Pengaruh latihan circuit training terhadap peningkatan volume oksigen maksimal (VO2 Maks) atlet Badminton Federation (BADFED) Malang / Nur Eli Susanti

 

ABSTRAK Susanti, Nur Eli. 2016. PengaruhLatihanCircuit TrainingTerhadapPeningkatan Volume OksigenMaksimal(VO_2Maks)padaAtlet Badminton Federation Malang, Skripsi, JurusanPendidikanKepelatihanOlahraga, Program SarjanaUniversitasNegeriMalang.Pembimbing (1) Dra.Sulistyorini, M.Pddan (II) KurniatiRahayuni, S.psi, M.Psi Kata Kunci:Latihan Circuit Training, Test Multi Stage, Volume OksigenMaksimal. Padatnyajadwallatihandankompetisiyang diikutiolehklub Badminton Federation (BADFED) Malang, menyebabkanparaatletdituntutuntukselalumemilikikondisifisik yang prima.Salah satukriteriadarikondisifisikyaitudayatahanaerobikdan volume oksigenmaksimal(VO_2Maks)yang baiksebagaiindikatornya.Sehinggapenelitimenawarkanlatihangunamempersiapkandirimenjelangkompetisiyaitudenganmenerapkan model latihancircuit training. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipeningkatan volume oksigenmaksimalmelaluilatihancircuit training. Penelitianinimenggunakan 7 posdantiapposnyaterdiridarilatihanjumping jack, mountain climber, squat thrust, forward lunges, bicycle crunch, tuck jump, bench step. Jenispenelitianiniadalahtrue eksperimen, karenasubjekdipilihsecararancom, terdapatkelompokkontrolsebagaipembandingdanpengontrolanvariabel internal.Teknikpemgumpulan data dalampenelitianiniadalahmenggunakantes.Tes yang digunakanuntukmengukurVO_2maksadalahmultistage fitness test.Subjekdalampenelitianiniadalah 40 atletdariklub BADFED yang terbagimenjadiduakelompokyaitu20 atletkelompokcircuit trainingdan 20 atletkelompokkontrol.Teknikanalisis data yang digunakanadalahanalisisvariansatujalurdanindependent sample T-test. Hasilpenelitian yang telahdianalisisdenganmenggunakananalisisvariansatujalur, dariujitersebutdiperolehF_hitungsebesar30.812 >F_Tabel4.38padahasilpre-testdanpost-testkelompokcircuit training, kemudianuntukkelompokkontroldiperolehF_hitungsebesar 24.193>F_Tabel4.38.sedangkanuntukperbedaanantarakelompokcircuit trainingdengankelompokkontroldiperoleht_hitung>t_tabel sebesar 2.432 > 1.686. Perolehantersebutmerujukpadahasilpenelitian yang diperolehdengandemikian, hipotesisinihil yang menyatakanadaperbedaanpengaruhlatihanantarakelompokcircuit triningdankelompokkontrolterhadappeningkatanvolume oksigenmaksimal(VO_2maks)padaatletBADFED Malang diterima. Kesimpulandarihasilpenelitian yang telahdilakukanantaralatihancircuit trainingdanlatihankelompokkontrolterdapatperbedaanpengaruhterhadappeningkatanvolume oksigenmaksimal(VO_2maks)padaatlet BADFED Malang.

Validasi media pembelajaran rumah kelereng di TK Dharma Wanita Persatuan 01 Wonosari Kecamatan Wonosari / oleh Sintrim

 

Isolasi dan identifikasi metabolit sekunder dari fraksi etil asetat ekstrak metanol batang tapak dara (catharanthus roseus (L.) G. don) dan uji bioaktivitas antibakterianya terhadap eschericia coli / Yopi Ariska Devi

 

ABSTRAK Devi, Yopi Ariska. 2016. Isolasi dan Identifikasi Metabolit Sekunder dari Fraksi Etil Asetat Ekstrak Metanol Batang Tapak Dara (Catharanthus roseus (L.) G. Don) dan Uji Bioaktivitas Antibakterinya Terhadap Escherichia coli. Skripsi. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Laurent Octaviana, S.Pd., M.Si (II) Drs. Dermawan Afandy, M.Pd. Kata kunci : antibakteri, batang tapak dara, etil asetat, isolasi. Salah satu bakteri yang umumnya menginfeksi manusia adalah bakteri Escherichia coli. Infeksi akibat E.coli dapat dicegah menggunakan zat antibakteri yang memiliki aktivitas tinggi dan efek samping yang rendah. Salah satu sumber zat antibakteri tersebut berasal dari tumbuhan tapak dara (Catharanthus roseus). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengisolasi senyawa murni dari fraksi etil asetat ekstrak metanol batang tapak dara, (2) mengetahui bioaktivitas senyawa murni dari fraksi etil asetat terhadap bakteri Escherichia coli menggunakan metode difusi kertas cakram, (3) mengetahui karakter kimia senyawa murni dari fraksi etil asetat yang memiliki bioaktivitas antibakteri. Penelitian ini mencakup beberapa tahapan, yaitu (1) preparasi sampel, (2) ekstraksi sampel, (3) fraksinasi cair-cair (4) pemurnian menggunakan kromatografi vakum cair (KVC), (5) uji bioaktivitas antibakteri, dan (6) karakterisasi komponen aktif antibakteri berdasarkan analisis spektrofotometri FT-IR. Isolasi senyawa murni diawali dengan maserasi batang tapak dara menggunakan pelarut methanol, dilanjutkan dengan fraksinasi cair-cair ekstrak metanol batang tapak dara menggunakan pelarut etil asetat, dan pemurnian komponen dengan menggunakan (KVC). Uji bioaktivitas terhadap E. coli dilakukan dengan metode difusi kertas cakram. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan yaitu sebanyak 0,0031 g senyawa murni (Y-1) dari 0,98 g fraksi etil asetat ekstrak metanol batang tapak dara dipisahkan dengan kromatografi vakum cair (KVC) menggunakan eluen kloroform:metanol (9,5:0,5). Hasil identifikasi menggunakan spektroskopi FT-IR menunjukkan bahwa senyawa Y-1 memiliki gugus fungsi –C=O karbonil, -OH, dan ikatan -C=C- aromatik. Hal ini mengindikasikan bahwa senyawa Y-1 diduga merupakan golongan senyawa fenolik. Uji bioaktivitas antibakteri menunjukkan senyawa Y-1 memiliki aktivtias antibakteri yang tergolong kuat dengan diameter zona hambat rata-rata 11,33 mm. Oleh sebab itu senyawa Y-1 berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri alami.

Hubungan lingkungan belajar, dukungan orang tua, motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SMA negeri di Kabupaten Lombok Timur / Muhamad Syarafuddin

 

ABSTRAK Muhamad Syarafuddin. 2010. Hubungan antara lingkungan belajar, dukungan orang tua dan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri di Kabupaten Lombok Timur. Tesis. Program studi Bimbingan dan Konseling. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Sutoyo Imam Utoyo, M.Pd, (II) Prof. Dr. I Wayan Ardhana, M.A Kata kunci: lingkungan belajar, dukungan orang tua, motivasi belajar, prestasi belajar Prestasi belajar yang tinggi merupakan kondisi yang diharapkan oleh setiap siswa. Namun dalam kenyataannya tidak semua siswa mampu memenuhi kondisi yang diharapkan tersebut. Hal ini disebabkan banyak faktor yang turut mempengaruhi prestasi belajar siswa, antara lain lingkungan belajar, dukungan orang tua, motivasi belajar, prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan lingkungan belajar, dukungan orang tua, motivasi belajar dan prestasi belajar siswa SMA Negeri di Kabupaten Lombok Timur. (2) Hubungan antara lingkungan belajar, dukungan orangtua, motivasi belajar secara bersama-sama dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri di Kabupaten Lombok Timur. (3) Sumbangan efektif lingkungan belajar, dukungan orang tua dan motivasi belajar secara bersama-sama dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri di Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penarikan anggota sampel dengan teknik purposive proporsional random sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 228 orang. Data dikumpulkan menggunakan angket dan dokumen. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis korelasi, analisis regresi linier multipl. Dengan taraf signifikansi 5% (=0,05). Temuan penelitian ini menyatakan hasil-hasil sebagai berikut: (1) kecendrungan lingkungan belajar, dukungan orang tua, motivasi belajar dan prestasi belajar siswa SMA Negeri di Kabupaten Lombok Timur tergolong Cukup Baik. (2) terdapat hubungan yang positif antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar siswa (r=0,150), dukungan orang tua dengan prestasi belajar siswa (r=0,340) dan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa (r=0,329). Sumbangan masing-masing variabel bebas terhadap prestasi belajar secara berturut-turut adalah variabel lingkungan belajar mempengaruhi sebesar 12,2% dukungan orang tua berpengaruh 31,1% dan motivasi belajar sebesar 29,3%. (3) hasil analisa hubungan bersama-sama dengan variabel bebas terhadap variabel terikat prestasi belajar menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan belajar, dukungan orang tua dan motivasi belajar. Sumbangan efektif semua variabel bebas lingkungan belajar dukungan orang tua dan motivasi belajar sebesar R=0,460 dan harga F=21,086. Sumbangan variabel bersama-sama sebesar 22,0%. Berdasarkan temuan di atas disarankan kepada: (1) Guru BK/Konselor Sekolah SMA Negeri di Kabupaten Lombok Timur hendaknya terus mengupayakan perkembangan optimal siswa-siswa dengan terus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan terutama pencapaian prestasi belajarnya; melakukan kolaborasi atau kerjasama dengan segenap pihak; meningkatkan kompetensi dalam melaksanakan karena tuntutan kebutuhan siswa akan perkembangan optimal mereka khususnya peningkatan prestasi belajar akan terus meningkat. (2) kepala SMA Negeri di Kabupaten Lombok Timur sebagai penanggungjawab bimbingan dan konseling di sekolah, kepala sekolah hendaknya memfasilitasi untuk terciptanya lingkungan belajar yang kondusif di sekolah dan meningkatkan motivasi belajar siswa; hendaknya memfasilitasi untuk terus terbangunnya dukungan orangtua terhadap anak-anak mereka, karena dukungan orangtua dengan kondisi-kondisi masing-masing mereka paling besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar siswa. (3) Kepada guru-guru bidang studi SMA Negeri di Kabupaten Lombok Timur diharapkan dapat saling membangun kerjasama dengan guru BK/konselor sekolah dalam meningkatkan prestasi belajar siswa; dan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif ketika melakukan pembelajaran di kelas. Untuk peneliti yang akan datang disarankan memperluas sampel penelitian dan juga dalam merancang metode analisis untuk penelitian serupa, sehingga dapat menggambarkan populasi siswa di SMA Negeri di Kabupaten Lombok Timur yang seutuhnya dan selengkap-lengkapnya.

Validasi media bermain house ball (rumah bola) di TK PIG Jl. Sarangan No. 52 Malang / oleh Yuyun M. Andariwati

 

Implementasi program wajib belajar 9 tahun di Desa Wonorejo Kecamatan Singosari / Arum Patria Sari

 

ABSTRAK Sari, Arum Patria. 2016. Implementasi Program Wajib Belajar 9 Tahun di Desa Wonorejo Kecamatan Singosari. Skripsi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. I Nyoman Ruja, S.U, (2) Dra. Hj. Siti Malikhah Thowaf, M.A., Ph.D Kata kunci: Pendidikan, Wajib Belajar 9 Tahun Pendidikan merupakan aspek terpenting dalam pembangunan bangsa. Sumber daya manusia yang berkualitas hanya akan terwujud dari pendidikan yang berkualitas pula. Strategi pemerataan pendidikan mendapatkan prioritas karena pada kenyataannya masih banyak anak Indonesia di pedesaan yang belum mengenyam pendidikan terutama di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Langkah pemerintah dalam menangani masalah pemerataan pendidikan di Indonesia dengan dicanangkannya gerakan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun.Pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun di Desa Wonorejo, terdapat beberapa faktor penghambat antara lain keadaan ekonomi, keadaan lingkungan sosial budaya, sarana, faktor kesehatan dan fasilitas pendidikan serta motivasi masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun di Desa Wonorejo Kecamatan Singosari? (2) Apa saja yang menjadi faktor-faktor penghambat terlaksananya program wajib belajar 9 tahun di Desa Wonorejo Kecamatan Singosari? (3) Apa solusi dan harapan masyarakat dalam mengatasi masalah program wajib belajar 9 tahun di Desa Wonorejo Kecamatan Singosari ? Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun di Desa Wonorejo Kecamatan Singosari. Penelitian ini menggunakan pendekatan dan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Kehadiran peneliti dalam penelitian sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data sampai pada tahap laporan hasil. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder, dengan subyek dan informan peneliti terbagi menjadi informan kunci dan informan pendukung yang dipilih secara purposif. Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Milles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dalam penelitian ini menggunakan triangulasi. Tahap-tahap penelitian yang dilakukan adalah tahap persiapan, tahap rancangan penelitian, tahap pelaksanaan, dan tahap pelaporan. Hasil penelitian pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun di Desa Wonorejotelah mengalami perubahan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Faktor-faktor yang menjadi penghambat pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun di Desa Wonorejo Kecamatan Singosari, yaitu faktor ekonomi, faktor lingkungan sosial budaya, faktor sarana dan fasilitas pendidikan, faktor kesehatan dan faktor motivasi masyarakat terhadap pendidikan. Solusi untuk mengatasi masalah penghambat pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun yaitu dengan mendirikan SMPN 04 Singosari Satu Atap, memberikan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Siswa Miskin (BSM), dan mendirikan kelompok belajar.Saran penulis pada penelitian selanjutnya dapat disertakan adanya faktor-faktor yang mendukung pelaksanaan Program Wajib Belajar 9 Tahun. Penelitian ini hanya meneliti pada satu SMP yang terdapat di wilayah Wonorejo, maka pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat dilakukan pula penelitian-penelitian di SMP lain yang menjadi tempat bersekolah masyarakat Desa Wonorejo.

Validasi media pembelajaran papan lemparan bola di TK Dharma Wanita Krembung / oleh Arifah

 

Developing computer-based reading activities for tenth grade students of SMAN 1 Dampit / Dewi Susan

 

ABSTRAK Susan, Dewi. 2016. Developing Computer-Based Reading Activities to Improve Reading Ability of the Tenth Graders of SMAN 1 Dampit.Pendidikan Bahasa Inggris, Sastra Inggris, Fakultas Sastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Francisca Maria Ivone, M.A., Ph.D., (2) Dra. Sri Andreani, M.Ed. Kata Kunci: aktivitasmembacabebasiskomputer, teksdeskriptif, program computer Hot Potatoes, SQ3R Tujuandaripenelitiandanpengembanganiniadalahuntukmenghasilkankegiatanmembacaberbasiskomputersebagaimateriuntukbelajarmembacamandiri, khususnyauntuksiswakelassepuluh di SMAN 1 Dampit, yang sesuaidengan K13.Kelastersebutdipilihkarenamemilikicelahkesenjanganantarakelemahandari strategy membaca SQ3R yang diterapkan di kelasdanmasalahketerbatasanwaktudalambelajarmembaca di kelas. Penelitimengadaptasi model penelitiandanpengembangandariBorg and Gall (2003).Model aslitelahdiadaptasimenjadisebagaiberikut: (1) analisiskebutuhan, (2) pengembanganproduk, (3) validasiahli, (4) revisi I, (5) ujicobaproduk, (6) revisi II, (7) produkakhir.Analisiskebutuhanbertujuanuntukmendapatkaninformasitentangkebutuhansiswadansekolah.Hasildarianalisiskebutuhandigunakansebagaiacuandalammengembangkanproduk.Produk yang telahdikembangkandikonsultasikankepada para ahlivalidasi.Para ahlivalidasimengevaluasiproduk.Penelitimerevisiprodukberdasarkan saran yang diberikanolehpara ahli.Produk yang telahdirevisidiujicobakankepadasepuluhsiswa.Dalam proses ujicoba, siswajugadimintauntukmengevaluasiproduk. Data yang didapatkandari proses validasiahliadalah data kualitatif, sedangkan data dariujicobaprodukadalah data kuantitatif. Keduanyadijabarkandengancarapenggambaran. Hasildaripenelitianiniberupakegiatanmembacaberbasiskomputer yang memuathalamanutamadanhalamanlatihanmembaca.Setiaphalamanlatihanmembacamemuatteksbacaandeskriptiflengkapdenganglosarium, danlatihansoalpilihangandadisertaidenganumpanbalikdanskor. KegiatanmembacaberbasiskomputerinidapatmenutupcelahkesenjanganantarakelemahanstrategimembacaSQ3Rdanmasalahketerbatasanwaktu yang dimilikisiswauntukbelajarmembaca di kelas.Hasildariujicobaprodukjugamenunjukkanbahwaprodukinidapatmembantusiswameningkatkankemampuanmembacamereka. Akan tetapi, produkinidikembangkanmelalui program komputerHot Potatoes, sehinggarancangandandesainsudahterprogram. Iniberartibahwapenggunatidakbisamenciptakan model yang merekainginkan.Bagaimanapunjuga, pengoperasian program inisangatmudahdancepatsehingga guru dapatmenciptakankegiatanmembaca yang interaktifdengancepat. Selanjutnya, produkinihanyamemuattentangteksdeskriptifdengantopik yang terbatas.Olehkarenaitu, peneliti lain disarankanuntukmenghasilkanprodukpendidikan lain yang lebihbagus.

Developing listening materials for teaching English at MAN Malang I / by Asmawatie Rosyidah

 

Analisis pengaruh pengungkapan corporate social responsibiity dan mekanisme good corporate governance terhadap kinerja keuangan (studi pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2014) / Indah Rahayu Nurrohmi

 

ABSTRAK Nurrohmi, Indah Rahayu. 2016. Analisis Pengaruh Corporate Social Responsibility dan Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan (Studi Pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2014). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Dodik Juliardi, S.E., M.M., Ak. (2) Dr. Nurika Restuningdiah, S.E., M.Si., Ak. CA Kata Kunci: Corporate Social Responsibility, Good Corporate Governance, Kinerja Keuangan Perkembangan dunia bisnis yang sangat dinamis memaksa para pelaku perekonomian untuk menyesuaikan diri terhadap perkembangan tersebut. Para stakeholders, khususnya masyarakat sebagai konsumen, saat ini tidak hanya melihat hasil akhir dari operasional sebuah perusahaan, namun juga bagaimana pihak manajemen dapat mengelola dampak dari kegiatan operasional perusahaan. Hal tersebut disebabkan legitimasi pihak luar akan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha. Sehingga para stakeholders menuntut perusahaan untuk lebih memperhatikan dampak sosial yang terjadi, terutama pada perusahaan pertambangan. Perusahaan perseroan yang go public diwajibkan melaksanakan dan melaporkan kegiatan yang menjadi tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility). Namun hal tersebut harus diikuti dengan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) untuk hasil yang maksimal. Perusahaan semakin dituntut untuk melaksanakan CSR dan GCG dengan diterbitkannya regulasi oleh pemerintah, yaitu UU No. 40 Tahun 2007 Pasal 74 tentang PT dan Surat Keputusan Direksi BEJ yang mengharuskan adanya mekanisme GCG dalam perusahaan yang go public. Serta adanya kebijakan masyarakat ekonomi ASEAN yang menuntut perusahaan agar dapat bersaing dengan Negara ASEAN untuk keberlangsungan usaha ke depannya. Dengan pelaksanaan kedua konsep tersebut diharapkan akan dapat meningkatkan kinerja keuangan tanpa mengabaikan dampak operasional perusahaan sehingga harapan para stakeholders terpenuhi. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 40 perusahaan pada tahun 2013 dan 41 perusahaan pada tahun 2014. Selanjutnya dengan menggunakan teknik purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 14 perusahaan pertambangan yang akan diteliti. Data yang digunakan diperoleh dari studi dokumentasi dari data sekunder yang relevan dengan penelitian. Analisis yang digunakan untuk pengujian dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengungkapan CSR, Dewan Direksi, Kepemilikan Manajerial dan Kepemilikan Institusional tidak berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan. Namun Dewan Komisaris dan Proporsi Komisaris Independen berpengaruh positif, sedangkan Komite Audit berpengaruh negatif terhadap Kinerja Keuangan. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini, untuk penelitian selanjutnya diharapkan untuk menambah periode penelitian, penilaian kinerja keuangan dengan menggunakan analisis rasio laporan keuangan yang lebih spesifik, dan penilaian variabel independen hendaknya menggunakan lebih banyak sumber yang terpercaya.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan permainan monopoli untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII G di SMP Negeri 3 Batu pada materi aritmetika sosial / Widya Arista Candra

 

ABSTRAK Candra, Widya Arista. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Permainan Monopoli untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII G di SMP Negeri 3 Batu pada Materi Aritmetika Sosial. Skripsi. Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Aning Wida Yanti, S.Si, M.Pd, (2) Lathiful Anwar, S.Si, M.Sc Kata Kunci : Teams Games Tournament (TGT), Monopoli, Hasil Belajar, Aritmetika Sosial Berdasarkan hasil observasi siswa kelas VII G dan wawancara guru mata pelajaran matematika, diketahui bahwa kegiatan diskusi kelompok pada saat pembelajaran tidak berjalan dengan maksimal, terlihat dari kelompok yang tidak heterogen dan rendahnya keterlibatan setiap anggota kelompok dalam diskusi. Hal ini menyebabkan tingkat ketuntasan Ulangan Tengah Semester 1 pada kelas VII G hanya 37,9%. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan permainan monopoli yang digunakan pada tahap turnamen yang dapat meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang berlangsung selama 2 siklus. Data yang dikumpulkan merupakan data kuantitatif yang meliputi skor turnamen dan hasil tes siklus. Kriteria keberhasilan penelitian ini adalah (1) lebih dari atau sama dengan 70% siswa kelas VII G mendapatkan nilai lebih dari atau sama dengan 75 dimana 75 adalah SKM yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah dan (2) hasil observasi aktivitas guru dan siswa mencapai kriteria baik atau sangat baik. Persentase ketuntasan klasikal siswa kelas VII G mencapai 50% pada siklus 1 dan meningkat menjadi 73,33% pada siklus 2. Sedangkan hasil observasi kegiatan guru dan siswa mencapai kriteria baik pada siklus 1 dan mencapai kriteria sangat baik pada siklus 2. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pembelajaran dengan TGT yang berbantuan permainan monopoli dalam penelitian ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Langkah-langkah penerapan pembelajaran TGT berbantuan permainan monopoli yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yaitu (1) presentasi guru, guru mengingatkan materi yang telah dipelajari dan berhubungan dengan materi yang akan dipelajari, kemudian guru menghubungkan materi dengan permasalahan pada kehidupan sehari-hari misalkan guru menceritakan tentang suatu transaksi jual beli di pasar, (2) kerja Tim, kelas dibagi menjadi 6 kelompok heterogen baik secara kemampuan maupun jenis kelamin, kemudian mereka secara kelompok mengerjakan LKS (Lembar Kegiatan Siswa) yang dikembangkan oleh guru, (3) turnamen, siswa berpisah

Peningkatan keterampilan berpidato melalui teknik Tubian Plus siswa kelas II SLTP Negeri 2 Poncokusumo Malang / oleh Sunardi

 

Kemampuan membaca kritis mahasiswa prodi pendidikan bahasa, sastra Indonesia dan daerah Universitas Negeri Malang / Hidayatul Laili

 

ABSTRAK Laili, Hidayatul, 2016. KemampuanMembacaKritisMahasiswa Prodi PendidikanBahasa, Sastra Indonesia dan Daerah UniversitasNegeri Malang.Skripsi. Program StudiPendidikanBahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, JurusanSastra Indonesia, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Nurhadi, M.Pd., (2) Dr. Imam AgusBasuki, M.Pd. Kata Kunci:kemampuanmembaca, membacakritis Kemampuanmembacakritissangatpentingbagimahasiswa. Dalamkegiatanbelajarsehari-hari,mahasiswatidakhanyadituntutuntukmampumengembangkanwawasanya, namunjugadituntutuntukmengembangkankemampuanberpikirnya. Salah satucara yang dapatmembantumahasiswauntukmengembangkanwawasandankemampuanberpikirnyayaitudenganmembacakritis. Dalamkegitanmembacakritis,mahasiswadituntutmampumemahami, menganalisis, mengorganisasikan,sertamenilaibacaansehinggamahasiswamampumemahamikeseluruhanisi, struktur,dantujuandaribacaantersebut.Tinggirendahnyakemampuanmembacakritismahasiswaditentukanolehkemampuanmahasiswadalammemahamimaknatersiratbacaan, menganalisisunsurtersiratbacaan, mengorganisasikanunsurtersiratbacaandanmenilaibacaan. Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahuikemampuanmembacakritismahasiswasecaraumumdanmengetahuikemampuanmembacakritismahasiswadalamhalmemahamimaknatersiratbacaan, menganalisisunsurtersiratbacaan, mengorganisasikanunsurtersiratbacaan,danmenilaibacaan. Penelitianinimerupakanjenispenelitiandeskriptifkuantitatif yang dilaksanakan di UniversitasNegeri Malang. Populasidalampenelitianiniadalahseluruhmahasiswa Prodi PendidikanBahasa, sastra Indonesia dan DaerahUniversitasNegeri Malang angaktantahun 2015 yang terdiriatas 4kelas. Teknikpengambilansampeldenganmenggunakanrandom sampling.SampelpenelitianiniadalahmahasiswaProdi PendidikanBahasa, SastraIndonesia dan Daerah UniversitasNegeri Malang angakatantahun 2015 yang berjumlah 99mahasiswa. Analisis yang digunakandalampenelitianiniadalahanalisisstatistikdeskriptif. Hasildaripenelitianinimenunjukkanbahwakemampuanmembacakritismahasiswa Prodi PendidikanBahasa, sastra Indonesia dan Daerah UniversitasNegeri Malang angaktantahun 2015 termasukdalamkategorikurangkritis.Hasiltersebutditunjukkanolehpersentasekemampuanmembacakritissebesar 43%. Persentasetersebutmerupakanpersentase rata-rata dariketerampilan-keterampilandasarmembacakritis. Hasilketerampilantersebutdijabarkansebagaiberikut:keterampilanmemahamimaknatersiratbacaansebesar 59,80%, keterampilanmenganalisisunsurtersiratbacaansebesar 48.63%, keterampilanmengorganisasikanunsurtersiratbacaansebesar 33.13%, keterampilanmenilaibacaansebesar 47.22%.

Profil kompetensi profesional guru sekolah dasar negeri unggulan (studi kasus SDN Banjaran IV Kota Kediri) / oleh Achsin

 

Pengaruh prestasi belajar dan usia terhadap academic dishonesty mahasiswa program studi S1 Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Malang / Aris Yulianto

 

ABSTRAK Yulianto, Aris. 2016. Pengaruh Prestasi Belajar dan Usia Terhadap Academic Dishonesty Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Diana Tien Irafahmi, S.Pd., M.Ed. (II) Bety Nur Achadiyah, S.Pd., M.Sc. Kata Kunci: Prestasi Belajar, Usia, Academic Dishonesty Academic dishonesty atau ketidakjujuran akademik merupakan segala jenis tindakan seseorang secara sadar yang dilakukan untuk keuntungannya sendiri, dengan cara yang tidak benar yang dapat merugikan berbagai pihak di dalam ruang lingkup pendidikan, tindakan academic dishonesty sendiri meliputi plagiasi, fabrikasi, replication, menyontek, dan collusion. Penelitian ini membahas beberapa faktor penyebab kecurangan akademik yaitu Prestasi Belajar dan Usia. Prestasi belajar yaitu pencapaian atau bukti keberhasilan yang diperoleh dari penguasaan atas apa yang telah diberikan selama proses pembelajaran. Prestasi tersebut diperoleh melalui penilaian dari berbagai aspek peserta didik yang menggambarkan kemampuan yang dimilikinya. Usia merupakan satuan yang mengukur waktu keberadaan suatu benda atau makhluk, baik yang hidup maupun yang mati. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh prestasi belajar (X1), usia (X2), terhadap kecurangan akademik (Y). Penelitian ini merupakan penelitian eksplanasi. Populasi penelitian adalah mahasiswa program studi S1 Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Malang sedangkan sampel yang diambil berjumlah 177 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan prestasi belajar berpengaruh negatif signifikan terhadap academic dishonesty dibuktikan dengan tingkat sig. 0,001 < 0,05. Sedangkan Usia tidak berpengaruh terhadap academic dishonesty. Berdasarkan hasil penelitian disarankan; (1) bagi dosen dan lembaga pendidikan diharapkan dapat melakukan langkah preventif untuk meminimalisir perilaku academic dishonesty. (2) Bagi mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kompetensi diri dalam penguasaan materi kuliah sehingga dapat menyelesaikan kuliah dengan nilai yang baik tanpa harus berbuat curang, dan (3) bagi peneliti selanjutnya hendaknya lebih memperhatikan faktor lain penyebab kecurangan akademik dan menambah teknik pengambilan data dengan wawancara atau observasi mendalam.

Meningkatkan motivasi dan ketuntasan hasil belajar ekonomi dengan pembelajaran kooperatif model STAD pada siswa kelas XI IPS SMAN 1 Bontang / Nurdin

 

Kata kunci: motivasi, ketuntasan hasil belajar, model STAD Proses pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Bontang selama ini masih terdapat kelemahan. Pertama, pola pembelajaran yang diterapkan masih terpusat pada guru (teacher oriented), sehingga siswa kurang diberi kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan belum terlibat secara maksimal dalam proses pembelajaran. Kedua, penerapan pembelajaran kooperatif untuk materi ekonomi belum secara jelas memenuhi prosedur pembelajaran kooperatif. Ini terlihat dalam proses pembelajaran yang hanya didominasi oleh siswa yang pandai, sementara siswa yang kemampuannya rendah kurang berpartisipasi dalam mengerjakan tugas kelompok sehingga interaksi antara siswa dengan siswa sangat kurang. Kelemahan tersebut berimplikasi pada rendahnya motivasi dan ketuntasan hasil belajar siswa. Mengingat hal tersebut, pengembangan model pembelajaran bagi siswa merupakan kebutuhan yang mendesak dan perlu perhatian. Salah satu model pembelajaran yang diyakini mampu meningkatkan motivasi dan ketuntasan hasil belajar siswa, adalah pembelajaran kooperatif model STAD. Untuk itu peneliti yakin bahwa pembelajaran model STAD dapat memberikan harapan yang cukup besar untuk meningkatkan motivasi dan ketuntasan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi. Penelitian ini bertujuan memperbaiki proses pembelajaran ekonomi untuk meningkatkan motivasi dan ketuntasan hasil belajar ekonomi siswa. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan kuatitatif dan jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan selama delapan kali pertemuan dalam tiga siklus melalui empat tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 3 SMAN 1 Bontang semester 2 tahun pembelajaran 2009/2010. Data penelitian berupa nilai mata pelajaran ekonomi sebelum pelaksanaan tindakan dikumpulkan melalui dokumen, motivasi belajar dikumpulkan dengan menggunakan angket, hasil belajar dikumpulkan melalui tes, dan aktivitas siswa dikumpulkan melalui observasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian dapat dipaparkan secara singkat sebagai berikut: 1) pembelajaran kooperatif model STAD dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Motivasi belajar siswa pada kondisi awal pembelajaran yang hanya berada pada kategori sedang, ternyata pada akhir tindakan (siklus 3) telah mencapai kategori tinggi, dan 2) pembelajaran kooperatif model STAD dapat meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa. Pada kondisi awal pembelajaran, ketuntasan hasil belajar hanya mencapai 51,85 %, siklus 1 sebesar 62,96 %, siklus 2 sebesar 96,29 %, dan siklus 3 sebesar 100 %. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diajukan beberapa saran, yaitu (1) mengingat pembelajaran kooperatif model STAD dapat meningkatkan motivasi dan ketuntasan hasil belajar, maka disarankan kepada guru agar dapat menerapkan pendekatan ini pada materi yang sesuai dalam melaksanakan pembelajaran ekonomi khususnya materi siklus akuntansi perusahaan jasa dan laporan keuangan di SMA. (2) berdasarkan temuan penelitian ini, salah satu kendala dalam penerapan model STAD adalah kurangnya kesiapan siswa menghadapi pembelajaran dengan model STAD, untuk itu disarankan agar guru menerapkan model ini terlebih dahulu kepada siswa pada materi sebelum pelaksanaan tindakan. (3) hasil penelitian ini telah membuktikan bahwa model pembelajaran STAD dapat meningkatkan motivasi dan ketuntasan hasil belajar siswa pada materi siklus akuntansi perusahaan jasa dan laporan keuangan. Untuk itu bagi peneliti lebih lanjut disarankan mengembangkan penelitian sejenis pada materi lain dalam mata pelajaran ekonomi. Penelitian ini memberikan implikasi praktis. Dalam upaya meningkatkan motivasi dan ketuntasan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi khususnya materi siklus akuntansi perusahaan jasa dan laporan keuangan guru dapat menerapkan pembelajaran kooperatif model STAD.

Laporan perhitungan tugas ilmu pengairan
disusun oleh Yohanes Hadi Soesilo

 

The effectiveness of the SSS (start with simple stories) extensive reading toward the comprehension of the low achieving students of the first grade at PGRI Lawang Senior High School / Choirur Rozi

 

ABSTRACT Key Words: SSS extensive reading, conventional way, low achieving students, comprehension achievement Most students still have reading problems such as difficulty to understand the texts, low mastery of vocabulary, low speed of reading, and low habit of reading. These problems could result from many factors. They could derive from the teaching strategy, the students’ intelltual competence themselves, or the students’ socio and economic condition which force them to be lack of school facilities and eventually causes low interest of studying and low scores of English. To provide solution to these problems the writer proposed what so called the SSS Extensive Reading Program. The SSS Extensive Reading Program is a kind of reading strategy in which the learners are introduced with the reading activity using a variety of short illustrated stories. The aim of the study is to verify whether the first grade students of PGRI Lawang Senior High School taught using the SSS extensive reading perform better in reading comprehension than the students taught reading using the conventional way. The study intended to obtain a logical and reliable information whether there was a significant difference between students’ reading comprehension of the experimental and control groups. The subjects of the study were 61 students of the first grade of PGRI Lawang Senior High School. Thirty students were assigned as the experimental group and the other thirty one students were assigned as the control group. Of the two groups, those who get UAN scores below the school passing grade will be compared and analyzed in terms of the post test given after the treatment. The design of the research is quasi-experimental with non randomized control group post test. It is called quasi-experimental because of two reasons. First, the researcher could not fully control the scheduling of the experimental condition. Second, the researcher could not assign subjects randomly. The research instrument was in the form of 30 multiple choice-test items which covers English reading comprehension of the first grade students of PGRI Lawang Senior High School. The experimental group was taught reading using the SSS extensive reading while the control group was taught reading conventionally. Afterwards, both groups were simultaneously given the same post test. Further, since the two groups were homogeneous, the data analysis for the post test scores was computed using the t-test. The average scores of reading comprehension of the control and the experimental group were compared. The result of the computation shows that there is a significant difference between the scores of the students taught using the SSS extensive reading and the scores of those taught using the conventional way with the average score 66.67 for the experimental group and 48.94 for the control group. Based on the findings of the research, it is recommended that English teachers apply the SSS extensive reading program to obtain better students’ achievement in reading comprehension. In addition, the SSS extensive reading could provide such a pleasant feeling of reading that at the proper time it could improve the students’ habit of reading. To support the efficacy of the triple “S” extensive reading program smoothly at school, it is strongly recommended for English teachers to provide a small classroom library which contains various reading texts with different levels of difficulty, some administrative forms required to monitor the extensive reading program. To maintain students’ motivation and interest in reading, cooperation with the students’ parents in a conducive situation is of great importance. Teachers or parents can give information about the progress of their students in conducting the extensive reading program. The school librarians could endow the school library with a large number of readers as a supplement for students in learning English extensively. To provide sufficient reading materials for the library, it is advisable for them to build cooperation with either state or private owned company to accomplish the financial budget needed in this program.

Laporan kerja praktek di perusahaan aneka jasa dan permesinan unit pabrik mesin konstruksi dan pengecoran Sumber Mas Malang
oleh Taufan Purwanto Yudha Ugi

 

Laporan praktek kerja di perusahaan mesin dan cor Antarlina jl. Sempalwadak Bululawang Malang
oleh Achmad Lestari

 

Studi tentang manajemen Persatuan Bulutangkis (PB) Master Malang / Yosi Arie Hanggraini

 

Kata Kunci: Manajemen, Persatuan Bulutangkis (PB). Seperti yang kita ketahui selama ini olahraga merupakan suatu kegiatan yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Perkembangan olahraga di tanah air akhir-akhir ini sangat berkembang pesat terutama dalam peningkatan prestasi. Hal ini ditandai dengan pemunculan banyaknya club-club dari segala bidang olahraga untuk pernbinaan prestasi yang salah satunya adalah club bulutangkis. Salah satu club bulutangkis di kota Malang adalah Persatuan Bulutangkis (PB) Master. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti bahwa Persatuan Bulutangkis (PB) Master Malang memiliki prestasi yang cukup maksimal, hal ini terbukti dengan prestasi-prestasi yang telah dicapai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan instrumen angket. Sumber data penelitian adalah pengurus Persatuan Bulutangkis (PB) Master Malang yang berjumlah 9 orang. Data tentang manajemen Persatuan Bulutangkis (PB) Master Malang meliputi beberapa variabel yaitu: perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penyusunan staff (staffing), pelaksanaan (actuating), motivasi (motivating), pengawasan (controlling), anggaran (budgeting). Data dianalisis dengan statistik persentase dan pemaparan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen Persatuan Bulutangkis (PB) Master Malang secara umum sudah melakukan fungsi umum manajemen diperoleh hasil persentase 74,9%. Hasil persentase aspek perencanaan sebesar 100% yang berarti kegiatan tersebut selalu dilakukan, yaitu melakukan beberapa kegiatan diantaranya semua pengurus terlibat dalam menetapkan tujuan organisasi, merencanakan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan, merencanakan pertemuan rutin antar pengurus, merencanakan pertandingan keluar kota di Jawa Timur mengikuti agenda PBSI Jatim. Aspek pengorganisasian sebesar 50% yang berarti kegiatan tersebut dilakukan, yaitu melakukan beberapa kegiatan diantaranya memiliki struktur organisasi, mengelompokkan tugas pengurus sesuai bidangnya, dan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan kebutuhan manajemen. Akan tetapi, ada juga beberapa kegiatan yang belum dilaksanakan oleh pengurus seperti tidak melakukan musyawarah untuk menentukan struktur organisasi, tidak menetapkan peraturan atau cara kerja yang harus dilakukan karena menganggab setiap pengurus sudah mengetahui tugas masing-masing, serta tidak adanya musyawarah untuk menentukan peraturan kerja. ii Aspek penyusunan staff sebesar 55,6% yang berarti kegiatan tersebut dilakukan, yaitu menentukan calon pengurus sesuai kebutuhan manajemen, memiliki kegiatan pengembangan pengurus dengan cara mengirimkan pelatih mengikuti pendidikan kepelatihan. Akan tetapi, ada juga beberapa kegiatan yang belum dilakukan oleh pengurus seperti rekruitmen pengurus tidak ada proses dan tahapannya, merekrut pengurus tidak melalui musyawarah, dan tidak adanya kegiatan pelatihan kecakapan untuk pengurus karena semua kegiatan untuk pengembangan atlet diserahkan kepada pelatih. Aspek pelaksanaan sebesar 100% yang berarti kegiatan tersebut selalu dilakukan, yaitu melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan, menjalin kerjasama dengan anggota PB Master Malang dengan cara memberikan motivasi kepada atlet dan menyediakan sarana dan prasarana, menjalin kerjasama dengan instansi lain dengan cara mempromosikan atlet di luar kota Malang untuk menuju jenjang prestasi yang lebih baik, serta tujuan yang telah ditetapkan dalam perencanaan terlaksana dengan baik. Aspek motivasi sebesar 87,3% yang berarti kegiatan tersebut selalu dilakukan, yaitu pengurus mendapatkan gaji tetap, mendapatkan tunjangan selain gaji, pengurus dan anggota PB Master Malang saling memberi motivasi dengan saling mendukung satu sama lain untuk tugas masing-masing, memberi motivasi bagi anggota PB Master Malang dengan memberikan cindera mata bagi atlet yang berprestasi, menciptakan hubungan yang harmonis dan rasa saling mendukung dalam menyelesaikan tugas. Aspek pengawasan sebesar 75,6% yang berarti kegiatan tersebut selalu dilakukan, yaitu mengawasi jalannya program latihan melalui laporan dari pelatih, mengawasi apabila ada pertandingan di dalam kota dengan ikut serta dalam susunan panitia, mengukur keberhasilan atletnya dengan cara membandingkan apa yang di targetkan dengan hasil yang diperoleh, melakukan evaluasi hasil pertandingan dengan melakukan rapat dengan pelatih, membandingkan pelaksanaan dengan perencanaan di ukur dengan tingkat keberhasilannya, serta membuat laporan setelah diadakan pertandingan dalam bentuk evaluasi atlet dari hasil pertandingan. Aspek anggaran sebesar 55,6% yang berarti kegiatan tersebut dilakukan, yaitu anggaran pendapatan didapatkan dari hasil pembayaran rutin, menganggarkan biaya umum dan administrasi, menganggarkan biaya setiap pertandingan ke luar kota. Akan tetapi ada juga beberapa hal yang tidak dimiliki oleh pengurus seperti tidak adanya sponsorship, tidak adanya sumbangan dari pengurus, dan tidak menganggarkan biaya setiap pertandingan ke luar kota. Berdasarkan hasil penelitian saran yang diajukan adalah lebih membenahi pada aspek pengorganisasian, aspek penyusunan staff, aspek pengawasan dan aspek anggaran agar menjadi baik. Seperti rekruitmen pengurus, pemberian gaji pengurus dan penghargaan kepada pengurus, agar nantinya kinerja manajemen akan berjalan lancar dan lebih baik.

Penggunaan media papan magnet untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di kelas V MI Hubbul Wathon Pandaan Pasuruan / Shobahul Fajariah

 

Kata Kunci : Papan Magnet, Hasil Belajar, IPS SD Berdasarkan observasi awal pada tanggal 19 Juli 2010 yang dilakukan peneliti saat pembelajaran IPS di kelas V MI Hubbul Wathon, ditemukan fakta yaitu saat pembelajaran guru menggunakan metode ceramah. Dalam pembelajaran guru tidak menggunakan media, guru dan siswa hanya menggunakan buku paket IPS. Pada evaluasi akhir dihasilkan skor rata-rata 6,5. Dari 17 siswa hanya 7 siswa yang mencapai nilai di atas SKM (Standar Ketuntasan Minimal) yaitu 70,00 dan sedangkan 10 siswa lainnya dinyatakan tidak tuntas. Menyikapi pemasalahan tersebut, berbagai cara dapat dilakukan, diantaranya berkaitan dengan penggunaan media pembelajaran yang seharusnya diterapkan yaitu sebuah media pembelajaran yang menarik, efektif, mengikutsertakan keaktifan siswa, penggunaan media papan magnet ini diharapkan dapat menjadi solusi pemecahan masalah yang dihadapi oleh siswa dalam meningkatkan hasil belajarnya pada mata pelajaran IPS kelas V di MI Hubbul Wathon Pasuruan Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan media papan magnet untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V di MI Hubbul Wathon, mendeskripsikan hasil belajar siswa melalui penggunaan media papan magnet pada mata pelajaran IPS kelas V di MI Hubbul Wathon. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus yang mana setiap siklus terdiri dari dua pertemuan .Subyek penelitian adalah siswa kelas V di MI Hubbul Wathon yang terdiri dari 17 siswa. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Penelitian ini menggunakan instrument pedoman observasi, pedoman wawancara, dokumen, dan soal-soal tes Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh guru (peneliti), maka Penggunaan media papan magnet pada mata pelajaran IPS di kelas V MI Hubbul Wathon sudah sesuai dengan langkah-langkah pemanfaatan media. Penggunaan media papan magnet pada mata pelajaran IPS di kelas V MI Hubbul Wathon sudah dapat dikatakan berhasil dengan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal itu ditunjukkan dari hasil analisis rata-rata hasil belajar siswa secara keseluruhan terjadi peningkatan yaitu pada refleksi awal rata-rata hasil belajar siswa 65,50. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa 69,26 Pada siklus 2 rata-rata hasil belajar siswa 73,97. Hasil tersebut menunjukkan siswa telah mencapai nilai di atas SKM (Standar Ketuntasan Minimal) yaitu 70,00. Dalam penelitian ini disarankan kepada:1) guru untuk menggunakan media dalam melaksanakan pembelajaran IPS pada materi keragaman suku dan budaya dan menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan referensi yang dapat difungsikan sebagai rujukan pengembangan pembelajaran. 2) kepala sekolah untuk memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai pengayaan pengembangan profesi guru dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. 3) peneliti lanjutan agar hasil penelitian ini dijadikan rujukan dan perbaikan untuk penelitian berikutnya.

Pengembangan media pembelajaran berbasis macromedia flash pada mata pelajaran hidraulik dan kompresor untuk kelas X Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Muhammadiyah 1 Malang / M. Ariska Quraisy

 

Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran , Macromedia Flash, Hidraulik dan Kompresor Pengembangan media pembelajaran berbasis macromedia flash ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar software dengan judul “Sistem Hidraulik” yang materinya disesuaikan dengan sajian materi dalam RPP di sekolah tersebut. Media pembelajaran yang dikembangkan dijadikan salah satu sumber belajar atau referensi di SMK Muhammadiyah 1 Malang, guna meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa sesuai dengan potensi keterampilan yang dimiliki siswa. Pengembangan bahan ajar ini mengadopsi model pengembangan Dick & Carey (1987). Pengembangan model Dick & Carey adalah pengembangan yang bersifat prosedural yang meliputi ; 1) mengidentifikasi tujuan umum pembelajaran, 2) analisis pembelajaran, 3) mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik peserta didik, 4) merumuskan tujuan khusus pembelajaran, 5) mengembangkan butir-butir tes acuan patokan, 6) mengembangkan strategi pembelajaran, 7) mengembangkan dan memilih materi pembelajaran, 8) merancang dan melakukan penilaian formatif, 9) merevisi materi pembelajaran, 10) merancang dan melakukan penilaian sumatif. Untuk mengetahui tingkat kevalidan, kelayakan keterpakaian dilakukan uji kelayakan produk, yaitu tahap uji ahli dan uji kelompok kecil. Data diambil dengan menggunakan angket, kemudian dianalisis menggunakan kualitatif deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil pengembangan media pembelajaran ini menghasilkan bahan ajar media pembelajaran jenis software yang materinya disesuaikan dengan sajian materi dalam RPP. Produk media pembelajaran di uji coba melalui beberapa tahap. Hasil penilai/ tanggapan digunakan untuk merevisi produk sebagai bagian dari proses penyempurnaan produk media pembelajaran. Hasil uji coba pada tahap ahli materi memperoleh skor total 83% dengan kriteria valid, sedangkan dari ahli media memperoleh skor 61% dengan kriteria cukup valid. Kemudian tahap uji coba kelompok kecil memperoleh skor total 93%, sehingga dari uji coba yang dilakukan untuk media pembelajaran, layak digunakan sebagai sumber belajar di SMK Muhammadiyah 1 Malang. Dari hasil uji coba dapat diketahui kelebihan dan keterbatasan media pembelajran yang telah dikembangkan. Kelebihannya yaitu 1) media pembelajaran dirancang sesuai karakteristik dan kebutuhan siswa, 2) media pembelajaran disesuaikan dengan menggunakan prinsip pengetahuan yang bersifat fakta, konsep dan procedural, 3) model pengembangan yang disesuaikan adalah Dick & Carey (1987) yang sistematis dan sesuai untuk merancang pembelajaran lebih terarah.

Perencanaan turbin uap
tugas
oleh Djoko Purwanto

 

Pelaksanaan strategi pemasaran bisnis franchise cokelat klasik dalam perspektif analisis SWOT (studi kasus pada bisnis franchise Cokelat Klasik Mall Dinoyo City) / Ratu Tita Quritama Putri

 

ABSTRAK Putri, Tita Quritama Ratu. 2015. Pelaksanaan Strategi Pemasaran Bisnis Franchise Cokelat Klasik Dalam Prespektif Analisis SWOT (Studi Pada Bisnis Franchise Cokelat Klasik Mall Dinoyo City). Skripsi. Jurusan Manajemen, Program Studi S-I Manajemen Pemasaran. Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Agus Hermawan, M.Si, GradDipMgt., M.Bus (2) Dr. Titis Shinta Dewi, S.P., M.M Kata Kunci: Strategi Pemasaran, Franchise, Analisis SWOT, Cokelat Klasik Bisnis franchise Cokelat Klasik merupakan jenis waralaba dalam negeri yang menerapkan sistem format bisnis kuliner minuman berbahan dasar coklat yang menawarkan sistem yang komplit dan komprehensif tentang tata cara menjalankan bisnis. Dalam bisnis ini terdapat peran franchisor dan franchisee yang memilih lokasi bisnisnya terletak pada Mall Dinoyo City.Franchise Cokelat Klasik Mall Dinoyo City perlu melihat dari prespektif analisis SWOT dalam pelaksanaan strategi pemasaran bisnisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) latar belakang bisnis franchise Cokelat Klasik Mall Dinoyo City, (2) posisi franchise Cokelat Klasik Mall Dinoyo City berdasarkan analisis SWOT, dan (3) strategi pemasaran apakah yang dapat diterapkan dan menjadi pilihan terbaik pada bisnis franchise Cokelat Klasik Mall Dinoyo City berdasarkan analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memperoleh dan mengumpulkan informasi mengenai lingkungan eksternal dan internal perusahaan dengan menggunakan analis SWOT. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan owner pihak franchisee Cokelat Klasik Mall Dinoyo City, pegawai Cokelat Klasik Mall Dinoyo City, dan konsumen yang membeli produk Cokelat Klasik di Mall Dinoyo City, sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari dokumentasi dan catatan lapangan peneliti selama melakukan observasi di Cokelat Klasik Mall Dinoyo City. Metode yang digunakan dalam keabsahan data dalam penelitian menggunakan metode triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan strategi pemasaran bisnis franchise Cokelat Klasik Mall Dinoyo City yang dilihat berdasarkan analisis SWOT dari segi Kekuatan: (1)cepat tanggap dalam melakukan promosi, (2) memiliki beberapa varian rasa yang menjadi unggulan, (3) placement booth yang strategis, (4) power of brand image tertanam positif pada masyarakat, (5) stock produk dan penjualan mudah dikontrol, (6) kualitas barang sesuai dengan harga, (7) SOP yang mudah dipahami pegawai. Kelemahan yang dimiliki oleh bisnis franchise Cokelat Klasik Mall Dinoyo antara lain: (1) alat produksi kurang maksimal, (2) sering terjadi turnover pegawai, (3) sering terjadi miscommunication pegawai antar shift, (4) ketergantungan restock air dan es batu pada 1 perusahaan, (5) ketidaksesuaian SOP dengan kondisi lapangan, (6) media promosi yang disediakan franchisor kurang sesuai, (7) tidak tersedianya jasa kurir dari franchisor untuk restock barang. Peluang: (1)posisi mall yang strategis, (2) diadakan event-event yang dilakukan pihak mall, (3) akan dibuka bioskop dalam waktu dekat, (4) penjualan tidak terpengaruh pada cuaca, (5) segmen usia yang tidak terbatas, (6) pengunjung mall pada hari libur semakin meningkat, dan (7) berkembangnya gaya hidup masyarakat. Sedangkan ancaman yang dihadapi bisnis franchise Cokelat Klasik Mall Dinoyo City antara lain (1) adanya pesaing sejenis (menjual coklat) yang berada di Mall Dinoyo City, (2) adanya pesaing tidak sejenis (merk lain tetapi menjual coklat) yang berada di Mall Dinoyo City, (3) fasilitas yang disediakan mall kurang maksimal, (4) biaya maintenance dari pihak mall berubah secara sepihak, (5) harga bahan penunjang belum dapat dikontrol, (6) kompetitor bersaing dengan strategi yang sama, (7) beredarnya berita negatif pada Mall Dinoyo City. Bisnis franchise Cokelat Klasik hadir diposisimarket leader untuk minuman cokelat pertama di Kota Malang dengan segmen varian produknya yang mampu dinikmati oleh berbagai kalangan usia, status sosial, pendidikan dan pekerjaan. Target pasar Cokelat Klasik adalah mahasiswa dari universitas-universitas di sekitar Mall Dinoyo City dengan daya beli yang kuat. Posisi bisnis franchise Cokelat Klasik Mall Dinoyo City berada pada kuadran I berdasarkan analisis SWOT setelah melakukan perhitungan dengan faktor internal memiliki total skor 2,94 dan faktor eksternal memiliki skor 2,88.Strategi SO yang diterapkan oleh bisnis franchise Cokelat Klasik Mall Dinoyo City dengan berusaha memaksimalkan kekuatan yang dimiliki untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan cara yakni menjalin komunikasi dengan pihak mall &tenant lainnya untuk promosi yang akan dibuat agar sesuai dengan event, membuat akun-akun media sosial untuk merambah target pasar yang lebih luas, meningkatkan kualitas pegawai, menyediakan fasilitas menarik bagi pelanggan Cokelat Klasik serta menyediakan produk pelengkap tambahan yang sesuai jika dikonsumsi bersama produk Cokelat Klasik. Dalam penelitian ini, peneliti menyarankan: (1) Menjalin komunikasi yang baik dengan para pegawai, (2) pihak franchisee dapat membuka cabang gerai baru. Salah satu strategi untuk sukses di bisnis franchise adalah dengan pengembangan usaha yang serupa. Dengan alasan salah satu gerai mampu menunjang atau menutupi gerai yang sedang tidak ramai pengunjung. Untuk biaya bahan baku penunjang juga dapat semakin ditekan dengan membeli dalam jumlah banyak demi memenuhi kebutuhan 2 atau lebih gerai sekaligus. (3) Bagi peneliti selanjutnya disarankan menganalisis dengan tema pelayanan terhadap kepuasan konsumen maupun kepuasan franchisee, serta dapat membahas strategi pemasaran yang diterapkan bisnis franchise Cokelat Klasik kantor pusat, karena bisnis franchise Cokelat Klasik merupakan bisnis baru yang sedang berkembang sehingga membutuhkan strategi pemasaran yang tepat untuk terus dapat bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.

Efektifitas pendekatan sts dalam pembelajaran fisika pokok bahasan gelombang elektromagnetik untuk meningkatkan prestasi belajar siswa akelas III IPA SMU Negeri I Krian tahun pelajaran 2003/2004 oleh Dwi Ira Mayasari

 

Fisika selana ini dianggap rbagai pelajaran yang rulil Kesan pertama ini ternyafam €ounbrrhkanp sepsi padas iswa bahwam erekat idak akm mampuu ntuk Apalagi hal ini didukungo leh metodep engajarang uru yang monoton datrt idak menarikm ina sisw4 sehinggas iswac endenrngp asif dan menganggap fisilo s€lagai pelajran yangti&k menyenangkand an membosankanT. erbukti dari pengamatatns hadap hasil belajars iswaS MA Negeri I lGian kehs m IpA khususnyap elajaranf isika prestasis isrryac enderungk urangb aik yakni rata-rata5 ,8 sanpai 6J. Dmgan demikian diperlukan suatu metode belajar mengajnyrtgmampu tn€Ndngkdlcn kaerarrpilar para gunl l*rusnsnya guru fisika. Metod€ tersebrt adalah metodep endekon STS. Metodei ni urut-unrtannyaa dalahm enjetaskante ori, m€oyatgkutrautkm dnlem kehidupan sehui{rari dan pengkaitan dengan fenomena alamm elahi kwiilrinpraktikum- sehinggak egiaranp embel4iarand agatd icapai secraoptimal Pemlitian ini dilakukan di SrvIA Negei I Kdan bulan Febnrari sampai dengan bulatrl v{arets aats €mestertrt ahun ajaran2003t2004.R ancanganp enelitrany ang dig"ratan adalah membagi sampel menjadi dua kelompok rtimr'r mrsint-d""ing kelompok dikenaipedatuan yang berbed4 yaitr kelompok I diberi pengajaran dengan nenggunakan metode pendekaan STS dan kelompok II diberi penpjaran dengan mggunakan nctode cqarr.rah- ___ tlasil penelitia ini menunjlkkrn bahwa pengajarul d€rgan metode pndekatan STSl ebih efelilif un[rk meningka*an prrestasbi elajars iswad engann ilai raF-rata 803587 unhrk elompoky ang diajar denganm etodep endekatanS TS,s aiangkann ilai 'rta-rata kelompoky ang diajar denganm etodec eramaha dalah 66-7391. salain itu dafampenef;tan ini dilakrrken p€nganatan ttrhadap aktivitas siswa di kelas, temyata metoce pndelrdan STS mampu meningkdkan alrivitas siswa dalam kegiaan beiajar pngpa: iIaI ini da@ dftetahui dari jumlah sisway ang akrif dalamk e-iasy, aitu - juml-h siswayanga lcif dalam kegiatm belajarm engajarpadak elompot yang aialar d€ngan-metodpee ndekatanS TS lebih besard ibandingkandengank efompoky ang - diajar dengsn mcngguoakanm elo

Laporan praktek kerja di bengkel Indonesia Muda Malang
oleh Abdul Mujib

 

Laporan kerja praktek di PT Faroka SA Malang (dari tanggal 4 Pebruari 1980 s/d 4 April 1980)
disusun oleh Naziruddin

 

Laporan praktek kerja di Dipo Lokomotip PJKA Malang
disusun oleh Agus Kuntjoro

 

Praktek otomotip II
disusun oleh Kasiyanto

 

Pengembangan modul hidrolisis garam dengan model Learning cycle 5 fase untuk sekolah menengah kejuruan kelas X program keahlian analisis kimia / Ubaiti Arimi Firdaus

 

Kata Kunci: Modul, Model Learning Cycle (LC) 5 Fase, Hidrolisis Garam, SMK Pemerintah Indonesia meningkatkan sistem pendidikan nasional dengan melakukan pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kendala yang timbul adalah terbatasnya bahan ajar bagi siswa SMK. Untuk lebih mendukung proses pembelajaran, diperlukan bahan ajar berupa modul. Salah satu modul yang akan dikembangkan adalah modul dengan materi hidrolisis garam menggunakan model LC 5 fase. Tujuan dari pengembangan modul ini adalah 1) untuk menghasilkan modul dilengkapi dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Hidrolisis Garam dengan model LC 5 Fase dan 2) untuk mengetahui kesesuaian modul dan RPP Hidrolisis Garam dengan model LC 5 Fase dan kelayakannya untuk digunakan sebagai salah satu bahan ajar kimia. Modul dikembangkan dengan mengadaptasi desain Borg dan Gall yang terdiri dari sepuluh tahap pengembangan. Namun, karena keterbatasan waktu pengembangan hanya dilakukan sampai tahap kelima dengan modifikasi. Kelima tahap tersebut adalah penelitian dan pengumpulan data, perencanaan pengembangan produk, pengembangan produk awal, validasi draf produk kepada validator, dan merevisi hasil validasi. Desain validasi terdiri dari dua macam yaitu validasi isi produk (modul dilengkapi RPP) dan validasi soal uji kompetensi. Validator produk terdiri dari 1 dosen kimia dan 5 guru SMK. Sedangkan soal yang divalidasi sejumlah 45 soal dan diujicobakan kepada 40 siswa. Hasil dari pengembangan adalah modul Hidrolisis Garam yang dilengkapi dengan RPP. Dari analisis soal uji kompetensi, diambil 20 soal yang memiliki nilai validitas antara 0,317-0,765; nilai tingkat kesukaran antara 0,325-0,675; nilai daya beda antara 0,45-0,70; dan nilai reliabilitasnya adalah 0, 892. Hasil validasi terhadap modul hidrolisis garam menunjukkan rata-rata 3,19 yang berarti valid/baik/layak. Sedangkan hasil validasi pada RPP menunjukkan hasil 3,39 yang artinya sangat valid/baik/layak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa modul Hidrolisis Garam yang dilengkapi RPP dengan pembelajaran Learning Cycle 5 fase layak untuk digunakan oleh guru dalam pembelajaran di kelas X SMK program keahlian analisis kimia.

Peningkatan keterampilan menyimak dongeng melalui penggunaan wayang kartun dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas II SDN Kauman 3 Malang / Suryati

 

Kata kunci: peningkatan, keterampilan menyimak, wayang kartun. Hasil tes awal penelitian dalam pemahaman mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas II semester II diketahui bahwa keterampilan menyimak dongeng siswa kelas II SDN Kauman 3 Malang menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyimak dongeng masih rendah yang disebabkan oleh metode dan teknik yang digunakan guru kurang tepat serta tidak ada media yang digunakan dalam pembelajaran. Untuk meningkatkan keterampilan menyimak dongeng digunakan media yang menarik dan dekat dengan dunia siswa yaitu wayang kartun. Tujuan penelitian ini, mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran keterampilan menyimak dongeng dengan menggunakan wayang kartun dalam pembelajaran Bahasa Indonesia ,mendeskripsikan peningkatan keterampilan menyimak dongeng dengan menggunakan wayang kartun dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas II SDN Kauman 3 Malang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini yaitu seorang guru kelas II dan seluruh siswa kelas II SDN Kauman 3 Malang, dengan prosedur (1) Perencanaan, (2) Tindakan dan Observasi (3) Refleksi, (4) Perbaikan Rencana. Instrumen pada penelitian ini berupa (1) soal-soal tes, (2) pedoman observasi dan (3) pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan wayang kartun meningkatkan antusias siswa dalam belajar dan memahami materi baik ketika menyimak maupun saat menceritakan kembali serta tertarik mengikuti pembelajaran. Peningkatan rata-rata keterampilan menyimak dongeng dari siklus I dengan nilai 73,19 ke siklus II dengan nilai 79,66 sebesar 6,47%. Sedangkan peningkatan rata-rata menceritakan kembali secara lisan dari siklus I dengan nilai 73,4 ke siklus II dengan nilai 81,81 sebesar 8,41% serta peningkatan hasil belajar dari sebelum tindakan, siklus I dan siklus II, yaitu dari nilai rata-rata kelas sebelum tindakan 62,29 meningkat menjadi 69,97 dan pada siklus II meningkat dengan nilai 82,42, persentase peningkatan nilai rata-rata kelas dari sebelum tindakan ke siklus I sebesar 7,68% dan dari siklus I ke siklus II sebesar 12,45%, sehingga persentase peningkatan nilai rata-rata kelas dari pra tindakan ke siklus II sebesar 20,13 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pelaksanaan pembelajaran dengan wayang kartun dengan langkah menunjukkan wayang katun, tanya jawab, memodelkan, siswa menirukan. Penggunaan wayang kartun dapat meningkatkan hasil belajar siswa meliputi ketrampilan menyimak, menceritakan kembali dan penguasaan materi. Saran kepada guru agar menggunakan wayang kartun dalam pembelajaran menyimak dongeng.

Efektifitas pemberian tugas kokurikuler secara individu dan kelompok terhadap prestasi belajar fisika pada pokok bahasan energi listrik bagi siswakelas III cawu I SLTPN 1 Randudongkol Pemalang tahun pelajaran 2000/2001 / oleh Sukiswo

 

Guru sebagami ediatord alamp rosesb elajarm engajasr angabt erperand alam usaham eningkatkanp restasbi elajars iswa.P eningkatapnr estasbi elajar-dapat ditempuhm elalui metodep engajarand anp emberiant ugask okurikuler.P ada umumnya siswa merasa enggan atau kurang termotivasi untuk belajar dirymah, apabilat idak diberi tugask okurikuler, akibatnyaa kanb erpengaruhte rhadapp restasi UetaiarD. alam penelitiani ni sebagaui payau ntuk meningkatkanp restasib elajar fisika,s iswad iberitugask okurikulers ecarain dividud ank elompok. Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahumi etodem anay angp alinge fektif untukm eningkatkanb elajarf isika antaras is*a yangd iberit ugask okurikulers ecara individud ans isway angd iberi tugask okurikulers ecarak elompok. Populasdi alamp enelitranin i adalahs iswak elasI II cawuI SLTPN egeri1 RandudongkaPle malangta hunp elajaran2 000/2001S. edangkasna mpedl alam penelitianin i adalahs iswak elasI II A yangd iberi tugask okurikulers ecarak elompok, iiswa kelasI llB diberit ugask okurikulers ecarain dividu.s etelahe ksperimen berakhirk eduak elompokd iberit esp restasdi enganb obots oaly angs ama. Selanjutnydaa tad ianalisisd enganm enggunakaunj i t padat arafs ignifikan5 %. Dari hasilp enelitiand enganm enggunakaunj i t padatarafsignifikan5 % menunjukkanbahwats;1**=4,474)ttabcl:1,665'makahipotesisditerima'Jadi bisad iiimpulkanb ahwap restasbi elajarf isika sisway angd iberit ugask okurikuler yang dikerjakan secara kelompok lebih efektif dari pada siswa yang diberi tugas kokurikulery angd ikerjakans ecarain dividu

Laporan praktek otomotip II
oleh Supriyono

 

Praktek otomotip III
oleh Moch. Arief Prast

 

Smart parenting dalam membangun disiplin siswa kelas 1 di SD Muhammadiyajh 4 Kota Malang / Desy Irsalina Savitri

 

ABSTRAK Savitri, Desy Irsalina, 2016, Smart parenting dalam membangun disiplin siswa kelas 1 di SD Muhammadiyah 4 Kota Malang, Program Studi S2 Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1)Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd (II) Prof. Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd Kata Kunci: Smart Parenting dalam membangun disiplin siswa kelas 1 SD SD Muhammadiyah 4 Kota Malang merupakan salah satu sekolah yang menerapkan smart parenting. Kepala sekolah sebagai pemimpin sangat bijaksana dalam menjalankan perannya. Penelitian ini bertujuan mendeskripkan (1)Cara smart parenting di Sekolah terutama pada siswa kelas 1 SD; (2)Cara parenting di rumah; (3)Karakter disipin anak yang memeroleh penerapan smart parenting di sekolah dan di rumah; (4)Hambatan saat proses penerapan smart parenting; (5)Upaya pemecahan hambatan saat proses penerapan smart parenting di rumah dan di sekolah Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analis data model miles dan huberman yang terdiri dari reduksi data, display data, dan verifikasi data. Metode keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)Peran sekolah melaksanakan smart parenting di SD Muhammadiyah 4 diperankan oleh guru dan kepala sekolah dengan cara membentuk grup komunikasi antar orangtua melalui media sosial WhatsApp dan jika ada orangtua yang ingin diskusi dengan guru maka guru selalu menyediakan waktu tatap muka setiap Hari Jumat pukul 11.00-12.00 (2)Penerapan parenting di rumah masih ada yang otoriter, memanjakan, demokratis, dan pembiaran. Namun semenjak adanya grup komunitas di media sosial dan fasilitas tatap muka dengan guru maka sikap orangtua dalam mendidik putra-putrinya sedikit demi sedikit berubah menjadi orangtua yang demokratis walau terkadang kebiasaan lama dalam mendidik masih sering muncul (3)Karakter disiplin yang ditunjukkan oleh dominan siswa menunjukkan hasil yang baik (4)Hambatan yang terjadi ketika pelaksanaan smart parenting dikemukakan oleh guru ialah masih ada orangtua yang kurang mengapresiasi guru muda dan ada beberapa orangtua siswa yang sulit memberi feedback kepada guru (5)Upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah ialah dengan selalu membina dan mengembangkan keterampilan guru dalam mengajar dengan cara memfasilitasi dan membangun kerjasama antar guru yang sudah berpengalaman dengan guru yang belum berpengalaman, serta memberi fasilitas waktu luang untuk guru sharing mengenai hambatan yang sulit dipecahkan oleh guru yang bersangkutan. Sedangkan upaya guru dalam memecahkan hambatan yang terjadi ialah dengan selalu berusaha memberikan laporan sikap dari putra-putri mereka dengan harapan memeroleh feedback dari orangtua yang jarang melakukan komunikasi dengan guru. Saran berdasarkan penelitian ini adalah untuk menyebarluaskan cara untuk melaksanakan smart parenting yang baik dalam membangun disiplin siswa sekolah dasar secara menyeluruh, dan agar sekolah lain juga dapat memaksimalkan peran kepala sekolah, guru, dan orangtua dalam membangun disiplin pada siswa. Penting bagi siswa sekolah dasar, karena karakter disiplin siswa sebisa mungkin dibiasakan sejak anak dapat diajak diskusi. Siswa kelas 1 merupakan usia meniru, agar dapat tercipta disiplin yang baik maka perlu sekali peran orang dewasa (Kepala sekolah, Guru, dan Orangtua) dalam memaksimalkan tumbuh kembangnya.

Pembelajaran persamaan garis lurus dengan pendekatan open-ended pada siswa kelas II SMP Sriwedari Malang / oleh Hamdani

 

The teaching of english at "Surya Buana" bilingua nature Islamic elemetary school Malang / Faikhah Falistatunis

 

As the implementation of The Decree of Ministry of Education and Culture (RI/No.0487/1992) that was followed by another one (No.060/4/1993), many elementary schools in Indonesia begin to provide English for their upper-class students, even for their lower-class students. However, based on the findings for a three-year research and from an observation in short training, more or less 80% of English teachers for young learners have a low qualification to teach English in elementary school, such as English education background and English skills. Additionally, there are some schools, which implements new concepts for their school. One of them is “Surya Buana” Bilingual Nature Islamic Elementary School Malang. This school combines two concepts – bilingual and nature concept. Therefore, it is interesting to investigate how is the teaching of English at “Surya Buana” Bilingual Nature Islamic Elementary School Malang that is done by a teacher without English education background. This study was intended to describe the teaching and learning process of English at “Surya Buana” Bilingual Nature Islamic Elementary School Malang. It was expected that the description of this study was beneficial as a feedback for the teacher and school in developing the school’s concepts. This study was a descriptive qualitative research. The subjects were the third-year classes of “Surya Buana” Bilingual Nature Islamic Elementary School Malang of 2008/2009 academic year. Data were obtained from the teacher and the students of the classes. The main instrument in the study was the researcher, who was supported by some instruments, i.e.: observation checklists, interview guide, and field notes. From the findings, it could be concluded that the teaching and learning processes had weaknesses in some aspects. The weaknesses were on the teaching techniques applied, the use of workbook, and the instructional media used. The teaching techniques applied were question-answer, listen-repeat, quiz, and games. The students use workbook instead of textbook. In addition, textbook, workbook, flash cards, and white board were the instructional media used by the teacher in the classroom. The teaching and learning process partially met with the objective of teaching English. Familiarizing English to the students in their daily life was not achieved yet. Consequently, the implementation of bilingual concept was in the low level; the students speak with their mother tongue most of the time. Besides, nature was partially appropriate when it was used as the media in the teaching and learning of learning. Based on the research findings, some suggestions were given for the betterment of teaching and learning process of English in the class. For the English teacher, she should work harder to increase the quality of the teaching learning process of English by implementing various teaching techniques, planning the teaching activities well in advance, selecting interesting instructional materials and media for her students, familiarizing the students with English daily expressions, and joining English course, seminars, or workshops to develop her qualification. For the principal, he should supervise whether the implementation of the program run well or not. The qualification of the teachers needs to be developed. For other people or institutions, they need to prepare well before implementing the same program. For the next researchers, it is suggested to conduct research about teaching English in elementary school with more specific focus so that the teaching of English in elementary school can be described and analyzed more deeply.

Pengaruh pengelolaan modal kerja terhadap tingkat likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas perusahaan (studi kasus pada PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.) / Shinta Ayunany

 

ABSTRAK Ayunany, Shinta. 2009. Pengaruh Pengelolaan Modal Kerja terhadap Tingkat Likuiditas, Profitabilitas, dan Solvabilitas Perusahaan (Studi Kasus pada PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.) Skripsi., Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Helianti Utami, S.E, M.Si, Ak., (2) Drs. H. Sumadi, S.E, MM. Kata kunci: pengelolaan modal kerja, likuiditas, profitabilitas, solvabilitas. Modal kerja memegang peranan yang penting dalam suatu perusahaan dan digunakan untuk menjalankan kegiatan operasi. Besar kecilnya modal kerja tergantung pada jenis usaha perusahaan. Jumlah modal kerja yang baik bagi suatu perusahaan adalah modal kerja yang cukup. Salah satu penyebab kerugian dan keberhasilan sustu perusahaan adalah bagaimana perusahaan mengelola modal kerjanya. Kekurangtepatan dalam pengelolaan akan menyebabkan perusahaan mengalami kesulitan yang mungkin timbul karena adanya krisis atau kekacauan keuangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan modal kerja, untuk mengetahui tingkat likuiditas, untuk mengetahui tingkat profitabilitas, untuk mengetahui tingkat solavabilitas, untuk mengetahui pengaruh pengelolaan modal kerja terhadap tingkat likuiditas, untuk mengetahui pengaruh pengelolaan modal kerja terhadap tingkat tingkat profitabilitas, untuk mengetahui pengelolaan modal kerja terhadap tingkat solvabilitas, pada PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah rasio keuangan untuk likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas serta analisis uji korelasi rank spearman dengan menggunakan SPSS for Windows. Variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah pengelolaan modal kerja. Sedangkan variabel terikat (Y) adalah likuiditas (Y1), profitabilitas (Y2), dan solvabilitas (Y3). Dari uji statistik untuk uji pengaruh pengelolaan modal kerja terhadap likuiditas diperoleh hasil rs=0,964 dengan signifikasi 0,000 untuk taraf signifikasi 5%. Hasil untuk uji pengaruh pengelolaan modal kerja terhadap profitabilitas diperoleh hasil rs=0,857 dengan signifikasi 0,014. Dan Hasil untuk uji pengaruh pengelolaan modal kerja terhadap solvabilitas diperoleh hasil rs=0,752 dengan signifikasi 0,031. Berdasarkan hasil analisis korelasi dapat ditarik suatu kesimpulan yang menyatakan bahwa: (1) Ada pengaruh yang signifikan antara pengelolaan modal kerja dengan likuiditas, yaitu tingkat likuiditas akan meningkat pada saat terjadi kenaikan modal kerja, begitu juga sebaliknya.(2) Ada pengaruh yang signifikan antara pengelolaan modal kerja dengan profitabilitas, yaitu tingkat profitabilitas akan meningkat pada saat terjadi kenaikan modal kerja, begitu juga sebaliknya. (3) Ada pengaruh yang signifikan antara pengelolaan modal kerja dengan solvabilitas, yaitu tingkat solvabilitas akan meningkat pada saat terjadi kenaikan modal kerja, begitu juga sebaliknya. Saran yang bisa dikemukakan berkaitan dengan temuan yang diperoleh selama melaksanakan penelitian ini adalah: (1) Bagi perusahaan diharapkan pengelolaan modal kerja tetap dipertahankan untuk tahun-tahun berikutnya agar dapat mencapai tingkat likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas yang tetap baik. (2) Adanya kelebihan atau penurunan modal kerja dapat dijadikan alat pengambilan keputusan terhadap kegiatan usaha pada tahun berikutnya. (3) Bagi peneliti selanjutnya yang bertujuan sama dengan penelitian ini disarankan untuk menggunakan lebih banyak lagi rasio selain yang telah dibahas dalam penelitian ini, seperti rasio aktivitas dan rentabilitas. (4) Untuk penelitian dimasa yang akan datang sebaiknya mengadakan penelitian pada 2 jenis perusahaan, seperti perusahaan jasa dengan perusahaan dagang sehingga bisa dilakukan analisa yang mendalam tentang perbedaan penggunaaan modal kerja.

Laporan praktek kerja di Dipo Lokomotip PJKA Malang
disusun oleh M. Usman Hadi

 

Pengembangan media wayang kdi dalam pembelajaran kognitif kelompok B di Taman Kanak-kanak Kota Malang / Silvia Putri Anggraeni Winindarti

 

Laporan perhitungan perencanaan tugas pengairan
oleh Heri Riswanto

 

Strategi kepala sekolah dalam melaksanakan kurikulum 2013 (studi multi situs di SDN Dinoyo 2 Malang dan SDN Madyopuro 1 Malang) / Siska Agustina

 

Agustina, Siska. 2015. Strategi Kepala Sekolah dalam Melaksanakan Kurikulum 2013 (Studi Multi Situs di SDN Dinoyo 2 Malang dan SDN Madyopuro 1 Malang). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Kusmintardjo, M.Pd, (II) Dr. Asep Sunandar, S.Pd, M.AP. Kata kunci: strategi, kepala sekolah, pelaksanaan Kurikulum 2013     Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang mengacu pada pembelajaran tematik terpadu. Dimana dalam pelaksanannya, Kurikulum 2013 bertujuan untuk mengembangkan kreativitas peserta didik dalam hal kognitif, psikomotorik, dan afektif. Sehingga peran kepala sekolah sebagai pemimpin sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan pelaksanaan Kurikulum 2013. Strategi yang diberikan kepala sekolah sangat menentukan berhasil atau tidaknya pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah. Oleh karena itu, dalam kepemimpinannya kepala sekolah memiliki tanggung jawab menjadikan guru yang berkualitas dan mampu menghadapi perubahan-perubahan kurikulum serta memiliki kemampuan untuk membuat program-program baru yang ada pada Kurikulum 2013.     Tujuan penelitian ini: (1) mendeskripsikan strategi kepala sekolah dalam melaksanakan Kurikulum 2013, (2) mendeskripsikan masalah yang dihadapi kepala sekolah dalam melaksanakan Kurikulum 2013, dan (3) mendeskripsikan solusi masalah yang dihadapi kepala sekolah dalam melaksanakan Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan jenis penelitian studi multi situs di SDN Dinoyo 2 Malang dan SDN Madyopuro 1 Malang. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil analisis data selanjutnya dicek di keabsahan data melalui pemeriksaan triangulasi, pengecekan keanggotaan, dan kecukupan bahan referensi. Tahap penelitian meliputi tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap pelaporan.     Temuan penelitian ini yaitu (1) strategi kepala sekolah dalam melaksanakan Kurikulum 2013, meliputi (a) memberikan pelatihan dan pendampingan Kurikulum 2013 kepada guru-guru yang dilaksanakan tingkat gugus se Kecamatan, (b) pengadaan buku-buku penunjang Kurikulum 2013, (c) memberikan sosialisasi kepada orangtua siswa terkait dengan pelaksanaan Kurikulum 2013, dan (d) memberikan motivasi dan mengadakan supervisi terkait pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah.(2) masalah yang dihadapi dalam melaksanakan Kurikulum 2013, antara lain (a) kesulitan dalam pembuatan RPP, silabus, dan program kegiatan yang menggunakan Kurikulum 2013, (b) sistem penilaian yang terlalu mendetail sehingga dalam pelaksanaannya guru-guru merasa kesulitan, (c) kesulitan dalam memberikan pemahaman kepada guru-guru dan orangtua siswa terkait pelaksanaan Kurikulum 2013, (d) sarana dan prasarana yang kurang memadai, dan (e) kurangnya tenaga pendidik (3) solusi masalah dalam melaksanakan Kurikulum 2013, antara lain (a) mendatangkan narasumber untuk melatih guru-guru dalam pelaksanaan Kurikulum 2013, pembuatan RPP, silabus, dan program kegiatan serta sistem penilaian, (b) memberikan pemahaman kepada orangtua siswa terkait dengan pelaksanaan Kurikulum 2013 pada saat pembagian raport, (c) mengadakan sarana dan prasarana, media pembelajaran, dan buku-buku penunjang Kurikulum 2013, dan (d) melibatkan kepala sekolah, guru-guru, komite sekolah/orangtua siswa, UPT, dan Dinas Pendidikan Kota Malang dalam mengatasi masalah.     Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada, (1) Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang hendaknya mengadakan pelatihan Kurikulum 2013 khususnya dalam hal sistem penilaian yang kurang praktis dan materi yang kurang mendalam sehingga dalam pelaksanaannya di sekolah guru-guru tidak merasa kesulitan dalam hal penilaian dan memiliki pemahaman terkait pelaksanaan Kurikulum 2013. (2) kepala sekolah diharapkan dapat meningkatkan kerjasama dengan guru-guru, pengawas sekolah, orangtua siswa, Unit Pelaksana Teknis (UPT), dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan khususnya mengenai strategi dalam melaksanakan Kurikulum 2013. (3) Guru hendaknya mampu mengembangkan metode dan media pembelajaran dan bisa meningkatkan kerjasama dengan guru lain dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah dan guru juga diharapkan menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai panduan dalam proses pembelajaran. (4) Jurusan Administrasi Pendidikan hendaknya mengadakan pelatihan kepemimpinan pendidikan dan manajemen kurikulum. (5) peneliti lain yang berminat melakukan penelitian terkait Kurikulum 2013 dapat dijadikan bahan referensi untuk melakukan penelitian serupa atau lanjutan dengan mengembangkan subjek dan jenjang pendidikan lainnya.

Laporan perhitungan tugas pengairan
oleh Subagyo Utomo

 

Pengaruh strategi brain based learning dan ekspositori dengan kemampuan awal terhadap hasil belajar matematika bilangan SMP kelas VII / Waljuni Astu Rahman

 

ABSTRAK Astu Rahman, Waljuni., 2015. Pengaruh Strategi Brain Based Learning dan Ekspositori dan Kemampuan Awal terhadap Hasil Belajar Matematika Bilangan SMP Kelas VII. Disertasi, Program Studi Teknologi Pembelajaran, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd (II) Prof. Dr. H. Punaji Setyosari, M.Pd., M.Ed., dan (III) Dr. Dedi Kuswandi, M.Pd Kata Kunci :Brain based learning, ekspositori, kemampuan awal, hasil belajar matematika bilangan Pendekatan brain based learning adalah pembelajaran yang diselaraskan dengan cara otak yang didesain secara alamiah untuk belajar. Karena pada dasarnya setiap manusia memiliki otak dengan potensi yang sama luar biasanya, namun setiap orang menjadi berbeda bergantung pada bagaimana orang tersebut mengoptimalkan otaknya. Agar otak optimal diperlukan suatu prinsip pembelajaran yang sesuai dengan struktur dan cara kerja otak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji (1) perbedaan hasil belajar matematika bilangan pada murid yang mendapat strategi pembelajaran brain based learning dan ekspositori. (2) perbedaan hasil belajar matematika bilangan pada murid dengan kemampuan awal yang tinggi dan murid kemampuan awal yang rendah. (3) interaksi pengaruh strategi pembelajaran brain based learning dan ekspositori terhadap hasil belajar di tinjau dari dengan kemampuan awal yang tinggi dan murid kemampuan awal yang rendah. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah secara kuantitif menggunakan Quasi Experiment, dengan rancangan factorial 2 x 2 yang melibatkan dua kelompok subjek, dimana pemilihan ketiga kelompok subjek dilakukan secara random. Kemudian kedua kelompok terpilih dilakukan prates, sekaligus untuk mendapatkan pengetahuan awal. Setelah itu kedua kelompok mendapatkan perlakuan dalam pembelajaran. Kelompok I (Kelas VII a) di belajarkan dengan brain based learning, dan kelompok 2 (Kelas VII b) dibelajarkan dengan ekspositori. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) terdapat perbedaan hasil belajar matematika bilangan antara siswa yang diajarkan dengan brain based learning dan ekspositori. Siswa yang diajarkan menggunakan pembelajaran brain based learning memperoleh hasil belajar matematika bilangan yang lebih tinggi jika di bandingkan dengan siswa yang diajarkan dengan pembelajaran eskpositori. (2) terdapat perbedaan hasil belajar matematika bilangan antara siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi dengan siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah. Siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi memperoleh hasil belajar matematika bilangan yang lebih tinggi jika di bandingkan dengan siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah. (3) Terdapat interaksi strategi pembelajaran brain based learning dan ekspositori terhadap hasil belajar di tinjau dari dengan kemampuan awal yang tinggi dan murid kemampuan awal yang rendah. Siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi memperoleh hasil belajar matematika bilangan yang lebih tinggi jika di ajarkan dengan pembelajaran brain based learning dibandingkan dengan pembelajaran ekspositori. Berdasarkan hasil penelitian diatashasil penelitian ini dapat dijadikan sebuah landasan dalam menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan oleh guru dalam menyampaikan pembelajaran, tanpa mengabaikan karakteristik siswa yang diajarkan. Hal ini sangat penting dipertimbangkan oleh guru, berkaitan dengan prinsip efektif, efisien dan berhasil guna dalam pembelajaran.

Studi tentang kemampuan mahasiswa Pendidikan Fisika angkatan 2002 dalam mengkaji pustaka untuk penelitian / Amalia Ika Nursanti

 

The English reading class at Madrasah Tsanawiyah Mu'allimat Nahdlatul Wathan Pancor in East Lombok / by Muhammad

 

Pembelajaran kosakata bahasa Arab bagi siswa MI dengan menggunakan kamus situasi bergambar tiga bahasa (Indonesia-Inggris-Arab) penyusun Asep H. dan Ahmad Zakky / Nurul Dwi Wijayanti

 

ABSTRAK Wijayanti, N.D .2015. Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Bagi Siswa MI Dengan Menggunakan Kamus 3 Bahasa (Indonesia-Inggris-Arab)Penyusun Asep H. Dan Ahmad Zakky. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hanik Mahliatussikah S.Ag, M.Hum (II) Ali Ma’sum S.Pd, M.A Kata Kunci : bahasa Arab, siswa, kosakata, metode ,penelitian, kamus Di sekolah MI dan sebagian Sekolah Dasar bahasa Arab telah masuk ke dalam salah satu mata pelajaran yang diajarkan SD/MI sesuai dengan berdasarkan kurikulum Departemen Agama bahasa Arab mulai diajarkan di MI pada kelas IV akan tetapi pada pelaksanaannya banyak sekali MI yang menyelenggarakan pelajaran bahasa Arab mulai kelas 1. Penelitian ini ditujukan untuk membelajarkan kosakata bahasa Arab dengan menggunakan Kamus Situasi Bergambar 3 Bahasa (Indonesia-Inggris-Arab) ini mengacu siswa agar tertarik dalam mempelajari kosakata baru yang berada di sekitar mereka, seperti anggota keluarga, rumah, lingkungan sekolah dsb. Adapun tujuan penggunaan kamus yaitu untuk mendeskripisikan perencanaan pembelajaran kosakata bahasa Arab dengan menggunakan Kamus Situasi Bergambar 3 Bahasa (Indonesia-Inggris-Arab). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif, pertimbangannya karena peneliti akan membahas secara deskriftif dan mendalam mengenai penelitian Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Bagi Siswa MI Dengan Menggunakan Kamus Situasi Bergambar 3 Bahasa (Indonesia-Inggris-Arab). Prosedurnya melalui observasi langsung, wawancara, angket penelitian dan dokumentasi. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini yaitu hasil menunjukkan setelah siswa belajar kosakata bahasa Arab dengan menggunakan Kamus Situasi Bergambar 3 Bahasa (Indonesia-Inggris-Arab) mereka mudah memahami dengan cepat terbukti disebutkan di tabel sebagai pencapaian nilai terbaik yaitu peraihan nilai 100 yang dalam nilai bentuk angka dan diraih oleh 10 siswa, sedang nilai A sebagai nilai huruf yang berarti “baik sekali”. Nilai terendah yaitu 40 sebagai gambaran nilai angkanya dan D nilai hurufnya, diraih oleh 1 siswa saja. Itu artinya hasil dari pembelajaran kosakata bahasa Arab menggunakan Kamus Situasi Bergambar 3 Bahasa (Indonesia-Inggris-Arab) untuk siswa MI Al-Quranul Hakim Yayasan At-Taqwa kota Probolinggo ini baik. Sebagian besar siswa mampu memahami kosakata bahasa Arab dalam kamus tersebut. Berdasarkan kesimpulan di atas, peneliti dapat dikemukakan saran yaitu untuk meningkatkan motivasi dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab untuk anak-anak seperti halnya siswa MI dan sederajatnya media kamus sangat dibutuhkan. Dalam mempelajari kosakata bahasa Arab dengan menggunakan Kamus Situasi Bergambar 3 Bahasa (Indonesia-Inggris-Arab) bisa meningkatkan keinginan dan semangat belajar kosakata bahasa Arab.

Laporan kuliah kerja praktek di perusahaan tenun Fa. Sartimboel Ngunut - Tulungagung
oleh Yulia Rini P.

 

Laporan kerja praktek di CV. Gajah Mada Malang selama bulan Januari dan Pebruari
olrh Paryono

 

Laporan praktek kerja di bengkel Gajah Mada Malang
disusun oleh Djoko Sugiono

 

Pengaruh stres kerja terhadap niatan untuk keluar kerja melalui kepuasan kerja (Studi pada karyawan hotel Tugu Malang) / Dony Tri Ardiana

 

Evaluasi terhadap sistem pengendalian intern pada kegiatan pembiayaan oleh lembaga keuangan syari'ah : studi kasus di PT. BPR Syari'ah Untung Surapati Bangil Pasuruan / oleh Solicha

 

Perencanaan motor dua langkah sebagai penggerak potong rumput
oleh Sri Panganti

 

Laporan kerja praktek di PT (Persero) Industri Kereta Api Madiun
oleh Herry Sutanto

 

Laporan praktek kerja di Balai Yasa PJKA Madiun
disusun oleh Harsono

 

Profil tulisan narasi siswa kelas V MIn Janti Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo / Aditya Dyah Puspitasari

 

ABSTRAK Puspitasari, Aditya Dyah. 2015.Profil Tulisan Narasi Siswa Kelas V MIN Janti Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo.Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Muchtar,S.Pd, M.Si (II) Dra. Sudarsini, M.Pd. Kata Kunci:Profil, tulisan narasi, MIN Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 22 tahun 2006, pelajaran Bahasa Indonesia terbagi ke dalam empat keterampilan berbahasa yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Menulis adalah kegiatan menyampaikan sesuatu menggunakan bahasa melalui tulisan, dengan maksud dan pertimbangan tertentu untuk mencapai sesuatu yang dikehendaki (Rahardi,2003:39). Menulis merupakan keterampilan bahasa yang paling sulit dikuasai oleh siswa. Menulis tidak hanya sekedar menulis apa yang siswa bisa tetapi juga latihan menulis secara baik dan benar sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia.Oleh sebab itu sangat penting mengetahui profil tulisan siswa sejak di Sekolah Dasar, karena Sekolah Dasar sebagai jenjang pertama pada tingkat pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mempelajari lebih dalam kesalahan-kesalahan siswa dalam membuat tulisan cerita atau karangan narasi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi tentang kemampuan siswa dalam membuat karangan cerita narasi sehingga dapat menjadi masukan bagi pengajaran menulis cerita narasi khususnya di MIN Janti Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo. Sehingga nantinya guru dapat menentukan kebijakan kembali dalam mengajarkan menulis karangan narasi, sehingga siswa dapat menulis karangan narasi dengan tepat. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan deskriptif, karena bertujuan untuk menggambarkan dan atau mendeskripsikan karakteristik dari fenomena (Ulfatin 2013:21). Sedangkan jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Karena dalam penelitian ini mengetahui profil tulisan narasi siswa, jadi penelitian ini akan menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang dijadikan narasumber maupun responden. Pada kenyataannya tulisan narasi siswa, masih banyak mengalami kekurangan pada aspek penggunaan tanda baca, huruf kapital, kata depan Di dan Ke, dan hubungan keherensi dan kohesi.Saran bagi guru sebaiknya guru memilih model pembelajaran yang lebih bervariasi lagi misalnya saat mengarang atau membuat karangan bisa dilakukan di luar kelas sehingga siswa tidak merasa bosan. Saran bagi penelitian lain, mungkin bisa menggunakan model atau pendekatan untuk meningkatkan hasil karangan siswa karena, penelitian ini hanya gambaran mengenai profil tulisan narasi siswa kelas V MIN Janti Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo

Proses penyelenggaraan makanan institusi di Unit ABC (Ar-Rohmah Business Center) YPI Ar-Rohmah Putri Pesantren Hidayatullah Malang / Yuli Srihardiana

 

ABSTRAK Srihardiana, Yuli. 2015. Proses Penyelenggaraan Makanan Institusi di Unit ABC (Ar-Rohmah Business Center) YPI Ar-Rohmah Putri Pesantren Hidayatullah Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Dra. Rina Rifqie Mariana, M.P. (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Penyelenggaraan Makanan, Proses, Perencanaan Menu, Pengolahan Bahan Makanan, YPI Ar-Rohmah Putri Malang, Pesantren. Penyelenggaraan makanan merupakan suatu keharusan, baik di lingkungan keluarga maupun di luar lingkungan keluarga. Penyelenggaraan makanan institusi bertujuan untuk mencapai status kesehatan yang optimal melalui pemberian makanan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sistem penyelenggaraan makanan di YPI. Ar-Rohmah Putri Malang dalam hal perencanaan menu dan pengolahan makanan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi sebagai data primer dan dokumentasi sebagai data sekunder. Analisis data dilakukan secara interaktif dengan langkah-langkah: pengumpulan data, reduksi data, display data, verifikasi dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan menu telah mencukupi kebutuhan gizi santri dan karyawan meskipun dalam perencanaan menu tidak berdasarkan pada penghitungan kebutuhan gizi. Tetapi dalam perencanaan menu belum memperhatikan aspek dalam penyusunan menu. Persiapan dalam pengolahan bahan makanan tidak dilakukan menurut standar, pemasakan bahan makanan yang meliputi teknik pengolahan makanan dilakukan menyesuaikan dengan jenis masakan yang ditetapkan dalam menu dan telah dilakukan sesuai standar. Hendaknya dalam hal perencanaan menu harus memperhatikan aspek dalam penyusunan menu agar lebih bervariasi dan menu yang dihasilkan berkualitas. Pengolahan bahan makanan dalam hal persiapan memasak harus dilakukan sesuai standar. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk penelitian lebih lanjut mengenai sistem penyelenggaraan makanan institusi di institusi sejenis atau lain secara lebih menyeluruh.

Pengembangan materi ajar kimia berbasis multimedia dengan Adobe Flash CS 5 pada program keahlian teknik pemesinan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang / Zakki Fuadi Emzain

 

Kata kunci:Pengembangan, Multimedia, Kimia, Teknik Mesin. Kimia pada SMK merupakan mata pelajaran adaptif, namun dari beberapa referensi pelajaran adaptif sedikit terabaikan dan sekedar lewat saja dalam pembelajaran karena di SMK difokuskan untuk kompetensi keahlian, maka hal itu akan berdampak pada pengetahuan dasar siswa. Begitupuladalamilmuteknikmesinpastimengandungunsurdanmembutuhkan proses kimia, darisifatdankomposisibahanlogamdari proses welding, moulding, heat treatment,danmaterial manufacture. Perlu adanya media pembelajaranmatapelajarankimiadenganmemanfaatkan media software yang diharapkanmembantupemahamanmateri ajar kimiadenganadanyabentukgambar, animasi,dan video yang dapatmembuatsiswadapattervisualisasikansertatercapainyastandarkompetensi. Prosedurpengembangan multimedia pembelajaraninimenggunakan model pengembangan Sadiman, perancangan media pembelajaranmelaluienamtahapkegiatan, yaitu: (1) Menganalisiskebutuhandankarakteristikpesertadidik; (2) Merumuskantujuanpembelajaran; (3) Merumuskanbutir-butirmateri; (4) Menyusuninstrumenevaluasi; (5) Menulisnaskah media; (6) Melakukantesatauevaluasi. Dari enamlangkahtersebut, terdapatjugatahapvalidasiahli yang dilakukanuntukmenilainaskah media yangsudahdisusun, kemudiandilakukanujicobaperorangan, dantahapselanjutnyayaituujicobalapangan media pembelajaran. Multimedia pembelajaran Kimiaini dinyatakan layak oleh ahli materi, ahli media, dan uji coba kelompok kecil sebagai media pembelajaran pada siswa SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Hal ini telah dibuktikan bahwa hasil pengembangan menunjukkan,(1) Dari ahli materi menunjukkan tingkat kelayakan dengan persentase 77,09%dengan kriteria tingkat keberhasilan valid,(2) Ahli media menunjukkan tingkat kelayakan dengan persentase 95% dengan kriteria valid,(3) Uji coba kelompok kecil menunjukkan tingkat kelayakan dengan persentase 89,2%dengan kriteria tingkat kelayakan valid. Dengan saran dari ahli materi dan media (1) Materi yang ditampilkan hendaknya singkat tapi jelas, (2) Contoh soal latihan tidak hanya satu, (3) Hendaknya materi dalam setiap KD dijadikan satu, (4) Naskah skenario dijabarkan, (5) Story board diperjelas, (6) Dicantumkan sumber rujukan.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media ini dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Dari hasil uji coba dapat diketahui bahwa multimedia yang dikembangkan memiliki kriteria menarik dan efektif, namun multimedia pembelajaran ini masih bisa dikembangkan lagi khususnya cakupan isi materi yang lebih luas sehingga mendapatkan produk yang lebih baik.

Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) strategy to improve reading comprehension of eleventh graders at Brawijaya Smart School / Rika Diana

 

Diana, Rika, 2014.Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Strategy untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas Sebelas di Brawijaya Smart School. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Ali Saukah, M.A., Ph.D., (II) Dr. Arwijati Wahyudi, M.Pd, Dip TESL Kata Kunci: Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), Pemahaman Membaca Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh penulis , ditemukan bahwa ada beberapa masalah dalam pemahaman membaca siswa. Studi ini bertujuan untuk memecahkan permasalahan dalam pemahaman membaca siswa dan juga meningkatkan kemampuan membaca siswa dengan menggunakan salah satu bentuk strategi pembelajaran kooperatif yaitu CIRC strategy. Studi ini menggunakan racangan penelitian tindakan kelas dengan empat proses penerapan yaitu: perencanaan, penerapan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi semester dua dengan jurusan IPA di Brawijaya Smart School. Pada studi pendahuluan, jumlah siswa-siswi keseluruhanya adalah 26 orang, namun pada proses penelitian, jumlah subjek menjadi 27 orang karena adanya siswi baru satu orang. Studi ini dilakasanakan sebanyak lima kali pertemuan, empat pertemuan untuk penerapan strategi dan satu pertemuan untuk evaluasi pemahaman membaca siswa. Adapun instrumen yang dipakai dalam pengumpulan data utuk mengetahui kemapuan siswa adalah tes kemampuan membaca. Sementara data tentang keterlibatan siswa dan tanggapan siswa berhubungan dengan strategi yang diterapkan diperoleh dari lembar observasi, catatan lapangan, dan kuisoner. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa stratgi CIRC yang digunakan mampu memecahkan permasalahan kemampuan membaca siswa dan juga meningkatkan pencapian siswa dalam evaluasi kemampuan membaca. Pertama, secara umum strategi ini mampu menigkatkan kemampuan membaca siswa. Dari studi pendahulauan, peneliti mendapatkan data bahwa hanya 55% (14) siswa yang lulus tes kemampuan bahasa dan mencapai kriteria ketuntasan minimum yaitu 75. Setelah penerapan strategi CIRC dan kemudian diadakan tes pemahaman membaca, 89% (24) siswa dapat mencapai kriteria ketuntasan. Kedua, masing-masing siswa juga mengalami peningkatan dalam pencapaian pemahaman bahasanya. 96% (25) siswa mengalami peningkatan dibandingkan dengan nilai pada studi pendahuluan mulai dari 1 point sampai dengan yang paling tertinggi 27 poin, hanya 4% (1) orang siswa mengalami penurunan satu point dari nilai sebelumnya. 85% (22) siswa mengalami peningkatan 5 poin atau <5 dibandingkan dengan nilai pada studi pendahuluan. Ketiga, berdasarkan hasil observasi dan catatan lapangan, siswa juga menunjukan sikap yang positif dan terlibat secara aktif disetiap aktifitas dari strategy CIRC. Keempat, respon yang diberikan oleh siswa-siswi melalui kuisioner juga menunjukan bahwa CIRC sangat efektif dalam belajar pemahaman membaca. Bisa disimpulakan secara umum bahwa penerapan CIRC strategy telah terbukti secara efektif memecahkan permasalahan siswa dalam pemahaman membaca dan juga meningkatkan kemampuan membaca siswa. Dari temuan ini, peneliti memberikan saran kepada guru bahasa Inggris agar mencoba menerapkan strategi ini sebagai alternatif untuk pemblajaran membaca yang lebih menarik dan menyenangkan. Kemudian, juga disarakan kepada peneliti selanjutnya agar mencoba meneliti dengan mengunakan strategi yang sama dengan sudut pandang yang berbeda. Peneliti selanjutnya juga bisa menerapkan strategi ini dalam jenjang pendidikan yang berbeda dan juga dalam kemapuan membaca yang berbeda.

Peningkatan sistem pengendalian intern untuk sistem akuntansi pembelian dan pengeluaran kas di perusahaan camilan Anda Jaya" Malang
oleh Tri Handayani"

 

SistemA kuntansim erupakans uatua lat pengendalianin tern yang dapat diandalkank arenat elah diciptakannyap rosedur-prosedupre taksanaa"r i"gsi yu"g Ta.-p" mengungkapkana danyap enyimpangand ari standary ang telah drtetapkan Dalary perusahaand agang mengatff tata laksanaa tau prosedurp embeliand an pengeluarakna sa dalahp enting.H al ini dimaksudkanu ntukm encegahp ermainan harga yang merugikan perusahaan, serta tidak diperolehnya laba yang maksimal. SistemA kuntansdi apatb eqaland enganb aikjika didukungo leh pengendaliainn tem dans umberd ayam anusiay angb erkualitasH. il ini ditujukan untuk: (l) menjagak eamananh artap erusahaan(2, ) memeriksak etelitiand in kebenarand ata akuntansi,( 3) memajukane fisiensid alam operasi,( 4) membantu menjagaa gart idak adap enyimpangadna ri kebijaksanaamn anajemen. Penelitiani ni dilakukan dengant ujuan untuk mengetahupi elaksanaan $stemp engendaliainn tem padas istema kuntanspi embeliand anp engeluarakna s di PerusahaanC amilan "Anda Jaya" Malang. fetnik analisisd aia yang digunakana dad uam acamy aitu ( I ) teknik analisisb agana lir (flowcharta nalysis) untuk-mengetahpuei laksanaasni stema kuntanspi embeliand anp engeluarakna s, . dan( 2) teknik analisisp rosentased engand aftaru ji untukm engukuip elaksanaan sistemp engendaliainn tem padas istemp embeliand anp engeluarakna s. . Hasil penelitianm enunjukkanb ahwa,p elaksanaapne ngendaliainn tem padas istema kuntansip embelian dengank ategoric ukup memuaskanb erdasarkan hasiljawabanY a:7}Vo.,d anp elaksanaapne ngendaliainn ternp adas istem pengeluarank as dengank ategoric ukup memuaskanb erdasarkanh asil iawaban Yr'69,24o/o.S ecarau mumd apatd isimpulkanb ahwap elaksanaasni stem pengendalianin tem padas istemp embeliand an pengeluarank as di perusahaan Camilan" Anda Jaya" Malangc ukupm emuaskanK. ategoric ukupm emuaskan atas-pelaksanaafunn gsi akuntansid i Perusahaacna milan "Anda Jaya" Malang ini drsebabkank arenam asiha dak elemahany aitu adanyajabataina ngkapy ang dipegangs atuo rang.D isarankan,s eharusnya dap emisahanfu ngsi atauU iglan dalam sistema kuntansip embeliand an pengeluarank as agarp elaksanaan pengendalianin tem dapatd ilaksanakanle bih baik dan dapatm enjamink eamanan hartap erusahaadna ri tindakany angt idak diingrnkan

Peningkatan hasil belajar IPS perjuangan para tokoh melawan Belanda Jepang melalui model picture and picture kelas V SDN Sumberdiren 02 Kabupaten Blitar / Arif Fauzi

 

ABSTRAK Fauzi, Arif. 2016. Peningkatan Hasil Belajar IPS Perjuangan Para Tokoh Melawan Belanda JepangKelas V SDN Sumberdiren 2 Kabupaten Blitar. Skripsi, Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Prasekolah, FIP Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Suminah, S.Pd, M.Pd, (2) Dra. Widayati, M.H. Kata kunci: peningkatan, ips, model picture and picture. Hasil observasi yang dilakukan peneliti pada pembelajaran IPS dengan materi sumber daya alam di kelas V SDN Sumberdiren 2 Kabupaten Blitar diketahui bahwa: (1) pembelajaran berpusat pada guru, (2) guru selalu menggunakan model ceramah, (3) siswa kurang aktif dalam pembelajaran, dan (4) suasana pembelajaran kurang menyenangkan. Hal ini mengakibatkan hasil belajar siswa rendah, yaitu dari 10 siswa hanya 3 siswa yang memperoleh nilai di atas KKM, yaitu 75 sedangkan sebanyak 7 siswa dinyatakan belum tuntas. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan model picture and picture pada pembelajaran IPS dengan materi perjuangan para tokoh melawan penjajahan Belanda dan Jepang, (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS materi perjuangan para tokoh melawan penjajahan Belanda dan Jepang dengan menggunakan model picture and picture. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, satu siklus terdiri dari dua pertemuan yang masing-masing terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan teknik observasi, dokumentasi, catatan lapangan, dan tes. Analisis data diawali dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian, persentase kemampuan guru dalam menggunakan model Picture and picture pada siklus I adalah 84% sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 95%, dengan kualifikasi sangat baik. Rata-rata hasil belajar siswa pada tahap pratindakan adalah 55 dengan ketuntasan klasikal mencapai 30%. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 70 dengan ketuntasan klasikal 50%. Sedangkan pada siklus II, rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 82 dengan ketuntasan klasikal mencapai 90% dengan kualifikasi baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapal model picture and picture dilaksanakan guru dengan sangat baik, dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran, dan hasil belajar IPS siswa kelas V dari kurang sekali, menjadi baik. Disarankan kepada guru untuk menerapkan dan mengembangkan model picture and picture pada pembelajaran IPS materi yang lain, dan bagi sekolah hendaknya memberikan fasilitas yang lengkap dan pelatihan bagi guru.

Laporan perhitungan tugas baja
oleh Subagyo Utomo

 

A study of language input modification by English teachers across teaching experience and students' grade / Ardhian Suseno

 

ABSTRAK Suseno, Ardhian. 2016. KajiantentangStrategi Input Modifikasiterhadapkelas KemampuanSiswadan Lama Guru Mengajar.Thesis, Graduate Program in English Language Teaching, State University of Malang. Advisors: (I) Prof. BambangYudiCahyono, M.Pd., M.A., Ph.D., (II) Francisca Maria Ivone, M.A., Ph.D. Kata Kunci: input modifikasi, kelas, pengalamanmengajar Penelitianiniberdasarkanteori input modifikasisebagaistrategi yang digunakanuntukmengatasipermasalahanpemahaman yang dialamiolehsiswadengankemampuanberbahasaInggrisrendah. Input modifakasitelahseringkalidibahaspadapenelitianpemahamanbaiksecralisanmaupuntertulis. Tetapipenelitian input modifikasi yang berkaitandenganpemahamanpercakapanmasihsedikit. Penelitianiniberusahamempelajaribagaimana input modifakasibagusuntuksiswaberkemampuanbahasInggrisrendahdanbagamaimakelasdan lama guru mengajarmempengaruhipenggunaanstrategi input modifikasi Untukmenjawabpertanyaanpadapenelitianini, penelitimenggunakanstategistudikasus.Subjekdaripenelitianiniadalahtiga orang guru yang mengajarpadakelas yang berbedayaitukelas 1, 2 dan 3 sekolahdasardanmemiliki lama mengajar yang berbedabeda. Subjekpertamaadalah guru kelas 1 dantelahmengajarselama 14 tahun 3 bulan and memiliki 2 sertifikatdaricambridge: Cambridge Tutorial Online and Cambridge International Certificate for Teachers and Trainers (CICTT). Subjek ke-2 adalah guru kelas 2 dengan lama mengajarselama 4 bulandanbelummemilikisertifikasidari Cambridge.Subjek ke-3 adalah guru kelas 3 yang telahmengajarselama 8 tahun 5 bulandansudahmemiliki 1 sertifikasiCambridge.Data di ambildariObservasikelas, video danwawancara. Penelitianinimengungkapkanbagaimana input modifikasidigunakandanbagaimanakelasdan lama mengajar guru mempengaruhipenggunaanstrategi input modifikasi. Dalampenelitianiniditemukanbahwa 1) strategiinput modifakasidigunakanpadakonteks yang berbeda- beda. Kontektersebutdibagimenjadi 4; explanatory strategy, comprehension strategy, production strategy and fedback. 2) Siswadengankemampuanrendahlebihbenyakmenggunakanpengulangandanpenyederhanaankalimat. 3) Semakintinggikelas, strategi yang dapatmerangsangsiswauntukberbicarasemakindibutuhkan. Hal tersebutdikarenakansiswakelassatubelumdapatmemproduksi kata, sehingga guru melakukanbanyakpengulangandanpenyederhanaansebagaistrategipemberianinput. Sedangkansiswakelastigasudahmemilikibanyakkosa kata, sehinggadibutuhkan strategy yang dapatmeningkatkanproduksikalimatsiswa. 4) Kemudiandalamhalpenggunaanteknologidalammengajar, guru yang lebihmudabanyakmemanfaatkanteknologidalammengajardaripada guru senior. Selainhaltersebut di atas, penelitianinijugamenemukantigafungsidaripengulanganyaitusebagaistrategiuntukmemberikonfirmasi, memberiwaktuberfikirsiswa, danmenarikperhatiansiswa. Berdasarkanhasildaripenelitianini, beberapa saran ditujukkankepada guru bahasaInggrisuntukmengimplementasikan 80% bahasaInggrisdalamkegiatanbelajardanpembelajaran.Kedua, penelitianselanjutnya, parapenelitidapatmelakukanpenelitiantentangbagaimana input modifikasidigunakanoleh guru denganperbadaanjeniskelamin, sebuahpenelitianreplikasi yang melibatkanlebihbanyak guru, dansebuahpenelitiantindakankelastentangstrategi input modifikasi.

Hubungan kualitas layanan dengan kepuasan pelanggan pada AJB Bumiputera 1912 Rayon Madya Pamekasan
oleh Eka Norita Mulianti

 

Pengaruh perhatian orang tua dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IIS di SMA Negeri 9 Malang tahun ajaran 2015/2016 / Niestina Diantis Tamaya

 

ABSTRAK Tamaya, Niestina Diantis. 2016. Pengaruh Perhatian Orang Tua dan Motivasi belajar terhadap Prestasi Belajar pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas XI IIS SMA Negeri 9 Malang Tahun Ajaran 2015/2016. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahjoedi, M.E., M.Pd, (II) Dr. Agung Haryono, S.E., M.P., Ak. Kata Kunci: Perhatian Orang Tua, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar Perhatian orang tua adalah kepedulian orang tua siswa terhadap proses belajar anak dimana orang tua memberikan suasana nyaman untuk anak belajar dirumah, menyediakan fasilitas belajar untuk menunjang aktivitas belajar, memantau aktivitas belajar anak dan berkomunikasi dengan pihak sekolah mengenai aktivitas belajar anak disekolah, serta ikut terlibat dalam kegiatan yang diadakan pihak sekolah. Prestasi belajar juga di pengaruhi oleh motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa. Motivasi belajar adalah semangat untuk belajar yang dilihat dari keinginan untuk berhasil, cita-cita, dan lingkungan belajar yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis: (1) Pengaruh antara perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa. (2) Pengaruh antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa. (3) Pengaruh antara perhatian orang tua dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan cara sampel jenuh atau sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel yaitu sebanyak 88 siswa XI IIS SMA Negeri 9 Malang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan angket dan dokumentasi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif diskriptif eksplanasi. Data dianalisis dengan menggunakan uji regresi linier berganda, dengan bantuan program SPSS 16 for Windows. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil: (1) Terdapat pengaruh positif antara perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa. (2) Terdapat pengaruh positif antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa. (3) Terdapat pengaruh positif antara perhatian orang tua dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa. Saran yang bisa diberikan: (1) Sebagai wacana bagi pihak sekolah untuk dikomunikasikan dengan orang tua siswa terkait pentingnya perhatian orang tua untuk membantu siswa dalam meningkatkan prestasi belajarnya. (2) Sebaiknya sebagai pendidik guru tidak hanya menjelaskan materi di dalam kelas tetapi juga memberikan motivasi kepada siswa sebelum pembelajaran dimulai sehingga membuat siswa lebih termotivasi dalam proses pembelajaran, dengan begitu dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. (3) Sebaiknya orang tua selalu memberikan perhatian, bimbingan serta motivasi kepada siswa untuk meningkatkan semangatnya dalam belajar dan mencapai prestasi yang maksimal.(4) Bagi peneliti selanjutnya untuk dapat memperluas variabel lain diluar variabel yang digunakan dalam penelitian ini, karena pada dasarnya masih banyak faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa.

Studi penerapan gaya kepemimpinan dan motivasi kerja pegawai di Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Sistem Informasi (BAAKPSI) Universitas Negeri Malang
oleh Siti Nur Azizah

 

cava kcpemimpinanm erupakank emampuand an kesan-Egupasne scorang pemimpinu ntukm empcngaruhpie rilakub a*'ahannvag ard apalb eraktifrtausn tr.rk mencapatur Ju anv anst elahd itentukanK. epemirnpinavna nge f-ektihf arusI nampu memberikapne ngarahakne padap egawait entangu saha-usahpae ncapaiantu .juan Gavak epernimpinadna larnp enelitiani ni adalahs esuaid enganp endapatF lersevd an Blanchartde ntangga yak cpc'mrmpinasnit uasiona1l- angm cliput1i 11in struktili-2.) konsultati(f3 ) partisiparil-d.a n (4 ) delegatil. Motivaski erlaa dalahr nerupakadno rongank er.jay anga dap adad iri individLr. Motivasik erjad apalm empengaruhni aik turunnyas elnangakt erja. Motrvasis angat dibutuhkadna larnr anqkam enunrbuhkasne mansapt adac lirii ndividuu rrtukb ekerla lebrhb aikd alamr anskar nencapatiu .juano rganisasrni is tansiM. otivasid alam penelitiainn i meliputi( l) presras(i.2 ) pen_r.{aku(a3n) p. eker-iaa(n4_) kama.juand.a n (5) tanggunjga wab Dalarnp enelitianin i dikemukakanb eberapap ermasalahavna rtu( [ ) bagaimanakgaahv ak epemimpinayna ngd iterapkano lehK epalaF liroA A(psl, (2) bagaimankao ndisir notivaski erjap egawadi i KantorB AAKpsl UniversitaNs egcri Malan-qS. edangkatnu juanp enclitiani ni adalahu ntuk mcmperolchd eskripsiq byektif tentansp encrapagna rrak epemimpinadna nm otivasik eria Adapunr anoansapne nelitianin i adalahp enelitiand eskriptil-vartpue nclrtian vangb ermaksuudn tr"rmk embuagt ambaranm engenasi ejr,rmlavha riabevl ang bcrkenaand enganm asalahd ari unit-unity angd itcliti. Penelitiainn i dilakLrkadni KanlorB iroA AKpSI UniversitaNse gcriv lalang Metodep engurnpuladna tay angd rpakaid alarnp enelitiani ni adalahw awancara. dokumentasdi-a na ngket.P opulasid alarnp enelitrani nr adalahs eluruhp egaw.adi i BiroA AKPSIU niversitaNs cgeriM alang.< Jen-uan.ium7la5h o r*ng Sedangkan sampepl enelitiannyaa dalah4 5 orang l lasilp enelitianin i menunjr"rkka3n2 a1avTl, l ?irr espondemn enyatakan bahrvap enerapang avak epemirnpinanin struktilpada kategorir endahd enganr enrang skor l2- l7 29 atau6 4.59rrire spondenm enyatakanb ahrvap enerapang ava kepernirnpinakno nsultatifberadap adak ategorir endahd enganr entangs kor l2 - l7 24 alau5 3,5oZreirs pondemn envatakabna htvap enerapagna yak epemimpinan partisipatifberadpaa dak ategonr cndahd enganr entangs kor l0 - l4_d an sebanvak 33 atau 7 3,3%r espondenm enyatakabna hwap enerapang ayak epemrmpinan delegatifberadpaa dak ategorir endahd enganr entangs kor 8 - I t, sedangkakno ndisi motivaski erjap egawabi eradap adak ategorit inggi denganr entangs kor3 9 - 50,h al ini terbukti3 8 atau8 4,4%r espondenm enyatakanb ahwam otivasik eria pegawapi ada kategortii nggi. Sarany angd apatp enelitib erikand alamp enelitianin i adalah( l) penerapan gayak epemimpinano leh KepalaB rro AAKPSI hendaknyale bih ditingkatkanu ntuk menambaehf ektivitask epemimpinannydaa lamr angkam engarahkanm, endorong, danm enggerakkapne gawaai garm enjalankantu gasnyad alamr angkam encapai tuluano rganisasi/instandsain- l 2) tingkatm otivaski eryap egarvayia ngt inggis upaya lebihd itingkatkaant aum inimald ipertahankaang ars etiapp egawami empunyai semangautn tukb ekerlam encapapi restassi esuadi engantu gasnya.

Peningkatan keterampilan teknik dasar passing dalam permainan sepakbola menggunakan kaki bagian dalam pada siswa kelas X SMKN 2 Singosari melalui pendekatan bermain / Aziz Roni Bachtiar

 

ABSTRAK Bachtiar, Aziz Roni. 2015.Peningkatan Keterampilan Teknik Dasar Passing Dalam Permainan Sepakbola Menggunakan Kaki Bagian Dalam Pada Siswa Kelas X SMKN 2 Singosari Melalui Pendekatan Bermain.Skripsi, JurusanPendidikan Jasmani dan Kesehatan, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing : (I) I NengahSudjana, S.Pd,M.Pd (II) FahrialAmiq, S.Or, M. Pd. Kata kunci: Keterampilan, passing, sepakbola, pendekatan bermain. Sepakbola merupakan olahraga yang sangat digemari oleh kalangan anak-anak hingga orang dewasa dan diajarkan mulai jenjang SD/MI hingga jenjang SMA. Melalui pembelajaran passing sepakbola menggunakan kaki bagian dalam, siswa diharapkan senang, aktif, paham terhadap materi yang diajarkan dan terampil. Berdasarkan observasi awal, dapat diketahui bahwa keterampilan passing sepakbola menggunakan kaki bagian dalam di SMKN 2 Singosari untuk materi passing menggunakan kaki bagian dalam, keberhasilan pembelajaran dapat dilihat dari banyaknya siswa yang mampu melakukan passing menggunakan kaki bagian dalam dengan baik dan benar, namun apa yang telah dilakukan oleh guru sesuai dengan fakta di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan belum mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan teknik dasar passing sepakbola kaki bagian dalam melalui pendekatan bermain. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 2 Singosari dengan jumlah subyek penelitian siswa kelas X Mekatronika sebanyak 36 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Melaluipenerapanmetode bermaindiharapkandapatmeningkatkanketerampilanteknikdasarpassing dalam sepakboladari siklus ke siklus. Hal ini bisa dilihat dari persentase keberhasilan siswa dalam melakukanketerampilanteknikdasarpassing dalam sepakbolasetelah diberikan tindakan dari siklus Idan siklus II, hasilnyadari siklus Ipertemuanke 1 sebesar 46,5% dengankatagoricukupdanpertemuanke 2 sebesar 58,1% dengan katagoricukup, sertapertemuanketigasebesar 72,5% dengankategoribaik, dan hasilnya dari siklus II pertemuan ke 1 sebesar 78,1% dengan kategori baik dan pertemuan ke 2 sebesar 84,9% dengan kategori baik sekali, serta pertemuan ketiga sebesar 88,2% dengan kategori baik sekali. Kesimpulan yang diperoleh bahwa keterampilan passing sepakbola menggunakan kaki bagian dalam melalui pendekatan bermain dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Mekatronika SMKN 2 Singosari.Berdasarkan kesimpulan tersebut, disarankan kepada beberapa pihak antara lain:(1) bagi Guru Pendidikan Jasmani SMKN 2 Singosari, hendaknya guru menggunakan metode pembelajaran yang lebih variatif, dan guru lebih memperhatikan pula aspek sikap, (2) bagi siswa hendaknya lebih meningkatkan partisipasinya, (3) bagi SMKN 2 Singosari, hendaknya dapat mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas sekolah, dan (4) bagi peneliti lain, hendaknya dijadikan sebagai rujukan penelitian serupa.

Laporan praktek kerja nyata di NV Adam Malang
disusun oleh Mufrihul Anam

 

Penerapan ketrampilan mengadakan variasi dalam pembelajaran fisika pokok bahasan usaha untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas I semester I MTs Attaqwa Cabean Pasuruan tahun pelajaran 2002/2003 oleh Masrufin

 

Reyog Tulungagung merupakan tarian arakan-arakan yang dipersembahkan kepada raja. Gerakan tari dilakukan bersama-sama dengan memainkan alat musik yang disebut kendang dhodhog. Reyog Tulungagung memiliki keunikan tersendiri karena selain melakukan gerakan yang sederhana, penari juga memainkan alat musik berupa kendang dhodhog. Karena menari sambil bermain musik, maka konsekuensi gerak tarinya sangat terbatas pada gerakan kepala dan kaki. Oleh karena itu gerak tari Reyog Tulungagung sangat terbatas. Kesederhanaan gerak yang terdapat dalam Reyog Tulungagung berpotensi untuk disajikan dalam bentuk gerak-gerak yang lebih variatif dan menarik. Dalam pembuatan karya tari "Dhodhog", gerakan dan properti Reyog Tulungagung menjadi sumber utama. Gerak dalam karya tari dhodhog merupakan pengembangan dari Reyog Tulungagung. Penari menggunakan kendhang dhodhog sebagai properti , sehingga penguasaan alat atau teknik membawa dan menabuh kendang dhodhog harus benar dan terampil. Gerak dalam tari ini banyak mengeksplorasi gerak tangan yang membawa kendang dhodhog, gerak tangan yang tidak membawa kendang dhodhog, gerak kaki, dan kepala. Kata Dhodhog mengambil dari properti yang digunakan, yaitu kendang dhodhog. Namun, disini kendang bukan hanya sebagai properti pelengkap, tetapi dalam koreografinya juga mempunyai makna khusus. Kendang dhodhog dalam tarian ini melambangkan suatu tanggung jawab seniman yang ikut melestarikan kesenian tradisi Reyog Tulungagung. Koreografi Dhodhog menceritakan tentang sekelompok seniman tradisi yang sangat mencintai kesenian tradisinya. Dimana secara bersama mereka berusaha mempertahankan hidup dengan kesenian yang mereka miliki ditengah-tengah terjangan kontradiksi yang beredar di masyarakat. Namun ketika kecintaan tersebut dihadapkan pada masalah ekonomi (tanggapan dengan hasil minim) yang harus mereka hadapi, mulai munculah sebuah pemikiran untuk meninggalkan keseniannya. Namun dengan keteguhan hatinya, dia memilih untuk mempertahankan kesenian daerah bersama teman-temannya yang lain meskipun hasil yang ia dapatkan kurang dari cukup untuk menghidupi keluarganya Sumber iringan dalam tari Dhodhog adalah musik Reyog Tulungagung yang didasarkan pada musik yang dapat memberikan dinamika sehingga merangsang timbulnya suatu ide gerak. Musik dalam tari ini memberikan nuansa bunyi yang dinamis, sehingga mampu memberiakan sesuatu yang artistik. Selain itu, musik dalam tarian ini juga ditujukan untuk memberikan motivasi pada penari untuk dapat mengungkapkan rasa melalui gerak yang natural. Penentuan busana tari Dhodhog menggunakan pendekatan cerita atau tema. Tata busana didesain dengan pengembangan dari konsep tradisi, namun tidak kaku dan tetap komunikatif. Konsep warna pada busana mengambil tiga warna utama, yaitu merah, hitam dan emas. Ketiga warna tersebut memiliki maksud dan makna tersendiri. Tata rias pada tarian ini menggunakan teknik rias yang mengacu pada penataan rias tradisi Tulungagung, dengan beberapa inovasi dan pengembangan yang disesuaikan dengan kebutuhan penggarapan koreografi. Tujuannya agar komunikatif dengan penonton. Dalam koreografi ini, mode penyajian yang digunakan adalah simbolis representasional, karena sajian tari yang digunakan dalam garapan ini adalah penggabungan dari mode penyajian secara abstrak atau simbolis dan representatif.

Karakteristik gamelan berdasarkan frekuensi dan bentuk gelombang oleh A. Aries Kuncoro G.

 

Musik merupakans uara denganm elodi, atau barisann ada yang berpola teraturB. arisante rsebumt empunyari tme.D engand emikianm, elodid anr itme muupakakna rakteristuikt arnad arim usik. Gamelamn erupakaenn sambeml usikk hasI ndonesiat,e rutanad i Jawad an Bali.G amelatne rdiri dari instrumenm etalik,g ong,d anm embrand, anm erupakan salahs atuk ekayaabnu dayaIn donesiaS. ebagaki ekayaanb udayam, asihb anyak aspek yang belum tersentfii. Conloh frekuensi dan bentuk gelombangtya. Berdasarkakne nyataanb ahwam asih banyak aspekd ari gamelany ang belum tersentulnLa ka diadakanp enelitiany ang difokuskanp adak arakterisasgi amelan terutarnmae ninjamu asalafhre kuensdi anb entukg elornbangnya. Pengambiladna tad ilakukand i radio Istana( garnelasnl endrod) an STK Asri Kusum(ag amelapne log).D atay angd irekamd enganw alkmanin i diolahd engan efek delay di Nirwana Studio. Tahap berikutny4 di gedung Fisika, ketiga data tadi diolah, dan dicetak rnenggunakanp rogram osiloskop. Program ini menggambarkahna sil rekalnal suara garnelan ke bentuk gelolnbang, menyimpannuynat,u kk emudiand icetak. Hasilp enelitianb erupan ilainilai frekuensiI oktal yufi 241440 Hz unruk slendrdoa n2 90473H z untukp elog,s ertab entukg elombanagl atm usikg amelan. Denganm enganalisifsr ekuensi,d idapatk araktery ang lain yaitu tuning, serta pedomnsnk alap elogd an slendroD. ari benrukg elombangd,i dapatg ejalaf isis berupab entukd asar,p erbandingana ntar oktaf dan antar nad4 pengurangan amplitudpoa dag elombanbgu nyi.

Laporn prktek kerja di bengkel Dinas Pekerjaan Umum Kotamadya Daerah Tingkat II Malang
oleh Didik Indratno M.

 

Pelaksanaan pembelajaran komputer di SMU Negeri Lawang
oleh Anis Azizah

 

ABSTRAK Aaizah,Anis 2002. Pclaksanaan l)embelajaran Kompute:r rli SMIJ Negeri I Lawang,. Skripsi, Jurusan Teknolog Pendidikan FIP Univenitas Negeri Malang. Pembimbing(l ) Drs. SuhaqoM, .S.,M .A (Il) Drs. SulthoniM, .Pd. KataK unci: Pembelajaran, Komputer Pendidikan adalah salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, kualitas pendidikan pada semua jenjang dan jenis harus ditingkatkanM. engingatp entingnyab agi kehidupan, maka p endidikanh harus dilaksanakan sebaik-baiknya dan juga mutu pendidikan h rus lebih ditingkatkan sehinggad iperolehh asil yang sesuaid engany ang diharapkanT. anggungjawab sekolahy angb esard alamm emasukie ra globalisasai dalahm empersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan-tantangan dalam masyarakat yang sangat cepat perubahannya. Oleh sebab itu, perlu adanya peningkatan pelaksanaan pembelajaran kornputerd i sekolah-sekolabK. mena pelalaraukomputerd apatd igunakans ebagai bekal pada dunia kerja dan sebagai bekal untuk melanju&an ke jenjang pendidikan yang lebilr tinggi. Untuk memenuhi harapan tersebut perlu diadakan penelitian tentangp elaksanaanp embelajarank omputer. Penelitianin i dimaksudkanu ntuk mengetahusi eberapab esark adar pelaksanaapne mbelajarank omputerd i SMU Negeri I Lawangy ang meliputi, kesiapanp erlengkapanp embelajarank omputer,p rosesp embelajarank omputer,d an upayas ekolahm tuk meningliatkank ualitasp embelajarank omputer. Metode yang drgrurakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi dalam peneliuan ini adalah guru pengajar komputer, kepala laboratorium, dans isway ang mengikutip embelajarank omputer.S edangkante knik sampely ang digunakany aitu teknik sampelt otal (untuk grrrLrd an kepala laboratorium) dan teknik sampeal cak (untuk siswa). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa jumlah komputer yang ada di SMU Negeri I Lawang adalah 23 unit. Ke siapan perlengkapan pembelajaranko mputert elahd iketahuib ahwaj enis perangkatk erasy angt ersediad i SMU Negeri I Lawangm eliputi:m onitor, spesifikaspi rocessor,m emory( RAM), media penyimpanan" dan printer. Jenis perangkat keras tersebut sudah dimanfaatkan rmtukp embelajarank omputer.P erangkatlu nak komputery ang tersediad i SMU NegeriI Lawangm eliputi:D OS, pengolahk ata,d an pengolahd ata.P erangkath mak kompntery ang tersediat elah drmanfaatkano leh gwu rmtukp embelajarank omputer. Personaliay angt erlibatm eliputi:t enagap engajar,k epalal aboratorium,d an siswa. Upaya sekolahu ntuk meningkatkank ualitasp embelajarank omputery aitu perbaikanp erangkatk erasd an perangkatl unak komputer.S edangkanu payag uru untukm eningkatkank ualitasd in dalamb idangk omputera dalahm engrkutid iklat/ kursus komputer, mengamati perkembangan komputer, dan mengadakan studi banding dengan sekolah lam.

Perencanaan dan pengembangan kurikulum pada kulliyatul mu'allimien al-Islamiyah (studi multisitus di Pondok Pesantren Al-Barokah Nganjuk dan Darussalam Gontor Putri 5 Kediri) / Nur Widia Wardani

 

ABSTRAK Wardani, Nur Widia. 2016. Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum pada Kulliyatul Mu’allimien Al-Islamiyah (Studi Multi Situs di Pondok Pesantren Modern Al-Barokah Nganjuk dan Darussalam Gontor Putri 5 Kediri). Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Maisyaroh, M. Pd. Pembimbing (II) Prof. Dr. Ali Imron, M. Pd, M. Si. Kata kunci: perencanaan, pengembangan kurikulum, Kulliyatul Mu’allimien Al-Islamiyah, pondok pesantren. Pondok pesantren saat ini bertransformasi dalam pembaharuan pendidikan untuk menghasilkan sumber daya yang siap bersaing di era kompetisi global. Sistem pendidikan pada lembaga Kulliyatul Mu’allimien Al-Islamiyah (KMI) di pondok pesantren merupakan kurikulum yang pertama kali diterapkan di Indonesia oleh pondok pesantren Darussalam Gontor. KMI merupakan lembaga yang menangani pendidikan tingkat menengah jenjang SMP dan SMA yang ditempuh dengan percepatan pendidikan selama empat tahun bagi kelas intensif dan enam tahun bagi kelas reguler. Fokus penelitian: (1) perencanaan pengembangan kurikulum pada Kulliyatul Mu’allimien Al-Islamiyah; (2) proses pengembangan kurikulum pada Kulliyatul Mu’allimien Al-Islamiyah; (3) faktor pendukung dan penghambat dalam perencanaan pengembangan kurikulum pada Kulliyatul Mu’allimien Al-Islamiyah; (4) strategi mengatasi faktor penghambat perencanaan pengembangan kurikulum pada Kulliyatul Mu’allimien Al-Islamiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan tentang perencanaan pengembangan kurikulum pada Kulliyatul Mu’allimien Al-Islamiyah (KMI). Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi multi situs yang berarti menggabungkan beberapa situs, subyek, latar, dan tempat kejadian yang berlainan yaitu pondok pesantren Al-Barokah dan pondok pesantren Darussalam Gontor Putri 5. Instrumen kunci adalah adalah peneliti sendiri, dengan sumber penelitian yaitu pimpinan pondok pesantren, tim pengembang kurikulum, guru, dan santri. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis selama dan setelah pengumpulan data, kemudian diklasifikasikan, disaring, dan menarik kesimpulan. Keabsahan data yang telah dianalisis menggunakan kriteria kredibilitas data dengan triangulasi sumber data. Kesimpulan penelitian meliputi: (1) perencanaan pengembangan kurikulum pada KMI: Pertama, komponen kurikulum pada KMI meliputi materi pendidikan ke-Islaman dan ilmu pengetahuan umum. Kedua, program pendidikan terdiri dari reguler dan intensif. Ketiga, kegiatan berupa intra-kurikuler, ko-kurikuler, ekstra-kurikuler, dan bimbingan penyuluhan. (2) proses pengembangan kurikulum pada KMI: Pertama, materi pendidikan mengacu pada keimanan. Kedua, peningkatan kesadaran dan pengembangan nilai moralitas. Ketiga, sistem pengelolaan berbasis pesantren dengan prinsip Trilogi Pendidikan. Keempat, pembentukan karakter meliputi micro teaching. Kelima, pelatihan bidang manajemen, kewirausahaan, dan pengembangan SDM. Keenam, evaluasi mengarah pada karir guru dan pembenahan kurikulum. Ketujuh, program pendidikan meliputi intra-kurikuler, ko-kurikuler, ekstra-kurikuler, dan bimbingan penyuluhan. (3) faktor pendukung dan penghambat dalam perencanaan pengembangan kurikulum pada KMI: Pertama, faktor pendukung antara lain: (a) kompetensi guru dan santri, (b) adanya Organisasi Pelajar Pondok Pesantren (OPPP), (c) peran orangtua/wali santri, (d) peran masyarakat, (e) adanya praktik micro teaching, (f) program kunjungan ke pondok pusat untuk menambah wawasan santri. Kedua, faktor penghambat antara lain: (a) program yang belum tercapai, sarana yang belum memadai, dan dana. (4) strategi mengatasi faktor penghambat perencanaan pengembangan kurikulum pada KMI: Pertama, menyusun agenda pertemuan untuk evaluasi. Kedua, evaluasi secara menyeluruh terkait proses belajar mengajar dan jalannya program pendidikan yang dikembangkan. Ketiga, membentuk kaderisasi untuk mengetahui pengembangan karir guru. Keempat, penerapan metode diskusi dan penugasan dalam mengajar. Kelima, menyesuaikan kebutuhan belajar sanri melalui micro teaching. Keenam, segala aktivitas pondok ditujukan pada character building. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan bagi: (1) pimpinan dan tim pengembang kurikulum dalam mengatasi faktor penghambat dalam perencanaan pengembangan kurikulum pada KMI lebih meningkatkan strategi-strategi terkait dengan pengembangan program pendidikan untuk menentukan outcome untuk memberdayakan sumber daya pondok pesantren; (2) guru sebagai fasilitator dalam penyelenggaraan pendidikan merupakan salah satu faktor pendukung lebih meningkatkan pengembanganmetode mengajar dan keterampilan; (3) peneliti lanjutan dapat melanjutkan penelitian sejenis dengan fokus penelitian berbeda terkait perencanaan pengembangan kurikulum pada KMI di pondok pesantren; (4) pengembang ilmu Manajemen Pendidikan dapat mengkaji lebih mendalam terkait konsep kurikulum pondok pesantren untuk memberikan inspirasi dan pengetahuan baru.

Kualitas bata merah sebagai bahan bangunan yang dipasarkan di Kotamdya Malang
oleh Hasbullah

 

An Introductory study of Robert Frost's poems (semantic analysis) / by Erwanto Budi Santoso

 

Upacara adat bersih dam Bagong di Kelurahan Ngantru Kecamatan Trenggalek / oleh Muthiatullailiyah

 

Analisis perbandingan abnormal return dan perdagangan saham sebelum dansesudah pengumuman sustainsbility reporting award (studi empitis pada perusahaan pemenang Sustainsbility Reporting Award 2012-2015) / Hizabrurrahman Geraldi Prakoso

 

ABSTRAK Prakoso, Hizabrurrahman Geraldi. 2016. Analisis Perbandingan Abnormal Return dan Volume Perdagangan Saham Sebelum dan Sesudah Pengumuman Sustainability Reporting Award pada Perusahaan Pemenang Sustainability Reporting Award Tahun 2012-2015. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dodik Juliardi, S.E, M.M, Ak., (II) Ika Putri Larasati, S.E., Mcom. Kata Kunci: Pengumuman Sustainability Reporting Award, Abnormal Return, dan Volume Perdagangan Saham Sustainability Reporting Award merupakan penghargaan terhadap perusahaan-perusahaan yang telah menyelenggarakan laporan berkelanjutan (sustainability report), baik yang diterbitkan secara terpisah maupun terintegrasi dalam laporan tahunan (annual report). Salah satu informasi yang tersedia di publik adalah informasi mengenai pengumuman sustainability reporting award. Kandungan informasi diuji menggunakan abnormal return dan volume perdagangan saham. Signalling Theory menyatakan bahwa jika informasi yang ada memiliki kandungan informasi yang kuat maka pasar akan bereaksi pada saat informasi tersebut dipublikasikan, sehingga abnormal return dan volume perdagangan saham akan mengalami perubahan yang disebabkan adanya fluktuasi permintaan dan penawaran saham di pasar modal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa apakah terdapat perbedaan antara abnormal return dan volume perdagangan saham sebelum dan sesudah pengumuman sustainability reporting award pada perusahaan pemenang sustainability reporting award tahun 2012-2015. Sampel yang digunakan berjumlah 20. Teknik pemilihan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik parametrik Paired Sample For Means Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman sustainability reporting award, (2) tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara volume perdagangan saham sebelum dan sesudah pengumuman sustainability reporting award. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil dari penelitian ini, seperti: karakteristik perusahaan, periode pengamatan yang singkat, kandungan informasi dari sustainability reporting award, perilaku investor, serta adanya peristiwa-peristiwa ekonomi mikro dan makro serta sosial dan politik. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang diajukan kepada penelitian selanjutnya adalah agar menggunakan periode pengamatan yang panjang serta memperhatikan karakteristik berbagai sektor perusahaan di Indonesia, sehingga dapat memudahkan peneliti untuk mengetahui abnormal return dan volume perdagangan saham pada sektor perusahaan mana yang dapat dipengaruhi atau tidak dapat dipengaruhi oleh pengumuman sustainability reporting award.

Pengembangan pembelajaran gerak dasar berjalan berlari dan melompat melalui permainan menggunakan banner untuk siswa kelas II SDN Saptorenggo 01 Kabupaten Malang / Wahyu Subekti

 

Kata kunci: pengembangan, pembelajaran, gerak dasar berjalan berlari dan melompat, permainan menggunaan banner. Permainan dan olahraga merupakan salah satu ruang lingkup mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di Sekolah Dasar (SD). Gerak dasar jalan lari dan lompat merupakan salah satu kompetensi dasar pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas II SD. Untuk dapat menunjang kegiatan belajar mengajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan diperlukan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan yang dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran. Berdasarkan penelitian awal yang dilakukan terhadap siswa kelas II dan guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan SDN Saptorenggo 01 Kabupaten Malang melalui pengisian angket, diperoleh informasi bahwa siswa menerima materi berjalan, berlari dan melompat pada ruang lingkup pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Siswa mendapatkan materi berjalan, berlari dan melompat dengan metode ceramah dan demonstrasi, dan sebagian besar siswa lebih menyukai bermain sepak bola untuk siswa putera dan bermain kasti untuk siswa puteri dibandingkan pembelajaran gerak dasar berjalan, berlari dan melompat.Sedangkan hasil angket terhadap guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, diperoleh data bahwa guru hanya menggunakan metode ceramah dan demonstrasi dan guru merasa perlu adanya pembelajaran melalui aktifitas bermain dalam pembelajaran berjalan, berlari dan melompat. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan pembelajaran gerak dasar berjalan, berlari dan melompat melalui permainan menggunakan banner yang diharapkan mudah dilakukan, menyenangkan dan tidak membahayakan bagi keselamatan siswa Kelas 2 SDN Saptorenggo 01 Kabupaten Malang, sebagai salah satu inovasi pada pembelajaran Pendidikan jasmani,olahraga dan kesehatan untuk kompetensi dasar gerak dasar . Produk berupa pembelajaran gerak dasar berjalan berlari dan melompat melalui permainan menggunakan banner yang diharapkan menarik minat siswa untuk mempelajari serta aman untuk dilakukan siswa kelas II SDN Saptorenggo 01 Kabupaten Malang. Metode pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan dari Borg and Gall. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini berupa angket kuesioner. Angket kuesioner diberikan pada dua orang ahli pembelajaran dan satu orang orang ahli permainan, uji coba (kelompok kecil) terhadap siswa kelas II SDN Saptorenggo 01 Kabupaten Malang sebanyak 12 siswa dan uji lapangan (kelompok besar) terhadap siswa kelas II SDN Saptorenggo 01 Kabupaten Malang sebanyak 40 orang. Hasil tinjauan para ahli, dari ahli permainan menyatakan bahwa secara keseluruhan sudah bagus, namun hendaknya diberikan pengantar atau prolog yang berkenaan dengan tata cara pelaksanaan masing-masing permainan, tujuannya, serta fungsinya dan perlu memperhatikan Jarak dan faktor keselamatan siswa. Tinjauan ahli pembelajaran menyatakan secara keseluruhan sudah bagus, namun Tugas gerak dalam menjalankan permainan harus sesuai dengan KD, perlu memperhatikan ALT(akademik Learning Time) dan sebaiknya tampilkan pada permainan I disajikan secara kompetitif dalam bentuk perlombaan. Dari seluruh hasil tinjauan para ahli tersebut, maka dinyatakan bahwa produk yang dikembangkan sudah baik dan dapat digunakan untuk uji produk. Dari hasil uji coba (kelompok kecil) diperoleh bahwa seluruh aspek dalam pengembangan pembelajaran gerak dasar berjalan berlari dan melompat melalui permainan menggunakan banner untuk siswa kelas II SDN Saptorenggo 01 Kabupaten Malang tersebut telah memenuhi kriteria baik yaitu antara 80-100%. Sedangkan hasil uji lapangan (kelompok besar) diperoleh bahwa seluruh aspek dalam pengembangan pembelajaran gerak dasar berjalan berlari dan melompat melalui permainan menggunakan banner untuk siswa kelas II SDN Saptorenggo 01 Kabupaten Malang tersebut telah memenuhi kriteria baik yaitu antara 80-100%,sehingga dapat digunakan. Hasil penelitian dan pengembangan ini hanya terbatas pada pengembangan produk, maka peneliti menyarankan agar dilakukan penelitian selanjutnya yang menguji tentang tingkat efektivitas produk yang telah dikembangkan.

Pengaruh bauran promosi terhadap keberhasilan usaha pada perusahaan obat tradisional perseroan terbatas (PT) Payung Pusaka Jaya Kediri oleh Dian Harysastiwi

 

Perkembangapne rekonomianm endoronga ntarp erusahaabne rsaing memasarkanp roduknyau ntuk mencapati ujuanp erusahaanT. ujuanp erusahaan adalahu ntuk memperolehk eunftrngan(p roft) yang optimal lewatp enjualan produknya.A danyap rofit, perusahaand apatt umbuhd an berkembangm, emiliki kemampuany ang lebih besar,d an dapatm emberikant ingkatk epuasany ang lebih besarp adak onsumens ertad apatm emperkuakt ondisi perekonomians ecara keseluruhanP. ersaingand uniau sahay ang semakink etat,p crusahaanh ants menggunakanp romosiy ang tepats asarans, ehinggad apatm enarikk onsumen gunam enciptakanp enjualand an pencapaiantu juan perusahaan. Penelitianin i bertujuanu ntuk mendeskripsikabna uranp romosiy ang dilaksanakanp emsahaano bat tradisionalP T Pannla PusakaJ ayaK ediri, keberhasilanu sahap erusahaano bat fradisionalP T PayungP usakaJ ayaK ediri, pengaruhb auranp romosiy angm eliputi periklananp, romosip enjualanp, enlualan perseorangand,a n hubunganm asyarakast ecarab ersama-samdaa nt erpisah terhadapk eberhasilanu sahap erusahaano batt radisionalP T PayungP usaka.l aya Kediri. Penelitianin i dianalisisd enganp endekatank uantitatil instrumen penelitiank uesioner,w awancarad an penelusurand okumen.D alamp enelitiani ni metodea nalisisy ang digunakana dalaha nalisisd eskriptifu ntuk mengetahtd tingkat bauranp emasarany ang dilaksanakand an analisisr egresig andau ntuk rnengetahutii ngkat hubungand an pengaruhb auranp emasarante rhadap keberhasilanu saha. Hasil penelitiand ari analisisr egresig andam enunjukkana dap engaruh yang signifikan antara bauran promosi yang meliputi periklanan (Xl), promosi penjualan( X2), penjualanp erseorangan(X 3), danh ubunganm asyaraka(tX 4) Sumbangane fektifkeempatv ariabelb ebast ersebut erhadapk eberhasilanu saha sebesa6r 4,2%,s isanya3 5,8% dipengaruhoi leh variabeld i luar variabely ang diteliti. Persamaarne gresiu ji penganrhv ariabelb ebast erhadapv ariabelt erikat adalahY : 3,887+ 0,360X1+ 0,380X2+ 0,290X3+ 0,430X4i ni berartib ila tidaka dav ariabepl eriklanan(X l ), promosip enjualan(X 2), penjualan perseoranga(Xn 3), danl rubunganm asyaraka(Xt 4) yangb erpengarushe cara signifikanm aka keberhasilanu saha( Y) perusahaano batt radisionalP T Payung PusakaJ ayaK ediri hanyas ebesa3r ,89. Sedangkanp enambahansa tup erlakuan periklanana kand apatm eningkatkank eberhasilanu saha( Y) sebesa3r 6%; penambahansa tup erlakuanp romosip enjualana kand apatm eningkatkan keberhasilanu saha( Y) sebesa3r 8%; penambahansa tup erlakuanp enjualan perseorangaank and apatm eningkatkank eberhasilanu saha( Y) sebesa2r 9o/od, an penambahasna tup erlakuanh ubunganm asyarakaat kand apatm eningkatkan keberhasilauns aha( Y) sebesa4r3 olo. Dari hasilp enelitiand isarankanp adap impinanp erusahaadna n bagian pemasaranp erusahaaonb at tradisionalP T PayungP usakaJ ayaK ediri agar meningkatkank egiatanp romosinyak arenas umbanganb auranp romosic ukup besart erhadapk ebarhasilanu sahad an bauranp romosip adap erusahaaonb at tradisionalP T PayungP usakaJ ayaK ediri ini belumd igaraps ecarao ptimal. Sehinggan antinyau sahap erusahaand apatl ebih berhasild ari padas aati ni

The problems of teaching listening faced by the English teachers who joined equality program for S-1 degree at IKIP MALANG / by I Made Purna

 

Pengembangan stiker keselamatan berkendara dalam berlalulintas bagi tunarungu SMALB Kepanjen Malang / Nur Hasan

 

ABSTRAK Hasan, Nur. 2016. Pengembangan Stiker Keselamatan Berkendara Dalam Berlalulintas Bagi Tunarungu SMALB Kepanjen Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Abdul Huda, M.pd (II) Dr. Henry Prahendiono, M,Si Kata Kunci: Stiker Keselamatan, Berkendara, Lalulintas, Tunarungu Penyandang tunarungu memiliki hak dan kewajiban yang sama ketika dalam kawasan lalulintas. Pengendara tunarungu harus memakai tanda pengenal ketika berada dalam kawasan lalulintas. Pada kenyataannya belum dijumpai pengendara tunarungu yang menggunakan tanda pengenal khusus. Hal ini dikarenakan sosialisasi dari pemerintah yang kurang merata dan tingkat kesulitan pembuatannya, sehingga banyak dijumpai pengendara tunarungu tidak menggunakannya. Oleh karena itu peneliti mengembangkan tanda pengenal khusus tunarungu menjadi stiker keselamatan berkendara. Tujuan pengembangan ini menghasilkan stiker keselamatan berkendara dalam berlalulintas bagi tunarungu SMALB Kepanjen Malang yang valid serta membantu pemerintah dalam bersosialisasi mengenai peraturan berlalulintas khususnya tanda pengenal bagi pengendara disabilitas seperti tunarungu. Penelitian ini menggunakan model pengembangan dengan metode research and development (R & D) dengan mengadaptasi langkah-langkah model Borg & Gall terdiri dari 7 tahap. Subyek uji coba produk adalah ahli media, ahli materi, uji coba kelompok kecil yang berjumlah 10 siswa tunarungu, dan uji coba lapangan yang berjumlah 50 pengendara umum dengan sosialisasi dan pengisian angket. Hasil pengembangan menunjukkan tingkat kevalidan stiker keselamatan berkendara. Hasil penilaian ahli media memeperoleh persentase 95%, ahli materi memperoleh persentase 85% (baik atau produk bisa digunakan) uji coba kelompok kecil memperoleh persentase 78%, dan uji coba lapangan memperoleh persentase 94,5%. Presentase ini masuk dalam kriteria baik sekali atau layak digunakan. Saran yang diajukan adalah (1) agar siswa tidak malu atau gengsi untuk memakai tanda pengenal pada kendaraannya, (2) adanya pemerataan mengenai sosialisasi tanda pengenal pegendara khusus oleh pemerintah, (3) pengembang berikutnya agar lebih memperhatikan karakteristik tunarungu yang dibidik untuk dapat memberikan motivasi dalam sosialisasi yang tepat kepada orang/anak yang akan diteliti.

The Psychological aspects of strinberg's Miss Julie" / by Engelbertien Wahju Artistyanti"

 

Keefektifan pemberian peintah dalam konteks kedinasan oleh Kepala cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Klojen Kota Malang: studi kasus di kantor cabang dinas pendidikan Kecamatan Klojen Malang oleh Tri Murdianingsih

 

Pimpinand alamk ontekso rganisasmi emainkanp €ranany angs angatp enting dalamu sahap encapaiatnu juany angd itetapkanU. sahap encapaiatnu juant ersebut, seorangp impinanp erlu orangl ain sebagabi awahany angd apatd igerakkanu ntuk memberikanp artisipasdi an sumbangsihnykae padao rganisastie rutamad enganc ara bekerjay ange fektif,e fisiend anp roduktif Salahs atuk egiatanp enggerakadna patb erbentukp emberianp erintah. Perintahd alamk eadaante rtentud apatb ersifatp aksaana gark egratand ilakukano leh orangl ain,a kant etapim emerintadha patp ulab ersifabt imbingana pabilak eputusan yangh arusd ilaksanakaand alahk eputusanb ersamaS. ebuahp erintahd ari pimpinan kepadab awahanm estinyam engacup adap elaksanaatnu gas.P erintahd ikatakan efektif apabilat ugasy angd iberikanb erhasila taus esuadi engana pay angd iharapkan atau diperintahkan. Kantorc abangd inas( cabdin)p endidikanse bagasia lahs atuo rganisasi formaly angb eradad i tingkat kecamatand i dalamnyate rdapath ubungan-hubungan kerlay angb ersifaht ierarkdi imanain dividu-individyua ngm emilikik arakter, pengalamadna nw ewenagn yangb erbedaP. erbedaatne rssbumt erupakans alahs atu faktory angh arusd iperhatikano leh pimpinand alamm emberikanp erintahk edinasan. Kondisit ersebujtu ga terjadid i Kantorc abdin PendidikanK ecamatanK kljen yang memiliki stafh anya6 orangh arusm enangantiu gasy angb erkenaand engan5 5 sDi MI dan6 6 TK binaan,y angm anad iantaranyam erupakanS D,4\4yI angt ermasuk sekolahb erkembangse, pertMi IN I Malangd ans DN KaumanI . Di sisil ains arana pendukungp elaksanaaand ministrassi angakt urang.T etapis tafdapatmenyelesaikan tugass esuadi enganp erintahK epalac abangD inas( Kacabdin)p endidikanK. eadaan itulahy angm endoronpge nelitiu ntukm enjadikanK antorC abdinp endidikan KecamataKn lojens ebagaoi byekp enelitian. Penelitianin i bertujuanu ntukm endekripsikakne efektifanp embenan perintahd alamk onteksk edinasaonl ehK acabdinP endidikaKn ecamataKnl oienK ota Malang. Fokusu tamap enelitiani ni adalah" bagaimanakakhe efektifanp emberian perintahd alamk onteksk edinasano lehK acabdinP endidikanK ecamatanK lojen". Fokusd ispesif,rkalang im enjadsi ubf okuss ebagabi erikut:( l) materia pay ang men;adip errntahd alamk onteksk edinasan(,2 ) bagaimanab entukp emberianp erintah dalamk onteksk edinasan(,3 ) bagaimanap rosedurp emberianp enntahd alamk onteks kedinasa(n4, ) faktora pay angm empengarukhei efektifanp emberiapne rintahd alam konteksk edinasan(5, ) mediaa pay angd igunakand alamp ernbenapne rinlahd alam konteksk edinasand,a n( 6) bagaimanah asilp emberianp erintahd alamk onteks kedinasan. Penelitiainn i rnenggunakapne ndekataknu alitattfT. eknikp engurnpuladna ta yangd igunakan(: I ) observasbi erperans efta,( 2) wawanaaram endalamd, an( 3) studi dokumentasDra. tay angt erkumpuml elaluik etigat eknikt ersebudt iorganisasi, ditafsirkadna nd ianalisisg unam enemukatne mad anh ipotesisK. eabsahadna tad icek dengamn enggunakatenk nikt riangulassi umbedr atad ant riangulastei knik pengumpuladna ta. Temuanp enelitianin i adalahb ahwap emberiapne rintahd alamk onteks kedinasaonl ehk acabdinp endidikanb erlaland engane lbktif.M ateriy angm en.ladi pesana taui si perintahm encakupk euangand, atad ans tatistik,k epegawaiand,a n saranpar asaranaB.e ntukp emberianp erintahb erupali sand ant ulisany angd isampai kanb aiks ecarala ngsung(fitcteo ./ucem) aupunti dakl angsun(gd ibatasdi engan larak).P rosedudra lamp enyampaiapne rintahd alamk onteksk edinasaand alah rnenetapkarnna terki emudianm enyarnpaikapne rintahk epadas tafy angd imaksud, dany angt erakhirs tafm elaksanakatung asy angd iperintahkanF.a ktory angm empengaruhkie efektifapne mbenanp erintahd alamk onteksk edinasayna itu:( l) kesrap ans tafd alamm enerima;r rintah baik secarafi sik maupunm ental(, 2) banyaknya pengalamasnta f,( 3) saranap endukundga lamp enyelesaiapne rintahs, erta (4) bimbingand anm otivasiM. ediay angd igunakanu ntukp erintahli sany ang disampaikasne carati dakl angsunbge rupate leponk antord ant elepons eluler. Sedangkapne rintaht ertulism enggunakaSn uratP erintahM elaksanakaTnu gas (SPMT)a taus uratt ugasI,e mbadr isposisdr anp apanp engumumanH.a silp emberian perintahd alamk onteksk edinasand apatb erhasild engane fektifjika pemberian perintahd itujukanp adas tafyangs udahb erpengalamasne, dangkaunn tuks tafyang kurangb erpengalamadna lamm enlalankanp erintahk urange fektif Dari hasilp enelitianin i, disarankasne bagabi erikut(: l) Kacabdinp endidikan perlum empertahankpaenm beriapne rintahy angs udahb erJalaenf ektif,( 2) Kacabdin Pendidikanp erlum empertahankamn aterip emberianp erintahy angs udahs esuai denganjobd eskripssi taf, (3) bentukp emberiapne rintahs ebaiknydai sesuaikan denganw aktud ani si perintah(,4 ) prosedupr ernberiapne rintahy angh anyat erdiri dari 3 tahapy aitu menetapkanp erintahr, nenyampaikapne rintah,d anp elaksanaan perintah,s eharusnypae rlu ditambahd engank egiatanb alikan,p emeriksaahna sil kemudiand ievaluasdi and ilakukanp engembanga(n5,) faktor-faktoyra ng mempengaruhkie efeklifanp emberianp erintahk hususnyas aranap endukung hendaknypae rlud itambaht,e rutamak omputer(,6 ) Kacabdinp endidikanh endaknya tetapm empertahankmane diay angd igunakan(,7 ) Kacabdinp endidikanle bihb anvak memberib imbingank epadas tafy angb elumb erpengalamadne ngante tap memperhatikakne pentingadna rii sj dans ifalp erinlah.

Efektivitas metoda eksperimen dibanding metoda demonstrasi pada pokok bahasan gelombang terhadap prestasi belajar siswa kelas I cawu II SMU Negeri Tejakula Kabupaten Buleleng Bali tahun pelajaran 1997-1998 / oleh Putu Artha Yasa

 

Fenomena lesbian (studi kasus di Kota Malang / Titik Dwi Haryanti

 

ABSTRAK Haryanti, Titik, Dwi. 2016. Fenomena Lesbian (Studi Kasus di Kota Malang). Skripsi. Program Studi Pendidikan IPS. Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Dewa Putu Ekasasnanda, S.Ant, M.A, (II) Drs.Soetjipto,S.H.,M.Pd Kata kunci: Homoseksual, Kehidupan, Malang Masa remaja adalah masa di mana pengambilan keputusan meningkat. Jika tidak diimbangi dengan pengetahuan yang baik maka remaja akan bertindak ceroboh. Tindakan ini biasanya meliputi penggunaan obat-obatan, pemikiran-pemikiran bunuh diri, dan kegagalan dalam menggunakan alat kontrasepsi selama berhubungan seks atau bahkan menjadi seseorang homoseksual. Lesbian merupakan salah satu bentuk perilaku seks yang dianggap menyimpang karena dilakukan bukan demi tujuan reproduksi tetapi hanya sebagai sarana mencari kesenangan semata. Permasalahan homoseksual penting dikaji karena fenomena ini kini banyak dijumpai dan diperbincangkan. Kaitan penelitian ini dengan mata pelajaran IPS di SMP yaitu pada KTSP 2006 penelitian masuk dalam materi kelas VIII tentang “Masalah Penyimpangan Sosial” dengan submateri “Berbagai Penyakit Sosial sebagai Akibat Penyimpangan Sosial dalam Keluarga dan Masyarakat” dengan sub-sub materi “Kenakalan Remaja”. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan rumusan masalah sebagai berikut; (1) Apa saja faktor yangmelatarbelakangiseseorangmenjadiseorang lesbian? (2) Apa saja motif seseorang memutuskan untuk menjadi seorang lesbian? (3) Bagaimanakehidupansehari-haripelaku lesbian (4) Bagaimanaharapanpelaku lesbian untukkedepanya?.Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer yaitu pelaku lesbian di Kota Malang, sedangkan sumber data sekunder diperoleh melalui berbagai literatur. Prosedur pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis datamenggunakan model Miles and Huberman dengan tahapan; (1) pengumpulan data; (2) reduksi data; (3) penyajian data; (4) membuat kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan perpanjanganpenelitiandanketekunanpengamatan. Tahap-tahap penelitian yang dilakukan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap pengolahan data dan analisis data, dan tahap pelaporan. Sebagian besar informan memutuskan menjadi seorang lesbian dikarenakan tidak seimbangnya hormon prenatal dan juga pengaruh lingkungan. Selain itu motif untuk memperoleh kasih sayang yang lebih juga sangat berpengaruh dalam memutuskan menjadi pelaku lesbian. Kehidupan sehari-hari kaum lesbian diakui tidak berbeda dengan masyarakat normal pada umumnya. Hanya saja orientasi seksualnya yang berbeda. Istilah finggering digunakan pelaku lesbian dalam berhubungan seksual. Pelaku lesbian mempunyai harapan untuk sembuh dari lesbian tetapi tidak untuk waktu sekarang ini. Pelaku lesbian menyembunyikan identitasnya didepan keluarga dan masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan konsep dramaturgi bahwa seorang manusia berusaha mempertunjukkan peran agar bisa berinteraksi dengan baik di lingkungan masyarakat. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah untukmenelititempat yang lain berkumpulnyapelaku lesbian danmenggunakanteori yang lain selain yang telahdipakaidalampenelitianini.

Motif Airlangga melakukan pembagian terhadap kerajaannya tahun 1052 masehi / oleh Didik Widiyono

 

Persepsi siswa terhadap pelaksanaan metode mengajar ilmu ekonomi di kelas II SMU Taman Madya Blitar / oleh Widharto

 

Persepsi dan kesiapan guru geografi terhadap implementasi kurikulum 2013 di SMA/MA se-Kabupaten Blitar / Aprilia Dwi Rizki Puspa Wardani

 

ABSTRAK Wardani, ApriliaDwiRizkiPuspa. 2016. PersepsidanKesiapan Guru GeografiterhadapImplementasiKurikulum 2013 di SMA/MA Se-KabupatenBlitar.Skripsi, Jurusan Geografi, Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. HendriPurwito, M.Si, (II) ArdyantoTanjung, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Persepsi, Kesiapan Guru Geografi, Kurikulum 2013. Pendidikanmemilikiperanan yang sangatpentingdalamupayapeningkatankualitassumberdayamanusia.Menyadaripentingnyahaltersebut, pemerintahterusberupayamelakukanperbaikandanpengembangankurikulum.Kurikulum 2013 merupakankurikulum yang telahdisepakatiuntukdiimplementasikansecarabertahapmulaitahunajaran 2013/2014.Bukanhal yang mudahuntukmempersiapkan guru yang ideal sesuaidenganharapankurikulum 2013 dalamwaktu yang cukupsingkat, terutamauntukmerubahmindset guru yang padaawalnyahanyabertugasuntukmengajar, sementaradalamKurikulum 2013 guru dituntutuntukmengarahkanpesertadidikmenjadiaktif, kreatif, produktif, dankritis. Hal inimenjadikendalatersendirikarenatidaksemua guru memilikikompetensitersebut.Olehkarenaitu, persepsidankesiapan guru menjadisangatpentingmengingat guru merupakanpengendaliutamadalamkegiatanpembelajaran. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipersepsidankesiapan guru geografi di SMA/MA se-KabupatenBlitarterhadapimplementasiKurikulum 2013.Rancanganpenelitianinimerupakanpenelitiandeskriptifkuantitatifdengan instrument penelitianberupaangketpersepsidanrubrikobservasikesiapan.Subjekpenelitianiniadalah guru geografi di SMA/MA se-KabupatenBlitar.Data yang terkumpulkemudiandianalisisdenganmenggunakanteknikpersentase, yang kemudiandiklasifikasikanberdasarkankategorinya. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa: (1) persepsi guru geografiterhadapimplementasiKurikulum 2013 tergolongsangatbaik yang ditunjukkandengannilai rata-rata sebesar 81,28; (2) kesiapan guru geografiterhadapimplementasiKurikulum 2013 tergolongsiapyang ditunjukkandengannilai rata-rata kesiapansebesar 75,53. Berdasarkanhasilpenelitiandiatasdapatdisimpulkanbahwa, persepsi guru geografiterhadapimplementasiKurikulum 2013 di SMA/MA se-KabupatenBlitarsangatbaik.Sedangkanuntukkesiapan guru geografi di SMA/MA se-KabupatenBlitartergolongsiapbaikdariaspekperencanaan, pelaksanaan, danevaluasipembelajaran.

The efects of word frequency and sentence length on the readability of texts / by Kusumarasdyati

 

Kesulitan belajar dalam mata pelajaran akuntansi di SMUN 1 Kraksaan Kabupaten Probolinggo / oleh Tasron

 

Keefektifan metode backward chaining untuk meningkatkan keterampilan makan pada anak disabilitas intelektual limited / Arip Apriyadi

 

ABSTRAK Apriyadi, Arip. 2016. Keefektifan Metode Backward Chaining Untuk Meningkatkan Keterampilan Makan Pada Anak Disabilitas Intelektual Limited. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Mohammad Efendi, M.Pd, M. Kes, (2) Dr. Sulthoni, M.Pd. Kata Kunci: Disabilitas intelektual, Keterampilan makan, Backward chaining. Anak disabilitas intelektual memiliki masalah dalam perilaku adaptif. Salah satu hambatan dalam perilaku adaptif adalah pada keterampilan makan. Sebagai contoh, anak disabilitas intelektual membutuhkan bantuan orang lain saat memegang sendok, menyendok makanan, membawa makanan ke mulut dan sebagainya. Selain itu guru tidak mengajarkan keterampilan makan dengan metode yang sesuai. Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan suatu metode pengajaran atau modifikasi perilaku untuk meningkatkan keterampilan makan anak disabilitas intelektual. Metode tersebut adalah backward chaining yang membentuk suatu perilaku baru dengan sistem pengajaran yang dimulai dari tahapan terakhir. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan tentang; 1) kemampuan anak disabilitas intelektual sebelum diberikan intervensi menggunakan backward chaining, 2) kemampuan anak disabilitas intelektual setelah diberikan intervensi menggunakan backward chaining, dan 3) keefektifan backward chaining untuk meningkatkan keterampilan makan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan Single Subject Reseach (SSR) dengan model desain A-B-A. Subjek penelitian menggunakan satu anak disabilitas intelektual yang berusia 10 tahun kelas 1 di SDLB Putra Jaya, Malang. Analisis data yang digunakan adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil penelitian menunjukan perolehan mean level yang meningkat dari baseline-1 sebesar 71, sedangkan intervensi sebesar 94,71 dan baseline-2 sebesar 94. Selain itu, presentase overlap antara kondisi baseline-1 ke kondisi intervensi sebesar 0%. Perhitungan tersebut menyatakan adanya pengaruh keefektifan backward chaining sebagai bentuk intervensi terhadap peningkatan keteramplan makan sebagai target behavior. Adapun saran bagi guru dari penelitian ini adalah guru dapat memanfaatkan metode modifikasi perilaku yaitu backward chaining untuk membentuk perilaku baru yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak.

Kajian mengenai penyajian materi tata nama senyawa karbon dalam buku-buku pelajaran kimia SMU kelas 3 / oleh Maria Wagina Redjo

 

Peningkatan kemampuan menulis naskah drama dengan menggunakan media pop up card pada siswa kelas VIII SMP Immanuel Kota batu / Kurnia Pancaning Hana Mayangsari

 

ABSTRAK Pancaning, Kurnia. 2016. Peningkatan Kemampuan Menulis Naskah Drama dengan Menggunakan Media Pop Up Card Pada Siswa Kelas VIII SMP Immanuel Kota Batu. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd. (II) Musthofa Kamal, S.Pd, M. Sn. Kata kunci: pembelajaran menulis, menulis naskah drama, media pop up card. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, keterampilan menulis mempunyai peranan penting karena menulis merupakan usaha untuk menuangkan ide, pikiran, perasaan dan kemauan dengan wahana bahasa tulis. Penggunaan media yang tepat dalam pembelajaran merupakan hal yang harus dipertimbangkan oleh pengajar agar tujuan pembelajaran menulis dapat tercapai secara optimal. Berdasarkan hasil pengamatan, diketahui pembelajaran menulis siswa kelas VIII B SMP Immanuel Kota Batu perlu ditingkatkan. Kemampuan menulis siswa masih rendah dan belum mencapai nilai standar yang ditetapkan. Berdasarkan alasan-alasan tersebut, penelitian ini bertujuan meningkatkan proses dan hasil dalam menulis naskah drama pada siswa kelas VIII SMP dengan menggunakan media pop up card. Media pop up card termasuk media non IT, media tersebut berbentuk kartu yang terdiri dari dua lapis kertas, dan kartu tersebut jika dibuka terdapat serangkain gambar yang terangkat. Media pop up card dapat diberi gambar yang sessui dengan pembelajaran yang akan disampaikan oleh guru. Media pop up card dapat diberi gambar berkonflik agar siswa dapat berpikir kritis dan berimajinasi. Penggunaan media pop up card diharapkan dapat meningkatkan motivasi, kreativitas, dan imajinasi siswa dalam menulis naskah drama. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus. Tiap siklus terdiri atas empat tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data yang diperoleh berupa (1) catatan simpulan hasil wawancara, (2) hasil catatan lapangan, (3) hasil tes kemampuan menulis naskah drama, dan (4) hasil angket siswa tentang minat menulis naskah drama. Sumber data penelitian tindakan ini berasal dari guru, siswa, dan proses pembelajaran guru dan siswa di kelas. Instrumen yang digunakan pedoman wawancra, catatan hasil lapangan, rubrik penilaian, dan angket. Media pop up card dapat meningkatkan proses pembelajaran menulis naskah drama. Hal ini ditandai dengan (1) antusiasme siswa, (2) motivasi siswa dalam pembelajaran, (3) siswa aktif berdiskusi, (4) siswa aktif bertanya jawab, dan (5) kreativitas serta imajinasi siswa berkembang dengan baik. Media pop up card juga dapat meningkatkan hasil menulis naskah drama siswa. Pascamenulis dengan menggunakan media pop up card pada siklus I, rerata kemampuan siswa dalam menulis naskah drama mengalami peningkatan. Rerata nilai siswa kelas VIII B pada prasiklus sebesar 67,5. Pascasiklus I nilai siswa mengalami peningkatan, rerata nilai siswa menjadi 75. Pascasiklus II nilai siswa mengalami peningkatan, rerata nilai siswa mencapai skor 82,4. Adapun saran yang operasional diajukan kepada pihak-pihak berikut: (1) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan proses dan hasil pada pembelajaran menulis naskah drama dengan menggunkan media pop up card. Namun, masih terdapat kelemahan siswa dalam mengembangkan alur dan dialog dalam naskah drama yang ditulis pada siklus I maupun siklus II. Hal tersebut menyebabkan nilai siswa kurang maksimal dalam pembelajaran menulis naskah drama. Oleh sebab itu, guru disarankan agar memberi perhatian dan proporsi pengajaran lebih kepada siswa, pada aspek mengembangkan alur dan dialog, (2) berdasarkan temuan yang diperoleh bahwa dengan menggunakan media pop up card dapat meningkatkan proses dan hasil pembelajaran menulis naskah drama, sehingga disarankan bagi sekolah agar lebih memperbaiki praktik pembelajaran agar menjadi lebih efektif dan efisien sehingga kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa meningkat, (3) berdasarkan temuan yang diperoleh bahwa dengan menggunakan media pop up card dapat meningkatkan proses dan hasil pembelajaran menulis naskah drama, sehingga disarankan bagi penulis buku agar membuat penelitian ini sebagai rujukan khususnya bagi penulis buku teks untuk guru dan siswa, sehingga penulis dapat membuat latihan-latihan berupa lembar kerja siswa dan memaparkan materi-materi yang lebih lengkap, dan (4) berdasarkan temuan yang diperoleh bahwa dengan menggunakan media pop up card dapat meningkatkan proses dan hasil pembelajaran menulis naskah drama, sehingga disarankan peneliti lain agar menggunakan penelitian ini sebagai informasi secara tertulis, referensi terhadap penelitian sejenis mengenai penulisan naskah drama, dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan atau dikembangkan lebih lanjut oleh peneliti lain.

Identifikasi kesulitan belajar siswa kelas I SMU Negeri 3 Kediri dalam mempelajari bahan kajian unsur-unsur dalam kehidupan sehari-hari / oleh Sriwiratno

 

Pengaruh mind mapping dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar biologi pada siswa kelas X SMAN 1 Singosari / Ayun Indariswati

 

ABSTRAK Indariswati, Ayun. 2016. Pengaruh Mind Mapping dalam Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Keterampilan Metakognitif dan Hasil Belajar Biologi pada Siswa Kelas X SMAN 1 Singosari. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Murni Saptasari, M.Si. (2) Dra. Sunarmi, M.Pd Kata Kunci: Mind Mapping, Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Metakognitif, Hasil Belajar Pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam menentukan kualitas hidup suatu bangsa. Melalui pendidikan masyarakat diharapkan dapat menghadapi kehidupan di abad 21 yang menuntut masyarakat produktif, kreatif, inovatif dan mandiri melalui penguatan sikap, pengetahuan dan keterampilan. Kompetensilainyang diharapkandapattercapaimelaluiproses pembelajaranadalahtercapainyaKeterampilanMetakognitifsiswayaitukesadaransiswaterhadapsesuatu yang dipikirkannyadantercapaipeningkatanhasil belajarBiologi.Salah satucarayang diharapkanmampumeningkatkankompetensitersebutadalahmelalui model pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitiandilakukanuntukmengetahuipengaruhmind mapping melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadapKeterampilan Metakognitif dan Hasil Belajar Biologi. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Singosaridengan populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Singosari tahun ajaran 2015/2016. Sedangkan sampel penelitian ini adalah kelas siswa kelas X IPA E dan X IPA F SMA Negeri 1 Singosari. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain penelitian menggunakan non equivalent group design. Analisis yang digunakan adalah analisis anakova dan Independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mind mapping melalui model pembelajaran inkuiri terbimbingmemberikan pengaruh signifikan terhadap hasil belajar ranah pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa tetapi tidakmemberikanpengaruh yang signifikanterhadapketerampilanmetakognitif. Rerata terkoreksi keterampilan metakognitif kelas eksperimen lebih tinggi 1,356% daripada kelas kontrol. Rerata terkoreksi hasil belajar pengetahuan berbeda nyata dengan kelas kontrol yaitu rerata terkoreksi kelas eksperimen sebesar 77,351dan kelas kontrol sebesar 72,756. Hasil belajar ranah sikap menunjukkan hasil Independent sample t-test yang memiliki nilai signifikansi 0,013. Hasil belajar ranah keterampilan menunjukkan hasil Independent sample t-test yang memiliki nilai signifikansi 0,012.

Pengembangan modul pembelajaran korosi model daur belajar (learning cycle) untuk pembelajaran kimia korosi di SMU yang berorientasi konstruktivistik oleh Diana Hamidah

 

Padas aatinpi emerintathe lahm ensosialisasikKanu rikulumB erbasis Kompeten(sKi BK) *b"gat p"t-g;'"ti O*-gt-Y 1994K' BK mcnggunakan paradigmpae mbelaiaran-konstriftivisutint tukm eningkatkapne mahamamn ateri aiar.U ntukm ens,tp,",,,Ji;iku; rni aip"aot* faktor-fa*torp endukunagn tara tainb ahanu iur.s umpu,i iitilnJu*t* lSt.yperti modulp enunjanKg BK belum rcnediao. leh sebabit " p"tp"i"ritl* ini.aitimUangt

Pengaruh pemberian jumlah soal latihan dengan intensitas yang berbeda terhadap hasil belajar fisika siswa kelas I SMU Negeri Grogol pada pokok bahasan fluida bergerak / oleh Rohmad Mujianto

 

Identifikasi pemahaman konsep asam basa pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 4 Malang / Febriyan Yustiadi

 

ABSTRAK Yustiadi, Febryan. 2016. Identifikasi Pemahaman Konsep Materi Asam Basa pada Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 4 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Dedek Sukarianingsih. M.Pd., M.Si, (II) Dr.Sc Anugrah Ricky Wijaya. S.Si., M.Sc. Kata kunci : pemahaman, konsep, asam, basa Ilmu kimia merupakan ilmu yang cukup sulit untuk dipelajari karena mencakup 3 representasi pembelajaran yaitu makroskopis, submikroskopis dan simbolik dalam menjelaskan gejala yang terjadi di alam. Ilmu kimia bukan hanya mempelajari hitungan-hitungan yang termasuk dalam pengetahuan simbolik tetapi juga mempelajari konsep-konsep dalam pengetahuan makroskopis dan submikroskopis. Salah satu materi kimia yang diajarkan pada tingkat SMA adalah asam basa. Materi ini cukup penting untuk dikuasai secara mendalam baik aspek makroskopis, submikroskopis maupun simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa kelas XI IPA SMA Negeri 4 Malang pada konsep asam basa Arrhenius, Bronsted-Lowry dan Lewis serta mengetahui pada indikator apa sajakah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 4 Malang mengalami kesulitan dalam mempelajari materi asam basa. Pada penelitian ini digunakan rancangan penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan pada kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 SMA Negeri 4 Malang. Pemilihan kelas yang diteliti dilakukan berdasarkan hasil tes asam basa sebelum penelitian ini dilakukan. Kedua kelas yang diteliti adalah kelas dengan persentase siswa yang tidak mencapai KKM terbesar. Penelitian diawali dengan penyusunan instrumen penelitian, kemudian dilanjutkan dengan uji coba instrumen untuk mengetahui kelayakan dari instrumen penelitian tersebut. Setelah didapatkan instrumen yang memenuhi standar kelayakan kemudian instrumen diujikan kepada kelas yang menjadi target penelitian. Setelah siswa selesai mengerjakan tes, kemudian dilakukan wawancara kepada siswa untuk menggali lebih dalam kesulitan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep asam basa menurut Arrhenius siswa kelas XI IPA SMA Negeri 4 Malang tergolong sangat tinggi yaitu sekitar 81,85%, pemahaman konsep asam basa menurut Bronsted-Lowry tergolong tinggi yaitu sekitar 61,60% dan pemahaman konsep asam basa menurut Lewis tergolong cukup yaitu sekitar 42,14%. Apabila ketiga tingkat pemahaman konsep asam basa dibandingkan maka konsep asam basa yang paling dipahami oleh siswa adalah konsep asam basa menurut Arrhenius yaitu sekitar 81,85%, sedangkan konsep asam basa yang tingkat pemahamannya paling rendah adalah konsep asam basa menurut Lewis yaitu sekitar 42,14%. Kesulitan yang dialami siswa dalam memahami materi asam basa adalah (1) tidak dapat menjelaskan hubungan antara Ka dari suatu asam dengan Kb dari basa konjugasinya, (2) tidak dapat menghubungkan konsep asam basa Arrhenius dengan konsep larutan elektrolit sehingga siswa menganggap larutan basa tidak dapat menghantarkan listrik, (3) tidak dapat membedakan konsep asam dan basa menurut Arrhenius, Bronsted-Lowry dan Lewis sehingga seringkali terbalik dalam menuliskan definisinya, (4) belum memahami konsep asam dan basa dengan mendalam sehingga menganggap bahwa asam dan basa Arrhenius hanya terbatas pada asam dan basa monoprotik, (5) tidak dapat menjelaskan hubungan antara Ka dengan peran suatu spesi dalam reaksi asam basa Bronsted-Lowry, (6) tidak dapat mengaitkan konsep derajat disosiasi dan tetapan kesetimbangan asam basa. Sehingga siswa tidak mampu untuk mengaplikasikan konsep tersebut ke dalam soal algoritmik, (7) menganggap bahwa reaksi asam basa Bronsted-Lowry hanya terjadi antar molekul dan tidak terjadi pada ion, (8) tidak dapat menjelaskan definisi dari hasil adisi asam Lewis, (9) tidak mampu untuk menentukan atom yang bertindak sebagai asam atau basa Lewis dalam hasil adisi asam basa Lewis dan (10) tidak mampu membedakan senyawa yang merupakan hasil adisi asam basa Lewis dengan senyawa yang lain.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |