Faktor-faktor yang mempengarui minat siswa kelas XI tehadap mata pelajaran seni rupa di SMA Negeri I Sutojayan Kabupaten Blitar / Dwi Christanto Puji Widodo

 

ABSTRAK Christanto Puji Widodo, Dwi. 2008 . Minat Siswa Kelas XI terhadap Mata Pelajaran Seni Rupa di SMA Negeri 1 Sutojayan Kabupaten Blitar. . Skripsi. Jurusan Seni dan Desain Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Robby Hidayat, M. Sn; (2) Drs. Andi Harisman Kata Kunci: minat, siswa, seni rupa Belajar merupakan peristiwa dan tindakan yang berlangsung sepanjang hari, khususnya dalam dunia pendidikan. Belajar muncul karena adanya minat dari individu-individu itu sendiri dan ada motivasi belajar. Dengan adanya minat maka siswa tidak akan mengalami kejenuhan dalam belajar sehingga individu dapat mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam hubungannya dengan mata pelajaran pendidikan seni yang ada di Sekolah Menengah Atas yang berfungsi sebagai alat mengembangkan kepekaan rasa, kreatifitas, dan cita rasa estetis siswa dalam berkeseniaan, mengembangkan etika, kesadaran sosial dan kesadaran kultural siswa dalam kehidupan bermasyarakat, serta rasa cinta terhadap budaya Indonesia. Pendidikan seni yang diberikan pada Sekolah Menengah Atas mencakup semua bidang seni yaitu seni rupa, seni musik, seni tari dan seni teater Dalam kegiatan belajar mengajar, jika ada seorang siswa yang kurang berminat dalam mata pelajaran seni yang diberikan oleh guru, maka guru harus bisa memberikan dorongan agar siswa jadi berminat. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sutojayan karena peneliti pernah diminta oleh guru mata pelajaran seni rupa untuk meneliti tentang faktor apa saja yang mempengaruhi siswa dalam menumbuhkan minatnya dan hasil dari penelitian tersebut akan digunakan sebagai acuan untuk pengembangan minat siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah faktor lingkungan sosial, pengalaman, keturunan, penunjang pendidikan dan motivasi belajar mempengaruhi minat siswa terhadap mata pelajaran seni rupa di SMA Negeri 1 Sutojayan dan apakah faktor pendukung yang paling mempengaruhi minat siswa terhadap mata pelajaran seni rupa di SMA Negeri 1 Sutojayan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor lingkungan sosial, pengalaman, keturunan, penunjang pendidikan dan motivasi belajar mempengaruhi minat siswa terhadap mata pelajaran seni rupa di SMA Negeri 1 Sutojayan dan mendeskripsikan faktor pendukung yang paling mempengaruhi minat siswa terhadap mata pelajaran seni rupa di SMA Negeri 1 Sutojayan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif, yaitu mendeskripsikan faktor-faktor yang menumbuhkan minat siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner/angket. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI SMAN 1 Sutojayan Sebanyak 272 siswa dan sampel yang diambil sebanyak 198 siswa berdasarkan tabel Krejcie & Morgan. Analisis data yang digunakan adalah analisis data pada kuantitatif dengan menggunakan analisis faktor eksploratori dan analisis deskriptif. Dari hasil penelitian ditemukan 5 faktor yang dirasakan mempengaruhi minat siswa terhadap mata pelajaran seni rupa, faktor-faktor tersebut dikelompokkan menjadi 5 faktor meliputi: 1) faktor lingkungan sosial, 2) pengalaman dibidang seni rupa, 3) keturunan, 4) penunjang pendidikan di sekolah, 5) motivasi belajar. Masing-masing faktor terdiri dari bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, empaty yang telah dirinci sesuai pengelompokannya, sedangkan faktor lingkungan sosial paling dominan berpengaruh pada minat siswa kelas XI di SMAN 1 Sutojayan terhadap mata pelajaran seni yang memiliki kategori tinggi. Saran yang dapat disumbangkan dari hasil penelitian ini adalah 1) bagi guru, diharapkan hasil dari penelitian ini dapat dipergunakan untuk menilai kembali minat belajar terhadap mata pelajaran seni rupa; 2) bagi peneliti lain, peneliti mengharapkan adanya penelitian lanjutan untuk mencari faktor yang mempengaruhi munat belajar siswa guna peningkatan hasil belajar siswa.

Improving the ability in writing hortatory exposition of the students of SMAN 12 Malang through outlining / Ana Maria

 

ABSTRACT Maria, Ana. 2008. Improving the Ability in Writing Hortatory Exposition of SMAN 12 Malang through Outlining. Thesis, Malang: English Language Education Program, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Drs. Fachrurrazy, M.A., Ph.D.. Key words: writing, outlining, hortatory exposition Assisting students with written work continues to be a challenging task for today’s teachers. What to write about often becomes the first problem of a student upon hearing that he or she must submit an essay to his or her teacher. The result of the preliminary study showed that the writing score of second graders in SMAN 12 Malang were in poor level. They did not make any plan while making a composition. Moreover, the English teacher taught writing by simply assigning students to complete the missing part of a text or giving a homework to create a text based on a certain topic and then submit it in the following meeting. This implies that the teacher just emphasizes the students’ final product. This does not suit the idea of writing as a process which recognizes the importance of generating, formulating, and refining one’s ideas. Among several the widely used techniques for generating and organizing ideas before writing, implementing outlining strategy in prewriting phase can be done to overcome barriers to writing and then improve the quality of students’ writing. Thus, the research problem was formulated as follows: “How can outlining improve students’ ability in writing hortatory exposition texts in SMAN 12 Malang?” This study which was attempted to improve the ability in writing of the students of SMAN 12 Malang in generating and organizing ideas through outlining was an action research with two cycles. Each cycle consisted of planning the action, implementing the action, observing the action, and reflecting on the observation. This action research was conducted at SMAN 12 Malang which was located at Jl. Pahlawan Balearjosari. The XI-IPA 2 students of SMAN 12 Malang were chosen to be the researcher subjects because the researcher had been teaching them as a PPL teacher. Besides, they were rarely absent from school. The data of the students’ progress were taken from pretest writing, students’ writing products in Cycles 1 and 2 which were in the form of hortatory exposition texts. The students’ texts were all scored by a rater chosen by the researcher. The rater himself did not have any connection with the students. There were some procedures to be followed in implementing the outlining strategy. First, the students were introduced to the outlining strategy. Second, they were guided to brainstorm any details about a certain topic. Third, they were assigned to make outline the topic of which was based on their personal interest. Fourth, they were asked to revise their draft based on notes from the researcher or their peer. Fifth, they underwent final editing before publishing their writings. The results of this study showed that outlining strategy was effectively improving the students’ writing ability. The improvement of the students’ writing ability could be seen from the result of the students’ writing which showed that they were able to create a hortatory exposition text which had sufficient details and strong arguments that supported the thesis statements, and most of the students’ writing well served the generic structure of a hortatory exposition text. Based on the findings, it can be concluded that through the implementation of outlining strategy, the writing ability of the second grade students in SMAN 12 Malang improved. It was indicated by the fact that most of the students could achieved the “good to average” level in writing based on the scoring rubric used in this study. The mean score in terms of content improved from 2.68 (Cycle 1) to 3.39 (Cycle 2) and in terms of organization the mean score improved from 2.55 (Cycle 1) to 3.21 (Cycle 2). Both were in the interval score of 1 as the lowest and 4 as the best writing performance. In brief, the writing ability of the second graders in SMAN 12 Malang has improved, especially in content and organization. It is suggested for teachers and students to continue the use of outlining strategy in writing. For further researcher it is recommended to implement outlining strategy in teaching other types of text.

The implementation of speaking class as a local content at SMPN 1 Singosari Malang / Dessy Krisdian

 

ABSTRACT Krisdian, Dessy. 2008. The Implementation of Speaking Class as a Local Content at SMPN 1 Singosari Malang. Thesis, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Hj. Utami Widiati, M.A., Ph.D. Key words: implementation, Speaking Class, local content, SMP This study was conducted to describe the implementation of Speaking Class as a local content at SMPN 1Singosari Malang in terms of (1) the background of the implementation of Speaking Class, (2) the activities done in Speaking Class, (3) the media used in Speaking class, and (4) the students’ opinions toward the program. This study employed a descriptive study because it was designed to describe the implementation of Speaking Class as a local content at SMPN 1 Singosari Malang in the form of words rather than numbers. The subjects af this study were the headmaster of SMPN 1Singosari, two Speaking Class teachers, and students of grade seven and grade nine. The data were obtained through three research instruments: interview, field notes, and questionnaires, and they were presented descriptively after being classified into related aspects. The interview was carried out to collect the data of the background for implementing Speaking Class as a local content at SMPN 1 Singosari Malang. The field notes were designed in order to collect the data of the activities done and the media used in Speaking Class, whereas the questionnaires were distributed to the students to gain the data on their opinions toward Speaking Class. The findings show that the background reasons for implementing Speaking Class as a local content at SMPN 1Singosari Malang were (1) that this program was considered as an effective means for increasing students’ ability in speaking English and (2) that it was a supportive program to reach better English achievement in national examination. It was also revealed that, overall, there were several activities done in Speaking Class at both grade seven and grade nine, namely repetition drill, question-answer display, reading aloud, and group discussion, each of which was done with certain purposes. In the teaching and learning process, the Speaking Class teachers employed visual and motion media, such as hand puppets, cardboards with pictures, a television, and movies. Yet, though the school has provided other electronic devices, the teachers hardly used them. The finding also reveals that in general the students of SMPN 1 Singosari Malang had positive opinions toward Speaking Class. However, the students of grade nine gave less positive opinions due to the teachers’ way of leading the class, which was considered uninteresting and not challenging. It can also be said that the opinions given by the students of grade seven and nine were much influenced by their preference to the teacher. From the study, some suggestions can be proposed. The suggestion proposed to the headmaster is that he should really improve the teachers’ quality, especially in terms of their ability in making use of technology, so that the quality of the students could be eventually improved. For the Speaking Class teachers, it is suggested that they arrange the activities done in Speaking Class in a formal meeting, vary the activities based on students’ development, and maximize the use of media provided by the school. For the next researchers, they should take a wider range of subjects of study, since speaking programs may be different from one school to another one.

Identifikasi kesulitan belajar siswa kelas XI IPA semester II SMA Negeri 5 Malang dalam memahami materi kelarutan dan hasil kali kelarutan (Ksp) / Elly Indarti

 

ABSTRAK Indarti, Elly. 2008. Identifikasi Kesulitan Belajar Siswa Kelas XI IPA Semester II SMA Negeri 5 Malang dalam Memahami Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan (Ksp). Skripsi, Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dermawan Affandy, M.Pd, (II) Drs. Supardjito. Kata kunci: kesulitan belajar, Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. Berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) salah satu tujuan pengajaran kimia adalah agar siswa menguasai konsep-konsep kimia dan saling keterkaitannya serta penerapannya baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam teknologi. Tujuan ini dapat dicapai apabila siswa dapat memahami konsep dengan benar. Dalam mempelajari materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan diperlukan pemahaman dan penguasaan konsep dengan benar, kemampuan berpikir abstrak, dan kemampuan dalam mengoperasikan perhitungan matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase siswa yang mengalami kesulitan dalam: (1) memahami dan menentukan Kelarutan, (2) menentukan Rumusan Hasil Kali Kelarutan, (3) memahami dan menentukan Hasil Kali Kelarutan, (4) memahami Pengaruh Penambahan Ion Senama dan menentukan Kelarutan Zat dalam Larutan yang Mengandung Ion Senama, serta (5) meramalkan Reaksi Pengendapan berdasarkan Hasil Kali Kelarutan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan populasi seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Malang pada tahun ajaran 2007/2008 yang terdiri dari kelas XI IPA1, XI IPA 2, XI IPA 3, XI IPA 4, dan XI IPA 5. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 1 dan XI IPA 4 yang berjumlah 71 siswa. Sampel diambil secara undian dengan teknik random sederhana dari populasi yang ada. Data penelitian ini diperoleh dari hasil ujicoba instrumen dan didapatkan 12 butir soal tidak valid, 15 butir soal valid. Untuk tingkat kesukaran diperoleh 17 soal memiliki tingkat kesukaran mudah, 8 soal tergolong sedang, 2 soal tergolong sukar. Sedangkan daya beda tiap butir soal adalah 11 soal memiliki daya beda jelek, 10 soal dengan daya beda cukup, dan 6 soal dengan daya beda baik. Harga reliabilitas tes hasil ujicoba instrumen adalah 0,72 untuk kelas XI IPA 2 (kelas uji coba 1) dan 0,64 untuk kelas XI IPA 5 (kelas uji coba 2). Selanjutnya data dianalisis dengan menghitung persentase kesulitan tiap rumusan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Malang yang mengalami kesulitan adalah: (1) 41,08% siswa mengalami kesulitan dalam memahami dan menentukan Kelarutan, (2) 11,27% siswa mengalami kesulitan dalam menentukan Rumusan Hasil Kali Kelarutan (3) 38,38% siswa mengalami kesulitan dalam memahami dan menentukan Hasil Kali Kelarutan, (4) 64,79% siswa mengalami kesulitan dalam memahami Pengaruh Penambahan Ion Senama dan menentukan Kelarutan Zat dalam Larutan yang Mengandung Ion Senama, dan (5) 33,80% siswa mengalami kesulitan dalam meramalkan reaksi pengendapan berdasarkan Hasil Kali Kelarutan.

Penerapan model pembelajaran kooperatif group investigation (G) dengan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan kerja ilmiah dan hasil belajar biologi siswa kelas X-4 SMAN 7 Malang / Nur Holisah

 

ABSTRAK Holisah, Nur. 2008. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Group Investigation (GI) dengan Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Kerja Ilmiah dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X-4 SMAN 7 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sunarmi, M.Pd., (II) Dra. Hawa Tuarita, M.S. Kata kunci: pembelajaran kooperatif, group investigation, pendekatan kontekstual, kerja ilmiah, hasil belajar biologi. Pendidikan memegang peranan penting dalam menentukan kualitas kehidupan suatu bangsa. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan saat pembelajaran adalah metode dan pendekatan pembelajaran yang dilaksanakan pada saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Berdasarkan hasil observasi awal diketahui bahwa pelaksanaan KTSP di SMAN 7 Malang belum 100%. Metode yang pernah diterapkan adalah metode Student Team Achieveement Divisions (STAD) dan Problem Based Learning (PBL). Kesulitan yang dihadapi oleh para guru adalah bagaimana mengaktifkan siswa selama proses pembelajaran, meningkatkan antusiasme siswa terhadap materi yang diajarkan, mengajak siswa untuk mengkonstruk sendiri pengetahuan yang diperoleh, dan meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diterapkan Model Pembelajaran Kooperatif Group Investigation (GI) dengan Pendekatan Kontekstual. Penelitian ini adalah penelitian non eksperimen berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas 2 siklus. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 14 Mei-4 Juni 2008. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-4 SMAN 7 Malang semester 2 tahun ajaran 2007/2008. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari lembar observasi kerja ilmiah siswa, lembar penilaian laporan kerja ilmiah, tes tulis (tes kognitif), dan catatan lapangan. Data penelitan berupa kerja ilmiah dan hasil belajar biologi siswa. Aspek peningkatan kerja ilmiah yang dicapai oleh siswa dihitung berdasarkan persentase kerja ilmiah siswa pada masing-masing deskriptor dan hasil belajar diperoleh dengan cara mencari persentase rata-rata nilai tes dan nilai laporan kerja ilmiah siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kerja ilmiah siswa pada siklus I adalah 67,3% dan terjadi peningkatan pada siklus II menjadi 79,13%. Persentase hasil belajar siswa pada siklus I adalah 79,9% dan meningkat pada siklus II menjadi 86,61%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Group Investigation (GI) dengan pendekatan Kontekstual dapat meningkatkan kerja ilmiah siswa kelas X-4 SMAN 7 Malang sebesar 11,83% dan meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 6,71%. Saran dari penelitian ini adalah hendaknya peneliti memperhatikan alokasi waktu yang digunakan agar pelaksanaan pembelajaran berlangsung secara efisien dan penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi guru bidang studi ataupun peneliti yang lain untuk menerapkan metode dan pendekatan tersebut.

Metode pembelajaran tatabahasa bahasa arab di Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Darul Jalal Ampeldento Kecamatan Pakis Kabupaten Malang / Wiwin Muliani

 

ABSTRAK Muliani, Wiwin. 2008. Pembelajaran Tatabahasa Bahasa Arab di Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Darul Jalal Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Moh. Khasairi, M.Pd, (2) Yusuf Hanafi, S.Ag, M.Fil.I Kata kunci: metode pembelajaran, tatabahasa bahasa Arab, problematika Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Darul Jalal (PPDJ) adalah salah satu lembaga non formal yang memiliki peranan penting dalam pengembangan pembelajaran bahasa Arab khususnya tatabahasanya yang mendapat sorotan dari masyarakat. Penguasaan tatabahasa bahasa Arab terutama penguasaan ilmu nahwu merupakan salah satu kriteria untuk menentukan kualifikasi akademik seorang siswa. Di Madrasah Diniyah PPDJ pengelola madrasah dan dewan guru mengupayakan perbaikan pembelajaran tatabahasa bahasa Arab. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bahan ajar dalam pembelajaran tatabahasa bahasa Arab, teknik pembelajaran, serta problematika pembelajaran tatabahasa bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di pondok pesantren Darul Jalal Ampeldento kecamatam Pakis kabupaten Malang. Subyek penelitian ini siswa Tsanawiyah. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung (observasi), wawancara terpimpin, angket, dan dokumentasi. Dengan keempat teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan. Informan penelitian terdiri atas kepala madrasah, guru tatabahasa bahasa Arab dan siswa (santri). Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa, (1) bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran tatabahasa bahasa Arab di Madrasah Diniyah PPDJ Malang, yaitu kitab klasik yang menyagkut tentang ketatabahasaan bahasa Arab, untuk kelas tiga Tsanawiyah kitab yang digunakan adalah nadzaman dan syarah Alfiyah, 2) teknik yang digunakan dalam pembelajaran tatabahasa bahasa Arab adalah teknik deduktif dan sebagian kecil menggunakan teknik induktif, (3) problematika dalam pembelajaran tatabahasa bahasa Arab dipengaruhi oleh faktor eksternal, yaitu rendahnya profesionalisme guru, sarana dan prasarana yang kurang memadai. Faktor internal, yaitu metode dan teknik yang kurang bervariasi, motivasi, dan ketidakdisiplinan siswa . Dari hasil temuan penelitian ini disarankan agar (1) guru tatabahasa bahasa Arab diharapkan mampu dalam menentukan tujuan pembelajaran tidak hanya ditetapkan pada pemahaman kitab kuning, tetapi juga pemahaman buku keagamaan modern. Hal ini baralasan mengingat dewasa ini banyak buku keagamaan modern yang beredar dan dari substansinya juga sangat berbobot dan kontekstual. Guru juga diharapkan menggunakan teknik yang bervariasi dalam pembelajaran tatabahasa bahasa Arab dengan menggunakan teknik deduktif dan induktif dengan seimbang. Variasi metode dan teknik diharapkan dikuasai oleh guru agar proses pembelajaran tatabahasa bahasa Arab lebih menarik dan diminati oleh siswa untuk mencapai hasil pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan, (2)

Kekhasan pengajaran bahasa arab di Sekolah Alam Bilingual Sekolah Dasar Islam Surya Buana Malang / Afrilia Sultana

 

ABSTRAK Sultana, Afrilia. 2008. Kekhasan Pengajaran Bahasa Arab di Sekolah Alam Bilingual Sekolah Dasar Islam Surya Buana Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Arab FS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Irhamni, M.Pd, (II) Yusuf Hanafi, S.Ag., M.Fil. I. Kata kunci: kekhasan, pengajaran bahasa Arab, sekolah alam. Sekolah Alam adalah sekolah dengan konsep pendidikan berbasis alam semesta. Konsep sekolah alam tentunya berbeda dengan konsep sekolah pada umumnya. Konsep ini memungkinkan adanya kekhasan dalam aspek-aspek pengajarannya. Sekolah Dasar Islam Surya Buana Malang merupakan salah satu sekolah dasar yang menerapkan konsep sekolah alam. Selain itu sekolah ini juga menjadikan bahasa Arab sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Alam Bilingual Sekolah Dasar Islam Surya Buana Malang jalan Gajayana IV/631 Malang, pada bulan April 2008. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang mendeskripsikan variabel penelitian untuk mengungkapkan gejala secara menyeluruh dan sesuai dengan konteks melalui pengumpulan data dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Analisis data yang dilakukan adalah mengedit data untuk melihat kelengkapannya, mengklasifikasikan data untuk menjawab masalah, dan mengumpulkan hasil penelitian berdasarkan masalah yang telah dirumuskan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kekhasan pengajaran bahasa Arab di Sekolah Alam Bilingual Sekolah Dasar Islam Surya Buana Malang dalam aspek materi yang diajarkan, metode pengajaran yang diterapkan, media pengajaran yang digunakan, serta evaluasi pengajaran yang dilakukan. Diharapkan dapat dijadikan bahan masukan dalam pengembangan pengelolaan pengajaran bahasa Arab berbasis alam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari empat variabel penelitian yaitu materi, metode, media, serta evaluasi dan penilaian dalam pengajaran bahasa Arab di Sekolah Alam Bilingual Sekolah Dasar Islam Surya Buana Malang didapati beberapa kekhasan, yaitu dalam variabel materi pengajaran, berupa pemanfaatan alam (lingkungan sekitar siswa) sebagai salah satu bahan ajar dalam pengayaan mufradat; metode pengajaran, berupa metode pengajaran berbasis alam; dan media pengajaran berupa media alam. Pada variabel evaluasi pengajaran bahasa Arab tidak terdapat kekhasan. Selain itu adanya pengajaran bahasa Arab di SD Islam Surya Buana Malang merupakan suatu kekhasan karena SD ini berada dibawah naungan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), dimana Depdiknas tidak memasukkan bahasa Arab dalam kurikulum pengajarannya.

The teaching of reading in efl classes at the state senior high school 5, Malang / Welliam Hamer

 

ABSTRACT Hamer, W. 2008. The Teaching of Reading in EFL Classes at the State Senior High School 5, Malang. Unpublished Thesis. Graduate Program in English Language Education of the State University of Malang. Advisors: (1) Prof. Kasihani K.E. Suyanto, M.A., Ph.D., (2) Utami Widiati, M.A., Ph.D. Key words: teaching reading, reading materials, reading activities, reading assessments. This study was aimed at describing the condition of teaching reading at the State Senior High School 5, Malang. It was focusing on the reading materials used by the English teachers, the classroom activities especially in teaching reading, and the classroom assessments utilized in the reading class. The study was a descriptive case study with qualitative research design. The data collected were in the forms of description of natural phenomena happening in the classroom. The subjects of the study were the five English teachers and the first semester students of Class X.7, Class XI IPA5, Class XI IPS2, Class XII IPS2, and Class XII IPA5 at 2007/2008 academic year. The study applied four techniques of data collection, namely: observation, interview, review of documents, and recording. Then, the collected data were analyzed by using three phases, i.e. data reduction, data display, and conclusion drawing. The result of the study showed that all teachers used: (1) textbooks as the main instructional materials, (2) the students’ worksheets as the additional materials, and (3) the materials from newspapers, magazines, leaflets/labels, and the internet as the supplementary materials. More specifically, the materials used were taken from the textbooks entitled: (1) Interactive English Learning for SMA/MA Students, (2) Look Ahead: An English Course for Senior High School Students, and (3) Being Competent in English for Senior High School Students. Meanwhile, the additional materials used were from the students’ worksheets entitled Media Professional Bahasa Inggris and Access to English Competence. Other supplementary materials used were news, stories, pictures, announcements, directions on the box of medicines, and games taken from the internet. The classroom activities performed in teaching reading included three stages, i.e. (1) pre-activity covering greeting, checking the students’ attendance, brainstorming, and introducing the topic being discussed; (2) whilst activity covering administering the instruction clearly, asking students to read the text aloud/silently, giving modeling, facilitating learning community and questioning, monitoring the students’ works, giving assignments, and giving a chance for the students to present the result of the discussion; and (3) post activity covering providing feedback, making conclusion or reflection, and giving homework. The classroom assessment utilized by all the English teachers in teaching reading was (1) authentic assessments covering oral questions, teacher’s observations, giving assignments, and reading aloud; (2) formal assessments covering daily tests, weekly tests, and summative tests.

Pondok Pesantren Salafiyah sebagi provider Pendidikan Luar Sekolah studi kasus : pengelolaan lembaga Pondok Pesantren Pendidikan dan Perguruan Agama Islam Ketapang Kepanjen Malang / Sameli

 

Abstrak Pondok pesantren Pendidikan dan Perguruan Agama Islam (PPAI) Ketapang Kepanjen Malang sebagai provider Pendidikan Luar Sekolah menitikberatkan pada kegiatan belajar ilmu-ilmu keagamaan. Selama setengah abad lebih, Pondok Pesantren PPAI Ketapang Kepanjen Malang tetap mempertahankan tipe salafiyah sementara banyak pondok pesantren yang telah beralih menjadi tipe khalafiyah. Ada fenomena yang menarik bahwa dari tahun ke tahun terus mengalami perkembangan dan juga jumlah santri yang semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui strategi-strategi yang dilakukan oleh pengelola pondok pesantren PPAI Ketapang Kepanjen Malang dalam menyelenggarakan dan mengembangkan sistem salafiyah, 2) mengetahui alasan-alasan pengelola dalam mempertahankan tipe salafiyah di pondok pesantren PPAI Ketapang Kepanjen Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara tak berstruktur, wawancara terbuka, serta observasi. Untuk mendapatkan data yang akurat, dilakukan dengan data yang akurat dilakukan dengan wawancara mendalam, sementara observasi dilakukan dengan observasi tidak berperan serta. Keabsahan data dilakukan dengan memeriksa kridibilitas, transprobilitas, konfirmabilitas dan reliabilitas. Analisis data meliputi: 1) reduksi data, 2) penyajian data dan, 3) penarikan kesimpulan.Dari hasil observasi ini diketahui bahwa cukup besar peran pengelola Pondok Pesantren PPAI Ketapang Kepanjen Malang dalam mempertahankan tipe salafiyah. Berdasarkan hasil analisis penelitian ini, strategi pengelola dalam mempertahankan tipe salafiyah Pondok Pesantren PPAI Ketapang Kepanjen Malang ditentukan oleh : 1) otoritas kyai dalam kehidupan pondok pesantren, 2) pola rekrutmen ustadz-ustadzah melalui sistem kekeluargaan, 3) keterlibatan alumni dalam kegiatan-kegiatan pesantren, 4) kurikulum yang diterapkan berpegang teguh pada pola tradisional sedangkan alasan utama dari pengelola pondok pesantren untuk mempertahankan tipe salafiyah adalah : 1) Ta’at, ta’dzim pada wasiat, 2) menjaga kemurniaan nilai leluhur. Akhirnya, bertolak dari hasil penelitian ini disarankan : 1) pengelola pondok pesantren tipe salafiyah hendaknya perlu dipertahankan dan dikembangkan, 2) rekrutmen ustadz-ustadzah dengan sistem kekeluargaan dan mempertimbangkan pada kemampuan ketrampilan khusus, 3) optimalisasi pada kekompakan alumni untuk mengembangkan dan kemajuan pondok pesantren, 4) kepada pengambil kebijakan di bidang pendidikan non formal hendaknya mempertimbangkan keberadaan pondok pesantren salafiyah sebagai pelaksana kegiatan dan program-programnya

Pengawetan kayu pinus (Pinus Merkusil) terhadap serangan rayap menggunakan akstrak biji nimba dengan sistem perendaman dingin / Muanifah

 

Perbedaan panjang sudu turbin air pelton terhadap efisiensi turbin air / Choery Jayadi

 

Study tentang pembelajaran menggambar ekspresi di TK Kusuma Bangsa Desa Karangjati Kecamatan Pandaan / Nurhidayanto

 

ABSTRAK Nurhidayanto, 2008. Studi Tentang Pembelajaran Menggambar Ekspresi Dan Mewarna di TK Kusuma Bangsa Desa Karangjati Kecamatan Pandaan. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Lilik Indrawati, (II) Drs. Andi Harisman. Kata Kunci : Metode Menggambar Ekspresi dan Mewarna, Faktor Intelektual, Faktor Sosial, TK Kusuma Bangsa. Menggambar sebagai ungkapan kreatif untuk mengisi rasa cepat anak menerima rangsangan dari luar dan dapat melahirkan segala isi kesadaran jiwanya. Dari pengalaman mengamati karya siswa-siswi TK Kusuma Bangsa, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, banyak dijumpai hasil karya yang aneh, unik, lucu, gaya dan corak yang sama, tidak beraturan bahkan menakutkan. Untuk mengetahui metode pembelajaran menggambar dan mewarnai serta faktor yang mempengaruhi kegiatan tersebut, dilakukan dengan cara mewawancarai, mengobservasi dan mengkaji dokumen tentang kegiatan menggambar ekspresi dan mewarnai di TK Kusuma Bangsa. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan tentang metode pembelajaran dan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan menggambar ekspresi dan mewarna di TK Kusuma Bangsa. Diharapkan penelitian ini akan menjadi masukan bagi mahasiswa dan calon guru yang akan mengajarkan menggambar dan mewarna pada anak, serta menjadi tambahan informasi bagi pembina dan guru TK Kusuma Bangsa yang dapat dijadikan bahan evaluasi terhadap proses pembelajaran di TK Kusuma Bangsa untuk pengembangannya di masa yang akan datang. Data dan sumber data pada penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan dokumen yang mendukung penelitian tentang metode pembelajaran dan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan menggambar ekspresi dan mewarna di TK Kusuma Bangsa. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari s/d Maret tahun 2008, tahun ajaran 2007-2008. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Analisa yang digunakan adalah model studi kasus tunggal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran menggambar dan mewarnai yang digunakan guru TK Kusuma Bangsa adalah menggambar ekspresi dengan media kreatif dan menggambar ekspresi bebas dengan metode pemberian tugas. Metode demonstrasi, bercerita, latihan pembiasaan, metode proyek dan bermain warna jarang dilakukan. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi kegiatan menggambar ekspresi dan mewarna pada anak-anak TK Kusuma Bangsa yaitu pertama faktor perkembangan intelektual: usia, bakat, sifat/karakter siswa yang berbeda-beda; dan kedua faktor perkembangan sosial: latar belakang keluarga yang beragam, faktor ekonomi keluarga, faktor pergaulan anak serta faktor informasi dan teknologi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut. Misalnya perkembangan gaya menggambar anak atau tentang metode pembelajaran PAUD dan Calistung. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif atau dengan menggunakan pendekatan kritik holistik. Bagi guru dan pembina TK Kusuma Bangsa agar menerapkan berbagai metode pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum TK dan meningkatkan kreativitas dalam membuat media pembelajaran. Bagi lembaga-lembaga pendidikan usia dini lainnya, supaya memperhatikan dan menerapkan metode yang tepat bagi perkembangan pendidikan anak, karena pendidikan anak usia dini adalah masa-masa keemasan bagi tumbuh kembangnya kreativitas anak.

Developing speaking materials for the studens of mechanical engineering at state polytechnic of Malang / Achmad Sjaifullah

 

ABSTRAK Sjaifullah, Achmad. 2008. Pengembangan Bahan Ajar Berbicara Untuk Mahasiswa teknik Mesin Di Politeknik Negeri Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. M. Adnan Latief, M.A., Ph.D., (2) Prof. Dr. Siusana Kweldju. Kata kunci: Pengembangan bahan ajar, Ketrampilan berbicara Bahan ajar adalah media yang berisi informasi yang berfungsi untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan ajar yang baik adalah bahan ajar yang mampu mengakomodasikan semua tujuan pembelajaran yang ditetapkan sehingga melalui bahan ajar tersebut siswa memiliki kecakapan yang benar-benar selaras dengan tuntutan-tuntutan komunikasi dalam kehidupan nyata sehari-hari. Didasarkan pada Studi Kelayakan dengan cara mencari kebutuhan-kebutuhan mahasiswa teknik mesin, Politeknik Negeri Malang dalam belajar bahasa Inggris , ditemukan bahwa kebutuhan yang paling dominan dalam belajar Inggris yaitu dalam bentuk ketrampilan berkomunikasi lisan (speaking). Karena alasan inilah, peneliti mengembangkan materi ajar mata kuliah tersebut. Lebih dari itu, pengembangan bahan ajar untuk kelas speaking di jurusan teknik mesin Politeknik Negeri Malang dirasakan begitu mendesak mengingat belum tersedianya materi yang dimaksud. Sementara ini, pengajaran ketrampilan berbicara sepenuhnya bergantung kepada teks book komersial yang pada kenyataannya tidak sepenuhnya mewakili kecakapan berkomunikasi dalam konteks lingkup jurusan teknik mesin. Berangkat dari latar belakang inilah maka penelitian pengembangan bahan ajar dilakukan. Adapun tujuan dari penelitian ini secara spesifik adalah untuk mengembangkan bahan ajar di kelas speaking untuk jurusan teknik mesin Politeknik Negeri Malang. Untuk mencapai hasil akhir berupa produk bahan ajar, beberapa tahapan penelitian telah dilakukan misalnya melakukan studi pendahuluan, studi pustaka, penelitian pengembangan, dan evaluasi baik dari ahli, dosen maupun siswa selaku kelompok sasaran pengguna buku yang dikembangkan ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat lima aspek yang menjadi bagian dari bahan ajar ini yaitu tujuan (aim), pengaturan dan desain (organization and design), bahasa (language), topik (topic) dan latihan (exercises). (2) Buku ajar ini dianggap sangat memadai untuk digunakan sebagai bahan ajar di kelas speaking karena telah memenuhi seluruh kaidah yang dipersyaratkan dari lima aspek yang disebutkan di atas. Produk akhir dari penelitian ini adalah buku mahasiswa (a student book). Adapun topik-topik yang diangkat di dalam buku tersebut adalah wawancara, keselamatan kerja, operasi mesin, alat-alat kerja, perawatan, masalah dengan mesin, profesi dalam teknik mesin, mempresentasikan sesuatu, dan pemecahan masalah. iii Selain itu, topik-topik terserbut juga disertai dengan latihan yang ditujukan membantu siswa untuk semakin memantapkan kemampuan berbicaranya. Buku ini dianggap sangat memadai dan dapat diterapkan karena memuat konsep-konsep dasar pengajaran ketrampilan berbicara dan latihan-latihan yang sederhana. Hasil evaluasi dari ahli, pengajar dan bahkan dari siswa melalui aktifitas uji-coba (try-out) merupakan bukti nyata bagaimana aspek kesesuaian dan kemungkinan untuk diterapkan telah dipenuhi oleh buku ini. Ada beberapa saran yang bisa ditindaklanjuti oleh peneliti lain yang melakukan kajian yang serupa yaitu perlunya melakukan observasi lapangan di tempat kerja siswa. Dengan cara ini, diharapkan informasi yang terdapat di dalam buku akan lebih mencerminkan istilah dan kegiatan yang nyata. Kegiatan ilmiah lainnya seperti seminar dan lokakarya lebih lanjut tentang isi buku ini akan menjadi wadah yang sangat relevan untuk kelengkapan dan penyempurnaan buku ini. Sehingga dengan demikian, produk buku tersebut akan lebih valid dan teruji melalui masukan dan penilaian dari pihak-pihak lain yang ahli dan berpengalaman khususnya dalam bidang penelitian pengembangan.

"Penggunaan buku Qira'ati dalam pembelajaran membaca Al-Qur'an di TPQ Sunan Kalijaga Poncokusumo Malang" / Vivi Nur Maulidia

 

ABSTRAK Maulidia, Vivi Nur. 2008. Penggunaan Buku Qira´ati dalam Pembelajaran Membaca Al-Quran di TPQ Sunan Kalijaga Poncokusumo Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Hanik Mahliatussikah, S. Ag, M. Hum., (II) Ahmad Munjin Nasih, S. Pd, M. Ag. Kata kunci: buku Qira´ati, membaca Al-Quran, TPQ. Perkembangan pembelajaran membaca Al-Quran saat ini tidak sejalan dengan perolehan hasil survey yang menyatakan bahwa masyarakat Indonesia yang kurang mampu membaca Al-Quran semakin meningkat. Berbagai strategi pengajaran membaca Al-Quran terus diuji terapkan, begitu pula penggunaan berbagai buku panduan, seperti Qira´ati untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran tersebut, khususnya di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pelaksanaan pengajaran buku Qira´ati dalam pembelajaran membaca Al-Quran disertai metode penyampaian dan pelaksanaan penilaian, dan (2) problematika dalam pembelajaran membaca Al-Quran dan upaya untuk mengatasi problematika tersebut. Penelitian ini dilakukan di TPQ Sunan Kalijaga Poncokusumo Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Latar penelitian ini adalah TPQ Sunan Kalijaga Poncokusumo Malang. Data dalam penelitian ini berupa fenomena pembelajaran membaca Al-Quran di TPQ dengan penggunaan buku teks Qira´ati. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumenter, observasi partisipasi pasif, dan wawancara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, pedoman wawancara dan dokumen. Analisis datanya dilakukan dengan cara: (1) identifikasi data, (2) klasifikasi dan penyaringan data, dan (3) penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pelaksanaan pengajaran membaca Al-Quran di TPQ Sunan Kalijaga Poncokusumo Malang dengan menggunakan buku Qira´ati disesuaikan dengan petunjuk yang ada. Untuk pelaksanaan jilid I, pembelajarannya lebih banyak memanfaatkan media peraga. Metode yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah metode Shautiyah dengan bentuk individu dan klasikal. Standar kenaikan halaman pada buku teks Qira´ati disesuaikan dengan kebutuhan setiap materinya dan dilakukan oleh guru kelas serta dicatat dalam kartu prestasi. Untuk ujian kenaikan jilid, guru memprioritaskan beberapa poin yang harus dipenuhi oleh peserta ujian. Standar kenaikan jilid ditentukan oleh seorang guru penguji yang telah ditunjuk dan dicatat pada buku rekap besar. (2) beberapa problematika yang muncul dalam pembelajaran membaca Al-Quran di TPQ ini yaitu: (a) tidak banyaknya waktu siswa untuk mengikuti pembelajaran yang ada di TPQ, (b) keterbatasan pengajar, (c) keterbatasan sarana dan prasarana, dan (d) kurangnya kesadaran dari para orang tua murid dalam membayar syahriyah pada tiap bulannya. Sedangkan untuk upaya mengatasi hal tersebut, maka diperoleh solusi adalah (a) peningkatan kedisiplinan murid, (b) penambahan jumlah pengajar, (c) perencanaan iii penambahan gedung TPQ dan pembagian waktu pembelajaran, (d) pengadaan surat edaran pembayaran syahriyah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan: (1) pihak TPQ perlu meningkatkan pengadaan media pembelajaran, (2) pihak TPQ perlu meningkatkan kerja sama dengan pihak sekolah (SD/MI dan MTs/SMP) dan orang tua siswa untuk mengatasi kendala-kendala yang dapat menghambat proses pembelajaran di TPQ, dan (3) penelitian ini dapat dilanjutkan oleh peneliti lain dengan cara memperluas aspek kajian tentang pembelajaran membaca Al-Quran seperti kajian tentang keefektivitasan penggunaan buku Qira´ati, atau tentang perbandingan antara penggunaan buku Qira´ati dengan buku panduan pembelajaran membaca Al-Quran yang lain.

Developing the syllabus for english course of industrial engineering Departement Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya / Arfan Fahmi

 

Hubungan partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler karya ilmiah remaja (KIR) dan prestasi belajar bidang IPA siswa kelas XI IPA di SMA Negeri se-kota Malang / Heni Setyawati Indahsari

 

ABSTRAK Indahsari, Heni Setyawati. 2008. Hubungan Antara Partisipasi Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) dan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPA di SMA Negeri Se-Kota Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Mursyid Widjanarko., (2) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M.Pd. Kata Kunci: Partisipasi dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR), Prestasi Belajar Siswa Partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler KIR sangat penting untuk kemajuan kegiatan tersebut, disamping itu kegiatan Ekstrakurikuler KIR juga sangat bermanfaat bagi siswa dalam mengembangkan daya pikir yang dimiliki terutama dalam bidang IPA. Akan tetapi kita juga harus memperhatikan bagaimana prestasi belajar siswa ketika mereka aktif dalam suatu kegiatan. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini dilakukan, yaitu untuk mengetahui tingkat partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) dan tingkat prestasi belajar siswa dalam bidang IPA pada SMA Negeri Se-Kota Malang. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:(1) seberapa tinggi tingkat partisipasi siswa kelas XI IPA dalam kegiatan ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) di SMA Negeri Se-Kota Malang, (2) seberapa tinggi tingkat prestasi belajar bidang IPA siswa kelas XI IPA yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler KIR di SMA Negeri Se-Kota Malang, (3) adakah hubungan antara partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler KIR dan prestasi belajar bidang IPA siswa kelas XI IPA di SMA Negeri Se-Kota Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) tinggi tingkat partisipasi siswa kelas XI IPA dalam kegiatan ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) di SMA Negeri Se-Kota Malang, (2) tingkat prestasi belajar bidang IPA siswa kelas XI IPA yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler KIR di SMA Negeri Se-Kota Malang, (3) hubungan antara partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler KIR dan prestasi belajar bidang IPA siswa kelas XI IPA di SMA Negeri Se-Kota Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan dua variabel, yaitu variabel bebas partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler karya ilmiah remaja(KIR) (X) dan variabel terikat prestasi belajar siswa bidang IPA (Y). Populasi dalam penelitian ini berjumlah 289 (dua ratus delapan puluh sembilan) orang dan jumlah sampelnya 168 (seratus enam puluh delapan) orang. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan propotional random sampling dengan menggunakan instrumen kuesioner. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif dan teknik analisis korelasi product moment pearson. Analisis data dilakukan dengan bantuan komputer yaitu program SPSS 12.00 for windows. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu (1) tingkat partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) di SMA Negeri Se-Kota Malang termasuk pada kualifikasi tinggi, (2) tingkat prestasi belajar bidang IPA siswa kelas XI IPA di SMA Negeri Se-Kota Malang termasuk pada kualifikasi tinggi, (3) terdapat hubungan antara partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler karya ilmiah remaja (KIR) dan prestasi belajar bidang IPA siswa kelas XI IPA di SMA Negeri Se-Kota Malang dengan r sebesar 0,438 (nol koma empat ratus tiga puluh delapan). Dari kesimpulan tersebut disarankan kepada pihak sekolah agar tetap memperhatikan partisipasi siswa dalam kegiatan KIR kalau perlu menjadikan ekstrakurikuler KIR sebagai kegiatan wajib yang harus diikuti dan pihak sekolah harus tetap memjantau prestasi belajar siswa. Bagi siswa sebaiknya siswa dapat memilih kegiatan yang bermanfaat bagi kemajuan belajarnya dan siswa juga harus tetap memperhatikan prestasi belajarnya agar keduanya dapart berjalan seimbang.

Pengaruh kemasan Daia 87 gram terhadap keputusan pembelian konsumen (Studi kasus pada Ibu Rumah Tangga pengguna sabun detergen Daia di Desa Waru, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan) / Achmad Rizal Agustana

 

Kemasan Daia 87 gram sangat praktis dan ekonomis, mengingat pangsa pasar Daia adalah kalangan ekonomi menengah bawah yang terlihat dari harga sabun detergen Daia 87 gram hanya Rp1.000,00 (Seribu Rupiah) per sachetnya. Harga tersebut sangat terjangkau oleh ibu rumah tangga pengguna sabun detergen Daia di Desa Weru, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Sebuah kemasan yang baik mampu mengajak pembeli untuk membeli barang tersebut. Oleh karena itu diadakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemasan daia 87 gram terhadap keputusan pembelian konsumen dengan mengambil sampel ibu rumah tangga pengguna sabun detergen Daia di Desa Weru, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Variabel-variabel yang akan diteliti adalah variabel bebas yang terdiri dari desain fungsional, desain grafis, dan etika kemasan Daia 87 gram; dan variabel terikat yaitu pengambilan keputusan pembelian Daia 87 gram. Penelitian ini bersifat korelasi kausalitas. Pengambilan data menggunakan teknik sampling sampling purposive kepada 80 orang responden. Untuk memenuhi tujuan dari penelitian ini, maka digunakan analisa statistik deskriptip atas data yang diperoleh dari penyebaran angket sebagai instrumen penelitian dan analisis statistik inferensial untuk mengetahui pengaruh ketiga unsur kemasan secara parsial dan simultan terhadap pengambilan keputusan pembelian. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) responden setuju bahwa desain fungsional kemasan Daia 87 gram sudah baik karena 55% responden setuju akan hal tersebut, sehingga variabel desain fungsional kemasan Daia 87 gram mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap pengambilan keputusan pembelian, (2) responden setuju bahwa desain grafis kemasan Daia 87 gram sudah baik karena 50% responden menjawab setuju, sehingga variabel desain grafis kemasan Daia 87 gram mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap pengambilan keputusan pembelian, (3) responden kurang setuju bahwa etika kemasan Daia 87 gram sudah baik karena hanya 43% responden yang menjawab setuju dengan tingkat signifikansi 0,323, sehingga variabel etika kemasan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian detergen Daia kemasan 87 gram, (4) secara simultan, variabel bebas yang terdiri dari desain fungsional, desain grafis, dan etika kemasan Daia 87 gram juga terbukti memiliki pengaruh terhadap pengambilan keputusan pembelian dengan nilai Fhitung sebesar 6,001 dengan tingkat signifikansi 0,001. Dari ketiga variabel bebas, ternyata variabel desain fungsional memberikan pengaruh yang dominan terhadap pengambilan keputusan pembelian dengan nilai ß = 354 dan besarnya sumbangan efektif sebesar 45,9%. Hal ini karena pada dasarnya konsumen tertarik dengan kemasan Daia 87 gram karena kemasan tersebut memberikan jaminan akan kualitas barang dan praktis yang berarti mudah dibawa, mudah dibuka dan ditutup kembali, ringan dan tepat ukuran. Dari hasil penelitian ini, peneliti menyarankan: hendaknya produsen terus mengembangkan kemasan produknya secara inovatif sebagai strategi untuk memperolehvolume penjualan produk yang lebih besar. Hal ini dikarenakan sebagian besar responden setuju menganggap bahwa desain fungsional, desain grafis dan etika kemasan sabun detergen Daia kemasan 87 gram sudah cukup baik akan tetapi hanya berpengaruh sebesar 19,2% terhadap keputusan pembelian.

Students' opinions toward the application of peer response method / Fatimatuzzahroh

 

ABSTRACT Fatimatuzzahroh, 2008. Students’ Opinions toward the Application of Peer Response Method. Thesis, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: (I) Dra. Utami Widiati M.A., Ph.D., (II) Dra. Sri Widayati M.Ed. Keywords: teaching writing, process approach, peer response method. The teaching of writing, which was once concerned with the final product of writing, has shifted the concern into the writers’ composing process (Hairston in Furaidah, 1997: 66). Before the process approach emerged, writing was centered on students’ final product and the grade was based on how much students’ product imitate the given model. Meanwhile, the process approach views writing as a process. The process itself is divided into 4 stages; prewriting, writing, rewriting, and post writing. On the rewriting process, students rewrite or revise their initial writing on the base of feedback from their peers. One of the most celebrated methods of revising is peer response method. Peer response method is a method of revising a composition, in which students share their writing and then take and give feedback to one another to improve their writing, so before students’ writing is submitted and graded, students can work in pairs or in groups revising each others’ work. This study was conducted to describe students’ opinions toward the application of peer response method in writing class at the English Department of State University of Malang. There were two variables included in this study, namely students’ opinions toward the application of peer response method in improving their writing, and students’ expectation from the method to improve the quality of their writing class. The subjects of this study were the students of English Department, State University of Malang who were taking Writing I, with 19 students majoring in English Education, academic year of 2007/2008. This study employed a descriptive-qualitative design. The questionnaires were the instrument used to collect the data needed. The data were then classified by using the concept of simple percentage to gain students’ opinions concerning the two variables stated above. The findings of this study are as follows. The data show that most of the students agree that peer response method helps them improve their writing in terms of language use (vocabulary and grammar), organization, and content. It is also found that students favor the method and suggest that peer response method is applied to all writing classes. The positive tendency gained from this study implied that there is a growing appreciation toward the application of peer response method. Therefore, it is recommended to the teachers of writing and students enrolling writing to apply the method.

Penggunaan multimedia CD interaktif anak pintar alam dan teknologi untuk meningkatkan hasil belajar sains materi pokok bumi dan alam semesta siswa kelas III SDN Sumbersari III Kota Malang / Titis Nalawati

 

Pengaruh penggunaan busi iridium terhadap kadar emisi gas buang Co dan Hc pada mesin 4 tak / M. Firmandiansyah

 

ABSTRAK Firmandiansyah, Mochammad. 2008. Pengaruh Penggunaan Busi Iridium Terhadap Kadar Emisi Gas Buang CO Dan HC Pada Mesin 4 Tak . Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, FT Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.H. Agus Sholah, M.Pd.. (II) Sukarni, S.T., M.T. Kata Kunci: pengaruh busi iridium, emisi gas buang, mesin 4 tak. Busi merupakan salah satu bagian dalam sistem pengapian mesin. Busi berfungsi sebagai pemercik bunga api di ruang bakar. Percikan bunga api membakar campuran udara bahan bakar dalam silinder. Percikan bunga api dan campuran udara bahan bakar dapat mempengaruhi kadar emisi gas buang. Busi iridium dipilih karena memiliki 3 keunggulan yaitu ultra-fine electrode, U-Groove technology, dan tapered cut. Ketiga teknologi pada busi iridium tersebut mempengaruhi dalam proses pembakaran. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pengaruh penggunaan busi standart dan busi iridium yang signifikan pada mesin 4 tak dalam menghasilkan kadar emisi gas buang CO dan HC dengan variasi putaran mesin 1500, 4000, dan 7000 rpm. (2) Mengetahui ada interaksi yang signifikan antara busi standart, busi iridium, dan variasi putaran mesin 1500, 4000, dan 7000 rpm terhadap kadar emisi gas buang CO dan HC pada mesin 4 tak. Busi yang digunakan adalah busi standart Honda yaitu Denso U22FSU dan busi iridium Denso IUF22 untuk mesin 4 tak 100 cc. Perbedaan yang utama dari keduanya adalah inti elektroda tengah dan bentuk elektroda netral. Sedangkan putaran mesin yang digunakan adalah untuk putaran rendah diwakili oleh putaran 1500 rpm, untuk putaran menengah diwakili oleh putaran 4000 rpm, dan untuk putaran tinggi diwakili oleh putaran 7000 rpm. Penelitian untuk kadar emisi gas buang dilaksanakan di laboratorium Suzuki Universitas Negeri Malang, Jl. Surabaya No 6 Malang, pada tanggal 22 Mei 2008. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Analisis hasil penelitian yang digunakan adalah Anava dua jalan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh penggunaan busi standart dan busi iridium yang signifikan pada mesin 4 tak dalam menghasilkan kadar emisi gas buang CO dan HC dengan variasi putaran mesin 1500, 4000, dan 7000 rpm. (2) Terdapat interaksi yang signifikan antara busi standart dan busi iridium dengan putaran mesin 1500 rpm, 4000 rpm, dan 7000 rpm terhadap produksi gas CO dan HC pada mesin 4 tak. Pada penggunaannya, pada putaran 4000 dan 7000 rpm busi iridium menghasilkan kadar gas CO dapat yang lebih rendah dari busi standart. Sedangkan untuk gas HC busi standart dapat menghasilkan kadar yang lebih rendah dari busi iridium pada putaran 4000 rpm dan 7000 rpm. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut dengan cc sepeda mesin yang berbeda dan putaran mesin yang digunakan lebih bervariasi agar mengetahui perbedaan emisi gas buang yang dihasilkan pada sepeda motor.

Pemahaman mahasiswa terhadap dongeng jerman dalam mata kuliah Einfuhrung in Die Literaturwertschatzung melalui flussdiagramm / Andri Kurniawan

 

Pemahaman merupakan hal yang penting dalam kegiatan membaca. Untuk memahami dan menguasai maksud dalam sebuah bacaan dengan baik dan benar, hal pertama yang harus dilakukan ialah dengan membaca dongeng tersebut. Melalui membaca, manusia dapat menyerap berbagai macam bentuk informasi yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari. Dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi. Dongeng juga memiliki banyak manfaat diantaranya memberikan tambahan informasi dan pengetahuan, mengajarkan norma-norma. Keistimewaan lain dari dongeng adalah bersifat universal. Disebut Universal karena dongeng tersebar di seluruh dunia, contohnya Cinderella. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi belajar model Flussdiagramm untuk membantu mahasiswa dalam memahami dongeng Jerman, mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa terhadap dongeng Jerman dengan menggunakan Flussdiagramm. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kumpulan dongeng Jerman karya Grimm bersaudara yang berjudul Kinder und Hausmärchen dan data dalam penelitian ini adalah salah satu dongeng dari kumpulan dongeng karya Grimm bersaudara yang berjudul Rumpelstilzchen. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, angket atau kuesioner, dan tes. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, angket atau kuesioner, dan tes. Kemampuan mahasiswa memahami unsur-unsur dalam dongeng antara lain tokoh, latar dongeng dalam rata-rata berada pada kategori pemahaman cukup, sedangkan untuk watak tokoh, tema dongeng rata-rata pada kategori pemahaman kurang. Hal ini mempengaruhi pemahaman mahasiswa terhadap pemahaman hasil dongeng keseluruhan, sehingga kemampuan mahasiswa dalam memahami hasil dongeng keseluruhan rata-rata berada pada kategori kurang. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa penerapan Flussdiagramm untuk membantu pemahaman mahasiswa dalam memahami Märchen pada mata kuliah Einführung in die Literaturwertschätzung berjalan dengan cukup baik, mahasiswa juga bisa lebih mudah memahami Märchen dari pada sebelum penerapan strategi Flussdiagramm.

Pembelajaran mata pelajaran seni budaya sub mata pelajaran Seni Tari kelas IX SMP Negeri I Trenggalek semester genap tahun ajaran 2007/2008 / Fresti Rusrianur Ikawati

 

Penerapan pembelajaran matematika dengan metode silih tanya antar siswa berbantuan kartu model untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 6 Malang / Suharyanto

 

ABSTRAK Suharyanto. 2008. Penerapan Pembelajaran Matematika dengan Metode Silih Tanya Antar Siswa Berbantuan Kartu Model untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Subanji, S.Pd., M.Si. dan (II) Dra. Rini Nurhakiki, M.Pd. Kata kunci: pembelajaran matematika, metode silih tanya, kartu model, hasil belajar siswa Di era globalisasi, yang ditandai oleh pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, tantangan generasi mendatang lebih berat dibandingkan dengan generasi terdahulu. Sehingga generasi muda harus dibekali ilmu dan keterampilan hidup yang sesuai dengan tantangan ke depan. Salah satu pembekalan yang strategis adalah melalui proses pembelajaran di sekolah. Pembelajaran di sekolah yang dapat memberikan ilmu dan keterampilan hidup untuk kreatif, kompetitif, dan kooperatif serta dilakukan secara terpadu adalah pembelajaran matematika dengan metode silih tanya antar siswa berbantuan kartu model. Karena itu, dalam penelitian ini akan dikaji pembelajaran matematika dengan metode silih tanya antar siswa berbantuan kartu model. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah pembelajaran matematika dengan metode silih tanya yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 6 Malang dan respon siswa terhadap penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 6 Malang pada bulan Februari sampai dengan April 2008 dalam 2 tahap, yaitu tahap pra tindakan dan tahap tindakan. Tahap tindakan dilaksanakan dalam 2 siklus dan masing-masing siklus terdiri dari 4 pertemuan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah pembelajaran matematika yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 6 Malang adalah diawali pembelajaran dengan ekspositori, pembuatan soal dan kunci jawabannya, pembentukan kelompok bermain, penentuan urutan pengajuan soal dan lamanya pengerjaan soal, pengumpulan kunci jawaban, proses saling tanya dan jawab, pengembalian kunci jawaban, pengoreksian jawaban, pemberian nilai, pengumpulan hasil pekerjaan siswa, perekapan nilai, pengumuman pemenang, dan diakhiri dengan tes akhir tindakan. Dari hasil penelitian ini diperoleh peningkatan hasil belajar siswa yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan rata-rata skor tes akhir tindakan (siklus I adalah 63 dan siklus II adalah 78), ketuntasan belajar siswa (siklus I adalah 50% dan siklus II adalah 81,25%), dan hasil evaluasi pelaksanaan silih tanya yang mendapatkan nilai minimal 70 (siklus I adalah 97,67% dan siklus II adalah 100%). Hal tersebut diperkuat dengan hasil observasi aktivitas siswa masuk dalam kategori “Baik” dan hasil observasi aktivitas guru masuk dalam kategori “Sangat Baik” pada siklus I dan II. Berdasarkan hasil angket dan wawancara diperoleh bahwa respon siswa adalah senang dan memberikan tanggapan yang positif terhadap pembelajaran matematika dengan metode silih tanya.

Perbandingan regresi linier sederhana dan garis resisten pada data yang mengandung pencilan / Noer Fadjeriyah

 

ABSTRAK Fadjeriyah, Noer. 2008. Perbandingan Regresi Linier Sederhana dan Garis Resisten Pada Data Yang Mengandung Pencilan. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: I. Ir. Hendro Permadi, M.Si , II. Dr. Swasono Rahardjo, S.Pd, M.Si. Kata kunci: pencilan, regresi linier sederhana, garis resisten. Pencilan merupakan suatu keganjilan dan menandakan suatu titik data yang sama sekali tidak mengikuti pola data dibandingkan data lainnya. Oleh karena itu suatu pencilan patut diperiksa seksama, barangkali ada alasan dibalik keganjilan itu dapat diketahui. Akibat yang ditimbulkan oleh adanya pencilan adalah sisaan yang jauh dari rata-ratanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan model terbaik dari dua tehnik regresi yaitu regresi linier sederhana dan garis resisten pada data yang mengandung pencilan. Setelah diuji dengan asumsi kenormalan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk data yang mengandung pencilan untuk model terbaik menggunakan persamaan garis resisten dengan persamaan adalah Y = 129,644 - 0.6441X dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 100%. Dan untuk persamaan yang kedua adalah Y = 169.4322 - 0.8475X dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 100%.

Hubungan prestasi praktik industri dan sikap praktik bengkel dengan prestasi uji kompetensi produktif siswa kelas XII jurusan Teknik Proses Permesinan di SMK Negeri 1 Balikpapan tahun pelajaran 2007-2008 / Mujadi

 

Penerapan media audio pada pembelajaran materi minyak bumi dalam upaya meningkatkan mutu proses dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 2 Malang tahun 2007/2008 / Amrullah Fatahuddin

 

ABSTRAK Fatahuddin, Amrullah. 2008. Penerapan Media Audio Visual Pada Pembelajaran Materi Minyak Bumi Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Proses dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Malang Tahun Ajaran 2007/2008. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Darsono Sigit, M.Pd, (II) Drs. Muhadi. Kata kunci: pembelajaran kontekstual, media pembelajaran, mutu proses belajar, hasil belajar Ilmu kimia sering dianggap sebagai ilmu yang sulit sehingga banyak nilai siswa yang kurang memuaskan untuk pelajaran kimia. Faktor-faktor yang diduga menjadi penyebab adalah kemampuan awal siswa, kompetensi guru, bahan ajar serta sarana dan prasarana yang mendukung. Salah satu alternatif pemecahan masalah tersebut adalah penggunaan pembelajaran kontekstual menggunakan media pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan adalah media audio visual. Dalam penelitian ini, dikembangkan media audio visual untuk materi minyak bumi. Media audio visual tersebut selanjutnya diterapkan dalam pembelajaran kimia menggunakan model Learning Cycle 5E. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui keaktifan siswa yang diajar menggunakan media audio visual dan keaktifan siswa yang diajar menggunakan media konvensional (handout) , 2) Mengetahui persepsi siswa terhadap penggunaan media audio visual dalam pembelajaran, 3) Mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar menggunakan media audio visual dengan siswa yang diajar menggunakan media konvensional (handout). Hipotesis yang diajukan adalah, ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang diajar menggunakan media audio visual dengan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan media konvensional (handout). Penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan ganda, yaitu rancangan eksperimen semu dan deskriptif. Variabel dari penelitian ini adalah varibel bebas (media audio visual), variabel terikat (mutu proses pembelajaran), dan variabel kontrol (model LC 5E). Populasi penelitian adalah seluruh kelas X SMAN 2 Malang, dengan X-1 sebagai kelas eksperimen dan X-7 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang dipakai terdiri dari instrumen perlakuan dan instrumen pengukuran. Instrumen perlakuan meliputi silabus, RPP, LKS, handout, dan media audio visual. Instrumen pengukuran terdiri dari soal tes akhir yang sebelumnya di uji coba, lembar observasi keaktifan siswa beserta kisi-kisinya, dan angket persepsi terhadap penggunaan media audio visual. Data hasil belajar yang diperoleh sebelum dilakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji t dua pihak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mutu proses pembelajaran yang dilakukan pada kelas eksperimen jika ditinjau dari segi guru sudah baik. Berdasarkan data keaktifan siswa pada keseluruhan proses pembelajaran diperoleh hasil bahwa pada kelas eksperimen sebesar 15% siswa dikategorikan sangat aktif, 79% siswa aktif, 6% siswa kurang aktif, dan 0% siswa yang tidak aktif, sedangkan pada kelas kontrol sebanyak 3% siswa dikategorikan sangat aktif, 91% siswa aktif, 6% siswa kurang aktif, dan 0% siswa yang tidak aktif. Mayoritas siswa memberikan persepsi yang sangat positif terhadap pelaksanaan pembelajaran kontekstual menggunakan media audio visual. Dari pengujian hipotesis diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan media audio visual dengan siswa yang diajar menggunakan media handout. Perbedaan tersebut diperkuat oleh data rata-rata hasil ulangan harian siswa kelas eksperimen ( = 55,31) yang lebih baik daripada rata-rata hasil ulangan harian siswa kelas kontrol ( = 45,12) pada materi minyak bumi.

Pelaksanaan penilaian berbasis kelas dalam pembelajaran bahasa Arab kelas X di Madrasah Aliyah Al-Ittihad Poncokusumo / Aldino Tsalasa Agung Rizki

 

ABSTRAK Rizki, Aldino Tsalasa Agung. 2010. Pelaksanaan Penilaian Berbasis Kelas dalam Pembelajaran Bahasa Arab Kelas X di Madrasah Aliyah Al-Ittihad Poncokusumo. Pembimbing I: Drs. H. Moch. Khusairi, M.Pd, Pembimbing II: Ali Ma’sum, S.Pd, MA Kata kunci: penilaian berbasis kelas, pembelajaran bahasa Arab, Madrasah Aliyah Penilaian merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dalam sistem pendidikan saat ini. Penilaian yang digunakan dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah penilaian berbasis kelas (PBK). Sistem penilaian ini berupa penilaian yang berkelanjutan dan komprehensif untuk mendukung upaya memandirikan siswa dalam belajar, bekerjasama, dan menilai diri sendiri dengan menggunakan berbagai teknik PBK seperti pengumpulan karya siswa (portofolio), hasil karya (product), penugasaan (project), penilaian sikap (afektif), unjuk kerja (performance), dan tes tertulis (paper and pencil test). Dipilihnya Madrasah Aliyah Al-Ittihad Poncokusumo sebagai tempat penelitian karena (1) sekolah ini telah menerapkan KTSP sebagai kurikulum, (2) peneliti ingin mengetahui perbandingan pelaksanaan PBK di Madrasah Negeri dengan pelaksanaan PBK di Madrasah Swasta, (3) belum pernah dilakukan penelitian tentang PBK dalam pembelajaran bahasa Arab di sekolah ini, serta (4) masih sedikitnya penelitian tentang PBK dalam pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pelaksanaan PBK dalam pembelajaran bahasa Arab kelas X di Madrasah Aliyah Al-Ittihad Poncokusumo yang meliputi (1) teknik-teknik penilaian yang digunakan dalam PBK pembelajaran bahasa Arab, (2) kendala-kendala yang dihadapi guru bahasa Arab dalam pelaksanaan PBK, dan (3) upaya-upaya yang di lakukan guru bahasa Arab untuk mengatasi kendala-kendala pelaksanaan PBK. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sedangkan alat bantunya berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisa data dilakukan dengan empat kegiatan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penyimpulan. Sedangkan keabsahan data dilakukan dengan cara melakukan pengamatan yang tekun, triangulasi, dan pengecekan data. Hasil penelitian meliputi (1) teknik-teknik PBK yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab adalah (a) Penugasaan (project) diperoleh dari nilai LKS, (b) penilaian sikap (afektif) diambil dari observasi sikap siswa, (c) unjuk kerja (performance) berupa praktek membaca dan hiwar, serta (d) tes tertulis (paper and pencil test) berbentuk tes objektif dan tes subyektif, (2) kendala-kendala yang dihadapi guru bahasa Arab dalam pelaksanaan PBK diantaranya (a) waktu yang terbatas, (b) aspek yang dinilai banyak, (c) pemilihan bentuk soal, (d) jumlah siswa yang terlalu banyak, (e) kesempatan menilai sedikit, serta (f) latar belakang pendidikan siswa yang berbeda-beda, dan (3) upaya-upaya yang dilakukan guru bahasa Arab untuk mengatasi kendala-kendala dalam pelaksanaan PBK antara lain (a) manajemen waktu yang tepat, (b) penentuan aspek yang dinilai, (c) penyesuaian indikator, (d) pengelolaan nilai dengan cara bertahap, (e) pengelolaan data semaksimal mungkin, serta (f) pengklasifikasian kelas. i ii Dari hasil penelitian dan pembahasan, disarankan (1) kepada kepala sekolah M.A Al-Ittihad Poncokusumo, agar terus memberikan motivasi dan bantuan kepada guru dalam melaksanakan PBK sebagai manifestasi dari KTSP, (2) kepada guru bahasa Arab, agar selalu membuat soal-soal yang lebih bervariatif serta menyesuaikan dengan kurikulum yang ada, hendaknya guru membuat format penilaian afektif dan hiwar secara khusus, (3) kepada MAPENDA, supaya lebih banyak memberikan wawasan pada sekolah-sekolah tentang PBK dengan berbagai teknik penilaiannya agar pelaksanaan PBK dapat maksimal, serta (4) Disarankan kepada peneliti lain untuk lebih memfokuskan penelitian pada validitas soal-soal tes yang digunakan dalam PBK.

Pengawetan kayu pinus (Pinus Merkusii) rehadap serangan rayap menggunakan filtrat daun sirsak dengan sistem perendaman dingin / Renita Guntoro

 

ABSTRAK Guntoro, Renita. 2008. Pengawetan Kayu Pinus (Pinus Merkusii) terhadap Serangan Rayap menggunakan Filtrat Daun Sirsak dengan Sistem Perendaman Dingin. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Karyadi, S. Pd., M.P., M.T., (II) Drs. Eko Setyawan, S.T., M.T. Kata kunci : pengawetan, kayu pinus, filtrat daun sirsak, rayap, perendaman dingin. Pengawetan kayu perlu diadakan agar keawetan kayu dapat bertambah sehingga memperpanjang usia pakai kayu. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai insektisida nabati yaitu daun sirsak. Pada konsentrasi tertentu, senyawa acetogenin memiliki keistimewaan sebagai anti-feedent, sehingga serangga terutama rayap tidak lagi berminat untuk memakan bagian tanaman yang disukainya . Untuk mengetahui apakah dengan filtrat daun sirsak dapat digunakan sebagai bahan pengawet nabati, maka penelitian ini merumuskan masalah sebagai berikut: (1) Berapa berat kayu pinus merkusii yang dimakan rayap pada konsentrasi yang telah ditentukan? (2) Berapa berat bahan pengawet yang masuk (retensi) pada konsentrasi yang telah ditentukan? dan (3) Berapa jumlah rata-rata permukaan kayu pinus merkusii yang dimakan rayap pada konsentrasi yang telah ditentukan. Tujuan dari penelitian ini adalah : ( 1) Untuk mengetahui berat kayu pinus yang dimakan rayap pada konsentrasi yang telah ditentukan. (2) Untuk mengetahui berat bahan pengawet yang masuk (retensi) pada konsentrasi yang telah ditentukan. (3) Untuk mengetahui jumlah rata-rata permukaan kayu pinus yang dimakan rayap pada konsentrasi yang telah ditentukan. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang diberi perlakuan diawetkan dengan filtrat daun sirsak pada konsentrasi 6%, 12% dan 18%. Dan untuk mengetahui perbedaan berat antar perlakuan digunakan analisis varian satu jalur (anava) dilanjutkan dengan uji t ( t-test) Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Berat kayu pinus yang dimakan rayap paling sedikit pada 12% yaitu sebesar 16,06% dan yang paling banyak dimakan rayap pada konsentrasi 6% sebesar 25,04%. (2) Retensi filtrat daun sirsak yang masuk ke dalam kayu pinus paling sedikit pada konsentrasi 6% sebesar 0,53 g/cm3 dan paling banyak pada konsentrasi 12% sebesar 0,61 g/cm3. (3) Jumlah rata-rata permukaan kayu pinus yang dimakan rayap paling sedikit pada pada 12% sebesar 2,8 % dan paling banyak pada konsentrasi 6% sebesar 5,2 %. (4) Tidak ada perbedaan kehilangan berat yang dimakan rayap pada kayu pinus yang diawetkan dan kayu pinus yang tidak diawetkan pada konsentrasi 0%, 6 %, 12 %. (5) Tidak ada perbedaan retensi kayu pinus pada konsentrasi 0%, 6 %, 12 % . Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa filtrat daun sirsak tidak dapat digunakan sebagai bahan pengawet kayu pada konsentrasi ini. Disarankan untuk penelitian selanjutnya agar membuat konsentrasi yang lebih tinggi dan menggunakan sistem vakum tekan untuk proses pengawetannya .

Pengaruh dimensi kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan rekening listrik tarif rumah tangga pada PT. PLN (Pesero)-Up Dinoyo Malang / Fangky Adhiyos Benz

 

ABSTRAK Benz, Fangky Adhiyos. 2008. Pengaruh Dimensi Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Rekening Listrik Tarif Rumah Tangga Pada PT PLN (Persero)-UP Dinoyo Malang. Skripsi. Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si; (II) Drs. Agus Hermawan, M.Si., M.Bus Kata Kunci : Dimensi Kualitas Layanan, Kepuasan Pelanggan Kepuasan pelanggan adalah harapan utama PT PLN (Persero) Area Pelayanan Malang yang sedang menjalankan usahanya dalam jasa penerangan di bidang kelistrikan, termasuk Unit Pelayanan Dinoyo. Pelanggan merupakan salah satu unsur yang terpenting dalam berdirinya suatu perusahaan, maka keberadaannya harus diperhatikan, salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam perusahaan adalah bagaimana memahami kebutuhan (needs) dan keingginan (wants) dari setiap pelanggan. Sehingga hal ini, merupakan suatu bentuk tuntutan bagi para manajer dalam memahami karakteristik perilaku pelanggannya, kepuasan pelanggan bukan hal yang mudah dicapai, karena setiap pelanggan memiliki penilaian masing-masing tentang kepuasan. Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan, seperti dimensi kualitas layanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi (1) pengaruh dimensi kualitas layanan yaitu, (keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik/langsung) secara parsial terhadap kepuasan pelanggan rekening listrik unit pelayanan dinoyo, (2) pengaruh dimensi kualitas layanan yaitu, (keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik/langsung) secara simultan terhadap kepuasan pelanggan rekening listrik unit pelayanan dinoyo, (3) Dimensi kualitas layanan apakah yang dominan pengaruhnya terhadap kepuasan pelanggan rekening listrik unit pelayanan dinoyo. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelanggan rekening listrik tarif rumah tangga yang mempunyai daya 450-900 watt yang terdaftar di PT PLN (Persero)-UP Dinoyo Malang per 31 Mei 2008 sebanyak 35.420 pelanggan rekening listrik. Penyebaran kuisionernya menggunakan teknik accidental. Jumlah sampel yang telah ditentukan 100 pelanggan rekening listrik, jumlah ini diperoleh dengan menghitung berdasarkan rumus Slovin. Peneliti ini mempunyai dua variabel, yaitu variabel X adalah Dimensi kualitas layanan yang merupakan variabel independen, yang terdiri dari Keandalan (X1), Daya tanggap (X2), Jaminan (X3), Empaty (X4), Bukti fisik/ langsung (X5). Sedangkan variabel Y adalah Kepuasan pelanggan rekening listrik yang merupakan variabel dependen. Data diperoleh dari responden dengan menggunakan alat pengumpulan data berupa angket tertutup. Setelah melalui proses pengolahan data dan analisis regresi berganda, diperoleh temuan: (1) bahwa terdapat pengaruh signifikan secara parsial antara keandalan, jaminan, dan bukti fisik/ langsung terhadap kepuasan pelanggan rekening listrik unit pelayanan dinoyo, dan terdapat pengaruh tidak signifikan secara parsial antara daya tanggap dan empati terhadap kepuasan pelanggan rekening listrik unit pelayanan dinoyo. Adapun kontribusi besarnya pengaruh setiap variabel dimensi kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan rekening listrik unit dinoyo dimulai dari yang dominan adalah koefisien beta standart untuk variabel keandalan β1= 0,426, variabel daya tanggap β2=-0,030, variabel jaminan β3= 0,062, variabel empati β4= 0.023 dan variabel bukti fisik/ langsung β5= 0,542; (2) Secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel dimensi kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan rekening listrik unit pelayanan dinoyo, dengan hasil analisis regresi yang menunjukkan nilai bahwa nilai adjusted R Square sebesar 0,965, yang dapat diartikan bahwa variabel keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik/ langsung dalam mempengaruhi kepuasan pelanggan rekening listrik adalah sebesar 96,5% dan sisanya sebesar 3,5% dipengaruhi hal-hal lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Pernyataan ini diperkuat dengan nilai Sig. Fhitung sebesar 0,000; nilai F sebesar 544,569 (signifikansi F<0,05). Berdasarkan hasil temuan yang diperoleh dalam penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa pelayanan yang berkualitas didalam melakukan pembayaran rekening listrik diloket dapat menumbuhkan kepuasan yang maksimal. Sementara disarankan kepada PT PLN (Persero) Unit Pelayanan Dinoyo Malang dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanannya dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: (1) Penambahan fasilitas ruang tunggu seperti, fasilitas kursi yang kurang pada ruang tunggu diloket pembayaran; (2) Menambahkan fasilitas berupa electrical queue numbering yang berfungsi sebagai nomor urut atrian; (3) Diharapkan para petugas bagian penagihan di loket pembayaran rekening listrik lebih profesional, yaitu pemberlakuan yang sama antara pelanggan yang satu dengan pelanggan yang lain, sehingga nantinya akan membentuk suatu kesan positif daripada pelanggan rekening listrik itu sendiri.

Pengaruh model pembelajaran STAD dipadu snowball throwing terhadap motivasi dan hasil belajar IPA (studi pada siswa kelas VI SDN Pekauman 1 Banjarmasin) / Maulida Nur Oktaviani

 

Oktaviani, Maulida Nur. 2014. Pengaruh Model Pembelajaran STAD dipadu Snowball Throwing Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar IPA (Studi pada Siswa kelas VI SDN Pekauman 1 Banjarmasin). Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si., (II) Drs. Ahmad Suriansyah, M.Pd.,Ph.D. Kata Kunci : STAD dipadu Snowball Throwing, Motivasi Belajar, Hasil Belajar     Pelajaran IPA merupakan wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar dan disampaikan dengan menggunakan berbagai model pembelajaran yang inovatif, kratif, efektif, dan menyenangkan. Pembelajaran akan berhasil apabila melibatkan keaktifan siswa sehingga perlu model pembelajaran untuk membuat siswa bekerjasama dan saling berinteraksi. Model tersebut adalah STAD dipadu Snowball Throwing. Pembelajaran dengan model STAD dipadu Snowball Throwing diharapkan dapat mengembangkan motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi dan dan hasil belajar IPA pada kelas yang menggunakan model STAD dipadu Snowball Throwing dan Konvensional.     Penelitian ini menggunakan model Quasi Eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design dengan variabel independen yaitu model STAD dipadu Snowbal Throwing dan variabel dependen berupa motivasi dan hasil belajar IPA. Populasi dan sampel penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN Pekauman 1 Banjarmasin dengan sampel 60 siswa terdiri dari kelas VIA sebanyak 30 orang sebagai kelas eksperimen dan VIB sebanyak 30 orang sebagai kelas control. Data hasil penelitian adalah data motivasi yang diukur menggunakan angket dan hasil belajar IPA yang diukur menggunakan soal pilihan ganda. Data dianalisis secara deskriptifdan dianalisis menggunakan Independent Sample T Test dengan bantuan SPSS 20 for windows.    Hasil penelitian menunjukkan : (1) ada perbedaan motivasi belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan nilai signifikan sebesar 0,005, (2) ada perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai signifikan sebesar 0,001.    Berdasarkan hasil penelitian diatas maka disarankan kepada guru untuk menggunakan model pembelajaran yang inovatif seperti memadukan model STAD dan Snowball Throwing namun perlu disadari tidak semua materi IPA harus diajarkan dengan model STAD dipadu Snowball Throwing. Bagi penelitian selanjutnya perlu memperhatikan kemungkinan munculnya Internal threat dan interaksi kelas antara kelas eksperimen dan kontrol yang dapat mengganggu penelitian. Penelitian ini perlu dikembangkan pada materi yang lain dengan tidak hanya melihat motivasi belajar dan hasil belajar siswa.        

Hubungan antara konsep diri dan perilaku agresi pada siswa kelas X SMK Al Huda Kota Kediri / Figur Prasetya

 

ABSTRAK Prasetya, Figur. 2008. Hubungan Antara Konsep Diri Dan Perilaku Agresi Pada Siswa Kelas X SMK Al Huda Kota Kediri. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si, (II) Drs. Mohammad Bisri, M.Si Kata kunci : konsep diri, perilaku agresi, remaja. Konsep diri merupakan gambaran yang dimiliki seseorang tentang dirinya yang dibentuk melalui pengalaman-pengalaman yang diperoleh dari interaksi dengan lingkungan yang terus-menerus dan terdiferensiasi. Konsep diri berpengaruh kuat terhadap tingkah laku seseorang. Perilaku agresi adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan sengaja kepada individu lain baik itu secara langsung atau tidak langsung, secara verbal atau fisik, pasif maupun aktif, sehingga menyebabkan individu lain merasa tersakiti baik fisik atau psikis pada individu yang tidak menginginkan datangnya perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara konsep diri dan perilaku agresi pada siswa kelas X SMK Al Huda Kota Kediri. Rancangan penelitian yang digunakan adalah korelasional. Analisis hasil penelitian yang digunakan adalah analisis korelasi product moment Pearson dengan bantuan program SPSS 13.0 for windows dalam melakukan analisisa data supaya lebih cepat dan akurat untuk mengetahui hasil penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja siswa kelas X SMK Al Huda Kota Kediri, dengan sampel berjumlah 100 siswa yang memiliki rentang usia 16-18 tahun. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala konsep diri dan skala perilaku agresi yang dikembangkan sendiri oleh peneliti dan skala tersebut telah diuji coba pada siswa SMK Ma’arif Batu yang menjadi sampel untuk mengetahui apakah skala tersebut sudah valid dan reliabel. Teknik yang digunakan peneliti dalam melakukan pengkategorian konsep diri dan perilaku agresi menjadi tiga kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah adalah dengan menggunakan mean dan standar deviasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa konsep diri siswa kelas X SMK Al Huda Kota Kediri tergolong sedang, yaitu sekitar 62 siswa dari 100 siswa. Sedangkan pada perilaku agresi siswa kelas X SMK Al Huda Kota Kediri tergolong sedang yang cenderung mengarah cukup tinggi, yaitu sekitar 69 siswa dari 100 siswa. hipotesis dalam penelitian ini diterima, yaitu ada korelasi negatif antara konsep diri (sebagai variabel bebas) dan perilaku agresi (sebagai variabel terikat) pada siswa kelas X SMK Al Huda. Adanya korelasi negatif antara kedua variabel yang menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kedua variabel. Hal ini bahwa semakin tinggi konsep diri pada siswa kelas X SMK Al Huda maka semakin rendah perilaku agresinya, dan begitu juga sebaliknya semakin rendah konsep diri pada siswa kelas X SMK Al Huda maka semakin tinggi perilaku agresi. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada semua pihak yang terkait dalam pembentukan konsep diri remaja agar memahami lebih jauh aspek-aspek yang dapat mempengaruhinya, untuk mengurangi kecenderungan perilaku agresi remaja. Dalam perkembangan dan pembentukan pribadi remaja yang sehat dan memiliki konsep diri yang baik perlu adanya kualitas hubungan interpersonal yang baik, khususnya dengan pihak keluarga (orang tua).

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan remidi dengan memperhatikan modalitas belajar siswa pada materi senyawa hidrokarbon kelas X MAN Malang 1 tahun pelajaran 2007/2008 / Arikatul Luthfiyah

 

Perancangan iklan layanan masyarakat tentang narkoba berbasis motion graphic untuk remaja / Yolanda Iga Ratnasari

 

ABSTRAK Ratnasari, Yolanda Iga. 2015, PerancanganIklan Layanan Masyarakat Tentang Narkoba Berbasis Motion Graphic Untuk Remaja. Skripsi, Program StudiDesainKomunikasi Visual, JurusanSenidanDesain, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang, Pembimbing (I) Drs. SugiyonoArdjaka, M. Sc., Ph.D., (II) Drs. Sarjono, M. Sn. Kata Kunci:Iklan Layanan Masyarakat, Narkoba, Motion Graphic, Remaja Narkoba merupakan bahan atau obat-obatan yang berbahaya apabila disalahgunakan. Narkoba saat ini sudah menjadi masalah yang serius dan membawa Indonesia dalam keadaan darurat. Jumlah penyalahgunaan untuk usia remaja saat ini juga banyak. Hal ini disebabkan psikologis remaja yang masih belum stabil sehingga mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya. Pengaruhnarkobapadaremajabahkandapatberakibatlebih fatal karenamenghambatperkembangankepribadiannya.Pemerintah saat ini sedang melaksanakan gerakan rehabilitasi 100.000penyalahguna. Dalampelaksanaangerakantersebut, pemerintahmelakukansosialisasikeberbagaidaerahuntukmenumbuhkankesadaranmasyarakatterhadapbahayanarkobadanpenangananterhadappenyalahgunanarkoba. Perancanganinibertujuanmemberikan informasi kepada masyarakat khususnya remaja tentang jenis narkoba, dampak penyalahgunaan narkoba dan penanganan atau rehabilitasi terhadap penyalahguna narkoba. Informasi tersebut dikemas dalam bentuk motion graphic dengan ikon-ikon dan animasi sederhana yang mempermudah remaja untuk menerima pesan secara visual. Perancanganinimenggunakanmetodeprosedural yang menggariskanlangkah-langkahuntukmenghasilkanproduk. Metode ini diawalidenganlatarbelakang, tujuan perancangan, pengumpulan data pustaka dan data lapangan, identifikasi data, analisis, sintesis, perancangan media, proses produksi, dan hasil desain. Dari perancanganini,dihasilkan media utamaberupa“Iklan Layanan Masyarakat tentang Narkoba Berbasis Motion Graphic” yang memberikaninformasitentang jenis narkoba, dampak penyalahgunaan narkoba, dan penanganan atau rehabilitasi terhadap penyalahguna narkoba. Media pendukungdariperacanganiniadalahiklan televisi, iklan youtube, iklan videotron, poster, dan x banner.  

Pengaruh faktor atribut produk terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk minuman Mizone (Studi kasus pada masiswa strata-1 Jurusan Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang) / Suntaoro Ardyo Wibowo

 

ABSTRAK Wibowo, Suntoro Ardyo. 2008. Pengaruh Faktor Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada Produk Minuman Mizone (Studi Kasus Pada Mahasiswa Strata-1 Jurusan Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Hermawan, M.Si.,M.Bus. (II) Dr. Ludi Wishnu W.,S.T.,S.E.,S.Pd.,M.M. Kata kunci: atribut produk, keputusan pembelian Persaingan di dunia bisnis barang dan jasa saat ini semakin kompetitif. Salah satu persaingan terjadi pada produk minuman kesehatan, banyak produk baru yang beredar di pasar seperti: Mizone, Vitazone, Pocari Sweat dan lain-lain. Untuk itu setiap produsen harus memberikan nilai yang lebih kepada konsumen dengan memberikan produk atau jasa yang berkualitas dan harga bersaing. Kualitas produk yang diminati oleh konsumen mungkin berdasarkan merek, warna, desain, rasa dan atribut produk lainnya. Dengan demikian atribut produk dianggap sebagai unsur terpenting dalam proses pemasaran. PT. Tirta Investama merupakan salah satu produsen minuman isotonik, yaitu minuman Mizone. Kelebihan minuman ini adalah memberikan profil rasa manis buah dan sensasi asam yang menyegarkan buah yang membuat tubuh kita terasa lebih fresh setelah meminumnya dan kadar osmolarita produk Mizone hampir serupa dengan osmolaritas darah manusia, sehingga tingkat penyerapan gizi dapat lebih optimal. Populasi pada penelitian ini adalah Mahasiswa Strata-1 Tahun Ajaran 2007-2008 Jurusan Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang yang menggunakan produk minuman Mizone sebanyak 498 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode simple random sampling yaitu pengambilan sampel dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah pengaruh atribut produk terhadap keputusan pembelian produk minuman Mizone. Variabel yang berkaitan dengan penelitian ini adalah Variabel bebas, dalam penelitian ini adalah atribut produk yang terdiri dari merek (X1), label (X2), kemasan (X3), dan kualitas (X4). Variabel terikat, dalam penelitian ini adalah keputusan pembelian produk minuman Mizone. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara merek terhadap keputusan pembelian produk minuman Mizone pada mahasiswa strata-1 Jurusan Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang, tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara label terhadap keputusan pembelian produk minuman Mizone pada mahasiswa Strata-1 Jurursan Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang, tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kemasan terhadap keputusan pembelian produk minuman Mizone pada mahasiswa Strata-1 Jurursan Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang, terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas terhadap keputusan pembelian produk minuman Mizone pada mahasiswa strata-1 Jurusan Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang dan terdapat pengaruh yang signifikan antara merek, label, kemasan, kualitas secara bersama–sama terhadap keputusan pembelian produk minuman Mizone pada mahasiswa Strata-1 Jurusan Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Dari hasil yang diperoleh dari penelitian ini, penulis memberikan saran untuk perusahaan yaitu, sebaiknya perusahaan memperhatikan label dalam produk minuman Mizone dan sebaiknya perusahaan memberikan sesuatu yang berbeda dalam bentuk kemasan produk minuman Mizone sehingga kualitas yang diinginkan oleh konsumen dapat terpenuhi.

Penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning / CTL ) dengan pemodelan untuk meningkatkan prestasi belajar akuntansi siswa pada siswa kelas X SMK PGRI 6 Malang / Fitria Nur Anggraini

 

Proses pembelajaran yang telah dilaksanakan oleh SMK PGRI 6 Malang masih belum bisa meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini bisa dilihat dari nilai mata pelajaran akuntansi siswa. Dari hasil obvservasi awal lebih dari separuh siswa mendapat nilai dibawah 7 untuk mata pelajaran akuntansi. Kesulitan belajar akuntansi yang dialami oleh siswa menyebabkan tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran menjadi terhambat dan prestasi belajar rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning / CTL) dengan pemodelan dapat meningkatkan prestasi belajar akuntansi siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pembelajaran CTL dengan Pemodelan dan pengaruhnya terhadap prestasi belajar akuntansi siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang bersifat kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2007/2008. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK PGRI 6 Malang yang berjumlah 40 orang siswa dengan menggunakan pembelajaran CTL menggunakan metode pemodelan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran CTL dengan pemodelan pada bidang studi akuntansi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada kelas X SMK PGRI 6 Malang. Hal ini dapat dilihat dari aspek kognitif siswa dibuktikan dengan adanya peningkatan skor Ulangan Harian ( post tes), pada siklus I diketahui nilai rata-rata pre test dan post test yang sudah dilakukan yakni 57,65 dan 68,2. Sedangkan perhitungan menggunakan gain score diperoleh angka 0,24 yang berarti prestasi yang diperoleh siswa masih tergolong rendah. Pada siklus II aspek kognitif siswa mengalami peningkatan Skor rata-rata nilai pre test dan Ulangan harian (post test) yakni 60 dan 79. Sedangkan untuk gain skor nilai yang diperoleh yakni 0,6 dan ini berarti bahwa prestasi siswa telah mengalami peningkatan. Dalam segi aktifitas belajar di kelas, diketahui pula bahwa aspek afektif dan psikomotorik siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke Siklus II. Berdasarkan hasil penelitian , disarankan agar dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah, pembelajaran CTL dengan metode pemodelan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif metode dan strategi pembelajaran di samping metode-metode CTL yang lain guna mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien bagi guru.

Pengaruh gaya belajar dan kondisi sekolah terhadap hasil belajar siswa kelas 2 SMK Negri 2 Kediri tahun ajaran 2007/2008 / Nurul Mahmudah

 

Belajar merupakan suatu keharusan bagi setiap manusia, baik formal maupun non formal. Inti dari belajar adalah pengalaman dan dengan bekal pengalaman ini manusia dapat berubah dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi paham, sehingga implikasinya akan tampak pada tiga tataran domain kognitif, afektif dan psikomotorik. Dalam belajar, perubahan-perubahan yang diharapkan akan terjadi adalah perubahan yang bercorak positif, yaitu perubahan yang senantiasa bertambah dan tertuju untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Belajar harus diarahkan dan tidak dibiarkan berlangsung sembarangan dan tanpa tujuan. Oleh karena itu, didirikanlah lembaga pendidikan formal, yaitu sekolah yang mengarahkan anak supaya dia memperoleh pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, sikap dan nilai yang semuanya menunjang perkembangannya. Sekolah harus menyediakan kondisi yang menunjang untuk berlangsungnya proses belajar. Suatu kondisi yang dapat menimbulkan keaktifan siswa dalam mengalami, mencari, dan menemukan berbagai pengetahuan yang dibutuhkan dan juga melibatkan siswa dalam proses belajar tersebut, sehingga pada akhirnya siswa dapat mencapai hasil belajar yang optimal. Dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah, penting sekali bagi guru memahami sebaik-baiknya tentang proses belajar siswa. Karena pengetahuan tentang teori dan prinsip-prinsip belajar dapat membantu guru dalam memilih tindakan yang tepat. Salah satu prinsip tersebut adalah adanya perbedaan individual dalam perilaku belajar siswa, yaitu adanya cara belajar/gaya belajar yang berbeda-beda pada masing-masing siswa. Gaya belajar memegang peranan penting dalam keberhasilan belajar siswa, karena gaya belajar setiap individu akan mempengaruhi cara belajar yang akan ditempuhnya. Dengan mengenali gaya belajar yang dimiliki, maka seorang siswa akan dapat mengelola pada kondisi apa, dimana, kapan dan bagaimana ia dapat memaksimalkan belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gaya belajar dan kondisi sekolah terhadap hasil belajar siswa baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 2 SMK Negeri 2 Kediri. Adapun jumlah dari seluruh siswa kelas 2 adalah 301 siswa kemudian diambil sampel sebanyak 76 siswa secara ramdom (acak). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportional random sampling. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah menggunakan teknik analisis diskriptif dan analisis regresi linear berganda. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data penelitian adalah angket tertutup/kuesioner. Pernyataan dan pertanyaan dijabarkan dalam angket yang terdiri dari 87 item mewakili setiap sub variabel bebas gaya belajar (gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik) dan variabel bebas kondisi sekolah (sarana sekolah, prasarana sekolah dan guru) yang kemudian disebarkan pada siswa. Skala yang digunakan adalah skala Likert dengan lima alternatif jawaban. Dari data primer yang didapat, kemudian diuji dengan uji regresi berganda dengan bantuan SPSS for windows 13.00. Adapun hasil dari analisis data adalah (1) terdapat pengaruh positif yang signifikan gaya belajar terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan signifikansi t (0,000) < alpha pada taraf signifikansi 0,05, sedangkan thitung (6,393) > dari ttabel (1,665). (2) terdapat pengaruh positif yang signifikan kondisi sekolah terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan signifikansi t (0,000) < alpha pada taraf signifikansi 0,05, sedangkan thitung (4,284) > dari ttabel (1,665). (3) secara simultan variabel gaya belajar (X1) dan kondisi sekolah (X2) berpengaruh positif yang signifikan terhadap hasil belajar siswa (Y). Hal ini dibuktikan dengan nilai Fhitung = 45,345 > dari Ftabel = 3,122 dengan signifikansi F= 0,000 < 0,05. Dapat dilihat bahwa nilai R = 0,744, ini menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan antara variabel X1 dan X2 dengan Y adalah kuat. Nilai R Square menunjukkan koefisien determinasi dimana R Square adalah 0,554, hal ini berarti 55,4% perubahan variabel Y disebabkan oleh perubahan gaya belajar (X1) dan kondisi sekolah (X2), sedangkan sisanya 44,6% disebabkan faktor lain di luar variabel X1 dan X2. Diketahui hasil perhitungan sumbangan efektif variabel gaya belajar (X1) terhadap hasil belajar (Y) sebesar 35,64%. Sedangkan variabel kondisi sekolah (X2) terhadap hasil belajar (Y) sebesar 19,85%. Berdasarkan hasil sumbangan efektif ini, dapat diketahui bahwa SE X1 memiliki prosentase yang lebih besar dibandingkan dengan SE X2, sehingga gaya belajar (X1) memiliki pengaruh yang dominan terhadap hasil belajar siswa (Y). Dari hasil penelitian ini, saran peneliti adalah (1) siswa hendaknya mengenali gaya belajar yang dimilikinya, sehingga ia dapat menentukan bagaimana cara belajar yang optimal bagi dirinya, (2) guru hendaknya memperhatikan strategi atau metode apa yang cocok, yang sesuai dengan gaya belajar siswa, sehingga siswa dengan berbagai macam gaya belajar dapat dengan mudah memperoleh informasi atau pelajaran yang disampaikan, (3) sarana dan prasarana yang sudah ada di SMK Negeri 2 Kediri hendaknya dipelihara dan dirawat dengan baik, bila perlu ditingkatkan kualitasnya supaya selalu dalam keadaan baik dan dapat dipergunakan/dimanfaatkan sesuai fungsinya. (4) hendaknya pihak SMK Negeri 2 Kediri memperhatikan pula faktor-faktor yang lain yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa, baik faktor intern maupun ekstern. (5) Bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian sejenis, disarankan untuk memilah dan mengelompokkan siswa berdasarkan gaya belajarnya, yaitu visual, auditorial dan kinestetik.

Penerapan belajar koopertaif model numbered head together untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan fungsi komposisi dan fungsi invers kelas XI IPS 2 SMA Negeri 6 Malang / Farida Yurining Pertiwi

 

ABSTRAK Pertiwi, Farida Yurining. 2008. Penerapan Belajar Kooperatif Model Numbered Head Together untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Muchtar Abdul Karim, M.A. dan (II) Dra. Hj. Sapti Wahyuningsih, M.Si. Kata Kunci: Belajar Kooperatif Numbered Head Together, Motivasi Belajar, Hasil Belajar. Berdasarkan observasi pada pelaksanaan pembelajaran di kelas XI IPS SMA Negeri 6 Malang, diperoleh informasi bahwa proses pembelajaran matematika di kelas masih menggunakan metode konvensional. Hal ini menyebabkan motivasi belajar siswa rendah. Dampaknya hasil belajar siswa kurang memenuhi Standar Ketuntasan Belajar Minimum (SKBM) yang ditetapkan di SMA Negeri 6 Malang yaitu 70%. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Strategi pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah belajar kooperatif Numbered Head Together. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar matematika siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 6 Malang melalui penerapan belajar kooperatif model Numbered Head Together. Pelaksanaan pembelajaran Numbered Head Together terdiri atas 4 struktur langkah yaitu penomoran (numbering), pengajuan pertanyaan (questioning), berpikir bersama (head together), dan pemberian jawaban (answering). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari dua tindakan. Dua tindakan tersebut yaitu tindakan pembelajaran dengan topik fungsi komposisi dan topik fungsi invers. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 23 Mei sampai dengan 5 Juni. Data penelitian berupa motivasi belajar siswa yang diperoleh melalui lembar observasi dan hasil belajar siswa yang diperoleh melalui tes pada setiap akhir topik. Hasil penelitian yang diperoleh melalui observasi menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada topik fungsi komposisi sebesar 64,22% (kategori baik) meningkat menjadi 66,55% (kategori baik) pada topik fungsi invers. Hasil belajar siswa menunjukkan bahwa pada topik fungsi komposisi skor rata-rata kelas sebesar 72,14 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 74%. Meningkat menjadi 78,93% dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 88% pada topik fungsi invers. Walaupun demikian penelitian ini tidak selalu lancar, ada beberapa kendala yang dihadapi oleh peneliti. Namun kendala-kendala tersebut dapat diatasi oleh peneliti dengan pendekatan terhadap siswa. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan belajar kooperatif model Numbered Head Together dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 6 Malang.

Memahami komunitas Punk di kota Malang 'Kajian latar belakang historis, makna simbolik dan pendidikannya" / Rida Miagung

 

Abstract: Komunitas punk lahir di tengah masyarakat sebagai kelompok sosial yang mempunyai corak dan kekhasan sebagai sebuah komunitas subkultur (komunitas budaya pinggiran). Punk merupakan sub-kultur (budaya pinggiran) yang lahir di London, Inggris. Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Keberadaan komunitas punk yang kebanyakan menghabiskan waktunya di jalanan, diperburuk dengan munculnya anggapan negatif dari masyarakat terhadap komunitas punk. Keberadaan komunitas punk hampir tidak dapat dilepaskan dengan keberadaan anak jalanan di kota-kota besar. Mulai dari mengamen di traffic light, gaya berpakaian dan aktivitas nongkrong di pinggir-pinggir jalan yang sering kali menjadikan masyarakat tidak nyaman karena khawatir munculnya tindak kriminalitas di jalanan. Peneliti bermaksud pula untuk mengembangkan dan mengulas lebih lanjut melalui sebuah penelitian. Penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah lebih memperdalam kajian tentang Komunitas Punk di Kota Malang dan Makna Pendidikannya

Studi tentang motivasi dosen ilmu keolahragaan dalam bermain teknis lapangan di Universitas Negeri Malang / Muhammad Sahid

 

Persepsi mahasiswa tentang kinerja layanan pegawai fakultas dan hubungannya dengan tingkat kepuasan mahasiswa di Universitas Negeri Malang / Tri Wahyuningsih

 

Hubungan antara pelaksanaan tugas-tugas perkembangan dan kecemasan siswa si SMA Negri Kecamatan Sidoarjo / Zuhrufa Muwaffqy

 

ABSTRAK Muwaffiqy, Zuhrufa. 2008. Hubungan antara Pelaksanaan Tugas-tugas Perkembangan dan Kecemasan Siswa di SMA Negeri Kecamatan Sidoarjo. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Iksan Suwandi M.Pd, (II) Dra. Henny Indreswari, M.Pd Kata Kunci: Tugas-tugas perkembangan, kecemasan siswa Dalam kehidupan sehari-hari, siswa memiliki beberapa tugas perkembangan yang harus dilaksanakan. Tugas-tugas perkembangan bersifat kompleks, sehingga tidak jarang para siswa mengalami kesulitan dalam pelaksanaannya. Kesulitan tersebut dapat mengakibatkan kecemasan tersendiri bagi siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: 1) pelaksanaan tugas-tugas perkembangan siswa di SMA Negeri Sidoarjo, 2) kecemasan siswa dalam melaksanakan tugas-tugas perkembangan di SMA Negeri Sidoarjo, 3) hubungan antara pelaksanaan tugas-tugas perkembangan dan kecemasan siswa di SMA Negeri Sidoarjo. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri Sidoarjo tahun ajaran 2007/2008. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 103 responden. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket, dan analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis korelasi product moment Karl Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) siswa kelas XI SMA Negeri Sidoarjo pada umumnya melaksanakan tugas perkembangan dengan baik, 2) kecemasan siswa dalam melaksanakan tugas-tugas perkembangan cenderung rendah, 3) ada hubungan antara pelaksanaan tugas-tugas perkembangan dan kecemasan siswa di SMA Negeri Sidoarjo (sebesar -0, 735) Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan Konselor sekolah membantu memecahkan masalah- masalah siswa yang berkaitan dengan tugas-tugas perkembangan dengan memberikan bimbingan pribadi, belajar, karier, dan sosial kepada siswa secara tepat sesuai dengan kebutuhan siswa Kepala sekolah dan guru disarankan memulai pendidikan dengan waktu yang tepat sesuai dengan tugas perkembangan siswa dan menciptakan iklim yang kondusif atau kondisi yang dapat memfasilitasi siswa dalam melaksanakan tugas-tugas perkembangannya, misalnya dengan memfasilitasi siswa dalam bidang olahraga, kesenian, dan keterampilan lainnya sesuai dengan kemampuan sekolah Peneliti selanjutnya melakukan penelitian yang lebih komprehensif tentang aspek-aspek tugas-tugas perkembangan dan kecemasan. Karena penelitian ini hanya terbatas pada kecemasan yang timbul dalam melaksanakan tugas-tugas perkembangan, dan masih banyak faktor lain yang dapat menimbulkan kecemasan.

Pengaruh latar belakang sosial dan ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa SMK Putra Airlangga Surabaya / Fitria Ariani

 

ABSTRAK Ariani,Fitria. 2008. Pengaruh Latar Belakang Sosial dan Ekonomi Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Siswa SMK Putra Airlangga Surabaya. Skripsi, Jurusan Manajemen Program Studi S1 Pendidikan Tata Niaga Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) DR. Sopiah, M.Pd., M.M, (II) Madziatul Churiyah, S.Pd., M.M Kata Kunci: Latar Belakang Sosial dan Ekonomi, Prestasi Belajar Pendidikan ditinjau dari segi kepentingan masyarakat merupakan usaha untuk mempersiapkan generasi muda sebagai penerus cita-cita bangsa. Untuk itu prestasi belajar siswa perlu untuk ditingkatkan kembali. Dengan adanya prestasi belajar yang rendah di sebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah latar belakang sosial dan ekonomi orang tua. Penelitian ini untuk mengetahui (I) prestasi belajar siswa SMK Putra Airlangga Surabaya, (II) latar belakang sosial orang tua siswa SMK Putra Airlangga Surabaya, (III)latar belakang ekonomi orang tua siswa SMK Putra Airlangga Surabaya, (IV) pengaruh latar belakang sosial dan ekonomi orang tua secara parsial terhadap prestasi belajar siswa SMK Putra Airlangga Surabaya, dan (V) pengaruh latar belakang sosial dan ekonomi orang tua secara simultan terhadap prestsi belajar siswa SMK Putra Airlangga Surabaya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMK Putra Airlangga tahun ajaran 2007/2008 sebanyak 99 siswa. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas X SMK Putra Airlangga yang berjumlah 30 siswa. Sedangkan teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling (sampel bertujuan). Instrumen yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah kuisioner atau angket. Hasil analisis regresi dapat diketahui bahwa koefisien regresi untuk variabel latar belakang sosial adalah 0,452 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < , (5%) serta t hitung menunjukkan 4,253 dan t tabel sebesar 2,042 dengan demikian t hitung > t tabel sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Untuk variabel latar belakang ekonomi nilai koefisien regresi adalah 0,496 dengan tingkat signifikansi yaitu sebesar 0,002 < , (5%) serta t hitung menunjukkan 3,451 dan t tabel sebesar 2,042 dengan demikian t hitung > t tabel sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Secara simultan hasil analisis regresi berganda diperoleh nilai Fhitung sebesar 32,469 dan F tabel 3,32 dengan signifikansi 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai signifikansi F lebih kecil dari (0,05) dan F hitung > F tabel. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan variabel latar belakang sosial (X1) dan latar belakang ekonomi (X2) terhadap prestasi belajar siswa SMK Putra Airlangga Surabaya. Adjusted R Square dalam penelitian ini menunjukkan angka sebesar 0,685. Dengan demikian berarti bahwa pengaruh latar belakang sosial dan ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa SMK Putra Airlangga Surabaya yaitu sebesar 68,5% sedangkan sisanya sebesar 31,5% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Saran yang dapat diberikan (I) Bagi Pihak Sekolah, diharapkan pihak sekolah untuk berusaha meningkatkan prestasi belajar siswa dengan pertimbangan kondisi ekonomi dan sosial masing-masing siswa. Usaha tersebut dilakukan dalam usaha meningkatkan semangat belajar para siswa sehingga kendala mengenai kondisi ekonomi dan sosial orang tua tidak mempengaruhi semangat belajar siswa dalam usaha meningkatkan prestasi belajar. Dengan cara memberikan bimbingan belajar kepada seluruh siswa di luar jam sekolah dengan biaya yang terjangkau.(II) Bagi pihak orang tua siswa, diharapkan selalu memberikan dorongan dan semangat serta memenuhi kebutuhan bagi anak mereka yang sekolah sehingga para siswa memiliki semangat belajar secara maksimal. (III) Bagi peneliti selanjutnya, bagi peneliti selanjutnya yang berminat untuk melanjutkan penelitian ini diharapkan untuk menyempurnakannya yaitu dengan menggunakan variabel lain yang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa dan penambahan jumlah sampel penelitian yang diambil sehingga penelitian ini dapat lebih berkembang dan memperluas wawasan.

Belajar observasi dan komunikasi pada tikus putih / Gemala Ayu

 

Penerapan pembelajaran kontekstual model inkuiri terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas VII-C MTs Al-Maarif 02 Singosari / Laxmi Zahara

 

ABSTRAK Zahara, Laxmi. Penerapan Pembelajaran Kontekstual Model Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas VIII-C MTs Al-Maarif 02 Singosari. Skripsi, Jurusan Fisika. Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Endang Purwaningsih, M.Si. (II) Drs. Yudyanto, M.Si. Kata Kunci: Model Inkuiri, Hasil Belajar Fisika Berdasarkan observasi melalui wawancara dengan guru fisika MTs Al-Maarif 02 Singosari diketahui bahwa, guru menerapkan metode ceramah secara monoton dalam pembelajaran fisika, hal ini berdampak pada hasil belajar kognitif siswa yang rendah, siswa pasif selama pembelajaran dan keterampilan motorik siswa tidak pernah diujikan. Guru fisika MTs Al-Maarif 02 Singosari mengalami kesulitan dalam mengaktifkan siswa serta menyadari bahwa siswa akan termotivasi jika materi yang diajarkan dikaitkan dengan keseharian siswa. Oleh karena itu, perlu dicarikan pembelajaran yang membantu guru mengaktifkan siswa dengan cara mengaitkan materi pelajaran dengan keseharian siswa. Pembelajaran tersebut adalah pembelajaran kontekstual model inkuiri terbimbing. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bersifat kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi aspek psikomotorik, lembar observasi aspek afektif, tes kognitif dan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran kontekstual model inkuiri terbimbing. Untuk melihat dampak penerapan pembelajaran kontekstual model inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar fisika siswa dirancang siklus I. Dari hasil observasi dan refleksi yang dilakukan pada siklus I maka dilaksanakan siklus II. Karena peningkatan hasil belajar siswa belum mencapai ketuntasan yang diharapkan maka dilanjutkan ke siklus III. Analisis data terhadap hasil belajar siswa berpedoman pada standar yang ditetapkan oleh sekolah yaitu, sekurang-kurangnya 85% dari jumlah siswa dalam satu kelas memperoleh nilai minimal 70 untuk aspek afektif dan aspek psikomotorik serta 65 untuk aspek kognitif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah dengan menerapkan pembelajaran kontekstual model inkuiri terbimbing, nilai rata-rata kognitif dan nilai rata-rata psikomotorik siswa kelas VIII-C mengalami peningkatan dari siklus I sampai ke siklus III hingga mencapai ketuntasan belajar yang ditetapkan oleh sekolah. Nilai rata-rata afektif kelas VIII-C mengalami peningkatan siklus I sampai siklus III namun belum mencapai standar yang ditetapkan oleh sekolah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, pembelajaran kontekstual model inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas VIII-C MTs Al-Maarif 02.

Pembuatan busana bustier dari bahan oscar dan rok draperi dari bahan sutra satin / Azimatun Nur Laila

 

Analisis perilaku untuk model matematika volterralotka pada rantai makanan tiga spesies / Khoirun Ni'mah

 

ABSTRAK Ni’mah, Khoirun. 2008. Analisis Perilaku dari Model Matematika Volterra-Lotka untuk Rantai Makanan Tiga Spesies. Skripsi, Program Studi Matematika, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Rustanto Rahardi, M.Si, (II) Drs. Sudirman, M.Si. Kata kunci: rantai makanan, sistem tak linear. Salah satu model matematika yang membahas mangsa-pemangsa adalah model Volterra-Lotka, model ini dikembangkan untuk mangsa-pemangsa dengan tiga spesies. Model matematika untuk rantai makanan tiga spesies ini merupakan sistem persamaan diferensial tak linear. Di dalam skripsi ini akan dianalisis model matematika untuk rantai makanan tiga spesies dengan menggunakan teknik linearisasi dan menggunakan bantuan komputer yaitu software Maple 9.5. Model matematika dari rantai makanan tiga spesies dengan populasi memangsa populasi dan populasi memangsa populasi mempunyai tiga titik kritis, yaitu: ( ), , dan ( ). Perilaku sistem di sekitar titik kritis pertama dan kedua tidak terjadi dalam kehidupan nyata dan hasil analisis secara matematis tidak stabil, sedangkan kestabilan titik kritis ketiga tergantung pada konstanta dan , yaitu pada saat atau . Pada kasus populasi mengalami peningkatan dan penurunan seiring dengan peningkatan dan penurunan populasi , sedangkan populasi pada > 30 mengalami penurunan hingga mendekati nol atau mengalami kepunahan. Pada kasus populasi pemangsa mengalami peningkatan dan penurunan seiring dengan peningkatan dan penurunan masing-masing mangsanya. Pada kasus populasi naik tanpa batas atau mencapai tak hingga, populasi juga mengalami hal yang sama, sedangkan populasi mengalami naik turun secara kasar.

Proses konstruksi pengetahuan siswa kelas VIII.3 SMP Negeri 6 Malang pokok bahasan luas permukaan dan volum tabung / Yuli Fitria Susanti

 

ABSTRAK Susanti, Yuli Fitria. 2008. Proses Konstruksi Pengetahuan Siswa Kelas VIII.3 SMP Negeri 6 Malang Pokok Bahasan Luas Permukaan dan Volum Tabung. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwiyono, M.Pd, (II) Dra. Tri Hapsari Utami, M.Pd. Kata Kunci: Proses Konstruksi Pengetahuan Dalam memahami dan menerapkan pengetahuannya, siswa dituntut untuk mampu memecahkan masalah, menemukan sendiri segala sesuatu untuk dirinya, dan berusaha dengan ide-idenya sehingga peranan penting guru adalah sebagai mediator dan fasilitator. Dengan menggunakan teori konstruktivisme diharapkan siswa mampu memperoleh sendiri pengetahuannya dengan kemampuan kognitif yang mereka miliki sehingga mereka dapat menggunakan konsep yang mereka peroleh untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan konsep tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses konstruksi pengetahuan siswa serta menyelidiki kesalahan siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan pada mata pelajaran matematika dengan pokok bahasan luas permukaan dan volum tabung. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 6 Malang kelas VIII.3 semester II tahun ajaran 2007/2008 dengan 3 siswa sebagai subyek penelitian (dari 38 siswa). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan instrumen utama adalah peneliti sendiri yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa. Selain itu peneliti juga menggunakan instrumen lembar kerja siswa dan catatan lapangan dengan prosedur pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan proses konstruksi pengetahuan siswa mulai dari struktur berpikir awal, selama proses pembelajaran dan pada saat pemahaman siswa terhadap materi. Pada materi luas permukaan tabung terdapat kesalahan siswa dalam menentukan luas selimut tabung yang masih menggunakan rumus luas persegi panjang. Sedangkan pada materi volum tabung, siswa belum mengetahui bahwa tabung dapat dikategorikan sebagai prisma sehingga volum tabung sama dengan volum prisma. Dalam penggambaran proses konstruksi pengetahuan masih terdapat siswa yang belum secara tuntas memahami permasalahan yang diberikan.

Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen pada wahana tour & travel Malang / Sumardian Adi Priyanto

 

Penerapan pembelajaran modul pencemaran lingkungan dengan model siklus belajar 4E (The 4E Learning Cycle) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X MAN Malang I / Nuning Merduwati

 

Keefektifan penerapan pembelajaran koopertaif metode numbered heads together (NHT) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi / Syayul Masyiatul Musyayadah

 

ABSTRAK Musyayadah, Syayul Masyiatul. 2008. Keefektifan Penerapan Pembelajaran Kooperatif Metode Numbered Heads Together (NHT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi. Skripi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Bambang Pranowo, SE, M.Pd. Ak (2) Dr. Nasikh, SE, M.P, M.Pd. Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif, Numbered Heads Together (NHT), Hasil Belajar Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan kualitas manusia seutuhnya adalah misi pendidikan yang menjadi tanggungjawab profesional setiap guru. Selama ini pendekatan pembelajaran ekonomi yang diterapkan oleh guru masih sederhana dan menggunakan pendekatan konvensional, guru lebih banyak ceramah dan siswa mendengarkan, guru memberi dan siswa menerima. Metode pembelajaran yang selama ini diterapkan membuat siswa menjadi cenderung pasif dalam menerima materi (ilmu pengetahuan). Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengaktifkan siswa adalah dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif mampu menciptakan kondisi pembelajaran yang dapat mengajak siswa satu dan siswa yang lainnya saling berinteraksi serta aktif dalam bertukar pengetahuan dalam kelompok untuk meningkatkan hasil belajarnya. Salah satu model pembelajaran kooperatif adalah Numbered Heads Together (NHT). Numbered Heads Together (NHT) adalah salah satu pendekatan pembelajaran yang melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk menganalisis hasil belajar ekonomi siswa kelas VII SMPN 13 Malang yang diberi pengajaran dengan metode pembelajaran Numbered Heads Together (NHT), (2) Untuk menganalisis hasil belajar ekonomi siswa kelas VII SMPN 13 Malang yang diberi pengajaran dengan metode pembelajaran konvensional/ceramah, (3) Untuk mengetahui dan menganalisis efektifitas penerapan metode pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dilihat dari segi perbedaan hasil belajar ekonomi antara siswa yang diberi pengajaran dengan metode Numbered Heads Together (NHT) dengan siswa yang diberi pengajaran dengan metode konvensional/ceramah. Penelitian ini dilakukan di SMPN 13 Malang pada bulan April sampai bulan Mei 2008. penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental design) dengan rancangan penelitian Nonrandomized Pre-test Post-test Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VII SMPN 13 tahun ajaran 2007-2008 dengan jumlah 319 siswa yang terbagi ke dalam 8 kelas. Sampel diambil sebanyak dua kelas dari kelas VII dengan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel dengan purposive sampling didasarkan pada pertimbangan: (1) Sebelum penelitian dilakukan kedua kelas dalam proses belajar masih menggunakan metode pembelajaran konvensional, (2) Kedua kelas yang dipilih tersebut dibimbing oleh guru yang sama, sehingga memudahkan peneliti dalam melanjutkan materi pelajaran ekonomi, (3) Tidak ada kelas unggulan sehingga kedua kelas tersebut memiliki nilai rata-rata kelas yang sama. Dari pertimbangan-pertimbangan tersebut terpilih kelas VII-G sebagai kelompok kontrol dan kelas VII-H sebagai kelompok eksperimen. Kelas kontrol adalah kelas yang proses belajar mengajarnya menggunakan metode pembelajaran konvensional, sedangkan kelompok eksperimen adalah kelas yang proses belajar mengajarnya menggunakan metode pembelajaran Numbered Heads Together (NHT). Data penelitian ini diambil dari siswa kelas VII-G dan VII-H berupa hasil pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t (t-test). Sebelum data dianalisis terlebih dahulu diuji persyaratan, yaitu uji normalitas dan homogenitas. Uji t digunakan untuk menguji beda dua rata-rata kemampuan awal (pre-test) dan beda dua rata-rata kemampuan akhir (post-test) serta hipotesis penelitian dari gain score. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) nilai rata-rata kemampuan awal (dari pre-test) kelompok kontrol adalah sebesar 7,975 dan kelompok eksperimen sebesar 8,450 dari skor maksimum 20. berdasarkan uji t diperoleh nilai signifikansi 0,217 > 0,05 dan nilai thitung = 1,246 < ttabel = 1,665, sehingga nilai kemampuan awal antara kedua kelompok sama secara signifikan, (2) nilai rata-rata kemampuan akhir (post-test) kelompok kontrol adalah sebesar 16,025 dan kelompok eksperimen sebesar 18,075 dari skor maksimum 20. dari hasil uji t diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai thitung = 5,878 < ttabel = 1,665, sehingga nilai kemampuan akhir antara kedua kelompok berbeda secara signifikan, (3) nilai rata-rata gain score (selisih skor pre-test dan post-test) kelompok eksperimen sebesar 9,625 lebih tinggi dari pada rata-rata kelompok kontrol 8,050. berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai signifikansi 0,002 > 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa kelompok kontrol dengan siswa kelompok eksperimen, yaitu hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan metode Numbered Heads Together (NHT) (kelompok eksperimen) lebih tinggi, lebih baik, serta lebih efektif dari pada hasil belajar kelompok yang diberi pengajaran dengan metode ceramah (kelompok kontrol) Berdasarkan hasil penelitian ini, maka peneliti menyarankan: (1) Bagi lembaga pendidikan dan institusi yang terkait disarankan untuk mensosialisasikan pembelajaran model Numbered Heads Together dalam pelatihan dan penataran pendidikan dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa, (2) Bagi guru mata pelajaran ekonomi di SMPN 13 Malang pada khususnya dan para guru ekonomi di sekolah lain pada umumnya disarankan untuk menerapkan pembelajaran metode Numbered Heads Together (NHT) sebagai salah satu alternatif pembelajaran di dalam kelas, dan (3) Pada penelitian ini, dalam mengukur hasil belajar siswa peneliti hanya mengukur ranah kognitif saja. Oleh karena itu bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengukur ranah yang lain (afektif dan psikomotor).

Pengaruh kepimpinan terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja (Studi pada keryawan kantor administrasi PT. Garam (Persero) - Surabaya / Robin Kristian Mahendra

 

Analisis komparatif kinerja reksadana saham syariah dan reksadana saham konvensional dengan menggunakan metode sharpe, treynor dan jensen pada bursa efek Indonesia / Qorry Perdana Wati

 

ABSTRAK Perdana Wati, Qorry. 2008. Analisis Komparatif Kinerja Reksadana Saham Syariah dan Reksadana Saham Konvensional Dengan Menggunakan Metode Sharpe, Treynor dan Jensen Pada Bursa Efek Indonesia. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Mulyoso S.E, M.Si , (II) Yuli Soesetio S.E, M.M Kata Kunci : Kinerja Reksadana Saham Syariah, Kinerja Reksadana Saham Konvensional, Metode Sharpe, Metode Treynor, Metode Jensen Bagi setiap investor yang akan melakukan investasi dituntut untuk memiliki pengetahuan yang cukup, pengalaman serta naluri bisnis untuk mengambil efek – efek mana yang akan dibeli, mana yang akan dijual dan mana yang tetap dimiliki sebelum menentukan instrumen mana saja yang akan dipilih. Bagi investor yang tidak memiliki kemampuan tersebut, mereka bisa melakukan investasi pada reksadana. Reksadana saham syariah adalah reksadana yang melakukan investasi sekurang – kurangnya 80% dari dana yang dikelola dalam bentuk efek ekuitas dimana instrumen investasi yang dipilih berbasis pada prinsip – prinsip Islam yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index (JII). Sedangkan rekasadana saham konvensional adalah reksadana yang melakukan investasi sekurang – kurangnya 80% dari dana yang dikelola dalam bentuk efek ekuitas dimana instrumen investasi yang dipilih merupakan saham – saham yang tergabung dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diluar JII. Dengan mengetahui bagaimana kinerja reksadana saham syariah dan reksadana saham konvensional akan memberikan referensi bagi investor untuk memilih instrumen sesuai dengan preferensinya. Berdasarkan teori pasar modal, beberapa ukuran kinerja portofolio yang memasukkan return dan risiko dalam perhitungannya adalah Metode Sharpe, Treynor dan Jensen. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui kinerja reksadana saham syariah menggunakan metode Sharpe, Treynor dan Jensen, (2) Untuk mengetahui kinerja reksadana saham konvensional menggunakan metode Sharpe, Treynor dan Jensen, (3) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara kinerja reksadana saham syariah dan kinerja Jakarta Islamic Index (JII) berdasarkan metode Sharpe, Treynor dan Jensen, (4) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara kinerja reksadana saham konvensional dan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berdasarkan metode Sharpe, Treynor dan Jensen, (5) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara kinerja reksadana saham konvensional dan reksadana saham syariah berdasarkan metode Sharpe, Treynor dan Jensen. Dalam penelitian ini populasinya adalah jenis reksadana saham yaitu reksadana saham syariah dan reksadana saham konvensional yang dinyatakan aktif diperdagangkan oleh Bapepam tahun 2007. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasrkan pertimbangan atau kriteria tertentu agar diperoleh sampel yang relevan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas empat reksadana saham syariah dan empat reksadana saham konvensional. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah t-test independent samples test dengan menggunakan bantuan progran komputer SPSS for windows seri 12.0 Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa : (1) Kinerja reksadana saham syariah menggunakan metode Sharpe, SI Dana Saham Syariah mempunyai indeks Sharpe tertinggi dan Syariah Fortis Pesona Amanah mempunyai indeks Sharpe terendah. Berdasarkan metode Treynor, SI Dana Saham Syariah mempunyai nilai indeks Treynor tertinggi dan PNM Ekuitas Syariah memiliki nilai indeks Sharpe terendah. Sedangkan berdasarkan metode Jensen, SI Dana Saham Syariah memiliki nilai indeks Jensen tertinggi dan PNM Ekuitas Syariah memiliki nilai indeks Jensen terendah, (2) Kinerja reksadana saham konvensional berdasarkan metode Sharpe, Fortis Ekuitas memiliki nilai indeks Sharpe tertinggi dan TRIM Kapital memiliki nilai indeks Sharpe terendah. Berdasarkan metode Treynor, BNI Reksadana Berkembang mempunyai nilai indeks Treynor tertinggi dan TRIM Kapital memiliki nilai indeks Sharpe terendah. Sedangkan berdasarkan metode Jensen, ABN AMRO Indonesia Equity Value Fund mempunyai nilai indeks Jensen tertinggi dan BNI Reksadana Berkembang memiliki indeks Jensen terendah, (3) Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja reksadana saham syariah dengan Jakarta Islamic Index (JII) berdasarkan metode Sharpe, Treynor dan Jensen. Hal ini dikarenakan JII merupakan gabungan dari sejumlah saham berbasis syariah sehingga komposisi saham yang terdapat dalam reksadana saham merupakan bagian dari JII, (4) Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja reksadana saham konvensional dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berdasarkan metode Sharpe, Treynor dan Jensen. Hal ini dikarenakan IHSG merupakan indikator dari kinerja seluruh saham yang listing di bursa. Jadi saham – saham yang membentuk portofolio reksadana merupakan bagian dari IHSG, (5) Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan anatara kinerja reksadana saham syariah dengan reksadana saham konvensional berdasarkan metode Sharpe, Treynor dan Jensen. Hal ini dikarenakan selain yang menjadi sampel adalah sama – sama reksadana saham juga disebebakan dalam pengukuran kinerja rekadana saham syariah masih mengandung unsur – unsur investasi secara konvensional yaitu berupa proses perdagangannya yang masih mengandung unsur spekulasi dan masih digunakannya risk free assets BI Rate. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan variabel yang benar – benar berbasis syariah karena dalam menggunakan suku bunga bebas risiko masih terdapat unsur riba dan bunga yang dalam penelitian ini menggunakan tingkat suku bunga SBI. Selain itu penelitian selanjutnya juga dapat menggunakan ILQ45 sebagai indeks pasar untuk tolok ukur reksadana saham konvensional.

Pengaruh pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah, di rumah, di masyarakat dan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IIS (Ilmu-ilmu Sosila) SMA Negeri 7 Malang tahun ajaran 2014/2015 / Novia Dwi Sundawati

 

ABSTRAK Sundawati, Novia D. 2015.PengaruhPemanfaatanFasilitasBelajarDi Sekolah, Di Rumah, Di MasyarakatDan MotivasiBelajarSiswaTerhadapHasilBelajarPadaMata PelajaranEkonomiKelas XI IIS SMA Negeri 7 Malang TahunAjaran 2014/2015. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Drs. PrihHardinto, M.Si(II) Dr. Nasikh, S.E., M.P.,M.Pd Kata Kunci: HasilBelajar, PemanfaatanFasilitasBelajar, MotivasiBelajarSiswa Hasil belajarmerupakan kemampuan yang diperoleh siswa setelah melalui kegiatan belajar. Hasilbelajarsiswadapatdipengaruhiolehbanyakhaldiantaranyafaktor internal yaitukesehatan, carabelajar, minatdanmotivasi, sertafaktoreksternalyaitu, keluarga, sekolah, masyarakat. Dalampenelitianiniyang ditelitiadalahfaktorfaktor internal danfaktoreksternal, yaitupemanfaatanfasilitasbelajardanmotivasibelajarsiswa.Denganketersediaanfasilitasbelajardirumah, disekolah, dandimasyarakatdiharapkanakanmempermudahkansiswadalambelajarsertadapatmenimbulkanmotivasidalamdirisiswauntukbelajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruhpemanfaatanfasilitas belajar di sekolah, di rumah, di masyarakat dan motivasi siswa di sekolah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IIS SMA Negeri 7 Malang. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitianeksplanasi.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IISdi SMA Negeri 7Malang tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 107 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini berdasarkan rumus Slovin dengan menggunakan teknik “random sampling”sehinggadiperoleh 85 respondendanpengumpulan data dilakukan menggunakanteknik angket. Berdasarkan hasil analisis dapatdisimpulkan: (1) pemanfaatanfasilitasbelajar di sekolahberpengaruh positif dan signifikan terhadap hasilbelajarsiswa. (2) pemanfaatanfasilitasbelajar di rumahberpengaruh positif dan signifikan terhadap hasilbelajarsiswa. (3) pemanfaatanfasilitasbelajardimasyarakatberpengaruh positif dan signifikan terhadap hasilbelajarsiswa. (4) motivasibelajarsiswa berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasilbelajarsiswa. (5) pengaruh secara simultan dan signifikan antarapemanfaatanfasilitasbelajardi sekolah, di rumah, di masyarakatdanmotivasibelajarsiswaterhadaphasilbelajarsiswapadamatapelajaranekonomikelas XI IIS SMA Negeri 7 Malang.

Pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan melalui motivasi kerja (Studi pada karyawan bagian staf Kusuma Agrowisata Batu) / Johan Eka Hendarta

 

ABSTRAK Hendarta, Johan Eka. 2008. Pengaruh Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja (Studi Pada Karyawan Bagian Staf Kusuma Agrowisata Batu). Skripsi, Jurusan Manajemen S1 Universitas Negeri Malang, Program Studi Manajemen Sumber Daya Manusia. Pembimbing: (1) Drs. I Nyoman Suputra, M.Si., (II) Drs. Muhammad Arief, M.Si. Kata Kunci: Kompensasi, Motivasi Kerja, Kinerja Karyawan Keberhasilan suatu perusahaan sangat ditentukan oleh sumber daya manusia yang dimilikinya. Sumber daya manusia merupakan aset yang paling vital dalam perusahaan. Banyak sekali cara untuk mendapatkan sumber daya manusia yang qualified, diantaranya dengan memberikan kompensasi yang adil kepada karyawan. Dengan memberikan kompensasi yang adil diharapkan para karyawan akan meningkatkan kinerjanya sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Kinerja karyawan akan lebih baik lagi jika perusahaan memberikan motivasi kepada karyawannya. Perusahaan harus menggerakkan karyawan sesuai dengan yang dikehendaki, selain itu hendaknya dipahami motivasi manusia di dalam perusahaan tersebut karena motivasi inilah yang menyebabkan, menyalurkan, dan menentukan perilaku karyawan supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal. Tujuan dari tindakan menggerakkan karyawan (motivasi) adalah tercapainya kinerja (performance) perusahaan yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan di Kusuma Agrowisata Batu pada bulan Juni 2008. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah karyawan bagian staf Kusuma Agrowisata Batu yang berjumlah 69 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisis data yang dipakai adalah analisis jalur (path analysis) yang merupakan suatu bentuk terapan dari analisis regresi berganda (multiple regression analysis). Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk menjabarkan kondisi deskriptif kompensasi, motivasi kerja dan kinerja pada karyawan bagian staf Kusuma Agrowisata Batu, (2) Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh secara langsung yang signifikan antara kompensasi terhadap motivasi kerja pada karyawan bagian staf Kusuma Agrowisata Batu, (3) Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh secara langsung yang signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja pada karyawan bagian staf Kusuma Agrowisata Batu, (4) Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh secara langsung yang signifikan antara kompensasi terhadap kinerja pada karyawan bagian staf Kusuma Agrowisata Batu, (5) Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh secara tidak langsung yang signifikan antara kompensasi terhadap kinerja melalui motivasi kerja pada karyawan bagian staf Kusuma Agrowisata Batu. Dalam penelitian ini mempunyai variabel bebas adalah Kompensasi (X), variabel intervening adalah Motivasi Kerja (Z), dan variabel terikat adalah Kinerja Karyawan (Y). Data diperoleh dari beberapa cara meliputi angket/kuesioner, dokumentasi, observasi, dan wawancara. Sedangkan untuk uji validitas dan reliabilitas tetap dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 39 responden (56,5%) menyatakan puas dengan pemberian kompensasi oleh Kusuma Agrowisata Batu, sebanyak 37 responden (53,6%) menyatakan bahwa motivasi kerja karyawan bagian staf Kusuma Agrowisata adalah tinggi, sementara 48 responden (69,5%) menyatakan bahwa kinerja karyawan bagian staf Kusuma Agrowisata mempunyai kinerja yang tinggi. Sedangkan berdasarkan teknik analisis inferensial atau analisis regresi berganda dengan menggunakan taraf kesalahan 5% secara parsial dapat diketahui: variabel kompensasi (X) mempunyai nilai t sig α (0,00<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel kompensasi (X) berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi kerja (Z) secara langsung. Variabel motivasi kerja (Z) mempunyai nilai t sig α (0,017<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi kerja (Z) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) secara langsung. Variabel kompensasi (X) mempunyai nilai t sig α (0,020<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel kompensasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Terdapat pengaruh tidak langsung yang positif dan signifikan antara kompensasi (X) terhadap kinerja karyawan (Y) melalui motivasi kerja (Z) sebesar 0,422. Adapun saran yang dapat diberikan peneliti kepada Kusuma Agrowisata Batu adalah pihak manajemen lebih meningkatkan pemberian kompensasi kepada karyawannya agar karyawan lebih termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya. Selain itu, salah satu cara untuk memupuk motivasi kerja karyawan dengan memberikan outbond agar karyawan lebih kompak dalam berkomunikasi dan bekerjasama. Yang tak kalah penting juga dengan memberikan kesempatan promosi untuk karyawan yang kinerjanya sangat memuaskan dan mempunyai sumbangsih yang besar terhadap perusahaan. Keterkaitan pemberian kompensasi dan motivasi kepada karyawan sangat erat, guna mencapai tujuan perusahaan.

Uji sifat fisik dan kuat lentur papan partikel dengan bahan tambahan ampas tebu sebagai elemen konstruksi bangunan / Titan Christalin

 

ABSTRAK Christalin, Titan. 2008. Uji Sifat Fisik dan Kuat Lentur Papan Partikel dengan Bahan Tambahan Ampas Tebu sebagai Elemen Konstruksi Bangunan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ir. B. Sri Umniati, M.T, (II) Hanni Elitasari Mahaputri, S.T, M.T. Kata kunci: papan partikel, ampas tebu, uji sifat fisik, uji kuat lentur Kayu memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari keperluan sederhana sebagai bahan bakar, perkakas rumah tinggal sampai kebutuhan yang sangat besar seperti pembuatan alat transportasi air, bahan konstruksi bangunan dan lain sebagainya. Bahkan kayu dapat dialihkan bentuk sebagai kayu lapis, papan serat sehingga kayu menjadi bahan bangunan yang penting. Sebagian besar limbah yang berupa limbah gergajian dibuang sebagai bahan timbunan dan pemanfaatannya masih belum optimal. Untuk industri besar, limbah serbuk gergajian sudah dimanfaatkan menjadi bentuk briket arang dan arang aktif yang dijual secara komersial. Namun untuk industri penggergajian kayu skala industri kecil yang jumlahnya mencapai ribuan unit di Indonesia ini belum dimanfaatkan secara optimal. Sesuai dengan limbah yang dihasilkan, dapat dimungkinkan dilakukan suatu usaha produktif pengolahan limbah menjadi bahan olahan jenis baru yang berbasis pada bahan kayu, salah satunya seperti partikel board. Papan partikel ini terbuat dari serbuk gergajian kayu pinus yang didapatkan dari daerah Junrejo Kota Batu-Jawa Timur dan ampas tebu yang digunakan berasal dari limbah Pabrik Gula Kebon Agung-Malang dengan campuran lem Urea formaldehida dan NH4Cl. Eksperimen ini difokuskan pada usaha untuk membandingkan berbagai komposisi campuran papan partikel dengan penambahan ampas tebu. Untuk itu perlu dilakukan uji fisik papan partikel yang meliputi kerapatan, kadar air dan daya serap papan partikel serta uji kuat lentur papan partikel. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, menurut standar FAO, hasil pengujian kerapatan nilainya termasuk termasuk dalam tipe sedang yaitu antara 0,40-0,80 gr/cm³, pada pengujian kadar air dinyatakan bahwa papan partikel ini termasuk dalam mutu B hal ini mengacu pada Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia yang menyebutkan bahwa kadar lengas udara kayu < 30% termasuk dalam kayu mutu B. Sedangkan pada pengujian daya serap air, daya serapnya antara 134,324-166,239%, jadi melebihi dari standar FAO untuk daya serap air papan partikel tipe sedang adalah 20-75%. Kuat lentur yang masuk dalam standar FAO adalah papan partikel tipe A (55:30:15), papan partikel tipe B (50:35:15), papan partikel tipe C (45:40:15), papan partikel tipe D (40:45:15). Ditinjau dari standar FAO, keteguhan lentur papan partikel untuk tipe sedang adalah antara 100-500 kg/cm2. Dari hasil penelitian ini disarankan agar dilakukan penelitian lanjutan dengan komposisi campuran antara serbuk gergajian kayu Pinus, ampas tebu dan perekat yang optimum.

Layanan perpustakaan umum Pemerintah Kota Malang / Nur Umi Ratna Wardani

 

ABSTRAK Wardani, Nur Umi Ratna. 2008. Layanan Perpustakaan Umum Pemerintah Kota Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Mursyid Widjanarko, (II) Dra. Maisyaroh, M.Pd. Kata kunci: layanan, perpustakaan umum. Perpustakaan umum adalah perpustakaan yang diperuntukkan bagi masyarakat luas sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat tanpa membedakan umur, jenis kelamin, suku, ras, agama, dan status sosial-ekonomi. Adanya perpustakaan diharapkan proses pendidikan tidak terhenti sampai bangku sekolah. Melalui perpustakaan umum, pemerintah Kota Malang berupaya untuk melaksanakan tanggung jawabnya dalam mencerdaskan bangsa. Disamping itu, perpustakaan merupakan sarana untuk mendukung Kota Malang sebagai kota pendidikan. Perpustakaaan merupakan organisasi/lembaga penghasil jasa, sehingga peran layanan harus mendapat dukungan. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mendeskripsikan kegiatan layanan perpustakaan umum pemerintah Kota Malang, secara rinci akan mendeskripsikan kegiatan layanan teknis dan layanan pembaca di Perpustakaan Umum Pemerintah Kota Malang. Lokasi penelitian di Perpustakaan Umum Pemerintah Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) pengamatan/pengamatan berperan serta; (2) wawancara; (3) dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dicek keabsahan datanya dengan menggunakan teknik ketekunan pengamatan, trianggulasi metode, trianggulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan yang ada di perpustakaan terdiri dari layanan teknis dan layanan pembaca. Proses layanan teknis terdiri dari (1) pengadaan bahan pustaka, pertama dilakukan analisis bahan pustaka dari pengunjung, katalog penerbit, dan pegawai perpustakaaan, kemudian dilakukan pembelian melalui pihak ketiga yaitu pemesanan tetapi ada yang dibeli langsung ke penerbit. Ketika bahan pustaka yang dibeli datang, langsung dilakukan pengecekan baik kesesuaian dengan faktur maupun kondisi fisik bahan pustaka, setelah sesuai kemudian diberi stempel kepemilikan dan inventarisasi, dan dibuatkan katalog kertas, (2) bahan pustaka diklasifikasikan yaitu dengan menggunakan sistem Dewey Decimal Classification (DDC) sehingga terbagi menjadi 10 klas, (3) data-data bahan pustaka kemudian ditulis dalam buku register, yang terbagi menjadi 6 buku register yaitu buku register koleksi umum, referensi, anak, reserve, keliling, dan CD-Room, (4) pembuatan katalog di komputer, dengan cara mengentri data katalog kertas ke komputer sehingga menghasikan sistem OPAC, (5) pemberian label buku (call number) pada punggung buku bagian bawah kemudian diberi tanda warna dan pemasangan barcode buku pada sampul luar bagian depan dan belakang, kemudian di sampul plastik, (6) penempatan bahan pustaka ke rak berdasarkan klasnya. Layanan pembaca terdiri dari layanan sirkulasi peminjaman dan pembelian serta layanan sirkulasi. Proses layanan sirkulasi menggunakan sistem terbuka jadi pengunjung diberi kesempatan memilih sendiri bahan pustaka yang dibutuhkan, peminjaman hanya bisa dilakukan bagi pengunjung yang sudah menjadi anggota, caranya peminjam langsung menyerahkan kartu dan bahan pustaka yang dipinjam untuk dilakukan penscenan dan bahan pustaka sudah bisa di pinjam, sedangkan proses sirkulasi pengembalian juga sama tetapi tempatnya yang berbeda kemudian petugas perpustakaan menata kembali bahan pustaka yang baru dipinjam ke rak. Proses layanan referensi yaitu pengunjung masuk ke ruang dilarang membawa koleksi lainbegitu juga sebalinya koleksi referensi dilarang dibawa ke luar ruangan dan bahan pustaka hanya bisa dipinjam untuk dibaca di tempat. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dapat disarankan kepada pihak perpustakaan umum Sebaiknya dalam layanan teknis proses pencatatan data bahan pustaka dalam buku register tidak perlu, jadi langsung dilakukan di komputer. Penempatan bahan pustaka sebaiknya diurutkan dari angka desimal kecil ke angka desimal besar pada call number yang ada di pinggung buku. Perpustakaan bekerja sama dengan perpustakaan-perpustakaan untuk menyediakan informasi katalog perpustakaan lain sehingga pengunjung bisa mendapatkan tempat dimana bahan pustaka yang dibutuhkan bisa diperoleh. Perpustakaan mengadakan penambahan bahan pustaka referensi. Bagi Jurusan Administrasi Pendidikan untuk mengadakan kerjasama dengan perpustakaan umum dan perpustakaan lain untuk mengadakan pertukaran bahan pustaka dan informasi katalog bahan pustaka. Bagi peneliti lain guna memperkuat dan penyempurnaan hasil temuan penelitian ini, disarankan bagi peneliti lain untuk mengembangkan penelitian yang sejenis dalam substansi yang berbeda.

Kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru studi multi kasus pada dua SMU di Kota Malang / oleh Kusmintardjo

 

Pengaruh atribut produk terhadap keputusan perpindahan merek (Brand Swithhing) Kartu seluler Indosat (Studi pada Mahasiswa S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / Shohebur Rahman

 

ABSTRAK Rahman, Shohebur. 2008. Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Perpindahan Merek (Brand Switching) Kartu Seluler Indosat (studi pada mahasiswa SI Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ery Tri Djatmiko RWW, M.A., M.Si. (II) Ita Prihatining Wilujeng,S.E., M.M. Kata Kunci: Atribut Produk, Keputusan perpindahan merek Perkembangan teknologi serta kondisi perekonomian dan perdagangan saat ini mengalami kemajuan pesat yang menyebabkan perusahaan-perusahaan berada dalam persaingan yang semakin tajam. Hal ini dilihat dari semakin banyaknya perusahaan memproduksi produk yang sejenis dengan kegunaan sama dan harga yang mudah dijangkau konsumen. Dalam hal ini mendorong perusahaan harus dapat mengembangkan suatu produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Pengembangan produk ini nantinya akan disampaikan kepada konsumen melalui atribut produk yaitu harga, mutu, merek, layanan dan garansi yang mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli. Dengan adanya perkembangan produk tersebut maka konsumen akan mempunyai banyak pilihan/variasi yang dapat dijadikan alternatif dalam melakukan keputusan pembelian. Dan strategi pengembangan produk tersebut dapat menciptakan perilaku variety seeking pada diri konsumen. Kenyataan seperti ini ternyata telah mendorong perilaku konsumen dalam proses keputusan perpindahan merek terhadap sejumlah produk termasuk dalam memilih sim card (kartu telepon) Penelitian ini berusaha untuk menjelaskan bagaimana sikap konsumen berkaitan dengan atribut produk kartu seluler Indosat serta pengaruhnya terhadap keputusan perpindahan merek. Penelitian ini mempunyai dua variabel, yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah atribut produk dalam harga, mutu, merek, fasilitas/layanan pendukung sedangkan variabel terikatnya adalah keputusan perpindahan merek. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa SI Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang yang menggunakan kartu seluler Indosat. Dalam penelitian ini menggunakan 100 sampel dari jumlah populasi sebanyak 1322 responden. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda (multiple regression) dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS for Windows seri 12.0. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) Ada pengaruh positif yang signifikan atribut produk dalam harga terhadap keputusan Mahasiswa SI Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang untuk melakukan perpindahan merek. 2) Tidak ada pengaruh yang signifikan atribut produk dalam mutu terhadap keputusan Mahasiswa SI Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang untuk melakukan perpindahan merek 3) Ada pengaruh yang signifikan atribut produk dalam merek terhadap keputusan Mahasiswa SI Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang untuk melakukan perpindahan merek. 4) Tidak ada pengaruh yang signifikan atribut produk dalam fasilitas/layanan pendukung terhadap keputusan Mahasiswa SI Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang untuk melakukan perpindahan merek. 5) Secara simultan ada pengaruh yang signifikan antara harga, dan merek terhadap keputusan Mahasiswa SI Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang untuk melakukan perpindahan merek. 6) Harga merupakan variabel yang dominan mempengaruhi keputusan konsumen untuk melakukan perpindahan merek. Hal ini disebabkan variabel harga memiliki Sumbangan Efektif (SE) terbesar yaitu 24.35%. Saran yang dapat dikemukakan berkaitan dengan temuan yang diperoleh selama penelitian adalah ditujukan kepada perusahaan Indosat, hendaknya lebih mengembangkan Atribut Produk terutama dalam hal harga dan merek sehingga konsumen akan tetap setia dalam menggunakan produk-produk Indosat, serta konsumen tetap puas dan tidak tertarik untuk berpindah ke merek lain yang harganya lebih murah.

Pengelolaan perpustakaan sekolah dasar (studi kasus di Sekolah Dasar Negeri Kranggan 1 Kota Mojokerto) / Galih Purnama Aji

 

Aji, Galih Purnama. 2013. Pengelolaan Perpustaakaan Sekolah Dasar (Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri Kranggan 1 Kota Mojokerto). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Mustiningsih, M.Pd, (II) Teguh Triwiyanto, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: pengelolaan perpustakaan Perpustakaan bukan hal baru di masyarakat. Begitu pula di lembaga pendidikan telah diselenggarakan perpustakaan, seperti di sekolah-sekolah, baik sekolah umum ataupun kejuruan, baik sekolah dasar, sekolah menengah ataupun perguruan tinggi. Adanya perpustakaan peserta didik (siswa) dapat belajar dan mencari informasi yang diinginkan. Tujuan umum penelitian ini yaitu mendeskripsikan pengelolaan pepustakaan yang meliputi perencanaan perpustakaan di Sekolah Dasar Negeri Kranggan 1 Kota Mojokerto, pengorganisasian perpustakaan di Sekolah Dasar Negeri Kranggan 1 Kota Mojokerto, pelayanan perpustakaan di Sekolah Dasar Negeri Kranggan 1 Kota Mojokerto, dan pengevaluasian perpustakaan di Sekolah Dasar Negeri Kranggan 1 Kota Mojokerto. Fokus utama penelitian ini yaitu pengelolaan perpustakaan di SDN Kranggan 1 Kota Mojokerto. Secara khusus fokus penelitian ini terdiri atas perencanaan perpustakaan di Sekolah Dasar Negeri Kranggan 1 Kota Mojokerto, pengorganisasian perpustakaan di Sekolah Dasar Negeri Kranggan 1 Kota Mojokerto, pelaksanaan layanan perpustakaan di Sekolah Dasar Negeri Kranggan 1 Kota Mojokerto, pengevaluasian perpustakaan di Sekolah Dasar Negeri Kranggan 1 Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus. Peneliti merupakan satu-satunya pengumpul data yang melakukan sendiri teknik-teknik pengumpulan data. Oleh karena itu kepekaan peneliti sebagai instrumen kunci dalam mengkaji kasus yang berhubungan dengan objek penelitian adalah hal penting dalam mengumpulkan data. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti melakukan analisis data dengan cara pengumpulan data, reduksi data, pengorganisasian data, dan verifikasi data. Berdasarkan teknik analisis data, temuan penelitian, dan pembahasan dapat diperoleh kesimpulan: (1) perencanaan perpustakaan SDN Kranggan 1 Kota Mojokerto terdapat beberapa hal yaitu adanya pihak-pihak yang terlibat dalam perencanaan perpustakaan, adanya kebutuhan yang diperlukan dalam pengelolaan perpustakaan, perencanaan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dan pemilihan sumber pustaka, (2) pengorganisasian perpustakaan SDN Kranggan 1 Kota Mojokerto terdapat beberapa hal yaitu adanya penanggung jawab terhadap pengorganisasian perpustakaan, penyusunan struktur organisasi perpustakaan, adanya personil perpustakaan, dan penyusunan tugas pokok dan fungsi setiap personil perpustakaan, (3) pelaksanaan layanan perpustakaan SDN Kranggan 1 Kota Mojokerto terdapat beberapa hal yaitu kebebasan dalam mengakses sumber pustaka, adanya sistem pelayanan yang diberikan pustakawan kepada pengguna perpustakaan, penerapan tata tertib terhadap penggunaan perpustakaan, pencacatan terhadap pemakai layanan perpustakaan, dan prosedur layanan perpustakaan sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan, (4) pengevaluasian perpustakaan SDN Kranggan 1 Kota Mojokerto terdapat beberapa hal yaitu ketersediaan bahan-bahan pustaka, banyaknya jumlah pengunjung tiap tahunnya, sumber pustaka yang sering diminati oleh pengguna perpustakaan, monitoring layanan perpustakaan, pelaporan kegiatan perpustakaan, dan tindak lanjut yang dilakukan terhadap layanan perpustakaan.

Analisis proteomik profil protein darah kerbau lokal (Bubalus bubalis) di Blitar dan Banyuwangi sebagai upaya peningkatan mutu genetik / Zhentaza Bianca Ardjaka

 

Ardjaka, Zhentaza Bianca, 2014. Analisis Proteomik Profil Protein Darah Kerbau Lokal (Bubalus bubalis) di Blitar dan Banyuwangi Sebagai Upaya Peningkatan Mutu Genetik. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Umie Lestari, M.Si, (II) Prof. Dr. agr. Moh. Amin, M.Si. Kata Kunci: analisis proteomik, kerbau, protein darah, keragaman genetik, peningkatan mutu genetik.     Kerbau (Bubalus bubalis) merupakan salah satu hewan endemik Indonesia, yang hingga kini pengembangan populasinya masih relatif tetap, bahkan cenderung berkurang. Populasi kerbau di Pulau Jawa terus mengalami penurunan, terutama terjadi di Jawa Timur, hal tersebut terutama disebabkan karena masyarakat lebih menyukai beternak sapi yang nilai jualnya yang lebih tinggi, kualitas pakan kerbau yang rendah akibat pengurangan tanah pertanian, dan menurunnya kualitas mutu genetik kerbau akibat dari perkawinan kerbau antar individu yang berkerabat dekat atau inbreeding. Strategi yang efektif untuk mendorong pengembangan pembibitan kerbau salah satunya dengan manajemen perkawinan silang, maka perlu dilakukan peningkatkan kualitas indukan melalui identifikasi variasi genetik dengan pendekatan molekuler berdasarkan pola profil protein spesifik dalam darah untuk mendapatkan kerbau dengan mutu genetik yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan estimasi hubungan kekerabatan melalui analisis profil protein spesifik dalam darah.     Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Prosedur penelitian diawali dengan memisahkan darah kerbau menjadi plasma darah dan eritrosit. Plasma darah melalui proses purifikasi terlebih dahulu. Selanjutnya plasma darah dan eritrosit dianalisis dengan teknik elektroforesis, dan dihasilkan protein spesifik meliputi haemoglobin (63-66 kDa), transferrin (80-85 kDa), dan post-transferrin (90-105 kDa). Ketiga protein spesifik tersebut kemudian dianalisis menggunakan software MVSP 3.22 dan Genepop 4.2 untuk mendapatkan estimasi hubungan kekerabatan dan frekuensi ekspresi protein.     Hasil penelitian berupa profil protein darah dari sampel kerbau yang ada serta perbandingan profil protein populasi tersebut sehingga diketahui keragaman genetik pada kedua populasi. Frekuensi ekspresi protein pada lokus post-transferrin pada kedua populasi kerbau di Blitar dan Banyuwangi memiliki variasi ekspresi protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan lokus haemoglobin dan transferrin. Berdasarkan dendogram analisis felogeni, memperlihatkan bahwa kerbau dari kedua populasi membentuk dua cluster besar. Dari dua cluster tersebut, estimasi perkawinan silang atau cross breeding yang disarankan yaitu semua individu kerbau yang berada pada cluster pertama, meliputi individu Banyuwangi 1, Banyuwangi 2, Banyuwangi 3, Banyuwangi 4 dan individu Blitar 3 dapat disilangkan dengan individu pada cluster kedua, yaitu individu kerbau Blitar 1, Blitar 2, dan Blitar 4.

Pengaruh stres kerja terhadap niatan untuk keluar kerja melalui kepuasan kerja (Studi pada karyawan hotel Tugu Malang) / Dony Tri Ardiana

 

Pengaruh kupon obligasi, dan Yield Obligasi terhadap harga obligasi pemerintah seri fixed rate (FR) periode 2005-2007 / Eirene Mardika Ekawati

 

ABSTRAK Mardika Ekawati, Eirene. 2008. Pengaruh Kupon Obligasi, Maturitas Obligasi dan Yield Obligasi Terhadap Harga Obligasi Pemerintah Seri Fixed Rate (FR) Periode 2005-2007. Skripsi, Jurusan Manajemen Konsentrasi Manajemen Keuangan Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I), Drs. Mugianto, S.E., M.Si., (II) Subagyo, S.E.,S.H.,M.M. Kata kunci : kupon obligasi, maturitas obligasi, yield obligasi,fixed rate Investasi merupakan suatu kata yang tidak terlepas dari kehidupan kita. Alternatif investasi dapat dilakukan pada real assets ataupun pada finansial assets. Pada real assets, investasi dapat dilakukan dengan membeli tanah, bangunan dan sebagainya. Sedangkan investasi pada finansial assets dapat dilakukan di pasar modal. Pasar modal merupakan pasar tempat diperjualbelikan instrumen keuangan jangka panjang, baik dalam bentuk hutang maupun modal sendiri. Di pasar modal, pihak yang kekurangan dana dapat mengeluarkan surat kepemilikan modal (saham) ataupun surat hutang (obligasi). Dalam melakukan investasi, investor harus mempertimbangkan berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah risiko obligasi, kupon obligasi, likuiditas obligasi, maturitas obligasi, yield obligasi, rating obligasi dan sebagainya. Faktor-faktor tersebut perlu dipertimbangkan karena akan sangat berpengaruh terhadap harga obligasi. Namun dalam penelitian ini, yang akan dibahas lebih lanjut adalah pengaruh kupon obligasi, maturitas obligasi, yield obligasi terhadap harga obligasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh kupon obligasi, maturitas obligasi, yield obligasi secara parsial terhadap harga obligasi (2) pengaruh kupon obligasi, maturitas obligasi dan yield obligasi secara simultan terhadap harga obligasi. Data penelitian dianalisis melalui analisis regresi linier berganda. Penelitian ini adalah penelitian populasi. Jumlah obligasi pemerintah seri fixed rate (FR) pada tahun 2005-2007 berjumlah 22 obligasi, namun karena keterbatasan peneliti maka populasi yang diteliti dalam penelitian ini berjumlah 21 obligasi pemerintah seri fixed rate (FR). Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara kupon obligasi, maturitas obligasi, dan yield obligasi secara parsial terhadap harga obligasi pemerintah seri fixed rate (FR) periode 2005-2007. Pengaruh tersebut ada yang mempunyai hubungan positif dan adapula yang mempunyai hubungan negatif. Pada kupon obligasi dan harga obligasi terdapat pengaruh yang positif. Hal ini berarti jika kupon obligasi tinggi, maka harga obligasi akan tinggi, begitu juga sebaliknya. Pada maturitas obligasi dan harga obligasi terdapat pengaruh negatif. Hal ini berarti, jika maturitas obligasi panjang, maka harga obligasi akan murah, begitu pula sebaliknya. Pada yield obligasi dan harga obligasi terdapat pengaruh yang negatif. Artinya bahwa jika investor mengharapkan yield yang tinggi maka investor tersebut harus membeli obligasi tersebut dengan harga yang rendah/ lebih murah dari yang ditawarkan. Berdasarkan hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara kupon obligasi, maturitas obligasi, dan yield obligasi secara simultan terhadap harga obligasi pemerintah seri fixed rate (FR) periode 2005-2007. Berdasarkan temuan di atas, saran yang dapat diberikan bagi pihak investor hendaknya memperhatikan kupon, maturitas dan yield obligasi ketika akan membeli obligasi. Sedangkan bagi peneliti selanjutnya, hendaknya peneliti selanjutnya dapat menggali variabel-variabel baru selain kupon obligasi, maturitas obligasi dan yield obligasi, misalnya variabel rating obligasi, risiko obligasi, suku bunga bank dan beberapa variabel lain yang dapat dijadikan temuan baru dalam penelitian selanjutnya. Peneliti yang akan datang juga diharapkan lebih selektif dalam memilih teknik pengambilan data, apakah menggunakan teknik data populasi (population regression function) atau menggunakan data sampel (sample regression function).

Implementasi beberapa analisis peubah ganda untuk menggolongkan masyarakat miskin di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau / Dita Nurlaili Hikmah

 

Kemiskinan menurut BPS (2001) diartikan sebagai ketidakmampuan penduduk dalam memenuhi kebutuhan minimum makanan setara dengan 2100 kalori per kapita per hari ditambah dengan kebutuhan minimum non makan. Standar ini hanya mengukur kemiskinan dari dimensi konsumsi, padahal kemiskinan yang terjadi pada masyarakat Indonesia kususnya masyarakat Riau merupakan kemiskinan multidimensi. Indikator kemiskinan dalam penelitian ini meliputi dimensi: konsumsi, non konsumsi, pendidikan, kekayaan, dan berdasarkan keterangan rumah tangga.Oleh karena itu untuk menggolongkan masyarakat miskin di Kabupaten Kuantan Singingi diperlukan beberapa analisis peubah ganda, yaitu analisis komponen utama, analisis faktor, analisis kelompok, dan analisis diskriminan. Langkah awal dalam analisis ini dilakukan analisis komponen utama untuk menentukan jumlah faktor yang digunakan pada analisis faktor. Langkah berikutnya dengan analisis kelompok, untuk mengelompokkan kecamatan yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi. Selanjutnya analisis diskriminan digunakan untuk menentukan model persamaan kemiskinan yang berbeda tiap kelompoknya. Berdasarkan analisis komponen utama dan analisis faktor diketahui dominasi indikator kemiskinan, yaitu faktor I meliputi variabel: konsumsi ayam (< ¼ kg), pendidikan (tidak tamat SD), konsumsi beras (>4 kg), frekuensi makan (makan 3x), konsumsi ikan ( ¼ kg s/d ½ kg), kesehatan (dukun/lainnya). Pada faktor II meliputi variabel: pendapatan, kebutuhan pakaian (tidak pernah membeli), lapangan pekerjaan (perkebunan), presentase kepemilikan (TV berwarna), presentase anak yang sekolah (usia produktif). Pada faktor III meliputi variabel konsumsi bahan bakar (minyak tanah), konsumsi daging ( ½ s/d ¾ kg), dan jenis lantai (keramik). Pada faktor IV meliputi variabel: konsumsi telur ( ½ s/d ¾ kg), konsumsi susu ( ¼ s/d ½ kg), dan jenis dinding (jenis dinding lainnya). Pada faktor V ada variabel kepemilikan rumah dengan subvariabel rumah sendiri. Pada faktor VI meliputi variabel: Jenis atap (jenis atap lainnya) dan tambahan pendapatan. Pada analisis kelompok didapatkan kelompok I beranggotakan 4 kecamatan yaitu 1 = Kuantan Mudik, 6 = Kuantan Tengah, 7 = Benai, 8 = kuantan Hilir, sedangkan kelompok II (kedua) beranggotakan 8 Kecamatan yaitu 2 = Hulu Kuantan, 3 = Gunung Toar, 4 = Singingi, 5 = Singingi Hilir, 9 = Pangean, 10 = Logas Tanah Darat, 11 = Cerenti, dan 12 = Inuman. Berdasarkan analisis diskriminan diperoleh model persamaan individu (keluarga) pada masyarakat miskin (0) dan hampir miskin (1). Persamaannya untuk keluarga hampir miskin ( ) = -79,346+ 0,290 +1,921 +3,892 + 10,213 + 0,437 +0,508 + 0,000000097 + 2,618 + 1,036 + 16,182 + 7,112 + 6,752 + 1,553 + 5,864 + 0,322 + 0,542 + 8,154 + 1,098 + 3,923 -0,0000012 , dan untuk keluarga hampir miskin ( ) = -79,680 + 1,096 + 2,080 + 2,253 + 12,920 -0,709 + 1,117 + 0,000000057 + 1.247 +0,345 + 15,006 + 8,753 + 9.846 + 1,014 + 6,647 + 1,478 + 0,115 + 6,365 + 0,780 + 4,961 -0,0000013 .

Model kemiskinan dengan regresi binary logistik (Studi kasus di Kabupaten kuantan Singingi Riau) / Istiqomah

 

ABSTRAK Istiqomah. 2008. Model Kemiskinan dengan Regresi Binary Logistik (Studi Kasus di Kabupaten Kuantan Singingi Riau). Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Swasono Rahardjo, S.Pd. M.Si., (II) Ir. Hendro Permadi, M.Si. Kata kunci: indikator kemiskinan, model kemiskinan, regresi binary logistik. Ukuran tingkat kemiskinan masyarakat dapat disajikan dalam suatu model kemiskinan yaitu model tingkat konsumsi, model kesejahteraan keluarga, dan model pembangunan manusia. Menurut BPS (1998), ukuran tingkat kemiskinan dengan model tingkat konsumsi meliputi dua indikator, yaitu konsumsi makanan dan konsumsi non makanan. Konsumsi makanan disetarakan dengan 2100 kalori per orang per hari, sedangkan konsumsi non makanan tidak hanya terbatas pada sandang dan papan, melainkan termasuk pendidikan dan kesehatan. Indikator tersebut tidak cukup untuk mengukur tingkat kemiskinan masyarakat Indonesia khusunya di Propinsi Riau karena kemiskinan yang terjadi bersifat multidimensi. Indikator dalam penelitian ini meliputi dimensi: konsumsi, non konsumsi, pendidikan, kekayaan, dan berdasarkan keterangan rumah tangga. Lima dimensi tersebut akan dijabarkan menjadi 20 variabel. Tujuan penelitian ini adalah menentukan model kemiskinan dan indikator-indikator yang mempengaruhi kemiskinan masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi Riau. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi binary logistik dengan 20 variabel bebas yaitu: konsumsi ayam , pendidikan kepala rumah tangga , konsumsi beras , frekwensi makan , konsumsi ikan , kesehatan , rata-rata pendapatan per bulan , kebutuhan pakaian , jenis pekerjaan , kepemilikan (TV berwarna) , pendidikan (persentase anak sekolah) , konsumsi bahan bakar , konsumsi daging , jenis lantai rumah , konsumsi telur , konsumsi susu , jenis diding rumah , kepemilikan rumah , jenis atap rumah , rata-rata tambahan pendapatan/bulan . Sedangkan variabel responnya (terikat) adalah kemiskinan dalam bentuk variabel biner (kode 1 untuk hampir miskin dan kode 0 untuk miskin). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa indikator kemiskinan/variabel bebas yang berpengaruh terhadap kemiskinan masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi Riau adalah konsumsi ayam, konsumsi beras, frekuensi makan, konsumsi ikan, kesehatan, kebutuhan pakaian, jenis pekerjaan, kepemilikan TV berwarna, persentase pendidikan anak tidak sekolah, konsumsi bahan bakar, konsumsi daging, jenis lantai rumah, konsumsi telur, jenis dinding rumah, kepemilikan rumah, dan jenis atap rumah. Diperoleh model kemiskinan sebagai berikut:

Pembuatan blazer dan gaun dari bahan sutra dengan hiasan rajutan model kupu-kupu / Adibah Susilowati

 

Studi pelaksanaan pondasi telapak setempat pada proyek pembangunan tower smart di desa Sukoanyar Kecamatan Selorejo Batu / Maria Ulfa

 

ABSTRAK Ulfa, Maria, 2008. Studi Pelaksanaan Pondasi Telapak Setempat pada Proyek Pembangunan Tower Smart di Desa Sukoanyar Kecamatan Selorejo Batu. Proyek Akhir, Program Studi Teknik Sipil dan Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Adjib Karjanto., S.T, M.T. Kata kunci: pelaksanaan, pondasi, telapak setempat Di jaman yang serba maju dan cepat ini manusia di tuntut untuk selalu mengikuti perkembangan zaman. Perkembangan di dunia seluler semakin berkembang dengan munculnya berbagai macam operator guna memperluas jaringan tersebut, untuk itu diperlukan pembangunan tower ke berbagai daerah termasuk diwilayah Sukoanyar. Salah satu bagian yang menunjang dari tower tersebut adalah pondasi yang merupakan bagian bangunan yang menghubungkan bangunan dengan tanah, menjamin kestabilan bangunan terhadap muatan atau beban yang meliputi: berat sendiri, beban berguna, dan gaya-gaya luar terhadap bangunan seperti berat bangunan, tekanan angin, gempa bumi dan lain-lain. Studi pelaksanaan ini untuk mengetahui bagaimana metode pelaksanaan galian pondasi, urugan tanah, lantai kerja, penulangan, pembuatan bekisting, pengecoran, dan perawatan beton pada proyek pembangunan tower Smart di desa Sukoanyar kecamatan Selorejo Batu. Bila terjadi ketidaksesuaian antara teori di buku dengan yang ada dilapangan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui teknik observasi, teknik tanya jawab, dan dokumentasi foto dilapangan. Data pelaksanaan dilapangan dibandingkan dengan beberapa pedoman yang ada. Hal ini dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk dapat mengetahui dan menyikapi permasalahan-permasalahan yang ada dilapangan. Hasil studi pelaksanaan dilapangan tentang pondasi telapak setempat telah sesuai dengan metode-metode yang telah ada dalam Susanta (2007). Pelaksanaan pekerjaan galian, urugan pasir dengan ketebalan 5 cm telah sesuai dengan Renggo (2006), lantai kerja sesuai dengan PBI N.1.-2-1971 yaitu menggunakan perbandingan spesi 1 pc : 3 Ps : 5 kr tetapi mengggunakan perbandingan 1 pc : 2 ps : 5 kr tetapi dengan ketebalan yang sama 5 cm. pada pekerjaan penulangan sesuai dengan pendapat (Soemardi, Istimawan dan Kusuma). Seperti pemotongan dilakukan dengan menggunakan cutting bar, pembengkokan tulangan dilakukan dengan menggunakan alat pembengkok dengan sudut 90°, pengikatan kawat rangkap/dobel. Setelah tulangan dirangkai dilapangan kemudian dipasang bekisting, metode pemasangannya telah sesuai dengan buku pedoman Wigbout dan Kusuma.selanjutnya proses pengecoran sesuai dengan Astanto yaitu setelah beton dituangkan kemudian dipadatkan dengan vibrator. Beton yang digunakan dalam pengecoran adalah K-225 menggunakan beton ready mix. Perawatan beton sudah sesuai dengan pendapat Soeharno bahwa beton harus disiram air sekurang-kurangnya selama 2 minggu. Berdasarkan studi lapangan ini disarankan bahwa sebaiknya para pekerja lebih memperhatikan K3 demi keselamatan masing-masing pekerja, seperti penggunaan helm dan sepatu boot kurang diperhatikan

Hubungan antara kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual dengan komitmen organisasi Mahasiswa UM / Wahyuning Tyas Kurniawati

 

Salah satu penyebab kurang optimalnya kegiatan organisasi mahasiswa adalah minimnya komitmen organisasi anggota. Di mana komitmen tinggi hanya dimiliki oleh individu-individu yang berada pada posisi-posisi penting seperti ketua, sekretaris maupun bendahara. Sedangkan anggotanya kurang dapat berpartisipasi dengan baik. Maka komitmen organisasi merupakan hal yang penting dalam meningkatkan kinerja organisasi sehingga dapat lebih optimal. Oleh sebab itu, untuk mendukung komitmen organisasi mahasiswa diperlukan kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual. Kecerdasan emosional adalah suatu kemampuan dan keterampilan dalam memahami perasaan diri sendiri, pengelolaan terhadap emosi diri, cara memotivasi diri, cara memahami perasaan orang lain dan cara bagaimana berhubungan dengan orang lain. Kecerdasan intelektual adalah kemampuan individu untuk menggunakan pikirannya dalam menghadapi permasalahan secara cepat dan tepat. Dalam penelitian ini kecerdasan intelektual diukur dengan menggunakan Tes CFIT (Culture Fair Intelligence Test). Sedangkan komitmen organisasi adalah suatu sikap yang dimiliki oleh anggota organisasi yang mencakup kepercayaan terhadap nilai dan tujuan organisasi, keterlibatan dalam organisasi dan loyalitas terhadap organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) bagaimana kecerdasan emosional mahasiswa UM yang aktif di organisasi?, 2) bagaimana kecerdasan intelektual mahasiswa UM yang aktif di organisasi?, 3) apakah komitmen organisasi mahasiswa mampu dijelaskan oleh kecerdasan emosional dan kecerdaan intelektual?. Rancangan penelitian ini adalah korelasional. Populasinya adalah anggota dan pengurus organisasi mahasiswa UM yang terdiri atas BEM, BEMFA dan HMJ. Sampel penelitian ini berjumlah 57 orang mahasiswa, diambil dengan menggunakan teknik sampel kuota. Untuk mengetahui tingkat kecerdasan emosional peneliti menggunakan inventori kecerdasan emosional yang dikembangkan oleh Mulawarman. Untuk mengetahui kecerdasan intelektual peneliti menggunakan tes CFIT. Adapun untuk mengetahui komitmen organisasi, peneliti menggunakan inventori komitmen organisasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif presentatif untuk melihat gambaran kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual. Sedangkan untuk mengetahui hubungan kecerdasan intelektual dengan komitmen organisasi menggunakan teknik regresi ganda. Temuan peneliti menunjukkan bahwa (1) mahasiswa yang aktif di ormawa memiliki kecerdasan emosional pada tingkat cukup dan tinggi, (2) Tingkat kecerdasan intelektual mahasiswa berada pada sebaran genius, very superior, superior, high average, average dan low average (3) Komitmen mahasiswa yang mengikuti ormawa tergolong pada tingkat tinggi dan cukup, (4) varian komitmen organisasi dapat dijelaskan oleh varian kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual. Saran yang dapat diajukan berkaitan dengan temuan yang telah diperoleh adalah: (1) Mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kecerdasan emosional anggota dan pengurus organisasi, (2) Anggota ormawa meningkatkan kecerdasan emosionalnya dengan bersosialisasi dan berkomunikasi yang memungkinkan terjadi konflik dan usaha yang tepat untuk menyelesaikan konflik tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan penyelesaian yang tidak merugikan semua belah pihak, (3) Lebih meningkatkan komitmen organisasi dengan lebih memahami karakteristik organisasi mahasiswa yang diikutinya, dan selalu mengingatkan antar anggota tentang pentingnya keberadaan mereka di organisasi, (4) Ketua organisasi hendaknya senantiasa mengontrol perkembangan komitmen organisasi anggotanya dengan melihat persentase kehadiran anggota dalam mengikuti dan melaksanakan kegiatan organisasi (5) Peneliti selanjutnya hendaknya dapat melengkapi penelitian-penelitian sebelumnya dengan teknik yang lebih beragam khususnya yang mengetengahkan masalah kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual dan komitmen organisasi.

Penerapan model pembelajaran learning cycle 5 face dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada materi segitiga di kelas VII SMP Negeri 21 Malang / Heny Fitri Yunita

 

ABSTRAK Yunita, Heny Fitri. 2008. Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 5 Fase dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Segitiga di Kelas VII SMP Negeri 21 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Askury, M.Pd, (II) Drs. Susiswo, M.Si. Kata kunci: model pembelajaran Learning Cycle 5 fase, hasil belajar, segitiga. Dalam kehidupan sehari-hari segitiga sering digunakan misalnya: rambu-rambu lalu lintas, jam dinding, dll, Oleh karenanya pemahaman konsep terhadap materi segitiga sangatlah penting. Kenyataannnya, siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi segitiga. Kesulitan yang dialami mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa pada materi segitiga. Kesulitan siswa dalam memahami materi segitiga diduga karena kurang tepatnya strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru. Kurang tepatnya pemilihan strategi pembelajaran akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5 fase dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada materi segitiga di kelas VII SMP Negeri 21 Malang dilakukan dengan mengadakan penelitian menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5 fase yaitu engagement, exploration, explanation, elaboration/extention, evaluation. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5 fase dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi segitiga di kelas VII SMP Negeri 21 Malang. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Untuk melaksanakan tindakan ini disusunlah rencara tindakan melalui 2 siklus. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan (1) hasil observasi aktivitas guru siklus I dengan persentase 87% yang mempunyai kategori sangat baik dan siklus II dengan persentase 91,33% yang mempunyai kategori sangat baik, sehingga terjadi peningkatan aktivitas guru, 2) hasil observasi aktivitas siswa siklus I dengan persentase 78,53% yang mempunyai kategori baik dan siklus II dengan persentase 84,71% yang mempunyai kategori baik, sehingga terjadi peningkatan aktivitas siswa. Keterlaksanaan pembelajaran dapat dilihat dari aktivitas guru dan siswa, 3) hasil belajar siswa meningkat hal ini ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata tes siswa pada setiap akhir siklus yaitu dari 82,14 menjadi 86,98. Karena itu dapat disimpulkan bahwa dengan pembelajaran matematika model Learning Cycle 5 fase, hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 21 Malang mengalami peningkatan dengan skor peningkatan nilai rata-rata tes 4,84.

Belajar kooperatif model jigsaw untuk memahami sistem persamaan linear di STMIK Pradnya Paramita Malang / Timbul Yuwono

 

Sistem Persamaan Linear merupakan salah satu topik penting dalam mata kuliah Aljabar Linear. Topik ini merupakan materi mendasar untuk mempelajari topik-topik selanjutnya. Pemahaman sistem persamaan linear akan membantu mahasiswa memahami topik-topik berikutnya dalam mata kuliah Aljabar Linear. Berdasarkan Pengamatan dan pengalaman peneliti mata kuliah Aljabar Linear masih dianggap sulit. Anggapan ini akan berdampak pada rendahnya motivasi belajar mahasiswa terhadap mata kuliah Aljabar Linear. Persepsi tersebut juga akan berdampak terhadap prestasi akademik mahasiswa. Salah satu topik mata kuliah Aljabar Linear adalah Sistem Persamaan Linear. Pada saat Pembelajaran Sistem Persamaan Linear di STMIK Pradnya Paramita Malang aktifitas mahasiswa cenderung pasif. Hal ini dikarenakan mahasiswa menunggu apa yang akan diajarkan dan diintruksikan pengajar. Pada saat ada ada pertanyaan mereka umumnya diam. Mereka tidak aktif dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan peran dan aktifitas mahasiswa dalam pembelajaran, sehingga diharapkan pemahaman mahasiswa dalam bidang Sistem Persamaan linear akan meningkat. Untuk mengatasi kesulitan mahasiswa dalam memahami Sistem Persamaan Linear perlu diciptakan suatu kondisi pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa berpartisipasi aktif, sehingga diharapkan dapat memahami materi dengan baik. Cara yang dianggap tepat adalah dengan belajar kooperatif model jigsaw. Pembelajaran kooperatif model jigsaw adalah suatu model belajar yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar aktif dan saling membantu dalam menguasai materi Sistem Persamaan Linear untuk mencapai prestasi yang maksimal. Tujuan penelitian adalah mendiskripsikan belajar kooperatif model jigsaw untuk memahami Sistem Persamaan Linear, mendeskripsikan kerjasama mahasiswa dalam pembelajaran Sistem Persamaan Linear dengan belajar kooperatif model jigsaw dan mendeskripsikan respon mahasiswa terhadap belajar kooperatif model jigsaw dalam pembelajaran Sistem Persamaan Linear. Data dikumpulkan melalui (1) tes, (2) Observasi, (3) wawancara, (4) catatan lapangan, dan (5) angket. Subyek penelitian adalah satu kelas dan untuk keperluan wawancara dipilih satu kelompok sebagai subsubjek. Hasil Penelitian diperoleh bahwa (1) Mahasiswa dapat memahami Sistem Persamaan Linear dengan kooperatif model jigsaw. (2) Kerjasama mahasiswa dalam pembelajaran Sistem Persamaan Linear Sangat Baik, (3) Respon mahasiswa terhadap pembelajaran Sistem Persamaan Linear dengan model jigsaw sangat positif. Temuan dalam penelitian ini antara lain (1) Pemahaman maha siswa dipengaruhi lingkup lembar kegiatan belajar yang dibuat oleh pengajar. (2) Kerjasama mahasiswa dalam kegiatan belajar kelompok sangat baik, karena mereka termotivasi dengan komitmen dalam kepentingan bersama, hasil bersama untuk mencapai tujuan bersama (3) Respon mahasiswa terhadap pembelajaran Sistem Persamaan Linear dengan belajar kooperatif model Jigsaw sangat positif Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran yang dapat dikemukakan antara lain (1) Untuk efektifitas pembelajaran harus memperhatikan kemampuan akademis mahasiswa, untuk mahasiswa dengan rata-rata kemampuan tinggi sebaiknya dibuat empat kelompok ahli, untuk mahasiswa dengan kemampuan heterogen sebaiknya dibuat dua kelompok ahli (2) Materi yang disusun berupa lembar kegiatan belajar atau modul sebaiknya diberikan sebelum pelaksanaan pembelajaran (3) Aktifitas diskusi mahasiswa akan meningkat bila diberi penghargaan berupa tambahan nilai mata kuliah.

Pengawetan kayu pinus (Pinus Merkusii) menggunakan filtrat umbi gadung dengan sistem perendaman dingin terhadap serangan rayap / Waendyah Fufu

 

ABSTRAK Fufu, Waendyah. 2008. Pengawetan Kayu Pinus (pinus merkusii) menggunakan Filtrat Umbi Gadung dengan Sistem Perendaman Dingin terhadap Serangan Rayap . Skripsi, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Karyadi, S.Pd., M.P., M.T., (II) Drs. Eko Setyawan, S.T., M.T. Kata kunci: pengawetan kayu Pengawetan kayu yang selama ini dilakukan adalah dengan menggunakan bahan-bahan pengawet kimia. Namun dari pemakaian bahan pengawet kimia tersebut mengakibatkan pencemaran lingkungan. Untuk mengatasi hal tersebut maka dalam penelitian ini dipakai bahan pengawet yang berbahan alami sehingga tidak menyebabkan pencemaran lingkungan. Bahan alami yang digunakan dalam penelitian ini adalah dari filtrat umbi gadung. Kayu yang diawetkan adalah kayu pinus merkusii. Diharapkan pengawetan kayu ini dapat meminimalisir kerusakan kayu akibat serangan rayap. Tujuan dari penelitian pengawetan kayu dengan filtrat umbi gadung ini (1)untuk mengetahui perbedaan persentase berat kayu yang dimakan rayap antara kayu pinus yang tidak diawetkan dengan kayu pinus yang diawetkan menggunakan filtrat umbi gadung konsentrasi 2,5 %, 5 %, dan 7,5 %, (2) untuk mengetahui perbedaan jumlah retensi antara kayu pinus yang diawetkan menggunakan filtrat umbi gadung konsentrasi 2,5 %, 5 %, dan 7,5 %, (3) untuk mengetahui perbedaan jumlah permukaan yang dimakan rayap pada kayu pinus yang diawetkan dari bahan pengawet kayu filtrat umbi gadung dengan konsentrasi 0 %, 2,5 %, 5 %, dan 7,5 %. Untuk mengetahui perbedaan persentase berat kayu pinus yang hilang dimakan rayap serta perbedaan retensi pada masing-masing kelompok yang dikenai perlakuan, maka analisa yang digunakan untuk menguji hipotesis pada penelitian ini adalah menggunakan analisa varian (anava) satu jalur dan dilanjutkan dengan uji t test. Hasil dari penelitian ini terdiri dari tiga, yaitu: (1) tidak ada pengaruh pemakaian filtrat umbi gadung dengan konsentrasi 2,5 %, 5 % dan 7,5 % pada penelitian ini terhadap serangan rayap pada kayu pinus, (2) tidak ada perbedaan jumlah bahan pengawet yang masuk ke dalam kayu (retensi) antara kayu pinus yang diawetkan menggunakan filtrat umbi gadung konsentrasi 2,5 %, 5 % dan 7,5 %, (3) tidak ada perbedaan yang signifikan jumlah permukaan kayu pinus yang dimakan rayap antara kayu pinus yang diawetkan menggunakan filtrat umbi gadung pada konsentrasi 0 %, 2,5 %, 5 % dan 7,5 %.

Hambatan-hambatan belajar siswa dalam menempuh mata diklat gambar bangunan pada program keahlian teknik gambar bangunan di SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung / Rulie Hermadiyono

 

ABSTRAK Hermadiyono, Rulie. 2008. Hambatan-hambatan Belajar Siswa dalam Menempuh Mata Diklat Gambar Bangunan pada Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan di SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sutrisno, S. T., M.Pd, (2) Drs. H. Tri Kuncoro, S.T., M. Pd. Kata kunci: hambatan belajar, gambar bangunan Pendidikan merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat, oleh karena itu pendidikan harus dirancang dan dilaksanakan dalam kaitan yang harmonis, selaras dengan aspirasi kehidupan yang tumbuh dan berkembang di masyarakat, sehingga hasilnya akan benar-benar sesuai dengan tuntutan kebutuhan yang dirasakan oleh masyarakat. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah meningkatkan SDM khususnya pada siswa dengan mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi siswa selama dalam proses belajar mengajar. Penelitian sangat perlu dilakukan untuk mengetahui berbagai macam hambatan yang dihadapi siswa dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan-hambatan belajar secara akademis yang dialami siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar pada mata diklat gambar bangunan dan untuk mengetahui hambatan-hambatan belajar secara non akademis yang dialami siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar pada mata diklat gambar bangunan di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung. Penelitian ini dilakukan di SMKN 3 Boyolangu khususnya pada Mata Diklat Gambar Bangunan Pada Program Keahlian Teknik Bangunan. Sampel penelitian 94 siswa yang terdiri dari 63 siswa kelas 1 dan 31 siswa kelas 2. Pengambilan data menggunakan angket dan observasi. Data analisis dengan deskriptif yang meliputi analisa frekuensi, persentase dan diagram. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami hambatan belajar baik dari dalam (intern) maupun dari luar (ekstern). Hambatan dari dalam meliputi penguasaan materi, minat siswa, bakat siswa, pengaturan waktu belajar, kesehatan dan cacat. Hambatan dari luar meliputi metode pembelajaran, kurikulum, sarana dan prasarana, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, kegiatan siswa dalam masyarakat dan teman bergaul. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan (1) siswa lebih memperhatikan hambatan/kesulitan yang dapat mempengaruhi belajar dengan cara mengidentifikasi dan memahami semua hambatan belajar, (2) Apabila siswa mengalami hambatan dalam belajar, diharapkan secara aktif selalu berkonsultsai dengan guru bimbingan konseling (BK) supaya hambatan bisa dipecahkan dan dapat terselesaikan dengan baik, (3) Guru harus menciptakan proses belajar yang baik dengan cara membangkitkan dorongan/motivasi dan merangsang siswa untuk belajar secara aktif dan dinamis dalam memenuhi kebutuhan siswa dan mencapai tujuan pendidikan yang sebenarnya, (4) Orang tua diharapkan berperan serta dalam mengatasi hambatan belajar dengan cara mengawasi, memotivasi, memberi dorongan dan membantu kesulitan belajar yang dialami anak (siswa

Pengaruh persepsi siswa tentang kualitas layanan sekolah terhadap kepuasan siswa dalam menggunakan jasa pendidikan (Studi pada SMK "Ardjuna" 01 Malang) / Wuri Citra Handayani

 

ABSTRAK Handayani, Wuri Citra. 2008. Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Kualitas Layanan Sekolah Terhadap Kepuasan Siswa Dalam Menggunakan Jasa Pendidikan (Studi Pada SMK ”Ardjuna” 01 Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Mohammad Hari, M.Si. (2) Madziatul Churiyah, S. Pd., M.M. Kata Kunci : Kualitas Layanan, Kepuasan Siswa, Jasa Pendidikan Era globalisasi serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menimbulkan kecenderungan dan pergeseran paradigma dalam mengantisipasi dan mengelola informasi secara efektif dan efisien. Dalam hal ini pendidikan memegang peranan penting dalam meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu sekolah merupakan salah satu jasa yang diharapkan dapat menghasilkan SDM yang handal dan profesional maka mutu dan kualitas pendidikan menjadi hal utama yang harus mendapat perhatian. Mengukur kualitas jasa berarti mengevaluasi atau membandingkan kinerja jasa dengan seperangkat standar yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Kualitas yang baik dapat menimbulkan loyalitas konsumen dan menarik konsumen baru. Dan pada akhirnya melalui kepuasan konsumen, perusahaan akan memperoleh keuntungan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kondisi kualitas layanan sekolah di SMK ”Ardjuna” 01 Malang, (2) kepuasan siswa terhadap kualitas layanan sekolah di SMK ”Ardjuna” 01 Malang, (3) tingkat pengaruh kualitas layanan sekolah (bukti fisik, kehandalan, jaminan, daya tanggap dan empati) terhadap kepuasan siswa di SMK ”Ardjuna” 01 Malang secara parsial, (4) tingkat pengaruh kualitas layanan sekolah (bukti fisik, kehandalan, jaminan, daya tanggap dan empati) terhadap kepuasan siswa di SMK ”Ardjuna” 01 Malang secara simultan dan (5) variabel kualitas layanan sekolah yang dominan pengaruhnya terhadap kepuasan siswa SMK ”Ardjuna” 01 Malang. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bukti Fisik (X1), Kehandalan (X2), Jaminan (X3), Daya Tanggap (X4), dan Empati (X5) sebagai variabel bebas dan kepuasan siswa (Y) sebagai variabel terikatnya. Populasi dalam penelitian ini adalah 289 siswa SMK ”Ardjuna” 01 Malang pada tahun ajaran 2007/2008, subjek penelitian ini adalah siswa SMK ”Ardjuna” 01 Malang yang mendapatkan jasa layanan sekolah. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Propotional Random Sampling untuk setiap strata kelas diambil prosentase sebesar 25%, total sampel adalah 76 siswa. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner untuk memperoleh data. Skala yang digunakan adalah skala Likert dengan 4 (empat) pilihan jawaban. Sebelum dilakukan analisis regresi, dilakukan uji asumsi model regresi linier klasik, yaitu uji normalitas, uji multikolinieritas dan uji heteroskedastisitas. Dan keseluruhan analisis ini menggunakan bantuan program SPSS 13.0 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Rata-rata siswa merasakan cukup puas dengan kualitas layanan yang diberikan pihak SMK ”Ardjuna” 01 Malang dengan rata-rata bukti fisik (2,48), kehandalan (2,72), jaminan (2,84) , daya tanggap (2,55), dan empati (2,75); (2) Kepuasan siswa terhadap kualitas layanan termasuk kategori cukup puas dengan rata-rata 2,62. Berdasarkan hasil analisis regresi secara parsial didapatkan (1) nilai thitung 4,612 > ttabel 1,994 atau signifikansi t 0,000 < 0,005 membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara bukti fisik dengan kepuasan siswa; (2) nilai thitung 2,876 > ttabel 1,994 atau signifikansi t 0,005 < 0,005 membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kehandalan dengan kepuasan siswa; (3) nilai thitung 3,080 > ttabel 1,994 atau signifikansi t 0,003 < 0,005 membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara jaminan dengan kepuasan siswa; (4) nilai thitung 3,048 > ttabel 1,994 atau signifikansi t 0,003 < 0,005 membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara daya tanggap dengan kepuasan siswa; (5) nilai thitung 4,175 > ttabel 1,994 atau signifikansi t 0,000 < 0,005 membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara empati dengan kepuasan siswa. Sedangkan secara simultan didapatkan nilai Fhitung 108,175 > Ftabel 2,245 atau probalitas signifikansi 0,000 < 0,005. Dengan demikian variabel bukti fisik, kehandalan, jaminan, daya tanggap dan empati berpengaruh positif yang signifikan secara simultan terhadap kepuasan siswa. Sumbangan Efektif (SE) yang terbesar adalah variabel bukti fisik yaitu sebesar 23,3%. Saran dari peneliti untuk SMK “Ardjuna” 01 Malang sebagai lembaga yang bergerak dalam bidang jasa pendidikan hendaknya berorientasi pada kepuasan siswa. Kepuasan tersebut dapat diperoleh dari kualitas layanan yang diberikan sekolah. Dari beberapa item dimensi kualitas layanan yang masih harus mendapatkan perhatian untuk ditingkatkan lagi adalah (1) Perlu adanya perbaikan dan perawatan fasilitas fisik terutama kelengkapan gedung yang dirasa belum memberikan kepuasan bagi siswa; (2) Kerjasama yang baik dibutuhkan oleh guru, petugas piket dan siswa dalam mengatur ketepatan waktu dalam mengajar guru, siswa berhak mengingatkan guru agar segera masuk kelas agar PBM berjalan lancar; (3) Sebaiknya dilakukan pelatihan, pembinaan agar tumbuh motivasi serta perbaikan tingkah laku/perilaku untuk mencapai tingkat kinerja yang lebih baik dari sebelumnya; (4) Diharapkan pihak sekolah baik guru, karyawan, laboran maupun pustakawan mau terbuka dan fleksibel menerima saran dan kritik dari siswa sehingga bisa melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik; (5) Sebaiknya sesibuk apapun tugas pejabat struktural, pihak sekolah bersedia meluangkan waktunya untuk memenuhi keperluan siswa sehingga siswa tidak merasa diabaikan.

Kepimpinan ketua himpunan pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia (Himpaudi) terhadap peningkatan mutu pendidikan anak usia dini studi kasus Himpaudi Kota Malang / Ika Herdianning Astuti

 

ABSTRAK Astuti, Ika Herdianning. 2008. Kepemimpinan Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini Studi Kasus HIMPAUDI Kota Malang. Skripsi Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing (I) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd. Dosen Pembimbing (II) Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd Kata kunci: kepemimpinan Ketua HIMPAUDI, peningkatan mutu pendidikan anak usia dini Pelaksanaan Pendidikan Anak Usia Dini diatur secara rinci pada Pasal 28 Ayat 4 Undang-Undang Republik Indonesia tentang Sistem Pendidikan Anak Usia Dini bahwa pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan non-formal berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA) atau berbentuk lain yang sederajat. Pemerintah Indonesia mulai peduli akan pentingnya pendidikan anak usia dini (2-4 tahun) yang merupakan pengalaman awal yang akan memberikan kualitas bangsa di masa yang akan datang.seperti yang telah diketahui, dalam masyarakat Indonesia telah berkembang berbagai pelayanan pendidikan PAUD, baik yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Malang, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), serta lembaga lain yang sejenis. Memiliki kepemimpinan yang profesional dan efektif merupakan kunci kejayaan dan kesuksesan organisasi yang mampu menghimpun PAUD Kota Malang. Organisasi tersebut adalah HIMPAUDI. HIMPAUDI dipimpin oleh seorang Ketua HIMPAUDI yang berfungsi sebagai kepemimpinan pendidikan yang menunjuk kepada berbagai aktifitas atau tindakan yang dilakukan oleh seorang pemimpin dalam upaya menggerakkan pengurus dan anggotanya agar mau berbuat sesuatu guna menyukseskan program yang telah direncanakan. Ketua HIMPAUDI dalam pengelolaan pembelajaran tidak sekedar dilandasi kemampuan mengatur dan menjalankan mekanisme kepemimpinan di sekolahnya saja, tetapi juga harus mampu memimpin organisasi yang menghimpun PAUD-PAUD yang ada di Malang. Dari latar belakang di atas, maka fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: (1) mendeskripsikan karakteristik kepemimpinan Ketua HIMPAUDI; (2) mendeskripsikan tipe kepemimpinan yang diterapkan dalam organisasi HIMPAUDI; (3) mendeskripsikan fungsi-fungsi kepemimpinan Ketua HIMPAUDI; dan (4) mendeskripsikan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan HIMPAUDI untuk meningkatkan mutu PAUD. Penelitian ini dilakukan di HIMPAUDI Kota Malang dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) wawancara mendalam; (2) observasi; dan (3) studi dokumentasi. Data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut diorganisasi, ditafsirkan, dan dianalisa secara berulang-ulang guna penyusunan konsep dan abstraksi temuan lapangan. Kredibilitasi sumber dengan menggunakan teknik triangulasi metode dan triangulasi sumber. Temuan penelitian ini yaitu Kepemimpinan Ketua HIMPAUDI Kota Malang memiliki karakteristik yang kharismatik karena ilmu yang dimilikinya dan sikap sabar namun tegas dalam berorganisasi. Mottonya “Dunia Anak adalah Dunia Saya” membuatnya terus berkarya dan mengembangkan ilmunya di dunia PAUD. Tipe kepemimpinan demokratis yang dimiliki Ketua HIMPAUDI membuat para pengurus dan anggota merasa ikut terlibat langsung dan memiliki tanggungjawab besar pada setiap program kerja HIMPAUDI. Fungsi kepemimpinan yang diterapkan oleh Ketua HIMPAUDI adalah (1) fungsi penentu arah organisasi; (2) fungsi wakil dan juru bicara organisasi; (3) fungsi delegasi; (4) fungsi konsultasi; dan (5) fungsi pengendalian dan berpartisipasi. Kegiatan-kegiatan Ketua HIMPAUDI dalam meningkatkan mutu PAUD melalui: (1) Ketua HIMPAUDI bertindak selaku fasilitator jika ada informasi dari Dinas Pendidikan Kota Malang, kemudian disampaikan ke pengurus dan anggota HIMPAUDI; (2) mengelola sumberdaya guru dalam meningkatkan profesionalitas guru; (3) bekerjasama dengan pihak Dinas Pendidikan Kota Malang dan para tokoh pendidikan agar PAUD mendapatkan perhatian serius dari pemerintah; (4) meningkatkan optimalisasi peran masyarakat dalam memperkenalkan pentingnya pendidikan untuk anak-anak usia golden age. Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan kepada Ketua HIMPAUDI agar selalu menjaga dan memelihara karakteristik dan tipe kepemimpinan yang telah dimiliki melalui usaha pengembangan diri dengan menambah wawasan pengetahuan yang berkaitan dengan kepemimpinan pendidikan. Serta terus meningkatkan dan membina kerjasama yang baik dengan para pengurus, anggota HIMPAUDI, Dinas Pendidikan Kota Malang, dan para tokoh pendidikan lainnya sehingga mutu pendidikan anak usia dini dapat terus ditingkatkan.

Penerapan metode pembelajaran kooperatif model group investigation (GI) untuk peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa terhadap pelajaran sejarah di SMP 06 Malang kelas VIII.2 / Nova Dewi Anggraeni

 

Pembelajaran bangun kerucut dengan pendekatan initiating dan eliciting untuk membantu pemahaman siswa kelas VIII SMP 06 Diponegoro Wuluhan Kabupaten Jember / Indah Wahyuni

 

Geometri merupakan ilmu dasar untuk mempelajari cabang matematika yang lain, dan juga bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian materi geometri khususnya bangun kerucut perlu dipahami dengan baik oleh siswa. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pemahaman siswa tentang geometri masih rendah karena pembelajaran geometri sulit diterima oleh siswa dan kurang efektif pelaksanaannya. Hal ini juga dialami oleh siswa kelas VIII SMP 06 Diponegoro Wuluhan Kabupaten Jember. Kesulitan yang dialami siswa tersebut menyebabkan kurangnya pemahaman siswa pada materi bangun kerucut. Kurangnya pemahaman siswa terhadap materi bangun kerucut diduga karena kurang tepatnya strategi pembelajaran yang digunakan atau pembelajaran yang cenderung konvensional. Pembelajaran konvensional tidak memberi kesempatan kepada siswa untuk memahami sifat-sifat kerucut hingga dapat memahami pengertian kerucut dan menemukan sendiri rumus untuk menghitung luas permukaan bangun kerucut, melainkan siswa diberi langsung oleh guru sehingga siswa cenderung menghafal rumus tersebut. Salah satu solusi yang dianggap tepat adalah pembelajaran dengan pendekatan Initiating dan Eliciting, yaitu pendekatan yang dilakukan melalui tiga episode yaitu (1) menggambarkan konsep baru, (2) memberikan tugas dan (3) memberikan informasi baru sehingga siswa dapat menguji ide-idenya. Penelitian ini berusaha mengembangkan pembelajaran dengan pendekatan Initiating dan Eliciting untuk membantu pemahaman siswa tentang materi bangun kerucut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan pembelajaran bangun kerucut dengan pendekatan initiating dan eliciting yang dapat membantu pemahaman siswa kelas VIII SMP 06 Diponegoro Wuluhan Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek wawancara dalam penelitian ini adalah 4 orang siswa yang terdiri dari satu orang berkemampuan tinggi, dua orang berkemampuan sedang dan satu orang berkemampuan rendah. Subjek wawancara ditentukan berdasarkan hasil tes awal dan saran dari guru matematika yang mengetahui latar belakang siswa yang bersangkutan. Pembelajaran dengan pendekatan initiating dan eliciting dalam penelitian ini melalui tiga episode yang disingkat dengan K-T-I, yaitu: (1) Initiating dengan menggambarkan suatu konsep baru (K), (2) Initiating dengan memberikan tugas kepada siswa sehingga informasi baru dimasukkan ke dalam percakapan (T), (3) Initiating dengan menyediakan informasi baru sehingga siswa dapat menguji ide-idenya (I). Ketiga episode itu dilaksanakan dalam dua siklus tindakan. Tindakan I adalah pembelajaran materi sifat-sifat dan jaring-jaring bangun kerucut dan Tindakan II adalah kegiatan pembelajaran materi Luas permukaan kerucut. Hasil tes siswa pada tindakan I menunjukkan prosentase jumlah siswa yang mencapai nilai lebih dari atau sama dengan 65 adalah 100% dengan nilai rata-rata secara klasikal mencapai 90,49 dalam rentang (0-100). Sedangkan hasil tes siswa yang diperoleh pada tindakan II menunjukkan bahwa persentase jumlah siswa yang mencapai nilai lebih dari atau sama dengan 65 adalah 100% dengan nilai rata-rata secara klasikal 95,81 dalam rentang (0-100). Sedangkan hasil wawancara diakhir tindakan I dan II menunjukkan keempat siswa dapat menjelaskan jawaban soal dengan benar. Walaupun pada saat pelaksanaan tes keempat siswa melakukan kesalahan, namun pada saat wawancara mereka menyadari kesalahan itu dan dapat menjelaskan jawaban dengan benar. Hasil angket, wawancara, dan observasi selama penelitian menunjukkan bahwa respon siswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan initiating dan eliciting pada materi bangun kerucut sangat positif. Siswa menyatakan senang mengikuti pembelajaran, pemahaman siswa setelah mengikuti pembelajaran menjadi meningkat. Siswa juga senang belajar secara kelompok karena mereka bisa bertukar pikiran, suasana kelas tidak membuat “tertekan”, dan juga senang belajar dengan menggunakan alat peraga. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada guru mata pelajaran matematika SMP 06 Diponegoro Wuluhan dalam mengajarkan materi bangun kerucut hendaknya menggunakan pembelajaran dengan pendekatan initiating dan eliciting sebagai salah satu bentuk pembelajaran alternatif. Selain itu, pembelajaran dengan menggunakan pendekatan initiating dan eliciting juga dapat menunjukkan daya kreatifitas dan mengembangkan nalar siswa dengan mengemukakan ide-ide untuk penyelesaian suatu tugas yang diberikan. Namun demikan, pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa hendaknya menyiapkan tugas dengan baik dan mudah dipahami, terutama bagi siswa yang berkemampuan rendah. Pembelajaran yang diberikan sebaiknya dalam setting belajar kelompok yang heterogen dari segi kemampuan dan juga dengan menggunakan alat peraga.

Penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan dalam kegiatan belajar-mengajar pada program keahlian teknik gambar bangunan di SMK Negeri 6 Malang / Etika Kharismanita

 

ABSTRAK Kharismanita, Etika. 2008. Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam Kegiatan Belajar Mengajar pada Progam Keahlian Teknik Gambar Bangunan di SMK Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sutrisno, S.T., M.Pd., (II) Drs. Bambang Widarta, M.T. Kata kunci: kurikulum tingkat satuan pendidikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Dalam KTSP ini guru diberi kebebasan untuk memanfaatkan berbagai metode pembelajaran yang dapat membangkitkan minat, perhatian, dan kreativitas peserta didik. Karena guru berfungsi sebagai fasilitator dan pembelajaran berpusat pada peserta didik. KTSP sebagai sistem kurikulum dalam pelaksanaannya belum tentu sepenuhnya sempurna. Untuk itu perlu diadakan evaluasi penerapan KTSP. Tujuan diadakannya evaluasi penerapan KTSP adalah untuk mengetahui apakah KTSP sudah benar-benar diterapkan di masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Evaluasi tersebut meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, serta penilaian pembelajaran. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif studi kasus pada Program Keahlian Teknik gambar Bangunan. Sumber data yang diperoleh dari siswa dan dokumentasi. Untuk menganalisis data digunakan analisis deskriptif yaitu analisis staistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya. Hasil penelitian yang didapat sebagai berikut. Pertama, pada bagian perencanaan pembelajaran yang ada di sekolah SMK kurang sesuai dengan pedoman KTSP karena pada pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh guru mata diklat ada beberapa indikator yang tidak nampak diantaranya: (1) pada bagian metode pembelajaran kurang adanya variasi mengajar yang sifatnya dapat membelajarkan siswa, sesuai dengan tuntutan KTSP, (2) pada bagian langkah-langkah pembelajaran tidak dituliskan secara rinci mengenai kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir dalam pelaksanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan, sehingga perencanaan kegiatan belajar-mengajar yang akan dilaksanakan guru tidak dapat terlihat dengan jelas, (3) pada bagian penilaian guru tidak mencantumkan rubrik penilaian untuk mengevaluasi siswa, karena evaluasi belajar dalam KTSP dilihat dari evaluasi ketuntasan belajar siswa, kenaikan kelas serta kelulusan siswa. Kedua, pada bagian pelaksanaan pembelajaran sudah sesuai dengan pedoman KTSP, hal yang perlu diperbaiki dalam bagian ini adalah pelaksanaan observasi dan penarikan kesimpulan materi pelajaran di langkah akhir pelaksanaan pembelajaran. Ketiga, pada bagian evaluasi pembelajaran sangat sesuai dengan pedoman KTSP, hal yang perlu diperbaiki pada bagian ini guru harus dapat memberikan bimbingan khusus terhadap siswa yang berprestasi rendah agar tujuan dari pembelajaran dapat tercapai secara merata.

Hubungan antara konsep diri dengan tingkat stres pada perempuan premenopause Kelurahan Purwantoro Kecamatan Belimbing Malang / Lina Setyawati

 

ABSTRAK Setiap perempuan pasti mengalami suatu periode yang disebut menopause. Menopause yang dialami oleh perempuan biasanya diikuti dengan berbagai gejolak atau perubahan yang meliputi aspek fisik maupun psikologis yang dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan seorang perempuan, salah satunya bisa timbul kondisi stres yang tidak sama pada setiap perempuan. Kondisi stres berhubungan dengan bagaimana seseorang memahaminya yang disebut konsep diri. Menurut Kuntjoro (2002) seorang perempuan pada fase premenopause bisa mengurangi tingkat stres asalkan mereka memiliki penilaian yang positif dalam diri mereka Namun, pada kenyataannya banyak perempuan yang tidak bisa menerima perubahan yang terjadi dalam dirinya karena penilaian yang negatif. Rumusan masalah dari penelitian adalah bagaimana gambaran dari konsep diri, tingkat stres, hubungan antara konsep diri dengan tingkat stres pada perempuan premenopause. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memperoleh informasi tentang konsep diri, tingkat stres, dan hubungan antara konsep diri dengan tingkat stres yang dihadapi perempuan premenopause. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-korelasional. Variabel yang diteliti adalah konsep diri dan tingkat stres pada perempuan premenopause dengan skala model Likert. Populasi dalam penelitian ini adalah perempuan premenopause yang bertempat tinggal di Kelurahan Purwantoro Kecamatan Belimbing Malang yang berjumlah 417 perempuan. Sampel yang diambil dengan teknik area probability sampling, dengan RT 01 sebagai sampel penelitian berjumlah 35 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) konsep diri perempuan premenopause sebagian besar berada dalam kategori konsep diri negatif, (2) tingkat stres perempuan premenopause sebagain besar berada dalam kategori tingkat stres rendah, dan (3) ada hubungan yang negatif antara konsep diri dengan tingkat stres dilihat dari koefisien korelasi sebesar -0,507, yang berarti hipotesis alternatif diterima karena p = 0,002; p < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian disarankan; 1) Bagi perempuan premenopause, diharapkan mampu menerima suatu perubahan yang dialami dengan berpikiran positif. Sehingga mampu menjalani kehidupan tanpa perasaan khawatir dan menerima kekurangan dan kelebihan dalam dirinya. 2) Bagi anggota keluarga, diharapkan para anggota keluarga saling mencintai dan mengasihi dengan tulus satu sama lain sehingga mereka bisa saling mendukung dan menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing anggota keluarga. 3) Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya menggunakan subjek penelitian yang memiliki kondisi sosio-kultural berbeda dengan subjek yang digunakan dalam penelitian ini sehingga hasil penelitiannya dapat dibandingkan dengan hasil penelitian ini. Kata Kunci: konsep diri, tingkat stres dan perempuan premenopause

Kemampuan memahami musikalisasi puisi pada siswa kelas IX SMP Negeri 2 Pare Kediri tahun pelajaran 2007/2008 / Abundaris Khamil Iftara

 

Studi lapangan penggunakan baja tulangan sistem jaring kawat baja las (Wire Mesh) pada pekerjaan penulangan struktur pelat lantai proyek pembangunan struktur gedung Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya Malang Jl. Veteran Malang 65145 / Mochammad Nurch

 

Evaluasi anggaran biaya pekerjaan atap pada proyek pembangunan Shawroom dan bengkel sepeda motor Jl. Panglima Sudirman No. 88 Pasuruan / Wega Syamdermawan

 

Pembangunan showroom dan bengkel sepeda motor Jl. Panglima Sudirman No.88 Pasuruan dilaksanakan oleh P.T Jose Arenco. Untuk menghitung anggaran biaya pekerjaan atap P.T Jose Arenco menggunakan analisa biaya SNI (Standart Nasional Indonesia). Pelaksanaan proyek dapat dikatakan berjalan baik apabila biaya yang dipakai selama proses pelaksanaan tidak melebihi jumlah yang direncanakan sehingga kontraktor bisa mendapat keuntungan sesuai yang direncanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapakah perbandingan antara rencana anggaran biaya (RAB) kontraktor dengan biaya sebenarnya (real cost) pada saat pelaksanaan pekerjaan atap. Data diperoleh dengan cara melakukan wawancara dan observasi (pengamatan secara langsung). Pengumpulan data dilakukan dua tahap, tahap pertama data dikumpulkan dengan metode dokumentasi dan wawancara untuk memperoleh data tentang RAB penawaran, harga bahan, dan upah kerja. Tahap kedua data dikumpulkan dengan metode observasi dan wawancara untuk mengetahui besarnya biaya pekerjaan atap yang sebenarnya di lapangan yang meliputi volume pekerjaan,harga bahan, upah kerja, dan harga satuan pekerjaan Hasil penelitian menunjukkan bahwa RAB yang dibuat oleh kontraktor pada proyek pembangunan showroom dan bengkel sepeda motor Jl Panglima Sudirman No. 88 Pasuruan sebesar Rp.62,608,650.63 (enam puluh dua juta enam ratus delapan ribu enam ratus lima puluh rupiah). Untuk biaya sebenarnya (real cost) untuk pengerjaan atap adalah sebesar Rp. 62,076,645.12 (enam puluh dua juta tujuh puluh enam ribu enam ratus empat puluh lima rupiah). RAB kontraktor lebih besar sebanyak Rp. 523,055 (lima ratus dua puluh tiga ribu lima puluh lima) atau sebesar 0.8 % dari biaya sebenarnya (real cost) pada pengerjaan atap.Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kontraktor harus teliti dalam perhitungan, hal ini sangat diperlukan untuk menghindari kesalahan yang mengakibatkan kerugian. Untuk menghindari kerugian kontraktor harus melihat tren harga di pasaran karena pada saat penawaran hingga pelaksanaan membutuhkan tenggang waktu yang lama.

Analisis kinerja dalam perspektif balanced scorecard pada badan pelayanan kesehatan rumah sakit daerah Mardi Waluyo Blitar / Citra Marianto

 

ABSTRAK Marianto, Citra. 2008. Analisis Kinerja Dalam Perspektif Balanced Scorecard Pada BPK RSD Mardi Waluyo Blitar. Tugas Akhir, Program Studi D-III Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Puji Handayati, SE, M.Si, Ak Kata Kunci: balanced scorecard, dan pengukuran kinerja Intensitas persaingan usaha yang meningkat secara cepat dewasa ini, mendorong perubahan dalam lingkungan dunia usaha dan pergeseran tujuan perusahaan. Untuk itu, badan usaha memerlukan tolok ukur baru, yang dapat menyeimbangkan antara aspek finansial dan non finansial dan berisi tidak hanya indikator- indikator finansial yang bersifat kuantitatif namun juga berisi indikator non finansial. Tolok ukur ini disebut Balanced Scorecard. Melalui Balanced Scorecard, fokus perusahaan tidak hanya dititikberatkan pada perspektif keuangan, namun manajer juga dituntut untuk memperhatikan perspektif lainnya dalam rangka mencapai tujuan jangka panjang perusahaan. Penelitian ini mempunyai tujuan mendasar, yakni mengetahui bagaimana tingkat kinerja RSD Mardi Waluyo Blitar berdasarkan analisis Balanced Scorecard. Data-data yang diperlukan dikumpulkan dengan metode interview, observasi, dokumentasi, serta dengan membagikan sejumlah kuesioner atau angket kepada para pelanggan maupun karyawan RSD Mardi Waluyo Blitar untuk mengetahui tingkat kepuasan dari pelanggan maupun karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan Perspektif Keuangan laba yang diperoleh rumah sakit meningkat, dari Rp. 5.497.247.656 pada periode 2004/2005 menjadi Rp. 7.421.137.994 periode 2005/2006. Penerapan Perspektif Pelanggan juga berhasil meningkatkan jumlah pasien pada Poliklinik, IRD, dan IRNA rata-rata 7 % untuk tahun 2004 sampai tahun 2006. Sedangkan Perspektif Bisnis Internal menghasilkan kenaikan jumlah pasien pada Instalasi Pavilliun dari 1.242 tahun 2004/2005 menjadi 1.412 pada tahun 2005/2006. Berdasarkan kesimpulan di atas, memperlihatkan pengukuran kinerja rumah sakit dengan pendekatan Balanced Scorecard mampu memberikan informasi yang bermanfaat untuk mengevaluasi kinerja semua komponen dalam rumah sakit, sekaligus dapat memberikan umpan balik ke depan demi perbaikan rumah sakit. Untuk itu dalam usaha menerapkan Balanced Scorecard di rumah sakit diperlukan dukungan dan komitmen bersama dari manajemen serta para karyawan dengan menjalankan tugas serta peranannya masing-masing dengan penuh rasa tanggung jawab dan selalu memberikan pelayanan yang terbaik sehingga mampu memenuhi harapan konsumen.

Penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) dengan metode kooperatif model numbered heads together (NHT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas X-6 SMA Negeri 5 Malang / Haris Wirawan

 

Mutu organoleptik sosis ikan lele dumbo (Clarias Garipienus) dengan penggunaan jenis tepung yang berbeda / Riski Brahmantio

 

Sosis adalah makanan yang dibuat dari daging yang telah dicincang kemudian dihaluskan, diberi bumbu, kemudian dimasukkan kedalam pembungkus yang berbentuk bulat panjang yang berupa usus hewan atau pembungkus buatan. Ikan lele dumbo adalah sejenis ikan yang mempunyai sifat unggul dibandingkan jenis ikan lainnya, yaitu pada ukurannya. Meskipun potensi produksi lele cukup besar, namun pemanfaatan hasil produksinya belum maksimal, hal ini disebabkan oleh ukurannya yang besar dan rasa yang kurang gurih dari ikan tersebut kurang diminati masyarakat, sehingga dengan demikian perlu adanya alternatif dan penyajian yang lebih dalam bentuk produk seperti Sosis Lele. Salah satu bahan dasar yang sangat berpengaruh terhadap tekstur dalam pembuatan sosis ikan lele adalah tepung. Tepung yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis tepung yang memiliki sifat yang tidak mudah larut, memiliki karakteristik halus, lembut dan transparan. Jenis tepung yang memiliki karakteristik tersebut di atas antara lain tepung maizena, tepung tapioka dan tepung tang mien. Untuk mengetahui perbedaan antara tekstur, rasa, warna, dan aroma amis yang ditimbulkan, maka di dalam penelitian ini dilakukan uji mutu hedonik dan uji hedonik terhadap sifat organoleptik yang ditimbulkan dari penggunaan tepung yang berbeda. Data penelitian diperoleh dari angket yang diberikan kepada panelis. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Sidik Ragam dan apabila terdapat perbedaan yang signifikan maka analisis dilanjutkan dengan uji Duncan´s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa untuk mutu organoleptik tekstur, rasa, warna dan aroma amis terdapat perbedaan yang nyata dari ketiga perlakuan dengan menggunakan tepung maizena, tapioka dan tang mien. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan nyata pada sosis ikan lele dengan penggunaan tepung maizena, tapioka dan tang mien. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, saran yang diajukan untuk mendapatkan sosis ikan lele dengan kriteria rasa gurih, tekstur padat dan putih dengan penggunaan tepung maizena adalah penambahan pada bumbu. Serta sebaiknya dilakukan analisa financial terhadap produk sosis ikan lele pada masyarakat agar dapat bersaing di pasaran.

Pembelajaran yang mengacu standar NCTM untuk memahamkan siswa kelas VII SMP Laboratorium UM pada pokok bahasan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel / Siska Mariya

 

ABSTRAK Mariya, Siska. 2008. Pembelajaran yang Mengacu pada Standar NCTM untuk Pokok Bahasan Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel bagi Siswa Kelas VII SMP Laboratorium UM. Skripsi, Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof. H. Akbar Sutawidjaja, M.Ed., Ph.D. (2) Drs. Erry Hidayanto M. Si Kata Kunci : Pembelajaran, Standar Pengajaran NCTM, Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Selama ini pelajaran matematika masih dianggap sebagai momok bagi siswa, oleh karena itu dibutuhkan kemampuan guru untuk menyajikan pembelajaran dalam suasana yang tidak menegangkan tetapi menyenangkan serta dapat memberikan pemahaman kepada siswa sehingga matematika tidak akan dianggap sebagai momok lagi. Pembelajaran yang mengacu pada standar NCTM dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru untuk dapat memahamkan siswa tentang materi yang dipelajari serta menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan serta tidak menegangkan. Menurut NCTM pembelajaran matematika perlu memiliki 4 komponen yaitu (1) tugas- tugas, (2) wacana, (3) lingkungan belajar, (4) analisis. Penelitian difokuskan pada pokok bahasan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apa bentuk pembelajaran yang mengacu pada standar NCTM pada siswa kelas VII SMP Laboratorium UM pokok bahasan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel ? (2) Apakah pembelajaran yang mengacu pada standar NCTM tersebut dapat memahamkan siswa kelas VII SMP Laboratorium UM pokok bahasan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel? (3) Bagaimana respon siswa kelas VII SMP Laboratorium UM terhadap pembelajaran yang mengacu pada standar NCTM tersebut? Untuk menjawab pertanyaan di atas, peneliti melakukan penelitian. Adapun jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Langkah-langkah pembelajaran dalam penelitian ini terdiri dari 3 tahap. Tahap awal guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran yaitu mempelajari persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. Pada tahap inti guru memberikan tugas-tugas pada siswa, penyelesaian tugas, pengaturan lingkungan belajar, dan proses analisis terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung. Pada tahap inti ini terjadi wacana antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa. Tahap akhir adalah pemberian tes sebagai tolak ukur untuk melihat pemahaman yang telah dicapai oleh siswa. Serta melakukan analisis pembelajaran secara keseluruhan. Pembelajaran ini belum sepenuhnya dapat memberikan pemahaman kepada siswa karena beberapa kendala diantaranya respon dari siswa yang kurang serta kurangnya alat yang digunakan dalam wacana. Selain itu pengetahuan prasyarat yang belum begitu dikuasai oleh siswa sehingga mempengaruhi proses pembentukan pengetahuan yang baru. Respon siswa terhadap pembelajaran ini positif. Siswa menyatakan senang dengan suasana pembelajaran yang menggembirakan dan tidak membuat siswa tegang. Pembelajaran yang mengacu pada standar NCTM dapat dijadikan referensi dalam kegiatan pembelajaran oleh guru. Pembelajaran ini bisa dicobakan pada materi lain pada jenjang yang sederajat atau pada sekolah lain.

Penerapan pembelajaran kooperatif tipe stad untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil IPS siswa kelas VI SDN Cendono II Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan / Fatimah

 

Pengaruh struktur modal dan struktur kepimilikan terhadap resiko perusahaan tekstil dan garmen yang terhadap di BEI tahun 2003-2007 / Heny Anggraeni

 

Pengembangan website jurusan Teknik Elektro FT UM yang terintegrasi dengan database / Deny Siswohandoko

 

"Pembuatan busana pesta dengan lekapan bulu unggas" / Nuke Fara Rulyana

 

Sifat organoleptik rambak kulit ikan lele dumbo (Clarias garlepinus) dengan lama perendaman air kapur sirih / Nila Darmayanti

 

Kinerja kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan sekolah dasar di Pasuruan (studi kasus di Sekolah Dasar Al-Kautsar Pasuruan) / Wasis

 

Ideologies in queen Elizabeth i's poems / Dini Privea Prabawati

 

ABSTRACT Prabawati, Dini Privea. 2008. Ideologies in Queen Elizabeth I’s Poems. Thesis, Department of English Literature, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Drs. Kukuh Prayitno Subagyo, M.A. Keywords: Poems, ideology, political power, subject, Marxist Literary Criticism, supremacy. Valuing and analyzing poem (poetry) is such a pleasure involving challenge to understand and comprehend its construction and expectation effect over the society’s consciousness. This study discusses poems written by Queen Elizabeth I. The problem statement taken in this study is about possible ideologies presented in QE I’s poems. Based on that general picture, QE I has intentionally applied certain ideology (ies) within her poems which underline her belief over the ‘right’ way of observing and maintaining political power over the subject (British People). Regarding this ideology matter and the concept of subject and object, Marxist Literary Criticism is considered as the proper tool to evaluate the ideology presented in QE I’s poems. Finally, through this study, the QE I’s ideologies could be presented to the reader with the expectation that this study could open present readers’ mind and imagination, that during QE I realm, ideologies and other practical actions had been exercised in order to maintain her realm by spreading the false consciousness form in society. In short, false consciousness was there to help QE I to sooth her subjects to keep and perform long-lasting supremacy.

Kepemimpinan wanita dalam organisasi pendidikan (penelitian sejarah hidup, nilai-nilai, dan perilaku direktur akademi refleksi "Insan Malang Berbudi" / Sri Setyowati

 

ABSTRACT Setyowati, Sri, 2008. The Leadership of Woman in Educational Organi-zation.The Research of Life History, Values, and Behaviour The Director of Akademi Refleksi “Insan Malang Berbudi”. Dissertation. Educational Management Study, Postgraduate Program, State University of Malang, Advisors: (I) Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M.Pd, (II) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd, (III) Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd. Keyword : the leadership of woman, educational organization The writer chooses woman as the object of study because in the 20th – 21th century, gender appears as development issue. According to Nurture theory (Umar, 2001) Looking at socio-cultural, The leadership can be managed by man or woman, that needed by organization for the potential they have. This research sets forth the life history and the leadership behavior of woman in Java as the director of an academy running for health field. The theories used in this research are leadership theory by Robert Fritz, leadership power theory by David T. Kyle, Javanese leadership theory by Bratawijaya, Javanese culture theory by Herusatoto, Javanese culture value orientation by Simuh, and Javanese leadership analysis by Anthlov and Cederroth, Educational leadership theory by Fattah, Koentjaraningrat, Khoe Yao, Warner and Palfreyman. The research method uses qualitative approach having charac-teristic, hermeneutic and humanistic which is designed using life history research from Bogdan and Biklen (1998). The research location is in Akademi Refleksi “Insan Malang Berbudi”, on Jl. Sudimoro 36, Mojolangu, Lowokwaru, Malang, The research takes data from key informant (its director) and support informants are her employees and her family. Data collecting technique is conducted using deeply interview and document-tation. The finding in this research is about life history of woman as a director of Akademi Refleksi “Insan Malang Berbudi” that descendent factor can integrate the characteristic of leadership and charisma e.g. the potential to cure sick people and it can influence her to be fighting spirit woman. The fighting potential from she is not only from descendent factor, but also intellectual factor which is showed from her experiments and the spiritual factor is triggered by her wishes to reach her ambition supported by many people. Chronologically, she doesn't have good educational background, but she has talent to lead and all her potentials have the elements of missionaries behavior namely extrovert, helpful, kind; developer charac-teristic namely creative, innovative, dynamic, organized; and benevolent behaviour. iv Java’s culture values which she was using to manage it finds that: (1) In daily life, her personality is modest, friendly, firm and respectful. (2) The leadership for the sub ordinate can be seen from her spirit, doing a job by herself as long as she can do it, her persistence to solve the problem wisely, a good decision maker and keeping the promise. (3) Her achieve-ments prove that she is an intellectual leader. Leadership behaviour of woman as a director of Akademi Refleksi “Insan Malang Berbudi” in managing educational organization from zero to hero finds that (1) She gives information gently, gives explanation clearly, gives an order politely, warns firmly and logically, motivates them by using good language, gives model, decide firmly and keep the promise. (2) Reinforcement The procedure to give reward is fair. She helps sub ordinate who has problem using persuasive approach, prohibits them with logical reason, gives warning or punishment carefully, wisely, and firmly. (3) She gives facilities well, human and efficiently but there are weaknesses in managing building and human resource, because she doesn't have educational background in management. (4) Review finds that her charisma gives bad effect to the psychology of employees and students. They are afraid of a curse and It is caused them not to be creative. (5) The employees and the students hope that they will have the independent expert in educational management field in the future. It proves that their loyality and solidarity are good to her. (6) Graduations are guaranted. Based on the findings of research are suggested: (1) Good character of a leader which is set for an example can be a motivator for the employees in working. The leader's charisma should be used as the power of attraction to make good work's atmosphere. (2) In organizing system should be considered about human resource management. (3) In maintaining facilities, it must be identified according to the need, considered the fund, usefulness, hen determined its supplying plan. (4) It should be strived for improving the employees' welfare.

Alat pengatur temperatur udara ruangan ber-AC dengan sensor penghitung orang / Arif Nurul Hadi

 

ABSTRAK Hadi, Arif Nurul. 2008. Alat Pengatur Temperatur Udara Ruangan ber-AC dengan Sensor Penghitung Orang. Tugas akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. dan (II) Mokh. Sholihul Hadi, S.T. Kata kunci: Mikrokontroler AT89S51, Infrared, Fotodioda, Relay, Remote Control. Pendingin udara merupakan suatu usaha untuk mengontrol suhu dalam ruangan tertentu sehingga bisa memberikan kenyamanan bagi yang menempati, selain itu pendingin udara juga berfungsi untuk menjaga suhu suatu alat, dalam hal ini peralatan yang rawan terhadap panas yang berada di dalam ruangan tersebut. Selama ini pengguna menaikkan atau menurunkan temperatur ruangan dengan menggunakan tenaga manusia. Dari permasalahan tersebut muncul ide yaitu pengatur temperatur udara ruangan ber-AC dengan input sensor penghitung orang. Sistem yang akan dibuat diharapkan nantinya secara otomatis dapat mengurangi kesalahan dalam pengaturan suhu suatu ruangan dan dapat menggantikan tenaga manusia yang ada serta menghemat pemakaian energi listrik. Sensor pada alat ini diletakkan di sebelah kanan dan kiri tepi pintu. Cara kerja alat ini dimulai dengan mendeteksi orang yang keluar masuk dari pintu dengan infrared sebagai pengirim sinyal dan fotodioda sebagai penerima. Hasil dari pembacaan sensor akan diolah oleh mikrokontroler kemudian ditampilkan di LCD, apabila data yang dibaca pada mikrokontroler menunjukkan orang masuk, maka AC akan menurunkan suhu, dan juga sebaliknya apabila ada orang keluar maka AC akan menaikkan suhunya, dengan pertimbangan bahwa semua orang yang keluar masuk dapat dideteksi oleh sensor. Dari pengujian yang telah dilakukan bahwa jarak maksimal antara infrared dan fotodioda adalah 1 meter dengan catatan bahwa infrared dan fotodioda harus lurus. pada saat sensor terhalang oleh benda sensor akan memberikan tegangan 1V (logika 1), sedangkan untuk kondisi tidak terhalang, sensor akan memberikan tegangan 0,2V (logika 0). Menurut datasheet tegangan 1,9V dianggap minimal logika high oleh mikrokontroler akan tetapi pada kenyataannya tegangan 1V masih bisa dibaca oleh mikrokontroler sebagai logika high. Alat ini akan bekerja jika sudah masuk pada tampilan jumlah orang dalam ruangan, jika belum masuk pada tampilan ini maka alat tidak akan berjalan. Untuk menghitung orang yang keluar masuk melalui pintu maka digunakan sensor infrared sebagai pengirim sinyal dan fotodioda sebagai penerima dan untuk menampilkan jumlah orang ke dalam LCD maka seseorang harus melewati dua sensor yaitu sensor arah masuk dan arah keluar, untuk mengendalikan remote control digunakan dua relay, relay pertama dihubungkan pada tombol Up pada remote dan relay kedua dihubungkan pada tombol Down. Alat ini menggunakan sensor infrared dan fotodioda, keypad 3x4 sebagai pengubah tampilan menu. Untuk jenis pengolah sinyal menggunakan mikrokontroler AT89S51, dengan tampilan LCD. Data yang ditampilkan adalah jumlah orang dalam ruangan.

Pengaruh manajemen saluran distribusi terhadap loyalitas ritel PT. Lukindari Permata Malang (studi pada ritel ice cream Wall's wilayah Kota Malang) / Brahmantya Agusta

 

TERHADAP LOYALITAS RITEL PT. LUKINDARI PERMATA MALANG (Studi pada ritel Ice Cream Wall’s wilayah Kota Malang) BRAHMANTYA AGUSTA Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah manajemen saluran distribusi (manajemen kontrak, manajemen transportasi dan inventory, manajemen pengendalian saluran dan manajemen just in time) pada distributor PT Lukindari Permata dan pengaruh manajemen saluran distribusi (manajemen kontrak, manajemen transportasi dan inventory, manajemen pengendalian saluran dan manajemen just in time) pada distributor PT Lukindari permata secara parsial terhadap loyalitas ritel serta pengaruh manajemen saluran distribusi (manajemen kontrak, manajemen transportasi dan inventory, manajemen pengendalian saluran dan manajemen just in time) pada distributor PT Lukindari permata secara simultan terhadap loyalitas ritel. Keywords: Manajemen Saluran Distribusi, Loyalitas ritel di PT Lukindari Permata Malang.

Perancangan dan pembutan alat pendeteksi gas alkohol untuk keamanan untuk keamanan pengguna mobil berbasis mokrokontroler AT89S51 / Albertus Agung M.S, Kiki Lubis

 

Penulis mengangkat Tugas Akhir mengenai perancangan dan pembuatan alat pendeteksi gas alkohol di dalam ruangan mobil/kendaraan dikarenakan pada saat sekarang ini umumnya mobil di Indonesia belum dilengkapi dengan sistem keamanan pengemudi dan penumpang yang mengendarai mobil sambil minum minuman keras (mabuk). Oleh karena itu, dibuatlah alat dengan sistem monitoring keselamatan agar pengguna mobil dapat mengetahui secara dini jika terdeteksi adanya gas alkohol di dalam mobil yaitu alat pendeteksi gas alkohol. Alat ini dibuat untuk mengurangi tingkat kecelakaan lalulintas yang diakibatkan pengendara terpengaruh minuman beralkohol. Alat pendeteksi gas alkohol ini dirancang dan dibuat menggunakan komponen-komponen yaitu sensor gas alkohol tipe 2620, ADC (Analog to Digital Converter), LCD (Liquid Crystal Display), Mikrokontroler AT89S51, Relay dan Buzzer. Cara kerja dari alat ini adalah apabila sensor mendeteksi adanya inputan berupa besaran-besaran fisik (gas alkohol) dan merubahnya menjadi besaran listrik, kemudian ADC akan mengubah hasil pendeteksian sensor yang berupa analog ke digital selanjutnya data masukkan diolah dan diproses oleh mikrokontroler untuk ditampilkan ke LCD dan akan mengaktifkan sistem output ke relay koil untuk memutus arus listrik sehingga mesin mobil tidak bekerja dan menyalakan buzzer sebagai tanda peringatan jika data masukkan melebihi batas yang ditentukan. Dalam uji coba alat ini dengan menggunakan bermacam-macam jenis minuman dan kadar alkohol dapat berfungsi dan bekerja dengan baik. Alat ini cukup efektif untuk digunakan sebagai salah satu alat keselamatan (safety) dalam berkendara mobil dan juga untuk mengurangi angka kecelakaan lalulintas. Dengan adanya alat ini diharapkan dapat mempermudah pemantauan dan pengawasan keamanan pengemudi dan penumpang mobil agar tingkat kecelakaan lalulintas yang diakibatkan pengemudi mabuk terutama di kota-kota besar dapat ditekan seminimal mungkin.

Kontribusi kompetensi emosional dan praktik kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap keberdayaan guru pada sekolah menengah kejuruan di Malang Raya / Syamsul Hadi

 

Pemberdayaan guru diakui sebagai bagian integral dalam reformasi pendidik-an. Di Indonesia, pemberdayaan guru telah diyakini sebagai komponen penting dalamreformasi pendidikan. Lahirnya Undang-Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen antara lain didasarkan pada pentingnya pemberdayaan guru. Sebagai sebuah konstruk, pemberdayaan guru terbangun oleh dimensi-dimensi: pengambilan keputusan, pertumbuhan profesional, status, efikasi diri, otonomi, dan pengaruh. Kepala sekolah dengan prilaku kepemimpinan transformasional diduga mampu memberdayakan pengikutnya. Kepemimpinan transformasional memiliki empatdimensi yang disebut “”: (pengaruh ideal), Four I’sidealized influence(motivasi inspiratif),(stimulasi inspirational motivation intelectual stimulation intelektual), dan (pertimbangan individual).Diperlukan individualized consideration adanya kemampuan yang disebut kompetensi emosional agar seseorang terampil memanfaatkan kecerdasan emosinya dalam prilaku kepemimpinannya. Kompetensiemosional mencakup: kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, dan manajemen kerjasama.Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan tiga konstruk tersebut. Masalah pokok yang diajukan adalah: (1) Apakah kompetensi emosionalkepala SMK di Malang Raya berpengaruh tidak langsung terhadap keberdayaan guru yang dipimpinnya melalui praktik kepemimpinan transformasional kepala sekolah yang bersangkutan? dan (2)Apakah dimensi-dimensi kompetensi emosional kepala SMK berpengaruh secara signifikan terhadap keberdayaan guru melalui dimensi-dimensi praktik kepemimpinan transformasional kepala sekolah yang bersangkutan?Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korela-sional majemuk, dalam mana kompetensi emosional, praktik kepemimpinan trans-formasionaldan keberdayaan guru berturut-turutsebagai variabel bebas, variabel antara, dan variabel terikat. Populasi penelitian adalah guru-guru pada 99 SMK negeri dan swasta di wilayah Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu atau wilayah Malang Raya. Sampel penelitian berjumlah 243 guru dan 74 kepala sekolah yang ditentukan dengan . proportional random samplingData dikumpulkan dengan kuesener yang diisi oleh guru berdasarkan apa yang teramati () dan dialami. Kuesener pengukurankompetensi emosional percieveddiadaptasi dari (ECI); instrumen untuk praktik Emotional Competencies Inventorykepemimpinan transformasional diadaptasi dari instrumen Transformational dan instrumen keberdayaan guru diadopsi dari Leadership Scale (TLS School)(SPES). Hasil uji coba instrumen terhadap 34 Participants Empowerment Scaleguru SMK menunjukkan bahwa ketiganya memiliki reliabilitas yang baik dengan koefisien -Cronbach lebih dari 0,900 (aKE = 0,9553; aKT = 0,9783; dan aPG = 0,9450).Penelitian ini menggunakan guru sebagai satuan analisis. Skor masing-masing variabel dan dimensi variabel dihitung berdasarkan nilai rata-rata dari skor yang diberikan oleh responden pada butir-butir pernyataan yang terkait. Pengujian hipotesis penelitian dengan (SEM) Structural Equation Modelingmenemukan bahwa: (1) kompetensi emosional berpengaruh signifikan terhadap praktik kepemimpinan transformasional, (2) praktik kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap keberdayaan guru, dan (3) kompetensi emosional berpengaruh tidak langsung terhadap keberdayaan guru melalui praktik kepemimpinan transformasional. Ditinjau dan hubungan antar dimensi, penelitian ini menemukan bahwa masing-masing dimensi kompetensi emosional berpengaruh pada dimensi-dimensi tertentu dari praktik kepemimpinan transformasional dan masing-masing dimensi praktik kepemimpinan transformasional juga berpengaruh pada dimensi-dimensi tertentu dari keberdayaan guru. Dimensi-dimensi yang saling berhubungan itu adalah: (1) kesadaran diri ber-pengaruh signifikan terhadap motivasi inspirasional dan pertimbangan individual; (2) manajemen diri berpengaruh signifikan terhadap motivasi inspirasional, penga-ruh ideal, stimulasi intelektual dan pertimbangan individual; (3) kesadaran sosialberpengaruh signifikan terhadap pengaruh ideal; (4) manajemen kerja samaberpengaruh signifikan terhadap pengaruh ideal dan stimulasi intelektual; (5) mana-jemen kerja sama berpengaruh tidak langsung terhadap keterlibatan dalam pengambilan keputusan dan pertumbuhan profesional melalui stimulasi intelektual; (6) kesadaran diri berpengaruh tidak langsung terhadap keterlibatan dalam pengambilan keputusan, pertumbuhan profesional, efikasi diri, otonomi, status, dan pengaruh melalui dimensi pertimbangan individual dan motivasi inspirasional; (7) manajemen diri berpengaruh tidak langsung terhadap dimensi-dimensi keterlibatan dalam pengambilan keputusan, pertumbuhan profesional, efikasi diri, otonomi, status, dan pengaruh melalui dimensi motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual; (8) Dimensi kesadaran diri memiliki efek langsung, efek tidak langsung positif terhadap otonomi; (9) motivasi inspirasional memiliki berpengaruh positif terhadap pertumbuhan profesional, efikasi diri, status dan pengaruh; (10) Dimensi stimulasi intelektual memiliki pengaruh positif terhadap keterlibatan dalam pengambilan keputusan dan terhadap pertumbuhan profesional; (11) Dimensi pertimbangan individual berpengaruh positif terhadap keterlibatan dalam pengambilan keputusan, efikasi diri, otonomi, status, dan pengaruh.Hubungan-hubungan antar dimensi yang ditemukan tersebut mengindikasi-kan bahwa dimensi-dimensi kompetensi emosional maupun praktik kepemimpinan transformasional akan berkontribusi terhadap keberdayaan guru hanya jika dimensi-dimensi itu terintegrasi kedalam masing-masing konstruk yang dibangunnya. Temuan penelitian ini memperkuat temuan penelitian sebelumnya. Temuan ini berimplikasi pada pentingnya penguasaan kompetensi emosional oleh kepala sekolah sebagai prasyarat bagi peningkatan praktik kepemimpinan transformasional dalam rangka pemberdayaan guru.

STKC (Security Touch Key Code) dengan menekan angka berbeda secara bersamaan / Erliza Achmad

 

Pembelajaran larutan elektrolit dan nonelektrolit melalui daur belajar 5 fase (learning cycle 5E)berbantuan media audio visual untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 2 Malang tahun ajaran 2007/2008 / Indah Kristina

 

Larutan elektrolit dan nonelektrolit merupakan materi yang memiliki konsep dasar penting di SMA, karena mempengaruhi penguasaan materi yang lebih kompleks seperti: materi elektrolisis dan sel galvani yang dipelajari pada tingkat/semester lebih tinggi. Oleh karena itu, siswa harus menguasai dengan baik materi larutan elektrolit dan nonelektrolit. Salah satu cara pemecahannya adalah dengan menggunakan model dan media pembelajaran yang menarik. Media pembelajaran yang dapat digunakan adalah media audio visual berupa VCD. Media audio visual berupa VCD tersebut selanjutnya diterapkan dalam model pembelajaran daur belajar 5 fase (Learning Cycle 5E). Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui perbandingan hasil belajar antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran daur belajar 5 fase (Learning Cycle 5E) berbantuan media audio visual dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran daur belajar 5 fase (Learning Cycle 5E) tanpa media audio visual, 2) Mengetahui kualitas proses pembelajaran antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran daur belajar 5 fase (Learning Cycle 5E) berbantuan media audio visual dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran daur belajar 5 fase (Learning Cycle 5E) tanpa media audio visual, 3) Mengetahui tanggapan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran daur belajar 5 fase (Learning Cycle 5E) berbantuan media audio visual. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan eksperimen semu dan deskriptif. Sampel dipilih secara acak dengan undian dan terpilih kelas X-1 sebagai kelompok eksperimen, sedangkan kelas X-7 sebagai kelompok kontrol. Media audio visual yang digunakan sebelumnya divalidasi terlebih dahulu kepada 1 orang dosen kimia dan 2 orang guru kimia. Hasil validasi menunjukkan media audio visual berkualifikasi layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Instrumen tes yang digunakan berupa tes pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban yang telah dilakukan validasi 40 butir soal. Reliabilitas soal dihitung menggunakan KR-21 diperoleh hasil sebesar 0,803. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t pihak kanan. Pengujian hipotesis menunjukkan nilai thitung sebesar 2,83. Nilai tersebut lebih besar dari ttabel, yaitu 1,67. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelompok eksperimen lebih tinggi daripada hasil belajar siswa kelompok kontrol. Selain dapat meningkatkan hasil belajar siswa, penerapan model pembelajaran daur belajar 5 fase (Learning Cycle 5E) berbantuan media audio visual dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuan siswa yang sangat baik dalam kegiatan laboratorium, keterlibatan siswa semakin tinggi dalam proses pembelajaran, baik keaktifan mengemukakan pendapat, bertanya, maupun kesiapan belajar siswa. Dari data pengisian angket, tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran daur belajar 5 fase (Learning Cycle 5E) berbantuan media audio visual menggambarkan bahwa 15,2% siswa menunjukkan tanggapan sangat positif, 84,8% menunjukkan tanggapan positif, tidak ada siswa yang menunjukkan tanggapan negatif dan sangat negatif. Dapat disarankan bagi guru mata pelajaran kimia untuk mencoba menerapkan model pembelajaran daur belajar 5 fase (Learning Cycle 5E) berbantuan media audio visual supaya dapat meningkatkan hasil belajar dan kualitas proses pembelajaran.

Semantic and stylistic analysis of juz'amma (of the holy Qur'an) English translations by A. Yusuf Ali, T.B. Irving, and N.J. Dawood / Dimjati Ahmadin

 

ABSTRACT Ahmadin, Dimjati. 2008. Semantic and Stylistic Analyses of Juz-‘Amma of the Holy Qur’an English Translation by A. Yusuf Ali, T. B. Irving, and N. J. Dawood. Dissertation. The English Language Education, Graduate Program, State University of Malang. Advisers: (I) Prof. H.M. Adnan Latief, M.A., Ph.D. (II) A. Effendi Kadarisman, M.A., Ph.D. (III) Dr. Nurul Murtadho, M.Pd. Key Words: Semantic and Stylistic Analyses, the Methods of Translation used. The Way A. Yusuf Ali, T.B.Irving N.J. Dawood Translate Juz-‘Amma of the Holy Qur’an from Arabic into English. The present study analyzes the translation of Juz-’Amma of the Holy Qur’an from Arabic (source language) to English (target language) by A. Yusuf Ali, T. B. Irving, and N. J. Dawood. Specifically, the study deals with the following questions: how do the translators preserve lexical, sentential, discoursal, and speech act meanings, and how do they preserve language style and aspects of stylistics as well as appropriate translation methods used ? This research uses text analysis as well as qualitative research design in the data analyses. Related to text analysis, equally different type of text have to be understood in the context of their condition of production and reading. Since the producer of Juz-'Amma's text is God(Allah SWT) and Juz-'Amma is part of he Holy Qur'an; in understanding the text of this study the criteria in comprehending the Holy Qur'an (discussed on p.109) is to be involved. To answer the questions, the present researcher objectively and systematically identifies the features of the translation of Juz-‘Amma of the Holy Qur’an from Arabic into English stated above. Related to lexical meanings the translators involve synonymy, antonymy, homonymy, hyponymy, connotative, denotative and figurative meanings, ambiguity, and vagueness. Besides, collocation or placing words having meaning relationship is often made in similar surrounding, i.e., in the same surah. The collocation often includes almost similar words or words that relate to each other. The alternative uses of these words contribute to lexical cohesion and, accordingly, facilitate readers’ comprehension. Concerning with sentential meanings the three translators retain appropriateness of word and sentence choices to gain acceptability, grammaticality, and meaningfulness as well as analytic and synthetic sentence, entailment, presupposition and logical truth . In addition, they also make use of five types of cohesion. At the discoursal level, the translators maintain the cohesion using pronouns (I, me, my, you, your, he, his, him, they, them, their, it, its, etc.), substitution, ellipses, appropriate relating conjunction and particles (and, but, for, so, yet, therefore, that, which, who, whosoever, if, as if, when, whatever, whereas, while, etc.). The translators also create exophoric relationship, where their interpretation lies outside the text in the context of situation, and endophoric relations that do form cohesive ties within the text. Endophoric relations they use are of two kinds: those which look back in the text for their interpretation are called anaphoric relations, and ones which look forward in the text of their interpretation are called cataphoric relations.To achieve poetic beauty, they also tend to select verse paragraphs, use combination of formal, informal, colloquial, and hypotactic style. As well, they use adequate aspects of stylistic devices to create communicative, semantic and poetic translation. It is interesting to note that the three translators hardly relate relevant parts of their English translations of Juz-'Amma of the Holy Qur'an to relevant Hadith of the Prophet Muhammad s.a.w as well as other verses needed tobe related; this situation is different from what had been carried out by As-Shiddieqy when he chaired a team translating the Holy Qur’an in Arabic to Indonesian in which locutionary, illocutionary and perlocutionary acts because of Q or because of M are maintained, in their introduction of their Indonesian translation, they gave clear explanation of situation substance found in certain verses . So, despite the success of the translators in several respects, the translators seem to fail to cope with meanings in relation to speech acts as As-Shiddieqi did. Therefore, it is suggested that the translators of Juz-'Amma of the Holy Qur'an include locutionary, illocutionary and perlocutionary act because of Q as well as locutionary, illocutionary and perloctutionary act because of M if it is necessary in their English translation of Juz-'Amma of the Holy Qur'an in order that their English translation of Juz-'Amma of the Holy Qur'an is more beneficial for those who intend to know the teaching of the Holy Qur'an appropriately and correctly.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 |