Perbandingan daya desinfeksi ekstrak daun sirih (piper betle L) kultivar Jawa dan hudang dalam berbagai konsentrsi terhadap Staphylococcus aureus dan Candida sp. / oleh Khoirul Mahfud

 

Pengembangan model evaluasi pembelajaran dalam bentuk ranking 1 and point combination pada mata pelajaran akuntansi keuangan untuk siswa kelas XI Jurusan Akuntansi SMK Negeri 1 Malang / Diah Ayu Karlina

 

ABSTRAK Karlina, DiahAyu. 2016. PengembanganModel EvaluasiPembelajaranDalamBentukRanking 1 And Point Combination Pada Mata PelajaranAkuntansiKeuanganUntukSiswaKelas XI JurusanAkuntansiSmkNegeri 1 Malang. Skripsi, JurusanAkuntansi, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunaryanto, M.Ed., (II) Dr. Hj. Endang SA, S.E, M.Si., Ak. Kata Kunci: Model EvaluasiPembelajaran, Model Pengukuran,Ranking 1 and Point Combination SumberDayaManusia (SDM) yang berkualitasdapatmeningkatkanperekonomianbaginegaranya.Pendidikansalahsatuhalpentingdalammeningkatkan SDM yang berkualitas.Salah satupermasalahan yang dihadapidalamduniapendidikan, yaknievaluasipembelajaran.Evaluasipembelajaranbertujuanuntukmengetahuikemampuandanpemahamansiswasetelahadanyapembelajaran, sertaefektivitasstrategipembelajaran.Evaluasipembelajaran yang jurangmenyenangkandapatmenurunkanmotivasibelajarpesertadidik.Tidakhanya proses pembelajaran yang harusmenyenangkan, tetapievaluasipembelajaranpun juga harusmenyenangkanuntukmeningkatkanmotivasibelajarpesertadidik. Untukmengatasipermasalahan yang timbul, diperlukan guru yang tidakhanyamenguasaimateri, tetapi guru yang memilikikeragamandalammelakukanevaluasipembelajaran.TujuandaripenelitianiniyaituMengembangkan model evaluasipembelajarandalambentukRanking 1 and Point Combinationpada Mata PelajaranAkuntansiKeuanganKelas XI Akuntansi SMK Negeri 1 Malang. Jenispenelitian yang digunakanadalahpenelitianpengembangandenganmenggunakan model pengembanganSugiyono.Subjekcobadalampenelitianiniadalahsiswakelas XI AK 3 SMK Negeri 1 Malang tahunajaran 2015/2016 yang berjumlah 34 siswa.Data Analisisdenganmenggunakanteknikanalisisdeskriptifpresentase.Hasilvalidasi yang diperolehdariahlipembelajaransebesar 71,88%, ahlimaterisebesar 80,77%, danpenggunasebesar 80,34% sehinggadapatdisimpulkanbahwa model evaluasipembelajarandalambentuk Ranking 1 and point combination cukup valid, cukupefektif, cukuptuntas, dapatdigunakannamunperluperbaikankecildalamevaluasipembelajaranakuntansi. Saran pengembanganproduklebihlanjut: (1) Model evaluasipembelajaraninimasihdigunakanhanya di satumatapelajarandansatusekolah. Pengembanganselanjutnyadapatmengembangkanmateridansoalakuntansi lain ataumaterimatapelajaran lain dandisekolahlain, (2) Penelitiselanjutnyadiharapkandapatmengujikeefektivitas model evaluasipembelajaraninidanmembandingkan model evaluasipembelajaraninidengan model evaluasipembelajaranlainnya, (3)Penelitiselanjutnyadiharapkandapatmerancang model evaluasipembelajarandengankonsep lain dengantingkatpengendalian yang baik.

Pengaruh pembiusan dengan berbagai takaran eter terhadap kemampuan jantung marmut (Cavia cobaya) untuk berdenyut / oleh Suindah Wijayanti

 

Pengaruh inflasi dan PDRB terhadap UMR di Jawa Timur periode 2009-2014 / Dea Isalia Candra

 

ABSTRAK Candra, Dea Isalia. 2016. Pengaruh Inflasi dan Produk Domestik Bruto (PDRB) Terhadap Upah Minimum Regional (UMR) di Jawa Timur Periode 2009-2014. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Imam Mukhlis, S.E., M.Si (II) Dr. Grisvia Agustin, S.E., M.Sc. Kata Kunci: Inflasi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan Upah Minimum Regional (UMR) Tenaga kerja mempunyai peran penting dalam pertumbuhan ekonomi karena tenaga kerja yang mengolah bahan baku menjadi output dalam proses produksi. Tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksi menerima imbal balik yang layak berupa upah atau gaji atas tenaga yang telah disalurkan. Agar setiap tenaga kerja mendapatkan keadilan dalam menerima upah, maka ditetapkan kebijakan Upah minimum Regional (UMR) oleh pemerintah yang didasarkan pada inflasi dan PDRB masing-masing daerah. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh inflasi terhadap Upah Minimum Regional (UMR) (2) pengaruh PDRB terhadap Upah Minimum Regional (UMR) di provinsi JawaTimur. Rancangan yang digunakan adalah data panel dengan metode fixed effect. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling yaitu sejumlah 2 kabupaten dan 5 kota di Jawa Timur. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada pengaruh yang signifikan secara parsial inflasi terhadap UMR. Ada pengaruh yang signifikan secara parsial PDRB terhadap UMR. Sedangkan secara simultan, ada pengaruh yang signifikan inflasi dan PDRB terhadap UMR.

Pengaruh perbedaan suhu terhadap pertambahan panjang akar bawang merah (Allium cepa var ascalonicum) / oleh Hartoyo

 

Prospek kegiatan agribisnis padi organik Komunitas Ngawi Organik Center (KNOC) Desa Guyung Kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi / Asmak Nur Azizah

 

ABSTRAK Azizah. Asmak Nur. 2016. Prospek Kegiatan Agribisnis Padi Organik Komunitas Ngawi Organik Center (KNOC) Desa Guyung Kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Mit Witjaksono, MS.Ed., (2) Dr. Farida Rahmawati, S.E., M.E. Kata Kunci: Prospek, Pengembangan, Agribisnis, Organik. Pertanian merupakan sektor unggulan di Kabupaten Ngawi. Upaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian terus dilakukan baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat petani. Namun kegiatan untuk meningkatkan produktivitas pertanian seringkali tidak berlandaskan pada kelestarian lingkungan. Komunitas Ngawi Organik Center (KNOC) hadir sebagai suatu kelompok masyarakat yang mengupayakan tidak hanya peningkatan produktivitas pertanian namun juga menjaga kelestarian lingkungan pertanian dengan alih teknologi pertanian organik bersistem agribisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana kegiatan agribisnis padi organik di KNOC dilakukan sejalan dengan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup, (2) Bagaimana prospek pengembangannya yang didasarkan pada konsep Green Economy . Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dengan jenis penelitian feneomologi. Fenomena yang dimaksud adalah Komunitas Ngawi Organik Center (KNOC) merupakan komunitas petani pertama di Kabupaten Ngawi yang menerapkan sistem agribisnis padi organik. Adapun alat analisis yang digunakan adalah analisis reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan agribisnis padi organik yang dilakukan oleh Komunitas Ngawi Organik Center (KNOC) dalam pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan ditunjukkan dalam 4 hal yaitu : (1) Inovasi Teknologi, dimana KNOC menggunakan alih teknologi pertanian organik dalam meningkatkan produktivitas pertanian. (2) Mutu Produk, merupakan strategi KNOC dalam menciptakan produk beras organik sesuai dengan standart organik. (3) Lingkungan, penerapan pertanian organik dapat mengembalikan dan menjaga kelestarian lingkungan. (4) Ecolabelling,merupakan komitmen KNOC dalam menjamin produk organiknya dengan memberikan label organik. Sedangkan prospek kegiatan agribisnis padi organik KNOC dapat dilihat dari pengaruhnya terhadap 3 aspek dalam konsep Green Economy antara lain : (1) Aspek Ekonomi, KNOC memberikan manfaat secara finansial yaitu peningkatan pendapatan petani anggota dan karyawan. (2) Aspek Sosial, petani anggota dan karyawan KNOC merasakan peningkatan kesejahteraan dan kesehatan serta kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pertanian. (3) Aspek Ekologi, pertanian organik menjaga kelestarian lingkungan berkelanjutan tidak hanya untuk generasi saat ini namun juga generasi selanjutnya. Dari manfaat yang diberikan pada tiga aspek Green Economy tersebut, maka kegiatan agribisnis padi organik KNOC memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan.

Studi morfologi tentang tenda bunga dan benang sari pada bunga sedap malam (Polianthes tuberosa Linn.) / oleh Ali Mustofa

 

Tanggapan mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan tata Busana angkatan 2013 terhadap pelaksanaan matakuliah MUB Industri / Nur Umiyati Hasanah

 

ABSTRAK Hasanah, Nur Umiyati. 2016. Tanggapan Mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Tata Busana Angkatan 2013 Terhadap Pelaksanaan Matakuliah MUB Industri. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd, (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si. Kata Kunci: Tanggapan, Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana, Pelaksanaan Matakuliah MUB Industri, Mengelola Usaha Busana Industri Tanggapan adalah gambaran dalam ingatan tentang kesan-kesan yang diperoleh setelah proses pengamatan. MUB Industri merupakan kepanjangan dari Manajemen Usaha Busana Industri, merupakan matakuliah yang melatih mahasiswa untuk mengelola usaha busana secara massal yang memberikan bekal pengalaman mengelola usaha busana melalui praktek pengelolaan usaha busana industri sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen usaha busana. Salah satu kendala pada pelaksanaan matakuliah ini bagi mahasiswa adalah syarat kelulusan matakuliah, yaitu pencapaian omset minimal. Pelaksanaan matakuliah MUB Industri terdiri dari 3 tahap yaitu: 1) tahap perencanaan, 2) tahap pelaksanaan dan 3) tahap evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tanggapan mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2013 terhadap pelaksanaan matakuliah MUB Industri. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 32 orang mahasiswa dari kelas offering A dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket tertutup. Instrumen angket ini diuji validitas menggunakan validitas isi (content validity) dan dinyatakan valid, sedangkan uji reliabilitas menggunakan reliabilitas cronbach alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran terlaksana dengan baik. Penelitian ini tidak dapat digeneralisasi pada populasi lain, karena penelitian ini hanya dilakukan pada satu kelas mahasiswa. Saran yang diberikan pada penelitian ini yaitu, hendaknya mahasiswa mampu melakukan manajemen waktu yang baik serta meningkatkan etos kerja, sehingga proses produksi dapat berjalan dengan baik hasil. Selain itu, diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap pelaksanaan matakuliah MUB Industri selanjutnya.

Inventarisasi tumbuhan yang termasuk suku Solanaceae di wilayah kampus IKIP MALANG / oleh Nanik Asmaniyah

 

Analisis tingkat kepatuhan wajib pajak sebelum dan sesudah penyederhanaan aturan perpajakan melalui peraturan pemerimntah nomor 46 tahun 2013 (studi pada KPP Pratama Malang Utara) / Anisa Dwi Ramadhani

 

ABSTRAK Ramadhani, Anisa Dwi. 2016. Analisis Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Sebelum dan Sesudah Penyederhanaan Aturan Perpajakan Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 (Studi pada KPP Pratama Malang Utara). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Nujmatul Laily, S.Pd., M.SA, (II) Dr. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M., C.A. Kata Kunci: kepatuhan Wajib Pajak, UMKM, PP 46 tahun 2013. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat kesadaran pelaku UMKM untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya yang menyebabkan kurangnya optimalisasi penerimaan pajak penghasilan (PPh) dari sektor UMKM. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat perbandingan tingkat kepatuhan Wajib Pajak berdasarkan penyampaian pelaporan SPT secara tepat waktu sebelum dan sesudah penyederhanaan aturan perpajakan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 di KPP Pratama Malang Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian komparatif (comparative research) dengan populasi Wajib Pajak UMKM yang terdaftar DI KPP Pratama Malang Utara sampai dengan Desember 2015 sebanyak 7.450 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif, uji normalitas dan paired sample t-test. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan maka diperoleh hasil bahwa tidak ada perbedaan tingkat kepatuhan Wajib Pajak sebelum dan sesudah penyederhanaan aturan perpajakan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 di KPP Pratama Malang Utara. Hasil penelitian ini menunjukkan jika Wajib Pajak merasa diberikan kemudahan karena tidak perlu lagi melakukan pembukuan. Akan tetapi, untuk penetapan tarif tunggal sebesar 1% dari omset Wajib Pajak masih merasa keberatan, selain itu sosialisasi yang dilakukan oleh KPP Pratama Malang Utara masih kurang merata. Bagi Direktorat Jenderal Pajak diharapkan dapat meninjau kembali pemberlakuan dari PP 46 tahun 2013, selain itu bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian secara kualitatif terhadap perilaku kepatuhan Wajib Pajak serta dapat menambah variabel penelitian dan memperluas cakupan wilayah penelitian.

Pengaruh tingkat kemasan buah dan suhu pengeringan benih terhadap daya kecambah benih tomat (Lycopersicum esculentum Mill) varietas maascross / oleh Herlenawati

 

Pengembangan augmented reality animasi pembelajaran kelas XI SMA pokok bahasan pengangkutan pada tumbuhan / Nicho Singgih Daryanto

 

ABSTRAK Daryanto, Nicho Singgih. 2016. PengembanganAugmented RealityAnimasi Pembelajaran Kelas XI SMA Pokok Bahasan Pengangkutan Pada Tumbuhan. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dra. Susilaningsih, M.Pd.,(II) Yerry Soepriyanto, S.T, M.T. Kata Kunci:augmented reality, animasi, pengangkutan pada tumbuhan Melihat dekatnya media pembelajaran sebagai bagian dari pembelajaran, pengembang melalui persepektif teknologi pendidikan mencoba mengembangkan produk media yang dapat digunakan untuk membantu memecahkan permasalahan pembelajaran yang ada. Biologi adalah salah satu mata pelajaran SMA yang mempelajari tentang alam dan isinya.Dalam pembelajaran biologi guru menggunakan metode ceramah dan praktik akan tetapi siswa membutuhkan media pendukung materi terutama materi-materi yang tidak dapat dilihat langsung dan hanya dapat melihat gambar pada buku seperti materi pengangkutan pada tumbuhanberdasarkan permasalah tersebut pengembang memutuskan untuk mengembangkan animasi yang dikombinasikan dengan teknologi augmented realityyang dapat memvisualisasikan materi yang sebelumnya hanya dapat dilihat pada gambar dibuku sehingga siswa dapat lebih memahami materi.Tujuan dari pengembangan ini adalahuntuk menghasilkan produk video animasi augmented realitypembelajaran sistem pengangkutan pada tumbuhanyang valid yang dapat membantu guru dalam mengajar siswa di kelas XI IPA SMA Panjura Malang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan media Sadiman dkk. Subjek penelitian dalam validasi yaitu siswa kelas XI IPA SMA Panjuran Malang yang pernah yang mengikuti mata pelajaran biologi sistem pengangkutan pada tumbuhan. Jenis Data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Hasil pengembangan video animasi augmented realitypengangkutan pada tumbuhan ini memenuhi kriteria valid yakni, ahli media 98%, ahli materi 99%, uji coba lapangan kelompok kecil88,20%, uji coba lapangan kelompok besar87,53%. Saran yang diajukan kepada guru mata pelajaran Biologi adalah pada pembelajaran selanjutnya dapat menggunakan video animasi augmented reality ini sehingga siswa memperoleh sumber belajar yang maksimal. Bagi pengembang selanjutnya agar dalam mengembangkan menyesuaikan dengan tujuanpembelajaran, lebih bervariasi, lebih baik dan menarik.

Pengaruh penyiraman dengan limbah cair pembuatan tahu terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L.) / oleh Agus Wahyudi

 

Keefektifan sistem penerimaan siswa baru online di SMA Negeri 1 Kediri / Duta Rahyudantono

 

Keefektifan adalah suatu kemampuan suatu organisasi dalam mendapatkan sumber-sumber dan memanfaatkan dalam mencapai tujuan. Keefektifan system PSB Online adalah suatu keberhasilan suatu sistem baru yang mengaplikasikan teknologi informasi dan jaringan telekomunikasi dalam menyampaikan informasi PSB ke calon siswa dan calon wali siswa dengan data yang terpercaya, transparan dan mudah dalam penggunaannya, serta sesuai dengan asas PSB online, pelaksanaan sistem dan layanan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat keefektifan system PSB online di SMA Negeri 1 Kediri berdasarkan asas PSB online, pelaksanaan sistem dan layanan sistem dengan responden panitia PSB, wali siswa dan siswa yang terdiri dari 170 orang responden. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data yang dipergunakan adalah kuesioner. Analisis data yang dipergunakan adalah analisis data kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian telah ditemukan kesimpulan tingkat keefektifan PSB online di SMA Negeri 1 Kediri dinyatakan tinggi karena telah berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan, setuju untuk dilanjutkan pada proses PSB selanjutnya.(a)Tingkat penerapan asas PSB online berlangsung baik dan proses PSB berjalan sesuai dengan asas PSB online,(b)Pelaksanaan PSB online telah berjalan dengan baik,(c)Layanan sistem PSB online berjalan lancar tanpa mengalami gangguan dan pengguna dapat mengakses dengan mudah. Atas dasar kesimpulan dari hasil penelitian, saran-saran yang dikemukakan adalah sebagai berikut:(1) Kepala Sekolah, PSB online ini sebagai sistem baru yang diterapkan di SMA Negeri 1 Kediri dalam proses seleksi sehigga PSB dapat berjalan lancar dan efektif,namun diperlukan sosialisasi lebih lanjut ke masyarakat untuk lebih mengefektifkan dan menyempurnakan sistem PSB online yang telah ada.(2)Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, diharapkan untuk mempertahankan dan mengembangkan lagi sistem PSB online yang sudah baik ini agar pengguna dapat merasa nyaman dalam memantau proses seleksi PSB. Diperlukan sosialisasi yang lebih luas demi kelancaran sistem PSB online selanjutnya.(3)Siswa, dengan sistem PSB online ini diharapkan agar siswa SMA Negeri 1 Kediri lebih memahami tentang teknologi informasi yang diterapkan pada bidang pendidikan.(4)Wali Siswa, dengan sistem PSB online ini diharapkan agar wali siswa SMA Negeri 1 Kediri lebih memahami tentang teknologi informasi yang diterapkan pada bidang pendidikan dan dapat menjalin komunikasi lebih baik dengan pihak sekolah dalam bidang seleksi PSB.(6)Peneliti Lain, temuan-temuan 4penelitian ini dapat dijadikan wacana pengembangan teori-teori tentang system PSB online agar bisa mengembangkan sistem tersebut secara optimal bagi seluruh pengguna.

Pengaruh suhu awal pada isolasi glikogen dari hati sapi / oleh Heru Wahju Widodo

 

Alasan peserta didik memilih kursus bisnis internet marketing (studi kasus tentang Kursus Bisnis Internet Marketing OMG (Online Marketer Group) Pengasus Aesthetic Zone di Malang) / Randi Pratama

 

Pratama, Randi. 2016. Alasan Peserta Didik Memilih Kursus Bisnis Internet Marketing, (Studi Kasus Tentang Kursus Bisnis Internet Marketing OMG (ONLINE MARKETER GROUP) Pegasus Aesthetic Zone Di Malang). Skripsi, Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universita Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. S. Mundzir, M.Pd, (II) Drs. Lasi Purwito, M.S. Kata Kunci: Kursus Bisnis, Internet Marketing, Pegasus Aesthetic Zona, Online Marketing Group Studi kasus tentang bisnis Internet Marketing dalam rangka mencari tahu alasan-alasan peserta memilih kursus bisnis ini adalah untuk mengetahui kenapa kursus ini sekarang lagi trend sejak 10 tahun terakhir dan kenapa bisnis itu harus online kenapa tidak offline. Pegasus Aesthetic Zona merupakan salah satu lembaga yang bergerak di bidang kecantikan, fashion, healthy, dan Exportir dalam bentuk kosmetik. Tidak hanya itu Pegasus juga bergerak di bidang pengembangan SDM melalui pelatihan, magang dan kursus, namun untuk kursus di buka untuk umum tidak mengenal batasan apapun baik pendidikan, umur, dan golongan semua bisa mengikuti program kursus dengan catatan mau mengikuti ketetuan dan yang berlaku di Pegasus, untuk program magang dan kursus di Pegasus tidak di pungut biaya apapun/geratis. Tujuan penelitian secara rinci adalah (1) Mendeskripsikan profil dari peserta yang mengikuti program kursus, untuk mengetahui dari kalangan apakah peserta kursus, (2) Mendeskripsikan alasan-alasan setiap peserta mengikuti program kursus, hal itu bertujuan untuk mengetahui alasan apa yang membuat peserta mengikuti kursus, dan (3) Memaknai apa yang bisa di konstruksikan dari alasan peserta memilih kursus di OMG Pegasus Aesthetic Zona, apakah itu alasan ekonomi, pekerjaan atau bisnis. Penelitian kualitatif ini mengunakan standar Teori Abraham H. Maslow salah satu teori motivasi yang paling banyak diacu adalah teori "Hirarki Kebutuhan. Dengan mengenali dan melihat secara langsung peserta didik yang mengikuti program kursus di Pegasus Aesthetic Zona peneliti dapat mengetahui banyak alasan kenapa peserta mengikuti kursus apakah ini bagian dari kebutuhan atau hanya sebatas mengikuti trend karena sudah majunya era teknologi komunikasi. Adapun hasil dari penelitian ini yang di dasarkan dari alasan-alasan peserta memilih kursus adalah semua peserta menjawab berdasarkan kebutuhan, entah itu kebutuhan belajar, pekerjaan, memenuhi tugas dan peningkatan kualitas hidup, hal ini juga di perkuat dengan teori utama peneliti tentang kebutuhan Hirarki manusia oleh Maslow ketika manusia sudah dapat memenuhi kebutuhan utamanya seperti diterima di tempat bekerja maka orang akan menaikan kebutuhan yang kedua yaitu dihormati, prestasi dan pada akhirnya cita-cita yang di inginkan. Semua itu akan berkesinambungan seiring dengan kualitas hidup yang sudah di capainya. Saran peneliti bagi lembaga kursus Pegasus bahwa aspek terpenting dalam dunia pendidikan adalah proses pembelajaran, karena jika terjadi proses pembelajaran yang baik maka akan menghasilkan peserta didik yang berkualitas dan bisa berguna di masyrakat.

Tinjauan pelaksanaan kegiatan prkatikum biologi di SMA Negeri se-kabupaten Lumajang tahun ajaran 1993/1994 / oleh Ali Alkhofiki

 

Integrasi formative assessment dalam scientific inquiry leraning dan pengaruhnya terhadap penguasaan konsep fisika siswa kelas X pada materi fluida statik / Lhuk Lhuah Qurutul Aini

 

ABSTRAK Aini, Lhuk Lhuah Qurutul. 2016. Integrasi Formative Assessment dalam Scientific Inquiry Learning dan Pengaruhnya Terhadap Penguasaan Konsep Fisika Siswa Kelas X pada Materi Fluida Statik. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sentot Kusairi, M.Si, (II) Nuril Munfaridah, M.Pd. Kata Kunci: scientific inquiry learning, feedback, formative assessment, penguasaan konsep. Science literacy merupakan kompetensi penting untuk mengikuti perkembangan dalam berbagai bidang. Salah satu upaya untuk meningkatkan science literacy adalah melalui pembelajaran sains yang efektif. Scientific inquiry learning merupakan model pembelajaran yang diunggulkan dalam pembelajaran sains. Dalam prosesnya, model ini dapat mengkondisikan siswa terlibat secara langsung dalam pembelajaran yang aktif, siswa juga akan belajar apa yang mereka ketahui, bagaimana mereka mengetahuinya dan mengapa mereka meyakininya. Namun, pada awal penerapan model ini, siswa membutuhkan lebih banyak bimbingan, latihan pada saat penilaian, dan feedback. Kebutuhan siswa tersebut menunjukkan bahwa penilaian juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penilaian yang memberikan feedback secara berkala yang mungkinkan siswa untuk menguasai pembelajarannya dikenal dengan assessment formative. Pemberian feedback merupakan aspek penting bagi siswa dalam menguasai pelajaran dengan karakteristik materi berjenjang seperti halnya Fisika. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan assement formative dalam scientific inquiry learning dan mengetahui pengaruhnya terhadap penguasaan konsep fisika siswa. Penelitian ini menggunakan metode gabungan (mixed methods). Analisis data kualitatif dilakukan dengan pengelompokan data, triangulasi, dan display data. Sedangkan analisis kuantitatif dilakukan dengan perhitungan Cohen’s effect size (d) dan N-gain ternormalisasi. Penelitian ini dilaksanakan di MA Bilingual Batu dengan sampel sebanyak 20 siswa berdasarkan program peminatan MIA. Pembelajaran dilakukan dengan mengintegrasikan baik formal formative assessment maupun informal formative assessment dalam tahap-tahap inquiry. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi formative assessment dalam scientific inquiry learning memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan penguasaan konsep Fisika siswa, meningkatkan motivasi belajar dan peran siswa dalam pembelajaran. Formal formative assessment (direct questioning, brainstorming, quizes, generation questioning, phenomenon probe, dan wait time variation) diterapkan dalam tahap observation, manipulation, verification, dan application. Sementara informal formative assessment terjadi pada tahap observation, manipulation, dan generalization. Hasil yang diperoleh melalui analisis data kuantitatif dengan menggunakan Cohen’s d-effect size sebesar 1,48 dan rata-rata gain ternormalisasi diperoleh nilai sebesar 0,23.

Pengembangan media pembelajaran IPA sub materi organ tubuh manusia dengan pemanfaatan animasi dalam MS. Powerpoint untuk meningkatkan daya ingat siswa / Yulianto

 

ABSTRAK Yulianto. 2008. Pengembangan Media Pembelajaran IPA Sub Materi Organ Tubuh Manusia dengan Pemanfaatan Animasi dalam Ms. Powerpoint untuk Meningkatkan Daya Ingat Siswa . Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Program Studi Pendidikan Seni Rupa FS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triyono Widodo, M.Sn., (II) Drs. Imam Muhadjir. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Animasi dalam Ms. Powerpoint, Organ Tubuh Manusia, Daya Ingat Siswa Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti, kondisi belajar IPA sebelumnya di SDN Klitik I Ngawi diketahui bahwa sarana dan prasarana berupa komputer belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai sumber belajar siswa. Komputer hanya dimanfaatkan untuk kegiatan rapat para guru dan kepala sekolah. Upaya inovasi dan kreatif yang mengarah kepada pencapaian kompetensi materi organ tubuh manusia tersebut mutlak diperlukan di SDN Klitik I Ngawi. Secara teoritis, untuk mengatasi permasalahan tersebut di antaranya dengan memproduksi media pembelajaran IPA yang mampu memvisualkan proses berjalannya organ tubuh manusia bagian dalam secara menarik simpel serta mudah bagi siswa untuk mengingat meteri yang telah diajarkan, media pembelajaran yang diproduksi adalah media pembelajaran IPA dengan memanfaatkan animasi dalam Ms. Powerpoint yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran interaktif antara guru dengan murid untuk dapat meningkatkan prestasi dan daya ingat siswa pada materi organ tubuh manusia yang telah disampaikan oleh guru. Media pembelajaran animasi dalam Ms. Powerpoint ini memiliki kemampuan dalam mengintegrasikan komponen warna, musik, dan animasi grafik (graphic animation). Keberadaan animasi dapat memperjelas uraian konsep sehingga pemahaman konsep lebih mudah jika dibandingkan dengan memakai sumber belajar yang statis berupa buku teks, papan tulis, gambar manual dari kertas ataupun LKS. Media pembelajaran animasi dalam Ms. Powerpoint ini juga mampu memberikan balikan (feedback) sehingga siswa dapat aktif berinteraksi dengan media yang diproduksi dengan mempergunakan fasilitas yang ada pada menu Game dan menu latihan soal. Selain itu, media juga dapat meningkatkan motivasi dan perhatian siswa untuk belajar dan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih langsung untuk menjelaskan materi organ tubuh manusia. Bentuk pembelajaran animasi dalam Ms. Powerpoint yang diberikan adalah bentuk tutorial bercabang. Bentuk pembelajaran tutorial secara umum melibatkan dua fase pertama pembelajaran, yaitu memaparkan informasi (presenting information) dan membimbing siswa (guiding the student). Desain uji coba pengembangan meliputi validasi media dan uji coba di lapangan (implementasi). Validasi media diperoleh dari penilaian dan tanggapan dari validator ahli materi dan ahli media yang selanjutnya digunakan untuk menentukan kelayakan dan bagian media animasi dalam Ms. Powerpoint yang perlu direvisi. Uji coba di lapangan dilakukan dengan mencobakan media animasi dalam Ms. Powerpoint kepada siswa dan guru bertindak sebagai observer. Siswa belum pernah mempelajari materi organ tubuh manusia melalui kegiatan belajar mengajar di kelas. Data yang diperoleh bersifat kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data berupa kuesioner (angket) serta nilai pretes dan postes. Teknik analisis data menggunakan analisis persentase. Hasil yang diperoleh dari pengembangan proyek ini yaitu media pembelajaran IPA dengan memanfaatkan animasi dalam Ms. Powerpoint yang diproduksi memiliki sudah memiliki tingkat kelayakan yang tinggi. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil validasi kelompok ahli terhadap media yang dikembangkan, yaitu dimana semua kelompok menyatakan media yang dikembangkan siap untuk diproduksi dan layak digunakan untuk media pembelajaran dalam kelas, khususnya untuk mata pelajaran IPA sub materi organ tubuh manusia. Selain itu, hasil observasi guru pada saat uji coba lapangan menunjukkan bahwa siswa sangat termotivasi belajar materi organ tubuh manusia menggunakan media pembelajaran IPA dengan memanfaatkan animasi dalam Ms. Powerpoint dan lebih mudah memahami materi tersebut, sehingga daya ingat siswa setelah mempelajari materi organ tubuh manusia dapat terus melekat dan mampu diingatnya dalam jangka waktu yang relatif lama. Oleh sebab itu, secara umum media pembelajaran animasi dalam Ms. Powerpoint tersebut layak digunakan sebagai alternatif pemecahan masalah di SDN Klitik I Ngawi untuk materi organ tubuh manusia. Saran pemanfaatan dan diseminasi lebih lanjut dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Media animasi dalam Ms. Powerpoint ini memiliki kelebihan dan kekurangan seperti yang telah disebutkan pada kajian media yang telah direvisi. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dalam rangka mengeleminasi kekurangannya. b. Media pembelajaran animasi dalam Ms. Powerpoint untuk materi lain perlu dikembangkan. c. Produk pembelajaran animasi dalam Ms. Powerpoint ini masih bersifat offline sehingga perlu dikembangkan media pembelajaran animasi dalam Ms. Powerpoint yang online, dapat diakses melalui internet. d. Hasil pengembangan ini sifatnya masih kontekstual yang hanya memecahkan masalah pembelajaran IPA sub materi organ tubuh manusia kelas V di SDN Klitik I Ngawi saja.

Penentuan pH dan suhu optimum pada fermentasi onggok menjadi etanol dengan biakan Schizosaccharomyces sp. / oleh Manshur

 

Pengembangan paket pelatihan self-talk untuk meningkatkan efikasi diri siswa SMPN 21 Malang / Badrotun Nayiroh

 

ABSTRAK Nayiroh, Badrotun. 2016. Pengembangan Paket Pelatihan Self-Talk untuk Meningkatkan Efikasi Diri Siswa SMPN 21 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si, (II) Yuliati Hotifah, S.Psi., M.Pd. Kata Kunci: paket pelatihan, self-talk, efikasi diri Efikasi diri adalah keyakinan individu bahwa dia dapat menguasai situasi dan memeroleh hasil yang positif. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak yakin pada kemampuan diri untuk dapat memeroleh hasil yang positif. Self-talk adalah berbicara pada diri sendiri dan self-talk positif dapat memengaruhi perilaku seseorang agar menjadi positif dan yakin pada kemampuan diri. Oleh karena itu, self-talk diasumsikan dapat membantu meningkatkan efikasi diri siswa. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan paket pelatihan self-talk untuk meningkatkan efikasi diri yang memenuhi kriteria keberterimaan dari segi ketepatan, kegunaan, kemenarikan, dan kemudahan, serta meningkatkan efikasi diri siswa SMP Negeri 21 Malang. Pengembangan paket pelatihan ini mengikuti langkah-langkah model pengembangan Borg dan Gall, tapi peneliti hanya mengikuti sampai langkah kedelapan. Langkah-langkahnya adalah (1) penyelidikan dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) mengembangkan bentuk awal produk, (4) persiapan uji lapangan, (5) revisi, (6) uji coba produk awal, (7) revisi produk, dan (8) uji operasional lapangan.Untuk mengetahui keberterimaan paket pelatihan ini, maka dilakukan validasi produk yang dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan konselor sekolah calon pengguna produk, serta uji kelompok kecil. Subyek penelitian adalah enam orang siswa yang memiliki tingkat efikasi diri rendah. Instrumen penilaian terhadap paket pelatihan ini adalah angket dengan menggunakan skala Likert. Angket tertutup dianalisis dengan menentukan skor ideal pada skala 4 dan angket terbuka dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Desain penelitian yang digunakan untuk uji beda adalah one group pre test-post test. Produk yang dihasilkan adalah (1) buku paket pelatihan untuk siswa dan (2) buku panduan paket pelatihan untuk konselor. Hasil validasi oleh ahli materi, ahli media, calon pengguna produk, dan uji kelompok kecil menunjukkan bahwa secara keseluruhan paket pelatihan self-talk untuk meningkatkan efikasi diri memenuhi kriteria keberterimaan karena memenuhi kriteria sangat tepat, sangat berguna, sangat menarik, dan sangat mudah. Hasil uji nonparametrik dengan menggunakan SPSS 16 menunjukkan bahwa Asymp. Sig. (2-tailed)/nilai probabilitas sebesar 0,028 < 0,05, maka H1 diterima atau ada perbedaan yang signifikan antara nilai pre test dan post test setelah siswa mengikuti pelatihan self-talk untuk meningkatkan efikasi diri. Saran untuk penelitian dan pengembangan selanjutnya adalah untuk menguji keefektivan produk paket pelatihan ini dengan jumlah siswa yang lebih banyak.

Upaya pendidik dalam meningkatkan kemandirian anak di kelompok bermain (studi kasus di Kelompok Bermain Asy-Syahriyah Malang) Okma Dwi Kurniawati

 

ABSTRAK Kurniawati, Okma Dwi. Upaya Pendidik Dalam Meningkatkan Kemandirian Anak di Kelompok Bermain Asy-Syahriyah Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. H. M. Saleh Marzuki, M.Ed, (II) Dr. Endang Sri Redjeki, M.S. Kata Kunci: Anak, Kemandirian Pendidikan bisa dimulai diperoleh pada usia prasekolah. Apabila ditinjau dari sudut psikologi perkembangan usia prasekolah merupakan masa usia untuk meniru segala yang dicontohkan oleh orang dewasa. Karena itu, masa dini merupakan masa yang menentukan bagi perkembangan anak selanjutnya. Baik buruknya pendidikan yang diterima anak usia prasekolah menentukan kehidupannya dikemudian hari. Di usia ini sangat penting untuk meletakkan dasar-dasar kepribadian, yang akan memberi warna ketika seorang anak kelak menjadi dewasa. Di usia ini disebut masa kritis dan sensitif yang akan menentukan sikap, nilai, dan pola perilaku seseorang di kemudian hari akan mengalami aktualisasi apabila mendapatkan rangsangan yang tepat. Namun apabila kesempatan emas ini terlewatkan maka perkembangan dan pertumbuhan anak tidak akan maksimal. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan aspek kemandirian yang belum dimiliki anak yang tidak ditunggu dan anak yang ditunggu saat sekolah, (2) untuk mendeskripsikan upaya pendidik dalam meningkatkan kemandirian anak yang tidak ditunggu dan anak yang ditunggu saat sekolah, (3) untuk mendeskripsikan kesulitan pendidik dalam meningkatkan kemandirian anak yang tidak ditunggu dan anak yang ditunggu saat sekolah Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan terdiri reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Subjek dalam penelitian ini adalah anak yang tidak ditunggu dan anak yang ditunggu saat sekolah di Kelompok Bermain Asy-Syahriyah Malang. Hasil penelitian yang berhasil penulis peroleh antara lain berupa gambaran tentang lokasi penelitian; gambaran khusus kedua subjek yang terdiri dari gambaran lingkungan rumah, gambaran lingkungan keluarga, dan gambaran kehidupan sehari-hari; aspek kemandirian yang belum dimiliki kedua subjek, upaya pendidik dalam meningkatkan kemandirian kedua subjek, dan kesulitan pendidik dalam meningkatkan kemandirian kedua subjek. Kesimpulan yang dapat penulis berikan dalam penelitian ini adalah; pada anak yang tidak ditunggu saat sekolah pendidik meningkatkan kemandirian anak agar bisa menjadi pendengar dan pembicara yang baik dilakukan dengan cara mendengarkan cerita dan tanya jawab, agar bisa menggunakan toilet sendiri dengan cara mencari kebiasaan anak, agar bisa mengenal peraturan dengan baik dengan cara menggajarkan menggosok gigi, agar bisa membereskan mainan sendiri setelah bermain dengan cara bernyanyi, agar bisa menyelesaikan tugas dengan baik dengan cara memberikan pujian. Kesulitan pendidik dalam meningkatkan kemandirian pada anak yang tidak ditunggu saat sekolah yaitu sulit untuk mengajarkan menggunakan toilet sendiri. Sedangkan pada anak yang ditunggu saat sekolah pendidik meningkatkan kemandirian anak agar tidak menangis jika berpisah dengan orangtuanya dilakukan dengan cara membujuk anak dengan permainan, agar bisa menyelesaikan tugas dengan baik dengan cara tanya jawab, dan agar bisa melakukan pekerjaan sendiri dengan cara belajar memakai sepatu sendiri. Kesulitan pendidik dalam meningkatkan kemandirian pada anak yang ditunggu saat sekolah yaitu sulit untuk mengajarkan anak agar tidak menanggis jika ditinggal oleh orangtuanya. Saran penulis dalam penelitian ini adalah: (1) Bagi lembaga kelompok bermain lebih dimungkinkan jika memiliki metode khusus dan menambahkan lagi cara dalam mendorong anak didik agar lebih mandiri lagi, (2) Bagi orang tua untuk lebih aktif bertanya kepada guru tentang perkembangan anak di rumah, jangan terbiasa membantu anak dalam menyelesaikan pekerjaannya sebelum anak mencoba terlebih dahulu, jangan terbiasa memakaikan pampers pada anak. (3) Bagi peneliti diharapkan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut lagi tentang problematika tumbuh kembang anak, terutama tentang kemadirian anak.

Pengaruh lama waktu penyimpanan sayur asin terhadap jumlah total koloni bakteri / oleh Widayati

 

Penerapan contextual teaching and learning (CTL) dengan metode kooperatif model numbered heads together (NHT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar kognitif biologi siswa kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Malang / Muhamad Fajar Buana

 

ABSTRAK Buana, Muhamad Fajar. 2009. Penerapan Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan Metode Kooperatif Model Numbered Heads Together (NHT) un¬tuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Kognitif Biologi Siswa Kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi Program Studi Pendidkan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, M.S, (II) Dra. Hj. Nursasi Handayani, M.Si. Kata kunci: contextual teaching and learning, numbered heads together, motivasi belajar, hasil belajar kognitif biologi. Motivasi belajar dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) meru¬pakan salah satu aspek penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kualitas hasil belajar yang baik sangat berhubungan erat dengan motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi di kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Malang menunjukkan bahwa siswa kurang memiliki motivasi belajar yang berdampak pada hasil belajar kognitif siswa yang rendah. Oleh karena itu diperlukan adanya proses pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi dan hasil bela¬jar kognitif siswa. Penerapan CTL dengan me¬tode kooperatif model NHT merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar kognitif biologi di ke¬las XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Malang. Keunggulan CTL adalah pembela¬jaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, se¬hingga mampu menumbuhkan motivasi belajar, daya nalar, rasa keingintahuan, hasrat menemukan hal-hal baru dan menumbuhkan kreativitas berpikir yang akhirnya mampu meningkatkan hasil belajar siswa. NHT merupakan struktur yang melibatkan banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam pembelajaran dan memeriksa pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Model ini mempunyai prosedur yang ditetapkan secara eksplisit untuk memberi waktu le¬bih banyak berpikir, menjawab dan saling membantu antar siswa dalam kelom¬pok. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif-kuantitatif. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan penelitian, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA semester genap tahun ajaran 2008-2009 SMA Muhammadiyah 1 Malang yang berjumlah 7 orang. Penelitian dilak¬sanakan pada bulan Maret sampai Agustus 2009. Instrumen yang diguna¬kan da¬lam penelitian ini adalah lembar observasi kegiatan guru, cata¬tan lapangan, lem¬bar observasi motivasi belajar, dan tes hasil belajar. Motivasi bela¬jar siswa diobser¬vasi menggunakan lembar observasi motivasi belajar siswa, sedangkan hasil bela¬jar kogni¬tif diperoleh dari tes hasil belajar di akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan Motivasi Belajar Klasikal Keseluruhan (MBkk) yaitu 43% (siklus I) menjadi 86% (siklus II). Peningkatan MBkk juga diikuti peningkatan Motivasi Belajar Klasikal setiap Indikator Motivasi (MBksi) meliputi minat 14% (siklus I) menjadi 57% (siklus II), perhatian 57% (siklus I) menjadi 86% (siklus II), konsentrasi 86% (siklus I) menjadi 100% (siklus II) dan ketekunan 43% (siklus I) menjadi 100% (siklus II). Hasil Belajar Kognitif Klasikal (HBKk) biologi siswa juga menunjukkan peningkatan secara klasikal yaitu 71% (siklus I) menjadi 86% (siklus II). Peningkatan juga terlihat pada rata-rata Nilai Tes Belajar Individu (NTBi) siswa yaitu 74,82 (siklus I) menjadi 79,42 (siklus II). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Penerapan CTL dengan Metode Kooperatif Model NHT dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar kognitif biologi siswa kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Malang. Saran dari penelitian ini adalah sebaiknya dalam penerapan CTL dengan metode kooperatif model NHT guru melakukan secara berkesinambungan dan teratur sehingga mampu mempercepat adaptasi/penyesuaian siswa terhadap kondisi belajar.dan penelitian ini dapat dijadikan alternatif oleh guru/peneliti yang lain untuk melaksanakan penelitian yang serupa pada materi dan sekolah yang berbeda sehingga dapat dijadikan pembanding bagi penelitian sebelumnya.

Hubungan antara minat baca danprestasi belajar mata pelajaran biologi pada siswa SMP Negeri 2 Malang / oleh Martin

 

Kemampuan membaca denah dan merefleksikannya ke dalam karangan deskripsi ekspositoris siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Malang / Wasis

 

ABSTRAK Wasis. 2009. Kemampuan Membaca Denah dan Merefleksikannya ke dalam Karangan Deskripsi Ekspositoris Siswa Kelas VIII SMP Negeri 22 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Widodo Hs., M. Pd. Kata kunci: kemampuan, merefleksikan, membaca, menulis, denah, dan deskripsi ekspositoris. Pembelajaran Bahasa Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik terampil dalam berkomunikasi. Pembelajaran tersebut dapat diwujudkan dengan mengajarkan beberapa kemampuan berbahasa, di antaranya membaca dan menulis. Membaca dan menulis merupakan kemampuan yang sangat penting, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Di sekolah, dua kemampuan tersebut merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh siswa. Salah satu kemampuan membaca yang harus dikuasai oleh siswa SMP adalah membaca denah, sedangkan menulis adalah menulis deskripsi ekspositoris. Perpaduan keduanya dapat diwujudkan dengan kegiatan membaca denah dan merefleksikannya ke dalam karangan deskripsi ekspositoris. Untuk mengetahui tingkat kemampuan membaca denah dan karangan deskripsi ekspositoris, informasi relevan yang dapat digunakan adalah hasil penelitian tentang kemampuan membaca denah dan merefleksikannya ke dalam karangan deskripsi ekspositoris siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Malang. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Malang dalam membaca denah dan merefleksikannya ke dalam karangan deskripsi ekspositoris. Secara khusus, bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Malang dalam menjelaskan komposisi denah berdasarkan denah yang dibaca, (2) mendeskripsikan kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Malang dalam menjelaskan arah menuju lokasi berdasarkan denah yang dibaca, dan (3) mendeskripsikan kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Malang dalam menulis karangan deskripsi ekspositoris berdasarkan hasil merefleksikan membaca denah. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa kemampuan membaca denah dan karangan deskripsi ekspositoris dari hasil refleksi membaca denah siswa. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data skor hasil kemampuan membaca denah dan merefleksikan membaca denah ke dalam karangan deskripsi ekspositoris siswa yang diubah menjadi nilai siswa. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman tentang denah yang dibaca dan merefleksikan membaca denah ke dalam karangan deskripsi ekspositoris. Analisis data dilakukan dalam tiga langkah, (1) persiapan, (2) tabulasi, dan (3) penerapan data. Berdasarkan analisis data, secara umum diperoleh hasil bahwa siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Malang mampu membaca denah dan mampu merefleksikannya ke dalam karangan deskripsi ekspositoris. Hal ini dapat diketahui dari perbandingan nilai siswa dalam membaca denah lokasi dengan nilai dalam siswa menulis karangan deskripsi ekspositoris hasil dari merefleksikan membaca denah. Siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Malang mampu dalam membaca denah lokasi karena lebih dari 60% siswa yang nilainya mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), 65. Adapun rinciannya sebagai berikut: (a) siswa yang memperoleh nilai 85100 dengan kualifikasi sangat baik sebesar 97% (b) siswa yang memperoleh nilai 6584 dengan kualifikasi baik sebesar 3%; (c) siswa yang memperoleh nilai 5064 dengan kualifikasi cukup sebesar 0%; dan (d) siswa yang memperoleh nilai 049 dengan kualifikasi kurang sebesar 0%. Adapun kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Malang dalam menulis karangan deskripsi ekspositoris hasil dari merefleksikan membaca denah juga mampu karena lebih dari 60% siswa yang nilainya mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), 65. Adapun rinciannya sebagai berikut: (a) siswa yang memperoleh nilai 85100 dengan kualifikasi sangat baik sebesar 43%; (b) siswa yang memperoleh nilai 6584 dengan kualifikasi baik sebesar 39%; (c) siswa yang memperoleh nilai 5064 dengan kualifikasi cukup sebesar 3%; dan (d) siswa yang memperoleh nilai 049 dengan kualifikasi kurang sebesar 15%. Berdasarkan penelitian ini, saran yang diajukan peneliti adalah (1) untuk guru mata pelajaran bahasa Indonesia, hendaknya lebih memberi motivasi kepada siswa agar lebih mampu dalam menulis. Hal ini didasarkan pada hasil penelitian yang menggambarkan bahwa siswa dapat menulis karena terlebih dahulu mampu membaca, (2) untuk peneliti yang melakukan penelitian serupa, hendaknya melakukan penelitian lanjutan mengenai kemampuan berbahasa yang sama dengan kompetensi dasar yang berbeda dengan media yang lebih menarik dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Peningkatan penguasaan kosakata bahasa Inggris melalui pemanfaatan media kartu kata (flash card) pada siswa tunagrahita ringan kelas VII di SMPLB Negeri Pandaan Kabupaten Psuruan / Indar Anggraeni

 

ABSTRAK Anggraeni,Indar.2016.Peningkatan Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris Melalui Pemanfaatan Media Kartu Kata (flash card) Pada Siswa Tunagrahita Ringan Kelas VII Di SMPLB Negeri Pandaan Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang.Dosen Pembimbing: (I) Drs.Abdul Huda, M.Pd. (II) Dr.Sulthoni, M. Pd. Kata Kunci :Penguasaan kosakata, Media kartu kata (flash card), Tunagrahita Ringan Pembelajaran Bahasa Inggris untuk tunagrahita cukup berbeda karena anak tunagrahita mengalami masalah dalam kemampuan berbahasa terutama dalam hal memahami kosakata dan artikulasi Bahasa Inggris. Salah satu cara yang untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan menggunakan media pembelajaran kartu kata (flash card).Penggunaan media kartu kata (flash card) dimaksudkan untuk mengkongkretkan konsep- konsep abstrak sehingga materi yang diajarkan mudah dimengerti dan mengatasi kesulitan dalam mengartikulasikan bunyi Bahasa dengan benar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan media kartu kata (flash card) dapat meningkatkan penguasaaan kosakata Bahasa Inggris siswa tunagrahita ringan kelas VII di SMPLB Negeri Pandaan Kabupaten Pasuruan.Bagaimana peningkatan penguasaan kosakata Bahasa Inggris siswa tunagrahita ringan kelas VII di SLB Negeri Pandaan Kabupaten Pasuruan setelah menggunakan media kartu kata (flash card).Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kartu kata (flash card) pada pembelajaran Bahasa Inggris bagi siswa tunagrahita ringan kelas VII di SMPLB Negeri Pandaaan Kabupaten Pasuruan terhadap peningkatan penguasaan kosakata Bahasa Inggris siswa tunagrahita kelas VII di SMPLB Negeri Pandaan Kabupaten Pasuruan. Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus.Tiap siklus meliputi 4 tahap yaitu: perencanaaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini yaitu 5 siswa tunagrahita ringan kelas VII SMPLBN Pandaan.Instrumen dalam penelitian ini berupa tes, observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kartu kata (flash card) membuat kemampuan siswa dalam penguasaan kosakata dari siklus I diperoleh dengan rata- rata kelas sebesar 64 dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 74. serta hasil belajar siswa yang pada awal siklus I hanya mencapai 60%, meningkat menjadi 80% pada akhir siklus II Kesimpulan dari penelitian ini yaitu media kartu kata (flash card) dapat meningkatkan kemampuan penguasaan kosakata Bahasa Inggris pada siswa tunagrahita ringan kelas VII di SMPLBN Pandaan. Saran bagi pendidik hendaknya menggunakan media kartu kata (flash card) untuk meningkatkan kemampuan penguasaan kosakata Bahasa Inggris

Studi tentang struktur anatomi akar empat varietas ketela pohon (Manihot esculenta) / oleh Luluk Khodiyah

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model numbered heads together (NHT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas VII SMP Sriwedari Malang / Siti Marfuatus Sholikhah

 

ABSTRAK Sholikhah, Siti Marfuatus. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VII SMP Sriwedari Malang. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sarwono, M.Pd dan (II) Balqis, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Numbered Heads Together (NHT), Motivasi Belajar, Hasil Belajar Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas VII SMP Sriwedari Malang tanggal 7 Februari 2009 sampai 14 Februari 2009, diketahui bahwa motivasi dan hasil belajar siswa masih rendah. Rendahnya motivasi belajar siswa dapat diketahui dari tingkah laku siswa pada saat pembelajaran, antara lain 1) Pada saat pembelajaran mayoritas siswa menunjukkan sikap kurang berminat mengikuti pelajaran. Siswa kurang aktif bertanya, menjawab serta mengungkapkan pendapatnya selama kegiatan pembelajaran berlangsung walaupun guru sudah sering memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, 3) Pada saat diskusi, tidak semua antusias mengikuti pelajaran, hanya beberapa siswa yang aktif mengerjakan tugas sedangkan siswa yang lain banyak yang mengobrol di luar materi pelajaran, 4) Beberapa siswa tidak mendengarkan pendapat temannya dan tidak mendengarkan penjelasan guru. Guru sudah berusaha untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menggunakan beberapa metode pembelajaran misalnya dengan praktikum dan diskusi kelas tetapi belum menunjukkan hasil yang maksimal. Hal tersebut berdampak pada hasil belajar siswa yang masih rendah, yaitu rata-rata skor tes 67 dan ketuntasan klasikal hanya 60%. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa kelas VII SMP Sriwedari Malang melalui penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2009 sampai tanggal 30 Mei 2009. Data penelitian berupa motivasi belajar siswa yang diperoleh melalui observasi selama penelitian, sedangkan data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes setiap akhir siklus. Hasil penelitian penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) dapat: (1) meningkatkan motivasi belajar siswa dari sebesar 57,32% (kategori kurang) pada siklus I menjadi 76,90% (kategori baik) pada siklus II; (2) meningkatkan hasil belajar siswa dari skor rata-rata kelas sebesar 67,00 dan ketuntasan klasikal 60% sebelum siklus I meningkat menjadi 76,40 dan ketuntasan klasikal 76,67% setelah siklus I dan meningkat lagi menjadi 83,60 dan ketuntasan klasikal 90% setelah siklus II.

Kajian densitas dan diversitas tumbuhan herba pada kumintas di daerah taman wisata Selorejo / oleh Isnani Rohayati

 

Penerapan model pembelajaran kooperatif numbered heads together (NHT) untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar biologi siswa kelas XI-IPA 1 SMA Negeri 1 Soko Tuban / Masfufatul Jannah

 

ABSTRAK Jannah, Masfufatul. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together (NHT) Untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Biologi Siswa Kelas XI-IPA1 SMA Negeri I Soko Tuban. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Susetyoadi Setjo, M.Pd dan (II) Dra. Titi Judani, M.Kes Kata Kunci: Numbered Heads Together, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar Berdasarkan observasi dan hasil wawancara dengan guru bidang studi Biologi di SMA Negeri I Soko Tuban, diketahui bahwa motivasi dan prestasi belajar sebagian besar siswa dalam mata pelajaran Biologi tergolong masih rendah. Proses pembelajaran Biologi di SMA Negeri I Soko Tuban sebenarnya sudah cukup baik, hanya saja aplikasi pembelajaran yang mengarahkan pada kemandirian siswa masih belum dapat dikembangkan sebagaimana yang diharapkan oleh KTSP. Ketergantungan siswa terhadap guru dalam proses pembelajaran masih sangat tinggi. Hal itu karena proses pembelajaran di kelas masih menggunakan metode ceramah, tanya jawab, atau membahas Lembar Kerja Siswa (LKS) sehingga siswa tidak terlalu aktif dalam pembelajaran dan kurang menimbulkan motivasi dalam diri siswa untuk belajar Biologi. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan prestasi belajar Biologi siswa kelas XI-IPA1 SMA Negeri I Soko Tuban melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dilakukan dua siklus, dengan pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2009 sampai 15 Mei 2009. Data penelitian berupa motivasi belajar siswa diperoleh melalui observasi selama penelitian, sedangkan data prestasi belajar siswa diperoleh melalui tes pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 64,39% yang termasuk dalam kategori cukup, sedangkan pada siklus II motivasi belajar siswa meningkat menjadi 83,66% yang termasuk dalam kategori baik. Motivasi belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 19,27%. Prestasi belajar siswa menunjukkan bahwa pada siklus I skor rata-rata kelas sebesar 67,00 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 68,29%, sedangkan pada siklus II skor rata-rata kelas meningkat menjadi 71,71 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 90,24%. Skor rata-rata kelas mengalami peningkatan sebesar 4,71, sedangkan ketuntasan belajar secara klasikal mengalami peningkatan sebesar 21,95%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar Biologi siswa kelas XI-IPA1 SMA Negeri I Soko Tuban, dan dapat disarankan bahwa guru dapat menggunakan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together pada pokok bahasan yang lain (selain sistem indera) untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar Biologi siswa. Guru dapat menggabungkan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together atau pembelajaran kooperatif yang lain dengan kegiatan praktikum untuk menghindari perasaan bosan pada siswa. Guru diharapkan lebih giat memantau jalannya diskusi kelompok agar siswa tidak berbicara di luar materi pelajaran dan bercanda dengan temannya sehingga fokus perhatian siswa tertuju pada kegiatan pembelajaran.

Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA) its contributions to educational reforms in Aceh / by Hamdiah A. Latif

 

Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran pada materi relasi dan fungsi SMP kelas VIII / Nuriah

 

Nuriah. .Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pada Materi Relasi dan Fungsi SMP Kelas VIII. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sapti Wayuningsih, M.Si(II) Trianingsih Eni Lestari, S.Si, M.Si. Kata Kunci: RPP, pembelajaran, relasi dan fungsi Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sangatlah penting perannya dalam proses pembelajaran, karena menjadi salah satu acuan penting berhasil tidaknya pembelajaran yang dilaksanakan. Bagi guru, rencana pembelajaran merupakan manual pembelajaran yang akan memudahkan dalam mengelolah kelas. RPP tidak akan hanya memberi kesempatan menyajikan pembelajaran yang lebih baik, namun yang terpenting adalah adanya kesempatan untuk melakukan refleksi atas apa yang telah dibelajarkan selama ini. RPP merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, atau lapangan untuk setiap kompetensi dasar. Oleh karena itu, apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar. Dalam menyusun RPP guru harus mencantumkan Standar Kompetensi yang memayungi Kompetensi Dasar yang akan disusun dalam RPP-nya. Di dalam RPP secara rinci harus dimuat tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, sumber belajar, istrumen, dan penilaian. Pada hal ini penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran sangatlah penting untuk diterapkan di sekolah-sekolah. Dalam tulisan RPP ini mencoba menerapkan model diskusi kelompok pada pokok pembahasan materi relasi dan fungsi SMP kelas VIII. Dimana rencana pelaksanaan pembelajaran memuat hirarki konsep, uraian materi, dan skenario pembelajaran yang meliputi kegiatan yang dilakukan oleh guru dan siswa secara bersama-sama, dan bagiannya dibagi 3 tahap yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir

Kajian densitas dan diversitas komunitas herba di hutan Sarangan kecamatan Plaosan kabupaten Magetan Jawa Timur / oleh Joko Umbaran

 

Das entwickeln eines bilderbuches mit dem thema "Alltagsleben" als testinstrument fur die 11. Lintas Minat klasse 1. semester SMAK St. Albertus Malang / Dwi Rosita Noor Octaviani

 

¬ABSTRAK Octaviani, Dwi Rosita Noor. 2015. Pengembangan Buku Cerita Bergambar dengan Tema Alltagsleben sebagai Instrumen Tes untuk Siswa Kelas XI Lintas Minat Semester 1 SMAK St. Albertus Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Primardiana H.W., M.Pd., (2) Iwa Sobara, S.Pd., M.A Kata Kunci : pengembangan, kegelisahan pada saat ujian, buku cerita bergambar, bahasa Jerman. Bahasa Jerman adalah salah satu bahasa asing yang bisa dipilih oleh siswa Lintas Minat SMAK St. Albertus Malang. Sesuai dengan hasil interview, dapat diketahui bahwa siswa memiliki banyak kesulitan pada saat pelaksanaan ujian. Siswa-siswa mengalami kegelisahan dan tidak bisa menunjukkan kemampuan terbaik mereka pada saat ujian dikarenakan format ujian selama ini terlalu formal dan tidak menarik. Dikarenakan kendala tersebut peneliti mengembangkan sebuah buku cerita bergambar yang menarik sebagai instrumen tes. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan metode penelitian dan pengambangan yang telah diadaptasi dari metode Cennamo dan Kalk yang terdiri dari 5 fase, yaitu Define, Design, Demonstrate, Develop, dan Deliver. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah buku cerita bergambar yang atraktif dan menarik sebagai instrumen tes, agar siswa dapat menghindari kegelisaahannya pada saat ujian. Materi tes yang dikembangkan adalah materi untuk kelas XI Program Lintas Minat. Hasil penelitian ini adalah sebuah buku cerita bergambar sebagai instrumen tes bahasa Jerman dengan tema “Alltagsleben”. Tes yang dikembangkan adalah tes untuk mengukur keterampilan membaca dan penguasaan tata bahasa. Materi yang diujikan adalah materi “Wetter und Kleidung“. Validitas tes diuji melalui konten validasi isi Aiken’s V. Koefisien validitas tes adalah 0,92. Maka dapat diinterpretasikan bahwa tes memiliki koeffisien validitas isi yang sangat tinggi. Selain itu, tes juga memiliki keterbacaan yang baik. Berdasarkan dari hasil perhitungan angket, maka dapat disimpulkan bahwa tes yang dikembangkan sesuai untuk kelas XI Program Lintas Minat SMAK St. Albertus Malang. Buku cerita bergambar ini memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah terdapat banyak informasi baru mengenai negara jerman, melalui penggabungan teks dan gambar siswa bisa lebih berkonsentrasi dan ilustrasi yang ada di dalam buku cerita ini juga bisa digunakan untuk mengetes keterampilan berbahasa yang lain, seperti kemampuan menulis dan berbicara.

Perbandingan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan menggunakan LKS dengan siswa yang diajar tanpa menggunakan LKS pada pengajaran sistem periodik unsur-unsur siswa kelas I SMUN 9 Malang tahun ajaran 1995/1996 / oleh Yuyun Lutfiati

 

Unsur intrinsik cerpen karya siswa kelas XII IPA 1 MAN 1 Probolinggo / Hildayati Permani

 

ABSTRAK Permani, Hildayati. 2016. Unsur Intrinsik Cerpen Karya Siswa Kelas XII IPA 1 MAN 1 Probolinggo. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakutas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd., (II) Dr Roekhan, M. Pd. Kata kunci: Cerpen, Cerpen Siswa, Menulis Cerpen. Cerpen merupakan cerita pendek yang sebenarnya adalah sebuah dari berbagai elemen yang membentuknya (unsur intrinsik dan ekstrinsik). Unsur intrinsik adalah unsur yang terdapat di dalam sebuah karya sastra dan membentuk eksistensi cerita yang bersangkutan. Unsur intrinsik meliputi tema, alur, tokoh dan penokohan, sudut pandang, latar, amanat dan gaya bahasa. Menulis cerpen adalah proses menuangkan pikiran dan imajinasi dalam wujud cerita fiksi. Pada kenyataan di lapangan tidak mudah menulis sebuah cerpen, banyak yang mempengaruhi hasil menulis cerpen siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) karakteristik hasil menulis cerpen siswa dilihat dari aspek alur, (2) karakteristik hasil menulis cerpen dilihat dari aspek tokoh dan karakter, (3) karakteristik hasil menulis cerpen siswa dilihat dari aspek latar, dan (4) karakteristik hasil menulis cerpen siswa dilihat dari aspek tema. Penelitian ini menggunakan analisis penelitian deskriptif kualitatif, dengan pendekatan objektif (tekstual teks cerpen). Jenis data dalam penelitian ini adalah teks hasil menulis cerpen siswa kelas XII IPA 1 MAN 1 Proboliggo. Sumber data dalam penelitian ini adalah dokumen tertulis dalam bentuk hasil menulis cerpen siswa. Berdasarkan analisis data diperoleh empat simpulan penelitian sebagai berikut. Pertama, berdasarkan aspek alur, terdapat dua jenis alur dalam cerpen karya siswa kelas XII IPA 1 MAN 1 Probolinggo, yakni (1) alur maju, dan (2) alur mundur. Kedua, berdasarkan aspek tokoh dan karakter terdapat dua macam tokoh pada cerpen karya siswa yaitu (1) tokoh utama, dan (2) tokoh tambahan. Sedangkan pada karakter tokoh, penggambaran karakter tokoh dilihat dari segi psikologis, fisiologis dan sosiologis. Penggambaran dari segi psikologis lebih banyak ditemukan dari pada penggambaran dari segi fisiologis dan sosiologis. Ketiga, berdasarkan aspek latar, terdapat tiga aspek latar pada cerpen karya siswa kelas XII IPA 1 MAN 1 Probolinggo, (1) latar tempat, (2) latar suasana, dan (3) latar waktu. Keempat, berdasarkan aspek tema terdapat enam aspek tema, yaitu (1) seorang anak yang kesepian, (2) cinta, (3) keluarga, (4) persahabatan, (5) perjuangan menggapai cita-cita, dan (6) kecerobohan di sekolah. Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pembelajaran menulis cerpen berdasarkan unsur intrinsik, khususnya aspek (alur, tokoh & karakter, latar, dan tema). Penelitian ini dapat digunakan sebagai motivasi bagi siswa untuk lebih giat belajar khususnya dalam pembelajaran menulis cerpen agar terdapat peningkatan dalam pembelajaran menulis cerpen pada siswa.

Pengaruh pengajaran kimia anorganik dengan pendekatan termodinamika dan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar mahasiswa jurusan Pendidikan Kimia IKIP MALANG / oleh Muhammad Su'aidy

 

Linguistic devices of e-commerce'staglines in 30 under 30 Asia forbes 2016 / Jimy Candra Gunawan

 

ABSTRAK Gunawan, JimyCandra. 2016. KomponenLinguistikdalam Tagline E-Commerce30 Under 30 Asia FORBES 2016. Skripsi. JurusanSastraInggris, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) AuliaApriana, S.S., M.Pd. (II) Prof. Dr. YazidBasthomi, M.A. Kata Kunci: tagline, polasintaksis, pola semantic, e-commerce Melaluipenggunaan internet olehberjuta-juta orang di dunia, e-commerce telahdiakuisecaraluassebagaitrenbaruuntukmendapatkanbanyakberbagaiprodukataujasamelaluipasaronline. FORBES, di Asia, sebagaiperusahaanbisnis yang diakuidunia, telahmerilis30 terbaik E-commerce denganpenghargaan yang bernama30 Under 30 Asia Retail dan e-Commercepadatahun 2016. Dalamhalini, peransuatu tagline sangatpentinguntukmenciptakanefekledakanpositifke target pelanggan. Penelitianinibertujuanuntukmengungkapkankomponenlinguistikyang ditemukandalamtagline dari30 Under 30 Asia E-Commerce FORBES 2016yangdidukungdenganteori Leech. Denganmemakaidesainpenelitiandeskriptifkualitatif, penelitianinimelibatkan 21 tagline dari 30 tagline yang dimaksudoleh Forbes. Sumber data diperolehdarisitusresmi Forbes danmasing-masingsitus web perusahaan e-commerce. Dalammelakukanpenelitianini, penelitimelakukanlangkah-langkahsebagaiberikut: (1) kunjungisitusresmi Forbes; (2) menulis 30 perusahaan e-commerce; (3) menyeleksitagline perusahaane-commerce berdasarkanpertimbanganyang tersedia; (4) mengunjungimasing-masingsitusresmi e-commerce; (5) mengambilcatatanuntuksetiap tagline; dan (6) menganalisistagline menggunakanpolasintaksisdansemantik. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwauntukmenjawabpernyataandaripermasalahan yang diajukandalampenelitianini, secarakhususpenelitimengacupadapolasintaksisdansemantik. Untukpolasintaksis, penelititelahberhasilmenunjukkanhasilanalisis tagline diantaranya: (1) sebagianbesar tagline ditulisdalambentukfrasa, denganfrase kata benda (17dari 21) adalahbentuk yang paling sering (94% )digunakandalamtagline perusahaan e-commerce; (2) bentukkalimatyang biasanyadigunakandalamtagline adalahdalambentukkalimatperintahdanseruan; (3) kiasan yang berkaitandengansintaksyang ditemukan di tagline meliputiparalelisme, ellipsis, danepifora. Untukpolasemantik, penelitijugatelahmenganalisis tagline denganhasilnyasebagaiberikut: (1) kiasanyang paling seringdigunakan(38%) dalamtagline adalahsinekdok(8 dari 21); (2) sebagianbesartagline yang merujukkepadanaratormenggunakanbentukorang pertamaimplisit; dan (3) sebagianbesartagline yang merujukkepadanarateetidakmenggunakanbentuksamasekali (71%). Secaraumum, 21 tagline yang adadalam30 Under 30 Asia FORBES 2016 sangatberbedadandapatdipertimbangkanaspek linguistic yang ada di dalamnyamengingatpesandanmaksud yang disampaikansangatunikdanberbedadengan tagline-tagline lain secaraumum. Saran ditujukankepadapenelitiselanjutnyauntuklebihmenelaahdanmempelajaridinamikasuatu tagline sebagaibagiandarifenomenabahasa.

Peningkatan kemampuan menulis puisi melalui pengamatan lingkungan di kelas V SDN 1 Moyoketen Kabupaten Tulungagung / Rahmavi Ilman Asriin

 

Kata kunci: menulis puisi, pengamatan lingkungan Permasalahan yang terjadi pada pembelajaran menulis puisi yaitu guru belum menerapkan metode maupun strategi pembelajaran yang tepat sehingga siswa merasa jenuh dan bosan dalam mengikuti pembelajaran, ketertarikan siswa dalam membuat puisi kurang dan cenderung apatis, siswa kurang mengkomunikasikan pikiran dan perasaannya secara efektif. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan pengamatan lingkungan untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas V SDN 1 Moyoketen Kabupaten Tulungagung dan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis puisi siswa kelas V SDN 1 Moyoketen Kabupaten Tulungagung melalui pengamatan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah PTK yang terdiri dari dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, catatan lapangan, dan tes. Data yang diperoleh dari penelitian yaitu: (1) nilai rata-rata siswa dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas V SDN 1 Moyoketen Tulungagung pada tahap pratindakan sebesar 68, siklus I sebesar 72, dan siklus II sebesar 79, (2) penilaian hasil dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas V SDN 1 Moyoketen Kabupaten Tulungagung persentase ketuntasan belajar siswa pada tahap pratindakan sebesar 26%, siklus I sebesar 79%, dan siklus II sebesar 89%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis puisi melalui pengamatan lingkungan dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi, baik menentukan diksi (pemilihan kata), menggunakan ejaan yang tepat, mengembangkan ide dan menyesuaikan isi puisi dengan judul. Pembelajaran menulis puisi dapat tercapai dengan menerapkan pengamatan lingkungan. Untuk itu diharapkan dalam proses pembelajaran menulis puisi hendaknya guru menerapkan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi siswa sehingga siswa lebih tertarik untuk mengikuti pembelajaran dan pembelajaran dapat berhasil.

Validitas modul mata kuliah anatomi tumbuhan program studi pendidikan biologi UPBJJ Universitas Terbuka
oleh Saparyanto

 

Resepsi mahasiswa angkatan 2012 Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang terhadap nilai budaya karya sastra drama Der Besuch der Altern Dame pada matakuliah Deutsche Literatur / Felisia Katarina Syukur

 

ABSTRAK Syukur, Felisia Katarina. 2016. Resepsi Mahasiswa Angkatan 2012 Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang Terhadap Nilai Budaya Karya Sastra Drama Der Besuch der alten Dame Pada Matakuliah Deutsche Literatur. Skripsi. Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dudy Syafruddin, S.S., M.A. Kata Kunci: Resepsi, Nilai Budaya, Drama Der Besuch der alten Dame. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui resepsi mahasiswa angkatan 2012 Jurusan Sastra Jerman terhadap nilai budaya dalam drama Der Besuch der alten Dame. Penelitian inimenggunakan metode deskriptif kualitatif dan data yang diperoleh berdasarkan hasil dari wawancara terhadap mahasiswa angkatan 2012 Offering A dan B. Instrumen yang digunakan adalah peneliti itu sendiri dan pedoman wawancara. Data penelitian dianalisis melalui beberapa tahap, yaitu tahap pengumpulan data, reduksi data, sajian data, penyimpulan hasil, dan triangulasi.Adapun subjek dalam penelitian ini adalah sepuluh mahasiwa angkatan 2012Offering A dan B Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang. Dari hasil wawancara ditemukan bahwa mahasiswa merespon dengan baik drama Der Besuch der Alten Dame.SeluruhMahasiswa Angkatan 2012 Offering A dan B memahami cerita drama Der Besuch der Alten Dame. Sebagian Mahasiswa Angkatan 2012 Offering A dan B dapat menjelaskan tentang nilai budaya yang tergambarkan dalam drama Der Besuch der Alten Dame dengan pendapat yang berbeda-beda tetapi sesuai dengan yang dimaksud dalam drama tersebut. Kemudian sebagian besar mahasiswa memberikan beberapa contoh masalah yang sering terjadi saat ini dan memiliki pengaruh terhadap nilai budaya yang ada. Masalah nilai budaya yang disampaikan sama dengan masalah budaya yang ada dalam drama tersebut, yaitu keadilan, ketidakberdayaan, serakah karena uang dan perubahan sosial. Dapat disimpulkan bahwamahasiswa angkatan 2012Offering A dan BJurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang dapat memahami cerita dan memberikan resepsi atau tanggapan tentang nilai budaya yang terkandung dalam drama Der Besuch der Alten Dame. Nilai budaya dalam drama tersebut ditunjukkanmelalui sikap dan perilaku tokoh yakni ketidakadilan, ketidakberdayaan, serakah dan perubahan sosial. Selain itu mahasiswa juga menyatakan bahwa sikap dan perilaku tersebut tidak hanya sekedar gambaran tokoh dalam drama atau karangan belaka, tetapi ada dalam dunia nyata bahkan sampai saat ini.

Studi pembentukan poliploid pada ikan mas (Cyprinus carpio Linn) ras punten dengan kejutan suhu panas / oleh Muhammad Khalifah Mustami

 

Pengujian daya antiseptis air perasan daun dari dua kultivar sirih (Piper betle L.) terhadap Candida albicans dan dua macam khamir yang diisolasi dari bahan usapan muara vagina seorang wanita / oleh Nio Song Ai

 

Penerapan model pembelajaran kooperatif problem posing untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 8 Malang / Karomatul Ulfa

 

Abstrak Ulfa, Karomatul. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Problem Posing untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sunarmi, M.Pd., (II) Dra. Amy Tenzer, M.S. Kata kunci: model pembelajaran kooperatif problem posing, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar. Salah satu tujuan dari mata pelajaran biologi yang tercantum dalam Standar Isi Tahun 2006 adalah siswa mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis analitis, induktif, dan deduktif dengan menggunakan konsep dan prinsip biologi. Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 30 Januari sampai tanggal 10 Pebruari 2009 di kelas XI IPA 1 dapat diketahui bahwa kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA 1 masih rendah (persentase pertanyaan siswa dengan level kognitif C4 sebesar 33,3% dan level kognitif C1-C3 sebesar 66,7%). Jawaban siswa juga kurang lengkap dan sistematis. Berdasarkan masalah tersebut maka diperlukan suatu strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampu- an berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang diperkirakan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa adalah model pembelajaran kooperatif problem posing. Model pembelajaran kooperatif problem posing merupakan suatu model pembelajaran yang menekan-kan pada kegiatan merumuskan (membuat soal) dan memungkinkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis Penelitian Tindakan Kelas atau PTK. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 30 Januari sampai 17 April 2009 di kelas XI IPA 1 SMA Negeri 8 Malang. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas XI IPA 1 yang terdiri dari 17 siswa dan 25 siswi. Data yang diamati yaitu kemampuan berpikir kritis yang meliputi ke- mampuan bertanya dan menjawab siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 8 Malang. Kemampuan berpikir kritis dinilai dengan tes dan non tes. Kemampuan berpikir kritis yang dinilai dengan tes adalah kemampuan siswa saat menjawab soal tes akhir siklus. Hasil tes dinilai dengan rubrik dan tanpa rubrik. Kemampuan ber- pikir kritis yang dinilai dengan non tes adalah kemampuan bertanya dan men- jawab siswa saat pembelajaran berlangsung yang meliputi pertanyaan dan jawaban siswa dalam Lembar Problem Posing (LPP) II dan saat diskusi kelas serta pertanyaan siswa dalam LPP I. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan pada siklus II baik kemampuan bertanya dan menjawab secara individual, kelompok, maupun klasikal. Persentase kemampuan berpikir kritis siswa yang dilihat dari kemampuan membuat pertanyaan level kognitif C4 secara individual meningkat dari siklus I sebesar 38,1% menjadi 42,9% pada siklus II dan secara kelompok meningkat dari 40% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II. Skor kemampuan bertanya klasikal meningkat dari 2,4 pada siklus I menjadi 3,5 pada siklus II. Pada siklus II persentase kemampuan berpikir kritis siswa yang ditinjau dari kemampuan menjawab mengalami peningkatan. Kemam- puan berpikir siswa secara individual yang dinilai melalui tes meningkat dari 35,7% pada siklus I menjadi 50% pada siklus II untuk kategori sangat baik. Kemampuan berpikir kritis siswa secara kelompok yang dinilai melalui non tes mengalami peningkatan dari 0% pada siklus I menjadi 50% pada siklus II untuk skor kemampuan menjawab 4. Skor kemampuan berpikir klasikal yang dinilai melalui non tes meningkat dari 3,1 pada siklus I menjadi 3,3 pada siklus II dan yang melalui tes meningkat dari kategori baik (74,6) pada siklus I menjadi sangat baik (81,2) pada siklus II. Rata-rata hasil belajar klasikal mengalami peningkatan dari 84,7 pada siklus I menjadi 88,8 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan beberapa hal antara lain: 1) bagi guru yang siswanya memiliki kemampuan berpikir kritis yang rendah dapat menggunakan model pembelajaran kooperatif problem posing untuk meningkat-kan kemampuan berpikir kritis siswa, 2) model pembelajaran kooperatif problem posing dapat digunakan oleh guru untuk lebih mengaktifkan siswa pada saat diskusi kelas, 3) pada pelaksanaan model pembelajaran problem posing guru harus lebih banyak memberikan pertanyaan level kognitif tingkat tinggi kepada siswa supaya lebih banyak siswa yang membuat pertanyaan dengan level kognitif tingkat tinggi.

Daya bakterisida ekstrak buah kemukus (Piper cubeba L.) dan pengaruhnya terhadap jamur candida albicans / oleh Sri Sayekti

 

Multidimension scaling (MDS) terhadap persepsi konsumen dalam memilih jenis produk terbaru Madinah Bakery (studi kasus penilaian konsumen pada jenis produk terbaru Madinah Bakery-Malang) / Elli Purnamasari

 

ABSTRAK Purnamasari, Elli. 2009. Multidimension Scaling (MDS) terhadap Persepsi Konsumen dalam Memilih Jenis Produk Terbaru Madinah Bakery (Studi Kasus Penilaian Konsumen pada Jenis Produk Terbaru Madinah Bakery-Malang). Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Ir. Hendro Permadi, M.Si. (II) Drs. Susiswo, M.Si. Kata Kunci: Multidimension Scaling, MDS, pengelompokan, jenis roti, donat, cake, kriteria penilaian. Beragam jenis roti, donat, dan cake sebagai produk terbaru Madinah Bakery dan banyaknya kriteria yang diinginkan, membuat konsumen memilih-milih dalam membeli. Hal ini dimaksudkan agar selain penampilan yang diperoleh sebagai daya tarik dalam membeli, pada nantinya roti, donat, dan cake yang dibeli benar-benar sesuai dengan keinginan sehingga para konsumen tidak mengalami kekecewaan dalam menikmati. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan Multidimension Scaling (MDS) untuk melihat pengelompokan jenis produk roti, donat, dan cake terbaru Madinah Bakery berdasarkan kriteria penilaian melalui gambar atau peta konfigurasi dan untuk mengetahui kriteria penilaian yang menjadi faktor dominan terhadap peta konfigurasi jenis produk terbaru. Penelitian ini menggunakan data persepsi konsumen dalam menilai tiap jenis produk terbaru Madinah Bakery, yang diperoleh dari kuisioner yang diberikan kepada responden. Di mana responden adalah konsumen yang sedang membeli pada saat penelitian dilakukan di konter Madinah Bakery Cabang Malang Jl. Gajayana No. 500A, Malang. Jumlah sampel yang diambil untuk masing-masing produk sebanyak 30 responden. Hasil pembahasan ini menunjukkan untuk jenis roti berdasarkan rasa, para responden banyak yang memilih jenis roti cum-cum dan pisang coklat. Sedangkan jenis roti daging sapi merupakan jenis roti yang paling sedikit diminati. Berdasarkan penampilan warna, para responden banyak yang memilih jenis roti pisang coklat dan daging ayam. Sedangkan jenis roti cum-cum merupakan jenis roti yang paling sedikit diminati. Kriteria penampilan bentuk dan jangka tahan lama merupakan faktor utama yang diperhatikan oleh responden dalam memilih suatu jenis roti. Sedangkan kriteria rasa dan harga tidak begitu diperhatikan. Untuk jenis donat, berdasarkan propularitas, para responden banyak yang memilih jenis donat kacang ijo dan matahari. Sedangkan jenis donat block variasi pink merupakan jenis donat yang paling sedikit diminati. Berdasarkan penampilan bentuk, para responden banyak yang memilih jenis donat matahari dan mesis bunga. Sedangkan jenis donat kacang ijo merupakan jenis donat yang paling sedikit diminati. Kriteria propularitas dan harga merupakan faktor utama yang diperhatikan oleh responden dalam memilih suatu jenis donat. Sedangkan kriteria rasa dan jangka tahan lama tidak begitu diperhatikan dalam memilih suatu jenis donat. Sedangkan untuk jenis cake, berdasarkan harga, para responden banyak yang memilih jenis cake brownies kotak keju dan blackorest mini. Sedangkan jenis cake kismis merupakan jenis cake yang paling sedikit diminati. Berdasarkan harga dan rasa, para responden banyak yang memilih jenis cake blackorest mini dan cake hongkong. Sedangkan jenis cake kismis merupakan jenis cake yang paling sedikit diminati. Kriteria penampilan bentuk dan penampilan warna merupakan faktor utama yang diperhatikan oleh responden dalam memilih suatu jenis cake. Sedangkan kriteria jangka tahan lama dan propularitas tidak begitu diperhatikan.

Pengembangan permainan sirkuit egrang tempurung kelapa untuk meningkatkan fisik motorik kasar anak kelompok B di TK Al Hidayah Karanggayam Srengat Kabupaten Blitar / Samsodin

 

Kata Kunci: Pengembangan Permainan, Sirkuit Egrang Tempurung Kelapa, Fisik Motorik Permainan tradisional egrang adalah salah satu dari permainan tradisional, yang saat ini sangat jarang ditemui. Permainan ini dilakukan di sekolah untuk mengembangkan aspek fisik motorik kasar yang selama ini jarang sekali dilakukan di sekolah. Pembelajaran fisik motorik yang sering dilakukan hanya motorik halus saja, motorik kasar jarang dilakukan diantaranya belum mempunyai alat dan banyak alat yang hilang ketika akan digunakan. Berdasarkan hasil penelitian awal melalui observasi terhadap anak kelompok B di TK Al Hidayah Karanggayam Srengat Kabupaten Blitar, pembelajaran fisik motorik melalui permainan egrang menggunakan tempurung kelapa, flashcard, papan flanel, bola, tonggak pipa paralon dan keranjang belum pernah dilaksanakan dan merasa perlu untuk dilaksanakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan permainan sirkuit egrang tempurung kelapa yang diharapkan mudah untuk dilakukan, menyenangkan dan tidak membahayakan bagi anak. Prosedur pengembangan permainan sirkuit egrang tempurung adalah: 1) melakukan penelitian dan pengumpulan informasi, 2) melakukan perencanaan, 3) mengembangkan bentuk produk awal, 4) melakukan uji coba kelompok kecil dengan 6 subjek, 5) melakukan revisi terhadap produk awal, 6) melakukan uji lapangan utama dengan 36 subjek, 7) melakukan revisi produk. Instrumen yang digunakan adalah berupa kuesioner yang berisi rancangan produk dan produk yang telah dibuat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif berupa persentase. Hasil pengembangan ini adalah 92,59% anak mudah melakukan permainan, 100% anak senang melakukan permainan dan 100% anak tidak berbahaya melakukan permainan. Hasil pengembangan permainan tersebut sudah sesuai dengan harapan penulis hasil ketuntasan yang dicapai lebih dari 75%. Berdasarkan data hasil pengembangan permainan sirkuit egrang tempurung kelapa, dapat disimpulkan permainan tersebut mudah untuk dilakukan, menyenangkan dan tidak membahayakan anak. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat diujicobakan kepada kelompok yang lebih luas dan dapat disosialisasikan kepada sekolah- sekolah dan lembaga pendidikan yang terkait sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya. Selain hal tersebut karena penelitian ini hanya terbatas pada pengembangan produk, diharapkan ada penelitian selanjutnya untuk menguji tingkat keefektifan dari produk yang dikembangkan.

Afek sebagai prediktor terhadap perilaku memilih pada pemilih pemula di SMK Ma'arif NU 4 Pakis Kabupaten Malang / Erza Putri Eka Azhaary

 

ABSTRAK Azhaary, Erza Putri Eka. 2016. Afek sebagai Prediktor Perilaku Memilih sebagai Bentuk Partisipasi Politik pada Pemilih Pemula di SMK Ma’arif NU 4 Pakis Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si (II) Aji Bagus Priyambodo, S.Psi., M.Psi Kata kunci: Afek, Perilaku Memilih, Pemilih Pemula Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat perilaku memilih pada pemilih pemula di SMK Ma’arif NU 4 Pakis Kabupaten Malang, (2) mengetahui tingkat afek pada pemilih pemula di SMK Ma’arif NU 4 Pakis Kabupaten Malang, dan (3) untuk mengetahui afek sebagai prediktor perilaku memilih sebagai bentuk partisipasi politik pada pemilih pemula di SMK Ma’arif NU 4 Pakis Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional-prediktif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 3 di SMK Ma’arif NU 4 Pakis Kabupaten Malang dengan teknik sampling jenuh, sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 65 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala perilaku memilih dan skala PANAS. Analisis deskriptif menggunakan pengkategorian berdasarkan pada nilai T, sedangkan uji hipotesis menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemilih pemula di SMK Ma’arif NU 4 Pakis Kabupaten Malang (1) sebagian besar subyek (56,93%) memiliki tingkat perilaku memilih yang rendah, (2) sebagian besar subyek (52,31%) memiliki tingkat afek yang rendah, (3) afek merupakan prediktor perilaku memilih pada pemilih pemula di SMK Ma’arif NU 4 Pakis Kabupaten Malang dengan signifikansi 0,000 dan nilai determinasi 0,293.  

Pengaruh perputaran modal kerja dan struktur aktiva terhadap tingkat profitabilitas perusahaan yang terdaftar di BEI / Diah Gumelar Andayani

 

ABSTRAK ndayani, Diah Gumelar. 2009. Pengaruh Perputaran Modal Kerja dan Struktur Aktiva Terhadap Tingkat Profitabilitas Perusahaan yang Terdaftar di BEI. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sriyani Mentari, S.Pd, M.M. (II) Drs. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak. Kata kunci: Perputaran Kas, Perputaran Piutang, Perputaran Persediaan, Struktur Aktiva dan Profitabilitas Profitabilitas perusahaan merupakan aspek penting yang tidak boleh diabaikan karena dengan profitabilitas perusahaan akan dapat menjaga kelangsungan usahanya. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi profitabiltas yaitu perputaran modal kerja (perputaran kas, perputaran piutang, perputaran persediaan) dan struktur aktiva. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan variabel Perputaran Modal Kerja (Perputaran Kas, Perputaran Piutang, Perputaran Persediaan) dan Struktur Aktiva terhadap Profitabilitas (ROA). Populasi dari penelitian ini adalah Perusahaan Real Estate and Property yang terdaftar di BEI tahun 2005-2007. Data yang digunakan berupa data sekunder yaitu data laporan keuangan. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria sebagai berikut: Perusahaan listing di BEI sejak tahun 2005 hingga 2007, perusahaan Real Estate and Property ini memberikan laporan keuangan tahunan kepada BEI selama periode penelitian serta laporan keuangan yang dipublikasikan memiliki kelengkapan data yang memadai dan relevan yang dibutuhkan dalam proses analisis data penelitian. Dari karakteristik sampel di atas diperoleh sampel sebesar 15 perusahaan. Analisis data menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda. Berdasarkan hasil uji F (simultan), hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara perputaran modal kerja (perputaran kas, perputaran piutang, perputaran persediaan) dan struktur aktiva terhadap profitabilitas (ROA). Hasil uji t (parsial) menunjukkan bahwa perputaran kas dan struktur aktiva mempunyai pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap profitabilitas (ROA). Sedangkan perputaran piutang dan perputaran persediaan berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas (ROA). Nilai Adjusted R Square sebesar 39,8% menunjukkan bahwa varian dari profitabilitas yang dapat dijelaskan oleh variasi perputaran modal kerja dan struktur aktiva hanya sebesar 39,8% sedangkan sisanya sebesar 60,2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model. Variabel lain tersebut misalnya rasio likuiditas, aktivitas dan leverage. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel-variabel lain, menggunakan jumlah sampel yang lebih banyak dan jangka waktu atau periode yang lebih panjang sehingga akan diperoleh hasil yang lebih baik.

Keanekaragaman jenis dan benda-benda ergastik pada suku zingiberaceae yang ditemukan di kabupaten Probolinggo / oleh Murti Dwi Winarsih

 

Penggunaan FX Draw untuk memahamkan konsep kesebangunan melalui metode penemuan terbimbing pada siswa kelas IX.4 SMPN 23 Malang / Setyaning Dewi Anggraeni

 

ABSTRAK Anggraeni, Setyaning Dewi. 2016. Penggunaan FX Draw untuk Memahamkan Konsep Kesebangunan melalui Metode Penemuan Terbimbing pada Siswa kelas IX.4 SMPN 23 Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof. Drs. Gatot Muhsetyo, M.Sc. , (2) Dr. Sri Mulyati, M.Pd Kata Kunci : FXDraw, Kesebangunan, Penemuan Terbimbing Sebagian besar siswa masih kesulitan menentukan panjang sisi yang belum diketahui pada dua bangun datar yang sebangun disebabkan pemahaman yang kurang maksimal terhadap konsep kesebangunan. Hal ini disebabkan siswa kesulitan menentukan sisi yang bersesuian karena tidak dapat secara langsung menentukan pasangan sudut yang sama besar diantara dua segitiga sebangun. Untuk mengatasi permasalahan tersebut direncanakan pembelajaran kesebangunan dengan metode penemuan terbimbing berbantuan FXDraw. Alasan penggunaan aplikasi ini karena, (1)pada pembelajaran materi geometri dan persamaan garis lurus pernah menggunakan FXDraw, (2) dengan tools mark angle ukuran sudut langsung diketahui, dan (3) ukuran sisi bangun datar diketahui cukup dengan mengklik pada sisi yang dimaksud. Penemuan terbimbing dipilih didukung oleh pendapat Sobel dan Maletsky(1975:126) bahwa metode yang cocok untuk siswa berkemampuan sedang dan rendah adalah metode penemuan terbimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah pembelajaran menggunakan metode penemuan terbimbing dengan bantuan FXDraw yang dapat meningkatkan pemahaman konsep kesebangunan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IX.4 SMP Negeri 23 Malang pada tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 31 siswa. Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan melalui 2 siklus masing-masing terdapat 2 dan 3 pertemuan. Data yang dikumpulkan berasal dari, (1) hasil tes awal penelitian, (2) tes akhir pada siklus 1 dan 2, (3) hasil observasi aktivitas guru dan siswa, serta (4) hasil wawancara terhadap siswa. Tahapan pembelajaran pada penelitian ini sebagai berikut, (1) pada fase pendahuluan siswa disajikan contoh benda-benda yang sebangun, (2) pada fase terbuka siswa mengamati contoh-contoh pasangan segitiga maupun segiempat baik yang sebangun maupun tidak sebangun, (3) pada fase konvergen siswa merumuskan sifat-sifat segitiga maupun segiempat yang sebangun berdasarkan sudut dan perbandingan panjang sisi yang bersesuaian, dan (4) pada fase penutup dan penerapan siswa apabila disajikan pasangan gambar segitiga maupun segiempat dapat mengidentifikasi pasangan gambar tersebut sebangun atau tidak. Siswa menyimpulkan bahwa dua segitiga dikatakan sebangun apabila ada 3 pasang sudut sama besar diantara dua segitiga serta setiap pasang sisi yang menghadap sudut yang sama besar, perbandingan panjang sisinya sama. Dapat ditulis ∆ ABC ~∆ DEF jika dan hanya jika ∠A ≅∠D, ∠B ≅∠E, ∠C ≅∠F dan AB/DE= BC/EF= AC/DF . Berdasarkan hasil tes akhir siklus 1 masih terdapat 64,5% siswa yang mendapat nilai kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) serta skor aktivitas guru dan siswa berdasarkan pengamatan observer adalah 2,9. Pada akhir siklus 2 terdapat lebih dari 80% siswa mendapat nilai lebih dari KKM serta skor aktivitas guru dan siswa naik menjadi 3,7. Temuan data padasiklus 1 menunjukkanbahwasaatsiswamengerjakansoallatihanmenggunakansifatsegitiga yang sebangununtukmenentukanpanjangsisi yang belumdiketahui, penyebabnyaternyatasiswakesulitanmenyelesaikankarenatidakmemahamikonseppecahansenilaidanperbandingan.Sehingga guru perlumengulangkembalimateriprasyaratkesebangunanyaituhubungansudutdiantaraduagarissejajar, sifat-sifatsegitigamaupunsegiempat ,pecahansenilaisertatransformasi agar pembelajarankesebangunanlebihefektif. Pembelajarankesebangunandenganmetodepenemuanterbimbingmenggunakan LKS yang berintegrasi worksheet FXDrawmembantusiswalebihmudahmengidentifikasisifat-sifatduabangundatarsebangunapabiladibandingkandenganmengamatipanjangsisidanbesarsudutmenggunakanalatukur manual.NamunpembelajaranmenggunakanaplikasiFXDrawiniakanlebihefektiflagijikapadasaatkegiatandiskusisiswamasing-masingdapatmelakukanpengamatanlangsungpada LKS yang diintegrasikandenganFXDrawpada laptop ataumemanfaatkan komputer yang ada di ruang multimedia di sekolah apabila tersedia dan sudah terinstall aplikasi tersebut.

Pengembangan paket pembelajaran matakuliah pendidikan kewarganegaraan dengan model Dick & Carey pada Universitas Malikussaleh Lhokseumawe Nanggroe Aceh Darussalam / Irma Yurni

 

ABSTRAK Yurni, Irma. 2009. Pengembangan Paket Pembelajaram Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan dengan Model Dick & Carey pada Universitas Malikussaleh Lhokseumawe Nanggroe Aceh Darussalam. Tesis, Jurusan Teknologi Pmbelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sulton, M.Pd., (11) Dr. Waras Kamdi, M.Pd Kata Kunci : Pengembangan, Paket Pembelajaran,Pendidikan Kewarganegaraan, Model Dick & Carey Pembelajaran adalah suatu proses yang sistematik dimana setiap komponen saling berpengaruh bagi keberhasilan pebelajar dalam proses pembelajaran. Hal ini berarti pebelajar perlu berinteraksi dengan sumber-sumber belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran, perekayasaan metode pembelajaran yang meliputi strategi pengorganisasian, strategi penyampaian, dan strategi pengelolaan pembelajaran harus terus menerus diupayakan. Upaya di atas dilakukan agar pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif, efisien dan memiliki daya tarik yang tinggi. Daya tarik pembelajaran biasanya diukur dengan kecenderungan pebelajar untuk terus belajar dan ketertarikan pada mata kuliah. Dalam menciptakan sebuah proses pembelajaran yang efektif, efesien dan memiliki daya tarik diperlukan sumber-sumber belajar yang dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran yang lebih berkualitas. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sumber belajar berupa bahan ajar dan paket pembelajaran masih sangat minim yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan mahasiswa Universitas Malikussaleh Lhokseumawe Nanggroe Aceh Darussalam. Pemecahan masalah terpenting yang harus segera di tangani adalah pengadaan bahan ajar dan paket pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian pengembangan ini, bertujuan untuk mengembangkan paket pembelajaran mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan, yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik mahasiswa. Model yang digunakan dalam pengembangan ini adalah model Dick & Carey (2001). Prosedur pengembangan model ini terdiri atas sepuluh langkah. Namun dalam pengembangan ini hanya di lakukan Sembilan langkah, yakni ; (1) mengidentifikasi tujuan pembelajaran, (2) melakukan analisis pembelajaran, (3) mengidentifikasi prilaku awal dan karakteristik pebelajar, (4) menulis tujuan pembelajaran khusus, (5) mengembangkan butir-butir tes acuan patokan, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7) mengembangkan dan memilih materi pembelajaran, (8) mendesain dan melakukan evaluasi formatif, dan (9) merevisi pembelajaran. Hasil pengembangan berupa draf paket pembelajaran di uji cobakan. Uji coba yang telah di lakukan meliputi uji coba ahli isi matakuliah, uji coba ahli desain pembelajaran, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan. Hasil penilaian/tanggapan dari masing-masing tahap digunakan sebagai masukan proses penyempurnaan paket pembelajaran. Hasil uji coba ahli materi untuk bahan ajar dalam kategori baik, dari hasil uji coba ahli desain bahan ajar dalam kategori baik, dari hasil uji coba perorangan pengembang sedikit mendapatkan perbaikan, saran dan masukan. Berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil bahan ajar termasuk kategori baik, dengan rerata persentase 82,7%. Panduan mahasiswa juga termasuk kategori baik dengan rerata persentase 79,7%. Untuk uji coba lapangan bahan ajar termasuk kategori baik dengan rerata persentase 79,5%. Penilaian dosen pembina matakuliah terhadap bahan ajar termasuk kategori sangat baik dengan rerata persentase 90%. Panduan mahasiswa berada dalam kategori sangat baik 90 %. Panduan dosen juga berada dalam kategori sangat baik 90%. Peningkatan hasil belajar mahasiswa sangat signifikan, terbukti dengan adanya perbedaan nilai pretes dan postes sebesar 17. Artinya paket pembelajaran sangat efektif untuk meningkatkan hasil belajar. Kekuatan paket pembelajaran yang telah disusun adalah (1) paket pembelajaran disusun secara sistematis untuk digunakan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran; (2) paket pembelajaran dapat menimbulkan minat baca; (3) paket pembelajaran ditulis dan dirancang untuk kepentingan mahasiswa, sehingga strukturnya berdasarkan kebutuhan mahasiswa dan kompetensi akhir yang akan dicapai; (4) paket pembelajaran menjelaskan dan mencantumkan tujuan pembelajaran; (5) paket pembelajaran disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel; (6) paket pembelajaran memberi kesempatan pada mahasiswa untuk berlatih; (7) paket pembelajaran memberikan rangkuman, sehingga mempermudah proses belajar mahasiswa; (8) kepadatan isinya berdasarkan kebutuhan mahasiswa; (9) dikemas untuk proses instruksional, sehingga disertai panduan dosen dan panduan mahasiswa untuk menjelaskan cara mempelajarinya. Sedangkan kelemahannya paket pembelajaran ini adalah disusun berdasarkan karakteristik mahasiswa Universitas Malikussaleh, sehingga keberadaannya sesuai dengan karakteristik mahasiswa Universitas Malikussaleh Lhokseumawe Nanggroe Aceh Darussalam. Bila bahan ajar ini ingin digunakan secara luas, perlu penyempurnaan atau revisi sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pengguna.

penyebaran jenis-jenis tumbuhan yang termasuk suku zingiberaceae yang ditemukan di daerah Malang / oleh Retno Utari

 

Pengembangan modul mata pelajaran pengantar administrasi perkantoran berbasis guided inquiry untuk meningkatkan hasil belajar siswa (studi pada siswa kelas XI Program Studi Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pasuruan) / Nor Ainiya Ferdiana

 

ABSTRAK Ferdiana, Nor Ainiya. 2016. Pengembangan Modul Pengantar Administrasi PerkantoranBerbasis Guided Inquiryuntuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa (Studi Pada Siswa Kelas XI Program Studi Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pasuruan). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd, M.M., (II) Lohana Juariyah, S.E., M.M. Kata Kunci:modul, guided inquiry, pengantar administrasi perkantoran, hasil belajar Kurikulum 2013 adalah kurikulum baru dan implementasinya belum merata diseluruh sekolah, terkait dengan diberlakukannya Kurikulum 2013 ada beberapa tantangan yang dialami oleh sekolah, yaitu dengan adanya penambahan mata pelajaran baru yang mengakibatkan sekolah kekurangan bahan ajar dalam pelaksanaan Kurikulum 2013, sehingga perlu adanya bahan ajar yang sesuai dengan tujuan Kurikulum 2013 yang bercirikan siswa sebagai pusat aktivitas pembelajaran. Modul adalah salah satu bahan ajar yang membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran tanpa adanya guru sebagai sumber belajar tunggal, dengan menggunakan modulsiswamenjadi lebih mandiri dalam belajar, sehingga pembelajaran yang berfokus pada siswa akan mudah tercapai dengan adanya modul. Modul yang mampu meningkatkan daya berfikir kritis dan analisis siswa dalam menemukan konsep yaitu modul berbasis guided inquirydengan enam tahapan pembelajaran.Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk:(1)menghasilkan modul pegangan bagi guru dan siswa agar dapat membantu pelaksanaan proses belajar mengajar pada Mata Pelajaran Pengantar Administrasi Perkantoran kelas XI;(2)Menghasilkan modul Pengantar Administrasi Perkantoran yang sesuai dengan metode guided inquiry; (3) mengetahui kelayakan modul yang telah dikembangkan melalui hasil validasi oleh ahli modul dan ahli materi sebelum dinyatakan layak digunakan dan (4) mengetahui apakah modul berbasis guided inquiry yang dikembangkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pengantar Administrasi Perkantoran kelas XI. Penelitian dan pengembangan ini dilakukan dengan menggunakan metode Dick&Carey yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu tahap pendahuluan, tahap pengembangan, dan tahap uji coba.Data yang digunakan dalam penelitian berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif adalah hasil validasi modul berupa komentar dan saran oleh ahli materi, ahli modul, 3 subyek uji coba one to one trying out, dan 6 subyek uji coba small group tryout. Data kuantitatif adalah hasil penilaian kelayakan modul olehahli materi, ahli modul, 3 subyek uji coba one to one trying out, 6 subyek uji coba small group tryout, 29 subyek uji coba kelas eksperimen, dan 27 subyek uji coba kelas kontrol pada uji field tryout. Hasil penelitian dan pengembanganmodul, terbukti meningkatkan hasil belajar siswa dengan perolehanhasil rata-rata nilai post testpada kelas eksperimen sebesar 89,59. Hasil tersebut lebih tinggi dari perolehan rata-rata nilai post test kelas kontrol sebesar 77,41dengan selisih nilai rata-rata 12,18. Hal tersebut menunjukkan bahwa modul efektif dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil validasi oleh ahli materi dan ahli modul mencapai hasil 89,42% dan 95,54%.Hal tersebut menunjukkan bahwa modul Pengantar Administrasi Perkantoran valid untuk digunakan. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan modul, saran yang dapat diberikan untuk pengembangan selanjutnya antara lain: (1) perlu dikembangkan penelitian dan pengembangan modul mata pelajaran Pengantar Administrasi Perkantoran pada kompetensi dasar lainnya; (2) perlu diadakan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan metode pembelajaran guided inquiry dalam penelitian tindakan kelas pada pengembangan modul yang lain; 3) bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengukur tingkat keefektivan modul dari semua aspek penilaian kognitif, efektif, dan psikomotorik; 4) bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengukur tingkat efektivitas modul dari aspek yang lain, tidak hanya aspek hasil belajar.  

Peran kepala madrasah dalam manajemen konflik (studi kasus di MA. Matholi'ul Anwar Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan) / Ahmad Nurabadi

 

ABSTRAK Nurabadi, Ahmad. 2009. Peran Kepala Madrasah dalam Manajemen Konflik (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Matholi’ul Anwar Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan). Tesis, Jurusan Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd, (II) Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M.Pd. Kata kunci: peran, manajemen konflik Sebagai seorang pemimpin, kepala madrasah mempunyai peranan yang sangat penting dalam usaha mencapai tujuan pendidikan di madrasah. Kepala madrasah harus aktif dan dinamis sehingga dapat membimbing, mendorong dan mengajak para guru dan pegawai lainnya untuk bekerja sama dalam proses mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan bersama. Upaya menegakkan dan membangun madrasah sebagai sebuah organisasi kerja yang menyenangkan tidaklah mudah, karena dalam manajemen pendidikan terutama di dalam kehidupan madrasah, kepala madrasah menghadapi sejumlah guru-guru yang memiliki berbagai macam kepentingan, tingkah laku, gaya dan ide-ide serta peragai yang berbeda-beda dalam menjalankan tugasnya. Berbagai keinginan ini lebih sering tidak sesuai dengan tujuan dan keinginan sekolah, dan pada gilirannya hal ini akan menimbulkan persoalan yaitu ketidakselarasan antara harapan guru dan tujuan madrasah, inilah yang menyebabkan timbulnya konflik. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan secara deskriptif bagaimana peran kepemimpinan kepala madrasah dalam manajemen konflik di Madrasah Aliyan Matholi’ul Anwar Simo Sungelebak Karanggeneg Lamongan, yang dijabarkan dalam fokus-fokus, yaitu: mendiskripsikan cara kepemimpinan dalam manajemen konflik, pola manajemen konflik yang digunakan oleh kepala madrasah aliyah Matholi’ul Anwar, respon para guru terhadap manajemen konflik, serta dukungan dan hambatan dalam pelaksanaan manajemen konflik. Penelitian ini dirancang dengan pendekatan kualitatif dengan mengunakan jenis penelitian studi kasus, sesuai dengan tujuan penelitian ini adalah menggambarkan secara deskriptif bagaimana peran kepemimpinan kepala madrasah dalam manajemen konflik, sehinggga pada akhirnya pengembangan madrasah bisa kondusif dan produktifitasnya meningkat. Dengan mengunakan jenis penelitian studi kasus, fokus penelitian ini dapat teramati pula keutuhannya dan pengumpulan datanya dilakukan secara berulang-ulang dimana pengumpulan data berikutnya dilakukan, dianalisis dan digunakan untuk mengembangkan model deskriptif dari fenomena yang ada dari semua situs teori sementara yang dihasilkan melalui pengumpulan data sebelumnya dan dimodifikasi untuk menghasilkan teori yang lebih bagus. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil data secara holistik yang integratif, memperhatikan relevansi dan berdasarkan fokus serta tujuan penelitian, maka penggumpulan data dilakukan dengan empat teknik, yaitu: (1) Wawancara mendalam (Indepth interviewing) , (2) Observasi partisipan (Partisipan observation): dan (3) Studi dokumentasi (Study of document). Temuan penelitian menunjukkan bahwa manajemen konflik yang dilakukan oleh kepala madrsasah sebagai salah satu peran kepemimpinan di Madrasah Aliyah Matholi’ul Anwar merupakan suatu proses kegiatan yang senantiasa menjadi salah satu prioritas dalam manajemen madrasah, karena manajemen konflik akan menjadi suatu pendorong terhadap terciptanya suasana lembaga yang kondusif. Teknik yang dilakukan oleh kepala madrasah dalam manajemen konflik adalah dengan teknik kekeluargaan dan teknik pendekatan personal serta komunikasi yang berkelanjutan juga sering dilakukan, sementara itu model manajemen konflik yang dipakai oleh kepala madrasah menyesuaikan dengan karakter dari guru atau pegawai yang berkonflik, dan salah satu model manajemen konflik yang perna dilakukan adalah model kolaboratif. Madrasah Aliyah Matholi’ul Anwar mempunyai kekurangan dalam hal sarana prasarana, tetapi kekurangan ini tidak membuat minat masyarakat sekitar untuk menyekolahkan putra-putrinya menjadi rendah. Ini dibuktukan dengan jumlah peserta didik yang cukup tinggi, rata-rata setiap tahun mencapai 300 peserta didik, baik dari daerah sekitar ataupun dari luar daerah seperti gresik dan surabaya. Semua tenaga pendidiknya telah mendapat pengakuan dari masyarakat, karena sebagian besar menjadi tokoh masyarakat di daerahnya masing-masing serta mempunyai pengalaman mengajar yang cukup lama. Para guru di Madrasah Aliyah Matholiul Anwar merespon semua manajemen konflik yang dilakukan oleh kepala madrasah dengan respon yang positif dan selalu bisa menerima, respon yang baik ada karena kepala madrasah melakukan manajemen konflik secara musyawarah mufakat dan tidak mementingkan dirinya sendiri melainkan kemajuan lembaga menjadi tujuan bersama dan menjadi prioritas dalam setiap manajemen konflik yang dilakukan. Dukungan selalu muncul dari masyarakat sekitar, termasuk komite madrasah dan dewan guru senantiasa memberikan dukungan terhadap setiap kebijakan dalam manajemen konflik yang dilakukan oleh kepala madrasah, sementara komunikasi yang tidak langsung kepada para guru dan pegawai dapat menimbulkan hambatan-hambatan. Dari hasil penelitian maka disarankan: (1) Bagi Departemen Agama dan Departemen Pendidikan Nasional, budaya agamis yang sudah menjadi citra diri dari madrasah agar selalu dijaga dan dikembangkan menjadi budaya yang bisa diserap oleh masyarakat sekitar, tidak hanya dikonsumsi oleh lembaga sendiri tanpa bisa direduksi oleh masyarakat, (2) Bagi Kepala Madrasah, kualitas lingkungan pembelajaran akan mempengaruhi model pembelajaran yang nantinya juga berpengaruh kepada kualitas alumni madrasah, perbaikan lingkungan pembelajaran di madrasah harus terus dilakukan seiring dengan perkembangan zaman dan mutu alumni Madrasah Aliyah Matholi’ul Anwar akan lebih baik lagi apabila mereka mempunyai keterampilan lain seperti pertukangan, perikanan, pertanian, dan lain-lain, (3) Bagi peneliti lain, kajian mengenai manajemen konflik yang ada di madrasah, di Indonesia masih sangat kurang, dan (4) Bagi Program Manajemen Pendidikan, dalam pelaksanaan manajemen konflik kebanyakan para pemimpin hanya memperoleh ilmu di pendidikan formal dan sebatas pada pengetahuan saja, ilmu manajemen konflik tersebut sebenarnya dapat diterapkan di berbagai sektor pendidikan baik formal maupun non formal maka di mohon pelaksanaan untuk lembaga madrasah atau lembaga non formal lainnya serta praktek pelaksanaan manajemen konflik agar lebih ditekankan.

Inventarisasi serangga yang termasuk ordo odonata di lingkungan kampus IKIP MALANG / oleh Mukti Andayani

 

Membangun media pembelajaran berbasis web dengan menggunakan aplikasi moodle di Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang / M. Rulhadi, Mochammad Khairul Anam

 

ABSTRAK M. Rulhadi (606532352577) Dan Mochammad Khairul Anam (606532352375) . 2009. Membangun Media Pembelajaran Berbasis Web Dengan Menggunakan Aplikasi Moodle Di Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Pembimbing: Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Kata Kunci : e-learning, pembelajaran, web, internet, moodle Universitas Negeri Malang (UM) merupakan salah satu lembaga diantara perguruan tinggi negeri di indonesia, dimana lembaga ini mempunyai tugas pokok mendidik dan mengembangkan sumberdaya manusia. Selain tugas pokok itu Universitas Negeri Malang ingin memberikan kontribusinya secara maksimal kepada masyarakat ter¬hadap perkembangan global, nasional, regional dan lokal yang dilakukan melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pene¬rapan IPTEKS Untuk mencapai tujuan itu, Universitas Negeri Malang harus mempunyai visi, misi dan tujuan lembaga yang harus dirumuskan secara tegas agar dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pengembangan. Salah satu tujuan lembaga yang telah dirumuskan adalah mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai sarana pembelajaran jarak jauh.Teknologi Industri merupakan komponen jurusan yang ada di Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Untuk mencapai tujuan lembaga, Teknologi Industridengan infrastruktur serta sumber daya yang ada mempunyai komitmen mengembangkan media pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan teknologi berbasis WEB dengan mengacu pada penggunaan media teknologi internet. Dengan teknologi pembelajaran ini diharapkan Teknologi Industri akan mampu mengembangkan media pembelajaran yang lebih luas dalam mempertinggi kualitas, mutu pengetahuan, dan mampu mendampingi pembelajaran model kelas (konvesional) serta mampu menghapus pembelajaran dengan batasan ruang dan waktu.Rumusan Masalah dalam hal ini berdasarkan pokok pikiran yang ada dalam tulisan ini adalah Bagaimana merancang dan membangun jaringan komputer serta media pembelajaran berbasis WEB dengan menggunakan aplikasi moodle di Jurusan Teknologi Industri?Metode perancangan sistem ini adalah.menghubungkan antara PC server dengan PC lab TI, Jurusan serta sekretaris jurusan guna terjadinya koneksi jaringan yang menggunakan kabel LAN dan HosPot sehingga perencanaan dapat berjalan dengan baik dan lancar.pada system ini digunakan media pembelajaran berbasis WEB dengan menggunakan aplikasi Moodle.Kesimpulan akhir dari laporan ini adalah Model pembelajaran e-learning di Jurusan Teknologi Industri memberikan sebuah terobosan baru dibidang pengajaran dan pembelajaran, karena mampu meminimalkan perbedaan cara mengajar dan materi, sehingga memberikan standar kulitas pembelajaran yang lebih konsisten. Sistem e-learning diperlukan untuk mengantisipasi perkembangan jaman dengan dukungan Teknologi Informasi dimana semua menuju ke era digital. Dari hasil pengujian pembelajaran, seperti pada mata pelajaran produktif secara online dengan metode e-learning yang didukung oleh adanya perangkat lunak yang dapat mengatur pertemuan online sehingga proses belajar mengajardapat dilakukan secara bersamaan atau real time tanpa kendala jarak dan waktu.Walaupun demikian pemanfaatan internet untuk pembelajaran atau e-learning juga tidak terlepas dari berbagai kekurangan antara lain: urangnya interaksi antara Dosen dan mahasiswa sehingga bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar dan mengajar. Berubahnya peran Dosen dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan pengetahuan IT. Mahasiswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal. idak semua tempat tersedia fasilitas internet. Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki ketrampilan internet. Kurangnya penguasaan bahasa komputer.Penerapan e-learning pada pembelajaran mata pelajaran produktif akhirnya dapat menghemat biaya waktu dan tenaga untuk pengajaran dan pelatihan, akan tetapi memerlukan investasi yang sangat besar pada permulaanya, sehingga jika tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan kerugian yang besar

Inventarisasi marga ganggang hijau di Coban Luak hutan wisata Cangar kabupaten Malang / oleh Sigid Sudewo

 

Penerapan model pembelajaran edutainment berdasarkan quantum teaching untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas VIII pada materi sistem dalam kehidupan tumbuhan di SMP Negeri 13 Malang / Zuhdiawan Yanuar Irvanto

 

ABSTRAK Irvanto, Zuhdiawan Yanuar. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Edutainment Berdasarkan Quantum Teaching untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII pada Materi Sistem dalam Kehidupan Tumbuhan di SMP Negeri 13 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mimien Henie Irawati, M.S. (II) Balqis, S.Pd, M.Si. Kata kunci: kerangka rancangan TANDUR, motivasi belajar, hasil belajar. Berdasarkan pada hasil observasi dan wawancara dengan guru Biologi di SMP Negeri 13 Malang, kendala utama yang terjadi selama proses pembelajaran Biologi di SMP Negeri 13 Malang adalah sulitnya membuat siswa aktif. Kurang aktifnya siswa ini disebabkan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru yaitu terutama metode ceramah yang kurang melibatkan siswa secara langsung. Kurang terlibatnya siswa secara langsung selama pembelajaran menyebabkan siswa kurang termotivasi, dan kurangnya motivasi siswa dalam kelas ini menyebabkan hasil belajar siswa rendah. Dalam rangka memecahkan masalah pembelajaran tersebut maka perlu dilakukan upaya antara lain berupa pengembangan strategi pembelajaran yang mampu mengoptimalkan motivasi belajar siswa. Pembelajaran edutainment berdasarkan Quantum Teaching dengan kerangka rancangan TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasi, Ulangi dan Rayakan) merupakan salah satu model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar karena menekankan pada kerjasama siswa dalam kelompok yang mendorong dan membantu siswa dalam menguasai materi yang sedang dipelajari, serta menumbuhkan suatu kesadaran bahwa belajar itu penting, bermakna, dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi melalui penerapan pembelajaran edutainment berdasarkan Quantum Teaching dengan kerangka rancangan TANDUR pada Materi Sistem dalam Kehidupan Tumbuhan Kelas VIII di SMP Negeri 13 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, siklus I terdiri atas lima kali pertemuan dan siklus II terdiri atas tiga kali pertemuan, penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan April pada semester 2 tahun ajaran 2008-2009. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-H SMP Negeri 13 Malang Malang yang berjumlah 40 siswa, terdiri dari 19 siswa perempuan dan 21 siswa laki-laki. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa motivasi belajar, hasil belajar siswa dan penerapan pembelajaran edutainment berdasarkan Quantum Teaching dengan kerangka rancangan TANDUR dengan instrumen penelitian berupa tes akhir siklus, lembar observasi penilaian afektif dan psikomotor, lembar observasi keberhasilan tindakan, angket motivasi belajar siswa, dan catatan lapangan. Motivasi belajar siswa diukur berdasarkan peningkatan nilai rata-rata persentase hasil pengisian angket motivasi belajar siswa, untuk hasil belajar siswa pada ranah kognitif diukur berdasarkan ketuntasan belajar siswa secara klasikal, ranah afektif dan ranah psikomotorik diukur dengan secara klasikal dari banyaknya jumlah siswa dari deskriptor yang muncul pada setiap aspek sedangkan untuk penerapan edutainment dengan kerangka TANDUR diukur berdasarkan banyaknya deskriptor yang muncul yang kemudian dipersentasekan dan disesuaikan dengan indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan pembelajaran edutainment berdasarkan Quantum Teaching dengan kerangka rancangan TANDUR dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Peningkatan motivasi belajar siswa ditunjukkan dengan peningkatan skor rata-rata yang didapat, di mana pada siklus I menunjukkan hasil sebesar 3,46 dengan kategori cukup baik dan meningkat pada siklus II sebesar 3,7 dengan kategori baik. Peningkatan skor rata-rata motivasi belajar diikuti juga dengan meningkatnya ketuntasan klasikal, di mana pada siklus I sebesar 35,9% dan meningkat pada siklus II sebesar 82,1%. Peningkatan hasil belajar dapat diketahui dari ranah kognitif dengan ketuntasan belajar siswa sebesar 85% menjadi 92%. Peningkatan pada ranah afektif dapat dilihat dari persentase keberhasilannya, di mana pada siklus I sebesar 81,93% dan meningkat pada siklus II sebesar 83,33%. Peningkatan pada ranah psikomotor dapat dilihat dari persentase keberhasilannya, di mana pada siklus I sebesar 65,61% dan meningkat pada siklus II sebesar 78,12%. Berdasarkan pada hasil penelitian disarankan agar para pendidik dapat menggunakan model pembelajaran ini karena dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Dalam menerapkan model pembelajaran ini hendaknya media yang akan digunakan harus benar-benar dipersiapkan sebelum pembelajaran dimulai sehingga proses pembelajaran dapat berjalan efektif dan efisien.

Evaluasi kinerja angkutan umum: studi kasus jalur Hamid Rusdi-Kepanjen-Karangkates / Ogy Harya Putra

 

Putra, Ogy Harya. 2016. Evaluasi Kinerja Angkutan Umum Studi Kasus Jalur Hamid Rusdi-Kepanjen-Karangkates. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Pranoto, S.T., M.T., (II) Drs. Sugiyanto, S.T.,M.T. Kata kunci: kinerja, angkutan umum, angkutan jalur Hamid Rusdi-Kepanjen-Karangkates. Kota Malang dan kabupaten Malang merupakan wilayah yang terus mengalami perkembangan baik disektor bisnis, pendidikan dan pariwisata. Perkembangan tersebut menuntut diperlukannya sarana transportasi yang mampu mendukung mobilitas masyarakat. Salah satu jalur angkutan umum di wilayah Malang yang beroperasi adalah jalur Hamid-Rusdi-Kepanjen-Karangkates. Jalur ini menghubungkan kota Malang dengan Kepanjen. Permasalahan yang sering muncul di lapangan seperti penyimpangan trayek, angkutan berputar balik di tengah perjalanan, adanya supir yang mengangkut penumpang melebihi kapasitas, dan tidak adanya jadwal yang tetap dan teratur mengakibatkan masyarakat kurang tertarik untuk menggunakan angkutan umum. Melihat kondisi tersebut maka perlu adanya evaluasi mengenai kinerja angkutan umum untuk trayek Hamid-Rusdi-Kepanjen-Karangkates untuk meminimalisir permasalahan yang berkaitan dengan lalu lintas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan (1) mengetahui kinerja angkutan umum trayek Hamid Rusdi–Kepanjen–Karangkates, (2) mengetahui jumlah kebutuhan armada angkutan umum trayek Hamid Rusdi–Kepanjen–Karangkates. Pengumpulan data menggunakan metode survei offboard dan onboard. Parameter kinerja dan operasi angkutan adalah load factor, headway, waktu tempuh, waktu henti, kecepatan kendaraan dan penentuan jumlah armada. Hasil penelitian menunjukkan: (1) load factor offboard rata-rata per hari sebesar 29,2%, sedangkan load factor onboard arah Gadang-Kepanjen begitu juga sebaliknya rata-rata berkisar antara 27,78-34,77% menunjukkan load factor masih di bawah kategori ideal yaitu 70%, (2) waktu tempuh keseluruhan perjalanan adalah 35,5 menit, (3) waktu henti di Gadang rata-rata 14 menit artinya belum memenuhi standar dan di pasar Kepanjen sudah memenuhi standar dengan rata-rata 3 menit, (4) kecepatan rata-rata kendaraan yaitu 29,45 km/jam, (5) headway di pasar Kepanjen rata-rata sebesar 8 menit, sedangkan headway di Gadang rata-rata sebesar 9 menit, keduanya termasuk headway ideal, (6) waktu sirkulasi per hari 94.06 menit dengan jumlah armada per waktu sirkulasi 11 unit, sedangkan kebutuhan jumlah armada pada periode sibuk mulai pukul 06.00-08.00 sebanyak 15 unit. Kondisi riil di lapangan masih terlalu banyak armada yang beroperasi yaitu 42 kendaraan, jadi untuk penambahan jumlah armada pada trayek Hamid Rusdi–Kepanjen–Karangkates belum diperlukan saat ini.

Pengaruh besarnya kupon obligasi, maturitas obligasi, yield to maturity obligasi, tingkat suku bungan SBI, dan tingkat inflasi terhadap harga obligasi negara seri fixed rate yang listing di BEI periode 2005-2007 / Iva Fauzia

 

ABSTRAK Fauzia, Iva. 2009. Pengaruh Besarnya Kupon Obligasi, Maturitas Obligasi, Yield to Maturity Obligasi, Tingkat Suku Bunga SBI, dan Tingkat Inflasi terhadap Harga Obligasi Negara Seri Fixed Rate yang listing di BEI Periode 2005-2007. Skripsi, Jurusan Manajemen Keuangan. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Subagyo, S.E, S.H, M.M (2) Yuli Soesetio, S.E, M.M. Kata kunci: kupon obligasi, maturitas obligasi, yield to maturity obligasi, tingkat suku bunga SBI, tingkat inflasi, harga saham. Kupon obligasi adalah tingkat bunga yang dibayarkan oleh penerbit obligasi yang umumnya setiap 1, 3, 6, atau tahunan sampai obligasi tersebut jatuh tempo. Maturitas obligasi adalah waktu dimana pemegang obligasi mendapat pokok atau nilai nominal dari suatu obligasi sampai obligasi jatuh tempo. Tingkat suku bunga SBI adalah harga atau balas jasa dari peminjam kepada pemberi pinjaman atas pinjaman dalam waktu tertentu. Inflasi adalah kondisi dimana terdapat kecenderungan terjadi kenaikan harga secara terus-menerus dalam periode tertentu. Harga obligasi adalah nilai arus kas sekarang yang dinyatakan dalam persentase dan memiliki tiga kemungkinan harga yang ditawarkan yaitu par, at premium, dan at discount. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh besarnya kupon obligasi, maturitas obligasi, yield to maturity obligasi, tingkat suku bunga SBI, dan tingkat inflasi terhadap harga obligasi Negara seri fixed rate yang listing di BEI. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh antara dua variabel atau lebih. Populasi yang digunakan adalah obligasi Negara seri fixed rate yang listing di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2005-2007 sebanyak 22, dimana dari populasi tersebut dipilih sampel dengan ,menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan kriteria, terpilih 12 obvligasi Negara seri fixed rate yang dijadikan sampel. Teknis analisis data yang digunakan yaitu regresi linier berganda, pengujian hipotesis dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya variabel tingkat suku bunga SBI yang tidak berpengaruh signifikan terhadap harga obligasi, untuk variabel besarnya kupon obligasi, maturitas obligasi, yield to maturity obligasi, dan tingkat inflasi berpengaruh signifikan terhadap harga obligasi. Sedangkan secara simultan besarnya kupon obligasi, maturitas obligasi, yield to maturity obligasi, tingkat suku bunga SBI, dan tingkat inflasi terbukti berpengaruh signifikan terhadap harga obligasi. Saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah (1) bagi investor hendaknya memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi naik turunnya harga obligasi, (2) bagi kalangan akademis hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai tembahan referensi, (3) bagi peneliti selanjutnya sebaiknya menambahkan variabel-variabel lain seperti risiko-risiko dalam obligasi (likuiditas obligasi, risiko default, exchange risk, call risk, dll). Penelitian dilanjutkan sampai maturitas obligasi selesai/jatuh tempo. Meneliti obligasi yang telah jatuh tempo.

Studi morfologi polen anggota suku malvaceae yang ditemukan di daerah Malang / oleh Astri Aminarti

 

Pengaruh kualitas layanan terhadap terciptanya Word of Mouth (WoM) (studi kasus pada pelanggan futsal Champion De RUman Malang) / Alan Yoga Riandono

 

ABSTRAK Riandono, A. Y. 2014. Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Terciptanya Word of Mouth (WoM) (Studi Kasus pada Pelanggan Futsal Champion De Rumah Malang). Skripsi. Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Afwan Hariri Agus Prohimi, S.E.,M.Si (II) Dr. Titis Shinta Dhewi S.P, M.M Kata Kunci: kinerja, fitur, reliabilitas, kesesuaian, daya tahan, kemampuan pelayanan, estetika, persepi kualitas, Word of Mouth Pertumbuhan penduduk membuat peluang besar bagi pelaku usaha tak terkecuali di bidang jasa. Persaingan yang semakin ketat diantara pelaku usaha dibidang jasa ini membuat pelaku usaha dituntut untuk mampu terus bersaing dengan pelaku usaha lain yang sejenis. Dalam persaingan di bidang jasa ini para pelaku usaha saling bersaing menawarkan pelayanan yang terbaik agar mampu memenuhi keinginan para pelanggannya. Penelitian ini dilaksanakan di Champion De Rumah Malang yang bergerak di bidang jasa dengan fokus persewaan lapangan futsal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui deskripsi kualitas layanan dan Word of Mouth (WoM) di Champion De Rumah Malang; (2) Untuk mengetahui pengaruh variabel bebas kualitas layanan (kinerja, fitur, reliabilitas, kesesuaian, daya tahan, kemampuan pelayanan, estetika, dan persepsi kualitas) terhadap variabel terikat Word of Mouth (WoM) secara parsial di Champion De Rumah Malang; (3) Untuk mengetahui pengaruh hubungan variabel bebas kualitas layanan (kinerja, fitur, reliabilitas, kesesuaian, daya tahan, kemampuan pelayanan, estetika, dan persepsi kualitas) terhadap variabel terikat Word of Mouth (WoM) secara simultan di Champion De Rumah Malang; (4) Untuk mengetahui variabel kualitas layanan (kinerja, fitur, reliabilitas, kesesuaian, daya tahan, kemampuan pelayanan, estetika, dan persepsi kualitas) manakah variabel yang memiliki pengaruh dominan terhadap Word of Mouth (WoM) di Champion De Rumah Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian explanatory research. Populasi penelitian ini adalah 159 pelanggan yang tergabung dalam 12 tim futsal yang merupakan member dari Champion De Rumah. Ukuran sampel penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin dengan hasil sampel penelitian sebanyak 114 pelanggan dan teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menyebar instrumen/angket dan dokumentasi. Teknik analisis data dibedakan menjadi: (1) Teknik analisis deskriptif; (2) Analisis linier berganda dan uji asumsi klasik (uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji normalitas). Hasil analisis deskriptif penelitian ini adalah (1) deskripsi kinerja dalam penelitian ini baik; (2) deskripsi fitur dalam penelitian ini baik; (3) deskripsi reliabilitas dalam penelitian ini baik; (4) deskripsi kesesuaian dalam penelitian ini sangat baik; (5) deskripsi daya tahan dalam penelitian ini baik; (6) deskripsi kemampuan pelayanan dalam penelitian ini baik; (7) deskripsi estetika dalam penelitian ini baik; (8) deskripsi persepsi kualitas dalam penelitian ini baik; dan (9) deskripsi Word of Mouth dalam penelitian ini baik. Hasil uji asumsi klasik dalam penelitian ini adalah: (1) Hasil uji normalitas dengan Scatterplot menunjukkan lingkaran-lingkaran mengikuti garis diagonal membuktikan bahwa adanya normalitas; (2) Hasil uji multikolinearitas menunjukkan bahwa variabel kualitas layanan memiliki nilai Tolerance tidak kurang dari 0,1 dan nilai VIF tidak lebih dari 10; (3) Hasil uji heteroskedastisitas menunjukkan bahwa lingkaran-lingkaran kecil menyebar secara acak dan tidak membentuk pola, sehingga dapat disimpulkan bahwa regresi terbebas dari heteroskedastisitas. Hasil uji analisis liner berganda dalam penelitian ini terlihat dari nilai Adjust R Square bahwa kualitas layanan berpengaruh sebesar 52,2% terhadap terciptanya Word of Mouth (WoM), sedangkan sisanya 47,8% dipengaruhi faktor diluar penelitian ini misalnya harga dan tempat. Hasil uji hipotesis dalam penelitian ini adalah: (1) Terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel (fitur, reliabilitas kesesuaian, kemampuan pelayanan, dan estetika) terhadap Word of Mouth (WoM) dan tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel (kinerja, daya tahan, dan persepsi kualitas) terhadap Word of Mouth (WoM); (2) Terdapat pengaruh variabel kualitas layanan (kinerja, fitur, reliabilitas, kesesuaian, daya tahan, kemampuan pelayanan, estetika, dan persepsi kualitas) berpengaruh secara simultan terhadap terciptanya Word of Mouth (WoM). Variabel yang dominan berpengaruh terhadap Word of Mouth (WoM) dalam penelitian ini adalah fitur dengan beta 0,199. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan: (1) Bagi pihak Champion De Rumah Malang untuk merawat serta memperbaiki secara berkala baik lapangan futsal maupun fasilitas pendukungnya, selanjutnya pihak Champion harus mampu mempertahankan WoM sebab kini sudah banyak tempat bermain futsal di Malang, dimana mereka mampu menawarkan harga yang lebih murah dengan kualitas yang tidak jauh berbeda dengan yang ditawarkan Champion De Rumah Malang. (2) Bagi peneliti lain sebaiknya melakukan penelitian lebih lanjut tentang variabel lain seperti harga, tempat dan pesaing.

Pengaruh lama penyimpanan ikan bandeng (Chanos chanos Forsk) segar dalam lemari es terhadap total koloni bakteri / oleh Anik Rosilawati

 

Analisis efisiensi saluran irigasi tersier pada daerah irigasi bendung kali Amprong di Kedung Kandang / Ricky Bagus Budiyanto

 

ABSTRAK Budiyanto, Ricky Bagus. 2016. AnalisisEfisiensiSaluranIrigasiTersierpada Daerah IrigasiBendung Kali Amprong, KedungKandang.TugasAkhir, JurusanTeknikSipil, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Drs. H. Wasis, M.T. Kata Kunci:irigasitersier, efisiensisaluran, kedungkandang Kota Malang denganluaswilayah110,06 km2adalahsalahsatukota di Indonesia yang berpotensitinggimenghasilkanproduksiberasdenganluassektorpertanianberkisar2.063 Ha.Luaspersawahan yang berada di KecamatanKedungkandangsendirimenurutDinasPertanian Kota Malang tahun 2013/2014 berkisar692 Ha denganhasilpadisetiaptahunnyaberkisar4.065 Ton. DengandemikianKecamatanKedungkandangmenyumbang±30.6%padipada Kota Malang. Denganluasnyasektorpersawahan yang berada di KecamatanKedungKandang, makadiperlukanpasokan air yang cukup agar tanamanpadidapattumbuhdenganbaik. Untukituperludiadakanpenelitianataupengukuran yang bertujuanuntukmenganalisisbesarnyaefisiensidankehilangan air yang terjadipadasaluranirigasitersier 4 kanan (B. BA 4 Ka) BumiAyu yang terletak di KecamatanKedungKandang, Kota Malang, JawaTimur. Desainpenelitianmenggunakanpendekatankuantitatifbersifatdeskriptifyaitumenjelaskantentangefisiensidarisalurantersier 4 kananBumiAyu (B. BA 4 Ka). Data-data yang dipakaidalampenelitianiniadalah data debit aliran air dari Unit PelaksanaanTeknis (UPT) KedungKandang, data evaporasitahun 2015 dariBadanMeteorologiKlimatologidanGeofisika (BMKG) Kota Malang, data pengukuran debit aliran yang dilakukandilapagansebanyak 3 kali pengukuranmenggunakanalatukurcurrent metterdanbangunanukurmeetdrempel. Berdasarkanhasildarianalisispenelitianataupengukuran yang telahdilakukanmakadidapatkehilangan air setelah di rata-rata padasaluranirigasitersier 4 kanan (B. BA 4 Ka) BumiAyusebesar19,11%. Kehilangan air tersebutdiakibatkanolehadanyaevaporasisebesar0,000081 lt/dt, sertapengambilan liar (kebocoran) sebesar6,06lt/dtk. Sedangkanefisiensi yang terjadipadasaluranirigasitersier 4 kanan (B. BA 4 Ka) BumiAyusebesar 80,89%. Berdasarkanhasilpembahasan, dapatdiberikan saran sebagaiberikut. Diperlukanadanyaperawatanberkalaterhadapsaluranirigasitersier 4 Kanan. Hal inidimaksudkan agar kebocoran yang terjadidapatdiminimalisir.

Penerapan pembelajaran kooperatif tipe student achievement teams division terhadap peningkatan motivasi dan prestasi siswa kelas VIIIB SMPN 21 Malang mata pelajaran ekonomi / Endang Eka Winarsih

 

ABSTRAK Eka, Endang Winarsih. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif tipe Students Teams Achievement Divison (STAD) Terhadap Peningkatan Motivasi dan Prestasi Siswa Kelas VIIIB SMPN 21 Malang Mata Pelajaran Ekonomi . Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Program Studi Pendidikan Ekonomi FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hj. Lisa Rokhmani, M.Si , (2) Dr. Hadi Sumarsono, ST, M. Si Kata-kata kunci: STAD, Pembelajaran Kooperatif. Motivasi, Prestasi Belajar. Berdasarkan observasi awal diketahui bahwa Motivasi siswa di kelas VIIIB SMPN 21 Malang masih kurang. Prestasi siswa dalam kelas banyak yang belum memenuhi standar minimum (SKM) yaitu 70 ke atas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam upaya meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas VIIIB SMPN 21 Malang. Upaya peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa dilakukan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dalam 2 siklus dalam 4 kali pertemuan melalui 4 tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIB SMPN 21 Malang yang berjumlah 40 siswa, yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, angket dan tes pada awal dan akhir setiap siklus. Data motivasi dan prestasi belajar siswa dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh dari skor motivasi siswa pada tahap siklus I motivasi siswa kelas VIII B dalam mengikuti pelajaran ekonomi yakni 2,9 % angka ini masuk dalam kategori cukup. Sedangkan pada siklus II motivasi siswa yang diperoleh yakni sebesar 3,7 % termasuk dalam kategori baik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa motivasi siswa setelah dikenakannya pembelajaran kooperatif model STAD meningkat sebesar 0,8 dari kategori cukup menjadi kategori baik. Prestasi belajar siswa kelas VIIIB SMPN 21 Malang jumlah siswa yang tuntas belajar pada pre test jumlah siswa yang tuntas belajar pada pre test siklus 1 sebanyak 8 siswa (20%) dan jumlah siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 32 siswa (80%). Sedangkan jumlah siswa yang tuntas belajar pada post test siklus I sebanyak 25 orang (62,5%) dan jumlah siswa yang belum tuntas sebanyak 15 orang (37,5%). Pada siklus II siswa yang dikatakan tuntas belajar meningkat sebanyak 27 siswa (67,5%) dan jumlah siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 13 siswa (22,5%). Dan pada post test siklus II, siswa yang mendapatkan ketuntasan belajar sebanyak 38 siswa(95%) dan jumlah siswa yang belum tuntas 2 siswa (5%). Berdasarkan deskripsi data yang telah diuraikan, dapat diketahui bahwa prestasi belajar siswa ditinjau dari nilai post test dari siklus 1 dan siklus 2 mengalami peningkatan sebesar 27,5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas VIIIB SMPN 21 Malang pada mata pelajaran ekonomi. Saran-saran yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini adalah bagi guru mata pelajaran ekonomi mulai menerapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan mengembangkannya pada materi yang lain dan diharapkan dalam menerapkan pembelajaran kooperatif model Student Achievement Division (STAD) menggunakan variasi permainan sehingga siswa lebih termotivasi dalam kegiatan pembelajaran.

Pelaksanaan praktikum biologi di SMA Negeri se kotamadya Madiun / oleh Ery Kustini

 

Adaptasi alat tes Goodenough-Harris Draw-A-Man Test untuk mengukur kematangan intelektual pada anak-anak usia 7 sampai dengan 11 tahun di Jawa Timur / Siti Fatimah

 

ABSTRAK Fatimah, Siti. 2016. Adaptasi Alat Tes Goodenough-Harris Draw- A- Man Test untuk Mengukur Kematangan Intelektual Anak Usia 7 Sampai 11 Tahun di Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Weni Utami, M.Si. (2) Diantini Idaviatrie, S.Psi., M.Psi. Kata kunci: Adaptasi, Goodenough-Harris Draw-a-Man Test, Kematangan Intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan adaptasi alat tes Goodenough-Harris Draw a Man Test. Adaptasi alat tes dan panduan dilakukan melalui dua tahap yaitu terdiri dari penerjemahkan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, kemudian hasil terjemahan bahasa Indonesia diterjemahkan kembali dalam bahasa Inggris. Hasil adaptasi alat tes Goodenough-Harris Draw-a-Man Test, dan panduan administrasi alat tes kemudian di uji cobakan. Subyek penelitilitan yaitu siswa Sekolah Dasar kelas satu sampai dengan kelas 5 berusia 7 tahun sampai dengan 11 tahun yang berjumlah 330 anak yang tersebar di Jawa Timur. Setelah uji-coba dilakukan, peneliti melakukan analisis statistika deskriptif, penghitungan validitas item dan reliabilitas konsistensi internal Alfa Crobach pada kedua skala yang terdapat dalam alat tes tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan data kematangan intelektual pada anak usia 7 tahun sampai dengan 11 tahun. Hasil uji validitas item pada skala laki-laki memiliki rentang .112 sampai .602 sedangkan pada skala wanita memiliki rentang .103 sampai .530 menujukkan bahwa semua item yang terdapat dalam masing-masing skala valid. Selain itu, uji reliabilitas konsistensi internal Cronbach Alfa menunjukkan bahwa skala gambar laki-laki memperoleh reliabilitas .920 sedangkan skala gambar wanita memperoleh reliabilitas .867. Alat tes ini juga memiliki panduan lengkap yang terdiri dari alat tes, intsruksi administrasi tes, cara penggunaan alat tes, tujuan pengetesan, norma, skoring dan cara interpretasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memenuhi kriteria alat tes psikologi yang objektif, valid dan reliabel dalam mengukur kematangan intelektual dan dapat menjadi salah satu pilihan alat tes sebagai bentuk instrumen bagi psikolog dan ilmuwan psikologi dalam mengidentifikasi kematangan intelektual pada siswa Sekolah Dasar. Sehingga psikolog maupun ilmuwan psikologi kemudian dapat mengambil langkah lebih lanjut untuk mengambil keputusan lebih lanjut mengenai subjek yang di kenai tes. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memiliki rentang umur dan subjek yang lebih beragam dan memiliki validitas dan reliabilitas eksternal sehingga adaptasi alat tes Goodenough-Harris Draw-a-Man Test ini dapat memiliki kualitas yang lebih baik sebelum menyebar luas.

Studi tentang pelaksanaan kegiatan praktikum biologi di SMA swasta se-kotamadya Malang / oleh Herman Chrisdiantyo Kas

 

Penggunaan preposisi pada karangan mahasiswa BIPA Program Incountry tahun 2014/2015 / Ainul Mustaqim

 

ABSTRAK Mustaqim, Ainul. 2015. Preposisi pada Karangan Mahasiswa BIPA Program Incountry Tahun 2014/2015. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Anang Santoso, M.pd (II) Dr. Sunaryo HS, M.Hum Kata Kunci: preposisi, karangan, BIPA, Incountry Preposisi merupakan salah satu unsur penting dalam kalimat sebagai penanda antara konstituen di depan preposisi dan konstituen di belakangnya. Preposisi dalam kalimat menduduki fungsi keterangan, dengan tujuan merangkaikan kata yang menandakan tempat, waktu, dan cara. Kedudukannya dalam kalimat sangat penting untuk mengetahui maksud atau ide yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca. Penggunaan preposisi dalam karangan mahasiswa BIPA program Incountry, dapat dijadikan tolok ukur kemampuan berbahasa Indonesia mahasiswa BIPA. Keterampilan berbahasa menulis merupakan hal yang bisa diamati untuk dapat menetapkan dan menyusun program pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pelajar BIPA. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan penggunaan preposisi dalam karangan mahasiswa BIPA program Incountry. Deskripsi tersebut berkaitan dengan bentuk, jenis, dan ketepatan serta ketidaktepatan penggunaan preposisi dalam karangan mahasiswa BIPA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data penelitian berupa kalimat berpreposisi dalam karangan mahasiswa BIPAprogram Incountry tahun 2014/2015. Sumber data penelitian ini adalah jurnal mingguan yang ditulis oleh mahasiswa BIPA program Incountry. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memindai setiap karangan mahasiswa. Analisis data dimulai dari tahap mengumpulkan data, mengidentifikasi data, mengklasifikasi data, dan menyimpulkan hasil penelitian. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan: (1) bentuk preposisi yang digunakan oleh mahasiswa BIPA program Incountry adalah preposisi tunggal. (2) Jenis preposisi yang digunakan oleh mahasiswa BIPA program Incountry berdasarkan bentuknya preposisi yang digunakan berupa preposisi dasar dan preposisi turunan yang berpadu dengan nomina lokatif. Jenis preposisi yang digunakan oleh mahasiswa BIPA program Incountry berdasarkan aspek semantisnya adalah preposisi penanda hubungan waktu dan tempat (3) Ketidaktepatan penggunaan preposisi dalam karangan mahasiswa BIPA program Incountry berupa preposisi yang tidak perlu, preposisi yang tidak hadir, preposisi yang berlebih, dan preposisi yang tidak semestinya. Berdasarkan temuan penelitian tersebut, diharapkan guru dan tutor dapat mengembangkan materi pembelajaran ataupun media pembelajaran preposisi. Berdasarkan kesalahan yang ditemukan, pengajar BIPA dapat menyusun materi pembelajaran yang dapat meminimalisasi kesalahan penggunaan preposisi.

Identifikasi kesalahan siswa kelas I MAN Malang I Malang dalam memberi nama dan menuliskan rumus senyawa anorganik biner / oleh Abdul Wahid

 

Pembelajaran bahasa Arab di Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) MAN Lumajang / Vivin Zuyyina Lutfah

 

ABSTRAK Lutfah, Vivin Zuyyina. 2016. Pembelajaran Bahasa Arab di Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) MAN Lumajang. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Imam Asrori, M.Pd, (2) Dr. Lilik Nur Kholidah, M.Pd.I. Kata kunci:pembelajaran bahasa arab, LPBA, MAN Lumajang Perkembanganilmupengetahuan, teknologidaninformasi yang pesattelahmenyebabkanterjadinya proses perubahandalamsegalaaspekkehidupan, termasukpendidikanLembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) adalah salah satu unit program pengembangan dan pengajaran bahasa asing yang dimiliki oleh MAN Lumajang dan menjadi program unggulan dalam mengembangkan bahasa asing khususnya bahasa arab. Sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap eksistensi perkembangan bahasa di MAN Lumajang khususnya bahasa Arab menjadikan Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) ini sebagai program unggulan dan merupakan satu-saatunya progam intesif pembelajaran bahasa Arab di kabupaten Lumajang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskpsikan (1) perencanaan pembelajaran bahasa Arab di LPBA MAN Lumajang, (2) pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab di LPBA MAN Lumajang, dan (3) pelaksanaan penilaian dalam pembelajaran bahasa Arab di LPBA MAN Lumajang. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptifkualitatif. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Adapun instrumen bantu yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, dan angket. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara, pembagian angket, dan dokumentasi. Langkah-langkah analisis data meliputi (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, (4) penarikankesimpulan. Dalam penelitian ini untuk menguji validitas data digunakan teknikpensahihan data. Hasil penelitian dibuatdalambentuk perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran di LPBA MAN Lumajang. Perencanaan pembelajaran diLPBA yang meliputi progam tahunan, program semester, silabus, dan rencana pelaksanaan pembelajaran berbeda dengan perencanaan pembelajaran kelas reguler. Pelaksanaan pembelajaran di LPBA MAN Lumajang meliputi metode pembelajaran, bahan ajar, dan media pembelajaran. Metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran bahasa Arab yaitu metode hafalan, terjemah, audiolingual, gabungan dan langsung, serta dikombinasikan dengan lagu untuk mempermudah dalam menghafalkan. Bahan ajar yang digunakan adalah "كتاب الدروس لتعليم العربية " yang diterbitkan oleh MAN Lumajang pada tahun 2013 karangan tim LPBA MAN Lumajang. Dalam segi media pembelajaran, guru hanya menggunakan buku pegangan dan papan tulis. Penilaian pembelajaran bahasa Arab di LPBA MAN Lumajang ditujukan untuk mengukur tingkat kemampuan siswa, untuk mengetahui sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran bahasa Arab serta bertujuan sebagai syarat utama kenaikan siswa kelas X ke kelas XI. Pelaksanaan evaluasi terdiri atas evaluasi harian yang dilaksanakan tiap pertemuan KBM dengan bentuk tes lisan yaitu menghafalkan kosakata dan percakapan sederhana, dan evaluasi ujian akhir LPBA yang dilaksanakan tiap tahun pada akhir masa pembelajaran LPBA dengan bentuk tes tulis. Aspek penilaian mata pelajaran bahasa Arab pada kelas LPBA adalah pengucapan (kalam), kelancaran, dan intonasi yang digambarkan dalam bentuk angka sesuai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Saran bagi lembaga dan sekolah hendaknya meningkatkan kualitas pembelajaran pada kelas LPBA. Sedangkan bagi guru adalah dengan melaksanakan PBM sesuai dengan RPP yang telah dibuat secara komprhensif, serta lebih variatif dalam penggunaan media dan pemilihan metode yang cocok untuk setiap maharah. Dan bagi siswa diharapkan untuk tetap semangat dalam belajar bahasa Arab baik dikelas maupun diluar kelas.

Isolasi asam risinoleat dari minyak jarak (castor oil) dan mempelajari reaksi-reaksinya dengan beberapa oksidator / oleh Parlan

 

Penerapan pembelajaran TGT berbasis tahapan Newman untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika bagi siswa kelas XI-MIA-3 SMAN 1 Kejayan Pasuruan / Ayu Anita Sari

 

ABSTRAK Sari, Ayu Anita. 2016. Penerapan Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Berbasis Tahapan Newman Untuk Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika bagi Siswa Kelas XI-MIA-3 SMAN 1 Kejayan. Skripsi, Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing :Prof. Dr. Cholis Sa’dijah M.Pd Kata kunci : Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT), Tahapan Newman, Kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita matematika. Berdasarkan hasil observasi awal pada kelas XI-MIA-3 menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami masalah dalam menyelesaikan soal cerita, siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajan dan siswa dengan kemampuan tinggi cenderung bersikap individual. Hal ini dikarenakan guru jarang memberikan soal cerita dan hanya menyajikan soal biasa (bukan soal cerita). Guru juga jarang menggunakan pembelajaran yang inovatif yang dapat membuat siswa antusias dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu perlu adanya pembelajaran yang dapat mengatasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika, menumbuhkan kerjasama kelompok dan pembelajran yang menyenangkan, salah satu melalui penerapkan Pembelajaran TGT Berbasis Tahapan Newman. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika menggunakan model pembelajaran TGT berbasis tahapan Newman. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap 2015/2016 pada siswa kelas XI-MIA-3 SMAN 1 Kejayan.Jumlah siswa pada kelas tersebut adalah 27 siswa, dengan 12 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki. Instrumen yang digunakan peneliti untuk mengetahui persentase banyaknya siswa yang dapat menyelesaikan soal cerita ialah LKS, game dan tes akhir siklus. Dari nilai awal siswa yang didapatkan dari tes awal didapatkan hasil persentase siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah beturut-turut 18,5%, 29,6%, 51,6%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I persentase siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah berturut-turut adalah 29,6%, 48% dan 22,4%. Ternyata hasil ini masih belum sesuai dengan kriteria keberhasilan penelitian sehingga perlu dilakukan siklus II dan memperbaiki kelemahan-kelemahan pada siklus I. Setelah dilakukan tindakan pada siklus II persentase siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah berturut-turut adalah 40,1%, 51% dan 9,9% Pembelajaran TGTBerbasis tahapan Newman yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika, yaitu diawali dengan presentasi kelas, kemudian siswa belajar secara berkelompok dengan mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS). Setelah waktu mengerjakanLKS selesai, guru memilih salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil pengerjaan LKS. Selanjutnya dilaksanakan game turnamen dengan menggunakan peta yang ditayangkan dalam tayangan power point, setelah game selesai dilakukan pengecekan jawaban game dan penghitungan skor team, yang dilanjutkan dengan penghargaan kelompok dan refleksi.

Pemisahan dan pemekatan (VI) dari limbah proses elektroplating dengan menggunakan membran cair bersurfaktan / oleh Mohammad Sodiq Ibnu

 

Pengaruh penerapan e-SPT PPn terhadap efisiensi pengisian SPT menurut persepsi wajib pajak (survey terhadap pengusaha kena pajak KPP Pratama di Kota Pasuruan) / Yudha Tirta Aji

 

ABSTRAK Tirta Aji, Yudha. 2016. Pengaruh Penerapan e-SPT PPN Terhadap Efisiensi Pengisian SPT Menurut Persepsi Wajib Pajak (Survey Terhadap Pengusaha Kena Pajak KPP Pratama di Kota Pasuruan). Skripsi. Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Bambang Sugeng, S.E., M.A., M.M., AK. (2) Dr. H. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak., CA. Kata Kunci : e-SPT PPN, Efisiensi, Persepsi, dan Wajib Pajak Salah satu fasilitas pajak dalam rangka modernisasi administrasi perpajakan adalah e-SPT yang merupakan aplikasi (software) yang dibuat oleh DJP untuk digunakan oleh wajib pajak untuk kemudahan dalam penyampaian SPT. Penggunaan e-SPT dimaksudkan agar semua proses kerja dan pelayanan perpajakan berjalan dengan baik, lancar, akurat serta mempermudah wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya sehingga kepatuhan wajib pajak diharapkan akan meningkat. Penelitian ini mengacu pada penelitian eksplanatif yang menggunakan metode kuesioner. Peneliti menggunakan kuesioner sebagai alat pengambil data serta menganut aturan pendekatan kuantitatif, yaitu semakin besar sampel yang diambil, semakin hasilnya mencerminkan populasi. Penelitian eksplanasi digunakan peneliti untuk menjelaskan hubungan kausal yang terjadi antara penerapan e-SPT dan efisiensi pengisian SPT. Dimana penerpaan e-SPT memengaruhi efisiensi pengisian SPT. Hasil uji Wilcoxon Signed Rankmenunjukkan nilai asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 yang berarti variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Karena nilai probabilitas (asymp = 0,000) < taraf signifikansi (α=5%). Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak sehingga ada perbedaan efisiensi antara sebelum dan sesudah penerapan e-SPT PPN. Kesimpulan dari penelitian ini adalah e¬-SPT membantu wajib pajak dalam pengisian data SPT dan juga pelaporan data SPT kepada kantor pajak. Penerapan e-SPT berpengaruh pada kecepatan dalam pengisian SPT, ketepatan dalam meminimalisir kesalahan saat pengisian SPT, serta ruang penyimpanan data SPT. Keterbatasan penelitian ini yaitu: (a) Ruang lingkup yang diteliti hanya mencakup wilayah kota Pasuruan, (b) Penelitian ini hanya dilakukan selama dua bulan sehingga jumlah responden yang dapat mengisi kuesioner terbatas, (c) Keakuratan dalam hasil penelitian masih kurang maksimal karena kurangnya jumlah responden. Saran bagi KPP Pratama Pasuruan yaitu: (a) Perlu ditingkatkan Sosialisasi terus menerus secara meluas mengenai penerapan e-SPT kepada wajib pajak sehingga wajib pajak akan lebih memahami urgensi diterapkannya e-SPT, tujuan serta manfaat penerapan e-SPT sehingga akan timbul kesadaran dan motivasi pada diri wajib pajak untuk memanfaatkan fasilitas e-SPT sebagai sarana pelaporan pajak, (b) Perlu dilakukan penyempurnaan secara terus menerus terhadap sistem e-SPT sehingga meminimalisir kendala dalam penerapan e-SPT oleh wajib pajak. Hal ini bertujuan agar e-SPT mudah diterapkan oleh wajib pajak, (c) Perlu dilakukan peningkatan kualitas SDM pajak yang cepat tanggap dan kompeten. Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu: (a) Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian pada ruang lingkup yang lebih luas sehingga hasil penelitian lebih maksimal, (b) Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dalam waktu yang lebih lama, sehingga dapat meningkatkan jumlah responden serta hasil penelitian yang akurat, (c) Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan menambahkan beberapa variabel yang terkait dengan penerapan e-SPT sehingga hasil penelitian akan lebih kompleks.

Studi tentang jenis-jenis dan sebaran harian Drosophila di beberapa pasar kotamadya Banjarmasin / oleh Wiwin Eka Prasidha

 

Pengelolaan peserta didik di lembaga kursus bahasa Inggiris (studi kasus di Basic English Course Pare Kabupaten Kediri) / Herman Susanto

 

Abstrak Susanto, Herman. 2016. Pengelolaan Peserta Didik Pada Lembaga Kursus Bahasa Inggris (Studi Kasus Di Basic English Course, Pare, Kediri). Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd, (2) Teguh Triwiyanto, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci : Pengelolaan, Peserta Didik, Kursus Bahasa Inggris Pengelolaan peserta didik keberadaanya sangat dibutuhkan di lembaga pendidikan karena memiliki fungsi untuk mengatur kegiatan peserta didik agar kegiatan-kegiatan yang ada dapat menunjang proses belajar mengajar di sebuah lembaga kursus Bahasa Inggris berjalan lancar, tertib, teratur sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan dalam lembaga kursus dan tujuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi serta upaya dalam mengatasi hambatan-hambatan pengelolaan peserta didik pada lembaga kursus Bahasa Inggris BEC. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: (1) Perencanaan peserta didik di lembaga kursus Bahasa Inggris BEC; (2) Pelaksanaan peserta didik di lembaga kursus Bahasa Inggris BEC (3) Evaluasi peserta didik di lembaga kursus Bahasa Inggris BEC; (4) Hambatan-hambatan dalam pengelolaan peserta didik di lembaga kursus Bahasa Inggris BEC; dan (5) Upaya dalam mengatasi hambatan-hambatan dalam peserta didik di lembaga kursus Bahasa Inggris BEC. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Peneliti sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi, analisis data bersifat induktif/kualitatif menggunakan analisis interaktif model Mills dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, kondensasi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan perencanaan pengelolaan peserta didik pada lembaga kursus Bahasa Inggris BEC meliputi kegiatan analisis kebutuhan peserta didik merencanakan program pembelajaran/ kursus. Pelaksanaan pengelolaan peserta didik di Lembaga Kursus Bahasa Inggris BEC meliputi rekruitmen peserta didik, Seleksi peserta didik, orientasi peserta didik, penempatan peserta didik, pencatatan dan pelaporan, kegiatan kursus, Pengelompokan peserta didik, Pembinaan dan pengembangan peserta didik. Evaluasi pengelolaan peserta didik pada lembaga kursus Bahasa Inggris BEC meliputi evaluasi kebutuhan peserta didik dengan komponen kebutuhan dan kesesuaian kurikulum, pembiayaan, tenaga pelaksana dan sarana prasarana. Faktor penghambat diantaranya berasal dari pemerintah dan lingkungan masyarakat. Dari hasil penelitian maka disarankan bagi pihak tentor untuk meningkatkan penguasaan materi dan lebih berinovasi lagi dalam menciptakan teknik pembelajaran. Selain itu disarankan bagi lembaga untuk bermitra dengan lembaga atau alumni untuk membuka cabang baru. Penelitian ini memberikan saran kepada: (1) Ditjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud RI, hasil penelitian dapat dijadikan sebuah model pengelolaan lembaga pendidikan nonformal karena pengelolaan peserta didik di BEC sudah berjalan dengan baik. (2) Direktur Lembaga Kursus Bahasa Inggris BEC, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sudah berjalan dengan baik sehingga harus dipertahankan dan dikembangkan lagi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan efisien. (3) Jurusan Administrasi Pendidikan, hasil ini diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu referensi untuk studi banding atau kegiatan PPL sehingga dapat memberikan pengetahuan terkait pengelolaan peserta didik pada lembaga nonformal. (4) Mahasiswa hasil penelitian dapat dijadikan kajian referensi untuk melakukan penelitian serupa dengan objek lembaga kursus lainnya sebagai pembanding pelaksanaan pengelolaan peserta didik diberbagai lembaga kursus yang ada. (5) Peneliti lain, hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu memperluas materi kepustakaan bidang manajemen pendidikan, khususnya pada Manajemen Peserta Didik (MPD) dilingkungan lembaga pendidikan yang mungkin dapat digunakan peneliti melakukan penelitian dengan bahasan yang sama mengenai pengelolaan peserta didik. Hasil penelitian juga dapat dijadikan sebagai referensi dan mendukung penelitian yang akan dilakukan selanjutnya

Mutan-mutan dan varian-varian Drosophila (Sophophora) ananassae doleschall di kotamadya Malang / oleh Yunus Effendi

 

Perbedaan kepuasan pernikahan antara suami dan istri ditinjau dari pengungkapan diri dan cinta / Chusnul Mahfudhoh Rif'atin

 

ABSTRAK Rif’atin, Chusnul Mahfudhoh. 2016. Perbedaan Kepuasan Pernikahan antara Suami dan Istri Ditinjau dari Pengungkapan Diri dan Cinta. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Nur Eva, S.Psi., M.Psi. (II) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: kepuasan pernikahan, pengungkapan diri, cinta, pasangan suami istri Kepuasan pernikahan merupakan salah satu indikator keberhasilan hubungan pernikahan. Dalam ikatan pernikahan, perasaan puas dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya komunikasi yang baik dengan pasangan dan kemampuan mengekspresikan kasih sayang pada pasangan. Kepuasan pernikahan berasal dari penilaian subjektif individu terhadap berlangsungnya hubungan pernikahan, hal itu menyebabkan adanya perbedaan antara suami dan istri baik dilihat dari segi persepsi, kepribadian dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya perbedaan kepuasan pernikahan ditinjau daripengungkapan diri dan cinta pada pasangan suami istri.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang, yang terdiri dari masing-masing 50orang suami dan istri. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling dengan populasi pasangan suami istri di Kota Malang. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan instrumen pada suami dan istri secara bersamaan untuk diisi dan diambil kembali pada waktu yang ditentukan. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menunjukkan 1) tidak ada perbedaan kepuasan pernikahan antara suami dan istri ditinjau dari pengungkapan diri, 2) tidak ada perbedaan kepuasan pernikahan antara suami dan istri ditinjau dari cinta dan 3) tidak ada perbedaan kepuasan pernikahan antara suami dan istri ditinjau dari pengungkapan diri dan cinta. Hal ini dibuktikan melalui hasil tingginya nilai kepuasan pernikahan, pengungkapan diri dan cinta suami sama tinggi dengan istri. Adanya faktor penyesuaian dalam pernikahan dan pembagian peran yang sama rata menjadi penyebab suami dan istri untuk saling bekerjasama dalam menyatukan perbedaan.Faktor lain yang memberikan pengaruh besar adalah pandangan masyarakat atas kesetaraan gender sehingga menjadikan pergeseran budaya dalam memandang peran laki-laki dan perempuan. Menurut paparan data di atas, maka diajukan beberapa saran diantaranya: 1)bagi pasangan suami istri untuk meningkatkan pengungkapan diri dan cinta dengan menambah intensitas komunikasi dengan pasangan serta memberikan perhatian melalui kontak fisik dengan pasangan, 2) pada tahap pengumpulan data sebaiknya dilakukan pada suami terlebih dahulu kemudian istri pada waktu yang berbeda dan 3) bagi penelitian selanjutnya sebaiknya ditambahkan variabel penyesuaian dalam pernikahan, lamanya pernikahan dan hubungan pacaran sebelum pernikahan serta menggunakan pendekatan kualitatif untuk memperoleh kajian mendalam.

Mutan-mutan Drosophila (Sophophora) ananasae doleschall yang ditemukan di 10 pasar kabupaten Tuban / oleh Ade Aprilia

 

Pengembangan suplemen teknologi augmented reality animasi kaos bermaker mata pelajaran biologi materi pokok sistem pernapasan pada manusia kelas XI SMA Panjura / Immanuel Yeremya Irawan Putra

 

ABSTRAK Putra, Immanuel Yeremya Irawan. 2016. “Pengembangan Suplemen Teknologi Augmented Reality Animasi Pada Kaos Bermarker Mata Pelajaran Biologi Materi Pokok Sistem Pernapasan Pada Manusia Kelas XI SMA PANJURA. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (1) Drs. H. Zainul Abidin M.Pd, (II) Yerry Soepriyanto S.T., M.T. Kata Kunci : Teknologi, Augmented Reality, Biologi, Sistem Pernapasan Pada Manusia. Dalam era yang berkembang saat ini selalu diiringi dengan pembaharuan teknologi, maka sudah menjadi keharusan manusia untuk selalu mengikuti perkembangan teknologi. Teknologi saat ini dapat dikatakan mampu menyokong seorang guru dalam pembelajaran. Teknologi dalam pembelajaran dapat dikatakan sebagai penunjang efektifitas dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat dibuktikan melalui penggunaan media berbasis teknologi dalam proses pembelajaran untuk memudahkan dalam pencapain tujuan pembelajaran. Salah satu teknologi yang digunakan yaitu augmented reality. Media augmented reality yang dikembangkan nantinya berisi gambar animasi bergerak, audio, dan teks. Tujuan dari pengembangan yaitu untuk menghasilkan produk augmented reality yang valid sebagai media pembelajaran yang efektif dalam mata pelajaran Biologi kelas XI materi pokok bahasan sistem pernapasan pada manusia. Secara keseluruhan, pengembangan media augmented reality animasi sistem pernapasan pada manusia ini menggunakan model pengembangan Arief S. Sadiman yang dalam pelaksanaannya melalui beberapa tahap, yaitu: 1) analisis kebutuhan dan karakteristik siswa, 2) perumusan tujuan, 3) pengembangan materi pembelajaran, 4) perumusan alat pengukur keberhasilan, 5) penulisan naskah, 6) produksi media, 7) validasi, 8) revisi, 9) media siap pakai. Subjek penelitian dalam validasi pengembangan ini yaitu siswa kelas XI SMA PANJURA. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari saran dari validator dan siswa, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil pengisian intrumen oleh ahli media, ahli materi, dan audiens/siswa. Pengembangan augmented reality ini telah divalidasi oleh ahli media, ahli materi, dan audiens (siswa). Media tersebut dinyatakan valid atau layak untuk digunakan sebagai multimedia pembelajaran berbasis augmented reality Biologi pokok bahasan Sistem Pernapasan Pada Manusia. Hal ini dibuktikan dengan dengan hasil perhitungan statistik yaitu dari ahli media didapatkan skor persentase sebesar 98,71%, ahli materi sebesar 93,03%, dari uji coba perseorangan didapat skor prosentase sebesar 93,75%, dari ujicoba kelompok kecil didapat skor prosentase 91,10% dan dari uji coba kelompok besar didapat skor prosentase 91,31%. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi augmented reality ini valid dan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Agar hasil produk program ini dapat bermanfaat dalam kegiatan pembelajaran di kelas, maka perlu pengawasan dari guru dalam penggunaan teknologi augmented reality. untuk diseminasi produk ke sasaran yang lebih luas dengan cara mengupload media ke Google Play Store

Identifikasi jenis-jenis Drosophila di kawasan Teluk Semut pulau Sempu kabupatebn Malang Jawa Timur / oleh Warsini

 

Pengaruh variasi artus pengelasan GMAW pada plat duralumin terhadap kekuatan tarikhasil sambungan las / Ingwie Wahyu Saputro

 

ABSTRAK Saputro, Ingwie W. 2016. Pengaruh Variasi Arus Pengelasan GMAW Pada Plat Duralumin Terhadap Kekuatan Tarik Hasil Sambungan Las.Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sukarni, S.T., M.T. (II) Prihanto TriHutomo, S.T., M.T. Kata Kunci : Variasi Arus, GMAW, Kekuatan Tarik, Duralumin. Duralumin merupakan sistem paduan aluminium-tembaga diperkaya dengan silikon, magnesium dan bersifat heat treatable khususnya akibat natural and artificially aging(Heine, R. W,1990). Duralumin seringdigunakandalamindutriperkapalan, penerbangandan juga digunakandalammiliteruntukmembuatprototipealattempurkarena duralumin ataualumuniumpaduaninimemilikisifat yang ringandankuatdalampengunaanya. Proses penyambungan logam dengan pengelasan sudah sering diaplikasikan dalam industry fabrication.Salah satu jenis pengelasan yang banyak dipakai adalah gas metal art welding (GMAW). Panas yang dihasilkan cenderung tidak terdistribusi secara merataantara logam las, logam dasar, daerah HAZ dan tegangan sisa timbul setelah pengelasan.Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pengaruhvariasiaruspengelasan GMAW pada plat duralumin terhadapkekuatantarikhasilsambungan las, (2) Untuk mengetahui adakahpengaruhvariasiaruspengelasan GMAW pada plat duralumin terhadapkekuatantarikhasilsambungan, (3) Untuk mengetahui pengaruh variasiaruspengelasan GMAW pada plat duralumin terhadap struktur mikro hasil pengelasan GMAW. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif/ekperrimen. Proses pengelasan las GMAW menggunakan variasi arus90 Ampere,100 Ampere, dan 110 Ampere. Spesimen standar uji tarik berdasarkan standar JIS 2201. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang dilakukan dengan cara merangkum hasil penelitian dari pengamatan pada hasil uji tarik dan struktur mikro. Data yang diperoleh berupa nilai rerata ditampilkan dalam bentuk tabel, dan grafik sehingga lebih mudah untuk dibandingkan dengan penelitian lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kekuatan tarik terendah dimiliki oleh spesimen dengan variasi arus 90 ampere sebesar 7,96 kg/mm^2. Nilai kekuatan tarik tertinggi dimiliki oleh spesimen tanpa perlakuan dengan nilai 30,5kg/mm^2.Dalampenelitianinikekuatantarikspesimensemakinmeningkatseiringdenganpenambahanarus yang diberikantetapikekuatantarikdarimasing-masingspesimentidakdapatmelebihiraw material.

Efektifitas penggunaan modul terhadap hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 1 Karangan Trenggalek tahun pelajaran 2008/2009 / Rizal Septa Dwi Raharjo

 

ABSTRAK Raharjo, Rizal Septa Dwi. 2009. Efektifitas Pembelajaran Modul Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMAN 1 Karangan Trenggalek Pada Tahun Pelajaran 2008/2009. Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi S-1 Pendidikan Ekonomi Koperasi, Fakultas Ekonomi. Universitas Negari Malang. Pembimbing (1) Drs. Hari Wahyono, M.Pd (2) Agus Sumanto, SE, M.Sa Kata Kunci: Modul, Metode Problem Solving, Hasil Belajar Perubahan dan perkembangan di berbagai bidang dalam kehidupan selalu terjadi dari masa ke masa, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat perlu diimbangi dengan pembaharuan di bidang-bidang yang lain termasuk pendidikan. Pendidikan berperan penting dalam usaha pembentukan generasi penerus dan menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas sehingga dapat bersaing secara global. Dalam proses belajar di sekolah, pemilihan dan penggunaan strategi atau model pembelajaran yang tepat, juga menjadi suatu bagian terpenting bagi keberhasilan proses penyampaian ide-ide pembelajaran dari guru kepada siswanya. Salah satu usaha yang bisa dipakai guru untuk mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran adalah dengan menggunakan pendekatan strategi pembelajaran berbasis modul. Modul adalah suatu proses pembelajaran mengenai suatu bahasan tertentu yang disusun secara sistematis, operasional, dan terarah untuk digunakan oleh peserta didik, disertai dengan pedoman penggunaan untuk para guru. Pembelajaran modul termasuk salah satu sistem pembelajaran individual, karena belajar dengan modul menuntut siswa untuk belajar mandiri. Modul disini digunakan oleh peneliti sebagai kelas eksperimen untuk penelitian Pembelajaran Problem Solving adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan menjadikan masalah sebagai titik tolak pembahasan untuk dianalisis dan disintesis dalam usaha mencari pemecahan/jawaban oleh siswa. Problem solving disini digunakan oleh peneliti sebagai pembanding metode modul atau sebagai kelas kontrol untuk penelitian Penelitian di SMAN 1 Karangan bertujuan sebagai berikut: (1) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas X mata pelajaran ekonomi di SMAN 1 Karangan Trenggalek Tahun pelajaran 2008/2009 setelah melalui pembelajaran modul, (2) mengetahui efektifitas pembelajaran modul untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 1 Karangan Trenggalek Tahun pelajaran 2008/2009. Penelitian ini menggunakan metodelogi penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasy eksperiment atau eksperimental semu. Rancangan penelitian ini adalah Eksperimen Kuasi (Quasi Experimenal desing) dengan desain kelompok kontrol tidak ekuivalen (Non equivalent Control). Populasi yang dipakai kelas X SMA Negeri 1 Karangan Trenggalek sedangkan sampelnya kelas X-A sebagai kelas eksperimen dan X-E sebagai kelas kontrol yang berjumlah 80 siswa. Analisis penelitian yang dipakai adalah uji beda dua rata-rata atau t-test. Meningkatnya hasil belajar siswa dapat diketahui dari ketuntasan belajar dan dari hasil kemampuan akhir siswa atau post-test pada mata pelajaran ekonomi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Dengan menggunakan pembelajaran modul ternyata dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Terbukti dengan gain score pembelajaran dengan modul lebih efektif karena hasil (gain) pembelajaran modul lebih besar (76,25) dari pada metode problem solving (71). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif pembelajaran modul dan Problem Solving terhadap hasil belajar dan respon siswa terhadap mata pelajaran ekonomi pokok bahasan permintaan dan penawaran uang. Karena dilihat dari hasil akhir kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, semuanya rata-rata hasilnya tuntas menurut standar nilai dari SMA Negeri I Karangan. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar guru menerapkan metode pembelajaran dengan menggunakan modul karena sebagai alternatif pilihan pembelajaran di kelas meningkatkan hasil belajar siswa. Tidak hanya pada mata pelajaran ekonomi saja hendaknya dapat diterapkan pada bidang studi-bidang studi yang lainnya.

Pengaruh waktu terhadap kepekaan dan kestabilan sistem kompleks besi (II)-bipiridin dan besi (II)-sianida secara spektrofotometri / oleh Samsul Hidayat

 

Profil dan model keterlibatan orang tua peserta didik di lembaga PAUD Palm Kids Araya Kota Malang / Anny Zahra Mahfudhoh

 

ABSTRAK Mahfudhoh, Anny Zahra. 2016. Profil dan Model Keterlibatan Orangtua Peserta Didik di Lembaga PAUD Palm Kids Araya Kota Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Supriyono, M.Pd, (II) Drs. H. M.A. Prawoto, M.Pd Kata Kunci: pembiayaan pendidikan, keterlibatan orangtua, PAUD eksekutif Kecenderungan pendidikan saat ini memunculkan kelompok lembaga pendidikan yang mengedepankan ekslusifitas dan menawarkan keunggulan tertentu. Kemunculan tren pendidikan ini merambah layanan pendidikan anak usia dini (PAUD), yang dalam penelitian ini disebut sebagai lembaga PAUD eksekutif. PAUD eksekutif merupakan lembaga PAUD yang menyelenggarakan kegiatan pembelajaran bagi anak usia 3 sampai dengan 6 tahun sesuai dengan ketentuan penyelenggaraan PAUD dengan tambahan nilai berupa pembelajaran bilingual, pembelajaran bahasa asing, penyelenggaraan kegiatan pengembangan diri (ekstrakurikuler),dan/atau berupa PAUD terpadu, PAUD berbasis alam, atau PAUD berbasis agama dengan biaya pendidikan yang dibebankan kepada orangtua diatas Rp. 300.000 setiap bulannya. PAUD eksekutif diminati oleh kalangan tertentu, yang kurang terlihat keterlibatannya sehingga menarik untuk mengetahui profil dan model keterlibatan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil, gambaran pembiayaan, alasan memilih sekolah, dan keterlibatan orangtua peserta didik PAUD eksekutif di kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Responden penelitian ini merupakan orangtua peserta didik Palm Kids Preschool and Kindergarten Kota Malang sebanyak 86 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) orangtua peserta didik PAUD eksekutif merupakan kalangan terdidik dan berstatus sosial-ekonomi tinggi, (2) biaya pendidikan yang dikeluarkan oleh orangtua berkisar anatara Rp.500.000 hingga Rp.1.000.000, (3) orangtua memilih PAUD eksekutif karena lokasi dan fasititas, kurikulum, dan harapan lembaga PAUD dapat mengakomodasi pendidikan lanjutan di sekolah dasar unggulan, (4) orangtua terlibat dalam pendidikan di rumah namun kurang terlibat dalam program sekolah, (5) model keterlibatan yang terjadi adalah model school-to-home transmission model dimana sekolah lebih banyak berperan dalam pembelajaran anak, (6) komunikasi orangtua dan sekolah sebagain besar berlangsung melalui buku penghubung yang masih berfungsi satu arah. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk meningkatkan keterlibatan orangtua melalui (1) memberikan pemahaman mengenai pentingnya terlibat dalam pendidikan anak melalui parenting education dengan media cetak, (2) sekolah membuat kelompok pertemuan orangtua untuk meningkatkan komunikasi dan kerjasama antara orangtua dan sekolah, (3) pengelola lembaga dapat membuat program dan kegiatan yang lebih banyak melibatkan orangtua, (4) dinas pendidikan dapat membuat kebijakan terkait pelaksanaan kegiatan parenting education di lembaga PAUD.

Pengaruh brand equity notebook Acer terhadap keputusan pembelian konsumen (studi pada konsumen pengguna fasilitas hot spot kedai kopi AB3 Kota Malang) / Yogi Setiawan

 

ABSTRAK Setiawan, Yogi . 2009. Pengaruh Brand Equity Notebook Acer Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Studi Pada Konsumen Pengguna Fasilitas Hot Spot Kedai Kopi AB3 Kota Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Supriyanto, M.M. Pembimbing (II) Dr. Syihabudhin, M.Si. Kata Kunci: Brand Equity, Keputusan Pembelian Konsumen. Perkembangan teknologi yang cukup pesat saat ini terjadi karena, pola berfikir seseorang yang terus berkembang dan adanya perubahan gaya hidup seseorang manjadi lebih modern, efisien, dan efektif. Salah satu perkembangan teknologi yang cukup berkembang pesat, adalah perkembangan komputer. Perkembangan tehnologi komputer telah membuat komputer menjadi lebih efisien dan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh penggunanya, laptop atau notebook merupakan salah satu pengembangan dari tehnologi komputer pada saat ini yang cukup pesat. Perkembangan pasar notebook di Indonesia pada saat ini mengalami perkembangan yang cukup pesat, setiap produsen berusaha memberikan suatu nilai lebih terhadap produknya untuk dapat memenangkan persaingan pasar. Brand equity atau ekuitas merek dari sebuah produk memiliki peranan yang penting didalam mempengaruhi keputusan pembelian seorang konsumen, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Brand Equity (X) yang terdiri dari kesadaran merek (X1), asosiasi merek (X2), persepsi kualitas (X3), dan loyalitas merek (X ) secara parsial maupun simultan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen. Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan Purposive Sampling yaitu pemilihan sekelompok subjek didasarkan atas ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Skala yang digunakan adalah Skala Likert dengan 5 (lima) opsi pilihan jawaban. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan SPSS. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kesadaran merek (X ) terhadap keputusan pembelian notebook Acer pada pengguna fasilitas hot spot kedai kopi AB3 kota Malang. Terdapat pengaruh yang signifikan antara asosiasi merek (X ) terhadap keputusan pembelian notebook Acer pada pengguna fasilitas hot spot kedai kopi AB3 kota Malang. Terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi kualitas (X ) terhadap keputusan pembelian notebook Acer pada pengguna fasilitas hot spot kedai kopi AB3 kota Malang. Terdapat pengaruh yang signifikan antara loyalitas merek (X ) terhadap keputusan pembelian notebook Acer pada pengguna fasilitas hot spot kedai kopi AB3 kota Malang. Terdapat pengaruh yang signifikan antara kesadaran merek (X ), asosiasi merek (X ), persepsi kualitas (X ), dan loyalitas merek (X ) terhadap keputusan pembelian notebook Acer pada pengguna fasilitas hot spot kedai kopi AB3 kota Malang. Dari hasil yang diperoleh dari penelitian ini, penulis memberikan saran untuk perusahaan yaitu, agar perusahaan dapat mempertahankan dan dapat mengelola dengan baik brand equity notebook Acer, karena brand equity suatu produk dapat berubah dan dapat mempengaruhi keputusan pembelian.

Studi penetapan nikel dalam jumlah mikro dengan DMG dalam suasana besi dalam jumlah makro secara spektrofotometri / oleh Mardiyah

 

Pengembangan augmented reality animasi pada matakuliah teknologi jaringan / Diajeng Intan Ceria Dewi

 

ABSTRAK Dewi, Diajeng Intan Ceria. 2016. Pengembangan Augmented Reality Animasi Pada Matakuliah Teknologi Jaringan. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Dedi Kuswandi, M.Pd., (II) Dr. Henry Praherdhiono, S.Si, M,Si. Kata Kunci: animasi, augmented reality, teknologi jaringan Pada era mobile seperti saat ini, perlu ada sebuah inovasi atau teknologi yang canggih yang dapat berperan terhadap berbagai aspek kehidupan. ICT atau Teknologi Informasi dan Komunikasi sangat erat hubungannya dengan kehidupan kita sehari-hari, seperti penggunaan smartphone sebagai salah satu perangkat teknologi yang canggih dan memiliki banyak kegunaan.Dengan adanya fitur-fitur yang tersedia dalam smartphone sangat memungkinkan pemanfaatan smartphone dalam pendidikan. Salah satu bentukmedia yang mudah dan menarikuntuk digunakan adalah penggunaan Augmented Reality. Teknologi Jaringan merupakan salah satu matakuliah keahlian berkarya. Kegiatan perkuliahan yang dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran dan metode tersebut dirasa kurang memenuhi kebutuhan pebelajar. Media Augmented Realitydapat membantumahasiswa untuk mendapatkan visualisasi dari materi yang bersifat abstrak.Dengandemikian,makamediaAugmented Realitydapatdigunakanuntukmeningkatkan pengetahuan dan pemahaman. Tujuan dari pengembangan mengembangkan sebuah media pembelajaran hasil gabungan teknologi cetak dan computer yang diwujudkan dengan teknologi Augmented Reality (AR). Untuk mengetahui hasil validitas dari media Augmented Reality untuk matakuliah Teknologi Jaringan.Untuk mengetahui kualitas media yang dikembangkan berdasarkan pendapat ahli apakah media memenuhi standart atau kriteria kelayakan media pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Research and Develpment (R & D) hasil adaptasi dari Borg and Gall (1983).Adapun tahapan tersebut antara lain: (1) Research Information Collecting; (2) Planning; (3) DevelopmentPreliminaryFormOfProduct; (4) PreliminaryFieldTesting; (5) MainProductRevision; (6) MainFieldTesting; (7) RevisionandFinalProduct. Subjek penelitian dalam validasi yaitu mahasiswa Teknologi Pendidikan angkatan 2013 offering B semester 6 atau yang mengikuti matakuliah Teknologi Jaringan. Jenis Data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Hasil pengembangan ini memenuhi kriteria valid yakni, ahli media 95%, ahli materi 90%, uji coba lapangan awal 86,98%, uji coba lapangan utama 89,23%. Saran yang diajukan kepada dosen mata kuliah Teknologi Jaringan adalah pada perkuliahan selanjutnya dapat menggunakan aplikasi ini sehingga mahasiswa memperoleh sumber belajar yang maksimal. Bagi pengembang selanjutnya hendaknya bisa menambahkan materi lain dan komponen-komponen dalam produk baik dari segi operasional, tampilan lebih jelas dan menarik.

Kajian tentang penyajian materi tata nama senyawa karbon dalam buku-buku pelajaran kimia SMU kelas 2 / oleh Siti Aminah

 

Struktur penyajian musik Gandrungan pada upacara adat Meras Gandrung di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi / Riverria Damai Hati

 

ABSTRAK Hati, Riverria Damai. 2016. Struktur Penyajian Musik Gandrungan pada Upacara Adat Meras Gandrung di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hj. Purwatiningsih, M.Pd (2) Hartono, S.Sn, M.Sn Kata Kunci : Struktur Penyajian, Musik Iringan, Upacara Adat Meras Gandrung. Upacara adat meras gandrung merupakan upacara adat untuk melantik para calon gandrung yang telah selesai mengikuti lima tahapan dan setelah itu dilantik menjadi gandrung yang profesional. Di dalam upacara adat meras gandrung tersebut terdapat sebuah musik iringan yang pakem dan tidak berubah dari dulu hingga sekarang yang mengiringi proses ritual upacara adat pelantikan gandrung tersebut. Musik yang mengiringi upacara adat meras gandrung tersebut adalah musik gandrungan. Pada musik gandrungan pada upacara adat meras gandrung ini memakai lima jenis instrument alat musik yang bernada slendro sliring sebagai salah satu pelarasannya. Dalam kurun waktu terakhir ini peneliti menyadari bahwa belum adanya penelitian mengenai struktur penyajian musik Gandrungan dan jenis instrument musik yang digunakan dalam upacara adat meras gandrung. Hal ini menjadi alasan peneliti untuk menggali lebih dalam struktur penyajian musik Gandrungan pada upacara adat meras gandrung Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan Struktur Penyajian Musik Gandrungan pada Upacara Adat Meras Gandrung di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Narasumber penelitian ini adalah Adenan, Suroso, Temu, dan Sayun. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi atau pengamatan dan dokumentasi. Analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Hasil penelitian menunjukan bahwa Struktur Penyajian Musik Gandrungan pada Upacara Adat Meras Gandrung terdiri atas tiga bagian yaitu 1) Bagian awal, mencangkup tiga gending, yaitu gending lewung yang mengiringi pada saat tahapan sasrahan, mocoan lontar yang mengiringi pada saat tahapan kramasan dan gending gurit mangir yang mengiringi pada saat tahapan cekokan; 2) Bagian inti memunculkan gending podho nonton yang mengiringi pada saat tahapan belajaran; 3) Bagian penutup ada giro penutup versi gandrung setelah tahapan perasan berlangsung. Dengan adanya penelitian ini, disarankan sebagai usaha melestarikan kesenian daerah dapat dilakukan penelitian lanjutan sebagai usaha pengembangan musik iringan pada upacara adat meras gandrung, lebih mengapresiasi seni pertunjukan daerah setempat dan memperkenalkan ke daerah lain dalam lingkup yang lebih luas.

Studi pengaruh kesadahan air terhadap penentuan besi (II) dalam kompleks besi (II)-O-fenantrolin secara spektrofotometri / oleh Evi Silviana

 

Pengaruh implementasi keselamatan dan kesehatan kerja terhadaproduktivitas pekerja pada proyek pembangunan Hotel Whiz Prime Malang / Moh. Muhda Raha Diyantara

 

ABSTRAK Diyantara, Mohammad Muhda Raha. 2016. Pengaruh Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Pekerja Di Proyek Pembangunan Hotel Whiz Prime Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Made Wena, M.Pd., M.T (II) Drs. Nemesius Bambang Revantoro, S.T., M.T. Kata Kunci : Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Produktivitas, dan Whiz Prime Malang Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan program pemeliharaan dan perlindungan yang berhak diterima oleh pekerja. Produktivitas merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang dipergunakan sesuai dengan diharapkan dalam waktu yang singkat atau tepat.Keselamatan dan kesehatan kerja sangat berkaitan erat dengan peningkatan produktivitas kerja keselamatan dan kesehatan kerja yang baik maka akan menghasilkan produktivitas yang tinggi. Pada pembangunan Hotel Whiz Prime Malang atribut keselamatan dan kesehatan kerja(K3) sering diabaikan, hal tersebut menyebabkan produktivitas pekerja menurun. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dimana variabel X merupakan keselamatan dan kesehatan kerja dan variabel Y adalah produktivitas kerja. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan kuesioner tertutup, data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis linear sederhana untuk mengetahui pengaruh implementasi keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas pekerja pada pembangunan Hotel Whiz Prime Malang. Dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa:(1) manajemen keselamatan dan kesehatan kerja oleh staf di proyek pembangunan hotel whiz prime malang ini pada kriteria baik;(2) Dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa manajemen keselamatan dan kesehatan kerja oleh pekerja di proyek pembangunan Hotel Whiz Prime Malang ini pada kriteria baik;(3) Berdasarkan penelitian diketahui bahwa secara umum responden memberikan penilaian bahwa produktivitas kerja di proyek pembanguna Hotel Whiz Prime Malang ini pada kriteria baik;(4) Berdasarkan hasil analisis data dengan perhitungan uji linier sederhana terbukti ada pengaruh positif dan signifikan antara kesehatan dan keselamatan kerja terhadap produktivitas kerja pada proyek pembangunan Hotel Whiz Prime Malang.

Penerapan model pembelajaran langsung (direct instruction) untuk meningkatkan keterampilan membaca peta pada siswa kelas VII SMP Terbuka 05 Malang / Sri Muji Lestari

 

ABSTRAK Lestari, Sri Muji. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) Untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Peta Pada Siswa Kelas VII SMP Terbuka 05 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Bagus Setiabudi Wiwoho, S.Si. M.Si, (II) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd. Kata Kunci : Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction), Keterampilan Membaca Peta Hasil observasi yang dilakukan di SMP Terbuka 05 Malang, menunjukkan bahwa selama ini pembelajaran IPS-Geografi pada materi peta, guru hanya menjelaskan pengertian peta dan komponen-komponennya secara singkat dan tidak menjelaskan informasi yang terdapat pada peta tersebut. Hal ini menyebabkan kurangnya kemampuan siswa menunjukkan letak suatu tempat/lokasi geografis, kurangpahamnya siswa tentang orientasi peta (menentukan arah pada peta), kurangnya kemampuan siswa dalam mengartikan simbol-simbol yang ada pada peta, dan kemampuan siswa dalam mengungkapkan informasi yang ada sangat kurang. Metode yang sering digunakan oleh guru dalam pembelajaran terbatas pada ceramah saja. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bidang studi IPS-Geografi SMP Terbuka 05 Malang yaitu Ibu Nunuk Wijayanti yang dilakukan pada tanggal 28 Maret 2009 diperoleh informasi bahwa keterampilan siswa kelas VII dalam membaca peta masih rendah. Hal itu dibuktikan dengan skor rata-rata hasil penilaian produk pada pra tindakan yang dilakukan peneliti pada tanggal 06 April 2009, diperoleh skor rata-rata siswa sebesar 53,88 dengan ketuntasan keterampilan membaca peta sebesar 32%, sedangkan Standar Ketuntasan Minimum (SKM) yang ditetapkan SMP Terbuka 05 Malang sebesar 65. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca peta. Keterampilan membaca peta meliputi: (1) keterampilan membaca dan menjelaskan informasi pada peta dan (2) keterampilan mengubah ukuran peta. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2009. Subyek penelitian yaitu siswa kelas VII yang berjumlah 25 siswa SMP Terbuka 05 Malang. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Satu siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Masing-masing pertemuan terdiri dari 2 jam pelajaran. Alokasi waktu 1 jam pelajaran terdiri dari 40 menit. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi, lembar kerja produk, lembar catatan lapangan, dan pedoman wawancara. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan membaca peta siswa mengalami peningkatan mulai dari pra tindakan ke siklus 1 dan siklus 1 ke siklus 2. Rata-rata keterampilan membaca peta siswa pada pra tindakan sebesar 53,88 pada siklus 1 meningkat menjadi 65,6 dan pada siklus 2 meningkat menjadi 75,08. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran langsung (Direct Instruction) dapat meningkatkan keterampilan membaca peta siswa. Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung (Direct Instruction) sebaiknya diterapkan oleh guru Geografi karena dapat meningkatkan keterampilan membaca peta siswa.

Pengaruh ketersediaan fasilitas belajar di sekolah dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri 5 Malang tahun ajaran 2005/2006 / oleh Dini Ariyanti

 

Pengaruh variasi temperatur proses pelapisan hot dipping terhadap tebal lapisan dan laju korosi untuk baja St 60 / Abdillah Mahadi

 

Mahadi, Abdillah. 2014. Pengaruh Variasi Temperatur pada Proses Pelapisan Hot Dipping terhadap Tebal Lapisan dan Laju Korosi untuk Baja St 60. Skripsi, Program Studi S1 Pend. Teknik Mesin Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hj. Widiyanti, M.Pd. (2) Drs. H. Putut Murdanto, S.T., M.Pd. Kata Kunci: Hot Dip Galvanizing, variasi temperatur, tebal lapisan, laju korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kebenaran dan sekaligus membuktikan beberapa pendapat yang ada mengenai pemakaian parameter temperatur yang digunakan dalam pelapisan baja dengan metode Hot Dip Galvanizing. Secara spesifik penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa tentang pengaruh variasi temperatur pada proses pelapisan Hot Dipping terhadap tebal lapisan dan laju korosi St 60. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental dimana data didapat dengan cara melakukan percobaan- percobaan dan pengujian terhadap spesimen. Data dianalisis dengan bantuan software SPSS untuk pengolahan regresi linier berganda dan Microsoft Excell untuk analisa grafik . Bahan carbon St 60 dibentuk dengan ukuran diameter 25mm dan tebal 3mm. Pelapisan dilakukan selama 5 menit pada suhu 440 0C, 460 0C dan 480 0C dengan pengulangan tiga kali. Data diambil dengan cara mengukur tebal lapisan benda kerja setelah dilakukan proses pelapisan Hot Dip Galvanizing dengan menggunakan thickness minitest dan mengukur laju korosi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variasi temperatur berpengaruh secara simultan terhadap tebal lapisan dan laju korosi. Hal ini dibuktikan dengan nilai tebal lapisan pada suhu 440 0C, 460 0C dan 480 0C mempunyai ketebalan rata-rata sebesar 152 µm, 174,33 µm dan 222 µm. Untuk hasil uji laju korosi pada suhu 440 0C, 460 0C dan 480 0C mempunyai nilai laju korosi rata-rata sebesar 0,5534 mpy, 0,4452 mpy dan 0,3813 mpy(. Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan jika semakin tinggi temperatur yang digunakan semakin tebal hasil lapisan. Semakin tebal hasil lapisan semakin kecil pula laju korosinya. Berdasarkan teori proses pelapisan dengan metode Hot Dip Galvanizing berfungsi melindungi logam dari korosi. Untuk peneliti lain bisa menggunakan alternatif lain sebagai variabel bebas seperti seperti durasi pencelupan, baja yang digunakan atau variasi media pendingin dalam penelitian lanjutan guna lebih menguatkan hasil penelitian. Dan jumlah sampel yang diambil diperbanyak sehingga hasil analisis grafiknya mewakili kondisi nyata..

Studi tentang tingkat pemahaman materi senyawa karbon berdasarkan kurikulum SMU 1994 bagi siswa kelas II SMU se kecamatan Lawang kabupaten Malang / oleh Siti Rofida

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 |