Peran pendidik PAUD dalam mengenfdalikan perilaku emosional anak usia dini (Kasus di Pendidikan anak usia dini Singhasari Malang) / Yunan Ali Fikri Ananda

 

ABSTRAK Ananda,Fikri,Ali,Yunan.2008. Peran pendidik PAUD dalam mengendalikan Perilaku Emosional Anak Usia Dini kasus di PAUD Singhasari Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Drs. Kentar Budhojo M.Pd, Pembimbing II: Drs. Muchsin Zain. Kata Kunci: Peran Pendidik, Perilaku Emosional, Anak Usia Dini. Usia dini amat menentukan pertumbuhan dan perkembangan manusia selanjutnya. Sebab, pada usia ini dasar-dasar kepribadian anak telah terbentuk. Pada masa itu anak-anak mengalami salah satu krisis yang disebut krisis pembentukan dasar-dasar kepribadian. Jika pada masa itu mereka mendapat pendidikan yang benar akan terbentuk dasar-dasar kepribadian yang kuat. Sebaliknya, jika mendapat pendidikan yang salah maka akan terbentuk dasar kepribadian yang tidak baik. Usia dini sangat penting untuk meletakkan dasar-dasar kepribadian, yang akan memberi warna ketika seorang anak kelak menjadi dewasa. Pada saat ini terbentuknya dasar kemampuan penginderaan, berfikir, dan pertumbuhan standar moral juga berawal dan mecapai identitasnya pada masa ini. Sehingga dapat dikatakan bahwa sikap, kebiasaan, dan perilaku yang dibentuk selama tahun-tahun awal sangat menentukan seberapa jauh seseorang berhasil menyesuaikan diri dalam kehidupan ketika mereka dewasa. Usia dini disebut sebagai masa kritis dan sensitif yang akan menentukan sikap, nilai, dan pola perilaku seseorang di kemudian hari dimasa kritis potensi dan kecenderungan serta kepekaan seseorang akan mengalami aktualisasi apabila mendapat rangsangan yang tepat. Namun apabila kesempatan emas ini terlewatkan maka perkembangan dan pertumbuhan anak tidak akan maksimal. Ketika anak memasuki usia sekolah dan mulai masuk sekolah, anak mulai mengawasi, dan mempercayai tindakan yang berada di sekitarnya. Terutama yang paling berpengaruh terhadap kecerdasan emosional anak adalah perlakuan guru terhadap anak usia dini apakah memotivasi mereka atau malah menurunkan keberanian dan kepercayaan diri anak usia dini. Pentingnya perilaku guru dalam mengendalikan perilaku emosional anak yang mengganggu temannya atau suasana belajar. Dimana guru mampu memberikan contoh yang baik dan arahan yang tepat bagi perkembangan kecerdasan emosional anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif yang diarahkan untuk mengetahui secara empirik tentang gejala-gejala, fakta-fakta atau kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat mengenai keefektifan perilaku pendidik dalam mengendalikan perilaku emosional anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perilaku pendidik PAUD Singhasari dalam mengendalikan perilaku emosional anak usia dini sesuai dengan pengembangan atau pembelajaran emosi pada anak pra sekolah. (Tartila Tartusi (1997) dan Zirly Fera Jamil (2002)). Perilaku guru dan perlakuan guru tehadap anak telah disesuaikan dengan karakteristik emosi anak usia dini sehingga aspek perkembangan, karakteristik, dan kebutuhan anak terakomodasi secara optimal. Pendidik sebagai pembimbing dan pengarah perkembangan diri anak, diharapkan mau dan mampu dalam mengarahkan anak usia dini. Dalam tugasnya mengembangkan kecerdasan emosional guru harus mampu memahami karakteristik emosional anak usia dini, setelah guru mampu memahami kemudian menyusun solusi yang cerdas dan tepat untuk menyelesaikan masalah perkembangan emosi anak. Sehingga perilaku emosional anak yang mengganggu bisa diarahkan ke arah yang lebih baik lagi demi menciptakan anak yang memiliki kecerdasan sosial-emosional. Dari penelitian ini dapat diberikan saran, Pendidik sebagai pembimbing dan pengarah perkembangan diri anak, diharapkan mau dan mampu dalam mengarahkan anak usia dini. Dalam tugasnya mengembangkan kecerdasan emosional guru harus mampu memahami karakteristik emosional anak usia dini, setelah guru mampu memahami kemudian menyusun solusi yang cerdas dan tepat untuk menyelesaikan masalah perkembangan emosi anak. Sehingga perilaku emosional anak yang mengganggu bisa diarahkan ke arah yang lebih baik lagi demi menciptakan anak yang memiliki kecerdasan sosial-emosional.Hendaknya lembaga mempunyai aturan-aturan yang jelas dalam menyusun program kegiatan belajar anak. Salah satu hal yang dirasa penting adalah membuat keputusan bahwa orang tua hanya boleh mendampingi di luar sekolah ketika anak di dalam tanggung jawab pihak sekolah. Demi tercapainya hasil yang maksimal dalam pengembangan anak secara sosial-emosional maupun secara keseluruhan.

Peran Kyai dalam supervisi pengajaran Ak Qur'an studi kasus: Pesantren Ilmu Alqur'an Singosari / Muhammad Amin

 

Penerapan problem based learning melalui pembelajaran kooperatif model stad untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sistem reproduksi di kelas XI SMA Al-Ma'arif Mataram / M. Harja Efendi

 

Pelaksanaan kerjasama suplier dengan pendekatan saluran distribusi pada toko buku diskon Toga Mas Malang / Ageng Satriyono

 

Pengaruh pendidikan sistem ganda (PSG) terhadap daya adaptif kerja siswa SMK di Malang Raya / Bawuk Suparlan

 

ABSTRAK Suparlan,Bawuk. 2008. Pengaruh Pendidikan Sistem Ganda ( PSG ) terhadap Daya Adaptif Kerja Siswa SMK. Desertasi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Program Pasca Sarjana, Universitas Negeri Malang. Promotor: (1) Prof. Dr. Djumilah Zein, S.E., (2) Dr. Hari Wahyono, M.Pd., (3) Dr. Sunaryanto, M.Ed. Kata kunci : PSG, daya adaptif kerja. Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia telah diarahkan pada tujuan mengutamakan penyiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap profesional. Untuk mewujudkan tujuan ini, diadakan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang merupakan kebijakan publik dalam bentuk pendidikan keahlian profesional yang diwujudkan dengan memadukan secara sistematik dan senantiasa sinkron antara program pendidikan di SMK dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung pada dunia kerja. Daya adaptif kerja adalah tingkat kemampuan untuk menyesuaikan diri pada dunia kerja bagi siswa SMK yang melaksanakan PSG.Idealnya siswa SMK memiliki daya adaptif kerja yang tinggi yang juga diwujudkan dalam kecepatan beradaptasi tehadap dunia kerja sebagai hasil proses pendidikan, khususnya sebagai wujud keberhasilan PSG di sekolahnya. Namun kenyataan di lapangan apakah benar sesuai dengan yang diharapkan? Institusi pasangan atau dunia usaha/dunia industri (DU/DI) berperan aktif dalam pelaksanaan PSG, khususnya di dalam melaksanakan pelatihan praktek keterampilan bagi siswa SMK yang memilki berbagai karakteristik sebagai faktor internalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh : (1) peran DU/DI terhadap impelementasi PSG, (2) peran Institusi Pasangan (DU/DI) terhadap daya adaptif kerja siswa SMK, (3) karakteristik siswa SMK terhadap daya adaptif kerjanya, dan (4) implementasi PSG terhadap daya adaptif kerja siswa SMK. Diharapkan penelitian ini bermanfaat : (1) memperkaya teori pendidikan ekonomi maupun teori manajemen pendidikan, (2) memberikan kontribusi untuk menentukan strategi dalam mengelola PSG bagi SMK, (3)sebagai bahan pertimbangan masukan tentang kebijakan PSG, dan (4) lebih menyadarkan semua pihak terkait, akan pentingnya PSG dalam membetuk daya adaptif kerja siswa SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK Negeri dan swasta seMalang raya tahun ajaran 2007/2008. Sebagai populasi sasarannya adalah siswa SMK Kelas II tahun ajaran 2007/2008. yang melaksanakan kegiatan PSG. Sample penelitian terdiri dari 202 responden,dengan sebaran : Kota Malang 116 responden yang terdiri dari SMK Negeri 80 responden dan SMK Swasta 36 responden, Kabupaten Malang 63 responden yang terdiri dari SMK Negeri 42 responden dan SMK Swasta 21 responden, dan Kota Batu 23 responden yang terdiri dari SMK Negeri 17 responden dan SMK Swasta 6 responden. Berdasarkan kerangka berpikir dan hubungan antar variabel pada rancangan penelitian ini, maka analisa datanya menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) yang merupakan teknik analisis data multivariate yang bertujuan untuk menentukan model hubungan kausal antar sejumlah variabel yang rumit (kompleks). Berdasarkan hasil penelitian ini dibuktikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan : (1) peran Institusi Pasangan (DU/DI) terhadap implementasi PSG, (2) peran Institusi Pasangan (DU/DI) terhadap daya adaptif kerja siswa SMK,(3) karakteristik siswa SMK terhadap daya adaptif kerjanya, dan (4) pelaksanaan PSG terhadap daya adaptif kerja siswa SMK di Malang Raya. Penelitian ini telah menemukan model yang memiliki keselarasan sesuai dengan fakta empiris yang dipilih berdasarkan tingkat indeks keselarasan terbaik (goodness of fit index) dan hasil pengujian hipotesis yang dilakukan pada model tersebut serta didukung dengan konstruk dan variabel dari penelitian ini,membuktikan bahwa model tersebut telah memiliki persyaratan uji keterandalan. Berdasarkan model tersebut, pelaksanaan PSG yang terdiri dari variabel : tujuan PSG, materi PSG, metode PSG dan evaluasi PSG berpengaruh positif terhadap daya adaptif kerja siswa SMK, pengaruh tersebut juga didukung oleh peran DU/DI yang terdiri dari variabel: komitmen institusi pasangan (DU/DI), komunikasi (DU/DI) dengan sekolah, relevansi materi pelatihan, efisiensi pengalaman belajar siswa., evaluasi pelaksanaan PSG, dan Upaya peningkatan kompetensi siswa dalam ikut melaksanakan PSG dalam upaya mempercepat adaptasi kerja siswa SMK. Demikian juga karakteristik siswa SMK yang terdiri dari variabel : sikap, apresiasi, persepsi, motivasi dan status sosial sebagai faktor internal juga berpengaruh positif terhadap daya adaptif kerja siswa SMK. Berdasarkan analisis diskriptif, hasil oservasi dan wawancara peneliti ditemukan bahwa : (1) Evaluasi PSG ternyata kurang dilaksanakan sesuai dengan stsandar yang berlaku. (2) Komunikasi formal maupun non formal antara SMK dengan DU/DI perlu ditingkatkan. (3) Pengawasan dari pihak terkait dalam PSG masih perlu ditingkatkan. Terkait dengan temuan dan implikasi penelitian, disarankan 1) Kuantitas dan kualitas komunikasi antara SMK dengan DU/DI dalam rangka penyusunan program pelaksanaan PSG perlu ditingkatkan 2) Dalam memilih DU/DI sebagai IP perlu dipertimbangkan kebermanfaatan dari sisi pembelajaran bagi siswa SMK. 3) Perlu adanya peraturan daerah atau Keputusan Kepala Dinas Pendidikan yang mengatur tentang pedoman kerja sama Lembaga SMK dengan DU/DI dan Instansi terkait. 4) Upaya pengawasan dan pengendalian pelaksanaan PSG yang bersifat menyeluruh dan terpadu oleh instansi terkait perlu ditingkatkan. 5) Diperlukan adanya program dan pelaksanaan supervisi kolegial antar SMK untuk saling berkolaborasi tentang pelaksanaan PSG.

Pengaruh suku bunga, nilai tukar rupiah (Terhadap dollar Amerika Serikat), dan volume penjualan saham terhadap harga saham sebelum dan sesudah pemotongan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (Studi kasus pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk) / Triaji Nanang Ku

 

ABSTRAK Kurniawan, Triaji Nanang. 2008. Pengaruh Suku Bunga, Nilai Tukar Rupiah dan Volume Penjualan Saham terhadap Harga Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Sebelum dan Sesudah Pemotongan Suku Bunga Bank Sentral Amerika Serikat ( The Fed) . Skripsi, Jurusan Manajemen Konsentrasi Manajemen Keuangan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof.Dr. H. Bambang Banu S, M.M, (II) Subagyo, SE,SH,MM Kata kunci: Suku Bunga, Nilai Tukar Rupiah,Volume Penjualan Saham, Harga Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, Pemotongan Suku Bunga The Fed Pemotongan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), telah menyebabkan pengaruh terhadap harga saham perbankan di Indonesia, termasuk harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Untuk menilai kinerja harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk maka tidak lepas dari pengaruh indikator kestabilan ekonomi makro dan mikro, diantaranya suku bunga, nilai kurs rupiah dan volume penjualan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Pemotonga suku bunga yang dilakukan bank sentral Amerika Serikat mempengaruhi pada setiap aspek makro ekonomi di Indonesia. Hal ini karena suku bunga bank sentral Amerika Serikat dijadikan acuan dalam menentukan suku bunga Bank Indonesia, karena apabila jarak suku bunga bunga The Fed dengan suku bunga Bank Indonesia terlalu jauh, menimbulkan dampak negatif pada perkembangan perbankan di Indonesia. Dengan adanya pemotongan suku bunga The Fed akan mempengaruhi para investor dalam menanamkan investasinya dalam sektor perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kondisi suku bunga, nilai tukar rupiah, volume penjualan saham dan harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebelum dan sesudah pemotongan suku bunga The Fed. Serta untuk mengetahui pengaruh suku bunga, nilai tukar rupiah dan volume penjualan saham secara simultan terhadap harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebelum dan sesudah pemotongan suku bunga The Fed. Serta untuk mengetahui pengaruh suku bunga, nilai tukar rupiah dan volume penjualan saham secara parsial terhadap harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebelum dan sesudah pemotongan suku bungaThe Fed. Hipotesis penelitian ini yaitu terdapat pengaruh suku bunga, nilai tukar rupiah dan volume penjualan saham secara simultan terhadap harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebelum dan sesudah pemotongan suku bunga The Fed.Serta terdapat pengaruh suku bunga, nilai tukar rupiah dan volume penjualan saham secara parsial terhadap harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebelum dan sesudah pemotongan suku bungaThe Fed. Populasi dalam penelitian ini adalah harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Pemilihan sampel dilakukan dengan cara sampling jenuh, yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Dengan demikian sampel dalam penelitian ini adalah harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 30 hari sebelum dan sesudah pemotongan suku bunga The Fed Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: (1) kondisi sebelum pemotongan suku bunga The Fed suku bunga, kurs rupiah, volume penjualan saham mengalami tren kenaikan yang cukup tajam. Sedangkan sesudah pemotongan suku bunga the Fed suku bunga dan volume penjualan saham mengalami kenaikan, sedangkan kurs rupiah mengalami pergerakan yang stabil (2) Kondisi harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebelum pemotongan suku bunga The Fed mengalami tren naik. Pada sesudah peotongan suku bunga The Fed mengalmikenaikan yang lanbat(3) Pada event 30 hari sebelum pemotongan suku bunga The Fed, secara simultan suku bunga, nilai kurs rupiah dan volume penjualan berpengaruh signifikan terhadap harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, (4) Pada event 30 hari sesudah pemotongan suku bunga The Fed, secara simultan suku bunga, nilai kurs rupiah dan volume penjualan berpengaruh signifikan terhadap harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, (5) Suku bunga untuk event 30 hari sebelum pemotongan suku bunga The Fed secara parsial tidak berpengaruh terhadap harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, (6) Nilai kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat pada 30 hari sebelum event pemotongan suku bunga The Fed secara parsial tidak berpengaruh terhadap harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, (7) Volume penjualan saham pada 30 hari sebelum event pemotongan suku bunga The Fed secara parsial berpengaruh positif terhadap harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, (8)Pada 30 hari sesudah event pemotongan suku bunga The Fed secara parsial tidak berpengaruh terhadap harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, (9) Nilai kurs rupiah terhadap Amerika Serikat untuk 30 hari sesudah event pemotongan suku bunga The Fed secara parsial tidak bepengaruh terhadap harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, (10)Volume penjualan saham pada 30 hari sesudah event pemotongan sku bunga The Fed secara parsial berpengaruh positif terhadap harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, beberapa saran yang dapat diberikan antara lain: (1) Bagi Perusahaan, perusahaan harus dapat menganalisa dengan hati-hati dalam menentukan langkah yang akan diambil dalam menentukan kebijakan, atas peristiwa “Pemotongan suku bunga The Fed ” , (2) Bagi Investor, investor harus dapat mengambil keputusan dengan hati-hati dalam menanamkan modalnya. Investor harus dapat memperhitungkan resiko yang akan terjadi terhadap pengaruh yang akan timbul akibat peristiwa pemotongan suku bunga The Fed, (3) Bagi penelitain selanjutnya, penelitian selanjutnya diharapkan untuk memperbanyak sampel perusahaan dan waktu yang digunakan dalam penelitian yang sejenis. Sehingga dapat diketahui hasil pengaruh even yang lebih baik.

Pengembangan kreativitas melalui kegiatan analogi pada siswa MTs Surya Buana Malang / Rahmat Aziz

 

ABSTRAK Aziz, Rahmat, 2008. Pengembangan Kreativitas Melalui Kegiatan Analogi Pada Siswa MTs Surya Buana Malang, Disertasi, Program Studi Psikologi Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Promotor: (I) Prof. Dr. I Wayan Ardhana, MA (II) Dr. Marthen Pali, M.Psi (III) Dr. Dany M. Handarini, MA Kata Kunci: analogi, berpikir kreatif, menulis kreatif, sikap kreatif Kreativitas adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan baik bagi individu yang bersangkutan maupun bagi kehidupan sosial, karena itu pendidikan bertanggung jawab untuk mengembangkannya. Namun, proses pendidikan yang berlangsung saat ini kurang berpihak pada pengembangan kreativitas siswa, salah satu indikatornya adalah model pembelajaran yang digunakan guru cenderung monoton dan kurang menarik. Kreativitas sebagai sebuah konsep psikologis bisa dipahami sebagai karakteristik pribadi (person), proses (process), produk (product), dan pendorong (press). Selanjutnya dijelaskan bahwa sebagai process kreativitas berarti kemampuan berpikir untuk membuat kombinasi baru. Sebagai product kreativitas diartikan sebagai suatu karya baru, berguna, dan dapat dipahami oleh masyarakat pada waktu tertentu. Sebagai person kreativitas berarti ciri-ciri kepribadian non kognitif yang melekat pada orang kreatif, dan sebagai press artinya pengembangan kreativitas itu ditentukan oleh faktor lingkungan baik internal maupun eksternal. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan eksperimental yang bertujuan menguji analogi dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan kemampuan menulis kreatif dengan menyertakan sikap kreatif sebagai variabel kovariat. Pelajaran yang digunakan sebagai sarana pemberian perlakuan adalah bahasa Indonesia yang dianggap cocok untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan menulis kreatif dalam bentuk menulis karangan. Subjek penelitian diambil dari siswa kelas tujuh (VII) MTs Surya Buana Malang sebanyak 48 orang (24 untuk kelompok analogi dan 24 untuk kelompok pembanding). Pengambilan data dilakukan dengan tes berpikir kreatif, tes menulis kreatif, dan skala sikap kreatif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis 1) multivariate analysis of covariance digunakan untuk menguji pengaruh kegiatan analogi terhadap kemampuan berpikir dan menulis kreatif dengan menyertakan sikap kreatif sebagai variabel kovariat; 2) regression analysis digunakan untuk menguji pengaruh berpikir kreatif terhadap kemampuan menulis kreatif; dan 3) analysis of variance digunakan untuk menguji pengaruh jenis kelamin terhadap kemampuan berpikir kreatif dan kemampuan menulis kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kegiatan analogi efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif; 2) Kegiatan analogi efektif dalam mengembangkan kemampuan menulis kreatif; 3) Terdapat hubungan antara kemampuan berpikir kreatif dengan kemampuan menulis kreatif; 4) Jenis kelamin berpengaruh terhadap tinggi rendahnya kemampuan berpikir dan menulis kreatif, perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki pada kedua kemampuan tersebut. Saran yang disampaikan sehubungan dengan temuan dalam penelitian adalah 1) pengembangan kreativitas baik dalam bentuk kemampuan berpikir kreatif maupun kemampuan menulis kreatif bisa dilakukan terintegrasi dalam suatu pelajaran di sekolah yang salah satu alternatifnya adalah dengan menggunakan kegiatan analogi; 2) perlu ada perlakuan yang berbeda dalam mengembangkan kreativitas pada laki-laki dan perempuan.

Pengaruh konsentrasi Cu terhadap pembentukan fase ikosahedral kuasikristal, kekerasan dan konstata dielektrik bahan AIo,86-xCUxFeo,15 / Putri Sukmasari

 

ABSTRAK Sukmasari, Putri. 2008. Pengaruh Konsentrasi Cu Terhadap Pembentukan Fase Ikosahedral Kuasikristal, Kekerasan dan Konstanta Dielektrik Bahan . Skripsi, Program Studi Fisika Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Markus Diantoro, M.Si, (2) Drs. Abdulloh Fuad, M.Si. Kata Kunci : Ikosahedral kuasikristal, sintering, konstanta dielektrik, kekerasan, AlCuFe. Kuasikristal merupakan padatan yang tidak memiliki periodesitas, seperti yang ditunjukkan oleh kristal biasanya dan memiliki sudut putar selain n = 1, 2, 3, 4, dan 6 pada simetri rotasi 3600/n, atau memiliki simetri putar dengan n = 5, 8, 10, 12, 15. Selain strukturnya kuasikristal memiliki keunikan yaitu kekerasan yang tinggi, energi permukaan yang rendah yang disertai dengan nilai koefisien gesek yang rendah, tahan terhadap korosi, tahan terhadap oksidasi, tahan aus, taha tehadap goresan, kondutivitas termal dan listrik yang rendah. Paduan kuasikristal dimanfaatkan untuk produk-produk komersil seperti pelapis, peralatan bedah, alat cukur listrik, peralatan untuk komponen listrik, pelindung permukaan hard disk, sebagai komponen matriks logam, tanki penyimpan hidrogen, sensor inframerah dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Cu terhadap pembentukan fase ikosahedral kuasikristal, kekerasan dan besarnya nilai konstanta dielektrik bahan Al1-x-yCuxFey, serta untuk mengetahui komposisi yang sesuai untuk kuasikristal. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah paduan dengan komposisi x = 0,30; x = 0,25; x = 0,20; x = 0,15; x = 0,10; x = 0,05; yang disintering pada suhu 800ºC selama 6 jam. Sintesis menggunakan reaksi padatan dengan variasi molar. Sampel diuji kekerasan dan strukturnya. Kekerasan diuji dengan menggunakan Microvickers. Pembentukan fase kristalnya dikarakterisasi menggunakan X-RD, kemudian data difraksi dianalisis menggunakan metode phase matching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Cu berpengaruh terhadap kekerasan bahan , kekerasan paling tinggi dihasilkan pada x=0,10 hingga x=0,15. Selain itu konsentrasi Cu juga berpengaruh terhadap pembentukan fase kristal bahan , pada x=0,15 dihasilkan fase ikosahedral paling banyak. Komposisi yang sesuai untuk kuasikristal adalah pada x=0,15. Pada komposisi x=0,15 bahan mempunyai kekerasan yang tinggi dengan struktur kristal yang baik, yaitu ukuran butiran cenderung lebih kecil. Hal ini juga didukung dengan nilai konstanta dielektrik yang besar pada x=0,15.

Kemapuan pengusaha bunga dalam pemasaran (Studi kasus pada sentra UMKM pengusaha bunga di desa Karanganyar Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang / Pramuji Wibowo

 

ABSTRAK Pramuji, Wibowo. 2007. Kemampuan Pengusaha Bunga dalam Pemasaran (Studi kasus pada UMKM Pengusaha Bunga di Desa Karanganyar Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang, Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pebimbing: (I) Drs. H. Sucipto, M.S (II) Drs. H. Imam Hambali, M.Pd. Kata Kunci: kemampuan pengusaha bunga, pemasaran, kebutuhan belajar. Latar belakang penelitian ini adalah menanggapi munculnya sentra UMKM baru di Kabupaten Lumajang yaitu UMKM Pengusaha Bunga di Desa Karanganyar.. Penelitian ini mengkaji secara mendalam mengenai kemampuan pengusaha bunga dalam pemasaran. Kajian tersebut menghasilkan tingkat kemampuan dan kebutuhan belajar. Dalam hal ini sangat penting peran Pendidikan Luar Sekolah untuk mengelola daftar kebutuhan belajar tersebut sehingga dapat meningkatkan kemampuan para pengusaha dalam pemasaran. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karanganyar Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian Studi Kasus. Metode pengumpulan data yang dipakai adalah wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi oleh Pengusaha Bunga khususnya para petani adalah dibedakan menjadi 2 jenis yaitu kendala Pemasaran dan Modal. Kendala Pemasaranlah yang dirasa cukup berat karena adanya ketidak seimbangan antara jumlah pedagang sebagai pihak yang paling memahami dalam pemasaran dan petani yang rendah kemampuan pemasarannya. Dimana jumlah pedagang lebih sedikit dari jumlah petani. Kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh pengusaha bunga khususnya bagi yang berprofesi sebagai pedagang adalah melalui beberapa tahap yaitu mengetahui kebutuhan pasar, menentukan harga, promosi dan pengelolahan lingkungan sentra UMKM. Kemampuan petani dalam pemasaran adalah kurang. Hal ini dikarenakan kurangnya kemampuan para petani dalam mengelola komponen pemasaran yaitu menganalisis kebutuhan pasar, menentukan harga, kemampuan mempromosikan bunga, dan pengelolahan lingkungan sentra. Kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan meningkatkan pemasaran sebagai kebutuhan belajar pengusaha bunga adalah sebagai berikut. 1) kemampuan meningkatkan motivasi kerja, 2) kemampuan mengakses informasi pemasaran, 3)kemampuan menjalin relasi, 4) kemampuan mengelola modal, 5) kemampuan mengelola harga, 6) kemampuan melengkapi keanekaragaman jenis bunga, 7) kemampuan untuk bergotong royong, 8) kemampuan memperkuat organisasi pusparaja. Berdasarkan hasil penilitan ini, dapat disarankan kepada Sentra UMKM Pengusaha Bunga di Desa Karanganyar agar diadakannya suatu kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan para pengusaha bunga dalam pemasaran berdasarkan pada daftar kebutuhan belajar.

Sintesis, karakterisasi, dan penentuan struktur melalui difraksi sinar-X kristal tunggal senyawa kompleks dari Mn(II) dengan ligan ion tiosianat dan isokuinolina / Farid Arfianto

 

ABSTRAK Arfianto, Farid. 2008. Sintesis, Karakterisasi, dan Penentuan Struktur Melalui Difraksi Sinar-X Kristal Tunggal Senyawa Kompleks dari Mn(II) dengan Ligan Ion Tiosianat dan Isokuinolina. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed., (II) Dra. Nazriati, M.Si. Kata Kunci: Senyawa Kompleks, Mn(II), Isokuinolina, Tiosianat Senyawa kompleks dengan ion pusat yang memiliki elektron tak berpasangan berpotensi sebagai material magnetik. Material magnetik yang baik dapat diperoleh dari interaksi ferromagnetik yang terjadi baik intra atau intermolekul. Salah satu strategi agar diperoleh peluang terjadinya interaksi ferromagnetik adalah dengan mengkoordinasi ion pusat dengan ligan jembatan. Ligan tiosianat adalah salah satu jenis ligan yang mampu menjadi ligan jembatan sehingga terbentuk senyawa kompleks polimer atau dimer. Diharapkan dengan penggunaan Mn(II) sebagai ion pusat yang memiliki elektron tak berpasangan maksimum akan dihasilkan material magnet yang cukup baik. Dari penelitian sebelumnya senyawa kompleks yang pernah disintesis dari ion pusat Mn(II), ligan tiosianat, dan ligan isokuinolina adalah dengan perbandingan 1:2:4. Dalam penelitian tersebut senyawa kompleks yang dihasilkan tidak dikaji struktur maupun karakterisasinya. Maka dalam penelitian ini akan disintesis senyawa kompleks dari ion pusat Mn(II), ligan tiosianat, dan ligan isokuinolina dengan perbandingan 1:2:2 dan kristal yang diperoleh ditentukan strukturnya dengan Difraksi Sinar-X. Penelitian ini meliputi tiga tahap yaitu tahap sintesis, tahap karakterisasi, dan tahap penentuan struktur. Tahap karakterisasi dilakukan dengan uji titik lebur dan pengukuran momen magnet menggunakan MSB. Struktur ditentukan menggunakan data difraksi sinar-X yang diolah dengan bantuan program XTAL 3.7. Senyawa kompleks yang dihasilkan yaitu [Mn(isoquin)4(NCS)2] disintesis dengan cara mereaksikan 2mmol Mn(NO3)2.6H2O dengan 4mmol KSCN dan 4mmol isokuinolin dalam pelarut metanol. Kristal [Mn(isoquin)4(NCS)2] berbentuk polihedral dan berwarna kuning lemon didapatkan setelah penguapan perlahan selama tujuh hari. [Mn(isoquin)4(NCS)2] merupakan kompleks monomer netral dengan geometri di sekitar ion pusat adalah oktahedral terdistorsi. Kompleks ini mengkristal dalam kisi tetragonal dengan kelompok ruang P42/n yang memiliki nilai a = 15,5283(2)Å, b = 15,5283(2)Å, c = 13,5534(2)Å, α = 900, β = 900, γ = 900, V = 3268,106(97)Å3, dan R = 0,034 untuk 3390 refleksi independen. Senyawa kompleks [Mn(isoquin)4(NCS)2] memiliki titik lebur 181- 1830C dan momen magnet efektif (μeff ) sebesar 6,33 BM atau setara dengan lima elektron tak berpasangan. Senyawa kompleks [Mn(isoquin)4(NCS)2] merupakan senyawa kompleks dengan medan lemah.

Penerapan strategi bauran promosi pada PT Sanghai Gangsar Snack and Food Tulungagung / Guritna Adi Nugraha

 

ABSTRAK Adi Nugraha, Guritna. 2008. Penerapan strategi Bauran Promosi pada PT Shanghai Gangsar Snack And Food Tulungagung.. Tugas Akhir. Jurusan D3 Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. M. Hari, M.Si Kata Kunci: Strategi Bauran Promosi, PT Shanghai Gangsar Snack And Food Promosi merupakan salah satu komponen dalam bauran pemasaran yang mempunyai peranan penting bagi perusahaan. Dalam hal ini promosi merupakan sebagai media komunikasi antara perusahan dan konsumennya. Selain itu promosi dapat digunakan sebagai alat untuk mempengaruhi konsumen dalam kegiatan pembelian barang atau jasa sesuai dengan kebutuhan konsumen. Adapun lima metode promosi yaitu (1) Periklanan (advertising),(2) Promosi penjualan (sales promition), (3) Penjualan tatap muka (personal selling), (4) Hubungan masyarakat dan publisitas (public relation and publicity), (5) Pemasaran langsung (direct marketing). Tujuan dari penulisan laporan Praktek Kerja Langsung (PKL) pada PT Shanghai Gangsar Snack And Food Tulungagung adalah untuk mengetahui (1) Penerapan atau pelaksanaan periklanan (advertising), promosi penjualan (sales promition), penjualan tatap muka (personal selling), hubungan masyarakat dan publisitas (public relation and publicity), dan pemasaran langsung (direct marketing) pada PT Shanghai Gangsar Snack And Food Tulungagung ,(2)Untuk mengetahui jenis promosi yang dominan diantara jenis-jenis promosi yang diharapkan PT Shanghai Gangsar Snack And Food Tulungagung untuk meningkatkan jumlah konsumennya. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan Praktek Kerja di oleh PT Shanghai Gangsar Snack And Food Tulungagung adalah sebagai berikut: (1) Jenis strategi bauran promosi yang diterapkan PT Shanghai Gangsar Snack And Food Tulungagung meliputi Periklanan (advertising) Dilakukan dengan cara menampilkan billboard, nameboard pada toko-toko, spanduk, serta simbol dan logo sebagai media luar ruangan, Promosi Penjualan (sales promotion) dilakukan dengan cara mengadakan pameran dan pemberian hadiah kepada calon konsumen atau konsumen, Penjualan Pribadi (personal selling) penjualan tatap muka yang dilakukan agen untuk menemui langsung para calon konsumen, Humas dan Publisitas (public relation and publicity) dilakukan dengan mengadakan kegiatan pelayanan masyarakat, peristiwa,dan magang untuk para mahasiswa, Pemasaran Langsung (dirrect marketing) dilakukan dengan membangun atau menempatkan toko dan agen ditempat yang strategis sehinnga mudah dijangkau konsumen PT Shanghai Gangsar Snack And Food Tulungagung, (2) dari kelima jenis promosi tersebut yang paling dominan untuk meningkatkan jumlah konsumen adalah penjualan tatap muka (personal selling) dan periklanan (advertising). Agar mendapatkan hasil yang lebih optimal dalam meningkatkan jumlah konsumen PT Shanghai Gangsar Snack And Food Tulungagung hendaknya tidak hanya mengandalkan Penjualan pribadi (personal selling)dan periklanan (advertising), tetapi juga menggunakan alat promosi yang lain seperti Promosi Penjualan, Pemasaran Langsung dan lain-lain.

Penerapan strategi produk sebagai salah satu variabel bauran pemasaran pada toko buku Gramedia Basuki Rahmat Malang / M Buyung Triwidagdo

 

Dalam menghadapi persaingan ekonomi yang semakin tinggi para pemasar dituntut mempunyai kompetensi lebih untuk bersaing agar tetap eksis dalam dunia usahanya. Diperlukan kombinasi strategi pemasaran yang tepat dan sesuai kebutuhan perusahaan untuk bisa mencapai keberhasilan. Salah satu variabel bauran pemasaran yang perlu diperhatikan adalah strategi produk. Strategi produk ditujukan untuk menetapkan cara dan penyediaan produk yang tepat bagi pasar yang dituju sehingga dapat memuaskan konsumen dan sekaligus dapat meningkatkan keuntungan perusahaan dalam jangka panjang melalui peningkatan penjualan dan peningkatan pasar. Seperti halnya yang dilakukan oleh Toko Buku Gramedia Basuki Rahmat Malang yang merupakan salah satu toko buku yang menyediakan produk buku, alat tulis, sekolah dan kantor serta produk multimedia lainnya. Hal inilah yang melatar belakangi penulis untuk membahas lebih dalam tentang strategi produk yang diterapkan pada Toko Buku Gramedia Basuki Rahmat Malang. Sedangkan tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah: (1) mengetahui faktor apa saja yang melatar belakangi TB Gramedia Basuki Rahmat Malang dalam melaksanakan strategi produk, (2) mengetahui pelaksanaan strategi produk, (3) untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan strategi produk pada TB Gramedia Basuki Rahmat Malang. Dengan strategi produk yang dilakukan diharapkan dapat mengidentifikasi kebutuhan konsumen yang heterogen dan dinamis. Yang pada akhirnya dapat menarik minat dan meningkatkan permintaan konsumen secara agresif sehingga akan memberikan keuntungan yang maksimal. Berdasarkan hasil kegiatan praktek kerja lapangan yang dilakukan, ada beberapa faktor yang melatar belakangi TB Gramedia melakukan strategi produk diantaranya: (1) Kebutuhan konsumen yang heterogen dan dinamis, (2) Persaingan pasar yang semakin ketat, (3) Pengadaan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, dan (4) peluang untuk memperluas pasar. Sedangkan strategi produk yang dilaksanakan pada TB Gramedia meliputi: (1) Cara pengadaan produk, (2) Pengelolaan produk, (3) Display dan Lay-out produk, dan (4) Diversifikasi Produk. Selain itu ada beberapa faktor yang ikut mendukung pelaksanaan strategi produk pada TB Gramedia diantarannya store image, kerjasama supplier, display, fasilitas komputer, lokasi, diversifikasi dan diskon pada produk tertentu.

Kepimpinan kepala sekolah dalam mengelola SMK bertaraf Internasional (Studi multi kasus di SMK Negeri 3 Malang dan SMK PGRI 3 Malang) / M. Toharudin

 

ABSTRAK Toharudin, M. 2008. Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mengelola SMK Bertaraf Internasional: Studi Multi Kasus di SMK Negeri 3 Malang dan SMK PGRI 3 Malang. Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd, (II) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd. Kata kunci: kepemimpinan kepala sekolah, mengelola, sekolah bertaraf internasional Penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional merupakan tuntutan global untuk bersaing mutu pendidikan antar negara. Proses sekolah nasional menjadi bertaraf Internasional, merupakan usaha yang cukup besar bagi kepala sekolah. Di mana kepala sekolah berinisiatif untuk merencanakan, mengorganisasi dan mengimplementasikan sekolah nasional menjadi bertaraf Internasional. Penelitian ini masih baru, sehingga sangat penting sekali khususnya bagi kepala sekolah dan para stakeholders agar memiliki acuan untuk menyelenggarakan sekolah yang sudah ada menjadi Sekolah Betaraf Internasional. Fokus penelitian ini adalah kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola SMK Bertaraf Internasional dengan rincian fokus (1) bagaimana upaya kepemimpinan kepala sekolah dalam mencapai SMK Bertaraf Internasional, (2) bagaimana nilai kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola SMK Bertaraf Internasional, (3) bagaimana strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola SMK bertaraf Internasional. Lokasi penelitian ini di SMK Negeri 3 Malang dan SMK PGRI 3 Malang yang merupakan sekolah kejuruan yang memiliki skor dan ranking tertinggi untuk SMK Negeri 3 Malang (hasil penelitian Soenarto, 2005), dan sekolah kejuruan terbesar di Jawa Timur untuk SMK PGRI 3 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan multi kasus, karena dua kasus penelitian dengan latar yang berbeda. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan tiga cara, yakni: (1) wawancara mendalam, (2) observasi berperan serta pasif, (3) studi dokumentasi. Pemilihan informan penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif, dengan alur (a) reduksi data, (b) penyajian data, (c) penarikan kesimpulan, (d) analisis data kasus individu, (e) analisis data lintas kasus. Agar memperoleh keabsahan data dilakukan dengan empat kriteria: (1) kredibilitas, (2) transferbilitas, (3) dependenitas, dan (4) konfirmabilitas. Dari hasil paparan data penelitian di lapangan ditemukan sebagai berikut: Kasus SMKN 3 Malang dan SMK PGRI 3 Malang merupakan Sekolah Bertaraf Internasional fase rintisan yang memiliki: Pertama, upaya kepemimpinan kepala sekolah mencapai SMKBI, yaitu: (1) membangun visi yang mengarah pada kompetensi lulusan yang mampu bersaing ditingkat nasional dan internasional; (2) meningkatkan Sumber Daya Manusia dengan pelatihan dan melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi; (3) mengembangkan kurikulum dengan menerapkan kurikulum implementatif dari Dunia Usaha dan Dunia Industri, model pembelajaran dengan moving class, Contextual Basic Training, Contextual Teaching and Learning, menggunakan pengantar bahasa Inggris pada seluruh mata pelajaran, selain Bahasa Indonesia, PPKn dan Sejarah, serta menerapkan IT sebagai media pembelajaran; (4) memiliki sarana praktek dengan standar training, yaitu sarana dan prasarana yang sesuai dengan standar industri internasional, dan sedang mengarah pada standar teaching factory, yaitu sarana praktek unit usaha dan produksi; (5) kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri berkemitraan, baik kurikulum, tempat praktek kerja industri siswa, evaluasi praktek siswa, dan penempatan tenaga kerja, baik di dalam negeri maupun diluar negeri; (6) menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000; (7) pembiayaan penyelenggaraan sekolah bersumber dari: Pemberian dana imbal Swadaya SBI dari Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Depdiknas, Yayasan, saham guru dan staf (SMK PGRI 3 Malang), masyarakat, unit usaha produksi sekolah, bantuan APBN dan APBD (SMKN 3 Malang). Kedua, nilai kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola SMKBI, yaitu: (1) disiplin kerja tinggi; (2) etos kerja tinggi; (3) tanggungjawab terhadap tugas; (4) keteladanan; (5) pengabdian kepada sekolah. Ketiga, strategi kepemimpinan dalam mengelola SMKBI, yaitu (1) pembentukan tim; (2) kerja tim; (3) melaksanakan program kerja yang tercatat dan melaporkan yang sudah dikerjakan; (4) evaluasi antar tim; (5) membagi kerja secara tuntas; (6) penempatan bergantian; (6) evaluasi bersama. Berdasarkan temuan-temuan penelitian ini upaya kepala sekolah agar mencapai Sekolah Bertaraf Internasional mandiri, maka disarankan kepada: (1) Pemerintah/Dinas Pendidikan Kota Malang untuk meningkatkan pemberian bantuan dana, khususnya pembiayaan sarana dan prasarana penyelenggaraan sekolah agar upaya pengelolaan SMK Bertaraf Internasional tercapai; memberikan kemudahan pemberian izin kerjasama antara sekolah dengan pihak perusahaan/industri. (2) Sekolah yang diteliti: Bagi kepala sekolah untuk meningkatkan komitmen bersama dalam mewujudkan visi dan misi sekolah kepada seluruh warga sekolah serta menjadikan keteladanan, etos kerja, tanggungjawab terhadap kinerja, pengabdian kepada sekolah dan kejujuran sebagai nilai bersama; meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia khususnya kepada para guru dengan mengikuti pelatihan dan melanjutkan kuliah kejenjang lebih tinggi. Bagi Waka Humas untuk meningkatkan kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri di dalam negeri yang memiliki standar internasional, khususnya perekrutan tenaga kerja, sehingga keterserapan lulusan lebih besar, serta meningkatkan kerjasama dengan masyarakat dan mengembangkan unit usaha produksi sekolah agar bisa membiayai penyelenggaraan sekolah secara mandiri. Bagi Waka Sarpras untuk meningkatkan sarana dan prasarana yang mengarah pada standar teaching factory agar siswa mampu memiliki jiwa wirausaha. (3) Untuk sekolah-sekolah lain, secepatnya untuk menyelenggarakan sekolah yang sudah ada ditingkatkan menjadi Sekolah Bertaraf Internasional, agar lulusannya mampu bersaing di era global saat ini. (4) Untuk peneliti selanjutnya, diharapkan untuk meneliti lebih spesifik tentang manajemen SMK Bertaraf Internasional.

Pengaruh rasio likuiditas, rasio aktivitas dan rasio leverage terhadap rentabilitas pada perusahaan Food and Beverages yang Do Public di BEI / Erny Ayu Larasaty

 

Penurunan partisipasi warga belajar program keaksaraan fungsional di Desa Argotirto Kec. Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang / Gandi Agusta

 

ABSTRAK Agusta, Gandi. 2008. Penurunan Partisipasi Warga Belajar program Keaksaraan Fungsional di Desa Argotirto Kec: Sumbermanjing Wetan Kab: Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sanapiah Faizal Saleh (II) Drs. Ahmad Rasyad, M.Pd Kata Kunci : Partisipasi, program keaksaraan fungsional Program keaksaraan fungsional merupakan salah satu program pendidikan luar sekolah yang berfungsi untuk membekali warga belajar tributa (buta aksara dan angka, buta bahasa Indonesia dan buta pengetahuan dasar). Metode yang digunakan dalam program ini adalah Calistung (membaca, menulis, dan berhitung) serta berbahasa Indonesia dengan mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan yang isi pembelajarannya berkaitan dengan fungsional mereka sehari-hari. Proses keaksaraan ini menggunakan prinsip belajar orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penurunan partisipasi warga belajar program keaksaraan fungsional di Desa Argotirto Kecamatan Sumbermanjing Wetan kabupaten Malang. Penurunan partisipasi disini disebabkan oleh beragamnya masalah yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang bertujuan mendeskripsikan menurunnya pelaksanaan program keaksaraan fungsional. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber informasi penelitian ini adalah tutor dan warga belajar program keaksaraan fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan partisipasi warga belajar program keaksaraan fungsional sangat kompleks. penyebab penurunan partisipasi warga belajar dalam mengikuti pembelajaran diantaranya: 1) Selesainya tugas mahasiswa KKN UM yang menjadi tutor Keaksaraan fungsional dan dilanjutkan oleh tutor lanjutan membuat warga belajar harus beradaptasi dengan karakter dan metode tutor lanjutan, 2) Tidak fleksibelnya kegiatan pembelajaran, membuat warga belajar tidak mengikuti pembelajaran karena waktu mereka berbenturan dengan kepentingan yang lain, 3) Perubahan musim, mengingat para warga belajar adalah para petani musiman yang memanfaatkan air hujan untuk mengairi kebun dan ladangnya, sehingga mereka sibuk merawat tanamannya, 4) letak ladang dan kebun mereka yang jauh dari rumah membuat mereka harus menginap untuk menghemat ongkos pulang pergi, karena akses angkutan di daerah mereka jarang sekali, 5)warga belajar lebih memilih bekerja diladang atau dikebun yang nantinya bisa menghasilkan untuk peningkatan perekonomian mereka, dan lebih mengesampingkan mengikuti pembelajaran, 6) kurangnya pemahaman warga belajar tentang tujuan pelaksanaan program keaksaraan fungsional, membuat para warga belajar yang rata-rata perempuan tidak bisa menjelaskan pada suaminya ketika ditanya tujuan mengikuti program keaksaraan fungsional, 7) salah pengertian warga belajar yang tujuan mengikuti pembelajaran keaksaraan fungsional untuk mendapatkan ijasah yang bisa dugunakan untuk mencari pekerjaan. Saran dalam penelitian ini, adalah 1) Bagi Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang, meringkas penyelenggaraan program keaksaraan fungsional yang semula 6 bulan menjadi 2 bulan dengan metode dan kapasitas yang setara dengan kegiatan selama 6 bulan. Sehingga mahasiswa KKN yang periode 2 bulan mampu menyelesaikan program keaksaraan fungsional tanpa pergantian tutor. Karena dengan pergantian tutor menyebabkan menurunnya partisipasi kehadiran warga belajar, 2) Bagi mahasiswa KKN PBA, Hendaknya memberi pemahaman yang jelas dan gamblang kepada tutor lanjutan tentang teori belajar orang dewasa agar tutor lanjutan tidak memberikan materi pada warga belajar seperti pada pendidikan formal, 3) Bagi tutor lanjutan, Para tutor lanjutan seharusnya mempunyai motivasi yang sama dengan para pelaksana program sebelumnya sehingga warga belajar tetap antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sampai mencapai keberhasilan program.

Efektivitas anggaran penjualan sebagai strategi manajemen dalam pencapaian laba pada Perusahaan Tenun Tikar Elresas Lamongan / Joko Suryanto

 

Persaingan bisnis yang semakin ketat mendorong setiap perusahaan untuk mempertahankan eksistensinya dalam upaya peningkatan perekonomian tanpa mengabaikan tujuan utama perusahaan yaitu memperoleh laba yang maksimal dengan biaya yang seefisien mungkin untuk menunjang kelangsungan hidup perusahaan. Strategi dan sistem manajemen yang digunakan berpengaruh besar terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Anggaran penjualan merupakan salah satu unsur terpenting dalam sistem pengendalian anggaran karena anggaran penjualan menjadi dasar untuk penyusunan anggaran-anggaran lainnya. Kesalahan dalam penyusunan anggaran penjualan dapat mengakibatkan kesalahan dalam penyusunan anggaran-anggaran yang lain. Perusahaan harus menerapkan metode-metode penyusunan anggaran penjualan yang efektif sehingga tujuan perusahaan yaitu memaksimalkan laba dapat tercapai. Tugas akhir ini untuk mengetahui efektivitas penerapan metode penyusunan anggaran penjualan secara terstruktur dibandingkan dengan penerapan metode yang telah digunakan Perusahaan Tenun Tikar Elresas Lamongan sebelumnya. Metode analisis yang digunakan adalah least square dengan dilakukan penyusunan anggaran komprehensif untuk mengetahui pengaruh efektivitas anggaran penjualan dengan laba yang akan dicapai perusahaan. Metode yang telah digunakan perusahaan dalam menyusun anggaran penjualan adalah dengan metode-metode perkiraan berdasarkan data pada tahun sebelumnya dimana sulit untuk dipertanggung jawabkan sehingga laba yang akan di capai tidak dapat diketahui dengan jelas. Hal ini berbeda dengan penerapan metode efektivitas anggaran penjualan dengan menggunakan anggaran komprehensif yang dapat menunjukkan secara jelas laba yang akan dicapai oleh perusahaan. Dari hasil perhitungan tersebut, pada tahun 2007 penjualan akan mencapai Rp 16.608.940.000 dengan laba bersih sebesar Rp 262.407.124,00. Metode efektivitas anggaran penjualan dengan menggunakan anggaran komprehensif ini lebih tepat dan dapat dipertanggung jawabkan serta memberikan gambaran yang jelas mengenai kebijakan serta hasil yang akan dicapai dengan kebijakan yang diterapkan tersebut. Metode ini lebih efektif digunakan dari pada metode perkiraan-perkiraan. Oleh karena itu, seharusnya perusahaan memberikan pendidikan dan pelatihan sehingga dapat menerapkan metode efektivitas penyusunan anggaran penjualan dengan anggaran komprehensif.

Analisis laba kotor sebagai alat pengendalian laba pada PT Industri Sandang Nusantara Unit Patal Lawang / Rachel Virginansa

 

Perbedaan penggunaan minyak pelumas top 1 dan minyak pelumas mesran prima XP terhadap temperatur pada sepeda motor / Ahmat Samsul Ma'arif

 

ABSTRAK Ma’arif, Ahmat samsul. 2008. Perbedaan Penggunaan Minyak Pelumas Top 1 Dan Minyak Pelumas Mesran Prima XP Terhadap Temperatur pada Sepeda Motor. Skripsi, Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Partono, M.Pd., (2) Drs Imam Muda Nauri, ST; MT. Kata kunci: Oli Mesran Prima XP, Oli TOP 1, Temperatur Mesin Bahan-bahan pelumas yang digunakan sejak jaman dahulu hingga kini mempunyai beraneka ragam jenis yang biasanya tergantung dari bahan apa yang banyak tersedia dan mudah diperoleh. Sebenarnya menurut bahan yang dapat dibuat menjadi minyak pelumas yaitu dari bahan yang terbuat dari hewan, bahan dari tumbuh-tumbuhan, dan bahan yang berasal dari tambang. Sedangkan yang sering digunakan adalah minyak pelumas yang berasal dari hasil tambang.Tetapi pada saat ini ada juga minyak pelumas dari bahan buatan yang sering disebut minyak pelumas sintetis. Tetapi sebenarnya maksud dari bahan buatan adalah hidrokarbon yang telah mengalami proses khusus, yaitu dengan maksud untuk melebihi kemampuan minyak pelumas hasil tambang. Sehingga keunggulannya adalah kemampuan atau daya tahan minyak pelumas dalam melayani mesin, yang diharapkan mampu untuk melayani mesin dengan waktu yang lebih lama, misal untuk minyak pelumas Mesran Prima XP dapat melayani mesin sampai 7.500 KM Tetapi secara kenyataan atau yang dibisa dilihat oleh orang awam yang menyebutkan bahwa minyak pelumas sudah waktunya diganti apabila sudah encer, meskipun belum mencapai 7.500 KM. Dengan kata lain, minyak pelumas yang sudah encer merupakan tanda bahwa telah terjadi penurunan viskositas. Hal ini mengakibatkan penurunan performa mesin. seperti pemindahan gigi yang sulit, bunyi yang berisik, laju yang kurang kecang, mesin cepat panas dan lain-lain. Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dilakukan penelitian untuk membuktikan perbedaan antara minyak pelumas hasil tambang dengan minyak pelumas semi sintesis terhadap temperatur setelah pemakaian motor selama selang waktu tertentu. Minyak pelumas mineral yang diteliti adalah minyak pelumas merek MESRAN PRIMA XP, sedangkan minyak pelumas semi sintetis yang diteliti adalah minyak pelumas merek TOP 1. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan temperatur mesin yang menggunakan oli mineral MESRAN PRIMA XP dengan oli semi sintetis TOP 1 setelah pemakaian dalam selang waktu tertentu. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen. Hipotesis dalam penelitian ini adalah Tidak ada perbedaan minyak pelumas Top 1 dan minyak pelumas Mesran Prima XP terhadap temperatur pada sepeda motor. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik statistik uji-t independen sampel. Dari hasil uji-t, nilai t pada menit ke 5 adalah sebesar 12,780 (=0,000 < 0,005), nilai t pada menit ke 10 adalah sebesar 14,063 (=0,000 < 0,005), nilai t pada menit ke 15 adalah sebesar 14,063(=0,000 < 0,005), nilai t pada menit ke 20 adalah sebesar 14,063 (=0,000 < 0,005). Oleh karena Sinifikansi 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan minyak pelumas Top 1 dan minyak pelumas Mesran Prima XP terhadap temperatur pada sepeda motor. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan penggunaan minyak pelumas Top 1 dan minyak pelumas Mesran Prima XP terhadap temperatur pada sepeda motor. Nilai rata-rata temperatur mesin yang menggunakan oli Mesran Prima XP lebih rendah dari pada yang menggunakan oli TOP 1. Berdasarkan kesimpulan ini, maka Disarankan kepada para pemilik kendaraan bermotor untuk menggunakan oli yang sesuai dengan kebutuhan penggunaan mesinnya. Apabila motor digunakan untuk perjalanan jauh atau untuk racing (balapan), maka disarankan menggunaakan pelumas semi sintetik ataupun sintetik. Apabila motor hanya digunakan untuk perjalanan dalam kota saja (jarak pendek) maka disarankan untuk menggunakan pelumas mineral saja karena lebih hemat biaya dan harganya tidak mahal. Kepada jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang disarankan untuk lebih meningkatkan kelengkapan fasilitas penelitian, seperti peralatan uji laboratorium untuk minyak pelumas, peralatan uji emisi kendaraaan bermotor dan lain sebagainya. Selain itu, dikarenakan penelitian ini masih memiliki kelemahan ruang lingkup dan keterbatasan, maka kepada para peneliti selanjutnya yang tertarik untuk mengkaji permasalahan ini, disarankan agar melengkapi penelitian ini dengan menambah variabel penelitian yang lainnya, seperti menambah variabel viscositas, kualitas minyak pelumas ataupun mereknya, serta dilaksanakan dengan uji jalan/normal.

Pengaruh pengungkapan wajib dan asimetri informasi terhadap biaya modal ekuitas (Studi pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang listing di BEI Periode 2005-2007) / Nila Rusmaliana

 

ABTRAK Rusmaliana, Nila. 2008. Pengaruh Pengungkapan Wajib dan Asimetri Informasi Terhadap Biaya Modal Ekuitas (Studi Pada Perusahaan Makanan dan Minuman Yang Listing di BEI Periode 2005-2007). Skripsi Jurusan Manajemen Konsentrasi Manajemen Keuangan. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Mulyoso, SE, M.Si. (2) Drs. Mohammad Hari, M.Si. Kata Kunci: Pengungkapan wajib, asimetri informasi, biaya modal ekuitas Biaya modal ekuitas adalah biaya-biaya pendanaan riil yang harus ditanggung oleh perusahaan, karena perusahaan menggunakan dana-dana yang bersumber dari modal sendiri. Biaya modal ekuitas juga berkaitan dengan tingkat return yang dipersyaratkan oleh investor, karena perusahaan menggunakan dana yang bersumber dari investor, baik yang berbentuk modal saham, maupun laba saham yang tidak dibagikan kepada para pemegang saham (laba ditahan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara simultan dan parsial variable pengungkapan wajib dan asimetri informasi terhadap biaya modal ekuitas perusahaan makanan dan minuman yang listing di BEI periode 2005- 2007. Populasi yang digunakan adalah seluruh perusahaan makanan dan minuman yang listing di BEI periode 2005-2007. Pengambilan sample penelitian dilakukan dengan cara purposive sampling yaitu 16 perusahaan emiten. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan, item-item pengungkapan wajib berdasarkan atas peraturan Bapepam, bid price, ask price, Indeks Harga Saham Gabungan dan tingkat suku bunga deposito bulanan. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengungkapan wajib secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap biaya modal ekuitas perusahaan. Asimetri informasi secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap biaya modal ekuitas perusahaan. Dan pengungkapan wajib dan asimetri informasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap biaya modal ekuitas perusahaan makanan dan minuman yang listing di BEi periode 2005-2007. Pada penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti perusahaan dari sector industri yang berbeda, menambah variable, dan memperpanjang periode atau rentang waktu penelitian sehingga dapat lebih mengetahui pengaruhnya untuk menurunkan biaya modal ekuitas perusahaan. Dan untuk manajemen perusahaan diharapkan memberikan pengungkapan laporan keuangan yang lebih dengan menambah pengungkapan sukarela sehingga dapat menurunkan biaya modal ekuitas perusahaan.

Stretegi lay out, teknik visual dan display pada wsalayan KPRI Rumah Sakit Saiful Anwar Malang / Rizki Kusuma Hapsari

 

ABSTRAK Hapsari, Rizki Kusuma. Strategi Lay Out, Teknik Visual dan Display pada Swalayan KPRI Rumah Sakit Saiful Anwar Malang . Tugas Akhir Program Studi Diploma III Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. M. Hari, M.Si. Kata-kata kunci : Lay Out, Teknik Visual, Display Perkembangan usaha saat ini sangat meningkat karena dipengaruhi oleh peningkatan jumlah konsumen tinggi, sebagian besar konsumen saat ini menuntut segala sesuatu yang serba praktis dan cepat dalam hal berbelanja. Hal tersebut dapat diperoleh dengan berbelanja di supermarket atau swalayan. Dengan pesatnya perkembangan supermarket menyebabkan usaha ini bersaing ketat sehingga memacu usaha sejenis bermunculan seperti alfamart dan indomart. Faktor yang mengakibatkan usaha–usaha swalayan atau supermarket meningkat antara lain adalah peningkatan jumlah penduduk yang berarti kebutuhan juga akan semakin meningkat karenanya. Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui strategi Lay Out, Teknik Visual dan Display yang digunakan pada KPRI RSSA Malang. Serta untuk mengetahui solusi dari kekurangan-kekurangan pengaturan ketiga hal diatas. Sebagai salah satu usaha yang bergerak dibidang penjualan maka keberhasilan juga ditentukan oleh cara penyusunan lay out, teknik visual, display produk. Ketiga hal tersebut mempunyai peran penting yang perlu diperhatikan dalam penjualan karena akan berpengaruh pada kenyamanan konsumen dalam berbelanja. Lay out adalah tata letak produk, kasir dan arus lalu lalang konsumen di dalam toko. Teknik Visual adalah teknik dalam mempertimbangkan adanya penerangan, warna, ketinggian langit-langit, temperatur toko, dan suara. Sedangkan display adalah pemajangan barang dagangan yang ditujukan untuk menarik perhatian konsumen dan mendorong konsumen dalam melakukan pembelian. Penerangan yang terdapat di Swalayan KPRI sudah cukup memadai, disamping itu karena Swalayan KPRI hanya buka pada siang hari yaitu dari pukul 08.00-15.00 sehingga penerangan yang berasal dari lampu tidak begitu maksimal. Namun lebih kepada terdapatnya ventilasi yang cukup agar cahaya dari luar bisa masuk. Penerangan yang cukup akan mempermudah dan memberikan kenyamana pada pengunjung untuk mencari dan mamilih barang dagangan yang dibutuhkan. Dinding Swalayan KPRI RSSA berwarna putih hal ini dapat menimbulkan gairah dan peminat konsumen untuk datang, serta memberikan kesan bersih dan menarik. Namun cat dinding tersebut terlihat sudah mulai pudar sehingga terlihat kurang bersih. Untuk itu diperlukan pengecatan ulang pada dinding Swalayan KPRI RSSA, karena kesan toko dapat diciptakan melalui warna. Ketinggian langit-langit pada Swalayan KPRI RSSA sudah cukup memberikan kesan luas karena jarak lantai dengan langit-langit sudah cukup tinggi sehingga dirasa cukup untuk memberikan kesan luas dan hawa yang sejuk pada ruangan. Agar konsumen merasa nyaman dan betah berlama-lama berada didalam ruangan dari Swalayan KPRI RSSA maka diperlukan temperatur ruangan yang sesuai. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa ketinggian langit-langit dapat menciptakan hawa dan suasana yang sejuk sehingga memberikan kesan yang nyaman bagi pengunjung. Di Swalayan KPRI RSSA terdapat 4 buah alat penyejuk yang berupa kipas angin dengan harapan konsumen tidak akan merasa panas dan betah untuk berlama–lama berada diruangan. Adanya suara yang menyenangkan atau pemutaran musik juga akan mempengaruhi kenyaman pengunjung untuk tinggal berlama-lama di dalam Swalayan. Dalam penggunaanya Swalayan lebih sering menggunakan radio sehingga menyebabkan jenis musik yang diputar berganti-ganti tidak beraturan dan tidak dapat disesuaikan dengan dengan keadaan yang ingin ditimbulkan. Pemajangan dan penataan barang dagangan di Swalayan dibagi menjadi dua yaitu Open interior dimana pengunjung dapat melihat dan menyentuh secara langsung barang-barang yang dipajang dan langsung dapat membawa barang tersebut. Close interior display dimana barang yang di pajang dengan sistem ini adalah barang yang berukuran kecil, harganya mahal dan juga mudah rusak. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya pencurian. Saran untuk solusi permasalahan KPRI RSSA antara lain Penataan ruang sebaiknya diberi dekorasi agar ruangan tampak menarik dan menjaga kebersihan ruangan. Selain itu memberikan kesan “welcome” pada pengunjung.Untuk barang-barang yang tidak digunakan seperti rak dan etalase sebaiknya ditempatkan di gudang agar penataan didalam ruangan terlihat rapi. Untuk meningkatkan pengawasan sebaiknya diadakan penambahan cermin dan mengefektifkan fungsinya. Perlu diadakan penambahan barang dagangan yang bervariasi jenis dan merknya. Sebaiknya Swalayan melakukan pemajangan secara eksterior display agar terlihat lebih menarik dari luar.

Penerapan strategi bauran pemasaran (Marketing Mix) pada Hotel Kusuma Agrowisata Batu / Nindyo Kumoro

 

Persepsi konsumen tentang penerpan strategi harga dan strategi produk di Biro Perjalanan Wisata CV. Rahmat Tours and Travels Malang / Firdhi Yan Arief

 

Peranan Kepala Sekolah dalam Melaksanakan Supervisi Klinis di SMP Negeri 1 Kunir Kabupaten Lumajang / Sudarman

 

Sistem Nilai Dalam Budaya Organisasi Sekolah Pada Sekolah Unggul (Studi Multi Kasus di SMU Negeri 1, SMU Regina Pacis, dan SMU Al Islam 01 Surakarta) / Madyo Ekosusilo

 

Kontribusi iklim organisasi sekolah dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SMU Negeri di Kota Malang / Andri Karmidi

 

Analisis pemahaman konsep elektrolisis secara komprehensif pada siswa kelas III IPA SMU Negeri 5 Malang Tahun ajaran 2003/2004 / Wahyu Suryandari

 

Fenomenap embelajarakni mia di sekolahm enengahs elamain i menunjukkabna hwas ebagianb esarp elajars ekolahm enengahm enganggap bahwak imia merupakans alahs atup elajarany angp alings ulit. Hal ini disebabkan oleha danyak ombinasdi ari sifat materii lmu kimia yanga bstrakd anm elibatkan perhitungan-perhitungmaant ematikaK. esulitans iswad alamm emahamki onsepkonsepd i dalami lmu kimia dapatm enimbulkank esalahanko nsep( miskonsepsi). Olehs ebabit u, perlua das uatuc arau ntukm endetekstie rjadinyam iskonsepsai gar tidak berkelanjutanS. alahs atuc ara.adalahp enerapana lat evaluasip emahaman konsepy angk omprehensifD engana lat evaluastie rsdbuat kand apatd ideteksi konsep-konseypa ngb elumd ipahamis iswas ertak emampuans iswad alam menerapkapne mahamakno nsepnyau ntukm enyelesaikasno al-soaal spek kuantitatif.A lat evaluasiy ang komprehensiftersebuat kan cocok sekalib ila diterapkand alamm aterie lektrolisisk arenae lektrolisisb anyakd ibanguno leh konsepkonseapb strakd anm elibatkans oal-soakl uantitatif Tujuanp enelitianin i adalahu ntuk mengetahupi engaruhp emahamakno nseptuasl iswat erhadap kemampuand alamm enyelesaikans oal-soala spekk uantitatif elektrolisis, mengetahupi emahamank onseptuals iswad an mengetahuki emampuans iswa dalamm enyelesaikasno al-soaal spekk uantitatife lektrolisis. Dalamp enelitiand eskriptifi ni, datad ikumpulkans etelahk egiatan pembelajaranU.n tuk mengetahupi emahamakno nseptuadl ank uantitatifs iswa makad igunakans oal-soayl angm encakupk eduaa spekp emahamatne rsebut. Populaspi enelitianin i adalahs iswak elasI II IPA SMU Negeri5 Malangd engan jumlah sampe8l 6 siswa.S oald iujicobad and iperolehv aliditasi si sebesa9r 8% danr eliabilitast ess ebesa0r ,72. Kesimpulanh asilp enelitianin i adalah:1 ) Pemahamakno nseptual berpengaruthe rhadapk emampuansi swad alamm enyelesaikasno al-soaal spek kuantitatife lektrolisis2, ) Pemahamakno nseptuael lektrolisiss iswap adas etiap tahapp emahamasne bagabi erikut:( a) sebanyak7 6% siswad apatm embedakan antara elektroda inert dan reaktif, (b) sebanyak 46% danT2Vo siswa dapat memahamsi pesies-spesiyeasn gb ersaingu ntukb ereakssi ebelume lektrolisisd i anodad ank atoda,( c) sebanyak5 8o/od an69% siswad apatm embandingkan kemudahans pesies-spesiteesr oksidasai taut ereduksbi erdasarkadna taP otensial Reduksi Standar( Ed dianodadank atoda,( d) sebanya4k 3o/odan72%osiswa I dapamt emahamail asank emudahans pesies-spesiteesr oksidasdi ant ereduksdi i anodad ank atoda,( e) sebanyak8 0% dan 85% siswad apatm enentukanr eaksi yangte rjadid i anodad ank atoda,( f) sebanyak7 6%od an9 0% siswad apat nemahamzi atyangd ihasilkand i anodad ank atoda,3 ) Sebanyak8 0ohd anT4Vo siswad apamt emahamsi oal-soaal spekk uantitatife lektrolisisy aitu mencari hubungaann tarak uata rus,w aktud anb anyaknyah asile lektrolisis( Hukum Faradayd) i anodad an katoda.K edua aspekp emahamante rsebuth endaknya menjadpi erhatiang urud i dalamm engajarkanko nsepe lekrrolisisa gars iswad apat memahamkio nsepe leklrolisiss ecarau tuh.

Pengaruh penggunaan metode pembelajaran inkuiri terhadap penguasaan konsep larutan elektrolitdan nonelektrolit siswa kelas 2 SMU Negeri 1 Bangsal Mojokerto tahun ajaran 2003/2004 oleh Teddy Wahyono

 

Pembelajarakni mia di SMU akane fektifjika metodep embelajarayna ng digunakante pat.S alahs atum etodep embelajaratne rsebuat dalahin kuiri, dimana siswad ilatih untukm elakukanp rosesb erpikirt ingkatt inggi.P enelitianin i bertujuanu ntuk mengetahupi engaruhp enggunaanm etodep embelajaranin kuiri terhadapp enguasaanko nsepl arutan elektrolit dan nonelektrolits iswak elas2 SMU Negeri I Bangsal Mojokerto tahun ajaran 2003/2004. Penelitianin i menggunakarna ncanganp enelitiane ksperimense mu( qaasi eksperimentadl esign)d enganp emilihan sampela cak.S ampelp enelitiant erdiri darid uak elompoky aitu kelompoke ksperimend ank elompokk ontrol.K elompok eksperimend iberi perlakuand enganm enggunakanm etodep embelajaranin kuiri, sedangk elompok kontrol tidak menggunakanm etodep embelajaranin kuiri. Instrumen yang digunakan adalah tes awal dan tes akhir. Tes awal dilakukan untukm engetahuki emampuana wal dari masing-masingk elompok,s elanjutnya dilakukant es akhir untuk mengetahuti ingkat penguasaanko nsepl arutane lektrolit dan nonelektrolit oleh siswa dari kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol.P enelitiani ni dilaksanakand i SMU Negeri I BangsalM ojokerto mulai tangga2l 9 Oktobers ampail 8 November2 003.Datapenelitianin i dianalisis menggunakapnr ogramS PSSF or WindowsV ersi 10.01u ntukm encarid eskripsi data,n ormalitas,h omogenitasd an uji t. Hasil analisisd ata menunjukkant 6;6o setresa2r ,183 dant tauepra dad erajat kebebasa8n0 denganta rafsignifikan5 olos ebesa1r ,671.S korr ata-ratak elas eksperimesne besa1r 4,35d ans korr ata-ratak elask ontrols ebesa1r 3,29.H asil penelitiani ni menunjukkanp enguasaanko nsepp adak elase ksperimens ebesar 72%o,penguasakaonn sepp adak elask ontrols ebesa6r 60/o.Karentah it*'s( 2,183) lebihb esard ari tbbe(l 1,671)b erartia dab eday angs ignifikana ntarap enguasaan konsep pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini berarti ada pengaruh positifdari penggunaanm etodep embelajaranin kuiri terhadapp enguasaakno nsep larutan elektrolit dan nonelektrolit siswa kelas 2 SMU Negeri I Bangsal Mojokerto tahun ajaran 2003/2004.

Tindak direktif bahasa Indonesia dalam peristiwa tutur acara pendalaman iman umat Katolik / Mujiman Rus Andianto

 

Implementasi keputusan Menpan Nomor 118 Tahun 1996 dalam pengembangan sikap profesional pengawas sekolah: kajian deskriptif tentang pelaksanaan kepengawasan sekolah di Sekolah Dasar Negeri se-kota Malang / D. Santosa HS.

 

Problematika penerapan metode karyawisata sebagai metode pembelajaran geografi di MAN Malang I / Murdiah

 

Penerapanm etodek aryawisatad alam pembelajaranG eografi merupakans atu pilihan tepat bagi guru Geografi dalam memilih berbagai metode mengajar yang sesuai untuk penyampaian materi. Hal ini berkaitan dengan materi Geografi yang berhubungand engana lam sekitar. Dengan demikian penerapank aryawisatab anyak membantu siswa mempermudah pemahaman materi yang mereka terima, namun hal tersebut juga mempunyai problematika yang berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika yang dialami guru dan Siswa dalam penerapan metode karyawisata sebagai proses pembelajaran Geografi di MAN Malang I dan mengetahui upaya-upaya yang dilakukan guru untuk mengataspi roblematikat ersebut. Penelitian yang dilakukan menggunakan jenis penelitian survei yang digunakan untuk mencari informasi mengenai populasi yang diteliti. Teknik pengambilan data menggunakan angket dengan teknik analisis data yang digunakan adalahp ersentaseH. al ini dimaksudkanu ntuk mengetahuip roblematika penerapan metodek aryawisatasebagami etodep embelajaranG ecgrafi di I\'4.1\.llr 4a!:::gI . Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat beberapa problematika dalam penerapan metode karyawisata, diantaranya: (l) problematika C:!tm nelentuk-rn templt/objek karyawisata; (2) problematika dalam merumuskan tujuan karyawisata; (3) problematika dalam merancang kegiatan karyawisata; (4) problematika dalam menentukan biaya; (5) problematika dalam menentukan waktu karyawisata; (6) problematika dalam menerima penjelasan guru pada waktu mengamatoi bjek karyawisata;d an (7) problematikam enentukan'tugaus ntuk siswa. Upaya-upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi problematika penerapan metode karyawisata sebagai metode pengajaran Geografi di MAN Malang I adalah yang berkaitan dengan perencanaan yang menggunakan metode belajar yang sesuai dengan kemampuan siswa, menggunakan metode mengajar yang sesuai dengan sumber belajar dan fasilitas lain yang tersedia, memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah,d an memanfaatkanfa silitas belajary ang tersediad i sekolah. Sedangkan yang berkaitan dengan pelaksanaannya adalah melaksanakan urutan kegiatan karyawisata yang menyesuaikan dengan kondisi saat karyawisata berlangsung dan membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil dengan tugas tertentu agar semua tujuan materi dapat tercapai.

Meningkatkan kualitas pembelajaran sains pada siswa SMU Nasional Malang dengan menggunakan pendekatan science technology society untuk topik masalah sampah / Gatut Eko Priyono

 

Analisis portofolio dengan menggunakan model indeks tunggal sebagai dasar pertimbangan investasi (studi kasus pada perusahaan makanan dan minuman yang tercatat di bursa efek Jakarta) oleh Etyk Kurniasari

 

Pembentukapno rtofoliom erupakana lat unn* mengurangrii siko investasi denganc aram elakukand iversifikasi,y aitu meirgkombinasikabne rbagasi e,kuritas dalam investasi. Pada penelirian irri menggunakan Model Indeks Tunggal dikarenakaMn odel Indeks Tunggald idasarkanp adap engamatanb ahwah arga daris uatus ekuritasb erfluktuassi earahd enganin deksh argap asar. Tujuand ari penelitiani ni adalahu nhrkm engujia pakahte rdapats eluritas yangm asukd alamp ortofolio efisien dan apakaht erdapats ekuritasy ang masuk dalam portofolio optimal jika digunakan analisis portofolio Model Indeks Tunggal. Penelitiani ni menggunakanp rosesp enganalisaadne slcriptifk uantitatif dengans ampe2l 0 perusahaamn akanand 3nx 1fuqnm4yna ngter@tadt i Buna Efek JakartaP. eriodep enelitians elama4 2 bulan,d imulaid ari bulanJ anuartia hun2 000 sanpaid enganb ulanJ uni 2003.J cnisd atay ang diambila dalahd atas ekunder yangm eliputih argas ahamI,n deksH argaS aharnG abungso(I HSG),d ividen,d an tingkats uku bungab ebasr isiko. Prosedurp engrunpuland ata dc,nganp rosedur sistematikd an standaru ntuk rnemperolehd ata.T alnpand alamp engolahand ata dimulaid ari perhitungtinr elum sahantin dividq retum pasar,e xpectedre fitrn individu,e xpectedre tum pasat,r isiko sistenatis( beta),r isiko tidak sistematis, risiko sahamin dividu, alpha,t ingkat retumbebu risiko (RBR),q ecessre turn ta bela( ERB), cut off point (C{) berdasarkanni lai cut olf rate yang terbesar, proporsi portofolio optimal, expected retum prtofolio optimal, dan varian portofolioo ptirnal. Hasil penelitianm enunjukkante rdapatd ua sekuritasp erusahaasna mpel yang masuk dalam portofolio efisien yaitu PT. ULTJ dan PT. DLTA Berdasarkan kajian pustakap ortofolio efisien meiupakans ekuritasp erusahaans ampel mempunyani ilai expectedre tum E(R) tertingg padat ingkat risiko tertentud an nileue xpectedre turn E(R;) satramt ertentup adat ingkat risiko terendahU. nuk itulah PT. Ulfra Jaya Milk and Trading Company Tbk. (ULTJ) dan PT. Delta DjakartTa bk.( DLTA)r nasukd alamp ortofolioe fisien. Terdapa€t mpatp erusahaasna mpeyl ang masukd alamp ortofolio optimal yaitu PT. Aqua GoldenM issisipi Tbk. (AQUA), PT. PioneerindoG ounnet IntemationaTl bk. (PIONER),P T. Sari HusadaT bk. (SHDA) serta PT. Ades Alfndo PutrasetiaT bk. (ADES). Berdasarkahna sil penelitianb ahwar isiko portofolio optimal lebih kecil dibandinekao dengan risiko pasar. Sedaryl€n expectedre tum portofolioo ptirnal( E(Rp)) lebih besard aripadae xpectedre tum pasa(rE (Rm)).

Pengaruh brand awareness dan brand image terhadap loyalitas merek (studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang pengguna kartu Flexi Trendy) / Astri Widiarini

 

Merek mempunyai peranan penting bagi kelangsungan hidup sebuah perusahaan karena merek memberikan nilai sehingga nilai total produk yang bermerek baik menjadi lebih tinggi dibandingkan produk yang semata-mata dinilai secara objektif. Untuk menghadapi persaingan di pasar, sangat penting bagi perusahaan mengembangkan keunggulan kompetitif berkelanjutan yaitu dengan menempatkan mereknya menjadi merek yang selalu dipilih konsumen. Keunggulan kompetitif berkelanjutan adalah membentuk brand awareness (kesadaran merek) yang baik dimata konsumen dan brand image (citra merek) yang baik dibenak konsumen. Brand awareness dan brand image yang baik akan membentuk kesan kualitas terhadap suatu merek yang pada akhirnya akan dapat menciptakan loyalitas konsumen terhadap merek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh brand awareness dan brand image terhadap loyalitas merek kartu Flexi Trendy, dan diharapkan dapat digunakan oleh PT Telkom Indonesia tbk. sebagai bahan masukan dan pertimbangan dalam usahanya melakukan pembangunan brand awareness dan brand image agar loyalitas konsumen terhadap merek kartu Flexi Trendy dapat terjaga bahkan meningkat. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner. Responden dari penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang pengguna kartu Flexi Trendy. Penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu regresi linier berganda dengan bantuan komputer melalui program SPSS 10.00 for Windows. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa: (1) Terdapat pengaruh langsung positif yang signifikan brand awareness terhadap loyalitas merek dengan nilai = 0,983; (2) Terdapat pengaruh langsung positif yang signifikan brand image terhadap loyalitas merek dengan nilai = 0,196; dan (3) Terdapat pengaruh langsung positif yang signifikan brand awreness dan brand image secara simultan terhadap loyalitas merek dengan nilai Fhitung = 2375,30 dengan tingkat signifikansi F = 0,000 dan nilai Adjusted R Square = 0,985, artinya loyalitas terhadap merek 98,5% dipengaruhi oleh brand awareness dan brand image, dan sisanya sebesar 1,5% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Saran yang bisa diberikan berkaitan dengan temuan yang diperoleh adalah: (1) Perlu adanya peningkatan hubungan jangka panjang antara perusahaan dengan pelanggan melalui pengadaan program acara hiburan khusus di televisi yang melibatkan pelanggan; (2) Perlu adanya inovasi terus menerus, sehingga kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi; (3) Perlu adanya peningkatan timbal balik antara perusahaan dengan pelanggan melalui pengembangan dan peningkatan kualitas layanan agar pelanggan merasa nyaman ketika memanfaatkan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan, sehingga harga yang dibayarkan oleh pelanggan sepadan dengan manfaat yang diperolehnya; (4) Perlu adanya peningkatan kepercayaan antara perusahaan dengan pelanggan melalui peningkatan kualitas dan layanan kartu Flexi Trendy, sehingga pelanggan semakin percaya terhadap kartu Flexi Trendy yang secara langsung juga meningkatkan kepercayaan terhadap PT Telkom Indonesia tbk.; dan (5) Peneliti berikutnya yang ingin melakukan penelitian lebih jauh tentang brand awareness dan brand image merek kartu Flexi Trendy pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang serta pengaruhnya terhadap loyalitas merek hendaknya tidak hanya menggunakan variabel dependen dan variabel independen yang sama dengan penelitian ini, tetapi dikembangkan menggunakan variabel lain di luar penelitian ini yaitu keputusan pembelian, kepuasan, perceived quality (persepsi kualitas), dan dimensi kualitas jasa yang relevan dengan tujuan penelitian.

Pemecahan masalah model polya untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas 2 SLTP dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi keliling dan luas lingkaran oleh Murni

 

Pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) di SMK Negeri Kelompok Pariwisata se Kota Denpasar / I Gede Sudiarta

 

ABSTRAK Sudiarta, I Gede. 2008. Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMK Negeri Kelompok Pariwisata Se Kota Denpasar. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Aisyah Larasati, S. T., M. T., M. I. M., (II) Dra. Wiwik Wahyuni, M. Pd. Kata kunci: Pelaksanaan, KTSP, Kurikulum. Departemen Pendidikan Nasional mengharapkan paling lambat tahun ajaran 2009/2010, semua sekolah telah mampu melaksanakan KTSP (Depdiknas, 2007). Dalam rangka mengetahui kondisi pelaksanaan KTSP di SMK Negeri Kelompok Pariwisata Se Kota Denpasar, maka perlu dilakukan suatu penelitian mengenai pelaksanaan KTSP ditinjau dari dimensi guru. Penelitian ini penting untuk dilaksanakan agar diperoleh deskripsi yang jelas mengenai pelaksanaan KTSP di SMK Negeri Kelompok Pariwisata Se Kota Denpasar, sehingga dapat dijadikan acuan bagi pihak sekolah dalam mempersiapkan pelaksanaan KTSP. Rancangan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan di SMK Negeri Kolompok Pariwisata Se Kota Denpasar. Variabel tersebut dijabarkan menjadi sub variabel sebagai berikut: (1) pengembangan silabus berdasarkan KTSP, (2) pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan KTSP, (3) pelaksanaan pembelajaran berdasarkan KTSP, dan (4) pelaksanaan kegiatan evaluasi berdasarkan KTSP. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan di SMK Negeri Kelompok Pariwisata yang membuka Program Studi Keahlian Restoran di Kota Denpasar. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru Program Studi Keahlian Restoran yang tersebar di tiga SMK. Jumlah guru yang dijadikan subjek penelitian adalah 25 orang. Penelitian ini mengunakan angket sebagai instrumen dalam pengumpulan data. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik persentase. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) 72% guru Program Keahlian Retoran sudah mengetahui dan paham mengenai format silabus KTSP, (2) Mayoritas guru guru mengembangkan silabus KTSP dengan cara membentuk team pengembangan silabus KTSP pada tingkat program keahlian dengan persentase 60%, (3) 52% guru Program Keahlian Restoran memiliki peran yang penting dalam mengembangkan silabus berdasarkan KTSP, (4) 52% guru Program Keahlian Restoran sudah melaksanakan 7 langkah dalam mengembangkan silabus berdasarkan KTSP, (5) 44% guru Program Keahlian Restoran menyatakan bahwa silabus yang telah disusun sudah sesuai dengan pedoman silabus berdasarkan KTSP, (6) 20% atau 5 orang guru saja yang tidak mengalami hambatan atau kesulitan dalam mengembangkan silabus berdasarkan KTSP. 80% atau 20 guru lainnya masuk ke dalam kategori mengalami masalah dengan berbagai tingkatannya, (7) komponen penentuan alokasi waktu dan mengidentifikasi standar kompetensi menjadi kompetensi dasar adalah komponen kesulitan tertinggi yang dialami guru dalam mengembangkan silabus berdasarkan KTSP dengan persentase 90% dan 60%, (8) 48% guru Program Keahlian Restoran menyatakan mengetahui dan paham mengenai format RPP berdasarkan KTSP, (9) langkah-langkah pengembangan RPP berdasarkan KTSP yang sudah dilaksanakan para guru Program Keahlian Restoran termasuk dalam kategori optimal dengan persentase 64%, (10) 44% guru Program Keahlian Restoran sudah menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai dengan RPP berdasarkan KTSP, (11) guru Program Keahlian Restoran cukup mengalami kesulitan dalam pengembangan RPP berdasarkan KTSP, (12) intensitas pelaksanaan pre test yang dilakukan oleh para guru Program Keahlian Restoran adalah kurang optimal karena hanya 24% guru yang selalu melakukan pre test setiap memulai suatu pembentukan kompetensi, (13) Mayoritas guru menyatakan sudah melaksanakan proses pembentukan kompetensi sesuai dengan KTSP, tetapi belum optimal dengan persentase 40%, (14) 48% guru selalu melaksanakan post test, (15) tingkat kesesuaian prosedur evaluasi berdasarkan KTSP yang dikembangkan oleh para guru adalah kurang optimal, karena hanya 36% saja guru yang mengembangkan prosedur evaluasi sesuai dengan amanat KTSP, (16) 40% guru sudah menerapkan semua teknik penilaian. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa secara umum pelaksanaan KTSP di SMK Negeri Se Kota Denpasar masih belum optimal karena masih banyak guru yang mengalami hambatan-hambatan dalam proses pengembangan silabus dan RPP, proses pelaksanaan pembelajaran, dan pengembangan kegiatan evaluasi dengan berbagai tingkatan.

Tuturan kepala SMP Negeri dalam rapat dinas oleh Matrawi

 

Indeks amilolitik bakteri yang diisolasi dari limbah cair pabrik gula Modjopanggoong Tulungagung / Heni Widyawati

 

Gula merupakan komponen pangan yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat. Aktivitas produksi yang dilakukan oleh pabrik gula tidak terlepas dari limbah padat, cair, dan gas. Limbah cair yang dibuang langsung ke perairan akan menimbulkan berbagai masalah lingkungan dan berbagai penyakit. Hal tersebut karena dalam limbah banyak terkandung bahan anorganik maupun organik termasuk amilum. Amilum dapat diuraikan dengan bantuan enzim amilase yang dihasilkan oleh bakteri amilolitik menjadi molekul yang lebih sederhana. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh BPPT membuktikan bahwa limbah industri justru bisa menghasilkan nilai ekonomis yang tinggi, yaitu menghasilkan enzim yang bersifat komersial, salah satu diantaranya adalah enzim amilase. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui perbedaan indeks amilolitik bakteri, 2) mengetahui indeks amilolitik bakteri yang memiliki potensi terbesar dalam menghidrolisis amilum, dan 3) mengetahui spesies bakteri amilolitik yang memiliki indeks amilolitik terbesar dalam menghidrolisis amilum yang diisolasi dari limbah cair pabrik gula Modjopanggoong Tulungagung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2008 di Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif eksploratif, yang dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Isolat bakteri amilolitik yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 9 isolat dengan kode A, I, J, K, M, Ax, Cx, Hx, dan Ix.yang diperoleh sebelumnya melalui kegiatan PKL (Praktek Kerja Lapangan). Masing-masing isolat kemudian dihitung indeks amilolitiknya. Diantara kesembilan isolat bakteri amilolitik, diambil 3 isolat yang memiliki indeks amilolitik terbesar berdasarkan uji ANAVA (Analisis Varian) Tunggal, yang bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan kemampuan bakteri amilolitik dalam menghidrolisis amilum, yang dilanjutkan dengan uji BNT 5% dengan tujuan untuk mengetahui bakteri amilolitik yang berpotensi terbesar dalam menghidrolisis amilum. Ketiga isolat bakteri amilolitik yang memiliki indeks amilolitik terbesar, kemudian diidentifikasi pada tingkat spesies dengan menggunakan Microbact TM GNB 12A/B/E, 24E dan Microbact 24E (12E/ 12A+12B) Identification Kits. Hasil dari penelitian adalah 1) Ada perbedaan indeks amilolitik bakteri yang diisolasi dari limbah cair pabrik gula Modjopanggoong Tulungagung, 2) indeks amilolitik bakteri yang berpotensi terbesar dalam menghidrolisis amilum adalah bakteri kode I sebesar 6, 263; bakteri kode J sebesar 3, 275; dan bakteri kode K sebesar 2, 417; 3) Spesies bakteri amilolitik yang memiliki indeks amilolitik terbesar adalah isolat bakteri I adalah Actinobacillus sp., isolat bakteri J adalah Pseudomonas stutzeri, dan isolat bakteri K adalah Bacillus cereus.

Pengembangan program bimbingan dan dan konseling di Universitas Slamet Riyadi Surakarta / Agustinus Roedy Koesdyantho

 

Latar belakang dilaksanakannya penelitian pengembangan ini dikarenakan belum adanya program bimbingan di Universitas Slamet Riyadi Surakarta yang dilaksanakan berdasarkan penilaian kebutuhan mahasiswa. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan naskah akademik Program bimbingan dan konseling dan buku panduan pelaksanaan program bimbingan dan konseling di Universitas Slamet Riyadi Surakarta, yang dirancang berdasarkan hasil penilaian kebutuhan mahasiswa. Secara prosedural, langkah-langkah pengembangan program bimbingan dan konseling terbagai menjadi tiga tahap. Tahap pertama, persiapan, tahap kedua, pengembangan, dan tahap ketiga, penilaian. Ketiga tahap itu meliputi langkah-langkah: (1) melakukan penilaian kebutuhan dan menetapkan prioritas kebutuhan, (2) merumuskan tujuan umum program, (3) merumuskan tujuan khusus program, (4) menyusun materi program, (5) mengembangkan buku panduan pelaksanaan program, (6) menyusun strategi evaluasi pelaksanaan program, (7) penilaian produk, dan (8) revisi produk. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 254 responden yang merupakan wakil dari enam fakultas dilingkungan Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Teknik pengambilan sampel digunakan Stratified Proporsional Sampling. Analisis data dilakukan berdasarkan hasil jawaban angket dengan teknik analisis deskriptif dengan cara mencari rerata hitung, kemudian di prosentasekan untuk pilihan kebutuhan dalam butir angket. Untuk kategori kebutuhan diklasifikasikan dalam tiga kelompok intensitas dan dianalisis dengan menggunakan distribusi frekuensi berkelas. Hasil penelitian pengembangan ini berupa dua jenis produk, yaitu naskah akademik program bimbingan dan konseling, dan buku panduan pelaksanaan program bimbingan yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan melalui prosedur pengembangan. Naskah akademik meliputi: definisi, rasional, asumsi-asumsi, kurikulum bimbingan, perencanaan individual, layanan responsif, dan pendukung sistem. Buku panduan pelaksanaan program meliputi: pendahuluan, tujuan umum program, tujuan khusus program, strategi pelaksanaan program, organisasi dan model bimbingan. Kesimpulan dari hasil penelitian pengembangan ini ternyata naskah akademik program bimbingan dan konseling maupum pedoman pelaksanaannya dinyatakan layak baik dari aspek isi maupun rancangan programnya. Dinyatakan layak karena sudah di perbaiki, berdasarkan saran, catatan dari ahli bimbingan dan konseling maupun dari ahli rancangan program. Oleh karena itu, produk pengembangan ini dipandang layak dan memenuhi syarat untuk dipakai sebagai dasar melaksanakan program bimbingan dan konseling di Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Saran-saran setelah di hasilkan naskah akademik program bimbingan dan konseling dan buku panduan pelaksanaan program ada tiga hal yaitu; (1) saran pemanfaatan, dalam hal ini konselor harus menguasai topik-topik bimbingan khususnya yang sangat dibutuhkan mahasiswa, harus ada sosialisasi naskah akademik dan panduan pelaksanaan program di lingkungan Universitas Slamet Riyadi Surakarta, memanfaatkan fasilitas dan media bimbingan. (2) saran diseminasi, produk pengembangan in dapat dimanfaatkan oleh pihak luar Universitas Slamet Riyadi dengan penyesuaian yang di pandang perlu dan disesuaikan dengan penilaian kebutuhan setempat. (3) saran pengembangan produk lanjutan, bagi pengembang lebih lanjut dapat menambahkan obyek penilaian kebutuhan, uji kelompok kecil dan kelompok besar serta pengembangan lebih luas dan mendalam terhadap topik-topik tertentu.

Persepsi santri terhadap kenyamanan tata ruang pada bangunan Pondok Pesantrean / Yuli Murdiantoro

 

Pondok pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan di Indonesia yang penting keberadaannya. Pesantren mendapat respon yang positif dari masyarakat karena pesantren telah banyak mendidik masyarakat yang beriman, berilmu, dan terampil. Oleh karena itu pondok pesantren harus memiliki kenyamanan batiniah ataupun lahiriah yang dapat dilihat dari kenyamanan tata ruang pada bangunan pondok pesantrennya. Kenyamanan tata ruang pada bangunan pondok pesantren ini meliputi pencapaian ke bangunan, pintu masuk ke dalam bangunan, konfigurasi jalur/jalan, bentuk ruang sirkulasi, fungsi ruang, organisasi ruang, dan penataan lahan. Kondisi nyaman atau tidak nyamannya tata ruang pada bangunan pondok pesantren dapat dirasakan langsung oleh santri/pengguna yang diungkapkan dengan persepsi mereka. Sistem persepsi yang berpengaruh untuk menilai kenyamanan tata ruang pada bangunan pondok pesantren adalah sistem penglihatan, sistem pendengaran, sistem cita rasa, sistem peraba, dan sistem orientasi dasar. Penelitian ini dilaksanakan di pondok pesantren An-nur II (khalafiyah) dan pondok pesantren Roudlatul Muhsinin (salafiyah). Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data mengenai persepsi santri terhadap kenyamanan tata ruang pada bengunan pondok pesantren. Rancangan penelitian yang di gunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dalam bentuk survei dan kuisioner. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa di pondok pesantren An-nur II (khalafiyah) pada setiap dimensi kenyamanan tata ruangnya rata-rata adalah nyaman dan sistem persepsi yang banyak berperan yaitu sistem penglihatan. Di pondok pesantren Roudlatul Muhsinin (salafiyah) pada setiap dimensi kenyamanan tata ruangnya rata-rata adalah nyaman dan sistem persepsi yang banyak berperan yaitu sistem orientasi dasar. Perbedaan peran sistem persepsi ini dikarenakan kondisi lingkungan di masing-masing pondok pesantren yang berbeda. Di pondok pesantren An-nur II (khalafiyah) terdapat lingkungan yang tertata baik dari segi keindahannya sehingga sistem persepsi yang banyak berperan adalah sistem penglihatan. Sedangkan lingkungan di pondok pesantren Roudlatul Muhsinin (salafiyah) cukup sederhana sehingga sistem persepsi yang banyak berperan adalah sistim orientasi dasar.

Pengaruh penerapan model pengembangan self-science terhadap kecerdasan emosional siswa sekolah menengah pertama / Musa Sukardi

 

Remaja di Indonesia, sebagai generasi sekarang, banyak yang mengalami kesulitan secara emosional. Kemerosotan emosi ini berdasarkan hasil pengamatan dan penelitian disebabkan oleh kurangnya perhatian keluarga, sekolah, dan masyarakat. Perilaku sosial emosional yang muncul berupa perilaku kesepian dan pemurung, perilaku beringas dan kasar, perilaku rendahnya sopan santun, perilaku cemas dan gugup, dan perilaku impulsif, yang dilakukan remaja dan anak-anak. Kondisi ini menyiratkan betapa pentingnya aspek emosi dan sosial dikembangkan kepada siswa khususnya siswa sekolah menengah pertama yang berada pada kelompok usia remaja awal. Pada usia sekolah menengah pertama ini, para siswa sedang mencari identitas diri yang seringkali menimbulkan problem-problem emosional. Apabila problem emosi ini berlarut-larut tanpa teratasi dengan baik maka dapat berakibat terganggunya aktivitas siswa sebagai pelajar dan anggota masyarakat. Problem emosi siswa-siswa ini diduga karena meraka tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang perkembangan emosi dan keterampilan mengembangkan emosi. Pembelajaran emosi dapat diberikan melalui berbagai kegiatan baik di sekolah maupun di luar sekolah. Di sekolah, pengembangan emosi dapat diberikan melalui program bimbingan dan konseling. Penerapan model pengembangan self-science merupakan salah satu solusi stimulasi untuk mengembangkan kecerdasan emosional. Penerapan model pengembangan self-science ini dapat dilakukan dalam kegiatan layanan bimbingan di kelas maupun di luar kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pengembangan self-science dapat meningkatkan kecerdasan emosional siswa. Tujuan tersebut dirinci menjadi tujuan khusus yaitu menguji: (1) perbedaan hasil kecerdasan emosional siswa sebelum dan sesudah perlakuan penerapan model pengembangan self-science, dan (2) perbedaan hasil kecerdasan emosional pada siswa yang diberi perlakuan model pengembangan self-science dan pada siswa yang diberi pembelajaran atau pengembangan sebagaimana biasanya. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi eksperimen nonequivalent control group design. Tempat penelitian dilakukan di SMP Negeri 17 Malang. Subyek penelitian dipilih dua kelas. Satu kelas dijadikan kelompok eksperimen dan satu kelas yang lain dijadikan kelompok kontrol. Subyek penelitian berjumlah 40 siswa pada kelas eksperimen dan 40 siswa pada kelas kontrol. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan menerapkan model pengembangan self-science dan pembelajaran sebagaimana biasanya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala penilaian kecerdasan emosional. Instrumen skala penilaian kecerdasan emosional terdiri dari 28 butir pernyataan yang sudah diuji dengan sumatted rating dengan bobot 1 sampai 4, uji reliabilitas dan analisis faktor. Teknik analisis data dilakukan dengan statistik Anova/Ancova. Pengujian hipotesis data dilakukan dengan menggunakan SPSS 11.0 for windows. Analisis data menghasilkan temuan penelitian sebagai berikut: pertama, penerapan model pengembangan self-science efektif dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa sekolah menengah pertama. Kedua, ada perbedaan kecerdasan emosional pada siswa yang diberi model pengembangan self-science dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran sebagaimana biasanya. Model pengembangan self-science secara signifikan memberi pengaruh yang lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran sebagaimana biasanya terhadap kecerdasan emosional siswa sekolah menengah pertama. Nilai rerata kecerdasan emosional siswa sesudah mendapatkan perlakuan model pengembangan self-science lebih tinggi daripada nilai rerata sebelum perlakuan dengan selisih rerata sebesar 10,03. Sedangkan pada siswa yang mendapatkan pembelajaran sebagaimana biasanya terjadi kenaikan hasil kecerdasan emosional sebesar 4,075. Dari hasil pengujian komparasi perbedaan rerata hasil pos-tes kecerdasan emosional siswa menunjukkan bahwa kecerdasan emosional siswa yang mendapat perlakuan model pengembangan self-science lebih tinggi dibanding hasil kecerdasan emosional siswa yang mendapatkan pembelajaran sebagaimana biasanya. Berdasarkan temuan penelitian dapat dikemukakan saran-saran yaitu yang berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan pra dan atau dalam jabatan konselor, disarankan agar lembaga pendidik konselor dapat mengembangkan kompetensi calon konselor atau konselor dengan pengetahuan tentang self-science baik secara terpadu pada matakuliah lainnya ataupun menjadi matakuliah sendiri. Konselor perlu mengembangkan kemampuan akademik dan personalnya dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan tentang model-model pengembangan diri sehingga dapat merancang dan mengimplementasikan program bimbingan dan konseling di sekolah. Untuk meningkatkan dan mengembangan kecerdasan emosional siswa, konselor sekolah diharapkan dapat menerapkan pelatihan atau pengembangan self-science ini di semua kelas pada sekolah menengah pertama dalam konteks layanan bimbingan dan konseling di sekolah.

Rancang bangun alat bantu menanam kedelai / Hendrik Okta S, Hari Firmansyah

 

Kondisi geografis Indonesia yang beriklim tropis menyebabkan tanah di Indonesia sangat subur sehingga cocok untuk bidang pertanian. Penduduk Indonesia ±41,78 mengandalkan pertanian sebagai sumber penghasilan. Terutama di pulau jawa petani bercocok tanam padi dan palawija, mereka masih mengandalkan cara-cara tradisional untuk mengolah lahannya terlebih dalam bercocok tanam palawija seperti kedelai. Dalam bercocok tanam kedelai mereka menggunakan batang pohon yang ujungnya di raut untuk melubangi tanah tempat kedelai ditanam. Satu orang bertugas melubangi tanah dan satu lagi bertugas memasukkan kedelai kedalam lubang tersebut. Cara ini kurang efektif karena selain memakan waktu juga membutuhkan pekerja lebih dari satu hingga dapat dipastikan beban biaya yang dikeluarkan pemilik lahan untuk membayar upah buruh sangat besar, belum terhitung untuk biaya pembelian pupuk dan obat-obatan tanaman. Berangkat dari permasalahan di atas Penyusun dalam Laporan Tugas Akhir yang berjudul “ Rancang Bangun Alat Menanam Kedelai “ berusaha menuangkan ide untuk membuat alat Bantu penanam kedelai yang di harapkan dapat meringankan beban petani. Alat ini berfungsi untuk melubangi tanah sekaligus memasukkan benih kedelai kedalam lubang tersebut sehingga tidak lagi dibutuhkan buruh yang banyak untuk menanam kedelai dan petani dapat menghemat biaya pengeluaran untuk membayar upah buruh.

Pengembangan paket pembelajaran mata kuliah bahasa Inggris teknik 1 dengan pendekatan kontekstualisme fungsional: materi ESP (English for Specific Purpose) untuk mahasiswa Teknik Mesin Politeknik Negeri Ambon / Meiti Leatemia

 

Pendidikan Politeknik merupakan pendidikan profesional yang diarahkan pada kesiapan penerapan keahlian tertentu. Sistem dan penyelenggaraan pendidikan mengacuh pada kurikulum nasional program Diploma 3.Dalam perkembangannya, kurikulum Politeknik disesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan masyarakat maupun pemakai jasa. Bahasa Inggris merupakan bahasa global, bahasa yang digunakan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu prasyarat utama dalam memasuki industri atau pasar kerja adalah penguasaan bahasa Inggris. Umumnya di Indonesia bahasa Inggris dibelajarkan dalam konteks bahasa asing. Bahasa Inggris teknik I merupakan mata kuliah yang diberikan untuk setiap program studi pada jurusan rekayasa di Politeknik Kenyataan di lapangan menunjukan bahwa output lulusan Politeknik tidak dapat menggunakan bahasa Inggris teknik dalam bidangnya di industri. Hal ini dikarnakan karena 1) kurang tersedianya materi-materi bahan ajar bahasa Inggris teknik yang relevan dengan pengetahuan dasar maupun pengetahuan praktis teknik mesin baik di bengkel maupun di industri, 2) materi-materi yang digunakan dalam buku ajar kurang menarik , 3) Dosen bahasa Inggris kurang kreatif dan kurang tepat dalam memilih materi maupun merancang buku ajar yang digunakan, 4)tidak mempertimbangkan pendekatan psikologi dan metodologi pembelajaran maupun kharakteristik pebelajar. Berdasarkan berbagai permasalahan tersebut, maka penulis mencoba menggunakan pendekatan kontektualisme fungsional dalam memilih materi-materi buku ajar bahasa Inggris Teknik I agar lebih bermakna bagi pebelajar dengan lingkungan belajar teknik mesin sedangkan pengembangannya menggunakan model Dick,Carey, Carey. Produk pengembangan yang dihasikan berbentuk paket pengembangan tektual yakni (1) buku ajar, (2) panduan dosen dan (3) panduan mahasiswa.Tujuan pengembangan agar pebelajar dapat meningkatkan kualitas hasil belajar bahasa Inggris teknik I dan menggunakannya di lapangan pekerjaan (market place). Hasil uji coba produk diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan dalam penggunaan produk sebagai sumber belajar maupun sebagai reference dalam kajian-kajian teori yang berhubungan dengan penelitian pengembangan bidang ET/IT. Setelah melakukan revisi berdasarkan angket penilaian , hasil wawancara maupun diskusi dengan para Ahli isi maupun Ahli media dan racangan pembelajaran maka produk pembelajaran tersebut diujicobakan. Penilitian pengembangan ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Ambon. Mahasiswa teknik mesin yang dijadikan subjek coba dalam penelitian ini yakni 3 orang mahasiswa untuk uji coba perorangan, 8 orang mahasiswa untuk uji kelompok kecil, uji lapangan adalah 1 orang dosen bahasa Inggris dan 15 orang mahasiswa teknik mesin . Penelitian pengembangan ini menggunakan angket skala 5 sebagai instrumen dalam pengumpulan data. Setelah diujicobakan pada tahap uji perorangan , hasil menunjukan bahwa produk buku ajar dan panduan mahasiswa perlu direvisi baik menyangkut kesalahan ketik, kesalahan penggunaan huruf basar/ huruf kecil, kesalahan penggunaan tanda baca dan sebagainya. Dari hasil uji coba kelompok kecil, maka didapati bahwa produk paket pembelajaran khususnya buku ajar rerata mencapai 89,25 % dan produk panduan mahasiswa mencapai 89,25 % , keduanya dinyatakan baik tingkat kualifikasinya. Hasil uji coba lapangan, dari 1 responden yakni dosen bidang studi menyatakan rerata pencapaian produk buku ajar 93,33 % dinyatakan sangat baik , panduan dosen 83,75 % dinyatakan baik, dan panduan mahasiswa 83,33 % dinyatakan baik. Dari hasil angket 15 responden ditemukan bahwa rerata panduan mahasiswa mencapai 90,06 % dan produk buku ajar mencapai 93,32 % kedua produk ini dinyatakan sangat baik tingkat kualifikasi. Untuk melihat efektifnya penggunaan produk buku ajar dilapangan, peneliti melakukan pre-test sebelum melakukan perlakuan kegiatan pembelajaran selama 3 kali pertemuan dan diakhiri dengan pemberian post-test. Berdasarkan data hasil pre-test dan post-test tersebut maka dilakukan analisa parametrik dengan menggunakan uji t untuk dua sampel berhubungan dengan menggunakan bantuan program komputer SPPS 13. Dari hasil uji –t ditemukan bahwa hasil belajar sesudah menggunakan paket pembelajaran lebih baik dari sebelum. Maka dapatlah disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar mahasiswa sesudah menggunakan paket pembelajaran bahasa Inggris teknik I.dibandingkan dengan sebelum menggunakan produk pembelajaran. Dengan demikian penggunaan produk paket pembelajaran bahasa Inggris teknik I dengan pendekatan kontektualisme fungsional ini lebih efektif untuk meningkatkan kualitas hasil belajar bahasa Inggris teknik I mahasiswa teknik mesin. Beberapa saran yang diajukan diperkirakan dapat meningkatkan presentase dan kualitas pemanfaatan produk adalah saran (1) pemanfaatan produk, (2) desiminasi produk, (3) dan kelanjutan pengembangan produk.

Minat berwirausaha siswa kelas III Program Keahlian Teknik Permesinan pada SMK di Kabupaten Nganjuk dengan prediktor sikap mandiri, lingkungan pergaulan, prestasi kewirausahaan, dan kemampuan kejujuran / Anjar Surasa

 

ABSTRAK Surasa, Anjar. 2008. Minat Berwirausaha Siswa Kelas III Program Keahlian Teknik Pemesinan Pada SMK Di Kabupaten Nganjuk dengan Prediktor Sikap Mandiri, Lingkungan Pergaulan, Prestasi Kewirausahaan, dan Kemampuan Kejuruan. Tesis, Program Studi Pendidikan Kejuruan PPS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Ahmad Sonhadji K.H., M.A., Ph.D dan (2) Drs. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T. Kata kunci: Sikap mandiri, lingkungan pergaulan, prestasi kewirausahaan, dan kemampuan kejuruan, serta minat berwirausaha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecenderungan siswa SMK kelas III Program Keahlian Teknik Pemesinan di Kabupaten Nganjuk terhadap minat berwirausaha. Dalam penelitian ini diajukan 5 hipotesis bertitik tolak dari kajian kepustakaan yang diprediksi mempengaruhi minat berwirausaha, yaitu; sikap mandiri, lingkungan pergaulan, prestasi kewirausahaan, dan kemampuan kejuruan. Populasi pada penelitian ini adalah siswa-siswa kelas III Program Keahlian Teknik Pemesinan di Kabupaten Nganjuk tahun pembelajaran 2007-2008. Jumlah populasi 480 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling sebesar 154 siswa. Pengumpulan data variabel dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Pengumpulan data variabel minat berwirausaha (Y), sikap mandiri (X1), dan lingkungan pergaulan (X2), dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Sedang untuk memperoleh data variabel prestasi kewirausahaan (X3), dan kemampuan kejuruan (X1), dipergunakan metode dokumentasi. Validitas item kuesioner dilakukan dengan menggunakan validitas internal dari rumus product moment. Untuk uji reliabelitas alat ukur menggunakan rumus koefisien Alpa. Hasil uji coba instrumen diperoleh besarnya nilai reliabelitas sebesar 0,895 untuk minat berwirausaha; 0,845 untuk sikap mandiri; dan 0,874 untuk lingkungan pergaulan. Analisis data digunakan analisis deskriptif, korelasi parsial dan regresi ganda 4 prediktor. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa sikap mandiri siswa memiliki kecenderungan 85,06% berada pada kategori sedang; lingkungan pergaulan berada pada kategori sedang sebesar 68,18%; prestasi kewirausahaan 79,87% berada pada kategori sedang; kemampuan kejuruan 89,64% berada pada kategori sedang; dan minat berwirausaha memiliki kecenderungan sebesar 55,20% pada kategori tinggi. Hasil analisis korelasi parsial menunjukkan adanya hubungan yang signifikan: (1) antara X1 dengan Y, dimana variabel X234 dikontrol (ry1.234 = 0,257); (2) antara X2 dengan Y, dimana variabel X134 dikontrol (ry2.134 = 0,391); (3) antara X3 dengan Y, dimana variabel X124 dikontrol (ry3.124 = 0,183); (4) antara X4 dengan Y, dimana variabel X123 dikontrol (ry4.123 = 0,128). Hasil analisis regresi ganda 4 prediktor menunjukan bahwa, terdapat hubungan yang signifikan antara X1, X2, X3, dan X4 secara bersama-sama dengan Y. Nilai koefisien Farian (F) sebesar 23,00 dengan signikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi R2 = 0,384; untuk X1 terhadap Y (r2 = 0,1099), untuk X2 terhadap Y (r2 = 0,1949), untuk X3 terhadap Y (r2 = 0,0474), dan untuk X4 terhadap Y (r2 = 0,0320). Dari lima hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, empat diantaranya dapat dibuktikan. Satu hipotesis yang tidak terbukti, yaitu; antara kemampuan kejuruan dengan minat berwirausaha, dimana hubungannya tidak signifikan. Empat hipotesis yang dapat dibuktikan, yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara: (1) sikap mandiri dengan minat berwirausaha; (2) lingkungan pergaulan dengan minat berwirausaha; (3) prestasi kewirausahaan dengan minat berwira-usaha, dan (4) 4 prediktor secara bersama dengan kriterium Y, yaitu; antara sikap mandiri, lingkungan pergaulan, prestasi kewirausahaan, dan kemampuan kejuruan memiliki hubungan yang signifikan terhadap minat berwirausaha, dengan per-samaan garis regresi: Y = 19,770 + 0,238X1 + 0,372 X2 + 0,154 X3 + 0,108 X4.

Derajat keterpenuhan alat ukur yang tersedia pada Program Keahlian Mekanik Otomotif terhadap yang dipersyaratkan KTSP SMK Negeri 5 Balikpapan / M. Isa Anshory

 

Pada saat ini negara kita masih termasuk dalam kelompok negara-negara yang sedang berkembang, namun demikian kegiatan-kegiatan usaha khususnya pada sektor industri relatif pesat perkembangannya. Pada kondisi yang demikian maka dibutuhkan banyak tenaga kerja, terutama sumberdaya manusia pada level menengah. Hingga sampai saat ini untuk memenuhi kebutuhan tersebut ini sangat diharapkan lulusan dari sekolah menengah kejuruan/teknologi. Ini sesuai dengan keberadaan sekolah-sekolah tersebut yang bertujuan untuk mempersiapkan siswa memasuki dunia kerja, mengembangkan sikap profesional, mampu memilih karir atau mampu berkompetisi serta mengembangkan diri, dan menyiapkan tenaga kerja tingkat menengah guna mengisi kebutuhan Dunia Usaha dan Industri pada saat ini maupun dimasa mendatang, menyiapkan warga negara yang produktif, adaptif dan kreatif (Kurikulum SMK 1999:3-4) Seperti dikemukakan diatas sekolah kejuruan/teknologi sebenarnya untuk mendukung dunia usaha/sektor swasta, namun hal tersebut belum dapat sepenuhnya terwujud. Kualitas pendidikan di negara kita khususnya pendidikan kejuruan/teknologi secara umum masih rendah. Berbagai masalah klasik yang terjadi seperti kurangnya tenaga guru yang sesuai dengan bidangnya, rendahnya motivasi guru dengan alasan kesejahteraan, rendahnya motivasi siswa yang masuk kesekolah kejuruan teknologi karena tidak mampu melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi sebagaimana halnya apabila bersekolah di sekolah non kejuruan, dan yang paling dominan adalah sangat minimnya fasilitas pendukung kegiatan pembelajaran produktif, menyebabkan hal itu terjadi. Sementara di luar dunia pendidikan terjadi perkembangan yang pesat di bidang informasi dan teknologi. Kemajuan teknologi serta fasilitas/peralatan kerja yang dimiliki Dunia Usaha dan Industri semakin canggih. Untuk mendukung segala aktivitas di lingkungan kerja pada sektor industri, sangat dibutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi tinggi dan spesialisasi selain memiliki etos kerja yang baik/shoft skill. Tanpa sumberdaya yang kompeten sesuai dengan kebutuhan untuk menjamin dan memastikan agar setiap kegiatan usaha tetap dapat bertahan maka kemandegan dan bahkan hancurnya sebuah satu badan usaha menjadi keniscayaan.

Pengaruh sikap konsumen terhadap keputusan terhadap keputusan pembelian minuman merk Aqua berkaitan dengan penerapan program CSR (Corporate Social Responsibility); (Studi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negri Malang) / Pujo Lasmono

 

Memasuki tahun 1990-an, telah banyak perusahaan yang menyadari arti penting dari pertanggungjawaban sosial dan memasukkan tanggung jawab sosial dalam strategis bisnis mereka, bahkan tidak jarang perusahaan yang memasukkan tanggung jawab sosial ke dalam visi dan misi perusahaan. Pertanggungjawaban sosial ini lazim disebut sebagai Corporate Social Responsibility (CSR). CSR Merupakan suatu kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat luas dan lingkungan. Saat ini perusahaan yang menerapkan program CSR dalam penjualan produknya adalah Danone melalui pruduk minuman air mineral Aqua. Program CSR tersebut dinamakan program “Satu liter untuk sepuluh liter”. Program ini dihadirkan oleh Aqua berangkat dari inisiatif sosial Aqua yang ditujukan terutama untuk membantu meningkatkan kesejahteraan anak-anak melalui pengadaan air bersih dan penyuluhan hidup sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana sikap konsumen berkaitan dengan penerapan program CSR Aqua serta pengaruhnya terhadap keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini mempunyai dua variabel, yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah sikap konsumen berkaitan dengan penerapan program CSR Aqua yang mempunyai sub variabel 1) komponen kognitif pada sikap konsumen dan 2) komponen afektif pada sikap konsumen sedangkan variabel terikatnya adalah keputusan pembelian konsumen. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang yang pernah membeli produk Aqua kemasan botol ukuran 600 ml dan 1500 ml yang berlabel khusus. Dalam penelitian ini menggunakan 120 sampel yang penentuan jumlah sampelnya menggunakan rumus Daniel and Terrer Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda (multiple regression) dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS for Windows seri 13.0. hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) Konsumen bersikap positif dengan penerapan program CSR yang dilakukan oleh Aqua. 2) Komponen kognitif pada sikap konsumen mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen 3) komponen afektif pada sikap konsumen memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen 4) Sikap konsumen berkaitan dengan penerapan program CSR yang dilakukan Aqua berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen 5) Komponen kognitif pada sikap konsumen merupakan variabel yang dominan dalam mempengaruhi keputusan pembelian produk Aqua. Saran yang dapat dikemukakan berkaitan dengan temuan yang diperoleh selama penelitian adalah ditujukan kepada perusahaan Aqua agar perlu tetap mempertahankan dan mengembangkan program Corporate Social Responsibility dengan merancang program yang lebih baik lagi yang menyentuh kepentingan lebih banyak pihak Misalnya: dengan memberikan pelatihan-pelatihan khusus untuk masyarakat dalam mengelola air. Perusahaan harus memperhatikan juga mengenai pengolahan limbah plastik dari botol Aqua selain itu Aqua harus secara konsisten melaksanakan program penghijauan lingkungan disekitar daerah mata air. Saran ditujukan untuk konsumen, agar teliti dan berhati-hati apabila akan membeli produk Aqua. Saran ditujukan untuk peneliti yang tertarik untuk melanjutkan penelitian ini adalah agar meneliti pengaruh variabel lain seperti harga dan kualitas produk serta saluran distribusi minuman merek Aqua dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

Hubungan antara nilai ujian nasional matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris SLTP dengan keberhasilan praktik mekanik otomotif siswa kelas XII SMK Negeri 1 Balikpapan tahun pelajaran 2007-2008 / Heri Saptono

 

Pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris merupakan pelajaran yang paling sulit bagi sebagian siswa, hal ini dapat ditujukan dengan nilai ujian nasional (NUN). Sampai saat ini pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris masih menduduki posisi terendah bila dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain. Baik dalam nilai catur wulan maupun dalam nilai UNAS, dalam hal ini khususnya di SMK. Pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris sebagai salah satu pelajaran yang sangat menunjang dalam pelajaran kejuruan. Pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris merupakan tiga pelajaran yang saling berhubungan tidak bisa dipisahkan karena merupakan dasar dari semua perhitungan. Apalagi untuk sekolah kejuruan, kemampuan tersebut sangat diperlukan dan dominan sekali baik dalam pelajaran teori kejuruan maupun dalam pelajaran Praktik di SMK Teknologi khususnya. Tujuan penelitian ini adalah:(1)Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan nilai ujian nasional Matematika SLTP dengan keberhasilan praktik mekanik otomotif siswa kelas XII SMK Negeri I Balikpapan,(2) Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan nilai ujian nasional Bahasa Indonesia SLTP dengan keberhasilan praktik mekanik otomotif siswa kelas XII SMK Negeri I Balikpapan,(3)Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan nilai ujian nasional Bahasa Inggris SLTP dengan keberhasilan praktik mekanik otomotif siswa kelas XII SMK Negeri I Balikpapan,dan(4)Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan nilai ujian nasional Matematika,Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris SLTP secara bersama-sama dengan keberhasilan praktik mekanik otomotif siswa kelas XII SMK Negeri I Balikpapan. Rancangan penelitian ini termasuk deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII Bidang Keahlian Mekanik Otomotif SMK Negeri I Balikpapan Tahun Pelajaran 2007/2008 yang berjumlah 87 siswa yang terdiri dari 4 kelas. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 87 siswa. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: (1) Tidak ada hubungan antara nilai ujian nasional matematika SLTP dengan keberhasilan praktik mekanik otomotif siswa kelas XII SMK Negeri 1 Balikpapan tahun pelajaran 2007/2008, (2) Tidak ada hubungan antara nilai ujian nasional bahasa Indonesia SLTP dengan keberhasilan praktik mekanik otomotif siswa kelas XII SMK Negeri 1 Balikpapan tahun pelajaran 2007/2008, (3) Tidak ada hubungan antara nilai ujian nasional bahasa Inggris SLTP dengan keberhasilan praktik mekanik otomotif siswa kelas XII SMK Negeri 1 Balikpapan tahun pelajaran 2007/2008, dan (4) Tidak ada hubungan antara nilai ujian nasional matematika, nilai ujian nasional bahasa Indonesia, dan nilai ujian nasional bahasa Inggris SLTP dengan keberhasilan praktik mekanik otomotif siswa kelas XII SMK Negeri 1 Balikpapan tahun pelajaran 2007/2008. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka disarankan bahwa: (1) Dari hasil tes seleksi, perlu ditindaklanjuti dengan tes psikologis atau tes wawancara, sehingga dapat melacak motivasi, bakat, dan minat calon siswa untuk sekolah di SMK Negeri 1 Balikpapan, yang selanjutnya keberhasilan prestasi mekanik otomotif nantinya akan baik, (2) Pihak sekolah hendaknya memberikan sarana dan prasarana yang berkaitan dengan praktik mekanik otomotif sehingga mampu meningkatkan keberhasilan praktik mekanik otomotif siswa, dan(3)Hendaknya para siswa memaksimalkan proses kegiatan belajar, khususnya dalam mengikuti praktik mekanik otomotif sehingga mereka memiliki kompetensi yang baik untuk dijadikan sebagai bekal nantinya saat memasuki dunia kerja.

Studi tentang jenis-jenis pekerjaan pada pelaksanaan PSG siswa SMK Negeri 1 Balikpapan di Unit Produksi dan Industri / Tiyono

 

ABSTRAK Tiyono. 2008. Studi Tentang Jenis-Jenis Pekerjaan Pada Pelaksanaan PSG Siswa SMK Negeri I Balikpapan di Unit Produksi dan Industri. Skripsi. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd. Pembimbing (II) Drs. H. Yoto, S.T., M.M. kata kunci: Jenis-jenis Pekerjaan, Unit Produksi, Unit Industri Lulusan SMK diwajibkan memiliki sikap profesional, mampu beradaptasi dengan industri dan menjadi manusia kreatif dan produktif sehingga mampu mengisi lapangan kerja. Pendidikan Sistem Ganda (PSG) sudah berlangsung dalam bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian yang dipadukan secara singkron dan sistematis antara industri dengan sekolah, sehingga tamatan mengenal secara langsung jenis-jenis pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui pelaksanaan jenis pekerjaan PSG di Unit Produksi, (2) Untuk mengetahui pelaksanaan jenis pekerjaan PSG di Industri, dan (3) Untuk mengetahui apakah ada perbedaan pelaksanaan jenis pekerjaan PSG di Unit Produksi dengan Industri . Rancangan penelitian ini termasuk deskriptif. Adapun populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI sebanyak 36 siswa. Dalam hal ini yang menjadi sample adalah siswa yang melaksanakan jenis pekerjaan PSG di UP SMK Negeri 1 Balikpapan sebanyak 5 siswa, dan di industri sebanyak 5 siswa. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: (1) Pelaksanaan PSG di Unit Produksi SMK Negeri 1 Balikpapan adalah sebesar 71,74%, sedangkan jenis pekerjaan yang tidak terlaksana dalam PSG di Unit Produksi SMK Negeri 1 Balikpapan adalah sebesar 28,26%, (2) Pelaksanaan PSG di Unit Industri SMK Negeri 1 Balikpapan adalah sebesar 84%, sedangkan jenis pekerjaan yang tidak terlaksana dalam PSG di Unit Industri SMK Negeri 1 Balikpapan adalah sebesar 16%, dan (3) Prosentase pelaksanaan PSG di Unit Produksi lebih besar dibandingkan dengan prosentase pelaksanaan PSG di Unit Industri, dengan perbedaan sebesar 10,29%. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka disarankan bahwa: (1) Untuk meningkatkan pemahaman konsep PSG, siswa harus mempunyai motivasi dan keinginan yang kuat untuk mempelajari materi dan permasalahan PSG, (2) Siswa hendaknya lebih giat dalam mengulang kembali pelatihan yang telah diberikan oleh Unit Produksi maupun Unit Industri, dan Guru dan instruktur harus memiliki keinginan yang kuat untuk memahami tugas-tugas yang harus dilakukan dalam memberikan bimbingan kepada siswa PSG untuk melaksanakan tugas bimbingan, serta sikap yang positif terhadap pelaksanaan PSG.

Penerapan pembelajaran kooperatif model numbered heads together (NHT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas X.1 SMA Shalahuddin Malang / Berlian Masittah

 

ABSTRAK Masittah, Berlian. 2008. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X.1 SMA Shalahuddin Malang . Skripsi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universit as Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sarwono, M.Pd (II) Balqis, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: Pembelajaran Koopertif model Numbered Heads Together, motivasi belajar, hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi peneliti pada tanggal 7 November 2007 sampai 6 Februari 2008 di kelas X.1 SMA Shalahuddin Malang, diperoleh data bahwa pola pembelajaran terpusat pada guru ( teacher centered). Metode ceramah yang digunakan di kelas kurang menarik minat belajar siswa karena siswa kurang terlibat secara maksimal dalam pembelajaran.Pelaksanaan praktikum yang kurang efektif juga menyebabkan kurangnya tanggung jawab siswa dalam kelompok. Hal tersebut menyebabkan rendahnya motivasi siswa untuk belajar Biologi, yang berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa (hanya 36,66% tunt as belajar). Dalam rangka meningkatkan motivasi belajar Biologi demi tercapainya proses pembelajaran yang lebih baik maka dilakukan penelitian yang berjudul “Penerapan Pembelajaran Koopertif Model Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X.1 SMA Shalahuddin Malang”. Model NHT ini memiliki prosedur yang ditetapkan untuk memberi waktu kepada siswa lebih banyak berpikir, menjawab dan saling berkomunikasi atau bekerjasama antar anggota kelompok. Penerapan Model NHT ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa kelas X.1 SMU Shalahuddin Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan pokok bahasan Kingdom Plan tae. Peneliti berperan sebagai perancang dan pelaksana kegiatan, pengumpul dan penganalisis data serta penyusun hasil penelitian. Data dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa yang diperoleh dari lembar observasi motivasi dan hasil belajar siswa yang diperoleh dari tes tiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model NHT: (1) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sebesar 10% dari 57,77% pada siklus I menjadi 67,77% pada siklus II; (2) dapat meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 26,66% dari 23,33% siswa tuntas belajar pada siklus I menjadi 50% siswa tuntas belajar pada siklus II. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran koopertif model NHT dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa kelas X.1 SMA Shalahuddin Malang Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka penulis mengharapkan bahwa pembelajaran koopertif dapat dilaksanakan di kelas dengan menggunakan variasi model atau metode pada berbagai pokok bahasan dan pada bidang studi yang lain. i

Pembelajaran dengan open ended untuk meningkatkan pemahaman keliling dan luas persegi panjang pada siswa kelas III SDN 1 Bukit Tunggal Kota Palangka Raya / Halimah Jumiati

 

Berdasarkan hasil observasi, angket siswa, melalui wawancara kepada guru dan siswa, menunjukkan siswa mengalami kesulitan memahami materi keliling dan luas persegi panjang dengan benar. Disebabkan pembelajaran masih konvensional berpusat pada guru. Guru membuat soal hanya meminta jawaban tunggal dan alat manipulasi kurang tepat. Padahal membelajarkan matematika menekankan pada pengkonstruksian pengalaman. Agar siswa memiliki kemampuan dasar dapat memecahkan masalah. Sebagai salah satu alternatif pembelajaran keliling dan luas persegi panjang dengan open ended melalui LKS dengan solusi jawaban tidak tunggal atau banyak jawaban yang benar. Siswa dilatih berpikir kritis dan kreatif. Maka perlu penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian; (1) Mendeskripsikan pembelajaran dengan open ended untuk meningkatkan pemahaman keliling dan luas persegi panjang.(2) Respons siswa terhadap pembelajaran dengan open ended. Pelaksanaan pembelajaran dengan open ended yang dilakukan peneliti untuk mengkonstruksi pemahaman siswa, yaitu; (1) Mengajukan LKS permasalahan terbuka dan alat manipulasi (2) Mengatur pembelajaran dengan diskusi kelompok/ klasikal membantu pemerosesan pemahaman siswa. Siswa dilatih berpikir kritis dan kreatitif. (3) Mencatat respons siswa menyakut aktivitas interaksi sosial selama pembelajaran berlangsung (4) Membuat ringkasan pelajaran. Keempat langkah tersebut dituangkan dalam RPP sebagai acuan pelaksanaan pembelajaran ada 3 tahapan yaitu; Tahap awal mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran dengan membentuk kelompok. Tahap inti membantu pemahaman siswa melalui LKS kelompok dan praktek langsung. Pada siklus I, siswa membuat persegi panjang dari karet, tali dan persegi satuan. Pada siklus II siswa membuat persegi panjang dengan menyusun beberapa batang sedotan, beberapa persegi satuan. ditujukkan untuk memahami keliling. Untuk memahami luas persegi panjang. Siswa menyusun beberapa persegi hingga menutupi persegipanjang hanya satu siklus. Jawaban LKS kelompok merupakan kesepakatan. Melalui diskusi klasikal saling memperkuat pemahamanan. Tahap akhir mengadakan evaluasi dengan mengajukkan permasalahan terbuka untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran. Respon siswa sangat diperlukan oleh peneliti. Ditujukan untuk menjaring data yang akurat mengenai aktivitas siswa. Peneliti memotivasi siswa selama mengikuti pembelajaran diamati oleh 2 pengamat. Intervensi penelitian melibatkan aktivitas siswa melalui LKS kelompok dan berdiskusi mempraktikkan membentuk persegi panjang disertai diskusi klasikal membantu pemahaman siswa. Sehingga siswa dapat memahami menemukan rumusan keliling dan luas. Data hasil observasi, angket siswa dan wawancara diolah dengan perolehan (a)Hasil LKS individu pemahaman siswa meningkat terhadap keliling persegi panjang. Siklus I keberhasilan hanya 70 % dari seluruh siswa, nilai rata rata 7,4 belum berhasil. Siklus II pemahaman siswa meningkat terhadap keliling persegi panjang keberhasilan 100% dari seluruh siswa, nilai rata rata 9,4. Pemahaman siswa terhadap luas persegi panjang semakin meningkat. keberhasilan 99 % dari keseluruhan siswa, nilai rata-rata 9,8. (b) Hasil observasi penelitian menunjukkan siswa menjadi berpengalaman dan mengerti setelah mengikuti pembelajaran pada katagori sangat baik serta aktivitas peneliti dalam pembelajaran pada kategori baik.(c) Hasil angket menunjukkan bahwa respon siswa terhadap pembelajaran dengan open ended meningkatkan pemahaman keliling dan luas persegi panjang adalah positif. Siswa merasa aman diterima dalam kelompok termotivasi dalam belajar. (d) Hasil wawancara setiap selesai pembelajaran. Siswa menyatakan merasa senang. Dalam menjawaban LKS yang tadinya ragu ragu menjadi tidak ragu ragu semakin yakin dengan hasil kerjanya. Kesimpulan penelitian menunjukkan pembelajaran dengan open ended didukung respon siswa.Telah dilaksanakan dengan baik dan berhasil. Sebagai saran pembelajaran matematika dengan Open Ended meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi perlu alat manipulasi yang tepat dan diskusi kelompok disertai diskusi klasikal dapat dipergunakan dalam penelitian tindakan kelas.

Perancangan iklan Telivisi de Rumah Playground sebagai media promosi / Citra Larasati

 

Malang merupakan salah satu kota terbesar di Jawa Timur yang terletak didataran tinggi dan kaya akan berbagai obyek wisata alam, hiburan, dan belanja. Berbagai potensi yang dimiliki telah menjadikan Malang menjadi kota tujuan wisata. Tetapi untuk menjadikan Kota Malang sebagai tujuan wisatawan baik lokal dan mancanegara harus diperlukan peran swasta dalam mengembangkan potensi wisata yang ada agar memiliki nilai jual tinggi. Oleh karena itu masing-masing perusahan pariwisata harus memiliki keunggulan diantaranya daya tarik wisata, strategi pemasaran yang tepat, dan pengelolaan yang profesional. Perkembangan pariwisata di Kota Malang tidak lepas dengan semakin stabilnya perekonomian nasional dan situasi keamanan dalam negeri. Dengan kondisi ini diharapkan sektor pariwisata yang kolaps semenjak tragedi Bom Bali I dan II dapat bangkit kembali seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat terhadap produk jasa pariwisata. Dukungan pemerintah juga diperlukan untuk terus menggalakan dan mempromosikan pariwisata nasional, dimana masyarakat akan semakin mencintai wisata lokal seperti yang disampaikan oleh Ir. Jero Wacik (Menteri Kebudayaan dan Pariwisata).

Analisis kandungan ion besi malalui uji parameter kualitas air pada perairan sungai Surabaya / Kisgianto

 

Sungai Surabaya merupakan muara dari Sungai Brantas dimana daerah pengaliran sungainya melewati beberapa kota di Jawa Timur seperti Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Jombang, Mojokerto dan bermuara di kota Surabaya. Pada tahun 1991 dilaporkan kandungan logam berat dalam sedimen yang terbawa aliran sungai yang bermuara di perairan estuari Pantai Timur Surabaya berada di atas rata-rata kandungan logam untuk daerah yang belum tercemar dengan urutan logam terbanyak adalah Fe, Mn, Zn, Cu, Pb, Ni, Cd, dan Ag. Di daerah karang pilang DAS Brantas dijadikan sumber utama dalam pengolahan air minum untuk warga Surabaya.Tujuan dari penelitian ini adalah: 1.Untuk mengetahui parameter fisik seperti pH, warna, bau, suhu, kekeruhan dan total padatan serta mengetahui kadar DO, COD, dan BOD air sungai Surabaya. 2. Untuk mengetahui kandungan logam berat besi (Fe) pada aliran sungai Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Tahap pertama adalah pengambilan sampel air di perairan sungai Surabayaserta penyimpanannya. Tahap kedua adalah pemeriksaan kualitas air secara fisik yang meliputi: (1) penetapan pH air dan suhu. (2) Penetapan kekeruhan. (3) Penetapan total padatan. Tahap ketiga adalah pemeriksaan kualitas air secara kimia meliputi: (1) penetapan kadar oksigen terlarut. (2) Penetapan kadar BOD. (3) Penetapan kadar COD. Tahap keempat adalah pengukuran kadar Fe. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2008 sampai bulan Juli 2008 yang dilaksanakan di Laboratorium Penelitian FMIPA Universitas Negeri Malang dan perairan sungai Brantas pada bagian hilir yaitu mulai Mojokerto hingga Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketujuh titik lokasi pengambilan mulai dari bendungan Lengkong Baru hingga Karang Pilang kadar ion Fe selama tiga kali pengambilan sebesar: 1,4255 – 3,9637 ppm tidak melebihi ambang batas baku mutu air kelas II yang telah ditetapkan oleh pemerintah sehingga pada perairan sungai Surabaya masih pada taraf aman. Begitu pula dengan parameter lain seperti pH (6,33 – 8,05), suhu (26,0 – 31,4 ºC), kekeruhan (10 – 261,3 NTU) TDS (40 – 1740 mg/L), dan DO (0,13 – 12,10 mg/L ) masih dalam taraf aman sehingga masih bisa dijadikan sumber pemurnian air oleh PDAM terlepas dari parameter yang lain. Namun beberapa parameter selain tersebut (TSS(20 – 2467 mg/L), BOD (0,59 – 11,28 mg/L), dan COD (20 – 440 mg/L)) sudah melebihi ambang batas baku mutu air kelas II dan hal ini masih dapat ditanggulangi oleh pihak INTAP PDAM di Karang Pilang.

Pengaruh prestasi belajar matakuliah pengantar akuntansi terhadap penguasaan matakuliah komputer akuntansi (MYOB Accounting) pada Jurusan Akuntansi Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan tahun 2004 di Universitas Negeri Malang / Fidia Pinta Puspitasari

 

ABSTRAK Fidia Pinta Puspitasari. 2008. Pengaruh Prestasi Belajar Matakuliah Pengantar Akuntansi I dan Pengantar Akuntansi II terhadap Penguasaan Matakuliah Komputer Akuntansi (Myob Accounting) pada Jurusan Akuntansi Program Studi Pendidikan Akuntansi Angkatan Tahun 2004 di Universitas Negeri Malang, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. H. Tuhardjo, SE, M.Si., Ak. (II) Sri Pujiningsih, SE, M.Si. Kata Kunci; Pengantar Akuntansi I, Pengantar Akuntansi II, Komputer Akuntansi (Myob Accounting). Perkembangan teknologi perangkat lunak komputer akuntansi (Myob Accounting) terintegrasi yang semakin canggih dan mudah dioperasikan merupakan iklim yang kondusif bagi penerapan sistem informasi akuntansi berbasis komputer, sehingga informasi akuntansi yang dihasilkan suatu entitas bisnis merupakan informasi yang berharga serta menciptakan nilai tambah bagi semua pihak yang berkepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengaruh prestasi belajar Matakuliah Pengantar Akuntansi I dan Pengantar Akuntansi II terhadap penguasaan Matakuliah Komputer Akuntansi (Myob Accounting), dan (2) menganalisis variabel mana yang dominan pengaruhnya terhadap penguasaan Matakuliah Komputer Akuntansi (Myob Accounting). Subyek penelitian adalah mahasiswa Universitas Negeri Malang yang telah menempuh Matakuliah Pengantar Akuntansi I dan Pengantar Akuntansi II yang berjumlah 42 orang mahasiswa. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan program SPSS. Berdasarkan hasil analisis, prestasi belajar Matakuliah Pengantar Akuntansi I (X1) dan Pengantar Akuntansi II (X2) berpengaruh positif terhadap penguasaan Matakuliah Komputer Akuntansi/Myob Accounting (Y). Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis data yang diperoleh yaitu Pengantar Akuntansi I mempunyai thitung = 6,948 sedangkan ttabel = 2,021 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05, sedangkan untuk Matakuliah Pengantar Akuntansi II mempunyai thitung = 4,436 sedangkan ttabel = 2,021 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan kepada beberapa pihak yaitu: (1) Universitas, hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan di dalam peningkatan pendidikan. Bahwa dengan adanya Matakuliah Pengantar Akuntansi I dan Pengantar Akuntansi II diharapkan mahasiswa lebih memahami mata kuliah Komputer Akuntansi (Myob Accounting), karena untuk dapat menganalisis setiap transaksi mahasiswa harus paham terlebih dahulu tentang Akuntansi dasar., (2) Mahasiswa, penelitian ini bisa dijadikan acuan untuk meningkatkan prestasi belajar mereka. Mahasiswa diharapkan memahami dasar dari Pengantar Akuntansi I dan Pengantar Akuntansi II, dikarenakan untuk bisa memahami Komputer Akuntansi (Myob Accounting) diperlukan pemahaman dasar dari Pengantar Akuntansi I dan Pengantar Akuntansi II mengingat hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengantar Akuntansi I mempunyai pengaruh yang dominan terhadap penguasaan Matakuliah Komputer Akuntansi (Myob Accounting).

Analisis rasio keuangan sebagai dasar penelitian kinerja keuangan pada KPRI Universitas Negeri Malang / Febry Kurniawan

 

Koperasi merupakan salah satu bentuk badan hukum yang ada di Indonesia. Sebagai salah satu bentuk badan hukum, kperasi mempunyai peran yang sangat penting dalam menumbuhkan dan mengembangkan potensi ekonomi rakyat serta dalam mwujudkan kehidupan demokrasi ekonomi yang mempunyai ciri-ciri ekonomi demokratis, kebersamaan, kekeluargaan dan keterbukaann. Koperasi merupakan badan usaha yang bukan berdasar keuntungan, namun harus tetap dikelola seperti badan ussaha yang lain sehingga mampu mensejahterakan anggotanya. KPRI Univeitas Negeri Malang dapat dikatakan sebagai koperasi yang berhasil dan berkembang dalam mengelola kegiatan usahanya.Namun dari segi keuangan perkembangan KPRI Univeitas Negeri Malang harus dianalisis lebih lanjut. Sehingga dapat diketahui secara terperinci mengenai prestasi dan perkembangan sesungguhnya yang telah dicapai oleh koperasi tersebut, sehubungan dengan hal tersebut maka permasalahan dalam tugas akhir ini adalah: Bagaimana kinerja keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio rentabilitas pada KPRI Univeitas Negeri Malang. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio rentabilitas pada KPRI Univeitas Negeri Malang. Likuiditas menunjukkan tingkat kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya..Tingkat likuiditas yang dicapai KPRI Univeitas Negeri Malang dengan berdasar current ratio adalah angka rasio tahun 2005 sebesar 310,29 %, dimana menurut Pedoman Klasifikasi Koperasi (2000:24) angka rasio tahun 2005 mempunyai nilai klasifikasi = 0 dan tingkat rasio pada tahun 2006 sebesar 264,60 % serta mempunyai nilai klasifikasi = 50. Pada tahun 2007 current ratio KPRI Universitas Negeri Malang sebesar 178,48 % dan mempunyai nilai = 100. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai tingkat likuiditas menurut Pedoman Klasifikasi Koperasi selama tahun 2005 sampai dengan tahun 2007 telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan setiap tahunnya dan telah mencapai tingkat nilai standar tertinggi yaitu 100. Solvabilitas adalah analisis yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi semua kewajibannya.Pada perhitungan tingkat rasio total aktiva terhadap total hutang KPRI Universitas Negeri Malang pada tahun 2005 sebesar 160,90 %, dimana menurut Pedoman Klasifikasi Koperasi (2000:24) angka rasio tahun 2005 mempunyai nilai klasifikasi = 0 dan tingkat rasio pada tahun 2006 sebesar 154,05 % serta mempunyai nilai klasifikasi = 0. Pada tahun 2007 rasio total aktiva terhadap total hutang KPRI Universitas Negeri Malang sebesar 135,39 %, dan mempunyai nilai = 0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai tingkat Rasio total aktiva terhadap total hutang menurut Pedoman Klasifikasi Koperasi selama tahun 2005 sampai dengan tahun 2007 adalah tetap dan belum mencapai nilai tertinggi yaitu 100.Sedangkan Rasio Modal Sendiri Terhadap Hutang KPRI Universitas Negeri Malang pada tahun 2005 sebesar 60,90 %, dimana menurut Pedoman Klasifikasi Koperasi (2000:24) angka rasio tahun 2005 mempunyai nilai klasifikasi = 100 dan tingkat rasio pada tahun 2006 sebesar 54,04 % serta mempunyai nilai klasifikasi = 100. Pada tahun 2007 Current Ratio KPRI Universitas Negeri Malang sebesar 35,39 % dan mempunyai nilai = 100. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai tingkat Rasio Modal Sendiri Terhadap Hutang menurut Pedoman Klasifikasi Koperasi selama tahun 2005 sampai dengan tahun 2007 adalah tetap dan telah mencapai tingkat nilai standar tertinggi yaitu 100.Rentabilitas adalah Analisis yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Pada perhitungan ROE menunjukkan tingkat Return on Equity Capital (ROE) KPRI Univeitas Negeri Malang pada tahun 2005 sebesar 15,71 %, dimana menurut Pedoman Klasifikasi Koperasi (2000:24) angka rasio ROE tahun 2005 mempunyai nilai klasifikasi = 75 dan tingkat rasio ROE pada tahun 2006 sebesar 21,09 % serta mempunyai nilai klasifikasi = 100. Pada tahun 2007 rasio ROE KPRI Universitas Negeri Malang sebesar 19,65 % dan mempunyai nilai = 75. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai tingkat rasio ROE menurut Pedoman Klasifikasi Koperasi selama tahun 2005 sampai dengan tahun 2006 telah terjadi peningkatan dan telah mencapai nilai standar tertinggi yaitu 100, namun mengalami penurunan pada tahun 2007.Sedangkan Return on Total Asset ( ROA) KPRI Univeitas Negeri Malang pada tahun 2005 sebesar 5,94 %, dimana menurut Pedoman Klasifikasi Koperasi (2000:24) angka rasio ROA tahun 2005 mempunyai nilai klasifikasi = 75 dan tingkat rasio ROA pada tahun 2006 sebesar 7,40 % serta mempunyai nilai klasifikasi = 75. Pada tahun 2007 rasio ROA KPRI Universitas Negeri Malang sebesar 5,13 %, dan mempunyai nilai = 50, Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai tingkat rasio ROA menurut Pedoman Klasifikasi Koperasi selama tahun 2005 sampai dengan tahun 2006 adalah tetap namun mengalami penurunan pada tahun 2007 dan belum pernah mencapai nilai standar tertinggi yaitu 100.Tingkat rasio hasil usaha terhadap pendapatan bruto KPRI Univeitas Negeri Malang pada tahun 2005 sebesar 47,02 %, dimana menurut Pedoman Klasifikasi Koperasi (2000:24) angka rasio tahun 2005 mempunyai nilai klasifikasi = 100 dan tingkat rasio pada tahun 2006 sebesar 56,97 % serta mempunyai nilai klasifikasi = 100. Pada tahun 2007 Current Ratio KPRI Universitas Negeri Malang sebesar 57,08 % dan mempunyai nilai = 100. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai tingkat rasio hasil usaha terhadap pendapatan bruto menurut Pedoman Klasifikasi Koperasi selama tahun 2005 sampai dengan tahun 2007 adalah tetap dan telah mencapai tingkat nilai standar tertinggi yaitu 100.

Pengembangan bahan ajar digital dasar rekayasa perangkat lunak untuk mahasiswa teknologi informasi menggunakan teori elaborasi / Romy Budhi Widodo

 

ABSTRAK Widodo, Romy Budhi. 2008. Pengembangan Bahan Ajar Digital Dasar Rekayasa Perangkat Lunak untuk Mahasiswa Teknologi Informasi Menggunakan Teori Elaborasi. Tesis, Jurusan Teknologi Pembelajaran, Progam Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Punaji Setyosari, M.Ed., M.Pd., (II) Dr. Sulton, M.Pd. Kata kunci: pengembangan, bahan ajar digital, elaborasi, DRPL Berdasarkan angket tanggapan dari mahasiswa yang menempuh mata kuliah Dasar Rekayasa Perangkat Lunak (DRPL) di Universitas Ma Chung Malang, ditemukan beberapa keinginan mahasiswa, yakni tempat belajar lain diluar kelas, pengorganisasian materi, dan keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain. Pengembangan yang dilakukan berusaha menyelesaikan masalah belajar tersebut. Masalah kondisi belajar yang kurang disenangi oleh mahasiswa dipecahkan melalui pengembangan bahan ajar digital yang untuk mengoperasikan diperlukan lingkungan belajar yang dikondisikan menggunakan komputer. Masalah pengorganisasian dan keterkaitan materi dipecahkan dengan pengembangan bahan ajar digital yang menerapkan pengorganisasian isi dengan model elaborasi. Indikator penerapan pengorganisasian mencakup 4S yaitu: selection, sequencing, synthesizing, dan summarizing. Pengembangan bahan ajar yang dilakukan memenuhi validitas dan keefektifan pembelajaran. Produk yang dihasilkan dalam pengembangan adalah bahan ajar digital, suatu bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran menggunakan bantuan komputer. Bahan ajar ini dapat digunakan di komputer pribadi (stand alone) maupun dapat diletakkan di server jaringan untuk dipakai bersama. Bahan ajar digital tidak menghilangkan sesi antar muka dengan dosen, pembelajaran tetap didampingi dosen meskipun tidak menutup kemungkinan si-belajar menggunakannya di komputer pribadi. Isi pembelajaran dalam bahan ajar digital diorganisasi menggunakan teori elaborasi. Pemilihan strategi pengorganisasian elaborasi disesuaikan dengan analisis struktur orientasi mata kuliah DRPL, mata kuliah ini tergolong konseptual. Beberapa penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa elaborasi bertahap lebih mampu memudahkan mahasiswa untuk belajar mengingat konsep dan prinsip. Pemanfaatan LMS (learning management system) menggunakan perangkat lunak Moodle merupakan implementasi dari multimedia lingkungan belajar (LEM). Di dalam LEM, pembelajar atau dosen tidak mengendalikan aktivitas belajar melainkan didasari bagaimana menyediakan sumber-sumber belajar yang mendukung dan membantu si-belajar memahami dan memecahkan masalah. Hasil pengembangan di validasi melalui uji ahli desain pembelajaran, ahli media, dan ahli isi. Perbaikan produk juga dilakukan setelah mendapat masukan dari tiga orang mahasiswa dalam uji perorangan, sembilan orang mahasiswa dalam uji kelompok kecil, delapan belas mahasiswa dan seorang dosen mata kuliah DRPL dalam uji lapangan. Keefektifan bahan ajar digital diuji dengan menggunakan metode independent-samples t test (uji t independen) dan sampel diambil dengan menggunakan teknik sampel ganda (kembar). Prestasi belajar diukur dengan mengadakan evaluasi belajar berupa kuis esai di akhir topik bahan ajar digital. Hasil pengujian menunjukkan terjadi perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

Pengaruh konsentrasi IBA dan KH2PO4 terhadap pertumbuhan akar tunas in vitro jatropha curcas L. pada medium 1/2 MS + Arang Aktif dan ketahanannya pada fase aklimatisasi / Muhammad Aziz Afrianto

 

Cadangan energi fosil semakin lama semakin berkurang sementara kebutuhannya cenderung meningkat. Kondisi kekurangan cadangan energi fosil membuat para pakar energi memperkirakan bahwa energi fosil pada waktu tertentu akan habis terkonsumsi. Perkiraan yang ekstrem menyebutkan minyak bumi akan habis jika dikonsumsi terus-menerus selama 200 tahun sedangkan batu bara akan habis terpakai dalam 400 tahun (Hidayat, 2007). Jatropha curcas L. sudah lama dikenal oleh masyarakat kita sebagai tanaman obat dan penghasil minyak lampu, bahkan sewaktu zaman penjajahan Jepang minyaknya diolah untuk bahan baker pesawat terbang. Tanaman ini berasal dari daerah tropis di Amerika Tengah dan saat ini telah menyebar di berbagai tempat di Afrika dan Asia (Mahmud dkk, 2005). Penyediaan bibit yang berkualitas baik merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam pengembangan pertanian di masa mendatang, termasuk pada budi daya tanaman Jarak Pagar. Pengadaan bibit suatu tanaman yang akan dieksploitasi secara besar-besaran dalam waktu yang cepat akan sulit dicapai dengan perbanyakan melalui teknik konvensional. Salah satu teknologi harapan yang banyak dibicarakan dan telah terbukti memberikan keberhasilan adalah melalui teknik kultur jaringan. Teknologi tersebut telah banyak digunakan untuk pengadaan bibit terutama pada berbagai tanaman hortikultura dan tanaman perkebunan (Anonim, 2002). Keberhasilan teknik kultur jaringan tidak terlepas dari proses atau tahapan yang ada pada kultur jaringan itu sendiri yaitu inisiasi, sterilisasi, multiplikasi, pengakaran, dan aklimatisasi dan tahapan yang paling penting dalam teknik kultur jaringan adalah pengakaran dan aklimatisasi. Pengakaran merupakan tahapan penumbuhan akar pada eksplan yang telah dikultur untuk menghasilkan planlet sedangkan aklimatisasi merupakan tahapan untuk penyesuaian planlet dengan lingkungan yang sebenarnya (Anonim, 2000). Medium yang dibutuhkan untuk menumbuhkan akar pada eksplan adalah medium yang mengandung sedikit mineral ditambah dengan pemberian arang aktif. Medium dengan sedikit mineral digunakan hanya untuk pertumbuhan eksplan yang dikonsentrasikan untuk pertumbuhan akar dan tidak untuk pertumbuhan bagian-bagian organ yang lain sedangkan arang aktif bertujuan untuk melawan efek cahaya yang dapat menghambat pertumbuhan akar (Anonim, 2005 dan Anonim, 2007). Woreing dan Phillips (1981:324) mengemukakan bahwa pertumbuhan akar dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain ketersediaan garam-garam mineral, cadangan makanan, vitamin dan hormon-hormon pertumbuhan. Krisnamoorthy (1981:74) menambahkan bahwa hormon atau ZPT yang sangat berperan dalam merangsang pertumbuhan akar adalah dari golongan auksin. Hopkins (1995:69) menyatakan bahwa penambahan fosfor dalam jumlah yang berlebih mampu menghasilkan sistem perakaran yang kuat dan menghasilkan rasio jumlah akar yang cukup besar. Penambahan auksin terutama IBA yang dikombinasikan dengan KH2PO4 dalam teknik konvensional seperti setek dan cangkok mampu mempercepat pertumbuhan akar dan menghasilkan akar yang cukup kuat (Wudianto, 2002:55).

Efektivitas teori belajar konstruktivisme dengan model pembelajaran investigasi kelompok pola kolaboratif terhadap peningkatan pengusaan konsep fisika siswa kelas X SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang / Maria Febrianing Tias

 

ABSTRAK Tias, Maria Febrianing. 2008. Efektivitas Teori Belajar Konstruktivisme Dengan Model Pembelajaran Investigasi Kelompok Pola kolaboratif Terhadap Peningkatan Penguasaan Konsep Fisika Siswa Kelas X SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Eddy Supramono, (II) Drs. Sumarjono. Kata kunci: Efektivitas, Penguasaan Konsep, kelompok pola kolaboratif. Salah satu upaya pembangunan dalam pencapaian tujuan pendidikan fisika adalah melalui strategi pembelajaran. Upaya perbaikan strategi pembelajaran dapat dilakukan dengan perbaikan teori pembelajaran. Teori belajar yang efektif untuk kegiatan pembelajaran yang melibatkan aktifitas siswa secara langsung adalah teori belajar yang berbasis konstruktivisme. Selain itu hal yang dapat menunjang pencapaian tujuan pendidikan fisika adalah pembelajaran kelompok. Salah satu jenis pembelajaran kelompok adalah pembelajaran kelompok pola kolaboratif. . Pembelajaran ini merupakan model pembelajaran dengan cara membagi kelas menjadi kelompok-kelompok kecil. Tiap kelompok terdiri dari siswa yng mempunyai kemampuan kognitif yang setingkat dan bekerja sama. Tujuan dari penelitin ini adalah untuk mengetahui efektivitas teori belajar konstruktivisme dengan model pembelajaran investigasi kelompok pola kolaboratif terhadap peningkatan penguasaan konsep fisika siswa kelas X SMA Laboratorium UM. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian model randomized control group pretest postest design. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X6 sebagai kelas eksperimen dan kelas X1 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini dilakukan di SMA laboratorium Universitas Negeri Malang dan berlangsung pada semester II tahun ajaran 2005/2006 antara bulan Februari-Mei 2006. pengumpulan data yang dilakukan adalah dari hasil pretes dan postes. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji-t gain score dengan menggunakan program SPSS release 10.00 for windows dan program Excel uji t-tes two-sample assuming equal variances. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa model pembelajaran konstruktivisme dengan investigasi kelompok pola kolaboratif efektif untuk meningkatkan penguasaan konsep fisika siswa. Hasil ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata gain score pada kelas eksperimen yaitu sebesar 5,0738 dan -0,0303 untuk kelas kontrol. Sedangkan hasil interaksi siswa dalam kelompok menunjukkan bahwa kelompok kolaboratif lebih aktif dan berpartisipasi dalam kelompok daei pada kelompok acak. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi guru bidang studi khususnya fisika untuk menerapkan model pembelajaran konstruktivisme pola kolaboratif sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan penguasaan konsep fisika siswa. Bagi peneliti lain disarankan agar melaksanakan penelitian lebih lanjut terutama pada pola – pola yang lain.

Perkembangan moral siswa ditinjau dari pola asuh orang tua di SMP Negri I Mojosari Kabupaten Mojokerto / Anna Arikha

 

ABSTRAK Arikha, Anna. 2008. Perkembangan Moral Siswa Ditinjau dari Pola Asuh Orang Tua di SMP Negeri I Mojosari Kabupaten Mojokerto. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling da Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang . Pembimbing(1) Drs. Widada, M.Si, (2) Drs. Djoko Budi Santoso Kata Kunci: Perkembangan Moral, Pola Asuh Orang Tua. Perkembangan moral ialah kemampuan kognitif individu untuk memberikan pertimbangan terhadap suatu keputusan moral yang berlangsung secara bertahap dan berurutan. Pola asuh merupakan salah satu cara yang digunakan orang tua dalam memberikan pendidikan informal pada anaknya. Pola asuh atau sikap orang tua sangat berpengaruh terhadap kehidupan mereka selanjutnya. Hal ini disebabkan karena orang tua merupakan salah satu pusat pendidikan selain disekolah dan masyarakat. Pola asuh atau sikap orang tua akan mempengaruhi perkembangan moral yang dimiliki anak. Secara umum, tujuan penelitian ini untuk mengetahui arah perkembangan moral siswa SMP Negeri I Mojosari pada tahap pubertas dan remaja awal. Khususnya untuk mengetahui bagaimana arah perkembangan moral siswa yang orang tuanya memiliki sikap otoriter, demokratis dan laissez-faire. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan populasi siswa SMP Negeri I Mojosari Kabupaten Mojokerto. Responden sebanyak 280 siswa diambil melalui teknik stratified propotional random sampling. Sampel: kelas VII A, VII B, VII E, VIII E, VIII C, VIII E, VIII F. Data dikumpulkan dengan angket dan dianalisis dengan teknik deskriptif persentase. Hasil penelitian ini: (1) sebagian besar siswa SMP Negeri I Mojosari arah perkembangan moralnya berada pada klasifikasi baik dengan persentase (60,7%) (2) siswa yang orang tuanya memiliki sikap otoriter, demokratis dan laissez-faire memiliki arah perkembangan moral yang berada pada klasifikasi baik dengan persentase (60,7%) dan (3) pola asuh orang tua yang membentuk perkembangan moral yang berada pada klasifikasi baik, untuk pola asuh otoriter (40,0%), untuk pola asuh demokratis (33,2%) dan untuk laissez-faire (39,6%). Saran peneliti: (1) bagi konselor, bimbingan kelompok yang mengangkat tema permasalahan dilema moral yang mencakup nilai-nilai moral disesuaikan dengan tahap perkembangan moral yang telah dicapai siswa, dengan mengacu pada latar belakang sikap orang tua siswa, perbedaan usia, jenis kelamin, masalah siswa, tujuan penanganan masalah dan bantuan yang akan diberikan (2) guru, hendaknya memantau perilaku siswa, bertentangan atau tidak dengan nilai-nilai moral pada saat pelajaran berlangsung dan (3) untuk penelitian berikutnya, peneliti mengambil sampel yang lebih luas dari berbagai karakteristik, selain itu perlu juga dikembangkan alat pengukuran yang lain seperti tes dan pedoman wawancara.

Analisis kandungan kromium (Cr) dalam sidimen di perairan sungai Surabaya / Widya Ratnasari

 

Perkembangan industri membawa dampak positif dan negatif. Dampak negatif dari kegiatan industri tersebut adalah adanya limbah industri yang merupakan salah satu sumber pencemaran logam berat. Pencemaran logam berat sangat berbahaya karena bersifat toksik dan memungkinkan dapat mengalami proses pengendapan bila bertemu dengan berbagai bahan kimia lain. Salah satu logam berat yang termasuk bahan beracun berbahaya adalah kromium (Cr). Kromium di perairan berasal dari limbah industri seperti industri penyamakan kulit, tekstil, industri pelapisan logam. Sungai Surabaya sebagai sungai utama DAS Brantas bagian hilir merupakan sumber utama PDAM untuk menyediakan air kebutuhan rumah tangga maupun industri di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Sehingga perlu dilakukan analisis parameter kualitas air dan logam berat. Analisis logam berat terbatas pada sampel air dan belum menjamah sistem sedimen, sehingga sangat penting adanya upaya analisis dalam sedimen. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Mengetahui parameter kualitas air: pH, kekeruhan, TSS, TDS, DO, COD, BOD di sungai Surabaya. 2. Mengetahui kandungan logam berat kromium (Cr) dalam sedimen pada Perairan sungai Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian bersifat survey lapangan. Titik pengambilan sampel berada di 7 lokasi antara lain Bendungan Lengkong Baru, Tambangan Canggu, Jembatan Perning, Tambangan Cangkir, Muara Kali Tengah, Tambangan Bambe, dan Karang Pilang. Parameter kualitas air yang dikaji antara lain pH, kekeruhan, TSS, TDS, DO, BOD, COD dan kadar Cr dalam sedimen. Penetapan kadar logam kromium dalam sedimen dilakukan dengan cara destruksi dengan 20 mL aqua regia (HNO3:HCl, 1:3) dalam beaker glass yang ditutup dengan kaca arloji. Kemudian didestruksi di atas hotplate dengan suhu 110°C selama 3 jam. Hasil destruksi disaring dan diencerkan dengan aquades hingga volume 100 mL. Filtrat hasil destruksi sedimen diukur absorbansnya dengan Spektrofotometer Serapan Atom. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2008 sampai bulan Juli 2008 yang dilaksanakan di Laboratorium Penelitian FMIPA Universitas Negeri Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketujuh titik lokasi pengambilan sampel sedimen mulai dari bendungan lengkong baru hingga karang pilang, parameter kualitas air pada 7 lokasi pengambilan sampel: pH berada pada rentangan 6,78-8,05; Kekeruhan pada rentangan 15-261,33 NTU; TDS pada rentangan 40-1900 mg/L; TSS pada rentangan 40-2460 mg/L; DO pada rentangan 0,13-12,10 mg/L; BOD pada rentangan 0-11,28 mg/L; dan COD pada rentangan 20-440 mg/L. Kadar kromium dalam sedimen selama tiga kali pengambilan sampel diperoleh konsentrasi 0,4613 sampai 3,4644 ppm dan yang tertinggi terdapat pada daerah Bambe yaitu sebesar 3,4644 ppm pada pengambilan kedua.

Cooperative learning tipe stad sebagai alternatif meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas VIII G SMP Negeri 9 Malang / Steven S. Tumiwa

 

Penyelenggaraan proses pembelajaran sering kali membosankan siswa. Hal ini ditunjukkan dengan sering terdapat situasi belajar yang kurang menyenangkan karena kurangnya inovasi guru dalam mencoba metode-metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Guru dituntut mampu berinovasi dalam kegiatan pembelajarannya, antara lain dengan menerapkan cooperative learning tipe STAD. Cooperative learning terdiri atas berbagai model belajar ,di antaranya adalah:STAD, Jigsaw ,Group Investigasi. Penelitian Tindakan Kelas dengan Model Pembelajaran “Student Teams – Achievement Divisions” (STAD) dilaksanakan dengan kegiatan : (1) penyampaian tujuan pembelajaran; (2) menyajikan informasi tentang materi pembelajaran ; (3) mengorganisir siswa dalam kelompok STAD ; (4) membimbing kelompok belajar yang sedang bekerja sama ; (5) melakukan evaluasi secara individu ; (6) memberikan penghargaan. Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan prosedur sebagai berikut : (a) perencanaan ; (b) pelaksanaan ; (c) pengamatan ; (d) refleksi. Tahap-tahap tersebut dilaksanakan secara kontinu hingga indikator yang diharapkan peneliti dapat tercapai. Rata-rata kelas yang diharapkan dalam penelitian ini adalah >85, ketuntasan individual mencapai > 75%, ketuntasan klasikal mencapai > 85 %, dan nilai keaktifan siswa, yaitu 80 % mendapat kualifikasi Baik dan Amat Baik Setelah penerapan cooperative learning tipe STAD terbukti bahwa hasil belajar siswa dapat meningkat pada waktu sebelum Model Pembelajaran STAD. Hasil belajar menunjukan bahwa rata-rata kelas yang semula 73,28 pada tahap pengamatan pendahuluan, meningkat menjadi 80,03 pada siklus I, dan selanjutnya meningkat menjadi 85,05 pada siklus II. Ketuntasan klasikal meningkat dari 40 % pada tahap pengamatan pendahuluan, menjadi 72,5 % pada siklus I, dan menjadi 80 % pada siklus II. Demikian juga dengan aktifitas siswa meningkat dari 17,5 % pada tahap pengamatan pendahuluan, menjadi 47,5 % pada siklus I, dan menjadi 82,5 pada siklus II. Dengan demikian cooperative learning tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kiranya penelitian ini dapat bermanfaat bagi guru-guru mata pelajaran dalam melakukan inovasi pembelajaran sesuai dengan tuntutan perkembangan dunia pendidikan saat ini.

Isolasi, karakterisasi, dan uji toksisitas minyak jarak pagar (Jatropha curcas) serta identifikasi asam lemak penyusunnya / Heri Sutomo

 

Jarak pagar sudah lama dikenal masyarakat diberbagai daerah di Indonesia. Sejak tahun 1942-an yang diperkenalkan oleh bangsa Jepang. Pada saat itu masyarakat diperintah untuk melakukan penanaman jarak sebagai pagar pekarangan. Saat ini jarak pagar makin mendapat perhatian sebagaimana kerabat dekatnya, jarak pohon (Ricinus communis), karena belakangan diketahui ternyata minyak jarak pagar dapat digunakan untuk biodiesel. Berdasarkan analisis terhadap komposisi asam lemak dari jarak pagar dapat diketahui bahwa asam lemak yang dominan adalah asam oleat, asam linoleat, asam stearat, dan asam palmitat. Namun data yang ada tidak memberikan informasi jarak pagar dari daerah mana yang memiliki rendemen paling tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat memperoleh informasi mengenai rendemen, karakteristik dan komposisi asam-asam lemak sebagai penyusun utama minyak yang diisolasi dari biji jarak pagar. Dengan demikian, penelitian ini dapat dipakai sebagai acuan bagi peneliti yang ingin mengisolasi minyak jarak pagar dengan hasil yang maksimal. Penelitian yang dilakukan meliputi isolasi minyak dengan ekstraksi Soxhlet menggunakan pelarut petrolium eter. Untuk mendapatkan minyak biji jarak pagar yang bebas pelarut digunakan teknik destilasi untuk memisahkan pelarut. Penentuan sifat fisika minyak biji jarak pagar melalui penentuan indeks bias, berat jenis, dan titik lebur sedangkan sifat kimia dilakukan dengan penentuan bilangan asam, bilangan penyabunan dan bilangan iod. Identifikasi komponen utama asam lemak dianalisis dengan kromatografi gas-spektrometer massa (Gas Chromatograph-Mass Spectrometer) atau sering dikenal dengan GC-MS. Dari penelitian ini diketahui rendemen tertinggi dimiliki oleh jarak pagar dengan kode JATIM 55 yaitu sebesar 43,51%. Sifat fisika masing-masing minyak jarak pagar berbeda-beda untuk indeks bias tertinggi dimiliki oleh minyak jarak pagar dengan kode JATIM 55 yaitu 1,466642; berat jenis tertinggi dimiliki oleh SM 111 yaitu 0,873 g/mL; titik beku tertinggi oleh SM 111 yaitu -4oC; bilangan iod tertinggi oleh JATIM 55 yaitu 120,565; bilangan asam tertinggi oleh JATIM 55 yaitu 14,87; dan bilangan penyabunan tertinggi dimiliki oleh minyak dengan kode SM 111 yaitu 185,42.

Upaya peningkatan aktivitas dan hasil belajar IPS melalui model pembelajaran problem posing dengan teknik bola pertanyaan (penelitian tindakan kelas pada siswa kelas VIII E SMP Negeri 9 Malang) / Mamik Setiawati

 

Situasi pembelajaran menjadi membosankan karena beberapa faktor, antara lain situasi kelas yang kurang kondusif, metode yang digunakan guru kurang tepat, dan suasana kelas yang jauh dari joyfull learning. Masih rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPS juga terlihat pada siswa kelas VIII E SMP Negeri 9 Malang pada hasil belajar tahap pengamatan pendahuluan nilai rata-rata kelasnya 70,13. Permasalahan yang ada di lokasi penelitian sebagai berikut : (a) proses belajar mengajar di kelas yang belum variatif, (b) masih menggunakan metode konvensional, (c) anggapan bahwa IPS adalah merupakan kumpulan materi hafalan sehingga menurunkan motivasi belajar siswa, dan (d) hasil belajar siswa untuk mata pelajaran IPS masih rendah. Karena itu tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk mengetahui seberapa tinggi perubahan hasil dan aktivitas belajar siswa kelas VIII E SMP Negeri 9 Malang setelah menggunakan model pembelajaran Problem Posing dengan teknik Bola Pertanyaan. Penelitian ini mengikuti disain penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 4 kegiatan yang juga sejalan dengan pelaksanaan lesson study yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi di mana data disaikan secara deskriptif kualitatif. Penerapan model pembelajaran Problem Posing dapat merangsang siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Sebelum siklus I siswa yang masuk kualifikasi Amat Baik adalah 2 orang atau 5%, kualifikasi Baik adalah 12 orang atau 31%, dan kualifikasi Cukup adalah 22 orang atau 56%, kualifikasi Kurang 3 orang atau 8%. Pada siklus I kualifikasi Amat Baik adalah 2 orang atau 5%, kualifikasi Baik 20 orang atau 51%, kualifikasi Cukup 17 orang atau 44% dan tidak ada siswa yang memperoleh kualifikasi Kurang. Siklus II keaktifan siswa meningkat menjadi 6 orang atau 15% siswa memperoleh kualifikasi Amat Baik, 25 orang atau 64% kualifikasi Baik, 8 orang atau 21% kualifikasi Cukup, dan tidak ada siswa yang mendapat kualifikasi Kurang. Penerapan model pembelajaran Problem Posing dengan teknik Bola Pertanyaan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII E. Peningkatan hasil belajar tersebut dapat terlihat pada progres nilai rata-rata kelas dari 70.13 menjadi 78.58 pada siklus I, dan 80.60 pada siklus II. Ketuntasan individu meningkat dari 8 orang menjadi 26 orang pada siklus I, dan 34 orang pada siklus II. Ketuntasan secara klasikal juga mengalami peningkatan dari 20.5% menjadi 66.67% pada siklus I, dan 87% pada siklus II.

Penerapan pembelajaran kooperatif tipe problem posing dalam meningkatkan partisipasi dan keterampilan berpikir kritis siswa belajar IPS materi pendudukan Jepang di Indonesia pada kelas IX A SMP Negeri 20 Malang / Bahari

 

: Kegiatan pembelajaran bersifat teacher sentered, sehingga partisipasi siswa dalam pembelajaran rendah. Upaya untuk mengatasi masalah ini peneliti menggunakan Problem Posing dalam pembelajaran. Masalah yang diajukan pada penelitian ini adalah: 1) bagaimana penerapan pembelajaran kooperatif tipe problem posing dapat meningkatkan partisipasi siswa belajar IPS materi Pendudukan Jepang di Indonesia pada kelas IX A SMP Negeri 20 Malang?, 2) bagaimana penerapan pembelajaran kooperatif tipe Problem Posing dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas IX A SMP Negeri 20 Malang?, 3). bagaimana respon siswa kelas IX A SMP Negeri 20 Malang terhadap pembelajaran kooperatif tipe Problem Posing?. Hasil penelitian diperoleh temuan tentang partisipasi siswa meningkat yaitu siklus I 55 % dan pada siklus II 82%, peningkatan 27 %. Keterampilan berpikir kritis siswa melalui keterampilan mengajukan soal pada siklus I yaitu 11,1 dan siklus II yaitu 12,7. Sedangkan respon siswa terhadap pembelajaran Problem Posing skor rata-rata setiap indikator adalah 4,03 ini berarti respon siswa sangat positif.

Analisis rasio keuangan sebagai dasar penilaian kinerja keuangan pada KPRI Pergu Pasuruan / Arif Cahya Kurniawan

 

ABSTRAK Kurniawan, Arif Cahya. 2008. Analisis Rasio Keuangan Sebagai Dasar Penilaian Kinerja Keuangan Pada KPRI PERGU Pasuruan. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Suparti, M. P. Kata Kunci : Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas Koperasi merupakan salah satu bentuk usaha bersama yang bergerak dalam bidang perekonomian, beranggotakan mereka yang umumnya berekonomi menengah kebawah yang bergabung secara sukarela dan atas asas kekeluargaan melakukan suatu usaha yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhannya. Sebagai badan usaha yang bukan berdasar atas perolehan keuntungan, koperasi harus tetap dikelola seperti badan usaha yang lain namun lebih bersifat kekeluargaan sehingga mampu mensejahterakan anggotanya. Koperasi Persatuan Pegawai Republik Indonesia Persatuan Guru merupakan koperasi induk dari tiap perwakilan yang ada di kota maupun kabupaten Pasuruan, jadi sangatlah wajar bila koperasi ini memiliki usaha yang cukup berkembang. Seperti halnya badan usaha lain, KPRI PERGU Pasuruan masih harus melakukan pengkajian lebih mendalam atas kinerja keuangan dari waktu ke waktu, sehingga dapat diketahui seberapa besar indeks prestasi yang dicapai dari kurun waktu tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut maka permasalahan yang dihadapai adalah bagaimana kinerja keuangan yang dapat diketahui melalui perhitungan rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas pada KPRI PERGU Pasuruan. Tujuan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan melalui analisis rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas. Data yang digunakan adalah time series yaitu membandingkan laporan keuangan pada tiga tahun terakhir, yakni tahun 2005 sampai tahun 2007. Berdasarkan analisis keuangan yang telah dilakukan diperoleh angka cash ratio, yakni 29,%, 45,99 % dan 43,97%, current ratio menunjukkan angka rasio 219,68 %, 260,62 % dan 242,46 % serta quick ratio menunjukkan angka 209,69 %, 214,82 % dan 230,46 %. Hal ini menunjukkan kinerja keuangan yang sangat baik dalam menjamin kewajiban lancarnya. Namun kondisi keuangan yang kurang solvabel dibuktikan dengan besarnya dana yang diperoleh dari pihak luar yang dapat dilihat dari angka total debt to total equity ratio menunjukkan 154,59 %, 207,69 % dan 173,65 %, total debt to total asset ratio menunjukkan angka 60,72 %, 67,50 % dan 63,45 % serta perhitungan long term debt to equity ratio menunjukkan angka 56,64 %, 75, 59 % dan 73,57 %. Dilihat dari tingkat profitabilitasnya, kinerja keuangan dianggap kurang efisien dalam menggunakan kekayaan total yang dimiliki serta penggunaan modal sendiri koperasi dalam perolehan sisa hasil usaha. Hal ini dapat dilihat dari rate of return on asset menunjukkan angka 1,20 %, 0,95 % dan 1,24 % dan perhitungan rate return on equity menunjukkan angka 3,06 %, 2,91 % dan 3,4 %. Dari rasio diatas, disarankan dalam pemanfaatan aktiva yang ada dapat lebih dioptimalkan sehingga pencapaian laba yang lebih besar bukan tidak mungkin dapat tercapai

Analisis pengendalian intern pada prosedur pelaksanaan ekspor impor PT. Sorini Agro Asia Corporindo, Tbk / Erik Trisnawati

 

ABSTRAK Trisnawati, Erik. 2008. Analisis Pengendalian Intern pada Prosedur Pelaksanaan Ekspor Impor PT. Sorini Agro Asia Corporindo Tbk.Tugas Akhir, Program Studi Diploma-III Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Hj. Sutatmi, S.E., M.pd, M.Si.Ak. Kata Kunci: prosedur ekspor impor, pengendalian intern ekspor impor Suatu perusahaan akan berjalan dengan baik apabila sistem yang digunakan juga baik. Dalam rangkaian sistem manajemen subsistem harus saling melengkapi untuk tercapainya suatu tujuan sistem yang merupakan tujuan perusahaan. Dalam kegiatan perdagangan perusahaan selalu melakukan perluasan pasar yang tidak hanya mencangkup pasar domestik saja. Adanya kebutuhan yang lebih besar dibanding pasar-pasar domestik, pasar international jauh mempunyai persaingan lebih ketat, sehingga kegiatan ekspor maupun impor harus dilakukan. Keadaan ini mengakibatkan prosedur ekspor impor sangat penting demi kelancaran perdagangan. Pekerjaan ini menyangkut antar unit kerja yang saling berhubungan satu sama lain. Dalam hal ini nilai kerjasama dan komunikasi sangat tinggi. Banyaknya perusahaan yang tidak begitu memperhatikan terutama pada proses pengapalan akan membuat suatu masalah yaitu membengkaknya biaya penumpukan container dipelabuhan karena keterlambatan kapal atau keterlambatan dalam stuffing (penyusunan) di pelabuhan. Hal ini terjadi pada PT. Sorini Agro Asia Corporindo, Tbk yang merupakan perusahaan bergerak dibidang ekspor impor. Untuk mencapai hasil maksimal, perusahaan harus memperhatikan sepenuhya masalah transportasi dan pengapalan yang merupakan pokok dari proses ekspor impor. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui proses ekspor impor dan pengendalian intern pada prosedur ekspor impor pada PT. Sorini Agro Asia Corporindo Tbk. Tahapan dan metode analisis pemecahan masalah yang digunakan dalam penulisan ini adalah: (1) Analisa terhadap struktur organisasi perusahaan, (2) Analisa terhadap formulir-formulir perusahaan, (3) Analisa terhadap sistem dan prosedur ekspor impor pada perusahaan. Selama Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada PT. Sorini Agro Asia Corporindo Tbk, dapat disimpulkan bahwa hal-hal yang bisa dilkendalikan oleh perusahaan mengenai prosedur ekspor impor meliputi: (1) ketepatan proses stuffing dengan scedule (jadwal) dari pelayaran, (2) kesiapan dan ketersediaan barang (ready stock) untuk dikirim ke customer dan (3) kelengkapan dokumen-dokumen untuk proses ekspor. Pengendalian intern pada prosedur ekspor belum bisa menentukan proses stuffing dengan baik, sehingga menimbulkan biaya ekstra untuk penumpukan container di pelabuhan. Biaya ekstra juga terjadi pada prosedur impor, terjadi kurangnya monitoring terhadap kelengkapan dokumen yang pada akhirnya memperlambat proses pengeluaran barang dari bea cukai. Berdasarkan penelitian dapat dipertimbangkan upaya yang di tempuh perusahaan dengan melakukan Perusahaan harus lebih memakasimalkan pengendalian yang semaksimal mungkin, dengan menentukan stuffing satu hari sebelum closing cargo, bila container terlalu banyak dipayakan pembagian container saat stuffing sehingga tidak terkena closing cargo dan mehindari penumpukan container. Monitor proses impor dengan membuat laporan estimasi kedatangan kapal sehingga bisa dikendalikan kapan pengiriman document. Juga membuat laporan harian atau minggu untuk setiap shipment yang sudah berjalan.

Peningkatan kemampuan menulis lanjut deskripsi bahasa Indonesia dengan pendekatan kontekstual pada siswa kelas IV SDN Pandanwangi V Blimbing Malang / Siti Suyati

 

ABSTRAK Suyati, Siti, 2008. Peningkatan Kemampuan Menulis Lanjut Deskripsi Bahasa Indonesia dengan Pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas IV SDN Pandanwangi V. Skripsi, Jurusan KSDP SI PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (l) Dra.Wiwik Dwi Hastuti, M Pd . (2) Dr. H. Sa’dun Akbar, MPd. Kata kunci: Peningkatan, Menulis Lanjut Deskripsi, Pendekatan Kontekstual Bahasa Indonesia merupakan bahasa komunikasi bagi bangsa Indonesia dan di sekolah dasar adalah wahana untuk mengembangkan dan melestarikan bahasa sejak dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis lanjut deskripsi dengan pendekatan kontekstual pada siswa kelas IV tahun pelajaran 2007/2008 Semester I di SDN Pandanwangi V Blimbing Malang. Persepsi dari pembelajaran ini merupakan hasil ketepatan isi dan kebahasaan melalui penerapan pendekatan kontekstual. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana penerapan pendekatan kontekstual dalam meningkatkan kemampuan menulis deskripsi pada siswa Kelas IV SDN Pandanwangi V Blimbing Malang Semester I Tahun Pelajaran 2007/2008, (2) apakah terdapat peningkatan kemampuan menulis deskripsi pada siswa kelas IV setelah penerapan pendekatan kontekstual diterapkan. Ruang lingkup penelitian ini untuk membahas tentang peningkatan kemampuan menulis lanjut deskripsi dengan menerapkan pendekatan kontekstual pada siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki atau meningkatkan praktek-praktek pembelajaran di kelas secara profesional. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Pandanwangi V Blimbing Malang pada siswa Kelas IV, jumlah siswa 30 anak yang dikelompokkan menjadi enam kelompok; kelompok A dan B adalah kelompok berkemampuan rendah, kelompok C dan D adalah kelompok berkemampuan sedang, dan kelompok E dan F adalah kelompok berkemampuan tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan baik dari segi aspek isi maupun kebahasaan. Hasil siklus I menunjukkan jumlah prosentase yang semakin meningkat dari tahap Pra Tindakan. Dalam hal ini rata-rata tiap siswa mengalami peningkatan 16% - 38% dan dari siklus I ke II tiap-tiap siswa mengalami peningkatan 16% - 32%. Berdasar penjelasan di atas, disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan menulis deskripsi pada siswa Kelas IV SDN Pandanwangi V Blimbing Malang, untuk saran yang dapat disampaikan adalah adanya pengembangan lebih lanjut terhadap penelitian ini, sekaligus diimplementasikan hasil penelitian ini terhadap mata pelajaran lain.

Penerapan pembelajaran kooperatif model dua tinggal dua tamu untuk meningkatkan proses dan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII-A SMP Dharma Wanita Universitas Brawijaya tahun ajaran 2007/2008 / Dwi Ivayana Sari

 

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru pada tanggal 26 Februari 2008 dan pengamatan kelas di SMP Dharma Wanita Unibraw pada tanggal 29 Februari 2008, diketahui bahwa prestasi belajar siswa kelas VIII-A lebih rendah dibandingkan dengan kelas yang lain. Hal ini disebabkan karena guru masih menggunakan metode ceramah. Metode ini membentuk siswa menjadi pasif. Pada saat Proses Belajar Mengajar (PBM) siswa kurang memperhatikan penjelasan guru, mereka lebih tertarik untuk berbicara dengan teman sebangku dan bermain handphone. Berdasarkan permasalahan ini, peneliti melakukan upaya perbaikan dengan menerapkan suatu pembelajaran yang telah disepakati bersama dengan guru yaitu pembelajaran kooperatif model dua tinggal dua tamu. Model pembelajaran tersebut melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan belajar. Pokok pikiran dari pembelajaran kooperatif model dua tinggal dua tamu adalah memberi kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi dengan kelompok lain. Tujuan dari penelitian ini adalah 1)mendiskripsikan bagaimanakah penerapan pembelajaran kooperatif model dua tinggal dua tamu dalam meningkatkan proses belajar matematika siswa kelas VIII-A SMP Dharma Wanita Unibraw tahun ajaran 2007/2008, 2)mendiskripsikan bagaimanakah peningkatan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII-A SMP Dharma Wanita Unibraw tahun ajaran 2007/2008 setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model dua tinggal dua tamu model dua tinggal dua tamu. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, analisis dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A SMP Dharma Wanita Unibraw. Sedangkan pengumpul data yang digunakan adalah lembar observasi, tes, catatan lapangan, angket, dan hasil wawancara. Analisis data dilakukan setiap kali tindakan dalam satu siklus berakhir. Hasil dari penelitian ini adalah 1) penerapan pembelajaran kooperatif model dua tinggal dua tamu dapat meningkatkan proses belajar matematika pada siswa kelas VIII-A SMP Dharma Wanita Unibraw tahun ajaran 2007/2008. Hal ini dapat dilihat dari persentase ketercapaian aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung yang terlihat dari adanya peningkatan pada unsur-unsur keterampilan kooperatif, yaitu interaksi tatap muka, tanggung jawab individu, saling ketergantungan positif, keterampilan komunikasi antar individu dan kelompok, dan evaluasi proses kelompok. Unsur interaksi tatap muka mengalami peningkatan pada tingkat B sebesar 34.38%, peningkatan unsur tanggung jawab, unsur saling ketergantungan positif, keterampilan komunikasi antar individu dan kelompok, dan evaluasi proses kelompok pada tingkat B masing-masing sebesar 34.37%, 28.13%, 40.62% dan 31.25%, 2) prestasi belajar matematika siswa kelas VIII-A SMP Dharma Wanita Unibraw tahun ajaran 2007/2008 meningkat setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model dua tinggal dua tamu. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata skor tes siklus I meningkat sebesar 0.62 jika dibandingkan dengan rata-rata skor awal. Rata-rata skor tes siklus II meningkat sebesar 0.94 jika dibandingkan dengan rata-rata skor tes siklus I. Rata-rata skor tes siklus II juga mengalami peningkatan sebesar 1.56 jika dibandingkan dengan rata-rata skor awal.

Penerapan media gambar organisasi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pelajaran PKn pada siswa kelas V SDN Klampok 02 kecamatan Singosari kabupaten Malang tahun pelajaran 2009/2010 / Tikamah

 

ABSTRAK Tikamah. 2010. Penerapan Media Gambar Organisasi Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran PKn Pada Siswa Kelas V SDN Klampok 02 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2009/2010. E-TA. Program Studi PJJ S-1 PGSD Jurusan KSDP Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. Ahmad Samawi, M. Hum Kata Kunci : dalam mata pelajaran pkn, pada siswa kelas V sdn klampok 02 kecamatan singosari kabupaten malang, penerapan media gambar organisasi, untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, tahun pelajaran 2009/2010. Penelitian ini dilakukan berdasarkan masalah-masalah konkrit yang terdapat di kelas diantaranya, siswa suka belajar secara individu, kondisi orang tua siswa banyak kaum buruhnya, prestasi belajar siswa masih di bawah Standart Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) yang telah ditentukan oleh Dinas Pendidikan, jumlah siswa yang relatif kecil, serta cara belajar siswa masih kurang efektif. Disamping itu masih banyak guru yang mengunakan metode ceramah, sehingga pemahaman yang diterima siswa hanya bersifat kognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan pada satu kelas agar diperoleh pengamatan yang mendalam. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Evaluasi dilaksanakan dua kali setelah pertemuan 2 dan pertemuan 4 selesai. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu tahap rencana tindakan (planning, pelaksanaan tindakan (action), mengamati (observasi) dan melakukan refleksi (reflection). Secara umum dapat disimpulkan bahwa penerapan media gambar organisasi dapat meningkatkan prestasi hasil belajar pada siswa kelas V SDN Klampok 02 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Hal ini terbukti dari data di lapangan dalam kegiatan pra tindakan dan deskripsi data pada siklus I dan siklus II, terdapat adanya peningkatan yang konkrit, diantaranya meliputi, keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran, keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru dan keaktifan siswa dalam diskusi kelompok. Secara klasikal pada siklus I rata-rata nilai yang dicapai oleh siswa sebesar 63,52 jika dibulatkan menjadi 64 dan pada siklus II terdapat kenaikan < 60 % rata-rata nilai siswa mencapai 72,80 jika dibulatkan menjadi 73. Ditinjau dari segi ketuntasan belajar dan SKBM (Standar Ketuntasan Belajar Minimal) Kecamatan Singosari, untuk mata pelajaran PKn adalah 70. Pada penelitian ini rata-rata nilai PKn yang diperoleh siswa mencapai > 70, ini berarti secara klasikal dianggap telah tuntas belajar. Agar pembelajaran tidak terkesan membosankan hendaknya guru tidak menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran, tetapi sebaiknya guru menggunakan beberapa metode yang inovatif, serta menggunakan model pembelajaran yang dapat menarik motivasi siswa dalam belajar aktif, kreatif dan inovatif, contohnya dengan menerapkan model pembelajaran PAKEM .

Penerapan model pembelajaran group investigation untuk meningkatkan hasil belajar IPA tentang tumbuhan hijau kelas V SDN Temenggungan 02 kecamatan Udanawu kabupaten Blitar / Iswandi

 

ABSTRAK Iswandi 2010. Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPA Tentang Tumbuhan Hijau Kelas V SDN. Temenggungan 02 Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar. Skripsi. Jurusan KSDP Program Studi S1-PGSD PJJ Fakultas Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Musa Sukardi M.Pd. Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif, Group Investigation, Hasil Belajar,Prestasi Belajar Pembelajaran kooperatif model group investigation (GI) melibatkan siswa sejak perencanaan baik dalam menentukan topok maupun cara mempelajarinya melalui investigasi. Pembelajaran ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa, menjadikan siswa lebih aktif dalam berkomunikasi dan pembelajaran kooperatif model GI merupakan variasi dalam pembelajaran agar pembelajaran tidak monoton dengan hanya menggunakan metode ceramah sehingga siswa tidak merasa bosan Penelitian dilakukan untuk menguji keefektifan pembelajaran kooperatif model group investigation pada bab wewenang, tanggung jawab dan kepemimpinan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran kooperatif model group investigation; (2) untuk mengetahui faktor penghambat dan faktor pendukung pelaksanaan pembelajaran kooperatif model group investigation, (3) untuk mengetahui bagaimanakah tanggapan siswa terhadap proses pembelajaran metode kooperatif model Group Investigation dalam matadiklat manajemen perkantoran, (4) untuk mengetahui tanggapan guru terhadap proses pembelajaran kooperatif model group investigation dalam mata pelajaran IPA tentang Tumbuhan Hijau kelas V SDN Temenggungan 02 Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar, (5) untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diadakan pembelajaran kooperatif model group investigation dalam mata pelajaran IPA kelas V SD. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap-tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah kelas V SDN 01 Temenggungan 02 Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes, panduan observasi, format penilaian dan angket untuk siswa. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran dengan model group investigation diawali dengan kegiatan inti pada pertemuan pertama yaitu pembentukan kelompok, kesepakatan siswa dalam pembagian tugas, kegiatan pemantapan dan pengembangan melalui presentasi pada pertemuan pertama dan kedua yang mana siklus II siswa lebih aktif daripada siswa pada siklus I; (2) terdapat 2 hal yang menjadi penghambat dalam penelitian yaitu minimnya sarana yang dimiliki dan motivasi siswa yang menurun, dan terdapat 2 hal yang menjadi pendukung penelitian yaitu adanya penambahan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dan kerjasama guru yang baik; (3) tanggapan siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation secara umum positif yaitu antara lain siswa merasa bahwa metode group investigation menyenangkan dan bisa dijadikan variasi kegiatan pembelajaran sehingga pembelajaran tidak monoton, hanya beberapa siswa yang merasa terbebani dengan penerapan pembelajaran ini; (4) tanggapan guru terhadap penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation cukup positif, guru beranggapan bahwa metode tersebut dapat membuat siswa aktif bekerja dalam mengemukakan pendapat dalam diskusi; (5) hasil belajar siswa dilihat dari nilai yang diperoleh pada post test siklus I dan siklus II menunjukkan peningkatan dimana dari siklus I sampai siklus II terjadi kenaikan hal ini dapat dilihat bahwa hampir 78 % nilai siswa telah memenuhi standart kelulusan yang telah ditentukan yaitu 75. Dari penelitian penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation, saran yang dapat dikemukakan diantaranya: (1) untuk Sekolah SDN Temenggungan 02 Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar diharapkan pembelajaran kooperatif model group investigatioan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pembelajaran selanjutnya; (2) untuk guru dapat menambah wawasan dalam meningkatkan minat siswa dalam proses belajar sehingga tercipta pembelajaran yang efektif dan sesuai standart kompetensi yang diharapkan; (3) bagi peneliti hendaknya dapat digunakan sebagai pengetahuan dan pengalaman dalam mengajar ; (4) bagi siswa diharapkan dapat memandang pengetahuan secara konstruktif dan memiliki hubungan interpersonal dalam proses kelompok secara efektif. KATA PENGANTAR Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah atas rahmat dan hidayahNya sehingga dalam penyusunan sekripsi yang berjudul”Penerapan Pembelajaran Group Investigation Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPA Kelas V Tentang Tumbuhan Hijau SDN Temenggungan 02 Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar ”dapat terselesaikan dengan baik Penyusunan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat gelar Sarjana Pendidikan. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan, bimbingan serta pengarahan dari berbagai pihak . Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Prof. Dr.Hendyat Soetopo, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. 2 Drs.H. Sutarno M.Pd. selaku Kaprodi KSDP Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang 3 Drs.H. Sutrisno, S.Pd, M.Pd Ketua Jurusan PGSD S1 Universitas Negeri Malang 4 Dr.Musa Sukardi M.Pd. selaku dusen pembimbing yang telah meberikan masukan dan bimbingan dalam penulisan skripsi ini 5 Semua dusen KSDP yang telah banyak memberikan ilmu yang sangat berguna bagi anak didik di sekolah saya mengabdi. 6 Drs. Sudibyo M.Pd mantan Kepala UPTD Daerah Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar yang telah memberi motifasi dan merekomendasi kuliah di Universitas Negeri Malang. 7 Drs. Mohammad Muhajirin M.Si selaku Kepala UPTD Daerah Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar yang telah memberi motivasi untuk belajar. 8 Eko Sudono, S.Pd. selaku Kepala Sekolah SDN.Temenggungan 02 Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar yang selalu memberi ijin waktu pelaksanaan redensial kuliah di Universitas Negeri Malang setiap awal semester. 9 Teman- teman guru SDN.Temenggungan 02 Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar yang telah mengganti mengisi kelas ketika ada kegiatan kuliah 10 Teman teman PGRI Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar yang telah memberi dorongan belajar 11 Sutikno Guru TK Dharmawanita Desa Temenggungan Kecamatan Udanawu yang telah memberi motivasi menggairahkan pada waktu ada kendala belajar. 12 Sipik selaku ibu kandung yang telah memberi doa restu dan dukungan mental 13 Siti Rahayu isteri yang selalu memberi motivasi dan dukungan mental. 14 Anak-anakku ( Danang Asta Setyawan, Anita Dwi Puspitasari,dan Triono Widyantoro) yang tersayang yang telah membantu kesulitan belajar 15 Teman-teman Program PJJ S1 PGSD Universitas Negeri Malang yang telah memberikan semangat untuk menyelesaikan laporan ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banya kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu denga segala kerendahan hati penulis mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun demi kesempurnaan skripsi ini, harapan penulis semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan. Amin. Malang, 18 Januari 2010 Penulis DAFTAR ISI ABSTRAK i KATA PENGANTAR iv DAFTAR ISI vi DAFTAR LAMPIRAN viii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1 B. Rumusan Masalah 3 C. Tujuan Penelitian 3 D. Manfaat Penelitian 3 E. Asumsi Penelitian ....................................................................... 4 F. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Masalah 4 G. Definisi Operasional 5 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pembelajaran Model Group Investigasi 7 B. Hasil Belajar 10 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian 12 B. Subjek Penelitian 13 C. Sumber dan Teknik Pengumpulan Data 13 D. Langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 14 E. Instrumen Penelitian 16 F. Analisis Data .............................................................................. 16 BAB IV TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Proses Pelaksanaan Pembelajaran Group Investigation ............. 23 B. Deskripsi Proses Pembelajaran 24 C. Deskripti Data Prestasi Belajar Siswa dan Observasi ................. 44 D. Hasil Belajar Siswa Sebelum Tindakan ...................................... 48 E. Hasil Prestasi Belajar Siswa Setelah Tindakan ........................... 48 F. Prestasi Belajar Pratindakan dan Setelah Tindakan .....................49 G. Pembahasan Proses Pelaksanaan Pembelajaran .......................... 50 H. Faktor Penghambat dan Faktor Pendukung ………………. …...53 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan 55 B. Saran 56 DAFTAR RUJUKAN...................................................................................... 57 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Lampiran : 1. Lampiran RPP pertemuan 1,dan 2 Siklus I 2. Lampiran Pre tes , Pos tes, LKS, dan Soal evaluasi pertemuan 1,dan 2 Siklus I 3. Lampiran RPP pertemuan 1,dan 2 Siklus II 4. Lampiran Pre tes , Pos tes, LKS, dan Soal evaluasi pertemuan 3,dan 4 Siklus II 5. Lembar angket 6. Lembar Obsevasi 7. Lembar Penilaian

Penggunaan analisis z-score untuk menilai tingkat kebangkrutan perusahaan sebelum dan sesudah akuisisi (studi pada perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia periode tahun 1998-2006) / Andy Prasetyo Wati

 

Kebangkrutan dapat diartikan sebagai kegagalan perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya untuk menghasilkan laba. Dari segi ekonomi, perusahaan dianggap gagal apabila mempunyai return yang negatif. Sedangkan akuisisi dapat diartikan sebagai bentuk dari pengambilalihan kepemilikan perusahaan oleh pihak pengakuisisi dengan memperoleh kendali atas aktiva bersih dan operasi perusahaan yang diakuisisi dengan memberikan aktiva tertentu, mengakui suatu kewajiban atau mengeluarkan saham dimana dalam peristiwa ini baik perusahaan pengambilalih ataupun perusahaan yang diambilalih tetap eksis sebagai badan hukum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan dan dampak dilihat dari nilai Z-Scorenya, serta untuk mengetahui perbedaan atas prediksi kebangkrutan dinilai dari Z-Score terhadap perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia sebelum dan sesudah akuisisi. Penelitian ini menggunakan analisis Z-Score untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan baik sebelum dan sesudah akuisisi. Z-Score merupakan skor yang ditentukan dari hitungan sekian kali keuangan perusahaan yang akan menunjukkan tingkat kemungkinan kebangkrutan perusahaan. Dari hasil Z-Score kemudian perusahaan dapat dikategorikan dalam kategori sehat, rawan bangkrut dan bangkrut. Rasio yang digunkan terdiri dari rasio modal kerja/total aktiva (X1), laba ditahan/total aktiva (X2), EBIT/total aktiva (X3), nilai pasar dari modal/nilai buku utang (X4) dam penjualan/total aktiva (X5). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selama tahun pengamatan sebagian perusahaan sampel diprediksi ke dalam kategori sehat dan bangkrut. Pada tahun sebelum akuisisi terdapat tiga perusahaan sehat, lima perusahaan rawan bangkrut dan satu perusahaan bangkrut. Sedangkan setelah akuisisi terdapat lima perusahaan sehat, satu perusahaan rawan bangkrut dan tiga perusahaan bangkrut. Berdasarkan perhitungan dengan nilai Z-Score terhadap prediksi kebangkrutan terdapat dampak yang dapat mempengaruhi perusahaan. Dampak tersebut antara lain dapat menjadikan perusahaan menjadi sehat, rawan bangkrut atau bangkrut. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis dapat menyarankan bagi perusahaan, bahwa perusahaan dapat segera meningkatkan kinerja perusahaannya untuk menghindari terjadinya kebangkrutan. Selain itu perusahaan juga dapat dengan segera melakukan penelitian lebih lanjut berkenaan dengan penggolongan kondisi perusahaan yang sama (seperti jenis atau bidang perusahaan, kinerja keuangan, tahun akuisisi dan lain sebagainya).

Penerapan pembelajaran kooperatif metode struktural think-pair-share untuk meningkatkan hasil belajar mata diklat pemasaran barang dan jasa kelas I Program Keahlian Penjualan di SMK PGRI 2 Malang / Niati Ngakisah

 

ABSTRAK Ngakisah, Niati. 2008. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Metode Struktural Think-Pair-Share untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Diklat Pemasaran Barang dan Jasa Kelas I Program Keahlian Penjualan di SMK PGRI 2 Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen Program Studi Pendidikan Tata Niaga Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs Gatot Isnani, M.Si, (II) Drs. Agus Hermawan, M.Si., M. Bus. Kata kunci : model pembelajaran think pair share, hasil belajar Indonesia merupakan negara besar yang kaya akan Sumber Daya baik Sumber Daya Alam maupun Sumber Daya Manusia. Sangat disayangkan jika kekayaan ini tidak diimbangi dengan tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, cakap dalam mengelola dan mengembangkan teknologi. Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas sumber daya manusia, maka pemerintah bersama kalangan swasta bersama-sama telah berupaya mewujudkan amanat tersebut melalui berbagai usaha. Tetapi pada kenyataannya upaya pemerintah tersebut belum cukup berarti dalam peningkatan kualitas pendidikan. Berdasarkan fakta tersebut, pendidikan di Indonesia perlu mendapatkan perhatian utama. Perbaikan kualitas pendidikan ini, pada hakekatnya bukan hanya merupakan tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab semua komponen masyarakat. Termasuk dalam hal ini adalah peran serta guru sebagai tenaga pendidik. Salah satu upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan kualitas SDM sebagai hasil/output pendidikan adalah dengan penggunaan metode pembelajaran yang efektif, salah satunya adalah penggunaan pembelajaran kooperatif metode struktural Think-Pair-Share. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dan menggunakan pendekatan kualitatif. Tindakan yang diberikan pada siklus I dan II sesuai dengan Rencana Pembelajaran (RPP) dengan metode Struktural Think-Pair-Share meliputi empat kegiatan, yaitu: (1) rencana tindakan (planning); (2) pelaksanaan tindakan (action); (3) observasi (observation); (4) refleksi (reflection). Mata diklat yang digunakan pada penelitian ini adalah Pemasaran Barang dan Jasa untuk kelas I Program Keahlian Penjualan, yaitu terfokus pada sukompetensi menghitung PPN, PPn BM, PPh, dan Bea Materai. Data-data yang dipergunakan untuk menilai proses selama PTK berlangsung bersumber dari hasil tes, hasil observasi, hasil wawancara, angket, hasil catatan lapangan serta dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Adapun subjek data yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas 1 program Penjualan SMK PGRI 2 Malang yang berjumlah 39 siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa dengan menggunakan pembelajaran kooperatif metode struktural Think-Pair-Share dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan pada siklus I yang mengalami peningkatan sebesar 25,24; dimana pada pre test hasil belajar siswa diperoleh rata-rata 53,33. Siswa yang tuntas belajar sebesar 19,51% (8 siswa) dan siswa yang belum tuntas belajar adalah 80,49% (33 siswa). Pada post test siklus 1 diperoleh rata-rata 78,57. Siswa yang tuntas belajar sebesar 95,24% (32 siswa) dan siswa yang belum tuntas belajar sebesar 4,76% (2 siswa). Pada siklus II juga mengalami peningkatan yaitu sebesar 42,13 dimana hasil pre test siklus II sebesar 52,16. Siswa yang tuntas belajar sebesar 13,16% (5 siswa) dan siswa yang belum tuntas belajar adalah 86,84% (33 siswa). Rata-rata hasil post test siklus II yang diperoleh yaitu 94,29. Siswa yang tuntas belajar sebesar 94,28% (33 siswa) dan siswa yang belum tuntas belajar adalah 2,86% (1 siswa). Dari hasil observasi pengamatan terhadap aktivitas guru pada siklus I oleh kedua pengamat, maka presentase nilai rata-ratanya adalah 91,67%. Hal ini dapat diartikan berdasarkan hasil observasi kedua pengamat tingkat penguasaan tindakan peneliti termasuk dalam kategori ”A”. Sedangkan pada siklus II berdasarkan hasil data observasi kedua pengamat maka persentase nilai rata-ratanya adalah 100%, hal ini dapat diartikan berdasarkan hasil observasi kedua pengamat tingkat penguasaan peneliti termasuk dalam kategori ”A”. Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran berdasarkan hasil data observasi kedua pengamat pada siklus I, presentase nilai rata-ratanya adalah 91,67%. Hal ini dapat diartikan berdasarkan hasil observasi kedua pengamat tingkat penguasaan tindakan peneliti termasuk dalam kategori ”A”, sedangkan pada siklus II persentase nilai rata-ratanya adalah 100%. Hal ini dapat diartikan berdasarkan hasil observasi kedua pengamat tingkat penguasaan tindakan peneliti termasuk dalam kategori ”A”. Dari perolehan penilaian aspek afektif siswa dalam Pembelajaran Kooperatif Metode Think-Pair-Share pada siklus I dihasilkan nilai rata-rata 72,23; masuk dalam kategori ”B”. Pada siklus II, dari perolehan penilaian aspek afektif siswa ini dihasilkan nilai rata-rata 89,08 masuk dalam kategori ”A-”. Sedangkan hasil Observasi Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Kooperatif Metode Struktural Think-Pair-Share siklus I diperoleh data bahwa persentase aspek tahap pembelajaran paling tinggi nampak pada aspek sharing (berbagi) sebesar 87,03% dan masuk dalam kategori “A-“. Sedangkan aspek thinking (berpikir) dan aspek pairing (berbagi) memiliki persentase sama, yaitu sebesar 83,3% dan masuk dalam kategori “B+”. Pada siklus II, diperoleh data bahwa persentase aspek tahap pembelajaran paling tinggi nampak pada aspek thinking (berbagi) sebesar 96,30% dan masuk dalam kategori “A“, aspek pairing (berpasangan) sebesar 94,44% dan masuk dalam kategori “A”. Sedangkan aspek sharing (berbagi) memiliki persentase sebesar 87,04% dan masuk dalam kategori “A-”. Sifat pernyataan yang diperoleh dari angket respon siswa, 12 diantaranya bersifat positif sedangkan 3 pernyataan lainnya yaitu pernyataan ke 6, 11 dan 14 bersifat negatif. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang diajukan sebagai berikut: (1) Bagi guru mata diklat Pemasaran Barang dan Jasa SMK 2 PGRI Malang dianjurkan menggunakan pembelajaran kooperatif dengan metode struktural Think-Pair-Share untuk meningkatkan hasil belajar siswa, (2) dalam pengelolaan pembelajaran di kelas guru harus selalu memberi arahan dan motivasi kepada seluruh siswa, (3) dalam pembelajaran kooperatif metode struktural Think-Pair-Share guru harus dapat mengupayakan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi, (4) siswa diharapkan mempersiapkan terlebih dahulu segala sesuatunya sebelum pelaksanaan kegiatan belajar di kelas.

Pengaruh infus daun tapak liman (Elephantopus scaber L.) terhadap perkembangan uterus mencit (Mus musculus) galur balb C / Farahdita Devi Masyitoh

 

Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui pengaruh infus daun tapak liman terhadap perkembangan uterus mencit Galur Balb C. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali. Analisis hasil penelitian yang digunakan adalah analisis variansi tunggal (ANAVA tunggal), dan apabila berpengaruh dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hewan coba yang digunakan adalah mencit betina umur 8-10 minggu dengan berat badan 21-24 gram. Infus daun tapak liman diberikan secara oral sebanyak 0,5 ml selama 12 hari dengan konsentrasi 0 % sebagai kontrol, konsentrasi 73%, 75%, 77%, dan 79%. Pada hari ketiga belas mencit dibunuh secara dislokasi leher. Uterus diambil dan dibersihkan dalam larutan NaCl 0,9% kemudian ditimbang dan difiksasi dalam larutan Bouin. Selanjutnya dibuat preparat histologis dengan menggunakan metode parafin, diiris dengan ketebalan 10 μm, dan diwarnai dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin. Setelah itu, dilakukan pengukuran tebal endometrium dan diameter uterus mencit (Mus musculus) di bawah mikroskop cahaya binokuler dengan perbesaran 40 kali. Penelitian ini dilakukan di kandang pemeliharaan hewan, Ruang Penelitian (R.307), dan Ruang Mikroteknik Hewan (R.314) Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang, pada bulan April sampai Oktober 2006. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) infus daun tapak liman (E. scaber L.) tidak berpengaruh terhadap berat uterus mencit (Mus musculus), tetapi menunjukkan kecenderungan pertambahan berat uterus mencit (Mus musculus); 2) infus daun tapak liman (E. scaber L.) tidak berpengaruh terhadap tebal endometrium, tetapi menunjukkan kecenderungan menipiskan endometrium; 3) infus daun tapak liman (E. scaber L.) berpengaruh menyusutkan diameter uterus mencit (Mus musculus), yakni mulai pada konsentrasi 73%.

Pengembangan CD pembelajaran interaktif berbasis komputer sebagai media pembelajaran pada materi tumbuhan di SMA Negeri 3 Malang / Desi Yektianggini

 

Pendidikan mempunyai peran yang amat penting dalam membangun kehidupan suatu bangsa. Hal ini dikarenakan pendidikan merupakan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Guna mewujudkan tujuan tersebut diperlukan peningkatan dan penyempurnaan penyelenggaraan pendidikan nasional. Lembaga pendidikan di Indonesia mempunyai misi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia seutuhnya. Definisi sumber daya manusia seutuhnya sebagaimana tercantum dalam tujuan pendidikan nasional yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri, serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional perlu didukung dengan adanya proses pembelajaran yang berkualitas. Pembelajaran yang berkualitas adalah yang mampu menghasilkan sumber daya manusia seutuhnya. Namun, harapan di atas tentunya akan sulit tercapai apabila dalam dunia pendidikan sendiri masih terdapat berbagai masalah (Agung, 2005:2) Masalah utama dalam dunia pendidikan di Indonesia berkaitan dengan beberapa hal, yaitu relevansi, pemerataan dan mutu pendidikan. Rendahnya mutu pendidikan melahirkan angkatan kerja yang tidak memiliki kompetensi dasar sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu kebijakan utama dalam sistem pendidikan nasional. Upaya peningkatan mutu pendidikan bisa dilakukan dengan tiga dimensi yakni masukan pendidikan, proses pendidikan, dan keluaran pendidikan. Ketiga dimensi tersebut saling berkaitan satu sama lainnya sehingga penanganannya harus dilaksanakan secara simultan. Semua elemen masyarakat mempunyai tanggung jawab dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Lembaga pendidikan, guru dan masyarakat (orang tua siswa), serta warga belajar khususnya perlu menyelaraskan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam proses belajar. (Samtono,2006).

Fa'aliyyatu istikhdami kitab "al jurumiyah" wa "al-amtsilatu al-tashrifiyyah" fi ta'lim qawa'id al-lughah al-arabiyah bi ma'had "Hidayatul Mubtadi'in" Malang / A. Samsul Ma'arif

 

Peningkatan prestasi belajar siswa dengan metode proyek pada siswa kelas 2 Teknik Perkayuan di SMK Negeri 1 Balikpapan / Jahumosing Sinaga

 

ABSTRAK Sinaga. J , 2008. Peningkatan Prestasi Belajar Siswa dengan Metode Proyek Pada Siswa kelas 2 Teknik Perkayuan di SMK Negeri 1 Balikpapan Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs.Heru Muryanto. (II) Drs.Wasis, M.T Kata kunci: prestasi belajar, metode proyek, praktik kerja kayu Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan realita bahwa kemampuan siswa teknik perkayuan dalam pembelajaran praktik kerja kayu masih rendah, hal tersebut dapat dilihat pada tiga tahun terakhir dari hasil prosentase ketuntasan siswa pada tahun 2005 adalah 65% , tahun 2006 adalah 67% dan tahun 2007 adalah 70%, untuk itu perlu dilakukan perbaikan-perbaikan terutama pada konsep-konsep teknik yang bersifat rumit, diantaranya dengan penerapan metode pembelajaran yang lebih bervariasi, menarik, dan dalam penelitian tindakan kelas ini diujucobakan penerapan pembelajaran metode proyek. Tujuan penelitian ini adalah meningkatakan prestasi hasil belajar siswa pada kompetensi membuat kusen pintu kayu di SMK Negeri 1 Balikpapan melalui penerapan metode proyak. Sedangkan manfaat penelitian adalah Peningkatan prestasi belajar siswa Metode proyek merupakan salah satu cara penyajian pelajaran yang bertitik tolak dari suatu masalah, kemudian dibahas dari berbagai segi yang berhubungan sehingga pemecahanya secara keseluruhan dan bermakna. Dalam penerapan pembelajaran dengan metode proyek ialah adanya kegiatan merencana yang matang sebelum melaksanakan kegiatan memecahkan dan menyelesaikan masalah yang di hadapi. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan subyek penelitian adalah dua puluh enam orang siswa kelas 2 teknik perkayuan. Penelitian ini dalam bentuk penelitian tindakan kelas dengan langkah-langkah sebagai berikut, Rancangan penelitian, Instrumen penelitian, Subyek penelitian, Teknik pengumpulan data, Teknik analisa data dan Indikator keberhasilan. Sedangkan tahap penelitian tindakan kelas melalui tiga siklus. Siklus pertama dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus kedua dan ketiga dengan tahapan-tahapan yang sama dengan siklus tertama. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) dengan proses pelaksanaan tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi metode proyek yang sesuai dengan perencana dapat meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa sehingga mencapai batas ketuntasan kompetensi. (2) adanya peningkatan prosentase ketuntasan 61,54% pada siklus I, 84,62% pada siklus II, dan menjadi 100% pada siklus III. Berdasarkan hasil analisa dari data penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode proyek dapat digunakan salah satu metode pembelajaran praktik karena terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada kompetensi pembuatan kusen pintu di SMK Negeri 1 Balikpapan. Kepada guru yang mengajar mata diklat produktif, untuk menerapkan metode proyek dalam pembelajaran praktik. Kepada siswa disarankan agar cara belajar dengan metode proyek ini dapat digunakan pada mata diklat lain sehingga penguasaan bahan ajar akan lebih baik.

Evaluasi perubahan musim hujan dan kemarau ditinjau dari karakteristik curah hujan di wilayah Malang Raya / Brahmantyo Wisnu Marhendra

 

ABSTRAK Marhendra, Brahmantyo Wisnu. 2008. Evaluasi Perubahan Musim Hujan dan Kemarau Ditinjau dari Karakteristik Curah Hujan di Wilayah Malang Raya. Skripsi, Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Ir. Nugroho S.P, M.T., (II) Drs. Wasis, M.T. Kata kunci: perubahan musim, karakteristik curah hujan, wilayah Malang Raya Dewasa ini pemanasan global yang terjadi merupakan salah satu penyebab dari perubahan iklim. Pada skala lokal, perubahan iklim menimbulkan salah satu efek berupa pergeseran musim. Jika dikaitkan dengan wilayah Indonesia dapat dilihat pada kota-kota yang dulunya dikenal sejuk dan dingin, pada saat ini cuacanya semakin panas. Contohnya di propinsi Jawa Timur dapat kita rasakan adalah kota Malang, kota Batu, kawasan Prigen-Pasuruan dan sekitarnya adalah daerah yang dulunya dikenal dingin tetapi sekarang tidak lagi. Untuk mengetahui apakah terjadi pergeseran musim hujan dan kemarau, maka dilakukan suatu analisa yang di tinjau dari karakteristik curah hujan yang terjadi khususnya di wilayah Malang Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi pergeseran musim dan terjadinya bulan-bulan musim hujan dan bulan-bulan musim kemarau. Untuk menunjang hal tersebut, maka yang akan dibahas yaitu tinggi curah hujan maksimum dan curah hujan rata-rata, jumlah hari hujan dan jumlah hari kemarau, jumlah kejadian hujan maksimum di tiap bulannya, trend jumlah hari basah atau hujan dan jumlah hari kering atau kemarau, trend bulan-bulan dengan jumlah hujan maksimum. Tidak semua data curah hujan yang berada di seluruh wilayah Malang akan di kaji dalam penelitian ini. Adapun populasi yang diambil yaitu data-data curah hujan yang dicatat pada stasiun-stasiun hujan yang masuk di dalam wilayah daerah pengaliran sungai Brantas Hulu. Sedangkan yang diambil adalah data curah hujan dari Stasiun Tinjumoyo, Stasiun Lowokwaru, Stasiun Jabung, Stasiun Poncokusumo, Stasiun Singosari, Stasiun Blambangan. Data-data curah hujan tersebut merupakan data sekunder yang diperoleh dari P.T. BPSAWS (Balai Pengelolaan Sumberdaya Air Wilayah Sungai) Bango-Gedangan yang berada di Jl. Wisnuwardhana no.7B Malang dengan periode pengamatan selama 17 tahun yaitu mulai tahun 1990 s/d 2006. Untuk proses penganalisaan datanya tersebut digunakan metode rerata hitung, sedangkan proses analisa trend digunakan model regresi linear dengan bantuan software Microsoft Office Exel 2007. Berdasarkan pembahasan dari hasil penelitian, maka dapat diketahui untuk tinggi curah hujan maksimum 200 mm, rata-rata hujan maksimum terbesar 55,37 mm dan yang terkecil 29,40 mm, sedangkan untuk curah hujan rata-rata DAS tertinggi 20,92 mm dan yang terkecil 14,38 mm; jumlah rata-rata hari hujan tertinggi 119,29 hari dan terendah 78,41 hari, sedangkan untuk jumlah rata-rata hari kemarau tertinggi 281,59 hari dan terendah 206,41 hari; jumlah hujan maksimum di tiap bulan tertinggi adalah 21 kejadian dengan prosentase 19,44%, dan yang terendah yaitu tidak terjadi; trend jumlah hari hujan dan hari kemarau cenderung tidak mengalami perubahan yang berarti; trend bulan-bulan dengan jumlah hujan maksimum cenderung fluktuasinya tidak mengalami perubahan; ternd pola hujan maksimum dan hujan rata-rata DAS juga cenderung tidak mengalami perubahan yang berarti; untuk bulan-bulan musim penghujan terjadi antara bulan Nopember s/d April, sedangkan bulan-bulan musim kemarau terjadi antara bulan Mei s/d Oktober. Dari pembahasan tersebut dapat memberikan gambaran bahwa perubahan yang terjadi dari harga rata-rata curah hujan dan variansi, selama periode pengamatan perubahan yang terjadi masih dalam batas toleransi atau normal. Hal ini berarti bahwa perubahan dan kecenderungan yang terjadi belum memberikan indikasi terjadinya perubahan musim yang signifikan. Jadi dari periode 1990-2006 tidak terjadi perubahan iklim yang berarti, khususnya berdasarkan data-data curah hujan di wilayah Malang Raya. Bagi para pengguna hasil penelitian ini, khususnya bagi para petani disarankan untuk memulai aktivitas bercocok tanam misalnya untuk tanaman padi antara bulan Desember s/d Pebruari, karena pada bulan-bulan tersebut curah hujan yang terjadi relatif lebih besar di antara bulan-bulan di periode musim penghujan. Sedangkan untuk jenis tanaman selain padi (misalnya palawija) saat waktu penanaman tidak harus pada bulan-bulan musim penghujan (misalnya bulan Mei dan Juni), sebab jenis tanaman ini tidak terlalu banyak membutuhkan air. Kemudian bagi masyarakat yang mengandalkan air hujan di musim kemarau untuk kebutuhan hidup sehari-hari, diharapkan agar meningkatkan kuantitas air hujan itu sendiri, mengingat dari hasil penelitian ini jumlah kejadian hujan lebih rendah dibandingkan dengan kejadian kemarau.

Penerapan model inkuiri terbimbing dalam upaya meningkatkan kemampuan merumuskan kesimpulan materi gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan pada siswa SMPN 6 kelas VII.3 Malang tahun ajaran 2007/2008 / Irma Aprilda Sinaga

 

Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti di SMPN 6 Malang, siswa masih belum bisa merumuskan kesimpulan. Hal ini terlihat ketika guru memberikan data berupa data jarak 2m, 4m, 6m, 8m, 10m dan waktu 1s, 2s, 3s, 4s, 5s. Siswa ditugaskan membuat tabel dan grafik antara jarak dan waktu. Kemudian siswa ditugaskan membuat kesimpulan berdasarkan data dan grafik yang ada. Diperoleh siswa masih belum bisa membuat kesimpulan berdasarkan data yang ada. Siswa masih terlihat bingung dan tidak bisa membuat kalimat kesimpulan. Upaya untuk meningkatkan kemampuan siswa merumuskan kesimpulan adalah melalui penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing. Siswa dapat dibimbing secara bertahap untuk memperoleh konsep fisika. Model pembelajaran inkuiri terbimbing memiliki empat tahapan, yaitu: pengajuan masalah, penstrukturan masalah, pengajuan hipotesis, melakukan eksperimen. Pada pembelajaran inkuiri, siswa terlibat langsung pada proses mengambilan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran model inkuiri terbimbing yang dapat meningkatkan kemampuan merumuskan kesimpulan siswa kelas VII..3 SMP Negeri 6 Malang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Siklus I pada pokok bahasan Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan siklus II pada pokok bahasanGerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB). Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan merumuskan kesimpulan. Peningkatan kemampuan merumuskan kesimpulan dari siklus I ke siklus II sebesar 0,76 % untuk kejelasan kalimat, 14,15 % untuk relevansi terhadap data, 12,64 % untuk kebenaran konsep 9,85 % untuk kelengkapan konsep. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing terjadi pada saat pengisian LKS dimana siswa dibimbing dan diarahkan untuk membuat kesimpulan dengan kalimat petunjuk LKS. Kalimat petunjuk LKS membimbing siswa menuju kesimpulan yang diharapkan. Pemberian tindakan berupa pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan kemampuan siswa merumuskan kesimpulan pada siklus I sebesar 67 % pada siklus II sebesar 76% sehingga persentasi peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 9%.

Pengaruh kondisi sarana prasarana praktik dan kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar kejuruan mata diklat pengaman kelistrikan siswa kelas III Jurusan Mekanik Otomotif SMK Kartika V-I Balikpapan / Yuli Sri Wahyuni

 

Dalam meningkatkan prestasi belajar yang optimal, perlu diperhatikan faktor atau kondisi yang dapat mempengaruhi proses kegiatan belajar. Faktor tersebut ada dari luar individu atau dari dalam individu siswa. Ada dugaan bahwa ada pengaruh kondisi sarana prasarana praktik dan kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar kejuruan, maka muncul ide yang mendorong diadakannya penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara kondisi sarana prasarana praktik dan kondisi sosial ekonomi orang tua siswa terhadap prestasi belajar kejuruan mata diklat pengaman kelistrikkan siswa kelas III jurusan mekanik otomotif di SMK Kartika V-I Balikpapan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, angket dan dokumentasi. Populasi berjumlah 224 siswa terbagi dalam 7 kelas. Dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu proposional random sampling teknik pengambilan sampel dengan mengambil subyek dari setiap wilayah ditentukan sebanding dengan banyaknya subyek dalam masing-masing wilayah. Data diperoleh dari 45 sampel yang diambil dari siswa kelas III SMK Kartika V-I Balikpapan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriftif dan analisis regresi linier ganda. Hasil analisis deskriftif menunjukkan bahwa prestasi belajar kejuruan termasuk kategori baik yaitu rata-rata 7,90, kondisi sarana prasarana praktik termasuk kategori sangat baik yaitu rata-rata 118,51 dari skor terendah 90 dan skor tertinggi 125, kondisi sosial ekonomi orang tua termasuk kategori baik yaitu rata-rata 22,22 dari skor terendah11 dan skor tertinggi 30. Dari hasil analisis pengujian hipotesis menunjukkkan bahwa ada pengaruh kondisi sarana prasarana praktik dan kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar kejuruan mata diklat pengaman kelistrikan didapatkan nilai Fhitung sebesar 14,788 dengan menggunakan taraf signifikansi α = 0,05 (0,000 < 0,05). Berdasarkan hasil analisis diatas disimpulkan ada pengaruh kondisi sarana prasarana praktik dan kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar kejuruan mata diklat pengaman kelistrikan siswa kelas III jurusan Mekanik Otomotif di SMK Kartika V Balikpapan. Maka disarankan pada pihak sekolah dan orang tua. Untuk pihak sekolah dapat lebih meningkatkan pengelolaan sarana prasarana praktik secara optimal serta disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini (mutakhir). Untuk pihak orang tua agar menciptakan hubungan keluarga yang positif dapat mengatasi pengaruh negatif dari keadaan sosial ekonomi yang tidak baik, suka memotivasi anak-anaknya. Walaupun kondisi sosial ekonomi membelenggu namun prestasi anak tetap bisa tinggi

Strategi promosi pada unit usaha percetakan KPRI Rumah Sakit Saiful Anwar / Ghofur Setya Putra

 

Korelasi prestasi belajar perbaikan motor otomotif dan prestasi praktik kerja industri (Prakerin) dengan minat bekerja di bidang otomotif program keahlian mekanik otomotif SMK Negeri 1 Balikpapan / Mardiansyah

 

ABSTRAK Mardiansyah. 2008. Korelasi Prestasi Praktik Perbaikan Motor Otomotif dan Prestasi Praktik Kerja Industri (Prakerin) dengan Minat Bekerja di Bidang Teknik Otomotif Program Keahlian Mekanik Otomotif SMK Negeri 1 Balikpapan. Skripsi. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T., M.Pd, Pembimbing (II): Drs. H. Yoto, S.T., M.Pd., M.M. Kata-kata Kunci: Prestasi, praktik perbaikan motor otomotif, praktik kerja industri (prakerin), minat bekerja Perkembangan teknologi yang sangat pesat sekarang ini banyak membutuhkan tenaga kerja tingkat menengah yang mempunyai kemampuan dan keterampilan tinggi. SMK sangat berkepentingan terhadap kesiapan tenaga kerja tingkat menengah di industri. Namun kelulusan SMK belum sepenuhnya dapat memiliki kualifikasi yang diinginkan oleh dunia industri maka demi tersedianya lulusan yang siap kerja, hal ini perlu diaplikasikan dengan program Prakerin. Materi pelajaran perbaikan motor otomotif dan Prakerin juga memiliki pengetahuan yang menunjang yaitu pengetahuan tentang dasar-dasar minat bekerja sebagai informasi. Pengetahuan tersebut saling terkait satu dengan yang lain dan semua itu merupakan pengetahuan penunjang pada materi pelajaran prestasi praktik perbaikan motor otomotif program keahlian mekanik otomotif yang harus benar-benar dikuasai siswa agar prestasi belajar mereka maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) korelasi antara Prestasi Perbaikan Motor Otomotif terhadap Minat Bekerja di bidang Teknik Otomotif, (2) korelasi Prestasi Praktik Kerja Industri terhadap Minat Bekerja di bidang Teknik Otomotif, dan (3) korelasi antara Prestasi Praktik Perbaikan Motor Otomotif dan Prestasi Praktik Kerja Industri terhadap Minat Bekerja dibidang Teknik Otomotif siswa kelas III Program Keahlian Mekanik Otomotif SMK Negeri 1 Balikpapan tahun pelajaran 2008/2009. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas III Program keahlian Mekanik Otomotif SMK Negeri 1 Balikpapan tahun pelajaran 2007/2008, yang tediri dari 2 (dua) kelas dengan jumlah 39 siswa. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara prestasi praktik perbaikan motor otomotif dengan minat bekerja di bidang otomotif siswa kelas XII Program Keahlian Perbaikan motor otomotif SMK Negeri 1 Balikpapan tahun pelajaran 2007/2008, (2) Terdapat hubungan yang signifikan antara prestasi praktik kerja industri dengan minat bekerja di bidang otomotif siswa kelas XII Program Keahlian Perbaikan motor otomotif SMK Negeri 1 Balikpapan tahun pelajaran 2007/2008, dan (3) Terdapat hubungan prestasi praktik perbaikan motor otomotif dan prestasi praktik kerja industri dengan minat bekerja di bidang otomotif siswa kelas XII Program Keahlian Perbaikan motor otomotif SMK Negeri 1 Balikpapan tahun pelajaran 2007/2008. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, disarankan bahwa (1) siswa hendaknya dapat melaksanakan kegiatan praktik perbaikan motor otomotif secara baik dengan memanfaatkan fasilitas belajar yang sudah disiapkan oleh pihak sekolah sehingga memiliki kompetensi atau prestasi yang memenuhi standar kelulusan yang nantinya dapat digunakan atau diterapkan di dunia kerja atau dunia industri, (2) guru bidang studi kejuruan hendaknya menempatkan siswa prakerin di bengkel atau perusahaan yang relevan dengan jurusan siswa dan guru juga hendaknya memberikan pengarahan dan bimbingan yang lebih mendalam untuk mendorong motivasi belajar para siswa dalam proses pembelajaran sehingga siswa lebih termotivasi lagi dalam mengikuti proses pembelajaran dengan cara memberikan gambaran tentang lapangan kerja yang akan dimasuki setelah lulus sekolah, dan (3) pihak industri yang ditunjuk oleh sekolah hendaknya melaksanakan program praktik kerja industri dengan sungguh-sungguh sehingga siswa mempunyai keterampilan yang memadai dan mempunyai sikap praktik yang positif sehingga menghasilkan prestasi praktik kerja industri yang lebih baik dan siap menjawab tuntutan keterampilan yang diharapkan dalam menghadapi dunia kerja.

Pengaruh bauran promosi terhadap keputusan pembelian produk Telkomflexi Trendy di Kota Malang / Taufik Arman

 

Peralihan rezim tata perekonomian dunia baru menjadi era globalisasi kini telah menciptakan kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Pemasaran global diikuti kapitalisme posmomodern meyakinkan kita akan persaingan yang kental. Kini konsumen semakin pandai dan produsen semakin cerdas, namun ada satu celah yang perlu untuk digarap apabila ingin menjadi pemimpin pasar yaitu strategi pemasaran. Ujung tombak dari strategi pemasaran adalah promosi. Keberhasilan promosi sangat bergantung bagaimana pemasar mengemas dan menyajikan, sehingga promosi yang disampaikan dapat dilakukan secara efektif dan efisien tersampaikan kepada konsumen. Titik finisnya adalah peningkatan keuntungan dari keputusan konsumen untuk melakukan pembelian atau konsumsi produk hingga loyalitas untuk terus menggunakan atau mengkonsumsi produk tersebut. Pentingnya peran promosi terhadap keputusan pembelian konsumen membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul ”Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Produk TELKOMFlexi Trendy di Kota Malang”. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran promosi (X) yang terdiri dari periklanan (X1), promosi penjualan (X2), penjualan perseorangan (X3), hubungan masyarakat (X4), dan pemasaran langsung (X5) terhadap keputusan pembelian (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah pembeli dan pengguna TELKOMFlexi Trendy di kota Malang pada tahun 2008. Kemudian dengan menggunakan rumus Infinite Population dari buku Business Statistics for Management and Economics, diperoleh jumlah sampel sebanyak 207 responden. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling dan skala yang digunakan adalah skala Likert dengan 5 (lima) pilihan jawaban. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan regresi linier berganda dengan menggunakan uji-t dan uji-F. Sedangkan untuk menguji kelayakan regresi dilakukan uji asumsi klasik, dan keseluruhan analisis ini menggunkan bantuan program SPSS 12.0 for Windows. Hasil penelitian ini adalah: (1) 80 responden (38,65%) menyatakan bauran promosi yang dilakukan PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. untuk produk TELKOMFlexi Trendy melalui media periklanan adalah baik; (2) 82 responden (39,61%) menyatakan bauran promosi yang dilakukan melalui media promosi penjualan adalah baik; (3) 95 responden (45,89%) menyatakan bauran promosi yang dilakukan melalui media penjualan perseorangan adalah baik; (4) 95 responden (45,90%) menyatakan bauran promosi yang dilakukan melalui media hubungan masyarakat adalah baik; (5) 78 responden (37,68%) menyatakan bauran promosi yang dilakukan melalui media pemasaran langsung adalah sangat baik. Berdasarkan hasil analisis regresi secara parsial variabel periklanan (X1) didapatkan nilai thitung 5,743 > ttabel 2,571 atau signifikan t 0,000 < 0,05, yaitu terdapat pengaruh yang positif dan signifikan periklanan terhadap keputusan pembelian. Variabel promosi penjualan (X2) didapatkan nilai thitung 3,287 > ttabel 2,571 atau signifikansi t 0,001 < 0,05, yaitu terdapat pengaruh yang positif dan signifikan promosi penjualan terhadap keputusan pembelian. Variabel penjualan perseorangan (X3) didapatkan nilai thitung 3,878 > ttabel 2,571 atau signifikansi t 0,000 < 0,05, yaitu terdapat pengaruh yang positif dan signifikan penjualan perseorangan terhadap keputusan pembelian. Variabel hubungan masyarakat (X4) didapatkan thitung 3,671 > ttabel 2,571 atau signifikansi t 0,000 < 0,05, yaitu terdapat pengaruh yang positif dan signifikan hubungan masyarakat terhadap keputusan pembelian. Variabel pemasaran langsung (X5) didapatkan thitung 4,348 > ttabel 2,571 atau signifikansi t 0,000 < 0,05, yaitu terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pemasaran langsung terhadap keputusan pembelian. Sedangkan secara simultan didapatkan nilai Fhitung 70,88 > Ftabel 4,38 atau signifikansi F 0,000 < 0,05. Dengan demikian variabel periklanan (X1), promosi penjualan (X2), penjualan perseorangan (X3), hubungan masyarakat (X4), dan pemasaran langsung (X5) secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Sumbangan Efektif (SE) yang terbesar adalah variabel periklanan yaitu sebesar 14,06% kemudian pemasaran langsung sebesar 8,58%, penjualan perseorangan sebesar 6,97%, hubungan masyarakat sebesar 6,30% dan terakhir promosi penjualan sebesar 5,11%. Selain itu diketahui Adjusted R Square = 0,629 yang artinya; bauran promosi berpengaruh terhadap keputusan pembelian sebesar 62,9%. Saran yang bisa dikemukakan penulis dari hasil penelitian ini adalah: (1) periklanan sebaiknya dilakukan dengan penuh kreatifitas sehingga dapat lebih menarik konsumen; (2) promosi penjualan sebaiknya ditingkatkan sehingga konsumen dapat lebih loyal untuk terus menggunakan produk TELKOMFlexi Trendy; (3) penjualan perseorangan sebaiknya diberi penanganan yang khusus sehingga dapat menjaga citra perusahaan; (4) hubungan masyarakat sebaiknya lebih diperhatikan agar perusahaan semakin dipercaya oleh masyarakat; (5) pemasaran langsung sebaiknya dijalankan dengan hati-hati guna mencegah persaingan dengan distributor atau pemasar.

Pengembangan media pembelajaran audio visual pada materi sifat fisika dan sifat kimia zat untuk SMP kelas VII / Moch. Royanudin

 

Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan materi kimia sudah masuk dalam materi IPA SMP. Ilmu kimia merupakan ilmu yang sebagian aspeknya bersifat abstrak. Hal ini menimbulkan masalah bagi siswa karena harus mempelajari sesuatu yang abstrak. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu digunakan pendekatan yang meliputi strategi pembelajaran dan media pembelajaran yang dipakai. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa adalah strategi pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Selain strategi pembelajaran, untuk lebih memantapkan pemahaman siswa harus ditunjang dengan media pembelajaran yang inovatif. Beberapa media yang dapat dipakai untuk proses pembelajaran adalah bahan ajar dan media audio-visual. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan media audio-visual. 2) mengetahui hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan bahan ajar. 3) mengetahui perbedaan hasil belajar kedua kelompok siswa tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental komparatif, yaitu penelitian yang menggambarkan perbedaan prestasi belajar antara kedua kelas eksperimen yang akan diberi perlakuan yang berbeda yaitu model pembelajaran STAD berbantuan bahan ajar dengan model pembelajaran STAD berbantuan media audio visual. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu instrumen tes akhir yang telah dilakukan validasi butir soal hasilnya diperoleh 22 soal valid dan 18 soal tidak valid dari 40 soal yang diujicobakan. Raliabilitas soal sebesar 0,72 dan menunjukkan tingkat reliabilitas tinggi. Data prestasi belajar yang diperoleh sebelum dilakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas. Sedangkan pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t pihak kanan. Hasil penelitian menunjukkan kedua kelompok siswa mengalami kenaikan prestasi hasil belajar yang ditunjukkan dari data rata-rata prestasi belajar yaitu 80 untuk kelas audio-visual dan 73.39 untuk bahan ajar. Dari hasil pengujian hipotesis dengan uji t prestasi belajar menunjukkan nilai t hitung sebesar 4.147 nilai tersebut lebih besar daripada harga t tabel yaitu 1.67 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti prestasi belajar siswa kelas VII SMPN 20 Malang yang diajar dengan model pembelajaran STAD berbantuan media audio visual lebih tinggi dibandingkan prestasi belajar siswa kelas VII SMPN 20 Malang yang diajar dengan model pembelajaran STAD berbantuan media bahan ajar.

Penerapan pembelajaran berdasarkan masalah (PBM) deangan strategi kooperatif teknik stad (Student Teams Achievement Divisions) pada mata pelajaran sains untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Jenderal Sudirman malang tahun ajara

 

Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) bertujuan memusatkan diri pada pengembangan seluruh kompetensi siswa. Siswa dibantu agar kompetensinya muncul dan dikembangkan secara maksimal kemampuan fisik dan mental dengan menggunakan keterampilan proses. Siswa harus dapat aktif dalam proses belajar mengajar dengan tidak selalu menerima apa saja yang disampaikan oleh guru akan tetapi mencarinya sendiri pada media-media yang ada. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran Sains Madrasah Ibtidaiyah Jenderal Sudirman (MIJS) Malang sudah menerapkan KBK sejak tahun 2004. Meskipun telah diterapkan sekitar 2 tahun, penerapannya masih sering menggunakan metode ceramah karena siswa lebih mudah mengerti tentang materi yang dipelajari. Masih banyak siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran di kelas. Siswa juga masih kesulitan dalam menemukan permasalahan, menyusun hipotesis dan menarik kesimpulan dari materi yang dipelajari. Penerapan PBM menghadapkan siswa pada masalah aktual yang tidak tentu, membatasi masalah, merencanakan penyelidikan, melaksanakan eksperimen dan melakukan penyelidikan untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, dan menyajikannya. Dengan bekerjasama dalam kelompok, siswa belajar untuk menganalisis permasalahan, mengidentifikasi dan menemukan informasi yang diperlukan (dengan mengajukan dan menjawab pertanyaan mereka sendiri atau pertanyaan antar siswa), dan berbagi hasil temuan penyelidikan, serta menyusun dan mengevaluasi kemungkinan pemecahan masalah. Oleh karena itu, peneliti menerapkan Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBM) dengan strategi kooperatif teknik STAD untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa kelas V-A di MIJS Malang melalui penerapan PBM dengan strategi kooperatif teknik STAD, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas V-A di MIJS Malang melalui penerapan PBM dengan strategi kooperatif teknik STAD. Jenis penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas dengan 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V-A MIJS Malang yang berjumlah 35 siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi kegiatan siswa dan guru selama proses pembelajaran, tes akhir pada setiap siklus. Analisis data secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBM dengan strategi kooperatif teknik STAD dapat meningkatkan aktivitas siswa untuk visual activities sebesar 40%, oral activities sebesar 20%, listening activities sebesar 16,86%, writing activities sebesar 23,9%, motor activities sebesar 8,38%, mental activities sebesar 17,9%, emotional activities sebesar 44, 67%, sedangkan drawing activities tidak muncul dalam aktivitas siswa baik selama siklus I maupun siklus II. Penerapan PBM dengan strategi kooperatif teknik STAD ini juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari total skor pada siklus I adalah 2424 sedangkan pada siklus II adalah 2709. Peningkatan hasil belajar juga dapat dilihat dari rata- rata hasil belajar siswa yaitu pada siklus I sebesar 69,24 sedangkan pada siklus II sebesar 77,4. selain itu, jumlah siswa yang tuntas belajar pada siklus I sebanyak 16 siswa (45,71%) dan pada siklus II meningkat menjadi 25 siswa (71,43%) Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan PBM dengan strategi kooperatif teknik STAD dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, disarankan bagi guru mata pelajaran Sains untuk dapat menerapkan PBM dengan strategi kooperatif teknik STAD dan bagi peneliti lain dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam pengembangan penelitian berikutnya.

Invasi Amerika di Normandia 1944 penggunaan strategi Blitzkrieg untuk memukul mundur Jerman / Mohamad Arifianto

 

Pengaruh motivasi dan minat siswa terhadap prestasi belajar siswa di SMP Islam Jabung - Malang / Fifi Yuliawatiningsih

 

ABSTRAKSI Yuliawatiningsih, Fifi. 2008. Pengaruh Motivasi dan Minat Intern dan Ekstern Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Di SMP Islam Jabung – Malang. Fakultas Ekonomi. Jurusan Pendidikan Akuntansi. Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing (1) Drs. H. Sumadi, S.E, M.M, (2) Sriyani Mentari, S.Pd, M.M. Kata Kunci : Motivasi dan Minat, Prestasi Belajar, SMPI. Latar belakang penelitian ini adalah ingin membuktikan apakah motivasi dan minat intern dan ekstern siswa mempengaruhi belajar siswa yang kebanyakan masyarakatnya masih terikat dengan tradisi dan kondisi ekonomi keluarga yang kurang mendukung. Dan tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui dan mengkaji pengaruh motivasi intern dan ekstern secara parsial terhadap prestasi belajar siswa di SMP Islam Jabung ? 2) Mengetahui dan mengkaji pengaruh minat intern dan ekstern secara parsial terhadap prestasi belajar siswa di SMP Islam Jabung ? 3) Mengetahui dan mengkaji pengaruh motivasi dan minat siswa secara simultan terhadap prestasi belajar siswa di SMP Islam Jabung ?. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas 1, 2 dan 3, dengan tehnik pengumpulan data dokumentasi berupa nilai UAS semester genap 2007/2008, angket dengan hasil jawaban yang berbentuk binomial sehingga tidak dapat dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas. Tehnik analisis data yang dibutuhkan berupa analisi deskriptif yang menggambarkan keadaan dan struktur organisasi di SMP Islam Jabung dan Uji Hipotesis dengan tehnik analisis regresi linier berganda dengan batas signifikannya menggunakan taraf signifikasi 5%. Berdasarkan uji hipotesis dengan teknik analisis regresi linier berganda hasilnya yaitu 1) Motivasi siswa mempunyai pengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa di SMP Islam Jabung Malang, karena terbukti F hitung > F tabel (71,369 > 3,996) dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. 2) Minat siswa mempunyai pengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa di SMP Islam Jabung Malang, karena terbukti F hitung > F tabel (42,675 > 3,996) dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. 3) Motivasi dan minat siswa mempunyai pengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa di SMP Islam Jabung Malang, karena terbukti F hitung > F tabel (90,251 > 3,996) dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. i

Analisis prosedur pemberian kredit gadai sebagai upaya miminimalkan resiko kredit pada kantor cabang Perum Pegadaian Syariah Landungsari. Malang / Figuri Sancoyowati

 

Sifat organoleptik mi basah substitusi tempe dengan persentase yang berbeda / Dewi Ratna Manikamsari

 

Mi basah tempe adalah mi yang terbuat dari tepung terigu berprotein tinggi yang disubtitusi tempe kukus dengan penambahan bahan-bahan lain seperti soda abu, telur, air, garam dan minyak goreng. Tempe yang digunakan adalah tempe kedelai yang sudah melalui proses pemotongan, pengukusan dan penghalusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat (rasa, warna, tekstur dan flavour) dan kesukaan mi basah yang disubtitusi tempe kukus dengan persentase yang berbeda. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, pengetahuan tentang variasi mi kepada masyarakat. Pengujian terhadap rasa, warna, tekstur dan flavour mi basah subtitusi tempe kukus dengan menggunakan uji hedonik dan uji mutu hedonik. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam dan apabila menunjukkan perbedaan maka diteruskan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test untuk mengetahui perbedaan masing-masing persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu organoleptik rasa, warna, tekstur, dan flavour terdapat perbedaan yang sangat nyata. Rasa dan flavour menunjukkan nilai rerata tertinggi terdapat pada mi basah subtitusi tempe dengan persentase (D) sedangkan warna dan tekstur menunjukkan nilai rerata tertinggi terdapat pada mi basah subtitusi tempe dengan persentase (A). Rasa mi basah subtitusi tempe dengan persentase (D) memperoleh skor 4 dengan rasa mi gurih. Warna mi basah subtitusi tempe dengan kriteria kuning cerah diperoleh dari persentase tempe (A) memperoleh skor 3,7. Tekstur mi basah subtitusi tempe (A) memperoleh tekstur mi subtitusi tempe kenyal dengan skor 3,85. Flavour mi basah subtitusi tempe dengan skor 3,87 adalah kuat yang dihasilkan dari persentase tempe (D). Sedangkan hasil uji hedonik Rasa dan flavour menunjukkan nilai rerata tertinggi terdapat pada mi basah subtitusi tempe dengan persentase (D) sedangkan warna dan tekstur menunjukkan nilai rerata tertinggi terdapat pada mi basah subtitusi tempe dengan persentase (A). sebagian besar (78,3%) panelis menyatakan suka dengan kriteria rasa mi gurih dan lebih dari setengah (51,7) menyatakan suka dengan flavour tempe pada mi kuat. Kesimpulan hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin tinggi persentase tempe akan semakin gurih, warna mi semakin kuning kurang cerah, tekstur mi semakin kurang kenyal, dan flavour tempe semakin kuat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, saran yang dapat diajukan untuk menghasilkan mi dengan rasa mi gurih dan flavour tempe kuat adalah dengan persentase tempe (D). sedangkan untuk mendapatkan mi yang mempunyai warna kuning cerah dan tekstur yang kenyal terdapat pada persentase tempe (A).

Perbedaan variasi tekanan tinggi pada sistim AC dengan refrigerant CFC dan non CFC terhadap suhu yang dihasilkan evaporator / Ismala Ruspriyono

 

ABSTRAK Ruspriyono, I. 2008. Perbedaan Variasi Tekanan Tinggi Pada Sistem AC Dengan Refrigerant CFC dan Non CFC Terhadap Suhu Yang Dihasilkan Evaporator. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumarli, M.Pd., M.T., (II) Retno Wulandari, S. T.,M. T Kata kunci: MC 12, evaporator, R 12, suhu Refrigerant merupakan suatu zat yang digunakan pada sistim AC kendaraan. Ada beberapa macam refrigerant yang beredar dipasaran seperti R 12, R 134a, musicool, hycool, dan beberapa refrigerant yang lain. Refrigerant yang beredar pada sistim AC akan mengalami penurunan dan kenaikan tekanan akibat perlakuan beberapa komponen AC. Perbedaan tekanan ini dipertahankan oleh kompresor dan katup ekspansi. Dengan penelitian tentang penambahan tekanan pada sistim AC akan mengetahui seberapa besar suhu yang dihasilkan oleh evaporator. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat eksperimen yang terdiri dari dua tahap utama. Pertama dengan pengisian refrigerant MC 12 dan dicatat suhu yang dihasilkan evaporator pada tiap-tiap tekanan dan selanjutnya pengisian refrigerant R 12 juga dilakukan seperti perlakuan refrigerant MC 12. Dari beberapa pengambilan data penggunaan refrigerant MC 12 dan refrigerant R 12 ada perbedaan suhu pada evaporator. Refrigerant MC 12 dengan penambahan tekanan mengalami penurunan dan kenaikan suhu. Dapat dilihat pada tekanan 12,5-14,5 bar suhu yang dihasilkan mengalami penurunan, setelah tekanan 14,5-16,5 bar suhu yang dihasilkan mengalami kenaikan. Sedangkan untuk refrigerant R 12 dengan penambahan tekanan suhu yang dihasilkan mengalami penurunan yang signifikan.

Analisis break event poin dan margi n of safety pada koperasi karyawan PT. Selecta Batu tahun 2000-2006 / Metly Rizki Adi

 

Pada dasarnya dalam melakukan aktivitasnya perusahaan tidak lepas dari tujuan utamanya yaitu memperoleh laba. Dalam usahanya memperoleh laba perlu adanya suatu pengawasan dan pengendalian dari pihak manajemen yang dapat dilakukan dengan menggunakan analisis Titik Impas atau analisis Break Event Point. Analisis Titik Impas merupakan suatu bagian penting dari analisis Biaya-Volume-Laba, yaitu alat yang membantu pihak manajemen dalam melakukan pengawasan dan pengendalian usaha agar usaha yang dijalankannya tidak mengalami kerugian. Dalam penelitian ini digunakan metode analisa deskriptif dengan metode pengambilan data berupa metode arsip (archival research) dan metode kepustakaan (library research) serta mengangkat analisis biaya-volume-laba dan trend sebagai variabelnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah bagaimana kondisi biaya tetap, biaya variabel dan omzet penjualan, trend dari biaya tetap, biaya variabel dan omzet penjualan tingkat Break Event Point, Margin of Safety yang harus dicapai agar Koperasi Karyawan Selecta Batu tidak mengalami kerugian.. Pada skripsi ini tidak digunakan istilah populasi dan sampel tetapi subyek penelitian. Subyek penelitiannya hanya pada Koperasi Karyawan Selecta Batu sehingga hasil dari penelitian hanya digunakan pada Koperasi Karyawan Selecta Batu saja. Koperasi Karyawan Selecta Batu meliputi bidang usaha konsumsi, simpan pinjam, kantin karyawan, unit tani apel, unit wartel. Koperasi yang memiliki anggota karyawan PT. Selecta dan masyarkat sekitarnya ini dalam pengelolahannya masih bersifat sederhana dan kekeluargaan. Dari analisis yang dilakukan, hasil yang didapatkan adalah: 1) Kondisi biaya tetap, biaya variabel dan omzet penjualan Koperasi Karyawan Selecta Batu selama tahun 2000 – 2006 mengalami kenaikan yang disebabkan oleh kenaikan dan penurunan beberapa biaya serta adanya faktor eksternal yang mempengaruhi. 2) Trend pendapatan, biaya tetap dan biaya variabel. 3) Pendapatan Koperasi Karyawan Selecta Batu selalu lebih tinngi dari titik impas, selain itu pendapatan mampu menutup biaya tetap dan biaya variabel yang dikeluarkan sehingga Koperasi Karyawan Selecta Batu selalu memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU). 4) Margin of Safety Koperasi Karyawan Selecta Batu selama tahun 2000 – 2006 dilewati oleh pendapatan yang diperolehnya karena pendapatan lebih besar dari Margin of Safety. Sebagai syarat untuk melewati Margin of Safety pendapatan harus mampu melewati titik impas. Berdasarkan dari hasil analisis diatas, maka tindakan yang harus dilakukan Koperasi Karyawan Selecta adalah melakukan pengawasan dan pengendalian pada setiap unit usaha yang dijalankannya. Pengawasan disini bisa dilakukan dengan jalan melakukan evaluasi kerja pada setiap unit usaha dengan melihat laporan keuangan yang telah dibuat pada setiap akhir periode dan membandingkannya dengan laporan keuangan tahun sebelumnya. Sedangkan pengendalian yang harus dilakukan yaitu berupa pengendalian biaya agar biaya yang dikeluarkan tidak mengalami pembengkaan. Salah satunya dengan melihat perlu atau tidaknya suatu biaya dikeluarkan untuk suatu kegiatan, selain itu untuk mengantisipasi kerugian yang akan terjadi maka Koperasi Karyawan Selecta Batu harus meningkatkan pendapatan dari hasil penjualan dengan jalan memberikan pelayanan yang lebih baik dengan para konsumen atau nasabahnya.

Penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) pada mata pelajaran manajemen perkantoran untuk meningkatkan kemapuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas X APK SMK PGRI 2 Malang / Elinaningsih

 

Mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia yang masih rendah berdampak pada rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dihasilkan. Untuk kepentingan tersebut pemerintah berusaha melakukan perbaikan dalam dunia pendidikan, salah satunya dengan mengadakan perubahan dalam bidang kurikulum. Inovasi dalam bidang kurikulum ditandai dengan mulai diterapkannya kurikulum 2004 (KBK) dan kemudian diperbaiki lagi dengan diterapkannya kurikulum 2006 (KTSP). Inti dari perubahan kurikulum ini adalah lebih menekankan keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran dan guru sebagai fasilitator. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan dalam kurikulum tersebut adalah model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning). Pembelajaran berbasis masalah adalah suatu model pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan: (1)Bagaimana penerapan model pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran Manajemen Perkantoran kelas X APK SMK PGRI 2 Malang. (2) Bagaimana kemampuan berpikir kritis siswa kelas X APK SMK PGRI 2 Malang dengan penerapan model pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran Manajemen Perkantoran. (3) Bagaimana hasil belajar siswa kelas X APK SMK PGRI 2 Malang dengan penerapan model pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran Manajemen Perkantoran. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X APK SMK PGRI 2 Malang tahun ajaran 2008/2009 dengan jumlah 47 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus. Teknik analisis data yang digunakan untuk hasil belajar aspek afektif, aspek psikomotorik, kemampuan berpikir kritis dan keterlaksanaan pembelajaran menggunakann presentase dan untuk hasil belajar aspek kognitif digunakan rata-rata nilai hasil tes. Sedangkan instrumen yang digunakan lembar penilaian psikomotorik siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2008 di SMK PGRI 2 Malang Kelas X APK pada pokok bahasan Ruang Lingkup Manajemen Perkantoran dan Fungsi-fungsi Manajemen Perkantoran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran Berbasis Masalah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yang ditunjukkan untuk peningkatan presentase seluruh aspek kemampuan berpikir kritis siswa yang diamati dari 60.44 pada siklus I meningkat menjadi 69.98 pada siklus II. Dengan penerapan pembelajaran berbasis masalah hasil belajar siswa juga meningkat. Hasil belajar siswa yang meningkat terdiri dari: hasil belajar aspek kognitif dari rata-rata sebesar 72.15 di siklus I meningkat menjadi 78.65 pada siklus II. Hasil belajar aspek afektif mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 69.25 menjadi 73.40 pada siklus II dan untuk hasil belajar aspek psikomotorik pada siklus I diperoleh 73.15 menjadi meningkat pada siklus II sebesar 76.28. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas X APK SMK PGRI 2 Malang. Adapun saran yang dapat diberikan pada peneliti selanjutnya adalah: (1) Bagi guru mata pelajaran manajemen perkantoran dapat menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. (2) Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) hendaknya disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan dan lingkungan belajar siswa serta ketersediaan waktu yang cukup. (3) Dalam menerapkan model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) guru harus selalu mengingatkan siswa untuk menghubungkan materi yang sedang dipelajari dan tidak hanya fokus pada masalah atau kasus yang diberikan guru. (4) Penelitian ini hendaknya dapat diteruskan oleh peneliti selanjutnya dengan kelas serta sekolah yang berbeda. (5) Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya melakukan tindakan lebih dari dua siklus sehingga hasil yang diperoleh dapat maksimal.

Penggunaan terapi Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk mengubah self-esteem rendah mahasiswa Stipak "Duta Harapan" Malang (Studi Pra-Experimental) / Obeth Rumabar

 

ABSTRAK Suratman, Bambang. 2009. Hubungan Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah, Ketersediaan Sarana Prasarana, Kapabilitas Mengajar Guru, dan Dukungan Orang Tua, dengan Prestasi Belajar Siswa SMP Negeri di Kota Surabaya. Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M.Pd., (II) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd dan (III) Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H., M.A., Ph.D. Kata kunci: kompetensi manajerial, kekepalasekolahan, sarana prasarana sekolah, kapa-bilitas mengajar guru, orang tua siswa, prestasi siswa Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan tinggi rendahnya prestasi siswa, sehingga, kepala sekolah dituntut memiliki kemam-puan memimpin yang memadai agar mampu mengambil inisiatif meningkatkan kuali-tas sekolah. Prestasi siswa dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya kompetensi manajerial kepala sekolah, kapabilitas mengajar guru, sarana prasarana, dan faktor lainnya. Prestasi siswa SMPN di Surabaya beberapa tahun terakhir tidak masuk 10 besar Jawa Timur sehingga perlu diketahui penyebabnya. Tujuan pokok penelitian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana kontribusi variabel-variabel kompetensi manajerial kepala sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana, dan kapabilitas mengajar guru, dukungan orangtua dengan prestasi siswa SMPN di Surabaya. Ditinjau dari jenis data yang dikumpulkan, penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, termasuk penelitian survey, karena mengumpulkan data yang luas dan banyak, serta untuk mencari pembuktian. Juga termasuk penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru Negeri yang bertugas di SMPN di kota Surabaya yang berjumlah 2016 orang guru. Sampel sebesar 322 orang guru, dan pengambilannya secara proporsional sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner untuk menjaring keempat variabel yaitu: (1) kompetensi manajerial kepala sekolah, (2) ketersediaan sarana pra-sarana, (3) kapabilitas mengajar guru, (4) dukungan orang tua dan (5) untuk memperoleh data prestasi siswa SMPN di kota Surabaya dilakukan dengan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) kompetensi manajerial kepala sekolah, Keterse-diaan sarana dan prasarana, Kapabilitas mengajar guru, Dukungan orang tua, dan Prestasi belajar siswa, secara umum berada dalam kategori sedang. (2) terdapat hubungan langsung yang signifikan antara kompetensi manajerial kepala sekolah dengan dukungan orang tua, (3) ada hubungan langsung yang signifikan antara kompetensi manajerial kepala sekolah dengan kapabilitas mengajar guru, (4) ada hubungan langsung yang signifikan antara ketersediaan sarana dan prasarana dengan kapabilitas mengajar guru, (5) ada hubungan langsung yang signifikan antara dukungan i orang tua dengan kapabilitas mengajar guru, (6) ada hubungan langsung yang signifikan antara kapabilitas mengajar guru dengan prestasi belajar siswa, (7) ada hubungan langsung yang signifikan antara dukungan orang tua dengan prestasi belajar siswa, (8) ada hubungan langsung yang signifikan antara ketersediaan sarana dan prasarana dengan prestasi belajar siswa, (9) ada hubungan langsung yang signifikan antara kompetensi manajerial kepala sekolah dengan prestasi belajar siswa, (10) ada hubungan tidak langsung yang signifikan antara kompetensi manajerial kepala sekolah dengan kapabilitas mengajar guru, melalui dukungan orang tua, (11) ada hubungan tidak langsung yang signifikan antara kompetensi manajerial kepala sekolah dengan prestasi belajar siswa, melalui kapabilitas mengajar guru, (12) ada hubungan tidak langsung yang signifikan antara kompetensi manajerial kepala sekolah dengan prestasi belajar siswa, melalui dukungan orang tua, (13) ada hubungan tidak langsung yang signifikan antara ketersediaan sarana dan prasarana dengan prestasi belajar siswa, melalui kapabilitas mengajar guru. (14) Berdasarkan nilai kontribusi kumulasi dari keempat variabel bebas kompetensi manajerial kepala sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana, kapabilitas mengajar guru, dan dukungan orang tua terhadap prestasi belajar siswa di SMPN Kota Surabaya sebesar R Square = 0,938 atau sebesar 93,8%, dan 6,2% lainnya dimungkinkan oleh sebab variabel yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Berdasarkan temuan yang dikemukakan tersebut, maka dapat dikemukakan saran sebagai berikut: (1) Melihat keadaan dari kompetensi manajerial kepala sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana, kapabilitas mengajar guru, dukungan orang tua, dan prestasi belajar siswa, kesemuanya dalam kategori sedang, penulis menyarankan kepada pihak SMP Negeri di Kota Surabaya untuk (a) meningkatkan kompetensi manajerial kepala sekolah, (b) meningkatkan dan memanfaatkan secara maksimal ketersediaan sarana dan prasarana, (c) meningkatkan kapabilitas mengajar guru dengan mengikuti kegiatan pengembangan profesi misalnya training maupun pendidikan lanjut, dan (d) meningkatkan dukungan orang tua melalui sikap-sikap tenggang rasa, dan sambung rasa, jalinan kerja sama dengan orang lain, khususnya dengan orang tua siswa dan masyarakat pada umumnya. (2). Dengan diterimanya semua hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, maka penulis menyarankan kepada beberapa pihak: (a) Bagi Dinas Pendidikan untuk memprioritaskan pelatihan tentang kepemimpinan manajerial kepala sekolah, memberikan izin dan bea siswa untuk studi lanjut. (b) Bagi Kepala Sekolah, meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana dan pemanfaatannya sebaik-baiknya. (c) Bagi guru-guru disarankan untuk mengikuti studi lanjut, mengikuti seminar dan sejenisnya. (d) Bagi peneliti lain, diharapkan dijadikan pertimbangan dalam penelitian lainnya yang mempunyai sasaran sama dengan pendekatan secara parsial maupun secara komprehensif. (e) Bagi pengembang ilmu manajemen pendidikan, agar dapat dijadikan acuan dalam pengembangan ilmu yag berkaitan dengan kompetensi manajerial kepala sekolah, sarana prasarana sekolah, dukungan orang tua, kapabilitas mengajar guru maupun prestasi siswa, dalam rangka pengembangan model.

Keefektifan model learning cycle terhadap hasil belajar kimia siswa dari tingkatan motivasi belajar yang berbeda (Studi kasus pada siswa kelas XI IPA SMAN 1 makale tahun pelajaran 2007/2008) / Rubianus

 

ABSTRAK Rubianus. 2008. Keefektifan Model Learning Cycle Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Makale dari Tingkatan Motivasi Belajar yang Berbeda (Studi Kasus pada Kelas XI Siswa SMAN 1 Makale Tahun Pelajaran 2007/2008). Tesis, Program Studi Magister Pendidikan Kimia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. H. Suhadi Ibnu, M. A., Ph. D ; Pembimbing (II) Dra. Srini M. Iskandar, M. Sc., Ph. D Kata kunci: learning cycle, prestasi belajar, motivasi belajar, persepsi, hidrolisis garam. Keberhasilan dalam pendidikan adalah terletak pada kemampuan dan kualitas proses pendidikan. Proses pembelajaran yang baik cenderung menghasilkan produk pendidikan yang baik pula. Pendekatan pembelajaran konstruktivisme menuntut pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered) yang diharapkan dapat memberikan pemahaman dan prestasi belajar yang baik kepada siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional yang didominasi ceramah oleh guru. Salah satu model pembelajaran konstruktivis adalah learning cycle. Prinsip dasar dalam model pembelajaran learning cycle adalah memberi kesempatan pada pebelajar untuk menemukan sendiri, menerapkan, dan menggunakan cara-cara belajar yang sesuai. Pebelajar harus membangun pengetahuannya secara individual di dalam pikirannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan model learning cycle enam fase dan model ceramah; (2) perbedaan hasil belajar siswa yang memiliki motivasi tinggi, sedang, dan rendah; (3) perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan model learning cycle enam fase dan model ceramah yang memiliki tingkatan motivasi yang berbeda; (4) persepsi siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle enam fase. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMAN I Makale. Sampel penelitian terpilih secara acak sederhana yang terdiri dari kelas XI IPA 3 sebagai kelompok kontrol yakni yang diajar dengan menggunakan model ceramah dan kelas XI IPA 5 sebagai kelompok eksperimen yang diajar dengan model learning cycle enam fase. Data penelitian diambil dengan menggunakan: (1) instrumen tes prestasi belajar berbentuk objektif tes dengan jumlah 25 item; (2) instrumen motivasi belajar dengan jumlah 30 item; dan (3) instrumen persepsi dengan jumlah 30 item. Uji persyaratan instrumen tes meliputi 3 hal yaitu: (1) validitas instrumen tes, (2) validitasi butir soal hasil belajar, dan (3) reliabilitas instrumen tes hasil belajar. Dari hasil validasi diperoleh bahwa instrumen tes prestasi belajar memiliki validitas isi 96% dan koefisien reliabilitas diukur dengan metode Internal Consistency sebesar 0,89. Instrumen motivasi belajar memiliki validitas isi 97,2%, sedangakan instrumen persepsi memiliki validitas isi 97,5%. Data prestasi belajar siswa dianalisis dengan menggunakan teknik statistik ANOVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model pembelajaran mempengaruhi postest siswa. Rata-rata postes siswa dengan model pembelajaran learning cycle enam fase adalah 14,1 lebih tinggi daripada rata-rata postes siswa dengan model pembelajaran ceramah yaitu 12,4; (2) motivasi mempengaruhi postest siswa. Rata-rata postes siswa dengan motivasi tinggi adalah 15,9 lebih tinggi dari rata-rata postes siswa dengan motivasi sedang yakni 12,3. Rata-rata postes siswa dengan motivasi rendah adalah 8,7; (3) Motivasi dan Model Pembelajaran mempengaruhi hasil belajar siswa. Makin tinggi motivasi belajar siswa prestasi belajarnya juga semakin tinggi. Prestasi belajar siswa yang diajar dengan penerapan model pembelajaran learning cycle enam fase lebih tinggi dari model pembelajaran ceramah; (4) persepsi siswa terhadap penerapan model pembelajaran learning cycle enam fase siswa kelas XI IPA 5 SMA Negeri I Makale Kabupaten Tana Toraja pada materi pokok hidrolisis garam adalah positif (80,5%). Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan: (1) kepada guru kimia untuk dapat berupaya memberikan nuansa baru dalam proses pembelajaran kepada siswa yang didasarkan pada pembelajaran konstruktivistik, dan memberi kesempatan kepada siswa untuk merumuskan sendiri konsep materi pelajaran dengan bimbingan guru; (2) model pembelajaran learning cycle enam fase perlu diterapkan pada topik-topik lain yang sesuai, karena model pembelajaran ini mampu meningkatkan prestasi belajar siswa; (3) kepada peneliti lain yang relevan agar mempertimbangkan penilain pada ranah afektif dan psikomotor.

Hubungan antara kompetensi kerja bidang TIK dan kinerja lulusan siswa bidang TIK SMK Negeri I Balikpapan / Sayom

 

Pembelajaran bahasa dan sastra indonesia terdiri dari empat aspek, yaitu menulis, membaca, berbicara, dan menyimak. Sesuai dengan Standar Isi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tahun 2006 untuk Sekolah Dasar, kompetensi dasar untuk keterampilan menulis yang diajarkan salah satunya adalah menulis paragraf deskripsi. Pembelajaran menulis paragraf deskripsi telah dilaksanakan di SDN Sumbersari II Malang, tapi hasil menulis yang diperoleh belum mencapai Standar Ketuntasan Minimal (SKM) yang ditetapkan, yaitu 65. Dari kegiatan observasi, diketahui bahwa terdapat permasalahan yang dialami siswa kelas III SDN Sumbesari II Malang dalam menulis paragraf deskripsi. Permasalahan yang dialami yaitu permasalahan pada hasil pembelajaran. Dari permasalahan yang ditemukan, peneliti dan guru kelas III SDN Sumbersari II Malang berkolaborasi untuk memecahkan masalah yang dialami oleh siswa dengan merencanakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian yang dilakukan di kelas III SDN Sumbersari II Malang yaitu memberikan tindakan berupa pembelajaran menulis paragraf deskripsi dengan menggunakan media gambar tunggal. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa kelas III SDN Sumbersari II Malang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2008 sampai dengan November 2008 di SDN Sumbesari II Malang. Sumber data pada penelitian ini adalah siswa dan guru kelas SDN Sumbersari II Malang. Data penelitian ini adalah data produk yang berupa paragraf deskripsi hasil tulisan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pembelajaran menulis paragraf deskripsi terjadi peningkatan pada aspek isi dan aspek kebahasaan dari siklus I ke siklus II. Aspek isi pada siklus I ke siklus II meningkat sebesar 31,28%. Aspek kebahasaan pada siklus I ke siklus II juga mengalami peningkatan sebesar 34,28%. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa media gambar tunggal dapat meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa kelas III SDN Sumbersari II Malang. Berdasarkan penelitian peningkatan kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa kelas III SDN Sumbersari II Malang dengan menggunakan media gambar tunggal, disarankan pada guru Bahasa Indonesia untuk (1) menggunakan media gambar tunggal dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi, (2) melakukan pembelajaran yang menjadikan siswa aktif dan mampu memberikan rasa senang dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia, salah satunya dengan menggunakan media gambar tunggal.

Studi perbedaan karakteristik resapan air hujan kawasan permukiman padat, sedang, dan jarang di kota Malang / Dedy Mulyo Sugiharto

 

ABSTRAK Sugiharto, Dedy Mulyo. 2008. Studi Perbedaan Karakteristik Resapan Air Hujan Kawasan Permukiman Padat, Sedang, Dan Jarang Di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sugeng Utaya, M.Si, (II) Drs. Bagus Setiabudi Wiwoho, M.Si. Kata kunci: Penggunaan Lahan, Kawasan Permukiman, Resapan Air Pertumbuhan kota dapat ditunjukkan dengan peningkatan jumlah dan kepadatan penduduk yang tidak seimbang dengan ketersediaan lahan yang ada, sehingga luasan areal terbangun menjadi semakin bertambah. Pengurangan jumlah areal terbuka sebagai areal resapan air akan mengakibatkan air hujan yang jatuh di daerah tersebut tidak dapat terinfiltrasi tetapi akan menyebabkan peningkatan jumlah air limpasan (runoff). Perubahan penggunaan lahan dari lahan terbuka menjadi lahan tertutup berakibat tidak seimbangnya lingkungan. Perubahan tersebut pada gilirannya mengalami penurunan kemampuan lahan sebagai daerah resapan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui perubahan penggunaan lahan permukiman di Kota Malang pada tahun 1994-2004, (2) Mengetahui besar resapan pada berbagai penutup lahan kawasan permukiman di Kota Malang, dan (3) Mengetahui perubahan resapan air kawasan permukiman akibat adanya perubahan penggunaan lahan kawasan permukiman di Kota Malang Penelitian ini berbentuk deskriptif dengan menggunakan metode survey. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yaitu lahan pekarangan dan lahan rumput. Lokasi penelitian adalah Jl. Ambarawa Kel. Sumbersari Kec. Lowokwaru, Jl Emas Kel. Purwantoro Kec. Blimbing, dan Perpustakaan Universitas Negeri Malang Kel. Sumbersari Kec. Lowokwaru. Tipe permukiman berdasarkan kerapatan bangunan sesaui dengan pedoman Dirjen Permukiman. Permukiman padat lebih dari 100 rumah per hektar, permukiman sedang antara 60 – 100 rumah per hekatar dan permukiman jarang kurang dari 60 rumah per hektar. Untuk mengetahui besar resapan masing-masing tipe permukiman digunakan metode plot. Dari metode plot di buat tabel untuk menghitung tebal hujan, intensitas hujan, tebal limpasan sehingga diketahui besar resapannya. Hasil penelitian diperoleh bahwa berdasarkan identifikasi citra satelit permukiman Kota Malang Tahun 2004 dari Googel Earth maka dapat ditentukan sampel lokasi peneilitian yang termasuk permukiman padat adalah Jl. Ambarawa, permukiman sedang adalah Jl. Emas, dan permukiman jarang adalah Perpustakaan UM. Adanya perbedaan kerapatan bangunan dan vegetasi pada setiap penutup lahan mempengaruhi besarnya nilai kapasitas resapan air. Permukiman padat kapasitas resapan air hujan 266.3843,378 m³. permukiman sedang mempunyai kapasitas resapan air hujan sebesar 418.1534,451 m³ dan permukiman jarang mempunyai kapasitas resapan air hujan sebesar 682.4325,501 m³. Sehingga akibat adanya perbedaan kerapatan bangunan total dari kapasitas resapan air hujan adalah sebesar 1.375.703.330 m³.

Pengaruh struktur modal dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan (Studi pada perusahaan manufatur yang listing di BEI periode 2003-2006) / Arini Hidayati

 

Pada dasarnya tujuan dari setiap perusahaan ialah ingin meningkatkan kekayaan para pemegang saham yakni melalui maksimisasi nilai perusahaannya. Yang dimaksud dengan nilai perusahaan ialah penilaian seluruh pasar terhadap sebuah perusahaan, dimana penilaian pasar disini dilakukan oleh para investor. Penilaiaan yang tinggi oleh investor terhadap sebuah perusahaan menunjukkan akan adanya kepercayaan investor terhadap kinerja perusahaan tersebut dimasa yang akan datang. Pengukuran nilai perusahaan dapat dilakukan dengan melihat nilai price book value (PBV). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi nilai perusahaan, struktur modal (yang diukur dari LDER, DAR, EAR), dan kebijakan dividen yang tercermin dari DPR. Untuk mengetahui pengaruh parsial dan simultan variabel LDER,DAR, EAR dan DPR terhadap nilai perusahaan (PBV). Serta untuk mengetahui variabel mana yang lebih dominan berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data laporan keuangan tahunan tahun 2003-2006. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang listing di BEI yakni sebanyak 145 perusahaan. Pengambilan sampel dilakukan dengan puposive sampling dan dihasilkan 33 perusahaan yang memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai sampel penelitian. Analisis data yang digunakan adalah uji regresi linear berganda. Uji dilakukan baik secara simultan maupun parsial. Hasil penelitian ini menunjukkan kondisi LDER mengalami kenaikan, kondisi DAR, EAR, dan DPR cenderung berfluktuatif, sedangkan kondisi nilai perusahaan memiliki tren yang meningkat. Secara parsial variabel LDER, DAR dan DPR berpengaruh terhadap nilai perusahaan, sedangkan variabel EAR tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Untuk pengujian secara simultan variabel LDER, DAR, EAR, dan DPR berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Sedangkan variabel yang dominan mempengaruhi nilai perusahaan adalah DAR. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan bagi perusahaan dan mempertimbangkan keempat faktor yaitu LDER, DAR, EAR, dan DPR. Dan untuk kreditor agar memperhatikan kondisi struktur modal dan kebijakan dividen untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajibannya. Selanjutnya bagi investor supaya menjadikan kondisi struktur modal dan kebijakan dividen sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan berinvestasi.Sedangkan bagi peneliti selanjutnya sebaiknya menambah variabelvariabel lain yang potensial dalam memberikan kontribusi terhadap perubahan variabel nilai perusahaan selain itu dapat menggunakan sampel perusahaan yang berbeda dan menambah periode observasi.

Penerapan strategi promosi dalam upaya meningkatkan jumalh pengunjung pada Jawa Timur Park Batu / Paramitha Agsari Handayani

 

Promosi merupakan salah satu faktor dasar dalam bauran pemasaran memiliki arti dan peranan yang penting, karena promosi dimaksudkan untuk mengkomunikasikan produk kepada konsumen agar melakukan pembelian. Jenis promosi yang tersedia dalam pemasaran yang dikenal dalam bauran promosi meliputi periklanan (advertising), promosi penjualan (sales promotion), penjualan perseorangan (personal selling) dan hubungan masyarakat atau publisitas (public relation). Sehingga dengan pelaksanaan strategi promosi yang tepat akan dapat meningkatkan jumlah pengunjung pada Jawa Timur Park Batu. Tujuan pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan untuk mengetahui 1) Pelaksanaan strategi promosi pada Jawa Timur Park. 2) Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan strategi promosi pada Jawa Timur Park. 3) manfaat yang diperoleh dengan adanya kegiatan promosi pada Jawa Timur Park. Hasil yang diperoleh dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan di Jawa Timur Park adalah sebagai berikut: 1) Pelaksanaan strategi promosi yang meliputi periklanan (advertising), promosi penjualan (sales promotion), penjualan perseorangan (personal selling) dan hubungan masyarakat atau publisitas (public relation). 2) Terdapat faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan strategi promosi pada Jawa Timur Park. Faktor pendukung antara lain: tampilan karyawan Jawa Timur Park menarik, hubungan yang terjalin harmonis baik antara atasan dan bawahan maupun sesama karyawan lainnya, begitu pula dengan mahasiswa yang melakukan PKL. Adanya dana yang cukup untuk melakukan promosi, pelayanan dan variasi produk yang lengkap sehingga pengunjung dapat menikmati acara rekreasi dengan puas sekaligus dapat belajar sambil bermain dengan gembira, harga tiket masuk yang sangat murah dengan fasilitas belajar dan bermain yang lengkap dapat dinikmati bersama teman atau keluarga. Apalagi Jawa Timur Park menjanjikan tiga wahana baru setiap tahunnya yang merupakan stimulus yang baik agar pengunjung datang kembali. Sedangkan faktor penghambat adalah berasal dari luar yaitu adanya kasus flu burung yang sedang melanda Indonesia membuat pengunjung takut untuk mendatangi taman burung dan banyaknya obyek-obyek wisata yang menjadi pesaing Jawa Timur Park di daerah Batu sehingga dapat mengurangi jumlah pengunjung. 3) Manfaat yang diperoleh dengan adanya kegiatan promosi ini tentunya akan semakin banyak masyarakat yang merupakan konsumen mengetahui produk-produk yang ada di Jawa Timur Park sehingga menjadi tertarik lalu datang berkunjung dan diharapkan merasa puas sehingga dapat mempengaruhi konsumen lainnya.

Peningkatan prestasi belajar dengan prediktor perhatian orangtua dan kedisiplinan belajar pada siswa kelas X bidang keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi di SMK Negeri 1 Balikpapan tahun 2008-2009 / Irwana Hendrawati

 

Perhatian orangtua dalam belajar anak merupakan faktor penting dalam membina suksesnya belajar. Kedisiplinan belajar siswa adalah kesadaran dan kepatuhan siswa pada aturan-aturan, penggunaan waktu serta melaksanakan kawajiban atau tugas-tugas yang berkaitan dengan proses belajar mengajar. Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai dalam belajar untuk mencapai perubahan sehingga didapatkan kecakapan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran objektif tentang: (1) Hubungan antara Perhatian Orangtua Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Siswa Kelas X Bidang Keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi SMKN1 Balikpapan. (2) Hubungan Kedisiplinan Belajar Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar untuk Siswa Kelas X Bidang Keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi SMKN1 Balikpapan. (3) Hubungan antara Perhatian Orangtua dan Kedisiplinan Belajar Siswa Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar pada Siswa Kelas X Bidang Keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi SMKN1 Balikpapan. Objek penelitian adalah siswa kelas X bidang keahlian TIK di SMK Negeri 1 Balikpapan, yang sekaligus dijadikan sampel yaitu sebanyak 64 siswa. Dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu proposional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, angket dan dokumentasi. Analisis diperoleh dengan menggunakan teknik regresi ganda, yakni untuk mengetahui pengaruh perhatian orangtua dan kedisiplinan belajar terhadap peningkatan prestasi belajar pada siswa kelas X Bidang Keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi SMKN1 Balikpapan. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS for Windows release 12. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara perhatian orangtua dan kedisiplinan belajar dalam peningkatan prestasi belajar siswa. Oleh karena itu, untuk mencapai prestasi belajar yang optimal guru hendaknya memberikan dorongan kepada siswa agar lebih giat dalam belajar, dan orangtua diharapkan untuk terus meningkatkan perhatiannya terhadap belajar anaknya.

Pengembangan model perangkat lunak berbasis WEB untuk evaluasi hasil belajar bahasa Arab siswa MTs / Malik Marzuki

 

ABSTRAK Marzuki, Malik. 2008. Pengembangan Model Perangkat Lunak Berbasis Web untuk Evaluasi Hasil Belajar Bahasa Arab siswa MTs. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Moh. Ainin, M.Pd., (2) Moh. Ahsanuddin, M.Pd.I. Kata kunci: model perangkat lunak, web, evaluasi hasil belajar bahasa arab. Kemajuan teknologi yang pesat, khususnya teknologi informasi mendorong manusia untuk mengembangkan media pembelajaran yang dapat digunakan kapanpun dan dimanapun. Di samping itu, metode pembelajaran bahasa Arab yang konvensional dan klasik menuntut guru untuk menggunakan media yang lebih relevan dengan tuntutan zaman, agar siswa lebih termotivasi dalam belajar bahasa Arab. Media tersebut berupa model perangkat lunak berbasis web yang memberikan output berupa ringkasan materi, latihan soal, daftar nilai. Inovasi tersebut diharapkan mampu mendorong siswa untuk belajar bahasa Arab secara mandiri. Tujuan penelitian secara umum adalah: (a) membuat tampilan hasil model perangkat lunak berbasis web untuk evaluasi hasil belajar bahasa Arab siswa MTs, (b) membuat langkah penggunaan model perangkat lunak berbasis web untuk evaluasi hasil belajar bahasa Arab siswa MTs, (c) mengembangkan materi hasil yang digunakan model perangkat lunak berbasis web untuk evaluasi hasil belajar bahasa Arab siswa MTs, (d) mengembangkan alat evaluasi yang digunakan dalam model perangkat lunak berbasis web untuk evaluasi hasil belajar bahasa Arab siswa MTs Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Uji lapangan dilaksankan di beberapa MTs di kota dan kabupaten Malang. Prosedur peneltian ini adalah: (1) identifikasi kebutuhan, (2) analisis tujuan pembelajaran, (3) studi pendahuluan, (4) pengembangan materi pembelajaran, (5) mengembangkan alat evaluasi, (6) memproduksi, (7) validasi, uji ahli dan uji coba produk, (8) revisi dan penyempurnaan. Teknik analisis data berupa data yang diperoleh pada tahap pengumpulan data dengan instrumen pengumpulan data, dianalisa dengan menggunakan teknik analisa data prosentase. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti (human instrument) sebagai instrumen kunci, dan instrumen penunjang berupa angket/validasi. Hasil penelitian adalah berupa produk yakni sistem evaluasi bahasa Arab berbasis web yang telah divalidasi oleh beberapa ahli, mahasiswa, guru, dan siswa-siswi MTs. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba, program ini telah mencapai tingkat kelayakan/valid 87.5% atau bisa dikatakan valid dan telah memenuhi kriteria media pembelajaran yang cocok untuk siswa. Dalam model perangkat lunak tersebut disajikan berbagai macam materi bahasa Arab untuk siswa MTs beserta latihan-latihan soal, juga daftar nilai setelah siswa mengerjakan soal-soal yang disajikan. Model perangkat lunak tersebut dapat diakses dimanapun dan kapanpun karena program tersebut dapat online di internet. Secara umum user dalam model perangkat lunak ini dibagi menjadi tiga, yaitu user umum, user sebagai siswa dan user sebagai admin. Masing masing user memiliki hak akses dan kelengkapan fitur yang berbeda-beda. Informasi dalam model perangkat lunak (ringkasan materi, latihan soal, games, musik, dan film) bersifat dinamis, artinya dapat ditambah, dihapus dan diedit sesuai dengan kebutuhan dan disimpan dalam suatu database. User yang dapat melakukan perubahan tersebut adalah user yang bertidak sebagai admin. Di dalam model perangkat lunak tersebut, setiap user dapat mendownload materi yang disajikan. Model perangkat lunak berbasis web untuk evaluasi hasil belajar bahasa Arab dibuat dengan menggunakan seperangkat komputer berprosesor intel pentium D 2.8 GHz memori 512 MB dengan kapasitas hardisk 80 GB. Software (perangkat lunak) yang digunakan meliputi software desain web Macromedia Dreamweaver MX, pengolah database MySQL, webserver Apache, browser Internet Explorer dan bahasa pemrograman PHP. Agar model perangkat lunak ini dapat digunakan secara luas, maka model tersebut diintegrasikan dalam bentuk CD. Dalam CD disertakan user manual program, software Apache, MySQL dan PHP. Model Perangkat lunak ini dapat digunakan di komputer dengan prosesor minimal intel pentium III yang bersistem Windows 98 ke atas (disarankan Windows XP) ataupun linux dengan syarat webserver Apache, MySQL dan PHP telah terinstal di dalam komputer. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar model perangkat lunak ini dapat digunakan sebagai referensi dan salah satu media belajar bagi siswa yang dibatasi oleh waktu dan jarak. Selain itu diharapkan guru mengkaji ulang terhadap soal soal dan jawaban dalam model perangkat lunak.

Pembelajaran dengan metode simulasi sebagai bentuk implementasi dari pemahaman konsep-konsep mata diklat produktif pada siswa kelas XI APK 2 di SMK PGRI 6 Malang (studi kasus pada kompetensi mengelola dokumen) / Herlin Merdiana

 

Segala upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia antara lain perbaikan kurikulum, perbaikan sarana dan prasarana hingga perbaikan tenaga pengajar. Hal ini seharusnya diimbangi dengan peran serta pelaku proses pembelajaran secara langsung, yaitu Kepala Sekolah, Guru dan Siswa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru adalah penggunaan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dikehidupan nyata yaitu dengan pembelajaran dengan metode simulasi. Pembelajaran dengan metode simulasi merupakan kegiatan pembelajaran yang menyajikan dunia nyata ke dalam kelas, dengan memainkan peran yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi yang dimilik dan harus dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran dengan metode simulasi, respon siswa dalam pembelajaran dengan metode simulasi, dan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Penerapan pembelajaran tersebut merupakan upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI APK 2 SMK PGRI 6 Malang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat naturalistik dan jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 (dua) siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 (empat) tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi serta analisis dan refleksi. Tindakan yang diberikan pada siklus I dan II sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan metode simulasi. Materi yang menjadi pokok bahasan dalam penelitian ini adalah Ruang Lingkup Kearsipan yang meliputi: Pengertian Kearsipan, Kegiatan Kearsipan, Tujuan Pengelolaan Arsip serta Masalah Pokok dalam Kearsipan dan Pemecahannya. Penelitian dilaksanakan di SMK PGRI 6 Malang pada semester gasal 2008/2009. Subjek penelitian adalah kelas XI (sebelas) Program Keahlian Administrasi Perkantoran 2 (dua) terdiri dari 38 (tiga puluh delapan) siswa dan 1 (satu) guru mata pelajaran Mengelola Dokumen. Data yang diperoleh meliputi: (1) pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode simulasi dan (2) hasil belajar siswa. Prosedur pengumpulan data melalui observasi, wawancara, tes, catatan lapangan, dokumentasi dan angket. Hasil penelitian penerapan pembelajaran dengan metode simulasi pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran 2 di SMK PGRI 6 Malang adalah sebagai berikut: (1) Pada siklus I diketahui bahwa hasil pre test ini menunjukkan nilai rata-rata sebesar 35,13. Diperoleh nilai terendah adalah 15 dan nilai tertinggi adalah 65. Sedangkan dari perolehan nilai post test siswa dihasilkan nilai rata-rata hasil tes adalah 61,84. Nilai terendah yang diperoleh adalah 40 dan nilai tertinggi adalah 80. Tingkat keaktifaan siswa pada tindakan siklus I dalam kategori “A” dengan presentase rata-rata aktivitas guru dalam penerapan pembelajaran dengan metode simulasi sebesar 96,15%. Sedangkan hasil observasi terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran sebesar 91,67%. Hal ini dapat diartikan bahwa berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pengamat taraf keberhasilan kegiatan penelitian termasuk dalam kategori “A”. (2) Dalam siklus II nilai rata-rata pre test siswa sebesar 39,34. Diperoleh nilai terendah adalah 25 dan nilai tertinggi adalah 55. Sedangkan dalam post test siklus II dihasilkan nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 66,38. Diperoleh nilai terendah adalah 60 dan nilai tertinggi adalah 90. Sedangkan tingkat keaktifan siswa dalam pembelajaran sebesar 91,67% atau termasuk dalam kategori “A”. Sedangkan hasil observasi terhadap aktivitas guru dalam penerapan pembelajaran dengan metode simulasi pada tindakan siklus II ini diperoleh presentase 92,31%. Hal ini dapat diartikan bahwa berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pengamat taraf keberhasilan kegiatan penelitian termasuk dalam kategori “A”. Berdasarkan hasil penelitian saran yang diberikan oleh peneliti adalh sebagai berikut: (1) Pembelajaran dengan metode simulasi sangat bermanfaat bagi siswa karena metode tersebut telah terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Mengelola Dokumen sehingga pembelajaran dengan metode simulasi dapat diterapkan oleh guru lain pada mata pelajaran yang berbeda; (2)Pada saat pelaksanaan pembelajaran hendaknya guru lebih memotivasi siswa dan memberikan peran yang sederhana dan sesuai dengan materi yang diajarkan sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh siswa; (3) Pada akhir pertemuan sebaiknya selalu diberikan penguatan tentang materi yang telah diajarkan dengan metode simulasi.

Analisis persepsi nasabah terhadap kualitas layanan (studi kasus pada nasabah tabungan taplus bank X KLN Universitas Negeri Malang) / Muhammad Yandi Rahman

 

Dalam perkembangannya saat ini semakin banyak perusahaan-perusahaan baru yang bermunculan di bidang perbankan. Dengan semakin banyaknya pesaing dalam bisnis sejenis, pelanggan mempunyai banyak pilihan dalam mengkonsumsi produk tersebut. Hal tersebut menciptakan iklim persaingan yang semakin ketat, sehingga membuat para pelaku bisnis perlu untuk memiliki keunggulan dalam bersaing. Melihat keadaan tersebut, mengharuskan perusahaan untuk dapat mengatasi iklim persaingan. Adapun salah satu caranya adalah dengan menjalankan konsep pemasaran yang tepat, yaitu perusahaan dituntut untuk dapat memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan harapan pelanggan atau bahkan melebihi harapan pelanggan. Bank X Kantor Layanan Universitas Negeri Malang yang merupakan salah satu pelaku bisnis yang bergerak dibidang jasa keuangan dan perbankan, telah banyak menyediakan berbagai bentuk produk jasa bagi semua lapisan masyarakat. Berbagai fasilitas yang berhubungan dengan transaksi keuangan dan perbankan, hingga fasilitas pembayaran rekening-rekening maupun perkreditan telah disediakan bagi kemudahan nasabahnya. Dalam penelitian ini populasinya adalah nasabah Tabungan Taplus (Tabungan Plus) Bank X Kantor Layanan Universitas Negeri Malang).. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik aksidental sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 110 responden. Hasil analisis faktor menunjukan bahwa dimensi-dimensi layanan baik dari segi persepsi maupun harapan keduanya dapat disatukan hanya menjadi satu faktor saja. Dari hasil analisis faktor ini dapat diketahui bahwa yang memberikan kontribusi terbesar bagi persepsi kualitas layanan adalah sub variabel jaminan. Sub variabel yang paling berpengaruh terhadap harapan nasabah adalah dimensi bukti fisik. Hasil uji t yang dipergunakan untuk pengujian hipotesis untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi dan harapan diperoleh nilai t-hitung sebesar 2,368 dan signifikan pada level 0,020 karena signifikan kurang dari 0,05 maka dapat dimbil kesimpulan untuk menolak Ho dan menerima H1 dengan demikian dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara harapan dan persepsi. Merujuk pada hasil penelitian di atas berikut ini kami memberi masukan terhadap Bank X, bahwa sebaiknya Bank X lebih mengkatkan kualitas layanannya berdasarkan pada dimensi-dimensi dimensi layanan yang diberikan.Berdasarkan analisis faktor telah diketahui bahwa sub variabel yang paling berpengaruh bagi persepsi kualitas layanan adalah sub variabel jaminan. Dengan demikian Hendaknya Bank X terus meningkatkan kualitas layanannya terhadap nasabah taplus, sehingga nasabah benar-benar merasakan mendapatkan jaminan keamanan berkaitan dengan layanan jasa yang diberikan oleh Bank X. Sedangkan berkaitan dengan harapan para nasabah Bank X para nasabah berharap agar Bank X terus meningkatkan dimensi bukti fisik yang ada misalnya dengan semakin memperbanyak jumlah ATM maupun dengan meningkatkan kenyamanan yang ada didalam gedung Bank X sehingga nasabah yang berkunjung benar-benar merasakan kenyamanan ketika menggunakan layanan Bank X.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 |