Studi tentang teknik kultur jaringan pada tanaman tebu / Isponida

 

Pengaruh bermacam-macam varietas Citrus terhadap kwantitas dan kwalitas sukade / Isroin

 

Kekunaan makam Islam di Tralaya / oleh Istamar

 

Faktor-faktor kesulitan yang dialamai meahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Malang dalam menyelesaikan studi tepat waktu / Andi Suhandi

 

Kata Kunci: Faktor Internal, Faktor Eksternal, Studi tepat waktu. Proses pendidikan pada hakikatnya adalah salah satu proses pembinaan sumber daya manusia yang ditekankan pada upaya pengembangan aspek-aspek pribadi peserta didik dari segi jasmani maupun rohani. Pendidikan juga memegang peranan penting karena dapat meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia, pendidikan merupakan cara suatu negara dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Pendidikan Nasional itu sendiri bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor kesulitan yang dialami mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Malang dalam menyelesaikan studi tepat waktu. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga angkatan 2007-2008 yang berjumlah 86 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dengan proportional random sampling sebanyak 30 mahasiswa. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket tertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil analisis data menunjukkan bahwa faktor kesulitan internal dan faktor kesulitan eksternal yang dialami mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Malang dalam penyelesaian studi tepat waktu terkadang menjadi penghambat dalam menyelesaikan studi tepat waktu dengan hasil analisis faktor internal sebesar (46,92%) terletak pada kategori kadang-kadang menjadi faktor kesulitan dalam menyelesaikan studi, sedangkan faktor eksternal sebesar (45,92%) terletak pada kategori kadang-kadang menjadi faktor kesulitan dalam menyelesaikan studi tepat waktu.

Peningkatan kemampuan membaca permulaan melalui pemanfaatan media permainan kartu huruf pada anak Kelom,pok B TK Dharma Wanita Desa Gebang Pakel Kabupaten Tulungagung / Desy Erma Saputri

 

ABSTRAK Saputri, Desy Erma. 2015. Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Pemanfaatan Media Permainan Kartu Huruf Pada Anak Kelompok B TK Dharma Wanita Desa Gebang Pakel Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn (2) Drs. Hadi Mustofa, M.Pd Kata Kunci : kemampuan membaca permulaan anak, permainan kartu huruf. Kegiatan belajar anak baik di sekolah maupun dirumah tidakmlepas dari aspek bahasa terutama membaca permulaan untuk persiapan masuk ke sekolah dasar. Berdasarkan pengamatan pembelajaran sehari-hari yang dilakukan anak kelompok B di TK Dharma Wanita Desa Gebang Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung, ditemukan bahwa 8 anak dari 23 anak yang mampu melakukan 3-5 perintah secara berurutan, membaca gambar yang memiliki kata/kalimat sederhana dan anak masih belum bisa membaca karena anak melihat huruf- huruf tersebut hampir sama, sehingga mempersulit kosa kata bahasa anak. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah (1) bagaimanakah penerapan pemanfaatan media permainan kartu huruf dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak kelompok B di TK Dharma Wanita Desa Gebang Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung?; dan (2) apakah penerapan pemanfaatan media permainan kartu huruf dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak kelompok B di TK Dharma Wanita Desa Gebang Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung? Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian yaitu kelompok B di TK Dharma Wanita Desa Gebang Pakel sebanyak 23 anak. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas guru dan anak, lembar penilaian kemampuan membaca permulaan anak. Analisis data penelitian yang dipakai adalah reduksi data, perhitungan persentase anak dan kelompok, menyajikan data, dan menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan (1) penerapan permainan sirkuit tebak rasa dilakukan guru dan anak dengan sangat baik. Hal ini diketahui dari hasil penelitian aktivitas guru yang selalu mencapai 100%, dan aktivitas anak sebesar 85,75 (sangat baik) ; dan (2) terjadi peningkatan kemampuan membaca permulaan anak. Hal ini diketahui dari hasil penelitian kemampuan membaca permulaan anak pada siklus I sebesar 50,02% (kurang). Pada siklus II, kemampuan membaca permulaan anak 85,75% (sangat baik) dengan ketuntasan sebesar 100% (sangat baik). Sehingga disimpulkan bahwa dengan permainan kartu huruf berhasil. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan kartu huruf yang dilakukan guru dan anak dengan sangat baik dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak kelompok B yang sangat baik pula. Disarankan pada guru kelompok B untuk menggunakan permainan kartu huruf ini, sebagai upaya mengembangkan kemampuan membaca permulaan anak.

Studi tentang kemungkinan penyelenggaraan kegiatan ekstra kurikuler sebagai bagian dari Pendidikan Seni Rupa di SMA Negeri di Kodya Malang / oleh Istirahayu

 

Pengembangan metode membaca untuk anak Kelompok A di TK Kemala Bhayangkari 44 Kota Blitar / Yudatul Ismawati

 

Ismawati, Yudatul. 2015. Pengembangan Metode Kubaca untuk Anak Kelompok A di TK Kemala Bhayangkari 44 Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.Pd, (2) Suryadi, S.Sn. Kata kunci: pengembangan, metode kubaca, anak Kelompok A Metode Kubaca merupakan metode membaca yang mengenalkan anak pada “kata”terlebih dahulu menggunakan media kartu kata. Inti dari metode ini adalah anak mampu membaca dengan pemanfaatan media kartu kata mulai dari satu kata sampai bisa membaca kalimat yang terdiri lebih dari tiga kata, dan untuk meraih keberhasilan seluruh anggota kegiatan belajar harus mampu membaca kata yang terdapat pada kartu kata. Berdasarkan hasil penelitian melalui observasi terhadap anak kelompok A di TK Kemala Bhayangkari 44 Kota Blitar, kegiatan pembelajaran membaca belum pernah dilaksanakan dan merasa perlu untuk dilaksanakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan metode Kubaca yang diharapkan mudah untuk dilakukan, anak mudah memahami, dan menyenangkan baginya. Prosedur pengembangan metode Kubaca adalah 1) Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi 2) Melakukan perencanaan 3) Mengembangkan bentuk produk awal 4) Melakukan uji coba lapangan permulaan 5) Melakukan revisi terhadap produk 6) Melakukan uji coba lapangan utama 7) Melakukan revisi produk. Instrument yang digunakan adalah kuesioner berisi rancangan tentang produk dan produk yang yang telah dibuat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan deskriptif berupa presentase. Hasil pengembangan ini adalah 86,7% anak mudah memahami metode Kubaca yang digunakan dalam kegiatan belajar membaca di kelas dan 88,1% anak senang mengikuti kegiatan belajar membaca di kelas dengan metode Kubaca. Berdasarkan data hasil pengemabangan metode Kubaca, maka dapat disimpulkan bahwa metode tersebut mudah untuk diterapkan, mudah dipahami anak dan menyenagkan bagi anak. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat diuji cobakan kepada kelompokyang lebih luas dan dapat disosialisasikan kepada sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan yang terkait sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya. Selain hal tersebut karena penelitian ini hanya terbatas pada pengembangan produk, diharapkan ada peneliti selanjutnya untuk menguji tingkat keefektifan dari produk yang dikembangkan.

Referendum sebagai upaya hukum dalam rangka mempertahankan Pancasial dan UUD 1945
Iswantadi

 

Penggunaan media "kaleng baca" untuk meningkatkan kemampuan keaksaraan anak kelompok B di TK Satu Atap SDN Ciptomulyo 2 Malang / Yuyun Wahyuni

 

ABSTRAK Wahyuni, Yuyun. 2015. Penggunaan Media “Kaleng Baca” untuk Meningkatkan Kemampuan Keaksaraan Anak Kelompok B di TK Satu Atap SDN Ciptomulyo 2 Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum, (II) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, M.Pd. Kata Kunci: media “Kaleng Baca”, kemampuan keaksaraan Latar belakang yang mendasari penelitian ini dilakukan adalah karena rendahnya kemampuan keaksaraan anak. Hal ini disebabkan belum tersedianya media dan sumber belajar yang tepat dan dapat menarik minat dan perhatian anak terhadap kegiatan pembelajaran keaksaraan. Metode pembelajaran yang lebih mengutamakan hafalan materi sehingga anak merasa cepat bosan dan kurang konsentrasi.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran “Kaleng Baca” dalam meningkatkan kemampuan keaksaraan anak Kelompok B di TK Satu Atap SDN Ciptomulyo 2 Malang dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan keaksaraan anak setelah penggunaan media “Kaleng Baca”. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan dokumentasi, sedangkan instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi kemampuan anak dan foto dokumentasi kegiatan anak selama pembelajaran berlangsung. Subyek penelitian adalah peserta didik Kelompok B di TK Satu Atap SDN Ciptomulyo 2 pada Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah sebanyak 18 anak. Hasil penelitian diketahui bahwa penggunaan media “Kaleng Baca” dapat meningkatkan kemampuan keaksaraan anak dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat. Setelah menggunakan media “Kaleng Baca” dalam pembelajaran, kemampuan keaksaraan anak mengalami peningkatan yang baik. Hal ini terbukti dari hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan pencapaian kemampuan keaksaraan anak pada siklus I sebesar 34% dan pada siklus II sebesar 83% dengan peningkatan persentase pencapaian perkembangan kelas dari siklus I hingga siklus II sebesar 49%. Berdasarkan keberhasilan yang dicapai pada penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media “Kaleng Baca” haruslah diiringi dengan penerapan metode pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan sehingga dapat meningkatkan kemampuan keaksaraan anak. Penggunaan media “Kaleng Baca” dalam pembelajaran terbukti dapat meningkatkan kemampuan keaksaraan anak Kelompok B di TK Satu Atap SDN Ciptomulyo 2 Malang. Melihat keberhasilan ini, maka disarankan agar para guru dapat menggunakan media “Kaleng Baca” ini untuk meningkatkan kemampuan keaksaraan anak.

Hubungan antara kemampuan memahami struktur paragraf dengan kemampuan menyusun paragraf siswa kelas II SMEA Negeri 2 Turen - Malang tahun ajaran 1988/1989
Daroe Iswatiningsih

 

Peningkatan kemampuan motorik kasar melalui permainan sirkuit Aku Bisa pada Kelompok B di TK Al Hidayah Centong Kabupaten Blitar / Herma Fery Rosadi

 

Rosadi, Herma Fery. 2015. Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Permainan Sirkuit Aku Bisa Pada Kelompok B di TK Al Hidayah Centong Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar Dan Prasekolah, Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Alif Mudiono, M.Pd, (II) Wuri Astuti, S.Pd. Kata Kunci: Kelompok B, Motorik Kasar, Permainan Sirkuit Aku Bisa Kemampuan motorik kasar di TK Al Hidayah Centong Kabupaten Blitar pada anak kelompok B2 belum berkembang dengan baik, dibuktikan dari 19 anak hanya 4 anak atau sekitar 21,05% anak berkembang dengan baik. Terutama pada kegiatan berlari dengan lincah (zig-zag), berlari sambil melompat, berjalan dengan berjinjit, dan melempar bola tepat pada sasaran. Berdasarkan paparan tersebut, menjadikan Permainan Sirkuit Aku Bisa diharapkan dapat menstimulasi anak untuk meningkatkan motorik kasar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah penerapan permainan Sirkuit Aku Bisa dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak kelompok B di TK Al Hidayah Centong Kabupaten Blitar? (2)Apakah penerapan permainan Sirkuit Aku Bisa dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak kelompok B di TK Al Hidayah Centong Kabupaten Blitar? Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 Siklus. Setiap siklus mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian yaitu anak kelompok B2 yang berjumlah 19 anak. Instrumen pengumpulan data berupa dokumentasi, lembar observasi, dan catatan lapangan. Penerapan pembelajaran motorik kasar dengan menggunakan Sirkuit Aku Bisa sudah dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah yang telah direncanakan sebelumnya. Hasil peningkatan rata-rata kemampuan motorik kasar anak pada siklus I mencapai 55,27% dan rata-rata siklus II mencapai 84,21%. Kesimpulan dari penerapan permainan Sirkuit Aku Bisa dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar dengan rata-rata peningkatan pada siklus II mencapai 84,21%. Saran ditujukakan kepada (1) guru dapat menerapkan permainan Sirkuit Aku Bisa saat pembelajaran motorik kasar anak sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran Sirkuit Aku Bisa dan guru dapat mengondisikan anak dengan baik sehingga anak mengerti dan memahami peraturan permainan Sirkuit Aku Bisa, (2) lembaga dapat menjadikan Sirkuit Aku Bisa sebagai acuan dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak, (3) peneliti selanjutnya dapat mengembangkan dan membuat permainan Sirkuit Aku Bisa lebih bervariasi.

Kegiatan supervisi Pendidikan Seni Rupa pada Sekolah Dasar di Kota Madya Malang / oleh Sri Iswidayati

 

Peningkatan kemampuan calistung melalui metode demonstrasi di kelompok B di RA Abdus Salam Bekacak Kolursari Bangil Pasuruan / Siti Aisyah Tavip

 

ABSTRAK Tavip, SitiAisyah. 2015. PeningkatanKemampuanCalistungmelaluimetodedemonstrasi di Kelompok B RA Abdus Salam BekacakKolursariBangilPasuruan.Program StudiJurusanPendidikanGuru PendidikanAnakUsiaDiniFakultasIlmuPendidikanUniversitasNegeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. H. Sutarno, M.Pd, (2) Drs. UsepKustiawan, M.Sn. Kata Kunci :MetodeDemonstrasi, PeningkatanCalistungRA. Peningkatancalistungadalahupayadalammemenuhikebutuhanmasapekapertumbuhandanperkembangananakusiadini, di Kelompok B RA Abdus Salam BekacakKolursariBangilPasuruanadalahsalahsatupendidikantingkat RAperluadanyapeningkatandalampembelajarancalistungkarenaselalumemakaibukuteksdanpanduandarisekolah. Dalampenelitianinibertujuan:(1)Mendeskripsikanpenerapanmetodedemonstrasidalampeningkatankemampuancalistung di Kelompok B RA Abdus Salam BekacakKolursariBangilPasuruan, (2)Mendeskripsikankemampuancalistungmelaluimetodedemonstrasidi Kelompok B RA Abdus Salam BekacakKolursariBangilPasuruan. Penelitianinidilaksanakanmelaluipenelitiantindakankelas(PTK) yang dikembangkanolehKemmisdanTaggart yang terdiridari (1) Tahapanperencanaan (2) Tindakan (3) Observasi (4) Refleksimenggunakansubyek 19 anakdenganlangkah-langkah : (a) Guru menyampaikankompentesidangambaransekilasmateri yang akandisampaikan(b) Menyiapkanbahanataualat yang di perlukan, (c) Menunjuksalahseorangsiswauntukmendemontrasikan, (d)Tiapsiswamengemumukakanhasilanalisanya, (e) Guru membuatkesimpulan. Berdasarkanhasilanalisis data tersebutantara lain : (1) Selamapembelajarandenganmenggunakanmetodedemonstrasiberjalansangatlancardanhasilnyasangatmemuaskan (2) Ketergantunganguru padabukutekssangatberkurang (3) Pembelajaranlebihterpusatpadasiswadanlebihbersifatkonstruktivistik (4) Situasipendidikanlebihkondusif. Penerapanmetodedemonstrasidapatmeningkatkankemampuancalistunganakkhususnya di kelompok B RA Abdus Salam Bekacak-KolursariBangil-Pasuruan: (1) Guru,disarankan agar guru di kelompok B hendaknyadalampembelajaranmenggunakanmetodedemonstrasidalammeningkatkankemampuancalistunganak. (2) Bagisekolah yang inginmeningkatkanpembelajarancalistunganak di Kelompok B, hendaknyaharusadaperubahanpenilaiankearah yang lebihkomprehensif, makadisarankanmenggunakanmetodedemonstrasi.(3) Peneliti, Keterbatasanpenilaianini yang diterapkan di tengah-tengahsistempembelajaran, disarankanbagipenelitilanjutcobatelitilagiimplementasimetodedemonstrasi di tengah-tengahsekolah yang secarasistematikmengimplementasikanpembelajarandemonstrasisecarapenuh.

Penyelidikan tentang kesukaran yang dihadapi oleh dosen penasehat dan mahasiswa dalam proses pelaksanaan kepenasehatan program studi di fakultas ilmu pendididkan IKIP Malang semester I/1976 / Jahman

 

Pengembangan tari kreasi baru Meri Megol dalam pembelajaran seni anak usia dini / Ayu Vrismia Ningrum

 

ABSTRAK Ningrum, AyuVrismia2015 Pengembangan Tari Kreasi Baru Meri Megol Dalam Pembelajaran Seni Anak Usia Dini. Skripsi Program StudiPendidikan Guru PendidikanAnakUsiaDini, JurusanKependidikanSekolahDasar Dan Prasekolah, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang, Pembimbing (1) Drs. HeruWidijoto, M.S, (2) Retno Tri Wulandari, S.Pd, M.Pd Kata Kunci :Pembelajaransenitariuntukanakusiadini Tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak-gerak ritmis yang indah. Kegiatanpembelajaransenitari di PaudAlamInsan Ceria Ampelgadingbelumpernahdilakukan, makapenelitimengembangkankegiatanpembelajaransenitariuntukmengembangkanintelegensimotorikanak-anakkarenaanakakan di asahbakatdanminatdalampendidikanseni. Tujuan dari Penelitian dan Pengembangan ini adalah mengembangkan pembelajarantari kreasi baru meri megol dalam pembelajaran seni anak usia dini yang diharapkan dapat melatih fisik motorik anak agaranak lebih aktif dalam bergerak mudah dilakukan, menyenangkan dan mempunyai kegiatan baru yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya. Penelitiandanpengembanganmenggunakan model pengembangan (research dan development) yang mengadopsidari Dick & Carey (dalamSetyosari2013)Teknikanalisis data menggunakandata kualitatifdan data kuantitatif.Datakualitatifberupa saran danmasukandariparaahli yang digunakanuntukmelakukanrevisiterhadaprancanganproduk.Kuantitatifberupapersentasekemudahan, kesenangan, keamanananakpadasaatmelakukankegiatan.Instrumenpengumpulan datamenggunakanpendekatankualitatifdankuantitatif yang berupawawancara, observasidanangket. Hasilpengembanganpadaanalisis data kuantitatifdiperolehpersentase hasil analisis data validasi dari ahli pembelajaran anak usia dini mendapatkan rata-rata sebesar 100%, data validasi dari ahli pembelajaran anak usia dini mendapatkan rata-rata sebesar 78,57%, dandata validasi dari ahli seni tari mendapatkan rata-rata sebesar 85,29%, data hasilujicobakelompokkecil 87% dan data hasilujicobakelompokbesar 100%. Dapat disimpulkan bahwa tari kreasi baru meri megol dapat digunakan dalam pembelajaran aspek seni anak usia dini, Kelebihan dari menggunakan tari kreasi baru meri megol yaitu: (1) mudah dan menyenangkan bagi anak, (2) tidak berbahaya bagi anak.Produk yang ditujukan untuk anak di Paud Alam Insan Ceria Ampelgading dapat disajikan pada semua anak, serta dapat digunakan di sekolah lain, dan lembaga pendidikan yang terkait sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya sesuai materi pembelajaran seni.

Tepera affixes (a dialect of Tanah Merah Jayapura) / Nico Jakarimilena

 

Hubungan antara penguasaan kosakata dengan kemampuan membaca cepat siswa kelas II SMA Negeri V Malang tahun 1987/1988
Jamaludin

 

Hubungan lingkungan belajar, dukungan orang tua, motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SMA negeri di Kabupaten Lombok Timur / Muhamad Syarafuddin

 

ABSTRAK Muhamad Syarafuddin. 2010. Hubungan antara lingkungan belajar, dukungan orang tua dan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri di Kabupaten Lombok Timur. Tesis. Program studi Bimbingan dan Konseling. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Sutoyo Imam Utoyo, M.Pd, (II) Prof. Dr. I Wayan Ardhana, M.A Kata kunci: lingkungan belajar, dukungan orang tua, motivasi belajar, prestasi belajar Prestasi belajar yang tinggi merupakan kondisi yang diharapkan oleh setiap siswa. Namun dalam kenyataannya tidak semua siswa mampu memenuhi kondisi yang diharapkan tersebut. Hal ini disebabkan banyak faktor yang turut mempengaruhi prestasi belajar siswa, antara lain lingkungan belajar, dukungan orang tua, motivasi belajar, prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan lingkungan belajar, dukungan orang tua, motivasi belajar dan prestasi belajar siswa SMA Negeri di Kabupaten Lombok Timur. (2) Hubungan antara lingkungan belajar, dukungan orangtua, motivasi belajar secara bersama-sama dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri di Kabupaten Lombok Timur. (3) Sumbangan efektif lingkungan belajar, dukungan orang tua dan motivasi belajar secara bersama-sama dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri di Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penarikan anggota sampel dengan teknik purposive proporsional random sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 228 orang. Data dikumpulkan menggunakan angket dan dokumen. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis korelasi, analisis regresi linier multipl. Dengan taraf signifikansi 5% (=0,05). Temuan penelitian ini menyatakan hasil-hasil sebagai berikut: (1) kecendrungan lingkungan belajar, dukungan orang tua, motivasi belajar dan prestasi belajar siswa SMA Negeri di Kabupaten Lombok Timur tergolong Cukup Baik. (2) terdapat hubungan yang positif antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar siswa (r=0,150), dukungan orang tua dengan prestasi belajar siswa (r=0,340) dan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa (r=0,329). Sumbangan masing-masing variabel bebas terhadap prestasi belajar secara berturut-turut adalah variabel lingkungan belajar mempengaruhi sebesar 12,2% dukungan orang tua berpengaruh 31,1% dan motivasi belajar sebesar 29,3%. (3) hasil analisa hubungan bersama-sama dengan variabel bebas terhadap variabel terikat prestasi belajar menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan belajar, dukungan orang tua dan motivasi belajar. Sumbangan efektif semua variabel bebas lingkungan belajar dukungan orang tua dan motivasi belajar sebesar R=0,460 dan harga F=21,086. Sumbangan variabel bersama-sama sebesar 22,0%. Berdasarkan temuan di atas disarankan kepada: (1) Guru BK/Konselor Sekolah SMA Negeri di Kabupaten Lombok Timur hendaknya terus mengupayakan perkembangan optimal siswa-siswa dengan terus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan terutama pencapaian prestasi belajarnya; melakukan kolaborasi atau kerjasama dengan segenap pihak; meningkatkan kompetensi dalam melaksanakan karena tuntutan kebutuhan siswa akan perkembangan optimal mereka khususnya peningkatan prestasi belajar akan terus meningkat. (2) kepala SMA Negeri di Kabupaten Lombok Timur sebagai penanggungjawab bimbingan dan konseling di sekolah, kepala sekolah hendaknya memfasilitasi untuk terciptanya lingkungan belajar yang kondusif di sekolah dan meningkatkan motivasi belajar siswa; hendaknya memfasilitasi untuk terus terbangunnya dukungan orangtua terhadap anak-anak mereka, karena dukungan orangtua dengan kondisi-kondisi masing-masing mereka paling besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar siswa. (3) Kepada guru-guru bidang studi SMA Negeri di Kabupaten Lombok Timur diharapkan dapat saling membangun kerjasama dengan guru BK/konselor sekolah dalam meningkatkan prestasi belajar siswa; dan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif ketika melakukan pembelajaran di kelas. Untuk peneliti yang akan datang disarankan memperluas sampel penelitian dan juga dalam merancang metode analisis untuk penelitian serupa, sehingga dapat menggambarkan populasi siswa di SMA Negeri di Kabupaten Lombok Timur yang seutuhnya dan selengkap-lengkapnya.

Penyelidikan tentang kesukaran yang dialami oleh petugas Kantor Regestrasi dan Mahasiswa dalam proses pelaksanaan regestrasi dan rekording di IKIP Malang pada tahun 1974 / Thaberani Jauhar

 

Sistem pemerintahan desa merupakan bentuk demokrasi asli Indonesia / Mohammad Jazuli

 

Teknik pembatasan kekuasaan eksekutif menurut Undang-Undang Dasar 1945 / Joesmani

 

Beberapa aspek mengenai penghapusan aktiva-tetap dalam hubungannja dengan perhitungan harga-pokok / Bambang Joewono

 

The Correlation between the KAD/0452/TM/74 and the English language proficiency and the achievement in vocabulary / Abd. Rajab Johari

 

Meningkatkan motivasi dan ketuntasan hasil belajar ekonomi dengan pembelajaran kooperatif model STAD pada siswa kelas XI IPS SMAN 1 Bontang / Nurdin

 

Kata kunci: motivasi, ketuntasan hasil belajar, model STAD Proses pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Bontang selama ini masih terdapat kelemahan. Pertama, pola pembelajaran yang diterapkan masih terpusat pada guru (teacher oriented), sehingga siswa kurang diberi kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan belum terlibat secara maksimal dalam proses pembelajaran. Kedua, penerapan pembelajaran kooperatif untuk materi ekonomi belum secara jelas memenuhi prosedur pembelajaran kooperatif. Ini terlihat dalam proses pembelajaran yang hanya didominasi oleh siswa yang pandai, sementara siswa yang kemampuannya rendah kurang berpartisipasi dalam mengerjakan tugas kelompok sehingga interaksi antara siswa dengan siswa sangat kurang. Kelemahan tersebut berimplikasi pada rendahnya motivasi dan ketuntasan hasil belajar siswa. Mengingat hal tersebut, pengembangan model pembelajaran bagi siswa merupakan kebutuhan yang mendesak dan perlu perhatian. Salah satu model pembelajaran yang diyakini mampu meningkatkan motivasi dan ketuntasan hasil belajar siswa, adalah pembelajaran kooperatif model STAD. Untuk itu peneliti yakin bahwa pembelajaran model STAD dapat memberikan harapan yang cukup besar untuk meningkatkan motivasi dan ketuntasan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi. Penelitian ini bertujuan memperbaiki proses pembelajaran ekonomi untuk meningkatkan motivasi dan ketuntasan hasil belajar ekonomi siswa. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan kuatitatif dan jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan selama delapan kali pertemuan dalam tiga siklus melalui empat tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 3 SMAN 1 Bontang semester 2 tahun pembelajaran 2009/2010. Data penelitian berupa nilai mata pelajaran ekonomi sebelum pelaksanaan tindakan dikumpulkan melalui dokumen, motivasi belajar dikumpulkan dengan menggunakan angket, hasil belajar dikumpulkan melalui tes, dan aktivitas siswa dikumpulkan melalui observasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian dapat dipaparkan secara singkat sebagai berikut: 1) pembelajaran kooperatif model STAD dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Motivasi belajar siswa pada kondisi awal pembelajaran yang hanya berada pada kategori sedang, ternyata pada akhir tindakan (siklus 3) telah mencapai kategori tinggi, dan 2) pembelajaran kooperatif model STAD dapat meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa. Pada kondisi awal pembelajaran, ketuntasan hasil belajar hanya mencapai 51,85 %, siklus 1 sebesar 62,96 %, siklus 2 sebesar 96,29 %, dan siklus 3 sebesar 100 %. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diajukan beberapa saran, yaitu (1) mengingat pembelajaran kooperatif model STAD dapat meningkatkan motivasi dan ketuntasan hasil belajar, maka disarankan kepada guru agar dapat menerapkan pendekatan ini pada materi yang sesuai dalam melaksanakan pembelajaran ekonomi khususnya materi siklus akuntansi perusahaan jasa dan laporan keuangan di SMA. (2) berdasarkan temuan penelitian ini, salah satu kendala dalam penerapan model STAD adalah kurangnya kesiapan siswa menghadapi pembelajaran dengan model STAD, untuk itu disarankan agar guru menerapkan model ini terlebih dahulu kepada siswa pada materi sebelum pelaksanaan tindakan. (3) hasil penelitian ini telah membuktikan bahwa model pembelajaran STAD dapat meningkatkan motivasi dan ketuntasan hasil belajar siswa pada materi siklus akuntansi perusahaan jasa dan laporan keuangan. Untuk itu bagi peneliti lebih lanjut disarankan mengembangkan penelitian sejenis pada materi lain dalam mata pelajaran ekonomi. Penelitian ini memberikan implikasi praktis. Dalam upaya meningkatkan motivasi dan ketuntasan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi khususnya materi siklus akuntansi perusahaan jasa dan laporan keuangan guru dapat menerapkan pembelajaran kooperatif model STAD.

Analisis komponen-komponen dalam karangan narasi siswa kelas IV SDN Ciptomulyo 3 Kec. Sukun Kota Malang / Savira Nurimansari

 

ABSTRAK Nurimansari, Savira. 2015.Analisis Komponen-Komponen dalam Karangan Narasi Siswa Kelas IV SDN Ciptomulyo 3Kecamatan Sukun Kota Malang. Skripsi, Jurusan KependidikanSekolahDasardanPraSekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Rumidjan, M.Pd(II) Muh. Arafik, S.Pd, M.Pd Kata Kunci:Karangan narasi,Komponen-komponen dalam karangan narasi PadamatapelajaranBahasa Indonesia terdapat 4 komponenketerampilan yang salahsatunyaadalahketerampilanmenulis. Keterampilanmenulisperlumemilikibanyak ide, gagasan, danpengalaman. Disampinghaltersebut, seorangpenulisjugaharusmenguasaibanyakperbendaharaan kata untukmenyampaikan ide–ide, pengetahuan, sertapengalaman yang dimiliki.Salah satuketerampilanmenulisyaknimenuliskarangannarasi. Karangannarasiadalahkarangan yang menceritakansuatuperistiwaberdasarkanurutanwaktu. Komponen-komponenkarangannarasiterdiridarialur, penokohan, latar, sudutpandang, danamanat.Olehkarenaitu, karangannarasidapatdikajiatauditelaahdarisegikomponen yang membangunnya. Tujuanpenelitianiniuntukmendeskripsikanpenggunaankomponen-komponendalamkarangannarasisiswa.Hasilpenelitiandiharapkandapatmemberikaninformasitentangkemampuansiswadalammenggunakankomponen-komponenpadakaranganceritanarasisehinggadapatmenjadimasukanbagipengajaranmenulisceritanarasikhususnya di SDN Ciptomulyo 3 Kec. Sukun Kota Malang. Penelitianinimenggunakanpendekatankualitatif, sedangkanjenispenelitianinimenggunakanjenispenelitiandeskriptif. Pemilihanjenispenelitianiniadalahdidasarkankesesuaiandengantujuanuntukmendeskripsikanpenggunaankomponen-komponendalamkarangannarasisiswa. Hasilpenelitianinidijelaskansebagaiberikut.Alur yang dipiliholehsiswakelasIV SDN Ciptomulyo 3 Malang secarakeseluruhanadalahalurmaju. Alurmajucenderungdipiliholehsiswakarenasesuaidengandayapikirmereka yang masihsederhana, sehinggacenderungmengurutkansuatuperistiwasecararuntutdarikejadianpertamasampaikejadianterakhirdalamkarangannya. Selainitu, karanganjugatidakmemilikiklimaks di dalamnyaPenggambarantokohmenggunakanduacarasecaralangsungdansecaratidaklangsung. Pelukisanlatar yang digunakanolehsiswakelasIV SDN Ciptomulyo 3 Malang sudahcukupbaik.Sudutpandang yang dipakaidalamkarangansiswacenderungmenggunakansudutpandangorang pertamasebagaipelakuutama. Tokoh “aku’ dipakaiolehpengarangkarenapengarangmasihkelas IV SD sehinggamemiliki rasa “keakuan” atauegois yang tinggi. Penggunaanamanatdalamkarangansiswakelas IV SDN Ciptomulyo 3 Malang masihsulitditemukanpadakaranganmereka.

The effectiveness of the SSS (start with simple stories) extensive reading toward the comprehension of the low achieving students of the first grade at PGRI Lawang Senior High School / Choirur Rozi

 

ABSTRACT Key Words: SSS extensive reading, conventional way, low achieving students, comprehension achievement Most students still have reading problems such as difficulty to understand the texts, low mastery of vocabulary, low speed of reading, and low habit of reading. These problems could result from many factors. They could derive from the teaching strategy, the students’ intelltual competence themselves, or the students’ socio and economic condition which force them to be lack of school facilities and eventually causes low interest of studying and low scores of English. To provide solution to these problems the writer proposed what so called the SSS Extensive Reading Program. The SSS Extensive Reading Program is a kind of reading strategy in which the learners are introduced with the reading activity using a variety of short illustrated stories. The aim of the study is to verify whether the first grade students of PGRI Lawang Senior High School taught using the SSS extensive reading perform better in reading comprehension than the students taught reading using the conventional way. The study intended to obtain a logical and reliable information whether there was a significant difference between students’ reading comprehension of the experimental and control groups. The subjects of the study were 61 students of the first grade of PGRI Lawang Senior High School. Thirty students were assigned as the experimental group and the other thirty one students were assigned as the control group. Of the two groups, those who get UAN scores below the school passing grade will be compared and analyzed in terms of the post test given after the treatment. The design of the research is quasi-experimental with non randomized control group post test. It is called quasi-experimental because of two reasons. First, the researcher could not fully control the scheduling of the experimental condition. Second, the researcher could not assign subjects randomly. The research instrument was in the form of 30 multiple choice-test items which covers English reading comprehension of the first grade students of PGRI Lawang Senior High School. The experimental group was taught reading using the SSS extensive reading while the control group was taught reading conventionally. Afterwards, both groups were simultaneously given the same post test. Further, since the two groups were homogeneous, the data analysis for the post test scores was computed using the t-test. The average scores of reading comprehension of the control and the experimental group were compared. The result of the computation shows that there is a significant difference between the scores of the students taught using the SSS extensive reading and the scores of those taught using the conventional way with the average score 66.67 for the experimental group and 48.94 for the control group. Based on the findings of the research, it is recommended that English teachers apply the SSS extensive reading program to obtain better students’ achievement in reading comprehension. In addition, the SSS extensive reading could provide such a pleasant feeling of reading that at the proper time it could improve the students’ habit of reading. To support the efficacy of the triple “S” extensive reading program smoothly at school, it is strongly recommended for English teachers to provide a small classroom library which contains various reading texts with different levels of difficulty, some administrative forms required to monitor the extensive reading program. To maintain students’ motivation and interest in reading, cooperation with the students’ parents in a conducive situation is of great importance. Teachers or parents can give information about the progress of their students in conducting the extensive reading program. The school librarians could endow the school library with a large number of readers as a supplement for students in learning English extensively. To provide sufficient reading materials for the library, it is advisable for them to build cooperation with either state or private owned company to accomplish the financial budget needed in this program.

Hubungan antara intelgensi dan kemampuan berbicara dalam Bahasa Indonesia siswa kelas III IPS SMA Negeri 8 Malang tahun 1988/1989
Jumadi

 

Profil kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika kelas IV di SDN ser-[gugus 08 Kecamatan Lowokwaru Malang / Anggun Putri Maharani

 

ABSTRAK Maharani, Anggun Putri. 2015. Profil Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Kelas IV Di SDN Se-Gugus 08 Kecamatan Lowokwaru Malang. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Endang Setyo Winarni, M.Pd, Pembimbing (2) Drs. Goenawan Roebyanto, S.Pd, M.Pd Kata kunci : Profil, Kesalahan, Soal Cerita, Matematika SD. Matematika merupakan ilmu yang komplek, matematika dapat dikatakan sebagai ilmu yang mendasari ilmu pengetahuan lain yang dipelajari di sekolah. Pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal matematika membutuhkan keterampilan, ketelitian dan penguasaan konsep tentang materi. Soal cerita merupakan soal yang dapat disajikan dalam bentuk lisan maupun tulisan, soal cerita yang berbentuk tulisan berupa kalimat yang mengilustrasikan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan. (1) mendeskripsikan profil kesalahan yang dilakukan siswa kelas IV SDN Se-Gugus 08 Kecamatan Lowokwaru Malangdalam menyelesaikan soal cerita materi operasi desimal dan persen, (2) mengetahui letak kesalahan yang paling banyak dilakukan siswa kelas IV SDN Se-Gugus 08 Kecamatan Lowokwaru Malangdalam menyelesaikan soal cerita materi operasi desimal dan persen ditinjau dari aspek memahami soal, membuat model matematika, melakukan komputasi, dan menarik kesimpulan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Data penelitian yang berupa paparan dalam bentuk dokumen gambar hasil pekerjaan siswa yang diolah dengan persentase, yang disimbolkan dengan % kemudian dideskriptifkan. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap memeriksa langkah penyelesaian, menghitung persentase siswa yang mengalami kesalahan, membandingkan persentase siswa yang melakukan kesalahan, dan mendeskripsikan data dari setiap butir soal yang dikelompokkan berdasarkan aspek rumusan masalah. Penelitian ini memperoleh hasil kesalahan siswa dalam memahami soal cerita sebesar 24,07%, kesalahan membuat model matematika sebesar 59,09%, kesalahan melakukan komputasi sebesar 27,37%, dan kesalahan menarik kesimpulan sebesar 46,3%. Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pasti terjadi. Kesalahan siswa yang ditunjukkan yaitu, kesalahan memahami soal, ksalahan membuat model matematika, kesalahan melakukan komputasi dan kesalahan menarik kesimpulan. Kemampuan siswa yang berpikirmya variatif, maka diharapkan bagi pembaca ataupun pihak yang ingin mengadakan penelitian, diharapkan meneliti aspek-aspek kesalahan lain yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah matematika.

Efektifitas bimbingan belajar pada prestasi belajar siswa di SPGN Mataram / Jumailiyah

 

Masuknya agama Islam dan pengaruhnya terhadap aspek-aspek kebudayaan di Pulau Madura / oleh Abdul Jumali

 

Peningkatan keterampilan menulis karangan deskripsi menggunakan model picture and picture kelas IV SDN Sentul IV Blitar / Mukti Intan Indriani

 

ABSTRAK Indriani, Mukti Intan. 2015. Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi Menggunakan Model Picture and Picture Kelas IV SDN Sentul IV Blitar. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dra. Sri Murdiyah, M.Pd, (2) Dra. Widayati, M.H Kata kunci: peningkatan, menulis deskripsi, model picture and picture Berdasarkan observasi yang dilakukan pada kelas IV SDN Sentul IV Kelurahan Sentul Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar diketahui bahwa: (1) guru lebih banyak menggunakan metode ceramah dalam kegiatan pemmbelajaran, (2) kurangnya motivasi dari guru kepada siswa dalam kegiatan pembelajaran menulis, (3) siswa mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide serta kurang teliti dalam penggunaan pemilihan kata. Hal ini mengakibatkan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa rendah sehingga diperlukan adanya penelitian. Tujuan penelitian ini adalah: (1) penerapan model picture and picture dalam upaya meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa kelas IV SDN Sentul IV Kelurahan Sentul Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar (2) untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa kelas IV SDN Sentul IV Kelurahan Sentul Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar menggunakan model picture and picture. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari dua siklus, setiap siklus dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, teknik tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II. Peningkatan hasil keterampilan menulis karangan deskripsi siswa juga menunjukkan jika siswa sudah terbiasa menggunakan model picture and picture. Pada siklus I ini terjadi peningkatan nilai rata-rata menulis deskripsi siswa sebesar 70 dengan ketuntasan klasikal 52%. Sedangkan pada siklus II meningkat lagi dengan nilai rata-rata menulis deskripsi siswa 80 dengan ketuntasan klasikal sebesar 91%. Sedangkan nilai rata-rata aktivitas guru pada siklus I sebesar 87% dan pada siklus II naik menjadi 97%. Nilai aktivitas siswa dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan, dengan nilai rata-rata ketuntasan klasikal aktivitas siswa pada siklus I sebesar 81% dan siklus II sebesar 96%. Kesimpulan dari penelitian ini, diketahui bahwa penerapan model picture and picture dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa kelas IV SDN Sentul IV Kelurahan Sentul Kecamatan Kepanjenkidul. Oleh karena itu, disarankan hendaknya guru menggunakan model picture and picture untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa.

Studi tentang manajemen Persatuan Bulutangkis (PB) Master Malang / Yosi Arie Hanggraini

 

Kata Kunci: Manajemen, Persatuan Bulutangkis (PB). Seperti yang kita ketahui selama ini olahraga merupakan suatu kegiatan yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Perkembangan olahraga di tanah air akhir-akhir ini sangat berkembang pesat terutama dalam peningkatan prestasi. Hal ini ditandai dengan pemunculan banyaknya club-club dari segala bidang olahraga untuk pernbinaan prestasi yang salah satunya adalah club bulutangkis. Salah satu club bulutangkis di kota Malang adalah Persatuan Bulutangkis (PB) Master. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti bahwa Persatuan Bulutangkis (PB) Master Malang memiliki prestasi yang cukup maksimal, hal ini terbukti dengan prestasi-prestasi yang telah dicapai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan instrumen angket. Sumber data penelitian adalah pengurus Persatuan Bulutangkis (PB) Master Malang yang berjumlah 9 orang. Data tentang manajemen Persatuan Bulutangkis (PB) Master Malang meliputi beberapa variabel yaitu: perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penyusunan staff (staffing), pelaksanaan (actuating), motivasi (motivating), pengawasan (controlling), anggaran (budgeting). Data dianalisis dengan statistik persentase dan pemaparan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen Persatuan Bulutangkis (PB) Master Malang secara umum sudah melakukan fungsi umum manajemen diperoleh hasil persentase 74,9%. Hasil persentase aspek perencanaan sebesar 100% yang berarti kegiatan tersebut selalu dilakukan, yaitu melakukan beberapa kegiatan diantaranya semua pengurus terlibat dalam menetapkan tujuan organisasi, merencanakan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan, merencanakan pertemuan rutin antar pengurus, merencanakan pertandingan keluar kota di Jawa Timur mengikuti agenda PBSI Jatim. Aspek pengorganisasian sebesar 50% yang berarti kegiatan tersebut dilakukan, yaitu melakukan beberapa kegiatan diantaranya memiliki struktur organisasi, mengelompokkan tugas pengurus sesuai bidangnya, dan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan kebutuhan manajemen. Akan tetapi, ada juga beberapa kegiatan yang belum dilaksanakan oleh pengurus seperti tidak melakukan musyawarah untuk menentukan struktur organisasi, tidak menetapkan peraturan atau cara kerja yang harus dilakukan karena menganggab setiap pengurus sudah mengetahui tugas masing-masing, serta tidak adanya musyawarah untuk menentukan peraturan kerja. ii Aspek penyusunan staff sebesar 55,6% yang berarti kegiatan tersebut dilakukan, yaitu menentukan calon pengurus sesuai kebutuhan manajemen, memiliki kegiatan pengembangan pengurus dengan cara mengirimkan pelatih mengikuti pendidikan kepelatihan. Akan tetapi, ada juga beberapa kegiatan yang belum dilakukan oleh pengurus seperti rekruitmen pengurus tidak ada proses dan tahapannya, merekrut pengurus tidak melalui musyawarah, dan tidak adanya kegiatan pelatihan kecakapan untuk pengurus karena semua kegiatan untuk pengembangan atlet diserahkan kepada pelatih. Aspek pelaksanaan sebesar 100% yang berarti kegiatan tersebut selalu dilakukan, yaitu melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan, menjalin kerjasama dengan anggota PB Master Malang dengan cara memberikan motivasi kepada atlet dan menyediakan sarana dan prasarana, menjalin kerjasama dengan instansi lain dengan cara mempromosikan atlet di luar kota Malang untuk menuju jenjang prestasi yang lebih baik, serta tujuan yang telah ditetapkan dalam perencanaan terlaksana dengan baik. Aspek motivasi sebesar 87,3% yang berarti kegiatan tersebut selalu dilakukan, yaitu pengurus mendapatkan gaji tetap, mendapatkan tunjangan selain gaji, pengurus dan anggota PB Master Malang saling memberi motivasi dengan saling mendukung satu sama lain untuk tugas masing-masing, memberi motivasi bagi anggota PB Master Malang dengan memberikan cindera mata bagi atlet yang berprestasi, menciptakan hubungan yang harmonis dan rasa saling mendukung dalam menyelesaikan tugas. Aspek pengawasan sebesar 75,6% yang berarti kegiatan tersebut selalu dilakukan, yaitu mengawasi jalannya program latihan melalui laporan dari pelatih, mengawasi apabila ada pertandingan di dalam kota dengan ikut serta dalam susunan panitia, mengukur keberhasilan atletnya dengan cara membandingkan apa yang di targetkan dengan hasil yang diperoleh, melakukan evaluasi hasil pertandingan dengan melakukan rapat dengan pelatih, membandingkan pelaksanaan dengan perencanaan di ukur dengan tingkat keberhasilannya, serta membuat laporan setelah diadakan pertandingan dalam bentuk evaluasi atlet dari hasil pertandingan. Aspek anggaran sebesar 55,6% yang berarti kegiatan tersebut dilakukan, yaitu anggaran pendapatan didapatkan dari hasil pembayaran rutin, menganggarkan biaya umum dan administrasi, menganggarkan biaya setiap pertandingan ke luar kota. Akan tetapi ada juga beberapa hal yang tidak dimiliki oleh pengurus seperti tidak adanya sponsorship, tidak adanya sumbangan dari pengurus, dan tidak menganggarkan biaya setiap pertandingan ke luar kota. Berdasarkan hasil penelitian saran yang diajukan adalah lebih membenahi pada aspek pengorganisasian, aspek penyusunan staff, aspek pengawasan dan aspek anggaran agar menjadi baik. Seperti rekruitmen pengurus, pemberian gaji pengurus dan penghargaan kepada pengurus, agar nantinya kinerja manajemen akan berjalan lancar dan lebih baik.

Peranan Serikat Rakyat Indonesia (SKI) dalam perjuangan menegakkan kemerdekaan Indonesia di Kalimantan Selatan / oleh Mugnie Junaidi

 

Penggunaan media papan magnet untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di kelas V MI Hubbul Wathon Pandaan Pasuruan / Shobahul Fajariah

 

Kata Kunci : Papan Magnet, Hasil Belajar, IPS SD Berdasarkan observasi awal pada tanggal 19 Juli 2010 yang dilakukan peneliti saat pembelajaran IPS di kelas V MI Hubbul Wathon, ditemukan fakta yaitu saat pembelajaran guru menggunakan metode ceramah. Dalam pembelajaran guru tidak menggunakan media, guru dan siswa hanya menggunakan buku paket IPS. Pada evaluasi akhir dihasilkan skor rata-rata 6,5. Dari 17 siswa hanya 7 siswa yang mencapai nilai di atas SKM (Standar Ketuntasan Minimal) yaitu 70,00 dan sedangkan 10 siswa lainnya dinyatakan tidak tuntas. Menyikapi pemasalahan tersebut, berbagai cara dapat dilakukan, diantaranya berkaitan dengan penggunaan media pembelajaran yang seharusnya diterapkan yaitu sebuah media pembelajaran yang menarik, efektif, mengikutsertakan keaktifan siswa, penggunaan media papan magnet ini diharapkan dapat menjadi solusi pemecahan masalah yang dihadapi oleh siswa dalam meningkatkan hasil belajarnya pada mata pelajaran IPS kelas V di MI Hubbul Wathon Pasuruan Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan media papan magnet untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V di MI Hubbul Wathon, mendeskripsikan hasil belajar siswa melalui penggunaan media papan magnet pada mata pelajaran IPS kelas V di MI Hubbul Wathon. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus yang mana setiap siklus terdiri dari dua pertemuan .Subyek penelitian adalah siswa kelas V di MI Hubbul Wathon yang terdiri dari 17 siswa. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Penelitian ini menggunakan instrument pedoman observasi, pedoman wawancara, dokumen, dan soal-soal tes Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh guru (peneliti), maka Penggunaan media papan magnet pada mata pelajaran IPS di kelas V MI Hubbul Wathon sudah sesuai dengan langkah-langkah pemanfaatan media. Penggunaan media papan magnet pada mata pelajaran IPS di kelas V MI Hubbul Wathon sudah dapat dikatakan berhasil dengan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal itu ditunjukkan dari hasil analisis rata-rata hasil belajar siswa secara keseluruhan terjadi peningkatan yaitu pada refleksi awal rata-rata hasil belajar siswa 65,50. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa 69,26 Pada siklus 2 rata-rata hasil belajar siswa 73,97. Hasil tersebut menunjukkan siswa telah mencapai nilai di atas SKM (Standar Ketuntasan Minimal) yaitu 70,00. Dalam penelitian ini disarankan kepada:1) guru untuk menggunakan media dalam melaksanakan pembelajaran IPS pada materi keragaman suku dan budaya dan menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan referensi yang dapat difungsikan sebagai rujukan pengembangan pembelajaran. 2) kepala sekolah untuk memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai pengayaan pengembangan profesi guru dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. 3) peneliti lanjutan agar hasil penelitian ini dijadikan rujukan dan perbaikan untuk penelitian berikutnya.

Perencanaan pompa sentrifugal multistage
tugas akhir pilihan
Didi Agus SW.

 

Implementasi pendidikan karakter pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SDN Maqdyopuro IV Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Ahmad Fauzi Rizal

 

ABSTRAK Rizal, Ahmad Fauzi. 2015. Implementasi Pendidikan Karakter Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di SDN Madyopuro IV Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Sa’dun Akbar, M. Pd, (II) Drs. Toha Mashudi, S. Pd, M. Pd. Kata kunci: pendidikan karakter, ekstrakurikuler pramuka, SDN Madyopuro IV Penanaman nilai-nilai karakter untuk peserta didik secara terstruktur bisa dilakukan dengan baik, secara bertahap nilai-nilai tersebut dapat ditanamkan melalui berbagai cara. Salah satunya melalui penambahan muatan dalam kurikulum sekolah. Sekolah dapat menyelipkan pendidikan karakter melalui proses kegiatan belajar mengajar itu sendiri, atau dengan mengintegrasikan pesan penanaman pada kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti oleh peserta didik. Salah satunya melalui ekstrakukurikuler pramuka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) implementasi pendidikan karakter pada kegiatan ekstrakurikuler pramuka SDN Madyopuro IV kecamatan Kedungkandang kota Malang, (2) karakter yang tampak melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SDN Madyopuro IV kecamatan kedungkandang Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokementasi. Pengecekan keabsahan temuan dalam penelitian ini menggunakan ketekunan pengamatan, triangulasi sumber dan teknik, kecukupan bahan referensi dan pengecekan anggota. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka sudah dilaksanakan dengan baik. Implementasi pendidikan karakter dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SDN Madyopuro IV dapat dilihat dari tiga fokus, yaitu (1) rencana dan strategi yang digunakan, (2) Support Service pramuka yang dimiliki SDN Madyopuro IV, (3) kegiatan yang dilakukan di dalam dan luar kelas. Kesimpulan penelitian ini, bahwa di SDN Madyopuro IV pembentukan karakter peserta didik dibentuk melalui beberapa cara diantaranya menekankan pada keteladanan, penciptaan kondisi lingkungan, pengalaman lapangan, pembiasaan peserta didik, dan penugasan kepada peserta didik. Kemudian karakter yang tampak melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka diantaranya karakter religius, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.

Teaching English concord of subject-verb and noun-noun determiner to SMP studnts / Josefa Juniarti

 

Problema-problema yang dihadapi oleh SMA Negeri kotamadya Malang dalam rangka menuju ke sekolah menengah pembangunan / Jusera

 

Studi tentang pengelolaan laboratorium IPA di SMA Negeri Kotamadya Banjarmasin dan Kabupaten Banjar / Yusrah

 

Peranan pemerintah tentang pelaksanaan hak-hak azasi manusia dalam sistim demokrasi menurut Undang-Undang Dasar 1945 / Kaderi

 

Efektifitas pendekatan sts dalam pembelajaran fisika pokok bahasan gelombang elektromagnetik untuk meningkatkan prestasi belajar siswa akelas III IPA SMU Negeri I Krian tahun pelajaran 2003/2004 oleh Dwi Ira Mayasari

 

Fisika selana ini dianggap rbagai pelajaran yang rulil Kesan pertama ini ternyafam €ounbrrhkanp sepsi padas iswa bahwam erekat idak akm mampuu ntuk Apalagi hal ini didukungo leh metodep engajarang uru yang monoton datrt idak menarikm ina sisw4 sehinggas iswac endenrngp asif dan menganggap fisilo s€lagai pelajran yangti&k menyenangkand an membosankanT. erbukti dari pengamatatns hadap hasil belajars iswaS MA Negeri I lGian kehs m IpA khususnyap elajaranf isika prestasis isrryac enderungk urangb aik yakni rata-rata5 ,8 sanpai 6J. Dmgan demikian diperlukan suatu metode belajar mengajnyrtgmampu tn€Ndngkdlcn kaerarrpilar para gunl l*rusnsnya guru fisika. Metod€ tersebrt adalah metodep endekon STS. Metodei ni urut-unrtannyaa dalahm enjetaskante ori, m€oyatgkutrautkm dnlem kehidupan sehui{rari dan pengkaitan dengan fenomena alamm elahi kwiilrinpraktikum- sehinggak egiaranp embel4iarand agatd icapai secraoptimal Pemlitian ini dilakukan di SrvIA Negei I Kdan bulan Febnrari sampai dengan bulatrl v{arets aats €mestertrt ahun ajaran2003t2004.R ancanganp enelitrany ang dig"ratan adalah membagi sampel menjadi dua kelompok rtimr'r mrsint-d""ing kelompok dikenaipedatuan yang berbed4 yaitr kelompok I diberi pengajaran dengan nenggunakan metode pendekaan STS dan kelompok II diberi penpjaran dengan mggunakan nctode cqarr.rah- ___ tlasil penelitia ini menunjlkkrn bahwa pengajarul d€rgan metode pndekatan STSl ebih efelilif un[rk meningka*an prrestasbi elajars iswad engann ilai raF-rata 803587 unhrk elompoky ang diajar denganm etodep endekatanS TS,s aiangkann ilai 'rta-rata kelompoky ang diajar denganm etodec eramaha dalah 66-7391. salain itu dafampenef;tan ini dilakrrken p€nganatan ttrhadap aktivitas siswa di kelas, temyata metoce pndelrdan STS mampu meningkdkan alrivitas siswa dalam kegiaan beiajar pngpa: iIaI ini da@ dftetahui dari jumlah sisway ang akrif dalamk e-iasy, aitu - juml-h siswayanga lcif dalam kegiatm belajarm engajarpadak elompot yang aialar d€ngan-metodpee ndekatanS TS lebih besard ibandingkandengank efompoky ang - diajar dengsn mcngguoakanm elo

Penelitihan tentang pembinaan Kepala Sekolah terhadap guru kelas VI di Sekolah Dasar Negeri se Kodya Malang dalam melaksanakan Pendidikan Moral Pancasila(PMP) dengan memanfaatkan media pelajaran / Samijono Kadipurwanto

 

Pengembangan permainan Dakon Binatang untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak Kelompok A TK Permata Bunda sawojajar Malang / Nur Irfayanti

 

ABSTRAK Irfayanti, Nur. 2015. Pengembangan Permainan Dakon Binatang Untuk Mengembangkan Kemampuan Kognitif Anak Kelompok A TK Permata Bunda Sawojajar Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Heru Widijoto, M.S, (2) Muh. Arafik, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: Permainan Dakon Binatang, Kemampuan Kognitif Berdasarkan pengamatan pada tanggal 22 oktober 2014 diperoleh temuan yaitu, Pada pembelajaran pengembangan kognitif terutama tentang konsep bilangan, anak-anak belajar menggunakan majalah dan lembar kerja yang dibagikan oleh guru. Hasil pembelajaran anak sekedar mengetahui tentang angka namun tidak dapat mengaplikasikan dalam penyebutan jumlah benda konkret, Anak sering lupa pada bilangan yang telah disebutkan karena hanya menghafalkan saja. Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan produk permainan dakon binatang yang diharapkan kegiatan pembelajaran menarik, menyenangkan dan aman bagi anak, untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak khususnya tentang konsep bilangan sekaligus melestarikan permainan tradisional yang saat ini sudah jarang dimainkan, khususnya pada anak TK A Permata Bunda. Model pengembangan (research and development) ini menggunakan Dick & Carey (1978: 8) yaitu: (1) identifying an istructional goal (analisis kebutuhan dan tujuan), (2) conducting and instructional analysis (analisis pembelajaran), (3) identifying entry behaviors and characteristics (analisis pembelajar atau anak dan konteks), (4) writing performance objectives (merumuskan tujuan khusus), (5) developing criterion-referenced tests (mengembangkan instrumen), (6) developing an istructional strategy (mengembangkan strategi pembelajaran), (7) developing and selecting instruction (mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran), (8) designing and conducting the formative evaluation (merancang dan melakukan evaluasi formatif) atau melakukan uji coba kelompok kecil dengan menggunakan subyek 6 anak, uji coba kelompok besar menggunakan subyek 30 anak, (9) revising instruction (melakukan revisi). Hasil penelitian dan pengembangan berdasarkan uji ahli pembelajaran anak usia dini, ahli kognitif anak usia dini dan ahli permainan, dapat diketahui presentase dari ahli pembelajaran mencapai 93,2%, ahli kognitif mencapai 100%, ahli permainan mencapai 95,5%. Sehingga presentase dari ketiga responden adalah 96,2%. Artinya permainan dakon binatang layak digunakan tanpa revisi. Berdasarkan pengembangan ini dapat disimpulkan bahwa permainan dakon binatang dikategorikan sangat valid yaitu bisa digunakan tanpa revisi. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat di sosialisasikan kepada sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan yang terkait sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya. Saran pemanfaatan perlu mempertimbangkan situasi, usia, dan tingkat perkembangan anak.

Buku-buku yang digemari oleh masyarakat di Perpustakaan Melati Kotamadya Malang / M.Sardjan Kadir

 

Peningkatan kemampuan kerjasama anak melalui permainan estafet ceria di kelompok B TK Satu Atap SDN Kotalama 2 Malang / Siti Khoiriyah

 

ABSTRAK Khoiriyah, Siti. 2015.Peningkatan Kemampuan Kerjasama Anak Melalui Permainan Estafet Ceria di Kelompok B TK Satu Atap SDN Kotalama 2 Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum (II) Drs. I Made Seken, M.Pd. Kata kunci: kemampuan kerjasama, permainan estafet ceria Kerjasama merupakan kemampuan yang sangat dibutuhkan anak sebagai bekal untuk kehidupan selanjutnya. Hasil observasi pada anak kelompok B TK Satu Atap SDN Kotalama 2 Malang Tahun Pelajaran 2014/2015 menunjukkan masih rendahnya kemampuan kerjasama ditunjukkan dari 20 anak hanya ada 3 anak yang tuntas dalam kemampuan kerjasama. Hal ini dapat dilihat dari sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam bersosialisasi, kurang antusias dan kesulitan dalam melaksanakan tugas kelompok. Penyebabnya antara lain metode pengajaran yang digunakan guru lebih banyak menggunakan metode ceramah, pemberian tugas lebih sering secara individu. Atas dasar hal tersebut penelitian tindakan kelas perlu dilaksanakan. Tujuan penelitian ini: (1) mendeskripsikan penerapan permainan estafet ceria dalam pengembangan kemampuan kerjasama di kelompok B TK Satu Atap SDN Kotalama 2 Malang, (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan kerjasama di kelompok B TK Satu Atap SDN Kotalama 2 setelah penerapan permainan estafet ceria. Penelitian menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek penelitian 20 anak pada kelompok B di TK Satu Atap Kotalama 2 Malang tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian dilakukan selama dua siklus, setiap siklus meliputi tahapan: (1) perencanaan tindakan. (2) pelaksanaan tindakan. (3) pengamatan. (4) refleksi. Analisis data yang digunakan deskriptif kualitatif. Instrumen pengumpulan data berupa foto dan dokumen nilai yang menggambarkan kemampuan kerjasama anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran melalui permainan estafet ceria dapat meningkatkan kemampuan kerjasama pada kelompok B di TK Satu Atap SDN Kotalama 2 Malang. Peningkatan kemampuan kerjasama dengan penerapan permainan estafet ceria pada siklus I memperoleh 45% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 77,5%. Data menunjukkan siklus II lebih baik dari siklus I. Kesimpulan penelitian ini adalah pembelajaran kerjasama melalui permainan estafet ceria dapat dilaksanakan dengan sangat baik pada kelompok B di TK Satu Atap SDN Kotalama 2 Malang dan kemampuan kerjasama dapat ditingkatkan melalui permainan estafet ceria, disarankan pada guru TK maupun bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan pembelajaran melalui permainan estafet ceria dengan tema dan media yang berbeda sehingga akan menambah kreatifitas anak.

A Descriptive study of the effectiveness of the English reading course for institutions of higher learning / August Kafiar

 

Perilaku sosial emosional anak di TK PKK 7 Bakalan Durensewu Pandaan / Nesya Wulan Sari

 

ABSTRAK Sari, Nesya Wulan. 2015. Perilaku Sosial Emosional Anak di TK PKK 7 Bakalan Durensewu Pandaan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Kentar Budhojo, M.Pd, (II) Drs. Tumardi, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Perilaku Sosial Emosional, Anak di TK PKK 7 Perilaku sosial dan emosi anak memainkan peranan penting dalam masa depan yang akan datang. Dalam kehidupan anak merupakan masa yang penting dan rawan dalam perkembangan sosial emosi anak. Bila orang tua kurang menyadari pentingnya arti hubungan serta sikap penuh kasih sayang pada masa ini, maka anak bisa mengalami berbagai masalah dan gangguan sosial emosional yang serius dikemudian hari. Tapi sebaliknya bila kebutuhan sosial emosinya terpenuhi secara seimbang dalam awal kehidupan, dikemudian hari anak akan berkembang menjadi individu yang bahagia dan diharapkan mampu mewujudkan potensi-potensinya secara optimal. Banyak faktor yang mempengaruhi diantaranya bagaimana orang tua mengasuh, jumlah anggota keluarga, pendidikan orang tua dan perhatian orang tua sangat sangat mempengaruhi perilaku sosial emosional anak. Berdasarkan penelitian awal yang telah dilakukan selama 8 minggu pada bulan September-Oktober di TK PKK 7 Bakalan Durensewu Pandaan, melalui teknik observasi diperoleh data sebagai berikut: (1) Keanekaragaman perilaku sosial emosional anak; (2) kurangnya stimulus tentang perkembangan sosial emosional anak; (3) banyak faktor yang melatar belakangi kenekaragaman perilaku anak. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mendiskripsikan perilaku sosial emosional anak di TK PKK 7 Bakalan Durensewu Pandaan dan mendiskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan perilaku sosial emosional anak beraneka ragam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan penelitiannya adalah penelitian noneksperimen. Penelitian non eksperimen dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau hanya sekedar deskripsi satu variabel. Berdasarkan keseluruhan hasil analisis, baik analisis frekuensi dan anlisis statistik, maka dapat dikatakan bahwa perilaku sosial emosional anak di pengaruhi oleh jenis kelamin 0,043 dan temapat tinggal 0.004 dari 118 anak. Hal ini menunjukkan bahwa jenis kelamin sangat mempengaruhi perilaku sosial emosional anak di TK PKK 7.

Penelitian kemampuan mendengarkan dari murid kelas VI Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Bantur Kabupaten Dati II Malang / Yohanes Kalamper

 

Pengembangan permainan Sudoku pada pembelajaran kognitif anak di TK Dharma Wanita Persatuan VII Pasinan Lekok Pasuruan / Supiyah

 

ABSTRAK Supiyah. 2015. Pengembangan Permainan Sudoku Dalam Pembelajaran Kognitif Anak kelompok B di TK Dharma Wanita Persatuan VII Pasinan Lekok Pasuruan.Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn (II) Retno Tri Wulandari, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: permainan sudoku, pembelajaran kognitif. Permainan sudoku digunakan dalam pembelajaran kognitif anak karena ada beberapa anak yang belum paham mengenai angka jadi tujuan permainan ini dilakukan untuk mempermudah anak dalam menghafal dan memahami angka secara acak. Permainan ini dilakukan pada bidang pengembangan kemampuan dasar kognitif bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Permainan sudoku ini berkaitan dengan kemampuan berpikir anak, dalam permainan ini anak dilatih untuk berpikir secara logika serta melatih memecahkan suatu masalah. Permainan ini tidak hanya untuk melatih kemampuan kognitif akan tetapi juga melatih fisik motorik anak serta seluruh aspek perkembangan. Tujuan penelitian untuk menghasilkan produk permainan sudoku dengan tema buah-buahan yang diharapkan mudah dilakukan, tidak membahayakan, menyenangkan serta sebagai salah satu alternatif untuk pembelajaran kognitif. Rancangan penelitian ini menggunakan model pengembangan (Sugiyono, 2012:298) langkah-langkah umum yang harus diikuti untuk menghasilkan produk, permainan sudoku yang terdiri dari (1) melakukan penelitian di sekolah; (2) pengumpulan informasi untuk memecahkan suatu masalah; (3) melakukan rancangan produk permainan sudoku; (4) melakukan uji coba kelompok kecil dengan subjek 6 anak; (5) melakukan revisi terhadap produk awal; (6) melakukan uji coba kelompok besar dengan subjek 36 anak; (7) melakukan Perbaikan produk akhir untuk menghasilkan produk yang sempurna. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner yang berisi tentang rancangan produk. Teknik analisis data yang digunakan berupa data kualitatif dan kuantitatif berupa persentase. Hasil penelitian dan pengembangan ini adalah produk permainan sudoku. Permainan ini didesain supaya aman, mudah dan senang dilakukan oleh anak. Berdasarkan hasil analisis data uji coba kelompok kecil diperoleh persentase yaitu: (1) 100% anak aman; (2) 90% anak mudah; (3) 100% anak senang. adapun hasil analisi uji coba kelompok besar di peroleh persentase sebagai berikut: (1) 100% anak aman; (2) 95,3% anak mudah; (3) 100% anak senang. Berdasarkan hasil analisis uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar, maka produk ini cukup layak digunakan sebagai salah satu alternatif pemelajaran yang menarik dan menyenangkan dalam kegiatan pembelajaran di TK serta dapat mengembangkan kognitif anak dan seluruh aspek perkembangan. Produk permainan yang telah direvisi menjadi produk permainan yang dapat mengenalkan buah dan angka. Produk ini cukup membantu dalam menjelaskan tentang pemahaman angka melalui simbol buah serta untuk melatih kecerdasan anak dalam berpikir secara logika.

Hubungan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dengan kerangka program Pendidikan Moral Pancasila / Abdul Kappi

 

Pengembangan modul hidrolisis garam dengan model Learning cycle 5 fase untuk sekolah menengah kejuruan kelas X program keahlian analisis kimia / Ubaiti Arimi Firdaus

 

Kata Kunci: Modul, Model Learning Cycle (LC) 5 Fase, Hidrolisis Garam, SMK Pemerintah Indonesia meningkatkan sistem pendidikan nasional dengan melakukan pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kendala yang timbul adalah terbatasnya bahan ajar bagi siswa SMK. Untuk lebih mendukung proses pembelajaran, diperlukan bahan ajar berupa modul. Salah satu modul yang akan dikembangkan adalah modul dengan materi hidrolisis garam menggunakan model LC 5 fase. Tujuan dari pengembangan modul ini adalah 1) untuk menghasilkan modul dilengkapi dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Hidrolisis Garam dengan model LC 5 Fase dan 2) untuk mengetahui kesesuaian modul dan RPP Hidrolisis Garam dengan model LC 5 Fase dan kelayakannya untuk digunakan sebagai salah satu bahan ajar kimia. Modul dikembangkan dengan mengadaptasi desain Borg dan Gall yang terdiri dari sepuluh tahap pengembangan. Namun, karena keterbatasan waktu pengembangan hanya dilakukan sampai tahap kelima dengan modifikasi. Kelima tahap tersebut adalah penelitian dan pengumpulan data, perencanaan pengembangan produk, pengembangan produk awal, validasi draf produk kepada validator, dan merevisi hasil validasi. Desain validasi terdiri dari dua macam yaitu validasi isi produk (modul dilengkapi RPP) dan validasi soal uji kompetensi. Validator produk terdiri dari 1 dosen kimia dan 5 guru SMK. Sedangkan soal yang divalidasi sejumlah 45 soal dan diujicobakan kepada 40 siswa. Hasil dari pengembangan adalah modul Hidrolisis Garam yang dilengkapi dengan RPP. Dari analisis soal uji kompetensi, diambil 20 soal yang memiliki nilai validitas antara 0,317-0,765; nilai tingkat kesukaran antara 0,325-0,675; nilai daya beda antara 0,45-0,70; dan nilai reliabilitasnya adalah 0, 892. Hasil validasi terhadap modul hidrolisis garam menunjukkan rata-rata 3,19 yang berarti valid/baik/layak. Sedangkan hasil validasi pada RPP menunjukkan hasil 3,39 yang artinya sangat valid/baik/layak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa modul Hidrolisis Garam yang dilengkapi RPP dengan pembelajaran Learning Cycle 5 fase layak untuk digunakan oleh guru dalam pembelajaran di kelas X SMK program keahlian analisis kimia.

Perencanaan silinder liner motor bensin empat langkah empat silinder pada Opel Optima GLS
oleh Dedi Utomo

 

Peningkatan keterampilan menyimak dongeng melalui penggunaan wayang kartun dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas II SDN Kauman 3 Malang / Suryati

 

Kata kunci: peningkatan, keterampilan menyimak, wayang kartun. Hasil tes awal penelitian dalam pemahaman mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas II semester II diketahui bahwa keterampilan menyimak dongeng siswa kelas II SDN Kauman 3 Malang menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyimak dongeng masih rendah yang disebabkan oleh metode dan teknik yang digunakan guru kurang tepat serta tidak ada media yang digunakan dalam pembelajaran. Untuk meningkatkan keterampilan menyimak dongeng digunakan media yang menarik dan dekat dengan dunia siswa yaitu wayang kartun. Tujuan penelitian ini, mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran keterampilan menyimak dongeng dengan menggunakan wayang kartun dalam pembelajaran Bahasa Indonesia ,mendeskripsikan peningkatan keterampilan menyimak dongeng dengan menggunakan wayang kartun dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas II SDN Kauman 3 Malang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini yaitu seorang guru kelas II dan seluruh siswa kelas II SDN Kauman 3 Malang, dengan prosedur (1) Perencanaan, (2) Tindakan dan Observasi (3) Refleksi, (4) Perbaikan Rencana. Instrumen pada penelitian ini berupa (1) soal-soal tes, (2) pedoman observasi dan (3) pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan wayang kartun meningkatkan antusias siswa dalam belajar dan memahami materi baik ketika menyimak maupun saat menceritakan kembali serta tertarik mengikuti pembelajaran. Peningkatan rata-rata keterampilan menyimak dongeng dari siklus I dengan nilai 73,19 ke siklus II dengan nilai 79,66 sebesar 6,47%. Sedangkan peningkatan rata-rata menceritakan kembali secara lisan dari siklus I dengan nilai 73,4 ke siklus II dengan nilai 81,81 sebesar 8,41% serta peningkatan hasil belajar dari sebelum tindakan, siklus I dan siklus II, yaitu dari nilai rata-rata kelas sebelum tindakan 62,29 meningkat menjadi 69,97 dan pada siklus II meningkat dengan nilai 82,42, persentase peningkatan nilai rata-rata kelas dari sebelum tindakan ke siklus I sebesar 7,68% dan dari siklus I ke siklus II sebesar 12,45%, sehingga persentase peningkatan nilai rata-rata kelas dari pra tindakan ke siklus II sebesar 20,13 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pelaksanaan pembelajaran dengan wayang kartun dengan langkah menunjukkan wayang katun, tanya jawab, memodelkan, siswa menirukan. Penggunaan wayang kartun dapat meningkatkan hasil belajar siswa meliputi ketrampilan menyimak, menceritakan kembali dan penguasaan materi. Saran kepada guru agar menggunakan wayang kartun dalam pembelajaran menyimak dongeng.

Efektifitas pemberian tugas kokurikuler secara individu dan kelompok terhadap prestasi belajar fisika pada pokok bahasan energi listrik bagi siswakelas III cawu I SLTPN 1 Randudongkol Pemalang tahun pelajaran 2000/2001 / oleh Sukiswo

 

Guru sebagami ediatord alamp rosesb elajarm engajasr angabt erperand alam usaham eningkatkanp restasbi elajars iswa.P eningkatapnr estasbi elajar-dapat ditempuhm elalui metodep engajarand anp emberiant ugask okurikuler.P ada umumnya siswa merasa enggan atau kurang termotivasi untuk belajar dirymah, apabilat idak diberi tugask okurikuler, akibatnyaa kanb erpengaruhte rhadapp restasi UetaiarD. alam penelitiani ni sebagaui payau ntuk meningkatkanp restasib elajar fisika,s iswad iberitugask okurikulers ecarain dividud ank elompok. Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahumi etodem anay angp alinge fektif untukm eningkatkanb elajarf isika antaras is*a yangd iberit ugask okurikulers ecara individud ans isway angd iberi tugask okurikulers ecarak elompok. Populasdi alamp enelitranin i adalahs iswak elasI II cawuI SLTPN egeri1 RandudongkaPle malangta hunp elajaran2 000/2001S. edangkasna mpedl alam penelitianin i adalahs iswak elasI II A yangd iberi tugask okurikulers ecarak elompok, iiswa kelasI llB diberit ugask okurikulers ecarain dividu.s etelahe ksperimen berakhirk eduak elompokd iberit esp restasdi enganb obots oaly angs ama. Selanjutnydaa tad ianalisisd enganm enggunakaunj i t padat arafs ignifikan5 %. Dari hasilp enelitiand enganm enggunakaunj i t padatarafsignifikan5 % menunjukkanbahwats;1**=4,474)ttabcl:1,665'makahipotesisditerima'Jadi bisad iiimpulkanb ahwap restasbi elajarf isika sisway angd iberit ugask okurikuler yang dikerjakan secara kelompok lebih efektif dari pada siswa yang diberi tugas kokurikulery angd ikerjakans ecarain dividu

Studi tentang pelaksanaan pengajaran Geografi di SMA Negeri se Kota Madya Malang / oleh Abdul Karim

 

Korelasi antara perkembangan motorik halus dengan kemampuan menulis awal anak usia dini di TK Al Muhajirin Kota Malang / Dwi Indrawati

 

ABSTRAK Indrawati, Dwi. 2015. Korelasi Antara Perkembangan Motorik Halus dengan Kemampuan menulis Awal di TK Al Muhajirin Kota Malang. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. I Wayan Sutama, M.Pd, (II) Pramono, S.Pd. M.Or. Kata Kunci: Perkembangan Motorik Halus, Kemampuan Menulis Awal, Taman Kanak-Kanak Kemampuan menulis merupakan dasar kemampuan yang harus dimiliki oleh anak sebagai salah satu cara mengungkapkan pemikiran dan perasannya ke dalam tulisan. Kemampuan ini membutuhkan suatu keterampilan khusus dalam merangsangnya yaitu dengan melakukan latihan motorik halus secara terus menerus dan berkesinambungan. Perkembangan motorik halus dapat dilakukan dan dirangsang dengan baik oleh semua pihak, sebagai upaya untuk menggembangkan kemampuan menulis awal bagi anak. Oleh karena itu penelitian ini, membahas tentang hubungan antara perkembangan motorik halus dengan kemampuan menulis awal di TK Al Muhajirin Kota Malang. Penelitian ini bertujuan (1) mendiskripsikan perkembangan motorik halus; (2) mendiskripsikan kemampuan menulis awal: dan (3) Mendiskripsikan hubungan antara perkembangan motorik halus dengan menulis awal di TK Al Muhajirin Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian studi korelasi. Subjek penelitian ini adalah 21 siswa TK Al Muhajirin kota Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumen. Intrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa hasil rangkuman penilaian berdasarkan indikator perkembangan motorik halus dan kemampuan menulis awal anak. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan uji validitas dan reabilitas data. Berdasarkan analisis data diperoleh simpulan bahwa rata-rata dari perkembangan motorik halus dengan skor 80 katagori baik, sedangkan untuk perkembangan kemampuan menulis awal didapatkan rata-rata sebesar 82 katagori sangat baik. Hasil dari pengolahan korelasi terdapat hubungan yang signifikan antara perkembangan motorik halus dengan kemampuan menulis awal di TK Al Muhajirin Kota Malang. Dari hasil analisis r=0,979 dengan sig. 0,000 < 0,05, ini berarti r=0,979 signifikan pada α=0,05. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan yang positif antara perkembangan motorik halus dengan kemampuan menulis awal di TK Al Muhajirin kota Malang. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara perkembangan motorik halus dengan kemampuan menulis awal, sehingga diperlukan kerjasama yang baik dari semua pihak, baik itu guru maupun pihak yang lain, untuk melakukan kegiatan pemberian rangsangan dan latihan yang dilakukan secara optimal kepada seluruh peserta didik, agar kemampuan menulis awal didapatkan hasil yang maksimal.

Penyelidikan tentang keadaan alat-alat pelajaran membaca permulaan dan faktor-faktor penyebabnya pada Sekolah-sekolah Dasar Proyek dalam Kotamaya Malang / Idrus A. Karim

 

Peningkatan kemandirian anak melalui pendekatan scientific di Kelompok A TK-SD Satu Atap SDN Mojolangu 5 Malang / Fitriah Puspita Ningtyas

 

ABSTRAK Puspitaningtyas, Fitriah. 2015. PeningkatanKemandirian Anak MelaluiPendekatan Scientific di Kelompok A TK-SD SatuAtap SDN Mojolangu 5 Malang.Skripsi, JurusanKependidikanSekolahDasardanPrasekolah, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeriMalang.Pembimbing: (1) Drs. I Wayan Sutama, M.Pd, (II) Pramono, S.Pd. M.Or Kata Kunci: pedekatanscientific, kemandirian, anak kelompok A Latar belakang yang mendasari penelitian ini dilakukan adalah karena rendahnya kemandirian anak dalam hal menyelesaikantugasdari guru, anakmasihmemerlukanbantuandari orang sekelililingnya. Hal ini disebabkan kurangtepatnya guru memilihmetodepembelajaran.Proses pembelajaranlebihseringmenggunakanbukudanmajalah, sehinggaanakkurangtertarikdancepatbosan. Tujuan masalah yang ada dalam penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan bagaimana penerapan pendekatanscientific untuk meningkatkan kemandirian anak dalam mengerjakansendiritugasdari guru, mengendalikanemosidengancara yang wajarsertabanggaterhadaphasilkaryanyaanak di kelompok A TK-SD SatuAtap SDN Mojolangu 5 Malang. (2) Mendeskripsikan apakah penerapan pendekatan scientific dapat meningkatkan kemandiriananak dalammengerjakansendiritugasdari guru, mengendalikanemosidengancara yang wajarsertabanggaterhadaphasilkaryanyaanak di kelompok A TK-SD SatuAtap SDN Mojolangu 5 Malang. Penelitianinimenggunakanrancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus dilakukan dengan empat alur pokok yaitu: (1) perencanaan, (2)pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan, dan (4)refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi kemampuan anak, lembar wawancara, dan foto kegiatan anak selama pembelajaran berlangsung. Subyek penelitian adalah peserta didik kelompok A di TK-SD SatuAtap SDN Mojolangu 5 Malang pada tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 20 anak. Berdasarkanhasildaripenelitiantersebutdiperolehkesimpulansebagaiberikut: (1) Kemandiriananak mengalami peningkatan (2) Anak semakin bersemangat mengikutisetiapkegiatan pembelajaran (3) Suasana di kelas menjadi kodusif. Hal ini terbukti dari hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan ketercapaian kelas pada siklus I sebesar 50% dan pada siklus II sebesar 90% dengan persentase peningkatan dari siklus I hingga siklus II sebesar 40%.Peneliti berharap pendidik anak usia dini dapat menerapkan pendekatanscientificdalam usaha meningkatkan kemandiriananak. Diharapkan pula dapat mengembangkan pendekatanscientific untuk membantu anak menguasai kemampuan yang lain.

Penelitan tentang pengajaran matematika di SMA dengan menggunakan modul dan non modul / Muchtar Abdul Karim

 

Studi tentang kegiatan-kegiatan pengembangan terhadap pegawai-pegawai tatausaha oleh kepala-kepala kabin PDPLB wilayah se Kabupaten Pasuruan / Karnali

 

Pengaruh pengajaran kimia anorganik dengan pendekatan termodinamika dan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar mahasiswa jurusan Pendidikan Kimia IKIP MALANG / oleh Muhammad Su'aidy

 

Pembelajaran persamaan garis lurus dengan pendekatan open-ended pada siswa kelas II SMP Sriwedari Malang / oleh Hamdani

 

The teaching of english at "Surya Buana" bilingua nature Islamic elemetary school Malang / Faikhah Falistatunis

 

As the implementation of The Decree of Ministry of Education and Culture (RI/No.0487/1992) that was followed by another one (No.060/4/1993), many elementary schools in Indonesia begin to provide English for their upper-class students, even for their lower-class students. However, based on the findings for a three-year research and from an observation in short training, more or less 80% of English teachers for young learners have a low qualification to teach English in elementary school, such as English education background and English skills. Additionally, there are some schools, which implements new concepts for their school. One of them is “Surya Buana” Bilingual Nature Islamic Elementary School Malang. This school combines two concepts – bilingual and nature concept. Therefore, it is interesting to investigate how is the teaching of English at “Surya Buana” Bilingual Nature Islamic Elementary School Malang that is done by a teacher without English education background. This study was intended to describe the teaching and learning process of English at “Surya Buana” Bilingual Nature Islamic Elementary School Malang. It was expected that the description of this study was beneficial as a feedback for the teacher and school in developing the school’s concepts. This study was a descriptive qualitative research. The subjects were the third-year classes of “Surya Buana” Bilingual Nature Islamic Elementary School Malang of 2008/2009 academic year. Data were obtained from the teacher and the students of the classes. The main instrument in the study was the researcher, who was supported by some instruments, i.e.: observation checklists, interview guide, and field notes. From the findings, it could be concluded that the teaching and learning processes had weaknesses in some aspects. The weaknesses were on the teaching techniques applied, the use of workbook, and the instructional media used. The teaching techniques applied were question-answer, listen-repeat, quiz, and games. The students use workbook instead of textbook. In addition, textbook, workbook, flash cards, and white board were the instructional media used by the teacher in the classroom. The teaching and learning process partially met with the objective of teaching English. Familiarizing English to the students in their daily life was not achieved yet. Consequently, the implementation of bilingual concept was in the low level; the students speak with their mother tongue most of the time. Besides, nature was partially appropriate when it was used as the media in the teaching and learning of learning. Based on the research findings, some suggestions were given for the betterment of teaching and learning process of English in the class. For the English teacher, she should work harder to increase the quality of the teaching learning process of English by implementing various teaching techniques, planning the teaching activities well in advance, selecting interesting instructional materials and media for her students, familiarizing the students with English daily expressions, and joining English course, seminars, or workshops to develop her qualification. For the principal, he should supervise whether the implementation of the program run well or not. The qualification of the teachers needs to be developed. For other people or institutions, they need to prepare well before implementing the same program. For the next researchers, it is suggested to conduct research about teaching English in elementary school with more specific focus so that the teaching of English in elementary school can be described and analyzed more deeply.

Peranan penggunaan subsidi pemerintah seratus ribu rupiah dalam rangka Pembangunan Lima Tahun I tahun ke V di Kecamatan Maospati 1973 / oleh Mardjilin Kartodihardjo

 

Sejauh manakah sumbangan yang diberikan oleh mata pelajaran Ilmu Kimia untuk lebih mudah memahami beberapa mata pelajaran Kejuruan Pertanian di Sekolah Pertanian Menengah Atas / oleh Theresia Karyanti

 

Effisiensi penggunaan tenaga tutor dalam rangka pelaksanaan KPD dengan sistem kelompok belajar di tiga desa kecamatan Karangploso Kabupaten Malang / Karyati

 

Pengembangan media wayang kdi dalam pembelajaran kognitif kelompok B di Taman Kanak-kanak Kota Malang / Silvia Putri Anggraeni Winindarti

 

Kepurbakalaan pada komplek Sunan Giri / oleh Aminuddin Kasdi

 

A Study of the correlation between KAD/0452/TM/74 (The Scholastic Aptitude Test) and the proficiency in The English Department of FKSS - IKIP Malang / Kasihani

 

Studi tentang Pleomorfisma Rhizobium SP. pada beberapa tanaman dari famili Leguminosae
Yusuf Kastawi

 

Strategi kepala sekolah dalam melaksanakan kurikulum 2013 (studi multi situs di SDN Dinoyo 2 Malang dan SDN Madyopuro 1 Malang) / Siska Agustina

 

Agustina, Siska. 2015. Strategi Kepala Sekolah dalam Melaksanakan Kurikulum 2013 (Studi Multi Situs di SDN Dinoyo 2 Malang dan SDN Madyopuro 1 Malang). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Kusmintardjo, M.Pd, (II) Dr. Asep Sunandar, S.Pd, M.AP. Kata kunci: strategi, kepala sekolah, pelaksanaan Kurikulum 2013     Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang mengacu pada pembelajaran tematik terpadu. Dimana dalam pelaksanannya, Kurikulum 2013 bertujuan untuk mengembangkan kreativitas peserta didik dalam hal kognitif, psikomotorik, dan afektif. Sehingga peran kepala sekolah sebagai pemimpin sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan pelaksanaan Kurikulum 2013. Strategi yang diberikan kepala sekolah sangat menentukan berhasil atau tidaknya pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah. Oleh karena itu, dalam kepemimpinannya kepala sekolah memiliki tanggung jawab menjadikan guru yang berkualitas dan mampu menghadapi perubahan-perubahan kurikulum serta memiliki kemampuan untuk membuat program-program baru yang ada pada Kurikulum 2013.     Tujuan penelitian ini: (1) mendeskripsikan strategi kepala sekolah dalam melaksanakan Kurikulum 2013, (2) mendeskripsikan masalah yang dihadapi kepala sekolah dalam melaksanakan Kurikulum 2013, dan (3) mendeskripsikan solusi masalah yang dihadapi kepala sekolah dalam melaksanakan Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan jenis penelitian studi multi situs di SDN Dinoyo 2 Malang dan SDN Madyopuro 1 Malang. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil analisis data selanjutnya dicek di keabsahan data melalui pemeriksaan triangulasi, pengecekan keanggotaan, dan kecukupan bahan referensi. Tahap penelitian meliputi tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap pelaporan.     Temuan penelitian ini yaitu (1) strategi kepala sekolah dalam melaksanakan Kurikulum 2013, meliputi (a) memberikan pelatihan dan pendampingan Kurikulum 2013 kepada guru-guru yang dilaksanakan tingkat gugus se Kecamatan, (b) pengadaan buku-buku penunjang Kurikulum 2013, (c) memberikan sosialisasi kepada orangtua siswa terkait dengan pelaksanaan Kurikulum 2013, dan (d) memberikan motivasi dan mengadakan supervisi terkait pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah.(2) masalah yang dihadapi dalam melaksanakan Kurikulum 2013, antara lain (a) kesulitan dalam pembuatan RPP, silabus, dan program kegiatan yang menggunakan Kurikulum 2013, (b) sistem penilaian yang terlalu mendetail sehingga dalam pelaksanaannya guru-guru merasa kesulitan, (c) kesulitan dalam memberikan pemahaman kepada guru-guru dan orangtua siswa terkait pelaksanaan Kurikulum 2013, (d) sarana dan prasarana yang kurang memadai, dan (e) kurangnya tenaga pendidik (3) solusi masalah dalam melaksanakan Kurikulum 2013, antara lain (a) mendatangkan narasumber untuk melatih guru-guru dalam pelaksanaan Kurikulum 2013, pembuatan RPP, silabus, dan program kegiatan serta sistem penilaian, (b) memberikan pemahaman kepada orangtua siswa terkait dengan pelaksanaan Kurikulum 2013 pada saat pembagian raport, (c) mengadakan sarana dan prasarana, media pembelajaran, dan buku-buku penunjang Kurikulum 2013, dan (d) melibatkan kepala sekolah, guru-guru, komite sekolah/orangtua siswa, UPT, dan Dinas Pendidikan Kota Malang dalam mengatasi masalah.     Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada, (1) Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang hendaknya mengadakan pelatihan Kurikulum 2013 khususnya dalam hal sistem penilaian yang kurang praktis dan materi yang kurang mendalam sehingga dalam pelaksanaannya di sekolah guru-guru tidak merasa kesulitan dalam hal penilaian dan memiliki pemahaman terkait pelaksanaan Kurikulum 2013. (2) kepala sekolah diharapkan dapat meningkatkan kerjasama dengan guru-guru, pengawas sekolah, orangtua siswa, Unit Pelaksana Teknis (UPT), dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan khususnya mengenai strategi dalam melaksanakan Kurikulum 2013. (3) Guru hendaknya mampu mengembangkan metode dan media pembelajaran dan bisa meningkatkan kerjasama dengan guru lain dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah dan guru juga diharapkan menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai panduan dalam proses pembelajaran. (4) Jurusan Administrasi Pendidikan hendaknya mengadakan pelatihan kepemimpinan pendidikan dan manajemen kurikulum. (5) peneliti lain yang berminat melakukan penelitian terkait Kurikulum 2013 dapat dijadikan bahan referensi untuk melakukan penelitian serupa atau lanjutan dengan mengembangkan subjek dan jenjang pendidikan lainnya.

Pengintensifan penarikan pajak tontonan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah di Kotamadya Daerah Tingkat II Madiun / oleh Kayadi

 

Manajemen pembelajaran kelas akselerasi (studi kasus di SD Laboratorium UM Malang) / Soni Prasetya

 

Prasetya, Soni. 2015. Manajemen Pembelajaran Kelas Akselerasi: Studi Kasus di SD Laboratorium UM Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Mustiningsih, M.Pd, (II) Wildan Zulkarnain, S.Pd, M.Pd. Kata kunci : manajemen pembelajaran, kelas akselerasi. Peserta didik yang memiliki potensi bakat sangat istimewa cenderung lebih cepat menguasai materi pelajaran dibandingkan dengan peserta didik dengan kemampuan rata-rata. Peserta didik yang memiliki potensi bakat istimewa nampak santai dan kurang memperhatikan guru pada saat pembelajaran. Mereka umumnya menempuh kelas akselerasi. Peserta didik di kelas akselerasi perlu mendapat penanganan dan program khusus, sehingga potensi kecerdasan yang dimiliki dapat berkembang secara optimal. Mengingat bahwa siswa program akselerasi memiliki kecerdasan yang luar biasa, maka dibutuhkan strategi belajar mengajar yang sesuai dengan kemampuan mereka sehingga kemampuannya dapat diterapkan secara optimal. Kegiatan belajar mengajar program akselerasi bertujuan untuk menerapkan pengajaran atau pelayanan individual dan pengajaran kelompok. Fokus penelitian ini meliputi: (1) perencanaan pembelajaran kelas akselerasi di SD Laboratorium UM; (2) pengorganisasian pembelajaran kelas akselerasi; (3) pelaksanaan pembelajaran kelas akselerasi; (4) penilaian pembelajaran kelas akselerasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan;(1) perencanaan, (2) pengorganisasian, (3) pelaksanaan, dan (4) penilaian pembelajaran akselerasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) wawancara, (2) observasi, dan (3) dokumentasi. Data yang telah diperoleh kemudian diuji dengan menggunakan metode triangulasi sumber, ketekunan pengamatan, dan perpanjangan keikutsertaan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa SD Laboratorium UM memakai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan jam belajar yang sama antar kelas akselerasi dan reguler. Struktur kurikulum memuat kelompok mata pelajaran dengan memperhatikan standar kompetensi kelulusan dan standar isi yang telah ditetapkan. Penyelenggaraan program kelas akselerasi di SD Laboratorium UM Malang tidak menggunakan rekrutmen khusus atau tes khusus untuk peserta didik akselerasi. Akselerasi di sekolah ini adalah akselerasi murni dari peserta didik yang benar-benar mempunyai kemampuan diatas rata-rata dengan menggunakan syarat mampu mencapai kriteria yang telah ditetapkan di sekolah. Strategi pembelajaran dikelas akselerasi dikemas dengan baik dengan berpusat pada peserta didik. Guru sebagai fasilitator mendorong dan memberikan ruang bagi peserta didik dalam mengembangkan potensi belajar secara aktif, kreatif, dan menyenangkan. Penilaian pembelajaran akselerasi di SD Laboratorium UM dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan untuk memperoleh informasi tentang kemajuan dan keberhasilan belajar dari peserta didik. Peserta didik harus mencapai target kompetensi yang telah ditetapkan yaitu minimal nilai 80 untuk setiap mata pelajaran.

Kemampuan mengapreasiasi unsur alur cerita, penokohan serta hubungan antara keduanya dalam cerita pendek pada siswa kelas II SPGK bersubsidi Malang
Philipus Keranz

 

Hubungan antara usia kawin pertama, lamanya periode reproduksi dan praktek kontrasepsi dengan tingkat fertilitas di Kecamatan Taman Kotamadya Madiun / oleh Retno Kinteki

 

Manfaat industri pariwisata dalam menciptakan kesempatan kerja di Kabupaten Badung / oleh Ketut Kirya

 

A Phonemic analysis of Sumbawa Besar / Kismiarto

 

Studi tentang peranan Lembaga Sosial Desa (LSD) dalam pengembangan masyarakat desa di Desa Bunulrejo, Sanansari dan Lowokwaru di Kecamatan Blimbing Kotamadya Malang / Stephie Kleden

 

Hubungan penerapan etika perkantoran dan pelayanan prima pegawai administrasi dengan kepuasan mahasiswa FIP UM / Bariklana Indita Hastuti

 

Hastuti, Bariklana Indita. 2015. Hubungan Penerapan Etika Perkantoran dan Pelayanan Prima Para Pegawai Administrasi dengan Kepuasan Mahasiswa FIP UM. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: (I) Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd, (II) Desi Eri Kusumaningrum, M.Pd. Kata kunci: etika perkantoran, pelayanan prima, kepuasan mahasiswa     Etika perkantoran dan pelayanan prima merupakan faktor yang dapat diterapkan oleh para pegawai administrasi dalam memberikan pelayanan sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan (mahasiswa). Dengan menerapkan etika perkantoran dan pelayanan prima mahasiswa akan memberikan kesan yang positif terhadap instansi yang bersangkutan.     Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah, 1) mendeskripsikan hubungan antara etika perkantoran dan kepuasan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, 2) mendeskripsikan hubungan antara pelayanan pri-ma dan kepuasan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, dan 3) mendeskripsikan hubungan etika perkantoran dan pelayanan pri-ma dengan kepuasan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.     Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket tertutup Adapun analisis data yang dilakukan dengan menggunakan analisis linear ganda untuk mengetahui dan membuktikan ada tidaknya hubungan yang signifikan dan besarnya korelasi antara dua variabel independen dan satu variabel dependen.     Hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan peneliti adalah sebagai berikut: hipotesis pertama menunjukkan, bahwa terdapat korelasi yang tinggi dan positif antara variabel etika perkantoran dan kepuasan mahasiswa. Hasil tersebut ditunjukkan dengan nilai koefisien (korelasi ganda) R = 0,688, hipotesis kedua menunjukkan terdapat korelasi yang tinggi dan positif antara variabel pelayanan prima dan kepuasan mahasiswa. Hasil tersebut ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi (korelasi ganda) R = 0,664, dan hipotesis ketiga secara bersama-sama kedua variabel independen tersebut berhubungan kuat dengan variabel dependen. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai koefisien R = 0,707 dan indeks determinasi (R Square-) = 0,497 artinya 49,7% variasi yang terdapat pada kepuasan mahasiswa dijelaskan oleh etika perkantoran dan pelayanan prima, sisanya 50,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.     Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa terdapat hubungan antara etika perkantoran dan pelayanan prima dengan kepuasan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dengan demikian diharap-kan para pegawai administrasi mampu menerapkan etika perkantoran dan pelayanan prima pada saat memberikan pelayanan agar dapat menumbuhkan kesan yang positif, sehingga daat meningkatkan kepuasan mahasiswa dengan maksimal.

Pembandingan metode ceramah soal dikelas I SMA Kodya Malang - bidang studi Matematika / oleh Ko Fong Lie

 

Kemampuan memahami struktur paragraf siswa kelas III SMP Negeri sekabupaten Bojonegoro / Imam Koermen

 

Upaya peningkatan keterampilan proses dan kemampuan afektif belajar fisika siswa SLTP I Malangpada pokok bahasan cahaya dan alat optik melalui model siklus belajar berbasis konstruktivis oleh Bety Sulistyorini

 

Permasalahayna ngs eringm unculs ekarangin i adalahr endahnyaku alitaslulusan pendidikan. Salah satu upaya yang digunakan untuk mengatasipermasalahatne rsebuta dalahm eningkatkank ualitasp rosesb elajarm engajar.Salahs atuc aranyaa dalahp emilihanm etodep embelajarany angb erfungsis ebagaipenunjangk eberhasilapnr osesb elajarm engajarM. etodep embelajarayna ngb aikadalahm etodeb elajary angm elibatkans iswas ecaraa ktif selamap rosespembelajaranS. elamain i metodep embelajarayna ngd igunakand i sekolaha dalahmetodec eramalqs iswat idak pernahm elakukana ktivitasu ntukm embangunpengetahuannyBae. rdasarkahna l tersebutm, akad alamp enelitianin i menerapkansalahs atum odelp embelajarayna itum odels iklusb elajarb erbasisk onstruktivisuntukd iujicobakand alamp embelajaradni sekolahM. elalui penelitianin i, dikajiapakahk eterampilanp rosesd ank emampuaanf ektif siswam eningkast ebagaidampakd ari pembelajarans ebagaimandai sebutkand i atas?Penelitianin i bertujuanu ntukm engetahupi eningkatanke terampilanprosesd ank emampuana felilif belajarf isika siswak elasI I SLTPN I Malang.Penelitianin i dilaksanakaunn tukp okokb ahasanp embiasanc ahayad ana lato ptikpadas emesteIrI tahunp elajaran2 00212003d i SLTPN 1 Malang.A spekketerampilanp rosesy angd iteliti adalahp enggunaaanl at danb ahan,in terpretasi,mengklasifikasi,m emprediksid an menyimpulkan.S edangkana spekk emampuanafektifyang diteliti adalahk eberanianm egemukakanp endapal keaktifar/ peran,kemampuanb ertanyak, erjasamad alamk elompok,in isiatif/k reatif,d anr asai ngin tahun. Penelitianin i menggunakapne ndekataknu alitatifd enganje nis penelitiantindakank elas( C/assroomA ctionR esearchm) elalui2 siklust indakanT. indakanyangd iberikand alamp enelitianin i adalahp embelajarakno nstruktivisd enganmodels iklusb elajary angt erdiri dari 3 tahap,y aitu tahape ksplorasit,a hapinvensid, ant ahape kspansi.Hasil penelitianm enyimpulkanb ahwap adas iklusI dans iklusI I secaraumumk eterampilap rosess iswas elamap embelajaramn eningkatw, alaupunaspekm emprediksmi engalampi enurunanH. asil penelitianp adas iklusi dansiklusI I juga menunjukkanb ahwak emampuana fektif secarak eseluruhasne lamapembelaaj ranm eningkat.

Peranan raganm hias dalam kegiatan menggambar dekorasi di kelas 1 SMA / oleh Sugeng Koesdrianto

 

Manajemen diklat berjenjang oleh Himpaudi Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD / Annisa Puteri Kusuma Lestari

 

ABSTRAK Lestari, Annisa P. K. 2015. Manajemen Diklat Berjenjang oleh Himpaudi Provinsi Jawa Timur untuk Meningkatkan Kompetensi Guru PAUD. Skripsi Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing (I) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M.Pd, Dosen Pembimbing (II) Sunarni, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: manajemen, diklat berjenjang, Himpaudi, kompetensi guru PAUD Manajemen adalah suatu proses memberdayakan sumber daya yang ada untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Pelatihan sebagai pengajaran atau pemberian pengalaman kepada seseorang untuk mengembangkan keterampilan agar mencapai sesuatu yang diinginkan. Pelatihan (training) adalah suatu proses pendidikan jangka pendek yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisasi, mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis dalam tujuan yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan manajemen yang dilakukan oleh pengurus Himpaudi Pronvinsi Jawa Timur dalam menyelenggarakan diklat berjenjang untuk guru PAUD sebagai upaya meningkatkan kompetensi, kualitas, dan profesionalisme mengajar guru PAUD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Alasan memilih studi kasus karena meneliti suatu objek yang dipandang sebagai sistem yang dibatasi dan terikat oleh tempat dan waktu tertentu. Penelitian dilakukan di Himpaudi Provinsi Jawa Timur menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumenstasi. Agar data yang diperoleh benar-benar absah, peneliti melakukan trianggulasi sumber dan triangulasi teknik. Temuan penelitian ini adalah (1) diklat berjenjang yang dilaksanakan oleh Himpaudi Provinsi Jawa Timur yaitu Diklat Tingkat Dasar, Diklat Tingkat Lanjutan, Dan Diklat Tingkat Mahir. Program diklat berjenjang tersebut dapat mengurangi Sistem Kredit Semester (SKS) yang harus ditempuh oleh peserta diklat, apabila peserta tersebut melanjutkan pendidikan strata 1 (S1) di jurusan PAUD, (2) kegiatan diklat berjejang yang diselenggarakan oleh Himpaudi bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru PAUD serta membantu tumbuh kembang anak usia dini secara optimal, (3) proses kegiatan diklat berjenjang yang diselenggarakan oleh Himpaudi Provinsi Jawa Timur dilakukan melalui 4 tahapan, yaitu tahap persiapan kegiatan diklat berjenjang, tahap pelaksanaan kegiatan diklat berjenjang, tahap pasca diklat berjenjang yaitu pembuatan tugas mandiri, dan tahap kelulusan, (4) banyak guru PAUD yang belum memahami metode apa yang harus diterapkan pada anak usia dini dan setelah mengikuti diklat berjenjang, guru PAUD lebih memahami pendidikan dan metode apa yang harus diterapkan oleh anak usia dini sehingga banyak guru yang merasa bersalah dengan anak didiknya, karena sebelumnya guru tersebut menggunakan metode pembelajaran yang kurang tepat diterapkan pada anak didiknya, (5) susunan kepanitiaan kegiatan diklat berjenjang Himpaudi di suatu wilayah tergantung pada kondisi daerah tempat pelaksanaan diklat tersebut, (6) pengawasan kegiatan diklat dilakukan oleh tim fasilitator atau kendali mutu yaitu tim yang ditunjuk oleh Himpaudi Provinsi Jawa Timur dan Dinas pendidikan untuk mengawasi pelaksanaan kegiatan diklat, dan (7) evaluasi yang dilakukan meliputi evaluasi terhadap peserta, evaluasi terhadap fasilitator, dan evaluasi program penyelengaraan. Saran penelitian ditujukan untuk: (1) Ketua Himpaudi Provinsi Jawa Timur hendaknya membuat peraturan dan kebijakan bagi guru PAUD yang berpendidikan SMP di wilayah terpencil jika mengikuti kegiatan diklat berjenjang; (2) Bagi guru PAUD, hendaknya tidak hanya mengikuti Diklat Tingkat Dasar saja, melainkan harus melanjutkan pada tingkat berikutnya. Minimal mengikuti hingga Diklat Tingkat Lanjutan, guna dapat memperoleh keterampilan yang memadai dalam upaya meningkatkan kompetensi mengajarnya; (3) Bagi Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, hendaknya menambah referensi terkait Manajemen Diklat guna menambah pengetahuan bagi mahasiswa yang ingin meneliti tentang manajemen diklat; (4) Bagi peneliti lain, hendaknya melakukan penelitian di lembaga diklat PAUD yang lain sebagai perbandingan manajemen terkait kegiatan diklat yang diselenggarakan.

Peranan laki-laki dalam masalah infertilitas pasangan suami isteri / oleh Soelaiman Koesoemonegoro

 

Penerapan pendidikan karakter pada pembelajaran tematik terpadu kurikulum 2013 di SDN Blimbing 3 Kota malang / Rhapsona Indi Bernati

 

ABSTRAK Bernati, Rhapsona Indi. 2015. Penerapan Pendidikan Karakter pada Pembelajaran Tematik Terpadu Kurikulum 2013 di SDN Blimbing 3 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Murtiningsih, M.Pd, (2) Drs. Toha Mashudi, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: pendidikan karakter, pembelajaran tematik terpadu Kurikulum 2013 Pendidikan karakter merupakan upaya pembiasaan siswa untuk mengetahui, memahami, serta mengamalkan perilaku-perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. Di sekolah dasar, pembelajaran pada Kurikulum 2013 menekankan pada aspek sikap. Dalam upaya membentuk sikap tersebut, SDN Blimbing 3 Kota Malang sebagai sekolah sasaran Kurikulum 2013 telah menerapkan pembelajaran dengan mengintegrasikan pendidikan karakter. Pembelajaran yang dilaksanakan guru meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian diintegrasikan pendidikan karakter agar pembinaan nilai-nilai karakter pada siswa dapat terlaksana dengan baik. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pengintegrasian pendidikan karakter pada pembelajaran tematik terpadu Kurikulum 2013 meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Subjek penelitian adalah guru kelas I dan IV SDN Blimbing 3 Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pemilahan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, guru telah mengintegrasikan pendidikan karakter pada perencanaan pembelajaran melalui analisis KI-KD, menyusun RPP yang bermuatan karakter, dan menyiapkan bahan ajar. Kedua, guru telah melakukan upaya penanaman nilai-nilai karakter kepada siswa pada pembelajaran dimulai dari kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Kegiatan inti dilakukan dengan menerapkan kegiatan saintifik yang dapat menumbuhkan nilai-nilai karakter dasar seperti disiplin, percaya diri, teliti, dan punya rasa ingin tahu yang tinggi. Penanaman nilai-nilai karakter juga dilakukan guru dengan memberikan teladan yang baik kepada siswa. Ketiga, guru menggunakan teknik observasi dan jurnal dalam menilai sikap siswa. Berdasarkan kesimpulan penelitian, maka disarankan kepada guru hendaknya membuat perencanaan pembelajaran dengan mengembangkan silabus yang memuat nilai-nilai karakter serta melakukan penilaian dengan menggunakan teknik penilaian sikap selain observasi dan jurnal.

Masuk dan berkembangnya agama Kristen Katolik di Flores Timur / oleh Elias Kopong

 

Melatih keterampilan interpretasi melalui pembelajaran fisika konsep kalor siswa kelas IIB SLTP Laboratorium Universitas Negeri Malang oleh Mohamad Syarkawi

 

Penelitiante ntangP engaruhP emberianP rat es TerhadapP eningkataPn enguasaanKonsepB unyi SiswaK elasI l, dilakukanm engingamt asihs edikitnyag uruy angmemberikantu gasm embacad i rumahd an dilanjutkan denganp emberiant es sebelum pembelajaran. Penelitianin i mempunyatiu juanu ntuk: l). Mengetahuai dat idaknyap erbedaanantaray ang diberi pra tes dengant anpad iberi pra tes terhadapp enguasaakno nsepBunyip adas iwak elasI I SLTPN egeri2 .Malang.2 ). Untuk mengetahumi anay angl ebihefeklif antara yang diberi pra tes dengan tanpa diben pra tes terhadap peningkatanpenguasaakno nsepB unyi siswak elasI I SLTPN egeri2 Malang.P enguasaakno nsepdiukurd engann ilai tes akhirp embelajaran. Penelitianin i dilaksanakadni SLTPN egeri2 Malang,k elasI I, caturw ulanI Itahunp elajaran2 0001200. 1L angkah-langkayha ngd igunakana dalah;1 ).Menentukankelasy angd igunakans ebagaki elasp enelitiand enganm elihatp ersyaratakne lasy aitukeduak elast ersebumt erupakank elasy angh omogeny aitu mempunyaki emampuanawal yang samad an diajar oleh Guru yang sama.U ntuk menentukanh omogenitask elasdigunakanu ji prasyarakt emampuana waly aitu uji normalitasu, ji homogenitakse lasd anuji beda( kemampuaanw al)d ari datan ilai murni keduak elasb idangs tudiF isika caturwulans ebelumnya.2)S. etelahd itetapkanb ahwak eduak elompokk elast ersebuthomogenm, akak eduak elast ersebulta yakd ijadikans ebagaki elasp enelitian.Ditentukans atuk elompokk elast idak mendapatkanp erlakuanp ra tes dan satukelompokk elasl ainnyam endapapt erlakuanp rat es .3) Setiapa khir pembelajarakne duakelompokk elass ama-samma endapatkapne rlakuante sa khir dengans oaly ngs ama.4 ).Hasil tesa khir dari masing-masinkge lompokk elasd iadakanu ji hipotesisy aitu denganuji-t dengante rlebihd ulu memperhatikasny arat-syarautj i beda,y aitu uji normalitasd anuji homogenitas.Hasil uji hipotesisp enelitianin i menunjukkana dap erbedaayna ngs ignifikanantaras isway angd iberi pra tes dengans isway angt idak diberi pra tes terhadappeningkatapne nguasaakno nsepB unyi

An Introduction to oral training in English conversation classes and discussion groups / Rika Kristantyowati

 

Studi tentang hambatan-hambatan yang dihadapi para pengajar Ilmu Kimia di SMA - SMA Kotamadya Malang dalam melaksanakan sistem penyajian pelajaran dengan menggunakan pendekatan berdasarkan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI) / oleh Andreas B

 

Studi tentang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Malang masa bakti tahun 1982 - 1987 (suatu tinjauan struktural-fungsional) / Kriswindari

 

Penerapan model Team Assisted Individualization (TAI) pada pembelajaran matematika kelas II SDN Karangtengah 4 Kota Blitar / Fuad Prahastomo

 

ABSTRAK Prahastomo, Fuad. 2015. Penerapan Model Team Assisted Individualization (TAI) Pada Pembelajaran Matematika Kelas II SDN Karangtengah 4 Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Alif Mudiono, M.Pd, (II) Dra. Hj. Lilik Bintartik, M.Pd. Kata Kunci: Penerapan Model Team Assisted Individualization (TAI) Berdasarkan observasi di kelas II SDN Karangtengah 4 Kota Blitar diketahui bahwa guru menggunakan metode ceramah, siswa pasif dalam kegiatan pembelajaran, strategi dan pemberian tugas yang diberikan guru tidak menarik. Hal tersebut mengakibatkan hasil belajar siswa rendah, sehingga perlu diadakan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan perencanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru dengan model TAI pada pembelajaran matematika dan bagaimana pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model TAI berdasarkan perencanaan yang telah dibuat guru pada pembelajaran matematika tentang perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan catatan lapangan, sedangkan instrumennya berupa lembar observasi, lembar wawancara, dan lembar catatan lapangan. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan trianggulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TAI pada matematika di kelas II sudah sangat baik. Hal ini didukung dengan sudah munculnya semua aspek/komponen model TAI pada saat pembelajaran berlangsung. Hal itu juga diikuti dengan adanya perencanaan pembelajaran yang dibuat guru dalam bentuk RPP dengan menerapkan model TAI pada pembelajaran Matematika pada pokok bahasan perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka dikelas II SDN Karangtengah 4 Kota Blitar, persentase pembelajaran I sebesar 82% kualifikasi baik dan hasil persentase pembelajaran II sebesar 91% kualifikasi sangat baik. Dan pada pelaksanaan pembelajaran guru menerapkan model TAI, dilaksanakan dengan baik sesuai dengan sintak model tersebut, persentase pembelajaran I sebesar 81% kualifikasi baik, sedangkan hasil dari persentase pembelajaran II sebesar 93% kualifikasi sangat baik. Berdasarkan hasil kesimpulan, disarankan kepada guru kelas II SDN Karangtengah 4 untuk menggunakan model Pembelajaran TAI yang menyajikan pembelajaran yang lebih banyak memberdayakan siswa dalam proses pembelajaran dan guru bertindak sebagai fasilitator menciptakan suasana yang menyenangkan agar siswa dapat mengembangkan konsep yang diterima secara berdiskusi.

An Introduction to suggestopedia and its possible application for teaching speaking / by Lukita Tavip Kumaladewi

 

Pelaksanaan penilaian autentik pada kurikulum 2013 di SD Kota Mojokerto / Etika Roudhatul Khasanah

 

ABSTRAK Khasanah, Etika Roudhatul. 2015. Pelaksanaan Penilaian Autentik pada Kurikulum 2013 di SD Kota Mojokerto. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Harti Kartini, M.Pd, (II) Drs. H. Sutarno, M,Pd. Kata kunci: penilaian autentik, Kurikulum 2013 Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya ditemukan bahwa pelaksanaan penilaian autentik pada KTSP belum maksimal karena guru masih mengalami kesulitan dalam pelaksanaannya. Hal yang sama kemungkinan terjadi pada pelaksanaan penilaian autentik dalam Kurikulum 2013, oleh karena itu diperlukan penelitian tentang pelaksanaan penilaian autentik dalam kurikulum 2013 yang dilakukan oleh guru di SD Kota Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman guru tentang penilaian autentik, pelaksanaan penilaian kinerja, pelaksanaan penilaian proyek, pelaksanaan penilaian portofolio, dan pelaksanaan tes tulis pada Kurikulum 2013 di SD Kota Mojokerto. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah guru kelas I, II, IV, dan V SD sebagai sasaran Kurikulum 2013 di Kota Mojokerto yang berjumlah 16 guru dan kesemuanya ditetapkan sebagai sampel. Untuk mengumpulkan data digunakan instrumen berupa kuesioner tertutup. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pemahaman guru tentang penilaian autentik tergolong baik sekali, namun guru jarang melaksanakan penilaian antar teman dan diri sendiri karena dianggap subyektif; pelaksanaan penilaian kinerja tergolong baik sekali, namun dalam menilai kinerja guru jarang mengembangkan instrumen dan rubrik terlebih dahulu; pelaksanaan penilaian proyek tergolong baik sekali namun guru jarang menilai tahap perencanaan dan pelaporan proyek karena menghabiskan waktu serta membuat kelas kurang kondusif; pelaksanaan penilaian portofolio tergolong baik namun jenis portofolio pribadi dan jangka panjang belum terlaksana; dan pelaksanaan tes tulis tergolong baik sekali. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan penilaian autentik pada Kurikulum 2013 di SD Kota Mojokerto tergolong dalam kategori baik. Bagi guru disarankan melaksanakan penilaian yang belum terlaksana sesuai dengan kompetensi yang ditentukan. Bagi peneliti lain disarankan menambah instrumen penelitian berupa panduan observasi atau wawancara.

Pemannfaatan tabungan dalam pengembangan ekonomi di Kecamatan Kuron, Kalimantan Tengah / oleh Hining Kunom

 

Keterlaksanaan scientific approach pada KTSP dalam pembelajaran kelas IV SDN Gelam II Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo / Sofiatuz Zuhro

 

ABSTRAK Zuhro, Sofiatuz. 2015. Keterlaksanaan Scientific Approach pada KTSP dalam Pembelajaran Kelas IV SD Negeri Gelam II Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd, (II) Dra. Nihayati S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Scientific Approach, KTSP, Pembelajaran Pembelajaran yang efektif wajib dilakukan di Sekolah Dasar dikarenakan proses pengembangan kemampuan yang paling mendasar dilakukan pada saat siswa menempuh pendidikan dasar. Keberhasilam proses pembelajaran bergantung pada kemampuan guru dalam mengoptimalkan kompetensi perubahan pola pendidikan yang ada. Kemampuan guru dalam melakukan inovasi dan kreasi dalam pendidikan, akan berdampak sangat besar bagi keberhasilan proses pembelajaran yang efektif. Inovasi dan kreasi dalam penyampaian materi sangat penting. Guru harus mampu berinovasi dan berkreasi melalui pengembangan metode, model, teknik bahkan pendekatan pembelajaran. Pendekatan pembelajaran merupakan salah satu kunci bagi terwujudnya pembelajaran yang efektif. Saat ini guru masih belum bisa menerapkan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang ada. Oleh karena itu penelitian ini perlu dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan tahap-tahap penelitian (1) persiapan, (2) tahap penyusunan rancangan penelitian, (3) tahap pelaksanaan penelitian, (4) tahap penyelesaian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, memaparkan data, dan menarik kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan scientific approach pada KTSP dalam pembelajaran kelas IV SD Negeri Gelam II Kecamatan Candi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru mengani pendekatan saintifik sudah baik, persiapan pembelajaran pembelajaran sudah berjalan dengan baik, guru sudah mengintegrasikan pendekatan saintifik kedalam pola EEK pada KTSP. Selain itu hasil mengenai pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik guru telah melaksanakannya dengan baik namun belum terlihat kemampuan dalam mempertanyakan bagaiman dan mengapa kepada siswa. Faktor pendukung dalam pembelajaran menggunakan saintifik karena guru ingin memfasilitasi siswa agar lebih aktif dan pembelajaran berpusat pada siswa. Faktor hambatan adalah guru masih kesulitan dalam merumuskan indikator dan mengelola kelas.

Partisipasi pedagang kecil/bakul dalam pelaksanaan Kredit Candak Kulak di Desa Wonomulyo Kecamatan Poncokusumo Kawedanan Tumpang Kabupaten Malang / oleh Eny Kusdiyah

 

Studi aktivitas kader pembangunan dalam pembangunan masyarakat desa di Desa Ampelgading dan Desa Sukorejo Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang / Kusmanu

 

Profil tulisan narasi siswa kelas V MIn Janti Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo / Aditya Dyah Puspitasari

 

ABSTRAK Puspitasari, Aditya Dyah. 2015.Profil Tulisan Narasi Siswa Kelas V MIN Janti Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo.Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Muchtar,S.Pd, M.Si (II) Dra. Sudarsini, M.Pd. Kata Kunci:Profil, tulisan narasi, MIN Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 22 tahun 2006, pelajaran Bahasa Indonesia terbagi ke dalam empat keterampilan berbahasa yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Menulis adalah kegiatan menyampaikan sesuatu menggunakan bahasa melalui tulisan, dengan maksud dan pertimbangan tertentu untuk mencapai sesuatu yang dikehendaki (Rahardi,2003:39). Menulis merupakan keterampilan bahasa yang paling sulit dikuasai oleh siswa. Menulis tidak hanya sekedar menulis apa yang siswa bisa tetapi juga latihan menulis secara baik dan benar sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia.Oleh sebab itu sangat penting mengetahui profil tulisan siswa sejak di Sekolah Dasar, karena Sekolah Dasar sebagai jenjang pertama pada tingkat pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mempelajari lebih dalam kesalahan-kesalahan siswa dalam membuat tulisan cerita atau karangan narasi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi tentang kemampuan siswa dalam membuat karangan cerita narasi sehingga dapat menjadi masukan bagi pengajaran menulis cerita narasi khususnya di MIN Janti Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo. Sehingga nantinya guru dapat menentukan kebijakan kembali dalam mengajarkan menulis karangan narasi, sehingga siswa dapat menulis karangan narasi dengan tepat. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan deskriptif, karena bertujuan untuk menggambarkan dan atau mendeskripsikan karakteristik dari fenomena (Ulfatin 2013:21). Sedangkan jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Karena dalam penelitian ini mengetahui profil tulisan narasi siswa, jadi penelitian ini akan menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang dijadikan narasumber maupun responden. Pada kenyataannya tulisan narasi siswa, masih banyak mengalami kekurangan pada aspek penggunaan tanda baca, huruf kapital, kata depan Di dan Ke, dan hubungan keherensi dan kohesi.Saran bagi guru sebaiknya guru memilih model pembelajaran yang lebih bervariasi lagi misalnya saat mengarang atau membuat karangan bisa dilakukan di luar kelas sehingga siswa tidak merasa bosan. Saran bagi penelitian lain, mungkin bisa menggunakan model atau pendekatan untuk meningkatkan hasil karangan siswa karena, penelitian ini hanya gambaran mengenai profil tulisan narasi siswa kelas V MIN Janti Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |