mind map berbasis multimedia presentasi dapat meningkatkan aktivitas, dan mendeskripsikan penggunaan teknik mind map berbasis multimedia presentasi dapat meningkatkan prestasi belajar IPS. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV B SD Bantul Timur Tahun Pelajaran 2014/2015. Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini dimulai pada tanggal 12 Januari sampai 23 Januari 2015. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan masing-masing siklus 4 kali pertemuan. Pelaksanaan tindakan mengacu pada pendapat Kemmis & Mc Taggart yang mengemukakan tahap-tahap PTK yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kognitif, observasi afektif,rubrik psikomotor, observasi kegiatan guru, observasi aktivitas siswa, wawancara dengan guru, catatan lapangan dan dokumentasi.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pembelajaran menggunakan teknik mind map berbasis multimedia presentasi dalam pembelajaran muatan IPS pada penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan, dimana masing-masing pertemuan berlangsung selama 2 x 1 jam pelajaran (35 menit), (2) terjadi peningkatan taraf keberhasilan aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 22%, (3) terjadi peningkatan taraf keberhasilan prestasi belajar kognitif siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 22%, terjadi peningkatan taraf keberhasilan prestasi belajar afektif dari siklus I ke siklus II sebesar 23%, terjadi peningkatan taraf keberhasilan prestasi belajar psikomotor dari siklus I ke siklus II sebesar 29%. Semua peningkatan tersebut telah memenuhi kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan.     Saran yang dapat diberikan yaitu (1) hendaknya sekolah menyediakan sumber belajar yang lebih lengkap dan bervariasi guna mendukung pembelajaran menggunakan mind map berbasis multimedia presentasi misalnya jaringan internet, speaker, dan lain-lain, (2) guru hendaknya dapat menggunakan teknik mind map berbasis multimedia presentasi untuk mendukung proses kebermaknaan dalam pembelajaran, (3) penggunaan mind map berbasis multimedia presentasi dalam pembelajaran muatan IPS sebaiknya perlu dikembangkan dan dilakukan penelitian lebih lanjut guna proses perbaikan yang berkesinambungan. Peneliti lain dapat meneliti atau menguji pada muatan, materi atau kelas yang lain.

Analisis penetapan harga servis kendaraan Toyota pada Auto 2000 Malang Sutoyo / Veronica Indah Pustikawati

 

Pustikawati, Veronica Indah. 2011 .Analisis Penetapan Harga Servis Kendaraan Toyota pada AUTO 2000 Malang Sutoyo. Jurusan Manajemen. Program Studi D3 Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. I Nyoman Saputra, M.Si. Kata kunci : analisis, penetapan harga. Perusahaan jasa harus dapat merancang strategi pemasaran yang tepat dalam mencapai tujuan perusahaan, salah satu tujuan perusahaan adalah menciptakan loyalitas konsumen, yang salah satunya yaitu dengan penetapan harga jasa yg digunakan oleh perusahaan. Penetapan harga untuk jasa berbeda dengan harga barang dalam beberapa aspek seperti : jasa tidak menghasilkan transfer kepemilikan fisik, variabilitas input dan output, heterogenitas jasa yang membatasi pengetahuan konsumen tentang harga jasa, dan lain-lain. Penetapan harga yang tepat sesuai dengan pelayanan dan kinerja yang ditawarkan oleh perusahaan dapat menciptakan kepuasan konsumen, konsumen yang merasa puas dapat menciptakan loyalitas konsumen. Subyek yang dipergunakan sebagai sumber data penelitian adalah Perusahaan AUTO 2000 Malang Sutoyo. Tujuan penelitian yang saya lakukan pada Perusahaan AUTO 2000 Malang Sutoyo yaitu ” (1)Untuk menegetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penetapan harga servis pada Perusahaan AUTO 2000 Malang Sutoyo, (2)Untuk mengetahui bagaimanakah cara penetapan harga servis yang digunakan pada Perusahaan AUTO 2000 Malang Sutoyo, (3)Untuk mengetahui hambatan-hambatan apakah yang dialami dalam penetapan harga servis pada Perusahaan AUTO 2000 Malang Sutoyo ”. Perusahaan AUTO 2000 Malang Sutoyo bertujuan untuk menciptakan dan meningkatkan kepuasan kepada pelanggannya serta menambah jumlah pelanggan loyal. Dalam hal ini kepuasan pelanggan serta dapat bertambahnya pelanggan loyal terletak penetapan harga yang baik yang diberikan untuk pelanggan. Dalam prosesnya ada empat faktor yang mempengaruhi penetapan harga servis pada Perusahaan AUTO 2000 Malang Sutoyo yaitu: (1) biaya produksi jasa servis, (2) fasilitas tambahan, (3) kebijakan dari manajemen, (4) pesaing. Strategi penetapan harga yang bertujuan untuk membuat pelanggan menjadi loyal sangatlah penting untuk diterapkan dalam suatu perusahaan dengan tujuan utama perusahaan itu sendiri yaitu mempertahankan suatu usaha. Ada beberapa strategi yang dapat meningkatkan jumlah pelanggan yang loyal pada Perusahaan AUTO 2000 Malang Sutoyo : (1) skimming pasar (market skimming), (2) penentuan harga penetrasi (penetration pricing), (3) penentuan harga prestis dan ekonomi (prestige and economy pricing), (4) penentuan harga majemuk (multiple pricing), (5) penentuan harga ganjil (odd pricing). Berdasarkan hasil penelitian yang saya lakukan ini untuk bisa dijadikan bahan pertimbangan oleh seluruh karyawan Perusahaan AUTO 2000 Malang Sutoyo dalam penerapan strategi pelayanan pada periode selanjutnya agar mendapatkan hasil yang optimal dari penerapan strategi pelayanan tersebut.

Peningkatan kemampuan siswa dalam bercerita melalui model assure di kelas IV SDN Beji IV Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / Abraham A. Leunufna

 

ABSTRAK Leunufna, Abraham. 2010. Peningkatan Kemampuan Siswa dalam Bercerita Melalui Model ASSURE di Kelas IV SDN Beji IV Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan, Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1). Drs. H. Rumidjan, M.Pd, (2). Drs. A. Badawi, M.Pd Kata Kunci: Peningkatan Kemampuan, Bercerita, Model ASSURE, SD Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang membentuk pribadi manusia yang utuh dalam berpikir, bertindak, dan berbuat bertujuan membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD) tentu akan meningkatkan kemampuan siswa dalam bercerita dan membangun komunikasi yang harmonis dengan orang lain. Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam bercerita, model yang tepat merupakan alternatif terbaik sehingga seorang siswa mampu mengeluarkan semua bakat dan kemampuan dalam dirinya, karena kerap kali siswa cenderung diam dan malu ketika diminta untuk bercerita di depan kelas atau dihadapan banyak orang, serta siswa cenderung melafalkan huruf dan kalimat kurang jelas, ekspresi yang tidak menarik, dan intonasi yang kurang baik. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah melakukan Peningkatan Kemampuan Siswa dalam Bercerita Melalui Model ASSURE di Kelas IV SDN Beji IV Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Rencana penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Beji IV kecamatan Beji kabupaten Pasuruan yang berjumlah 18 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi selama proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Untuk tahap perencanaan pembelajaran dilakukan berdasarkan refleksi awal, kemudian dilanjutkan dengan perencanaan pembelajaran pada siklus I dan II yang berpedoman pada APKG I dan juga pada rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan model ASSURE yang mencakup enam tahap, yakni: melakukan analisis karakteristik siswa (analize learners), menetapkan tujuan pembelajaran (state objectives), memilih metode, media, dan bahan ajar (select methods, media, dan materials), memanfaatkan bahan ajar (utilize materials), melibatkan siswa dalam pembelajaran (require learners partisipation), mengevaluasi dan merevisi (evaluate and revise). Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam dua siklus. Untuk siklus I dilaksanakan pada tanggal 1-2 juni 2010 mulai pukul 07,00-09.00 WIB dan dilanjutkan dengan siklus II pada tanggal 4-5 juni 2010 mulai pukul 07.00-09.00 WIB. Pada pelaksanaan pembelajaran setiap siklus dilakukan berdasarkan langkah-langkah yang ada pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dalam pelaksanaan pembelajaran siswa yang awalnya tidak mampu bercerita menjadi mampu bercerita dimana siswa menjadi lebih berani tampil dihadapan banyak orang, rasa percaya diri menjadi bertambah, lafal menjadi lebih jelas, intonasi terdengar baik, ekspresi pada saat bercerita lebih menarik, dan kemampuan penguasaan isi cerita lebih baik. Dengan berbekal kemampuan yang dimiliki oleh siswa, diharapkan mereka mampu mengaplikasikan hal tersebut dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, serta sebagai bekal dalam kehidupan. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model ASSURE mampu memberikan kesan bagi siswa, dimana siswa menjadi lebih bersemangat belajar, dan siswa merasakan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan menarik. Nilai rata-rata hasil belajar siswa secara klasikal yakni 62,65% dan hanya 6 siswa yang berhasil mencapai ketuntasan hasil belajar, namun pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 80,70% untuk nilai rata-rata siswa secara klasikal, sedangkan 16 siswa berhasil mencapai ketuntasan hasil belajar, sedangkan 2 siswa dinyatakan tidak tuntas hasil belajarnya, dimana nilai yang diperoleh ≤70. Dari hasil pengamatan ternyata kedua siswa tersebut kurang fokus pada kegiatan pembelajaran, terlihat malas, dan kurang bersungguh-sungguh dalam belajar. Namun nilai yang mereka peroleh termasuk kategori cukup, sehingga dapat dikatatakan bahwa penggunaan model ASSURE mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam bercerita di kelas IV SDN Beji IV Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Oleh karena itu disarankan bagi guru dan pihak sekolah agar menggunakan model ASSURE untuk meningkatkan kemampuan bercerita siswa Sekolah Dasar (SD).

Realitas musik hardcore sebagai gaya hidup remaja di Kabupaten Gresik / Ahmad Fairus Habib El Hikam

 

ABSTRAK Hikam, Ahmad Fairuz Habib El. 2016. Realitas Musik Hardcore Sebagai Gaya Hidup Remaja di Kabupaten Gresik. Skripsi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Dewa Putu Eskasasnanda, S.Ant., M.A. (II) Dr. GM Sukamto, M.Pd., M.Si. Kata Kunci: Remaja, Hardcore, Gaya hidup Fase remaja merupakan fase terjadinya proses pendewasaan dalam diri seseorang, dan identik dengan rasa ingin tahu yang tinggi untuk mengetahui jati dirinya. Penemuan jati diri pada seorang remaja sangat bergantung dengan kehidupan di lingkungan sekitarnya. Pencarian jati diri membuat remaja cenderung suka mencoba hal-hal baru baik itu positif ataupun negatif. Meski tidak dipungkiri pembentukan jati diri dapat memberikan pengaruh gaya hidup baru bagi remaja. Salah satu yang sangat mempengaruhi pembentukan jati diri remaja saat ini adalah musik hardcore. Meski aliran musik hardcore dipandang orang tua memberikan dampak negatif, tetapi aliran ini juga memberikan warna yang baru dalam bermusik. Salah satunya menjadikan musik hardcore sebagai gaya hidup dalam jati diri remaja. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana sejarah perkembangan musik hardcore dikalangan remaja Gresik? (2) Mengapa remaja di Kabupaten Gresik menyukai musik hardcore? (3) Bagaimana realitas musik hardcore terhadap gaya hidup remaja di Kabupaten Gresik? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Kehadiran peneliti bertindak sebagai pengumpul data. Lokasi penelitian terletak di sekitar Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP). Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, dengan informan kunci dan informan pendukung yang dipilih secara snowball dan purposif. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis Miles dan Huberman. Untuk menjaga keabsahan temuan digunakan triangulasi (metode, sumber dan waktu), dan kecukupan referensial. Kesimpulan penelitian pertama, awal sejarah perkembangan musik hardcore di Kabupaten Gresik dikarenakan dari beberapa remaja yang merantau ke luar kota yaitu Surabaya dan menyebarkan musik hardcore melalui modal kaset, tape dan majalah sehingga memunculkan berbagai komunitas dan band- band lokal musik hardcore di Kabupaten Gresik. Kedua, kesukaan remaja pada musik hardcore di Kabupaten Gresik dipengaruhi faktor internal yaitu ketertarikan diri, keinginan melampiaskan rasa kecewa dan rasa ingin tahu. Sedangkan faktor eksternal berupa teman sebaya dan komunitas. Ketiga, gaya hidup musik hardcore bagi remaja yaitu straight edge dan DIY (Do It Yourself). Manfaat yang diberikan berupa pengendalian diri, rasa hormat, kesetaraan, kreatif, inovatif dan kemandirian. Sedangkan stigma negatif musik hardcore yang diperoleh dari kekhawatiran orang dewasa yaitu tindakan anarkis, merokok, mengkonsumsi alkohol, obat-obatan seks bebas dan kebisingan suara. Akan tetapi hal tersebut tidak terbukti terjadi dikalangan remaja pecinta musik hardcore. Disarankan peneliti selanjutnya mengkaji kehidupan remaja hardcore di luar perspektif realitas gaya hidup atau dapat meneliti terkait interaksi simbolik komunitas musik hardcore straight edge di Kabupaten Gresik. i

Persamaan kuadrat dan aplikasinya / Husein Kelimagun

 

ABSTRAK Kelimagun, Husein, 2010. Persamaan Kuadrat dan Aplikasinya. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang Pembimbing Lucky Tri Oktoviana, S.Si, M.Kom. Kata Kunci : Persamaan, Persamaan Kuadrat. Bentuk umum dari persamaan kuadrat adalah ax2 + bx + c = 0, dimana a 0≠. Cara-cara yang digunakan dalam menyelesaikan persamaan kuadrat adalah dengan cara memfaktorkan, melengkapkan kuadrat sempurna dan rumus persamaan kuadrat, Apabila suatu persamaan kuadrat dapat difaktorkan menjadi (x - x1)(x - x) = 0 maka x1 dan x merupakan akar-akar suatu persamaan kuadrat tersebut. Sebaliknya apabila x1 dan x2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat, maka persamaan kuadrat itu dapat ditentukan dengan rumus (x - x1)(x - x) = 0. Persamaan kuadrat mempunyai dua akar real yang berlainan, dua akar yang sama, atau tidak mempunyai akar real. 222 Persamaan kuadrat dapat digunakan untuk menyelesaikan beberapa masalah, misalnya mencari panjang dan lebar sebuah persegi, dan menentukan unit produk yang harus diproduksi agar mendapatkan laba tertentu.

Penerapan teknik behavior contracts untuk meningkatkan tanggung jawab pribadi siswa kelas XI-IPS 3 dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling di SMA Negeri 2 Malang / Hidayatul Laili

 

Kata Kunci: Behavior Contracts, tanggung jawab pribadi, Siswa SMA Remaja yang memiliki tanggung jawab pribadi ialah remaja yang dapat mengerti tentang apa yang baik untuk dilakukan atau dicegah, dan mau mencoba untuk mengubahnya dengan tingkah laku yang positif. Oleh karena itu, layanan BK sangat berperan penting untuk membentuk siswa SMA yang mandiri dan memiliki tanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya sendiri. Berdasarkan informasi dari guru pembimbing SMA 2 Malang dan observasi awal selama PPL II di SMAN 2 Malang, terdapat beberapa fakta bahwa siswa kelas XI-IPS 3 memiliki tingkat tanggung jawab pribadi yang rendah dalam mengikuti layanan BK di kelas. Hal ini ditunjukkan dengan tingkah laku siswa seperti ramai, memainkan HP, tidur-tiduran, membuka buku mata pelajaran lain, dan kurang aktif dalam kegiatan layanan BK. Tingkah laku di atas, disebabkan oleh anggapan bahwa layanan BK di kelas tidak berpengaruh terhadap nilai rapor siswa. Berdasarkan masalah di atas, maka pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan teknik Behavior Contracts, yaitu berupa perjanjian secara tertulis untuk bertingkah laku dengan cara tertentu dalam mengikuti layanan BK di kelas dan untuk menerima konsekuensi bagi tingkah laku itu. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan kontrak tingkah laku (Behavior Contracts) untuk meningkatkan tanggung jawab pribadi siswa kelas XI-IPS 3 SMAN 2 Malang dalam mengikuti layanan BK di kelas. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan yang terdiri atas dua siklus. Pada masing-masing siklus dilakukan tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah teknik wawancara, pedoman observasi, cacatan lapangan, dan dokumentasi berupa rekaman foto kegiatan pemberian kontrak tingkah laku. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif, yang terdiri atas reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI-IPS 3 SMA Negeri 2 Malang berjumlah 38 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik kontrak tingkah laku dapat meningkatkan tanggung jawab pribadi siswa dalam mengikuti layanan BK di kelas. Dibuktikan dengan hasil siklus I mendapatkan skor 56,77 % (banyak), sedangkan siklus II mendapatkan skor 79,16 (sangat banyak). Dengan demikian, ada peningkatan tanggung jawab pribadi siswa kelas XI-IPS 3, ditunjukkan dengan hasil skor siklus II lebih banyak atau tinggi dari siklus I. Atas dasar hasil penelitian, maka disarankan: (1) Konselor menggunakan teknik kontrak tingkah laku untuk meningkatkan tanggung jawab pribadi siswa, (2) Dalam penelitian selanjutnya, disarankan menggunakan hadiah non-materi yang lebih menarik agar siswa dapat lebih antusias dalam melaksanakan kontrak.

Hubungan antara pengetahuan teori teknik pemesinan dan kemampuan praktik teknik pemesinan terhadap kesiapan praktik kerja industri siswa kelas XI SMK PGRI Wlingi Kabupaten Blitar / Dedik Hariyanto

 

Hariyanto, Dedik. 2015. Hubungan antara Pengetahuan Teori Teknik Pemesinan dan Kemampuan Praktik Teknik Pemesinan terhadap Kesiapan Praktik Kerja Industri Siswa Kelas XI SMK PGRI Wlingi Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eddy Sutadji, M.Pd. (II) Drs. Suharmanto, M.Pd. Kata kunci: pengetahuan teori teknik pemesinan, kemampuan praktik teknik pemesinan, kesiapan praktik kerja industri     Pengetahuan Teori Teknik Pemesinan merupakan pengetahuan/tingkat pemahaman siswa terhadap materi mata pelajaran yang berhubungan dengan Teknik Pemesinan. Kemampuan Praktik Teknik Pemesinan merupakan kemampuan siswa dalam mengaplikasikan materi yang telah diterima siswa. Melalui praktik materi Teknik Pemesinan diterapkan secara langsung pada keadaan yang sebenarnya dan Praktik Kerja Industri merupakan praktik yang dilaksanakan di DU/DI yang sesuai dengan kompetensi siswa.     Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) hubungan antara pengetahuan Teori Teknik Pemesinan terhadap kesiapan Praktik Kerja Industri; (2) hubungan antara kemampuan Praktik Teknik Pemesinan terhadap kesiapan Praktik Kerja Industri; (3) hubungan antara pengetahuan Teori Teknik Pemesinan dan kemampuan Praktik Teknik Pemesinan terhadap kesiapan Praktik Kerja Industri.     Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK PGRI Wlingi Kabupaten Blitar Tahun Ajaran 2014/2015. Teknik Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis regresi linier sederhana, dan analisis regresi ganda dua prediktor.     Berdasarkan hasil analisis data diperoleh tiga simpulan sebagai berikut. Pertama, terdapat hubungan positif yang signifikan antara pengetahuan Teori Teknik Pemesinan terhadap kesiapan Praktik Kerja Industri (0,000<0,05). Kedua, terdapat hubungan positif yang signifikan antara kemampuan Praktik Teknik Pemesinan terhadap kesiapan Praktik Kerja Industri Industri (0,000<0,05). Ketiga, terdapat hubungan positif yang signifikan antara pengetahuan Teori Teknik Pemesinan dan kemampuan Praktik Teknik Pemesinan terhadap kesiapan Praktik Kerja Industri (0,000<0,05), serta koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0,831 (83,1%).     Saran bagi SMK PGRI Wlingi Kabupaten Blitar diharapkan melibatkan UKS untuk kesiapan kerja siswa secara fisik, melibatkan BK untuk kesiapan siswa secara mental, dan membentuk kompetensi guru untuk membimbing siswa sebelum Praktik Kerja Industri berupa pengetahuan dan keterampilan.

Pengembangan model permainan untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik anak usia 7-9 tahun di SDN Karang Besuki I Malang / Salasiah

 

ABSTRAK Salasiah. 2010. Pengembangan Model Permainan untuk Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia 7-9 Tahun di SDN Karang Besuki I Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Roesdiyanto, M.Kes (II) Drs. Mulyani Surendra, M.S. Kata kunci: pengembangan, model permainan, kecerdasan kinestetik. Perkembangan motorik merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam perkembangan individu secara keseluruhan. Perkembangan gerak dasar dan penyempurnaannya merupakan hal penting selama masa kanak-kanak. Dalam kegiatan bermain, semua aspek kecerdasan anak semakin berkembang, salah satunya kecerdasan kinestetik anak. Kecerdasan kinestetik lebih menekankan pada kemampuan seseorang dalam menangkap informasi dan mengolahnya sedemikian cepat, lalu diaplikasikan dalam wujud gerak, yakni dengan menggunakan badan, kaki, dan tangan. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan di SDN Karang Besuki I Malang, diketahui bahwa 87,34% dari jumlah siswa kelas I dan II, mereka lebih sering bermain game atau menonton televisi. Hal ini dapat mempengaruhi perkembangan gerak anak tersebut. Sehingga 92,41% orangtua siswa merasa anak mereka perlu mendapat permainan yang dapat mengembangkan kecerdasan kinestetiknya. Dari data analisis kebutuhan guru, dinyatakan pula bahwa guru menyetujui jika model-model permainan kecerdasan kinestetik tersebut diterapkan pada siswanya. Rumusan masalah dalam penelitian ini, belum adanya model permainan untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik anak usia 7-9 tahun di SDN Karang Besuki I Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model permainan untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik anak usia 7-9 tahun di SDN Karang Besuki I Malang. Dalam penelitian pengembangan ini peneliti merujuk model pengembangan (Research and Development) Borg dan Gall. Langkah-langkah yang digunakan oleh peneliti adalah sebagai berikut: (1) Melakukan observasi dan pengumpulan data informasi termasuk kajian pustaka dan analisis kebutuhan, (2) Mengembangkan bentuk produk awal, (3) Evaluasi ahli dengan kualifikasi yaitu, 1 ahli perkembangan motorik, 1 ahli perkembangan anak, dan uji coba (kelompok kecil), (4) Revisi produk awal (sesuai dari hasil evaluasi para ahli dan uji coba), (5) Uji coba lapangan, dengan mengujicobakan hasil revisi produk awal, (6) Revisi produk akhir (sesuai dari hasil uji lapangan), (7) Hasil akhir, produk pengembangan model permainan untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik anak usia 7-9 tahun di SDN Karang Besuki I Malang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk ahli dan observer, dengan kualifikasi 1 orang ahli perkembangan motorik, 1 orang ahli perkembangan anak, dan 6 orang observer. Sedangkan uji coba (kelompok kecil) dilakukan oleh 12 siswa dan uji lapangan (kelompok besar) dilakukan oleh 79 siswa. Hasil penilaian atau evaluasi model permainan ini yaitu sebagai berikut: dari ahli perkembangan motorik yaitu 91,25% (valid), dari ahli perkembangan anak yaitu 92,11% (valid), dari uji coba (kelompok kecil) 86,25% (valid) dan dari uji lapangan (kelompok besar) 91,46% (valid). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa pengembangan model permainan untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik ini menyenangkan dan mudah dilakukan siswa serta diharapkan dapat meningkatkan kecerdasan kinestetik. Produk yang dihasilkan berupa model permainan untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik anak usia 7-9 tahun di SDN Karang Besuki I Malang. Peneliti menyarankan, model permainan tersebut digunakan sebagai buku pedoman bagi guru pendidikan jasmani dalam mengajarkan materi gerak dasar pada siswa sekolah dasar usia 7-9 tahun. Disarankan pula agar digunakan oleh para orangtua yang ingin mengembangkan kecerdasan kinestetik putra-putrinya di rumah. Saran diseminasi dari peneliti yaitu sebelum disebarluaskan sebaiknya produk ini dievaluasi kembali dan disesuaikan dengan kondisi sasaran yang ingin dituju, dan disosialisasikan kepada pihak-pihak terkait misalnya: Dinas Pendidikan, tim MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Pendidikan Jasmani, dan sekolah-sekolah dasar untuk memperoleh pengakuan dan perijinan untuk penerapan model pembelajaran ini, jika ingin diajarkan di sekolah. Saran untuk penelitian lebih lanjut, untuk subyek penelitian, sebaiknya dilakukan pada subyek yang lebih luas, baik itu anak usia dini maupun anak usia sekolah dasar yang digunakan sebagai kelompok uji coba. Hasil pengembangan ini hanya sampai tersusun sebuah produk, belum sampai pada tingkat efektivitas produk yang dikembangkan, jadi sebaiknya dilanjutkan pada penelitian mengenai efektivitas produk yang dikembangkan.

Profil Demografi Dan Sosial Ekonomi Mahasiswa Asal Kabupaten Tapin Di Kota Malang oleh Sardiansyah

 

Mahasiswa asal Kabupaten Tapin datang dari latar belakang usia, jenis kelamin, frekuensi pulang (demografi), tingkat pendidikan (sosial), jenis p'seekheinrjgagaano rang tua &n tingkat pendapatano rang tua (ekonomi) yang berbeda' hasil yang diperoleh dalam proses belajar pada Perguruan Tinggi akan berbeda pula, walaupun mahasiswa tersebut diberikan fasilitas dan tenaga p' en- g-a jayr ang sama. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mengetahupi rofil demografim ahasiswaa sal KabupatenT apin berdasarkanu si4 jenis kelamin,dant ingkat keseringanp ulang. untuk mengetahupi rofil sosialm a&rasiswaas alK abupatenT apin di Kota Malang berdasarkanti ngkat pendidikan orang tua dan tingkat pendidikan mahasiswa. Untuk mengetahui profil ekonomi mahasiswa asal Kabupaten Tapin di Kota Malangb erdasarkanjenisp ekerjaano rangt ua dan tingkat pendapatano rangt ua. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif dengan pendekatan L:uantitatif yang menggunakan seluruh responden sebagai subjek penelitian. D4lam mengumpulkan data penelitian ini menggunakan tehnik wawancara terpimpin agaf ja*aUan atau data yang di kumpulkan tidak bias. Untuk mencapai tujuan penelitian yang akan dicapai, maka digunakan analisis tabulasi tunggal atau anatisii satu variabel dalam analisis datanya. Analisis satu variabel dengan firckuenspi ersentasein i digUnakanu ntuk menggambarkans eluruh variabel yang di teliti. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa asal Kabupaten Tapin di Kota Mal-angb erjumlah 30 orang yang te'rbagrd alam 20 orang lakiJaki dan 10 orangp erempuanM. ahasiswaa salK abupatenT apin ini berusiaa ntara1 8 - 36 tahun d""g* rata-rata tingkat frekuensi pulang 2 kali pertahun. Mahasiswa tersebutk ebanyakanb erasald ari keluargay ang bisa dibilang keluargam ampu,h al ini dapat dilihat dari jenis pekerjaan orang tua, tingkat pendidikan, dan yang utamat ingkat pendapatano rangt ua mahasiswate rsebutp erbulan'

Pengelolaan perpustakaan sekolah dasar di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar
oleh Wiji Lestari

 

Pemecahan masalah dinamika partikel melalui strategi problem solving - conflict map untuk menganalisis perubahan konseptual siswa / Issi Anissa

 

Anissa, Issi. 2015. Pemecahan Masalah Dinamika Partikel Melalui Strategi Problem solving-Conflict map untuk Menganalisis Perubahan Konseptual Siswa. Tesis. Pendidikan Fisika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Arif Hidayat, M.Si (II) Dr. Lia Yuliati, M.Pd. Kata kunci: Problem solving - Conflict map, perubahan konseptual, pemecahan masalah Tuntutan untuk menjadikan siswa mampu memecahkan masalah dengan baik telah menjadi tema sentral dalam pembelajaran fisika. Pemecahan masalah menjadi aspek penting dalam pembelajaran karena berhubungan dengan kemampuan menerapkan konsep yang telah diperoleh dan wahana mengkonstruk pengetahuan baru. Strategi Problem solving-Conflict map membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir dalam memecahkan masalah dan menganalisis perubahan konseptual. Penggunaan Conflict map membawa perubahan konseptual karena membantu siswa dalam konsistensi pemahaman antara kerangka konseptual yang telah dimiliki dengan informasi baru yang didapatkan untuk mencari konsepsi ilmiah yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemecahan masalah dan menganalisis perubahan konseptual siswa pada konsep Dinamika partikel. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan embedded experimental design dan dilakukan pada kelas X MIA F SMAN 1 Probolinggo tahun ajaran 2014/2015. Instrumen yang digunakan dalam penelitian meliputi instrumen perlakuan berupa RPP dan LKS serta instrumen pengukuran meliputi tes pemecahan masalah, pedoman wawancara, dan lembar angket persepsi siswa pada pembelajaran. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji Paired sampled t test. Data kualitatif disajikan secara deskriptif terhadap respon jawaban siswa pada tes pemecahan masalah dan hasil Conflict map siswa. Wawancara dan angket dilakukan untuk mengevaluasi pembelajaran dan mengidentifikasi perubahan konseptual yang dialami siswa. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan Problem solving-Conflict map. Rata-rata sekor pemecahan masalah berubah dari 46,25 menjadi 72; 2) Terdapat peningkatan level kemampuan pemecahan siswa setelah pembelajaran berlangsung yang dianalisis dengan taksonomi SOLO (Structured of Learning Outcomes). Siswa mengalami peningkatan dari level unistruktural menjadi level multistrutural dan relasional; 3) Terdapat perubahan konseptual siswa, dari pemahaman pada konsep yang salah menjadi konsep ilmiah yang benar dalam konsep Dinamika partikel setelah pembelajaran dengan Problem Solving-Conflict map.

Analisis kinerja PRAKERIN dan prestasi belajar terhadap kesiapan kerja siswa SMK Negeri 1 Telagasari Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan di Kotabaru / Muhammad Faisal Fahruddin Mastho

 

Mastho, Muhammad Faisal Fahruddin. 2015. Analisis Kinerja Prakerin dan Prestasi Belajar terhadap Kesiapan Kerja Siswa SMKN 1 Telagasari Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan di Kotabaru. Tesis Program Studi Pendidikan Kejuruan, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. H. Muhammad Alfian Mizar, M.P dan (II) Dr. Dra. Titi Mutiara Kiranawati, M.P. Kata Kunci : kesiapan kerja, kinerja prakerin, prestasi belajar, SMK Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan lembaga pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk mempersiapkan siswanya memiliki kesiapan kerja. Beberapa hal yang dapat dilakukan pihak sekolah diantaranya dengan meningkatkan kinerja siswa dalam prakerin dan meningkatkan prestasi belajar siswa. Kedua variabel tersebut merupakan hal penting yang akan peneliti kaji lebih mendalam untuk mengetahui hubungan kedua variabel tersebut dengan kesiapan kerja siswa dalam memasuki dunia kerja. Pemilihan kedua hal tersebut karena kinerja prakerin dan prestasi belajar merupakan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kesiapan kerja siswa dalam memasuki dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kinerja Prakerin dan prestasi belajar dengan kesiapan kerja siswa SMKN 1 Telagasari Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP) di Kotabaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional, yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kompetensi Keahlian ATP sebanyak 48 orang siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif, korelasi parsial dan regresi ganda. Uji prasyarat yang dilakukan adalah uji normalitas, uji linieritas, multikolinieritas, heterokedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kinerja prakerin dan prestasi belajar dengan kesiapan kerja siswa SMK Kompetensi Keahlian ATP. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kinerja prakerin dengan kesiapan kerja siswa SMK Kompetensi Keahlian ATP. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara prestasi belajar dengan kesiapan kerja siswa SMK Kompetensi Keahlian ATP. Kinerja Prakerin memberikan kontribusi sebesar 27,72% dan prestasi belajar kejuruan memberikan kontribusi sebesar 22,59% terhadap kesiapan kerja siswa. Sumbangan dari kedua variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu sebesar 50,31%. Sisanya 49,69% merupakan kontribusi dari variabel-variabel lain yang tidak diteliti ataupun faktor-faktor lain yang juga dapat mempengaruhi kesiapan kerja siswa

Penerapan model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran teknik listrik siswa kelas X Jurusan Teknik Elektronika Industri di SMK Negeri 3 Boyolangu Kabupaten Tulungagung / Dyah Qurniatush Sholehah

 

Sholehah, Dyah Qurniatush. 2015. Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Teknik Listrik Siswa Kelas X Jurusan Teknik Elektronika Industri di SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. (II) Drs. Sujono, M.T. Kata Kunci: Problem Based Learning, aktivitas belajar, hasil belajar     Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas X TEI I SMKN 3 Boyolangu Tulungagung diketahui bahwa kegiatan pembelajaran tidak terlaksana dengan baik. Pada saat kegiatan pembelajaran Teknik Listrik, siswa terlihat mengantuk dan bosan. Dari 37 siswa di kelas TEI I, hanya sekitar tujuh sampai sembilan siswa yang aktif mengikuti proses pembelajaran. Hasil belajar siswa rendah yaitu hanya sebesar 51,35% siswa yang mencapai standar ketuntasan minimal dengan rerata 2,90. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Salah satu tindakan perbaikan adalah dengan penerapan model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X TEI I SMKN 3 Boyolangu Tulungagung.     Penelitian ini mengacu pada model penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 3 siklus tindakan. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu siswa kelas X TEI I semester ganjil tahun ajaran 2014-2015 SMKN 3 Boyolangu Tulungagung yang berjumlah 37 siswa. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa aktivitas dan hasil belajar siswa serta data pendukung berupa aktivitas guru.     Hasil penelitian untuk hasil belajar ranah pengetahuan menunjukkan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning memiliki rerata 3,02 dengan ketuntasan belajar siswa 64,86% pada siklus I, selanjutnya rerata 3,25 dengan ketuntasan belajar siswa 72,97% pada siklus II, dan rerata 3,5 dengan ketuntasan belajar siswa 94,59%. Untuk persentase hasil belajar ranah sikap menunjukkan peningkatan pada predikat yang diperoleh siswa terbanyak dari C (cukup) 62,16% pada siklus I, B (baik) 54,05% pada siklus II, dan SB (sangat baik) 48,65% pada siklus III. Sedangkan skor tertinggi dari hasil belajar ranah keterampilan pada siklus I adalah indikator gerakan refleks sebesar 2,54, siklus II dan III skor tertinggi pada indikator mengumpulkan informasi sebesar 3,00 dan 3,59. Aktivitas yang dinilai adalah kegiatan visual, lisan, mendengarkan, menulis, metrik, mental, dan emosional. Aktivitas siswa meningkat dari 55,41% pada siklus I, 70,17% pada siklus II, dan 87,93% pada siklus III.     

Upaya meningkatkan keaktifan belajar geografi dengan model pembelajaran team assisted individualization (TAI) siswa kelas X-1 di SMA Ibrahimy Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi / Meitri Liana Dewi

 

Kata kunci: keaktifan belajar, pembelajaran kooperatif model TAI Berdasarkan hasil observasi pemilihan model pembelajaran yang dilaksanakan pada hari sabtu tanggal tanggal 26 februari 2011 diperoleh gambaran kondisi siswa di Kelas X-1 SMA Ibrahimy Wongsorejo. Keaktifan siswa dalam menganalisis masih tergolong rendah. Rendahnya keaktifan belajar siswa ini disebabkan oleh 2 faktor yaitu guru hanya menggunakan metode ceramah dan diskusi kelompok. Dimana pada saat metode ceramah guru hanya menyampaikan materi ajar secara teoritis dan ketika diskusi kelompok siswa siswa berbicara dengan teman kelompoknya di luar materi pelajaran dan ada juga siswa yang menunggu untuk mencontoh jawaban teman kelompoknya tanpa memahami tugas yang diberikan. Kalkulasi perhitungan aktivitas siswa di kelas X-1 di antaranya yaitu siswa yang tidak aktif belajar mencapai 75% sedangkan siswa yang aktif hanya 25%. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu dilakukan penelitian penerapan pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa. Salah satunya dengan penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) untuk meningkatkan keaktifan belajar geografi siswa kelas X-1 semester 2 di SMA Ibrahimy Wongsorejo. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas yang menuntut peneliti untuk terlibat langsung dalam proses penelitian mulai dari perencanaan, penelitian hingga pelaporan data. Kegiatan penelitian terdiri dari 2 siklus penelitian, setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan dengan 4 tahapan penelitian yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi. Penelitian dilaksanaan di kelas X-1 SMA Ibrahimy Wongsorejo dengan jumlah siswa 25 orang, pada materi menganalisis hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan muka bumi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningatan keaktifan belajar siswa dengan peningkatan rata-rata kekatifan siswa sebesar 55,21 % pada siklus I meningkat menjadi 85,91% pada siklus II. Peningkatan keaktifan juga dapat dilihat dengan meningkatnya keaktifan kelompok siswa yaitu sebesar 54,34% pada siklus I menjadi 84,70%pada siklus II. Saran yang diajukan dalam penelelitian ini yaitu: (1) bagi guru disarankan untuk menggunakan model pembelajaran TAI sebagai salah satu pembelajaran alternatif agar dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa, (2) bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk memfokuskkan penggunaan model pembelajaran TAI dalam peningkatan keaktifan siswa untuk mengungkapkan ide/pendapat, (3) bagi peneliti selanjutnya yang berminat menggunakan pembelajaran dengan model TAI agar dapat dikembangkan lebih lanjut pada materi lain dan pada mata pelajaran lain agar dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa.

Pengembangan media pembelajaran berbasis adobe flash CS3 dalam kemahiran kalam untuk siswa kelas VII SMP Darul Qur'an Singosari Malang / Nisful Laily Suaidah

 

Kata Kunci : Kemampuan sosial, pembelajaran kooperatif, permainan index card match, TK Penelitian ini berlatar belakang rendahnya kemampuan sosial anak di kelompok B TK Qurrota A’yun III Sawojajar Malang. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kecenderungan anak untuk tidak mau mengikuti aturan yang disepakati misalnya bergantian dalam menggunakan alat-alat permainan, membatasi diri dalam pergaulan, kecenderungan bermain dengan teman tertentu yang memiliki tingkat kemampuan kognitif yang setara, dan sikap merasa berkuasa terhadap teman lain bagi anak yang punya kelebihan fisik dari yang lain. Padahal kemampuan sosial merupakan hal sangat penting dimiliki oleh seseorang dan harus ditanamkan sejak dini pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sosial anak kelompok B di TK Qurrota A’yun III Sawojajar Malang dengan pembelajaran kooperatif menggunakan teknik permainan index card match dan untuk mengetahui bagaimana pembelajaran kooperatif menggunakan teknik permainan index card match dapat meningkatkan kemampuan sosial anak di TK Qurrota A’yun III Sawojajar Malang. Untuk mencapai tujuan di atas, penelitian dilakukan dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Kesimpulan dari penilaian selama penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif menggunakan teknik permainan index card match dapat meningkatkan kemampuan sosial anak di kelompok B TK Qurrota A’yun III Sawojajar Malang. Peningkatan kemampuan sosial tersebut ditandai dengan: (1) anak mau mengikui peraturan yang ada, yaitu peraturan sederhana selama permainan index card match; (2) rasa senang anak dalam bermain dengan teman secara berkelompok; (3) kemauan anak untuk mengerjakan tugas secara berkelompok; (4) anak mau menolong temannya yang lain selama berlangsung pembelajaran; (5) adanya komunikasi antar anak dan kemauan anak untuk mengajak temannya bermain. Disarankan di kelompok B TK Qurrota A’yun III Sawojajar Malang untuk diterapkan pembelajaran kooperatif dengan teknik permainan index card match sebagai alternatif atau variasi pembelajaran dalam peningkatan kemampuan sosial anak. Hasil penelitian ini juga sangat dimungkinkan untuk diterapkan di TK lain yang memiliki kemiripan latar penelitian ini.

Peningkatan keterampilan menulis melalui menulis deskripsi di kelas IV SDN Kotes 01 Kabupaten Blitar / Neni Ermawati

 

Ermawati, Neni. 2015. Peningkatan Keterampilan Menulis Melalui Menulis Deskripsi di Kelas IV SDN Kotes 01 Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Sutansi, M.Pd, (2) Suwarti, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: keterampilan menulis, deskripsi     Berdasarkan hasil observasi awal yang telah dilakukan di kelas IV SDN Kotes 01 Kabupaten Blitar dalam pembelajaran keterampilan menulis ditemukan permasalahan sebagai berikut: (1) guru tidak menggunakan media, (2) guru dominan menggunakan metode ceramah, (3) guru tidak memberikan contoh langsung sebuah karangan deskripsi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan penerapan menulis deskripsi di kelas IV SDN Kotes 01 Kabupaten Blitar dan mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis melalui menulis deskripsi di Kelas IV SDN Kotes 01 Kabupaten Blitar.     Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian berupa penelitian tindakan kelas. Pengumpulan data dijaring dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, tes, dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan menulis deskripsi dalam pembelajaran menulis dapat berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa. Aktivitas guru yaitu pada siklus I sebesar 83,5% meningkat menjadi 98% pada siklus II. Aktivitas siswa juga mengalami peningkatan yaitu 77,5% pada siklus I meningkat menjadi 97% pada siklus II. Hasil belajar siswa juga meningkat yaitu pada saat pratindakan persentase ketuntasan belajar klasikal siswa sebesar 17% meningkat menjadi 65% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 95% pada siklus II.     Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan menulis deskripsi dalam pembelajaran menulis dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa di kelas IV SDN Kotes 01 Kabupaten Blitar. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar dalam meningkatkan keterampilan menulis deskripsi, guru hendaknya menggunakan RPP, menggunakan metode yang bervariasi, dan menggunakan media. Hal tersebut bertujuan agar kelas dapat dikelola dengan baik. Sehingga siswa dapat memahami apa yang disampaikan oleh guru dengan memberikan perhatian penuh kepada guru. Karena pada dasarnya keberhasilan kelangsungan pembelajaran merupakan tanggung jawab guru.     

Peningkatan pemahaman aktivitas ekonomi melalui penerapan metode diskusi pada siswa kelas IV SDN Sentul 2 Kota Blitar / Gayuh Gigih Laksono

 

Laksono, Gayuh Gigih. 2015. Peningkatan Pemahaman Aktivitas Ekonomi Melalui Penerapan Metode Diskusi Pada Siswa Kelas IV SDN Sentul 2 Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Sunyoto, S.Pd, M.Si, (II) Dra. Sutansi, M.Pd Kata kunci: peningkatan pemahaman, aktivitas ekonomi, metode diskusi. Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas IV SDN Sentul 2 Kota Blitar ditemukan beberapa permasalahan, antara lain: (1) pada pembelajaran guru banyak menggunakan metode ceramah sedangkan siswa hanya duduk, menyimak penjelasan guru dan sedikit yang aktif dalam pembelajaran, (2) aktivitas yang ada di lingkungan sekolah adanya jual beli, sehingga siswa mengenal aktivitas ekonomi adalah jual beli, (3) guru tidak menggunakan media pada saat pembelajaran, papan tulis yang sering dimanfaatkan, dan (4) wawasan siswa masih rendah tentang aktivitas ekonomi. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mendeskripsikan penerapan metode diskusi dalam pembelajaran aktivitas ekonomi di SDN Sentul 2 Kota Blitar, dan (2) mendiskripsikan peningkatan pemahaman aktivitas ekonomi melalui penerapan metode diskusi di SDN Sentul 2 Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah PTK yang terdiri dari dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, catatan lapangan dan test hasil belajar. Instrumen penilaian yang digunakan untuk menudukung penelitian ini berupa (1) pedoman observasi, (2) soal tes formatif. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran aktivitas ekonomi menggunakan metode diskusi berjalan dengan baik. Siswa terlihat antusias dalam kegiatan pembelajaran aktivitas ekonomi menggunakan metode diskusi. Penggunaan metode diskusi juga mampu meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Sentul 2 Kota Blitar. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata nilai hasil siklus I adalah 70 dengan persentase copletenes 60%, dan meningkat pada siklus II nilai rata-rata 83 dengan persentase ketuntasan 92%. Peningkatan persentase ketuntasan dari siklus I ke siklus II sebesar 32%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Diskusi dilakukan dengan baik, guru telah melakukan pembelajaran sesusai dengan langkah-langkah pembelajaran diskusi. Pembelajaran aktivitas ekonomi menggunakan metode diskusi dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Sentul 2 Kota Blitar. Saran bagi guru seharusnya dalam pelakasanaan kegiatan pembelajaran mampu menggunakan media yang sesuai dengan materi ajar yang akan disampaikan kepada siswa serta menggunakan metode pembelajaran yang tepat agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Pengaruh strategi pembelajaran peer mediated instruction and intervention tipe reverse role tutoring dan kemampuan akademik terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif biologi peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Sukorejo Pasuruan / Yus Setriarini

 

ABSTRAK Setriarini, Yus. 2009. Pengaruh Strategi Pembelajaran Peer Mediated Instruction And Intervention Tipe Reverse Role Tutoring dan Kemampuan Akademik Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Kognitif Biologi Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 1 Sukorejo Pasuruan. Tesis, Jurusan Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, M.S., (II) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc.,Ph.D. Kata Kunci: reverse role rutoring, kemampuan akademik, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar kognitif. Selama ini pendidikan kita masih didominasi oleh pandangan bahwa penge-tahuan adalah seperangkat fakta-fakta yang harus dihafalkan oleh peserta didik. Akibatnya peserta didik masih menunjukkan cara-cara menghapal untuk mengua-sai pelajaran. Potensi yang dimiliki peserta didik dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang dapat melibatkan peserta didik secara aktif. Kemampuan akademik peserta didik yang bervariasi mulai dari kemampuan akademik bawah sampai dengan kemampuan akademik atas akan menunjang strategi pembelajaran yang akan diterapkan dalam proses pembelajaran. Ketika peserta didik aktif, berarti mereka mendominasi aktivitas pembelajaran dan peserta didik secara aktif telah menggunakan kemampuan berpikirnya. Strategi pembelajaran Peer Mediated Instruction and Intervention (PMII) tipe reverse role tutoring memfasilitasi peserta didik agar lebih mudah memahami materi pelajaran dan akhirnya dapat meningkatkan kemampuan ber-pikir kritis dan hasil belajar kognitifnya. Penelitian ini dilakukan untuk (1) mengetahui pengaruh penerapan strategi pembelajaran PMII Tipe reverse role tutoring terhadap kemampuan berpikir kritis pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Sukorejo, (2) mengetahui pengaruh penerapan strategi pembelajaran PMII Tipe reverse role tutoring terhadap hasil belajar biologi peserta didik kelas VII SMP Negeri I Sukorejo, (3) mengetahui pengaruh kemampuan akademik terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VII SMP Negeri I Sukorejo, (4) mengetahui pengaruh kemampuan akademik terhadap hasil belajar biologi peserta didik kelas VII SMP Negeri I Sukorejo, (5) mengetahui pengaruh interaksi penerapan strategi pembelajaran PMII Tipe reverse role tutoring dan kemampuan akademik terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VII SMP Negeri I Sukorejo, (6) mengetahui pengaruh penerapan strategi pembelajaran PMII Tipe reverse role tutoring dan kemampuan akademik terhadap hasil belajar biologi peserta didik kelas VII SMP Negeri I Sukorejo. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah “ran-cangan eksperimen semu” untuk mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan kelompok kontrol di samping kelompok eksperimen. Rancangan eksperimen semu yang digunakan adalah rancangan Pretes-Posttest Nonequiva-lent Control Group. Sampel penelitian yaitu 2 kelas yang masing-masing terdiri atas 40 peserta didik. Penelitian ini menggunakan tes dan angket sebagai instru-ment dalam pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh strategi pembe-lajaran PMII Tipe reverse role tutoring terhadap kemampuan berpikir kritis. Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa strategi pembelajaran PMII Tipe reverse role tutoring memiliki selisih nilai lebih tinggi yaitu 12.89 dari strategi tradisional, (2) ada ada pengaruh strategi pembelajaran.PMII..Tipe reverse role tutoring terhadap hasil belajar kognitif. Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa stra-tegi pembelajaran PMII memiliki selisih nilai lebih tinggi yaitu 12.22 dari startegi tradisional, (3) tidak ada pengaruh yang signifikan kemampuan akademik terhadap kemampuan berpikir kritis, (4) ada pengaruh kemampuan akademik terhadap hasil belajar kognitif. Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa kemampuan akademik atas memiliki selisih nilai lebih tinggi yaitu 10.46 dari kemampuan akademik bawah, (5) tidak ada pengaruh yang signifikan interaksi strategi pembe-lajaran PMII Tipe reverse role tutoring dan kemampuan akademik terhadap kemampuan berpikir kritis, (6) tidak ada pengaruh yang signifikan interaksi stra-tegi pembelajaran.PMII Tipe reverse role tutoring dan kemampuan akademik terhadap hasil belajar kognitif, (7) respons peserta didik terhadap strategi pembe-lajaran.PMII Tipe reverse role tutoring termasuk dalam kategori baik. Bertolak dari temuan penelitian ini, beberapa saran yang diperkirakan dapat diajukan antara lain: 1) bagi peserta didik, penerapan strategi pembelajaran PMII Tipe RRT mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif, membantu meningkatkan respons positif dalam proses pembelajaran dan yang tidak kalah pentingnya strategi pembelajaran PMII Tipe RRT mampu meningkatkan kemampuan berkomunikasi, mendengar dan beker-jasama hal ini menunjukkan semakin berkembangnya kemampuan sosial peserta didik; 2) bagi guru dan peneliti yang tertarik dengan strategi pembelajaran PMII Tipe RRT perlu lebih meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan menggunakan berbagai macam strategi pembelajaran. Penelitian ini diharapkan mampu memotivasi pendidik pula dalam meningkatkan mutu pembelajaran dengan mengembangkan kemampuan pendidik dalam menguasai berbagai strategi pembelajaran inovatif di antaranya PMII Tipe RRT dan juga tetap mempertimbangkan kesiapan peserta didik, kesiapan guru, dan ketersediaan sumber belajar; 3).bagi sekolah merupakan landasan berpijak untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan tetap melaksanakan Lesson Study Berbasis Sekolah dan memberikan kesempatan bagi guru untuk mengikuti berbagai pelatihan tentang strategi pembelajaran inovatif sehingga mampu meningkatkan mutu sekolah.

Pengembangan paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema cahaya untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Malang / Ahmad Mukhlis Anshori

 

ABSTRAK Anshori, Ahmad Mukhlis. 2010. Pengembangan Paket IPA Terpadu Berbasis Konstruktivisme dengan Tema Cahaya untuk Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika. Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Supriyono Koes Handayanto, M.Pd, M.A, (2) Drs. Triastono Imam P, M.Pd Kata kunci : IPA Terpadu, konstruktivisme, cahaya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi, secara tegas menyatakan bahwa substansi pembelajaran IPA SMP/MTs adalah pembelajaran IPA terpadu. Hasil penelitian kebutuhan paket IPA terpadu di Malang Raya menunjukkan bahwa kebutuhan paket IPA Terpadu sangat mendesak. Sebanyak 94,6% guru membutuhkan paket IPA Terpadu sehingga perlu dikeluarkan paket IPA Terpadu (Koes H, 2008). Berdasarkan alasan di atas maka disusunlah sebuah paket IPA Terpadu dengan tema cahaya untuk SMP kelas VIII semester II. Selain paket IPA Terpadu, disusun pula panduan pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu. Penelitian ini adalah jenis penelitian pengembangan. Pengembangan paket IPA Terpadu dan panduan pelaksanaan pembelajaran melalui lima langkah, yaitu studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan bentuk awal produk, uji lapangan awal dan revisi produk utama. Untuk mengetahui kelayakan paket IPA Terpadu dan panduan pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu dengan tema cahaya maka dilakukan uji validasi kepada tim ahli dan pengguna produk. Tim ahli terdiri dari dua orang dosen IPA, sedangkan pengguna produk terdiri dari dua orang guru IPA SMP Negeri 10 Malang. Selain validasi oleh dosen dan guru IPA, juga dilakukan uji keterbacaan oleh enam orang siswa yang memiliki tingkat penguasaan IPA tinggi, sedang dan rendah. Hasil validasi menunjukkan nilai rata-rata untuk paket IPA Terpadu dengan tema cahaya adalah sebesar 3,39 yang dapat dikategorikan layak. Hasil validasi terhadap panduan pelaksanaan pembelajaran diperoleh nilai rata-rata 3,12 yang dapat dikategorikan cukup layak. Meskipun demikian, kedua produk tersebut belum bisa digunakan untuk pembelajaran karena belum dilakukan uji empiris. Oleh karena itu perlu dilakukan uji empirik untuk mengetahui apakah paket IPA Terpadu yang dikembangkan layak untuk digunakan atau tidak.

Pengaruh Modernisasi Dalam Sektor Ekonomi Terhadap Plapisan Sosial Masyarakat Nelayan Desa Tambakrejo Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blita Oleh Dyah Rahayu Susanti

 

Istilah modemisasmi erupakans uatuk onsepy ang samad engani stilahpembangunaenk onomit etapil ebih luasj angkauannyaS. ehinggam odernisasimengarahp adap erubahante knik, ekonomid an ekologi yangb erlangsungd alamkeseluruhanjaringasno siald ank ebudayaanP. erubahand alamh al ekonomim engarahpadap erubahans fratifikasis osial.S tratif,rkassi osiall ahir sebagaai kibat dari adanyaperubahajne nis pekerjaan. Masalahy anga kand i bahasad alamp enelitiani ni adalah:1 ) Bagaimanakahkondisie konomim asyarakant elayanD esaT ambakrejok ecamatanw onotirtokabupateBn litar akibata danyam odernisasi2, ) Bagaimanakahm obilitas sosialmasyarakante layanD esaT ambakejo kecamatanw onotirto kabupatenB litar akibatadanyam odemisapi erikanand an 3) Sejauhmanap engaruhm odernisastie rhadappelapisans osialp adam asyarakant elayand esaT ambakrejok ecamatanW onotirtokabupatmB litar. Penelitianin i bertujuanu ntuk 1) Mengetahuki ondisie konomim asyarakatnelayanD esaT ambakejo kecamatanW onotirto KabupatenB litar akibat adanyamodernisas2i), Mengetahumi obilitass osialm asyarakante layand esaT ambakrjokecamatawn onotirto kabupatenB litar akibat adanyam odemisasid an 3) Mengetahuisejauhmanpae ngaruhm odemisastie rhadapp elapisans osialp adam asyarakant elayandi DesaT ambahejoK ecamatanW onotirtoK abupatenB litar. Untuk memenuhipendekatafenn omenologisln. formand alamp enelitianin i diambil secarpau rposivesampling.Informatne rsebuat dalaha paratd esa,p engurusk operasid, ans ebagiannelayany anga dad i DesaT ambakrejoK ecamatanW onotirto KabupatenB litar.Tekniky angd igunakanu ntuk mengumpulkand ata dari parai nformana dalaht eknikobservaswi, awancarad an dokumentasiD. ata yang diperolehd ianalisisd enganmenggunakating a alur kegiatany aitu l) penyederhanaa2n); penyajiand ata;d an3 )penyimpulan. Hasilp enelitiand i lapangand apatd iperolehk esimpulanb ahwam odernisasidalams ektore konomiy ang terjadi di daerahT ambakrejob erpengaruhte rhadapadanyap elapisans osialy angt elaha da.p elapisans osialy angt erjadid i DesaTambakrejob ersifatt erbukas ehinggab anyakn elayany ang mengalamim obilitassosiabl aik mobilitasi ntragenerasmi aupunm obilitasa ntarg enerasip, elapisans osialters€bubt ersifatv ertikald anh orisontal.

Frequency of watching English movies with Indonesian subtitles and students' vocabulary mastery / Maulida Dwi Hanifah

 

Hanifah, Maulida Dwi. 2014. Frequency of Watching English Movies with Indonesian Subtitles and Students’ Vocabulary Mastery. Undergraduate Thesis, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Pembimbing: Dr. Suharmanto, M.Pd Kata kunci: menonton film berbahasa Inggris, terjemahan tulis/subtitles Bahasa Indonesia, penguasaan kosakata     Salah satu aspek yang harus dipusatkan dalam belajar bahasa adalah input yang dapat dipahami, seperti film berbahasa Inggris. Karena kebanyakan guru Bahasa Inggris di Indonesia bukan merupakan penduduk berbahasa Inggris asli, film berbahasa Inggris dapat menjadi sumber utama dari input yang dapat dipahami yang memiliki 3000 sampai 5000 kosakata yang memiliki frekwensi penggunaan yang tinggi. Kosakata tersebut sangat penting dalam pembelajaran bahasa. Pembelajaran bahasa akan lebih baik jika dilakukan dengan senang hati seperti dengan menonton film berbahasa Inggris menggunakan terjemahan tulis Bahasa Indonesia yang diikuti dengan melakukan kegiatan yang mendukung. Dengan seringnya menonton film berbahsa Inggris menggunakan terjemahan tulis Bahasa Indonesia, para siswa memiliki kebiasaan tertentu yang dapat dikategorikan sebagai strategi pembelajaran kosakata. Selebihnya, kebiasaan seperti itu dapat memperpanjang waktu interaksi Bahasa Inggris dan sebagai hasilnya, para siswa akan terbiasa dengan kosakata yang memiliki frekwensi penggunaan yang tinggi yang digunakan secara berulang-ulang pada film berbahasa Inggris dalam konteks yang berbeda.     Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur adanya hubungan yang berarti antara frekwensi menonton film berbahasa Inggris menggunakan terjemahan tulis atau subtitles Bahasa Indonesia dan penguasaan kosakata para siswa.     Penelitian ini menggunakan metode korelasi. Metode yang digunakan merupakan metode kwantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 8 Malang. Penelitian ini menggunakan teknik pemilihan sampel secara acak bertingkat (stratified random sampling). Karena jadwal sekolah yang padat, sampel dalam penelitian ini ialah 52 siswa dari dua kelas yang dianjurkan oleh guru Bahasa Inggris dari sekolah tersebut. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan dua perangkat penelitian, angket dan tes kosakata. Perangkat penelitian telah diujicobakan agar kedua instrumen layak untuk digunakan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini merupakan nilai dari sampel yang diperoleh menggunakan kedua perangkat. Angket digunakan untuk memperoleh nilai pada frekwensi menonton film berbahasa Inggris menggunakan terjemahan tulis atau subtitles Bahasa Indonesia, dan tes kosakata digunakan untuk mengambil nilai dari penguasaan kosakata para siswa.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekwensi menonton film berbahasa Inggris menggunakan terjemahan tulis Bahasa Indonesia dan penguasaan kosakata para siswa memiliki hubungan positif pada nilai signifikan .026. Sedangkan nilai korelasi koefisien hitung dari dua variabel tersebut ialah .272, angka ini dapat diartikan bahwa kedua variabel memiliki hubungan korelasi yang cukup rendah atau lemah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang lemah antara frekwensi menonton film berbahasa Inggris menggunakan terjemahan tulis Bahasa Indonesia dan penguasaan kosakata para siswa. Hal itu berarti para siswa yang memiliki kebiasaan menonton film berbahasa Inggris menggunakan terjemahan tulis Bahasa Indonesia yang tinggi, juga memiliki penguasaan kosakata yang cukup tinggi, akan tetapi bukan berarti salah satu variabel mempengaruhi variabel yang lainnya.     Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan sebuah latar belakang teori yang dapat menjadi pijakan bagi guru-guru Bahasa Inggris di Indonesia, khususnya para guru SMA, untuk menggunakan film berbahasa Inggris sebagai media pembelajaran untuk mempertinggi penguasaan kosakata para siswa. Selanjutnya, untuk peneliti di masa depan, disarankan untuk menambah jumlah sampel dan membenahi perangkat penelitian, yaitu tes kosakata, karena ada beberapa kelemahan dari penelitian ini yang berhubungan dengan jumlah sampel dan kelayakan dari salah satu perangkat penelitian.

Manajemen kurikulum praktikum Jurusan Geologi Pertambangan di SMKN 4 Bojonegoro / Bhagas Dani Purwoko

 

Purwoko, Bhagas Dani. 2015. Manajemen Kurikulum Praktikum Jurusan Geologi Pertambangan di SMKN 4 Bojonegoro. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. M. Huda AY, M.Pd, (2) Dr. H. Sultoni, M.Pd. Kata kunci: Manajemen kurikulum praktikum, Jurusan geologi pertambangan.     Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu pilihan masyarakat yang ingin memperoleh ilmu keterampilan tidak hanya teori saja, tetapi juga praktikum untuk diterapkan di dunia kerja. Para peserta didik SMK rata-rata ingin langsung bekerja, tanpa harus melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Oleh karena itu, sekolah-sekolah menengah kejuruan menyediakan jurusan-jurusan yang sesuai dengan potensi di daerah tersebut. Khususnya kota Bojonegoro yang memiliki kandungan minyak dan gas yang sangat melimpah, sehingga pada tahun 2004 didirikan SMKN 4 Bojonegoro yang pertama kali membuka jurusan geologi pertambangan di kota Bojonegoro bahkan di Jawa Timur. SMKN 4 Bojonegoro memiliki 5 guru produktif geologi pertambangan yang siap membimbing para 160 peserta didik jurusan geologi pertambangan.     Tujuan penelitian ini: (1) Mendeskripsikan proses perencanaan kurikulum praktikum jurusan geologi pertambangan di SMKN 4 Bojonegoro, (2) Mendeskripsikan pengorganisasian kurikulum praktikum jurusan geologi pertambangan di SMKN 4 Bojonegoro, (3) Mendeskripsikan pelaksanaan kurikulum praktikum jurusan geologi pertambangan di SMKN 4 Bojonegoro, (4) Mendeskripsikan proses pengawasan dan evaluasi kurikulum praktikum jurusan geologi pertambangan di SMKN 4 Bojonegoro, (5) Mendeskripsikan faktor penghambat dan faktor pendukung dalam pelaksanaan kurikulum praktikum jurusan geologi pertambangan di SMKN 4 Bojonegoro, dan (6) Mendeskripsikan pemecahan masalah faktor penghambat dalam pelaksanaan kurikulum praktikum jurusan geologi pertambangan di SMKN 4 Bojonegoro.     Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan verifikasi data. Kesimpulan penelitian ini: (1) perencanaan kurikulum praktikum jurusan Geologi Pertambangan di SMKN 4 Bojonegoro. Kurikulum 2013 yang diterapkan jurusan geologi pertamabngan SMKN 4 Bojonegoro disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan sekolah. Setelah menyusun kurikulum untuk silabus yakni membuat RPP untuk tahap awal perencanaan. Tidak hanya itu saja, perencanaan telah dirancang secara matang. Jurusan geologi pertambangan memiliki jumlah guru produktif yang memadai, serta media atau sumber yang sangat mencukupi untuk terlaksananya kegiatan pembelajaran dan praktikum; (2) pengorganisasian kurikulum praktikum jurusan Geologi Pertambangan di SMKN 4 Bojonegoro. Silabus dan RPP yang telah direncanakan segera diorganisasikan oleh waka kurikulum, kepala program geologi pertambangan, dan seluruh guru produktif geologi pertambangan. Kurikulum 2013 disesuaikan dengan kondisi jurusan geologi pertambangan. Kurikulum tersebut disusun per mata pelajaran dan per kompetensi dasar secara terpisah-pisah; (3) pelaksanaan kurikulum praktikum jurusan Geologi Pertambangan di SMKN 4 Bojonegoro. Guru produktif geologi pertambangan menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan silabus dan RPP yang telah disusun. Pelaksanaan praktikum didampingi oleh guru produktif di setiap kompentensi dasar yang sedang ditempuh oleh peserta didik, diantaranya ilmu perpetaan, geologi dasar, ilmu batuan (deskripsi batuan dan praktek), teknik peledakan dan pemboran, preparasi bahan galian, eksplorasi dan teknik penambangan, geoteknik, lalu studi lapangan; (4) pengawasan kurikulum praktikum jurusan Geologi Pertambangan di SMKN 4 Bojonegoro. Pengawasan Kurikulum 2013 dilaksanakan oleh pihak sekolah, selain pihak sekolah juga ada pengawas dari Dinas Pendidikan Kota Bojonegoro. Pengawas dari sekolah yaitu dilaksanakan oleh Kepala SMKN 4 Bojonegoro, Waka Kurikulum, Waka Manajemen Mutu, dan jadwal pelaksanaannya setiap saat dan berkala; (5) faktor pendukung dan faktor penghambat. Dilihat dari faktor penghambat ditemukan pada segi proses pelaksanaan kurikulum praktikum. Ditinjau dari kemampuan peserta didik yang berbeda-beda, bahkan tingkat motivasinya juga berbeda-beda. Hal tersebut cukup menghambat proses ketika guru produktif geologi pertambangan sudah mengajarkan materi yang sesuai dengan silabus dan RPP, namun masih ada peserta didik yang tidak mampu mengikuti dengan baik. Selanjutnya, dilihat dari faktor pendukungnya, meski masih ada peserta didik yang tidak mampu mengikuti pelajaran dengan baik, tetapi di SMKN 4 Bojonegoro jumlah guru produktif geologi pertambangan dan guru-guru mata pelajaran penunjang lainnya sangat mencukupi untuk meng-handle peserta didik tersebut; dan (6) pemecahan masalah. Pemecahan masalah untuk faktor penghambatnya, ditinjau dari sisi peserta didik yaitu peserta didik diberikan materi dengan cara mengajar yang berbeda, agar peserta didik tidak mudah jenuh dan materi yang diberikan oleh para guru dapat diterima dengan baik. Apabila ditinjau dari sisi guru/pendidik, sekolah mengajak para pendidik untuk mengikuti pelatihan yang berguna untuk menunjang keahlian guru agar mampu mengajar dengan metode-metode yang lebih baru dan cocok dipergunakan.     Saran yang dapat diberikan: (1) bagi Kepala SMKN 4 Bojonegoro, hendaknya selalu berinovasi untuk menunjang segala kebutuhan yang diperlukan di jurusan geologi pertambangan, agar nantinya output jurusan geologi pertambangan dapat bersaing dengan baik dan bisa mengharumkan nama SMKN 4 Bojonegoro; (2) bagi Waka Kurikulum, hendaknya senantiasa terus meningkatkan kegiatan mengawasi segala proses berjalannya kurikulum praktikum; (3) bagi Waka Manajemen Mutu, hendaknya terus meningkatkan standar manajemen mutu di SMKN 4 Bojonegoro dikarenakan perkembangan di era globalisasi ini sangatlah cepat; (4) Kepala Program dan Guru Produktif Geologi Pertambangan, selalu menjalin hubungan baik agar mampu berkerjasama dalam pelaksanaan kurikulum praktikum dengan baik; (5) bagi Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, penelitian ini dapat dijadikan bahan literatur dan kepustakaan untuk mahasiswa Administrasi Pendidikan dalam bidang manajemen kurikulum praktikum jurusan geologi pertambangan di sekolah menengah kejuruan; dan (6) bagi peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan dalam menambah kajian tentang manajemen kurikulum praktikum jurusan geologi pertambangan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi siswa terhadap penggunaan media internet sebagai sumber belajar di Jurusan Tata Busana SMK Negeri 1 Batu / Adibah Susilowati

 

Susilowati, Adibah. 2012. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi Siswa Terhadap Penggunaan Media Internet sebagai Sumber Belajar di Jurusan Tata Busana SMK Negeri 1 Batu. Skripsi, jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Anik Dwiastuti, S.T., M.T. (II) Dwi Astuti S. A., M.Kes Kata Kunci: Faktor-faktor, Persepsi, Siswa, Internet, Sumber belajar     SMK merupakan sekolah yang berorientasi pada peningkatan mutu sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dituntut untuk mengembangkan sistem pembelajaran dan informasi yang berbasis IT. Salah satu usaha dalam meningkatkan sistem pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan memanfaatkan media internet sebagai sumber belajar.      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi siswa terhadap penggunaan media internet sebagai sumber belajar siswa kelas X program keahlian Tata Busana di SMKN 1 Batu. Penelitian ini dilakukan di SMKN 1 Batu pada program keahlian Tata Busana. Rancangan penelitian ini dilakukan dengan survey pada populasi. Populasi penelitia adalah siswa kelas X program keahlian Tata Busana sebanyak 24 siswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang meliputi analisa frekuensi, dan prosentase.     Hasil penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi siswa terhadap penggunaan media internet sebagai sumber belajar di jurusan tata busana SMK Negeri 1 Batu dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Persepsi dipengaruhi oleh faktor fungsional dan faktor struktural. faktor fungsional adalah faktor-faktor dalam diri individu yang mengadakan persepsi. Seperti kebutuhan, suasana emosional, kebudayaan, perhatian, pengalaman. Sedangkan faktor struktural yaitu ketika seseorang mempersepsinya sebagai suatu keseluruhan. (2) Dilihat dari faktor pengalaman, gambaran persepsi siswa dalam penggunaan internet sebagai sumber belajar menunjukkan bahwa internet hanya digunakan sebagai sumber belajar yang dimanfaatkan (by utilization) dan tidak digunakan sebagai sumber belajar yang dirancang (by design) yang dipakai dalam pembelajaran formal disekolah. (3) Sedangkan bila dilihat dari faktor kebutuhan, kesadaran siswa akan kebutuhan informasi yang dapat diperoleh dengan cepat dan mudah melalui media internet masih tergolong kurang, karena kebanyakan masih terpaku dengan pembelajaran secara konvensional yaitu hanya mengikuti pembelajaran dikelas dan membaca buku ataupun hanya menerima penjelasan dari guru saja.(4) Hasil analisis dilihat dari faktor struktural menunjukkan bahwa siswa kurang bisa memanfaatkan media internet dengan baik. Siswa lebih sering menggunakan internet sebagai ajang pertemanan dan hiburan dari pada memanfaatkannya sebagai sumber belajar, padahal internet adalah sebuah media yang bersifat interaktif karena media ini terhubungkan dengan jaringan global dunia yang jangkauannya tidak terbatas

Studi komparatif peranan serikat pekerja dalam memperjuangkan hak-hal pekerja (studi kasus serikat pekerja pada BRI Kantor Cabang Martadinata dan Bank Permata Kantor Cabang Bromo Kota Malang) / Nur Aini

 

Reformasi dibidang ketenagakerjaan akan dapat dilaksanakan jika manajemen sumber daya manusia berada pada peran yang menentukan. Reformasi tersebut harus diawali dengan perubahan paradigma bahwa manusia harus dianggap sebagai sumber daya yang paling penting bagi perusahaan atau instansi terkait. Hubungan industri yang harmonis dapat tercipta jika pola pendekatan dirubah dari pendekatan pengendalian ke pendekatan komitmen”. Hal ini disebabkan karena para pekerja juga membutuhkan otonomi, keterlibatan yang lebih tinggi, tantangan, pengembangan dan aktulisasi diri. setiap pekerja atau buruh berhak membentuk dan menjadi anggota serikat pekerja atau seriat buruh. Pembangunan serikat pekerja disebuah lembaga atau perusahaan sangat berperan sekali untuk kelancaran komunikasi antara pekerja dengan pihak manajemen. Sehingga ketika ada permasalahan mengenai kesejahteraan pekerja yang belum terpenuhi, serikat pekerjalah yang memediatori untuk berkomunikasi meminta kepada manajemen untuk memenuhi. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana perbandingan peranan serikat pekerja BRI dan Bank Permata dalam memperjuangkan hak-hak pekerja. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan jenis Ex Post Vacto. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota serikat pekerja BRI Kantor Cabang Martadinata dan Bank Permata Kantor Cabang Bromo Kota Malang yang berjumlah 88 orang. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa serikat pekerja Pada BRI Kantor Cabang Martadinata mempunyai peran dalam menciptakan iklim kerja dengan rasa tenteram adalah kurang tinggi, peran serikat pekerja BRI dalam menciptakan ilim kerja dengan rasa saling percaya adalah tinggi, peran serikat pekerja BRI dalam menciptakan iklim kerja yang kondusif adalah tinggi, peran serikat pekerja BRI dalam menciptakan iklim kerja dengan semangat kebersamaan adalah kurang tinggi, peran serikat pekerja BRI dalam menciptakan iklim kerja dengan komunikasi vertikal adalah tinggi, peran serikat pekerja BRI dalam menciptakan iklim kerja dengan komunikasi horizontal adalah tinggi dan peran serikat pekerja BRI dalam mewujudkan hubungan industrial yang harmonis adalah tinggi. Sedangkan peran serikat pekerja Bank Permata dalam menciptakan iklim kerja dengan rasa tenteram adalah tinggi, peran serikat pekerja Bank Permata dalam menciptakan ilim kerja dengan rasa saling percaya adalah kurang tinggi, peran serikat pekerja Bank Permata dalam menciptakan iklim kerja yang kondusif adalah tinggi, peran serikat pekerja Bank Permata dalam menciptakan iklim kerja dengan semangat kebersamaan adalah kurang tinggi, peran serikat pekerja Bank Permata dalam menciptakan iklim kerja dengan komunikasi vertikal adalah kurang tinggi, peran serikat pekerja Bank Permata dalam menciptakan iklim kerja dengan komunikasi horizontal adalah tinggi, dan peran serikat pekerja Bank Permata dalam mewujudkan hubungan industrial yang harmonis adalah tinggi. Selain itu juga terdapat perbedaan yang signifikan antara peranan serikat pekerja Pada BRI Kantor Cabang Martadinata dengan serikat pekerja pada Bank Permata Kantor Cabang Bromo Kota Malang. Saran yang bisa diberikan adalah (1) Serikat pekerja hendaknya dapat melakukan komunikasi secara intensif dengan para pegawai atau anggota serikat pekerja terutama pada serikat pekerja BRI Kantor Cabang Martadinata baik dengan media e-mail, kotak saran pada setiap unit atau kantor cabang dan wilayah agar permasalahan yang dirasakan oleh anggota serikat pekerja dapat diselesaikan dengan baik.; (2) Serikat pekerja pada BRI maupun Bank Permata hendaknya dapat menciptakan hubungan industrial yang harmonis dengan cara melakukan komunikasi maupun negosiasi baik dengan para pegawai, manajemen, masyarakat dan juga pemerintah yang dalam hal ini diwakili oleh Dinas Tenaga Kerja agar dapat melaksanakan perannya sebagai oraganisasi penyalur aspirasi dalam memperjuangkan hak-hak pekerja maupun manajemen; (3) Pegawai harusnya dapat memanfaatkan organisasi serikat pekerja tersebut sebagai wadah dalam berinteraksi dan berkreasi sebagi upaya pengembangan diri; (4) Peneliti selanjutnya hendaknya meneliti indikator alternatif lainnya pada variabel peran yang lebih memberikan kontribusi kepada pihak yang bersangkutan. Misalnya adalah peran serikat pekerja pada anggota yang berada pada Unit-Unit dari Bank yang dipimpin, peran serikat pekerja yang lebih spesifik pada peran dalam menyelesaikan permasalahan PHK maupun hubungan industrial, atau variabel lain mengenai pengaruh masuk atau tidaknya pegawai dalam organisasi serikat pekerja.

Analisis keterpaduan muatan buku tematik terpadu untuk siswa kelas IV semester 2 tema Pahlawanku / Danas Budhi Arto

 

Arto, Danas Budhi. 2015. Analisis Keterpaduan Muatan Buku Tematik Terpadu Untuk Siswa Kelas IV Semester 2 Tema Pahlawanku. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Suwarti, S.Pd, M.Pd., (2) Dra. Sutansi, M.Pd. Kata kunci : keterpaduan, integrasi muatan, kurikulum 2013     Secara umum, model pembelajaran tematik yang digunakan di Indonesia terdapat 3 model, antara lain: model keterkaitan, model jaring laba-laba, dan model keterpaduan, yang mana ketiga model tersebut dikembangkan oleh Fogarty (1991). Sebagai langkah untuk pengembangan kurikulum 2013, model keterpaduan (integrated model) yang digunakan sebagai rujukan untuk mengembangkan kurikulum 2013 yang berbasis tematik terpadu. Untuk itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keterpaduan muatan buku tematik terpadu kelas IV pada setiap pembelajaran berdasarkan model keterpaduan, yang terdapat di subtema 1 (perjuangan para pahlawan), subtema 2 (pahlawanku kebanggaanku), dan subtema 3 (sikap kepahlawanan).     Pada penelitian ini, pendekatan yang digunakan ialah pendekatan kualitatif, jenis penelitian deskriptif dengan prosedur pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Sumber data yang digunakan yaitu berupa dokumen buku tematik terpadu untuk siswa kelas IV tema pahlawanku keluaran Kemdikbud. Adapun proses analisis data dilakukan melalui 3 tahap, antara lain dimulai dari tahap reduksi data, tahap penyajian atau pemaparan data, dan tahap verifikasi data atau penemuan penelitian.     Hasil penelitian ini, ditemukan persentase keterpaduan subtema 1 sebesar 89,7% dengan kriteria baik, di mana setiap pembelajaran secara umum seluruh indikator sudah sesuai dengan subtema, serta pada integrasi muatan setiap pembelajaran memadukan 3 muatan. Subtema 2 memiliki tingkat keterpaduan 91,7% dan subtema 3 memiliki tingkat keterpaduan 90,9% dengan kriteria sangat baik. Pada setiap pembelajaran kedua subtema, secara umum seluruh indikator sudah sesuai dengan subtema, serta pada setiap pembelajaran di subtema 3 sudah memadukan 4 muatan dan di subtema 3 memadukan 3 muatan. Dari ketiga subtema, rata-rata persentase keterpaduan buku siswa tema pahlawanku memiliki persentase keterpaduan sebesar 90,7% dengan kriteria sangat baik, di mana seluruh indikator pada setiap pembelajaran sudah sesuai dengan subtema, serta pada setiap pembelajaran secara rata-rata memadukan 3 muatan.     Kesimpulannya bahwa integrasi muatan pada buku tematik terpadu untuk siswa kelas IV pada subtema 1 dan 3 memiliki kriteria baik sedangkan subtema 2 memiliki kriteria sangat baik. Dengan adanya temuan ini, disarankan untuk pengembang buku dalam mengkaitkan muatan tidak sekedar antar 1 muatan tetapi seluruh bidang muatan saling terkait, serta menambahkan 1 muatan pada beberapa pembelajaran yang masih terdapat 3 muatan dan untuk peneliti berikutnya disarankan untuk meneliti keterpaduan tema-tema yang lain melalui pengembangan teknik dan instrumen penelitian yang beragam.

Hubungan motivasi berprestasi, pengalaman PRAKERIN, dan prestasi belajar dengan hasil uji kompetensi keahlian pada siswa Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan di SMK se Banua Enam, Kalimantan Selatan / Noor Faridah Ratni

 

Ratni, Noor Faridah. 2015. Hubungan Motivasi Berprestasi, Pengalaman Prakerin, dan Prestasi Belajar Dengan Hasil Uji Kompetensi Keahlian Pada Siswa Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan Di SMK Se-Banua Enam, Kalimantan Selatan. Tesis, Program Studi Pendidikan Kejuruan Pascasarjana Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. Tuwoso, M.P, (2) Aisyah Larasati, Ph.D Kata Kunci: Motivasi Berprestasi, Pengalaman Prakerin, Prestasi Belajar, Hasil Uji Kompetensi Keahlian.     Hasil UKK penting bagi siswa SMK karena dapat memberikan sumbangan untuk kelulusan siswa dari satuan pendidikan dan dapat memberikan kepercayaan industri terhadap lulusan SMK. Beberapa faktor yang diduga berkaitan dengan hasil UKK antara lain: motivasi berprestasi, pengalaman Prakerin, dan prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara masing-masing variabel motivasi berprestasi (X1), pengalaman Prakerin (X2), dan prestasi belajar (X3) dengan hasil uji kompetensi keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan (Y). Selain itu, untuk mengetahui hubungan antara X1, X2, dan X3 secara simultan terhadap Y, pada siswa Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan     Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa SMK kelas XII Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP) di wilayah se-Banua Enam tahun pelajaran 2013/2014. Jumlah populasi 138 siswa, tersebar di tiga SMK yaitu: SMKN 2 Barabai, SMKN 1 Tapin Selatan, dan SMK PPN Paringin. Sampel penelitian sebanyak 70 orang yang ditetapkan secara Proportionate Random Sampling. Teknik analisis menggunakan analisis Regresi Ganda dan Korelasi Product Moment. Pengumpulan data variabel motivasi berprestasi dan variabel pengalaman Prakerin menggunakan kuesioner, sedangkan variabel prestasi belajar dan hasil uji kompetensi keahlian menggunakan dokumentasi dari masing-masing sekolah.      Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel motivasi berprestasi, pengalaman Prakerin, dan prestasi belajar secara simultan dengan hasil uji kompetensi keahlian; (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi berprestasi dengan hasil uji kompetensi keahlian; (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengalaman Prakerin dengan hasil uji kompetensi keahlian; dan (4) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara prestasi belajar dengan hasil uji kompetensi keahlian.

Pengaruh penambahan bioetanol dari tetes tebu pada bahan bakar bensin jenis pertamax dengan berbagai variasi putaran mesin terhadap unjuk kerja mesin bensin empat langkah / Topan Dwi Susanto

 

ABSTRAK Susanto, Topan, Dwi. 2010. Pengaruh Penambahan Bioetanol dari Tetes Tebu pada Bahan Bakar Bensin Jenis Pertamax dengan Berbagai Variasi Putaran Mesin terhadap Unjuk Kerja Mesin Bensin Empat Langkah. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sukarni, S. T, M. T., (II) Drs. Partono, M. Pd. Kata kunci : unjuk kerja mesin bensin, penambahan bioetanol, pertamax. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bioetanol dari tetes tebu pada bahan bakar bensin jenis petamax dengan berbagai variasi putaran mesin terhadap unjuk kerja mesin bensin empat langkah. Unjuk kerja mesin yang dimaksud adalah prestasi yang dicapai mesin bensin empat langkah akibat variasi putaran mesin dan penambahan bioetanol pada pahan bakar bensin jenis pertamax dengan indikator yang meliputi daya efektif dan konsumsi bahan bakar spesifik efektif. Penelitian ini dilakukan pada mesin Toyota Seri 5K dalam kondisi standar yang dilaksanakan di laboratorium otomotif VEDC Arjosari Kota Malang pada tanggal 23 Februari 2010. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimental sungguhan (true experimental). Analisis hasil penelitian yang digunakan adalah analisis anava dua jalan. Variasi putaran mesin yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1000 rpm, 1500 rpm, 2000 rpm, 2500 rpm, 3000 rpm, dan 3500 rpm. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai referensi bagi mahasiswa teknik mesin khususnya dan bagi mahasiswa pada umumnya serta bagi pemakai kendaraan bermotor. Penambahan bioetanol adalah menambahkan bioetanol dari tetes tebu pada bensin jenis pertamax dengan cara dicampurkan dalam satuan persen yang kemudian digunakan untuk bahan bakar mesin bensin empat langkah. Persentase bioetanol yang dicampurkan pada pertamax yaitu bioetanol 0% + pertamax 100%, bioetanol 5% + pertamax 95%, bioetanol 10% + pertamax 90%, Bioetanol 15% + pertamax 85%, bioetanol 20% + pertamax 80%, dan bioetanol 25% + pertamax 75%. Bioetanol yang digunakan adalah jenis absolut yang dapat diperoleh dari toko-toko kimia. Pertamax adalah bahan bakar motor bensin tanpa timbal yang mempunyai nilai oktan 92, merupakan bahan bakar ramah lingkungan dan dapat menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna jika dibandingkan dengan premium. Pertamax yang dipakai dalam penelitian ini adalah pertamax yang dijual di SPBU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bioetanol dari tetes tebu dan variasi putaran mesin pada bahan bakar bensin jenis pertamax berpengaruh terhadap unjuk kerja mesin bensin empat langkah. Daya efektif mesin paling tinggi pada penelitian ini diperoleh pada persentase 10% pada putaran mesin 3000 rpm yaitu 25,544192 PK sedangkan untuk konsumsi bahan bakar spesifik efektif yang paling rendah dicapai pada persentase 10 % dengan putaran mesin 1000 rpm yaitu 0,33170 Kg.PK-1.Jam-1.

Penerapan pembelajaran kontekstual dengan strategi reciprocal teaching untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa kelas XI IPA 1 SMAN 4 Malang / Agung Mulyo Setiawan

 

ABSTRAK Setiawan, Agung Mulyo. 2010. Penerapan Pembelajaran Kontekstual dengan Strategi Reciprocal Teaching untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Siswa Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 4 Malang. Skripsi Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Lia Yuliati, M.Pd, (II) Drs. H. Edi Supriana, M.Si. Kata kunci: kemampuan berpikir, pembelajaran kontekstual, reciprocal teaching. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 7 Februari sampai dengan 6 Maret 2010 di kelas XI IPA1 SMA Negeri 4 Malang ditemukan bahwa, pembelajaran fisika yang dilakukan selama ini bersumber pada buku siswa; kegiatan pembelajaran belum memenuhi filosofi konstruktivisme, rendahnya kemampuan berpikir siswa, dan nilai UTS beserta ulangan harian yang diperoleh sebelumnya belum mencapai Standar Kompetensi Minimum. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu dilakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Salah satu tindakan perbaikan adalah dengan penerapan pembelajaran kontekstual dengan strategi Reciprocal Teaching untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 4 Malang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua kali siklus. Siklus pertama terdiri atas tiga kali pertemuan, dan siklus kedua dua kali pertemuan. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu siswa kelas XI IPA1 semester genap tahun ajaran 2009-2010 SMA Negeri 4 Malang yang berjumlah 36 siswa. Data yang diperoleh berupa kemampuan berpikir siswa yang terdiri dari kemampuan bertanya dan kemampuan menjawab siswa, serta data pendukung berupa hasil tes akhir siklus dan catatan lapangan. Kemampuan bertanya siswa diukur berdasarkan frekuensi pertanyaan siswa pada 10 kategori dengan revisi taksonomi Bloom, yang terdiri dari remember, understand, apply,dan analysis. Kemampuan menjawab siswa diukur berdasarkan frekuensi dalam 10 kategori, yaitu pemahaman konsep, keruntutan pola pikir, dan gramatika bahasa yang digunakan. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi kemampuan bertanya dan kemampuan menjawab siswa, RPP, LKS, tes akhir siklus, dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, berturut-turut kemampuan bertanya dan kemampuan menjawab siswa pada siklus I sebesar 57,6% dan 57,1%; sedangkan pada siklus II sebesar 80,6% dan 87,5%. Meningkatnya persentase kemampuan bertanya dan kemampuan menjawab siswa, menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kontekstual dengan strategi Reciprocal Teaching dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 4 Malang.

Peningkatan pemahaman peninggalan sejarah praislam melalui model discovery learning pada siswa kelas IV SDN Dayu 01 Kabupaten Blitar / Laila Maharani

 

Maharani, Laila. 2015. Peningkatan Pemahaman Peninggalan Sejarah Praislam Melalui Model Discovery Learning Pada Siswa Kelas IV SDN Dayu 01 Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Alif Mudiono, M.Pd, (II) Dra. Sutansi, M.Pd. Kata kunci: pemahaman, sejarah praislam, discovery learning, dayu     Berdasarkan hasil observasi dan wawancara oleh peneliti di SDN Dayu 01 Kabupaten Blitar diperoleh bahwa: (1) guru menggunakan metode ceramah (teacher centered) siswa hanya duduk, diam, menyimak penjelasan guru. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan kurang menimbulkan inisiatif siswa untuk aktif belajar, (2) guru tidak menggunakan media pada saat pembelajaran, (3) jika dilihat dari kondisi kelas, tidak ada satupun gambar peninggalan sejarah ataupun slogan di dinding kelas, (4) guru juga tidak pernah mengajak siswa untuk melakukan pembelajaran ke tempat peninggalan sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model discovery learning dalam pembelajaran peninggalan sejarah praislam pada siswa kelas IV SDN Dayu 01 Kabupaten Blitar dan mendeskripsikan peningkatan pemahaman peninggalan sejarah praislam pada siswa kelas IV SDN Dayu 01 Kabupaten Blitar.     Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian berupa penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilengkapi dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, tes, catatan lapangan. Teknik analisis hasil penelitian yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model discovery learning dapat berjalan dengan baik, dapat meningkatkan aktivitas guru yaitu sebesar 82% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Selain itu, penerapan model discovery learning dapat meningkatkan pemahaman siswa yaitu pada saat pratindakan persentase ketuntasan belajar klasikal siswa sebesar 42% meningkat menjadi 68% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 89% pada siklus II. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model discovery learning dapat meningkatkan pemahaman peninggalan sejarah praislam pada siswa kelas IV SDN Dayu 01 Kabupaten Blitar. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan hendaknya guru mempersiapkan segala hal yang diperlukan seperti RPP menggunakan model discovery learning dan metode yang bervariasi, mengelola kelas dengan baik supaya tujuan pembelajaran dapat tercapai dan pembelajaran berjalan lancar, memberikan perintah yang jelas untuk pengerjaan lembar kerja, guru hendaknya menggunakan media yang bervariasi seperti video.

Pengaruh tingkat lamanya penggunaan internet sebagai sumber belajar dan minat membaca materi ekonomi terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IIS di SMA Negeri 10 Malang tahun ajaran 2014/2015 / Yohan Dwiyono

 

ABSTRAK Dwiyono.Yohan 2015. Pengaruh Tingkat LamanyaPenggunaaan Internet Sebagai Sumber Belajar Dan Minat Membaca Materi EkonomiSiswaTerhadapHasilBelajarEkonomiSiswaKelasXI IIS SMAN 10 Malang.Skripsi, JurusanPendidikanEkonomiFakultasEkonomiUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Nasikh. S.E.,M.P., M.Pd. (2) Dr. Imam muhklis, S.E., M.Si. Kata kunci:Tingkat LamanyaPenggunaan Internet, Minat Membaca, HasilBelajar Mata PelajaranEkonomi. Pendidikan terus mengalami perkembangan dan perbaikan agar proses pembelajaran bisa berjalan secara efektif dan efesien,yaitu dengan memanfaatkan perkembangan tekhnologiyang berupa internetdan minat membaca siswa yang haru di perhatikan.Bahwa intensitas penggunan internet dan minnat membaca siswaberperan penting sebagai sumber belajardan dari situ dapat memunculkan minat siswa dalam membaca yang bervariasi dengan memnggunakan pekerbangan teknologi seperti E-book, Artikel dan berita-berita tentang materi ekonomi yang bisa diakses di internet. Siswa menjadi nyaman, agar terciptanya proses pembelajaran yang efektifdanefisien untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitianinibertujuanuntukmenguji (1) pengaruh tingkatlamanyapenggunaan internet terhadap hasil belajar siswa kelas XI IIS SMAN 10 Malang. (2) pengaruh minatmembaca siswa terhadap hasil belajar kelas XII IIS SMAN 10 Malang. (3) pengaruhtingkatlamanya penggunaan internet dan minat membaca materi ekonomi terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IIS SMAN 10 Malang. Variabeldalampenelitianinimeliputiintensitas penggunaan internetdanminat membaca variabelbebasdan hasilbelajarsebagaivariabelterikat. Penelitian ini dilakukan di SMAN 10 Malang, populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IIS SMAN 10 Malang, dan pengambilan sampel menggunakan sampel populasi yaitu diambil dari seluru populasi sebanyak 87 responden, analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis diskriptif dan analisis regresi linier berganda. Sedangkan untuk uji kelayakan regresi dilakukan uji asumsi klasik dan kesluruhan analisis menggunakan bantuan program SPSS16.0 for windows. Berdasarkan hasil penelitian,dapat disimpulkantingkatlamanya penggunaan internet dan minat membaca materi ekonomisecaraparsialdansimultanberpengaruhpositifdan signifikanterhadaphasilbelajarekonomi siswapada kelas XI IIS SMAN 10 Malang. Maka penulismemberikan saran yang dapatdijadikanpertimbanganyaitubagi siswa untuk memanfaatkan internet sebagai sumber belajar dan harus memunculkan minat membaca agar bisa membatu proses pembelajaran , dan bagi guru harus menjadi fasilitator untuk para siswa danmendorongsiswauntukmemanfaatkaninternetyang ada sekarang dan memanfaatkan fasilitasbelajar sekolah.Serta pihak Sekolah harus memperhatikan kebutuhan fasilitas belajar seperti menyediakan WIFI yang dapat diakses di sekolah dan harus mensosialisasikan pentingnya perkembangan teknologi khususnya perkembangan teknologi seperti internet sebagai sumber belajar yang efektif dan efesien dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

Penggunaan multimedia interaktif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA kelas IV SDN Sentul 02 Kota Blitar / Moh. Adibul Akrom

 

Akrom, Moh Adibul. 2015. Penggunaan Multimedia Interaktif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA Kelas IV SDN Sentul 02 Kota Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Lilik Bintartik, M.Pd (II) Drs. Rochani, S.Pd Kata kunci: peningkatan, hasil belajar, multimedia interaktif Berdasarkan observasi yang dilakukan pada kelas IV SDN Sentul 02 Kota Blitar diketahui bahwa: (1) guru belum menyiapkan RPP saat mengajar, (2) guru dominan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab saat mengajar, (3) guru jarang menggunakan media saat mengajar, (4) sumber belajar yang sering dipakai hanyalah buku paket. Hal tersebut mengakibatkan pembelajaran IPA tidak berjalan sesuai konsep dasar pembelajaran IPA yang menggunakan pendekatan proses ilmiah dan kurang maksimalnya hasil belajar siswa, sehingga perlu diadakannya penelitian. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan multimedia interaktif untuk meningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA tentang perubahan lingkungan fisik di kelas IV SDN Sentul 02 Kota Blitar Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, tes, catatan lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data diawali dengan mereduksi data, menyajikan data, dan mendeskripsikan data kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan multimedia interaktif pada pembelajaran IPA tentang perubahan lingkungan fisik di kelas IV SDN Sentul 02 Kota Blitar telah dilaksanakan dengan sangat baik oleh guru dan siswa. Terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil belajar dan ketuntasan belajar klasikal siswa. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada pratindakan yang sebesar 57 meningkat 16% menjadi 73 pada siklus I dan meningkat lagi 14% menjadi 87 pada siklus II. Sementara ketuntasan belajar klasikal siswa pada pratindakan yang sebesar 11% meningkat menjadi 62% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 100% pada siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan multimedia interaktif yang dilaksanakan guru dan siswa dengan sangat baik pada pembelajaran IPA tentang perubahan lingkungan fisik dapat meningkatkan hasil belajar yang baik dan ketuntasan belajar klasikal yang sangat baik di kelas IV SDN Sentul 02 Kota Blitar. Oleh karena itu, disarankan kepada guru untuk menggunakan multimedia interaktif dalam pembelajaran agar hasil belajar dan ketuntasan belajar siswa lebih maksimal.

Meingkatkan hasil belajar IPA siswa melalui teknik quick on the draw di kelas V SDN Mandesan 01 Selopuro Kabupaten Blitar / Rizki Nindi Handayani

 

Handayani, Rizki Nindi. 2015. Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Melalui Teknik Quick On The Draw di Kelas V SDN Mandesan 01 Selopuro Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sunyoto, S.Pd, M.Si, (II) Dra. Sri Murdiyah, M.Pd. Kata Kunci: hasil belajar, ips, teknik quick on the draw Berdasarkan hasil observasi awal terhadap pembelajaran IPS di kelas V SDN Mandesan 01, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar ditemukan permasalahan antara lain: pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru bersifat konvensio-nal, metode yang digunakan guru kurang bervariasi, guru tidak menggunakan media pembelajaran, siswa tidak aktif dalam mengikuti pembelajaran serta siswa kesulitan untuk menuliskan rangkuman sehingga menyebabkan hasil belajar siswa termasuk ke dalam kriteria sangat kurang dan belum mampu mencapai ketuntasan klasikal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teknik quick on the draw pada pembelajaran IPS di kelas V SDN Mandesan 01, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar dan meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Mandesan 01, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar melalui teknik quick on the draw. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Data diperoleh dari aktivitas guru dan siswa serta hasil belajar siswa, sedangkan instrumen penelitiannya berupa lembar observasi dan lembar tes evaluasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini terdiri dari dua siklus masing-masing terdiri dari dua pertemuan. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik quick on the draw pada pembelajaran IPS dapat berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V di SDN Mandesan 01, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Hal ini dapat dibuktikan dengan rata-rata hasil belajar siswa pada pratindakan yaitu 59, meningkat pada siklus I menjadi 72, dan meningkat pada siklus II menjadi 88. Ketuntasan belajar siswa pada pratindakan yaitu 36%, meningkat pada siklus I menjadi 64%, dan meningkat pada siklus II menjadi 82%. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada setiap siklus. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik quick on the draw dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Mandesan 01, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Dengan demikian dapat disarankan bagi guru untuk menggunakan teknik quick on the draw pada pembelajaran IPS supaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Peningkatan hasil belajar IPS melalui model pembelajaran talking stick pada siswa kelas III SDN Blitar Kota Blitar / Arif Satryo Utomo

 

Utomo, Arif Satryo. 2015. Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Model Pembelajaran Talking Stick Pada Siswa Kelas III SDN Blitar Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Hadi Mustofa, M.Pd, (II) Drs. H. Suhel Madyono, S.Pd, M.Pd. Kata kunci : peningkatan hasil belajar, ips, model pembelajaran talking stick Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas III SDN Blitar Kota Blitar ditemukan beberapa permasalahan, antara lain: (1) siswa kurang mengerti materi yang diajarkan oleh guru; (2) pembelajaran bersifat membosankan; (3) guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional, di mana guru hanya berceramah dalam menyampaikan materi; dan (4) banyak siswa yang pasif dan kurang termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan pembelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick pada siswa kelas III SDN Blitar Kota Blitar, dan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa kelas III SDN Blitar Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan dengan tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, tes, dan dokumentasi. Instrumen penilaian yang digunakan berupa pedoman observasi dan soal tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata nilai aktivitas guru pada siklus I sebesar 68,5 meningkat pada siklus II menjadi 88,5 dan rata-rata nilai aktivitas siswa pada siklus I sebesar 67,3 meningkat pada siklus II menjadi 90. Sedangkan peningkatan hasil belajar siswa ditunjukkan dengan rata-rata nilai pada pratindakan adalah 60, siklus I adalah 71,5 dan siklus II adalah 80,5. Ketuntasan belajar secara klasikal pada pratindakan sebesar 35%, pada siklus I sebesar 56%, dan pada siklus II sebesar 81%. Siswa secara individu dikatakan tuntas dalam belajar apabila telah mencapai taraf penguasaan minimal 70% dengan nilai 70. Secara klasikal dikatakan tuntas belajar apabila minimal 75% di kelas tersebut telah mencapai ketuntasan belajar minimal 70. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Blitar Kota Blitar. Untuk itu diharapkan guru dapat mengembangkan model pembelajaran Talking Stick pada mata pelajaran lainnya.

Kajian struktur komunitas epifauna tanah di lahan gambut Kecamatan Seitabuk Kabupaten Banjar / oleh Siti Ramdiah

 

Peningkatan hasil belajar IPS tentang perkembangan teknologi melalui model group investigation di kelas IV SDN 1 Tambakrejo Kabupaten Tulungagung / Dessy Krisnayanti

 

Krisnayanti, Dessy. 2015. Peningkatan Hasil Belajar IPS tentang Perkembangan Teknologi melalui Model Group Investigation di Kelas IV SDN 1 Tambakrejo Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Lilik Bintartik, M.Pd, (II) Drs. H. Suhel Madyono, S.Pd.,M.Pd. Kata kunci : hasil belajar, ips, perkembangan teknologi, group investigation. Proses pembelajaran IPS di kelas IV di SDN 1 Tambakrejo hanya bersumber pada buku penunjang tanpa stimulus media pembelajaran dan sebagian besar siswa cenderung pasif. Guru telah menggunakan berbagai metode pembelajaran salah satunya adalah metode diskusi, namun siswa kurang bisa mengkomunikasikan pemikirannya kepada teman kelompoknya maupun kepada kelas. Data ini didukung dengan hasil belajar yang diperoleh pada tahap pratindakan, dimana hanya 19% siswa yang mencapai nilai KKM (70) yang telah ditentukan. Fakta ini menunjukkan rendahnya hasil belajar yang diperoleh siswa. Paparan di atas memberikan informasi bahwa pelaksanaan pembelajaran yang berlangsung saat ini masih ditemukan kesenjangan antara harapan dengan kenyataan di lapangan. Tujuan penelitian ini: (1) mendeskripsikan penerapan model Group Investigation dan (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa melalui model Group Investigation. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis PTK. Data yang digunakan adalah data pelaksanaan pembelajaran dan data hasil belajar siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi, catatan lapangan,dan tes. Langkah dalam PTK yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Group Investigation telah terlaksana dengan sangat baik dan telah memenuhi target yang diharapkan. Rata-rata persentase aktivitas guru pada siklus I 82,45% (B) dan 89,47% (A) pada siklus II. Sementara itu, rata-rata persentase aktivitas siswa pada siklus I 68,11% (B) dan 87,45% (A) pada siklus II. Terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS tentang perkembangan teknologi dengan menerapkan model Group Investigation. Rata-rata nilai siswa saat pratindakan yang hanya mencapai 53,40 (C) meningkat menjadi 73,28 (B) pada siklus I, kemudian meningkat lagi menjadi 85,34 (B) pada siklus II. Sementara itu, persentase ketuntasan belajar siswa dari tahap pratindakan yang hanya mencapai 19% (E) meningkat menjadi 81% (B) pada akhir siklus I, kemudian meningkat mencapai 100% (A) akhir siklus II. Disimpulkan bahwa penerapan model Group Investigation yang sangat baik dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN 1 Tambakrejo yang baik. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dipelajari dan dimanfaatkan sebagai alternatif mengelola pembelajaran IPS dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Peningkatan prestasi belajar matematika pada materi pecahan melalui model team assisted individualization di kelas VC SDN Sentul 2 Kota Blitar / Eviq Reni Melinda

 

Melinda, Eviq Reni. 2015. Peningkatan Prestasi Belajar Matematika pada Materi Pecahan melalui Model Team Assisted Individualization di Kelas VC SDN Sentul 2 Kota Blitar. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Prasekolah, FIP Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dra. Widayati, M.H, (2) Dra. Tri Murti, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: peningkatan prestasi belajar, pecahan, model team assisted individualization Berdasarkan observasi pada pembelajaran pecahan kelas VC SDN Sentul 2 Kota Blitar, diketahui bahwa (1) guru tidak membuat RPP dan LKS, (2) guru tidak menerapkan model pembelajaran, (3) kegiatan pembelajaran didominasi guru, (4) siswa kurang aktif dalam kegiatan diskusi, (5) siswa belajar hanya dari penjelasan guru, (6) siswa ramai saat guru menjelaskan materi, dan (7) kelompok yang sudah selesai mengerjakan LKS membuat gaduh. Tujuan penelitian ini yaitu (1) memaparkan penerapan model Team Assisted Individualization pada pembe-lajaran Matematika dengan materi pecahan, dan (2) memaparkan peningkatan hasil belajar Matematika dengan materi pecahan melalui model Team Assisted Individualization. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dengan dua siklus, dan tiap siklus dilaksana-kan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes, dokumentasi, dan catatan lapangan. Instru-men penilaian yang digunakan berupa pedoman observasi dan soal tes formatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Team Assisted Individualization membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaran dan aktivitas guru dan siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Peningkatan aktivitas belajar siswa tersebut berdampak pada peningkatan prestasi belajar siswa. Dibuktikan dengan rata-rata hasil belajar pratindakan 62,32, siklus I adalah 71,43 dan siklus II adalah 85,98. Ketuntasan belajar klasikal pada pratindakan sebesar 39,29%, siklus I sebesar 57,15%, dan siklus II mencapai 96,43% dengan kriteria sangat baik. Kesimpulan penelitian ini yaitu penerapan model Team Assisted Individualization dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa, serta dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Disarankan guru menerapkan model Team Assisted Individualization pada pembelajaran Matematika dengan materi pecahan agar siswa mendapatkan hasil belajar yang maksimal, dan tujuan pembelajaran tercapai.

Peranan Dispenda Dalam Upaya meningkatkan Pendapat Daerah Melalui Penerimaan PBB Di Kabupaten Situbondo Oleh Lindayanti

 

PBB rnerupakansu mbery angs angapt otensiadl alamp enerimaanka bupaten.Untuk itu perlu penanganayna ngs eriuso lehp emerintahd aerahD. ispendad alamh alini yangd iserahti ugaso lehp emerintahd aerahu ntukm enanganai tass emuapenerimaand aerahk hususnyaP BB.D is'pendam erupakanin stansyi angl angsungberadad i bawahd anb ertanggUng-jawakebp adak epalad aerahD. inasP endapatanDaerahin i mempunyapi eranany angs angapt entingk arenad i sampingm enanganisegalaje nis penerimaand aerahju ga diserahti ugasu ntukm empertinggpi endapatandaerah. Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahutie ntangp erananD ispendad alarnmeningkatkapne ndapatadna erahm elaluip enerimaanP BB di KabupatenS itubondo, hambatany angd ialalrrid anu payam engatashi ambatante rsebutP. endekatayna ngdipakadi aiamp enelitianin i adalahp endekataknu alitatifdengamn enggunakanjenispeneiitians tudik asus.S umberd atad ipilih danl angsungd itentukanp ihaky angmenjadrin formany aitu bagiar.s ubd inasp enagihand anp ernbukuanse banyatki gaorangd ans ubd inzrsp erencanaapne ndapatasne banyadk uao rangd engana lasanbahrvain fonnani tu benar-benasru mbery angr nemiliki banyaki nlbrmasi,d apatdipercayad anv alid. Pengumpuladna tad ilakukand engano bservaswi awancara<,l an dokumentasUi. ntuk pengecekakne absahatne muand ilakukand enganp gngafr"tatan,triangulasir,e ferensyi angc ukup.U ntuk analisisd atam enggunakaann alisisd atan onstatistikdenganc arar eduksid ata,p enyajiand atad anr nenarikk esimpulan. Hasil p,cnelitianin i menunjukkanp eranany angd ilakukanD ispendaKabupatenS itubondod alamm eningkatkanp endapatadna erahd ari sektorp enerinraanPBB masihp erlu dioptimalkand enganm elakukanu payai ntensifikasdi anekstensifikaslil.a i ini dapatd ilihat dari peningkatanp endapatadna erahti aptahunnyaH. ambatan'hambatadna lamm eningkatkanp endapatadna erahm elaluiP BByaitu masalahte knisa ntarala in (i) sistemp endataa)n/ angb eluma icura(ti i)terbatasnyfaa silitasd ank apasitask erja( iii) kurangm antapnyas istemk omunikasidani nformasi( iv) sulitnyam enerapkasna nkspi adaw ajib pajak.H ambatany angbersifatr on-teknisa ntarala in (i) tingkatp ertumbuhaenk onomir akyat( ii) kurangsadamyam asyarakadta larnr nernbayapra jak( iii) keadaand an situasti ertentul.J paya.untukm engataspi erinasalahayna ngb ersifatt eknis( i) penyediaasna ranad anprasarankae ria( ii) kerjasamdaa nk oordinasyia ngb aika ntarin stans(ii ii) membentuk tim pencariatnu nggakaPnB B( iv) peningkatasnu mbedr ayar nanusiaU. payav angdilakukanu ntukr ne:rgatapsei mrasalahanno n"tekni(si) melakukapne nlruluhaPn! lil (ii) mensosiaiisasikaPnB B lewatr adio (iii) menerjunkanp etugasg abunganu ntukmengklarifikaspi ennasalahaPnB B di suatuw ilayah.Berdasarkapne neiitianin i, makad isarankana garD ispendate rusi ebih giatlagi dalaurm enjalanirapne rannyaa garm ampum eningkatkanp endapatadna etahsehinggpae rlua danyak erjasanlyaa .nglc bihb aikd enganle mbagate rkaitd anmasyarakat.

Makna arsitektur Pesantren Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah Pusat Losari, Ploso, Jombang sertya muatan edukasinya / Anita Dyah Ayu Respita

 

Respita, Anita Dyah Ayu. 2015. Makna Arsitektur Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah Pusat Losari, Ploso, Jombang serta Muatan Edukasinya. Skripsi. Jurusan Sejarah. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Najib Jauhari, S.Pd, M.Hum. Kata Kunci: makna, arsitektur, pesantren, Thoriqoh Shiddiqiyyah. Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah Pusat, Losari, Ploso, Jombang merupakan pesantren berada di kawasan sebelah utara Sungai Brantas tepatnya di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang dan secara resmi diakui pemerintah pada tahun 1974. Pesantren ini didirikan oleh Kyai Moch. Muchtar Mu’thi sebagai pusat pengajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah yang mulai disebarluaskan sejak tahun 1959. Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah ini mempunyai keunikan yang terletak pada arsitekturnya. Keunikan yang terdapat pada arsitektur Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyah ini termasuk cerminan dari ajaran tassawuf dan Thoriqoh Shiddiqiyyah, yang disalurkan dalam bentuk bangunan. Dibalik keunikan arsitektur tersebut terdapat makna tentang sisi kehidupan manusia yang terkandung didalamnya. Penelitian ini memiliki tiga rumusan masalah yang akan dikaji yaitu: pertama, apa landasan yang dipergunakan dalam penerapan arsitektur pada Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah Pusat Losari, Ploso, Jombang?. Kedua, bagaimana bentuk arsitektur Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah Pusat Losari, Ploso, Jombang?. Ketiga, bagaimana makna arsitektur Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah Pusat Losari, Ploso, Jombang serta muatan edukasinya?. Penulis dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang lebih menitikberatkan diri pada pendekatan emik, dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif yang menyajikan data secara deskriptif-analitis. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan, (1) Landasan dalam penerapan arsitektur pada Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah Pusat Losari, Ploso, Jombang mempertimbangakan landasan penting dalam dunia arsitektur Indonesia pada umumnya, dimana selain mempertimbangkan landasan dari segi Uhkrowi juga mempertimbangkan landasan atau pertimbangan penting seperti iklim, bahan produksi, seni kerajinan dan keanekaragaman budaya daerah. Landasan yang paling utama adalah bersumber dari ayat-ayat suci Al-Qur’an dan Hadist Nabi SAW. Selain itu juga berlandaskan dengan ajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah yang mengajarkan akan cinta terhadap tanah airnya, (2) Bentuk arsitektur Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah Pusat Losari, Ploso, Jombang termasuk dalam bentuk rangkuman dari berbagai arsitektur dunia dengan sentuhan gaya klasik, modern, dan tradisional. Dimana bentuk denah dari bangunan Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah pada awal pembangunannya selalu dimulai dari sebelah timur menuju ke barat. Bentuk arsitektur di Pesantren ini berasal dari berbagai negara, baik dalam bentuk kubah, monumen, motif-motif dan lain-lain. Hal tersebut dikarenakan Murshid Thoriqoh Shiddiqiyyha bercita-cita Indonesia akan menjadi negara Super Power perdamaian dunia, seperti yang tercantum pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada alinea 4, yang berbunyi “...... ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial......”. (3) makna arsitektur bangunan Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah Pusat Losari, Ploso, Jombang serta muatan edukasinya yaitu arsitektur yang ada di Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah setiap kepingnya mengandung makna. Mulai dari angka-angka yang digunakan dalam perancangan bangunan, ornamentasi-ornamentasi (relief, ukiran dan kaligrafi) yang ada di setiap bangunan, tata letak bangunan, warna yang digunakan, bentuk atap dan menara, serta hasil akir dari bentuk bangunan tersebut didalamnya juga terdapat makna. Semua bangunan yang ada di pesantren ini mengandung nilai edukasi yang ingin disampaikan Murshid Thoriqoh Shiddiqiyyah kepada seluruh warga Thoriqoh Shiddiqiyyah dan masyarakat Desa Losari, seperti bangunan Jami’atul Mudzakkirin Yarju Rohmatalloh terdapat nilai edukasi tentang sisi kehidupan manusia. Plang-plang yang ada di area taman Jami’atul Mudzakkirin Yarju Rohmatalloh, seakan memberikan pesan untuk selalu mengamalkan dzikir dan Hadist-Hadis Nabi SAW dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu pada bangunan monumen-monumen di pesantren, dimana keseluruhan bangunan monumen tersebut dibangun sebagai pengingat dan simbol cinta tanah air untuk tidak melupakan sejarah bangsa yang terus disebarkan oleh Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah. Saran untuk penelitan selanjutnya dapat mengembangkan penulisan dan mengkaji lebih mendalam mengenai Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah dengan tema yang berbeda. Dimana masih banyak keunikan yang terdapat di Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, seperti organisasi-organisasi dalam naungan Shiddiqiyyah. Oleh karena itu diharapkan penelitian selanjutnya bisa menggali lebih luas, yang akan menambah wawasan baru mengenai kekhasan pesantren.

Pengembangan paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema kendaraan bermotor untuk siswa kelas VIII semester II di SMP Negeri 2 Malang / Mu'minul Muhaimin

 

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi secara tegas menyatakan bahwa subtansi mata pelajaran IPA pada SMP/MTs merupakan IPA Terpadu. Berdasarkan data penelitian yang diperoleh, kebutuhan guru IPA SMP di Malang Raya terhadap paket IPA Terpadu benarbenar mendesak. Oleh sebab itu sangat beralasan bahwa sebagian besar guru IPA ( 35 dari 37 orang atau 94,6%) menyatakan bahwa mereka membutuhkan paket IPA Terpadu untuk pembelajaran IPA SMP (Koes H., 2006: 32). Selain itu, hasil pangamatan di beberapa toko buku di kota dan Kabupaten Malang menunjukkan bahwa belum ditemukan buku IPA SMP yang dirancang secara terpadu. Berdasar-kan hal tersebut maka dikembangkan Paket IPA Terpadu yang dapat membantu pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu di SMP. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan Paket IPA Terpadu dengan tema Kendaraan bermotor dan Panduan Pelaksanaan Pembelajarannya di SMP Negeri 2 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan langkahlangkah yang telah disesuaikan dengan kebutuhan peneliti, yaitu: (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan bentuk awal, (4) uji lapangan awal, dan (5) revisi produk. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket uji kelayakan Paket IPA Terpadu dan Panduan Pelaksanaan Pembelajarannya. Data hasil uji kelayakan diperoleh dari tim penelaah. Data penelitian terdiri dari dua jenis, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif berupa tanggapan, masukan, kritik dan saran dari tim penelaah, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari tim penelaah dengan cara pengisian angket kriteria uji kelayakan. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan nilai rata-rata. Hasil uji kelayakan dari tim penelaah menunjukkan bahwa paket pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan dengan nilai ratarata untuk Paket IPA Terpadu adalah 3,56 dan nilai ratarata untuk Panduan Pelaksanaaan Pembelajarannya adalah 3,60, namun perlu adanya direvisi. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk melakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut terhadap Paket IPA Terpadu dengan Tema Kendaraan bermotor. Penelitian lebih lanjut adalah dengan melakukan kajian eksperimen dan uji coba yang lebih luas, sehingga diperoleh paket dan panduan pelaksanaan yang teruji validitasnya secara empiris.

Penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) untuk meningkatkan keaktifan proses belajar dan minat pelajaran ekonomi serta ketuntasan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran ekonomi kelas X lintas minat ekonomi 1 SMA Negeri 9 Malang / Erlita Mulyani

 

ABSTRAK Mulyani, Erlita, 2015. Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation (Gi) Untuk Meningkatkan Keaktifan Proses Belajar Dan Minat Pelajaran Ekonomi Serta Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X Lintas Minat Ekonomi 1 Sma Negeri 9 Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Lisa Rokhmani, M.Si (II) Dr. Dwi Wulandari, SE., MM. Kata Kunci: Keaktifan Proses Belajar, Minat Pelajaran Ekonomi, Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Dalam setiap kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan oleh setiap guru selalu bermula pada komponen – komponen pembelajaran yang ada pada kurikulum. Kurikulum yang diterapkan saat ini di Indonesia sangat menarik perhatian para pendidik karena selain dari bentuk pengajaran di dalam kelas, kurikulum 13 ini juga memberikan sistem kelas yang berbeda dimana setiap siswa diberi kebebasan untuk belajar pada bidang yang berbeda. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang termasuk penelitian kualitatif bersifat deskriptif yang dilaksanakan selama dua siklus pembelajaran. Dua siklus dilaksanakan selama 6 x pertemuan dimana setiap siklusnya terdapat empat tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, refleksi. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 6, 9, 13 Januari 2015 untuk siklus I, sedangkan siklus II dimulai pada tanggal 16, 20, 23 Januari 2015. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X Lintas minat Ekonomi 1 yang berjumlah 33 orang siswa dengan rincian 11 laki – laki dan 22 perempuan di SMA Negeri 9 Malang. Keaktifan proses belajar siswa diukur dengan menggunakan format penilaian keaktifan siswa di dalam kelas, penilaian minat pelajaran ekonomi siswa diukur dengan pembagian tes minat sebelum diterapkannya model pembelajaran dan setelah diterapkannya model pembelajaran, ketuntasan hasil belajar siswa ranah kognitif diukur melalui ulangan akhir per siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penerapan model pembelajaran Group investigation (GI) dapat meningkatkan keaktifan proses belajar, minat pelajaran ekonomi, dan ketuntasan hasil belajar siswa kelas X Lintas Minat Ekonomi 1 SMA Negeri 9 Malang. Pencapaian keaktifan siswa dari siklus I sebesar 64%, sedangkan pada siklus II sebesar 83%, pencapaian minat siswa dari siklus I sebesar 60%, sedangkan pada siklus II 78%, pencapaian ketuntasan hasil belajar siswa dari siklus I sebesar 75,75%, sedangkan pada siklus II sebesar 92%. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah pelaksanaan model pembelajaran Group Investigation (GI) yang dilaksanakan selama dua siklus dapat meningkatkan keaktifan proses belajar, minat pelajaran ekonomi, dan ketuntasan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X Lintas Minat Ekonomi 1 SMA Negeri 9 Malang.

Kesusaian silabus yang dikembangkan oleh guru bahasa arab Madrasah Tsanawiyah se-kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang dengan kurikulum inti / Deni Bayu Wijaya

 

ABSTRAK Bayu Wijaya, Deni. 2010. Kesesuaian Silabus yang Dikembangkan oleh Guru Bahasa Arab MTs se-Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang dengan Kurikulum Inti. Skripsi, Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. M. Syatibi Nawawi M.Pd. Kata Kunci: kesesuaian silabus, guru Bahasa Arab, kurikulum inti. Silabus merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang harus ada dan dikuasai oleh pendidik, terutama dalam pendidikan formal. Seiring dengan tuntutan profesionalisme guru dan berjalannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan maka guru juga harus mampu mengembangkannya. Kesesuaian silabus pelajaran Bahasa Arab yang dikembangkan guru-guru Bahasa Arab MTs di Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang diperoleh dari hasil penelitian di MTs Negeri Donomulyo dan MTs NU Futuhiyyah Donomulyo. Penelitian ini bertujuan mendapatkan deskripsi kesesuaian format silabus, kesesuaian komponen silabus, dan kesesuaian isi silabus yang dikembangkan oleh guru-guru Bahasa Arab kelas VII, VIII, dan IX semester ganjil MTs Negeri Donomulyo dan MTs NU Futuhiyyah Donomulyo. Rancangan penelitian yang digunakan ialah rancangan deskriptif, instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti (human instrument) dilengkapi dengan dokumentasi dan wawancara sebagai instrumen pendukung, dan hasil penelitian ini diuraikan secara deskriptif. Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data ialah kepala sekolah dan guru-guru Bahasa Arab MTs Negeri Donomulyo dan MTs NU Futuhiyyah Donomulyo. Data yang digunakan ialah silabus kelas VII, VIII, dan IX MTs Negeri Donomulyo dan MTs NU Futuhiyyah Donomulyo. Tahapan-tahapan analisis data terdiri atas pengumpulan data dan pemeriksaan kembali catatan lapangan, reduksi data, penyajian data, sintesisasi, dan pengambilan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data melalui teknik triangulasi. Tahap-tahap penelitian meliputi tahap pra penelitian, tahap penyelenggaraan penelitian, dan tahap paska penelitian. Hasil penelitian ini ialah (1) format silabus yang digunakan guru-guru Bahasa Arab kelas VII, VIII, dan IX MTs Negeri Donomulyo dan MTs NU Futuhiyyah Donomulyo sesuai dengan acuan BSNP, yaitu format matriks/kolom dengan prinsip lebih mudah dibaca dan dipahami oleh guru-guru Bahasa Arab; (2) komponen silabus yang digunakan oleh guru Bahasa Arab MTs Negeri Donomulyo kelas VII dan VIII sesuai dengan acuan BSNP meliputi identitas sekolah, standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, jenis penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar, sedangkan untuk kelas IX tidak sesuai karena tidak dicantumkan salah satu komponen, yaitu kegiatan pembelajaran. Komponen silabus yang digunakan guru MTs NU Futuhiyyah Donomulyo sesuai dengan acuan BSNP meliputi identitas sekolah, standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, jenis penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar; dan (3) kesesuaian isi silabus sudah mengalami pengembangan, tetapi jika dianalisis tiap komponen masih ada beberapa yang belum sesuai penggunaannya. Guru-guru belum benar-benar mengembangkan isi silabus sesuai ketentuan atau acuan dari BSNP. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada Kepala Mapenda Kementerian Agama Kabupaten Malang agar melakukan kegiatan pelatihan bagi guru-guru Bahasa Arab di wilayah pinggiran. Kepada peneliti yang akan datang diharapkan melakukan penelitian misalnya, pengaruh pengembangan silabus Bahasa Arab terhadap pengajaran, pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran Bahasa Arab. Kepada guru Bahasa Arab diharapkan dalam mengembangkan silabus mempertimbangkan kemampuan dan keadaan tiap siswa serta keadaan sekolah.

Pengembangan permainan bowling angka dalam pembelajaran kognitif mengenal konsep bilangan 1-10 pada anak Kelompok A di Tk Tunas Bangsa Jombang / Palupi Galih Sesuleh

 

Sesuleh, Palupi Galih. 2015. Pengembangan Permainan Bowling Angka dalam Pembelajaran Kognitif Mengenal Konsep Bilangan 1-10 pada Kelompok A di TK Tunas Bangsa Jombang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd, M.Pd (2) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si Kata Kunci: Permainan Bowling angka, konsep bilangan 1-10, aspek kognitif Media permainan bowling angka merupakan media pembelajaran permainan mengembangkan kemampuan kognitif anak di Taman Kanak-kanak. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan. Kegiatan pembelajaran di TK Tunas Bangsa Kabupaten Jombang mengenai kognitif monoton hanya menerangkan dipapan tulis dan mengerjakan lembar kerja. Sehingga peneliti menganjurkan permainan bowling angka sebagai literature pada pembelajaran kognitif dengan menggunakan berbagai media. Tujuan penelitian adalah Menghasilkan produk permainan bowling angka dalam pembelajaran membilang angka yang menarik dan efektif bagi anak, Menghasilkan produk permainan bowling angka yang susunan permainan sesuai karakteristik anak, Menghasilkan produk permainan bowling angka yang memenuhi syarat sebuah permainan. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah diadaptasi oleh model pengembangan Borg and Gall. Prosedur permainan Bowling Angka dalam pembelajaran kognitif adalah: (1) Melakukan penelitian dan pengumpulan data, (2) Melakukan perencanaan pengembangan permainan, (3) mengembangkan bentuk produk awal permainan dan dievaluasi oleh ahli, (4) Melakukan uji coba kelompok kecil dengan 10 subjek, (5) Merevisi permainan dengan hasil uji coba kelompok kecil, (6) Melakukan uji coba kelompok besar terhadap 30 subjek,(7) melakukan revisi produk. Instrument yang digunakan adalah berupa kuisioner berisi tentang rancangan produk dan produk yang telah dibuat. Teknik analisi data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif berupa persentase. Berdasarkan hasil analisis data uji coba kelompok besar , diperoleh persentase yaitu (1) 100% anak tertarik untuk melakukan permainan bowling angka (2) 91% permainan bwling angka bermakna bagi anak (3) 84% anak merasa ingin tahu terhadap permainan bowling angka (4) 94% anak merasa tertantang terhadap permainan Bowling angka saat melakukan segala aktifitas permainan, maka produk ini tanpa adanya revisi lagi, sehingga menjadi produk akhir yang dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran yang menarik bagi anak. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat diuji cobakan kepada kelompok besar dan dapat disosialisasikan kepada sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan yang terkait sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya. Penelitian lanjutan untuk menguji tingkat kemenarikan, kemenantangan, keingintahuan dan kebermaknaan dari produk yang dikembangkan.

Penggunaan metode bercerita dengan boneka jari tangan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak Kelompok A di TA Pesan Ibu Malang / Novita Dewi

 

Dewi, Novita. 2015. Penggunaan Metode Bercerita dengan Boneka Jari Tangan Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Kelompok A di TA Pesan Ibu Malang. Skripsi. Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si. (II) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Metode Bercerita, Media Boneka Jari Tangan, Kemampuan Berbahasa, TK Kelompok A      Penelitian ini berlatar belakang pada rendahnya kemampuan berbahasa anak kelompok A di TA Pesan Ibu Malang. Hal ini disebabkan karena guru kurang memberi kebebasan pada anak untuk memilih kegiatan yang diinginkan anak, guru lebih sering meminta anak untuk mengerjakan majalah (LKS) serta kurang memanfaatkan media pembelajaran yang menarik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah penerapan metode bercerita menggunakan boneka jari tangan pada anak kelompok A di TA Pesan Ibu Malang? (2) Apakah terdapat peningkatan kemampuan berbahasa setelah digunakan metode bercerita menggunakan boneka jari tangan pada anak kelompok A di TA Pesan Ibu Malang?      Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Hopkins (1993) dan dirancang dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari dua pertemuan yang meliputi perencanaan, aksi/tindakan, observasi, dan refleksi. Peneliti berkolaborasi dengan guru kelas, guru kelas sebagai pelaksana sedangkan peneliti sebagai observer. Subyek penelitian yaitu anak kelompok A di TA Pesan Ibu Malang sebanyak 30 anak, 20 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi guru, lembar observasi siswa, dan dokumentasi. Analisis data yang dipakai adalah deskriptif, baik deskriptif kuantitatif maupun deskriptif kualitatif.      Penerapan metode bercerita dengan boneka jari tangan diawali dengan guru memberitahu judul cerita dan memperkenalkan tokoh-tokohnya, kemudian bercerita dengan boneka jari tangan, selanjutnya anak menceritakan kembali cerita tersebut di depan kelas secara berkelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa anak pada pra tindakan sebesar 33.33%, meningkat menjadi 46.67% pada siklus I dan menjadi 83.33% pada siklus II.      Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode bercerita dengan boneka jari tangan dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak kelompok A. Saran yang diberikan: (1) bagi sekolah, untuk menyediakan media pembelajaran yang menarik seperti boneka jari tangan, (2) bagi guru, untuk menggunakan metode bercerita dengan boneka jari tangan dalam kegiatan pembelajaran pada bidang pengembangan bahasa (3) bagi peneliti lain, untuk lebih mengkreasikan lagi pembelajaran yang menggunakan metode bercerita menggunakan boneka jari tangan agar lebih menarik lagi.

Pengaruh kompensasi finansial dan karakteristik pekerjaan terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja (studi pada karyawan bagian produksi PT. Guna Atmaja Jaya, Tulungagung) / Dwi Cahyati

 

ABSTRAK Cahyati, Dwi. 2010. Pengaruh Kompensasi Finansial dan Karakteristik Pekerjaan Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja (Studi Pada Karyawan Bagian Produksi PT. Guna Atmaja Jaya, Tulungagung). Skripsi, Jurusan manajemen, Progran Studi S1 manajemen Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Syihabudhin, S.E dan Drs. I Nyoman Saputra, M. Si Kata Kunci: kompensasi finansial, karakteristik pekerjaan, kepuasan kerja, kinerja karyawan. Kompensasi finansial dan karakteristik pekerjaan dapat menumbuhkan kepuasan kerja bagi karyawan. Dengan kepuasan kerja tersebut pencapaian tujuan perusahaan akan akan lebih baik dan akurat, dengan tercapainya tujuan perusahaan dan terpenuhinya kebutuhan karyawan melalui kepuasan kerja, tentu saja kinerja mereka akan meningkat pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi finansial dan karakteristik pekerjaan terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja pada karyawan bagian produksi PT. Guna Atmaja Jaya, Tulungagung. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Guna Atmaja Jaya, Tulungagung pada bulan November 2009-Januari 2010. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan bagian produksi PT. Guna Atmaja Jaya, Tulungagung. yang berjumlah 106 orang, sedangkan sampelnya diambil sebanyak 84 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional Random Sampling. Dalam penelitian ini mempunyai variabel bebas yaitu kompensasi finansial (X1), karakteristik pekerjaan (X2), variabel intervening yaitu kepuasan kerja (Z), dan variabel terikat kinerja karyawan (Y). Instrumen penelitian ini menggunakan item-item dari penelitian terdahulu yang telah teruji, sehingga untuk uji validitas dan reliabilitas tetap dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas data yang diperoleh. Analisis data yang dipakai adalah analisis jalur (Path Analysis). Tujuan dari analisis jalur adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian ini dapat diketahui : (1) terdapat signifikansi pengaruh langsung kompensasi finansial terhadap kepuasan kerja. (2) terdapat signifikansi pengaruh langsung karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja. (3) terdapat signifikansi pengaruh langsung kompensasi finansial terhadap kinerja karyawan. (4) terdapat signifikansi pengaruh langsung karakteristik pekerjaan terhadap kinerja karyawan. (5) terdapat signifikansi pengaruh langsung kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan. (6) terdapat pengaruh tidak langsung kompensasi finansial terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja. (7) terdapat pengaruh tidak langsung karakteristik pekerjaan terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja. ii Berdasar pada hasil penelitian, maka saran yang dapat peneliti berikan kepada PT. Guna Atmaja Jaya, Tulungagung adalah untuk kompensasi finansial yang diterapkan, disarankan pada pimpinan PT. Guna Atmaja Jaya agar lebih memperhatikan pemberian upah lembur. Hal ini dikarenakan pada hasil distribusi frekuensi pernyataan karyawan tentang kompensasi finansial, masih terdapat karyawan yang menyatakan kurang setuju dalam hal pemberian upah lembur. Sedangkan untuk karakteristik pekerjaan, disarankan pada pimpinan PT. Guna Atmaja Jaya agar lebih memperhatikan permasalahan karyawan dalam bekerja, identitas tugas, dan signifikasi tugas. Hal ini dikarenakan masih terdapat beberapa karyawan yang menyatakan kurang setuju terhadap item-item pernyataan tersebut.

Studi persiapan dan pelaksanaan kurikulum 2013 berdasarkan standart proses kurikulum 2013 di SMK Kota Blitar / Ilma Sofiana

 

Sofiana, Ilma. 2015. Studi Persiapan dan Pelaksanaan Kurikulum 2013 Berdasarkan Standart Proses Kurikulum 2013 di SMK kota Blitar. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Tri Atmadji S., M.Pd. (II) Drs. Slamet Wibawanto, M.T. Kata kunci: guru, kurikulum 2013, mata pelajaran kelompok c Guru di dalam suatu kelas memiliki peran yang sangat penting. Setiap guru memiliki tanggung jawab secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, penilaian, pengadministrasian, dan perubahan kurikulum (Oemar, 2007:52). Kurikulum adalah seperangkat rencana pembelajaran yang mencangkup tujuan, isi, bahan, dan cara atau metode pembelajaran yang menjadi pedoman pelaksanaan dalam program pendidikan. Saat ini Indonesia mulai menerapkan kurikulum 2013 yang dikembangkan berdasarkan pemikiran tentang masa depan yaitu tantangan abad 21 yang ditandai dengan abad ilmu pengetahuan dan kompeensi masa depan. Dengan adanya perkembangan tersebut guru sebagai pelaksana harus memahami komponen kurikulum 2013. Penelitian ini melaksanakan studi terhadap persiapan guru berdasarkan komponen dan standart proses untuk mengimplementasikan kurikulum 2013 mata pelajaran kelompok C kelas X dan XI di SMK kota Blitar dengan tujuan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat kesiapan guru untuk melaksanakan kurikulum 2013 tersebut. Subvariabel penelitian meliputi pelaksanaan pelatihan, pelaksanaan pendampingan, buku guru dan buku siswa, rencana pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan pelaksanaan penilaian. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kuantitatif dengan metode survei. Sumber data adalah guru mata pelajaran kelompok C kelas X dan XI bidang studi TI dan TE di SMK kota Blitar. Data dalam penelitian ini diperoleh menggunakan angket yang disebar pada empat sekolah dengan dua puluh delapan responden, dengan poulasi dan sampel penelitian adalah SMK yang menerapkan kurikulum 2013 di kota Blitar, yaitu SMKN 1 Blitar, SMKN 2 Blitar, SMK 1 Islam kota Blitar, dan SMK St. Yusup kota Blitar. Sebelum pelaksanaan penelitian instrument diuji coba untuk menguji validitas dan reliabilitas soal angket. Hasil penelitian menunjukkan tingkat persiapan dan pelaksanaan kurikulum 2013 pada mata pelajaran kelompok C bidang studi TI dan TE di SMK kota Blitar berada pada kategori baik dengan persetase 70,46%. Tingkat pelaksanaan pelatihan dengan persentase mencapai 68,17% berada pada kategori cukup. Tingkat pelaksanaan pendampingan dengan persentase 62,50% berada pada kategori cukup. Tingkat kesesuaian buku guru dan buku siswa dengan persentase 64,54% berada pada kategori cukup. Tingkat persiapan rencana pelaksanaan pembelajaran berada pada kategori baik dengan persentase mencapai 76,75%. Tingkat pelaksanaan pembelajaran dengan persentase 69,51% berada pada kategori baik. Tingkat pelaksanaan penilaian berada pada kategori baik dengan persentase mencapai 84,82%.

Pembelajaran bangun kerucut dengan menggunakan standar pengajaran NCTM pada siswa SMP Negeri 13 Malang / oleh Rosdiana Im

 

Subtitusi tepung kacang merah dalam pembuatan bidaran / Rosyida aini

 

Kata Kunci: Bidaran, Kacang merah, uji kesukaan. Bidaran merupakan makanan ringan yang berbentuk panjang meruncing, berwarna kuning keemasan dan mempunyai rasa gurih. Bahan yang digunakan untuk membuat bidaran adalah, tapioka, garam, telur dan keju. Subtitusi tepung kacang merah pada pembuatan bidaran bisa dijadikan sebagai penganekaragaman pangan, serta untuk meningkatkan nilai gizi karena kandungan protein yang tinggi. Kacang merah merupakan bahan makanan yang mempunyai sumber p[rotein nabati yang potensial. Kadar protein dari kacang merah hampir setara dengan kadar protein kacang hijau yaitu 23,1 g per 100 g kacang merah. Kacang merah kering merupakan sumber protein nabati, karbohidrat kompleks, serat, vitamin B, folasin, tiamin, kalsium, fosfor, dan zat besi. Awal pembuatan biadaran kacang merah terlebih dahulu kacang merah dolah menjadi tepung. Tepung kacang merah adalah tepung dengan butiran halus, berwarna putih kekuningan dan berbau khas kacang merah. Tepung kacang merah yang digunankan sebanyak 100 g (50%) mengasilkan bidaran yang berwarna kuning kecoklatan, rasa gurih dan tekstur yang renyah. Hasil uji kesukaan terhadap bidaran substitusi tepung kacang merah menunjukkan bahwa responden yang menyukai warna bidaran substitusi tepung kacang merah sebesar 51,1%, responden yang menyukai rasa bidaran substitusi tepung kacang merah sebesar 56,6%, dan yang menyukai tekstur bidaran substitusi tepung kacang merah sebesar 55,6%. Produk bidaran substitusi tepung kacang merah memperoleh nilai gizi yang lebih tinggi dilihat dari segi Energi 1,4%, Protein 47,7%, Karbohidrat 76,77%, Ca 25,57%, P 56,37%, Vit A 16,67%, Vit B 80,97%, Vit C 93,67%, kalori yang dimilki oleh bidaran substitusi tepung kacang merah lebih tinggi 11,9% daripada kalori yang dimiliki bidaran yang tidak disubstitusi tepung kacang merah disamping itu kandungan lemak lebih rendah 0,87% dibanding dengan lemak yang terkandung dalam bidaran yang tidak disubstitusi tepung kacang merah. Satu resep bidaran substitusi tepung kacang merah 200 g dapat menghasilkan 500 g produk bidaran substitusi tepung kacang merah. Bidaran substitusi tepung kacang merah dapat dipasarkan dengan harga Rp 1.500 perkemasan dengan berat 50 g.

Peningkatan hasil belajar IPS melalaui modeel make a match di kelas 4 SDN Selokajang 3 Kabupaten Blitar / Ahmad Dennis Widya Pradana

 

Pradana, Ahmad Dennis Widya. 2015. Peningkatan Hasil Belajar IPS melalui Model Make a Match di Kelas 4 SDN Selokajang 3 Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. H. Suhel Madyono, S.Pd, M.Pd (2) Dra. Hj. Sri Murdiyyah, M.Pd. Kata kunci: model pembelajaran make a match, hasil belajar, ips Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti pada kelas IV SDN Selokajang 3 Kabupaten Blitar diketahui bahwa: (1) dalam menjawab pertanyaan dari guru siswa masih terlihat malu-malu dan tidak percaya diri, (2) siswa juga tidak mau menjawab pertanyaan apabila tidak ditunjuk oleh guru, (3) guru tidak menggunakan media dalam proses pembelajaran, (4) proses pembelajaran lebih didominasi guru sehingga terjadi komunikasi satu arah. Hal tersebut mengakibatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa rendah terhadap materi pembelajaran IPS, sehingga perlu diadakannya penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan aktivitas guru pada pembelajaran IPS dengan penerapan model pembelajaran make a match, (2) mendeskripsikan aktivitas siswa pada pembelajaran IPS dengan penerapan model pembelajaran make a match, (3) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS melalui penerapan model pembelajaran make a match. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II yang masing-masing terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data di-lakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, catatan lapangan, tes, dan dokumentasi. Analisis data diawali dengan mengumpulkan data, menyajikan, dan mendeskripsikan data kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh peningkatan aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa yang meningkat. Aktivitas guru mengalami peningkatan dari siklus I yaitu 81% meningkat menjadi 95% pada siklus II. Aktivitas siswa berupa keaktifan, keberanian, kerjasama, kecepatan, ketepatan, dan keruntutan berbicara juga mengalami peningkatan pada tiap siklusnya. Aktivitas siswa meningkat mulai dari siklus I yaitu 66% meningkat menjadi 80% pada siklus II. Rata-rata nilai akhir siswa juga mengalami peningkatan, mulai dari pratindakan sebesar 58 dengan ketuntasan klasikal sebesar 41% meningkat menjadi 68 dengan ketuntasan klasikal 55% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 80 dengan ketuntasan klasikal 86% pada siklus II. Dengan demikian, dapat dikatakan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model make a match dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Selokajang 3 Kabupaten Blitar. Oleh karena itu, disarankan bagi guru agar menerapkan model make a match dalam pembelajaran IPS agar aktivitas dan hasil belajar siswa dapat meningkat lebih maksimal.

Penerapan pendidikan karakter pada kelas 2 SDN Blimbing Kabupaten Kediri / Aprilya Dwi Lestari

 

Lestari, Aprilya Dwi. 2013. Penerapan Pendidikan Karakter pada Kelas 2 SDN Blimbing Kabupaten Kediri. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Suhel Madyono, S.Pd, M.Pd (2) Drs. Yuliwidiarti, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: pendidikan karakter, pembiasaan, kepatuhan, kedisiplinan, kejujuran Pendidikan karakter adalah usaha yang dilakukan guru untuk mempengaruhi peserta didiknya menjadi manusia yang berkarakter dalam memutuskan baik buruknya sikap, baik buruknya perilaku yang dilakukan, dan memelihara apa yang baik, serta mewujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara menemukan fakta yaitu adanya kesepakatan antara guru dengan siswa untuk menentukan sanksi tentang pelanggaran yang dibuat oleh siswa, adanya budaya antri dilakukan oleh siswa, serta adanya kedisiplinan dilakukan siswa ketika memasuki halaman sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendidikan karakter yang ada di dalam kelas dan di luar kelas melalui penerapan pembiasaan, kepatuhan, kedisiplinan, dan kejujuran pada kelas 2 SDN Blimbing Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif (kualitatif deskriptif). Sumber data berupa sumber data guru dan siswa kelas 2, dan wawancara serta dokumen berupa instrumen penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dengan guru kelas 2, studi dokumentasi berupa instrumen penelitian, dan pengamatan. Analisis data dilakukan dengan membandingkan antara data yang diperoleh dari hasil wawancara, dokumentasi dan pengamatan serta langkah yang digunakan adalah mereduksi data, tes identifikasi dan persentase. Teknik pengelohan yang digunakan dalam pengecekan keabsahan temuan adalah triangulasi, kecukupan referensial, dan meningkatkan ketekunan. Dan Tahap penelitian yang dilakukan adalah pendahuluan, proposal, pelaksanaan, dan penyusunan laporan penelitian. Berdasarkan hasil analisis studi dokumentasi diperoleh hasil bahwa (1) pembiasaan yang dilakukan siswa dengan kualifikasi kurang baik yang mencapai persentase 65,8%, (2) kepatuhan yang dilakukan siswa dengan kualifikasi cukup baik, yang mencapai persentase 79%, (3) kedisiplinan yang dilakukan siswa dengan kualifikasi baik, yang mencapai persentase 88,5% , dan (4) kejujuran yang dilakukan siswa dengan kualifikasi cukup baik, yang mencapai persentase 79%. Dari deskripsi hasil studi dokumentasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas 2 SDN Blimbing Kabupaten Kediri masih kurang baik dalam aspek pembiasaan, maka disarankan bagi guru untuk lebih menerapkan pembiasaan, kepatuhan, kedisiplinan dan kejujuran siswa dalam melakukan hal-hal yag baik, supaya siswa memiliki sikap dan sifat yang baik.. Bagi para peneliti lebih lanjut disarankan untuk melakukan penelitian tidak hanya dalam melihat penerapan pendidikan karakter di sekolah pada kelas 2 saja, melainkan juga dapat mengembangkan pendidikan karakter di SDN Blimbing Kabupaten Kediri.

Studi Komparatif Tingkat Pendapatan Petani Antara Petani Yang Menanam Padi Pola Sawit Dupa Dan Petani Yang Menanam Padi Secara Tradisional Di Kecamatan Belawang Kabupaten Barito Kuala Oleh Sumiatun

 

Pendapatan merupakan salah satu indikator kesejahteraan penduduk. semakaint inggi tingkat pendapatanb erarti kesejahteraapne nduduks emakinb aik. Alasand ilaksanakannypae nelitiani ni adalahm asih rendahnyati ngkat pendapatan petanit erutamad i daerahp asangs urut di luar pulau Jawa.K arenas ebagianb esar mereka masih mengelola usaha taninya secara tradisional yang berbasis pada pertanian tanaman pangan. Padahal dengan adanya kemajuan teknologr di bidang pertanians angatm emungkinkanu ntuk peningkatanp roduktivitasp ertaniand engan pemilihanp olat anamy angs esuai. Pola tanams awit dupa merupakans alahs atu alternatifu ntuk meningkatkan jumlah produksi padi, sehinggaa kan dapat meningkatkanp endapatanp elani di daerahp asangs urut. Tujuan penelitiani ni adalahm engetahupi erbedaan:-(l)p ola penggunaanla han antarap etani yang menanamp adi pola tanTms awit dupa dan petanry angm enanamp adi secarat radisional,( 2) pemanfaatanI'a hanta bukana ntara petani yang rlenanam padi pola tanarn sawit dupa dan petani yang menanam padi secara tradisional, (3) produksi padr petani yang menanam padi pola sawit dupa denganp etani yang menanamp adi secarat radisional,( 4) pendapatanp etani yang menanam padi pola tanam sawit dupa dan petani yang menanam padi secara tradisional. Populasi dalam penelitian ini adalah petani yang berada di Kecamatan BelawangK abupatenB arito Kualad an sebagasi ampelw ilayah( daerah)a dalahd esa Karang Dukuh dan Karang Buah yang terdiri dari 35 orang petani yang menanam padi dengan pola sawit dupa dan 35 orang petani yang menanam padi secara tradisional.Datpae nelitiand ikurnpulkand enganm etodeo bservasi,w awancarad an dokumentasui.n tuk mengujia danyap erbedaantin gkatp endapatapne tani,d igunakan metodea nalisaU ji-t ataut test. Hasil analisisd atap enelitianm enunjukkaand anyap erbednn(:l ) pola penggunaanla han pada petani sawit dupa ditandai dengana danyat abukan sedangkan pada pada petani tradisional sebagian besar tidak membuat tabukan, (2) pemanfaatan lahan tabukan, petani pola sawkit dupa menanami lahan sawah untuk tanaman padi sedangkan lahan tabukan dengan jenis tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi serta perawatan intensif, dan untuk petani tradisional lahan utamanaya untuk tanamanp adi sedangkany ang mempunyail ahan tabukanb elum dimanfaatkans ecara maksimal, (3) jumlah produksi padi dan tanaman lainnya dimana pada pola sawit dupa rata-rata produksinya diatas 3,5 ton/ha/th sedanlkan pada petani tradisional kurang dari 2,5 ton/ha/th, (4) tingkat pendapatan dimana pendapatan petani pola sawitd upal ebih tinggi dari padap etaniy ang menanamp adi secarat radisional.r lal ini terbukti dengan adanya perbedaan jumlah produksi petani secara keseluruhan setelahm emperhitungkahna sil produksit otal dikurangis eluruhb iayap roduksiy ang dikeluarkans elamas atut ahun( musimt anam1 998/1999).

Analisis dampak keberadaan pabrik rokok PT. Penamas Nuasaprima bagi Desa Kebonagung Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang / Dwinata Desi Priyo Hananto

 

Hananto, Dwinata Desi Priyo. 2014. Analisi Dampak Keberadaan Pabrik Rokok Penamas Bagi Desa Kebonagung Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang, Fakultas Ekonomi, Jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan, Program Ekonomi dan Studi Pembangunan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (1) Drs. Mardono M.Si. (2) Dr. Hadi Sumarsono, S.T., M.Si. Kata Kunci : Indutri, Penyerapan Tenaga Kerja, Kesejahteran Masyarakat Industri merupakan kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku dan/atau memanfaatkan sumberdaya industri sehingga menghasilakan barang yang mempunyai nilai tambah atau memanfaatkan lebih tinggi, termasuk jasa industri. Keberadaan industri di suatu daerah tentu akan berpengaruh terhadap peningkatan jumalah tenaga kerja dan kesejahteraan di daerah tersebut. Dalam penelitian ini peneliti mengambil studi kasus pada salah satu perusahaan roko besar dikawasan Kabupaten Malang Selatan, yaitu PT. Penamas Nusaprima. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu bagaimana dampak keberadaan PT. Penamas Nusaprima terhadap kesejahteraan masyarakat desa Kebonagung, kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus, dimana peneliti melakukan opservasi secara langsung ke lokasi penelitian, sehingga peneliti dapat memahami keadaan subjek yang diteliti yaitu PT. Penamas Nusaprima dan masyarakat desa Kebonagung. Analisis data dalam penelitian ini terbagi menjadi empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasakan hasil Penelitian, peranan yang dilakukan PT. Penamas Nusaprima dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa kebonagung berupa program penyerapan tenaga kerja yang diprioritaskan untuk warga masyarakat desa Kebonagung, bantuan berupa tandon air dan bantuan dana untuk pembangunan gapura-gapura yang ada di desa Kebonagung dan untuk kegiatan-kegiatan masyrakat desa. Dampak paling menonjol yang dirasakan masyarakat terkait peningkatan kualitas hidup adalah penyerapan tenaga kerja yang tidak langsung juga mempengaruhi tingkat pendidikan anak-anak dari masyrakat desa Kebonagung yang dapat menempuh pendidikan sampaii kejenjang yang lebih tinggi. Sedangkan dampak yang dirasakan untuk program lainnya yaitu adanya bantuan tandon air mengurangi pengeluaran masyarakat untuk membeli air dari tangki-tangki PDAM. Program bantuan dana juga diharapkan akan meningkatkan dukungan dari masyarakat untuk keberlangsungan perusahaan.

Peningkatan kemampuan pemahaman bacaan melalui strategi known-want to know-learned (KWL) pada siswa kelas III SDN Lecari Kecamatan sukorejo Kabupaten Pasuruan / Leres Febby

 

ABSTRAK Febby, Leres. 2010. Peningkatan Kemampuan Pemehaman Bacaan Melalui Strategi Know-Want To Know-Learned (KWL) Pada Sisiwa Kelas III SDN Lecari Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar Dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Rumidjan, M.Pd, (II) Drs. Sjarfuddin A.R, S.Pd, M.Pd Kata kunci: Peningkatan Kemampuan Pemahaman Bacaan, Strategi KWL, SD. Keterampilan membaca dan menulis merupakan modal utama bagi peserta didik. Dengan bekal kemampuan membaca dan menulis, siswa dapat mempelajari ilmu lain. Siswa dapat mengkomunikasikan gagasan dan mengekspresikan dirinya melalui lisan dan tulisan. Oleh kerena itu, kegagalan dalam penguasaan keterampilan ini akan mengakibatkan masalah fatal, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun untuk menjalani kehidupan sosial kemasyarakatan. Strategi KWL memberikan kepada siswa tujuan membaca dan memberikan suatu peran aktif siswa sebelum, saat, dan sesudah membaca. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengembangkan kemampuan pemahaman bacaan siswa dengan menggunakan Strategi KWL di kelas III SDN Lecari. Secara khusus, tujuan penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) untuk mendeskripsikan proses peningkatan kemampuan pemahaman bacaan melalui penerapan strategi KWL pada siswa kelas III SDN Lecari Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan; (2) untuk mendeskripsikan hasil peningkatan kemampuan pemahaman bacaan melalui penerapan strategi KWL pada siswa kelas III SDN Lecari Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Rencana penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas III SDN Lecari kecamatan Sukorejo kabupaten Pasuruan yang berjumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi selama proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil peningkatan kemampuan pemahaman bacaan melalui penerapan strategi KWL pada siswa kelas III SDN Lecari, nilai hasil belajar berupa tes tertulis dengan soal evaluasi pada pra tindakan nilai rata-rata kelas 49,58%, dengan 9 (37,5%) orang siswa mendapat nilai di atas standar dan 15 (62,5%) orang siswa mendapat nilai di bawah standar nilai. Pada siklus I terdapat nilai rata-rata kelas 52,87%, jumlah siswa yang lulus sebanyak 15 orang siswa atau 62,5% dan siswa yang tidak lulus berjumlah 9 orang siswa atau 37,5%. 6 orang siswa mendapat nilai 54 atau tepat nilai standar, 9 orang siswa mendapat nilai di atas nilai standar, dan 9 orang siswa mendapat nilai di bawah nilai standar. Sedangakan pada siklus II rata-rata kelas adalah 61,5%, 21 (87,5%) orang siswa mendapat nilai di atas standar dan 3 (12,5%) orang siswa yang masih berada di bawah standar nilai yang ditetapkan.

Pengaruh Inflasi Terhadap Tingkat Rentabilitas Pada Perusahaan Manufaktur Yang Dilisting Di Bursa Efek Jakarta Oleh Ulfani

 

Pada kondisi inflasi dimana terjadi kenaikm harga barang secara t€rus menerus, secara tidak langsung akan berpengaruh pada pendapatan perusahaan. Pada saat inflasi pausahaan tidak mampu lagi membiayai operasi perusahaan karena seperti kita tahu bahwa sector riil di Indonesia termasuk indusfri manufakmr yang masih tergantmg pada import barang modal, dan bahan baku. Hd ini akan menyebabkan harga produk meningkat, karena tingginya biaya produksi. Dengan harga produk yang terlalu tinggi, maka akan menunrnkan daya beli konsume,n yang secara otomatis juga akan menyebabkan pendapatan pousahaan turun.. Penelitian ini bertujuan unhrk mengetattui (l) pengaruh inflasi tahadap tingkat rentabilitas ekonomi (Z) pengaruh inflasi terhadap tingkat rentabilitas modal sendiri. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif (associarif research) yang b€rtujuan unmk mengetahui pengaruh antara dua vriabel atau lebih yang basifat kausal. Variabel bebas (E dalan penelitian ini adalah inflasi sedmgkm variabel terikat (D adalah tingkat rentabilitas ymg terdiri dari rentabilitas ekonomi (Yl) dan rentabilitas modal sendiri (Y2). Populasi dalam pe'nelitian ini addah seluruh perusahaanm anufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta-S edangkant ekhnik pengambilans mpel me,ng:gunakatne lfui/r. purposive sampling,yaitu mengambil smpel dengan criteria tertqrtu Criteria smpel yang masuk dalam penelitian ini yaitu perusatraanm anuftkhu yang listing di Bursa Ef€k Jakartas ejak tahun 1998 sampai 2002 dan perusahaan tersebut aktif dalam mengeluarkan laporan keuangm. Berdasarkan criteria tersebut terpiih sepuluh perusahaan msrufakhr yang dijadikan sampel. Tekhnik pengrrmpulan data menggunakan tekbnik dokumentasi, sedangkan tekhnik analisa data ymg digunakan adalah analisa regresi sederhana. Hasil penelitian penelitian ini menunjukkan bahwa (l)hngkat inflasi di tndonesia selma tahun 1998 sampai 2002 meiniliki intensitas ymg berbeda tahun 1998i nflasi sebesa7r 7,55yo,A hun 1999 turun tajam sebesa2r ,010/",tahtrlrr 2000 naik sebesar 9,35yo, tahun 2001 naik kerrbali menjadi 12,55y% tahun 2002 inflasi murcapai 10,03%. (2)tingkat rentabilitas *onomi maupun tingkat rentabilias modal sendiri selama tahun 1998 sampai 2002 mengalani fluktuasi. (3)inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap r€ntabilitas ekonomi, hal ini t€rlihat dari hasil uji t yaitu t hitung -0,758t tabe{, -2,021y aor.tg€ rl€takd i daerahg agalt olak Ho, yang artinyat idak adap engaruh yangs igrifikana ntarain flasi denganre ntabilitasm odali bndiri. Berdasarkahna sil penelitiani ni maka sran bagi perusahaana dalah( l) melakukaenf iensim odal dan menekmb iaya produksi agar tingkat rentabilitas tdry ttlaga dan oendaung mengalamik enaika. Kuena perusahanny ang rendabeml encerrninkakni nerja manaj€xn€yna ng baik. (2) munperbaikik inerja rnmajanenp erusahail" untuk kelangsunganp erusahaand alan menghasilkan p€ndapatatann pam engabaikanft ctor ekstemy mg berpengaruhse pertik ondisi social dan politik. Dengan kinerja mmjerne,n ymg baik akan menambah kepercayaamn asyarak* t€rutamap ihak yang berkepentingo sepertik reditor yang akan merrberikro pinjaman dan para investor ymrg ingin menanamkm modalnykae p€rusahaan.

Pennigkatan hasil belajar IPS tentang kegiatan jula beli dengan metode bermain peran pada siswa kelas 3 di SDN Tanggung II Kota Bliitar / Zakky Maftuhur Rizaq

 

Rizaq, Zakky Maftuhur. 2015. Peningkatan Hasil Belajar IPS tentang Kegiatan Jual Beli dengan Metode Bermain Peran pada Siswa Kelas 3 di SDN Tanggung II Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Mustofa, M.Pd, (II) Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.Pd Kata Kunci : hasil belajar, metode bermain peran, kegiatan jual beli     Belajar dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya membaca, mendengar, melihat, dan melakukan aktivitas. Cara belajar yang paling efektif adalah dengan melakukan. Pada tahap pratindakan, guru mengajar dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Ternyata 14 dari 20 siswa tidak lulus KKM dan daya serap klasikal hanya mencapai 30%. Berdasarkan hasil pra tindakan tersebut, peneliti menggunakan metode bermain peran untuk meningkatkan hasil belajar siswa.     Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode bermain peran dan untuk mengetahui apakah metode bermain peran dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa pada ranah kognitif dapat diukur dengan menggunakan tes tertulis. Dengan menggunakan metode bermain peran, diharapkan hasil belajar siswa dapat meningkat. Metode bermain meliputi 10 langkah. Metode bermain peran memungkinkan siswa untuk terlibat secara langsung dalam pembelajaran karena mereka melakukan aktivitas bermain peran.     Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus, yakni siklus I dan siklus II. Setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Pada siklus I diketahui bahwa daya serap klasikal meningkat dari 30% menjadi 70%. Pada siklus II daya serap klasikal mencapai 90% dengan nilai rata-rata siswa mencapai 81,25. Sehingga tidak perlu dilakukan siklus selanjutnya. Hasil ini membuktikan bahwa metode bermain peran dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 3 pada mata pelajaran IPS tentang kegiatan jual beli. Peningkatan hasil belajar tersebut terjadi karena siswa melakukan aktivitas belajar yaitu bermain peran.     Metode bermain peran adalah bentuk metode mengajar dengan mendramakan atau memerankan cara bertingkah laku dalam hubungan sosial, yang lebih menekankan pada kenyataan-kenyataan di mana para murid diikutsertakan dalam memainkan peranan di dalam mendramakan masalah-masalah hubungan sosial (Zuhairini. 1983: 101-102). Seperti diungkapkan oleh Djamarah dan Zain (2002:67) bahwa salah satu keunggulan metode bermain peran adalah siswa melatih dirinya memahami dan mengingat isi bahan yang akan diperankan.     Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa: (1) metode bermain peran meliputi 10 langkah pembelajaran dengan presentase keterlaksanaan mencapai 100%, dan (2) metode pembelajaran bermain peran dapat meningkatkan hasil belajar siswa hingga daya serap klasikal mencapai 90%. Peneliti menyarankan agar guru mempersiapkan kegiatan pembelajaran yang menarik dan menggunakan metode atau model pembelajaran yang dapat meningkatkan semangat belajar siswa untuk materi dan mata pelajaran lain.

Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Kondisi Fisik Sekolah Terhadap Motivasi Belajar Siswa Madrasah Aliyah Ghozaliyah Sumbermulyo Jogoroto Jombang oleh M. Sholeh

 

Dalamb elajars iswad iharapkanm emilikim otivasiy angt inggl,k arenad engan motivasi yang tinggi maka siswa akan mempunyai banyak tenaga atau energi untuk melakukakne giatanb elajarD. emikianju ga sebaliknyas isway angt idakm emiliki motivasim akai a akane ngganu ntuk melakukank egiatanb elajar.U ntuk itu sekolah harusm enyediakans aranad nn prasaranab elajary ang sesuadi engank eadaans iswa saaitn i sebagasi alahs atuf aktor pendorongm otivasib elajars iswa. Masalahy ang dikaji sekaligusm enjadit ujuanp enelitiana dalah1 ) bagaimanakaphe rsepssi iswatentangk ondisi fisik sekolahy angm eliputi saranad an prasaranMa adrasahA liyah GhazaliyahS umbermulyoJ ogorotoJ ombang2, ) bagaimankao ndisi motivasib elajars iswat ahun ajwan2002-20033. ) Adakah pengaruhp ersepssi iswat entangk ondisi fisik sekolaht erhadapm otivasib elajars iswa MadeasahA liyah GhazaliyahS umbermulyoJ ogorotoJ ombang. Rancanganp enelitiany ang digunakand alamp enelitiani ni adalahd iskriptif korelasionalM. etoded eskriptif digunakanu ntuk rnenggambarkanm, enganalisisd an menafsirkand atad ari variabely ang diteliti yaitu persepssi iswat entangk ondisi fisik MadrasahA liyah Ghozaliyahd an motivasib elajars iswaM adrasahA liyah GhazaliyahM. etodek orelasionadl igunakanu ntuk menentukanb esarnyap engaruh antarav ariabely ang diteliti yaitu persepssi iswat entangk ondisi fisik sekolah MadrasahA liyah danM otivasi belajars iswaM adrasahA liyah Ghazaliyah SumbermulyoJ ogorotoJ ombang. Populasid alamp enelitiani ni adalahs eluruhs iswaM adrasahA liyah Ghazaliyahta huna jaran2 002-2003y angt erdiri dari kelasI " IL m yangjunlah seluruhnyaa dalah3 59 siswa.S ampepl enelitiand itetapkand enganm enggunakan tehnik proportional statifiet random sampling, dengan meletakkan 15 % sampel dari keseluruhanp opulasiy aitu sebanyak5 0 siswa.T ehnik pengumpuland atad engan menggunakaanu gketd an dokumentasi. , Berdasarkanh asil analisisd at4 diperolehk esirnpulan1 ) tingkat persepsi siswa tentang kondisi fisik sekolah Madnsah Aliyah Gha"aliyah Menunjukkan dari 50r esponden1,2 r esponde(n2 4%)m enjawabs angabt aik, 18r esponde(n3 6 %) menjawabb aik dan2 0 responde(n4 0%)m enjawabc ukupb aik.2 ) kondisim otivasi belajars iswaM adrasahA liyah Ghazaliyahm enunjukkan5 0 respondenl0, responden (20%)m empunyami otivasbi elajary angs angatti nggi, 22raponden( 44o/o) mempunymaio tivasbi elajary angt inggi, l8 responde(n3 694)m empunyami otivasi belajayra ng cukupt inggi. Sedangkapne nganrhp ersepssi iswat entangk ondisi fisik sekolaht erhadap motivasbi elajarm enunjulkank oefisienk orelasi@ ) sebesa0r ,868a rtinyaa da keeratahnu bunganv ariabelp ersepssi iswat entangk ondisi fisik sekolah( x) dengan notivasbi elajars iswa( y). Koefisiend eterminas@i Squares) ebesa0r, 753a rtinya.pengaruvha riabel persepssiis wat entangk ondisif isik sekolah(x ) terhadapm otivasib elajars iswa sebes7a5r ,3%osi,s anya2 4,7o/okeberhasislaisnw ad itentukanv ariabella in. Nilai F hitung= 146,32le bihb esard arin ilai F tabel0 .0(5r, 4s=) 4,04 dengan probabilita0s. 000( lebihk ecil) dari 0,05)jadia dap engaruhy angn yatav ariabel penepssi iswat urtang kondisi fisik sekolah( x) terhadapm otivasi belajars iswa( y). Sarury ang dapatd iberikany aitu kepadak epalas ekolahs ebagaai dministrator sekolah endaknyam embantum enumbuhkanra sab anggap adap aras taf,p engajar terutamkae padas iswat erhadaps ekolahd enganc aram eningkatkanp engadaansa rana danp rasaranase kolahd enganm emperhatikanku rikulum yangb erlakud ank ondisi siswap adas aati ni, karenad engana danyas aranad an prasaranay angm emadami aka siswaa kanm erasas enangd ant enangd alamm elaksanakabne lajamyas ehinggaa kan menimbulkanm otivasib agi siswad i dalamm elaksanakakne giatanb elajard i sekolah dans iswah enclaknyma eninglcatkamn otivasib elajarnyak, arenad engana danya motivasib elajary arrgt inggi makaa kanm empermudathu juan belajar, vl

Pengembangan model manajemen pelatihan guru SMA tentang kerangka pembelajaran berbasis kompetensi global / A. Kadir

 

Kadir, A. 2014. Pengembangan Model Manajemen Pelatihan Guru SMA tentang Kerangka Pembelajaran Berbasis Kompetensi Global. Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H., M.A., Ph.D., (II) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd, (III) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M.Pd. Kata kunci: model manajemen pelatihan guru, kerangka pembelajaran, kompetensi global. Perkembangan global melibatkan banyak bidang, salah satunya adalah ketenagakerjaan. Perubahan ketenagakerjaan yang menonjol adalah bertumbuh-nya sektor jasa. Ciri utama sektor jasa adalah tuntutan sumber daya manusia yang handal. Tuntutan ini mempengaruhi strategi lembaga pendidikan untuk memper-siapkan lulusan yang handal. Dalam lembaga pendidikan peran penting dimain-kan oleh guru. Pembelajaran yang diselenggarakan guru perlu menyertakan kompetensi tambahan yang memungkinkan lulusan mampu beradaptasi, berkola-borasi, dan berkompetisi secara global. Berangkat dari latar belakang tersebut maka masalah yang diteliti dalam disertasi ini adalah pengembangan model manajemen pelatihan guru SMA tentang kerangka pembelajaran berbasis kompetensi global. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dua produk: (1) Model Manajemen Pelatihan Guru; (2) Panduan Penerapan Kerangka Pembelajaran. Prosedur penelitian dan pengembangan yang ditempuh adalah: penelitian pendahuluan, pengembangan produk awal, validasi ahli, uji kelompok kecil, dan uji lapangan. Penelitian pendahuluan dilakukan untuk menemukan bukti bagi penyusunan produk awal. Untuk penyusunan produk awal Model Manajemen Pelatihan Guru, peneliti melakukan studi kepustakaan tentang model-model yang pernah dikembangkan oleh para pakar manajemen sumber daya manusia dan pakar pelatihan. Model-model manajemen pelatihan yang pernah dikembangkan adalah critical events model, model proses rancangan pelatihan, dan model transfer pelatihan. Berdasarkan model-model manajemen pelatihan yang pernah dikembangkan dan dengan mengacu pada model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), peneliti mengembangkan model manajemen pelatihan guru. Model ini terdiri dari tiga fase: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Untuk menemukan bukti demi penyusunan produk Panduan Penerapan Kerangka Pembelajaran, peneliti melakukan studi kepustakaan, observasi terhadap kebijakan pemerintah tentang SNP, observasi terhadap visi dan misi instansi yang terkait dengan pengembangan kompetensi guru, dan observasi terhadap materi pelatihan terkait dengan kurikulum. Analisis statistik dilakukan terhadap data yang dikumpulkan melalui angket tertutup dan tes. Analisis meliputi statistik deskriptif, analisis reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas varian, independent-samples t-test, dan paired-samples t-test. Analisis kualitatif dilakukan terhadap data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan angket terbuka. Hasil analisis data validasi ahli menunjukkan apresiasi ahli yang tinggi hingga sangat tinggi terhadap produk. Demikian pula hasil analisis data uji kelompok kecil dan uji lapangan, menunjukkan apresiasi yang tinggi hingga sangat tinggi dari subjek uji terhadap produk. Hasil analisis data posttest dan pretest memperlihatkan perbedaan signifikan, baik pada uji kelompok kecil maupun uji lapangan. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pelatihan membawa hasil yang signifikan bagi peserta. Revisi produk dilakukan berdasarkan hasil setiap pengujian. Revisi pertama pasca validasi ahli putaran pertama. Revisi kedua pasca validasi ahli putaran kedua. Revisi ketiga pasca uji kelompok kecil. Revisi keempat pasca uji lapangan. Hasil revisi keempat adalah produk akhir. Untuk menemukan relevansi produk dengan perkembangan global, maka sesudah diperoleh produk akhir peneliti melakukan wawancara dengan seorang pakar pendidikan global. Produk Model Manajemen Pelatihan Guru disarankan untuk dimanfaatkan oleh Kepala SMA Negeri dan Swasta di Kota Pontianak, Dinas Pendidikan Kota Pontianak, LPMP Provinsi Kalimantan Barat, dan pengelola sekolah swasta di Kota Pontianak dalam menyelenggarakan pelatihan guru SMA tentang kerangka pembelajaran berbasis kompetensi global. Produk ini juga dapat didiseminasikan kepada Kepala SMA dan Dinas Pendidikan di luar kota Pontianak, LPMP di luar Provinsi Kalimantan Barat, P4TK, dan penyelenggara sekolah swasta di luar Kota Pontianak. Produk Panduan Penerapan Kerangka Pembelajaran dapat dimanfaatkan oleh guru-guru SMA di Kota Pontianak untuk mengembangkan pembelajaran yang inovatif. Produk ini memungkinkan untuk dimanfaatkan guru-guru SMA di luar Kota Pontianak demi pengembangan inovasi pembelajaran.

Pengaruh strategi pembelajaran kontekstual dan efikasi diri terhadap hasil belajar sejarah siswa SMA / Zainal Afandi

 

Afandi, Zainal. 2015.Pengaruh Strategi Pembelajaran Kontekstual dan Efikasi Diri terhadap Hasil Belajar Sejarah Siswa SMA. Disertasi. Program Studi Teknologi Pembelajaran. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd., (II) Prof. Dr. Punadji Setyosari, M.Ed., M.Pd., (III) Dr. Waras Kamdi, M.Pd. Kata kunci: strategi pembelajaran, kontekstual, ekspositori, efikasi diri, hasil belajar. Pembelajaran sejarah seharusnyadilakukan agar peserta didik dapat menemukan, menanamkan nilai, dan mentransformasikan pesan dibalik realitas sejarah. Oleh sebab ituguru sejarah harus menerapkan strategi pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan penalaran sebagai dasar menumbuhkan kemampuan berpikir historis dan sikap sejarah. Strategi pembelajaran yang tepat untuk tujuan tersebut adalah strategi pembelajaran kontekstualsebabdapat memfasilitasi peserta didik menemukan hubungan penuh makna antara pengetahuansejarahdengan penerapan praktis di dalam konteks nyata dan konteks kekinian.Namundalammenerapkanstrategipembelajarankontekstual, guru sejarahharusmemperhatikankarakteristikpesertadidik, khususnyaefikasidiripesertadidik. Efikasidirididugamempengaruhi hubungan penerapan strategi pembelajaran terhadap perolehan hasil belajarpesertadidik. Hal ini disebabkanefikasi dirimemainkan peran penting dalam motivasi berprestasi, berhubungan dengan diri sendiri dalam mengatur proses belajar, dan prestasi akademik.Sesuaidenganhalitumaka penelitian inibertujuan untuk mengujipengaruhutamadaninteraksiantarastrategipembelajarandanefikasidiriterhadaphasilbelajarsejarah. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semupretest-posttest nonequivalent control group design versi faktorial 2 x 2. Subyek penelitian melibatkan 154 siswa kelas XI-IPS SMA Negeri 7 dan SMA Negeri 8 Kota Kediri. Subjek penelitian berasal dari 2 kelas XI IPS SMA Negeri 7 sebanyak 72 siswa dan dari 2 kelas XI IPS SMA Negeri 8 sebanyak 82 siswa.Penentuan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan dengan cara mengundi berdasarkan SMA. Data dikumpulkan dengan tes hasil belajar dalam bentuk perpaduan antara pilihan ganda, uraian, dan skala sikap, serta skala penilaian self-efficacy akademik. Data penelitian dianalisis dengan teknik statistik menggunakan analysis of variance (anova) dua jalur dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan hasil belajar sejarah antara kelompok peserta didik yang diajar dengan strategi pembelajaran kontekstual dan kelompok peserta didik yang diajar dengan strategi pembelajaran ekspositori; (2) ada perbedaan hasil belajar sejarah antara kelompok peserta didik dengan efikasi diri tinggi dan kelompok peserta didik dengan efikasi diri rendah; dan (3) ada interaksi antara strategi pembelajaran dan efikasi diri terhadap hasil belajar sejarah. Berdasarkan temuan penelitian, disarankan sebagai berikut: (1) guru sejarah hendaknya mulai mengubah tradisi pembelajarannya dengan mengurangi penggunaan strategi pembelajaran ekspositori; (2) guru sejarah hendaknya menerapkan strategi pembelajaran kontekstual untuk mengubah tradisi pembelajaran sejarah sekaligus untuk meningkatkan kemampuan penalaran sejarah dan kemampuan berpikir historis peserta didik;(3)Penerapan strategi pembelajaran kontekstual untuk praktik pembelajaran sejarah membutuhkan daya kreasi dan inovasi guru sebabperistiwa sejarah sudah berlalu sehingga membutuhkan cara-cara tertentu dalam mengkontekstualkannya; dan (4) guru sejarah hendaknya mampu memahami efikasi diripesertadidiksehingga dapat memberikan dorongan agar memiliki keyakinan untuk berhasil dalam belajar.

Hubungan Persepsi Siswa Tentang Kondisi Fisik Sekolah Dengan Motivasi Belajar Siswa Di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Negeri 3 Lawang Malang Oleh Imam Suhariyanto

 

Motivasi belajar adalah hal yang paling penting bagi seorang siswa untuk dapatm elakukana ktivitas belajar, sebabd enganm otivasi belajar,s eseoranga kan memiliki banyak tenaga dan kemaqan untuk melakukan aktivitas belajar. Sebalikny4 seseoranyga ng tidak memiliki motivasi belajarm akad ia akane ngganu ntuk melakukan aktivitas belajar. Maka yang pertama kali harus dilakukan oleh seseorang unhrkd apatb el4iard enganb aik adalahb €rusaham enumbuhkanm otivasi belEar tersebut,b aikyang datangd ari dalam individu mauplmy ang datangd ari luar individu. Terkait dengan motivasi dari luar individu, salah satu faktor yang paltng urgena dalahs ekolahh arusm enyediakans aranad an prasaranab elajary ang memadai dan relevan dengan kondisi siswa pada saat itu. Masalahy ang dibahasd alam penelitiani ni adalah( l) Bagaimanakahp ersepsi siswa tentang kondisi fisik sekolah di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negd 3 Lawang,( 2) Bagaimanakahm otivasi belajar siswad i SekolahL anjutanT ingkat Pertama Negen 3 Lavrang (3) Adakah hubungan antara persepsi siswa tentang kondisi fisik sekolah dengan motivasi belajar siswa di Sekolah Lanjutan Tingkat Psr&amaN egeri 3 Lawang.A dapun tujuan yang ingin dicapai adalah( l) Ingin mengetahupi ersepssi iswat entangk ondisi fisik SekolahL anjutanT ingkat Pertama Negeri 3 Lawang (2) Ingin mengetahui motivasi belajar siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri 3 Lawang (3) Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan persepsi siswa tentang kondisi fisik sekolah dengan motivasi belajar siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri 3 Lawang. Rancanganp enelitiannyam enggunakand eskriptif Korelasional.M etode ini digunakanu ntuk menggambarkanko ndisi fisik SekolahL anjutanT ingkat Pertama Negeri 3 Lawangd an Motivasi Belajar Siswa.S edangkanM etode Korelasional digunakanu ntuk menentukans eberapab esarh ubungana ntaraP ersepsSi iswat entang KondisiF isik Sekolahd enganM otivasiB elajarS iswad i SekolahL anjutanT ingkat Pertama Negeri 3 Lawang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa/siswi Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri 3 Lawangy angj umlah keseluruhannya8 11 siswa.M etode pengumpuland ata dilakukan denganm enggunakana ngket,o bservasi,d okumend an wawancara.S edangkante knik pengmbilan sampeld ilakukand enganm enggunakan teknik Proponional RandomS amplingy aitu, pengambilans ampels ecarap roporsip sesuaid enganb esamyak elasm asing-masingd engana lasanu ntuk memberikan i kesempatayna ng samak epadas emuai ndividu sehinggad apatd ipilih meqiadi anggotasa mpeld enganc arau ndiaq yangj umlahnya 81 siswa. Teknik Analisa daa yang digunakan meliputi (1) Analisis deslriptif yaitu untukm endiskripsikank ondisi fisik dan motivasi belajar siswaS ekolahL anjutan Tingkat Pertama Negeri 3 Lawang, (2) Analisis Froduct Moment, yaitu untuk menguji hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif GIa). Berdasarkana nalisad ata,d iperolehk esimpulanb ahwa, l) 14 dari 81 responde(n1 7,28%) menyatakanb ahwak ondisi fisik SekolahL anjutanT ingkat Pertama(S LTP) Negeri 3 l^awangd alam keadaanb aik, 25 responden( 30,86 %) menyatakacnu kup, 29 responden( 35,807 om enyatakans edangd an 13 responden (16,04%)m enyatakaknu rang.S edangkan2,) Motivasib elajars iswa,l 5 dari 8l responde(n1 8,18% ) memiliki motivasib elajar baik,2 3 responden(2 8,39o /o) ' memiliki motivasi belajar cukup, 26 responden( 32,09 o/o)m emiliki motivasi belajar sedangs erta 17 responden( 2A,98o /o)m asihd alarnk eadaank urang.3 ) Hubungan prsepei siswa tentang kondisi fisik sekolah dengan motivasi belajar siswa menur{ukkanh argar xy sebesa0r ,903p adat arafsignifikasi sebesa0r ,000.O leh karena probabilitas < 0,05 maka Ho di tolak. Dengan demikian dapat dikaakan bahwa terdapat hubungan positifyang signifikan antara persepsi siswa tentang kondisi fisik sekolah dengan motivasi belajar siswa di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri 3 Lawang. Saran yang dapat penulis berikan dalam penelitian ini, Kepala Sekolah sebagaAi dministrator sekolahh endalnyas elalu memperhatikand an meningkatkan kelengkapans aranap rasaranay ang menadai yang disesuaikand engank urikulum dan keadaans iswap da saati tu. Sebaby ang demikian itu diharapakana kan membangkitkanm otivasi belajar sisway ang padaa khirnyaa kan tercapainyata rget tujuan pendidikan yang maksimal.

Pengembangan bahan ajar tematik berbasis budaya lokal untuk siswa kelas IV SDI Bangkakeli Kab. Manggarai / Stefanus Divan

 

Berdasarkan analisis kebutuhan di kelas IV SDI Bangkakeli Kab. Manggarai ditemukan permasalahan yang terjadi, bahan ajar yang digunakan oleh guru masih menggunakan bahan ajar kurikulum KTSP 2006, guru cendrung menggunakan bahan ajar yang dikembangkan oleh penerbit dan tidak sesuai dengan karakteristik dan lingkungan budaya siswa. Pemecahan masalah yang dilakukan adalah dengan mengembangkan bahan ajar tematik berbasis budaya lokal yang sesuai dengan budaya dan lingkungan siswa berada. Pengembangan bahan ajar tematik ini menggunakan model Dick, Carey and Carey (2009). Langkah-langkah model pengembangan ini dilakukan sampai pada langkah ke 9, yaitu merevisi bahan pembelajaran. Langkah 10 ditiadakan karena dalam penelitian ini hanya diperoleh Prototype produk saja, sesuai dengan tujuan penelitian dan pengembangan. Berdasarkan hasil uji coba tersebut, bahan ajar tematik ini sangat valid, sangat menarik, efektif dan dapat diterapkan dalam pembelajaran. Hal ini dapat diketahui dari hasil uji validasi dari ahli materi sebesar 93,84% ahli desain sebesar 94,19% dan ahli bahasa sebesar 67,14%. Tingkat kemenarikan produk dengan skor rata-rata sebesar 90,41% masuk dalam kriteria sangat menarik. Produk efektif digunakan dengan rata-rata sebesar 90% masuk dalam kriteria sangat efektif. Dan keterterapan produk sangat menarik dengan rata-rata sebesar 93,00%. Kata Kunci: Bahan ajar, Pembelajaran Tematik berbasis budaya lokal, Model Dicery and Carey

Pengembangan bahan ajar kontekstual terintegrasi materi optik untuk meningkatkan prestasi belajar siswa SMK Paket Keahlian TP3TV / Abdur Rasid

 

Rasid, Abdur. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Kontekstual Terintegrasi Materi Optik untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMK Paket Keahlian TP3Tv. Tesis. Program Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Muhardjito, M.S., (2) Dr. Lia Yuliati, M.Pd. Kata Kunci: bahan ajar, kontekstual terintegrasi, prestasi belajar. Bahan ajar di SMK harus memiliki pola yang spesifik. Masing-masing paket keahlian di SMK memiliki karakteristik yang berbeda sehingga bahan ajar yang digunakan harus sesuai dengan paket keahlian.Bahan ajar yang diawali dengan permasalahan-permasalahan yang kotekstual akan mampu merangsang minat baca siswa terhadap bahan ajar. Selanjutnya minat siswa akan meningkatkan prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan dan menguji bahan ajar kontekstual terintegrasi materi optik untuk meningkatkan prestasi belajar siswa SMK paket keahlian TP3Tv. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada langkah penelitian pengembangan oleh Sukmadinata yang terdiri atas3 tahapan, yaitu studi pendahuluan, pengembangan dan pengujian. Studi kepustakaan dan survei lapangan dilakukan pada tahap pendahuluan. Validasi ahli, penilaian dari guru fisika, serta uji keterbacaan dan ketertarikan bahan ajar oleh siswa SMK diperoleh pada tahap pengembangan. Tahap pengujian menggunakan desain posttest only control group, melibatkan kelas eksperimen dan kelas kontrol yang masing-masing terdiri atas 32 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial parametrik uji t-test dan gain score.Hasil perhitungan uji-t terhadap nilai tes prestasi belajar siswa menunjukkan nilai t=3,262 pada signifikansi p=0,02 yang menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Perbedaan juga dilihat dari rerata nilai prestasi belajar kelas eksperimen 74,75yang lebih tinggi dari rerata nilai prestasi belajar kelas kontrol sebesar 68,75. Gain score kelas eksperimen 0,34 lebih tinggi dari gain score kelas kontrol 0,20. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produk bahan ajar kontekstual terintegrasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Karakteristik bahan ajar yang dihasilkan adalah menyajikan permasalahan-permasalahanyang kontekstual dengan paket keahlian TP3Tv dan mengintegrasikan tiga kompetensi dasar mata pelajaranfotografi ke dalam mata pelajaran fisika dengan model keterpaduan Nested. Kelebihan bahan ajar adalah materi yang dipaparkan sesuai dengan karakteristik paket keahlian sehingga seolah-olah siswa membaca buku mata pelajaran produktif yang disukai. Kekurangan produk adalah tidak semua kegiatan dalam bahan ajar dapat dilakukan karena harus disesuaikan dengan sarana dan prasarana yang ada di sekolah.

Penggunaan bungkus minuman dalam pembelajaran investigasi untuk meningkatkan hasil belajar aljabar siswa kelas X MA Alhayatul Islamiyah Kedungkandang Malang / Luluk Mufidah

 

Mufidah, Luluk. 2013. Penggunaan Bungkus Minuman Dalam Pembelajaran Investigasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Aljabar Siswa Kelas X MA Alhayatul Islamiyah Kedungkandang Malang. Tesis. Jurusan Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Gatot Muhsetyo, M. Sc., (II) Dr. Swasono Rahardjo, M. Si Kata Kunci: Bungkus Minuman, Pembelajaran Investigasi, Hasil Belajar Masalah utama yang mendasari penelitian ini adalah bagaimana cara meningkatkan hasil belajar Aljabar dengan menggunakan bungkus minuman sebagai media pembelajaran dengan metode pembelajaran investigasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan penggunaan bungkus minuman dalam pembelajaran investigasi untuk meningkatkan hasil belajar Aljabar siswa kelas X MA Alhayatul Islamiyah Kedungkandang Malang. Pembelajaran investigasi yang diterapkan dalam penelitian ini menggunakan teknik 7 M yaitu mengamati (M1), menanyakan (M2), mengeksplorasi (M3), mengasosiasi (M4), menduga (M5), menyimpulkan (M6) dan mengkonfirmasi (M7) dengan media pembelajaran berupa bungkus minuman yang berkapasitas satuan gram, satuam mililiter dan satuan sashet. Penelitian ini dilakukan terhadap 30 siswa kelas X. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Kemmis Tanggart. Penggunaan bungkus minuman dalam pembelajaran investigasi pada penelitian ini berhasil meningkatkan hasil belajar Aljabar siswa kelas X MA Alhyatul Islamiyah Kedungkandang Malang, yaitu siswa bisa menyebutkan konsep PLDV dan SPLDV dengan tepat dan benar, siswa bisa menentukan selesaian SPLDV dengan menggunakan metode grafik, eliminasi, substitusi dan distribusi dengan tepat dan benar serta siswa bisa membuat pemodelan matematika dari masalah sehari-hari dalam bentuk PLDV dan SPLDV dengan tepat dan benar sehingga terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas dan ketuntasan belajar siswa. Nilai rata-rata kelas meningkat dari 56,4 pada tes awal menjadi 83,1 (peningkatan sebanyak 26,7%) dan ketuntasan belajar meningkat dari 2 siswa pada tes awal menjadi 30 siswa yang memenuhi kategori tuntas pada tes ahir (peningkatan ketuntasan belajar sebanyak 93,3 %).

Pembelajaran berbasis inkuiri model siklus belajar untuk meningkatkan keterampilan proses dan prestasi belajar fisika siswa kelas 8D SMP Negeri 18 Malang tahun ajaran 2009/2010 / Susieni

 

ABSTRAK Susieni. 2010. Pembelajaran Berbasis Inkuiri Model Siklus Belajar untuk Meningkatkan Keterampilan Proses dan Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas 8D SMP Negeri 18 Malang Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muhardjito, M. S, (II) Drs. Asim, M. Pd Kata kunci: inkuiri, siklus belajar, keterampilan proses, prestasi belajar Berdasarkan pengamatan pada kelas 8D SMP Negeri 18 malang, tampak bahwa pada saat pembelajaran berlangsung siswa cenderung ramai, ketika diajak melakukan praktikum siswa tampak senang tetapi ada beberapa siswa yang belum mengerti nama alat dan cara menggunakan alat tersebut sehingga siswa tidak dapat mengambil data secara benar dan teliti. Hal ini mengindikasikan bahwa keterampilan proses siswa masih rendah. Dari hasil ulangan materi Bunyi, nilai rata-rata kelas 8D hanya mencapai 54,4. Hal ini mengindikasikan bahwa prestasi belajar siswa masih rendah karena nilai rata-rata yang di capai masih di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) yang ditetapkan oleh sekolah yaitu 70,0. Rendahnya keterampilan proses dan prestasi belajar siswa ini diatasi dengan cara mengubah pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran inkuiri berbasis model siklus belajar. Model siklus belajar ini memiliki lima tahapan yang terencana dan terarah yaitu pendahuluan (engagement), eksplorasi, eksplanasi, elaborasi dan evaluasi. Dampak pembelajaran berbasis inkuiri model siklus belajar terhadap peningkatan keterampilan proses dan prestasi belajar fisika siswa diteliti dengan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I pokok bahasan perambatan cahaya dan cermin datar. Siklus II pokok bahasan cermin cekung dan cermin cembung. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), LKS, dan media pembelajaran. Adapun instrumen yang dikembangkan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi keterampilan proses, tes prestasi berbentuk soal obyektif, dan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran siklus belajar. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan peningkatan semua aspek keterampilan proses yang diajarkan dari siklus I ke siklus II. Prestasi belajar fisika siswa juga mengalami peningkatan sebesar sebesar 14,6 point dari nilai rata-rata ulangan pada siklus I 65,4 menjadi 80,0 pada siklus II, dengan peningkatan persentase jumlah siswa yang tuntas belajar dari 42,5% pada siklus I menjadi 80% di akhir siklus II.

Manajemen pelatihan kejuruan otomotif (studi kasus di UPT Pelatihan Kerja Singosari Malang) / Indah Iswidia

 

ABSTRAK Iswidia, Indah. 2010. Manajemen Pelatihan Kejuruan Otomotif (Studi kasus di UPT Pelatihan Kerja Singosari Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd, (II) Dra. Maisyaroh, M.Pd Kata Kunci : manajemen pelatihan, kejuruan otomotif. Pendidikan merupakan kegiatan yang ditujukan untuk memanusiakan manusia dalam membentuk dirinya menjadi suatu pribadi yang utuh. Di dalamnya termasuk kegiatan-kegiatan belajar yang disengaja ataupun yang tidak disengaja, pendidikan formal, informal, dan nonformal. Pelatihan merupakan sebagian saja dari pada pendidikan yang lebih menitikberatkan pada segi-segi keterampilan kerja individu guna memperbaiki unjuk kerja dalam pekerjaannya. Pada hakekatnya pendidikan dan pelatihan mempunyai tujuan yang sama yaitu meningkatkan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan nilai/sikap (attitude). Manajemen pelatihan adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi sumber daya secara efektif dan efisien untuk meningkatkan keterampilan seseorang agar kinerjanya meningkat. Kinerja disini diartikan sebagai meningkatnya prestasi kerja yang lebih efektif dan efisien bagi dirinya sendiri maupun organisasinya. Upaya peningkatan keterampilan tersebut dalam rangka menyiapkan calon tenaga kerja yang ahli dan kompeten sesuai keterampilannya. Di Indonesia misalnya, pada pendidikan formal telah digagas dan dijalankan pendidikan vokasional. Pada bagian lain, pemerintah menggagas lahirnya Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) pada setiap provinsi. Di Jawa Timur lembaga ini berada di Singosari Kabupaten Malang yang kini berubah nama menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Kerja. Oleh sebab itu, maka dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui manajemen pelatihan di UPT Pelatihan Kerja Singosari Malang khususnya pada kejuruan otomotif, dengan fokus serta tujuan penelitian diantaranya tentang (1) perencanaan; (2) pengorganisasian; (3) pelaksanaan; dan (4) penilaian pelatihan kejuruan otomotif.    Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang tidak menguji hipotesis melainkan memaparkan dan mengolah data. Jenis penelitian ini adalah studi kasus karena terdapat satu kasus pada satu objek penelitian, yaitu UPT Pelatihan Kerja Singosari Malang. Dalam penelitian ini, peneliti sendiri lah yang berperan sebagai instrumen kunci, dengan subjek penelitian adalah kepala UPT Pelatihan Kerja, ketua kejuruan otomotif, dan instruktur kejuruan otomotif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah informasi yang disampaikan oleh subjek penelitian pada saat wawancara, tindakan yang dilakukan oleh subjek penelitian, dan dokumen yang berkaitan dengan pelatihan kejuruan otomotif. Setelah data tersebut diperoleh kemudian dilakukan pengecekan keabsahan data dengan menggunakan metode trianggulasi, i     ii    ketekunan pengamatan, pemeriksaan sejawat melalui diskusi, dan pengecekan anggota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pelatihan kejuruan otomotif di UPT Pelatihan Kerja Singosari Malang, meliputi tahapan-tahapan yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan penilaian. Perencanaan pelatihan meliputi rekrutmen peserta pelatihan dan persiapan rencana pengajaran yang terdiri dari pembuatan (1) ikhtisar program pelatihan; (2) matriks program pelatihan; dan (3) jadwal pelatihan. Kegiatan pelatihan kejuruan otomotif berada di bawah tanggung jawab ketua kejuruan yang membawahi beberapa instruktur. Pada kejuruan otomotif seluruh instruktur berjumlah sembilan orang. Pelaksanaan pelatihan diterapkan melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan di ruang teori, ruang praktek, dan lapangan. Adapun kegiatan tersebut meliputi kegiatan penunjang yang terdiri dari (1) kegiatan FMD (fisik, mental, dan disiplin); (2) kegiatan apel pagi dan apel siang; (3) kegiatan senam. Dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan inti yang terdiri dari (1) kegiatan teori dan (2) kegiatan praktek. Pada kegiatan akhir terdiri dari (1) kegiatan on the job training dan (2) uji kompetensi. Penilaian yang dilakukan pada pelatihan kejuruan otomotif ini meliputi evaluasi teori dan evaluasi praktek. Aspek yang dinilai meliputi aspek kemampuan pengetahuan atau teori, keterampilan atau praktek, kedisiplinan, kehadiran, sikap, kerjasama, dan keselamatan kerja. Laporan penilaian yang diberikan dalam bentuk sertifikat pelatihan dan Note Book hasil Uji Kompetensi di Tempat Uji Kompetensi (TUK). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bagi (1) Pengelola Jurusan Administrasi Pendidikan hendaknya hasil penelitian ini menjadi tambahan referensi bagi penelitian dalam ruang lingkup pendidikan non formal seperti pelatihan yang saat ini lebih kecil dari pada referensi penelitian dalam lingkup pendidikan umum; (2) Kepala UPT Pelatihan Kerja hendaknya dilakukan perubahan terhadap kegiatan on the job training (OJT) yang dahulu sifatnya tidak wajib menjadi wajib diikuti oleh peserta pelatihan sehingga dapat menghasilkan lulusan yang kompeten di bidangnya; (3) Instruktur Kejuruan Otomotif hendaknya mempertahankan ciri khas pada pelatihan yaitu pembentukan sikap (attitude) peserta pelatihan, dengan demikian pelatihan dapat dioptimalkan mengingat potensi yang dimiliki instruktur sangat tinggi, sehingga dapat meningkatkan daya saing dalam menghadapi dunia kerja; dan (4) Peneliti lain hendaknya dapat melanjutkan penelitian yang sejenis pada berbagai aspek lain dengan latar yang berbeda yang nantinya dapat bermanfaat untuk diteliti.

Pengembangan bahan ajar bahasa Inggris kelas X Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Kupang / Akmaludin

 

Akmaludin, 2015. Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Inggris Kelas X SMK-PP Negeri Kupang. Tesis, Program Studi Teknologi Pembelajaran, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Punaji Setyosari, M.Pd., M.Ed., (II) Dr. Sulthoni, M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, Bahasa Inggris, Model Dick and Carey. Mata pelajaran bahasa Inggris merupakan mata pelajaran yang mempunyai karakteristik yang berbeda dengan mata pelajaran eksakta atau mata pelajaran ilmu sosial yang lain. Perbedaan ini terletak pada fungsi bahasa sebagai alat komunikasi. Permasalahan yang terjadi di sekolah SMK-PP Negeri Kupang yaitu belum adanya bahan ajar bahasa Inggris yang dirancang khusus sesuai dengan model desain pembelajaran dan karakteristik peserta didik yang di pandang dapat membantu peserta didik dalam belajar guna meningkatkan hasil belajarnya. Oleh karena itu penelitian pengembangan ini sebagai salah satu alternatif dalam memecahkan permasalahan yang ada dengan mengembangkan bahan ajar yang sesuai dengan karakterisktik peserta didik. Penelitian ini bertujuan menghasilkan bahan ajar Bahasa Inggris kelas X semester 1 yang didesain secara sistematis dan disesuaikan untuk keperluan pembelajaran dengan memperhatikan kurikulum, karakteristik dan kebutuhan peserta didik di SMK-Pertanian Pembangunan Negeri Kupang. Model yang digunakan dalam pengembangan bahan ajar ini adalah model Dick & Carey (2009). Sumber data penelitian berasal dari: ahli isi mata pelajaran, ahli desain dan media pembelajaran, 3 orang peserta didik pada uji coba perorangan,15 orang peserta didik pada uji coba kelompok kecil dan 30 orang peserta didik pada uji coba lapangan beserta 1 orang guru mata pelajaran bahasa inggris. Instrumen penelitian menggunakan angket penilaian/tanggapan dari para ahli, guru dan peserta didik. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif dilakukan untuk data hasil angket, komentar dan saran dari para ahli, guru dan peserta didik, sedangkan analisis deskriptif kuantitatif dilakukan untuk data hasil angket penilaian kelayakan bahan ajar Bahasa Inggris yang dikembangkan. Produk pengembangan yang dihasilkan berupa bahan ajar dengan panduan guru dan panduan peserta didik. Hasil penilaian/tanggapan terhadap bahan ajar yang diperoleh saat evaluasi formatif adalah sebagai berikut: 1) ahli isi mata pelajaran = 89,1%, 2) ahli desain pembelajaran = 95,7%, 3) ahli media pembelajaran = 87,8%, 4) uji coba perorangan = 90,6%, 5) uji coba kelompok kecil = 89,9%, 6) uji coba lapangan = 96,6%. Semua hasil penilaian/tanggapan menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan berada dalam kategori sangat layak. Artinya bahan ajar yang telah dikembangkan layak digunakan sebagai sumber belajar. Bahan ajar ini disarankan untuk di gunakan sebagai salah satu sumber belajar baik secara individu maupun klasikal serta dapat di kembangkan lebih lanjut kedalam bentuk digital sehingga bisa terbaca pada mobile device

Pengembangan multimedia pembelajaran interaktif materi bangun datar dengan pendekatan matematika realistik pada siswa kelas V SDN 3 Blimbing Malang / A'an Habibiyan

 

Habibiyan, A’an. 2015. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Bangun datar Dengan Pendekatan Matematika Realistik Pada Siswa Kelas V SDN 3 Blimbing Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sulthoni, M.Pd., (II) Eka Pramono Adi, SIP, M.Si. Kata kunci: Pengembangan Multimedia Pembelajaran, Interaktif, PMRI, Matematika, Bangun Datar. Berdasarkan hasil observasi pada kelas V SDN 3 Blimbing Kota Malang, metode pembelajaran konvensional berupa ceramah masih mendominasi dalam proses belajar mengajar matematika dikelas. PMRI sebagai sarana berfikir kongkrit siswa menimbulkan masalah baru yakni siswa mengalami hambatan dalam memvisualisasikan materi/ soal. Hal tersebut berdampak pada aktivitas belajar siswa sehingga menyebabkan prestasi belajar siswa menjadi rendah. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan produk Multimedia Pembelajaran Interaktif Matematika dengan materi bangun datar pada siswa kelas V SDN 3 Blimbing Malang. Rancangan Penelitian pengembangan ini mengadopsi rancangan pengembangan Sadiman dan model pengembangan Borg & Gall yang dimodifikasi dan disesuaiakan untuk kebutuhan pengembang. Siklus tersebut meliputi Analisis kebutuhan, perumusan tujuan, studi materi, menyusun naskah, pengembangan produk, validasi, produk cd pembelajaran interaktif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket validasi pengembangan media kepada Ahli Media dan Ahli Materi. Subjek uji coba adalah siswa kelas V SDN 3 Blimbing Kota Malang. Analisis data yang digunakan untuk mengolah hasil validasi Ahli Media, Ahli Materi, dan Siswa/ Audiens adalah prosentase. Hasil pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif ini memenuhi kriteria valid dengan hasil uji Ahli Media mencapai tingkat kevalidan 93%, Ahli Materi mencapai tingkat kevalidan 95%. Uji coba kelompok kecil mencapai tingkat kevalidan 94% sedangkan uji kelompok besar mencapai tingkat kevalidan 89%. Dari hasil uji tersebut dapat disimpulkan produk Multimedia Pembelajaran Interaktif layak digunakan sebagai pendukung pembelajaran matematika materi bangun datar pada kelas V SDN 3 Blimbing Malang. Saran untuk pengembangan selanjutnya adalah mengadakan penelitian lebih lanjut dan terfokus kepada isi materi yang mengadopsi PMRI. Sedangkan untuk Produk CD media pembelajaran, Desain Cover dan isi materi harus memperhatikan gradasi background, warna dan font agar terbaca dengan jelas.

Studi tentang corak lukisan karya Isa Ansory / Deni Setyawan

 

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya pergeseran periode pada karya seniman Isa Ansory pada periode 2000-2007, bahwa dalam setiap periode kekaryaan terjadi suatu pergeseran terutama pada corak. Corak sendiri mencakup berbagai unsur,yaitu ide, bentuk, warna, tema, konsep yang kesemua nya terdapat dalam unsur seni, prinsip seni dan ideologis seniman. Karena luasnya bahasan tentang corak suatu lukisan maka dalam penelitian ini peneliti memfokuskan pada latar belakang penciptaan dan faktor yang mempengaruhi periode 2000-2007 dan corak lukisan jika dilihat dari jenis perwujudan visual periode 2000-2007 yang terdiri dari Perwujudan Bentuk, Ide, Tema dan Konsep Lukisan. Untuk mencapai tujuan, penelitian ini menggunakan berbagai langkah analisis data, mulai dari reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan, kesemuanya untuk mencari gambaran pengertian yang bersifat umum dan menyeluruh tentang kehidupan dan kepribadian Isa Ansory, peran serta kedudukannya dan untuk mengorganisasikan corak antar periode kekaryaan yang diperoleh melalui pengamatan berpartisipasi maupun wawancara yang masing-masing terseleksi Sedangkan pendekatannya menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengambilan data terhadap latar belakang ( faktor genetik dan objektif ) proses dan corak dilihat dari perwujudan visual lukisan ( produk ), menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui latar belakang penciptaan lukisan periode 2000-2007dan corak lukisan jika dilihat dari perwujudan visual lukisan karya Isa Ansory periode 2000-2007 yang terdiri dari Perwujudan Bentuk, Ide, Tema dan Konsep Lukisan. Dari hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa latar belakang penciptaan karya periode 2000-2007 dipengaruhi faktor intern (bakat) dan ekstern (anak, pendidikan dan lingkungan Pondok Seni Batu), serta corak jika dilihat dari segi perwujudan visual lukisan Isa Ansory periode 2000-2007dikategorikan sebagai lukisan figuratif representasional berjenis naifis dan realis.

Persepsi guru terhadap pelaksanaan supervisi akademik oleh kepala sekolah di SD Negeri Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar / Dyan Ratna Saputri

 

Kata Kunci : persepsi guru, supervisi akademik, kepala sekolah, SD Negeri Supervisi akademik merupakan upaya kepala sekolah untuk membantu guru meningkatkan profesionalismenya. Untuk menjadi guru yang profesional, setiap guru tentunya dibekali dengan berbagai kompetensi, namun hal tersebut bukanlah jaminan bahwa ketika dalam kegiatan belajar guru tidak mengalami kesulitan maupun permasalahan, sehingga kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan harus memaksimalkan perannya untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi guru yaitu dengan melaksanakan supervisi akademik. Berdasarkan studi pendahuluan di UPTD Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar diperoleh informasi bahwa kepala sekolah di SD Negeri se-Kecamatan Kanigoro sudah melaksanakan supervisi akademik. Oleh karena itu, peneliti bermaksud untuk mengkaji lebih dalam tentang pelaksanaan supervisi akademik oleh kepala sekolah di SD Negeri Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan supervisi akademik oleh kepala sekolah di SD Negeri Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar yang meliputi perencanaan program, pelaksanaan, dan evaluasi program supervisi akademik melalui persepsi guru. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru SD Negeri se-Kecamatan Kanigoro yang berjumlah 380 orang. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik Proporsional Random Sampling sebesar 25% (95 orang) dari jumlah populasi. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner yang digunakan untuk memperoleh data pelaksanaan supervisi akademik oleh kepala sekolah yang dipersepsi guru. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program supervisi akademik oleh kepala sekolah tergolong sangat baik dengan persentase mencapai 54%, pelaksanaan supervisi akademik oleh kepala sekolah dalam kategori cukup dengan persentase mencapai 40%, dan evaluasi progran supervisi akademik mencapai persentase tertinggi pada kategori sangat baik yaitu sebanyak 33%. Saran penelitian ini meliputi: (1) kepala sekolah hendaknya menggunakan teknik supervisi akademik yang lebih bervariasi serta lebih meningkatkan kemampuannya dalam menjalankan tugas sebagai seorang supervisor di sekolah yang dipimpinnya, (2) guru harus lebih aktif berinisiasi mengajukan diri untuk disupervisi oleh kepala sekolah, dan (3) Dinas Pendidikan hendaknya menambah frekuensi pelatihan tentang pelaksanaan supervisi akademik kepada kepala sekolah.

Uji beda prestasi belajar mata pelajaran elektronika dasar menggunakan model pembelajaran problem solving dengan model pembelajaran make a match pada siswa kelas X Elektronika Industri SMK Negeri 02 Singosari Kabupaten Malang / Cristi Diani Desy Irawan

 

Irawan, Cristi Diani Desy. 2015. Uji Beda Prestasi Belajar Mata Pelajaran Elektronika Dasar Menggunakan Model Pembelajaran Problem Solving Dengan Model Pembelajran Make A Match Pada Siswa Kelas X Elektronika Industri SMK Negeri 02 Singosari Kabupaten Malang. Skripsi, Progam Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd., (2) Dyah Lestari, S.T.,M.Eng. Kata Kunci: Prestasi Belajar, Problem Solving, Make A Match. Dalam proses pembelajaran seorang guru harus memiliki motivasi dalam pembaharuan pembelajaran agar siswa lebih aktif dalam mengembangkan pemikiran terhadap materi yang diperoleh dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan di dalam kelas sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar ranah pengetahuan, sikap dan ketrampilan siswa. Model Make a Match dapat membuat suasana belajar yang kondusif, sederhana dan menyenangkan sehingga semua siswa berperan aktif dalam pembelajaran. Sedangkan model Problem Solving dapat melatih siswa mengembangkan keterampilan berfikir dalam mengatasi masalah terkait dengan materi sistem bilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar ranah pengetahuan, ranah sikap, ranah keterampilan antara kelas X EI yang menggunakan model pembelajaran Problem Solving dan kelas yang menggunakan model pembelajaran Make A Match pada mata pelajaran Elektronika Dasar di SMKN 02 Singosari Kabupaten Malang. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasy Eksperiment dengan Pretest Dan Posttest Control Group Design. Kelas Eksperimen menggunakan model pembelajaran Make A Match sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran Problem Solving. Variabel bebas yaitu model pembelajaran dan variabel terikat yaitu prestasi belajar siswa ranah pengetahuan, ranah sikap, ranah ketrampilan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMKN 02 Singosari yang menerima mata pelajaran Elektronika Dasar. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh kelas X EI II sebagai kelas eksperimen dan kelas X EI I sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar yang signifikan pada ranah pengetahuan, ranah sikap dan ranah ketrampilan siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Model pembelajaran Make A Match lebih efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, hal tersebut ditunjukkan dengan rata-rata prestasi belajar ranah pengetahuan dan ketrampilan kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol.

Pembelajaran kontekstual pola pemberdayaan berpikir melalui pertanyaan (PBMP) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar fisika siswa kelas X.1 SMAN 1 Tumpang / Sri Handayani Fajarwati

 

ABSTRAK Fajarwati, Sri Handayani. 2010. Pembelajaran Kontekstual Pola Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X.1 SMAN 1Tumpang Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Fisika Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muhardjito, M.S, (II) Drs. Asim, M.Pd. Kata kunci : Pembelajaran kontekstual, PBMP, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar fisika Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di kelas X.1 SMAN 1Tumpang, diperoleh informasi metode yang digunakan oleh guru adalah metode klasikal dengan proses pembelajaran berpusat pada guru. Guru menyampaikan materi secara ceramah dan memberikan catatan, sedangkan siswa hanya mendengarkan sambil mencatat. Metode klasikal yang diterapkan oleh guru dapat menghambat kemampuan berpikir kritis siswa dalam memecahkan masalah-masalah fisika dalam kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran yang cocok diterapkan untuk dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa adalah pembelajaran kontekstual pola pemberdayaan berpikir melalui pertanyaan (PBMP). Model pembelajaran PBMP memungkinkan siswa untuk mau mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran kontekstual pola pemberdayaan berpikir melalui pertanyaan (PBMP) sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas X.1 di SMAN 1 Tumpang tahun ajaran 2009/2010. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Kegiatan pembelajaran terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, tes dan catatan lapangan. Penelitian dilaksanakan di kelas X.1 SMAN 1 Tumpang dengan jumlah siswa 38 orang. Hasil analisis pada siklus I dan siklus II menunjukkan berpikir kritis dan hasil belajar fisika siswa kelas X.I SMAN 1 Tumpang mengalami peningkatan. Kemampuan berpikir kritis mengalami peningkatan dari 49,7 pada siklus I menjadi 76,82 pada siklus II. Peningkatan hasil belajar fisika siswa dapat dilihat dari meningkatnya aspek kognitif dari 74 pada siklus I menjadi 86 pada siklus II, aspek afektif 51,7% pada siklus I menjadi 79,4% pada siklus II, dan aspek psikomotorik dari 56% pada siklus I menjadi 80,9% pada siklus II. Peningkatan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar fisika siswa di atas dipengaruhi oleh peningkatan keterlaksanaan pembelajaran yaitu 69,7% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Berdasarkan keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual pola Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP) mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan hasil belajar fisika siswa.

Studi tentang penggunaan tumbuhan tembelekan (Lantana camara L.) sebagai bahan pewarna alami pada proses pewarnaan alami sentra industri batik "Omah Batik Tradisional" Kabupaten Tulungagung / Wulan Novita Sari

 

Sari, Wulan Novita. 2015. Studi Tentang Penggunaan Tumbuhan Tembelekan (Lantana Camara L.) Sebagai Bahan Pewarna Alami pada Proses Pewarnaan Alami di Sentra Industri Batik “Omah Batik Tradisional” Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd (II) Dra. Agus Hery S.I., M.Pd Kata Kunci: Batik, Proses Pewarnaan Alami, Tembelekan      Proses pewarnaan alami pada batik merupakan proses mewarnai kain sebagai media yang telah dibatik dengan zat pewarna alami baik dari tumbuhan maupun hewan. Hasil pewarnaan yang baik membutuhkan proses-proses tertentu. Pewarnaan alami pada batik saat ini semakin langka karena tersingkir oleh pewarnaan sintesis, padahal batik dengan pewarnaan alami merupakan warisan kebudayaan Indonesia yang perlu dilestarikan. Selain itu pewarnaan alami tidak merusak lingkungan. Sentra industri batik Omah Batik Tradisional merupakan sentra yang melakukan pewarnaan alami pada batiknya. Berdasarkan hasil observasi ditemukan sentra batik ini menggunakan tumbuhan yang dipandang sebelah mata dan kurang memberikan nilai ekonomi sosial bagi lingkungan seperti daun tembelek. Berkaitan dengan itu maka diperlukan pembahasan mengenai proses pewarnaan alami di sentra batik tersebut.     Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pewarnaan alami dengan menggunakan tumbuhan tembelekan di sentra industri batik Omah Batik Tradisional. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Sumber data dalam penelitian ini adalah pemilik sekaligus ahli resep, dua pengrajin bagian pencelupan di sentra batik tersebut, foto, serta dokumen berupa buku atau file yang menunjang penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kegiatan triangulasi, perpanjangan pengamatan, dan peningkatan ketekunan dilakukan untuk menjaga keabsahan data. Kegiatan analisis data dimulai dari mereduksi data, menyajikan, dan memberikan kesimpulan.     Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Proses mordanting adalah proses dimana kain yang akan digunakan untuk membuat batik dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran, kanji, dan bahan kimia agar pada proses pewarnaan kain lebih menyerap zat pewarna alami. Proses mordanting kain mori Primisima menggunakan formula 5 sendok soda AS, 3 sendok tawas, 6 liter air, dan direbus selama 15 menit sedangkan kain sutera menggunakan formula 3 sendok soda AS, 1 sendok tawas, 6 liter air, dan direbus selama 5 menit; (2) Larutan zat pewarna alami tembelekan yang telah jadi didiamkan selama semalam agar warna yang keluar lebih pekat; (3) Hasil warna dari zat pewarna alami tembelekan di sentra Omah Batik Tradisional adalah kuning; (4) Proses pencelupan kain pada zat pewarna alami tembelekan dilakukan sebanyak 3 kali celupan dalam sehari dengan per satu kali celup direndam selama 3 menit. Proses pencelupan berlangsung selama 3 hari; (5) Proses fiksasi untuk jenis kain mori Primisima dan kain sutera menggunakan resep yang sama yaitu 10 sendok tunjung, 5 sendok tawas, atau kapur ½ kg, dan 6 liter air. Proses perendaman kain pada larutan fiksasi untuk kain mori Primisima dilakukan selama 15-30 menit dan kain sutera selama 5-10 menit. Hasil warna kain sutera dicelup zat pewarna alami tembelekan yang telah difiksasi kapur berwarna kuning kecokelatan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tumbuhan tembelekan dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami dengan hasil warna kuning dan bila difiksasi menggunakan larutan fiksasi kapur menghasilkan warna kuning kecokelatan. Proses pewarnaan alami di sentra Omah Batik Tradisional dimulai dari proses mordanting, proses pembuatan zat pewarna alami tembelekan, proses pencelupan menggunakan zat pewarna alami tembelekan, dan yang terakhir proses fiksasi. Setiap proses tersebut memberikan pengaruh terhadap hasil warna kain batik yang diinginkan. Saran yang dapat peneliti berikan adalah: (1) Sebaiknya sentra Omah Batik Tradisional menggunakan alat ukur berstandar SNI untuk mengukur berat bahan; (2) Sebaiknya sentra Omah Batik Tradisional mengukur suhu air pada proses mordanting untuk jenis kain sutera; (3) Sentra Omah Batik Tradisional diharapkan terus memberikan inovasi-inovasi baru dalam penggunaan tumbuhan; (4) Perlu dilakukan eksplorasi terhadap proses pewarnaan alami diberbagai sentra batik lainnya.

Pelaksanaan Pembuktian Tindak Pidana Perkosaan Dalam Sidang di Pengadilan Negeri Malang Oleh Catur Nurharyanti

 

Perkosaamn erupakanb entukk ejahatany ang selalum endapast orotand alammasyarakaPt.e ngadilanN egeri sebagait empat untuk mencan keadilan,s eringkalidituntut untuk dapat menuntaskan kasus perkosaan dengan tidak menempatkanpelakud an korban dalam posisi yang berat sebelah.D alarn persidanganp erkaraperkosaanh,a kims eringd ihadapkanp adap ermasalahayna ngc ukupb eraty akni padatahap pembuktian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji (l) prosespersidanganp erkara perkosaand i Pengadilan,( 2) Upaya penuntutanp erkaraperkosaano leh Penuntut Umum, (3) Alat-alat bukti yang digunakan dalampembuktianp erkarap erkosaan(,4 ) Kendala-kendalaya ng di hadapih akim dalampembuktiatnin dakp idanap erkosaand alams idangd i pengadrlan. Metoded alam penelitiani ni menggunakapne ndekatann ormatify uridis danlenisnya adalah studi kasus. Kegiatan pengumpulan data dilakukan denganmenggunaliamn etodew awancarad an dokumentasiA. nalisa data yang digunakanyaitu metoded eskriptif,s edangkanm odel analisad ata melalui reduksi data, sajiandata dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga kesahihan data, penelitian inidilakukans ecarat eliti dan cermat.p erpanjangakne hadirand i lokasi penelitiand ankegiatatnr iangulasi. Hasil penelitianm enunlukkanb ahwa prosesp ersidanganp erkarap erkosaanpadad asarnyas amad enganp rosesp ersidanganp erkarap idanal ainnya,h anyas aiadalam perkarap erkosaanp rosesp ersidangannybae rsifat tertutupm engingatk asusperkosaanm erupakana ib yang menyangkuht argad in wanita sehinggati dak layakjika diketahuio leh publik. Dalam upayap enuntutans, eorangp enuntutu mum harusdapatm embuktikand akwaannyad enganm embuktikanu nsur-unsuyr ang ada dalamtindak pidanap erkosaany aitu (l) unsurb arangs iapa,( 2) unsurd engartk ekerasanataua ncamank ekerasaan(3, ) unsurm emaksap erempuanya ngb ukani strinyad an (4)unsurb ersetubuhd engand ia yangd iperolehb erdasarkafna kta yangt erungkapd alamprosesp emeriksaana lat-alabt ukti. Alat-alatb ukti yangd igunakand alamp embuktiantindak pidanap erkosaanb iasanyad apat berupak eterangans aksi, keterangana hli,keterangant erdakwa, dan barang-barangb uk1i. Alat bukti yang diperiksa dipersidangan tersebut nantinya akan memberikan petunjuk bagi hakim tentangkebernarank ejadianp erkosaanD. alam membuktikanti ndak pidanap erkosaant,i dakjarangh akim menghadapbi anyakk endalaK. endala-kendaltae rsebubt iasanyab erasaldari saksi, saksi korban, ahli dan terdakwa, dimana kendala tersebut akanmenghambajat lannyap rosesp emeriksaadni Persidangan.

Peningkatan kemampuan motorik halus melalui kegiatan membuat pop up sederhana pada anak kelompok B di TK Al Hidayah Sumberbuntung Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar / Ulfa Khoiril Mala

 

Mala, Ulfa Khoiril. 2015. Peningkatan Kemampuan Motorik Halus melalui Kegiatan Membuat Pop Up Sederhana pada Anak Kelompok B di TK Al Hidayah Sumberbuntung Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. Skripsi, Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn (2) Drs. Hadi Mustofa, M.Pd Kata Kunci: kemampuan motorik halus, pop up sederhana.     Kemampuan motorik halus dalam menggunting, melipat dan menempel pada anak kelompok B TK Al Hidayah Sumberbuntung Kabupaten Blitar masih rendah. Pada pratindakan mencapai rata-rata 55,6 (cukup) dan ditinjau dari ketuntasan belajar anak mencapai 25% (belum mampu) dalam kegiatan melipat, menggunting dan menempel. Ditemukan beberapa masalah yang menjadi penyebabnya, yaitu kurangnya penerapan kegiatan melipat, menggunting dan menempel; pendidik kurang kreatif dalam memanfaatkan media yang ada, serta kurang memberikan perhatian yang lebih bagi anak yang belum bisa melakukan kegiatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan kegiatan membuat pop up sederhana yang mudah dan menarik bagi anak, selain itu agar alternatif pembelajaran kemampuan motorik halus anak usia dini dapat meningkat dengan seimbang dan lebih baik.     Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan metode pengumpulan data observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian anak kelompok B tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 20 orang. Penelitian dilakukan selama dua siklus, meliputi tahapan: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, (4) refleksi. Alat pengumpul data berupa lembar observasi aktivitas guru, dan lembar observasi kemampuan motorik halus anak.     Hasil penelitian menunjukkan 1) penerapan kegiatan membuat pop up sederhana dilakukan guru dan anak dengan sangat baik. Hal ini diketahui dari hasil penelitian aktivitas guru yang selalu mencapai 100% (sangat baik), 2) peningkatan kemampuan motorik halus pada pra tindakan mencapai rata-rata 55,6 dan persentase ketuntasan 25% (belum mampu), siklus I mencapai rata-rata 67,9 dan persentase ketuntasan 47,5% (kurang mampu), siklus II mencapai rata-rata 86,88 dan persentase ketuntasan 87,5% (sangat mampu) dalam kegiatan melipat, mnggunting dan menempel. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kegiatan membuat pop up sederhana yang dilakukan guru dan anak dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B. Penerapan kegiatan ini menjadi maksimal dengan membuat garis bantu pada kertas lipat, pola gambar dibuat lebih besar dan sederhana.. Disarankan pada guru kelompok B untuk menggunakan kegiatan membuat pop up sederhana ini sebagai upaya mengembangkan kemampuan motorik halus anak.

Pengembangan model permainan sirkuit "Fantastic Bamboe" dalam pembelajaran fisik motorik anak kelompok B di TK Gugus II Kanigoro Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar / Nurul Laily

 

Laily, Nurul. 2015. Pengembangan Model Permainan Sirkuit “Fantastic Bamboe” Dalam Pembelajaran Fisik Motorik Anak Kelompok B Di TK Gugus II Kanigoro Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru PAUD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Suminah, S.Pd., M.Pd, (2) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd., M.Pd Kata Kunci : model permainan, sirkuit “fantastic bamboe”, fisik motorik Penelitian ini dilakukan berdasarkan temuan masalah yang berhubungan dengan pembelajaran fisik motorik pada anak kelompok B di TK Gugus II Kanigoro yang secara umum masih kurang mendapat perhatian. Hal ini terbukti dari pembelajaran fisik motorik yang dilakukan monoton, kurang bervariasi, kurang adanya unsur bermain, dan kurangnya media pembelajaran yang menunjang aktivitas pembelajaran fisik motorik anak sehingga fisik motorik kurang mendapat pengembangan dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis kebutuhan, alternatif dari permasalahan tersebut adalah melalui model permainan sirkuit “Fantastic Bamboe”. Penelitian dan pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan produk berupa model permainan sirkuit “Fantastic Bamboe” sebagai alternatif pembelajaran fisik motorik yang mudah dilakukan oleh anak, menyenangkan, tidak membahayakan bagi anak, dan menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang kreatif dan inovatif di TK Gugus II Kanigoro. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Research and Development menurut Borg & Gall (1989) yang dimodifikasi oleh peneliti menjadi lima langkah diantaranya: (1) melakukan penelitian dan pengumpulan informasi, (2) melakukan perencanaan, (3) mengembangkan draft produk awal, (4) melakukan uji coba kelompok kecil, (5) melakukan revisi produk. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 10 TK di Gugus II Kanigoro, sedangkan sampel yang akan diambil sebanyak 3 TK yaitu TK Al Hidayah Kanigoro 1, TK Trisula dan TK Aba. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar observasi anak, dan kuisioner yang diberikan kepada ahli serta responden untuk mengetahui keefektifan produk. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berupa saran dan masukan dari para ahli untuk melakukan revisi terhadap rancangan produk. Serta deskriptif kuantitatif berupa presentase kemudahan, kesenangan, keamanan serta keefektifan anak pada saat melakukan kegiatan permainan. Berdasarkan hasil analisis data pada saat penelitian diperoleh data presentase kelayakan produk dari ahli mencapai 100%, presentase kelayakan produk dari responden mencapai 98,6%, presentase kemudahan anak pada saat melakukan permainan sebesar 86,3%, presentase kesenangan sebesar 100%, dan presentase keamanan sebesar 99%. Secara keseluruhan diperoleh hasil presentase antara 76-100%, sehingga permainan ini dikategorikan baik dan layak digunakan. Berdasarkan hasil pengembangan ini, diharapkan ada penelitian lebih lanjut untuk melaksanakan uji coba kelompok besar sehingga produk yang dihasilkan benar-benar teruji keefektifannya.

Perbedaan motivasi dan prestasi belajar antara mahasiswa penerima dan bukan penerima beasiswa di Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang / Rosyidah Nur Hidayati

 

ABSTRAK Hidayati, Rosyidah Nur. 2010. Perbedaan Motivasi dan Prestasi Belajar antara Mahasiswa Penerima dan Bukan Penerima Beasiswa di Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Mustiningsih, M.Pd, (II) Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd Kata kunci : motivasi, prestasi belajar, beasiswa Motivasi belajar merupakan daya penggerak aktif (dorongan) bagi mahasiswa jurusan AP FIP UM yang mampu memberikan semangat, gairah, dan keinginan untuk melakukan suatu kegiatan belajar. Dalam motivasi belajar juga terkandung adanya harapan, kebutuhan, tujuan, dan sasaran untuk meningkatkan efektifitas belajar. Keadaan jiwa inilah yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap serta perilaku mahasiswa kepada tujuan belajar. Motivasi belajar yang dimiliki oleh setiap mahasiswa berbeda-beda, hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Salah satu faktor eksternal untuk memotivasi mahasiswa diberikan dalam bentuk beasiswa. Dengan diberikannya beasiswa diharapkan motivasi belajar mahasiswa akan terus meningkat. Selain itu, diharapkan dengan semakin meningkatnya motivasi belajar mahasiswa akan memberikan dorongan untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) seberapa tingkat motivasi belajar mahasiswa penerima dan bukan penerima beasiswa di jurusan AP FIP UM?, (2) bagaimanakah prestasi belajar mahasiswa penerima dan bukan penerima beasiswa di jurusan AP FIP UM?, (3) adakah perbedaan motivasi dan prestasi belajar antara mahasiswa penerima dan bukan penerima beasiswa di jurusan AP FIP UM?. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui seberapa tinggi motivasi belajar mahasiswa penerima dan bukan penerima beasiswa di jurusan AP FIP UM, (2) untuk mengetahui prestasi belajar mahasiswa penerima dan bukan penerima beasiswa di jurusan AP FIP UM, (3) untuk mengetahui perbedaan motivasi dan prestasi belajar antara mahasiswa penerima dan bukan penerima beasiswa di jurusan AP FIP UM. Rancangan penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif, yaitu mendeskripsikan dan menemukan perbedaan unsur-unsur variabel motivasi dan prestasi belajar antara penerima dan bukan penerima beasiswa. Responden dalam penelitian sebanyak 122 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket tertutup kepada mahasiswa yang telah ditetapkan sebagai responden penelitian. Setelah data terkumpul, kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji manova. ii Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, tingkat motivasi belajar mahasiswa penerima dan bukan penerima beasiswa di jurusan AP FIP UM termasuk dalam kualifikasi tinggi. Kedua, prestasi belajar mahasiswa penerima dan bukan penerima beasiswa termasuk dalam predikat sangat memuaskan. Ketiga, terdapat perbedaan motivasi dan prestasi belajar antara mahasiswa penerima dan bukan penerima beasiswa di jurusan AP FIP UM. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat diajukan saran kepada: (1) Pihak Universitas Negeri Malang (UM), diharapkan dapat dijadikan pertimbangan kebijaksanaan dalam hubungan dengan pemberian beasiswa kepada mahasiswa yang dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar mahasiswa, (2) Ketua Jurusan AP FIP UM, sebagai bahan informasi untuk meningkatkan upaya jurusan dalam menciptakan faktor-faktor yang dapat mendukung motivasi dan prestasi belajar mahasiswa, (3) Dosen Jurusan AP FIP UM, diharapkan dapat membantu meningkatkan motivasi mahasiswa yang memiliki motivasi belajar sedang dan rendah dengan cara menciptakan proses belajar yang lebih aktif, (4) Mahasiswa Jurusan AP FIP UM, untuk tetap dapat mempertahankan serta terus meningkatkan motivasi dan prestasi belajarnya, (5) Peneliti lain, agar dapat mengembangkan penelitian lain yang sejenis dengan lebih memperluas pembahasan pada pokok permasalahan serta variabelnya.

Kepuasan sebagai mediasi pengaruh brand image dan Customer Relationship Management (CRM) terhadap loyalitas nasabah (studi kasus pada nasanah Bank X Cabang Malang) / Yusva Ferdiawan

 

Ferdiawan, Yusva. 2015. Kepuasan Sebagai Mediasi Pengaruh Brand Image dan Customer Relationship Management (CRM) Terhadap Loyalitas Nasabah (Studi Kasus Pada Nasabah Bank X Cabang Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Agus Hermawan, M.Si , GradDipMgt , MBus (II) Dr. Ludi Wishnu Wardana, S.T.,SPd.,S.E.,M.M Kata Kunci : Brand Image, Customer Relationship Management, Kepuasan Nasabah, Loyalitas Nasabah     Strategi pemasaran yang tepat dan terencana bukan hanya diterapkan di perusahaan besar. Di dalam dunia perbankan juga menerapkan strategi yang sama demi kelangsungan perusahaan baik dengan cara pencitraan merek yang baik serta manajemen hubungan pelanggan yang baik. Sehingga tercipta hubungan saling menguntungkan antara pelanggan dan pihak perusahaan.     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Brand Image dan Customer Relationship Management terhadap Loyalitas Nasabah secara langsung atau melalui Kepuasan Nasabah. Variabel yang diteliti adalah Brand Image, Customer Relationship Management, Kepuasan Nasabah dan Loyalitas Nasabah. Pengolahan data penelitian ini yaitu menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis jalur pada program SPSS 16.0.     Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif serta teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel menggunakan kriteria, dimana kriteria dalam penelitian ini adalah nasabah yang telah menjadi nasabah Bank X minimal 3 tahun. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh nasabah Bank X Malang sebanyak 200.000 nasabah dengan jumlah sampel sebanyak 100 nasabah. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Brand Image berpengaruh positif signifikan terhadap Kepuasan Nasabah, (2) Customer Relationship Management berpengaruh positif signifikan terhadap Kepuasan Nasabah, (3) Brand Image berpengaruh positif signifikan terhadap Loyalitas Nasabah, (4) Customer Relationship Management berpengaruh positif signifikan terhadap Loyalitas Nasabah, (5) Kepuasan Nasabah berpengaruh positif signifikan terhadap Loyalitas Nasabah, (6) Brand Image secara tidak langsung berpengaruh positif signifikan terhadap Loyalitas Nasabah melalui Kepuasan Nasabah, dan (7) Customer Relationship Management secara tidak langsung berpengaruh positif signifikan terhadap Loyalitas Nasabah melalui Kepuasan Nasabah.     Saran bagi Bank X yaitu terus menjaga citra yang baik di mata para nasabah dan juga calon nasabahnya, menjalin hubungan yang baik dengan para nasabahnya dengan senantiasa memberikan informasi tentang produk dan ragam pelayanan terbaru yang dimiliki Bank X, serta meningkatkan kualitas produknya.

Pelaksanaan Perlindungan Hukum Terhadap Hak-Hak Pekerja/Buruh Wanita Dalam Bidang Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Ditinjau Dari UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan (Studi Pada PT. Sumber Mas Indah Plywood Gresik) Oleh Wina Desika Indra Cahyati

 

Pekerja/buruwh anitar iterupakana setb erhargay angk emampuannytaid ak bolehd isepetekanta, pi dalamk enyataannypae kerja/buruhw anitas eringk ali tidak mendapatet mpaty angs esuadi enganh ak-haknyas ebagapi ekerja.B erbagabi entuk tindakk etidakadilanb anyakt erjadi padap ekerja/buruwh anita,j aminank eselamatan dank esehatakne rjay angd ibuato leh pemerintahm elaluiU ndang-undang Ketenagakerjaadna lamp elaksanaannydai perusahaabne lums epenuhnybae rjalan, danh al ini mengakibatkasne makinle mahnyap osisip ekerja/buruwh anitad alam perusahaaPn.e nelitianin i bertujuanu ntuk mengetahubi agaimanap elaksanaan pertindungahnu kumt erhadapp ekerja/buruwh anitak hususnyad alamb idang keselamatadna nk esehatakne rja dalamP T. SumberM as IndahP lywood.P enelitian ini termasukjenisp enelitians tudik asus karenap enelitianh anyad ilakukand i satu perusahaaunn tuk mencaria pakahp elaksanaand i lapangand alam hal ini di perusahaasne suaai taut idak sesuadi engank etentuany angd imaksudU ndang-undang No. I 3 Tahun2 003 tentangK etenagakerjaanT. ehnik pengumpuland atad ilakukan denganm enggunakanm etodeo bservasi,w lwancara, dan dokumentasiT. ehnik analisisd atay angd igunakana dalahm etodea nalisisk ualitatifdeskriptif. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwap erlindunganh ukumt erhadaph ak-hak pekerjaw anitad alamP T. SumberM as IndahP lywoods ebagianb esars udah dilaksanakasne suadi enganU ndang-undanNgo . 13T ahun2 003t entang Ketenagakerjaankh ususnyad alam bidangk eselamatand an kesehatank erja, kesemua aturand i perusahaain i sudahd ibuatd alamb entuka turant ertulisy angd ituangkan dalamp erjanjiank erjab ersama(P KB) yangd ibuata ntarap engusahdae ngan pekerja/buruyha ngd iwakili oleh SPSIs ebagaoi rganisasrie smip eke{a/buruh. Bentukp erlindunganya ngb erkaitand enganK eselamatadna nK esehataKn erja( K3) antarala in adalah( l) perlindungante rhadapjamk erjad anjam istirahat( 2) perlindungatne rhadapk erjal embur( 3) perlindunganp engupaha(n4 ) perlindungan terhadapke sehatarne produkspi ekerjaAuruhw anitay aitu cuti haidd anc uti hamil (5) perlindungatne rhadapk esejahteraapne kerjad anjaminans osialt enagak erja( 6) pembentukamna najemenke selamatadna nk esehatanke rjad alamp erusahaan. Berdasarkahna silp enelitiadna padt isampaikabne berapsaa rany aitu( l) hendaknypae merinta.h"f ugui pihaky angb erwerrandsa lamm enetapkaantu ran dapabt ertindatke gasp uOufr "ngu'ul"V tlg.t:d"lt,jelis-jetatsid akm elaksanakan ketentuasne pertyl ango trnukttidd alamU U No l3 Tahun2 003t entang Ketenagakerjaunp.tuznl itjit"t"f"-utan dank esehatakne rjas ebagabia danre smi vansa dad alamp erusail;;t;; dapamt elaksanaktaung asnysae suadi engan ffiffir* .;"i"" pil"fu"n pekerja/burautahu pupne ngusa(h3a)b erkaitadne ngan waktuk erjap adam atamh aii oln jui.t remburp, "tiinaunginte lha!1np ekerja/buruh harusle bihd itingkatkan "g"r f".i"*",* danL esehatankerjsag lalut erjagak' arena ;;garm'Jn.p*p Et"tJuib;i;l vangu ttetju berlebihahna nvaa kanm enurunkan produktifitakse ryay ang """liiv""cf"p"t merugikapni hakp engusahsae ndin'

Penerapan kolaborasi model pembelajaran STAD dengan tutor sebaya untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran strategi pemasaran (studi pada siswa kelas X PBR SMK PGRI 2 Malang) / Destri Cahyono

 

Cahyono, Destri. 2015. Penerapan Kolaborasi Model Pembelajaran STAD Dengan Tutor Sebaya Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Strategi Pemasaran (Studi pada Siswa Kelas X PBR SMK PGRI 2 Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi Pendidikan Tata Niaga, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suwarni, M. Si, (II) Drs. Mohammad Hari, M. Si Kata kunci: STAD, Tutor Sebaya, Hasil Belajar. Sebagian siswa kelas X PBR di SMK PGRI 2 Malang pada mata pelajaran Strategi Pemasaran memperoleh hasil belajar yang kurang. Salah satu pemecahannya adalah dengan menggunakan kolaborasi Model pembelajaran STAD dengan Tutor Sebaya. Selain menggunakan Model STAD yang dilakukan oleh guru, bantuan teman sebaya dalam pembelajaran akan menjadi lebih efektif. Hal ini dikarenakan, siswa biasanya lebih berani bertanya pada teman dari pada bertanya pada guru.Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui: 1) Bagaimanakah proses penerapan kolaborasi model pembelajaran STAD dengan Tutor Sebaya pada mata pelajaran Strategi Pemasaran pada siswa di kelas X PBR SMK PGRI 2 Malang; 2) Apakah penerapan kolaborasi model pembelajaran STAD dengan Tutor Sebaya pada mata pelajaran Strategi Pemasaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada siswa di kelas X PBR SMK PGRI 2 Malang; 3) Apakah kendala dan solusi saat penerapan kolaborasi model pembelajaran STAD dengan Tutor Sebaya pada mata pelajaran Strategi Pemasaran pada siswa di kelas X PBR SMK PGRI 2 Malang? Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek penelitian adalah siswa kelas X PBR SMK PGRI 2 Malang tahun 2014/2015. Pengumpulan data menggunakan tes, observasi, catatan lapangan, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus. Setiap siklus mencakup 4 tahap kegiatan yaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi dan 4) refleksi. Pelaksanaan penelitian dikelas dilaksanakan pada tanggal 19 Januari 2015, dan 26 Januari 2015. Langkah-langkah penerapan kolaborasi Model STAD dengan Tutor Sebaya yaitu: 1) Menjelaskan materi menggunakan model STAD; 2) Mempersilahkan siswa untuk bertanya; 3) Membagi kelompok heterogen terdiri dari 4-5 siswa; 4) Siswa yang pandai disebar kesetiap kelompok untuk memberikan bantuannya; 5) Memberikan tugas kelompok untuk didiskusikan dengan anggota kelompoknya; 6) Membimbing siswa yang perlu mendapat bimbingan; 7) Perwakilan kelompok untuk maju kedepan mengemukakan hasil diskusinya; 8) Menyimpulkan hasil diskusi. Hasil penelitian penerapan kolaborasi yang dilakukan di kelas X PBR SMK PGRI 2 Malang menunjukkan bahwa: 1) Penerapan kolaborasi model pembelajaran STAD dengan Tutor Sebaya pada materi Strategi Pemasaran pada siswa kelas X PBR SMK PGRI 2 Malang sudah sesuai dengan rencana atau berjalan dengan baik,yang dilaksanakan dalam dua siklus. Proses penerapan kolaborasi model pembelajaran STAD dengan Tutor Sebaya yaitu setelah guru menyampaikan materi, siswa yang paham akan materi membantu siswa yang kurang paham. Dengan cara demikian, semua siswa menjadi lebih memahami materi pelajaran dengan mudah; 2) Penerapan kolaborasi model pembelajaran STAD dengan Tutor Sebaya pada mata pelajaran Strategi Pemasaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X PBR SMK PGRI 2 Malang. Hal ini dibuktikan dari meningkatnya persentase keberhasilan hasil belajar siswa pada siklus I yaitu sebesar 74% menjadi 100% pada siklus II; 3) Kendala dan solusi saat penerapan kolaborasi model pembelajaran STAD dengan Tutor Sebaya pada mata pelajaran Strategi Pemasaran, siswa di kelas X PBR SMK PGRI 2 Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut: 1) Bagi guru mata pelajaran Strategi Pemasaran dianjurkan menerapkan kolaborasi model pembelajaran STAD dengan Tutor Sebaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa; 2) Bagi siswa dengan penerapan kolaborasi model pembelajaran STAD dengan Tutor Sebaya, mampu meningkatkan kreativitas mereka untuk lebih maju dengan cara terus belajar berfikir lebih kritis dan mau mengungkapkan pendapat sehingga siswa dapat meningkatkan hasil belajar; 3) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan perbaikan pada kekurangan yang terjadi dalam penerapan kolaborasi model pembelajaran STAD dengan Tutor Sebaya sebagai salah satu upaya peningkatan hasil belajar; 4) Guru harus membantu siswa yang belum menemukan anggota kelompoknya. Guru bersama observer dapat bekerja sama dalam membantu siswa untuk mencari anggota kelompoknya. Agar suasana kelas tidak ramai.

Penerapan model pembelajaran kooperatit tipe Student Teams Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar dasar dan penguluran listrik siswa kelas X TITL 1 SMK Negeri 1 Trenggalek / Ricke Dwana Servianti

 

Servianti, Ricke Dwana. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Dasar dan Pengukuran Listrik Siswa Kelas X TITL 1 SMK Negeri 1 Trenggalek. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Drs. Sujono, M.T., (II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. Kata Kunci : STAD, motivasi belajar, hasil belajar.      Pendidikan menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 angka 1 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan pada tanggal 12 April 2014 kepada Bapak Suhardiyono S.Pd selaku guru mata pelajaran Dasar dan Pengukuran listrik pada proses pembelajaran yang dilakukan di kelas X TITL1 SMK Negeri 1 Trenggalek terdapat 11 dari 35 siswa yang motivasi belajarnya rendah karena kurang antusias dalam mengikuti proses pembelajaran ini dibuktikan bahwa pada saat observasi, siswa tersebut bermain HP saat guru menjelaskan materi di depan kelas dan berbicara dengan temannya di luar materi pelajaran. Nilai 11 siswa tersebut juga masih di bawah KKM (Kriteria Kelulusan Minimal) sebelum dilakukan remidial. Rata-rata nilai kelas tersebut adalah 76,66 dan persentase ketuntasan hasi belajar siswa sebesar 68,57 % dengan kualifikasi “Kurang”. Siswa tersebut masih belum memahami konsep dasar dan pengukuran listrik dikarenakan siswa kurang belajar, buku atau sumber belajar diberikan mendadak pada saat jam pelajaran berlangsung, dan lingkungan belajar yang kurang kondusif. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti memilih model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dalam penelitiaan ini. Karena dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD karena pada tahap-tahap pembelajarannya sudah bisa mengatasi permasalahan yang ada.      Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Siklus yang dirancang adalah 2 siklus dengan menggunakan model Kemmis & McTaggart. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: (1) perencanaan (plan), (2) pelaksanaan (act), (3) pengamatan (observe) dan (4) refleksi (reflect). Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X TITL1 SMK Negeri 1 Trenggalek yang berjumlah 31 siswa.      Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Persentase keseluruhan motivasi belajar siklus I sejumlah 70,75 % pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 82,31 %. Untuk hasil belajar ranah pengetahuan post test dari siklus I 75,49 menjadi 85,94 pada siklus II. Untuk ranah sikap dari siklus I yaitu 86,45 % menjadi 93,67 % pada siklus II. Sedangkan ranah keterampilan siklus I yaitu 85,67 % menjadi 92,54 % pada siklus II.

Gaya penulisan teks berita karya mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) pada rubrik Citizen Reporter Harian Surya edisi Januari-Februari 2014 / Silvia Siwi Anggraini

 

Anggraini, Silvia Siwi. 2014. Gaya Penulisan Teks Berita Karya Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Pada Rubrik Citizen Reporter Harian Surya Edisi Januari-Februari 2014. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Imam Suyitno, M. Pd (II) Dr. Sunaryo HS., S.H, M. Hum Kata Kunci: gaya penulisan, teks berita, Citizen Reporter Berita merupakan salah satu produk jurnalistik yang dimuat media massa. Harian Surya merupakan salah satu media massa yang memiliki rubrik bagi pembaca, khususnya mahasiswa UM, untuk melaporkan sendiri berita yang ditulisnya melalui rubrik Citizen Reporter. Mengetahui gaya penulisan berita pada rubrik tersebut sangat penting guna memperoleh gambaran umum gaya penulisan teks berita yang memenuhi kelayakan untuk di muat di media tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gaya penulisan teks berita karya mahasiswa UM pada rubrik Citizen Reporter Harian Surya edisi Januari-Februari 2014. Gaya penulisan teks berita tersebut dibatasi pada gaya penulisan judul, teras, dan berita, serta penggunaan bahasa dalam berita. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data penelitian ini adalah data kata-kata dan kalimat dalam yang terdapat di dalam teks berita. Sumber data penelitian ini adalah teks berita karya mahasiswa UM pada rubrik Citizen Reporter Harian Surya edisi Januari-Februari 2014. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi dari rubrik Citizen Reporter versi online dengan tujuan untuk memperoleh data teks berita lengkap dan utuh. Instrumen penelitian adalah tabel panduan pengumpul data dan pengolah data. Kegiatan analisis data dimulai dengan pengklasifikasian data, penginterpretasian data, dan pendeskripsian hasil analisis data. Pengecekan keabsahan data pada penelitian ini dengan empat cara, yaitu (1) keikutsertaan peneliti, (2) ketekunan pengamatan, (3) triangulasi data, (4) diskusi kesejawatan. Simpulan yang diperoleh dalam penelitian ini ada empat hal sebagai berikut. Pertama, gaya penulisan judul cenderung menggunakan teknik pencerminan topik tulisan. Penulisannya singkat dan dibuat dalam satu kalimat pendek yang terdiri dari 3-5 yang mencerminkan isi berita. Kedua, gaya penulisan teras berita sangat variatif dan merata baik dari segi penonjolan salah satu unsur 5W + 1H maupun dari gaya bahasa (stilistika) penyusunan ceritanya. Gaya deskriptif cenderung digunakan karena dapat melukiskan peristiwa secara rinci dan apa adanya. Ketiga, gaya penulisan tubuh cenderung menggunakan teknik penceritaan secara kronologis. Hal ini dikarenakan materi berita kebanyakan berkaitan dengan kuliner, destinasi wisata, dan pengalaman pribadi mengikuti sebuah acara atau kegiatan yang cocok ditulis seccara kronologis. Keempat, penggunaan bahasa pada teks berita tersebut cenderung ringkas dan jelas. Keringkasan ditunjukkan dengan penggunaan kalimat-kalimat yang pendek yang mudah dipahami pembaca. Kejelasan ditunjukkan dengan minimnya penggunaan istilah asing, penggunaan kata-kata konkret dan bahasa sehari-hari yang langsung merujuk pada benda atau hal yang dimaksud sehingga mudah dimengerti pembaca. Berdasarkan hasil penelitian ini, diajukan beberapa saran yang dapat meningkatkan kualitas gaya penulisan teks berita. Saran tersebut ditujukan kepada (1) Universitas Negeri Malang agar lebih mengapresiasi dan mempublikasikan tulisan mahasiswa yang dimuat di media massa guna menumbuhkembangkan keberlangsungan budaya menulis, (2) bagi pembina dan penggiat jurnalistik, agar lebih mengembangkan teori jurnalistik yang ada dalam praktik penulisan berita, (3) bagi praktisi media pemberitaan, disarankan meningkatkan sajian dan pengemasan berita secara lebih variatif.

Kulaitas nata de semangka dengan variasi varietas dan macam gula suplemen sebagai materi handout matapelajaran prakarya di SMK / Dwi Rianasari

 

Dwi Rianasari. 2015. Kualitas Nata de Semangka dengan Variasi Varietas dan Macam Gula Suplemen sebagai Materi Handout Matapelajaran Prakarya Di SMK. Tesis, Jurusan Pendidikan Biologi, Pasca Sarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd, (II) Dr. Endang Suarsini, M.Ked. Kata Kunci: varietas semangka, macam gula, nata dari semangka, materi handout, Sekolah Menengah Kejuruan Semangka (Citrullus vulgaris, Schard) memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Masyarakat pada umumnya memanfaatkan buah semangka hanya sebagai buah meja. Salah satu pemanfaatan buah semangka yang melimpah pada musim panen adalah melalui pemanfaatan sari buah semangka sebagai bahan dasar pembuatan nata dari semangka sebagai upaya diversifikasi pangan. Produksi nata dari semangka dilakukan dengan bantuan bakteri Acetobacter xylinum dalam proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh varietas semangka yaitu Black beauty dan Quality terhadap kualitas nata dari semangka berdasarkan berat, tebal, dan kadar serat lapisan nata; (2) menganalisis pengaruh variasi macam gula yaitu gula aren, gula tebu, dan gula palm terhadap kualitas nata dari semangka berdasarkan berat, tebal, dan kadar serat lapisan nata; (3) menganalisis pengaruh interaksi antara varietas semangka dan macam gula terhadap kualitas nata dari semangka berdasarkan berat, tebal, dan kadar serat lapisan nata; (4) menyusun bahan ajar matapelajaran Prakarya berupa handout Prakarya SMK berdasarkan hasil penelitian. Metode penelitian ada dua tahap, yaitu: (1) penelitian eksperimen, (2) Penelitin pengembangan, yaitu penyusunan handout berdasarkan hasil penelitian. Data penelitian ini adalah (1) pengaruh varietas semangka dan macam gula terhadap kualitas nata yang ditinjau dari tebal, berat, dan kadar serat lapisan nata, dianalisis menggunakan Analisis Varian Ganda yang dilanjutkan dengan uji LSD 5%; (2) hasil validasi handout pembelajaran Prakarya yang berbasis pada hasil penelitian oleh para validator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh signifikan variasi varietas semangka Black beauty dan Quality terhadap kualitas nata dari semangka berdasarkan berat, tebal, dan kadar serat lapisan nata, semangka varietas Black beauty memberikan hasil terbaik terhadap kualitas nata dari semangka berdasarkan berat, tebal dan kadar serat lapisan nata; (2) ada pengaruh signifikan variasi macam gula yaitu gula aren, gula tebu, gula palm terhadap kualitas nata dari semangka berdasarkan berat, tebal, dan kadar serat lapisan nata, gula palm memberikan hasil terbaik terhadap kualitas nata dari semangka berdasarkan berat, tebal dan kadar serat lapisan nata; (3) ada pengaruh signifikan interaksi antara varietas semangka dan macam gula terhadap kualitas nata dari semangka berdasarkan berat, tebal, dan kadar serat lapisan nata, semangka varietas Black beauty dengan penambahan gula palm memberikan hasil terbaik terhadap kualitas nata dari semangka berdasarkan berat, tebal dan kadar serat lapisan nata; (4) telah tersusun handout matapelajaran Prakarya SMK berbasis hasil penelitian.

Pengembangan trainer pergerakan robot humanoid sebagai pendukung praktikum robotika di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang / Joko Nurpito

 

Nurpito, Joko. 2015. Pengembangan Trainer Pergerakan Robot Humanoid Sebagai Pendukung Praktikum Robotika di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Dr. Eng. Siti Sendari, S.T.,M.T, (2) Yuni Rahmawati, S.T.,M.T. Kata Kunci: pengembangan, trainer, robot humanoid, praktikum, robotika     Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, semakin berkembang juga ilmu dan teknologi dibidang pendidikan. Salah satunya adalah pengembangan suatu media pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, seperti meningkatkan minat, motivasi dan keinginan untuk lebih mendalami materi yang diajarkan kepada mahasiswa. Sehingga dengan media pembelajaran dapat menyampaikan isi dan pesan pembelajaran dengan lebih efektif dan mudah.     Pada saat ini, Lab Robotika Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang telah memiliki robot humanoid dengan versi Robovie-x, yang digunakan untuk perlombaan, tetapi trainer untuk pembelajarannya masih belum ada. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Menghasilkan produk trainer pergerakan robot humanoid sebagai pendukung praktikum robotika di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, 2) Menghasilkan modul ajar sebagai petunjuk penggunaan trainer pergerakan robot humanoid, agar dapat bergerak sesuai desain yang direncanakan, 3) Mengetahui kelayakan trainer pergerakan robot humanoid sebagai pendukung praktikum robotika di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang     Model pengembangan trainer ini menggunakan model pengembangan ADDIE karena terdapat evaluasi pada setiap tahapannya sehingga didapatkan produk yang efektif dan efisien. Model pengembangan trainer ini memiliki 5 tahap yaitu: 1) analisis kebutuhan media, 2) perancangan media pembelajaran, 3) pengembangan trainer, 4) penerapan, 5) evaluasi. Dalam model ini dari setiap prosesnya selalu ada proses evaluasi yang bertujuan untuk kesempurnaan trainer yang dibuat.     Media pembelajaran yang dihasilkan berupa trainer pergerakan robot humanoid. Data yang diperoleh berupa data kualitatif hasil wawancara sebagai data awal dan kuantitatif yang diperoleh dari hasil skor yang kemudian diterjemahkan kevalidannya. Dari pengambilan data, didapatkan hasil validasi dari ahli materi 92,38%, hasil validasi ahli media 95,81%, hasil uji coba kelompok kecil 94,5%, dan hasil uji coba kelompok besar 93,87%. Sehingga didapatkan produk yang telah layak yaitu modul ajar dan trainer pergerakan robot humanoid sebagai pendukung praktikum di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.

Membangun jaringan komputer menggunakan PC router OS Linux Ubuntu di UPT SDN Karanganyar Kota Pasuruan / Mashur, Fitri Mulyani

 

Kata Kunci : PC Router Ubuntu, Manajemen Bandwidth, Sistem Firewall Kebutuhan akses Internet saat ini sangat tinggi sekali. Baik untuk mencari informasi, artikel, pengetahuan terbaru, hanya sekedar untuk chatting atau bahkan sampai mencari penghasilan secara online dan real time. Peredaran situs yang kurang baik untuk di akses dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) khususnya di Laboratorium Komputer UPT SDN Karanganyar khususnya situs yang berbau pornografi pun juga semakin berkembang, hal ini berdampak negatif jika siswa mengakses situs tersebut, maka diperlukan suatu sistem yang dapat membatasi akses situs baik browsing maupun searching. Disamping itu perlu dilakukan manajemen bandwidth agar bandwidth yang diterima setiap client sama rata. Upaya untuk menanggulangi permasalahan di atas adalah merancang PC Router yang dapat membatasi akses situs yang kurang baik khususnya situs yang berbau pornografi, dan membagi bandwidth secara merata. PC Router dengan menggunakan OS Linux Ubuntu merupakan alternatif untuk menekan biaya pembelian router pabrikan seperti Cisco, Juniper dan BayNetwork yang harganya masih mahal. Digunakannya Linux Ubuntu sebagai sistem operasi karena lisensinya gratis, tidak membutuhkan spesifikasi hardware yang besar, instalasi tidak rumit dan administrasinya mudah, bisa dijalankan dengan Text Mode maupun GUI. Pada perancangan PC Router OS Linux Ubuntu ini diawali instalasi Sistem Operasi Linux Ubuntu versi 7.10 dengan kode Gutsy Gibbon, dilanjutkan konfigurasi IP Address, konfigurasi IP Forward, konfigurasi bandwidth management menggunakan HTB Tools sehingga bandwidth ISP Telkom speedy sebesar 512 kbps dibagi secara merata setiap client dari 7 client yang aktif, kemudian mengkonfigurasi sistem firewall menggunakan aplikasi Firestarter. Pada konfigurasi firewall dengan Firestarter di sini kita dapat melidungi jaringan komputer kita dari serangan luar berupa hacking, virus, dan lain-lain. Selain itu dengan sistem firewall kita dapat mem-filter situs-situs mana yang tidak kehendaki untuk di akses oleh user misal situs porno, situs judi ataupun situs-situs lainnya yang tidak dikehendaki. Dari hasil pengujian PC Router OS Linux Ubuntu secara keseluruhan diperoleh hasil bahwa piranti sesuai dengan rancangan, yaitu: (1) Membagi bandwidth internet secara merata sesuai dengan jumlah client yang sedang aktif ,(2) Melindungi jaringan komputer dari serangan luar berupa hacking, virus maupun serangan lain, dan (3) Membatasi akses situs tidak dikehendaki karena berbau pornografi, perjudian atau lainnya berdasarkan daftar blacklist alamat situs. Kesimpulan yang dapat diambil dari perancangan dan hasil pengujian adalah sebagai berikut: (1) Sistem manajemen bandwidth dengan HTB Tools membagi bandwidth Internet sama rata sesuai dengan konfigurasi yang telah kita lakukan. Bandwidth speedy yang rata-rata sebesar 512 kpbs (Speedy Test) dibagi kepada 7 client sehingga setiap client akan mendapatkan bandwidth rata-rata 64 kbps, (2) Sistem Firewall melindungi jaringan computer dari serangan luar berupa jacking, virus maupun serangan lain, dan (3) Sistem Firewall dapat membatasi akses ke situs-situs yang tidak dikehendaki baik melalui browsing maupun searching. Akses browsing dan searching dapat di-block jika URL situs tersebut mengandung unsur kurang baik dan berbau pornografi atau perjudian dan terdaftar di blacklist situs sehingga jika siswa mengakses situs tersebut muncul keterangan access denied. Dengan melihat hasil yang dicapai, untuk pengembangan lebih lanjut disarankan: (1) Dalam mengatur manajemen bandwidth sebaiknya memperhatikan hak prioritas, misal untuk komputer klien yang dipakai oleh administrator dan pihak atasan mendapatkan jatah bandwidth yang lebih besar. (2) Untuk menghindari serangan dari luar sebaiknya pada komputer user lebih dilengkapi dengan anti virus maupun anti spam lainnya.

Pengaruh dana pihak ketiga, CAR dan LDR terhadap kinerja keuangan pada sektor perbankan yang go public di BEI periode 2012-2014 / Aziz Ramadhan Aryaswara

 

ABSTRAK Aryaswara, Aziz R. 2015. Pengaruh Dana Pihak Ketiga, CAR, dan LDR Terhadap Kinerja Keuangan Pada Sektor Perbankan Yang Go-Public di BEI Periode 2012-2014. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. Ely Siswanto, S.Sos., M.M. (2) Fadia Zen, S.E., M.M. Kata kunci : Return On Asset (ROA), Dana Pihak Ketiga (DPK), Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan To Deposit Ratio (LDR). Return On Asset (ROA) merupakan rasio profitabilitas yang dihasilkan dari perbandingan antara laba sebelum bunga dan pajak dengan total aktiva. ROA ini digunakan untuk mengukur efisiensi dan efektifitas perusahaan didalam menghasilkan keuntungan dengan memanfatkan aktiva yang dimilikinya, apabila ROA meningkat berarti profitabilitas perusahaan meningkat, sehingga dampak akhirnya adalah profitabilitas yang dinikmati oleh pemegang saham. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kondisi Return On Asset (ROA), Dana Pihak Ketiga (DPK), Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan To Deposit Ratio (LDR) pada bank umum konvensional periode 2012-2014 serta untuk mengetahui pengaruh parsial Dana Pihak Ketiga (DPK), Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan To Deposit Ratio (LDR) terhadap Return On Asset (ROA). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari laporan keuangan. Populasi penelitian ini adalah bank umum konvensional yang go-public di BEI periode 2012-2014 serta sampel penelitian ini adalah 10 bank besar umum konvensional yang dianggap sudah representatif karena total penguasaan aset 10 bank tersebut mencapai persentase 57,31% dari total aset keseluruhan bank umum konvensional yang go-public di BEI dan sudah dianggap mewakili seluruh populasi yang ada. Analisi data yang digunakan adalah uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdeteksi korelasi antara dua variabel bebas lebih tinggi dibanding korelasi salah satu variabel bebas tersebut dengan variabel terikat. Maka secara statistik dan secara teoritis variabel DPK dan LDR memiliki hubungan. Sehingga diperlukan proses eliminasi pada salah satu variabel bebas yang saling berhubungan, pada penelitian ini penulis mengeliminasi variabel DPK karena penulis menganggap bahwa rasio LDR lebih menarik untuk diteliti karena didalam rasio LDR terdapat unsur DPK. Kemudian kondisi ROA cenderung menurun, kondisi CAR cenderng fluktuatif namun masih berada diatas batas yang telah ditentukan Bank Indonesia. Kemudian kondisi LDR berada pada batas yang telah ditentukan oleh Bank Indonesia. Hasil analisi regresi berganda menunjukkan bahwa CAR berpengaruh signifikan terhadap ROA dan LDR berpengaruh signifikan terhadap ROA. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk manajemen perusahaan lebih memperhatikan aspek-aspek yang dapat mempengaruhi ROA. Dan untuk peneliti selanjutnya sebaiknya tidak menggunakan variabel bebas DPK dan LDR secara bersamaan, karena dalam hasil uji korelasi pada penelitian ini telah terjadi multikoinearitas baik secara statistik maupun teoritis.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |