Peningkatan keterampilan menyimak dongeng melalui penggunaan wayang kartun dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas II SDN Kauman 3 Malang / Suryati

 

Kata kunci: peningkatan, keterampilan menyimak, wayang kartun. Hasil tes awal penelitian dalam pemahaman mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas II semester II diketahui bahwa keterampilan menyimak dongeng siswa kelas II SDN Kauman 3 Malang menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyimak dongeng masih rendah yang disebabkan oleh metode dan teknik yang digunakan guru kurang tepat serta tidak ada media yang digunakan dalam pembelajaran. Untuk meningkatkan keterampilan menyimak dongeng digunakan media yang menarik dan dekat dengan dunia siswa yaitu wayang kartun. Tujuan penelitian ini, mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran keterampilan menyimak dongeng dengan menggunakan wayang kartun dalam pembelajaran Bahasa Indonesia ,mendeskripsikan peningkatan keterampilan menyimak dongeng dengan menggunakan wayang kartun dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas II SDN Kauman 3 Malang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini yaitu seorang guru kelas II dan seluruh siswa kelas II SDN Kauman 3 Malang, dengan prosedur (1) Perencanaan, (2) Tindakan dan Observasi (3) Refleksi, (4) Perbaikan Rencana. Instrumen pada penelitian ini berupa (1) soal-soal tes, (2) pedoman observasi dan (3) pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan wayang kartun meningkatkan antusias siswa dalam belajar dan memahami materi baik ketika menyimak maupun saat menceritakan kembali serta tertarik mengikuti pembelajaran. Peningkatan rata-rata keterampilan menyimak dongeng dari siklus I dengan nilai 73,19 ke siklus II dengan nilai 79,66 sebesar 6,47%. Sedangkan peningkatan rata-rata menceritakan kembali secara lisan dari siklus I dengan nilai 73,4 ke siklus II dengan nilai 81,81 sebesar 8,41% serta peningkatan hasil belajar dari sebelum tindakan, siklus I dan siklus II, yaitu dari nilai rata-rata kelas sebelum tindakan 62,29 meningkat menjadi 69,97 dan pada siklus II meningkat dengan nilai 82,42, persentase peningkatan nilai rata-rata kelas dari sebelum tindakan ke siklus I sebesar 7,68% dan dari siklus I ke siklus II sebesar 12,45%, sehingga persentase peningkatan nilai rata-rata kelas dari pra tindakan ke siklus II sebesar 20,13 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pelaksanaan pembelajaran dengan wayang kartun dengan langkah menunjukkan wayang katun, tanya jawab, memodelkan, siswa menirukan. Penggunaan wayang kartun dapat meningkatkan hasil belajar siswa meliputi ketrampilan menyimak, menceritakan kembali dan penguasaan materi. Saran kepada guru agar menggunakan wayang kartun dalam pembelajaran menyimak dongeng.

Efektifitas pemberian tugas kokurikuler secara individu dan kelompok terhadap prestasi belajar fisika pada pokok bahasan energi listrik bagi siswakelas III cawu I SLTPN 1 Randudongkol Pemalang tahun pelajaran 2000/2001 / oleh Sukiswo

 

Guru sebagami ediatord alamp rosesb elajarm engajasr angabt erperand alam usaham eningkatkanp restasbi elajars iswa.P eningkatapnr estasbi elajar-dapat ditempuhm elalui metodep engajarand anp emberiant ugask okurikuler.P ada umumnya siswa merasa enggan atau kurang termotivasi untuk belajar dirymah, apabilat idak diberi tugask okurikuler, akibatnyaa kanb erpengaruhte rhadapp restasi UetaiarD. alam penelitiani ni sebagaui payau ntuk meningkatkanp restasib elajar fisika,s iswad iberitugask okurikulers ecarain dividud ank elompok. Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahumi etodem anay angp alinge fektif untukm eningkatkanb elajarf isika antaras is*a yangd iberit ugask okurikulers ecara individud ans isway angd iberi tugask okurikulers ecarak elompok. Populasdi alamp enelitranin i adalahs iswak elasI II cawuI SLTPN egeri1 RandudongkaPle malangta hunp elajaran2 000/2001S. edangkasna mpedl alam penelitianin i adalahs iswak elasI II A yangd iberi tugask okurikulers ecarak elompok, iiswa kelasI llB diberit ugask okurikulers ecarain dividu.s etelahe ksperimen berakhirk eduak elompokd iberit esp restasdi enganb obots oaly angs ama. Selanjutnydaa tad ianalisisd enganm enggunakaunj i t padat arafs ignifikan5 %. Dari hasilp enelitiand enganm enggunakaunj i t padatarafsignifikan5 % menunjukkanbahwats;1**=4,474)ttabcl:1,665'makahipotesisditerima'Jadi bisad iiimpulkanb ahwap restasbi elajarf isika sisway angd iberit ugask okurikuler yang dikerjakan secara kelompok lebih efektif dari pada siswa yang diberi tugas kokurikulery angd ikerjakans ecarain dividu

Studi tentang pelaksanaan pengajaran Geografi di SMA Negeri se Kota Madya Malang / oleh Abdul Karim

 

Korelasi antara perkembangan motorik halus dengan kemampuan menulis awal anak usia dini di TK Al Muhajirin Kota Malang / Dwi Indrawati

 

ABSTRAK Indrawati, Dwi. 2015. Korelasi Antara Perkembangan Motorik Halus dengan Kemampuan menulis Awal di TK Al Muhajirin Kota Malang. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. I Wayan Sutama, M.Pd, (II) Pramono, S.Pd. M.Or. Kata Kunci: Perkembangan Motorik Halus, Kemampuan Menulis Awal, Taman Kanak-Kanak Kemampuan menulis merupakan dasar kemampuan yang harus dimiliki oleh anak sebagai salah satu cara mengungkapkan pemikiran dan perasannya ke dalam tulisan. Kemampuan ini membutuhkan suatu keterampilan khusus dalam merangsangnya yaitu dengan melakukan latihan motorik halus secara terus menerus dan berkesinambungan. Perkembangan motorik halus dapat dilakukan dan dirangsang dengan baik oleh semua pihak, sebagai upaya untuk menggembangkan kemampuan menulis awal bagi anak. Oleh karena itu penelitian ini, membahas tentang hubungan antara perkembangan motorik halus dengan kemampuan menulis awal di TK Al Muhajirin Kota Malang. Penelitian ini bertujuan (1) mendiskripsikan perkembangan motorik halus; (2) mendiskripsikan kemampuan menulis awal: dan (3) Mendiskripsikan hubungan antara perkembangan motorik halus dengan menulis awal di TK Al Muhajirin Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian studi korelasi. Subjek penelitian ini adalah 21 siswa TK Al Muhajirin kota Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumen. Intrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa hasil rangkuman penilaian berdasarkan indikator perkembangan motorik halus dan kemampuan menulis awal anak. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan uji validitas dan reabilitas data. Berdasarkan analisis data diperoleh simpulan bahwa rata-rata dari perkembangan motorik halus dengan skor 80 katagori baik, sedangkan untuk perkembangan kemampuan menulis awal didapatkan rata-rata sebesar 82 katagori sangat baik. Hasil dari pengolahan korelasi terdapat hubungan yang signifikan antara perkembangan motorik halus dengan kemampuan menulis awal di TK Al Muhajirin Kota Malang. Dari hasil analisis r=0,979 dengan sig. 0,000 < 0,05, ini berarti r=0,979 signifikan pada α=0,05. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan yang positif antara perkembangan motorik halus dengan kemampuan menulis awal di TK Al Muhajirin kota Malang. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara perkembangan motorik halus dengan kemampuan menulis awal, sehingga diperlukan kerjasama yang baik dari semua pihak, baik itu guru maupun pihak yang lain, untuk melakukan kegiatan pemberian rangsangan dan latihan yang dilakukan secara optimal kepada seluruh peserta didik, agar kemampuan menulis awal didapatkan hasil yang maksimal.

Penyelidikan tentang keadaan alat-alat pelajaran membaca permulaan dan faktor-faktor penyebabnya pada Sekolah-sekolah Dasar Proyek dalam Kotamaya Malang / Idrus A. Karim

 

Peningkatan kemandirian anak melalui pendekatan scientific di Kelompok A TK-SD Satu Atap SDN Mojolangu 5 Malang / Fitriah Puspita Ningtyas

 

ABSTRAK Puspitaningtyas, Fitriah. 2015. PeningkatanKemandirian Anak MelaluiPendekatan Scientific di Kelompok A TK-SD SatuAtap SDN Mojolangu 5 Malang.Skripsi, JurusanKependidikanSekolahDasardanPrasekolah, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeriMalang.Pembimbing: (1) Drs. I Wayan Sutama, M.Pd, (II) Pramono, S.Pd. M.Or Kata Kunci: pedekatanscientific, kemandirian, anak kelompok A Latar belakang yang mendasari penelitian ini dilakukan adalah karena rendahnya kemandirian anak dalam hal menyelesaikantugasdari guru, anakmasihmemerlukanbantuandari orang sekelililingnya. Hal ini disebabkan kurangtepatnya guru memilihmetodepembelajaran.Proses pembelajaranlebihseringmenggunakanbukudanmajalah, sehinggaanakkurangtertarikdancepatbosan. Tujuan masalah yang ada dalam penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan bagaimana penerapan pendekatanscientific untuk meningkatkan kemandirian anak dalam mengerjakansendiritugasdari guru, mengendalikanemosidengancara yang wajarsertabanggaterhadaphasilkaryanyaanak di kelompok A TK-SD SatuAtap SDN Mojolangu 5 Malang. (2) Mendeskripsikan apakah penerapan pendekatan scientific dapat meningkatkan kemandiriananak dalammengerjakansendiritugasdari guru, mengendalikanemosidengancara yang wajarsertabanggaterhadaphasilkaryanyaanak di kelompok A TK-SD SatuAtap SDN Mojolangu 5 Malang. Penelitianinimenggunakanrancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus dilakukan dengan empat alur pokok yaitu: (1) perencanaan, (2)pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan, dan (4)refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi kemampuan anak, lembar wawancara, dan foto kegiatan anak selama pembelajaran berlangsung. Subyek penelitian adalah peserta didik kelompok A di TK-SD SatuAtap SDN Mojolangu 5 Malang pada tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 20 anak. Berdasarkanhasildaripenelitiantersebutdiperolehkesimpulansebagaiberikut: (1) Kemandiriananak mengalami peningkatan (2) Anak semakin bersemangat mengikutisetiapkegiatan pembelajaran (3) Suasana di kelas menjadi kodusif. Hal ini terbukti dari hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan ketercapaian kelas pada siklus I sebesar 50% dan pada siklus II sebesar 90% dengan persentase peningkatan dari siklus I hingga siklus II sebesar 40%.Peneliti berharap pendidik anak usia dini dapat menerapkan pendekatanscientificdalam usaha meningkatkan kemandiriananak. Diharapkan pula dapat mengembangkan pendekatanscientific untuk membantu anak menguasai kemampuan yang lain.

Penelitan tentang pengajaran matematika di SMA dengan menggunakan modul dan non modul / Muchtar Abdul Karim

 

Studi tentang kegiatan-kegiatan pengembangan terhadap pegawai-pegawai tatausaha oleh kepala-kepala kabin PDPLB wilayah se Kabupaten Pasuruan / Karnali

 

Pemanfaatan limbah kaca sebagai fasa diam pada kromatografi kolom / oleh Ony Tri Budianto

 

Pemanfaatanb ahan-bahanb ekask adang-kadangd apatm empermudahd an menekanb iaya yang diperlukand alam penelitian.S alahs atunyaa dalahl imbah kacay angd imanfaatkans ebagaai dsorbenk aronak acam empunyaki omponen utamas ilika (+70o /od) anm emiliki strultur yangh ampirs amad engans ilika gel. Penclitian ini bertujuan untuk menaapkan kelayakan serbuk kaca dengan variasi 50, 100,d an 200 meshs ebagafi asad iam (adsorben)p adak romatografik olom dalamp emisahank omponenm inyak cengkehd an sampelc ampurand ari etanol dan toluena. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Sebehun digunakan serbuk kaca diaktivasi dengan cara direndam denganH CI I N selarna2 4 jam, kemudiand inetralkand engana quadesla lu dipanaskadna lamo venp adas uhu1 05'C selama6 jam. Sebagafia sag eraka tau pelarut digunsksn dietil eter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada serbuk kaca dengan ukuran 200 mesh telah dapat memisalrkan dengan sempuma komponen eugenol dari kariofilena dalam minyak cengkeh dan etanol dari campuran etanol dan toluena pada sampel buatan Sehingga dapat disimpulkan bahwa serbuk kaca dapat digunakans ebagafra sad iam padak romatografik olom.

Pengaruh pengajaran kimia anorganik dengan pendekatan termodinamika dan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar mahasiswa jurusan Pendidikan Kimia IKIP MALANG / oleh Muhammad Su'aidy

 

Pembelajaran persamaan garis lurus dengan pendekatan open-ended pada siswa kelas II SMP Sriwedari Malang / oleh Hamdani

 

The teaching of english at "Surya Buana" bilingua nature Islamic elemetary school Malang / Faikhah Falistatunis

 

As the implementation of The Decree of Ministry of Education and Culture (RI/No.0487/1992) that was followed by another one (No.060/4/1993), many elementary schools in Indonesia begin to provide English for their upper-class students, even for their lower-class students. However, based on the findings for a three-year research and from an observation in short training, more or less 80% of English teachers for young learners have a low qualification to teach English in elementary school, such as English education background and English skills. Additionally, there are some schools, which implements new concepts for their school. One of them is “Surya Buana” Bilingual Nature Islamic Elementary School Malang. This school combines two concepts – bilingual and nature concept. Therefore, it is interesting to investigate how is the teaching of English at “Surya Buana” Bilingual Nature Islamic Elementary School Malang that is done by a teacher without English education background. This study was intended to describe the teaching and learning process of English at “Surya Buana” Bilingual Nature Islamic Elementary School Malang. It was expected that the description of this study was beneficial as a feedback for the teacher and school in developing the school’s concepts. This study was a descriptive qualitative research. The subjects were the third-year classes of “Surya Buana” Bilingual Nature Islamic Elementary School Malang of 2008/2009 academic year. Data were obtained from the teacher and the students of the classes. The main instrument in the study was the researcher, who was supported by some instruments, i.e.: observation checklists, interview guide, and field notes. From the findings, it could be concluded that the teaching and learning processes had weaknesses in some aspects. The weaknesses were on the teaching techniques applied, the use of workbook, and the instructional media used. The teaching techniques applied were question-answer, listen-repeat, quiz, and games. The students use workbook instead of textbook. In addition, textbook, workbook, flash cards, and white board were the instructional media used by the teacher in the classroom. The teaching and learning process partially met with the objective of teaching English. Familiarizing English to the students in their daily life was not achieved yet. Consequently, the implementation of bilingual concept was in the low level; the students speak with their mother tongue most of the time. Besides, nature was partially appropriate when it was used as the media in the teaching and learning of learning. Based on the research findings, some suggestions were given for the betterment of teaching and learning process of English in the class. For the English teacher, she should work harder to increase the quality of the teaching learning process of English by implementing various teaching techniques, planning the teaching activities well in advance, selecting interesting instructional materials and media for her students, familiarizing the students with English daily expressions, and joining English course, seminars, or workshops to develop her qualification. For the principal, he should supervise whether the implementation of the program run well or not. The qualification of the teachers needs to be developed. For other people or institutions, they need to prepare well before implementing the same program. For the next researchers, it is suggested to conduct research about teaching English in elementary school with more specific focus so that the teaching of English in elementary school can be described and analyzed more deeply.

Peranan penggunaan subsidi pemerintah seratus ribu rupiah dalam rangka Pembangunan Lima Tahun I tahun ke V di Kecamatan Maospati 1973 / oleh Mardjilin Kartodihardjo

 

Sejauh manakah sumbangan yang diberikan oleh mata pelajaran Ilmu Kimia untuk lebih mudah memahami beberapa mata pelajaran Kejuruan Pertanian di Sekolah Pertanian Menengah Atas / oleh Theresia Karyanti

 

Pengaruh pengelolaan modal kerja terhadap tingkat likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas perusahaan (studi kasus pada PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.) / Shinta Ayunany

 

ABSTRAK Ayunany, Shinta. 2009. Pengaruh Pengelolaan Modal Kerja terhadap Tingkat Likuiditas, Profitabilitas, dan Solvabilitas Perusahaan (Studi Kasus pada PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.) Skripsi., Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Helianti Utami, S.E, M.Si, Ak., (2) Drs. H. Sumadi, S.E, MM. Kata kunci: pengelolaan modal kerja, likuiditas, profitabilitas, solvabilitas. Modal kerja memegang peranan yang penting dalam suatu perusahaan dan digunakan untuk menjalankan kegiatan operasi. Besar kecilnya modal kerja tergantung pada jenis usaha perusahaan. Jumlah modal kerja yang baik bagi suatu perusahaan adalah modal kerja yang cukup. Salah satu penyebab kerugian dan keberhasilan sustu perusahaan adalah bagaimana perusahaan mengelola modal kerjanya. Kekurangtepatan dalam pengelolaan akan menyebabkan perusahaan mengalami kesulitan yang mungkin timbul karena adanya krisis atau kekacauan keuangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan modal kerja, untuk mengetahui tingkat likuiditas, untuk mengetahui tingkat profitabilitas, untuk mengetahui tingkat solavabilitas, untuk mengetahui pengaruh pengelolaan modal kerja terhadap tingkat likuiditas, untuk mengetahui pengaruh pengelolaan modal kerja terhadap tingkat tingkat profitabilitas, untuk mengetahui pengelolaan modal kerja terhadap tingkat solvabilitas, pada PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah rasio keuangan untuk likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas serta analisis uji korelasi rank spearman dengan menggunakan SPSS for Windows. Variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah pengelolaan modal kerja. Sedangkan variabel terikat (Y) adalah likuiditas (Y1), profitabilitas (Y2), dan solvabilitas (Y3). Dari uji statistik untuk uji pengaruh pengelolaan modal kerja terhadap likuiditas diperoleh hasil rs=0,964 dengan signifikasi 0,000 untuk taraf signifikasi 5%. Hasil untuk uji pengaruh pengelolaan modal kerja terhadap profitabilitas diperoleh hasil rs=0,857 dengan signifikasi 0,014. Dan Hasil untuk uji pengaruh pengelolaan modal kerja terhadap solvabilitas diperoleh hasil rs=0,752 dengan signifikasi 0,031. Berdasarkan hasil analisis korelasi dapat ditarik suatu kesimpulan yang menyatakan bahwa: (1) Ada pengaruh yang signifikan antara pengelolaan modal kerja dengan likuiditas, yaitu tingkat likuiditas akan meningkat pada saat terjadi kenaikan modal kerja, begitu juga sebaliknya.(2) Ada pengaruh yang signifikan antara pengelolaan modal kerja dengan profitabilitas, yaitu tingkat profitabilitas akan meningkat pada saat terjadi kenaikan modal kerja, begitu juga sebaliknya. (3) Ada pengaruh yang signifikan antara pengelolaan modal kerja dengan solvabilitas, yaitu tingkat solvabilitas akan meningkat pada saat terjadi kenaikan modal kerja, begitu juga sebaliknya. Saran yang bisa dikemukakan berkaitan dengan temuan yang diperoleh selama melaksanakan penelitian ini adalah: (1) Bagi perusahaan diharapkan pengelolaan modal kerja tetap dipertahankan untuk tahun-tahun berikutnya agar dapat mencapai tingkat likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas yang tetap baik. (2) Adanya kelebihan atau penurunan modal kerja dapat dijadikan alat pengambilan keputusan terhadap kegiatan usaha pada tahun berikutnya. (3) Bagi peneliti selanjutnya yang bertujuan sama dengan penelitian ini disarankan untuk menggunakan lebih banyak lagi rasio selain yang telah dibahas dalam penelitian ini, seperti rasio aktivitas dan rentabilitas. (4) Untuk penelitian dimasa yang akan datang sebaiknya mengadakan penelitian pada 2 jenis perusahaan, seperti perusahaan jasa dengan perusahaan dagang sehingga bisa dilakukan analisa yang mendalam tentang perbedaan penggunaaan modal kerja.

Effisiensi penggunaan tenaga tutor dalam rangka pelaksanaan KPD dengan sistem kelompok belajar di tiga desa kecamatan Karangploso Kabupaten Malang / Karyati

 

Pengembangan media wayang kdi dalam pembelajaran kognitif kelompok B di Taman Kanak-kanak Kota Malang / Silvia Putri Anggraeni Winindarti

 

Kepurbakalaan pada komplek Sunan Giri / oleh Aminuddin Kasdi

 

A Study of the correlation between KAD/0452/TM/74 (The Scholastic Aptitude Test) and the proficiency in The English Department of FKSS - IKIP Malang / Kasihani

 

Studi tentang Pleomorfisma Rhizobium SP. pada beberapa tanaman dari famili Leguminosae
Yusuf Kastawi

 

Strategi kepala sekolah dalam melaksanakan kurikulum 2013 (studi multi situs di SDN Dinoyo 2 Malang dan SDN Madyopuro 1 Malang) / Siska Agustina

 

Agustina, Siska. 2015. Strategi Kepala Sekolah dalam Melaksanakan Kurikulum 2013 (Studi Multi Situs di SDN Dinoyo 2 Malang dan SDN Madyopuro 1 Malang). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Kusmintardjo, M.Pd, (II) Dr. Asep Sunandar, S.Pd, M.AP. Kata kunci: strategi, kepala sekolah, pelaksanaan Kurikulum 2013     Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang mengacu pada pembelajaran tematik terpadu. Dimana dalam pelaksanannya, Kurikulum 2013 bertujuan untuk mengembangkan kreativitas peserta didik dalam hal kognitif, psikomotorik, dan afektif. Sehingga peran kepala sekolah sebagai pemimpin sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan pelaksanaan Kurikulum 2013. Strategi yang diberikan kepala sekolah sangat menentukan berhasil atau tidaknya pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah. Oleh karena itu, dalam kepemimpinannya kepala sekolah memiliki tanggung jawab menjadikan guru yang berkualitas dan mampu menghadapi perubahan-perubahan kurikulum serta memiliki kemampuan untuk membuat program-program baru yang ada pada Kurikulum 2013.     Tujuan penelitian ini: (1) mendeskripsikan strategi kepala sekolah dalam melaksanakan Kurikulum 2013, (2) mendeskripsikan masalah yang dihadapi kepala sekolah dalam melaksanakan Kurikulum 2013, dan (3) mendeskripsikan solusi masalah yang dihadapi kepala sekolah dalam melaksanakan Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan jenis penelitian studi multi situs di SDN Dinoyo 2 Malang dan SDN Madyopuro 1 Malang. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil analisis data selanjutnya dicek di keabsahan data melalui pemeriksaan triangulasi, pengecekan keanggotaan, dan kecukupan bahan referensi. Tahap penelitian meliputi tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap pelaporan.     Temuan penelitian ini yaitu (1) strategi kepala sekolah dalam melaksanakan Kurikulum 2013, meliputi (a) memberikan pelatihan dan pendampingan Kurikulum 2013 kepada guru-guru yang dilaksanakan tingkat gugus se Kecamatan, (b) pengadaan buku-buku penunjang Kurikulum 2013, (c) memberikan sosialisasi kepada orangtua siswa terkait dengan pelaksanaan Kurikulum 2013, dan (d) memberikan motivasi dan mengadakan supervisi terkait pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah.(2) masalah yang dihadapi dalam melaksanakan Kurikulum 2013, antara lain (a) kesulitan dalam pembuatan RPP, silabus, dan program kegiatan yang menggunakan Kurikulum 2013, (b) sistem penilaian yang terlalu mendetail sehingga dalam pelaksanaannya guru-guru merasa kesulitan, (c) kesulitan dalam memberikan pemahaman kepada guru-guru dan orangtua siswa terkait pelaksanaan Kurikulum 2013, (d) sarana dan prasarana yang kurang memadai, dan (e) kurangnya tenaga pendidik (3) solusi masalah dalam melaksanakan Kurikulum 2013, antara lain (a) mendatangkan narasumber untuk melatih guru-guru dalam pelaksanaan Kurikulum 2013, pembuatan RPP, silabus, dan program kegiatan serta sistem penilaian, (b) memberikan pemahaman kepada orangtua siswa terkait dengan pelaksanaan Kurikulum 2013 pada saat pembagian raport, (c) mengadakan sarana dan prasarana, media pembelajaran, dan buku-buku penunjang Kurikulum 2013, dan (d) melibatkan kepala sekolah, guru-guru, komite sekolah/orangtua siswa, UPT, dan Dinas Pendidikan Kota Malang dalam mengatasi masalah.     Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada, (1) Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang hendaknya mengadakan pelatihan Kurikulum 2013 khususnya dalam hal sistem penilaian yang kurang praktis dan materi yang kurang mendalam sehingga dalam pelaksanaannya di sekolah guru-guru tidak merasa kesulitan dalam hal penilaian dan memiliki pemahaman terkait pelaksanaan Kurikulum 2013. (2) kepala sekolah diharapkan dapat meningkatkan kerjasama dengan guru-guru, pengawas sekolah, orangtua siswa, Unit Pelaksana Teknis (UPT), dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan khususnya mengenai strategi dalam melaksanakan Kurikulum 2013. (3) Guru hendaknya mampu mengembangkan metode dan media pembelajaran dan bisa meningkatkan kerjasama dengan guru lain dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah dan guru juga diharapkan menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai panduan dalam proses pembelajaran. (4) Jurusan Administrasi Pendidikan hendaknya mengadakan pelatihan kepemimpinan pendidikan dan manajemen kurikulum. (5) peneliti lain yang berminat melakukan penelitian terkait Kurikulum 2013 dapat dijadikan bahan referensi untuk melakukan penelitian serupa atau lanjutan dengan mengembangkan subjek dan jenjang pendidikan lainnya.

Pengintensifan penarikan pajak tontonan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah di Kotamadya Daerah Tingkat II Madiun / oleh Kayadi

 

Manajemen pembelajaran kelas akselerasi (studi kasus di SD Laboratorium UM Malang) / Soni Prasetya

 

Prasetya, Soni. 2015. Manajemen Pembelajaran Kelas Akselerasi: Studi Kasus di SD Laboratorium UM Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Mustiningsih, M.Pd, (II) Wildan Zulkarnain, S.Pd, M.Pd. Kata kunci : manajemen pembelajaran, kelas akselerasi. Peserta didik yang memiliki potensi bakat sangat istimewa cenderung lebih cepat menguasai materi pelajaran dibandingkan dengan peserta didik dengan kemampuan rata-rata. Peserta didik yang memiliki potensi bakat istimewa nampak santai dan kurang memperhatikan guru pada saat pembelajaran. Mereka umumnya menempuh kelas akselerasi. Peserta didik di kelas akselerasi perlu mendapat penanganan dan program khusus, sehingga potensi kecerdasan yang dimiliki dapat berkembang secara optimal. Mengingat bahwa siswa program akselerasi memiliki kecerdasan yang luar biasa, maka dibutuhkan strategi belajar mengajar yang sesuai dengan kemampuan mereka sehingga kemampuannya dapat diterapkan secara optimal. Kegiatan belajar mengajar program akselerasi bertujuan untuk menerapkan pengajaran atau pelayanan individual dan pengajaran kelompok. Fokus penelitian ini meliputi: (1) perencanaan pembelajaran kelas akselerasi di SD Laboratorium UM; (2) pengorganisasian pembelajaran kelas akselerasi; (3) pelaksanaan pembelajaran kelas akselerasi; (4) penilaian pembelajaran kelas akselerasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan;(1) perencanaan, (2) pengorganisasian, (3) pelaksanaan, dan (4) penilaian pembelajaran akselerasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) wawancara, (2) observasi, dan (3) dokumentasi. Data yang telah diperoleh kemudian diuji dengan menggunakan metode triangulasi sumber, ketekunan pengamatan, dan perpanjangan keikutsertaan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa SD Laboratorium UM memakai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan jam belajar yang sama antar kelas akselerasi dan reguler. Struktur kurikulum memuat kelompok mata pelajaran dengan memperhatikan standar kompetensi kelulusan dan standar isi yang telah ditetapkan. Penyelenggaraan program kelas akselerasi di SD Laboratorium UM Malang tidak menggunakan rekrutmen khusus atau tes khusus untuk peserta didik akselerasi. Akselerasi di sekolah ini adalah akselerasi murni dari peserta didik yang benar-benar mempunyai kemampuan diatas rata-rata dengan menggunakan syarat mampu mencapai kriteria yang telah ditetapkan di sekolah. Strategi pembelajaran dikelas akselerasi dikemas dengan baik dengan berpusat pada peserta didik. Guru sebagai fasilitator mendorong dan memberikan ruang bagi peserta didik dalam mengembangkan potensi belajar secara aktif, kreatif, dan menyenangkan. Penilaian pembelajaran akselerasi di SD Laboratorium UM dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan untuk memperoleh informasi tentang kemajuan dan keberhasilan belajar dari peserta didik. Peserta didik harus mencapai target kompetensi yang telah ditetapkan yaitu minimal nilai 80 untuk setiap mata pelajaran.

Hubungan sikap siswa terhadap pelajaran matematika dan kemampuan penalaran formal dengan prestasi belajar matematika siswa kelas I SMU Negeri di Kabupaten Pamekasan / oleh Susanah

 

Kemampuan mengapreasiasi unsur alur cerita, penokohan serta hubungan antara keduanya dalam cerita pendek pada siswa kelas II SPGK bersubsidi Malang
Philipus Keranz

 

Studi tentang kemampuan mahasiswa Pendidikan Fisika angkatan 2002 dalam mengkaji pustaka untuk penelitian / Amalia Ika Nursanti

 

Hubungan antara usia kawin pertama, lamanya periode reproduksi dan praktek kontrasepsi dengan tingkat fertilitas di Kecamatan Taman Kotamadya Madiun / oleh Retno Kinteki

 

Manfaat industri pariwisata dalam menciptakan kesempatan kerja di Kabupaten Badung / oleh Ketut Kirya

 

A Phonemic analysis of Sumbawa Besar / Kismiarto

 

Studi tentang peranan Lembaga Sosial Desa (LSD) dalam pengembangan masyarakat desa di Desa Bunulrejo, Sanansari dan Lowokwaru di Kecamatan Blimbing Kotamadya Malang / Stephie Kleden

 

Pembelajaran kosakata bahasa Arab bagi siswa MI dengan menggunakan kamus situasi bergambar tiga bahasa (Indonesia-Inggris-Arab) penyusun Asep H. dan Ahmad Zakky / Nurul Dwi Wijayanti

 

ABSTRAK Wijayanti, N.D .2015. Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Bagi Siswa MI Dengan Menggunakan Kamus 3 Bahasa (Indonesia-Inggris-Arab)Penyusun Asep H. Dan Ahmad Zakky. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hanik Mahliatussikah S.Ag, M.Hum (II) Ali Ma’sum S.Pd, M.A Kata Kunci : bahasa Arab, siswa, kosakata, metode ,penelitian, kamus Di sekolah MI dan sebagian Sekolah Dasar bahasa Arab telah masuk ke dalam salah satu mata pelajaran yang diajarkan SD/MI sesuai dengan berdasarkan kurikulum Departemen Agama bahasa Arab mulai diajarkan di MI pada kelas IV akan tetapi pada pelaksanaannya banyak sekali MI yang menyelenggarakan pelajaran bahasa Arab mulai kelas 1. Penelitian ini ditujukan untuk membelajarkan kosakata bahasa Arab dengan menggunakan Kamus Situasi Bergambar 3 Bahasa (Indonesia-Inggris-Arab) ini mengacu siswa agar tertarik dalam mempelajari kosakata baru yang berada di sekitar mereka, seperti anggota keluarga, rumah, lingkungan sekolah dsb. Adapun tujuan penggunaan kamus yaitu untuk mendeskripisikan perencanaan pembelajaran kosakata bahasa Arab dengan menggunakan Kamus Situasi Bergambar 3 Bahasa (Indonesia-Inggris-Arab). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif, pertimbangannya karena peneliti akan membahas secara deskriftif dan mendalam mengenai penelitian Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Bagi Siswa MI Dengan Menggunakan Kamus Situasi Bergambar 3 Bahasa (Indonesia-Inggris-Arab). Prosedurnya melalui observasi langsung, wawancara, angket penelitian dan dokumentasi. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini yaitu hasil menunjukkan setelah siswa belajar kosakata bahasa Arab dengan menggunakan Kamus Situasi Bergambar 3 Bahasa (Indonesia-Inggris-Arab) mereka mudah memahami dengan cepat terbukti disebutkan di tabel sebagai pencapaian nilai terbaik yaitu peraihan nilai 100 yang dalam nilai bentuk angka dan diraih oleh 10 siswa, sedang nilai A sebagai nilai huruf yang berarti “baik sekali”. Nilai terendah yaitu 40 sebagai gambaran nilai angkanya dan D nilai hurufnya, diraih oleh 1 siswa saja. Itu artinya hasil dari pembelajaran kosakata bahasa Arab menggunakan Kamus Situasi Bergambar 3 Bahasa (Indonesia-Inggris-Arab) untuk siswa MI Al-Quranul Hakim Yayasan At-Taqwa kota Probolinggo ini baik. Sebagian besar siswa mampu memahami kosakata bahasa Arab dalam kamus tersebut. Berdasarkan kesimpulan di atas, peneliti dapat dikemukakan saran yaitu untuk meningkatkan motivasi dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab untuk anak-anak seperti halnya siswa MI dan sederajatnya media kamus sangat dibutuhkan. Dalam mempelajari kosakata bahasa Arab dengan menggunakan Kamus Situasi Bergambar 3 Bahasa (Indonesia-Inggris-Arab) bisa meningkatkan keinginan dan semangat belajar kosakata bahasa Arab.

Hubungan penerapan etika perkantoran dan pelayanan prima pegawai administrasi dengan kepuasan mahasiswa FIP UM / Bariklana Indita Hastuti

 

Hastuti, Bariklana Indita. 2015. Hubungan Penerapan Etika Perkantoran dan Pelayanan Prima Para Pegawai Administrasi dengan Kepuasan Mahasiswa FIP UM. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: (I) Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd, (II) Desi Eri Kusumaningrum, M.Pd. Kata kunci: etika perkantoran, pelayanan prima, kepuasan mahasiswa     Etika perkantoran dan pelayanan prima merupakan faktor yang dapat diterapkan oleh para pegawai administrasi dalam memberikan pelayanan sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan (mahasiswa). Dengan menerapkan etika perkantoran dan pelayanan prima mahasiswa akan memberikan kesan yang positif terhadap instansi yang bersangkutan.     Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah, 1) mendeskripsikan hubungan antara etika perkantoran dan kepuasan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, 2) mendeskripsikan hubungan antara pelayanan pri-ma dan kepuasan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, dan 3) mendeskripsikan hubungan etika perkantoran dan pelayanan pri-ma dengan kepuasan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.     Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket tertutup Adapun analisis data yang dilakukan dengan menggunakan analisis linear ganda untuk mengetahui dan membuktikan ada tidaknya hubungan yang signifikan dan besarnya korelasi antara dua variabel independen dan satu variabel dependen.     Hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan peneliti adalah sebagai berikut: hipotesis pertama menunjukkan, bahwa terdapat korelasi yang tinggi dan positif antara variabel etika perkantoran dan kepuasan mahasiswa. Hasil tersebut ditunjukkan dengan nilai koefisien (korelasi ganda) R = 0,688, hipotesis kedua menunjukkan terdapat korelasi yang tinggi dan positif antara variabel pelayanan prima dan kepuasan mahasiswa. Hasil tersebut ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi (korelasi ganda) R = 0,664, dan hipotesis ketiga secara bersama-sama kedua variabel independen tersebut berhubungan kuat dengan variabel dependen. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai koefisien R = 0,707 dan indeks determinasi (R Square-) = 0,497 artinya 49,7% variasi yang terdapat pada kepuasan mahasiswa dijelaskan oleh etika perkantoran dan pelayanan prima, sisanya 50,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.     Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa terdapat hubungan antara etika perkantoran dan pelayanan prima dengan kepuasan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dengan demikian diharap-kan para pegawai administrasi mampu menerapkan etika perkantoran dan pelayanan prima pada saat memberikan pelayanan agar dapat menumbuhkan kesan yang positif, sehingga daat meningkatkan kepuasan mahasiswa dengan maksimal.

Pembandingan metode ceramah soal dikelas I SMA Kodya Malang - bidang studi Matematika / oleh Ko Fong Lie

 

Kemampuan memahami struktur paragraf siswa kelas III SMP Negeri sekabupaten Bojonegoro / Imam Koermen

 

Upaya peningkatan keterampilan proses dan kemampuan afektif belajar fisika siswa SLTP I Malangpada pokok bahasan cahaya dan alat optik melalui model siklus belajar berbasis konstruktivis oleh Bety Sulistyorini

 

Permasalahayna ngs eringm unculs ekarangin i adalahr endahnyaku alitaslulusan pendidikan. Salah satu upaya yang digunakan untuk mengatasipermasalahatne rsebuta dalahm eningkatkank ualitasp rosesb elajarm engajar.Salahs atuc aranyaa dalahp emilihanm etodep embelajarany angb erfungsis ebagaipenunjangk eberhasilapnr osesb elajarm engajarM. etodep embelajarayna ngb aikadalahm etodeb elajary angm elibatkans iswas ecaraa ktif selamap rosespembelajaranS. elamain i metodep embelajarayna ngd igunakand i sekolaha dalahmetodec eramalqs iswat idak pernahm elakukana ktivitasu ntukm embangunpengetahuannyBae. rdasarkahna l tersebutm, akad alamp enelitianin i menerapkansalahs atum odelp embelajarayna itum odels iklusb elajarb erbasisk onstruktivisuntukd iujicobakand alamp embelajaradni sekolahM. elalui penelitianin i, dikajiapakahk eterampilanp rosesd ank emampuaanf ektif siswam eningkast ebagaidampakd ari pembelajarans ebagaimandai sebutkand i atas?Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahupi eningkatanke terampilanprosesd ank emampuana felilif belajarf isika siswak elasI I SLTPN I Malang.Penelitianin i dilaksanakaunn tukp okokb ahasanp embiasanc ahayad ana lato ptikpadas emesteIrI tahunp elajaran2 00212003d i SLTPN 1 Malang.A spekketerampilanp rosesy angd iteliti adalahp enggunaaanl at danb ahan,in terpretasi,mengklasifikasi,m emprediksid an menyimpulkan.S edangkana spekk emampuanafektifyang diteliti adalahk eberanianm egemukakanp endapal keaktifar/ peran,kemampuanb ertanyak, erjasamad alamk elompok,in isiatif/k reatif,d anr asai ngin tahun. Penelitianin i menggunakapne ndekataknu alitatifd enganje nis penelitiantindakank elas( C/assroomA ctionR esearchm) elalui2 siklust indakanT. indakanyangd iberikand alamp enelitianin i adalahp embelajarakno nstruktivisd enganmodels iklusb elajary angt erdiri dari 3 tahap,y aitu tahape ksplorasit,a hapinvensid, ant ahape kspansi.Hasil penelitianm enyimpulkanb ahwap adas iklusI dans iklusI I secaraumumk eterampilap rosess iswas elamap embelajaramn eningkatw, alaupunaspekm emprediksmi engalampi enurunanH. asil penelitianp adas iklusi dansiklusI I juga menunjukkanb ahwak emampuana fektif secarak eseluruhasne lamapembelaaj ranm eningkat.

Peranan raganm hias dalam kegiatan menggambar dekorasi di kelas 1 SMA / oleh Sugeng Koesdrianto

 

Manajemen diklat berjenjang oleh Himpaudi Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD / Annisa Puteri Kusuma Lestari

 

ABSTRAK Lestari, Annisa P. K. 2015. Manajemen Diklat Berjenjang oleh Himpaudi Provinsi Jawa Timur untuk Meningkatkan Kompetensi Guru PAUD. Skripsi Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing (I) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M.Pd, Dosen Pembimbing (II) Sunarni, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: manajemen, diklat berjenjang, Himpaudi, kompetensi guru PAUD Manajemen adalah suatu proses memberdayakan sumber daya yang ada untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Pelatihan sebagai pengajaran atau pemberian pengalaman kepada seseorang untuk mengembangkan keterampilan agar mencapai sesuatu yang diinginkan. Pelatihan (training) adalah suatu proses pendidikan jangka pendek yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisasi, mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis dalam tujuan yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan manajemen yang dilakukan oleh pengurus Himpaudi Pronvinsi Jawa Timur dalam menyelenggarakan diklat berjenjang untuk guru PAUD sebagai upaya meningkatkan kompetensi, kualitas, dan profesionalisme mengajar guru PAUD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Alasan memilih studi kasus karena meneliti suatu objek yang dipandang sebagai sistem yang dibatasi dan terikat oleh tempat dan waktu tertentu. Penelitian dilakukan di Himpaudi Provinsi Jawa Timur menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumenstasi. Agar data yang diperoleh benar-benar absah, peneliti melakukan trianggulasi sumber dan triangulasi teknik. Temuan penelitian ini adalah (1) diklat berjenjang yang dilaksanakan oleh Himpaudi Provinsi Jawa Timur yaitu Diklat Tingkat Dasar, Diklat Tingkat Lanjutan, Dan Diklat Tingkat Mahir. Program diklat berjenjang tersebut dapat mengurangi Sistem Kredit Semester (SKS) yang harus ditempuh oleh peserta diklat, apabila peserta tersebut melanjutkan pendidikan strata 1 (S1) di jurusan PAUD, (2) kegiatan diklat berjejang yang diselenggarakan oleh Himpaudi bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru PAUD serta membantu tumbuh kembang anak usia dini secara optimal, (3) proses kegiatan diklat berjenjang yang diselenggarakan oleh Himpaudi Provinsi Jawa Timur dilakukan melalui 4 tahapan, yaitu tahap persiapan kegiatan diklat berjenjang, tahap pelaksanaan kegiatan diklat berjenjang, tahap pasca diklat berjenjang yaitu pembuatan tugas mandiri, dan tahap kelulusan, (4) banyak guru PAUD yang belum memahami metode apa yang harus diterapkan pada anak usia dini dan setelah mengikuti diklat berjenjang, guru PAUD lebih memahami pendidikan dan metode apa yang harus diterapkan oleh anak usia dini sehingga banyak guru yang merasa bersalah dengan anak didiknya, karena sebelumnya guru tersebut menggunakan metode pembelajaran yang kurang tepat diterapkan pada anak didiknya, (5) susunan kepanitiaan kegiatan diklat berjenjang Himpaudi di suatu wilayah tergantung pada kondisi daerah tempat pelaksanaan diklat tersebut, (6) pengawasan kegiatan diklat dilakukan oleh tim fasilitator atau kendali mutu yaitu tim yang ditunjuk oleh Himpaudi Provinsi Jawa Timur dan Dinas pendidikan untuk mengawasi pelaksanaan kegiatan diklat, dan (7) evaluasi yang dilakukan meliputi evaluasi terhadap peserta, evaluasi terhadap fasilitator, dan evaluasi program penyelengaraan. Saran penelitian ditujukan untuk: (1) Ketua Himpaudi Provinsi Jawa Timur hendaknya membuat peraturan dan kebijakan bagi guru PAUD yang berpendidikan SMP di wilayah terpencil jika mengikuti kegiatan diklat berjenjang; (2) Bagi guru PAUD, hendaknya tidak hanya mengikuti Diklat Tingkat Dasar saja, melainkan harus melanjutkan pada tingkat berikutnya. Minimal mengikuti hingga Diklat Tingkat Lanjutan, guna dapat memperoleh keterampilan yang memadai dalam upaya meningkatkan kompetensi mengajarnya; (3) Bagi Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, hendaknya menambah referensi terkait Manajemen Diklat guna menambah pengetahuan bagi mahasiswa yang ingin meneliti tentang manajemen diklat; (4) Bagi peneliti lain, hendaknya melakukan penelitian di lembaga diklat PAUD yang lain sebagai perbandingan manajemen terkait kegiatan diklat yang diselenggarakan.

Peranan laki-laki dalam masalah infertilitas pasangan suami isteri / oleh Soelaiman Koesoemonegoro

 

Penerapan pendidikan karakter pada pembelajaran tematik terpadu kurikulum 2013 di SDN Blimbing 3 Kota malang / Rhapsona Indi Bernati

 

ABSTRAK Bernati, Rhapsona Indi. 2015. Penerapan Pendidikan Karakter pada Pembelajaran Tematik Terpadu Kurikulum 2013 di SDN Blimbing 3 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Murtiningsih, M.Pd, (2) Drs. Toha Mashudi, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: pendidikan karakter, pembelajaran tematik terpadu Kurikulum 2013 Pendidikan karakter merupakan upaya pembiasaan siswa untuk mengetahui, memahami, serta mengamalkan perilaku-perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. Di sekolah dasar, pembelajaran pada Kurikulum 2013 menekankan pada aspek sikap. Dalam upaya membentuk sikap tersebut, SDN Blimbing 3 Kota Malang sebagai sekolah sasaran Kurikulum 2013 telah menerapkan pembelajaran dengan mengintegrasikan pendidikan karakter. Pembelajaran yang dilaksanakan guru meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian diintegrasikan pendidikan karakter agar pembinaan nilai-nilai karakter pada siswa dapat terlaksana dengan baik. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pengintegrasian pendidikan karakter pada pembelajaran tematik terpadu Kurikulum 2013 meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Subjek penelitian adalah guru kelas I dan IV SDN Blimbing 3 Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pemilahan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, guru telah mengintegrasikan pendidikan karakter pada perencanaan pembelajaran melalui analisis KI-KD, menyusun RPP yang bermuatan karakter, dan menyiapkan bahan ajar. Kedua, guru telah melakukan upaya penanaman nilai-nilai karakter kepada siswa pada pembelajaran dimulai dari kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Kegiatan inti dilakukan dengan menerapkan kegiatan saintifik yang dapat menumbuhkan nilai-nilai karakter dasar seperti disiplin, percaya diri, teliti, dan punya rasa ingin tahu yang tinggi. Penanaman nilai-nilai karakter juga dilakukan guru dengan memberikan teladan yang baik kepada siswa. Ketiga, guru menggunakan teknik observasi dan jurnal dalam menilai sikap siswa. Berdasarkan kesimpulan penelitian, maka disarankan kepada guru hendaknya membuat perencanaan pembelajaran dengan mengembangkan silabus yang memuat nilai-nilai karakter serta melakukan penilaian dengan menggunakan teknik penilaian sikap selain observasi dan jurnal.

Masuk dan berkembangnya agama Kristen Katolik di Flores Timur / oleh Elias Kopong

 

Melatih keterampilan interpretasi melalui pembelajaran fisika konsep kalor siswa kelas IIB SLTP Laboratorium Universitas Negeri Malang oleh Mohamad Syarkawi

 

Penelitiante ntangP engaruhP emberianP rat es TerhadapP eningkataPn enguasaanKonsepB unyi SiswaK elasI l, dilakukanm engingamt asihs edikitnyag uruy angmemberikantu gasm embacad i rumahd an dilanjutkan denganp emberiant es sebelum pembelajaran. Penelitianin i mempunyatiu juanu ntuk: l). Mengetahuai dat idaknyap erbedaanantaray ang diberi pra tes dengant anpad iberi pra tes terhadapp enguasaakno nsepBunyip adas iwak elasI I SLTPN egeri2 .Malang.2 ). Untuk mengetahumi anay angl ebihefeklif antara yang diberi pra tes dengan tanpa diben pra tes terhadap peningkatanpenguasaakno nsepB unyi siswak elasI I SLTPN egeri2 Malang.P enguasaakno nsepdiukurd engann ilai tes akhirp embelajaran. Penelitianin i dilaksanakadni SLTPN egeri2 Malang,k elasI I, caturw ulanI Itahunp elajaran2 0001200. 1L angkah-langkayha ngd igunakana dalah;1 ).Menentukankelasy angd igunakans ebagaki elasp enelitiand enganm elihatp ersyaratakne lasy aitukeduak elast ersebumt erupakank elasy angh omogeny aitu mempunyaki emampuanawal yang samad an diajar oleh Guru yang sama.U ntuk menentukanh omogenitask elasdigunakanu ji prasyarakt emampuana waly aitu uji normalitasu, ji homogenitakse lasd anuji beda( kemampuaanw al)d ari datan ilai murni keduak elasb idangs tudiF isika caturwulans ebelumnya.2)S. etelahd itetapkanb ahwak eduak elompokk elast ersebuthomogenm, akak eduak elast ersebulta yakd ijadikans ebagaki elasp enelitian.Ditentukans atuk elompokk elast idak mendapatkanp erlakuanp ra tes dan satukelompokk elasl ainnyam endapapt erlakuanp rat es .3) Setiapa khir pembelajarakne duakelompokk elass ama-samma endapatkapne rlakuante sa khir dengans oaly ngs ama.4 ).Hasil tesa khir dari masing-masinkge lompokk elasd iadakanu ji hipotesisy aitu denganuji-t dengante rlebihd ulu memperhatikasny arat-syarautj i beda,y aitu uji normalitasd anuji homogenitas.Hasil uji hipotesisp enelitianin i menunjukkana dap erbedaayna ngs ignifikanantaras isway angd iberi pra tes dengans isway angt idak diberi pra tes terhadappeningkatapne nguasaakno nsepB unyi

Evaluasi terhadap sistem pengendalian intern pada kegiatan pembiayaan oleh lembaga keuangan syari'ah : studi kasus di PT. BPR Syari'ah Untung Surapati Bangil Pasuruan / oleh Solicha

 

An Introduction to oral training in English conversation classes and discussion groups / Rika Kristantyowati

 

Studi tentang hambatan-hambatan yang dihadapi para pengajar Ilmu Kimia di SMA - SMA Kotamadya Malang dalam melaksanakan sistem penyajian pelajaran dengan menggunakan pendekatan berdasarkan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI) / oleh Andreas B

 

Studi tentang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Malang masa bakti tahun 1982 - 1987 (suatu tinjauan struktural-fungsional) / Kriswindari

 

Penerapan model Team Assisted Individualization (TAI) pada pembelajaran matematika kelas II SDN Karangtengah 4 Kota Blitar / Fuad Prahastomo

 

ABSTRAK Prahastomo, Fuad. 2015. Penerapan Model Team Assisted Individualization (TAI) Pada Pembelajaran Matematika Kelas II SDN Karangtengah 4 Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Alif Mudiono, M.Pd, (II) Dra. Hj. Lilik Bintartik, M.Pd. Kata Kunci: Penerapan Model Team Assisted Individualization (TAI) Berdasarkan observasi di kelas II SDN Karangtengah 4 Kota Blitar diketahui bahwa guru menggunakan metode ceramah, siswa pasif dalam kegiatan pembelajaran, strategi dan pemberian tugas yang diberikan guru tidak menarik. Hal tersebut mengakibatkan hasil belajar siswa rendah, sehingga perlu diadakan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan perencanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru dengan model TAI pada pembelajaran matematika dan bagaimana pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model TAI berdasarkan perencanaan yang telah dibuat guru pada pembelajaran matematika tentang perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan catatan lapangan, sedangkan instrumennya berupa lembar observasi, lembar wawancara, dan lembar catatan lapangan. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan trianggulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TAI pada matematika di kelas II sudah sangat baik. Hal ini didukung dengan sudah munculnya semua aspek/komponen model TAI pada saat pembelajaran berlangsung. Hal itu juga diikuti dengan adanya perencanaan pembelajaran yang dibuat guru dalam bentuk RPP dengan menerapkan model TAI pada pembelajaran Matematika pada pokok bahasan perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka dikelas II SDN Karangtengah 4 Kota Blitar, persentase pembelajaran I sebesar 82% kualifikasi baik dan hasil persentase pembelajaran II sebesar 91% kualifikasi sangat baik. Dan pada pelaksanaan pembelajaran guru menerapkan model TAI, dilaksanakan dengan baik sesuai dengan sintak model tersebut, persentase pembelajaran I sebesar 81% kualifikasi baik, sedangkan hasil dari persentase pembelajaran II sebesar 93% kualifikasi sangat baik. Berdasarkan hasil kesimpulan, disarankan kepada guru kelas II SDN Karangtengah 4 untuk menggunakan model Pembelajaran TAI yang menyajikan pembelajaran yang lebih banyak memberdayakan siswa dalam proses pembelajaran dan guru bertindak sebagai fasilitator menciptakan suasana yang menyenangkan agar siswa dapat mengembangkan konsep yang diterima secara berdiskusi.

An Introduction to suggestopedia and its possible application for teaching speaking / by Lukita Tavip Kumaladewi

 

Pelaksanaan penilaian autentik pada kurikulum 2013 di SD Kota Mojokerto / Etika Roudhatul Khasanah

 

ABSTRAK Khasanah, Etika Roudhatul. 2015. Pelaksanaan Penilaian Autentik pada Kurikulum 2013 di SD Kota Mojokerto. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Harti Kartini, M.Pd, (II) Drs. H. Sutarno, M,Pd. Kata kunci: penilaian autentik, Kurikulum 2013 Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya ditemukan bahwa pelaksanaan penilaian autentik pada KTSP belum maksimal karena guru masih mengalami kesulitan dalam pelaksanaannya. Hal yang sama kemungkinan terjadi pada pelaksanaan penilaian autentik dalam Kurikulum 2013, oleh karena itu diperlukan penelitian tentang pelaksanaan penilaian autentik dalam kurikulum 2013 yang dilakukan oleh guru di SD Kota Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman guru tentang penilaian autentik, pelaksanaan penilaian kinerja, pelaksanaan penilaian proyek, pelaksanaan penilaian portofolio, dan pelaksanaan tes tulis pada Kurikulum 2013 di SD Kota Mojokerto. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah guru kelas I, II, IV, dan V SD sebagai sasaran Kurikulum 2013 di Kota Mojokerto yang berjumlah 16 guru dan kesemuanya ditetapkan sebagai sampel. Untuk mengumpulkan data digunakan instrumen berupa kuesioner tertutup. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pemahaman guru tentang penilaian autentik tergolong baik sekali, namun guru jarang melaksanakan penilaian antar teman dan diri sendiri karena dianggap subyektif; pelaksanaan penilaian kinerja tergolong baik sekali, namun dalam menilai kinerja guru jarang mengembangkan instrumen dan rubrik terlebih dahulu; pelaksanaan penilaian proyek tergolong baik sekali namun guru jarang menilai tahap perencanaan dan pelaporan proyek karena menghabiskan waktu serta membuat kelas kurang kondusif; pelaksanaan penilaian portofolio tergolong baik namun jenis portofolio pribadi dan jangka panjang belum terlaksana; dan pelaksanaan tes tulis tergolong baik sekali. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan penilaian autentik pada Kurikulum 2013 di SD Kota Mojokerto tergolong dalam kategori baik. Bagi guru disarankan melaksanakan penilaian yang belum terlaksana sesuai dengan kompetensi yang ditentukan. Bagi peneliti lain disarankan menambah instrumen penelitian berupa panduan observasi atau wawancara.

Pemannfaatan tabungan dalam pengembangan ekonomi di Kecamatan Kuron, Kalimantan Tengah / oleh Hining Kunom

 

Keterlaksanaan scientific approach pada KTSP dalam pembelajaran kelas IV SDN Gelam II Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo / Sofiatuz Zuhro

 

ABSTRAK Zuhro, Sofiatuz. 2015. Keterlaksanaan Scientific Approach pada KTSP dalam Pembelajaran Kelas IV SD Negeri Gelam II Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd, (II) Dra. Nihayati S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Scientific Approach, KTSP, Pembelajaran Pembelajaran yang efektif wajib dilakukan di Sekolah Dasar dikarenakan proses pengembangan kemampuan yang paling mendasar dilakukan pada saat siswa menempuh pendidikan dasar. Keberhasilam proses pembelajaran bergantung pada kemampuan guru dalam mengoptimalkan kompetensi perubahan pola pendidikan yang ada. Kemampuan guru dalam melakukan inovasi dan kreasi dalam pendidikan, akan berdampak sangat besar bagi keberhasilan proses pembelajaran yang efektif. Inovasi dan kreasi dalam penyampaian materi sangat penting. Guru harus mampu berinovasi dan berkreasi melalui pengembangan metode, model, teknik bahkan pendekatan pembelajaran. Pendekatan pembelajaran merupakan salah satu kunci bagi terwujudnya pembelajaran yang efektif. Saat ini guru masih belum bisa menerapkan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang ada. Oleh karena itu penelitian ini perlu dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan tahap-tahap penelitian (1) persiapan, (2) tahap penyusunan rancangan penelitian, (3) tahap pelaksanaan penelitian, (4) tahap penyelesaian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, memaparkan data, dan menarik kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan scientific approach pada KTSP dalam pembelajaran kelas IV SD Negeri Gelam II Kecamatan Candi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru mengani pendekatan saintifik sudah baik, persiapan pembelajaran pembelajaran sudah berjalan dengan baik, guru sudah mengintegrasikan pendekatan saintifik kedalam pola EEK pada KTSP. Selain itu hasil mengenai pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik guru telah melaksanakannya dengan baik namun belum terlihat kemampuan dalam mempertanyakan bagaiman dan mengapa kepada siswa. Faktor pendukung dalam pembelajaran menggunakan saintifik karena guru ingin memfasilitasi siswa agar lebih aktif dan pembelajaran berpusat pada siswa. Faktor hambatan adalah guru masih kesulitan dalam merumuskan indikator dan mengelola kelas.

Partisipasi pedagang kecil/bakul dalam pelaksanaan Kredit Candak Kulak di Desa Wonomulyo Kecamatan Poncokusumo Kawedanan Tumpang Kabupaten Malang / oleh Eny Kusdiyah

 

Studi aktivitas kader pembangunan dalam pembangunan masyarakat desa di Desa Ampelgading dan Desa Sukorejo Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang / Kusmanu

 

Profil tulisan narasi siswa kelas V MIn Janti Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo / Aditya Dyah Puspitasari

 

ABSTRAK Puspitasari, Aditya Dyah. 2015.Profil Tulisan Narasi Siswa Kelas V MIN Janti Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo.Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Muchtar,S.Pd, M.Si (II) Dra. Sudarsini, M.Pd. Kata Kunci:Profil, tulisan narasi, MIN Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 22 tahun 2006, pelajaran Bahasa Indonesia terbagi ke dalam empat keterampilan berbahasa yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Menulis adalah kegiatan menyampaikan sesuatu menggunakan bahasa melalui tulisan, dengan maksud dan pertimbangan tertentu untuk mencapai sesuatu yang dikehendaki (Rahardi,2003:39). Menulis merupakan keterampilan bahasa yang paling sulit dikuasai oleh siswa. Menulis tidak hanya sekedar menulis apa yang siswa bisa tetapi juga latihan menulis secara baik dan benar sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia.Oleh sebab itu sangat penting mengetahui profil tulisan siswa sejak di Sekolah Dasar, karena Sekolah Dasar sebagai jenjang pertama pada tingkat pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mempelajari lebih dalam kesalahan-kesalahan siswa dalam membuat tulisan cerita atau karangan narasi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi tentang kemampuan siswa dalam membuat karangan cerita narasi sehingga dapat menjadi masukan bagi pengajaran menulis cerita narasi khususnya di MIN Janti Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo. Sehingga nantinya guru dapat menentukan kebijakan kembali dalam mengajarkan menulis karangan narasi, sehingga siswa dapat menulis karangan narasi dengan tepat. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan deskriptif, karena bertujuan untuk menggambarkan dan atau mendeskripsikan karakteristik dari fenomena (Ulfatin 2013:21). Sedangkan jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Karena dalam penelitian ini mengetahui profil tulisan narasi siswa, jadi penelitian ini akan menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang dijadikan narasumber maupun responden. Pada kenyataannya tulisan narasi siswa, masih banyak mengalami kekurangan pada aspek penggunaan tanda baca, huruf kapital, kata depan Di dan Ke, dan hubungan keherensi dan kohesi.Saran bagi guru sebaiknya guru memilih model pembelajaran yang lebih bervariasi lagi misalnya saat mengarang atau membuat karangan bisa dilakukan di luar kelas sehingga siswa tidak merasa bosan. Saran bagi penelitian lain, mungkin bisa menggunakan model atau pendekatan untuk meningkatkan hasil karangan siswa karena, penelitian ini hanya gambaran mengenai profil tulisan narasi siswa kelas V MIN Janti Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo

An Introduction to Sundanese morphology classification of words / R. Mien Kusmini

 

Penelitian tentang ciri keguruan yang dimiliki guru-guru sekolah dasar negeri di Departemen P&K Kecamatan Yosowilangun - Lumajang / Kusmintardja

 

Pengembangan materi ajar kimia berbasis multimedia dengan Adobe Flash CS 5 pada program keahlian teknik pemesinan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang / Zakki Fuadi Emzain

 

Kata kunci:Pengembangan, Multimedia, Kimia, Teknik Mesin. Kimia pada SMK merupakan mata pelajaran adaptif, namun dari beberapa referensi pelajaran adaptif sedikit terabaikan dan sekedar lewat saja dalam pembelajaran karena di SMK difokuskan untuk kompetensi keahlian, maka hal itu akan berdampak pada pengetahuan dasar siswa. Begitupuladalamilmuteknikmesinpastimengandungunsurdanmembutuhkan proses kimia, darisifatdankomposisibahanlogamdari proses welding, moulding, heat treatment,danmaterial manufacture. Perlu adanya media pembelajaranmatapelajarankimiadenganmemanfaatkan media software yang diharapkanmembantupemahamanmateri ajar kimiadenganadanyabentukgambar, animasi,dan video yang dapatmembuatsiswadapattervisualisasikansertatercapainyastandarkompetensi. Prosedurpengembangan multimedia pembelajaraninimenggunakan model pengembangan Sadiman, perancangan media pembelajaranmelaluienamtahapkegiatan, yaitu: (1) Menganalisiskebutuhandankarakteristikpesertadidik; (2) Merumuskantujuanpembelajaran; (3) Merumuskanbutir-butirmateri; (4) Menyusuninstrumenevaluasi; (5) Menulisnaskah media; (6) Melakukantesatauevaluasi. Dari enamlangkahtersebut, terdapatjugatahapvalidasiahli yang dilakukanuntukmenilainaskah media yangsudahdisusun, kemudiandilakukanujicobaperorangan, dantahapselanjutnyayaituujicobalapangan media pembelajaran. Multimedia pembelajaran Kimiaini dinyatakan layak oleh ahli materi, ahli media, dan uji coba kelompok kecil sebagai media pembelajaran pada siswa SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Hal ini telah dibuktikan bahwa hasil pengembangan menunjukkan,(1) Dari ahli materi menunjukkan tingkat kelayakan dengan persentase 77,09%dengan kriteria tingkat keberhasilan valid,(2) Ahli media menunjukkan tingkat kelayakan dengan persentase 95% dengan kriteria valid,(3) Uji coba kelompok kecil menunjukkan tingkat kelayakan dengan persentase 89,2%dengan kriteria tingkat kelayakan valid. Dengan saran dari ahli materi dan media (1) Materi yang ditampilkan hendaknya singkat tapi jelas, (2) Contoh soal latihan tidak hanya satu, (3) Hendaknya materi dalam setiap KD dijadikan satu, (4) Naskah skenario dijabarkan, (5) Story board diperjelas, (6) Dicantumkan sumber rujukan.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media ini dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Dari hasil uji coba dapat diketahui bahwa multimedia yang dikembangkan memiliki kriteria menarik dan efektif, namun multimedia pembelajaran ini masih bisa dikembangkan lagi khususnya cakupan isi materi yang lebih luas sehingga mendapatkan produk yang lebih baik.

Studi tentang partisipasi pemimpin desa dalam usaha penanggulangan anak putus sekolah di Desa Dinoyo, Kecamatan Klojen Kotamadya Malang / Minil Kusmiyati

 

Masalah agraria di daerah kecamatan Gurah Kediri / oleh Sri Kustini

 

Suatu kajian sejarah tentang latar belakang perkembangan agama Kristen Jawi di Mojowarno serta dampak positifnya terhadap bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat / oleh Kustomo

 

Pengembangan bahan pembelajaran subtema Keuniukan daerah Tempat Tinggalku melalui media CD interaktif untuk kelas IV di SDN Pandanwangi 4 / Kiki Novitasari

 

ABSTRAK Novitasari, Kiki. 2015. Pengembangan Bahan Pembelajaran Subtema Keunikan Daerah Tempat Tinggalku Melalui Media CD Interaktif Untuk Kelas IVdi SDN Pandanwangi 4.Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Heru Agus Triwidjaja, M.Pd, S.Pd, (II) Drs. Dimyati, M.Pd. Kata Kunci : pengembangan, bahan pembelajaran, keunikan daerah tempat tinggalku, cd interaktif Hasil wawancara yang dilakukan dengan guru, ketika pembelajaran berlangsung siswa kurang antusias karena kurangnya media saat pembelajaran. Guru menjelaskan bahwa hasil evaluasi saat pembelajaran pada subtema keunikan daerah tempat tinggalku menyatakan banyak siswa yang mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan, yaitu 75. Ada sekitar 30% siswa yang tidak mencapai KKM. Diketahui dari 38 siswa diperoleh hasil 33 siswa mencapai KKM dan 15 siswa tidak mencapai KKM. Penelitian dan pengembangan media CD interaktif dilakukan di SDN Pandanwangi 4 Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk dengan tingkat kelayakan menurut ahli materi, ahli media, guru dan siswa. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan (research and develompment) dari Sugiyono yang telah dimodifikasi dengan langkah-langkah seperti 1) mengidentifikasi masalah, 2) pengumpulan data 3) desain produk, 4) validasi desain, 5) revisi desain, 6) uji coba produk, 7) revisi produk. Jenis data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Intrumen penelitian yang digunakan adalah wawancara dan angket. Subyek penelitian adalah 15 anak kelas IV dengan kemampuan heterogen. Produk pengembangan media interaktif ini melalui proses yang cukup panjang dimulai dari pembuatan rancangan produk, pembuatan produk, evaluasi produk ke ahli materi, ahli media, guru dan siswa, kemudian merevisi produk akhir untuk menghasilkan produk yang maksimal. Hasil akhir produk berupa materi subtema “Keunikan Daerah Tempat Tinggalku” yang dikemas dalam bentuk CD disertai buku petunjuk bagi guru dan siswa. Hasil validasi kelayakan ahli materi memperoleh hasil 80%, kelayakan media menurut ahli media mencapai angka 93%. Hasil tingkat kelayakan media melalui uji coba skala terbatas memperoleh mendapatkan hasil 85% dari guru dan hasil uji coba pada siswa memperoleh hasil 90%. Dari keseluruhan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran CD interaktif subtema “Keunikan Daerah Tempat Tinggalku”ini dikategorikan layak. Media ini sebaiknya digunakan guru sebagai variasi media dalam pembelajaran. media ini dirancang sebagai media individu, namun apabila tidak memungkinkan maka dapat digunakan secara klasikal dengan menggunakan LCD proyektor. Materi yang disajikan hanya terbatas pada subtema “Keunikan Daerah Tempat Tinggalku”, diharapkan untuk pengembang selanjutnya agar mengembangakan media sejenis dengan materi lain.

Studi pelaksanaan balok dan kolom pada proyek pembangunan gedung kuliah bersama Universitas Muhammadiyah Malang / oleh Adi Nugroho

 

Pengaruh berdirinya perusahaan rokok cap Gudang Garam" terhadap pembangunan masyarakat desa Ngadiredjo Kecamatan Kota Kotamadya Kediri / Kuswadi"

 

Kehidupan Scirpophaga Nivella SN. pada djenis tebu PS.8, PS.30, PS.41, P.O.J. 3016, P.O.J. 3067 / Kuswahjuning

 

Penerapan model pembelajaran Student Team Achievement Devision (STAD) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Suwaluh 2 Tulungagung / Susi Novitasari

 

ABSTRAK Novitasari, Susi. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Student Team Activment Devision (STAD) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV SDN Suwaluh 2 Tulungagung. Skripsi, Jurusan KSDP, Program S1 PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pendidikan: (1) Prof. Dr. Ruminiati, M.Si (2) Dra. Nur Hanifah, M.Pd Kata Kunci:Student Team Activment Devision, Aktivitas, Hasil Belajar, IPS SD Pembelajaran yang berpusat pada guru, tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapatnya. Sehingga siswa tidak aktif dan ramai sendiri. Hal tersebut berdampak pada hasil belajar siswa rendah. Untuk mengatasi hal tersebut perlu diadakan perbaikan dengan menerapkan model pembelajaran Student Team Activment Devision (STAD). Dengan model pembelajaran STAD diharapkan siswa dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajarnya. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendiskripsikan penerapan model pembelajaran (STAD) pada siswa kelas IV SDN Suwaluh 2 Tulungagung dan (2) mendiskripsikan peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Suwaluh 2 Tulungagung dalam penerapan modelpembelajaran (STAD). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model PTK yang digunakan yaitu model Kemmis dan MC Taggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Subjek penelitian yaitu siswa kelas IV SDN Suwaluh 2 Tulungagung dengan jumlah siswa 24 siswa. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu observasi, tes, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian dapat menunjukkan aktivitas guru dalam mengajar mengalami peningkatan sebanyak 7,68% dari siklus I dengan rata-rata 88,47% menjadi 96,15% pada siklus II. Nilai rata-rata aktivitas siswa pada siklus I 62,5% meningkat sebanyak 25% menjadi 87,5% pada siklus II. Sedangkan rata-rata hasil belajar siswa pra tindakan sebesar 58,75 meningkat 11,46 menjadi 70,21 pada siklu I dan meningkat lagi sebanyak 10,21 pada siklus II menjadi 80,42. Kesimpulan penelitian ini yaitu dengan menerapkan model pembelajaran Student Team Activment Devision(STAD) pada matapelajaran IPS dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Suwaluh 2 Tulungagung. Oleh karena itu peneliti menyarankan guru tidak hanya menerapkan model pembelajaran STAD dalam pembelajaran IPS, karena model ini dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Penerapan ketrampilan mengadakan variasi dalam pembelajaran fisika pokok bahasan usaha untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas I semester I MTs Attaqwa Cabean Pasuruan tahun pelajaran 2002/2003 oleh Masrufin

 

Reyog Tulungagung merupakan tarian arakan-arakan yang dipersembahkan kepada raja. Gerakan tari dilakukan bersama-sama dengan memainkan alat musik yang disebut kendang dhodhog. Reyog Tulungagung memiliki keunikan tersendiri karena selain melakukan gerakan yang sederhana, penari juga memainkan alat musik berupa kendang dhodhog. Karena menari sambil bermain musik, maka konsekuensi gerak tarinya sangat terbatas pada gerakan kepala dan kaki. Oleh karena itu gerak tari Reyog Tulungagung sangat terbatas. Kesederhanaan gerak yang terdapat dalam Reyog Tulungagung berpotensi untuk disajikan dalam bentuk gerak-gerak yang lebih variatif dan menarik. Dalam pembuatan karya tari "Dhodhog", gerakan dan properti Reyog Tulungagung menjadi sumber utama. Gerak dalam karya tari dhodhog merupakan pengembangan dari Reyog Tulungagung. Penari menggunakan kendhang dhodhog sebagai properti , sehingga penguasaan alat atau teknik membawa dan menabuh kendang dhodhog harus benar dan terampil. Gerak dalam tari ini banyak mengeksplorasi gerak tangan yang membawa kendang dhodhog, gerak tangan yang tidak membawa kendang dhodhog, gerak kaki, dan kepala. Kata Dhodhog mengambil dari properti yang digunakan, yaitu kendang dhodhog. Namun, disini kendang bukan hanya sebagai properti pelengkap, tetapi dalam koreografinya juga mempunyai makna khusus. Kendang dhodhog dalam tarian ini melambangkan suatu tanggung jawab seniman yang ikut melestarikan kesenian tradisi Reyog Tulungagung. Koreografi Dhodhog menceritakan tentang sekelompok seniman tradisi yang sangat mencintai kesenian tradisinya. Dimana secara bersama mereka berusaha mempertahankan hidup dengan kesenian yang mereka miliki ditengah-tengah terjangan kontradiksi yang beredar di masyarakat. Namun ketika kecintaan tersebut dihadapkan pada masalah ekonomi (tanggapan dengan hasil minim) yang harus mereka hadapi, mulai munculah sebuah pemikiran untuk meninggalkan keseniannya. Namun dengan keteguhan hatinya, dia memilih untuk mempertahankan kesenian daerah bersama teman-temannya yang lain meskipun hasil yang ia dapatkan kurang dari cukup untuk menghidupi keluarganya Sumber iringan dalam tari Dhodhog adalah musik Reyog Tulungagung yang didasarkan pada musik yang dapat memberikan dinamika sehingga merangsang timbulnya suatu ide gerak. Musik dalam tari ini memberikan nuansa bunyi yang dinamis, sehingga mampu memberiakan sesuatu yang artistik. Selain itu, musik dalam tarian ini juga ditujukan untuk memberikan motivasi pada penari untuk dapat mengungkapkan rasa melalui gerak yang natural. Penentuan busana tari Dhodhog menggunakan pendekatan cerita atau tema. Tata busana didesain dengan pengembangan dari konsep tradisi, namun tidak kaku dan tetap komunikatif. Konsep warna pada busana mengambil tiga warna utama, yaitu merah, hitam dan emas. Ketiga warna tersebut memiliki maksud dan makna tersendiri. Tata rias pada tarian ini menggunakan teknik rias yang mengacu pada penataan rias tradisi Tulungagung, dengan beberapa inovasi dan pengembangan yang disesuaikan dengan kebutuhan penggarapan koreografi. Tujuannya agar komunikatif dengan penonton. Dalam koreografi ini, mode penyajian yang digunakan adalah simbolis representasional, karena sajian tari yang digunakan dalam garapan ini adalah penggabungan dari mode penyajian secara abstrak atau simbolis dan representatif.

Tinjauan pelajaran mengarang di kelas VI Sekolah Dasar / Imam Machfudz

 

Penggunaan matematika SD dari murid dan guru dan studi tentang situasi dan kondisi pendidikan di daerah kecamatan Wajak Kabupaten Malang / oleh Mimiep. S., Madja

 

Karakteristik gamelan berdasarkan frekuensi dan bentuk gelombang oleh A. Aries Kuncoro G.

 

Musik merupakans uara denganm elodi, atau barisann ada yang berpola teraturB. arisante rsebumt empunyari tme.D engand emikianm, elodid anr itme muupakakna rakteristuikt arnad arim usik. Gamelamn erupakaenn sambeml usikk hasI ndonesiat,e rutanad i Jawad an Bali.G amelatne rdiri dari instrumenm etalik,g ong,d anm embrand, anm erupakan salahs atuk ekayaabnu dayaIn donesiaS. ebagaki ekayaanb udayam, asihb anyak aspek yang belum tersentfii. Conloh frekuensi dan bentuk gelombangtya. Berdasarkakne nyataanb ahwam asih banyak aspekd ari gamelany ang belum tersentulnLa ka diadakanp enelitiany ang difokuskanp adak arakterisasgi amelan terutarnmae ninjamu asalafhre kuensdi anb entukg elornbangnya. Pengambiladna tad ilakukand i radio Istana( garnelasnl endrod) an STK Asri Kusum(ag amelapne log).D atay angd irekamd enganw alkmanin i diolahd engan efek delay di Nirwana Studio. Tahap berikutny4 di gedung Fisika, ketiga data tadi diolah, dan dicetak rnenggunakanp rogram osiloskop. Program ini menggambarkahna sil rekalnal suara garnelan ke bentuk gelolnbang, menyimpannuynat,u kk emudiand icetak. Hasilp enelitianb erupan ilainilai frekuensiI oktal yufi 241440 Hz unruk slendrdoa n2 90473H z untukp elog,s ertab entukg elombanagl atm usikg amelan. Denganm enganalisifsr ekuensi,d idapatk araktery ang lain yaitu tuning, serta pedomnsnk alap elogd an slendroD. ari benrukg elombangd,i dapatg ejalaf isis berupab entukd asar,p erbandingana ntar oktaf dan antar nad4 pengurangan amplitudpoa dag elombanbgu nyi.

Studi perbandingan tentang prestasi hasil belajar antara siswa KKPA/KPAA Negeri yang berstatus pegawai dan non pegawai di Malang / Imam Mahhdi

 

Persepsi guru terhadap pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 di SDN se-Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk / Dessy Malinda Fidianti

 

ABSTRAK Fidianti, Dessy Malinda. 2015. Persepsi Guru Terhadap Pembelajaran Berdasarkan Kurikulum 2013 di SDN se-Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar , Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Muhana Gipayana, M.Pd, (II) Drs. H. Achmad Badawi, S.Pd, M.Pd Kata Kunci : persepsi guru, pembelajaran, kurikulum 2013, SDN Persepsi guru mengenai kurikulum 2013 menjadi sangat penting sebagai pengendali dalam pembelajaran. Adanya stimulus yang samamengenaipemahamanpembelajaranKurikulum 2013, tetapikarenapengalamannyatidaksama, kemampuanberfikirtidaksama, adanyakemungkinanhasilpersepsiantara guru yang satudengan guru yang lainnyatidaksamadalammemberikanpersepsipembelajaranKurikulum 2013. Masih banyak perbedaan persepsi guru sekolah dasar terhadap pemahaman pembelajaran yang telah direkomendasikan oleh kurikulum 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 di SDN se-Kecamatan lengkong Kabupaten Nganjuk yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 melalui persepsi guru. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah guru kelas I, II, IV dan V di SDN se-Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk yaitu sebanyak 96 guru. Sedangkan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 responden. Penelitian ini menggunakan teknik sampel bertujuan atau teknik purposive sampling . Purposive Sampling dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan strata, random, atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu atau didasarkan pada letak geografis sekolah dasar di daerah kota, tengah, dan pinggir, serta difokuskan pada guru yang pernah menerapkan Kurikulum 2013. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket tertutup. Uji validitas penelitian ini menggunakan uji validitas konstruk dan uji validitas isi dengan menggunakan rumus Pearson Product Momentdan realibilitas digunakan rumus Sperman Brown. Teknik analisis datanya menggunakan model persentase sedangkan pengukurannya menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap perencanaan pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 rata-rata mencapai 44,34% responden yang berarti berada pada kategori sebagian kecil responden setuju terhadap perencanaan pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 yang meliputi indikator menentukan tema, menetapkan jaringan tema KD/indikator, pemetaan kompetensi dasar, pengembangan silabus, proses pengembangan RPP, dan penyusunan RPP. Persepsi guru terhadap pelaksanaan pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 rata-rata mencapai 38,83% responden yang berarti berada pada kategori sebagian kecil responden setuju terhadap pelaksanaan pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 yang meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Persepsi guru terhadap penilaian pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 rata-rata mencapai 33,34% responden yang berarti berada pada kategori sebagian kecil responden setuju terhadap penilaian pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 yang meliputi jenis penilaian dan teknik penilaian di SD.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa persepsi guru SDN se-Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk terhadap perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 rata-rata memiliki persepsi dengan kategori sebagian kecil responden yang mencapai 38,84% responden setuju terhadap pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013. Saran penelitian ini meliputi: (1) Pihak sekolah diharapkan mampu menyediakan fasilitas yang dapat menunjang peserta didik untuk berpatisipasi aktif dalam kegiatan belajar mengajar (2) Guru sebaiknya menerima perubahan kurikulum dengan belajar dari pengalaman pribadi dan pengalaman orang lain (3) peneliti lain dapat mengembangkan penelitian ini pada pendapat peserta didik mengenai perubahan Kurikulum 2013.

The Attitudes of parents of the SMAN third year students in Balikpapan towards English / Abdul Melik

 

Peranan sejarawan dalam pembinaan mentalitas bangsa Indonesia / oleh Amos Mambrasar

 

Studi tentang kesanggupan para guru sekolah dasar di wilayah kantorbin PDPLB Batu dalam melaksanakan evaluasi pendidikan menurut pedoman pengisian dan pengguanaan buku laporan pendidikan tahun 1968 / Abd. Manan

 

A Phonemic analysis of the Kurinci language and its application to the teaching English / by Umar Manan

 

An Introduction to Toraja morphology / by Marthin Luther Manda

 

Studi tentang proses komunikasi pembangunan masyarakat pedesaan di wilayah Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang / Muhammad Yahya Mansur

 

Pengaruh keadaan transpirasi terhadap penurunan suhu lingkungan / oleh Komariyah Mardiana

 

Perencanaan dan pengembangan kurikulum pada kulliyatul mu'allimien al-Islamiyah (studi multisitus di Pondok Pesantren Al-Barokah Nganjuk dan Darussalam Gontor Putri 5 Kediri) / Nur Widia Wardani

 

ABSTRAK Wardani, Nur Widia. 2016. Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum pada Kulliyatul Mu’allimien Al-Islamiyah (Studi Multi Situs di Pondok Pesantren Modern Al-Barokah Nganjuk dan Darussalam Gontor Putri 5 Kediri). Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Maisyaroh, M. Pd. Pembimbing (II) Prof. Dr. Ali Imron, M. Pd, M. Si. Kata kunci: perencanaan, pengembangan kurikulum, Kulliyatul Mu’allimien Al-Islamiyah, pondok pesantren. Pondok pesantren saat ini bertransformasi dalam pembaharuan pendidikan untuk menghasilkan sumber daya yang siap bersaing di era kompetisi global. Sistem pendidikan pada lembaga Kulliyatul Mu’allimien Al-Islamiyah (KMI) di pondok pesantren merupakan kurikulum yang pertama kali diterapkan di Indonesia oleh pondok pesantren Darussalam Gontor. KMI merupakan lembaga yang menangani pendidikan tingkat menengah jenjang SMP dan SMA yang ditempuh dengan percepatan pendidikan selama empat tahun bagi kelas intensif dan enam tahun bagi kelas reguler. Fokus penelitian: (1) perencanaan pengembangan kurikulum pada Kulliyatul Mu’allimien Al-Islamiyah; (2) proses pengembangan kurikulum pada Kulliyatul Mu’allimien Al-Islamiyah; (3) faktor pendukung dan penghambat dalam perencanaan pengembangan kurikulum pada Kulliyatul Mu’allimien Al-Islamiyah; (4) strategi mengatasi faktor penghambat perencanaan pengembangan kurikulum pada Kulliyatul Mu’allimien Al-Islamiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan tentang perencanaan pengembangan kurikulum pada Kulliyatul Mu’allimien Al-Islamiyah (KMI). Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi multi situs yang berarti menggabungkan beberapa situs, subyek, latar, dan tempat kejadian yang berlainan yaitu pondok pesantren Al-Barokah dan pondok pesantren Darussalam Gontor Putri 5. Instrumen kunci adalah adalah peneliti sendiri, dengan sumber penelitian yaitu pimpinan pondok pesantren, tim pengembang kurikulum, guru, dan santri. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis selama dan setelah pengumpulan data, kemudian diklasifikasikan, disaring, dan menarik kesimpulan. Keabsahan data yang telah dianalisis menggunakan kriteria kredibilitas data dengan triangulasi sumber data. Kesimpulan penelitian meliputi: (1) perencanaan pengembangan kurikulum pada KMI: Pertama, komponen kurikulum pada KMI meliputi materi pendidikan ke-Islaman dan ilmu pengetahuan umum. Kedua, program pendidikan terdiri dari reguler dan intensif. Ketiga, kegiatan berupa intra-kurikuler, ko-kurikuler, ekstra-kurikuler, dan bimbingan penyuluhan. (2) proses pengembangan kurikulum pada KMI: Pertama, materi pendidikan mengacu pada keimanan. Kedua, peningkatan kesadaran dan pengembangan nilai moralitas. Ketiga, sistem pengelolaan berbasis pesantren dengan prinsip Trilogi Pendidikan. Keempat, pembentukan karakter meliputi micro teaching. Kelima, pelatihan bidang manajemen, kewirausahaan, dan pengembangan SDM. Keenam, evaluasi mengarah pada karir guru dan pembenahan kurikulum. Ketujuh, program pendidikan meliputi intra-kurikuler, ko-kurikuler, ekstra-kurikuler, dan bimbingan penyuluhan. (3) faktor pendukung dan penghambat dalam perencanaan pengembangan kurikulum pada KMI: Pertama, faktor pendukung antara lain: (a) kompetensi guru dan santri, (b) adanya Organisasi Pelajar Pondok Pesantren (OPPP), (c) peran orangtua/wali santri, (d) peran masyarakat, (e) adanya praktik micro teaching, (f) program kunjungan ke pondok pusat untuk menambah wawasan santri. Kedua, faktor penghambat antara lain: (a) program yang belum tercapai, sarana yang belum memadai, dan dana. (4) strategi mengatasi faktor penghambat perencanaan pengembangan kurikulum pada KMI: Pertama, menyusun agenda pertemuan untuk evaluasi. Kedua, evaluasi secara menyeluruh terkait proses belajar mengajar dan jalannya program pendidikan yang dikembangkan. Ketiga, membentuk kaderisasi untuk mengetahui pengembangan karir guru. Keempat, penerapan metode diskusi dan penugasan dalam mengajar. Kelima, menyesuaikan kebutuhan belajar sanri melalui micro teaching. Keenam, segala aktivitas pondok ditujukan pada character building. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan bagi: (1) pimpinan dan tim pengembang kurikulum dalam mengatasi faktor penghambat dalam perencanaan pengembangan kurikulum pada KMI lebih meningkatkan strategi-strategi terkait dengan pengembangan program pendidikan untuk menentukan outcome untuk memberdayakan sumber daya pondok pesantren; (2) guru sebagai fasilitator dalam penyelenggaraan pendidikan merupakan salah satu faktor pendukung lebih meningkatkan pengembanganmetode mengajar dan keterampilan; (3) peneliti lanjutan dapat melanjutkan penelitian sejenis dengan fokus penelitian berbeda terkait perencanaan pengembangan kurikulum pada KMI di pondok pesantren; (4) pengembang ilmu Manajemen Pendidikan dapat mengkaji lebih mendalam terkait konsep kurikulum pondok pesantren untuk memberikan inspirasi dan pengetahuan baru.

Kemampuan memahami afiks produktif bahasa Indonesia siswa kelas III SMA Islam Karangploso - Malang tahun 1987-1988
Indana Mardiani

 

Studi tentang perbedaan pemilihan jenis kewanitaan antara peserta kursus yang berjenjang pendidikan tinggi dengan yang berjenjang pendidikan rendah di Kotamadya Malang / Tina Mardiati

 

Studi tentang usaha guru dalam memelihara buku-buku pelajarn di sekolah dasar wilayah kabin PDPLB Malang kota xi Kotamadya Malang / A. F. Hari Mardiono

 

Peranan penyuluhan terhadap pengembangan usaha tani sebagai case study desa Pandesari wilayah Kecamatan Pujon Kabupaten Malang / oleh Siti Marfuah

 

Pengembangan media monopoli untuk mata pelajaran matematika kelas IV tunarungu di SLB Putra Mandiri Tulungagung / Eva Erlina Hidhayati

 

ABSTRAK Hidhayati, Eva Erlina. 2015. Pengembangan Media Monopoli Untuk Mata Pelajaran Matematika Kelas IV Tunarungu di SLB Putra Mandiri Tulungagung. Skripsi, JurusanPendidikanLuarBiasa, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: ( Dr. Saichudin, M.Kes, (2) Drs. Ir. EndroWahyuno, M.Si. Kata Kunci: Pengembangan Media Monopoli, Matematika, Media Pembelajaran Pembelajaran operasi hitung campuran merupakan salah satukompetensi yang wajib diajarkan pada siswa, sehingga pembelajaran operasi hitungcampuran harus diberikan dengan suasana yang menyenangkan. Salah satu cara yang dapat dilakukan agar suasana di dalam kelas menyenangkan adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik, efektif dan efisien. Media pembelajaran yang tepat diberikan untuk siswa tunarungu adalah media monopoli. Media monopoli merupakan hasil modifikasi antara media pembelajaran dengan permainan monopoli, sehingga tercipta media yang menyenangkan dan menarik untuk digunakan pada pembelajaran operasi hitung campuran. Penelitian dan pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan permainan monopoli untuk digunakan sebagai media pembelajaranoperasi hitung campuran kelas IV Tunarung SLB Putra Mandiri yang diuji valid dan efektif untuk meningkatkan kemampuan operasi hitung campuran. Penelitian dan pengembangan yang dilakukan menggunakan model prosedural yang dikembangkan oleh Sadiman (2010:101). Tahap pengembangan dan penelitian ini adalah (1) tahap identifikasi kebutuhan, (2) tahap perumusan tujuan, (3) tahap perumusan butir-butir materi, (4) tahap perumusan pengukur keberhasilan, (5) tahap perumusan naskah media, (6) tahap produksi media, (7) tahap revisi media, (8) naskah siap prosuksi, (9) tahap uji coba produk,. Datapenelitian dan pengembangan berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa komentar dari para ahli, data kuantitatif diperoleh dari skor penilaian dari para ahli. Instrumen yang digunakan adalah angket yang diberikan kepada ahli media, materi dan siswa. Berdasarkanhasilanalisis data, diperoleh hasil validasi dari ahli materi sebesar 85,3%, hasil validasi dari ahli media sebesar 82,4% dan dari siswa sebesar 90%. Berdasarkan hasil perolehan skor dari para ahli, maka media monopoli sudah dapat dikatakan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran operasi hitung. Media monopoli efektif untuk digunakan dalam pembelajaran operasi hitung berdasarkan hasil peningkatan kemampuan siswa pada operasi hitung campuran sebesar 62% dan dinyatakan efektif untuk digunakan. Berdasarka hasil analisis data keseluruhan, maka dapat disimpulkan bahwa media monopoli yang telah dikembangkan dapat dibuktikan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran operasi hitung campuran kelas IV siswa tunarungu. Guru atau ahli media yang lain disarankan untuk mengembangkan isi media, baik dari segi pemilihan materi maupun soal yang ada dalam media monopoli, agar dapat digunakan secara lebih efektif.

Pengaruh colchicine terhadap pertumbuhan memanjang akar bawang merah (allium cepa) / Hadi Margono

 

Hubungan antara jarak tempat tinggal anggota dengan partisipasinya di KUD Sari Bumi Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang
Agung Setyo Marhaindro

 

Pengaruh pendidikan Taman Kanak-Kanak terhadap hasil belajar anak dalam bidang matematika di Sekolah Dasar / Mariyani

 

Common grammatical mistakes in English as used by the first-year students of The English Department of IKIP Malang in 1977 / Asril Marjohan

 

Pengaruh penggunaan media permainan dadu terhadap kemampuan berhitung pada anak tunagrahita kelas 1 di SDLBN Panggungsari / Tristanti Dewi Anggraini

 

ABSTRAK Dewi, Tristanti. 2015. Pengaruh Penggunaan Media Permainan Dadu Terhadap Kemampuan Berhitung Pada Anak Tunagrahita Kelas I di SDLBN Panggungsari Trenggalek. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si, (II) Dra. Sudarsini, M.Pd. Kata Kunci: PermaiananDadu, HasilBelajar, KemampuanBerhitung Denganketerbatasanberfikiranaktunagrahitasudahtentumengalamikesulitanbelajarterutamapelajaranakademik.Anaktunagrahitamempunyaibanyakkarakteristiksalahsatunyaadalahcepatbosandanmudahlupa. Permainandadu yang dimaksuddalampenelitianiniadalahpermainan yang digunakanpenelitisebagaiupayauntukmeningkatkankemampuanberhitungpadaanaktunagrahita yang terbataspadamenghitungmatadadu yang muncul. Dalammelaksanakanpenelitianinisesuaidenganrumusanmasalahapakahpermainandadudapatmeningkatkankemampuanberhitungpadaanaktunagrahitakelas 1 di SDLBN Panggungsari.Tujuanuntukmendapatkanpeningkatankemampuanberhitungpadaanaktunagrahitamelaluipermainandadu. Penelitianinidilaksanakan di SDLBN Panggungsaridenganmenggunakan total populasiyaituseluruhsiswatunagrahitakelas 1 di SDLBN Panggungsari. Dalampenelitianinipenelitimenggunakanpendekatankuantitatifdenganteknikpengumpulan data test dandokumentasi. Sedangkandesainpenelitian yang digunakanadalahone group pretest-postest design. Setelah data terkumpulselanjutnyadianalisismenggunakanteknikstatistik non parametrikmenggunakanrumus Z. Dari hasilanalisis data ditemukan Z hitung=2 dan Z tabelpadatarafsignifikan 0,05adalah 1,96, maka Ho berbunyitidak. Adapunpeningkatanterhadapkemampuanberhitungmelaluipermainandaduditolak, sehinggadapatdikatakanbahwaadapeningkatanmelaluipermaianandadupadaanaktunagrahitakelas 1 di SDLBN Panggungsari. Berdasarkanhasilanalisis data tersebutdinyatakanbahwapermaianandadudapatmeningkatkankemampuanberhitungpadaanaktunagrahgitakelas 1 di SDLBN Panggungsari. Mengingatpentingnya” perananlayananpengajarandalampenyaluraninformasiataumateripelajarankhususnya di bidangstudiberhitung, makadiharapkan guru lebihkreatifuntukmencari model layanandanmetodepengajaran yang menarikperhatiananaksehinggamateri yang disampaikandapatdicernadenganbaikmakadapatmeningkatkankemampuanberhitungkhususnyapadaanaktunagrahita.

Stdi tentang ketrampilan pembukuan siswa Jurusan Tata Buku di Sekolah Menengah Ekonomi Tingkat Atas (SMEA) Negeri Pembina Malang / oleh Muchini Marlikan

 

Pengaruh bauran promosi terhadap keberhasilan usaha pada perusahaan obat tradisional perseroan terbatas (PT) Payung Pusaka Jaya Kediri oleh Dian Harysastiwi

 

Perkembangapne rekonomianm endoronga ntarp erusahaabne rsaing memasarkanp roduknyau ntuk mencapati ujuanp erusahaanT. ujuanp erusahaan adalahu ntuk memperolehk eunftrngan(p roft) yang optimal lewatp enjualan produknya.A danyap rofit, perusahaand apatt umbuhd an berkembangm, emiliki kemampuany ang lebih besar,d an dapatm emberikant ingkatk epuasany ang lebih besarp adak onsumens ertad apatm emperkuakt ondisi perekonomians ecara keseluruhanP. ersaingand uniau sahay ang semakink etat,p crusahaanh ants menggunakanp romosiy ang tepats asarans, ehinggad apatm enarikk onsumen gunam enciptakanp enjualand an pencapaiantu juan perusahaan. Penelitianin i bertujuanu ntuk mendeskripsikabna uranp romosiy ang dilaksanakanp emsahaano bat tradisionalP T Pannla PusakaJ ayaK ediri, keberhasilanu sahap erusahaano bat fradisionalP T PayungP usakaJ ayaK ediri, pengaruhb auranp romosiy angm eliputi periklananp, romosip enjualanp, enlualan perseorangand,a n hubunganm asyarakast ecarab ersama-samdaa nt erpisah terhadapk eberhasilanu sahap erusahaano batt radisionalP T PayungP usaka.l aya Kediri. Penelitianin i dianalisisd enganp endekatank uantitatil instrumen penelitiank uesioner,w awancarad an penelusurand okumen.D alamp enelitiani ni metodea nalisisy ang digunakana dalaha nalisisd eskriptifu ntuk mengetahtd tingkat bauranp emasarany ang dilaksanakand an analisisr egresig andau ntuk rnengetahutii ngkat hubungand an pengaruhb auranp emasarante rhadap keberhasilanu saha. Hasil penelitiand ari analisisr egresig andam enunjukkana dap engaruh yang signifikan antara bauran promosi yang meliputi periklanan (Xl), promosi penjualan( X2), penjualanp erseorangan(X 3), danh ubunganm asyaraka(tX 4) Sumbangane fektifkeempatv ariabelb ebast ersebut erhadapk eberhasilanu saha sebesa6r 4,2%,s isanya3 5,8% dipengaruhoi leh variabeld i luar variabely ang diteliti. Persamaarne gresiu ji penganrhv ariabelb ebast erhadapv ariabelt erikat adalahY : 3,887+ 0,360X1+ 0,380X2+ 0,290X3+ 0,430X4i ni berartib ila tidaka dav ariabepl eriklanan(X l ), promosip enjualan(X 2), penjualan perseoranga(Xn 3), danl rubunganm asyaraka(Xt 4) yangb erpengarushe cara signifikanm aka keberhasilanu saha( Y) perusahaano batt radisionalP T Payung PusakaJ ayaK ediri hanyas ebesa3r ,89. Sedangkanp enambahansa tup erlakuan periklanana kand apatm eningkatkank eberhasilanu saha( Y) sebesa3r 6%; penambahansa tup erlakuanp romosip enjualana kand apatm eningkatkan keberhasilanu saha( Y) sebesa3r 8%; penambahansa tup erlakuanp enjualan perseorangaank and apatm eningkatkank eberhasilanu saha( Y) sebesa2r 9o/od, an penambahasna tup erlakuanh ubunganm asyarakaat kand apatm eningkatkan keberhasilauns aha( Y) sebesa4r3 olo. Dari hasilp enelitiand isarankanp adap impinanp erusahaadna n bagian pemasaranp erusahaaonb at tradisionalP T PayungP usakaJ ayaK ediri agar meningkatkank egiatanp romosinyak arenas umbanganb auranp romosic ukup besart erhadapk ebarhasilanu sahad an bauranp romosip adap erusahaaonb at tradisionalP T PayungP usakaJ ayaK ediri ini belumd igaraps ecarao ptimal. Sehinggan antinyau sahap erusahaand apatl ebih berhasild ari padas aati ni

Hubungan antara sikap akseptor terhadap norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera dengan partisipasinya dalam mengikuti keluarga berencana pada masyarakat Samin desa Margomulyo Kec. Ngraho Kab. Bojonegoro
Izul Marom

 

Penggunaan model jigsaw untuk meningkatkan pemahaman teks drama pada siswa kelas VI MI Al-Usman Malang / Tria Anggraini

 

ABSTRAK Anggraini, Tria. 2015. Penggunaan Model Jigsaw Untuk Meningkatkan Pemahaman Teks Drama Pada Siswa Kelas VI MI Al-Usman Malang. Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr.Muhana Gipayana, M.Pd, (2) Dra.Siti Umayaroh, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: model jigsaw, pemahaman teks drama, taksonomi barrett Ada empat keterampilan berbahasa yang harus dikuasai siswa sebagaimana tercantum dalam Standar Isi Satuan Pendidikan Dasar, yakni keterampilan mendengarkan, membaca, menulis, dan berbicara. Sebagaimana tercantum dalam Standar Isi, salah satu keterampilan yang harus dimiliki siswa adalah keterampilan membaca. Adapun salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk mengasah keterampilan membaca adalah memahami teks drama pada siswa kelas VI Sekolah Dasar. Kemampuan membaca dapat dilakukan dengan pendekatan Taksonomi Barrett. Taksonomi ini dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan membaca pemahaman. Taksonomi ini memiliki 5 kategori yang terdiri dari: (1) pemahaman literal, (2) pemahaman reorganisasi, (3) pemahaman inferensial, (4) evaluasi, dan (5) apresiasi. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran pemahaman teks drama adalah model jigsaw. Keunggulan pada jigsaw yaitu seluruh anggota dalam kelompok harus bekerja sesuai dengan tugas yang diberikan. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman teks drama dengan model jigsaw pada siswa kelas VI MI Al-Usman Malang. Adapun fokus penelitian terletak pada apakah penerapan model jigsaw dapat meningkatkan pemahaman teks drama pada siswa kelas VI MI Al-Usman Malang. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas digunakan untuk meningkatkan pemahaman teks drama siswa dengan memberikan sebuah tindakan berupa penerapan model jigsaw. Penelitian dilakukan di MI Al-Usman Malang pada bulan November 2014. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI MI Al-Usman Malang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data verbal dan data non verbal. Sumber data merupakan data-data yang diperoleh dari kegiatan observasi.Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara, observasi, dokumentasi, dan tes prestasi. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data adalah RPP, lembar penilaian proses, dan catatan lapangan aktivitas siswa dan guru. Adapun data penelitian ini adalah penilaian yang dilakukan dengan menyelesaikan tugas individual yakni pemahaman teks drama. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam bentuk siklus berulang-ulang. Empat bagian utama yang ada dalam setiap siklus adalah sebagai berikut (1) perencanaan (planning), (2) pelaksanaan (acting), (3) pengamatan (observing), dan (4) refleksi (reflection) Hasil penelitian penerapan model jigsaw terhadap pemahaman teks drama siswa menunjukkan hasil yang positif. Penerapan model jigsaw dapat meningkatkan pemahaman terhadap teks drama yang telah dibaca. Penelitian ini menunjukkan adanya hasil yang baik pada perkembangan penggunaan model dalam kegiatan belajar mengajar. Saran bagi guru adalah hendaknya model jigsaw ini diterapkan dalam pembelajaran pemahaman teks drama dengan lebih inovatif dan kreatif. Saran bagi peneliti lain, disarankan untuk menggunakan dan mengembangkan model jigsaw sebagai dasar untuk melakukan penelitian lain dengan lebih kreatif atau mengembangkan kemampuan berbahasa lainnya.

Keefektifan pemberian peintah dalam konteks kedinasan oleh Kepala cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Klojen Kota Malang: studi kasus di kantor cabang dinas pendidikan Kecamatan Klojen Malang oleh Tri Murdianingsih

 

Pimpinand alamk ontekso rganisasmi emainkanp €ranany angs angatp enting dalamu sahap encapaiatnu juany angd itetapkanU. sahap encapaiatnu juant ersebut, seorangp impinanp erlu orangl ain sebagabi awahany angd apatd igerakkanu ntuk memberikanp artisipasdi an sumbangsihnykae padao rganisastie rutamad enganc ara bekerjay ange fektif,e fisiend anp roduktif Salahs atuk egiatanp enggerakadna patb erbentukp emberianp erintah. Perintahd alamk eadaante rtentud apatb ersifatp aksaana gark egratand ilakukano leh orangl ain,a kant etapim emerintadha patp ulab ersifabt imbingana pabilak eputusan yangh arusd ilaksanakaand alahk eputusanb ersamaS. ebuahp erintahd ari pimpinan kepadab awahanm estinyam engacup adap elaksanaatnu gas.P erintahd ikatakan efektif apabilat ugasy angd iberikanb erhasila taus esuadi engana pay angd iharapkan atau diperintahkan. Kantorc abangd inas( cabdin)p endidikanse bagasia lahs atuo rganisasi formaly angb eradad i tingkat kecamatand i dalamnyate rdapath ubungan-hubungan kerlay angb ersifaht ierarkdi imanain dividu-individyua ngm emilikik arakter, pengalamadna nw ewenagn yangb erbedaP. erbedaatne rssbumt erupakans alahs atu faktory angh arusd iperhatikano leh pimpinand alamm emberikanp erintahk edinasan. Kondisit ersebujtu ga terjadid i Kantorc abdin PendidikanK ecamatanK kljen yang memiliki stafh anya6 orangh arusm enangantiu gasy angb erkenaand engan5 5 sDi MI dan6 6 TK binaan,y angm anad iantaranyam erupakanS D,4\4yI angt ermasuk sekolahb erkembangse, pertMi IN I Malangd ans DN KaumanI . Di sisil ains arana pendukungp elaksanaaand ministrassi angakt urang.T etapis tafdapatmenyelesaikan tugass esuadi enganp erintahK epalac abangD inas( Kacabdin)p endidikanK. eadaan itulahy angm endoronpge nelitiu ntukm enjadikanK antorC abdinp endidikan KecamataKn lojens ebagaoi byekp enelitian. Penelitianin i bertujuanu ntukm endekripsikakne efektifanp embenan perintahd alamk onteksk edinasaonl ehK acabdinP endidikaKn ecamataKnl oienK ota Malang. Fokusu tamap enelitiani ni adalah" bagaimanakakhe efektifanp emberian perintahd alamk onteksk edinasano lehK acabdinP endidikanK ecamatanK lojen". Fokusd ispesif,rkalang im enjadsi ubf okuss ebagabi erikut:( l) materia pay ang men;adip errntahd alamk onteksk edinasan(,2 ) bagaimanab entukp emberianp erintah dalamk onteksk edinasan(,3 ) bagaimanap rosedurp emberianp enntahd alamk onteks kedinasa(n4, ) faktora pay angm empengarukhei efektifanp emberiapne rintahd alam konteksk edinasan(5, ) mediaa pay angd igunakand alamp ernbenapne rinlahd alam konteksk edinasand,a n( 6) bagaimanah asilp emberianp erintahd alamk onteks kedinasan. Penelitiainn i rnenggunakapne ndekataknu alitattfT. eknikp engurnpuladna ta yangd igunakan(: I ) observasbi erperans efta,( 2) wawanaaram endalamd, an( 3) studi dokumentasDra. tay angt erkumpuml elaluik etigat eknikt ersebudt iorganisasi, ditafsirkadna nd ianalisisg unam enemukatne mad anh ipotesisK. eabsahadna tad icek dengamn enggunakatenk nikt riangulassi umbedr atad ant riangulastei knik pengumpuladna ta. Temuanp enelitianin i adalahb ahwap emberiapne rintahd alamk onteks kedinasaonl ehk acabdinp endidikanb erlaland engane lbktif.M ateriy angm en.ladi pesana taui si perintahm encakupk euangand, atad ans tatistik,k epegawaiand,a n saranpar asaranaB.e ntukp emberianp erintahb erupali sand ant ulisany angd isampai kanb aiks ecarala ngsung(fitcteo ./ucem) aupunti dakl angsun(gd ibatasdi engan larak).P rosedudra lamp enyampaiapne rintahd alamk onteksk edinasaand alah rnenetapkarnna terki emudianm enyarnpaikapne rintahk epadas tafy angd imaksud, dany angt erakhirs tafm elaksanakatung asy angd iperintahkanF.a ktory angm empengaruhkie efektifapne mbenanp erintahd alamk onteksk edinasayna itu:( l) kesrap ans tafd alamm enerima;r rintah baik secarafi sik maupunm ental(, 2) banyaknya pengalamasnta f,( 3) saranap endukundga lamp enyelesaiapne rintahs, erta (4) bimbingand anm otivasiM. ediay angd igunakanu ntukp erintahli sany ang disampaikasne carati dakl angsunbge rupate leponk antord ant elepons eluler. Sedangkapne rintaht ertulism enggunakaSn uratP erintahM elaksanakaTnu gas (SPMT)a taus uratt ugasI,e mbadr isposisdr anp apanp engumumanH.a silp emberian perintahd alamk onteksk edinasand apatb erhasild engane fektifjika pemberian perintahd itujukanp adas tafyangs udahb erpengalamasne, dangkaunn tuks tafyang kurangb erpengalamadna lamm enlalankanp erintahk urange fektif Dari hasilp enelitianin i, disarankasne bagabi erikut(: l) Kacabdinp endidikan perlum empertahankpaenm beriapne rintahy angs udahb erJalaenf ektif,( 2) Kacabdin Pendidikanp erlum empertahankamn aterip emberianp erintahy angs udahs esuai denganjobd eskripssi taf, (3) bentukp emberiapne rintahs ebaiknydai sesuaikan denganw aktud ani si perintah(,4 ) prosedupr ernberiapne rintahy angh anyat erdiri dari 3 tahapy aitu menetapkanp erintahr, nenyampaikapne rintah,d anp elaksanaan perintah,s eharusnypae rlu ditambahd engank egiatanb alikan,p emeriksaahna sil kemudiand ievaluasdi and ilakukanp engembanga(n5,) faktor-faktoyra ng mempengaruhkie efeklifanp emberianp erintahk hususnyas aranap endukung hendaknypae rlud itambaht,e rutamak omputer(,6 ) Kacabdinp endidikanh endaknya tetapm empertahankmane diay angd igunakan(,7 ) Kacabdinp endidikanle bihb anvak memberib imbingank epadas tafy angb elumb erpengalamadne ngante tap memperhatikakne pentingadna rii sj dans ifalp erinlah.

Hubungan antara prestasi belajar siswa di SD dengan prestasi belajar di SMP / Marsudi

 

Pengembangan media ritatoon pada subtema aku dan cita-citaku semester 2 untuk kelas IV SDN Purwantoro 8 Malang / Putri Yunisda Mawarni

 

ABSTRAK Mawarni, Putri Yunisda. 2015. Pengembangan Media Ritatoon Pada Sub Tema Aku Dan Cita-Citaku Semester 2 Untuk Kelas IV SDN Purwantoro 8 Malang. Skripsi, Prodi S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumanto, M.Pd, (II) Dra. Nihayati, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: media ritatoon, subtema aku dan cita-citaku, kelas IV SD Guru belum maksimal dalam menyampaikan materi dalam suatu tema kurikulum 2013. Pembelajaran yang pernah dilakukan dengan subtema Aku dan Cita-Citaku hanya beberapa kali menggunakan media di dalam kelas. Permasalahannya adalah terbatas dan belum didukungnya sarana media pembelajaran yang mutakhir untuk pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media ritatoon subtema Aku dan Cita-Citaku kelas IV SD pada pembelajaran 1-3 yang layak menurut ahli materi, ahli media dan uji lapangan sehingga dapat digunakan sebagai media pendamping dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan dari Borg dan Gall yang telah dimodifikasi. Langkah-langkah yang diterapkan dalam penelitian ini terdiri dari analisis, pengembangan produk awal, uji validitas produk, uji coba produk, dan revisi. Validasi dilakukan oleh 2 ahli media, 2 ahli materi dan 47 siswa kelas IV SDN Purwantoro 8 Malang. Jenis data dalam penelitian dan pengembangan ini berupa data kualitatif yang diperoleh dari masukan, tanggapan, kritik dan saran perbaikan dari ahli media dan ahli materi dan data kuantitatif diperoleh dari hasil angket berupa skor objektif penilaian produk berdasarkan instrumen validasi. Hasil pengembangan media Ritatoon Subtema Aku dan Cita-Citaku berupa sebuah media Ritatoon yang terdiri dari kotak ritatoon, 10 papan Ritatoon, 32 lembaran materi Ritatoon yang terbuat dari banner. Lembar materi terdiri diantaranya paket 1 terdiri dari 9 lembar materi untuk pembelajaran 1, paket 2 terdiri dari 9 lembar materi untuk pembelajaran 1, paket 3 terdiri dari 6 lembar materi untuk pembelajaran 2 dan paket 4 terdiri dari 6 lembar materi untuk pembelajaran 3. Hasil analisis data validasi produk oleh 2 ahli media diperoleh rata-rata persentase 94,6% dan 2 ahli materi diperoleh rata-rata persentase 92,1%. Hasil uji coba lapangan kepada 47 siswa kelas IV diperoleh rata-rata 84,82%. Data tersebut menunjukkan bahwa produk ritatoon memiliki tingkat validitas yang tinggi dengan kriteria kelayakan “sangat layak”. Dapat disimpulan bahwa produk sudah layak secara praktik sebagai salah satu media pembelajaran di dalam kelas. Saran pemanfaatan yang diajukan yaitu perlu adanya media lain yang relevan untuk Subtema Aku dan Cita-Citaku. Saran diseminasi yaitu pengembangan dan pengadaan media ritatoon melalui seminar dan publikasi. Saran pengembangan lebih lanjut yaitu mengembangkan produk lain yang dapat dimanfaatkan untuk membelajarkan subtema Aku dan Cita-Citaku semester 2.

 

Peningkatan pemahaman isi cerita anak melalui membaca pemahaman pada siswa kelas V SDN Selokajang Kabupaten Blitar / Qomaruzzaman

 

ABSTRAK Qomaruzzaman. 2015. Peningkatan Pemahaman Isi Cerita Anak Melalui Membaca Pemahaman pada Siswa Kelas V SDN Selokajang 03 Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Prasekolah, FIP Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. Hadi Mustofa, M.Pd (2) Drs. Syaiful Imam, S. Pd., M.Pd. Kata kunci: peningkatan pemahaman, isi cerita anak, membaca pemahaman Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti pada kelas V SDN Selokajang Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar diketahui bahwa: (1) dalam menjawab pertanyaan dari guru siswa masih terlihat malu-malu dan tidak percaya diri, (2) siswa juga tidak mau menjawab pertanyaan apabila tidak di-tunjuk oleh guru, (3) guru tidak menggunakan media dalam proses pembelajaran, (4) proses pembelajaran lebih didominasi guru sehingga terjadi komunikasi satu arah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan membaca pemahaman dalam meningkatkan pemahaman isi cerita anak, (2) mendiskripsikan peningkatan pemahaman isi cerita anak melalui membaca pemahama. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II yang masing-masing terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data di-lakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, catatan lapangan, tes, dan dokumentasi. Analisis data diawali dengan mengumpulkan data, menyajikan, dan mendeskripsikan data kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh peningkatan aktivitas siswa dan hasil belajar siswa serta hasil akhir siswa yang meningkat. Aktivitas siswa meningkat mulai dari siklus I yaitu 74% meningkat menjadi 81% pada siklus II. Nilai hasil belajar siswa pun meningkat dari 72% pada siklus I, meningkat menjadi 80% pada siklus II. Rata-rata nilai akhir siswa juga mengalami peningkatan, mulai dari pratindakan sebesar 56 dengan ketuntasan klasikal sebesar 29% meningkat menjadi 73 dengan ketuntasan klasikal 64% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 81 dengan ketuntasan klasikal 96% pada siklus II. Dengan demikian, penerapan membaca pemahaman dapat meningkatkan pemahaman isi cerita anak pada siswa kelas V SDN Selokajang 3 Kabupaten Blitar. Oleh karena itu, disarankan bagi guru agar menerapkan membaca pemahaman agar pemahaman isi cerita anak pada siswa dapat meningkat lebih maksimal.

Usaha meningkatkan mutu jurusan Tata Buku pada SMEA Negeri Malang dalam mencapai persyaratan kerja / oleh Soewondo Martapi

 

Korelasi antara nilai rapor dengan nilai ujian akhir siswa dalam mata pelajaran dasar kejurun SMEA Negeri Pembina Malang / Adam Martinus

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |