Korelasi antara prestasi harian dengan prestasi akhir siswa kelas I cawu 2 mata pelajaran akuntansi SMU Wahidiyah Kediri tahun pelajaran 1997/1998 / oleh Juwito

 

Analisa laporan keuangan di Koperasi Pegawai Republik Indonesia Upaya" Kandepdikbud Kabupaten Malang mulai tahun 1993 sampai tahun 1997 / oleh Nuraeni"

 

Pengaruh implementasi paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema hujan asam terhadap kompetensi IPA siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tumpang semester II tahun ajaran 2009/2010 / Siti Halimatun

 

Kata kunci : Implementasi, Paket IPA Terpadu, Kompetensi IPA Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi secara tegas menyatakan bahwa substansi mata pelajaran IPA pada SMP/MTs merupakan IPA terpadu, namun pembelajaran IPA dibeberapa sekolah masih terpisah sehingga hal ini mempengaruhi kompetensi IPA siswa. Pembelaja-ran IPA di SMPN1 Tumpang masih dilaksanakan secara terpisah, salah satu alasannya karena tidak adanya panduan pembelajaran IPA terpadu. Pada tahun 2009 telah dibuat paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan beberapa tema yang sesuai salah satunya tema “Hujan Asam”. Paket IPA terpadu tersebut belum diimplementasikan sehingga tidak diketahui apakah paket tersebut dapat meningkatkan kompetensi IPA siswa atau tidak. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penerapan paket pembelajaran IPA terpadu yang dapat membantu pelaksanaan pembelajaran IPA terpadu. Penerapan paket ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paket pembelajaran IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema hujan asam terhadap kompetensi IPA (prestasi belajar, kerja ilmiah,dan sikap ilmiah) siswa SMP Negeri 1 Tumpang. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tumpang. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel sebanyak 61 siswa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-April 2010 di SMPN 1 Tumpang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran menggunakan paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema hujan asam pada kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol. Sedangkan variabel terikat adalah kompetensi IPA. Uji analisis menggunakan uji anakova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar dan kerja ilmiah antara siswa yang menerima pembelajaran dengan paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema hujan asam dan siswa yang menerima pembelajaran secara konvensional. Hal ini tercermin pada nilai signifikansi uji analisis, nilai probabilitas prestasi belajar (0.006) < dari 0.05 dan nilai probabilitas kerja ilmiah (0.000) < 0.05, berdasarkan uji lanjut diperoleh nilai mean difference yang positif yang berarti bahwa ada perbedaan yang siknifikan pada keduanya. Nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari nilai rata-rata kelas kontrol, dengan kata lain pembelajaran menggunakan paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema hujan asam lebih meningkatkan kompetensi IPA siswa. Sedangkan untuk sikap ilmiah tidak ada perbedaan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Hal ini terlihat dari nilai probabilitas sikap ilmiah siswa (0.337) > 0.05.

Efektivitas penggunaan LKS hasil pengembangan yang berorientasi pada ketrampilan proses terhadap prestasi belajar siswa SMU pada pokok bahasan fluida tak bergerak / oleh Yayuk Wahyuningsih

 

Perbedaan pengambilan keputusan karier siswa dari keluarga utuh dengan siswa dari keluarga broken home di SMA Negeri 2 Malang / Sulistiyowati

 

Siswa Sekolah Menengah Atas adalah siswa yang berada pada rentangan usia remaja, pada jenjang ini, remaja berada pada masa untuk memasuki dunia pendidikan tinggi yang merupakan tempat untuk membentuk integritas karier yang didambakannya. Masa remaja merupakan masa di mana pengambilan keputusan meningkat. Remaja mulai mengambil keputusan-keputusan tentang masa depan seperti memilih teman, studi lanjutan, dan karier. Faktor-faktor dalam pengambilan keputusan karier yaitu faktor internal dan faktor eksternal; faktor internal antara lain faktor jasmani (kesehatan, cacat tubuh), faktor psikologis (inteligensi, perhatian, bakat, minat, dan kesiapan). Faktor eksternal antara lain faktor keluarga (cara orang tua mendidik, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga), faktor sekolah (metode mengajar, kurikulum, hubungan guru dengan siswa, hubungan siswa dengan siswa), faktor masyarakat (teman bergaul, kehidupan masyarakat, mass media). Dari faktor keluarga dilihat dari keadaan keluarga yaitu struktur keluarga siswa. Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi perkembangan siswa. Keluarga utuh perhatian terhadap anak lebih baik, pada keluarga broken home perhatian terhadap perkembangan anak kurang fokus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) gambaran pengambilan keputusan karier siswa dari keluarga utuh di SMA Negeri 2 Malang, (2) gambaran pengambilan keputusan karier siswa dari keluarga broken home di SMA Negeri 2 Malang, (3) perbedaan pengambilan keputusan karier siswa dari keluarga utuh dengan siswa dari keluarga broken home di SMA Negeri 2 Malang. Rancangan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan komparatif. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Malang, populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI dengan jumlah 284 orang. Penarikan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik Quota Random Sampling dengan jumlah sampel 132 responden yang meliputi 84 orang siswa dari keluarga utuh dan 48 orang siswa dari keluarga broken home. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan angket. Teknik analisis menggunakan analisis presentase untuk mendeskripsikan pengambilan keputusan karier siswa dari keluarga utuh dan broken home dan analisis Uji-t yang dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pengambilan keputusan karier siswa dari keluarga utuh dengan siswa dari keluarga broken home yang diolah dengan SPSS 12 for windows. Hasil penelitian diketahui bahwa siswa dari keluarga utuh di SMA Negeri 2 Malang dikategorikan mampu dalam pengambilan keputusan karier, hal ini ditunjukkan oleh presentase sebesar 95,23%, sedangkan siswa dari keluarga broken home di SMA Negeri 2 Malang dikategorikan kurang mampu dalam pengambilan keputusan karier, hal ini ditunjukkan oleh presentase sebesar 62,5%. Berdasarkan hasil analisis diketahui ada perbedaan pengambilan keputusan karier siswa yang berasal dari keluarga utuh dan siswa yang berasal dari keluarga broken home di SMA Negeri 2 Malang. Siswa SMA Negeri 2 Malang yang berasal dari keluarga utuh memiliki kemampuan pengambilan keputusan karier yang lebih tinggi daripada siswa yang berasal dari keluarga broken home. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan bagi pihak sekolah hendaknya memberikan bimbingan karier yang intensif kepada siswanya. Bimbingan karier dilakukan sejak kelas X sehingga pada akhirnya siswa lebih mampu dalam memutuskan pilihan kariernya untuk siswa yang pengambilan keputusannya masih kurang. Bagi orang tua diharapkan lebih meningkatkan perhatian dan memberikan dorongan pada anak-anaknya agar anak dapat lebih meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan kariernya. Bagi peneliti selanjutnya agar penelitian lebih sempurna, maka diharapkan peneliti menambah subyek penelitian. Kata Kunci : Keputusan karier, keluarga utuh, keluarga broken home

Penerapan fungsi dalam ekonomi / oleh Yuni Supriyanti

 

Efektivitas pemberian tugas terstruktur model merangkum dan model menyelesaikan soal bahan kajian listrik statis terhadap prestasi belajar fisika pada siswa kelas II SLTP Negeri 5 Blitar / oleh Bambang Djoelianto

 

Perencanaan pompa sentrifugal
oleh Zainul Arifin

 

Karakteristik berpikir siswa dalam pematematikaan hirozontal melalui scaffolding / Herna

 

Kata Kunci: Berpikir, Pematematikaan Horizontal, Scaffolding Salah satu masalah mendasar dalam pendidikan di Indonesia adalah masih kurangnya siswa yang dapat memahami konsep matematika dengan baik. Salah satu pendekatan yang menjanjikan dapat mengurangi masalah tersebut adalah realistic mathematics education (RME). Dalam RME dikenal dua pematematikaan yakni, pematematikaan horizontal dan pematematikaan vertikal. Kedua pematematikaan ini sama pentingnya dalam mengkonstruksi konsep matematika, tetapi penelitian ini mengkaji karakteristik berpikir siswa dalam pematematikaan horizontal karena akan dilakukan pada siswa SMP. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik berpikir siswa dalam pematematikaan horizontal. Konsep yang akan dikonstruksi adalah konsep perbandingan informal, karena masalah perbandingan banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari sehingga sesuai untuk penerapan pematematikaan horizontal. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 3 Palece kab. Polman, Prov. Sulawesi Barat. Subjek penelitian terdiri atas, 2 siswa berkemampuan tinggi yang selanjutnya disebut subjek kelompok tinggi, 2 siswa berkemampuan sedang yang kemudian disebut subjek kelompok sedang, dan 2 siswa berkemampuan rendah yang kemudian disebut subjek kelompok rendah. Pemilihan subjek juga didasarkan pada kemampuan berkomunikasi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Think Out Loud. Metode analisis data yang digunakan adalah metode perbandingan tetap, dimana karakteristik berpikir dua siswa pada setiap kelompok dibandingkan secara tetap untuk menemukan karakteristik berpikir dari setiap kelompok. Karakteristik berpikir dari setiap kelompok dibandingkan secara tetap untuk menemukan karakteristik berpikir siswa dalam melakukan pematematikaan horizontal masalah perbandingan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa, dalam pematematikaan horizontal masalah perbandingan, siswa melakukan aktivitas modeling dan intertwining. Aktivitas modeling dilakukan dengan menggunakan kata-kata yakni, menyederhanakan soal dengan memperhatikan gambar, kemudian mengaitkan gambar dan keterangan gambar pada soal sehingga diperoleh model soal realistik yakni berat 2 buah nanas sama dengan berat 10 buah pisang, berat 1 buah nanas sama dengan berat 2 buah pisang dan 1 buah apel, dan berat semua ayam betina yang akan dinaikkan ke sisi kiri timbangan agar timbangan dalam kondisi seimbang adalah 1600 gram. Aktivitas intertwining dilakukan dengan mengaitkan soal realistik dengan model yang diperoleh dari soal untuk mengetahui strategi yang akan digunakan dalam menyelesaikan soal. Selanjutnya, siswa mengaitkan situasi dunia nyata dengan konsep matematika, mengaitkan situasi dunia nyata yang satu dengan situasi dunia nyata yang lain, dan mengaitkan konsep matematika yang satu dengan konsep matematika yang lain dalam menjalankan strategi penyelesaian soal. Dari temuan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan terutama berkaitan dengan: (1) bagaimana karakteristik berpikir siswa dalam melakukan aktivitas pematematikaan horizontal selain aktivitas modeling dan intertwining, misalnya: pengidentifikasian dan perumusan masalah. (2) bagaimana karakteristik berpikir siswa dalam pematematikaan horizontal pada masalah yang lain selain masalah perbandingan. Selain itu, disarankan juga untuk pengelompokan siswa dalam memilih subjek penelitian pada penelitian yang sejenis dengan penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tes standar atau IQ.

Prestasi belajar mata pelajaran dasar-dasar akuntansi di SMK Muhammadiyah Singosari Kabupaten Malang / oleh Saiful

 

Peningkatan kemampuan menulis narasi melalui metode rekreasi imajinasi siswa kelas X SMAN 1 Pagak Kabupaten Malang / Putri Kumala Dewi

 

Kata kunci: kemampuan, menulis narasi, metode rekreasi imajinasi Menulis narasi merupakan salah satu kompetensi dasar menulis yang diajarkan di kelas X. Melalui pembelajaran menulis narasi, siswa dilatih untuk fokus pada urutan dan detail peristiwa, menentukan tindakan pada setiap peristiwa, dan memilih detail penting dari suatu peristiwa agar membuat cerita lebih hidup. Kenyataannya ditemukan permasalahan dalam pembelajaran menulis narasi di kelas X SMAN 1 Pagak Kabupaten Malang. Permasalahan tersebut berasal dari metode guru yang tidak mengarahkan siswa untuk membangun materi dan ide untuk menulis. Akibatnya siswa mengalami kesulitan ketika akan menulis dan isi ceritanya kurang hidup karena tidak ada dimensi kontak emosi dan gagasan pribadi siswa dengan cerita yang ditulisnya. Untuk mengatasi masalah tersebut, dirancang penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode rekreasi imajinasi. Metode ini mendorong siswa untuk membangun materi dan ide sebagai bahan menulis melalui tahap mengembangkan, mengkreasikan, dan merekreasikan imajinasi. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus, masing-masing tiga pertemuan. Tujuannya adalah meningkatnya kemampuan menulis narasi siswa kelas X SMAN 1 Pagak Kabupaten Malang melalui metode rekreasi imajinasi pada tahap mengembangkan imajinasi, mengkreasikan imajinasi, dan merekreasikan imajinasi. Sumber data berasal dari pelaksanaan pembelajaran menulis narasi siswa kelas X SMAN 1 Pagak melalui metode rekreasi imajinasi. Data penelitian meliputi data kuantitatif berupa nilai tes awal kemampuan siswa menulis narasi, nilai kemampuan siswa menulis narasi setelah diterapkan tindakan, dan data penilaian proses aktivitas guru dan siswa selama pelaksanaan tindakan. Selain itu, juga data kualitatif berupa data hasil observasi dan wawancara tahap studi pendahuluan, catatan pengamatan aktivitas guru dan siswa selama pelaksanaan tindakan, serta data hasil wawancara dengan guru dan siswa pada setiap akhir tindakan. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Adapun analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan pengambilan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan siswa pada tahap mengembangkan, mengkreasikan, dan merekreasikan imajinasi. Pada tahap mengembangkan imajinasi siklus 1, guru tidak menjelaskan tujuan membaca cerpen, serta tidak menjelaskan tujuan memberikan respons aktif dan merumuskan imajinasi. Akibatnya ketika waktu habis, siswa belum selesai membaca cerpen, dan kesulitan memahami isi cerpen, menentukan sudut pandang, bagian-bagian cerita, latar, tokoh, penokohan, dan merumuskan imajinasi. Pada siklus 2, guru mengarahkan siswa untuk memfokuskan membaca pada bagian-bagian cerita, menyimpulkan isi cerita, serta memberikan pertanyaan pancingan dan mengarahkan siswa untuk menentukan sendiri sudut pandang, latar, tokoh, dan penokohan. Selain itu, guru menjelaskan bahwa imajinasi dirumuskan berdasarkan hasil telaah terhadap isi dan unsur-unsur cerpen. Hasilnya siswa masih kurang tepat dalam merumuskan imajinasi/kesan, menentukan bagian-bagian cerita, penokohan, dan latar. Pada siklus 3, guru menyampaikan tujuan membaca cerpen, meminta siswa fokus membaca pada bagian-bagian cerita, disusul menyimpulkan isi cerita. Pada saat memberikan respons aktif, guru mengawali dengan memberikan pertanyaan lisan terkait kesan siswa setelah membaca cerpen dan bagian-bagian cerita dan menuliskan jawaban siswa di papan tulis. Guru juga memberikan pertanyaan pancingan tentang sudut pandang, penokohan, dan latar serta meminta siswa menuliskan jawabannya secara lengkap. Pada saat merumuskan imajinasi, guru mengingatkan bahwa imajinasi itu dirumuskan berdasarkan hasil telaah isi dan unsur-unsur cerita. Hasilnya siswa mampu menentukan bagian-bagian cerita, penokohan, dan isi cerita. Pada tahap mengkreasikan imajinasi siklus 1, guru Fisika terlalu cepat menyampaikan materi dan tidak memberikan kesempatan bertanya, guru Bahasa Indonesia tidak menyampaikan tujuan merumuskan imajinasi tentang seluk-beluk antariksa, dan tidak menjelaskan bahwa siswa seharusnya menggunakan imajinasinya untuk menjawab pertanyaan panduan. Akibatnya pemahaman siswa tentang konsep Fisika yang berhubungan dengan cerpen kurang tepat, sehingga lebih dari satu pertanyaan tidak dapat dijawab dengan tepat, dan tidak semua konsep Fisika digunakan secara tepat dalam cerita. Pada siklus 2, guru Biologi langsung menjelaskan materi yang berhubungan dengan cerpen dan memberikan kesempatan bertanya, dan guru meminta siswa berimajinasi menjadi tokoh dalam cerita dengan memanfaatkan pemahaman terhadap cerpen dan pengetahuan yang diperleh dari guru Biologi. Hasilnya masih banyak siswa yang pemahaman dan penggunaan konsep Biologi kurang tepat, serta hubungan antara imajinasi yang dikembangkan dan dikreasikan juga kurang tepat. Pada siklus 3, untuk membuat siswa mengingat-ingat pengalaman atau pengetahuan, guru memberikan pertanyaan lisan dan meminta siswa menggunakannya untuk menjawab pertanyaan panduan. Hasilnya hasil telaah siswa terhadap pengalaman atau pengetahuan hidupnya sangat sesuai dengan cerpen, hubungan antara imajinasi yang dikembangkan dan dikreasikan sangat tepat, dan digunakan secara tepat. Pada tahap merekreasikan imajinasi siklus 1, guru hanya mengarahkan siswa menulis narasi dengan tema, alur, dan sudut pandang yang sesuai dengan imajinasi yang telah dikembangkan dan dikreasikan. Namun, tema, alur, dan sudut pandang dalam karangan siswa kurang sesuai dengan imajinasi yang dikembangkan dan dikreasikan. Selain itu, hubungan antarkalimat kurang kohesif, penggunaan kalimat kompleks kurang efektif, dan banyak kesalahan ejaan dan tanda baca. Pada siklus 2, guru mengarahkan siswa dari segi unsur-unsur cerita, organisasi gagasan, tatabahasa, serta ejaan dan tanda baca dengan memberikan pertanyaan pancingan dan memberikan contoh. Hasilnya siswa kurang mampu memodifikasi tema yang dikembangkan dari cerpen (kelompok sedang dan rendah), siswa belum menggunakan pengetahuan yang diperoleh pada tahap mengkreasikan imajinasi untuk memodifikasi tokoh dan penokohan dalam cerpen (kelompok rendah), alur cerita kurang sesuai dengan imajinasi yang dikembangkan dan dikreasikan (kelompok sedang dan rendah), kurang ada pengembangan latar (kelompok sedang dan rendah), ada kekurangsesuaian sudut pandang antara imajinasi yang dikembangkan dan dikreasikan, hubungan antarkalimat kurang kohesif, beberapa kalimat kompleks kurang efektif, dan banyak kesalahan ejaan dan tanda. Pada siklus 3, guru menunjukkan hasil karangan siswa siklus 2 yang memiliki kekurangsesuaian antara imajinasi yang dikembangkan dan dikreasikan. Selain itu, guru mengarahkan siswa dari segi unsur-unsur cerita, organisasi gagasan, tatabahasa, serta ejaan dan tanda baca dengan pertanyaan provokatif serta memberikan contoh. Hasilnya karangan siswa, dari segi tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, dan sudut pandang sesuai dengan imajinasi yang dikembangkan dan dikreasikan. Selain itu, hubungan antarkalimat kohesif, penggunaan kalimat kompleks efektif, dan sedikit kesalahan ejaan dan tanda baca tetapi tidak mengganggu pemahaman makna. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan kepada guru untuk lebih kreatif memilih bahan ajar yang lebih memudahkan siswa mengembangkan imajinasi, menjelaskan secara rinci cara menentukan unsur-unsur cerita, memanfaatkan media yang memudahkan siswa mengkreasikan imajinasi, mengajak siswa memanfaatkan pemahaman terhadap konsep tertentu dan pengalaman hidup untuk mengkreasikan imajinasi, mengarahkan siswa untuk menulis narasi dengan unsur-unsur cerita yang sesuai dengan imajinasi yang dikembangkan dan dikreasikan, dan memberi contoh cara melakukan highlighting dari segi unsur-unsur cerita dan unsur mekanis.

Pengaruh penambahan pegagan (Centela asiatica (L.) Urban) terhadap daya terima dan mutu kerupuk / Adelianda Auliani Kamaruddin Nur

 

ABSTRAK Nur, Adelianda Auliani Kamaruddin. 2016. PengaruhPenambahanPegagan(Centelaasiatica (L.) Urban) TerhadapDayaTerimadan MutuKerupuk.Skripsi. JurusanTeknologiIndustri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dra.Mazarina Devi, M.Si. (II) LailiHidayati, S.Pd. M.Si. Kata Kunci: pegagan, kerupuk pegagan, asam asiatik, mutu kerupuk, penerimaan Pegagan merupakan tanaman yang mengandung senyawa-senyawa yang baik untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik (warna, daya kembang, daya patah), tingkat kesukaan (rasa, warna, dan kerenyahan), mutu hedonik (rasa dan kerenyahan) dan sifat kimia (protein, lemak, kadar air, kadar abu, serat kasar, asam asiatik) kerupuk pegagan dengan penambahan pegagan 10%, 20% dan 30%, serta mengetahui formula terbaik kerupuk pegagan. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan. Data hasil analisis diuji secara statistik menggunakan uji ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan’s. Perlakuan terbaik ditentukan menggunakan metode indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan kimia yang terdapat pada pegagan yaitu protein 4,05%, lemak 0,35%, air 85,46%, abu 6,064%, serat kasar 8,89%, asam asiatik 63,7% (mg/100g). Perbedaan formulasi kerupuk pegagan berpengaruh terhadap sifat fisik (warna, daya kembang dan daya patah), uji kesukaan, uji mutu hedonik, dan sifat kimia (protein, lemak, kadar air, kadar abu, serat kasar, asam asiatik). Formula terbaik yang diperoleh yaitu kerupuk pegagan dengan penambahan pegagan 10%. Sifat fisik warna yang diperoleh yaitu warna tingkat kecerahan (L) 66,110, warna tingkat kemerahan (a+) +4,605, warna tingkat kekuningan (b+) +60,085, daya kembang 558,856, daya patah 0,02355. Tingkat Kesukaan rasa sebesar 3,83, tingkat kesukaan warna sebesar 3,57, tingkat kesukaan kerenyahan sebesar 4. Mutu hedonik rasa sebesar 4,29, mutu hedonik kerenyahan sebesar 4,19. Sifat kimia yang diperoleh yaitu protein 6,07%, lemak 0,5%, kadar air 9,04%, kadar abu 2,35%, serat kasar 1,34%, asam asiatik 0,42 (mg/ 100 g).

Pengembangan paket pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan pendekatan dilema moral pada siswa kelas 2 SLTP negeri di Kabupaten Tuban / oleh Djoko Apriono

 

Peranan media fisika dalam meningkatkan metode ceramah dengan tugas terstruktur pada pokok bahasan bola langit terhadap prestasi belajar fisika di SMU Negeri Kepanjen / oleh Farid Anwar

 

Penerapan media monopoli vogelspiel pembelajaran bahasa Jerman siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 8 Malang / Amanah Quraisy Thalib

 

Pengembangan buku digital berbasis penelitian analisis aktivitas fosforilasi protein membran sperma sapi untuk matakuliah bioteknologi S1 Biologi Universitas Negeri Malang / Dewi Sagita

 

ABSTRAK Sagita, Dewi. 2015. Pengembangan Buku Digital Berbasis Penelitian Analisis Aktivitas Fosforilasi Protein Membran Sperma Sapi untuk Matakuliah Bioteknologi S1 Biologi Universitas Negeri Malang. Tesis, Pascasarjana, Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Umie Lestari, M.Si., (2) Dr. Murni Sapta Sari, M. Si. Kata Kunci: buku digital, protein membran sperma sapi, aktivitas fosforilasi Pengembangan buku digital berbasis penelitian aktivitas fosforilasi protein membran sperma sapi, diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar lebih dari sekedar mengetahui teori teknik dalam Bioteknologi, sehingga dapat mendorong mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku digital teknik analisis fosforilasi protein membran sperma sapi untuk matakuliah Bioteknologi S1 jurusan Biologi UM yang telah tervalidasi dan untuk mengetahui aktivitas fosforilasi protein membran sperma sapi Bali dan sapi Madura. Pengembangan buku digital berbasis penelitian aktivitas fosforilasi protein membran sperma sapi ini, dirancang berdasarkan model pengembangan Borg (1981), tetapi model pengembangan pada penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap kelima. Tahapan pengembangan pada penelitian ini adalah penelitian pendahuluan, perencanaan, pengembangan bentuk produk awal, uji coba lapangan tahap awal, revisi produk utama. Berdasarkan hasil analisis data dari validator ahli media yang telah dilakukan, diketahui bahwa tampilan bagian pembuka (cover) mendapatkan nilai 85.71%. Pada tampilan Bab I, mendapatkan nilai 95.83%. Pada tampilan Bab II, mendapatkan nilai 91.67%. Bab III mendapatkan penilaian sebesar 91.67% dan Bab IV mendapatkan penilaian 89.29%. Namun, pada aspek penilaian terakhir yakni aspek secara keseluruhan, mendapatkan nilai 60%. Validator media berpendapat bahwa buku digital yang dikembangkan kurang interaktif. Oleh karena itu, validator ahli media menyarankan agar dibuat beberapa hyperlink seperti pada daftar isi ataupun pada istilah-istilah yang berhubungan dengan materi di bab lain. Berdasarkan hasil analisis data dari validator ahli materi yang telah dilakukan, diketahui bahwa pada Bab I Pengenalan Bioteknologi mendapatkan nilai sebesar 95.83%. Bab II Membran Sel dan Bab III Sperma, mendapatkan nilai sebesar 91.67%. Bab IV Metode Standar dalam Bioteknologi mendapatkan nilai 100%. Berdasarkan hasil analisis data dari responden, diketahui bahwa pada aspek bahan penarik perhatian mendapatkan rata-rata penilaian sebesar 93.75%. Pada aspek penyajian materi, mendapatkan rata-rata penilaian 97.92%. Menurut responden, media ini memudahkan dan dapat meningkatkan motivasi belajar, yang dibuktikan dengan rata-rata penilaian pada aspek ini sebesar 97.92%. Buku digital ini dikembangkan berdasarkan hasil penelitian aktivitas fosforilasi protein membran sperma sapi Bali dan sapi Madura. Buku digital ini, diharapkan dapat mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan bioteknologi dalam kehidupan sehari, karena di dalam buku digital ini memuat penerapan teknik dalam bioteknologi untuk mengalisis kualitas sperma sapi secara molekuler. Analisis kualitas sperma sangat penting dilakukan untuk keberhasilan inseminasi buatan. Selama ini, kualitas sperma pada Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) masih dilihat berdasarkan konsentrasi, motilitas progresif, viabilitas, dan abnormalitas sperma. Analisis secara molekuler untuk mengetahui kualitas sperma dapat dilakukan karena banyak jenis protein yang terlibat dalam fisiologis sperma. Berdasarkan penelitian aktifitas fosforilasi protein membran, jumlah ATP yang bereaksi ketika diinkubasi dengan protein membran sapi Bali dan sapi Madura 35kDa, menunjukkan hasil yang berbeda. Pada sapi Bali, jumlah ATP yang bereaksi sebesar 169.5 µg/ml dengan unit aktivitas protein membran 35 kDa sebesar 0.492017417 µmol/ml.menit. Sedangkan pada sapi Madura, jumlah ATP yang bereaksi sebesar 165.83 µg/ml dengan unit aktivitas protein membran 35 kDa sebesar 0.481373972 µmol/ml.menit. Hal tersebut menunjukkan bahwa setiap spesies dapat memiliki unit aktivitas protein yang berbeda meskipun dengan berat molekul yang sama. Pada akhir penelitian ini dihasilkan produk berupa buku digital berbasis penelitian penelitian aktivitas fosforilasi protein membran sperma sapi, yang dinyatakan layak dan dapat menjadi buku penunjang untuk matakuliah Bioteknologi.

Kepemimpinan oreng beddhel di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep (1999-2009) / Chandra Enggar Pramita

 

Kata Kunci : kepemimpinan, oreng beddhel, Desa Legung Timur Pemimpin adalah sosok yang paling dominan dalam suatu kelompok. Sosok seorang pemimpin harus bisa menjadi panutan bagi kelompok yang dipimpinnya. Oleh karena itu, kepemimpinan yang baik sangat diperlukan demi membawa kelompok yang dipimpinnya itu mendapatkan keberhasilan seperti yang diharapkan. Salah satu kelompok orang yang memerlukan seorang pemimpin adalah masyarakat desa. Pemimpin ditingkat pedesaan adalah Kepala Desa. Seorang Kepala Desa, harus mampu memenuhi harapan-harapan masyarakat untuk memajukan desanya. Dari observasi yang dilakukan di Desa Legung Timur, yang juga dikenal sebagai tempat asal kehidupan manusia pasir, bahwa kepemimpinan oreng beddhel dapat mengangkat nama orang-orang yang tergabung didalamnya, sehingga penilaian masyarakat Desa Legung Timur tidak selalu buruk kepada sosok oreng beddhel dan dapat menilai seseorang melalui kinerja yang dilakukan selama masa kepemimpinannya itu. Alasan lain dipilihnya penelitian ini adalah karena kedekatan emosional dan di Desa Legung Timur belum ada yang mengangkat sosok kepemimpinan Kepala Desa yang berasal dari golongan oreng beddhel sehingga peneliti memilih topik ini. Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti mengambil rumusan masalah: (1) Bagaimana sejarah keberadaan manusia pasir Legung Timur? (2) Bagaimana kepemimpinan oreng beddhel di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep tahun 1999-2009? Latar belakang Kepala Desa Legung Timur yang berasal dari kalangan preman, dalam istilah masyarakat Legung Timur disebut oreng beddhel menarik untuk diteliti. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan sejarah keberadaan manusia pasir yang diketahui orang-orang cukup aneh selama ini serta menganalisi kepemimpinan Kepala Desa di Legung Timur selama tahun 1999-2009 yang sama-sama berasal dari golongan oreng beddhel. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi dokumen, observasi dan wawancara. Data wawancara diperoleh melalui wawancara tokoh-tokoh setempat, data dikumpulkan secara sistematis agar pemahaman masyarakat tentang fenomena sosial yang terjadi diamati dengan menggunakan fenomena sosial itu sendiri dan menghasilkan data secara lisan atau tertulis dari orang-orang dan perilaku dan penulisannya dituangkan dalam bentuk sejarah lisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Legung Timur dengan keseharian yang dikenal sebagai manusia pasir mempunyai sosok pemimpin yang berasal dari kalangan oreng beddhel. Selama proses pemilihan Kepala Desa hingga masa kepemimpinannya menimbulkan penilaian baik dan buruk dari masyarakat desa Legung Timur. Ada yang menanggapi positif dan ada yang tidak, ada yang mendukung dan ada pula yang menjatuhkan. Ada yang lebih cenderung pada kepemimpinan Pak Juanda dan ada yang mendukung kepemimpinan Pak Maskam. Dari setiap konflik yang dialami masyarakat Legung Timur, peranan Kepala Desa cukup baik. Dalam sistem pemilihan Kepala Desa tahun 2006 sudah tidak lagi menganut sistem kekerabatan. Setelah tahun 2006 sistem pemilihan langsung mulai digunakan, para elit desa yang menjadi perangkat desa masih anggota keluarga dan teman-teman dekat Kepala Desa yang menjabat. Dari penulisan ini dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan oreng beddhel di Desa Legung Timur ini tidak selalu memberikan hasil yang baik untuk warganya, masih ada juga warga yang merasa tidak cocok dan kecewa dengan kepemimpinan oreng beddhel. Masyarakat dan Kepala Desa dalam menyikapi suatu konflik atau dalam kinerja yang kurang maksimal. Namun di satu sisi ada juga mereka yang tetap mendukung kinerja kepemimpinan oreng beddhel. Dengan penelitian ini, disarankan dapat memberikan semangat baru untuk Kepala Desa dan perangkat desa terkait agar dalam melayani serta memimpin desa dengan baik dan mereka bisa lebih terbuka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pengembangan media permainan ular tangga dalam menunjang metode pembelajaran kooperatif tipe teams games-tournaments (TGT) pada materi zat adiktif dan psikotropika di MTsN / Eka Restu Monawanti

 

Kata kunci: Pengembangan media, permainan ular tangga, pembelajaran kooperatif, Teams Games-Tournaments (TGT), zat adiktif dan psikotropika. Pembelajaran IPA-kimia di SMP/MTs cenderung dilaksanakan oleh guru dengan latar belakang pendidikan Biologi atau Fisika sehingga mungkin dalam mengajarkannya guru-guru kurang memperhatikan sifat dari ilmu Kimia. Selama ini pelajaran IPA-Kimia dianggap sulit dan kurang disenangi oleh siswa sehingga minat dan motivasi belajar siswa terhadap Kimia cenderung rendah. Salah satu materi pembelajaran IPA-Kimia adalah zat adiktif dan psikotropika. Materi ini sarat dengan konsep-konsep yang harus dipahami dan dihafalkan oleh siswa. Kemampuan menghafal atau mengingat tampaknya dapat ditingkatkan melalui media permainan ular tangga. Media permainan ular tangga dapat dibuat dari bahan-bahan sederhana, murah, dan mudah diperoleh. Permainan ini diduga sesuai untuk diterapkan pada pembelajaran kooperatif tipe Teams Games-Tournaments (TGT). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan media pembelajaran berupa permainan ular tangga untuk pembelajaran zat adiktif dan psikotropika dengan metode TGT; (2) mengetahui kelayakan media permainan ular tangga untuk digunakan dalam pembelajaran materi zat adiktif dan psikotropika dengan metode TGT ditinjau dari kemenarikan, kejelasan, kemudahan untuk digunakan, kelogisan dan kesistematikannya; (3) mengetahui pengaruh penggunaan media permainan ular tangga terhadap proses belajar siswa dalam pembelajaran zat adiktif dan psikotropika dengan metode TGT; (4) mengetahui kualitas proses pembelajaran materi zat adiktif dan psikotropika dengan metode TGT ditunjang dengan media permainan ular tangga dan pembelajaran dengan metode ceramah; (5) mengetahui apakah hasil belajar siswa pada pembelajaran materi zat adiktif dan psikotropika dengan metode TGT ditunjang dengan media permainan ular tangga lebih tinggi dibandingkan hasil belajar siswa dengan metode ceramah; (6) mengetahui persepsi siswa terhadap penggunaan media permainan ular tangga pada pembelajaran materi zat adiktif dan psikotropika dengan metode TGT. Pengembangan media permainan ular tangga ini mengikuti rancangan pengembangan 4D-Model dari Thiagarajan, dkk (1974). Pada penelitian ini diadopsi sampai D yang ketiga, yakni hingga tahap develop (pengembangan). Validitas isi dari permainan ular tangga ditetapkan berdasarkan penilaian dan pertimbangan dari penilai yaitu 3 orang dosen Kimia yang dianggap ahli dalam pengembangan media serta 1 guru IPA-Kimia. Jenis data yang diperoleh adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif berupa tanggapan, koreksi dan saran yang diberikan oleh ahli media, guru maupun siswa, yang diperoleh dengan menggunakan angket. Data kuantitatif terdiri dari hasil evaluasi ahli media, hasil uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan, data proses pembelajaran, data hasil belajar siswa, dan data persepsi siswa terhadap penggunaan permainan ular tangga pada pembelajaran zat adiktif dan psikotropika yang diperoleh dengan menggunakan angket. Dari hasil uji coba instrumen tes prestasi belajar siswa diperoleh validitas isi sebesar 77,5% dan reliabilitas, diukur dengan rumus Kuder-Richardson-20, sebesar 0,76. Data analisis angket, analisis hasil observasi dan analisis tes hasil belajar siswa. Keefektifan penggunaan permainan ular tangga diperoleh dengan membandingkan hasil belajar siswa yang diajar dengan metode TGT dibantu dengan permainan ular tangga dan hasil belajar siswa yang diajar dengan metode. Analisis kovarian (Anacova) digunakan dalam membandingkan prestasi belajar siswa. Hasil-hasil yang diperoleh adalah: (1) media permainan ular tangga yang dikembangkan terdiri dari halaman sampul, pendahuluan, petunjuk penggunaan media bagi guru dan siswa, panduan belajar, serta daftar pertanyaan dan jawaban berkaitan dengan zat adiktif dan psikotropika; (2) ditinjau dari kemenarikan, kejelasan, kemudahan menggunakan, dan kelogisannya, media permainan ular tangga yang dikembangkan adalah layak untuk digunakan dengan rata-rata tingkat kelayakan (diperoleh dari ahli media, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan) termasuk dalam kategori tinggi (77.9 %); (3) pengaruh penggunaan media permainan ular tangga terhadap proses belajar siswa untuk menunjang metode pembelajaran TGT pada pembelajaran materi zat adiktif dan psikotropika yang diperoleh dari uji coba perorangan, uji kelompok kecil, dan uji coba lapangan termasuk dalam kategori baik (83,3 %); (4) kualitas proses pembelajaran materi zat adiktif dan psikotropika dengan metode TGT dan media permainan ular tangga termasuk dalam kategori baik (77,0 %), sedangkan pada pembelajaran dengan metode ceramah termasuk dalam kategori kurang baik (54,0 %); (5) hasil belajar siswa pada pembelajaran materi zat adiktif dan psikotropika dengan metode TGT dan media permainan ular tangga lebih tinggi (skor rata-rata 70,3) dibandingkan hasil belajar dengan metode ceramah (skor rata-rata 62,0); (6) siswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan media permainan ular tangga pada pembelajaran materi zat adiktif dan psikotropika dengan metode TGT.

Perencanaan pompa sentrifugal isapan ganda
tugas akhir utama
oleh Mudjiono

 

Analisis kemampuan siswa mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerpen di kelas V SDN 1 Pandak Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo / Arin Nita Astuti

 

Astuti, Arin Nita. 2015. Analisis Kemampuan Siswa Mengidentifikasi Unsur-unsur Intrinsik Cerpen di Kelas V SDN 1 Pandak Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo. Skripsi, JurusanKependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, FakultasIlmu Pendidikan, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (1) Drs. Sjafruddin A.R, S. Pd, M. Pd., (2) Dra. Ratna Trieka A, S. Pd.M. Pd. Kata kunci: analisis kemampuan siswa, mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerpen.     Unsur-unsur intrinsik merupakan bagian yang penting dari sebuah cerpen. Penelitian ini difokuskan pada kemampuan siswa kelas V dalam mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerpen karena salah satu tujuan dalam Standar Isi Bahasa Indonesia pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ialah siswa mampu menikmati dan menanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan hidup, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, siswa menghargai dan membangggakan sebagai budaya dan intelektual manusia Indonesia. Selain itu, pembelajaran cerpen yang mencakup unsur intrinsik perlu diteliti untuk mengetahui ketercapaian dari target Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Tahun 2006. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerpen, yaitu tokoh, tema, latar, alur, dan amanat. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dan bersifat kuantitatif. Pada penelitin ini, peneliti melakukan tes kemampuan mengidentifikasi tokoh, tema, latar, alur, amanat dan kemudian dideskripsikan. Data dalam penelitian ini adalah data hasil berupa skor kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur intrinsik cerpen. Data dikumpulkan menggunakan teknik tes secara langsung pada objek yang diteliti. Pelaksanaan tes dilakukan sebanyak dua kali dengan waktu yang berbeda. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap persiapan dan tahap penilaian.     Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerpen sangat kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik, yaitu tokoh, tema, latar, alur, dan amanat nilai tertinggi yang diperoleh 97 dan nilai terendah yang diperoleh 30. Pada penelitian ini masih banyak siswa yang mimiliki nilai di bawah KKM, yaitu 70. Tingkat ketuntasan yang didapatkan siswa ialah sebanyak 6 siswa (38%) dinyatakan tuntas dan sebanyak 10 siswa (62%) dinyatakan tidak tuntas. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh dapat diketahui bahwa tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan Standar Isi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan tidak tercapai. Hal ini seharusnya dapat menjadi fokus bagi guru untuk memperbaikinya. Mengingat kurikulum KTSP akan berganti menjadi kurikulum 2013, pemahaman siswa terhadap amanat dalam cerpen harus diperbaiki. Hal ini disebabkan karena pada kurikulum 2013 lebih menekankan kepada moral.

Perbedaan prestasi belajar siswa dalam pengajaran fisika antara yang diajarkan dengan menggunakan model MGMP dan konvensional pada kelas 1 cawu 3 SMUN 1 Sumberpucung Malang tahun ajaran 1997/1998 / oleh Hartutik

 

Perbedaan pengaruh penggunaan metode diskusi panel dan diskusi kelompok terhadap prestasi belajar siswa kelas 1 SMU 1 Ngadirojo dalam belajar fisika / oleh Tri Hadiwinanto

 

Perencanaan motor diesel 4 langkah 2 silinder sebagai penggerak generator
tugas akhir utama
Edy Suhartoyo

 

Hubungan gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan morale kerja guru SD se-kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso / Rosita Rahmaniar Rizki

 

Rizki, Rosita Rahmaniar. 2015. Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Morale Kerja Guru SD Se-Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Harmini, S.Pd., M.Pd, (II) Drs. A. Badawi, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Gaya kepemimpinan, kepala sekolah, morale kerja guru, SD Gaya kepemimpinan kepala sekolah adalah pola perilaku seorang yang ditunjukkan dalam usahanya memengaruhi aktivitas guru dan mengajak para guru dalam suatu usaha bersama guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Morale kerja guru adalah reaksi emosional dan mental guru terhadap pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) gaya kepemimpinan kepala sekolah SD Se-Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso, (2) morale kerja guru SD Se-Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso, dan (3) hubungan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan morale kerja guru SD Se-Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian ini yaitu rancangan korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik penyebaran kuisioner dan managerial grid. Analisis data dilakukan dengan analisis korelasional dan analisis hipotesis. Hasil analisis data Theta sebesar 0,15. Dua kepala sekolah dengan gaya kepemimpinan Improverished Leadership memiliki guru sebanyak 4 orang dengan morale kerja tinggi dan 8 orang dengan morale kerja rendah. Dua kepala sekolah gaya kepemimpinan Relationship Leadership memiliki guru sebanyak 12 orang dengan morale kerja tinggi dan 8 orang dengan morale kerja rendah. Empat kepala sekolah dengan gaya kepemimpinan Balanced Leadership memiliki guru sebanyak 24 orang dengan morale kerja tinggi dan 12 orang dengan morale kerja rendah. Enam kepala sekolah dengan gaya kepemimpinan Task Oriented Leadership memiliki guru sebanyak 32 orang dengan morale kerja tinggi dan 13 orang dengan morale kerja rendah. Enam kepala sekolah dengan gaya kepemimpinan Integrated Leadership memiliki guru sebanyak 46 orang dengan morale kerja tinggi dan 13 orang dengan morale kerja rendah. Berdasarkan data analisis Theta dapat disimpulkan bahwa antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan morale kerja guru terdapat hubungan yang sangat rendah atau lemah sekali. Kepala sekolah yang hanya memberikan perhatian pada tugas, dan kepala sekolah yang hanya memberikan perhatian pada orang yang dipimpin, sebaiknya menyembimbangkan antara perhatian pada tugas dan orang yang dipimpin. Bagi guru yang memiliki morale kerja rendah, harus bisa memperbaiki morale kerjanya agar menjadi morale kerja tinggi.

Komunitas rumput laut (Seaweed) di perairan pantai Dusun Pulau Osi Desa Eti Kabupaten Seram bagian barat sebagai materi pembelajaran muatan lokal di sekolah menengah atas / Sintje Liline

 

Kata Kunci: komunitas, rumput laut, Dusun Pulau Osi, pembelajaran muatan lokal, sekolah menengah atas. Propinsi Maluku dikenal sebagai daerah seribu pulau yang memiliki sumberdaya hayati laut beranekaragam, mulai dari biota laut seperti berbagai jenis ikan, Gastropoda, Echinodermata, dan Moluska. Selain itu, banyak ditumbuhi mangrove, lamun, dan rumput laut. Rumput laut (seaweed) merupakan makro alga yang hidup di laut, yang pada umumnya di dasar perairan dan menempel pada substrat atau benda lain. Secara umum bagian-bagian rumput laut terdiri dari holdfast yaitu bagian dasar dari rumput laut yang berfungsi untuk menempel pada substrat dan thallus yaitu bentuk-bentuk pertumbuhan rumput laut yang menyerupai percabangan. Pertumbuhan dan penyebaran rumput laut sangat tergantung dari faktor-faktor oseanografi (fisika, kimia, dan pergerakan atau dinamika air laut) serta jenis substrat dasarnya. Faktor fisika kimia air laut dan jenis substrat mempengaruhi pertumbuhan dan penyebaran rumput laut, sehingga dapat ditemukan beranekaragam jenis rumput laut. Hubungan faktor fisika kimia (suhu, salinitas, dan pH) air laut serta jenis substrat dengan keanekaragaman rumput laut di dusun pulau Osi desa Eti kabupaten Seram Bagian Barat belum diungkapkan. Hal tersebut dapat diungkapkan melalui penelitian tentang komunitas rumput laut di perairan pantai dusun pulau Osi desa Eti kabupaten Seram Bagian Barat sebagai materi pembelajaran muatan lokal di sekolah menengah atas telah dilakukan pada bulan Juni 2009. Daerah yang ditetapkan sebagai lokasi pengambilan data adalah dusun pulau Osi desa Eti kabupaten Seram Bagian Barat pada pantai yang bersubstrat dominan karang (stasiun I) dan pantai yang bersubstrat dominan pasir (stasiun II). Tujuan utama dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui, (1) jenis-jenis rumput laut dan kondisi fisika-kimia lingkungan (suhu, salinitas, dan pH) air laut, (2) indeks keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaan rumput laut, (3) hubungan faktor fisika-kimia lingkungan (suhu, salinitas, dan pH air laut) dengan indeks keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaan rumput laut, (4) perbedaan indeks keanekaragaman, kemerataan, kekayaan rumput laut di perairan pantai bersubstrat dominan pasir dan dominan karang, (5) pola distribusi rumput laut di perairan pantai bersubstrat dominan pasir dan dominan karang, dan (6) implikasi dari hasil penelitian ini dalam penyusunan materi pembelajaran muatan lokal untuk siswa Sekolah Menengah Atas di kabupaten Seram Bagian Barat. Hasil penelitian menunjukkan rumput laut yang ditemukan pada substrat dominan karang dan substrat dominan pasir di perairan pantai dusun pulau Osi sebanyak 13 jenis. Kondisi fisika kimia lingkungan berdasarkan hasil pengukuran suhu air laut di perairan pantai dusun pulau Osi desa Eti berkisar antara 28-31oC, pengukuran salinitas air laut berkisar antara 31-32 o/○○, sedangkan kisaran faktor pH air laut adalah 7,8- 8. Indeks keanekaragaman jenis rumput laut pada perairan pantai dengan substrat dominan karang sebesar 2,38 pada substrat dominan pasir sebesar 1,28, dikategorikan keanekaragamannya sedang. Indeks kemerataan pada substrat dominan karang sebesar 0,93 dan pada substrat dominan pasir sebesar 0,92 menunjukkan bahwa jenis-jenis rumput laut di perairan pantai dusun pulau Osi menyebar secara merata. Indeks kekayaan rumput laut pada substrat dominan karang sebesar 0,62 lebih tinggi daripada indeks kekayaan rumput laut pada substrat dominan pasir hanya sebesar 0,30. Hasil Analisis regresi menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara faktor fisika-kimia lingkungan (suhu, salinitas dan pH air laut) dengan keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaan rumput laut di perairan pantai dusun pulau Osi desa Eti kabupaten Seram Bagian Barat. Hasil Analisis uji-t menunjukkan ada perbedaan keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaan rumput laut pada substrat dominan karang dengan substrat dominan pasir di perairan pantai dusun pulau Osi desa Eti kabupaten Seram Bagian Barat, dimana pada substrat dominan karang keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaan rumput laut lebih tinggi dari substrat dominan pasir. Pola distribusi jenis-jenis rumput laut di perairan pantai dusun pulau Osi desa Eti kabupaten Seram Bagian Barat hampir semua adalah mengelompok, kecuali pada beberapa jenis pola distribusinya adalah merata, yaitu Codium. cf cylindricum, Eucheuma cottonii, dan Porphyglossum zolingerii. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan beberapa hal untuk penelitian lanjutan, antara lain: (1) perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor fisik-kimia lingkungan yang lain seperti kecerahan air, cahaya, kuat arus, nilai nitrat dan nilai fosfat dengan keanekaragaman rumput laut, (2) perlu dilakukan uji kadar gizi terhadap jenis-jenis rumput laut yang ditemukan di perairan pantai dusun pulau Osi desa Eti kabupaten Seram Bagian Barat, dan (3) perlu dilakukan penelitian cara budidaya yang tepat untuk jenis-jenis rumput laut yang bernilai ekonomis yang ditemukan di perairan pantai dusun pulau Osi desa Eti kabupaten Seram Bagian Barat.

Perencanaan pompa sentrifugal
oleh Sugeng Tri Hartono

 

Implementasi pendidikan karakter melalui program sekolah di SDN Lesanpuro 3 Malang / Merinta Diah Purwaningrum

 

Purwaningrum, Merinta Diah. 2015. Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Program Sekolah di SDN Lesanpuro 3 Malang . Skripsi, Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Drs. H. Sutarno, M.Pd, (2) Drs. M. Imron Rosyadi SY, S.Pd., M,Pd. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Program Sekolah, Kegiatan Ekstrakurikuler dan Kegiatan Rutin Sholat Dhuha, Sholat Dhuhur, Jumat Bersih.      Latar belakang penelitian yaitu di SDN Lesanpuro 3 Malang terdapat program sekolah berupa kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan rutin. Pendidikan karakter adalah suatu upaya dalam menanamkan nilai-nilai karakter yang diinginkan pada peserta didik melalui program sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) implementasi pendidikan karakter melalui program sekolah, (2) nilai karakter yang tampak pada siswa melalui program sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan ketekunan pengamatan, triangulasi, kecukupan bahan referensi, dan pengecekan anggota.      Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter dilaksanakan melalui program sekolah sesuai dengan karakter yang akan ditanamkan. Karakter yang tampak pada diri siswa melalui program sekolah antara lain religius, jujur, toleransi, disiplin, demokratis, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, bersahabat, peduli lingkungan, dan tanggung jawab . Data yang terkumpul sebelumnya telah di cek keabsahan datanya menggunakan triangulasi. Selanjutnya, inti pembahasan yaitu hasil penelitian dibandingkan dengan teori yang ada.     Kesimpulan penelitian ini bahwa kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan oleh SDN Lesanpuro 3 Malang meliputi ekstrakurikuler pramuka, drumband, qiro’at, baca puisi, pidato, dan pantomim serta kegiatan rutin sholat Dhuha, sholat Dhuhur, dan Jumat bersih yang relevan dengan teori. Beberapa nilai karakter yang tampak pada diri siswa, antara lain religius, jujur, toleransi, disiplin, demokratis, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, bersahabat, peduli lingkungan, dan tanggung jawab. Saran yang dapat diberikan antara lain: berkaitan dengan pendidikan karakter, hendaknya guru harus melakukan pengecekan secara intensif mengenai nilai-nilai karakter yang ditanamkan pada siswa. Sekolah hendaknya dapat membuat program sekolah lainnya untuk karakter yang belum nampak pada siswa, seperti cinta tanah air, gemar membaca, peduli sosial, semangat kebangsaan, cinta damai, dan menghargai prestasi.

Kesalahan-kesalahan menerapkan hukum I, II, dan III Newton dalam menyelesaikan soal gaya gesekan yang dialami siswa kelas I SMUK Frateran Malang / oleh Benyamin Beda Ruing

 

Meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa kelas IV melalui media lingkungan sekitar di SDN Ngawonggo 02 Tajinan-Malang / Maria Ulfa

 

Kata Kunci: keterampilan menulis, media, lingkungan sekitar Keterampilan menulis diajarkan mulai jenjang SD/MI hingga jenjang SMA/MA. Salah satu keterampilan menulis adalah menulis karangan deskripsi. Melalui pembelajaran menulis karangan deskripsi, diharapkan siswa mampu menulis karangan deskripsi dengan baik. Berdasarkan observasi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di SDN Ngawonggo 02 Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang ditemukan beberapa masalah dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi anatara lain: (1) guru hanya menggunakan metode konvensional, yaitu tanya jawab kemudian penugasan; (2) guru tidak menggunakan media khusus yang bisa memotifasi siswa agar bisa menulis karangan deskripsi; (3) guru tidak menginformasikan tahap menulis karangan deskripsi; (4) siswa tidak memperhatikan penggunaan isi dan bahasa. Persoalan di atas menginspirasikan perlunya dilakukan penelitian penggunaan media lingkungan sekitar pada siswa kelas IV SDN Ngawonggo 02. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memaparkan penggunaan media lingkungan sekitar dalam meningkatkan kemampuan menullis karangan deskripsi siswa kelas IV SDN Ngawongo 02; (2) memaparkan peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas IV SDN Ngawonggo 02 dilihat dari penggunaan isi (kelengkapan isi, kesesuaian isi, kerincian isi) dan bahasa (ejaan dan tanda hubung) setelah menggunakan media lingkungan sekitar. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Melalui PTK ini dilaksanakan pembelajaran menulis karangan deskripsi dengan memanfaatkan media lingkungan sekitar, yang berlangsung dalam tiga tahaan menulis, yaitu tahap prapenulisan, tahap penulisan, dan tahap merevisi. Melalui media lingkungan sekitar ini, siswa dihadapkan dengan keadaan yang sebenarnya sehingga siswa mengalami sendiri dan mencari pengalaman sendiri dengan bimbingan guru. Dalam penelitian ini, peneliti berkolaborasi dengan guru merencanakan tindakan pembelajaran yang terdiri atas 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tahapan: (1) Perencanaan; (2) Pelaksanaan; (3) Pengamatan; (4) Refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan aktifitas belajar dan hasil belajar siswa. Pada siklus I hasil belajar siswa menunjukkan rata-rata 57,33 dan pada siklus II meningkat menjadi 69,23. Selain itu ketuntasan belajar pada siklus I masih 33,33% dan meningkat menjadi 57,14% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis karangan deskripsi siswa kelas IV dengan memanfaatkan media lingkungan sekitar dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi dan peningkatan hasil keterampilan menulis karangan deskripsi siswa. Pada kegiatan pra tindakan, rata-rata hasil belajar siswa 53,04, siklus I mengalami peningkatan menjadi 57,33, dan pada siklus II meningkat menjadi 69,23. Ketuntasan belajar pada siklus I adalah 33,33% dan meningkat menjadi 57,14% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang baik, maka disarankan kepada: (1) Guru bidang studi bahasa Indonesia hendaknya menggunakan media lingkungan sekitar dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi dan proses pembelajaran bisa dilakukan di luar kelas supaya siswa tidak merasa bosan dengan proses belajar mengajar yang selalu dilakukan di dalam kelas; (2) Sekolah hendaknya memberikan fasilitas yang baik dalam pemenuhan media pembelajaran agar tujuan pembelajaran bisa tercapai dan hasil belajar yang maksimal; (3) Siswa hendaknya lebih sering berlatih menulis karangan deskripsi di mana saja dan kapan saja.

Laporan tugas konstruksi baja
oleh Mohammad Ishaq

 

Pengembangan modul pembelajaran IPA materi penggolongan makhluk hidup di kelas III SD Islam Wahid Hasyim Pakisaji / Dotik Agus Irnawati

 

Irnawati, Dotik Agus. 2015. Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Materi Penggolongan Makhluk Hidup di Kelas III SD Islam Wahid Hasyim Pakisaji. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Heru Agus Tri Widjaja, M.Pd (2) Drs. Dimyati S,Pd. M.Pd. Kata Kunci: Modul, pembelajaran, IPA     Berdasarkan hasil wawancara ditemukan permasalahan yang dihadapi guru dalam pembelajaran yaitu kesulitan siswa memahami konsep penggolongan makhluk hidup dan belum ada kesempatan siswa belajar secara mandiri. Oleh karena itu perlu adanya pengembangan bahan ajar yang dapat memberikan kesempatan siswa untuk belajar mandiri yaitu menggunakan modul.     Tujuan penelitian ini yaitu untuk menghasilkan modul pembelajaran yang valid menurut ahli materi IPA, ahli media, ahli bahasa, pengguna guru dan siswa. Uji coba modul dilaksanakan di SD Islam Wahid Hasyim Pakisaji dengan subjek coba 14 siswa.     Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan (research and development) menurut Sugiyono. Prosedur pengembangan modul ini menggunakan tujuh tahapan prosedur penelitian yaitu (1) analisis masalah dan potensi yang akan dikembangkan, (2) pengumpulan data, (3) desain produk (4) validasi ahli, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk.     Hasil penelitian ini berupa produk pengembangan modul pembelajaran IPA materi penggolongan makhluk hidup yang telah tervalidasi. Hasil validasi ahli materi IPA rata-rata 94,4%, ahli media rata-rata sebesar 86,8%, ahli bahasa rata-rata 87,5%, pengguna (guru) rata-rata sebesar 85,9% dan dari uji coba kelompok siswa diperoleh rata-rata sebesar 93,2%. Dari kelima hasil validasi rata-rata keseluruhan sebesar 89,5%.     Berdasarkan analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran IPA materi penggolongan makhluk hidup di kelas III SD Islam Wahid Hasyim Pakisaji tergolong valid dan layak menurut ahli materi IPA, ahli media, ahli bahasa, pengguna guru dan siswa.     Adapun saran yang dapat diberikan yaitu untuk petunjuk terlebih dahulu dibacakan oleh guru agar tidak terjadi miskonsepsi. Disarankan untuk tidak memberikan kunci jawaban kepada siswa sebelum menyelesaikan soal pada modul. Selain itu produk ini dapat digunakan di sekolah lain dengan menyesuaikan materi pembelajaran yang disajikan. Untuk peneliti selanjutnya disarankan mengembangkan produk pada materi lain dan kelas yang berbeda dengan cakupan materi yang lebih luas.

Studi perbedaan prestasi belajar siswa yang diajar dengan menggunakan dan tanpa LKS konsep hidrokarbon siswa kelas 1 SMU 2 Sumenep / oleh Sartunut

 

Perencanaan konstruksi beton III Bangunan perpustakaan
oleh Dyah Purnawanti

 

Peningkatan hasil belajar melalui media kartu cerdas pada subtema hewan di sekitarku di kelas 2 SDN Tawangrejo Kabupaten Blitar / Evi Kurniasih

 

ABSTRAK Kurniasih, Evi. 2015. Peningkatan Hasil Belajar Melalui Media Kartu Cerdas pada Subtema Hewan di Sekitarku di Kelas 2 SDN Tawangrejo Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. Sunyoto, S.Pd, M.Si (2) Drs. Suhel Madyono, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: media pembelajaran,permainan kartu cerdas, hasil belajar, subtema hewan di sekitarku Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti pada kelas II SDN Tawangrejo Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar pada pembelajaran Hewan di Sekitarku diketahui bahwa: (1) proses belajar mengajar masih berpusat pada guru sehingga siswa kurang aktif, (2) guru tidak mengunakan media pembelajaran pada saat pembelajaran berlangsung, (3) banyak siswa yang bergurau dengan teman sebangkunya, (4) Guru cenderung monoton dalam mengajar, (5) hasil belajar siswa cenderung kurang. rata-rata hasil belajar yang dicapai 19 siswa sebanyak 8 atau 42% siswa telah tuntas belajar, sedangkan 11 atau 58% siswa lainnya dinyatakan belum tuntas belajar. sehingga perlu diadakannya perbaikan pembelajaran yaitu dengan menggunakan media pembelajara Kartu Cerdas. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan penerapan media permainan kartu cerdas pada proses pembelajaran subtema hewan di sekitarku, (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran subtema hewan di sekitarku melalui penggunaan media kartu cerdas.jenis penelitianyang dilaksankan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Penelitian ini dilaksanakan pada kelas II di SDN Tawangrejo Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar yang berjumlah 19 siswa. Teknik pengumppulan data yang digunakan adalah observasi,waawancara, tes, dokumentasi dan catatan lapangan. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa dengan menggunakan media pembelajaran kartu cerdas pada siklus 1dan siklus 2 berjalan lancar sehingga dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa kelas II SDN Tawangrejo pada subtema hewan di sekitarku. hal ini di tunjukkan peningkatan hasil belajar yang dicapai siswa mengalami peningkatan secara bertahap mulai dari tahap pratindakan, siklus I, dan siklus II. Nilai rata-rata siswa yang semula 62 % pada pratindakan menjadi 74% pada siklus I dan menjadi 89% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan media kartu cerdas dapat meningkatkan hassil belajar siswa kelas II SDN Tawangrejo Kabupaten Blitar. Dengan demikian, disarankan bagi guru agar menggunakan media kartu cerdas dalam pembelajaran pada subtema hewan di sekitarku, agar dapat meningkatkan hasil belajar siwa.

Pengaruh strategi PBL dan integrasinya dengan STAD terhadap kemampuan pemecahan masalah, kemampuan berpikir kritis, kesadaran metakognitif, dan hasil belajar kognitif biologi pada siswa kelas X SMA Negeri 4 Mataram / I Wayan Karmana

 

Kata kunci: PBL, integrasi PBL dan STAD, kemampuan pemecahan masalah, kemampuan berpikir kritis, kesadaran metakognitif, hasil belajar kognitif. Tuntutan pendidikan abad 21 dan tujuan pendidikan nasional khususnya dalam pembelajaran biologi menekankan pengembangan potensi siswa agar menjadi pebelajar mandiri, sehingga siswa memiliki keterampilan berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan mampu memecahkan masalah hidup. Namun kenyataannya kemampuan itu masih relatif rendah di kalangan peserta didik, termasuk di SMAN 4 Mataram. Masalah ini memerlukan solusi, dan salah satu alternatif solusinya adalah dengan mengimplementasikan strategi PBL dan STAD dalam pembelajaran biologi karena secara teoritik maupun hasil penelitian strategi tersebut berpotensi untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, memecahkan masalah, melatih menjadi pebelajar mandiri, dan meningkatkan penguasaan konsep materi yang dipelajari. Berdasarkan potensi itu, maka dalam penelitian ini diimplementasikan strategi integrasi PBL dan STAD yang belum pernah dimplementasikan sebelumnya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, kemampuan berpikir kritis, kesadaran metakognitif, dan hasil belajar kognitif biologi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh strategi pembelajaran, kemampuan akademik, dan interaksi strategi pembelajaran dan kemampuan akademik terhadap skor kemampuan pemecahan masalah, kemampuan berpikir kritis, kesadaran metakognitif, dan hasil belajar kognitif biologi. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen yang mengimplementasikan tiga strategi berbeda dengan rancangan pretest-posttest non equivalent control group design faktorial 3x2 yang dilaksanakan pada semester genap Tahun Pelajaran 2009/2010. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 4 Mataram, sedangkan sampel penelitian adalah siswa kelas X sebanyak 60 siswa (3 kelas). Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar kognitif serta kuesioner (inventori) kesadaran metakognitif. Sebelum instrumen digunakan dilakukan uji coba untuk mengetahui validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda, kecuali kuesioner metakognitif tidak dilakukan uji coba karena telah terstandar. Pengumpulan data dilakukan melalui prates dan pascates. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan untuk menguji hipotesis dilakukan uji anakova yang dilanjutkan uji lanjut Least Significant Difference (LSD). Sebelum uji statistik, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi berupa uji normalitas dan homogenitas. Penghitungan dibantu dengan program SPSS 14 for Windows. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat dirumuskan kesimpulan sebagai berikut: (1) strategi pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap skor kemampuan pemecahan masalah, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar kognitif biologi, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap skor kesadaran metakognitif. Pengaruh strategi PBL lebih tinggi 13,40%, integrasi PBL dan STAD lebih tinggi 18,58% dari strategi konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah. Sementara itu pengaruh strategi PBL lebih tinggi 27,43%, integrasi PBL dan STAD lebih tinggi 30,09% dari strategi konvensional terhadap kemampuan berpikir kritis, dan pengaruh strategi PBL lebih tinggi 22,12%, integrasi PBL dan STAD lebih tinggi 28,54% dari strategi konvensional terhadap hasil belajar kognitif biologi, (2) kemampuan akademik berpengaruh signifikan terhadap skor hasil belajar kognitif biologi, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap skor kemampuan pemecahan masalah, kemampuan berpikir kritis, dan kesadaran metakognitif, dan (3) interaksi strategi pembelajaran dan kemampuan akademik tidak berpengaruh signifikan terhadap skor kemampuan pemecahan masalah, kemampuan berpikir kritis, kesadaran metakognitif, dan hasil belajar kognitif biologi. Terkait kesimpulan tersebut, maka peneliti menyarankan agar guru mengimplementasikan strategi PBL dan integrasi PBL dan STAD sebagai salah satu strategi dalam pembelajaran biologi. Selain itu diharapkan memberdayakan perbedaan kemampuan akademik dalam membentuk kelompok belajar siswa agar tercipta scaffolding siswa, sehingga hasil belajar kognitif siswa berkemampuan rendah dapat menyamai siswa berkemampuan tinggi. Bagi peneliti selanjutnya perlu mengungkap faktor penyebab tidak berpengaruhnya strategi pembelajaran, kemampuan akademik dan interaksinya terhadap skor kesadaran metakognitif serta mengkaji pengaruh strategi PBL dan integrasi PBL dan STAD terhadap skor hasil belajar pada ranah afektif maupun psikomotorik karena penelitian ini hanya mengungkap hasil belajar ranah kognitif. Selain itu disarankan agar menerapkan strategi PBL dan integrasi PBL dan STAD pada materi biologi dengan ciri tertentu yaitu mengandung unsur masalah yang menantang atau merangsang, bersifat interdisipliner, memungkinkan adanya penyelidikan autentik, memungkinkan dihasilkan suatu karya nyata (artefak) dan dipamerkan (exhibit), serta memberi peluang bekerja kolaboratif dalam memecahkan masalah yang dihadapi seperti beberapa materi yang terkait dengan ekologi, lingkungan, keanekaragaman hayati, kependudukan, fisiologi tumbuhan, genetika, biologi sel, mikrobiologi, dan fisiologi manusia.

Efektivitas penggunaan lembar kerja siswa hasil modifikasi pada konsep tata surya dan bola langit terhadap peningkatan hasil belajar fisika siswa kelas II di SMU Negeri 1 Sutojayan Kabupaten Blitar tahun pelajaran 1997/1998 / oleh Setyo Utomo

 

Perencanaan konstruksi baja III bangunan pertokoan
oleh Tunggak Akhmad Sayogi

 

Hubungan kemampuan membaca cerita dengan kemampuan menulis narasi pada siswa kelas V SDN Madyopuro Malang / Friska Dwi Yusantika

 

Yusantika, Friska D. 2015. Hubungan Kemampuan Membaca Cerita dengan Kemampuan Menulis Narasi Pada Siswa Kelas V SDN Madyopuro Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah dan Prasekolah, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Hanifah, M.Pd, (II) Muchtar, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: Membaca Cerita, Menulis Narasi, SD     Menulis narasi merupakan suatu aktivitas menulis pengalaman dan menceritakannya ke dalam bentuk tulisan yang disusun hingga menjadi paragraf dengan memperhatikan beberapa indikator yaitu isi karangan, tata bahasa, pemilihan kata, dan mekanika penulisan. Dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan narasi diperlukan cara salah satunya dengan membaca cerita. Kemampuan membaca cerita siswa dapat mempengaruhi siswa dalam menulis narasi. Guru kelas menyebutkan bahwa siswa yang kemampuan membacanya baik akan menghasilkan tulisan yang baik pula, Begitu pula sebaliknya. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan kemampuan membaca cerita kelas V SDN Madyopuro Malang; (2) mendeskripsikan kemampuan menulis narasi kelas V SDN Madyopuro Malang; (3) mendeskripsikan hubungan kemampuan membaca cerita dengan kemampuan menulis narasi pada siswa kelas V SDN Madyopuro Malang.     Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif. Penelitian ini memilih siswa kelas V SDN Madyopuro Malang sebagai populasi dengan jumlah 5 SD yaitu SDN Madyopuro 1, SDN Madyopuro 2, SDN Madyopuro 3, SDN Madyopuro 4, dan SDN Madyopuro 5 Malang. Sampel penelitian dilakukan acak sekolah (cluster random sampling) melalui undian diperoleh sekolah SDN Madyopuro 4 dengan jumlah siswa 50 orang, dan SDN Madyopuro 66 orang. Data kemampuan membaca cerita diambil dengan memberikan tes subjektif begitu pula dengan kemampuan menulis narasi juga menggunakan tes. Data hasil penelitian dianalisis dengan statistik deskriptif dan korelasi Product Moment menggunakan bantuan program SPSS 16 for Windows.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa kelas V SDN Madyopuro Malang memiliki siswa dengan karakteristik kemampuan membaca cerita sedang dengan skor rata-rata (Mean) 73,1275 dan frekuensi 57 (55,8%), (2) siswa kelas V SDN Madyopuro Malang memiliki siswa dengan karakteristik kemampuan menulis narasi sedang dengan skor rata-rata (Mean) 73,0521 dan frekuensi 56 (54,9%), dan (3) ada hubungan positif dan signifikan kemampuan membaca cerita dengan kemampuan menulis narasi yang terbukti dari perhitungan ( = 0,952).     Kesimpulan penelitian ini yaitu didapatkan hubungan positif dan signifikan antara kemampuan membaca cerita dengan kemampuan menulis narasi pada siswa kelas V SDN Madyopuro Malang sebesar = 0,952.

Kualifikasi butir soal ulangan umum cawu 2 mata pelajaran fisika kelas III di SLTP Negeri I Gayam Sumenep / oleh Zakariah

 

Perencanaan konstruksi II jembatan baja dinding penuh
oleh Tatok Haripurnomo

 

Pengaruh minat belajar dan kelengkapan sarana prasarana bengkel pemesinan terhadap hasil belajar praktik kerja industri siswa kelas XII di SMK Negeri 3 Jombang / Annisa Nur Fitria

 

Perlakuan akuntansi penilaian persediaan barang dagang pada CV Bumiayu Blitar / Ayu Mahardhika Kristiana

 

Kata kunci: Persediaan barang dagang, Periodik, Perpetual, FIFO, LIFO, Average. Didalam sistem kompetitif sekarang ini, metode akuntansi persediaan dan praktek manejemen menjadi perbaikan laba yang efektif. Penilaian persediaan yang lebih baik dapat meningkatkan laba atau profitabilitas. Sementara penilaian persediaan yang kurang baik dapat mengikis laba dan menjadikan bisnis kurang kompetitif. Pembentukan persediaan bermanfaat untuk melindungi perusahaan dari kejadian dan ganguan yang tidak terduga dalam kegiatan operasinya. Manajemen persediaan yang efektif merupakan kunci keberhasilan operasi perusahaan, untuk menjaga kuantitas dan mutu persediaan. Untuk itu perusahaan perlu memperhitungkan penilaian persediaan yang berpengaruh terhadap harga pokok penjualan dan persediaan akhir. Nilai persediaan barang dagang ditentukan oleh dua faktor, yaitu kuantitas dan harga pokok dari persediaan. Kuantitas persediaan barang dagang dapat diketahui dengan melakukan perhitungan fisik persediaan. Sementara itu, harga pokok persediaan dapat diketahui dengan menghitung berdasarkan metode penilaian persediaan. Dalam menilai persediaan terdapat tiga metode yang dapat dilakukan, yaitu metode FIFO (first in first out), LIFO (last in first out) dan biaya rata-rata (weighted average). Tujuan Penyusunan tugas akhir ini adalah untuk menjelaskan bagaimana penerapan akuntansi persediaan pada CV Bumiayu dalam mengelola persediaan, khususnya tentang pencatatan, pengukuran, serta pelaporan persediaan CV Bumiayu. Metode Pengambilan datayang didunakan adalah metode (1) Library Research, (2) Field Research. Library research dilakukan dengan mempelajari literatur dan bahan pustaka sebagai dasar pemikiran dan hasil pembahasan penemuan dilapangan. Field Research dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung dilapangan, seperti mengadakan tanya jawab dan wawancara serta dokumentasi dengan mempelajari arsip-arsip yang dimiliki perusahaan. Berdasarkan hasil evaluasi Berdasarkan hasil evaluasi dapat disimpulkan metode pencatatan dan penilaian persediaan pada CV Bumiayu menggunakan metode pencatatan secara fisik/periodik (periodic inventory system) dan metode penilaian secara LIFO Periodik. Dari hasil evaluasi tersebut dapat disarankan bahwa untuk mengelola persediaan agar dapat menghasilkan laba serta penilaian persediaan yang perpektif, dalam melakukan pencatatan persediaan hendaknya dilakukan dengan metode perpetual, sementara itu penilaian persediaan dilakukan dengan LIFO perpetual.

Pengaruh penggunaan peta konsep dalam mengajar fisika terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas 1 SMU Negeri I Blega / oleh Gondam Djoko Sampurno

 

Perencanaan konstruksi baja
tugas
oleh Mudjari

 

Pengaruh debt default, peluang kebangkrutan, kualitas auditor dan opini audit tahun sebelumnya terhadap pemberioan opini audit going concern (pada perusahaan perbankan yang listing di BEI periode 2009-2012) / Ade Imanuel Chandra

 

Chandra, Ade Imanuel. 2013. Pengaruh Debt Default, Peluang Kebangkrutan, Kualitas Auditor, Dan Opini Audit Tahun Sebelumnya Terhadap Pemberian Opini Audit Going Concern (Pada Perusahaan Perbankan Yang Listing di BEI Periode 2009-2012). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M., Ak, CA., (2) Dr. Hj. Endang Sri Andanyani, S.E., M.Si. Ak. Kata Kunci: Asumsi Going concern, Opini audit going concern, Kualitas auditor.      Suatu perusahaan yang didirikan pasti memiliki tujuan yaitu dapat mempertahankan kelangsungan hidup usahanya (going concern). Perusahaan perbankan perlu menerbitkan laporan audit going concern, laporan audit ini diperlukan oleh Bank Indonesia untuk menilai kinerja dan kondisi bank serta melakukan pengawasan terhadap bank lain dalam mengamankan dan mengelola moneter ekonomi dengan baik.     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah debt default, peluang kebangkrutan, kualitas auditor, dan opini audit tahun sebelumnya terhadap pemberian opini audit going concern serta mengetahui variabel manakah yang berpengaruh paling dominan terhadap pemberian opini audit going concern. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2009-2012 dengan jumlah sampel sebesar 21 perusahaan perbankan. Penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling.     Pengujian hipotesis menggunakan logistic regression analysis dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan debt default, peluang kebangkrutan, dan opini audit tahun sebelumnya berpengaruh secara signifikan dan dominan terhadap pemberian opini audit going concern. Variabel kualitas auditor tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pemberian opini audit going concern.     Penelitian ini memiliki keterbatasan penelitian, yaitu variabel kualitas auditor yang diukur dengan menggunakan variabel dummy yaitu terafiliasi atau tidak dengan KAP The Big Four tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan pada pemberian opini audit going concern. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah dapat mempertimbangkan proksi lain yang dapat mengukur kualitas auditor dengan lebih tepat.

Daya antimikroba getah pepaya (Carica papaya L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus / oleh Eny Sripurwati

 

The implementation of the supplement of the 1994 English curriculum at SLTPN 19 Malang a case study / by Emi Sri Wahyuni

 

Laporan tugas perencanaan konstruksi baja
oleh Mudjio

 

Identifikasi kuantitas cacat berdasarkan variasi kuat arus listrik dan sudut kemiringan elektroda 80' dengan posisi pengelasan mendatar SMAW pada baja ST 37 / Kristoforus Ngutra

 

Ngutra, Kristoforus. 2015. Identifikasi Kuantitas Cacat Berdasarkan Variasi Kuat Arus Listrik Dan Sudut Kemiringan Elektroda 80ş Dengan Posisi Pengelasan Mendatar SMAW Pada Baja S 37. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Solichin, Drs,S.T.,M.Kes., (II) Widiyanti, Hj.Dra.,M.Pd. Kata Kunci: kuantitas cacat, variasi arus, sudut kemiringan, baja st 37     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) untuk mengetahui kuantitas cacat pengelasan SMAW baja st 37 dengan sudut kemiringan elektroda 80° pada kuat arus 70 ampere, (2) untuk mengetahui kuantitas cacat pengelasan SMAW baja st 37 dengan sudut kemiringan elektroda 80° pada kuat arus 90 ampere, (3) untuk mengetahui kuantitas cacat pengelasan SMAW baja st 37 dengan sudut kemiringan elektroda 80° pada kuat arus 110 ampere.     Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode eksperimental yang melibatkan beberapa variabel. Variabel tersebut diantaranya adalah variabel bebas, variabel terikat dan variabel kontrol. Variabel bebas adalah (a) variasi kuat arus, variabel terikat adalah (b) baja St 37 dan variabel control adalah (c) posisi pengelasan mendatar dan kuat arus.    Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan: (1) nilai kuantitas cacat las visual untuk pengelasan dengan kuat arus 70 ampere pada st 37 mempunyai nilai rata-rata sedang. (2) nilai kuantitas cacat las visual untuk pengelasan dengan kuat arus 90 ampere pada st 37 mempunyai nilai rata-rata baik, (3) nilai kuantitas cacat las visual untuk pengelasan dengan kuat arus 110 ampere pada st 37 mempunyai nilai rata-rata kurang baik.

Pengaruh metode permainan terhadap prestasi belajar siswa SLTP N 4 Malang tahun pelajaran 1999/2000 / oleh Nurul Qomariyah

 

Hubungan antara tingkat intelegensia dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran akuntansi di SMU Negeri 01 Turen / oleh Lilik Hendriyanti

 

Peranan perpustakaan sekolah dalam menunjang prestasi belajar PPKN kelas III catur wulan 2 tahun pelajaran 1999/2000 di SLTP Negeri 1 Durenan Trenggalek / oleh Sujono

 

Efektivitas pemberian pra-tes dan pasca-tes terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas III tahun ajaran 2000-2001 di SLTP Negeri 7 Malang / oleh Imam Wahyudi

 

Pemahaman frasa bahasa Indonesia mahasiswa S1 jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Kediri angkatan 1991/1992
oleh Nur Kholidah

 

Using picture cards in teaching vocabulary to increase the students' mastery of vocabulary at the first year of SLTPN 1 Kepanjen an experimental study / by Suprih Welasati

 

Hubungan antara tingkat perhatian orang tua dengan prestasi belajar siswa di SLTP PGRI 01 Sukodono Lumajang / oleh Eri Setiyoadi

 

Perencanaan turbin uap
oleh Supardji

 

Pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pengunjung taman rekreasi sengkaling Malang oleh Zinatul Ma'wa

 

Dewasai ni banyak perusahaan(t ermasukp erusahaanja sa) yang menyatakan bahwat ujuan perusahaany ang bersangkutana dalah untuk memuaskanp elanggan. pelangganm emilih perusahaajna sa biasanyab erdasarkanh arapannyaP. erkembangan dari waktu ke waktu menunjukkan sernakin tingginya tuntutan masyarakat akan penyediaan industri jasa pariwisata. Pengunjung sebagai konsumen produk jasa pariwisata bukan hanya membeli jasa wisata saja tetapi juga kenyamanan, kesenangadna n ketenanganU. ntuk dapat memberikank epuasank epadap engunjung makap erusahaajna sa TamanR ekreasiS engkalingM alang harusm emahamik ualitas layanan yang akan memberikan kerangka kerja tentang apa yang dijadikan indikator oleh pengunjung dalam menilai kualitas layanan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai batran masukan bagi pimpinan perusahaan dalam menentukan kebijaksanaan di bidang pariwisata di Taman Rekeasi Sengkaling Malang. Penelitian ini bertr{uan untuk mendapatkan gambaran obyektif tentang: (l) pengaruh bukti langsung (tangibles) terhadap pengunjung Taman Rekreasi Sengkaling Malang; (2) pengaruh keandalan (realibility) terhadap kepuasan pengunjung Taman Rekreasi Sengkaling Malang; (3) pengaruh daya tanggap (responsivenesste) rhadapk epuasanp engunjungT amanR ekeasi SengkalingM alang; (4) pengaruh jaminan (assurance) terhadap kepuasan pengunjung Taman Re}reasi Sengkaling Malang (5) pengaruh empati (empaty) terhadap kepuasan pengunJung Taman Rekreasi Sengkaling Malang; (6) pengaruh bu}li langsung, keandalan, daya tanggap,j aminan, dnn empati secarab ersama-samate rhadapk epuasanp engunjung Taman Rekreasi Sengkaling Malang; (7) variabel yang dominan pengaruhnya terhadapk epuasanp engunjungT amanR ekreasiS engkalingM alang. Variabel yang diangkat dalam penelitian ini yaitu variabel bebas kualitas layananm eliputi bulrti langsung( fasilitas fisik), keandalan( kemudahanp rosedur), daya tanggap (kemauan dalam membantu pengunjung), jaminan (kemampuan layanan) dan empati (perhatian terhadap kebutuhan pengunjung) serta variabel terikat kepuasanp engunjung. Populasi penelitian ini adalah seluruh pengu4iung kolam renang (kolam renang air panas, kolam renang cumi-curni, kolam renang pesona tirta sari, kolam -r€nangp esonat irta alam) TamanR ekreasiS engkalingM alang dalamb ulan Desember sebanyak1 60.000o rang (dewasa,r emaja,d an anak-anak)d enganju mlatr sampel1 00 responden (peugunjung). Teknik pengambilan sampel secara aksidental sampling. Penelitian ini dilakukan di Taman Relreasi Sengkaling Malang Desember 2003. I Rancangapne nelitiany angd igunakana dalahd eskriptifkorelasionalT. eknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan uji hiporesis menggunakaunj i t dan uji F. Istrumeny ang digunakan mengumpulkand ata berupa angkeVkuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan batrwa secara umum kualitas layanan Taman RekreasSi engkalingM alang dipersepsikanb aik. Dari hasil analisis regresi dan uji hipotesism enunjukkanb ahwa secarap arsial maupun simultan ada pengaruhy ang signifikan antora kualitas layanan dengan kepuasan pengunjung. Keandalan merupakanku alitas layanany ang mempunyaip engaruhd ominan terhadapk epuasan pengunjunTg amanR elcreasSi engkalingM alang (l) Berdasarkanh asil penelitiani ni, disarankan kepada pengelola Taman Rekreasi Sengkaling Malang agar lebih meningkatkank ualitas layanan dan lebih memperhatikank ebutuhand an keinginan pengunjun&d enganc ara : Ada beberapab ulti langsung( fasititas fisik) yang perlu mendapapt erhatian dari pengelolaT aman RekreasiS engkalingM alang seperti gua raksasak arena kondisinya sangatm emprihatinkand an tidak layak dikunjungi dan bila dibiarkant erlantar sangats ayang sekali sebab iru sebenarnyah anya perlu didesainu langs aja;( 2) Agar pengunjungm endapakt emudahan dalamm enjangkau setiap fasilitas yang ada, maka pihak Taman Rekreasi Sengkaling Malang perlu menyediakaant at trasportasiy ang tentu saja sesuaid engank eadaand an kondisi yang ada seperti kereta taman dan sejenisnya.; (3) Untuk membentuk dan memperoleh karyawan yang memiliki daya tanggap maka pihak pengelola Taman Rekreasi SengkalingM alang perlu mernberikant raining dan tambahanp engetahuand engan diadakans eminarm enajemenp emasarajna sa pariwisatad an lain-lain yang sejenis. (4) Dalam memberikanja minan keamananb agi pengunjungp ihak pengelolaT aman Rekreassi engkalingM alang perlu menambatrp etugask eamanant,i dak hanyad ipintu masuk maupun keluar dan beberapa sudut lokasi saja; (5/ Karyawan Taman Rekeasi SengkatingM alang harus tebih membaur dengan pengunjung dan memberikan tempat khusus yang disediakan bila ada pengunjung yang ingin bertanya, mengeluh dan meninta bantuan; (6) Agar kelima vaariabel tersebut mempunyai keseimbangan dalamm emberikanla yanank epadap engunjungm aka perlu adanya kerjasama yang baik diantara semtra unsur yang terlibat; (7) Keandalan merupakan faktor yang dominanh arusd ipertahankank eberadaannydaa n disini yang falror yang paling kecil mempengaruhi terhadap kepuasan pengunjung maka pihak Taman Rekeasi SengkalingM alang perlu mendapatp erhatiany ang besard ari pihak pengelolaT aman RekreasSi engkalingM alang.

Pemanfaatan media komputer sebagai alat bantu belajar pada pelajaran akuntansi di SMU Negeri 1 Batu tahun pelajaran 1997/1998 / oleh Wahyudi

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen mahasiswa fakultas ekonomi Universitas Negeri Malang dalam memilih tempat kost oleh Toliatul Machmudah

 

UniversitaNs egeriM alanga dalahs alahs atup erguruanti nggry angb eradad i kota Malang, rutatata mahasiswa dari Universitas Negeri Malang yang berasal dari htar kota Malang. Sebagai contoh dari 635 orang mahasiswa Fakultas Ekonomi Negeri Malang angkatan 2002, 494 orang mahasiswa berasal dari luar kota Malang. Hal ini yang melatar belakangi meningkatnya kebutuhan akan tersedianya tempat kost.U ntuk mengetahu(i1 ) pengaruhf allor pengalamans, ikap dan kepercayaan, kelas sosial, keluarga serta motivasi dan keterlibatan baik secara partial maupun secarab ersama-samtear hadapk eputusank onsumenm ahasiswaF akultasE konomi UniversitaNs egeri Malang dalam memilih tempat kost, (2) faktor yang memiliki pengaruh dominan terhadap keputusan konsumen mahasiswa Fakultas Ekonomi UniversitaNse geriM alangd alamm emilih tempatk ost. Populasdi alamp enelitiani ni adalahm ahasiswaF akultasE konomiU niversitas Negeri Malang angkatan 2002 yang berasal dari luar Malang. Dari mahasiswa yang ada saat ini sebanyak 494 orang mahasiswa diambil sebesar l5Vo dari jumlah keseluruhaant au sebanyak7 5 orangr espondens ebagasi ampel.P enentuanju mlah sampetl ersebutb erdasarkank eterbatasanw aktu, tenaga dan biaya. Sesuaid engan lokasi populasi tersebut penelitian ini dilakukan di Fakultas Ekonomi Universitas 'NegeriM alang.T eknik pengumpulans ampeld alam penelitiani ni adalahs ampling aksidental. Penelitianin i mempunyaid ua variabel, yaitu variabel independen( X) dan variabel dependen (Y). Variabel independen (X) penelitian ini adalah faktor pengalama(Xnl ), faktor sikapd an kepercayaa(nX 2), faktor kelass osial( X3), faktor keluarga(X 4) serta faktor motivasi dan keterlibatan( X5). Sedangkanv ariabel depende(Yn ) dalamp enelitianin i adalahk eputusanko nsumend alamm emiliht empat kost. Data diperolehm elalui respondeny ang menggunakana lat pengumpuld ata berupaa ngketa tau kuisioner tertutup. Setelahm elalui prosesp engolahand ata dan analisis data regresi berganda maka dapat disimpulkan (1) ada pengaruh yang signifikana ntaraf aldor pengalamans, ikap dan kepercayaank, elas sosial, keluarga serta motivasi dan keterlibatan baik secara partial maupun secara bersama-sama terhadakpe putusakno nsumend alamm emilih tempatk ost. (2) faklor yangm emiliki pengarudho minant erhadapk eputusank onsumend alam memilih tempat kost adalah fahor sikap dan kepercayaan. Sarany angb isa dikemukakanb erkaitand engant emuany angd iperolehs elama melakukanp enelitiani ni adalahs ebagabi erikut: (l). Sarand itqukan untuk pelaku bisnis,b ahwas ebaiknyap arap elakub isnis hendaknyam emperbaiksi emuaf asilitas dan meningkatkan servis quality misalnya, keadaan bangunan, kenyamanan dan keamanan yang ada pada tempat kost yang akan dipasarkan. Dengan hal itu hendaknyap elaku bisnis menyesuaikana ntarah arga dan keadaant empat kost, agar kepuasank onsumend apat dicapai denganb aik. Dengan memperhatikans emuah al tersebutm aka pemasard apat memikat konsumena gar tidak beralih atau berpindah mencari tempat kost yang lain, (2) Saran ditujukan kepada konsumen, bahwa sebaiknya konsumen dalam memilih tempat kost yang kondisi bangunan, kenyamanand an keamanannyab aik. Berdasarkanp enelitian yang telah dilakukan, hendaknykao nsumenle bih selektif dalam memilih tempatk ost. Dengand emikian konsumeank and apatm eminimalisaski etidak sesuaiana tauk etidakc ocokand alam memilih tempat kost, (3) Saran untuk penelitian yang akan datang, lebih baik jika melibatkan konsumen yang lebih luas lingkupnya, tidak hanya dikalangan Fakultas EkonomiU niversitasn egeriM alang sajaj uga dikalanganf akultas-fakultalsa in di UniversitaNs egeriM alang,( 4) Dibicarakanb ersamajik a terjadim asalaha tasp emilik kos ( selakup elakub isnis) denganm ahasiswa(s elakuk onsumen)T. ujuannyay aitu menghindaarid anyak omplin dari konsumen. l1

Pengaruh kapur terhadap pertambahan berat basah, panjang, dan tebal cangkang keong mas (Pomacea caniculata) / oleh Pande Made Suardana

 

Pengaruh model pembelajaran Group Investigation (GI) berbasis lesson study terhadap kemampuan berpikir kristis siswa kelas XI MAN Kandangan Kabupaten Kediri / Maria Ulfa

 

ABSTRAK Ulfa, Maria.2016. Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation (GI) berbasis Lesson Study terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI MAN Kandangan Kabupeten Kediri. Skripsi,JurusanGeografi, FakultasIlmuSosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Prof. Dr. Sugeng Utaya, M.Si, (II) Dra.Yuswanti Ariani Wirahayu M.Si KataKunci:Model PembelajaranGroup Investigation, Lesson Study, KemampuanBerpikirKritis. Model pembelajaran yang banyakditerapkansaatiniadalahmodel pembelajarankooperatif(Cooperative Learning) yang menuntutsiswauntukbekerjasamadanaktifdalamkelompokkeciluntukmencapaitujuanpembelajaran.Pembelajarankooperatifmemilikiberbagai model, salahsatunyaadalah model pembelajaranGroup Investigation (GI). Model pembelajaran GImemilikiberbagaikelebihandansintaknyasesuaidenganKurikulum 2013. Penerapan GIdapatlebihefektifjikadipadukanLesson Studyyang berisikegiatanperbaikanterhadap proses pembelajarandikelas yang dilakukanolehsekelompok guru secarakolaboratif. Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahuipengaruh model pembelajarangroup investigationberbasislesson studyterhadapkemampuanberpikirkritissiswapadakelas XI MAN KandanganKabupaten Kediri.RancanganpenilitianiniadalahPostest Only Control Group Designyang termasukdalampenelitianeksperimensemu.Penelitianinidilaksanakan di MAN KandanganKabupaten Kediri dengan XI IIS 2 sebagaikelaseksperimendan XI IIS 1 sebagaikelas control. Data dalampenelitianiniadalahkemmapuanberpikirkritis.Pengumpulan data dilakukandenganteskemampuanberpikirkritissiswasetelahdiberiperlakuan.Analisis data dilakukandenganmenggunakanSPSS 16.0 for Windows. Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwakemampuanberpikirkritissiswakelaseksperimenlebihtinggidaripadakelaskontrol.Dari hasiluji-t terhadapkemampuanberpikirkritissiswadidapatkanbahwanilaiprobabilitasadalah 0,00. Dari hasiltersebutnilaiprobabilitas< 0,05, maka H0 ditolak, H1diterimaataudapatdiartikanbahwaterdapatpengaruhkemampuanberpikirkritissiswakelas XI yang mengikuti model pembelajarangroup investigationberbasislesson study. Guru disarankanuntukmenggunakan model pembelajarangroup investigationberbasislesson studydalam proses pembelajaran, khususnyaditerapkanpadakompetensidasar yang menuntutkemampuanberpikirkritis.

Pengembangan media pembelajaran Pop Up pada mata kuliah landeskunde II Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang / Bramastyo Dhieka Anugerah

 

ABSTRAK Anugerah, Bramastyo Dhieka. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Pop Up Pada Matakuliah Landeskunde II JurusanSastraJerman Universitas Negeri Malang. Skripsi, JurusanSastraJerman, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Dr. Rizman Usman, M.Pd. Kata Kunci: pengembangan, media pembelajaran, Pop Up, landeskunde. Tujuanpenelitian danpengembanganiniadalahuntukmenghasilkansebuah mediabelajar dan mengajar yang sesuaidenganmateripembelajaranLandeskunde II. Media yang diproduksiadalah media yang mudahdiaksesolehmahasiswa. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan didukung data kuantitatif. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Sugiyono. Pengembangan dilakukan melalui tujuh tahap yang meliputi:potensidanmasalah, pengumpulan data, desainproduk, validasiproduk, revisidesain, ujicobapemakaian, dan revisiproduk. Uji ahli merupakan validasi yang dilakukan oleh ahli materi dan ahli media sebelum uji coba lapangan dilaksanakan. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa media Pop Up merupakan media yang menarik dan mudah digunakan. Dari hasil keseluruhan ujicoba kelompok kecil dan kelompok besar diperoleh rata-rata persentase uji coba sebesar 82,5%. Hal ini menunjukkan bahwa media Pop Upini layak untuk dipergunakan sebagai alternatif sumber materiLandeskunde II. Berdasarkan pengembangan ini disarankan kepada mahasiswauntuk menggunakan media Pop Updalam proses pembelajaran.

Studi tentang kesalahan konsep dalam rangkaian listrik arus searah pada siswa kelas II di SMU negeri 3 Pamekasan tahun pelajaran 1997/1998 / oleh S. Yanne Krisnaefendy

 

Pengaruh latihan senam pencegahan osteoporosis (Sposis) terhadap derajat densitas tulang pada wanita klub sposis di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang / oleh Dwi Purwono

 

Fasilitas belajar, kebiasaan belajar dan prestasi belajar siswa kelas II C dalam mata pelajaran ekonomi koperasi di SLTP Muhammadiyah 01 Sumberpucung Malang tahun pelajaran 1997/1998 / oleh Siti Fatimah

 

Laporan tugas perhitungan bangunan pengairan
disusun oleh Subanar

 

Identifikasi kesalahan dalam menyelesaikan soal-soal matematika siswa kelas II tahun pelajaran 1997/1998 di SLTP Negeri I Sumber Probolinggo / oleh Solihati

 

Peningkatan hasil belajar PKn melalui pembelajaran kooperatif model Student Teams Achievement Division (STAD) di kelas V SDN Wlingi 01 Kabupaten Blitar / Mahfida Inayati

 

Kata kunci: pkn, student teams achievment division (stad), hasil belajar. Penelitian ini memiliki latar belakang dari hasil observasi awal yang dilakukan pada siswa kelas V SDN Wlingi 01, sehingga ditemukan adanya permasalahan mengenai rendahnya hasil belajar dalam mata pelajaran PKn di SDN Wlingi 01 yang tidak dapat memenuhi KKM yang ditentukan yaitu nilai 70 berdasarkan KTSP di SDN Wlingi 01. Dari hasil observasi yang dilaksanakan di SDN Wlingi 01 Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar diketahui bahwa dari 22 siswa hanya terdapat 8 siswa (36%) yang mendapat nilai memenuhi KKM. Selebihnya yakni sebanyak 14 siswa (64%) mendapat nilai di bawah KKM. Sehingga dengan itu dipandang guru perlu melakukan suatu perbaikan pembelajaran dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk melakukan perbaikan tersebut langkah yang perlu diambil adalah dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model STAD. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penerapan model Student Teams Achievment Division (STAD) dan, (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar PKn siswa kelas V SDN Wlingi 01 dengan menggunakan model Student Teams Achievment Division (STAD). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subyek dari penelitian ini adalah siswa siswi kelas V di SDN Wlingi 01Kecaamatan Wlingi Kabupaten Blitar dengan jumlah 22 siswa. Masing-masing siklus PTK terdiri atas perencanaan tindakan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan berupa(1) lembar observasi guru dalam melaksanakan model STAD, (2) lembar observasi siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan model STAD, (3) tes evaluasi/tes akhir, dan (4) dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisa data kualitatif dengan persentase ketercapaian penggunaan model STAD dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari pra tindakan ke siklus I mengalami peningkatan sebesar 2% dari 65% menjadi 67%. Sedangkan untuk peningkatan dari rata-rata siklus I ke siklus II sebesar 14% dari 67% menjadi 81%. Sedangkan peningkatan skor persentase aktifitas guru pada siklus I rata-rata sebesar 84% dengan kualifikasi nilai baik, dan pada siklus II memperoleh peningkatan skor persentase rata-rata menjadi sebesar 97% dengan kualifikasi nilai sangat baik. Begitu pula jumlah siswa yang tuntas juga mengalami peningkatan yaitu, dengan persentase ketuntasan rata-rata dari siklus I ke siklus II sebesar 35% dari 52% menjadi 87%. Peningkatan hasil belajar ini juga diimbangi dengan peningkatan aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif STAD, sehingga siswa aktif dan tidak bosan dalam pembelajaran. Hal ini dapat dikatakan bahwa peningkatan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajarn kooperatif STAD pada siswa kelas V SDN Wlingi 01 telah mencapai keberhasilan.

Pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan: studi pada hotel Santika Surabaya oleh Gayuh Trisna Deviyanti

 

Perkembangagnil obalisassia ati ni salahs atunyab erdampapk adas emakin meluasnypae rekonomianP.a rap urgusahas ebagapi elakue konomti ennnya membuttrhkanke mudahadna lamm engembangkauns ahanykae seluruhd unia.H al ini menuntuat danyap enyediaafna silitasp endukungy aitu salahs ahrnyaa dalah tenpat hunians ementaraat auh otel.H otel sebagaui sahad i bidangjasap erluu ntuk memperhatikaknu alitasl ayanany angd imiliki. Kecenderungakno nsumens aati ni adahnl ebitrm emperhatikakne puasanya ngd irasakank etikam engkonsumbsia rang ataujasaK. ecenderungainni juga menjadip erhatiano lehH otel SantikaS urabaya. Diharapkanm elaluip enyediaaknu alitasl ayananyangmernadaaki anb erpengarult tohadapk epuasapne langgand ann antinyajugab erpengaruthe rhadap -p erkembangapne rusahaan. Tujuand ari penelitianin i adalahu ntukm engetahu(i:1 ) gambarahna sil pengukurantin gkatk ualitasl ayananb ukti langsungp adaH otel SantikaS urabaya; iZ) EamOaratrna silp engukurantin gftatk ualitasl ayanank eandalanpdaHotel Saniita Swabaya(;3 ) gambarahna silp engukurantin gkatk ualitasl ayanand aya tanggapp adaH otel SantikaS urabaya(;4 ) gambaranh asilp engukuratnin gkat maitai layananja minanp adaH otel SantikaS urabaya(;5 ) eambarahna sil pengukurantin gkatk ualitasl ayanane mpatip adaH otel SantikaS urabaya(;6 ) gambaranh asilp engUkurqt0in gkatk ualitasl ayanans ecarak eseluruhapna daH otel SantikaS urabaia;O ) gambarahna silp engukurantin gkatk epuasapne langganp ada Hotel SantikaS urabaya(;S )p engaruhb ukti langsungte rhadapk epuasapne langgan padaH otel SantikaS urabaya(;9 ) pengaruhk eandalante rhadapk epuasapne langgan padat totel SantikaS urabaya(;1 0) pengaruhd ayatanggapte rhadapk epuasan pelangganp adaH otel SantikaS urabaya(;1 1) pengAruhjaminatne rhadapk epuasan pelangganp adaH otel SantikaS urabaya(,1 2) pengaruhe mpatti erhadapk epuasan pelangganpadHao tel SantikaS urabaya(;1 3)p engaruhb ukti langsungk, eandalan, dayat anggapd, anj aminans ertae mpatis ecarab ersama-samtear hadapk epuasan peiangganp adaH otel SantikaS urabaya(;1 4) kualitasl ayanany angp alingd ominan mempengaruhkei puasapne langganp adaH otel SantikaS urabaya. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas yattu kualitas layanand engans ub variabelb ukti langsungk, eandaland, ayat anggapd an jaminans efiae mpati.S edangkavna riabetl aikatnya adalahk epuasapne langgan. Populasdi alamp enelitianin i diperolehd ari rata-ratajumlahp elanggana tau tamuh otei selama1 bulanp adat ahun2 003d enganju mlah sampe1l 00r esponden ataup elangganT. eknikp engambilansa mpeal dalahptrposives ampeal taus ampel bertujuand enganju rnlahs ampedl iperolehm enggunakarnu musS lovin. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan uji hipotesis uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kualitas layanan pada Hotel Santika Surabaya dinilai baik. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa: (l) untuk variabel bukti langsung, rata-rata responden memberikan penilaian baik terhadap kualitas layanan pada Hotel Santika Surabaya dengan nilai standar deviasi yang kecil; (2) untuk variabel keandalan, rata-rata responden memberikan penilaian baik terhadap kualitas layanan pada Hotel Santika Surabaya dengan nilai standar deviasiy ang kecil; (3) untuk variabel daya tanggap, rata-ratarespondenm ernberikan penilaian baik terhadap kualitas layanan pada Hotel Santika Surabaya dengan nilai standar deviasi yang kecil; (a) untuk variabel jaminan, rata-rata responden memberikan penilaian baik terhadap kualitas layanan pada Hotel Santika Surabaya dengan nilai standar deviasi yang kecil; (5) untuk variabel empati, rcta-rata responden memberikan penilaian tidak baik terhadap kualitas layanan pada Hotel Santika Surabaya dengan nilai standar deviasi yang kecil; (6) untuk variabel kualitas layanans ecarak eseluruhan, rata-ratar espondenm ernberikanp enilaian baik terhadap kualitas layanan pada Hotel Santika Surabaya dengan nilai standar deviasi yang kecil; (7) untuk variabel [epuasan pelanggan,r ata-ratarespondenm emberikan penilaian puas terhadap kepuasan pelanggan pada Hotel Santika Surabaya dengan nilai standar deviasi yang kecil; (8) terdapat pengaruh yang signifikan antara butcti langsung terhadap kepuasan pelanggan pada Hotel Santika Surabaya; (9) terdapat pengaruh yang signifikan antara keandalan terhadap kepuasan pelanggan pada Hotel San-tikas urabaya;( 10) terdapatp engaruhyang signifikan atara oayilaggap terhadap kepuasan pelanggan pada Hotel santika surabaya; (1r) toouput!-""^garot yang-signifikan antaraj aminan terhadapkepuasanp elangganp adaH oiel S*titu surabaya;( 12) terdapatp en_garuyha ng.sigrrifikan *tata ehpitr terhadapk epuasan pelanggan pada Hotel santrka s*rabuia; ir:) terdapat penganrh yang siginiiikan antara bukti langsrmg, keandalan, daya tanggap, Oair:aininin ;.i;;;il;**." q:I*yl:r".1 terhadakpe puasapn" i-ge;"pudu n6t"r Santikatf ",u ---" fitryj*f an5 4 o/oke puasanpefangdg-ai;ne ng;.uhiol"ln, "fil, [y_"i;i r+l HSo"ttielTlS alanyti_kaan yaann gp atingd ormian.; .;;gri,i kepuasapn" i;;g_ ft" Surabayaad alahk eandalan_ k, epa.d aBp iehradkam saarnkaajpenam deahn a silp eneritiany angt elahd iperorehm akad isarankan Hotef santika si*f"v" **i touro,"o,ngtu*- luaitu, layanany angt elahd imiliki {lantqqra melJ"i, irl p"rru ud.rtpd.g;#;* danp eningkatanku alitasf asilitasf isik; (2) perlu uaaoyup *rngkatan kemampuan perusahaaant auk eandalanm elaluip emberih traininga taup elatihan sernuad ipartemen tepadad i sec{r.rTa" *pr G); auyut^ggupt a.yu*- aapatO itirigk;tk* melaluip emberianm otivasis alahs ituntu a*g;L".berikan penghargaan karyayg yangm emiliki prestasi bag teryat inggi;" (a)p emenurran;aminamne lalui penyediaansa ranak eamanayna ngm udahtr'iai tsr "-puti utuu t"p"dJ-i* ' kar,vllan.terh.ad-ap_pelangagtaallnr a qrun otetp eitu ottioetu*;,;dh-;;; melaluis ikapk ekeluargaakne padap elanggan. \\

Perencanaan konstruksi beton dengan metode alfa/beta dan variabel n
oleh Mohammad Said

 

Penerapan programmable peripheral interface PPI-8255 pada sistem komputer sebagai pengendali ketinggian air / oleh Sumarji Kuswantoro

 

Pengaruh iklan di televisi terhadap perilaku konsumen mahasiswa Universitas Negeri Malang dalam membeli pembalut wanita oleh Handri Dian Wahyudi

 

Salahs atuc arau ntukm engkomunikasikasnu atup rodukk epadak onsumen adalahd enganik lan, disampingu sahap romosil ainnyas epertip ersonasl elling, promospi enjualand anp ublisitass ebagaimanaad ad alamb auranp romosi.I klan merupakapne sany angm enawarkans uatup roduky angd itujukank epadam asyarakat Iewast uatum edia.T elevisim erupakans alahs atum ediap eriklanana udiov isualy ang memilikbr erbagaki eungguland, engank emampuajna ngkauany angm erambahk e berbagabie ntukk ehidupanm asyarakaAt. gar iklan di televisid apatm enarikp erhatian pemirsam, akai klan tersebuht endaknyad irancangs edemikianru pas ehinggab isa menimbulkakne sand ani ngatand alamd iri pemirsaP. enelitianin i adalahin gln mengetahaupi akahik lan di televisit ersebumt ampum empengaruhpie rilaku konsumenk,h ususnyam ahasiswUi niversitasN egenM alangd alamm embeli pembaluwt anita. Jenisp enelitianin i menurutp endekatannymae rupakanp enelitiane x-post factoP. opulasdi alamp enelitianin i adalahs eluruhm ahasiswui niversitasN egeri Malangy angb e4umlah4 .134o rang.S edangkaj nu mlahs ampeyl angd iambil sebanya1k0 0m ahasiswdi enganm engabaikauns ia,a salj urusan/fakultasd,a n angkatamn ahasiswyi angb ersangkutanT.e knik samplingy angd igunakana dalah sampekl uota( quotas amplrng)P enentuajnu mlah sampetl ersebubt erdasarkan keterbatasapne nelitid alamh al tenagaw, aktud anb iaya.S esuadi enganlo kasi populastie rsebupt enelitianin i dilakukand i lingkunganu niversitasN egeriM alang. Penelitianin i mempunyadi uav ariabely aitu vanabeli ndepende(nX ) dan variabedl ependen(Y ). variabel lndependen(X ) penelitianin i adalahik lan yang terdiri dari sub variabel isi pesan (X1), struktru pesan (X2), format pesan (X3), dan sumbepr esan( &). Sedangkavna riabeld ependen(Y ) dalamp enelitianin i adalah penlakuk onsumen. Datad iperolehm elaluir espondend enganm enggunakaanl atp engumpudl ata yangb erupaa ngket/kuesioneterr tutup.s etelahm elaluip rosesp engolahadna tad an analisisd atar egresbi ergandam akad apatd iketahuih asilp enelitiany angm enyatakan bahwa(:l ) Ada pengaruahn tarais i pesand alami klanp embaluwt anitad i televisi terhadapp erilakuk onsumenm ahasiswUi niversitasN egeriM alangd alamm embeli pembaluwt anita,( 2) Adap engaruha ntaras trukturp esand alami klan pembalut wanitad i televisit erhadapp erilakuk onsumenm ahasiswUi niversitasN egeriM alang dalamm embelip embaluwt anita,( 3) Ada pengaruha ntarat brmatp esand alami klan pembaluwt anitad i televisit erhadapp erilakuk onsumenm ahasiswui niversitas NegeriM alangd alamm embelip embalutw anita,( 4) Ada pengaruha ntaras umber pesadna lamik lanp embalutw anitad i televisit erhadapp enlakuk onsumenm ahasiswi UniversitaNse geriM alangd alamm embelip embalutw anita,( 5) Ada pengaruha ntara isi pesans,t rukturp esanf,o rmatp esand ans umberp esand alami klan pembalut wanitad i televisis ecarab ersama-samtear hadapp erilakuk onsumenm ahasiswi UniversitaNse geriM alangd alamm embelip embalutw anita,( 6) Komponenik lan pembaluwt anitad i televisiy angd ominanp engaruhnytae rhadapp erilakuk onsumen mahasiswUin iversitasN egeriM alangd alamm embelip embaluwt anitaa dalahis i p0san. Sarany angd apatd ikemukakanb erkartand engante muany angd iperoleh dalamp enelitianin i adalah(: 1) Sarand itujukanp adap erusahaapne masangik lan, bahwas ebaiknyap arap emasangik lan lebih memperhatikains i pesand alami klan si televisiH. al tersebudt idasarkana tash asilp enelitianin i yangm enyebutkanb ahwai si pesamn erupakahna l yangp alingb erpengaruthe rhadapp erilakuk onsumenI.s i pesan haruds ibuats ecarak eatif dan informatifa gard apatm enarikp erhatianS. alahs atu yangd apadt ilakukana dalahd enganis i pesany angm engiformasikaknu alitasp roduk yangsebenarnyInaf.o rmasit entangk ualitast ersebuat kand ijadikanr eferensbi agi konsumepne mbaluwt anitau ntuk menggunakamn erk pembaluwt anitat erbaik,( 2) Saradni tujukank epadap rodusenb ahwai klan di televisia dalahs alahs atuf aktord ari sekianb anyakfa ktory angm empengaruhkio nsumend alamm embelis uatup roduk. Dalamm enggunakamne diai klan di televisih arusm emperhatikabne rbagahi al yang harusd ipertimbangkaHn.a l-haly angh arusd iperhatikana ntaral ain: biayay ang mahadl,u raswi aktuy angp endeks, tasiunT V yanga kand igunakand,a nl ain-lain(,3 ) Saranu ntukp enelitiany anga kand atanga kanl ebih baikj ika melibatkank onsumen yangle bihl uasl ingkupnyak, arenap adas aati ni hampirs emuam asyarakadta pat melihaitk lan di televisi.

Studi tentang fertilitas di Kecamatan Prajekan Kabupaten Bondowoso / oleh Firman Fatahillah

 

Perilaku membeli konsumen dan persepsi atas atribut produk celana panjang jean di Universitas Negeri Malang oleh Aliv Victoria

 

celana panjang leun merupakan busana yang dapat dipakai dalam situasi formal maupun non formal. Para rcmaja khususunya mahasiswa sangat suka memakai celana panjanglean karena dapat dikombinasikan dengan pakaian apapun, terlihat modis, dan harganya terjangkau. perusahaan dan para desainer dalam keqanya menciptakan produk celana panjang yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. oleh karena itu, perusahaan dan para desainer perlu mempelajari perilaku konsumen dalam membeli celana panjang jean, agar produk yangd ipasarkand apat diterima oleh konsumen.K onsumend alam membeli celana panJangle an Iidak hanya sekedar membeli celana panja\g Jean, tetapi juga memperhatikan atribut celana panjang jean yang dianggap menarik dan dapat menunjangp enampilanm enjadi lebih menarik. Atribut celana panjangl ean yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli celana panjang Jectn yang ditetapkand alam penelitian ini adalah diperoleh dari hasil sun'ey kepada para produsedna nd itnbutor celanap anjangleand i Malang-JawaT imur. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan, dan menggambarkan perilaku membeli konsumen dalam membeli celana panjang jeun dan persepsl konsumen atas atribut produk celana panjang Jesn di univesitas Negeri vrulung. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitataif, sehingga unruk menganalisis berdasarkafnu luan penelitian,m aka digunakan motode prosentased anskalaL ikert. Penelitian ini mempunyai dua vanabel nyata yaitu perilaku memberi konsumen dalam membeli celana panjang lean di universitas Negeri Malang dan persepsi konsumen atas atribut produk celana panjang Jean- perilaku membeli konsumen terdiri dari dua sub variabel antara lain perilaku membeli inknt dan perilaku mebelt ekstern, sedangkan persepsi konsumen atas atribut celana panjang leanterdind ari indikatorh arga,k esadaranm erek,d an model, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Univesrsitas Negeri Malang yang memakai atau membeli celana panjangleun, kecuali mahasiswa pasca sa{ana yang di dominasi oleh kalangan orang tua yang tidak lagi memperhatikan perkembanga.nfa shion. Sampel dalam penelitran ini be4umlah 100 respondeny ang mengenakaant au membeli celanap anjanglean. sampel diambil denganm engunakan teknik sampel bertujuan Penenfuan jumlah sampel tersebut karena keterbatasan peneliti dalam hal tenaga, biaya, dan waktu. Hasil penelitianm enyimpulkanb ahwa, (l) Rata-ratar espondenm emberikan penilaians etujut entanga danyap enlaku membeli intern merupakans alah satu fakor yang mempengaruhi dalam membeli celana 1ean. (2) Rata-rata responden memberikan penilaian setuju tentang adanya perilaku membeli ekstern merupakan salah satu faklor yang mempengaruhi dalam membeli celarn jean. (3) Rata-rata memberikanp enilaian setuju tentang adanyap ersepsik onsumen atas atribut produk merupakans alahs atu faktor yang dipertimbangkan dalam membeli celanaj ean. I I I Sarany ang diajukanp enulisd alam penelitiana dalah:( l) hendaknyas ebelum membeli celana panjang jean, mahasiswa membandingkan atribut celana panjang jean yang satu dengan yang lainnya di toko-toko pakaian khususnya harga, merek, dan model yang bertujuan untuk mendapatkan celana panjangjean yang memuaskan, (2) bagi mahasiswa yang ingin tampil modis dengan memakai celana jean, hendaknyam emperbanyakp engetahuant entang celanajean besertaa sesoris-asesoris yang dapat menunjang penampilannya di media cetak atau eleklronik, misalnya: majalahr emaja, televisi, internet, dan lain-lain, (3) dalam menetukan kebutuhand an keinginan atribut produk yang mereka pilih dalam membeli celana jean khususnya atribut model celana jectn, hendaknya mahasiswi Universitas Negeri Malang tidak memilih model celana yang terlalu ketat misalnya model hibster, stracht untuk menghindarhia l yang tidak diinginkan.( 4) hendaknyap ara pemasarc elanap anjang jean memanfaatkan kegiatan-kegiatan yang banyak melibatkan partisipasi kaum remaja khususnya mahasiswa dalam mempromosikan dan memasarkan produknya, misalnya parade musik yang diselingi fashion celana jean, (5) hendaknya para p€masapr erlu membuat media iklan yang konsepnya mononjolkan kepribadian para remaja saat ini, sehingga mudah diingat dan melekat dalam benak konsumen yang bertujuanu ntuk memposisikanp roduk yang drlualnya denganp roduk pesaing,( 6) hendaknyap ara pemasarm emberikan potongan harga, atau diskon sebagaid aya tarik dalam memasarkan produknya,

Efektivitas antara pemberian tugas pra dan pasca kegiatan belajar mengajar terhadap peningkatan prestasi belajar fisika pada pokok bahasan energi bagi siswa kelas I cawu III tahun pelajaran 1997/1998 di SLTP 3 Lawang Kabupaten Malang / oleh Yuliati

 

Hubungan antara persepsi siswa pada tingkat kesukaran materi pelajaran fisika dan prestasi belajar fisika siswa kelas II SLTP Negeri 10 Pasuruan tahun pelajaran 1997/1998 / oleh Sugeng Prayoga

 

Pengembangan media pengajaran fisika tentang gerak parabola dengan komputer / oleh Supar

 

Beberapa model penggunaan LKS dalam pengajaran konsep kalor pada siswa kelas I SMUN 01 Tumpang-Malang / oleh Anis Herlianingsih

 

Kemampuan memahami wacana siswa kelas 1 SMU Negeri 1 Blitar tahun pelajaran 1997/1998 / oleh Misiati Hardiyanti

 

Pengaruh sikap siswa pada guru dan sikap kerja praktikum biologi terhadap prestasi belajar biologi bagi siswa SMU Negeri 3 Bojonegoro / oleh Cipto Mulyo Jarwoto

 

Efektivitas pemberian tugas sebelum dan sesudah pembahasan materi elastisitas terhadap prestasi belajar siswa kelas I cawu 3 SMUK Santo Thomas Tulungagung tahun ajaran 1997/1998 / oleh Yohanes Suhartono

 

Penambahan daging ikan tenggiri pada pembuatan croissant / Emilia Prisdiana

 

Prisdiana, Emilia. 2013. Penambahan Daging Ikan Tenggiri Pada Pembuatan Croissant. Tugas Akhir. Program Studi D3 Tata Boga. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si. (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: penambahan, ikan tenggiri, croissant Croissant adalah roti gulung berbentuk bulan sabit, biasanya terbuat dari adonan puff pastry. Bahan pembuatan croissant hampir sama dengan pembuatan roti, namun yang membedakan yaitu dengan penambahan pastry margarine (korsvet) sehingga menghasilkan tekstur yang berbuku-buku dan terasa empuk saat dimakan. Ikan tenggiri yang digunakan yaitu ikan tenggiri segar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi resep croissant dengan penambahan daging ikan tenggiri yang tepat, selain itu untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa dan tekstur croissant dengan penambahan daging ikan tenggiri. Panelis dalam penelitian ini adalah mahasiswa Tata Boga angkatan 2010-2012 sejumlah 40 orang. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa 24 panelis (60%) menyukai warna croissant dengan penambahan daging ikan tenggiri, 15 panelis (37,5%) menyukai rasa croissant dengan penambahan daging ikan tenggiri dan 17 panelis (42,5%) menyukai tekstur croissant dengan penambahan daging ikan tenggiri. Formula yang tepat untuk produk croissant dengan penambahan ikan tenggiri adalah formulasi ke 2 yaitu penambahan daging ikan tenggiri sebanyak 150 gr dengan terigu protein tinggi 250 gram. Warna yang dihasilkan yaitu coklat kemasan, rasa gurih dan tekstur yang empuk dan berpori halus. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar panelis memilih suka terhadap warna croissant dengan penambahan daging ikan tenggiri, tetapi hanya beberapa panelis yang menyukai rasa dan tekstur croissant dengan penambahan daging ikan tenggiri.

Hubungan antara NEM IPA SMP dengan prestasi belajar fisika siswa kelas II SMUN 1 Tejakula Kabupaten Buleleng Bali pada tahun pelajaran 1997/1998 / oleh Trans Juwono

 

Perbedaan prestasi belajar fisika siswa kelas 2 pada materi listrik statis antara siswa yang diberi PR dikoreksi tanpa dibahas dengan dibahas tanpa dikoreksi di SMPN 2 Gempol / oleh Wiwit Fatkurinah

 

Studi tentang keberhasilan peningkatan usaha pada koperasi wanita Tuhu Premati Wredi" di Kotamadya Malang / oleh Eni Hartatik"

 

Validasi bahan ajar IPS-Geografi SLTP berdasarkan kurikulum 1994 di Kabupaten Banjar Kalaimantan Selatan oleh Syansuri

 

ABSTRAK Syamsur2i.0 fD.V alidasBi ahanA jar IPS-Geogaf SLTpB erdasarkan Kwifulmtl 994 di Kabtrytm BaniarK ali mantanS elatanS kipsi, JurusanP endidikanG eognfiF MIPAU M Malangp. embimbing:( I) Drs. RtyPwwanto, MP{ 0D Dra"S umarmil,v l.pd. tr(atak unci: validasib ahana jar,k etercernaan/pemahamisia, nke jelasanb ahasa. Padaa walt ahun1 999D €partemcPn endidikand anK ebudayaanrr enerbitkan ryplsmgng ans-garibse sarp rogramp cngajara(nG Bpp)k hususnybai dangs tudiI ps- Oeo$afi.S uplemetnc rsebudt igunalnnu ntukm en]rempurnakgaanx is-garbise sar progranp e_ngajaryaann gt ermuadt alamk urikulum1 994y angtelahd igunakan selamale bihk urangli ma tatrunN anun demikianh, ritulumyang rclah disempurnakainni belumd ilengkapdi enganb ukup elajaranA. kibitnya,k hususu ntuk me0rp elajamnlP s4€ografi terbit bukrrp elajanadna ri pengarandga np enerbityang berMa" , Tujuan penelitiag png menganalisisb ahan aj"' Ips4eografi sLTp ini dimaksudkmu ntukm engctahu(i:1 ) validitask aercernaar/pematramisain bukut eks IPS-Geo$afis LT? kelast r di SLTPN egeri I srmgai-TabukK abupatenB anjar Kalimanuns elatand, an( 2) validias kejelasanb ahasab ukut eksI pgceografr srrp kelastr di sLTPN egeriI sungair abuk KabupateBn anjarK alimantanS elatan. Uutukm emecahkamn asalalrp, enelitianin i dirancangd engante knika nalisis is!1arqute tnit penelitianu ntukm ernbuaitn ferensi-inferensiyanaga patd itiru dan sahihd atad alamk ontekmyaD. alamp enelitianin i datad iperolehd aril ima puluh enams iswak elast r SLTPN egeriI SrmgaTr abukp adac aturwulan1 . - Populasdi alamp enelitianin i adalahb ukut els Ips-Geografrim tuks LTp yangd ipergmakand i SLTPs e-KabupateBna njarm elipuri:T iga serangkaIi,n tan PariwaraY" udhistirad, anP abelan. -. Untuks ampedl ilahrkand uat ahnp:P ertema,d iambils ecarap urposive samplingrm tukm enentukanjydublu tu. Akhirnyad iperolehb ukut eksl ps-Geografi karangaKn wwanto,d kk. (1999)y angd iterbitkano tetrF r. Tiga serangkapi ustata Mandiri,S olo.K arenabukute kst ersebudt ijadikans ebagabi ukup atceiOKi alimantan selatand, and ipalraoi leh6 00lod ari sLTp yanga dad i Kabupatebna njar.K edna, untukmenentukasna mpepl okokb ahasadni gunakanra ndoms amplings, etelah dirandomd iperolehp okokb ahasasnu mbcrD ayaA lam Indonesiim iteri caturw ulan I, danl ima puluhe nanrs iswad ijadiakans ebagasia mpedl alamp enelitianin i. Analisisnytae rdiri dari:( 1) ketercenunns iswat erhadapis i bahana jar,d an( 2) kejelasabna hasaya ngd igunakano lehb ukut ekst ersebut. Insfrtnrreunn tuks iswaa dalahte se saiy angt erdiri atasd uaj enis soa!j enis pertamau ntukm enguhr ketercernaan/pemahamisia, nd any ang[ eaua untuk mengukwk ejelasanb ahasau ntuk meqiawabte st ersebust iiwa harusm embaca dui/asncaalnisais)s'ea cndagisr ase idsitaekrnaadnta idslae mndg aafnttaa nrp betr*b-tn-apnagnr rDaa.n*a 'u yga"niug"d itiopte,-r^o lehd ari siswa - vpml)ae eulqimdnnittbauaa'k.sipnt m c$dmebinna,bg gnikeldarat iah nnr hig htuukaitinarp mgna.-Bkp aalunnhtt gie lltkeseatb esr i nhhebe isterbam#iilr r tgav da naeLgtidnuo ;g i stauaau;nkmu otfaioeda nfeaips nta-igerA'nnakan st0oi i d,sr4ie lwi0g6a0u;mi .,n deaamknaek nrnet uudnauci aa,ra" 2)u dniatnuakmliseisd'n egnugkautnnirn rgmkuastyl €asitnuk:aranti ap butir tese saif rng dfu"rikanp adas iswa Ts TK = &ZY 1gg o7o n KeterangaTnK = TingkatKesukaran ! s =ruml*rsatatr a - Jumlahn ilai total setiapit en bah3a)s utaen rtmuka msuekkn lasnsitfuikkaasanlipu akkaar,h tse esdk aenrcgdr,c aenrm nauadna/hpemahamisia dna ne s kejelasan kelastr D paatdaad c aarti' nsivsuwraadn it k yrmanpg'ltt earnu imri oeuta'i taurtit eus te estea,ik. te pnaradralyi mp"a.i pt uruhe nams iswa "il* kteelajealabs/aabnnaa hlisabissua hD.t a tetakd sal prsi a-Gnaeloisgisad foi sroLmTpe nkde itkausmt rypaunlkga tenar .digii* d ;A,*angaais"ri .d*an isi dan lejclasan batrasa. kkeepsatulasDhaaanrstn iane d gsauarani adai netaanurgt iisagintpsy calnnedgbda inipl.aaapkta u'kr1riaw xn a mrncetrolsad,, lkouk1ia .o (nrnt9rugi9sr ai9sdnr cogtki ,a uulim4.r e,*nnd a amipp"airutnd il-iaam mtaebsrddiilhaa ppaatt $DgrkyuE$ rtc sd frosntngg*a ptipd 1akr.|vursy l$i4 sdeihriwngisgihae.a pnUrsdi liarrw iricsia dpaans iteeb*ariaknilyiaeanUti diard,k ai 5o/o digrua kans ebelumd irevisi. ri!$ l9untptu,T k m{*e ndeinet,u"kt.akanqp ta igkaakh sr uitaeturpi yaaar alfgtr,(a rdf) a rn.kr "arli-m"pa"tJ Uelial*slK,i iuriria*nsgoje rlasd an ninimal duak alimatd ans etiapkalimato'"**oru unsur-unsusrp oK ftarimat TinTi'pdtT as9skJu :e alapKs! a?a, pf)tK anbuaafnrtl a pananJgryaea mgl areasnaf,grp yntaiaanb adil[suaieuan tnigaas spudp raa-nurka nagsdsrriulhal ;baft ajne ykdtat eiac rnidp; irredi daikria-sJt a-,rio4"dr ia,on(o 3,) lmsur-unsSuPr OKnya. "i"'*.i'g""0*g Per,t rmHaak,: ailr peennalee -blii,htdi yaaanrni s gde ipmaariortec smuds dios aaaij iktaaundo ai alatambss eon-ytui,a kup raafitai;n b erikduet:ngan .kmeteenrdcearpsnakatoa rbd apiekm,m aahkaiasm.it.eK aesens d atuie arl,sa etebnudatau peatakt aa"pte "gdo, ;r;i;n; amo, irfirilil,Joioniirir "l ,s"t* 1901/'.a*gFd emikiarkue jelasabna hastaid akd apadt ilakukasni swas, ehingga !$l_{afat dikategorikapnq qliki kejelasabna hasLK "tig", p"aag'f'^g memitiki !lll,r3y5{!7"io d-,e bnagikaE dn0e ,r1n4ih%aH,q ap.s aifriakagsrkai' r&arndygiapb aetdi kiB ka,streog/oordikakanmrn ae smifiiklikauist i*id ira*krbr iaik yangti dakb aik's ehinegdaa paat ntfuan tidakm cmitikvi aliditas f8t?0p,1e4.qor/no/,lkclmasaihfkiakumarasainni sbg ia. Kike8 e,smf%pa,tp'd, aan'rsiaafs yiarfnugamt iidie arnkdili[klkti :liails.'irf"*rairs"ibt rik tyidaankgjmeleam2sl .ilEikklolia hs.ifikasjei las73,llo/o,klasifikaksui rangjela5s, 04o/odaknla sifikasi Kesimpilan(:1 ) ksliassuinfpi kaadsaybi auokcuv t aerki4sI PsTeSng-iG*n ge.so,;d1$ a{appns_a r!rtd- rGt deAnoi;ag,isrka *tf fyi caanm*gud e iIam rnnilaeiklmiisv iiaslmil kideik itotaaalsufiits eiesk nke opraedlaasi dbtckkcfeaauleeiaskkwaktos eaautcguIireflt cmriei ekmkaelsgaesfnlraiP tsLnmo kgitdisT aer ria'milaPpGvkikkknap baeke ie/ deaonopmlaaisemle kr sildfaIm siiI aksaf wrsciaiihn ycr aatd(jr ai1nrksrw praaeo i'ig ap-umsrtaksga c npme-aeo*lt oafl n ieoa"ttns za5mts*tdirl rt g"t6ee laiit*alkgnps; ,i;n*otrid i naa ;r .:Uiua'-siqiidlsa..a,iyd*ii*lnir Jau l;i t-"ns p*trgk rs"tv,t€ r;-n,a;Ic"b"p'l"*fi*idfs shi;ld-,hLis dJa,sipg*n.rh giJ""5 i?rln"7ii-la ;ii0rgffirsfif,i;ii iretd*ri ts.h"'t* ii,o,n ^grospm,asnrm ea-"m,nepu l i"aliakluuii kdeikseatleagholaernbik tihaidd naa kim szeom-r "ilhiki";i Igidg;"t;";r;-lik"ill; *j.rt-frf ilrfifJi;gn;,rr"d.*ua. ny ankgtai driamkjae tiansymd aae nmd ailipkai t sann'saran:(r).pagruan rh endaknyr"au uiu* J*ggunakanb ukut ekslp slY, Ybtl-9lLry"laah' ag'rk lsatar'vaann g;ddaa lambu kure ktse rsebut lcrtgirn_caranvabersamafira'sril;""r.i;nifffi;il;h;:i"" E$[o-Iv[',-t?lpenulii burrei ts,r ,i"i"r"y" bahaysan gd igunakan $unnti nskkaut nampruira"n,ip ..t".'".a il;Jffff ;uffiih, E$g1r-g5a$i.rVeu. ryrt.hfi g."-*fi danb ahastran donesi4 DepartemuPr endidikanN asionalh, endatcnva ----- lTTo t*S Or.lomendasikuanntu ta g;alkanA CaranyKa epalaK antorW ilayalr - a[pndosenlguru yanga titi geografdi an

Efektivitas penerapan sistem informasi akuntansi dalam penyusunan anggaran penjualan pada PT. Timur Selatan Desa Sambirejo Pare Kediri oleh Khrisnalia Yudha Anggraini

 

Persaingan yang seurakin tajarn dalam pasar perdagangan rnendorong produsen untuk mencari pemikiran baru agar mampu mendapatkan dan mempertahankanp osisinya dengan rnengkuti perkembangan selera konsumen. Perusahaanm emproduksi barang atau jasa untuk memperoleh laba yang optimal atau setdaknya impas. Agar barang ata:u jasr yar-g diproduksi sampai pada konsurnen salah satu upayannya adalah membuat perencanran seciua memadai, khususnyan pereucanaan penjualan. Perencanaan penjualan atau disebut dengan anggaran penjualan yang disusun berdasarkan informasi penjualan yang tersedia dalam informasi akuntansi khususnya informasi penjualan. Dalam menyusun anggaran digunakan informasi yang berupa jenis produk yang dijual, jumlah produk yang dijual sertah argap okok persafuanp roduk yang terjual. Tetapi dalam penyusun€rna nggaranp enjualan, tidak melalui tahapan-tahapan tertentu balkan bila ada indikasi anggaran dibuat setelah direalisasi. HaI itu bisa mengakibatkan kinerja dari anggaran tidak bisa dievaluasi. Penelitian ini menggunakan rancangan diskriptif komparatif dengan teknik analisis kualitatif. Data bagi penelitian diperoleh dengan cara wawancara dan dokumentasi sepanjang tahun 1997 sampai dengan tahun 2002. Adapun tahapan analisisnyam eliputi: (l) identifikasi sistemp enjualan,( 2) analisisp rosesp enyusunan anggaranp enjualan perusahaan(, 3) analisis prosesp enyusunana nggaranp enjualan dengan metode trend moment, (4) analisis anggaran penjualan dan realisasi anggaran yang dibuat oleh perusahaan terhadap anggaran penjualan berdasarkan metode trend moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis informasi yang disediakan oleh sistem informasi akuntansi penjualan meliputi: (l) junlah pendapatan penjualan menurut jenis produlg (2) jumlah piutang kepada setiap debitur, (3) jumlah harga produk yang terjual, (4) na:ra dan alamat pelanggan, (5) kualitas yang tedual, (6) otorisasi pejabat yang berwenang. Adapun inforrnasi yang diperlukan untuk nenyusun anggaran rneliputi: (l) jenis produk yang dijual, (2) volume produk yang drjual, (3) harga pokok persatuan produlq dan (4) wrlayah pemasaran. Prosedur penyusunana nggaranp enjualanp erusahaanm eng:ndikasikana danyap enyimpangan yang ditandai antara anggaran peqiualan dan realisasi dari anggaran tidak ada perbedaan sehingga perusahaan tidak dapat menjalankan fungsi perencanaan dan

Perencanaan konstruksi beton dengan metode variabel n PBI 1971
disusun oleh Djoko Harijanto

 

Perencanaan konstruksi beton bertulang
oleh Sukarni Ginting

 

Perencanaan turbin uap (design of steam turbine)
disusun oleh Machmud

 

Minat siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran pameran seni rupa pada kelas 9 semester genap tahun pelajaran 2013-2014 di SMP Negeri 2 Bantur / Zainul Rachman

 

Zainul, Rachman. 2014. Minat Siswa Terhadap Pelaksanaan Pembelajaran Pameran Seni Rupa Pada Kelas 9 Semester Genap Tahun Pelajaran 2013-2014 Di SMP Negeri 2 Bantur. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Dra. Lilik Indrawati, M.Pd, (II) Drs. Sumarwahyudi, M.Sn. Kata Kunci: Minat, Pameran, Seni Rupa     Salah satu bidang dalam pembelajaran seni budaya adalah bidang seni rupa. Di dalambidang seni terdapat kompetensi dasar (KD) pameran seni rupa. Salah satu KD yang hendak dicapai dalam pembelajaran seni budaya di SMP Negeri 2 Bantur adalah menyelenggarakan pameran seni rupa di sekolah. Berdasarkan hasil nilai rata–rata yang dicapai siswa dalam pelaksanaan kegiatan pameran seni rupa tidak memenuhi ketuntasan minimal 75, maka penulis berasumsi bahwa siswa menunjukkan tanda-tanda kurang berminat pada materi pembelajaran pameran seni rupa, disamping itu ada beberapa faktor penyebab yang mempengaruhi minat siswa terhadap pembelajaran pameran seni rupa. Sehingga nilai yang dicapai dalam pembelajaran pameran seni rupa tidak mencapai ketuntasan minimal. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan minat siswa kelas 9 semester genap tahun pelajaran 2013-2014 di SMP Negeri 2 Bantur terhadap pembelajaran pameran seni rupa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif dan pengumpulan datanya menggunakan angket. Tehnik analisa data yang digunakan adalah tehnik prosentase. Populasinya adalah siswa kelas 9 semester genap tahun pelajaran 2013-2014 di SMP Negeri 2 Bantur yang berjumlah 182 orang. Penentuan sampel secara random sampling. Pengambilan sampel 25% dilakukan secara acak dan jumlah keseluruhan sampel 46 orang siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minat siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran pameran seni rupa berupa: perhatian, keaktifan, keantusiasan, kerja keras, ketekunan dan semangat. Hal tersebut ditunjukkan dalam bentuk skor prosentase.Faktor dari dalam diri siswa memberikan dukungan positif (64,28)pada minat belajar materi pameran seni rupa meskipun tidak didukung oleh faktor bakat dan cita-cita. Dukungan dari lingkungan keluarga (57,24) mendukung minat siswa terhadap pembelajaran seni rupameskipun kurang di dukung oleh faktor ekonomi keluarga. Dukungan dari lingkungan sekolah menunjukkan bahwa guru sangat mendukung (92,39) belajar siswa meskipun sarana dan prasarana tidak mendukung (13,04) kegiatan pameran seni rupadan kurang didukung oleh kebijakan kurikulum dalam menjadwalkan waktu yang tepat untuk kegiatan pameran seni rupa sehingga siswa mempunyai permasalahan pribadi yaitu tidak bisa membagi waktu belajar dengan baik. Dukungan dari lingkungan masyarakat tidak menghambat bahkan mendukung (73,91) suasana belajar siswa. Penelitian ini diharapkan dapat membantu keluarga siswa agar memberikan semangat, perhatian terhadap kebutuhan fasilitas pendukung belajar dan pengawasan terhadap anak di luar jam belajar sekolah. Disarankan guru dapat mengambil kebijakan dan memilih strategi pembelajaran yang tepat sekaligus mengadakan perbaikan proses pembelajaran pameran seni rupa di SMP. Bagi sekolah perlu mengevaluasi,memperbaiki fasilitas kegiatan pameran dan penjadwalan waktu pameran secara bijak. Bagi mahasiswa jurusan seni rupa dan desain diharapkan dapat mengambil manfaat untuk penelitian selanjutnya.

Perencanaan konstruksi beton dengan methode n dan variabel n
oleh Suherman

 

Perencanaan konstruksi II jembatan baja dinding penuh
direncanakan oleh Sudjiarto

 

Perencanaan konstruksi beton dengan metode alfa/beta dan variabel n
oleh Mohammad Ishaq

 

Isolasi, karakterisasi,identifikasi, dan uji aktivitas minyak atsiri kulit kayu manis (cinnamomun burnanni) oleh Fifah Dwi Anugrahani

 

Kayum anism erupakanta namany angd iyakini sebagasi alahs atub ahano bat disional. Karyurn anisb anyakd igrmakano lehm asyarakast ebagapi enyedap utman, minumand, anw ewangianK. omponenu taman inyak atsiri kulit kayu mis@a umumnyab enryas enyawak imiaturunanb enzenad ant erpenoidyang rnnurnnydaig rmakasne bagi bahans unscr@n. penelitimi ni bersifate ksperimentayla ngd ilalrukm di taboratoriumK imia FMIPAUniveniasN egeriI vfalangP erusahaaAni r Minum JasaT irh Malang,d an BalaBi esaP enelirtiadnm PengembangmK ulit Yoryakarta.I solasim inyaka lsiri kulitkayum anisd ilakukand enganm etoded estilasiu apair. Identifikasis enyawa penyusrya dilahrkand €ngantr omatografig as-spekfronetrrin assaP. engujian kmampuanm inyaka tsiri kulit kayu maniss ebagatia bir rurya dilalekan dengan . mdodes pektofotornefiu ltravioletd e gru masing-masinkgo nsentras5i V/o,40o/o, 35,71yo,2,778 %, dan1 2,50o/doa ne valuasinyad idasarkanp adan ilai perhitungan p€rs€nastera nsmissi ritemad il personbsetr ansmispi igmentasi. IIasil penelitianm enunjukkanb ahwar enderrenn ninyaka tsiri kulit kayu mmisa dalah0 ,M45%. Minyak atsiri kulit kayum anism emprmyaini deksb iasr atantal, 522 padas uhu2 0" C danb €ratj enis 1,034g ram/rnLS. enyawap enyusunu tarna minyaka tsirik ulit kayum anisd idugaa dalahf enitnetanala taub enzaldehitl;1,3,3- riretil-2-oksobisiHo-[2.2.2]-oktana3;J dimetil-I,6-oktadien-3-ol; 1,7,7-friretil bisikb [2.2.11-2-heptan4o-lm; etil-l-(l-metile til[3-sikloheksen-l-o2l;- (4-metil-3- sikloheksenil)-2-propao3l;- fenilpropma[3-fenil-2-propena1f, 7,7-tfunetibl isiklot2.2. ll-heptil-2-etanoa3t;- fenil-2-propeniel tanoatP. adas emuak onsentasim inyak Sirikulitkayummis menunjukkans ifm sebagatia bir suryak arenamemilikni ilai pers€nbshea nsmisie ritemad anp igmentasyi angb eradap adad aerahs rmblock. Semakirne ndahk onsentraspi engaruhte rtadapk ulit semekinb erkurangp adad aerah sunblockh al ini ditunjukkand engans emakinti nggi nilai persentastera nsmisei ritema danpignenasi.

Perencanaan turbin uap
oleh Sariyono

 

Laporan perhitungan tugas konstruksi baja
disusun oleh Slamet

 

Penerapan solution-focused brief therapy (SFBT) untuk meningkatkan harga diri (self-esteem) siswa SMA: suatu embedded experimental design / Mulawarman

 

Kata kunci: Perubahan Terapeutik, SFBT, Harga Diri, Embedded Experimental Design Fakta yang didapat dari hasil-hasil penelitian mengenai upaya meningkatkan harga diri (self-esteem) khususnya pada siswa SMA, mengindikasikan perlunya upaya-upaya atau strategi-strategi untuk menangani remaja yang memiliki harga diri rendah secara efektif. Pada seting persekolahan dalam rangka membantu pemecahan masalah yang dihadapi oleh siswa salah satu kegiatan yang dilakukan oleh konselor sekolah adalah memberikan layanan konseling terhadap para siswa. Dalam mewujudkan layanan konseling yang profesional di sekolah, konselor diharapkan memiliki kemampuan untuk terampil, menguasai dan mengaplikasikan strategi-strategi tertentu secara efektif dan efisien yang tentunya memperhatikan juga konteks dan kepribadian siswa. Dengan kata lain, diperlukan waktu yang efektif dan efisien terutama ketika konselor melakukan intervensi-intervensi khusus melalui konseling dengan pendekatan-pendekatan tertentu Dalam upaya untuk melakukan konseling yang memperhatikan konteks waktu dan aplikatif terutama di seting persekolahan maka salah satu pendekatan konseling yang akan digunakan adalah Solution-Focused Brief Therapy (SFBT). SFBT merupakan pendekatan terapi atau konseling yang memiliki konsep yang sederhana dan mudah pada sisi praktikalnya lebih difokuskan pada bagaimana mencari pemecahan (solusi) daripada diorientasikan pada masalah. Selain itu pendekatan SFBT menekankan pada kekuatan, keberhasilan, sumber-sumber daya dan harapan individu sebagai elemen yang berdayaguna dalam proses terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana penerapan SFBT membuahkan perubahan terapeutik dalam meningkatkan harga diri (self-esteem) siswa SMA. Tujuan lain dari pengujian kemanjuran pendekatan SFBT adalah mengetahui sejauhmana tahap awal konseling SFBT membuahkan perubahan terapeutik pada konseli dan Mengetahui sejauh mana penerapan teknik-teknik spesifik pada konseling SFBT yang terintegrasi dengan tahap-tahap awal sampai terakhir mampu meningkatkan perubahan terapeutik yang mungkin sebelumnya telah terjadi sebagai dampak perwujudan tahap-tahap konseling SFBT. Dalam menjawab permasalahan penelitian digunakan rancangan penelitian Embedded Experimental Design. Dalam desain penelitian ini rancangannya bermanfaat untuk mengembangkan suatu treatment, menguji proses dari sebuah intervensi atau tindak lanjut dari hasil eksperimen. Desain ini dapat diwujudkan melalui pemerolehan data yang bersifat kualitatif yang disertakan dalam desain eksperimental. Penelitian dilakukan pada subyek yang diklasifikasikan atas dua kelompok yaitu subyek eksperimentor dan subyek sasaran eksperimen. Dalam hal ini subyek eksperimentor adalah konselor dan sebagai subyek sasaran eksperimen adalah siswa SMA Laboratorium UM Malang yang menunjukkan gejala-gejala rendah harga diri. Hasil Penelitian ini dilihat dari hasil secara kuantitatif ditemukan bahwa ada perbedaan tingkat harga diri ketika siswa sebelum mendapatkan intervensi SFBT dan sesudah mendapatkan intervensi SFBT. Dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank test dimana nilai z hitung adalah -2,207, dimana p sebesar 0,027. Dengan kata lain intervensi SFBT mempunyai efek pada perubahan terapeutik untuk peningkatan harga diri (self-esteem) siswa. Pada sisi kualitatif dengan mendasarkan pada hasil analisis percakapan ditemukan bahwa penyataan atau tuturan konseli dari yang bersifat rendah harga diri berubah menjadi tinggi harga diri. Meskipun ada beberapa konseli yang perubahan berkutat pada tuturan dan sikap ataupun masih keinginan, namun ada pula yang perubahannya diikuti pada perilaku. Selain itu pada analisis percakapan di sesi-sesi awal konseling, konseli mereka merasa terbantu, lebih nyaman dan mendapatkan pola pikir atau gambaran lebih jelas dari masalah yang mereka hadapi. Hal tersebut diwujudkan dalam bentuk pengaplikasian teknik-teknik SFBT yang terintegrasi dalam faktor-faktor umum dalam proses terapeutik.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |