Suatu bentuk sederhana dari pendekatan inquiry dalam mengajarkan larutan di SMP kelas I / oleh Winarto

 

Penerapan model pembelajaran synectics untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Sladi Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan / Afif Afrudin Uar

 

Kata Kunci: Model Synectics, hasil belajar, IPS, Sekolah Dasar. Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan. Guru menjadi pemeran utama dalam menciptakan situasi interaktif yang bersifat edukatif, yakni antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, dan siswa dengan sumber belajar, demi menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Proses pembelajaran yang interaktif dan edukatif, sangat menunjang guru dalam mengaktualisasikan kompetensinya secara profesional dalam aspek metodologis. Masalahnya, masih dijumpai banyak guru berpendapat bahwa pembelajaran yang baik di kelas adalah apabila kelas tenang dan tidak berisik. Salah satu bukti nyata di SDN Sladi, bahwa guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional, dalam hal ini ceramah. Akibatnya, siswa menjadi bosan dalam mengikuti pembelajaran. Untuk itu, diperlukan suatu pengembangan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (a) mendeskripsikan bagaimana penerapan model synectics dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas V SDN Sladi dalam pembelajaran IPS, (b) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa kelas V SDN Sladi dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan model synectics. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang meliputi dua siklus (siklus I dan siklus II). Tahapan siklus mempunyai alur: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Sladi, yang berjumlah 24 orang. Fokus penelitian adalah peningkatan hasil belajar siswa dan aktivitas siswa selama pembelajaran dengan menggunakan model synectics. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi; observasi (pengamatan), wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar pengamatan aktivitas siswa, dan lembar pengamatan aktivitas guru, dan lembar tes. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Siklus tindakan pembelajaran dihentikan jika seluruh prosedur telah terlaksana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Sladi mengalami peningkatan. Pada kegiatan pra tindakan persentase nilai rata-rata siswa mencapai 51,9%, selanjutnya pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 17% menjadi 68,9%, dan pada siklus II meningkat lagi sebesar 15,3% menjadi 84,2% dan telah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal. Selain peningkatan hasil belajar siswa, dampak lain yang terlihat adalah adanya peningkatan aktivitas siswa selama pembelajaran (kemampuan siswa berpikir kreatif). Pada kegiatan pra tindakan , persentase aktivitas siswa secara klasikal mencapai 26,6%, namun pada siklus I meningkat menjadi 53,3%, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 68,8%. Kemampuan guru dalam merancang RPP pada siklus I mendapatkan skor 94,1 dan meningkat pada siklus II menjadi 95,5 dengan kualifikasi ”Sangat Baik”. Kemampuan guru merumuskan rencana pembelajaran pada siklus I mendapatkan skor 88,2% dan meningkat pada siklus II menjadi 95,5% dengan kualifikasi ”Sangat Baik”. Selanjutnya, kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran pada siklus I mendapatkan skor 84% dan meningkat pada siklus II menjadi 95,4%. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, beberapa saran diperkirakan dapat meningkatkan persentase dan kualitas model pembelajaran yang diteliti. Saran yang diajukan tersebut adalah: (1) bagi guru; agar dapat menggunakan model-model pembelajaran terbaru untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan kemampuan berpikir kreatif, (2) bagi Kepala Sekolah; agar hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan untuk memberikan supervisi dan bimbingan bagi guru, berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran, dan (3) bagi peneliti lain; agar dapat melakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan model pembelajaran ini, dengan modifikasi dan pengembangan yang lebih baik dan sempurna.

Manajemen kurikulum dan pembelajaran di Sekolah Dasar (SD) Indonesia Interactive Standard / Nur Azizia

 

Azizia, Nur. 2015. Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran di Sekolah Dasar (SD) Indonesia Interactive Standard School (IISS) Kota Malang. Skripsi. Program Studi Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. A. Yusuf Sobri, S.Sos., M.Pd., (2) Desi Eri Kusumaningrum, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: manajemen kurikulum dan pembelajaran, Sekolah Dasar (SD)     Penyelenggaraan pendidikan seharusnya disertai dengan manajemen pendidikan yang baik dan benar agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Khususnya pada substansi manajemen kurikulum dan pembelajaran yang harus dikelola dengan optimal sehingga tercapai mutu pendidikan. Kurikulum sebagai salah satu perangkat yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan suatu bangsa hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan sekolah. Seperti halnya SD IISS Kota Malang yang mereorganisasi kurikulum melalui buku pelajaran untuk menyesuaikan kebutuhan sekolah yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.     Penelitian ini memiliki fokus yaitu; (1) perencanaan kurikulum dan pembelajaran, (2) implementasi kurikulum dan pembelajaran, (3) evaluasi kurikulum dan pembelajaran, dan (4) faktor pendukung dan faktor penghambat manajemen kurikulum dan pembelajaran di SD IISS Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Kehadiran peneliti sebagai instrumen kunci memiliki peran yang sangat penting karena peneliti yang merasakan dan melihat kondisi di lapangan. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Agar diperoleh keabsahan data, maka peneliti melakukan pengecekan keabsahan data melalui, triangulasi, pengecekan anggota, perpanjangan keikutsertaan, meningkatkan ketekunan, dan kecukupan bahan referensi.     Hasil penelitian ini yaitu; (1) perencanaan kurikulum dan pembelajaran di SD IISS Kota Malang diawali dengan mengombinasikan kurikulum nasional (KTSP) dan internasional (Cambridge dan Singapura) dengan mereorganisasi berdasarkan buku oleh kepala sekolah. Selanjutnya guru dan kepala sekolah bersama-sama berdiskusi membahas kurikulum, materi, dan menetapkan metode yang akan digunakan. Guru selanjutnya membagi materi ke dalam tiap term berdasarkan kalender pendidikan. Setelah itu guru membuat rencana pembelajaran berupa weekly plan yang meliputi; waktu, kegiatan, materi, metode, sumber, media, dan tujuan. Untuk menambah dan mengukur kemajuan belajar siswa, guru membuat handout dan worksheet yang akan diberikan kepada siswa, (2) implementasi kurikulum dan pembelajaran di SD IISS Kota Malang menggunakan bahasa pengantar full English dengan penyesuaian di 3 bulan pertama dan pembiasaan di bulan selanjutnya sejak siswa kelas 1. Metode yang digunakan yaitu fun learning, dilakukan dengan mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak menuntut siswa untuk menghafal materi. Interactive dan active learning, dilakukan dengan memberikan kebebasan kepada siswa untuk menanggapi, bertanya, dan berkomentar selama proses pembelajaran, sehingga guru dan siswa saling berinteraksi dan siswa menjadi aktif. Pendekatan yang digunakan yaitu individual approach, melalui penerapan kelas kecil, guru dapat leluasa melakukan pendekatan individu kepada masing-masing siswa, sehingga perkembangan masing-masing siswa dapat terjangkau oleh pengawasan guru, (3) evaluasi kurikulum dan pembelajaran dilakukan menjelang tahun ajaran baru, setiap selesai event, dan evaluasi harian setiap hari Kamis. Proses evaluasi diperoleh dari inspeksi kepala sekolah ke kelas-kelas, evaluasi dari guru, serta masukan dari orangtua siswa yang didapat dari hasil parents meeting di tiap term dan ketika reporting day. Selain itu evaluasi pembelajaran diperoleh dari daily activity 10%, quiz/ulangan 20%, pre-test/UTS 30%, dan final/UAS 40%, dan (4) faktor pendukung yang ada di SD IISS Kota Malang yaitu guru yang inovatif, orangtua yang selalu mendukung kegiatan sekolah, sistem sekolah yang menerapkan full English, dan keleluasaan guru membuat sumber belajar berwarna. Selain itu, faktor penghambat yang ada di SD IISS Kota Malang yaitu fasilitas yang belum memadai, pemesanan buku yang datang terlambat, serta kemampuan Bahasa Inggris siswa yang berbeda-beda. Hambatan tersebut diatasi dengan guru yang inovatif melalui penggunaan fasilitas yang tersedia, menggunakan sumber belajar yang relevan, dan memberikan free course untuk orangtua mengenai trik mengajari Bahasa Inggris, atau menyarankan orangtua untuk memberikan les di luar sekolah.     Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada beberapa pihak diantaranya; (1) Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang agar dapat memberikan perhatian lebih dan keleluasaan kepada sekolah dalam hal manajemen kurikulum dan pembelajaran, (2) Kepala SD IISS Kota Malang agar dapat melibatkan guru atau ahli/pakar kurikulum dalam penyusunan kurikulum, (3) guru SD IISS Kota Malang agar mempertahankan dan mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif, kreatif, dan produktif, (4) akademisi Jurusan Administrasi Pendidikan agar dapat memberikan pembelajaran yang lebih menarik mengenai manajemen kurikulum dan pembelajaran, khususnya untuk pendalaman teori dan praktik, dan (5) peneliti lain agar hasil ini agar dapat dijadikan sebagai masukan dan pengembangan dalam penelitian selanjutnya mengenai manajemen kurikulum dan pembelajaran.

Manajemen pembekalan tes kerja sebagai penyiapan mental siswa dalam menghadapi dunia kerja (studi kasus di SMK PGRI 3 Malang) / Nofitasari

 

Nofitasari.2015. Manajemen Pembekalan Tes Kerja sebagai Penyiapan Mental Siswa dalam Menghadapi Dunia Kerja (Studi Kasus di SMK PGRI 3 Malang). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. A. Supriyanto M.Pd, M.Si, (II) Dr. Asep Sunandar, S.Pd, M.AP. Kata Kunci: manajemen, pembekalan tes kerja, SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Pendidikan kejuruan disiapkan untuk membekali peserta didik siap kerja, seperti halnya SMK PGRI 3 Malang yang merupakan salah satu sekolah swasta di Kota Malang. Sekolah ini sangat memperhatikan kebutuhan peserta didiknya apalagi untuk menghadapi dunia kerja. Meskipun sekolah berstatus swasta SMK PGRI 3 memiliki relasi perusahaan yang banyak, selain itu alumninya juga banyak yang telah direkrut kerja sebelum kelulusan. Fokus dan tujuan penelitian yang dilakukan yaitu untuk mendeskripsikan beberapa hal, yaitu mengenai perencanaan pembekalan tes kerja, pengorganisasian pembekalan tes kerja, pelaksanaan pembekalan tes kerja, serta evaluasi dari pelaksanaan pembekalan tes kerja bagi calon alumni yang ada di SMK PGRI 3 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian adalah SMK PGRI 3 Malang terletak di jalan Raya Tlogomas IX/09 Malang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara serta dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi dengan menerapkan triangulasi sumber dan triangulasi teknik, pengecekkan anggota, perpanjangan waktu, peningkatan ketekunan dalam penelitian, serta menggunakan bahan referensi. Proses yang dilakukan peneliti dalam analisis data yaitu dengan melakukan reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil temuan penelitian yang dilakukan yaitu sebagai berikut. Pertama, sebelum melaksanakan pembekalan sekolah melakukan perencanaan terlebih dahulu. Proses awal dari perencanaan yaitu dengan menentukan kebijakan yang akan dilakukan tersebut yang ditetapkan oleh kepala sekolah yang selanjutnya dimandatkan pada divisi BKA (Bursa Kerja Aktif). Perencanaan pembekalan tes kerja yang dilakukan divisi BKA yaitu dengan menyiapkan materi yang akan di berikan, mendata siswa yang akan dibekali dengan mengetahui minatnya setelah lulus sekolah serta menyusun jadwal kegiatan pembekalan yang akan dilaksanakan. Kedua, pengorganisasian yang dilakukan dalam kegiatan pembekalan tidak terlalu rumit karena tidak ada struktur jabatan khusus dalam pelaksanaan. Divisi BKA bekerja dalam satu tim dan memiliki tanggung jawab yang sama dalam kegiatan pembekalan. Justru pengorganisasian yang dilakukan dalam pembekalan lebih kepada siswanya, jadi sebelum kegiatan pembekalan siswa akan dikelompokkan berdasarkan minatnya melalui pengisian angket yang berisi minat mereka setelah lulus. Ketiga, pelaksanaan pembekalan tes kerja dilakukan setiap tahun untuk calon alumni SMK PGRI 3 Malang. Pembekalan dilakukan dengan memberikan materi kepada siswa. Materi diberikan dan dipraktekan secara langsung oleh siswa yang dibekali. Kegiatan yang dilakukan dalam pembekalan antara lain, siswa diajari terkait proses administrasi dalam melamar pekerjaan, siswa diajari bagaimana menghadapi dan mengerjakan psiko-tes, serta siswa diajari bagaimana menghadapi dan menjawab pertanyaan saat tes wawancara. Keempat, evaluasi kegiatan pembekalan tes kerja dilakukan oleh pihak BKA sendiri, hal ini dikarenakan kegiatan tersebut sudah menjadi tanggung jawab divisi BKA. Evaluasi dilakukan dengan melihat prosentase keterserapan siswa dalam dunia kerja. Berdasarkan temuan penelitian dapat disarankan bagi: (1) Kepala SMK PGRI 3 Malang diharapkan dapat meningkatkan kerja sama dan koordinasi dengan divisi BKA, (2) Bidang BKA SMK PGRI 3 Malang diharapkan dapat membantu dalam meningkatkan pelaksanaan kegiatan pembekalan tes kerja, (3) Guru dan staf SMK PGRI 3 Malang diharapkan lebih meningkatkan pembekalan yang dilakukan terhadap siswa melalui kegiatan pembelajaran, (4) Peserta didik diharapkan dapat lebih aktif lagi dan antusias dalam mengikuti kegiatan pembekalan tes kerja, (5) Alumni SMK PGRI 3 Malang diharapkan dapat digunakan sebagai pengetahuan dalam upaya pelaksanaan perekrutan kerja, utamanya bagi alumni yang masih dalam upaya pencarian kerja (6) Jurusan Administrasi Pendidikan diharapkan penelitian ini dapat menjadi inspirasi untuk melakukan pembekalan tes kerja bagi calon lulusan AP, (7) Peneliti lain diharapkan dapat digunakan sebagai referensi untuk melakukan penelitian pengembangan mengenai pembekalan tes kerja.

Manajemen kurikulum ulumuddin dalam membentuk karakter peserta didik di Sekolah Dasar Alam Ar-Rohmah Malang / Leny Lukitasari

 

Lukitasari, Leny. 2015. Manajemen Kurikulum Ulumuddin dalam Membentuk Karakter Peserta Didik di SD Alam Ar-Rohmah Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. A. Yusuf Sobri, S.Sos, M.Pd, (II) Desi Eri Kusumaningrum, S.Pd.,M.Pd. Kata Kunci: manajemen kurikulum, kurikulum ulumuddin Pendidikan merupakan salah satu wadah pembentukan sikap dan karakter anak. Pendidikan karakter dalam jalur pendidikan formal didapat dari sekolah. Salah satu sekolah yang memiliki tujuan pendidikannya membentuk karakter peserta didik melalui pendidikan agama yaitu SD Alam Ar-Rohmah Malang. SD Alam Ar-Rohmah Malang memiliki kurikulum khusus agama yang disebut Kurikulum Ulumuddin. Kurikulum Ulumuddin berisi lima mata pelajaran agama, yaitu Pendidikan Al Islam, Bahasa Arab, Al-Quran, Hadist, dan Praktek Ibadah. Diharapkan dengan adanya Kurikulum Ulumuddin dapat membentuk karakter pada anak. Keberhasilan suatu kurikulum akan terwujud apabila dilaksanakan dengan manajemen yang baik.     Fokus penelitian yaitu manajemen kurikulum ulumuddin untuk membentuk karakter peserta didik di SD Alam Ar-Rohmah Malang. Fokus rinci penelitian terdiri dari: (1) perencanaan kurikulum ulumuddin SD Alam Ar-Rohmah Malang; (2) pelaksanaan kurikulum ulumuddin SD Alam Ar-Rohmah Malang; (3) evaluasi kurikulum ulumuddin SD Alam Ar-Rohmah Malang; (4) kendala dan pendukung kurikulum ulumuddin SD Alam Ar-Rohmah Malang; (5) upaya mengatasi kendala kurikulum ulumuddin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian ini terletak di Jalan Raya Jambu Dau Kabupaten Malang. Metode pengumpulan data yang digunakan untuk menjelaskan fokus penelitian yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data yang terdiri dari: perpanjangan waktu pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, dan member check.     Hasil temuan penelitian ini meliputi: (1) perencanaan Kurikulum Ulumuddin SD Alam Ar-Rohmah Malang terdiri dari rapat tim struktural, penyusunan konsep, penyusunan program kerja, menentukan mata pelajaran dan sumber belajar, menentukan pendidik dan lama jam mengajar, menyusun jadwal pelajaran, menyusun silabus dan modul, penyusunan prota dan promes, menentukan bahan ajar dan penyusunan RPP, menyusun format penilaian; (2) pelaksanaan Kurikulum Ulumuddin terdiri dari implementasi mata pelajaran PAI, PIB, Bahasa Arab, Al-Quran, dan Hadist, implementasi program kerja yang dinamakan ICB (Islamic Character Building); (3) evaluasi Kurikulum Ulumuddin terdiri dari evaluasi kegiatan pembelajaran, modul, materi, penanaman karakter pada anak, program kerja tahunan, dan format penilaian, evaluasi dilakukan oleh tim struktural dengan mengadakan rapat setiap minggu, evaluasi guru dan evaluasi yang dilakukan oleh orang tua; (4) kendala penerapan Kurikulum Ulumuddin terletak pada peserta didik yang malas belajar, kurangnya kesiapan administrasi pada pendidik, orang tua/keluarga yang kurang memberikan pengawasan dan kerjasama dengan sekolah, dan lingkungan yang kurang mendukung perkembangan anak; (5) upaya mengatasi kendala pada Kurikulum Ulumuddin yaitu diadakannya super class dan bina kelas khusus untuk peserta didik yang kurang mampu mengikuti pelajaran, diadakan pelatihan dan supervisi kelas untuk meningkatkan kualitas mengajar guru, diadakan forum kelas sebagai wahana komunikasi, dan pengawasan orang tua terhadap perilaku anak di lingkungan.     Berdasarkan temuan penelitian dapat disarankan bagi: (1) Kepala Yayasan Ar-Rohmah Malang dapat menindaklanjuti hasil evaluasi yang telah dilaksanakan oleh pihak sekolah. Mengikutsertakan pihak sekolah dalam proses perencanaan Kurikulum Ulumuddin sehingga kebutuhan dari masing-masing sekolah terpenuhi; (2) Kepala SD Alam Ar-Rohmah Malang diharapkan melakukan pengawasan atau supervisi kelas secara rutin atau terjadwal untuk dapat mengawasi dan meningkatkan kualitas mengajar guru, mengadakan pelatihan penyusunan RPP dan silabus bagi guru-guru; (3) Guru SD Alam Ar-Rohmah Malang diharapkan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang disesuaikan dengan silabus dan RPP. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar agar dapat dilaksanakan dengan lebih baik sehingga tujuan kurikulum juga dapat tercapai; (4) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi dalam ruang lingkup yang memiliki keterkaitan dengan manajemen kurikulum berbasis agama dan karakter peserta didik; (5) peneliti lain diharapkan dapat melanjutkan dan menuntaskan keterbatasan peneliti, yaitu belum dapat menggali informasi dari pihak yayasan langsung mengenai perencanaan dan evaluasi Kurikulum Ulumuddin.

Manajemen program school garden guna mewujudkan sekolah adiwiyata (studi kasus di SMAN 7 Malang) / Rakhmawati Indriani

 

Indriani, Rakhmawati, 2015. Manajemen Program School Garden Guna Mewujudkan Sekolah Adiwiyata (Studi Kasus di SMAN 7 Malang). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Kusmintardjo, M.Pd, (II) Wildan Zulkarnain, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Manajemen, School Garden, Sekolah Adiwiyata. Adiwiyata adalah salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Sekolah Adiwiyata merupakan sekolah yang berhasil menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat serta berawawasan lingkungan. Salah satu sekolah yang telah berhasil melaksanakan program Adiwiyata adalah SMAN 7 Malang dengan menerapkan program School Garden di sekolah untuk membentuk kepribadian peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan manajemen program School Garden di SMAN 7 Malang, antara lain: (1) Latar belakang diadakannya program school garden di SMAN 7 Malang, (2) Perencanaan program school garden di SMAN 7 Malang, (3) Penerapan program school garden di SMAN 7 Malang, (4) Evaluasi program school garden di SMAN 7 Malang, (5) Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program school garden sebagai wujud program adiwiyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian deskriptif kualitatif (studi kasus). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMAN 7 Malang dengan objek penelitian adalah manajemen program School Garden guna mewujudkan sekolah adiwiyata. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh lima simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, program School Garden di SMAN 7 Malang ini diadakan untuk membentuk kepribadian peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar baik di sekolah maupun di luar sekolah dan membantu peserta didik yang kurang mampu dari hasil penjualan Pokja Ekowirausaha. Kedua, perencanaan program School Garden di SMAN 7 Malang dilakukan dengan membentuk koordinator program Adiwiyata yang bertugas untuk membina peserta didik dan warga sekolah lainnya dalam penerapan program School Garden. Ketiga, penerapan program School Garden di SMAN 7 Malang telah berjalan dengan baik. Hasil penerapan program School Garden dapat dilihat dari prestasi yang telah diraih sekolah setelah menerapkan program Adiwiyata. Kegiatan yang dilakukan pada saat pelaksanaan program School Garden di SMAN 7 Malang meliputi: Implementasi kebijakan sekolah berwawasan lingkungan, pengembangan kurikulum dan pembelajaran berbasis lingkungan, pengembangan kegiatan berbasis partisipatif, pengelolaan sarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan. Keempat, evaluasi terhadap penerapan program School Garden di SMAN 7 Malang dilakukan secara langsung, tidak langsung, dan evaluasi tingkat lanjut (follow-up) yang nantinya diharapkan dapat dijadikan tolok ukur bagi kepala sekolah dan guru-guru dalam meningkatkan pengelolaan program tersebut. Kelima, kegiatan pelaksanaan dan pengelolaan program School Garden sangat dipengaruhi oleh dukungan maupun partisipasi seluruh warga sekolah, tanpa dukungan mereka maka program School Garden tidak dapat berjalan dengan baik maksimal. Namun, selain faktor pendukung juga terdapat faktor penghambat yang harus diminimalisir sekolah yakni berasal dari diri peserta didik yang cenderung malas berpartisipasi dalam dalam pelaksanaan program School Garden. Dari penelitian ini, saran-saran yang diajukan yaitu (1) Bagi Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, diharapkan mampu membentuk peserta didik yang berkarakter mencintai lingkungan, membina kebersamaan antar peserta didik dan menciptakan generasi yang mampu berwirausaha; (2) Bagi Kepala SMAN 7 Malang, hendaknya dapat dijadikan sebagai bahan rujukan bagi kepala sekolah untuk meningkatkan pengelolaan program School Garden terkait kegiatan Adiwiyata yang telah diterapkan di SMAN 7 Malang dengan cara membimbing seluruh warga sekolah dalam pelaksanaan program School Garden melalui pembiasaan kegiatan Jumat Bersih; (3) Bagi Guru SMAN 7 Malang, hendaknya guru dapat menjalankan secara seimbang antara tugas mengajar dan tugas sebagai anggota Tim Adiwiyata dalam menjalin kerjasama dengan warga sekolah mupun pihak luar sekolah agar kegiatan Adiwiyata tetap terlaksana dengan baik; (4) Bagi Orangtua/Wali Murid SMAN 7 Malang, diharapkan dapat mendukung dan tetap melaksanakan kegiatan program Adiwiyata yang sudah diterapkan di SMAN 7 Malang dengan cara ikut menjaga kebersihan di sekitar lingkungan sekolah maupun di rumah; (5) Bagi Jurusan Administrasi Pendidikan, diharapkan dapat dijadikan untuk menambah rujukan (referensi) yang telah ada dengan perkembangan yang terjadi terkait manajemen layanan khusus; (6) Bagi Mahasiswa Administrasi Pendidikan, hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai tambahan referensi tentang manajemen layanan khusus; (7) Bagi Peneliti lain, diharapkan dapat memanfaatkan hasil penelitian dengan sebaik-baiknya, juga dapat digunakan sebagai bahan rujukan atau referensi dalam penelitian sejenis serta mengembangkannya lebih mendalam.

Manajemen pembelajaran jarak jauh (distance learning) pada homeschooling "Sekolah Dolan" di Kota Malang / Faiqotul Izzatin Ni'mah

 

Ni'mah, Faiqotul Izzatin. 2015. Manajemen Pembelajaran Jarak Jauh (Distance Learning) pada Homeschooling "Sekolah Dolan" di Kota Malang. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Kusmintardjo, M.Pd, (2) Sunarni, S.Pd, M.Pd Kata kunci: manajemen distance learning, homeschooling, "Sekolah Dolan" Seiring perkembangan TIK saat ini, pendidikan berangsur-angsur mengalami perubahan pola pembelajaran dalam mencapai tujuan dan mutu pendidikan. Salah satu upayanya adalah dengan memberikan layanan pembelajaran dengan jarak jauh (Distance Learning). Beberapa lembaga pendidikan mulai memiliki program Distance Learning, tidak terkecuali pada homeschooling sebagai salah satu pendidikan nonformal. Salah satu homeschooling yang mempunyai program Distance Learning di Malang adalah "Sekolah Dolan" yang merupakan satu-satunya homeschooling yang berada di bawah naungan Asah Pena. Penyelenggaraan pembelajaran harus disertai dengan manajemen atau pengelolaan yang baik dan benar agar tujuan pendidikan dapat dicapai oleh lembaga pendidikan. Khususnya adalah manajemen Distance Learning di "Sekolah Dolan" yang mempunyai tujuan untuk melayani pendidikan anak dengan tidak terbatas ruang dan waktu mereka belajar. Penelitian ini memiliki fokus, yaitu: (1) perencanaan Distance Learning, (2) pelaksanaan Distance Learning, (3) pengawasan Distance Learning, (4) evaluasi Distance Learning, dan (5) masalah dan solusi masalah dalam Distance Learning di homeschooling "Sekolah Dolan" Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dengan jenis penelitian studi kasus. Kehadiran peneliti sebagai instrumen kunci memiliki peranan yang sangat penting karena peneliti yang merasakan, melihat, dan mengumpulkan data dari penelitian. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara: (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Keabsahan data dilakukan dengan mengecek empat kriteria yaitu, (1) kredibilitas, terdiri dari proses: (a) triangulasi, (b) pengecekan anggota, (c) meningkatkan ketekunan, dan (d) kecukupan bahan referensi, (2) transferabilitas dilakukan dengan cara membuat laporan hasil penelitian dengan uraian yang rinci, jelas, dan sistematis, (3) ketergantungan dilakukan dengan cara melakukan auditing terhadap proses penelitian oleh dosen pembimbing, dan (4) konfirmabilitas dilakukan dengan benar-benar melakukan penelitian dari awal sampai akhir. Hasil penelitian ini yaitu: (1) perencanaan Distance Learning "Sekolah Dolan" terdiri dari: memberikan program belajar online dari Zenius, LKS, dan sumber belajar lain yang disediakan oleh orangtua. Selanjutnya adalah menyediakan perangkat elektronik dan jaringan berupa: PC, laptop, Smartphone, Wifi, dan paket data lain. Kemudian penetapan kurikulum sesuai dengan diknas dan sekolah membuat program akademik selama satu tahun sebagai patokan dalam menyusun jadwal pelajaran. Jadwal pelajaran dibuat secara mandiri oleh siswa bersama orangtua dan disepakati dengan sekolah. Kegiatan perencanaan ini, sekolah sangat memperhatikan komitmen dari orangtua sebelum memutuskan mengikuti Distance Learning. Sehingga sekolah melaksanakan proses kesepakatan terlebih dahulu dengan cara diskusi, konsultasi, maupun sharing program dengan orangtua. Setelah itu, orangtua melakukan pendaftaran secara online maupun datang ke sekolah, (2) pelaksanaan Distance Learning dilakukan oleh siswa secara mandiri maupun ada guru tambahan pada mata pelajaran tertentu dan sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat. Tahap pelaksanaan dengan mengakses Zenius, mempelajari materi dan video, mengerjakan soal, dan langsung ada pembahasan. Mengerjakan LKS, tugas, beserta ujian-ujian yang dijadwalkan sekolah. Komunikasi yang terjalin antara siswa, orangtua, dan sekolah melalui beberapa media sosial, (3) pengawasan Distance Learning dilakukan guna memantau dan mengawal terlaksananya kegiatan pembelajaran. Pengawasan dari sekolah melalui jurnal harian yang wajib diisi setiap hari dan dilaporkan. Sedangkan pengawasan oleh orangtua dilakukan sehari-hari dengan memantau setiap kegiatan belajar anak karena pembelajaran dilakukan secara mandiri oleh anak di rumah, (4) evaluasi Distance Learning terdiri dari evaluasi program dan evaluasi hasil belajar. Evaluasi program dilakukan oleh tim khusus dalam memantau inovasi-inovasi dari program belajar online Zenius dan media komunikasi. Evaluasi hasil belajar dilakukan dalam bentuk memberikan tugas harian, UH, UTS, UAS, dan UNPK. Hasil belajar siswa direkap dalam bentuk nilai-nilai yang terdapat pada rapor, dan (5) masalah dalam program Distance Learning terdiri dari: (a) listrik padam, (b) jaringan internet buruk, (c) orangtua dan siswa yang tidak berkomitmen, (d) anak lambat belajar, dan (e) anak tidak konsisten terhadap jadwal pelajarannya. Selanjutnya solusi terhadap masalah yang dilakukan oleh sekolah antara lain: (a) konfirmasi kepada sekolah dan dapat mengganti waktu pelajaran, (b) mengganti jaringan internet yang sesuai dengan wilayah, (c) ada guru/tutor pendamping yang membantu belajar siswa, (d) koordinasi terus-menerus dengan orangtua dan siswa, dan (e) memberikan penegasan dan konsekuensi kepada siswa. Berdasarkan kesimpulan, penelitian ini memberikan saran kepada beberapa pihak diantaranya: (1) Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, diharapkan lebih banyak lagi memberikan kerjasama dengan "Sekolah Dolan" dalam mengembangkan program Distance Learning, (2) Kepala "Sekolah Dolan", agar selalu memberikan program pembelajaran yang lebih inovatif dan variatif lagi untuk mendukung pembelajaran siswa, (3) orangtua siswa, agar selalu memantau dan mendukung kegiatan pembelajaran siswa, (4) Ketua Jurusan dan Dosen Adminitrasi Pendidikan agar memberikan pengetahuan yang lebih mengenai manajemen pembelajaran yang ada di pendidikan formal, nonformal, serta informal baik secara teori maupun praktik, dan (5) peneliti lain agar dapat dijadikan sebagai bahan referensi baru dan dapat melanjutkan penelitian ini dengan meneliti perkembangan lulusan Distance Learning "Sekolah Dolan".

Perbedaan prestasi belajar matematika siswa yang diajar dengan metode belajar kooperatif model STAD dengan siswa yang diajar dengan metode belajar konvensional pada pokok bahasan relasi, pemetaan, dan grafik siswa kelas II semester I MTS Negeri Wates Blitar

 

Kegialanp embel4iarand i kelss merupakanh al yaagcukup peutingdari keselunrban poscsp cndidikan Pencapaiantu juan psndidikan scbagianb esard itentukano lch keberhasilakne giaan pembelajarand i kelas.O leh karenai tu denganb erusaham eningkatkan mutup €mbelajarand i kclas,b erarti telah ikut meningkatkanm utu pendidikans ecarau mum. Metodeb elajark ooperatif model STAD adalahs alahs atum etodep embelajaranm atematika yangd apatm engaktifkans eluruhs iswa selamap rosesp embelajar.adne nganm emberikan kesempdn bet€rjasama arilar sisna png mcmpur5ai temampuan heterogeir Penelitian ini berhrjuan unA* (l) mengetahui apakah pestasi belajar matcrnatika' padap oko&b ahasanR elasi,P cmetaand, an Grafik sisn'ak elas I scmes0eIr M Ts Negeri WatesB litar yang diajar denganm enggunakanm etodeb elajar kooperatif model STAD lebih baikd ari padas isway ang diajar denganm etodeb elajar konvensional,( 2) mengetahui hgaimanatanggapans iswak elast r MTs NegCriW atesBlihrbrltadap penggmasnostode belajark ooperatif model STAD dalam bidang studi maternati{ak hususryad alam pokok bahasaRn elasi,P em€taand, an Grafik Penelitiani ni meruprkanp enelitian eksperimens emu Rancang;apne nelitiany ang dipilih adalah model posttest only group design Populasi penelitian adalah siswa kelas II MTsNW atesB litar tahun ajaran2003-2004y ang terdiri atasd ua kelas. Sampeld alam Wlitianini adalah semua populasi. Secara acakdipilih k€hs IIa sebagai kelas elsperimen dan kelas Ib s€bagai kelas kontrol. Denganm enggrmakanu ji satup ihak diperoleht Hn s > t uuuyr aitu 3,95 > 1,67, sehinggHa 1d iterima atauHod itolak yang berafi prestasib elajarm atematikap adap okok bahasaRn elasi,P emetaand, an Grafik sisway ang diajar denganm etodeb elajar kooperatif model STAD lebih baik dari pada sisua yang diajar fugpn metode belqiar konwnsioml. Perhitungapne rsentas€s kor rata-ratat anggapans iswat ertadap skor maksimald iperoleh 740los,e danglamr€ ntanganp srse{rtase7 lo/o snmpi dengan1 0(P/ob nggapans isuraa dalah ' positif.

Penerapan Lintasan Terpendek (shortest) Untuk Perancangan Model Jaringan oleh Muttaqin Eko Wirawan

 

Penerapajanr ingupada saati ni telahb anyakd igrrnakanH. al ini terlihat padab erbapi sisi dalamk ehidupanm, isalnyaja ringanl ishik, jaringan telckomonikasi,jaringnnjalarany a,jaringanr el keretaa pj danjaringank omputer. Modejla ringand irancangu ntukd apatm engoptimalkapne nggunaajanr ingan. Modelj aringanm erupakanm odelg mphb ermuatante rhubungy ang digunakanu ntukm emodelkasnu atup ermasalahakne mudiand icarip enyelesaian nyad enganb antuante ori graph.S alnhs afirt eori gaph yangd apatd igunakan untukm enyelesaikasnu atup errrasalahamn odelj aringana dalahli ntasan terpende(ks hortespt ath). Slcripsiin i nerupakanh asilk ajianp ustakay ang membahams asalah-masala(lh) pengertimja ringan,( 2) linasant erpendek (shortesptt h), (3) penelapanlin tasant erpendek(s hortespt ath) padak ehidupan nyata.

Pengaruh kelompok peminatan mata pelajaran dan gender terhadap hasil belajar dan keterampilan proses ilmiah siswa pada materi laju reaksi / Muhammad Syaiful Hadi

 

Hadi, Muhammad Syaiful. 2015. Pengaruh Kelompok Peminatan Mata Pelajaran dan Gender Terhadap Hasil Belajar dan Keterampilan Proses Ilmiah Siswa pada Materi Laju Reaksi. Tesis, Jurusan Pendidikan Kimia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Suhadi Ibnu, M.A., Ph.D., (II) Dr. H. Yahmin, M.Si. Kata kunci: peminatan mata pelajaran, gender, hasil belajar, keterampilan proses ilmiah Terdapat tiga rumpun kelompok peminatan di sekolah menengah atas yaitu kelompok peminatan Matematika dan Ilmu-ilmu Alam (MIA), peminatan Ilmu-ilmu Sosial (IIS), dan peminatan Ilmu-ilmu Bahasa dan Budaya (IB). Siswa dikelompokkan ke dalam rumpun tersebut berdasarkan minat dan potensi yang dimilikinya. Selain itu dimungkinkan siswa mengambil mata pelajaran lintas rumpun peminatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peminatan dan gender terhadap hasil belajar dan keterampilan proses ilmiah. Penelitian ini merupakan jenis ex-post fakto dengan desain faktorial 2 x 2. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI MIA yang terdiri dari 36 siswa laki-laki dan 29 siswa perempuan; dan siswa kelas XI IIS yang terdiri dari 35 siswa laki-laki dan 33 siswa perempuan. Data penelitian adalah kualitas proses pembelajaran, hasil belajar, dan keterampilan proses ilmiah. Kualitas proses pembelajaran diukur dengan menggunakan lembar observasi berskala, hasil belajar siswa dengan menggunakan tes objektif, dan keterampilan proses ilmiah dengan mengadaptasi dan mengadopsi dari Test of Integrated Science Process Skills (TIPS) yang dikembangkan oleh Monica (2005). Data yang diperoleh dianalisis dengan Multivariate Analysis of Variance (Manova). Hasil penelitian menunjukkan: (1) ada perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara kelompok peminatan MIA dan kelompok peminatan IIS. Hasil belajar siswa pada kelompok peminatan MIA lebih tinggi daripada kelompok peminatan IIS; (2) tidak ada perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara kelompok kelas laki-laki dan kelompok kelas perempuan; (3) ada perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa akibat interaksi antara kelompok peminatan dengan kelompok gender. Hasil belajar kelompok MIA perempuan lebih baik daripada kelompok IIS perempuan; (4) ada perbedaan yang signifikan hasil keterampilan proses ilmiah siswa antara kelompok peminatan MIA dan kelompok peminatan IIS. Hasil keterampilan proses ilmiah siswa pada kelompok peminatan MIA lebih tinggi daripada kelompok peminatan IIS; (5) tidak ada perbedaan yang signifikan hasil keterampilan proses ilmiah siswa antara kelompok kelas laki-laki dan kelompok kelas perempuan; dan (6) ada perbedaan yang signifikan hasil keterampilan proses ilmiah siswa akibat interaksi antara kelompok peminatan dengan kelompok gender. Keterampilan proses ilmiah siswa kelompok MIA laki-laki lebih baik daripada kelompok IIS laki-laki, kelompok MIA perempuan lebih baik daripada kelompok IIS perempuan, dan kelompok MIA perempuan lebih baik daripada kelompok MIA laki-laki.

Pengembangan bahan ajar kimia dengan pendekatan saintifik untuk SMA kelas XII / Daroini

 

Daroini. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Kimia Dengan Pendekatan Saintifik Untuk SMA Kelas XII. Tesis, Program Studi Pendidikan Kimia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D., (II) Dr. Munzil, S.Pd., M.Si. Kata-kata kunci: Pengembangan, bahan ajar, sifat koligatif larutan, pendekatan saintifik Materi sifat koligatif larutan sangat berhubungan dengan fakta-fakta dalam kehidupan sehari-hari serta meliputi penalaran tingkat tinggi, sehingga pembelajaran materi ini akan lebih bermakna jika dimulai dengan menganalisis fakta-fakta tersebut. Hal ini sesuai dengan kurikulum pendidikan yang menekankan proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik melaluilangkah-langkah mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyimpulkan, menyajikan, dan mencipta. Untuk menunjang proses pembelajaran tersebut, dibutuhkan bahan ajar yang relevan dengan kurikulum. Faktanya, belum banyak tersedia bahan ajar kimia yang mengemas materi dalam langkah-langkah pendekatan saintifik. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menghasilkan produk berupabahan ajar kimiamateri sifat koligatif larutan dengan pendekatan saintifik untuk SMA Kelas XII; (2) menguji kelayakan bahan ajar; dan (3) menguji efektifitas bahan ajar. Pengembangan bahan ajar sifat koligatif larutanini mengadaptasi model pengembangan oleh Thiagarajan,et al. (1974) yang terdiri dari empat tahap, yaitu: (1) define (pendefinisian), (2) design (perancangan), (3) develop (pengembangan), dan (4) disseminate (penyebaran). Draft bahan ajar divalidasi isi oleh 2 orang ahli materi dan 2 orang ahli pembelajaran. Validasi menggunakan angket yang diadaptasi dari angket validasi buku BNSP. Selanjutnya dilakukan validasi keterbacaan oleh 6 orang siswa SMA menggunakan angket yang dikembangkan sendiri. Hasil validasi digunakan untuk merevisi bahan bahan ajar. Bahan ajar yang telah direvisi diujicoba pada 1 kelompok siswa SMA. Efektifitas bahan ajar ditentukan berdasarkan hasil tes formatif pada akhir pembelajaran. Tes formatif menggunakan 20 soal pilihan ganda yang telah divalidasi isi. Rerata validasi isi sebesar 84,2%, dan reliabilitassebesar 0,86. Hasil pengembangan berupa bahan ajar dengan spesifikasi terdiri dari 3 bab. Bagian pendahuluan memuat deskripsi materi, pengetahuan prasyarat, garis besar isi, dan uji kemampuan awal. Bagian inti terdiri dari 5 kegiatan pembelajaran yang masing-masing terdiri dari tujuan pembelajaran, rencana belajar, uraian materi, rangkuman, dan tugas mandiri. Hasil validasi bahan ajar, rerata validasi isi oleh ahli bahan ajar sebesar 83,9% (layak), ahli pembelajaran sebesar 98,9% (layak), keterbacaan sebesar 90,3% (layak). Hasil uji efektifitas sebanyak 87% siswa mencapai KKM (efektif).

Pengaruh model Problem Based Learning-Active and Self Directed Learning (PBL-ASDL) terhadap hasil belajar dan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa pada pokok bahasan koloid / Dwi Yuliastutik

 

Keefektifan pendekatan perubahan konseptual dengan teknik Predict-Observe-Explain (POE) dan animasi terhadap pemahaman konsep ikatan kimia peserta didik kelas X SMA Negeri 3 Kediri / Eva Wahyudah

 

Homomorfisma grup siklik oleh Anik Muflihah

 

Grup merupakan suatu sistem matematika yang terdiri dari suatu himpunan tidak kosong, satu operasi biner, serta memenuhi sifat tertutup, asosiatif, adanya elemen id€$igs, danafutya invers unrrk masing-sasitrg elemen di grup. Order dari trup G , I G I adalahU anyaknyau nsurd ari himprnan G, sedangkan mder dari msur g dalam crup G adalah n jika n bilangnn hrlat positif terkecil phi"ggu g' : e ditulis lg l: n Mi*arrran G suatu grup dan H himpunan bagian tidak kosong dari G yang memiliki operasi yang ssms dsnpl operasi Oi C -a*a tf aisetut grup bagiand ari G. suatu grup G disebutg rup siklik jika dan hanyaji ka terdapatg -ggo?,G sedemjkian hirggu g babon dad G- g babon dari G jika g di C dan 9: {d'ln di Z}. JikaG suatug rup,g unsurd i G danH :{gl In di Z}adalahg rup bgian dari G, lalrak^Hadzlahgrup bgian siktik dari C ae"gn Uaton g Suatup emetaBnf dari grup ( G *) ke grup ( H, #) disebuth omomorfisma grue jlka f (a * b): (a) # f(b) untuk setiap a, b di G.Misalkan H suatu grup dan G grup siklik dengan babon g maka pengaitan f(d): (f(g))' , unruk setiap ndi Z mendefrnisikans uatuh momorfisma grup dari G kc H, danj ika 6 431i1"x"1"h grup siklik yang memiliki babon berturut-turut adalah g dan h, dan lff lmembagi I C [ ' !!aka parg:ditan{ d): h", rmhrks etiapn di Z mendsfinisikane ptunorEsrngi nrp daxi GkeH.

Aplikasi Software maples 8 pada grup Cn dan grup Dn oleh Andik Setiawan

 

Dalam teori grup, grup siklis dan gup dihedratm erupakand uab uaht opik gup yangs eringd ibahasP. enyajiang fup siklis sertrag rup dihedrals ecatam anual, datrt dilakulffi denganb anyake lemeng rup hinggay angr elatif sedikit. Kenyataan ini yangm endorongp enulisu ntuk msnelaahg fup siklis dan gup dihedrald engnn menggunaftabna ntuans ofiware Maple. Sofiware Maple merupakans alah satu programap likasim atematikaya ngm enyediakafna silitasu ntukk omputasmi atematis wrtak emampuavni sualisasyi angs angact ocoku ntuk menelaahk onsepg rup siklis dan gup dihedral. Konsepg rups iklis dang up dihedrayl angd ikerjakand alamM apled ilakukan denganca ram encarri ealisaski eduag fup tenebut.G rups iklis (Cn) dapatd isajikan sebagahi impunanr otasi dari s€gl hnyak beraturann . Grup dihedral{ Dn) dapat disajikans ebagnhi impunanro tasid anr efleksid ari segtb anyakb eraturann . Dengan realisasrio tasi,g rups iklis mempunyaei lemenr otasi-rotassie jauh(3 60/n), dengekn = 0, 1,2, ... , (n-l). Grupd ihedraml empunyani elemenro tasdi alamg rups iklisd an n elemenre fleksip adas umbus imeti yangm elaluit itik sudutf , untukr t = 0, l, 2, .- . , n. Penulisaenl emenu ntukg rups iklis dang rupd iherald apatd ilakukand alamb entuk permutasi-permutaSsui.a tup ermutasni elemend apatd ipondangss bagnfiu ngpia tau pemetaans atu-satud an oAo yang mengaitkans etiap elemend engant epat satu elemen lain. Pada slripsi ini banyak elemen grup siklis dan gup dihedral untuk sofiwareMapldei batasui nhrkn S 500. Hasil tenebut dapatd igunakanu ntuk menampilkane lemeng rup, mencari elemenid entitasm, encari nversu ntuk setiape lemenm, encarhi asilp erkaliana ntar elemeqm enampilkavni sualisasim, enampilkatna belC ayleyd anm enentukaonr der darig rup siHis sertag rupd ihedral.S ehinggasl aipsii ni mengbasilkasnu atua plikasi sofiwareMapluen tukg rups iklis dang rupd ihedralB. erdasarkahns silt ers€butd apat disarankanu ntuk pengsmbangalenb ih laqjut mengenapi enyajianb ahasan+ahasan tentanga ljebar,m isalnyas ubgrupd ihedrald anh asilk ali grupd enganm enggunakan banttnnsofiwareM aple.

Pengaruh starter dan konsentrasi gula terhadap kualitas yoghurt dan pengembangannya sebagai handout bioteknologi bagi siswa SMKN Puspo Kabupaten Pasuruan / Erma Mahsuso

 

Mahsuso, Erma. 2015. Pengaruh Starter dan Konsentrasi Gula Terhadap Kualitas Yoghurt Dan Pengembangannya sebagai Handout Bioteknologi Bagi Siswa SMKN Puspo Kabupaten Pasuruan. Tesis. Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Endang Suarsini, M. Ked, (2) Dr. Umie Lestari, M.Si. Kata kunci: yoghurt, starter, konsentrasi gula, handout. SMKN Puspo merupakan Sekolah di pegunungan yang sebagian besar penduduknya berternak. Hasil ternak berupa air susu sapi perah belum dimanfaatkan sebagai usaha produksi yoghurt. Kompetensi lulusan SMK dapat meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kompetensinya. Salah satu kompetensi keahlian di SMKN Puspo adalah Agribisnis Ternak Ruminansia. Tujuan penelitian ini adalah: menganalisis pengaruh perbedaan starter dan konsentrasi gula terhadap tekstur, aroma, rasa, kadar protein dan kadar asam laktat dalam yoghurt, menganalisis interaksi pengaruh perbedaan starter dan konsentrasi gula terhadap tekstur, aroma, rasa, kadar protein dan kadar asam laktat dalam yoghurt serta menghasilkan handout bioteknologi untuk siswa kelas IX SMK. Penelitian ini terdiri dari dua tahap. Tahap I penelitian eksperimen dan tahap II penelitian pengembangan. Penelitian eksperimen menggunakan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan adalah perbedaan starter dan konsentrasi gula. Penelitian tahap II merupakan penelitian pengembangan handout yang mengacu pada model pengembangan Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahap yakni, pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebarluasan (disseminate). Hasil penelitian pada tahap I dijadikan dasar untuk penelitian tahap II. Hasil penelitian eksperimen, penggunaan starter Lactobacillus bulgaricus dengan konsentrasi gula 5% menghasilkan protein tertinggi yaitu 3,42%, starter Streptococcus termophilus dengan konsentrasi gula 7% menghasilkan protein terendah yaitu 2,31%. Uji pengaruh starter terhadap kualitas yoghurt menunjukkan penggunaan starter secara bersama-sama menghasilkan yoghurt dengan kadar protein dan kadar asam laktat tertinggi yaitu: 2,81% dan 0,63%. Konsentrasi gula 5% menghasilkan protein tertinggi dari hasil penelitian yaitu 3,03. Penggunaan interaksi starter Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus termophilus dengan konsentrasi gula 5% dan 7% menghasilkan kualitas yoghurt terbaik. Kadar protein dan kadar asam laktat hasil penelitian sesuai dengan SNI (Standar Nasional Indonesia) yoghurt ((2981: 2009). Hasil penelitian pengembangan berupa validasi ahli dan validasi pengguna handout. Hasil validasi oleh ahli materi menunjukkan presentase 92 %, validasi handout oleh ahli media menunjukkan presentase 88 % dan validasi kelompok pengguna oleh guru dan peserta didik masing-masing menunjukkan presentase 95,3 % dan 92%. Berdasarkan hasil validasi tersebut, maka handout tidak perlu direvisi sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu sumber belajar.

Program pembelajaran sistem persamaan linear dua peubah dengan pendekatan realistic mathematic education (RME) untuk siswa SLTP kelas II semester 2 oleh Dwi Tofiska Bp.

 

Kurangt epmya metoded anp endek*any angd igrrnakmo le'h-grrrdua lam nenyampa*ai "rt"ti p"tujor* menyebabkakne ciluyaketertarikans isrvatertadap m#ri tersetut. Hal inijqat€rjadi dalarn menpjar*an materi matematika Akibatnyap engro** Loitr"p oleh siswat erhadapm aterim atematikaa kal semakin rendahP. end€kaEtk onvensionayl ango asih kerapd iguoakmo leh gtru d"!m .e"yuryuft* materip elajarans eharusnydai pe6arui sedikitd ernis edftit dengan .""1*i'"U"*xUp."A*uL" t"i" yang uon konveusioual Salah satu p"*tfd-* v-e non konvensionayl ang saaug tayat dipe*atil

Pengaruh scaffolding konseptual berbasis group investigation terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika ditinjau dari pengetahuan awal siswa kelas XI SMA Plus Miftahul Ulum Sumenep / Suratman

 

Suratman. 2015. Pengaruh Scaffolding-Konseptual Berbasis Group Investigation terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika Ditinjau dari Pengetahuan Awal Siswa Kelas XI SMA Plus Miftahul Ulum Sumenep. Tesis. Program Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Supriyono Koes H, M.Pd, MA. (2) Dr. Wartono. M.Pd Kata Kunci: scaffolding-konseptual, group investigation, kemampuan pemecahan masalah, pengetahuan awal. Pembelajaran fisika saat ini masih belum mengarah pada pemecahan masalah fisika. Perbaikan yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam kemampuan pemecahan masalah siswa adalah pemberian bantuan pada siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Bentuk bantuan yang digunakan adalah scaffolding-konseptual berbasis Group Investigation. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh strategi scaffolding-konseptual berbasis Group Investigation dan pengetahuan awal terhadap kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran fisika SMA. Strategi scaffolding-konseptual yang diterapkan dalam penelitian ini diintegrasikan dalam sintaks Group Investigationyang terdiri atas enam tahap, yaitu: grouping, planning, investigation, organizing, presenting, dan evaluation. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi, dengan rancangan faktorial. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI-MIA SMA Plus Miftahul Ulum Sumenep Tahun Pelajaran 2014/2015 yang terdiri dari lima kelas. Sampel penelitian berjumlah empat kelas dengan jumlah siswa 150 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pengetahuan awal berbentuk pilihan ganda dan tes kemampuan pemecahan masalah berbentuk uraian. Reliabilitas tes pengetahuan awal sebesar 0,786 dan tes kemampuan pemecahan masalah fisika sebesar 0,674. Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan teknik anava dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa antara kelompok siswa yang belajar melalui strategi scaffolding-konseptual berbasis Group Investigation dan strategi pembelajaran Group Investigation; (2) Ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa antara kelompok siswa memiliki tingkat pengetahuan awal tinggi dan rendah; (3) Tidak ada pengaruh interaksi strategi pembelajaran (strategi scaffolding-konseptual berbasis Group Investigation dan strategi pembelajaran Group Investigation) dan pengetahuan awal terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika siswa.

Strategi pembelajaran transformasi pada siswa kelas tiga sekolah lanjutan tingkat pertama oleh Arifin

 

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP 2006) untuk tingkat SMA memiliki beberapa cakupan dalam kemampuan bersastra yang salah satunya adalah memerankan dialog dan action tokoh dalam naskah drama. Hal ini memiliki arti bahwa naskah drama tidak hanya disikapi sebagai karya naskah baca saja, tetapi seharusnya juga disikapi sebagai karya pentas. Dalam praktik pembelajarannya, guru lebih sering menyikapinya sebagai karya naskah baca saja. Berdasarkan kesenjangan itulah, diadakan penelitian tentang kemampuan dialog dan action siswa dalam naskah drama. Adapun masalah dalam penelitian ini dibatasi pada lakon dan pemain saja. Tujuan penelitian ini secara khusus adalah untuk memperoleh deskripsi secara objektif tentang (1) kemampuan dialog drama siswa pada aspek intonasi, (2) kemampuan dialog drama siswa pada aspek artikulasi, (3) kemampuan dialog drama siswa pada aspek gesture, dan (4) kemampuan dialog drama siswa pada aspek business. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI bahasa SMA Negeri 2 Malang tahun 2007 yang berjumlah 11 siswa. Dengan metode deskriptif eksploratif diperoleh data tentang (1) kemampuan dialog drama siswa pada aspek intonasi, (2) kemampuan dialog drama siswa pada aspek artikulasi, (3) kemampuan dialog drama siswa pada aspek gesture, dan (4) kemampuan dialog drama siswa pada aspek business. Adapun teknik penelitian ini terbagi menjadi (1) tahap pengumpulan data, (2) teknik analisis data, dan (3) norma/kualifikasi. Kualifikasi dan norma penelitian ini dikategorikan mulai dari tingkatan kurang sekali, kurang, cukup, baik, baik sekali, hingga tingkat istimewa. Pembahasan dari kemampuan dialog dan action drama siswa ini meliputi 4 aspek, yaitu aspek intonasi, aspek artikulasi, aspek gesture, dan aspek business. Hasil dari pembahasan tersebut terperinci dalam bentuk persentase yang selanjutnya menjadi deskripsi kemampuan menurut kualifikasi. Hasil kemampuan dialog dan action drama siswa untuk kualifikasi istimewa antara lain: 18,2% untuk aspek intonasi, 27,3% untuk aspek artikulasi, 27,3% untuk aspek gesture, dan 0% untuk aspek business. Hasil kemampuan dialog dan action drama siswa untuk kualifikasi baik sekali antara lain: 27,3% untuk aspek intonasi, 9,1% untuk aspek artikulasi, 9,1% untuk aspek gesture, dan 45,4% untuk aspek business. Hasil kemampuan dialog dan action drama siswa untuk kualifikasi baik antara lain: 36,3% untuk aspek intonasi, 45,4% untuk aspek artikulasi, 45,4% untuk aspek gesture, dan 54,6% untuk aspek business. Hasil kemampuan dialog dan action drama siswa untuk kualifikasi cukup antara lain: 18,2% untuk aspek intonasi, 18,2% untuk aspek artikulasi, 18,2% untuk aspek gesture, dan 0% untuk aspek business. Berdasarkan keempat aspek kemampuan dari dialog dan action drama diperoleh rata-rata kualifikasi sebagai berikut. Untuk kualifikasi istimewa diperoleh rata-rata 18,2%. Untuk kualifikasi baik sekali diperoleh rata-rata 22,7%. Untuk kualifikasi baik diperoleh rata-rata 45,4%. Untuk kualifikasi cukup diperoleh rata-rata 13,6%. Penelitian ini diharapkan (1) guru Bahasa Indonesia mampu mengubah pola pikirnya terhadap cara dan teknik dalam memberikan materi pembelajaran khususnya drama dengan membuat variasi pengajarannya, selain itu mampu menyikapi naskah drama sebagai karya yang bisadipentaskan; (2) adanya penelitian lanjutan dari peneliti lain dengan tujuan untuk lebih menyempurnakan penelitian ini.

Redesign corporate identity Mazidah Cllection Malang / Surya Kusuma Ardhani

 

ABSTRAK Ardhani, Surya Kusuma. 2015. Redesign Corporate Identity Mazidah Collection Malang.Skripsi,Program Studi DesainKomunikasiVisual,Jurusan Seni danDesain,FakultasSastra,UniversitasNegeriMalang.Pembimbing: (I) Rudi Irawanto, S.Pd, M.Sn.(II) Gunawan Susilo, S.Sn, M.Sn. Kata Kunci: Redesign, Logo, Corporate Identity. Mazidah Collection merupakan salah satu produsen pakaian yang ada di Kota Malang yang memiliki konsep bisnis dan karakteristik berbeda dengan pro-dusen pakaian lainnya. Seiring dengan perkembangan pasar dan bertambahnya jumlah perusahaan yang memproduksi produk-produk yang sama, Mazidah Col-lection perlu menciptakan sebuah identitas visual baru yang memiliki konsep kuat sebagai penanaman citra atau image yang positif agar dapat tetap bertahan, ber-saing, dan tidak tertinggal oleh kompetitor. Model perancangan yang digunakan adalahmodel perancangan prosedural, yaitu model perancangan yang bersifat deskriptif dimana menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti dalam menghasilkan sebuah produk dimana meng-gunakan prosedur yang dikemukakan oleh Surianto Rustan.Langkah-langkah prosedural yang dilakukan dalam proses perancangan ini dengan pengumpulan datamelalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Perancangan ini menghasilkan corporate identitybaruberupa logo yang diaplikasikan pada berbagai media komunikasi visual untuk membangun dan meningkatkan citra perusahaan yang positif. Hasil dari perancangan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam redesigncorporate identity, baik bagi mahasiswa, desainer grafis, pengajar, dan lain sebagainya.

Pengembangan bahan ajar biologi kelas XI-IPA semester genap SMA Negeri 4 Malang dengan model 4-D dari Thiagarajan bermuatan keterampilan proses / Gunarta

 

Gunarta. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Biologi Kelas XI-IPA Semester Genap SMA Negeri 4 Malang Dengan Model 4-D Dari Thiagarajan Bermuatan Keterampilan Proses. Tesis. Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. agr. H. Mohamad Amin, S.Pd. M.Si., (II) Dr. Fatchur Rohman, M.Si. Kata kunci: Pengembangan Bahan Ajar, Model 4-D dari Thiagarajan, Keteram-pilan Proses SMA Negeri 4 Malang memiliki visi dan misi agar peserta didik memiliki daya saing tinggi di era global sehingga sekolah mendorong setiap peserta didik untuk mengikuti tes berlevel internasional setiap tahun, antara lain: ICAS Australia. Namun hasil tes ICAS yang diperoleh sejak tahun 2012 masih kurang memuaskan. Selain itu, berdasarkan hasil analisis kebutuhan terhadap buku ajar biologi di perpustakaan SMA Negeri 4 Malang sebagaian besar buku biologi masih ditulis dalam bentuk narasi. Sehingga perlu ada pengembangan bahan ajar yang dapat mendukung peningkatan aktivitas proses pembelajaran serta dapat memenuhi kebutuhan peserta didik dalam mempersiapkan diri di era global. Seiring dengan implementasi kurikulum 2013, aktivitas keterampilan proses ditampakan dalam setiap proses pembelajaran melalui aktivitas saintifik, yaitu: mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi/mengolah infor-masi, dan mengkomunikasi (Permendiknas Nomor 81 A Tahun 2013). Keteram-pilan proses sendiri dapat dijelaskan sebagai wawasan pengembangan keteram-pilan yang bersumber dari kemampuan mendasar, yaitu: mengamati, mempre-diksi, mengukur, mengklasifikasi, menyimpulkan, dan mengkomunikasi (Ango. 2002). Setiap guru perlu mengembangkan bahan ajar karena terkait dengan ketersediaan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum, karakteristik peserta didik, dan tuntutan pemecahan masalah belajar (Depdiknas, 2008). Pengembangan bahan ajar adalah suatu aktivitas mendesain materi pembelajaran menjadi bahan yang siap digunakan dalam proses pembelajaran (Hernawan, dkk. 2012). Pengembangan bahan ajar ini pada awalnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan bahan ajar biologi pada sekolah penyelenggara RSMA-BI sehingga disusun dalam bahasa Inggris. Model pengembangan bahan ajar yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Four-D (4-D) dari Thiagarajan, et al dalam Trianto (2008) yang tahap-tahap pelaksanaanya meliputi: Define, Design, Develop, dan Disseminate. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk pengembangan bahan ajar biologi SMA kelas XI-IPA semester genap dengan model 4-D dari Thiagarajan yang bermuatan keterampilan proses. Penelitian pengembangan bahan ajar ini bersifat deskriptif-kualitatif. Validasi dan uji coba dilakukan pada bulan Februari sampai Mei tahun 2013. Produk pengembangan bahan ajar ini berupa buku ajar berdasarkan kurikulum SMA Negeri 4 Malang tahun 2006 dan disesuaikan dengan kurikulum tahun 2013. Konsistensi dalam penulisan isi pengembangan bahan ajar biologi dalam setiap Bab, meliputi: Chapter, Standard Competence, Basic Competence, Learning Objectives, Think, Chart Materials, Key Concepts, Introduction, Learning to Know, Remembering Concept, Laboratory Activities, Development Materials, Figure, Summary, References, dan Evaluation. Pengembangan bahan ajar biologi ini telah melalui tahap penilaian atau validasi oleh Ahli isi materi pembelajaran, Ahli Bahasa Inggris, Ahli teknologi pembelajaran dan diperoleh hasil berturut-turut pada kualifikasi layak/baik, sangat layak/sangat baik, dan layak/baik. Hasil uji coba perorangan oleh guru biologi SMA Negeri 4 Malang diperoleh hasil rata-rata pada kualifikasi sangat layak/baik. Hasil uji coba kelompok kecil dan hasil uji coba lapangan terbatas diperoleh hasil pada kualifikasi sangat layak/sangat baik. Hasil observasi selama beberapa kali proses pembelajaran pada saat uji lapangan terbatas diperoleh hasil pada kualifikasi sangat layak/sangat baik. Hasil pre-test dan post-test untuk soal pilihan ganda pada uji coba lapangan terbatas setelah dilakukan uji Wilcoxon (program SPSS versi 22.0), nilai signifikansi p-value sebesar 0.00 (< 0.05) dan hasil pre-test dan post-test untuk soal uraian, nilai signifikansi p-value sebesar 0.00 (< 0.05), artinya keduanya terdapat perbedaan sekor yang signifikan. Ketuntasan hasil belajar secara klasikal berdasarkan soal post-test pilihan ganda sudah mencapai 87.87% sedangkan soal post-test uraian baru mencapai 66.67%.

Pengaruh perbedaan lama fermentasi terhadap sifat kimia, sifat fisik, dan sifat organoleptik Yoghurt biji nangka / Luluk Suhartiningsih

 

Suhartiningsih, Luluk. 2014. Pengaruh Perbedaan Lama Fermentasi Terhadap Sifat Kimia, Sifat Fisik, dan Sifat Organoleptik Yoghurt Biji Nangka. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si., (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd., Kata Kunci: Biji Nangka, Yoghurt     Biji nangka adalah salah satu limbah dari buah nangka yang memiliki kandungan gizi cukup tinggi. Banyaknya biji nangka yang kurang dimanfaatkan secara optimal dan hanya sebagian kecil masyarakat memanfaatkan biji nangka dengan direbus atau dibakar, sehingga perlu adanya pengolahan lain sebagai upaya penganeragaman produk pangan, yaitu dibuat produk yoghurt.     Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kandungan fosfor, sifat fisik warna, viskositas, pH, jumlah bakteri (TPC/ Total Plate Count) dan tingkat kesukaan panelis terhadap rasa, konsistensi, dan warna pada yoghurt biji nangka.     Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan tiga perlakuan yaitu menggunakan perlakuan dengan lama fermentasi 18 jam, 24 jam, dan 30 jam dengan dua kali pengulangan. Metode analisis yang digunakan adalah ANOVA.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan fosfor pada yoghurt biji nangka dengan lama fermentasi 18 jam 0,64 %, 24 jam 0,695 %, dan 30 jam 0,78 %. Hasil rerata sifat fisik warna yoghurt biji nangka dengan lama fermentasi 18 jam 90,12, 24 jam 89,5, dan 30 jam 90,85. Hasil rerata sifat pH yoghurt biji nangka dengan lama fermentasi 18 jam 4,86, 24 jam 4,64, dan 30 jam 4,18. Hasil rerata sifat fisik viskositas yoghurt biji nangka dengan lama fermentasi 18 jam 4,063, 24 jam 6,742, dan 30 jam 9,284. Hasil rerata sifat jumlah bakteri (TPC/ Total Plate Count) yoghurt biji nangka dengan lama fermentasi 18 jam 1,7 x , 24 jam 2,3 x , dan 30 jam 2,6 x . Hasil rerata sifat hedonik rasa yoghurt biji nangka dengan lama fermentasi 18 jam 3,14, 24 jam 3,46, dan 30 jam 4,28, konsistensi yoghurt biji nangka dengan lama fermentasi 18 jam 2,66, 24 jam 4,2, dan 30 jam 4,48, dan warna yoghurt biji nangka dengan lama fermentasi 18 jam 4,16, 24 jam 4,54, dan 30 jam 4,66. Hasil sifat hedonik rasa, konsistensi dan warna menunjukkan terdapat perbedaan.

Pengaruh perlakuan perendaman larutan garam dan larutan kapur sirih terhadap mutu sukade kulit jeruk manis (Citrus sinensis obbeck) / Vita Nurma Rissanti

 

Rissanti,Vita Nurma. 2015. Pengaruh Perlakuan Perendaman Larutan Garam dan Larutan Kapur Sirih Terhadap Mutu Sukade Kulit Jeruk Manis (Citrus sinensis obbeck). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd., (II) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes. Kata Kunci: Kulit Jeruk Manis (Citrus sinensis obbeck), Larutan Garam, Larutan Kapur Sirih, dan Sukade.     Jeruk Manis (Citrus sinensis obbeck) adalah komoditas unggulan di Desa Selorejo Kecamatan Dau Kabupaten Malang Jawa Timur. Kulit jeruk manis merupakan limbah yang masih kurang pemanfaatanya, untuk meningkatkan pemanfaatanya maka dibuat produk sukade kulit jeruk manis.     Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan kadar air, kadar gula (sukrosa), tekstur, dan warna, mutu hedonik (flavor, warna, dan tekstur), hedonik (flavor, warna, dan tekstur), dan menentukan perlakuan terbaik pada sukade kulit jeruk manis dengan perlakuan perendaman larutan garam dan larutan kapur sirih. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan dua perlakuan yaitu perlakuan perendaman dengan larutan garam dan larutan kapur sirih. Metode analisis yang digunakan adalah Uji t.     Hasil analisis uji t menunjukkan terdapat perbedaan pada kadar air, kadar gula, tekstur tetapi tidak terdapat perbedaan warna sukade kulit jeruk manis. Hasil analisis uji t untuk mutu hedonik menunjukkan terdapat perbedaan tekstur dan warna tetapi tidak terdapat perbedaan pada flavor sukade kulit jeruk manis. Hasil analisis uji t untuk hedonik menunjukkan terdapat perbedaan tekstur dan flavor tetapi tidak terdapat perbedaan pada warna sukade kulit jeruk manis. Kadar air sukade kulit jeruk manis dengan perlakuan perendaman larutan garam rerata 24,55% dan larutan kapur sirih rerata 33,48%. Kadar gula sukade kulit jeruk manis dengan perlakuan perendaman larutan garam rerata 10,29% dan larutan kapur sirih rerata 5,83%. Tekstur sukade kulit jeruk manis dengan perlakuan perendaman larutan garam rerata 24,9 N dan larutan kapur sirih rerata 45,45 N. Warna sukade kulit jeruk manis dengan perlakuan perendaman larutan garam rerata L*(64,55), a*(12,25), b*(17,1) dan larutan kapur sirih rerata L*(58,75), a*(11,55), b*(20,0).     Hasil uji mutu hedonik flavor sukade kulit jeruk manis dengan perlakuan perendaman larutan garam rerata 4,00 dan larutan kapur sirih rerata 3,92. Mutu hedonik warna sukade kulit jeruk manis dengan perlakuan perendaman larutan garam rerata 4,28 dan larutan kapur sirih rerata 3,38. Mutu hedonik tekstur sukade kulit jeruk manis dengan perlakuan perendaman larutan garam rerata 3,6 dan larutan kapur sirih rerata 4,24. Hasil uji hedonik flavor sukade kulit jeruk manis dengan perlakuan perendaman larutan garam rerata 3,96 dan larutan kapur sirih rerata 4,38. Hedonik warna sukade kulit jeruk manis dengan perlakuan perendaman larutan garam rerata 4,18 dan larutan kapur sirih rerata 3,96. Hedonik tekstur sukade kulit jeruk manis dengan perlakuan perendaman larutan garam rerata 3,94 dan larutan kapur sirih rerata 4,52. Perlakuan terbaik kadar air, kadar gula, tekstur, warna, mutu hedonik dan hedonik adalah sukade kulit jeruk manis dengan perlakuan perendaman larutan garam.

Evaluasi mutu dan aktivitas antioksidan saus dari campuran gading dan kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) / Eko Binti Nurjanah

 

Nurjanah, Eko Binti. 2015. Evaluasi Mutu dan Aktivitas Antioksidan Saus dari Campuran Daging dan Kulit Buah Naga Merah. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si, (II) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd. Kata Kunci: Daging Buah Naga Merah, Kulit Buah Naga Merah, Saus     Saus dibutuhkan untuk berbagai jenis masakan, sebagai bumbu dan sebagai pelengkap hidangan. Bahan-bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan saus umumnya adalah gula, garam, bawang putih, zat pewarna merah, dan bahan pengental. Buah naga merah berpotensi untuk dibuat menjadi saus, karena daging buah dan kulit buah naga merah mengandung pektin yang berfungsi sebagai bahan pengental tanpa bahan pengental lainnya. Buah naga merah memiliki warna pink keunguan alami, sehingga tidak membutuhkan bahan pewarna tambahan dalam pengolahannya.     Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan daging dan kulit buah naga merah terhadap sifat kimia (keasaman dan aktivitas antioksidan), sifat fisik (viskositas dan jumlah padatan terlarut), sifat mutu hedonik (rasa, warna dan aroma) dan sifat hedonik (warna, tekstur, rasa dan aroma) saus buah naga merah.     Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Perbandingan daging dan kulit buah naga merah yang digunakan untuk penelitian utama merupakan hasil penelitian pendahuluan (penelitian eksperimen tahap I). Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan perbandingan daging dan kulit buah naga merah untuk penelitian utama (penelitian eksperimen tahap II) adalah 20%:80%, 30%:70% dan 40%:60%. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak dua kali dan dianalisis menggunakan ANOVA.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan daging dan kulit buah naga merah 20%:80%, 30%:70% dan 40%:60% berpengaruh terhadap viskositas, jumlah padatan terlarut, aktivitas antioksidan, sifat mutu hedonik rasa, warna, aroma, dan sifat hedonik rasa, aroma dan tekstur saus, namun tidak berpengaruh terhadap sifat hedonik warna.

Pengembangan bahan ajar bahasa Arab berbasis web untuk siswa kelas X SMAN 1 Rejotangan Tulungagung / Elista Alifia Nurrohmah

 

ABSTRAK Alifia, Elista. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab Berbasis Web untuk Siswa Kelas X SMAN I Rejotangan Tulungagung. Skripsi, Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Kholishin, M.Hum (2) Ali ma’sum, S.Pd., M.A Kata kunci: pengembangan, bahan ajar bahasa Arab, web Pada era sekarang, perkembangan teknologi dan komunikasi yang sangat cepat menjadikan jarak bukan suatu hambatan untuk mendapatkan informasi dari berbagai penjuru dunia. Oleh sebab itu, bahasa asing termasuk bahasa Arab menjadi penting karena menjadi persyaratan keberhasilan siswa. Dewasa ini yang paling di gemari masyarakat adalah bahan ajar yang bersifat online.Oleh karena itu, dibuatlah media pembelajaran bahasa Arab berbasis Web online dengan tujuan memudahkan pengaksesan oleh siapapun. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengembangkan bahan ajar bahasa Arab berbasis Web untuk siswa kelas X SMA, (2) mendeskripsikan kelayakan bahan ajar bahasa Arab berbasis Web, dan (3) membuat model penggunaan bahan ajar bahasa Arab berbasis Web. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model pengembangan R & D atas Borg and Gall dengan sedikit perbaikan penyesuaian pada komponen-komponennya. Langkah-langkah penelitian pengembangan bahan ajar bahasa Arab ini adalah sebagai berikut: (1) studi pendahuluan, (2) desain produk, (3) pengumpulan bahan, (4) pengembangan produk, (5) validasi, dan (6) revisi produk akhir. Uji coba produk dilakukan kepada 27 siswa kelas X menggunakan instrumen pengumpulan data berupa angket. Revisi produk merupakan kegiatan terakhir yang dilakukan atas dasar kritik dan saran dari validator, guru dan siswa kelas X sehingga produk tersebut dianggap layak dgunakan sebagai media pembelajaran. Penelitian ini menghasilkan produk berupa bahan ajar bahasa Arab berbasis Web yang meliputi lima menu yakni menu beranda, menu materi, menu latihan soal, menu download, dan menu biografi pengembang. Produk ini dirancang khusus untuk semua kemahiran berbahasa Arab yang meliputi: (a) menyimak, (b) berbicara, (c) membaca, (d) menulis, dan (e) tata bahasa dengan menggunakan software wordpress serta software pendukung yaitu XAMPP dan bisa diakses melalui alamat http://smartelista.wordpress.com. Produk berbasis Web ini telah divalidasi. Berdasarkan hasil uji ahli, diketahui validitas media pembelajaran yaitu 68%, validitas materi 98%, hasil validasi guru pelajaran bahasa Arab yaitu 80%, hasil jawaban siswa adalah 84%. Hal tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar bahasa Arab berbasis Web valid dan dianggap layak digunakan dalam pembelajaran di kelas maupun belajar mandiri. Terdapat tiga langkah-langkah model penggunaan produk tersebut yakni kegiatan pendahuluan yang mendeskripsikan tentang penyajian awal pembukaan bahan ajar berbasis Web. Selanjutnya adalah kegiatan inti yakni cara memperagakan penggunaan media dan diterapkan dalam proses KBM. Pemberian latihan soal merupakan kegiatan terakhir dari model pengunaan ini. Di sini merupakan tempat untuk evaluasi pembelajaran siswa. Mengingat pentingnya bahasa Arab sebagai bahasa Internasional kedua setelah bahasa Inggris, maka disarankan untuk mendapatkan produk yang maksimal dengan cara melakukan pengecekan ulang terhadap produk sebelum disebarluaskan, serta bahan ajar harus disesuaikan dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar kurikulum yang berlaku. Selain itu perlu upaya untuk melakukan ujicoba ke sekolah yang lebih luas lagi agar penggunaan bahan ajar bahasa Arab berbasis Web ini digunakan sebagai pembelajaran mandiri yang efektif dan efisien.

Pengembangan media iteraktif berbasis game puzzle untuk pembelajaran bahasa Arab kurikulum 2013 pada kelas VII Mts Darun Najah Karangploso Malang / Ihda Nur Hayati

 

Hayati, Ihda Nur. Pengembangan Media Interaktif Berbasis Game Puzzle Untuk Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Kurikulum 2013 Pada Kelas VII MTs. Darun Najah Karangploso Malang. Skripsi. Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Imam Asrori, M.Pd, dan (II) Moh. Ahsanuddin, S. Pd. M. Pd. Kata Kunci : Pengembangan, media pembelajaran, game puzzle, kurikulum 2013.       Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan dan mendeskripsikan produk pengembangan media interaktif game puzzle berbasis kurikulum 2013, kelayakan produk pengembangan serta cara penggunaan media interaktif game puzzle sebagai media pembelajaran mata pelajaran bahasa Arab. Penelitian pengembangan ini dilakukan berdasarkan prosedur pengembangan yang telah disusun, yaitu: (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) desain produk, (3) pengembangan produk, (4) uji coba produk, dan (5) revisi produk.       Pengembangan media pembelajaran berbasis game puzzle ini menghasilkan suatu produk yang berisi tentang informasi umum tentang kosakata pada tema-tema yang dipelajari pada semester gasal kelas VII. Selain itu, media ini mencakup tarkib-tarkib yang dipelajari pada setiap tema. Media ini juga berisi tentang beberapa model game yang bisa digunakan untuk mengevaluasi pemahaman siswa tentang kosakata, serta dilengkapi dengan multiple choise yang bisa digunakan untuk mengevaluasi pemahaman siswa dari penerapan penggunaan kosakata serta penerapan tarkib.       Hasil uji kevalidan media pembelajaran ini menurut ahli materi adalah 75% yang menunjukan pada skala valid perlu revisi, sedangkan hasil uji coba produk dari ahli media mendapatkan prosentase sebesar 79,5% yang berindikasi pada skala valid perlu revisi. Prosentase yang didapatkan untuk uji lapangan yang dilakukan di kelas VII Madrasah Tsanawiyah Darun Najah Karangploso Malang ini mencapai angka 91% dengan skala nilai valid. Jadi, media pembelajaran berbasis game puzzle ini dinyatakan valid sebagai media pembelajaran bahasa Arab bagi siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Darun Najah Karangploso Malang.       Berdasarkan pada penelitian ini, disarankan kepada guru mata pelajaran bahasa Arab untuk menggunakan media pembelajaran ini sebagai variasi pembelajaran dikelas untuk menambah motivasi dan semangat siswa dalam belajar bahasa Arab.

Fashal dan washal dalam surat Al-Furqan / Erlin Oktaviani

 

ABSTRAK Oktaviani, Erlin. 2015. Fashal dan Washal dalam surat Al-Furqân. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hanik Mahliatussikah, M. Hum,. (II) Dr. Ahmad Munjin Nasih, M. Ag. Kata kunci: fashal dan washal, surat Al-Furqân, Al-Qur’an Salah satu bahasan dalam ilmu Ma’ani adalah fashal dan washal. Dalam memahami Al-Qur’an diperlukan penguasaan ilmu Ma’ani karena ilmu Ma’ani adalah ilmu yang digunakan untuk ilmu yang menghindarkan dari kesalahan dalam penyampaian ide atau gagasan yang diinginkan pembicara kepada pendengar. Fashal dan washal dalam ilmu Ma’ani digunakan untuk menghubungkan dan memisahkan suatu kalimat agar kalimat tersebut sesuai dengan maksud penutur. Di antara ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat fashal dan washal adalah surat Al-Furqân yang menceritakan beberapa tema, salah satunya tema keimanan kepada Allah dan agama islam. Selain itu, terdapat banyak bentuk fashal dan washal dalam surat Al-Furqân. Berdasarkan latar belakang inilah penelitian ini dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) tema bentuk fashal dan washal surat Al-Furqân, (2) macam-macam bentuk fashal dan washal, dan (3) tujuan penggunaan fashal dan washal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis isi. Sumber datanya adalah Surat Al-Furqân. Adapun data-datanya berupa ayat-ayat yang mengandung fashal dan washal. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri (human instrument). Adapun prosedur pengumpulan data : (1) Membaca surat Al-Furqân dan tafsir misbah untuk mengetahui makna dan tema, (2) Mengklasifikasikan data sesuai dengan bentuk fashal maupun bentuk washal (3) Mencatat setiap kalimat sempurna yang tercantum dalam surat Al-Furqân. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui (1) reduksi data(2) mengidentifikasi data sesuai penggolongan fashal dan washal (3) menganalisa data lebih jauh. Berdasarkan hasil analisis data ditetapkan bahwa dalam surat Al-Furqân mengandung beberapa tema, yakni (1) keimanan, (2) hukum-hukum, (3) kisah-kisah, (4) celaan kaum kafir terhadap Al-Qur’an, (5) kejadian alamiah sebagai bukti keesaan Allah, (6) hikmah diturunkannya Al-Qur’an secara berangsur-angsur, (7) sifat orang musyrik dan (8) sifat hamba Allah. Dalam surat Al-Furqân, bentuk fashal meliputi (1) kamâlu al-ithishal,yang terdiri atas bayan, badal dan ta’kid (2) kamâlu al-inqitho’, terdiri atas dua kalimat yang berbeda dari bentuk kalimat berita dan kalimat performatif dan tidak adanya ikatan di masing-masing kalimat (3) syibh kamâlu al-inqitho’, (4) syibh kamâli al-ithishal dan (5) at-tawassut baina al-kamâlaini. Sedangkan di dalam washal terdapat bentuk ittifâqu al-jumlataini khabaran wa insya’an. Fungsi penggunaan fashal dalam surat Al-Furqân sebagai pemisah, penjelas, penguat dan pengganti. Sedangkan fungsi washal di dalam surat Al-Furqân sebagai penghubung. Dari hasil penelitian fashal dan washal dalam surat Al-Furqân ini, tema yang paling dominan adalah tema keimanan dan bentuk yang dominan adalah ittifâqu al-jumlataini khabaran wa insyaan. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan fashal dan washal ditujukan untuk menghubungkan suatu informasi dengan informasi lain tentang keimanan kepada Allah serta mengakui tentang ketauhidan Allah. Diharapkan akan ada penelitian lain yang sejenis dengan penelitian ini pada surat-surat yang lain dalam alqur’an. Peneliti juga berharap penelitian ini akan bermanfaat bagi peneliti sendiri, mahasiswa jurusan sastra Arab, dan pengajar bahasa Arab khususnya dalam pembelajaran dan pengajaran ilmu balâghah.

Makna semantis kata Al-[Sirat:T dan Al-Tari:Q dalam al-qiuran menurut tafsir Al-Misba:H, Departemen Agama dan Al-Ibri:Z / Meilinda Cahyaningrum

 

ABSTRAK Cahyaningrum, Meilinda. 2015. Makna Semantis Kata Al-Sira:t dan Al-Tari:q dalam Al-Qur’an Menurut Tafsir Al-Misba:h, Departemen Agama dan Al-Ibri:z. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Nurul Murtadho, M.Pd, (II) Ali Ma’sum, S.Pd., M.A. Kata Kunci : makna semantis, al-sira:t, al-tari:q Al-Qur’an merupakan kalam Allah yang memiliki gaya bahasa yang khas. Untuk mengetahui makna suatu kata dalam al-Qur’an diperlukan suatu disiplin ilmu dalam linguistik yang disebut dengan semantik. Dalam semantik terdapat hubungan kemaknaan antar kata atau relasi semantik yang bisa berupa kesamaan makna maupun kebalikan makna. Kata al-sira:t dan al-tari:q merupakan dua kata dalam al-Qur’an yang mempunyai hubungan kesamaan makna. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan sebaran kata al-sira:t dan al-tari:q dalam al-Qur’an, makna kata al-sira:t dan al-tari:q menurut tafsir al-Misba:h, Departemen Agama dan al-Ibri:z, dan perbandingan terjemahan kata al-sira:t dan al-tari:q menurut tafsir al-Misba:h, Departemen Agama dan al-Ibri:z. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah makna dan terjemahan kata al-sira:t dan al-tari:q menurut tafsir al-Misba:h, Departemen Agama dan al-Ibri:z. Instrumen penelitian ini adalah human instrument. Untuk memperoleh data, digunakan prosedur pengumpulan data yaitu mengumpulkan ayat-ayat al-Qur’an yang mengandung kata al-sira:t dan al-tari:q, mengidentifikasi makna yang terkandung dalam kata al-sira:t dan al-tari:q dengan mengacu kepada tafsir al-Misba:h, Departemen Agama dan al-Ibri:z, mengumpulkan terjemahan kata al-sira:t dan al-tari:q dengan mengacu kepada tafsir al-Misba:h, Departemen Agama dan al-Ibri:z. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, inferensi dan narasi. Hasil Penelitian ini adalah kata al-sira:t dan al-tari:q tersebar dalam berbagai ayat dan surat dalam al-Quran. Kata al-sira:t dan variannya menurut tafsir al-Misba:h mempunyai makna-makna yang termasuk pada jenis makna gramatikal, konotatif dan asosiatif. Kata al-tari:q menurut tafsir al-Misba:h mempunyai makna-makna yang termasuk pada jenis makna leksikal, gramatikal, denotatif, konotatif, konseptual dan asosiatif. Kata al-sira:t menurut tafsir Departemen Agama mempunyai makna-makna yang termasuk pada jenis makna leksikal, gramatikal, denotatif, konotatif, konseptual dan asosiatif. Kata al-tari:q menurut tafsir Departemen Agama mempunyai makna-makna yang termasuk pada jenis makna gramatikal, konotatif dan asosiatif. Kata al-sira:t menurut tafsir al-Ibri:z mempunyai makna-makna yang termasuk pada jenis makna leksikal, gramatikal, denotatif, konotatif, konseptual dan asosiatif. Kata al-tari:q menurut tafsir al-Ibri:z mempunyai makna-makna yang termasuk pada jenis makna leksikal, gramatikal, denotatif, konotatif, konseptual dan asosiatif. Penerjemahan kata al-sira:t dan al-tari:q menurut tafsir al-Misba:h, Departemen Agama dan al-Ibri:z memiliki persamaan dan perbedaan. Kata al-sira:t dan al-tari:q merupakan dua kata yang bersinonim lengkap dan tak mutlak. Berdasarkan hasil penelitian di atas disarankan beberapa hal, (1) bagi peneliti selanjutnya diharapkan akan ada penelitian lain yang sejenis dengan penelitian ini pada kata-kata yang lain dalam al-Qur’an dan berdasarkan buku-buku tafsir yang berbeda, (2) bagi pembaca diharapkan dapat mengambil manfaat dari hasil penelitian ini dalam memperdalam pemahaman terhadap pemaknaan kata di dalam al-Qur’an khususnya ditinjau dari tafsir yang digunakan penulis.

Pengembangan media pembelajaran berbasis adobe flash dan wondershare quiz creator untuk mata kuliah Tathbiq Sharfi II di Jurusan Sastra Arab Universitas Negeri Malang / Diah Rahmawati As'ari

 

ABSTRAK As’ari, Diah Rahmawati. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Adobe Flash Dan Wondershare Quiz Creator Untuk Mata Kuliah Tathbiq Sharfi II Di Jurusan Sastra Arab Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr.Nur Hidayati, M.Pd (2) Mohammad Ahsanuddin, S.Pd, M.Pd. Kata kunci : media pembelajaran, Adobe Flash, Wondershare Quiz Creator, Tathbiq Sharfi II Berbagai macam media terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Sekarang, banyak media pembelajaran bahasa yang berkembang dalam bentuk multimedia. Media pembelajaran sebagai alat bantu masih terus berkembang. Banyak software yang bisa digunakan dalam membuat media pembelajaran berbasis IT. Dua software yang terkenal dalam membuat media pembelajaran adalah Adobe Flash dan Wondershare Quiz Creator. Tathbiq Sharfi II merupakan mata kuliah tata bahasa yang tidak hanya mempelajari tentang teori saja tetapi bisa mengaplikasikan teori dalam kalimat. Pengembangan media berbasis Adobe Flash dan Wondershare Quiz Creator bertujuan untuk memudahkan dalam mempelajari Tathbiq Sharfi II tanpa terikat oleh tempat dan waktu. Secara umum tujuan penelitian ini adalah memproduksi media pembelajaran berbasis Adobe Flash dan Wondershare Quiz Creator untuk mata kuliah Tathbiq Sharfi II di Jurusan Sastra Arab Universitas Negeri Malang. Secara khusus tujuan penelitian adalah: (1) mendeskripsikan karakteristik media pembelajaran berbasis Adobe Flash dan Wodershare Quiz Creator untuk mata kuliah Tathbiq Sharfi II di JSA FS UM, (2) mendiskripsikan kelayakan media, (3) mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan adalah rancangan pengembangan atau R&D, model pengembangannya adalah: (1) penelitian dan pengumpulan informasi awal, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) validasi produk, (5) revisi produk pertama, (6) uji lapangan dengan 22 subjek, (7) revisi akhir, (8) produk akhir. Hasil penelitian ini berupa produk CD pembelajaran yang dapat menampilkan gambar, teks berupa materi-materi, audio, latihan, dan Quiz dengan sembilan model soal yang berbeda. Bahasa yang digunakan dalam media adalah bahasa Arab yang sederhana. Hasil uji kevalidan media pembelajaran berbasis Adobe Flash dan Wondershare Quiz Creator oleh ahli media 83,3% dan hasil uji kevalidan oleh ahli materi sebesar 92,5%. Uji lapangan dilaksanakan di Jurusan Sastra Arab Universitas Negeri Malang yakni mahasiswa semester 4 yang sedang menempuh mata kuliah Tathbiq Sharfi II. Hasil dari uji lapangan sebesar 83%. Jadi, media berbasis Adobe Flash dan Wondershare Quiz Creator dinyatakan valid sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Negeri Malang. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi dosen mata kuliah Tathbiq Sharfi II untuk memanfaatkan media pembelajaran ini untuk meningkatkan pemahaman, semangat, dan motivasi belajar mahasiswa. Disarankan pada pengembang selanjutnya untuk mengembangkan media pembelajaran dengan tema nasab, tashgir dan ibdal sehingga materi tersebut menjadi menarik.

Parental attitude towards certain linguistic usages of Bahasa Indonesia in interethnic families / Abdulkadir S.

 

Muhassinat lafziyah dalam Q.S. Fatir / Feni Trisila

 

ABSTRAK Trisila, Feni. 2015. Muḥassināt Lafẓiyah dalam Q.S. Fāṭir. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr.Irhamni, M.Pd, (2) Dr. Yusuf Hanafi, M.Fil.I. Kata kunci: Muḥassināt Lafẓiyah, Q.S. Fāṭir. Keindahan bahasa Al-Qur’an telah menarik perhatian berbagai kalangan untuk melakukan berbagai penelitian kebahasaan. Hal tersebut dilakukan terhadap ayat-ayat suci Al-Qur’an yang tidak lain adalah sebagai upaya untuk menggali, mengapresiasi, dan memasyarakatkan keindahan bahasa dan keagungan makna Al-Qur’an. Q.S.Fāṭir merupakan surat yang di dalamnya banyak ditemukan ber-bagai keindahan keindahan kata. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan sebaran unsur dan bentuk Muḥassināt Lafẓiyah dalam Q.S. Fāṭir, serta makna Muḥassināt Lafẓiyah dalam Q.S. Fāṭir. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research) yang menggunakan metode penelitian diskriptif kualitatif kuantitatif. Data dalam penelitian ini adalah unsur Muḥassināt Lafẓiyah yang terdapat dalam ayat-ayat Q.S. Fāṭir. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri sebagai instrument kunci (human instrument). Untuk memperoleh data, digunakan teknik pengumpulan data yaitu membaca berulang-ulang Q.S. Fāṭir, mencari unsur Muḥassināt Lafẓiyah dalam Q.S. Fāṭir, memberi kode pada ayat yang mengandung unsur Muḥassināt Lafẓiyah, serta menyimpulkan makna keindahan-nya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Ayat-ayat Q.S. Fāṭir me-ngandung unsur-unsur Muḥassināt Lafẓiyah dengan rincian Jinās sebanyak 8 sebaran, Saja' sebanyak 13 sebaran, Muwāzanahh sebanyak 10 sebaran, dan Raddul 'Ajzi 'Alaṣ ṣadr sebanyak 24 sebaran. Dari segi bentuk dalam ayat-ayat Q.S. Fāṭir memuat 4 bentuk Jinās Lafẓi yang terdiri atas 2 sebaran Jinās Nāqis, 3 sebaran Jinās Mudhāri', 2 sebaran Jinās Lāhiq,dan1 sebaran Jinās Muḥarraf. Terdapat bentuk Saja' dalam Q.S. Fāṭir sebanyak 2 bentuk meliputi 6 sebaran Saja' Muṭarraf, dan 7 sebaran Saja' Mutawāzi. Adapun unsur Muwāzanah dalam Q.S. Fāṭir sebanyak 11 sebaran tanpa ragam dan 23 unsur Raddul 'Ajzi 'Alaṣ ṣadr tanpa ragam. (2) Dari segi makna, keindahan unsur Muḥassināt Lafẓiyah yakni Jinās, Saja', dan Muwāzanah dapat dilihat dari unsur Makna keindahan tersebut dapat dilihat dari unsur keindahannya serta unsur sastranya. Peneliti berharap untuk penelitian selanjutnya hendaknya para peneliti melakukan penelitian lebih lanjut tentang Muḥassināt Lafẓiyah dalam teks lainnya, seperti karangan yang berbentuk syi’ir (puisi) atau natsr (prosa), serta ayat-ayat Al-Qur’an dalam surat-surat yang lain.

Pengembangan biah Arabiyah di Madrasah Aliyah eagamaan (MAK) Malang oleh Erfa Ainah

 

Penelitianin i bertujuan_unnmrke ngetahupie ngembangaBnia hA rabiyahd iIuadrasahA livah KeaeamaaQn {{K) lrtatangy angm etiputi:lt) htar belakang pengembangBania hA rabiyah,( 2) tujuanp engembangaBna i irabiyah, (3) ahifitas yangd ilakukanu nt'k pengembangaBnia hA r;biyah, (+; urattu-*ut u y-g iirukuk* untukp engembangnB iahA rabtyah( 5) faktor-frktorp enghamb.at uop .iar**g pengembangBania hA rabiyahd i MadrasahA riyahK eaga;aan( MAKirv{ararrg. Pe'nelitiainn i menggunakarna ncirngadne srcriptifkuatitatior.# yungu du diperolehd ari hasilw awancaftro, bse^aastei rlibat,t riaun aoku,n"n,a - -g;"t. gPuorpunb laahsainsyataau d aabl aMhsA eKlu rduahns pi sewmaMb inAaKa s yraamngiub Rerrj.u moltaeh7tr 2 ta orreanniigo,mi.po"gr"e infiietaNs :, populasim, akas ampedl iambild e3qanm enggunakatenl arikp urposir"iampUog. Pogr kondisis ampeyt angd emikianin i, makas ampedr iambirs esuadi ;"c- \ef{uhg neneliti,a rtinyaju mlah samperl idaka dak erentuanb aku.D ataa "amurt $ jwnta!$swa yanga da_padwaa ktup eneritianS. edangka*ne k.t v;g r".k *purrcf*Vrk sj gcket., yangb erasadl ari 50 siswa,I kepala-UeNi vfaani, : g*u bahasaA rab MAK. Analisisd atad ilaksanakapne nelitip adas aatp enelitians edangb erlangsundgi lapangadna ns €telahm eninggalkan'rapangtaann.g ka-rangkavh- g aiutut-" adalah(:l ) klasifikasid arra,(2p) en),arinenO ataO, "nt :) &nyiirpjan Hasilp enelitianin i menrurjukkabna hwa:( l ) pengembagna nR iahA rabiyahd t MAK-i ni dilatarbelakangoil ehp erlunyam otivasi,p eilunlu p"rii*u- tomuritasi pbeen$gaehmasbatau nagbBa bniaa ghiA s risawbiayd oahnd g i uMnAl pKe irnlui andyaaa lranhab gsfaersr y isawngi kb oisnadb uesribi da)t ra;ts;Aar ab lisand anh rlisargs iswam emahamkii tab,htab berbihasaA rab, siswa* .rnur,"ri el_ Qur'and anH adits,s iswam engu,asaagi amaIs lanr,m encetakc endehawanm usrim yangt anggulld anm encetakm ubalilg hin-mubaltighat, p) aktifitasy angd ilakukanu ntukp engembagnn biah Arahryahd i MAK adalah lrwar,kajinkrtab, tadribat,i dhaJi/ tutoial, nuhadharahu sbu,iyah,Aaino mUa_ Iombab alrasaA rab, (4) usatra-usaryraan gd ilakukanu nn* pengem'b,e * ii;h Arabiyahd i MAK adalatmr engadakapne raturanm, enggarangferjasaiad engan lembagala in' mengadakatne ss eleksmi asukM AK, *inghuditk- nathiqa sirt, m(5e) fnayketodrip aekangngu hrauyr nabnagtp nrayoadfe aslaiohnt earldb, aantam sennyag-azdoannkieaa phnh A laratibsiaysaih d,iL s"er-kgirtav"ra ,"sarauo,u. pembelajqand anp emanfaataruryk4u ranglryap eminatM AK, ku.-g,rryu-t"*gu pepajar di asrarnak' urangnyake sadarasni sw4 dank urangnyap enfirasaansi iwa terhadapm uJiada.t s edangkafna ktorp endukungnyaaa alatt'aaanyiuuL .,ng"n au,I lingkunganm"a yoritasp elajarand i MAK berbahasAar ab, adanyam otivasis iswa ymgk uat adanyafi gur yangm uta'qhhil dzlambatrasAar ab, adanyap artisipassi iswa dang uu dalams eminakr ebahasaadna na danyan alallah haittyaht nrran1. Berdasarkahna silp enelitiante rsebutd, isarankanse b@ berikut:1 i; siswa MAK: membangukne sadaraunn tuks elalub erbahasAar ab danm engoptimalkan pelaksanaapne raturany anga d4 (2) kepalas ekolahd anp embinaa srama; mempertahankdaann m eningkatkapne ngembangaBnia hA rabiyahd ank epala sekoladhi sarankamn enggurakabna trasaA rab ketikab erkomunikasdie ngans iswa MAK, sertam emperluakse rjasamad enganle mbagala in yangs edang mengembangkpaenm belajarabna hasaA rab, (3) parad oser\k trususnydao senb ahasa Arab:i knt berperans ertad alamp engembangaBnia h arabiyahd €nga;c aram embuat metode-metodyaen ge fektifd ane fesienu ntukp embelajaraBn Lmitaur aiah Arabiyah(, 4) penguruas srarnaM AK: mengoptim,alkapne lalsanaakne giatand an p€raturayna nga dad enganm embentutkim /srar rahasiay angt idak diketahuoi leh siswala in tanpam engubattrim jasusja ma 'r, (5) parag rru bahasaA rab: mengoptimalkapn€ nggunaamn ediap embelajaraang ars iswat ermotivasdi alam belajabr ahasaA rab.

Penelitian tentang peranan guru IPS dalam pengajaran sistem modul bagi murid Sekolah Pembangunan di Malang dan Surabaya / Ponadi Abdullah

 

Pengembangan media flash card untuk meningkatkan kemampuan mufrodat dalam pembelajaran Bahasa Arab siswa Kelas IV MI Sunan Kalijaga I Malang oleh Diah Eva Tauchida

 

Media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan di sekolah salah satunya adalah media flash card. Berdasarkan hasil observasi di M Sunan Karjaga I Malang kelas IV semester I di dalam menyampaikan materi pelajaren behasa Arab pokok bahasan Al-Mihnatun, guru mengalami kcsulitan tentang media apa yang bisa menarik siswa untuk meningkatkan kemampuan mufrodat dalam pembalajaranb ahasaA rab. Disamping itu siswa mengalamip ermasalahanse perti penjelasan guru yang membosankan, kesulitan memahami pesan verbal dan lemahnya siswa dalam menghafal muftodot bahasa Arab. Untuk itu pengembang mempunyai ide sebagai alternatif pemecahan masalah yaitu melalui pengembangamn ediaflash card, guru dapatm enambahk etertarikans iswa dalam pembelajaran mufrodat bahasa Arab dan meningkatkan prestasi hasil belajar siswa. Tujuan pengembangamn ediaflash card adalahm emproduksim ediaflash card yang memenuhi kriteria valid untuk digunakan dalam proses belajar mengajar, memproduksi media flash card yang dapat menambah ketertarikan siswad alam pembelajaranm ufrodat bahasaA rab dan meningkatkanp restasih asil belajar siswa,m embuktikanp erbedaana ntaras ebelumm enggunakanm ediaflash card dan sesudahm enggunakanm ediaflash card sertam emproduksim ediaflash card yang efektif digunakan dalam pembelajaran. Dalam merancang pengembangan media flash card, pengembang memodifikasi model pengembangan pembelajaran yang dikemukakan oleh Sadiman (2002:98) dengan langkahJangkah sebagai berikut 1) identifikasi kebutuhan,2 ) perumusant ujuan, 3) pengembanp materi, 4) pengembangaanl at evaluasi, 5) produksi, 6) penyusunan petunjuk pemanfaaun, 7) tanggapan ahli mediad an ahli materi,8 ) uji cobap erorangan9,) uji cobak elopokk ecil, 10) uji coba klasikal, 11) revisi produk. Subyek uji coba pengembangnm ediaf lash card pm&lajaran bahasa Arab ini adalah siswa kelas IV semester t di MI Sunan kalijaga I Malang sebanyak2 0 siswa.T eknik pengumpuland atam enggunakanin strumenb erbentuk angket untuk uji coba ahli media" ahli materi, audien peronrngan, audien kelompok kecil dan audien klasikal. Untuk mengukur hasil belajar siswa digunakan alat evaluasi dalam bentuk tes yang digunakan untuk pre tes dan post tes dari audien perorangana, udien kelompok kecil dan audien Hasikal. Analisis data yang digunakan untuk mengolah data dari hasil tanggapan ahli nredia, ahli materi, audien perorangan, audien kelompok kecil dan audien klaslftal adalafi prosentaseU. nhrk menguji hipotesisd igunakana nalisiss tatistik uji t. Hasil pengeinbangamn ediaf lash card pembelajaran__muliodat.bahwa Arab ini memen,ihj kriteria valid; yaitu: unn* ahli modia 89,4%; ahli matqi 90,8%oa; udienp erorangan9 1,7o/oa; udienk elompokk ecil 82,5o/od; an audien k6ikal 36%. U;ftk evaluashi asilb elaju yangd ilalo*an di MI SunanK alijagaI Malangk elas IV semecteIr dapatd iketahuib ahwae da perbedagnne m!-adgan ;Gffi menggunakamn dliaJiash card dans esudahm enggunakamn diaflash card. Bsdafftmhasil belajars isway ang diperolehd ari skor rall.tadtah asil tes keselunrhapna da( postt es p-erorangan8)6 ,? > 50 (pre tes p€roraogsn),-(potsets kelompok tecil) Ai > 48 (pre tes kelompok kecil), dan (post tes klasikal) 75,5 > 49,5 (pre tes klasikal). Dapat disimpulkan bahwa siswa yang belajar mdiaflash catdhusil belajqyalebih tinSg dibqdinglq 9qgt" hasit-Seujars ebelumm enggunakamn gdi6J lash cord. Berdasartanh asil belajar sisway ang diperolehd ari skor prosqrtaseh asil tes kesehuuhapna dap erorangan 86,7o iot,E tompot kecil 82 ,/o, danklasikal7 5,5% dari laiteria yangd itentukan, mdiaJtash oia a merne,lrullrsii t€ria (efcrktif),s &ing8Bd rpd.dikotakanb ahwa media'Sy'aarsahcn a rd efektif untukd igrrnakanse bagami ediapeinbelajaranyang dapat diberikan dalam pengembangamn edia flash card pembelajaraiun1 -aotA*tua Arabp okok bahwan,Al-Mihnatutnd alah:I ) unh* kepala Sekolahf, ,II Su"anK alijagai Malang, adanyap engembangamn edriaflash "oia nidapat dijadikana tt€rnatifdalamp engadams umbebr ela'jarP. engadaannya bisab ekerjasmi denganp SB (PusatS umberB elajar)U niversitasN egeriM alang utuu jo*iuo Teknoiogi pendidikan, 2) untuk guru bahasa.Arab, sebelum ot"ngg-ukutt m(iJiaf lash card hadafuya mempel4jarpi €{ilnjuk pemanfa*an d*ia; c€rmatd an melaksmakans esuadi e,ngapne tunjukp e'nanfaatan,3)-untuk penlembangb erikutnya hendaknyat idak hanya dikembangkand i MI sunan kAiJuguI vtalangs aja,t etapid apatju ga dikembangkadni MI atauS D yang.lain dan tiiak hanyaie rbatasp adam deri pembelajarabna hasaA rab saja tetapij uga dapat dikernbangkanp ada materi-materip embelajarany ang lain, serta lebih menyempumakapnro dukm ediay angn kand ikenrbangkan.

Efektifitas penggunaan metode permainan simulasi dalam pemberian penerangan program keluarga berncana di desa Gunungjati Kecamatan Jabung Kabupaten Malang / Ny. Siti Fatimah Abdullah

 

Perancangan media komunikasi visual goa maria Puh Sarang Kediri / Nicolas Purnanto Adi Subroto

 

Kata Kunci: perancangan, media komunikasi visual, goa maria puh sarang kediri. Goa Maria Puh Sarang Kediri adalah gereja yang terletak di Kediri, menyuguhkan keindahan dan keaslian alam, tempat dimana ketenangan itu berada, kesarakalan dan keaslian bangunanpun masih terjaga. Gereja tertua di Kediri pun masih tetap berdiri dengan megah tanpa mengurangi eksistensi yang terkandung di dalam gereja, ornament yang di buat puluhan tahun yang lalu masih juga terawat dan tidak termakan oleh waktu. Bentuk kubah galvanis yang masih berdiri juga masih di pertahankan sesuai dengan bentuk aslinya. Metode perancangan Media Komunikasi Visual untuk Goa Maria Puh Sarang Kediri penulis menggunakan model prosedural yaitu model yang bersifat deskriptif, dan menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Adapun fokus penelitian ini yaitu (1) konsep perancangan media komunikasi visual (2) proses perancangannya, dan (3) bentuk perancangan media komunikasi visual Langkah-langkah yang dilakukan mengawali konsep desain tersebut secara prosedural berupa research yang dilakukan kepada klien dan kompetitor melalui metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kuisioner. Setelah semua data terkumpul akan dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT yaitu analisa tentang Strenghts (kekuatan), Weakness (kelemahan),Opportunities (kesempatan), dan Treats (ancaman). Hasil media dari konsep perancangan berupa Backdrobe, iklan koran, poster, Leaflet, X-Banner, Merchandise (Kaos, Stiker, Pin-up), IMM, Booklet. Kesimpulan penelitian ini adalah perancangan media komunikasi visual Goa Maria Puh Sarang Kediri dengan bentuk visualisasi meliputi warna, ilustrasi, fotografi, tipografi serta media yang digunakan sebagai bentuk pemecahan masalah. Saran yang dapat diajukan, yaitu untuk dapat meningkatkan dan menggangkat citra positif Goa Maria Puh Sarang Kediri dengan harapan dapat memperkenalkan Goa Maria Puh Sarang Kediri kepada target market meskipun tidak secara langsung, di harapkan melalui perancangan ini dapat menjadikan referensi bagi pengelola untuk lebih fokus untuk mempertahankan image Goa Maria Puh Sarang Kediri itu sendiri dengan menjaga keaslian alam yang sangat memukau beserta sejarah dari bangunannya.

Khilafath fatimiyah di Afrika Utara (909-1171) / oleh Djuwarijah Abdulsalam

 

Pandangan filsafat eksistensialis dalam novel Merahnya Merah karya Iwan Simatupang dan manfaatnya bagi pengajaran apresiasi sastra di SMA
Ihsan Abraham

 

Analisis sejarah dan visual Reyog Kendang Tulungagung / Pradika Lahitama Reffananda

 

Reffananda, PradikaLahitama. 2015. AnalisisSejarahdan Visual ReyogKendangTulungagung. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumarwahyudi, M. Sn, (II)Drs. AndiHarisman Kata Kunci: Sejarah, Visual, ReyogKendangTulungagung Reyog Kendang Tulungagung merupakan gubahan tari rakyatyang ada sejak abad XIV. Dalam gubahan ini, barisan prajurit yang berarak diwakili oleh enam orang penari. Ada kisah sejarah dari Reyog Kendang Tulungagung ini antara Raja Bugis Dampu Awang dan Dewi Kilisuci dari kerajaan Kedhirilaya serta masyarakat Tulungagung itu sendiri. Serta visual dari Reyog Kendang Tulungagung seperti pakaian dan alat untuk memainkan Reyog Kendang Tulungagung yang kaya akan makna.Reyog Kendang Tulungagungadalah sebuah hasil dari kebudayaan yang perlu dilestarikan keberadaanya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: (1) MendeskripsikansejarahReyog Kendang Tulungagung; (2) Mendeskripsikanvisual Reyog Kendang Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara menghubungkan data hasil observasi terhadapReyogKendangTulungagung dengan landasan teori. Dari penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh hasilsejarahdan visual Reyog Kendang Tulungagung. Reyog Kendang Tulungagungmerupakan gubahan tari rakyat. Dalam gubahan Tari Reyog Tulungagung ini barisan prajurit yang berarak diwakili oleh enam orang penari. Kisah sejarahnya adalah ketika Raja Bugis yang bernama Dampu Awang ingin melamar Dewi Kilisuci akan tetapi karena Dewi KIlisuci itu “wandu” tidak wanita ataupun laki-laki maka ketika dilamar oleh siapapun Dewi Kilisuci selalu menolak. Dewi Kilisuci memberi 6 persyaratan yang aneh untuk menolak Dampu Awang, karena kebingungan maka meminta bantuan warga Tulungagung. Setelah semua persyaratan sudah siap lamaranpun di utarakan di proses ini tercipta gerakan-gerakan Reyog Kendang Tulungagung. Sampai akhirnya Dewi Kilisuci menghilangkan diri dan semua berakhir dengan tangan hampa.Visual Reyog Reyog Kendang Tulungagungterdiridarikostum, peralatandan instrument. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang bermanfaat kepada penulis. Sehingga ketika terdapat suatu masalah yang sejenis, peneliti dapat melakukan penelitian sesuai dengan prosedur serta memberikan pengetahuan kepada penulis bahwa Reyog Kendang Tulungagungmempunyaisejarahdan visual yang kaya akanmaknauntukdijagakeberadaannyasebagaikeseniantradisionalTulungagung. Kepada penelitian lain, apabila ingin melakukan penelitian yang sejenis dengan objek atau subjek yang berbeda, skripsi ini bisa digunakan sebagai referensi dan perbandingan yang nantinya dapat dikembangkan lagi untuk lebih baik.

Kontribusi model pelatihan kerja handicraft berbasis lesson study terhadap pembentukan kompetensi karyawan serta dampaknya pada pengunjung (studi pada Eco Green Park Kota Batu) / Siti Zahro

 

Zahro, Siti. 2015. Kontribusi Model Pelatihan Kerja Handicraft Berbasis Lesson Study terhadap Pembentukan Kompetensi Karyawan serta Dampaknya pada Pengunjung (Studi Pada ECO Green Park Kota Batu). Tesis, Program Studi Pendidikan Kejuruan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eddy Sutadji, M.Pd., (II) Dr. Titi Mutiara Kiranawati, M.P. Kata kunci: pelatihan kerja, handicraft, eco green park        Penelitian ini bertujuan untuk membentuk kompetensi karyawan agar dapat meningkatkan kualitas mutu pembelajaran dan pelatihan yang ada serta dapat meningkatkan pelayanan kepada pengunjung di ECO Green Park. Hal ini dikarenakan karyawan dalam melakukan proses pembelajaran dan pelatihan di lokasi wahana belum sesuai dengan tujuan pembelajaran dan pelatihan yang diinginkan oleh pengunjung. Karyawan ECO Green Park yang memiliki tugas memberikan pembelajaran dan pelatihan kepada pengujung/peserta didik belum didukung oleh kompetensi yang sesuai karena karyawan belum memiliki pendidikan sebagai tenaga pengajar dan pelatih.    Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah ada kontribusi yang signifikan model pelatihan kerja handicraft berbasis lesson study terhadap pembentukan kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional karyawan, serta seberapa besar kontribusi model pelatihan kerja handicraft berbasis lesson study terhadap pembentukan kompetensi karyawan di ECO Green Park Kota Batu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode penelitian experimental dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah karyawan di ECO Green Park pada departemen Marketing, Fun and Game, Animal, Science Center, Chif Accounting, Publik Area, Gardener, Enginnering, F&B. Jenis sampel yang digunakan adalah random sampling dengan jumlah sampel adalah 65 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan program SPSS for windows versi 21.    Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pelatihan kerja handicraft berbasis lesson study berkontribusi secara signifikan (87,8%) terhadap pembentukan kompetensi pedagogik, (61,1%) terhadap pembentukan kompetensi sosial, (70,6%) terhadap pembentukan kompetensi profesional karyawan. Sementara 72,3% secara umum berkontribusi secara signifikan terhadap pembentukan kompetensi karyawan di ECO Green Park Kota Batu dan 27,7% dipengaruhi faktor-faktor lain. Indikator yang menentukan kontribusi tersebut adalah materi pelatihan, fasilitas pelatihan, strategi penyampaian materi pelatihan, dan evaluasi program pelatihan. Hasil ini diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh pihak manajemen sebagai program peningkatan kualitas mutu layanan perusahaan yang dilakukan karyawan.

Penelitian tentang hasil pengajaran Fisika bagi siswa-siswa yang berasal dari SD PPSP IKIP Malang dan SMP non PPSP di SMA PPSP IKIP Malang / oleh Sumardji Adikusumo

 

Perencanaan pembelian bahan dasar damen ke arah usaha economizing supply bahan dasar pada P.N. Kertas Leces di Probolinggo / oleh Jupri Adinata

 

Penyelidikan tentang kompetensi guru-guru Sekolah Dasar Negeri dalam menyelenggarakan penilaian pelajaran di wilayah kerja Kantor Departemen P & K Kecamatan Singosari Kab. Malang / Djarot Adisiswanto

 

A study on the semantic aspects of a number of translated textbooks / Sri Endah Tabiati Adisoeparno

 

Penyelewengan terhadap Undang-Undang Dasar 1945 setelah Dekrit Presiden tgl. 5-Juli-1945 / Soepardi Adisutrisno

 

A Study on the teaching of English speaking skill at XII- Langiage Program of SMA Negeri 1 Lawang / Rohma Yunita

 

ABSTRAK Rohma, Yunita. 2014. A Study on the Teaching of English Speaking Skill at XII-Language Program of SMA Negeri 1 Lawang. Skripsi, Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Nunung Suryati, M. Ed, Ph. D, (2) Nur Hayati, S. Pd, M. Ed Kata Kunci: pengajaran, berbicara, kelas berbicara Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan pengajaran percakapan di kelas XII program bahasa di SMA Negeri 1 Lawang yang terletak di jalan Pramula no 152 Lawang. Subjek dari penelitian ini adalah dua guru dan dua puluh tujuh siswa yang terdiri dari dua puluh enam siswi dan satu siswa. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Peneliti menggunakan beberapa instrumen, yaitu penelitian, catatan lapangan, wawancara, dan angket siswa. Data dikumpulkan dari tanggal 11 September hingga16 Oktober 2014. Tujuan pengajaran speaking ini adalah untuk mengajarkan siswa agar mampu berbicara Bahasa Inggris secara optimal, memberikan waktu kepada siswa untuk melatih percakapan Bahasa Inggris mereka dan untuk mendukung perkembangan kemampuan berbicara siswa. Kegiatan yang dilaksanakan dalam kelas berbicara ini antara lain presentasi siswa, prepared talks, menceritakan kembali teks pada artikel majalah, acting games, and bermain peran. Beberapa permasalahan yang dihadapi siswa dalam kelas berbicara berhubungan dengan kebahasaan dan masalah sikap seperti merasa malu dan tidak percaya diri. Disarankan bagi para guru untuk mendorong dan memotivasi para siswa terutama mereka yang malu dan tidak percaya diri dalam berbicara Bahasa Inggris. Untuk pengelola sekolah, sebaiknya disediakan beberapa fasilitas yang dapat mendukung perbaikan kelancaran kelas berbicara. Untuk para peneliti selanjutnya, disarankan agar mereka mengadakan penelitian yang membahas lebih mendalam tentang aspek yang lain dalam kelas berbicara seperti aspek penilaian.

Studi tentang pelaksanaan praktikum biologi di SMA Negeri Kotamadya Banjarmasin / Adria Rifarin Adrak

 

Matrisk Hermetian dan matriks anti hermitian oleh Yuliani

 

Matriks adalahs usunanb ilangan-bilangayna ngb erbentukp ersegpi anjang. Jikal adalahs uatum atriks maka digunakana , untuk menyatakanu nsury ang terdapadt alam baris ke i dan kolom kej dari mariks,4. Padaa ljabarl inier dijumpaim atriksy angm empunyaui nsurb ilangan kompleksM. atriks tersebutd iantaranyaa dalahm atriks hermitian dan matriks anti hermitianA. adalahmatriksp ersegdi enganu nsurb ilangank ompleks dikatakan matriksh ermitianji ka memenuhAi ' = A. Sedangkajink al matriksp ersegdi engan unsubr ilangank ompleksd isebumt atriksa ntih ermitianji ka memenuih V ' = - A . Jika A adalahmatriks persegi berukuran n t n maka A +2' adalahmatriks hermitian danA -7' adalahm atriksa nti hermitia n.J ikaA adalahm atriksp ersegdi engan l . - , 1 unsubri langakno mplekysa ngb erukurann x n maka:l e+ 'q' I adalamh atriks 2Lt I f - r ' l hermitiand anl l ,q- A' I adalahm atriksa nti hermitian. JikaA matriksh ermitiand an 2 t I t sebarangsk alarm aka kA adalahm atriksh ermitian.J ikaI matriksh ermitianm aka 7' A udulrhmatriksh ermitian.N ilai karakteristikm atriksh ermitiana dalahb ilangan riil, sedangkani lai karekteristikm atriksa nti hermitiana dalahb ilangani majiner murni atau 0.

Hubungan antara pelayanan koperasi kepada anggota dengan peran serta anggota pada KUD 1945 Kotamadya Malang
Agus Samsul Afandi

 

Penlitian tentang hubungan antara nilai ujian akhir SMA dan nilai tes masuk dengan prestasi belajar mahasiswa FKIE IKIP Malang / oleh Dermawan Afandi

 

Pengembangan bahan ajar berbasis 3D ebook sebagai buku penunjang siswa SMP/MTs nateri fisika listrik dinamis / Ari Safitri Dani Sukma

 

Sukma, Ari Safitri Dani. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis 3D ebook sebagai Buku Penunjang Siswa SMP/ MTs Materi Fisika Listrik Dinamis. Skripsi, Jurusan Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sulur, S.Pd, M.Si, M.T.D, (II) Drs. Widjianto, M.Kom Kata Kunci: Pengembangan Bahan Ajar, 3D ebook, Buku Penunjang Mata Pelajaran IPA di SMP/ MTs memiliki tujuan agar siswa mempunyai kemampuan pada tiga aspek yaitu, aspek afektif, aspek kognitif, dan aspek psikomotor yang tersirat dalam Permendikbud 22 tahun 2006. Namun faktanya, tujuan mata pelajaran IPA pada aspek kognitif masih belum tercapai. Salah satu indikasinya adalah nilai rata-rata Ujian Nasional SMP Nasional tahun ajaran 2012/ 2013 pada mata pelajaran IPA hanya sebesar 5,99. Khusus nilai rata-rata SKL UN IPA siswa SMP nasional pada kemampuan memahami konsep kelistrikan dan kemagnetan serta penerapan dalam kehidupan sehari-hari hanya sebesar 57,65. Nilai-nilai tersebut termasuk dalam klasifikasi C (cukup). Salah satu faktor penyebab belum tercapainya tujuan mata pelajaran IPA pada aspek kognitif adalah faktor bahan ajar yang digunakan belum kontekstual. Oleh karena itu dilakukan penelitian dan pengembangan bahan ajar berbasis 3D ebook sebagai buku penunjang siswa SMP/ MTs materi fisika listrik dinamis. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar berbasis 3D ebook sebagai buku penunjang siswa SMP/MTs materi fisika listrik dinamis. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan Borg and Gall yang telah dimodifikasi menjadi tiga tahap yaitu, studi pendahuluan, pengembangan produk, dan uji produk. Uji produk dilakukan oleh ahli materi dan ahli media, serta siswa MTs Negeri Lawang sebagai subjek uji coba keterbacaan produk. Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan sebuah produk bahan ajar 3D ebook fisika listrik dinamis yang valid/ layak. Dengan kelayakan materi sebesar 94,4 % dan kelayakan konstruk produk sebesar 88,5 %. Serta baik digunakan untuk siswa SMP/ MTs, karena berdasarkan uji coba penggunaan oleh siswa SMP/MTs Negeri Lawang 99,4 % siswa mengatakan mudah menggunakan bahan ajar 3D ebook ini. Berdasakan hasil penelitian dan pengembangan tersebut, maka dapat disarankan; 1) bahan ajar 3D ebook ini dapat digunakan sebagai buku penunjang siswa SMP/MTs untuk belajar mandiri, 2) bahan ajar ini dapat dikembangkan dengan materi yang bervariasi serta, 3) dapat disebar luaskan melalui jaringan internet (web) dan diunduh secara gratis.

Proses berpiikir kreatif siswa SMP dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan tahapan Wallas ditinjau dari adversity quotient (AQ) / Muzani Lastri

 

Lastri, Muzani. 2015. Proses Berpikir Kreatif Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika Berdasarkan Tahapan Wallas ditinjau dari Adversity Quatient (AQ). Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Edy Bambang Irawan, M.Pd, dan (II) Dra. Santi Irawati, S.Si, Ph.D. Kata Kunci: Proses Berpikir Kreatif, Tahapan Wallas, Adversity Quotient (AQ).    Proses berpikir kreatif merupakan gambaran nyata dalam menjelaskan bagaimana kreativitas terjadi. Dengan berpikir kreatif siswa dapat mengembangkan potensi dirinya serta dapat memandang suatu masalah dari berbagai perspektif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses berpikir kreatif siswa SMP dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan tahapan Wallas ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) siswa.    Penelitian ini dilakukan di kelas VII SMP Negeri 2 Malang. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 6 siswa yang di ambil dari siswa kelas VIIA dan VIIJ. Subjek penelitian ditentukan melalui purposive sampling. Subjek yang diambil untuk penelitian ini adalah 2 siswa untuk setiap kategori AQ (climber,camper,quitter). Kriteria berpikir kreatif pada penelitian ini mengacu pada aspek fluency (kefasihan), flexibility (fleksibilitas) dan novelty (Kebaruan). Sedangkan proses berpikir kreatif pada penelitian ini mengacu pada teori Wallas yaitu preparation (persiapan), incubation (inkubasi), illumination (iluminasi) dan verification (verifikasi).    Berdasarkan hasil penelitian diperoleh: siswa climber cenderung mampu memenuhi aspek fluency, fleksibility, dan novelty. Siswa camper cenderung hanya mampu memenuhi aspek fluency tetapi siswa camper juga mampu menunjukkan sedikit inisiatif dan memenuhi aspek fluency, fleksibility, dan novelty. sedangkan siswa quitter hanya mampu memenuhi aspek fluency atau tidak sama sekali.    Proses berpikir kreatif siswa dalam memecahkan masalah matematika pada tahap persiapan: siswa climber cenderung mampu memahami masalah dengan baik sedangkan siswa camper dan quitter cenderung kurang mampu memahami masalah dengan baik dan cenderung hanya mampu memahami masalah sebatas pada apa yang tertera dalam soal. Pada tahap inkubasi: siswa climber,camper,dan quitter melakukan aktivitas merenung. Pada tahap iluminasi: siswa climber, camper, dan quitter menemukan ide untuk menyelesaikan masalah. Pada tahap verifikasi: siswa climber cenderung mampu menemukan cara lain untuk menyelesaikan masalah, siswa camper cenderung mampu memberikan solusi lain dari penyelesaiannya atau mau mencoba untuk mencari solusi lain meskipun pada akhirnya siswa cenderung menyerah. Sedangkan siswa quitter tidak mampu memberikan cara lain dalam menyelesaikan masalah dan ketika diminta untuk mencari cara atau jawaban lain siswa cenderung tidak mau mencoba dengan alasan “sulit” atau “belum tahu” dan menyerah.

Relationship between achievement in English and achievement in Arabic
Dimyati Ahmadin

 

Proposed steps to apply a transformational grammar in teaching some English negations at SMA / L. Karbini S. Agung

 

A Survey on the English teaching materials as used by some rural SMAs in Kabupaten Malang / by Helena Indyah Ratna Agustina

 

Penerapan strategi bauran pemasaran produk non subsidi pada PT. Petrokimia Gresik / Dessy Arinanda

 

Arinanda, Dessy 2015. Penerapan Strategi Bauran Pemasaran Produk Non Subsidi Pada PT. Petrokimia Gresik. Tugas Akhir Program Studi DIII Manajemen Pemasaran, Jurusan Manajeman, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Titis Shinta Dhewi, S.P, M.M Kata kunci : Strategi, Bauran Pemasaran, Kegiatan Pemasaraan Strategi adalah proses yang dilakukan suatu organisasi untuk menentukan arahan serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber dayanya. Berbagai teknik analisis bisnis dapat digunakan dalam proses ini, termasuk analisis bauran pemasaran yang meliputi 4P yakni Product (Produk), Price (Harga), Place (Tempat), Promotion (Promosi). Penerapan strategi yang baik didalam suatu perusahaan dapat memberikan hasil yang memuaskan, hal ini dapat dilihat pada PT. Petrokimia Gresik yang melaksanakan berbagai penerapan strategi yang baik. Tujuan laporan yang dilakukan pada PT. Petrokimia Gresik yaitu (1) untuk mengetahui penerapan strategi bauran pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan PT. Petrokimia Gresik, (2) Untuk mengetahui masalah yang dihadapi oada PT. Petrokimia Gresik terkait penerapan strategi bauran pemasaran produk non subsidi, (3) untuk memberikan alternatif pemecahan masalah yang dihadapi pada perusahaan PT. Petrokimia Gresik terkait penerapan strategi bauran pemasaran produk non subsidi. Bauran pemasaran (marketing mix) adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran dan dapat mendatangkan hasil yang memuaskan dalam mencapai tujuannya. Hal ini dapat dilihat pada PT. Petrokimia Gresik yang menerapkan strategi bauran pemasaran. Berdasarkan hasil laporan yang penulis lakukan ini dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh seluruh karyawan PT. Petrokimia Gresik dalam menerapkan strategi bauran pemasaran pada produk – produk non subsidi yang dilakukan pada periode selanjutnya agar mendapatkan hasil yang optimal dari penerapan strategi bauran pemasaran tersebut.

Bilangan bulat gauss oleh Atik Srifatmawati

 

BilangonB utatGausasd slsbb ilangnkcmplekysa ngb erbsntttl+ yl &ngnn x dany adalabhi langnnbulsdts tti * J]' a yurgberlskupdda ;ilr";;b,,il ct*ivtilJe""tma pembaganp'e mbagsr€ kutute rb€sadra n bilanggGn arr*ps rimaB unyi-tcoren-a to oremyaa ngb erlaktpr adab ilugnnb ulat Gaustsrm pir sanad cag$t eorgm-s t eorcsley stlgb erlakup ada.bilangbaunl at' ffi1"fr.6;b"ttp- ptt#ormv *g.hr-rsd ipqhatikdine nentenl i6' Unt* sreoentutffiiffi-t f"t" iot*"t dardi uab ilaagabnu ladt apot Ag.,*k"t, "rg"titt"Eucltd. itdHln jugpp 8& bilangabnr rlaGt auscu ntuk menentukapne rnbag,.i[ "'tu't rfi.t OurIiu " Uitaogubou latG ausdsi gun*an algoritmaEuclida'

Aldous Huxley's pacifism, mysticsm and primitivism an analysis based on the novels: Antic Hay, Those Barren Leaves, Point Counter Point, Brave New World, Eyeless in Gaza / Sjamsir Alam

 

Alat pendeteksi kenyamanan pada kelas berbasis mikrokontroler ATMEGA16 / Joki Suryo Prayogo

 

ABSTRAK Prayogo S, Joki. 2015. AlatPendeteksiKenyamananPadaKelasBerbasisMikrokontrolerATmega16.TugasAkhir, Program Studi D3TeknikElektronika, JurusanTeknikElektro, FakultasTeknik,UniversitasNegeri Malang. Pembimbing:(I)Dyah Lestari,S.T.,M.Eng.(II)HeruWahyu Herwanto,S.T.,M.Kom. KATA KUNCI :Mikrokontroler, Kenyamanan, Suhu, Suara,Cahaya. Perkembanganteknologisaatinimendorongmanusiauntukterusberpikirkreatif, tidakhanyamenemukanalatbaru, tapijugamengembangkansebuahsistem yang telahada.Dengandemikiankebutuhanmanusiatentangsistemkontrol yang memudahkansetiappekerjaanyasetiaptahunsemakinbanyak. Agar proses belajarmenjadinyamandandapatditerimadenganbaikbagisiswamakasituasipadatempatbelajarharusmendukung. Seringkalipadasaat proses pembelajaran, penyampaianmateriterputuskarena guru memintasiswauntukmenyalakanlampukelasataukipas. Hal itumembuatsiswa yang tadinyaberkontrasibelajarmenjadikehilangankonsentrasi.Dengandibuatnyaalatinitentunyadapatlebihmempermudahsiswadalammenerimapelajaran. Mikrokontrolerharusdapatmengendalikansemuainputanyaitusuara, cahaya, suhu, dan sensor PIR agar alat yang dibuatdapatberfungsisesuaitujuanawal.DalampembuatanAlatpendeteksiKenyamananPadaKelasBerbasismikrokontroler ATmega16 terdiridaribeberapatahapanyaitu:(1)Mencariteori-teori yang berhungandenganalat yang dibuat;(2)Prosesperancangan;(3)Pembuatanalat;(4)Pengujianalat per blok dia-gram;(5)Pengujiankeseluruhan.Alatdikembangkanmenggunakanmikrokontroler ATmega16sebagaitempatpemrosesaninput/output.Padaalatinioutput yang digunakanadalahkipasdan LED.Driverrelaiberfungsimemaksimalkansumbertenaga yang di butuhkanuntukmenggerakankipasAdankipas B. Dan ujiefektifitasalatdiketahuibahwa;(1)Minimum sistemATmega 16 telahberfungsidenganbaikdengandiujipadaoutput setiap port menggunakan AVO;(2) Sensor cahayatelahberfungsidenganbaikterbuktipadasaatkondisicahayagelapdanterangnilainyaberubah;(3)Sensor suaratelahberfungsidenganbaikyaitudapatmenangkapperubahantingkatsuarapadasekitar;(4)Sensor suhu LM35 telahberfungsisesuaifungsinyayaitudapatmembacaperubahansuhupadadaerahsekitar;(5)Sensor PIR berfungsidenganbaikterbuktijikaada orang keluaranyahighdanjikatidakada orang keluarannyalow;(6)PengujiankeseluruhanAlatPendeteksiKenyamananPadaKelasBerbasisMikrokontroler ATmega16. Dapatdisimpulkanbahwaalat yang dibuatdapatberfungsisesuaidengan yang direncanakan. Yaitudapatmengendalikansuhu, cahaya, dansuarapadadaerahsekitar.Gunamenunjangalat yang dibuat agar lebihberkembangmakaperluadanya saran diantaranyaadalahdengandigunakannyasistemfuzzy agar output yang di inginkanlebihmaksimal.

Pengaruh perluasan kota terhadap pergeseran mata pencaharian agraris di desa-desa perluasan Kotamadya Madiun th. 1987 / oleh Noor Amini

 

Prototipe pengendali suhu ruangan dan pemberi pakan otomatis untuk burung kenari berbasis mikrokontroler dengan pendampil LCD / Ivani Rizki Fadillah

 

ABSTRAK Rizki F, Ivani. 2015. PrototipePengendaliSuhuRuangandanPemberiPakanOtoma-tisUntukburungKenariBerbasisMikrokontrolerdenganPenampil LCD. Tu-gasAkhir, Program Studi D3 TeknikElektronikaJurusanTeknikElektroFa-kultasTeknikUniversitasNegeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Suwasono, M.T. dan (II) Dr. HakkunElmunsyah S.T., M.T. Kata kunci:Mikrokontroler, Sensor Suhu, PengendaliSuhu, danKenari Burungkenarimemerlukansuhuruangan yang stabil agar burungtersebutda-lam proses pembesaranmenjadisehatdannya-man.Prototipeiniberfungsiuntukmengendalikansuhuruangandanmemberipakansecaraotomatisuntukburungkenari.Setelahmendapatkansuhudanpakan yang diinginkan, kesehatandanproduktifitasburunginimenjadilebihbaik. TujuanpembuatanTugasAkhiriniantara lain: (1)merancangprototipe pengendali suhu ruangan dan pemberi pakan otomatis, untuk burung kenari berbasis mikrokontroler dengan penampil LCD; (2) membuatprototipe pengendali suhu ruangan, dan pemberi pakan otomatis untuk burung kenari berbasis mikrokontroler dengan penampil LCD; (3)menguji prototipepengendalisuhuruan-gan dan pemberipakanotoma-tis,untukburungkenariberbasismikrokontrolerdenganpenampil LCD. Metode perancangan meliputi: (1) perancangan sistem;(2) pembuatan alat; (3) pengujian rangkaian tiap blok; (4) pengujian rangkaian alat keseluruhan sistem. Kesimpulan dari perancangan sistem: (1) sensor suhu LM35 dapatmende-teksisuhupadaprototipe yang berukuranpanjang 40cm, lebar 30cm, tinggi 26cm denganrangesuhu 230C-270C; (2) rangkaian RTC bekerjasebagaipewaktuuntuk-mengaktifkan motor servo yang berfungsisebagaipembukakatubpakanuntukbu-rungkenariselama 10 detiksetiappukul 07.00;(3) rangkaianoutputyang terdiridari-rangkaianpendinginakanaktifketikasuhu yang terdeteksidiataslebihdari 270C, rangkaianpemanasakanaktifketikasuhu yang terdeteksikurangdari 230C; (4)rangkaian LCD sebagaipenampilsuhudihasilkandaripendeteksian LM35, selai-nituLCD sebagaipenampil RTC berupa jam dantanggal.

Study tentang kesulitan-kesulitan mahasiswa dalam mata kuliah praktikum teknologi pengerjaan logam Jurusan Pendidikan Teknik Mesin PTK - IKIP Malang
Andoko

 

Perbandingan distribusi binomial dan distribusi beta binomial dengan menggunakan struktur perkalian distribusi pada analisis kelulusan mahasiswa jurusan Matematika FPMIPA UM oleh Indah Herawati

 

Pemilihand uam odel.distribusdie nganre sponb ineqd imanam odelp ertama responb erdistribusBi inomiald anm odelt eduab erdishibusBi etaB inornlit're.ing mengalamkie sulitank arenap erhitung annyasangkaot mplekr.r "a" akand rtentukand and ipilih f"o"i;ti"n ini mocela stribusiB in"omradra nB etaB inomiald alam strukturP erkalianD istribusi denganm enerapkannypa daM arkovc hain Monte carlo.melaluwi in Bugsr ,3 unhrkrnenentukapna r^metepr *ameterp ada PerkalianD istribusi.p ada.penelitian str'ktur ini hasilp erhitungaFn aktorB ayesm enunjukkan nllai2 ,967y angb erartib ahwam odeld istribusBi etaB inomialo aat aapai sebagai alandalkan alternatipf emecahamn enggantikadni stribusBi inomial.A taud apa-dti artikan prosentase_keluluysaanng d iberikand osenp adas uafum atak uliah sama kelompok antara I., II, dan III.

A Study of the correlation between the results of cloze test and reading comprehension test in the second year of the English Department IKIP Sanata - Dharma / Andrianto F.X.

 

A Brief study on the vocabulary items found in ABI - materials for FKIE IKIP Malang / Maria Andrini

 

Social enterpreneurship sebagai sumber daya untuk meraih keunggulan bersaing pada sentra batik "Melati" Pekandangan Sumenep / Rizki Aprilia Dwi Susanti

 

Susanti, Rizki, A.D. 2015. Social Entrepreneurship Sebagai Sumber Daya Untuk Meraih Keunggulan Bersaing Sentra Batik “Melati” Pekandangan Sumenep. Tesis, Jurusan Manajemen, Fakultas Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof.Dr. F. Danardana Murwani, M.M., (II) Prof. Dr. H. Heri Pratikto, M.si., Kata Kunci: Social Entrepreneurship, Sumberdaya , Keunggulan Bersaing Sentra batik merupakan salah satu wujud usaha kreatif yang memanfaatkan kearifan lokal. Sebagai salah satu bentuk dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dimana struktur organisasinya masih sederhana dan kemampuan dalam bidang manajemen masih kurang. Oleh karenanya, bagi jenis usaha seperti ini menciptakan keunggulan bersaing dengan memberdayakan sumberdaya yang dimiliki merupakan cara yang paling tepat. Social entrepreneurship merupakan salah satu sumber daya instrinsik yang dimiliki oleh sentra batik “Melati”, dengan mendayagunakan segala hal yang bisa tereksplorasi dari Social entrepreneurship,maka diharapkan perusahaan akan mampu menciptakan keunggulan bersaing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sosial entrepreneur menghasilkan sumber daya untuk keunggulan bersaing, bagaimana gambaran sosial entrepreneurship pada sentra batik “Melati”, ”, bagaimana sumber daya yang menjadi keunggulan bersaing pada sentra batik “melati”, dan bagaimana manfaat yang dirasakan masyarakat serta pengusaha/pengrajin batik dengan kehadiran sentra batik “melati”. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi, yaitu sebuah penelitian yang bertujuan untuk mencari makna atas fenomena yang dialami oleh subjek penelitian. Penelitian dilakukan pada sentra batik “Melati” yang berada di desa Pekandangan, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura. proses pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, dokumentasi dan catatan lapangan. Analisis data akan dilakukan dengan menggunakan analisis yang dikembangkan oleh Miles and Huberman. Agar data yang diperoleh dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya, maka peneliti menggunakan trianggulasi dan member check untuk keabsahan datanya. Temuan penelitian ini adalah: (1) Karakteristik Social Entrepreneurship yang dimiliki adalah dapat memberikan sebuah manfaat sosial dan memecahkan masalah sosial dengan cara inovatif, (2) sumber daya yang dihasilkan adalah kekeluargaan, inovasi yang disalurkan, pengembangan masyarakat, dan sikap, (3) manfaat yang dirasakan oleh masyarakat dan pengusaha/pengrajin batik lain adalah menambah kesejahteraan masyarakat dan bertambahnya ilmu membatik yang membuat kualitas batik meningkat. Berdasarkan hasil analisis dan temuan dalam penelitian ini, sentra batik “Melati” memperlebar area industri dan diharapkan pula agar Bapak Zaini selaku pemiliki mampu menularkan sisi sosialnya kepada pengusaha lain. Selain itu, untuk peneliti di masa yang akan datang diharapkan agar lebih spesifik dalam menyoroti tema ini dan menambah objek penelitian agar dapat membandingkan sosial entrepreneurship yang dimiliki pada objek yang berbeda.

Ketaksamaan pada bilangan real dan ketasamaan pada segitiga oleh Deddy Setiawan

 

Ketaksamaanp adab ilanganr eal merupakans alahs atup okok bahasan dalama ljabar.K etaksamaante rsebutd apatd iperluasd enganc ara mengaplikasikannypaa dac abangm atematikal ainnya yaitu geometrip adap okok bahian segitiga,d enganm engetahubi ahwau kuran sisi dan suduts uatus egitiga merupakanlifi"g* riA positif. Penulisan skripsi ini bert'juan untuk mengetahui Teorema-teoremai pu saji yangberhubungand engank etaksamaanp adas egitiga danb eberapate oremak etaksama:rnp adad ua segitiga' Denganm enggunakans ifat-sifat ketaksamaanb ilanganr eal dan beberapa sifat padar "-gitigu* .,l,Itrggud apatd iperolehb eberapate orema.U kuran sudutl uar suatus egitigat ebitr dari ut

Revolusi industri dan pengaruhnya dalam perkembangan ekonomi di Eropa / oleh Mavi Ari Ani

 

A Study on the relationship between insert in reading and achievement in composition of students of The English Department IKIP Malang / by Mirjam Anugerahwati

 

Wacana percakapan dalam interaksi belajar mengajar BahasaIndonesia di SMA Negeri 4 Malang oleh Imroatul Mufidah

 

Dalam proses belajar-mengajar, interaksi berperan pentlng karena tanpa interaksi proses belajar-mengajar tidak akan berlangsung dengan baik. Murid atau pembelajar tidak akan menampakkan perolehan belajarnya tanpa melalui proses interaksi dengan objek yang dipelajarinya terlebih dahulu. Demikian pula guru, tidak dapat mengomunikasikan materi yang disampaikannya jika tidak ada interaksi positif antara murid dengan materi yang disampaikannya. Kemampuan berkomunikasi, digabungkan dengan rancangan pengajaran yang efektif akan memberikan pengalamanb elajar yang dinamis bagi siswa. Kemampuan guru dalam menggunakan bahasa yang secara sosial dapat diterima pembelajar sangat membantu terciptanya suasana belajar-mengajar yang dinamis dan mengesankan. Dengan demikian percakapan guru dalam interaksi belajar-mengajar di kelas merupakan salah satu faktor penentu model berlangsungnya interaksi belajar-mengajar. Apakah interaksi belajar-mengajar itu berlangsung hidup, dinamis, dan mengesankan atau berlangsung tidak hidup dan membosankan. Namun kondisi objektif dalam interaksi kelas masih menunjukkan bahwa ada guru yang menggunakan percakapan itu monoton dan kata-kata yang sulit dipahami oleh siswa. Kondisi ini menyebabkan proses belajar-mengajar berlangsung menjengkelkan dan membosankan. Penelitian ini mendeskripsikan (l) struktur pertukaran percakapan dalam interaksi belajar-mengajar Bahasa Indonesia di SMA Negeri 4 Malang dan (2) pola alih tutur percakapan dalam interaksi belajar-mengajar Bahasa Indonesia di SMA Negeri 4 Malang. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat unhrk memahami (l) hakikat bahasa secara alamiah dan (2) studi wacana interaktif. Penelitian ini juga diharapkan dapat membantu memperluas wawasan dan pengetahuan guru bahasa lndonesia terhadap wacana percakapan. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif. Jenis rancangan yang digunakan adalah studi kasus. Data penelitian berupa ujaran guru dan siswa. Pengambilan data dilakukan selama kurun waktu satu bulan yaitu April 2004 sampai Mei 2004. Pengumpulan data dilakukan dengan cara (1) merekam data percakapan, (2) mentranskripsi data ke dalam teks tulis, (3) memilih dan menentukan data untuk dijadikan korpus data penelitian, (4) mengidentifikasi data penelitian sesuai dengan masalah penelitian, dan (5) mencatat data ke dalam tabel kodifikasi. Adapun analisis data dilakukan dengan langkah-langkah (1) reduksi datu Q) sajian data, dan (3) penarikans impulan/verihkasi. Temuan penelitian ini sebagai berikut. Pertama, stnrktw pertukaran percakapan dalam interaksi belajar-mengajar Bahasa Indonesia dapat dianalisis berdasarkan(l ) komponenp embentuks truktur pertukaranp ercakapand, an (2) pola shuktur pertukaran percakapan. Komponen pembentuk struktur pertukaran percakapante rsebut, dapat dibagi kedalam enam struktur pertukaran.( 1) kategori Inisiasi (I), (2) kategori Respon (R), (3) kategori Lanjutan atau Balikan (F), (4) kategori Respon sebagai lnisiasi (R/I), (5) kategoi Inisiasi Informatif (Inf), dan (6) kategori Re-Inisiasi (Ir).). Adapun pola struktur pertukaran percakapan dalam interaksib elajar-mengajaBr ahasaI ndonesiad i SMA Negeri 4 Malang, dapatd ibagi ke dalam tiga variasi struktur. (l) variasi Un{, (2) variasi [I R], dan (3) variasi [I R/I Rl. Pertamav, ariasis truktur[ Infl meliputi (a) [Inf (R)], (b) Unf R (F)1,d an (c) [Inf R/I Rl. Kedua, variasi stnrktur [I R] meliputi (a) [I R F], (b) U R Ir Rl, dan (c) [I R Ir RFl. Ketiga, variasi struktur [I R/I R] meliputi (a) [I R/I Rl, (b) tI R/I F], dan (c) {I R/I R (Ir R) (F)1. Kedua,p ola alih tutur percakapand alam interaksiB elajar-mengajar Bahasaln donesiad i SMA Negeri 4 Malang dapatd iklasifikasikanb erdasarka(nl ) cara mengambil alih giliran bicara dn (2) cara membeikan giliraa bicara. Pertama, cara mengambil alih giliran bicara meliputi (a) menjawab panggilan penutur, (b) menjawab pertanyaan penutur, (c) melanjutkan topik pembicaraan, (d) memperoleh kesempatanb icara dari penutur,d an (e) memintam itratutur untuk berhentib erbicara. Kedua, cara memberikan giliran bicara meliputi (a) memanggil nama, (b) mengajukan pertanyaan, (c) memerintahkan mitra tutur untuk melanjutkan pembicaraan(,d ) memberikank esempatanb icarak epadam itra tutur lain, dan (e) meminta mengulang pembicaraan. Berdasarkanh asil penelitiani ni, disarankank epada( l) pengajar,s ebagai salahs atu panduand alam merancangp ercakapand alam interaksi belajar-mengajadr i kelas, guru dapat merancang dan menentukan pola alih tutur dan struktur pertukaran percakapan yang sesuai dengan situasi dan peristiwa tutur. (2) Peneliti lain, diharapkan sering mengadakan penelitian yang lebih mendalam terhadap wacana percakapany ang lain, tidak terbatasp ada struktur pertukaranp ercakapand an pola alih tutur saja.M isalnya padak ajian tindak tutur, topik percakapand an sebagainya.

Penyelidikan tentang sumbangan masyarakat pengusaha dalam membantu pengadaan prasarana pendidikan di linkungan sekolah dasar dalam Kotamadya Malang sejak tahun 1973 - tahun 1976 / Syamsudin Anwar

 

Ragam Tutur Dakwah A.A. Gym (Kajian Bentuk Ragam Tutur Dakwah A.A. Gym) oleh Himmatul Khairoh A.S.

 

Kegiatanb €rtuturs elaluh adird alamk ehidupanb ermasyarakaKt.e gatan bertutumr erupakasna lahs atuc iri yangm enandakie hidupabne rmasyarakat, menumbuhkapne radaband,a n kebudayaanD. enganb ertutur,m anusiab isa berhubungasna tus amal ainnya,u ntukm engungkapkapne rasaank,e inginan, pengetahuadna np engalamannya. Kegiatanb ertuturd alamk ehid'rpanm empunyami aksudM. aksudt ersebut adalauhn tukm encapasie suatsuu payao rangl ainm engertim, enyampaikapne rasaan supayoar angl ain tergerakh atinya,d an untukm en:beritahukadna nm engerjakan. Untukm encapami aksudd an tujuan di atask egiatanb ernrturm embutuhkanb ahasa. Dalamh al ini bahasam empunyapi erananp €nting,k arenas atu-satunyabahaunn tuk bertutuar dalahb ahasa. Variasbi ahasaIn donesiyaa ngd idasarkapna dap emakaiannydais ebut sebagarai gamb ahasaIn donesiaD. engand emikiand apatd iketahubi ahwab ahasa Indonesima empunyaria gamb ahasay angb ermacam-macasme sruid enganb idang kehidupank,e giatanp, rofesi,d ans itrrastie rtentuy angs ecarain tensifmenggunakan bahaslan donesia. Tujuanp enelitianin i untukm emperoledhe skripstie ntang:(l)b entuk tuturp engarahadna lamt utur dakwaht ulis A.A. Cym, (2) bentukt utur penghakimadna lamt utur dakwaht ulis A.A. Gym,d an( 3) bentukt utur pembakar semangadta lamr agamt utur dakwaht ulis A.A. Gym. Rancangapne nelitiany angd igunakana dalahd eskripif kualitatif.M etode kualitatifm erupakanp rosedurp enelitiany ang menghasilkand atad eskiptif berupa kata-kattae rtulisa taul isant entango rang-oranga taup rilakuy angd iamati.S umber datap enelitianin i ialahs ejumlahd akwahl isanA .A. Gym yangt elahd itranskripk e dalamb entukt eks.B uku tersebudt i antaranya(:l ) MeraihB eningF latid engan ManajemeQn olbu.P enerbiGt emal nsauiP ressJ. akarta2 002,(2)M enjagaH ati, MeraihC intaI lahi. PenerbiMt izan,B andung2 002. Teknik pengumpuladna tam enggunakatne knik dokumenterD. alam penelit iani ni penelitib ertindaks ebagaiin strumenu ntukm enjaringd atap emakaian ragamt utur dalamt utur dakwahA .A. Gym. Selaini tu digunakanju ga insrumen table spesifikaspi enjaringd ata.P enganalisisadna tad igunakand enganc ara( l ) pemahama(n2, ) pengodean(3, ) pengidentifikasian(4, ) pengklasifikasiardLa n( 5) penguraiadna ta. Berdasarkahna sila nalisiste rsebudt i atasd apatd isimpulkabna hwab enluk tutury angd igunakaAn .A. Gymd i dalamd akwahnydai sampaikadne ngan3 cara dengamn enggunaka3n b entukt utury aitu( l ) bentukt uturp engaraha(n2,) bentuk tuturp enghakimand,a n( 3) bentukt utur pembakasr emangaBt. entukt utur pengarahamne liputi 3 ulasany aitu (l ) ulasann asehat(,2 ) ulasanjanji,d an( 3) ulasan ancamanB.e ntukt utur penghakimamn eliputi2 ulasany aitu ( I ) ulasanp embelaan, dan( 2) ulasanp enghukumanU. lasann asehadt isampaikand alamb entukp erintah yangb ersifapt engharusaanj,a kan,d anl aranganU. lasanja nji memakaki atat ertentu yangm enyatakajann ji danm emanfaatkasna bdaR asulullahu ntukm emberikanra sa Wrcayak epadas asarand akwah.U lasana ncamand iungkapkand enganm enyatakan hubungasne baba, kibat,s yarats uatut ingkahl aku.I Jlasanp embelaadni sampaikan secarlaa ngsungd and ant idak langsungs, edangkaunl asanp enghukuman disampaikadna lamr agamp enolakasne carati dakl angsung. Demikianlakhe tigaf ungsib entukt utur,v aitub entukt uturp engarahan, penghakimadna, np embakasr emangayta ngd isampaikanA .A. Gym melaluip roses menatam, engolahd anm enampilkantu turans ehinggaa pay angd isampaikanp enutur dapamt enggiringm, emukaud,a nm empersuakshi alay

Alasan-alasan mahasiswa memilih program studi sarjana pendidikan sosial Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Malang / Supratman Arazie

 

Wana percakapan berbahasa Indonesia pada pengguna radio komunikasi oleh Alfah Oktafiyani

 

mmaeurAuppnutaaunlkil bsiasies.nw n w taaucckbaa annaha ma sevarau pnagdk aignuk anjajakna iyunaa nlgo m toemneulanaikhta esn;;it ;a,n g wfiaitc a,nea..a wraurc uanna dsuikaattuues gaohrmaik seaemnb aahgaawTmib a.aifc ehapan-saglilasi ns a ansn.eS .o ba[^hlaa hgkbs aaaairt giunrw aaaina tc" -,ai *n"uar.*** i"*i # vp*,"gitl"" "rat*i,ll *il "tm dieniari undpaaalpiksaaistn Hrtrffi reoria nalisisw acanaa au* wacanap ercakapai"na i prlgg*a radio thkeoarmnteyuPAtnaneela tirpkunbsaee.aa sninltniida teiipi saalsai dnteidianal aakrinpi e ane bnn *ranetcacyraaatnpk.n jwgeauan paa peacnyelnia t*rui cgannan,ap"nkt ne ea*gn rpctgaaiuErnn;tn"ngikpwl daa*aae rn*"csp ak"n,rlutbai;ppg; adseuhiar kalc(;, asa kalrn(ea ldn)p;oaafmf *nnpiJre ea-ism" d'iataps"p a"ue"ninrav*g.pargkeik uaornhsnarrvi a kedainnirosiai n jadyrpruaynaaegdacrpnaicalaog.isdkrabt g. iwoie sikuhnmr anaartmceaarunqaarda naapnginiokkkanf{'taaak .di frsano,au(d" it m3 p"n a)satlu uasstnb kmt*iue rka sydrama3 is Tstmdiauo,da nuasnofnhiao( p_ a3ar"ri,)Irtnin g tnt(*goilt* a)u*po t iiaskhTt,t-arniktk okd",ap,;p ankesin(uairii2 a(i*t,a4 tur)uti)'agop rt ppttoaoaa"plasona"a g.rpr- p ""u"ea.rrjrn"*tuigufteo -opli ia"-tabitttaGu**aitonl .h-i ii on.uapuiirs"e ,plaa, nk apneh(2"alnuiot).s iu gausppentsutia* nn-uddiyiaa, taedrcaaPltaaneshtnqe ebal-pi 1tieasna|ni nn gig gmguoetntn"aOalg t :gR.uFAnRyatIky (aokrnraag nsacina ilsnaagnsaAignk m u,uaaaltitiura Rrt,i,fna . Sd*iiuoiimI Lntbd'eioirrdi rnae tspail. pif.ei ,nraelritaiasnne i nrita'wu:ua yangd ianalisidsa lamp enelitianin i aaaunt eksl isan1 rpot."-r"rr) aiuut *rt aipartra s"Fe lamTk aku arusnew yt aankgtud d ilueanb gdkaanpd iy eantqtua Mnc aarteatt a2n0la 0p^a3sn agmapnFa. eAi npgrial m20b0ila3on.p u etuno gtu"tmutpuuolan jq1sijmi*1m!1 SngT cara(1_q)e rekan datap ercakap'a(n2,) ;ffi""rk ipsi darak e .reKs,'_ts , (3) memilih dan menentukana ata untuk dijadikank orpusd ata df(.)u,, "am1t1aenh1ca1ap!E1ydat) a,(iTtltu)a: k -atenc daraalilseai.smdn at $atatbdc eia lr ksaop!pddeaiafnnikrgeaaals dintia.iA ansd(n e2a sjpauunandaa iel nisnaigslfiis aninsad ;la.: ;tlardG ilf-uaiktuiaknadn, a dtaamn- ---- upnesrcuHars katrasupiklpa ptuanerd pn aeep rletiutniakgangir nuainn pra dea ardcpiaoakk ta odpniuaurdnnaa iikknaa (sn2i bd) eaprpoifaluatdt s.i tarpnueakrtlti*asrmi dsb" aek,r*s d;t;rarucskaatkurkara pp(nale) n rtu.unksaurar-nlv yUaTit*u;(p l)r yk atsetgruokriti unrips i"afrsSi oS,. ru(l2.1) lreaptgaqkail patdqnar ppoantd (iRb)a,g (i3 k)e kdaatetagmoer inl aanmjuk taatnea gtoarui,(9Inikf)q,d a(Fn( 6)r)-k (a+kta)e tgeogrrioe r-r9iin sirsyiant.s ui.u(IgrKfu idnre isgioarsi't ini6 io , tivi *rg" i.ag""igri"lr*itr--iamseiit nipruot.im (aa)mpyFaortnoaclna$.y kg.auardna\( a+bnna),(p le am)na eglalgispialuantKn(i.c-, a( )atpe)en gr"oirnyrttias anrty(riud,u t)uaa ! injtua yuk apun"a"r,r* ai*mnt(* envj i*"gi"m-rora'c"at,6;fr, ;( ic;r;)"e tj laipwguoatribi r aens((,pd ao))n ::T::9.:_9),ryi1T(c, )p enerimairauq" t al pengulangf;adnd.; iln sebagai kKuauassteirhaqK"syo alarr teine -ggino oirsrgiiin uainsshiai aaksnaiyi mnna fbe o9lripm1uuatnit( iakafb a)e ilairmwuapatabp u aeitnriri(,ni bt t)a phpea.e rdrsnaeyptau* tjuapaaonynola, ua n Jngt( cbu )eL urt*ics aip ipn"arfton"trte murriam* sai.SXFn"-9ryt dJbagki e dalamt iga variasis tru\tur,v iitu (r) [nfl meiiputi( a) [rnf l.q& Q)_rIg(RF) ,a ag_(91!rJrr(n2n)lrR nll, n iiiputii"iIij,6j'irRF ],d an tRlgr]). Tp (FuL)nt1i'K\_.a elmsF dl leu,sl q]enp uroct((ril3a a) a ) ctl riah.rR atum/Rtru elrm n ygaeanlmigptn beuft-ii"iiattijr g a Uhian otnpt t aR bdilc,a( ap br"a)tfia i""n *r .r"irp ze#l f.'liphoe-lirniiLgi.uel. Uurint* *, aa otnio Iptni':n,!g:Sy.t lT_p enlaurtau r(g'b n) 3mneelaalnnjbuatillki han gto ilpirika npb e-micbaircada irlaakaun(c,k )" "'d n;"6n;jau*"uj b'pm€reTnajnaywaaabnrynutu,^(dm) enciptakan,toppike mbicard y*t lain, (e) memp"rotrt t'rr.rnputunbica|ar.(mQ emintak epadam itra t'tru untukier[enti i,ii*u, o"iigir...rr"nfaatkanmo:tlrte1ampku:edlr("ia)nd neta knhogksamaon(nani t )gr pma e etmumrbuaircn agurgnanitla uanskme. mams etealansntiuajnurrai atttu da,in ocp ,a( ebrm)a mm uiee"numgribauejnur,ki1 kaoipnnig l ritlairnayna bainc1,a cr)a -memueritan kesempata[rn-c a1ate pada mirra tutur yang lain,- dan (e) t**intu mengurang f_Tli:1115:lgl,loqik.ryrcakapanppa"dnae g*ur adiokomunikmaeslii pu(tli) lp^tjJ:y $1t( z)j ogik hpT Topiku mumy angd ibicarakamne liput(ii ) torlit y0a8nttgad hib.ijc..arpra"k1afimnn gegli(pabul),t ti( ol)p itkok .opnrtd rjipseic eulaerc lapd,e amna( cn)c taourp tiaknk ge)g,-i(aUrat)o nTp.io kp-riakkd hiou,( icu,s1 topike tikab erkomunikasdii radio,a uit t'al topit u.rtu r.r"i. r"pit-.tGk tersebut dapadti kelompokkakne dalarnto pik uett"tioiuta" aant opit ta,tu

Pengembangan perangkat pembelajaran biologi berbasis pendekatan kontekstual dengan model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMAN 1 Krian / Prayoga Rendra Vendiktama

 

Vendiktama, Prayoga Rendra. 2015. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Biologi Berbasis Pendekatan Kontekstual dengan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMAN 1 Krian. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, M.S., (2) Dra. Hj. Susilowati, M.S. Kata Kunci: perangkat pembelajaran, pendekatan kontekstual, model PBL, kemampuan berpikir kritis. Perangkat pembelajaran merupakan sesuatu yang penting dan harus dimiliki oleh seorang guru agar dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Namun, tidak semua perangkat pembelajaran dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Salah satu cara agar perangkat pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis adalah dengan memasukkan prinsip pendekatan kontekstual dan sintaks model PBL ke dalam perangkat pembelajaran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun perangkat pembelajaran biologi (silabus, RPP, dan LKS) berbasis pendekatan kontekstual dengan model PBL serta menguji validitas, keefektifan, dan kepraktisan perangkat pembelajaran biologi tersebut sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi sistem reproduksi manusia. Penelitian ini mengadaptasi model Penelitian & Pengembangan Borg & Gall dan dibatasi sampai dengan tahap ketujuh. Uji coba lapangan tahap awal dilakukan terhadap validator ahli materi, ahli perangkat pembelajaran, dan ahli praktisi lapangan sedangkan uji coba lapangan utama dalam penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPA 8 SMAN 1 Krian pada semester genap tahun ajaran 2014/2015. Data-data yang diperoleh selama uji coba lapangan kemudian dikumpulkan dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan memiliki skor rata-rata sebesar 3,94 (sangat valid) untuk validasi silabus, 3,91 (sangat valid) untuk validasi RPP, dan 3,94 (sangat valid) untuk validasi LKS. Keefektifan produk dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yang diketahui melalui hasil pretes-postes siswa menunjukkan bahwa peningkatan gain score siswa termasuk dalam kriteria sedang dengan tingkat gain sebesar 0,61. Sebagian besar siswa kelas XI IPA 8 SMAN 1 Krian memberikan respon positif ketika mengisi angket respon siswa terhadap pembelajaran dan LKS yang dikembangkan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat dikatakan bahwa perangkat pembelajaran yang dihasilkan valid, efektif, dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran.

Kesalahan berbahasa pelajar asing dalam kegiatan tutorial: studi kasus di center for Indonesian studies-Bahasa Indonesia bagi penutur asing Universitas Negeri Malang pada fall semester 2000 oleh Bayu Cahyo Widyatmoko

 

BahasaI ndonesiad ikenal oleh masyarakatt,i dak harryad i Indonesiat etapi juga di luar negeri.P engajaranb ahasaI ndonesiajugam engalamip erkembangan. BahasaIn donesiat idak hanyad iajarkank epadao rang-orangIn donesiat aapijuga kepadas ebagrano ranga sing.P engajaranb ahasaIn donesiau ntuk oranga singd I lndonesiad apatd itemukand i sekolah-sekolahin ternasionald i Indonesiad anbahkan di luar negeri.A danyap engajaranb ahasaI ndonesiar mtuk oranga singm emunculkan istilah bahasaI ndonesias ebagabi ahasaa sing.B ahasaI ndonesias ebagabi ahasaa sing perlu mendapatp engakuanre smi dari pemerintahI ndonesia. Mengingatb elum mapannyab ahasaI ndonesiad ari segik eilmuannya, pemantapanm ateri pengajarany angb aik adalahk ebutuhanm endesakA. da banyak variasi pemakaianb ahasaI ndonesia.T ata bahasab ahasaI ndonesiah arusd iajarkan dan dikuasai oleh pelajar asing, tetapi ftngsi sosial bahasa tidak boleh dibiarkan. Tata bahasay.a ngb aik belum tentu membuats eseorangb isa berbahasad enganb aik. Mungkin bahasa yang ia gunakan benar tetapi tidak komunikatif. Kegiatan tutorial di CIS-BIPAU M memperhatikanfu ngsi sosialb ahasaD. engank egiatant utorial di luar kelas,p elajar asingd ibiqnkan mendengard an mengucapkanb ahasaIn donesiay ang berterimad an dipakai oleh masyarakatP. emahamanta ta bahasay angb aik dan benar dilalrukand alamp engajarand i kelas. Penelitian yang berjudul Kesalahan Berbahasa Indonesia Pelajar Asing dalam Kegiatan Tutorial: Studi Kasusd i CIS-BIPA UM, pada Fall Semeste2r 002, bertujuanu ntuk mengetahubi entuk kesalahanm orfologi, kesalahans intaksis,d an kesalahanp emilihan kata yang dilakukan oleh pelajar asingd i CIS – BIPA UniversitasN egeri lvfalangp adaf all semester2 002.K esalahany angd iteliti adalah tuturan-tuturano leh pelajar asingt ingkat pemulay ang muncul padaw aktu kegiatan tutorial berlangsungP. enelitiani ni pentingd ilakukank arenah asilnyam emiliki manfaatb esaru ntuk pengajaranb ahasaI ndonesiat idak hanyat ulis tetapi juga lisan. Rancanganp enelitiani ni adalahd eskriptif-kualitatif. Rancanganin I digunakan rmtuk mendasari penelitian dari sumber data yang telatr ditenhrkan, yaitu tuturan-tuturanp elajar asingy ang diidentifikasi oleh peneliti denganb anhranp ara tutor sebaya di CIS-BIPA UM. Pelajar asing tersebut adalah pelajar pemula dalam belaaj r bahasaln donesai . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tuturan-tuturan oleh pelajar asing tingkat pemula di cIS-BIPA uM memuatk esalahanK. esalahan-kesaiahatenr sebut meliputik esalahanfo nologi ataup engucapank ata, kesalahanm orfologi atau Jresalahapna dap rosesp embubuhanim buhanp adak ata, kesalahans inLksis yang berupak esalahanp enyusunank ata dalam kalimat, dan kesalahanp emilihan kata. Berdasarkanh asil penelitian ini dapatd isarankana gard ilakukan penelitian lebih lanjut yang lebih luas.D i sampingi tq pengajaranb ahasaIn donesias ebagai bahasaa singd iharapkanm enggunakanpeneiitianin i sebagabi ahanp enyusunan kurikulum,p enataanm ateri, penyusunanb uku ajar, penenluant ekanan-iekanan !{Baja3n, dan unh* penenhnne valuasiy angbaikdalam pengajaranb ahasaIndonesiau ntuk oranga asing.

Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) terhadap keterampilan proses ilmiah dan hasil belajar siswa dengan pengetahuan proses ilmiah berbeda untuk pembelajaran di SMK / Sri Hidayati

 

Hidayati, Sri. 2015. Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) Terhadap Keterampilan Proses Ilmiah dan Hasil Belajar Siswa dengan Pengetahuan Proses Ilmiah Berbeda Untuk Pembelajaran di SMK. UM. Tesis, Jurusan Pendidikan Kimia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Suhadi Ibnu, M.A., Ph.D. (2) Dr. Hj. Fauziatul Fajaroh, M.Si. Kata-kata kunci: pembelajaran berbasis masalah (PBM), pengetahuan tentang proses ilmiah, keterampilan proses ilmiah Pembelajaran berbasis masalah (PBM) sangat sesuai diterapkan dalam pembelajaran di SMK untuk melatih keterampilan proses ilmiah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menjelaskan: 1) perbedaan pembelajaran berbasis masalah (PBM) terhadap keterampilan proses ilmiah dan hasil belajar siswa dibandingkan dengan pembelajaran verifikasi; 2) perbedaan pengetahuan tentang proses ilmiah terhadap keterampilan proses ilmiah dan hasil belajar siswa; serta 3) perbedaan keterampilan proses ilmiah dan hasil belajar siswa akibat interaksi antara strategi pembelajaran dengan pengetahuan tentang proses ilmiah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan eksperimen semu versi faktorial 2x2. Subjek penelitian melibatkan 32 siswa kelas XI KA 1 dan 36 siswa kelas XI KA 2 SMKN 1 Pasuruan tahun ajaran 2014/2015. Data penelitian berupa pengetahuan tentang proses ilmiah yang diperoleh dari hasil tes tentang keterampilan proses ilmiah, keterampilan proses ilmiah dan hasil belajar siswa. Data hasil belajar kognitif diperoleh dari tes kognitif. Sedangkan data keterampilan proses ilmiah, data hasil belajar afektif dan psikomotor didapatkan dari hasil pengamatan. Seluruh data penelitian dianalisis menggunakan uji manova. Semua instrumen divalidasi isi sebelum digunakan. Realibilitas tes tentang keterampilan proses ilmiah sebesar 0,99 dan tes kognitif sebesar 0,92. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran berbasis masalah (PBM) mempunyai nilai rata-rata keterampilan proses ilmiah dan hasil belajar (kognitif, afektif dan psikomotor) lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan verifikasi. Selain itu, siswa dengan pengetahuan tinggi tentang proses ilmiah mempunyai rata-rata skor keterampilan proses ilmiah dan hasil belajar lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mempunyai pengetahuan rendah tentang proses ilmiah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan keterampilan proses ilmiah dan hasil belajar siswa akibat interaksi antara strategi pembelajaran dan pengetahuan tentang proses ilmiah.

Representasi prinsip sopan santun dalam wacana percakapan jual beli Berbahasa Indonesia oleh Siti Zahroh

 

PercakapaJnB merupakans alahs atujenisr vacanali sany angt erladt secarala ngsungd i pasart radisionalS. ebagasi alahs atuk egiatanb ertutu''. partisipapne rcakapaJnB hendaknyas enantiasma enjagak elangsungan percakapadne nganm emperhatikasne gik esantunadna lamb ertulttr.D engan berpedomanpna daP P,k esantunadna patd iukur denganP SS.P SSm erupakan sebuaha turany angh arusd itaatig unam enjagak eseirnbangasno sial.d an keramahahnu bungana,g arm aksudd ant ujuant uturand apatt ercapadi engan baik dan lancar. Masalahd alarnp enelitianin i adalahs ebagabi erikut.( 1) Bagaimanakarehp resentaPsiA dala m WPJB-BI?( 2) B agaimanakah representaPsDi MW dalamW PJB-BI?( 3)Bagaimanakarhe prescntasPiJ dalamW PJBb erbahasIan donesia?(4 )Bagaimanakarhe presentasPiR I-Id alam WPJB-BI?(5 )Bagaimanakarehp resentasPiS PKd alamW PJB-BI? (6)Bagaimanakraehp resentasPiS PTd alamW ?JB-BI? Tujuanp enelitianin i adalahu ntukm engetahugi ambaranre presentasi PAdalamW PJB-BIP, DMW dalamW P.IB-BI,P .Id alamW PJB-BI,P RH dalamW PJB-BIP. SPKd alamW ?JB-BI,P SPTd alamW PJB-BI. mMetodey angd igunakand alamp enelitianin i adalahd eskriptif kualitatif.P enelitiand ilaksanakapna dal atar alamiah,t epatnyad i PBlvl denganp artisipans emuao rangy angt erdapatd alaml okasii tu yang melakukatnr ansaksdi enganp ercakapabne rbahasIan donesiaD. atad alam penelitianin i berupad atap emakaianb ahasad alamk egiatanp etcakapan.lB di PBM,y angd iperolehm elaluir ekarnanta per eutnler danc atatanla pangan. Adapuns umbedr atap enelifianin i adalah(: l ) transkripp ercakapadna, n( 2) catatralanp anganT. eknik pengumpuladna tad enganc arat nelakukan obsewasmi, erekamd, anm embuact atatanla panganT. ahapa nalisisd ata. yaitu( 1) transkripd ata,( 2) identifikasdi ata,( 3) pengodeadna ta,( 4) klasifikasdi ata,d an( 5) penyimpulan. Adapunh asilp enelitianin i mengungkapkarne presentasPiA dalam WPJB-ByI angt ampakp adat uturany angc enderungb erfungsi "menyenangkanP"t , yaitu (a) penawaran(,b ) ajakan,( c) sapaan(,d ) salam,( e) uca-patne rimak asih,d an( t) pengiski ekosonganP. DMW dalamW P.IB-Bl berupatu turan( a) berorientaspi adad iri Pn danb ukanp adad iri Pt; dan( b) tuturanP n yangl ebih banyakm emberikanp ilihan danm enghindari keterdesakaPnt . RepresentaPsiP Jd alarnW PJB-BIb erupat uturan( a) 1 l l sanjungasne carala ngsungte rhadapP t, dan( b) ucapante rimak asiha tas kedatangaPnL RepresentaPsiR H dalamw p.lB-BI berupat uturan( a) tidak menyombongkdaann t idak membesar-besarkdainri , (b) sedikitm emujid iri lan banyakm emujio rangl ain, dan( c) mengecilkana rti perbuatanta npa harusm engorbankahna rgad iri. Representaspis pK dalamw pJB-BI berupa tuturan(a ) 'penolakand'e nganm enggunaka'tna nggapany,a ngt egasd. isenai dengaanl asanra sionals,i kap,d anb ahasaya ngs antun(;b )iuturanlangd apat membawpaa dap rosesn egosiasi(;c ) tuturany angd apatm embuapt t tiaat' terpojokd; an( d) penolakans ecarati dak langsungR. epresentaspiS pT dalam WPJB-BbI erupap enggunaa(na ) pronominatanyatentankge butuhan(,b ) pronomintaa nyau ntukm enarikp erhatian(,c ) 'partikel, katau ntuk rnengajak, tlan( d) hrturanp engisik ekosongan. Hasilp enelitianin i diharapkand apatm emberikang ambarany ang bermanfaaket padap embacam engenaci arab ertutury angs antund ala-mp –asar tradisionadle nganb erpedomapna daP P,k hususnyap SS.D engand emikian hasilp enelitiand iharapkand apatd igunakano leh:( I )gurus ebagabi ahana jar BI yangm emanfaatkapne nelitiani ni sebagapi embandingb ahasare smid in tidakr esmi,( 2) mahasiswase bagabi ahanp embandingp embuatanm akalah kebahasayaann gb erkaitand engank esantuna(n3, ) orang-oranyga ngt erlibat dalamp erdagangasne, bagariv ahanarn emperlancakro munikasdi anr nenjalin hubungabna ik antars esamao rangy angt erlibatd enganm emperhatikadna n menerapkateno ri PSSs ehinggatu juand apatt ercapai.

Pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim proteolik dari getah buah pepaya (Carica papaya L) dalam proses hidrolisis protein / oleh Aribowo

 

Identifikasi pemahaman konsep dan sikap green chemistry pada siswa kelas XI peminat MIA (Matematika Ilmu Alam) di SMAN 1 Baru dan SMAN 1 Sidoarjo / Wachyuni Lailia

 

Pengaruh pembelajaran berbasis aktivitas terhadap keterampilan kooperatif IPA siswa kelas II SLTPN yang berkemampuan awal sedang di Malang oleh addinul Choiroh

 

Penelitiant entangp engaruhp embelajaranb erbasisa ktivitast erhadap keterampililn kooperatif dilatarbelakangi oleh adanya model pembelajaran baru yang mulaid ikerralkand alam pencarianm anay ang lebih baik dalarnp eningkatank ualitas pendidikan Penelitiani ni termasukp enelitiane ksperitnend enganr ancangapno ste,\to nly conlntl gntup yaitu rancangan penelitiau kelompok tanpa test awal. Variabel yang digunakand alamp enelitiani ni adalah:( l) variabelb ebasb erupap embelajaran berbasisa ktivitasu ntuk kelompoke ksperimend an pembelajarank onvensionaul ntuk kelornpokli ontrol; (2) variabelt erikat yaitu keterarnpilank ooperatifs iswas etelah diberi perlakuan. Penelitianin i dilaksanaliand i SLTPN 8 Malangd an di SLTPN 5 Malang denganp opulasis emuas iswak elasd ua.S edangkans ampelnyati ga kelas dari SLTPN8 l4alangd ant igak elasd ari SI-TPN5 Malangd engan.jumlatho tal2 58 srswa. Dari hasilp erhitungadni perolehlh iuu,s8: ,3489d ant s.,,-1 *1t ,980p adat araf sig;,ifikans5i %. Berarti adap erbedaana ntarak eduap erlakuand engank ata lain pembelajarabne rbasisa ktivitasb erpengaruhp osit i f terhadapk eteramplia n kooperatil.

Masalah pemborosan pemakaian Bahasa Indonesia
Abd. Adim Arifin

 

Peningkatan hasil belajar geografi melalui studi lapangan di kelas XI IPS SMAN 1 Pakusari Jember / Abdullah Muizuddin Hamdani

 

ABSTRAK Hamdani, Abdullah, Muizuddin. 2015. Peningkatan Hasil Belajar Geografi Melalui Studi Lapangan Di Kelas XI IPS SMAN 1 Pakusari Jember. Tesis. Pendidikan Geografi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sugeng Utaya, M. Si., (II) Prof. Dr. Sumarmi, M. Pd. Kata kunci: Hasil belajar geografi, studi lapangan Hasil belajar geografi yang rendah merupakan permasalahan di kelas XI IPS SMAN 1 Pakusari. Pada materi persebaran hewan dan tumbuhan terdapat 57,14% yang nilai ujiannya tidak tuntas. Selanjutnya pada materi dinamika dan permasalahan penduduk terdapat 74,28% yang tidak tuntas. Ketidaktuntasan tertinggi terjadi pada materi sumber daya alam, yaitu sebanyak 88,57%. Nilai ujian geografi yang rendah memberi dugaan, bahwa ada penyebab dibalik masalah tersebut. Hasil Pengamatan menunjukkan, bahwa rata-rata siswa menggunakan LKS yang isinya menjelaskan gejala-gejala geografi secara garis besar dan terkesan abstrak. Metode pembelajaran yang diterapkan masih konvensional, sebagian besar melalui ceramah. Hal tersebut menyebabkan siswa tidak memiliki pemahaman yang konkrit terhadap gejala dan fenomena geografi. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu pembelajaran melalui studi lapangan. Terdapat tiga tahapan dalam pelaksanaaannya, yaitu persiapan, bekerja di lapangan, dan presentasi laporan akhir. Pada kegiatan ini siswa diberikan kesempatan untuk mendapatkan informasi materi melalui observasi dan wawancara langsung di lapangan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Penelitian dilaksanakan di kelas XI IPS SMAN 1 Pakusari, dengan jumlah siswa sebanyak 35, pada materi persebaran barang tambang di Indonesia. Data penelitian ini berupa hasil belajar siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar. Hasil penelitian dari pra tindakan, siklus I sampai siklus II menunjukkan adanya peningkatan jumlah siswa yang tuntas belajar. Pada pra tindakan, dari 11,42% meningkat menjadi 42,86% pada siklus I. Peningkatan secara signifikan terjadi pada siklus II, yaitu sebanyak 88,57%. Dengan hasil tersebut, ketuntasan klasikal dapat terpenuhi, sehingga tidak perlu perbaikan pada siklus berikutnya. Guru dapat menerapkan studi lapangan untuk meningkatkan hasil belajar geografi. Ada baiknya diterapkan pada materi pelajaran yang membutuhkan lingkungan alam maupun sosial di sekitar sekolah sebagai sumber belajar.

Hubungan keadaan sosial ekonomi orang tua dan lingkungan tempat tinggal terhadap prestasi belajar matakuliah Perencanaan Bangunan Gedung mahasiswa program S-1 Jurusan PTB - FPTK - IKIP Malang
Johar Arifin

 

Suku Dani di Lembah Baliem Irian Jaya / oleh Sjaiful Arifin

 

Pengembangan bahan ajar berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) pada materi Ikatan Kimia kelas X SMA / Relina Novitasari

 

ABSTRAK Novitasari, Relina. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) pada Materi Ikatan Kimia Kelas X SMA. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., Ph.D., (II) Drs. H. Parlan, M.Si. Kata kunci: bahan ajar, Contextual Teaching and Learning (CTL), ikatan kimia Materi ikatan kimia mengandung konsep-konsep yang mendasari pembentukan suatu zat atau senyawa. Pada pembelajaran kimia di SMA, siswa mempelajari hubungan fakta, konsep, dan simbol dalam materi ikatan kimia. Bahan ajar merupakan salah satu komponen dalam pembelajaran. Bahan ajar materi ikatan kimia yang dibutuhkan adalah bahan ajar yang menyajikan hubungan fakta, konsep, dan simbol yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Hasil analisis terhadap 3 bahan ajar menunjukkan bahwa materi ikatan kimia didominasi oleh uraian konsep dan simbol sehingga bahan ajar tersebut kurang menarik minat siswa. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) pada materi ikatan kimia dan mengetahui kelayakan dari bahan ajar yang dikembangkan. Penelitian pengembangan menggunakan model rancangan 4-D yang terdiri dari define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Pada penelitian pengembangan ini, tahap disseminate tidak dilakukan. Validasi isi dilakukan oleh satu dosen kimia dan dua guru kimia SMA. Uji keterbacaan dilakukan kepada 10 orang siswa SMA Negeri 9 Malang. Instrumen validasi dan uji keterbacaan menggunakan angket. Klasifikasi pada angket validasi dan angket uji keterbacaan menggunakan kriteria tertentu. Hasil pengembangan berupa bahan ajar ikatan kimia yang terdiri dari buku guru dan buku siswa. Karakteristik bahan ajar tersebut antara lain: (1) menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL), (2) dilengkapi video penunjang bahan ajar yang dikemas dalam bentuk Compact Disk (CD), (3) penyajian materi menggunakan alur pembelajaran yang berurutan, (4) disajikan fakta-fakta yang banyak dijumpai dalam kehidupan nyata siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil validasi isi hasil pengembangan adalah 83,3% dengan kriteria sangat layak. Uji keterbacaan diperoleh persentase sebesar 82,3% dengan kriteria sangat layak.

Some factors underlying hypercorrection of Indonesian words of Arabic Origin / Sjamsul Arifin

 

Pengembangan sistem penilaian formatif berbantuan moodle untuk mendukung pembelajaran fisika pada materi fluida / Aris Cahyono

 

ABSTRAK Cahyono, Aris. 2014. PengembanganSistemPenilaianFormatifBerbantuanMoodleuntukMendukungPembelajaranFisikapadaMateriFluida.Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sentot Kusairi, M.Si, (II) Sugiyanto, S.Pd, M.Si. Kata Kunci : penilaian formatif, sistem penilaian formatif berbantuan Moodle,balikan Salah satuelemendalampembelajaranadalahpenilaian.Penilaianadalahproses yang dilaukanolehpengajaruntukmengetahuihasilpembelajaran yang telahdilakukan. Salah satubentukpenilaianadalahpenilaianformatif yangdilakukanuntukmemperolehinformasievaluatif yang bermanfaatuntukmemperbaikikualitaspembelajaran.Hasilpengamatanawalmenunjukkanbahwapenilaian formatif di sekolah masih membutuhkan waktu yang lama untuk memberikan balikan sehingga guru kesulitan untuk menggunakan penilaian formatif. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengembangkan sistem penilaian formatif berbantuan moodle untul mendukung pembelajaran fisika materi fluida. Langkah-langkah penelitian ini diambil diadaptasi dari Sukmadinata yang merupakanmodifikasidarisepuluhlangkahpenelitiandanpengembangan Borg dan Gall. Langkah-langkah penelitian meliputi studi pendahuluan, perancangan sistem penilaian formatif berbantuan moodle, pengembangan draf sistem penilaian formatif berbantuan moodle, uji coba terbatas, revisi produk akhir hasil pengembangan.Produkhasilpengembangandiujicobamelalui proses validasidanujicobaterbatas. ValidasidilakukanolehdosenFisikaUniversitasNegeri Malang dan guru fisika SMA Negeri 1 Talun.Ujicobaterbatasdilakukanpadasepuluhpesertadidikkelas XI di SMAN Negeri 1 Talun. Produk yang dihasilkanolehpenelitianiniadalahsistempenilaianformatifberbantuanmoodle.Produkinibertujuanuntukmemberikanbalikanpenilaianformatifyang cepatdanefektif.Hasilvalidasimenunjukkanbahwasistempenilaianformatifberbantuanmoodleinilayakdigunakan. Pengembangansistempenilaianformatifberbantuanmoodleuntuksiswa SMA adalahsuatusolusiuntukpelaksanaanpenilaianformatifdalampembelajaran.Pengembangansistempenilaianformatifinidapatdijadikansolusibagisiswadan guru.Siswaterbantuuntukbelajarkarenamendapatkanbalikandengancepat. Guru terbantudalampengumpulaninformasipembelajaran yang dilakukansehingga guru bisamengevaluasipembelajaran yang telahdilakukan.

Relevansi kurikulum Departemen Pendidikan Sosial FIP IKIP Malang dengan kompetensi petugas tehnis edukatif seksi pendidikan masyarakat Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malang di Malang / Arifin Zainal

 

Al-qoshru fi suratayil ahzaabi was saba'i watarjamatihi ilal lughotil Indonesia (dirasah tahliliyah bayaniyah) / Ummi Lathifatun Ni'mah

 

Perbandingan pengaruh hormon Conadotropin pada reaksi galli - mainini dengan pregnosticon - planotest untuk pemeriksaan kehamilan muda / Sri Prapti Arijanti

 

Perbandingan prestasi belajar antara mahasiswa yang diterima melalui jalur PMDK dengan yang diterima melalui jalur ujian tulis di FPMIPA IKIP Malang / oleh Henny Dumi Arini

 

Aplikasi khusus transformasi laplace pada persamaan diferensial parsial ordo dua tipe parabolik dan hiperbolik oleh Kanti Dwi Lestari

 

Persamaand iferensialp arsialm erupakans alahs atuc abangm atematikay ang sangat pnting dalam riset matematika modern. Banyak sekali aplikasi penting tentang Frsamaanin i, diantaranyad alam ilmu fisika dan ilmu tektrnik. salah satup ersamaan yangte rmasukd i dalam persamaand iferensialp arsiala dalahp ersamaana liran panas yangb ertipep arabolikd an persamaang elombangy ang bertipeh iperbolik. Padau mumnyam asalahn ilai batasd an nilai awal padap ersamaana liran panasd an Frsamaang elombangd iselesaikand enganm enggunakanm etodev ariabelt erpisahd an dereFt ourier. Akan tetapi, metodet ersebuth anyab erlaku unhrk interval hingga( finite), artinyan ilai batasd ari ujung-ujungi ntervalnyad iketahui. sedangkanm asalahd engan intervayl ang semi infinite, atauh anyan ilai batasd ari ujung intervalnyas ajay ang drketahupi,e nyelesaianm asalahnyati dak bisa digunakand enganm etodev ariabel terpisahd an deretF ourier. 'Berdasarkan masalah yang timbul, maka penulis sangat tertariku ntuk mengkajip ermasalahatne rsebutd alam skripsi ini. Metodey ang digunakanu ntuk menyelesaikanm asalaht ersebuta dalahd engan metodetr ansformasiL aplace,k hususnyatr ansformasiL aplacey angb erkenaand engan variaberl. TransformasiL aplacei ni akanm engubahp ersamaand iferensialp arsiald an nilaib atask e dalam suatup ersamaand iferensialb iasad an nilai batasy ang baru dalam vmabel x. Persamaand iferensialb iasay ang diperolehd iselesaikand enganc ara-carap a.da p€rsamaadnif erensialb iasa,d qq denganm emanfaatkann ilai batasy ang baru hingga dtperolehs uatus elesaian.S flanjutnya,s elesaienm asalahu ntuk pbrsamaand iferensial parsiasl emuladapatd icari deng;anin vers transformasiL aplaced ari persamaand iferensial biasa tersebut. untuk mempermudah dalam mencari hasil invers dari selesaian transformasi Laplace, dapat digunakan tabel transformasi Laplace atau dengan cara konvolusi.

Pengaruh bimbingan dan penyuluhan terhadap hasil produksi padi dan palawija di Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende / Abdurachman Aroeboesman

 

Metode konvolusi untuk menyelesaikan masalah nilai awal persmaan diferensial linear tak homogen orde kedua dengan koefisien konstan oleh Fazat Azizah

 

Suatum asalahn ilai awald ari suatup ersamaadni fferensialli nier tak homogen grdek gduad engank oefisienk onstanm empunyasi elesaiany angmerupakajunm lai daris elesaiabne ntukh omogend ans eresaiapna rtikulamyan. aio"u.iipuleode untuk mencaris elesaianp ersamaand iferensialt ers€but,i eperti metodek oefisient ak tentu,m etodev ariasip arameterd, anm etodetr anformasLi aplaceD. alamt ulisani ni dibahass alahs atum etodey aitu metodek onvolusi,y angd igunakanu ntuk mencari selesaiapna rtikularnya.

Sejarah perkembangan motif Batik Tulis Jombangan pada tahun 1993-2013 di Desa Jatipelem Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang dan muatan edukasinya / Siti Fathimah Hibbatulloh

 

Hibbatulloh, Siti Fathimah. 2015. Sejarah Perkembangan Motif Batik Tulis Jombangan pada Tahun 1993-2013 di Desa Jatipelem Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang dan Muatan Edukasinya. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Deny Yudo Wahyudi, S.Pd,.M.Hum. Kata Kunci: sejarah perkembangan, batik Jombangan, muatan edukasi Batik dibuat beraneka ragam di berbagai daerah di Indonesia khususnya di Pulau Jawa. Setiap daerah mempunyai keunikan dan ciri khas masing-masing, baik dalam segi motif maupun tata warnanya. Corak warna pada batik tulis Jom¬bangan kebanyakan lembut, dan natural karena mengambil warna dari alam. Batik Jombangan ini tampak anggun, dan pantas digunakan untuk berbagai usia, sedangkan warna merah, dan hijau menjadi lambang Kabupaten Jombang diper-gunakan khusus untuk motif Jombangan. Kini motif batik Jombangan sudah bervariasi, mulai dari motif alam, hewan, dan kesenian, oleh karena itu tidak heran jika batik Jombangan banyak diminati oleh semua orang. Rumusan masalah dalam penelitian ini: Pertama, Bagaimana latar belakang hidupnya kembali batik tulis Jombangan di Desa Jatipelem Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang? Kedua, Bagaimana makna filosofi motif batik Jom-bangan? Ketiga, Bagaimana sejarah perkembangan motif batik tulis Jombangan pada tahun 1993-2013? Keempat, Bagaimana muatan edukasi dari sejarah perkembangan motif batik tulis Jombangan terhadap dunia pendidikan? Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, penelitian ini ada 5 tahap yakni pemi-lihan topik, heuristik (pengumpulan sumber ), verifikasi (kritik sum¬ber), interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan metode penelitian di atas, diperoleh empat kesimpulan sebagai beri¬kut. Pertama, batik tulis Jombangan ini dihidupkan kembali oleh Ibu Maniati pada tahun 1993. Hal ini dikarenakan adanya keinginan dari Ibu Maniati untuk mem¬bangkitkan kembali tradisi membatik di Jombang. Selain itu, adanya keinginan dari bapak bupati Jombang supaya Jombang juga mempunyai batik yang bermotif khas Jombang sendiri. Kedua, makna filosofi dari motif arimbi adalah makna kedewaan, nilai yang agung dan melambangkan seorang wanita, selanjutnya motif daun ploso ini mempunyai makna bahwa tiga itu tidak bisa dipisahkan dari satu kesatuan, seperti tiga perkara dalam hidup yang tidak bisa diketahui oleh manusia yaitu kematian, jodoh, dan rezeki, dan motif motif burung manyar yaitu melalui batik motif ini di-harapkan masyarakat Jombang mempunyai kepandaian dalam membuat rumah yang bagus. Ketiga, perkem¬bangan motif batik tulis Jombangan dengan rentang lima ta¬hun ini mengalami perkembangan yang meningkat, awalnya pada tahun 1993-1998 motif batik Jombangan hanya ada 3 motif, kemudian tahun 1998-2003, motif batik tulis Jombangan mening¬kat menjadi 8 motif, tahun 2003-2008 mening-kat lagi ada 10 motif, dan tahun 2008-2013 ada 22 motif batik Jombangan. Kemunculan motif-motif baru itu tidak membuat motif yang lama ini dihilangkan, motif lama tetap dibuat oleh para pengrajin batik Jombangan. Kemunculan motif-mo¬tif baru disebabkan adanya tuntutan pasar supaya motif batik yang dibuat di indus¬tri tersebut tetap laris. Keempat, sejarah perkembangan motif batik tulis Jombangan ini memuat muatan edukasi, yakni nilai pendidikan, pengem¬bangan muatan lokal di sekolah, dan pelatihan membatik bagi masyarakat Jom¬bang. Nilai pendidikan pada batik Jombangan ini dapat dilakukan dengan membawa batik ke sekolah baik dalam bentuk pengajaran instrakulikuler maupun ekstrakulikuler. Dalam pembelajaran sejarah batik Jombangan ini bisa dijadikan pembelajaran di kelas sebagai salah satu muatan lokal dengan melalui pengenalan apa itu batik Jombangan, bagaimana sejarahnya, apa saja motif-motif khas batik Jombangan dan maknanya. Pelatihan membatik ini harus diadakan oleh para pengrajin batik dan pemerintah yang terkait, pelatihan ini dibuka oleh semua kalangan yang ingin belajar membatik. Penulis menyarankan bagi peneliti selanjutnya bisa membuat penelitian ten-tang makna filosofi motif batik Jombangan, dan kehidupan sosial-ekonomi para pengrajin batik Jombangan kedua hal tersebut belum ada dalam penelitian penu¬lis sehingga kedua hal ini bisa diteliti oleh peneliti selanjutnya. Penulis juga menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten Jombang untuk membuatkan hak pa-ten tentang batik Jombangan, dan melakukan pembinaan-pembinaan kepada pen-grajin batik Jombangan supaya bisa lebih kreatif, dan inovatif dalam mem¬batik.

Menanamkan kesadaran bermasyarakat dan bernegara melalui Pendidikan Moral Pancasila di SMA Negeri II Madiun / Eko Aryono

 

Aplikasi integral tak tentu dan integral tentu dalam bidang ekonomi oleh Muslimatul Ula

 

Mathematic is a science which plays a role in helping to amlyze economic problern One of the brancheso f Mathematicw hich is usedi n economici s indefinite and definite integral. In this thesis,w e will discussin tegrala pplication-applicatioinn economic. The underlying concepts ofthis writing are definitio4 theorerq and the way of calculating definite and indefinite integral will be presented. The use of indefinite and definite integral in economic, for example, are determiningto tal cost,p rofit, consumptiorsqa le,c onsumersu rplus,a ndp roducer surplus. Therefore by indefinite and definite integral, we can determine total cost, profit, consumptiorl sale,c orrumers suqplusa, nd producers urplus

Hubungan antara bakat Bahasa Indonesia dengan kemampuan menulis paragraf siswa kelas II SMA PGRI Kepanjen tahun ajaran 1988/1989
Djoko Asihono

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 |