Pemanfaatan lingkungan sosial sebagai sumber pengajaran IPS kelas V di SD Negeri se Kecamatan Nganjuk
oleh Handaya Susila

 

Pengaruh kombinasi metode pembelajaran pokok bahasan kemagnetan terhadap prestasi belajar fisika siswa SLTP Negeri I Sukorejo Pasuruan / oleh Kiswati

 

Pengembangan pembelajaran berbasis web materi pemasaran mata kuliah pengantar bisnis Program Studi Pendidikan EKonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Samawa (UNSA) / Erma Suryani

 

Erma Suryani,2014. Pengembangan Pembelajaran Berbasis Web materi Pemasaran Matakuliah Pengantar Bisnis Di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Samawa (UNSA) Sumbawa. Tesis. Program Studi Pendidikan Ekonomi, Pembimbing (I) Dr. Hari Wahyono,M.Pd, (II) Dr. Sri Umi Mintarti,SE.,M.Pd.,Ak Kata Kunci : Pengembangan, bahan ajar berbasis web Kemajuan teknologi dibidang edukasi mengharuskan para pelaku pendidikan, berpacu untuk berinovasi dan berkreasi memanfaatkan kecangihan teknologi informasi dalam setiap aktivitas pembelajaran. Pembelajaran berbasis web memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pelaksanaan proses dan hasil pembelajaran. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan web pembelajaran mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Samawa (UNSA) Sumbawa Besar. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam rancangan penelitian ini adalah rancangan Penelitian Pengembangan Borg & Gall, dengan menggunakan instrument penelitian berupa angket tertutup dan terbuk, dan disertai dengan wawancara. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif, dengan sumber data yang berasal dari validator isi, validator desain pembelajaran, validator media pembelajaran, dosen pengampuh mata kuliah, dan mahasiswa pendidikan ekonomi angkatan 2014 FKIP Universitas Samawa. Prosedur pengembangan ini memiliki 10 tahapan pengmbangan, yaitu: (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan,(3) pengembangan draf produk dan instrument, (4) uji validasi, (5) revisi hasil validasi, (6) uji coba lapangan awal, (7) revisi hasil uji coba, (8) uji coba lapangan, (9) penyempurnaan hasil produk uji coba, (10) produk akhir pengembangan. Produk ini telah melalui serangkaian tahap validasi dan uji coba. Pada validasi ahli isi, bahan ajar berbasis web mendapatkan presentase sebesar 76 % atau berkategori pada tingkat layak dan tidak perlu direvisi. Pada validasi desain, bahan ajar berbasis web mendapat presentase sebesar 77% atau berkategori tingkat layak. Pada validasi media bahan ajar berbasis web mendapat presentase sebesar 92,8 % yang berarti sangat layak. Pada uji coba dosen pengampuh matakuliah bahan ajar berbasis web mendapat presentase sebesar 82% yang berarti layak. Pada uji coba kelompok kecil bahan ajar berbasis web mendapat presentase sebesar 78% atau kategori layak. Dan pada uji coba kelompok besar bahan ajar berbasis web mendapat presentase sebesar 79% atau kategori layak. Hasil dari validasi hingga uji coba tersebut menunjukan bahwa produk yang dikembangkan memiliki nilai validitas yang tinggi dan dapat dinyatakan layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Peranan Lembaga Musyawarah Desa dalam pembangunan masyarakat di Desa Keboireng Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung
oleh Ida Sananti

 

Hubungan antara disiplin belajar dan prestasi belajar siswa bidang studi PPKn kelas I SLTP Negeri 7 Blitar / oleh Nurina Agus Imani

 

Upaya mengatasi kesulitan pembelajaran biologi bagi siswa kelas II SMU Negeri Ngantang Malang / oleh Mimin Aminah

 

Keefektifan pertanyaan tambahan pada buku paket pelajaran IPS-Geografi kelas III / oleh Enik Suhernawati

 

The parents' role in motivating their children to learn English at SLTP 01 Purwosari, Pasuruan / by Marfiyanto

 

Kemampuan memahami makna sufiks bahasa Indonesia siswa kelas I SLTP Negeri 3 Batu tahun pembelajaran 1999/2000 / oleh Gatot Kusdiarto

 

Penerapan pmbelajaran praktek kerja kayu metode pelatihan industri pada program keahlian teknik konstruksi bangunan pada jurusan teknik bangunan SMKN 1 Blitar oleh Ambibi

 

Pembelajaran praktik kerja kayu merupakan program keahlian teknik konstruksi bangunan sebagai .bagran dari pendidikin menengah, bertujuan menyiapkansi swa (1) memasukil apangank e{a serta dapat mengembangkan sikap profesional dalam lingkup keahlian teknik bangunan, ttrusuinya teknit konstnrksi bangunan, (2) mampu memiliki karir, mampu berkopetensi, dan mampum engembangkadni ri dalam lingkup keahliant eknik bangunank, hususnya dalamt eknik konstruksib angunan(, 3) menjadit enagak erja tingkat rnenengah, untuk mengisi kebutuhan dunia usaha dan industri pada saat ini maupun masa yang akan datang dalam lingkup keahlian teknik bangunan, khususnya teknik bangunan(,4 ) menjadi warga negaray ang produkti{ dan kreatif. Berdasarkan pengalaman kerja sebagai pengajar praktik ke{a kayu temyata hanya sekitar l0% siswa yang betul-betul terampil, sisanya 90% siswa belumm ampum enguasatui juanp engajaranya ngd iharapkanH. al ini nampakd ari pengetahuakne, terampiland an etosk erja sisway angm asihr endah.B erdasarkan analisa dan proses indentifikasi, rsldahnya hasil pengajaran praktik keda kayu tersebudt isebabkano leh penerapanm etodep engajaranp raktik yang kuang tepat. Hal ini nampak dari siswa semester II Jurusan Teknik Bangunan mcstinya t;lah terampil membuat sambungan atau melakukan kegiatan kerja kayu dasar, tetapi dalam kenyataannya keterampilan kerja kayu siswa semester II tersebut masih rendah/efektifi&np engajaranr endah. Dengan kondisi pengajaran yang demikiarq sangat sulit bagi pengajar untuk meningkatkan hasil pengajaran secara optimal. oleh karena rtu guna meningkatkanh asil pengajarans ecarao ptimal perlu dilakukan penerapanm etode pengajaran yang sesuai dengan karakteristik pengajaran praktik kerja kayu. Berdasarkan atas kajian-kajian teoritik dan pengamatan empiritq bahwa metode pengajaran praktik kerja kejuruan yang sesuai untuk memecahkan masalah tersebuta dalahm etodep engajaranp elatihani ndustri, Sesuai dengan latar belakang masalah di atas, maka tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan efektifitas pengajaran praktik tergolong penelitian ini meliputi kegiatnn antara lain : (1) subyek penelitian dalam kegiatan ini adalah siswa semester lI yang menempuh bidang studi praktik kerja kayu tangan, jumlah siswa yang menjadi subyek peneliti ini 20 siswa, (2) materi pengajaran dalam penelitian ini adalah (a) penggunaana lat-alat praktik kerja kayu tangand an keselamatakne rja, (b) membuats ambungank onstruksib erupas ambungint iang, (3) metodep engajarany ang digunakana dalah pelatihan industri, (4) teknik prosedupr emantauany ang digunakan adalah catatur lapangan,a ngket dan wawancaraP.r osedurp elaksanaanti ndakan yang dilakukan dalam penelitian ini diaturs ebagabi erikut : perencanaan- lindakan dan observasi- refleksi, secara berulang-ulansga mpait ujuan penelitiant ercapai.A nalisis data dalam penelitian ini diawali dengan momen refleksi putaran penelitian tindakan. Dalam kegiatan ini tim peneliti berusaham emahamip roses,m asalatqp ersoaland an kendalan yata dalamti ndakany ang telah berlangsung. Hasil penelitian menunjukkanb ahwa (l) secarau mum penerapanm etode pelatihanin dustri dalam pengajaranp raktik kerja kayu tangan memerlukan beberappae rencanaanya itu membuat lembar kerja, menyediakanb ahan dan peralatasne caral engkapd an perencanaawn akf,uk erja sesuaid engank esulitan benda kerja, (2) berkaitan dengan lembar kerj4 setiap pokok bahasan kegiatan prahek dibuatkan lembar kerja sebagai pegangan utama bagi siswa dalam melakukan praktik. Lembar kerja yang telah dibuat harus dibagikan kepada masing-masinsgis wa,d engand emikian setiaps iswad apatm emahamis ecarat eliti langkahJangkahk erja yang harus dilal$rkan, (3) dalam pelaksanaant ahap peragaanin, struktur perlu melakukans ecarab ertahaps ecarajelas,s esuaid engan lembark erja yang telah di buat. Padas aatp eragaani,n struktur harusm emberikan kesempatapna das iswa untuk melakukand iskusi atau tanyaj awab tentangp roses ke{a yangd ipcragakanD. engand emikians iswa akan lebih memahamis ecara inendalamp roses kerja yang diperagakan,( 4) pada saat pelaksanaanta hap peniruano leh siswa, instruktur harus membimbing masng-masings iswa secara intensif. Tahap peniruan baru dihentikan kalau siswa betul-betul telah mampu melakukanla ngkah kerja secarab enar sesuaip etunjuk dalam lembar kerja, (5) dalamt ahapp elaksanaapnr aktik, setiap4 sampai5 siswah arusd ibimbingo leh seorangin struktur.J ika kelompok siswa lebih dari 5 orang,a kan menyulitkan instruktuur ntuk membimbings ecarab aik. Hal ini tentu berakibatp ada kurang efektifnyap rosesb elajar mengajarp rakti( (6) evaluasid alamp engajaranp raktik metode pelatihan industri harus mencakup dua komponen yaitu evaluasi proses kerja meliputi penerapan keselamatan kerja, prosedur penyiapan alat dan kerja. Evaluashi asil menyangkutp enilaiant erhadapp roduk bendak erja yang dihasilkan oleh siswa. lv

Pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran PKN dengan menggunakan penilaian portofolio di kelas VII B SMP Negeri 8 Malang / R. Dewi Kiki Rejeki

 

Kata Kunci : Pembelajaran PKn, Penilaian Portofolio Penilaian portofolio sangat berpengaruh sebagai alat untuk meningkatkan pendidikan bagi peserta didik agar lebih berpartisipasi dalam proses pembelajaran sehingga keaktifan dan hasil belajar siswa juga dapat meningkat. Oleh karena itu, hendaknya dalam pembelajaran PKn perlu dikembangkan sistem penilaian yang dapat menilai siswa secara menyeluruh (proses, hasil, dan perkembangan wawasan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan yang dicapai siswa), yaitu dengan menggunakan penilaian portofolio (portofolio based assessment). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) teknik penilaian yang dilakukan oleh guru PKn di kelas VII B SMP Negeri 8 Malang, (2) bentuk instrumen penilaian yang dilakukan oleh guru PKn di kelas VII B SMP Negeri 8 Malang, (3) pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran PKn dengan menggunakan penilaian portofolio di kelas VII B SMP Negeri 8 Malang, dan (4) persepsi siswa terhadap pelaksanaan penilaian portofolio pada mata pelajaran PKn di SMP Negeri 8 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru PKn kelas VII dan siswa kelas VII B SMP Negeri 8 Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan teknik perpanjangan kehadiran, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik penilaian yang dilakukan oleh guru PKn di kelas VII B SMP Negeri 8 Malang yaitu menggunakan teknik penilaian tes yang meliputi tes tertulis dan tes lisan, sedangkan teknik penilaian non tes menggunakan portofolio, tes skala sikap dan obervasi atau pengamatan. Bentuk instrumen penilaian yang dilakukan oleh guru PKn di kelas VII B SMP Negeri 8 Malang yaitu menggunakan tes bentuk uraian, tes bentuk pilihan ganda, dan tes bentuk lisan. Pada pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran PKn dengan menggunakan penilaian portofolio ini peneliti menekankan pada tiga kegiatan pokok sebagai berikut: pertama tahap perencanaan yaitu sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar seorang guru diharapkan menyusun perangkat pembelajaran terlebih dahulu, kedua tahap pelaksanaan yaitu sebelum melakukan pembelajaran melalui penilaian portofolio terlebih dahulu guru menjelaskan tentang pengertian portofolio di depan kelas dengan cara membagikan hand out kepada masing-masing kelompok. Portofolio yang sudah terkumpul kemudian dinilai oleh guru. Penilaian dilakukan dengan menggunakan rubrik penilaian yang telah ditetapkan untuk masing-masing bahan portofolio. Kemudian guru

Pengaruh perubahan harga jual terhadap jumlah penjualan pada Koperasi Pegawai Negeri (KPN) IKIP Malang tahun 1989 - 1991
oleh Endang Setyawati

 

Konsep diri muslimah berhijab penyalahguna napza / Mochammad Fajar Priadenata

 

ABSTRAK Priadenata, Mochammad Fajar. 2015. Konsep Diri Muslimah Berhijab Penyalahguna NAPZA. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed., (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi., M.Psi Kata Kunci : konsep diri, muslimah berhijab, penyalahguna NAPZA Kasus penyalahgunaan NAPZA di Indonesia tidak memandang status, gender, ras, agama, maupun usia. Muslimah di Indonesia juga tidak lepas dari kasus penyalahgunaan NAPZA. Muslimah berhijab yang menyalahgunakan NAPZA cenderung memandang dirinya tidak baik. Konsep diri muslimah tersebut berpengaruh pada perilakunya dalam menyalahgunakan NAPZA. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep diri muslimah berhijab penyalahguna NAPZA dengan memahami perilaku beserta apa yang dipikirkan dan dirasakannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam ilmu psikologi dengan model studi kasus. Partisipan merupakan tiga orang WBP di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Wanita Malang. Ketiganya merupakan muslimah berhijab dengan kasus penyalahgunaan NAPZA. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara semi-terstruktur dan observasi tidak terstruktur. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data model interaktif dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan menggunakan validasi responden, triangulasi, dan memeriksa data secara berulang-ulang. Penelitian ini mengungkapkan bahwa konsep diri muslimah berhijab penyalahguna NAPZA cenderung negatif. Partisipan penelitian merasa dirinya adalah seorang muslimah yang kurang baik karena telah menyalahgunakan NAPZA. Konsep diri negatif tersebut berasal dari latar belakang keluarga yang kurang harmonis dan berbagai pengalaman yang dialami partisipan. Tetapi setelah memasuki lembaga pemasyarakatan, konsep diri partisipan berubah menjadi lebih positif. Hal tersebut datang dari harapan dan pandangan positif partisipan akan kehidupan yang lebih baik bersama keluarga dan anak-anak mereka. Saran yang diberikan kepada partisipan dalam penelitian ini adalah agar mereka bisa menerima keadaan dan menjadikan pengalaman masuk lembaga pemasyarakatan sebagai pembelajaran bagi partisipan untuk bisa mengontrol diri. Keluarga juga harus memberikan dukungan agar partisipan bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Masyarakat diharapkan bisa menjaga, mengawasi dan memberikan perhatian kepada keluarga dan orang-orang di sekitar mereka agar tidak sampai terjerumus pada masalah penyalahgunaan NAPZA.

Analisis hirarki penguasaan bahan ajar matematika topik persamaan dan pertidaksamaan pada siswa kelaas I SMP Negeri 17 Pontianak / oleh Ade Mirza

 

Perbedaan penanganan sampah rumah tangga di Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru dan desa Pandanmulyo Kecamatan Tajinan oleh Mar'atus Shalihah

 

Masalahs ampahd i Indonesiah ampirs amad enganb eberapak otad i dunia sepertAi merika.M alangm erupakans alahs atuk otad i Indonesiay angm enghadapi masalahy ang serupa.S ampahd i Malang merupakanm asalahli ngkungany ang utama karenas emakinla maj umlah sampahs emakinm eningkatP. adau mumnyas ampah yang ada di Malang berasal dari runiah tangga, seperti kertas, plastik, sisa sayuran, nasib asi,k ulit buah,k ulit telur,k ulit bawangd an lain-lain.S ampahm erupakansa lah satum asalahy angk ompleks,b aik padam asyarakadt esal ebih-lebihm asyarakakto ta. Dalam menangansi ampohd i kota dan di desam asing-masingm emiliki karakteristik yangb erbeda.J ika di kota penanganansa mpahd ilakukan oleh petugask ebersihan, sehinggam asyarakakto tac ukupm engumpulkansa mpahd i depanr umah,s edangkan di desap enanganasna mpahd ilakukans endirio leh penghasisl ampah. Tujuand ilakukannyap enelitianin i adalah(: l) untukm engetahupi erbedaan penang&nasna mpnhr umaht anggad i KelurahanS umbersardi an DesaP andanmulyo; dan( 2) kendala-kendalaya ng ditemui dalamp enanganans ampah.P enelitiani ni digolongkank e dalamp enelitians urvei.D esainp enelitiany angd igunakana dalah crosss ectional.P opulasdi alamp enelitianin i adalahs eluruhk epalak eluarga(K K) di KelurahanS umbersardi anD esaP andanmulyoju, mlahnyaa dalah3 553K K. Sampel penelitianb edumlah6 0 KK ditentukand enganm enggunakante tirrikp roporsional randoms ampling Pengumpuland ata dilakukand enganc ara observasid, okumentasi, danw awancaraI.'e knik analisisd atay angd igunakana dalaht eknik deskiptif. Berdasarkaann alisisd atad iperolehh asilb ahwa:I ) penanganasna mpah rumaht anggad i KelurahanS umbersardi an DesaP andanmulyom emiliki karakteristik (ciri) yang berbeda, yaitu penduduk sumbersari bentuk dari penanganan sampahh anyam elakukanp ewadahanp, engumpuland, an pemindahans aja, sedangkanp endudukD esaP andanmulyom elakukanp enanganansa mpahm eliputi pewadahanp,e mindahanp,e ngumpuladna np engolahan2;) kendala-kendaylaa ng ditemui dalamp enanganansa mpaha ntaral ain keterbatasanla han,t idak tahu cara menangansi ampaht,i dak memiliki alat,d ant idak memiliki biayau ntukm engelola sampah.

Hubungan antara besarnya modal kerja dengan rentabilitas pada perusahaan rokok Jagung Padi Malang
oleh Tjetjep Yusuf Afandi

 

Studi korelasi antara motivasi kerja karyawan bagian produksi dengan hasil produksi di Perusahaan Penyamakan dan Kerajinan Kulit HBS" Magetan
oleh Eny Retno Diwati"

 

A meaning based analysis of the English - Indonesia translations done by some translation bureaus
by Dewanto Suryang

 

Sintesis dan penentuan struktur dengan metode difraksi sinar-X senyawa kompleks perak (1) sianat dengan ligan trifenilfosfina / Lilik Sunaria

 

Kata-kata Kunci : struktur senyawa kompleks, perak(I) sianat, trifenilfosfina Garam perak(I) dapat bereaksi dengan ligan yang merupakan basa Lewis dari unsur golongan 15 yaitu nitrogen, fosfor, arsen, dan antimon membentuk senyawa kompleks perak(I). Salah satu ligan yang mempunyai atom donor fosfor adalah trifenilfosfina. Garam perak(I) dengan ligan trifenilfosfina membentuk senyawa kompleks dengan perbandingan stoikiometri 1:1; 1:2 dan 1:3. Senyawa kompleks yang telah dilaporkan dapat berupa monomer, dimer, tetramer kubus dan tetramer tangga. Penelitian dilakukan untuk mensintesis dan menentukan struktur senyawa kompleks dengan menggunakan difraksi sinar-X kristal tunggal. Penelitian menggunakan rancangan eksperimental yang terdiri dari dua tahap yaitu tahap sintesis dan penentuan struktur senyawa kompleks hasil sintesis. Sintesis dilakukan dengan cara mereaksikan garam perak(I) sianat dan ligan trifenilfosfina dalam pelarut asetonitril pada perbandingan stokiometri 2:1. Senyawa kompleks yang diperoleh dikarakterisasi menggunakan metode difraksi sinar-X. Data difraksi sinar-X diperoleh dari The Crystalography Center of University of Western Australia, sedangkan penentuan struktur dilakukan dengan menggunakan program XTAL 3.7 . Hasil penelitian diperoleh kristal berbentuk kubus tak berwarna dan terdekomposisi pada suhu 200-210 °C. Senyawa kompleks dikarakterisasi dengan menggunakan metode difraksi sinar-X dan penentuan struktur menggunakan program XTAL 3.7. Senyawa kompleks mengkristal dalam kisi monoklinik dengan kelompok ruang P21/c yang merupakan tetramer kubus dengan geometri di sekitar atom pusat tetrahedral terdistorsi. Parameter sel satuan untuk kompleks [AgNCO(PPh3)]4 adalah a = 24,675(2) Ĺ, b = 12,113(1) Ĺ, c = 25,458(2) Ĺ, β = 114,665(1)° z = 4, R = 0,038 untuk 17707 refleksi independen.

Perbandingan keefektifan buku cerdas akuntansi (BCA) dan buku akuntansi non BCA pada pengajaran kursus akuntansi diklusemas di Kotamadya Kendari Sulawesi Tenggara / oleh Supu Saleha

 

Hubungan antara latihan kerja dan produktivitas kerja karyawan bagian produksi PT Diamond Emas Santosa Malang
oleh Lasmono

 

Dongeng Jawa dan fungsinya bagi masyarakat Jawa (penelitian folklor di Kabupaten Tulungagung th. 1992)
oleh Purwanto

 

Pengaruh rapat dan waktu proses terhadap penebalan lapisan permukaan baja karbon rendahpada proses elektroplating dengan menggunakan logam plapis khrom (Cr) oleh Aris Ansori

 

Padap rosese lektroplatinrga pata rusd anw aktup rosesm erupakasna lah satuf aktory angb opengaruhte rhadapp enebalmla pisanp ermukaaknh romy ang terbentukp uOu-p.oriet l-ektroplatinkgh rom.U ntukm engetahupie ngaruhd ari rapata rusian waktup rosesti naaap penebalalna pisank hromp adap ermukaan bajak arbonr endahd ilahkan denganm engukukr etebalanla pisank hromy ang terUentupt

Penelitian tentang cara belajar serta hambatan-hambatannya pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Rupa FPBS IKIP Malang angkatan 1990/1992 / oleh Budi Winaryo

 

Perancangan dan implementasi perangkat ajar geometri SMTA
oleh Mimiep Setyowati Madja

 

Sikap nasionalisme siswa di SMA Negeri 01 Ngunut Kabupaten Tulungagung / Risa Mesiana

 

Kata Kunci: Sikap, Nasionalisme siswa. Sikap atau attitude merupakan unsur yang hidup didalam jiwa manusia yang harus mampu bereaksi terhadap lingkungannya, dapat berupa tingkah laku atau pemikiran. Menurut Lothrop yang berpendapat bahwa nasionalisme adalah keadaan rohani, yakni suatu kepercayaan yang dianut oleh sejumlah orang yang mempunyai suatu rasa kebangsaan, suatu perasaan tergolong bersama-sama menjadi bangsa. Sikap nasionalisme siswa melingkupsi cinta tanah air, persatuan dan kesatuan, rela berkorban dan pantang menyerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan sikap nasionalisme siswa di SMA Negeri 01 Ngunut Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini terdiri dari satu variabel yaitu sikap nasionalisme siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X dan kelas XI yang berjumlah 670 responden, dengan sampel 227 responden. Uji validitas instrumen menggunakan uji validitas konstruk. Sumber data digunakan dalam penelitian ini diambil dari jawaban responden dari pernyataan dalam angket dan berasal dari data sekunder. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa sikap cinta tanah air rata-rata bersikap setuju dengan presentase 55,10%, sikap persatuan dan kesatuan rata-rata 57,3%, siswa bersikap setuju sedangkan untuk sikap rela berkorban 51,3%, rata-rata siswa bersikap setuju, sikap pantang menyerah rata-rata siswa bersikap setuju yaitu 52,7%, dari beberapa indikator diatas rata-rata sikap nasionalisme siswa adalah 54,1% bersikap setuju dengan sikap nasionalisme. Jadi dapat disimpulkan bahwa sikap cinta tanah air, sikap persatuan dan kesatuan, sikap rela berkorban dan sikap pantang menyerah siswa SMA Negeri 1 Ngunut Kabupaten tulungagung bersikap setuju. Hal ini membuktikan bahwa sikap yang dimiliki siswa di SMA Negeri 01 Ngunut terbilang baik. Saran untuk Kepala sekolah diharapkan dapat membuat kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan nasionalisme, Bagi guru bidang studi PKn, sebaiknya setiap akan mulai pelajaran PKn siswa dianjurkan menyanyi lagu kebangsaan bersama, tujuannya agar siswa bisa menyanyikan lagu kebangsaan dengan baik dan benar selain itu siswa juga dapat mengetahui lagu-lagu kebangsaan negaranya sendiri, Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya melakukan penelitian dengan sikap nasionalisme yang dapat ditinjau dari aspek yang lain selain cinta tanah air, persatuan dan kesatuan, rela berkorban dan pantang menyerah.

Penerapan model pembelajaran cooperative script yang dimodifikasi untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar sejarah kelas VIII-F SMP Negeri 1 Pakisaji Kabupaten Malang / Hendra Pujiastutik

 

Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Cooperative Script, Motivasi, Prestasi Belajar Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Pakisaji Kabupaten Malang diketahui bahwa kegiatan belajar mengajar sejarah masih didominasi oleh guru dan model pembelajaran yang digunakan masih menggunakan metode ceramah. Sehingga siswa terlihat kurang memilki motivasi dan hasil belajar juga rendah. Kurangnya motivasi mengakibatkan rendahnya hasil belajar. Rendahnya hasil belajar ini dapat terlihat dari hasil ulangan harian pada bab sebelumnya dari 29 siswa terdapat 20 siswa yang tidak tuntas belajar dan 9 siswa yang tuntas belajar. Berdasarkan permasalahan apakah penerapan model pembelajaran Cooperative Script dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan prestasi belajar siswa maka perlu dilakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran Cooperative Script. Model pembelajaran Cooperative Script membantu siswa untuk lebih aktif, lebih bertanggung jawab, memiliki kemampuan berpendapat, menarik kesimpulan dan meningkatkan daya ingat. Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar sejarah siswa kelas VIII-F SMP Negeri 1 Pakisaji Kabupaten Malang melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Script; (2) mendeskripsikan peningkatan hasil prestasi belajar sejarah siswa kelas VIII-F SMP Negeri 1 Pakisaji Kabupaten Malang melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Script. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus tindakan. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII-F SMP Negeri 1 Pakisaji Kabupaten Malang, dengan jumlah 29 siswa. Sumber data pada penelitian ini adalah adalah lembar observasi motivasi siswa, lembar observasi keterlaksanaan tindakan guru, tes akhir siklus, angket siswa, wawancara dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Script dapat meningkatkan motivasi dan hasil prestasi belajar siswa kelas VIII-F SMP Negeri 1 Pakisaji Kabupaten Malang. Motivasi belajar klasikal mengalami peningkatan dari 53,11 % pada Siklus I menjadi 81,72 % pada Siklus II, dengan perincian sebagai berikut: aspek minat mengalami peningkatan sebesar 32,75 %, aspek keaktifan sebesar 34,48 %, aspek usaha sebesar 28,44 %, aspek konsentrasi sebesar 20,69 % dan aspek efesiensi kerja sebesar 26,72 %. Keberhasilan belajar klasikal dari Siklus I sebesar 58,65 % meningkat menjadi 72,41 % pada Siklus II. Berdasarkan jawaban angket siswa diketahui bahwa model pembelajaran Cooperative Script dapat membangkitkan minat, keaktifan, usaha, konsentrasi dan efesiensi kerja siswa dalam belajar sejarah di kelas. ii Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Script dapat meningkatkan motivasi dan hasil prestasi belajar siswa kelas VIII-F SMP Negeri 1 Pakisaji Kabupaten Malang. Dari hasil penelitian disarankan perlu adanya penerapan yang mengembangkan model pembelajaran Cooperative Script sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar sehingga dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah.

Peran serta wanita dalam mencapai keberhasilan pelaksanaan Program Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (studi di Desa Torongrejo Kecamatan Batu Kabupaten Daerah Tingkat II Malang)
oleh A. Syaichu Isnaini

 

Biografi perjuangan Kyai Haki Mohammad Sholeh Musthofa sebagai tokoh pendidikan keagamaan di Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik (1932-1982) oleh Mukhoyaroh

 

Kyai merupakanp impinani nformaly angs enantiasbae rperanb esard alam kehidupamn asyarakakt,h ususnyad alamk omunitasm uslim.S ebagasi eorang pemimpink yai merupakanp anutanm asyarakatS. egalat ingkah lakunyaa kan senantiasmae mpengaruhpie rilakum asyarakadti sekitarnyaH. al ini tidak bisal epas dari keberadaanky ai sebagapi ewarisN abi dan tokoh kharismatik.S ebagapi ewaris Nabi, kyai senantiasam enyebarkana gamaI slam melalui dakwah,b aik di dalam maupund i luar lingkunganp esantrennyaS. ebagasi eorangto koh kharismatik,k yai sangadt iseganid an dihormati sertam empunyaip engaruhy ang cukup besard alam kehidupanm asyarakatL. atar belakangp emikiran di atasm enarik peneliti untuk mengetahulei bih mendalamte ntangp erjuangand anp eranank yai di pesantren denganm engambilo bjek kasusp e{uanganK yai haji MohammadS holehM usthofa dalam bidang pendidikan keagamaan. Permasalahayna nga kand ibahasd alamp enelitianin i adalah( l) bagaimana latar sosio kultural dan politik Kyai Haji Mohammad Sholeh Mustofa; (2)bagaimana perjuanganK yai Haji MohammadS holehM ustofa dalamb idangp endidikan keagamaanD. ari keduar umusanm asalahi ni akhirnyad apatd iketahuit entang perjuanganK yai Haji MohammadS holehM usthofad alamb idangp endidikan keagamaan. Berdasarkann rmusanm asalahd i atas,t ujuan yang diharapkand alam penelitianin i adalah(: 1) mengetahulia tar sosiok ulturald anp olitik Kyai Haji MohammadS holehM usthofa;( 2) mengungkapkapne rjuanganK yai Haji Mohamamd Sholeh Musthofa dalam bidang pendidikan keagamaan. Metodep enelitiand alamp enulisans kripsii ni adalahm erujukp adam etode penelitianh istoris, karenam engungkapkanfe nomenaa taup eristiwam asal ampau secaras istematisd ano byektif.M aka metodep enelitiand ikemukakanm elalui( a) Heuristilq (b) kritik, (c) interpretasi, dan (d) Historiografi. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwad ari sisi genealogiKs yai Haji MohammadS holehM usthofab erasald ari keturunano rang-orangp ilihan, yakni dari keturunanw ali dan kyai ataut okoh masyarakayt ang sangatd iseganip adam asanya. Kyai Haji MohammadS holehM usthofas ejakk ecil dibesarkand i lingkungan pesantredna nm emperolehp endidikand ari abahnyaP. adau sia I I tahunb eliau menuntuitl mu di PondokP esantreTn ebuI rengJ ombangS. etelahit u beliaum enuntut ilmu selama3 tahund i Mekkah.P adat ahun l932beliaub ermukimd i pondok PesantenQ omaruddind an menggantikank edudukana yahm ertuanyas ebagai I pengasuPh ondokP esantrenQ omaruddinS ampumanB ungahG resik.P adam asa kepeimpinanK yai l{aji MohammadS holehM usthofa,p endidikank lasikal dipondok PesantenQ omaruddinb erkembangp esal sehingg:bae liau terkenals ebagapi eletak dasarp endidikand engans istemk lasikal. Lambatl aun pendidikand i PP Qomaruddin berkembangm enjadi pendidikanf ormal dari TK, MadrasahI btidaiyatLM adrasah TsanawiyahS, ekolahM enangahP ertama,M adrasahA liyah, SekolahM enengah Umums ampradi enganp erguruant inggi yang diteruskano leh putra Kyai Haji MohammadS holehM usthofay aitu Kyai Haji AhmadM uhammadA l-HammadI.d e pembaharuayna ng dilakukan oleh Kyai Haji MohammadS holehM usthofa di Pondok PesanFeQn omaruddini tu ternyatab anyakd ipengaruhio leh sistemp endidikanT ebu hengJombangK. yai Haji MohammadS holehM usthofa di sampinga ktif dalam duniap endidikanb, eliaujugap erdulid enganp erjuanganb angsaD. ari daftara lur riwayatp erjuanganK yai Haji MohammadS holehM usthofa itu dapatd iketahui bahwab eliau adalaht ype kyai pejuangy ang aktif dalam lembaga-lembagfao rmal pemerintahand,i sampinga ktif dalam lembaga-lembagpae ndidikan. ii

Hubungan antara indeks prestasi (IP) mata kuliah Bidang Studi Teknologi Pendidikan dengan kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan PPL
disusun oleh Hastutiningsih

 

Dasar-dasar pertimbangan guru bidang studi Pendidikan Jasmani dalam memberi nilai pelajaran Pendidikan Jasmani siswa SMP se Kotamadya Pasuruan pada tahun ajaran 1992/1993
oleh Heri Sri Wahyudi

 

Eksistensi dan prospek aliran kepercayaan di Indonesia
oleh Agus Widodo

 

Perilaku dan masalah sosial mahasiswa yang bekerja sebagai public relation di Kota Malang / Tikka Dessy Harsanti

 

Harsanti, Tikka Dessy. 2014. Perilaku dan Masalah Sosial Mahasiswa yang Bekerja sebagai Public Relation di Kota Malang. Skripsi, Prodi PPKn, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suwarno Winarno (II) Drs. Margono, M.pd., M.Si. Kata Kunci : Masalah Sosial, Mahasiswa, Public Relation Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Proses sosial yang terjadi dari dalam masyarakat khususnya pada mahasiswa karena memiliki perubahan. Gaya hidup para mahasiswa juga berubah.Yang semula hidup sederhana, wajar, dan apa adanya, mereka tergiur mengikuti gaya hidup lingkungan yang hedonis dan konsumtif terutama perempuan. Gaya hidup mulai cara berpakaian, cara bersolek atau merias diri, dan cara bergaul mereka berubah mengikuti gaya hidup baru. Lingkungan sebagai pembentuk gaya hidup baru yang dipengaruhi juga oleh keadaan sekitar yaitu lingkungan itu sendiri dan juga teman-teman. Dalam hal ini teman sangat berpengaruh besar terhadap gaya hidup yang baru. Salah memilih teman dan juga bisa terpengaruh dengan teman dapat membuat segalanya berubah. Banyak mahasiswa yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan uang yang pada akhirnya bisa membuat mereka mengubah gaya hidup dan juga penampilan. Oleh sebab itu banyak mahasiswa mengambil jalan pintas bekerja dengan mengandalkan penampilan fisik tanpa harus memiliki keahlian khusus. Mereka lebih memilih untuk bekerja sebagai Purel yaitu menemani tamu-tamu berkaraoke. Uang yang didapat juga sangat menggiurkan dari pekerjaan menjadi Purel. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui pertimbangan mahasiswa menjalani pekerjaan sebagai Public Relation (2) mengetahui bentuk masalah sosial sebagai akibat pekerjaan Public Relation yang dilakukan oleh mahasiswa (3) mengetahui persepsi civitas akademika (dosen,karyawan, mahasiswa) tentang adanya masalah mahasiswa yang bekerja sebagai Public Relation. Penelitian ini dilakukan di tempat tinggal SR selaku subjek peneliti di kost dan juga kampus SR menuntut ilmu. Penelitian ini mengguakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan (wawancara, observasi, dan dokumentasi). Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian, dan mengambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menjalani pekerjaan sebagai Purel, mahasiswa terpengaruh oleh pergaulan, lingkungan dan karena mahasiswa tersebut tingkah lakunya bersifat hedonis dan konsumtif. Mahasiswa seharusnya lebih waspada dan memilih-milih teman yang pantas diajak bergaul karena pada zaman sekarang ini banyak orang yang sulit dipercaya atau sulit mencari teman yang baik. Karena mereka cenderung mengajak teman-temannya ke arah yang negatif jadi sebagai mahasiswa harus lebih selektif lagi dalam bergaul.

Penggunaan LKS dan pemberian tugas terstruktur untuk menigkatkan motivasi dan prestasi belajar fisika siswa kelas II SLTPN I Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan oleh Ahmad Kusasi

 

Guru sebagai tenaga profesional harus mampu memilih dan menerapkanmetodem engajary ang efisien dan efektif, sehinggam ampum embangkitkanm otivasidanp restasib elajarf isika siswa.B erdasarkanp engamatand an wawancarad enganguruf isika, siswak elasI I A SLTPN I KusanH ilir tahunp elajaran2 00312004mempunyami otivasi dan prestasib elajar lebih rendahd ari siswak elasl ain.Penelitianin i bertujuanm endeskripsikapne nggunaaLnK S danp emberiantugast erstrukturd alamp embelajaranfi sika sebagaui payau ntuk meningkatkanmotivasdi anp restasbi elajarf isika siswak elasI I A SLTPN I KusanH ilir,KabupatenT anahB umbu,K alimantanS elatan. Pendekatany ang digunakana dalahp endekatank ualitatif, sedangkanje nispenelitianin i adalahp enelitiant indakank elasy angt erdiri dari 2 siklus.S ebagaisubjekp enelitiana dalahs iswak elasI I A SLTPN I KusanH ilir. Tindakanp ertamayang diberikanp adas iklus I adalahP enggunaanL KS dan pemberiant ugast erstruktursebelumm aterid iajarkand iikuti denganp etunjukp enyelesaitnu gas.S edangkantindakanp adas iklus II adalahp enggunaanL KS dan pemberiant ugast erstruktursebelumm aterid iajarkand iikuti denganp etunjukp enyelesaitnu gas,p embahasantugasy angd irasas iswas ulit untuk dikerjakand anp enilaianh asilt ugas.M asingmasingsiklus terdiri dari empatt ahap,y aitu rencanat indakan,p elaksanaantin dakaqobservasdi.a na nalisisd anr efleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberi tindakan pada siklus I dansiklusI I, siswak elasI I A SLTPN I KusanH ilir mengalampi eningkatamn otivasid anprestasi belajar. Hasil yang diperoleh siswa terutama pada siklus I nilai rata-rata tesawala dalah4 ,9 setelahd iberi tindakann ilai rata-ratap ostesa dalah6 ,4. SelanjutnyaPadas iklusI I, setelahd iberi tindakans iswas udaha hif dand isiplind alamb elajar,dan nilai ruta-ratat es awal adalah5 ,0 setelahd iberi tindakann ilai tes rata-rataa dalah7,2.Ini menunjukkana dap eningkatanm otivasid anp restasbi elajarf isika siswa.

Hubungan antara pola asuh orang tua dengan ketrampilan interpersonal siswa kelas II SMP Negeri Sidayu Gresik
oleh Sholahuddin

 

Tanggapan siswa terhadap layanan perpustakaan yang menggunakan sistem automasi perpustakaan (SAP) "Aplikasi Senayan" di SMA Negeri 1 Gondang Tulungagung / Abdul Haris Indrakusuma

 

Kata Kunci: Sistem Automasi Perpustakaan (SAP) “Aplikasi Senayan” Sistem Automasi Perpustakaan (SAP) ”Aplikasi Senayan” merupakan sebuah sistem yang digunakan perpustakaan, baik yang bergerak dalam pengembangan, pemanfaatan, dan Pengelolaan. SMA Negeri 1 Gondang Tulungagung merupakan salah satu sekolah yang bergerak dalam layanan perpustakaan dengan menggunakan sistem automasi perpustakaan (SAP) ”Aplikasi Senayan”. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap layanan perpustakaan yang menggunakan sistem automasi perpustakaan (SAP) “Aplikasi Senayan” di SMA Negeri 1 Gondang Tulungagung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei yang berusaha untuk mengetahui bagaimana tanggapan siswa terhadap layanan perpustakaan yang menggunakan sistem automasi Perpustakaan (SAP) ”Aplikasi Senayan” di SMA Negeri 1 Gondang Tulungagung. Teknik pengumpulan data yaitu dengan metode kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Responden dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Gondang Tulungagung yang berkunjung diperpustakaan, dengan jumlah populasi 925 siswa dan pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah 90 responden. Untuk pengujian instrumen menggunakan presentase frekuensi. Kesimpulan dari hasil instrumen yang diperoleh dalam penelitian ini terdapat 47 (52,22%) siswa yang menyatakan setuju bahwa layanan perpustakaan yang menggunakan sistem automasi perpustakaan (SAP) “Aplikasi Senayan” dapat memudahkan responden/ siswa untuk: 1) Memperoleh ketepatan pencarian buku dengan adanya fitur OPAC (Online Public Access Catalog); 2) Mengetahui isi buku secara sekilas serta menemukan buku di perpustakaan karena adanya fitur Bibliography (katalog); 3) Proses peminjaman dan waktu pengembalian buku dengan jangka waktu yang diberikan serta dapat membantu untuk pemesanan buku yang masih keluar/ dipinjam, karena adanya fitur Circulation (Sirkulasi); 4) Dengan adanya membership dapat mempercepat dan membantu dalam proses peminjaman buku diperpustakaan, serta menambah jumlah maksimal buku yang dipinjam berjumlah 5 buku dibandingkan peminjam tanpa membership yang berjumlah 3 buku, sehingga membantu ketika membutuhkan banyak referensi dari buku-buku yang ada diperpustakaan; 5) Dengan adanya master file yang dalam aplikasi yang digunakan diperpustakaan dapat memperjelas data referensi yang dibutuhkan dan manfaat yang diperoleh adalah: memberikan informasi khusus tentang katalog yang ditampilkan, sehingga lebih benar–benar mengetahui informasi katalog; 6) Dengan adanya Inventarisasi koleksi membantu dalam pemberian informasi buku-buku yang sudah keluar/ dipinjam ataupun hilang dan mempercepat untuk mengetahui buku-buku yang keluar atau hilang, sudah ada atau tersedia lagi; 7) Dengan adanya system dapat membantu untuk mengetahui jam dan hari aktif perpustakaan, serta memberikan keamanan data privasi perpustakaan. Saran yang dapat diberikan dari hasil penelitian tentang layanan perpustakaan yang menggunakan sistem automasi perpustakaan (SAP) “Aplikasi Senayan” di SMA Negeri 1 Gondang Tulungagung ini yaitu: 1) Bagi perpustakaan SMA Negeri 1 Gondang Tulungagung, dalam pemanfaatan sistem automasi perpustakaan (SAP) “Aplikasi Senayan” diharapkan lebih meningkatkan lagi mutu layanannya agar perpustakaan lebih bisa berkembang; 2) Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik pada masalah atau topik yang berkaitan dengan sistem automasi perpustakaan (SAP) hendaknya meneliti aplikasi lain selain aplikasi senayan, untuk dijadikan perbandingan kinerja antara aplikasi senayan dengan aplikasi–aplikasi lain. Sehingga perpustakaan yang ingin memanfaatkan sistem automasi dapat benar–benar memilih dengan tepat aplikasi yang akan dimanfaatkan.

Pengaruh pemanfaatan gadget smartphone dan fasilitas belajar sekolah terhadap hasil belajar ekonomi pada siswa kelas XI IIS Negeri 6 Malang / Syamsul Arifin

 

Arifin, Syamsul. 2014. Pengaruh Pemanfaatan Gadget Smartphone dan Fasilitas Belajar Sekolah terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI IIS SMAN 6 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Lisa Rokhmani, M.Si. (2) Dr. Sugeng Hadi utomo, M.Ec,. Kata kunci: Gadget smartphone, fasilitas belajar sekolah, Hasil Belajar.     Pendidikan terus mengalami perkembangan dan perbaikan agar proses pembelajaran bisa berjalan secara efektif dan efesien,yaitu dengan memanfaatkan perkembangan tekhnologi yang berupa gadget smartphone dan memanfaatkan fasilitas belajar yang telah disediakan oleh pihak sekolah. Pemanfatan gadget smartphone dan pemanfaatan fasilitas belajar sekolah berperan penting sebagai sumber belajar dan mendukung proses pembelajaran menjadi nyaman, agar terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan efisien untuk meningkatkan hasil belajar siswa.     Penelitian ini bertujuan untuk menguji (1) pengaruh pemanfaatan gadget smartphone terhadap hasil belajar siswa kelas XI IIS SMAN 6 Malang. (2) pengaruh pemanfaatan fasilitas belajar sekolah terhadap hasil belajar kelas XII IIS SMAN 6 Malang. (3) pengaruh pemanfaatan gadget smartphone dan pemanfaatan fasilitas belajar sekolah terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IIS SMAN 6 Malang. Variabel dalam penelitian ini meliputi pemanfaatan gadget smartphone dan pemanfaatan fasilitas belajar sekolah sebagai variabel bebas dan hasil belajar sebagai variabel terikat.     Penelitian ini dilakukan di SMAN 6 Malang, populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IIS SMAN 6 Malang, dan pengambilan sampel menggunakan sampel secara acak dengan sampel yang digunakan sebanyak 93 responden, analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis diskriptif dan analisis regresi linier berganda. Sedangkan untuk uji kelayakan regresi dilakukan uji asumsi klasik dan kesluruhan analisis menggunakan bantuan program SPSS 16.0 for windows.    Berdasarkan hasil penelitian,dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan gadget smartphone dan pemanfaatan fasilitas belajar sekolah baik secara parsial dan simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa pada kelas XI IIS SMAN 6 Malang. Maka penulis memberikan saran yang dapat dijadikan pertimbangan yaitu bagi siswa untuk memanfaatkan smartphone yang dimiliki sebagai sumber belajar dan memanfaatkan fasilitas belajar sekolah yang meliputi perpustakaan dan media pembelaaran telah disediakan oleh sekolah secara maksimal, dan bagi guru harus menjadi fasilitator untuk para siswa dan mendorong siswa untuk memanfaatkan smartphone yang siswa miliki dan memanfaatkan fasilitas belajar sekolah. Serta pihak Sekolah harus memperhatikan kebutuhan fasilitas perpustakaan dan media pembelajaran bagi siswa dan harus mensosialisasikan pentingnya perkembangan teknologi khususnya perkembangan smartphone sebagai sumber belajar yang efektif dan efesien dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

Pengaruh pemahaman tentang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) terhadap upaya dosen akuntansi dalam meningkatkan daya saing calon akuntan (studi pada dosen akuntansi Jawa Timur) / Indra Reskiyanto Budi Ari

 

ABSTRAK Reskiyanto Budiari, Indra. 2015. Pengaruh Pemahaman tentang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) terhadap Upaya Dosen Akuntansi dalam Meningkatkan Daya Saing Calon Akuntan (Studi Pada Dosen Akuntansi Jawa Timur). Skripsi, JurusanAkuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Diana Tien Irafahmi, S.Pd., M.Ed. (II) Sulastri, S.Pd., M.SA. Kata Kunci: Masyarakat Ekonomi Asean, Upaya Dosen Masyarakat Ekonomi Asean merupakan bentuk integrasi ekonomi negara-negara Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemahaman dosen tentang MEA terhadap upaya dosen dalam meningkatkan daya saing calon akuntan. Penelitian dilakukan pada dosen akuntansi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif explanatory. Data diperoleh dari kuesioner. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 769 dosen dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur. Sampel diambil dengan cara quota sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 115 orang. Setelah dilakukan analisis data, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang MEA berpengaruh terhadap upaya dosen akuntansi dalam meningkatkan daya saing calon akuntan. Saran yang dapat diberikan berkaitan dengan temuan yang telah diperoleh adalah (1) perlunya dilakukan pelatihan dan seminar tentang implikasi MEA (2) dosen sebagai tenaga pendidik diharapkan untuk terus berinovasi dalam pengajarannya (3) sebaiknya teknik sampling yang digunakan dapat menunjukkan secara proporsional terhadap populasi.

Studi tentang pelaksanaan penilaian performansi mengajar guru SMA Kotamadya Malang oleh kepala sekolah
oleh Matias Sinaga

 

Hubungan antara dukungan sosial dan stres pada penderita penyakit kusta di Rumah Sakit Kusta Kediri / Rona Adi Nugraha

 

Nugraha, Rona Adi. Hubungan Antara Dukungan Sosial dan Stres pada Penderita Penyakit Kusta di Rumah Sakit Kusta Kediri. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) DR. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed. (2) Nur Eva, M.Psi Kata Kunci: Dukungan sosial, stres, penderita kusta Penyakit kusta adalah penyakit menahun yang disebabkan oleh kuman kusta (mycobacterium leprae). Penyakit ini sering dipercaya bahwa penularannya disebabkan oleh kontak antara orang yang terinfeksi dan orang yang sehat. Dengan berbagai kemungkinan resiko mengalami kecacatan dan berbagai resiko penularan yang tinggi pada penyakit kusta maka akan membuat para penderita harus diisolasi untuk mendapat kesembuhan dan mencegah penularan. Berada dalam kondisi pernah menjalani kehidupan normal namun harus mengalami suatu penyakit yang besar kemungkinan menimbulkan kecacatan dan dapat menular pada orang lain adalah suatu keadaan yang sangat berat bagi penderita dan dapat menimbulkan stres. Keberadaan kerabat penderita penyakit kusta dalam memberi dukungan akan mengurangi stres yang dialami penderita penyakit kusta.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tingkat dukungan sosial pada penderita penyakit kusta, (2) stres pada penderita penyakit kusta, (3) hubungan antara tingkat dukungan sosial dan stres pada penderita penyakit kusta. Variabel dalam penelitian ini ada dua yaitu dukungan sosial dan stres. Instrumen yang digunakan adalah Skala Dukungan Sosial dan Skala Stres. Subjek dalam penelitian ini adalah pasien rumah sakit kusta kediri yang berjumlah 35 orang. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik korelasi product moment dari Pearson. Penelitian ini menghasilkan temuan : (1) Tingkat dukungan sosial pada sebagian besar penderita penyakit kusta adalah sedang, (2) Tingkat stres pada sbagian besar penderita kusta adalah sedang, (3) Ada hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial dan stres. Dari hasil penelitian disarankan pada: (1) Penderita kusta dapat menurunkan tingkat stres dengan cara lebih meningkatkan interaksi dengan sesama penderita penyakit kusta, pegawai rumah sakit, dan praktisi medis. (2) Bagi praktisi medis hendaknya lebih memperhatikan aspek dukungan sosial pada penderita penyakit kusta sebagai upaya untuk lebih menurunkan stres yang dialami penderita penyakit kusta dengan memberikan dukungan berupa dorongan semangat dan informasi tentang upaya penyembuhan penyakit kusta. (3) Bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengembangkan penelitian sejenis hendaknya dikembangkan dengan ruang lingkup yang lebih luas baik variabel ataupun populasinya. Dengan demikian dapat dijadikan acuan peneliti dimasa yang akan datang. KATA PENGANTAR Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah dan ridho-Nya sehingga penelitian yang berjudul: Hubungan Antara Dukungan Sosial dan Tingkat Stres pada Penderita Penyakit Kusta di Rumah Sakit Kusta Kediri dapat diselesaikan. Sholawat serta salam kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, yang dengan ajarannya mampu menerangi jalan manusia dan sebagai pedoman hidup manusia. Tiada upaya tanpa hasil, demikian pula dalam penulisan skripsi ini. Setelah melewati perjalanan panjang akhirnya skripsi ini dapat terselesaikan. Penulisan skripsi ini tidak mungkin selesai tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M.Pd, selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang beserta seluruh jajarannya atas bantuan sistem kepemimpinannya. 2. Dr. Triyono, M.Pd, selaku Ketua Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi dan selaku penguji utama atas perhatiannya kepada Program Studi Psikologi. 3. Dra. Sri Weni Utami, M.Si, selaku Ketua Program Studi Psikologi yang mencurahkan segenap kemampuan guna pengembangan dan kemajuan Psikologi UM. 4. Dr. Fattah Hanurrawan, M.Si., M.Ed selaku Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, motivasi, masukan dengan penuh kesabaran dan ketelitian, sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. 5. Nur Eva., M.Psi, selaku Pembimbing II yang telah memberi arahan dan bimbingan, masukan dengan penuh kesabaran dan ketelitian, sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. 6. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Psikologi Universitas Negeri Malang atas ilmu, bimbingan, dan dedikasinya. 7. Dr. Adi Wirachjanto, M.Kes, selaku Kepala UPT Rumah Sakit Kusta Kediri beserta seluruh jajaran, atas ijin yang diberikan, perhatian dan ketulusan hati membantu serta meluangkan waktu dan tenaga untuk kelancaran proses penelitian. 8. Kedua orang tuaku Bapak Robingan dan Ibu Dwi Endang Sunanik dan kakak-kakakku tercinta yang selalu memberikan doa, dorongan untuk maju, kasih sayang dan cinta tulus. 9. Keluarga besar Poharin H181 yang telah memberikan support dan doa serta kasih sayang sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. 10. Maman, Gilang, Desi, Luna, Mula, Pandu, Noval, Dodo, Wied, Bayu, Tommy, Faried, Adit, Bram, yang telah mewarnai lika-liku kehidupanku dan ada menemaniku disaat aku susah dan senang. 11. Teman – teman Psikologi Reg dan Psikologi Non Reg 2005, dan teman-teman Psikologi se-UM yang telah memberikan support dan kebersamaan selama menempuh pendidikan S1 Psikologi di Universitas Negeri Malang. 12. Teman-teman KKN Sananrejo dimanapun kalian berada, yang telah memberi inspirasi dan semangat dalam pengerjaan skripsi ini. 13. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu yang banyak membantu dalam penyelesaian skripsi ini. Meski asa telah tercurah dalam segenap daya usaha dan cucuran keringat, namun penulis menyadari akan keterbatasan kemampuan yang dimiliki. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari para pembaca demi penyempurnaan skripsi ini. Semoga amal baik, bantuan, dan bimbingan yang diberikan kepada penulis mendapat imbalan dari Allah SWT. Akhirnya, penulis mengharapkan semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Malang, Agustus 2009 Penulis DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK i KATA PENGANTAR ii DAFTAR ISI v DAFTAR TABEL vi DAFTAR GAMBAR vii DAFTAR LAMPIRAN viii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah 1 B. Rumusan Masalah ……………………….…………….... 4 C. Tujuan Penelitian …………………………….………….. 4 D. Hipotesis Penelitian …………………………….……….. 5 E. Manfaat Penelitian ………………………… 5 F. Asumsi Dan Keterbatasan Penelitian ……….…………… 5 G. Ruang Lingkup dan Jabaran Variabel……………………. 6 H. Keterbatasan Penelitian…………………………………... 10 I. Definisi Operasional……….……………………………... 10 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Dukungan Sosial pada Penderita Penyakit Kusta 12 B. Stres pada Penderita Penyakit Kusta 26 C. Hubungan Dukungan Sosial dan Stres pada Penderita Penyakit Kusta ................................................................... 34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian …………………………………... 38 B. Subjek Penelitian.......…………………………………… 39 C. Instrumen Penelitian ……………………………………. 39 D. Uji Coba Instrumen……………………………………… 42 E. Pengumpulan Data …..…………………………………. 45 F. Analisis Data …………………………………………… 46 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Hasil Analisis Data……………...……………………… 48 B. Pembahasan……………………………………………… 52 BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan………………………………………………. 58 B. Saran……………………………………………………... 58 DAFTAR RUJUKAN…………………………………………………... 59 LAMPIRAN DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1.1 Jabaran Variabel Penelitian 6 3.1 Blue print Skala Dukungan Sosial 40 3.2 Blue print Skala Stres 42 3.3 Blue print Skala Dukungan Sosial Setelah Uji Coba 43 3.4 Blue print Skala Stres Setelah Uji Coba 44 3.5 Rincian Hasil Realibilitas Skala Dukungan Sosial dan Stres 45 3.6 Pedoman Klasifikasi Norma Kelompok ........................................... 47 4.1 Hasil Perhitungan Mean dan Standar Deviasi Skala Dukungan Sosial................................................................................................. 48 4.2 Klasifikasi Dukungan Sosial 49 4.3 Hasil Perhitungan Mean dan Standar Deviasi Skala Stres 49 4.4 Klasifikasi Stres 50 4.5 Hasil Uji Normalitas 51 4.6 Hasil Uji Linieritas 51 4.7 Hasil Uji Korelasi 52 DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 3.1 Rancangan Penelitian 38 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1. Instrumen Penelitian Untuk Uji Coba 2. Tabulasi Data Uji Coba 3. Hasil Uji Validitas 4. Hasil Uji Reliabilitas 5. Instrumen Penelitian Untuk Turun Lapangan 6. Tabulasi Data Penelitian 7. Hasil Uji Normalitas dan Hasil Uji Linieritas 8. Hasil Uji Hipotesis 9. Surat Ijin Melaksanakan Penelitian 10. Pernyataan Keaslian Tulisan 11. Riwayat Hidup

BahasaIndonesia dalam tutur dakwah (kajian struktur kalimat dalam tutur dakwah Zainuddin M.Z.)
oleh Qurrotul Aini

 

Kepimpinan kyai dalam mengelola pembelajaran diniyah (Studi kasus di Madrasah Diniyah Ponpes Hidayatul Mubtadiin Singosari Malang) / A. Hamam Rosidi

 

Kata kunci: kepemimpinan kyai, madrasah diniyah, pondok pesantren, mengelolapembelajaran. Dunia pesantren sarat dengan aneka pesona, keunikan, kekhasan dan karakteristik tersendiri yang tidak dimiliki oleh institusi lainnya. Kepemimpinan kyai di sebuah pondok pesantren memegang teguh nilai-nilai luhur yang menjadi acuannya dalam bersikap, bertindak dan mengembangkan pesantren. Pondok pesantren Hidayatul Mubtadiin memiliki lembaga madrasah diniyah yang mendidik dan mengajarkan bidang keilmuan, khususnya dalam bidang keilmuan nahwu shorof dan bidang keilmuan keagamaan lainnya. Pengelolaan pembelajaran madrasah diniyah dilakukan oleh kepala madrasah dan dibantu oleh beberapa guru dan pengurus pesantren bidang pendidikan. Kepemimpinan kyai dalam mengelola pembelajaran tidak hanya dilandasi kemampuan mengatur pesantren, akan tetapi seorang pengasuh atau kyai lebih kuat dilandasi oleh kekuatan spiritual bathin dan nilai-nilai taat kepada Allah SWT. Dari latar belakang diatas maka fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: (1) Bagaimanakah profil KH. Imam Ghozali Syarif selaku pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Kembang Purwoasri Singosari Malang; (2) Bagaimana kepemimpinan Kyai dalam mengelola pembelajaran Madrasah Diniyah Putra di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Kembang Purwoasri Singosari Malang; (3) Apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat dan startegi pemecahan dalam mengelola pembelajaran Madrasah Diniyah Putra di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Kembang Purwoasri Singosari Malang; (4) Bagaimana pemberdayaan faktor-faktor pendukung dalam rangka pengembangan pembelajaran Madrasah Diniyah Putra di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Kembang Purwoasri Singosari Malang. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Hidayatul Mubtadiin dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) wawancara mendalam; (2) pengamatan lapangan dengan partisipasi langsung; (3) studi dokumentasi. Temuan penelitian ini adalah bahwa kepemimpinan KH. Imam Ghozali Syarif di pondok pesantren Hidayatul Mubtadiin hampir sama dengan pesantren salaf lainnya. Pengasuh pesantren lebih mengutamakan musyawarah dengan para orang-orang di pesantren dan pengasuh lebih menekankan pada sistem kekeluargaan, dimana pengasuh pesantren lebih berperan sebagai orang tua bagi para santri dan santri menganggap pengasuh pesantren seperti orang tuanya ii sendiri. Hal ini seperti pada kepemimpinan yang bertipe paternalistik. Begitu juga KH. Imam Ghozali Syarif menerapkan keteladanan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam memimpin. KH. Imam Ghozali Syarif itu pendiri sekaligus pengasuh tunggal dalam pesantren ini, akan tetapi mulai tahun 2003 dibantu oleh Gus Nur Muhammad dalam memimpin dan mengelola madrasah diniyah. Kepala Madrasah sebagai perencana awal dalam mempersiapkan pembelajaran setiap tahunnya dan dibantu oleh bidang pendidikan pesantren. Faktor pendukung dalam mengelola pembelajaran diniyah adalah: (1) adanya seorang pengasuh kyai yang selalu mendukung demi berlangsungnya kegiatan belajar mengajar;(2) adanya seorang kepala madrasah yang mengatur dan mengawasi perjalanan pembelajaran di madrasah diniyah; (3) sarana gedung dan ruangan belajar, (4) kekompakan dan kebersamaan para guru; dan (5) adanya sarana belajar, seperti papan tulis, bangku/meja belajar, meja dan kursi guru; dan (6) Kesemangatan para santri dalam memahami dan menghafalkan pelajaran. Pemberdayaan faktor-faktor pendukungnya adalah (1) pengoptimalan pembinaan dan pengasuhan terhadap santri untuk menjadi anak yang shaleh dan sholihah;(2) pertangunggjawaban secara umum terhadap tujuan pembelajaran dan pendidikan yang ada di dalam pesantren dan menjalin dan memperbaiki hubungan baik dan erat dengan para tenaga pengajar;(3) optimalisasi dan pemaksimalan tujuan pendidikan pesantren, seperti halnya pembiasaan akhlak baik dan disiplin kepada para santri;(4) menjaga kebersihan ruangan dan selalu dirawat dan optimalisasi penggunaan gedung untuk bisa dipergunakan kegiatan-kegiatan pesantren lain;(5) Pengoptimalan sarana di kelas demi mencapai tujuan pendidikan madrasah yang diharapkan;dan (6) Penerapan isi dan makna pelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan faktor penghambatnya adalah (1) masih adanya guru yang terkadang tidak hadir pada waktu jam mengajar;(2) belum adanya struktur organisasi madrasah diniyah;(3) adanya guru yang pulang ke kampung halaman di tengah perjalanan madrasah diniyah berlansung; (4) belum adanya kurikulum yang tertulis; (5) kurangnya sarana komputer untuk keperluan administrasi madrasah; dan (6) kurangnya pengawasan dan pengontrolan terhadapa anak-anak dan juga kurangnya komunikasi antara sie pendidikan; (7) Banyaknya santri yang tidak hafal suatu materi pelajaran; dan (8) masih adanya santri yang mengantuk dan tidur disaat pembelajaran berlangsung. Berdasarkan penelitian ini, dapat disarankan kepada pengasuh dan kepala madrasah agar selalu berusaha meningkatkan sumber daya yang ada di pesantren dan meningkatkan pengelolaan pembeljaran yang lebih efektif dan kreatif demi perkembangan pesantren di masa mendatang. Diharapkan para guru madrasah diniyah selalu menjaga kekompakan dan memperbaiki kualitas mengajar agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan efektif dan efisien.

Pengaruh pengembangan produk terhadap volume penjualan tegel pada perusahaan tegel PT Lantai Indah Malang tahun 1987 - 1991
oleh Romelan

 

Kajian tentang kemampuan dalam memberi nama dan menuliskan rumus kimia senyawa anorganik siswa kelas I,II, dan III IPA SMU Negeri I Ponorogo tahun ajaran 1997/1998 / oleh Wahyuni Rusdiyanti

 

Pengembangan modul elektronik senyawa hidrokarbon berbasis mind map dengan pendekatan learning cycle untuk siswa kelas X SMA / Fenti Eka Nurulia

 

Analisis kesalahan penulisan ejaan dalam karangan narasi siswa kelas IV SDN Bangunrejo 01 Kabupaten Malang / Viki Wulandari

 

ABSTRAK Wulandari, Viki. 2015. Analisis Kesalahan Penulisan Ejaan dalam Karangan Narasi Siswa Kelas IV SDN Bandungrejo 01 Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sjafruddin A.R, S.Pd, M.Pd, (II) Drs. Achmad Taufiq, M. Pd. Kata Kunci: Analisis kesalahan EYD, mengarang, karangan narasi Menulis merupakan salah satu aspek yang penting dikuasai dalam pembelajaran bahasa indonesia. Dengan menulis kita dapat menuangkan ide ataupun gagasan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai, ide tersebut dapat dituangkan dalam sebuah tulisan salah satunya menulis karangan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui (1) bagaimanakah kesalahan penggunaan EYD pada penulisan huruf kapital dalam karangan narasi siswa kelas IV SDN Bandungrejo 01 Kabupaten Malang, (2) bagaimanakah kesalahan penggunaan EYD pada penggunaan tanda baca dalam karangan narasi siswa kelas IV SDN Bandungrejo 01 Kabupaten Malang, dan (3) bagaimanakah kesalahan penggunaan EYD pada penulisan kata dalam karangan narasi siswa kelas IV SDN Bandungrejo 01 Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis analisis isi. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SDN Bandungrejo 01 Kabupaten Malang yang berjumlah 42 siswa. Karangan tersebut dilihat pada bagaimana siswa menggunakan EYD (penulisan huruf kapital, penggunaan tanda baca, dan penulisan kata), dengan menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut: (1) tes, (2) kuisioner, dan (3) dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis karangan narasi kelas IV SDN Bandungrejo 01 secara keseluruhan siswa belum dapat memahami bagaimana penulisan EYD, karena masih banyak terdapat kesalahan pada hasil karangan. Hal ini dapat terlihat dari kesalahan siswa dengan rincian 28% salah dalam penggunaan huruf kapital, 19% salah dalam tanda baca titik, 22% pada tanda koma, 5% pada tanda hubung, dan 25% pada penulisan kata. Saran peneliti diharapkan kepada guru agar lebih banyak memberikan latihan tentang menulis karangan narasi dengan memperhatikan penulisan EYD dengan benar. Khususnya pada penulisan huruf kapital, penggunaan tanda baca, dan penulisan kata.

Implementasi pembelajaran pada Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen / Nanda Budi Setiyawan

 

Kata Kunci: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi Sekolah Menengah Kejuruan merupakan sekolah yang mendidik siswa-siswanya untuk dapat terjun langsung ke dunia kerja. Untuk membentuk siswa yang terampil dan siap kerja, diperlukan kecapakan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan adalah dengan implementasi pembelajaran yang benar yaitu dengan membuat perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran khususnya pada siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Rancangan penelitian ini dilakukan dengan teknik penelitian populasi. Populasi pada penelitian ini adalah guru produktif dan siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner. Sedangkan teknik analisa data berupa statistik deskriptif yang meliputi analisa frekuensi, prosentase, mean dan grafik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan secara keseluruhan termasuk dalam kualifikasi sangat baik. Pada pelaksanaan pembelajaran mayoritas termasuk dalam kualifikasi sangat baik dan baik. Indikator lainnya yang termasuk dalam kualifikasi kurang baik atau jarang dilakukan adalah membangun suasana kelas sehingga menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, dan memberi kesempatan siswa untuk melakukan self-assessment (penilaian diri sendiri) peer-assessment (penilaian antar teman). Sedangkan Evaluasi hasil belajar siswa termasuk dalam kualifikasi sangat baik. Untuk indikator lainnya adalah guru lebih sering menggunakan format evaluasi pembelajaran sebagai jenis evaluasinya. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar guru sering membangun suasana yang menyenangkan sebelum memasuki pelajaran seperti mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari dengan topik/bahasan yang disukai siswa agar kegiatan pembelajaran tidak membosankan dan membangkitkan motivasi siswa agar lebih giat lagi di dalam proses pembelajaran, serta memberikan kesempatan siswa untuk melakukan penilaian dengan kriteria yang telah ditetapkan dalam proses pembelajaran agar guru mengetahui data-data umum tentang siswa seperti karakteristik, hobi, latar belakang individual siswa dan lain sebagainya.

Perbedaan nilai prestasi belajar pendidikan jasmani antara siswa yang ikut ekstra kurikuler olahraga dengan siswa yang tidak ikut ekstra kurikuler olahraga di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Kotamadya Malang kelas II dan III semester genap tahun a

 

The effectiveness of stad (Student teams-achievement division) in improving students' writing ability at Stain Kediri / Sri Wahyuni

 

Key words: Effectiveness, STAD, writing ability. Acquiring writing skills needs a lot of practices, and to produce a piece of essay needs long process; hence, the appropriate method of the teaching and learning is very important to help students master the writing skills. This study proposes an alternative method to teach students to write by using STAD, in which writing process is emphasized. In STAD, the students work together in groups, aid each other in completing academic tasks, and provide each other with feedback in order to improve their subsequent performances. Furthermore, they influence each other to achieve mutual goals, act in trusting and trustworthy ways, become motivated, and feel less anxiety and stress. The present study was conducted to examine the effectiveness of STAD (Student Team-Achievement Division) in improving students’ writing ability. The general research question to answer was: “Do the students who are taught using STAD have significantly better expository writing ability than those who are taught using conventional method?. The tentative answer of the general question was formulated in the form of the general alternative hypothesis namely “The students who are taught using STAD have significantly better expository writing ability than those who are taught using conventional method”. The design of the study was quasi-experimental with a non-randomized control group pretest-posttest. The study was conducted at Writing II classes at the English Language Education Program Study of STAIN Kediri in the 2009/2010 academic year, and the samples were class A as the experimental group and class B as the control group, with 35 students in each group. In collecting the data, two sets of writing test were used as instruments; one of them was used in the pre-test, and the other in the post-test. Both tests, pre-test and post-test, were also used to identify the effect of the treatment on the students’ writing ability. Then, in scoring the students’ writing, two raters worked independently using analytic scoring rubric. The results of the scoring reliability analysis indicated that the coefficient reliability (r) of the scores produced by the two raters lay between .715 and .905. Based on Weigle’s scale (1994), it could be interpreted that the scores produced were not significantly different (consistent). Then, the obtained coefficient of data normality testing lay between .058 and .220. By using Kolmogorov-Smirnov scale, it could be interpreted that the distribution of the data were normal; thus, the data were considered reliable to be used for testing the hypothesis. Based on the descriptive characteristics, the results of the present study show that the mean scores of the three components of writing of the experimental group were higher than those of the control group. Therefore, STAD employed in the experimental group helped students improve their expository writing ability. Furthermore, all of the obtained F-ratios in testing the hypotheses were significantly higher than the critical value (3.988) at significant (P) ≤ .05 (df 1 and 68). The obtained F-ratios of the hypotheses testing were respectively 64.078 for the general hypothesis, 65.277 for the first specific hypothesis, 68.895 for the second specific hypothesis, and 108.637 for the third specific hypothesis. This revealed that there was enough evidence to reject the null hypotheses; consequently, the alternative hypotheses were accepted. Based on the research findings, it could be concluded that the students who were taught using STAD had better writing ability than those of who were taught using conventional method. In other words, STAD was effective in improving students’ expository writing ability. Thus, it is suggested that the English teachers utilize this method in their teaching writing to improve students’ writing skill. The students could also take the research findings of the study as the way in improving their writing ability. For further research, it is suggested for the researcher to take the findings as well as the limitations of the present study as the basis in conducting some other research in the same or different area. The future researcher might duplicate the research design by conducting a longitudinal study to improve students’ writing ability. The replications of the study were also suggested for different levels of students, different text types and components of writing; furthermore, different subject of study.

Korelasi antara disiplin kerja karyawan dan tingkat produktivitas di PT Wijaya Karya Bojolali
oleh Lita Herwanti

 

Perbedaan perilaku agresi dan interaksi sosial pada narapidana wanita berdasarkan lama menghuni di Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Malang / Febriana Kurnia Putri

 

Kata kunci: Perilaku Agresi, Interaksi Sosial, Narapidana Wanita, Lembaga pemasyarakatan Perilaku agresi merupakan masalah yang dihadapi oleh semua orang dalam berbagai setting dan aktivitas sosial. Salah satunya, narapidana yang berada dalam penjara. Keterbatasan akses dalam penjara menyebabkan ketertekanan dan ketidakberdayaan selama menjalani masa penahanan. Ketertekanan dan ketidakberdayaan mengembangkan perilaku maladaptif, salah satunya perilaku agresi. Perilaku agresi mengakibatkan kerugian pada korbannya, kerugian yang diakibatkan tidak hanya luka fisik namun berdampak psikologis. Keterbatasan akses menyebabkan interaksi sosial yang buruk dalam penjara dapat memicu agresi. Maka, upaya meminimalkan perilaku agresi adalah membangun lingkungan yang nyaman dan kondusif bagi individu tersebut. Misalnya dengan membangun hubungan (interaksi) sosial yang baik antar narapidana maupun staff penjara. Lembaga pemasyarakatan merupakan salah satu wadah yang mengisolir narapidana dari dunia luar untuk mendapatkan pengayoman dan pendidikan dalam mengembangkan perilaku adaptif. Lama menghuni lembaga pemasyarakatan memberikan perbedaan perilaku agresi dan interaksi sosial. Lembaga pemasyarakatan membantu narapidana agar dapat berfungsi penuh dalam masyarakat. Berdasarkan uraian diatas peneliti ingin mengetahui apakah ada perbedaan perilaku agresi dan interaksi sosial berdasarkan lama menghuni lembaga pemasyarakatan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif komparatif dengan menggunakan metode komparatif, sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proporsonal sampling. Teknik analisis hipotesis yang digunakan adalah uji Kruskall wallis dan One Way Anova. Jumlah subjek berjumlah 50 narapidana. Penelitian menggunakan skala perilaku agresi dan angket sosiometri interaksi sosial yang dikembangkan oleh peneliti, yang disusun berdasarkan bentuk perilaku agresi dari Bjorkqvist dan sosiometri interaksi sosial berdasarkan Smollar dan Younis. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan perilaku agresi dan interaksi sosial pada narapidana wanita berdasarkan lama menghuni lembaga pemasyarakatan kelas IIA Malang dengan signifikansi pada 0,000 < 0,05 dan signifikansi pada 0,000 < 0,05. Adanya perbedaan yang signifikan pada narapidana kelompok 1, 2 dengan kelompok 4 dan kelompok 5 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Kelompok 3 memiliki perbedaan signifikansi dengan kelompok 5 dengan signifikansi sebesar 0,044 < 0,05. Kelompok 4 memiliki perbedaan yang signifikan dengan kelompok 1 dan kelompok 2 dengan signifikansi 0,00 < 0,05 dan 0,003 < 0,05. Kelompok 5 memiliki perbedaan yang signifikan dengan kelompok 1, 2 dan 3 dengan signifikansi sebesar 0,00 < 0,05; 0,003 < 0,05 ; 0,044 < 0,05.Sedangkan perbedaan interaksi sosial yang signifikan pada kelompok 1, 2 dengan kelompok 3, kelompok 4 dan kelompok 5 dengan perbedaan rata-rata sebesar -5.333, -10.488, 24.067 dengan signifikansi sebesar 0,001 < 0,05; 0,00 < 0,05; dan ; 0,00 < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi lembaga pemasyarakatan untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu dan kualitas lembaga pemasyarakatan agar dapat memberikan peningkatan kualitas dan mutu warga binaan pada narapidana, diharapkan turut serta dan berpartisipasi aktif dalam mengikuti berbagai kegiatan yang dijadwalkan pihak lembaga pemasyarakatan Dan untuk peneliti selanjutnya, agar melakukan observasi dan wawancara lebih mendalam dan cermat agar dapat melakukan penelitian secara maksimal, melakukan pemilihan sampel yang lebih cermat dan spesifik, agar sampel yang diharapkan dapat merepresentasikan penelitian yang dimaksud.

Absurditas penokohan novel Lho karya Putu Wijaya
sebuah sajian dengan pendekatan eksistensialisme
disusun oleh Rato

 

Penerapan pembelajaran koopewratif dengan menggabungkan model cooperative integrated reading and composition (CIRC) dan group investigation (GI) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata diklat kewirausahaan (Studi kasus siswa kelas X jurusan pemasar

 

Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif, Motivasi, Hasil belajar, Kewirausahaan Seiring dengan perubahan zaman yang dibarengi dengan arus moderenisasi, pendidikan menjadi investasi penting dalam menghadapi dan memenangkan persaingan. Kemajuan perkembangan dunia pendidikan ditandai dengan kualitas lulusan yang meningkat dan siap untuk menghadapi persaingan dalam dunia kerja. Kemajuan pendidikan ini harus diikuti dengan inovasi dalam penerapan pembelajaran yang di pakai oleh guru, terutama dalam metode yang diimplementasikan dalam pembelajaran. Pemilihan metode pembelajaran harus bervariasi sehingga dapat menciptakan susasana kondusif dalam pembelajaran Metode pembelajaran yang inovatif dan bervariasai ini akan memberikan pengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar siswa terutama untuk mata pelajaran yang bersifat hafalan seperti mata diklat kewirausahan. Berdasarkan hasil observasi, metode pembelajaran yang diterapkan di SMK PGRI 6 Malang selama ini adalah metode konvensional melalui ceramah dan tanya jawab. Dengan metode itu menyebabkan siswa menjadi pasif dan kurang mandiri dalam belajar. Oleh karena itu perlu adanya sebuah pembaharuan pembelajaran untuk mengubah paradigma tersebut yaitu dengan penerapan pembelajaran kooperatif sehingga suasana belajar lebih kondusif dan tidak monoton. Pembelajaran kooperatif mengarahkan siswa untuk belajar hidup bermasyarakat. Karena dalam pembelajaran kooperatif secara tidak langsung siswa dihadapkan pada kondisi-kondisi yang menggambarkan kehidupan di masyarakat, diantaranya melalui diskusi kelompok, diskusi kelas atau pun kondisi dimana siswa belajar berinteraksi dengan orang lain, mengemukakan pendapat, menerima perbedaan pendapat, peduli terhadap sesama, bekerja sama, menganalisis dan menyelesaikan masalah serta berkompetisi untuk menjadi yang terbaik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tidakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu : (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Pemasaran di SMK PGRI 6 Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan), interview (wawancara), dokumentasi, tes, catatan lapangan, dan angket motivasi siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu Data Reduction (Reduksi Data), Data Display (Penyajian Data) dan Conclusion Drawing (Penarikan Kesimpulan) Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dari siklus ke siklus. Pada siklus I skor tertinggi yang diperoleh adalah 85 dan skor maksimalnya 96, dengan persentase nilai rata-rata 88,54% dan termasuk dalam kategori sangat baik dan mendapatkan poin A. Sedangkan skor terendah adalah 64 dengan skor maksimal 96. Persentase nilai rata-rata yaitu 66.66% dan termasuk dalam kategori baik dan mendapatkan poin B. Pada siklus II skor tertinggi yang diperoleh adalah 85 dan skor maksimalnya 96, dengan persentase nilai rata-rata 87.5%. dan termasuk dalam kategori sangat baik dan mendapatkan poin A. Sedangkan skor terendah adalah 71 dengan skor maksimal 96. Persentase nilai rata-rata yaitu 73.95% dan termasuk dalam kategori baik dan mendapatkan poin B. Walaupun peningkatannya kurang signifikan, dan terdapat beberapa siswa yang justru mengalami penurunan, akan tetapi secara keseluruhan pembelajaran ini mampu meningkatkan motivasi dan aktivitas belajar siswa. Selain itu penilitian ini menunjukkan peningkatan terhadap hasil belajar siswa yang terlihat dari perbandingan hasil ulangan harian I yang dilaksanakan pada saat pra tindakan dengan hasil pos-test yang diberikan pada saat akhir penerapan. Jumlah siswa yang tuntas belajar pada saat ulangan harian I sebanyak 7 siswa (20,58%) sedangkan yang belum tuntas sebanyak 24 siswa (70,58%). Hasil post-test siklus I menunjukkan peningkatan hasil belajar dengan siswa yang tuntas sebanyak 12 siswa (37,5%) dan yang belum tuntas sebanyak 20 siswa (62,5%). Untuk hasil post-test siklus II juga menunjukkan peningkatan hasil belajar jika dibandingkan dengan siklus I yaitu dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 18 siswa (64,28%) dan yang belum tuntas sebanyak 10 siswa (35,71%). Walaupun pada post-test siklus II masih terdapat siswa yang belum tuntas, ini adalah hal yang wajar karena cukup sulit untuk mencapai taraf keberhasilan 100% siswa tuntas semua. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan (1) Bagi SMK PGRI 6 Malang perlu menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap untuk mendukung efektivitas penerapan pembelajaran kooperatif model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dan Group Investigation (GI) yaitu berupa pengadaan literatur guna mempermudah siswa dalam memperoleh informasi dan memperlancar proses belajar (2) Bagi guru SMK PGRI 6 Malang khususnya guru mata diklat kewirausahaan, pembelajaran kooperatif model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dan Group Investigation (GI) dapat dijadikan sebagai alternatif pilihan dalam praktik pembelajaran di kelas karena tidak semua materi pelajaran cocok dengan model pembelajaran ini (3) Bagi siswa, khususnya siswa kelas X Jurusan Pemasaran SMK PGRI 6 Malang, pada saat pembelajaran kooperatif model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dan Group Investigation (GI) perlu meningkatkan keberanian dalam mengajukan pertanyaan maupun berargumentasi guna lebih memahami terhadap materi yang dipelajari (4) Bagi peneliti berikutnya, disarankan untuk melakukan penelitian tentang pembelajaran kooperatif model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dan Group Investigation (GI) pada pengajaran mata diklat yang sama atau mata diklat lainnya di tempat yang berbeda untuk mengembangkan model pembelajaran yang inovatif dan kreatif dalam proses pembelajaran.

Studi penggunaan microsoft excel dan paket aplikasi sekolah (PAS) untuk meningkatkan efektivitas pelayanan administrasi akademik di SMA Negeri 2 Malang / Metania Marlita Anggelina

 

Kata Kunci: microsoft excel, paket aplikasi sekolah (PAS), efektivitas pelayanan administrasi akademik Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap gambaran objektif tentang: (1) Pengelolaan administrasi akademik dengan menggunakan Microsoft Excel, (2) Pengelolaan administrasi akademik dengan menggunakan Paket Aplikasi Sekolah (PAS), (3) Efektivitas penggunaan Microsoft Excel, dan (4) Efektivitas penggunaan Paket Aplikasi Sekolah (PAS). Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Malang. Objek penelitian adalah siswa kelas XI dengan sampel sebanyak 90 siswa dan pegawai administrasi sebanyak 10 orang di SMA Negeri 2 Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode angket, observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan interpretasi hasil deskripsi data interval seperti mean, nilai tertinggi, nilai terendah, simpangan baku, varians, dan skewness (kemencengan). Selain itu, cara lain yang digunakan untuk analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menentukan klasifikasi (kategori) dan menggunakan teknik persentase. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS 12. Penelitian ini berhasil mengungkap (1) Pengelolaan administrasi akademik di SMA Negeri 2 Malang dengan menggunakan Microsoft Excel dinilai lebih fleksibel, memberikan kemudahan dalam koreksi data, user lebih terampil menggunakannya, dan hak akses yang tidak terbatas memberikan kemudahan bagi pegawai administrasi, (2) Pengelolaan administrasi akademik di SMA Negeri 2 Malang dengan menggunakan PAS belum diterapkan secara optimal karena kurangnya sosialisasi tentang PAS, (3) Efektivitas penggunaan Microsoft Excel di SMA Negeri 2 Malang cenderung berada pada kategori cukup, kecuali pada aspek Informasi, penggunaan Microsoft Excel lebih rendah dibandingkan PAS, dan (4) Efektivitas penggunaan PAS di SMA Negeri 2 Malang cenderung berada pada kategori cukup, kecuali pada aspek Informasi, penggunaan PAS lebih tinggi dibandingkan Microsoft Excel. Saran penelitian ini adalah (1) Pegawai administrasi diharapkan untuk meningkatkan keahlian dalam mengoperasikan sistem informasi, mengikuti sosialisasi tentang sistem informasi baru, dan lebih tanggap dalam memberikan bantuan pada konsumen, (2) Guru TIK diharapkan untuk lebih sering memberikan sosialisai dan pelatihan, meningkatkan kompetensi tentang sistem informasi, dan memantau perkembangan PAS di sekolah lain sebagai bahan pertimbangan, (3) Siswa diharapkan tidak segan dalam mencari informasi akademik sesuai kebutuhannya dan lebih sering berinteraksi pada pegawai administrasi dalam mengetahui informasi akademik, (4) Sekolah diharapkan dapat melaksanakan pelayanan administrasi akademik secara efektif, yaitu menyediakan layanan pengaduan pelayanan administrasi, memberikan perhatian pada konsumen, memperbaiki tampilan fisik ruangan administrasi, dan (5) Peneliti selanjutnya diharapkan lebih memperluas area penelitian dan mengadakan penelitian setelah sistem informasi diterapkan dalam beberapa waktu yang lama.

Pengaruh tipe kepribadian individu terhadap kemampuan berbicara dalam bahasa Indonesia siswa kelas II A3 SMA Negeri 13 Surabaya tahun 1992/1993
oleh Endah Sukminingsih

 

Studi tentang hubungan kapasitas aerobik maksimal (VO2 Max) dengan prestasi lari 5000 meter mahasiswa putra Program Pendidikan Olahraga dan Kesehatan FIP IKIP Malang angkatan tahun 1992/1993
oleh Sunarko

 

Hubungan tinggi badan, tinggi raihan dengan prestasi smash penuh bulutangkis pada mahasiswa putera peserta matakuliah Bulutangkis off. A semester genap tahun akademik 1991/1992 POK FIP IKIP Malang
oleh Bahrun Imron

 

Upaya meningkatkan ketrampilan proses dan prestasi belajar fisika siswakelas II-B SLTP Laboratorium Universitas Negeri Malang oleh Tri Zanuarika Muhyianti

 

Pembelajaranfis ika di SLTP LaboratoriumU niversitasN egeriM alang(SLTP Lab UM), khususnyad i kelasI I-8, sementarain i menggunakanm etodeceramah. Hanya sesekali siswa diajak ke laboratorium untuk berpraktikum, jikaalaty ang dibutuhkant ersedia.H al ini menyebabkanke terampilanp rosess iswatidak dapat berkembang dengan maksimal, karena kemampuan keterampilanprosess iswas ecaran yatad apatd ilihat ketika siswab erpraklikumB. erdasarkankenyataant ersebut,p erlu kiranya diterapkans uatum etodep embelajarany angdiharapkand apatm eningkatkank eterampilanp rosesd anp restasbi elajarf lsikasiswa.D alamh al ini dipilih pembelajaranb erbasisk onstmktivisd enganm odelSiklusB elajar,k arenad enganp embelajaranin i siswad imungkinkanu ntukberpraktikum, sehingga dapat meningkatkan keterampilan prosesnya. Penelitiani ni bertujuanu ntuk meningkatkank eterampilanp rosesd anprestasbi elajarf isika siswak elasI I-B semesteIrI SLTP Lab UM tahuna jaran20021200m3 elaluip ernbelajarabne rbasisk onstruktivisd enganm odels iklusBelajar. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan jenispenelitiant indakank elas( PTK). Tahap-tahapd alamp enelitiani ni sesuadi engantahap-tahapd alam PTK, yakni (1) perencanaantj ndakan (plan), Q) pelalcsanaantindakand ano bservas(i act and observe)d, an (3) refleksi( reflect).P enelitianin idilaksanakand alwn2 siklus,y aitu: siklus I denganm ateriC ahayad an siklusI Idengan materi Alat Optik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan proses dan prestasibelajarf isika siswak elasI I-B mengalampi eningkatanP. eningkatanke terampilanproses siswa ditunjukkan dengan meningkatnya rerata skor keterampilan prosessiswad ari siklus I ke siklusI I. Sedangkanp eningkatanp restasbi elajars iswaditunjukkan dengan meningkatnya selisih antara rerata nilai pre-test dan post-test(AP) tiap subp okok bahasan,jugad idukungd enganm eningkatnyan ilai ulanganhariant iap pokok bahasand ari siklusI ke siklusI L Dari hasil penelitiant ersebutdapatd itarik kesimpulanb ahwap enerapanp embelajaranb erbasisk onstruktivisdengan model Siklus Belajar dapat meningkatkan keterampilan proses danprestasbi elajarf isika siswa. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan agar: (l) dilakukanpenelitianl ebih lanjut, rnisalnyau ntukjenjangp endidikany ang lain, (2) pendidikyang masih menggunakan metode ceramah, dapat memilih pembelajaran berbasiskonstrutivisd enganm odel SiklusB elajard alamp embelajannd i kelas,( 3)sekolahl ebih memperhatikank etersediaana lat pralctikumw alaupun sederhanauntuk mentrnjangp embelajarank,a renam odelp embelajaranin i mengutamakaninteraksi siswa dengan benda konkret

Studi kasus kesulitan siswa STM Sinar Bhakti Trenggalek dalam belajar mata pelajaran Praktek Kerja Bangku
oleh Ichwanu

 

Studi perbandingan strategi penentuan harga jual pada pedagang sayur-mayur di lingkungan pasar Dinoyo dan pasar Klojen Malang
oleh Hendro Winarso

 

Peningkatan kinerja pegawai dalam menyelengarakan pelatihan di Balai Diklat KB Nasional Malang / Agustina Dwi Anitawati

 

Kata kunci: kinerja pegawai, penyelenggaraan pelatihan Kinerja pegawai yang berkualitas merupakan salah satu upaya untuk mencapai tujuan organisasi. Pelatihan merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja pegawai. Penyelenggaraan pelatihan membutuhkan persiapan dan kerjasama tim penyelenggara secara optimal. Fungsi manajemen dalam penyelenggaraan pelatihan sangat diperlukan untuk menunjang ketercapaian tujuan dan hasil pelatihan yang diharapkan. Adapun fungsi-fungsi manajemen yang digunakan dalam penyelenggaraan pelatihan yaitu: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Selain peserta, penyelenggaraan pelatihan juga bermanfaat bagi tim pengajar dan penyelenggara pelatihan. Penyelenggaraan pelatihan dimulai dari kegiatan perencanaan yang matang oleh penyelenggara, pengorganisasian tugas-tugas dan sumberdaya yang dibutuhkan , pelaksanaan proses belajar-mengajar sesuai dengan prosedur pelatihan yang telah dirancang, dan evaluasi yang dilakukan secara berkala selama pelatihan. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja pegawai dalam: (1) perencanaan pelatihan di Balai Diklat KB Nasional Malang, (2) pengorganisasian pelatihan di Balai Diklat KB Nasional Malang, (3) pelaksanaan pelatihan di Balai Diklat KB Nasional Malang, dan (4) evaluasi pelatihan di Balai Diklat KB Nasional Malang. Penelitian ini dilakukan di Balai Diklat KB Nasional Malang yang ada di bawah naungan BKKBN Propinsi JawaTimur. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, jenis studi kasus. Penelitian ini menggambarkan kinerja pegawai balai diklat dalam menyelenggarakan pelatihan di Balai Diklat KB Nasional Malang. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan untuk untuk menjawab fokus penelitian yaitu observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan penelitian yang telah dilakukan yaitu: (1) perencanaan pelatihan di Balai Diklat KB Nasional Malang dimulai dari kegiatan identifikasi kebutuhan dan komponen pelatihan yang dilanjutkan dengan pembuatan desain program pelatihan yang terdiri dari bagian edukatif dan administratif, (2) pengorganisasian pelatihan yang ada di Balai Diklat KB Nasional Malang termasuk dalam organisasi lini dan staf dan organisasi fungsional, (3) pelaksanaan pelatihan terdiri dari kegiatan awal pelatihan, PBM, dan akhir pelatihan dengan metode pembelajaran dalam PBM yang ada pada pelatihan di Balai Diklat KB Nasional ii Malang menggunakan 3 jenis strategi sesuai dengan materi pelatihan yaitu strategi akademik, laboratoris, dan kegiatan, (4) evaluasi pelatihan di Balai Diklat KB Nasional Malang mengacu pada evaluasi pelaksanaan dan evaluasi penyerapan materi. evaluasi pelaksanaan terdiri 3 (tiga) tahap dari evaluasi sebelum, selama, dan akhir pelatihan, kegiatan penilaian kerja pegawai balai diklat yang dilakukan oleh pimpinan dan rekan kerja dapat memotivasi pegawai untuk bekerja lebih baik dan menunjukkan organisasi ini berusaha mencapai sasaran yang terbaik pada bidangnya sebagai penyelenggara pelatihan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada: (1) Kepala Balai Diklat KB Nasional Malang diharapkan dapat melakukan pembinaan dan memperhatikan penempatan pegawai sesuai dengan jabatan dan keahliannya sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran dalam pekerjaan, (2) Pegawai Balai Diklat KB Nasional Malang diharapkan membuat jadwal kegiatan sharing/ajang curhat agar setiap pelaksanaan semua komponen yang ada bisa hadir dalam kegiatan, (3) Pengelola Jurusan Administrasi Pendidikan berdasarkan hasil penelitian ini hendaknya menjadi tambahan referensi bagi penelitian dalam ruang lingkup pendidikan non formal seperti pelatihan yang saat ini lebih kecil dari pada referensi penelitian dalam lingkup pendidikan umum, dan (4) Peneliti lain agar dapat melanjutkan penelitian yang sejenis pada berbagai aspek lain dengan latar berbeda yang nantinya dapat bermanfaat untuk diteliti.

Empati siswa reguler terhadap siswa berkebutuhan khusus di kelas inklusi SMP Negeri 18 Malang / Dewi Hadjar

 

Kata kunci : empati, siswa reguler, siswa berkebutuhan khusus, kelas inklusi Pada saat ini siswa berkebutuhan khusus tidak harus sekolah di SLB, mereka bisa sekolah di sekolah reguler yang disebut dengan sekolah inklusi. Dalam sekolah inklusi atau pendidikan inklusi terdapat sistem pengajaran yang menggabungkan antara siswa berkebutuhan khusus dengan siswa reguler dalam satu kelas. Pendidikan inklusi ini memiliki berbagai manfaat, baik bagi siswa berkebutuhan khusus maupun siswa reguler. Manfaat yang diperoleh siswa reguler di kelas inklusi yaitu siswa belajar untuk berempati, sensitif, memahami, menghargai dan menumbuhkan rasa nyaman pada perbedaan individual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat empati siswa reguler terhadap siswa berkebutuhan khusus di kelas inklusi SMP Negeri 18 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, subyek penelitian ini berjumlah 97 siswa reguler yang berada di kelas inkusi dengan usia 11-15 tahun. Menggunakan kelas VII dan Kelas VIII yang merupakan kelas inklusi, diantaranya yaitu kelas VII C, VII D, VIII A dan VIII E. Penelitian menggunakan angket empati yang dikembangkan oleh peneliti, yang disusun berdasarkan aspek empati dari Schlenker & Britt (2001) yaitu aspek afektif yang terdiri dari dua indikator (a) mampu merasakan kondisi emosi orang lain dan (b) mampu mngekspresikan kepedulian terhadapa orang lain. Aspek kognitif juga terdiri dari dua indikator yaitu (a) mampu memahami cara berfikir orang lain, dan (b) mampu menempatkan dirinya dalam posisi orang lain. Hasil koefisien validitas aitem antara 0,224 – 0,680 dan hasil analisis reliabilitas angket empati dengan menggunakan teknik analisis koefisien Alpha (α) dari Cronbach sebesar 0,871 sehingga instrumen dapat digunakan untuk melaksanakan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empati siswa reguler bergerak dari tinggi berjumlah 55 siswa dengan persentase 56,7%, klasifikasi rendah berjumlah 42 siswa dengan persentase 43,3%. Aspek afektif pada indikator pertama yaitu siswa reguler mampu merasakan kondisi emosi siswa berkebutuhan khusus didapatkan hasil bahwa sebanyak 84,5% siswa reguler dapat mengerti perasaan teman ABK saat mereka diejek oleh teman-teman yang lain, 41,2% kurang peka terhadap perasaan teman ABK, 59,8% akan berusaha untuk menenangkan ABK saat ABK marah, 23,7% akan tetap menemani ABK saat emosi ABK sedang tidak stabil, 64,9% merasa sedih ketika ABK mengalami kejadian buruk saat di kelas, 46,4% segera menghibur ketika ABK terlihat sedih, 38,1% merasakan ketakutannya ABK ketika ABK dimarahi oleh guru, 41,2% senang menanyakan bagaimana perasaan teman ABK, 49,5%) menganggap kesedihan ABK merupakan masalah yang besar. Aspek afektif pada indikator kedua yaitu siswa reguler mampu mengekspresikan kepedulian terhadapat siswa berkebutuhan ii khusus didapatkan hasil bahwa sebanyak 82,5% akan langsung membantu ketika ABK membutuhkan suatu bantuan, 83,5% senang jika membantu ABK walaupun tidak diminta oleh guru, 89,7% peduli dengan keadaan ABK, 93,8% benar-benar peduli dengan keadaan ABk, 92,8% tidak malu berada satu kelas dengan ABK, 71,1% akan membantu menjelaskan kepada ABK ketika ABK kurang paham dengan penjelasan guru di kelas, 72,2% merasa senang berteman dengan ABK, 69,1% akan membantu teman ABK walaupun tidak diminta oleh guru, 47,4% merasa nyaman satu kelas dengan ABK, 37,1% membantu menulis ketika ABK mengalami kesulitan. Sedangkan pada aspek kognitif pada indikator pertama yaitu siswa reguler mampu memahami cara berfikir siswa berkebutuhan khusus didapatkan hasil bahwa sebanyak 80,4% mengerti bahwa ABK memiliki cara yang berbeda-beda dalam menyelesaikan masalahnya, 57,7% akan memperhatikan setiap perkataan yang di ucapkan ABK, 42,3% mengerti topik bahasan yang dibicarakan oleh ABK, 34% tidak menganggap cara berfikir ABK kekanak-kanakan, 32% senang berdebat dengan ABK, 78,4% benar-benar mengerti dengan cara berfikir teman ABK, 40% sering melakukan diskusi dengan ABK, aspek kognitif pada indikator kedua yaitu siswa reguler mampu menempatkan dirinya dalam posisi siswa berkebutuhan khusus didapatkan hasil bahwa sebanyak 27,8% bisa menjadi bagian kelompok dalam kegiatan yang diadakan oleh ABK, 84,5% berusaha menjadi teman yang baik bagi ABK, 21,6% akan tetap dekat dengan ABK saat mereka diganggu, 49,5% tidak setuju jika ABK sekolah di SLB, 58,8% menganggap bahwa ABK tidak bisa bergaul dengan baik, 93,8% mengerti dengn perilaku ABK yang berbeda dengan siswa reguler lainnya, 60,8% merasa yakin jika teman ABK bisa bersosialisasi dengan siswa reguler lainnya, 40,2% bisa membahayangkan kesulitan ABK ketita ABK mengikuti pelajaran olahraga. Dari hasil penelitian disarankan bagi (1) siswa reguler belajar untuk lebih peka terhadap siswa berkebutuhan khusus agar siswa berkebutuhan khusus bisa bersosialisasi dan bekerjasama dengan baik dan siswa berkebutuhan khusus dapat meningkatkan potensi yang ada didalam dirinya. Jangan merasa risih dengan adanya siswa berkebutuhan khusus di dalam kelas, namun bersikap lebih bijak menerima keberadaan teman dengan kondisi yang lain dari teman reguler lainnya, selain itu sebagai motivasi dalam diri karena diberikan kelebihan daripada teman siswa berkebutuhan khusus. (2) Merencanakan kurikulum yang sesuai dan dapat meningkatkan nilai empati siswa reguler, selain itu mengadakan seminar yang sifatnya memberi pandangan terhadap siswa reguler dalam menghadapi siswa berkebutuhan khusus. Game yang di adakan dalam pelajaran olahraga disekolah juga akan membantu tercipta dan terasahnya perasaan empati siswa reguler terhadap siswa berkebutuhan khusus. (3) bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian yang lebih komprehensif tentang berbagai aspek yang berkaitan dengan empati siswa reguler terhadap siswa berkebutuhan khusus di kelas inklusi, menambah instrumen yang digunakan, dan menambah populasi penelitian.

The Implementation of story mapping to improve the comprehension of 8th grade students of SLTP Negeri 10 Malang in reading narrative texts / Larasati Chairun Nisa

 

Key Words: membaca, pemahaman, story mapping,naratif Membaca selalu mendapatkan perhatian yang besar dalam pengajaran Bahasa Inggris. Ada beberapa alasan mengenai hal tersebut. Pertama membaca mendapat bagian penting dalam proses pembelajaran bahasa inggris. Membaca merupakan alat untuk memfasilitasi siswa untuk menambah pengetahuan. Kedua, membaca itu penting karena tidak hanya dapat menambah pengetahuan tetapu juga mendatangkan kesenangan dan kepuasan. Di level SMP, siswa-siwa banyak mengalami masalah dalam membaca. Kebanyakan siswa menemukan kesulitan dalam memahami teks, terutama teks naratif. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, masalah utama yang dihadapi oleh siswa-siswa adalah bagaimana memahami elemen-elemen dalam cerita. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, strategi Story Mapping diusulkan untuk diaplikasikan dalam mengajar bahasa Inggris. Strategi ini dipilih karena sederhana dan dirasa cocok untuk siswa-siswa di level SMP. Untuk memahami elemen-elemen dalam cerita, siswa-siswa diminta untuk membuat Story Map berdasarkan cerita yang diberikan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Peneliti melaksanakan penelitian ini dalam 2 siklus, setiap siklus berisi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, and refleksi penelitian. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa-siswa kelas 8F SMP Negeri 10 Malang yang berjumlah 44 siswa. Ada 2 data yang diambil dalm penelitian ini yaitu nilai siswa dan catatan lapangan. Data pada nilai siswa diperoleh dari test pemahaman bacaan. Nilai itu digunakan untuk mengevaluasi pemahaman siswa dalam membaca teks narrative. Catatan lapangan dibuat setelah setiap pertemuan selama PTK dan digunakan untuk mencatat tingkah laku siswa dan keadaan kelas selama pengaplikasian Story Mapping. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi Story Mapping sangat efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam membaca teks narrative. Nilai siswa dalam siklus 2 meningkat jika dibandingkan dengan nilai siswa pada penelitian awal dan siklus 1. Dari siklus 1, persentasi siswa yang lulus KKM meningkat dari 25% di penelitian awal menjadi 34 % di siklus 1. Kemudian dari siklus 1 ke siklus 2, jumlah siswa yang lulus KKM meningkat dari 34% menjadi 86, 4%. Berdasarkan distribusi nilai siswa tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa Story Mapping dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman mereka dalam membaca teks naratif. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, disarankan bagi guru Bahasa Inggris untuk mengaplikasikan strategi Story Mapping untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam membaca teks narrative. Selain itu, untuk peneliti-peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan subyek serta kondisi yang berbeda untuk melihat apakah strategi ini dapat diterapkan secara efektif.

Korelasi beberapa faktor sosial ekonomi dan kesehatan terhadap kematian bayi di Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang / oleh Suhandoko

 

Perencanaan pesawat angkat contilever jib crane / oleh Dwi Maryanto

 

Kepribadian melankolis sebagai sumber inspirasi penciptaan karya seni lukis semi abstrak / Yoga Miaditama

 

ABSTRAK Miaditama, Yoga. 2015. Kepribadian Melankolis Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis Semi Abstrak. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triyono Widodo, M.Sn, (II) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd. Kata Kunci: kepribadian melankolis, penciptaan, seni lukis semi abstrak Kepribadian melankolis merupakan salah satu tipe kepribadian yang terdapat dalam diri seseorang. Kepribadian melankolis mempunyai ciri-ciri pemikir, introspektif, serius, peka, dan perfeksionis. Dengan ciri-ciri tersebut, membuat mereka tergolong orang yang jenius, berbakat, dan kreatif dibandingkan dengan tipe kebribadian yang lain. Mereka juga bercirikan mudah pesimis, gelisah, kecewa, dan suka merenung. Hal tersebut dipengaruhi karena tingkat kepekaan mereka sendiri. Dan juga dalam suatu tipe kepribadian tidak ada yang lebih istimewa dibanding tipe yang lain, karena semua mempunyai kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Pada penciptaan ini, pencipta mengambil ide atau gagasan berkarya seni dari tipe kepribadian yaitu kepribadian melankolis yang dirasakan merupakan kepribadian yang menonjol dalam diri pencipta. Ide atau gagasan tersebut diwujudkan dalam karya seni lukis semi abstrak. Seni lukis semi abstrak dipilih oleh pencipta sebagai media untuk mengekspresikan diri. Metode penciptaan dalam karya seni lukis ini meliputi tahap persiapan, tahap penetasan, tahap inspirasi, dan tahap pengembangan. Dalam karya penciptaan ini, tahapan berkarya pencipta dimulai dari visualisasi objek utama yaitu potret diri kemudian diteruskan dengan objek-objek pendukung. Teknik yang digunakan dalam penciptaan karya seni lukis ini diawali dengan menggunakan teknik arsir, kemudian diteruskan dengan pengaplikasian teknik yaitu teknik sungging, blok, dan teknik scratch untuk menghias objek-objeknya. Setelah karya selesai, langkah selanjutnya adalah mendeskripsikan karya yang kemudian hasil dari karya lukis tersebut dipamerkan dan diapresiasi. Pencipta menampilkan enam buah karya seni lukis semi abstrak dengan menampilkan objek-objek representasional sebagai simbolisasi dari konsep yang telah dibuat. Menggunakan karakteristik karya berupa potret diri pencipta, penggabungan wujud dekoratif dengan kubistis, dan tulisan melankolis dalam setiap karya. Berdasarkan hasil penciptaan ini, diharapkan dapat memberikan pengalaman baru kepada pencipta maupun orang lain dalam mempelajari karya seni lukis semi abstrak. Mulai dari perancangan konsep, hingga proses visualisasi karya, dan deskripsi karya berdasarkan sudut pandang pribadi pencipta maupun sudut pandang orang lain. Serta memberikan suatu pandangan bahwa perlunya memahami orang lain dengan cara memahami tipe kepribadian yang terdapat dalam diri seseorang, sehingga hidup akan menjadi lebih harmonis.

Perbedaan penerapan model pembelajaran explicit instruction (EI) dan project based learning (PBL) dengan metode ceramah bermakna terhadap prestasi belajar basis data siswa kelas X SMK Telkon Sandhy Putra Malang / Asmala Izza Agustin

 

Kata Kunci: prestasi belajar, Explicit Instruction, Project Based Learning, Basis Data. Hingga saat ini situasi pembelajaran di kelas masih terfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan dan metode ceramah sebagai pilihan utama strategi dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) di kelas. Situasi tersebut berdampak pada ketidakberminatan siswa terhadap PBM, hingga rendahnya prestasi belajar siswa. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di lokasi penelitian (SMK Telkom Sandhy Putra Malang) diperoleh data prestasi belajar dan rata-rata kelas yang sangat rendah pada mata pelajaran Basis Data kompetensi "Menerapkan Aplikasi Basis Data" terutama tiga Kompetensi Dasar (KD): (1) menformat data pada tabel, (2) menggunakan query, dan (3) mengolah objek query. Padahal ketidakmampuan siswa menguasai kompetensi tersebut akan mempersulit siswa untuk mempelajari materi/kompetensi lain sesudahnya yang saling berkaitan. Data kemampuan awal siswa kelas X di sekolah tersebut yang diperoleh dari nilai murni rata-rata ulangan harian mata pelajaran Basis Data menunjukkan bahwa dari 241 siswa masih terdapat 98 siswa yang tidak kompeten dan harus mengikuti ujian remidi untuk memperbaiki nilai. Dapat disimpulkan bahwa terdapat 40,66 % dari keseluruhan jumlah siswa yang masih belum kompeten. Bahkan pada kelas-kelas yang dijadikan sampel dalam penelitian ini, diperoleh nilai rata-rata kelas yang rendah, yaitu 68,13 di kelas X RPL 1 dan 68,68 di kelas X RPL 3. Untuk mengatasi permasalahan di atas, dalam penelitian ini diterapkan penggabungan dua model pembelajaran, yaitu Explicit Instruction (EI) dan Project Based Learning (PBL). Model-model ini dipilih karena karakteristiknya sesuai dengan karakteristik mata pelajaran Basis Data yang merupakan pengetahuan prosedural dan deklaratif serta bersifat aplikatif sesuai kondisi nyata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perbedaan prestasi belajar (ranah kognitif dan psikomotorik) antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran EI dan PBL dengan siswa yang diajar menggunakan metode Ceramah Bermakna pada kompetensi "Menerapkan Aplikasi Basis Data". Rancangan penelitian ini adalah kuantitatif komparatif dengan menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Telkom Sandhy Putra Malang semester 2 tahun ajaran 2009/2010 sebanyak 241 siswa. Sedangkan sampel penelitian ini adalah kelas X RPL 3 (40 siswa) sebagai kelas kontrol dan kelas X RPL 1 (40 siswa) sebagai kelas eksperimen. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling kelompok (kluster). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar (ranah kognitif dan psikomotorik) siswa kelas X pada kompetensi "Menerapkan Aplikasi Basis Data" dan variabel bebasnya adalah model pembelajaran EI dan PBL serta metode Ceramah Bermakna. Instrumen penelitian ini yaitu instrumen perlakuan dan pengukuran. Instrumen perlakuan berupa perangkat pembelajaran. Instrumen pengukuran berupa instrumen soal ujian tulis, lembar tugas praktikum, dan lembar penugasan project. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif. Analisis stasistik kuantitatif untuk menganalisis data kemampuan awal siswa, prestasi belajar (ranah kognitif dan psikomotorik) siswa yang terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar (ranah kognitif dan psikomotorik) antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran EI dan PBL dengan siswa yang diajar dengan metode Ceramah Bermakna. Prestasi belajar (ranah kognitif dan psikomotorik) siswa yang diajar dengan model pembelajaran EI dan PBL lebih tinggi daripada siswa yang diajar dengan metode Ceramah Bermakna. Untuk prestasi belajar ranah kognitif, diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen (86,18) lebih tinggi dai kelas kontrol (78,9) dengan selisih sebesar 7,28 poin. Standar Ketuntasan Belajar Minimum (SKM) di kelas eksperimen juga lebih tinggi (100%) dari kelas kontrol (85%). Sedangkan untuk prestasi belajar ranah psikomotorik, diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen (86,93) lebih tinggi dai kelas kontrol (71,05) dengan selisih sebesar 15,88 poin. SKM di kelas eksperimen juga lebih tinggi (97,5%) dari kelas kontrol (57,5%). Sehingga disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran EI dan PBL dapat meningkatkan prestasi belajar (ranah kognitif dan psikomotorik) siswa pada kompetensi "Menerapkan Aplikasi Basis Data" secara efektif.

Meningkatkan kemampuan menulis karangan melalui media pembelajaran gambar seri pada siswa kelas IV SDN Sumberejo I Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan / Atik Susanti

 

Kata Kunci : Menulis Karangan, media Pembelajaran Gambar Seri, SD. Penelitian ini berlatar belakang dari nilai rata-rata tes standarisasi mutu yang berada jauh di bawah kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan di SDN Sumberejo I Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan. Disamping itu, pembelajaran di kelas kurang memanfaatkan media pembelajaran yang sangat diperlukan untuk memberikan stimulasi dalam menuangkan ide dalam bentuk tulisan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas siswa pada pembelajaran menulis karangan menggunakan media pembelajaran gambar seri, mendeskripsikan penerapan pembelajaran menulis karangan menggunakan media pembelajaran gambar seri dan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar menulis karangan dengan menggunakan media pembelajaran gambar seri di kelas IV SDN Sumberejo I. Untuk mencapai tujuan pembelajaran di atas, penelitian ini dilakukan dengan rancangan Penelitian Tindakan Kels (PTK) dengan model kolaborasi, mulai dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Dalam melaksanakan tindakan digunakan metode pengamatan, dokumentasi, tes, dan wawancara. Adapun instrumen yang digunakan adalah panduan pengamatan aktivitas siswa dalam pembelajaran, alat penilaian kemampuan guru, Lembar Kerja Siswa (LKS), panduan penilaian menulis karangan, dan panduan wawancara. Sedangkan data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif deskriptif dan kualitatif. Proses penggunaan media pembelajaran gambar seri adalah 1) Menyusun gambar seri yang diacak telebih dahulu, 2) Gambar yang telah diacak ditempel dipapan tulis, 3) Gambar seri tersebut di urutkan berdasarkan urutan yang benar dengan cara di beri angka di bawah gambar, 4) Memberi judul karangan yang sesuai dengan tema, 5) Menulis kata berdasarkan gambar, 6) Kata-kata tersebut disusun menjadi kalimat, 7) Kalimat disusun menjadi sebuah paragraf, 8) Paragraf disusun sehingga menjadi karangan yang utuh berdasarkan gambar seri. Sedangkan media gambar seri terdiri dari 3 buah gambar dengan tema lingkungan (lingkungan depan rumah, lingkungan belakang rumah, lingkungan sekitar rumah, dan lingkungan sekolah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran gambar seri dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan pada siswa kelas IV SDN Sumberejo I Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan. Peningkatan kemampuan menulis karangan tersebut ditandai dengan meningkatnya aspek-aspek ketrampilan menulis karangan dari siklus I ke siklus II, dengan nilai: keruntutan tulisan dari 59,7 menjadi 62,5, kesesuaian isi karangan dengan tema dari 62,4 menjadi 65,1, penggunaan ejaan dari 61,4 menjadi 64,3, penulisan judul karangan dari 68,7 menjadi 69,6. Disamping itu, penggunaan media pembelajaran gambar seri juga dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran dari siklus I ke siklus II. Aktivitas siswa meningkat dari 2,5 menjadi 2,9, kesungguhan dalam menulis karangan meningkat dari 2,3 menjadi 2,7, keberanian siswa meningkat dari 2,3 menjadi 2,9.Disarankan bahwa dalam pembelajaran menulis karangan untuk siswa kelas IV, hendaknya menggunakan media yang memudahkan siswa dalam menuangkan ide dalam menulis karangan, seperti gambar seri, yaitu media pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran gambar seri pada materi menulis karangan dikelas IV SDN Sumberejo I Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran dan hasil belajar menulis karangan.

Pengamanan motor induksi terhadap gangguan hilangnya fasa dengan kontrol PLC / oleh Amrin Nadif, Siti Asiyah

 

Hubungan antara kemampuan membaca bahasa Inggris dengan prestasi belajar materi matakuliah Teknologi Mekanik I mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FPTK IKIP Malang
oleh Choesen Wawan D.

 

Perbedaan penerapan model pembelajaran learning cycle 5 fase dan pembelajaran ceramah pada pokok bahasan termokimia terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Talun Kabupaten Blitar tahun pelajaran 2006/2007 / Lailyza Windyaningtyas

 

Penerapan model pembelajaran group investigation untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 5 Malang pada mata pelajaran geografi / Ana Sulthonah Mutmainah

 

Kata Kunci: Penerapan, Group Investigation, Kemampuan Berpikir Kritis. Upaya pencapaian tujuan pendidikan secara khusus dalam konteks pembelajaran adalah dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas serta kemampuan berpikir kritis peserta didik. Kemampuan berpikir kritis dapat dikembangkan dalam mata pelajaran geografi karena dalam mata pelajaran ini siswa tidak hanya belajar untuk mampu menghafal konsep melainkan juga mampu menerapkannya dalam memahami serta menyelesaikan permasalahan dari suatu fenomena yang ada di sekitar. Berdasarkan hasil observasi awal, kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPS 2 di SMAN 5 Malang rendah. Hal ini tampak pada rata-rata nilai tes kemampuan berpikir kritis siswa hanya 65 dengan daya serap klasikal 7%. Oleh karena itu diperlukan sebuah tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menerapkan pembelajaran Group Investigation (GI). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus pembelajaran yang masing-masing siklus terdiri dari 6 kali pertemuan. Penelitian ini dilakukan di kelas XI IPS 2 SMAN 5 Malang pada bulan Februari sampai Maret 2013. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran GI mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 5 Malang pada materi Pelestarian Lingkungan Hidup dalam Kaitannya dengan Pembangunan Berkelanjutan. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata tes kemampuan berpikir kritis siswa yang meningkat sebesar 10,77 % dari pra siklus ke siklus I dengan rata-rata nilai 65 pada pra siklus menjadi 72 pada siklus I. Sedangkan dari siklus I ke siklus II rata-rata nilai tes kemampuan berpikir kritis siswa semakin meningkat sebesar 15,3 % dengan nilai rata-rata 72 pada siklus I menjadi 83 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kepada para guru geografi untuk mencoba menerapkan model ini agar kualitas pembelajaran geografi semakin meningkat. Kepada peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran Group Investigation (GI) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada materi pembelajaran lain yang sesuai dengan variabel, subyek, waktu, dan masalah yang berbeda.

Pemodelan matematika untuk rangkaian RLC seri oleh Yusman Septiono D

 

Mathematicsm odellingi s a descriptiono f an objecti s orderedin mathematicasl tatementw ith particular objective, sucha s to recognizet he attitude ofan object. In physicso neo f the describem odela RLC circuit seriesR. LC circuit seriesis a simplee lectricalc ircuit which onec onnectedo f resistorw ith resistance R, inductorw ith inductanceL , andc. apacitorw ith capacitanceC at the voltagee (r) accordintgo thes eries. Mathematicsm odellinso f RLC circuit seriesh asa commonf ormula r* , p!!t !i6 - e'(t) dt' dt C whichi s derivedb y applyingv oltageK irchoff law. The equation( *) is the second-ordenr on-homogeneoudsi fferential equation. Whena t the circuit therei s not free sourceo r engineeringfu nctione (/) : 0, then the circuit responsec all a natural responseA. nd if at the circuit there is frees ourceo r engineeringfu nctione (r),t hent he circuit responseca ll a forced responseT. here are somef ree sourceso f engineeringf unction will be studiedt he constanvt oltages ourcea, simples quarew avef unction,a simplet riangularw ave function, and a simple saw tooth wave function. The last section of the thesis is talkeda boutt he applicationo fRLC circuit seriesa st uner. One of method to determine the solution of RLC circuit series is by using Laplacetr ansform.T he resulto f the equation( *) canb e transformsa simple equation to get current equation l(r

Perencanaan gear box
tugas akhir
disusun oleh Abi Eko Budiyono

 

Motief pertentangan Ranamanggala dengan V.O.C. (tahun 1608 - tahun 1626) / oleh Suwartini

 

Peningkatan kemampuan bahasa bagi anak kelompok B melalui pemanfaatan media buku ceritera bergambar di TK ABA 06 Dagangan Madiun / Suwastika Qodidatul

 

Qodidatul, Suwastika. 2014. Peningkatan Kemampuan bahasa Bagi Anak Kelompok B Melalui Pemanfaatan Media Buku Ceritera Bergambar di TK ABA 06 Dagangan Madiun. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn. (2) Drs. Abdul Huda, M.Pd. Kata Kunci: Kemampuan bahasa, media buku ceritera bergambar     Kemampuan bahasa dalam kegiatan pengajaran pada anak mempunyai beberapa manfaat penting bagi pencapaian tujuan pendidikan di TK. Sebelum menggunakan media ceritera bergambar sejauh ini kemampuan bahasa anak tergolong kurang, sehingga anak kurang termotivasi untuk melakukan kegiatan berceritera. terdapat 9 dari 22 anak (40,90%) yang belum mampu berceritera.     Rumusan masalah penelitian: (1) Bagaimana proses pemanfaatan media buku ceritera bergambar untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak kelompok B di TK ABA 06 Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun, (2) Apakah pemanfaatan media buku ceritera bergambar dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak kelompok B di TK ABA 06 Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun.     Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi. Subyek penelitian yaitu anak kelompok B TK ABA 06 Dagangan Madiun sebanyak 22 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kemampuan bahasa anak. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif maupun kualitatif.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pemanfaatan media buku ceritera bergambar dapat meningkatkan kemampuan beceritera anak kelompok B di TK ABA 06 Dagangan Madiun, karena melalui media buku ceritera bergambar aspek berceritera anak akan berkembang dengan baik, (2) Penggunaan media buku ceritera bergambar dalam pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak. Pada siklus I prosentase ketercapaian kelas dalam kemampuan bahasa mencapai 63,63%. Pada siklus II kemampuan bahasa anak mengalami peningkatan dengan prosentase ketercapaian kelas 90,90%, dengan melakukan perbaikan sebagai berikut: memperbesar media buku ceritera bergambar sehingga anak lebih fokus dalam kegiatan berceritera dan untuk kegiatan LK dilakukan di hari yang berbeda.     Disimpulkan bahwa pemanfaatan media buku ceritera bergambar dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak kelompok B di TK ABA 06 Dagangan Madiun dari siklus I ke siklus II 27,27%. Saran yang dikemukakan peneliti adalah: (a) bagi guru, peneliti ini diharapkan menjadi inspirasi untuk meningkatkan ketrampilan dalam pemanfaatan media dan metode (b) bagi kepala TK, peneliti ini diharapakan dapat menjadi panduan untuk mengembangakan media dan metode pembelajaran dalam meningkatkan kualitas (c) peneliti selanjutnya, diharapkan peneliti selanjutnya bisa lebih baik lagi dan media yang digunakan dapat dikembangkan.

Pengaruh iklan media tv terhadap proses keputusan pembelian konsumen dalam membeli sepeda motor yamaha (studi pada konsumen dealer yamah sarana mas sejahtera Malang) / Putri Dina Masita

 

ABSTRAK Masita, Putri Dina, 2007. Pengaruh Iklan Media TV Terhadap Proses Keputusan Pembelian Konsumen Dalam Membeli Sepeda Motor Yamaha” (Studi Pada Konsumen Dealer Yamaha Sarana Mas Sejahtera Malang). Skripsi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) DR. Ery Try Djatmika Rudijanto W.W., MA., M.Si (2) Drs. I Nyoman Suputra, M.Si. Kata kunci : iklan, media TV, keputusan pembelian, sepeda motor Yamaha Iklan merupakan salah satu salah satu alat promosi yang bisa mempengaruh konsumen untuk melakukan tindakan pembelian. Iklan dianggap sebagai suatu media promosi yang erektif dan efisien dalam menjaring konsumen ataupun menyampaikan produk. Dalam kenyataan kehidupan sehari-hari iklan selalu kita jumpai setiap saat baik melalui media elektronik maupun media cetak. Sampai sekarang iklan menjadi alat promosi yang masih digunakan dan selalu dikembangkan oleh perusahaan sesuai dengan kebutuhan atau keinginan konsumen. Televisi merupakan salah satu media periklanan iklan melalui media televisi dapat menjangkau konsumen dalam wilayah luas dan jumlah yang besar pada waktu yang bersamaan. Iklan sangat dibutuhkan sebagai wahana publikasi dan sosialisasi sebuah produk, sehingga iklan dapat mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklan media TV terhadap proses keputusan pembelian konsumen dalam membeli sepeda motor Yahama. Variabel yang diangkat dalam penelitian ini meliputi iklan melalui media TV sebagai variabel bebas terdiri dari isi pesan (X1), struktur pesan (X2), format pesan (X3), dan sumber pesan (X4). Sedangkan variabel terikatnya (Y) adalah proses keputusan pembelian konsumen. Respon dari penelitian adalah konsumen Dealer Yamaha Sarana Mas Sejahtera Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasional, data yang diperoleh menggunakan teknik kuisioner tertutup. Jumlah populasi sebanyak 490 orang dengan pengambilan sampel sebanyak 83 responden. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS For Windows Versi 12.00. Berdasarkan hasil penelitian bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ada pengaruh positif yang signifikaii antara isi pesan (X1), struktur pesan (X2), format pesan (X3) dan sumber pesan (X4) baik secara parsial maupun secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen pada Konsumen Dealer Yamaha Sarana Mas Sejahtera Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti membcrikan beberapa saran yang dapat dijadikan pertimbangan. Pertama, hendaknya produsen memperhatikan isi pesan iklan yang akan disampaikan khususnya dalam pemaparan manfaat produk, Kedua, sebaiknya pemasang iklan lebih kreatif dalam membuat struktur pesan yang memaparkan keunggulan produk, pengaturan jam tayang, sehingga iklan dapat menarik minat konsumen. Ketiga, sebaiknya pemasang iklan juga memperhatikan format pesan yang meliputi ilustrasi. penggunaan bahasa, ekspresi, dan suara musik sehingga tercipta keserasian dengan produk yang diiklankan. Keempat, hendaknya pemasang iklan lebih berhati-hati dalam mcmilih sumber pesan. Sumber pesan sebaiknya disesuaikan dengan produk yang diiklankan. Kelima, sebaiknya konsumen lebih selektif dalam memilih produk dengan adanya berbagai tawaran produk yang diiklankan melalui media televisi. Keenam, sebaiknya konsumen agar lebih hati-hati dan jangan mudah terpengaruh akan adanya tayangan iklan televisi karena tidak semua tayangan iklan televisi menampilkan sisi terbaik. Ketujuh, untuk peneliti selanjutnya, lebih baik jika melibatkan konsumen yang lebih luas lingkupnya mengingat pada saat ini hampir semua masyarakat dapat melihat iklan di televisi.

Pengaruh bencana tsunami Jepang 2011 terhadap abnormal return dan aktivitas volume perdagangan saham LQ45 di Bursa Efek Indonesia / Ade Christian Sudiantha

 

Kata Kunci: tsunami Jepang, abnormal return, aktivitas volume perdagangan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan informasi peristiwa tsunami Jepang terhadap abnormal return dan trading volume activity (TVA) saham LQ45. Pengujian kandungan informasi peristiwa tsunami Jepang dilakukan dengan menganalisis perbedaan rata-rata abnormal return dan rata-rata TVA sebelum dan sesudah peristiwa tersebut. Abnormal return merupakan bentuk respon pasar modal terhadap suatu peristiwa yang mengandung informasi. Dengan demikian, abnormal return adalah selisih antara realized return dengan expected return. TVA merupakan suatu instrumen yang dapat digunakan untuk melihat reaksi pasar modal terhadap informasi melalui parameter pergerakan aktivitas volume perdagangan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksplanasi dengan metodologi studi peristiwa. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersifat kuantitatif. Periode jendela yang digunakan adalah 7 hari (8-16 Maret 2011). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh saham dalam indeks LQ45. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 39 saham LQ45. Pengolahan data menggunakan paired sample t-test, dengan program SPSS versi 18 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata abnormal return saham LQ45 sebelum dan setelah peristiwa tsunami Jepang. Hal ini disebabkan oleh adanya kebocoran informasi sebelum peristiwa terjadi dan tidak adanya perubahan ekspektasi investor terhadap kinerja perusahaan yang sahamnya masuk indeks LQ45. Terdapat reaksi positif pasar modal setelah terjadinya tsunami Jepang karena para investor belum memahami kandungan informasi peristiwa tersebut. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata TVA sebelum dan setelah peristiwa tsunami Jepang. Faktor yang menyebabkan hal tersebut, yaitu kandungan informasi yang tidak relevan dan investor di pasar modal cenderung menghindari risiko. Terdapat peningkatan rata-rata TVA setelah peristiwa tsunami Jepang yang disebabkan oleh peningkatan transaksi penjualan. Hal ini terjadi karena sebagian kecil investor khawatir terhadap dampak negatif tsunami terhadap investasi di pasar modal. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh maka saran yang diberikan untuk penelitian selanjutnya adalah (1) menggunakan sampel perusahaan yang lebih banyak dan bervariasi agar dapat mewakili pasar modal secara keseluruhan, (2) periode penelitian sebaiknya lebih panjang agar dapat menangkap efek suatu peristiwa secara utuh namun perlu memperhatikan confounding events yang dapat menyebabkan bias kesimpulan.

Perencanaan roda gigi
tugas akhir pilihan
oleh Triyono

 

Pemanfaatan media pembelajaran di TK Purnama Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang
oleh Umi Fatonah

 

sebanya2k0 5 orang yang dibagi dalam lirna kelas (2) frekuensi pemanfaatanm edia pembelajaradni TK Pumamam enunjukanb ahwa selalu memanfaatkanm edia papan khususnyap apan tulis dan media cetak (buku teks). Guru sering memanfaatkan mediag rafis (gambar)d an media/peralatanT K dalam ruangan.G uru kadang-kadang memanfaatkamn edia benda sebenamya,m edia tiruan/model, medis elektronik dan media/peralataTn K luar nrangan. (3) prosedur pemanfaatanm edia pembelajaran yang dilakukan guru pada saat sebelum pemanfaatan media adalah mengecek keadaar/kondisfii sik media, pada saat pemanfaatanm edia guru selalu mengikut sertakanp eran aktif siswa. Setelah pemanfaatanm edia guru menyimpan kembali media yang telah digunakan ke tempat semula. (4) kriteria pemilihan media pembelajarayna ng digunakang uru adalahs esuaid engant ujuan pembelajarans, esuai dengan isi pelajaran, sesuai dengan metode dan kondisi media pada saat akan digunakanH. al ini menunjukkanb ahwa guru di TK Purnamad alam memilih media disesuaikand engan kriteria pemilihan media yang dipersyaratkan(5)w aktu yang digunakand alam pemanfaatanm edia menunjukkanb ahwa hampir seluruh guru memanfaatkamne dial ebih dari 30 menit untuk mencapahi asily angl ebih baik. Polap emanfaatamn ediap embelajarayna g dilakukang urua dad ua yaitu pola pemanfaatamne diad idalamd an diluar kelas.P ola pemanfaatamn ediad idalamk elas yang dilakukan seluruh guru adalah secara klasikal, 'sebagian besar guru menggunakapno la secarai ndividual dan separohg uru secarak elompok. Sementara itu, pola pemanfaatan media luar situasi kelas yang digunakan guru adalah secara terkontrolh al ini untuk memudahkand alam pengawasans iswa. Berdasarkanh asil penelitian,d ikemukakans arans ebagabi erikut : (l) Kepala Sekolah agar selalu memperhatikan dan berusaha untuk melengkapi media pembelajarans esuaid enganj umlah murid yang ada trarenak eberadaanm ediaj uga sangat membantu dalam kegiatan pembelajaran, (2) Guru diharapkan lebih meningkatkan frekuensinya dalam memanfaatkan media pembelajaran khususnya mediab endas ebenamyam, odel,d ana lat permainanT K.

Pengaruh pembelajaran berbasis proyek dipadu inkuiri terbimbing terhadap kepedulian lingkungan dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 27 Malang pada materi pencemaran lingkungan / Daysi Wulandari

 

ABSTRAK Wulandari, D. 2016. Pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek Dipadu Inkuiri Terbimbing Terhadap Kepedulian Lingkungan Dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 27 Malang Pada Materi Pencemaran Lingkungan. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mimien Henie Irawati, M.S, (II) Drs. I Wayan Sumberartha, M.Sc. Kata Kunci : Pembelajaran berbasis proyek, inkuiri, kepedulian lingkungan, hasil belajar Pembelajaran berbasis proyek merupakan pembelajaran yang berorientasi pada kerja proyek yang dilakukan para siswa dengan mengumpulkan data pada kehidupan sehari-hari serta mampu mengembangkan kemampuan dan keterampilan belajar siswa. Inkuiri Terbimbing merupakan strategi dalam pembelajaran yang dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan karakter siswa dengan cara menyelidiki sesuatu yang diamati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adapnya pengaruh pembelajaran berbasis proyek dipadu inkuiri terbimbing terhadap kepedulian lingkungan dan hasil belajar siswa Kelas VII SMP Negeri 27 Malang. Metode peneltian yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan rancangan randomized control group pretes-postes design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII 2 (kelas eksperimen) dan VII 4 (kelas kontrol) dan sampel berjumlah 70 orang siswa. Penelitian ini dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes (pretest dan postest) serta menggunakan angket sebelum pembelajaran serta sesudah mempelajaran selesai. Berdasarkan hasil data yang diperoleh, diketahui bahwa adanya pengaruh pembelajaran berbasis proyek dipadu inkuiri terbimbing terhadap kepedulian lingkungan dan hasil belajar siswa. Kepedulian lingkungan dan hasil belajar siswa meningkat dikarenakan siswa beriteraksi langsung dengan yang diamati.

Pengaruh kinerja pengurus dan dukungan KPRI terhadap perkembangan koperasi sekolah di SMU Negeri 3 Malang
oleh Muslimatul Badriyah

 

ABSTRAK BadriyahM, uslimatul.2 002.p cngaruhK inerjup enguru,ct runD ukungunK trRI tlrlwdap Pei'kenthunguKno perasis ekorah,lis tru ruogor3i ttafung. skipsi, Jurusanr lmu Ekonomis tudi pernbangu.anu nrversitasN egeri MalangP' embin,bing(r:) Drs.s uharto,p enrbimbin(gI I) Drs.tsambing SuyonoM, .pd..M .si. KateK unci;D t'ektivitaKse rja,p engurusK,p RI,K operasSi ekolah . untukm cncapaki onrliski chicrupakno perasyi angb erkembantgri pcrrukan paudnap neynwada iddaikhpa nenon ndfidoirknaanpl.D e rakloapners irsatseiranbpn ae, inkdp iednitdaindn iaksaintob nrrankl"ao lpi,n err'airsmrin aetm ruapuakans alahs atua lat untukm emt:inaw atakd ans ikapb erkoperasdi ank operasiin i lITrkT d.tamm atap erajaraEnk onomKi.e beradadaonp ;r; i;-koioti ni ai dTimpepnKgaandr uaohpliae tmh seenmunuJaea lnepgmr oegnya amn gpa ednadd idi sikeaknop.l earhka,e nmtabraaina gina:K nno .ipgeur-a*,sis ekolah Koperassie kolah,K pRI, Keparas eiorah,G urup embinad anB p3 di-sekorah tersebut. ngetahuki incrjap engurusd,u kungan lanp engarueht bktivitask irrerypae ngurus ganK operasSi ekolahd i SMU Neger3i deskriptiyf angb ersfi- aet ksplorafti s,P engawaKso perasSi ekolahc lan Datad alamp enelitianin i

Pengembangan usaha sentra industri genteng terhadap pertumbuhan ekonomi lokal masyarakat Desa Wringinanom Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo / Nikki Rizky Wijayanti

 

ABSTRAK Wijayanti, Nikki Rizky. 2016. Pengembangan Usaha Sentra Industri Genteng Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Lokal Masyarakat Desa Wringinanom Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nasikh M.P, M.Pd. (II) Dr. Imam Mukhlis, S.E, M.Si Kata Kunci : Sentra Industri, Genteng, Pengembangan Usaha, perekonomian lokal Saat ini banyak sekali produk genteng pabrikan yang sedang beredar di masyarakat. Hal ini menjadi hambatan tersendiri bagi pengrajin genteng dalam usaha untuk mengembangkan usahanya agar tetap bertahan dan bisa berkembang. Dengan adanya pengembangan-pengembangan usaha yang dilakukan pengrajin di sentra industri genteng ini, pengrajin mampu memanfaatkan potensi sumberdaya alam, selain itu mereka juga mampu untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi lokal masyarakat disana bahkan dari luar Desa Wringinanom. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengembangan usaha yang dilakukan pengrajin genteng Desa Wringinanom dan faktor-faktor apa saja yang menghambatnya serta bagaimana pengaruh perkembangan usaha industri genteng terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pengrajin genteng di kawasan sentra industri Desa Wringinanom, Kepala Desa Wringinanon, Dinas Indakop dan UKM Kabupaten Ponorogo. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan yang terakhir penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui upaya pengembangan usaha yang dilakukan oleh pengrajin genteng Desa Wringinanom diantaranya dalam hal permodalan, membuat produk baru, memperluas pemasaran, menjaga kepercayaan pelanggan, dan menjaga kualitas serta mutu genteng. Kemudian untuk faktor penghambat pengembangan usaha yaitu banyaknya jumlah pengrajin, menurunkan harga karena kebutuhan yang mendesak, persaingan dalam penentuan harga, terbatasnya lahan untuk memproduksi, terbatasnya modal dan tidak adanya lembaga koperasi, keterbatasan teknologi dalam proses produksi genteng, cuaca, serta sulitnya dalam memperoleh tenaga kerja. Kemudian untuk pengaruhnya dalam pertumbuhan ekonomi lokal yaitu dalam hal penyerapan tenaga kerja sekaligus meningkatkan pendapatan yang diperoleh masyarakat.

Hubungan antara prestasi belajar teori permesinan dan sikap kerja siswa dengan hasil praktikum siswa STM Negeri Bojonegoro
oleh Moch. Fauzi

 

Pengaruh pelaksanaan kegiatan praktikum kimia di SMU terhadap keberhasilan praktikum kimia dasar II pada mahasiswa kimia angkatan 2001/2002 di Jurusan Kimia FMIPA UM / oleh Susan Dyah Andalusi

 

berasadl ari SMU dengank ategorit idak pernahm elaksanakakne giatanp raktikum kimia, dan 507o responden berasal dari SMU dengan kategori jarang melaksanakakne giatanp raktikum kimia. Faktor yang rnenyebabkanke giatan praktikumk imiajarang ataut idak pernahd ilaksanakana dalahk urangnyaw aktu dan saranay ang tersedia.D ari hasil penelitianju ga diketahuib ahwad alam kemampuan aspek koglitif pemahaman materi praktikum Kimia Dasar Il menunjukkanb ahwat idak semuam ateri dapat dikuasaid enganb aik dan nilai praltikum Kimia Dasar II yang diperoleh ternasuk dalam kategori baik. Dari seg: kemampuaans peka fektif menunjukkanb ahwam asih ada kategorip engamatan yangt ermasukd alamk riteria kurangb aik dan tidak baik. Dari segik ernampuan aspekp sikomotorikm enunjukkabna hwam asiha da kategorip engamatayna ng termasukd alamk riteria tidak baik. Melalui pengujianh ipotesisd iketahuib ahwa harga t66* > ttaueurn tuk masing-masinags pekk eberhasilanp raktikumK imia DasarI I, yangm eliputi:a spekk opitif pe,mahamamna terip raktikumK imia Dasar II, aspek kognitif nilai praktikum Kimia Dasar II, aspek af€ktil dan aspek psikomotorik. Jadi hipotesis dalam penelitian ini diterima. Kesimpulan yang diperoleh yaitu ada hubungany ang signifikan antara pelaksanaank egiatan praktikumk imia di SMU tohadapk eberhasilapnr aktikumK imia DasarI I. Berdasarkanh asil penelitiani ni, beberapas aran dapat diajukan untuk meningkatkapne nerapakne giatanp raktikumd alamm engajarkakni mia. Saran yang diajukana ntaral ain: (l) mengatassi egalak endalay ang ada sehingga pelaksanaank egiatan prahikum kimia di SMU dapat lebih optimal; (2) melakukabni mbingans ecarale biho ptimald alamp raktikumK imia DasarI I agar mahasiswam emiliki kernampuand asaru ntuk digunakand alamp raktikump ada tingkat yang lebih tinggi; (3) mengadakanp enelitianl ebih lanjut untuk mengetatrupi engaruhp raktikumk imia di PerguruanT inggi pada tingkat dasar terhadapr aktikumk imiat ingkatl anjut.

Program Peduli Lingkungan Sampah Berbuah Rupiah (PPL-SBR) di Desa Karangsono Kec. Sukorejo Kab. Pasuruan / Faizatul Wahida

 

ABSTRAK Wahida, Faizatul. 2016. Program peduli lingkungan sampah berbuah rupiah (PPL-SBR) di Desa Karangsono Kec.Sukorejo Kab. Pasuruan. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Sri Untari, M. Si. (2). Yuniastuti, S.H., M. Pd. Kata Kunci : Pengelolaan Pemilahan Sampah, PPL-SBR Masalah lingkungan yang tidak bersih dan sehat adalah karena factor sampah. Masyarakat masih banyak yang membuang sampah sembarangan tanpa memperdulikan dampah dari perbuatanya tersebut. Dengan masalah tersebut diwujudkan dan diimplementasikanlah program peduli lingkungan sampah berbuah rupiah (PPL-SBR) di Desa Karangsono, dengan target menghindari tumpukan sampah, dan awalnya sampah dibuang begitu saja supaya dapat diolah menjadi luaran yang bermanfaat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, yang mana data yang dikumpulkan berupa arsip, gambar, dan pemahaman dari hasil pengamatan, Langkah-langkah dalam penelitian ini adalah: Observasi, Wawancara, Studi dokumentasi. Fokus dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana peran serta warga dalam proses pengelolaan pemilahan sampah melalui PPL-SBR; (2) hambatan apa saja yang terjadi dalam pengelolaan pemilahan sampah melalui PPL-SBR; (3) apa dampak dan manfaat adanya kegiatan pengelolaan pemilahan sampah melalui PPL-SBR. Hasil penelitian pengelolaan pemilahan sampah melalui program peduli lingkungan sampah berbuah rupiah (PPL-SBR) terdapat beberapa tahapan agar sampai tujuan yang direncanakan, diantaranya: (a) tahap perencanaan pengelolaan pemilahan sampah; (b) tahap sosialisasi kegiatan pengelolaan pemilahan sampah; (c) tahap pelaksanaan pengelolaan pemilahan sampah; (d) tahap monitoring pengelolaan pemilahan sampah, dilakukan dengan dua cara yaitu pada saat pengelolaan pemilahan sampah berlangsung, dan kehadiran dari peran serta warga Desa Karangsono; dan (e) tahap evaluasi pengelolaan pemilahan sampah. .

Eksistensi golongan putih (golput) dalam pemilihan umum ditinjau dari mekanisme demokrasi Pancasila
oleh Daryono

 

Desain grafis esensi dan peranannya dalam dunia komuniasi visual oleh Tri Rahayu

 

Layoutd esaing rafisy angt erstrukturd alami si teksy angd ipelajarim ahasiswa memainkanp erany ange sensiadl alamp enentuanp erolehanb elajarv isual mahasiswaA. danyap erkembangakne arahy angl ebih renovatif,f aktanyab idang garapand esaing rafisb elumd isentuho leh ilmuwanp embelajaranB.e rawald ari sini penelitianm emfokuskand an menspesihkanb idangp enelitianp adaD esainG rafis, Esensdi anP eranannydaa lamD uniaK omunikasiV isual.A rahanp adap enelitian mencobam enelitih al-haly ange sensiadl alamr ancanganko munikasvi isuals erta peranand esaing rafis dalam membelajarkanm ahasiswa. Kenyataany angm endorongd ilakukannyap enelitianb idangd esaing rafisi ni, bertujuanu ntuk melakukanu ji empirik keunggulanp enataanis i pesanv isual yang diorganisirs ecarag rafis.D isampingit u penelitianin i mengupayakaunn tuk mengetahusie jauhmandae saing rafisb erperand alamp rosesk omunikasvi isual. Spesifikasai task ajianp enelitiany angm engupakse bermaknaanvisulaela rning dalamh al ini amatu rgend igarapg unap eningkatanku alitasp embelajaradni dunia perguruantin ggi. , Untuk mendapatkatne muany angs ahih,p erolehand atad ilakukand engan jalan menganalisiiss i teksa jar padas arnpebl uku yangm ewakilid and iperkuat melaluip engamatapna dap rosesb elajarm ahasiswaT. ekniky angd igunakanu ntuk pengumpuladna taa dalah(: 1) wawancarate rstruktur(, 2) observasis,e rta( 3) studi dokumentasAi.n alisad atad ilakukans ecarad eskriptifkualitatifdenganp roses analisad imulaid ari pengumpuladna tab ersamaadne ngana nalisad atad i lapangan. Penyusunakna tegori-kategodria tad alamb entukd isplayk emudiand ianalisisla gi "reduksid ata"s etelahs emuad atat erkumpulu ntukm endapatkatne muany ang dirumuskand alamp roposisi-proposisdia, np adaa khirnyad isusuns ecarain duklif konseptualistitke ori substantisf ebagahi asilt emuany angk ontekstual. Subjeky angd ilibatkand alamp enelitianin i adalahm ahasiswaD ISKOMVISUM angkatan'9 7, '98, '99. Untuk memperolehd atayangv alid danm enghindari unsurs ubjektivitas ampelm, akad ilakukanp enetapansa mpe"l random".D ari kesekiajnu mlah mahasiswase telahd ihitung diperoleh3 0 %od ari I l0 yangd idapati 33 sampetle rpilih.K arenap enelitianb ersifatm engujik ualitasd esainp roduky ang bercirikand eskriptifk ualitatif,j uga didasarai tasp erolehand atay angl engkapd an tidakl engkapm akad ilakukanr eduksid atap adi sampel-sampyeal ngm emenuhi. Hasily angd idapatkans etelahr eduksid ataa da2 1 sampetl etap. i Melalui penelitianin i diperolehs ejumlahte muane mpirikd and isimpulkan dalarnp roposissie bagabi erikut: (l) Isi pesanv isualp adat ekss udahm emenuhki riteriad esainy anglne-art.Hanya sajas ajiani si pesany angd iorganisirs ecarah itam-putihm engakibatkadne sain tampakk aburd ann ilai estetikak eindahanra ncanganp esanb elumn ampak. (2) LayoutC overp adat extbookp adah akekatnyasu dahm ampum engilustrasikainsi pesanv isual secarag raphicc ommunicationC. akupanbidanga rapand esain komunikasvi isuald itampilkand alamb entukpictorial dant ypograptryd engan gradaswi arnah itam-putih. (3) Hal-hafy ange sensiadl alamd esaint eksd itatad alamb entukv isrnlp ictorial dan typographyd engang radaswi amaB W(hitam-putih)m, engakibatkanni lai visual desainy angs ebenarnytaid ak tampak.I ni juga mengakibatkabne rkurangnya motivasis ertak epahamamn ahasiswad alamb elajarv isual. (4) Isi pesanv isuald esaint eksb elumd iorganisird enganb aik sesuadi engank riteria isi teks ajar perkuliahan. (5) Penataains i pesanv isualt eksy angd isajikans ecarag rafis,t erbuktid apat memberikanp erani nteraktifp adad iri mahasiswa. (6) Desainp enstrukturains i pesant extbookb elumm empermudamh ahasiswad alam memahamci akupanis i pesanp embelajaran. Berpijakp adak esimpulan-kesimpulatenr sebudt iatas,n ampakb ahwa pengorganigasiiasni p esanv isualg afis terbuktim emberikana set/perayna ngb esar terhadapke bermaknaabne lajarv isualm ahasiswam, akad apatd isarankanu ntuk merekonstrukdsei sainp esany angm emperhatikane lemenp ictorial dant ypography yangk ornunikatifd anm empunyani ilaiJine-art,d enganm emperhatikapne nandaan padah al-haly angp enting.H al ini bisad itindaklanjutdi enganu payap engembangan teksa jary angm emadukanse muau nsurg rafis,t erutamaw arnay angd apat mengkongkretkaisni pesanv isuals ertam engandungd ayatarikp esanv isualg rafis. Disarankanu ntukm engujil ebih lanjut lewatp enelitiany angm engupads esain pesang rafisp adat eksa jar perkuliahanD. alamk onteksi ni cakupanp enelitian mencakuhpa l-haly angs pesifikm engupaws amap adad esaing rafisi eks, desarnta ta letaki si teksa jart erhadapk ebermaknaabne lajarv isual.p enelitiand esaint eksy ang mengkolaborasikealne men-elemegnr afisp ictorial dant ypographyy angd i desain secarafine-ardr,a np enelitiany angs ecaras pesifikm engujip erbedaagna yak ognitif mahasiswsae bagapi ijak awal pengembangadne saint eksy angk onstruktif. l l

Studi keefektifan penentuan ion sulfat secara turbidimetri dengan menggunakan pereaksi barium klorida dan timbal (II) nitrat / oleh Fariq Indriani Ma'ruf

 

salahs atum etodep enentuanio n sulfata dalahm etodet urbidimetri.P ada penelitians ebelumnytae lahd ilakukanp enentuanio n sulfats ecaratu rbidimetri b"nsunm enggunakanp ereaksit imbal(Ii)nitrat yang menghasilkans uspenstii mbal sulfit 1t

Pengembangan media pembelajaran multimedia interaktif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan berbasis adobe flash pada materi sistem hukum dan peradilan nasional dalam lingkup NKRI kelas X SMK Negeri 11 Malang / Muhammad Nur Abda'u

 

ABSTRAK Abda’u, Muhammad Nur. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Multimedia Interaktif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Berbasis Adobe Flash pada Materi Sistem Hukum dan Peradilan Nasional dalam Lingkup NKRI di Kelas X SMKNegeri 11 Malang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suparman Adi Winoto, S.H, M. Hum, (II)Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd, M.Si. Kata Kunci : pengembangan, media pembelajaran, multimedia interaktif,sistem hukum dan peradilan nasional Indonesia. Pembelajaran pada hakikatnya merupakan suatu proses interaksi antara guru dengan siswa, baik interaksi secara langsung tatap muka maupun secara tidak langsung, yaitu menggunakan berbagai media pembelajaran. Dalam proses pembelajaran penggunaan media pembelajaran di sekolah memiliki peranan yang sangat penting. Hal ini dikarenakan media pembelajaran merupakan salah satu komponen yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan antara guru dengan siswa, serta dapat menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Dalam perkembanganya media pembelajaran terdiri dari berbagai macam jenis diantaranya adalah media berbentuk teks, gambar, animasi, suara dan video. Semua media tersebut bisa digunakan untuk media pembelajaran tentunya terlebih dahulu harus disesuaikan dengan kebutuhan. Dari beberapa jenis media pembelajaran tersebut ada yang dikombinasikan atau digabungkan secara keseluruhan yang disebut multimedia. Multimedia terdiri dari berbagai media yang dipadukan secara terstruktur dalam satu software pembelajaran interaktif, yang sajiannya dengan cara mengoptimalkan peran komputer sebagai media yang menampilkan teks, gambar, suara, video, animasi, dalam sebuah tampilan yang terintegrasi, terpadu dan interaktif. Penggunaan multimedia juga dapat digunakan untukpembelajaran di sekolah khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan serta dapat digunakan untuk menyelaraskan gaya belajar atau karakter belajar siswa yang berbeda, beberapa siswa memiliki kecenderungan selalu aktif dalam belajarbegitu pula sebaliknya, ada yang memiliki kecenderungan untuk membaca teks, melihat gambar, dan ada yang lebih cenderung mendengarkan suara. Maka dengan adanya multimedia pembelajaran gaya belajar atau karakter belajar siswa bisa disamakan. Pengembangan media pembelajaran secara umum bertujuan untuk menghasilkan produk pengembangan media pembelajaran berupa CD interaktif, yang di dalamnya termuat software multimediamaterisistem hukum dan peradilan nasional dalam lingkup NKRI kelas X yang dapat digunakan sebagai alternatif media dalam kegiatan pembelajaran di SMK Negeri 11 Malang. Adapun tujuan khusus dalam penelitian pengembangan ini adalah (1) mengembangkan media pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada materi sistem hukum dan peradilan nasional dalam lingkup NKRI di kelas X SMK Negeri 11 Malang (2) mengukur tingkat kelayakan multimedia pembelajaran interaktif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan berbasis adobe flashpada materisistem hukum dan peradilan nasional dalam lingkup NKRI di kelas X SMK Negeri 11 Malang. Model penelitian dan pengembangan mengunakan model Borg & Gall yang semula 10 langkah direduksi menjadi 7 langkah, yang terdiri dari: (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan (3) pengembangan draf produk, (4) validasi ahli media, ahli materi, dan ahli pembelajaran, (5) revisi produk, (6) uji lapangan, (7) revisi produk akhir. Hasil dari penelitian pengembangan ini adalah sebuah produk CD (Compact Disk) media pembelajaran multimedia interaktif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada materi sistem hukum dan peradilan dalam lingkup NKRI, yang dirancang dan di desain denganmenggabungkan beberapa media seperti gambar, video, audio/suara, teks, dan animasi secara menarik. Media pembelajaran multimedia interaktif ini terdiri dari dua bagian tampilan yaitu (1) intro (pembuka) atau tampilan awal yang didalamnya memuat judul multimedia interaktif dan (2) tampilan menu utama yang terdiri dari beberapa bagian diantaranya (1) kompetensi inti, (2) kompetensi dasar, (3) indikator pembelajaran, (4) materi pembelajaran, (5) lembar kerja siswa, (6) uji kompetensi, (7) profil pengembang, dan (8) petunjuk penggunaan. Tingkat kelayakan multimedia pembelajaran interaktif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan berbasis adobe flashpada materisistem hukum dan peradilan nasional dalam lingkup NKRI di kelas X SMK Negeri 11 Malang diukur dengan melakukan validasi oleh ahli media, ahli materi, praktisi pembelajaran serta uji coba. (1) validasi oleh ahli media dengan tingkat kelayakan media pembelajaran multimedia interaktif sebesar 96,15% dengan kriteria sangat valid/ layak digunakan.(2) validasi oleh ahli materidengan tingkat kelayakan media pembelajaran multimedia interaktif sebesar95,94% dengan kriteria sangat valid/ layak digunakan.(3) validasi oleh praktisi pembelajarandengan tingkat kelayakan media pembelajaran multimedia interaktif sebesar98,5% dengan kriteria sangat valid/ layak digunakan.(4) validasi oleh uji coba kelompok kecil yang berjumlah 8 siswa/siswi secara acak dengan tingkat kelayakan media pembelajaran multimedia interaktif sebesar93,02% dengan kriteria sangat valid/ layak digunakan. (5) validasi oleh uji coba kelompok besaryang berjumlah 25 siswa/siswi dengan tingkat kelayakan media pembelajaran multimedia interaktif 91,1% dengan kriteria sangat valid/ layak digunakan. Saran penelitian dan pengembangan multimedia pembelajaran interaktif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan berbasis adobe flashpada materi sistem hukum dan peradilan nasional dalam lingkup NKRI adalah penelitian ini hanya sebatas mengetahuitingkat kelayakan multimedia interaktif,dengan kriteria sangat valid/layak digunakan. Adapun untuk mengetahui tingkat keefektifannya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Untuk sekolah adanya pengembangan multimedia interaktif dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan alternatif media yang digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar dan meningkatkan prestasi belajar siswa karena sekolah sudah memiliki fasilitas yang memadai untuk pemanfaatan multimedia interaktif.

A study of errors on English passive voice mong first-year students of English at IKIP Malang / by Sumarti

 

Analisis tingkat suku bunga sertifikat Bank Indonesia dan nilai tukar terhadap inflasi di Indonesia antara tahun 2001-2008 / Nurul Juwitaningtyas

 

Kata Kunci : tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia, nilai tukar dan inflasi Kebijakan moneter merupakan salah satu kebijakan yang dapat mempengaruhi perekonomian. Salah satu kebijakan moneter adalah operasi pasar terbuka dengan menjual surat-surat berharga oleh Bank Indonesia. Instrumen yang dipergunakan dalam pelaksanaan kebijakan ini salah satunya adalah Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Dalam penjualan SBI ini Bank Indonesia menetapkan SBI rate yang merupakan tingkat diskon Sertifikat Bank Indonesia. Penjualan SBI atau juga tingkat SBI rate naik berarti menurunkan persediaan dana yang dimiliki oleh perbankan. Bank memperoleh sekuritas dan Bank Sentral mendapatkan uang. Sebaliknya, pembelian SBI atau juga penurunan SBI rate berarti menaikkan dana yang dimiliki oleh perbankan. Dana yang terdapat dalam perbankan ini pada akhirnya akan mempengaruhi investasi. Semakin banyak dana yang terdapat dalam perbankan berarti dana yang tersedia untuk berinvestasi akan semakin banyak. Adanya investasi ini selanjutnya akan mempengaruhi permintaan aggregat yang pada akhirnya akan mempengaruhi tingkat harga dalam negeri. Faktor lain yang mempengaruhi tingkat harga dalam negeri adalah nilai tukar. Perubahan nilai tukar dalam negeri terhadap luar negeri mengakibatkan perubahan harga dalam negeri. Apalagi Indonesia menganut sistem perekonomian terbuka yang mana ketergantungan terhadap barang impor masih sangat tinggi. Ketergantungan tersebut disertai permintaandan daya beli yang tinggi sehingga orang akan rela mengeluarkan banyak uang untuk membeli barang tersebut. Jika kurs atau nilai tukar tersebut mengalami depresiasi terhadap nilai tukar luar negeri akan menyebabkan harga barang-barang yang mempergunakan alat pertukaran tersebut menjadi tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: (1) tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia terhadap tingkat inflasi di Indonesia antara tahun 2001-2008 (2) nilai tukar terhadap tingkat inflasi di Indonesia antara tahun 2001-2008 (3) kebijakan moneter dan nilai tukar secara simultan terhadap tingkat inflasi di Indonesia antara tahun 2001-2008. Data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia yang diterbitkan oleh Bank Indonesia. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis regresi berganda untuk mengetahui ada tidaknya dampak dari masing-masing variabel (tingkat suku bunga SBI dan nilai tukar) terhadap tingkat inflasi. Hasil analisis menyatakan bahwa (1) SBI rate secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat inflasi di Indonesia dalam jangka menengah (2001-2008) (2) Nilai tukar secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat inflasi di Indonesia dalam jangka menengah (2001-2008) (3) tingkat suku bunga SBI dan nilai tukar secara simultan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat inflasi di Indonesia. Dengan kata lain tingkat inflasi dalam jangka menengah tidak dipengaruhi oleh kebijakan moneter dan nilai tukar akan tetapi dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Oleh karena itu sebaiknya pemerintah menetapkan kebijakan moneter yang sesuai dengan kondisi dan prioritas pemerintah pada saat itu.

Profesionalitas Polri di era transisi menuju perwujudan fungsi Polri dalam masyarakat demokrasi Indonesia
oleh Dwi Imam Arif

 

Kajian penyajian materi matriks pada beberapa buku ajar SMU kelas I cawu 3
oleh Luluk Purwati

 

ABSTRAK PurwatisL' MulUuk k.e 2l0q0sI2 c.K aawjiya n- p seknryipasjiia,J nuM rautsearnpiM eanrdriidkiskp aanMrl aaB teembeartaitpii aEB umkuaA , jar UniversitasN egln Malang pembimbing(I ) prof. Ors.H ermanU uOoyo, M.Ed. (rD Dra. Sri Mulyati, Mpd. KataK unci : Kajianp enyajianm, atriks,b ukua ;ar ksasmeeejaeshkrmeoi,on slalagueShhgahaba-aki samal aaernnrnihkne ysa odynaalleraakatsbirun Muhsup g akUedaruli.anapGa Kn jejyBaeayrarrpb ay unpenak.D dr gnaaraa gnbydnbl anuak em]kauirbnuneah aue dlaijk dtaala udadrrsa yi l6i a juipauomnerkkpb g ruobrae t o-eunttpusori tseemk uensobp nbb e eetuurlmuabktl.ji uaam*t d h*ram*e a ttmnuJe&: nufifg*.ifn*tiaag*tj"unua ra iir r d*uuacoo laerorrherbu,m rut,uak,urn pmkeeanlatyesIar micjP iaaaantmtudr riaakGwt seuB.Mr liPma anp3atm e .h praiiakm tsdeat aemtt rriaiaskFetsiibkt nikauaiu pt t.er birkudukarupua amjpt1a a r9t de9ar4sds euatppiaurpeubi "muuke"u*1nia 9" j9a9rpum "nruutut""ak,sn" MLu tuiatu,u st uetu*rtduapat Kljian ini bertujuanu ntukm engetahukie sesuaiamn aterim atriksp ada Pb;lt ?*: _"jq mKnartcrilkas v.arld.rtass,igd n.*i*fi kanmsaik,t eesrpii aapdaarcdq Ba pnpk e; pgeunnyaaajnida;a nnrm nuett"oyrd-i teart inriynaljaiaun mdaartieri mDaaltaemmk aatjiikatane i rnbi ibtaunkp uaa kjaarrR y aanygad ,b iugkuunm akaatensm ebaatigktaabei arbhiatankn Ea ;jhiannga gdaa,r;aGhb uku matematiktae rbitanG rafindod anb ukum atematiktae rbitanr iga3e;ngkai. semua 91S99 4d- uajn* sy uapnlged mikea1nji 9 m9e9r.upakabnu kua jary angr erahd isesuairi- o"offi cePP mdditsuaeian mnntqTe garirangtik enH Gaur sGariBp aesaBPnrildaPPg ksana P.Pbe gju.siaska akduanujsaaiii ban ad.u i unijed aaks narnuum ghmat baa apj anenGtoer martk Bmae oeiprnaknbpbm t uii.takK ahettharnuien Gia t nryesbrtarauaittiamnnafaivn aknapaadn Gtbarnor isiakBd kaahispljprsw Rip aa,a, annsd :s y Saiagubam ainbu *jpi upikhaon.uknnitsa s ao *iujn nta- buysUrpt t.itl,e a*or birikrr,ii; so"t taraku*nbn ir ma ea nrh*dahgaeuns snpleaggusdnaanua nani G\meaaeft'ilen*lmdoo a dtgiakutnaedb raubhkittuaem nrEp aerrlnaeunrnhogailg etaihkktb aeu* rrkbauint aamgjna Te rmim gaian stueehmrika arnit-gitkektaear iriass.I e iitgaomna pnrfaf,fakipn;Rasdiar.', daa i"utotbuar b" iataianr rdyannvm aeiitaondlead negdduikgtiuf.nakapna dak eempabtu kua jara dalahfo mbinasmi eto-oined uktif

Perbedaan pengaruh antara latihan elementer stroke dan latihan global stroke terhadap peningkatan ketrampilan dasar forehand drive groundstroke dalam permainan tenis lapangan
oleh Zainul Arifin

 

Pengaruh kosentrasi bahan dasar Ball Clay terhadap sifat penyusutan, porositas, dan kuat tekan keramik tradisional dengan konsentrasi kaolin 15 % dan toseki 5 % oleh Erri Endah Listiani

 

Telah dilakukan penelitiarU dengan membuat 30 sampel keramik tradisional, dengan komposisi yang berbeda yailu 15 sampel komposisi bahan bahan dasar ball clay, feldspar, pasir kuana dan 15 sampel lagi menggunakank omposisib ahanb all clay, feldsapar,p asir kuarsa,k aolin, dan toseki. Bahand iperolehd i Balai Pelayanand an Teknik Industri Keramik Malang. dan pembuatans ampeld ilakukan di LaboratoriumB alai Pelayanand an Teknik Indusfi KeramikMalang Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kaolin dan loseki pada batran dasar terhadap sifat penyusutarl porositas dan kuat tekan keramik, dan juga untuk mengetahui komposisi sampel yang terbaik yaitu sampel yang memiliki nilai penyusutank ecil, nilai porositask ecil, dan nilai kuat telan keramik besar. Variabel yang dianalisis dari beberap sifat fisis keramik meliputi sifat penyusutarLp orositasd an kuat tekan sebagavi ariabel terikat dan komposisib ahan sebagavi ariabelb ebas.D ata penelitiani ni dianalisisam enggunakanm etodeg rafik denganju mlah data 30 buah padap erangkatl unak Microsofi excel. Hasil penelitian menujukkan bahwapenambahanka olin dan toseki tidak berpengaruhte rhadaps ifat penyusutarqp orositasd an kuat tekank eramik Untuk komposisi sampel bahan keramik yang berkualitas atau yang terbaik pada penelitiani ni adalahs ampely angm emiliki ni.lai penyusutanre ndah,n ilai porositas rendah, dan nilai kuat tekan tinggi. Tidak ada sampel yangmemiliki ketiga sifat tersebuts ecaras imulta& sehinggas ampelp adab ahand asary ang terbaik dimiliki oleh adalah untuk susut jumlah yang memiliki nilai terendah sebesar1 0.36o/op adak omposisis ampelL , yaitu dengank omposisib all clay 30 %, fefdspar 40 %, dzn pasir kuarsa 30 %. Untuk keporian nyata nilai terendah adalah27.27 % yang dimiliki oleh sampel N dengan komposisi ball clay 30 %, feldspar 30 7o, dan pasir kuarsa 40 %. Dan untuk kuat tekan nilai tertinggi adalah 3.76%ymgdimiliki oleh sampeLl . Sedangkaunn tuks ampepl adab ahanb aru yang terbaik adalahu ntuk susutjumlah nilai terendahs ebesa6r .26 o/oy ang dimiliki oleh sampel HP, yaitu dengan komposisi ball clay 20 7o, feldspar 40 %, pasir kuarsa 30 o/o,kaolin 15 %, dan toseki 5 %. Untuk keporian nyata nilai terendabs ebesa2r 6.86 o/oyangdimiliki oleh sampelI P dengank omposisi ball clay l0 %, feldspar 50 %, pasir kuarsa 20 Vo,kaalin 15 o/o, dan toseki 5 %. Dan untuk kuat tekann ilai t€rtinggi s&sr 4.2'l o/oy ang dimiliki oleh sampelJ P komposisbi alt clay 30 %, feldspar2 0 7o,p asir kuarsa3 0 o/o,kaolin1 5 Vo, b6eki 5 %.

Kontrol Dewan Perwakilan Rakyat Daerah terhadap pelaksanaan Peraturan Daerah (studi pada DPRD Kota Malang)
oleh Adi Nur Aslih

 

.\ ti\ | t{.\ h AslrhA, di Nur. 2002 Kttt rttl l)au,tntI 'cru,ukilutlt tk.t,utlt ,rhrttltrpl ' t , l t t k s L t r t r - tttt l'cruturan l)ucnth (Stutli pudu l)l'l?l) Kotu ltiul

Partisipasi warga masyarakat dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kecamatan Klojen Kota Malang
oleh Lilik Choiriyah

 

ABSTRAK Choiriyah, Lilik 2002. Partiipasi Warga Musyarakal dalam l'embayaran J'aiak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kecumatan Klolen Kota Malang. Skripsi, JurusanP endidikanP ancasilad an KewargaN egaraanF, lP, UniversitasN egeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Suwamo Winarno, (II) Drs. Nur Wahyu RochrnadiM, . Pd, M. Si Iftta Kunci : PartisipasiW, argaM asyarakatP, ajakB umi dan Bangunan. PajakB urni dan Bangunanm erupakanp a.yakti dak langsungy ang dipungut oleh pemenntah pusat. Hasil penenmaan PBB sebesar 90 Vo diserahkan kepada Pemerintah Daerah sesuai dengan letak obyek pajak, yang ditujukan untuk kepentinganm asyarakat di daerah tersebut. Berhasil tidaknya pemungutan pajak tergantungp adap elaksana,b aik petugasp ajak maupun rnasyarakatw ajib pajak. Pemungutan pajak harus diikuti dengan penggunaan dana pembangunan secarab aik sehinggad apat menghasilkanm anfaat yang lebih besar bagi masyarakat Pemanfaatanp ajak yang demikian akan mendorong partisipasi masyarakat dalam memenuhi kewajibannya yaitu membayar pajak, terutama PBB secara sukarela dan penuhk esadaranD. alam rangka itu semuap adat ahun 1994 telah dikeluarkan UU No. 12 Tahun 1994 sebagai langkah pemerintah untuk menyempurnakan UU No. 12 Tahun 1985 Tentang Pajak Bumi dan Bangunan. - Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian tentang partisipasi warga masyarakat dalam pembayaran pajak bumi dan bangunan yang perrnasalahannya dirumuskan sebagai berikut (l) Bagaimana partisipasi warga masyarakat dalam pembayaranp Eak bumi dan bangunand i KecamatanK lojen Kota Malang (2) Faktorfaktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat partisipasi warga masyarakat dalam pembayaran pajak bumi dan bangunan (3) Upaya apakah yang harus dilakukan untuk rneningkatkan partisipasi warga masyarakat dalam membayar pajak bumi dan bangunan di Kecamatan Klojen Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap (1) Partisipasi warga masyarakat dalamp embayaranP ajak Bumi dan Bangunan( 2) Faktor pendukungd an penghambat partisipasi warga masyarakat (3) Upaya yang ditempuh untuk meningkatkan partisipasi warga masyarakat dalam pembayaran pajak bumi dan bangunan di kecamatanK lojen Kota Malang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2001 sampai dengan Januari 2002 yang dilakukan di Kecamatan Klojen Kota Malang dengan menggunakan pendekatan kualitatif, jenisnya studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan,wawancardaa n dokumentasi dengan cara terjun langsung ke lokasi penelitian. Analisa data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles & Huberman. iii Hasil penelitianp artisipaswi argam asyarakadt alamp embayaranp ajakb umi danb angunadni KecamatanK lojen Kota Malang( r ) rata-rataw ajib pajaky angt elah membayasre besa7r 5 vo dari wajib pajak sejumlah2 1.069o rang, sehinggidapat dikatakapna rtisipaswi argam asyarakadt alamp embayarapna jakb umi danb ingunan cukupti nggi,( 2) faktor pendukungw argam asyarakadta lamp embayarapnB B antara lain Perubahasnt rukturk elas ekonomi,p erananp emerintahd alam setiapa spek pembangunanna sionald an Kesadarank elompokm asyarakatS. edangkanfa ktor penghambwaat rgam asyarakadta larnp ernbayarapna jakb umi dan bangunaand alah pendidikayna ng masihr endah,r endahnyati ngkat sosiale konomid an kurangnya kesadararna syarakatet ntangp entingnyarn embayapr BB. (3) upayay ang harus drlakukaunn tukm eningkatkanp artisipaswi argam asyarakadt alamp embayarapnB B adalahm elaluip endekatapne rnerintahp, erananp ernimpind ant okoh masyarakadt an keterbukaapne ngelolaahna silp ajakb umi danb angunan. Beberapas arany ang diperkirakand apatm eningkatkanp rosentas(ek uantitas) dan kualitas partisipasi warga masyarakat dalam pembayaran pajak bumi dan bangunaann tarala in (1) penagihatne rhadapw ajibp ajaky angb elumm elunaspi ajak terutangryah endaknyad ilaksanakans ecaraa ktif sesuaid engans yaratp embayaran yangt elah ditentukan( 2) disarankanp erlu adanyau payam eningkatkank esadaran (edukas&i persuasim) asyarakaut ntuk memenuhki ewajibannydaa lamm embayar PBB sesuadi enagnk etentuany ang berlaku (3) pemerintahs ebarknyam emberikan pengurangatanr if pajak bagi warga yang tidak mampud an memperpanjanwg aktu pembayaradne nganb atasanw aktu tertentu.S ertam ernberikanb onusr eduksijumlah pembayaraPnB B bagi wajib pajak yang kualitasp artisipasinyati nggi (selalut epat waktud alamm emenuhpi embayarapnB B). lv

Implementasi program gerakan perang melawan kemiskinan (GPMK) sebagai upaya pengentasan kemiskinan di Kelurahan Kepanjenkidul Kota Blitar / Dian Rachmawati

 

ABSTRAK Rachmawati, Dian. 2010. Implementasi Program Gerakan Perang Melawan Kemiskinan (GPMK) Sebagai Upaya Pengentasan Kemiskinan di Kelurahan Kepanjenkidul Kota Blitar. Skripsi, Prodi Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Prih Hardinto, M.Si. (II) Farida Rahmawati, SE, ME. Kata kunci: program GPMK, kemiskinan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Program GPMK tahun 2009 di Kelurahan kepanjenkidul untuk mengurangi tingkat kemiskinan. Program GPMK diartikan sebagai sebuah gerakan bersama antara komponen pemerintahan daerah dengan segenap komponen dan lapisan masyarakat untuk mengurangi semaksimal mungkin jumlah orang miskin di Kota Blitar melalui berbagai kegiatan baik yang bersifat regulatif, promotif, maupun rehabilitatif. Sedangkan kemiskinan diartikan sebagai kondisi ketika seseorang atau sekelompok orang, laki-laki dan perempuan, tidak mampu memenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif merupakan perencana, pelaksana pengumpulan data, analis, penafsir data, dan pada akhirnya menjadi pelapor hasil penelitian. Sehingga peneliti adalah instrumen kunci penelitian. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data berpedoman pada model analisis data interaktif. Sedangkan untuk mengetahui strategi kebijakan yang bisa diambil oleh pemerintah dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program GPMK pada tahun 2009 di Kelurahan Kepanjenkidul kurang berdampak efektif memerangi kemiskinan. Pertama, karena kegiatan yang diusulkan pada tingkat Kelurahan banyak yang bersifat bantuan langsung. Kedua, karena masyarakat miskin kurang mengerti masalah administrasi dalam mekanisme GPMK. Sehingga pemerintah daerah perlu mengkaji ulang kebijakannya tentang bentuk bantuan pada tingkat kelurahan. Yaitu dengan menerapkan bantuan yang bersifat jangka panjang, sehingga masyarakat tidak mengalami ketergantungan pada bantuan langsung. Strategi Kebijakan yang diambil Pemerintah untuk memperlancar implementasi program GPMK di tingkat Kelurahan dengan analisis SWOT adalah koordinasi, persiapan dan pelatihan, pendampingan dan pengawasan, evaluasi kegiatan. Meskipun strategi tersebut telah dilaksanakan namun dalam implementasinya dilapangan masih belum sepenuhnya dilakukan.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |