Survei kapasitas oksigen maksimal (VO2 Maks) wasit sepakbola C-II PSSI pengurus provinsi (Pengprov) Jawa Timur / Yoyok Saiful Efendi

 

Pengaruh tingkat kesehatan perbankan periode berjalan terhadap kinerja bank pada periode berikutnya (studi pada bank devisa di Indonesia) / Yuliana Endra Dewi

 

ABSTRAK Dewi, Yuliana Endra. Pengaruh Tingkat Kesehatan Perbankan Periode Berjalan Terhadap Kinerja Bank Pada Periode Berikutnya (Study Pada Bank Devisa di Indonesia). Program Studi SI Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Bambang Sugeng, dan Yuli Widi Astuti, S.E., M.Si., Ak Kata Kunci : Kesehatan Perbankan, Kinerja Bank Perkembangan ekonomi yang pesat saat ini menuntut diperlukannya peranan sektor perbankan. Dunia perbankan sendiri saat ini mengalami perkembangan yang pesat. Pesatnya perkembangan industri perbankan ini ditunjukkan oleh semakin meningkatnya tingkat kesehatan perbankan. Rata-rata tingkat kesehatan bank pada tahun 2004 – 2007 adalah 90,81 dengan predikat sehat. Peranan sektor perbankan harus didukung dengan tingkat kesehatan bank yang baik. Tingkat kesehatan bank yang baik ditunjukkan dengan dicapainya predikat sehat.Baik buruknya tingkat kesehatan bank dapat dilihat dari beberapa faktor, yaitu faktor permodalan (capital), kualitas aktiva produktif (asset quality), manajemen (Management), rentabilitas (earning), likuiditas (liquidity) dan sensitivitas (sensitivity). Keenam faktor tersebut biasa disebut dengan CAMELS. Dari analisa CAMELS tersebut dapat diukur tingkat kesehatan suatu bank.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh secara positif signifikan dari tingkat kesehatan perbankan pada periode berjalan (yang diukur dengan analisa CAMELS) terhadap kinerja bank pada periode berikutnya (Yang diukur dengan ROA). Penelitian ini digunakan untuk menguji apakah tingkat kinerja perusahaan pada tahun berjalan dapat digunakan untuk memprediksi kinerja perusahaan pada periode berikutnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian ekplanasi. Metode pengumpulan data pada penelitian adalah metode dokumentasi, yaitu dengan menggunakan data keuangan dari 34 perusahaan perbankan, khususnya bank devisa selama empat periode, yaitu dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2007 yang diperoleh dari direktori Bank Indonesia. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara positif signifikan dari tingkat kesehatan bank pada tahun berjalan terhadap kinerja bank pada periode berikutnya. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa tingkat kinerja bank pada periode berjalan dapat digunakan untuk memprediksi kinerja bank pada periode berikutnya. Penelitian ini masih menyisakan kelemahan- kelemahan. Pada penelitian ini hanya memasukkan faktor-faktor keuangan saja karena data diperoleh dari direktory bank Indonesia sehingga tidak terdapat faktor manajemen dan sensitivitas terhadap resiko pasar. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya juga memasukkan faktor manajemen dan sensitivitas terhadap resiko pasar.

Upaya pemerintah desa dsalam pemberdayaan masyarakat melalui industri rumah tangga batu bata (studi kasus di Desa Kaloran Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk / M. Agus Ainur Rofiq

 

Penerapan model mind mapping untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi (studi pada siswa kelas XI SMA Darul 'Ulum Agung Malang) / Suim Dwi Fitri Ariadina

 

ABSTRAK Ariadina, Suim Dwi Fitri. 2008. Penerapan Model Mind Mapping untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi (Studi Pada Siswa Kelas XI SMA Darul ’Ulum Agung Malang). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan FE Universitas Negeri Malang (UM). Pembimbing: (I) Dr. Sugeng Hadi Utomo, M.Ec., (II) Drs. H. Achmad Ali Wafa. Kata Kunci: Mind Mapping, kemampuan berpikir kreatif, hasil belajar. Metode ceramah yang dilengkapi dengan kegiatan tanya jawab merupakan metode pembelajaran yang masih digunakan oleh guru di SMA Darul ‘Ulum Agung Malang. Siswa masih sering melakukan aktivitas mendengarkan dan mencatat selama proses pembelajaran berlangsung. Guru kurang memberdayakan metode diskusi atau metode sejenis lainnya yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Sehingga siswa cenderung terbiasa mengandalkan pengetahuan sepenuhnya dari guru dan buku teks saja, bukan mengkonstruk sendiri pengetahuannya dari pemahaman atau pemikiran orisinilnya. Diketahui pula bahwa hasil belajar siswa kelas XI berdasarkan hasil UTS semester genap tahun ajaran 2007/2008, secara klasikal jumlah siswa yang tuntas belajarnya hanya 72,41%. Hal ini berarti secara klasikal siswa belum memenuhi standar ketuntasan minimum yang ditetapkan oleh sekolah, yaitu sebesar 75%. Metode pembelajaran model Mind Mapping merupakan salah satu model pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, karena model ini pada dasarnya melatih pola pikir divergen pada siswa. Model Mind Mapping menekankan pada kerjasama siswa dalam kelompok dengan mengembangkan gaya belajar visual. Dalam pembelajarannya, model Mind Mapping terdiri dari tahap penyajian materi, tahap belajar kelompok, tahap diskusi kelas, serta tahap evaluasi dan refleksi. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan model Mind Mapping, kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa pada pelajaran ekonomi.Untuk mengetahui ketepatan guru dalam menerapkan metode pembelajaran model Mind Mapping dan peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa, maka dilakukan observasi (pengamatan) dengan menggunakan instrumen lembar observasi. Sedangkan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar ditinjau dari aspek kognitif, maka dilakukan perhitungan selisih persentase ketuntasan belajar secara keseluruhan berdasarkan nilai pre-test dan post-test kedua siklus. Sedangkan untuk aspek afektif dihitung dari selisih persentase ketuntasan belajar secara keseluruhan berdasarkan format penilaian hasil belajar aspek afektif siswa. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI yang berjumlah 29 siswa, terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Sedangkan lokasi penelitian ini adalah SMA Darul ‘Ulum Agung, tepatnya di Jl. Mayjen Sungkono No. 9 Malang. Materi yang diajarkan merupakan materi yang tercakup pada kompetensi dasar ”Kemampuan Memahami Peranan Bank dan Lembaga Keuangan lainnya”. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai dengan bulan Mei dengan metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (classroom action research). Instrumen penelitian yang digunakan meliputi dokumen, soal tes, lembar observasi, format penilaian, pedoman wawancara, lembar catatan lapangan, serta angket respon siswa pada mata pelajaran ekonomi setelah diterapkan model Mind Mapping. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran model Mind Mapping dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa kelas XI SMA Darul ‘Ulum Agung Malang pada mata pelajaran ekonomi. Peningkatan persentase keberhasilan tindakan pada kemampuan berpikir pada siklus 1 ke siklus 2 ditinjau dari aspek fluency sebesar 22,07%, aspek flexibility sebesar 20,11%, aspek originality sebesar 27,59%, aspek elaboration sebesar 20,3% dan aspek evaluation sebesar 17,82%. Sedangkan peningkatan ketuntasan belajar secara keseluruhan (klasikal) pada siklus 1 ke siklus 2 sebesar 10,62% untuk aspek kognitif dan pada aspek afektif sebesar 13,8%. Berdasarkan temuan hasil penelitian ini, disarankan kepada guru mata pelajaran ekonomi untuk mencoba menerapkan dan mengembangkan metode pembelajaran model Mind Mapping sebagai salah satu model alternatif disamping model-model pembelajaran lainnya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar yang di dalamnya juga mengembangkan nilai-nilai aspek afektif pada siswa. Selain itu, diperlukan kegiatan pembelajaran dan penelitian tindakan kelas lainnya terhadap pokok-pokok bahasan lain yang dianggap lebih sesuai apabila model ini dipergunakan.

Faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) oleh guru SMP Negeri 2 Porong Sidoarjo / Nohla Fitriyani

 

ABSTRAK Fitriyani, Nihla. 2008. Pendapat Guru SMP Negeri 2 Porong Sidoarjo Tentang Faktor Faktor Pendukung dan Penghambat Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suprihadi Saputro, S.Pd., M.Pd., dan (II) Drs. A.J.E Toenlioe, M.Pd. Kata kunci: pendukung, penghambat, kurikulum tingkat satuan pendidikan, guru. Masalah yang banyak dijumpai pada pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah minimnya pemahaman tentang KTSP. Para pelaku pendidikan diantaranya dewan pendidikan, kepala sekolah, tenaga kependidikan, serta siswa masih tertuju pada kurikulum terdahulu, meskipun tampak sekali perbedaan dimana dalam KTSP murid sebagai subyek kegiatan pembelajaran, sedangkan guru hanyalah sebagai fasilitator dan motivator. Peran guru sangat berpengaruh dalam pembentukan kompetensi. Bahkan guru dapat dijadikan sebagai penentu berhasil atau tidaknya peserta didik dalam pembelajaran. Demikian halnya dengan pengembangan KTSP yang menuntut aktivitas dan kreativitas guru dalam membentuk kompetensi peserta didik. Penelitian ini berusaha mendeskripsikan faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan oleh guru SMP Negeri 2 Porong Sidoarjo. Aspek-aspek yang diteliti dalam hal ini meliputi kondisi guru, pengembangan program, pengembangan silabus, pengembangan RPP, dan pelaksanaan pembelajaran. Dari aspek tersebut kemudian dijabarkan menjadi beberapa indikator yang selanjutnya dikembangkan menjadi instrumen penelitian. Untuk mencapai maksud tersebut, maka penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif, yang dimaksudkan untuk mengumpulkan data-data secara terperinci kemudian memaparkan hasilnya dalam bentuk uraian. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMP Negeri 2 Porong Sidoarjo yang berjumlah 41 guru. Penelitian ini menggunakan instrumen angket dan data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis persentase. Hasil dari penelitian faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan KTSP oleh guru yakni ditinjau dari pengalaman professional guru, pada umumnya Guru memiliki pengalaman belajar lebih dari 2 tahun, dengan kesesuaian mata pelajaran yang diajarkan dengan latar belakang pendidikan guru, begitu pula halnya dengan beban mengajar para guru SMP Negeri 2 Porong Sidoarjo, sebagian besar beban mengajar para guru tidak lebih dari 24 jam pelajaran perminggu. Hal ini menjadi faktor pendukung dalam pelaksanaan pembelajaran. Ditinjau dari pengembangan program, para guru juga tidak menemui banyak kesulitan dalam mengembangkannya, hal ini juga menjadi faktor pendukung pelaksanaan pembelajaran. Begitu pula halnya dalam dari pengembangan silabus, para guru tidak menemui kesulitan dalam mengembangkan silabus sesuai denga prinsip pengembangan silabus. Guru juga tidak menemui hambatan dalam mengembangkan RPP sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan RPP. Dalam pelaksanaan pembelajaran guru menemui hambatan dalam pemilihan metode, model, maupun media pembelajaran yang sesuai, serta pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat faktor pendukung diantaranya pengalaman profesional guru, kemampuan guru dalam mengembangkan program tahunan dan semester, mengembangkan silabus dan RPP serta menciptakan lingkungan yang kondusif dalam pelaksanaan pembelajaran. Dan terdapat faktor penghambat diantaranya minimnya pengalaman guru dalam mengikuti kegiatan pelatihan tentang pendidikan, MGMP dan KKG, kemampuan guru dalam memilih metode, media dan model pembelajaran yang sesuai, serta kurangnya pemanfaatan TIK dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada guru terus mengembangkan potensi mengajar dengan aktif mengikuti pelatihan, penataran, seminar, lokakarya, MGMP, KKG dan kegiatan sejenis sehingga dapat menunjang profesi sebagai motivator dan fasilitator dalam pembelajaran. Disamping itu guru disarankan untuk memperluas pengetahuan mengenai model, media, dan sumber belajar, serta tidak melewatkan informasi yang aktual mengenai pendidikan.

Penerapan pembelajaran kooperatif model two stay two stray untuk meningkatkan lima unsur pembelajaran kooperatif dan prestasi belajar siswa kelas X-B semester II MAN 3 Malang / Mirza Faishal

 

Berdasarkan observasi awal di MAN 3 Malang, diketahui bahwa prestasi belajar siswa kelas X-B masih relatif rendah. Hal ini dapat dilihat dari Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) klasikal pada data awal kelas X-B untuk mata pelajaran Biologi sebesar 12,9%. Prestasi belajar yang masih rendah ini disebabkan oleh metode pembelajaran yang diterapkan masih menggunakan metode ceramah (metode konvensional). Metode-metode ini membentuk siswa menjadi pasif dan kurang kreatif sehingga perlu adanya model pembelajaran yang dapat membuat siswa menjadi aktif. Model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk lebih dapat mengaktifkan siswa salah satunya adalah model pembelajaran Two Stay Two Stray. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus dengan subyek penelitian adalah siswa kelas X-B MAN 3 Malang dan pokok bahasan plantae. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui bagaimana aktivitas guru dalam penerapan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray (TSTS) dalam meningkatkan 5 unsur kooperatif dan prestasi belajar, 2) mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray dalam meningkatkan 5 unsur kooperatif, 3) mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray dalam meningkatkan prestasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray dapat meningkatkan : 1) aktivitas guru dari siklus I ke siklus II dimana pada siklus I guru masih sulit mengendalikan kelas karena siswa belum pernah menerapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray namun pada siklus II guru sudah dapat mengendalikan kelas karena siswa sudah terbiasa dengan model Two Stay Two Stray, 2) 5 unsur kooperatif siswa dari siklus I ke siklus II, yaitu pada siklus II tingkat K sebesar 1,248%, tingkat C sebesar 11,248%, dan tingkat B sebesar 87,5%, dan 3) Prestasi belajar siswa yang diukur dengan skor rata-rata dan persentase ketuntasan belajar secara klasikal dari data awal, siklus I, dan siklus II. Skor rata-rata diperoleh hasil (54.7, 67.5, dan 81.4) dan ketuntasan belajara klasikal diperoleh hasil (12,9%, 53,12%, dan 93,75%). Pada akhir siklus II masih terdapat siswa yang belum tuntas dalam belajar (< 70) sehingga perlu diberikan pembelajaran remidi, guru juga harus lebih merata dalam mengelola kelas supaya seluruh siswa memperoleh perhatian yang sama dan ahirnya dapat meningkatkan 5 unsur kooperatif dan prestasi belajar siswa.

Pengaruh jenis varietas terhadap kadar gula dan kadar alkohol hasil fermentasi sawo (Achras zapota L.) / Rahajeng Nika Pratiwi

 

Perbedaan prestasi belajar akuntansi antara metode jigsaw dengan metode kooperatif model struktural numbered heads together di SMK PGRI Turen Malang / Sulistyo Rahayu

 

ABSTRAK Rahayu, Sulistyo. 2008. Perbedaan Prestasi Belajar Akuntansi Antara Metode Jigsaw Dengan metode Kooperatif Model Struktural Numbered Heads Together Di SMK PGRI Turen Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Endang Sri Andayani, S.E., M.Si., Ak. Pembimbing (2) Dr. Nurika Restuningdyah, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci: Prestasi Belajar Akuntansi, Metode Jigsaw, Metode Struktural Numbered Heads Together Pendidikan merupakan hal mutlak yang harus dipenuhi dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam mengajar guru hendaknya lebih kreatif dalam memilih metode-metode pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang lebih menekankan pada keaktifan siswa adalah metode pembelajaran kooperatif, dua diantaranya adalah metode jigsaw dan metode struktural model NHT (Numbered Heads Together). tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar akuntansi antara siswa yang diajar menggunakan metode jigsaw dengan siswa yang diajar menggunakan metode struktural model NHT (Numbered Heads Together) serta untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam menerapkan kedua metode tersebut. Penelitian ini merupakan Penelitian Eksperimen Semu (Quasi Eksperiment). Rancangan penelitian ini menggunakan pre test dan post test group design. Penelitian ini menggunakan tes awal untuk mengetahui bahwa kedua kelompok sebelum diberi perlakuan mempunyai kemampuan awal sama atau tidak jauh berbeda. Kemudian diberikan perlakuan yaitu metode jigsaw untuk kelas eksperimen dan metode Numbered Heads Together untuk kelas kontrol. Selanjutnya dilakukan tes prestasi untuk mengetahui prestasi belajar setelah perlakuan. Dari hasil analisis data terbukti bahwa ada perbedaan prestasi belajar akuntansi yang signifikan antara siswa yang diajar menggunakan metode jigsaw dengan siswa yang diajar menggunakan metode struktural model NHT (Numbered Heads Together). Siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran jigsaw menunjukkan prestasi belajar yang lebih tinggi dari pada siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran struktural NHT (Numbered Heads Together). Hal tersebut dibuktikan dari rata-rata peningkatan prestasi belajar untuk kelas jigsaw sebesar 14,64 sedangkan untuk kelas NHT lebih rendah yaitu sebesar 13,69. Saran yang diajukan adalah (1) Bagi guru akuntansi dianjurkan menggunakan metode pembelajaran Jigsaw untuk meningkatkan prestasibelajar siswa. (2) Siswa diharapkan mempersiapkan terlebih dahulu segala sesuatunya sebelum pelaksanaan kegiatan belajar di kelas. (3) Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian semacam ini dengan menambah aspek afektif dan psikomotorik untuk mengukur prestasi belajar siswa setelah perlakuan. i

Perbedaan prestasi belajar fisika yangdiajar dengan pembelajaran kontekstual strategi PBL dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas X SMA Lab. UM / Wahyu Nursani

 

Pembelajaran kontekstual-strategi PBL merupakan suatu model pembelajaran yang menggunakan permasalahan dalam dunia nyata sebagai konteks belajar untuk berfikir kritis, problem solving (pemecahan masalah), memperoleh esensial dari suatu pelajaran (Nurhadi, dkk. 2003:56). Pembelajaran kontekstual dengan strategi PBL merupakan suatu model pembelajaran yang menggunakan permasalahan dalam dunia nyata sebagai konteks belajar untuk berfikir kritis, problem solving (pemecahan masalah), memperoleh esensial dari suatu pelajaran (Nurhadi, dkk. 2003:56). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perbedaan prestasi belajar fisika siswa kelas X yang menggunakan pembelajaran kontekstual-strategi PBL dan yang diajar secara konvensional di SMA LAB UM. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Lab UM yang terdiri dari 6 kelas (184 siswa). Sampel penelitian terdiri dari 32 siswa kelas X-1 sebagai kelas eksperimen, dan 32 siswa kelas X-3 sebagai kelas kontrol. Pemilihan sampel di lakukan secara acak dengan teknik undian kelas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah Instrumen perlakuan dan Instrumen pengukuran prestasi belajar terdiri dari 20 soal pilihan ganda. dengan r=0,819 (nilai reabilitas sangat tinggi). Hasil uji-t pretest bahwa pretest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah sama dengan taraf signifikansi (0,05). Berdasarkan hasil uji F-tes yaitu uji perbedaan mean dengan taraf signifikansi (0,05) menunjukkan adanya perbedaan mean antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yang sangat signifikan serta adanya pengaruh yang signifikan antara pembelajaran kontekstual-strategi PBL pada kelas eksperimen dan pembelajaran secara konvensional pada kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji hipotesis ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar fisika siswa kelas X yang menggunakan pembelajaran kontekstual-strategi PBL dan yang diajar secara konvensional di SMA LAB UM. Pembelajaran kontekstual-strategi PBL dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam pemilihan strategi pembelajaran.

Pengaruh perangkat pembelajaran genetika melalui pendekatan konstruktivistik model learning cycle terhadap kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa SMA Negeri 1 Jember / Husnul Hotimah

 

Jurusan Pendidikan Biologi, program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. agr. Mohamad Amin, S.Pd, M.Si., (II) Dr. Umie lestari, M.Si Kata Kunci: Perangkat, Konstruktivistik, Learning Cycle, Berpikir Kritis, Pemahaman Konsep Perkembangan ilmu pengetahuan menuntut transformasi kurikulum yang fleksibel dalam implementasinya. Untuk meningkatkan standar kualitas lulusan serta mencegah timbulnya kesenjangan, menghadapi era globalisasi perlu dibuat kriteria kualitas global yang lebih jelas, yang akan menjadi benchmark bagi institusi pendidikan dalam mengukur kualitas lulusannya. SMA Negeri I Jember merupakan Rintisan Sekolah Bertaraf International sejak tahun ajaran 2007-2008. untuk itu mengambil beberapa kebijakan telah dan sedang dilakukan. Kebijakan tersebut menuntut adanya perubahan pada kurikulum yang ada dan akan diikuti adanya perubahan pada perangkat pembelajaran (silabus, RPP, bahan ajar dan worksheet). Perangkat pembelajaran yang dikembangkan mengenai pokok bahasan Genetika. Genetika merupakan materi wajib yang harus diajarkan pada mata pelajarana Biologi. Genetika merupakan pengantar biologi modern khususnya genetika molekuler yang menghasilkan kemajuan pesat pada penelaahan organisme dan pemanfaatannya bagi kesejahteraan manusia di segala bidang. Perangkat pembelajaran tersebut di aplikasikan melalui pendekatan konstruktivistik model Learning cycle (PPG+LC 5E) yang memfasilitasi peserta didik agar lebih mudah memahami materi pelajaran dan akhirnya dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep (hasil belajar kognitif dan afektif). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1)pengaruh perangkat pembelajaran genetika berbasis molekular melalui pendekatan konstruktivistik terhadap kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep genetika siswa SMA Negeri 1 Jember,(2) apakah ada perbedaan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep pada kemampuan akademik siswa SMA Negeri 1 Jember, (3) interaksi antara perangkat pembelajaran genetik melalui pendekatan konstruktivistik dan kemampuan akademik terhadap kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa SMA Negeri 1 Jember. Rancangan penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Penelitian dilakukan untuk memperoleh gambaran secara nyata mengenai perbedaan kemampuan berpikir kritis, hasil belajar kognitif dan afektif dengan menggunakan perangkat pembelajaran genetika melalui pendekatan konstruktivistik model Learning Cycle pada kemampuan akademik yang berbeda. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pretest-Postest Nonequivalent Control Group Design dengan faktorial 2 x 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh PPG+LC 5E terhadap kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep (kemampuan kognitif dan afektif), 2) ada perbedaan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa berkemampuan akademik berbeda, 3) tidak ada pengaruh interaksi PPG+LC 5E dan kemampuan akademik terhadap kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep (kemampuan kognitif dan afektif) Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran yang dapat diajukan antara lain: 1) Bagi sekolah, khususnya sekolah rintisan bertaraf internasional hendaknya perlu merancang perangkat pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kurikulum bertaraf internasional sebagai suatu bentuk pelayanan kepada siswa; 2) bagi guru, yang berminat menerapkan PPG+LC 5E hendaknya memperhatikan temuan penelitian ini bahwa pengembangan perangkat pembelajaran dan strategi ini mampu memberdayakan kemampuan berpikir kritis dan juga mampu meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik; 3) Bagi peneliti lain yang berminat menggunakan PPG+LC 5E yang juga merupakan pengembangkan perangkat pembelajaran melalui strategi pembelajaran konstruktivistik belum banyak diteliti dan diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas khususnya di rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI), perlu ditindak lanjuti pada materi yang lain ataupun mata pelajaran lain.

Kajian dekonstruksi tokoh Aswatama dalam novel "Manyura" karya Yanusa Nugroho / Angga Krisna Waloyo

 

Kata Kunci: Dekonstruksi, Tokoh, Novel Kesusastraan modern salah satunya ditandai dengan masuknya unsur budaya di dalam karya sastra. Novel “Manyura” karya Yanusa Nugroho merupakan salah satu bentuk karya sastra modern, karena masuknya unsur budaya—budaya wayang. Dalam novel ini, Yanusa mengusung cerita epos Mahabarata setelah perang Baratayuda. Kemodernisasian itu terlihat pada sosok tokoh Aswatama sebagai tokoh utama yang paling dia garap dan menjadi sosok sangat ‘manusia’. Cerita wayang dalam novel ini seakan memiliki klaim validitas dalam dirinya sendiri—pembongkaran konsep fundamental antara Pandawa dan Kurawa, bahwa keduanya yang selalu beroposisi baik/jahat, dicoba untuk dikoyak. Masalah yang dianalisis dalam penelitian ini adalah perspektif pendekatan dekonstruksi dalam: (1) kategori tokoh Aswatama, (2) peran tokoh Aswatama, (3) teknik penokohan Aswatama, dan (4) gaya penceritaan tokoh Aswatama. Penelitian ini menggunakan pendekatan dekonstruksi, dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan dekonstruksi menitikberatkan wilayah operasinya pada sebuah teks, menapak tilas jejak-jejak tanda dalam teks itu, dan menghadirkan oposisi biner untuk kemudian diruntuhkan—differance. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel “Manyura” karya Yanusa Nugroho. Data penelitian adalah teks data yang berupa dialog, monolog, dan narasi tokoh. Data dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah sistematis pendekatan dekonstruksi oleh Rudolf Gache, yakni: (1) mengidentifikasi oposisi biner di dalam teks, (2) oposisi-oposisi tersebut previlisenya dibalik, (3) memperkenalkan gagasan baru, dan tidak bisa berterima lagi dalam oposisi lama. Analisis data dengan langkah-langkah sistematis dalam dekonstruksi dibantu dengan instrumen pemandu yang berupa Panduan kodifikasi data, Panduan analisis data, dan Panduan inferensi hasil analisis. Langkah-langkah dalam teknik analisis data adalah dengan pembacaan retroaktif, pereduksian data, penyajian data berdasarkan kategori, penafsiran dekonstruksi terhadap data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah: (I) a. Tokoh Aswatama secara Konseptual adalah tokoh protagonis, b. Aswatama secara Tekstual adalah tokoh antagonis sekaligus tokoh protagonis, c. Aswatama beroposisi dengan Yudistira= protagonis/anagonis; (II) a. Aswatama sebagai representasi atas tema cerita, b. Aswatama dalam hubungan antar tokoh adalah dinamis, konflik Aswatama pada dasarnya adalah konflik dengan batinnya, c. Aswatama sebagai pusat cerita yang menghadirkan alur: eksposisi, komplikasi, hingga klimaks dan resolusi, d. Aswatama sesuai dengan dunia, di mana dirinya dituliskan kembali dalam cerita, dan dalam setting latar kehadiran Aswatama adalah logis; (III) a. Penokohan Aswatama sebagai Aswatama menggunakan metode dramatik, b. Penokohan Aswatama sebagai Lintang Kumbarapati menggunakan metode langsung, c. Penokohan Aswatama sebagai psike gelapnya menggunakan gabungan metode langsung dan metode dramatik; (IV) a. Gaya penceritaan Aswatama dalam adegan ditemukan adanya jejak tanda penyebab kematian Aswatama, b. Aswatama dalam gambaran fisik dalam cerita ada dua jenis, pertama mengikuti pakem pewayangan, yakni sosok tokoh Aswatama berambut serta bertelapak kaki kuda, dan kedua memiliki cirri fisik selayaknya manusia pada umumnya. Sebuah kajian dengan menggunakan disiplin ilmu yang ketat tentunya mengaharapkan suatu ‘pencapaian’ yang lebih baik, dan hal ini tidak diartikan bahwa pengkajian karya sastra melalaikan proses. Namun demikian, dengan bekal cakrawala terhadap ilmu yang mumpuni, lebih berani untuk mendobrak karya sastra modern mungkin adalah bentuk lain dari proses interpretasi yang salah satunya paling tepat untuk masa sekarang.

Penerapan pola pemberdayaan berpikir melalui pertanyaan (PBMP) dalam pembelajaran akuntansi untuk meningkatkan keaktifan dalam berpikir kritis dan motivasi belajar siswa SMK Pemuda I Kesamben Blitar / Beni Hendrawati

 

Identifikasi kseulitan yang dihadapi oleh guru kimia kelas X SMA Negeri se-kabupaten Trenggalek dalam mengimplementasikan kurikulum tingkat satuan pendidikan / Novarina Tri Wahyuni

 

Peningkatan aktivitas dan hasil; belajar siswa IPS kelas IV melalui penggunaan media ular tangga di SDN Kebonduren 02 Ponggok Blityar / Reny Tria Juliawati

 

Kata Kunci: Media Ular tangga, aktivitas belajar, hasil belajar, IPS. Pada hasil observasi awal yang dilakukan di kelas IV SDN Kebonduren 02, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran IPS masih belum berjalan dengan maksimal. Hal ini disebabkan bahwa guru kurang bervariatif dalam pembelajaran, pembelajaran hanya saja menggunakan metode ceramah yang membuat peserta didik merasa bosan dengan pembelajaran yang dilakukan guru. Pada observasi yang dilakukan guru menyuruh peserta didik untuk membaca buku paket dan mengerjakan soal yang ada di buku tersebut. Penelitian ini bertujuan agar dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Media ular tangga adalah permainan papan untuk anak-anak yang dimainkan oleh 2 atau lebih. Papan permainan dibagi dalam kotak-kotak kecil dan di beberapa kotak digambar sejumlah “tangga” atau “ular” yang menghubungkannya dengan kotak lain. Kelebihan dalam penggunakan media ular tangga adalah dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, dapat meningkatkan semangat belajar peserta didik. Sedangkan kelemahannya adalah jumlah waktu yang terbatas dalam setiap kegiatan pembelajaran. Metode yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah metode ceramah, tanya jawab yang dilakukan guru terhadap peserta didik. Pada penelitian ini peneliti menggunakan Penelitian Tindakan Kelas Kemmis dan Tanggart yang terdiri dari 2 siklus dengan 1 siklus 2 kali pertemuan, subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV di SDN Kebonduren 02 Ponggok Blitar. Tahap dalam penelitian ini adalah (1) Perencanaan, (2) Tindakan dan Pengamatan, (3) Observasi dan penialaian (4) Refleksi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat ditemukan bahwa pelaksanaan pembelajaran IPS materi Koperasi dengan menggunakan media ular tangga dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Pada pembelajaran ini hasil yang didapat pada pra tindakan adalah 64% dan siklus 1 adalah 66% ada peningkatan, sedangkan pada siklus II adalah 76% jadi pada hasil belajar mengalami peningkatan sebesar 10%. Pada aktivitas belajar peserta didik siklus I adalah 66% sedangkan pada siklus II adalah 85%, maka pada aktivitas peserta didik ini mengalami peningkatan sebesar 19%. Pada proses pembelajaran tersebut mengalami peningkatan pada aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Dalam pembelajaran IPS, guru sebaiknya selalu menggunakan media pembelajaran supaya peserta didik tidak merasa bosan dalam proses pembelajaran. Media ular tangga di dalam pembelajaran ini dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik.saran yang diberikan kepada penelitian ini adalah agar guru dalam proses pembelajaran tetap menerapkan media ular tangga khususnya dalam pelajaran IPS.

Kajian model pembelajaran investigasi kelompok pola kooperatif, kolaborasi, dan acak dengan implementasi modul physics by inquiry berdasarkan pemahaman konsep fisika dasar I mahasiswa Jurusan Fisika Universitas Negeri Malang / Siti Swaibatun

 

Berdasarkan penelitian, salah satu penyebab ketidaklulusan mahasiswa pada matakuliah Fisika Dasar I adalah rendahnya tingkat kecerdasan dan memampuan ber-fikir¬ mahasiswa yang salah satu indikatornya adalah tidak bisa menangkap dengan ce-pat penjelasan yang disampaikan oleh dosen. Hal ini erat kaitannya dengan ketidak¬co-co¬kan model pembelajaran yang diterapkan oleh dosen sehingga mahasiswa sulit mema-ha¬mi konsep Fisika Dasar I. Untuk itu dilakukan suatu upaya agar mahasiswa mudah memahami konsep. Upaya tersebut berupa penerapan model pembelajaran investigasi kelompok pola kooperatif, kolaborasi dan acak dengan mengimple¬men¬¬tasikan modul Physics By Inquiry. Tujuan penerapan model pembelajaran tersebut adalah mengetahui ada atau tidaknya perbedaan antara kelompok pola kooperatif, kelompok pola kolaborasi dan kelompok pola acak serta untuk melihat kelompok pola yang paling efektif diantara ketiga kelompok tersebut. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Fisika Universi¬tas Negeri Malang angkata 2007 yang jumlahya 6 kelas. Dari enam kelas tersebut¬ dipilih tiga kelas secara acak sebagai sampel yaitu kelas CC/AA, N/H dan kelas D/B. Jenis penelitian ini adalah semi eksperimental (Quasi Experi¬men¬¬tal) dengan mengambil model Randomized Contol-Group Pretes-Postes¬ De¬sign¬. Sebagai variabel terikat adalah pemahaman konsep mahasiswa dan variabel bebasnya ada¬lah pembelajaran yang menggunakan kelompok pola kooperatif, kelompok pola kolaborasi dan kelompok pola acak. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis variansi A (ANOVA) lewat program SPSS Releasee 14.0 for windows, untuk mencari terdapat atau tidaknya perbedaan antara kelompok pola kooperatif, kelompok pola kolaborasi dan kelompok pola acak. Untuk melihat kelompok pola yang paling efektif dari ketiga kelompok berdasarkan pemahaman konsep mahasiswa digunakan analisis Deskriptif Kualitatif yang didasarkan pada rata-rata skor postes. Hasil analisis data yang diperoleh, disimpulkan dari analisis ANOVA, menyatakan bahwa terdapat perbedaan antara kelompok pola kooperatif, kelompok pola kolaborasi dan kelompok pola acak dengan signifikansi 0.000. Dari analisis Deskriptif Kualitatif diperoleh bahwa mean kelompok pola kooperatif dan kelompok pola kolaborasi lebih besar dibandingkan dengan mean kelompok pola acak sehingga dapat disimpulka bahwa kelompok pola kooperatif dan kelompok pola kolaborasi lebih efektif dibandingkan dengan kelompok pola acak. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara model pembelajaran investigasi kelompok pola kooperatif, kelompok pola kolaborasi dan kelompok pola acak dengan mengimplementasikan modul Physics by Inquiry berdasarkan pemahaman konsep Fisika Dasar I dan kelompok pola kooperatif dan kelompok pola kolaborasi lebih efektif dibandingkan dengan kelompok pola acak sehingga disarankan kepada siapapun se¬kiranya akan membentuk kelompok belajar, seyogyanya membentuk kelompok belajar dengan berpola, baik pola kolaborasi maupun pola kooperatif.

Penerapan pembelajaran fisika dengan model latihan inkuiri untuk meningkatkan keterampilan proses ilmiah siswa kelas X-4 SMAN 5 Malang tahun ajaran 2007/2008 / Lalu Gede Sudarman

 

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti di SMAN 5 Malang, ditemukan bahwa ceramah merupakan metode yang paling sering digunakan guru selama proses pembelajaran fisika berlangsung. Selama semester I guru hanya dua kali mengajak siswa melakukan kegiatan praktikum. Penerapan pembelajaran seperti ini mengakibatkan keterampilan proses ilmiah yang ada pada diri siswa seperti kemampuan melakukan pengamatan, merumuskan hipotesis, menggunakan alat, mengumpulkan data, mengidentifikasi variabel, dan membuat kesimpulan tidak tampak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses ilmiah siswa kelas X-4 SMAN 5 Malang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dan jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-4 SMAN 5 Malang dengan jumlah 37 siswa, yang terdiri dari 26 orang putri dan 11 orang putra. Pokok bahasan yang digunakan pada penelitian ini adalah kalor dan rangkaian listrik seri paralel. Instrumen penelitian yang digunakan berupa rubrik penilaian keterampilan proses ilmiah siswa, rekaman data, dan catatan lapangan. Instrumen pembelajaran yang digunakan meliputi LKS dan RPP. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan proses ilmiah siswa meningkat. Peningkatan keterampilan proses tersebut dari siklus I ke siklus II adalah 15,33% untuk keterampilan melakukan pengamatan, 24,35% untuk keterampilan menyusun hipotesis, 8,60% untuk keterampilan melakukan percobaan, 6,00% untuk keterampilan mengumpulkan data, 9,13% untuk keterampilan mengidentifikasi variabel, dan 11,50% untuk keterampilan membuat kesimpulan.

Pengaruh emotional quotient (EQ), spiritual quotient (SQ) dan motivasi belajar terhadap hasil belajar akuntansi siswa kelas XI dan XII IPS MAN Trenggalek / Nurhayati

 

Pengembangan model latihan bertahan untuk pemain bertahan dalam permainan sepakbola di Unit Aktifitas Sepakbola (UASB) Universitas Negeri Malang periode 2007/2008 / Yanwar Sigit Achmadi

 

Sepakbola merupakan salahsatu cabang olahraga yang populer di dunia. Hal ini dibuktikan dengan adanya kejuaraan internasional yang dinamakan piala dunia yang diadakan setiap empat tahun sekali. Semua negara yang ikut saling bertanding untuk dapat menjuarai kejuaraan tersebut. Sepakbola dimainkan di lapangan rumput yang berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 100-110 meter dan lebarnya 65-74 meter. Permainan dilakukan selama 2 x 45 menit dengan dipimpin oleh seorang wasit dan dua orang asistennya. Adapun tujuan dari masing-masing tim adalah memasukkan bola ke gawang lawan sebanyak-banyaknya dan berusaha mempertahankan gawang sendiri dari kemasukan gol dari lawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model latihan bertahan untuk pemain bertahan dalam permainan sepakbola di Unit Aktifitas Sepakbola (UASB) Universitas Negeri Malang yang dapat digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan latihan bertahan dan melatih kemampuan bertahan pemain. Pengembangan model latihan untuk pemain bertahan ini dimulai dengan observasi lapangan yang disini dilakukan di Unit Aktifitas Sepakbola (UASB) UM, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan produk awal yang berisi model latihan, tujuan, alat yang digunakan dan prosedur pelaksanaannya. Dilakukan evaluasi ahli untuk memperbaiki atau menyempurnakan produk awal yang dibuat, kemudian direvisi untuk memperoleh produk I dan diujicobakan kepada kelompok kecil yang terdiri atas 10 orang pemain UASB UM. Setelah mempraktekkan, pemain tersebut diberi angket yang berisi tentang penilaian dan saran-saran untuk memperbaiki produk I. Kemudian direvisi kembali menjadi produk II dan dilakukan uji coba pada kelompok besar yang terdiri dari 25 orang pemain UASB UM. Setelah selesai, pemain diberi angket yang berisi tentang penilaian untuk memperbaiki produk II dan direvisi kembali sehingga diperoleh produk akhir yang berupa buku pedoman model latihan bertahan untuk pemain bertahan dalam permainan sepakbola di Unit Aktifitas Sepakbola (UASB) UM. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar melakukan uji coba secara berulang-ulang pada subyek yang lebih besar dan diharapkan dapat disosialisasikan kepada persatuan Sepakbola yang ada di sekitar tempat pengembangan produk. Produk yang dihasilkan diharapkan dapat bermanfaat bagi pemain, pelatih, peneliti sendiri dan peneliti lain untuk dikembangkan menjadi model latihan yang lebih sempurna.

Pengaruh profitabilitas, pertumbuhan penjualan, dan kontrol kepemilikan terhadap prediksi struktur modal pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2006-2008 / Siti Mualimah

 

Kata Kunci: Profitabilitas, Pertumbuhan Penjualan, Kontrol Kepemilikan, Prediksi Struktur Modal. Struktur modal merupakan pendanaan yang terdiri atas hutang jangka panjang dan modal sendiri (ekuitas). Dengan mengetahui prediksi struktur modal, investor dapat mengetahui keseimbangan antara risiko dan tingkat pengembalian investasinya. Banyak faktor yang mempengaruhi prediksi struktur modal perusahaan di antaranya profitabilitas, pertumbuhan penjualan, dan kontrol kepemilikan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris pengaruh profitabilitas, pertumbuhan penjualan, dan kontrol kepemilikan secara parsial dan simultan terhadap prediksi struktur modal pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2006-2008. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian asosiatif yang bersifat kausalitas. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2006-2008. Sebanyak 16 perusahaan diambil sebagai sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan.Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Uji dilakukan baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap prediksi struktur modal karena laba yang diperoleh dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen sehingga perusahaan tidak memiliki kelebihan laba. Pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap prediksi struktur modal karena ketidakpastian kondisi ekonomi Indonesia sehingga pertumbuhan penjualan berfluktuasi dan manajer akan kesulitan menentukan proporsi struktur modal yang tepat di tahun yang akan datang. Dengan demikian dapat disimpulkan dari hasil penelitian bahwa secara parsial hanya kontrol kepemilikan yang berpegaruh signifikan terhadap prediksi struktur modal, hal ini karena berhubungan dengan konflik keagenan dan biaya keagenan. Secara simultan profitabilitas, pertumbuhan penjualan, dan kontrol kepemilikan berpengaruh signifikan terhadap prediksi struktur modal. Saran bagi perusahaan adalah perlu menganalisis dan mempertimbangkan kontrol kepemilikan agar dalam menentukan proporsi struktur modal bisa optimal dan melakukan berbagai perbaikan agar dapat mengantisipasi ketidakpastian kondisi ekonomi di tahun yang akan datang. Bagi investor sebaiknya menjadikan prediksi struktur modal sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan berinvestasi khususnya pada perusahaan manufaktur. Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya menambah variabel-variabel lain, menambah periode pengamatan, menggunakan sampel perusahaan sektor usaha tertentu, dan menggunakan sampel selain industri manufaktur.

Peningkatan motivasi dan hasil belajar biologi siswa dengan penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) kelas X SMA Wahid Hasyim Malang / Eny Wulandari

 

Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu tujuan dari pendidikan nasional. Salah satu cara meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan memperbaiki sistem pembelajaran yaitu dari pembelajaran tradisional menjadi pembelajaran yang menitik beratkan pada kompetensi siswa dengan kata lain siswa harus mengalami sendiri tidak dari cerita guru. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan Guru Biologi kelas X SMA Wahid Hasyim Malang diketahui bahwa motivasi siswa relatif rendah, sehingga hasil belajar siswa juga rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut yang harus dilakukan adalah meningkatkan motivasi belajar siswa, sehingga hasil belajar siswa juga dapat mengalami peningkatan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan pembelajaran koopertif model Group Investigation (GI). Penelitian dilakukan di SMA Wahid Hasyim Malang, pada tanggal 26 Mei 2008 sampai tanggal 10 Juni 2008. Penelitian dilaksanakan dalam rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus I membahas tentang pencemaran lingkungan, sedangkan siklus II membahas tentang Limbah dan produk daur ulang limbah. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Wahid Hasyim Malang. Analisis data dilaksanakan secara deskriptif kualitatif dengan mengkaji semua data yang diperoleh. Setelah pembelajaran Kooperatif model Group Investigation (GI) diterapkan diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi serta hasil belajar siswa. Setjo (2005:6) menyatakan bahwa berbagai metode untuk menimbulkan motivasi suatu materi pembelajaran, salah satu strategi motivasi model ARCS. Model ARCS dilandasi oleh teori motivasi oleh Keller. Peningkatan nilai motivasi belajar siswa, aspek attention (perhatian) pada siklus I sebesar 3,98 pada siklus II menjadi 4,1, Relevance (keterkaitan) pada siklus I sebesar 4,23 dan pada siklus II skor tetap 4,23, Confidence (percaya diri) pada siklus I sebesar 3,52 dan pada siklus II menjadi 3,63. Satisfaction (kepuasan) pada siklus I sebesar 3,79 dan meningkat pada siklus II menjadi 4,01. Hasil belajar yang terdiri dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotor juga mengalami peningkatan. Dalam aspek kognitif terjadi peningkatan ketuntasan belajar klasikal siswa yaitu 84,6% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Pada aspek afektif terjadi peningkatan, keberanian mengemukakan pendapat sebesar 0,35 dari siklus I ke siklus II, keaktifan bertanya/ peran meningkat sebesar 0,49, skor rata-rata menghargai pendapat orang tidak terjadi peningkatan antara siklus I ke siklus II yaitu 4,23. Kerjasama dalam kelompok meningkat sebesar 0,39, inisiatif/

Kepadatan populasi wereng daun teh (Empoasca sp.) pada tanaman teh (Camellia sinensis L.O.K.) klon assamica datar di perkebunan teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang pada musim kemarau dan musim penghujan / Khusnul Aisyah

 

Teh merupakan salah satu komoditi unggulan terbesar di Indonesia dan dapat dijadikan sebagai sumber devisa negara. Sejak tahun 1998 di perkebunan teh Jawa Barat telah muncul hama baru yaitu Wereng Daun Teh Empoasca sp. Akibat serangan hama wereng tersebut produksi teh mengalami penurunan sampai 50% dalam 45 hari (Dharmadi, 1999:257). Beberapa cara untuk mengendalikan hama Empoasca sp. adalah sanitasi peralatan panen, pemangkasan tanaman teh, pengendalian hama dengan menggunakan musuh alami (predator). Populasi serangga hama di alam tergantung pada faktor cuaca, yaitu curah hujan, suhu, dan faktor biotik seperti jumlah dan kualitas makanan, musuh alami, dan kompetisi antar atau inter spesies (Widayat, 1987:16). Tujuan dari penilitian ini adalah 1) mengkaji kepadatan populasi Emposca sp. pada tanaman teh (Camellia sinensis L. O. K.) klon Assamica datar pada musim kemarau dan musim penghujan, 2) mengetahui faktor abiotik yang berhubungan dengan kepadatan populasi Empoasca sp. di kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang pada musim kemarau dan musim penghujan. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif eksploratif. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober - November 2007 dan pada bulan Maret – April 2008. Tempat penelitian berada di Kebun Teh Wonosari Singosari Malang dan di Ruang Ekologi Jurusan Biologi UM. Data yang diamati adalah kepadatan populasi Empoasca sp. yang meliputi dari fase telur, nimfa dan imago pada daun bagian peko, daun muda dan daun tua di klon Assamica datar. Faktor lingkungan yang diukur adalah suhu udara, kelembapan udara, intensitas cahaya, kecepatan angin, dan curah hujan. kepadatan populasi Empoasca sp. dihitung berdasarkan jumlah individu / bagian daun / periode pengambilan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada klon Assamica datar rerata kepadatan populasi Empoasca sp. fase imago yaitu 0.5 ind/ daun, rerata fase nimfa 0.7 ind/ daun dan fase telur 0 individu/daun. Sedangkan pada musim penghujan jumlah rerata kepadatan populasi Empoasca sp. fase imago yaitu 0.3 ind/ daun, rerata fase nimfa 0.3 ind/ daun. Selama pemetikan Empoasca sp. fase telur tidak ditemukan. Faktor abiotik yang memberikan sumbangan terbesar pada kepadatan populasi Empoasca sp. adalah curah hujan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar diadakan penelitian lebih lanjut mengenai kepadatan populasi Wereng Daun Teh (Empoasca sp.) pada tanaman teh (Camellia sinensis L. O. K.) klon TRI 2025 dan TRI 2024 di Kebun Teh Wonosari Singosari Malang pada musim kemarau dan musim penghujan serta diadakan penelitian lebih lanjut tentang daya serang Wereng Daun Teh (Empoasca sp.) pada tanaman teh atau tanaman lain.

Pengaruh kondisi sosial ekonomi, perhatian orang tua, dan jarak tempat tinggal dengan sekolah terhadap anak putus sekolah pada Sekolah Dasar (SD) di Desa Tegal Maja Kecamatan Tanjung Kebupaten Lombok Barat / Rodi Artono

 

ABSTRAK Artono, Rodi. 2008. Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi, Perhatian Orang Tua, Dan Jarak Tempat Tinggal Dengan Sekolah Terhadap Anak Putus Sekolah Pada Sekolah Pada Sekolah Dasar Di Desa Tegal Maja Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Barat. Skripsi, Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Timotius Suwarna, M.Pd., (II) Drs. Marhadi Slamet Kistianto, M.Si. Kata kunci: anak putus sekolah, sosial ekonomi. Dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting, di mana pendidikan merupakan proses pendewasaan diri seseorang untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian, kecerdasan, pengendalian diri, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dalam bermasyarakat. Salah satu program pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan yaitu dengan pelaksanaan program wajib belajar sembilan tahun di mana pada program tersebut mentargetkan 95% anak usia sekolah harus menempuh pendidikan sampai jenjang SMP, akan tetapi pada kenyataan di lapangan khususnya pada daerah penelitian terdapat fakta lebih dari 60% anak usia sekolah mengalami putus sekolah pada jenjang Sekolah Dasar. Pada Desa Tegal Maja Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Barat memiliki angka anak putus sekolah pada Sekolah Dasar yang lebih tinggi dalam satu kecamatan dibandingkan dengan desa-desa yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Hubungan kondisi sosial ekonomi terhadap anak putus sekolah pada Sekolah Dasar, (2) Hubungan perhatian orang tua terhadap anak putus sekolah pada Sekolah Dasar, (3) Hubungan jarak tempat tinggal dengan sekolah terhadap anak putus sekolah pada Sekolah Dasar, (4) Pengaruh kondisi sosial ekonomi, perhatian orang tua, dan jarak tempat tinggal dengan sekolah terhadap anak putus sekolah pada Sekolah Dasar, (5) Dari ketiga faktor di atas, manakah yang mempunyai pengaruh dominan terhadap anak putus sekolah pada Sekolah Dasar. Penelitian ini berbentuk penelitian korelasional. Teknik pengambilan sampel daerah menggunakan teknik purposive sampling yaitu sampel yang dipilih secara cermat dengan mengambil orang atau obyek penelitian yang selektif dan mempunyai ciri- ciri. Pengambilan sampel responden menggunakan teknik random sampling. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 115 orang. Jumlah sampel yang diambil 52 responden. Responden yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kepala keluarga (KK). Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi ganda untuk menguji hipotesis dan untuk mengetahui sumbangan efektif masing-masing variabel bebas. Hasil penelitian diperoleh bahwa (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara keadaan sosial ekonomi dengan anak putus sekolah pada Sekolah Dasar, hal ini dibuktikan dengan hasil analisis regeresi ganda diperoleh nilai koefisien regresi t yaitu thitung 3,355 > ttabel 2,0106 dengan probabilitas 0,002, (2) Terdapat hubungan yang signifikan antara perhatian orang tua dengan anak putus sekolah pada Sekolah Dasar, hal ini dibuktikan dengan hasil analisis regersi ganda diperoleh nilai koefisien regresi t yaitu thitung 3,286 > ttabel 2,0106 dengan probabilitas 0,002, (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara jarak tempat itinggal dengan sekolah terhadap anak putus sekolah pada Sekolah Dasar, hal ini dibuktikan dengan hasil analisis regresi ganda diperoleh nilai koefisien regresi t yaitu thitung 2,419 > nilai ttabel 2,0106 dengan probabilitas 0,019, (4) Terdapat pengaruh yang signifikan antara keadaan sosial ekonomi, perhatian orang tua, dan jarak tempat tinggal dengan sekolah terhadap anak putus sekolah pada Sekolah Dasar, hal ini dibuktikan dengan hasil analisis regresi ganda dengan uji F diperoleh nilai Fhitung 31,179 > nilai Ftabel 2,80 dengan probabilitas 0,000, (5) Faktor yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap anak putus sekolah pada Sekolah Dasar adalah kondisi sosial ekonomi, hal ini dibuktikan dengan hasil analisis regresi ganda diperoleh nilai koefisien beta sebesar 40,3%. Berdasarkan hasil penelitian Pemerintah Kabupaten Lombok Barat disarankan (1) Usaha meningkatan kesejahtraan sosial ekonomi, (2) Meningkatkan perhatian masyarakat akan pentingnya pendidikan, (3) Meningkatkan keterjangkauan dengan perbaikan sarana dan prasarana penunjang berlangsungnya pendidikan. Bagi penelili lebih lanjut disarankan perlu penelitian lebih lanjut mengenai peningkatan kesejahtraan sosial ekonomi, guna dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dimasa depan.

Kualitas kapur tohor dan belerang dari berbagai sumber sebagai bahan pembantu pada proses pemurnian nira tebu di industri gula / Wiwid Nuriani

 

Pengembangan software media pembelajaran materi redoks dan elektrokimia untuk siswa SMA kelas XII semester I / Fadlur Rohman MH.

 

Pengembangan pembelajaran sistem modul aritmetika sosial kelas VII berdasarkan standar proses problem solving dan komunikasi / Laili Rahmawati

 

Modul merupakan suatu paket bahan ajar yang memuat serangkaian aktivitas kegiatan belajar mandiri agar siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Dengan modul, siswa dapat belajar sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Kegiatan pengembangan yang dilakukan bertujuan untuk menghasilkan modul aritmetika sosial. Materi aritmetika sosial merupakan salah satu bahan kajian siswa-siswaSMP kelas VII. Uraian materi dalam modul berpijak pada KTSP. Sedangkan aspek standar proses pemecahan masalah dan komunikasi terdapat pada contoh soal dan soal latihan. Modul yang dikembangkan terdiri dari 3 unit, yaitu: (1) menentukan nilai kesluruhan,nilai per unit, nilai sebagian, harga pembelian, harga penjualan, untung, dan rugi, (2) menentukan persentase untung dan rugi dari harga pembelian, serta menentukah harga pembelian dan harga penjualan jika persentase untung atau rugi diketahui, dan (3) menentukan rabat (diskon), bruto, tara, neto, serta menentukan bunga tunggal dan pajak. Modul aritmetika sosial yang dikembangkan telah divalidasi dan diujicobakan untuk memperoleh bagian-bagian modul yang perlu direvisi. Modul telah divalidasi oleh 2 orang dosen Universitas Negeri Malang dan 3 orang guru SMP bidang studi matematika. Uji coba modul melibatkan 10 orang siswa SMP Negeri 4 Kepanjen kelas VII. Hasil validasi maupun ujicoba menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan adalah valid. Kelebihan dari modul yang dikembangkan, yaitu: (1) memunculkan aspek pemecahan masalah dan komunikasi, (2) kesesuaian materi dengan tujuan pembelajaran, (3) tampilan modul yang menarik. Adapun kelemahannya yaitu pengembangan modul ini baru sampai pada tahap uji coba kepada 10 siswa dan belum diujicobakan kepada siswa dalam kelompok besar/satu kelas. Pengembangan modul ini diharapkan dapat memperkaya dunia pendidikan, khususnya bidang pembelajaran matematika.

Pembuatan, uji keasaman, dan uji aktivitas zeolit-Mn sebagai katalis oksidasi hidrokarbon ringan / Nur Diyana Umriyah

 

Kemajuan teknologi menyebabkan perubahan sikap dan tingkah laku manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Kecenderungan menggunakan alat transportasi dengan BBM menyebabkan tingginya polusi udara akibat dari emisi gas buang yang dihasilkan dari oksidasi bahan bakar. Salah satu gas buang yang dikeluarkan dari kendaraan bermotor adalah hidrokarbon ringan. Hidrokarbon ringan dikategorikan sebagai salah satu sumber pencemaran udara yang berbahaya. Oleh karena itu, perlu digalakkan pengendalian polusi udara yang salah satu caranya dengan melalui katalis. Pada penelitian ini digunakan katalis zeolit-Mn sebagai katalis oksidasi hidrokarbon ringan yang diharapkan dapat mengurangi pencemaran udara akibat emisi gas buang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas katalis yang dihasilkan pada reaksi oksidasi hidrokarbon ringan dari LPG. Katalis zeolit-Mn diperoleh dengan cara membersihkan sampel zeolit alam, kemudian diaktivasi dengan larutan asam HF 1%, HCl 6M, NH4NO3 1M lalu diimpregnasi dengan larutan garam MnCl2.4H2O dengan perendaman selama 24 jam. Setelah itu dilakukan kalsinasi pada suhu 650C. Uji karakterisasi berupa keasaman dilakukan setelah zeolit-Mn dipanaskan dalam furnace pada variasi suhu kalsinasi 600C, 700C, 800C, 900C, dan 1000C. Kemudian efektivitas-nya sebagai katalis diuji terhadap oksidasi gas LPG dan Oksigen pada variasi suhu 500C, 550C, 600C, 650C, 700C, dan 750C. Keasaman ditentukan dengan adsorpsi gas amoniak. Setelah itu dilakukan pengukuran hasil oksidasi LPG dengan Automotif Diagnostics Bear/alat uji emisi untuk mengetahui konsentrasi sisa hidrokarbon ringan. Karakterisasi keasaman untuk zeolit-Mn mencapai optimum pada suhu 700C dengan keasaman sebesar 4,900 mmol/gram. Persentase adsorpsi Mn pada permukaan zeolit sebesar 85,06%. Efektivitas zeolit-Mn sebagai katalis oksidasi hidrokarbon ringan dari LPG mencapai optimum pada suhu 700C dengan hasil konversi 76,80%. Sedangkan katalis zeolit alam dan zeolit aktif pada suhu 700C memberikan konversi 53,70% dan 68,67%.

Studi perbandingan metode analisa amilum serta aplikasinya dalam efektifitas proses sulfitasi dan membran dalam pemurnian nira / Siti Ulfa Indriani

 

ABSTRAK Indriani, Ulfa Siti. 2008. Studi Perbandingan Metode Analisa Amilum serta Aplikasinya dalam Efektifitas Proses Membran dan Sulfitasi pada Pemurnian Nira. Skripsi, Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Subandi,M.Si, (II) Dr. T. Martoyo. Kata kunci : Amilum, membran mikrofiltrasi, membran ultrafiltrasi Tebu yang memiliki rendemen tinggi umumnya masih memiliki kandungan amilum yang tinggi pula, sehingga kontrol kadar amilum pada nira dalam tiap tahap produksi gula mutlak diperlukan.Metode yang digunakan untuk mendeteksi kadar amilum dalam nira juga harus memiliki tingkat presisi dan akurasi yang tinggi. Oleh karena itu, perlu dilakukan verifikasi metode analisa amilum. Selain itu, pengontrolan kadar amilum juga dapat dilakukan dengan memilih proses pemurnian yang efektif dan efisien. Hal ini ditinjau dari masih rendahnya kualitas nira encer hasil pemurnian menggunakan proses sulfitasi. Membran merupakan proses pemurnian yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas nira encer yang dihasilkan, khususnya amilum. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode analisa amilum yang terbaik antara metode standar P3GI dan metode ICUMSA 2007, serta aplikasinya dalam mengetahui perbandingan efektifitas proses membran dan proses sulfitasi pada tahap pemurnian jika ditinjau dari kualitas nira encer yang dihasilkan. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental yang terdiri dari 2 tahap, yaitu : (1) Perbandingan metode analisa amilum ICUMSA 2007 dan standar P3GI pada nira mentah. Kadar amilum hasil analisa kedua metode di uji T untuk mengetahui signifikansinya, dan metode yang lebih baik dapat diketahui dari koefisien determinan (R2) dan slope kurva standar, kesalahan acak (CV), serta kesalahan relatif. (2) Aplikasi metode analisa amilum yang terbaik untuk mengetahui efektifitas proses membran dan sulfitasi melalui kualitas nira encer yang dihasilkan. Kualitas nira encer dapat diketahui dari % penurunan pol, brix, kekeruhan, warna ICUMSA, kadar (CaO + MgO), dan kadar amilum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Kadar amilum hasil analisa metode ICUMSA 2007 sebesar 376,46 mg/L, sedangkan kadar amilum hasil analisa metode standar P3GI sebesar198,34 mg/L. Kedua metode mempunyai perbedaan secara signifikan karena T hitung (10,940) > T tabel (2,776). (2) Metode ICUMSA 2007 lebih baik dibandingkan metode standar P3GI karena (a) nilai koefisien determinan (R2) metode ICUMSA 2007 (0,9997) lebih besar dari pada metode standar P3GI (0,8929), (b) nilai kesalahan acak (CV) metode ICUMSA 2007 (2,35 %) lebih kecil dari pada metode standar P3GI (21 %), dan (c) kesalahan relatif analisa amilum metode ICUMSA 2007 (4,2 % dan 4,5 %) lebih kecil dari pada metode standar P3GI (36,7 % dan 37,5 %). (3) Pemurnian nira menggunakan proses membran lebih efektif dibandingkan proses sulfitasi jika ditinjau dari kualitas nira encer yang dihasilkan. Hal ini ditunjukkan dengan % penurunan turbiditas, warna ICUMSA, kadar CaO + MgO, dan kadar amilum masing – masing sebesar 99,8%, 83%, 25%, dan 85% jika menggunakan proses membran, dan 49%, 53%, 8%, dan 29% jika menggunakan proses sulfitasi.

Pengaruh EVA (Economic Value Added), MVA (Market Value Added) dan ROI (Return on Investment) terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2005-2007 / Vina Afriana Fauzia

 

ABSTRAK Fauzia, Vina Afriana. 2008. Pengaruh EVA (Economic Value Added), MVA (Market Value Added) dan ROI (Return On Investment) Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia. Skripsi, Program Studi Manajemen Keuangan Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1)Soebagyo,SE,SH,MM dan (2)Lulu Nurul Istanti,S.E, M.M. Kata Kunci : economic value added, market value added, return on investment, harga saham EVA merupakan analisis kinerja keuangan yang mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan nilai tambah bagi para investor. MVA(Market Value Added) merupakan selisih antara nilai pasar dengan modal yang diinvestasikan oleh investor. ROI (Return On Investment) merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk operasi perusahaan guna menghasilkan keuntungan. Harga saham merupakan nilai saham yang terjadi di pasar bursa pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar. Perubahan harga saham merupakan pencerminan faktor-faktor fundamental ekonomi makro maupun keuangan internal perusahaan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripsi korelasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja perusahaan berdasarkan analisis EVA, MVA, ROI. Disamping itu juga untuk mengetahui pengaruh EVA, MVA, ROI terhadap harga saham perusahaan manufaktur yang termasuk dalam 50 biggest market capitalization di Bursa Efek Indonesia. Populasi penelitian ini meliputi semua perusahaan manufaktur yang masuk dalam 50 biggest market capitalization di Bursa Efek Indonesia untuk tahun 2005-2007. Sedangkan sampel perusahaan terdiri dari 12 perusahaan. Pemilihan sampel penelitian dilakukan dengan teknik purposive random samplingi. Periode pengamatan selama 3 tahun yaitu 2005-2007. Data yang di gunakan terdiri dari laporan keuangan dalam annual report dan index capital market directory, dan closing price tahun 2005-2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil nilai EVA dari 12 sampel penelitian sebanyak 11 perusahaan memiliki EVA positif sedangkan 1 perusahaan bernilai negatif. Nilai MVA menunjukkan bahwa dari 12 sampel penelitian hanya 1 perusahaan mempunyai nilai MVA positif sedangkan 11 perusahaan lainnya memiliki MVA negatif. Sedangkan nilai ROI menunjukkan bahwa dari 12 sampel penelitian menpunyai nilai ROI positif. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa variabel EVA, MVA, ROI berpengaruh signifikan dengan harga saham, sedangkan secara parsial dari tiga variabel bebas tersebut variabel MVA dan ROI yang memiliki pengaruh terhadap harga saham. Saran bagi peneliti selanjutnya sebaiknya dilakukan penambahan terhadap jumlah sampel dan periode pengamatan penelitian. Di samping itu juga sebaiknya jumlah variabel independen dari penelitian ditambah dengan variabel kinerja keuangan yang lain. Bagi perusahaan sebaiknya melakukan analisis kinerja keuangan dengan konsep EVA karena EVA sangat memperhatikan biaya modal yang menyangkut kepentingan perusahaan maupun kepentingan penyandang dana. Jika analisis rasio keuangan menilai dari segi operasional dan keuangan internal perusahaan, analisis EVA lebih mengarah pada perhitungan laba riil perusahaan yang di ukur dengan kemampuan memberikan tingkat pengembalian investasi sesuai dengan harapan investor. Perusahaan sebaiknya mencantumkan nilai EVA dalam laporan keuangan yang di publikasikan.

Pengaruh harga saham dan volume perdagangan saham terhadap bid-ask spread sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan go public yang listing di BEI tahun 2006 / Yahya Agung Wibowo

 

ABSTRAK Wibowo, Yahya Agung. 2008. Pengaruh Harga Saham dan Volume Perdagangan Saham Terhadap Bid-ask Spread Sebelum dan Sesudah Stock Split pada Perusahaan Go Public yang Listing di BEI Tahun 2006. Skripsi, Program Studi Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo, M.M (II) Lulu Nurul Istanti, S.E, M.M Kata kunci: Harga Saham, Volume Perdagangan Saham, Bid-Ask Spread dan Stock Split Investasi pada hakekatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan dimasa yang akan datang. Investasi yang ditanamkan dapat berupa saham, obligasi, dan beberapa derivatif lain. Saham diperjualbelikan di pasar modal oleh pialang saham yang manjadi anggota bursa efek. Dari transaksi saham yang dilakukan memunculkan perbedaan atau selisih yang disebut Bid-Ask Spread. Dan informasi memegang peranan sangat penting dalam melakukan transaksi di pasar modal. Karena informasi dapat digunakan untuk mengambil keputusan oleh para investor untuk memilih portofolio investasi yang efisien. Salah satunya adalah stock split yang merupakan pemecahan selembar saham menjadi n lembar saham. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kondisi harga saham, volume perdagangan saham dan bid-ask spread sebelum dan sesudah stock split. Dan untuk mengetahui pengaruh harga saham, volume perdagangan saham terhadap bid-ask spread secara parsial sebelum dan sesudah stock split, serta mengetahui pengaruh harga saham, volume perdagangan saham terhadap bid-ask spread secara simultan sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan go public yang listing di BEI tahun 2006. Penelitian ini digolongkan ke dalam penelitian eksplanasi yaitu penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Populasi sebanyak 11 perusahaan, yaitu perusahaan go public yang listing di BEI dan melakukan stock split pada tahun 2006. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 8 perusahaan yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Pemilihan sampel dengan teknik purposive sampling. Dengan periode observasi yang digunakan adalah 4 minggu sebelum dan 4 minggu sesudah stock split. Jenis data yang digunakan adalah kuantitatif dan merupakan data sekunder yang diperoleh Pojok BEJ (JSX corner) unibraw. Kondisi harga saham sebelum stock split mengalami tren penurunan yang landai sedangkan sesudah stock split mengalami tren peningkatan yang lambat. Kondisi volume perdagangan saham sebelum stock split mengalami tren penurunan yang landai sedangkan sesudah stock split mengalami tren peningkatan yang lambat. Kondisi bid-ask spread sebelum stock split mengalami tren peningkatan yang cukup tajam sedangkan sesudah stock split mengalami tren penurunan yang cukup tajam. Hasil penelitian sebelum stock split yang diperoleh adalah secara parsial harga saham berpengaruh signifikan terhadap bid-ask spread, volume perdagangan saham berpengaruh signifikan terhadap bid-ask spread. Sedangkan secara simultan harga saham dan volume perdagangan saham mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap bid-ask spread. Begitu pula hasil penelitian yang dilakukan sesudah stock split hasil penelitian ini secara parsial harga saham berpengaruh signifikan terhadap bid-ask spread, volume perdagangan saham berpengaruh signifikan terhadap bid-ask spread. Sedangkan secara simultan harga saham dan volume perdagangan saham mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap bid-ask spread. Saran bagi perusahaan, perusahaan harus dapat menganalisa dengan hati-hati dalam menentukan langkah yang diambil dalam menentukan kebijakan atas peristiwa stock split. Investor juga harus dapat menganalisa keputusan dengan hati-hati dalam menanamkan modalnya dan memperhitungkan risiko dari peristiwa stock split. Bagi penelitian selanjutnya hendaknya jumlah sampel dan periode lebih banyak, variabel penelitian yang potensial memberikan kontribusi terhadap bid-ask spread juga ditambah.

Pengaruh pengelolaan kelas dan pemanfaatan media pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa di SMPN se Kabupaten Banyuwangi / Eka Pratiwi

 

Pengaruh budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja pada karyawan The Grand Palace Hotel Malang / Ichsan Nurcholis

 

Budaya berkembang menjadi sesuatu nilai-nilai atau norma yang tidak hanya dimiliki oleh sekelompok manusia pada suatu lingkungan saja tetapi juga dimiliki oleh sebuah organisasi. Perkembangan dalam dunia usaha di Indonesia saat ini yang semakin cepat dan pesat berakibat juga pada berubahnya budaya organisasi. Sehingga organisasi dituntut untuk mempunyai budaya organisasi yang membedakan dengan organisasi lain yang sejenis. Percepatan perubahan lingkungan berakibat pada perubahan budaya organisasi. Bagaimana karyawan berperilaku dan apa yang seharusnya mereka lakukan, banyak dipengaruhi oleh budaya yang dianut oleh organisasi tersebut, atau disebut dengan budaya organisasi. Kesuksesan sebuah organisasi tidak hanya didukung oleh budaya organisasinya saja tetapi juga bagaimana organisasi tersebut menumbuhkan motivasi karyawan untuk mencapai kepuasan kerja yang mampu meningkatkan kinerja karyawan. Budaya organisasi dan motivasi kerja yang dipandang sebagai variabel independen yang mempengaruhi perilaku karyawan guna meningkatkan kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan motivasi kerja yang ada pada The Grand Palace Hotel Malang guna meningkatkan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Deskripsi budaya organisasi, motivasi kerja, kepuasan kerja, dan kinerja karyawan The Grand Palace Hotel di Malang; (2) Pengaruh langsung budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan The Grand Palace Hotel; (3) Pengaruh langsung motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan The Grand Palace Hotel; (4) Pengaruh langsung budaya organisasi dan motivasi kerja secara simultan terhadap kepuasan kerja; (5) Pengaruh langsung kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan The Grand Palace Hotel; (6) Pengaruh langsung budaya organisasi terhadap kinerja karyawan The Grand Palace Hotel; (7) Pengaruh langsung motivasi terhadap kinerja karyawan The Grand Palace Hotel; (8) Pengaruh tidak langsung budaya organisasi terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja karyawan The Grand Palace Hotel; (9) Pengaruh tidak langsung motivasi kerja terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja karyawan The Grand Palace Hotel. Penelitian ini bersifat deskriptif korelasional, yang terdiri dari empat variabel yaitu budaya organisasi dan motivasi kerja sebagai variabel independen, kepuasan kerja sebagai variabel intervening, dan kinerja karyawan sebagai variabel dependen. Penelitian ini adalah penelitian populasi karena jumlah populasi kurang dari 100 subjek, jumlah populasinya adalah 42 responden, respondennya adalah karyawan tetap The Grand Palace Hotel Malang. Pengambilan data primer dalam penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa angket atau kuesioner, yang sebelumnya telah diuji kepada 42 responden. Instrumen penelitian tersebut menggunakan skala Likert dengan 5 skala pengukuran. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik dokumentasi dan wawancara. Tujuan penelitian ini diwujudkan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif guna menggetahui gambaran masing-masing variabel budaya organisasi, motivasi kerja, kepuasan kerja, dan kinerja karyawan. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS for Windows 13.0, untuk proses pengolahan data dan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa: (1) Pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan kerja β = 0,371 t hitung = 2,772 dan nilai sig t 0,009 < 0,05; (2) Pengaruh motivasi kerja terhadap kepuasan kerja β = 0,388 t hitung = 2,896 dan nilai sig t 0,006 < 0,05; (3) Pengaruh lansung budaya organisasi dan motivasi kerja secara simultan terhadap kepuasan kerja F hitung = 20,175 nilai sig t 0,00 < 0,05; (4) Pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan β = 0,290 t hitung = 2,248 dan nilai sig t 0,030 < 0,05; (5) Pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan β = 0,296 t hitung = 2,508 dan nilai sig t 0,017 < 0,05; (6) Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan β = 0,391 t hitung = 3,282 dan nilai sig t 0,002; (7) Pengaruh tidak langsung budaya organisasi terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja β = 0,10759; (7) Pengaruh tidak langsung motivasi kerja terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja β = 0,11252. Kesimpulan hasil penelitian ini bahwa: (1) Terdapat pengaruh langsung positif yang signifikan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja; (2) Terdapat pengaruh langsung positif yang signifikasi motivasi kerja terhadap kepuasan kerja; (3) Terdapat pengaruh langsung positif yang signifikan budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja; (4) Terdapat pengaruh langsung positif yang signifikan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan; (5) Terdapat pengaruh langsung positif yang signifikan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan; (6) Terdapat pengaruh langsung positif yang signifikan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan; (7) Terdapat pengaruh tidak langsung positif yang signifikan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja, (8) Terdapat pengaruh tidak langsung positif yang signifikan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja. Saran yang bisa diberikan berkaitan dengan temuan yang diperoleh adalah: (1) Untuk menjalin hubungan yang lebih harmonis dan semangat kebersamaan dalam bekerja, sebaiknya secara berkala diadakan kegiatan yang dapat menumbuhkan semangat kebersamaan seperti rekreasi, selain itu perlu memperhatikan kebijakan terhadap karyawan dan lebih responsif atas keluhan mereka. (2) Untuk meningkatkan meningkatkan motivasi kerja Pimpinan The Grand Palace Hotel harus memperhatikan kesejahteraan karyawan baik melalui upah, bonus maupun penghargaan. (3) Untuk meningkatkan pelayanan terhadap tamu hotel, maka setiap karyawan harus memahami dan menjalankan pedoman pelayanan the Grand Palace Hotel karena dapat menimbulkan kesan hotel dan kepuasan tamu yang berkunjung.

Penerapan pembelajaran PKn berbasis pakem di SDN Punten 01 Kecamatan Bumiaji Batu / Fanti Efrida

 

ABSTRAK Pratiwi, Titin Agus. 2008. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Dengan Menggunakan Sistem Moving Class di SMP Negeri I Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Nur Wahyu Rochmadi, M. Pd, M. Si, (II) Dra. Sri Untari M. Si. Kata Kunci: Pembelajaran, Pendidikan Kewarganegaraan, Moving Class. Pendidikan mempunyai peran penting dalam upaya mencapai kesejahteraan dan kemakmuran bangsa Indonesia. Berbagai bentuk pembaharuan telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, diantaranya adalah pembelajaran dengan menggunakan sistem moving class. Sistem moving class memungkinkan terjadinya suasana belajar yang nyaman dan kondusif, fasilitas belajar yang memadai, kesiapan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, serta guru menemukan kreasi dan inovasi pengelolaan kelas untuk menunjang proses belajar mengajar yang lebih efektif. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan menggunakan sistem moving class di SMP Negeri 1 Malang. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran sistem moving class di SMP Negeri 1 Malang; (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan menggunakan sistem moving class di SMP Negeri 1 Malang; (3) mendeskripsikan keunggulan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan menggunakan sistem moving class di SMP Negeri 1 Malang; (4) mendeskripsikan kelemahan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan menggunakan sistem moving class di SMP Negeri 1 Malang; (5) mendeskripsikan problematika pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan menggunakan sistem moving class di SMP Negeri 1 Malang; (6) mendeskripsikan upaya mengatasi problematika pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan menggunakan sistem moving class di SMP Negeri 1 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif (studi di SMP Negeri 1 Malang). Subyek penelitian ini adalah guru Pendidikan Kewarganegaraan dan para siswa di SMP Negeri 1 Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada pendapat Miles dan Huberman dengan prosedur reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) setiap perpindahan jam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan siswa menuju ruang kelas, dimana guru dan siswa harus mengetahui tujuan pembelajaran supaya pelaksanaan pembelajaran lebih terarah; (2) kegiatan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan terdiri dari membuka pelajaran, penyampaian materi, dan menutup pelajaran; (3) keunggulan adanya sistem ini peserta didik tidak mengalami kebosanan dan kejenuhan dalam kelas tertentu sedangkan guru bisa mengatur kelas sesuai karakteristik mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan; (4) kelemahannya kondisi kelas yang sempit dan kelelahan siswa saat berpindah ruang kelas; (5) untuk mengatasi problematika keterlambatan siswa mengikuti pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan guru melakukan presensi sebelum pelajaran dimulai. Berdasarkan temuan penelitian disarankan agar sekolah lebih meningkatkan penyelenggaraannya dalam menerapkan sistem moving class yang dilengkapi sarana dan prasarana. Hendaknya guru mempertimbangkan alokasi waktu dan kedisiplinan siswa saat perpindahan ruang kelas untuk mangatasi masalah keterlambatan siswa mengikuti pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, sehingga pembelajaran dengan menggunakan sistem moving class berlangsung efektif. Selain itu siswa juga berperan aktif dalam pelaksanaan pembelajaran moving class di SMP Negeri 1 Malang.

Pemahaman, implementasi dan tingkat kesulitan guru Program Keahlian Akuntansi dalam penerapan KTSP di SMK Negeri 1 Malang / Diah Ayu Cholidah

 

ABSTRAK Cholidah, Diah A. 2008.Pemahaman,Implementasi dan Tingkat Kesulitan Guru Program Keahlian Akuntansi dalam Penerapan KTSP di SMK Negeri 1 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Sri Pujiningsih SE, M.Si, Ak. Kata kunci: pemahaman, KTSP Pendidikan merupakan salah satu faktor penentu kualitas SDM di Indonesia. Salah satu upaya untuk memperbaiki mutu pendidikan adalah dengan penyempurnaan kurikulum. Saat ini kurikulum pengganti yang telah diterapkan adalah KTSP. Berbagai kegiatan sosialisasi mengenai KTSP telah dilakukan, salah satunya di SMKN 1 Malang. Dari sosialisasi tersebut, pemahaman dan persepsi setiap guru dapat berbeda. Dalam hal ini, dilakukan penelitian untuk mengetahui pemahaman dan persepsi guru akuntansi terhadap KTSP di SMKN 1 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui tingkat pemahaman guru akuntansi terhadap KTSP di SMKN 1 Malang, 2) Mengetahui persepsi guru akuntansi terhadap KTSP di SMKN 1 Malang, dan 3) Mengetahui tingkat kesulitan guru akuntansi dalam mengembangkan KTSP di SMKN 1 Malang, Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah semua guru SMKN 1 Malang. Variabel yang diteliti adalah pemahaman, persepsi, dan kesulitan guru akuntansi dalam penerapan KTSP. Instrumen yang digunakan berupa angket. Sedangkan teknik pengukurannya berbentukRating Scale metodeLikert Scale. Instrumen yang dipakai sebelumnya diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan bantuan programSPSS for Windows 12. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil observasi awal diketahui 83,3% telah mengikuti pelatihan/workshop tentang KTSP dan 16,7% belum mengikuti pelatihan/workshop tentang KTSP. Berdasarkan angket yang diisi oleh responden diketahui ± (83,3%) responden guru akuntansi SMKN 1 Malang memiliki pemahaman yang baik terhadap konsep KTSP, ± (75 %) responden guru akuntansi SMKN 1 Malang memiliki pemahaman yang baik terhadap konsep SNP, ± (91,7%) dari responden guru akuntansi SMKN 1 Malang menyatakan setuju terhadap pernyataan-pernyataan tentang dalam pengembangan silabus berbasis KTSP, ± (100%) dari responden guru akuntansi SMKN 1 Malang menyatakan setuju terhadap pernyataan- pernyataan tentang dalam pengembangan RPP berbasis KTSP, atau ± (100%) dari responden guru akuntansi SMKN 1 Malang menyatakan setuju terhadap pernyataan-pernyataan tentang Pelaksanaan Pembelajaran dan Penilaian KTSP, ± (58,3%) dari responden guru akuntansi SMKN 1 Malang menyatakan sulit terhadap pernyataan-pernyataan tentang dalam pengembangan silabus berbasis KTSP, ± (58,3 %) dari responden guru akuntansi SMKN 1 Malang menyatakan sulit terhadap pernyataan-pernyataan tentang dalam pengembangan RPP berbasis KTSP, dan ± (100 %) dari responden guru akuntansi SMKN 1 Malang menyatakan sangat mudah terhadap pernyataan-pernyataan tentang Pelaksanaan Pembelajaran dan Penilaian KTSP.

Dinamika metode Hisab Imkanurrukyah Pondok Pesantren Miftahul Huda Kota Malang (1935-2014) / M. Choirul Huda

 

Analisis kesalahan konsep materi larutan penyangga pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Tumpang tahun pelajaran 2010/2011 / Fahjarul Setya Amarta

 

Kata kunci : analisis, kesalahan konsep, larutan penyangga. Pengajaran ilmu kimia dimulai dari konsep yang sederhana dan kemudian dibangun suatu konsep yang lebih kompleks. Salah satu tujuan mata pelajaran kimia SMA adalah memahami konsep kimia, saling keterkaitan dan penerapan konsep kimia untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi. Materi dalam ilmu kimia memiliki keterkaitan yang erat antara materi yang satu dengan yang lain. Apabila siswa kurang menguasai suatu materi, maka akan berdampak pada tingkat pemahaman siswa pada materi selanjutnya. Materi larutan penyangga merupakan materi yang mencakup konsep kesetimbangan kimia, asam-basa dan stoikiometri. Banyak penelitian telah menemukan kesalahan konsep pada konsep kesetimbangan kimia, asam-basa dan stoikiometri. Oleh karena itu, peneliti terdorong untuk melakukan penelitian tentang analisis kesalahan konsep materi larutan penyangga dengan tujuan untuk mendeskripsikan persentase siswa yang mengalami kesalahan konsep tentang materi larutan penyangga berdasarkan konsistensi kesalahan dalam menjawab pilihan jawaban, memberikan alasan pemilihan jawaban dan hasil wawancara. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Tumpang tahun pelajaran 2010/2011 yang terdiri dari 4 kelas. Berdasarkan nilai rata-rata kelas diketahui bahwa keempat kelas XI IPA mempunyai nilai rata-rata yang hampir sama, sehingga kemampuannya dapat dianggap homogen. Sampel diambil dengan teknik sampling random sederhana yaitu dengan cara undian kelas. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah kelas XI IPA 1 dan XI IPA 3. Instrumen yang digunakan adalah tes objektif berjumlah 27 butir dengan 4 alternatif jawaban dan disertai alasan pemilihan jawaban. Wawancara untuk menentukan konsistensi pemilihan jawaban dan alasan pemilihan jawaban dilakukan pada keseluruhan sampel. Data penelitian dianalisis secara deskriptif. Teknis analisis deskriptif digunakan untuk menentukan jenis-jenis kesalahan konsep dalam materi larutan penyangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) 12,3% siswa mengalami kesalahan konsep tentang deskripsi larutan penyangga, (2) 37,5% siswa mengalami kesalahan konsep tentang pH larutan penyangga akibat penambahan sedikit asam, penambahan sedikit basa, dan pengenceran, (3) 14,62% siswa mengalami kesalahan konsep tentang komponen atau komposisi larutan penyangga, (4) 41,68% siswa tidak dapat memberikan contoh campuran larutan penyangga, (5) 70,26% siswa mengalami kesalahan konsep tentang persamaan reaksi kesetimbangan larutan penyangga, (6) 31,49% siswa mengalami kesalahan konsep tentang persamaan reaksi kesetimbangan larutan penyangga setelah penambahan sedikit asam atau basa, (7) 25,33% siswa mengalami kesalahan konsep tentang pengaruh penambahan asam atau basa terhadap pergeseran kesetimbangan larutan penyangga, (8) 50,8% siswa mengalami kesalahan konsep tentang rumusan pKa dan hubungan pKa dengan pH larutan penyangga, (9) 26,89% siswa mengalami kesalahan konsep tentang rumusan dan hitungan pH larutan penyangga, (10) 25,34% siswa mengalami kesalahan konsep tentang perkiraan pH larutan penyangga, (11) 29,25% siswa mengalami kesalahan konsep tentang fungsi larutan penyangga. 24,9%, 36,67%, 34,34%, 29,25%, 31,29% siswa berturut-turut mengalami kesalahan konsep pada subbab sifat larutan penyangga, subbab komponen dan cara kerja larutan penyangga, subbab penentuan pH larutan penyangga, subbab fungsi larutan penyangga, dan materi larutan penyangga secara keseluruhan.

Pengaruh pemanfaatan perpustakaan sekolah dan minat baca terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 2 Blitar / Wahyu Purwanto

 

ABSTRAK Purwanto, Wahyu. 2008. Pengaruh Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Dan Minat Baca Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPS Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA Negeri 2 Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sapir, S.Sos, M.Si, (II) Imam Mukhlis, S.E, M.Si. Kata Kunci: pemanfaatan perpustakaan sekolah, minat baca, prestasi belajar. Pendidikan memegang peranan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Perpustakaan sekolah merupakan bagian integral dalam proses pendidikan dan unsur yang seharusnya ada dalam suatu lembaga pendidikan. Perpustakaan yang didalamnya terdapat buku-buku merupakan jendela dunia, dan membaca adalah kuncinya. Dengan membaca orang berharap memperoleh suatu yang baru sebagai informasi dan bagi siswa digunakan untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Hal tersebut haruslah diawali adanya minat baca yang tinggi. Fakta bahwa buku dan kegiatan membaca masih menjadi kegiatan yang ”mewah” bagi sebagian masyarakat dan pelajar. Semua ini disebabkan karena sarana yang ada seperti perpustakaan sekolah masih belum termanfaatkan secara maksimal, sehingga berakibat rendahnya prestasi siswa. Berdasarkan hal tersebut maka diadakan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan perpustakaan sekolah dan minat baca terhadap prestasi belajar siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Blitar. Dengan teknik random sampling dari seluruh kelas XI terpilih 44 siswa sebagai responden, tiap kelas diambil sebanyak 11 orang siswa sebagai pengambilan sampel. Metode dalam pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket dan dokumentasi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis statistik. Analisis statistik ini digunakan untuk menganalisis data yang berasal dari metode angket dan dokumentasi. Berdasarkan analisis statistik diperoleh hasil: (1) Pemanfaatan perpustakaan sekolah siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 2 Blitar tergolong kategori tinggi atau baik. (2) Minat baca siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 2 Blitar tergolong kategori tinggi atau baik. (3) Prestasi belajar siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 2 Blitar tergolong kategori baik. (4) Secara parsial ada pengaruh pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 2 Blitar yaitu pada taraf signifikansi 5% (0,00 < 0,05) dan t (4,547) > t (2,019). (5) Secara parsial ada pengaruh minat baca terhadap prestasi belajar siwa kelas XI IPS pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 2 Blitar yaitu taraf signifikansi 0,00 < 0,05 dan t (4,644) > t (2,019). (6) Secara simultan ada pengaruh pemanfaatan perpustakaan sekolah dan minat baca siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 2 Blitar yaitu taraf signifikansi 0,00 < 0,05 dan F (28,641) > F (3,225). Dengan perolehan prestasi belajar yang sudah tinggi atau baik maka diharapkan pihak sekolah untuk lebih memaksimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah yang sudah ada serta lebih meningkatkan minat baca siswa, serta memaksimalkan fasilitas-fasilitas yang lain karena secara tidak langsung fasilitas sekolah yang ada juga berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kedepannya. Sedangkan bagi para siswa diharapkan untuk menggunakan atau memanfaatkan perpustakaan sekolah yang sudah tersedia dengan semaksimal mungkin dan juga berani membuka diri terhadap guru agar komunikasi dalam pembelajaran menjadi lebih baik dan nyaman.

Variasi genetik kerbau lumpur (Bubalus Bubalis) lokal Banyuwangi berdasarkan teknik RFLP DNA (DNA Restriction Fragment Length Polymorphism) / Andi Asrudin

 

Esterifikasi asam sinamat dengan gliserol dan uji aktivitas senyawa hasil sebagai sunscreen / Amalia Rasyid

 

Sinar matahari mengandung sinar ultraviolet yang memiliki spektrum 200-400 nm yang berbahaya bagi kulit manusia. Sinar yang sangat berbahaya inilah yang dapat mengakibatkan kerusakan kulit seperti eritema (bercak kemerahan), pigmentasi (bercak kecoklatan) dan kanker kulit. Kerusakan kulit tersebut tidak dapat ditanggulangi oleh sistem proteksi tubuh (melanin dan antioksidan) pada tingkat radiasi tinggi. Hal ini menyebabkan diperlukannya tambahan pelindung dari luar baik secara fisik (baju, payung, topi, dan kacamata) maupun secara kimiawi yaitu dengan menggunakan tabir surya atau sunscreen. Zat-zat kimia yang banyak digunakan sebagai senyawa sunscreen antara lain adalah turunan asam sinamat seperti oktil p-metoksisinamat. Oleh karena itu, tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah membuat turunan asam sinamat yang lain melalui reaksi esterifikasi antara asam sinamat dengan gliserol sehingga terjadi eksplorasi senyawa-senyawa yang berpotensi sebagai sunscreen. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik yang dirancang dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah esterifikasi asam sinamat dengan gliserol dan identifikasi awal dengan metode KLT. Tahap kedua adalah karakterisasi senyawa hasil esterifikasi meliputi penentuan titik lebur dan uji kelarutan, identifikasi senyawa hasil esterifikasi dengan metode spektrofotometri UV, spektrofotometri IR dan GC-MS. Tahap ketiga adalah uji aktivitas senyawa hasil esterifikasi sebagai sunscreen dengan metode spektrofotometri UV. Reaksi esterifikasi asam sinamat dengan gliserol berkatalis asam sulfat pekat menghasilkan padatan kuning muda, berbau harum, titik lebur 152-155oC, larut dalam etanol, aseton, asam asetat dan kloroform tetapi tidak larut dalam air dan n-heksana. Hasil identifikasi dengan metode spektrofotometri UV, spektrofotometri IR dan didukung GC-MS secara keseluruhan menunjukkan bahwa senyawa hasil esterifikasi adalah gliseril-β-sinamat dengan tingkat kemurnian 46,42 %. Hasil perhitungan persentase transmisi eritema dan pigmentasi berdasarkan data absorbansi yang diperoleh dari spektrofotometer UV tidak menunjukkan adanya aktivitas senyawa hasil esterifikasi sebagai sunscreen baik sebagai suntan ataupun sunblock.

Penerapan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di SMP Negeri 2 Singosari / Bunga Edin Wandasari

 

ABSTRAK Edin Wandasari, Bunga. 2008. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Teams Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP Negeri 2 Singosari. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegraaan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd, M. Si, (II) Drs. Sunardi Kata kunci: pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT), aktivitas, hasil belajar Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, diketahui bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, metode yang digunakan masih berpusat pada Guru (teacher centered), siswa sering pasif dalam kegiatan pembelajaran, jarang bertanya maupun menjawab atau dengan kata lain siswa kurang terlibat secara optimal dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini merupakan salah satu penyebab kurangnya aktivitas dan hasil belajar siswa. Untuk mencapai tujuan pokok yang menekankan pada proses pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered) dan untuk mengatasi permasalahan seperti diuraikan diatas, maka peneliti mencoba menerapkan Pembelajaran Kooperatif Model Teams Games Tournament (TGT) dan menganalisis dampaknya terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian ini berlangsung dalam 2 tahap, yaitu tindakan I dan tindakan II. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII-F SMP Negeri 2 Singosari. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, tes, dan angket. Tahap-tahap dalam penelitian ini meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan/ observasi, dan refleksi. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran Kooperatif Model Teams Games Tournament (TGT) yang diterapkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Aktivitas siswa dalam pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) dapat dilihat melalui ketrampilan-ketrampilan kooperatif siswa. Berdasarkan hasil analisis terhadap ketrampilan kooperatif siswa, maka taraf keberhasilan dari aktivitas keterampilan kooperatif siswa pada tindakan pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) ke 1 dari kedua pengamat adalah 72,64% keterampilan siswa dalam tindakan pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) ke 1 termasuk kategori B (baik). Sedangkan berdasarkan hasil analisis terhadap ketrampilan kooperatif siswa pada tindakan pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) ke 2, maka taraf keberhasilan dari aktivitas keterampilan kooperatif siswa dari kedua pengamat adalah jadi keterampilan siswa dalam pelaksanaan tindakan pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) ke 2 termasuk kategori B (baik). Sehingga dapat disimpulkan keterampilan kooperatif siswa dalam pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) sudah berjalan dengan baik dan mengalami peningkatan. Hasil belajar siswa sebelum penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Teams Games Tournament (TGT), menunjukkan bahwa dari 41 siswa, sebelum diterapkan pembelajaran kooperatif model TGT adalah 73.80 dengan skor tertinggi 90 dan jumlah siswa yang memperoleh nilai ≤ 70 sebanyak 12 siswa, dan yang memperoleh nilai ≥ 70 sebanyak 29 siswa. Setelah diterapkan pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) rata-rata skor tes siswa meningkat menjadi 77.14 dengan skor tertinggi sebesar 92.5 dan jumlah siswa yang memperoleh nilai ≤ 70 sebanyak 1 siswa, dan yang memperoleh nilai ≥ 70 sebanyak 40 siswa. Hal ini menunjukan bahwa hasil belajar siswa dapat meningkat setelah penerapan pembelajaran kooperatif TGT (Teams Games Tournament) diberikan. Pada tindakan II, Setelah diterapkan pembelajaran kooperatif pelaksanaan TGT (Teams Games Tournament) ke 2 rata-rata skor tes siswa meningkat menjadi 78.41 dengan skor tertinggi sebesar 93 dan yang memperoleh nilai ≥ 70 sebanyak 41 siswa, dibandingkan dengan tindakan pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) ke 1 dari skor tes siswa yang hanya 77.14 dengan skor tertinggi sebesar 92.5 dan jumlah siswa yang memperoleh nilai ≤ 70 sebanyak 1 siswa, dan yang memperoleh nilai ≥ 70 sebanyak 40 siswa. Pada pelaksanaan tindakan pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) ke 2 ini siswa tidak ada yang memperoleh nilai ≤ 70. Ini menunjukan bahwa setelah penerapan TGT (Teams Games Tournament) ke 2 hasil belajar siswa dapat meningkat dari sebelumnya. Selain itu, Pembelajaran Kooperatif Model TGT (Teams Games Tournament) dapat meningkatkan aktivitas kooperatif siswa. Dari 14 deskriptor aktivitas kooperatif, pada tindakan I didapatkan rata-rata taraf keberhasilan aktivitas kooperatif siswa adalah “baik“, dengan persentase rata-rata sebesar 72,64%. Pada Siklus tindakan II, rata-rata taraf keberhasilan aktivitas kooperatif siswa meningkat menjadi “Sangat Baik“, dengan persentase rata-rata sebesar 100%. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran yang bisa peneliti sampaikan sehubungan dengan Pembelajaran Kooperatif Model TGT (Teams Games Tournament) yang kiranya dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk perbaikan proses pembelajaran adalah (1) Untuk penilain hasil belajar pada model pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) sebaiknya lebih dicermati dalam membuat aspek afektif, karena tidak semua kompetensi dasar dapat diterapkan dengan menggunakan aspek afektif, (2) Alokasi waktu untuk tiap tahapan Pembelajaran Kooperatif Model TGT (Teams Games Tournament) harus diperhitungkan dengan seksama dan tepat waktu, (3) Pemberian penghargaan kelompok (team rewards) bisa dibuat secara bervariasi bukan hanya berupa hadiah (barang), tetapi bisa juga berupa sertifikat yang berguna bagi siswa, sehingga siswa lebih termotivasi untuk menjadi kelompok terbaik, (4) Pembelajaran Kooperatif Model TGT (Teams Games Tournament) dapat digunakan untuk mata pelajaran lain disamping mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Dalam pelaksanaannya, akan lebih baik jika divariasikan dengan Model Pembelajaran Kooperatif lainnya. . .

Identifikasi spesies-spesies kapang kontaminan pada beras ketan hitam (Oryza sativa forma glutinosa) dan beras merah (Oryza rufipogon) yang dijual di pasar burung Splendid Kota Malang / Rolina Puspita Sari

 

Analisis pengaruh bauran promosi terhadap proses keputusan konsumen dalam memilih hotel Pelangi Malang / Bayu Dwi Kurniawan

 

Profil Prasetya Citra Sukoco alumni Universitas Negeri Malang Jurusan Keolahragaan ditinjau dari tipe kepemimpinan / Achmad Chumaidillah

 

ABSTRAK Chumaidillah, Achmad. 2008. Profil Prasetya Citra Sukoco Alumni Universitas Negeri Malang Jurusan Ilmu Keolahragaan Ditinjau dari Tipe Kepemimpinan. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Ilmu Pendidikan. Pembimbing: (1) Drs. Supriyadi, M.Kes (2) dr. Hartati Eko Wardani, M.Si. Med. Kata kunci: kepemimpinan, profil Profil dalam penelitian ini adalah perjalanan karier Prasetya Citra Sukoco pada saat mulai menekuni permainan bolabasket hingga menjadi seorang pelatih. Peneliti mengangkat profil Prasetya Citra Sukoco dikarenakan dia merupakan Alumni dari Universitas Negeri Malang Jurusan Ilmu Keolahragaan yang berpestasi menjadi pelatih terbaik pada kompetisi DBL (Deteksi Basketball League) yang merupakan kompetisi terbesar di Jawa Timur. Dengan munculnya sosok Prasetya Citra Sukoco yang meraih prestasi yang gemilang itu diharapkan dapat memotivasi dan menambah kepercayaan diri mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang pada khususya dan pelatih-pelatih basket pada umumnya. Kepemimpinan berasal dari kata pemimpin (leader) dan leadership yang berarti kepemimpinan. Sedangkan pimpinan berasal dari kata manager. Ada perbedaan antara pemimpin (leader) dengan pimpinan (manager) yaitu pemimpin muncul dari bawah sedangkan pimpinan diangkat oleh atasan berdasarkan syarat-syarat tertentu. Dalam penelitian ini, kepemimpinan yang dimaksud lebih mengarah kepada tipe kepemimpinan yang dimiliki oleh Prasetya Citra Sukoco yang muncul saat memimpin pemain asuhannya dengan tujuan untuk meraih prestasi bersama-sama dalam satu tim. Tipe kepemimpinan, pada dasarnya mengandung pengertian sebagai suatu perwujudan tingkah laku dari seorang pemimpin, yang menyangkut kemampuannya dalam memimpin. Perwujudan tersebut biasanya membentuk suatu pola atau bentuk tertentu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yaitu berusaha mengungkapkan gejala secara menyeluruh sesuai dengan konteks melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Peneliti melakukan interaksi langsung dengan subyek penelitian, lapangan tempat latihan, dan saat pertandingan. Keseluruhan data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis dengan cara Induksi, Reduksi data, Kategorisasi, Sintesisasi, dan Pengecekan keabsahan data.kemudian disusun menjadi kesimpulan penelitian. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui metode: ketekunan pengamatan, analisis rasional, triangulasi, dan verifikasi teori. Hasil penelitian ini menunjukkan tipe kepemimpinan yang dimiliki oleh Prasetya Citra Sukoco sebagai pelatih bolabasket. Kepemimpinan Prasetya Citra Sukoco nampak baik pada saat pertandingan (sebelum, saat pertandingan, sesudah pertandingan berakhir) maupun di luar pertandingan (pada saat latihan). Berdasarkan kajian pustaka, Prasetya Citra Sukoco tergolong pelatih yang memiliki tipe kepemimpinan Situasional, kepemimpinan Demokratis, kepemimpinan Otoriter, kepemimpinan Paternalistik, dan kepemimpinan Pancasila. Di dalam kepemimpinan Pancasila, Prasetya Citra Sukoco memiliki karakteristik antara lain: (1) Ketuhanan Yang Maha Esa, (2) Ing Madyo Mangun Karsa, (3) Tut Wuri Handayani. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan agar Prasetya Citra Sukoco lebih sabar, berwibawa menghadapi pemain, dan aktif mencari informasi tentang permainan bolabasket.

Pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian (studi pada konsumen Hot Cui Mie di Malang Town Square) / Erlin Rakhmawati

 

Di dalam persaingan yang semakin tajam, khususnya yang terjadi pada food court Malang Town Square. Aspek bauran pemasaran sebuah usaha akan sangat berperan untuk dapat memberikan kepuasan kepada konsumen dengan lebih baik dari pesaingnya. Karena bauran pemasaran merupakan salah satu penunjang bagi terciptanya sebuah keputusan pembelian konsumen. Salah satu makanan khas kota Malang yang juga turut membuka usahanya di food court Malang Town Square adalah Hot Cui Mie. Aspek bauran pemasaran pada Hot Cui Mie akan sangat berperan penting untuk dapat memberikan kepuasan kepada konsumen dengan lebih baik dari pesaingnya. Meskipun Malang Town Square terhitung sebagai mall paling muda yang berdiri di kota Malang. Namun, melihat lokasi dan fasilitas yang ditawarkan oleh Malang Town Square tidak mengherankan kalau mall ini menjadi salah satu tempat hiburan bagi warga kota Malang dan sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: kondisi bauran pemasaran serta keputusan pembelian, pengaruh bauran pemasaran (X) baik secara parsial maupun simultan terhadap keputusan pembelian (Y), serta untuk mengetahui elemen bauran pemasaran yang paling mempengaruhi keputusan pembelian. Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari produk (X1), harga (X2), lokasi (X3), dan promosi (X4) dan variabel terikatnya adalah proses keputusan konsumen (Y). Penelitian ini bersifat deskriptif korelasional. Populasi yang diambil adalah pengunjung yang membeli Hot Cui Mie di Malang Town Square. Penentuan sampel menggunakan rumus infinite population dari buku Business Statistics for Management and Economics dengan menggunakan  = 5%, sehingga diperoleh sampel sebanyak 73 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dan purposive sampling, dengan menggunakan instrumen kuesioner. Kuesioner dalam penelitian ini termasuk dalam kuesioner tertutup menggunakan skala Likert 5 pilihan jawaban. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik. Untuk menguji kelayakan instrumen dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan sampel uji coba berjumlah 30 responden. Proses pengolahan data menggunakan software SPSS 13 for Windows. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dokumentasi dan wawancara. Hasil dalam penelitian ini adalah: (1) 61,64% (45 responden) menyatakan setuju bahwa bauran produk Hot Cui Mie di Malang Town Square menjadi pertimbangan dalam keputusan pembelian, (2) 42,46% (31 responden) menyatakan setuju bahwa bauran harga Hot Cui Mie di Malang Town Square menjadi pertimbangan dalam keputusan pembelian, (3) 82,19% (60 responden) menyatakan sangat setuju bahwa bauran lokasi Hot Cui Mie di Malang Town Square menjadi pertimbangan dalam keputusan pembelian, dan (4) 36,98% (27 responden) menyatakan cukup setuju bahwa bauran promosi Hot Cui Mie di Malang Town Square menjadi pertimbangan dalam keputusan pembelian. Terdapat pengaruh positif yang signifikan produk (X1) terhadap keputusan pembelian dengan nilai 1 = 0,654 dan nilai thitung 5,369 > ttabel 1,666 atau Signifikansi t 0,000 < 0,05, tidak terdapat pengaruh positif yang signifikan harga (X2) terhadap keputusan pembelian dengan nilai 2 = -0,015 dan nilai thitung -0,112 < ttabel 1,666 atau Signifikansi t 0,911 > 0,05; tidak terdapat pengaruh positif yang signifikan lokasi (X3) terhadap keputusan pembelian dengan nilai 3 = -0,006 dan nilai thitung -0,029 > ttabel 1,666 atau Signifikansi t 0,977 > 0,05; dan tidak terdapat pengaruh positif yang signifikan promosi (X4) terhadap keputusan pembelian dengan nilai 4 = 0,112 dan nilai thitung 1,073 < ttabel 1,666 atau Signifikansi t 0,287 > 0,05. Terdapat pengaruh produk (X1), harga (X2), lokasi (X3), dan promosi (X4) secara simultan terhadap keputusan pembelian berdasarkan nilai Fhitung 14,992 > Ftabel 2,506 atau Signifikansi t 0,000 < 0,05. Sub variabel dari bauran pemasaran yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian adalah produk dengan nilai sumbangan efektif sebesar 29,8%. Selain itu diketahui pula Adjusted R Square sebesar 0,437, yang berarti bahwa produk, harga, lokasi, promosi secara bersama-sama mempengaruhi keputusan pembelian di Hot Cui Mie Malang Town Square sebesar 43,7%. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) sebagian besar responden menyatakan setuju dengan kondisi bauran pemasaran berdasarkan produk di Hot Cui Mie Malang Town Square, (2) sebagian besar responden menyatakan setuju dengan kondisi bauran pemasaran berdasarkan harga di Hot Cui Mie Malang Town Square, (3) sebagian besar responden menyatakan Sangat setuju dengan kondisi bauran pemasaran berdasarkan lokasi di Hot Cui Mie Malang Town Square, dan (4) sebagian besar responden menyatakan cukup setuju dengan kondisi bauran pemasaran berdasarkan promosi di Hot Cui Mie Malang Town Square. Secara parsial ada pengaruh positif yang signifikan produk terhadap keputusan pembelian, tidak ada pengaruh positif yang signifikan harga terhadap keputusan pembelian, tidak ada pengaruh positif yang signifikan lokasi terhadap keputusan pembelian, tidak ada pengaruh positif yang signifikan promosi terhadap keputusan pembelian. Sedangkan secara simultan ada pengaruh positif yang signifikan produk, harga, lokasi dan promosi, secara simultan terhadap keputusan pembelian. Selain itu, sub variabel bauran pemasaran yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian adalah produk. Saran dalam penelitian ini adalah: (1) Sebaiknya pihak Hot Cui Mie di Malang Town Square tetap mempertahankan upaya pada variabel produk yang telah ada, dan harus terus berusaha untuk meningkatkannya. Karena produk adalah hal paling utama yang dipertimbangkan oleh konsumen ataupun pelanggan dalam memutuskan untuk membeli Hot Cui Mie di Malang Town Square. (2) Sebaiknya pihak Hot Cui Mie di Malang Town Square, menerapkan harga dengan metode odd event pricing. Karena metode tersebut dapat merangsang keputusan pembelian, dan dapat dilakukan dengan cara merubah harga Rp 11.000,- menjadi Rp 10.999,-.

Hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan kemampuan mendeteksi dini tumbuh kembang anak di kelompok bermain "Alif Center" / Surya Nilasari

 

Deteksi dini tumbuh kembang adalah salah satu upaya pembinaan guna meningkatkan kualitas balita di Indonesia. Salah satu pelaksananya adalah orang tua, karena orang tua adalah lingkungan yang pertama dan utama untuk anak. Orang tua yang mengerti dan paham akan pertumbuhan dan perkembangan anaknya, juga akan mampu mendeteksi dini tumbuh kembang anaknya. Kemampuan tersebut penting untuk pendidikan bagi anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) status sosial ekonomi orang tua, (2) kemampuan mendeteksi dini tumbuh kembang anak, (3) hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan kemampuan mendeteksi dini tumbuh kembang anak. Rancangan penelitian adalah penelitian korelasional. Populasi penelitian ini adalah orang tua di Kelompok Bermain Alif Center tahun ajaran 2007/2008 yang berjumlah 60. Teknik sampel yang digunakan adalah total sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket. Teknik analisis yang digunakan adalah prosentase dan spearman rank yang diolah menggunakan komputer program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) status sosial ekonomi orang tua rata-rata cukup tinggi yaitu 71,85%, (2) kemampuan mendeteksi dini tumbuh kembang anak oleh orang tua cukup tinggi yaitu sebesar 76,5%, (3) terdapat hubungan korelasi positif antara status sosial ekonomi orang tua dengan kemampuan mendeteksi dini tumbuh kembang anak. Semakin baik status sosial ekonomi orang tua, maka semakin baik pula kemampuan mendeteksi dini tumbuh kembang anak Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka ada beberapa saran; (1) mengikuti pelatihan-pelatihan atau forum-forum tentang deteksi dini tumbuh kembang anak, (2) bagi dinas kesehatan, deteksi dini tumbuh kembang hendaklah tidak hanya dilaksanakan oleh pihak-pihak yang ditunjuk, melainkan juga orang tua, (3) bagi peneliti selanjutnya diharapkan lebih memperbanyak subyek penelitian dan meneliti variabel-variabel lain, sehingga lebih dapat bermanfaat

Peranan Tarekat Shiddiqiyyah dalam pembangunan sumber daya manusia di Jombang / Andi Irawan

 

Sepintas akan sulit untuk mengkaitkan antara kehidupan tasawuf dengan pembangunan. Tasawuf senantiasa identik dengan orientasi terhadap kehidupan akhirat, sedangkan pembangunan merupakan implementasi dari usaha manusia dalam meningkatkan kesejahteraan manusia dalam kehidupan didunia. Pada perkembangan selanjutnya tasawuf identik dengan lembaga tarekat, sebagai sebuah perhimpunan yang mengembangkan ajaran tasawuf. Tarekat Shiddiqiyyah pada awal kemunculannya banyak dikecam oleh berbagai pihak. Di Jawa Timur Tarekat Shiddiqiyyah dikenal memiliki kepedulian dan berhasil dalam membantu orang-orang yang “gagal” dan frustasi dalam kehidupan. Peranan merupakan keikutsertaan aktif seseorang atau sekelompok orang dalam aspek-aspek kehidupan masyarakat, yang dalam hal ini adalah aspek pembangunan sumber daya manusia. Tasawuf merupakan ilmu kebatinan dan amalan-amalan yang bertujuan untuk mendekatkan rohani seseorang dengan Tuhannya sehingga terbentuk pola hidup yang senantiasa mementingkan kepentingan akherat. Dalam konsep tasawuf, tarekat merupakan aktifitas praktis dan diorientasikan untuk mencapai tujuan tasawuf, yaitu ma’rifat kepada Allah. Tarekat sendiri memiliki dua pengertian, pertama berarti metode pemberian bimbingan spiritual kepada individu dalam mengarahkan kehidupannya menuju kedekatan diri dengan Tuhan. Kedua, tarekat sebagai suatu perkumpulan atau organisasi kaum sufi. pembangunan sumber daya manusia adalah sebagai sebuah proses perubahan perilaku menuju arah positif dalam kualitas dan tingkat keberadaan manusia yang bertujuan untuk kebahagiaan hidup, kemerdekaan berpikir, dan lepasnya dari ketakutan, kegelapan, dan kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1.Mengetahui peranan mursyid Tarekat Shiddiqiyyah dalam pembangunan sumber daya manusia. 2. Mengetahui peranan ajaran Tarekat Shiddiqiyyah dalam pembangunan sumber daya manusia. 3. Mengetahui peranan Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah (YPS) Pusat dalam pembangunan sumber daya manusia. 4. Mengetahui peranan solidaritas antar anggota Tarekat Shiddiqiyyah dalam pembangunan sumber daya manusia. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif, yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis , lisan, dan perilaku dari orang-orang yang diamati. Penelitian yang dilakukan merupakan usaha memperoleh informasi deskriptif yaitu melukiskan sesuatu apa adanya. Sumber data adalah kata-kata dan tindakan, dan didukung oleh data-data berupa dokumen. Tehnik pengumpulan data yang dipakai yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi sumber tertulis. Proses analisis data yang dilakukan yaitu pemrosesan satuan, kategorisasi, dan penafsiran data. Lokasi penelitian ini difokuskan di Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah (YPS) Pusat sebagai pusat kegiatan Tarekat Shiddiqiyyah Indonesia. Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah terletak di Dusun Losarirowo, Desa Losari Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa mursyid Tarekat Shiddiqiyyah mempunyai peranan penting sebagai mediator, motivator, fasilitator, dan pelaku utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Ajaran Tarekat Shiddiqiyyah memiliki metode pelatihan mental spiritual yang mampu membentuk kepribadian invidu yang sejalan dengan konsep pembangunan sumber daya manusia. Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah (YPS) Pusat sebagai pusat aktivitas anggota Tarekat Shiddiqiyyah mempunyai sistem pendidikan yang mampu menghasilkan manusia yang memiliki skill dan keterampilan khusus, YPS juga memiliki agenda rutin untuk menyalurkan dana bantuan kepada fakir miskin. Ajaan Tarekat Shiddiqiyyah adalah ajaran tasawuf, didalamnya terdapat metode pelatihan dan penggemblengan mental spiritual anggotanya, sehingga mampu membentuk manusia yang bermental positif. Solidaritas yang terjalin kuat antar anggotanya, menjadikan setiap anggota Shiddiqiyyah senantiasa saling menjaga angota Shiddiqiyyah yang lain, dan menjadi rambu-rambu agar anggota Shiddiqiyyah senantiasa tetap berada dalam jalan yang benar. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar YPS lebih mengorganisir dan selektif dalam menugaskan kader-kadernya didaerah-daerah agar tidak terjadi kesalah tafsiran masyarakat dalam menilai tarekat Shiddiqiyyah. Saran berikutnya ditujukan kepada masyarakat dan pemerintah agar lebih arif dalam menyikapi bermunculannya aliran-aliran agama baru di Indonesia.

Implementasi penggunaan media pembelajaran dengan macromedia flash untuk peningkatan minat dan prestasi belajar siswa pada mata diklat penjualan (studi pada siswa kelas XI Penjualan I SMK A. Yani Kota Mojokerto) / Agung Dewan P.

 

ABSTRAK Dewan, Agung. 2008. Implementasi Penggunaan Media Pembelajaran Dengan Macromedia Flash Untuk Peningkatan Minat Dan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Diklat Penjualan (Studi PTK kelas XI-Penjualan 1 SMK. A. Yani Mojokerto). Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Niaga Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universtias Negeri Malang. Pembimbing: (I) DR. Sopiah, MPd. MM, (II) Drs. Mohammad Arief, M.Si. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Macromedia Flash, Peningkatan Minat, Prestasi Belajar. Berdasarkan hasil obervasi awal di SMK. A. Yani Mojokerto, diketahui bahwa metode pembelajaran yang sering digunakan guru mata diklat penjualan adalah ceramah dan pemberian tugas. Hal ini akan menyebabkan kurang optimalnya hasil belajar karena siswa cenderung bosan saat pelajaran berlangsung. Melihat kondisi tersebut, hendaknya guru menerapkan media pembelajaran yang lebih variatif dan dapat menimbulkan semangat dan minat belajar siswa dalam kelas. Macromedia Flash merupakan salah satu program software yang dapat membuat suatu gambar, grafis, teks, suara, animasi dan simulasi sehingga dapat tercipta suatu bentuk media presentasi yang atraktif dan menarik minat siswa. Selain itu juga media dengan bentuk animasi dan simulasi dapat membantu guru dalam menyampaikan informasi pelajaran yang berbentuk praktek, sehingga diharapkan siswa lebih mudah menerima dan menyerap informasi tersebut dan dapat tercapai tujuan hasil belajar yang maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penerapan media pembelajaran dengan Macromedia Flash untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa. Sumber data dari penelitian ini adalah siswa kelas XI-Penjualan 1 SMK. A. Yani Mojokerto dengan jumlah siswa sebanyak 40 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan deskriptif–kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan sistem observasi, wawancara dan tes evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan minat dan prestasi belajar. Peningkatan minat ditunjukan dari pengisian angket siswa sebelum dan sesudah tindakan, pada sebelum tindakan secara umum dapat disimpulkan bahwa sebesar 70% siswa “tidak setuju” dan 18% “sangat tidak setuju” jika pelajaran tersebut dapat menarik minat belajar siswa. Sedangkan hasil angket setelah dilakukan tindakan yaitu dengan penggunaan media pembelajaran Macromedia Flash secara umum sebesar 78% menjawab “setuju” dan 18 % 2 “sangat setuju” jika media tersebut dapat meningkatkan minat siswa. Untuk aspek kognitif pada kegitan Siklus I yaitu pada kegiatan pre tes I jumlah ketuntasan belajar siswa hanya sebesar 45% dan 55% tidak tuntas dalam belajar, sedangkan pada kegiatan post tes I ada peningkatan yaitu ketuntasan belajar sebesar 87,5% dan 12,5% tidak tuntas dalam belajar. Pada aspek afektif juga terdapat peningkatan yaitu dari pre tes I dengan jumlah rata-rata persentase ketercapaian sebesar 62% dan terjadi peningkatan pada post tes I sebesar 68%, untuk kegiatan pre tes II dari persentase ketercapaian sebesar 71% meningkat pada kegiatan post tes II sebesar 84%. Dan peningkatan dari aspek psikomotorik ketuntasan belajar pada pre tes II sebesar 75%, dan pada kegiatan post tes II ketuntasan belajar terjadi peningkatan sebesar 100%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan penggunaan media pembelajaran dengan Macromedia Flash dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa pada mata diklat penjualan. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada guru untuk menerapkan media pembelajaran dengan Macromedia Flash sebagai variasi dalam metode pembelajaran dikarenakan siswa memberikan respon positif terhadap penerapan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran tersebut. Dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan lebih banyak menggunakan waktu yang tersedia dan tidak hanya terpaku pada dua siklus agar hasil penelitian yang didapat lebih baik.

Pelaksanaan strategi penetapan harga dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada Kusuma Agrowisata Hotel dan Resort & Convention Batu / Kukuh Prasetiyo Wibowo

 

Perbandingan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan pelaksanaan pembelajaran antara guru geografi berlatar belakang pendidikan geografi dan non geografi di SMA sekota Probolinggo / Rina Wijayanti

 

Upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia tidak kunjung menemukan hasil yang menggembirakan. Banyak faktor yang mempengaruhinya, tetapi yang paling besar mempengaruhinya adalah kondisi guru. Guru memiliki peran yang penting dalam dunia pendidikan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan sangat membutuhkan guru yang berkompetensi dalam bidangnya. Misi pendidikan akan berhasil apabila dilaksanakan oleh guru yang baik pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan guru geografi berlatar belakang pendidikan geografi dan non geografi di SMA seKota Probolinggo dalam: (1) penyusunan RPP, (2) pelaksanaan pembelajaran di kelas, dan (3) hambatan-hambatan yang dihadapi oleh guru geografi. Penelitian ini merupakan penelitian expost facto. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah guru geografi kelas XI di SMA seKota Probolinggo, yang meliputi empat guru geografi berlatar belakang pendidikan geografi dan empat guru geografi berlatar belakang pendidikan non geografi. Penelitian ini menggunakan instrumen pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis secara deskriptif dengan tabel persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan guru geografi berlatar belakang pendidikan geografi dalam penyusunan RPP yaitu 75,62 persen, sedangkan guru geografi berlatar belakang pendidikan non geografi yaitu 51,87 persen. Maka kemampuan guru geografi berlatar belakang pendidikan geografi dalam penyusunan RPP lebih baik dari pada guru geografi berlatar belakang pendidikan non geografi, (2) kemampuan guru geografi berlatar belakang pendidikan geografi dalam pelaksanaan pembelajaran yaitu 65,62 persen, sedangkan guru geografi berlatar belakang pendidikan non geografi yaitu 57,5 persen. Maka kemampuan guru geografi berlatar belakang pendidikan geografi dalam pelaksanaan pembelajaran lebih baik dari pada guru geografi berlatar belakang pendidikan non geografi, dan (3) hambatan yang dialami oleh guru geografi berlatar belakang pendidikan geografi dan Non Geografi dalam penyusunan RPP yaitu pada pelaksanaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Kota Probolinggo tidak berjalan lancar, sehingga kebanyakan guru geografi menyusun sendiri RPP sesuai kemampuan yang dimiliki. Hambatan yang dialami oleh guru geografi dalam pelaksanaan pembelajaran antara lain kesulitan dalam menerapkan metode yang sesuai dengan materi, kurangnya sarana dan prasarana yang bisa dijadikan media pembelajaran, kurangnya kesiapan siswa dalam menerima pelajaran, dan jumlah peserta didik dalam tiap-tiap kelas jumlahnya terlalu banyak.

Pengaruh pembuangan limbah industri kulit terhadap kualitas air tanah dangkal di Kecamatan Sukun Kota Malang / Dimas Agus Prasetyo

 

Kata Kunci : Limbah Kulit, Kualitas air tanah dangkal Pembuangan limbah cair pada penyamakan kulit diharuskan melalui IPAL (instalasi pengolahan air limbah) agar limbah cair tersebut dapat dibuang di saluran air milik masyarakat dengan memenuhi standar baku mutu limbah cair. Pembuangan limbah cair tanpa melalui IPAL menyebabkan perairan di sekitar pabrik penyamakan kulit tercemar. Pencemaran ini dibuktikan dengan adanya indikasi bau menyengat menyerupai telur busuk yang merupakan bau khas gas hidrogen sulfida sisa penyamakan kulit. Air yang memiliki bau khas ini biasanya masih digunakan oleh warga sekitar pabrik tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Adanya bau yang mengindikasikan adanya pencemar di dalam air serta penggunaan air tersebut oeh penduduk menimbulkan pertanyaan tentang kualitas atau kelayakan air tanah tersebut untuk digunakan sebagai kebutuhan penduduk sehari-hari. Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui keterkaitan antara jarak sumur pensusuk dari titik pembuangan limbah dengan jumlah pencemar yang terkandung di dalam air. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menganalisis kualitas limbah pada industri pengolahan dan penyamakan kulit berdasarkan standar baku mutu air limbah menurut SK. GUB No. 45 Tahun 2002, dan (2) untuk menganalisis kualitas air tanah dangkal/sumur gali penduduk di sekitar saluran pembuangan limbah cair pabrik pengolahan kulit berdasarkan standar baku mutu air PP. RI No. 82 Tahun 2001, dan (3) menganalisis hubungan jarak sumur gali/air tanah dangkal dari pabrik pengolahan dan penyamakan kulit terhadap kualitas air tanah dangkal di Kelurahan Ciptomulyo Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode area sampling yang digunakan karena jarak setiap sumur terhadap titik pembuangan limbah tidak sama. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan pengolahan melalui uji laboratorium dengan beberapa parameter. Parameter tersebut adalah TSS, COD, krom total dan sulfida pada air limbah, sedangkan parameter COD, krom total, dan sulfida untuk air tanah. Tidak adanya parameter TSS pada air tanah disebabkan air tanah tidak memiliki warna atau jernih sehingga diasumsikan bahwa jumlah total padatan terlarut (TSS) pada air tersebut rendah. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode analisis uji Spearman’s Rank dan deskriptif komparatif. Hasil pada penelitian ini adalah Limbah cair penyamakan kulit di Kelurahan Ciptomulyo berada diatas standar baku mutu yang ditetapkan. Kandungan pencemar semakin berkurang seiring dengan semakin jauhnya lokasi pembuangan limbah cair dari titik pengambilan sampel/sumur penduduk dengan nilai korelasi -0,275 yang berarti memiliki korelasi yang sangat rendah.

Penerapan model pembelajaran berdasarkan masalah dengan model pembelajaran kooperatif STAD (Student Team Achievement Division) untuk meningkatkan keterampilan proses, motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas X-12 MAN Tambakberas Jombang / Ika Fatma

 

Pengaruh konsentrasi terhadap adsorpsi ion Cd2+ dan Cu2+ dari garam nitratnya oleh arang komersial dan arang sekam padi dengan sistem kolom / Naniek Windawati

 

Adsorpsi adalah suatu proses penyerapan atom, ion-ion atau molekul-molekul dalam larutan (adsorbat) pada suatu permukaan zat penyerap (adsorben). Banyak faktor yang dapat mempengaruhi proses adsorpsi dan salah satunya adalah keberadaan ion lain di dalam sistem. Sesuai dengan penelitian Wirasthi (2006) dan Widomulyo (2007) tentang pengaruh konsentrasi anion pengganggu terhadap proses adsorpsi ion Cd2+ dan ion NO3- dalam air oleh arang sekam padi dan arang komersial, adanya ion-ion selain ion Cd2+ dalam adsorbat menyebabkan terjadi kompetisi diantara ion-ion tersebut untuk dapat terserap di permukaan adsorben. Namun selama ini yang digunakan sebagai ion pengganggu adalah anion dan hanya terbatas menggunakan sistem batch. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kation pengganggu Cu2+ dengan menggunakan sistem kolom terhadap adsorpsi ion Cd2+ dan Cu2+ dalam larutan adsorbat oleh arang sekam padi dan arang komersial. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratoris yang dilakukan di laboratorium Jurusan Kimia FMIPA UM dengan variabel bebas jenis adsorben dan konsentrasi ion pengganggu Cu2+. Sedangkan variabel terikatnya adalah persentase ion Cd2+ dan Cu2+ teradsorpsi. Arang sekam padi diperoleh dengan cara karbonasi sekam padi pada suhu 350°C selama 1,5 jam, sedangkan arang komersial yang digunakan bermerk Sigma Untreated. Metode adsorpsi yang digunakan adalah metode kolom, sebanyak 0,772 g arang sekam padi dan 1 g arang komersial masing-masing dimasukkan dalam kolom yang terbuat dari pipet volum 5 mL, kemudian 50 mL larutan adsorbat yang merupakan campuran larutan Cd(NO3) dan Cu(NO3) dengan berbagai variasi konsentrasi ion Cu2+ (0, 10, 25, 50) ppm dan konsentrasi Cd2+ konstan 25 ppm dimasukkan dalam kolom dan dibiarkan selama 20 menit, selanjutnya dielusikan dengan laju alir 15-20 tetes/menit. Eluat yang keluar dari kolom ditampung tiap 16,5 mL sehingga didapatkan 3 fraksi. Sebelum dan sesudah proses adsorpsi konsentrasi ion Cd2+ dan Cu2+ diukur secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) sehingga dapat diketahui persen ion teradsorpsinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peningkatan konsentrasi ion Cu2+ dalam larutan adsorbat dengan konsentrasi ion Cd2+ konstan 25 ppm menyebabkan penurunan persen teradsorpsi ion Cd2+, sebaliknya menyebabkan peningkatan persen teradsorpsi ion Cu2+. (2) Ion Cd2+ dan ion Cu2+ memiliki dinamika adsorpsi masing-masing, sehingga persaingan antara keduanya tidak terlihat signifikan. (3) Dari kedua adsorben, arang komersial memiliki daya adsorpsi lebih tinggi dibandingkan arang sekam padi.

Simulasi ragam gelombang elektromagnetik yang terpandu di dalam pandu gelombang silinder / M. Helmy Mas Agung

 

Gelombang elektromagnetik secara umum dapat terpandu dalam medium dielektrik yang berbatas konduktor. Dalam banyak aplikasi Geometri pandu gelombang adalah berupa silinder. Berkaitan dengan frekuensi yang terpandu dan dimensi terdapat kuantitas yakni mode (ragam) gelombang Pentingnya melakukan simulasi atas ragam gelombang mengingat selama ini pemahaman karakteristik ragam gelombang yang terpandu di dalam pandu gelombang sulit untuk dimengerti tanpa adanya visual, sehingga sifat-sifat perambatan gelombang elektromagnetnya bersifat abstrak. Pada skripsi ini dihasilkan simulasi mode gelombang TMmn dan TEmn yang terpandu dalam pandu gelombang silinder dengan menggunakan pemrograman Mathematica 5.1. Pola pendekatan yang digunakan dengan menggambarkan persamaan intensitas mode gelombang TMmn dan TEmn yang diperoleh dari analisis geometri dan dimensi yang digunakan oleh pandu gelombang silinder berdasarkan persamaan Maxwell, pengaruhi yang jika dilakukan variasi mode-mode gelombang dan parameter-parameter seperti frekuensi, dimensi dan ragam gelombang, maka akan dihasilkan persamaan differensial gelombang yang terpandu di dalam pandu gelombang silinder tersebut. Simulasi ini merupakan bentuk visualisasi persamaan differensial yang telah diperoleh dari analisis geometri dan dimensinya. Dari simulasi ini dihasilkan kurva intensitas yang menggambarkan pola intensitas mode gelombang TM01, TM02, TM03, TM11, TM12, TM13, TM21, TM22, TM23, TM31, TM32, TM33, TM41, TM42, TM43, TE01, TE02, TE03, TE11, TE12, TE13, TE21, TE22, TE23, TE31, TE32, TE33, TE41, TE42 dan TE43 melalui pengaruh variasi parameter-parameter m, n, ω , ωc dan karakteristik untuk masing-masing mode gelombang yang merambat dalam pandu gelombang silinder. Perambatan mode gelombang ini mensyaratkan ω >ωc, di mana hal ini merupakan ketentuan agar suatu mode gelombang dapat merambat di dalam pandu gelombang.

Desain alat pengendali sistem ventilasi rumah kaca menggunakan smart relay (study kasus: Anthurium) / Jujuk Dwi Rustanto

 

Pengusaha tanaman hias khususnya jenis bunga Anthurium semakin menjamur di kalangan masyarakat. Usaha tanaman hias ini sangat banyak digeluti karena bisa menghasilkan keuntungan yang cukup besar dalam waktu singkat, karena harga tanaman hias yang cukup tinggi dipasaran. Setiap usaha pasti ada kendala yang harus dihadapi. Salah satu kendala utamanya adalah tanaman ini membutuhkan kehati-hatian dan ketekunan dalam perawatannya. Ini disebabkan karena Anthurium sangat sensitif terhadap perubahan suhu disekitarnya atau lingkungannya. Jika kelembaban lingkungannya terlalu tinggi maka batang tanaman akan busuk, dan bila suhu lingkungannya terlalu tinggi maka tanaman akan kering dan mati. Jenis bunga Anthurium sangat rawan terhadap perubahan suhu, maka perlu dibangun sebuah sistem kendali otomatis yang dapat membantu pengusaha atau petani tanaman hias khususnya jenis bunga Anthurim dalam rumah kaca untuk merawat asetnya. Dengan demikian diharapkan usahanya tidak mengalami kerugian. Setiap rumah kaca mempunyai karakteristik sendiri-sendiri, tergantung pada tanaman apa yang ditanam di dalam rumah kaca tersebut. Karakteristik rumah kaca tersebut diantaranya adalah kesetabilan suhu, kelembaban lingkungan sekitar, dan intensitas cahayanya. Permasalahan-permasalahan tersebut di atas dapat dilakukan solusi dengan mengatur ventilasi dan percepatan perubahan, sehingga masalah kestabilan suhu, dan kelembaban lingkungan sekitar di dalam rumah kaca dapat diatasi. Hal – hal yang dilakukan dalam perancangan: (1) Mendesain miniatur rumah kaca yang dapat memenuhi kebutuhan tanaman Anthurium; (2) Merencanakan pengaturan dan peletakan motor untuk gerak membuka dan menutupnya atap pada miniatur rumah kaca ; (3) Mengatur peletakan sensor suhu, fan, dan heater pada miniatur rumah kaca;(4) Membuat ladder diagram untuk sistem yang akan dirancang; (5) Mengatur arah putaran bolak-balik motor untuk penggerak atap miniatur rumah kaca. Prinsip kerja alat ini pada dasarnya adalah menurunkan suhu pada saat suhu terlalu tinggi untuk Anthurium. Dan menaikkan suhu saat suhu terlalu rendah dari kebutuhan Anthurium. Dari perbandingan antara tabel logika pada perancangan dan tabel logika pada hasil pengujian, menunjukan kesesuaian output. Sehingga dapat disimpulkan, alat sudah bekerja sesuai dengan perancangan.

Isolasi, karakterisasi minyak ikan salmon trout (Salmo trutta Linnaeus) dan identifikasi asam lemaknya / Sasi Yudhanti

 

ABSTRAK Yudhanti, Sasi. 2008. Isolasi, Karakterisasi Minyak Ikan Salmon Trout (Salmo trutta Linnaeus), dan Identifikasi Asam Lemaknya. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sutrisno, M.Si., (II) Drs. Dermawan Afandy, M.Pd. Kata kunci: Karakterisasi, identifikasi, asam lemak, minyak ikan salmon trout. Bahan makanan yang bergizi tinggi sangat diperlukan untuk memasok zat-zat-zat yang tidak dapat disintesis oleh tubuh. Salah satu zat ini adalah asam lemak esensial, khususnya asam lemak omega-3. Bahan makanan yang mengandung asam lemak omega-3 salah satunya adalah ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen hasil isolasi, karakteristik, dan kandungan asam lemak penyusun minyak ikan salmon trout. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik yang dilakukan di Laboratorium Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang dan Laboratorium Kimia Organik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Ikan yang dijadikan sebagai objek penelitian adalah ikan salmon trout (Salmo trutta Linnaeus), yang diperoleh di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan daging ikan salmon trout kering dan diekstraksi dengan metode Soxhlet dengan pelarut n-heksana. Minyak ikan hasil isolasi dikarakterisasi harga indeks bias, bilangan penyabunan, dan bilangan iodnya. Asam lemak penyusun minyak ikan salmon trout dapat diidentifikasi dengan terlebih dahulu mengubahnya menjadi metil ester. Pengubahan dilakukan melalui reaksi trans-esterifikasi dengan metanol berkatalis borontrifluorida. Hasil trans-esterifikasi ini selanjutnya diinjeksikan pada kromatografi gas-spektrometer massa (GC-MS) untuk mengidentifikasi asam lemak penyusun minyak ikan salmon trout. Hasil penelitian menunjukkan: (1) rendemen isolasi minyak ikan salmon trout sebesar 24,01% dari bobot daging ikan salmon trout kering atau 5,94% dari bobot daging ikan salmon trout basah. (2) minyak ikan salmon trout memiliki indeks bias (25oC) sebesar 1,476, bilangan penyabunan 186,065, dan bilangan iod150,588. (3) Hasil identifikasi asam lemak penyusun minyak ikan salmon trout menunjukkan adanya 36 komponen asam lemak penyusunnya. Sepuluh komponen utama penyusunnya adalah asam tetradekanoat (asam miristat) (5,04%), asam 9-heksadekenoat (asam palmitoleat) (6,04%), asam heksadekanoat (asam palmitat) (20,37%), asam 11-oktadekenoat (asam vaksenat) (22,00%), asam 5, 8, 11, 14, 17-eikosapentaenoat, EPA (10,78%) yang banyak dimanfaatkan dalam bidang medis, asam 9,12-oktadekadienoat (4,62%), asam oktadekanoat (asam stearat) (3,75%), asam 12-oktadekenoat (3,15%), asam 5, 11, 14, 17-eikosatetraenoat (1,17%), dan asam 9-oktadekenoat (asam oleat) (5,01%).

Analisis pengaruh bauran pemasaran terhadap proses keputusan konsumen dalam memilih hotel Pelangi Malang / Danang Satriya Wicaksono

 

ABSTRAK Wicaksono, Danang Satriya. 2008. Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Proses Keputusan Konsumen Dalam Memilih Hotel Pelangi Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Gatot Isnani, M.Si, (II) Afwan Hariri Agus Prohimi, SE. M.Si Kata kunci: Bauran Pemasaran, Proses Keputusan Konsumen. Perekonomian global memungkinkan adanya pergerakan barang dan jasa secara bebas, perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan barang dan jasa terus ditantang untuk semakin kompetitif. Perekonomian global akan memberikan keuntungan yang besar pada perusahaan yang memiliki kinerja yang efektif, sementara perusahaan yang memiliki kinerja buruk dipaksa untuk melakukan restrukturisasi. Kondisi lingkungan bisnis yang terus berkembang dengan tingkat persaingan tinggi, tidak menuntut perusahaan untuk sekedar mengatasi masa depan, tetapi juga dapat mengantisipasi segala dampak dari perubahan tersebut terhadap masa depan perusahaan. Dalam usaha perhotelan, semua pihak yang turut mendukung jalanya bisnis tersebut dituntut bekerjasama menerapkan strategi pasar untuk mendapatkan konsumen. Usaha tersebut dapat tercapai jika strategi bauran pemasaran jasa hotel yang terdiri dari variabel produk, harga, lokasi, promosi, penyedia jasa proses jasa dan bukti fisik dapat dilakukan dengan seimbang dan baik. Oleh karena itu Hotel Pelangi Malang harus dapat menerapkan ketujuh variabel tersebut untuk menarik minat konsumen dalam memilih Hotel Pelangi Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pengaruh bauran pemasaran terhadap proses keputusan konsumen dalam memilih Hotel Pelangi Malang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah produk (X1), harga (X2), lokasi (X3), promosi (X4), penyedia jasa (X5), proses jasa (X6), dan bukti fisik (X7). Sedangkan variabel terikatnya adalah proses keputusan konsumen (Y). Populasi penelitian ini adalah seluruh pengunjung Hotel Pelangi Malang, yakni rata-rata 1100 perbulan. Kemudian dengan menggunakan rumus Infinite Population dari buku Business Statistics Basic Concept And Methodology, diperoleh jumlah sampel sebanyak 73 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling dan Propotional Sampling dengan menggunakan instrumen kuesioner. Skala yang digunakan adalah skala Likert dengan 5 (lima) pilihan jawaban. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dokumentasi, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Sedangkan untuk menguji kelayakan regresi, dilakukan uji asumsi klasik, dan keseluruhan analisis ini menggunakan bantuan program SPSS 11.5 for Windows. Berdasarkan hasil analisis regresi secara parsial didapatkan nilai variabel produk (X1) yaitu thitung 1,382 < ttabel 1,988 atau Signifikansi t 0,172 > 0,05 yang berarti tidak ada pengaruh positif yang signifikan produk terhadap proses keputusan konsumen dalam memilih Hotel Pelangi Malang. Variabel harga (X2) didapatkan nilai thitung 2,650 > ttabel 1,988 atau Signifikansi t 0,010 < 0,05 yang berarti ada pengaruh positif yang signifikan harga terhadap proses keputusan konsumen dalam memilih Hotel Pelangi Malang. Variabel lokasi (X3) didapatkan nilai thitung 2,981 > ttabel 1,988 atau Signifikansi t 0,004 < 0,05 yang berarti ada pengaruh positif yang signifikan lokasi terhadap proses keputusan konsumen dalam memilih Hotel Pelangi Malang. Variabel promosi (X4) didapatkan nilai thitung 1,579 < ttabel 1,988 atau Signifikansi t 0,119 > 0,05 yang berarti tidak ada pengaruh positif yang signifikan promosi terhadap proses keputusan konsumen dalam memilih Hotel Pelangi Malang. Variabel penyedia jasa (X5) didapatkan nilai hitung 1,782 < ttabel 1,988 atau Signifikansi t 0,079 > 0,05 yang berarti tidak ada pengaruh positif yang signifikan penyedia jasa terhadap proses keputusan konsumen dalam memilih Hotel Pelangi Malang. Variabel proses jasa (X6) didapatkan nilaithitung 3,923 > ttabel 1,988 atau Signifikansi t 0,000 < 0,05 yang berarti ada pengaruh positif yang signifikan proses jasa terhadap proses keputusan konsumen dalam memilih Hotel Pelangi Malang. Variabel bukti fisik (X7) didapatkan nilai thitung 1,260 < ttabel 1,988 atau Signifikansi t 0,212 > 0,05 yang berarti tidak ada pengaruh positif yang signifikan bukti fisik terhadap proses keputusan konsumen dalam memilih Hotel Pelangi Malang. Sedangkan secara simultan didapatkan nilai Fhitung 24,486 > Ftabel 2,120 atau Signifikansi F 0,000 < 0,05, artinya ada pengaruh positif yang signifikan produk, harga, lokasi, promosi, penyedia jasa, proses jasa dan bukti fisik secara simultan terhadap proses keputusan konsumen dalam memilih Hotel Pelangi Malang. Sumbangan Efektif (SE) yang terbesar adalah variabel proses jasa yaitu sebesar 19,28%. Selain itu diketahui Adjusted R Square = 0,695 yang menunjukkan bahwa variabel bauran pemasaran yang terdiri dari: variabel produk, harga, lokasi, promosi, penyedia jasa, proses jasa, dan bukti fisik secara bersama-sama mempengaruhi proses keputusan konsumen dalam memilih Hotel Pelangi Malang sebesar 69,5% sedangkan sisanya sebesar 30,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dijelaskan di dalam penelitian ini. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan tidak ada pengaruh positif yang signifikan produk terhadap proses keputusan konsumen dalam memilihHotel Pelangi Malang, ada pengaruh positif yang signifikan harga terhadap proses keputusan konsumen dalam memilih Hotel Pelangi Malang, ada pengaruh positif yang signifikan lokasi terhadap proses keputusan konsumen dalam memilih Hotel Pelangi Malang, tidak ada pengaruh positif yang signifikan promosi terhadap proses keputusan konsumen dalam memilih Hotel Pelangi Malang, tidak ada pengaruh positif yang signifikan penyedia jasa terhadap proses keputusan konsumen dalam memilih Hotel Pelangi Malang, ada pengaruh positif yang signifikan proses jasa terhadap proses keputusan konsumen dalam memilih Hotel Pelangi Malang, tidak ada pengaruh positif yang signifikan bukti fisik terhadap proses keputusan konsumen dalam memilih Hotel Pelangi Malang. Sedangkan secara simultan ada pengaruh positif yang signifikan produk, harga, lokasi, promosi, penyedia jasa, proses jasa dan bukti fisik secara simultan terhadap proses keputusan konsumen dalam memilih Hotel Pelangi Malang. Dengan hasil penelitian ini saran yang peneliti berikan adalah sebaiknya variabel harga, lokasi dan proses jasa yang mempunyai pengaruh terhadap proses keputusan konsumen dalam memilih Hotel Pelangi Malang, tetap dipertahankan agar kebutuhan pengunjung dapat terpenuhi dengan cara melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan sarana dan prasarana serta fasilitas yang tersedia.

Penerapan pembelajaran kooperatif model TGT (Team Game Tournament) dalam siklus belajar yang berbasis potensi wilayah industri untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas VIII F SMP Negeri 3 Gresik / Dodi Firnanduz

 

Berdasarkan hasil wawancara secara informal dengan guru mata pelajaran Biologi kelas VII F SMP Negeri 3 Gresik, diketahui bahwa dalam kegiatan belajar mengajar biologi sudah digunakan pembelajaran kooperatif, diantaranya adalah model STAD, Jigsaw, dan GI. Namun menurut pengalaman guru yang sudah melaksanakannya masih belum sempurna dan cukup menyita waktu dalam mengelola kelas. Hal ini mungkin disebabkan karena guru terbiasa menggunakan metode konvensional untuk menyampaikan materi pelajaran, sehingga dalam proses pembelajaran siswa terlihat kurang aktif dan tidak banyak terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran kooperatif model TGT diharapkan dapat membantu masalah tersebut, sehingga siswa dapat belajar lebih semangat disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerja sama, persaingan sehat serta keterlibatan belajar melalui suatu perlombaan atau turnamen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran kooperatif model TGT dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar biologi siswa kelas VIII F SMP Negeri 3 Gresik. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang merupakan kolaborasi antara mahasiswa dan guru. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 2 siklus, siklus I berlangsung dari tanggal 25 Juli sampai 20 Agustus 2005 dan siklus II berlangsung dari tanggal 24 Agustus sampai 10 September 2005. Indikator peningkatan motivasi belajar siswa dapat dilihat dari ketertarikan terhadap pembelajaran kooperatif model TGT yang disertai dengan kesungguhan dalam belajar di kelas, sedangkan peningkatan hasil belajar dilihat dari hasil menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam turnamen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model TGT dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar biologi siswa kelas VIII F SMP Negeri 3 Gresik. Pada siklus I, tingkat motivasi belajar siswa cukup tinggi yang ditunjukkan dengan hampir semua siswa tertarik dengan pembelajaran kooperatif model TGT, persentase ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 57.5 %. Pada siklus II, tingkat motivasi belajar siswa juga cukup tinggi dan siswa sangat antusias dalam pelaksanaan turnamen, sedangkan persentase ketuntasan hasil belajar siswa mengalami peningkatan menjadi 70 %. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa pembelajaran kooperatif model TGT memberikan pengaruh dan dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Jadi pembelajaran kooperatif model TGT dapat digunakan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran biologi yang baik.

Pergeseran nilai-nilai kearifan lokal dalam kesenian Tari Tayub Nganjukan di Desa Sambirejo Kecamatan Tanjunganom Kabupanten Nganjuk / Pamilia Wika Listiyani

 

Listiyani, Pamilia Wika. 2014. Pergeseran Nila-Nilai Kearifan Lokal dalam Kesenian Tari Tayub Nganjukan di Desa Sambirejo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Ketut Diara Astawa, S.H,M.Si . (II) Drs. Suparman Adi Winoto, S.H,M.Hum Kata kunci: Nilai, Kebudayaan, Kesenian Tari Tayub Nganjukan Seni tari sebagai salah satu jenis kesenian yang tumbuh beriringan dengan perkembangan kebudayaan. Seni tari merupakan pertunjukan yang menyuguhkan gerakan penari dengan iringan musik. Pertunjukan tari yang berfungsi sebagai hiburan pribadi, penikmat harus melibatkan diri di dalam pertunjukkan (art by participation). Tari tayub nganjukan di Desa Sambirejo yang seringkali di pertunjukkan pada saat ada acara bersih desa. Setiap tahunnya diadakannya gebyangan waranggana atau wisuda waranggana tari tayub nganjukan. Wisuda waranggana dilakukan pada bulan jawa atau bulan syura di Desa Sambirejo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. Penulis membahas tentang Pergeseran Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Kesenian Tari tayub nganjukan di Desa Sambirejo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui aktifitas pembinaan kesenian tari tayub nganjukan di Desa Sambirejo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk, (2) Untuk mengetahui pergeseran nilai kearifan lokal dalam kesenian tari tayub nganjukan di Desa Sambirejo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk, (3) Untuk mengetahui upaya pelestarian kesenian tari tayub nganjukan di Desa Sambirejo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk, (4) Untuk mengetahui kendala dalam pelestarian kesenian tari tayub nganjukan di Desa Sambirejo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk, (5) Untuk mengetahui upaya mengatasi kendala dalam pelestarian kesenian tari tayub nganjukan di Desa Sambirejo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam jenis deskriptif yaitu data yang dikumpulkan berupa kata-kata dan gambar. Berdasarkan penelitian di Desa Sambirejo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk, temuan yang didapatkan sebagai berikut: (1) gambaran umum dan lokasi penelitian, (2) aktifitas pembinaan kesenian tari tayub nganjukan, (3) sejarah dan perkembangan kesenian tari tayub nganjukan di Desa Sambirejo, (4) upaya pelestarian kesenian tari tayub nganjukan di Desa Sambirejo, (5) kendala pelestarian kesenian tari tayub nganjukan di Desa Sambirejo, (6) upaya mengatasi kendala dalam pelestarian kesenian tari tayub nganjukan di Desa Sambirejo. Berdasarkan hasil penelitian, adapun kesimpulan yang diperoleh adalah (1) Aktifitas pembinaan kesenian tari tayub nganjukan di Desa Sambirejo dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk yakni HIPRAWARPALA, gembyangan waranggana, gelar seni dan budaya. (2) Pergeseran nilai dalam kesenian tari tayub nganjukan di Desa Sambirejo yaitu sistem kepercayaan, budaya, dan moral, (3) Upaya pelestarian kesenian tari tayub nganjukan di Desa Sambirejo yakni mengenalkan tayub sebagai asset pariwisata Kabupaten Nganjuk, kerjasama dengan masyarakat dan pemerintah, mengikuti gelar seni dan budaya, mengajarkan pada remaja tari tayub nganjukan, memberikan nomor induk kesenian pada waranggana, pengrawit dan pramugari, (4) Kendala dalam kesenian tari tayub nganjukan di Desa Sambirejo yakni kurangnya minat terhadap tayub, kondisi waranggana yang sudah tua, pagelaran tayub membutuhkan biaya yang mahal, (5) Upaya mengatasi kendala dalam pelestarian kesenian tari tayub nganjukan di Desa Sambirejo yakni, pagelaran gembyangan waranggana, latihan bagi pemula, memberikan nomor induk kesenian bagi anggota paguyuban. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, peneliti menyampaikan beberapa saran yaitu: (1) Seluruh warga Desa Sambirejo Kecamatan tanjunganom Kabupaten Nganjuk hendaknya ikut serta dalam pagelaran tayub di Desa Sambirejo, (2) Pemerintah memberikan dukungan spiritual dan material agar tayub mendapat nilai positif dari masyarakat, (3) Pemerintah menjadikan tari tayub nganjukan sebagai salah satu Ekstrakulikuler maupun materi pembelajaran dalam dunia pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di Kabupaten Nganjuk, (4) Warga masyarakat Desa Sambirejo mendukung pelestarian kesenian tari tayub nganjukan di Desa Sambirejo, (5) Para mahasiswa diharapkan lebih mencintai kesenian nasional seperti kesenian tari tayub nganjukan.

Pengaruh pemasangan Air Induction System (AIS) yang digunakan pada motor New Vega R terhadap emisi gas buang CO dan HC / Mukhamad Faiz

 

Air Induction System (AIS) adalah sebagai kadar emisi gas buang, agar kepekatan terhadap polutan sisa pembakaran kadar (CO dan HC)yang dikeluarkan dari knalpot aman atau ramah terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemasangan air induction system (AIS) yang digunakan pada motor New Vega R terhadap emisi gas buang CO dan HC. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan faktorial. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis uji anova dua arah atau two way anova. Pengujian dilakukan pada putaran motor 1500 rpm, 2500 rpm, 4500 rpm, 3500 rpm, 5000 rpm, 5500 rpm. Untuk pengambilan data dilakukan tanpa menggunakan beban selama 20 detik sebanyak 3 kali pada masing-masing putaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari pemasangan Air Induction System terhadap emisi gas buang CO dan HC sepeda motor New Vega R 110 cc pada rata-rata CO (% Vol) motor yang menggunakan Air Induction System Rpm 1500 (0,9133 %vol) lebih tinggi dari pada pada Rpm 2500 (1,5833 %vol), lebih tinggi dari pada Rpm 3500 (1,6200 %vol), lebih tinggi dari pada rpm 5500 (2,10000 %vol), lebih tinggi dari pada Rpm 5000 (2,6900 %vol), lebih tinggi dari pada Rpm 4500 (2,8700 %vol). Rata-rata HC (Ppm) motor yang menggunakan Air Induction System pada Rpm 1500 (11,3333ppm) lebih tinggi dari pada pada Rpm 5500 (17,3333ppm), lebih tinggi dari pada Rpm 3500 (18,3333ppm), lebih tinggi dari pada Rpm 2500 (20,0000 ppm), lebih tinggi dari pada Rpm 5000 (20,6667 ppm), lebih tinggi dari pada Rpm 4500 (30,0000 ppm). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya pengaruh terhadap daya dan konsumsi bahan bakar yang lebih detail terhadap sepeda motor New Vega R 110 cc atau dengan cara menambahkan Air Induction System pada kendaraan lama yang masih belum menggunakan Air Induction System

Evaluasi penerapan model sekolah peduli dan berbudaya lingkungan tingkat SD (studi kasus di SDN Tunjungsekar I Malang dan SDN Sumbersono Mojokerto) / Rika Yuni Antin

 

ABSTRAK Antin, Rika Yuni. 2008. Evaluasi Penerapan Model Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan Tingkat SD (Studi Kasus di SDN Tunjungsekar I Malang dan SDN Sumbersono Mojokerto). Skripsi, Jurusan Geografi, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Sumarmi, M.Pd, (II) Drs. Budi Handoyo, M.Si. Kata kunci: Evaluasi, Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan Pendidikan Lingkungan Hidup perlu ditanamkan sejak dini mulai dari tingkat SD agar dapat merubah sikap dan perilaku siswa maupun masyarakat pada umumnya terhadap lingkungan di sekitarnya. Ada beberapa SD di Jawa Timur yang telah menerapkan model Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan tingkat SD sesuai dengan kriteria yang ditetapkan Tim Penilai Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan, yaitu SDN Tunjungsekar I Malang, SDN Sumbersono Mojokerto, SDN Kampung Dalem I Tulungagung dan SD Katolik ST Theresia Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan variasi model Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan di perkotaan dan pedesaan serta untuk mengetahui kesesuaian hasil penerapan model Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan dengan pelaksanaannya di lapangan. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan pendekatan eksploratif yang dilakukan mulai bulan Mei-Juni 2008. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket yang ditujukan kepada guru, siswa dan petugas kebersihan sekolah. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menyatakan bahwa kebijakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan di SDN Tunjungsekar I Malang dan SDN Sumbersono Mojokerto telah sesuai dengan kriteria Tim Penilai Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan. Dilihat dari aspek pengembangan kurikulum, model pembelajaran PLH di SDN Tunjungsekar I Malang dilakukan secara integrasi, sedangkan di SDN Sumbersono Mojokerto dilakukan secara integrasi dan monolitik. Dilihat dari kegiatan partisipatif yang peduli dan berbudaya lingkungan, warga SDN Tunjungsekar I Malang lebih peduli terhadap lingkungan sekolah daripada warga SDN Sumbersono. Dilihat dari pengembangan dan pengelolaan sarana prasarana sekolah, secara umum kedua sekolah memiliki bangunan fisik yang baik, ruangan-ruangan di sekolah yang bersih dan terawat, kantin yang terpisah, dan sarana pengolahan sampah yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan bagi sekolah yang telah menerapkan model Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan ini, agar lebih mengembangkan dan memperbaiki kebijakan. Misalnya dengan mengenalkan konsep konsevasi flora pada siswa dan mengembangkan bahan ajar PLH seperti potensi lingkungan industri, potensi fisik, sosial, serta hasil pertanian. Kondisi sarana dan prasarana di SDN Sumbersono Mojokerto perlu dilakukan pengembangan dan pengelolaan yang lebih baik agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Bagi guru yang mengajarkan materi PLH diharapkan agar lebih mengembangkan materi, metode, dan media pembelajaran PLH.

Pengaruh kualitas layanan dan komunikasi terhadap kepuasan nasabah tahapan (studi pada pelanggan PT. Bank Central Asia, Tbk Cabang Dinoyo Malang) / Prisma Budiarto

 

Upaya peningkatan motivasi belajar siswa melalui penggunaan media pembelajaran sederhana siswa kelas X MAN Malang I / Sri Hidayati

 

ABSTRAK Hidayati, Sri. 2008. Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Melalui Penggunaan Media Pembelajaran Sederhana Siswa Kelas X MAN Malang I. Skripsi, Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Budi Handoyo, M.Si, (II) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd., M.Si. Kata-kata kunci: Media pembelajaran sederhana, motivasi belajar Pembelajaran geografi di MAN Malang I masih mengutamakan metode ceramah. Hasil dari observasi awal menunjukkan siswa kurang termotivasi. Penggunaan media pembelajaran merupakan alternatif yang dapat digunakan agar terjadi perbaikan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penggunaan media pembelajaran sederhana siswa kelas X MAN Malang I pada semester II tahun ajaran 2007/2008 pada tanggal 7-28 April 2008 dengan menggunakan media pembelajaran sederhana pada proses pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-F MAN Malang I dengan jumlah siswa 36. Rancangan penelitian ini disusun dalam 3 siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket, serta lisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan motivasi belajar siswa setelah melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran sederhana terdapat peningkatan. Pada siklus I sebesar 41,11%, meningkat pada siklus II sebesar 53,77%, dan lebih meningkat lagi pada siklus III sebesar 67,59%. Berdasarkan hasil dari angket motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 49,61%, meningkat pada siklus II menjadi 59,24%, dan lebih meningkat pada siklus III sebesar 70,42%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut bahwa penggunaan media pembelajaran sederhana dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, khususnya di MAN Malang I. Disarankan agar pembelajaran geografi dapat menggunakan media pembelajaran sederhana sebagai alternatif pemecahan untuk peningkatan motivasi belajar siswa.

Pengaruh pemberian kompensasi terhadap kinerja karyawan pabrik gula Kebon Agung Malang / Rahayu Puspanita

 

Peranan sumberdaya manusia sebagai karyawan dalam suatu organisasi atau perusahaan sangatlah penting, untuk itu perusahaan perlu memberikan perhatian terhadap kesejahteraan karyawan, karena dengan terpenuhinya kesejahteraanya karyawan akan memiliki semangat dan kinerja yang tinggi dalam bekerja. Salah satu upaya yang dilakukan untuk memenuhi kesejahteraan karyawan adalah dengan memberikan kompensasi.Hasil yang diharapkan dari adanya program kompensasi ini dapat berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran deskriptif mengenai pemberian kompensasi, kepuasan kerja dan kinerja di Pabrik Gula Kebonagung Malang, serta pengaruh masing-masing variabel kompensasi finansial (X1), kompensasi non finansial (X2) terhadap kinerja (Y), baik secara parsial maupun simultan. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui pengaruh-pengaruh tersebut yaitu analisis regresi linear berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan tetap Pabrik Gula Kebon Agung Malang. Sedangkan sampelnya diambil 84 orang. Dari total populasi sebanyak 537 orang. Analisis data menggunakan bantuan SPSS 12.00 for windows. Hasil penelitian ini diketahui bahwa: (1) Kondisi deskriptif pemberian kompensasi fiinansial di Pabrik Gula Kebon Agung Malang sebanyak 67,86% responden menyatakan setuju. Untuk pemberian kompensasi non finansial di Pabrik Gula Kebon Agung Malang sebanyak 67,85 % responden menyatakan setuju. Sedangkan sebanyak 63,10% responden mengaku bahwa tingkat kinerja di Pabrik Gula Kebon Agung Malang adalah tinggi. (2) Pemberian kompensasi finansial mempunyai pengaruh yang positif signifikan terhadap kinerja karyawan Pabrik Gula Kebon Agung Malang. (3) Pemberian kompensasi non finansial mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan Pabrik Gula Kebon Agung Malang. (4) Pemberian kompensasi finansial dan kompensasi non finansial secara simultan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Pabrik Gula Kebon Agung Malang. Saran yang dapat peneliti berikan adalah sebagai berikut : (1) Pabrik Gula Kebon Agung Malang diharapkan meningkatkan pemberian kompensasi non finansial dengan menciptakan suasana dan lingkungan kerja yang nyaman sehingga dapat memotivasi karyawan yang selanjutnya akan meningkatkan kinerja karyawan. (2) Pihak manajemen Pabrik Gula Kebon Agung harus benar-benar memperhatikan pemberian kompensasi Pabrik Gula Kebon Agung, hendaknya selalu memperhatikan peraturan pemerintah dan mempertimbangkan standar gaji minimal serta pajak penghasilan. Selain itu pemberian kompensasi juga perlu mempertimbangkan standar hidup.

Pengaruh model pembelajaran kooperatif metode Team Games Tournament terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa kelas XI Man Malang I pada pokok bahasan sistem pencernaan / Tribuananingrum Purwitasari

 

Pengaruh EVA (Economic Value Added), EPS (Earning Per Share) dan PER (Price Earning Ratio) terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang go public di Bursa Efek Indonesia periode 2004-2006 / Anggraeni Mustiko Widianingrum

 

EVA merupakan analisis kinerja keuangan yang mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan nilai tambah bagi para investor. EPS adalah gambaran kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan per lembar saham bagi pemiliknya. PER adalah rasio yang digunakan oleh para investor untuk memprediksi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba di masa yang akan datang. Return saham adalah tingkat keuntungan yang diperoleh investor dari investasi pada sekuritas. Dalam investasi saham, return yang diharapkan investor berupa deviden dan capital gain. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi, karena penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh anatara dua variabel atau lebih. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui bagaimana kinerja perusahaan berdasarkan analisis EVA, EPS, PER. Disamping itu juga untuk mengetahui pengaruh EVA, EPS, PER terhadap return saham perusahaan manufaktur yang go public di Bursa Efek Indonesia. Populasi penelitian ini meliputi semua perusahaan manufaktur yang go public di Bursa Efek Indonesia untuk tahun 2004-2006. Sedangkan sampel perusahaan terdiri dari 30 perusahaan. pemilihan sampel penelitian dilakukan dengan teknik proportionate stratified random samplingi. Periode pengamatan selama 3 tahun yaitu 2004-2006. data yang di gunakan terdiri dari laporan keuangan dalam annual report dan index capital market directory, dan closing price tahun 2004-2006. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil nilai EVA dari 30 sampel penelitian sebanyak 21 perusahaan memiliki EVA positif sedangkan 10 perusahaan lainnya bernilai negatif. Nilai EPS menunjukkan bahwa dari 30 sampel penelitian sebanyak 22 perusahaan mempunyai nilai EPS positif sedangkan 8 perusahaan lainnya memiliki EPS negatif. Sedangkan nilai PER menunjukkan bahwa dari 30 sampel penelitian sebanyak 22 perusahaan mempunyai PER positif sedangkan 8 perusahaan memiliki PER negatif. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa variabel EVA, EPS, PER berpengaruh signifikan dengan return saham, sedangkan secara parsial dari tiga variabel bebas tersebut variabel EPS dan PER yang memiliki pengaruh dominan terhadap return saham. Saran bagi peneilti selanjutnya sebaiknya dilakukan penambahan terhadap jumlah sampel dan periode pengamatan penelitian. Di samping itu juga sebaiknya jumlah variabel independen dari penelitian ditambah dengan variabel kinerja keuangan yang lain. Bagi perusahaan sebaiknya melakukan analisis kinerja keuangan dengan konsepEVA karena EVA sangat memperhatikan biaya modal yang menyangkut kepentingan perusahaan maupun kepentingan penyandang dana. Jika analisis rasio keuangan menilai dari segi operasional dan keuangan internal perusahaan, analisis EVA lebih mengarah pada perhitungan laba riil perusahaan yang di ukur dengan kemampuan memberikan tingkat pengembalian investasi sesuai dengan harapan investor. Perusahaan sebaiknya mencantumkan nilai EVA dalam laporan keuangan yang di publikasikan.

Perbedaan kinerja keuangan metode Du Pont sebelum dan sesudah merger pada perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2001-2005 / Dina Liana Sari

 

Salah strategi untuk mengembangkan usaha yang saat ini sedang berkembang adalah melalui penggabungan usaha salah satunya merger. Dengan bergabungnya dua perusahaan atau lebih maka akan menunjang kegiatan, tentunya keuntungan yang diperoleh akan semakin besar dibanding mereka melakukan usaha sendiri. Di dalam pengambilan keputusan merger seharusnya tidak dilakukan secara tergesa-gesa, banyak hal yang harus dipertimbangkan baik secara ekonomis maupun non ekonomis. Melalui merger perusahaan mengharapakan dapat mengatasi masalah-masalah finansialnya. Jika masalah keuangan dapat diatasi, diharapkan kinerja keuangan perusahaan setelah melakukan merger menjadi lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia dilihat dari segi ROI, Financial Leverage, ROE, Perpuratan Total Aktiva, dan Profit Margin sebelum merger, (2) Untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia dilihat dari segi ROI, Financial Leverage, ROE, Perpuratan Total Aktiva, dan Profit Margin sesudah Merger, (3) Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan Return On Investment perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia antara periode sebelum dan sesudah merger, (4) Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan Financial Leverage perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia antara periode sebelum dan sesudah merger, (5) Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan Return On Equity perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia antara periode sebelum dan sesudah merger, (6) Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan Perputaran Total aktiva perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia antara periode sebelum dan sesudah merger, (7) Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan Profit margin perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia antara periode sebelum dan sesudah merger. Hipotesis penelitian ini yaitu diduga terdapat perbedaan rata-rata ROI, financial leverage, ROE, perputaran total aktiva, margin laba sebelum dan sesudah merger pada perusahaan yang listing di BEI. Populasi dan sampel yang digunakan yakni pada perusahaan merger yang listing di BEI periode 2001-2005, yaitu 8 perusahaan. Periode yang digunakan dalam penelitian ini dibagi 2 tahun sebelum dan 2 tahun sesudah merger. Kondisi ROI sebelum merger menunjukkan penurunan yang tajam, kondisi Financial leverage sebelum merger menunjukkan penurunan tidak terlalu tajam, kondisi ROE sebelum merger menunjukkan penurunan sangat tajam, kondisi perputaran total aktiva menunjukkan penurunan cukup tajam, kondisi margin laba menunjukkan penurunan sangat tajam. Kondisi ROI sesudah merger menunjukkan penurunan yang tidak terlalu tajam, kondisi Financial leverages sesudah merger menunjukkan kenaikan cukup tajam, kondisi ROE sesudah merger menunjukkan penurunan yang cukup tajam, kondisi perputaran total aktiva sesudah merger menunjukkan penurunan yang tidak terlalu tajam, kondisi margin laba sesudah merger penurunan yang tidak terlalu tajam. Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji normalitas terlebih dahulu. Lalu dilanjutkan dengan uji t (Paired Two Samples For Means) untuk data berdistribusi normal dan uji peringkat tanda (Wilcoxon’s Signed Rank Test) apabila data tidak berdistribusi normal. Dari hasil penelitian terbukti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata ROI, financial leverage,ROE, perputaran total aktiva, margin laba. sebelum dan sesudah merger. . Adapun saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah: (1) Bagi Perusahaan, sebaiknya dalam pengambilan keputusan merger tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa, semuanya harus dipertimbangkan baik secara ekonomis maupun secara non ekonomis, (2) Bagi Investor, dalam mengambil keputusan untuk mengiventasikan dananya harus selektif, hal ini dapat dilihat dari kondisi kinerja keuangan perusahaan, (3) Bagi Peneliti Selanjutnya, untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk memperbanyak sampel dan rentanggan waktu penelitian agar hasil yang diperoleh lebih valid dan akurat.

Penerapan model learning cycle dengan memanfaatkan jaringan global sebagai sumber belajar untuk meningkatkan ketuntasan belajar (studi kasus di SMA Negeri 1 Malang) / Ficha Prima Astria

 

ABSTRAK Astria, Ficha Prima. 2008. Penerapan Pembelajaran Learning Cycle Dengan Memanfaatkan Jaringan Global Sebagai Sumber Belajar Untuk Meningkatkan Ketuntasan Belajar (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Malang). Jurusan Ekonomi Pembangunan. Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Wahjoedi, M.E., Pembimbing (II) Dr. Sugeng Hadi Utomo, M. Ec. Kata kunci : Learning Cycle, jaringan global, sumber belajar, ketuntasan belajar Salah satu model pembelajaran yang menerapkan teori konstruktivisme adalah pembelajaran dengan model siklus belajar (Learning Cycle) yang merupakan rangkaian tahap-tahap kegiatan yang terdiri dari fase eksplorasi, fase pengenalan konsep, dan fase aplikasi konsep. Pada pembelajaran Learning Cycle ini juga digunakan fasilitas internet untuk mencari berbagai literatur. Fungsi internet menghubungkan berbagai jaringan yang tidak saling bergantung pada satu sama lain sedemikian rupa, sehingga siswa dapat mencari informasi lebih lengkap dan cepat. Ketuntasan belajar adalah nilai hasil belajar yang didapatkan oleh siswa pada pembelajaran melampaui kriteria yang sudah ditetapkan baik individu maupun klasikal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran model Learning Cycle dengan memanfaatkan jaringan global (internet) sebagai sumber belajar terhadap ketuntasan belajar siswa. Penelitian ini juga diharapkan dapat digunakan dalam pengajaran ekonomi di sekolah. Subyek penelitian adalah siswa kelas X-4 SMA Negeri 1 Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Tiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Sejak observasi awal hingga akhir dimulai pada bulan April sampai Mei. Analisis data hasil penelitian menggunakan prosentase rata-rata dari nilai yang diperoleh siswa, yaitu nilai kognitif dari nilai tes tulis dan nilai afektif yang tercantum pada lembar observasi siswa yang digunakan pada setiap siklus yang kemudian dibandingkan antara siklus pertama dan siklus kedua. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran model Learning Cycle dengan memanfaatkan jaringan global sebagai sumber belajar dapat mempengaruhi dan meningkatkan ketuntasan belajar siswa. Peningkatan ini terlihat pada nilai-nilai tes yang diperoleh siswa pada tiap akhir siklus. Pada siklus pertama, dari 35 orang siswa, yang belum tuntas belajar sebanyak 9 orang siswa dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal yang diperoleh sebesar 74,3%. Hal tersebut belum menunjukkan keberhasilan ketuntasan belajar siswa secara klasikal, karena siswa yang telah tuntas belajar belum mencapai ≥ 85%. Sedangkan pada siklus kedua, dari 35 orang siswa, yang belum tuntas belajar hanya sebanyak 4 orang siswa sehingga persentase ketuntasan belajar secara klasikal yang diperoleh sebesar 88,6%, sehingga ketuntasan belajar secara klasikal telah tercapai karena telah mencapai standar ketuntasan belajar minmum klasikal yaitu ≥ 85%. Dengan demikian, ketuntaan belajar siswa dari siklus pertama ke siklus kedua mengalami peningkatan sebesar 14%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan Learning Cycle dengan memanfaatkan jaringan global sebagai sumber belajar pada pembelajaran ekonomi dapat memperbaiki proses pembelajaran serta mampu meningkatkan aktivitas guru maupun siswa dalam pembelajaran di kelas yang pada akhirnya dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa. Disarankan kepada peneliti lain untuk melakukan tindakan lebih dari dua siklus, sehingga hasil yang diperoleh dapat maksimal guna perbaikan pendidikan. Bagi guru bidang studi ekonomi dapat menggunakan model pembelajaran Learning Cycle dengan memanfaatkan jaringan global (internet) sebagai sumber belajar untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, aktivitas belajar siswa dan meningkatkan ketuntasan belajar dari proses pembelajaran. Penerapan model pembelajaran Learning Cycle dengan memanfaatkan internet sebagai sumber belajar ini hendaknya disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan dan lingkungan belajar siswa serta ketersediaan waktu yang cukup.

Pengaruh pendekatan inkuiri terbimbing (guided inquiry) dalam pembelajaran ilmu kimia terhadap prestasi belajar dan persepsi siswa kelas XI-IPA SMAN 2 Malang pada materi larutan asam-basa / Ratna Meitarini

 

ABSTRAK Meitarini, Ratna. 2008. Pengaruh Pendekatan Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) dalam Pembelajaran Ilmu Kimia terhadap Prestasi Belajar dan Persepsi Siswa Kelas XI-IPA SMAN 2 Malang pada Materi Larutan Asam-Basa. Skripsi, Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Effendy, P.hD., (II) Herunata, S.Pd., M.Pd. Kata kunci: Inkuiri terbimbing, prestasi belajar, persepsi, larutan asam-basa Ilmu kimia adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan alam yang sebagian besar mempelajari materi yang bersifat abstrak seperti: atom, ion, molekul, dan unsur, sehingga sebagian besar siswa sekolah menengah menganggap bahwa pelajaran kimia merupakan salah satu mata pelajaran yang paling sulit. Untuk memahami konsep abstrak diperlukan kemampuan berpikir formal (abstrak) yang ditinjau dari teori perkembangan intelek Piaget. Dari penelitian-penelitian sebelumnya tentang perkembangan intelek dilaporkan bahwa hanya sebagian kecil siswa sekolah menengah ataupun mahasiswa yang sudah mencapai tingkat berpikir formal. Pembelajaran ilmu kimia di sekolah (khususnya di SMA) umumnya materi pelajaran (konsep-konsep kimia) dijelaskan terlebih dahulu kemudian diikuti dengan praktikum (kegiatan laboratorium). Kegiatan praktikum dilakukan untuk membuktikan konsep-konsep yang telah dipelajari (dijelaskan), segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan praktikum dijelaskan terlebih dahulu, prosedur praktikum dijelaskan secara detail, sehingga kurang melibatkan siswa dalam menemukan konsep dasar, pembelajaran konvensional seperti ini oleh Pavelich dan Abraham disebut dengan pendekatan verifikasi. Salah satu pendekatan pembelajaran yang melibatkan siswa dalam menemukan konsep yaitu pembelajaran dengan pendekatan inkuiri. Pada pembelajaran dengan pendekatan inkuiri siswa dilibatkan secara aktif dalam menemukan konsep dasar, sehingga siswa lebih mudah memahami konsep tersebut dan ingatan siswa terhadap konsep tersebut akan bertahan lebih lama. Siswa sekolah menengah ataupun mahasiswa tingkat satu belum memiliki bekal yang cukup untuk melakukan praktikum (kegiatan laboratorium) dalam menemukan konsep dasar secara inkuiri bebas (free inquiry) dan masih memerlukan bimbingan dari pengajar, sehingga menyarankan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan inkuiri terbimbing. Salah satu materi kimia yang bersifat abstrak dan sebagian besar siswa mengalami kesulitan adalah materi larutan asam-basa. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa yang diajar dengan menggunakan pendekatan inkuiri terbimbing (guided inquiry) dibandingkan siswa yang diajar dengan menggunakan pendekatan verifikasi (konvensional), baik pada siswa yang mempunyai nilai kemampuan awal diatas rata-rata maupun siswa yang mempunyai nilai kemampuan awal dibawah rata-rata dan mengetahui persepsi siswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan inkuiri terbimbing. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan penelitian eksperimental semu dengan pasca tes. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA semester 2 SMAN 2 MALANG tahun ajaran 2007/2008 yang terbagi dalam 3 kelas, yaitu kelas XI IPA-1, XI IPA-2, dan XI IPA-3. Pada penelitian ini kelas yang digunakan sebagai sampel kelompok adalah kelas XI-IPA 1 dan XI-IPA 3. Untuk memperoleh sampel dalam penelitian ini yaitu dari kedua kelas (XI-IPA 1 dan XI-IPA 3) masing-masing siswa yang mempunyai nilai sama dipasangkan, sehingga dihasilkan 60 orang siswa sebagai sampel (sebanyak 30 siswa dari kelas eksperimen dan 30 siswa dari kelas kontrol). Hal ini dilakukan untuk memperoleh hasil yang relevan dan tingkat kesahihan yang tinggi. Dengan teknik undian ditentukan bahwa kelas XI-IPA 1 (kelas eksperimen) pembelajarannya menggunakan pendekatan inkuiri terbimbing, sedangkan kelas XI-IPA 3 (kelas kontrol) pembelajarannya menggunakan pendekatan verifikasi (konvensional). Instrumen yang digunakan yaitu instrumen perlakuan dan instrumen pengukuran, yang berupa tes prestasi belajar (soal uraian obyektif) dan angket. Tes prestasi belajar (soal uraian obyektif) terdiri dari 16 soal dengan validitas isi sebesar 99,0% dan koefisien reliabilitas soal bentuk uraian diukur dengan rumus Alpha sebesar 0,69. Data prestasi belajar dari kelas eksperimen dan kelas kontrol dianalisis dengan menggunakan uji t-dua pihak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara siswa yang diajar dengan menggunakan pendekatan inkuiri terbimbing dibandingkan siswa yang diajar dengan menggunakan pendekatan verifikasi, pada taraf signifikasi α = 0,05. Untuk siswa yang mempunyai nilai awal diatas rata-rata, prestasi belajar siswa yang diajar dengan menggunakan pendekatan inkuiri terbimbing lebih tinggi daripada siswa yang diajar dengan menggunakan pendekatan verifikasi dan terdapat perbedaan yang signifikan. Untuk siswa yang mempunyai nilai awal dibawah rata-rata, tidak terdapat perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara siswa yang diajar dengan menggunakan pendekatan inkuiri terbimbing dibandingkan siswa yang diajar dengan menggunakan pendekatan verifikasi, pada taraf signifikasi α = 0,05. Sebanyak 90,0% siswa memberikan respon yang positif terhadap pembelajaran dengan pendekatan inkuiri terbimbing.

Pengaruh pembelajaran berbasis audio visual terhadap prestasi belajar biologi bagi siswa yang memiliki gaya belajar berbeda di SMPN 13 Malang / Anandayu Widdy Dewanti

 

ABSTRAK Dewanti, Anandayu Widdy. 2008. Pengaruh Pembelajaran Berbasis Audio Visual Terhadap Prestasi Belajar Biologi Bagi Siswa Yang Memiliki Gaya Belajar Yang Berbeda Di SMPN 13 Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Punaji Setyosari, M.Ed., (II) Drs. Sihkabuden, M.Pd Kata kunci: metode belajar, gaya belajar, prestasi. Proses pembelajaran pada hakikatnya merupakan proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan pembelajaran dari sumber pesan melalui saluran/media tertentu kepada penerima pesan. Ada kalanya proses penyampaian pesan ini mengalamai gangguan sehingga tidak dapat diterima dengan baik oleh siswa. Oleh karena itu diperlukan suatu metode yang tepat dalam proses pembelajaran. Berangkat dari fakta yang diperoleh peneliti khususnya pada mata pelajaran Biologi siswa SMPN 13 Malang kelas VII, pesan masih disampaikan dengan ceramah meskipun guru mata pelajaran biologi menyimpulkan bahwa proses pembelajaran belum berjalan secara efektif dan efisien. Dari sini peneliti mencoba menggunakan metode pembelajaran berbasis audio visual. Selain pembelajaran berbasis audio visual sebagai variabel yang mempengaruhi prestasi belajar, variabel gaya belajar siswa pun diduga mempengaruhi prestasi belajarnya. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui tentang ada atau tidaknya pengaruh pembelajaran berbasis audio visual dan gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Biologi di SMPN 13 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 2. Peneliti membagi subyek penelitian menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Siswa kelas eksperimen diberi perlakuan dengan pembelajaran berbasis audio visual sedangkan siswa kelas kontrol diberi perlakuan pembelajaran dengan metode ceramah. Pada akhir penelitian ini akan diuji tiga hipotesis penelitian, yaitu ada atau tidaknya pengaruh pembelajaran berbasis audio visual terhadap prestasi belajar biologi pada siswa yang bergaya belajar visual di SMPN 13 Malang, ada atau tidaknya pengaruh pembelajaran berbasis audio visual terhadap prestasi belajar biologi pada siswa yang bergaya belajar auditorial di SMPN 13 Malang, serta ada atau tidaknya pengaruh pembelajaran berbasis audiovisual terhadap prestasi belajar siswa yang memiliki gaya belajar berbeda di SMPN 13 Malang. Untuk menguji hipotesis penelitian, maka digunakan analisis statistik uji-t independen sampel dengan bantuan program SPSS 12.0 For Windows. Uji t dilakukan untuk menguji apakah suatu hipotesis diterima atau ditolak. Dari hasil uji hipotesis pertama didapatkan nilai thitung sebesar 2,445 ( = 0,019 < 0,05), ttabel (df:73;:0,05) =2,000. Oleh karena thitung > ttabel maka dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar biologi pada siswa yang memiliki gaya belajar visual yang diajar menggunakan metode pembelajaran audiovisual dan metode pembelajaran ceramah di SMPN 13 Malang. Dari hasil uji hipotesis ke dua didapatkan nilai thitung sebesar 2,426 ( = 0,021 < 0,05) ttabel (df:73;:0,05) =2,000. Oleh karena thitung > ttabel maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar biologi pada siswa yang memiliki gaya belajar auditorial yang diajar menggunakan metode pembelajaran audiovisual dan metode pembelajaran ceramah di SMPN 13 Malang. Dari uji hipotesis pertama dan ke dua tersebut dapat diketahui bahwa perbedaan prestasi belajar tersebut disebabkan oleh adanya pengaruh pemberian metode pembelajaran yang berbeda kepada siswa yang memiliki gaya belajar yang sama. Dari uji hipotesis pertama ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran berbasis audio visual terhadap prestasi belajar biologi pada siswa yang bergaya belajar visual di SMPN 13 Malang, dan dari uji hipotesis ke dua dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran berbasis audio visual terhadap prestasi belajar biologi pada siswa yang bergaya belajar auditorial di SMPN 13 Malang. Sedangkan dari hasil uji hipotesis ke tiga nilai t hitung sebesar 3,964 ( = 0,000 < 0,05) dan ttabel (df:1;74;:0,05) =2,000. Oleh karena thitung > ttabel maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar biologi pada siswa yang memiliki gaya belajar visual dengan siswa yang memiliki gaya belajar auditorial yang diajar menggunakan metode pembelajaran audiovisual di SMPN 13 Malang. Perbedaan prestasi belajar ini disebabkan oleh adanya pengaruh penggunaan metode pembelajaran berbasis audio visual dan gaya belajar yang berbeda pada diri siswa. Dari ketiga uji hipotesis ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif pembelajaran berbasis audiovisual terhadap prestasi belajar siswa yang memiliki gaya belajar berbeda di SMPN 13 Malang. Dari hasil penelitian ini, maka disarankan kepada para pembelajar (guru) untuk memperhatikan gaya belajar siswa dalam mengajar agar dapat menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar siswa sehingga dapat memaksimalkan potensi prestasi belajar siswa. Untuk pihak kepala sekolah disarankan agar memberikan dukungan terhadap penggunaan metode pembelajaran berbasis audivisual agar didapatkan hasil belajar siswa yang optimal. Sedangkan peneliti selanjutnya yang tertarik dengan tema penelitian ini disarankan agar memperluas tema dengan menambahkan variabel-variabel lain. Selain itu perlu menggunakan pendekatan metode penelitian yang lainnya.

Pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi (studi pada pegawai Yayasan Pendidikan Islam & Kesejahteraan Umat Budi Mulia Pakisaji Malang) / Farid

 

Korelasi pengetahuan penerapan keselamatan kerja dan motivasi kerja dengan prestasi praktik kerja las dasar siswa kelas X Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif di SMK Negeri 1 Balikpapan / Sugi Supriyadi S.

 

Gelombang elektromagnetik secara umum dapat terpandu dalam medium dielektrik yang berbatas konduktor. Dalam banyak aplikasi Geometri pandu gelombang adalah berupa silinder. Berkaitan dengan frekuensi yang terpandu dan dimensi terdapat kuantitas yakni mode (ragam) gelombang Pentingnya melakukan simulasi atas ragam gelombang mengingat selama ini pemahaman karakteristik ragam gelombang yang terpandu di dalam pandu gelombang sulit untuk dimengerti tanpa adanya visual, sehingga sifat-sifat perambatan gelombang elektromagnetnya bersifat abstrak. Pada skripsi ini dihasilkan simulasi mode gelombang TMmn dan TEmn yang terpandu dalam pandu gelombang silinder dengan menggunakan pemrograman Mathematica 5.1. Pola pendekatan yang digunakan dengan menggambarkan persamaan intensitas mode gelombang TMmn dan TEmn yang diperoleh dari analisis geometri dan dimensi yang digunakan oleh pandu gelombang silinder berdasarkan persamaan Maxwell, pengaruhi yang jika dilakukan variasi mode-mode gelombang dan parameter-parameter seperti frekuensi, dimensi dan ragam gelombang, maka akan dihasilkan persamaan differensial gelombang yang terpandu di dalam pandu gelombang silinder tersebut. Simulasi ini merupakan bentuk visualisasi persamaan differensial yang telah diperoleh dari analisis geometri dan dimensinya. Dari simulasi ini dihasilkan kurva intensitas yang menggambarkan pola intensitas mode gelombang TM01, TM02, TM03, TM11, TM12, TM13, TM21, TM22, TM23, TM31, TM32, TM33, TM41, TM42, TM43, TE01, TE02, TE03, TE11, TE12, TE13, TE21, TE22, TE23, TE31, TE32, TE33, TE41, TE42 dan TE43 melalui pengaruh variasi parameter-parameter m, n, ω , ωc dan karakteristik untuk masing-masing mode gelombang yang merambat dalam pandu gelombang silinder. Perambatan mode gelombang ini mensyaratkan ω >ωc, di mana hal ini merupakan ketentuan agar suatu mode gelombang dapat merambat di dalam pandu gelombang.

Penarapan metode job order costing dalam menghitung harga pokok produk pesanan untuk menentukan harga jual sepatu pada UD Bahagia-Sidoarjo / Dany Ariandi Laksana

 

ABSTRAK Laksana, Dany Ariandi. 2008. Penerapan Metode Job Order Costing Dalam Menghitung Harga Pokok Produk Pesanan Untuk Menentukan Harga Jual Sepatu Pada UD Bahagia-Sidoarjo. Tugas Akhir. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, Pembimbing Sawitri Dwi Prastiti SE. Msi.Ak Kata kunci: Harga pokok produk; job order costing Penentuan harga pokok produksi merupakan dasar untuk menetukan harga jual suatu produk. Untuk menentukan harga jual yang tepat UD Bahagia perlu menentukan biaya pokok produk serta menggunakan metode yang tepat tepat pula untuk produknya. Adapun alat untuk membantu menetukan harga pokok produksi dan harga jual tersebut adalah dengan menggunakan metode harga pokok dan harga jual yang tepat. Agar perusahaan dapat menentukan harga pokok produk yang tepat maka perusahaan harus menerapkan metode job order costing atau harga pokok pesanan. Metode ini mengidentifikasi biaya-biaya yang terjadi kepada setiap pesanan. Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja dibebankan langsung sebesar nilai yang sesungguhnya terjadi. Biaya overhead pabrik dibebankan berdasarkan tarif yang ditentukan terlebih dahulu. Untuk harga jual produknya dapat digunakan metode markup yang persentasenya diperoleh dari pembagian laba kotor per pesanan dengan total biayanya Pengidentifikasian biaya yang kurang tepat terjadi pada perhitungan biaya overhead pabrik dimana biaya overhead yang ditetapkan UD Bahagia masih relatif tinggi dibandingkan metode harga pokok pesanan. Hal ini terjadi karena perusahaan tidak memilah dan menggunakan dasar tarif biaya overhead yang benar. Perhitungan yang sesuai terjadi pada perhitungan harga pokok penjualan dan perhitugan mark up terhadap harga pokok penjualan untuk menentukan harga jual produk sepatu Untuk mengidentifikasi harga pokok produk secara lebih tepat sebaiknya perusahaan menggunakan metode harga pokok pesanan. Untuk mempermudah penggunaan metode tersebut perusahaan perlu menyelenggarakan kartu biaya pesanan, kartu jam kerja, dan melakukan pembebanan biaya overhead pabrik dengan tarif yang ditentukan terlebih dahulu. Untuk mendukung kebijakan harga jual perusahaan dapat menggunakan metode harga pokok pesanan dengan sistem harga pokok taksiran, sebagai dasar untuk menentukan harga di muka.

Otomatisasi mesin penetas telur berbasis mikrokontroller dengan aplikasi sensor suara, LCD, dan alarm / Yanuar Ghita T.N.S.

 

Mesin penetas telur merupakan mesin yang berfungsi untuk mengambil alih tugas mengerami dari seekor induk ayam dalam mengerami telur-telur yang dibuahi dari hasil persilangan atau perkawinan dengan pejantan. Mesin penetas yang ada bekerja dalam pengontrolan suhu, pembalikan rak telur, tetapi tidak menggunakan sistem penginformasian telur yang telah menetas. Perencanaan otomatisasi mesin penetas telur berbasis mikrokontroler dengan aplikasi sensor suara, LCD dan alarm ini menggunakan unit kontrol sistem (ATMEGA8), unit pendeteksi ayam (sensor suara), unit pendetaksi suhu (LM35), unit pembalik rak telur (driver motor stepper)dan unit penginformasi (LCD M1632 dan Alarm). Alat ini menggunakan sensor suara sebagai pendeteksi suara ayam yang telah menetas, dan mikrokontroler ATMEGA8 sebagai pengendali utama keseluruhan rangkaian dengan menggunakan bahasa C sebagai programnya. Sensor suhu LM35 digunakan untuk mendeteksi perubahan suhu dalam mesin penetas. LCD dan alarm digunakan sebagai alat penginformasi telur yang telah menetas. Pengujian pada unit pendeteksi suhu (LM35), sensor dapat berfungsi dengan baik walaupun masih terdapat sedikit kesalahan dalam menerjemahkan suhu. Pengujian pada unit pendeteksi ayam (sensor suara), frekuensi suara yang diterima oleh sensor suara mampu direspon dengan baik oleh tone decoder. LCD mampu menampilkan data berupa hari, waktu, suhu, dan menginformasikan ayam yang menetas. Driver motor stepper mampu bekerja sesuai dengan hari yang ditentukan, serta mampu membalik rak telur 3 (tiga) kali dalam sehari. Operasi keseluruhan alat bekerja sesuai dengan perencanaan. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil pengujian adalah sebagai berikut: (1) suhu dalam mesin penetas adalah 38,33oC, 38,89oC, 39,45oC, 40,00oC, 40,56oC; (2) pembalikan rak telur dilakukan 3 (tiga) kali dalam sehari dan beroperasi sesuai dengan hari yang ditentukan; (3) frekuensi suara yang terdeteksi condenser akan dicocokkan dengan frekuensi suara pada tone decoder, dan jika tone decoder berlogika 1 berarti ada ayam yang menetas; (4) LCD mampu menampilkan data yang berupa hari, waktu, suhu, dan informasi ayam yang menetas.

Analisis perbedaan rasio profitabilitas dan Market Value Added (MVA) sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI / Silvy Novita

 

Reduksi asam nitrosinamat menggunakan reduktor logam magnesium dan asam klorida pekat dan uji aktivitasnya sebagai tabir surya / Elva Nuvi Sulistyani

 

ABSTRAK Sulistyani, Elva. N. 2008. Reduksi Asam Nitrosinamat Menggunakan Reduktor Logam Magnesium dan Asam Klorida Pekat dan Uji Aktivitasnya Sebagai Tabir Surya. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPAUniversitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sutrisno, M.Si., (II) Dra. Dedek Sukarianingsih, M.Pd., M.Si. Kata kunci: asam aminosinamat, reaksi reduksi, tabir surya. Dalam jumlah kecil, paparan cahaya matahari ke tubuh kita tidak berbahaya, bahkan memberi kehangatan dan membantu pembentukan vitamin D yang berguna untuk kesehatan kulit. Cahaya matahari akan menjadi berbahaya ketika jumlah paparan berlebihan. Oleh karena itu perlindungan terhadap sinar matahari menjadi sangat penting. Kulit sudah memiliki perlindungan alami terhadap sinar matahari, namun mekanisme perlindungan tersebut belum dapat melindungi kulit jika kontak berlebihan. Salah satu cara untuk melindungi kulit dari bahaya radiasi sinar UV matahari adalah dengan memakai kosmetik tabir surya. Zat aktif dalam kosmetik tabir surya dapat menyerap, memantulkan, atau menghamburkan radiasi UV sinar matahari. Beberapa zat aktif dalam kosmetik tabir surya merupakan senyawa amino dan turunan asam sinamat, seperti para amino benzoic acid (PABA) dan oktil p-metoksisinamat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mereduksi asam nitrosinamat menggunakan reduktor logam magnesium dan asam klorida pekat. Senyawa hasil reduksi ini diharapkan berpotensi sebagai tabir surya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik, yang dilakukan dengan mereaksikan asam nitrosinamat dengan serbuk logam magnesium dan asam klorida pekat. Analisis terhadap hasil reduksi asam nitrosinamat dilakukan secara langsung melalui pengamatan fisik, sedangkan pemurnian senyawa hasil reduksi dilakukan dengan reaksi pengendapan. Untuk identifikasi struktur senyawa hasil reduksi dilakukan dengan cara spektroskopi ultra violet (UV) dan spektroskopi infra red (IR). Reaksi reduksi asam nitrosinamat menggunakan reduktor logam magnesium dan asam klorida pekat menghasilkan zat padat berwarna putih dengan titik lebur 291-299oC yang dapat larut dalam akuades, metanol, dan aseton namun tidak larut dalam kloroform, 2-propanol, etil asetat, dan n-heksana. Identifikasi dengan spektrofotometri UV dan IR diduga kuat bahwa hasil reaksi reduksi asam nitrosinamat dengan reduktor logam magnesium dan asam klorida pekat adalah asam aminosinamat. Uji aktivitas zat tersebut sebagai tabir surya dengan spektrofotometer UV menunjukkan bahwa zat tersebut tidak aktif baik sebagai suntan maupun sunblock. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya identifikasi senyawa hasil sintesis dengan menggunakan instrumen GC-MS. i

Penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar biologi siswa kelas VII SMP Miftahul Huda Kecamatan Ngadirojo Pacitan / Antin Triyana

 

Pembuatan busana asymetric stripe / Ana Hastiya

 

Penerapan keterampilan bertanya untuk meningkatkan hasil belajar geografi pokok bahasan hidrosfer pada siswa kelas X-G MAN Malang I / Lilik Nurwahyuni

 

Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti di MAN Malang I diketahui bahwa kegiatan pembelajaran dengan menggunakan keterampilan bertanya masih belum diterapkan secara maksimal. Sebenarnya guru sudah mengajukan pertanyaan secara maksimal kepada siswa tetapi masih ada beberapa kekurangan guru dalam mengajukan pertanyaan baik dari cara bertanya maupun isi pertanyaan. Hal seperti ini menyebabkan keterlibatan siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran masih kurang yang pada akhirnya hasil belajar tidak optimal. Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut maka guru perlu memahami dan menguasai keterampilan bertanya. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh jawaban dari rumusan masalah apakah penerapan keterampilan bertanya dapat meningkatkan hasil belajar siswa Geografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa Geografi dengan diterapkannya keterampilan bertanya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2007/2008, tepatnya pada bulan Mei-Juni 2008. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-G MAN Malang I dengan jumlah siswa 33 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dengan prosedur pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan tes yang kemudian dianalisis secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan keterampilan bertanya mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Pada saat sebelum diberi tindakan hasil belajar siswa rata-rata 63 meningkat pada siklus I diperoleh rata-rata 71,06, selanjutnya pada siklus II menjadi 80,84. Selain itu terjadi peningkatan keinginan siswa menjawab pertanyaan yaitu pada siklus I diperoleh 10,27% dan pada siklus II menjadi 16,85% sehingga terjadi peningkatan 6,58%. Keinginan bertanya siswa pun juga meningkat, pada siklus I diperoleh 1,03% dan siklus II diperoleh 2,46% sehingga terjadi peningkatan 1,43%. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan keterampilan bertanya dapat meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya di MAN Malang I. Temuan lainnya yaitu siswa lebih berani dalam menjawab dan bertanya selama proses pembelajaran berlangsung, khususnya pada pokok bahasan hidrosfer. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kepada guru Geografi hendaknya menerapkan keterampilan bertanya dalam proses pembelajaran Geografi. Hal tersebut sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa di kelas tersebut. Pelaksanaannya menyesuaikan pokok bahasan yang akan disampaikan.

Isolasi dan karakterisasi minyak biji labu merah (Cucurbita moschata Dux ex poir) jenis bokor dan kelinting serta identifikasi asam-asam lemak penyusunnya / Yohanes Arbed Fermansyah

 

Efektivitas waktu belajar pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan SLTA di Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar / Gunawan Wicaksono

 

Optimasi kondisi hidrolisis amilum menggunakan enzim termamil untuk meningkatkan akurasi pengukuran konsentrasi dekstran dalam nira tebu / Indra Gunawan

 

Dekstran merupakan polisakarida yang terdiri atas monomer-monomer glukosa dengan ikatan -1,6 glikosida dan mempunyai berat molekul tinggi sekitar 15.000–2000.000. Konsentrasi dektran dalam nira yang tinggi menyebabkan peningkatan viskositas nira, menghambat proses penguapan, dan menghambat transfer panas sehingga efektivitas produksi gula terganggu dan pada akhirnya memperbesar kehilangan gula selama proses produksi. Oleh karena itu, konsentrasi dekstran dalam nira penting untuk diketahui agar gangguan yang diakibatkan oleh dekstran dapat diminimalisasi. Dalam pengukuran konsentrasi dekstran menggunakan metode kabut sering terjadi gangguan oleh komponen lain, terutama amilum. Hal ini menyebabkan pengukuran konsentrasi dekstran menjadi bias karena amilum bersama-sama dengan dekstran akan diendapkan oleh etanol absolut dan mengacaukan pengukuran secara turbidimetri. Amilum dalam nira perlu didegradasi dengan enzim termamil dan dalam penelitian ini dicari kondisi optimum hidrolisis amilum sehingga konsentrasi amilum dalam nira tidak mengganggu pengukuran dekstran. Penelitian bersifat eksperimental laboratoris yang terdiri atas dua tahap. Tahap pertama adalah penentuan kondisi optimum hidrolisisi amilum menggunakan enzim termamil. Tahap kedua adalah penentuan akurasi pengukuran konsentrasi dekstran yang tercampur amilum sebelum dan sesudah hidrolisis amilum dengan metode kabut serta aplikasinya terhadap pengukuran dekstran dalam nira tebu. Hasil penelitian menunjukkan (1) Kondisi optimum enzim termamil ( - amylase) yang diperoleh adalah pada pH 6,1 dan suhu 50oC dengan waktu inkubasi selama 30 menit yang memberikan aktivitas -amylase tertinggi sebesar 1,14 unit/mL. (2) Jika tanpa hidrolisis pada taraf kepercayaan 95%, amilum tidak berpengaruh pada pengukuran dekstran pada perbandingan (500:10) ppm. Akan tetapi setelah hidrolisis dengan termamil pada kondisi optimum, perbandingan dekstran:amilum sampai (500:100) ppm tidak berpengaruh terhadap pengukuran dekstran karena kesalahan pengukuran masih 3,2%. Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pengukuran dekstran dalam nira, sebelum dan sesudah amilum di hidrolisis menggunakan enzim termamil. Hasil pengukuran dekstran dalam nira sebelum hidrolisis amilum adalah 254 mg/L, sedangkan hasil pengukuran dekstran dalam nira setelah hidrolisis amilum adalah 125 mg/L.

Perbedaan peningkatan prestasi belajar fisika dasar I dengan model pembelajaran kelompok pola tutorial sebaya dan acak dengan implementasi physics by inquiry pada mahasiswa Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang / Nora Susiana

 

Penelitian tahun 2005 menunjukkan lebih dari 25% mahasiswa gagal pada matakuliah Fisika Dasar I, yang wajib diikuti dan dikuasai oleh mahasiswa program studi pendidikan fisika sebagai calon pendidik. Pembelajaran yang mungkin mengatasi masalah di atas adalah inkuiri dengan mengadaptasi modul Physics By Inquiry yaitu modul mengenai pembelajaran fisika yang berbasis inkuiri. Inkuiri dapat dilakukan dengan pembelajaran kelompok yang memperhatikan keadaan kognitif mahasiswa yaitu pembelajaran kelompok pola tutorial sebaya. Penelitian ini bertujuan (1) mengukur perbedaan peningkatan prestasi belajar Fisika Dasar I dengan model pembelajaran kelompok pola tutorial sebaya dan acak dengan implementasi modul Physics By Inquiry pada mahasiswa jurusan fisika FMIPA UM, (2) mendeskripsikan pola interaksi mahasiswa dalam kelompok pola tutorial sebaya. Rancangan penelitian menggunakan Control Group Pre-test-Pos-test Design dengan desain eksperimen semu. Pola pengelompokkan sebagai variabel bebas dan data peningkatan prestasi belajar fisika sebagai variabel terikat. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Fisika semester 1 tahun angkatan 2007/2008 yang terdiri dari 6 kelas, kemudian diambil sampel penelitian berdasarkan purposive sampling. Kelas A/C sebagai kelas eksperimen dan kelas B/D sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian ini berupa tes objektif, Lembar Kerja Mahasiswa yang diadaptasi dari modul Physics By Inquiry, dan instrumen pengamatan. Analisis yang digunakan dengan metode nonparametrik yaitu Mann-Whitney U test melalui uji prasyarat analisis. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan prestasi belajar Fisika Dasar I antara mahasiswa yang diajar dengan pola tutorial sebaya dan pola acak, rata-rata peningkatan prestasi belajar Fisika Dasar I kelas tutorial sebaya lebih tinggi dari kelas acak, sehingga model pembelajaran kelompok pola tutorial sebaya lebih baik meningkatkan prestasi belajar Fisika Dasar I, dibanding-kan pengelompokan pola acak pada mahasiswa Jurusan Fisika tahun angkatan 2007/2008 FMIPA Universitas Negeri Malang. Selain itu juga terdapat pola interaksi positif antara anggota kelompok kelas tutorial sebaya. Tutor mengaktif-kan kegiatan belajar dan memiliki andil besar saat penarikan kesimpulan tugas kelompok, mengatur dan mengorganisasi kegiatan kelompok, dan terdapat kesadar-an antar anggota untuk bersikap dan berperilaku aktif untuk tujuan belajar yakni mencapai tingginya peningkatan prestasi belajar Fisika Dasar I.

Implementasi kebijakan pengembangan sumber daya manusia aparatur melalui pendidikan dan pelatihan jabatan di Pemerintah Kabupaten Pasuruan / Moedjiono

 

Penerapan model pembelajaran kooperatif group investigation dengan pendekatan salingtemas (sains-lingkungan-teknologi-masyarakat) dalam meningkatkan kemampuan kerja ilmiah dan hasil belajar kognitif biologi siswa kelas X SMA Negeri 1 Lawang / Santi Nur Ha

 

ABSTRAK Handayani, Santi Nur. 2008. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Group Investigation dengan Pendekatan Salingtemas (Sains-Lingkungan- Teknologi-Masyarakat) dalam Meningkatkan Kemampuan Kerja Ilmiah dan Hasil Belajar Kognitif Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Lawang. Skripsi, Jurusan Biologi Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M. Pd, (II) Dr. Hadi Suwono, M. Si. Kata Kunci: model pembelajaran kooperatif Group Investigation, pendekatan Sains-Lingkungan-Teknologi-Masyarakat, kerja ilmiah, hasil belajar kognitif Di dalam standar isi tingkat SMA/MA/SMALB tercantum standar kompetensi yang berkaitan dengan pembelajaran yang menuntut siswa untuk peka terhadap teknologi, permasalahan yang dapat timbul di sekitarnya misalnya permasalahan lingkungan. Pendekatan Salingtemas menjadikan siswa lebih aktif di dalam pembelajaran yang dilaksanakan dan tercakup juga adanya pemecahan masalah terutama masalah yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari melalui kerja ilmiah. Model kooperatif GI sangat sesuai untuk melatih dan meningkatkan kemampuan kerja ilmiah dan hasil belajar siswa. Kerja ilmiah sangat dibutuhkan dalam pelajaran IPA khususnya biologi. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMA Negeri 1 Lawang, kemampuan kerja ilmiah masih perlu ditingkatkan sehingga dapat mempengaruhi hasil belajar kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemam-puan kerja ilmiah dan hasil belajar kognitif biologi siswa melalui penerapan pen-dekatan Salingtemas dengan model kooperatif GI. Peran peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai guru. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek siswa kelas X-9 SMA Negeri 1 Lawang. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Lawang selama bulan Mei hingga Juni. Penelitian tindakan kelas dilakukan selama 2 siklus. Sebelum dilaksanakan siklus 1 terlebih dulu dilakukan tahap observasi awal dan refleksi awal. Siklus 1 terdiri dari, perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi, sedangkan siklus 2 terdiri dari tahap perenca- naan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data penelitian yang dikum- pulkan adalah kemampuan kerja ilmiah yang berasal dari pengamatan langsung, laporan kelompok dan jurnal kegiatan siswa serta data hasil belajar kognitif siswa yang berasal dari hasil pascates yang dilaksanakan di setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Sains-Ling- kungan-Teknologi-Masyarakat dengan model pembelajaran kooperatif Group Investigation dapat meningkatkan kemampuan kerja ilmiah dan hasil belajar kognitif siswa. Peningkatan kemampuan kerja ilmiah terjadi pada komponen “melaksanakan penyelidikan ilmiah” sebesar 13,8 %, “mengkomuni-kasikan hasil penyelidikan ilmiah” sebesar 8,1%, dan “bersikap ilmiah” sebesar 3,4 %, sedang- kan komponen “merencanakan penyelidikan ilmiah” tidak terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II. Peningkatan pencapaian rata-rata kerja ilmiah klasikal sebesar 6,3 %. Hasil belajar kognitif mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu sebesar 59%. iii Berdasarkan hasil penelitian, penerapan model pembelajaran kooperatif GI (Group Investigation) dengan pendekatan Salingtemas (Sains-Lingkungan- Teknologi-Masyarakat) dapat meningkatkan kemampuan kerja ilmiah dan hasil belajar kognitif siswa kelas X SMA Negeri 1 Lawang dalam materi limbah dan daur ulangnya.

Penerapan metode pembelajaran struktural think pair share untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan hasil belajar biologi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pagak / Restu Wulan Cahyani

 

Observasi awal dan wawancara dengan pihak SMA Negeri 1 Pagak, Malang yang dilakukan pada tanggal 6 Februari 2008 menunjukkan bahwa pembelajaran yang sering dilakukan adalah ceramah dan tanya jawab. Prestasi belajar siswa masih kurang karena ada 14 siswa yang belum tuntas. Pada saat tanya jawab hanya 2 sampai 3 siswa saja yang bertanya. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikirnya masih rendah. Pembelajaran dengan ceramah kurang mampu mengembangkan kemampuan berpikir siswa karena siswa cenderung menerima semua materi tanpa pemikiran lebih lanjut. Kemampuan berpikir siswa perlu diberdayakan karena berpikir sangat diperlukan didalam segala aspek kehidupan untuk menyelesaikan persoalan hidup yang kompleks. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah yang ditemukan di dalam kelas adalah dengan menerapkan metode pembelajaran struktural TPS. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan hasil belajar biologi siswa. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri dari dua siklus. Siklus I dan Siklus II ditempuh selama lima kali pertemuan. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pada Siklus I dan Siklus II diterapkan model pembelajaran kooperatif TPS. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sistem reproduksi I (struktur dan fungsi alat reproduksi serta proses pembentukan sel kelamin) dan sistem reproduksi II (menstruasi, fertilisasi, kehamilan, kelahiran, kontrasepsi, serta kesehatan reproduksi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir siswa mengalami peningkatan. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari Pra-siklus ke Siklus I dan Siklus II, skor tes rata-rata kelas pada Pra-siklus sebesar 72, skor tes rata–rata kelas pada Siklus I sebesar 74,14, dan pada Siklus II sebesar 84,78. Pada Pra-siklus persentase ketuntasan 61,11%, pada Siklus I persentase ketuntasan 66,67%, sedangkan pada Siklus II persentase ketuntasan 86,11%. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran TPS dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan hasil belajar biologi Siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pagak. Saran yang dapat diberikan bagi guru mata pelajaran biologi SMA Negeri 1 Pagak, adalah menerapkan metode pembelajaran struktural TPS sebagai pembelajaran alternatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan hasil belajar siswa.

Pengembangan perangkat pembelajaran kimia berbasis konstruktivistik dan kontekstual untuk SMA/MA kelas X pada materi pokok senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari dan kelas XI pada materi pokok kelarutan dan hasil kali kelarutan / Yunita Sari

 

ABSTRAK Sari, Yunita. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kimia Berbasis Konstruktivistik dan Kontekstual untuk SMA/MA Kelas X pada Materi Pokok Senyawa Hidrokarbon dalam Kehidupan Sehari-hari dan Kelas XI pada Materi Pokok Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sri Rahayu, M.Ed., (II) Drs. Prayitno, M.Pd. Kata-kata Kunci: pengembangan, perangkat pembelajaran, konstruktivistik, kontekstual, senyawa hidrokarbon, kelarutan dan hasil kali kelarutan. Percepatan arus informasi dalam era globalisasi dewasa ini menuntut semua bidang kehidupan untuk menyesuaikan visi, misi, tujuan, dan strateginya terutama dalam sistem pendidikan. Salah satu komponen penting dari sistem pendidikan ini adalah kurikulum. Sebagai perwujudannya, saat ini mulai diterapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melalui Kurikulum 2006 (KTSP) dilakukan penyempurnaan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan, termasuk pada pelajaran kimia sebagai cabang dari sains. Sebagian besar dari konsep kimia merupakan konsep yang bersifat abstrak sehingga siswa cenderung mengalami kesulitan dalam memahami dan mengkonstruksi struktur pengetahuan dengan tepat. Oleh karena itu diperlukan suatu strategi/pendekatan/metode pembelajaran yang mampu mengaitkan antara materi pelajaran dengan situasi dunia nyata siswa agar dapat memberikan kemudahan bagi siswa dalam membangun pengetahuan mereka sendiri. Salah satu solusinya melalui pembelajaran berbasis konstruktivistik dan kontekstual yang bertujuan agar siswa dapat membangun konsep sendiri dan menghubungkan pengetahuannya tersebut dengan kehidupan nyata yang mereka alami. Agar dapat diimplementasikan di kelas maka diperlukan perangkat pembelajaran yang lebih operasional. Hal ini dimaksudkan untuk membantu guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan baik, khususnya untuk mengoptimalkan pelaksanaan KTSP. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan sebuah produk yang berupa perangkat pembelajaran kimia berbasis konstruktivistik dan kontekstual serta mengetahui kesesuaian atau kelayakan perangkat pembelajaran tersebut untuk digunakan dalam pembelajaran kimia khususnya SMA/MA Kelas X Semester 2 dan Kelas XI Semester 2. Hasil pengembangan perangkat pembelajaran terdiri atas dua bagian, bagian pertama merupakan panduan guru (teacher’s guide) yang berisi silabus dan sistem penilaian, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), instrumen penilaian, dan buku guru. Sedangkan bagian kedua adalah buku siswa yang berisi uraian materi dan lembar kegiatan siswa sebagai panduan diskusi atau kegiatan laboratorium. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini diawali degan survai kondisi lapangan, kemudian dilakukan pengembangan perangkat pembelajaran berdasarkan model pengembangan konseptual yang direkomendasikan oleh Dick dan Carey. Langkah selanjutnya dilakukan validasi. Langkah-langkah pengembangan menurut Dick dan Carey yaitu mengidentifikasi tujuan pembelajaran umum, melakukan analisis materi pelajaran, mengidentifikasi kemampuan dan karakteristik awal siswa, menuliskan pengalaman belajar, mengembangkan item tes berbasis kriteria, pemilihan strategi pembelajaran, mengembangkan dan memilih perangkat pembelajaran, melaksanakan evaluasi formatif (validasi), melakukan revisi, dan memproduksi perangkat pembelajaran. Desain validasi penelitian yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah validasi formatif yang pelaksanaannya dievaluasi oleh validator. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis persentase. Berdasarkan hasil validasi dari empat validator diperoleh kesimpulan bahwa skor rata-rata yang diperoleh untuk perangkat pembelajaran yang dikembangkan yaitu 86,36% dengan kriteria valid/baik/layak. Dengan demikian perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan analisis keterbatasan pengembangan perangkat pembelajaran, maka saran yang perlu diperhatikan yaitu pengembangan perangkat pembelajaran dapat dilakukan pada jenjang pendidikan dan pokok bahasan lain dan perlu diujicobakan atau dilakukan validasi empirik (evaluasi sumatif) di sekolah untuk mengetahui keefektifannya dalam pembelajaran.

Peran orang tua dalam mengembangkan kreativitas anak usia dini di PAUD Lab Site PLS Arjowinangun Malang / Irnawati

 

Pemanfaatan internet oleh mahasiswa di lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang / Teguh Estu Legowo

 

Pengaruh budaya organisasi dan motivasi terhadap kinerja melalui kepuasan kerja karyawan (studi pada karyawan FIF Cabang Tulungagung) / Agga Hendra Laksana

 

ABSTRAK Laksana, Agga Hendra. 2008. Pengaruh Budaya Organisasi dan Motivasi Terhadap Kinerja Melalui Kepuasan Kerja (Studi Pada Karyawan FIF Cabang Tulungagung). Skripsi, Jurusan manajemen, Progran Studi S1 manajemen Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr.Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si. (2) Drs. Sarbini. Kata Kunci : budaya organisasi, motivasi, kepuasan kerja, kinerja Pembangunan suatu bangsa memerlukan aset pokok yang disebut sumber daya (resources), baik sumber daya alam (natural resources), maupun sumber daya manusia (human resources). Kedua sumber daya tersebut sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu pembangunan. kuantitas sumber daya manusia tanpa disertai dengan kualitas yang baik akan menjadi beban pembangunan suatu bangsa. Sedangkan kualitas menyangkut mutu sumber daya manusia tersebut, yang menyangkut kemampuan, baik kemampuan fisik maupun kemampuan non fisik (kecerdasan dan mental). Oleh sebab itu untuk akselerasi pembangunan d bidang apapun, maka peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan suatu prasyarat utama. Setiap karyawan yang bekerja sangat membutuhkan motivasi dari pimpinannya, serta budaya organisasi pada perusahaan tempat mereka bekerja, karena dengan motivasi dapat memacu semangat kerja mereka, dan dengan budaya organisasi yang kuat maka perilaku para karyawan dapat terarah sehingga tujuan perusahaan cepat tercapai. Dengan tercapainya tujuan perusahaan dan terpenuhinya kebutuhan karyawan melalui motivasi, tentu saja kepuasan kerja akan mereka dapatkan pula. Apabila ketiga variabel tersebut, yaitu budaya organisasi, motivasi, kepuasan kerja telah mereka dapatkan, maka mereka akan merasa betah dan senang bekerja pada perusahaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan motivasi terhadap kinerja melalui kepuasan kerja karyawan pada FIF cabang Tulungagung. Penelitian ini dilaksanakan di FIF cabang Tulungagung pada bulan maret-april 2008. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan FIF cabang Tulungagung yang berjumlah 80 orang, sedangkan sampelnya diambil sebanyak 60 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Analisis data yang dipakai adalah analisis jalur (Path Analysis). Tujuan dari analisis jalur adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung. Dalam penelitian ini mempunyai variabel bebas yaitu budaya organisasi (X1), Motivasi (X2), variabel intervening yaitu kepuasan kerja (Z), dan variabel terikat kinerja (Y). Instrumen penelitian ini menggunakan item-item dari penelitian terdahulu yang telah teruji, sehingga untuk uji validitas dan reliabilitas tetap dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas data yang diperoleh. Hasil penelitian ini diketahui bahwa sebagain responden yaitu, 40% responden menyatakan tinggi terhadap budaya organisasi, 48% menyatakan tinggi terhadap motivasi, sedangkan 58% responden menyatakan tinggi terhadap kepuasan kerja, dan 68% responden menyatakan tinggi terhadap kinerja. Hasil penelitian ini dapat diketahui :(1) ada pengaruh langsung budaya organisasi terhadap kepuasan kerja ditunjukkan dengan ß 0. 286 dan sign 0.013.(2) terdapat pengaruh langsung motivasi terhadap kepuasan kerja ditunjukkan dengan ß 0. 464 dan sign 0.000. (3) terdapat pengaruh langsung kepuasan kerja terhadap kinerja ditunjukkan dengan ß 0.353 dan sign 0.004. (4) terdapat pengaruh langsung budaya organisasi terhadap kinerja ditunjukkan dengan ß 0.289 dan sign 0.008. (5) terdapat pengaruh langsung motivasi terhadap kinerja ditunjukkan dengan ß 0. 259 dan sign 0.026. (6) terdapat pengaruh tidak langsung budaya organisasi terhadap kinerja melalui kepuasan kerja ditunjukkan dengan ß 0.101. (7) terdapat pengaruh tidak langsung motivasi terhadap kinerja melalui kepuasan kerja ditunjukkan dengan ß 0.164. Berdasar hasil penelitian ini dapat disarankan agar pihak FIF cabang Tulungagung lebih meningkatkan rasa kebersamaan antar karyawan, misalnya dengan seringnya mengadakan kegiatan yang melibatkan seluruh karyawan, yang nantinya rasa kebersamaan itu akan muncul pada diri karyawan tersebut. Adanya rasa kebersamaan yang terjalin antar karyawan dalam menjalankan tugas atau pekerjaannya dapat memperoleh hasil yang lebih baik, sehingga akan berpengaruh pada kepuasan kerja karyawan itu sendiri.

Penerapan model pembelajaran kooperatif TAI (Team Assisted Individualization) untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas X-I SMA Diponegoro Tulungagung) / Fandria Noviasiska

 

Penerapan metode inkuiri pada pembelajaran ekonomi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas X-2 SMA Lab UM Malang / Farsan Adi Masco

 

ABSTRAK Masco, Farsan Adi. 2008. Penerapan Metode Inkuiri Pada Pembelajaran Ekonomi Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas X-2 SMA LAB UM Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hari Wahyono M.Pd, (II) Drs. M. Ichsan, SE, M.Pd, M.Si. Kata Kunci: Metode Inkuiri, Kemampuan Berpikir Kritis, Hasil Belajar Siswa Perkembangan jaman menuntut manusia untuk membekali diri dengan ilmu dan keterampilan. Pendidikan merupakan sarana yang tepat untuk hal tersebut. Dunia pendidikan telah banyak melakukan perbaikan. Salah satunya adalah menciptakan banyak metode pembelajaran di sekolah, salah satunya adalah metode inkuiri. Metode inkuiri merupakan metode pembelajaran yang berfokus pada siswa. Dalam metode inkuiri, siswa dianggap telah mempunyai bekal ilmu pengetahuan, sehingga peran siswa sendiri yang lebih dominan untuk mengembangkan ilmu pengetahuannya. Menemukan merupakan bagian inti dari metode pembelajaran inkuiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan hasil penerapan pembelajaran dengan metode inkuiri pada siswa kelas X-2 SMA LAB UM Malang, untuk mengetahui apakah metode pembelajaran inkuiri mampu meningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X-2 SMA LAB UM Malang dan untuk mengetahui apakah metode pembelajaran inkuiri meningkatan hasil belajar siswa kelas X-2 SMA LAB UM Malang. Jenis pendekatan penelitian ini adalah kualitatif yang disajikan secara deskriptif dengan metode pengumpulan data menggunakan sistem observasi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X-2 SMA LAB UM Malang dengan jumlah siswa sebanyak 29 siswa diantaranya 19 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Penelitian ini dilakukan di SMA LAB UM Malang, dengan alamat jalan Bromo no 16 Malang, pada tanggal 21 februari-13 maret 2008. Analisis data untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan analisis statistik deskriptif, serta untuk mengetahui hasil belajar siswa mengunakan rata-rata hasil tes tiap akhir siklus dan hasil kerja kelompok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajar siswa selama pemberian tindakan. pada siklus I rata-rata kemampuan berpikir kristis siswa paling tinggi yaitu 58.25%, dan kemampuan berpikir kritis paling rendah yaitu 42.5%. Sedangkan pada siklus II terjadi perubahan positif persentase kemampuan berpikiri kritis siswa yaitu rata-rata kemampuan berpikir kritis paling tinggi adalah 60.75% dan kemampuan berpikir kritis siswa paling rendah adalah 47.5%. Untuk siklus I siswa yang tuntas belajarnya berjumlah 12 siswa, Itu menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa di kelas X-2 pada siklus I belum tercapai dan ketuntasan belajar siswa di kelas X-2 hanya mencapai 41.37 %. Sedangkan pada siklus II jumlah siswa yang tuntas belajarnya adalah 25 siswa dan ketuntasan belajar siswa di kelas X-2 pada siklus II mencapai 86.2 %, itu menunjukkan bahwa terjadi kenaikan persentase pencapaian hasil belajar siswa antara siklus I ke siklus II. Jadi bisa disimpulkan bahwa pada siklus II ketuntasan belajar kelas X-2 telah tercapai. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa metode inkuiri mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa di SMA LAB UM Malang. Disarankan kepada pembaca agar dilakukan penelitian lebih lanjut tentang penelitian tindakan kelas dengan metode inkuiri pada subyek penelitian/sekolah yang berbeda, karena metode ini masih jarang diterapkan di sekolah/ tempat bimbingan belajar lainnya. Untuk para guru hendaknya menggunakan metode inkuiri sebagai metode alternatif dalam kegiatan pembelajaran di kelas agar kegiatan pembelajaran menjadi lebih bervariasi.

Pengembangan media VCD pembelajaran sains pokok bahasan menggolongkan hewan untuk SD kelas IV semester I / Adhe Yogi Irawan

 

Penerapan pembelajaran discovery learning pada mata pelajaran akuntansi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Muhammadiyah 2 Malang / Raya Peni

 

Kontribusi kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual terhadap prestasi belajar (studi pada siswa SMK YP 17 Pare Kediri) / Siti Chotijah

 

ABSTRAK Chotijah, Siti. 2008. Kontribusi Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Prestasi Belajar (Studi pada Siswa SMK YP 17 Pare Kediri). Skripsi, Jurusan Manajemen Program Studi Pendidikan Tata Niaga, FE, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sopiah, M.Pd.,M.M, (II) Drs. Mugianto, S.E., M.Si. Kata kunci : kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, prestasi belajar. Selama ini pandangan umum bependapat bahwa untuk meraih prestasi dalam studi seseorang harus memiliki IQ yang tinggi. Namun beberapa penelitian menyebutkan bahwa IQ tinggi bukan jaminan untuk meraih prestasi yang tinggi. Daniel Golemen menyatakan bahwa kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20% dan sisanya yang 80% ditentukan oleh serumpun faktor yang disebut kecerdasan emosional. IQ dan EI/EQ ternyata tidak mampu menjawab tuntas persoalan kehidupan. Ada bentuk kecerdasan lain yang dibutuhkan untuk sampai pada hakikat hidup. Psikologi kontemporer menyebut sebagai Spiritual Intellegence(SI/SQ). Kecerdasan spiritual (spiritual quotient /SQ) juga berperan dalam proses penciptaan prestasi bagi anak. Maka penulis tertarik untuk mengambil judul ”Kontribusi Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Prestasi Belajar (Studi pada Siswa SMK YP 17 Pare Kediri)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tingkat kecerdasan emosional, tingkat kecerdasan spiritual, dan prestasi belajar siswa SMK YP 17 Pare Kediri, (2) pengaruh yang signifikan secara parsial maupun simultan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual terhadap prestasi belajar siswa SMK YP 17 Pare Kediri. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dan kausalitas menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif diketahui bahwa tingkat kecerdasan emosional (EQ) siswa kelas X Penjualan SMK YP 17 Pare tahun ajaran 2007/2008 adalah sangat tinggi, tingkat kecerdasan spiritual (SQ) siswa adalah sedang, sedangkan tingkat prestasi belajar siswa kelas X Penjualan SMK YP 17 Pare tahun ajaran 2007/2008 tergolong baik. Berdasarkan hasil analisis regresi dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar siswa (nilai t hitung = 4,375> t tabel = 2,00; nilai signifikansi t = 0,000 ≤ 0,05), pengaruh positif dan signifikan kecerdasan spiritual terhadap prestasi belajar (nilai t hitung = 0,3460 > t tabel = 2,00; nilai signifikansi t = 0,001 ≤ 0,05). Ada pengaruh positif dan signifikan kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) terhadap prestasi belajar siswa secara simultan (nilai Adjusted R Square sebesar 0,529; Fhitung = 35,204 > Ftabel = 3,15, dengan nilai signifikansi = 0,000 ≤ 0,05). Kontribusi EQ dan SQ 52,9% dan sisanya sebesar 47,1% dipengaruhi hal-hal lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Berdasarkan temuan di atas, saran yang dapat diberikan adalah hendaknya guru-guru memasukkan unsur-unsur kecerdasan emosional dalam menyampaikan materi serta melibatkan emosi siswa dalam proses pembelajaran yang bermakna, hendaknya pihak sekolah dapat memberikan training yang mengasah kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual siswa, sehingga akan meningkatkan mutu siswa.

Pengaruh citra toko terhadap loyalitas konsumen hypermart, Malang Town Square / Senjaning Festiyanti

 

Peningkatan pemahaman siswa terhadap permasalahan lingkungan hidup dengan metode pembelajaran problem solving yang kontekstual pada kelas XI-IPS di SMA Negeri 1 Porong Sidoarjo / Miftakhul Ardiyanti

 

ABSTRAK Ardiyanti, Miftakhul. 2008. Peningkatan pemahaman siswa terhadap Permasalahan Lingkungan Hidup dengan Metode Pembelajaran Problem Solving yang Kontekstual pada Kelas XI-IPS Di SMA Negeri 1 Porong Sidoarjo. Skripsi, Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Ach. Fatchan M.Pd. M.P, (2) Dra. Yuswanti Ariani, M.Si. Kata Kunci: Metode Problem Solving yang Kontekstual, Pemahaman Siswa. Berdasarkan Hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 12 dan 15 Februari 2008 di kelas XI IPS-1 SMA Negeri 1 Porong diketahui bahwa sebagian besar siswa mengatakan bahwa mata pelajaran geografi membosankan karena terlalu banyak konsep yang harus dihafalkan (banyak hafalan), mereka kurang memahami manfaat pelajaran geografi bagi kehidupan nyata, serta jarang melakukan observasi keluar kelas. Indikasi kuat yang melatarbelakangi kesulitan siswa untuk memahami secara mendalam konsep akademik yang diajarkan antara lain karena kurangnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah geografi. Untuk mengatasi permasalahan kualitas pembelajaran akibat pemahaman siswa terhadap mata pelajaran geografi, maka disusunlah pembelajaran Geografi dengan mengimplementasikan metode pembelajaran problem solving yang kontekstual untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap permasalahan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan apakah dengan metode pembelajaran problem solving yang kontekstual dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap permasalahan lingkungan hidup kelas XI IPS di SMA Negeri I Porong Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Clasrom Action Research) yang dilaksanakan dalam 2 siklus tindakan. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa aktivitas belajar siswa, nilai hasil diskusi siswa dan nilai hasil belajar siswa. Aktivitas belajar siswa diukur berdasarkan peningkatan rata-rata presentase aktivitas belajar siswa dan taraf keberhasilan tindakan, kemudian nilai hasil diskusi siswa diukur berdasarkan skor perolehan nilai hasil diskusi, sedangkan hasil belajar siswa diukur berdasarkan nilai hasil tes yang dilaksanakan pada akhir siklus. Instrumen yang digunakan yaitu soal tes, lembar observasi aktivitas belajar siswa dan catatan lapangan serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan metode problem solving yang bersifat kontekstual dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap permasalahan lingkungan kelas XI IPS-1 SMA Negeri 1 Porong ditunjukkan dengan peningkatan aktivitas belajar siswa dari 60,09% (cukup) pada siklus I meningkat menjadi 81,58 (baik) pada siklus II. Peningkatan hasil diskusi siswa dapat diketahui dari rata-rata skor nilai hasil diskusi siswa sebesar 65,58 (cukup) pada siklus I meningkat menjadi 77,17 (baik) pada siklus II. Peningkatan hasil belajar siswa dapat diketahui dari rata-rata nilai tes pada tiap akhir siklus sebesar 69,26 (cukup) pada siklus I meningkat menjadi 79,2 (baik) pada siklus II.

Pengaruh ketaatan siswa pada peraturan sekolah dan keefektifan guru dalam mengajar terhadap motivasi belajar siswa pada bidang studi akuntansi (studi pada SMA Negeri 3 Jombang bidang studi akuntansi) / Dwi Anpuspitarini

 

Perancangan media promosi "track One Multimedia Ponorogo" sebagai media pemasaran perusahaan / Yanwar Paniga Rosyid

 

Peranan LBH sebagai penegak hukum antara teori dan praktek (studi di Kota Malang) / Rofiudin Subekti

 

Sejak negara Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 hingga saat ini, problematika pembangunan hukum tidak pernah berhenti untuk dibicarakan. Dari semua bidang pembangunan, terdapat satu bidang yang mempunyai posisi strategis dalam rangkaian proses pembangunan bangsa yang sedang dilaksanakan, bidang tersebut adalah bidang hukum. Permasalahannya adalah karena pembangunan hukum mempunyai karakteristik yang berbeda dari pembangunan infrastruktur dan pembangunan fisik lainnya. Pembangunan hukum bukan saja membangun materi hukum atau aparatur lembaga hukum semata, tetapi juga meliputi pembangunan ideologi hukum dan kesadaran hukum. Dalam kaitannya dengan pembangunan hukum nasional Lembaga Bantuan Hukum (LBH) memiliki posisi strategis dalam rangkaian proses pembangunan hukum, terutama dalam rangka membangun kembali pemahaman akan pentingnya hak dan kewajiban asasi warga negara dalam pembangunan. Lembaga Bantuan Hukum diharapkan dapat memberikan nasehat-nasehat atas perkara yang dibelanya adalah hal yang benar dan adil menurut hukum yang hidup dalam masyarakat Indonesia. Selain itu dengan adanya peran dari Lembaga Bantuan Hukum diharapkan menjadikan masyarakat lebih mengenal, memahami dan lebih menghayati ketentuan-ketentuan yang terkandung dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur kehidupan sebagai individu, warga masyarakat, dan warga negara. Serta membina dan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat agar tiap warga negara Indonesia patuh dan taat kepada hukum serta melakukan hak dan kewajibannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan mengetahui program bantuan hukum LBH Pos Malang dalam kaitannya sebagai penegak hukum, bagaimana pelaksanaan pragram bantuan hukum oleh LBH Pos Malang, faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pragram bantuan hukum tersebut serta alernatif pemecahan terhadap faktor penghambat dalam pelaksanaan bantuan hukum. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Informan terdiri atas Kepala LBH Pos Malang, Ka. Divisi Bantuan Hukum LBH Pos Malang, Ka. Divisi Hukum dan Perundang-undangan serta anggota LBH Pos Malang lainnya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara: reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi data. Untuk menjamin keabsahan data dilakukan perpanjangan kehadiran, ketekunan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Progam bantuan hukum LBH Pos Malang adalah: (a) Penelitian/Riset; (b) Konsultasi; (c) Pendampingan Litigasi dan Non Litigasi; (d) Legal Drafting; (e) Pengorganisasian; (f) Pendidikan dan Pelatihan Hukum; (g) Aksi; (h) Kajian Hukum; (i) Dokumentasi (j) Kampanye; dan (k) Investigasi. Namun dalam pelaksanaanya LBH Pos Malang memfokuskan program kerjanya pada bantuan hukum, pendidikan hukum dan pembaharuan hukum. (2) Pelaksanaan program bantuan hukum LBH Pos Malang difokuskan pada 3 (tiga) progam kerja yaitu: (a) Bantuan Hukum yang terdiri dari kegiatan konsultasi dan pengaduan hukum; pendampingan litigasi dan non litigasi. (b) Pendidikan Hukum yaitu; pendidikan dan pelatihan hukum dan kajian hukum. (c) Pembahruan hukum dilakukan dengan kegiatan penelitian mandiri tentang bantuan hukum sebagai perwujudan hak atas keadilan bagi masyarakat marginal di Kota Malang. (3) Faktor pendukung pelaksanaan program bantuan hukum LBH Pos Malang yaitu: adanya mahasiswa yang magang di LBH Pos Malang dan tersedianya inflastruktur yang mendukung kerja LBH Pos Malang sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya sumber daya manusia, kurangnya pngetahuan masyarakat akan keberadaan LBH Pos Malang dan kurangnya pendanaan. (4) sedangkan alternatif pemecahan terhadap faktor penghambat dalam pelaksanaan bantuan hukum yang dilakukan oleh LBH Pos Malang adalah dengan membuka posko konsultasi dan pengaduan hukum serta membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin belajar mengenai persoalan hukum. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dapat dilakukan penelitian lebih lanjut berpijak dari pentingnya peranan Lembaga Bantuan Hukum dalam rangka pembangunan bidang hukum, khususnya pentingnya peranan LBH sebagai penegak hukum.

Pengaruh rasio profitabilitas dan rasio investor terhadap nilai perusahaan pada perusahaan LQ 45 di Bursa Efek Jakarta tahun 2005-2007 / Dwi Endra Noviyanto

 

Salah satu tujuan suatu perusahaan adalah meningkatkan nilai perusahaan, guna meningkatkan kemakmuran atau kesejahteraan para pemilik perusahaan. Untuk perusahaan yang telah go public nilai perusahaan dapat dilihat dari besarnya harga saham yang beredar. Semakin besar harga saham maka nilai perusahaan juga akan semakin baik, dan dengan semakin baiknya nilai perusahaan maka kemakmuran dan kesejahteraan para pemegang sahampun akan semakin meningkat. Faktor yang berpengaruh terhadap harga saham anatar lain rasio profitabilitas yaitu Return On Equity yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang akan didapat para pemegang saham, dan rasio investor yaitu Earning Per Share yang menunjukkan tingkat laba yang akan didapat setiap lembar sahamnya, serta Deviden Payout Ratio yang menunjukkan prosentase laba yang dibagikan kepada para pemegang saham. Berdasarkan rumusan masalah yang ada maka tujuan dari penelitian ini adalah mendiskripsikan ROE, EPS, DPR, dan nilai perusahaan LQ45 yang ada pada Bursa Efek Jakarta periode 2005-2007. Serta menganalisis baik secara parsial maupun secara simultan pengaruh ROE, EPS, dan DPR terhadap nilai perusahaan LQ45 di Bursa Efek Jakarta periode 2005-2007. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD) dan juga annual report tiap perusahaan tahun 2005-2007. Teknik Sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan populasi perusahaan LQ45 di BEJ periode 2005-2007 sebanyak 135 perusahaan, dengan sampel 10 perusahaan. Uji statistik yang digunakan dalam menguji hipotesis dan analisis data adalah analisis linier berganda, uji t, dan uji F. Dari uji hipotesis diperoleh hasil sebagai berikut. (a) ROE tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan, terbukti dari nilai sig t sebesar 0,459>0,05. Sumbangan efektif ROE terhadap nilai perusahaan sebesar 2,13%. (b) EPS mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan, hal ini terlihat dari nilai sig t sebesar 0,000<0,05, dan sumbangan efektif EPS terhadap nilai perusahaan sebesar 69,56% (c) DPR tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan, terbukti dari nilia sig t sebesar 0,376>0,05. Sumbangan DPR terhadap nilai perusahaan sebesar 3,03%. (d) secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara ROE, EPS, dan DPR terhadap nilai perusahaan LQ45, terbukti dari nilai sig F 0,000<0,05 dan nilai koefisien determinan yang sudah disesuaikan (Adjusted R Square) sebesar 0,680 yang berarti bahwa variabel terikat nilai perusahaan LQ45 dijelaskan oleh variabel bebas yaitu ROE, EPS, dan DPR sebesar 68%. Sedangkan sisanya 32% dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel yang digunakan. Dari hasil penelitian ini, dapat disarankan agar peneliti yang selanjutnya menggunakan sampel yang lebih banyak dan tahun terakhir, selain itu menggunakan variabel bebas yang lebih banyak sehingga penelitian lebih akurat dan relevan. Sedangkan untuk investor agar lebih memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga saham, agar dapat meredam risiko yang akan dideritanya. Untuk perusahaan agar lebih meningkatkan kinerja keuangannya, sehingga dapat mensejahterakan para pemilik perusahaan.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 |