Penerapan teknik reka cerita gambar untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab siswa kelas VIII MTs Negeri Turen Malang / Lailatul Fitria

 

Pemerintah fase Malang Dan hambatan untuk mengajar guru bahasa Arab di Indonesia kecenderungan untuk menggunakan metode Aturan dan terjemahan dalam proses pengajaran dan kurangnya metode penerapan motivasi untuk meningkatkan efisiensi dari para peserta berbicara Dan tertulis. Kegiatan fungsi itu adalah untuk melatih guru diminta untuk menyimpan kosa kata dan kemudian memberitahu mereka diinstal Sesuai dengan aturan tata bahasa atau morfologi. Guru dan menjelaskan isi dari kata teks untuk terjemahan kata, dan antar Frasa. Hampir tidak menghasilkan  kemampuan untuk menggunakan bahasa Arab tidak digunakan secara lisan berarti alat bantu. Jadi Fakta bahwa keterampilan berbicara tentang keterampilan yang diinginkan Almhart bahasa bagi siswa untuk Atqa  dalam mengajar Arab belum sepenuhnya tercapai. Metode observasi dan wawancara diketahui oleh pembaharuan-non dalam pengajaran bahasa Arab, terutama di Pengajaran pidato. Sekolah masih mempertimbangkan cara untuk menyimpan teks dari dialog pidato dalam buku ini siap Sekolah dan tanpa menggunakan alat bantu berarti. Metode ini seringkali menimbulkan ketakutan bahwa siswa Mereka adalah untuk teks Aihfezon dan timidity untuk berbicara. Apakah m  diperkirakan pada tingkat konservasi. Pengujian (KKM) mengetahui bahwa efisiensi  m dalam pidato lemah. Tidak bisa sukses pada kriteria minimal Installer keterampilan untuk berbicara hanya dua siswa. Skor rata-rata mereka adalah 61,8. Oleh karena itu peneliti yang disajikan dalam Metode Penelitian untuk mengekspresikan fotografer untuk mengatasi masalah ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) efisiensi kata-kata untuk siswa sekolah menengah Malang fase pemerintahan Islam sebelum menerapkan metode ekspresi fotografer dan (2) menerapkan metode ekspresi (Fotografer untuk meningkatkan efisiensi kata-kata untuk siswa sekolah menengah pemerintah Islam Malang fase dan (3 Efektivitas penerapan metode ekspresi fotografer untuk meningkatkan efisiensi kata-kata untuk siswa sekolah menengah Fase pemerintahan Islam Malang. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metodologi penelitian prosedur kelas. Penelitian telah dilakukan di tiga Peran. Dan peran dari masing-masing empat langkah, yaitu: (1) perencanaan dan (2) aplikasi dan (3) observasi proses Pengajaran dan (4) refleksi. Peneliti adalah alat kunci untuk berpartisipasi dalam proses pengajaran dan koleksi Dan menganalisis data. Yang merupakan alat tambahan bukti pedoman wawancara dan observasi dan rekaman kertas Lapangan dan resolusi, dokumentasi dan pengujian. Dan metode analisis data yang digunakan, analisis kuantitatif dan Bagaimana. Untuk akurasi analisis peneliti menggunakan metode observasi koreksi Konstan dalam setiap prosedur aplikasi dan diskusi dengan supervisor data yang diperoleh Dan membandingkan hasil tes dan wawancara dan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian (1) efisiensi kata-kata untuk siswa sekolah menengah Islam Malang fase pemerintah sebelum menerapkan metode ekspresi fotografer lemah. Ditunjukkan oleh hasil tes sebelum Installer keterampilan untuk berbicara hanya dua siswa dan (KKM) aplikasi. Tidak bisa sukses pada kriteria minimal 2) menerapkan metode ekspresi fotografer untuk meningkatkan efisiensi kata-kata untuk siswa sekolah menengah Islam) Malang, adalah fase pemerintah dalam tiga peran dalam menjaga rencana yang baik dan terjebak untuk mempelajari Langkah-langkah untuk menerapkan metode ekspresi fotografer (3) efektifitas penerapan metode ekspresi fotografer untuk meng-upgrade Efisiensi kata untuk siswa sekolah menengah pemerintah Islam fase Malang ditunjukkan oleh hasil meningkatkan Uji dalam setiap peran dan pengakuan sekolah dan persepsi oleh siswa. Hasil pengujian di putaran pertama menunjukkan Bahwa 18 siswa dan 24 siswa hasil yang sukses dari looser Mtosthm 71,1. Tapi di putaran kedua 37 siswa dan 5 siswa hasil yang sukses dari looser Mtosthm 81.5. Tapi di babak ketiga, Semua siswa hasil sukses Mtosthm 93,5. Kesadaran sekolah dan persepsi siswa terhadap efektivitas ini Aplikasi adalah bahwa metode penerapan ekspresi fotografer dalam pengajaran pidato tunduk untuk menarik perhatian siswa Dan antusiasme dalam proses pengajaran dan meningkatkan keberanian mereka untuk berbicara dan mengembangkan ekspansi mereka sendiri dalam ekspresi informasi Deskriptif secara lisan atau talk show. Tergantung pada hasil pencarian saran untuk diversifikasi guru dengan gaya mengajar Pidato untuk mendorong siswa untuk berbicara dan mengembangkan efisiensi  m verbal. Dan sangat manfaat dari metode ini Itu. Dan mendorong peneliti sendiri datang untuk melakukan penelitian tentang penerapan metode pengajaran bahasa keterampilan bahasa Arab untuk mengembangkan keterampilan khusus untuk berbicara, dan membawa pencarian untuk aplikasi ini Metode untuk mengajarkan keterampilan lain yang dapat diterapkan, seperti mengajar penulisan. الفطرية، ليلة. ٢٠١٠ م. تطبيق أسلوب التعبير المصور لترقية الكفاءة الكلامية لطلبة المدرس المتوسطة الإسلامية الحكومية طورين مالانج. بحث علمي. قسم الأدب العربي كلية الآداب بجامعة مالانج الحكومية. المشرف : الأستاذ الدكتور إمام أسراري الماجستير. الكلمات المفتاح: أسلو ب التعبير المصور، الكفاءة الكلامية، المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية طورين مالانج ومن عوائق تدريس اللغة العربية في إندونيسيا ميول المدرسين إلى استخدام طريقة القواعد والترجمة في أثناء التدريس وقلة تطبيق الأسلوب الدافع إلى ارتقاء كفاءة الطلبة كلاما وكتابة. الأنشطة الدالة عليه هي أن يدرب المدرس طلبته على حفظ المفردات ثم يأمرهم بتركيبها وفقا للقواعد النحوية أو الصرفية. وشرح المدرس مضمون النص بالترجمة كلمة كلمة ثم جملة جملة. كاد أن لا يدرم على استخدام اللغة العربية شفهيا ولا يستعمل الوسائل المعينات. لذا كون مهارة الكلام مهارة من المهارت اللغوية المرجوة حصول الطلاب على اتقاا في تدريس اللغة العربية لم يتحقق بالكامل. من الملاحظة والمقابلة عرف عدم تجديد الأساليب في تدريس اللغة العربية، خاصة في تدريس الكلام. ما زالت المدرسة تدرس الكلام بطريقة حفظ نص الحوار الجاهز في الكتاب المدرسي وبدون استخدام الوسائل المعينات. هذه الطريقة كثيرا ما تثير إلى خوف الطلاب إن كانوا لايحفظون النص و حيائهم في الكلام. فكانت قدرم في مستوى الحفظ. ومن الاختبار (KKM) عرف أن كفاءم في الكلام تعتبر ضعيفة. وهي لا أحد يحصل على معيار النجاح الأقل المثبت لمهارة الكلام إلا طالبتان. وكان متوسط نتائجهم هو ٦١،٨ . فلذلك قدمت الباحثة في هذا البحث أسلوب التعبير المصور للمغالبة على هذه المشكلة. و يهدف هذا البحث إلى وصف ( ١) مدى الكفاءة الكلامية لطلبة المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية طورين مالانج قبل تطبيق أسلوب التعبير المصور و ( ٢) تطبيق أسلوب التعبير ( المصور لترقية الكفاءة الكلامية لطلبة المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية طورين مالانج و( ٣ مدى فعالية تطبيق أسلوب التعبير المصور لترقية الكفاءة الكلامية لطلبة المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية طورين مالانج. منهج البحث المستخدم هو منهج البحث الصفي الإجرائي. وجرى البحث في ثلاثة أدوار. و لكل دور أربع خطوات، و هي: ( ١) التخطيط و( ٢) التطبيق و( ٣) الملاحظة لعملية التدريس و ( ٤) الانعكاس. كانت الباحثة أداة رئيسة بحيث تشترك في عملية التدريس وجمع البيانات وتحليلها. والتي تكون أداة إضافية هي دليل المقابلة ودليل الملاحظة وورقة التسجيلات الميدانية والاستبانة والوثائق والاختبار. ولتحليل البيانات استخدمت طريقة التحليل الكمية و الكيفية. وللحصول على صحة نتائج التحليل تستخدم الباحثة طريقة التصحيح وهي الملاحظة المستمرة في كل تطبيق الإجراءات والمناقشة مع المشرف على البيانات التي تم الحصول عليها ومقارنة نتائج الاختبار والمقابلة والملاحظة والتوثيق. أما نتائج البحث فأن ( ١) مدى الكفاءة الكلامية لطلبة المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية طورين مالانج قبل تطبيق أسلوب التعبير المصور ضعيف. دل عليه نتيجة الاختبار قبل المثبت لمهارة الكلام إلا طالبتان و (KKM) التطبيق. وهي لا أحد يحصل على معيار النجاح الأقل ٢) تطبيق أسلوب التعبير المصور لترقية الكفاءة الكلامية لطلبة المدرسة المتوسطة الإسلامية ) الحكومية طورين مالانج جرى في ثلاثة أدوار جريا جيدا وتمسك على خطة الدراسة فيها خطوات تطبيق أسلوب التعبير المصور ( ٣) مدى فعالية تطبيق أسلوب التعبير المصور لترقية الكفاءة الكلامية لطلبة المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية طورين مالانج دل عليه ارتقاء نتائج الاختبار في كل دور وإدراك المدرسة والطلبة الحسي عنها. نتائج الاختبار في الدور الأول تدل على أن ١٨ طالبا ناجحون و ٢٤ طالبا فاشلون بنتيجة متوسطهم ٧١،١ . وأما في الدور الثاني فأن ٣٧ طالبا ناجحون و ٥ طلاب فاشلون بنتيجة متوسطهم ٨١،٥ . وأما في الدور الثالث فأن جميع الطلبة ناجحون بنتيجة متوسطهم ٩٣،٥ . أما إدراك المدرسة والطلبة الحسي عن فعالية هذا التطبيق فهو أن تطبيق أسلوب التعبير المصور في تدريس الكلام قابل لجذب انتباه الطلبة وحماستهم في عملية التدريس وزيادة شجاعتهم في الكلام وتوسيع ابتكارهم في تعبير المعلومات شفهيا وصفيا أو حواريا. اعتمادا على نتائج البحث كانت الاقتراحات هي أن ينوع المدرس أسلوبه في تدريس الكلام لتشجيع الطلبة في الكلام وتطوير كفاءم الكلامية. وأن يستفيد كثيرا من هذا الأسلوب فيه. وأن يشجع الباحثون القادمون أنفسهم على القيام بالبحث عن تطبيق أساليب تدريس اللغة العربية لتطوير المهارات اللغوية خاصة مهارة الكلام، وأن يقوموا بالبحث عن تطبيق هذا الأسلوب لتدريس المهارة الأخرى التي يمكن تطبيقه فيها، مثل تدريس مهارة الكتابة.

Perencanaan perangkat roda gigi
oleh Slamet Pudjiono

 

Pengaruh debt to equity ratio dan debt to asset ratio terhadap return on equity yang dimoderasi oleh current ratio (studi pada perusahaan properti dan real estat yang listing di BEI periode 2013) / Khoirunnisa Rizki Wahidah

 

Wahidah, Khoirunnisa Rizki. 2014. Pengaruh Debt to Equity Ratio dan Debt to Asset Ratio Terhadap Return on Equity yang Dimoderasi oleh Current Ratio (Studi Pada Perusahaan Properti dan Real Estat yang Listing di BEI Periode 2013). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo, M.M. (II) Lulu Nurul Istanti, S.E., M.M. Kata Kunci: Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Asset Ratio (DAR), Return on Equity (ROE), Current Ratio Salah satu indikator kemakmuran perusahaan maupun pemegang saham dapat dilihat dari return on equity (ROE). Return on Equity (ROE) menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memberikan keuntungan bagi pemiliknya. Beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat return on equity (ROE), yaitu debt to equity ratio (DER), debt to asset ratio (DAR). Current ratio (CR) juga dapat mempengaruhi tingkat ROE. Subjek dalam penelitian ini yaitu perusahaan properti dan real estat yang listing di BEI periode 2013. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh DER dan DAR terhadap ROE yang dimoderasi oleh Current Ratio. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan properti dan real estat yang listing di BEI periode 2013 sebanyak 44 perusahaan. Teknik pengambilan sampel dengan teknik sampel jenuh diperoleh sampel sebanyak 44 perusahaan. Penelitian ini menggunakan analisis regresi moderasi menggunakan uji residual, untuk mengetahui pengaruh langsung DER (X1) terhadap ROE (Y), pengaruh langsung DAR (X2) terhadap ROE (Y), dan untuk mengetahui apakah current ratio (Z) memoderasi DER(X1) dan DAR(X2) terhadap ROE (Y). Analisis data ini menggunakan bantuan software SPSS dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) DER berpengaruh positif signifikan terhadap ROE, 2) DAR berpengaruh positif signifikan terhadap ROE, 3) Current ratio memoderasi pengaruh DER terhadap ROE, 4) Current ratio memoderasi pengaruh DAR terhadap ROE. Dengan demikian, dalam penelitian ini current ratio berperan sebagai variabel moderator. Saran yang diberikan berkaitan dengan hasil penelitian ini, sebagai berikut. 1) Bagi investor, hendaknya lebih berhati-hati sebelum melakukan investasi yaitu dengan melihat produktivitas perusahaan dan menyesuaikan dengan diri sendiri, 2) Bagi perusahaan, hendaknya perusahaan berhati-hati dalam mengelola modal dan aktivanya dalam rangka menghasilkan laba, dan utang jangka pendek harus dibayarkan sebelum jatuh tempo, 3) Bagi peneliti berikuttnya, agar memperpanjang periode penelitian sehingga dapat memperoleh hasil penelitian yang lebih akurat.

Penerapan manajemen berbasis sekolah di SD Negeri Rejosalam 2 Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan / Muhamad Hasan

 

Kata kunci : Manajemen Berbasis Sekolah. Perubahan paradigma penyelenggaraan pendidikan di Indonesia dari sentralistik menjadi desentralistik, sehingga sekolah-sekolah memperoleh hak otonomi untuk mengelola sumber-sumber daya pendidikan yang dimilikinya, akan tetapi pada kenyataannya masih banyak sekolah yang belum memahami bagaimana cara menyelenggarakan pendidikan yang lebih baik, bermutu, dan lebih memadai. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan Manajemen Berbasis Sekolah, kendala selama menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut, serta untuk mengetahui prestasi sekolah yang telah dicapai selama pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Rejosalam 2 Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif metode studi kasus. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis secara induktif, yaitu dimulai dari lapangan atau fakta empiris dengan terjun ke lapangan, mempelajari, menganalisis, menafsir dan menarik kesimpulan dari fenomena yang ada di lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Manajemen Berbasis Sekolah dapat berlangsung secara efektif dengan didukung oleh sumber daya manusia yang profesional untuk mengoperasikan sekolah, dana yang cukup dimiliki sekolah untuk menggaji staf sesuai dengan fungsinya, sarana dan prasarana yang mendukung proses belajar mengajar, serta dukungan masyarakat (orang tua) yang tinggi. Dari hasil yang ada dapat disimpulkan bahwa SDN Rejoasalam 2 sudah menerapkan MBS meskipun masih belum optimal, kendala-kendala yang ada sudah dapat diatasi dan prestasi SDN Rejoasalam 2 sudah ada yang ditingkat kabupaten. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar semua warga sekolah, orang tua, dan masyarakat memiliki rasa tanggung jawab dalam penerapan manajemen berbasis sekolah sehingga prestasi belajar anak didik akan ikut meningkat sesuai dengan apa yang diharapkan.

Perencanaan pompa sentrifugal multistage
tugas akhir utama
oleh Didi Agus S.W.

 

Strategi pengembangan usaha kuliner di Kota Malang berbasis ekonomi kreatif (studi kasus pada cluster kuliner Jl. Pulosari dan Jl. Kawi Kecamatan Klojen Kota Malang) / L.B. Ruth Florida Wulandari Melati Hutabarat

 

Hutabarat, Ruth. 2014. Strategi Pengembangan Usaha Kuliner di Kota Malang Berbasis Ekonomi Kreatif. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Hadi Sumarsono, S.T.,M.Si, (II) Drs. Ach.Ali Wafa, M.Pd. Kata Kunci : Strategi Pengembangan UMKM, Ekonomi kreatif, Kota Kreatif.     Ekonomi kreatif merupakan suatu model pengembangan ekonomi yang memiliki upaya pembangunan yang berkelanjutan dan menekankan Human Investment dalam pengembangannya. Usaha kuliner merupakan UMKM yang sangat mudah untuk ditemui dan merupakan salah satu subsektor dari ekonomi kreatif.     Penelitian ini digunakan untuk mengetahui strategi pengembangan usaha kuliner di Kota Malang.. Data didapatkan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi serta dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berasal dari pelaku usaha kuliner di klaster tersebut, Dinas Pariwisata serta Dinas Perdindustrian dan Perdagangan Kota Malang.     Penelitian ini menggunakan metode kualitatif desktiptif dengan studi kasus.Berdasarkan paparan data diperoleh data sebagai berikut:1) Keadaan klaster ini memiliki prospek berkembang untuk kedepannya jika ditinjau dari aspek industri, teknologi, sumberdaya, institusi serta lembaga keuangannya. Dari analisis ke-lima apek pilar tersebut, didapatkan hasil yang cukup tinggi dan sangat berpotensi untuk dikembangkan bahkan menjadi basis perekonomian daerah.2) permasalahan yang dihadapi oleh pengusaha kuliner di klaster ini adalah promosi yang kurang masif, kekurangan bagian riset dan pengembangan (R&D), kenaikan harga BBM, usaha kuliner musiman, penggunaan teknologi dan inovasi produk yang masih terbatas, dan saluran drainase serta tempat pembuangan sampah yang kurang diperhatikan.3) Strategi yang dapat diimplementasikan di klaster ini ialah Model Pengembangan Triple Helix.a) Masyarakat, b) pilar yang menjadi titik berat penelitian ini yaitu; aspek industri, aspek teknologi, aspek sumberdaya, aspek institusi, dan aspek lembaga keuangan, c) dan yang terakhir adalah aktor penggerak ekonomi kreatif yaitu pemerintah, pebisnis, dan kaum cendikiawan.     Berdasarkan paparan data diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa klaster kuliner di Jl.Pulosari dan Jl.Kawi memiliki potensi besar untuk dikembangkan dengan model pengembangan ekonomi kreatif.

Penerapan model learning cycle (LC) 5 fase berbantuan peta konsep untuk meningkatkan kemampuan kerja ilmiah dan prestasi belajar siswa kelas XI IPA-2 SMAN 10 Malang tahun ajaran 2009/2010 / Rifqi Amalia

 

ABSTRAK Amalia, Rifqi.2010. Penerapan Model Learning Cycle (LC) 5 Fase Berbantuan Peta Konsep Untuk Meningkatkan Kemampuan Kerja Ilmiah dan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPA-2 SMAN 10 Malang Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Purwaningsih, M.Si dan (II) Drs. Sirwadji. Kata Kunci: Learning Cycle (LC) 5 fase, Peta Konsep, Kemampuan Kerja Ilmiah, Prestasi Belajar. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas XI IPA 2 mulai bu-lan Februari 2010 sampai bulan April 2010 mendapatkan fakta-fakta yaitu: 1) 70%-95% kemampuan penyelidikan/penelitian siswa rendah; 2) 84% kemampuan komunikasi ilmiah siswa rendah; 3) 50%-60% kemampuan pemecahan masalah dan sikap ilmiah siswa rendah; 4) 95% prestasi belajar siswa di bawah ketuntasan minimum. Fakta-fakta tersebut menunjukkan bahwa kemampuan kerja ilmiah dan prestasi belajar siswa masih rendah. Hasil diskusi antara peneliti dan guru me-nyimpulkan bahwa melalui pembelajaran dengan model Learning Cycle (LC) 5 fase berbantuan peta konsep maka kemampuan kerja ilmiah dan prestasi belajar siswa akan dapat mengalami peningkatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus tindakan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa kemampuan kerja ilmiah siswa yang diperoleh melalui observasi selama penelitian, sedangkan data prestasi belajar siswa diperoleh mela-lui pretes dan postes pada setiap awal dan akhir siklus. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan model Learning Cycle (LC) 5 fase berbantuan peta konsep dapat meningkatkan kemampuan kerja ilmiah dan prestasi belajar siswa kelas XI IPA-2 SMA Negeri 10 Malang. Secara umum, kemampuan kerja ilmiah siswa meningkat dari siklus I sebesar 63,14% (kategori cukup) menjadi 75,71% (kategori baik) pada siklus II. Selain itu, presta-si belajar siswa juga meningkat dari skor rata-rata kelas sebesar 68,57 dan ketun-tasan klasikal 69% pada siklus I dan meningkat menjadi 92,45 dan ketuntasan kla-sikal 100% pada siklus II. Hasil perhitungan gain score yaitu 0,3 pada siklus I dan 0,87 pada siklus II menunjukkan bahwa model learning cycle 5 fase berban-tuan peta konsep sesuai untuk diterapkan dalam pembelajaran fisika di kelas XI IPA-2 SMA Negeri 10 Malang. Peningkatan kemampuan kerja ilmiah dan prestasi belajar siswa ini juga disebabkan oleh beberapa tindakan perbaikan yang dilakukan oleh guru pada sik-lus II berdasarkan kelemahan-kelemahan pada siklus I. Tindakan perbaikan terse-but yaitu: (1) memaksimalkan fungsi guru sebagai mediator dengan menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan praktikum; (2) mendorong siswa untuk mengkomu-nikasikan hasil maupun masalah praktikumnya dengan menunjuk siswa secara acak; (3) mengurangi kegiatan pembimbingan saat praktikum sehingga siswa le-bih terdorong untuk memecahkan masalahnya sendiri; (4) memberikan jumlah LKS yang mencukupi; dan (5) membimbing siswa saat mengerjakan peta konsep.

Pengaruh penerapan model pembelajaran injuiri terbimbing terhadap prestasi belajar kimia materi hodrokarbon dan respon siswa kelas X MAN 3 Malang tahun ajaran 2009/2010 / Lailatur Rizqiyah

 

ABSTRAK Lailatur, Rizqiyah. 2009. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Prestasi Belajar Kimia Materi Hidrokarbon dan Respon Siswa Kelas X MAN 3 Malang Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Srini M. Iskandar, M.Sc., Ph.D (II) Laurent Octaviana, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: inkuiri terbimbing, prestasi belajar, respon, hidrokarbon Kurikulum yang berlaku saat ini, yaitu KTSP pada prinsipnya menekankan pada pemberian pengalaman langsung kepada siswa untuk mengembangkan kompetensi. Pelaksanaan praktikum merupakan pemberian pengalaman secara langsung dalam mendapatkan konsep. Pada umumnya, kegiatan praktikum yang biasanya dilakukan di sekolah dipandu dengan menggunakan petunjuk praktikum yang sangat lengkap dan detail yang mirip buku resep masakan (cookbook recipes). Hal ini kurang melibatkan siswa dalam menemukan konsep dasar. Salah satu model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam menemukan konsep adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan prestasi belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing dan konvensional dan mengetahui respon siswa terhadap proses pembelajaran kimia pada materi hidrokarbon. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu (quasy experimental design) dan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di MAN 3 Malang dimana populasinya adalah siswa kelas X semester 2 tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah empat kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Dari teknik tersebut diperoleh sampel kelas X-D sebagai kelas eksperimen dan kelas X-C sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen dikenai perlakuan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran yang biasa dilakukan oleh guru (model konvensional). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran dan angket respon siswa. Dari hasil uji coba tes prestasi belajar diperoleh 21 soal valid dengan tingkat realibilitas 0,804. Perbedaan prestasi belajar kelas yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelas yang dibelajarkan secara konvensional dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Untuk memperoleh gambaran secara nyata tentang respon siswa dideskripsikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional pada materi pokok hidrokarbon. Rata-rata prestasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing yaitu sebesar 93,29 lebih tinggi daripada prestasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional yang mempunyai nilai 72,77. Sebanyak 66,6% siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran kimia dengan menggunakan model inkuiri terbimbing.

Perencanaan perangkat roda gigi
oleh Abdul Kholiq

 

Perkembangan Majelis Maulid Wa Taklim Riyadlul Jannah (2005-2014) / Fidda Zurika Islamia

 

Islamia, Fidda Zurika. 2014. ”Perkembangan Majelis Maulid wa Taklim Riyadlul Jannah (2005-2014). Skripsi, Prodi PendidikanSejarah, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Abdul Latif Bustami, M.Si, (2) Dra. Siti Malikowaf, MA, Ph.D Kata Kunci: MMTRJ, Dampak    Majelis taklim khususnya di Malang Raya telah mengalami perkembangan pesat dengan menjadi majelis maulid dengan pembacaan kitab maulid sebagai fokus dakwah. Salah satu majelis maulid yang cukup besar di Malang Raya ialah Majelis Maulid wa Taklim Riyadlul Jannah (MMTRJ). MMTRJ didirikan oleh KH. Abdurrohim as-Sadzily pada tahun 2005 di Ponpes I Riyadlul Jannah . MMMTRJ ialah majelis taklim dengan pembacaan kitab maulid Simtudduror sebagai kitab utama yang dibaca. Dalam waktu sembilan tahun MMTRJ mampu membuktikan eksistensinya dengan berbagai acara berskala besar seperti silaturrahim kubro se-malang Raya, ziarah ke luar kota hingga acara di Pulau Dewata Bali.    Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui perkembangan MMTRJ tahun 2005-2014, (3) mengetahui dampak poltik, ekonomi, sosial-budaya yang ditimbulkan oleh aktivitas MMTRJ pada masyarakat.    Kajian ini menggunakan metode penelitian historis. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pertama, peneliti menentukan topik penelitian. Kedua, heuristik yakni pengumpulan data dengan membedakan antara sumber primer dan sumber sekunder. Ketiga, kritik yakni upaya mempermasalahkan otentisitas dan kredibilitas sumber. Kritik meliputi kritik intern dankritik ekstern. Keempat, Interpretasi adalah menetapkan makna dan saling hubungan antar fakta yang diperoleh menggunakan pendekatan maupun konsep ilmu social. Kelima, Historiografi adalah penulisan sejarah secara kronologis.    Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa MMTRJ didirikan pada tahun 2005 dan sudah memulai kegiatannya di tahun yang sama. MMTRJ baru memulai formalisasi manajemen pada tahun 2011. Pada tahun 2005-2010, manajemen MMTRJ bersifat informal dengan kepengurusan yang dipegang oleh santri Ponpes Riyadlul Jannah I. Pelimpahan yang diterapkan dalam MMTRJ ada dua yakni legal rasional(secara struktur kepengurusan) yakni dari pusat hingga korkel. Dan manajemen berdasarkan genealogis/kharismatik seperti halnya di pesantren khusus untuk jabatan khodimul majelis. Kesuksesan MMTRJ dalam mengembangkan jaringannya dipengaruhi oleh beberapa hal yakni pembentukan korwil/korkel, penyebarluasan kegiatan melalui media massa. MMTRJ juga membawa dampak di bidang politik, ekonomi, sosial-budaya.

Perencanaan konstruksi I gedung pertokoan bertingkat II
direncanakan oleh Irwahjudi Jutriputra

 

Perencanaan motor bensin dua langkah
oleh Bambang Setio Budi

 

Perencanaan motor diesel empat langkah
disusun oleh Suherman

 

Pemanfaatan Internt Sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh di Universitas Terbuka UPBJJ Malang oleh Heru Prabowo

 

Salah satu karakteristik UT sebagainstitusi pendidikan tinggi yang menerapkasni stemp endidikant erbukad anj arak jauh, adarahpemaifaatanmedia cetak yang berupa modul sebagai bahan ajar. Sebagai konsekuinsiny4 kualitas pembelajaranU T sangatt ergantungp adak ualitasb ahana jar yang dihasilkand an disunakand alam prosesp embalajaranu. ntuk menyempumakanp enggunaanb ahan ajari ni, ur mulai memikirkanu ntukm engembangkanbahaanja rt erpadu( cetakd an nonc etak,t ermasukb ahana jar berbantuank omputer)d alam satum ata kutiah. ut jugatetapm engupayakanb entuk layananlain yang dapatm engoptimalkanp roses belajarm ahasiswaS. aati ni di ur sedangd ikembangkanp elayananb antuan pembelajaranm elalui Internet.M eskipun menghadapki endalad alam pelaksanaannypae, mbelajaranm elalui internet ini mendapatr espony ang cukup menggembirakadna ri mahasiswaT. ujuan dari penelitiant entangp emanfaatan Intemets ebagaMi edia PembelajaranJ arakJ auhd i universitas terbuka UPBJJ Malanga dalahu ntuk mendeskripsikanfa ktor penunjang,p rosesp emanfaatan intemet,h ambatany ang dialami, dan usahay ang dilakukan untuk mengatasi hambatany ang dialami dalam pemanfaatanin ternet sebagami edia pembelajaran jarak jauh di Universitas Terbuka UPBJJ Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. populasi dalam penelitiani ni adalahm ahasiswaU niversitasT erbukay ang tercatatd i UPBJJM alang padam asar egistras2i aa3.l, sedangkasna mpelnya dalah1 4l orangm ahasiswa Teknik pengumpuland atay ang digunakand alam penelitiani ni adalaha ngket, wawancarad, an dokumentasiT. eknik analisisd atay ang digunakana dalah prosentase. Hasil penelitianin i menunjukkanb ahwas ebagianb esarmahasiswa UniversitasT erbukaU PBJJM alang pernahm enggunakanin temet dengana lasan adanyain ternetm ahasiswad apatm engaksesla yananU niversitasT erbukas ecara online yangd idalamnyam enyediakanb erbagaif asilitas yang dibutuhkanb aik itu yangm enyangkukt egiatanp embelajaramn aupuna dministrasdi enganc epat.D alam hali ni mahasiswdaa patm enghematte naga,w aktu, dan biaya.K egiatany ang dilakukanm ahasiswad alam mengaksesla yananU niversitasT erbukao nline adalah mencarai rtikel yangb erkaitand enganm ata kuliah yang sedangd iikuti, melihat nilai ujian,m emanfaatkalna yanani nformasi dan konsultasi,s ertam elakukant utorial jarak jauh.K euntungand engana danyaf asilitas layananU niversitasT erbukao nline ini adalahm ahasiswma emperolehca rab elajary angl ebih variatif,p enyampaiannya informasbi aik yangb erkaitand enganm ata kuliah maupuna dmjnistrasib isa dengan cepadt isampaikans,e rtal ebih menghematte nagaw, aktu,d anb iaya.S elama mamanfaatkafans ilitas layananU niversitasT erbukao nline mahasiswad ihadapkan olehb erbagahi ambatana ntaral ain ketidaksiapanm ahasiswad alam menggunakan internetk, urangnyaw aktu yang tersedia,b iaya, dan belum meratanyap embangunan saranian frastruktury ang mendukungp rosesp embelajaranja rak jauh melalui intemet. Usahay angd ilakukan untuk mengatashi ambatany ang timbul adalahd engan berusahlae bih memasyarakatkapne nggunaanin ternet sebagami edia pembelajaran jarakj auh kepadam ahasiswaU niversitasT erbuka"m empercepapt embangunan saranain frastrukturp endukung,s ertam eningkatkank emampuans ertak etrampilan sumbedr ayam anusiay ang adab aik dari pihak UniversitasT erbukam aupun mahasiswa. Berdasarkanh asil penelitiant ersebutd apatd isampaikans arans ebagi berikut: UniversitasT erbukas ebagapi ihak penyelenggaraP endidikanJ arakJ auhh endaknya lebihm emasyarakatkapne nggunaainn ternets ebagami ediap embalajarajna rakj auh kepadam ahasiswas ertam empercepapt embangunans aranai nfrastrukturp endukung. Mahasiswah endakrryab erusahau ntuk meningkatkank emampuand an ketrampilan ddlamm enggunakanif ltehet.

Perencanaan pompa sentrifugal multistage tiga tingkat
oleh Sugeng Widodo

 

Perencanaan motor bensin dua langkah untuk penggerak mesin produksi
oleh Rihanie Zakaria

 

Perencanaan perangkat roda gigi
oleh Jhoni Arief Poerwana

 

Perencanaan pompa sentrifugal
oleh Imam Ashari

 

Perencanaan motor diesel empat langkah sebagai penggerak generator
oleh Ahli Budi

 

Perencanaan perangkat roda gigi (gear box)
oleh Didik Budiono

 

Perencanaan motor bakar dua langkah
oleh Tatok Harson Djunaedy

 

Penggunaan peralatan seqip untuk meningkatkan pembelajaran sains siswa kelas V SDN Tidu I Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan / Romlah

 

ABSTRAK Romlah. 2010. Penggunaan Peralatan SEQIP untuk Meningkatkan Pembelajaran Sains Siswa Kelas V SDN Tidu I Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuuan. Skripsi, Jurusan S 1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Sutrisno, S.Pd, M.Pd, Pembimbing (II) Drs, Heru Agus Triwijaya, M.Pd. Kata Kunci : Peralatan SEQIP (Secience Education Quality Improvement Project), Meningkatkan, Pembelajaran Sains Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar khususnya di SDN Tidu I Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan, masih didominasi dengan pembelajaran konvesional, guru menerapkan metode ceramah dan tanya jawab tanpa menggunakan alat peraga sehingga siswa kurang aktif dalam mengikuti pelajaran. Sehingga mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan, dan berakibat pada hasil belajar yang kurang optimal. Untuk itu peneliti perlu melakukan perbaikan dengan menggunakan peralatan SEQIP. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan penggunaan peralatan SEQIP dalam pembelajaran sains siswa kelas V SDN Tidu I Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan, 2) Mendeskripsikan penggunaan peralatan SEQIP dalam meningkatkan hasil belajar sains siswa kelas V SDN Tidu I Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan, 3) Mendeskripsikan Aktifitas siswa kelas V SDN Tidu I Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan dalam pembelajaran sains dengan menggunakan peralatan SEQIP, dan 4) Mendeskripsikan Tanggapan siswa kelas V SDN Tidu I Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan dalam pembelajaran sains dengan menggunakan peralatan SEQIP. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Instrumen pengumpul data berupa hasil observasi, wawancara dan hasil tes yaitu ulangan siklus I dan ulangan siklus II. Hasil penelitian ini adalah 1) penerapan penggunaan peralatan SEQIP dalam meningkatkan hasil belajar siswa 2) meningkatkan hasil belajar siswa, 3) meningkatkan aktivitas siswa dan 4) mendapatkan tanggapan yang baik dari siswa tentang penggunaan peralatan SEQIP Dengan demikian disimpulkan bahwa penggunaan peralatan SEQIP dapat meningkatkan hasil belajar sains siswa kelas V SDN Tidu I Pasuruan. Dan disarankan kepada guru hendaknya menggunakan peralatan SEQIP dalam pembelajaran SEQIP materi pesawat sederhana, karena dapat menarik minat siswa dalam belajar, sehingga mereka mudah memahami materi dan tujuan pembelajaran yang diharapkan akan tercapai secara optimal. Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan acuan dalam penelitian selanjutnya, sehingga hasilnya dapat dijadikan pedoman dan pengembangan profesi dan meningkatkan hasil belajar siswa.

Hubungan Antara Pendidikan Dan Penghasilan Orang Tua Dengan Prestasi Hasil Belajar Siswa MTs Nasruddin Dampit Kabupaten Malang oleh Hayat Sholeh

 

MTs Nasruddinm erupakanl embagaf ormal keagamaand enganm empelajari matap elajaranu mumd an mata pelajarana gama,s ehinggas isway ang sekolah mempunyapi engetahuanya ng berbedad ayas erapnyate rhadapp elajaraa di sisi lain siswa mempunyai berbagai altivitas membantu orang tua di rumah yang mempengaruhpi restasih asil belajar.B erdasarkank enyataand i lapanganb ahwa pendapatano rangh ra siswas ebagianb esarb erpendapatanse dangy aitu Rp. 250.000- Rp. < Rp. 500.000,h al ini sangatm empengaruhtie rhadapp restasib elajara nak karenad enganm eningkatnyati ngkat pendapatano rangt ua maka saranap endidikan yangd imiliki anakl ebih lengkapP. endidikano rangt ua siswas ebagianb esar berpendidikans ekolahd asar,h al ini juga mempengaruhtie rhadapp restasib elajar anak.D ilihat dari kondisiM Ts Nasruddind i atasm enunjukkanb ahwas iswa-siswa MTs Nasruddin dibebani mata pelajaran yang cukup banyak baik mata pelajaran umum maupun agam4 di sisi lain mereka mempunyai berbagai aktivitas membantu orangt ua di rumahs ehinggak ondisi ini mempengaruhtie rhadapp restasib elajar. Dengand emikiand apatd iketahuib ahwal atarb elakange konomio rangt ua dan pendidikano rangt ua berhubungand enganp restasib elajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dan penghasilano rangtua denganp restasih asil belajars iswa MTs NasruddinD ampit KabupatenM alang. Rancanganp enelitiani ni menggunakajne nis penelitian korelasionalP. opulaspi enelitianin i adalahs iswak elas1 ,2 dzn3 MTs Nasruddin Dampit Kabupatent nfalangd enganju mlah siswa3 00 siswa"p engambilans ampel denganc arapurposifs amplingyakni pengambilans ecarat ertentua taud itunjuk dihasilkan siswa kelas I dan2 MTs Nasruddin Dampit Kabupaten Malang. Sampel respondend iambil s*ara ProporsionalR andomS amplingu ntuk mengambil1 00 resfunden.T eknik pengumpuland ata denganm enggunakana ngkety ang digunakan untuk mendapatkand atad ari siswa secarala ngsungd an dokumentasyi angd igunakan untuk memperoleh daftar nilai siswa. Untuk menguji hipotesism enggunakank orelasip roduct momentd engan tujuan untuk mengetahuhi ubungana ntarap endidikand an penghasilano rangt ua dengan prestasi hasil belajar siswa MTs Nasruddin Dampit Kabupaten Malang pengujiante rhadaph ipotesisI menunjukkann ilai r hitungs ebesa0r ,244d ann ilai r dalamt abel0 ,195W datarafs igrifikan S%o,dengandemikihainp otesisn ol (ft) ditolak.P engujianh ipotesisII menunjukkann ilai r hitung0 ,328d anr dalamt abel 0,195 padataraf sigrifikan 5o/o,d engand emikian hipotesisn ol GIo) ditolak. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pendidikan dan penghasilan I V omng tua dengan prestasi hasil belajar, yang berarti semakin tinggi tingkat pendidikaonr angt ua akans makint inggi pulap resiasbi elajars iswanyaA. da hubungana ntarap enghasilano rangt ua denganp restasih asil belajars iswak elas I dan 2 MTs Nasruddin Dampit Kabupaten Malang, yang berarti semakin tinggi tingkat penghasilaonr angt ua akans makint inggi pulap restasbi elajars iswanya.

Ultimate strength design untuk gedung pertokoan lantai tiga
oleh Achmad Faisal

 

Kemampuan menulis puisi siswa kelas XI Program Studi Bahasa SMA Negeri 2 Pare Kabupaten Kediri tahun ajaran 2005/2006 / oleh Ika Pusparona

 

Perencanaan turbin uap Curtis dengan satu tingkat tekanan dan tiga tingkat kecepatan
oleh Eddy Fanany

 

Evaluasi kinerja Panitia Pelaksanaan Cabang Olahraga Senam pada Porprov Jatim II tahun 2009 di Kota Malang / Basuki

 

ABSTRAK Basuki. 2009. Evaluasi Kinerja Panitia Pelaksana Cabang Olahraga Senam pada Porprov Jatim II Tahun 2009 di Kota Malang. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Heru Widijoto, M.S, (II) Drs. Sapto Adi, M.Kes Kata Kunci: Porprov Jatim II, Senam, Manajemen, Evaluasi. Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) merupakan even penjaringan bibit-bibit atlet dari kabupaten dan kota. Atlet-atlet yang berpotensi akan dibina lebih lanjut yang nantinya akan disiapkan untuk even Nasional atau bahkan Internasinal. Porprov juga merupakan PON Mini atau Pekan Olahraga Nasional Mini karena cabang olahraga yang dipertandingkan mengacu pada cabang olahraga PON. Porprov dise-lenggarakan dua tahun sekali disetiap provinsi. Porprov Jatim pertama telah diseleng-garakan di Surabaya sedangkan Porprov kedua diselenggarakan di kota Malang. Porprov Jatim II cabang olahraga senam membutuhkan manajemen yang baik agar dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Keberhasilan manajemen Porprov Jatim II cabang olahraga senam dapat diketahui dengan adanya evaluasi pada even tersebut. Evaluasi pada Porprov Jatim II tahun 2009 dapat diketa-hui dari segi pelayanan yang diberikan meliputi; transportasi, akomodasi, konsumsi, keamanan, kesehatan, bidang perlombaan, bidang keuangan dan bidang upacara. Diperoleh hasil jawaban responden yang dievaluasi dari tiap-tiap aspek pelayanan yang diberikan dan dipersentasekan yaitu untuk transportasi diperoleh persentase sebesar 66% yang berarti baik, untuk akomodasi diperoleh persentase sebesar 63% yang berarti baik, untuk konsumsi diperoleh persentase sebesar 60% yang berarti cukup, untuk keamanan diperoleh persentase sebesar 68% yang berarti baik, untuk kesehatan diperoleh persentase sebesar 69% yang berarti baik, untuk bidang perlombaan diperoleh persentase sebesar 67% yang berarti baik, untuk bidang keuangan diperoleh persentase sebesar 66% yang berarti baik dan bidang upacara diperoleh persentase sebesar 83% yang berarti sangat baik. Berdasarkan hasil dari penelitian yang diperoleh dapat diketahui atau dapat diputuskan tentang kinerja panitia pelaksana pada Porprov Jatim II tahun 2009 dari setiap aspek yang dievaluasi. Hasilnya penelitian dapat digunakan untuk perbaikan pada Porprov berikutnya yang perlu diperbaiki maupun yang sudah baik dapat dipertahankan agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Sesuai dengan hasil penelitian, peneliti mengajukan saran untuk meningkatkan pelayanan konsumsi yang diketahui hasilnya cukup. Terlebih pelayanan konsumsi untuk atlet agar dapat memperoleh gizi yang baik.

Laporan selama praktek kerja nyata di pabrik gula Wonolangan Probolinggo PTP Perkebunan XXIV - XXV dari tanggal 15 - 6 - 1984 s.d 15 - 8 - 1984
disusun oleh Ali Gunawan

 

Pengembangan modul pembelajaran Pemrograman WEB kelas X Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 1 Sumenep / Imelda Rima Kurniawati

 

ABSTRAK Kuniawati, Imilda Rima. 2015. Pengembangan Modul Pembelajaran Pemrograman Web Kelas X Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 1 Sumenep. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom. (II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd Kata kunci: pengembangan, modul, pemrograman web Pemrograman web merupakan matapelajaran program keahlian RPL. Matapelajaran pemrograman web yang tersedia di sekolah hanya berupa softcopy dan masih belum tersusun dengan baik. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan membuat modul pembelajaran pemrograman web kelas X RPL yang dapat membantu siswa dalam menerima materi secara penuh dalam mencapai tujuan pembelajaran dan untuk mengetahui tingkat kelayakan modul pembelajaran sebagai media pembelajaran. Modul pemrograman web dikembangkan berdasarkan kurikulum 2013 sesuai dengan penerapan yang digunakan di sekolah SMKN 1 Sumenep. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Arief S. Sadiman. Adapun langkah-langkah model pengembangan Arief S. Sadiman yaitu: (1) Identifikasi kebutuhan, (2) Perumusan tujuan, (3) Perumusan butir-butir materi, (4) Perumusan alat pengukur keberhasilan, (5) Penulisan naskah media, (6) Tes/uji coba, (7) Revisi, dan (8) Naskah siap produksi. Uji coba produk dilakukan kepada subjek uji coba yang meliputi ahli media, ahli materi, dan siswa kelas X RPL. Berdasarkan uji coba yang dilakukan menggunakan angket, diperoleh hasil 93,2% dari ahli media, 84,6% dari ahli materi, 86,7% dari uji coba satu lawan satu, 88,7% dari uji coba kelompok kecil, dan 90,8 dari uji coba lapangan. Rata-rata nilai yang diperoleh sebesar 88.8% berdasarkan hasil analisis data keseluruhan. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa pengembangan modul pemrograman web dinyatakan layak untuk digunakan di sekolah.

Perencanaan pompa sentrifugal
Ali Gunawan

 

Studi kegempaan terhadap kestabilan lereng pada daerah rawan longsor di taman hutan raya cangar Malang dengan menggunakan metode microtremor / Feriez Andhika Lutviandi

 

ABSTRAK Andhika Lutviandi, Feriez 2010. Studi kegempaan terhadap kestabilan lereng pada daerah rawan longsor dengan menggunakan metode microtremor di Taman Hutan Raya cangar malang. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Arif Hidayat M.si (II) Daeng Achmad suaidi S.si.M.kom Kata kunci: Metode Microtremor, longsoran, Horizontal-Vertical Spectrum Rasio,Sessaray,surfer9 Telah dilakukan penelitian pada daerah yang berpotensi terjadi rawan longsor dengan menggunakan metode microtremor di Taman Hutan Raya Cangar Malang.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan sebaran amplifikasi pada daerah kawasan taman hutan raya cangar. Dimana amplifikasi ini digunakan untuk menentukan kestabilan lereng pada daerah rawan longsor daerah penelitian. Peralatan yang digunakan adalah seperangkat alat Microtremor dengan durasi pengukuran selama 10 menit. Dan penancapan geophone atau seismometer diletakkan dengan jarak 20 meter antara titik pengukuran dengan menggunakan analisis software Sessaray dan surfer9. Dari hasil penelitian dengan disesuaikan Menurut tabel nakamura dan hasil software surfer9 menunjukan jika warna hijau adalah warna yang mendominasi area pengukuran. Dengan nilai amplifikasi sedang sebesar 3.8 hertz sampai 5.2 hertz. Maka tingkat kestabilan lereng pada daerah penelitian adalah tidak stabil dan sangat berpotensi terjadi longsoran.

Perencanaan turbin uap curtis satu tingkat tekanan dua tingkat kecepatan
oleh Yeyasa Hariyanto

 

Pengaruh penerapan pola pemberdayaan berpikir melalui pertanyaan (PBMP) dengan model pembelajaran think pair share (TPS) dan strategi arias terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif pada siswa kelas X SMA Laboratorium UM Malang / Suyanik

 

ABSTRAK Suyanik. 2010. Pengaruh Penerapan Pola Pemberdayaan Berpikir melalui Pertanyaan (PBMP) dengan Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) dan Strategi ARIAS terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Kognitif pada Siswa Kelas X SMA Laboratorium UM Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana Magister (S2) Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc.,Ph.D.,(II) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, M.S. Kata Kunci: PBMP, TPS, ARIAS, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar kognitif. Peningkatan kualitas pendidikan melalui pembelajaran tidak terlepas dari upaya memberdayakan potensi siswa sebagai peserta didik dan sebagai bagian dari masyarakat belajar. Proses pembelajaran di sekolah saat ini sedapat mungkin dilaksanakan dan dikembangkan berdasarkan strategi pembelajaran yang meng-aktifkan siswa. Sejalan dengan upaya tersebut perlu penerapan strategi yang efektif dan mengaktifkan siswa, sehingga siswa dapat menemukan hubungan antara informasi-informasi yang mereka pelajari. PBMP merupakan suatu strategi pembelajaran yang dikembangkan oleh Corebima dari Universitas Negeri Malang. Strategi ini dikombinasikan dengan model pembelajaran TPS yang dikembangkan oleh Lyman di University of Maryland tahun 1985, sedangkan ARIAS merupakan suatu strategi pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk berprestasi dan meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh penerapan PBMP dengan model pembelajaran TPS dan strategi ARIAS terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif, 2) mengetahui pengaruh kemampuan akademik terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif, 3) mengetahui pengaruh interaksi antara penerapan PBMP dengan model pembelajaran kooperatif TPS dan strategi ARIAS dengan kemampuan akademik terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa di kelas X SMA Laboratorium UM Malang. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Desain penelitiannya pretes-postes Nonequivalent Control Group Design. Sampel ditentukan secara purpose sampling dan dihasilkan dua kelas dengan 41 siswa untuk kelas eksperimen dan 40 siswa untuk kelas kontrol. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis kovarian (anakova) dengan melakukan kontrol terhadap nilai pretes masing-masing variabel terikat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) penerapan PBMP dengan Model Pembelajaran TPS dan strategi ARIAS berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di kelas X SMA Laboratorium UM Malang, 2) penerapan PBMP dengan Model Pembelajaran TPS dan strategi ARIAS berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa di kelas X SMA Laboratorium UM Malang, 3) kemampuan akademik berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di kelas X SMA Laboratorium UM Malang, 4) kemampuan akademik tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa di kelas X SMA Laboratorium UM Malang, 5) interaksi antara penerapan PBMP dengan Model Pembelajaran Kooperatif TPS dan strategi ARIAS dengan kemampuan akademik tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di kelas X SMA Laboratorium UM Malang, 6) interaksi antara penerapan PBMP dengan Model Pembelajaran Kooperatif TPS dan strategi ARIAS dengan kemampuan akademik tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa di kelas X SMA Laboratorium UM Malang. Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan penelitian ini penerapan strategi baru dalam pembelajaran hendaknya memotivasi siswa dalam merencanakan, mengontrol, dan mengevaluasi hasil belajarnya (melakukan metakognisi) sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif. Penerapan PBMP dengan Model Pembelajaran TPS dan strategi ARIAS berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif pada materi Protista dan Jamur, sehingga disarankan dapat diterapkan pada materi yang lainnya. Strategi ARIAS juga layak diintegrasikan pada semua strategi pembelajaran. Indikator hasil belajar kognitif yang mengalami peningkatan cukup tinggi yaitu ranah kognitif C1, C2, dan C3, oleh karena itu dalam proses pembelajaran di kelas X SMA Lab UM disarankan untuk lebih menekankan pada peningkatan ranah kognitif C4, C5, dan C6. Dengan temuan ini hendaknya sekolah memfasilitasi dan mendukung guru-gurunya dengan menerapkan Lesson Study berbasis sekolah sehingga proses pembelajaran semakin meningkat mutunya. Pemerintah daerah melalui dinas pendidikan hendaknya memfasilitasi proses deseminasi dan sosialisasi temuan penelitian ini ke sekolah-sekolah lainnya. Untuk menghindari kejenuhan siswa selama implementasi PBMP dengan Model Pembelajaran TPS dan strategi ARIAS perlu dipertimbangkan jumlah pertanyaan dalam lembar PBMP, lamanya penelitian, dan integrasi PAIKEM dalam pembelajarannya. Pada penelitian ini hasil belajar yang diukur dan dinalisis masih terbatas pada hasil belajar ranah kognitif dan kemampuan berpikir kritis, oleh karena itu disarankan pada kesempatan lain agar diukur pula ranah afektif dan psikomotorik. Penlitian tentang penerapan Pola PBMP dengan model pembelajaran TPS dan strategi ARIAS disarankan agar menggunakan penelitian yang menggabungkan jenis penelitian kuantitatif dan kualitatif. Bagi mahasiswa calon guru, perangkat pembelajaran dan penerapan strategi pembelajaran yang telah dikembangkan dalam penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan untuk menemukan ide baru dan strategi baru dalam meningkatkan mutu pembelajaran

Perencanaan motor diesel empat langkah sebagai penggerak generator
oleh Ismail Hidayat

 

Pengembangan paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema peredaran darah untuk siswa kelas VIII di SMP Negeri 20 Malang / Rayendra Wahyu Bachtiar

 

ABSTRAK Bachtiar, Rayendra W. 2010. Pengembangan Paket IPA Terpadu Berbasis Konstruktivisme dengan Tema Peredaran Darah untuk Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 20 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika. Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Supriyono Koes H., M.Pd, M.A, (2) Drs. Triastono Imam P., M.Pd Kata kunci : Konstruktivisme, Paket IPA Terpadu, tema Peredaran Darah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 secara tegas menyatakan bahwa subtansi mata pelajaran IPA untuk SMP/MTs merupakan IPA Terpadu. Meskipun demikian, penelitian Koes H., (2008:32) terhadap guru IPA SMP di Malang Raya tahun 2008 menunjukkan bahwa 5,4% guru tidak mengetahui pembelajaran IPA SMP dilaksanakan secara terpadu dan juga 94,6% guru membutuhkan paket IPA terpadu untuk pembelajaran IPA SMP. Selain itu, hasil wawancara dengan guru IPA SMP kelas VIII di SMP Negeri 20 Malang diperoleh bahwa meskipun struktur matapelajaran IPA di sekolah tersebut sudah menerapkan IPA terpadu, tetapi guru masih sulit untuk menerapkannya di kelas. Hal ini dikarenakan buku yang digunakan oleh guru belum membahas IPA secara terpadu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kelayakan Paket IPA Terpadu berbasis Konstruktivisme dengan tema Peredaran Darah untuk siswa SMP kelas VIII dan untuk mendeskripsikan kelayakan Panduan Guru Paket IPA Terpadu dengan tema Peredaran Darah. Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Borg dan Gall) yang disesuaikan dengan kebutuhan penelitian yaitu: (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan bentuk awal produk, (4) uji lapangan awal, dan (5) revisi produk utama. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket kelayakan Paket IPA Terpadu tema Peredaran Darah untuk siswa SMP kelas VIII dan Panduan Guru Paket IPA Terpadu tema Peredaran Darah. Uji kelayakan dilakukan oleh 2 Dosen FMIPA UM (kimia dan biologi) dan 2 Guru IPA kelas VIII di SMPN 20 Malang. Jenis data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa angka-angka dari angket dan data kualitatif berupa tanggapan, kritik, dan saran dari Evaluator serta hasil uji keterbacaan oleh siswa terhadap Paket IPA Terpadu tema Peredaran Darah untuk siswa SMP kelas VIII. Hasil uji kelayakan terhadap Paket IPA Terpadu tema Peredaran Darah untuk siswa SMP kelas VIII diperoleh nilai rata-rata 3,62 dan Panduan Guru Paket IPA Terpadu tema Peredaran Darah diperoleh nilai rata-rata 3,58 sehingga keduanya dapat dikategorikan layak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Paket IPA Terpadu tema Peredaran Darah untuk siswa kelas VIII dan Panduan Guru Paket IPA Terpadu tema Peredaran Darah layak digunakan dalam pembelajaran IPA terpadu. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan uji eksperimen terhadap Paket IPA Terpadu tema Peredaran Darah sehingga dapat diketahui tingkat efektifitas penerapannya dalam pembelajaran IPA terpadu dan juga disarankan untuk mengembangkan Paket IPA Terpadu dengan topik yang lainnya.

Interferensi sintaksis bahasa Jawa dalam karangan bahasa Indonesia siswa kelas IX SMP Negeri 2 Ngoro Jombang tahun ajaran 2013/2014 / Ranggi Ramadhani Ilminisa

 

Ilminisa, Ranggi Ramadhani. 2013. Interferensi Sintaksis Bahasa Jawa Dalam Karangan Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Ngoro Jombang Tahun Ajaran 2013/2014. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sunaryo, S.H, M.Hum., (II) Drs. Bustanul Arifin, S.H, M.Hum Kata Kunci: interferensi, sintaksis Interferensi merupakan masuknya unsur suatu bahasa (bahasa Jawa) ke dalam bahasa lain (bahasa Indonesia) sebagai akibat kurangnya kemampuan seseorang dalam menguasai suatu bahasa tertentu. Dalam penelitian ini dikaji interferensi sintaksis bahasa Jawa terhadap bahasa Indonesia yang terdapat dalam karangan siswa. Bahasa pertama yang cenderung digunakan dalam kehidupan sehari-hari mempengaruhi bahasa kedua yang dipelajari oleh seseorang. Maka dari itu, peneliti memiliki ketertarikan untuk menganalisis bentuk-bentuk interferensi sintaksis bahasa Jawa terhadap bahasa Indonesia. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan interferensi sintaksis bahasa Jawa yang meliputi interferensi struktur frasa dan kalimat bahasa Jawa terhadap bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kalimat-kalimat dalam karangan siswa yang berupa struktur frasa dan struktur kalimat bahasa Jawa terhadap bahasa Indonesia. Sumber data penelitian ini adalah karangan siswa kelas IX SMP Negeri 2 Ngoro Jombang. Karangan tersebut didasarkan pada pengalaman pribadi ataupun orang lain. Pengumpulan data menggunakan teknik tes menulis cerita pendek siswa kelas IX SMP Negeri 2 Ngoro Jombang berdasarkan pengalaman pribadi ataupun orang lain. Analisis data dimulai dari tahap mengumpulkan data, mengidentifikasi data, mengklasifikasi data berdasarkan bentuk strukturnya, dan menyimpulkan hasil penelitian. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga kesimpulan: (1) interferensi sintaksis bahasa Jawa terhadap bahasa Indonesia dalam dalam karangan berbahasa Indonesia siswa ditemukan dalam bentuk interferensi struktur frasa dan struktur kalimat. Diduga interferensi yang terjadi dalam ragam tulis siswa ini adalah adanya penggunaan struktur ragam bahasa lisan (bahasa Jawa) ke dalam struktur ragam bahasa tulis (bahasa Indonesia) yang tidak sesuai dengan tata bahasa baku bahasa Indonesia. Hal tersebut karena situasi dan kondisi keberadaan peserta tutur dalam lingkup Jawa yang tidak lepas dari penggunaan bahasa Jawa dalam kesehariannya. Seseorang yang menguasai dua bahasa atau lebih akan cenderung memasukkan unsur kecil (dapat berupa kata, frasa) atau bahkan struktur sintaksis dari bahasa sumber (bahasa Jawa) ke dalam bahasa penerima (bahasa Indonesia) jika penutur kurang menguasai kaidah bahasa penerima. (2) Interferensi sintaksis yang meliputi struktur frasa dan kalimat bahasa Jawa terhadap bahasa Indonesia ditandai dengan adanya elipsis. Elipsis merupakan penghilangan atau pelesapan bagian kata, frasa, ataupun klausa tertentu sebagai alternatif untuk mengefektifkan kalimat. (3) Interferensi struktur frasa dan struktur kalimat bahasa Jawa terhadap bahasa Indonesia dalam karangan bahasa Indonesia siswa perlu disikapi berbeda antara interferensi yang terjadi dalam konteks formal dan informal. Jika di dalam konteks formal dilandaskan pada ragam baku, maka dalam konteks informal dapat menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan keinginan penulis (tidak baku). Namun dalam penelitian ini, dalam konteks informal pun menjadi kajian dalam penelitian.

Perencanaan turbin uap Curtis satu tingkat tekanan dua tingkat kecepatan
oleh Yoyok Ismoyo

 

Perencanaan konstruksi beton bangunan perpustakaan dengan metode ultimate
oleh Slamet Iswahyudi

 

Pengaruh penggunaan multimedia dalam mata pelajaran akuntansi terhadap minat, motivasi dan prestasi belajar akuntansi siswa kelas X SMK Negeri 1 Turen / Leny Purwanti

 

ABSTRAK Purwanti, Leny. 2010. Pengaruh Penggunaan Multimedia Dalam Mata Pelajaran Akuntansi Terhadap Minat, Motivasi Dan Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Turen. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Endang Sri Andayani, S.E, M.Si, Ak., (II) Dra. Hj. Sutatmi, S.E, M.Pd, M.Si, Ak. Kata Kunci : Penggunaan Multimedia, Minat Belajar, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar. Penggunaan media atau alat bantu disadari oleh banyak praktisi pendidikan sangat membantu aktivitas proses pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas, terutama mambantu peningkatan prestasi belajar siswa. Multimedia pembelajaran merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan minat, motivasi dan prestasi belajar siswa. Multimedia pembelajaran menjadikan proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif dan menarik sehingga siswa menjadi lebih bersemangat untuk mengikuti pelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan multimedia terhadap minat, motivasi dan prestasi belajar siswa. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X.2 jurusan akuntansi SMK Negeri 1 Turen yang berjumlah 36 siswa sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas X.1 jurusan akuntansi SMK Negeri 1 Turen yang berjumlah 36 siswa sebagai kelas kontrol. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t. Hasil analisis diperoleh tingkat signifikansi (0,001) < (0,05) untuk minat belajar, signifikansi (0,002) < (0,05) untuk motivasi belajar dan signifikansi (0,028) < (0,05) untuk prestasi belajar siswa. Berdasarkan nilai signifikansi yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa penggunaan multimedia berpengaruh positif terhadap minat, motivasi, dan prestasi belajar siswa di SMK Negeri 1 Turen. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, maka kesimpulan dari penelitian ini menyatakan kelas yang diajar melalui penggunaan multimedia pembelajaran memiliki minat, motivasi dan prestasi belajar yang lebih baik dari kelas yang diajar dengan menggunakan media pembelajaran sederhana seperti papan tulis. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan agar guru lebih kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan media pembelajaran untuk membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menarik.

Perencanaan akhir utama gear box
tugas
Karmijo

 

Penerapan modul IPA terpadu menggunakan pembelajaran model terpadu (integrated model) untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VII-A SMP Negeri 7 Malang tahun ajaran 2009/2010 / Azizah

 

ABSTRAK Azizah. 2010. Penerapan Modul IPA Terpadu Menggunakan Pembelajaran Model Terpadu (Integrated Model) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 7 Malang Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Suyudi, M.Pd, (II) Drs. Dwi Haryoto, M.Pd Kata kunci: modul IPA terpadu, pembelajaran model terpadu, hasil belajar Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah berusaha untuk menyempurnakan kurikulum. Penyempurnaan kurikulum yang telah dilakukan saat ini adalah dengan menerapkan IPA terpadu dalam proses pembelajaran untuk jenjang Sekolah Menengah Pendidikan Pertama (SMP). Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di kelas VII-A SMP Negeri 7 Malang, diketahui bahwa pembelajaran IPA masih dilakukan secara terpisah-pisah antara kimia, fisika, dan biologi. Model pembelajaran masih menggunakan metode ceramah dan demonstrasi jika diperlukan, sehingga siswa cenderung pasif dalam pembelajaran. Kemampuan siswa pada ranah kognitif masih rendah yang ditunjukkan dengan nilai tes pra tindakan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan modul IPA Terpadu menggunakan model terpadu (Integrated Model). Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tindakan berupa penerapan modul IPA terpadu menggunakan model terpadu. Penelitian ini terdiri atas 2 siklus dan tiap siklus terdiri atas tiga kali pertemuan dengan disertai perbaikan tiap siklusnya. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII-A SMP Negeri 7 Malang dengan jumlah 43 siswa. Instrumen penelitian berupa format penilaian hasil belajar siswa, lembar observasi guru mengajar, dan catatan lapangan serta instrumen pembelajaran meliputi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) lengkap dengan LKS dan modul, juga dilengkapi dengan validasi instrumen penelitian oleh evaluator. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan persentase. Hasil validasi instrumen oleh evaluator menunjukkan bahwa soal tes yang akan diberikan dinyatakan valid walaupun ada 1 butir soal yang harus direvisi. Penerapan modul IPA Terpadu menggunakan model terpadu menunjukkan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Peningkatan ini dapat dilihat dari ketuntasan belajar secara keseluruhan pada perbandingan siklus I dengan siklus II. Indikator keberhasilan untuk ranah kognitif terjadi peningkatan belajar sebesar 27,91, pada ranah afektif terjadi peningkatan sebesar 53,49, pada ranah psikomotorik terjadi peningkatan sebesar 65,01. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan modul IPA Terpadu menggunakan model terpadu (Integrated Model) dapat meningkatkan hasil belajar.

Perencanaan motor bensin 4 langkah
oleh Karyono

 

Penggunaan media benda konkret bangun ruang untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN Rejoso Lor II Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan / Sumarni

 

ABSTRAK Sumarni . 2010. Penggunaan Media Benda Konkret Bangun Ruang Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SDN Rejoso Lor II Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuuan. Skripsi, Jurusan S 1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Wiwik. DH, M.Pd, Pembimbing (II) Drs, Goenawan R, M.Pd Kata Kunci : Pemanfaatan Media Benda Konkret Bangun Ruang, Hasil Belajar, Mata Pelajaran Matematika, Sekolah Dasar Proses pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar khususnya di SDN Rejoso Lor II Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan, masih didominasi dengan pembelajaran konvesional, guru menerapkan metode ceramah dan tanya jawab tanpa menggunakan alat peraga sehingga siswa kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Ketidak aktifan siswa akan mempengaruhi pemahaman terhadap materi yang diberikan, dan berakibat pada hasil belajar yang kurang optimal. Hal ini terbukti dengan hasil belajar dengan rata-rata 5,8 pada akhir semester II. Untuk itu peneliti perlu melakukan perbaikan dengan menggunakan media benda konkret bangun ruang. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan pemanfaatan media benda konkret bangun ruang dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN Rejoso Lor II Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan. 2) mendeskripsikan hasil belajar matematika konsep bangun ruang dengan menggunakan media benda konkret bangun ruang pada siswa IV SDN Rejoso Lor II Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan. 3) mendeskripsikan hasil belajar matematika dengan menggunakan media benda konkret bangun ruang siswa kelas siswa IV SDN Rejoso Lor II Kecamatan Rejoso Pasuruan. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Instrumen pengumpul data berupa tes, yaitu evaluasi siklus I dan evaluasi siklus II. Untuk menganalisa data hasil ulangan tersebut digunakan penilaian acuan kriteria. Penilaian acuan kriteria yang digunakan adalah ketuntasan belajar perorangan (75%) dan ketuntasan kelas atau kelompok (80%). Subyek penelitian ini siswa kelas IV SDN Rejoso Lor II Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan. Hasil penelitian ini adalah peningkatan hasil pembelajaran Matematika pada siklus I ketuntasan belajar individu mencapai 56%, yang berarti meningkat sebesar 38,5% dari sebelum pemanfaatan media bendan konkret bangun ruang melalui pre tes pada tindakan awal yang mencapai 26,6%. Selanjutnya pada siklus II ketuntasan individu meningkat menjadi 83,3,%, dan dinyatakan berhasil tuntas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah media benda konkret bangun ruang dapat meningkatkan hasil belajar matematika, dan disarankan kepada guru hendaknya memanfaatkan media benda konkret bangun ruang dalam mata pelajaran materi bangun ruang kubus dan balok. Media benda konkret bangun ruang mudah digunakan sehingga siswa mudah memahami materi dan tujuan pembelajaran akan tercapai secara optimal. Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan acuan dalam penelitian selanjutnya.

Perencanaan motor bakar dua langkah sebagai penggerak sepeda motor
oleh Imam Mahmudi

 

Laporan praktek kerja otomotif II
oleh Siti Maimunah

 

Pengaruh pemberian buah pisang terhadap tingkat daya tahan erobik / Anggi Sholihin Putri

 

ABSTRAK Putri, Anggi Sholihin. 2010. Pengaruh Pemberian Buah Pisang terhadap Tingkat Daya Tahan Erobik. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan FIK Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mulyani Surendra, M. S, (II) dr. Hartati Eko Wardani, M. Si. Med. Kata kunci: buah pisang, karbohidrat, daya tahan erobik Daya tahan erobik memberikan sumbangan terbesar pada saat melakukan aktivitas atau olahraga yang bersifat erobik. Olahraga erobik merupakan jenis olahraga dengan intensitas submaksimal dengan durasi waktu yang lama dan membutuhkan pasokan energi yang berlangsung lama. Pasokan energi tersebut berasal dari makanan yang mengandung karbohidrat. Salah satu makanan yang banyak mengandung karbohidrat adalah buah pisang. Buah pisang memiliki kandungan gizi yang sangat baik dan dapat menyediakan energi yang cukup tinggi daripada buah lainnya. Konsumsi buah pisang sebelum melakukan aktivitas olahraga ini berkaitan dengan sistem penyediaan energi dan penyimpanan cadangan energi. Bertambahnya cadangan energi yang dikonsumsi pada waktu tertentu sebelum melakukan aktivitas olahraga diduga dapat meningkatkan daya tahan erobik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengaruh pemberian buah pisang terhadap tingkat daya tahan erobik. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian buah pisang terhadap tingkat daya tahan erobik. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu dengan menggunakan rancangan the one group pretest-posttest desing. Dalam rancangan penelitian ini, subyek penelitian dipilih secara acak berdasarkan karakteristik tertentu untuk menjadi kelompok penelitian agar subyek penelitian bersifat homogen. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah mahasiswa putra Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan angkatan 2008 di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang yang berjumlah 25 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes berbentuk tes lari 12 menit versi Cooper. Sedangkan analisis data menggunakan uji beda (uji-t) amatan ulang untuk mengetahui perbedaan antara pretest dan posttest. Berdasarkan hasil analisis uji beda (uji-t) untuk amatan ulang menyatakan bahwa antara sebelum dan sesudah pemberian buah pisang sebelum lari 12 menit ditemukan thit = 10,445 > ttab (α = 0,05) = 2,064 dengan db= 25 -1 =24, maka hipotesis kerja yang menyatakan ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian buah pisang sebelum lari 12 menit terhadap tingkat daya tahan erobik diterima. Sedangkan hipotesis nol yang menyatakan tidak ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian buah pisang sebelum lari 12 menit terhadap tingkat daya tahan erobik ditolak. Karena mean posttest lebih baik daripada mean pretest, maka kesimpulan dalam penelitian ini adalah pemberian buah pisang sebelum lari 12 menit secara signifikan dapat meningkatkan daya tahan erobik.

Peningkatan keterampilan teknik block dalam bolavoli melalui latihan block tunggal dan berpasangan mahasiswa UKM UABV Universitas Negeri Malang / Dona Sandy Yudasmara

 

ABSTRAK Yudasmara, S. Dona 2010. Peningkatan Keterampilan Block dalam Bolavoli Melalui Latihan Block Tunggal dan Berpasangan UKM UABV Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pandidikan Jasmani dan Kesehatan, FIK, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. M.E Winarno., M.Pd. (II) Drs. I Nengah Sudjana., M.Pd Kata kunci: keterampilan block, Bolavoli, Latihan Teknik dasar block dalam bolavoli adalah bagian penting dalam sebuah pertandingan. Teknik block adalah suatu teknik dasar dalam bolavoli yang gunanya untuk pembendung pertama serangan dari lawan. Teknik ini dilakukan dengan cara merintangi atau menghalangi musuh ketika sedang melakukan serangan di depan net dengan cara mengangkat lengan tinggi-tinggi di atas jaring, pada tempat yang diduganya menjadi arah jalannya bola. Permainan Bolavoli merupakan permainan beregu di atas lapangan berukuran panjang 18 m dan lebar 9 m, dibatasi oleh garis selebar 5 cm. Di tengah lapangan ada garis sepanjang 9 m yang membelah lapangan menjadi 2 sama besar. Lurus di atasnya terdapat net, dengan tinggi 2,43 m untuk putra dan 2,24 m untuk putri. Terdapat dua regu yang saling berhadapan dan setiap regu terdapat 6 pemain, 3 pemain sebagai penyerang dan 3 lainnya sebagai pemain bertahan. Mahasiswa anggota Tim Bolavoli Putri Unit Aktifitas Bolavoli Universitas Negeri Malang memiliki tingkat penguasaan keterampilan teknik dasar block yang rendah. Gambaran rendahnya penguasaan keterampilan teknik dasar block, terlihat pada saat pertandingan persahabatan melawan Tim Bolavoli Putri STIE Perbanas Surabaya dan Tim Bolavoli Putri Universitas Brawijaya Malang, pencapaian tingkat kegagalan yang cukup tinggi mencapai 13 kali kesalahan dengan persentase 65% menunjukkan tingkat penguasaan yang belum maksimal dan perlu adanya peningkatan. Masalah yang ingin dipecahkan dalam penelitian ini adalah bagaimana melakukan peningkatan keterampilan block menggunakan latihan block tunggal dan berpasangan. Sehingga mahasiswa anggota Tim Bolavoli Putri Unit Aktifitas Bolavoli Universitas Negeri Malang dapat menguasai keteramplan block dengan baik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dalam hal ini diadaptasi menjadi Penelitian Tindakan Olahraga karena subyek penelitiannya adalah sekumpulan orang yang melakukan aktifitas fisik. Penelitian ini dilaksanakan di Lapangan A3 Universitas Negeri Malang pada tanggal 24 Pebruari sampai 2 Maret 2010. Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa tes kemampuan penguasaan keterampilan block menunjukkan aspek awalan dalam melakukan block diperoleh nilai rata-rata keseluruhan 78,03, aspek sikap badan saat melakukan block diperoleh nilai rata-rata keseluruhan 83,74, aspek tumpuan pada saat pendaratan diperoleh nilai rata-rata keseluruhan 84,24, aspek Koordinasi pemain pada saat melakukan loncatan bersama di depan net diperoleh nilai rata-rata keseluruhan 73,33. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar Peningkatan keterampilan Block dengan menggunakan latihan block tunggal dan berpasangan ini dapat digunakan, sehingga bisa dijadikan bahan referensi untuk pengembangan model latihan selanjutnya serta dapat lebih meningkatkan hasil latihan secara maksimal guna lebih meningkatkan hasil latihan serta menambah variasi model-model yang dapat diterapkan dalam setiap sesi latihan.

Perancangan media interaktif menggambar karakter untuk animasi / Seva Nurmanfa'ati

 

Penentuan karakteristik indikator campuran bahan pewarna makanan warna merah merk betet dengan merah arbei merk rusa serta pemanfaatannya dalam titrasi asam basa / oleh Kholishoh

 

Pengaruh penggunaan media gambar seri terhadap hasil belajar keterampilan berbicara bahasa Mandarin mahasiswa Politeknik Negeri Malang / Nancy Perdanasari

 

Tesis. Jurusan Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Punaji Setyosari, M.Ed., M.Pd., (II) Dr. H. Sulton, M.Pd. Kata kunci: penggunaan media gambar seri, peningkatan keterampilan berbicara bahasa Mandarin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar berbicara mahasiswa yang menggunakan media gambar seri lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar mahasiswa yang tidak menggunakan media gambar seri pada mata kuliah bahasa Mandarin di Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Malang. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi experiment), karena peneliti tidak bisa sepenuhnya melakukan kontrol. Ada dua variabel dalam penelitian ini, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebasnya adalah penggunaan media gambar seri, sedangkan variabel terikatnya adalah keterampilan berbicara bahasa Mandarin. Subyek penelitian adalah mahasiswa semester IV pada Program D3 Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Malang, yang terbagi menjadi kelompok eksperimen (25 orang) dan kelompok kontrol (26 orang). Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penggunaan gambar seri, pada awal eksperimen diberikan prates, baik kepada kelompok eksperimen maupun kontrol; dan pada akhir eksperimen diberikan pascates kepada kedua kelompok tersebut. Bagi kelompok eksperimen, hasil prates adalah 50,93 dan hasil pascates adalah 60,26; sedangkan bagi kelompok kontrol hasil prates adalah 49,74 dan hasil pascates adalah 52,56. Dengan menggunakan SPSS for Windows, dilakukan uji-t terhadap nilai prates dan pascates bagi kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Hasilnya, ditemukan t-hitung 5,03 untuk kelompok eksperimen dengan t-tabel 1,711; dan ditemukan t-hitung 1,85 untuk kelompok kontrol dengan t-tabel 1,708. Kedua nilai t-hitung tersebut memiliki taraf signifikansi 0.05. Ini berarti bahwa kemampuan berbicara bahasa Mandarin pada kelompok eksperimen meningkat lebih dari 2,5 kali lipat (tepatnya, 2,72 kali lipat) dibandingkan kemampuan kelompok kontrol Sedangkan untuk menemukan perbedaan capaian (gain) antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dilakukan uji-t terhadap perbedaan nilai prates dan pascates pada kedua kelompok tersebut, dengan hasil t-hitung sebesar 2,87 pada t-tabel 1,676 dan taraf signifikansi 0,05. Artinya, ada perbedaan signfikan antara hasil belajar mahasiswa yang menggunakan gambar seri dan hasil belajar mahasiswa yang tidak menggunakan gambar seri.

Pola kalimat bahasa Indonesia dalam karangan siswa kelas VII MTs Akmaarif 01 Singosari / Devilla Widya Aryanti

 

ABSTRAK Aryanti, Devilla Widya. 2015. Pola Kalimat Bahasa Indonesia dalam Karangan Siswa Kelas VII MTs Almaarif 01 Singosari. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Sunaryo Hs., S.H. MHum (2) Dr. Mudjianto, M.Pd. Kata Kunci: struktu frasa, fungsi sintaktis, pola kalimat Kalimat merupakan rangkaian kata-kata yang disususn berdasarkan kaidah tata kalimat yang menduduki fungsi sintaktis tertentu. Fungsi sintaktis yang terdapat pada kalimat yaitu fungsi subjek (S), predikat (P), objek (O), pelengkap (Pel), dan keterangan (Ket). Rangkain kata-kata yang menduduki fungsi sintaktis pada sebuah kalimat disebut dengan pola kalimat. Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam lisan maupun tulis harus memiliki pola subjek (S) dan predikat (P). Jika tidak memiliki unsur tersebut, maka kalimat menjadi tidak bermakna. Penelitain ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struktur frasa dalam kalimat karangan siswa, (2) mendeskripsikan fungsi-fungsi sintaktis kalimat dalam karangan siswa, dan (3) mendeskripsikan pola kalimat dalam karangan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sesain penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan tiga instrument, yaitu tes, panduan pengumpulan data, dan petunjuk analisis data. Berdasarkan analisis data, ditemukan tiga hasil penelitian. Pertama, struktur frasa kalimat dalam karangan siswa, yaitu struktur frasa fungsi S berupa kata, kelompok kata, dan bervalensi kata atau FB, struktur frasa fungsi P berupa kata, kelompok kata, dan bervalensi kata atau FB, struktur frasa fungsi O berupa kata, kelompok kata, dan bervalensi kata atau FB, strukur frasa fungsi Pel berupa kata, kelompok kata, dan bervalensi kata atau FB, dan struktur frasa fungsi Ket berupa kata dan kelompok kata. Berdasarkan pembentuk fungsi sintaktis S, P, O, Pel, dan Ket ditemukan struktur frasa fungsi sintaktis S berupa frasa benda (FB), kata benda (KB) dan klausa, struktur frasa fungsi P berupa frasa benda (FB), frasa kerja (FK), frasa sifat (FS), frasa bilangan (FBil), kata benda (KB), kata kerja (KK), dan kata sifat (KS), struktur frasa fungsi O berupa frasa benda (FB) dan kata benda (KB), struktur frasa fungsi Pel berupa frasa benda (FB), frasa sifat (FS), frasa bilangan (FBil), frasa depan (FD), kata sifat (KS), dan kata kerja (KK), dan struktur frasa fungsi Ket berupa frasa benda (FB), frasa sifat (FS), frasa depan (FD), dan kata sifat (KS). Kedua, fungsi-fungsi sintaktis kalimat dalam karangan siswa, yaitu kalimat-kalimat yang memiliki fungsi sintaktis subjek (S), predikat (P), objek (O), pelengkap (Pel), dan keterangan (Ket). Unsur-unsur sintaktis pembentuk kalimat tersebut dapat dibedakan menjadi unsur wajib yaitu unsur S dan P dan unsur tak wajib yaitu O, Pel, dan Ket. Ketiga, pola kalimat dalam karangan siswa, pola kalimat tunggal dan pola kalimat luas. Siswa sebagai pembelajar yang aktif disarankan agar banyak berlatih menulis kalimat dengan memperhatikan pola kalimat yang digunakan dan lebih mempelajari kaidah-kaidah tata kalimat dan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar. Guru sebagai pendidik disarankan agar turut melatih keterampilan menulis siswa terkait penggunaan pola kalimat dengan cara memberikan latihan menulis karangan dengan memperhatikan kaidah-kaidah tata kalimat dan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar serta mengoreksi kembali kalimat-kalimat dalam karangan siswa agar terjadi perbaikan pada proses belajar mengajar selanjutnya.

Analisis struktur permukaan pada daerah rawan longsor di Taman Hutan Raya Cangar Malang menggunakan metode tomografi HVSR pengukuran microtremor / Ely Uzlifatul Jannah

 

ABSTRAK Jannah, Ely Uzlifatul. 2010. Analisis Struktur Bawah Permukaan Pada Daerah Rawan Longsor Di Taman Hutan Raya Cangar Malang Menggunakan Metode Tomografi HVSR Dari Pengukuran Microtremor. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Arif Hidayat M.si, (II) Daeng Achmad suaidi S.si.M.kom. Kata kunci: Metode Microtremor, longsoran, Tomografi HVSR, Matlap, Rockworks. Telah dilakukan penelitian tentang analisis struktur bawah permukaan pada daerah rawan longsor di taman hutan raya cangar malang dengan menggunakan metode tomografi HVSR dari pengukuran Microtremor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan struktur bawah permukaan, persebaran amplifikasi 3D pada daerah penelitian dengan tujuan untuk mengetahui potensi longsoran di daerah penelitian. Peralatan yang digunakan adalah seperangkat alat Microtremor dengan durasi pengukuran selama 10 menit. Dan penancapan geophone atau seismometer diletakkan dengan jarak 20 meter antara titik pengukuran dengan menggunakan analisis Software Matlab dan Software Rockworks. Dari hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan sebagai berikut dari analisis Software Matlab didapatkan lapisan sebanyak 7 lapis dengan kedalaman maksimum 80 meter. Serta menurut tabel penyusun bumi didapatkan jenis material penyusun bumi yang dominan yaitu lanau lempungan, lempung pasiran, pasir kerikil dan lempung pada kedalaman 2-80 meter. dan dari analisis Software Rockworks didapatkan sebaran amplifikasi dengan warna dominan merah muda. Serta menurut tabel rockworks didapatkan jenis tanah yang sangat lunak dan sangat berpotensi terjadi longsoran pada daerah penelitian.

Penerapan strategi promosi listrik prabayar pada PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Pelayanan dan Jaringan Malang - Unit Pelayanan Blimbing / M. Fiki Firmansyah

 

Kata kunci: promosi, strategi Penelitian ini dilatarbelakangi oleh PT. PLN (Persero) mengeluarkan produk baru yaitu Listrik Pra Bayar (LPB). Listrik pra bayar ini adalah produk layanan terbaru dari PLN. Dengan listrik prabayar ini, pelanggan dapat mengendalikan dan mengontrol pemakaian listrik setiap saat. Ini berarti kendali ada di tangan pelanggan sendiri. Karena melihat daerah pemasaran PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Pelayanan dan Jaringan Malang UP Blimbing Malang ini berada di daerah Kota Malang, dan banyak konsumen yang awam atau tidak mengerti sama sekali tentang produk baru dari PLN ini, maka PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Pelayanan dan Jaringan Malang UP Blimbing Malang ini mengalami kesulitan dalam memasarkan produk barunya ini. Konsumen membutuhkan informasi untuk mengetahui keberadaan produk baru ini. Informasi tersebut adalah informasi yang bermanfaat, sehingga konsumen dapat membuat pilihan terbaiknya. Promosi dianggap sebagai alat yang mudah untuk menginformasikan suatu produk ke konsumen, karena dapat mebuat konsumen menjadi lebih ingat dan percaya pada apa yang di informasikan melalui media promosi tersebut. Penerapan strategi bauran promosi PT PLN (Persero) UP Blimbing, adalah sebagai berikut:(1) Brosur, (2) Radio, (3) Spanduk, (Sosialisasi). Hasil yang didapat pada startegi bauran promosi PT PLN (Persero) UP Blimbing yaitu adanya pelanggan yang menginginkan untuk memakai listrik prabayar tersebut, dan sampai saat ini jumlah pelanggan yang menggunakan listrik prabayar sudah mencapai 47 pelanggan. Dalam menetapkan strategi bauran promosi, hendaknya perusahaan lebih mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing variabel bauran promosi, sehingga perusahaan dapat mencapai tujuan promosi yang ditetapkan. Dalam menerapkan startegi bauran promosi, PT PLN (Persero) sering tidak menerapkan dengan baik, sehingga perlu diadakan evaluasi, misalnya banyak pegawai lapangan yang tidak memberikan informasi produk kepada pelanggan, penempatan media luar ruangan yang kurang efektif karena ditempatkan hanya pada outlet perusahaan.

Pengaruh model pembelajaran learning cycle terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok konsep reaksi redoks di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang tahun ajaran 2009/2010 / Ida Riani

 

ABSTRAK Riani, Ida. 2009 Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Materi Pokok Konsep Reaksi Redoks di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang Tahun Ajaran 2009/2010”. Skripsi, Program Study Pendidikan Kimia, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Drs. Darsono Sigit, M.pd, (II) Dra Hayuni Retno Widarti, M.Si. Kata Kunci: Learning Cycle, Prestasi Belajar, Reaksi Redoks Kualitas pendidikan saat ini menjadi masalah yang banyak dibahas oleh para ahli pendidikan. Guru menjadi faktor penentu keberhasilan pembelajaran selain dilihat dari siswa, kurikulum, sarana-prasarana pembelajaran dan juga manajemen sekolah secara menyeluruh, selama ini guru dalam proses pembelajaran masih menggunakan pendekatan behavioristik sehingga guru dituntut untuk menggunakan strategi pembelajaran yang tepat agar prestasi belajar siswa dapat tercapai. Salah satu cara yang digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pendekatan konstruktivistik yang mana siswa harus dapat membangun pengetahuannya sendiri. Salah satu model pembelajaran yang bersifat kontruktivistik adalah learning cycle. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa kelas learning cycle melalui lesson study dengan prestasi belajar kelas ceramah bermakna melalui lesson study, mengetahui keaktifan dan ketrampilan siswa saat mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran learning cycle melalui lesson study, mengetahui tanggapan dan ketertarikan siswa terhadap model pembelajaran learning cycle dan lesson study. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen semu yang melibatkan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Penelitian dilaksanakan di SMA Laboratorium UM dengan sampel siswa kelas X3 dan X5 dengan materi pokok reaksi redoks. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Instrument dalam penelitian berupa angket, lembar observasi dan soal evaluasi. Uji instrument yang dilakukan antara lain uji validitas soal, reliabilitas soal, tingkata kesukaran dan daya beda. Analisis data yang digunakan meliputi, uji normalitas, uji homogenitas, uji kesamaan dua rata-rata, uji hipotesis dengan U Mann-Whitey menggunakan bantuan SPSS versi16.0 dan analisis diskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan antara prestasi belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran learning cycle melalui lesson study dengan yang diajar dengan ceramah bermakna melalui lesson study. Rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan learning cycle sebesar 70,06, sedangkan yang diajar dengan ceramah bermakna sebesar 60,11. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran learning cycle melalui lesson study lebih baik daripada yang diajar dengan ceramah bermakna melalui lesson study. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran menjadi meningkat. Ketrampilan siswa dalam kerja laboratorium sangat baik. Sikap siswa terhadap penggunaan model pembelajaran learning cycle dan lesson study juga positif. Kinerja guru juga meningkat.

Perencanaan motor bakar dua langkah sebagai penggerak sepeda motor
oleh Joko Priyanto

 

Perencanaan gear box
tugas
oleh Djoko Purwantono

 

Perencanaan pompa sentrifugal
oleh Yulia Rini Purwanti

 

Perencanaan turbin uap Curtis satu tingkat tekanan dua tingkat kecepatan
oleh Udi Riyantri

 

Perencanaan pompa sentrifugal single suction
tugas akhir utama
oleh Edy Santoso

 

Using word-focused task in English texts to enchance vocabulary mastery of eighth grade students at SMP Kartika IV-8 Malang / Pratama Setya Adikara

 

Adikara, Pratama S. 2015. Penggunaan Pemfokusan Kata Dalam Teks Berbahasa Inggris Untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Siswa Kelas 8 SMP Kartika IV-8 Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Advisor: (1) Dr. Arwijati Wahjudi, Dip. TESL., M.Pd (2) Drs. Kukuh Prayitno S., M.A. Kata Kunci: penguasaan kosa kata, pemfokusan kata Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata pada siswa kelas 8 SMP Kartika IV-8 Malang. Penguasaan kosa kata menjadi fokus penelitian ini karena siswa kesulitan dalam menghafal kosakata dan kesulitan untuk berlatih menggunakan kosakata baru dalam aktivitas di kelas. Nilai tes kosakata pada penelitian pendahuluan menunjukkan 24 siswa (62%) tidak memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan sekolah. Hal ini merupakan tanda bahwa siswa mengalami kesulitan dalam penguasaan kosa kata berbahasa Inggris. Maka dari itu, penulis tertarik untuk meningkatkan kemampuan penguasaan kosakata dengan menggunakan strategi pemfokusan kata. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa strategi ini efektif dalam pengajaran penguasaan kosakata berbahasa Inggris karena strategi ini memberikan paparan yang terus menerus pada kosakata berbahasa Inggris. Adapun beberapa tahapan dan langkah-langkah dalam mempersiapkan pembelajaran menggunakan strategi pemfokusan kata. Persiapan yang pertama adalah memilih target kosakata, untuk kelas 8, peneliti menggunakan 40 target kosakata. Persiapan yang kedua, peneliti memilih tiga teks berbahasa Inggris dan memodifikasinya sehingga target kosakata tercakup didalamnya. Tiga tipe teks itu adalah naratif, deskriptif, dan recount. Persiapan ketiga yaitu peneliti mempersiapkan pertanyaan pemahaman pada setiap teks sehingga siswa lebih sering terpapar dengan target kosakata yang telah ditentukan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari perencanaan, penerapan, observasi, dan refleksi. Terdapat tiga pertemuan yang dilakukan pada satu siklus. Setiap pertemuan terdiri dari empat tahap. Tahap pertama adalah memberi siswa teks berbahasa Inggris. Tahap kedua, siswa diminta untuk membaca teks tersebut dan dan mencatat kosa kata sulit lalu dengan menggunakan kamus para murid mencari artinya. Tahap ketiga, pengajar membagi siswa dalam kelompok kecil dan meminta siswa untuk menjawab pertanyaan pemahaman. Keempat, peneliti bersama dengan siswa berdiskusi tentang jawaban pertanyaan dan juga isi teks. Di penelitian ini, subyek penelitian terdiri dari 42 siswa kelas 8 di SMP Kartika IV-8 Malang. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara, kuesioner, daftar cek pengamatan, catatan lapangan, dan tes kosakata. Kriteria kesuksesan dari penelitian ini adalah 70% dari siswa harus mencapai skor kelulusan minimal yang ditentukan sebesar 75 poin. Data mengenai perkembangan siswa dalam menguasai target kosakata diambil dari observasi di dalam setiap pertemuan.menggunakan instrumen dan juga hasil dari tes kosakata. Kesimpulannya, kriteria kesuksesan telah tercapai setelah menerapkan strategi pemfokusan kata dalam satu siklus. Terdapat dua hasil penemuan. Hasil yang pertama, penggunaan strategi ini dalam teks Bahasa Inggris dapat meningkatkan penguasaan kosakata pada siswa kelas 8 dengan 75% siswa mendapat nilai 75 atau diatasnya. Hasil yang kedua menunjukkan bahawa strategi ini dapat meningkatkan partisipasi siswa sebesar 87%. Terdapat beberapa saran, untuk para guru direkomendasikan untuk menggunakan beberapa tipe teks Bahasa Inggris yang menarik dan relevan. Dan juga, kata-kata terfokus harus dipilih sesuai tingkat kemampuan siswa. Sedangkan untuk para peneliti, mereka dihimbau untuk menerapkan strategi ini ke tingkat sekolah yang berbeda.

Penggunaan unsur fiksi dalam buku jurnalisme sastrawi: Antologi liputan mendalam dan memikat / Nurul Komariyah

 

Kata Kunci: unsur fiksi, jurnalisme sastra, antologi liputan. Jurnalisme sastra merupakan salah satu genre dalam jurnalistik dimana berita ditulis dengan memakai unsur-unsur penulisan fiksi untuk kepentingan dramatisasi pelaporan dan membuat berita menjadi memikat. Meski belum terlalu berkembang pesat di Indonesia, namun sudah ada satu buku yang berisi antologi liputan jurnalisme sastra berjudul Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat yang menggunaan unsur-unsur fiksi untuk menulis teks berita. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua tujuan utama. Pertama, memerikan penggunaan unsur-unsur fiksi pada penulisan teks berita dalam buku Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat. Kedua, mendeskripsikan fungsi penggunaan unsur-unsur fiksi pada teks berita dalam buku Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka dengan pendekatan analisis teks. Data dalam penelitian ini adalah unit-unit tuturan yang dikutip dari teks yang mencerminkan unsur fiksi dan fungsinya yang diperoleh dari dialog, monolog, serta narasi dalam buku Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa tabel panduan studi dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan triangulasi data dengan cara peneliti membaca teks-teks berita yang diteliti secara berulang-ulang untuk menemukan data yang akurat sesuai dengan masalah yang dikaji, peneliti mendiskusikan dan mengonsultasikan hasil atau temuan penelitian secara rutin kepada pembimbing. Analisis data dilakukan dengan tahapan identifikasi, pengkodean, pengelompokan, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan sebagai berikut. Pertama, terdapat enam unsur fiksi yang digunakan dalam buku Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat. Unsur-unsur tersebut meliputi: (1) peristiwa, (2) alur, (3) tokoh dan penokohan, (4) setting, (5) sudut pandang dan (6) dialog. Masing-masing unsur digunakan jurnalis dengan cara-cara tertentu. Kedua, terdapat tiga fungsi dari penggunaan unsur fiksi yang ditemukan. (1) Untuk memperjelas dan mempertegas topik yang tengah diterangkan oleh jurnalis. Fungsi ini ada pada unsur fiksi berupa dialog. (2) Untuk menguatkan nilai dramatis pengisahan berita. Fungsi ini juga ada pada unsur fiksi berupa dialog. (3) Untuk menghidupkan imajinasi pembaca. Fungsi ini ada pada penggunaan unsur fiksi berupa pendeskripsian adegan dari suatu peristiwa, pendeskripsian setting tempat, dan pendeskripsian setting suasana. Berdasarkan simpulan pertama, maka peneliti memberikan saran pada pihak-pihak berikut. Saran bagi jurnalis, agar mengembangkan penulisan berita ber-genre jurnalisme sastra. Hal ini bisa memperkaya jurnalisme, sebab jurnalis mengemas berita dengan menggabungkan kaidah jurnalistik dan teknik sastra yang memasukkan unsur-unsur fiksi. Saran bagi pendidik sastra, agar memperkenalkan cara baru mengenai unsur-unsur karya sastra sehingga peserta didik dapat mengaplikasikan unsur-unsur fiksi tidak hanya untuk berkarya sastra, tetapi juga untuk karya lain, seperti penulisan berita. Saran bagi pendidik jurnalistik, agar memperkenalkan jurnalisme sastra kepada peserta didik. Terlebih mengingat bahwa di negara luar seperti Amerika Serikat, genre ini sudah sangat berkembang. Berdasarkan simpulan kedua, maka peneliti memberikan saran pada pihak-pihak berikut. Saran bagi pembaca, agar dapat menjadikan penelitian ini sebagai tambahan pengetahuan, terutama bahwa unsur-unsur fiksi tidak hanya memiliki fungsi dalam karya sastra, tetapi juga memiliki fungsi dalam teks berita. Saran bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian sejenis, agar dapat menggunakan penelitian ini sebagai salah satu referensi penelitian yang disertai dengan pengembangan masalah dari sudut pandang yang berbeda. Sebagai contoh, dapat lebih menggali fungsi-fungsi dari penggunaan diksi atau gaya bahasa dalam penulisan teks berita jurnalisme sastra.

Kenyamanan termal bangunan sekolah dengan orientasi yang berbeda di Kabupaten Mojokerto / Lutfi Lailatul Rizki

 

ABSTRAK Rizki, Lutfi Lailatul. 2016. Kenyamanan Termal Bangunan Sekolah dengan Orientasi yang Berbeda di Kabupaten Mojokerto. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Haris Anwar Syafrudie, M.Pd, (II) Imam Alfianto, S.T., M.T. Kata Kunci: kenyamanan termal, bangunan sekolah, orientasi bangunan. Salah satu faktor kenyamanan lingkungan yang mempengaruhi tingkat kenyamanan siswa pada saat kegiatan belajar adalah kenyamanan termal. Kenyamanan termal merupakan perasaan di mana seseorang merasa nyaman dengan keadaan suhu lingkungannya, yang digambarkan sebagai kondisi dimana seseorang tidak merasakan kepanasan maupun kedinginan pada lingkungan tertentu. Kenyamanan termal siswa berhubungan erat dengan orientasi bangunan kelas. Orientasi bangunan kelas yang menghadap ke arah datangnya sinar matahari menimbulkan radiasi matahari yang tinggi yang bisa mempengaruhi kenyamanan termal bangunan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui kenyamanan termal siswa di ruang kelas dengan orientasi yang berbeda di Kabupaten Mojokerto berdasarkan persepsi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang menggunakan metode survei. Penelitian dilakukan pada 192 siswa di SMP Negeri 1 Pungging dan 126 siswa pada SMP Negeri 2 Trawas. Kuesioner dibagikan kepada siswa dua kali dalam sehari. Penelitian dilakukan selama 6 hari. Hasil kuesioner siswa menunjukkan bahwa kenyamanan termal pada area bukaan jendela SMP Negeri 1 Pungging serta SMP Negeri 2 Trawas kurang baik. Lebih dari 60% siswa menyatakan tidak nyaman dengan kondisi termal. Persentase tertinggi siswa yang merasa tidak nyaman di area bukaan jendela kelas yang menghadap ke arah Timur di SMP Negeri 1 Pungging sebesar 65,39% sementara di SMP Negeri 2 Trawas, persentase tertinggi siswa yang merasa tidak nyaman juga berada di area bukaan jendela kelas yang menghadap ke arah Timur sebesar 67,65%. Penelitian ini menunjukkan bahwa area bukaan jendela kelas yang menghadap ke arah Timur merupakan area kelas yang paling tidak nyaman menurut persepsi siswa. Penyebab utama yaitu pengaruh radiasi matahari, pergerakan udara yang tidak terasa di dalam kelas, serta sedikitnya vegetasi di sekitar kelas. Oleh sebab itu, disarankan kepada SMP Negeri 1 Pungging serta SMP Negeri 2 Trawas untuk menggunakan kipas angin ataupun air conditioner, pemakaian gorden, serta penanaman vegetasi di setiap kelas sehingga siswa tetap merasa nyaman saat belajar di dalam kelas.

Perencanaan turbin uap curtis satu tingkat tekanan dua tingkat kecepatan
oleh Muchlish Siddiq

 

Perencanaan pompa sentrifugal isapan tunggal
tugas akhir utama
oleh C. Dwi Putra Soebagya

 

Perencanaan konstruksi I bangunan pertokoan
tugas
Tonny Sudianto

 

Laporan praktek kerja di dipo lokomotip PJKA Malang
oleh Sukaini

 

Perencanaan pompa sentrifugal
oleh Sulistyoadji

 

Laporan praktek kerja nyata di Golden Hand Bakery Sedati Ngoro Mojokerto
oleh Harinto Triyoso

 

Perencanaan pompa sentrifugal
oleh Anang Turmudi

 

Perencanaan motor diesel empat langkah sebagai penggerak pompa air
oleh Umar

 

Perencanaan motor bakar dua langkah
oleh Bendot Rumadji Utomo

 

Penerapan model pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan kemampuan bertanya dan pemahaman konsep listrik dinamis pada siswa kelas Z-9 SMAN 6 Malang / Muhammad Randy Fananta

 

ABSTRAK Fananta , Muahammad Randy. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Untuk Meningkatkan Kemampuan Bertanya dan Pemahaman konsep Listrik Dinamis Pada Siswa X-9 SMAN 6 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Kadim Masjkur, M. Pd (2) Drs. Yoyok AdiSetio Laksono, M.Si. Kata Kunci : model pembelajaran inkuiri, kemampuan bertanya siswa, pemahaman konsep fisika. Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa kelas X-9 SMAN 6 Malang tidak aktif bertanya. Siswa cenderung diam jika diminta untuk bertanya. Selain itu dari wawancara dengan guru menunjukkan bahwa nilai ulangan siswa kelas X-9 SMAN 6 Malang masih banyak yang dibawah SKM, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep siswa masih kurang. Hal ini dimungkinkan karena metode mengajar guru yang sebelumnya tidak cocok untuk kelas ini. Oleh karena itu perlu adanya metode atau model pembelajaran yang dapat meningkatkan minat bertanya siswa dan pemahaman konsep siswa. Model pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan bertanya dan pemahaman konsep adalah model pembelajaran inkuiri. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan pembelajaran model inkuiri untuk meningkatkan kemampuan bertanya siswa dan pemahaman konsep fisika pada pokok bahasan listri dinamis. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Siklus I dengan pokok bahasan hukum Ohm. Siklus II dengan pokok bahasan Hukum I kirchoff. Penelitian dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2009/2010 di kelas X-9 SMAN 6 Malang. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 36 siswa dengan15 Siswa putra dan 23 siswa putri. Pemahaman konsep siswa diperoleh dari nilai pre-tes dan pos-tes yang kemudian digunakan untuk menghitung nilai gain score ternormalisasi. Kemampuan bertanya dinilai dengan 4 aspek yaitu: kualitas, relevansi, bahasa dan keberanian. Berdasarkan hasil analisis dan refleksi, diketahui bahwa setelah tindakan diterapkan terjadi peningkatan persentase kemampuan bertanya siswa dari siklus I dan siklus II. kemampuan bertanya secara keseluruahan meningkat dari 35,59 % menjadi 61, 28%. Peningkatan ini juga terjadi pada pemahaman konsep fisika siswa yang ditunjukkan dari nilai gain score dari siklus I dan siklus II. Nilai gain score meningkat dari 0,56 menjadi 0,72. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran model inkuiri mampu meningkatkan Kemampuan bertanya dan pemahaman konsep listrik dinamis pada siswa kelas X-9 SMAN 6 Malang.

Perencanaan turbin uap curtis satu tingkat tekanan dengan dua tingkat kecepatan
tugas akhir utama
Abdul Wahab

 

Meningkatkan pemahaman tentang faktori suku aljabar dengan menggunakan bahan manipulatif potongan kertas bufalo di kelas VIII semester I SMP PGRI 4 Malang / Alfiani Athma Putri Rosyadi

 

ABSTRAK Rosyadi, Alfiani Athma Putri. 2009. Meningkatkan Pemahaman Tentang Faktorisasi Suku Aljabar dengan Menggunakan Bahan Manipulatif Potongan Kertas Bufalo di Kelas VIII Semester I SMP PGRI 4 Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs.Gatot Muhsetyo, M.Sc, (II) Dr. Subanji. S.Pd, M.Si. Kata kunci : Pemahaman, manipulatif, faktorisasi suku aljabar. Dari beberapa fakta menunjukkan bahwa hasil belajar matematika di sekolah belum meningkat secara signifikan. Dalam koran harian Jawa Pos pada kamis, 18 Juni 2009 menyebutkan bahwa hasil pencapaian siswa kita secara umum sangat memprihatinkan sebagaimana terlihat dari hasil ujian nasional dan terus terpuruknya Indonesia di posisi papan bawah dalam berbagai tes berstandar internasional (international standardized test) yang pernah diikuti. Menyikapi fakta yang muncul tersebut, banyak faktor yang menjadi penyebab rendahnya hasil belajar matematika siswa antara lain: kurikulum yang padat, materi yang sulit untuk diikuti, media pembelajaran yang kurang efektif, metode pengajaran yang tradisional dan evaluasi yang kurang baik. Banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep abstrak dan algoritma dalam aljabar karena mereka tidak bisa melihatnya secara real. Bahan manipulatif sebagai salah satu media penghubung antara dunia ide dan dunia nyata. Dienes mengemukakan bahwa tiap-tiap konsep atau prinsip dalam matematika yang disajikan dalam bentuk yang konkret akan dapat dipahami dengan baik. Dalam suatu proses belajar mengajar, sebaiknya anak diberikan kesempatan untuk memanipulasi benda-benda agar dapat melihat langsung bagaimana keteraturan dan pola struktur yang terdapat dalam benda yang sedang diperhatikannya Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan langkah-langkah pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang faktorisasi suku aljabar dengan menggunakan bahan manipulatif potongan kertas bufalo di kelas VIII semester I SMP PGRI 4 Malang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat tindakan. Sumber data yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP PGRI 4 Malang yang mengikuti kegiatan pembelajaran. Data yang dikumpulkan antara lain berasal dari: a) hasil pekerjaan siswa secara tertulis, b) hasil wawancara, c) hasil observasi, dan d) hasil catatan lapangan. Langkah-langkah pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa yang terdiri dari tiga kegiatan, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Kegiatan awal, terdiri dari mengingatkan materi sebelumnya, menjelaskan materi pokok dan indikator yang akan dicapai pada pembelajaran dan memberikan motivasi kepada siswa, kegiatan inti yang terdiri dari: a) langkah permainan bebas dan penelaahan sifat bersama, b) penelaahan sifat bersama dan representasi, c) representasi dan penyimbolan serta c) pemformalan. Kegiatan akhir terdiri dari tanya jawab untuk mengecek pemahaman siswa dan pemberian tugas rumah. Peningkatan pemahaman siswa dapat dilihat dari hasil tes belajar dan aktivitas siswa. Hasil tes belajar menunjukkan terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 2,19. Sedangkan banyaknya siswa tuntas juga naik sebesar 10,81%. Hasil pengamatan observer terhadap aktivitas siswa terjadi peningkatan terhadap aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 16,27%. Saran yang dapat dikemukakan untuk pembelajaran berikutnya antara lain: a) bahan manipulatif yang digunakan dalam pembelajaran faktorisasi suku aljabar sebaiknya digunakan bahan yang lebih tebal, tahan lama dan mempunyai ukuran yang sesuai sehingga siswa tidak kesulitan dan tepat dalam menyusunnya, b) pembelajaran faktorisasi suku aljabar dengan menggunakan bahan manipulatif potongan kertas bufalo membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga sebagai masukan untuk pembelajaran berikutnya sebaiknya guru dapat mengatur waktu dengan baik dan c) pada saat siswa melakukan diskusi kelompok, guru dapat menyusun tempat duduk di kelas dengan bentuk yang bervariasi misalnya bangku disusun membentuk lingkaran kecil. Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses diskusi siswa dan memudahkan guru untuk melakukan bimbingan.

Perencanaan pompa sentrifugal
oleh Jing Wahono

 

Perencanaan perangkat roda gigi
oleh Djoko S. Wahyudi

 

Penerapan model pembelajaran berbasis proyek pada materi program linier di siswa kelas X SMK Negeri 1 Singosari / Miswanto

 

ABSTRAK Miswanto, 2010, Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek pada Materi Program Linier di Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Singosari. Tesis Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pasca sarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. H. Akbar Sutawidjaya, M.Ed., Ph.D. dan (2) Dr. H. Subanji, M.Si. Kata Kunci : Program Linier, Pembelajaran Berbasis Proyek. Program linier mempunyai peranan yang penting dalam bidang matematika dan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, pemahaman terhadap program linier perlu ditekankan pada siswa sejak dini. Meskipun demikian, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap program linier masih rendah. Siswa cenderung menghafal aturan-aturan yang ada dalam program linier. Siswa tidak diberi kesempatan untuk memahami lebih jauh mengenai materi tersebut. Oleh karena itu, diperlukan usaha yang serius dalam memberikan pemahaman siswa terhadap program linier dengan model pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh rancangan pembelajaran yang dapat memahamkan siswa kelas XOTR SMK Negeri 1 Singosari tentang program linier dengan diterapkan pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas XOTR SMK Negeri 1 Singosari. Untuk mendapatkan informasi dari siswa mengenai penerapan pembelajaran yang dilaksanakan maka dipilih 4 subjek wawancara yang terdiri dari 1 siswa berkemampuan rendah, 2 siswa berkemampuan sedang, dan 1 siswa berkemampuan tinggi. Pemilihan subjek wawancara berdasarkan hasil tes awal dan pertimbangan bahwa siswa-siswa tersebut mudah diajak komunikasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa model pembelajaran berbasis proyek yang dapat memberikan pemahaman kepada siswa kelas XOTR SMK Negeri 1 Singosari mengenai materi program linier terbagi dalam tiga tahap pembelajaran, yaitu (1) tahap awal meliputi menyampaikan tujuan pembelajaran, memotivasi siswa tentang pentingnya program linier, mengingatkan kembali materi prasyarat, pembentukan kelompok, dan pemberian lembar kerja proyek, (2) tahap inti meliputi pengerjaan proyek oleh setiap kelompok dan presentasi hasil kerja proyek, (3) tahap akhir meliputi membuat kesimpulan dan evaluasi. Hasil belajar siswa dalam penelitian ini sudah cukup baik pada konsep program linier melalui model pembelajaran berbasis proyek. Hal ini dapat dilihat bahwa hasil uji kompetensi diperoleh skor rata-rata 67% dan hasil cek pemahaman yang di lakukan dengan cara bertanya secara lisan kepada para peserta didik sudah cukup baik. Berdasarkan penelitian ini, disarankan agar peneliti lain yang berminat mengadakan penelitian serupa hendaknya melakukan pada sekolah yang lain, sehingga akan diperoleh gambaran lebih lanjut mengenai efektifitas pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis proyek untuk materi program linier dan bagi guru yang ingin menerapkan model pembelajaran berbasis proyek, hendaknya memberikan bimbingan kepada siswa secara efektif sehingga kreatifitas siswa tetap ada.

Perencanaan motor bensin dua tak untuk motor penggerak motor (transportasi)
oleh Winarno

 

Pengaruh kepemilikan manajerial, struktur aktiva, dan ukuran perusahaan terhadap struktur modal pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2013 / Fandy Yusanto

 

Yusanto, Fandy. 2014. Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Struktur Aktiva, dan Ukuran Perusahaan terhadap Struktur Modal pada Perusahaan Otomotif yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2013. Skripsi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.H.Tuhardjo, S.E.,M,Si.,Ak (II) Sawitri Dwi Prastiti, S.E.,M.Si.,Ak Kata Kunci : kepemilikan manajerial, struktur aktiva, struktur modal, dan ukuran perusahaan, Masalah pendanaan merupakan bagian yang sangat penting bagi dunia usaha, karena pendanaan untuk perusahaan berkaitan dengan beberapa pihak, seperti kreditur, pemegang saham, serta pihak manajemen perusahaan sendiri. Perusahaan dapat memperoleh dari pendanaan ekuitas dan pendanaan hutang jangka panjang. Struktur modal merupakan perbandingan antara hutang jangka panjang dan modal sendiri perusahaan. Struktur modal akan mempengaruhi nilai perusahaan yang tercermin pada harga saham. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara kepemilikan manajerial, struktur aktiva dan ukuran perusahaan terhadap struktur modal pada perusahaan otomotif yang go public di Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis yang digunakan adalah Regresi Berganda dan uji Asumsi Klasik dengan menggunakan program SPSS 17. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan periode 2009 sampai dengan 2013 yang diambil dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Indonesia Capital Market Directory (ICMD). Hasil pengujian asumsi klasik menunjukkan bahwa hasil model telah memenuhi syarat kelayakan untuk menghubungkan antara Kepemilikan Manajerial, Struktur Aktiva, dan Ukuran Perusahaan terhadap Struktur Modal. Sedangkan hasil uji regresi berganda menunjukkan bahwa variabel Kepemilikan Manajerial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Struktur Modal. Variabel Struktur Aktiva berpengaruh positif dan signifikan terhadap Struktur Modal. Variabel Ukuran Perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Struktur Modal. Variabel ukuran perusahaan diukur dengan hanya melihat total aktiva perusahaan. Variabel struktur modal diukur dengan menggunakan long-term debt to equity ratio. Trade-Off Theory yang digunakan pada penelitian ini tidak sesuai dengan hasil penelitian. Peneliti menyarankan kepada peneliti selanjutnya agar mengukur ukuran perusahaan dan struktur modal dengan ukuran lain sehingga hasil yang didapat lebih akurat serta menggunakan teori yang sesuai dengan hasil penelitian.

Manajemen kegiatan ekstrakurikuler voice and picture (studi kasus di SMK Terpadu Al Ishlahiyah Singosari Malang) / Putri Fatmawati

 

ABSTRAK Fatmawati, Putri. 2010. Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler Voice and Picture (Studi Kasus di SMK Terpadu Al Ishlahiyah Singosari Malang). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Djum Djum Noor Benty, M. Pd, (II) Dr. H. A. Yusuf Sobri, S. Sos, M. Pd Kata kunci: manajemen, kegiatan ekstrakurikuler voice and picture Manajemen merupakan proses pendayagunaan semua sumber daya dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Adapun proses dalam manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Substansi manajemen yang ada di lembaga pendidikan yang menjadi fokus penting dalam dunia pendidikan adalah peserta didik atau siswa, oleh karena itu layanan khusus untuk meningkatkan semangat belajar dan mengembangkan bakat yaitu melalui kegiatan ekstrakurikuler lebih diperhatikan dan dikembangkan. Fokus penelitian dari penulisan skripsi ini tentang manajemen ekstrakurikuler Voice and Picture di SMK Terpadu Al Ishlahiyah Singosari, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Adapun tujuan penelitian untuk (1) mengetahui perencanaan kegiatan ekstrakurikuler Voice and Picture di SMK Terpadu Al Ishlahiyah Singosari Malang, (2) mengetahui pengorganisasian kegiatan ekstrakurikuler Voice and Picture di SMK Terpadu Al Ishlahiyah Singosari Malang, (3)mengetahui pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Voice and Picture di SMK Terpadu Al Ishlahiyah Singosari Malang, (4) mengetahui pengawasan dan evaluasi kegiatan ekstrakurikuler Voice and Picture di SMK Terpadu Al Ishlahiyah Singosari Malang. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan Terpadu Al Ishlahiyah Singosari yang di bawah naungan pondok pesantren AL ISHLAHIYAH, yang dilakukan sejak bulan Februari sampai dengan April 2010. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif , jenis studi kasus holistik yang bersifat deskriptif. Penelitian ini menggambarkan proses manajemen kegiatan ekstrakurikuler Voice and Picture SMK Terpadu Al Ishlahiyah Singosari Malang. Adapun metode pengumpulan data guna menjawab fokus penelitian, maka skripsi ini menggunakan beberapa teknik yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kesimpulan yang dihasilkan: (1) perencanaan kegiatan ekstrakurikuler Voice and Picture di SMK Terpadu Al Ishlahiyah bersifat jangka pendek, yaitu satu tahun kepengurusan dengan memproduksi film setiap 3 bulan sekali, adapun kegiatan perencanaan dalam kegiatan ini masih dalam persiapan sarana dan prasarana, dengan memiliki tujuan yaitu meningkatkan kemampuan spiritual, etos kerja, kerjasama, dan moral.(2) pengorganisasian kegiatan ekstrakurikuler Voice and Picture bersifat fungsional dengan struktur lini yang di dalamnya hanya terdapat beberapa pengurus harian dan pengelompokan pengurus sesuai dengan jenis ekstrakurikuler Voice and Picture, sehingga mempermudah dalam koordinasi, kendala dalam pengorganisasian yaitu SDM yang tidak berkualitas, dikarenakan tidak ada proses seleksi dalam ekstrakurikuler, tetapi ada proses pembinaan dan pembimbingan bagi anggota ii ekstrakurikuler. (3) pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Voice and Picture dibagi menjadi dua jenis kegiatan Voice and Picture yaitu film dan grafis, kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan yaitu waktu dan SDM (Sumber Daya Manusia). Sifat pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yaitu pembinaan dan pembimbingan. (4) pengawasan dan Evaluasi kegiatan ekstrakurikuler Voice and Picture bersifat langsung oleh Kepala Sekolah dan Pembina Ekstrakurikuler, penilaian secara individu dilakukan oleh Pembina Ekstrakurikuler dengan laporan tertulis. Pengembangan ekstrakurikuler Voice and Picture bersifat jangka panjang yaitu mendirikan production house. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada: (1) Kepala SMK Terpadu Al Ishlahiyah untuk lebih meningkatkan perhatiannya dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, terutama dalam ekstrakurikuler Voice and Picture. (2) bagi pembina ekstrakurikuler, agar lebih meningkatkan kualitas SDM dengan mengadakan proses seleksi dan meningkatkan proses manajemen yang lebih baik. (3) bagi siswa, agar meningkatkan kemampuan tentang teori dan teknik tentang perfilman.(4) bagi Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, agar lebih meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa terhadap manajemen pendidikan dengan memberikan berbagai kegiatan penelitian lapangan, baik di lembaga pendidikan negeri ataupun swasta.(5) bagi peneliti lain, agar lebih memperkaya hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menambah hasil temuan penelitian, sehingga dapat bermanfaat bagi peningkatan kualitas manajemen kegiatan ekstrakurikuler Voice and Picture di SMK Terpadu Al Ishlahiyah Singosari dan ekstrakurikuler di lembaga pendidikan lain.

Survei manajemen SSB Alcatraz di Desa Kapan Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri / Moch. Alaq Antoni

 

ABSTRAK Alaq, Moch Antoni. 2016.SurveiManajemenSSB Alcatraz di DesaKapasKecamatanKunjangKabupaten Kediri. Skripsi, JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sulistyorini, M.Pd, (II) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Manajemen, SSB. Sekolahsepakbola (SSB) merupakansuatuwadahatautempatuntukanak-anak yang inginmengembangkanbakatnya di bidangsepakbola.Di Kabupaten Kediri terdapat 22 SSB yang terdaftar di dalamAsosiasi PSSI. Salah satunyaadalahSSB Alcatraz yang bertempatdi DesaKapasKecamatanKunjangKabupaten Kediri. SSBAlcatraz merupakansekolahsepakbola yang ada di Kabupaten Kediri yang didirikanolehBapak Tommy padatahun 2008. TerakhirSSB Alcatraz mendapatkangelarjuarapadaLigaBerita Metro TV seJawa-Bali. Di baliksemuaitutentunyaterdapatsebuahmenajemen yang mendukungkeberhasilanSSB Alcatraz. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang sistem manajemen SSBAlcatraz di Desa Kapas Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri. Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian deskriptif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling). Rincian pelaksanaannya adalah dengan memberikan angket kepada beberapa responden yang menjadi perwakilan tiap peran yang diteliti. Ada 7 peran dalam SSBAlcatraz populasinya berjumlah 194 orang, jadi sampel yang diambil berjumlah 77sampeldandibagi 7 perantersebutsesuaidengan strata. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis temukan melalui instrument-instrumen yang digunakan, dapat dikatakan bahwa aspek perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakkan (actuating), pengontrol (controlling) sangat berpengaruh dalam tercapainya tujuan sebuah organisasi. Berdasarkan data yang telah dipaparkan menunjukkan bahwa aspek planning keseluruhan yang dimiliki SSBAlcatraz sebesar 96,06% berada pada kategori sangat baik. Aspek organizing sebesar 95,6% berada pada kategori sangat baik, aspek actuating keseluruhan yang dimiliki SSBAlcatraz sebesar 93,58% berada pada kategori sangat baik, aspek controlling keseluruhan yang dimiliki SSBAlcatraz sebesar 94,96% berada pada kategori sangat baik. Saran yang dapat diberikan kepada manajemenSSBAlcatraz mulaidariperencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, danpengawasan serta bahan referensi untuk mengembangkan lebih baik lagi manajemen yang tersusun lebih sistematis dan kredibeldemi tercapainyasuatutujuan yang telahdiinginkan. Manajemendibutuhkanolehsemuaorganisasi, karenatanpamanajemen, semuausahaakansia-siadanpencapaiantujuanakanlebihsulit.

Perencanaan turbin uap Curtis satu tingkat tekanan dua tingkat kecepatan
oleh Widyo Winarso

 

Pengaruh perubahan nilai kurs rupiah, suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan likuiditas perusahaan terhadap risiko investasi saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di IHSG periode 2011-2013 / Mochamad Nurwachid

 

Nurwachid, Muchamad. 2014. Pengaruh Perubahan Nilai Kurs Rupiah, Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia(SBI), dan Likuiditas Perusahaan terhadap Risiko Investasi Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar pada IHSG 2011-2013. Skripsi, Jurusan, Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. (I) Dr. Dodik Juliadi, SE, MM.Ak, (II) Dr. Suparti M.P. Kata Kunci: Nilai Kurs Rupiah, Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia(SBI), Likuiditas Perusahaan dan Risiko Investasi Saham Perubahan tingkat suku bunga dan perubahan nilai tukar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi risiko sistematis. Sementara itu kemampuan likuiditas keuangan juga mencerminkan posisi keuangan yang kuat sehingga mampu memenuhi kewajiban keuangannya kepada pihak luar secara tepat waktu, mampu menjaga kondisi modal kerja yang cukup, mampu membayar bunga dan kewajiban deviden yang harus dibayarkan. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1) Apakah nilai tukar rupiah/USD, tingkat suku bunga SBI, Likuiditas keuangan secara parsial dan simultan memiliki pengaruh terhadap resiko investasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (IDX) tahun 2011-2013? 2) Apakah factor yang dominan yang berpengaruh terhadap resiko Investasi saham-saham Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (IDX) tahun 2011-2013? Penelitian yang dilakukan ini berupa rancangan penelitian yang dipakai pada penelitian ini adalah penelitian eksplanasi kuantitatif (explanatory research) yang memberikan penjelasan tentang bagaimana pengaruh suku bunga, nilai tukar rupiah, dan likuiditas keuangan terhadap risiko investasi saham IHSG. Populasi dalam penelitian ini adalah 131 perusahaan yang sahamnya tergabung dalam Indeks Harga Saham Gabungan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan uji F dan uji t. Dari hasil penelitian dan pembahasan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Nilai tukar rupiah/USD, tingkat suku bunga SBI, Likuiditas perusahaan secara parsial dan simultan memiliki pengaruh terhadap resiko investasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (IDX) tahun 2011-2013. Likuiditas perusahaan mempunyai pengaruh dominan terhadap resiko Investasi saham-saham Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (IDX) tahun 2011-2013.

Analisis pendapatan dan kebutuhan belanja guru sekolah dasar negeri seluruh Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar / Dhani Wijayanto

 

ABSTRAK Wijayanto, Dhani. 2010. Analisis Pendapatan dan Kebutuhan Belanja Guru Sekolah Dasar Negeri Seluruh Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Bambang Setyadin, M.Pd, (2) Dr. H. A. Yusuf Sobri, S.Sos, M.Pd Kata Kunci: pendapatan, biaya belanja, guru sekolah dasar Pendidikan merupakan kegiatan yang paling utama di seluruh negara termasuk negara Indonesia. Dalam dunia pendidikan banyak terdapat permasalahan mengenai kualitas pendidikan yang salah satunya adalah mengenai kesejahteraan guru dalam hal ini guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang juga berpengaruh terhadap konsentrasi Kegiatan Belajar-Mengajar (KBM) di Sekolah. Guru yang mempunyai pendapatan melebihi jumlah biaya belanja setiap bulan dianggap sebagai guru yang dikatakan sejahtera. Guru yang sejahtera tentunya akan lebih fokus dalam menjalankan tugasnya mengajar para siswa dan tidak mencari tambahan pendapatan pada jam pelajaran berlangsung. Masalah yang dihadapi oleh guru adalah masalah kesejahteraan, oleh sebab itu perlu dibahas mengenai: (a) Seberapa besar tingkat pendapatan guru, (b) Seberapa besar tingkat belanja guru, (c) Perbedaan tingkat pendapatan dan biaya belanja guru SDN se-Kecamatan Srengat. Rumusan masalah tersebut dibuat untuk mengetahui: (a) Berapa tingkat pendapatan guru, (b) Berapa besar tingkat belanja guru, serta (c) Mengetahui perbedaan jumlah pendapatan dan biaya belanja guru SDN se-Kecamatan Srengat Subjek penelitian ini adalah para guru SDN se-Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar sejumlah 161 guru dari populasi 303 guru. Jumlah sampel tersebut diambil dengan menggunakan Tabel Krejcie & Morgan karena bersifat berstrata sehingga dapat mewakili masing-masing tingkatan atau golongan. Teknik pengumpulan data yang dianggap paling tepat adalah dengan menggunakan angket terbuka, karena dapat memberi kebebasan kepada responden untuk memberi jawabannya sendiri. Dari hasil penelitian dapat diketahui, bahwa rata-rata pendapatan guru SDN dianggap sejahtera. Hal tersebut diperkuat adanya data bahwa rata-rata pendapatan guru SDN adalah Rp 4.688.278,63 dan rata-rata biaya belanja guru sekitar Rp 2.944.618,01, sehingga masih surplus rata-rata sekitar Rp 1.743.660,62. Berpijak pada data di atas dapat disimpulkan, bahwa rata-rata guru SDN se-Kecamatan Srengat termasuk sejahtera, sehingga tidak ada alasan para guru mencari tambahan pendapatan pada saat KBM berlangsung. Kesejahteraan tersebut seharusnya dapat dijadikan modal untuk meningkatkan pendidikan melalui pengajaran yang bermutu. Selain itu, diharapkan semua pihak yang terkait dengan dunia pendidikan dapat saling mendukung guna terwujudnya pendidikan yang lebih baik di Negara Indonesia. Saran dari hasil penelitian ini adalah surplus Rp 1.716.733,94 dapat diigunakan untuk pengembangan profesi guru. Untuk Kepala Dinas Pendidikan ii Kabupaten Blitar, diharapkan dapat memberikan kemudahan serta kesempatan pada guru dalam mengembangkan kemampuan yang ada dengan membuka kampus terbuka. Untuk peneliti lain, dapat digunakan untuk penelitian sejenis dengan tempat dan objek berbeda, serta ada penyempurnaan mengenai biaya untuk pengembangan profesi (Professional Cost).

Perencanaan motor bensin empat langkah penggerak pompa air
disusun oleh Mardi Wiyono

 

English teachers' opinion on the implementation of the 2013 English teaching curriculum at State Junior High Schools in Malang / Ajeng Linggra Niuvike

 

Niuvike, Ajeng Linggra. 2014. (QJOLVK_7HDFKHUV¶_Opinion on the Implementation of the 2013 English Teaching Curriculum of State Junior High Schools in Malang. Thesis. English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: (I) Prof. M. Adnan Latief, M.A., Ph.D., (II) Dr. Sintha Tresnadewi, M.Pd Keywords: WHDFKHUV¶_RSLQLRQ, the 2013 Curriculum, curriculum implementation. The latest curriculum called the 2013 Curriculum has been implemented in schools in Indonesia as the improvement of the 2006 Curriculum (KTSP). The new curriculum suggests a new insight to the development of education in Indonesia. Students are expected to be religious, sociable, knowledgeable, and skillful through the implementation of the 2013 Curriculum with its four core competencies; religious aspect, social aspects, knowledge, and skills. Those competencies require teachers to comprehend the importance of the four competencies, so that the teacher can integrate them in their teaching practice. Also, teachers have to implement other curriculum reformation written in the Government Act no. 32 year 2013 issued by the Ministry of Education and Culture in Indonesia. This study investigated WKH_(QJOLVK_WHDFKHUV¶_opinion on the implementation of the 2013 English teaching curriculum in junior high school level of education in Malang. THDFKHUV¶_RSLQLRQ, including their perceived readiness in teaching English, the teaching strategy, and the assessment in the 2013 English teaching curriculum were investigated in this study. THDFKHUV¶_RSLQLRQ_RQ_WKH_curriculum changes, their perceived good points of the 2013 English teaching curriculum, problems of the 2013 English teaching curriculum, and points that should be revised in the 2013 English teaching curriculum were also investigated in this study. The present study employed a survey as the design in which a set of questionnaire was used. The respondents of the study were 50 junior high school English teachers in Malang. The returned questionnaires from the respondents were analyzed E\_FRPSXWLQJ_WKH_SHUFHQWDJH_RI_WKH_WHDFKHUV¶_UHVSRQVH_to summarize their opinion on the implementation of the 2013 Curriculum item by item. The research findings showed that most respondents had a positive opinion about their readiness in teaching English in the 2013 Curriculum, they had a positive opinion about the teaching strategy in the 2013 English teaching curriculum, they had a positive opinion about the assessment in the 2013 English teaching curriculum, and they had a positive opinion about the curriculum changes. The main responses given by most respondents in the open ended items were about the assessment, the simpler English material, the scientific approach, and the facilities and the curricular material.

Perencanaan motode diesel empat langkah sebagai pengaduk semen
oleh Bambang Wiyono

 

Pengaruh pemberian isolat bakteri selulolitik dan serasah kacang tanah (Arachis hypogaea) terhadap pengomposan jerami padi (Oryza sativa L.) / Hafidhatul Qudsiyah

 

Qudsiyah, Hafidhatul. 2014. Pengaruh Pemberian Isolat Bakteri Selulolitik dan Serasah Kacang Tanah (Arachis hypogaea) terhadap Pengomposan Jerami Padi (Oryza sativa L.). Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Endang Suarsini, M.Ked., (2) Sitoresmi Prabaningtyas, S. Si, M. Si Kata kunci: Isolat bakteri selulolitik, Serasah kacang tanah (Arachis hypogaea), Pengomposan, Jerami Padi (Oryza sativa)    Bakteri yang sudah diketahui dapat menghasilkan enzim selulase antara lain, Bacillus alvei, Enterobacter gergoviae, dan Acinetobacter iwoffi. Bakteri tersebut dari penelitian terdahulu diketahui secara uji laboratorium dapat menghasilkan enzim selulase, akan tetapi belum dilakukan uji kemampuan dalam mendegradasi substrat yang mengandung selulosa yang berasal dari alam. Menurut Indra (2008) jerami padi memiliki rasio C/N 100. Jerami padi memiliki beberapa kandungan seperti lignin, selulosa, hemiselulosa dan silika. Menurut Antonius (2009) kandungan selulosa jerami mencapai 35,91%. Tingginya kandungan selulosa dan rasio C/N ini membuat jerami padi sangat sulit dan membutuhkan waktu yang lama untuk melapuk. Petani biasanya memanfaatkan jerami padi sebagai pakan ternak dan sebagian lagi hanya ditumpuk dan pada akhirnya akan dibakar. Kompos jerami memiliki kandungan unsur kalium yang tinggi, akan tetapi masih jarang petani yang membuatnya. Hal ini dapat dijadikan peluang untuk melakukan uji bakteri selulolitik serta dapat dimanfaatkan menjadi produk lain, seperti kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian isolat bakteri selulolitik dan serasah kacang tanah terhadap pengomposan jerami padi.    Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi dan Kebun Biologi Jurusan Biologi FMIPA UM pada bulan Mei sampai Juli 2014. Objek dalam penelitian ini adalah jerami padi, serasah kacang tanah dan bakteri selulolitik. Metode yang digunakan adalah dengan memperbanyak spesies bakteri selulolitik dalam media NC yang diinkubasi pada mechanical shaker dengan kecepatan 150 rpm selama 2x24 jam, mensterilisasi jerami dan serasah, menginokulasikan bakteri ke jerami padi yang telah dicampur dengan perlakuan serasah kacang tanah sebanyak 0%, 25%, dan 50% dari berat total jerami padi. Inkubasi dilakukan selama 60 hari. Data yang diambil berupa suhu, pH, rasio C/N dan sifat fisik jerami padi.    Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian isolat bakteri selulolitik dan serasah kacang tanah berpengaruh menurunkan rasio C/N dalam pengomposan jerami padi. Perlakuan isolat bakteri yang berpengaruh paling efektif adalah isolat ADF (Bacillus alvei, Enterobacter gergoviae, dan Acinetobacter iwoffi). Perlakuan pemberian dosis serasah kacang tanah yang berpengaruh paling efektif adalah dosis 50% dari berat total jerami padi. Kombinasi perlakuan yang berpengaruh paling efektif adalah kombinasi perlakuan 50%+ADF yang mampu menurunkan rasio C/N jerami padi menjadi 18,33.

Persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran produktif pada Program Keahlian Teknik Permesinan di SMK Muhammadiyah 8 Paciran Kabupaten Lamongan / Qimayatul Mila

 

ABSTRAK Mila, Qimayatul. 2010. Persepsi Siswa terhadap Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Produktif pada Program Keahlian Teknik Pemesinan di SMK Muhammadiyah 8 Paciran Kabupaten Lamongan. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Siswanto, M.A. (II) Drs. H. Yoto, S.T., M.Pd., M.M. Kata kunci: persepsi siswa, pembelajaraan, mata pelajaran produktif, SMK. Penelitian dengan judul Persepsi Siswa terhadap Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Produktif pada Program Keahlian Teknik Pemesinan di SMK Muhammadiyah 8 Paciran Kabupaten Lamongan memiliki tujuan penelitian (1) Untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap kegiatan Pra KBM; (2) Untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap kegiatan inti PBM pada kegiatan Eksplorasi; (3) Untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap kegiatan inti PBM pada kegiatan Elaborasi; (4) Untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap kegiatan inti PBM pada kegiatan Konfirmasi; (5) Untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap kegiatan Post KBM; (6) Untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap Pelaksanaan Pembelajaran mata pelajaran produktif pada program keahlian teknik pemesinan. Penelitian ini dilakukan di SMK Muhammadiyah 8 Paciran Kabupaten Lamongan yang terletak di Jl. Raya Deandles Km. 74,2 SBY Paciran Lamongan. Berdasarkan tujuan penelitian tersebut di atas, maka rancangan penelitian ini digolongkan sebagai penelitian deskriptif dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Jumlah populasi siswa SMK Muhammadiyah 8 Paciran Kabupaten Lamongan program keahlian Teknik Pemesinan adalah 231 yang terdiri dari 121 siswa kelas X, dan 110 siswa kelas XI. Kelas XII tidak masuk dalam populasi karena pada saat penelitian ini dilakukan, kelas XII sudah lulus ujian tahun 2009/2010. Dalam penelitian ini sampel yang diambil sebesar 51 siswa jurusan Teknik Pemesinan. Pengambilan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini dengan teknik sampel acak berstrata proporsional (proportional stratified random sampling) yaitu sampel diambil secara acak dari tiap-tiap kelas X TPm, dan XI TPm. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penyebaran angket yang diberikan langsung kepada objek yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa: (1) Pada kegiatan pra KBM, pada indikator mengajukan pertanyaan tentang materi sebelumnya dan mengaitkan dengan materi yang akan disampaikan, dinilai belum cukup memadai sehingga perlu ditingkatkan; (2) Pada kegiatan eksplorasi, perlu ditingkatkan khususnya pada indikator melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas, dan indikator penggunaan media dan sumber belajar yang bervariasi karena dinilai belum cukup memadai; (3) Pada kegiatan elaborasi, pada indikator pemberian tugas/diskusi kepada peserta didik, dan indikator memfasilitasi peserta didik untuk saling berkompetisi secara sehat, dinilai belum cukup memadai sehingga perlu ditingkatkan; (4) Pada kegiatan konfirmasi, yang perlu ditingkatkan khususnya pada indikator memberikan penjelasan mengenai kegiatan dan hasil pembelajaran yang telah peserta didik lakukan karena dinilai masih belum cukup memadai; (5) Pada kegiatan post KBM, pada indikator membuat kesimpulan kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung dan menyampaikannya kepada peserta didik, dinilai belum cukup memadai sehingga perlu ditingkatkan; (6) Pada kegiatan pelaksanaan pembelajaran guru dinilai sudah memiliki kualitas dan profesionalisme yang cukup memadai, hal ini bisa dilihat pada kegiatan pra KBM, kegiatan inti PBM yang meliputi eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, dan kegiatan post KBM. Saran yang diberikan oleh peneliti adalah untuk pihak sekolah diharapkan lebih meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengembangkan pembelajaran dengan mengadakan workshop atau seminar. Bagi guru mata pelajaran produktif supaya lebih memperbaiki dan melatih performanya yang dinilai kurang baik dalam mengajar agar persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran yang diajarkan akan baik dan mampu memotivasi siswa untuk berprestasi pada masa-masa yang akan datang. Untuk siswa hendaknya menyadari arti penting pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran produktif bagi dirinya, karena mata pelajaran produktif sangat berguna bagi dirinya untuk masa yang akan datang pada dunia industri yang akan membawanya dalam meraih prestasi.

Perencanaan silinder motor diesel empat - langkah
oleh Heri Yudiono

 

Analisis pola hubungan modal sosial dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) sebagai penopang kinerja produksi pada karyawan bagian produksi Koperasi Serba Usaha Brosem Kota Batu / Lutfi Haviluddin Najib

 

Najib, Lutvi Haviluddin. 2014. Analisis Pola Hubungan Modal Sosial dengan Organizational Citizenship Behaviour (OCB) Sebagai Penopang Kinerja Produksi Pada Karyawan bagian produksi Koperasi Serba Usaha Brosem Kota Batu. Skripsi. Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Elfia Nora, S.E., M.Si, (2) Drs. I Nyoman Saputra, M.Si. Kata Kunci : Modal Sosial, OCB, KSU Brosem          Penelitian ini bertujuan menganalisis pola hubungan Modal Sosial dengan ketiga pilarnya yaitu kepercayaan (trust), jaringan sosial (social networking), dan norma sosial (social norms) mampu menimbulkan perilaku tambahan dan sukarela dilakukan karyawan di luar peran dan tugasnya yang disebut dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) sebagai penopang kinerja produksi. Selain itu, penelitian ini juga menjawab bagaimana sistem kerja dan karakteristik karyawan dapat membentuk modal sosial yang lebih tinggi sehingga karyawan akan sering menampilkan perilaku positif (OCB) yang tampak dari aspek altruism, courtesy, conscientiousness, civic virtue, dan sportmanship.          Penelitian ini dilaksanakan pada kelompok karyawan bagian produksi KSU Brosem Kota Batu sebagai koperasi serba usaha yang memproduksi Sari Apel BOSEM. Penelitian ini menggunakan analisis modal dengan tiga pilarnya yaitu trust, social networking dan social norms yang terjadi pada kelompok karyawan tersebut yang nantinya keberadaan modal sosial dapat menumbuhkan suatu perilaku positif dalam organisasi yang dapat mendorong individu untuk berperilaku lebih demi tercapainya target produksi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.          Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal sosial memiliki pola hubungan dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB). Dengan semakin tinggi rasa kepercayaan, jaringan sosial dan norma pada kelompok karyawan tersebut, maka tanpa disadari karyawan akan sering menampilkan OCB dalam kelompok tersebut. Perilaku ekstra yang dilakukan karyawan dapat membangkitkan kesadaran bersama untuk selalu saling membantu dan bekerja sama yang pada akhirnya menciptakan produktivitas kerja. Adanya jalinan hubungan ini menunjukkan bahwa modal sosial mampu menggerakkan individu – individu anggota kelompok secara efektif untuk mendorong terciptanya perilaku positif yang diingkan organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi KSU Brosem yaitu produktivitas.

Perencanaan pompa centrifugal single stage
tugas akhir utama
oleh Indah Yuliati

 

Persepsi dunia usaha dan dunia industri terhadap kesiapan siswa SMKN 2 Boyolangu Tulungagung Program Keahlian Tata Boga dalam menghadapi dunia kerja / Widya Rintyaswati

 

Rintyaswati, Widya. 2015. Persepsi Dunia Usaha dan Dunia Industri Terhadap Kesiapan Siswa SMKN 2 Boyolangu Tulungagung Program Keahlian Tata Boga dalam Menghadapi Dunia Kerja. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes. (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Kesiapan Siswa, SMKN 2 Boyolangu Tulungagung, Dunia Kerja     Salah satu program yang dilaksanakan oleh SMK dalam rangka melatih dan mempersiapkan siswanya untuk menghadapi dunia kerja adalah dengan melalui program Praktik Kerja Industri (Prakerin). Persepsi dunia usaha dan dunia industri bisa dijadikan referensi terhadap pembelajaran disekolah. Oleh karena itu menggunakan penilaian yang lebih mengacu pada standar kompetensi kerja nasional yang dibutuhkan oleh industri, sehingga siswa bisa benar-benar dinyatakan siap oleh industri yang ditempati.     Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dunia usaha dan dunia industri terhadap kesiapan siswa SMK Negeri 2 Boyolangu program keahlian Tata Boga dalam menghadapi dunia kerja ditinjau dari aspek penguasaan kompetensi umum, inti, khusus. Total sampel ada 20 dunia usaha dan dunia industri yang tersebar di beberapa kota yaitu Malang, Tulungagung, Kediri dan Surabaya meliputi: Hotel, Catering, Restoran. Instrumen penelitian berupa angket yang berisi pilihan jawaban yang telah disediakan, pengukuran instrumen penelitian dengan skala likert. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Persepsi dunia usaha dan dunia industri terhadap kesiapan siswa SMK Negeri 2 Boyolangu Tulungagung program keahlian tata boga dalam menghadapi dunia kerja diketahui sebagai berikut: (1) persepsi tentang aspek penguasaan kompetensi umum sebagian besar responden (65%) menyatakan siap; (2) persepsi tentang aspek penguasaan kompetensi inti sebagian besar responden (55%) menyatakan siap; (3) persepsi tentang aspek penguasaan kompetensi khusus sebagian responden (45%) menyatakan siap. Menurut dunia usaha dan dunia industri secara keseluruhan (aspek pengusaan kompetensi umum, inti dan khusus) kesiapan kerja siswa SMK Negeri 2 Boyolangu Tulungagung sebagian besar responden (65%) menyatakan siap.

Peningkatan aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran IPS kelas 2 dengan model permainan snowball throwing di SDN Tulusrejo 4 Kota Malang / Vita Nur Aini

 

ABSTRAK Aini,Vita Nur. 2010. Peningkatan Aktivitas dan Hasil belajar Mata Pelajaran IPS Kelas 2 dengan Model Permainan Snowball Throwing di SDN Tulusrejo 4. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program Studi SI PGSD FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd, (II) Dra. Sri Sugiharti, M.Pd. Kata Kunci: Permainan Snowball Throwing, aktivitas belajar, hasil belajar. SDN. Tulusrejo 4 Malang merupakan sekolah yang menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Hasil observasi awal pada bulan tanggal 28 Januari 2010 serta berdasarkan hasil ulangan siswa ditemukan kondisi tentang rendahnya aktivitas belajar dan hasil belajar siswa kelas II, khususnya pada mata pelajaran IPS. Di dalam kelas siswa cenderung ramai asik bermain sendiri dan tidak memperhatikan guru yang sedang mengajar. Kegiatan pembelajaran secara kelompok yang dilakukan oleh siswa mengembangkan keterampilan sosial mereka dan pembelajaran dengan bermain dilakukan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan penerapan model permainan Snowball Throwing serta untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Kelas 2 dengan model permainan Snowball Throwing. Pembelajaran dengan permainan Snowball Throwing adalah salah satu model pembelajaran dengan permainan saling melempar daftar pertanyaan dari satu kelompok ke kelompok lain dengan media bola atau kertas yang diremas sesuai dengan materi pelajaran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus tindakan. Dalam satu siklus meliputi tahap: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas II. Metode pengumpulan data meliputi: observasi kegiatan siswa dan guru selama pembelajaran berlangsung, hasil kerja kelompok siswa serta hasil tes akhir yang dilakukan tiap siklus. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini rata-rata aktivitas siswa pada siklus I sebesar 71% yang termasuk kriteria baik meningkat menjadi 88 % yang termasuk kriteria sangat baik pada siklus II. Hasil belajar siswa yang diperoleh dari hasil tes tulis yang dilakukan pada akhir pembelajaran menunjukkan peningkatan. Peningkatan tersebut tampak pada nilai terendah yang meningkat sebesar 20 poin, nilai tertinggi 15 poin, rata-rata kelas 9 poin dan jumlah siswa yang tuntas meningkat 22 %. Jumlah siswa yang tuntas mencapai 91% dan berdasarkan kriteria keberhasilan tindakan termasuk kriteria sangat baik. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model permainan Snowball Throwing dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kelas II pada mata pelajaran IPS di SDN Tulusrejo 4 Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar guru menggunakan model permainan Snowball Throwing untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dan penelitian ini dapat dijadikan langkah awal untuk penelitian lebih lanjut yang sebaiknya lebih variatif dalam mengembangkan permainan.

Perencanaan turbin uap curtis (satu tingkat tekanan dua tingkat kecepatan)
tugas akhir utama
Zunaidi

 

Pengembangan media pembelajaran matakuliah sistem operasi berbasis multimedia interaktif bagi Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang / Bayu Dian Anggara

 

Anggara, Bayu Dian. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Matakuliah Sistem Operasi Berbasis Multimedia Interaktif bagi Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. (2) Triyanna Widiyaningtyas, S.T., M.T. Kata Kunci : Media Pembelajaran, Multimedia Interaktif, Sistem Operasi Sistem Operasi adalah matakuliah wajib yang dipelajari mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika di Universitas Negeri Malang. Matakuliah Sistem Operasi memiliki bobot tiga sks. Berdasarkan observasi dan wawancara terhadap mahasiswa program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Universitas Negeri Malang, sumber belajar yang digunakan pada matakuliah Sistem Operasi adalah buku teks serta materi dalam bentuk file PDF dan PPT. Mahasiswa kurang memahami materi yang hanya disajikan melalui file PDF dan PPT, karena konten materi dalam media tersebut hanya berisi teks dan gambar saja. Pada matakuliah Sistem Operasi, terdapat beberapa materi yang tidak cukup hanya dijelaskan dengan lisan saja. Oleh sebab itu, diperlukan sebuah media yang mampu menjelaskan dan menggambarkan materi secara detil tidak hanya melalui gambar dan teks saja, namun juga dalam bentuk animasi atau simulasi. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah media pembelajaran untuk matakuliah Sistem Operasi berbasis multimedia interaktif bagi mahasiswa dan dosen, dan mengetahui kelayakan produk aplikasi media pembelajaran tersebut. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah model Sadiman. Tahapan dalam model pengembangan Sadiman yakni: (1) Identifikasi Kebutuhan; (2) Perumusan Tujuan; (3) Perumusan Butir Materi; (4) Perumusan Alat Pengukur Keberhasilan; (5) Penulisan Naskah Media; (6) Test/Uji Coba; (7) Revisi; dan (8) Naskah Siap Produksi. Dari hasil validasi ahli media diperoleh persentase kelayakan 95,93% dan hasil validasi ahli materi adalah 96%. Dari hasil uji coba satu lawan satu diperoleh persentase sebesar 84,60%, uji coba kelompok kecil sebesar 81,38%, dan uji coba lapangan sebesar 81,61%. Rata-rata persentase kelayakan secara keseluruhan adalah 87,89%, berdasarkan kriteria kelayakan menurut Akbar dan Sriwiyana (2011), secara keseluruhan produk media pembelajaran interaktif ini dinyatakan sangat layak dan tanpa revisi.

Pengelolaan kelas dengan sistem moving class (Studi kasus di SMP Negeri 1 kota Batu) / Esti Rahayu Widayanti

 

ABSTRAK Widayanti, E. R. 2010. Pengelolaan Kelas dengan Sistem Moving Class (Studi Kasus di SMP Negeri 1 Kota Batu). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M.Pd, (2) Drs. Agus Timan, M.Pd. Kata kunci: moving class, pengelolaan kelas. Pengelolaan kelas adalah kegiatan mengatur proses pembelajaran di kelas agar tercipta suasana belajar yang efektif, menyenangkan, dan dapat memotivasi siswa. Salah satu strategi pengelolaan kelas yang banyak digunakan saat ini adalah strategi pengelolaan kelas dengan sistem moving class. Moving class merupakan adopsi dari sistem pembelajaran di perguruan tinggi. Pelaksanaannya dilakukan dengan cara siswa berpindah ruangan sesuai mata pelajaran yang ditempuhnya. Ruang kelas dilengkapi dengan peralatan penunjang pembelajaran sesuai karakteristik mata pelajaran tertentu. Dengan demikian, siswa akan memperoleh suasana baru. Ini dapat mengurangi tingkat kejenuhan siswa sehingga siswa dapat lebih bersemangat menerima pelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Bertolak dari itulah SMP Negeri 1 Kota Batu menggunakan sistem moving class dalam kegiatan pengelolaan kelasnya. Penelitian ini berangkat dari pertanyaan umum bagaimana kegiatan pengelolaan kelas dengan sistem moving class di SMP Negeri 1 Kota Batu. Dari pertanyaan umum tersebut dipersempit menjadi empat fokus khusus yaitu: (1) perencanaan kegiatan pengelolaan kelas dengan sistem moving class; (2) pelaksanaan kegiatan pengelolaan kelas dengan sistem moving class; (3) monitoring kegiatan pengelolaan kelas dengan sistem moving class; dan (4) permasalahan dalam kegiatan pengelolaan kelas dengan sistem moving class dan cara mengatasi. Kegiatan penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Kota Batu dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut dikelompokkan berdasarkan fokus penelitian yang dibahas, kemudian ditafsirkan ke dalam kalimat agar mudah dipahami, dan menarik kesimpulan. Untuk mengecek kredibilitas data yang telah terkumpul, digunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Dari hasil penelitian diketahui bahwa perencanaan kegiatan pengelolaan kelas dengan sistem moving class terdiri dari (1) perencanaan sarana prasarana yang dilakukan dengan menentukan formulasi perhitungan kebutuhan kelas masing-masing mata pelajaran; (2) perencanaan kurikulum adalah merancang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP); (3) perencanaan guru yaitu mengkondisikan ruang belajar sesuai dengan model pembelajaran yang akan digunakan; dan (4) perencanaan siswa adalah mempersiapkan diri dengan bersikap teratur dan disiplin pada saat melakukan perpindahan kelas. Pelaksanaan kegiatan pengelolaan kelas dengan sistem moving class meliputi (1) pengelolaan sarana dan prasarana, yang ditata menurut karakteristik mata pelajaran tertentu; ii (2) pengelolaan jadwal pembelajaran, yaitu jadwal mengajar guru yang ditentukan oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan ketua team teaching masingmasing mata pelajaran, dan jadwal pelajaran siswa yang disusun secara acak berdasarkan karakteristik mata pelajaran yang berifat pemikiran, keterampilan, dan rekreatif; (4) pengelolaan perpindahan siswa, dilakukan dengan dua cara yaitu kebijakan dari sekolah memperpanjang jam pelajaran untuk satu jam pelajaran dengan tambahan waktu lima menit yang digunakan untuk melakukan perpindahan, dan kebijakan dari guru yang memberikan toleransi waktu tidak lebih dari lima menit kepada siswa untuk melakukan perpindahan; dan (5) strategi pengelolaan kelas dengan sistem moving class yang efektif dan efisien. Strategi yang digunakan oleh kepala sekolah adalah dengan memberikan tugas kepada guru yang memiliki keterampilan dibidang lain untuk mengajar lebih dari satu mata pelajaran, sementara guru lebih memilih strategi tutor sebaya dan diskusi kelompok dalam mengelola kelas. Untuk monitoring kegiatan pengelolaan kelas dengan sistem moving class dilakukan oleh kepala sekolah bersama wakil kepala sekolah melalui teknik supervisi akademik. Terdapat dua permasalahan dalam kegiatan pengelolaan kelas dengan sistem moving class di SMP Negeri 1 Batu, yaitu masalah kebersihan kelas yang kurang terjaga dan penataan kelas yang belum sepenuhnya sesuai dengan karakteristik mata pelajaran tertentu karena kelas masih kurang aman untuk ditempati media pembelajaran berupa peralatan elektronik, peralatan multimedia, dan alat peraga seperti alat peraga untuk mata pelajaran IPA. Untuk mengatasi masalah kebersihan kelas yang kurang terjaga diadakan kegiatan rutin Jumat bersih, sementara untuk mengatasi kelas yang kurang aman disediakan ruangan tersendiri untuk menyimpan peralatan elektronik, peralatan multimedia, dan alat-alat peraga. Berdasarkan hasil penelitian, diajukan saran kepada: (1) kepala sekolah untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan sarana dan prasarana penunjang pendidikan; (2) guru agar tidak hanya mengelola kelas dengan mengkondisikan ruang belajar siswa, tetapi juga harus memaksimalkan penggunaan media pembelajaran yang tersedia; dan (3) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan untuk memperkaya kajian-kajian teori tentang Manajemen Kelas.

Hubungan antara tingkat status sosial ekonomi kader posyandu dengan tingkat partisipasinya dalam pelaksanaan kegiatan program posyandu di Kecamatan Kepanjen Kabupaten Dati II Malang

 

Pengaruh latihan olah raga rekreasi saat istirahat sekolah terhadap peningkatan kesegaran jasmani pada siswa putra kelas IV, V, VI SDN Bedalisodo 03 Kecamatan Wagir
Hari Gunawan

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |