Pengaruh pengetahuan mangrove dan pendapatan terhadap sikap masyarakat petambak dalam pelestarian hutan mangrove di Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan / Dewi Nur Azizah

 

ABSTRAK Azizah, Dewi Nur. 2009. Pengaruh Pengetahuan Mangrove dan Pendapatan Terhadap Sikap Masyarakat Petambak dalam Pelestarian Hutan Mangrove di Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan. Skripsi. Jurusan Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Didik Taryana. M. Si; Pembimbing (II) Dr. Ach. Amirudin M. Pd Kata Kunci: pengetahuan mangrove, pendapatan, sikap dalam pelestarian hutan mangrove, petambak Hutan mangrove di daerah pantai Brondong Kabupaten Lamongan telah mengalami kerusakan. Luas hutan mangrove di Lamongan adalah 68,50 Ha, hutan mangrove yang mengalami kerusakan mencapai 43 Ha, dan hanya 25,50 Ha mangrove yang masih baik (Dinas Kehutanan, 2006). Keadaan mangrove di Desa Labuhan masih relatif lestari daripada hutan mangrove di Desa Lohgung. Kerusakan ini diakibatkan oleh alih fungsi lahan mangrove menjadi lahan tambak dan pemanfaatan mangrove oleh masyarakat setempat untuk kebutuhan sehari-hari seperti sebagai kayu bakar, bahan bangunan, peralatan rumah tangga, dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh antara tingkat pengetahuan mangrove dan pendapatan terhadap sikap masyarakat petambak dalam pelestarian hutan mangrove, sumbangan efektif antara tingkat pengetahuan mangrove dan pendapatan terhadap sikap masyarakat petambak dalam pelestarian hutan mangrove, dan mengkaji perbedaan pengetahuan mangrove, pendapatan, dan sikap masyarakat petambak di desa Labuhan dan desa Lohgung. Penelitian ini termasuk jenis penelitian survei. Pengambilan sampel untuk desa dilakukan dengan teknik purpossive sampling. Pengambilan sampel responden menggunakan teknik proportional random sampling. Sampel untuk responden adalah kepala keluarga petambak yang tinggal di sekitar hutan mangrove yang terdapat di desa Lohgung dan Labuhan. Sampel responden yang diambil sebanyak 106 orang. Sebanyak 31 orang petambak desa Lohgung dan 75 orang petambak dari desa Labuhan. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah regresi berganda dan uji t dua jalur dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS version 13 for windows. Hasil penelitian diperoleh bahwa (1) ada pengaruh positif secara signifikan pengetahuan mangrove terhadap sikap dalam pelestarian hutan mangrove dengan nilai t hitung sebesar 17,578 dengan nilai signifikan 0,000. (2) ada pengaruh positif secara signifikan pendapatan terhadap sikap dalam pelestarian hutan mangrove nilai t hitung sebesar 6,704 dengan nilai signifikan 0,000. (3) ada sumbangan efektif dari pengetahuan sebesar 85,09% dan pendapatan memberikan sumbangan efektif sebesar 0,01% terhadap sikap dalam pelestarian hutan mangrove. (4) ada perbedaan pengetahuan mangrove, pendapatan, dan sikap masyarakat petambak di desa Labuhan dan desa lohgung. Perlunya meningkatkan pengetahuan petambak tentang mangrove melalui pendekatan nonformal maupun formal. Untuk desa Labuhan yang sudah memiliki pengetahuan mangrove, dan sikap yang baik terus dipertahankan ditingkatkan. Sedangkan daerah Lohgung yang cenderung memiliki pengetahuan mangrove, dan sikap yang lebih rendah perlu diberi perlakuan khusus agar meningkat.

Perancangan media promosi SMK Negeri 2 Blitar / Taufan Prima Ardiansyah

 

ABSTRAK Ardiansyah, Taufan Prima. 2009. Perancangan Media Promosi SMK Negeri 2 Blitar. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triyono Widodo, M.Sn (II) M. Abdul Rahman, S.Sn, M.Sn Kata kunci : SMK Negeri 2 Blitar, Perancangan, Media Promosi Banyak berdirinya lembaga pendidikan khususnya Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Blitar, membuat para pengembang lembaga pendidikan untuk menyusun strategi pemasaran yang tepat dan efektif, guna menumbuhkembangkan citra yang baik di mata masyarakat dengan melalui perancangan media promosi. Sebagai salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di kota Blitar, SMK Negeri 2 Blitar yang ini memiliki berbagai macam unggulan yaitu fasilitas penunjang pendidikan yang lengkap selama ini belum mempunyai media promosi yang efektif dalam menarik minat audience untuk melanjutkan jenjang pendidikannya ke SMK Negeri 2 Blitar. Berdasarkan latar belakang diatas perlu merancang media promosi yang di rasa efektif dalam memperkenalkan SMK Negeri 2 Blitar ini agar audience dapat memperoleh informasi secara lengkap dan lebih jelas mengenai SMK Negeri 2 Blitar. Model perancangan ini diawali dari tahap pra-produksi yaitu pengidentifikasi data klien, dilanjutkan dengan tahap produksi yang dimulai dari rough lay out, comperhensive layout dan final lay out, dan dilanjutkan tahap pasca produksi yang pada akhirnya media promosi ini dapat diaplikasikan. Tujuan perancangan ini adalah menghasilkan media promosi yang efektif dan efisien yaitu yang dapat mengkomunikasikan serta menginformasikan tentang SMK Negeri 2 Blitar kepada siswa SMP pada khususnya dan masyarakat di Kota Blitar dan sekitarnya pada umumnya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan dengan pihak klien (SMK Negeri 2 Blitar), maka penulis mempertimbangkan, menentukan, dan mengkonsep untuk merancang media promosi ini. Media yang dihasilkan dari perancangan ini ada sepuluh media promosi, media tersebut antara lain adalah : Interaktif multimedia, X Banner, Iklan Surat Kabar, Poster, Sticker Cutting, Pin, Gelas Mug, CD Case, Kalender Meja, dan Brosur. Dengan harapan penggunaan dari media promosi ini dapat menunaikan fungsi serta tujuannya secara tepat, efektif dan semaksimal mungkin sebagai media komunikasi SMK Negeri 2 Blitar, sehingga citra (image) positif dari SMK Negeri 2 Blitar dapat meningkat, dimana secara tidak langsung juga akan berdampak pada meningkatnya jumlah siswa-siswi baru yang menempuh pendidikan SMK Negeri 2 Blitar.

Pengaruh lingkungan keluarga dan ketersediaan sumber belajar di rumah terhadap keberhasilan belajar (studi pada siswa kelas XI IPS I SMA Negeri 1 Gondanglegi) / Ekkie Kartikasari

 

ABSTRAK Kartikasari, Ekkie. 2005. Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Ketersediaan Sumber Belajar di Rumah terhadap Keberhasilan Belajar Siswa (Studi Pada Siswa Kelas XI IPS I SMA Negeri I Gondanglegi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi Dan Koperasi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Wahjoedi M.E, (II) Drs. Ir. Yohanes Hadi Susila S.Th, M.Div, M.E Kata Kunci: Lingkungan Keluarga, Ketersediaan Sumber belajar, Keberhasilan belajar. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan studi siswa, diantaranya adalah keadaan lingkungan keluarga. Sifat dan kebiasaan orang tua, dan ketersediaan sumber belejar. Untuk belajar di rumah, ketersediaan sumber belajar sangat membantu dan mutlak dibutuhkan, semakin lengkap alat-alat belajar, siswa semakin bisa belajar dengan baik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) kondisi lingkungan keluarga siswa (2) Kondisi ketersediaan sumber belajar di rumah siswa (3) prestasi belajar siswa (4) Pengaruh lingkungan keluarga dan ketersediaan sumber belajar di rumah terhadap keberhasilan belajar siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Analisis Deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan kondisi lingkungan keluarga sebagai variabel X1, kondisi ketersediaan sumber belajar di rumah sebagai variabel X2, dan keberhasilan belajar siswa sebagai variabel Y dalam bentuk perhitungan persentase. Metode regresi linier berganda digunakan untuk menentukan besarnya pengaruh lingkungan keluarga (X1), dan ketersediaan sumber belajar di rumah (X2) terhadap keberhasilan belajar siswa (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Sekolah Menengah Atas Negeri I Gondanglegi kelas XI IPS I semester ganjil tahun ajaran 2008/2009 berjumlah 35 siswa. Penentuan sampel dengan cara purposive random sampling sehingga sampel berjumlah 35 siswa. Pengumpulan data dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai Mei. Penelitian dilakukan mulai bulan April sampai Mei. Lingkungan keluarga siswa SMA Negeri I Gondanglegi berdasarkan pada penilaian siswa secara umum (60%) menunjukkan lingkungan keluarga yang kurang mendukung keberhasilan belajar siswa. Ketersediaan sumber belajar di rumah secara umum (57,15%atau 57%) menunjukkan kondisi yang kurang mendukung keberhasilan belajar siswa. Keberhasilan belajar siswa SMA Negeri I Gondanglegi secara umum (54,28% atau 54%) menunjukan keadaan yang cukup tinggi. Berdasarkan pada hasil data yang telah diolah dapat diketahui signifikansi regresi linier berganda adalah 0.000 lebih kecil 0,05 dengan demikian, dapat dikatakan bahwa lingkungan keluarga (X1) dan ketersediaan sumber belajar (X2) memiliki pengaruh secara simultan terhadap keberhasilan belajar siswa. Besar Adjusted R square adalah 0,024. Hal ini berarti 2,4% perubahan variabel Y disebabkan oleh perubahan variabel X1, X2, sedangkan sisanya sebesar 97,6% disebabkan oleh faktor di luar perubahan variabel X1, X2. Dari hasil penelitian ini penulis mengharapkan kepada pihak sekolah agar lebih meningkatkan komunikasi dan selalu menjaga hubungan yang baik dengan orang tua siswa, karena antara pihak sekolah dan orang tua memiliki keterkaitan yang erat dengan keberhasilan belajar siswa. Orang tua siswa diharapkan untuk lebih memperhatikan perkembangan belajar dan juga kebutuhan belajar putra-putrinya.

Penerapan pembelajaran kooperatif STAD dipadu problem posing dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi stoikiometri kelas X SMA PGRI 1 Lumajang / Lazmi Lukitasari

 

ABSTRAK Lukitasari, Lazmi. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif STAD Dipadu Problem Posing Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Materi Stoikiometri Kelas X SMA PGRI 1 Lumajang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Srini M. Iskandar, M.Sc., Ph.D, (II) Herunata, S.Pd. M.Pd Kata Kunci: STAD, problem posing, prestasi belajar, stoikiometri Pembelajaran berbasis konstruktivistik lebih menekankan pada proses “mengkonstruksi” pengetahuan sehingga siswa dapat aktif dan saling bekerja sama dalam proses pembelajaran. Kenyataannya masih ada sekolah yang belum sepenuhnya menerapkan model pembelajaran konstruktivistik termasuk di SMA PGRI 1 Lumajang. Salah satunya adalah pembelajaran kooperatif tipe STAD. Tipe ini menekankan adanya aktivitas dan interaksi antar siswa untuk saling membantu dalam menguasai materi guna mencapai prestasi yang maksimal. Selain itu, terdapat strategi Problem Posing yang dapat membiasakan siswa mengkonstruksi pemahaman berdasarkan informasi yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui apakah terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif STAD dipadu Problem Posing dengan siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif STAD pada materi Stoikiometri, (2) mengatahui ketercapaian aspek dasar pembelajaran kooperatif siswa kelas kontrol dan eksperimen pada kegiatan diskusi, (3) mengetahui keterlaksanaan aspek afektif siswa kelas kontrol dan eksperimen selama proses pembelajaran berlangsung, (4) mengetahui kemampuan Problem Posing siswa eksperimen pada materi stoikiometri. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu dan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA PGRI 1 Lumajang semester dua tahun ajaran 2008/2009. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok yaitu kelas X-4 sebagai kelas kontrol dan kelas X-2 sebagai kelas eksperimen. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian adalah perangkat pembelajaran, tes prestasi belajar, lembar observasi, dan data kemampuan Problem Posing siswa kelas eksperimen. Data kemampuan awal siswa dan prestasi belajar siswa dideskripsikan secara kuantitatif yaitu: uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Data penilaian ketercapaian kelima unsur pembelajaran kooperatif, penilaian afektif, dan data kemampuan Problem Posing siswa kelas eksperimen dideskripsikan secara kualitatif. Hasil analisis uji t prestasi belajar siswa yang menggunakan SPSS 16.0 for windows menunjukkan Ho ditolak dengan nilai signifikansi 0,01 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif STAD dipadu Problem Posing dengan siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif STAD pada materi Stoikiometri. Ketercapaian lima unsur dasar pembelajaran kooperatif, keterlaksanaan aspek afektif siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol secara umum terjadi peningkatan pada setiap iv proses pembelajaran. Kemampuan Problem Posing siswa kelas eksperimen menunjukkan bahwa siswa mampu mengembangkan informasi yang ada dalam merumuskan (membuat) soal sesuai dengan kondisi soal yang tersedia.

Hubungan dukungan sosial dan kecemasan dalam menghadapi kematian pada lansia di panti jompo Kelurahan Kalirejo Kecamatan Lawang / Silvya Anggraeny

 

ABSTRAK Anggraeny, Silvya. 2009. Hubungan Dukungan Sosial dan Kecemasan dalam Menghadapi Kematian pada Lansia di Panti Jompo Kelurahan Kalirejo Kecamatan Lawang. Skripsi, Prodi Psikologi, Jurusan BKP, FIP, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed (II) Ika Andrini Farida, S.Psi., M.Si Kata Kunci : dukungan sosial, kecemasan kematian, lansia Kecemasan dalam menghadapi kematian dialami oleh sebagian besar orang, tidak terkecuali lansia. Dukungan sosial dapat mengurangi kecemasan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan sosial pada lansia, tingkat kecemasan dalam menghadapi kematian pada lansia serta mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan kecemasan menghadapi kematian pada lansia di Panti Jompo Kelurahan Kalirejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian lansia yang memiliki karakteristik, yaitu berusia berusia 60-75 tahun, berdomisili di Panti Jompo Pangesti dan Panti Jompo Diakonia Kelurahan Kalirejo Kecamatan Lawang, statusnya belum atau sudah ditinggalkan oleh pasangan, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, dan masih mampu melakukan komunikasi dengan baik. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 50 orang. Instrumen yang digunakan Skala Dukungan Sosial terdiri 50 butir, reliabilitas 0,824 dan Skala Kecemasan dalam Menghadapi Kematian terdiri 60 butir, reliabilitas 0,793. Data dukungan sosial dan kecemasan dalam menghadapi kematian didapat dari penyebaran skala. Analisis data dukungan sosial dan kecemasan dalam menghadapi kematian dengan uji korelasi yang digunakan adalah product moment dari Pearson dengan taraf signifikansi a = 0,05. Hasil penelitian: 1) Dukungan sosial pada lansia di Kelurahan Kalirejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang tergolong sedang, di mana dari 50 orang subyek, 4 orang (8%) yang memiliki tingkat dukungan sosial tinggi dan 46 orang (92%) memiliki tingkat dukungan sosial dalam taraf sedang. 2) Tingkat kecemasan dalam menghadapi kematian pada lansia di Kelurahan Kalirejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang tergolong sangat rendah karena semua subyek yang berjumlah 50 orang memiliki tingkat kecemasan dalam menghadapi kematian dalam taraf yang sangat rendah (100%). 3) Ada hubungan negatif antara dukungan sosial dengan kecemasan dalam menghadapi kematian pada lansia di Kelurahan Kalirejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang, di mana terbukti dari perhitungan koefisien korelasi sebesar -0,720 dengan taraf signifikansi 0,000 serta hasil dari perhitungan F = 55,806; (p = 0,000<0,05). Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada keluarga dan pengasuh lansia agar memberikan perhatian dan dukungan sosial yang lebih kepada lansia sehingga lansia dapat meningkatkan kualitas hidupnya dan dapat mempertahankan kecemasannya agar tetap rendah sehingga dapat melewati masa tua dengan kebahagiaan dan ketenangan. Dukungan sosial yang diterima lansia berupa dukungan moral dan dukungan material. Pengasuh selalu memberikan dukungan berupa semangat, motivasi, empati, kasih sayang dan membantu menyelesaikan pekerjaan. Sedangkan dukungan material yang diberikan adalah pinjaman barang dan pemberian makanan oleh teman panti.

Pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) terhadap prestasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 4 Malang / Luluk Muhibbah

 

ABSTRAK Muhibbah, Luluk. 2009. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Srini Murtinah Iskandar, M.Sc., Ph.D., (II) Dra. Nazriati, M.Si. Kata kunci: Pembelajaran kooperatif, Group Investigation (GI), prestasi belajar, Sifat Fisika, Sifat Kimia, Pemisahan Campuran Sejak adanya pembaharuan kurikulum 2004, bahan kajian kimia dimasukkan dalam mata pelajaran sains di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kurikulum sains disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan sains secara nasional. Pendidikan sains menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar siswa mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah (Depdiknas, 2003:5). Salah satu model pembelajaran yang mengarahkan siswa untuk mencari tahu dan berbuat sehingga dapat membantu siswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang alam sekitar adalah model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI). Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok Sifat Fisika, Sifat Kimia, dan Pemisahan Campuran, 2) mengetahui respon siswa terhadap penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada materi pokok Sifat Fisika, Sifat Kimia, dan Pemisahan Campuran. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu (quasy experiment design). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 4 Malang semester II tahun ajaran 2008/2009. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok yaitu kelas VIIB sebagai kelas kontrol dan kelas VIID sebagai kelas eksperimen. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling kelompok (cluster random sampling). Instrumen yang digunakan meliputi silabus, RPP, LKS, tes prestasi, angket, dan lembar observasi. Di antara 35 soal yang diujikan, 21 soal dinyatakan valid dengan reliabilitas soal tes sebesar 0,847. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) model pembelajaran kooperatif tipe (Group Investigation) GI berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini dapat diketahui dari analisis data menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI mempunyai nilai rata-rata yang lebih tinggi daripada siswa yang diajar menggunakan metode ceramah. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata prestasi belajar siswa kelas eksperimen sebesar 76,04 sedangkan kelas kontrol sebesar 70,04. Dari hasil uji-t yang dilakukan, diperoleh t hitung (5,198) > t tabel (2,015), 2) secara umum siswa kelas eksperimen memberi respon yang sangat positif sebesar 37,78% dan respon positif sebesar 62,22% terhadap model pembelajaran kooperatif tipe (Group Investigation) GI pada materi pokok Sifat Fisika, Sifat Kimia, dan Pemisahan Campuran.

Implementasi model pembelajaran role playing untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran humas dan keprotokolan (studi pada siswa Program Keahlian Administrasi Perkantoran kelas X APK SMK PGRI 6 Malang) Rivit Aminatus Sholikah

 

ABSTRAK Sholikah, Rivit Aminatus. 2009. Implementasi Model Pembelajaran Role Playing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Humas dan Keprotokolan (Studi pada Siswa Program Keahlian Administrasi Perkantoran Kelas X APK SMK PGRI 6 Malang). Skripsi. Jurusan Manajemen Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pebimbing (1) Dr. Sopiah M.Pd, M.Si, (2) Imam Bukhori S.Pd, M.M. Kata Kunci : Implementasi Model Pembelajaran Role Playing, Hasil Belajar. Pembaharuan dalam dunia pendidikan merupakan sebuah tuntutan yang harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional, mengingat persaingan dapat terjadi disemua bidang kehidupan termasuk bidang pendidikan. Untuk memperbaiki kualitas pendidikan tersebut, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah melalui Depdiknas. Salah satunya adalah melakukan penyempurnaan kurikulum. Pengembangan kurikulum dilakukan oleh guru, kepala sekolah, serta komite sekolah dan dewan pendidikan yang berkelanjutan merupakan keharusan agar sistem pendidikan nasional selalu relevan dan kompetitif. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegitan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Pembelajaran menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari dan sekaligus memperhatikan faktor kebutuhan individual siswa dan peranan guru. Sehubungan dengan itu, dengan menggunakan penelitian tindakan kelas dengan maksud untuk menggambarkan bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan proses pembelajaran dengan mengumpulkan data berupa uraian-uraian atau kalimat dan bukan angka sehingga bersifat deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, desain pembelajaran, lembar kerja siswa, lembar observasi, angket, dan hasil belajar peserta didik (aspek kognitif, aspek afektif, aspek psikomotor). Adapun prosedur pengumpulan data yang dilakukan : (1) pemberian tes; (2) pengamatan partisipan; (3) penyebaran angket; (4) dokumentasi. Tahap analisis data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : (1) analisis data aktivitas peserta didik; (2) analisis pengelolaan pembelajaran; (3) analisis persepsi siswa; analisis tes hasil belajar; (4) paparan data; (5) penarikan kesimpulan. Tahap-tahap penelitian tindakan kelas ini (PTK) berupa siklus spiral yang meliputi : (1) perencanaan, (2) pemberi tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Dalam penelitian ini direncanakan dilakukan dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Adapun model pembelajaran yang cocok dengan pendekatan siswa aktif pada kompetensi Humas dan Keprotokolan adalah model pembelajaran role playing yaitu dengan materi aplikasi master of ceremony (MC). Hasil penelitian ini mencakup hasil belajar siswa terhadap model pembelajaran role playing. Hasil belajar siswa dilihat dari peningkatan pemberian nilai antara siklus I dan siklus II. Penilaian hasil belajar siswa melalui tes hasil belajar siswa kelas X Administrasi Perkantoran (APK) di SMK PGRI 6 Malang. Penelitian ini dibagi menjadi 4 tahap kegiatan yaitu (1) pendahuluan dari observasi awal, pengamatan pendahuluan siswa, guru dan dukungan pihak sekolah. Pelaksanaan siklus I dan siklus II meliputi : (1) rencana tindakan model pembelajaran role playing; (2) pelaksanaan tindakan model pembelajaran role playing; (3) temuan penelitian pada tindakan model pembelajaran role playing; (4) refleksi tindakan model pembelajaran role playing. Adapun fokus pengamatan yang dilakukan adalah (1) aktivitas peserta didik; (2) kemampuan peneliti dalam mengelola pembelajaran; (3) evaluasi hasil belajar peserta didik (aspek kognitif, aspek afektif, aspek psikomotor) dalam proses pembelajaran model role playing. Kesimpulan perbandingan hasil aktivitas peserta didik dengan mengetahui peningkatan hasil aktifitas peserta didik selama penerapan model pembelajaran role playing terhadap kelompok atas, tengah dan bawah, peneliti menarik kesimpulan bahwa model pembelajaran role playing dapat diterapkan untuk seluruh peserta didik baik yang memiliki kemampuan tinggi, sedang maupun rendah. Kegiatan pembelajaran tersebut dapat meningkatkan aktivitas masing-masing kelompok secara efektif dan bermakna. Sedangkan kesimpulan dalam mengelola model pembelajaran role playing yang diberikan adalah peneliti dapat melaksanakan pengelolaan kelas dengan baik pada setiap siklus yang dilakukan sehingga proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien. Hal ini juga dimaknai bahwa tindakan intervensi yang dilakukan oleh peneliti selama siklus I dan siklus II dapat memotivasi peserta didik untuk selalu memperbaiki pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas. Penerapan model pembelajaran role playing dapat meningkatkan hasil belajar ranah aspek kognitif, afektif, psikomotor pada mata pelajaran “ humas dan keprotokolan” di kelas X APK SMK PGRI 6 Malang berlangsung. Peningkatan hasil belajar aspek kognitif dapat diketahui dari adanya peningkatan nilai pre test dan pos test yaitu 52.26 (siklus I) menjadi 88.19 (siklus II). Peningkatan hasil belajar aspek afektif dapat diketahui dari adanya peningkatan nilai persentase rata-rata siklus I dan siklus II yaitu dari 9.72% kualifikasinya kurang, 56.94% kualifikasinya cukup, 112.50% kualifikasinya baik, 20.83% kualifikasinya baik sekali menjadi 13.89% kualifikasinya cukup, 129.17% kualifikasinya baik dan 56.94% kualifikasinya baik sekali. Peningkatan hasil belajar aspek psikomotor diketahui dari peningkatan hasil pencapaian nilai kinerja peserta didik dari nilai bagi kualifikasi “ cukup” (siklus I) menjadi dengan kualifikasi “baik” pada siklus II.

Pengaruh stock split terhadap likuiditas saham pada perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2008 / Diana Natalia

 

58 ABSTRAK Natalia, Diana. 2009. Pengaruh Stock split Terhadap Likuiditas Saham, Studi Perusahaan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2008. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sawitri Dwi P, SE, M.Si, Ak (II) Helianti Utami, SE, M.Si, Ak. Kata kunci: stock split, likuiditas saham Peristiwa stock split masih menjadi fenomena yang menarik bagi para analis keuangan. Berdasarkan penelitian-penelitian yang dilakukan, ada yang mendukung teori empiris stock split tetapi ada juga yang menunjukkan bahwa stock split tidak memiliki pengaruh terhadap variabel yang diteliti. Alasan pemecahan saham berkaitan dengan likuiditas perdagangan saham adalah optimal range harga saham. Harga saham yang lebih rendah dan jumlah saham yang lebih banyak akan meningkatkan likuiditas saham tersebut (e.Samuel.com). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh stock split terhadap likuiditas saham. Likuiditas saham diukur menggunakan trading volume activity dan bid ask spread. Populasi dari penelitian ini adalah semua perusahaan yang lisiting di Bursa Efek Indonesia 2005-2008. Dari populasi tersebut, kemudian digunakan metode purposive sampling untuk menentukan sampel penelitian. Hasilnya, terdapat 21 perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Berdasarkan sampel yang didapat penelitian ini menggunakan alternatif statistik non parametrik yaitu uji wilcoxon. Hasil dari uji beda untuk TVA, probabilitas(0.01) < 0.05, yang berarti bahwa Ha untuk hipotesis pertama diterima “terdapat perbedaan yang signifikan TVA sebelum dan sesudah stock split. Meningkatnya likuiditas setelah split dapat muncul akibat semakin besarnya kepemilikan saham dan jumlah transaksi. Jumlah pemegang saham menjadi semakin bertambah banyak setelah split. Hasil uji beda untuk bid ask spread, probabilitas (0.000) < 0.05, yang berarti bahwa Ha untuk hipotesis pertama diterima “terdapat perbedaan yang signifikan bid ask spread sebelum dan sesudah stock split. Harga saham yang lebih rendah setelah dilakukan stock split menyebabkan pertemuan antara harga penawaran dan harga permintaan relative lebih besar. Hal ini mengakibatkan perbedaan anatara besarnya harga penawaran dan harga permintaan saham (bid ask spread) semakin kecil. Penelitian ini menyimpulkan: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan TVA sebelum dan sesudah stock split. (2) Terdapat perbedaan yang signifikan bid ask spread sebelum dan sesudah stock split. Keterbatasan dari penelitian ini adalah (1) likuiditas saham yang hanya diukur menggunakan TVA dan bid ask spread. (2) Penelitian ini terbatas pada trading range theory. (3) Penelitian ini hanya menggunakan 4 tahun pengamatan, sehingga jumlah sampel yang didapat sedikit. Saran bagi penelitian berikutnya adalah (1) indikator lain yang dapat digunakan untuk mengukur likuiditas saham seperti harga saham, jumlah pemegang saham, dan lainlain. (2) Teori lain yang dapat digunakan untuk mengukur stock split adalah signaling 59 theory, misal dengan mengukur profitabilitas. (3) Tahun pengamatan dapat diperpanjang agar mendapatkan jumlah sampel yang lebih banyak.

Fenomena politik uang dalam pemilihan kepala Desa Ngampel Kecamatan Papar Kabupaten Kediri / Anis Chabibah

 

ABSTRAK Chabibah, Anis. 2009. Fenomena Politik Uang dalam Pemilihan Kepala Desa Ngampel Kecamatan Papar Kabupeten Kediri.. Skripsi. Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs.Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd, M.Si, (2) Drs. H. Petir Pudjantoro, M.Si Kata Kunci: Pemilihan Kepala Desa, Politik Uang Penelitian tentang Pemilihan Kepala Desa secara langsung memperoleh nilai signifikan dalam pembangunan demokrasi yang sehat dan dinamis.Demokrasi yang sehat harus dipahami sebagai sebuah proses menuju masyarakat yang cerdas, mandiri dan bermartabat. Pilkades dalam momentum untuk membangun kesadaran guna melahirkan insan-insan yang berjiwa rasional, jujur, anti KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) dan bertanggung jawab serta tidak melakukan berbagai bentuk penipuan terhadap masyarakat dalam bentuk apapun. Politik Uang menjadi salah satu magnet yang sangat menarik. Uang digunakan untuk mendanai kampanye dan untuk menciptakan citra yang baik bagi calon kades.Permasalahan yang hendak dikaji dalam penelitian ini adalah Bagaimana bentuk-bentuk atau pola politik uang yang terjadi pada pelaksanaan pilkades di Desa Ngampel. Tujuan Penelitian ini adalah (1) menjelaskan proses pelaksanaan pemilihan Kepala Desa Ngampel, (2) menjelaskan bentuk-bentuk atau pola politik uang yang terjadi di masyarakat Desa Ngampel pada pelaksanaan pilkades beserta latar belakang yang melandasi politik uang, (3) menjelaskan dampak dari politik uang yang terjadi di masyarakat Desa Ngampel Kecamatan Papar Kabupaten Kediri, (4) menjelaskan aspirasi masyarakat dalam upaya mencegah atau menanggulangi politik uang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, sumber data yang utama dalam penelitian ini adalah kata-kata atau ucapan yang diperoleh melalui wawancara dan pengamatan. Informan terdiri atas panitia pelaksanan pemilihan kepala desa, Kader, Tim sukses, Ketua BPD Desa Ngampel, sekertaris desa, masyarakat Desa Ngampel. Jenis penelitian adalah studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengamatan.Analisis data dilakukan dengan pola Reduksi Data, Penyajian Data, Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1)Proses Pemilihan Kepala Desa Ngampel meliputi tahapan-tahapan pemilihan yang meliputi tahap pembentukan panitia, Tahap Penjaringan bakal calon Kepala Desa, Tahap Penyaringan dan Penetapan Bakal Calon, Tahap Pendaftaran Pemilih, Tahap Penentuan Nomor Urut Calon, Tahap Kampanye, Tahap Pemilihan Kepala Desa, Tahap Penghitungan Suara, Tahap Penetapan Calon terpilih, (2) bentuk-bentuk atau pola politik uang dan latar belakang yang melandasi terjadinya politik uang di masyarakat desa ngampel Kecamatan Papar Kabupaten Kediri adalah Pemberian uang antara Rp.50.000- Rp.150.000,- , Pemberian Hadiah, makan gratis pada saat pilkades, pemberian rokok, makanan dan minuman, alatr belakang yang melandasi politik uang adalah pembagian uang pada saat pilkades sudah menjadi tradisi, jika tidak ada uang, warga Ngampel cenderung tidak memilih, dengan cara pemberian langsung dan terbuka dari calon kepala desa, adanya undian didalam amplop yang diterima masyarakat yang hadiahnya besar. (3) Dampak Politik Uang Yang terjadi di Masyarakat Desa Ngampel adalah aksi anarkhis terjadi dengan melakukan pemblokiran jalan-jalan penghubung anatar dusun sehingga tidak bisa terlewati, adanya sekelompok-sekelompok kecil yang arogan, berbicara kasar pada saat menjelang pemilihan, mencorat-coret jalan dengan cat, serta merusak gambar-gambar calon, (4)Upaya mencegah Politik uang pada masyarakat Desa Ngampel adalah Masyarakat Ngampel memilih berdasarkan hati nurani, Mengadakan Sosialisasi Anti politik uang, Mengadakan sosialisasi dan pendidikan politik masyarakat, penyadaran dan pembelajaran politik. Berdasarkan penelitian ini disarankan agar masyarakat tidak terpikat dengan adanya pemberian uang guna melancarakan jalannya pemilihan kepala desa, Bagi pemerintah desa disarankan lebih tegas dan menjalankan peraturan hukum yang berlaku dan mentaati Undang-undang yang berlaku pada pelaksanaan pemilihan kepala desa berikutnya.

Penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) dengan pendekatan problem based learning (PBL) untuk meningkatkan keterampilan kerja ilmiah dan hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 4 Malang / Jiniari Apriska Dewi

 

ABSTRAK Dewi, Jiniari A. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation (GI) dengan Pendekatan Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Keterampilan Kerja Ilmiah dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Hj. Mimien H. Irawati, M.S, (II) Balqis, S.Pd, M.Si. Kata kunci: pembelajaran kooperatif, group investigation, pendekatan problem based learning, keterampilan kerja ilmiah, hasil belajar biologi. Pembaharuan di bidang kurikulum dalam pembelajaran, menuntut guru untuk dapat mengubah sistem pembelajaran dari yang berorientasi pada guru (teacher centered) menjadi pembelajaran yang berorientasi pada siswa (student centered). Akan tetapi hasil observasi di kelas X-6 SMA Negeri 4 Malang menunujukkan bahwa saat mengajar di kelas guru masih tetap menggunakan cara lama, yaitu dominan menggunakan metode ceramah-ekspositori. Sumber belajar siswa hanya terbatas dari guru dan ketrampilan kerja ilmiah siswa juga rendah karena siswa hanya terpaku pada materi dari guru. Hasil observasi yang telah dilakukan di kelas X-6 SMA Negeri 4 Malang menunjukkan bahwa keterampilan kerja ilmiah diajarkan secara terintegrasi dengan kegiatan praktikum. Rendahnya keterampilan kerja ilmiah siswa dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hasil observasi juga menunjukkan bahwa hasil belajar biologi siswa kelas X-6 lebih rendah bila dibandingkan dengan kelas yang lain. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu diterapkan Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation (GI) dengan Pendekatan Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan keterampilan kerja ilmiah dan hasil belajar Biologi siswa kelas X-6 SMA Negeri 4 Malang. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada setiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X-6 semester genap tahun ajaran 2008-2009 SMA Negeri 4 Malang yang berjumlah 42 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2009. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi kegiatan guru, catatan lapangan, lembar observasi keterampilan kerja ilmiah, laporan kerja ilmiah, dan soal tes. Aspek keterampilan kerja ilmiah siswa dilihat dari hasil observasi keterampilan kerja ilmiah siswa dan laporan kerja ilmiah siswa, sedangkan hasil belajar diperoleh dari hasil tes akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan keterampilan kerja ilmiah siswa cenderung mengalami peningkatan antara antara siklus I (52,38%) dan siklus II (100%). Peningkatan juga terlihat pada rerata keterampilan kerja ilmiah siswa antara siklus I (77,43) dan siklus II (93,67). Persentase ketuntasan hasil belajar biologi siswa juga cenderung mengalami peningkatan antara siklus I (92,8%) dan siklus II (97,6%). Rerata hasil belajar biologi siswa juga mengalami peningkatan antara siklus I (83,98) dan siklus II (84,36). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat dikatakan bahwa Penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan keterampilan kerja ilmiah dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 4 Malang dalam pembelajaran Biologi. Saran dari penelitian ini adalah hendaknya peneliti memperhatikan alokasi waktu yang digunakan agar pelaksanaan pembelajaran berlangsung secara efisien dan penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi guru bidang studi ataupun peneliti yang lain untuk menerapkan model dan pendekatan tersebut.

Perbedaan kinerja keuangan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Sejahtera RSUD. Dr. Soebandi Kabupaten Jember sebelum dan sesudah penerapan sistem syari'ah / Diska Arliena Hafni

 

ABSTRAK Hafni, Diska Arliena. 2009. Perbedaan Kinerja Keuangan KPRI Sejahtera RSUD Dr. Soebandi Kabupaten Jember Sebelum dan Sesudah Penerapan Sistem Syari’ah. Skripsi, Program Studi S-1 Akuntansi. Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Hj. Sutatmi, S.E, M.Pd, M.Si, Ak. (II) Dr. Nurika Restuningdyah, M.Si. Kata kunci: kinerja keuangan, koperasi, sistem syari’ah. Koperasi merupakan lembaga keuangan non bank yang turut serta menggerakkan perekonomian di masyarakat. Persaingan yang ketat menuntut koperasi untuk menilai kinerja keuangannya. Banyaknya alternatif system ekonomi sebagai wujud berkembangnya ilmu pengetahuan membuat koperasi untuk terus memperbaiki sistem yang ada di dalamnya guna meningkatkan kinerja koperasi. Penelitian ini dilakukan pada KPRI Sejahtera RSUD Dr. Soebandi Kabupaten Jember yang baru mengkonversi sistemnya dengan sistem syari’ah. Penelitian ini selain bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan koperasi sebelum dan sesudah penerapan sistem syari’ah juga untuk mengetahui apakah ada perbedaan kinerja keuangan koperasi antara sebelum dan sesudah penerapan sistem syari’ah ditinjau dari rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio solvabilitas, dan rasio rentabilitas. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis rasio, antara lain: Rasio Likuiditas (current ratio,quick ratio, dan cash ratio), Rasio Aktivitas (total assets turn over, receivables turn over, dan fixed assets turn over), Rasio Solvabilitas (total assets to debt ratio dan net worth to debt ratio), dan Rasio Rentabilitas (return on investment dan return on equity). Uji statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis yaitu uji t sampel berpasangan (t-test paired two samples for means). Hasil penelitian menunjukkan analisa rasio dari kinerja keuangan sebelum penerapan sistem syari’ah tergolong kurang baik, hal ini dikarenakan banyaknya nilai rasio yang mengalami penurunan. Namun keadaan ini semakin membaik sesudah penerapan sistem syari’ah, terbukti dengan adanya beberapa angka rasio yang mengalami kenaikan atau menunjukkan kinerja yang lebih baik. Hasil uji t sampel berpasangan menunjukkan penerimaan terhadap H0 kepada sepuluh rasio yang diteliti, sehingga memberikan kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan kinerja keuangan KPRI Sejahtera RSUD Dr. Soebandi Kabupaten Jember sebelum dan sesudah penerapan sistem syariah atau dengan kata lain selama 2 tahun penerapan sistem syari’ah belum memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja keuangan koperasi. Berdasarkan penelitian ini saran yang diberikan adalah: (1) Likuiditas koperasi yang sudah baik dan stabil hendaknya dipertahankan serta mengatur penggunaan dana dan struktur keuangannya. Solvabilitas dan rentabilitas koperasi lebih ditingkatkan lagi, pendapatan pengelolaan aktiva dan sumber daya yang ada juga harus ditingkatkan; (2) Segera membentuk Dewan Pengawas Syari’ah (DPS) dengan menunjuk orang yang benar-benar ahli dibidang tersebut agar penerapan sistem syari’ah bisa terjamin legalitasnya secara syar’i.

Pengaruh senam otak (metode Fritz' Brain) terhadap tingkat kecerdasan otak pada manusia lanjut di panti jompo werdha "Griya Asih" Kecamatan Lawang Kabupaten Malang / Muzayin Akmal Khuluq

 

ABSTRAK Khuluq, Muzayin Akmal. 2009. Pengaruh Senam Otak (metode fritz’ brain) Terhadap Tingkat Kecerdasan Otak Pada Manusia Usia Lanjut yang Tinggal di Panti Jompo di Kecamatan Lawang Kabupaten Malang, Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Saichudin, M.Kes, (II) dr. Hartati Eko Wardani, M. Si, M.ed. Kata-kata kunci: senam otak (metode fritz’ brain), tingkat kecerdasan otak, manusia usia lanjut Secara Patologis faktor bertambahnya usia menjadikan mental dan fisik akan berkurang. Aktivitas kehidupan yang berkurang akan mengakibatkan makin bertambahnya ketidakmampuan tubuh dalam melakukan berbagai hal. Kegagalan dalam mengatasi stressor menyebabkan manusia usia lanjut cepat mengalami penurunan fungsi otak. Pada otak manusia cenderung lebih cepat menurun pada bagian otak sebelah kiri hal ini dikarenakan organ tubuh yang sering dihgunakan adalah bagian tubuh sebelah kanan. Otak akan bekerja secara optimal apabila otak bagian kanan dan kiri dapat bekerja secara seimbang. Penurunan tingkat kecerdasan otak dapat diperhambat dengan cara memperbanyak aktivitas gerak dan pemikiran yang melibatkan otak bagian kanan dan otak bagian kiri. Oleh karena itu perlu diadakan kajian lebih dalam tentang pengaruh senam otak terhadap tingkat kecerdasan (kinerja fungsi otak), sebagai langkah awal untuk menghambat penurunan fungsi otak pada manusia usia lanjut serta membantu meningkatkan derajat kemampuan hidup manusia lanjut usia. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu menggunakan metode One group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah manusia usia lanjut yang tinggal di panti jompo dengan karakteristik yaitu usia 60-75 tahun, tidak mempunyai gangguan jantung dan gangguan neurologi, responden kooperatif, dapat berkomunikasi dengan baik, tidak mengalami cacat fisik yang mengganggu aktifitas, responden harus mengikuti program latihan secara teratur. Jumlah subyek dalam penelitian ini adalah 11 manusia usia lanjut yang telah memenuhi persyaratan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2009 di panti werdha “griya Asih” Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif persentase dan uji pengaruh paired sample t test (perbandingan rata-rata). Hasil dari penelitian ini antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan senam otak secara deskriptif menunjukkan bahwa terjadi peningkatan sebanyak 2%. Sedangkan setelah dilakukan uji pengaruh paired sample t test didapatkan hasil senam otak metode fritz’ brain tidak mempunyai pengaruh yang signifikan untuk meningkatkan kinerja fungsi otak secara maksimal, namun diduga senam otak metode fritz brain dapat membantu menghambat penurunan tingkat kecerdasan otak pada manula karena dari hasil penelitian tidak ada yang mengalami pernurunan setelah diberikan perlakuan senam otak metode fritz’ brain.

Pengaruh pemberian terapi kognitif terhadap tingkat depresi pada penderita kanker serviks yang menjalani perawatan di rumah sakit Dr. Saiful Anwar Malang / Novita Riski Wati

 

ABSTRAK Wati, Novita Riski. Pengaruh Pemberian Terapi Kognitif Terhadap Tingkat Depresi Pada Penderita Kanker Serviks Yang Menjalani Perawatan Di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang Angkatan Tahun 2009 Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed (II) Diyah Sulistiyorini, M.Psi. Kata Kunci: terapi kognitif, depresi, kanker serviks. Seseorang yang didiagnosa menderita kanker serviks mayoritas akan menjadi depresi akibat terjadinya kemunduran fisik, psikis dan rasa sakit yang hebat. Terapi kognitif merupakan salah satu psikoterapi yang bisa digunakan untuk mengatasi depresi pada seseorang. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui gambaran tingkat depresi pasien kanker serviks yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang, (2) untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi kognitif terhadap gejala depresi pada pasien kanker serviks yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian eksperimen ini dilaksanakan dengan desain penelitian one group pretest-posttest design pada subyek 15 orang pasien penderita kanker serviks yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang. Data dikumpulkan dengan menggunakan Tes BDI dari Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang, kemudian dianalisis dengan statistik non-parametrik two related samples dengan menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan (1) gambaran tingkat depresi pasien kanker serviks sebelum pemberian terapi mayoritas pada taraf berat sebanyak 8 orang (53,3%), sedangkan tingkat depresi pasien kanker serviks sesudah pemberian terapi mayoritas pada taraf sedang sebanyak 5 orang (33,3%), dan yang normal sebanyak 5 orang (33,3%), (2) Pemberian terapi kognitif pada pasien kanker serviks terbukti memiliki pengaruh dalam menurunkan gejala depresi pasien. Secara keseluruhan ada pengaruh yang signifikan dari pemberian terapi kognitif terhadap gejala depresi pada pasien kanker serviks yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang, yang berarti hipotesis alternatif (H1) diterima karena p = 0,001 < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan; (1) Untuk peneliti yang tertarik pada masalah ini, hendaknya melakukan penelitian mengenai pengaruh tingkat kecerdasan terhadap pemberian terapi kognitif ini dan untuk mendapatkan hasil yang lebih memuaskan dengan melakukan penelitian dengan menggunakan jumlah sampel yang lebih besar, 2) Memberikan penanganan terhadap penderita terhadap penyakit kanker serviks secara fisik dan psikis sehingga mereka siap dan mampu menjalani kehidupannya di dalam masyarakat secara adekuat. Hal ini dengan melibatkan ahli non-medis, seperti psikolog, pekerja sosial, atau bidang terkait yang lain, dalam menangani penderita sehingga dapat secara langsung membantu penderita yang menunjukkan gejala-gejala psikis yang maladaptif.

Upaya pembinaan moral anak usia sekolah dasar bermasalah di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Petirahan Anak Bima Sakti Batu / Neo Adhi Kurniawan

 

ABSTRAK 2 Kurniawan, Neo Adhi 2009. Upaya Pembinaan Moral Anak Usia Sekolah Dasar Bermasalah Di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Petirahan Anak Bima Sakti Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Suwarno Winarno, (II) Drs. Margono, M.Pd, M.Si Kata kunci: pembinaan moral, usia sekolah dasar, bermasalah. Pada hakekatnya pembinaan moral merupakan sebuah aspek yang sangat sentral dalam kehidupan masyarakat. Keberadaan pembinaan moral dimulai sejak awal peradaban manusia, sehingga dalam hal ini sudah menjadi suatu keharusan yang harus dilakukan untuk perbaikan sikap maupun moral manusia. Pada masyarakat modern pembinaan moral lebih ditekankan dalam bentuk plural dan sebagai gejala sosial. Pembinaan moral tidak boleh diabaikan hanya dengan satu konteks saja melainkan dengan konteks lain juga, yaitu upaya untuk mengembangkan sosialisasi moral. Pada kenyaataanya masyarakat banyak mengalami kendala terutama oleh masyarakat pluralis, yaitu sangat sulit menemukan satu model moral yang dapat dikatakan tepat dalam kehidupan bermasyarakat, dalam kehidupan yang serba moderen dan berkembang ini moralitas seharusnya menjadi aspek yang paling utama harus dimengerti dan dijalankan oleh semua lapisan masyarakat, karena hanya dengan memiliki moral yang baik maka akan menjadi sebuah tameng atau pelindung yang akan melindungi masyarakat khususnya anak-anak dalam menghadapi semua perubahan zaman dan dapat menyaring dan memilih mana yang baik dan mana yang kurang baik, sehingga dengan adanya kemampuan untuk melakukan penyaringan itu diharapkan dapat mencegah semua sisi yang negatif yang ada dalam perkembangan zaman. Pemilihan model pembinaan moral adalah salah satu harapan bagi masyarakat untuk pemilihan metode yang tepat bagi anak-anak, dengan alasan agar lebih mudah dapat ditiru dan dijalankan oleh anak-anak. Dalam kesehariannya anak-anak harus mendapatkan sebuah pembinaan moralitas, sehingga mereka siap untuk berkembang menjadi orang yang lebih bermoral dalam kehidupan bermasyarakat. Ada alasan lain mengapa harus ada sosialisasi dan perbaikan di dalam pembinaan moral pada mayarakat khususnya pada anak- anak, yaitu adanya kecenderungan masyarakat modern untuk mulai memisahkan kehidupan keagamaannya dari aktifitas kehidupan mereka sehari-hari. Masyarakat saat ini lebih mementingkan urusan yang bersifat keduniaan. Adanya anak-anak yang selama ini dianggap sebagai anak yang bermasalah pada lingkungan dimana anak itu tinggal, semakin banyaknya terjadi anak yang putus sekolah karena kurang bisa diterima disekolah karena kenakalan yang sering dilakukan, seperti perkelahian, menggangu teman, membuat gaduh pada saat pelajaran dan lain-lain. 3 Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah tentang: (1) Gambaran umum tentang UPT PSPA Bima Sakti Batu, (2) Apa yang menjadi tujuan dari UPT PSPA Bima Sakti Batu dalam hal pembinaan moral anak usia SD bermasalah, (3) Apa sajakah materi atau pembinaan yang diberikan oleh UPT PSPA Bima Sakti Batu untuk membina moral siswa tetirahan yang ada di UPT PSPA Bima Sakti Batu, (4) Metode apa saja yang diterapkan sehingga dapat menunjang upaya pembinaan moral anak usia SD Bermasalah di UPT PSPA Bima Sakti Batu, (5) Bagaimana evaluasi yang dilakuan oleh UPT PSPA Bima Sakti Batu terhadap proses tetirahan yang telah dilakukan, (6) Apa yang menjadi kendala dalam pelaksanaan tetirahan bagi anak- anak yang ada di UPT PSPA Bima Sakti Batu, (7) Upaya apa saja yang dilakukan sehingga dapat mengatasi kendala-kendala yang ada pada saat proses tetirahan berlangsung. Metode penelitian ini adalah studi kasus yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan data yang digunakan bersumber pada informasi kunci (key informan), dokumen, dan peristiwa. Proses pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode interaktif dari Miles dan Hubberman, yaitu dengan cara merangkum dan menyusun secara sistematis semua data yang berkaitan dengan upaya pembinaan moral anak usia sekolah dasar di unit pelaksana teknis pelayanan sosial petirahan anak yang kemudian diurutkan sesuai dengan rumusan masalah dan selanjutnya diambil kesimpulan dari data yang telah dibahas. Hasil penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut: Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Petirahan Anak melalui peraturan Gubernur nomor 119 tahun 2008 Pemerintah daerah Jawa Timur memberikan tugas tersebut kepada UPT Panti Sosial Petirahan Anak “ Bima Sakti “ untuk mengemban amanat untuk melaksanakan pelayanan rehabilitasi sosial anak usia SD yang mengalami masalah, dalam hal ini UPT PSPA melakukan beberapa cara atau langkah untuk mengatasi masalah yang dialami oleh anak-anak tersebut antara lain adalah dengan memberikan bimbingan antara lain adalah: (a) Bimbingan pemecahan masalah, (b) Bimbingan fisik, (c) Bimbingan sosial, (d) Bimbingan mental, (e) Bimbingan keterampilan, (f) Bimbingan akademik, (g) Bimbingan kepribadian. Selain itu juga diberikan metode-metode yang diharapkan bisa merubah mereka seperti: (a) Penanaman Normatif, (b) Logical Discusion (diskusi logis), (c) Group Critical (kritik kelompok), (d) Reward end Panishmen (penghargaan dan hukuman), (e) Shock Terapi (terapi kejutan), (f) PBB (pelatihan baris-berbaris), (g) Role Playing, (h) Guide Group intervention (campurtangan pemimpin kelompok), (i) Motivasi sosial, (j) motivasi pengembangan. Bertitik tolak dari temuan penelitian tersebut, ada beberapa saran yang dapat dijukan: (1) Melakukan pengelompokan atau pembagian anak sesuai dengan jenis dan kecenderungan kasus yang sama sehingga diharapkan pemberian bimbingan dapat tepat sasaran, (2) Mengefektifkan kembali semua sarana dan prasarana yang selama ini digunakan oleh pihak lain selain digunakan untuk sarana pelayanan sosial, karena tujuan di bengunnya UPT PSPA Bima Sakti adalah untuk pelayanan sosial bukan yang lainnya, (3) Melakukan usulan kepada Dina Sosial Propinsi Jawa Timur yang diteruskan kepada Pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk tidak lagi mengunakan sarana maupun fasilitas yang ada di UPT PSPA sebagai kegiatan lain diluar kegiatan pelayanan sosial supaya pelayanan tidak lagi terganggu oleh kegiatan diluar kegiatan PSPA.

Implementing process genre approach to develop students' writing ability at SMP Negeri 8 Malang / Anik Nihayah

 

ABSTRACT Nihayah, Anik. 2009. Implementing Process Genre Approach to Develop Students’ Writing Ability at SMP Negeri 8 Malang. Thesis, Study Program of English Language Education, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Dr. Nur Mukminatien, M.Pd. Key words: Writing, Process Genre Approach On the basis of the findings of the preliminary study, the teaching of writing in SMPN 8 Malang, especially in 8A class, has not facilitated students to be skillful in writing yet. From the score range 1-4, students mean scores are 1.29 on content, 1.62 on organization, and 1.55 on language use. Since the demand of the national examination in which most tasks are concerned on reading skill, the teacher devoted more time to teach reading rather than to teach other skills, especially writing. The teacher used to ask students directly to write without teaching them the ways of doing it. Therefore, students’ writing contains enormous mistakes. Based on the findings, overcoming the problems of the class was required. In solving the problems, process genre approach was applied. The approach is the combination of the process approach and genre based approach, in which the students gain the benefit of the relationship between purposes and generic structures of any particular genre as well as the use of the processes of pre-writing, drafting, revising, and editing. There are three major stages in the approach: modeling of the text, joint construction, and independent construction. The research problem is “How can the implementation of process genre approach improve students’ writing ability?” To answer the problem, collaborative classroom action research (CCAR) was employed. The collaborative teacher assisted the researcher in conducting the study. It was implemented in class 8A which consists of 44 students. However, only 42 students were taken as the subjects of the study due to students’ regular presences during the research implementation. The procedures of the research consist of four steps: planning, implementing the action, observing and scoring, and analysis and reflection. In collecting the data, field notes, observation checklists, scoring rubrics, and students’ final writing were used. The research findings indicate that the implementation of process genre approach can improve students’ writing ability. The improvement is indicated by the increase of students’ mean scores from the preliminary test to the final test: 1.29 to 3.15 on content, 1.62 to 3.01 on organization, and 1.55 to 2.98 on language use. Based on the effectiveness of the implementation of process genre approach, it is suggested to the teacher to implement the approach to teaching writing, especially in narrative texts. In spite of the fact that the research is focused on narrative texts, attempting to implement it in other types of texts with some modification and adjustment is also recommended. For the further researcher, it is suggested that they conduct other research related to the integration of reading and writing in process genre approach in different classes, different texts, and different levels.

Pengaruh kontrol supervisor terhadap kinerja melalui komitmen organisasi (studi kasus pada karyawan bagian administrasi Kantor Pos Kota Malang) / Risqo Augusta F.

 

ABSTRAK Firdaus, Risqo Augusta. 2008. Pengaruh Kontrol Supervisor Terhadap Kinerja Melalui Komitmen organisasi (Studi Kasus Pada Karyawan bagian administrasi Kantor Pos Kota Malang). Skripsi, Jurusan manajemen, Progran Studi S1 manajemen Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. M Arief, M.Si (2) Elfia Nora, S.E, M.Si Kata Kunci : kontrol supervisor, komitmen organisasi, kinerja Pembangunan suatu bangsa memerlukan aset pokok yang disebut sumber daya (resources), baik sumber daya alam (natural resources), maupun sumber daya manusia (human resources). Kedua sumber daya tersebut sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu pembangunan. kuantitas sumber daya manusia tanpa disertai dengan kualitas yang baik akan menjadi beban pembangunan suatu bangsa. Sedangkan kualitas menyangkut mutu sumber daya manusia tersebut, yang menyangkut kemampuan, baik kemampuan fisik maupun kemampuan non fisik (kecerdasan dan mental). Oleh sebab itu untuk akselerasi pembangunan di bidang apapun, maka peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan suatu prasyarat utama. Setiap perusahaan membutukan kontrol pada karyawannya, serta komitmen organisasi karyawan di perusahaan, karena dengan adanya control kerja yang dilakukan supervisor, dan dengan komitmen organisasi yang kuat maka kinerja para karyawan dapat terarah dan memperkecil kesalahan sehingga tujuan perusahaan cepat tercapai. Dengan tercapainya tujuan perusahaan dan terpenuhinya kebutuhan karyawan melalui komitmen organisasi. Apabila ketiga variabel tersebut, yaitu kontrol supervisor, komitmen organisasi, kinerja telah mereka laksanakan untuk tujuan perusahaan, maka mereka akan merasa betah dan senang bekerja pada perusahaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kontrol supervisor terhadap kinerja melalui komitmen organisasi karyawan pada kantor pos kota malang. Penelitian ini dilaksanakan di kantor pos kota malang pada bulan oktober-november 2008. Sedangkan sampelnya diambil sebanyak 60 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Analisis data yang dipakai adalah analisis jalur (Path Analysis). Tujuan dari analisis jalur adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung. Dalam penelitian ini mempunyai variabel bebas yaitu kontrol supervisor (X) variabel intervening yaitu komitmen organisasi (Z), dan variabel terikat kinerja (Y). Instrumen penelitian ini menggunakan item-item dari penelitian terdahulu yang telah teruji, sehingga untuk uji validitas dan reabilitas tetap dilakukan untuk menguji validitas dan reabilitas data yang diperoleh. Hasil penelitian ini diketahui bahwa sebagian responden yaitu, 50% responden menyatakan tinggi terhadap kontrol supervisor sedangkan 65% i Word to PDF - UnRegistered http://www.word-to-pdf.abdio.com/ ( Word to PDF - Unregistered ) http://www.word-to-pdf.abdio.com/ responden menyatakan tinggi terhadap komitmen organisasi, dan 71.67% responden menyatakan tinggi terhadap kinerja. Hasil penelitian ini dapat diketahui :(1) ada pengaruh langsung kontrol supervisor terhadap komitmen organisasi ditunjukkan dengan β 0. 372 dan sign 0.003 (2) terdapat pengaruh langsung kontrol supervisor terhadap kinerja ditunjukkan dengan β 0. 378 dan sign 0.000. (3) terdapat pengaruh langsung komitmen organisasi terhadap kinerja ditunjukkan dengan β 0.487 dan sign 0.00. (4) terdapat pengaruh tidak langsung kontrol supervisor terhadap kinerja melalui komitmen organisasi ditunjukkan dengan β 0.181. Berdasar hasil penelitian ini dapat disarankan agar pihak Kantor Pos Kota Malang lebih meningkatkan pengawasan pada kinerja karyawan, misalnya dengan adanya pembahasan tentang evaluasi kerja karyawan serta memberi dan menerima masukan pendapat dari karyawan maupun pada pihak supervisor demi kepentingan dan tujuan perusahaan.

Pengaruh informasi laba dan komponen arus kas terhadap harga saham pada perusahaan yang termasuk dalam kelompok LQ 45 / Ahmad Ardian Nurdiana

 

ABSTRAK Ardian, Ahmad. 2009. Pengaruh Informasi Laba dan Komponen Arus Kas Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Yang Termasuk Dalam Kelompol LQ 45. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunaryanto, M.Ed, (II) Dra. Suparti, M.P. Kata Kunci: Laba, Arus Kas, Harga Saham Sebelum berinvestasi, Investor perlu menganalisis laporan keuangan perusahaan yang akan dipilih untuk mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Analisis laporan keuangan yang sering digunakan adalah dengan melihat laporan laba rugi dan laporan arus kas. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh laporan laba rugi dengan indikator laba bersih sebelum pajak, total arus kas, pemisahan arus kas ke dalam komponen arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan dengan indikator nilai yang terdapat dalam laporan arus kas perusahaan tahun 2005 – 2007. Dan untuk harga saham diukur dengan menggunakan harga saham pada saat penutupan tahunan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang masuk dalam kelompok LQ 45 yang listing di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2005 – 2007. Dari populasi tersebut kemudian digunakan metode purposive sampling untuk menentukan sampel penelitian, Hasilnya, terdapat 32 perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini, Penelitian ini menggunakan pengujian hipotesis yang diuji dengan analisis regresi berganda dengan dua model terpisah, yaitu model pertama dilakukan dengan menggunakan laba akuntansi dan total arus kas sebagai variabel independen, model kedua dilakukan dengan memasukkan unsur arus kas (operasi, investasi dan pendanaan) untuk mengetahui pengaruh secara parsial dari komponen arus kas. Dari hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa pertama, informasi laba akuntansi berpengaruh positif terhadap harga saham. Hal ini menunjukkan bahwa laba akuntansi yang tinggi dapat mempengaruhi investor untuk berinvestasi sehingga harga saham akan naik. Kedua, informasi arus kas dari aktivitas operasi berpengaruh positif terhadap harga saham, sedangkan arus kas dari aktivitas investasi dan pendanaan tidak menunjukkan pengaruh. Ini mengindikasikan arus kas operasi yang tinggi menjadi perhatian utama dari investor untuk menilai kinerja perusahaan di masa mendatang. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk perusahaan adalah meningkatkan kinerja sehingga laba akan naik dan akan mendorong investor berinvestasi. Dalam berinvestasi, investor hendaknya bias menilai kinerja dari laporan keuangan, bukan hanya spekulasi belaka. Untuk penelitian selanjutnya agar menambahkan variable lain yang lebih potensial memberikan kontribusi terhadap pergerakan harga saham, seperti ukuran perusahaan, rasio keuangan serta periode penelitian yang lebih panjang.

Optimasi kondisi proses pembuatan kapur tohor dari batu kapur untuk kebutuhan pemurnian nira di pabrik gula / Novy Laraswati

 

ABSTRAK Laraswati, Novy. 2009. Optimasi Kondisi Proses Pembuatan Kapur Tohor dari Batu Kapur untuk Kebutuhan Pemurnian Nira di Pabrik Gula. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Fauziatul Fajaroh, M.S. (II) Bambang Eddi Santoso, S.ST Kata kunci: Kondisi pembakaran, batu kapur, kapur tohor, CaO. Kapur tohor merupakan salah satu bahan pembantu untuk proses pemurnian nira tebu. Kapur tohor dibuat dari pembakaran batu kapur. Untuk mendapatkan kapur tohor secara tradisional yang siap dipasarkan biasanya diperlukan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 3-10 hari termasuk waktu untuk mendinginkannya. Berkaitan dengan kebutuhan kapur tohor yang memenuhi persyaratan pemurnian nira di pabrik gula, maka dilakukan percobaan pembakaran batu kapur pada skala laboratorium untuk menetapkan kondisi optimum pembakaran batu kapur. Batu kapur diambil dari 3 lokasi: Lamongan, Tulung Agung dan Tuban Jawa Timur. Pembakaran dilakukan terhadap batu kapur dengan memvariasi suhu pembakaran (600, 700, 800, dan 900oC) dan memvariasi waktu pembakaran (1, 2, dan 4 jam). Masing-masing perlakuan (lokasi, suhu dan waktu pembakaran) diulangi 3 kali. Analisis variansi dan analisis regresi digunakan untuk mengevaluasi kondisi operasi optimum pembakaran. Setelah dilakukan analisis regresi didapat bahwa kadar CaO (90%) yang sesuai dengan kebutuhan CaO untuk pemurnian nira dicapai pada suhu pembakaran 900oC dengan waktu minimal 5,0 jam; atau 950oC minimal 3,2 jam; atau 1000oC minimal 1,6 jam. Selanjutnya dengan rancangan sentral komposit dari respon permukaan dilakukan pembakaran pada suhu 900, 925 dan 950oC selama 2,0; 3,0 dan 4 jam. Hasilnya menunjukkan bahwa untuk mendapatkan kadar CaO dalam kapur tohor sebesar 90 % maka pembakaran harus dilakukan pada suhu 900oC selama 4,95 jam atau pada 950oC selama 3,30 jam atau pada 1000oC selama 1,55 jam. Semakin ditingkatkan suhu pembakaran (900 oC → 1000oC), maka waktu pembakaran semakin pendek (4,95 → 1,55 jam).

Penerapan pendekatan problem posing untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Surya Buana Malang / Dian Permatasari

 

ABSTRAK Permatasari, Dian. 2009. Penerapan Pendekatan Problem Posing untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Surya Buana Malang. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc.,Ph.D. (II) Ir. Nugrahaningsih, M.P. Kata kunci: Hasil belajar, Motivasi belajar, Pendekatan Problem posing. Melalui kegiatan observasi yang dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2009, diketahui pembelajaran di MTs Surya Buana Malang menggunakan metode ceramah yang diselingi tanya jawab, diskusi dan pemberian tugas tanpa adanya kontrol akan tugas tersebut sehingga pembelajaran cenderung berpusat pada guru. Pembelajaran yang demikian menyebabkan siswa kurang termotivasi dalam belajar, indikator motivasi yang rendah yaitu: (1) Attention ditunjukkan dengan kurangnya persiapan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, (2) Relevance ditunjukkan dengan kondisi siswa yang tidak memperhatikan ketika guru sedang menerangkan pelajaran, (3) Confidence ditunjukkan dengan beberapa siswa yang merasa malu untuk bertanya dan hanya sebagian siswa saja yang aktif ketika kegiatan diskusi berlangsung, serta (4) Saitisfaction ditunjukkan dengan sikap guru yang kurang memberikan penguatan pada siswa yang mau menjawab pertanyaan sehingga siswa kurang termotivasi untuk aktif ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung.. Kurang termotivasinya siswa dalam belajar berdampak pula pada hasil belajar siswa, hal ini ditunjukkan dengan cukup kurangnya rerata kelas yaitu sebesar 69,58 dari SKM yang berlaku (≥ 70). Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut dilaksanakan pengembangan pembelajaran dengan pendekatan Problem posing. Pembelajaran dengan pendekatan Problem posing merupakan suatu bentuk pendekatan pembelajaran yang menekankan pada kegiatan merumuskan masalah untuk memudahkan pemehaman siswa sehingga dapat meningkatkan kemampuannya dalam menyelesaikan masalah, sehingga dengan adanya pembelajaran yang demikian pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru melainkan pembelajaran berpusat pada siswa (student centered). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran dengan pendekatan Problem posing dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa MTs Surya Buana Malang serta untuk mengetahui persepsi siswa akan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Problem posing. Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Surya Buana Malang pada bulan April-Mei 2009. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A MTs Surya Buana Malang yang berjumlah 24 orang. Data penelitian ini berupa motivasi dan hasil belajar siswa. Motivasi belajar siswa diketahui dari hasil angket dan lembar observasi, sedangkan hasil belajar siswa diketahui dari hasil evaluasi yang dilaksanakan setiap akhir siklus. Ketuntasan belajar dianalisis dengan menggunakan hasil skor evaluasi yang dilaksanakan di setiap siklus menggunakan kriteria ketuntasan belajar. Siswa mencapai ketuntasan belajar jika telah mencapai skor ≥70 dan daya serap klasikal 85% siswa yang mencapai skor ≥70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada siklus II menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan siklus I. Peningkatan persentase masing-masing indikator yaitu indikator Attention sebesar 17,5%, Relevance 16,67%, Confidence 19,79%, dan Satisfaction 12,5%. Skor motivasi rata-rata angket sebelum tindakan 2,90 meningkat menjadi 3,23 setelah pelaksanaan tindakan. Rerata kelas dari hasil evaluasi di setiap siklus juga mengalami peningkatan, pada siklus I sebesar 77,07 dan hasil belajar pada siklus II sebesar 84,75 dengan peningkatan sebesar 7,68. Ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I sebesar 91,67% dan pada siklus II meningkat menjadi 96,33%. Jadi, ketuntasan belajar mengalami peningkatan sebesar 4,66%, serta melalui hasil angket dan observasi menunjukkan persepsi siswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan Problem posing cukup baik serta lebih disukai siswa karena siswa merasa lebih percaya diri dalam berpendapat akan materi terkait. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran dengan pendekatan Problem posing lebih disukai siswa sehingga diharapkan guru dapat menerapkan pendekatan Problem posing sebagai variasi dalam pembelajaran Biologi. Keterbatasan penelitian yang hanya menerapkan pendekatan Problem posing pada materi Fotosintesis dan Gerak pada Tumbuhan dengan waktu penelitian yang cukup singkat, maka diharapkan dapat dilakukan penelitian lanjutan pada materi yang lain dengan memanfaatkan alam sebagai laboratorium pada waktu penelitian yang cukup lama secara kolaborasi antara guru dengan peneliti untuk peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Hewan makrobentos sebagai indikator biologi sungai Metro Malang Jawa Timur / Grienny Nuradi Atmidha

 

ABSTRAK Atmidha, Grienny Nuradi. 2009. Hewan Makrobentos Sebagai indikator Biologi di Sungai Metro Malang Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Fathurrachman, M.Si, (2) Dra. Murni Saptasari, M.Si. Kata kunci : Sungai Metro, Makrobentos, Keanekaragaman, Indikator Biologi Sungai merupakan suatu kesatuan antara aliran air yang mengalir di dalamnya dengan daerah aliran sungai yang dilalui dan merupakan suatu kesatuan ekosistem bersifat terbuka, artinya mudah mendapat pengaruh dari luar, seperti tumbuh- tumbuhan di tepi sungai dan buangan dari aktivitas manusia yang ada di sekitar daerah pengaliran sungai (DPS). Pencemaran yang terjadi di Sungai Metro akan mempengaruhi substrat dasar sungai, faktor fisika dan kimia air, serta dapat mempengaruhi struktur komunitas hewan makrobentos yang hidup di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) komposisi dan kepadatan populasi hewan makrobentos di sepanjang sungai Metro, (2) keanekaragaman spesies hewan makrobentos, (3) spesies hewan makrobentos yang dapat digunakan sebagai spesies indikator untuk menentukan kualitas air sungai metro, dan (4) faktor-faktor abiotik yang menentukan struktur komunitas hewan makrobentos pada sungai Metro Malang Jawa Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 4 Juli - 8 September 2007 di Sungai Metro Malang. Pengambilan sampel hewan makrobentos dilakukan lima kali setiap 2 minggu sekali dan di setiap stasiun pengamatan diambil 5 sampel dengan menggunakan Jala Surber dengan ukuran mata jarring 1 mm2 dan luas permukaan 1200 cm2. Keanekaragaman spesies makrozoobentos pada tiap stasiun pengamatan ditentukan dengan menggunakan indeks keanekaragaman Shanon-Wiener. Spesies indikator ditetapkan berdasarkan kriteria Kendeigh (1980) dan faktor abiotik yang menentukan struktur komunitas hewan makrozoobentos diuji dengan analisis statistik regresi ganda bertahap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hewan makrobentos yang ditemukan selama periode penelitian terdiri dari 16 taksa dengan jumlah yang paling banyak ditemukan adalah taksa Diptera yaitu sebesar 66,46 %. Disusul kemudian taksa Gastropoda 26,16%, Trichoptera 5,5%, Hirudinea 0,85%, Insecta 0,5%, Crustacea 0,5%, dan Ephemeroptera 0,08%. Keanekaragaman spesies (H’) hewan makrobentos berbeda pada stasiun-stasiun pengamatan di sungai Metro. Spesies hewan makrobentos yang dapat digunakan sebagai spesies indikator adalah Chironomus sp, Melanoides requetii, Melanoides punctata, Viviparus javanicus, dan Hydrophyche sp. Berdasarkan analisis statistik regresi ganda, faktor abiotik yang mempengaruhi struktur komunitas hewan makrobentos adalah CO2 bebas, konduktivitas, dan nitrit.

Pengaruh pengumuman anuual report award terhadap average abnormal return dan average trading volume activity (studi empiris pada perusahaan penerima penghargaan annual report award periode 2007-2008) / Zakia Rusydayana

 

ABSTRAK Rusydayana, Zakia. 2009 . Analisis Kandungan Informasi Pemberian Penghargaan Annual Report Award (ARA) Sebagai Indikasi Kepercayaan Masyarakat Terhadap Konsep Corporate Governance. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Ibu Sri pujiningsih, S.E, Ak,M.Si (2) Bpk. Eka Ananta Sidharta, S.E, Ak, M.M. Kata kunci: Pemberian Penghargaan Tahunan, Average Abnormal Return Dan Average Trading Volume Activity. Dalam rangka mendorong penerapan konsep corporate governance dan kualitas keterbukaan dalam informasi keuangan maka diadakan pemberian penghargaan Laporan Tahunan kepada perusahaan publik yang dinilai telah memberikan informasi yang paling terbuka dalam laporan keuangan tahunan dibandingkan perusahaan-perusahaan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan infomasi Pemberian penghargaan Laporan Tahunan yang dapat meningkatkan kepercayaan investor sebagi indikasi kepercayaan masyarakat pada konsep corporate governance. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah menggunakan uji beda (test of different), yang terdiri dari dua variabel yaitu AAR dan ATVA terhadap pengumuman penghargaan laporan tahunan. Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh pemenang Penghargaan Laporan Tahunan Pada Tahun 2007 dan 2008. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel yaitu 7 perusahaan yang mendapat Penghargaan ARA pada tahun 2007 dan 8 perusahaan yang mendapat penghargaan ARA pada tahun 2008. Hasil penelitian ini adalah: Average Abnormal Return pada tahun 2007 sebelum dan sesudah pengumuman penghargaan laporan tahunan dengan nilai AAR= 0.65407, nilai thitung=1.692, signifikansi t= 0.04 dan AAR=0.193504, nilai thitung= 1.555, signifikansi t=0.018, pada taraf signifikansi α = 0,05. Hal ini berarti hipotesis yang diajukan berhasil diterima atau hipotesis nol yang diajukan berhasil ditolak. Hal ini berarti bahwa AAR menunjukkan perbedaan sebelum dan sesudah pengumuman penghargaan laporan tahunan. Pada tahun 2008 diperoleh rata-rata abnormal return positif yaitu pada AAR= 0.5999, nilai thitung=2.576,signifikansi t= 0.042, AAR=0.0857, nilai thitung=5.812, signifikansi t=0.001, AAR= 0.0258, nilai thitung=2.726, signifikansi t=0.034,AAR= 0.0081, nilai thitung=5.346, signifikansi t=0.002 dan AAR=0.3192, yang signifikan pada α = 0,05 Hal ini berarti bahwa AAR menunjukkan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah pengumuman penghargaan laporan tahunan.Pada tahun 2007 rata-rata TVA sesudah pengumuman penghargaan laporan lebih tinggi dibandingkan sebelum pengumuman penghargaan ARA. Dengan demikian Ho ditolak. Yang artinya terdapat perbedaan ATVA sebelum dan sesudah Pengumuman ARA.Pada tahun 2008 rata-rata TVA sesudah pengumuman penghargaan laporan lebih tinggi dibandingkan sebelum pengumuman penghargaan ARA. Dengan demikian Ho diterima. Yang artinya tidak terdapat perbedaan ATVA sebelum dan Sesudah Pengumuman ARA. Saran penulis: (1)Penelitian ini diharapkan dapat membuktikan bahwa pengumuman non-keuangan mempunyai kandungan informasi (information content) yang direspon oleh pasar dan konsep corporate governance diterima oleh pasar. (2)Bagi penelitian selanjutnya, Disarankan untuk menghindari peristiwa-peristiwa yang menimbulkan bias terhadap hasil dan kesimpulan penelitian.

Survei tingkat kebugaran jasmani siswa putra kelas XI di MAN 3 Malang tahun ajaran 2008/2009 / Farid Prayoga

 

ABSTRAK Prayoga, Farid 2009. Survei Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Putra Kelas XI di MAN 3 Malang Tahun Ajaran 2008/2009. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sapto Adi, M. Kes. , (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M. Kes. Kata kunci : Kebugaran Jasmani, Siswa Putra SMA Kebugaran jasmani merupakan salah satu unsur penting yang sangat dibutuhkan seseorang dalam melakukan segala aktivitasnya. Kebugaran jasmani yang baik membuat seseorang mampu menyelesaikan pekerjaan tanpa merasa kelelahan dan masih mampu untuk melakukan aktivitas lain. Beberapa tahun terakhir di MAN 3 Malang terjadi penurunan prestasi olahraga. Maka dari itu diperlukan suatu penelitian mengenai Survei Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Putra Kelas XI di MAN 3 Malang tahun ajaran 2008/2009. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Putra Kelas XI di MAN 3 Malang tahun Ajaran 2008/2009. Seorang siswa diharapkan memiliki kebugaran jasmani yang baik sesuai dengan kebutuhanya, karena tanpa disertai dengan kebugaran jasmani yang baik sulit untuk mencapai prestasi yang baik pula. Dengan kebugaran jasmani yang baik diharapkan siswa semakin bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti pelajaran disekolah dan meningkatkan prestasi akademiknya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan survei. Survei adalah salah satu jenis pendekatan penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data sebanyak-banyaknya dengann maksud untuk mengetahui status gejala dan juga bermaksud untuk menentukan kesamaan status dengan cara membandingkan dengan standar yang telah ditentukan. Subyek dalam penelitian ini sebanyak 95 siswa, dan diambil 45 siswa sebagai sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel acak kelompok (claster random sampling). Sedangkan pengumpulan data dilakukan menggunakan tes lari multitahap (Multistage Fitness Test) yang bertujuan untuk memprediksi Kapasitas Aerobik Maksimal (VO2 maks) pada Siswa Putra MAN 3 Malang. Hasil penelitian menyatakan bahwa Kebugaran Jasmani Siswa MAN 3 Malang berada sebagian besar berada pada kategori kurang dan sedang. Hal ini ditunjukan dari hasil tes dengan menggunakan lari multitahap (Multistage Fitness Test) dengan hasil 4 siswa atau 8,8% berada pada kategori kebugaran jasmani sangat baik, 2 siswa atau 2,2% berada dalam kategori kebugaran jasmani baik, 19 siswa atau 42,4% berada pada kategori kebugaran jasmani sedang, 20 siswa atau 44,4% berada dalam kategori kebugaran jasmani kurang, dan tidak terdapat satupun siswa atau nol (0) yang menunjukkan pada kategori kebugaran jasmani sangat kurang. Dengan rata-rata prediksi VO2 maks sebesar 37,7 ml/kg/min secara keseluruhan yang menunjukkan pada kategori kebugaran jasmani sedang. Sedangkan untuk kategori usia 15 tahun terdapat 9 siswa atau 20% dengan rata – rata prediksi VO2 maks 34,3 ml/kgbb/menit kategori kapasitas erobik maksimal sedang, untuk usia 16 tahun terdapat 31 siswa atau 68,8% dengan rata – rata prediksi VO2 maks 35,0 ml/kgbb/menit kategori kapasitas erobik maksimal sedang, dan untuk usia 17 tahun terdapat 5 siswa atau 11,1% dengan rata – rata prediksi VO2 maks 39,2 ml/kgbb/menit kategori kapasitas erobik maksimal sedang, dapat disimpulkan bahwa siswa Putra kelas XI MAN 3 Malang menunjukkan tingkat kebugaran jasmani yang sedang. Dapat disimpulkan bahwa siswa Putra kelas XI MAN 3 Malang usia 17 tahun kapasitas erobiknya lebih tinggi dari pada usia 15 tahun dan 16 tahun, hal ini menunjukkan bahwa tingkat kebugaran jasmaninya sedang. Untuk lebih meningkatkan kebugaran jasmani siswa putra kelas XI di MAN 3 Malang, siswa dianjurkan untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang diadakan di sekolah. Selain itu, perlu juga diadakan kompetisi-kompetisi dibidang olahraga untuk meningkatkan semangat siswa dalam meraih prestasi serta untuk meningkatkan kebugaran jasmaninya.

Implementasi nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di sekolah (studi pada SMPN 5 Kota Malang) / Zia Ulhak

 

ABSTRAK Ulhak, Zia. 2009. Implementasi Nilai Demokrasi dalam Kegiatan OSIS di Sekolah (Studi pada SMPN 5 Kota Malang). Skripsi program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Suparman Adi Winoto, SH., M. Hum (2) Drs. Margono, M.Pd, M.Si. KataKunci: Nilai Demokrasi, OSIS, Pemilihan, Penetapan Kepanitiaan, Pengambilan Keputusan, Kebijakan Sekolah Kehidupan sekolah merupakan jembatan atau transisi bagi anak dalam rangka penanaman nilai-nilai demokrasi dalam diri seorang anak. Hal ini dilakukan sekolah merupakan pengganti orang tua dalam mendidik seorang anak. Penanaman¬penanaman nilai-nilai demnokrasi ini bisanya dilakukan dengan mengajarkan kepada anak tentang nilai-nilai demokrasi misalnya melalui pembelajaran di kelas. Tetapi seiring dengan perkembangan waktu seringkali dirasakan kurang. Oleh karena itu dalam rangka untuk mengaplikasikan nilai-nilai demokrasi yang telah diajarkan maka sekolah memberikan sarana kepada siswa berupa organisasi-organisasi. Organisasi ini bertujuan mengajarkan kepada siswa untuk lebih bersifat demokratis, bertanggnug jawab, serta menghargai sehingga ini diharapkan dapat berguna sebagai bekal siswa yang nantinya akan terjun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dari organisasi-organisasi yang ada tersebut OSIS merupakan salah satu organisasi yang dapat melaksanakan nilai-nilai demokrasi di sekolah, karena OSIS merupakan suatu organisasi yang berada dalam lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui tata cara pemilihan ketua OSIS di SMPN 5 Malang, (2) Untuk mengetahui tata cara penetapan kepanitiaan dalam kegiatan OSIS di SMPN 5 Malang, (3) Untuk mengetahui proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pengurus OSIS di SMPN 5 Malang, (4) Untuk mengetahui keterlibatan OSIS dalam pengambilan kebijakan sekolah di SMPN 5 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara intensif, terinci, dan mendalam terhadap suatu organisasi, lembaga atau gejala tertentu. Subjek penelitiaanya adalah pembina OSIS, Pengurus OSIS dan kepala sekolah SMPN 5 Malang. Adapaun tahapan pengumpulan data yang dipergunakan adalah observasi partisipasif, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) nilai-nilai demokrasi yang terdapat dalam pemilihan ketua OSIS adalah adanya pesamaan hak, dimana para siswa diberikan kesempatan yang sama untuk memilih dan menyalurkan aspirasi sesuai dengan hati nurani masing-masing tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Selain itu juga pemilihan ketua OSIS mengajarkan kepada para siswa kebebasan untuk menyatakan pendapat, sekaligus mengajarkan kepada para siswa tentang cara berdemokrasi secara baik dan benar sejak dini, (2) nilai-nilai demokrasi dalam proses penetapan kepanitian dalam OSIS di SMPN 5 Malang dapat dilihat dari kegiatan musyawarah penetapan kepanitiaan. Adapun nilai-nilai demokrasinya adalah musyawarah, menaati dan menjalankan hasil keputusan yang ditetapkan, bertanggung jawab, saling berkomunikasi dan bekerjasama saling bahu membahu di antara sesama pengurus OSIS, serta menghargai pendapat orang lain, (3) nilai-nilai demokrasi yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah kebebasan mengeluarkan pendapat, menghargai pendapat orang lain, tanggung jawab bersama atas hasil musyawarah, kerjasama antar pengurus OSIS, dan persaman hak antara MPK dan pengurus OSIS, (4) nilai-nilai demokrasi yang diperoleh dari kegiatan pengambilan kebijakan sekolah di SMPN 5 Malang adalah musyawarah, partisipasi siswa dalam kebijakan sekolah, kerjasama antar warga sekolah (guru, siswa dan staff sekolah), kebebasan mengeluarkan pendapat, mengahargai pendapat orang lain, dan persamaan hak (keikutsertaan siswa dalam kebijakan sekolah). Dari hasil penelitian ini saran-saran yang diajukan yaitu: (1) Pihak sekolah seharusnya lebih banyak melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan dan proses pengambilan kebijakan sekolah termasuk juga didalamnya OSIS. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih banyak pengalaman terkait dengan pelaksanaan nilai demokrasi, dimana pengalaman ini nantinya berguna sebagai bekal para siswa yang akan terjun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangs dan bernegara di masa yang akan datang, (2) Terkait dengan proses pemilihan ketua OSIS diharapkan semua sekolah dapat melaksanakan proses pemilihan ketua OSIS secara langsung dan demokratis yang melibatkan partisipasi aktif dari seluruh siswa. Hal berguna sekali karena akan wawasan siswa terkait dengan pelksanaan nilai-nilai demokrasi secara baik dan benar.

Penerapan pembelajaran model inkuiri terbimbing dengan pendekatan contextual teaching and learning (CTL) untuk meningkatkan aspek kognitif dan psikomotorik siswa kelas VII F SMPN 3 Singosari tahun ajaran 2008/2009 / Reni Rohmawati

 

ABSTRAK Rohmawati, Reni. 2009. Penerapan Pembelajaran Model Inkuiri Terbimbing dengan Pendekatan CTL untuk Meningkatkan Aspek Kognitif dan Psikomotorik Siswa kelas VII F SMPN 3 Singosari. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika. Jurusan Fisika FMIPA UM. Pembimbing (1) Drs. Asim, M.Pd (2) Drs. Sirwadji Kata Kunci: aspek kognitif, aspek psikomotorik, model inkuiri Berdasarkan hasil observasi di kelas VII F SMP Negeri 03 Singosari ditemukan bahwa pada saat pembelajaran guru menjelaskan materi dan siswa mencatat keterangan yang ditulis guru di papan tulis kemudian dilanjutkan dengan pemberian latihan soal, tugas, dan pekerjaan rumah. Berdasarkan hasil wawancara guru bidang studi fisika diperoleh informasi bahwa aspek kognitif dan aspek psikomotorik siswa terhadap pelajaran fisika masih rendah karena nilai mereka belum mencapai SKM. Dari uraian tersebut maka perlu diadakan perbaikan cara belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran model inkuiri dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Melalui penerapan pembelajaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan Aspek kognitif dan Aspek psikomotorik siswa kelas VII F SMP Negeri 03 Singosari. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pembelajaran model inkuiri terbimbing pada materi kalor yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri atas 2 pertemuan selama 2 jam pelajaran untuk tiap pertemuan. Subyek penelitian yang digunakan yaitu siswa kelas VII F SMP Negeri 03 Singosari semester genap tahun pelajaran 2008/2009 yang berjumlah 34 siswa. Data yang diperoleh berupa hasil belajar siswa yang meliputi 2 aspek yaitu kognitif dan psikomotorik serta data pendukung berupa catatan lapangan. Aspek kognitif di ukur dari peningkatan skor tes setiap siklus, aspek psikomotorik diperoleh dari peningkatan skor hasil observasi dari pertemuan 1 ke pertemuan 2. Peningkatan hasil belajar siswa ditunjukkan dengan peningkatan skor hasil belajar siswa pada siklus I ke siklus II. Peningkatan aspek kognitif antara siklus I dengan siklus II adalah 73,28 menjadi 85,29 dengan kriteria baik menjadi sangat baik. Peningkatan aspek psikomotorik antara pertemuan I dengan pertemuan II adalah 72,22% menjadi 83,98% dengan kriteria baik menjadi sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pembelajaran model inkuiri dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan aspek kognitif dan psikomotorik siswa kelas VII F SMP Negeri 03 Singosari.

Kajian tentang keanekaragaman dan spesies kapang Fusarium spp. dominan pada rizosfer tanah pertanian kubis (Brassica oleracea L.) di daerah Batu dan Tumpang / Dian Permatasari

 

ABSTRAK Permatasari, Dian. 2009. Kajian Tentang Keanekaragaman dan Spesies Kapang Fusarium spp. Dominan pada Rizosfer Tanah Pertanian Kubis ( Brassica oleracea L. ) di Daerah Batu dan Tumpang. Skripsi. Program Studi Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd., (II) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si., M.Si. Kata Kunci : Kapang Fusarium spp, Rizosfer Tanah Pertanian Kubis Tanah merupakan salah satu faktor abiotik yang mendukung pertumbuhan suatu tanaman. Di dalam tanah pertanian banyak mengandung mineral-mineral tanah maupun nutrisi yang dibutuhkan oleh mikroflora. Tanah disekitar tanaman ( rizosfer ) banyak mengandung nutrisi tanah dibandingkan tanah yang jauh dari tanaman. Kubis ( Brassica oleracea L. ) merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak mengandung vitamin dan mineral. Tanaman kubis merupakan salah satu jenis tanaman sayur mayur yang rawan terserang oleh berbagai jenis penyakit akibat serangan kapang, seperti penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh kapang Fusarium oxysporum. Infeksi kapang dapat terjadi karena kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan kapang, tersedianya nutrisi yang dibutuhkan kapang, dan adanya bagian tanaman kubis yang mengalami luka sehingga secara tidak langsung dapat menyebabkan terjadinya infeksi spora kapang. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui spesies-spesies kapang Fusarium spp yang ditemukan pada rizosfer tanah pertanian kubis ( Brassica oleracea L. ) di daerah Batu dan Tumpang ; 2) Mengetahui jumlah koloni kapang Fusarium spp yang ditemukan pada rizosfer tanah pertanian kubis ( Brassica oleracea L. ) di daerah Batu dan Tumpang; 3) Mengetahui spesies kapang Fusarium spp yang paling dominan pada rizosfer tanah pertanian kubis ( Brassica oleracea L. ) di daerah Batu dan Tumpang Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang, mulai bulan Maret 2008 sampai dengan bulan Juni 2008. Sampel yang digunakan ialah tanah pertanian kubis yang terdapat di daerah Batu dan di daerah Tumpang. Tiap-tiap daerah pengambilan sampel dipilih tiga titik yang berbeda, kemudian sampel tanah diambil masing-masing sebanyak 10 gram dan dilakukan dalam 3 kali ulangan. Sampel tanah dilarutkan dalam aquades steril dan diencerkan pada tingkat pengenceran 10-1, 10-2, 10-3, 10-4, 10-5; kemudian diinokulasikan pada medium lempeng Czapek Agar. Penghitungan jumlah koloni tiap spesies kapang Fusarium spp dilakukan setelah biakan diinkubasikan selama 7 x 24 jam. Kemudian dilakukan penentuan spesies kapang Fusarium spp yang dominan berdasarkan jumlah koloni dalam sampel. Identifikasi spesies-spesies kapang Fusarium spp dilakukan melalui tahap deskripsi morfologi koloni dan pengamatan mikroskopis preparat kapang lalu dirujukan pada buku acuan identifikasi kapang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Kapang Fusarium spp yang ditemukan di daerah Batu dan Tumpang sebanyak 10 spesies kapang Fusarium spp yaitu Fusarium avenaceum (Fr.) Sacc, Fusarium equiseti (Corda) Sacc, Fusarium solani (Mart.) Sacc, Fusarium sporoticoides Sherb, Fusarium subglutinan (Wollenw & Reinking) Nelson et al, Fusarium semitectum Berk & Ravenel, Fusarium gramineaum Schwabe, Fusarium acuminatum Ellis & Everhart, Fusarium culmorum (W.G. Smith), Fusarium oxysporum Schlecht.; 2) Jumlah koloni kapang Fusarium spp yang terdapat pada rizosfer tanah pertanian kubis di daerah Batu ialah 1,2 x 105 cfu/g, dan jumlah koloni kapang Fusarium spp yang terdapat pada tanah pertanian kubis di daerah Tumpang yaitu 4,2 x 104 cfu/g; 3) Spesies kapang Fusarium yang paling dominan pada rizosfer tanah pertanian di daerah Batu yaitu Fusarium solani (Mart.) Sacc dengan angka lempeng total sebesar 4,8 x 104 cfu/g, sedangkan spesies kapang Fusarium yang paling dominan pada rizosfer tanah pertanian di daerah Tumpang yaitu spesies kapang Fusarium semitectum Berk & Ravenel dengan angka lempeng total sebesar 1,4 x 104 cfu/g.

Pengaruh variasi kadar ion Mn2+ dan suhu reaktor terhadap aktivitas zeolit-Mn sebagai katalis pada konversi metanol menjadi gasolin / Fauziatul Muhtaromah

 

ABSTRAK Muhtaromah, Fauziatul. 2009. Pengaruh Variasi Kadar Ion Mn2+ dan Suhu Reaktor terhadap Aktivitas Zeolit-Mn Sebagai Katalis pada Konversi Metanol Menjadi Gasolin. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ridwan Joharmawan, M.Si (2) Adillah Aliyatulmuna S.T, M.T. Kata Kunci : Zeolit-Mn, katalis, kadar, impregnasi, gasolin. Dewasa ini cadangan minyak bumi semakin menipis sedangkan minyak bumi (fossil fuel) adalah bahan bakar yang tak dapat diperbarui, untuk itu perlu adanya sumber energi alternatif untuk mensubstitusi BBM tersebut. Adapun bahan bakar alternatif yang menjanjikan saat ini adalah Liquefied Petroleum Gas (LPG), Compressed Natural Gas (CNG), dan metanol. LPG dan CNG juga bergantung pada cadangan minyak bumi sedangkan metanol dapat diperoleh selain dari gas alam. Suatu senyawa hidrokarbon (gasolin) dapat diperoleh dengan cara mereaksikan metanol dengan menggunakan katalis tertentu. Salah satu bahan kekayaan alam yang dapat digunakan sebagai katalis dalam proses pengubahan metanol menjadi bensin adalah dengan menggunakan zeolit alam. Katalis yang biasa digunakan adalah katalis dalam bentuk logam pengemban, dalam penelitian ini digunakan zeolit-Mn sebagai katalis. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang dan Laboratorium Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang. Sampel zeolit alam yang akan digunakan berasal dari desa Kedung Banteng Kecamatan Sumbermanjing Wetan kabupaten Malang. Ukuran sampel zeolit 8-10 mesh. Selanjutnya mengaktivasi zeolit alam dengan cara merendam dalam larutan HF 1%, HCl 6 M, dan NH4NO3 1 M. Zeolit kemudian dikalsinasi pada suhu 750oC sehingga diperoleh zeolit aktif yang disebut Z-Ak. Kemudian mengimpregnasi Z-Ak dengan merendam Z-Ak dalam larutan garam MnSO4.4H2O (5%, 10%, dan 15%). Zeolit tersebut dikalsinasi pada suhu 750oC sehingga diperoleh zeolit-Mn. Banyaknya ion logam Mn2+ yang terikat pada zeolit diukur dengan menggunakan AAS. Selanjutnya menguji tingkat keasaman zeolit-Mn dengan metode adsorpsi gas amonia dan menguji aktivitas zeolit-Mn sebagai katalis pada konversi metanol menjadi gasolin dengan menggunakan reaktor. Hasil dari konversi ini kemudian diidentifikasi dengan menggunakan Kromatografi Gas (GC). Variabel bebas yang dipilih pada penelitian ini adalah kadar ion Mn2+ yang diimpregnasi ke dalam zeolit dan suhu rektor, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kadar ion Mn2+ dan suhu reaktor terhadap kemampuan zeolit-Mn sebagai katalis pada konversi metanol menjadi gasolin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar ion mangan yang diimpregnasikan maka semakin besar pula kadar ion mangan teradsorpsi, persentase adsorpsi Mn pada zeolit-Mn 15% sebesar 82,67%. Dari hasil uji keasaman diperoleh zeolit-Mn 15% mempunyai tingkat keasaman paling tinggi yaitu sebesar 5,863 mmol/gram. Efektivitas zeolit-Mn sebagai katalis pada konversi metanol menjadi gasolin tercapai pada suhu 450oC dengan persentase hasil 90,19%.

Pengaruh bauran promosi (promotion mix) terhadap keputusan konsumen dalam berwisata di Batu Night Spectacular (BNS) / Agung Satriawan

 

ABSTRAK Satriawan, Agung. 2009. Pengaruh Bauran Promosi (Promotion Mix) Terhadap Keputusan Konsumen Dalam Berwisata Di Batu Night Spectacular (BNS). Skripsi, jurusan Manajemen FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Djoko Dwi K, M.Si, (II) Drs. Agus Hermawan, M.Si, M.bus Kata Kunci: Bauran Promosi, Keputusan Konsumen (Wisatawan) Industri pariwisata merupakan sektor kegiatan perekonomian sebagai salah satu penghasil devisa terbesar di Indonesia. Industri pariwisata merupakan usaha di bidang jasa yang selalu berorientasi pada konsumen. Peran yang vital dan penting ini mengharuskan suatu industri pariwisata harus dapat menyusun suatu strategi promosi untuk dapat mempengaruhi para calon konsumen dalam menentukan pilihan atau keputusan wisatanya, mengingat persaingan dalam dunia pariwisata saat ini yang cukup ketat. Batu Night Spectacular (BNS) perusahaan pariwisata baru di Jawa Timur yang terletak di Kota Batu adalah perusahaan jasa pariwisata yang berupaya melakukan strategi promosi dalam memperkenalkan serta menarik minat kunjungan para wisatawan. Peningkatan jumlah kunjungan konsumen (wisatawan) tersebut dilakukan dengan upaya mengoptimalkan bauran promosi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bauran promosi secara parsial terhadap keputusan konsumen (pengunjung) dalam berwisata di Batu Night Spectacular (BNS), mengetahui pengaruh bauran promosi secara simultan terhadap keputusan konsumen (pengunjung) dalam berwisata di Batu Night Spectacular (BNS), dan mengetahui variabel bauran promosi yang paling dominan dalam mempengaruhi keputusan konsumen (pengunjung) dalam berwisata di Batu Night Spectacular (BNS). Variabel yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Untuk variabel bebasnya yakni variabel bauran promosi (X) yang terdiri dari variabel periklanan (X1), promosi penjualan (X2), penjualan perseorangan (X3), dan hubungan masyarakat (X4). Sedangkan variabel terikatnya adalah variabel keputusan konsumen atau pengunjung (Y). Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan model penelitian survey, sedangkan populasi yang digunakan adalah pengunjung Batu Night Spectacular (BNS). Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 100 responden dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Dengan instrumen yang digunakan adalah angket atau kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara variabel bauran promosi yang terdiri dari periklanan (X1) sebesar 2,291, promosi penjualan (X2) sebesar 5,727, penjualan perseorangan (X3) sebesar 2,606, dan hubungan masyarakat (X4) sebesar 2,053 secara parsial terhadap keputusan konsumen (pengunjung) dalam berwisata di Batu Night Spectacular (BNS). Terdapat pengaruh yang signifikan antara periklanan, promosi penjualan, penjualan perseorangan dan hubungan masyarakat secara simultan terhadap keputusan konsumen dalam berwisata di Batu Night Spectacular (BNS), dan variabel promosi penjualan merupakan faktor paling besar atau dominan yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam berwisata di Batu Night Spectacular (BNS). Nilai Adjusted R Square dalam penelitian ini sebesar 0,516 mempunyai arti bahwa 51,6% keputusan konsumen dalam berwisata di Batu Night Spectacular (BNS) dipengaruhi atau dapat dijelaskan secara simultan oleh variabel periklanan, promosi penjualan, penjualan perseorangan dan hubungan masyarakat. Sedangkan 48,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dideskripsikan dalam penelitian ini, misalnya direct marketing. Dari hasil penelitian tersebut dapat dikatakan bahwa bauran promosi efektif digunakan sebagai sumber keberhasilan perusahaan pariwisata yang dapat mempengaruhi keputusan konsumen dalam berwisata di Batu Night Spectacular (BNS). Oleh karena itu perlu disarankan adanya peningkatan dan perhatian terhadap faktor-faktor dari bauran promosi tersebut misalnya dengan selalu mengevaluasi setiap kegiatan promosi yang diberikan. Dan untuk faktor variabel promosi penjualan harus menjadi perhatian khusus karena promosi penjualan merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi keputusan konsumen dalam berwisata di Batu Night Spectacular (BNS) terutama pada saat terjadi penurunan jumlah pengunjung.

Perbedaan perilaku asertif dalam perkuliahan antara mahasiswa yang aktif dan yang tidak aktif organisasi pada Program Studi Psikologi angkatan tahun 2006 dan 2007 Universitas Negeri Malang / Dida Erlina

 

ABSTRAK Erlina, Dida. Perbedaan Perilaku Asertif dalam Perkuliahan antara Mahasiswa yang Aktif dan yang Tidak Aktif Organisasi pada Program Studi Psikologi Angkatan Tahun 2006 dan 2007 Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Adi Atmoko, M.Si (II) Diyah Sulistiyorini, M.Psi. Kata Kunci: perilaku asertif, perkuliahan, mahasiswa aktif organisasi dan tidak aktif organisasi. Mahasiswa sebagai agen perubahan di tuntut untuk memiliki sikap kritis dan asertif baik dalam dunia perkuliahan maupun dalam kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui gambaran perilaku asertif dalam perkuliahan mahasiswa yang aktif organisasi pada program studi psikologi, (2) memperoleh gambaran tingkat keaktifan mahasiswa dalam organisasi pada program studi psikologi, (3) mendapatkan gambaran perilaku asertif dalam perkuliahan mahasiswa yang tidak aktif organisasi pada program studi psikologi, (4) mengetahui perbedaan perilaku asertif dalam perkuliahan antara mahasiswa yang aktif dan yang tidak aktif organisasi pada program studi psikologi. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan deskriptif-komparatif pada subyek 82 mahasiswa yang aktif dan tidak aktif organisasi pada program studi Psikologi angkatan tahun 2006 dan 2007 Universitas Negeri Malang yang diambil menggunakan tehnik sampel populasi dan stratified propotional random sampling. Data dikumpulkan dengan skala perilaku asertif model Likert, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif dan komparatif menggunakan (Uji t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perilaku asertif dalam perkuliahan mahasiswa yang aktif organisasi sebagian besar berada dalam klasifikasi rendah, sedangkan keaktifan mahasiswa dalam berorganisasi sebagian besar berada dalam kategori cukup dan kurang aktif, (2) perilaku asertif dalam perkuliahan mahasiswa yang tidak aktif organisasi sebagian besar berada dalam klasifiasi sedang, dan (3) secara keseluruhan tidak ada perbedaan yang signifikan antara perilaku asertif dalam perkuliahan mahasiswa yang aktif organisasi dan tidak aktif organisasi, yang berarti hipotesis alternatif (Ha) ditolak karena p = 0,058 > 0,05, namun dalam penelitian ini juga ditemukan adanya perbedaan yang signifikan perilaku asertif dalam perkuliahan jika dibandingkan antara mahasiswa yang sangat aktif berorganisasi dengan mahasiswa yang tidak aktif organisasi ( p = 0,001 > 0,05 ). Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan; (1) secara teoritis, diperlukan adanya klasifikasi yang lebih rinci tentang tingkat keaktifan dalam organisasi. Selain itu faktor budaya bisa dijadikan faktor yang dominan dalam aspek-aspek yang mempengaruhi perkembangan perilaku asertif, (2) bagi mahasiswa agar berpartisipasi secara aktif dalam organisasi kampus sebagai anggota maupun pengurus, serta aktif dalam kepanitiaan kegiatan organisasi supaya mencapai tingkat produktifitas,(3) bagi universitas hendaknya menganjurkan dan memfasilitasi para mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam organisasi kampus, dengan cara memberikan reward dan kemudahan bagi aktivis kampus yang secara tidak langsung akan memotivasi mahasiswa untuk benar-benar aktif dalam organisasi, 3) bagi peneliti selanjutnya hendaknya memperhatihan faktor-faktor lain yang mempengaruhi perilaku asertif baik faktor internal dan eksternal individu.

Penerapan kualitas pelayanan jasa untuk menciptakan kepuasan pelanggan pada hotel Pelangi Malang / Irhammudin

 

ABSTRAK Irhammudin. 2009. Penerapan Kualitas Pelayanan Jasa Untuk Menciptakan Kepuasan Pelanggan Pada Hotel Pelangi Malang. Tugas Akhir, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Gatot Isnani, M.Si Kata Kunci: kualitas pelayanan jasa, kepuasan pelanggan, Hotel Pelangi Malang. Hotel merupakan salah satu penunjang kegiatan pariwisata. Untuk tetap bisa bertahan di tengah persaingan bidang perhotelan yang semakin ketat, perusahaan dituntut untuk melakukan pengelolaan hotel secara profesional serta mampu memberikan kepuasan pada konsumenya melalui pelayanan yang berkualitas. Kepuasan konsumen akan tercapai apabila kualitas pelayanan yang diterima sesuai dengan harapanya. Hotel sebagai salah satu lembaga penunjang sektor pariwisata dituntut untuk memberikan pelayanan yang memuaskan dan berkesan terhadap para tamunya, karena kebanyakan pengguna jasa hotel adalah orang yang sedang berlibur, sehingga pelayanan yang memuaskan yang dapat berkesan menjadi tujuan utamanya. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimanakah kualitas pelayanan yang diberikan kepada pelanggan Hotel Pelangi Malang, (2) Bagaimanakah layanan yang diberikan Hotel Pelangi Malang dalam menghadapi pelanggan yang mengajukan keluhan, (3) Apa sajakah faktor-faktor yang dapat membuat kualitas jasa pada Hotel Pelangi Malang kurang memuaskan. Penyusunan tugas akhir ini merupakan hasil dari kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama satu bulan mulai tanggal 1 Februari sampai 28 Februari 2009 yang dilaksanakan di Hotel Pelangi Malang di Jalan Merdeka Selatan No.03 Malang. Hasil penulisan dapat disimpulkan bahwa: (1) Pelayanan yang diberikan Hotel Pelangi Malang secara umum sudah mencakup dimensi pokok kualitas jasa yang ada, seperti bukti langsung (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati. (2) Dalam menangani keluhan yang diajukan pelanggan, karyawan Hotel Pelangi Malang sudah melakukan dengan benar, yaitu berupa keterlibatan manajemen puncak, empati terhadap pelanggan yang marah dan menangani keluhan dengan cepat. (3) Faktor yang dapat membuat kualitas pelayanan jasa menjadi kurang memuaskan pada Hotel Pelangi Malang adalah produksi dan konsumsi yang terjadi secara simultan, yaitu kurang siapnya karyawan magang dalam menyampaikan pelayanan, kesalahan yang sering dilakukan karyawan magang adalah, selain kurang terampil juga memiliki cara berpakaian yang tidak sesuai dan bau badanya mengganggu. Faktor yang kedua adalah dukungan terhadap pelanggan internal (pelanggan perantara) kurang memadai, seperti tidak adanya pelatihan keterampilan, maupun informasi mengenai prosedur operasi pelayanan sehingga tidak adanya standar dalam menyampaikan pelayanan. Berdasarkan hasil penulisan ini, dapat disarankan bahwa: (1) Hotel Pelangi Malang dalam hal ini departemen personalia hendaknya membuat kebijakan dalam penerimaan karyawan magang berupa pembatasan jumlah karyawan magang dengan tujuan semakin sedikit karyawan magang maka departemen personalia akan semakin mudah melakukan pengawasan dan evaluasi. (2) Untuk mengurangi dampak dari faktor penyebab kualitas jasa kurang memuaskan hendaknya Hotel Pelangi Malang dalam hal ini departemen personalia mengadakan pelatihan keterampilan serta penyampaian informasi standar pelayanan secara rutin kepada karyawan Hotel Pelangi Malang.

Eksistensi modul bebas atas daerah ideal utama / Dewi Solikhah

 

Konsep modul merupakan perluasan dari konsep ruang vektor. Sifat dasar ruang vektor yang berbeda dari modul adalah bahwa setiap ruang vektor tak nol senantiasa mempunyai basis, tidak demikian berlaku dengan modul. Jika suatu modul mempunyai basis, maka modul ini disebut modul bebas. Dengan demikian ruang vektor merupakan modul bebas atas lapangan. Akibat yang dimiliki oleh modul bebas adalah sifat keprojektifannya. Dengan kata lain jika suatu R-modul bebas maka R-modul tersebut pasti merupakan R-modul projektif. Kebalikan sifat ini tidak berlaku untuk modul atas sebarang gelanggang. Kebalikan sifat ini hanya berlaku jika gelanggangnya merupakan daerah ideal utama Oleh karena itu pada skripsi ini akan dibahas modul atas daerah ideal utama yang memenuhi sifat bahwa setiap modul projektif merupakan modul bebas. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu setiap modul projektif atas daerah ideal utama merupakan modul bebas. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa eksistensi modul bebas atas daerah ideal utama dipenuhi jika modul tersebut projektif.

Penggunaan bahasa dalam wacana argumentasi forum diskusi pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas XI MAN I Malang / Nur Anita Rakhmawati

 

Diskusi merupakan satu bentuk untuk saling bertukar pikiran secara lisan dan merupakan satu bentuk pembicaraan secara teratur dan terarah. Diskusi ini menarik untuk diteliti karena para peserta diskusi dalam menggunakan bahasa dalam wacana argumentasi masih mengalami kesulitan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pilihan kata, penggunaan kalimat, dan penggunaan paragraf dalam wacana argumentasi siswa kelas XI MAN I Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian ini berupa data ujaran siswa. Sumber data dalam penelitian ini, yakni siswa kelas XI MAN I Malang. Ujaran siswa merupakan fokus utama dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi yang dilaksanakan dengan melakukan kegiatan perekaman menggunakan handycam dan catatan lapangan. Analisis data dalam penelitian ini dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pilihan kata dalam wacana argumentasi siswa kelas XI MAN I meliputi (1) kata lugas yang digunakan oleh para siswa dalam diskusi mereka juga sering ditemui dalam pembicaraan umum, (2) kata populer para siswa digunakan sebagai kata yang dikenal dan dipakai oleh semua lapisan masyarakat dalam komunikasi terlingkup dalam suatu waktu, sedangkan (3) kata ilmiah yang digunakan para siswa tidak dalam posisi yang tepat dalam kalimat. Hasil penelitian penggunaan kalimat dalam wacana argumentasi siswa kelas XI MAN I Malang menunjukkan (1) kalimat pernyataan direalisasikan menjadi pernyataan analitis dan sintesis yang diperlakukan sama yaitu dianggap sebagai pernyataan yang kuat untuk dasar pendapat, (2) kalimat pertanyaan para siswa menggunakan pertanyaan biasa dan pertanyaan retoris, pertanyaan retoris yang digunakan tidak berdasar pada kebenaran umum, tetapi kebenaran subjektif, sehingga pertanyaan yang seharusnya bersifat retoris dapat dimaknai pertanyaan biasa, dan (3) kalimat informasi yang digunakan para siswa menunjukkan bahwa kalimat tersebut mendukung suatu pengungkapan peristiwa atau kejadian. Penggunaan kalimat dalam wacana argumentasi siswa kelas XI MAN I Malang menunjukkan bahwa para siswa tidak dapat mengatur kerunutan kalimat sehingga sering terjadi ketidakmengertian atau kebingungan. Penggunaan kalimat menjadikan pertentangan pendapat antarpengungkap yang mengakibatkan diskusi berjalan tidak sehat. Hasil penelitian penggunaan paragraf dalam wacana argumentasi siswa kelas XI MAN I Malang menunjukkan kalimat topik dan kalimat penjelas yang dikelompokkan sesuai letak kalimat topik, yaitu pada bagian awal dan pada Diskusi merupakan satu bentuk untuk saling bertukar pikiran secara lisan dan merupakan satu bentuk pembicaraan secara teratur dan terarah. Diskusi ini menarik untuk diteliti karena para peserta diskusi dalam menggunakan bahasa dalam wacana argumentasi masih mengalami kesulitan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pilihan kata, penggunaan kalimat, dan penggunaan paragraf dalam wacana argumentasi siswa kelas XI MAN I Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian ini berupa data ujaran siswa. Sumber data dalam penelitian ini, yakni siswa kelas XI MAN I Malang. Ujaran siswa merupakan fokus utama dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi yang dilaksanakan dengan melakukan kegiatan perekaman menggunakan handycam dan catatan lapangan. Analisis data dalam penelitian ini dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pilihan kata dalam wacana argumentasi siswa kelas XI MAN I meliputi (1) kata lugas yang digunakan oleh para siswa dalam diskusi mereka juga sering ditemui dalam pembicaraan umum, (2) kata populer para siswa digunakan sebagai kata yang dikenal dan dipakai oleh semua lapisan masyarakat dalam komunikasi terlingkup dalam suatu waktu, sedangkan (3) kata ilmiah yang digunakan para siswa tidak dalam posisi yang tepat dalam kalimat. Hasil penelitian penggunaan kalimat dalam wacana argumentasi siswa kelas XI MAN I Malang menunjukkan (1) kalimat pernyataan direalisasikan menjadi pernyataan analitis dan sintesis yang diperlakukan sama yaitu dianggap sebagai pernyataan yang kuat untuk dasar pendapat, (2) kalimat pertanyaan para siswa menggunakan pertanyaan biasa dan pertanyaan retoris, pertanyaan retoris yang digunakan tidak berdasar pada kebenaran umum, tetapi kebenaran subjektif, sehingga pertanyaan yang seharusnya bersifat retoris dapat dimaknai pertanyaan biasa, dan (3) kalimat informasi yang digunakan para siswa menunjukkan bahwa kalimat tersebut mendukung suatu pengungkapan peristiwa atau kejadian. Penggunaan kalimat dalam wacana argumentasi siswa kelas XI MAN I Malang menunjukkan bahwa para siswa tidak dapat mengatur kerunutan kalimat sehingga sering terjadi ketidakmengertian atau kebingungan. Penggunaan kalimat menjadikan pertentangan pendapat antarpengungkap yang mengakibatkan diskusi berjalan tidak sehat. Hasil penelitian penggunaan paragraf dalam wacana argumentasi siswa kelas XI MAN I Malang menunjukkan kalimat topik dan kalimat penjelas yang dikelompokkan sesuai letak kalimat topik, yaitu pada bagian awal dan pada

Pengaruh model pembelajaran kooperatif TGT-problem posing dan TGT terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa pada materi pokok hidrolisis garam untuk siswa kelas X1 SMA Negeri 10 Malang / Yunita

 

ABSTRAK Yunita. 2009. Pengaruh Model Pembelajaran TGT-Problem Posing dan TGT Terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa pada Materi Pokok Hidrolisis Garam Untuk Siswa Kelas XI SMA Negeri 10 Malang. Skripsi, Program studi pendidikan kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Parlan, M.Si., (II) Dra. Dedek Sukarianingsih, M.Pd., M.Si. Kata Kunci: TGT, Problem Posing, Prestasi belajar, motivasi, Hidrolisis Garam. Dalam KTSP pelajaran kimia termasuk dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang harus ditempuh siswa sampai tuntas. Ketuntasan yang diisyaratkan oleh KTSP adalah ketercapaian indikator yang telah disusun minimal 75% (BSNP, 2006:12). Agar ketuntasan belajar yang diisyaratkan oleh KTSP ini tercapai maka selain penguasaan materi oleh guru juga diperlukan adanya cara-cara yang efektif, efisien, dan menyenangkan untuk membelajarkan siswa tentang materi kimia tanpa membuat siswa merasa bosan dan putus asa dalam belajar. Beberapa model pembelajaran yang dapat digunakan diantaranya adalah pembelajaran kooperatif TGT dan Problem Posing. Model pembelajaran TGT ini mampu membangkitkan motivasi siswa dalam kegiatan yang menyenangkan dan menantang. Model Problem Posing dapat meningkatkan keaktivan siswa selama proses pembelajaran karena dalam model ini siswa dilatih untuk membuat soal dari kondisi-kondisi yang diberikan oleh guru. Salah satu materi kimia yang mencakup teori dan hitungan matematik adalah hidrolisis garam sehingga model TGT dan Problem Posing menjadi model pembelajaran yang cocok untuk diterapkan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Penggunaan rancangan ini dimaksudkan untuk membandingkan prestasi belajar siswa antara kelas eksperimen 1 yaitu siswa yang diajar dengan model pembelajaran TGT- Problem Posing, kelas eksperimen 2 yaitu siswa yang diajar dengan model pembelajaran TGT dan kelas kontrol yaitu siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X1 IPA SMA Negeri 10 Malang, yang terdiri dari 4 kelas. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik sampling kelompok dan diperoleh tiga kelas sebagai sampel yaitu kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen dan XI IPA 3 sebagai kelas kontrol. Data prestasi belajar diperoleh dari nilai unjuk kerja, nilai LKS, nilai aktivitas dalam pembelajaran kooperatif, nilai turnamen dan nilai tes akhir. Sedangkan data motivasi siswa diperoleh dari lembar angket yang diberikan kepada siswa tiap akhir pertemuan. Semua instrumen yang digunakan dalam penelitian ini telah divalidasi. Untuk instrumen tes akhir hasil validasi butir soal, diperoleh 23 soal valid dan 7 soal tidak valid sedangkan reliabilitas untuk soal ini adalah 0,838. Semua data yang diperoleh sebelum dilakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas, menggunakan bantuan SPSS 16 for windows. Hasil analisis dengan uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran TGT-Problem i Posing ( = 80,75) dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran TGT ( = 76,72), siswa yang diajar dengan model pembelajaran TGT-Problem Posing ( = 80,75) dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional ( = 72,11) dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran TGT ( = 76,72) dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional ( = 72,11) pada taraf signifikansi < 0,05. Hasil angket menunjukkan tidak ada perbedaan motivasi terhadap model pembelajaran yang diterapkan baik pada siswa yang diajar dengan model pembelajaran TGT-Problem Posing maupun siswa yang diajar dengan model pembelajaran TGT yaitu sama-sama termotivasi. Hal ini terlihat dari jumlah siswa yang termotivasi rata-rata > 75%, sangat termotivasi > 5%, dan yang tidak termotivasi > 5%.

Hubungan antara konsep diri dan kecemasan menghadapi ujian pada siswa SMKN 1 Malang / Yuliana

 

ABSTRAK Yuliana. 2009. Hubungan antara Konsep Diri dan Kecemasan Menghadapi Ujian pada Siswa SMKN 1 Malang. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed (2) Fattah Hidayat, M.Si. Kata kunci : konsep diri, kecemasan menghadapi ujian. Siswa yang menghadapi ujian akan mengalami kecemasan, namun tinggi rendahnya kecemasan dipengaruhi oleh konsep diri yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan konsep diri siswa SMKN 1 Malang, (2) mendeskripsikan kecemasan dalam menghadapi ujian pada siswa SMKN 1 Malang, (3) mengetahui hubungan antara konsep diri dan kecemasan dalam menghadapi ujian pada siswa SMKN 1 Malang. Penelitian ini dilaksanakan dengan desain deskriptif korelasional dengan populasi seluruh siswa kelas X SMKN 1 Malang. Sampel diambil dengan teknik purposif sampling. Data penelitian diambil dengan menggunakan dua skala yaitu skala konsep diri dan skala kecemasan menghadapi ujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17,42% siswa memiliki konsep diri sangat tinggi, 79,55% siswa memiliki konsep diri tinggi dan 3,03% siswa memiliki konsep diri rendah. Sebanyak 28,03% siswa memiliki kecemasan yang tinggi, 66,67% siswa memiliki kecemasan rendah dan 5,30% siswa memiliki kecemasan yang sangat rendah dalam menghadapi ujian. Hasil analisis korelasional Pearson menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara konsep diri dan kecemasan menghadapi ujian (rxy = - 0,464; sig = 0,00< 0,05), artinya semakin tinggi konsep diri siswa maka akan semakin rendah kecemasan siswa dalam menghadapi ujian, sebaliknya semakin rendah konsep diri yang dimiliki siswa maka kecemasan dalam menghadapi ujian akan semakin tinggi. Saran bagi siswa, diharapkan dapat lebih meningkatkan konsep diri dengan cara menerima dan menghargai potensi yang dimiliki serta berfikir positif dan rasional dalam menilai kemampuan yang dimiliki diri siswa untuk mengurangi tingkat kecemasan dalam menghadapi ujian agar dapat memaksimalkan hasil dari ujian. Bagi guru, diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi siswa sehingga dapat mengurangi kecemasan siswa dalam menghadapi ujian memberikan penghargaan yang cukup kepada siswa, agar dapat meningkatkan konsep diri. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian tentang kecemasan dihubungkan dengan variabel yang berbeda.

Hubungan antara self efficacy dan problem focused coping dengan prestasi akademik pada mahasiswa yang memprogramkan skripsi / Anna Yunita Simamora

 

Kata kunci : self efficacy, problem focused coping dan prestasi akademik Prestasi akademik dapat diprediksi melalui self efficacy yaitu keyakinan individu memperkirakan kemampuan diri dalam melaksanakan tugas dan tindakan tertentu dan problem focused coping yang dilakukan mahasiswa dalam penulisan skripsinya. Skripsi merupakan salah satu syarat mahasiswa dapat lulus dari perguruan tinggi dan meraih gelar sarjana. Namun dari data mahasiswa Universitas Negeri Malang sebesar 43% mahasiswa Psikologi yang belum lulus. Self efficacy mahasiswa dan bagaimana mahasiswa tersebut menghadapi situasi yang membuatnya tertekan akan menentukan prestasi akademik yang akan dicapai. Tujuan penelitian (1) gambaran self efficacy pada mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang angkatan 2005 yang memprogram skripsi. (2) gambaran problem focused coping pada mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang angkatan 2005 yang memprogram skripsi. (3) gambaran prestasi akademik pada mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang angkatan 2005 yang memprogram skripsi. (4) hubungan antara self efficacy dan problem focused coping dengan prestasi akademik pada mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang angkatan 2005 yang memprogram skripsi. Penelitian ini menggunakan subyek penelitian sebanyak 52 orang mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang angkatan 2005 yang memprogram skripsi. Instrumen yang digunakan yaitu skala self efficacy dan skala problem focused coping dengan model skala Likert, sedangkan untuk prestasi akademik diambil dari data mahasiswa. Analisis data yang digunakan terdiri dari analisis deskriptif, analisis korelasi product moment, analisis regresi linear berganda. Dari uji coba diperoleh 32 item untuk skala self efficacy dan reliabilitas 0,922, sedangkan pada skala problem focused coping diperoleh 30 item dengan reliabilitas 0,905. Hasil analisis deskriptif dapat disimpulkan bahwa self efficacy pada mahasiswa tergolong sedang, problem focused coping pada mahasiswa tergolong sedang, dan prestasi akademik yang dimiliki mahasiswa masih tergolong sedang. Hasil analisis korelasi product moment dan regresi linear berganda menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan prestasi akademik (r = 0.277; p = 0,047 < 0.05) dan hubungan antara problem focused coping dengan prestasi akademik menunjukkan hubungan yang signifikan (r = 0.305; p = 0,028< 0.05). Hasil korelasi linear berganda menunjukkan hubungan yang signifikan antara self efficacy dan problem focused coping dengan prestasi akademik R= 0,362, R2=0,131 dan F hitung sebesar 3,701 ( p = 0,032 < 0,05). Saran yang diberikan : (1) bagi mahasiswa, dapat mengetahui bahwa pentingnya self efficacy dan problem focused coping dalam penulisan skripsi sehingga dapat meningkatkan nya lagi sehingga dapat meraih prestasi yang baik. Faktor dari dalam diri invidu serta dari luar juga berpengaruh dalam pelaksanaan tugas untuk mencapai prestasi yang baik. (2) Instansi pendidikan hendaknya memberikan perhatian pada perkembangan skripsi khususnya dosen pembimbing. Saran dan bimbingan dari dosen pembimbing dapat meningkatkan self efficacy dan problem focused coping pada mahasiswa. (3) Bagi peneliti Selanjutnya, diharapkan pada peneliti selanjutnya melakukan penelitian dengan metode penelitian yang berbeda yaitu dengan menggunakan metode penelitian kualitatif ataupun sebagai referensi dalam melakukan penelitian dengan menggunakan sampel yang berbeda.

The representation of Tennessee Williams' psychological conflict in A Streetcar Named Desire / Yunita Uswatun Khasanah

 

ABSTRACT Khasanah, Yunita Uswatun. 2009. The Representation of Tennessee Williams’ Psychological Conflict in “A Streetcar Named Desire”. A Thesis. English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Drs. Misbahul Amri, M.A. Keyword: psychological conflict, characterization, homosexuality, deviant personality. Homosexuality and deviant personality are the pivotal points of Tennessee Williams’ works. His works were always fraught with psychological depth which was believed due to his being homosexual. It is believed that the formation of his sexual orientation and feminine personality were rooted in his childhood trauma. In A Streetcar Named Desire, the conflict being experienced by Stella Kowalski is almost the same with the confusion being experienced by Tennessee Williams during his life. This is what makes Stella’s character as important as the other two main characters, Blanche Dubois and Stanley Kowalski in dealing with the analysis of Williams’ psychological conflict. Therefore, this thesis also incorporates Freudian psychoanalysis. Freudian analysis assumes that the mind has two components – conscious and unconscious. Psychoanalysis’ role in literature is to reveal important information such as the motivations and hidden intentions which is essential for the purpose of understanding characters on a deeper level.

Konflik dalam perkawinan akibat kehamilan pranikah pada wanita Jawa di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu / Sinta Kusuma Primastuti

 

ABSTRAK Primastuti, Sinta Kusuma. 2009. Konflik dalam Perkawinan Akibat Kehamilan Pranikah pada Wanita Jawa di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed., (2) Hetti Rahmawati, S.Psi., M.Si. Kata kunci: konflik, perkawinan, kehamilan pranikah, nilai-nilai budaya Jawa Perkawinan akibat kehamilan pranikah adalah perkawinan yang diinisiasi oleh terjadinya kehamilan. Ketidaksiapan dalam memasuki kehidupan perkawinan dianggap menjadi indikator kerentanan munculnya konflik dan ketidakmampuan mengelola konflik dengan tepat. Konflik sendiri bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Dengan manajemen konflik perkawinan yang tepat, pasangan dapat memperoleh dampak yang positif untuk kehidupan perkawinan, terutama yang berkaitan dengan kepuasan perkawinan. Terkait dengan konflik, masyarakat Jawa dikenal sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi keharmonisan atau keselarasan hidup yang terdiri dari prinsip kerukunan dan hormat. Wanita Jawa dalam perkawinan akibat kehamilan pranikah menghadapi tantangan yang kompleks dalam memilih manajemen konflik yang tepat. Mereka harus mengelola konflik sekaligus memenuhi tuntutan untuk menjaga keselarasan hidup. Fokus dalam penelitian ini adalah: (1) Penghayatan wanita Jawa terhadap nilai-nilai budaya Jawa mengenai perkawinan akibat kehamilan pranikah, (2) Sumber-sumber konflik dalam perkawinan akibat kehamilan pranikah pada wanita Jawa, dan (3) Bentuk-bentuk manajemen konflik yang digunakan wanita Jawa dalam perkawinan akibat kehamilan pranikah. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif berperspektif fenomenologi dengan model penelitian studi kasus. Berdasarkan kriteria yang sesuai tujuan penelitian, dipilih tiga subyek untuk menjadi subyek penelitian. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah: (1) Wawancara mendalam, (2) Observasi nonpartisipan, dan (3) Jurnal refleksi subyek. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan metode perbandingan tetap atau Constant Comparative Method. Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah: (1) Ketekunan pengamatan, (2) Triangulasi sumber dan metode, (3) Kecukupan referensial. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) Dasar pemikiran subyek penelitian pada ketiga kasus bersifat rasional dan pragmatis, sehingga penghayatan terhadap nilai-nilai budaya Jawa mengenai perkawinan akibat kehamilan pranikah oleh subyek penelitian cenderung bersifat situasional; (2) Sumber-sumber konflik dalam perkawinan akibat kehamilan pranikah pada wanita Jawa adalah karakter suami, keuangan dan pekerjaan, orang tua atau mertua, dan anak; (3) Bentuk-bentuk manajemen konflik yang digunakan subyek penelitian dalam perkawinan akibat kehamilan pranikah adalah smoothing (melunak) untuk konflik dengan suami serta withdrawing (menarik diri) dan compromising (kompromi) untuk konflik dengan orang tua atau mertua. Saran yang diajukan oleh peneliti adalah: (1) Wanita dalam perkawinan akibat kehamilan pranikah hendaknya lebih kritis dalam menyikapi nilai-nilai budaya Jawa mengenai perkawinan akibat kehamilan pranikah, lebih cerdas untuk memilih bentuk manajemen konflik yang tepat, dan memiliki wawasan yang lebih obyektif untuk mempertahankan perkawinan dengan cara yang lebih adaptif; (2) Pria dalam perkawinan akibat kehamilan pranikah hendaknya lebih bijak dalam menyikapi nilai-nilai budaya Jawa mengenai perkawinan akibat kehamilan pranikah dan dapat bersama-sama mengusahakan kehidupan perkawinan yang lebih baik dengan menyepakati bentuk manajemen konflik yang dapat menguntungkan kedua belah pihak; (3) Keterbatasan dalam penelitian yang hanya sampai pada tujuan deskriptif-interpretif dapat dikembangkan dengan penelitian lebih lanjut dan mendalam dengan tujuan kritis untuk mengusahakan transformasi personal dan sosial.

Improving the writing ability of the tenth graders of MAN Batu in writing descriptive texts through writing-as-a-process approach / Khalimatus Sa'diyah

 

ABSTRACT Sa’diyah, Khalimatus. 2009. Improving the Writing Ability of the Tenth Graders of MAN Batu in Writing Descriptive Texts through Writing-as-a-Process Approach. Thesis. Graduate Program in English Language Education, State University of Malang. Advisors: (I) Dra. Hj. Utami Widiati, M.A., Ph.D. (II) Dr. Sri Rachmajanti, Dip. TESL, M.Pd. Key words: writing-as-a-process approach, writing ability, descriptive paragraphs This study was designed to develop writing-as-a-process approach to improve the students’ writing ability. This approach seems to be able to stimulate the students to be more involved in the writing activities so that their writing ability might improve and they might become more motivated; because it provides students with guidance during the writing activities through stages in producing a piece of writing. This study employed collaborative classroom action research design in which the researcher and her collaborative teacher as a research team worked together from the beginning up to the end of this study. This study was focused on the tenth graders (X-D) of Madrasah Aliyah Negeri Batu of the 2008/2009 academic year. This class was considered to be the lowest level among the first year parallel classes, based on the average score of the students in the mid term and in the pre-test given of the preliminary study. In the preliminary study, the students’ writing problems were identified. Preparations were then carried out in the planning stage. The planning covered preparing writing-as-a-process approach, which include three stages of approaching process writing, i.e. prewriting (generating ideas), writing (drafting), and rewriting (revising, editing, and publishing). The preparation also included preparing the teaching materials and media, besides deciding the criteria of success. After that, the implementation and observation were conducted. It was followed by data analysis. The instruments used to collect data were an observation checklist, field notes, interview guide, and writing tasks. Based on the result of data analysis, reflections were then made in order to evaluate whether the findings of the study had met the criteria of success. Through the implementation of the writing-as-a-process approach in two cycles, the students’ writing ability in the process of learning writing and in producing descriptive paragraphs was improved from the first cycle to the second. This was indicated by the improvement of their ability in implementing the prewriting, writing, and rewriting stages. In the prewriting stage, the students were able to generate their ideas in a cluster and organize them into a good order. In the writing stage, they were able to write their rough drafts. In the rewriting stage, they were able to revise their drafts on content and organization, edit their drafts on grammar and mechanics, and write in a final writing product. It was also indicated by their average score increasing from 60.35 in the pre-test to 67.85 in the first cycle, and to 71.96 in the second cycle. On the basis of the findings, some suggestions were posted. First, for English teachers who are interested in using writing-as-a-process approach to improve the students’ writing ability, they should group the students in learning to write so that they can help and correct each other; since writing-as-a-process approach takes much time, they should set the time effectively by considering the length of the time allocated for every task; and, they should have the students practice the revising and editing activities through the group working before assigning them to revise and edit their own drafts. Second, for future researchers who are interested in conducting a similar study, it was suggested to explore the applicability of the writing-as-a-process approach with students of different levels as well as of different styles and to carry out some form of experimental studies which are aimed at developing students’ ability in writing paragraphs using writing-as-a-process approach in order to be able to make generalization across classes and text types.

Karaketistik pendidikan moral di pondok pesantren Irsyaduddiniyah Desa Patokan Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo / Diana Permai

 

Pendidikan moral sebagai salah satu pendidikan yang mempersiapkan seorang agar dapat berpikir, merasakan, dan bertindak sesuai dengan kaidah kesusilaan atau kebiasaan serta nilai-nilai yang berlaku pada suatu kelompok masyarakat tertentu. Karakteristik pendidikan moral di pondok pesantren mempunyai keunikan tersendiri dimana para santri berserta kiai/ ustadz saling berinteraksi dalam suatu kompleks tertentu yang mandiri, sehingga dapat menumbuhkan ciri-ciri khas pesantren, seperti adanya hubungan yang akrab antara santri dan kiai, santri taat dan patuh pada kiainya, para santri hidup secara mandiri dan sederhana, adanya semangat gotong-royong dalam suasana penuh persaudaraan, para santri terlatih hidup berdisiplin dan tirakat. Penelitian bertujuan: (1) untuk mengetahui bentuk-bentuk kegiatan pendidikan moral di pondok pesantren Irsyaduddiniyah Desa Patokan Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo, (2) untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pendidikan moral di pondok pesantren Irsyaduddiniyah Desa Patokan Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo, (3) untuk mengetahui karakteristik pendidikan moral di pondok pesantren Irsyaduddiniyah Desa Patokan Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Irsyaduddiniyah Desa Patokan Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo, bulan Mei sampai dengan Juni 2009. Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik obeservasi, kajian pustaka, dokumentasi, dan wawancara dengan Kyai, Nyai, Pengajar, Pengasuh, Santri putra/putri,warga sekitar pondok, dan orang-orang yang terkait dengan Pondok Pesantren Irsyaduddiniyah. Jenis penelitiannya adalah penelitian deskriptif dan analisis hasil penelitian yang dipakai adalah reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan (1) bentuk-bentuk pendidikan moral di Pondok pesantren Irsyaduddiniyah adalah sholat, puasa, tauhid, wirid, isthigosah, pengajian kitab kuning, diba’, berjanji, thoriqoh dan suluk. (2) kendala yang dihadapi Pondok pesantren Irsyaduddiniyah dalam pelaksanaan pendidikan moral adalah fasilitas pondok pesantren yang masih kurang memadai dan perlu ada perbaikan, kurangnya tenaga pengajar baik di sekolah formal maupun diniyah, banyaknya santri yang kurang mampu, latar belakang santri, kurangnya perhatian/dukungan wali santri, dan dana pondok pesantren untuk memenuhi kebutuhan baik untuk pondok pesantren maupun santri yang kurang mampu. (3) karakteristik pendidikan moral di Pondok pesantren Irsyaduddiniyah adalah terpadu terlihat dari ajaran tauhid, cara melaksanakan ibadah, dan suasana selama di pondok pesantren, serta kegiatan-kegiatan pendidikan moral meliputi kegiatan mentaukhidkan Allah SWT, beribadah kepada Allah SWT, Ukhuwah Islamiyah, kekeluargaan dan kebersamaan santri di pondok pesantren, persahabatan antar santri, hidup serasi dan seimbang, qona’ah dan sederhana, keikhlasan dan pengorbanan santri. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan pondok melaksanakan upaya mengatasi kendala-kendala dalam pelaksanaan pendidikan moral di Pondok Pesantren Irsyaduddiniyah dengan secepatnya dan sebaik-baiknya demi tercapainya tujuan pendidikan moral yaitu menjadikan santri menjadi sosok pribadi yang terdidik secara moral dan berakhlak mulia, pengajar dan pengasuh di Pondok Pesantren Irsyaduddiniyah diharapkan dapat menjadi figur dan contoh yang teladan bagi santri melalui sikap sehari-hari sehingga santri dapat mencontoh figur pengajar dan pengasuhnya, santri harus selalu tekun belajar dan mengamalkan ajaran agama dalam berbagai bidang kehidupan, karena dengan mengamalkan ajaran agama dengan benar akan berdampak kepada kehidupan sosial kelak.

Pemanfaatan remitensi keluarga TKW di daerah asal di Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang / Sri Wulandari

 

ABSTRAK Wulandari, Sri. 2009. Pemanfaatan Remitensi Keluarga TKW di Daerah Asal di Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Budijanto, M.Si, (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.si. Rendahnya penghasilan dan kesempatan kerja menyebabkan sebagian penduduk dari Desa Purwodadi melakukan migrasi ke luar negeri untuk menjadi tenaga kerja Wanita (TKW). Sehingga menghasilkan kiriman ke daerah asal (remiten) yang dialokasikan untuk kegiatan konsumtif dan produktif, sehingga membawa perubahan terhadap kondisi sosial ekonomi keluarga di daerah asal. Beberapa tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan jumlah remitensi di daerah asal di Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang, (2) Mendiskripisikan karakteristik TKW, (3) Mendeskripsikan proporsi remitensi terhadap pendapatan total rumah tangga, (4) Mendeskripsikan hubungan antara jumlah remitensi dengan negara tujuan, jenis pekerjaan, lama bekerja, dan status migrasi, (5) Mendeskripsikan pemanfaatan remitensi, (6) Mendeskripsikan hubungan antara jumlah remitensi dengan kondisi sosial ekonomi keluarga di daerah asal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survey, cara memperoleh datanya dengan menggunakan angket (quesioner). Populasi dalam penelitian ini adalah anggota keluarga TKW di Desa Purwodadi yang bekerja di luar negeri berjumlah 75 orang dengan menggunakan purposive random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan perhitungan persentase dan analisis Chi square. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Karakteristik TKW di lihat dari pendidikan yang ditempuh TKW sangat rendah, sehingga jenis pekerjaan yang dimiliki TKW di luar negeri sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), negara tujuan bekerja yaitu negara Hongkong, dengan lama kerja > 6 tahun, serta pendapatan/gaji yang tinggi pula. Sedangkan remiten untuk keluarga di daerah asal sangat tinggi, cara mengirim remiten melalui jasa Bank, remiten lebih tinggi dimanfaatkan untuk makan-minum, pendidikan, membangun rumah, dan modal usaha, sedangkan bentuk rumah sesudah menjadi TKW yaitu permanen. Hubungan remitensi dengan negara tujuan yaitu remitensi yang paling tinggi bekerja di negara Hongkong sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), hubungan jenis pekerjaan dengan Gaji TKW yaitu gaji yang paling tinggi bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), hubungan lama kerja terhadap remitensi yaitu remitensi yang paling tinggi adalah yang bekerja >6 tahun, hubungan status migrasi terhadap remitensi yaitu remitensi yang paling tinggi adalah migrasi legal, dan hubungan remitensi terhadap gaya hidup yaitu pemanfaatan remitensi yang paling tinggi untuk kebutuhan makan-minum, biaya pendidikan dan membangun rumah serta untuk modal usaha.

Hubungan kemampuan adversity dengan prestasi belajar pada mahasiswa Prodi Psikologi Universitas Negeri Malang / Fakul Hidayah

 

Kata kunci: kemampuan adversity, prestasi belajar Setiap orang selalu menginginkan sukses dalam kehidupan. Dalam mencapai sukses seseorang selalu dihadapkan dengan hambatan dan kesulitan. Hal ini juga terjadi dalam pendidikan di perguruan tinggi, dimana indikasi sukses mahasiswa dilihat dari prestasi akademiknya. Sebagai program studi yang memiliki banyak peminat, mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang memiliki kesulitan tersendiri dalam menjalani pendidikannya, seperti perbedaan sifat pendidikan di SLTA dan perguruan tinggi yang mencakup kurikulum, disiplin, hubungan dosen dengan mahasiswa, masalah hubungan sosial, ekonomi dan pemilihan bidang studi atau jurusan (Gunarsa, 2004). Kemampuan Adversity adalah kemampuan seseorang dalam bereaksi terhadap kesulitan yang dihadapinya (Stoltz, 2000). Seseorang yang memiliki Kemampuan Adversity tinggi akan bereaksi dengan tepat dan dapat mengatasi kesulitan yang dihadapinya. Dalam menghadapi kesulitan dalam perguruan tinggi, mahasiswa perlu memiliki kemampuan adversity yang tinggi sehingga akan berpengaruh terhadap prestasi belajar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan korelasional dengan besaran populasi sebanyak 475 mahasiswa Prodi Psikologi Universitas Negeri Malang. Besaran sampel berjumlah 115 mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang yang ditentukan dengan teknik incidental sampling. Hasil uji validitas aitem diperoleh nilai validitas aitem antara 0.262-0.655 dan penghitungan reliabilitas dengan koefisien alpha cronbach 0,893. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kemampuan adversity dengan prestasi belajar pada mahasiswa Prodi Psikologi Universitas Negeri Malang (rxy = 0.498, sig = 0,000 < 0,05). Artinya semakin tinggi kemampuan adversity mahasiswa maka semakin baik prestasi belajar. Hasil analsis deskriptif menunjukkan bahwa mahasiswa Prodi Psikologi UM yang memiliki kemampuan adversity tinggi sebanyak 27 mahasiswa (23.48%), sedang 65 mahasiswa (56.52%), dan rendah 23 mahasiswa (20%). Sedangkan prestasi belajar pada mahasiswa dengan predikat pujian berjumlah 1 mahasiswa (0.87%), memuaskan 30 mahasiswa (26.09%), dan cukup memuaskan 4 mahasiswa (3.48%). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan kepada: (1) mahasiswa: Percaya terhadap kemampuan diri dan belajar untuk memiliki kendali terhadap semua masalah yang dihadapi (3) jurusan psikologi: adanya pembentukan kesadaran bahwa pendidikan seharusnya juga mengembangkan aspek-aspek psikologis peserta didik. (3) peneliti selanjutnya: dapat mengembangkan penelitian tentang kemampuan adversity misalnya menjadikan tipe adversity (Quitters, Campers dan Climbers) sebagai variabel penelitian.

Pengaruh lama sintering terhadap struktur kristal dan magnetodielektrik senyawa spintronik Ti0,97Cr0,03O2± / Abdul Wahab

 

ABSTRAK Wahab, Abdul. 2009. Pengaruh Lama Sintering Terhadap Struktur Kristal dan Magnetodielektrik Senyawa Spintronik Ti0,97Cr0,03O2±d. Skripsi, Program Studi Fisika Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Markus Diantoro, M.Si, (2) Drs. Yudyanto, M.Si. Kata Kunci: struktur kristal, spintronik, magnetodielektrik, lama sintering, (Ti,Cr)O2 Bahan semikonduktor yang didoping dengan bahan magnetik dapat menghasilkan senyawa spintronik. Spintronik merupakan bahan yang sangat menarik karena spintronik merupakan penggabungan dua bahan yang berbeda sifatnya yang dalam aplikasinya akan mempunyai fungsi ganda yaitu untuk menyimpan data dan untuk memproses data. Salah satu ciri senyawa spintronik adalah apabila bahan tersebut diberi medan magnet dan medan listrik maka konstanta dielektriknya mengalami perubahan. Pengaruh struktur kristal berkaitan erat dengan sifat kemagnetan, kelistrikan, dan konduktivitas. Lama sintering dapat mempengaruhi struktur kristal. Oleh karena itu perlu diteliti bagaimana pengaruh lama sintering terhadap struktur kristal dan magnetodielektrik senyawa spintronik Ti0,97Cr0,03O2±d. Senyawa spintronik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ti0,97Cr0,03O2±d yang disintering pada suhu 1000oC selama 2 jam sampai 12 jam dengan rentang 2 jam. Sintesis dan karakterisasi magnetodielektrik senyawa spintronik Ti0,97Cr0,03O2±d dilakukan di Laboratorium Fisika Material Universitas Negeri Malang. Karakterisasi difraksi sinar-X dilakukan di Laboratorium Pusat Riset ITS Surabaya. Sampel serbuk spintronik Ti0,97Cr0,03O2±d dikarakterisasi dengan difraksi sinar-X dan dianalisis dengan metode Rietveld menggunakan program GSAS dengan bantuan program EXPGUI. Berdasarkan hasil analisis refinement kemudian dilakukan analisis parameter kisi, jarak antar atom dan sudut antar atom yang dikaitkan dengan lama sintering dan magnetodielektriknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin bertambahnya lama sintering maka konstanta dielektrik senyawa spintronik Ti0,97Cr0,03O2±d cenderung meningkat secara eksponensial. Bertambahnya konstanta dielektrik ini dikarenakan adanya interaksi muatan (gaya Coulomb). Magnetodielektrik senyawa spintronik Ti0,97Cr0,03O2±d secara umum meningkat seiring dengan bertambahnya lama sintering. Semakin besar konstanta dielektrik dalam pengaruh medan magnet disebabkan adanya interaksi antara muatan dan spin elektron. Lama sintering juga mempengaruhi struktur kristal, dimana nilai parameter kisi a, b dan c mengalami kenaikan secara eksponensial sampai titik tertentu kemudian mengalami penurunan secara eksponensial seiring bertambahnya lama sintering. Perubahan parameter kisi a, b, dan c ini dikarenakan adanya cacat titik atau interstitial. Perubahan parameter kisi a, b, dan c mengakibatkan volume kristal berubah dengan pola yang serupa, yaitu mengalami kenaikan secara eksponensial sampai titik tertentu kemudian mengalami penurunan secara eksponensial seiring bertambahnya lama sintering.

Proses audit pada akun kas dan setara kas, piutang, persediaan, hutang dagang, penjualan dan pembelian pada Kantor Akuntan Publik (KAP) Made Sudharma, Thomas, dan Dewi / Sandhi Idhar Rosydi

 

Kepuasan pegawai terhadap sarana dan prasarana di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek / Nanang Bagus Patriadi

 

ABSTRAK Patriadi, Nanang Bagus. 2009. Kepuasan Pegawai terhadap Sarana dan Prasarana di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek . Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Mustiningsih, M. Pd., dan Pembimbing (II) Drs. Sultoni , M. Pd. Kata kunci: kepuasan pegawai,sarana dan prasarana Kepuasan kerja adalah dimana tujuan sudah sesuai dengan harapan yang telah diinginkan dan menurut bidangnya masing masing. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja pegawai, yaitu lingkungan kerja dan sarana dan prasarana yang tersedia.Sedangkan fungsi kepuasan kerja adalah mendorong pegawai dalam melaksanakan suatu pekerjaannya dengan lebih baik. Ada banyak karyawan dengan kepuasan kerja tinggi tidak menjadi karyawan yang tinggi. tetapi tetap hanya sebagai karyawan rata-rata. Kepuasan kerja tersebut bukan merupakan suatu motivator yang kuat. Pengertian di atas dapat disimpulkan, bahwa motivasi timbul dari dalam diri seseorang yang mengacu dalam memuaskan kebutuhan. Semangat dalam diri seseorang agar dapat meningkatkan kinerjanya dalam mencapai prestasi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tingkat kepuasan pegawai terhadap sarana dan prasarana., kepuasan pegawai terhadap sarana ,dan tingkat kepuasan pegawai terhadap prasarana di Kantor dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek Penelitian ini dilakukan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek pada bulan Mei sampai Juni 2009. Populasi penelitian ini adalah staf Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek yang berjumlah 90 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel total yaitu 90 pegawai. Rancangan penelitian yang dipakai adalah rancangan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan instrumen angket. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Secara umum hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek berada dalam keadaan puas (87%) dengan frekuensi (78), dalam keadaan sangat puas (6%), dengan frekuensi (5), netral (8%) dengan frekuensi (7) tidak puas (0%) dan sangat tidak puas (0%). Sedangkan kepuasan pegawai terhadap sarana adalah puas (84%) frekuensi (76) sangat puas (6%) frekuensi (5) netral (10%) frekuensi (9) tidak puas (0%) sangat tidak puas (0), kepuasan pegawai terhadap prasarana di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek adalah puas dengan kategor (67%) frekuensi (60) sangat puas (3%) frekuensi (3), netral (29%) frekuensi (26), tidak puas (0%),dan sangat tidak puas (0) Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disaranakan bagi kepala Dinas hendaknya selalu melengkapi sarana dan prasaran agar pegawi bekerja lebih baik karena dengan sarana dan prasarana lebih baik maka kinerja dan produktivitas pegawai menjadi lebih optimal.Untuk Jurusan Administrasi Pendidikan hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk penelitian lebih lanjut mengenai kepuasan pegawai terhadap sarana dan prasarana. Untuk peneliti lain hendaknya melakukan penelitian dengan kajian sejenis dengan mengkaji variabel lain.

Pengaruh budaya organisasi dan pemberdayaan karyawan terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja (studi pada karyawan PT. Lestari Agro Kencana Tulungagung) Nia Nurmala Tamba

 

ABSTRAK Tamba, Nia Nurmala. 2009. Pengaruh Budaya Organisasi dan Pemberdayaan Karyawan Terhadap Komitmen Organisasi Melalui Kepuasan Kerja (Studi Pada Karyawan PT. Lestari Agro Kencana Tulungagung). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi S1 Manajemen, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed, M.Si. (II) Drs. Djoko Dwi K, M.Si Kata Kunci: Budaya Organisasi, Pemberdayaan Karyawan, Kepuasan Kerja, dan Komitmen Organisasi Perkembangan ekonomi telah mendorong terjadinya perubahan dengan cepat untuk mewujudkan keunggulan bersaing dalam memenangkan persaingan. Salah satu sumber ekonomi yang vital dan memiliki peran besar dalam mewujudkan tujuan perusahaan sekaligus memenangkan persaingan adalah adanya dukungan sumberdaya manusia atau karyawan. Setiap karyawan yang bekerja membutuhkan adanya satu kondisi pemberdayaan dimana karyawan memiliki kesempatan, kepercayaan dan tanggungjawab untuk menggunakan kemampuannya dalam kontrol, dan pengambilan keputusan guna mencapai hasil yang terbaik dari pekerjaan yang dilakukan. Selain itu, karyawan juga membutuhkan budaya organisasi yang kuat untuk mengarahkan perilaku mereka dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan perusahaan. Dengan tercapainya tujuan perusahaan dan adanya pemberdayaan karyawan, maka kepuasan kerja akan mereka dapatkan. Apabila budaya organisasi, pemberdayaan karyawan dan kepuasan kerja telah tercapai, maka karyawan akan merasa nyaman bekerja serta berniat untuk mempertahankan keanggotaannya dalam perusahaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan pemberdayaan karyawan terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja pada karyawan PT. Lestari Agro Kencana Tulungagung. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Lestari Agro Kencana pada bulan Maret sampai April 2009. Subjek penelitian ini adalah karyawan PT. Lestari Agro Kencana yang berjumlah 141 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan multistage sampling. Teknis analisis data menggunakan analisis jalur (Path Analysis) yang merupakan suatu bentuk terapan dari analisis regresi berganda (multiple regression analysis). Adapun tujuan dari analisis jalur adalah untuk mengetahui pengaruh langsung maupun pengaruh tidak langsung dari variabel bebas yaitu budaya organisasi (X1) dan pemberdayaan karyawan (X2) terhadap variabel terikat yaitu komitmen organisai (Y) melalui kepuasan kerja (Z) sebagai variabel intervening. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan item-item dari penelitian terdahulu yang telah teruji, sehingga uji coba kuesioner untuk menguji instrumen tidak perlu dilakukan. Sedangkan untuk validitas dan reliabilitas tetap dilakukan untuk menguji data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan tinggi terhadap variabel budaya organisasi (X1) dengan persentase sebesar 56%. Untuk variabel pemberdayaan karyawan (X2), sebagian besar responden memberikan penilaian yang tinggi dengan persentase sebesar 71%. Adapun sebagian besar responden menyatakan sangat puas terhadap variabel kepuasan kerja (Z) dengan persentase sebesar 63%. Sedangkan pada variabel komitmen organisasi (Y) sebagian besar responden menyatakan tinggi dengan persentase 61%. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa (1) ada pengaruh langsung yang signifikan antara budaya organisasi (X1) terhadap kepuasan kerja (Z) dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,333 dan Sig = 0,004. (2) ada pengaruh langsung yang signifikan antara pemberdayaan karyawan (X2) terhadap kepuasan kerja (Z) dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,400 dan Sig = 0,001. (3) Ada pengaruh langsung yang signifikan antara kepuasan kerja (Z) terhadap komitmen organisasi (Y) dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,368 dan Sig = 0,002. (4) Ada pengaruh langsung yang signifikan antara budaya organisasi (X1) terhadap komitmen organisasi (Y) dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,347 dan Sig = 0,001. (5) Ada pengaruh langsung yang signifikan antara pemberdayaan karyawan (X2) terhadap komitmen organisasi (Y) dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,239 dan Sig 0,025. (6) Ada pengaruh tidak langsung yang signifikan antara Budaya Organisasi (X1) terhadap komitmen organisasi (Y) melalui kepuasan kerja sebesar 0,123 dan pengaruh total adalah sebesar 0,470, (7) Pengaruh tidak langsung yang signifikan antara pemberdayaan karyawan (X2) terhadap komitmen organisasi (Y) melalui kepuasan kerja (Z) sebesar 0,147 dan pengaruh total adalah sebesar 0,386. Penilaian karyawan terhadap budaya organisasi di PT Lestari Agro Kencana dapat dikategorikan tinggi. Hal ini terlihat dari tantangan pekerjaan yang dihadapi karyawan cukup besar, komunikasi yang terbina antara manajer dengan karyawan dan antar karyawan sangat baik, kepercayaan selalu ditumbuhkan dengan kejujuran dan keterbukaan, karyawan diberikan kesempatan untuk memberikan ide dan kreatifitas untuk kemajuan perusahaan, dan hubungan sosial tercipta dengan baik dengan adanya suasana kekeluargaan, kerjasama, solidaritas kebersamaan dan silaturahmi. Penilaian karyawan terhadap pemberdayaan karyawan juga tinggi karena karyawan merasa diberikan kesempatan untuk memiliki pertanggungjawaban, kontrol dan kebijakan dalam melakukan pekerjaannya dengan baik. Kepuasan kerja karyawan juga tinggi, baik dalam hal pembayaran, rekan kerja maupun terhadap supervisi. Karyawan mendapatkan pembayaran yang berupa gaji dengan standar UMK (Upah Minimum Kabupaten) Tulungagung, uang lembur berdasarkan kuantitas kerja dan tunjangan sesuai volume pekerjaan per panen. Kepuasan terhadap rekan kerja dirasakan dengan adanya suasana kekeluargaan, kerjasama dan solidaritas. Kepuasan terhadap supervisi dirasakan dengan adanya sikap dan perilaku manajer yang peduli terhadap karyawan, serta menjadikan perusahaan sebagai tempat yang baik untuk bekerja. Adapun komitmen organisasi yang dimiliki karyawan juga tinggi karena karyawan dapat menerima nilai-nilai dan tujuan perusahaan, bekerja berdasarkan tanggungjawab dan kewajiban yang diberikan serta memiliki perasaan rugi jika meninggalkan perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar pihak perusahaan (1) Untuk meningkatkan budaya organisasi, dimana setiap karyawan diharapkan lebih memiliki pemahaman dan mengamalkan nilai-nilai yang sudah diterima dan dianut bersama guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan seperti penerapan motto, meningkatkan keterbukaan, profesionalisme, kreatifitas, dan kerjasama dalam bekerja. (2) Disarankan kepada perusahaan untuk melakukan pengadaan seragam bagi semua karyawan dengan tujuan untuk meningkatkan rasa integritas bagi karyawan-karyawannya. (3) Untuk meningkatkan suatu hubungan yang harmonis dan sebagai perekat sosial diantara karyawan dan manajer perusahaan, sebaiknya diadakan kegiatan yang dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan seperti rekreasi dan outbond secara berkala. (4) Perusahaan sebaiknya lebih memaksimalkan lagi tingkat pemberdayaan karyawan dengan cara memberikan pertanggungjawaban, kontrol dan kebijakan kepada karyawan-karyawannya dalam proses kerja. Misalnya dengan meningkatkan lagi intensitas pemberian pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan keterampilan karyawan dalam merawat tanaman dan mengolah hasil perkebunan yang bermutu tinggi, adanya sistem dimana karyawan harus menetapkan rencana, target, implementasi dan evaluasi dari pekerjaan yang dilakukan. Dengan begitu karyawan akan lebih merasa dimampukan, dipercaya dan diberikan kesempatan untuk melaksanakan semua aktivitas pekerjaan dengan baik yang berpengaruh pada peningkatan kepuasan kerjanya. (5) Disarankan pada perusahaan untuk memberikan kesempatan pada karyawan tidak tetap untuk diangkat menjadi karyawan tetap dengan memperhatikan ktiteria tertentu serta pertimbangan-pertimbangan seperti pengalaman kerja, masa kerja dan ketrampilan yang dimiliki.

Pengaruh stres kerja terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja (studi pada karyawan PT. Industri Sandang Nusantara Cabang Lawang) / Reza Marbyana

 

ABSTRAK Marbyana, Reza. 2009. Pengaruh Stres Kerja terhadap Komitmen Organisasi melalui Kepuasan Kerja Pada PT. Indusri Sandang Nusantara (Persero) Cabang Lawang. Skripsi, Jurusan Manajemen FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Nyoman Saputra, M.Si (II) Madziatul Churiyah, S.Pd. M.M Kata Kunci : Stres Kerja, Komitmen Organisasi , Kepuasan kerja. Pada tingkat tertentu stress itu memang dibutuhkan sebagai motivasi untuk menggerakkan segala kemampuan yang dimiliki agar dapat berprestasi tinggi, tetapi disisi lain stres juga dapat mengakibatkan kejenuhan yang tinggi yang berakibat karyawan bisa keluar dari pekerjaannya. Stres dikaitkan dengan outcomes yang berupa komitmen organisasi, kepuasan kerja, dan niatan untuk keluar. Kepuasan kerja dalam beberapa penelitian dihubungkan secara positif dengan komitmen. Semakin rendah tingkat stres kerja maka semakin tinggi komitmen organisasi dan kepuasan kerjanya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran deskriftif stres kerja, komitmen organisasi dan kepuasan kerja di PT. Indusri Sandang Nusantara, serta pengaruh masing-masing variabel stres kerja (X1), komitmen organisasi (X2) dan kepuasan kerja (Z) baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan analisis jalur. Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan (explanatory research), dengan menggunakan angket tertutup. Instrumen penelitian ini menggunakan item-item dan penelitian terdahulu yang telah teruji. Uji validitas dan reliabilitas data dipergunakan untuk menguji validitas dan relibilitas data yang diperoleh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan produksi PT. Indusri Sandang Nusantara yang berjumlah 250 orang, Sedangkan sampelnya diambil sebanyak 50 orang. Angket atau kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala likert. Analisis data menggunakan bantuan program SPSS 13. for windows. Hasil dari analisis yang didapat melalui penyebaran kuesioner menunjukkan bahwa (1) Terdapat pengaruh negatif secara langsung yang signifikan antara variabel stres kerja terhadap kepuasan kerja -0.372 (2) Terdapat pengaruh negatif secara langsung yang signifikan antara variabel stres kerja terhadap komitmen organisasi -0.367 (3) Terdapat pengaruh positif secara langsung yang signifikan antara variabel komitmen organisasi terhadap kepuasan kerja 0.271 (4) Terdapat pengaruh negatif secara tidak langsung yang signifikan antara variabel stres kerja terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja -0.1008. Saran yang dapat direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian yang didapat adalah (1) Bagi Perusahaan (a) Untuk mengurangi stres kerja yang mungkin terjadi pada karyawan PT. Industri Sandang Nusantara (Persero) cabang Lawang sebaiknya perusahaan memperhatikan dan mengantisipasi faktor-faktor yang memicu timbulnya stres kerja seperti tekanan pekerjaan (emosi, kegerahan, frustasi) dan gejala fisik (tegang, kehilangan selera makan, sulit untuk tidur dimalam hari, sakit perut, frekuensi detak jantung yang relatif cepat). Perusahaan harus memberikan beban kerja sesuai dengan kondisi fisik karyawannya sehingga karyawan tidak merasa tertekan dengan pekerjaannya di perusahaan (b) Pengukuran terhadap kepuasan kerja hendaknya dilakukan setiap periode waktu tertentu untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja karyawan, dengan demikian diharapkan dapat membuat mereka termotivasi untuk bekerja lebih baik lagi (c) Di perusahaan ini komitmen karyawannya tinggi. Sebagai imbalan yang harus diberikan kepada karyawannya maka perusahaan harus memperhatikan pembayaran gaji, tunjangan yang memuaskan sebagai kompensasinya agar karyawan bisa bekerja lebih baik lagi. (2) Bagi karyawan: Penelitian ini dilakukan supaya karyawan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi stres kerja, komitmen organisasi dan kepuasan kerja (3) Bagi peneliti selanjutnya: Menambah banyak variabel bebas yang bisa berpengaruh terhadap stres kerja seperti keinginan untuk keluar, disiplin kerja dan motivasi dan sebagainya.

Penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X.3 SMA Negeri 8 Malang tahun ajaran 2008/2009 / Riza Zuliya Nafisa

 

ABSTRAK Nafisa, Riza Zuliya. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas X.3 SMA Negeri 8 Malang Tahun Ajaran 2008/2009. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra Sunarmi, M. Pd (II) Dra. Amy Tenzer, M. S. Kata kunci: kooperatif jigsaw, motivasi belajar, hasil belajar. Motivasi belajar sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa motivasi belajar berkaitan erat dengan hasil belajar. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru biologi SMAN 8 Malang, diketahui bahwa selama ini pembelajaran Biologi di SMAN 8 Malang menggunakan metode konvensional dengan sedikit sekali praktikum. Para siswa kurang aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sehingga hasil belajarnya tidak maksimal dan pembelajaran menjadi kurang bermakna. Masih banyak siswa yang belum mencapai nilai SKM sekolah (75). Dari observasi awal diketahui bahwa 43,9% siswa belum mencapai SKM. Guru berusaha untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agar hasil yang dicapai sesuai dengan harapan. Guru berusaha meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memberi tugas kelompok, memberikan LKS, memberikan tugas rumah untuk membuat rangkuman. Namun ternyata usaha-usaha tersebut belum berhasil untuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga guru harus memilih salah satu metode yang dapat diterapkan dikelas untuk mengatasi permasalahan pembelajaran di kelas. Salah satu keunggulan dari pembelajaran kooperatif model jigsaw adalah adanya tanggung jawab setiap anggota kelompok yang dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar dengan baik untuk dapat memberikan penjelasan kepada anggota kelompok lainnya se-hingga diharapkan hasil belajar siswa akan meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X.3 SMAN 8 Malang tahun ajaran 2008/2009 melalui penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw dan 2) meningkatkan hasil belajar siswa kelas X.3 SMAN 8 Malang tahun ajaran 2008/2009 melalui penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) atau PTK. Pelaksanaan tindakan dilaksanakan pada bulan Pebruari-Juni 2009. Sumber data dalam penelitian ini adalah motivasi dan hasil belajar siswa kelas X.3 SMAN 8 Malang. Motivasi belajar siswa meliputi aspek minat, keaktifan, usaha konsentrasi, dan efisiensi kerja. Hasil belajar siswa diukur dari aspek kognitif yaitu dari hasil ulangan harian yang dilaksanakan tiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk matapelajaran Biologi dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X.3 SMAN 8 Malang, terlihat dari meningkatnya motiva-si belajar klasikal dengan kategori baik dari 50,24% pada siklus I menjadi 69,75% pada siklus II. Penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk matapelajaran Biologi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X.3 SMAN 8 Malang, terlihat dari meningkatnya persentase keberhasilan belajar klasikal dari 65,85% pada siklus I menjadi 80,49%

Pengembangan media pembelajaran matematika berbantuan komputer dengan program maplet untuk siswa SMA / Rofita Yusviana

 

ABSTRAK Rofita Yusviana. 2009. Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbantuan Komputer dengan Program Maplet untuk Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembina: (I) Drs. Ir. H. Herutomo, M. Pd, (II) Mahmuddin Yunus, S.Kom. Kata kunci: matematika, software, Maplet. Matematika sering menjadi pelajaran yang menakutkan bagi para siswa. Istilah-istilah baru, definisi yang membingungkan siswa, dan penjelasan konsep abstrak yang terkadang sulit dipahami oleh siswa menjadikan beberapa kendala dalam belajar matematika. Software matematika dengan Maplet dapat dijadikan salah satu media dan referensi dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan software pembelajaran matematika yang dapat digunakan dalam referensi pembelajaran matematika SMA. Software ini dapat digunakan oleh para guru dalam menyampaikan materi matematika SMA. Software ini juga dapat digunakan langsung oleh siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan prosedural yang bersifat deskriptif. Model pengembangan software ini melalui beberapa tahap, yaitu: (1) tahap identifikasi kebutuhan materi dan media; (2) tahap perancangan yang terdiri dari persiapan, pelaksanaan, dan editing; (3) tahap produksi software; (4) tahap validasi kelompok kecil yang terdiri dari tiga subjek validasi yaitu ahli media, ahli materi, dan audiens; (5) tahap revisi; dan (6) tahap pengemasan akhir. Uji validasi yang digunakan adalah uji kelompok kecil dengan tiga subjek validasi yang terdiri dari satu orang ahli media, satu orang ahli materi, dan beberapa audiens. Instrumen validasi yang digunakan berupa angket tertutup berbentuk chek list yang disertai dengan komentar, saran, dan rekomendasi. Data diolah dengan teknik deskriptif persentase dengan cara mengubah data kuantitatif menjadi bentuk persentase. Hasil pengembangan software matematika SMA ini memenuhi kriteria valid dari ahli media, ahli materi, dan audiens. Ahli media menyarankan agar mengembang software ini juga dilakukan pada pengembangan berbasis web. Ahli materi memberikan saran bagus kepada software matematika SMA ini. Penguji 1, Penguji 2, Penguji 3, Drs. Rustanto Rahardi, M.Si Drs. Ir. H. Herutomo, M.Pd Mahmuddin Yunus, S.Kom NIP 196305021990011001 NIP 196305021990011001 NIP 197212082000031001

Pengaruh penguasaan konsep asam basa terhadap tingkat penguasaan konsep hidrolisis garam yang diajarkan dengan model learning cycle 5 fase / Lailatul Mufidah

 

ABSTRAK Mufidah, Lailatul. 2008.Pengaruh Penguasaan Konsep Asam-Basa terhadap Tingkat Penguasaan Konsep Hidrolisis Garam yang Diajarkan dengan Model Learning Cycle 5 Fase.Skripsi, Jurusan Kimia Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mohammad Sodiq Ibnu, M.Si (II) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S. Kata kunci:Penguasaan konsep asam basa, penguasaan konsep hidrolisis garam, Learning cycle Pemahaman hubungan antar konsep sangat diperlukan dalam pembelajaran kimia. Penguasaan konsep-konsep sederhana akan mempermudah dalam memahami konsep yang lebih kompleks. Konsep asam-basa mendasari penguasaan konsep hidrolisis garam, diduga apabila siswa kurang menguasai konsep asam basa, maka siswa juga kurang menguasai konsep hidrolisis garam. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa ahli penerapan model learning cycledapat meningkatkan pemahaman siswa, berdasarkan keunggulan ini diyakini bahwa modellearning cycle dapat mengoptimalkan penguasaan konsep asam-basa dan hidrolisis garam. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui: (1) tingkat penguasaan konsep asam-basa siswa kelas XI IPA, (2) tingkat penguasaan konsep hidrolisis garam yang diajarkan denganlearning cycle siswa kelas XI IPA, (3) hubungan antara tingkat penguasaan konsep asam-basa dengan tingkat penguasaan konsep hidrolisis garam siswa kelas XI IPA. Penelitian menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA 5 SMA Negeri 8 Malang tahun ajaran 2008-2009 yang berjumlah 41 orang, diambil secara acak kelompok dengan melakukan undian. Untuk memperoleh data penelitian digunakan tes penguasaan konsep asam-basa dan tes penguasaan konsep hidrolisis garam. Data diambil dengan tes sendiri sebanyak 20 soal pilihan ganda yang valid dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,817. Analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas dan uji linearitas. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penguasaan konsep asam-basa siswa kelas XI SMA Negeri 8 Malang tergolong baik dengan nilai rata-rata 80,97. Tingkat penguasaan konsep hidrolisis garam tergolong baik dengan nilai rata-rata sebesar 87,07. Nilai rxysebesar 0,649 pada taraf signifikansi 0,05, menunjukkan terdapat hubungan yang kuat antara penguasaan konsep larutan asam-basa terhadap penguasaan konsep hidrolisis garam siswa kelas XI IPA SMA Negeri 8 Malang dan penguasaan konsep asam-basa harus terjadi lebih dahulu dibandingkan penguasaan konsep hidrolisis garam. Hal ini menunjukkan penguasaan konsep asam-basa memberikan pengaruh terhadap penguasaan konsep hidrolisis garam pada pengajaran menggunakan modellearning cycleuntuk mengoptimalkan penguasaan konsep asam-basa dan hidrolisis garam. i

Penggunaan media bungkus rokok untuk memahamkan konsep barisan dan deret melalui pendekatan RME pada siswa kelas IX SMPN Satu Atap Ilewutung / Hyronimus Lado

 

ABSTRAK Lado, Hyronimus. 2015. Penggunaan Media Bungkus Rokok untuk Memahamkan Konsep Barisan dan Deret melalui Pendekatan RME pada Siswa Kelas IX SMPN Satu Atap Ilewutung. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Prof. Drs. Gatot Muhsetyo, M.Sc, (II) Dr. Sisworo, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Pemahaman Konsep, Pendekatan RME, Barisan dan Deret Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menggunakan media bungkus rokok untuk memahamkan konsep barisan dan deret melalui pendekatan RME. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Subyek penelitian ini adalah 14 siswa kelas IX SMPN Satu Atap Ilewutung, yang terdiri dari 6 laki-laki dan 8 perempuan. Pemilihan subyek ini berdasarkan kesulitan yang dialami siswa pada materi barisan dan deret. Terdapat tiga tahapan kegiatan pembelajaran dalam penelitian ini yaitu, kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan pendahuluan diawali dengan mengkondisikan siswa untuk duduk sesuai dengan kelompok masing-masing, menyampaikan tujuan pembelajaran, tanya jawab untuk menggali pengetahuan awal siswa, dan menjelaskan langkah-langkah pembelajaran. Kegiatan inti diawali dengan memahami masalah yang sebelumnya telah diberikan dalam LKS, menyelesaikan masalah dengan menyusun bungkus rokok menyerupai gambar yang diberikan hingga menemukan pola yang dapat dinyatakan dalam bentuk U1, U2, U3, ..., Un dan U1+U2+U3+...+Un, presentasi atau membandingkan dan mendiskusikan jawaban, serta membuat kesimpulan. Pada kegiatan penutup, diberikan penegasan terhadap hal-hal penting untuk memastikan siswa benar-benar memahami materi yang baru saja dipelajari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usaha yang dilakukan guru telah tercapai pada siklus II. Adapun data hasil penelitian sebagai berikut, persentase hasil tes secara klasikal yang mendapat skor minimal 60 adalah 71,43% pada siklus I dan 92,86% pada siklus II, persentase hasil observasi aktivitas guru dan siswa berturut-turut pada siklus I adalah 73,22% dan 74,41%, dan pada siklus II secara berturut-turut adalah 83,03% dan 84,82%. Sedangkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap 3 (tiga) responden yaitu 1 siswa pada siklus I dan 2 siswa pada siklus II dinyatakan dapat memahami materi barisan dan deret.

Penetapan kadar kromium (Cr) pada ikan gabus, mujair dan bader di sungai Surabaya / Rendi Wahyu Septiantoro

 

ABSTRAK Septiantoro, Rendi, Wahyu. 2009. Penetapan Kadar Kromium (Cr) Pada Ikan Gabus, Mujair dan Bader di Sungai Surabaya. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. M. Sodiq Ibnu, M.Si., (II) Drs. Yudhi Utomo, M. Si. Kata kunci: Sungai Surabaya, Ikan, Kromium (Cr) Sungai Surabaya merupakan DAS (Daerah Aliran Sungai) Brantas bagian hilir dengan panjang sekitar 40 km, meliputi beberapa daerah yang telah dibagi beberapa titik mulai dari Bendungan Lengkong Baru yang terletak di daerah Mojokerto sampai pintu air Jagir yang berada di daerah Surabaya. Pada tahun 2008 dilaporkan bahwasanya kandungan kromium pada air sungai Surabaya rata-rata berkisar antara 0,03-0,41 ppm. Data tersebut menunjukan bahwa konsentrasinya telah melampui ambang batas kadar kromium perairan sebagai saluran irigasi, pertanian dan perikanan. Kandungan Cr di perairan dimungkinkan akan lebih tinggi pada biota (ikan) karena logam Cr dapat terakumulasi dalam tubuh ikan. Di sungai Surabaya sering dijumpai masyarakat atau penduduk melakukan penangkapan ikan gabus, mujair dan bader untuk di konsumsi sendiri maupun untuk dipasarkan. Adanya dugaan pencemaran sungai oleh logam berat kromium, dikhawatirkan dapat mempengaruhi kesehatan penduduk yang mengkonsumsi ikan tersebut. Tujuan dari penelitian adalah 1.) Mengetahui kadar kromium yang terkandung dalam ikan gabus, mujair, bader di sungai Surabaya dan standar baku mutu yang dianjurkan menurut Pengawasan Obat dan Makanan (POM), 2.) Mengetahui kaitan antara kadar kromium pada ikan dan perairan Sungai Surabaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juni 2009 sebanyak 3 kali ulangan pengambilan dengan interval 2 minggu sekali. Tahap pertama adalah melakukan sampling ikan di sungai Surabaya. Tahap kedua adalah preparasi sampel hingga ke proses dekstruksi sampel menggunakan asam nitrat pekat. Tahap ketiga adalah penentuan kadar kromium(Cr) dalam sampel menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium FMIPA Universitas Negeri Malang dan Laboratorium Kualitas Air Perum Jasa Tirta Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 2 lokasi titik pengambilan sampel ikan yaitu Lengkong dan Karangpilang, kadar Cr selama tiga kali pengambilan pada ikan gabus dan mujair masing-masing 1,151-3,082 mg/kg berat basah dan 0,745-0,845 mg/kg berat basah, sedangkan pada ikan bader jauh lebih rendah berkisar 0,019-0,065 mg/kg berat basah. Apabila dibandingkan dengan standar baku mutu menurut Pengawasan Obat dan Makanan (POM) dapat dikatakan bahwa kadar Cr pada ikan gabus dan mujair sudah melebihi ambang batas, sedangkan pada ikan bader belum melebihi ambang batas sehingga masih dalam taraf aman dan layak untuk di konsumsi. Tingginya kadar Cr yang terkandung dalam ikan gabus dan mujair memberikan pola keterkaitan dengan kondisi Cr di perairan, yakni diduga pada kadar Cr perairan tinggi maka kadar Cr pada ikan semakin tinggi.

Penarapan model learning cycle dan team game tournament (TGT) dalam pembelajaran materi senyawa hidrokarbon pada siswa kelas X MAN 3 Malang tahun ajaran 2008/2009 / Nurhidayah

 

ABSTRAK Nurhidayah . 2009. Penerapan Model Learning Cycle dan Team Game Tournament (TGT) dalamPembelajaran Materi Senyawa Hidrokarbon pada Siswa Kelas X MAN 3 Malang Tahun Ajaran 2008/ 2009.Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hayuni Retno Widarti, M. Si (2) Drs. Ida Bagus Suryadharma,M.S. Kata Kunci: Learning Cycle,TGT, Prestasi, Kualitas, Senyawa hidrokarbon . Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia baik dari segi kognitif, afektif, dan psikomotor. Tiga ranah pendidikan ini seharusnya dapat diwujudkan secara utuh sebagai hasil dari suatu proses pembelajaran di sekolah. Akan tetapi faktanya tiga hal ini belum bisa diwujudkan karena proses pembelajaran di lapangan masih memakai model serta metode-metode pembelajaran yang konvensional yang berpusat pada guru (teacher-centered). Pendekatan pendidikan yang ada harus diganti dari pola konvensional menjadi konstruktivistik yaitu pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered). Pergeseran paradigma tersebut diupayakan dengan cara menghilangkan ide-ide lama dan mengantinya dengan ide baru yang sesuai dengan perkembangan zaman, oleh sebab itu guru memerlukan strategi pembelajaran yang efektif, efisien, dan menyenangkan. Untuk itu dicoba digunakan Learning Cycle (LC 5-E) yaitu model pembelajaran kontruktivistik yang meliputi fase engagement, exploration, explanation, elaboration, dan evaluation yang dipadukan dengan model Team Games Tournamen (TGT) dalam pembelajaran senyawa hidrokarbon. Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan hasil belajar siswa yang pembelajarannya menggunakan model Learning Cycle-Cooperative Learning(TGT) dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model Learning Cycle, (2) Kualitas proses pembelajaran dengan menggunakan model Learning Cycle-Cooperative Learning(TGT) dan yang menggunakan Learning Cycle di MAN 3 Malang, (3) Persepsi siswa yang pembelajarannya menggunakan model Learning Cycle-Cooperative Learning(TGT) dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model Learning Cycle. Penelitian merupakan penelitian dengan rancangan ganda, yaitu rancangan eksperimental semu dan deskriptif. Rancangan eksperimental semu digunakan untuk membandingkan prestasi belajar siswa, sedangkan rancangan deskriptif digunakan untuk mendeskriptifkan keterlaksanaan proses dan respon siswa terhadap pembelajaran yang diterapkan. Variabel penelitian ini yaitu variabel bebas berupa model pembelajaran, variabel terikat yaitu prestasi, dan variabel kontrol untuk waktu belajar. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X MAN 3 Malang Tahun Ajaran 2008/2009. Adapun sampel penelitian adalah siswa kelas XD sebagai kelas eksperimen(Learning Cycle-Cooperative i Learning(TGT)) dan XC sebagai kelas kontrol(Learning Cycle ) yang di ambil secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, lembar observasi, angket, dan catatan lapangan. Tes terdiri dari 30 butir soal valid,Reliabilitas 0,781, sehingga tergolong mempunyai reliabilitas sangat tinggi. Data dianalisis dengan analisis statistik uji-t menggunakan bantuan SPSS 11.5 for windows dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa di kelas eksperimen dengan siswa di kelas kontrol. Perbedaan nampak dari rata-rata prestasi belajar siswa yaitu 86,1 untuk kelas eksperimen dengan 82,2 untuk kelas kontrol, (2) Terdapat perbedaan keaktifan selama proses pembelajaran antara siswa dikelas eksperimen dengan siswa dikelas kontrol. Persentase siswa yang aktif dikelas eksperimen 74,5%, sementara di kelas kontrol siswa yang aktif adalah 44,4%, perbedaan ini signifika, (3) persepsi dan minat siswa terhadap pelajaran kimia dan model pembelajaran Learning Cycle – TGT menunjukkan hasil positif, artinya persepsi siswa baik terhadap model pembelajaran Learning Cycle –TGT. Hal tersebut terlihat dari persentase minat siswa terhadap model pembelajaran Learning Cycle – TGT yaitu 88,9% menunjukkan hasil sangat baik dan 2,86% menunjukkan hasil kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model Learning Cycle-TGT dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa, sehingga model Learning Cycle-TGT dapat digunakan sebagai model alternatif dalam pembelajaran kimia.

Peranan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dalam melaksanakan pembangunan dengan menggunakan dana PNPM Mandiri di Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang / Yohanes Setyo Agung Pamungkas

 

ABSTRAK Pamungkas, Yohanes Setyo Agung, 2009, Peranan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Dalam Melaksanakan Pembangunan Dengan Menggunakan Dana PNPM Mandiri Di Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Skripsi, Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Sukowiyono, SH., MH, (II) Drs. Ktut Diara Astawa, SH., MSi Kata kunci: pemberdayaan, pembangunan, peran LPMK Pembangunan di tingkat kelurahan memang perlu didukung oleh adanya peran serta masyarakat secara nyata, karena hanya dengan dukungan masyarakat itulah pembangunan di wilayah Kelurahan dimungkinkan dapat berjalan secara lebih efektif. Keberhasilan pembangunan di tingkat Kelurahan dapat terwujud apabila pembangunan dilaksanakan berdasarkan pencapaian kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap objek pembangunan. Salah satu lembaga yang dapat menampung aspirasi masyarakat tingkat kelurahan adalah LPMK. Dimana LPMK sebagaimana dimaksud Pasal 7 Perda Kota Malang No. 18 Tahun 2001 Tentang Pembentukan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Di Kota Malang mempunyai tugas: a) menyusun rencana pmbangunan yang partisipatif, b) menggerakkan swadaya gotong royong masyarakat, c) melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Lurah. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri di Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, kegiatan yang dilakukan LPMK dalam pelaksanaan Pembangunan dengan menggunakan dana PNPM Mandiri di Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, hambatan-hambatan LPMK dalam pelaksanaan Pembangunan dengan menggunakan dana PNPM Mandiri di Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dan upaya LPMK dalam mengatasi hambatan pelaksanaan Pembangunan dengan menggunakan dana PNPM Mandiri di Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Hasil penelitian menyatakan : 1. PNPM mandiri yang dilaksanakan di Kelurahan Mojolangu terdapat dua jenis program yaitu program fisik dan pemberian dana bergulir. Pada tahun 2007 dilaksanakan 2 tahap pelaksanaan yaitu tahap fisik berupa pembangunan fasilitas / sarana prasana umum yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat banyak. Dan perencanaan yang dilakukan telah sesuai dengan prosedur penanganan PNPM Mandiri di setiap kelurahan dimana dalam perencanaannya telah melalui beberapa tahap perencanaan yaitu penjaringan aspirasi, musyawarah pengembangan kelurahan di kelurahan Mojolangu melalui rembug desa dan persetujuan proposal yang diajukan oleh tiap RW di wilayah kelurahan Mojolangu. Adapun pelaksanaan program fisik oleh PNPM Mandiri yang dilaksanakan di Kelurahan Mojolangu adalah sebagai berikut: 1. Pembangunan Saluran Air untuk Pencegahan Banjir RW 2, RW 4, RW 6 dan RW 14, 2. Pengerasan Jalan Kampung/ Pavingisasi RW 5, RW 17, RW 18, 4.Pembuatan Keranda RW 7, RW 14, dan 5. Pembangunan Belik Pitu RW. 6. Evaluasi program sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat, BKM diperiksa oleh auditor independen dan melakukan laporan pertanggungjawaban dalam forum rembug warga masyarakat yang diadakan pada setiap tahun. Dana yang dianggarkan oleh PNPM Mandiri pemerintah pusat memberikan stimulan alokasi dana bantuan sebesar Rp. 250 juta. Dan laporan evaluasi auditor telah dikirimkan ke pusat. Dari hasil penelitian dapat dilihat kegiatan LPMK dengan lembaga lain dalam fase pertanggungjawaban. Kegiatan dalam pelaksanaan program PNPM Mandiri di Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dalam pertanggungjawaban kepada masyarakat, BKM diperiksa oleh auditor independen dan melakukan laporan pertanggungjawaban dalam forum rembug warga masyarakat yang diadakan pada setiap tahun. Hambatan LPMK Kelurahan Mojolangu dalam fase perencanaan adalah banyaknya proposal pengajuan proyek yang tidak disertai dengan data yang akurat. Sehingga apabila proposal tersebut telah masuk di Musrenbangkel maka harus dilakukan pengecekan ulang yang membutuhkan waktu dan pengerjaan yang tidak sedikit. Sehingga diharapkan pada proposal yang diajukan di tingkat RT maupun RW agar dalam pembuatannya dilengkapi dengan data dan fakta yang akurat sehingga apabila proposal tersebut sudah di musyawarahkan di tingkat Kelurahan dapat dilakukan proses lebih lanjut. Sedangkan hambatan LPMK Kelurahan Mojolangu dalam pelaksanaan pembangunan melalui program PNPM Mandiri adalah dalam pelaksanaan penyaluran PNPM Mandiri di wilayah Kelurahan Mojolangu antara lain antrian usulan yang menumpuk kadang sulit terpenuhi, karena tidak sesuai dengan besarnya dana yang telah disediakan. Untuk itu upaya yang dilakukan oleh LPMK Kelurahan Mojolangu adalah mengintensifkan komunikasi antara pihak pengurus RT dan RW sebagai penjaringan aspirasi masyarakat dengan birokrasi Kelurahan sebagai pelaksana pemerintahan. Dengan komunikasi yang intens dapat mengurangi dan meminimalisir perbedaan serta menemukan program yang cocok bagi masyarakat melalui (Musrenbangkel) Musyawah Rencana Pembangunan Tingkat Kelurahan Mojolangu melalui pelaksanaan program PNPM Mandiri.

Pengaruh diferensiasi pelayanan terhadap kepuasan konsumen dalam membeli sepeda motor Yamaha (studi pada konsumen dealer Unggul Motor Malang) / Brahma Wahyu Kurniawan

 

Setiap perusahaan saling berusaha untuk memberikan keunggulan bersaing yang memuaskan bagi konsumennya, tetapi hanya perusahaan yang berfokus pada kepuasan konsumen yang dapat menarik konsumen dengan baik. Apabila perusahaan telah mampu melaksanakan keunggulan pada produknya dengan tujuan terciptanya kepuasan konsumen yang berkesinambungan, maka tantangan baru dalam perusahan adalah bagaimana perusahaan dapat mempertahankan atau meningkatkan keunggulan tidak hanya dari segi produk namun juga dari segi pelayanannya karena untuk dapat memenangkan persaingan, perusahaan harus dapat menarik pelanggan dan mengungguli pesaing mereka dengan cara memenuhi dan memuaskan kebutuhan konsumen dengan lebih baik melalui kualitas layanan yang lebih unggul. Dealer Unggul Motor Malang sebagai salah satu dealer Yamaha yang bergerak di bidang penjualan, pemeliharaan dan suku cadang sepeda motor merk Yamaha yang memiliki konsep memberikan pelayanan terbaik untuk kepuasan konsumen dalam usahanya, merasa perlu untuk mempertahankan eksistensi perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh secara langsung diferensiasi pelayanan yang meliputi kemudahan pemesanan, pengiriman, informasi penggunaan, konsultasi pelanggan, pemeliharaan dan perbaikan, garansi dan bonus. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasional, data yang diperoleh mengguankan angket tertutup. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli sepeda motor Yamaha di Dealer Unggul Motor Malang, dengan menggunakan rumus infinite population dengan taraf kesalahan 5%, didapatkan sampelnya adalah 73 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling. Pengambilan data primer dalam penelitian ini menggunakan instrumen penelitian yang berupa angket atau kuesioner, yang sebelumnya telah diuji melalui uji validitas dan uji reliabilitas yang diujikan kepada 30 responden di luar sampel yang akan diteliti. Instrumen penelitian tersebut menggunakan Skala Likert dengan 4 skala pengukuran untuk diferensiasi pelayanan yang meliputi: sangat setuju (4); setuju (3); tidak setuju (2); sangat tidak setuju (1). Sedangkan untuk kepuasan konsumen diberikan 4 skala pengukuran yang meliputi: sangat puas (4); puas (3); tidak puas (2); sangat tidak puas(1). Data sekunder dari penelitian ini diperoleh melalui teknik dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) nilai β1= 0,343; SE sebesar 9,48%; nilai thitung= 2,634 > ttabel= 1,996 Sig t= 0,011< 0,05 dengan taraf signifikansi 0,05 maka diperoleh kesimpulan bahwa kemudahan pemesanan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen dalam membeli sepeda motor Yamaha di Dealer Unggul Motor Malang; (2) Nilai β2=0,082; SE sebesar 1,21%; nilai thitung= 0,902 < ttabel= 1,996; Sig t= 0,370 > 0,05 dengan taraf signifikansi 0,05 maka diperoleh kesimpulan bahwa pengiriman tidak berpengaruh terhadap kepuasan konsumen dalam membeli sepeda motor Yamaha di Dealer Unggul Motor Malang; (3) Nilai β3= 0,331; SE sebesar 11,22%; nilai thitung= 2,889 > ttabel= 1,996; Sig t=0,005< 0,05 dengan taraf signifikansi 0,05 maka diperoleh kesimpulan bahwa informasi penggunaan produk berpengaruh terhadap kepuasan konsumen dalam membeli sepeda motor Yamaha di Dealer Unggul Motor Malang; (4) β4=0,335; SE sebesar 14,89%; nilai thitung=3,404> ttabel= 1,996; Sig t=0,001< 0,05 dengan taraf signifikansi 0,05 maka diperoleh kesimpulan bahwa konsultasi pelanggan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen dalam membeli sepeda motor Yamaha di Dealer Unggul Motor Malang; (5) β5=0,748; SE sebesar 26,41%; nilai thitung=4,862> ttabel= 1,996; Sig t=0,000< 0,05 dengan taraf signifikansi 0,05 maka diperoleh kesimpulan bahwa pemeliharaan dan perbaikan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen dalam membeli sepeda motor Yamaha di Dealer Unggul Motor Malang; (6) β6=0,182; SE sebesar 6,35%; nilai thitung=2,115> ttabel= 1,996; Sig t=0,038< 0,05 dengan taraf signifikansi 0,05 maka diperoleh kesimpulan bahwa garansi dan bonus berpengaruh terhadap kepuasan konsumen dalam membeli sepeda motor Yamaha di Dealer Unggul Motor Malang; nilai F=37,238; Sig F=0,000 dan Adjusted R Square sebesar 75,1%. Dimensi diferensiasi pelayanan yang memiliki pengaruh dominan terhadap kepuasan konsumen dalam membeli sepeda motor Yamaha di Dealer Unggul Motor Malang adalah pemeliharaan dan perbaikan. Saran penulis adalah (1) Dealer Unggul Motor Malang, hendaknya lebih memperhatikan faktor pemeliharaan dan perbaikan. Hal ini didasarkan pada hasil penelitian ini yang menyebutkan bahwa faktor pemeliharaan dan perbaikan merupakan faktor yang berpengaruh dominan terhadap kepuasan konsumen dalam membeli sepeda motor Yamaha di Dealer Unggul Motor. Karena itu disarankan agar Dealer Unggul Motor Malang dapat selalu menjaga kualitas fasilitas pemeliharaan dan perbaikan melalui pemilihan mekanik yang handal, peralatan yang canggih dan lengkap serta ruang tunggu yang selalu terjaga kebersihannya sehingga dapat meningkatkan kepuasan konsumen. (2) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pengiriman tidak berpengaruh terhadap kepuasan konsumen, tetapi proses pengiriman yang diberikan Dealer Unggul Motor Malang sudah direspon sangat baik oleh konsumen dealer, sehingga Dealer Unggul Motor perlu menjaga konsistensi dan meningkatkan kualitas proses pengiriman agar mampu memberikan pengaruh kepuasan kepada pelanggan. (3) Hendaknya Dealer Unggul Motor Malang mempercepat proses pengurusan surat-surat kendaraan bermotor seperti BPKB dan STNK. Serta menepati perjanjian dengan konsumen mengenai kapan surat selesai dan dapat diambil.

Pengaruh pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, dan sikap terhadap ekosistem sungai siswa kelas X SMA Shalahudin Malang / Grienny Nuradi Atmidha

 

ABSTRAK Atmidha, Grienny Nuradi. 2009. ‘Pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap Kemampuan Berpikir Kritis, Hasil Belajar, dan Sikap terhadap Ekosistem Sungai Siswa Kelas X SMA Shalahudin’. Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. A.D. Corebima, M.Pd, (2) Dra. Susriyati Mahanal, M.Pd. Kata kunci : Pembelajaran berbasis proyek, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, sikap siswa terhadap ekosistem sungai Pemberdayaan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran biologi sangat penting untuk dikembangkan karena erat kaitannya dengan hasil belajar kognitif siswa yang selanjutnya mempengaruhi sikap siswa terhadap lingkungan. Alternatif strategi pembelajaran yang dapat memberdayakan kemampuan berpikir kritis siswa adalah pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini dilakukan di SMA Shalahudin Malang pada tanggal 16 Maret 2009- 31 Mei 2009. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas X SMA Shalahudin Malang semester Genap tahun Pelajaran 2008-2009 yang berjumlah 38 siswa, terdiri dari kelas X1 (kelas eksperimen )18 siswa dan kelas X2 (kelas kontrol) 19 siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian Non-equivalent Control Group Design. Analisis data hasil penelitian menggunakan analisis statistik kovarian untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, dan sikap siswa terhadap ekosistem sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas X SMA Shalahudin. Siswa yang difasilitasi pembelajaran berbasis proyek memiliki kemampuan berpikir kritis 85,6% lebih tinggi dari siswa yang difasilitasi dengan pembelajaran konvensional. Hasil belajar siswa yang difasilitasi pembelajaran berbasis proyek 84,5% lebih tinggi juga dari siswa yang difasilitasi dengan pembelajaran konvensional. Pembelajaran berbasis proyek juga berpengaruh terhadap sikap siswa kelas X SMA Shalahudin terhadap ekosistem sungai di Malang. Siswa yang difasilitasi pembelajaran berbasis proyek memiliki sikap 14,1% lebih tinggi dari siswa yang difasilitasi dengan pembelajaran konvensional. i ii

Deskripsi tokoh utama pada novel larung karya ayu utami oleh Wahyu Imaniyah M.P

 

Tokoh merupakan hal yang penting untuk drjadikan kajian, karena tokoh sebagai pembawap esan.B erkaitand engank ajian penelitiani ni, salahs atuw ahanay ang dapat digunakanu ntukm engembangkatno koh adalahk arya sastrad alamh al ini novel. Datap enelitiani ni berupad atav erbal,y aitu pemyataanto koh,b aik berupa dialogt okoh, monolog,d an pemyataan-pernyatanaanr ator.S umberd atap enelitiani ni berupan ovelL arungK aryaA yu Utami.B erdasarkaunr aiand i atas"p enelirianin i bertujuan( l) mendeskripsikanto koh utamap adanoveLl arungK arya A1u Utami, (2) mendeskripsikafna ktor pembentukto koh utama,( 3) mendeskripsikahnu bunganto koh utama dengan tokoh tambahan. Unh-rkm endapatkahna sil yang sesuaim, akad i gunakanm etoded eskriptif kualitatif,k arenak arakteristikm etodet erseburt elevand engant qjuand anp ermasalahan dalamp enelitiani ni. Pendekatayna ngd igunakana dalahp ardekatans osiologisd an stnrktural. Sesuadi enganh asil analisisd ata,d apatd ikemukaanb ahwad alamn ovel ini dapat diternukan tentang karakter tokoh utama yaitu Larung. Larung merupakan sosok yangm emiliki kepribadiana nehd anr iwayat hidup yang muskil buatk ebanyakano rang, disisi lain keanehannyian ilah yang membuatd ia memiliki kecerdasand i atasr ata-rata, dengank etakterdugaannyay ang kadang-kadangm enyenangkank adang-dangt idak. Disisi lain sosoki ni merupakanp ribadiy ang mengidaps chizophreniaya ngp ada alihimyad apatm embelenggua kal sehatnyaS. eksd anp otitik merupakanfa ktor pernbentuk tokoh utama, hal ini ditandai dengan latar belakang riwayat hidup tokoh larung yang sarat dengan masalah politik yaitu luka sejarah, dan juga ketertarikan Lmungp adam asalahp olitik itu berawald mi demontrasmi enentangp embredelanko ran dan berlanjut pada kegiatan percetakan bawah tanah. sedangkan masalah seks tidak begitum endomhasip embentukanto koh Lanng. Hubunganla nrngd enganto koh tambahanh anyalahs ebatash ubungank erja samay aihr melaluip ercetakanb awaht anah yangm elibatkant okoh Samand an Yasmin.W aktu prosesk erja samam ereka,m ereka dihadapakanp adas atup eristiway aitu prosesp enyelamatatnig a aktivis Solidarlit.D ari persoalante rsebutm asalahp olitik muncul,t etapip adan ovel ini masalahp olitik dan seks yang merupakan terna tidak di usrnrg ole{r semua karakter tetapi dibedakan. Masalahp olitik lebih diwakili oleht okoh Laki-laki sedangkanm asalahs eksd iwakili oleh tokoh perempuan. Tema politik merupakan rekonsffuksi dari tonggak peristiwa munculnya dan runtuhnya orde baru. iii Sinopsisd ari novel tersebutm erupakanp engungkapand ari ftagmen kehidupanm anusia dalamj angkaw akrul amad an didalamnyate rjadik onflik yangm enyebabkatne qiadinya perubahanja lan hidup parap elakunya.K onflik yang diembant okoh dalam suatu peristiwa dapat memunculkan tema. Dan uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Larung adalah tokoh utama padan ovel ini, ia mempunyaki epribadiany ang anehb uatk ebanyakano rangs angat mustahil,d engans chizopreniay ang membelorggua kal sehat okoh. Faktorp olitik sangabt erpengaruhb agi pembentukanto koh utama.H ubungant okoh utamad an tambahan hanya terlihat pada kerja sama kerja yang mangarah pada persoalan politik yang dilatar belakangi oleh masa orde baru. tv

Penggunaan analisis rasio keuangan dan economic value added (EVA) untuk menilai kinerja keuangan pada PT. British American Tobbaco Tbk oleh Febiola Niken Purbosari

 

Perusahaamn erupakans uatul embagay angd ikelola untuk mencapasi uatu tuJuant ertentud enganm enggunakanb erbagais umberd aya yang ada dan sifatnya terbatas.T ujuanu tamad idirikannyap erusahaasne lakue ntitasb isnisa dalahu ntuk memaksimumkan nilai perusahaan bagi kelangsungan usaha. Kemampuan perusahaanu ntuk dapat bersaing sangatd itentukan oleh kinerja perusahaanit u sendiri. Perusahaanya ng tidak mampu mempertahankakni neqjanyal,a mbat laun akant ergusurd ari lingkunganb isnis. Alat yangd igunakahd alamp erhitungank inerja keuangans elamai ni adalahA nalisis Rasio Keuangan.N amun kemudiand isadari bahwa rasio keuangan yang digunakan untuk pengukuran kinerja ini memiliki kelemahand iantaranyaa dalahr asio keuangant ersebutm engabaikana danyab iaya modal,s ehinggas ulit untuk mengetahuai pakahp erusahaamn enghasilkan ilai atau tidak. Pengukurank inerja keuangant imbul sebagaia kibat ditetapkannyatu juan perusahaatne lahd icapaia taut idak. Dalam pengukurank inerja keuanganp erusahaanb anyak metode yang digunakand an salahs atunyaa dalahE conomicv alue Added. EVA merupakans uatu perangkafti nansialu ntuk mengukurk euangann yatao perasip erusahaanS. elaini tu hasil dari setiapa nalisisr asio keuanganti dak dapatb erdiri sendiri,m elainkanh arus diperbandingkand enganr asio perusahaans ejenisy ang mempunyait ingkat resiko yang hampir sama. Mengingat keterbatasany ang ada pada analisis rasio maka muncullaha nalisisE conomicV alueA dded. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan analisisE conomic value Added (EVA) sebagaia lat pengukurank inerja keuangan perusahaanp ada PT. British American TobbacoT bk. Penelitiani ni menggunakan metode deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus dimana objek penelitiannya adalahP T. BritishA mericanT obbacoT bk, denganjenisd atay angd igunakana dalah data sekunder yang diperoleh dari Pojok BEJ Universitas Brawrjaya Malang dan PusaDt ataB isnisU niversitaNs egeriM alang. lJerdasarkanh asil perhitungand an analisis yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa EVA terbesar pada PT. British American Tobbaco terjadi pada tahun 200l . Padat ahun 1999,2000,2002w alaupunm engalamfi luktuasin amun masiht etap menunjukkann ilaj EVA yang positif. Hal ini berartib ahwap erusahaan mampu memberikan nilai tambah ekonomi kepada para pemegang saham sesuai denganb esarnyain vestasyi angd itanamkanp adap erusahaanS. edangkapna dat ahun 1998 PT. British AmericanT obbacoT bk mengalamEi VA yang negatif,h al ini menunjukkanb ahwa perusahaanti dak mampu memenuhi harapan-harapapna ra penyandandga nat erutamap emegangsa hamnya. Darip enelitiany angt elahd ilakukanm akai nvestotri dakp erluk hawatirb ila akanm enanamkanm odalnyap ada perusahaanin i, karena PT. British American TobbacoT bk mempunyaki inerja keuangany angc ukupb aik terbuktid engana danya penambahannil ai tambahe konomisd ari tahunk e tahun. Hal ini menunjukkanb ahwa perusahaatind ak mengalamki esulitanu ntuk melakukank ewajibannyap adai nvestor

Penerapan metode pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas XI-IA SMA Negeri 8 Malang pada materi pokok koloid / Anis Shalikhawati

 

ABSTRAK Shalikhawati, Anis. 2009. Penerapan Metode Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI-IA SMA Negeri 8 Malang pada Materi Pokok Koloid. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumari, M.Si, (II) Drs. Aman Santoso, M.Si. Kata Kunci: inkuiri terbimbing, kerja ilmiah, motivasi, prestasi, koloid Pembelajaran kimia berkaitan dengan cara mencari tahu dan memahami secara sistematis, sehingga kimia bukan hanya sekedar penguasaan kumpulan pengetahuan berupa fakta, konsep, prinsip tetapi juga proses penemuan. Konsep- konsep kimia mempunyai sifat abstrak dan berjenjang, sehingga pembelajaran kimia ditekankan pada pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan ketrampilan proses dan sikap ilmiah. Upaya meningkatkan ketrampilan kerja ilmiah siswa adalah dengan memberikan serangkaian kegiatan yang dapat meningkatkan kerja ilmiah. Salah satu metode mengajar sains kimia yang dapat meningkatkan kerja ilmiah siswa adalah dengan metode inkuiri terbimbing. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan prestasi dan motivasi belajar antara siswa yang diajar dengan metode inkuiri terbimbing dan konvensional, mengetahui pengaruh penerapan metode inkuiri terbimbing dalam upaya meningkatkan ketrampilan kerja ilmiah siswa, dan mengetahui persepsi siswa terhadap proses pembelajaran kimia dengan materi koloid. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental semu (quasy experimental design) dan rancangan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI semester 2 SMA Negeri 8 Malang tahun ajaran 2008/2009 yang berjumlah lima kelas yaitu kelas XI-IA1 sampai XI-IA5. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling kelompok. Dari teknik tersebut diperoleh sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI-IA2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI-IA3 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen dikenai perlakuan menggunakan metode pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran yang biasa dilakukan oleh guru (metode konvensional). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran, lembar observasi ketrampilan kerja ilmiah siswa, angket motivasi belajar dan persepsi siswa. Dari hasil uji coba tes prestasi belajar diperoleh 32 soal valid dengan tingkat realibilitas 0,914. Perbedaan prestasi belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol dianalisis dengan uji Mann-Whitney sedangkan perbedaan motivasi belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol dianalisis dengan uji-t dua pihak Untuk memperoleh gambaran secara nyata tentang keterampilan kerja ilmiah dan persepsi siswa dideskripsikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang diajar secara konvensional pada materi pokok koloid, dimana prestasi belajar siswa yang diajar dengan metode inkuiri terbimbing lebih tinggi (87,28) daripada siswa yang diajar dengan metode konvensional (79,66), (2) Penerapan metode pembelajaran inkuiri terbimbing memberikan pengaruh yang positif terhadap ketrampilan kerja ilmiah siswa, hal ini dapat dilihat dari peningkatan ketercapaian ketrampilan kerja ilmiah siswa selama empat kali pertemuan selama proses pembelajaran, (3) Motivasi belajar siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran inkuiri terbimbing lebih tinggi daripada motivasi belajar siswa yang diajar secara konvensional pada materi pokok koloid, (4) Persepsi siswa terhadap proses pembelajaran kimia dengan materi koloid sebagian besar adalah positif. Sehingga dapat dikatakan bahwa penerapan pembelajaran dengan metode inkuiri terbimbing memberikan pengaruh positif dalam meningkatkan ketrampilan kerja ilmiah, motivasi, dan prestasi belajar siswa.

Faktor-faktor internal yang mempengaruhi siswa kelas XII IPS dalam memilih jurusan kependidikan ekonomi di Universitas Negeri Malang / Firman Syah

 

ABSTRAK Syah, Firman. 2009. Faktor-Faktor Internal yang Mempengaruhi Siswa Kelas XII IPS Dalam Memilih Jurusan Kependidikan Ekonomi di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Koperasi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Bambang Pranowo, S. E., M. Pd., Ak. (II) Drs. Mardono, M. Si Kata Kunci : Minat, Motivasi, Pemilihan Jurusan Dengan berkembangnya IPTEK yang semakin pesat dewasa ini menuntut dunia pendidikan harus terampil dan kreatif dalam meningkatkan kemampuannya untuk menghasilkan mutu pendidikan yang berkualitas. Untuk mencapai kualitas pendidikan tersebut seyogyanya perlu langkah-langkah konkrit yang dapat mempermudah seseorang belajar diberbagai tempat tingkat atau jenjang pendidikan. Pendidikan dapat dijadikan sebagai alat untuk mengatasi krisis multidimensi yang tengah melanda bangsa Indonesia saat ini. Jadi salah satu cara untuk meningkatkan, mengembangkan manusia adalah melalui pendidikan. Untuk memasuki era globalisasi maka diperlukan sumber daya manusia yang handal, berpendidikan , berwawasan luas, mempunyai ketrampilan yang memadai, serta iman dan taqwa yang tangguh. Universitas Negeri Malang (UM) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di Malang, sebagai salah satu universitas yang memberi keleluasaan bagi calon mahasiswa untuk memilih sarjana sains atau sarjana pendidikan (calon guru). UM memiliki beberapa fakultas dan jurusan dan salah satunya adalah fakultas ekonomi yang merupakan fakultas termuda di UM. Fakultas ekonomi memiliki beberapa jurusan dan program studi yang banyak diminati oleh calon mahasiswa salah satunya program studi kependidikan. Banyak faktor yang mempengaruhi alasan mahasiswa memilih program studi ini, faktor yang paling mendasar adalah faktor internal mahasiswa yang meliputi faktor minat dan faktor motivasi terhadap pemilihan program studi kependidikan ekonomi fakultas ekonomi di Universitas Negeri Malang. Berdasar rumusan yang ada, maka dapat dikemukakan tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui :. (1) pengaruh minat terhadap pemilihan jurusan kependidikan ekonomi UM. (2) pengaruh motivasi terhadap pemilihan jurusan kependidikan ekonomi. (3) pengaruh minat, motivasi secara simultan terhadap pemilihan jurusan kependidikan ekonomi pembangunan. (4) faktor yang berpengaruh dominan terhadap pemilihan jurusan kependidikan ekonomi. Dalam pengumpulan datanya, penelitian ini menggunakan metode angket atau kuisioner. Populasinya adalah siswa kelas XII SMA Wahid Hasyim Malang. Dalam penelitian ini digunakan penelitian populasi sebanyak 122 siswa. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pada hasil penelitian, peneliti menggunakan analisis regresi berganda (multiple regression). Dari hasil pengolahan data atau analisis data dapat diketahui : (1) faktor minat berpengaruh terhadap pemilihan jurusan kependidikan ekonomi UM, (2) faktor motivasi berpengaruh terhadap pemilihan jurusan kependidikan ekonomi UM, (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor minat dan motivasi dalam pemilihan jurusan kependidikan ekonomi UM sebesar 43, 3%, (4) faktor minat adalah faktor yang dominan mempengaruhi pemilihan jurusan kependidikan ekonomi UM. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor minat merupakan faktor dominan yang mempengaruhi pemilihan jurusan kependidikan ekonomi pembangunan, serta adanya pengaruh yang signifikan dari faktor motivasi dalam pemilihan jurusan kependidikan ekonomi UM. Oleh karena itu peneliti dapat memberikan saran pada fakultas ekonomi dengan memberikan sosialisasi kepada siswa kelas XII IPS untuk lebih memperkenalkan jurusan kependidikan ekonomi.

Modifikasi mesin pembuat mie dan kulit pangsit untuk rumah tangga dan usaha kecil / Zainuri Achsan, Sholih Prasetyawan

 

Mencari pekerjaan sekarang ini sangat sulit. Ketersediaan lapangan kerja yang ada tidak mencukupi dari pencari kerja yang sangat banyak. Lapanganlapangan kerja baru perlu diciptakan seperti berwirausaha dan mendirikan usahausaha baru semisal industri kecil dan menengah pada masyarakat. Untuk menunjang kelangsungan industri kecil, pemerintah beserta masyarakat mendorong serta mencari-cari cara atau solusi agar dapat meningkatkan produksi yang dihasilkan. Salah satu cara dengan memberikan sentuhan teknologi baik pada usaha-usaha yang termasuk dalam industri kecil dan menengah sehingga dapat dikembangkan usaha-usaha baru juga meningkatkan hasil poduksi dalam masyarakat. Dengan maksud tersebut manusia menginginkan adalah alat produksi yang praktis dan ekonomis yaitu mampu meringankan beban manusia, murah, dan bahkan mampu mendatangkan keuntungan berupa finansial. Penjual mie ayam atau mie pangsit, kebanyakan mereka belum bias memproduksi sendiri mie yang dijualnya dan harus membeli dari produsen mie yang ada. Pembuatan mie sendiri biasanya dilakukan oleh produsen tersendiri dengan pekerjaan berskala cukup besar seperti pada perusahaan mie atau makanan besar, menggunakan mesin yang relatif besar. Para penjual mie, biasanya tergabung suatu kelompok usaha kesil, sebenarnya berkeinginan memproduksi sendiri mie yang akan dimasak dan dijualnya. Jika mampu memproduksi sendiri dan tidak lagi membeli dari pihak lain, diharapkan mampu menekan biaya dan meningkatkan usaha, otomatis menambah juga keuntungan. Bisa juga menjadi usaha baru dengan memproduksi mie yang banyak dan menjualnya ke pihak lain. Namun yang menjadi hambatan adalah keterbatasan modal dan sarana alat-alat atau mesin-mesin produksi. Hambatan yang dirasakan oleh paguyuban pedagang atau penjual mie yang terdapat di lingkungan rumah penulis di kota Situbondo. Menurut seorang penjual mie ayam yang penulis temui , untuk memproduksi mie sendiri, mereka membutuhkan mesin-mesin seperti untuk mengaduk adonan (mixer), menipiskandan mencetak adonan menjadi mie. Mesin produksi yang dibutuhkan cukup mahal harganya. Pada gambar 1.1, sebuah mesin untuk menipiskan dan mencetak mie dengan pemotong 18 cm dengan kecepatan putaran 45 rpm, dan kapasitas 12-20 kg/jam, dijual dengan harga enam juta rupiah, bahkan ada mesin seharga dua puluh juta rupiah untuk penipis adonan saja. Harga sebesar itu saja, terasa cukup berat bagi para penjual mie yang tergabung dalam paguyuban tersebut. Memperhatikan hal itu, dengan alat penggiling mie yang sederhana (gambar 1.3), penulis berkeinginan memodifikasi alat tersebut dan merancang sebuah mesin pembuat mie, untuk menipiskan dan memotong adonan menjadi mie.

Struktur komunitas tumbuhan liar di sekitar tanaman teh pada musim penghujan di kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang / Tu Bagus Antadwipa

 

Abstact Antadwipa, Tu Bagus. 2009. Wild Stuktur Community Plant around Crop Tea at Season Rain in Garden Tea of Wonosari Unlucky Singosari Sub- Province. Skripsi, Biological Majors of FMIPA UM. Counsellor. Skripsi: (I) Dr. Fatchur Rohman, M.Si. (II) Drs. Sulisetijono, M.Si Keyword: community, wild plant, tea garden of wonosari. One of the component of biotik agroekosistem in tea garden is attendance of wild plant. Existence of wild plant besides harming, ecologyly also can profit. This matter seldom be paid attention and known by all farmer. Pursuant to that fact hence needed by data of bioekologi wild plant to be developed as refugia so that management of pest is naturally needed to is ready of free tea of pesticide residu. This research aim to to know plant type composition compiling wild plant community, knowing wild plant community form at different clone, and also to know factor of abiotik which share at Important Index Value of wild plant. This research is conducted by in Garden Tea of Wonosari Unlucky Singosari Sub- Province at Season rain. Research type is descriptive of eksploratif. this Research population is all wild plant type around tea crop in Garden Tea of Wonosari and its of him is all wild plant type which is tercuplik in check of square. Clone which is dicuplik is clone of Assamica Level Off, Assamica Bevel, TRI 2025 Leveling off, TRI 2025 Bevel, TRI 2024 and Mixture. Check of pencuplikan ( plot) use size measure square method 2 x 2m2. Amount of plot from each;every clone 10 so that totalize the overall of there [is] 60 plot in 9,66 ha research farm. wild Plant Dominansi determined from Important Index Value ( INP). Analyse kluster used for the mendeskripsikan of contiguity of community among tea crop clone and to know [relation/link] deskription between factor of abiotik with important value of takson compiling community pursuant to analysis of regresi Stepwise-Backward program using processor of data of SPSS 11. Result of from this research indicate that type composition compiling wild plant community there is 32, which included in 14 tribe. Community form from each clone type have difference, that is at Clone of Assamica Level off is Poaceae, Clone of Assamica Bevel is Apia-Asteraceae, Clone TRI 2025 Leveling off is Poace-Rubiaceae. Clone TRI 2025 Bevel is Astera-Poaceae, Clone TRI 2024 is Rubia-Poaceae, Clone Mixture is Rubia-Poaceae. Pursuant to clone dendrogram of asamika bevel show storey level equality of type with mixture clone while clone TRI 2025 leveling off to show storey;level equality of type with mixture clone and clone TRI 2024. clone of Asamika level off to show equality of type with clone TRI 2025 leveling off, mixture and TRI 2024. Contribution pattern at clone of Assamica Bevel which giving biggest contribution is content of pH land at clone TRI 2024 by dampness of air and at clone TRI 2025 Bevel giving biggest contribution is land temperature. i

Pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan di Pondok Jatim Park Kota Batu / Lucinda N.M.

 

ABSTRAK Nur Markhandieni, Lucinda. 2009. The influence of training on employee performance at Pondok Jatim Park, Batu City, East Java. Thesis, Major of management, S1 programs, State University of Malang. Supervising: (1) Drs. Sarbini, (2) Dr. Syihabudhin, S.E., M.Si. Key Words: on the job training, off the job training, performance. That globalization has become a major world issues forced many nations in the world, especially Indonesia to make preparations to deal with. Human resources one of the factors of production used in the company to deal with globalization. SDM is a live production factors, and is a dynamic unity of economic, psychological and social, this means that HR has the desire, emotion, reason or sense, and the environment, that's why humans are not worthy compared to other production factors. Companies should provide compensation to its employees properly, compensation means can be used to meet the basic needs of its employees. Those it is clear that feelings affect work behaviors such as diligent, productive, lazy, not excited, and so forth. Employee's work reflected the level of employee performance in quality and quantity are achieved by an employee in performing their duties in accordance with the responsibilities given to him. High or low performance is closely related to employee training employed by a company or organization where they work. On the job training and off-job training is one example that can increase an employee's performance. This study aims to determine the effect on the job training and off-job training to the employee's performance at Pondok Jatim Park, Batu City, East Java. This research was carried out in Pondok Jatim Park, Batu City, East Java in February-March 2009. Subjects in this study were all employees of Pondok Jatim Park, Batu City, East Java, which numbered 38 people, while the sample taken as many as 35 people and sampling techniques using a proportionate stratified random sampling. The scope of this research data consists of 3 variables, which include methods of on the job training (X1) and the method of off-job training (X2) as independent variables (independent variables), while the performance of the employee (Y) as a Bound variables (dependent variables) . Instrument used in this research is in the form of a questionnaire and measured using Likert scale. From the results of this research can be identified: (1) there is significant influence between the methods on the job training for employee performance. (2) there is significant influence between the method of off-job training for employee performance. (3) there is significant influence between the methods on the job training and methods of off-job training for employee performance. This shows that the leadership of Pondok Jatim Park, Batu City concerned about the training programs to improve employee performance. Those it can be said that vocational training can have an impact on employee performance improvement in Pondok Jatim Park, Batu City East Java. From this conclusion can be suggested that: (1) to further enhance employee performance, we recommend the implementation of training programs by using the method on the job training and methods of off-job training is more often performed and improved because it can help and facilitate the settlement of the employee's job Pondok Jatim Park, Batu City. (2) for employees, in order to improve performance, you should not just wait for the opportunity to participate in employee training activities organized by institutions or companies they work for, but must have a business or other ways to improve performance such as ways to follow the instructions programmed by the management, following the formal education and learning at a more senior employe.

Analisis perkembangan inflasi dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 1990-2015 / Novika Kusmitasari

 

Kata Kunci: Perkembangan Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Indonesia Dua indikator kemajuan pembangunan adalah Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi. Indikator ini pada dasarnya mengukur kemampuan suatu negara untuk memperbesar outputnya dalam laju yang lebih cepat daripada tingkat pertumbuhan penduduknya. Pertumbuhan ekonomi dan laju inflasi mencerminkan kegiatan ekonomi suatu negara. Pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi dapat bernilai positif dan dapat pula bernilai negatif. Jika pada suatu periode perekonomian mengalami pertumbuhan positif, berarti kegiatan ekonomi pada periode tersebut mengalami peningkatan dan nilai inflasi semakin menurun, begitu pula sebaliknya Negara memerlukan gambaran perekonomian yang akan terjadi untuk menentukan kebijakan dan antisipasi dalam menghadapi persoalan ekonomi. Oleh karena itu penting bagi suatu negara mempertimbangkan keadaan ekonomi yang akan terjadi di masa yang akan datang yaitu dalam jangka panjang. Penelitian ini mengambil pokok masalah “Analisis Perkembangan Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Tahun 1990-2015”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan inflasi di Indonesia pada tahun 1990- 2015, menganalisis perkembangan pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 1990-2015, serta menganalisis kebijakan yang dapat diambil pemerintah dan bank sentral guna menyetabilkan laju inflasi dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 1990-2015. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Time Series, dengan data time series tahunan Periode 1990 – 2009 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Indonesia. Pengujian meliputi teknik ratarata sederhana (simple average), teknik rata-rata bergerak sederhana (simple moving average), teknik trend, teknik pelicinan eksponensial tunggal (single exponential smoothing), teknik pelicinan eksponensial ganda dari Brown (double exponential smoothing- Brown), teknik pelicinan eksponensial ganda dari Holt (double exponential smoothing- Holt), dan teknik ARIMA dengan memilih salah satu alat uji yang memiliki nilai kesalahan terkecil dari nilai Σ(Y – Y’)2. Hasil analisis data menggunakan time series menunjukkan bahwa tren yang paling cocok untuk inflasi adalah metode pelicinan eksponensial ganda dari Holt dan pertumbuhan ekonomi menggunakan metode pelicinan eksponensial ganda dari Holt. Pada tahun 2010-2015 inflasi mengalami penurunan hingga angka minus. Pertumbuhan ekonomi dari tahun 2010 hingga 2015 mengalami penurunan. Kebijakan yang paling banyak digunakan dalam mengimbangi permasalahan inflasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah operasi pasar terbuka, fasilitas diskonto, dan giro wajib minimum.

Identifikasi porositas pasir berdasarkan nilai resistivitasnya dengan menggunakan metode geolistrik / Dessy Novita Hapsari

 

ABSTRAK Hapsari, Dessy Novita. 2009. Identifikasi Porositas Pasir Berdasarkan Nilai Resistivitasnya dengan Menggunakan Metode Geolistrik. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Daeng Ahmad Suaidi, S.Si, M.Kom., (II) Drs. Edi Supriana, M.Si., Kata kunci: pasir, konfigurasi Schlumberger, resistivitas, porositas, Res2dinv. Seiring dengan bertambahnya penduduk maka kebutuhan akan pemukiman sebagai tempat tinggal juga akan semakin meningkat. Akibatnya terjadi peningkatan kebutuhan bahan bangunan/pasir yang digunakan untuk bahan bangunan pemukiman. Pasir adalah kelas yang penting dalam batuan sedimen. Nilai ekonomi dari batuan sedimen pasir sangat tinggi sekali, yang paling sederhana untuk bahan bangunan. Jika batuan itu porositasnya tinggi sangat baik untuk reservoar minyak bumi, air dan gas. Oleh karena itu pada penelitian ini akan dilakukan identifikasi porositas pasir berdasarkan nilai resistivitas dengan metode geolistrik. Salah satu metode geofisika yang digunakan untuk memperkirakan kualitas pasir secara kuantitatif adalah metode geolistrik tahanan jenis. Metode ini merupakan metode geofisika yang memberikan gambaran mengenai susunan dan kedalaman lapisan batuan dengan mengukur sifat kelistrikan batuan. Melalui simulasi akan dilakukan penelitian untuk menentukan nilai resistivitas dan porositas pasir berdasarkan variasi kandungan air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode geolistrik konfigurasi Schlumberger dengan teknik sounding-mapping. Untuk medium sebelum diinjeksi air, proses pengambilan datanya adalah menentukan titik-titik elektroda arus dan potensial. Kemudian, mengalirkan tegangan dan menginjeksikan arus beberapa kali dengan jarak dan lintasan tertentu. Setelah itu, menginjeksi air ke dalam medium pasir dan mengambil data seperti pada proses sebelumnya. Kemudian dilakukan variasi lagi dengan mengganti volume air yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk mengamati nilai resistivitas dan porositasnya. Melalui hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai resistivitas dan porositasnya berturut-turut dari ketiga perlakuan yaitu sebelum diinjeksi air sebesar 615 Ώ dan 0.93, setelah diinjeksi air 1,5 liter sebesar 175.5 Ώ dan 2.35 serta untuk perlakuan injeksi 3 liter sebesar 108.8 Ώ dan 3.04. Perbedaan nilai ini disebabkan karena resistivitas merupakan salah satu ciri suatu bahan yang dapat mempengaruhi porositas suatu batuan pasir menjadi dan berpengaruh terhadap kualitas pasir yang akan digunakan sebagai bahan bangunan.

Penerapan pendekatan savi untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar fisika siswa kelas XI IPA-4 semester genap SMA Negeri 8 Malang tahun pelajaran 2008/2009 / Yekti Widyaningrum

 

ABSTRAK Widyaningrum, Yekti.2009. Penerapan Pendekatan SAVI untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI IPA-4 Semester Genap SMA Negeri 8 Malang Tahun Pelajaran 2008/2009 . Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Purwaningsih, M.Si, (II) Drs. Mudjihartono Kata kunci: hasil belajar, keterampilan proses sains, SAVI Pada masa sekarang ini, pembelajaran yang masih didominasi oleh aktivitas guru dapat mengakibatkan rendahnya keterampilan proses sains dan hasil belajar fisika siswa. Fenomena ini masih ditemui pada pembelajaran fisika di kelas XI IPA-4 SMA Negeri 8 Malang. Hasil observasi awal, angket dan wawancara menunjukkan bahwa guru fisika di kelas ini selalu menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran, kegiatan praktikum hanya dilakukan sekali pada semester gasal 2008/2009, persentase keterampilan proses sains siswa hanya 49% dan persentase hasil belajar siswa hanya 60%. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana keterlaksanaan penerapan pembelajaran dengan pendekatan SAVI di kelas XI IPA-4 SMA Negeri 8 Malang?, 2) Bagaimana peningkatan keterampilan proses sains siswa kelas XI IPA-4 SMA Negeri 8 Malang?, dan 3) Bagaimana peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPA-4 SMA Negeri 8 Malang? . Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yaitu penerapan pembelajaran dengan pendekatan SAVI yang dilakukan sebanyak dua siklus. Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan SAVI ini meliputi 4 tahap pembelajaran yaitu: 1) persiapan, 2) penyampaian, 3) pelatihan, dan 4) penampilan hasil. Keterlaksanaan pembelajaran dengan pendekatan SAVI diamati menggunakan lembar keterlaksanaan dan catatan lapangan. Peningkatan keterampilan proses sains diamati menggunakan lembar penskoran sedangkan hasil belajar kognitif siswa diamati menggunakan tes dan hasil belajar afektif siswa diamati menggunakan lembar observasi. Data keterampilan proses sains, hasil belajar kognitif dan afektif siswa yang diperoleh dianalisis pada level individu dan level kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan SAVI dapat terlaksana dengan baik dengan persentase keterlaksanaan yang semakin meningkat selama siklus I dan siklus II. Keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa selama penerapan pembelajaran dengan pendekatan SAVI pada siklus I dan siklus II mengalami peningkatan pada semua aktivitas keterampilan proses sains dan aspek hasil belajar kognitif serta afektif, baik pada level individu maupun level kelas. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan menambah alokasi waktu pada tahap pelatihan apabila akan menerapkan pembelajaran dengan pendekatan SAVI. Alokasi waktu untuk tahap penampilan hasil dapat dipersingkat bila siswa benar-benar telah menguasai materi, sehingga keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa dapat terus meningkat.

Pengaruh gaya belajar dan bimbingan belajar oleh orang tua terhadap prestasi belajar sisw Program Keahlian Akuntansi di SMK BM "Ardjuna" 01 Malang / Rosida Widyaningrum

 

Lembaga pendidikan dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya diharapkan mampu mengoptimalkan perannya, sehingga dapat tercapai tujuan yang diinginkan yaitu tercapainya prestasi belajar yang baik. Prestasi belajar sampai saat ini menjadi indikator untuk menilai tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar. Prestasi belajar yang baik dapat mencerminkan gaya belajar yang baik karena dengan mengetahui dan memahami gaya belajar yang terbaik bagi dirinya akan membantu siswa dalam belajar sehingga prestasi yang dihasilkan akan maksimal. Di samping gaya belajar, bimbingan belajar oleh orangtua juga mempunyai peran terhadap prestasi belajar siswa. Bimbingan belajar oleh orangtua maksudnya adalah pengarahan, ajar latih, dan pengasuhan yang diberikan oleh orangtua agar anak dapat mengadakan penyesuaian dengan diri dan lingkunganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya belajar dan bimbingan belajar oleh orangtua terhadap prestasi belajar siswa program keahlian Akuntansi di SMK BM “Ardjuna” 01 Malang baik secara parsial maupun secara simultan. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanasi. Metode pengumpulan data adalah metode kuesioner (angket) dan metode dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 1,2 dan 3 program keahlian Akuntansi dengan jumlah 67 siswa. Dari hasil analisis statistik deskriptif diperoleh: (a) gaya belajar yang paling dominan digunakan adalah gaya belajar visual yaitu 45 siswa (35.93 %) (b) bimbingan belajar oleh orangtua adalah 38 siswa (56.72 %) baik (c) prestasi belajar siswa yang paling dominan adalah sedang dengan frekuensi 30 siswa (44.78%). Dari hasil analisis statistik inferensial diperoleh: (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa program keahlian Akuntansi SMK BM “Ardjuna” 01 Malang, (2) tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara bimbingan belajar oleh orangtua terhadap prestasi belajar siswa program keahlian Akuntansi SMK BM “Ardjuna” 01 Malang, (3) secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya belajar dan bimbingan belajar oleh orangtua terhadap prestasi belajar siswa program keahlian Akuntansi SMK BM “Ardjuna” 01 Malang. Nilai koefisien determinasi yang sudah disesuaikan (Adjusted R Square) sebesar 0.136 yang berarti variabel terikat prestasi belajar dijelaskan oleh variabel bebas gaya belajar dan bimbingan belajar oleh orangtua sebesar 13.60 %. Sedangkan sisanya 86.40% dijelaskan oleh variabel di luar variabel yang tidak digunakan dalam penelitian. Disarankan agar siswa khususnya siswa program keahlian Akuntansi SMK BM “Ardjuna” 01 Malang agar lebih mengetahui dan memahami gaya belajar yang terbaik bagi dirinya sehingga prestasi yang dihasilkan dapat maksimal.

Pengaruh tingkat suku bunga sertifikat Bank Indonesia (SBI) dana masyarakat dan tingkat bunga kredit terhadap penyaluran kredit Bank Umum di Indonesia / Wiga Nuswantoro

 

Kata kunci : Tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia, Dana Masyarakat, Tingkat Bunga Kredit, Penyaluran Kredit. Indonesia sebagai Negara yang sedang berkembang saat ini terus melakukan pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Perbankan memiliki peranan yang sangat vital dalam menunjang pembangunan ekonomi tersebut. Hal ini dikarenakan peranan bank sebagai lembaga intermediasi keuangan yang menyalurkan dana dari pihak yang kelebihan dana kepada pihak yang kekurangan dana. Penyaluran dana dalam bentuk kredit yang dilakukan bank akan mendorong kegiatan perekonomian yang otomatis akan meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat. Karena itulah, perlu ada kebijakan-kebijakan yang mendorong penyaluran kredit dari bank kepada masyarakat. Berdasar rumusan yang ada, maka dapat dikemukakan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyaluran kredit bank umum di Indonesia periode 2005-2009. Dan untuk mengetahui perkembangan penyaluran kredit bank umum ini digunakan variabel yaitu (1) tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI), (2) dana masyarakat dan (3) tingkat bunga kredit selama lima tahun berturut-turut untuk melihat pengaruhnya. Analisa ini menggunakan SPSS 16.0 for Windows. Data diambil dari Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia tahun 2006-2010 Bank Indonesia Malang. Dari hasil perhitungan variabel-variabel Sertifikat Bank Indonesia, dana masyarakat dan tingkat suku bunga kredit selama 5 tahun berturut-turut sejak januari 2005 sampai desember 2009 menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap penyaluran kredit bank umum di Indonesia. SBI menunjukkan pengaruh yang negatif terhadap penyaluran kredit karena jika bunga SBI tinggi bank cenderung mengalokasikan dananya ke dalam SBI daripada disalurkan ke dalam bentuk kredit sebesar -4.550 sig pada α 0,000. Dana masyarakat menunjukkan pengaruh positif sebesar 10.635 sig pada α 0,000, hal ini dapat dilihat jika dana masyarakat yang berhasil dihimpun oleh bank umum tinggi maka dalam penyaluran kredit bank umum juga akan tinggi. Begitu juga dengan tingkat suku bunga kredit menunjukkan pengaruh positif sebesar 3.537 sig pada α 0,001, karena jika tingkat suku bunga kredit perbankan tinggi maka bank akan berlomba untuk mendapatkan keuntungan dari hasil penyaluran kredit tersebut, oleh karena itu bank akan menyalurkan kredit lebih banyak.

Pengaruh temperatur udara masuk terhadap tingkat konsumsi bahan bakar dan tingkat emisi gas buang mesin VEGA ZR tahun 2009 / Pratirta Agni Hadisurya

 

ABSTRAK Hadisurya,Pratirta A.PengaruhTemperaturUdaraMasukTerhadap Tingkat KonsumsiBahanBakar Dan Tingkat Emisi Gas BuangMesin Vega ZrTahun 2009.Skripsi,JurusanTeknikMesin,UniversitasNegeriMalang.Pembimbing: (I)Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T.(II)Drs. Partono, M.Pd. KataKunci:Temperatur Udara Masuk,Tingkat Konsumsi Bahan Bakar, Tingkat Emisi Gas Buang. Tingkat konsumsi bahan bakar dan tingkat emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor sangat dipengaruhi oleh kesempurnaan pembakaran didalam ruang bakar. Dimana kesempurnaan pembakaran didalam ruang bakar dipengaruhi oleh 3 faktor utama, yaitu bahan bakar, udara, dan penyalaan oleh busi. Salah satu faktor yang menyebabkan ketidak sempurnaan pembakaran adalah karena bahan bakar tidak dapat terbakar habis ketika terjadi proses pembakaran didalam ruang bakar. Hal tersebut disebabkan salah satunya karena udara kurang mampu untuk melayani dan membakar habis setiap molekul bahan bakar yang masuk. Sehingga akan berpengaruh terhadap tingkat konsumsi bahan bakar dan tingkat emisi gas buang yang dihasilkan. Temperatur udara masuk adalah suatu keadaan dimana udara dikonsisikan (didinginkan) agar memiliki kerapatan molekul dan massa yang lebih besar daripada udara bebas. Sehingga dengan dikondisikannya udara tersebut dapat memperbesar peluang bahan bakar untuk terbakar dengan sempurna. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dimana peneliti meneliti pengaruh yang ditimbulkan dari pengkondisian udara masuk tersebut terhadap tingkat konsumsi bahan bakar dan tingkat emisi gas buang yang dihasilkan. Dimana temperatur udara normal didinginkan dengan menggunakan es batu yang didesain sedemikian rupa sehingga dapat mendinginkan udara sebesar 30C dengan toleransi 10C sehingga didapatkan variasi temperatur sebagai berikut “(300C-310C),(270C-260C), (230C-220C) dan (190C-180C)”. Dan dengan variasi putaran yang telah ditentukan yaitupadaputaranrendah (1500 RPM), putaranmenengah (3500 RPM), danputarantinggi (5500 RPM) untuktingkatkonsumsibahanbakar. Dan putaran 1500, 2000, 2500, 3000, 3500, 4000, 4500, 5000, 5500, 6000 untuktingkatemisi gas buang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, untuk konsumsi bahan bakar dimana dihitung waktu yang dibutuhkan mesin untuk menghabiskan 5ml bahan bakar dengan temperatur udara normal (310C-300C) (270C-260C) (230C-220C) dan (190C-180C) berturut-turut didapatkan rata-rata sebagai berikut: “69,932”, “76,387”, “79,733”, “83,771”. Untuk emisi gas CO yang dihasilkan berturut-turut adalah sebagai berikut: “1,837”, “1,619”, “1,475”, “1,266”. Dan emisi HC secara berturut-turut didapat hasil sebagai berikut: “57,55”, “53,15”, “49,70”, “45,60”. Dari analisi data yang dilakukan dengan menggunakan one way anova didapat hanya emisi HC saja yang memiliki perbedaan rata-rata yang signifikan. Sedangkan tingkat konsumsi bahan bakar dan emisi CO tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa temperatur udara masuk hanya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat emisi HC. Hal tersebut dikarenakan pengaruh yang ditimbulkan hanya sedikit, pada temperatur terendah hanya didapatkan pertambahan massa sebesar 0,005048 gram. Sehingga dengan pengaruh yang kecil tersebut, maka selisih rata-rata hasilpun juga sedikit. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya variasi temperatur yang digunakan ditambah, yaitu udara bebas didinginkan sebesar 30C sebanyak 3 kali, dan udara bebas dipanaskan sebesar 30C sebanyak 3 kali dengan toleransi 10C. Sehingga didapat 7 variasi temperatur yang berbeda. Serta lubang pada bagian bawah knalpot ditutup agar memperoleh hasil pengukuran emisi yang lebih akurat.

Sifat organoleptik susu telur madu jahe (STMJ) instan dengan jenis gula yang berbeda / Enggar Putri Arisna Ika Wahyusi

 

ABSTRAK Wahyusi, E. P. A. I. 2009. Sifat Organoleptik STMJ Instan dengan Jenis Gula yang Berbeda. Tugas Akhir Program Studi Tata Boga. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Wiwik Wahyuni, M. Pd, (II) Ir. Budi Wibowotomo. Kata kunci: STMJ, susu kambing, gula STMJ, merupakan minuman kesehatan yang terdiri dari susu, kuning telur, madu dan jahe. Pada umumnya STMJ dijual dalam bentuk cair, siap saji. Tetapi untuk mempermudah pemasarannya, maka STMJ dibuat dalam bentuk yang lain yaitu dalam bentuk instan (serbuk). Susu yang digunakan untuk membuat STMJ adalah susu kambing segar. Untuk membuat STMJ instan dalam penelitian digunakan jenis gula yang berbeda (gula pasir, gula palem dan gula karamel). Penggunaan jenis gula yang berbeda diduga akan menghasilkan sifat organoleptik yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan tingkat kesukaan panelis terhadap rasa, warna dan aroma dengan penggunaan jenis gula yang berbeda melalui uji mutu hedonik dan uji hedonik. Jenis penelitian ini eksperimen dengan membuat STMJ dengan penggunaan tiga jenis gula yang berbeda yaitu gula pasir, gula palem dan gula karamel. Data penelitian diperoleh dari hasil pengisian format penilaian uji organoleptik dan tingkat kesukaan oleh panelis. Panelis yaitu Mahasiswa Tata Boga angkatan 2005-2006. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam dan Ducan ‘s Multiple Range Test (DMRT) 1% dan 5%. Hasil uji mutu hedonik dan uji hedonik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata pada rasa, aroma dan warna STMJ instan yang menggunakan gula pasir, gula palem dan gula karamel. STMJ instan dengan menggunakan gula pasir mempunyai rasa paling manis, warna yang paling putih dan paling disukai panelis dibandingkan dengan STMJ instan dengan gula yang lain. Sedangkan STMJ instan dengan menggunakan gula karamel mempunyai aroma yang tidak prengus dan paling disukai panelis dibandingkan dengan STMJ instan dengan gula yang lain. Kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian ini adalah gula pasir lebih sesuai untuk digunakan membuat STMJ instan. Berdasarkan hasil penelitian, saran pada penelitian ini adalah perlu diteliti bagaimana cara menghilangkan bau prengus pada STMJ yang menggunakan gula pasir.

Perencanaan mesin diesel 4 langkah 4 silinder (sebagai penggerak mobil)
tugas akhir utama
oleh Anjar Wijanarko

 

Pengaruh variasi paduan tembaga (Cu) dengan aluminium silikon (Al-Si) pada proses pengecoran dengan cetakan logam terhadap tingkat kekerasan / Dodit Ferdiansyah

 

Ferdiansyah, Dodit. 2014. Pengaruh Variasi Paduan Tembaga (Cu) Dengan Aluminium Silikon (Al-Si) Pada Proses Pengecoran Dengan Cetakan Logam Terhadap Tingkat Kekerasan. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Putut Murdanto, S.T., M.T., (II) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D Kata Kunci: Variasi Paduan Tembaga (Cu), Pengecoran, Kekerasan, Aluminium Silikon (Al-Si). Aluminium Silikon (Al – Si) merupakan unsur yang banyak digunakan dalam dunia industri sebagai bahan pembuatan komponen pemesinan. Aluminium Silikon (Al – Si) mempunyai sifat mekanis kususnya kekerasaannya yang kurang baik. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kekerasaannya, salah satunya dengan memadukan Tembaga (Cu) ke dalam aluminium silikon (Al – Si). Tembaga adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cu. Paduan unsur tembaga yang sesuai dapat meningkatkan kekerasan. Tujuan dari penelitian ini adalah; (1) mengetahui tingkat kekerasan aluminium silikon dengan paduan tembaga 6%, 8%, dan 10%. (2) mengetahui struktur mikro aluminium silikon dengan paduan tembaga 6%, 8%, dan 10%. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Data hasil uji kekerasan yang berupa nilai rata-rata ditampilkan dalam bentuk tabel, dan histogram. Hasil penelitian nilai rata-rata kekerasan aluminium silikon tanpa paduan tembaga (0%) adalah 47,3 HRB, paduan tembaga 6% adalah 83,1 HRB, paduan tembaga 8 % adalah 91,4 HRB, paduan tembaga 10 % adalah 99,6 HRB. Hasil penelitian foto mikro aluminium silikon tanpa paduan tembaga terlihat ada bentuk pola bulatan yaitu aluminium dan pola seperti cacing yaitu silikon, foto mikro aluminium silikon dengan paduan tembaga 6% menunjukkan adanya garis – garis kecil yang sebelumnya tidak ada, kemudian foto mikro aluminium silikon dengan paduan tembaga 8% garis – garis kecil menjadi semakin besar, dan pada foto mikro aluminium silikon dengan paduan tembaga 10% garis – garis tersebut menjadi sangat besar. Dari seluruh data dan analisis data yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa semakin besar paduan tembaga maka semakin meningkat pula kekerasannya. Hal ini dapat dijadikan masukan sebagai pedoman produksi bagi praktisi ilmu logam dan dunia industri.

Pengelolaan pendidikan anak usia dini di pos PAUD Rosalia RW VI kelurahan Penanggungan Kecamatan Klojen Kota Malang / Achmad Didit Fitroni

 

ABSTRAK Fitroni, Achmad Didit. 2009. Pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini di POS PAUD Rosalia RW VI Kelurahan Penanggungan Kecamatan Klojen Kota Malang. Skripsi, Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Drs. In’am Sulaiman, M.Pd., (II) Dra. Dwi Maziyah Purnamawati, M.Pd. Kata-kata Kunci: Pengelolaan, Pendidikan Anak Usia Dini, POS PAUD. Banyaknya pola pendidikan anak usia dini berbasis lingkungan merupakan suatu bagian dari partisipasi keluarga dalam proses tumbuh kembang anak dan merupakan bagian kecil dari partisipasi lingkungan dalam masyarakat. Dalam menentukan alur proses pendidikan yang ada dalam masyarakat, terdapat dua aspek yang harus diperhatikan dalam pengelolaan pendidikan anak usia dini di lingkungan masyarakat, yaitu manajemen pendidikan dan manajemen sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrespsikan Pengelolaan pendidikan anak usia dini di POS PAUD Rosalia Kelurahan Penanggungan Kecamatan Klojen Kota Malang, pengembangan yang dilakukan oleh Pengelola dan PKK di POS PAUD Rosalia Kelurahan Penanggungan Kecamatan Klojen Kota Malang, masalah yang dihadapi oleh Pengelola dan PKK dalam Pengembangan POS PAUD Rosalia Kelurahan Penanggungan Kecamatan Malang Kabupaten Malang, dan usaha-usaha yang dilakukan dalam pemecahan permasalahan di POS PAUD Kelurahan Penanggungan Kecamatan Klojen Kota Malang. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah pengelola lembaga, pendidik, orangtua walimurid dan masyarakat sekitar. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil peneilitian menunjukkan bahwa Pengelolaan program PAUD terintegrasi Posyandu di POS PAUD Rosalia ini sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen pendidikan diantaranya, 1) Perencanaan program yang telah dilaksanakan, sesuai dengan perencanaan yang telah disusun, 2) Terdapat komponen dalam pengorganisasian, dimana komponen tersebut saling berinteraksi dan berkomunikasi sehingga terbentuk suatu kerjasama yang dapat meningkatkan kualitas suatu lembaga, 3) Dalam pelaksanaan terdapat faktor penentu yang dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor proses pelaksanaan pembelajaran dan faktor substansi program PAUD, 4) Pengawasan dan Evaluasi selalu dilakukan oleh pihak pengelola dan HIMPAUDI sesuai dengan acuan pelaksanaan program POS PAUD. Namun dalam pelaksanaannya tidak berjalan dengan efektif dikarenakan kurangnya koordinasi antara pengelola dan pendidik di POS PAUD Rosalia. Pengembangan oleh pengelola (PKK) dan pendidik dengan melakukan penyesuaian kurikulum dengan kondisi dan situasi perkembangan anak, pembuatan ruangan outdoor serta pendampingan dan asistensi kepada masyarakat tentang pentingnya PAUD.Permasalahan yang dihadapi yaitu minimnya keuangan dan sumber pendanaan, tidak terdapat insentif bagi guru dan minimnya latar belakang pengetahuan tentang anak usia dini, serta kurangnya media pembelajaran. Usaha-usaha yang dilakukan dengan mencari donatur dan mengajukan dana block grant kepada pemerintah melalui kelurahan Penanggungan, mengikuti pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan pendidikan anak usia dini, dan melakukan usaha pengadaan alat peraga dengan membuat sendiri alat peraga tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka secara garis besar dapat dikemukakan beberapa saran yang dapat dijadikan pertimbangan, adapun saran-saran tersebut antara lain (1) Pengelola (PKK) dan pendidik di POS PAUD Rosalia dapat melengkapi segala kekurangan yang ada terutama dengan memberdayakan potensi dari masyarakat yang ada serta peran stakeholder sehingga pengembangan yang dilakukan merupakan partisipasi dari masyarakat sekitar, (2) Melakukan kerjasama baik secara teknis maupun nonteknis dengan lembaga-lembaga lain sehingga mampu mempermudah dalam jaringan dalam mencari donatur dan mengajukan dana block grant kepada pemerintah, (3) Pengelola agar lebih memperhatikan tentang penataan dan pengelolaan baik ruangan pembelajaran maupun ruangan pengelolaan. Serta media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran baik dari segi jumlah maupun kualitas, (4) Lebih meningkatkan koordinasi dengan sesama pengelola maupun pihak lain dalam pelaksanaan berbagai program.

Meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII F melalui pembuatan majalah dinding (mading) pada pembelajaran pranata sosial dan penyimpangannya di SMP Negeri 4 Malang / Nurdina Astari

 

ABSTRAK Nurdina Astari. 2009. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII F Melalui Pembuatan Majalah Dinding (Mading) di SMP Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Edy Purwanto, M.Pd, (II) Drs. Yusuf Suharto Kata Kunci: Majalah Dinding, Hasil Belajar Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di SMP Negeri 4 Malang diketahui bahwa dalam pembelajaran geografi, guru menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Guru kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dengan temannya, belajar menyampaikan pendapat, dan menghargai pendapat temannya sehingga siswa terlihat sangat pasif. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar geografi siswa kelas VIII F SMP Negeri 4 Malang melalui penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode pembuatan majalah dinding. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Satu siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Masing-masing pertemuan terdiri dari pertemuan pertama 2 jam pelajaran, pertemuan kedua 2 jam pelajaran. Alokasi waktu 1 jam pelajaran terdiri dari 45 menit. Tindakan yang dilakukan yaitu pembelajaran kooperatif dengan metode pembuatan majalah dinding. Langkah-langkah metode pembelajaran pembelajaran pembuatan mading yaitu: (1) Siswa membentuk kelompok yang terdiri dari 6 orang, (2) Dalam setiap kelompok menentukan ketua kelompok dan anggota serta presentator, (3) Kemudian siswa membuat mading dengan tema yang berbeda di setiap kelompok , (4) Setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi, analisis responsifitas, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat dari sebelum tindakan ke siklus I dan ke siklus II. Kondisi awal hasil belajar siswa mendapat nilai rata-rata 69 dengan ketuntasan belajar siswa yaitu 30%. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 80 dengan ketuntasan belajar siswa 86%. Pada siklus II, rata-rata hasil belajar siswa semakin meningkat yaitu 82 dengan ketuntasan belajar siswa 92. Adapun saran yang diberikan yaitu: (1) Bagi guru geografi disarankan untuk menggunakan metode pembelajaran pembuatan majalah dinding ini, (2) Guru hendaknya melakukan manajemen waktu dan guru harus mampu mengelola kelas dengan baik agar tidak terjadi kegaduhan selama proses pembelajaran berlangsung, (3) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian sejenis dalam rangka memperbaiki kualitas pembelajaran kooperatif dengan metode pembuatan majalah dinding ini dengan subjek penelitian yang berbeda. i

Hubungan antara pola asuh otoriter dan penyesuaian diri pada mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2008 di Universitas Negeri Malang / Nina Nurhayati

 

i ABSTRAK Nurhayati, Nina. 2009. Hubungan antara Pola Asuh Otoriter dan Penyesuaian Diri pada Mahasiswa Program Studi Psikologi Angkatan 2008 di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fattah Hanurawan M.Si, M.Ed, (2) Ika Andrini Farida S.Psi, M.Psi. Kata kunci: pola asuh otoriter, penyesuaian diri. Tingkat penyesuaian diri dan pertumbuhan individu dilatarbelakangi oleh suasana psikologis dan sosiologis dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mendeskripsikan pola asuh otoriter; (b) mendeskripsikan penyesuaian diri mahasiswa; dan (c) mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dan penyesuaian diri pada mahasiswa program studi psikologi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini dilaksanakan dengan desain deskriptif korelasional pada 88 mahasiswa program studi psikologi angkatan 2008 Universitas Negeri Malang. Data diambil dengan menggunakan dua skala yaitu skala pola asuh otoriter dan skala penyesuaian diri. Pada skala pola asuh otoriter diperoleh validitas antara 0,304 sampai 0,644 dan reliabilitas sebesar 0,872 sedangkan pada skala penyesuaian diri diperoleh validitas antara 0,310 sampai 0,539 dan reliabilitas sebesar 0,872. Data dianalisis menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang diasuh dengan pola asuh sangat otoriter sebesar 2,27 %; dengan pola asuh cukup otoriter sebesar 60,23 %; dengan pola asuh kurang otoriter sebesar 37,50 %; dan 100 % mahasiswa mempunyai penyesuaian diri tinggi. Hasil analisis korelasional menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara pola asuh otoriter dan penyesuaian diri (rxy = -0,274; sig = 0,010). Artinya semakin otoriter pola asuh maka semakin rendah penyesuaian diri mahasiswa, dan semakin kurang otoriter pola asuh maka semakin tinggi penyesuaian diri mahasiswa. Saran bagi orang tua, diharapkan dapat memberikan peraturan yang lebih fleksibel sesuai situasi dan kondisi anak, serta memberikan penghargaan terhadap usaha-usaha yang dilakukan anak agar mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian tentang penyesuaian diri dengan dihubungkan dengan variabel yang berbeda.

Pengembangan inventori minat pilihan karier berbasis WEB di SMA Negeri 2 Ngawi / Bambang Setyawan

 

ABSTRAK Setyawan, Bambang. 2009. Pengembangan Inventori Minat Pilihan Karier berbasis Web di SMA Negeri 2 Ngawi. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Program Studi Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Andi Mappiare, A.T, M.Pd., (II) Drs. Harmiyanto. Kata Kunci: pengembangan, inventori, minat, pilihan karier, web Penyelenggaraan bimbingan karier di SMA merupakan bantuan kepada siswa untuk merencanakan pilihan kariernya secara realistis. Sehubungan dengan hal tersebut diperlukan pemahaman dan penerimaan diri yang memadai serta pemahaman dunia kerja yang hendak dipilih. Salah satu aspek diri yang perlu dipahami dalam rangka perencanaan karier ialah minat pilihan karier. Berkenaan dengan hal tersebut, ketidaktersediaan alat untuk mengungkap minat pilihan karier yang teruji dan praktis di SMA Negeri 2 Ngawi merupakan hambatan dalam mengungkap minat pilihan karier siswa. Oleh karena itu, perlu dikembangkan alat ungkap minat pilihan karier siswa yang memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang memadai serta pengadministrasian yang mudah. Diantaranya dengan mengembangkan inventori minat pilihan karier berbasis web. Tujuan utama pengembangan inventori minat pilihan karier berbasis web ini adalah untuk mengatasi hambatan ketidaktersediaan alat ungkap minat pilihan karier di SMA Negeri 2 Ngawi. Melalui pengembangan ini diharapkan dapat menghasilkan inventori minat pilihan karier yang teruji tingkat validitas dan reliabilitasnya serta dapat diadministrasikan dengan baik melalui web. Proses pengembangan produk inventori minat pilihan karier melalui beberapa tahap pengembangan diawali dengan penyusunan draft inventori, Draft inventori yang dihasilkan kemudian diuji oleh ahli konten untuk mengetahui kesesuaian isi inventori dengan konstruk teoritis pemilihan karier menurut John Holland. Draft yang telah diuji ahli diujikan di lapangan untuk mendapatkan data validitas dan reliabilitas inventori. Setelah melalui revisi berdasarkan hasil uji ahli dan lapangan, butir inventori dimasukkan ke dalam software berbasis web. Untuk menguji kelayakan web inventori oleh pengguna, dilaksanakan uji kelayakan melalui reviu oleh ahli media web. Validitas inventori diukur melalui uji ahli dan uji korelasi butir dan bidang minat dengan menggunakan analisis korelasi product moment pearson. Reliabilitas inventori diukur dengan menghitung koefisien alpha melalui uji analisis reliabilitas menggunakan alpha cronbach. Penghitungan menggunakan analisis SPSS Versi 16.0., sedangkan penyusunan web menggunakan fasilitas pemrograman PHP (Personal Home Page tools). Melalui uji ahli dan uji lapangan terhadap draft inventori minat pilihan karier, dihasilkan inventori dengan 124 butir pernyataan menggunakan skala model Guttman dengan dua pilihan jawaban ya atau tidak. Draft pernyataan diujicobakan kepada 50 siswa SMA Negeri 2 Ngawi. Keseluruhan butir dinyatakan valid, signifikan dengan p = 0,05 atau p = 0,01. Uji reliabilitas menghasilkan koefisien alpha 0,938, dengan demikian inventori ini cukup reliabel. Inventori minat pilihan karier yang dihasilkan dapat dikerjakan secara online, dianalisis secara langsung melalui web serta sistem dokumentasi yang cukup mudah dan aman. Produk inventori minat pilihan karier berbasis web juga dilengkapi dengan buku panduan baik untuk konselor maupun siswa. Inventori Minat Pilihan Karier berbasis Web ini merupakan inventori yang dikerjakan secara online, sehingga penggunaannya perlu mempertimbangkan ada tidaknya jaringan internet di sekolah. Penggunaan oleh selain siswa di SMA Negeri 2 Ngawi, perlu memperhatikan karakteristik siswa pengguna. Saran lebih lanjut, inventori ini perlu diujicobakan pada subyek uji lapangan yang lebih luas sehingga tingkat validitas dan reliabilitas lebih teruji secara lebih luas pula.

Pengembangan paket pembelajaran matakuliah sumber dan media pembelajaran dengan model Degeng pada Program Studi PGSD STKIP Santu Paulus Ruteng Flores / Hendrikus Midun

 

PENGEMBANGAN PAKET PEMBELAJARAN SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN MODEL DEGENG DI PGSD STKIP SANTU PAULUS RUTENG FLORES Hendrikus Midun ABSTRACT Midun, Hendrikus. 2009. Developing Instructional Materials on the Subject Source and Media of Instruction by Using the Model of Degeng at PGSD Program of Teacher Training and Educational Sciences of Saint Paul College Ruteng, Flores. Theses, Instruction Technology Department, Graduate Program of State University of Malang. Advisors: (1) Prof. Dr. Punadji Setyosari, M.Pd; M.Ed, (2) Dr. Sulton, M.Pd. Key words: development, instructional package, source and media of instructions, Degeng model. Source and Media of Instruction is one of compulsory subject at PGSD Program of Teacher Training and Educational Sciences of Saint Paul College Ruteng, Flores that has conceptual and procedural oriented objectives. This subject aims at helping the learners to understand the basic concept of source and media of instruction and how to select and use the procedure of developing it. Selecting and using the media of instruction appropriately can make the teaching-learning process effective and efficient. Due to the effectiveness and efficiency, the equipment of the source of instruction on the subject of Source and Media of Instruction is absolutely required. In fact, the instructional material of Source and Media of Instruction at PGSD Program of Teacher Training and Educational Sciences of Saint Paul College Ruteng, Flores is not available. This problem needs to be recovered. The purpose of this material development was to produce the instructional package of the Source and Media of Instruction by Using the Model of Degeng. There are eight steps included in the model, as follows: (1) the analysis of objectives and content of the subject, (2) the analysis of learning resource, (3) the analysis of learner’s characteristics, (4) the setting of learning objectives and the content, (5) the setting of strategies in organizing the learning content, (6) the setting in learning strategies, (7) the setting of strategies in learning management, and (8) the development of measurement procedures of the learning outcomes. The product of instructional package developed consists of teaching material, instructor’s manual, and learners manual. Teaching material consists of: (1) title of the chapters, (2) introduction, (3) learning objectives, (4) key concepts, (5) frame of the learning content (epitome), (6) learning material, (7) summary, (8) synthesizing, (9) evaluation, and (10) references. Instructor’s manual consists of: (1) subject description, (2) learning objectives, (3) domains of learning, (4) learners characteristics, (5) time allocation, (6) topics, (7) learning strategies, (8) task and learning evaluation, (9) exercises, (10) key answers, and (10) references. Learners manual consists of: (1) general direction of the teaching material, (2) chart of learning activities, (3) frame of the learning content, (4) learning objectives, (5) time allocation, (6) evaluation, (7) exercises, (8) key answers, and (9) references. The product of instructional package has been resulted through the try-out process as follows: content expert test, instruction design expert test, individual try-out, small group try-out, field try-out, and lecturer try-out. Based on the research and the process of try-out, the product of instructional package is really suitable to be used in teaching-learning process due to the following reasons: (1) the result of questionnaires and interview with learners showed that this product of instructional package was really useful and helpful for them in developing their knowledge on the subject of Source and Media of Instruction; (2) the observation during teaching-learning process showed that the learners were really active in doing the exercises and in making the short paper for class presentation; (3) there was a significant scores achievement of the students both on individual scores and on class scores. The mean scores on the pretest was found 5,53 and the mean scores of the posttest was found 9,16. The lowest scores that the students achieved in the posttest is same as the highest score in the pretest that is 7,5. This product has also some weaknesses as follows: (1) this product of instructional package is only developed to be used for learners at PGSD Program of Teacher Training and Educational Sciences of Saint Paul College Ruteng, Flores, (2) this product of instructional package is only produced in the printed material form, and (3) the process of developing the material is only up to the formative evaluation.

Pengaruh pola belajar terhadap prestasi belajar menjahit pada siswa kelas XI Jurusan Tata Busana di SMK Negeri 3 Malang / Sari Ayu Wibawani

 

Kualitas kehidupan bangsa sangat ditentukan oleh faktor pendidikan yang berguna untuk menciptakan kehidupan bangsa yang cerdas, damai, dan demokratis. Pembaharuan pendidikan harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Berbagai langkah untuk meningkatkan kualitas pendidikan telah dilakukan pemerintah melalui Depdiknas dengan cara pembaharuan kurikulum dan peningkatan profesionalisme guru. Hal tersebut dimaksudkan agar kualitas pendidikan dan kualitas hasil pendidikan dari tahun ke tahun dapat ditingkatkan. Belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.Interaksi dengan lingkungan menyebabkan bertambahnya pengalaman, memperteguh keyakinan mengenai ilmu yang telah dikuasai sebelumnya, selain itu juga dapat menyebabkan perubahan tingkah laku. Dalam interaksi belajar mengajar ditemukan bahwa proses belajar yang dilakukan siswa merupakan kunci keberhasilan belajar. Belajar dikatakan berhasil bila terjadi perubahan tingkah laku yang sesuai dengan yang diharapkan. Perubahan tingkah laku akibat proses belajar dinamakan hasil belajar atau prestasi belajar. Menurut Dimyati (2002:50) prestasi belajar merupakan penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran yang lazim ditunjukkan dengan nilai yang diberikan oleh guru. Berhasil atau tidaknya proses belajar tergantung dari faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar tersebut. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar, yaitu faktor yang ada di dalam diri siswa (faktor internal) maupun faktor yang ada di luar diri siswa (faktor eksternal). Salah satu faktor internal yang mempengaruhi proses belajar yaitu pola belajar. Siswa yang mempunyai pola belajar yang baik akan mendapatkan prestasi belajar yang optimal, namun sebaliknya siswa yang mempunyai pola belajar yang buruk akan mendapatkan prestasi belajar yang kurang optimal. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Gie (1995:35) ada dua macam pola belajar yaitu (a) pola belajar yang baik dapat membantu siswa menguasai pelajarannya, mencapai kemajuan belajar, akhirnya meraih sukses di sekolahnya (b) pola belajar yang buruk dapat mempersulit siswa menguasai pelajarannya, menghambat kemajuan belajar, akhirnya mengalami kegagalan di sekolahnya. pola belajar yang baik dan didukung adanya motivasi dari guru, orang tua dan masyarakat maka siswa akan mencapai prestasi belajar yang baik tetapi sebaliknya jika siswa mempunyai pola belajar buruk dengan belajar tidak rutin, tidak terjadwal, tidak bisa mengatasi kesulitan belajar yang dihadapi maka siswa akan sulit mencapai prestasi belajar yang baik.

Pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan melalui motivasi kerja (studi pada karyawan PT. Semen Gresik Departemen Produksi) / Shandika Danu Wijaya

 

ABSTRAK Wijaya, Shandika Danu. 2009. Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Motivasi Kerja (Studi pada karyawan Departemen Produksi PT. Semen Gresik). Skripsi, Jurusan manajemen, Progran Studi S1 manajemen Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Budi Eko Soetjipto, M Ed., M.Si (II) Madziatul Churiyah, S.Pd, M.M. Kata Kunci: Budaya Organisasi, Kinerja Karyawan, Motivasi Kerja Salah satu kunci keberhasilan suatu perusahaan terletak pada sumber daya manusianya. Di dalam usaha kebutuhan sumber daya manusia yang cerdas dan terampil merupakan tuntutan yang harus dipenuhi. Dengan sumber daya manusia yang berkualitas diharapkan dapatmembawa perusahaan ke arah kemajuan dan kesuksesan. Untuk memenuhi tujuan tersebut maka perusahaan harus meningkatkan kinerja karyawan. Dalam usaha meningkatkan kinerja karyawan perlu memperhatikan Budaya Organisasi dan Motivasi Kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara: (1) Budaya Organisasi terhadap Kinerja, (2) Motivasi terhadap Kinerja, (3) Budaya Organisasi terhadap Motivasi, (4) Budaya Organisasi terhadap Kinerja melalui Motivasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Explanatory research yaitu menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis. Populasi yang dipilih adalah karyawan PT. Semen Gresik Bagian Produksi yang jumlahnya 800 orang. Pengambilan sampel penelitian ini, dilakukan dengan menggunakan sampel bertujuan (purposive sampling) dengan rumus Slovin sehingga sampel yang digunakan sebanyak 89 responden, dan analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis). Hasil analisis didapat melalui penyebaran kuesioner menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh secara langsung yang signifikan antara variabel Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan sebesar 0,446, (2) Terdapat pengaruh secara langsung yang signifikan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan sebesar 0,334, (3) Terdapat pengaruh secara langsung yang signifikan Budaya Organisasi terhadap Motivasi sebesar 0,672, dan (4) Tredapat pengaruh secara tidak langsung yang signifikan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi sebesar 0,633. Saran yang dapat direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian yang didapatkan adalah: (1) Bagi perusahaan: Pimpinan PT. Semen Gresik sebaiknya selalu berupaya memperhatikan Budaya Organisasi yang terbaik guna memotivasi karyawan dalam menciptakan Kinerja yang tinggi. (2) Bagi penelitian selanjutnya: agar lebih mempertajam teori-teori tentang budaya organisasi, motivasi kerja dan kinerja karyawan. Karena dengan adanya teori-teori yang lebih kuat maka akan lebih memperdalam teori-teori yang ada sebelumnya.

Hubungan pelaksanaan supervisi pengajaran, keterampilan manajerial kepala sekolah, kompensasi kerja dengan kinerja guru SMP Negeri di Kota Ambon / Agustinus Lekipiouw

 

ABSTRAK Lekipiouw, Agustinus. 2009. Hubungan Pelaksanaan Supervisi Pengajaran, Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah dan Kompensasi Kerja dengan Kinerja Guru SMP Negeri di Kota Ambon. Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd, (II) Prof. Dr. Salladien. Kata Kunci : Supervisi pengajaran, keterampilan manajerial, kompensasi kerja, dan kinerja guru. Kajian mengenai kualitas pendidikan di Indonesia saat ini tetap menjadi wacana yang menarik perhatian dari berbagai kalangan, tidak hanya pada kalangan pendidik dan profesional lainnya, tetapi juga bagi masyarakat yang menginginkan munculnya perubahan dalam hal usaha meningkatkan kualitas pendidikan. Fakta saat ini menunjukkan bahwa kualitas output pendidikan kita masih rendah. Mayoritas dari lulusan kita temyata justru malah menambah jumlah pengangguran.sehingga menimbulkan kesan bahwa pendidikan tidak mengatasi masalah, tetapi justru menambah masalah. Konsep ini didukung dengan adanya fakta' hasil Survey dari Human Development Inde,yang menyatakan bahwa,, dari 106 negara yang disurvey, kualitas pendidikan Indonesia berada pada nomor 102 satu tingkat dibawah Vietnam. Mengamati kondisi di atas, pendidikan kita mengemban tugas yang cukup berat dalam mengatasi masalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia hanya dapat ditingkatkan melalui pendidikan, dan hanya pendidikan yang dikelola dengan profesionallah yang akan dapat menghasilkan output yang berkualitas. Peningkatan kualitas pendidikan dapat dilakukan dalam beberapa aspek, seperti: kebijakan, manajemen, sarana prasarana, dan sumber daya pengelola pendidikan. Guru sebagai sumber daya kunci pelaksanaan pendidikan memegang peranan penting dan menentukan. Sukses tidaknya pelaksanaan pendidikan ditingkat lembaga terutama tergantung pada guru. Oleh karenanya kinerja guru harus mendapat perhatian serius dan selalu ditingkatkan. Penelitian ini dirancang dengan rancangan penelitian diskriptif korelasional. Dilaksanakan di SMP Negeri di Kota Ambon sejumlah 22 lembaga dengan populasi 950 orang dan jumlah sampel 274 orang. Sampel diambil dengan random proporsional. Penelitian ini menggunakan kuesioner atau angket sebagai instrumen dalam pengumpulan data penelitian. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan yang signifikan antara pelaksanaan supervisi pengajaran dengan kinerja guru SMP Negeri di Kota Ambon, (2) terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan manajerial kepala sekolah dengan kinerja guru SMP Negeri di Kota Ambon (3) terdapat hubungan yang signifikan antara kompensasi kerja dengan kinerja guru SMP Negeri di Kota Ambon. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, beberapa saran yang diperkirakan dapat meningkatkan kinerja guru adalah sebagai berikut; (1) Kepala sekolah; hendaknya terus meningkatkan kualitas dan intensitas pelaksanaan supervisi pengajaran. Sebagaimana telah dikemukakan dari hasil empiris penelitian tersebut diatas, peranan supervisi pengajaran temyata begitu penting untuk meningkatkan kinerja guru. Selanjutnya meningkatkan keterampilan manajerial yang memadai meliputi; keterampilan konseptual, keterampilan hubungan manusia, keterampilan teknik; pada sisi lain pemberian kompensasi yang adil dan merata, (2) Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon; agar selalu berupaya untuk meningkatkan pelaksanaan supervisi pengajaran kepada sekolah meningkatkan kinerja guru, misalnya memberikan berbagai pembinaan, pelatihan, dan penataran kepada pengawas pendidikan, kepala sekolah maupun guru-guru, (3) Para supervisor pendidikan; perlu memperhatikan tingkat kinerja guru di sekolah-sekolah binaannya dalam rangkah pengembangan dan membantu meningkatkan faktor-faktor yang memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja guru, (4) Bagi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan; diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi kontribusi pada pelaksanaan diklat untuk mempersiapkan perangkat peningkatan mutu guru di daerah, (5) Guru; kiranya hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk lebih memperbaiki diri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diembankan sehingga terjadi peningkatan profesionalisme diri sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, (6) Bagi pengembang teori; diharapkan agar dapat mengkaji lebih mendalam teori-teori yang berkaitan dengan temuan penelitian ini, (7) Peneliti lain; diharapkan untuk mengembangkan penelitian ini dengan menambahkan variabel lain yang lebih luas yang mungkin saja mempengaruhi kinerja guru.

Analisa tentang prestasi praktik pengalaman lapangan (PPL) dan latar belakang orang tua dengan minat menjadi guru mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang / Dite Mareta

 

ABSTRAK Mareta, Dite. 2008. Analisa Tentang Prestasi Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Latar Belakang Orang Tua dengan Minat Menjadi Guru Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Partono., M.Pd (2) Drs. H. Yoto., S.T., M.Pd.,M.M Kata kunci:. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Latar Belakang Orang Tua, Minat Menjadi Guru. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) sangat berpengaruh bagi minat mahasiswa untuk menjadi guru, karena dengan PPL mahasiswa memiliki pengalaman menjadi guru meskipun mahasiswa tersebut belum menjadi guru. Selain PPL, ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi minat menjadi guru, antara lain lingkungan sekitar, latar belakang orang tua, sosial ekonomi dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara prestasi PPL dan latar belakang orang tua dengan minat mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional, dengan variabel bebas prestasi PPL (X1), latar belakang orang tua (X2), dan variabel terikatnya adalah minat menjadi guru (Y) .Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Teknik Mesin Universitas Negeri Malang yang telah melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan Semester Genap 2007/2008 dengan jumlah responden empat puluh mahasiswa dan tempat PPL berbeda-beda. Instrumen dalam penelitian ini berupa angket yang telah di validitas dan reliabilitas. Data tentang minat menjadi guru dan latar belakang orang tua dijaring dengan menggunakan angket sedangkan data tentang prestasi Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) diambil dari dokumentasi nilai akhir PPL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Ada hubungan antara prestasi PPL dengan minat menjadi guru. 2) Ada hubungan antara latar belakang orang tua dengan minat menjadi Guru, dan 3) Ada hubungan antara prestasi PPL dan latar belakang orang tua dengan minat menjadi guru. Dengan hasil penelitian di atas peneliti menyarankan kepada: 1) Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang agar mahasiswa PPL dibina dalam penumbuhan minat menjadi guru, 2) UPT PPL agar pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ditambah agar pengalaman yang didapat semakin banyak, 3) Guru pamong dan dosen pembimbing untuk meningkatkan proses bimbingannya, 4) peneliti lain yang ingin meneliti pokok bahasan yang serupa, disarankan untuk mengambil subjek yang lebih besar sehingga hasil yang diperoleh lebih meyakinkan.

Strategi kepala sekolah memberdayakan peran serta masyarakat dalam rapat paripurna orang tua (studi kasus pada SMA Katolik Suria Atambua) / Stefanus Mali

 

ABSTRAK Mali, Stefanus. 2007. Strategi kepala sekolah memberdayakan peran serta masyarakat dalam rapat paripurna orang tua.(Studi kasus pada SMA Katolik Suria Atambua, Kabupaten Belu) Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pasca Sarjana, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd (II) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd Kata kunci: strategi kepala sekolah, memberdayakan peran serta masyarakat, rapat paripurna. Masyarakat mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan prestasi sekolah. Dalam UU No. 20 tahun 2003 pasal 19 ditegaskan bahwa masyarakat berkewajiban memberikan sumber daya penyelenggaraan pendidikan. Selanjutnya pada PP No 19 tahun 2005 menyebutkan pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, partisipasi, keterbukaan dan akuntabilitas. Fokus penelitian ini adalah (1) latar belakang kepala sekolah melaksanakan rapat paripurna orang tua dan strategi yang digunakan sehingga rapat paripurna dapat terlaksana (2) program yang ditawarkan dalam rapat paripurna oleh Kepala sekolah dan orang tua, (3) prestasi yang diraih Sekolah berdasarkan program- program yang ditetapkan dalam rapat paripurna orang tua di SMA Katolik Suria Atambua Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan rancangan jenis studi kasus tunggal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui: (1) wawancara mendalam, (2) observasi partisipatif, (3) studi dokumentasi. Pemilihan informan penelitian dengan menggunakan teknik purpasif dan dipadukan dengan snowball sampling. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, Guru, siswa, ketua WK2S, Alumni, orang tua murid, dan Bupati Belu. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan melakukan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya untuk mengecek keabsahan data dengan menggunakan uji kridibilitas, dipendabilitas, dan konfirmabilitas. Setelah melakukan penelitian di SMA Katolik Suria Atambua peneliti menemukan beberapa hal antara lain: (1) Peran serta masyarakat memberdayakan semua elemen yang tergabung dalam Wadah Kerja Sama Keluarga Suria (WK2S), pembentukan ikatan alumni. (2) pelaksanaan manajemen sekolah melibatkan orang tua, pemerintah dan simpatisan pendidikan lewat rapat tahunan orang tua yang disebut rapat paripurna orang tua. Dalam rapat ini ada banyak program yang tawarkan oleh sekolah maupun orang tua, baik program yang berhubungan dengan akademik maupun non akademik, dan kesejahteraan guru-pegawai. (3) keterkaitan manajemen dengan peran serta masyarakat telah menumbuhkan rasa kepercayaan dan rasa memilki SMA Katolik Suria Atambua, sehingga adanya berbagai bantuan yang

Pengaruh tingkat inflasi, suku bunga SBI, dan kurs rupiah terhadap return saham perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia / Indri Paramithasari

 

Pasar modal adalah pasar berbagai instrument keuangan jangka panjang, dimana pasar modal memiliki dua fungsi yaitu menyediakan dana bagi pihak yangmemerlukan dana dan mempunyai kelebihan dana untuk menginvestasikan dana yang mereka miliki. Sehingga pasar modal dapat dijadikan sarana bagi perusahaan untuk memperoleh dana jangka panjang dengan cara menerbitkan saham dansarana bagi investor dalam menanamkan modalnya. Faktor makro ekonomi merupakan faktor eksternal dan pengaruhnya bersifat umum artinya faktor ini akan mempengaruhi semua return saham perusahaan dengan intensitas yang berbeda antara perusahaan satu dengan perusahaan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh fluktuasi inflasi, tingkat sukubunga, dan kurs rupiah sebagai variabel bebas terhadap return saham sebagai variabel terikat. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif dengan mengambil populasi pada seluruh perusahaan manufaktur yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2005-2007, yaitu sebanyak 137 perusahaan. Dalam pengambilan sampel, penelitian ini menggunakan metode purposive samplingyaitu berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan. Berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan, penelitian memperoleh 58 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Pengujian hipotesis menggunakan uji t untuk mengetahui pengaruh secara parsial dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang tidak signifikan dari variabel inflasi, pengaruh negatif yang tidak signifikan dari variabel tingkat suku bunga SBI, dan pengaruh positif yang tidak signifikan dari variabel kurs rupiah terhadap return saham perusahaan Manufaktur. Alasan mengapa ketiga variabel bebas terhadap variabel terikat tidak signifikan, dikarenakan pada periode amatan penelitian tahun 2005-2007 pengambilan sampel perusahaan manufaktur mengalami profit yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini maka disarankan agar penelitian lebih lanjut untuk menggunakan periode pengamatan lebih dari tiga tahun dan juga menambah variabel bebas lainnya. Disamping faktor makroekonomi sebaiknya investor juga memperhatikan faktor-faktor lain yangmempengaruhi return saham misalnya faktor mikro, keadaan keamanan, dan keadaan politik suatu negara.

Hubungan pola asuh orang tua dengan tipe kepribadian siswa kelas VII (studi di SMPN 20 Kota Malang tahun ajaran 2008/2009) / Sulistiono

 

ABSTRAK Sulistiono, 2009. Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Tipe Kepribadian Siswa kelas tujuh di SMPN 20 Malang. Skripsi, Jurusan bimbingan konseling dan Psikologi fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs.H.Widada MSi (2) Drs Hariadi Kusuma. Kata Kunci : Polah Asuh, Tipe Kepribadian, Makna Keluarga. Pola asuh orang tua merupakan interaksi antara orang tua dengan anak selama mengadakan pengasuhan. Cara – cara atau model dalam mengasuh anak di lingkungan keluarga yang sifatnya konsisten dari waktu kewaktu, yang meliputi pola asuh demokratis,otoriter, dan permisif. Orang tua bukan hanya merupakan ciri fisik secara genetik saja pada anak, tetapi juga kepribadiannya. Polah asuh yang dikembangkan oleh tiap keluarga berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya, hal ini tergantung dari pandangan dalam diri tiap orang tua. Tipe kepribadian yang dimaksud adalah penggambaran tingkah laku seseorang secara deskriptif tanpa memberi nilai ( baik, buruk ,benar atau salah). Tipe kepribadian dikelompokkan menjadi empat macam, yaitu (1) kepribadian sanguinis (kepribadian populer), yang bercirikan senang menjadi pusat perhatian, (2) kepribadian melankolis (kepribadian sempurna) dengan ciri-ciri perfeksionis, (3) kepribadian koleris (kepribadian kaku) ciri-cirinya otoriter, senang memerintah, (4) kepribadian plegmatis (kepribadian damai) dengan ciri-ciri enggan menyampaikan pendapat atau inisyatifnya. Teori kepribadian ini berasal dari Hepocrates, yang selanjutnya dikembangkan oleh Florence Littauer. Tujuan dari penelitian ini yang pertama untuk mengetahui gambaran pola asuh orang tua siswa di SMPN 20 Malang, yang kedua untuk mengetahui gambaran tipe kepribadian siswa di SMPN 20 Malang, dan yang ketiga untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan tipe kepribadian siswa di SMPN 20 Malang. Jenis penelitian ini deskriptip korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas tujuh SMPN 20 Malang. Sebanyak 364 orang yang tediri atas delapan kelas.Penarikan sample teknik proportional random sampling, diperoleh 145 responden yaitu 39,966.% dari populasi. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket.Teknik analisis data menggunakan rumus kuadrat Chi dan koefesien kontingensi. Dari hasil analisis diketahui bahwa pola asuh orang tua siswa kelas tujuh di SMPN 20 Malang kecenderungannya adalah demokratis (89.7% ), kedua adalah permisif (6.9%) dan yang terakhir adalah otoriter (.3.4%). Kemudian tipe kepribadian siswa yang pertama adalah plegmatis (42.1% ), kedua adalah sanguinis (29.7 %), ketiga adalah melankolis (19.3%), dan yang terakhir koleris (9.0% ).Dengan menggunakan rumus kuadrat Chi, diketahui nilai kuadrat Chi hitung ( X² ) berada dibawah harga kritik. Syarat Hı diterima apabila nilai X² hitung melebihi nilai harga kritik. Karena nilai X² hitung sebesar 11,605 berada dibawah harga kritik sebesar 12,600, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho. berbunyi” tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan tipe kepribadian siswa”diterima. Berkaitan dengan penelitian ini, saran yang dapat penulis berikan terhadap konselor sekolah hendaknya dalam memberikan layanan pada siswa di sesuaikan dengan karakteristik kepribadian siswa. Perbedaan tipe kepribadian antara siswa yang satu dengan siswa lainnya, tentunya akan membuat perbedaan dalam memberikan layanan pada siswa, sehingga layanan yang diberikan nantinya dapat berjalan efekti. Terhadap orang tua siswa,pola asuh yang demokratis akan cenderung lebih fleksibel, aktif dalam hidup, emosi lebih stabil dan memiliki rasa tanggung jawab. Dalam mendidik anaknya dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri siswa, serta membantu mengembangkan tingkah laku yang mencerminkan kemandirian dalam diri siswa

Pengaruh pemberian effleurage dan petrissage sebagai tambahan pemanasan terhadap kekuatan otot tungkai / Iwan Nur Mustofa Hidayat

 

ABSTRAK Hidayat, Iwan Nur Mustofa. 2009. Pengaruh Pemberian Effleurage dan Petrissage Sebagai Tambahan Pemanasan terhadap Kekuatan Otot Tungkai. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Mulyani Surendra, M.S, (II) Dra. Sulistyorini, M.Pd. Kata kunci : kekuatan otot tungkai, pemanasan, effleurage, petrissage. Kekuatan otot mempunyai peranan yang sangat penting dalam melakukan suatu aktivitas olahraga. Kekuatan otot merupakan salah satu pendukung bagi atlet atau olahragawan untuk melakukan aktivitas olahraga dengan baik, sehingga atlet atau olahragawan akan mendapatkan hasil yang maksimal. Seorang atlet atau olahragawan untuk mendapatkan kekuatan otot yang bagus dan untuk menghindari suatu cedera pada saat melakukan aktivitas, maka atlet atau olahragawan tersebut salah satunya perlu melakukan suatu pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas fisik. Di samping pemanasan, masase olahraga juga berperan penting untuk meningkatkan kekuatan otot. Dalam penelitian ini, manipulasi masase yang dipakai adalah effleurage dan petrissage. Effleurage dan petrissage dilakukan dengan singkat, cepat dan bertekanan cukup akan memberikan rangsang pada otot untuk dapat bekerja lebih baik dan untuk membantu pemanasan badan sebelum berlatih atau bertanding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian efflurage dan petrissage sebagai tambahan pemanasan terhadap kekuatan otot tungkai. Jenis penelitian yang digunakan adalah praeksperimental dengan menggunakan rancangan pra tes dan pasca tes satu kelomok “the one group pre test-post test design”. Pengumpulan data dilaksanakan selama 5 hari dan dimulai dari tahap pre tes. Pada tahap pre tes atau hari pertama subyek penelitian diberi pemanasan berupa stretching dan calesthenic selama 10 menit, kemudian dilakukan pengukuran kekuatan otot tungkai menggunakan leg dynammeter sebanyak 3 kali dan diambil nilai tertinggi. Setelah pre tes, subyek penelitian istirahat selama 3 hari. Kemudian pada hari ke 5 atau tahap pos tes, subyek penelitian terlebih dahulu diberikan masase berupa effleurage dan petrissage pada tungkai selama 12 menit, kemudian diberi pemanasan seperti pada pre tes dan dilanjutkan dengan tes kekuatan otot tungkai menggunakan leg dynamometer. Instrumen yang digunakan yaitu berupa alat leg dynamometer. Kegiatan analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data statistik deskriptif, uji normalitas dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pemberian effleurage dan petrissage sebagai tambahan pemanasan terhadap kekuatan otot tungkai. Pemberian effleurage dan petrissage baik diberikan kepada subyek sebagai tambahan pemanasan sebelum melakukan aktivitas olahraga.

Penggunaan peta konsep dalam kegiatan belajar pada mata pelajaran sains (study kasus di Paket B PKBM Ki Hadjar Dewantara Malang) / Arumita Andarukmi

 

ABSTRAK Andarukmi, Arumita 2009. Pengunaan Peta Konsep Dalam Kegiatan Belajar Pada Mata Pelajaran Sains (Studi Kasus Di Paket B PKBM Ki Hadjar Dewantara Malang). Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) (Drs. H. M. A. Prawoto, M.Pd, II) Drs. Kentar Budhojo, M.Pd Kata kunci : Paket B, pembelajaran, peta konsep Tujuan penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu tujuan umum dan tujuan operasional. Untuk tujuan umumnya adalah untuk mengetahui penggunaan peta konsep dalam kegiatan belajar pada mata pelajaran sains Paket B di PKBM Ki Hadjar Dewantara Malang. Sedangkan untuk tujuan operasionalnya adalah untuk mendiskripsikan respon warga belajar terhadap penggunaan peta konsep dalam kegiatan belajar pada mata pelajaran sains Paket B di PKBM Ki Hadjar Dewantara Malang yang berkaitan dengan materi pembelajaran, metode pembelajaran, dan waktu pembelajaran, serta untuk mendiskripsikan hasil penggunaan peta konsep dalam kegiatan belajar pada mata pelajaran sains Paket B di PKBM Ki Hadjar Dewantara Malang. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan rancangan studi kasus. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer (data utama) dan data sekunder. Data primer berupa data yang diamati, dicatat, dan didapatkan langsung yaitu arsip, dokumen, dan lain-lain. Data primer dalam penelitian ini berupa kata-kata (ucapan) informan PKBM Ki Hadjar Dewantara Malang yang meliputi pihak kepala PKBM Ki Hadjar Dewantara Malang, instruktur atau tutor, warga belajar Paket B, dan sumber lain yang terkait Sedangkan data sekundernya adalah sejarah PKBM Ki Hadjar Dewantara Malang, letak kondisi wilayah, data rekapan warga belajar, dan data lain yang mendukung. Analisa data terbagi dalam tiga tahap; (1) reduksi data (2) display data dan (3) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Sains ini memberikan pengetahuan yang ada pada warga belajar dan mendidik warga belajar untuk bersifat alamiah yang sesuai pada ilmu sains. Respon warga belajar dan hasil belajar pada penggunaan Peta Konsep terhadap materi, metode, dan waktu pembelajaran berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan. Warga belajar mendapatkan suatu pengalaman baru yang bermanfaat dalam belajar dan akan disumbangkan pada kegiatan pembelajaran yang lainnya yang tentunya dapat digunakan sebagai evaluasi dalam belajar. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diajukan beberapa saran kepada pihak tutor agar bisa agar memberikan sumbangan dalam melaksanakan dan mengembangkan strategi dan metode pembelajaran khususnya dalam hal pemakaian peta konsep yang digunakan untuk mengetahui konsep-konsep yang telah dikuasai warga belajar, cara mempelajari cara belajar warga belajar, menggunakan konsepsi warga belajar, dan sebagai alat evaluasi belajar warga belajar.

Pelaksanaan program-program pelatihan di UPT Pelatihan Kerja Pasuruan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Pemerintah Propinsi Jawa Timur / Yuli Kartika Efendi

 

ABSTRAK Efendi. K. Y. 2009. Pelaksanaan Program-Program Pelatihan Di Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kerja Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. M. A. Prawoto, M. Pd (2) Drs. H. Muchsin Zain Kata Kunci: Pelaksanaan, Program-Program Pelatihan Dalam rangka memberikan bekal kepada masyarakat untuk ikut bersaing di bidang ketenagakerjaan dan untuk meningkatkan pendapatan,Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui UPTPK Pasuruan melaksanakan berbagai kejuruan pelatihan skill/ketrampilan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan program-program pelatihan yang dilaksanakan di UPTPK Pasuruan. Tujuan dari penelitian adalah mendiskripsikan pelaksanaan program-program pelatihan antara lain adalah jenis-jenis, tujuan, sasaran, waktu, kurikulum, metode, media, dan evaluasi. Rancangan penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan survei. Sumber data dalam penelitian ini adalah 36 peserta pelatihan dan kepala bagian pelatihan dan pemasaran. Sampel pelatihan ini adalah dengan mengambil 30% dari jumlah seluruh populasi 120. Adapun pengambilan data dengan metode angket dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pelatihan di UPTPK Pasuruan adalah dari pihak lembaga sendiri (in house), lembaga pendidikan luar sekoah / lembaga lain diluar lembaga (ekstern), dan kerjasama antara lembaga dengan lembaga pendidikan luar sekolah / lembaga lain yang melaksanakan program pelatihan. Mengenai anggaran dana atau biaya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Pada umumnya jenis program pelatihan yang dilaksanakan adalah pelatihan keterampilan / skill yang meliputi; Menjahit, Administrasi Kantor, Mobil Mesin, Las Listrik, Sepeda Motor, Instalasi Listrik, dan Meubel. Sasaran program pada umumnya berlaku untuk seluruh masyarakat dan tidak memandang dari tingkat pendidikan tinggi maupun tingkat pendidikannya rendah, usia tua maupun muda, dan tidak harus mempunyai pengalaman kerja. Dalam peyusunan kurikulum disesuaikan dengan jenis program yang dilaksanakan dan disesuaikan pula dengan kebutuhan peserta. Waktu proses pelaksanaan program rata-rata dilaksanakan sesuai dengan situasi dan kondisi peserta.pada umumnya metode yang digunakan adalah bervariasi sesuai dengan jenis pelatihan. Ditinjau dari media program yang dilakasanakan juga bervariasi dan selalu menggunakan alat praktek untuk media pembelajaran. Evaluasi program dilakukan setelah atau di akhir pelaksanaan program dan bertujuan untuk menilai hasil yang dicapai setelah program dilaksanakan. Pelaksana evaluasi adalah peserta pelatihan dengan teknik evaluasi peserta membuat laporan hasil program yang diikuti dan melakukan presentasi serta cara mengevaluasi adalah dengan pengisian blanko evaluasi yang diberikan kepada peserta program. Berdasarkan temuan-yemuan penelitian, disarankan : 1) Bagi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, yaitu Dapat memberikan suatu layanan pendidikan bagi masyarakat serta lebih meningkatkan kepekaan terhadap masalah-masalah pendidikan luar sekolah dan tertarik untuk ikut serta dalam menangani masalah tersebut. 2) Bagi Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kerja, yaitu (1) Di harapakan dalam melaksanakan program-prpgram pelatihan untuk peserta dapat melibatkan atau bekerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan luar sekolah; (2) diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa jurusan pendidikan luar sekolah yang lain, guna menindaklanjuti dan mengembangkan penelitian yang sejenis dengan peneliti. 3) Bagi mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, yaitu Diharapkan dapat menindak lanjuti mengembengkan penelitian sejenis di lembaga yang sama maupun lembaga yang berbeda yang memiliki biro atau bagian pembinaan dan pengembangan sumberdaya manusia.

Perancangan peta interaktif Jawa Timur Park Batu / Esti Wahyuni

 

ABSTRAK Wahyuni, Esti. 2009. Perancangan Peta Interaktif Jawa Timur Park Batu. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Pujiyanto, M.Sn, (II) Drs. Sarjono, M.Sn. Kata Kunci: Perancangan, Peta, Interaktif, Jawa Timur Park, Batu. Banyak berdirinya tempat wisata bermain, membuat para pemilik tempat – tempat wisata untuk menyusun strategi pemasaran yang tepat dan efektif, guna menumbuh kembangkan citra yang baik di mata masyarakat dengan melalui perancangan media baru. Media promosi merupakan suatu bentuk langkah rancangan periklanan, dimana hal tersebut dapat digunakan untuk menciptakan maupun meningkatkan citra positif dari lembaga, sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan keuntungan lembaga. Perancangan disini merupakan perancangan media peta interaktif dan juga media promosi bagi Jawa Timur Park. Perancangan ini diharapkan dapat meningkatkan dan kemudian mempertahankan citra positif dari Jawa Timur Park. Perancangan ini menggunakan metode prosedural yang bersifat deskriptif terhadap Jawa Timur Park. Metode pengumpulan data dilakukan melalui (1) wawancara (2) observasi (3) kuisioner (4) dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah TOWS (Threat, Opportunity, Weakness, Strenght) dengan membandingkan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan hasil penyebaran kuisioner yang kemudian ditarik kesimpulan. Adapun fokus perancangan ini yaitu: (1) konsep perancangan peta interaktif (2) proses perancangan (3) bentuk perancangan peta interaktif. Perancangan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yakni (1) tahap persiapan (2) tahap pelaksanaan (3) dan tahap penyusunan laporan penelitian. Kesimpulan perancangan ini adalah sebuah perancangan media interaktif sebagai pemandu jalan dan juga untuk mendapatkan informasi tentang tiap wahana yakni berupa sebuah peta interaktif. Selain itu juga terdapat beberapa media yang perancangannya menerapkan prinsip desain. Saran yang dapat diajukan, yaitu untuk dapat meningkatkan dan kemudian mempertahankan citra positif dari Jawa Timur Park, maka penggunaan perancangan media promosi dan pelayanan, kenyamanan merupakan suatu solusi yang tepat.

Perancangan desain kemasan camilan sehat dodol susu "Favorit" / Rendarta Elia Putra

 

ABSTRAK Putra, Rendarta Elia. 2009. Perancangan Desain Kemasan Camilan Sehat Dodol Susu “Favorit”. Skripsi, Program Studi Komunikasi Visual Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Pujiyanto, M.Sn., (2) Mohammad Sigit, S.Sn. Kata kunci: Desain Kemasan, Dodol Susu ”Favorit” Produk Dodol Susu ”Favorit” merupakan salah satu potensi makanan lokal yang dapat menjadi sebuah produk khas yang berasal dari Kota Batu. Produk yang terbuat dari susu sapi murni dengan teknik pengolahan tradisional ini mempunyai nilai tambah akan produk yang cukup tinggi. Sayangnya, kemasan yang ada pada saat ini masih kurang memadai, yakni dengan pengemasan yang sederhana berupa plastik tipis. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan suatu perancangan desain kemasan yang dapat mengenalkan produk Dodol Susu ”Favorit” kepada masyarakat. Selain sebagai media promosi, kemasan nantinya dapat menjadi wadah pelindung yang fungsional dan dapat mengkomunikasikan pesan secara efektif dan efisien sehingga dapat membangun citra positif akan produk makanan lokal, terutama produk Dodol Susu ”Favorit”. Perancangan desain kemasan ini bertujuan untuk menghasilkan konsep identitas dan bentuk visualisasi kemasan yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan produk dodol susu Favorit. Perancangan yang terbentuk nantinya berupa media-media promosi berupa desain kemasan produk Dodol Susu “Favorit” Perancangan ini menggunakan model perancangan prosedural atau model perancangan yang bersifat deskriptif. Di mana perancang melakukan langkah-langkah yang ditempuh meliputi riset pasar dan perancangan program. Hal tersebut meliputi kegiatan identifikasi masalah, analisa dan sintesa serta pengumpulan data, gagasan desain, keputusan desain, prototype, tes pengujian, produksi, dan promosi. Berdasarkan data yang terkumpul, baik melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, diketahui bahwa produk “Dodol Susu Favorit” ini memerlukan media promosi berupa desain kemasan, antara lain: kemasan kecil, kemasan sedang, kemasan keluarga, kemasan spesial, kemasan paket kecil, kemasan paket besar, kemasan paket kirim dan tas belanja. Untuk mendukung perancangan desain kemasan ini, strategi yang digunakan adalah dengan menggunakan warna sebagai daya tarik utama kemasan, didukung dengan ilustrasi pendukung yang jenaka untuk menarik perhatian masyarakat target. Berdasarkan hasil perancangan ini, saran penulis adalah perlu adanya sebuah desain kemasan lanjutan serta pengembangan ragam rasa yang disesuaikan dengan permintaan pasar. Selain itu perlu adanya sebuah bentuk kerjasama antara produsen, Pemerintah Kota dan penggiat wisata untuk memperkenalkan produk lokal khas Kota Batu. Hal ini bertujuan untuk tetap menjaga citra produk agar tetap baik dan menjadi lebih baik.

Pengaruh implementasi moving class terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar siswa SMA Negeri 3 Malang / Melya Ratna Utami

 

ABSTRACT Utami, Melya Ratna. 2009. The Influence of Moving Class Implementation toward Students' Achievement through Learning Motivation at SMA Negeri 3 Malang. Thesis, Accounting Department Faculty of Economic State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Dyah Aju Wardhani, S.E., M.Si., Ak., (II) Sriyani Mentari, S.Pd., M.M. Keywords: implementation, moving class, learning motivation, achievement. Moving class is a learning system in which the students move from one class to another class based on the time scedule. By implementing moving class, it is possible that it will give positive effect towards students' behavior, which is shown by the improvement of students' learning motivation. This study was an explanatory research which was aimed to find: (1) direct influence of moving class implementation towards students' learning motivation at SMAN 3 Malang, (2) direct influence of moving class implementation towards students' achievement at SMAN 3 Malang, (3) direct influence of learning motivation towards students' achievement at SMAN 3 Malang, (4) indirect influence of moving class implementation towards students' achievement through learning motivation at SMAN 3 Malang. The populations of this study was the tenth and eleventh graders which consist of 513 students. The samples used was10% or 51 students. More over, this study used stratified proportional random sampling. Questionnaire and documentation were used to collect the data. Meanwhile, the path analysis technique was used to analysis the data. The result of this study showed that: (1) there was direct influence of moving class implementation towards students' learning motivation (15.7%), (2) there was direct influence of moving class implementation toward students' achievement (27.8%), (3) there was direct influence of learning motivation toward students' achievement (17.1%), (4) indirect influence of moving class implementation toward students' achievement through learning motivation (2.7%). Based on the result of this study, it is suggested that (1) the school should be able to maintain a good learning system by adopting moving class system, (2) for the betterment of the moving class implementation, first, the school complete the learning facility and the rules more strictly to improve the teachers' and students' dicipline, second, teacher should optimaze the use of teaching media, and students should be more aware towards the cleaness of the class, (3) students are expected to always improve their learning motivation so that their achievement can be improved as well, (4) the further researchers should use research sample with wider population area and improve the research variable, and (5) the learning motivation variable does not need to be used in the correlation between moving class implementation and achievement.

Problematika pembelajaran berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dihadapi guru pendidikan kewarganegaraan SMA di Bondowoso / Dewi Kuntari

 

ABSTRAK Kuntari, Dewi. 2009. Problematika Pembelajaran Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Yang Dihadapi Guru Pendidikan Kewarganegaraan (Studi Kasus di SMA Negeri Di Bondowoso). Skripsi, Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd, M.Si, (2) Dra. Sri Untari, M.Si. Kata Kunci: Problematika, Pembelajaran, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. KTSP memberi keleluasaan penuh kepada setiap sekolah untuk mengembangkan kurikulum dengan tetap memperhatikan potensi sekolah dan potensi daerah sekitar. Ada perbedaan antara KTSP dengan kurikulum 1994, yaitu KTSP menggunakan pendekatan kompetensi yang menekankan pada pemahaman, kemampuan atau kompetensi tertentu di sekolah, yang berkaitan dengan pekerjaan yang ada dalam masyarakat, sedangkan kurikulum 1994 menggunakan pendekatan penguasaan ilmu pengetahuan, yang menekankan pada isi atau materi, berupa pengetahuan, pemahaman, aplikasi analisis, sintesis, evaluasi yang diambil dari bidang-bidang ilmu pengetahuan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1)Bagaimana penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendididkan di SMA di Bondowoso; (2) Apa yang menjadi problematika pembelajaran berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendididkan yang dihadapi guru Pendidikan Kewarganegaraan SMA di Bondowoso; (3) Bagaimana upaya mengatasi problematika pembelajaran berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendididkan yang dihadapi guru Pendidikan Kewarganegaraan SMA di Bondowoso. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian yaitu orang, tempat dan peristiwa, dokumentasi. Penelitian dilakukan di SMA Negeri di Bondowoso. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Bondowoso, SMA Negeri 2 Bondowoso, SMA Negeri 1 Tenggrang Bondowoso. Teknik analisis yang digunakan model interaktif yang dikemukakan Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan di SMA Negeri Bondowoso yaitu diawali dengan menyusun komponen KTSP seperti: Visi, Misi dan Tujuan Pendidikan Tingkat satuan Pendidikan, Struktur dan Muatan KTSP, Kalender Pendidikan, Silabus. Penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan di sekolah sudah mengacu pada peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu Peraturan Menteri nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, Peraturan Menteri nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi, dan Peraturan Menteri nomor 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan Peraturan Menteri nomor 22 dan nomor 23 tahun 2006. Dalam penerapan KTSP, guru juga dituntut untuk membuat persiapan mengajar dengan tujuan untuk memperkirakan tindakan guru yang akan dilakukan dalam proses kegiatan belajar. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri Bondowoso adalah membuka pelajaran, kegiatan inti, menutup pelajaran. Sumber belajar yang digunakan oleh guru adalah buku teks, LKS, buku-buku lain yang relevan dengan materi, koran, kliping, majalah, internet, sedangkan media yang digunakan oleh guru adalah OHP, LCD, laptop, komputer, kartu kasus, televisi, DVD, VCD. Metode belajar bervariasi ceramah, diskusi, tanya jawab. Penilaian yang digunakan adalah ulangan harian, ulangan tengah semester, ujian akhir semester, bentuk lain dengan wawancara, tugas kelompok dan tugas idividu. (2) problematika yang dihadapi guru Pendidikan Kewarganegaraan adalah (a) kesulitan dalam membuat perangkat mengajar utamanya pada rencana pelaksanaan pembelajaran, urutan dari komponen yang berbeda-beda tiap guru, format penilaian, dan juga keterlambatan pengiriman kalender pendidikan dari pusat, sehingga menghambat penyusunan perangkat pembelajaran bagi guru; (b) kesulitan guru dalam mengoperasikan komputer, LCD dan laptop; (c) sarana dan prasarana yang terbatas;. (3) upaya mengatasi problematika yang dihadapi guru yaitu: (a) mengatasi kesulitan guru dalam menyusun perangkat mengajar, upaya yang dilakukan adalah dengan mendatangkan pakar/ahli untuk mengadakan sosialisasi dan konsultasi tentang kesulitan yang dihadapi guru; (b) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan dalam metode ataupun media adalah pihak kepala sekolah, mengadakan kursus untuk guru seperti komputer dan LCD; (b) untuk melengkapi sarana dan prasarana dilakukan dengan musyawarah dengan komite sekolah, rapat orang tua wali murid. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dipaparkan, disarankan guru lebih professional dalam menerapkan kurikulum. Mengatasi masalah yang dihadapi guru, maka guru sering mengikuti kegiatan sosialisasi, dilkat, seminar, Workshop.Guru dapat mengoperasikan media pembelajaran, demi menunjang kegiatan belajar mengajar.

Prosedur pengadaan dan penyimpanan material pada proyek pembangunan rumah sakit daerah Mardi Waluyo Kota Blitar / Rosita Rahayu Syafii

 

ABSTRAK Syafii, Rosita Rahayu. 2009. Sistem Pengadaan dan Penyimpanan Material Pada Proyek Pembangunan Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Blitar. Proyek Akhir, Program studi Teknik Sipil dan Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Eko Setyawan, S.T., M.T Kata Kunci: pengadaan, penyimpanan, material. Biaya material merupakan bagian terbesar dari proyek, sehingga sudah seharusnya bila penyelenggara proyek memberikan perhatian yang lebih besar terhadap proses pengadaan material. Untuk mengetahui pentingnya pengadaan dan penyimpanan material maka dilakukan kajian pada proyek pembangunan Rumah Sakit Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar. Proyek Akhir ini bertujuan untuk mengetahui: (1) prosedur pengadaan material, (2) prosedur penyimpanan material, (3) kesesuaian pengadaan material, (4) kesesuaian penyimpanan material pada pelaksanaan proyek konstruksi. Proyek Akhir dilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan data antara lain: pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, kemudian dipelajari dan dilakukan triangulasi data. Hasil yang diperoleh dari Proyek Akhir ini menunjukkan bahwa (1) prosedur pengadaan material pada proyek dimulai dengan perencanaan kebutuhan material, tahapan seleksi terhadap calon pemasok, kemudian tahapan pembelian, penerimaan material, pembayaran dan tahapan evaluasi. Semua tahapan sudah dilakukan kecuali tahapan seleksi terhadap calon pemasok, (2) prosedur penyimpanan material pada proyek di lakukan pada gudang tertutup dan gudang terbuka, (3) prosedur pengadaan material pada proyek untuk keseluruhan pekerjaan beton, masuk kriteria sangat sesuai dengan skor 67 %, (4) prosedur penyimpanan material pada proyek masuk kriteria sesuai dengan skor 57 %. Saran yang diajukan pada Proyek Akhir ini adalah seharusnya dilakukan Proyek Akhir lanjutan untuk sistem pengadaan dan penyimpanan material pada pekerjaan konstruksi yang lain.

Sifat organoleptik sus kering substitusi tepung telur ayam ras / Susi Handayani Purwaningrum

 

ABSTRAK Purwaningsih, Susi Handayani. 2009. Sifat Organoleptik Sus Kering Substitusi Tepung Telur. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Teti Setiawati, M. Pd, (II) Ir. Ummi Rohajatien, M. P. Kata kunci: Sus Kering, Telur, Tepung Telur Sus adalah kue yang dibuat dari adonan sus atau dikenal dengan istilah choux paste atau choux dough. Bahan utama sus terdiri atas lemak, tepung terigu, air dan garam yang dimasak hingga mendapatkan adonan yang kalis atau tidak lengket lagi pada panci tempat memasaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu organoleptik sus kering. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan substitusi tepung telur sebesar 35%, 50% dan 65% dari jumlah telur segar. Pengamatan dilakukan terhadap sifat organoleptik yang meliputi aroma, warna dan tekstur dengan pengujian uji mutu hedonik dan uji hedonik oleh panelis. Panelis terdiri dari 20 orang agak terlatih dari mahasiswa D3 Tata Boga angkatan 2005-2006. Data dianalisis dengan menggunakan Analisis Sidik Ragam. Hasil analisis data yang berbeda nyata dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) untuk mengetahui perbedaan masing-masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat perbedaan yang sangat nyata pada aroma sus kering substitusi tepung telur 35% dengan 65%, tidak terdapat perbedaan pada substitusi 35% dengan 50% dan tidak terdapat perbedaan pada subsitusi 50% dengan 65%. Semakin banyak tepung telur yang digunakan, maka aroma semakin kurang anyir. Terdapat perbedaan yang sangat nyata pada warna sus kering substitusi tepung telur sebesar 35% dengan 50%, pada substitusi sebesar 35% dengan 65%. Tidak terdapat perbedaan aroma pada substitusi tepung telur 50% dengan 65%. Semakin banyak tepung telur yang digunakan, maka warna yang dihasilkan semakin gelap. Terdapat perbedaan yang sangat nyata pada tekstur sus kering substitusi tepung telur sebesar 35% dengan 65%, dan substitusi sebesar 50% dengan 65%. Tidak terdapat perbedaan tekstur pada substitusi 35% dengan 50%. Semakin banyak tepung telur yang digunakan, maka tekstur yang dihasilkan semakin renyah dalam batas penggunaan sebesar 65%. Aroma sus kering yang paling disukai panelis pada substitusi tepung telur sebesar 35% dengan aroma kurang anyir, selanjutnya pada substitusi tepung telur sebesar 50% dan 65% cukup disukai. Warna sus kering yang disukai panelis pada substitusi tepung telur sebesar 50% dengan warna cokelat terang, selanjutnya pada substitusi tepung telur sebesar 50% dan 65% cukup disukai. Tekstur sus kering yang disukai panelis pada substitusi tepung telur sebesar 65% dengan tekstur renyah, selanjutnya pada substitusi tepung telur sebesar 50% dan 65% cukup disukai. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, saran yang diajukan untuk mendapatkan sus kering kriteria aroma kurang anyir, warna cokelat terang, dan tekstur renyah pada substitusi tepung telur sebesar 65%. Serta dilanjutkan pada peneliti selanjutnya untuk mencari formulasi sus kering dengan warna yang sesuai dengan kesukaan panelis.

Pengaruh sikap persepsi nilai dan persepsi peluang keberhasilan terhadap niat menyampaikan keluhan (studi pada nasabah asuransi Bumiputera Cabang Magetan) / Novi Ade Saputra

 

ABSTRACT Saputra, Novi Ade. 2009. The Influence of Attitude, Value Perception, and the Success Opportunity Perception on the Intention of the Complaint Expression (Case Study on Bumiputera Insurance Company, Magetan Branch). Script (Final Year Project). Study Program of Management. Department of Management. Faculty of Economic. Malang State University. Supervisors; 91) Drs. Agus Hermawan, M.Si, M. Bus. (2) Rachmad Hidayat, S.Pd Keywords: attitude effect, value perception, the success opportunity perception, the intention of the complaint expression Indeed, none can fully predict something that will happen in the future, even they use many sophisticated analytical tools. In Indonesia, insurance companies have potential opportunity since there are many Indonesian make use of their services. It is clear that one of the main focuses of insurance company is the problems related with the consumer’s or client’s complaint. Sometimes, complaint problems are occurred both from employee and customer side. Therefore, it is important to conduct a study for alleviating that of problem. In view of that, the research questions were as follows: (1) Does attitude on complaint, complaint value perception, and the success opportunity perception of complaint partially influence the customer’s intention for expressing the complaint to Bumiputera Insurance Company, Magetan Branch?; (2). Does attitude on complaint, complaint value perception, and the success opportunity perception of complaint simultaneously influence the customer’s intention for expressing the complaint to Bumiputera Insurance Company, Magetan Branch?; and (3). Which variables that dominantly influence the customer’s intention for expressing the complaint to Bumi Putera Insurance, Magetan Branch?. The dependent variables that chosen in this research were attitude on complaint (X1), complaint value perception (X2), and the success opportunity perception of complaint (X3), while the independent variable was the intention of the complaint expression (Y). Additionally, the research’s samples of 99 people, who are the customers of Bumiputera Insurance Company, Magetan Branch, were selected by accidental sampling technique. Moreover, the collected data has been evaluated by multiple linier regressions using SPSS windows version 13.00 software. The analysis result showed that, firstly, the value of attitude on complaint variable (X1) was B=0,741; tcalculation of 10,77; and the significance of t was 0,000, which was lower that 0,05 (sig. t < 0,05). Based on that value, it could be determined that attitude on complaint had a significantly positive affect on the customer’s intention for expressing the complaint. Secondly, the complaint value perception variable (X2) had value of B = -0,326; tcalculation of -2,361 with the t significance of 0,002 (sig. t < 0,05). Derived from that result, it was clear that the complaint value perception had a significantly positive affect on the customer’s intention for expressing the complaint. To sum up, there was a significantly positive affect of attitude on complaint, complaint value perception, and the success opportunity complaint perception that partially influence. As well as, these three variables simultaneously influenced the intention of the complaint expression. Furthermore, the attitude on complaint was the dominant variable that affected the intention of the complaint expression. This was shown by the higher percentage (53,1%) on the utilization of attitude on the Effective Donation of complaint. Accordingly, it is recommended that the management of Bumiputera Insurance Company, Magetan Branch should give more concerns on their customer’s complaint. Since, the customers are contributing many great benefits for the company’s development. Then, the customers of Bumiputera Insurance Company are supported to truthfully express their complaint by using provided media such as suggestion box, mass media, as well as electronic media. Undoubtedly, the complaint is a motivation to improve the quality of Bumiputera Insurance Company, Magetan Branch as it is stated in its vision which is to create many products and services that having most advantageous for the Bumiputera community, mainly its customers.

Penerapan pembelajaran think pair share (TPS) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi segitiga di kelas VII-C SMP Negeri 2 Besuk tahun ajaran 2009/2010 / Ivalia Ari Winanda

 

Hasil observasi awal yang dilakukan di kelas VII-C SMPN 2 Besuk menunjukan bahwa hasil belajar matematika siswa masih di bawah standar ketuntasan belajar minimal yaitu hanya sebesar 58,33%. Berdasarkan kenyataan tersebut, perlu diterapkan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa, yaitu pembelajaran think pair Share. Pembelajaran Think Pair Share merupakan metode pembelajaran yang terdiri dari tiga tahap yaitu think (berpikir), pair (berpasangan) dan share (berbagi). Melalui think pair share siswa dapat mengembangkan kecakapan sosial dan merasakan adanya saling ketergantungan positif. Problem Posing merupakan salah satu bentuk model pembelajaran yang menuntut siswa untuk membuat masalah atau soal berdasarkan informasi yang diberikan. Kegiatan membuat masalah atau soal dapat melatih siswa untuk aktif, kreatif dan dapat mengembangkan daya pikir. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (PTK), yang terdiri atas dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-C SMPN 2 Besuk dengan jumlah 36 siswa. Pokok bahasan yang digunakan pada penelitian ini adalah segitiga. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan penerapan pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan metode Think Pair Share (TPS) pada materi Segitiga di Kelas VII-C SMP Negeri 2 Besuk, (2) mendeskripsikan respon siswa setelah menggunakan metode Think Pair Share (TPS) pada materi Segitiga di Kelas VII-C SMP Negeri 2 Besuk, (3) mendeskripsikan hasil belajar matematika siswa setelah menggunakan pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada materi Segitiga di Kelas VII-C SMP Negeri 2 Besuk. Penerapan pembelajaran TPS diawali guru dengan memberikan LKS dan lembar problem posing. Siswa diminta berpikir secara individu kemudian berkelompok secara berpasangan untuk mengerjakan LKS dan lembar problem posing. Selanjutnya pada tahap Share siswa diminta melakukan aktivitas ”kunjung karya”. Dari perhitungan skor tiap pertanyaan dalam angket respon, diperoleh kategori untuk tiap butir pertanyaan adalah baik dan sangat baik. Dari angket tersebut dapat diketahui bahwa respon siswa sangat positif terhadap metode pembelajaran dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata persentase hasil belajar dari 58,33% pada observasi awal meningkat menjadi 75% pada siklus I dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 86%.

Pengaruh struktur modal dan kebijakan dividen terhadap harga saham (studi pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2004-2007) / Didik Sugiyono

 

ABSTRAK Sugiyono, Didik. 2009. Pengaruh Struktur Modal dan Kebijakan Deviden Terhadap Harga Saham (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2004-2007). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Puji Handayati, S.E., M.M., Ak, , (II) Sawitri Dwi Prastiti, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci : Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Asset Ratio (DAR), Longterm Debt to Equity Ratio (LDER), Equity to Asset Ratio (EAR), Dividend Payout Ratio (DPR), Harga Saham. Keputusan struktur modal dan kebijakan dividen bukan merupakan satu-satunya pedoman yang digunakan untuk pengambilan keputusan, namun harga saham yang terjadi di pasar merupakan pedoman yang penting untuk mengevaluasi keputusan perusahaan, yaitu untuk mengevaluasi apakah kebijakan struktur modal dan kebijakan dividen dapat memaksimalkan harga sahamnya.Tujuan utama perusahaan adalah untuk meningkatkan nilai perusahaan melalui kemakmuran pemilik atau pemegang saham. Sehingga menuntut perusahaan dalam pengambilan keputusan untuk selalu memperhitungkan akibatnya terhadap nilai atau harga sahamnya. Jika perusahaan ingin mencapai tujuannya maka setiap keputusannya harus dievaluasi pengaruhnya terhadap harga saham. Untuk itu keputusan sruktur modal dan kebijakan dividen harus selalu dievaluasi atas dasar akibatnya terhadap nilai atau harga sahamnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan antara variabel Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Asset Ratio (DAR), Longterm Debt to Equity Ratio (LDER), Equity to Asset Ratio (EAR), dan Dividend Payout Ratio (DPR), terhadap variabel Harga Saham. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data laporan keuangan perusahaan dan data harga saham. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2004-2007. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik purpossive sampling sehingga diperoleh sampel 18 perusahaan. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial DER mempunyai pengaruh positif terhadap harga saham. LDER mempunyai pengaruh negatif terhadap harga saham. Sedangkan secara simultan variabel DER, DAR, LDER, EAR, dan DPR, terdapat pengaruh terhadap variabel Harga Saham. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel-variabel lain (baik berupa faktor makro maupun mikro) yang lebih potensial sehingga memberikan kontribusi terhadap pergerakan harga saham, menambah periode observasi, dan mengganti sampel penelitian, misalnya untuk semua perusahaan yang go public di Bursa Efek Indonesia, sehingga hasilnya lebih mencerminkan keadaan pasar modal di Indonesia yang sesungguhnya.

Pengaruh penggunaan peta konsep terhadap hasil belajar mata pelajaran geografi siswa kelas XI pada standar kompetensi memahami sumber daya alam (SDA) SMA Negeri 3 Bojonegoro / Pipit Kurnia Sari

 

ABSTRAK Sari, Kurnia, Pipit. 2009. Pengaruh Penggunaan Peta Konsep Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Geografi Siswa Kelas XI Pada Standar Kompetensi Memahami Sumber Daya Alam (SDA). Skripsi, Jurusan Geografi, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ach. Amirudin, M.Pd. (II) Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Pd Kata kunci: Peta Konsep, hasil belajar. Proses belajar menghafal sering kita temukan pada siswa. Siswa hanya mengenal kata-kata tetapi tidak memahami maksudnya sehingga siswa banyak yang mengalami proses lupa pada materi pelajaran yang telah diajarkan dan siswa kurang bisa mengaplikasikan kembali belajarnya. Untuk itu guru harus bisa memvariasikan strategi pembelajaran. Pemilihan strategi pembelajaran merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadapa hasil belajar siswa. Pembelajaran geografi membutuhkan strategi untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya adalah dengan menggunakan peta konsep. Dengan menggunakan peta konsep dalam pelajaran geografi siswa akan lebih mudah memahami konsep geografi, ingatan siswa bisa lebih kuat dan siswa bisa mengaplikasikan lagi belajarnya. Pembelajaran ini menekankan pada berbagai ciri pembelajaran secara langsung yaitu siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk berlatih membuat peta konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan menggunakan peta konsep dengan siswa yang belajar dengan menggunakan uraian materi di SMA Negeri 3 Bojonegoro. Penelitian ini termasuk jenis penelitian Eksperimen Semu (Quasi Eksperiment) dengan mengambil subjek penelitian dua kelas yaitu kelas sebagai kelas eksperimen dan kelas sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes untuk prates dan pascates. Teknik analisis yang digunakan adalah uji t dengan signifikansi 0,05 yang dapat diselesaikan dengan bantuan program Statistical Program for Social Sciences (SPSS) 15.00 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari hasil analisis data diketahui bahwa hasil belajar siswa pada kelas eksperimen memiliki rata-rata sebesar 18,53 sedangkan pada kelas kontrol memiliki rata-rata 9,56 dengan nilai probabilitas (p) 0,000, sehingga ada pengaruh penggunaan peta konsep terhadap hasil belajar Geografi siswa pada standar kompetensi memahami sumber daya alam (SDA). Disarankan bagi guru Geografi hendaknya menggunakan peta konsep sebagai alternatif dalam pengajaran geografi karena dapat meningkatkan hasil belajar geografi siswa. Bagi peneliti selanjutnya maka perlu adanya penelitian sejenis dengan pokok bahasan yang berbeda.

Pengaruh pembelajaran akuntansi berorientasi life skill education dan praktek kerja industri terhadap perencanaan pilihan karier pasca sekolah (siswaSMK Negeri 1 Sooko Mojokerto) / Dessy Ningrum E.P.S.

 

Pembelajaran akuntansi berorientasi life skill dan praktek kerja industri merupakan dua faktor diantara beberapa faktor yang mempengaruhi perencanaan karier siswa pasca sekolah. Pembelajaran akuntansi berorientasi life skill adalah teori disekolah mengenai praktek di dunia usaha yang dapat memberikan bekal ketrampilan praktis, terpakai, terkait dengan tuntutan kerja, peluang usaha, potensi ekonomi dan industri yang ada dimasyarakat, sedangkan praktek kerja industri merupakan pembelajaran yang berlangsung diluar sekolah bekerja sama dengan berbagai macam perusahaan yang dapat memberikan kesempatan kepada siswa SMK untuk praktek kerja sesuai dengan jurusannya serta apa yang terjadi di dunia usaha dan industri sehingga memberikan pengetahuan dan pengalaman mengenai dunia kerja. Dengan pelaksanaan pembelajaran akuntansi berorientasi life skill dan praktek kerja industri yang baik akan memberikan pegangan atau pedoman pada siswa untuk dapat membantu perencanaan kariernya pasca sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh baik secara parsial maupun simultan dari variabel pembelajaran akuntansi berorientasi life skill dan praktek kerja industri terhadap perencanaan karier siswa pasca sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan jumlah 73 orang siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksplanasi (explanatory reseach) dengan teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Dalam penelitian ini koefisien determinasi untuk mengetahui variabel bebas mana yang lebih kuat mempengaruhi variabel terikat. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa pembelajaran akuntansi berorientasi life skill memiliki pengaruh positif terhadap perencanaan karier siswa pasca sekolah, terbukti dari hasil analisis diperoleh nilai ß 0,237. Sedangkan praktek kerja industri memiliki pengaruh positif terhadap perencanaan karier siswa pasca sekolah, terbukti dengan diperolehnya nilai ß 0,708. Secara simultan pengaruh positif pembelajaran akuntansi berorientasi life skill dan praktek kerja industri terhadap perencanaan karier siswa pasca sekolah, terbukti dari hasil analisis data diperoleh nilai R Square 86,7%, sedangkan sisanya 13,3% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. Dalam penelitian ini variabel bebas yang lebih kuat mempengaruhi variabel terikat adalah variabel praktek kerja industri yang menyumbang sebesar 65,56%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran akuntansi berorientasi life skill dan praktek kerja industri berpengaruh terhadap perencanaan karier siswa SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto. Saran yang dapat diajukan berdasarkan dari hasil penelitian ini adalah (1) Bagi siswa dapat mengikuti pembelajaran akuntansi berorientasi life skill dan praktek kerja industri dengan baik sehingga mendukung perencanaan karier pasca sekolah mereka. (2) Bagi guru akuntansi, pelaksana program prakerin dan guru BK untuk dapat saling bekerja sama membimbing dan mengarahkan siswa untuk dapat merencanaan karier dengan benar sesuai kemampuan masing-masing siswa. (3) Bagi sekolah dapat meningkatkan fasilitas pendukung perkembangan kemajuan pembelajaran akuntansi berorientasi life skill serta pelaksanaan praktek kerja industri baik melalui sarana ataupun prasarana sehingga dapat mendukung semangat siswa untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar dan proses prakerin. (4) bagi peneliti selanjutnya yang meneliti tema yang sejenis untuk dapat lebih memperluas lagi lingkup penelitian sehingga akan dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak.

Pengaruh persepsi guru akuntansi tentang program sertifikasi terhadap pengembangan kemampuan profesional guru akuntansi SMA/SMK se-kota Jombang / Emy Milchatus Sarifah

 

Kata kunci : persepsi guru, sertifikasi guru, pengembangan kemampuan profesional guru Globalisasi yang sedang kita hadapi bersama dapat dipastikan akan melanda seluruh aspek kehidupan kita. Dampak globalisasi yang antara lain membawa persaingan yang semakin ketat, perlu mendapat perhatian yang lebih besar lagi oleh dunia pendidikan. Berkaitan dengan hal tersebut, dunia pendidikan dituntut berubah sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan ditantang untuk menjawab berbagai permasalahan lokal dan perubahan global yang terjadi begitu pesat. Pendidikan harus mampu menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan profesional, untuk mewujudkan hal tersebut maka diperlukan tenaga pendidik yang profesional. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk menciptakan tenaga pendidik yang profesional adalah dengan memberlakukan Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD) yaitu pemberian sertifikat pendidik kepada guru melalui program sertifikasi. Adanya program sertifikasi yang dikhususkan bagi pendidik akan memunculkan berbagai macam persepsi, khususnya bagi para guru. Hal tersebut dikarenakan program sertifikasi merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru dan untuk mengembangkan kemampuan profesional guru yang diharapkan akan mampu meningkatkan mutu pendidikan. Oleh karena itu dalam penelitian ini peneliti membahas tentang bagaimana pengaruh persepsi guru akuntansi tentang program sertifikasi terhadap pengembangan kemampuan profesional guru akuntansi SMA/ SMK. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksplanasi (explanatory research). Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Variabel dalam penelitian ini meliputi: persepsi guru akuntansi tentang program sertifikasi (X) sebagai variabel bebas dan pengembangan kemampuan profesional guru akuntansi (Y) sebagai variabel terikatnya. Penelitian ini merupakan penelitian populasi yang respondennya terdiri dari 30 orang guru akuntansi dan ekonomi di SMA/ SMK Se-Kota Jombang. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan angket (kuesioner). Dari hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar guru akuntansi di SMA/ SMK di Kota Jombang mempunyai persepsi positif tentang program sertifikasi, yang dapat dilihat dari hasil perhitungan deskriptif frekuensi yaitu sebesar 50% guru menyatakan setuju dengan adanya penyelenggaraan program sertifikasi. Sedangkan untuk pengembangan kemampuan profesional guru akuntansi, berdasarkan hasil perhitungan statistik deskriptif berada pada kualifikasi tinggi yaitu sebesar 76.67% guru menyatakan selalu berupaya mengembangkan kemampuan profesionalnya. Persepsi guru akuntansi tentang program sertifikasi berpengaruh positif terhadap pengembangan kemampuan profesional guru akuntansi di SMA/ SMk Se-Kota Jombang. Hal ini dapat dilihat berdasarkan persamaan regresi sebagai berikut: Y = 141.510 + 0.143X. dari persamaan regresi tersebut, diketahui bahwa bila tingkat persepsi guru tentang program sertifikasi (X) naik satu satuan, maka pengembangan kemampuan profesional guru akuntansi (Y) juga naik sebesar 0.143. Selain itu nilai R2 sebesar 0.570, menunjukkan bahwa variabel pengembangan kemampuan profesional guru dipengaruhi oleh persepsi guru sebesar 57% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Faktor yang mempengaruhi pengembangan kemampuan profesional guru tersebut dapat berasal dari lingkungan sekolah, sesama guru, kepala sekolah, siswa bahkan peraturan pemerintah yang lain. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diberikan mengacu pada hasil temuan yang menyatakan bahwa persepsi guru akuntansi tentang program sertifikasi berpengaruh positif terhadap pengembangan kemampuan profesional guru akuntansi di SMA/ SMK Se-Kota Jombang adalah hendaknya semua guru tetap menjaga dan terus mengembangkan kemampuan profesionalnya guna terciptanya mutu pendidikan, misalnya dengan cara melakukan penyegaran keilmuan dengan mengikuti lokakarya, kursus, workshop dan seminar.

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kemajuan karang taruna di wilayah Kecamatan Singosari Kabupaten MALANG
oleh Soelastri

 

Pengaruh pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan laboratorium nyata dan laboratorium virtual terhadap hasil belajar dan motivasi belajar siswa SMA Al-Hikmah Muncar Banyuwangi pada materi pokok asam basa / Ainur Rohman

 

ABSTRAK Rohman, Ainur. 2013. pengaruh pembelajaran inkuiri terbimbing dan kemampuan awal menggunakan laboratorium nyata dan laboratorium virtual terhadap hasil belajar dan motivasi belajar siswa sma al-hikmah muncar banyuwangi pada materi pokok asam basa. Tesis. Program Studi Pendidikan Kimia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dra. Srini M. Iskandar, M.Sc, Ph.D dan (2) Dr. I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed. Kata kunci: laboratorium nyata, laboratorium virtual, inkuiri terbimbing, hasil belajar Asam basa adalah salah satu materi yang dibelajarkan di Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas XI IPA semester genap. Pokok bahasan asam basa terdiri atas teori asam dan basa, stoikiometri larutan elektrolit, larutan penyangga. Berdasarkan karakteristik materi asam basa yang relatif kompleks maka sering kali pengajar kimia di SMA Al-Hikmah Banyuwangi mengalami kesulitan dalam membelajarkan materi tersebut kepada siswa. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah inkuiri terbimbing. Kegiatan pembelajaran mencakup pembelajaran teori dan praktikum. Hambatan kegiatan pembelajaran praktikum di SMA Al-Hikmah Banyuwangi adalah tidak tersedia alat dan bahan yang memadai sehingga menyebabkan siswa kurang mampu melakukan eksperimen. Oleh sebab itu perlu alternatif agar siswa mengenal kerja praktikum di laboratorium. Pada penelitian ini dikembangkan model praktikum virtual seiring dengan penggunaan teknologi informasi di dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dan motivasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran inkuiri terbimbing dengan laboratorium virtual dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan laboratorium nyata pada materi asam basa. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu (Quasi- Ekperimental Design). Penelitian dilaksanakan di SMA Al-Hikmah Banyuwangi, sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu siswa Kelas XI-IPA 1 (36 siswa) sebagai kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan praktikum virtual dan Kelas XI-IPA 2 (36 siswa ) sebagai kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan praktikum nyata. Data penelitian adalah motivasi belajar siswa dan hasil belajar siswa. Motivasi belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan angket, sedangkan hasil belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif yang terdiri dari 25 soal valid dengan validitas isi dari instrumen tersebut sebesar 92,3% dan koefisien reliabilitas sebesar 0,803. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif dan data kuantitatif dianalisis secara statistik dengan menggunakan program Statistical Package for Social Sciences versi 16.0 for windows pada taraf signifikan α = 0,05 dengan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan laboratorium virtual dan siswa yang hanya dibelajarkan dengan pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan laboratorium nyata bila ditinjau dari kemampuan awal tinggi. (2) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan laboratorium virtual dan siswa yang hanya dibelajarkan dengan pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan laboratorium nyata bila ditinjau dari kemampuan awal rendah. rerata hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan laboratorium nyata yaitu 75,0 dan rerata hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan laboratorium virtual adalah 71,9. (3) Setelah pembelajaran, 77,8% siswa yang belajar dengan pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan laboratorium nyata sangat termotivasi, sedangkan siswa yang belajar dengan pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan laboratorium virtual sebanyak 80,6% sangat termotivasi. (4) Terdapat interaksi antara kemampuan awal dengan strategi inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar. Tetapi tidak terdapat interaksi antara kemampuan awal dengan inkuiri terbimbing terhadap motivasi belajar. Laboratorium virtual dapat digunakan bila dalam laboratorium nyata tidak tersedia alat dan bahan untuk praktikum di sekolah.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 |