Implementasi metode think pair share untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar biologi siswa kelas X-6 SMA Negeri 10 Malang / Erdina Furqonawati

 

Analisis perbedaan kinerja keuangn, harga saham dan return saham sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan yang terdaftar di BEJ tahun 1999-2006 / Mohamad Nurochman

 

ABSTRAK Nurochman, Mohamad. 2008. Skripsi. Analisis Perbedaan Kinerja Keuangan, Harga Saham dan Return Saham Sebelum dan Sesudah Akuisisi Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta (Periode Tahun 1999-2006). Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo, M.M. (II) Subagyo, S.E., S.H., M.M. Kata kunci: Akuisisi, Kinerja Keuangan, Harga Saham, Return Saham. Dalam dunia usaha terdapat salah satu cara untuk memperbesar perusahaan yaitu dengan akuisisi. Dengan bergabungnya dua perusahaan atau lebih maka akan menunjang kegiatan, sehingga keuntungan yang diperoleh akan semakin besar dibanding mereka melakukan usaha sendiri. Disamping keuntungan yang didapatkan dari melakukan penggabungan usaha tersebut diatas, maka harus diperhatikan akibat lain yang dikarenakan adanya penggabungan usaha misalnya dengan dilakukannya penggabungan usaha, maka akan meningkatkan harga saham maupun return saham dari perusahaan yang bersangkutan atau malah sebaliknya, dengan dilakukannya penggabungan usaha akan menurunkan harga saham maupun return saham. Untuk itu dalam memutuskan untuk melakukan penggabungan usaha benar-benar dipertimbangkan cara yang mana yang akan ditempuh oleh pihak manajemen. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui kondisi keuangan sebelum akuisisi pada perusahaan yang terdaftar di BEJ, (2) Untuk mengetahui kondisi keuangan sesudah akuisisi pada perusahaan yang terdaftar di BEJ, (3) Untuk mengetahui kondisi harga saham sebelum akuisisi pada perusahaan yang terdaftar di BEJ, (4) Untuk mengetahui kondisi harga saham sesudah akuisisi pada perusahaan yang terdaftar di BEJ, (5) Untuk mengetahui kondisi return saham sebelum akuisisi pada perusahaan yang terdaftar di BEJ, (6) Untuk mengetahui kondisi return saham sesudah akuisisi pada perusahaan yang terdaftar di BEJ, (7) Untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kinerja keuangan sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan yang terdaftar di BEJ, (8) Untuk mengetahui perbedaan yang signifikan harga saham sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan yang terdaftar di BEJ, (9) Untuk mengetahui perbedaan yang signifikan return saham sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan yang terdaftar di BEJ. Penelitian ini menggunakan analisis rasio, harga saham dan return saham. Dimana rasio keuangan terdiri dari: current ratio, return on investment, debt to equity ratio, earning per share, price earning ratio dan return on equity. Sedangkan populasi yang digunakan yakni pada perusahaan yang terdaftar di BEJ yang melakukan akuisisi pada tahun 2002-2003. Sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling, pemilihan sampel dengan memilih perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEJ yang melakukan akuisisi tahun 2002-2003 yang datanya dapat diperoleh. Pengumpulan data menggunakan data dokumentasi, yaitu laporan keuangan yang dipublikasikan dari data sekunder yang diterbitkan oleh BEJ. Data diperoleh dari Pusat data Bisnis Universitas Negeri Malang, Pojok Bursa Efek Jakarta Universitas Brawijaya Malang. Dari hasil penelitian terbukti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kinerja keuangan yang diukur oleh debt to equity ratio untuk 1 tahun dan rata-rata sebelum dan sesudah akuisisi dan untuk rasio yang lain tidak terdapat perbedaan yang signifikan, sehingga nilai tambah perusahaan yang diinginkan belum tercapai. Dan terdapat perbedaan yang signifikan return saham untuk 1 tahun sebelum dan 1 tahun sesudah akuisisi dan untuk pengukuran return saham yang lain tidak terdapat perbedaan yang signifikan, hal ini disebabkan investor beranggapan bahwa akuisisi tidak memberikan sinergi bagi perusahaan, karena kebocoran informasi sebelum peristiwa akuisisi. Dari hasil penelitian dapat disarankan bagi perusahaan yang melakukan akuisisi untuk dapat meningkatkan kinerjanya terutama dalam penggelolaan sumber-sumber dana secara efektif dan efisien sehingga menarik minat investasi untuk menanamkan modalnya. Dalam melakukan investasi, investor sebaiknya memperhatikan faktor-faktor internal seperti kinerja manajemen perusahaan dan faktor-faktor eksternal perusahaan yang mungkin akan dapat berpengaruh terhadap pembentukan harga saham.

Analisis pengaruh variabel fundamental terhadap harga saham (studi kasus pada perusahaan otomotif yang go publik di PT. Bursa Efek Indonesia) / Shellina Margi Rahayu

 

ABSTRAK Shellina, Margi, Rahayu. 2008. Analisis Pengaruh Variabel Fundamental terhadap Harga Saham (Studi Kasus Pada Perusahaan Otomotif yang Go Publik di BEI). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Moh. Hari, M.Si. Pembimbing (II) DR. H. Agung Winarno, M.M. Kata Kunci: Return on Equity, Book Value Equity Pershare, Debt to Equity Rasio, Harga Saham Penilaian saham berdasarkan fundamental menjadi penting dalam situasi harga saham yang tidak stabil dan cenderung berfluktuatif, karena perubahan harga akan sangat cepat, mengikuti isu-isu politik yang sedang berkembang, sehingga untuk mengurangi risiko atas perubahan harga tersebut, maka investor perlu melakukan analisis yang bersifat jangka panjang, berupa analisis fundamental yang menilai kinerja perusahaan Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi Return on Equity (ROE), Book Value Equity Pershare (BV) dan Debt to Equity Ratio (DER), harga saham pada perusahaan Otomotif yang Go Publik di PT. Bursa Efek Indonesia dan untuk mengetahui pengaruh secara simultan dan parsial dari Return on Equity (ROE), Book Value Equity Pershare (BV) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap harga saham serta menentukan variabel bebas yang dominan pengaruhnya terhadap harga saham. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan otomotif go publik yang terdapat di Bursa Efek Indonesia sebanyak 14 perusahaan tahun 2002 – 2007, dan terdapat 5 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian, yaitu: PT. Good Year Indonesia Tbk; PT. Gajah Tunggal, Tbk; PT. Astra International Tbk.; PT. Selamat Sempurna Tbk.; dan PT. Astra Otopart Tbk. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif dengan alat analisis regresi berganda. Kondisi variabel-variabel yang diteliti adalah: (a) Perusahaan yang memiliki rata-rata nilai ROE di atas rata-rata industrinya adalah PT. Astra International, Tbk dan PT. Astra Otopart, Tbk. (b) PT. Gajah Tunggal, Tbk memiliki rata-rata nilai BV diatas nilai rata-rata industri. (c) Perusahaan yang memiliki nilai DER di atas rata-rata industrinya adalah PT. Astra International, Tbk (d) Perusahaan yang memiliki rata-rata harga saham di atas nilai rata-rata industri adalah PT. Goodyear, Tbk dan PT. Astra International, Tbk. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa variabel ROE, BV dan DER baik secara simultan maupun parsial tidak tidak berpengaruh terhadap harga saham karena nilai sig. (probabilitas) di atas 0,05. Dari hasil penelitian ini dapat disarankan bahwa manajemen perusahaan hendaknya mempertimbangkan faktor lain seperti ROA, ROI, financial leverage, DPR dan rasio lainnya serta faktor internal (kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, kebijakan investasi dan kebijakan pendanaan) dan eksternal (kondisi ekonomo makro dan stabilitas politik negara, kebijakan pemerintah, kondisi perekonomian dunia).

Pengaruh serbuk biji pinang (Areca catechu L.) pada mortalitas cacing hati sapi (Fasciola gigantica Linn.) secara in vitro / Dia Nurdiansah

 

Penyesuaian diri ibu yang memiliki anak autis / Tri Widodo

 

Perancangan media komunikasi visual ekowisata cagar alam pulau Sempu Malang / M. Aan Nailufar

 

ABSTRAK Nailufar, M. Aan. 2008. Perancangan Media Komunikasi Visual Ekowisata Cagar Alam Pulau Sempu Malang. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual Jurusan seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Ida Siti Herawati M.Pd (II) Rudi Irawanto, S.Pd, M.Sn. Kata Kunci : Perancangan media komunikasi visual, Ekowisata Cagar Alam Pulau Sempu Malang Ekowisata jarang sekali diterapkan di Indonesia sebagai sarana untuk pelestarian alam. Walaupun Ekowisata merupakan salah satu produk pariwisata alternatif yang mempunyai tujuan, seiring dengan pembangunan pariwisata berkelanjutan yaitu pembangunan pariwisata yang secara ekologis memberikan manfaat yang layak secara ekonomi dan adil secara etika, memberikan manfaat sosial terhadap masyarakat guna memenuhi kebutuhan wisatawan tetapi dengan memperhatikan kelestarian kehidupan sosial-budaya, dan memberi peluang bagi generasi muda sekarang dan yang akan datang untuk memanfaatkan dan mengembangkannya. Tujuan dari perancangan ini adalah membuat media komunikasi visual Cagar Alam Pulau Sempu sehingga mampu mengkomunikasikan tentang keberadaan Ekowisata Cagar Alam Pulau Sempu sehingga Pulau sempu bisa lebih dikenal sebagai wahana pelestarian alam. Metode perancangan yang digunakan adalah deskriptif dengan menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk berupa rancangan media komunikasi visual. Proses perancangan media dengan observasi langsung untuk melihat keadaan alam Pulau Sempu. Setelah diketahui tentang potensi-potensi alam Pulau Sempu di buatlah konsep desain dan berlanjut sampai desain terpilih yang sudah di lakukan pengujian melalui FGD kepada klien (BKSDA) dan masyarakat (komunitas yang peduli dengan alam, peneliti, orang yang melakukan studi tentang alam dan wisatan yang datang ke Pulau Sempu) mengenai keefektifan media komunikasi visual Ekowisata Cagar Alam Pulau Sempu. Konsep desain dari perancangan media komunikasi visual Ekowisata Cagar Alam Pulau Sempu menggunakan teknik fotografi dengan menampilkan keindahan alam dan satwa-satwa langka yang merupakan daya tarik untuk mengkomuniksikan Pulau Sempu sebagai wilayah Ekowisata. Paket-paket wisata juga diciptakan guna terciptanya wahana pelestarian alam, karena dengan adanya peket-paket tersebut wisatawan dibatasi dengan peraturan yang berlaku. Perancangan tersebut menghasilkan media; Billboard, Iklan Majalah, Poster, Penunjuk Arah, Website, X-Banner, Brosur dan Postcard. Beberapa media tersebut bisa langsung di aplikasikan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sebagai klien yang kemudian menjadi finish advertising Ekowisata Cagar Alam Pulau Sempu.

Pengaruh faktor eksternal terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Kalianget / Sri Agustin

 

ABSTRAK Agustin, Sri. 2008. Pengaruh Faktor Eksternal Terhadap Prestasi Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran ekonomi kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Kalianget. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Program studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Umi Mintarti W, S.E. M.P. Ak. (2) Dr. Hadi Sumarsono, ST, M.si. Kata Kunci : Lingkungan Keluarga, Lingkungan Sekolah, Lingkungan Masyarakat, Prestasi Belajar Siswa. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Melalui pendidikan diharapkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap yang sangat diperlukan untuk memecahkan persoalan yang dihadapi. Pendidikan memiliki peran penting dalam mencerdaskan bangsa. Proses belajar tidak selalu berhasil, hasil yang dicapai antara siswa yang satu dengan yang lain memiliki perbedaan. berhasil tidaknya proses belajar mengajar tergantung dari faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar banyak jenisnya tapi digolongkan menjadi dua golongan yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Guru ekonomi harus mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi prestasi siswa dalam pelajaran ekonomi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah faktor eksternal. Faktor internal sangat mempengaruhi belajar siswa namun faktor internal dipengaruhi oleh faktor eksternal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang kondisi dan pengaruh faktor eksternal (lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat) secara parsial maupun simultan terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 1 Kalianget. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuesioner yang kemudian hasilnya dianalisis melalui analisis deskriptif korelasional dengan teknik regresi linear berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah 129 siswa kelas XI IPS 1, 2 dan 3 SMAN 1 Kalianget tahun ajaran 2007/2008. Jumlah sampel ditentukan berdasarkan perhitungan Slavin sebanyak 57 siswa. Teknik sampel yang digunakan adalah proporsional random sampling. Kemudian sampel penelitian ditentukan secara proporsional yaitu 19 siswa dari masing-masing kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor eksternal dan prestasi belajar ekonomi siswa tergolong baik dan dari analisis regresi diketahui (1) Terdapat pengaruh positif yang signifikan faktor lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMAN 1 Kalianget, (2) Terdapat pengaruh positif yang signifikan faktor lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMAN 1 Kalianget, (3) Terdapat pengaruh positif yang signifikan faktor lingkungan mayarakat terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMAN 1 Kalianget. Faktor lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat (faktor eksternal) mempunyai pengaruh secara simultan dan parsial terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMAN 1 Kalianget. Prestasi belajar dapat dijelaskan oleh variabel bebas (faktor eksternal) sebesar 58,3 % sedangkan sisanya 41,7 % disebabkan oleh variabel lain. Dari hasil penelitian diketahui bahwa lingkungan keluarga merupakan variabel yang paling efektif dalam mempengaruhi prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang simultan dan parsial yang positif signifikan faktor eksternal terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS di SMAN 1 Kalianget. Saran yang bisa diberikan (1) Orang tua sebaiknya lebih meningkatkan perhatian kepada siswa dengan menanyakan kesulitan anak dan lebih meluangkan waktu untuk membantu dan menemani anak dalam belajar serta memberikan solusi ketika anak mengalami kesulitan belajar.(2) Pada aspek media pembelajaran dan tugas rumah perlu di perbaiki lagi dengan lebih menambah kelengkapan fasilitas dan media pengajaran serta buku-buku penunjang mata pelajaran ekonomi yang relevan karena tidak semua siswa mampu membeli sendiri mengingat sebagian besar perekonomian siswa menengah ke bawah. Selain itu seharusnya guru lebih sering memberikan tugas atau latihan-latihan dan sering membahas tugas yang diberikan sehingga anak lebih terlatih dan giat dalam belajar. (3) Penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan masyarakat sudah cukup baik namun merupakan faktor yang paling lemah dari faktor lain. Maka kerjasama keluarga dan masyarakat diperlukan untuk menjaga pergaulan anak khususnya teman bergaul. Teman bergaul seharusnya bisa diajak belajar bersama dan memberikan bantuan atau solusi ketika siswa mengalami kesulitan belajar. (4) Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan penelitian sampel dengan wilayah populasi yang lebih luas dan mengembangkan permasalahan yang terkait dengan prestasi belajar siswa. Dengan demikian hasil yang diharapkan dapat mengungkap lebih banyak permasalahan dan memberikan hasil temuan penelitian yang lebih berarti dan bermanfaat bagi banyak pihak.

Pengaruh variasi sudut putar skrup adjuster katup ekspansi terhadap tekanan suction, tekanan discharge, suhu evaporator dan prestasi kerja air conditioning mobil / Derman Efendi

 

Katup ekspansi adalah komponen sistem AC yang berfungsi merubah tekanan refrigerant yang bersirkulasi dalam sistem AC yang mula-mula bertekanan tinggi menjadi bertekanan rendah. Penurunan tekanan refrigerant secara drastis setelah melewati katup ekspansi menyebabkan perubahan fasa refrigerant dari cair menjadi kabut setengah cair yang mengalir menuju evaporator. Di dalam evaporator refrigerant menguap menjadi uap jenuh dengan cara mengambil kalor lingkungan sekitar dengan bantuan sirip-sirip evaporator. Hilangnya kalor dilingkungan sekitar evaporator menyebabkan efek pendinginan atau yang biasa disebut dengan efek refrigerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi sudut putar adjuster katup ekspansi AC mobil terhadap tekanan suction, tekanan discharge, suhu evaporator dan prestasi kerjanya. Dalam penelitian ini menggunakan katup ekspansi thermostatik dan refrigerant R12 sebagai objek penelitiannya. Katup ekspansi thermostatik diberi perlakuan penyetelan menggunakan variasi putaran sudut -3600, -2700, -1800, -900, 00, 900, 1800, 2700 dan 3600 terhadap skrup adjusternya. Penelitian ini dilakukan di laboratorium jurusan teknik mesin Universitas Negeri Malang gedung G5 pada tanggal 18-19 Juni 2008. Hasil penelitian dengan menggunakan metode penelitian analisis of variansi (ANOVA) menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara variasi sudut putar skrup adjuster katup ekspansi terhadap tekanan suction, tekanan discharge, suhu evaporator dan prestasi kerjanya. Memutar skrup adjuster katup ekspansi AC mobil kearah kiri (mengendorkan) menyebabkan tekanan suction , suhu evaporator dan Coefisien Of Performance semakin naik sedangkan tekanan discharge semakin turun. Mengencangkan skrup adjuster katup ekspansi AC mobil menghasilkan tekanan suction , suhu evaporator dan coefisien of performance semakin turun sedangkan tekanan discharge semakin naik. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya dengan menggunakan refrigerant yang berbeda

Perbedaan profitabilitas, price earning ratio, dividend payout ratio, earning per share sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2000-2002 / Dhidit Prasetya Adi

 

ABSTRAK Prasetya Adi , Dhidit. 2008. Skripsi. Perbedaan Profitabilitas, Price Earning Ratio, Dividen Payout Ratio dan Earning Per Share Sebelum dan Sesudah Stock Split Pada Perusahaan Manufaktur Yang Listing di BEI Periode 2000-2002)”. Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo, M.M. (II) Ely Siswanto, S.sos, M.M. Kata kunci: “ Profitabilitas, Price Earning Ratio, Dividen Payout Ratio dan Earning Per Share. Salah satu informasi dalam pasar modal adalah pemecahan saham (stock split). stock split adalah pemecahan jumlah saham menjadi jumlah lembar yang lebih banyak dengan pengurangan harga nominal per lembarnya secara proporsional. Terdapat dua teori utama yang menjelaskan motivasi perusahaan melakukan stock split dan dampak yang ditimbulkannya. Yang pertama adalah teori trading range theory. Menurut teori ini, harga saham yang terlalu tinggi menyebabkan kurang aktifnya saham tersebut diperdagangkan. Sedangkan yang kedua adalah signalling theory yaitu dengan memberikan sinyal bahwa perusahaan memiliki kinerja dan prospek yang bagus di masa yang akan datang. Stock split merupakan fenomena yang masih unik dan membingungkan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya ketidakcocokan antara teori dan praktek. Secara teoritis, stock split hanya meningkatkan jumlah saham yang beredar, tidak menambah kesejahteraan para investor, dan tidak memberikan tambahan nilai ekonomi bagi perusahaan. Tetapi, beberapa bukti empiris menunjukkan bahwa pasar memberikan reaksi terhadap pengumuman stock split. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi Profitabilitas, Price Earning Ratio, Dividen Payout Ratio dan Earning Per Share sebelum dan sesudah stock split (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2000-2002)”, dan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaaan yang signifikan antara rata-rata Profitabilitas, Price Earning Ratio, Dividen Payout Ratio dan Earning Per Share (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2000-2002)”. Hipotesis penelitian ini yaitu diduga terdapat perbedaan rata-rata Profitabilitas, Price Earning Ratio, Dividen Payout Ratio dan Earning Per Share sebelum dan sesudah stock split (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2000-2002)”. Populasi penelitian adalah perusahaan yang bergerak pada bidang manufaktur yang terdaftar di BEI periode periode 2000-2002. Sampel ditentukan sebanyak 10 sampel perusahaan yang memenuhi kriteria. Periode jendela dibedakan menjadi 3 tahun sebelum peristiwa (pre event), dan 3 tahun setelah peristiwa (post event). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode purposive sampling adalah pemilihan sampel secara tidak acak yang informasinya diperoleh menggunakan pertimbangan tertentu, yang pada umumnya disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian. Data yang digunakan adalah data sekunder harga saham, jumlah saham yang beredar, laba per saham, deviden per saham, laba bersih penjualan mulai 2000- 2002. Uji hipotesis dengan menggunakan uji normalitas terlebih dahulu. Lalu dilanjutkan dengan uji t (Paired Two Samples For Means) untuk data berdistribusi normal dan uji peringkat tanda (Wilcoxon’s Signed Rank Test) apabila data tidak berdistribusi normal. Dari hasil penelitian tidak terbukti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata Profitabilitas, Price Earning Ratio, Dividen Payout Ratio dan Earning Per Share sebelum dan sesudah peristiwa stock split pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2000-2002. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa stock split tidak memiliki kandungan informasi yang positif sehingga investor tidak terlalu merespon dan bereaksi secara lambat terhadap adanya peristiwa tersebut. Adapun saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah: (1) Bagi perusahaan hendaknya lebih berhati- hati dalam mengambil kebijakan dalam melaksanakan stock split. Agar kebijakan stock split dapat memberikan pengaruh yang positif bagi perusahaan, maka perusahaan harus memperhatikan keadaan pasar dimana sebaiknya perusahaan melakukan stock split pada saat bursa dalam keadaan stabil, saat bursa sedang bergairah yang ditandai dengan indeks harga saham yang terus meningkat dan saat perusahaan tidak terkena rumor atau isu yang negatif.(2) Bagi para investor hendaknya berhati- hati dalam melakukan suatu transaksi saham, dimana investor harus mewaspadai setiap informasi yang ada. Investor juga harus mencermati pada kondisi fundamental perusahaan dan kondisi perekonomian yang dapat mempengaruhi kinerja suatu perusahaan. (3) Bagi Peneliti Selanjutnya Pertimbangkan untuk memilih jumlah sampel penelitian dari perusahaan manufaktur yang listing di BEI yang melaksanakan kebijakan stock split sehingga hasil penelitian bisa lebih komprehensif dan representative. Penggunaan periode yang lebih panjang sehingga informasi yang disampaikan lewat kebijakan stock split bisa terserap oleh pasar serta, mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat. mempengaruhi reaksi pasar modal di seputar stock split seperti kondisi perekonomian dan kondisi masing-masing industri perusahaan. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi reaksi pasar modal di seputar stock split.

The effects of setting of place on main character's early development on Harry Potter and the Sorcerer's Stone / Taufik Akbar Al Faj'ri

 

Kualitas pelayanan prima (service excellence) dan pengaruhnya terhadap kepuasan konsumen (studi kasus pada konsumen distribution outlet realizm Jl. Wilis 25 Malang) / M. Fariduddin Amin

 

Pemanfaatan media kerangka dalam pembelajaran IPA kelas IV pokok bahasan kerangka tubuh manusia di SDN Ketawang I Kecamatan Purwoasri Kotamadya Kediri (penelitian tindakan kelas) / Tina Despitasari

 

Pengaruh globalisasi terhadap eksistensi nilai-nilai kesenian wayang kulit di Wonogiri Jawa Tengah / Wahyu Listyorini

 

ABSTRAK Wahyu Listyorini. 2008. Pengaruh Globalisasi Terhadap Eksistensi Nilai-Nilai Kesenian Wayang Kulit di Wonogiri Jawa Tengah. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1). Drs. H. Suparlan, M. Si. (2). Drs. Suwarno Winarno. Kata Kunci : Pengaruh, Globalisasi, Eksistensi, Nilai-nilai kesenian wayang kulit. Seni pertunjukan tradisional wayang kulit adalah sebuah drama klasikal tradisional yang bersumber dari epos Mahabarata dan Ramayana. Wayang kulit merupakan salah satu kesenian tradisional yang berkembang di Wonogiri. Kesenian merupakan salah satu unsur kebudayaan secara universal yang selalu berkembang seiring dengan pergantian pendukungnya. Tata masyarakat beserta perubahannya turut pula menentukan arah perkembangan kesenian, apa lagi pada era globalisasi seperti saat ini. Dimana, dinamika perubahan sosial terjadi begitu cepat, sejalan dengan perkembangan IPTEK, yang menjadikan arus trasformasi budaya asing tidak dapat dibendung dan semakin berkembang. Hal ini dikarenakan sebagian besar subjek pendukungnya adalah generasi muda yang kreatif dan dinamis. Tujuan dari penelitian ini adalah (1)Mendeskripsikan asal mula kesenian wayang kulit di Wonogiri (2)Menjelaskan nilai-nilai filosofis dalam cerita wayang kulit menurut masyarakat Wonogiri (3)Menjelaskan tata urutan pertunjukan wayang kulit. (4)Menjelaskan nilai-nilai filosofis globalisasi (5)Mendeskripsikan pengaruh globalisasi terhadap eksistensi nilai-nilai pewayangan (6)Mendeskripsikan prospek kesenian wayang kulit di Wonogiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Sumber data yang utama dalam penelitian ini adalah kata-kata atau ucapan yang diperoleh melalui wawancara dan pengamatan. Adapun analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif kualitatif. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa asal mula kesenian wayang kulit merupakan kebudayaan asli Jawa. Kesenian wayang kulit mulai masuk dan berkembang di Wonogiri pada saat pemerintahan Mangkunegaran. Wayang kulit bukan hanya sebagai sarana atau media tontonan, melainkan dapat digunakan sebagai media tuntunan dan tatanan terhadap masyarakat pendukungnya atau para penikmat kesenian wayang kulit itu sendiri. Kesenian wayang kulit juga mengandung nilai-nilai filosofis di dalamnya, nilai tersebut antara lain nilai pedalangan yang dapat dibagi menjadi 6 unsur yaitu hiburan, seni, pendidikan dan penerangan, ilmu pengetahuan, kejiwaan atau rohani, serta mistik dan simbolik. Serta 8 unsur nilai kejiwaan, yaitu : kesempurnaan, kesatuan, kebenaran, keadilan, kebijaksanaan, kesadaran dan keyakinan, tanggung jawab serta kemandirian. Dalam setiap pertunjukan wayang kulit yang dilaksanakan semalam suntuk, di dalamnya terbagi menjadi 3 tahap utama yang disebut dengan pathet. Era globalisasi memberi dampak tersendiri kepada kesenian wayang kulit. Contohnya kemajuan dari segi musik, lagu dan properti panggung. Serta adanya dobrakan-dobrakan baru terhadap setiap pertunjukan wayang kulit yang dilakukan oleh dalang muda sebagai jalan untuk menarik massa. Pertunjukan wayang kulit di Wonogiri sampai saat ini masih menunjukkan kemajuan dan eksistensinya.

Pengaruh diversifikasi dan diferensiasi terhadap keputusan pembelian produk PT. Coca-Cola Bottling Indonesia (studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) / Rina Manistatho'a

 

ABSTRAK Manistatho’a, Rina. 2008. Pengaruh Diversifikasi dan Diferensiasi Terhadap Keputusan Pembelian Produk PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) DR. Ery Tri Djatmiko R.W.W., MA., M.Si. Pembimbing (2) Drs. Agus Hermawan, M.Si, M.Bus. Kata kunci: Diversifikasi, Diferensiasi, Keputusan Pembelian. Pada era perdagangan bebas saat ini banyak terjadi persaingan dalam dunia usaha. Semakin ketatnya persaingan mendorong perusahaan untuk menerapkan strategi pemasaran yang jitu untuk menarik pelanggan. Strategi pemasaran mempunyai peranan yang penting dalam mewujudkan tujuan sesuai dengan perkembangan dan lingkungan pasar yang dihadapi. Sebagai contoh adalah semakin beragam jenis/merek minuman sekarang ini yang membuat konsumen dihadapkan pada pilihan produk yang bermacam-macam dengan aneka ragam kemasan, ukuran, bentuk, warna, rasa, harga dan kualitas. Apalagi semakin banyaknya produk sejenis yang ditawarkan pesaing mengakibatkan persaingan yang semakin kompetitif. Umumnya keputusan pembelian yang diambil konsumen dalam pembelian minuman ringan adalah jenis produk apa yang akan dibeli, berapa harganya, rasa minuman apa yang diinginkan, berapa jumlahnya serta bagaimana kualitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh unsur diversifikasi (keragaman, kualitas, dan kemasan) dan diferensiasi terdiri dari diferensiasi produk (rasa, ukuran, warna, dan bentuk), diferensiasi citra (logo dan tulisan, nama perusahaan) secara parsial terhadap keputusan pembelian produk Coca-Cola Bottling Indonesia pada mahasiswa FE UM, dan pengaruh unsur diversifikasi (keragaman, kualitas, dan kemasan) dan diferensiasi terdiri dari diferensiasi produk (rasa, ukuran, warna, dan bentuk), diferensiasi citra (logo dan tulisan, nama perusahaan) secara simultan terhadap keputusan pembelian produk Coca-Cola Bottling Indonesia pada mahasiswa FE UM Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel bebas, baik satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel lain. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dan uji asumsi klasik. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi UM yang terdaftar secara resmi (sudah melakukan regrestrasi akademik) sampai dengan semester 2 (dua) tahun ajaran 2007/2008 yaitu sejumlah 4.031 mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Hasil dalam penelitian ini adalah: (1) Tidak terdapat pengaruh positif yang signifikan strategi diversifikasi konsentris terhadap keputusan pembelian produk PT. CCBI dengan nilai ß = -0,039; thitung = -0,509; dan Sig. t = -0,612; (2) Terdapat pengaruh positif yang signifikan diferensiasi secara parsial terhadap keputusan pembelian produk PT. CCBI pada mahasiswa FE UM, dengan nilai ß = 0,341; thitung = 8,069; dan Sig. t = 0,000; dan (3) Terdapat pengaruhpositif yang signifikan diversifikasi dan diferensiasi secara simultan terhadap keputusan pembelian produk PT. Coca-Cola Bootling Indonesia dengan nilai thitung = 32.590 ; dan Sig. F = 0.000; R = 0.634 ; R Square = 0.402 ; Adjusted R Square = 0.390. Sehingga dapat disimpulkan bahwa diversifikasi dan diferensiasi berpengaruh lemah terhadap keputusan pembelian mahasiswasebesar 39% dan sisanya sebesar 61% dipengaruhi variabel lain di luar penelitian Saran dari penelitian ini meliputi: (1) Diferensiasi mempunyai pengaruh yang dominan terhadap keputusan pembelian produk PT. Coca-Cola Bottling Indonesia maka pihak perusahaan mempertahankan strategi ini dengan tetap melakukan inovasi-inovasi baru sesuai dengan keinginan dan selera konsumen khususnya remaja (mahasiswa). (2) Untuk lebih meningkatkan pembelian, perusahaan melakukan perbaikan pada strategi diversifikasi dengan meningkatkan kualitas dan mengembangkan produk baru yang bercirikan remaja misalnya modifikasi kemasan supaya kalangan remaja dapat mempertahankan kesadaran dan preferensinya pada produk PT. Coca- Cola Bottling Indonesia. (3) Agar kedua variabel (diversifikasi dan diferensiasi) memberikan kontribusi yang berarti bagi perusahaan maka pihak perusahaan harus menjaga kualitas produk secara keseluruhan baik desain kemasan, rasa, ukuran, serta perbaikan pada periklanan agar disesuaikan dengan dalam negeri misal menggunakan model dan tempat dalam negeri. (4) Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan meneliti pengaruh periklanan secara parsial jika dihubungkan dengan strategi diversifikasi dan diferensiasi yang dilakukan perusahaan terhadap keputusan pembelian konsumen.

Perubahan tata guna lahan dan kapasitas infiltrasi di kawasan penyangga sub das Metro Kecamatan Wagir Kabupaten Malang / Setyawan Panji Ulama

 

Pengaruh konsentrasi ekstrak kecambah kacang hijau dan lama perendaman terhadap perkecambahan biji melon (Cucumis melo L.) / Niam Munfaridah

 

Perbanyakan melon pada umumnya dengan menggunakan biji. Usaha yang biasa dilakukan untuk mempercepat perkecambahan biji adalah dengan perendaman dalam hormon sintetis yang berasal dari bahan kimia. Usaha untuk mengganti bahan sintetis tersebut, dapat dilakukan dengan perendaman dalam bahan alam yang mengandung zat-zat yang dapat mempercepat perkecambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh konsentrasi ekstrak kecambah kacang hijau terhadap perkecambahan biji melon, 2) pengaruh lama perendaman terhadap perkecambahan biji melon, dan 3) interaksi antara konsentrasi ekstrak kecambah kacang hijau dan lama perendaman terhadap perkecambahan biji melon. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak kecambah kacang hijau yang terdiri dari 7 taraf: 0 % , 5 % , 10 % , 15 % , 20%, 25 %, dan 30 %. Faktor ke-2 adalah lama perendaman dengan 4 taraf: 6, 12, 24, dan 36 jam. Satuan percobaan berupa polibag yang diisi lima biji yang diulang 3 kali. Bahan penelitian berupa biji melon yang diperoleh dari buah masak. Parameter yang diamati berupa banyaknya biji yang berkecambah. Data persentase kecambah dan rerata perkecambahan dianalisis dengan anava ganda dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak kecambah kacang hijau dan lama perendaman berpengaruh terhadap perkecambahan biji melon, sedangkan interaksi antara konsentrasi ekstrak kecambah kacang hijau dan lama perendaman tidak berpengaruh. Rerata perkecambahan akibat pengaruh konsentrasi 30 % menghasilkan rerata terbesar tapi tidak berbeda nyata dengan konsentrasi 25 % dan 20%. Rerata perkecambahan akibat pengaruh konsentrasi 0% tidak berbeda nyata dengan konsentrasi 5 %, 10 % dan 15% namun cenderung meningkat pada konsentrasi 20%. Lama perendaman 36 jam menghasilkan rerata perkecambahan yang terbesar. Rerata perkecambahan dengan perendaman 24 jam tidak berbeda nyata dengan rerata perkecambahan perendaman 36 jam.

Analisis kesulitan guru fisika dalam upaya mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMA Negeri se-kabupaten Hulu Sungai Utara / Eka Anggeraini

 

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan melalui kegiatan wawancara dan observasi, diperoleh informasi bahwa guru-guru SMA Negeri di kabupaten Hulu Sungai Utara masih mengalami kesulitan melaksanakan pembelajaran fisika secara utuh, sistematis dan berkesinambungan dalam upaya mengimplementasikan KTSP. Hal ini ditunjukkan beberapa guru kesulitan membuat silabus dan RPP. Kegiatan pembelajaran yang sering digunakan guru masih menggunakan metode ceramah dan kurang melibatkan siswa.Metode praktikum jarang digunakan dalam pembelajaran karena waktu pelaksanaannya kurang efisien. Adapun tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesulitan yang dihadapi guru fisika dalam upaya mengimplementasikan KTSP dan upaya yang ditempuh guru untuk mengatasi kesulitan tersebut. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif yang bersifat eksploratif. Subjek penelitian adalah guru fisika se-Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan jumlah 10 orang. Instrumen penelitian berupa angket dan wawancara. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawan cara dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru fisika di SMA Negeri se-Kabupaten Hulu Sungai Utara secara konseptual sudah mampu menerapkan KTSP dalam pembuatan perencanaan pembelajaran namun dalam aplikasinya masih mengalami kesulitan. Hal ini karena KTSP masih baru dilaksanakan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kesulitan tersebut antara lain, (1) guru masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan kompetensi dasar k e dalam indikator pembelajaran, (2) menyusun rencana pembelajaran, (3) kesulitan pada saat menganalisis instrumen penilaian. Dalam melaksanakan pro ses pembelajaran secara keseluruhan guru fisika cukup mengalami kesulitan menentukan media yang dapat membangkitkan minat dan motivasi sisw a dalam pembelajaran. Sistem penilaian yang diterapkan oleh guru meli puti penilaian proses dan hasil yang mencakup aspek afektif, kognitif dan psikomotorik. Penilaian proses dilaksanakan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung, sedangkan penilaian hasil belajar dilakukan setiap selesai pembelajaran. Kesulitan guru pada saat melaksanakan penilaian antara lain, (1) menilai siswa satu persatu karena jumlah siswa yang banyak, (2) memancing kreativitas siswa dal am kegiatan psikomotorik, (3) kesulitan dalam memberikan tes yang mencakup keseluruhan ranah kognitif (Taksonomi Bloom): C1(pengetahuan), C2 (pemahaman), C3 (aplikasi), C4 (analisa),C5 (sintesa), dan C6 (evaluasi).

Pengaruh brain gym terhadap ingatan usia masa kanak-kanak awal pada TK B di TK Laboratorium Universitas Negeri Malang / Mariya Manna

 

Hambatan kelompok bermain dalam implementasi pendekatan beyond center and cyrcle times (BCCT) di Kota Malang / Fitri Firdausi

 

ABSTRAK Firdausi, Fitri. 2008. Hambatan Kelompok Bermain Dalam Implementasi Pendekatan Beyond Center And Cyrcle Times (BCCT). Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Umi Dayati, M.Pd. (II) Drs. Kentar Budhojo, M.Pd. Kata kunci: Hambatan, Kelompok Bermain, Pendekatan BCCT BCCT (beyond Centres and Circles Time) adalah salah satu pendekatan yang berorientasi pada anak. Proses layanan pembelajaran didasarkan pada tahap perkembangan masing-masing anak dan mengembangkan kreativitas anak. Namun demikian, dari 60 Kelompok bermain di Kota Malang yang menerapkan pendekatan BCCT hanya 14 Kelompok Bermain sisanya belum menerapkan pendekatan BCCT ( HIMPAUDI Malang ). Hal ini menunjukan adanya permasalahan pada kelomok bermain di Kota Malang dalam hal pengimplementasian pendekatan BCCT. Tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan hambatan apa saja yang dihadapi oleh KB di Kota Malang dalam implementasi pendekatan BCCT. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel kelompok bermain menggunakan teknik total sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru kelompok bermain yang sudah menerapkan pendekatan BCCT di Kota Malang yaitu berjumlah 55 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Berdasarkan hasil dari analisis dapat disimpulkan sebagai berikut: Hambatan yang dihadapi KB dalam implementasi pendekatan BCCT yaitu 1) sarana prasarana bagi sebagian besar KB menjadi penghambat dalam implementasi BCCT, terutama pada lokasi dan ketersediaan gedung/bangunan. Itu dikarenakan KB beranggapan bahwa untuk menerapkan BCCT membutuhkan ruang yang banyak. 2) kompetensi pendidik dan pemahamannya akan pendekatan BCCT serta perkembangan anak usia dini menghambat penerapan pendekatan BCCT. Karena peran pendidik dalam masa perkembangan anak ini sangat besar, pembentukan pola pikir dan prilaku. Serta pemahamannya akan pendekatan BCCT, karena sebelum menerapkannya seharusnya pendidik faham dulu apa dan bagaimana BCCT itu. 3) Perkembangan anak didik, aspek perkembangan anak sangat tergantung pada pola didik orang terdekatnya, dalam hal ini adalah orang tua dan pendidik anak usia dini, oleh karena itu pendidik seharusnya memiliki bekal tentang pemahaman yang besar tentang tumbuh kembang anak. 4) dari segi kurikulum, yang menghambat untuk menerapkan pendekatan BCCT yaitu kesesuaian materi, metode yang digunakan, dan penentuan tema yang sesuai untuk anak didik 5) hambatan dari orang tua antara lain persepsi orang tua tentang proses pembelajaran dan besar dana yang dikeluarkan. Orang tua sering kali protes karena anaknya hanya bermain di sekolah. 6) pencatatan tumbuh kembang anak, idealnya pendidik mencatat perkembangan anak setiap hari namun pendidik belum bisa sepenuhnya mencatat perkembangan anak tersebut. Saran yang dapat disumbangkan dalam penelitian ini adalah bagi Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, agar dapat mengeluarkan kebijakan yang dapat meningkatkan citra implementasi pendekatan BCCT dan memfasilitasi kelompok bermain untuk menerapkan BCCT, Bagi Bagi Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, karena hasil penelitian ini menunjukkan bahwa banyak Kelompok Bermain di Kota Malang belum menerapkan pendekatan BCCT seyogyanya lebih meningkatkan perhatiannya pada hambatan yang dihadapi Kelompok Bermain dalam implementasi BCCT terutama penyediaan sarana prasarana, dan mengeluarkan kebijakan yang dapat meningkatkan citra implementasi BCCT di mata pendidik dan upaya peningkatan mutu pendidik anak usia dini tentang pendekatan BCCT; Bagi Kepala kelompok bermain di Kota Malang, sebaiknya pihak kepala sekolah dapat melakukan upaya-upaya yang dapat menjadikan hambatan menjadi sebuah tantangan dalam perkembangan kelompok bermain dan meningkatkan SDM pendidik; 2. Bagi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah perlu mengadakan pelatihan-pelatihan, seminar ataupun sharing mengenai BCCT lebih dalam bagi guru-guru PAUD. Selain itu perlu diadakan mata kuliah mengenai BCCT dan implementasinya, yang nantinya menambah wawasan mahasiswa PLS. dan 3. Bagi peneliti lain, agar memperluas penelitian ini dengan menggunakan rancangan penelitian lain yang berbeda.

Intensifikasi pemanfaatan wilayah pesisir untuk budidaya perikanan tambak dan pengaruhnya terhadap tingkat pendapatan di Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember / Ardhina Eka Priani

 

ABSTRAK Priani, Ardhina Eka. 2008. Intensifikasi Pemanfaatan Wilayah Pesisir Untuk Budidaya Perikanan Tambak dan Pengaruhnya Terhadap Tingkat Pendapatan di Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember. Skripsi, jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didik Taryana, M.Si (II) Drs. Singgih Susilo, M.S.M.Si. Kata kunci : intensifikasi, wilayah pesisir, tambak, pendapatan Kegiatan budidaya tambak di Kecamatan Gumukmas masih bersifat tradisional dengan sistem tambak monokultur yang membudidayakan jenis udang vanname. Hasil tambak mengalami penurunan dari tahun ketahun, hal itu terjadi karena belum adanya program Intensifikasi Tambak (INTAM). Hal yang diperlukan untuk mengatasi penurunan hasil panen dengan intensifikasi bentuk pengelolaan budidaya tambak yang dilakukan petambak. Penelitian ini bertujuan mengetahui pemanfaatan wilayah pesisir, bentuk intensifikasi pemanfaatan wilayah pesisir untuk budidaya perikanan tambak, dan pengaruh bentuk intensifikasi budidaya perikanan tambak terhadap tingkat pendapatan petambak. Metode yang digunakan adalah penelitian survei, dengan data primer dan sekunder teknik pengambilan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengambilan sampel daerah dan responden menggunakan teknik purposive sampling dan proporsional random sampling, sedangkan siapa-siapa yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data yang digunakan yaitu tabulasi dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk intensifikasi pengelolaan budidaya tambak seperti modal awal, jarak tambak dari pantai, pakan tambahan dan pemupukan secara bersama-sama berpengaruh terhadap tingkat pendapatan petambak. Pengujian hipotesis juga diperoleh bahwa secara parsial atau sendiri-sendiri variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat yaitu tingkat pendapatan. Variabel bebas yang paling dominan berpengaruh adalah variabel modal awal dan paling besar memberikan sumbangan efektif diantara variabel bebas lainnya terhadap tingkat pendapatan petambak, namun variabel pakan tambahan dan pemupukan juga memberikan sumbangan meski tidak terlalu besar karena pelaksanaannya tidak dilakukan secara optimal. Bentuk pengelolaan budidaya tambak meski dipengaruhi oleh semua variabel bebas, namun tingkat pendapatan petambak menurun jika dibandingkan dengan tingkat pendapatan yang diperoleh pada tahun-tahun sebelumnya, karena bentuk pengelolaan yang petambak lakukan terbatas pada pengetahuan sendiri dan kebiasaan yang telah lama dilakukan. Hal ini terjadi karena di daerah penelitian belum ada penerapan program INTAM untuk peneingkatan hasil panen. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan pelaksanaan program INTAM oleh pemerintah daerah yang bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan lembaga yang menangani peningkatan ekonomi wilayah pesisir untuk membantu petambak meningkatkan hasil panen yang nanti berpengaruh pada peningkatan pendapatan.

Makna ketidakaktifan warga belajar (studi kasus pada Kelompok Berlatih Olahraga (KBO) sepak bola karang taruna di Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang / Abdullah

 

Kelompok Berlatih Olahraga (KBO) merupakan bagian dari Pendidikan Non Formal. Colleta (1996 : 1) mengemukakan bahwa pendidikan luar sekolah adalah tranmisi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang bertujuan dan sistematik dengan penekanan terhadap peningkatan keterampilan di luar teknologi pendidikan persekolahan formal dengan susunan struktur waktu, tempat,sumber-sumber warga belajar yang beragam akan tetapi diarahkan. Keberadaan KBO sepak bola Karang Taruna kecamatan Tumpang kabupaten Malang, pada empat tahun penyelenggaraannya sangat diminati oleh warga belajar, tetapi menginjak tahun kelima warga belajar menjadi tidak aktif. Hal inilah yang melatarbelakangi penelitian dalam tesis ini. Fokus penelitian adalah menungkap fenomena makna ketidakaktifan warga belajar dalam penyelenggaraan KBO sepak bola Karang Taruna Kecamatan Tumpang. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi partisipatif dan studi dokumentasi. Adapun yang menjadi subyek penelitian adalah peserta KBO sepak bola Karang Taruna kecamatan Tumpang kabupaten Malang yang tidak aktif dalam mengikuti latihan. Sedangkan pelatih dan pengelolah stadion merupakan informan tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi alasan-alasan warga belajar tidak aktif dalam mengikuti latihan adalah (1) ketidakpuasan warga belajar terhadap pelatih pengganti, (2) kesenjangan anatara pelatih dengan warga belajar serta kesenjangan antara warga belajar satu dengan yang lainnya.,(3) keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh KBO yang sangat kurang. Bertolak dari hasil penelitian disarankan kepada pemerintah setempat untuk lebih memperhatikan KBO sepak bola Karang Taruna Tumpang yang merupakan bagian dari pendidikan non formal.

Penyempurnaan alat pelepas dan pemasang bearing transmisiotomotif dengan sistem hidrolik / Pujo Wahyudi, Sudaroji

 

Survei tingkat kesegaran jasmani wasit sepakbola Persatuan Sepakbola Seluruh Malang (Persema) / Suganda Laksana Putra

 

Perkembangan sepakbola masa kini sangat populer dan digemari di seluruh dunia tetapi sekarang sepakbola tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas teknik dan permainan suatu tim sepakbola, tetapi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kualitas wasit sebagai pemimpin pertandingan yang baik. Seorang wasit sepakbola harus mampu menguasai peraturan permainan dan memiliki keterampilan perwasitan yang baik dan mengerti penerapannya di lapangan. Selain itu wasit sepakbola juga harus memiliki kondisi fisik atau kesegaran jasmani yang baik pula sebagai syarat utama untuk dapat mencapai kesuksesan dalam memimpin pertandingan. Komponen kondisi fisik yang penting adalah kesegaran jasmani seorang wasit. Walaupun kesegaran jasmani bukan satu-satunya, namun hal ini nampaknya kurang disadari dan cenderung diabaikan. Penelitian ini ingin mengungkap tingkat kesegaran jasmani wasit sepakbola Persema Malang agar dalam memimpin suatu pertandingan tidak ada kendala dan bisa berjalan dengan lancar sampai akhir pertandingan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan subyek 66 wasit, dan mengambil 66 wasit sebagai sampel. Sampel dalam penelitian ini diambil dari wasit sepakbola Persema Malang yang aktif dalam kompetisi Persema, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan tes lari multitahap yang dikonversi pada tabel prediksi VO2 maks. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan rata-rata kesegaran jasmani wasit sepakbola Persema dalam kondisi baik dengan rata-rata adalah 46,9 ml/kg/mnt. Oleh karena itu disarankan kepada komisi wasit Persema agar mengetahui kesegaran jasmani anak didiknya sebagai kelayakan menjadi seorang wasit sepakbola dan untuk meningkatkan VO2 maks para wasit sehingga dapat mencapai standar VO2 maks pemain sepakbola atau minimal mencapai standar VO2 maks untuk wasit sepakbola.

Perbedaan penggunaan fuel induction dan putaran mesin terhadap kandungan emisi gas buang karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) pada mobil Suzuki ST 100 / Achmat Rosit

 

ABSTRAK Rosit, Achmat. 2008. Perbedaan Penggunaan Fuel Induction dan Putaran Mesin Terhadap Kandungan Emisi Gas Buang Karbon Monoksida (CO) dan Hidrokarbon (HC) pada Suzuki ST 100. Skripsi, Program studi Pendidikan Teknik Mesin Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. H. Paryono, S.T., M.T., (2) Drs. Ir. Usman Kasmari. Kata kunci: Fuel Induction, Putaran Mesin, Emisi Gas Buang Judul skripsi ini adalah Perbedaan Penggunaan Fuel Induction dan Putaran Mesin terhadap Kandungan Emisi Gas Buang Karbon Monoksida (CO) dan Hidrokarbon (HC) pada Mobil Suzuki ST 100. Permasalahan yang diangkat adalah perbedaan kandungan emisi gas buang antara mobil yang menggunakan fuel induction dan yang tidak menggunakannya. Penelitian ini dilakukan di laboratorium otomotif Indomobil Universitas Negeri Malang dengan bantuan alat Multi Infrared Exhaust Gas Analyzer. Analisis hasil penelitian yang digunakan Two way Anova dengan taraf signifikansi 0,01. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah fuel induction dan putaran mesin, sedangkan variabel terikatnya adalah kandungan emisi gas buang karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC). Kondisi mesin yang digunakan penelitian adalah kondisi mesin menggunakan fuel induction dan kondisi mesin tanpa menggunakan fuel induction. Sedangkan variasi putaran mesin yang digunakan adalah: putaran rendah (800 rpm), menengah (2000 rpm) dan tinggi (3000 rpm). Mesin yang digunakan sebagai alat pengambilan data adalah engine stand Suzuki ST 100. Dari semua data hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa dengan menggunakan fuel induction pada sistem bahan bakar mesin dapat menyempurnakan proses pembakaran campuran bahan bakar dan udara, sehingga dapat mengurangi kandungan emisi gas buang karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC). Saran yang dapat diberikan bagi pengguna kendaraan sebaiknya menggunakan fuel induction untuk mengurangi kandungan emisi gas karbon monoksida, serta bagi peneliti yang lain agar meneruskan penelitian ini dengan judul yang sama dengan variabel dan instrumen yang berbeda.

Pengaruh pembelajaran kooperatif model jigsaw terhadap prestasi belajar siswa (studi pada mata pelajaran ekonomi kelas XI SMK Negeri 1 Turen tahun pelajaran 2007/2008) / Enggal Prio Wibisono

 

ABSTRAK Wibisono, Enggal Prio. 2008. Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw Terhadap Prestasi Belajar Siswa (Studi pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI SMK NEGERI 1 Turen Tahun Pelajaran 2007/2008). Skripsi. Program Studi Pendidikan Tata Niaga Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Mulyoso, S.E, M.Si., (II) DR. Sopiah, M.Pd., M.M Kata Kunci: Pembelajaran kooperatif model jigsaw dan Prestasi Belajar Siswa. Pembelajaran merupakan kegiatan untuk secara nyata mengubah mindset manusia yang dulunya tidak tahu menjadi tahu. Realitaya adalah proses mengajar yang di lakukan oleh pendidik (guru) kepada terdidik (siswa) dalam mengembangkan kegiatan psiko-fisik menuju perkembangan kepribadian siswa. Berdasarkan pemikiran yang seperti itu maka berkembanglah beberapa strategi pembelajaran kontekstual yang mengedepankan kreativitas, inovasi dan kerja sama dalam proses pembelajarannya. Salah satu contohnya adalah pembelajaran kooperatif model jigsaw. Dalam pembelajaran in terdapat empat macam elemen kooperatif yaitu: (1) Saling ketergantungan positif; (2) Interaksi tatap muka; (3) Akuntabilitas individual; (4) Keterampilan menjalin hubungan antar pribadi. Berdasarkan pertimbangan tersebut maka peneliti ingin mengetahui apakah pembelajaran kooperatif model jigsaw mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana ada tidaknya pengaruh pembelajaran kooperatif model jigsaw terhadap prestasi belajar siswa, yaitu pada mata pelajaran ekonomi sub-bab bentuk-bentuk badan usaha. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen (true experimental design) dengan malibatkan kelas kontrol dan kelas eksperimen yang menggunakan desain 4: control group pre-test, post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI semester II SMK NEGERI 1 Turen tahun pelajaran 2007/2008. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian ini adalah kelas XI Akuntansi 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI Akuntasi 1 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang di gunakan adalah : (1) Tes; (2) Lembar observasi; (3) RPP; (4) Lembar aktivitas siswa; (5) Angket siswa. Hasil analisis instrumen penelitian, berdasarkan validitas butir soal pada pre-test dengan tingkat signifikansi 0,05 dan r tabel 0,312 diketahui bahwa r hitung terendah 0,417 sedangkan tertinggi 0,637, dengan demikian butir soal untuk pre-test bisa dikatakan valid. Lalu untuk post-test diperoleh hasil r hitung terendah 0,419 dan tertinggi 0,566 dengan r tabel 0,312, maka bisa dikatakan butir soal untuk post-test bisa dikatakan valid. Untuk tingkat kesukaran dan daya beda berdasarkan dari hasil pres-test an post-test dapat dikemukakan bahwa tingkat kesukaran soal ukuran kategori sedang (0,31-0,70) mencapai 17 soal, sedangkan untuk kategori mudah (0,71-1) mencapai 3 soal, soal kategori sukar (0-0,30) tidak diketemukan. Daya beda soal pre-test untuk kategori cukup (0,21) mencapai 14 soal, dan kategori baik (0,41-0,70) mencapai 6 soal, dan tidak ditemukan soal dengan kategori jelek (0,00-0,20) dan baik sekali (0,71-1). Sedangkan untuk soal post-test, untuk kategori sedang (0,31-0,70) mencapai 19 soal, selain itu untuk kategori mudah (0,71-1) terdapat 1 soal. Sedangkan soal post-test untuk kategori cukup (0,21-0,40) mencapai 18 soal dan kategori baik (0,41-0,70) ada 2 soal, selain itu tidak ditemukan soal dengan kategori jelek (0,00-0,20) dan baik sekali (0,71-1). Hasil penelitian ini adalah: (1) Berdasarkan analisis data siswa diperoleh dari nilai post-test dan merupakan prestasi siswa setelah penerapan pembelajaran jigsaw, dapat dilihat bahwa nilai rerata prestasi belajar siswa kelas eksperimen 78,170 lebih tinggi dari rerata prestasi belajar siswa kelas kontrol 68,92. (2) Secara statistik kelas eksperimen yang diajar menggunakan pembelajaran jigsaw mengalami peningkatan sebesar 36,818% dari rerata nilai pre-test 49,39 menjadi 78,170 pada saat pot-test. Sedangkan kelas kontrol yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional meningkat 25,392% dari nilai pre-test 51,42 menjadi 68,92 pada nilai post-test. (3) Presentase peningkatan elemen-elemen kooperatif dengan indikator siswa saling membatu naik 23%, siswa saling memberi motivasi naik 13,60%, siswa berdialog dengan siswa lain naik 39,69%, siswa berdialog dengan guru naik 34, 83%, sikap siswa pada saat duduk berhadapan naik 55,79%, sumbangan pendapat naik 28,58%, siswa yang pandai membimbing siswa yang lambat naik 33,64%, tenggang rasa antar teman naik 43,45%, sikap sopan santun naik 45,66%, sikap mengkritik ide naik 33,06%, menyeleaikan beda pendapat naik 42,75%. Hasil tersebut membuktikan bahhwa pembelajaran kooperatif model jigsaw berhasil meningkatkan prestasi siswa dibandingkan pembelajaran konvensional. Kemudian dari uji-t diperoleh hasil t hitung = 5,125; dari tabel t diperoleh t tabel = 1,989; dan taraf signifikan 5 %. Nilai real 5,125 > 1,989 dan harga t hitung > t tabel, artinya H0 ditolak dan H1 diterima sehingga ada pengaruh penerapan strategi pembelajaran kooperatif model jigsaw terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi siswa Kelas XI SMK NEGERI 1 Turen tahun pelajaran 2007/2008. Berdasarkan temuan di atas, saran yang dapat diberikan adalah penelitian ini adalah (1) pembelajaran kooperatif model jigsaw hendaknya bukan merupakan sebuah pembelajaran yang di terapkan dalam sebuah disiplin ilmu saja, tetapi harus ada suatu implementasi yang nyata untuk menempatkan pembelajaran ini sebagai metode pembelajaran utama sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Sehingga perlu diterapkan dalam pembelajaran dikelas sebagai variasi guru mengajar, terutama untuk materi-materi yang bersifat teori atau berupa wacana; (2) Sebaiknya dalam menggunakan pembelajaran ini, setiap siswa dapat merasakan semua peran sebagai kelompok asal maupun kelompok ahli sehingga siswa dapat memiliki keterampilan dari masing-masing peran; (3) Guru hendaknya merancang skenario pembelajaran sesuai kemampuan siswa di kelas, agar proses pembelajaran dapat berlangsung efektif, efisien dan berhasil; (4) Guru hendaknya memberi kesempatan siswa untuk membaca materi sebelum proses pembelajaran berlangsung, agar siswa mempunyai kesiapan kognitif yang baik , sehingga dapat melakukan aktivitas pembelajaran yang meyakinkan, kritis dan kreatif dalam mengkontruksi pengetahuan baru; (5) Eksperimen ini dilakukan dalam waktu yang relatif singkat dan hanya pada satu materi pelajaran sehingga perlu dilakukan penelitian dengan perencanaan waktu yang dan materi pelajaran yang lebih banyak, agar lebih dapat meningkatkan kompetensi siswa secara maksimal; (6) Sekolah hendaknya lebih mendorong guru, untuk lebih inovatif meningkatkan dan menggunakan berbagai penggunaan variasi strategi serta metode pembelajaran dalam proses belajar mengajar sebagai sarana menunjang pembelajaran.

Proses konstruksi pengetahuan siswa dalam pembelajaran perbandingan trigonometri / Sofwan Hadi

 

ABSTRAK Hadi, Sofwan. 2008. Proses Konstruksi Pengetahuan Siswa dalam Pembelajaran Perbandingan Trigonometri untuk Kelas X di SMAN 5 Malang. Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Subanji, S.Pd., M.Si., dan (II) Drs.Ir Herutomo, M.Pd. Kata kunci: proses konstruksi, pengetahuan siswa, pembelajaran perbandingan trigonometri Pengetahuan tiap individu berbeda antara yang satu dengan yang lain. Hal ini mengakibatkan kemampuan tiap siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan yang diperolehnya berbeda. Untuk itu guru perlu mengetahui sejauh mana perkembangan konstruksi pengetahuan siswa. Konstruksi pengetahuan siswa perlu diketahui guru untuk merencanakan pembelajaran agar bantuan secukupnya yang diberikan kepada siswa menjadi efektif. Karena jika bantuan tersebut kurang atau berlebihan, maka konstruksi pengetahuan yang dimiliki oleh siswa tidak akan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi pengetahuan siswa dalam pembelajaran perbandingan trigonometri pada kelas X di SMAN 5 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif. Kualitatif karena data yang digunakan berupa data verbal. Penelitian ini mengeksplorasi perkembangan berpikir siswa, karena itu penelitian ini bersifat eksploratif. Penelitian ini menggunakan 3 subjek penelitian, yaitu S1 (siswa dengan kemampuan rendah), S2 (siswa dengan kemampuan sedang), dan S3 (siswa dengan kemampuan tinggi). Sebelum pembelajaran, ketiga subjek diwawancarai untuk mengetahui pengetahuan awal yang dimilikinya. Setelah pembelajaran, ketiga subjek tersebut diwawancarai untuk dianalisis sejauhmana konstruksi pengetahuan yang terjadi. Hasil penelitian ini memperlihatkan S1, S2, dan S3 berinteraksi personal dengan guru sebanyak satu kali pada pertemuan 1 dan berhasil mengkonstruksi materi perbandingan trigonometri. S1, S2, dan S3 pada pertemuan 2 berinteraksi personal dengan guru sebanyak satu kali. S3 pada pertemuan 2 berhasil mengkonstruksi materi sudut berelasi, tetapi S1 dan S2 tidak dapat mengkonstruksi materi tersebut. S1 dan S3 berinteraksi personal dengan guru satu kali pada pertemuan 3 sedangkan S2 berinteraksi personal dengan guru dua kali. S2 dan S3 pada pertemuan 3 berhasil mengkonstruksi materi persamaan trigonometri tetapi S1 tidak berhasil mengkonstruksi materi tersebut. Berdasarkan penelitian ini, disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut semisal dengan membuat suatu kegiatan pembelajaran yang diharapkan siswa aktif secara kognitif untuk mencari bantuan pengetahuan secara mandiri. Sehingga konstruksi pengetahuanya bisa terlihat dengan jelas.

Pembinaan moral terhadap penyandang cacat netra I Panti Rehabilitasi Sosial Bina Cacat Netra "Budi Mulya" Malang / Marita Pungkasanti Suryaning

 

ABSTRAK Suryaning, Marita Pungkasanti.Pembinaan Moral Terhadap Penyandang Cacat Tunanetra (Studi Di Panti Rehabilitasi Sosial Bina Cacat Netra ”Budi Mulya” Malang). Skripsi, Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) H. Suparlan, M.Si. Pembimbing (II) Drs. I Ketut Diara Astawa, SH. M.Si. Kata kunci: Pembinaan moral, Penyandang cacat netra Bersosialisasi dengan masyarakat harus mengikuti norma dan aturan yang berlaku dimasyarakat agar tercipta komunikasi yang serasi dan seimbang. Tetapi komunikasi tidak akan terjadi jika salah satu komunikator tidak dapat berkomunikasi dengan baik. Penyandang cacat tunanetra sering merasa sulit berkomunikasi dengan masyarakat karena malu dengan kondisi fisik yang memiliki kekurangan dan merasa tidak bisa berbuat banyak tanpa bantuan orang lain. Untuk menghilangkan rasa tidak percaya diri tersebut diperlukan pembinaan moral secara bertahap. Pembinaan moral yang diberikan Panti Rehabilitasi Sosial Bina Cacat Netra ”Budi Mulya” Malang untuk merubah mental dan perilaku klien atau penyandang cacat tunanetra agar dapat lebih mandiri dan dapat bersosialisasi dengan masyarakat. Proses rehabilitasi yang diberikan oleh pemerintah ini disosialisasikan kepada masyarakat melalui pemerintah desa dan kota dengan biaya penuh dari pemerintah untuk segala kebutuhan klien. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana keberadaan Panti Rehabilitasi Sosial Bina Cacat Netra “Budi Mulya” di daerah tersebut, (2) Bagaimana pembinaan moral yang diberikan kepada penyandang cacat tunanetra, (3) Bagaimana efektivitas pembinaan moral yang diberikan dalam bersosialisasi di masyarakat, dan (4) Bagaimana Panti Rehabilitasi Sosial Bina Cacat Netra “Budi Mulya” dalam menyukseskan pembinaan Moral terhadap klien. Penelitian ini dilaksanakan pada semester pendek tahun ajaran 2007-2008. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Dalam penelitian ini menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu (1) Teknik wawancara, yaitu peneliti mengadakan wawancara dengan pembina atau pengajar pembinaan moral, dan penyandang cacat tunanetra atau klien Panti Rehabilitasi Sosial Bina Cacat Netra ”Budi Mulya” Malang, (2) Teknik observasi, yaitu peneliti mengadakan observasi secara langsung pada kelas-kelas yang memberikan materi yang mengandung unsur pembinaan moral yang dilaksanakan setiap hari mulai dari kelas Persiapan A sampai dengan kelas Kejuruan, dan (3) Teknik dokumentasi, yaitu peneliti mengambil dokumentasi yang bisa berupa gambar atau arsip-arsip yang berhubungan dengan pembinaan moral terhadap penyandang cacat tunanetra. Pada penelitian ini difokuskan untuk meneliti pembinaan moral yang diberikan di seluruh kelas. Penelitian ini mengambil lokasi di Panti Rehabilitasi Sosial Bina Cacat Netra ”Budi Mulya” Malang yang merupakan satu-satunya panti rehabilitasi penyandang cacat tunanetra yang ada di Jawa Timur yang memberikan pendidikan dan pembinaan moral. Penelitian ini dilakukan mulai bulan April Hingga Juni 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penyandang cacat tunanetra mengalami perubahan mental dan perilaku selama dalam proses rehabilitasi khususnya setelah menerima materi setiap hari yang ditekankan pada pembinaan moral. Hal ini ditunjukkan dengan klien dapat mengerjakan pekerjaan rumah sendiri da dapat berkomunikasi dengan masyarakat di lingkungan panti rehabilitasi dengan cara membeli kebutuhan sehari-hari di pasar Bentoel. Dengan sarana dan prasarana yang mendukung klien juga mendapatkan keterampilan bekerja untuk bekal setelah lulus dari panti rehabilitasi. Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan agar pihak Panti Rehabilitasi Sosial Bina Cacat Netra ”Budi Mulya” Malang meningkatkan mutu pelayanan dan pendidikan khususnya pembinaan moral kepada penyandang cacat tunanetra, dengan harapan klien dapat memperoleh hasil yang optimal selama mengikuti proses rehabilitasi. Selain itu sebelum memberikan materi secara keseluruhan, hendaknya semua pembina atau pengajar tidak mengerti rancangan materi yang diajarkan, tetapi juga mengerti rancangan materi yang diajarkan oleh pembina atau pengajar yang lain.

Sintesis dan karakterisasi senyawa kompleks dari garam CO(NO3)2.6H2) dengan ligan 8-hidroksikuinolina serta ligan anion oksalat dan asetilaseton / Sarah Dwi Astuti

 

ABSTRAK Dwi Astuti, Sarah. 2008. Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Garam Co(NO3)2.6H2O dengan Ligan 8-Hidroksikuinolina serta Ligan Anion Oksalat dan Asetilaseton. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., (II) Drs. H. Parlan, M.Si. Kata kunci : senyawa kompleks, kobalt (II), 8-hidroksikuinolina, oksalat, asetilaseton. Sintesis senyawa baru merupakan bidang penelitian kimia anorganik yang berkembang pesat saat ini. Sebagian besar sintesis dalam penelitian anorganik mengarah pada sintesis senyawa kompleks yang melibatkan ion logam dan ligan-ligan. Dari sintesis ini dihasilkan senyawa kompleks baru yang menarik di antaranya sifat magnetiknya, struktur yang beragam dan warna yang dihasilkan bervariasi. Pada penelitian ini disintesis senyawa kompleks dari ion pusat Co2+ dengan ligan 8-hidroksikuinolina serta ligan anion oksalat dan asetilaseton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mensintesis senyawa kompleks dari ion pusat Co2+ dengan ligan 8-hidroksikuinolina serta ligan anion oksalat dan asetilaseton, mempelajari karakterisasinya dan memperoleh senyawa baru yang diprediksi strukturnya dalam larutan senyawa kompleks. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dilakukan di Laboratorium Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Sintesis dilakukan dengan mereaksikan larutan garam Co(NO3)2.6H2O dan ligan 8-hidroksikuinolina serta garam oksalat dan asetilaseton (acac) dalam pelarut metanol dengan perbandingan mmol 1:2:2. Proses kristalisasi dilakukan pada suhu kamar dengan penguapan perlahan. Karakterisasi meliputi penentuan titik lebur, uji konduktivitas, analisis spektroskopi infra red, uji kadar logam dengan AAS, uji kualitatif adanya anion oksalat dan acac, analisis spektroskopi UV-Vis, penentuan bilangan koordinasi dengan metode Job’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah berhasil disintesis senyawa kompleks I berupa padatan kristal berwarna coklat tua penampakan fisik berbentuk jajaran genjang dengan proses kristalisasi selama ± 24 hari. Sedangkan kompleks II berwarna hitam penampakan fisik berbentuk balok segiempat dengan proses kristalisai ± 13 hari. Titik lebur senyawa kompleks I lebih dari 300 0C, kompleks II lebih dari 300 0C. Dari penentuan λmaks larutan kompleks I adalah 402 nm, dan kompleks II adalah 400 nm. Berdasarkan uji konduktivitas, kompleks I sebesar 6,41 µs (non ionik) dan kompleks II sebesar 11,40 µs (non ionik). Adanya anion oksalat pada kompleks I dibuktikan dari data IR munculnya pita C=O (ulur) dan pita C-O (tekuk) masing-masing pada bilangan gelombang 1569,95 cm-1 dan 818,73 cm-1. Acac pada kompleks II ditandai dengan munculnya puncak C=O (bentuk enol), O-H (bentuk enol) masing-masing pada bilangan gelombang 1457,4 cm-1 dan 2599,86 cm-1. Uji kualitatif adanya oksalat dan acac memberikan hasil positif. Uji AAS menunjukkan terdapat logam kobalt. Berdasarkan hasil analisis dan karakterisasi prediksi rumus molekul kompleks I dan II adalah [Co(C9H6NO)(C2O4) 2] dan [Co(C9H6NO)(acac)2]. Pada sintesis ini diperoleh kristal tunggal namun analisis struktur dengan difraksi sinar-X belum dapat dilakukan sehingga perlu diteruskan penelitian selanjutnya.

Esterifikasi asam sinamat dengan isopropil alkohol dan uji aktivitas senyawa hasil sebagai tabir surya / Yusnita Nuriani

 

i ABSTRAK Nuriani, Yusnita. 2008. Esterifikasi Asam Sinamat dengan Isopropil Alkohol dan Uji Aktivitas Senyawa Hasil Sebagai Tabir Surya. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sutrisno, M.Si. (II) Dra. Dedek Sukarianingsih, M.Pd., M.Si. Kata kunci: asam sinamat, isopropil sinamat, esterifikasi Fischer. Sinar matahari memancarkan energi yang diterima oleh permukaan bumi, salah satu energi yang dipancarkan tersebut adalah sinar UV (ultraviolet). Radiasi sinar UV dapat menyebabkan kerusakan pada kulit, seperti eritema, pigmentasi, dan kanker kulit.Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, maka digunakan senyawa anti UV-A yaitu turunan benzofenon seperti oksibenzon dan dibenzoilmetana, sedangkan anti UV-B yaitu turunan asam salisilat, turunan para amino benzoic acid (PABA) misalnya oktil dimetil PABA, dan derivat asam sinamat (sinoksat, etil heksil p-metoksisinamat). Senyawa yang digunakan sebagai tabir surya tersebut ada yang merupakan ester derivat asam sinamat. Oleh karena itu perlu dilakukan sintesis senyawa derivat asam sinamat yang lain, yang mempunyai potensi sebagai tabir surya melalui reaksi esterifikasi Fischer, yaitu dengan mereaksikan asam sinamat dan isopropil alkohol berkatalis asam sulfat pekat. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental laboratorik yang terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama adalah esterifikasi asam sinamat dengan isopropil alkohol menggunakan katalis asam sulfat pekat, identifikasi senyawa hasil sintesis menggunakan metode kromatografi lapis tipis, dan pemurnian senyawa hasil sintesis dengan kromatografi kolom. Tahap kedua adalah karakterisasi dan identifikasi senyawa hasil sintesis. Karakterisasi senyawa hasil sintesis meliputi penentuan indeks bias, uji kelarutan, dan penentuan berat jenis. Identifikasi senyawa hasil sintesis menggunakan metode spektrofotometri UV, spektrofotometri IR, dan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Tahap ketiga adalah uji aktivitas tabir surya senyawa hasil sintesis dengan metode spektrofotometri UV. Esterifikasi asam sinamat dengan isopropil alkohol menghasilkan cairan berwarna kuning dengan rendemen sebanyak 32,426%, memiliki berat jenis 0,974 g/mL, dan indeks bias 1,543. Hasil esterifikasi tersebut larut sempurna dalam kloroform, 2-propanol, dan dietil eter, larut sebagian dalam n-heksana, dan tidak larut dalam pelarut yang polar seperti air dan etanol. Hasil identifikasi dengan spektrofotometer UV, IR dan GC-MS secara keseluruhan diduga diperoleh senyawa isopropil sinamat dengan tingkat kemurnian 83,61%. Pada konsentrasi 0,5 g/L isopropil sinamat hasil esterifikasi tidak menunjukkan aktivitas sebagai tabir surya baik sebagai suntan maupun sunblock.

The teaching of reading comprehension strategies implemented by English teachers of SMAN 4 Malang / Kuni Adiniyah

 

ABSTRACT Adiniyah, K. 2008. The Teaching of Reading Comprehension Strategies Implemented by English Teachers of SMAN 4 Malang. Thesis, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Dr. Johannes A. Prayogo, M.Pd., M. Ed. Keywords: reading comprehension strategies, teaching techniques This study was intended to describe the teaching of reading comprehension strategies implemented by English teachers of SMAN 4 Malang. Considering the importance of reading comprehension strategies, the researcher was interested to observe the strategies and techniques teachers implemented in teaching reading comprehension to the students. The research design was descriptive qualitative. Three instruments were used in this study. They were interview format, observation checklist, and field notes. The subjects of the study were two English teachers of SMAN 4 Malang who teach grade XI. The finding shows that in pre-reading stage, teacher A implemented reading comprehension strategies such as activating background knowledge and dealing with new vocabulary. On the other hand, teacher B implemented predicting and activating background knowledge. In whilst reading stage, the writer saw that both teacher A and B used reading aloud, silent reading, social and affective strategy, reread, and paraphrasing. In addition, teacher B also open dictionary to find certain meaning. In post reading section, both teacher A and B implemented summarizing, concluding and reflecting as the reading comprehension strategies. There are some strengths and weaknesses reveal in the teaching of reading comprehension strategies by the English teachers of SMAN 4 Malang. The strengths are that the English teachers of SMAN 4 Malang have taught the strategies needed by their students related to the reading. They employed the three steps technique in teaching reading comprehension. However, the weaknesses of the teaching of reading comprehension strategies implemented by English teachers of SMAN 4 Malang are as follows: they only taught a few activities in pre reading activities, and they did not give models to the students about how to read effectively, especially the use of the strategies in reading. Some suggestions are then presented for the improvement of the teaching and learning English especially for the teaching of reading comprehension strategies.For the English teacher, first, they should add some more activities in pre reading stage. This is based on the consideration that activities in pre reading stage are very important in helping the readers to engage with the text. Second, they should teach or train their students how to read effectively. One way among others is by giving a model how to use the reading comprehension strategy. Considering the limitation of the study, in terms of subjects of the study and the short time of data collection, it is suggested for the other similar researchers to conduct researches in broader subjects of the research at different levels and more time in data collection. It is also suggested to conduct classroom action research on the teaching of reading comprehension strategies.

Pengembangan media pembelajaran fisika berbasis multimedia animasi pokok bahasan kemagnetan untuk SMP kelas IX / Muhammad Habibulloh

 

Penerapan teknik bermain peran (role playing) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata diklat berkomunikasi melalui telepon bahasa Inggris (studi pada siswa Program Keahlian Administrasi Perkantoran kelas X APK 2 di SMK Negeri 1 Turen) / Linda Fau

 

Pengaruh pemberian filtrat akar Acacia nilotica (L.) Willd. ex Del. pada pertumbuhan biji jagung varitas pioner 21 / Neiva Dwiana Wasito

 

ABSTRAK Wasito, Neiva Dwiana. 2008. Pengaruh Pemberian Filtrat Akar Acacia nilotica (L.) Willd. ex Del. pada Pertumbuhan Biji Jagung Varitas Pioner 21. Skripsi, Jurusan Biologi. Program Studi Biologi, FMIPA Universitas NegerihMalangmPembimbing:k(I)kIr.hSuhadi,hM.Si,hdan (II) Balqis, S.Pd, M.Si. Kata Kunci : Filtrat akar Acacia nilotica (L.) Willd. ex Del., Zea mays L, perkecambahan, pertumbuhan. Penyebaran Acacia nilotica (L.) Willd. ex Del. di Taman Nasional Baluran telah merambah ke savana Bekol dan menghambat pertumbuhan rumput di sekitar savana tersebut, karena tanaman ini mengandung zat saponin dan tanin yang bersifat menghambat pertumbuhan rumput, sebagai makanan utama satwa liar di savana. Selain senyawa-senyawa yang bersifat alelopat, tanaman ini juga mengandung mineral dan metabolisme sekunder yang penting bagi pertumbuhan tanaman lain. Penekanan penyebaran tanaman inipun mulai dilakukan dengan berbagai cara misalnya melalui penebangan dan pembakaran sampai ke akar-akarnya. Akar tanaman ini tidak banyak digunakan oleh masyarakat, padahal kandungan mineral dan senyawa aktif hasil metabolisme sekunder yang diduga dapat memacu pertumbuhan tanaman lain, cukup tinggi. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian tentang pengaruh pemberian filtrat akar Acacia nilotica (L.) Willd. ex Del. pada pertumbuhan biji jagung varitas pioner 21. Acacia nilotica (L.) Willd. ex Del. yang digunakan dalam penelitian diperoleh dari Taman Nasional Baluran Situbondo. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret s.d Juni 2007, di laboratorium Kimia Tanah jurusan Tanah FP UB, ruang Ekologi 111 jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UM, dan Jalan Bendungan Tangga 18 Sumbersari Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL). Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis varian klasifikasi tunggal. Kadar konsentrasi filtrat akar Acacia nilotica (L.) Willd. ex Del. yang digunakan dalam penelitian adalah kontrol, 25%, 50%, 75% dan 100%. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pemberian filtrat akar Acacia nilotica (L.) Willd. ex Del. dengan konsentrasi 100% memberikan hasil paling baik bagi pertumbuhan biji jagung selama 3 minggu. Karena semakin banyak peberian konsentrasi filtrat akar Acacia nilotica (L.) Willd. ex Del. maka kandungan mineral dan hasil metabolisme sekunder semakin banyak untuk mengaktifkan banyak hormon-hormon dan mineral-mineral penting yang berfungsi untuk pertumbuhan sel, pembentukan akar dan pengembang sel, sehingga memberikan rangsangan terhadap tanaman untuk memicu pertumbuhan dengan cepat. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan kembali penelitian yang serupa pada tumbuhan yang berbeda sehingga dapat diketahui kadar filtrat akar Acacia nilotica (L.) Willd. ex Del. yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman lain.

Metode latihan dan kepemimpinan pelatih yang diterapkan di sekolah sepakbola sanggar kegiatan belajar (SSB SKB) Gudo Jombang tahun 2007 / Wahyu Basuki

 

ABSTRAK Basuki, Wahyu. 2008. Metode Latihan dan Kepemimpinan Pelatih yang diterapkan di Sekolah Sepakbola Sanggar Kegiatan Belajar (SSB SKB) Gudo Jombang Tahun 2007. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1). Drs. Mahmud Yunus, M. Kes., (2). Dr. Slamet Raharjo, M. Or. Kata kunci: metode latihan, kepemimpinan pelatih, sekolah sepakbola. Metode latihan dan kepemimpinan pelatih merupakan salah satu faktor untuk mencapai suatu prestasi. Dengan metode latihan yang baik maka akan tercipta kualitas latihan yang baik, sehingga akan mudah untuk mencapai suatu prestasi. Apabila tidak ada kepemimpinan pelatih yang maka suatu tim tidak akan bisa berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode latihan dan kepemimpinan pelatih di Sekolah Sepakbola Sanggar Kegiatan Belajar (SSB SKB) Gudo Jombang. Penelitin ini adalah penelitian grounded theory dengan menggunakan penedekatan kualitatif dan menggunakan metode deskriptif yaitu berusaha mengungkapakn gejala secara menyeluruh sesuai dengan konteks melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Analisis data dengan cara mengidentifikasi data yaitu mengumpulkan semua data yang berasal dari subyek penelitian, seperti dari wawancara terstruktur, pengamatan, dan dokumentasi berupa foto.Kemudian data yang sudah terkumpul akan dianalisis dengan analisis domain dan analisis taksonomi. Untuk pengecekan keabsahan data dengan memperpanjang waktu penelitian. Subyek penelitian adalah Pelatih SSB SKB Gudo Jombang (Pelatih I, Pelatih II, dan Pelatih III), sumber data penelitian berupa hasil wawancara, hasi pengamatan berupa dokumentasi dan catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2007. Hasil penelitian ini menunjukkan metode latihan yang diterapkan di SSB SKB Gudo Jombang merupakan gabungan dari beberapa metode yaitu (1). Metode ulangan (Repetitive Method); (2). Metode tidak tetap (Variable Method); (3). Metode interval (Interval Method); (4). Metode kompetisi (Competition Method). Kepemimpinan yang diterapkan oleh ketiga pelatih di SSB SKB Gudo Jombang adalah kepemipinan yang demokratis, tetapi juga menerapkan kepemimpinan yang otoriter.

Rancang bangun mesin penggiling es untuk pengawet ikan dengan kapasitas 960 kg/jam / Ade Aprilrizka Ananda, Lukman Yoga Hadyawan

 

Pengaruh waktu pemberian siklamat terhadap keberhasilan kawin, jumlah korpus luteum dan keberhasilan bunting mencit (Mus musculus) galur balb C / Novida Pratiwi

 

ABSTRAK Pratiwi, Novida. 2008. Pengaruh Waktu Pemberian Siklamat terhadap Keberhasilan Kawin, Jumlah Korpus Luteum, dan Keberhasilan Bunting Mencit (Mus musculus) Galur Balb C. Skripsi. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Amy Tenzer, M. S., (II) Dra. Titi Judani, M. Kes Kata kunci: Waktu pemberian, siklamat, kawin, korpus luteum, bunting Siklamat merupakan salah satu pemanis buatan yang banyak digunakan oleh industri makanan atau dikenal pula dengan sebutan ”seribu manis”. SNI (2004) menyebutkan batas konsumsi harian siklamat yang aman (ADI/ Acceptable Daily Intake) untuk manusia adalah 11 mg/kg berat badan. Anonim (1970) menyebutkan bahwa pemberian sodium siklamat pada tikus dengan konsentrasi sodium siklamat dalam pakan sebesar 1,6% dan 3% dapat mengganggu siklus estrus dan mempertinggi kematian anakan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK), ada 4 kelompok perlakuan yaitu pemberian sodium siklamat dengan dosis 2,5 g/kg b.b. pada tahapan siklus estrus yang berbeda (proestrus, estrus, metestrus, dan diestrus) dan diulang sebanyak 6 kali. Dosis perlakuan sebesar 2,5 g/kg b.b., merupakan 25 kali dosis ambang aman konsumsi harian untuk manusia, juga merupakan rentangan dosis yang dapat mengganggu siklus estrus dan mempertinggi kematian anakan pada tikus. Data berupa keberhasilan kawin, jumlah korpus luteum, dan keberhasilan bunting. Hasil penelitian mengenai keberhasilan kawin yang dianalisis dengan menggunakan uji Cochran diketahui bahwa tidak ada pengaruh pemberian sodium siklamat dengan dosis 2,5 g/kg b.b. pada tahapan siklus estrus yang berbeda terhadap keberhasilan kawin. Untuk jumlah korpus luteum yang dianalisis data menggunakan Analisis Varians (Anava) diketahui tidak ada pengaruh pemberian sodium siklamat dengan dosis 2,5 g/kg b.b. pada tahapan siklus estrus yang berbeda terhadap jumlah korpus luteum. Hasil penelitian mengenai keberhasilan bunting yang dianalisis dengan menggunakan uji Cochran diketahui bahwa tidak ada pengaruh pemberian sodium siklamat dengan dosis 2,5 g/kg b.b. pada tahapan siklus estrus yang berbeda terhadap keberhasilan bunting.

Efisiensi biaya pengolahan bahan baku guna meminimalkan waste pada PT Industri Sandang Nusantara Unit Patal Lawang / Novita Fitri Andayani

 

ABSTRAK Andayani, Novita Fitri. 2008. Efisiensi Biaya Pengolahan Bahan Baku Guna Meminimalkan Waste pada PT Industri Sandang Nusantara Unit Patal Lawang, Malang. Tugas Akhir, Jurusan D-III Akuntansi Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Hj. Sutatmi, S.E, M.Pd, M.Si, Ak. Kata Kunci: pengolahan bahan baku, waste. PT Industri Sandang Nusantara Unit Patal Lawang merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang pertekstilan (pemintalan benang). Komponen penting dalam proses produksinya adalah bahan baku. Perusahaan ini menggunakan bahan baku berupa cotton dan rayon. Ada beberapa faktor yang berpengaruh dalam pengolahan bahan baku, diantaranya adalah mesin pemintalan benang, jenis bahan baku, dan Sumber Daya Manusia (SDM). Dari hasil analisis data yang saya lakukan dapat diketahui bahwa standar kuantitas bahan baku yang akan digunakan untuk produksi untuk produk jenis cotton pada tahun 2005, 2006, dan 2007 adalah 3.962 bale, 8.055 bale, dan 11.568 bale. Sedangkan standar kuantitas bahan baku yang akan digunakan untuk produksi untuk produk jenis rayon pada tahun 2005, 2006, dan 2007 adalah 6.451 bale, 1.095 bale, 953 bale. Selisih harga bahan baku dari tahun ke tahun juga mengalami nilai yang kurang menguntungkan dari tahun 2005, 2006, dan 2007 untuk produk cotton adalah Rp 69.691.314.290, Rp 2.095.350.072.000, dan Rp 2.132.039.253.000. sedangkan untuk produk rayon dari tahun 2005, 2006, dan 2007 adalah Rp 742.610.557.700, Rp 97.794.767.740, dan Rp 4.137.611.243, dimana dari selisih harga bahan baku tersebut dapat berakibat pada kerugian bagi perusahaan. Berdasarkan hasil analisis diatas dapat diketahui bahwa kuantitas bahan baku yang akan digunakan untuk produksi untuk jenis cotton maupun jenis rayon mengalami kenaikan maupun penurunan. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya kualitas bahan baku yang kurang bagus, menurunnya selera konsumen, keterbatasan ketersediaan bahan baku, dan sebagainya. Meskipun waste yang dihasilkan dari proses produksi menjadi hak bagi Patal Lawang, akan tetapi karena adanya tuntutan profesionalisme kontrak kerja dengan pemasok bahan baku, maka produksi waste harus dapat ditekan seminimal mungkin. Upaya yang bisa dilakukan oleh manajemen PT Industri Sandang Nusantara Unit Patal Lawang untuk meminimalkan produksi waste adalah dengan melakukan pengawasan produksi yang lebih ketat, penggunaan kapasitas mesin secara maksimal, melakukan perawatan mesin secara teratur agar tidak mengganggu proses produksi serta meningkatkan kedisiplinan karyawan, sehingga dapat bekerja sesuai dengan jam kerja yang telah ditetapkan.

Hubungan konsep diri dan lokus kendali dengan perencanaan karier siswa kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang / Dwi Retno Pamungkas

 

ABSTRAK Pamungkas, Dwi Retno. 2008. Hubungan antara Konsep Diri dan Lokus Kendali dengan Perencanaan Karier Siswa Kelas XI SMA Lab. Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin M.Pd. (II) Drs. Harmiyanto Kata Kunci: konsep diri, lokus kendali, perencanaan karier Siswa SMA berada pada usia remaja yang mempunyai tugas-tugas perkembangan, salah satu diantaranya adalah merencanakan kariernya. Pada periode tentatif remaja sudah mulai berorientasi pada merencanakan karier yang dititikberatkan pada pengidentifikasian minat, kapasitas nilai, dan tradisi. Siswa dalam merencanakan kariernya dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya konsep diri dan lokus kendali siswa. Konsep diri adalah pandangan serta sikap seseorang terhadap dirinya. Lokus kendali sebagai keyakinan individu terhadap mampu tidaknya mengontrol nasib (destiny) sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) gambaran konsep diri siswa kelas XI SMA Lab. Universitas Negeri Malang, (2) gambaran lokus kendali siswa kelas XI SMA Lab. Universitas Negeri Malang, (3) gambaran perencanaan karier siswa kelas XI SMA Lab. Universitas Negeri Malang, (4) hubungan antara konsep diri dengan perencanaan karier siswa kelas XI SMA Lab. Universitas Negeri Malang, (5) hubungan antara lokus kendali dengan perencanaan karier siswa kelas XI SMA Lab. Universitas Negeri Malang, (6) hubungan antara konsep diri dan lokus kendali dengan perencanaan karier siswa kelas XI SMA Lab. Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Lab Universitas Negeri Malang. Teknik sampel yang digunakan multy states, diperoleh sampel penelitian dengan jumlah 65 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket atau kuesioner. Hasil penelitian diperoleh dengan menggunakan analisis deskriptif, korelasi product moment, dan korelasi ganda. Hasil penelitian yaitu: (1) cukup banyak (56.9%) siswa yang memiliki konsep diri yang tinggi dan cukup banyak (43.1%) siswa yang memiliki konsep diri yang sedang pula, (2) banyak (69.2%) siswa yang memiliki lokus kendali internal dan sedikit (30.8%) siswa yang memiliki lokus kendali eksternal, (3) banyak (66.2%) siswa yang memiliki perencanaan karier tinggi dan sedikit (33.8%) siswa yang memiliki perencanaan karier yang sedang, (4) ada hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan perencanaan karier siswa kelas XI SMA Lab. Universitas Negeri Malang, (5) ada hubungan yang signifikan antara lokus kendali dengan perencanaan karier siswa kelas XI SMA Lab. Universitas Negeri Malang, (6) ada hubungan yang signifikan antara konsep diri dan lokus kendali dengan perencanaan karier siswa kelas XI SMA Lab Universitas Negeri Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dikemukakan saran bahwa: (1) Konselor dapat membantu siswa lebih memahami aspek diri sosialnya agar siswa memiliki konsep diri yang positif dan konselor juga dapat memberikan bimbingan kepada siswa agar siswa tidak meyakini tentang kehidupan yang tidak adil, karena hal ini akan menghambat perencanaan karier siswa tidak menjadi lebih baik; (2) Bagi peneliti selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan pustaka untuk mengadakan pengembangan keilmuan dan penelitian lebih lanjut khususnya tentang hal lain yang mempengaruhi perencanaan karier.

Pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap keputusan siswa dalam memilih lembaga bimbingan belajar (studi pada lembaga bimbingan belajar Totalwin College Jl. Bandung Nomor 18 Malang) / Ananingsih Nurlita Pristiwi

 

ABSTRAK Pristiwi, Ananingsih Nurlita. 2008. Pengaruh Faktor Internal Dan Eksternal Terhadap Keputusan Siswa Dalam Memilih Lembaga Bimbingan Belajar (Studi Pada Lembaga Bimbingan Belajar Totalwin College JL Bandung Nomor 18 Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen Konsentrasi Pemasaran Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) DR. Sudarmiatin, M.Si, (II) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si. Kata kunci : Faktor Internal, Faktor Eksternal, Keputusan Siswa Saat ini dunia sedang mengalami kompetisi dalam berbagai hal, baik di bidang sosial, ekonomi maupun politik. Karena itulah pastinya setiap negara harus berusaha untuk meningkatkan kemajuan negaranya untuk dapat bersaing dengan negara lain yang lebih maju. Hal dasar yang sangat mempengaruhi kemajuan suatu negara adalah pendidikan. Saat ini walaupun Indonesia masih belum tergolong negara maju, tapi kesadaran akan pendidikan makin meningkat. Peran serta pemerintah terbukti dengan mulai dibangunnya sekolah-sekolah di daerah terpencil dan juga diberikannya kesempatan pada pihak swasta untuk mendirikan sekolah. Semakin sadarnya masyarakat akan pentingnya pendidikan semakin menambah maraknya perkembangan pendidikan. Berbagai tuntutan yang dihadapi siswa mulai dari standar nilai kelulusan sampai persaingan dalam hal nilai dan masuk perguruan tinggi negeri menuntut siswa untuk meningkatkan pengetahuannya. Oleh karena itu lembaga bimbingan belajar pun berkembang sebagai respon kebutuhan siswa akan tambahan pelajaran. Bagi lembaga bimbingan pun harus memperhatikan berbagai strategi untuk bersaing dengan lembaga lain yang sejenis yang telah menjamur dan memiliki keunggulan tersendiri. Lembaga bimbingan harus mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi siswa dalam memilih lembaga bimbingan belajar, kemudian merancang stratesi untuk menarik pelanggan dan mengungguli saingannya. Maka penulis tertarik untuk mengambil judul ”Pengaruh Faktor Internal Dan Eksternal Terhadap Keputusan Siswa Dalam Memilih Lembaga Bimbingan Belajar (Studi Pada Lembaga Bimbingan Belajar Totalwin College JL Bandung Nomor 18 Malang)“. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh faktor internal yang terdiri dari motivasi dan sikap secara parsial terhadap keputusan siswa dalam memilih LBB (2) faktor eksternal yang terdiri dari kelompok acuan, harga, dan lokasi secara parsial terhadap keputusan siswa dalam memilih LBB (3) pengaruh faktor internal yang terdiri dari motivasi dan sikap serta pengaruh faktor eksternal yang terdiri dari kelompok acuan, harga, dan lokasi secara simultan terhadap keputusan siswa dalam memilih LBB dan (4) Faktor yang dominan berpengaruh terhadap keputusan siswa dalam memilih LBB. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner yang kemudian hasilnya dianalisis melalui analisis regresi linier berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA/MA yang memilih lembaga bimbingan belajar Totalwin Colllege JL Bandung nomor 18 Malang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel populasi. Jumlah populasi 100 responden dan semuanya dijadikan sampel. Berdasarkan hasil analisis regresi dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh pengaruh positif yang signifikan antara faktor internal yang terdiri dari motivasi dan sikap secara parsial terhadap keputusan siswa dalam memilih LBB. Hal ini dibuktikan dengan pengaruh motivasi terhadap keputusan siswa dengan nilai thitung > ttabel yaitu 2,599 > 1,980. selain itu taraf signifikansinya < 0,05, yaitu 0,011; pengaruh sikap terhadap keputusan siswa dengan nilai thitung > ttabel yaitu 3,441 > 1,980 selain itu taraf signifikansinya < 0,05, yaitu 0,001. Terdapat pengaruh positif yang signifikan antara faktor eksternal yang terdiri dari kelompok acuan, harga dan lokasi, secara parsial terhadap keputusan siswa dalam memilih LBB. Hal ini dibuktikan dengan pengaruh kelompok acuan terhadap keputusan siswa dengan nilai thitung > ttabel yaitu 2,217 > 1,980. selain itu taraf signifikansinya < 0,05, yaitu 0,029; pengaruh harga terhadap keputusan siswa dengan nilai thitung > ttabel yaitu 2,456 > 1,980. selain itu taraf signifikansinya < 0,05, yaitu 0,016; dan pengaruh lokasi terhadap keputusan siswa dengan nilai thitung > ttabel yaitu 2,364 > 1,980. selain itu taraf signifikansinya < 0,05, yaitu 0,020. Berdasarkan nilai Fhitung sebesar 13,928 dengan taraf signifikansi 0,000 dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara faktor internal yang terdiri dari motivasi dan sikap serta faktor eksternal yang terdiri dari kelompok acuan, harga, dan lokasi secara simultan terhadap keputusan siswa dalam memilih LBB. Diketahui pula bahwa nilai adjusted R Square sebesar 0,395, dapat diartikan bahwa variabel faktor internal yang terdiri dari motivasi dan sikap serta eksternal yang terdiri dari kelompok acuan, harga, dan lokasi dalam mempengaruhi keputusan siswa dalam memilih LBB adalah sebesar 39,5% dan sisanya sebesar 60,5% dipengaruhi hal-hal lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Misalnya dari faktor internal dan eksternal yang lain berupa promosi, jenis program yang ditawarkan, keterlibatan, pengalaman, dan lain-lain yang mempengaruhi siswa memilih LBB. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat diketahui pula bahwa faktor internal dan eksternal yang dominan mempengaruhi keputusan siswa dalam memilih lembaga bimbingan belajar adalah sikap. Saran yang dapat diberikan peneliti bagi pihak lembaga bimbingan belajar Totalwin College adalah hendaknya lembaga bimbingan belajar Totalwin College lebih meningkatkan sarana prasarana dan kualitas pelayanannya pada pelanggan. Karena kepuasan yang dirasakan pelanggan akan membawa pada loyalitas yang pada akhirnya membawa keuntungan pada perusahaan. Dikarenakan sikap merupakan unsur yang berpengaruh dominan terhadap keputusan siswa. Maka dari itu, disarankan agar lembaga bimbingan belajar Totalwin College dapat selalu menjaga dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap lembaga ini. Sedangkan bagi peneliti selanjutnya, Hendaknya peneliti selanjutnya untuk dapat meneliti variabel-variabel lain yang mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan memilih suatu merk atau jenis produk tertentu. Selain itu juga unsur-unsur apa yang melatarbelakangi pemilihan suatu tempat belanja bagi konsumen

Normalisasi keluaran sensor pola rasa terhadap hasil identifikasi rasa larutan suatu zat / Achmad Frediyanto

 

ABSTRAK Frediyanto, Achmad. 2008. Normalisasi Keluaran Sensor Pola Rasa Terhadap Hasil Identifikasi Rasa Larutan Suatu Zat. Skripsi, Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Sutrisno, M.T (II) Daeng Achmad Suaidi, S.Si, M.Kom Kata Kunci : Rasa, sensor rasa, normalisasi Seiring dengan perkembangan teknologi,maka perkembangan dalam bidang industri juga berkembang. Salah satunya industri makanan dan minuman, terutama dalam pembuatan makanan dan minuman kemasan. Ketentuan rasa dari suatu makanan dan minuman sangat berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan. Pekerjaan mencicipi ( merasakan makanan ) dengan metode konvensional dilakukan oleh ahli pakar yang memiliki keahlian khusus. Ahli pengindraan rasa untuk menentukan nilai makanan itu enak atau tidak mempunyai keterbatasan yang berkaitan dengan kesehatan dan perasaan sesaat ( mood ), sehingga dapat mempengarui kepekaannya. Penentuan rasa dari suatu makanan sulit untuk dilakukan oleh peralatan elektronik, hal ini disebabkan belum ditemukannya sistem sensor rasa. Tujuan dari perancangan sistem ini yaitu menghasilkan sistem identifikasi hasil keluaran yang tidak tetap dengan menggunakan metode normalisasi pada keluaran sensor. Secara keseluruhan hardware sistem yang dihasilkan terdiri dari sensor rasa, dan pengkonversi analog ke digital (ADC). Sistem ini dapat diimplementasikan pada berbagai jenis larutan dengan konsentrasi yang berbeda. Sensor berfungsi sebagai identifikasi tegangan dari larutan. Analog to Digital Converter (ADC) berfungsi untuk mengkonversi tegangan dari sensor menjadi data digital agar dapat diproses oleh Personal Computer. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya dimana kelemahan yang diperoleh tidak tetap, penelitian ini dengan menggunakan metode normalisasi pola rasa dari hasil identifikasi keluaran suatu zat sebagai alternatif pemecahan masalah tersebut sehingga keluaran sensor pola rasa akan tetap. Hasil dari normalisasi tersebut digunakan sebagai acuan pembuatan data base untuk sistem pakar identifikasi suatu larutan.

Survei manajemen ekstrakurikuler bola basket SMA Negeri dan MA Negeri di Kota Sumenep / Bambang Priambudi

 

ABSTRAK Priambudi, Bambang. 2008. Survei Manajemen Ekstrakurikuler Bola Basket SMA dan MA Negeri di Kota Sumenep. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Saichudin, M.Kes (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes. Kata kunci: manajemen, ekstrakurikuler bola basket Sekolah merupakan salah satu instansi yanh dapat menciptakan bibit pemain bola basket yang profesional. Pada anak usia sekolah perkembangan motorik sangat pesat dalam mengembangkan keterampilan dan bakat yang dimilikinya. Oleh karena itu usaha sekolah dalam pembinaan bakat dalam cabang olahraga bola basket adalah diadakannya ekstrakurikuler olahraga bola basket. Bersasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti bahwa pembinaan ekstrakurikuler bola basket di SMA dan MA di Kota Sumenep belum maksimal, hal ini mungkin disebabkan kurangnya pendekatan manajemen yang dimilki oleh oleh SMA dan MA di Kota Sumenep dalam pembinaan ekstrakurikuler olahraga bola basket itu sendiri, penelitian ini sebelumnya juga belum pernah diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen ekstrakurikuler bola basket SMA dan MA negeri di Kota Sumenep, berkaitan dengan aspek sebagai berikut: (1) perencanaan, (2) pengorganisasian, (3) pelaksanaan, (4) pengawasan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari 2008, Subjek dalam penelitian ini adalah pengurus ekstrakurikuler bola basket, diantaranya adalah: wakakesiswaan, pembina atau pelatih dan siswa yang menjadi ketua atau wakil pengurus ekstrakurikuler olahraga bola basket. Sebanyak tiga sekolah, yang terdiri dari 2 SMA dan 1 MA negeri di Kota Sumenep. Jenis penelitian ini deskriptif eksploratif, rancangan penelitian adalah survei, instrumen yang di gunakan adalah angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen ekstrakurikuler olahraga bola basket SMA Negeri dan MA Negeri di Kota Sumenep termasuk dalam kategori baik, hal ini ditujukan dari jawaban responden melalui angket sebagai berikut: wakakesiswaan, pembina atau pelatih ekstrakurikuler, dan siswa yang menjadi ketua atau wakil pengurus ekstrakurikuler bola basket yaitu 86% yang berarti baik. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disarankan untuk memperoleh hasil yang lebih baik, diharapkan ada peneliti lain yang mengadakan pengamatan lebih lanjut dengan menambah fariabel dan indikator pertanyaan serta jumlah sampel penelitian dan dilakukan uji perbandingan dengan hasil penelitian ini.

Penerapan pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) untuk meningkatkan motivasi, aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 19 Malang / Maria Yosiana Dwi Anggraeni

 

ABSTRAK Anggraeni, Maria Yosiana Dwi. 2008. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model TGT (Teams Games Tournament) untuk Meningkatkan Motivasi, Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 9 Malang. Skripsi. Jurusan Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Sri Endah I., M. Pd, (2) Drs. Sulisetijono, M. Si Kata-kata kunci: Kooperatif, model TGT, motivasi, aktivitas, hasil belajar Pendidikan nasional merupakan bagian integral dari pembangunan nasional di Indonesia yang akan terwujud melalui pendidikan formal maupun informal. Pendidikan di sekolah sebagai lingkungan pendidikan formal tidak terlepas dari kegiatan belajar-mengajar. Karena itu, proses dari kegiatan belajar-mengajar sangat menentukan kebehasilan belajar dari siswa. Berdasarkan hasil observasi awal peneliti menunjukkan bahwa siswa di kelas X-2 SMAN 9 Malang memiliki motivasi dan aktivitas belajar yang rendah. Di samping itu, sebagian besar siswa mempunyai kemampuan belajar yang masih rendah. Bertolak dari fenomena yang ditemukan di lapangan, maka peneliti kemudian melakukan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif model TGT dalam meningkatkan motivasi, aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X-2 SMA Negeri 9 Malang. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Data-data yang dikumpulkan kemudian dideskripsikan secara naratif. Tahapan pelaksanaan penelitian dimulai dari observasi awal. Setelah dilakukan refleksi, maka disusunlah rencana tindakan yang disusul dengan pelaksanaan rencana tindakan dan refleksi. Demikian gambaran tahapan pelaksanaan penelitian yang dilakukan selama 2 siklus pembelajaran pada bulan Mei-Juni 2008. Peneliti mengobservasi motivasi dan aktivitas belajar siswa melalui instrumen berupa lembar observasi. Peneliti juga melihat perubahan motivasi siswa dari angket yang diberikan pada akhir siklus I dan II. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif model TGT dapat meningkatkan motivasi, aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X-2 SMAN 9 Malang. Adapun rerata persentase keberhasilan tindakan terhadap motivasi siswa mengalami peningkatan sebesar 11,78%. Sementara itu, aktivitas siswa juga mengalami peningkatan sebesar 26,21%, sedangkan hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 34,4%.

Pembelajaran kubus dan balok dengan penerapan penggunaan model dan kontribusi siswa di kelas VIII SMP Islam Al-Ma'arif 01 Singosari / Ukhti Raudhatul Jannah

 

PEMBELAJARAN KUBUS DAN BALOK DENGAN PENERAPAN PENGGUNAAN MODEL DAN KONTRIBUSI SISWA DI KELAS VIII SMP ISLAM AL-MA’ARIF 01 SINGOSARI Ukhti Raudhatul Jannah Abstract: To improve students’ mastery or understanding about cubes and blocks subject, this study formulates the problem into “How the learning using the application of the use of model and students’ contribution as one of the effort in improving students’ mastery or understanding concept cubes and blocks subject for the eight graders of SMP Islam Al –Ma’arif 01 Singosari?”.The learning using model and students’ contribution can make the students happy and active in joining the class so that they can construct their own knowledge. Therefore students will find the concept by themselves. The learning stage or phase consists of three, namely the beginning phase, the main phase, and the closing phase. The result of the study is gained from the observation, students’ test result, and interview. The observation shows that the learning of the research are categorized as good and very good respectively. Key words: learning, the use of model, students’ contribution, cubes and blocks

Analisis faktor-faktor yang menentukan kualitas layanan pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Malang / Utik Prabawati

 

ABSTRAK Prabawati, Utik. 2007. Analisis Faktor-Faktor yang Menentukan Kualitas Layanan pada Kantor Pelayanan Pajak Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing; (1) Drs. Gatot Isnani, M. Si (II) Drs. Djoko Dwi Kusumojanto, M. Si. Kata Kunci: Kualitas Layanan, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Malang Pajak merupakan sumber utama penerimaan negara. Tanpa pajak, sebagian besar kegiatan negara sulit untuk dapat dilaksanakan. Dalam era reformasi, Direktorat Jenderal Pajak memiliki tujuan ganda yaitu citra dan penerimaan pajak. Citra Direktorat Jenderal Pajak tersurat dalam visinya yaitu “menjadi model pelayanan masyarakat yang menyelenggarakan sistem dan manajemen perpajakan kelas dunia, yang dipercaya dan dibanggakan masyarakat”. Dengan berorientasi pada visi dari Direktorat Jenderal Pajak, hal ini jelas bahwa model layanan pajak bagi wajib pajak menjadi faktor-faktor penting untuk diwujudkan agar kesadaran masyarakat terhadap pajak dapat meningkat. Walaupun Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Malang selama ini sudah menunjukkan layanan yang sesuai dengan visi Direktorat Jenderal Pajak, tetapi persepsi wajib pajak terhadap kualitas layanan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Malang masih belum optimal. Berdasarkan realita tersebut, maka penelitian ini bermaksud mengkaji tentang faktor-faktor yang menentukankualitas layanan di KPP Malang. Ditinjau dari segi objek kajiannya penelitian ini termasuk penelitian expost facto. Data yang diperoleh melalui penelitian ini menggunakan angket skala Likert dengan lima pilihan jawaban. Penelitian ini menggunakan data interval. Populasi dalam penelitian ini yaitu wajib pajak yang telah tercatat di KPP Malang yang berjumlah 200.000 responden. Sedangkan sampelnya adalah sebanyak 5 kali jumlah faktor dengan menggunakan teknik accidental sampling, sehingga diketemukan sebesar 110 resonden. Dari 5 variabel dihasilkan 22 pertanyaan yang kemudian diujicobakan dan hasilnya valid dan reliabel. Analisis datanya menggunakan analisis faktor. Hasil analisis deskriptif diperoleh hasil bahwa 66,36% responden menyatakan setuju bahwa faktor reliabilitas menentukan kualitas layanan. Sebesar 66,36% responden menyatakan setuju bahwa faktor daya tanggap menentukan kualitas layanan. Sebesar 60,91% responden menyatakan setuju bahwa faktor jaminan menentukan kualitas layanan. Sebesar 70,00% responden menyatakan setuju bahwa faktor empati menentukan kualitas layanan. Sebesar 60,91% responden menyatakan setuju bahwa faktor bukti fisik menentukan kualitas layanan. Analisis inferensial yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis faktor yang merupakan analisis statistik mutivariat. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang menentukan kualitas layanan di KPP Malang terdapat 7 faktor yaitu (1) faktor empati (memperhatikan, mengutamakan kepentingan, memahami) serta materi perpajakan dengan nilai persentase varian sebesar 29,56%, (2) faktor reliabilitas (layanan benar, layanan tepat waktu), layanan jam kerja, membantu, dan sopan dengan nilai persentase varian sebesar 9,02%, (3) faktor reliabilitas (merealisasikan, menanggapi, menyimpan dokumen) dengan nilai persentase varian sebesar 7,95%, (4) faktor daya tanggap (menginformasikan dan memberikan layanan dengan cepat) dengan nilai persentase varian sebesar 6,24% (5) faktor jaminan (percaya dan aman), layanan benar dengan nilai persentase varian sebesar 5,62%, (6) faktor bukti fisik (peralatan dan desain) dengan nilai persentase varian sebesar 4,87%, (7) faktor merespon dan menjawab. dengan nilai persentase varian sebesar 4,59%. Dari ketujuh faktor tersebut diambil nilai loading tertinggi untuk dijadikan skor faktor, ketujuh faktor tersebut adalah (1) Karyawan yang memahami kebutuhan wajib pajak dengan nilai loading 0,789 (2) Karyawan memberikan layanan tepat waktu dengan nilai loading 0,703 (3) Karyawan menyimpan dokumen tanpa kesalahan dengan nilai loading 0,773 (4) Karyawan menginformasikan kepada wajib pajak tentang kepastian waktu penyampaian jasa dengan nilai loading 0,774 (5) Karyawan menumbuhkan rasa percaya kepada wajib pajak dengan nilai loading 0,789 (5) Desain eksterior dan desain interior dengan nilai loading sebesar 0,802 (7) Karyawan siap untuk merespon permintan wajib pajak dengan nilai loading sebesar 0,831. Saran peneliti adalah sebagai berikut: (1) Menurut jawaban responden yang tertuang dalam kuesioner adanya beberapa responden yang menyatakan bahwa kualitas layanan yang telah diberikan kepada wajib pajak KPP Malang hendaknya terus dijaga dan ditingkatkan. (2) Hasil analisis data menggunakan analisis faktor, menunjukkan adanya 2 faktor yang tidak muncul dalam rotasi faktor, yaitu: karyawan memberikan perhatian individual kepada wajib pajak dan penampilan karyawan. Jadi ada baiknya jika KPP Malang memberikan perhatian individual kepada wajib pajak, misalnya, ketika ada permasalahan dengan wajib pajak, hendaknya karyawan lebih pro-aktif dalam menyelesaikannya. Disamping itu, penampilan karyawan hendaknya ditingkatkan juga, misalnya: yang semula karyawan hanya mengenakan seragam hitam putih pada hari Senin tetapi ada baiknya jika hari Selasa sampai Kamis mengenakan seragam yang merupakan karateristik daripada KPP Malang. (3) Faktor merespon dan menjawab memiliki nilai persentase varian terendah yakni sebesar 4,592%. Ada baiknya jika KPP Malang memiliki layanan online 24 jam untuk memudahkan para wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak. Jika hal ini terjadi maka akan meningkatkan tax ratio

Mekanisme sistem kliring nasional Bank Indonesia di wilayah offline otomasi pada PT. Bank Central Asia, Tbk. KCU Malang / Desi Ditania Anggraeni

 

Otonomi sistem penyelenggaraan sekolah ( Studi kasus pada Sekolah Muallimin di Pondok Pesantren Amanah, Sumekar) / Taufiqurrahman

 

Penerapan Kegiatan Praktikum Pada Pembelajaran Biologi Untuk mengingkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa kelas II SMU Negeri 1 Sedayu Gresik / Suliyatin

 

ABSTRAK Sulivatin2. 003P. eneraprtnK egiatanP raktikump atla Pembelaiara'nB iologi """'""iriii-iiiirsh;i"i Mzfivas

Penerapan portofolio sebagai upaya untuk meningkatkan proses dan hasil belajar biologi siswa kelas 1 di SMU Negeri 1 Ponggok Kabupaten Blitar oleh Ujang Surindra

 

Evaluasi dalam dunia potdidikan memegang peranan yang sangat penting, dari hasil evaluasia kand iketahui perkembangans iswas elamar nengikutt prosesp ernbelajaranE. valuasiy ang biasad ipergunakano letr guru menggunakan tes akhir dalam bentuk tes obyektifmaupun tes subyektif. Untuk mengukur kemampuans iswa,y angmencakupa spek-aspeyka ng lebih luas perlu digunakan trentuk evalrraqyi ang lain, yang dikural denganp enilaiank omprehensif,D alam dunia purdidikan dikenal berbagai cara atau metode dalam melakukan penilaian pembelajarans,a lahs atunyaa dalahp orilaiand enganp ortofolio. Penelitiani ni betujuan untuk memperoletrg ambaranp enerapanm odel penilaianp ortofolio terhadapp rosesd anh asilb elajars iswa.P enelitianin i rnenggunakann rrcanganP enelitianT indakan Kelas (PTK), yang terdiri atasd ua siklus.P enelitiand ilakukanm ulaib ulanO ktober2 003 sampaid enganJ anuari 2004 di SMU NegeriI PonggokK abupatanB litar. Subyekp enelitiana dalah siswak elas1 -b semeste1r padat ahuna jaran2 003/2004y angt erdiri atas4 0 slswa. Hasitp enelitianin i menunjukkanb ahwar nodelp enilaianp ortofolio mampum eningkatkanp rosesb ela_iadra nh asilb elajars iswa.P adap elaksanaan siklusI , siswab anyakm engalamki esulitand alarnp enyusunanp ortofolio, hal inr dapatd isebabkanka renap adas aatp erencanaatnin dakanp anelitid ang uru tidak mengadakakne sepakatamn engenabi ahan-bahayna nga kand irnasukkand alam portofolio. Selaini tu siswaju ga mengalamki esulitand alamm enyusunk alimat. Padas iklus I juga diketahuia danyap eningkatajnu rnlah sisway ang mengajukan pertanyaand ari 5% menjadi1 2j%, sedangkajna wabany ang diajukans iswaju ga mengalamki enaikanm eskipunk ecil yaitu dari 15%m enjadi 17,5%. Padaa khir siklus I dilakukan refleksi yang dipergunakan untuk perbaikan dalam rencana tindakanp adas ikluss elanjutnyaH. asilr efleksip adas iklus I menunjukkan adanyak esulitand alarnm enyusunp ortofolio olelr sisway ang disebabkank arena tidak adak esepakataann tarap eneliti.g uru dan siswa.P adap erencaniurtntn dakan siklusI I. penelitid an guru mengajaks iswau ntuk tnenentukanb ahan-bahayna ng digunakans ebagabi ukti bela-iasr iswa.D an hasilp enilaianp ortofolio padas iklus tl, portofolio yangd ikumpulkano leh siswal ebih baik dan lebih lengkapji ka dibandingkanp adas iklusI . Keaktifans iswad alamh al bertanyad anm en-iawab juga mengalampi eningkatan. Dari hasil penilaian portofolio yang dilakukan oleh peneliti dan guru' terlihat bahwat erjadi peningkatanh asil belajars iswas elamap elaksanaans iklus I dans iklusI I. Sedangkanp adah asilu langanh arianj uga mengalampi eningkatan. Dari hasil analisisd apat diketahui terdapatp erbedaany ang signifikan antara ulangan harian awal dangan ulangan harian siklus I, begitujuga terdapat perbedaany ang sigrifikan antarau langanh arian awal dengans ikjlus ll' dan perbedaansi gnifikana ntarau langanh arians iklusI dengans iklusI I. Dari hasil analisist €f,sebudt apat dikaahui terjadi peningkatanh asil belajar setelalt penerapanp ortofolio.

Pembelajaran konsep pembagian dengan manipulasi Alat Peraga Sederhana Pada Siswa Kelas V Madrasah Ibdidaiyah Muhamadiyah Kramat Mulur Kabupaten Sukoharjo / Qodri Ali Hasan

 

Perbedaan risiko, return, abnormal return (AR), cummulative abnormal return (CAR), trading volume activity (TVA), security return variability (SRV) sebelum dan sesudah kenaikan harga gas bagi industri dasar & kimia yang listing di BEI periode pengamatan 2

 

ABSTRAK Jatmiko, Trias Arif. 2008. Skripsi. Perbedaan Risiko, Return, Abnormal Return (AR), Trading Volume Activity (TVA), Cumulative Abnormal Return (CAR) dan Security Return Variability (SRV) Sebelum Dan Sesudah Kenaikan Harga Gas Bagi Industri Dasar & Kimia Yang Listing Di BEI Periode Pengamatan 2007. Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo, M.M. (II) Subagyo, S.E., S.H., M.M. Kata kunci: “Kenaikan Harga Gas Bagi Industri Dasar dan Kimia”, Risiko, Return, AR, TVA, CAR dan SRV. Pasar modal merupakan sarana untuk memobilisasikan dana yang bersumber dari masyarakat ke berbagai sektor yang melaksanakan investasi. Sebagai suatu instrumen ekonomi, pasar modal tidak lepas dari berbagai pengaruh lingkungan, terutama lingkungan ekonomi dan lingkungan politik. Harga energi memberikan pengaruh penting pada hampir semua aspek kinerja makro ekonomi utama, karena energi digunakan langsung maupun tidak langsung dalam produksi barang dan jasa. Karena energi adalah sumber utama penggerak pertumbuhan ekonomi dan sebagian besar energi itu didapatkan dari Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi. Dengan adanya peristiwa kenaikan harga gas bagi industri, para pelaku sektor industri dan komersial kegiatan usahanya ikut terpengaruh. Kondisi ini mempengaruhi baik financial maupun operasional perusahaan yang memiliki saham pada sektor tersebut. Dengan demikian akan mempengaruhi investor dalam membuat keputusan investasinya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi rata-rata risiko, return, abnormal return, CAR, TVA, SRV sebelum dan sesudah kenaikan harga gas bagi sektor industri dasar dan kimia yang listing di BEI periode pengamatan 2007 dan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaaan yang signifikan antara rata-rata risiko, return, abnormal return, CAR, TVA, SRV sebelum dan sesudah peristiwa kenaikan harga gas bagi sektor industri dasar dan kimia yang listing di BEI periode pengamatan 2007. Populasi dan sampel yang digunakan yakni pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang listing di BEI periode pengamatan 2007, yaitu 10 perusahaan. Adapun penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dalam menentukan sampel penelitian. Periode yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 periode adalah periode kejadian (event period) selama 40 hari (yang dibagi menjadi t-20 hingga t-1 untuk periode sebelum peristiwa dan t + 1 hingga t + 20 untuk periode sesudah peristiwa). Data yang digunakan adalah data sekunder mengenai IHSG, harga saham, jumlah saham yang beredar, volume saham yang ditransaksikan perusahaan sampel, mulai 04 Juli 2007 s/d 29 Agustus 2007. Uji hipotesis dengan menggunakan uji normalitas terlebih dahulu. Lalu dilanjutkan dengan uji T (Paired Two Samples For Means) untuk data berdistribusi normal dan uji peringkat tanda (Wilcoxon’s Signed Rank Test) apabila data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan, kondisi rata-rata risiko saham perusahaan sebelum dan sesudah kenaikan harga gas mengalami peningkatan yang relatif rendah, return, abnormal return, cumulative abnormal return dan trading volume activity mengalami penurunan yang relatif rendah, sedangkan security return variability mengalami penurunan yang tinggi. Secara statistik, menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan risiko, return, abnormal return. cumulative abnormal return, trading volume activity dan security return variability sebelum dan sesudah peristiwa kenaikan harga gas bagi sektor industri dasar dan kimia yang listing di BEI periode pengamatan 2007. Hal ini menggambarkan bahwa para investor tidak melakukan reaksi yang berlebihan baik saat pengumuman maupun pada periode setelah peristiwa tersebut berlangsung. . Adapun saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah: (1) Bagi Perusahaan, diharapkan agar lebih terbuka kepada para investor atas keseluruhan informasi yang merupakan good news maupun bad news. (2) Bagi Investor, diharapkan agar lebih memperhatikan peristiwa yang berada di luar sektor non ekonomi. (3) Bagi Peneliti Selanjutnya, Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk memperbanyak sampel dan rentang waktu penelitian untuk tujuan verifikasi hasil penelitian ini.

Pengaruh pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap prestasi belajar siswa di SMK Negeri 1 Malang / Aditya Fauzal Bahari

 

ABSTRAK Bahari, Aditya, Fauzal. 2008. Pengaruh Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa di SMK Negeri I Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Niaga Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Mulyoso, S.E, M.Si., (II) Rachmad Hidayat S, Pd. Kata kunci: pemanfaatan perpustakaan, prestasi belajar. Pendidikan merupakan suatu yang penting dan dianggap paling utama dalam kehidupan manusia dan dapat memberi bekal hidup kepada peserta didik dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Sehubungan dengan itu maka sudah menjadi kewajiban bagi lembaga pendidikan di Indonesia untuk mewujudkan tujuan pendidikan tersebut baik lembaga pendidikan formal maupun non formal. Pendidikan sekolah merupakan lembaga yang mempunyai tujuan pembelajaran yang sangat penting bagi peningkatan kualitas sumber daya menusia (SDM). Sebagai tempat proses belajar mengajar, sekolah harus menyediakan kondisi fasilitas belajar di sekolah yang menunjang untuk belangsungnya proses belajar tersebut. Fasilitas belajar yang sangat penting adalah perpustakaan dengan koleksi yang lengkap dan memadai, laboratorium yang memenuhi syarat bengkel kerja, komputer dan kondisi fisik lainnya. Perpustakaan sekolah memiliki arti yang cukup penting bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) karena dalam proses pembelajaran di di sekolah, siswa tidak hanya mengandalkan materi yang disampaikan oleh guru di kelas, tapi juga perlu mencari tambahan atau sumber-sumber pengetahuan lain yang dapat diperoleh dari perpustakaan sekolah sebagai salah satu penyedia media pembelajaran. Dengan membiasakan diri untuk berkunjung ke perpustakaan sekolah, siswa akan menjadi gemar membaca yang dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Penelitian ini mengambil judul yaitu “Pengaruh Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa di SMK Negeri I Malang”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap prestasi belajar siswa. Variabel yang diteliti yaitu pemanfaatan perpustakaan (x) dan prestasi belajar (y). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMK Negeri I Malang. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive proporsional sampling, kemudian diambil 120 orang siswa-siswi sebagai sampel dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik angket dan dokumentasi. Angket digunakan untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa, sedangkan dokumentasi untuk mengetahui prestasi belajar siswa yang diperoleh dari nilai rapor. Data yang telah terkumpul kemudian diolah dengan menggunakan program SPSS 13 for Windows. 1 Berdasarkan analisis diperoleh nilai R = 0,727 yang menunjukkan bahwa keeratan hubungan antara pemanfaatan perpustakaan dengan prestasi belajar adalah kuat karena angka ini berada di atas 0,5. Besar R square = 0,525 menunjukkan bahwa 52,5 % perubahan variabel y (prestasi belajar) disebabkan oleh perubahan variabel x (pemanfaatan perpustakaan) sedangkan sisanya 47,5 % disebabkan oleh faktor lain di luar perubahan variabel pemanfaatan perpustakaan. Sehingga diperoleh persamaan regresi: Y = 6,780 + 0,011 x. Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana diketahui signifikansi t sebesar 0,000 dengan demikian dapat dilihat bahwa angka Sig. 0,000 < 0,05 sehingga dalam hal ini H0 ditolak, koefisien regresi signifikan. Artinya variabel x (pemanfaatan perpustakaan) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel y (prestasi belajar). Atau dengan kata lain Ha yang berbunyi “ada pengaruh pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap prestasi belajar siswa” diterima.Dengan demikian diperoleh kesimpulan bahwa siswa-siswi SMK Negeri I Malang mayoritas telah aktif dalam memanfaatkan perpustakaan sekolah. Secara umum prestasi belajar siswa menunjukkan klasifikasi cukup baik. Hal ini salah satunya disebabkan karena siswa telah memanfaatkan perpustakaan sekolah dengan aktif. Dari uraian di atas maka dapat diketahui bahwa keberadaan perpustakaan dalam sebuah sekolah memiliki peranan yang cukup penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Dengan demikian disarankan kepada guru untuk dapat lebih mengembangkan kemampuan membaca siswa dengan melaksanakan kunjungan ke perpustakaan bersama siswa, serta memberikan tugas kepada siswa untuk mencari tambahan informasi di perpustakaan sebagai pengayaan atas materi yang telah diajarkan, dan kepada para siswa hendaknya lebih mengoptimalkan keberadaan dari perpustakaan sekolah untuk meningkatkan prestasi belajar mereka.

Penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa SMP Negeri 18 Malang / Diana Susanti

 

Berdasarkan hasil observasi, pembelajaran di SMP Negeri 18 Malang menggunakan metode ceramah, diselingi tanya jawab dan diskusi yang pembentukan kelompoknya tanpa memperhatikan kemampuan akademik sehingga dalam proses pembelajaran siswa cenderung belajar dengan teman sebangku atau teman bermain. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut dilaksanakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw yang merupakan suatu model pembelajaran yang dirancang supaya siswa mempelajari informasi divergen dan tingkat tinggi melalui kerja kelompok. Setiap kelompok mendapatkan suatu topik bahasan dan setiap anggota kelompok mencari informasi tantang isi satu sub topik yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif Jigsaw dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa SMP Negeri 18 Malang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 18 Malang pada bulan April-Mei 2008. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIC SMP Negeri 18 Malang berjumlah 36 siswa terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Data penelitian ini berupa motivasi dan hasil belajar siswa. Motivasi belajar siswa diketahui dari hasil angket dan lembar observasi, sedangkan hasil belajar siswa dapat diketahui dari selisih skor prates dan paskates. Ketuntasan belajar dianalisis dengan menggunakan skor postes menggunakan kriteria ketuntasan belajar. Ketuntasan belajar siswa diketahui jika telah mencapai ≥60 dan daya serap klasikal 80% siswa yang mencapai skor ≥60. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada siklus II terjadi peningkatan apabila dibandingkan dengan siklus I. Peningkatan persentase dari indikator Attention sebesar 17,78%, Relevance 21,34%, Confidence 22,92%, Satisfaction35,07%. Skor motivasi rata-rata hasil angket sebelum dilaksanakan tindakan sebesar 3,22, meningkat menjadi 3,53 setelah dilakukan pelaksanaan tindakan. Hasil belajar juga mengalami peningkatan, pada siklus I sebesar 30,44 dan pada siklus II meningkat sebesar 37,46 dengan persentasi peningkatan 23,06%. Ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I sebesar 77,78% dan pada siklus II meningkat sebesar 91,67%. Jadi, ketuntasan belajar mengalami peningkatan sebesar 13,89%.

Pertimbangan konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian sepeda motor / Dewi Permatasari Mulyawati

 

ABSTRAK Mulyawati, Dewi. P. 2008. Pertimbangan Konsumen Dalam Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Sepeda Motor. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Alwisol, M.Pd. Pembimbing (II) Fattah Hidayat, SE, M.Psi. Kata kunci : proses pengambilan keputusan, konsumen, pembelian sepeda motor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang meneliti dan mengkaji masalah secara objektif sebagaimana adanya tanpa ada manipulasi atau memberikan perlakuan pada variabel penelitian. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi obyektif tentang pertimbangan konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian sepeda motor di kota Malang. Instrumen penelitian adalah Kuisioner Pertimbangan Konsumen Dalam Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Sepeda Motor. Uji validitas instrumen menggunakan teknik Korelasi Product Moment, dengan taraf signifikansi 95%. Reliabilitas diukur menggunakan koefisien reliabilitas belah dua spearman brown. Kriteria pengambilan keputusannya adalah apabila nilai dari koefisien reliabilitas lebih besar dari 0,6 maka variabel tersebut sudah reliabel. Subyek pada penelitian ini adalah konsumen yang mempunyai sepeda motor dan menjadi pengambil keputusan untuk membeli sepeda motor dikota Malang dan sudah bekerja, yang diambil menggunakan teknik insidental sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis faktor untuk memperoleh gambaran tentang pertimbangan konsumen yang menjadi faktor-faktor yang melatarbelakangi proses pengambilan keputusan pembelian sepeda motor dan analisis uji beda untuk mencari perbedaan antara karakteristik responden dengan faktor-faktor yang sudah terbentuk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan, pencitraan diri, pencitraan produk dan motivasi melatarbelakangi konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian sepeda motor. Faktor lingkungan memiliki persentase varian sebesar 30,895%, faktor pencitraan diri memiliki persentase varian sebesar 19,853%, faktor pencitraan produk memiliki persentase varian sebesar 19,238% dan faktor motivasi memiliki persentase varian sebesar 10,837% Faktor lingkungan terdiri dari variabel keluarga, kelompok acuan, budaya, dan pengetahuan pembelian. Faktor pencitraan diri terdiri dari variabel sikap, persepsi, dan; status dan kelas sosial. Faktor pencitraan produk terdiri dari variabel pengetahuan produk dan strategi penjualan. Faktor motivasi terdiri dari satu variabel yaitu motivasi. Dari hasil analisis uji beda didapatkan bahwa karakteristik responden memberikan perbedaan yang signifikan hanya pada faktor pencitraan diri dan yang membedakan yaitu status pernikahan, pekerjaan, penghasilan, dan jumlah sepeda motor yang dimiliki responden. Beberapa saran yang dapat dipertimbangkan adalah bagi peneliti selanjutnya dapat mengikutsertakan variabel lain yang belum ada dalam penelitian ini seperti kondisi demografi, gaya hidup, ataupun variabel lainnya dan pengambilan sampel dengan menggunakan metode sampling probability sehingga hasilnya dapat digeneralisasikan untuk seluruh anggota populasi

Pengaruh pemanfaatan CD pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi kelas X SMAN 1 Pandaan materi pokok dinamika perubahan hidrosfer / Rini Hidayati

 

Upaya pemerintah dalam membina pekerja seks komersial di Desa Sumberanyar Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan / Laily Rahmawati

 

ABSTRAK Laily Rahmawati, 2008. upaya pemerintah dalam membina pekerja seks komersial di Desa Sumberanyar Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Fakultas Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Suparman Adi Winoto, S.H, M.H, (II) Drs. Ketut Diara Astawa, S.H, M.Si. Kata Kunci : Upaya Pemerintah, Pembinaan, Pekerja Seks Komersial Pelacuran di indonesia dilarang dan dianggap berdosa, terutama karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius. Namun, sekeras apapun larangan itu, pelacuran di Indonesia terus berkembang. Kota Pasuruan merupakan basis kota santri yang sebagian besar penduduknya beragama islam. Proses modernisasiyang terjadi memunculkan dampak yang luas bagi masyarakat Pasuruan antara lain pergeseran nilai-nilai dalam kehidupan masyarakat. Sebagai kota santri tentunya masyarakat Pasuruan merasa resah dengan adanya para Pekerja Seks Komersial karena keberadan mereka bertentangandengan nilai sosia, norma, dan moral agama karena merendahkan martabat manusia. Peningkatan ini merupakan salah satu fenomena sosialyang perlu mendapat perhatian berbagai pihak. Penulisan penelitian ini bertujuan Mengetahui latar belakang timbulnya pelacuran di Desa Sumberanyar, Mengetahui upaya pemerintah kota Pasuruan dalam membina para pekerja seks komersial, Mengetahui kendala-kendala apa yang dihadapi pemerintah kota Pasuruan dalam membina para pekerja seks komersial, Mengetahui cara mengatasi kendala yang dihadapi dalam pembinaan para pekerja seks komersial. Hasil penelitian menunjukkan penyebab timbulnya pelacura di Desa Sumberanyar antara lain : Adanya keinginan mencari nafkah, adanya keinginan pemuasan kebutuhan biologis,kemudian faktor trauma dalam keluarga. Sedangkan upaya yang dilakukan dalam pembinaan yaitu secara preventif, dan secara represif. Sedangkan kendala yang dihadapi dalam membina pekerja sekskomersial antara lain, kesadaran dan rasa kurang percaya diri para pekerja seks komersial, kurangnya kekuatan hukum untuk menindak para mucikari atau germo yangmenjaring para perempuan untuk dijadikan pekerja seks komersial dan minimnya fasilitas rehabilitasi. Adapun cara mengatasikendala yang adayaitu melakukan pendekatan dengan para pekerjaseks komersial secara persuasive, penyelenggaraan pengawasan, bantuan sosial dan perlindungan sosial dan melakukan penyuluhan secara intensive kepada para pekerja seks komersial. Dari hasil penelitian ini disarankan untuk terusmenciptakan home industri guna pemberdayaan masyarakat, melakukan pembinaan dengan bekerja sama dengan LSM, Pemerintah Daerah lebih kreatif dan inovatif dalam membina pekerja seks komersial dan lebih memantapkan payung hukum untuk penindakan dan pembinaan pekerja seks komersial, serta perlindungan hukum bagi para pekerja seks komersial dari ulah para germo.

Penerapan pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share) untuk meningkatkan kemampuan afektif dan kemampuan kognitif siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Malang / Astri Yulita Indah Sari

 

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru fisika di SMP Negeri 1 Malang, partisipasi siswa dalam kelompok pada saat diskusi dan respon siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan di kelas masih kurang. Selama ini guru melaksanakan pembelajaran dengan ceramah, diskusi, praktikum dan demonstrasi. Pada saat diadakan praktikum partisipasi siswa dalam kelompok masih kurang, sedangkan pada saat diskusi, siswa yang merespon pelajaran masih sedikit dan masih didominasi oleh beberapa siswa saja, siswa masih terlihat mengobrol dengan teman sebangkunya dan siswa yang lain mengerjakan tugas mata pelajaran yang lain. Hasil tes fisika pada semester gasal menunjukkan bahwa hanya 45% siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar, nilai standart ketuntasan sekolah yaitu 75. Berdasarkan hal tersebut dicoba model pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan afektif dan kemampuan kognitif siswa Langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe TPS yaitu (1) masing-masing siswa diberi sejumlah soal dan diberi waktu untuk mengerjakan secara individu, (2) pair (barpasangan), siswa secara kelompok (terdiri dari 2berpasangan) mendiskusikan hasil pekerjaannya masing-masing, (3) share (berbagi), salah satu kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya, kelompok lain menanggapinya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek, tempat dan waktu penelitian ini adalah siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Malang tahun ajaran 2007/2008 yang terdiri dari 40 siswa dan dilaksanakan tanggal 21 April- 28 Mei 2008. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Sedangkan sumber data yang digunakan adalah guru, siswa dan pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan afektif siswa meningkat, ini terbukti semakin meningkatnya hasil yang diperoleh tiap siklus. Sedangkan kemampuan kognitifnya juga meningkat, dapat dilihat dari hasil nilai tes pemahaman (kuis) tiap siklusnya naik.

Penetapan harga pokok produksi sebagai dasar penentuan harga jual pada UD. Mulya Bahari Muncar-Banyuwangi / Saiful Bahri

 

Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik merupakan biaya-biaya penentu harga pokok produksi pada UD. Mulya Bahari Muncar – Banyuwangi. Tujuan ditetapkannya harga pokok produksi dari suatu produksi antara lain untuk menentukan harga jual. Untuk mengetahui apakah harga jual sudah tepat atau belum tepat maka perlu ditentukan besarnya harga pokok produksi. Selama ini UD. Mulya Bahari Muncar – Banyuwangi belum melakukan perhitungan harga pokok produksi secara tepat dan teliti, serta belum mengadakan klasifikasi biaya ke masing-masing bagian yang ada dalam perusahaan, yaitu bagian produksi, bagian administrasi dan umum serta bagian pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya-biaya yang menetukan harga pokok pada pada perusahaan UD. Mulya Bahri Muncar –Banyuwangi dan penentuan harga jual. Variabel yang diteiliti dalam penelitian ini adalah biaya produksi dan harga jual produksi mulai bulan Januari 2004 – Juni 2004. Penelitian ini dilakukan di perusahaan UD. Mulya Bahari Muncar – Banyuwangi. Lama penelitian dari tanggal 1 Nopember 2004 – 31 Desember 2004. Analisis yang dipakai adalah yang pertama untuk menghitung harga pokok produksi, terlebih dahulu biaya pemeliharaan alat, biaya listrik, air dan telepon, dan penyusutan mesin harus diklasifikasi dengan tepat yaitu ke bagian produksi dan ke bagian administrasi dan umum. Selanjutnya biaya administrasi dan umum serta biaya pemasaran dan penjualan harus dikeluarkan dari biaya overhead pabrik, sebab biaya-biaya tersebut termasuk biaya operasi. Setelah besarnya harga pokok produksi diketahui, harga jual dapat ditentukan dari besarnya harga pokok produksi ditambah biaya operasi dan besarnya keuntungan yang diharapkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harga pokok produksi setelah adanya pengklasifikasian, biaya ternyata lebih rendah jika dibandingkan dengan harga pokok produksi sebelum diadakan pengklasifikasian biaya. Dalam penelitian bahan baku, perusahaan tidak menggunakan sistem persediaan, artinya setiap pengadaan bahan baku selalu disesuaikan dengan volume pesanan yang ada, sehingga bahan baku langsung dapat dipakai tanpa menunggu untuk disimpan. Sedangkan dalam hal penentuan harga jual, perusahaan menggunakan metode Gross Margin Pricingdan menghasilakan harga jual yang lebih layak jika dibandingkan dengan metode Direct Cost Pricing. Sebaiknya perusahaan lebih merinci kembali biaya overhead pabrik, dimana baiaya-biaya yang dipandang tidak atau kurang ada kaitannya dengan produksi supaya dipisahkan dari biaya overhead pabrik. Begitupun alokasi biaya overhead pabrik sebanyak 110% ternyata kurang, sehingga perlu ditingkatkan alokasinya. Gaji dan upah baik untuk karyawan tetap maupun untuk karyawan mingguan dan borongan masih minim, sehingga perlu dipertimbangkan kembali dalam pemberian gaji dan upah. Untuk karyawan tetap atau bulanan hendaknya ditingkatkan gajinya, dan untuk karyawan mingguan maupun borongan agar lebih meningkatkan promosi dan pemasaran agar frekuensi atau volume pesanan semakin meningkat. Dalam hal penentuan harga jual, metode penentuan harga jual dengan menggunakan metode Gross Margin Pricing menghasilkan harga jual yang lebih layak dibandingkan dengan metode Direct Cost Pricing, maka sebaiknya perusahaan dalam menentukan harga jual menggunakan metode tersebut. Tetapi perusahaan harus tetap memperhatikan pesaing-pesaing di sekitarnya, sebab jika harga jual produknya ternyata lebih tinggi dari perusahaan lain, akan dapat mengakibatkan penurunan pesanan dari konsumen.

Perbedaan prestasi belajar antara siswa yang selalu menonton film kartun dengan siswa yang tidak selalu menonton film kartun kelas IV dan V SDN 2 Patokan Kabupaten Situbondo / Fiqih Surgayana

 

ABSTRAK Surgayana, Fiqih. 2008. Perbedaan Prestasi Belajar Antara Siswa Yang Selalu Menonton Film Kartun Dengan Siswa Yang Tidak Selalu Menonton Film Kartun Pada Siswa Kelas IV Dan V SD Negeri 2 Patokan Kabupaten Situbondo, Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Abdul Manan, M.Pd, dan (2) Drs. AJE. Toenlioe, M.Pd Kata kunci: perbedaan, prestasi belajar, film kartun. Belajar merupakan kegiatan yang sengaja dilakukan untuk meningkatkan kemampuan (pikiran dan sikap) yang ada dalam diri setiap individu. Hal ini ditandai dengan perubahan tingkah laku, pandangan, dan pola pikir sebagai hasil dari pengalaman individu. Jika tidak ada perubahan, maka seseorang yang belajar belum dapat dikatakan berhasil dalam belajar. Belajar dapat melalui apapun Salah satu sumber yang dapat digunakan untuk belajar adalah media televisi. Pemanfaatan media televisi sebagai salah satu sumber belajar yang dapat menyalurkan pesan, dapat juga membantu upaya meningkatkan minat dan intelegensi yang dimiliki siswa, meningkatkan hasil belajar siswa yang memiliki keterbatasan daya indera dan cacat tubuh, mengurangi hambatan jarak dan waktu, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan prestasi belajar antara siswa yang selalu menonton film kartun dengan siswa yang tidak selalu menonton film kartun pada siswa kelas IV dan V SD Negeri 2 Patokan Kabupaten Situbondo tahun pelajaran 2007/2008Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV dan V SD Negeri 2 Patokan Kabupaten Situbondo tahun pelajaran 2007/2008 yang berjumlah 72 siswa. Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket yang disebarkan pada siswa. Data tentang prestasi belajar siswa diambil dengan menggunakan dokumentasi yaitu melalui gabungan antara nilai ulangan harian siswa kelas IV dan V semester 2 SD Negeri 2 Patokan Kabupaten Situbondo. Daftar nilai yang diambil dalam penelitian ini terbatas pada bidang studi PKn, Bhs Indonesia, Bhs Inggris, IPA, IPS, dan Matematika. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Chi Kuadrat. Dari hasil penelitian melalui analisis disimpulkan bahwa (1) Ada perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara siswa yang selalu menonton film kartun dengan siswa yang tidak selalu menonton film. (2) Dari rata-rata hasil belajar dapat diketahui bahwa prestasi belajar siswa baik. Rata-rata hasil belajar siswa adalah 67. Dari tabel hasil belajar menunjukkan bahwa prestasi belajar 44 siswa (61%) diatas rata-rata dan 28 siswa (39%) dibawah rata-rata. Hasil yang diperoleh setelah angket disebarkan kepada semua siswa kelas IV dan V SDN 2 Patokan Kabupaten Situbondo menunjukkan bahwa sebagian kecil (21%) siswa selalu menonton film kartun dan sebagian besar (79%) siswa kadang-kadang menonton film kartun. Hasil perhitungan standar nilai rata-rata 60 menunjukkan bahwa nilai Chi Kuadrat hitung yang diperoleh (yaitu 8, 183), lebih besar daripada harga kritik (yaitu 3,841) sehingga Ho ditolak. Hasil perhitungan menggunakan standar nilai rata-rata 65 menunjukkan bahwa nilai Chi Kuadrat yang diperoleh (yaitu 9,075), lebih besar daripada harga kritik (yaitu 3,841) sehingga Ho ditolak. Hasil perhitungan menggunakan standar nilai rata-rata 70 menunjukkan bahwa nilai Chi Kuadrat yang diperoleh (yaitu 5, 970), lebih besar daripada harga kritik (yaitu 3,841) sehingga Ho ditolak. Hasil perhitungan menggunakan standar nilai rata-rata 75 menunjukkan bahwa nilai Chi Kuadrat yang diperoleh (yaitu 0,507), lebih kecil daripada harga kritik (yaitu 3,841) sehingga Ho diterima. Berdasarkan rumusan masalah dan hipotesis penelitian serta temuan atas data penelitian maka dapat dikemukakan kesimpulan penelitian sebagai berikut: (1) Ada perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara siswa yang selalu menonton film kartun dengan siswa yang tidak selalu menonton film kartun kelas IV dan V SDN 2 Patokan Kabupaten Situbondo. (2) Prestasi Belajar siswa yang tidak selalu menonton film kartun lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang selalu menonton film kartun. Berdasarkan temuan-temuan yang telah diperoleh selama proses kegiatan penelitian terutama yang telah disajikan dalam bagian kesimpulan, maka dapat dikemukakan saran penelitian sebagai berikut: (1) Hal-hal yang berkaitan dengan prestasi belajar seperti variabel selalu menonton film kartun, hendaknya benar-benar diperhatikan oleh guru dan orang tua yang ada hubungannya dengan keberadaan siswa dengan cara memberikan perhatian dan menciptakan suasana yang menyenangkan bagi anak agar siswa dapat memilih film kartun yang akan ditonton serta mengurangi menonton film kartun untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. (2) Kepada siswa yang selalu menonton film kartun, hendaknya dapat mengurangi waktu menonton film kartun dan lebih rajin belajar agar prestasi belajar yang dicapai tinggi. (3) Kepada peneliti yang berminat untuk melakukan penelitian serupa disarankan penelitian selanjutnya dilakukan jenis eksperimental melalui beberapa variabel yang diduga ikut mempengaruhi prestasi belajar, misalnya IQ, kesehatan siswa, kondisi siswa, dan faktor lain yang ada di luar penelitian ini, sehingga ada dan jelas pengaruh menonton film kartun terhadap prestasi belajar.

Rancang bangun mesin penggiling kulit kerang untuk campuran pakan ternak / Wawan Sukhron Fauzi, Ahmad Syifa' Nailul Wafar

 

Perancangan media promosi SOB (School of Business) Malang / Oky Riyanto

 

ABSTRAK Riyanto, Oky. 2008. Perancangan Media Promosi SOB ( School Of Business ) Malang. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc, (2) Sarjono, M.Sn. Kata Kunci : perancangan, media promosi, SOB ( School Of Business ) SOB ( School Of Business ) adalah lembaga pendidikan non formal yang diberi ijin oleh Departemen Pendidikan Nasional, dan memiliki otonomi tinggi dalam merancang dan mengoperasikan program pendidikannya sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. SOB merupakan lembaga yang menyelenggarakan pendidikan non formal selama 1 tahun. Menghasilkan sumber daya manusia yang handal, profesional dan berkemampuan tinggi merupakan harapan dari SOB. Penurunan jumlah calon mahasiswa, kurangnya aktifitas promosi dan penyebaran informasi merupakan hambatan bagi SOB untuk mewujudkan harapannya. Beberapa hal seperti melakukan promosi di media cetak, mengikuti pameran pendidikan, sosialisasi program yang ditawarkan ke beberapa SMU dan SMK pernah dilakukan oleh SOB namun masih jauh dari harapan. Perancangan ini, dilakukan untuk membangun image atau citra SOB ( School Of Business ) melalui media promosi sehingga mampu untuk menarik minat calon konsumen dan merancang bentuk strategi pemasaran yang relevan dan bermanfaat untuk diterapkan di SOB ( School Of Business ). Perancangan media promosi SOB menggunakan model prosedural. Model prosedural yaitu model yang bersifat deskriptif. Subyek yang digunakan adalah mahasiswa dari SOB dengan jumlah 100 orang yang diperoleh dengan metode random sampling. Instrument survey yang digunakan adalah kuisioner. Hasil dari kuesioner yang diperoleh dianalisa dengan memprosentasekan jumlah jawaban yang masuk, diasumsikan berdasarkan perolehan data dengan jumlah prosentase terbesar dan diambil kesimpulannya. Jumlah prosentase yang telah dihitung dijelaskan dalam bentuk diagram “pie” untuk mempermudah penjelasan. Dari hasil survey, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden mengetahui SOB dari brosur dan website serta menganggap penyampaian informasinya masih kurang jelas. Selain itu, responden merasa kecewa setelah kuliah di SOB, karena beberapa fasilitasnya masih kurang modern dan memadai meskipun sudah memadai sebagai lembaga pendidikan berbasis komputer dan bisnis. Responden juga menginginkan perbaikan sarana dan prasarana demi menunjang suasana belajar mengajar yang lebih nyaman serta memperbanyak kuliah praktek / magang di perusahaan terkenal. Dari hasil perancangan ini ada beberapa saran, yaitu: (1) Untuk SOB diharapkan lebih memperbanyak kegiatan promosi dan memperbaiki strategi pemasaran demi tercapainya harapan di masa depan. (2) Untuk mahasiswa SOB diharapkan selalu menjaga almamater kampusnya dimanapun berada. (3) Untuk peneliti selanjutnya, lebih dapat menyempurnakan penelitian ini agar lebih memperdalam hasil kajian analisis yang dilakukan. i

Improving the writing ability of the students of SMAN I Banjarbaru through modified dialogue journals / Kusumaningsih

 

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menjawab masalah – ”Bagaimana Modified Dialogue Journal dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan menulis siswa kelas XI Program Bahasa SMAN I Banjarbaru”. Strategi Modified Dialogue Journal( Dialog Jurnal yang telah dimodifikasi) ini dipilih karena kelebihannya dalam mendorong siswa terlibat lebih aktif selama proses kegiatan belajar mengajar menulis yang bertujuan meningkatkan motivasi dan kemampuan siswa dalam menulis recount. Disamping itu, strategi ini bisa membantu siswa menghilangkan atau paling tidak mengurangi rasa takut menulis dalam bahasa Inggris, sehingga dengan demikian diharapkan mampu meningkatkan motivasi dan kemampuannya menulis dalam bahasa Inggris. Untuk menjawab permasalahan tersebut diatas, dilakukan penelitian tindakan kelas secara kolaboratif dengan empat langkah; perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Siklus pertama terdiri dari enam pertemuan dan siklus kedua terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa/siswi kelas XI jurusan Bahasa SMAN 1 Banjarbaru tahun ajaran 2007-2008 yang terdiri dari 26 siswa. Dalam penelitian ini siswa diberi tugas menulis sekali dalam seminggu baik dirumah maupun dikelas. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi, kuesioner, catatan lapangan dan jurnal siswa. Prosedur yang digunakan dalam mengaplikasikan strategi Dialog Journal yang telah dimodifikasi adalah sebagai berikut; pertama, guru menggali pengetahuan siswa tentang jenis teks recount dengan cara bertanya. Kedua, guru menugaskan siswa untuk mengidentifikasi karakteristik dari teks model recount. Ketiga, guru meminta siswa mendiskusikan fungsi, struktur generik dan fitur bahasa dari teks recount. Keempat, guru memperkenalkan konsep strategi Dialog Journal dan konsep Modifikasinya kepada siswa. Kelima, guru memberikan model dialog jurnal melalui contoh- contoh tulisan jurnal. Keenam, guru meminta siswa mengamati contoh tulisan jurnal. Ketujuh, guru memeriksa pemahaman siswa dengan cara menanyakan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan contoh jurnal. Kedelapan, guru menjelaskan bagaimana cara menulis recount (pengalaman masa lalu) di dalam jurnnal. Kesembilan, guru menugaskan siswa menulis pengalaman pribadi di masa lampau dengan mengadaptasi contoh teks yang diberikan guru. Kesepuluh, guru memberikan respon sekaligus koreksi secara tidak langsung atas tulisan siswa baik mengenai isi tulisan maupun bahasa. Kesebelas, guru meminta siswa menjawab respon yang diberikan guru sebelum menulis jurnal berikutnya. Keduabelas, guru memilih dan kemudian mengambil beberapa kalimat siswa yang salah dari jurnal mereka sebelumnya untuk dikoreksi dan didiskusikan di kelas. Ketigabelas, guru meminta siswa mengoreksi dan mendiskusikan kalimat- kalimat yang salah dalam kelompok, serta membimbing siswa pada waktu mendiskusikan hasil koreksi. Keempat belas, guru meminta siswa menyimpulkan pelajaran Berdasarkan hasil penelitian, strategi dialog jurnal yang dimodifikasi dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan siswa dalam menulis teks recount. Dalam hal motivasi, siswa aktif, mempunyai motivasi yang tinggi dan mereka merasa lebih percaya diri dalam mengikuti pembelajaran menulis dengan strategi dialog jurnal yang dimodifikasi. Peningkatan kemampuan menulis siswa bisa dilihat dari jumlah siswa yang berada di peringkat1(peringkat terendah) yang jumlahnya terus menurun dari waktu ke waktu karena mereka berhasil naik ke peringkat 2 ( peringkat tengah). Untuk menentukan peringkat tulisan siswa, peneliti menggunakan rubrik menulis yang diadaptasi dari E.M White 1985. Pada awal tindakan di siklus 1 ada 20 siswa yang berada di peringkat 1, dan pada akhir tindakan di siklus 1, jumlah siswa pada peringkat ini tinggal 10 orang, atau dengan kata lain, 50% dari siswa peringkat 1 berhasil naik ke peringkat 2. Pada siklus 2, jumlah siswa peringkat 1 terus berkurang, dan pada akhir tindakan, tinggal 8 orang dari 20 orang siswa. Itu berarti,12 orang dari 20 orang siswa peringkat 1atau 60% dari mereka berhasil naik ke peringkat 2. Hal tersebut telah memenuhi persyaratan kreteria keberhasilan yang telah ditetapkan sebelumnya. Akhirnya, berdasarkan hasilpenelitian, beberapa saran disampaikan kepada para guru bahasa Inggris dan para peneliti yang akan melakukan penelitian lebih lanjut tentang modified dialogue journals. Pertama, di dalam modified dialogue journal ada koreksi tentang kesalahan grammar dan kosakata, maka hendaknya siswa diberitahu bahwa mereka tidak perlu takut melakukan kesalahan sebab tidak ada koreksi langsung dalam tulisan mereka. Kedua, koreksi tak langsung dilakukan guru dengan dua cara yaitu (1) memberikan language modeling (model penggunaan bahasa) melalui respon atau umpan balik yang diberikan oleh guru. Disini umpan balik yang diberikan oleh guru bisa berfungsi sebagai model penggunaan bahasa Inggris yang benar dengan cara menuliskan kembali secara benar kalimat siswa yang salah, (2) dengan cara mengutip kalimat-kalimat siswa yang salah, mengetiknya, kemudian meminta siswa mendiskusikan dan membetulkan kesalahan yang mereka buat dalam kelompok atau pasangan.Guru bisa menyiapkan petunjuk berupa pola kalimat yang diperlukan siswa atau mengarahkan siswa menemukan jawaban yang tepat. --------------------------------------------------------------- This study is conducted in order to answer the research problem, “How can Modified Dialogue Journal improve students’ motivation and ability in writing recount at the eleventh year language program of SMAN I Banjarbaru”. This strategy is chosen due to its strength in encouraging students to be more actively involved in the teaching and learning process and in helping students to destroy, or at least to reduce the worry to write in English, which is finally able to improve their motivation and ability to write. To answer the research problem, Collaborative Action Research is conducted following four stages, planning, implementing, observing and reflecting. This study was implemented in two cycles. The first cycle consisted of six meetings and the second cycle consisted of two meetings. The subjects of this study are the students of class XI Language Program SMAN I Banjarbaru 2007- 2008 which consists of 26 students. In this study, the students are assigned to write once a week in their journal. The instrument used to collect data are observation sheet, questionnaire, field notes and students’ journal entries. The procedures of using Modified Dialogue Journal strategy / technique in teaching writing are as follow. First, the teacher explores the students’ schemata about recount by asking questions. Second, the teacher assigns students to identify the characteristics of a modelled recount text. Third, the teacher asks the students to discuss the function, the generic structure of recount and the language features. Fourth, the teacher introduces the concept of the original Dialogue Journal and Modified Dialogue Journal to the students. Fifth, the teacher models the Dialogue Journal by giving some samples of journal writings. Sixth, the teacher lets the students observe the model of journal writing. Seventh, the teacher checks the students’ understanding by asking questions related to the samples of journal writing. Eighth, the teacher explains how to write a recount in a journal. Ninth, the teacher assigns students to write their personal experience by adapting the modelled text. Tenth, the teacher gives response and implicit correction to students’ writing both content and language. Eleventh, the teacher asks the students to answer the teacher’s response in their next writing. Twelfth, the teacher selects and picks up the incorrect sentences from the students’ journal entries to be corrected and discussed in class. Thirteenth, the teacher lets the students discuss and correct the wrong sentences in groups and guides them to do the correction. Fourteenth, the teacher asks the students to conclude what they learned. Based on the results of the study, modified dialogue journal is able to improve the students’ motivation and ability in writing a recount text. In terms of motivation, the students are active, highly motivated and become more confident in writing using Modified Dialogue Journal Strategy. The improvement of the students’ ability in writing is shown by the decreasing number of the students in the lowest level (level 1) from time to time since they manage to move to the higher level (level 2). To determine the level of the students’ writing, the researcher uses the writing rubric adapted from E.M White, 1985( see Appendix 3) . In the beginning of the action in cycle 1, there are 20 students in level 1, and at the end of Cycle 1 there are 10 students or 50% of students remaining in this level. In Cycle 2, the number of them in level 1 go on decreasing, and by the end of the action, there are only 8 out of 20 students remaining in level 1. This means 60% of students improve to level 2 and it has achieved the criteria of success. Finally, on the basis of the findings, some suggestions for the English teachers and the future researchers are made. First, since there is a correction on students grammar and vocabulary error in Modified Dialogue Journal, students should be well informed that they do not have to be afraid of making mistakes because there will be no direct correction in their writing. Second, error correction should be done implicitly in two ways, (1) by language modeling through teacher’s responses. The teacher’s feedback can serve as a model of correct English usage by rewriting correctly the students’ incorrect sentences, (2) by picking up some of students’ incorrect sentences from their previous journals, type them on papers and let them correct the error they made by themselves in groups or in pairs. It is important to keep the confidentiality by not mentioning/writing down the name of the mistake makers. The teacher can provide hints to help them or guide them to find the correct answer.

Pengaruh pemahaman guru ekonomi tentang KTSP terhadap penerapan KTSP pada pelajaran ekonomi di SMP Negeri sekota Probolinggo / Rya Puspa Rachmannyta

 

ABSTRAK Rachmannyta, Rya Puspa. 2008. Pengaruh Pemahaman Guru Ekonomi Tentang KTSP Terhadap Penerapan KTSP Pada Pelajaran Ekonomi Di SMP Negeri Sekota Probolinggo. Skripsi, Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Sapir, S.Sos, M.Si., Pembimbing (II) Drs. A. Ali Wafa. Kata Kunci: Pemahaman Guru Tentang KTSP, KTSP, Penerapan KTSP Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum merupakan salah satu hal penting dalam rangka perwujudan pendidikan nasional. Kurikulum sebagai rancangan pembelajaran memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam keseluruhan kegiatan pembelajaran. Demi terwujudnya tujuan pendidikan nasional, pembaruan kurikulum sering dilakukan hingga saat ini diberlakukan adanya kurikulum baru 2006 (KTSP). Tercapainya penerapan KTSP yang baik tidak terlepas dari peran guru sebagai motor (penggerak) pendidikan. Guru sebagai ujung tombak pembelajaran bagi siswa, karena di pundak guru keberhasilan pembelajaran dipertaruhkan. Maka, sangatlah penting artinya keterbukaan guru terhadap KTSP yang dapat diwujudkan dalam pemahaman baik tentang konsep KTSP, persiapan mengajar KTSP, maupun pelaksanaan kegiatan pembelajaran sesuai KTSP demi terwujudnya tujuan KTSP khususnya dan tujuan pendidikan nasional pada umumnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemahaman guru ekonomi tentang KTSP terhadap penerapan KTSP pada pelajaran ekonomi di SMP Negeri se kota Probolinggo. Variabel independen (bebas) pada penelitian ini terdiri dari pemahaman guru tentang konsep KTSP (X1), pemahaman guru tentang persiapan mengajar sesuai KTSP (X2), dan pemahaman guru tentang pelaksanaaan kegiatan pembelajaran sesuai KTSP (X3), sedangkan variabel dependen (terikat) adalah penerapan KTSP pada pelajaran ekonomi (Y). Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Analisis data berupa analisis deskriptif dan regresi linear berganda. Penentuan sampel penelitian adalah sampling jenuh. Subyek penelitian sejumlah 30 orang guru ekonomi yang diambil dari seluruh jumlah populasi guru ekonomi di SMP Negeri se kota Probolinggo. Hasil analisis deskriptif dari penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru ekonomi tentang konsep KTSP termasuk dalam klasifikasi sedang, yaitu sebesar 43,33 % guru. Pemahaman guru ekonomi tentang persiapan mengajar sesuai KTSP termasuk dalam klasifikasi rendah, yaitu sebesar 43,33 % guru. Pemahaman guru ekonomi tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran sesuai KTSP termasuk dalam kalsifikasi rendah, yaitu sebesar 43,33 % guru, sedangkan penerapan KTSP pada pelajaran ekonomi di SMP Negeri se kota Probolinggo termasuk dalam klasifikasi cenderung rendah dengan nilai prosentase sebesar 23,33 %. Dari hasil analisis regresi linear bergandanya dengan taraf kesalahan 5 % (sig α = 0,05) diketahui bahwa variabel X1 mempunyai nilai sig t (0,237) > sig α (0,05) dan nilai t hitung (1,211) < t tabel (2,055) sehingga dapat dikatakan secara parsial pemahaman gurur ekonomi tentang konsep KTSP tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap penerapan KTSP pada pelajaran ekonomi di SMP Negeri se kota Probolinggo (Y). Pemahaman guru ekonomi tentang persiapan mengajar sesuai KTSP mempunyai nilai sig t (0,452) > sig α (0,05) dan nilai t hitung (0,764) < t tabel (2,055) sehingga dapat dikatakan secara parsial variabel X2 tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penerapan KTSP pada pelajaran ekonomi di SMP Negeri se kota Probolinggo (Y). Pemahaman guru ekonomi tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran sesuai KTSP mempunyai nilai sig t (0,007) < sig α (0,05) dan nilai t hitung (2,953) > t tabel(2,055) sehingga dapat dikatakan secara parsial pemahaman guru ekonomi tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran sesuai KTSP mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penerapan KTSP pada pelajaran ekonomi di SMP Negeri se kota Probolinggo (Y). Dari hasil diatas dapat diketahui bahwa variabel yang paling dominan mempengaruhi variabel Y adalah variabel X3. Selain itu, dari hasil analisis regresi linear berganda juga dapat diketahui bahwa variable X1, X2, X3 secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Y. Hal ini dibuktikan dengan nilai sig f (0,011) < sig α (0,05) dan nilai f hitung (4,550) > f tabel (2,975). Sedangkan besarnya kontribusi yang diberikan variabel X1, X2, X3 ditunjukkan dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,269 atau 26,9 % sedangkan sisanya sebesar 0,731 atau 73,1 % dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa X1, X2, X3 secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Y. Secara parsial variabel X3 berpengaruh paling dominan terhadap Y. Peneliti mengharapkan kepada guru khususnya guru ekonomi untuk lebih berupaya terbuka menerima pemberlakuan kurikulum baru 2006 (KTSP) demi tercapainya tujuan pendidikan nasional. Selain itu, peneliti juga mengharapkan sekolah sebagai lembaga pendidikan memberikan kesempatan berkembangnya KTSP di sekolah secara lebih luas agar mampu menghasilkan lulusan yang kompeten. Sedangkan bagi peneliti selanjutnya yang ingin melaksanakan penelitian serupa diharapkan memperluas variabel penelitiannya agar dapat mengungkap hal-hal tentang KTSP yang belum terungkap dari penelitian ini sehingga hasil penelitiannya dapat lebih relevan dengan fakta pendidikan yang ada.

Pengembangan bahan ajar bahasa Inggris untuk warga belajar dengan kemampuan rendah pada kejar Paket B setara SMP kelas VII / Endah Sri Warniningtyas

 

Analisis bahan ajar geografi kelas X pada kompetensi dasar hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi / Resky Pramudya Wardani

 

ABSTRAK Pramudya, R. Wardani. 2008. Analisis Bahan Ajar Geografi Kelas X pada Kompetensi Dasar Hidrosfer dan Dampaknya Terhadap Kehidupan di Muka Bumi. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Pd., (II) Drs. Timotius Suwarna, M.Pd. Kata Kunci: buku ajar, konsep, bahasa, gambar Dalam meningkatkan kualitas pembelajaran telah dilakukan berbagai upaya, salah satunya dengan meningkatkan dan mengembangkan bahan ajar yang berupa buku ajar. Buku ajar berperan penting untuk menyampaikan informasi atau ilmu pengetahuan baru. Dalam pengukuran kualitas buku harus diperhatikan aspek-aspek penting yaitu kebenaran konsep, bahasa, dan penyajian gambar. Banyak guru cenderung menganggap keseluruhan buku itu benar dan menerima apa adanya tanpa menganalisis terlebih dahulu isi materi. Pada observasi awal, satu dari tiga buku yang paling banyak digunakan di SMA Negeri se-Kota Malang, banyak mengandung kesalahan konsep dan bahasa. Hal ini akan menyesatkan siswa dalam menerima pengetahuan berikutnya dan sangat sulit dibetulkan kembali karena dalam pemikiran siswa biasanya bersifat tetap (permanen). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kesalahan konsep, (2) kejelasan bahasa, dan (3) fungsi media atau gambar, pada buku ajar geografi kelas X. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik analisis isi, yaitu teknik penelitian yang memanfaatkan separangkat prosedur untuk menarik kesimpulan dari sebuah buku atau dokumen. Populasi dalam penelitian ini adalah buku ajar geografi kelas X yang digunakan di SMA se-Kota Malang pada tahun ajaran 2007/2008, yaitu: (1) Wardiyatmoko, K. 2006. Geografi untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga; (2) Sugara, I dan Mulya. 2007. Geografi untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Piranti Darma Kalokataman; dan (3) Ariwibowo, Y. 2006. Geografi untuk SMA Kelas X. Jakarta: Ganeca. Adapun sampel yang digunakan penelitian ini adalah dengan mempertimbangkan bahwa buku ajar tersebut telah banyak beredar di pasaran dan banyak dipakai di SMA Negeri di Kota Malang. Akhirnya diperoleh buku ajar geogarfi: Sugara, I dan Mulya. 2007. Geografi untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Piranti Darma Kalokataman. Hasil penelitian pada kesalahan konsep menunjukan 8,77% , ini berarti tingkat kesalahan konsep tergolong sangat rendah. Kejelasan bahasa dalam buku ajar geografi tergolong rendah dan masih memerlukan revisi lebih lanjut. Hal ini terbukti banyak ditemukan kesalahan bahasa yang dapat dikelompokkan menjadi empat kesalahan, yaitu; paragraf, kalimat, kosakata dan tanda baca. Dan yang terakhir adalah fungsi media atau gambar, dari 30 gambar 11 gambar mempunyai fungsi sebagai ilustrasi yang menjelaskan suatu konsep, 10 gambar sebagai contoh nyata yang ada di lapangan, 5 gambar sebagai pemanis atau tidak berfungsi dan 4 gambar sebagai informasi yang sesuai dengan materi.

Peran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Malang dalam upaya perlindungan hukum terhadap tenaga kerja wanita di Kabupaten Malang / Suwondo

 

ABSTRAK Suwondo. 2008. Peran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Malang dalam Upaya Perlindungan Hukum terhadap Tenaga Kerja Wanita di Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan PPKn, FIP, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Arbaiyah Prantiasih, M.Si (II) Drs. Edi Suhartono, SH., M.Pd Kata kunci: Perlindungan hukum, tenaga kerja wanita, peran dinas tenaga kerja dan transmigrasi Dinas tenaga kerja dan transmigrasi adalah unsur pelaksana otonomi daerah bidang tenaga kerja dan transmigrasi yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Bupati melalui sekretaris daerah. Dinas tenaga kerja dan transmigrasi mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah dalam bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. Adapun peranannya menyelenggarakan urusan pemerintah dan pelayanan umum bidang tenaga kerja dan transmigrasi, melaksanakan pembinaan, pengawasan, pengendalian serta evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peran dinas tenaga kerja dan transmigrasi Kabupaten Malang dalam upaya perlindungan hukum terhadap tenaga kerja wanita di Kabupaten Malang; (2) mekanisme pelaksanaan perlindungan hukum oleh dinas tenaga kerja dan transmigrasi Kabupaten Malang terhadap tenaga kerja wanita di Kabupaten Malang; (3) faktor penghambat yang dihadapi oleh dinas tenaga kerja dan transmigrasi Kabupaten Malang dalam pelaksanaan perlindungan hukum terhadap tenaga kerja wanita di Kabupaten Malang; (4) upaya dari dinas tenaga kerja dan transmigrasi Kabupaten Malang untuk mengatasi masalah perlindungan hukum terhadap tenaga kerja wanita di Kabupaten Malang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara secara mendalam, sedangkan teknik analisis data dengan model interaktif yang dilakukan melalui tahapan, yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran dinas tenaga kerja dan transmigrasi Kabupaten Malang dalam upaya perlindungan hukum terhadap tenaga kerja wanita di Kabupaten Malang dilakukan oleh bidang pengawasan dengan: a) menyiapkan bahan penyusunan petunjuk teknis, pembinaan dan pengawasan jaminan sosial tenaga kerja dan kesehatan kerja, keselamatan kerja, dan penyempurnaan norma kerja umum dan khusus tenaga kerja wanita, b) memberikan informasi penyuluhan dan pembinaan dalam rangka mewujudkan keselamatan kerja, jaminan sosial dan kesehatan kerja dan norma kerja khusus tenaga kerja wanita, c) melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pengawasan jaminan sosial tenaga kerja dan kesehatan kerja, pengawasan keselamatan kerja, dan pengawasan norma kerja wanita dengan cara langsung ke perusahaan, d) pelaksanakan inventarisasi data untuk bahan informasi keselamatan kerja, jaminan sosial tenaga kerja dan kesehatan kerja khusus untuk tenaga kerja wanita. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang kita berikan, kita berharap kepada dinas tenaga kerja dan transmigrasi Kabupaten Malang supaya lebih meningkatkan pelaksanaan perlindungan terhadap tenaga kerja wanita. Selain itu, penelitian ini dapat dijadikan sebagai laporan evaluasi mengenai pelaksanaan ketentuan dalam peraturan per undang-undangan khususnya perlindungan terhadap tenaga kerja wanita.

Pengaruh ekuitas merek terhadap keputusan pembelian (studi pada konsumen pengguna sepeda motor merek Yamaha di wilayah Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang) / Sri Raehan

 

ABSTRAK Raehan, Sri. 2008. Pengaruh Ekuitas Merek Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Pada Konsumen Pengguna Sepeda Motor Merek Yamaha di Wilayah Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Program Studi S-I Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sudarmiatin, M.Si. (II) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si Kata kunci : Ekuitas Merek, Keputusan Pembelian Konsumen Pada era globalisasi ini, mendorong para praktisi usaha untuk bertindak dengan lebih cermat dalam memasarkan produknya agar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Perusahaan harus mempunyai strategi pemasaran yang tepat, karena dengan melihat kondisi sekarang banyak perusahaan secara drastis mengubah strategi usaha dan pemasarannya untuk lebih dekat dengan konsumen, mengatasi ancaman-ancaman persaingan dan memperkuat keunggulan bersaingnya. Perusahaan menghasilkan produk dengan kualitas, model, karateristik tambahan (features), kualitas yang relatif sama dapat memiliki kinerja yang berbeda di pasar karena perbedaan persepsi dalam benak konsumen. Pembentukan persepsi tersebut dapat dilakukan dengan jalan membangun merek Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekuitas merek terhadap keputusan pembelian sepeda motor merek Yamaha di wilayah kelurahan Sumbersari kecamatan Lowokwaru kota Malang baik secara parsial maupun simultan dan variabel mana yang mempunyai pengaruh dominan. Penelitian ini bersifat deskriptif korelasional yaitu pengaruh ekuitas merek terhadap keputusan pembelian konsumen. Populasi yang diambil adalah seluruh konsumen pada pengguna sepeda motor merek Yamaha di wilayah kelurahan Sumbersari kecamatan Lowokwaru kota Malang yang jumlahnya tak terhingga (infinite population) maka teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, dengan sampel sebanyak 130 responden. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitias dengan sampel uji coba sebanyak 40 responden. Data diperoleh melalui responden menggunakan kuesioner/angket tertutup dan diukur menggunakan skala Likert dengan skala lima. Sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh ekuitas merek yang meliputi kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas dan loyalitas merek terhadap keputusan pembelian konsumen baik secara parsial maupun simultan dan untuk mengetahui variabel mana yang mempunyai pengaruh dominan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Kesadaran merek mempunyai nilai sig t = 0,000 lebih kecil dari nilai signifikansi ( sehingga pada peluang kesalahan 5% kesadaran merek mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor merek Yamaha di wilayah kelurahan Sumbersari kecamatan Lowokwaru kota Malang, beta = 29,6% (2) Asosiasi merek mempunyai nilai sig t = 0,036 lebih kecil dari nilai signifikansi ( ,sehingga pada peluang kesalahan 5% asosiasi merek mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor merek Yamaha di wilayah kelurahan Sumbersari kecamatan Lowokwaru kota Malang, beta = 15,3% (3) Persepsi kualitas mempunyai nilai sig t = 0,000 lebih kecil dari nilai signifikansi ( , sehingga pada peluang kesalahan 5% persepsi kualitas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor merek Yamaha di wilayah kelurahan Sumbersari kecamatan Lowokwaru kota Malang, beta = 30,1% (4) Loyalitas merek mempunyai nilai sig t = 0,000 lebih kecil dari nilai signifikansi ( ,sehingga pada peluang kesalahan 5% loyalitas merek mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor merek Yamaha di wilayah kelurahan Sumbersari kecamatan Lowokwaru kota Malang, beta = 27,5%. Secara simultan, keempat variabel yaitu kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas dan loyalitas merek memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor merek Yamaha di wilayah kelurahan Sumbersari kecamatan Lowokwaru kota Malang. Selanjutnya saran-saran yang dapat peneliti berikan adalah: (1) Diharapkan perusahaan sepeda motor merek Yamaha dapat membuka cabang Dealer sepeda motor merek Yamaha di sekitar daerah kelurahan Sumbersari kecamatan Lowokwaru kota Malang. (2) Persepsi kualitas merupakan faktor yang paling dominan terhadap keputusan pembelian sepeda motor merek Yamaha di wilayah kelurahan Sumbersari kecamatan Lowokwaru kota Malang, untuk itu unsur dalam persepsi kualitas yang meliputi kualitas produk, harga relatif terjangkau, bergengsi dan berkelas harus diperhatikan oleh perusahaan sepeda motor merek Yamaha untuk meningkatkan ekuitas merek sepeda motor Yamaha. (3) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk menggunakan variabel bebas diluar variabel kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas dan loyalitas merek, seperti bauran promosi, brand image, pengaruh iklan televisi dan lainnya yang berhubungan dengan keputusan pembelian sepeda motor merek Yamaha.

Studi tentang perilaku prososial siswa sekolah dasar negeri se-kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang / Ratna Yuliati

 

ABSTRAK Yuliati, Ratna. 2008. Studi Tentang Perilaku Prososial Siswa Sekolah Dasar Negeri Se-Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang. Skripsi, Program Studi Bimbingan Konseling Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd., (II) Drs. Hariyadi Kusumo. Kata Kunci: perilaku prososial, siswa sekolah dasar. Siswa sekolah dasar merupakan anak yang berada pada rentang usia 6-12 tahun. Bila dilihat dari perkembangannya, usia tersebut tergolong dalam masa kanak-kanak akhir. Pada masa ini, perkembangan sosial anak mengalami perkembangan yang pesat dibanding pada masa sebelumnya. Anak yang semula lebih berorientasi pada diri sendiri seperti egois dan suka bertengkar berubah menjadi berorientasi pada kebutuhan orang lain. Salah satu hal yang sangat penting bagi anak pada masa ini adalah menjadi pribadi yang prososial terhadap lingkungan sosial. Perilaku prososial adalah perilaku yang mempunyai konsekuensi sosial positif yang ditujukan bagi kesejahteraan orang lain baik secara fisik maupun secara psikologis. Perilaku ini meliputi perilaku menolong, perilaku berbagi, perilaku bekerjasama, perilaku kejujuran, perilaku menyumbang, perilaku kedermawanan, perilaku mempertimbangkan hak dan kesejahteraan orang lain serta perilaku kepedulian terhadap orang lain. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku prososial siswa Sekolah Dasar Negeri Se-Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang dan secara khusus bertujuan untuk: 1) mengetahui gambaran perilaku menolong, 2) mengetahui gambaran perilaku berbagi, 3) mengetahui gambaran perilaku bekerjasama siswa, 4) mengetahui gambaran perilaku kejujuran, 5) mengetahui gambaran perilaku menyumbang, 6) mengetahui gambaran perilaku kedermawanan, 7) mengetahui gambaran perilaku mempertimbangkan hak dan kesejahteraan orang lain, dan 8) mengetahui gambaran perilaku mempunyai kepedulian terhadap orang lain. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan metode survey. Populasi penelitian seluruh siswa Sekolah Dasar Negeri Se-Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang yang duduk dibangku kelas IV. Sampel penelitian sebesar 20% dengan teknik cluster random sampling. Instrumen pengumpulan data yang menggunakan angket perilaku prososial dalam bentuk skala Thurstone dan teknik analisis data yang digunakan adalah persentase. Hasil umum yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa sangat banyak (83,70%) siswa Sekolah Dasar Negeri Se-Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang yang menunjukkan perilaku prososial dengan kategori sangat tinggi. Secara khusus hasil yang diperoleh adalah 1) sangat banyak (86,96%) siswa yang menunjukkan perilaku menolong dengan kategori sangat tinggi, 2) sangat banyak (76,63%) siswa yang menunjukkan perilaku berbagi dengan kategori sangat tinggi, 3) sangat banyak (96,39%) siswa yang menunjukkan perilaku bekerjasama dengan kategori sangat tinggi, 4) sangat banyak (88,04%) siswa yang menunjukkan perilaku kejujuran dengan kategori sangat tinggi, 5) sangat banyak (86,41%) siswa yang menunjukkan perilaku menyumbang dengan kategori sangat tinggi, 6) banyak (76,09%) siswa yang menunjukkan perilaku kedermawanan dengan kategori sangat tinggi, 7) banyak siswa (72,28%) yang menunjukkan perilaku memperhatikan hak dan kesejahteraan orang lain dengan kategori sangat tinggi, dan 8) banyak (75,54%) siswa yang menunjukkan perilaku kepedulian terhadap orang lain dengan kategori sangat tinggi. Untuk itu disarankan kepada pihak antara lain:1) kepala sekolah dasar diharapkan membantu guru/konselor sekolah dalam melaksanakan program bimbingan khususnya bidang bimbingan pada kompetensi perilaku prososial siswa sekolah dasar. Tujuannya agar siswa dapat mengembangkan perilaku prososial sehingga tercegah dari munculnya masalah-masalah perilaku antisosial pada anak, 2) bagi guru/konselor sekolah dapat mempertahankan dan meningkatkan perilaku prososial siswa dengan cara memberikan bimbingan perilaku prososial dengan menggunakan teknik-teknik yang menarik yang disesuaikan dengan usia siswa sekolah dasar. Dengan pelaksanaan bimbingan ini diharapkan akan terhindar dari munculnya perilaku-perilaku antisosial pada anak, 3) bagi peneliti lanjutan tentang perilaku prososial siswa sekolah dasar menggunakan wilayah penelitian yang luas. Harapannya, dengan wilayah penelitian yang luas akan berpengaruh terhadap hasil penelitian, baik tentang gambaran perilaku prososial secara umum dan juga gambaran perilaku prososial secara khusus siswa sekolah dasar.

Pengaruh tingkat inflasi, tingkat suku bunga SBI, kurs rupiah terhadap kurs hedging pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2004-2006 / Wathaniatul Kubra

 

ABSTRAK Kubra, Wathaniatul. 2008. Pengaruh Tingkat Inflasi, Tingkat Suku Bunga SBI, dan Kurs Rupiah terhadap Kurs Hedging pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia Tahun 2004-2006. Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. DR. H. Bambang Banu S., M.M., (II) Yuli Susetio, SE, M.M. Kata Kunci: Kurs Hedging, Tingkat Inflasi, Tingkat Suku Bunga SBI, Kurs Rupiah. Perusahaan, spekulan, investor yang menanamkan dana di pasar modal harus mampu memanfaatkan semua informasi untuk menganalisa pasar dan investasinya dengan harapan memperoleh keuntungan yang maksimal. Hedging adalah suatu cara untuk menjaga fluktuasi kurs, mengurangi, menghindari atau bahkan menghilangkan risiko ketidakpastian transaksi yang dilakukan perusahaan serta mempertahankan investor yang menanamkan modalnya dalam perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat inflasi, tingkat suku bunga SBI, dan kurs rupiah terhadap kurs hedging baik secara simultan maupun parsial. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2004-2006. Penelitian ini dalam menentukan sampel menggunakan purposive sample yaitu perusahaan manufaktur yang aktif selama periode tahun 2004-2006 dan laporan keuangan perusahaan manufaktur yang listing di BEI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004-2006. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu laporan keuangan perusahaan sampel, tingkat inflasi IHK tahunan, tingkat suku bunga SBI tahunan, dan kurs rupiah terhadap dollar AS tahunan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi berganda. Kondisi inflasi pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2004-2006 meningkat sedikit tajam, kondisi tingkat suku bunga SBI pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2004-2006 menurun secara perlahan, kondisi kurs rupiah perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2004-2006 meningkat secara perlahan (elastis) dan kondisi kurs hedging pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2004-2006 menurun secara perlahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan variabel tingkat inflasi, tingkat suku bunga SBI, dan kurs rupiah berpengaruh signifikan terhadap kurs hedging. Sedangkan secara parsial variabel tingkat inflasi berpengaruh signifikan negatif terhadap kurs hedging dan kurs rupiah berpengaruh signifikan positif terhadap kurs hedging. Sedangkan variabel tingkat suku bunga SBI tidak berpengaruh secara parsial terhadap kurs hedging. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa variabel kurs hedging dapat dijelaskan oleh variabel bebas selebihnya dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Penelitian berikutnya sebaiknya menggunakan jumlah sampel yang lebih banyak dan jangka waktu atau periode penelitian yang lebih panjang (triwulanan), sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik (generalisasinya tinggi), serta penelitian berikutnya sebaiknya dilakukan dengan menggunakan metode analisis yang berbeda untuk mengetahui apakah hasil yang diperoleh adalah konsisten dari tahun ke tahun.

Penerapan pembelajaran kontekstual strategi react untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata diklat stenografi kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK "Ardjuna" 2 Malang / Dian Purnamasari R.

 

Kualitas kehidupan bangsa sangat ditentukan oleh faktor pendidikan. Peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka dan demokratis, oleh karena itu pembaharuan pendidikan harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Kemajuan suatu bangsa hanya dapat dicapai melalui penataan pendidikan yang baik. Upaya peningkatan mutu pendidikan itu diharapkan dapat menaikkan harkat dan martabat manusia Indonesia. Untuk itu pendidikan harus adaptif terhadap perubahan zaman. Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia nyata kedalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari; sementara siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari konteks yang terbatas, sedikit-demi sedikit, dan dari proses mengkonstruksi sendiri, sebagai bekal untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat. Strategi pembelajaran kontekstual adalah strategi REACT. Strategi REACT adalah strategi pembelajaran yang mendasari penerapan pembelajaran kontekstual yang mempunyai unsur Relating (mengaitkan), Experiencing (mengalami), Applying (menerapkan), Cooperating (bekerjasama) dan Transferring (mentransfer). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran kontekstual strategi REACT dan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran kontekstual strategi REACT pada mata diklat Stenografi untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK “Ardjuna” 2 Malang dan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah penerapan pembelajaran kontekstual strategi REACT pada mata diklat Stenografi siswa kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK “Ardjuna” 2 Malang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua Siklus. Masing-masing Siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Tindakan yang diberikan pada Siklus I dan II sesuai dengan Rencana Pembelajaran (RPP) dengan strategi REACT. Mata diklat yang digunakan pada penelitian ini adalah Stenografi untuk kelas X Administrasi Perkantoran semester I tahun pelajaran 2007/2008, yaitu terfokus pada kompetensi dasar ” Mencatat dikte untuk mempersiapkan naskah”. Untuk mengetahui aktivitas guru dalam menerapkan pembelajaran kontekstual strategi REACT maka dilakukan observasi dengan menggunakan instrumen lembar pengamatan. Sedangkan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar ditinjau dari aspek kognitif, yang dilakukan perhitungan nilai pre-test dan post-test kedua Siklus, serta aspek afektif yang dilakukan melalui lembar pengamatan aktivitas siswa. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMK “Ardjuna” 2 Malang yang berlokasi di Jalan Teluk Pelabuhan Ratu 41 Malang, pada tanggal 7 Mei sampai 28 Mei 2008. Siswa yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Administrasi Perkantoran pada SMK “Ardjuna” 2 Malang tahun pelajaran 2007/2008 yang berjumlah 31 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, catatan lapangan, soal tes, dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian dilakukan dengan data reduction (reduksi data), display (penyajian data), dan conclution drawing/verification. Hasil penelitian penerapan pembelajaran kontekstual strategi REACT pada siswa kelas X Administrasi Perkantoran SMK “Ardjuna” 2 Malang adalah sebagai berikut: (1) Pada siklus I diketahui bahwa hasil pre test siswa menunjukkan nilai rata-rata sebesar 64 diperoleh nilai terendah adalah 30 dan nilai tertinggi adalah 80. Sedangkan dari perolehan nilai post test siswa dihasilkan nilai rata-rata sebesar 68,57 diperoleh nilai terendah adalah 45 dan nilai tertinggi adalah 80. Hasil observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran kontekstual strategi REACT pada siklus I sebesar 91,66%, termasuk dalam kategori “A”. (2) Pada siklus II diketahui bahwa hasil pre test siswa menunjukkan nilai rata-rata sebesar 68,64 diperoleh nilai terendah adalah 40 dan nilai tertinggi adalah 84. Sedangkan dari perolehan nilai post test siswa dihasilkan nilai rata-rata sebesar 80,6 diperoleh nilai terendah adalah 60 dan nilai tertinggi adalah 91. Hasil observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran kontekstual strategi REACT pada Siklus II sebesar 100%, termasuk dalam kategori “A”. Sehingga hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kontekstual strategi REACT dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Administrasi Perkantoran di SMK “Ardjuna” 2 Malang pada mata diklat Stenografi. Berdasarkan hasil penelitian saran yang diajukan sebagai berikut: (1) Strategi REACT sangat bermanfaat bagi siswa karena strategi tersebut telah terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa, sehingga bagi guru mata Stenografi dan guru mata pelajaran lainnya dapat menggunakan strategi ini pada pokok bahasan yang memiliki kaitan secara langsung dengan lingkungan dan kehidupan sehari-hari. (2) Guru hendaknya lebih memotivasi siswa untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran karena motivasi belajar siswa masih kurang, dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. (3) Bagi peneliti berikutnya, penelitian ini dapat dikembangkan untuk mata diklat selain Stenografi dan dapat dikembangkan untuk sekolah-sekolah lain.

Studi tentang faktor pendukung dan penghambat siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan modul SD Laboratorium Universitas Negeri Malang / Sischa Widiyastutik

 

ABSTRAK Widiyastutik, Sischa. 2008. Studi tentang Faktor Pendukung dan Penghambat Siswa dalam Pembelajaran dengan menggunakan Modul SD Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Abdul Manan, M. Pd, (II) Drs. Joseph Mbulu, M. Pd Kata Kunci: faktor pendukung, faktor penghambat, pembelajaran dengan menggunakan modul, faktor internal dan faktor eksternal Pembelajaran individual adalah suatu sistem pembelajaran yang didesain menggunakan pendekatan secara individual kepada masing-masing individu pebelajar.Salah satu metode dalam pembelajaran individual adalah pembelajaran dengan menggunakan modul. Modul adalah suatu unit pembelajaran yang lengkap dan terstruktur yang terdiri atas suatu rangkaian kegiatan belajar yang disusun untuk membantu pebelajar mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Salah satu karakteristik pembelajaran dengan menggunakan modul adalah konsep mastery learning. Dengan penguasaan bahan secara tuntas siswa dapat memperoleh dasar yang kuat dan mantap untuk mengikuti pelajaran baru. Atas dasar konsep ini maka siswa yang memiliki kecepatan belajar yang lebih akan membutuhkan waktu yang relatif lebih pendek untuk mengerjakan dibandingkan dengan siswa yang lainnya. Jika waktu yang diperlukan lebih pendek maka waktu penyelesaian beban studi juga akan semakin pendek. Sekolah memberikan peluang kepada siswa yang menyelesaikan beban studi lebih pendek melalui program akselerasi. Pembelajaran dengan menggunakan modul mengubah peran siswa dari pebelajar pasif menjadi pebelajar aktif. Sebagai pebelajar yang tadinya pasif siswa harus mampu beradaptasi dengan situasi belajar dalam pembelajaran dengan menggunakan modul. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti merasa perlu untuk mengadakan penelitian yang berkaitan tentang faktor pendukung dan penghambat siswa dalam pembelajaran dengan modul di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang sebagai salah satu sekolah yang mengembangkan sistem pembelajaran dengan menggunakan modul bagi kelas IV, V dan VI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa yang menjadi pendukung dan penghambat siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan modul. Sehingga nantinya sekolah akan mampu memperbaiki sistem pembelajarannya untuk memfasilitasi siswanya dalam pembelajaran dengan menggunakan modul. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan mengambil subjek penelitian pada kelas IV dan V. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan pedoman observasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan prosentase yang kemudian prosentase tersebut diinterpretasikan berdasarkan tabel interpretasi yang telah ditetapkan. Hasil penelitian ini adalah: faktor yang mendukung siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan modul yang berasal dari dalam diri siswa (faktor internal) yaitu minat belajar siswa, cara belajar siswa, kemampuan berprestasi. Sedangkan yang berasal dari luar diri siswa adalah guru yang berperan sebagai manajer, observer dan evaluator dalam pembelajaran dengan menggunakan modul serta sarana dan prasarana yang dimiliki siswa. Faktor yang menghambat siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan modul yang berasal dari luar diri siswa (faktor eksternal) adalah fasilitas kelas dan kesempatan belajar siswa. Meskipun secara keseluruhan faktor minat belajar mendukung namun siswa belum sepenuhnya bisa belajar mandiri. Selain minat belajar faktor cara belajar siswa juga masih menghambat karena siswa masih terbiasa dengan pembelajaran klasikal yang menjadikan guru sebagai satu-satunya sumber informasi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kepada siswa untuk tetap mempertahankan minat belajarnya, kemampuan berprestasinya dan memaksimalkan penggunaaan sarana dan prasarana yang dimiliki untuk menunjang belajar. Siswa juga harus mampu mengubah kebiasaan belajarnya dari pola pembelajaran klasikal dengan membiasakan diri untuk belajar mandiri dengan modul. Saran bagi guru adalah agar guru meningkatkan perannya dalam pembelajaran dengan menggunakan modul agar dapat memfasilitasi siswanya. Bagi sekolah, jika ingin menerapkan sistem pembelajaran dengan menggunakan modul dengan maksimal diharapkan mampu untuk memaksimalkan pemanfaatan fasilitas kelas.

Penerapan siklus belajar dengan menggunakan peta konsep untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X MA A-Ittihad Poncokusumo Malang / Nurul Zaenab

 

Berdasarkan hasil observasi pembelajaran Biologi di MA Al-Ittihad Poncokusumo diketahui bahwa motivasi belajar siswa rendah yang dapat dilihat dari banyak siswa yang mengantuk ketika pembelajaran Biologi di kelas. Pembelajaran masih bersifat teacher centered, guru cenderung menggunakan ceramah sehingga keaktifan siswa masih rendah. Nilai biologi siswa masih rendah yaitu hanya 30 % siswa yang tuntas. Sebagian besar siswa menganggap bahwa Biologi merupakan pelajaran yang sulit dan penuh dengan hafalan sehingga ketertarikan siswa terhadap pelajaran tersebut masih rendah. Berdasarkan hasil angket yang dibagikan pada 29 orang siswa, 18 orang siswa menyatakan tidak termotivasi untuk belajar Biologi. Rendahnya motivasi tersebut disebabkan kurangnya keterlibatan siswa untuk mengikuti pelajaran karena guru seringkali mentransfer materi secara langsung kepada siswa. Selain itu, pembelajaran yang konstruktivis di mana siswa mengkonstruk sendiri pemahaman berdasarkan pengalaman yang dimiliki belum dilakukan oleh guru akibatnya belum terjadi suatupembelajaran yang bermakna sehingga siswa hanya menghafal materi saja serta materi yang diperoleh masuk dalam Short term memory. Rendahnya motivasi belajar siswa berpengaruh terhadap rendahnya hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil observasitersebut, peneliti menerapkan pembelajaran siklus belajar dengan menggunakan peta konsep. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa serta mengetahui respons siswa terhadap penerapan siklus belajar dengan peta konsep. Siklus belajar merupakan rangkaian tahap-tahap kegiatan (fase) pembelajaran yang diorganisasi sedemikian rupa sehingga siswa dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran dengan jalan siswa harus berperan secara aktif untuk mengkonstruk pengetahuan melalui proses pembelajaran. Siklus belajar terdiri atas empat tahapan yang dikenal dengan 4E, yaitu eksplorasi, eksplanasi, ekspansi, serta evaluasi. Berdasarkan hasil penelitian Widya (2006) penggunaan siklus belajar dapat meningkatkan motivasi belajar siswa karena siswa ikut terlibat secara langsung pada proses pembelajaran. Sejalan dengan hal tersebut Fajaroh dan Dasna (2004) mengungkapkan bahwa penerapan siklus belajar dalam pembelajaran Sains dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Dalam penelitian ini pelaksanaan siklus belajar digabungkan dengan pembuatan dan penilaian peta konsep pada tahap eksplanasi dan evaluasi. Peta konsep merupakan media pembelajaran yang berupa bagan yang disusun secara skematis yang digunakan untuk menunjukkan hubungan-hubungan yang bermakna antar ii konsep sehingga mudah dipelajari dan diingat. Dengan menggunakan peta konsep siswa dapat belajar secara bermakna sehingga dapat meningkatkan pemahaman terhadap suatu materi karena adanya pengkaitan antara konsep yang satu dengan lainnya. berdasarkan hasil penelitian Anwar (2006) penggunaan peta konsep dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap suatu materi sehingga hasil belajar siswa juga meningkat. Dengan penggabungan peta konsep pada pembelajaran siklus belajar diharapkan siswa dapat mengkonstruk pemahaman terhadap materi yang dipelajari serta menerapkan pemahaman tersebut dalam produk yang berupa peta konsep. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini, tindakan diberikan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di kelas sehingga kualitas pendidikan dapat meningkat. Penelitian dilaksanakan selama bulan Mei-Juni 2008 dengan dua siklus tindakan. Masing-masing tindakan terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi serta evaluasi. Sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas X5 yang berjumlah 29 siswa, 22 siswa perempuan dan 7 siswa laki-laki. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat kenaikan persentase tingkat motivasi belajar siswa di tiap pertemuannya dari siklus 1 ke siklus 2. Persentase kenaikan dari pertemuan 1 ke pertemuan 2 adalah sebesar 8, 93 %. Persentase kenaikan tingkat motivasi belajar dari pertemuan 1 ke pertemuan 2 pada siklus 2 adalah sebesar 9,57 % . Hasil belajar siswa mengalami kenaikan dari siklus 1 ke siklus 2. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai tes siswa 82,2 dengan taraf ketuntasan klasikal 86,2% pada siklus 1, sedangkan pada siklus 2 rata-rata nilai tes siswa sebesar 84,5 dengan taraf ketuntasan klasikal 93,1 %. Kenaikan rata-rata hasil belajar siswa dari siklus 1 ke siklus 2 adalah sebesar 2,43 %. Dari hasil angket juga diketahui bahwa siswa memberikan respons positif terhadap penerapan siklus belajar dengan menggunakan peta konsep. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan siklus belajar dengan menggunakan peta konsep dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa di MA Al-Ittihad Poncokusumo, Malang. Saran yang bisa penulis sampaikan berdasarkan hasil penelitian tersebut adalah guru sebaiknya menugaskan kepada siswa untuk membuat peta konsep secara individual sebelumya karena pembuatan peta konsep di kelas membutuhkan waktu yang cukup banyak.

Pembelajaran kooperatif jigsaw dengan menggunakan perangkat pola PBMP untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA siswa kelas VII-1 SMPN 1 Probolinggo / Eni Indiartiningsih

 

Program Studi Pendidikan Dasar Konsentrasi Pendidikan IPA SMP, Program Pascasarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D., (II) Dr. Ibrohim, M.Si. Kata kunci: Kooperatif Jigsaw, Pola PBMP, motivasi, hasil belajar. Selama dua tahun terakhir, hasil belajar siswa kelas VII SMPN 1 Probolinggo dalam konsep Kepadatan Populasi dan Pengelolaan Lingkungan tergolong rendah, dengan nilai siswa yang mencapai KKM hanya sekitar 63% tahun 2008 dan 65% tahun 2009 dari KKM yang sudah ditentukan yaitu 76, karena metode pembelajaran yang digunakan dirasa kurang memotivasi siswa dalam pembelajaran. Untuk mengatasi kondisi tersebut diperlukan inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Salah satu metode yang diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa adalah penerapan pembelajaran Kooperatif Jigsaw dengan Pola PBMP. Oleh karena itu telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA siswa kelas VII-1 SMPN 1 Probolinggo dengan penerapan pembelajaran Kooperatif Jigsaw dengan menggunakan perangkat Pola PBMP. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua siklus, masing-masing dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan selama enam minggu pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2009/2010. Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Probolinggo kelas VII-1 dengan jumlah 28 siswa. Motivasi belajar siswa diukur dengan menggunakan angket dan observasi dengan melihat perhatian, kesesuaian, keyakinan dan kepuasan siswa selama pembelajaran, sedangkan hasil belajar dilihat dari hasil tes siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa secara klasikal dengan kategori baik dari 76% pada siklus I meningkat dengan kategori sangat baik menjadi 88,8% pada siklus II, dengan peningkatan 12,8%. Peningkatan motivasi belajar siswa masing-masing indikator yaitu perhatian sebesar 8,3%, keterkaitan sebesar 12,2%, keyakinan sebesar 14,0%, dan kepuasan16,7%. Skor rata-rata angket motivasi sebelum tindakan 84,4% meningkat menjadi 84,7% setelah pelaksanaan tindakan. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan 25% yaitu keberhasilan belajar klasikal dari 64% pada siklus I meningkat menjadi 89% pada siklus II. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Kooperatif Jigsaw dengan menggunakan perangkat Pola PBMP dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA siswa kelas VII-1 SMPN 1 Probolinggo. Berdasarkan temuan penelitian, saran-saran yang dapat dikemukakan berkaitan dengan keberhasilan pembelajaran Kooperatif Jigsaw dengan menggunakan perangkat Pola PBMP untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa adalah sebagai berikut. (1) Pembelajaran ini dapat menjadi alternatif pilihan, karena melibatkan siswa secara aktif, memberikan tanggung jawab kepada siswa dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, (2) Pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa sehingga diharapkan guru IPA melaksanakan penelitian lebih lanjut untuk mengukur hasil belajar afektif dan psikomotor, (3) Pelaksanaan pembelajaran ini terbatas pada pokok bahasan Kepadatan Penduduk dan Pengelolaan Lingkungan, sehingga perlu adanya penelitian lebih lanjut pada pokok bahasan yang lain.

Pemilihan kepala desa sebagai sarana pendidikan politik masyarakat di Desa Ngembe Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / Wiwin Elfina

 

ABSTRAK Elfina, Wiwin. 2008. Pemilihan Kepala Desa sebagai Sarana Pendidikan Politik Masyarakat di Desa Ngembe Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Suparlan M.Si, (II) Drs. H. Edi Suhartono, SH. M.Pd. Kata Kunci: Pemilihan Kepala Desa, Pendidikan Politik, Masyarakat Desa. Pemilihan Kepala Desa dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan politik masyarakat. Dalam arti yang sempit, pendidikan politik dapat diartikan sebagai usaha sadar untuk memgubah proses sosialisasi politik masyarakat sehingga mereka memahami dan mengahayati nilai-nilai yang terkandung dalam suatu sistem politik ideal yang hendak dibangun. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui latar belakang pemilihan Kepala Desa Ngembe, mengetahui tahap-tahap pemilihan Kepala Desa Ngembe, mengetahui persepsi warga masyarakat tentang pemilihan Kepala Desa sebagai sarana pendidikan politik masyarakat Desa Ngembe, mengetahui arti penting pemilihan Kepala Desa bagi pendidikan politik masyarakat di Desa Ngembe Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Informan terdiri atas mantan anggota panitia Pemilihan Kepala Desa, anggota BPD, Kepala Desa terpilih, tokoh masyarakat dan masyarakat secara umum. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, studi dokumentasi dan penyebaran angket. Analisis data dilakukan dengan cara: reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi data. Untuk menjamin keabsahan data maka dilakukan: perpanjangan kehadiran, ketekunan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian menyatakan: (1) Latar belakang dilaksanakannya pemilihan Kepala Desa di Desa Ngembe adalah karena masa jabatan Kepala Desa yang lama telah berakhir sesuai dengan Perda Kabupaten Pasuruan No.9 tahun 2006. (2) tahap-tahap pemilihan Kepala Desa Ngembe terdiri atas tahap pembentukan panitia, tahap penyusunan program kerja dan rencana anggaran, tahap penyusunan tata tertib pemilihan Kepala Desa, tahap penjaringan bakal calon Kepala Desa, tahap pendaftaran hak pilih, tahap penyaringan dan penetapan bakal calon yang berhak dipilih, tahap pengundian nomor urut calon Kepala Desa, tahap kampanye, tahap penyampaian surat panggilan dan pengumuman hak pilih dan tahap pemilihan Kepala Desa (3) Pendidikan politik masyarakat Desa Ngembe dapat digolongkan pada tingkat menegah (4) Pemilihan Kepala Desa yang telah dilaksanakan dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan politik masyarakat di Desa Ngembe Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Agar pendidikan politik dapat berjalan secara efektif sebaiknya masyarakat memenfaatkan jalur-jalur pendidikan politik yang ada seperti organisasi politik, media massa, sekolah dan keluarga sehingga masyarakat akan menjadi kader-kader politik yang mampu berfungsi dengan baik di tengah percaturan politik serta sadar akan hak dan kewajibannya dalam berpolitik .

Efektifitas pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi (studi eksperimen siswa kelas VII SMP Negeri 13 Malang) / Aida Maya Sinta

 

ABSTRAK Sinta, Aida Maya. 2008. Efektifitas Pembelajaran Kooperatif Model TGT (Teams Game Tournament) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ekonomi Siswa SMP Negeri I3 Malang, Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) ) Dr. Bambang Pranowo, SE, M. Pd, Ak, (2) Drs. Sapir, S.Sos, Msi Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif, Teams Game Tournamen (TGT), Hasil Belajar Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu dari pendidikan antara lain berbagai pelatihan keterampilan dan peningkatan kualifikasi guru, penyempurnaan kurikulum, pengadaan buku dan alat pengajaran, perbaikan sarana dan prasarana. Mutu dari pendidikan akan tercapai jika proses belajar mengajar efektif dan efisien bagi tercapainya pengetahuan dan ketrampilan bagi lulusan siswa yang sesuai dengan tuntutan zaman. Tetapi dalam kenyataan di lapangan, pembelajaran masih banyak yang menggunakan metode pembelajaran konvensional, yaitu metode pembelajaran peran guru lebih dominan dari pada peran siswa. Dari pengamatan peneliti di SMP Negeri 13 Malang, pelaksanaan kegiatan pembelajaran ekonomi masih banyak menggunakan metode ceramah. Dalam hal ini dominasi guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas masih besar sehingga interaksi yang tercipta antara guru dan siswa masih kurang maksimal. Suasana seperti ini membuat kegairahan siswa dalam belajar menjadi berkurang dan pembelajaran tidak efektif. Kalau hal ini dibiarkan berlarut-larut akan mempengaruhi prestasi belajar siswa, yang dapat ditandai dengan nilai hasil ujian mereka, diindikasikan dengan nilai prestasi belajar siswa banyak yang masih dibawah standar ketuntasan minimal (SKM). Salah satu alternatif Model Pembelajaran yang lebih tepat untuk membelajarkan siswa dengan game (permainan) adalah TGT (Team Games Tournament). TGT ini merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif. Dalam pembelajaran kooperatif tersebut, siswa diharapkan dapat mengkonstruksi dan menyusun pengetahuan sendiri. Dalam penelitian ini permasalahan yang dikemukakan secara umum yaitu apakah terdapat perbedaan hasil belajar Ekonomi yang signifikan antara kelompok siswa yang menggunakan pembelajaran model TGT dengan kelompok siswa yang menggunakan metode ceramah. Dari permasalahan tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar ekonomi yang signifikan antara siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model TGT dengan siswa yang diajar dengan metode ceramah. Penelitian yang dilakukan di SMPN 13 Malang ini menggunakan metode kuasi eksperimen yaitu nonrandomize pretest-posttest control group design. Dalam desain ini tidak dilakukan pemilihan individu siswa secara acak untuk dikelompokkan sebagai subyek perlakuan dalam kelas eksperimen dan untuk dipilih sebagai subyek dalam kelas kontrol karena menggunakan teknik puposive sampling sebagai sampel sehingga diperoleh 2 kelas sebagai sampel penelitian. Satu kelas menjadi kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Dalam metode kuasi eksperimen ini, akan dilihat dampak perlakuan yang diterapkan terhadap hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Oleh karena itu, digunakan instrumen berupa tes hasil belajar. Tes hasil belajar terdiri dari 20 butir soal tes tertulis berbentuk ojektif yang telah memenuhi syarat uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda. Pengujian instrumen dan data penelitian dilakukan secara manual dan dengan bantuan SPSS 10.0. Sebagai langkah awal dilakukan pengujian terhadap data kemampuan awal (pre-test) kedua kelas dengan uji Mann Whitney Test yang hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan awal kedua kelas adalah sama atau tidak berbeda secara signifikan hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikasi 0,915 > 0,05. Setelah proses eksperimen dilakukan, maka dilakukan pengujian hipotesis penelitian dengan uji Mann Whitney Test terhadap nilai peningkatan (gain value) sebagai hasil belajar siswa. Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas yang menggunakan pembelajaran model TGT dengan kelas yang menggunakan metode ceramah. Artinya hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi 0,002 < 0,05. Berdasarkan hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran model TGT lebih baik digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa daripada metode ceramah. Dengan kata lain, pembelajaran model TGT berhasil meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan kesimpulan di atas, maka saran yang dapat diajukan adalah sebagai berikut. (1)Bagi guru mata pelajaran ekonomi di SMP Negeri 13 Malang pada khususnya, dan bagi para guru ekonomi di sekolah lain pada umumnya disarankan untuk menggunakan model pembelajaran kooperatif metode TGT sebagai salah satu alternatif proses pembelajaran di kelas untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi, tetapi dalam penerapan di kelas sebaiknya juga memperhatikan alokasi waktu dan memberikan variasi model turnamen lain dalam model pembelajaran kooperatif model TGT. (2) Bagi guru ekonomi sebaiknya tidak hanya menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran di kelas, karena hal itu akan membuat siswa merasa bosan. Sebaiknya guru ekonomi mencoba untuk menerapkan model-model pembelajaran kooperatif lainnya yang lebih menarik, dengan harapan bisa meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. (3) Bagi guru yang ingin menerapkan pembelajaran model TGT hendaknya dibantu oleh beberapa orang pengamat, sehingga guru dapat mengetahui kekurangan dari pembelajaran yang disampaikan dan selanjutnya dilakukan perbaikan-perbaikan. (4) Ruang lingkup penelitian ini hanya mencakup siswa kelas VII SMP Negeri !3 Malang dan waktu penelitian ini terbatas 3 kali pertemuan, maka peneliti menyarankan agar peneliti lain lebih memperluas sampel dan memperbanyak waktu penelitian untuk memperoleh hasil penelitian yang lebih baik. (5) Bagi instansi yang terkait disarankan untuk mensosialisasikan pembelajaran model TGT dalam pelatihan, penataran dan kegiatan lain dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.

Pengaruh brand reinforcement terhadap brand loyalty pada kartu simpati (studi pada pengguna kartu simpati di Desa Munjungan Trenggalek) / Ekin Framitasari

 

ABSTRAK Framitasari, Ekin. 2008. Pengaruh Brand Reinforcement Terhadap Brand Loyality pada kartu Simpati ( Studi pada pengguna kartu Simpati di Desa Munjungan Trenggalek). Skripsi, Jurusan Manajemen Program Studi Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. I Wayan Jaman Adi Putra. M.Si. (II) Titis Shinta Dhewi, S.P, M.M Kata kunci : Brand Reinforcement, Brand loyality Perkembangan dunia pada saat ini selalu diiringi dengan perkembangan teknologi. Sehingga mendorong manusia untuk mengikuti alur jaman yang semakin modern. Pada saat ini dalam aspek pemasaran tidak hanya mengarah pada fungsi produk saja, namun akan lebih fokus pada persaingan merek. Perusahaan yang mengerti terhadap nilai suatu merek, akan menyadari bahwa merek tidak hanya sekedar simbol, tanda, istilah tetapi lebih dari itu, merek merupakan indikator kualitas dari sebuah produk yang akan dipasarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Brand Reinforcement terhadap Brand Loyality pada kartu Simpati di Desa Munjungan baik secara parsial maupun simultan Penelitian ini bersifat deskriptif korelasional yaitu pengaruh Brand Reinforcement terhadap Brand Loyality. Populasi yang diambil adalah pelanggan kartu Simpati di Desa Munjungan Trenggalek yang terdiri dari 610 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan propotional random sampling, dengan sampel sebanyak 86 responden. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitias dengan sampel uji coba sebanyak 30 responden. Data diperoleh melalui responden menggunakan kuesioner/angket tertutup dan diukur menggunakan skala Likert dengan skala lima. Sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh Brand reinforcement kartu Simpati yang meliputi Brand Awareness, Brand Image terhadap Brand Loyality baik secara parsial maupun simultan dan untuk mengetahui variabel mana yang mempunyai pengaruh dominan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Brand Awareness mempunyai nilai sig t = 0,000 lebih kecil dari nilai signifikansi ( sehingga pada peluang kesalahan 5% Brand Awareness mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap Brand loyality pada kartu Simpati di Desa Munjungan Trenggalek, B=0.464 (2) Brand Image mempunyai nilai sig t = 0,000 lebih kecil dari nilai signifikansi ( ,sehingga pada peluang kesalahan 5% Brand Images mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap Brand loyality pada kartu Simpati di Desa Munjungan Trenggalek B = 0.416. Secara simultan, kedua variabel yaitu Brand Awareness, Brand Image memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Brand Loyality pada kartu Simpati di Desa Munjungan Trenggalek. Selanjutnya saran-saran yang dapat peneliti berikan adalah: (1) Pihak Simpati supaya menjaga citra perusahaannya dalam kategori baik melalui informasi dan solusi yang benar dalam menangani keluhan pelanggan (2) Saran untuk penelitian selanjutnya adalah lebih membahas tentang kesadaran terhadap merek kartu Simpati serta cara promosi untuk menarik pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama

Nitrasi asam sinamat dengan asam nitrat pekat berkatalis asam sulfat pekat dan uji aktivitasnya sebagai tabir surya / Shobhy Mahma Shoni

 

ABSTRAK Shoni, S. M. 2008. Nitrasi Asam Sinamat dengan Asam Nitrat Pekat Berkatalis Asam Sulfat Pekat dan Uji Aktivitasnya sebagai Tabir Surya. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sutrisno, M.Si. (II) Dra. Dedek Sukarianingsih, M.Pd., M.Si. Kata kunci: nitrasi, asam nitrosinamat, tabir surya. Kulit merupakan bagian tubuh terluar yang berfungsi sebagai pelindung terhadap faktor-faktor luar seperti radiasi. Salah satu pengaruh yang cukup besar adalah radiasi sinar ultraviolet (UV). Sinar UV (sinar UV-A dan UV-B) memberikan pengaruh yang buruk terhadap kulit manusia, oleh karena itu diperlukan perlindungan tambahan, yaitu dengan memakai tabir surya. Senyawa tabir surya merupakan senyawa yang dapat menyerap secara efektif radiasi sinar matahari terutama pada daerah emisi radiasi UV. Senyawa-senyawa yang mempunyai karakter dapat menyerap radiasi sinar UV adalah senyawa yang memiliki gugus aromatik yang berkonjugasi dengan ikatan rangkap lain dan atau pasangan elektron bebas, contohnya asam sinamat dan turunannya. Senyawa turunan asam sinamat yang dapat diperoleh dengan cara nitrasi asam sinamat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh senyawa turunan asam sinamat melalui reaksi nitrasi asam sinamat dan uji aktivitasnya sebagai tabir surya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik yang terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama adalah mereaksikan asam sinamat dengan asam nitrat pekat berkatalis asam sulfat pekat. Tahap kedua adalah karakterisasi dan identifikasi senyawa hasil nitrasi, karakterisasi meliputi penentuan titik lebur dan uji kelarutan. Identifikasi senyawa hasil nitrasi menggunakan spektrofotometer UV dan spektrofotometer inframerah (IR). Tahap ketiga adalah uji aktivitas senyawa hasil nitrasi sebagai bahan tabir surya menggunakan spektrofotometer UV. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa reaksi nitrasi asam sinamat berkatalis asam sulfat pekat dapat berlangsung yang ditandai dengan berubahnya karakter dari senyawa awal. Senyawa hasil nitrasi berwujud padat, berwarna putih, melebur pada suhu 241-250oC, larut dalam metanol, aseton, dan dietil eter, tidak larut dalam air, kloroform, n-heksana, dan etil asetat. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa senyawa hasil nitrasi dengan konsentrasi 0,5 g/L dalam metanol tidak berpotensi sebagai tabir surya. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut dengan mengubah konsentrasi senyawa hasil yang digunakan untuk uji aktvitas sebagai tabir surya.

Pengaruh kualitas layanan terhadap keputusan pembelian (studi pada anggota koperasi Bahtera Kencana Blitar) / Dwi Puji Lestari

 

Kualitas merupakan suatu bentuk penilaian konsumen terhadap tingkat jasa yang diterima (perceived services) dengan tingkat jasa yang diharapkan (expected services) (Kotler,2000).Pengambilan keputusan konsumen (consumen decision making) merupakan proses pengintegrasian yang mengkombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif dan memilih salah satu diantaranya (Setiadi, 2003:415).Saat ini konsumen lebih suka melakukan transaksi di koperasi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain mengenai layanan yang diberikan oleh koperasi sesuai dengan keinginan, pilihan produk yang ditawarkan oleh koperasi beragam sesuai dengan kebutuhan, cara pembayaran di koperasi sangat mudah yaitu bisa tunai maupun kredit, persyaratan pinjaman di koperasi mudah dengan bunga pinjaman yang sangat ringan, dan lain sebagainya. Secara harfiah koperasi berarti bekerjasama, artinya koperasi merupakan usaha bersama dari sekelompok orang yang mempunyai kepentingan yang sama dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan anggotanya (Baswir, 2000:1). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Untuk mengetahui hubungan antara kualitas layanan (bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, serta empati) secara parsial terhadap keputusan pembelian anggota pada Koperasi Bahtera Kencana Blitar. (2) Mengetahui hubungan antara kualitas layanan (bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, serta empati) secara simultan terhadap keputusan pembelian anggota pada Koperasi Bahtera Kencana Blitar. (3) Mengetahui kualitas layanan yang berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian anggota pada Koperasi Bahtera Kencana Blitar Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y), dimana variabel bebasnya yaitu Kualitas Layanan (X) (Bukti fisik(X1), Reliabilitas (X2), Daya tanggap (X3) Jaminan(X4) dan Empati(X5)) Sedangkan variabel terikatnya adalah Keputusan pembelian . Penelitian ini merupakan penelitian jenis rancangan deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota Koperasi Bahtera Kencana Blitar pada tahun 2007 yang berjumlah 145 orang. Sampel dalam penelitian ini anggota Koperasi Bahtera Kencana Blitar yang melakukan transaksi di Koperasi pada tahun 2007. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling atau sampel tujuan. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunanakan adalah kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) Terdapat pengaruh positif signifikan antara kualitas layanan (bukti fisik,realibilitas,daya tanggap, jaminan dan empati) secara parsial terhadap keputusan pembelian anggota Koperasi Bahtera Kencana Blitar. (2) Terdapat pengaruh positif signifikan antara kualitas layanan (bukti fisik, realibilitas, daya tanggap, jaminan, empati) secara simultan terhadap terhadap keputusan pembelian anggota Koperasi Bahtera Kencana Blitar.(3) Reliabilitas (X2) merupakan sub variabel yang dominan berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Saran yang dapat dikemukakan berkaitan dengan pengamatan yang diperolah selama penelitian adalah (1) Kondisi kualitas pelayanan hendaknya dapat digunakan Koperasi Bahtera Kencana Blitar sebagai bahan pertimbangan guna terus meningkatkan kualitas pelayanannya sehingga dapat meningkatkan keputusan pembelian anggota.(2) Kiranya Koperasi Bahtera Kencana terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanannya, sehingga kualitasnya tidak kalah dengan koperasi-koperasi lain.(3) Untuk meningkatkan kualitas layanannya, hendaknya pihak koperasi juga meminta saran dan pendapat dari anggotanya, sehingga apa yang disajikan koperasi baik berupa simpan pinjam maupun fasilitas toko, dapat benar-benar sesuai dengan kebutuhan anggota. (4) Peneliti berikutnya yang ingin meneliti lebih jauh tentang kualitas pelayanan di Koperasi Bahtera Kencana Blitar dan pengaruhnya terhadap keputusan pembelian anggota, hendaknya dapat mengembangkan penelitian ini, sehingga hasilnya bisa lebih baik.

The method of muslim learning as illustrated in Al-Zarnuji's ta’lim al-muta’allim tariq al-ta’allum / by Mochtar Afandi

 

Evaluasi tingkat bahaya erosi pasca penebangan hutan jati di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang / Achmad Fauzi

 

Fauzi, Akhmad. 2008. Evaluasi Tingkat Bahaya Erosi Pasca Penebangan Hutan Jati di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Ir. Juarti, M. P, (2) Drs. Didik Taryana, M. Si Kata Kunci : evaluasi, tingkat bahaya erosi, hutan jati, konservasi Erosi merupakan proses pengikisan dan penghanyutan tanah oleh kekuatan air sebagai akibat perbuatan manusia. Erosi yang terjadi di Kecamatan Bantur disebabkan oleh penebangan liar yang terjadi pada saat reformasi 1998 sehingga lahan bekas hutan jati yang terbengkalai dimanfaatkan penduduk sebagai lahan pertanian. Pemanfaatan lahan pertanian yang ditanami singkong, jagung, dan pisang yang berada pada lereng dengan kemiringan > 15 % itu tidak sesuai dengan kaidah-kaidah konservasi sehingga dapat menyebabkan erosi, selain erosi, dampak yang lebih luas dapat menyebabkan longsor seperti yang terjadi di Desa Sitiarjo dan Tambakrejo Kec. Sumbermanjing Wetan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Laju erosi, 2) Tingkat bahaya erosi, dan 3) Arahan konservasi yang sesuai di kawasan hutan jati pasca penebangan di wilayah Kecamatan Bantur Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian survei. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari pengukuran langsung di lapangan dan uji laboratorium, meliputi struktur, tekstur, bahan organik, permeabilitas tanah, panjang dan kemiringan lereng. Sedangkan data sekunder diperoleh dari lembaga yang terkait dengan penelitian ini, yaitu data curah hujan, peta topografi, peta kemiringan lereng, peta jenis tanah, peta penggunaan lahan. Subyek penelitian ini adalah hutan jati dan hutan lindung yang berada di Kecamatan Bantur seluas 2687, 9 Ha. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dari tumpang susun 3 peta dengan objek lahan bekas penebangan hutan jati Ada 4 unit lahan yang sesuai dengan objek penelitian yaitu H4B petak 98 E, H4B petak 98 D, H4B petak 102 A dan H5B petak 102 C. Laju erosi dihitung dengan menggunakan persamaan RUSLE karena lereng yang diukur > 15 % dan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi dengan cara membandingkan laju erosi dengan erosi yang diperbolehkan (Edp), arahan konservasi yang sesuai ditentukan setelah memperoleh nilai tingkat bahaya erosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) laju erosi unit lahan H4B petak 102 A sebesar 8.842,52 ton/ha/thn dengan nilai TBE sebesar 6,07 ton/ha/thn; unit lahan H5B petak 102 C sebesar 18.812,26 ton/ha/thn dengan nilai TBE sebesar 14,90 ton/ha/thn; unit lahan H4B petak 98 E sebesar 18.577 ton/ha/thn dengan nilai TBE sebesar 14,86 ton/ha/thn; dan unit lahan H4B petak 98 D sebesar 12.036,38 ton/ha/thn dengan nilai TBE sebesar10,39 ton/ha/thn, 2) arahan konservasi yang direkomendasikan adalah konservasi vegetatif dengan mengubah jenis tanaman berupa jagung dan ubi kayu,penanaman rumput penguat, pemberian mulsa, mengatur kerapatan tanaman dan penghutanan kembali serta mengubah pengolahan lahan.

Penerapan metode pembelajaran kooperatif model cooperative script terhadap kemampuan berpikir kritis dan ketuntasan hasil belajar pada siswa kelas VIII-A SMP Negeri 21 Malang / Dia Nurdiansah

 

ABSTRAK Nurdiansah, Dia. 2008. Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Cooperative Script Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Ketuntasan Hasil Belajar Pada Siswa Kelas VIII-A SMP Negeri 21 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Susetyoadi Setjo, M.Pd; (II) Dr. Abdul Gofur, M.Si. Kata Kunci: Cooperative script, Kemampuan berpikir kritis, Hasil belajar Upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dan menyiapkan siswa agar memiliki hubungan sosial yang sehat akhir-akhir ini banyak dikembangkan melalui pembelajaran kooperatif. Salah satunya adalah cooperative script. Sejumlah studi tentang cooperative script ini telah konsisten menemukan bahwa siswa yang belajar dengan cara ini dapat belajar dan mengendapkan materi lebih banyak daripada siswa yang membuat ringkasannya sendiri atau mereka yang hanya sekedar membaca materi pelajaran itu. Ada suatu hal yang menarik, siswa mendapatkan peningkatan hasil belajar dari aktivitas ini, peningkatan yang lebih besar diperoleh untuk bagian materi saat siswa mengajarkan bagian materi itu kepada pasangannya daripada materi saat siswa berperan sebagai pendengar (Spurlin, dkk dalam Nur & Wikandari, 2004). Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebagai ilmu yang terus berkembang tidak hanya dibutuhkan keterampilan dalam memahami tetapi juga perlu adanya proses berpikir dari siswa. Salah satu indikator keberhasilan suatu pembelajaran adalah adanya peningkatan dalam proses berpikir siswa yang biasanya dikenal dengan istilah berpikir kritis. Permasalahan pembelajaran biologi di SMP Negeri 21 Malang, berdasar hasil wawancara dengan guru biologi, khususnya dengan koodinator bidang studi biologi, bahwa masalah pembelajaran biologi selama ini dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1) pembelajaran biologi belum melatih siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa yaitu untuk menciptakan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi, 2) pengajaran biologi yang menerapkan model pembelajaran cooperative script belum pernah dilakukan, 3) konsep biologi (sistem ekskresi) dibutuhkan siswa untuk mengenal dirinya lebih lanjut, dan 4) penguasaan konsep biologi sistem ekskresi belum memuaskan dari segi hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan permasalahan pembelajaran biologi di SMP Negeri 21 Malang, sebagai sekolah negeri yang ingin mengembangkan proses dan output pembelajaran maka penerapan strategi inovatif banyak dikembangkan di sekolah ini termasuk pembelajaran cooperative script. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis kelas VIII-A SMP Negeri 21 Malang melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif model cooperative script. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Juni 2008. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-A semester 2 di SMP Negeri 21 Malang. Jumlah siswa kelas VIII-A laki-laki adalah 23 siswa, sedangkan siswa perempuan berjumlah 24 siswa. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian ii Tindakan Kelas (PTK). Tahap-tahap penelitian tindakan berupa siklus spiral yang meliputi kegiatan: 1) perencanaan, 2) pemberian tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi, yang membentuk siklus demi siklus sampai penelitian tuntas, sehingga diperoleh data yang dapat dikumpulkan sebagai jawaban dari permasalahan penelitian. Dalam penelitian ini akan dilakukan 2 siklus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, catatan lapangan, dan soal tes. Teknik pengambilan atau pengumpulan data, hasil belajar diperoleh dengan cara memberikan tes individu sebagai alat evaluasi kepada siswa setiap akhir siklus tindakan dan kemampuan berpikir kritis siswa diperoleh dengan cara memberikan tes sebagai alat evaluasi kepada siswa setiap akhir siklus tindakan. Data hasil belajar dianalisis untuk mengetahui rata-rata skor tes dan ketuntasan belajar siswa, dengan menganalisis data hasil tes setiap siklus dengan menggunakan kriteria ketuntasan belajar sedangkan kemampuan berpikir kritis menganalisis jawaban dan penilaian dilakukan dengan rubrik dan non-rubrik. Penilaian rubrik mempunyai rentangan antara 0-4 sedangkan nonrubrik antara 0- 10. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII-A SMP Negeri 21 Malang setelah diterapkan metode pembelajaran kooperatif model cooperative script. Diharapkan pada penelitian selanjutnya pembelajaran dapat menggunakan model cooperative script terhadap motivasi dan hasil belajar atau menggunakan model cooperative script terhadap motivasi dan kemampuan berpikir kritis.

Kajian model pembelajaran kelompok pola kooperatif, pola tutorial sebaya dan pola acak dengan mengimplementasikan physics by inquiry terhadap peningkatan prestasi belajar fisika dasar I / Yunita Agustina

 

ABSTRAK Agustina, Yunita. 2008. Kajian Model Pembelajaran Kelompok Pola Kooperatif, Pola Tutorial Sebaya, dan Pola Acak dengan Mengimplementasikan Physics by Inquiry terhadap Peningkatan Prestasi belajar Fisika Dasar I. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Eddy Supramono, (II) Dr. Lia Yuliati, M.Pd Kata Kunci : pembelajaran kelompok, modul physic by inquiry, prestasi belajar Fisika Dasar I Matakuliah Fisika Dasar I merupakan mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa fisika pada tahun pertama pada semester pertama. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, didapatkan hasil bahwa lebih dari 25% mahasiswa mengalami kegagalan dengan memperoleh nilai D meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, pembelajaran Fisika Dasar I jarang sekali melakukan pembelajaran kelompok dengan pola tertentu. Kalaupun ada dilaksanakan pembelajaran kelompok yang digunakan adalah pola acak. Pada penelitian ini tidak menerapkan metode pembelajaran inkuiri murni, tetapi pembelajaran dengan menggunakan modul yang diadaptasi dari buku Physics by Inquiry. Penelitian ini juga menekankan pada pola kelompok berdasarkan kriteria pengelompokkan menurut Damon dan Phelps. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perbedaan peningkatan prestasi belajar antara model pembelajaran kelompok pola kooperatif, tutorial sebaya dan acak serta mengukur efektifitas ketiga model pembelajaran kelompok tersebut dalam meningkatkan prestasi belajar Fisika Dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasy experiment dengan rancangan penelitian Control group pre-test-post-test. Terdapat dua jenis variabel yaitu prestasi belajar sebagai variabel terikat, metode pembelajaran kelompok pola kooperatif, pola tutorial sebaya dan pola acak sebagai variabel bebas. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 1 tahun angkatan 2007/2008 Jurusan Fisika dengan sampel penelitian yaitu kelas AA/CC, A/C dan B/D yang ditentukan dengan metode purposive sampling. Analisis yang digunakan yaitu dengan uji Anava dan uji Paired Sample T Test. Berdasarkan analisis yang dilakukan didapatkan hasil bahwa data peningkatan prestasi kelompok pola acak tidak terdistrubusi normal sehingga uji yang digunakan yaitu uji Kruskal-Wallis dan diperoleh nilai statistik hitung = 15,171 > statistik tabel = 5,991 dan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan peningkatan prestasi diantara ketiga pola kelompok tersebut. Berdasarkan perbandingan rata-rata peningkatan prestasi didapatkan hasil rata-rata peningkatan prestasi pola tutorial sebaya = 12,086 > rata-rata peningkatan presatsi pola acak = 0,421 < rata-rata peningkatan prestasi pola kooperatif = 12,476, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran kelompok pola kooperatif lebih efektif dalam meningkatkan presatsi belajar Fisika Dasar I dibandingkan dengan metode pembelajaran kelompok pola tutorial sebaya dan pola acak.

Menulusuri pimikiran nasionalisme Soekarno muda dan Soekarno tua serta relevansinya di era globalisasi / Amir Hamzah Taufani

 

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar yang memiliki wilayah dari Sabang sampai Merauke, Miangas sampai Rote, diapit oleh dua samudera yaitu Samudera Hindia dan Pasifik serta dua benua yaitu Benua Asia dan Australia, dan memiliki keanekaragama suku bangsa seperti: Bali, Bugis, Madura, Jawa, Kalimantan, Papua, kekayaan ini merupakan gambaran kecil yang dimiliki bangsa Indonesia, karena keanekaragaman yang terkandung dalam bahasa, budaya, agama, maupun kekayaan alam. Bangsa Indonesia yang sangat multikultural merupakan sangatlah rentan terhadap disintegrasi, hal inilah yang harus selalu kita waspadai pentingnya penanaman sikap nasionalisme, maupun pengembangan nasionalisme itu sendiri dimasa yang akan datang dalam era globalisasi saat ini. Dengan meninjau kembali semangat nasionalisme dari The Founding Father Soekarno untuk mengambil pemikiran tentang semangat nasionalismenya. Soekarno dilahirkan pada tanggal 6 Juni 1901 di Lawang Seketeng Surabaya, yang merupakan anak kedua dari perkawinan Raden Sukemi Sosrodiharjo dan Idayu Nyoman Rai. Pemikiran Soekarno muda diawali ketika ia menempuh pendidikan Europeesche Lagere School (ELS), Sekolah Tingkat Menengah atau dulu bernama HBS (Hoogere Burger School) di Surabaya, kemudian Soekarno melanjutkan pendidikannya di Technicshe Hooge School (THS) yang saat ini dikenal dengan nama Institut Teknologi Bandung (ITB). Disini, Soekarno mendirikan studi klub umum yang diberi nama Algemeene Studieclub Bandung yang berkedok kelompok belajar serta diskusi. Pada tanggal 4 Juli 1927, Soekarno mendirikan PNI dengan azas marhenisme. Soekarno juga mendirikan PPPKI (Perhimpunan Permufakatan-Permufakatan Politik Kebangsaan Indonesia) yang bertujuan untuk menciptakan pola perjuangan yang sama yakni mencapai Indonesia Merdeka. Pada tahun 1926, Soekarno membentuk PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia) yang merupakan latar belakang dari Sumpah Pemuda tahun 1928 dan pada tahun 1930, Soekarno melakukan pembelaan di pengadilan Bandung yang berjudul Indonesia Menggugat. Sedangkan pada masa penjajahan Jepang, Soekarno juga mendirikan Pusat Tenaga Rakyat (Putera) sebagai salah satu perjuangan rakyat Indonesia. Disamping itu, Jepang juga mendirikan Jawa Hookokai yang bertujuan menarik simpati para tokoh pergerakan Indonesia dan rakyat Indonesia. Atas inisiatif Soekarno, dirikanlah PETA dan Barisan Pelopor pada tahun 1943. Pada tanggal 1 Juni 1945 dalam sidang pertama BPUPKI, Sukarno menyampaikan pokok-pokok pemikirannya tentang filosofie groundslaag (dasar negara) yaitu Pancasila. Pemikiran nasionalisme Soekarno tua diawali dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Lahirnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang berisi: (1). Bubarkan Dewan Konstituante, (2) Sudah tidak berlakunya UUDS 1950, (3). Berlakunya kembali UUD 1945, dan tujuan dari Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah untuk menyatukan kembali bentuk NKRI. Nasakom adalah konsep persatuan hasil pemikiran Soekarno pada tahun 1926 yang diartikan sebagai golongan Nasionalis (PNI), Agama (NU) dan Komunis (PKI). Namun Soekarno mengharapkan ketiga golongan ini berperan dalam pemerintahan untuk mencapai masyarakat adil dan makmur yang didasarkan pada koalisi kekuatan-kekuatan partai politik. Pada peristiwa pembebasan Irian Barat dan Ganyang Malaysia yang dilakukan oleh Sukarno, merupakan salah satu perjuangan Soekarno dalam menjaga kesatuan wilayah Negara Republik Indonesia. Disamping itu, TriSakti merupakan salah satu perjuangan Soekarno untuk mengangkat amanat penderitaan rakyat yang bersubstansikan berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Pada era globalisasi saat ini, para generasi muda bangsa Indonesia diharapkan selalu memupuk rasa nasionalisme. Pemikiran nasionalisme Soekarno bagi bangsa Indonesia pada saat itu, melahirkan sebuah gerakan kesadaran dalam melawan kolonialisme Belanda dan Jepang untuk mencapai tujuan kemerdekaan Indonesia. Pengaruh pemikiran nasionalisme Soekarno terhadap pergerakan adalah munculnya perjuangan untuk mencapai kemerdekaan dan terkikisnya sikap nasionalisme kedaerahan. Peranan pemikiran nasionalisme Soekarno tua adalah mempertahankan proklamasi kemerdekaan RI, menjaga kedaulatan negara, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. pada era globalisasi dimana semakin berkurangnya peranan negara, dan dibukanya perdangan internasional, dengan semakin meningkatnya sifat ketergantungan negara berkembang pada negara maju. Kennedy dan Cohen dalam Prabawati (2008:2), menyatakan bahwa: ”menyimpulkan bahwa transformasi ini telah membawa kita pada globalisme, sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah satu” Perkembangannya globalisasi semakin dinilai negatif hal ini akibat dari beberapa pihak menilai bahwa globalisasi sendiri merupakan sebuah proyek dari negara-negara adi kuasa, hal inilah yang membuat orang memiliki pandangan negatif dan curiga dengan dasar penilaian bahwa globalisasi merupakan Kapitalisme dan bentuk yang paling mutakhir. Pemikiran nasionalisme Soekarno muda, pada dasarnya adalah mengajak semua pihak untuk berjuang melepaskan diri dari kolonialisme. Sedangkan pemikiran Sukarno tua menekankan pada sikap perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan sebuah bangsa dan negara Indonesia. Konsep pemikiran nasionalisme Sukarno pada era globalisasi masih sangat relevan, dari masa studi di kota Surabaya sampai lahirnya Pancasila serta dari Proklamasi samapi trisakti sangat relevan dalam menghadapi era globalisasi saat ini, namun hanya menggantikan dalam konsep dahulu melawan penjajahn sedangkan bangsa Indonesia saat ini adalah melawan negar-negara industri (negara maju) maupun melawan negara-negara donor seperti IMF, ADB. Pada masa sekarang, masih ada beberapa relevansi pemikiran nasionalisme Soekarno, selain dari pemikiran nasionalisme Soekarno muda dan Soekarno tua, juga adanya NEFO dan OLDEFO. Selain itu menurut pendapat (Lane.2006:1) seperti NEFO (New Emerging Forces) dan OLDEFO (Old Established Forces) merupakan pemikiran Soekarno yang masih relevan, karena mulai munculnya perlawanan baru dari lembaga-lembaga non pemerintahan, yang melakukan perlawanan terhadap kapitalisme.

Hubungan antara gaya kepemimpinan, budaya organisasi, motivasi berprestasi, dan komitmen pada organisasi, dengan kinerja dosen pada universitas dalam pengelolaan pesantren di Jawa Timur / Muhamad Rifa'i

 

ABSTRAK Rifa’i, Muhamad. 2009. Hubungan antara Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi, Motivasi Berprestasi, dan Komitmen pada Organisasi, dengan Kinerja Dosen pada Universitas dalam Pesantren di Jawa Timur. Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M.Pd, (II) Prof. H.A. Sonhadji. K.H., MA., Ph.D, (III) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd. Kata kunci: gaya kepemimpinan, budaya organisasi, motivasi berprestasi, komitmen pada organisasi, kinerja dosen. Keberhasilan suatu organisasi termasuk organisasi bidang pendidikan dalam mencapai tujuanya diantaranya sangat ditentukan oleh mutu kepemimpinan yang terdapat pada organisasi yang bersangkutan. Salah satu aspek kepemimpinan yang dianggap penting adalah gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan berkaitan dengan cara yang digunakan oleh pimpinan untuk mengatur, mempengaruhi bawahan, dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Gaya kepemimpinan yang digunakan oleh manajer juga berhubungan dengan variabel organisasional lainya yaitu budaya organisasi, motivasi berprestasi, dan komitmen pada organisasi yang sangat dibutuhkan dalam mengarahkan kinerja para anggota organisasi, karena kinerja yang ditunjukkan oleh para anggota organisasi akan berdampak pada pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan, budaya organisasi, motivasi berprestasi, dan komitmen pada organisasi, dengan kinerja dosen pada universitas dalam pesantren di Jawa Timur. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel untuk responden penelitian ini sebanyak 146 dosen yang ditentukan secara proporsional random sampling, teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Untuk menguji pola hubungan model yang dibentuk, digunakan alat analisis yang mampu menjelaskan secara simultan hubungan tersebut yaitu menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan menggunakan program Analysis of Moment Structures (AMOS) versi 4,00. Deskripsi hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk data tentang gaya kepemimpinan berkategori sangat tingi 17,81%, tinggi 18,49%, sedang 23,97%, rendah 21,23%, dan sangat rendah 18,49%. Deskripsi data tentang budaya organisasi berkatagori sangat tinggi 21,92%, tinggi 25,34%, sedang 23,97%, rendah 15,07%, dan sangat rendah 13,70%. Deskripsi data tentang motivasi berprestasi berkatagori sangat tingi 17,12%, tinggi 29,45%, sedang 28,77%, rendah 14,38%, dan sangat rendah 10,27%. Deskripsi data tentang komitmen pada organisasi berkatagori sangat tingi 10,96%, tinggi 22,60%, sedang 31,51%, rendah 17,12%, dan sangat rendah 17,81%. Deskripsi data tentang kinerja dosen berkatagori sangat tingi 30,14%, tinggi 41,10%, sedang 11,64%, rendah 8,22%, dan sangat rendah 8,90%. Hasil analisis SEM menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan memiliki hubungan baik secara langsung maupun tidak langsung yang positif dan signifikan dengan budaya organisasi, motivasi berprestasi, komitmen pada organisasi dan kinerja dosen. Sehingga seluruh hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima dan dibuktikan kebenaranya. Hasil penelitian ini berhasil mengkonfirmatori teori-teori dan temuan-temuan penelitian sebelumnya tentang hubungan gaya kepemimpinan, budaya organisasi, motivasi berprestasi, dan komitmen pada organisasi, dengan kinerja dosen. Analisis struktural juga mengungkapkan model yang cocok antara data dengan model struktural yang diuji. Lebih lanjut temuan penelitian ini mendukung teori-teori dan penelitian sebelumnya. Dari temuan penelitian, dapat disarankan hal-hal sebagai berikut: (1) kepada pimpinan perguruan tinggi, dalam pembuatan program peningkatan kinerja dosen perlu juga mengembangkan ketrampilan manajerial dan perlunya strategi inovatif dalam menciptakan budaya organisasi yang sehat dan dinamis, motivasi berprestasi dikalangan para dosen, dan komitmen pada organisasi yang tinggi untuk menciptakan organisasi yang dinamis, (2) kepada para dosen, untuk terus berupaya meningkatkan kemampuanya dengan cara memutakhirkan pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki, (3) kepada pengelola pesantren, dalam mengambil kebijkan dalam pengelolaan unit pendidikan di dalam pesantren perlu memperhatikan unsur gaya kepemimpinan, budaya organisasi, motivasi berprestasi, dan komitmen pada organisasi, guna mencapai kinerja anggota organisasi khususnya kinerja para staf pengajar, (4) kepada Kopertis dan Kopertais, hendaknya dalam mengeluarkan kebijakan peningkatan kualitas lembaga pendidikan tinggi yang menjadi binaanya perlu dengan cara melakukan pembinaan berbasis kinerja dan peningkatan prestasi baik secara organisasional atau institusional maupun secara individual dosen, (5) kepada Depag (Departemen Agama), disarankan dalam mengambil kebijakan peningkatan kualitas lembaga pendidikan pesantren khususnya pesantren yang mengelola pendidikan tinggi perlu memperhatikan aspek organisasional dan aspek individual orang-orang yang terlibat di dalam organisasi, dan (6) kepada peneliti manajemen pendidikan, disarankan untuk melakukan penelitian yang serupa dengan menggunakan variabel lainya atau meneliti dengan pendekatan yang berbeda yaitu pendekatan kualitatif. ABSTRACT Rifa’i, Muhamad. 2009. The Relationship Among Leadership Style, Organizational Culture, Achievement Motivation, Organizational Commitment, with Lecturers Performance at University in the Islamic Boarding Schools in East Java. Dissertation, Study Program of Educational Management, Postgraduate Program, State University of Malang, Supervisor: (I) Prof.Dr. Hendayat Soetopo, M.Pd (II) Prof. H.A. Sonhadji, K.H., M.A., Ph.D, (III) Prof. Dr. Willem Mantja, Mpd. Keywords: leadership style, organizational culture, achievement motivation, organizational commitment, lecturer performance. The organization’s successes including educational organizations in reaching their goals are really determined partially by leadership quality in the organization. One of important leadership aspects is leadership style. Leadership style related with the used way of leader to regulate, influence the subordinates, in reaching the organization’s goals. Leadership styles that are used by managers also related with other organizational variables ,that is organizational culture, achievement motivation, organizational commitment, that are really needed in directing the organization’s member performance, because the member performance that is shown by organizational member will impact the organization’s goal entirely. This research aimed at knowing the relationship of leadership style, organizational culture, achievement motivation, and organizational commitment, with the lecturers performance at university in the Islamic boarding school in east java. The used approach in the research was qualitative research. The sample collection for research respondents are 146 lecturer by proportional random sampling, the data collection technique by using questionnaire. To test the formed model relationship, the research use analysis device that able to explain simultaneously the relation, that is Structural Equation Modeling (SEM) by using Analysis of Moment Structure (AMOS) of version 4.00 Research description showed that for leadership style data for category of very high 17.81%, high 17.49%, middle 23.97% and low 21.23%, and very low 18.49%. Data description about organizational culture for category of very high 21.92%, high 25.34%, middle 23.97%, low 15.07% and very low 13.70%. Data description about organizational commitment for category of very high 10.96%, high 22.60%, middle 31.51%, low 17.12% and very low 17.81%. Data description about lecturer performance for category of very high 30.14%, high 41.10%, middle 11.64%, low 8.22% and very low 8.90%. The SEM analysis results showed that leadership styles have good positive significant relation directly or indirectly with organizational culture, achievement motivation, organizational commitment, and lecturer performance. So all hypothesis in the research can be accepted and proven its truth The results able to confirm the previous theories or findings about relation between leadership style, organizational culture, achievement motivation, and organizational commitment, with the lecturers performance. Structural analysis also revealed that the model is appropriate with the structural model under test. Furthermore, the results support previous theories and researches. From the results, it is suggested (1) for the leader of institute of higher education, in making lecturer performance improvement program should consider the managerial skill and needs innovative strategy in creating healthy and dynamic organizational culture, achievement motivation in the lecture realm, high commitment to organization to create dynamic organization, (2) for lecturers, to improve continuously their capability by updating their owned knowledge and skill, (3) for the boarding school management, in making policy for the educational unit management in the boarding school should consider the leadership style, organizational culture, achievement motivation, and organizational commitment, to reach organizational member performance especially for the instructors staff (4) for the Kopertis and Kopertais, they should make policy for improving institute of higher education quality under their management by conducting performance based development and achievement improvement organizationally and institutionally or individually for the lecturer, (5) to Depag (Department of Religious Affairs), it is suggested to make decision for improving the quality of boarding school should consider the organizational and individual aspects of the involved persons in the organization, and (6) for the educational management researcher, it is suggested to conduct similar research by using other variable or research with different approach that is qualitative

Pengembangan model bahan ajar pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis pendidikan karakter dengan pendekatan kontekstual di SMA kelas X Kota Malang / Sutiah

 

Pemakaian busana muslimah serta perilaku personal dan sosial mahasiswa Universitas Negeri Malang / Ika Fauziah Rochmawati

 

ABSTRAK Rocmawati, Ika Fauziah. 2008. Busana Muslimah Serta Perilaku Personal dan Sosial Mahasiswi Pemakai Busana Muslimah di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Sri Sumartini, M.Si., (II) Dr. Hj. Siti Malikhah Towaf, M.A. Kata kunci: busana muslimah, perilaku personal, perilaku sosial Busana muslimah dijadikan sebagai simbol kesalehan, kesopanan dan keteguhan iman bagi seorang muslimah. Pada awal tahun 80-an busana muslimah adalah suatu hal yang asing, sehingga muslimah yang mengenakannya menjadi sorotan masyarakat. Namun dengan dicabutnya SK menteri tentang peraturan seragam sekolah sehingga busana muslimah mulai banyak digemari. Dan saat ini busana muslimah bukanlah suatu hal yang asing dan hadir lebih menarik dengan berbagai corak dan model. Hal ini memunculkan pertanyaan apakah hal ini merupakan bagian dari kesadaran muslimah terhadap kewajiban menutup aurat, ataukah sebagai trend mode yang sedang diikuti. Tulisan yang berjudul “Busana Muslimah Serta Perilaku Personal dan Sosial Mahasiswi Pemakai Busana Muslimah Universitas Negeri Malang” ini akan mengangkat permasalahan antara lain: (1) faktor-faktor yang melatar belakangi pemakaian busana muslimah oleh mahasiswi pemakai busana muslimah di Universitas Negeri Malang (UM). (2) kaitan antara pemahaman pemakaian busana muslimah dengan variasi busana muslimah di UM. (3) perilaku personal mahasiswi pemakai busana muslimah di UM.(4) perilaku sosial mahasiswi pemakai busana muslimah di UM. Sedangkan penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui faktor yang melatar belakangi pemakaian busana muslimah oleh mahasiswi di UM. (2) untuk mengetahui kaitan antara pemahaman pemakaian busana muslimah dengan variasi busana muslimah di UM (3) untuk mengetahui perilaku personal mahasiswi pemakai busana muslimah di UM. (4) untuk mengetahui perilaku sosial mahasiswi pemakai busana muslimah di UM. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mendapatkan data yang diinginkan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: observasi dan wawancara. Adapun analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yang memberikan gambaran secara kontinyu dari awal hingga akhir untuk mendapatkan deskripsi mengenai faktor-faktor yang melatar belakangi mahasiswi UM sehingga ia memilih untuk mengenakan busana muslimah, variasi busana muslimah, perilaku personal mahasiswi pemakai busana muslimah, perilaku sosial mahasiswi pemakai busana muslimah di UM. Sedangkan untuk pengecekan keabsahan temuan menggunakan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Peneliti membandingkan sumber yaitu antara wawancara informan, data observasi di lapangan, dan dengan pendapat para tokoh. Hasil penelitian ini antara lain, peneliti memperoleh: (A) faktor-faktor yang melatar belakangi pemakaian busana muslimah oleh mahasiswi di UM yaitu: faktor internal diantaranya (a) sarana mendapatkan ketengan batin dengan menjalankan perintah menutup aurat. (b) Sarana perbaikan diri. Salah satu bentuk ii usaha untuk menjadikan pribadi yang lebih tertata dan lebih baik. (c) Adanya manfaat yakni, terlindung dari radiasi sinar ultra violet, rasa aman dan percaya diri. (d) Adanya unsur kesenangan, keinginan agar terlihat lebih cantik dan modis. Faktor eksternal yaitu: latar belakang keluarga yakni: kondisi religiusitas, kedekatan, kemandirian dalam keluarga, dan keharmonisan keluarga. Lingkungan pergaulan yakni: pergaulan dalam kampus, organisasi, dan tempat kost.sangat mempengaruhi perilaku seseorang. (B) variasi busana muslimah mahasiswi di UM. yaitu: (a) jilbab gaul sebutan untuk busana muslimah yang modis yang terkadang cenderung minimalis, baju ketat rok/celana ketat serta kerudung kecil. (b) busana muslimah biasa memiliki ciri yakni: kerudung yang dikenakan menjulur sampai ke dada dan tidak tipis, tidak membentuk lekuk tubuh dan tidak menyerupai pakaian suatu kaum (b) jilbab dan kerudung (jilbaber) memiliki ciri yaitu: menutup seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan, bahan yang digunakan harus tebal dan tidak transparan, tidak untuk menampakkan kecantikan, tidak menggunakan parfum di luar rumah, model busana tidak menyerupai suatu kaum, tidak untuk mendapatkan popularitas. Adapun tentang cadar ada perbedaan pendapat tentang hukum memakainya yaitu wajib, sunah, dan mubah. (C) Perilaku personal mahasiswi pemakai busana muslimah di UM yaitu: (a) tidak merasakan perubahan yang berarti dalam hidupnya, (b) merasakan perubahan dalam kehidupan spiritualnya, yaitu: lebih terpacu untuk mendalami ilmu agama, berusaha untuk mengendalikan diri agar dapat melaksanakan perintah dan anjuran serta menjauhi larangan agama. (D) Perilaku sosial mahasiswi pemakai busana muslimah di UM. (a) Jilbab gaul dalam interaksi sosial tidak mengalami perubahan yang berarti. Namun ada beberapa perilaku menyimpang yakni untuk menutupi aib. Adanya pemahaman lebih baik tidak berkerudung tetapi berkelakuan baik dan sopan. (b) Busana muslimah biasa, mereka memahami busana muslimah sebagai suatu kewajiban yang sudah mentradisi (c) Jilbaber yaitu adanya keyakinan bahwa setiap perbuatan terikat dengan hukum syara’ mereka lebih berhati-hati dalam melakukan perbuatan. Hal ini menyebabkan munculnya prasangka bahwa mereka eklusif. Dari hasil penelitian di sarankan kepada para pemakai busana muslimah dan masyarakat umum, agar tida muncul stigma negatif tentang pemakai busana muslimah, seyogyanya para pemakai busana muslimah lebih terbuka kepada masyarakat, dan memberikan pengertian kepada masyarakat tentang alasn mereka berbusana muslimah. Sedangkan untuk masyarakat: agar tidak mudah terpengaruh dengan budaya asing yang menyerukan kebebasan, tidak hanya mengikuti mode tanpa landasan yang kuat. Selain itu masyarakat hendaknya tidak termakan isu-isu yang mendeskreditkan muslimah yang ingin menjalankan kewajiban secara sempurna, sehingga tercipta kerukunan yang diidamkan.

Pengembangan video promosi pencegahan perilaku merokok di kalangan siswa SMP PGRI 4 Malang / Ahmad Makki

 

ABSTRAK Makki, Ahmad, 2008. Pengembangan Media Video Promosi Pencegahan Perilaku Merokok di Kalangan Siswa SMP PGRI 4 Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. H.M. Efendi, M,Pd. M.Kes (II) Eka Pramono Adi, S.Ip, M,Si Kata Kunci : Pengembangan Media, Video Promosi, Perilaku Merokok Media pembelajaran sebagai salah satu komponen sumber belajar dan merupakan bagian integral dari keseluruhan komponen pembelajaran yang menempati posisi penting dan akan turut menentukan keberhasilan penyelenggaraan pembelajaran. Video promosi pada dasarnya adalah video yang di rancang dengan tujuan untuk mempengaruhi agar audiens mengikuti apa yang menjadi tujuan dari video itu di buat. Kebiasaan merokok merupakan kebiasaan buruk. Kebiasaan merokok meningkatkan resiko timbulnya berbagai penyakit, seperti penyakit jantung dan penyakit ganggguan pembuluh darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring, kanker osefagus, bronkitis, tekanan darah tinggi, impotensi, serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin. Diantara mereka yang memiliki kebiasaan merokok adalah anak usia sekolah, bahkan masih berseragam SMP Tujuan dari pengembangan media ini adalah untuk memberi alternatif media kampanye tentang bahaya anti rokok, kepada para pelajar agar tidak terjerumus kepada kebiasaan buruk merokok yang merusak kesehatan. Subjek uji coba dalam pengembangan media video promosi ini adalah siswa SMP PGRI 4 Malang. Pengumpulan data di lakukan melalui angket yang di validasi kepada ahli media, ahli materi, dan audiens. Sedangkan untuk menguji kedalaman materi yang di sajikan digunakan angket pandangan siswa yang di uji cobakan melalui pre-test dan post-test. Analisis data yang digunakan untuk mengolah hasil validasi ahli media, ahli materi, dan audiens adalah prosentase, sedangkan untuk mengolah hasil pre-test dan post-test siswa digunakan uji t. Hasil pengembangan media video promosi ini memenuhi kriteria valid yakni dengan hasil uji ahli media mencapai tingkat kevalidan 95 %, ahli materi tingkat kevalidan 92,5 %, dan audiens tingkat kevalidan 87,5 % dengan prosentase rata-rata 91,7 %. Sedangkan untuk hasil belajar menunjukkan thitung > ttabel sehingga pengujian hipotesis rumus statistik Ho ditolak dan H1 diterima, karena ada perbedaan antara sebelum dan sesudah menggunakan media video pembelajaran. Saran yang diajukan, hendaknya produk media video pembelajaran yang telah dikembangkan ini ditindak lanjuti dalam kegiatan pasca pengembangan pada hal-hal yang berkenaan dengan nilai kemampuan terapan dan kontribusi media terhadap aspek-aspek pembelajaran secara keseluruhan.

Pengaruh lingkungan tempat tinggal intensitas pendidikan ekonomi keluarga dan pembelajaran kewirausahaan terhadap motivasi usaha dan sikap kewirausahaan siswa SMK di Malang Raya / Wening Patmi Rahayu

 

ABSTRAK Rahayu, Wening, Patmi. 2008. Pengaruh Lingkungan Tempat Tinggal, Intensitas Pendidikan Ekonomi Keluarga, dan Pembelajaran Kewirausahaan Terhadap Motivasi Usaha dan Sikap Kewirausahaan Siswa SMK di Malang Raya. Disertasi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Umar Nimran, M.A, P.hD, (II) Dr. Hari Wahyono, M.Pd, (III) Dr. Sunaryanto, M.Ed. Kata Kunci: Lingkungan tempat tinggal, intensitas pendidikan ekonomi, pembelajaran, motivasi, sikap, kewirausahaan. Sikap kewirausahaan perlu dimiliki oleh siswa sebagai bekal hidup, sebab setelah lulus diharapkan mereka bisa lebih kreatif dan inovatif, serta lebih mandiri, sehingga tidak semata-mata mengharapkan menjadi pegawai kantoran baik negeri maupun pegawai kantoran swasta. Fenomena ini banyak terjadi pada siswa-siswi baik di sekolah umum maupun sekolah kejuruan. Padahal tujuan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah dapat menyiapkan lulusannya untuk mampu bekerja secara mandiri (berwirausaha). Fenomena tersebut menunjukkan bahwa nampaknya sekolah baru mampu mempersiapkan lulusannya untuk mengisi lowongan kerja dan sangat bergantung pada pihak lain (pemerintah dan swasta) dan belum mampu mempersiapkan lulusannya berwirausaha. Artinya sikap kewirausahaan yang dimiliki siswa masih rendah. Rendahnya sikap kewirausahaan siswa juga disebabkan oleh pelaksanaan pembelajaran kewirausahaan yang kurang efektif. Untuk menumbuhkan sikap kewirausahaan siswa merupakan tanggung jawab pemerintah (sekolah), masyarakat/lingkungan, keluarga (orang tua) dan dunia usaha/dunia industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: pengaruh lingkungan tempat tinggal, intensitas pendidikan ekonomi keluarga, pembelajaran kewirausahaan terhadap motivasi usaha dan sikap kewirausahaan. Penelitian ini menggunakan rancangan survey korelational. Subyek (populasi) penelitian adalah siswa SMK (SMEA) Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen di Malang Raya. Penentuan jumlah sampel digunakan rumus dari Cohran, dan diketemukan jumlah 246. Pengambilan sampel dengan teknik disproportionate stratified random sampling. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif melalui survei. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Jumlah instrumen ada 45 butir, yang harus diisi oleh 2 jenis responden yaitu siswa kelas 3 SMEA beserta orang tuanya. Analisis data dilakukan menggunakan SEM dengan LISREL 8.8. Hasil penelitian adalah: lingkungan tempat tinggal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pembelajaran kewirausahaan, lingkungan tempat tinggal berpengaruh secara signifikan terhadap intensitas pendidikan ekonomi keluarga, lingkungan tempat tinggal berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi usaha, pembelajaran kewirausahaan berpengaruh secara tidak signifikan terhadap motivasi usaha, intensitas pendidikan ekonomi keluarga berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi usaha, motivasi usaha berpengaruh secara signifikan terhadap sikap kewirausahaan, lingkungan tempat tinggal berpengaruh secara signifikan terhadap sikap kewirausahaan, pembelajaran kewirausahaan berpengaruh secara tidak signifikan terhadap sikap kewirausahaan, intensitas pendidikan ekonomi keluarga berpengaruh secara tidak signifikan terhadap sikap kewirausahaan. Secara umum sikap kewirausahaan siswa SMK di Malang Raya dapat dibentuk oleh berbagai variabel, baik secara internal maupun eksternal. Mendasarkan pada temuan ini maka diketahui bahwa lingkungan tempat tinggal dan motivasi usaha adalah pondasi dasar bagi pembentukan sikap kewirausahaan siswa SMK (SMEA). Dalam hal ini siswa dimanapun memerlukan lingkungan tempat tinggal yang baik yang memunculkan karakteristik spesifik dan menjadi pedoman (rule of the game) dalam membentuk sikap kewirausahaan. Temuan ini juga memberikan informasi bahwa lingkungan tempat tinggal memang tidak secara langsung akan berdampak pada sikap kewirausahaan dengan pengaruh yang besar. Namun ada variabel lain yang bergerak lebih besar spiil over effect - nya yaitu motivasi usaha. Dua variabel ini (lingkungan tempat tinggal siswa, motivasi usaha) akan menjadi daya dorong bagi pembentukan sikap kewirausahaan.

Penerapan pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournaments) untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan belajar kooperatif siswa kelas XI SMA Negeri 2 Lumajang pada konsep sistem pencernaan pada manusia / Irma Virgianti

 

ABSTRAK Virgianti, Irma, 2008. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model TGT (Teams Games Tournaments) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Kemampuan Belajar Kooperatif Siswa Kelas XI SMA NEGERI 2 Lumajang Pada Konsep Sistem Pencernaan Pada Manusia. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Pudyo Susanto, M. Pd, (2) Dra. Hj. Nursasi Handayani, M. Si. Kata kunci : hasil belajar , kemampuan belajar kooperatif, pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournaments) Hasil observasi tanggal 6 Agustus 2007 menunjukkan bahwa kondisi siswa SMA Negeri 2 Lumajang sangat beragam, kondisi ini meliputi perbedaan kemampuan akademik, karakter siswa, bahkan perbedaan suku. Perbedaan tersebut sering menimbulkan kesenjangan antara satu siswa dengan siswa lain sehingga mereka cenderung membentuk kelompok dengan teman sebayanya yang mempunyai kesamaan pandangan. Hal ini berpengaruh terhadap kemampuan belajar kooperatif dan hasil belajar siswa. Dengan demikian perlu dilakukan pembelajaran yang dapat mengurangi kesenjangan antar siswa salah satunya dengan pembelajaran kooperatif model TGT, karena dalam pembelajaran ini melibatkan peran siswa untuk belajar bersama antar siswa secara heterogen. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Siklus I dan II secara berturut-turut dilaksanakan sebanyak tiga kali dan empat kali pertemuan. Materi yang diajarkan pada siklus I adalah organ-organ penyusun sistem pencernaan makanan pada manusia beserta fungsinya, sedangkan pada siklus II membahas tentang proses pencernaan makanan, zat-zat makanan dan perannya di dalam tubuh manusia. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah observasi kemampuan belajar kooperatif siswa, pemberian tes yang dilaksanakan setiap akhir siklus, dan hasil angket tentang kesan siswa terhadap pembelajaran kooperatif model TGT yang diberikan diakhir pembelajaran siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data kemampuan belajar kooperatif mengalami peningkatan yaitu pada siklus I dengan rata-rata 71,30% dengan taraf keberhasilan ”Baik” sedangkan pada siklus II dengan rata-rata 83,56% dengan taraf keberhasilan ”Sangat Baik”. Sedangkan peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari peningkatan rerata kelas tiap siklus dibandingkan dengan rerata kelas sebelumnya. Pada siklus I rerata kelas meningkat dari 71,30 menjadi 79,94 dan persentase siswa yang tuntas belajar meningkat dari 75% menjadi 91,67%. Pada siklus II rerata kelas meningkat dari 79,94 menjadi 82,08 dan persentase siswa yang tuntas belajar meningkat dari 91,67% menjadi 100%. Kesimpulan hasil analisis data menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif model TGT dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan belajar kooperatif siswa kelas XI IPA3 SMA Negeri 2 Lumajang, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran Biologi di sekolah.

Pengembangan panduan guru mengajar model sentra di kelompok bermain Tapas Al Ikhlas Surabaya berdasar pada teori multiple intelligences / Lusia Rokhmawati

 

Pengaruh efektivitas pemanfaatan dana bantuan khusus murid (BKM) terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa di SMK Ardjuna 1 Malang semester genap tahun ajaran 2007/2008 / S. Hidayatul Ummah

 

ABSTRAK Ummah, S. Hidayatul. Pengaruh Efektivitas Pemanfaatan Dana Bantuan Khusus Murid Terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar Di SMK Ardjuna 1 Malang. Skripsi, jurusan akuntansi, program studi pendidikan akuntansi, fakultas ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dra.Hj. Sutatmi, S.E.,M.Pd., M.Si, Ak, (2) Makaryanawati,S.E, M.Si, Ak Kata Kunci : Efektivitas pemanfaatan dana Bantuan Khusus Murid (BKM), motivasi belajar, prestasi belajar. Dana Bantuan Khusus Murid (BKM) adalah salah satu manifestasi dari program kompensasi pengurangan subsidi (PKPS) BBM yang ditujukan untuk membantu siswa memenuhi kebutuhan biaya sekolah selama duduk di bangku sekolah. Maksud dari pemberian dana BKM adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat keluarga kurang atau tidak mampu akan layanan pendidikan jenjang Sekolah Lanjutan Atas dan yang sederajad. Dengan adanya dana BKM ini dapat membantu dan meringankan beban siswa akan biaya pendidikan yang mahal. Siswa yang mendapat dana BKM ini bisa belajar lebih tenang dan berkonsentrasi tanpa harus terbebani dengan biaya pendidikan, dengan begitu siswa akan termotivasi untuk meningkatkan hasil belajarnya. Penelitian yang dilakukan pada siswa SMK Ardjuna 1 Malang yang menerima dana Bantuan Khusus Murid (BKM) ini bertujuan untuk mengetahui “Pengaruh Efektivitas Pemanfaatan Dana Bantuan Khusus Murid (BKM) terhadap Motivasi belajar dan Prestasi Belajar Siswa Di SMK Ardjuna 1 Malang”. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SMK Ardjuna 1 Malang yang mendapat dana BKM yang berjumlah 50 orang. Pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan teknik analisis yang digunakan adalah metode statistik dan path analysis (analisis jalur). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh positif efektivitas pemanfaatan dana BKM terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dari nilai standarisasi koefisien beta sebesar 0,397. Terdapat pengaruh positif efektifitas pemanfaatan dana Bantuan Khusus Murid (BKM) terhadap motivasi belajar siswa. Terbukti dari hasil analisis nilai standarisasi koefisien beta sebesar 0,301. Terdapat pengaruh positif motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini terbukti dari nilai standarisasi koefisien beta sebesar 0,841. Terdapat pengaruh tidak langsung efektivitas pemanfaatan dana Bantuan Khusus Murid (BKM) terhadap prestasi belajar siswa melalui motivasi belajar. Hal ini terbukti dengan nilai pengaruh total yang diperoleh sebesar 0,554. Dari hasil penelitian di atas, maka penulis menyarankan kepada pihak sekolah hendaknya mampu mempertahankan keefektifan pemanfaatan dana BKM dengan memberi pengarahan kepada siswa penerima dana BKM, serta ikut mengawasi pemanfaatan dari dana BKM itu sendiri.

Studi tentang media pembelajaran fisik/motorik yang digunakan Taman Kanak-kanak di Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek / Galih Tunggal

 

ABSTRAK Tunggal, Galih. 2008. Studi Tentang Media Pembelajaran Fisik/Motorik yang Digunakan Taman Kanak-Kanak di Kecamatan Durenan. Jurusan Ilmu Keolahragaan Falkutas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Mardianto, M.Kes (II) Drs. Lokananta T.H.W, M.Kes. Kata kunci : media pembelajaran, fisik/motorik taman kanak-kanak Kegiatan belajar mengajar merupakan suatu interaksi antara guru dan siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Media pembelajaran merupakan salah satu komponen penunjang dalam kegiatan belajar mengajar. Peranan media pembelajaran sangat penting dalam kegiatan belajar sebagai perantara komunikasi antara guru dengan siswa. Media pembelajaran adalah suatu alat, metode, dan teknik yang digunakan sebagai perantara komunikasi antara guru dengan siswa. Fisik/motorik TK adalah salah satu pengembangan kemampuan dasar di TK. Pengembangan fisik/motorik TK dikembangkan dengan tujuan untuk memperkenalkan dan melatih gerakan kasar dan halus, meningkatkan kemampuan mengelola, mengontrol gerakan tubuh dan koordinasi, serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat sehingga dapat menunjang pertumbuhan jasmani yang kuat, sehat dan terampil. Rumusan masalah penelitian ini adalah: Media pembelajaran fisik/motorik apa sajakah yang digunakan TK di kecamatan Durenan kabupaten Trenggalek. Tujuan penelitian ini adalah: Mendeskripsikan media pembelajaran fisik/motorik yang digunakan TK di kecamatan Durenan kabupaten Trenggalek. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen berupa observasi yang dilengkapi dengan lembar pedoman observasi. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran fisik/motorik yang digunakan TK dikecamatan Durenan kabupaten Trenggalek adalah sebesar 74% kategori Cukup baik. Hal ini ditunjukkan dari hasil penelitian dengan menggunakan lembar pedoman observasi sebagai berikut: (1) Media pembelajaran fisik/motorik TK kelompok A sebesar 72% kategori Cukup baik yang meliputi: Media pembelajaran motorik halus TK kelompok A sebesar 84 % kategori baik, Media pembelajaran motorik kasar TK kelompok A sebesar 60 % kategori cukup baik, (2) Media pembelajaran fisik/motorik TK kelompok B sebesar 75% kategori Cukup baik yang meliputi: Media pembelajaran motorik halus TK kelompok B sebesar 84 % kategori baik, Media pembelajaran motorik kasar TK kelompok B sebesar 65 % kategori Cukup baik. Saran-saran dari hasil penelitian: Guru dan kepala TK diharapkan untuk lebih kreatif dan inovatif mengembangkan atau menciptakan media pembelajaran fisik/motorik. Dengan adanya media pembelajaran kegiatan belajar mengajar fisik/motorik akan lebih atraktif, efektif dan efisien.

Pengembangan paket pembelajaran mata kuliah pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam untuk mahasiswa STAI Al-Hamidiyah Bangkalan / Siti Suliha

 

ABSTRAK Siti Suliha. 2008. Pengembangan Paket Pembelajaran Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam untuk Mahasiswa STAI AL-Hamidiyah Bangkalan. Tesis. PSSJ Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Punaji Setyosari, M.Ed., (2) Dr. Sulton, M.pd. Kata kunci: pengembangan, paket Pembelajaran, pengembangan kurikulum PAI, model Dick & Carey. Mata kuliah pengembangan kurikulum PAI termasuk mata kuliah keahlian khusus (MKK) yang wajib diikuti oleh mahasiswa. Mata kuliah Pengembangan Kurikulum PAI memegang peranan penting dalam pendidikan, sebab mata kuliah ini mengkaji tentang proses pengembangan kurikulum PAI dan berorientasi pada upaya untuk menghasilkan kurikulum PAI yang lebih baik. Mata kuliah ini juga berkaitan dengan tujuan atau penentuan arah, isi, dan proses pendidikan yang pada akhirnya menentukan kualifikasi output suatu lembaga pendidikan. Tujuan akhir mata kuliah ini adalah mahasiswa memiliki pemahaman secara filosofis, konseptual dan operasional mengenai kurikulum, penilaian dan pengelolaan kurikulum PAI di madrasah dan sekolah serta kelembagaan pendidikan Islam lainnya. Realisasi tujuan mata kuliah Pengembangan Kurikulum PAI tersebut memerlukan sumber belajar yang mendukung proses pembelajaran. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di STAIAl-Hamidiyah Bangkalan ditemukan bahwa dalam proses pembelajaran mata kuliah pengembangan kurikulum PAI belum tersedia bahan ajar yang memadai dan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pebelajar. Keterbatasan sumber belajar ini mengakibatkan rendahnya motivasi dan prestasi belajar mahasiswa. Salah satu alternatif untuk memecahkan permasalahan tersebut adalah dengan merancang dan mengembangkan paket pembelajaran yang terdiri dari bahan ajar, panduan dosen dan panduan mahasiswa. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan paket pembelajaran mata kuliah pengembangan kurikulum PAI yang dirancang dan dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pebelajar STAI Al-Hamidiyah Bangkalan. Model yang digunakan dalam mengembangkan paket pembelajaran ini adalah model Dick & Carey (2001). Model ini terdiri dari 10 langkah, namun dalam pengembangan ini hanya dilakukan sampai 9 langkah karena keterbatasan waktu dan biaya. Langkah-langkah tersebut yaitu: (1) identifikasi tujuan pembelajaran, (2) Analisis pembelajaran, (3) identifikasi perilaku awal dan karakteristik pebelajar, (4) merumuskan TPK, (5) mengembangkan butir-butir tes, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7) memilih dan mengembangkan materi, (8) melakukan evaluasi formatif, dan (9) merevisi pembelajaran. Alasan pemilihan model ini adalah karena sifatnya yang sistematis dan procedural sesuai dengan karakteristik mata kuliah pengembangan kurikulum PAI yang juga bersifat prosedural dan berurutan karena berisi konsep serta langkah-langkah dalam mengembangkan kurikulum. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa pengembangan paket pembelajaran menggunakan model Dick & Carey dapat meningkatkan hasil belajar. Produk pengembangan berupa paket pembelajaran yang terdiri dari bahan ajar, panduan dosen dan panduan mahasiswa diujicobakan melalui evaluasi formatif yang meliputi beberapa tahap yaitu: review ahli isi mata kuliah, review ahli desain dan media pembelajaran, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Data hasil evaluasi formatif beruapa saran, tanggapan dan penilaian dari subjek uji coba digunakan sebagai masukan untuk merevisi dan menyempurnakan paket pembelajaran yang dihasilkan. Hasil review dari uji ahli isi maupun dari uji ahli desain dan media untuk komponen bahan ajar menunjukkan pada kategori sangat baik dengan persentase 96,7% dan 91,7%. Panduan dosen juga berada pada kategori sangat baik dengan persentase 92,5% dan 92,8%. Panduan mahasiswa berada pada kategori sangat baik dengan persentase 90% dari uji ahli isi dan 91,7% dari hasil review uji ahli desain dan media pembelajaran. Dari hasil uji coba perorangan pengembang mendapat banyak masukan dan penilaian khususnya berkaitan dengan keterbacaan paket pembelajaran. Setelah direvisi dari uji perorangan, produk pengembangan diujicobakan pada kelompok kecil melalui angket. Hasil rerata persentase yang diperoleh untuk komponen bahan ajar sebesar 88,9% berada pada kategori sangat baik. Untuk panduan mahasiswa rerata persentase yang diperoleh sebesar 87,2% dan berada pada kategori sangat baik. Saran dari mahasiswa pada uji kelompok kecil terutama berkaitan dengan warna dan gambar ilustrasi dalam bahan ajar. Mahasiswa juga menyarankan agar ukuran bahan ajar diperkecil dan dibuat bolak-balik supaya lebih praktis. Data dari hasil uji coba lapangan tentang tanggapan mahasiswa terhadap bahan ajar mendapat rerata persentase sebesar 86,2% berada pada kategori sangat baik. Sedangkan data tanggapan dosen terhadap bahan ajar sebesar 83,75% pada kategori sangat baik. Panduan mahasiswa memperoleh rerata persentase sebesar 85% dan panduan dosen sebesar 87,5% berada pada kategori sangat baik. Uji efektifitas paket pembelajaran menggunakan uji t. Hasil uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan mean hasil postes (74,96) > pretest (53,68) dengan taraf signifikan 0,000 < 0,05. t hitung (12,372) > t table (2,064). Dengan demikian terbukti paket pembelajaran efektif dapat meningkatkan hasil belajar. Dari serangkaian uji coba dapat diketahui kelebihan dan keterbatasan paket pembelajaran yang telah dikembangkan. Kelebihannya yaitu: (1) bahan ajar dirancang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik pebelajar, (2) paket pembelajaran didesain dengan menggunakan prinsip desain pesan sehingga menarik perhatian, (3) model pengembangan yang digunakan adalah Dick & Carey (2001) yang sistematis dan sesuai untuk merancang pembelajaran dengan lebih terarah, (4) paket pembelajaran disertai panduan dosen dan mahasiswa untuk mempermudah proses pembelajaran. Keterbatasan paket pembelajaran ini adalah: (1) paket pembelajaran didesain berdasar analisis kebutuhan dan karakteristik pebelajar STAI Al-Hamidiyah Bangkalan, sehingga penggunaannya terbatas untuk pebelajar tersebut, (2) strategi pembelajaran yang digunakan saat uji lapangan adalah diskusi kelompok yang membutuhkan waktu cukup lama, (3) model Dick & Carey bersifat linear dan kurang fleksibel. Saran berkaitan dengan keterbatasan yaitu: (1) jika paket pembelajaran ini ingin digunakan pada lembaga lain maka perlu dilakukan analisis kebutuhan dan karakteristik pebelajar lebih lanjut, (2) dalam kegiatan pembelajaran dosen perlu mencermati alokasi waktu yang disediakan jika ingin menggunakan strategi pembelajaran kooperatif/diskusi, (3) untuk mengatasi sifat linear dari model Dick & Carey diperlukan proses iteratif berupa pemberian umpan balik dan tindak lanjut serta tes sambil jalan (embedded test) disela-sela pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk mengurangi sifat linear model ini dan memberi kesempatan bagi pebelajar agar dapat merefleksi materi yang telah dibacanya.

Tugas akhir pembuatan streetwear military look / Luh Wina Sadevi

 

Streetwear adalah busana yang biasa digunakan di jalanan dengan model yang tidak beraturan. Munculnya streetwear, membuat pemakai lebih mudah dalam memadukan warna dan jenis pakaian, selain itu pemakai juga lebih nyaman dalam menggunakan streetwear, hal ini disebabkan karena sebagian besar streetwear yang beredar di Indonesia menggunakan bahan yang nyaman (katun dan jeans). Seiring dengan perkembangan zaman, streetwear makin banyak digemari oleh masyarakat tertentu khususnya anak menginjak usia remaja atau yang biasa disebut dengan anak baru gede (ABG) hal ini berdasarkan pengamatan tim pemasaran dan desainer Biyan Wanaatmadja dari butik streetwear (X)SuMul. Streetwear makin banyak dijumpai di jalanan dengan berbagai macam model. Saat ini makin banyak ABG yang menggunakan streetwear dengan model yang beraneka ragam. Munculnya streetwear dengan model yang beraneka ragam dapat memunculkan satu model streetwear yang bisa menjadi trend di kalangan masyarakat tertentu khususnya ABG. Tren streetwear juga turut memacu perusahaan yang bergerak di bidang busanauntuk menciptakan satu model streetwear yang bisa menjadi tren di kalangan ABG. Di dalam memunculkan/menciptakan streetwear diperlukan imajinasi dan kreatifitas yang tinggi, hal ini disebabkan oleh streetwear yang tidak mengikuti suatu aturan tertentu dan tidak menuntut suatu keserasian dari warna dan jenis pakaian yang akan dipadukan. Untuk menciptakan streetwear kita dapat berkreasi dengan bebas dengan warna dan jenis pakaian yang akan kita padukan. Untuk dapat menarik minat masyarakat dan dapat menjadi tren di masyarakat, streetwear yang diciptakan harus tampak menarik dari segi warna dan jenis pakaian yang dipadukan. Salah satu streetwear yang sedang tren, yaitu streetwear dengan atribut duplikat militer dan modifikasi warna doreng militer. Streetwear dengan atribut duplikat militer dan modifikasi warna doreng militer atau yang biasa disebut dengan Military Look. Streetwear military look merupakan salah satu streetwear yang akan menjadi tren di tahun 2007/2008. Streetwear military look tidak hanya digunakan di lingkungan remaja, tetapi juga dikalangan selebriti, terutama yang bergerak di bidang musik (musisi). Musisi ini menggunakan streetwear military look saat acara festival musik atau saat tour di beberapa daerah. Model streetwear military look yang akan dibahas di dalam Tugas Akhir ini terinspirasi dari salah satu jenis streetwear, yaitu Goth dan terinspirasi oleh ABG asal finlandia. Inspirasi yang didapatkan dari streetwear Goth, yaitu pemilihan bahan (kain berlubang seperti jala ikan/kain tile) dan warna (warna dominan di dalam streetwear Goth, yaitu warna hitam) sedangkan inspirasi yang didapatkan dari ABG asal finlandia, yaitu model rok yang digunakan oleh ABG asal finlandia saat melakukan aktifitas di jalanan (gambar 2.1). Pemilihan warna yang digunakan untuk streetwear military look terinspirasi dari warna dominan yang biasa digunakan pada motif doreng militer, yaitu warna hijau dan hitam. Selain warna tersebut di atas, di dalam streetwear military look juga terdapat warna ungu tua dan ungu muda. Warna ungu merupakan salah satu warna yang cerah, warna ini sesuai dengan sifat remaja yang ceria dan cerah (lihat gambar 3.1 untuk warna streetwear military look).

Pengaruh rasio profitabilitas dan rasio investor terhadap trading volume activity pada perusahaan LQ 45 di Bursa Efek Indonesia / Wakhid Kusumahadi

 

ABSTRAK Kusumahadi, Wakhid. 2008. Pengaruh Rasio Profitabilitas dan Rasio Investor terhadap Trading Volume Activity pada Perusahaan LQ 45 di Bursa Efek Indonesia. Skripsi, Jurusan Manajemen, Konsentrasi Keuangan, Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Mohammad Hari, M.Si., (2) Ely Siswanto, S.Sos., M.M. Kata Kunci: return on assets (ROA), return on equity (ROE), net profit margin (NPM), earning per share (EPS), deviden payout ratio (DPR), trading volume activity (TVA). Dalam era globalisasi ini, persaingan dalam meningkatkan nilai perusahaan sangat ketat melalui berbagai macam bidang, khususnya bidang bisnis dan ekonomi. Salah satu fasilitas yang dapat dipergunakan dalam mengembangkan usaha atau nilai perusahaan adalah melalui pasar modal. Dengan pasar modal tersebut investor nantinya akan dapat menginvestasikan dananya untuk pada akhirnya mereka memperoleh pengembalian (return). Dengan kegiatan investasi dalam pasar modal, nantinya akan diketahui aktivitas volume perdagangan saham (trading volume activity), yang dipandang sebagai indikator dari kuat-lemahnya pasar. Salah satu faktor yang menjadi tolak ukur investor dalam berinvestasi adalah kinerja keuangan perusahaan, dimana salah satu unsurnya adalah rasio keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kondisi ROA, ROE, NPM, EPS, DPR, dan TVA pada tahun 2005-2007, (2) ada-tidaknya pengaruh rasio keuangan yang berupa ROA, ROE, NPM, EPS, dan DPR terhadap trading volume activity (TVA) secara parsial maupun simultan pada tahun 2005-2007, dan (3) variabel bebas yang memiliki pengaruh dominan terhadap trading volume activity (TVA) sebagai variabel terikat. Periode pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pada tahun 2005-2007. Populasi yang digunakan adalah perusahaan yang masuk dalam indeks LQ 45, kemudian diambil sampel dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu perusahaan yang selalu masuk dalam indeks selama tahun pengamatan, saham yang beredar tidak mengalami perubahan tiap bulannya pada tahun pengamatan, dan selalu membagikan deviden selama tahun pengamatan, hingga akhirnya mendapatkan sampel sebanyak 16 perusahaan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Agar dihasilkan data yang valid dan tidak bias maka digunakan uji asumsi klasik yang terdiri dari Uji Normalitas, Uji Autokorelasi, Uji Heteroskedastisitas, dan Uji Multikolinearitas. Penelitian ini juga menguji pengaruh secara parsial dan simultan menggunakan Uji t dan Uji F. Dari hipotesis yang diajukan (Ha), secara parsial hanya variabel ROE yang dapat diterima, sementara variabel lain tidak. Dengan kata lain hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial dari rasio keuangan yang diteliti, hanya return on equity (ROE) yang berpengaruh terhadap trading volume activity. Namun secara simultan tidak ada pengaruh yang signifikan dari rasio keuangan yang diteliti, terhadap trading volume activity (TVA). Dengan kata lain, hipotesis yang diajukan (Ha) untuk pengaruh secara simultan tidak diterima (menerima H0). i Saran bagi investor dalam penelitian ini agar investor tidak hanya melihat dari faktor fundamentalnya saja, namun bisa juga melihat dari faktor teknikalnya. Selain itu faktor makro-ekonomi, diharapkan juga bisa lebih diperhatikan oleh investor dalam melakukan investasinya. Bagi peneliti selanjutnya disarankan dapat mencari variabel yang dirasa lebih terkait dengan trading volume activity. Inflasi, kurs valuta asing, tingkat suku bunga, dirasa bisa digunakan untuk penelitian selanjutnya.

Pengarug brand image terhadap keputusan konsumen dalam membeli ponsel merek Nokia (Studi kasus pada counter Oke Shop di Dhoho Plaza Kediri) / Agus Harsono

 

ABSTRAK Harsono, Agus. 2008. Pengaruh Brand Image terhadap Keputusan Konsumen dalam Membeli Ponsel Merek Nokia (Studi Kasus pada Counter Oke Shop di Dhoho Plaza Kediri). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sudarmiatin, M.Si. (2) Drs. Agus Hermawan, MSi. M.Bus. Kata kunci: Brand Image, Keputusan Konsumen Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan Brand Image terhadap keputusan pembelian konsumen. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli ponsel merek Nokia pada counter Oke Shop di Dhoho Plaza Kediri. Penelitian ini mempunyai dua variabel yaitu: variabel bebas (X) Brand Image dan variabel terikat (Y) adalah keputusan konsumen dalam pembelian. Sedangkan sub variabel bebas adalah: (X1) jenis-jenis, (X2) dukungan, (X3) kekuatan, (X4) keunikan asosiasi merek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh brand image (jenis-jenis, dukungan, kekuatan dan keunikan asosiasi merek) secara parsial terhadap keputusan konsumen dalam membeli ponsel merek Nokia pada counter Oke Shop di Dhoho Plaza Kediri (2) pengaruh brand image (jenis-jenis, dukungan, kekuatan dan keunikan asosiasi merek) secara simultan terhadap keputusan konsumen dalam membeli ponsel merek Nokia pada counter Oke Shop di Dhoho Plaza Kediri dan (3) Unsur brand image yang dominan mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli ponsel merek Nokia pada counter Oke Shop di Dhoho Plaza Kediri. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner yang kemudian hasilnya dianalisis melalui analisis regresi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang membeli dan menggunakan ponsel merek Nokia pada counter Oke Shop di Dhoho Plaza Kediri. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 150 responden. Berdasarkan hasil analisis regresi dapat diketahui bahwa: (1) ada pengaruh yang signifikan antara jenis-jenis asosiasi merek terhadap keputusan konsumen dalam membeli ponsel merek Nokia. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung > ttabel yaitu 4,967 > 1,6566 atau dengan memperhatikan nilai signifikansi t = 0,000 ≤ 0,05. Ada pengaruh yang signifikan antara dukungan asosiasi merek terhadap keputusan konsumen dalam membeli ponsel merek Nokia. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung > ttabel yaitu 9,330 > 1,6566 atau dengan memperhatikan nilai signifikansi t = 0,000 ≤ 0,05. Ada pengaruh yang signifikan antara kekuatan asosiasi merek terhadap keputusan konsumen dalam membeli ponsel merek Nokia. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung > ttabel yaitu 4,629 > 1,6566 atau dengan memperhatikan nilai signifikansi t = 0,000 ≤ 0,05. Ada pengaruh yang signifikan antara keunikan asosiasi merek terhadap keputusan konsumen dalam membeli ponsel merek Nokia. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung > ttabel yaitu 5,823 > 1,6566 atau dengan memperhatikan nilai signifikansi t = 0,000 ≤ 0,05, (2) ada pengaruh yang signifikan brand image (jenis-jenis, dukungan, kekuatan dan keunikan asosiasi merek) secara simultan terhadap keputusan konsumen dalam membeli ponsel merek Nokia pada counter Oke Shop di Dhoho Plaza Kediri. Hal ini dibuktikan dengan nilai Fhitung > Ftabel, yaitu 49,839 > 2,675 dengan tingkat signifikansi 0,000 yang berarti ≤ 0,05. Diketahui pula bahwa nilai adjusted R Square sebesar 0, 567. (3) Dukungan asosiasi merek merupakan unsur dari variabel brand image yang memiliki pengaruh dominan terhadap keputusan konsumen dalam membeli ponsel merek Nokia pada counter Oke Shop di Dhoho Plaza Kediri dengan persentase sebesar 0,507. Saran yang diberikan adalah: (1) Hendaknya konsumen dalam memilih dan memutuskan untuk membeli suatu ponsel, konsumen harus lebih memperhatikan citra merek ponsel tersebut. Karena ponsel dengan citra merek yang baik akan membuat konsumen merasa yakin bahwa merek tersebut mempunyai kualitas yang bagus sehingga nantinya konsumen tidak kecewa dan akan tetap setia menggunakan merek tersebut tanpa harus mencari pengganti merek lain yang sejenis karena merek yang dipilih telah sesuai dan mempunyai kualitas yang bagus. (2) Untuk counter Oke Shop di Dhoho Plaza Kediri, hendaknya lebih memperhatikan unsur dukungan asosiasi merek dan perlunya mempertahankan pelayanan yang sudah ada, karena mayoritas konsumen beranggapan baik terhadap pelayanan yang telah diberikan. (3) Sedangkan bagi peneliti selanjutnya, peneliti menyarankan agar penelitian-penelitian berikutnya dapat menggali variabel-variabel baru selain jenis-jenis, dukungan, kekuatan dan keunikan asosiasi merek yang dapat mempengaruhi keputusan konsumen dalam pembelian, misalnya variabel harga, produk, kualitas, promosi dan saluran distribusi atau lokasi yang berhubungan dengan keputusan pembelian ponsel serta beberapa variabel lain yang dapat dijadikan temuan baru dalam penelitian selanjutnya.

Pengaruh kemampuan pengelolaan diri dan tingkat intelegensi terhadap hasil belajar akuntansi siswa kelas XI IS SMA Negeri 2 Kediri pada semester genap 2007/2008 / Dwi Rahayu

 

Pengujian kualitas berbagai jenis madu yang beredar di pasaran Kota dan Kabupaten Malang berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) / Purwaty Ningrum

 

ABSTRAK Ningrum, Purwaty. 2008. Pengujian Kualitas Berbagai Jenis Madu yang Beredar di Pasaran Kota dan Kabupaten Malang Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Subandi, M. Si, dan (II) Bambang Eddy Santoso, S. ST. Kata kunci : madu, pengujian kualitas, Standar Nasional Indonesia. Madu adalah nektar atau cairan manis dari tanaman yang dikumpulkan oleh lebah madu dan merupakan bahan pangan berkhasiat yang berasa manis, bersifat kental dan mengandung karbohidrat tinggi, air, mineral serta komponen lain dalam prosentase kecil. Madu murni memiliki kandungan zat-zat bermanfaat, dengan tiga macam gula sebagai komponen utama yaitu glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Ada indikasi bahwa madu yang beredar di pasaran adalah madu yang tidak murni. Madu di pasaran juga memiliki perbedaan rasa, aroma dan warna pada jenis madu yang berbeda. Perbedaan rasa tersebut mungkin dipengaruhi oleh ketiga perbedaan komponen di atas. Selain itu, komposisi gula dalam madu dianggap penting, karena dapat digunakan untuk mengetahui adanya pemalsuan madu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas berbagai jenis madu dilihat dari kadar air, abu, gula, keasaman, cemaran logam (Pb, Cu dan As), hidroksi metil furfural (HMF), padatan yang tidak larut dalam air dan aktivitas enzim diastase yang terkandung di dalam madu. Penelitian ini bersifat eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Kimia FMIPA UM,Laboratorium Penguji Hasil dan Bahan Olah (PHBO) dan Laboratorium Pengolah Material dan Bahan Pembantu (PMBP) P3GI Pasuruan. Madu yang menjadi sampel penelitian adalah madu kemasan dengan jenis sumber madu yang berbeda dan beredar di pasaran kota Malang. Penentuan kadar gula dan keasaman menggunakan metode volumetri, penentuan kadar air menggunakan Refraktrometer, kadar abu menggunakan metode furnace, kadar cemaran logam (Pb, Cu dan As) menggunakan AAS, kadar hidroksi metil furfural (HMF) menggunakan spektrofotometri, kadar padatan yang tidak larut dalam air menggunakan metode gravimetri dan aktivitas enzim diastase menggunakan spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ditinjau dari kadar HMF, kadar air, kadar sukrosa, kadar keasaman, kadar abu dan kadar cemaran logam (6 parameter SNI), maka madu yang memenuhi syarat adalah madu jenis rambutan (A), kopi (B) dan lengkeng (D), sedangkan 4 jenis madu lain yang dianalisis tidak memenuhi persyaratan SNI. (2) ditinjau dari semua parameter SNI (9 jenis), maka dari 7 jenis madu yang dianalisa hanya 3 jenis madu (sekitar 42,8%) yang memenuhi persyaratan SNI yaitu A (rambutan), B (kopi) dan D (lengkeng).

Efektivitas pembelajaran kooperatif model group investigation (GI) berdasarkan prestasi belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kepanjen Kabupaten Malang semester genap tahun ajaran 2007/2008 / Lina Maya Sugiarti

 

Perbedaan prestasi belajar fisika siswa kelas VIII antara yang diajar dengan model siklus belajar dan yang diajar dengan model konvensional pada SMP Dharma Wanita Universitas Brawijaya Malang tahun pelajaran 2007/2008 / Baroroh Putri Kurnia

 

ABSTRAK Kurnia, Baroroh Putri. 2008. Perbedaan Prestasi Belajar Fisika Siswa kelas VIII Antara yang Diajar dengan Model Siklus Belajar dan yang Diajar dengan Model Konvensional pada Siswa SMP Dharma Wanita Univesitas Brawijaya Malang Tahun Pelajaran 2007/2008. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika FMIPA. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Sumarjono, (2) Drs. Asim, M.Pd. Kata kunci : Model Siklus Belajar (Learning Cycle), Prestasi Belajar. Pemilihan metode pembelajaran fisika yang tepat dapat berdampak positif terhadap prestasi belajar fisika siswa. Selama ini pembelajaran yang sering digunakan khususnya di SMP Dharma Wanita Universitas Brawijaya adalah pembelajaran konvensional. Ternyata model konvensional memiliki perbedaan pada prestasi belajar fisika siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menemukan efektifitas pembelajaran dengan model Siklus Belajar (Learning Cycle) terhadap peningkatan prestasi belajar fisika siswa dibanding dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII SMP Dharma Wanita Universitas Brawijaya Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian Eksperimen semu (Quasi experiment) dengan rancangan Control Group Pretest Postest. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Dharma Wanita Universitas Brawijaya Malang pada semester gasal tahun ajaran 2007/2008. Sampel dalam penelitian ini adalah 60 siswa yaitu kelas VIII-A sebagai kelas kontrol dan kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen. Masing-masing kelas terdiri dari 30 siswa. Ketika pelaksanaan penelitian, kelompk eksperimen diajar dengan pembelajaran Model Siklus Belajar (Learning Cycle) dan kelompok kontrol diajar dengan pembelajaran model konvensional. Uji prasyarat yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas, dan uji kesamaan rata-rata pretest. Pengolahan data mengunakan program SPSS 13.0 for windows. Hasil analisis uji t postest diperoleh t hitung > t tabel yaitu 2,96>1,67 dengan sig (2-tailed)<0,05 yaitu 0,004<0,05 berarti prestasi belajar fisika siswa kelas VIII SMP Dharma Wanita Universitas Brawijaya Malang yang diajar dengan pembelajaran model Siklus Belajar lebih tinggi daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian pembelajaran model Siklus Belajar (Learning Cycle) memiliki perbedaan prestasi belajar fisika siswa kelas VIII SMP Dharma Wanita Universitas Brawijaya Malang pada pokok bahasan suhu dan kalor.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 |