Pengaruh kadar SiO2 terhadap porositas dan kekerasan nanokomposit HA-SiO, berbasis batuan onyx Bojonegoro / Yeyehn Dwi Sugara

 

ABSTRAK Sugara, Yeyehn Dwi. 2015. Pengaruh Kadar SiO2 terhadap Porositas dan Kekerasan Nanokomposit HA-SiO2 Berbasis Batuan Onyx Bojonegoro. Skripsi, Jurusan Fisika,Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Yudyanto, M.Si. (II) Dra.Hartatiek, M.Si. Kata Kunci : kadar silika, nanokomposit hidroksiapatit- SiO2, porositas, kekerasan, metode kopresipitasi Hidroksiapatit (HA) merupakan salah satu biokeramik yang banyak digunakan pada aplikasi biomedis. HA memiliki sifat biokompaktibel, bioaktivitas dan biodegradabel. HA dapat disintesis dengan menggunakan material alam. Namun, HA memiliki sifat mekanik yang rapuh. Untuk memenuhi syarat sebagai material substitusi tulang, maka HA dikompositkan dengan material yang memiliki sifat mekanik yang baik. Salah satu material tersebut adalah nanosilika. Pada penelitian ini, sintesis HA dilakukan dengan menggunakan metode kopresipitasi. Bahan dasar pembuatan HA adalah batu onyx Bojonegoro yang dijadikan sebagai sumber Ca dengan kemurnian 94,33%. Sedangkan sumber fosfat diperoleh dari Ammonium Dihidrogen Fosfat (ADP) Merck 101126. Tahap awal sintesis HA adalah pelarutan serbuk onyx ke dalam HNO3 2M dan distirer dengan kecepatan 700 rpm selama 30 menit. Selanjutnya ADP ditambahkan ke dalam larutan distirer dengan kecepatan 700 rpm selama 1 jam sambil ditetesi NH4OH untuk mengontrol pH 9-10. Hasil yang didapatkan diendapkan selama 24 jam. Endapan dicuci menggunakan DI water dan dikeringkan pada suhu 100oC selama 1 jam. Serbuk HA yang telah jadi dikompositkan dengan nanosilika. Besarnya komposisi komposit HA-SiO2 yang digunakan dalam penelitian ini adalah 90:10%, 80:20% dan 70:30%. Hasil nanokomposit HA-SiO2 dikarakterisai menggunakan XRD, SEM-EDX, microhardness vikers dan dilakukan uji porositas Hasil XRD menunjukkan bahwa fasa yang terbentuk adalah 100% HA dengan ukuran kristal 22,5 nm. HA yang diperoleh memiliki perbandingan nilai Ca/P sebesar 1,46. Hasil uji kekerasan dengan menggunakan microhardness vikers menunjukkan adanya pengaruh penambahan nanosilika pada kekerasan HA. Besarnya nilai kekerasan untuk masing-masing kadar silika 10%, 20% , 30% adalah 38,2; 42,3; 43.1 HVN sedangkan nilai porositasnya adalah 44,4; 40,7; 39,3 %. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penambahan nanosilika dapat meningkatkan nilai kekerasan HA disertai dengan menurunnya porositas HA.

Kepemimpinan pendidikan kepala sekolah pada sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kotamadya Banjarmasin dan Kotamadya/Kabupaten Malang / oleh Salasiah Rusdi

 

Analisis terjadinya flare berdasarkan pergeseran sudut rotasi group sunspot pada bulan Januari - Maret 2015 melalui Lapan Watukosek / Muhammad Fathur Rouf Hasan

 

ABSTRAK Hasan, Muhammad F. Rouf. 2015. Analisis Terjadinya Flare Berdasarkan Pergeseran Sudut Rotasi Group Sunspot pada Bulan Januari – Maret 2015 Melalui LAPAN Watukosek. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Bambang Setiahadi P., B.Sc., M.Sc., D.Sc., (2) Drs. Sutrisno, M.T. Kata Kunci : Sunspot, Flare, IDL (Interactive Data Language) Aktivitas Matahari paling mudah diamati dari Bumi adalah aktivitas yang terjadi pada lapisan fotosfer, kromosfer dan korona Matahari. Bintik Matahari (Sunspot) dan Ledakan Matahari (Flare) merupakan fenomena paling mudah untuk diamati dan telah lama mendapatkan perhatian dari para ahli astrofisika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas Matahari pada bulan Januari-Maret 2015, serta mempelajari karakteristik terjadinya Flare pada pergeseran sudut rotasi Group Sunspot dari Sunspot sampel yang teramati. Metode yang digunakan adalah diskriptif, sedangkan data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kuantitatif. Penentuan koordinat Sunspot menggunakan software IDL. Pengamatan ini dilakukan di Balai Pengamatan Dirgantara (BPD) LAPAN Watukosek. Data yang digunakan berupa Sunspot sket milik BPD LAPAN Watukosek, yaitu Sunspot sket bulan Januari-Maret pada Tahun 2015 dan data yang diambil dari NOAA. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa flare tidak selalu terjadi pada group sunspot kelas besar, namun kelas kecil pun mampu menghasilkan flare. Sebagian besar flare terjadi setelah mengalami pergeseran sudut pada bagian preceeding atau following meskipun dengan besar sudut yang tidak terlalu besar (<10°). Adapun aktivitas matahari paling tinggi terjadi pada bulan Januari 2015 dengan munculnya Group Sunspot sebanyak 130 yang terdiri dari 1063 Sunspot.

Kegiatan pembinaan kepala sekolah dasar dalam hubungannya dengan latar belakang pendidikan dan masa kerjanya / oleh Wasty Soemanto

 

Pengaruh faktor-faktor latar-belakang, kepedulian, difusibilitas, kepemimpinan sekolah, dan situasi sekolah tingkat penerapan pembaharuan pendidikan / oleh Lexy Johannes Moleong

 

Kemampuan siswa kelas VI sekolah dasar dalam mengerjakan operasi hitung pada pecahan dan hubungannya dengan penguasaan konsep pecahan / oleh Hardi Suyitno

 

Pengembangan media pembelajaran remedial (remedial teaching) berbantuan komputer menggunakan program Camtasia pada materi optika geometri untuk SMA / Binti Azizatul Auwaliyah

 

ABSTRAK Auwaliyah, Binti A.2015. Pengembangan Media Pembelajaran Remedial (Remedial Teaching) Berbantuan Komputer Menggunakan Program Camtasia Pada Materi Optika Geometri Untuk SMA. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Drs.Purbo Suwasono, M.Si, (II) Drs.H.Winarto, M.Pd. Kata Kunci: Media, Pembelajaran Remedial (Remedial Teaching), Camtasia, Optika Geometri. Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa SMP dan SMA. Banyak siswa yang tidak mampu mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal pelajaran sehingga seorang guru harus mengadakan pengajaran remedial. Keterbatasan waktu dengan beban materi yang harus dipelajari oleh siswa mengakibatkan guru jarang atau bahkan tidak pernah melakukan pengajaran remedial. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan membuat media “Remedial Teaching” berbasis komputer menggunakan program camtasia. Program Camtasia merupakan salah satu program yang dapat menghasilkan media berupa audio visual. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah mengembangkan media pembelajaran remedial berbantuan komputer menggunakan program camtasia pada materi optika geometri untuk SMA dan mengetahui kelayakan media. Media pembelajaran remedial ini dikemas dalam bentuk DVD. Penelitian ini mengadopsi model penelitian & pengembangan Borg & Gall(1983) dan dibatasi sampai langkah ketujuh. Langkah-langkah pengembanganyang dilakukan peneliti sampai dengan tahap penyempurnaan produk hasil uji lapangan.Subjek penelitian dalam penelitian pengembangan ini adalah siswa kelas XIIIPA dengan hasilprosentase rata-rata sebesar 76.6 %. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatifdan data kuantitatif . Media divalidasi oleh 4 orang validator ahli materi, dan 4 orang validator ahli media. Setelah dianalisis, media ini dinyatakan valid dengan prosentase rata-rata 87.5% dan 87.05 %.Hal ini menunjukkan bahwa media ini layak digunakan sebagai media pembelajaran remedial. Beberapa saran berkaitan dengan pengembangan mediaremedial ini adalah penambahan program penilaian, dilakukan uji coba meluas dan pengembangan ke tahap selanjutnya.

Studi tentang prestasi siswa kelas VI sekolah dasar negeri di Kodya Banda Aceh dalam menyelesaikan soal hitungan dan soal cerita / oleh Zainal Abidin

 

Hubungan antara prestasi alih bahasa dan komputasi dengan prestasi belajar matematika di klas VI sekolah dasar di Daerah Tingkat II Bantul / oleh A. Sardjana

 

Hubungan antara latar belakang pendidikan formal Kepala SMP dengan pelaksanaan supervisi pendidikan di Kota Madya Malang / oleh Misno

 

Pengaruh model Problem Posing Learning (PPL) terhadap kemampuan berpikir analitis dan pemahaman konsep fisika siswa kelas X MAN I Malang / Risa Indah

 

ABSTRAK Indah, Risa. 2015. Pengaruh Model Problem Posing Learning (PPL) terhadap Kemampuan Berpikir Analitis dan Pemahaman Konsep Fisika Siswa Kelas X MAN I Malang. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Kadim Masjkur, M.Pd, (II) Dr. Parno, M.Si. Kata Kunci: Problem Posing Learning, kemampuan berpikir analitis, pemahaman konsep. Model Problem Posing Learning (PPL) adalah model pembelajaran yang berorientasi pada aliran konstruktivis yaitu siswa membangun sendiri pengetahuannya yang dihubungkan dengan informasi yang sudah dimiliki, bukan hanya hafalan saja. PPL mengharuskan siswa menyusun pertanyaan sendiri. Melalui kegiatan tersebut, kemampuan berpikir yang dapat dikembangkan adalah kemampuan berpikir analitis. Selain itu, model PPL juga membiasakan siswa merumuskan, menghadapi, dan menyelesaikan masalah yang merupakan cara untuk mencapai pemahaman konsep dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Rancangan penelitiannya adalah eksperimen semu dengan posttest only control group design. Tujuan mendasar dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kemampuan berpikir analitis dan pemahaman konsep siswa dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen adalah kelas yang dikenai perlakuan yaitu penerapan model PPL, sedangkan kelas kontrol adalah kelas yang menerapkan model pembelajaran dari guru pengajarnya yaitu model Cooperative Learning Tipe STAD. Setelah dilakukan penelitian dan diukur kemampuan berpikir analitis serta pemahaman konsep siswa di dua kelas, diperoleh hasil bahwa: (1) kemampuan berpikir analitis siswa kelas eksperimen lebih baik daripada siswa kelas kontrol; dan (2) pemahaman konsep siswa kelas eksperimen tidak lebih baik daripada siswa kelas kontrol.

Studi tentang pengelolaan pendidikan dasar di Jawa Timur / oleh Kasmiran Wuryo

 

Studi tentang desain prangko pada tahun1990-2000 di Indonesia oleh Saifuddin Zuhri

 

Kebutuhanm anusiau ntuk berhubungan(b erkomunikasi)m enggunakanberbagaai lat komunikasi,s epertit elepon, telegram,a tau surat yangdilengkapiprangkoP. rangkoy ang semulah anyad imaksudkans ebagati andab iayapengeposatne,m yatab erkembangm enjadib endak oleksio lehm anusiak arenabentuk dan gambar serta ukurannya yang sangat variatif Penelitianin i menggunakapne ndekatadne skriptifk ualitatif dand iarahkansebagajei nis penelitians tudik epustakaanM. etodea nalisisis i/analisisd okumendilakukante rhadaps ampeld esainp rangkop adat ahun1 990-2000d i Indonesiayang diterbitkan oleh PT. Pos Indonesia (PERUM PERLIRI). Dari penelitiant ersebutd itemukanb anyakv ariasib aik tipografi,l ay-outTaupuno byek gambamya.D esainp rangko tahun 1990-2000d i Indonesiay angdesain-desainndyiate rbitkanb erkaitand enganp eristiwa-peristiwapenting/moment-mometenrtt entu.

Pengaruh memberitahukan tujuan instruksional khusus terhadap prestasi belajar siswa sekolah dasar dalam bidang studi ilmu pengetahuan sosialsuatu studi eksperimen kuasi / oleh Suwarno

 

Pengaruh levels of inquiry-interactive demonstration terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA pada mata pelajaran fisika kelas X / Retno Ayu Hidayati

 

ABSTRAK Hidayati, Retno Ayu. 2015. Pengaruh Levels of Inquiry-Interactive Demonstration terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA pada Mata Pelajaran Fisika Kelas X. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Lia Yuliati, M.Pd (II) Dr.Muhardjito, M.S Kata Kunci : levels of inquiry-interactive demonstration, kemampuan berpikir kritis Pembelajaran abad 21 menuntut pembelajaran yang mengedepankan kemampuan berpikir kritis siswa. Pembelajaran yang mengedepankan berpikir kritis dapat melatih siswa untuk mengambil keputusan yang tepat dari suatu masalah. Levels of inquiry-interactivedemonstration dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui proses pembelajaran menggunakan demonstrasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengujiefektivitas kemampuan berpikir kritis antara siswa yang belajar fisika menggunakanlevels of inquiry-interactive demonstration dan siswa yang belajarfisika menggunakanlevels of inquiry-discovery learning. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain postest-only control group design.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 9 Malang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster sampling dan diperoleh kelas X-MIA 4 sebagai kelas eksperimen danX-MIA 5 sebagai kelas kontrol.Instrumen penelitian terdiri atas silabus, RPP, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan soal kemampuan berpikir kritis materi Suhu dan Kalor. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi keterlaksanaan pembelajaran dan tes kemampuan bepikir kritis yang terdiri atas 7 soal uraian. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan Mann Whitney-U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar fisika menggunakanlevels of inquiry-interactive demonstration lebih tinggi daripada siswa yang belajar fisikamenggunakanlevels of inquiry-discovery learning. Oleh karena itu, levels of inquiry-interactive demonstrationdapat dijadikan salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

Siaran radio pendidikan untuk penataran guru Sekolah Dasar di Kotamadya Samarinda rencana, pelaksanaan, dan hambatan-hambatannya / oleh Nanang Rijono

 

Pengaruh cara mengajar terhadap ketrampilan merumuskan langkah-langkah metode ilmiah dan kreativitas siswa SMA / oleh Muslimin Ibrahim

 

Pengaruh divesifikasi produk terhadap keputusan pembelian sepeda motor merk suzuki pada PT. Hero Sakti Motor Cabang Batu di Kota Batu oleh Candra Aditya

 

Setiap perusahaan mempunyai tujuan unhrk dapat tetap hidup dan berkembangtu, juan tersebutd ijabarkand alam bentuk progam jangka panjangd an jangkap endek.T ujuan utamad ari perusahaana dalahm encapalra ba secarao ptimal. Salah Satu cara rurtuk mendapatkan laba yang optimal adalah dengan cara diversifikaspi roduka taup enganekaragarnparno duk. Adapun nrmusan dalam penelitian ini adalah- (l) Bagaimana pengaruh diversifikasi konsentris terhadap keputusan pembelian sepeda motor merk Suzuki pada PT. Hero Sakti Motor CabangB atu? (2) Bagatmanap engaruhd iversiflkasi honzontatl erhadapk eputusanp ernbelians epedam otor merk Suzukip adaP T. Hero Sakti Motor Cabang Batu? (3) Bagaimana pengaruh diversifikasi sinergis terfiadap keputusanp embelians epedam otor merk Suzuklp adaP T. Hero Sakti Motor Cabang Batu?d an (4) Bagaimaqap engaruhd rversrfrkaski onsentris,d iversifikasih orizontal dan diversifikasi sinegis terhadap keputusan pernbelian sepeda motor merk Suzuki padaPT,H ero SaktiM otor CabangB atu. Tujuan utamad iadakannyap enelitiani ni adalahm enunjukkans ejauhm ana diversifikaspi roduk berpengaruhte rhadapk epuhrsanp embelians ep€dam otor mefk Suzuki,d an denganm enggunakanp endekatand isknptif kuantitat4 penelitianu u berusaha mer{elaskan diversifikasi produk mana yiurg paling berperan dominan dalamm empengaruhkei putusanp embelians epedam otorm erk Suzuki' Dalamp enelitiani ni menggunakamn etodea ngket.D imanas ebagapi opulasi dalam penelitian ini adalah konsumen PT. Hero Sakti Motor di Kota Batu dan pengambifans ampelnyam enggunakante knik proporsional random sampling dan diambils ebanyak5 5 konsumens ebagais ampel.P enentuans ampeli ni berdasarp ada keterbatasapne nelitid alamh al biaya,d anw aktu. Penelitiani ni menggrurakadnu a buah vanabel yaihr variabel bebasX dan variabel terikat (Y). Diversifikasi produk sebagai variabel bebas mempunyai sub variabel diversifikasi konsentris (Variabel X1), diversifikasi horizontal (Variabel Xz)' dan diversifftasi sinergis (Variabel Xr) keputusan pembelian konsumen sebagai variabetl erikat (Y) yangd ilihat pengaruhnydaa lamt arafs lgini/ikasi< 0,05' Hasil penelitiani ni diperoleh:( l) pengaruhd iversifikasik onsentriste rhadap keputusanp embelians epedam otor merk Suzukip adaP T. Hero Sakti Motor Cabang Batus ebesatr: 0,041 denganb r sebesa0r "683,( 2) pengaruhd iversifikashi orizontal terhadapk eputusanp embelians epedam otor merk Suzukip adaP T. Hero SaktiM otor I I I l t CabanBg atus ebesatr: 3,7A7d enganb r sebesar0 ,01, (3) penganrhd iversifikasi sinergiste rhadapk eputusarp embelians epedam otor merk Suzuki pada PT. Hero SaktMi otorC abangB atus ebesatr:1 ,382 denganb ss ebesa0r, 014. Maka dapat disimpulkan bahwa: (l) ada pergaruh yang sigmfikan antara diversivikaski onsentrisp roduk terhadapk eputusanp embelians epedam otor merk Suzukpi adaP T. Hero SaktiM otor CabangB atu,d engans igni/ikasti sebesa0r ,047 (2) ada pengaruhy ang signifikan antarad iversifikasih orizontalt erlradapk eputusan pembelians epedam otor msrk Suzuki pada P1'. Hero Salli Motor CabangB atu drtrlgur signifikasj t sebesar 0,01, (3) ada pengaruh yang signifikan antara divusifikasis inergist erhadapk eputusanp anbelian sepedam otor mefk Suzukip ada PT. Hero Sakti Motor cabang Batu, dengan sigaifrkasi t sebesar 0,014, (4) ada pengaruhya ng sigXrifikana ntarad iversifikasip roduk terhadapk eputusanp embelian sepeda motor merk Suzuki pada PT. Hero Sakti Motor Cabang Batq dengan sigrrifikaFsi s ebesa0r, 000. Dversifikasi horizontal (Xz) adalah faktor yang paling kuat berpengaruh terhadapke putusanp embelians epedam otor merk Sgzukip adaP T. Hero Sakti Motor CabanBg atu,d engann ilai brssbesar1 ,737.S edangkadni versifikaski onsenfis( X') adalah yang yang mempunyai faktor yang paling lemah berpengaruh terhadap keputusapne mbelians epedam otor merk Suzukip ada PT. Hero Sakti Motor Cabang Batu. Pengambilank eputusanp ernbelians epedam otor merk Suzuki pada PT' Hero Salti Motor Cabang Batu sangat dipengaruhi diversifikasi produk yang dilal

Efektivitas siaran radio pendidikan terhadap kemampuan mengajar guru-guru SD di Daerah Istimewa Yogyakarta / oleh Wisnu Giyono

 

Pengaruh model pembelajaran inquiry training disertai scaffolding terhadap prestasi belajar fisika siswa SMA Negeri 4 Malang / Fitri Kurniawati

 

Sebuah model modifikasi teknik audio-tutorial untuk diterapkan pada Universitas Terbuka di Indonesia / oleh Setyadi Setyapranata

 

Penerapan model pembelajaran discovery dilengkapi dengan tinjauan teoritis untuk meningkatkan keaktifan belajar dan prestasi belajar siswa kelas X MIA III MAN Malang 1 dalam materi kalor / Muhammad Irsyadul Ibad

 

ABSTRAK Ibad, Muhammad Irsyadul. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Discovery Dilengkapi Dengan Tinjauan Teoritis Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X MIA 3 MAN Malang 1 Dalam Materi Kalor. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. HM Wartono, M.Pd, (II) Drs. Agus Suyudi, M.Pd. Kata Kunci: Pembelajaran Discovery yang dilengkapi tinjauan teoritis, keaktifan belajar, prestasi belajar. Fisika termasuk salah satu cabang dari sains yang dipelajari oleh siswa dengan interaksi langsung terhadap objek yang diselidiki melalui proses penemuan dan kajian, sehingga seharusnya pembelajaran di kelas berpusat pada siswa. Namun faktanya, pembelajaran di kelas X MIA 3 MAN Malang 1 masih berpusat pada guru, sehingga siswa menjadi pasif. Nilai rata-rata kelas mata pelajaran fisika kelas X MIA 3 adalah 70 dan nilai tersebut berada di bawah KKM yang ditetapkan oleh sekolah tersebut. Pada kelas tersebut hanya 8 dari 29 atau 27,5% yang melampaui KKM. Hal ini menujukkan prestasi belajar siswa kelas tersebut masih relatif rendah. Dikatakan pembelajaran fisika di kelas X MIA 3 perlu diperbaiki. Salah satu bentuk perbaikan pembelajaran yang dapat dilakukan adalah menerapkan suatu model pembelajaran yang memusatkan pembelajaran pada siswa, sehingga dapat meningkatkan keaktifan belajar dan prestasi belajar siswa. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian Penelitaian Tindakan Kelas (PTK). Menerapkan model pembelajaran Discovery yang dilengkapi tinjauan teoritis untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa dan prestasi belajar siswa pada bab kalor. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data yang diperoleh berupa keterlaksanaan pembelajaran, keaktifan belajar dan prestasi belajar siswa. Data-data tersebut didapatkan dari dua instrumen yaitu instrumen perlakuan yang meliputi, RPP dan LKS dan instrumen pengukuran yang meliputi lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar observasi keaktifan belajar siswa, serta lembar tes prestasi belajar dan catatan lapangan. Persentase keterlaksanaan model pembelajaran Discovery dilengkapi tinjauan teoritis pada siklus I sebesar 85% dan pada siklus II sebesar 93%. Persentase rata-rata keaktifan belajar siswa pada siklus I sebesar 76% dan siklus II sebesar 86 %. Persentase ketuntasan pra tindakan sebesar 27,5%, siklus I sebesar 54% dan meningkat pada siklus II sebesar 79% dan rata-rata kelas sebelum diberi tindakan masih 70, meningkat pada siklus I menjadi 78 dan pada siklus II nilai rata-rata kelasnya sebesar 80. Dari analisis data tersebut disimpulkan bahwa model pembelajaran Discovery dilengkapi tinjauan teoritis dapat terlaksana dengan baik dan dapat meningkatkan keaktifan belajar dan prestasi belajar siswa kelas X MIA 3 MAN Malang 1.

Pengaruh pengetahuan konsumen terhadap perilaku pengambilan keputusan penggunaan jasa internet: studi pada pengguna jasa internet di LIBnet Universitas Negeri Malang oleh Deni Ekawati

 

Teknologt interconnectedn ework (intemel sanqlt berkembangpesadt an *.ny"uuutu, bJrmunculannyau sahaja sa i{ernet sepertiw arnet.P erkembangan intemeta kand ipenga."ttiof"np "ngu-U1unk eputusank onsumennysae bagabi agtan dari perilaku konsumeni "ddd keputusank onsumena kand ipengaruhio leh pengetahuakno nsumen,t "fting[""*ftl yq:t harusm emperhatikana spek-aspek tersebut.S alahs atu* "*"t t".i"-but adalahL IBnet UniversitasN egeri Malang Penelitiani * Cltu3utanu ntut mengetahupi engaruhpengetahuakno nsumen terhadapp erilaku p"nguiibitun keputusand alamm enggunakao-jasinat emet' Pada Jr"-V'"i"ri, penelitilany ang dilatukan termasukk orelasionaly ang mencari 1,uf,;^!uj fu;a dua fenomena,k eadaanp ertamad iperkirakanb erpengaruhte rhadap kedua. Populasid ari penelitiana dalahs eluruhp enggunajasain ternetd i LIBnet Unwersital N"g".i tr4"f*g. Sampetd ari penelitianini sebesart 10 respondend engan teknik samPel kuota. Penelitianin i mengkajip engaruhv ariabelb ebas( X) pengetahuakno nsumen vans terdiri dari sub uuriuili p""gJturtu- produk (Xr)' pengelahuanp embeli( Xz) iir"p"tg.itt"* p"tutuiu" 1xr1 t"rhadap variabel terikat (Y) pengambilan ke'p utusank onsumen. Harit penelitianin i menunjukkanb ahwa:( l ) adap engaruhy angs ignifikan variabelp "ngltunuuo produk terhadapp engambilank eputusand alamp enggunaan i"* i"i"*"tlnengan demikianv ariabelp engetahuanp roduk mempengaruhi pengambitant" putu*" p"nggon""n.ljltn intelngt di LIBnet UniversitasN egeri Malang; (2) adap""g""ir-yfft risriiik* variabelp engetahuanp embeliant erhadap pengambilank eputusanto nsumena alamp enggunaanjis a internet.D engand emikian l*i"uU"f p"ng"tuluutr pembelianm empengaruhpi engambilank eputusanp enggunaan jasa internet di LIBnet uiiu"iritut Negeri-Malang (a) ada pengaruh yang signifikan variabel pengetahuanp emakaiante rhadapp engutUit"n keputusank onsumend alam p"ngg*i*J*a internet.D engand emikianv ariabel pengetahuapne -makaian meriiengarulri pengambilank eputusanp enggunaanja sa inlernet {i lpnet UniversitasN egeri fufatang;( +j adap en'garuhy ang signifikan variabelp engetahuan konsument erhadapp "ngu;;Uiho teputusank onsumend alam penggunaajna sa i*-tt Dengan O"tititi?" "utiabel pengetahuanp roduk' Pefpetahuanry mbelian' dan p."grt rrr*i*akaian secarabersama-samamempengaruphein gambilank eputusan penggunaajans a intemet di LIBnet UniversitasN egeri Malang.Variabelp engetahuan konsumente rsebutb ukanm erupa.kansa tu-s atunyaf aktor yang berpengaruht,e tapi masiha daf aktor lain yang tidak turut diteliti karenaa danyak eterbatasanketerbatasan( 5; ) sub variabelp engetahuanp embelianm erupakanf aktor yang dominanm empegaruhpi engambilank eputusank onsumen. Saran-sarayna ng dapatd ikemukakans ehubungand enganh asil penelitian yangt elahd iperoleha dalah(: 1) wamets ebaiknyam emperhatikavna riabel pengetahuakno nsumenk arenat elah terbukti berpengaruhs ecaras ignifikan terhadap pengambilank eputusank onsumen,( 2) untuk menambahp engetahuank onsumen sebaiknyaw arnetd i LiBnet menggunakanik lan padak oran kampus,k arenas asaran konsumenh anyas ebatasm ahasiswas aja;( 3) hendaknyap engetahuante ntangi nternet secarate ori dan praktekd iberikan sejaka wal sebagabi agiand ari pengenalan perpustakaanb agi mahasiswab aru; (4) hendaknyad osenm emanfaatkanin temet sebagami edia pembelajaranuntukm endorongm ahasiswad alam menambah pengetahuatne ntangi ntemet; (5) pengetahuante ntangk onsumenb isa didapatkan melalui pengalamanu, ntuk itu hendaknyaL IBnet perlu menambahkanfa silitasfasilitasp endukungd alam penggunaanin ternet,s epedi:H ead Set, l4/ebC am,serta perlu diadakanp enambahanP C, dan pemberianA C, tempats ampahm, ini cafe; (6) hendaknyaL IBnet melayanik onsumend enganjam lzyanan24 jurr. karena pengetahuatne ntangw aktu sebagabi agrand ari pengetahuanp embelianm erupakan faktor yang dominand alam mempengaruhpi engambilank eputusank onsumen; (7) untuk memperluass asarank onsumerl hendaknyaL IBnet memperluaste mpatd an membedakanp intu masukL IBnet denganp intu utamap erpustakaanU niversitas Negeri Malang. il

Pengaruh penggunaan media benda nyata dan benda model dalam pengajaran tata laksana rumah tangga II terhadap prestasi belajar mahasiswa dalam mengatur ruangan / oleh Nur'Aini

 

Pengembangan bahan ajar fisika dilengkapi proyek pada pokok bahasan optika geometri untuk peserta didik SMA/MA kelas X / Siti Asmaul Khusna

 

ABSTRAK Khusna, Siti Asmaul. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Fisika Dilengkapi Proyek Pada Pokok Bahasan Optika Geometri untuk Peserta Didik SMA/MA Kelas X.Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Malang. Pembimbing: (1) Dr. Lia Yuliati, M.Pd (2) Drs. Agus Suyudi, M.Pd Kata Kunci: bahan ajar, proyek, optika geometri Proyek dalam pembelajaran fisika merupakan bagian dari karakteristik pembelajaran Kurikulum 2013. Pelaksanaan pembelajaran memerlukan bahan ajar yang sesuai dengan kurikulum. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa bahan ajar yang dipergunakan dalam pembelajaran belum sesuai dengan kriteria Kurikulum 2013. Hal tersebut menunjukkan perlu adanya bahan ajar yang sesuai dengan kriteria Kurikulum 2013 yakni bahan ajar fisika dilengkapi proyek, agar peserta didik dapat mencapai Kompetensi Dasar Fisika SMA/MA kelas X. Pokok bahasan optika geometri memiliki kompetensi dasar yang mengarah pada proyek sehingga diperlukan peran bahan ajar dilengkapi proyek untuk mencapai kompetensi dasar tersebut. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar fisika dilengkapi proyek dan mendeskripsikan kelayakannya. Penelitian ini menggunakan model penelitian Borg and Gall dengan mengambil 5 langkah awal, yakni penelitian dan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan draft produk, uji coba lapangan awal, revisi produk awal.Kelayakan diukur dengan menggunakan uji validitas oleh tim ahli (7 guru bidang studi fisika), serta uji coba terbatas oleh pengguna bahan ajar (lima belas peserta didik MA Bilingual Batu). Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian dan pengembangan bahan ajar ini adalah teknik analisis deskriptif kualitatif dan teknik perhitungan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar fisika dilengkapi proyek memperoleh nilai rata-rata 3,57 dari penilaian tim ahli yang berarti layak. Hasil uji coba pada peserta didik, diperoleh nilai rata-rata 3,61 yang berarti layak. Hal ini berarti bahan ajar yang disusun sudah layak untuk digunakan serta memiliki kelebihan dapat melatih kemampuan berpikir kognitif, sikap, dan mengembangkan ketrampilan peserta didik. Adapun kekurangan bahan ajar fisika dilengkapi proyek terbatas pada pokok bahasan optika geometri saja. Bahan ajar belum dapat diimplementasikan kepada peserta didik dalam skala besar sehingga disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan melakukan implementasi bahan ajar seperti penelitian eksperimen, sehingga diperoleh bahan ajar fisika dilengkapi proyek yang teruji validitasnya secara empiris.

Pengaruh penggunaan video tape recorder terhadap prestasi pengajaran mikro mahasiswa program D3 Biologi FKIP - Universitas Udayana di Singaraja / oleh Ni Putu Ristiati

 

Pengaruh penggunaan VTR dalam pengajaran mikro terhadap kemampuan mengajar mahasiswa dalam program pengalaman lapangan / oleh Tato Sudiharto

 

Pengembangan media pembelajaran kearsipan dengan menggunakan adobe flash CS3 profesional untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa (studi pada siswa kelas X APK di SMK Negeri 1 Pasuruan) / Surya Wirantika

 

ABSTRAK Wirantika, Surya. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Kearsipan Dengan Menggunakan Adobe Flash CS3 Profesional untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa (Studi pada Siswa Kelas X APK di SMK Negeri 1 Pasuruan). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Mohammad Arief M.Si (2) Afwan Hariri Agus Prohimi S.E., M.Si Kata Kunci: Media Pembelajaran, Adobe Flash CS3 Profesional, Motivasi dan Hasil Belajar Media Pembelajaran merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran. SMK Negeri 1 Pasuruan memiliki cukup fasilitas untuk menerapkan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran interaktif yaitu sudah tersedia LCD dan Komputer dalam ruang kelas APK. Namun kenyataannya fasilitas tersebut kurang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Hal ini menyebabkan suasana belajar menjadi monoton dan membosankan sehingga siswa cenderung pasif dalam proses belajar mengajar. Untuk membantu guru dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Kearsipan, penelitian ini akan mengembangkan media pembelajaran Kearsipan dengan menggunakan software Adobe Flash CS3 Profesional. Penelitian pengembangan ini memodifikasi model pengembangan dari Borg and Gall yang disesuaikan dengan keadaan lapangan, keterbatasan waktu, tenaga dan biaya yaitu dengan mengambil delapan langkah yang meliputi (1) pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk, (4) uji pelaksanaan lapangan, (5) revisi produk 1, (6) uji coba lapangan terbatas, (7) revisi produk 2, dan (8) produk akhir. Berdasarkan hasil validasi para ahli yaitu ahli materi dan ahli media diperoleh presentase sebesar 97,22 % dan 91,67 % dimana jumlah tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran valid/dapat digunakan dalam proses belajar mengajar. Dalam penelitian pengembangan ini motivasi belajar siswa diukur menggunakan kuisioner dan diperoleh presentase sebesar 83,61 %. Persentase tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Hasil analisis ini diperkuat dengan hasil observasi pembelajaran yang menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Sedangkan hasil dari Uji Independent Sample T-Test diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,005 < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas yang menggunakan media pembelajaran Kearsipan dengan kelas yang tidak menggunakan. Perbedaan tersebut juga dapat dilihat dari nilai rata-rata kedua kelas. Kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata post-test lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata post-test kelas kontrol yaitu 82,3:74,4. Dalam penggunaan media pembelajaran Kearsipan ini pengguna disarankan untuk memahami cara pengoperasian media pembelajaran Kearsipan ini terlebih dahulu sehingga pembelajaran dapat dilakukan dengan optimal.

Keefektifan pendekatan ketrampilan proses dalam menunjang pengembangan konsep biologi siswa kelas II (dua) program A2 SMA Negeri 15 Surabaya / oleh Rudiana Agustini

 

Pengaruh penggunaan metode ceramah disertai dan tanpa disertai OHP terhadap prestasi belajar mahasiswa dalam bidang mekanika teknik / oleh Hendricus Babut

 

Pengorganisasian pengajaran berdasarkan teori elaborasi dan pengaruhnya terhadap perolehan belajar informasi verbal dan retensi
oleh I Nyoman Sudana Degeng

 

Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Dividend Payout Ratio (DPR) melalui Return on Equity (ROE) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2010-2012 / Achmad Nur Syaifulloh

 

ABSTRAK Syaifulloh, Achmad Nur. 2014. Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Dividend Payout Ratio (DPR) melalui Return On Equity (ROE) pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Periode 2010-2012. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Yuli Soesetio, SE. MM. (II) Lulu Nurul Istianti, SE. MM, Ak. Kata kunci : Debt to Equity Ratio (DER), Return On Equity (ROE) dan Dividend Payout Ratio (DPR). Kebijakan dividen berkaitan dengan jumlah keuntungan perusahaan yang tersedia bagi pemegang saham yang akan dibagikan sebagai dividen. Salah satu indikator untuk mengetahui seberapa besar dividen yang dibayarkan oleh perusahaan dapat diketahui melalui rasio dividend payout ratio (DPR). Variabel-variabel yang dapat mempengaruhi DPR perusahaan diantaranya adalah Debt to Equity Ratio (DER) dan Return On Equity (ROE). Penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi Debt to Equity Ratio (DER), Return On Equity (ROE) dan Dividend Payout Ratio (DPR) pada perusahaan manufaktur selama periode peneltian. Serta untuk mengetahui pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Dividend Payout Ratio (DPR) melalui Return On Equity (ROE). Penelitian ini menggunakan data sekunder. Teknik sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 178 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2010-2012. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 16 perusahaan manufaktur. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan model analisis path. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Kondisi rata-rata Debt to Equity Ratio, Return On Equity dan Dividend Payout Ratio tergolong sedang. 2) Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif signifikan terhadap Dividend Payout Ratio (DPR). 3) Return On Equity (ROE) berpengaruh negatif signifikan terhadap Dividend Payout Ratio (DPR). 4) Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif signifikan terhadap Return On Equity (ROE). Saran dalam penelitian ini adalah: 1) Bagi perusahaan diharapkan lebih memperhatikan dan mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi DPR perusahaan. 2) Bagi investor sebelum menanamkan modalnya diharapkan lebih memperhatikan kinerja keuangan perusahaan melalui laporan keuangan perusahaan. 3) Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya menambahkan periode penelitian serta menambahkan variabel yang mempengaruhi Dividend Payout Ratio (DPR) seperti Current Ratio, Return On Assets, Price Earning Ratio, Earning Per Share.

Studi eksperimental tentang penggunaan metode paket belajar bagi siswa SMP di Kecamatan Klojen Kodya Malang / oleh Sri Hartati

 

Pengaruh training terhadap intent to quit dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening (pada Divisi Marketing perusahaan berjangka dan sekuritas di Kota Malang) / Yuliatri Retno Sari

 

Abstrak Sari, Yuliatri R. 2015. Pengaruh Training Terhadap Intent To Quit Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening (Pada Divisi Marketing Perusahaan Berjangka Dan Sekuritas Di Kota Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. ery Tri Djatmika RWW, M.A., M.Si. (II) Afwan Hariri Agus Prohimi, S.E., M.M Kata Kunci : Training, Intent To Quit, Kepuasan Kerja Karyawan Pelatihan yang benar dan tepat sasaran akan berdampak pada karyawan yang dilatih. Dampak dari pelatihan yang baik adalah timbulnya perasaan puas pada diri karyawan tersebut. Dengan secara tidak langsung kepuasan yang muncul akibat dari pemenuhan kebutuhan dari pelatihan (training) yang tepat ini dapat menghindari kemungkinan adanya keinginan karyawan untuk berpindah kerja dikemudian hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh training terhadap intent to quit baik langsung maupun tidak langsung dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Variabel yang diteliti adalah training, kepuasan kerja karyawan, dan intent to quit. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Populasi dalam penelitian ini adalah 133 karyawan dari enam perusahaan berbeda. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode multy stage random sampling dan diperoleh 100 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan juga sekunder yang didapat dari wawancara tidak terstruktur, dokumentasi, dan angket tertutup. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis jalur (path) dengan bantuan software SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Training secara langsung berpengaruh signifikan terhadap intent to quit karyawan, 2) Training secara langsung berpengaruh signifikan terhadap kepuasan, 3) Terdapat pengaruh training secara tidak langsung negatif dan signifikan terhadap intent to quit karyawan melalui kepuasan karyawan. Saran yang diberikan berkaitan dengan hasil penelitian ini adalah, 1) Bagi perusahaan berjangka dan sekuritas yang ada di Kota Malang agar mampu menurunkan niat keluar karyawan dari suatu perusahaan, maka sebaiknya pihak perusahaan memperhatikan kepuasan kerja dengan memperhatikan program pelatihan yang diberikan agar benar-benar menjawab kebutuhan karyawan. Perusahaan wajib memberikan pelatihan terhadap karyawan agar mampu menyesuaikan kemampuannya terhadap pekerjaan, sehingga mampu meningkatkan kepuasan kerja. Perlu adanya pengkajian yang lebih mendalam tentang indikator dalam menilai kepuasan kerja karyawan atas program pelatihan yang diikutinya sehingga secara lebih luas dapat memberikan gambaran dan saran yang bermanfaat dan lebih bijak bagi perusahaan dalam mengadakan program pelatihan yang faktanya bahwa dalam pelaksanaannya program pelatihan memerlukan adanya biaya yang terkadang biaya tersebut tidaklah sedikit. Perusahaan hendaknya melakukan wawancara setiap kali seorang karyawan mengundurkan diri sehingga perusahaan dapat lebih mengetahui alasan mengapa karyawan mereka meninggalkan perusahaan, atau perlu diadakan penilaian tentang adanya pengaruh partisipasi pelatihan terhadap kepuasan kerja dan keinginan berpindah. 2) Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya pada penelitian berikutnya disarankan untuk menambah jumlah responden penelitian yang digunakan dengan menggunakan objek perusahaan yang berskala lebih besar dan dalam lingkup wilayah yang lebih luas juga, menambah jumlah variabel dan juga menggunakan teori-teori baru agar penelitian tentang topik ini menjadi lebih sempurna dan diharapkan dalam penelitian selanjutnya dapat diperbaiki dan disempurnakan kembali untuk mengidentifikasikan responden berdasarkan lama bekerja, karena lama bekerja karyawan dirasa memiliki keterkaitan dengan variabel intent to quit.

Bahtsul masail: representasi budaya pesantren dalam tuturan masyarakat santri / Kholisin

 

Disertasi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Abdul Syukur Ibrahim, (II) Prof. Dr. H. Dawud, M.Pd, (III) Prof. Dr. H. Suparno. Kata-kata Kunci: bahtsul masail, budaya pesantren, analisis percakapan, etnografi komunikasi Penelitian bahasa dengan perspektif multidisipliner seperti sosiolinguistik, pragmatik, dan etnografi komunikasi telah cukup banyak dilakukan, tetapi belum ada satu pun yang mengambil latar dunia pesantren. Padahal pesantren sebagai sebuah subkultur memiliki pelbagai kekhasan, baik dari segi budaya, bahasa, maupun tindak komunikasi. Di antara fenomena komunikasi khas pesantren adalah bahtsul masail (BM). BM sebagai wacana komunikasi mempunyai kekhasan baik dari segi bentuk tuturan, pola gilir tutur, strategi tutur, maupun makna yang direpresentasikan. Berdasarkan pada pemikiran di atas penelitian ini dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan mengeksplanasi-kan represenasi budaya pesantren dalam tuturan masyarakat santri di forum BM. Secara spesifik tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan mengeksplanasi-kan (1) representasi wujud tuturan masyarakat santri dalam forum BM, (2) representasi strategi tutur masyarakat santri dalam BM, dan (3) representasi makna tuturan masyarakat santri di forum BM. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan ancangan analisis percakapan dan etnografi komunikasi. Latar penelitian ini adalah kegiatan BM yang diadakan oleh Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Subjek penelitian adalah seluruh peserta BM yang melakukan tindak tutur dalam FBM. Data penelitian berupa tuturan dalam BM beserta unsur nonverbal dan konteksnya. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan catatan lapangan. Data dianalisis melalui empat tahap, yaitu klasifikasi data, reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Dari hasil analisis data didapatkan temuan sebagai berikut. Pertama, bentuk tuturan masyarakat santri dalam BM terdiri atas tuturan dalam pembukaan, inti persidangan, dan akhir persidangan. Tuturan di awal sidang meliputi (1) pembacaan mukadimah, (2) sapaan kepada peserta sidang, (3) pemaparan masalah umum, dan (4) pembacaan Al-Fatihah. Tuturan dalam inti persidangan meliputi (1) pemaparan masalah, (2) mengemukakan jawaban, (3) mempertegas jawaban, (4) menyanggah, (5) bertanya, (6) menyilakan, (7) menyarankan, (8) menyimpulkan, dan (9) memutuskan hasil. Tuturan di akhir sidang berupa kata penutup, pembacaan Al-Fatihah dan doa bersama. Gilir tutur dalam BM terbagi atas dua macam, yaitu gilir tutur yang beraturan dan gilir tutur yang tidak beraturan. Gilir tutur beraturan adalah gilir tutur yang mengikuti aturan konvensional sidang, sedangkan gilir tutur tidak beraturan adalah gilir tutur yang didapatkan dengan cara merebut, mencuri, dan menyela. Bentuk kesantunan tutur dalam BM meliputi kesantunan verbal dan kesantunan nonverbal. Kedua, strategi tutur dalam BM dijelaskan sebagai berikut. Strategi tutur dalam pembukaan sidang meliputi pembacaan mukadimah berbahasa Arab, mendahulukan kiai dalam menyapa, dan membuka dengan bacaan Al-Fatihah. Strategi tutur dalam inti persidangan dipaparkan sebagai berikut. Strategi pemaparan masalah ada dua, yaitu membaca langsung deskripsi masalah dan menghadirkan tenaga ahli. Strategi mengemukakan jawaban ada empat macam, yaitu menjawab tanpa basa-basi, menjawab dengan penguatan ilustrasi, menjawab dengan penguatan analogi dan menjawab dengan penguatan teks dari kitab rujukan. Strategi menyanggah ada empat macam, yaitu menyanggah dengan pemarkah negasi, menyalahkan pendapat sebelumnya, mengungkapkan jawaban lain, dan mendukung pendapat yang kontra. Strategi menyilakan ada tiga, yaitu menyilakan secara terbuka, menyilakan secara tertutup atas permintaan, dan menyilakan secara tertutup tanpa diminta. Strategi bertanya meliputi bertanya langsung dan bertanya secara tidak langsung. Strategi menyimpulkan hasil ada dua macam, yaitu mengkompromikan semua pendapat tanpa memihak, dan mengkompromikan semua pendapat dengan memihak pada salah satu pendapat. Strategi memutuskan hasil sidang ada dua, yaitu memutuskan langsung tanpa basa-basi dan menyimpulkan lalu memutuskan. Strategi gilir tutur dalam BM ada dua macam, yaitu gilir tutur yang diusahakan dan gilir tutur yang tanpa diusahakan. Strategi kesantunan dalam BM ada tujuh, yaitu (1) memberikan pujian kepada Mt, (2) tidak memaksakan kehendak, (3) memberikan opsi, (4) menggunakan kalimat tidak langsung, (5) menggunakan ragam bahasa Jawa krama, (6) mengucapkan terima kasih sebelum dan/atau sesudah berbicara, dan (7) membiarkan Mt berbicara panjang lebar. Ketiga, representasi makna tuturan dalam BM meliputi (1) representasi makna bentuk tuturan, (2) representasi makna pemilihan kode tutur, dan (3) representasi makna gilir tutur. Representasi makna dalam wujud verbal tuturan di awal dan akhir sidang meliputi makna (1) ngalap barokah, (2) cinta Rasulullah, (3) kecintaan terhadap BA, (4) ta'dhim, dan (5) pemertahanan identitas ke-NU-an. Representasi makna tuturan inti persidangan meliputi makna (1) kesungguhan dalam mencari kebenaran, (2) pengakuan keterbatasan ilmu, (3) keterbukaan, (4) keteguhan terhadap pendirian, (5) fanatisme terhadap kitab kuning, (6) sikap tawadlu', (7) sikap ta'dhim, (8) sikap tasamuh, (9) dominasi power kiyai, dan (10) budaya humor. Representasi makna gilir tutur meliputi (1) sikap tawadlu', (2) ta'dhim, (3) tasamuh, dan (4) domonasi power kiai. Penelitian ini mempunyai implikasi teoretis terhadap teori-teori analisis percakapan, pragmatik, sosiolinguistik, dan etnografi komunikasi serta implikasi praktis terhadap pelaksanaan pengajaran bahasa dan pembinaan bahasa Indonesia serta terhadap pelaksanaan BM sendiri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi para perancang dan praktisi pendidikan bahasa Indonesia, khususnya terkait dengan penganekaraga-man bentuk dan strategi tutur serta makna budaya dalam tindak tutur. Kepada masyarakat pesantren disarankan agar pelaksanaan BM yang sudah baik ditingkatkan menjadi lebih baik, terutama dari segi paradigma berpikir dan metode pelaksanaan. Kepada para peneliti bidang bahasa dan budaya disarankan agar melakukan penelitian lebih lanjut tentang BM dengan berbagai ancangan.

Studi eksperimen tentang metoda penemuan dan metoda ekspositori dalam mengajarkan komposisi transformasi di kelas II ilmu-ilmu fisik SMA Negeri di Kota Madya Ujung Pandang
oleh Ahmad Daud Paeru

 

Pengaruh latihan agility terhadap keterampilan menggiring bola pada pemain U-18 di SSB Hisbul Wathon (HW) Babat Kabupaten Lamongan / Syarifuddin Zuhri

 

ABSTRAK Zuhri, Syarifuddin. 2015. Pengaruh Latihan Agility Terhadap Keterampilan Menggiring BolaPada Pemain U-18 SSB Hisbul Wathon Babat Kabupaten Lamongan.Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Gatot S, M.Kes (II) I Nengah Sudjana,S.Pd.,M.pd. Kata Kunci: eksperimen, latihan agilty, keterampilanmenggiring bola Menggiring bolaadalahsalahsatuteknik dasar dalam permainan sepak bola.Menggiring bola dikatakan efektif apabila mampu secara langsung maupun tidak langsung untuk memberikan tekanan terhadap lawan.Untukmeningkatkanketerampilan menggiring bolabisadilakukandenganmenggunakanlatihanagility. Agilityadalah latihan kelincahan dimana latihan tersebut merupakan perpaduan antara gerakan lari dengan gerakan perubahan posisi tubuh lainnya.Menurutpelatih di SSB Hisbul Wathon Babat Kabupaten Lamongan,pemainsering kali kurang maksimal dalam menggiring bola, sehingga sering kali kurang memberikan tekanan terhadap lawan.Berdasarkanlatarbelakang diataspenulismerasaperluuntukmelakukanpenelitian “PengaruhLatihanAgilityTerhadapKeterampilan Menggiring bola Pemain U-18 di SSB Hisbul Wathon Babat Kabupaten Lamongan”. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh latihan agility terhadap keterampilan menggiring bola pemain u-18 di SSB Hisbul Wathon Babat. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan One Group Pretest-posttest Design Yaitu kelompok yang diberi perlakuan , tetapi sebelum perlakuan diberikan terlebih dahulu dilakukan tes awal (pretest) dan kemudian diakhir perlakuan dilakukan lagi tes akhir (post test). Hasil dari penelitian ini Pretest keterampilan menggiring bola dengan nilai terbaik 13,05 detik dan terburuk adalah 17,80 sedangkan rata-rata 15,02 detik. Dan pada pengukuran Posttest dengan nilai terbaik 12,10 detik dan nilai terburuk 15,40 detik dengan nilai rata-rata 13,47 detik. Data tersebut menunjukkan perbedaan Mean antara Pretest dan Posttest sebesar 1,55 detik. Sedangkan untuk hasil analisis data t-hitung dengan menggunakan teknik Paired sample test menunjukkan hasil nilai t- hitung 9,710 yang dibandingkan dengan taraf signifikansi 5% yang tertulis pada t-tabel dengan 2,093 (Db=N-1. Db=20-1). Hasil tersebut membuktikan bahwa nilai t-hitung lebih besar dari nilai t-tabel, maka hasil uji hipotesis alternatif yang ditetapkan dapat diterima. Berdasarkan Hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan ada pengaruh latihan agility terhadap kemampuan menggiring bola pemain U-18 SSB Hisbul Wathon Babat. Adapun saran dari peneliti, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dan referensi bagi peneliti lain dalam mengembangkan penelitian lebih lanjut serta program latihan agility ini dapat digunakan seterusnya oleh pelatih sehingga program latihan lebih bervariasi.

Experimentation on the use of deductive technique in remedial teaching of English structures / oleh Ramelan

 

Pengembangan variasi passing atas pada kegiatan ekstrakurikuler permainan bolavoli di SMPN 9 Malang / Be'eng Linanto

 

ABSTRAK Linanto, Be’eng. 2015. Pengembangan Variasi Latihan Passing Atas Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Permainan Bolavoli di SMPN 9 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M. E. Winarno, M.Pd, (II) Drs. Agus Tomi, M.Pd. Kata Kunci: pengembangan, variasi latihan, passing atas, bolavoli Passing atas merupakan salah satu teknik dasar yang harus dikuasai dalam permainan bolavoli. dalam kegiatan ekstrakurikuler permianan bolavoli di SMPN 9 Malang, passing atas merupakan salah satu materi yang diajarkan oleh pelatih. Menurut hasil analisis kebutuhan terhadap peserta kegiatan ekstrakurikuler 40 peserta dan 1 pelatih diperoleh hasil materi passing atas sangat sulit dikuasai peserta dan perlu diadakan pengembangan variasi latihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah produk yaitu variasi latihan passing atas pada kegiatan esktrakurikuler permainan bolavoli di SMPN 9 Malang. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall (1983:775), namun penelitian ini hanya menggunakan 7 langkah. Langkah-langkah tersebut adalah: (1) analisis kebutuhan, (2) membuat produk awal yaitu, pembuatan variasi latihan passing atas permainan bolavoli dengan 14 variasi formasi latihan yang akan diberikan, (3) evaluasi ahli, (4) revisi produk, (5) uji coba produk, (6) uji lapangan, dan (7) hasil akhir. Instrumen yang digunakan adalah berupa angket berisi tentang rancangan produk yang telah dibuat. Desain uji coba menggunakan dua tahap yaitu tahap evaluasi ahli yakni ahli permainan bolavoli, ahli kepelatihan bolavoli, ahli media dan uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Dalam penelitian ini menggunakan instrumen pengumpulan data berupa angket. Selama proses penelitian dan pengembangan ditemukan hasil 87,05% permainan bolavoli, 73,66% ahli kepelatihan bolavoli, dan 71,77% dari ahli media serta dari hasil uji coba kelompok kecil sebesar 83,07% dan uji coba kelompok besar sebesar 87,48%. Dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan oleh layak digunakan. Besar harapan peneliti bila produk yang telah dikembangkan oleh peneliti dapat digunakan untuk sasaran yang lebih luas serta dikembangkan lebih variatif sehingga dapat dikaji keefektifan dari produk pengembangan variasi latihan passing atas yang telah dikembangkan peneliti.

Pengaruh metode mengajar melalui pengalaman langsung dan metode mengajar secara verbal terhadap perkembangan konsep biologi anak kelas V sekolah dasar / oleh G. Wayan Seregeg

 

Pengembangan model-model latihan rebound bolabasket melalui self access learning untuk Akasa Brata Basketball Kota Malang / Miftakhul Risqi

 

ABSTRAK Risqi, Miftakhul. 2015. Pengembangan Model-Model Latihan Rebound Bolabasket Melalui Self Access Learning di Akasa Brata Basketball Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes. (II) Dr. Supriyadi, M.Kes. Kata Kunci: pengembangan, model-model latihan, rebound, bolabasket, Self Access Learning. Rebound merupakan salah satu teknik dalam bolabasket. Di Akasa Brata Basketball Kota Malang jarang diberikan materi tentang rebound. Berdasarkan observasi terhadap pelatih dan atlet Akasa Brata Basketball Kota Malang, model-model latihan rebound jarang diberikan dan kurang bervariasi. Maka dari itu perlu adanya model-model latihan rebound bolabasket sehingga dapat membantu atlet latihan rebound secara maksimal. Maka disusunlah rancangan produk pengembangan model-model latihan rebound bolabasket. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membuat model-model latihan rebound bolabasket di Akasa Brata Basketball Kota Malang agar lebih bervariasi. Dapat menambah frekuensi latihan pada atlet sehingga latihan rebound lebih maksimal. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model pengembangan dari Borg and Gall (1983:775) dan di sederhanakan menjadi 7 langkah sesuai dari Ardhana (2002:9), langkah-langkah tersebut adalah: (1) Melakukan Analisis produk yang akan dikembangkan (2) Mengembangkan produk awal (3) Validasi ahli (4) Uji coba kelompok kecil (5) Revisi produk (6) Uji coba kelompok besar (7) Revisi produk berdasarkan uji coba lapangan. Instrumen yang digunakan adalah berupa angket berisi tentang rancangan produk yang telah dibuat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif berupa persentase. Penelitian dilaksanakan dengan dua kali uji coba yaitu, kelompok kecil dan kelompok besar. Dari hasil uji coba kelompok kecil dengan 7 atlet adalah 86,5% menyatakan bahwa produk mudah dipahami, produk sangat menarik dan atlet sangat senang melakukan model-model latihan rebound bolabasket, dan hasil uji coba kelompok besar dengan 30 atlet adalah 86,3% menyatakan bahwa produk sangat jelas, mudah dipahami, sangat menarik, dan atlet sangat senang melakukan model-model latihan rebound bolabasket tetapi terdapat saran dari beberapa atlet yang menyatakan pada slide simpulan dan daftar rujukan agar diberi animasi. Peneliti mengembangkan 10 model latihan rebound. Model-model latihan dikemas dalam Self Access Learning yang berteknologi animasi, hyperlink, dan video. Dari hasil tersebut diharapkan pengembangan model-model latihan rebound bolabasket ini bisa menjadi salah satu alternatif pelatihan bolabasket agar proses latihan lebih menarik dan variasi, sehingga proses latihan dapat berjalan dengan lancar. Dan tidak hanya untuk klub Akasa Brata Basketball Kota Malang saja melainkan untuk klub lain.

Hubungan kesempatan siswa terlibat kegiatan akademis dengan hasil belajar di sekolah dasar (suatu implikasi dari sudut supervisi pengajaran) / oleh Jahja Elia Pilimon

 

Suatu studi eksperimentasi kuasi penggunaan media pengajaran foto hitam putih dalam belajar membaca dan menulis permulaan di sekolah dasar / oleh Edy Purwanto

 

Hubungan antara penguasaan konsep pecahan dan penguasaan kesamaan pecahan dengan penguasaan penjumlahan pecahan siswa kelas V dan VI sekolah dasar negeri di Kecamatan Lamongan / oleh Cholis Sa'dijah

 

Hubungan antara sikap dan kebiasaan belajar matematika dengan prestasi belajar matematika di Sekolah Dasar / oleh Theresia Maria Haningki Tirta

 

Studi tentang penguasaan konsep pecahan siswa-siswa kelas IV, V, dan VI sekolah dasar di Kotamadya Ujung Pandang / oleh Mohammad Arif Tiro

 

Identifikasi pemahaman konseptual dan algoritmik siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Garum tahun pelajaran 2009/2010 pada materi asam-basa, larutan penyangga, dan hidrolisis garam / Zanuar Tri Eni

 

Kata kunci: pemahaman konseptual, pemahaman algoritmik, asam-basa, larutan penyangga, hidrolisis garam Ilmu kimia, termasuk materi asam-basa, larutan penyangga, dan hidrolisis garam bersifat abstrak dan saling berkaitan. Siswa yang memahami ketiga materi tersebut dengan baik, mengetahui kapan suatu konsep harus digunakan. Pada ketiga materi tersebut terdiri dari aspek konseptual dan algoritmik. Dalam pembelajaran dan evaluasi, proporsi aspek konseptual dan aspek algoritmik harus seimbang, namun selama ini, pembelajaran kimia lebih menekankan aspek algoritmik daripada aspek konseptual. Beberapa hasil penelitian sebelumnya menyimpulkan bahwa pemahaman konseptual siswa lebih rendah daripada pemahaman algoritmik. Siswa cenderung menyelesaikan soal dengan rumus, tetapi tidak mengerti konsep yang mendasari rumus tersebut. Hal yang sama mungkin terjadi pada pemahaman materi asam-basa, larutan penyangga, dan hidrolisis garam. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Garum yang menjawab: (a) benar soal konseptual dan algoritmik (BKBA), (b) benar soal konseptual tetapi salah algoritmik (BKSA), (c) salah soal konseptual tetapi benar algoritmik (SKBA), (d) salah soal konseptual dan algoritmik (SKSA) pada materi asam-basa, larutan penyangga, dan hidrolisis garam, (2) mengetahui tingkat pemahaman konseptual dan algoritmik siswa, (3) mengetahui pemahaman konseptual siswa yang salah, dan (4) mengetahui pemahaman algoritmik siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Garum yang salah pada materi asam-basa, larutan penyangga, dan hidrolisis garam. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif. Populasi penelitian yaitu siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Garum, yang terdiri dari dua kelas yang homogen. Sampel penelitian adalah 37 siswa kelas XI IPA A. Instrumen penelitian berupa tes tertulis yang berjumlah 16 butir pasangan soal konseptual dan algoritmik. Berdasarkan hasil uji coba, diperoleh validitas isi instrumen sebesar 100% dan reliabilitas yang dihitung menggunakan KR-20 sebesar 0,63. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Garum yang menjawab: (a) benar soal konseptual dan algoritmik sebesar 7,9%, (b) benar soal konseptual tetapi salah algoritmik sebesar 2,9%, (c) salah soal konseptual tetapi benar algoritmik sebesar 33,5%, (d) salah soal konseptual dan algoritmik sebesar 55,7% pada materi asam-basa, larutan penyangga, dan hidrolisis garam, (2) pemahaman konseptual siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Garum pada materi asam-basa, larutan penyangga, dan hidrolisis garam lebih rendah daripada pemahaman algoritmiknya. Siswa yang bisa mengerjakan soal algoritmik 79,3%, sedangkan siswa yang bisa mengerjakan soal konseptual 20,7%. Selain itu, pemahaman konseptual dan algoritmik siswa tergolong rendah, (3) Pemahaman konseptual siswa yang salah pada materi asam-basa, larutan penyangga, dan hidrolisis garam adalah konsep kekuatan asam-basa, reaksi ionisasi, reaksi asam-basa, reaksi hidrolisis, penggambaran mikroskopik, dan penentuan jumlah spesi, dan (4) Pemahaman algoritmik siswa yang salah pada materi asam-basa, larutan penyangga, dan hidrolisis garam yaitu mengitung [H+] dan [OH-] larutan asam atau basa menggunakan mol asam atau basanya; menghitung [H+] atau [OH-] larutan yang terdiri dari sisa asam atau basa kuat dan garam yang terbentuk antara asam kuat -basa kuat, asam kuat-basa lemah,asam lemah-basa kuat menggunakan rumus larutan penyangga; pH semua garam adalah 7; menghitung [H+] larutan buffer asam menggunakan rumus larutan penyangga basa dan sebaliknya; menghitung [H+] larutan garam yang terbentuk dari asam kuat-basa kuat dan asam lemah-basa lemah menggunakan rumus hidrolisis garam; dan menghitung [H+] atau [OH-] larutan yang terdiri dari sisa asam atau basa lemah dan garam yang terbentuk dari asam lemah-basa lemah menggunakan rumus larutan penyangga.

Studi tentang hubungan tes masuk Bahasa Inggris Proyek Perintis IV tahun 1983 dan tes bakat bahasa dengan prestasi mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris IKIP / oleh Rum Hera Ria

 

Faktor-faktor motivasi dan hubungannya dengan keefektifan kerja dosen IKIP / oleh Amir Daien Indrakusuma

 

Kemampuan menyimak wawancara dan kemampuan menarasikan hasil wawancara pada siswa kelas VII SMP Negeri 4 Malang / Farotul Jannah

 

Kata Kunci : kemampuan, menyimak, wawancara, menulis, dan narasi. Pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar secara lisan maupun (BSNP, 2006:260). Pembelajaran tersebut mencakup komponen kemampuan berbahasa dan bersastra yang meliputi aspek-aspek keterampilan (1) mendengarkan, (2) berbicara (3) membaca, dan (4) menulis. Dari keempat keterampilan tersebut, menyimak mempunyai peranan penting dalam pengembangan kemampuan berbahasa maupun bersastra. Kemampuan menulis juga mempunyai peran penting untuk menuangkan informasi yang telah disimaknya. Salah satu kemampuan menyimak yang harus dikuasai oleh siswa SMP adalah menuliskan dengan singkat hal-hal penting yang dikemukakan narasumber dalam wawancara. Pada kemampuan menulis adalah mengubah teks hasil wawancara menjadi narasi dengan memperhatikan cara penulisan kalimat langsung dan tak langsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan deskripsi kemampuan menyimak wawancara siswa kelas VII SMPN 4 Malang, untuk mendapatkan deskripsi kemampuan menarasikan hasil wawancara siswa kelas VII SMPN 4 Malang, untuk mengetahui adanya hubungan antara kemampuan menyimak wawancara dengan kemampuan menarasikan hasil wawancara siswa kelas VII SMPN 4 Malang, dan untuk mengetahui problematik pembelajaran menyimak wawancara dan menarasikan hasil wawancara siswa kelas VII SMPN 4 Malang. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara kemampuan menyimak wawancara dan kemampuan menarasikan hasil wawancara siswa kelas VII SMPN 4 Malang. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Penggunaan dua pendekatan tersebut karena sebagian data menggunakan kuantitaif dan ada sebagian data menggunakan kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian berupa data skor kemampuan menyimak wawancara dan skor kemampuan menarasikan hasil wawancara yang diubah menjadi nilai siswa, hasil wawancara guru dan angket siswa. Setelah diketahui skor dari masing-masing kemampuan, selanjutnya adalah mengukur tingkat korelasi antara keduanya dengan menggunakan Pearson Product Moment. Instrumen penelitian ini berupa tes menyimak wawancara dan tes menulis karangan narasi berdasarkan hasil yang telah disimak, wawancara guru dan angket siswa. Analisis data dilakukan dalami tiga langkah, yaitu (1) persiapan, (2) ii tabulasi, dan (3) penerapan data sesuai dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data, secara umum diperoleh hasil bahwa Siswa kelas VII SMPN 4 Malang tidak mampu menyimak wawancara, karena kurang dari 75% siswa, yaitu hanya 64,86% siswa nilainya mencapai Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM). Dalam tes menarasikan hasil wawancara siswa kelas VII SMPN 4 Malang tidak mampu menarasikan hasil wawancara, karena kurang dari 75% siswa, yaitu hanya 62,16% siswa nilainya mencapai Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM). Selain itu berdasarkan hasil analisis Pearson Product Moment, diketahui bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kemampuan menyimak wawancara dengan kemampuan menarasikan hasil wawancara siswa kelas kelas VII SMPN 4 Malang. Besarnya nilai koefisien korelasi (r) hitung sebesar 0,635. Jika dicocokkan dengan nilai r tabel, nilai r hitung (r = 0,635) ini lebih besar dari pada nilai r tabel pada taraf signifikan 1% yang hanya sebesar 0,418. Taraf signifikan 1% menunjukkan bahwa derajat kepercayaan dalam penghitungan ini sebesar 99%.. Hasil analisis problematik pembelajaran menyimak wawancara dan menarasikan hasil wawancara siswa kelas VII SMPN 4 Malang, terdiri dari (1) tahap perencanaan dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, (2) tahap pelaksanaan dalam apersepsi; penggunaan media dan metode pembelajaran; sarana dan prasarana pembelajaran; kondisi siswa; dan refleksi, (3) tahap evaluasi dan (4) beberapa langkah pembenahan pembelajaran menyimak dan menarasikan hasil wawancara adalah (a) dilakukan workshop, musyawarah guru mata pelajaran (MGMP), dengan mendatangkan pakar ahlinya untuk memecahkan masalah yang dihadapi guru; (b) biasanya pihak sekolah mengadakan rapat dengan orang tua wali murid dan komite sekolah untuk mengadakan kerjasama agar memberikan dana guna melengkapi dan memperbaiki sarana dan prasarana di sekolah; (c) menggunakan metode yang bervariasi, memilih bahan ajar yang relevan dan sesuai dengan minat siswa. Adapun beberapa saran yang bisa disampaikan sehubungan dengan pembelajaran menyimak wawancara dan menarasikan hasil wawancara, sebagai berikut. Bagi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, temuan penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan dalam merencanakan dan merancang materi pembelajaran. Pembelajaran Bahasa Indonesia harus inovasi,salah satu caranya dengan menggabungkan beberapa aspek kemampuan berbahasa maupun kompetensi dasar yang ada pada kurikulum. Guru disarankan untuk lebih kreatif lagi membuat inovasi pembelajaran, memberi latihan kepada siswa mengenai bagaimana menulis pokok-pokok persoalan isi yang disimak, dan memberikan latihan yang lebih baik lagi kepada siswa mengenai menulis narasi. Guru maupun pihak sekolah juga harus bisa melakukan pembenahan terhadap masalah-masalah yang terjadi dalam pembelajaran. Bagi peneliti lanjutan, temuan penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan dalam melakukan penelitian sejenis. Peneliti bisa mengkaji kemampuan berbahasa yang sama dengan kompetensi dasar yang berbeda.

Persepsi dosen Universitas Nusa Cendana Kupang terhadap pelaksanaan tugas-tugas profesional dalam rangka pertumbuhan jabatan / oleh Andy Nabu Sogen

 

The contribution of test-wiseness, risk taking, and test anxiety to reading comprehension / Wanda Revi Septiasari

 

ABSTRAK Septiasari, Wanda Revi.2015. The Contribution of Test-Wiseness, Risk Taking, and Test Anxiety to Reading Comprehension.Skripsi.PendidikanBahasaInggris, JurusanSastraInggris, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing I: Prof. Dr.Gunadi Harry Sulistyo, M.A.Pembimbing II: Dr.SinthaTresnadewi, M.Pd Keywords: Test-Wiseness, Risk Taking, Test Anxiety, Reading Comprehension Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahuikontribusitest-wiseness, risk taking, dantest anxiety kepadatesreading comprehension darisiswasekolahmenengahatas.Untukmencapaitujuantersebut, penelitianinimenggunakanpenelitiankuantitatifsebagaidesainpenelitiandengananalisisregresiberganda. Penelitianinidilaksanakanuntukmengidentifikasiseberapabanyakkorelasidankontribusitest-wiseness, risk taking, dantest anxiety kepadatesreading comprehensiondarisiswasekolahmenengahatassecarabersamaandanterpisah.Sampeldaripenelitianiniadalahsiswakelas XI SMAN 1 Lawang yang diambildenganmenggunakansemi-stratified samplingdan 4 kelasterpilihsebagaisampel. Data numerical yang diperolehdaripengumpulan data dianialisismenggunakan SPSS versi 17.0. Instrumen yang digunakanuntukpenelitianiniadalahTest of Risk Taking, Cognitive Test Anxiety, Testof Test-Wiseness, danReading Comprehension Test. Sebelumdiadministrasikandalampengambilan data, semua instrument telahdiujicobadandirevisi.Ujicoba instrument diadakan di SMAN 5 Malang denganpertimbangkankemiripankarakteristikdanpencapaiandalampelajaranbahasaInggrisdengan target sampel.Setelahmengujicobakaninstrumen, didapatibahwaTest of Risk Takingmemuaskan (α = .762), Cognitive Test Anxietyjugamemuaskan (α = .767), Test of Test-Wisenesssangatbagus (α = .830), danReading Comprehension Testcukupdenganreliabilitasmarjinal (α = .518). Hasildaripengambilan datarisk taking, test anxiety, dantest-wisenesssecarabersamaanberkontribusikepada reading comprehension sebesar16.8% dannilaikontribusidaritest-wiseness, risk taking, dantest anxiety, secaraberurutan, adalah .250, -.094, and .042. Secaraterpisah, test-wisenessbisamenjadiprediktoruntukreading comprehensionsementararisk takingdantest anxietytidakbisamenjadiprediktor. Hasilpenelitianinimengindikasikanbahwatest-wisenessdapatmenyebabkanpenaikannilaipada reading comprehension danbahwarisktakingdantestanxietytidakdapatsecaralangsungmemberidampakpadareadingcomprehension.Karenapenelitianinimenunjukkanbahwatest-wiseness, risk taking,dantestanxietyhanyaberkontribusisebesar 16.8% terhadapreadingcomprehension, 80% lebihsisanyadisebabkanolehvariabel lain diluarpenelitianini. Akan lebihbaikuntukpembuattesmembuattest of risk taking yang mempunyaiitem validity yang memuaskan.Tesreadingcomprehensiondalambentukpilihangandajugaharusdibuatdenganbaikdanmelaluibeberapa kali perbaikanuntukmeminimalisasikemungkinanmunculnyatest-wisenessdanmenguntungkansiswasecaratidaktepat.Sebagaitambahan, mempunyailebihdari 30 partisipanakansangatbaik. Terakhir, para guru harusberhati-hatisupayatidakmengajaritekniktest-wisenesskepadasiswadanberhati-hatiketikamembuatataumenyusunkompilasi reading test dalambentukpilihanganda.

Suatu studi tentang prestasi belajar kapita selekta matematika SMTA dari mahasiswa S1 Jurusan Pendidikan Matematika IKIP/FKIP di Kotamadya Malang / oleh M. Tohir

 

Penerapan pendekatan keterampilan proses dalam belajar kimia analisis di program S1 IKIP melalui modul / oleh Achmad Lutfi

 

Developing enriched pop-up book as the medium for reading activities for fifth grade students / Isnani Maulidia

 

ABSTRAK Maulidia, Isnani. 2015. Pengembangan “Buku Pop-up Modifikasi” sebagai Media PembelajaranKegiatanMembacauntukKelas Lima SekolahDasar. Skripsi, JurusanSastraInggris, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. DosenPembimbing: (1) Dr. EkaningDewantiLaksmi, M.Pd, M.A., (2) Drs. KukuhPrayitno S., M.A. Kata kunci: pebelajarmuda, modifikasi, bukupop-up Metodepenelitianpengembanganinibertujuanuntukmengembangkanbukupop-upuntukkegiatanmembacasiswakelaslimasebagairesponterhadaphasildaristudipendahuluan, yang menunjukkanbahwaparasiswamembutuhkansebuah media pembelajaran yang dapatmembantumerekabelajarmembacadalambahasaInggrispadatahapawal. Adapunprosedurpada model penelitianpengembanganiniterdiridari 7 tahap, yaitu (1) studipendahuluan, (2) pemilihanmateri, (3) pengembanganproduk, (4) validasiolehahli, (5) revisiproduk, (6) ujicoba, dan (7) produkjadi. Studipendahuluandilaksanakanuntukmenemukankesenjanganantarakebutuhansiswadanmateri yang disediakan di sekolah.Kemudian, hasildaristudipendahuluandigunakansebagaidasaruntukmengembangkan media padaaktifitasmembacasiswa.Padapenelitianini, bukupop-upmempunyaibeberapaspesifikasi, diantaranyaadalahkartukosa kata yang dapatmembantusiswamengetahuiartidarikosa kata baru, soal-soallatihan yang dapatmembantu guru mengetahuitingkatpemahamansiswa, danbukupanduanuntukmempermudah guru menggunakanbukupop-up. Agar media untukkegiatanmembacatersebutlayakdigunakan, penelitimenyerahkanbukutersebutkepadadosenahliuntukdievaluasi.Kemudian, mbukutersebutdiperbaikisesuaidengan saran danmasukandaridosenahlitersebut.Setelahperbaikantahappertamadilakukan, media tersebutdiujicobakanpadasiswakelas 5, SDN Turen 01. Data yang diperolehdari proses ujicobadigunakansebagaidasaruntukperbaikantahapdua. Hasildariperbaikankeduatersebutmenjadiprodukakhir yang siapdigunakan. Hasildaripenelitianinimenunjukkanbahwabuku pop-up modifikasiuntukkegiatanmembacadapatmemenuhikebutuhansiswakarenaadanyagambar 3D yang dapatmemberikanpemahamanlebihbaikbagisiswadenganmemberikan model yang lebihjelasdaripadamaterimembacapadaumumnya.Selainitu, desaindariproduktersebutmenarikdancocokdigunakanolehsiswasekolahdasarkelas 5.Sehingga, media inidiharapkandapatdigunakansebagaialternatifuntukmengajarketerampilanmembaca.Namun, bukupop-up yang dikembangkandalampenelitianinihanyamenggunakansatutopiksajakarenaterbatasnyawaktu yang dimilikipeneliti.Olehkarenaitu, penelitianmenggunakanmetode yang samadengantopik yang berbedaperludilakukan.

Studi perbandingan metode resitasi yang disimulasikan dengan yang dipresentasikan terhadap hasil belajar mata kuliah ilmu lingkungan di Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA IKIP Padang / oleh Ristiono

 

Using group investigation to improve the writing ability of the eighth graders of SMPN 15 Malang / Fransiska Veronika

 

ABSTRAK Veronika, F. 2015. Using Group Investigation to Improve the Writing Ability of the Eighth Graders of SMPN 15 Malang.Skripsi.JurusanSastraInggris, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing 1: Dr. JohannessAnantoPrayogo, M.Pd, M.Ed. Pembimbing 2: Prof. UtamiWidiati, M.A., Ph.D. Kata kunci: Cooperative Learning, Group Investigation, writing, descriptive text. DalampendidikanBahasaInggris di sekolahmenengahpertama, siswasudahdikenalkanpadakemampuanmenulissejaktahunpertama.Walaupunsudahmemilikipengetahuandalamberbagaikegiatanmenulis, namunkemampuanmenulisteksdeskriptifsiswamasihrendah.Masalah-masalah yang secaraumumdihadapisiswayaitusepertibagaimanamemunculkandanmengembangkangagasan, bagaimanamenyusunkalimatdanparagraf, danbeberapamasalah yang berkaitandenganaspekmekanik.Untukmembantusiswadalammenulisteksdeskriptif, penelitimenerapkanGroup Investigation.Group Investigation memberikanmanfaattidakhanyapadapencapaiandalammenulisnamunjugakemampuansosial. PenelitianinimenggunakanrancanganPenelitianTindakanKelas (PTK) yang mencakupempatlangkahpenelitian, yaituperencanaa, penerapan, observasi, danrefleksi.Penelitianiniterdiridarisatusiklus yang terdiriatasempatpertemuan.Subjekpenelitianiniadalah 28 siswakelas 8H SMPN 15 Malang di tahunajaran 2014/2015.Instrumenpenelitian yang digunakandalampenelitianinimeliputichecklistobservasi, catatanlapangan, danteswriting.Kriteriakesuksesandaripenelitianiniyaituskorsiswaharusmeningkat 10 poindarinilai di penelitianpendahuluan.Kriteriakesuksesankeduaterkaitdenganpartisipasisiswayaitu minimal 76% siswaberpartisipasidalamkegiatanbelajarmengajar. HasilanalisismenunjukkanbahwaGroup Investigationmeningkatkankemampuanmenulissiswa.Dalampenelitianpendahuluan, nilai rata-rata siswamencapai 59.25.Hasildaripenerapanstrategimenunjukkanpeningkatan yang berarti.Nilai rata-rata siswamencapai 74.61.Disampingitu, 100% siswasudahmencapaipoinpeningkatan minimal.Peningkatan paling tinggiterdapatpadaaspekcontent.Tahapcarrying out the investationmemberikankemudahanpadasiswadalammengembangkangagasan.Siswadapatmenggaliinformasidari berbagaisumbersepertibuku, internet, dansumber-sumber lain sehinggasiswalebihmudahdalammengembangkantulisanmereka. Disampingitu, terdapat 82.48% siswaatau 23 siswadari 28 siswaterlibataktifdalamkegiatanbelajarmengajar. HasilinimenunjukkanbahwapenerapanGroup Investigation dapatmemacupartisipasisiswadalam proses belajarmengajarkarenatingginyainteraksidengan guru danantaranggotakelompok. PeningkatankemampuansiswadalammenulisdanpartisipasikelasdisebabkanolehprosedurdalamGroup Investigation.Prosedur yang dilaksanakandalampenelitianinimeliputi(1) Identifying the Learning Topic, (2) Planning the Learning Task, (3) Carrying Out the Investigation, (4) Preparing the Final Report, (5) Presenting the Final Report, and (6) Evaluation. Berdasarkanpenemuantersebut, dapatdisimpulkanbahwapenggunaanGroup Investigationmeningkatkanpencapaiansiswa.Olehkarenaitu, disarankanbagi guru matapelajaranBahasaInggrisuntukmenerapkanstrategiiniuntukmengajarketerampilanmenulis.KarenaGroup Investigationmenekankanpadakemampuanberfikirtingkattinggi, strategiinisangatmemungkinkanuntukditerapkanpadasiswa di tingkat yang lebihtinggidimanakemampuananalisismerekasudahberkembang.Lebihlanjut, temuandalampenelitianinidapatdijadikanrujukanbagiparapenelitiselanjutnyasebagaisebuah data baru.

Pengaruh tugas yang berkesinambungan terhadap hasil belajar mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi SATYA WIDYA" Surabaya / oleh Suhartanto"

 

Upacara walagara masyarakat Tengger desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang

 

Dalam llmu Antropologi upacara disebut dengan ntus Walagara merupakan upacara adat perkawinan masyarakat Tengger, Desa Ngadas Kecamatan PoncokusumoK abupatenM alang. Upacaraw alagara dianggaps ebagaiu pacaraa dat yang sah menurut tradisi Tengger, tujuannya agar pernikatran ke dua mempelai diketahuil ebih umumd an dalamk eyakinanm erekad iketahuiy angm baure&sdoe sa. Ritus ini masih tetap eksis pada masyarakat Desa Ngadas yang berada di Kecamatan PoncokusumoK abupatenM alang yang masihd alam wilayah Tengger. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan upacara walagara yang menyangkut lima komponen religi, makna dari pelaksanaan upacaraw alagara menyangkutm enyangkuta ktifitas dan kelaktun upacara.D an yang terakhir membuktikan bahwa upacara adal walagara merupakan upacara adat pernikahan. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatil termasuk dalam jenis penelitiane tnografiy ang membahaste ntangs istemr eligi perkawinan'.I eknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancar4 dan sampling. Sedangp engecekank eabsahand ata dilakukan perpanjangank eikutsertaank, etekunan pengamatadna nt rianggulasi. Di dalam paparand ata seluruhp elaksanaanu pacara terkait dengan adanya kepercayaan masyarakat mengenai makhluk halus. Pelaksanaan upacara walagara dilakukan denganb erdo'a"c ipratan,s ungkemand ann duliti. Peralatany ang digunakan yaitu sesaji, pakaian dan tata rias. Sikap dan perbuatan tersebut terlihat dengan adanya keyakinan tentang waktu-waktu baik (hari ; bulan) menurut adat Tengger. Hasil penelitian ini membulcikan bahwa upacara walagara merupakan suatu ritus dalam pemikahana dat. Dalam pernikahant erdapat adanya:a ) perpisahany, ang bermakna sebagai penyucian yang terdapat pada pemercikan air suci; b) peralihan, permohonan restu dengan aktifitas ndulili; c) integrasi, yang dilahrkan dengan adanyap erayaanp emikahans ebagaib ukti telah berlangsungp ernikahan. Dari hasil penelitiani ni diharapkana danyap enelitianl ebih lanjut mengenai upacara adat pemikahan yang berorientasi pada hal yang berhubungan dengan budaya setempat.

Pengaruh status sosial ekonomi orang tua, respon pada iklan dan konformitas teman sebaya terhadap perilaku konsumtif siswa Ilmu-ilmu Sosial (IIS) kelas XI di SMA Negeri 6 Malang / Anti Kusmayanti

 

ABSTRAK Kusmayanti, Anti. 2015. Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua, Respon Pada Iklan, dan Konformitas Teman Sebaya Terhadap Perilaku Konsumtif Siswa Ilmu-Ilmu Sosial (IIS) Kelas XI di SMA Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr. Hj. Sri Umi Mintarti W., S.E.,M.P., Ak, (II) Drs. Ir. Yohanes Hadi Soesilo, S.Th., M.Div., M.E. Kata Kunci: Status Sosial Ekonomi Orang Tua, Respon Iklan, Konformitas Teman Sebaya, Perilaku Konsumtif. Semua orang pasti melakukan konsumsi, konsumsi dilakukan guna untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan. Tidak semua orang dapat mengelola keinginannya tersebut, sehingga menimbulkan konsumsi yang berlebihan yang akan mengarah ke perilaku konsumtif. Perilaku konsumtif ini cenderung dilakukan oleh para remaja yang duduk di bangku sekolah menengah, keadaan psikologis siswa yang mudah terpengaruh dan mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi membuat siswa selalu ingin mencoba hal-hal yang belum diketahuinya, dan dengan didukung banyaknya tempat nongkrong dan pusat perbelanjaan yang mudah untuk dijangkau mengakibatkan siswa sulit untuk mengelola keinginannya.Status sosial ekonomi orang tua yang beragam, mudahnya remaja dalam menerima informasi iklan melalui berbagai media dan remaja yang tidak terlepas dari pertemanan dan persahabatan, maka dari itu peneliti ingin mengetahui pengaruhnya terhadap perilaku konsumtif. Penelitian ini meneliti pengaruh status sosial ekonomi orang tua, respon pada iklan dan konformitas teman sebaya terhadap perilaku konsumtif siswa dengan sumber data berasal dari data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan dengan menggunakan angket yang diberikan kepada sampel siswa sebanyak 92 siswa, data yang diperoleh yaitu respon pada iklan, konformitas teman sebaya dan perilaku konsumtif, sedangkan data sekunder mengenai status sosial ekonomi orang tua didapatkan dari data siswa yang sudah terdapat disekolah. Sampel berjumlah 92 diambil dari populasi siswa Ilmu-Ilmu Sosial (IIS) kelas XI di SMA Negeri 6 Malang tahun ajaran 2014/2015yang berjumlah 119 siswa dengan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Random Sampling. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik analisis data regresi linear berganda. Berdasarkan hasil analisis dari penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa (1) status sosial ekonomi orang tua berpengaruh positif terhadap perilaku konsumtif siswa IIS kelas XI di SMA Negeri 6 Malang, (2) respon pada iklan berpengaruh positif terhadap perilaku konsumtif siswa IIS kelas XI di SMA Negeri 6 Malang, (3) konformitas teman sebaya berpengaruh positif terhadap perilaku konsumtif siswa IIS kelas XI di SMA Negeri 6 Malang, (4) terdapat pengaruh positif status sosial ekonomi orang tua, respon pada iklan dan konformitas teman sebaya secara simultan terhadap perilaku konsumtif siswa IIS kelas XI di SMA Negeri 6 Malang.

Sumbangan sikap dan motivasi belajar bagi penguasaan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua di kalangan siswa Sekolah Menengah Tingkat Atas (sebuah kajian sosio-psikolinguistik) / oleh H.M. Ide Said Daeng Materu

 

Survei kesegaran jasmani mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan IKIP Malang pengikut mata kuliah Pengetahuan Kesegaran Jasmani semester I tahun akademik 1993/1994
oleh Imam Suwondo

 

Pengaruh kompetensi terhadap kinerja karyawan restoran ikan bakar 52 Malang pada tahun 2010 / Riska Sepian

 

Kata Kunci: Kompensasi, dan Kinerja Persaingan antar perusahaan yang ketat menyebabkan perusahaan harus mempertahankan karyawan yang berkualitas dan untuk perkembangan dimasa mendatang karena karyawan sebagai ujung tombak perusahaan guna memenangkan persaingan tersebut. Perusahaan restoran tidak mungkin terlepas dari tenaga kerja manusia, walaupun restoran tersebut telah mempunyai modal yang cukup besar, bahan mentah yang melimpah dan teknologi modern, sebab bagaimanapun majunya teknologi tanpa ditunjang oleh manusia sebagai sumber dayanya maka tujuan perusahaan yang telah ditetapkan sebelumnya tidak akan tercapai. Salah satu cara untuk mencapai tujuan suatu perusahaan, maka perlu adanya motivasi, agar karyawan mampu bekerja dengan baik. Bentuk motivasi yang sering dilakukan perusahaan, yaitu dengan cara memenuhi keinginan karyawannya, salah satunya dengan mengupayakan kompensasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kondisi kompensasi (kompensasi finansial dan kompensasi non finansial) yang diterapkan di Restoran Ikan Bakar 52 Malang (2) kondisi kinerja karyawan di Restoran Ikan Bakar 52 Malang, (3) Pengaruh kompensasi (kompensasi finansial dan kompensasi non finansial) secara parsial terhadap kinerja karyawan Restoran Ikan Bakar 52 Malang; (4) Pengaruh kompensasi (kompensasi finansial dan kompensasi non finansial) secara simultan terhadap kinerja karyawan Restoran Ikan Bakar 52 Malang. Jenis penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research. Data yang diperoleh menggunakan angket tertutup skala likert dengan 4 alternatif jawaban. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Restoran Ikan Bakar 52 Malang berjumlah 52 orang yang menjadi responden. Sumber data berupa data primer dan data sekunder, sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi berganda. Penelitian ini mempunyai 2 variabel bebas dan 1 variabel terikat. Hasil penelitian ini diketahui bahwa (1). Kondisi deskriptif pemberian kompensasi finansial di Restoran Ikan Bakar 52 Malang sebanyak 67,4% responden menyatakan sangat setuju. Untuk kompensasi non finansial di Restoran Ikan Bakar 52 Malang sebanyak 59,7% responden menyatakan sangat setuju. Sedangkan sebanyak 63,5% responden mengaku bahwa tingkat kinerja karyawan di Restoran Ikan Bakar 52 Malang adalah tinggi. (2) Ada pengaruh positif kompensasi (kompensasi finansial dan kompensasi non finansial) secara parsial terhadap kinerja karyawan Restoran Ikan Bakar 52 Malang. (3) Ada pengaruh positif kompensasi (kompensasi finansial dan kompensasi non finansial) secara simultan terhadap kinerja karyawan Restoran Ikan Bakar 52 Malang. Saran yang dapat diberikan atas hasil penelitian tersebut untuk perusahaan Terdapat beberapa saran untuk penelitian ini, diantaranya: Diharapkan pada pimpinan restoran agar mempertahankan pelaksanaan pemberian kompensasi, supaya dapat memenuhi kebutuhan hidup dan kenyamanan karyawannya. Jika kompensasi yang diberikan memuaskan maka kinerja karyawan menjadi tinggi, maka selain perusahaan karyawan juga mendapatkan keuntungan, kepada para karyawan Restoran Ikan Bakar 52 Malang diharapkan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas kinerjanya dengan cara banyak mengikuti pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan kemampuan/skill masing-masing, sehingga dapat mewujudkan tujuan organisasi bersama-sama dengan manajer. Bagi jurusan Teknologi Industri diharapkan untuk memberikan pembekalan pada para mahasiswa UJR terutama mahasiswa Tata Boga baik secara teori maupun praktik untuk memberikan tambahan mata kuliah ataupun mengundang para praktisi/konsultan di bidang restoran yang dapat menambah pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola restoran atau usaha-usaha sejenis lainnya. Perlu diadakan penelitian lebih lanjut agar diperoleh informasi yang lebih lengkap dan luas dengan menjadikan penelitian ini sebagai referensi.

Studi tentang kesalahan terjemahan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia (oleh mahasiswa yang berbahasa ibu bahasa Jawa) / oleh Thomas Soemarno

 

Hubungan antara lama belajar dalam bidang penerjemahan, jenis kelamin, kemampuan berbahasa Inggris, dan tipe-yipe kesilapan terjemahan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia / oleh Thomas Soemarno

 

Evaluasi tingkat bahaya eros pada unit-unit lahan de Desa Patokpicis Kecamatan Wajak Kabupaten Malang oleh Rini Yulia Sitiningrum

 

Erosim erupakanp rosesp engikisanta naho leha ir yangm engalira kibath ujan. Lahanm erupakans umberd ayaa lamy angb erupat anahd ana ir. DesaP atokpicis merupakansa lahs atud esay angm emiliki erosit inggi dibandingkand esa-desa sekitanyaH. al ini disebabkadna erahp enelitianm emiliki kondisip erbukitan3 5o/ud an pegununga5n% 0P. rosese rosiy angt erjadim enyebabkakne rusakanta nah,s ehingga menurunkank emampuanta nahu ntuk mendukungp ertumbuhanta naman.E rosi tanah di DesaP atokpicism enimbulkanb ahayala ngsungy angt erjadid i lahanb agiana tas dant idak langsungy angt erjadi di bagianb awah,s epertpi adaw aktuh ujana lirana ir mengalirr lengand erasnyad rjalan,m enggenanglai hanp ertaniand, anb angunan (rumahp r:ndudukd ans ekolah)s edangkapna dak emiringanle reng1 5 ->40Vo mengalantrai nahlo ngsbrS. elainit ujugae rosim engakibatkapne ndangkalasnu ngai dans aluranir igasyi angd apatd ilihatd aris eringk alinyat erjadib anjir.B erdasarkan latarb elangte rsebupt enelitim erasap erluu ntukm elakukaenv aluastii ngkatb ahaya erosip adau nit lahand i Desa PatokpicisK, ecamatanW ajak,K abupatenM alang, dengantu juanu ntukm engetahulai ju erosi,p engunaatna namanp, engelolaalna han, dan tingkrt bahaya erosi pada unit-unit lahan. Jenisp enelitianin i adalahp enelitians urveid enganm enggunakapne ndekatan deskriptifO. byekp enelitiana dalahla hand i DcsaP atokpicisK, ecamataWn ajak, KabupatenM alang.T eknik pengambilans ampeml enggunakatne knik sampel bertujuan(p urposives ample)y angb erdasarkapna dak emiringanle reng,s ifatt anah danp enggunaatann amans,e lringgdai perolchs arnpcdl aerahs ctranyalk4 unitl ahan. Jenis-jenids ataa dalahd atas ekundedr and atap rimer.A nalisisd atau ntukm encari lajue rosim elaluil angkahJangkayha, itud enganm enghitunngi lai erosivitas, erodilitasn, ilai kemiringanle leng,n ilai pengelolaatna namand, ann ilai pengolahan lahan,K emudianm enentukatnin gkatb ahayae rosid enganr nembandingkalanj u erosi dengane rosiw ajar. Hasilp enelitianin i diketahubi atrrvati ngkatb ahayae rosid i DesaP atokpicis bervariasdi ari ringans ampasi angatti nggi.T ingkatb ahayae rosiy angt ergolong ringante rjadpi adau nitl ahanI II (kebunc ampuradne ngakne miringalne reng0-8%) sebesa0r, 197t onitahuns, edangkayna ngt ergolongs angatli nggit erjadip adau nit lahanX I (sawahd engakne rniringalne rengl5 -30%)s ebesa1r1 ,52t9o n/tahun. Tingkatb ahayae rosiy angt ergolongs edangte rjadip adau nitl ahanV (kebunk opi dengakne miringalne rengl5 -300/o)1: ,147to n/thnV; l (sawahd engakne r,riringan lereng8 -15%)-1 ,388to n/thnV, II (sawahd engakne miringalne reng0 -8%)-1,876 danl ,252ton/thnV; III (tegaland engank erniringalne reng0 -8%):2'910 dan2,632 ton/thnI;X (sawahd engank emiringanlc reng0 -[l'lo)-1 ,757d an l16l4 ton/thn; X (tegaland engank emiringanle reng3 0-40%):3,614X; II (tegaland engan kemiringanle rengl 5-30%F1,963 dan2 ,083t on/thn;d anX IV (sawahd engan kemirinlant ereng> +0%;:2,519 dan2,862to rVthnT. ergolongti nggi terjadip ada unit tatranI (kebunk opi dengank emiringanle reng0 -8%): 2,403t on/thn;V (kebun kopi dengank emiringanle rengl 5-30%): 4,250t on/thn;V i (sawahd engan kemiringinl ereng8 -i 570): q023 dan7 ,750t on/thn;V II (sawahd engank emiringur lereng8 -15%):5 ,181d an4 ,270t on/thn;X (tegaland engank emiringanle reng 3040%F 5,590d an8 ,010t onithn;X I (sawahd engank emiringanle reng1 5-30%): 7,254t on/thn;XII( tegaland engank euriringalne reng1 5-30%):4,439d art 7,678to n/thnd anX IiI (tegaland engank emiringanle reng> 407o):7,745d an 8,661to n/thnS. edangkayna ngt ergolongri ngant erjadip adau nitl ahanI I (kebunk opi dengank emiringanle reng0 -8%): 0,332t on/thn;I II (kebunc ampurand engan kerniringalne reng0 -8%):0,197d an0 ,223t on/thnd anV III (tegaland engan kemiringalne reng0 -8%): 0,428t on/thn. Berdasarkahna silp enelitiamn akad apadt isinrprrikabne sarnyla juc rosi seluruhu nit lahanp adala hun1 987-1999s ebesa2r6 5,246to n/tahunP. enggunaan tanamand i daerahp enelitians ebagianb esard igunakanu ntukt egaland ans awah, sedangkasne bagiank ecil lahannyad igunakanu ntukk ebunk opi dank ebun campuran. Untukm encegathe rjad.inyear osiy angl ebihb esarla gi,m akap enelitti nerasa perlu adarryas arany ang ditujukan kepadap emerintah,y aitu untuk segeram engambil tinf ukan-l.indakapne nyuluhanp ertaniante ntangp ola-polak onservasyi angb aik dan ju5ah arusd itekankanp adak ewaspadaadna erah-daerayha ngs angapt otensial terjadinyae rosia garb ahayae rosid apatd itanggulangsi

Analisis dan evaluasi terhadap terjemahan novel sastra The Adventures of Huckleberry Finn dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia / oleh Zuchridin Suryawinata

 

Pemanfaatan lahan daerah genangan waduk gajah mungkur sebagai lahan pertanian di Kelurahan Kedungrejo Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri oleh Yekti Hanani

 

Salahs atu dampakn egatif dari pembangunawn aduk GajahM ungkur bagi KecamatanN guntoronadia dalahp enyernpitanla hanp ertanian.H al ini berakibatp ada hilangnyam atapencaharisne bagianp enduduky ang umumnyaa dalahs ebagapi etani. Sclainit u dampakd ari pcnycmpitalna hanp ertanianin i adalahm cnurunnypar odulisi pertaniand i KecamatanN guntoronadiS. alahs atuu payau ntukm emperbaikki ondisi ini adalahd enganm engolehl ahan genanganw aduk Gajah Mungkur sebagalia han pertanian. Lahan genangan waduk Gajah Mungkur merupakan daerah yang mengalamfil uktuasim uka air sebagadi ampakd ari perbedaanm usimy angt egasd i Indonesia. Pada saat air waduk surul, oleh penduduk di Kelurahan Kedungrejo Kecamatan Nguntoronadi lahan tersebut diolah menjadi lahan pertanian, hal ini dilalukan sampaip adas aatl ahant ersebuttergenanagir . Dilihat dari kondisi pertaniand i KelurahanK edungrejou, sahap ertaniand i lahang enanganin i memberikans umbanganc ukup besarb agi peningkatanp roduksi pertanians ekaligusm emberikanm atapencahariabna ru bagi penduduk.K ondisi pertanian di Kelurahan Kedungrejo yang minim untuk dikembangkan, dapat diimbangi denganm engoptimalkanp emanfaatanla han di daerahg enangans ebagai lahan pertanian. Sebagai bagian dari catchment area waduk Cajah Mungkur, pemanfaatalna hang enanganh arusm emperhatikanp ola-polak onservaslia hand emi kelangsungafnu ngsiw adukG ajahM ungkur. Tujuan dari penelitiani ni adalah:( a) untuk mengetahupi ola usahat ani di lahang enanganw aduk GajahM ungkur;( b) untuk mengetahuki endala-kendaylaa ng dihadapi petani dalam mengolah lahan genangan waduk Gajah Mungkur sebagai lahan pertanian,s erta (c) untuk mengetahusi eberapab esars umbangand ari usaha pengolahanla han genanganw aduk Cajah Mungkur terhadapp endapatanke luarga petani. Penelitianin i dilakukand i KelurahanK edungrejoK, ecamatanN guntoronadi. Peneljtiani ni merupakanp enelitiand iskriptif kuantitatifd enganp endekatane x post facto.S ampeld aerahd alamp enelitiani ni diambil dengante knik purposives ampling, yaitu di dukuhN adi, dukuhP ucungd an dukuhG udangS. amperl espondedni ambil dengan pendekatan proportional random sampling untuk mewakili setiap populasi yangt ersebard i ketigad ukuh.T eknik pengumpuland atad alamp enelitianin i adalah dengan observasi lapangan, dokumnetasi dan wawancara. Teknik analisis data hasil penlitiand enganm enggunakaann alis is dis kriptif danp ersenlase. Dari hasil penelitian menunjukkanu sahat ani di lahan genanganw aduk dimulai pada saat air mulai surut. Musim tanam I yaitu pada bulan Agustus sampai denganN ovember,s edangkanm usim tanami l padab ulanD esembesr ampaiM aret. Oleh penduduk lahan genangan tersebut ditanami dengan padi dan palawija. Pengolahalna han dilakukan seperti umumnyad i lahan pertanian,k ecuali untuk pengolahatann ahd ilakuknd enganta npao laht anah.K endalau ttrmad alamp ertanian di lahang enanganin i adalahk ondisip engairany angs ulit. Padam usint anaml , untuk mengairi lahan genangan petani menggunakan pompa air untuk memompa air dari wadukh, al ini biasd ilakukank etika air wadukt idak surutd enganc epat.P adam usim tanamII , kegagalanp anens eringkalti erjadi karenal ahanp ertaniat ersebutte rgenang air sebelump €tanis empatm elakukanp anen.U ntuk mengurangrie sikoi ni biasanya petanmi emanenta naman.mereksae belumti ba waktu panen.S umbangapne ndapatan dari usahal ahan genganganw aduk Gajah Mungkur terhadapp endapatank eluarga petani adalah sebesar 45,33%.

Pengaruh penggunaan media gambar seri terhadap peningkatan motivasi dan hasil belajar percakapan bahasa Inggris siswa kelas dua SMA Negeri Kodya Malang / oleh Marhamah

 

SMA teacher's performance in using English as a medium of instruction a preliminary study of S1 graduates of IKIP Malang in Kotamadya Malang / by Siusana Kwelyu

 

Pertanian hidroponik di Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan: studi pendapatan petani oleh Nur Indah Setianingrum

 

Pertanian hidroponik adalah cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya, medium yang digunakan berupa arang sekanq air, pasiq kerikil, zeolit, perliq vermikuli! batu arang, potongan kayu dan busa. Luas lahan tanarnan hidroponik adalah luas lahan yang dipakai untul mengolah media hidroponik dalam satuan m' . pendapatan bersih petani hidroponik iaatatr trasa dari penjualan tanaman hidroponik dikurangi biaya produksi yang dikeluarkan sampai nasa paneq kemudian dihitung dalam rupiah per bulan. pertanian hidro ponik di Kecamatan Tutur cukup berkembang sejak tahun 1994. Dalam penelitian ini menjelaskante ntangt ingkat pendapatanp etani di KecamatanT utur Kabupaten Pasuruan setelah menggunakan teknik pertanian hidroponik, jenis tanaman hidroponik yang dibudidayakan di Kecamatan Tuhr Kabupaten pasuruarq dan persebaranp etanih idroponikd i KecamatanT utur Kabupatenp asuruan. Penelitiani ni menggunakanm etodeD eskripif. popurasinyaa dalahs emua petani yang nrenarurm hidroponik di Kecamatan Tutur. penelitian ini meneliti keseluruhan populasi dikarenakan jurnlah populasi yang ada kurang dari 100 responden, yaitu berjumlah 48 orang responden. pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner. setelah dibuat tabel persentase, distribusi frekuensi dan diagram batang, juga tabulasi tunggal dan tabulasi silang berikutnya data diolah dand ijelasans ecarad etailb erdasarkand atay ang telah ditemukand i lapangan. l{asil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Jenis tanaman hidroponik yang diusahakand i KecamatanT utur KabupatenP asuruana dataht anamanp apnka dan tanamanh ias. 2) Terdapat peningkatanp endapatanp etani sebelumd an sesudah bertanamt idroponik di KecarnatanT utur Kabupatenp asuruan.p endapatanp etani hidroponik yang menanamta namanp aprika lebih besar dibandingkarrpendapatan petani hidroponik yang menamm tanamanh ias. 3) pErsebaranp etani di tcecamatan Tutur KabupatanP asuruant idak merata.S ebagianb esar mengelompokd i Desa Kayukebek.

Some effects of the functional-national and structural syllabuses on the English achievement of the first semester students of Satya Wacana English Department / oleh I Made Markus

 

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dana perimbangan terhadap efisiensi keuangan daerah (studi pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat periode 2010-2012) / A. Azis Saktiawan

 

ABSTRAK Saktiawan, A. Azis. 2015. “Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Perimbangan terhadap Efisiensi Keuangan daerah studi pada pemerintah Kabupaten/ Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat”. Skripsi. Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing I. Dr. H. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M., Ak.,CA. Pembimbing II. Dr. Nurika Restuningdiah, S.E., M.Si.,Ak., CA Kata Kunci: Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, Efisiensi Keuangan Daerah Pemerintah Daerah sebagai pihak yang diserahi tugas menjalankan roda pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan daerahnya. Pelaporan keuangan pemerintah terlebih dalam era otonomi daerah memiliki peran yang sangat besar. Semakin besarnya kewenangan pemerintah daerah tentulah disertai dengan semakin meningkatnya alokasi sumber dana pada pemerintah daerah yang pada akhirnya menuntut pertanggungjawaban dan akuntabilitas keuangan.Tuntutan masyarakat mengenai akuntabilitas yang tidak hanya sekedar dalam bentuk laporan pertanggungjawaban, tetapi juga analisis rasio keuangannya. Salah satu alat untuk menganalisis kinerja pemerintah daerah dalam mengelola keuangan daerahnya yaitu efisiensi keuangan daerah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh bukti empiris terkait pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Perimbangan terhadap Efisiensi Keuangan daerah pada pemerintah kabupaten/ Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan populasi laporan keuangan pada pemerintah daerah kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang terdiri dari 8 Kabupaten dan 2 Kota. Sampel dalam penelitian ini dipilih menggunakan tekhnik sampling jenuh yaitu seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Periode pengamatan dalam penelitian ini yaitu tahun 2010 – 2012 sehingga data pengamatan berjumlah 30. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif, dengan model regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bukti empiris bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh postif terhadap efisiensi keuangan daerah sedangkan Dana Perimbangan tidak berpengaruh terhadap efisiensi keuangan daerah. Berdasarkan hasil koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 20,7 %. Variabel dalam penelitian dapat mempengaruhi efisiensi keuangan daerah dan sisanya 79,3% efisiensi keuangan daerah dipengaruhi variabel diluar penelitian. Saran yang dapat diberikan, yaitu penelitian selanjutnya dapat menambah variable independen seperti Ukuran pemerintahan, ukuran legislatif, kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi makro serta hasil/ temuan audit BPK. Penelitian selanjutnya juga dapat menggunakan pengukuran efisiensi keuangan daerah lainnya serta kinerja keuangan lainnya, karena pengukuran efisiensi yang digunakan masih terlalu sederhana dalam menunjukan tingkat efisiensi pemerintah daerah

Kajian tentang hubungan kemampuan merealisasikan sistem nominalisasi bahasa Inggris dan bahasa Indonesia serta hubungannya dengan ragam-ragam bahasa penutur dalam belajar bahasa Inggris / oleh Jawasi Naibaho

 

Pengembangan media pembelajaran multimedia pada mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan (studi pada siswa kelas XI Pemasaran di SMK Negeri 1 Jombang) / Lela Fariza

 

ABSTRAK Fariza, Lela. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Multimedia pada Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Studi pada Siswa Kelas XI Program Keahlian Pemasaran SMK Negeri 1 Jombang). Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Tata Niaga, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. I Wayan Jaman Adi Putra M.Si. (II) Dr. Wening Patmi Rahayu S.Pd., M.M. Kata Kunci: Media Pembelajaran Multimedia, Autoplay Media Studio 8, Prakarya dan Kewirausahaan Pembelajaran di kelas dengan metode ceramah dapat membuat persepsi yang berbeda pada setiap daya tangkap siswa. Oleh karena itu, siswa membutuhkan media untuk membantu mereka dalam memahami materi tersebut, yaitu dengan memanfaatkan media pembelajaran yang dapat memvisualisasikan konsep yang abstrak ke bentuk yang konkrit. Media pembelajaran merupakan suatu perantara yang dapat membantu guru dalam menyampaikan pesan (bahan pembelajaran) kepada siswa. Penelitian pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan media pembelajaran multimedia prakarya dan kewirausahaan untuk SMK/MAK kelas XI Pemasaran yang Layak. Penelitian ini menggunakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dari Borg & Gall melalui tahap-tahap: (1) Penelitian dan pengumpulan informasi, (2) Perencanaan, (3) Pengembangan format produk, (4) Validasi Ahli, (5) Revisi produk 1, (6) Uji Coba , (7) Revisi Produk 2, (8) Produk Akhir. Uji coba media diujikan pada siswa kelas XI Program Keahlian pemasaran 2 di SMK Negeri 1 Kabupaten Jombang. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Hasil validasi materi mencapai 95% yang menyatakan bahwa media pembelajaran multimedia sangat layak/sangat baik untuk digunakan dalam kegiatan belajar dikelas (2) Hasil validasi media mencapai 90,5% yang menyatakan bahwa media pembelajaran multimedia sangat layak/sangat baik digunakan dalam proses pembelajaran (3) Hasil ujicoba siswa mencapai 92,2% yang menyatakan bahwa media pembelajaran ini sangat baik digunakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Supaya penggunaan media pembelajaran multimedia Autoplay pada mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan dapat berjalan dengan baik oleh karena itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pengguna media pembelajaran multimedia berbasis Autoplay yaitu: (1) Sebelum menggunakan media pembelajaran multimedia berbasis Autoplay Media Studio 8 pastikan LCD Projector sudah diatur dan disiapkan dengan baik agar media dapat ditampilkan dengan jelas (2) Gunakan buku petunjuk penggunaan untuk memudahkan pengguna dalam mengoperasikan media pembelajaran (3) Pastikan software Adobe Flash Player sudah terinstal di komputer/laptop untuk menjalankan latihan soal pada media pembelajaran.

Analisis perbedaan perilaku auditor dalam tekanan sosial dengan locus of control sebagai variabel pemoderasi / Tri Septiami

 

ABSTRAK Septiami, Tri. 2015. Analisis Perbedaan Perilaku Auditor Dalam Tekanan Sosial Dengan Locus of Control Sebagai Variabel Pemoderasi. Skripsi, Jurusan Akuntansi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sri Pujiningsih, S.E., M.Si., Ak. (II) Dr. Suparti, M.P. Kata kunci: Tekanan klien, tekanan partner, locus of control, dan perilaku auditor Perilaku auditor merupakan tindakan yang dilakukan oleh auditor dimana hal ini dapat diamati dari kepatuhan terhadap prinsip dan etika profesi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan perilaku auditor yang berada dalam tekanan klien dan tekanan partner dengan tanpa tekanan serta mengetahui keterkaitan locus of control dalam hubungan tekanan klien dan partner terhadap perilaku auditor pada mahasiswa jurusan akuntansi fakultas ekonomi universitas negeri malang. Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuasi (quasi eksperimen design) dengan jumlah subyek penelitian sebesar 90 mahasiswa. Subyek penelitian dipilih berdasarkan rata-rata nilai Pengauditan I dan Pengauditan II serta nilai post-test, sedangkan pemilihan kelompok dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data adalah eksperimen. Penelitian ini menggunakan analisis Chi-Square, uji Mann-Whitney, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan antara kelompok tanpa tekanan dengan kelompok tekanan klien, hal ini berarti etis dan tidak etis atas perilaku yang diambil auditor dipengaruhi oleh tekanan yang diberikan klien (2) Terdapat perbedaan antara kelompok tanpa tekanan dengan kelompok tekanan partner, artinya etis dan tidak etis atas perilaku yang diambil oleh auditor dipengaruhi oleh tekanan yang diberikan partner (3) Locus of control tidak memoderasi hubungan antara tekanan klien dan tekanan partner terhadap perilaku auditor, berarti bahwa semakin kuatnya hubungan antara tekanan klien dan tekanan partner terhadap perilaku auditor tidak berkaitan dengan tipe kepribadian locus of control. Saran yang dapat diberikan yaitu: (1) Ikatan Akuntansi Indonesia dapat mengantisipasi tindakan auditor yang menyimpang karena adanya tekanan dari klien dengan menerbitkan aturan berisi sanksi yang tegas agar auditor merasa jera dan tetap berpegang teguh pada etika profesi, serta pembentukan badan pengawas independen yang paham dengan masalah keuangan untuk mengawasi tindakan manajer (2) Pemilihan personel yang benar-benar independen sehingga tidak mudah dipengaruhi atasan dan pemberian pelatihan kepada auditor junior dan senior untuk mendapatkan kesepahaman perintah dan sosialisasi atas tujuan dan nilai-nilai profesi (3) Tidak perlu adanya pembagian tugas berdasarkan tipe kepribadian locus of control (4) Penelitian selanjutnya, dapat menggunakan variabel lain yang juga dapat mempengaruhi perilaku auditor, seperti timeless, jasa non audit, pengalaman, kompetensi, tipe kepribadian A dan B, emotional spiritual quotient, serta menggunakan subyek auditor yang berada di KAP agar penelitian menjadi lebih akurat.

Nyadran dilingkungan masyarakat pedesaan sebagai peawarisan nuilai-nilai budaya dalam tinjauan pendidikan luar sekolah: studi kasus pandangan tokoh masyarakat desa Ketandan Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk oleh Ainul Fitriyah

 

Nyadranm erupakans alahsatub entukk ebudayaany angb erwujudu pacaras elarnatanU.t**u. peneiitianin i bertujuan:( l) Untuk memperolehg ambarans earate rperinciring"""i pattOaog.oto koh inasyarakatte rrtang-Nrydt- sebagasi osialisasni ilai-nilaiU"OiV.d aiamp erilakub ermasyarakadti trn:a*_dg fendidikanLuar Sekolah(, 2)U"t ri. r*g"uifr,ri dlai{ilai P;didikan Luar Sekolah yang terkandrmg di dalamNV"J*",4i" (3) Untukm engetahuail asanp elestarianni lai-nilabi udayaN yadrand- alan tinjananP endidikanL uar Sekolah. Penelitianin i menggunakapne ndekatanku alitatif dengante loriks rowbal/Oatamm encarid atad ari iilorman yangt erdiri atas:t okoh masyarakatk' gbayan'trrooio,o * L"pala desa.P engumpulao-dadtail akukand enganti gametode,y aihr:observasi,wawancarosa, n stra dokumentasAi. nalisisd atad ilakukand enganc ara:i"Jut i data,p enyajiand ata,p enarikank esirry*lT. Untukmenjaminteabsahadna taVu1,Ag t r"i,-,'peo"fiti riii1*^ peogeceliaok eabsahadna tab erdasarkaknr iteriai-. Uig-" , G;ml'derajat kepercayaarkl eieralihank, ebergant'ngand' ank epastian' Hasil penelitianm enyatalanb ahwa:( l) parat okoh masyarakamt enyatakanbahwaN yadra,nm enrpakans uatut radisi upacaras elamatanse bagaui ngkapanra sa-VU*o*a uyf..6 -0" effafr SWi atasn ilcnaty angb enrpah asilp anenp adi, (2) nilai-nilaiValrgt ot -O*g di dalamN yadrany aitu:-kerukunank'e keluargaarqkegolongroyonganm, usyawarahm uiakat,k ibersihan,p ersatuan'.dan":lil i:]ict*tt:isosliisisi nitai-nitaiU u6ayaN yadrand alatrd apatm empererarla sak ekehargaan,kenrkunank, egotongroyonganp,e isatuand anm asyarakadt apatl elaiar d-Ttp"rdt .; o;"s A"ttit";i+l oild-oit"i PLS yangt erkandungd i dalamN vadran'iO"fi,n.*V*ti't Urtuj"r bari pengalamanm, enentukanke putusany angm enyangkutt"p""tiogri orangU anyakd idasa*an padak eb3lrtraq adanyan ilai-nilai-bydaVa tsrseUuitik ap -oiut m-usyutakadta patierbennrkd anp elaksanaatna disi NyadranOrpuiA .i"AG" saranad ala- menyampaikainn formasi/pengetahuan;.(5).alasanpri;rd;" nilai-nilaib udayaN yairan dalamt injauanp LS, adalah:( a) nilai-nilai'budayaNyadrant"ngaoht"p-"d"pembentukansikapmoral'O)memberikantd;it". ,iil-r*yarafat aahrn menciptakanm aqyarakabta ru,( c) nilaj-uilaibudayaiiiiit*ii"ip"i* U-**-U"tciabr agmi ssy$aliaste tampdaat ns okiurnva(d' );*yr"k"t di"t U.fqirt Jorl pingalafuattd anp enanamani lai-nilaip ositif dalamusalram ensukseskapne mbangrrnnaans ional'

Perbedaan abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman akuisisi pada perusahaan pengakuisisi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2014 / Retno Fitria Anggraini

 

ABSTRAK FitriaAnggraini, Retno. 2015. AnalisisPerbedaanAbnormal Return SebelumdanSesudahPengumumanAkuisisiPada Perusahaan Pengakuisisi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2014. Skripsi, JurusanAkuntansi, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. DyahAjuWardani, S.E.,M.Si. Ak. (II) Dr. H. EkaAnantaSidharta, S.E.,M.M, Ak. Kata Kunci :Pengumumanakuisisi, reaksipasar modal, abnormal return, market model Pengumumanakuisisimerupakansebuah eventyaitusebuahtanggalsuatuperusahaanmengumumkanterjadinyaakuisisisahamperusahaankepadapublik.Akuisisidilakukansebagaistrategiekspansiperusahaan yang bertujuanuntukpengembanganperusahaan agardapatterusbertahanhidupdanmemilikidayasaingdalammenjalankanbisnisnyasertamembangunkeunggulankompetitifperusahaanjangkapanjang yang padaakhirnyadapatmeningkatkankinerjaperusahaan. Pengumumanakuisisidiharapkanmemberikanpengaruhbesardalampeningkatankondisiperusahaan. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuireaksipasar modal terhadapadanyapengumumanakuisisi, makadilakukanpengamatanterhadapreturn, abnormal return, dancomulative abnormal return selama 10 harisebelum, event date, dan 10 harisesudahpengumumanakuisisi. Penelitianinimenggunakan data sekunder yang diperolehdariKomisiPengawasPersaingan Usaha dan Bursa Efek Indonesia. Data yang digunakandalampenelitianinimeliputitanggalterjadinyapengumumanakuisisi, hargasahampenutupanharian, danindekshargasahamgabungan. Sampel yang digunakansejumlah 42 aktivitaspengumumanakuisisi yang dilakukanolehperusahaanpengakuisisi yang terdaftar di BEI. HasilpeneitiandenganmenggunakanujistatistikPaired Sample T-testmenunjukkanbahwaterdapatperbedaanpositifsignifikan rata-rata abnormal returnsebelumdansesudahpengumumanakuisisi. Hal inimembuktikanbahwainformasiataspengumumanakuisisidinilaisebagaigood newsoleh para investor untukmemperolehpengembalian. Dengan kata lain teoridalampenelitianiniyaituteorisignallingtelahmemberikansinyal yang positifkepada investor sehinggakinerjasahamantarasebelumdansesudahpengumumanakuisisimengalamipeningkatanataudapatdisimpulkanadanyapengaruhpengumumanakuisisi yang menyebabkanperbedaan yang positifsignifikanantarasebelumdansesudahterjadinyaperistiwa. Saran yang dapatdiberikan (1)penelitiselanjutnyaadalahmengembangkanpenelitianlebihspesifikpadaindustri yang sejenisuntukmengetahuisejauhmanapasarbereaksiterhadapinformasiakibatbergabungnyaperusahaansejenis.(2)bagi investor sebaiknyamembekalidiridenganpengetahuaninvestasi agar lebihpekamenangkappeluangkapansaat yang tepatuntukberinvestasi. (3) pemerintahadalahperlunyamenstabilkanperekonomian yang akanmempengauhikebijakaninvestasiuntukmemberikanketertarikan investor terhadapsahamperusahaan.

Kesilapan struktur predikasi Bahasa Inggris tulis mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris / oleh M. Sri Samiati Tarjana-Samiono

 

Perilaku menyimpang dalam komik jepang terjemahan seri city hunter karya tsukasa hojo oleh Athur Jaeng Sudigdo

 

Perkembangan teknologi dibidang otomotif dan perindustrian yang cukup pesat telah memberikan kemudahan kepada manusia dalam pemenuhan hidupnya, tetapi dampak negatif yang ditimbulkan tetap ada terutama polusi udara. Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh polusi telah memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kelangsungan hidup manusia. Polusi udara merupakan masalah yang sangat meresahkan saat ini karena polusi udara dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti gangguan pernapasan dan kanker kulit. Dampak lain dari polusi udara yaitu sebagai sebab penipisan lapisan ozon yang berfungsi sebagai filter radiasi sinar matahari. Hasil penelitian penggunaan bio etanol ketela pada bensin diharapkan dapat mengurangi kadar emisi gas buang yaitu CO dan HC. Penelitian ini mempunyai tujuan mengetahui perbedaan kadar emisi CO dan HC akibat penambahan bioetanol ketela pada bensin pada berbagai variasi putaran mesin. penelitian dilakukan di Laboratorium Motor Bakar Universitas Brawijaya Malang tanggal 7 Januari 2010. Objek penelitian menggunakan mesin bensin Datsun 4 langkah berpendingin air dengan perbandingan kompresi 9:1. Analisis data menggunakan Anova dua jalan dengan taraf signifikansi 0,05 menggunakan fasilitas software SPSS 14 for windows Evaluation. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Variasi kandungan bioetanol dan putaran mesin berpengaruh terhadap emisi gas CO. Semakin tinggi kadar bioetanol ketela maka semakin rendah emisi gas CO. (2) Variasi kandungan bioetanol dan putaran mesin berpengaruh terhadap emisi gas HC. Semakin tinggi kadar bioetanol ketela maka semakin rendah emisi gas HC. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kandungan bio etanol ketela pada bensin, variasi putaran mesin dan interaksi antara kandungan bio etanol ketela pada bensin dan putaran mesin mempengaruhi kadar emisi CO dan HC.

Hubungan persepsi mahasiswa tentang kinerja pembelajaran dosen terhadap motivasi belajar mahasiswa di Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang / Muhammad Reza Nur Rizky

 

ABSTRAK Reza,Muhammad. 2015. Hubungan Persepsi Mahasiswa Tentang Kinerja Pembelajaran Dosen Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa di Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Made Wena, M.Pd.,M.T. (II) Drs. H. Suparno, S.T.,M.T. Kata kunci: evaluasi, kinerja pembelajaran, motivasi belajar Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa tentang kinerja pembelajaran dosen, motivasi belajar mahasiswa dan hubungan kinerja pembelajaran dosen dengan motivasi belajar mahasiswa. Persepsi mahasiswa dalam penelitian ini diukur dengan sub variabel perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran, faktor penunjang, perhatian mahasiswa, relevansi pembelajaran, keyakinan mahasiswa, dan rasa puas mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa di Jurusan teknik Sipil FT UM. Sampel yang digunakan sebanyak 31 dosen dan 108 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Untuk menguji analisis data menggunakan Statistik Deskriptif, untuk menguji validitas data menggunakan rumus korelasi Product Moment dengan angka kasar, dan untuk menguji hipotesis menggunakan Correlation Pearson. Hasil analisa deskriptif kuantitatif hubungan persepsi mahasiswa tentang kinerja pembelajaran dosen terhadap motivasi belajar mahasiswa di Jurusan Teknik Sipil FT UM adalah (1) 66,69% lebih dosen memiliki kinerja pembelajaran dengan kategori baik; (2) 65,27% lebih mahasiswa memiliki motivasi belajar pada kategori tinggi; (3) Ada hubungan positif yang signifikan antara kinerja pembelajaran dosen dengan motivasi belajar mahasiswa di Jurusan Teknik Sipil FT UM dengan nilai r kinerja pembelajaran 0,815 dan nilai r motivasi belajar mahasiswa 0,891.

Pembelajaran sastra di SMA Negeri 4 Malang pada masa peralihan kurikulum dari kurikulum 1994 ke kurikulum 2004 tahun ajaran 2003/2004 oleh Fitria Dewi Cahyaning Wulan

 

Kurikulum 1994t elahd igantikano leh kurikulumb aru,y aitu Kurikulum 2004. Perubahaknu rikulum tersebutb ertujuanu ntuk mengupayakanp eningkatanm utu pendidikasne carab erkelanjutanT. ujuanp embelajarasna stray angi dealb elumd apat dicapasi ecarao ptimals ampasi aati ni. Upayam encapainysae lalud iusahakand,a n salahs atunyad enganp erubahank urikulumn asionalP. erubahatne rsebumt emberikan peluantge rhadappe ningkataknu alitasp embelajarasna stray angd iupayakadne ngan penggunaamne todes crlas istcmp cnilaiany angl ebihb aik, Penelitianin i bertujuanm endeskripsika( In) kegiatanp erencanaa(2n) kegbtanb elajarm engajar(;3 ) kegiatanp enilaians; ertra(4 ) faktor pendukungd an penghambapte mbelajarans astrad i SMA Negeri 4 Malang. Penelitiand irancang denganm etoded eskiptif kualitatif. Sumberd ataa dalahg uru dan sisway ang terlibat dalamp embelajarans astra.I nstumenp enelitian adalahp neliti sendiri denganb atuan instumen pendukung berupa (a) daftar peranyaan untuk guru; (b) alat penilaian kemampuanm enyusunr encanap embelajaran(;c ) lembaro bservasKi BM; (d) alat perekaq (e) dokumentasdi; an( f) angkets iswa.P engumpuladna tad ilah*an dengn (a)o servasi(;b ) wawancara(;c ) angke! dan( d) analisisd okumen. Hasil yang diperolehd ari kegiatanp erencanaana dalahp emilihank ompetensi dasarh, asilb elajar,d ani ndikatorm engacup adaK urikulum 1994.K egiatanp endahuluanb erupa( a) mengingatkatnu gasy angh arusd iselesaikansi swa;( b) penyampaikan kompetensyia ngh arusd ikuasai;s erta( c) penyampaiahna l-haly angd apatd ilakukan padak egiatanin ti melaluic eramahM. etodey angd irencanakaand alah( a) leurning connunity;( b) pcmodcland;a n( c) unjukk eda.M cdiad ans umbebr elajayr ango kan digunakany aitu (a) bukuB ahasad an SastraI ndrsnesiSa MU IIB; (b) produkd ari pembelajarasne belumnya(;c ) model;s erta( d) mediay angd itentukans endirio leh siswa.P enentukalna ngkah-langkauhn tukm encapaki ompetenstie rdapa(ta ) penjabaranm engenaki ompetensyi angh arusd ikuasai;( b) pemberiantu gast ahapan untukm encapaki ompetensid; an( c) balikant erhadapp erilakub elajars iswa.P engalokasianw aktu masih kurangb aik. Keterkailanm etoded engank ecakapanh idup (a) mendorongs iswau ntukm engajukanp ertanyaaant aup endapakt ritis; (b) mengesankanp embelajarayna ngm enantangd; an( c) beranim empertahankapne ndapat ataupunb erbedap endapatK. egtatanr efleksib erupa( a) menanyakamn anfaadt an kesany angd iperolehd ari pembelajaran(b; ) saranp erbaikans ertap engukuhan terhadapu payad ank erjak erass iswa;d an( c) membuakt esimpuland ari pembelajaran yangd ilakukan.P enilaiany angd irencanaka(na ) sesuadi engank ompetensdi asar yangs eharusnydaic apai(; b) kriteriap enilaian. Struktur kegiatan belajar mengajar sastra pada k egiatanp endahuluanb erupa (r) menanyakatung 8sy angh arusd iselesaikansi swa;( b) menglngatkasni swapada iompetenisi ebelumnya(i;) menjelask&rne ncanap embelajarabne rikutnya(; d) menggailni fomasis esuadi engank ompetensyi anga kand icapai;( e) mengemukakan kompetenysai ng akand icapai; (f) menjelaskanin ti materi; (g) menyarankanla ngkalangkayha ngd apatd itempuhs iswa;d an( h) menjelaskana spekp enilaianK. egiatan tenebutle bih baik dari yang direncanakanM. etode yang digunakana dalahl earning community,pemodeladna,n u njuk kerja.M ediay angd igunakanb erbasism anusia, oetakv,i sual,d ana uditif. Sumberb elajarb erupa( a) manusia(; b) mediae lektronik; (c)b uku.F asilitasy angd igunakana dalah( a) ruangk elas;d an( b) lapanganM. edia dans umbebr elajary angd igunakany aitu siswa,m odel,g uru,b ukuB ahasad an SastrIan donesiaS MU IIB, naskahd rama,r ingkasann ovel dan daftar pertanyaan, majalahd ongeng,t elevisi, gambar,k asetr ekamand an.tapeb, oneka,d an gerak tanganK, cgiatanp €nutupy angd ilakuken( a) menyimpulkanh al.haly angt olah dipelajar(i;b ) pengukuhanu payad ank erja siswa;( c) pengungkapakne sans iswa terhadap embelajararyd an (d) saranp erbaikand ari guru. Guru mampum enyediakan modeyl angm emiliki kemampuanse suadi engank ompetensdi asar,d anm engerti kondisfii sik siswa,N amun,r efleksiy angd ilakukant idak sesuadi engank ompetensi dasayra ngd iajarkanC. uruj uga memilihm ediap embclajuryna ngk qranga kurat. l'cnguyuutind ukd ilukukugnu rut erhutluhpu silb clujasr iswuy ungk urungrn uksitnul. Penilaianp adar anahk ognitifberupau langanh arianb erbentuks oalo byektif danu raian.P enilaiana fektif berupak eaktifans iswab erpendapadta nm engajukan pertanyaaPne. nilaianp sikomotoritkr erupau njukk erjak ebahasaaPne. nilainp roses berupak esungguhadna nk etepatanp enyelesaiatnu gas,k e{a samad alamk elompok, sertam engajukanp ertayaand an berpendapatP. enilaianh asil berupap embahasan naskahp, resentasdi,a nu njuk kerja.P enilaianh asilt ersebumt erupakans umber penilaians astraP. enilaiand ilakukano leh gurud ans iswad enganm enggunakan kriteriay angd irencanakasne carau mumd and isampaikanp adas iswa. Faktor pendukungp embelajarans astraa dalah( a) latar belakangp endidikan guru;( b) sikapp ositifsiswat erhadaps astra(; c) penyimpanapne rolehanh asilb elajar; (d) penggalianh asild anu njuk kerja;( e) tersedianyma odely angk ompetens(;f ) dimilikinya sumber belajar oleh guru dan semua siswa; dan (g) pemilihan tema, mediad anm aterip embelaiaraonl eh siswa. Faktorp enghambaptc mbelajarasna slraa dalah(a ) bebanm engajagr uru:( b) kurangnyaal oklaswi aktu;( c) kondisil isik siswa;( d) kurangnywa aktud arig uru sehinggKa BM di kelast idakm aksimal(;e ) kurangd igunakannykae sempataunn tuk bertanya(;f ) kurangnyam otivasib elajars iswa;( g) pengelolaanb ahanb elajary ang terhambat(;h ) kurangd imilikinya konsentrasoi leh siswas aatb elajar;( i) kurang adanyap restasbi elajars astra0; ) kurangnyak oleksib uku-bukus astrad i perpustakaan sekolah,t erutamak arya sashat erbitan baru; (k) belum adanyap erubahans istem pembelajarasna stray angd irasakans iswad i sekolah(; l) belumc ukupt erpenuhinya hal-haly angd iinginkans iswa;d an( m) belumt eridentifikasikannypae ngalamayna ng mempengaruhpie mbeal ja ran.

Diskripsi kesilapan dan penguasaan kaidah 'tenses' dalam kalimat bahasa Inggris siswa SMA Negeri di Kotamadya Samarinda / oleh Dahri Taggi

 

Pengembangan panduan pelatihan keterampilan merespon orang lain bagi siswa SMP / Imas Wahyu Tunggal

 

ABSTRAK Tunggal, Imas Wahyu. 2015. Pengembangan Panduan Pelatihan Keterampilan Merespon Orang Lain bagi Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dany M. Handarini, M.A (II) Drs. H. Widada, M.Si Kata kunci: Pengembangan, Keterampilan Merespon Orang Lain, Panduan Pelatihan Keterampilan Merespon Orang Lain. Penelitian Pengembangan Panduan Pelatihan Keterampilan Merespon Orang Lain bagi Siswa SMP ini dilatarbelakangi kurangnya keterampilan merespon orang lain. Pada beberapa kejadian siswa takut untuk menyampaikan apa yang mereka pikirkan dan rasakan, karena bisa saja apa yang mereka ungkapkan dapat membuat orang lain tersinggung dan marah. Selain itu keterampilan merespon orang lain (responding to others skill) juga masih belum begitu dikenal, padahal keterampilan ini adalah salah satu keterampilan sosial yang harus dikembangkan. Tujuan Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan Panduan Pelatihan Keterampilan Merespon Orang Lain bagi Siswa SMP yang memiliki kebergunaan, kelayakan, dan ketepatan bagi siswa SMP. Panduan ini dapat membantu konselor untuk memberikan pelatihan keterampilan merespon orang lain (responding to others skill) secara sistematis. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (development research) yang menggunakan model Borg and Gall (1983). Adapun prosedur pengembangan yang dilakukan Sebagai berikut: 1) tahap I perencanaan: menentukan potensi dan masalah penelitian, melakukan kajian pustaka 2) tahap II pengembangan produk: merumuskan tujuan panduan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan Merespon Orang Lain (tujuan umum dan tujuan khusus), menyusun isi dari Panduan Pelatihan Keterampilan Merespon Orang Lain, menyusun alat evaluasi produk; 3) tahap III uji coba produk: uji ahli; revisi produk hasil penilaian uji ahli; uji calon pengguna produk. Panduan Pelatihan Keterampilan Merespon Orang Lain bagi Siswa SMP ini terdiri dari Pengantar, Pendahuluan, Petunjuk Umum Pelatihan Keterampilan Merespon, Prosedur Pelatihan Keterampilan Merespon, Evaluasi, dan Penutup. Berdasarkan hasil analisis data penilaian para ahli dan calon pengguna produk serta revisi-revisi yang yang telah dilaksanakan sesuai saran dan masukan terhadap panduan ini dapat disimpulkan bahwa Panduan Pelatihan Keterampilan Merespon Orang Lain bagi Siswa SMP, berguna, layak, dan tepat secara teoritis. Saran penelitian yaitu: 1) Konselor: pengguna produk benar-benar memahami dan mempelajari Panduan Pelatihan Keterampilan Merespon Orang Lain bagi Siswa SMP yang telah dibuat agar dapat diaplikasikan dalam membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan keterampilan merespon orang lain, 2) Peneliti Selanjutnya: Panduan Pelatihan Keterampilan Merespon Orang Lain bagi Siswa SMP dapat dilanjutkan dengan eksperimen untuk mengetahui keefektifan panduan untuk meningkatkan keterampilan merespon orang lain guna diperoleh hasil yang lebih akurat.

A Study of the effectiveness of the teaching of english reading course (ERC) at IKIP / oleh M. Soenardi Djiwandono

 

Pengembangan media blog layanan informasi sekolah lanjutan untuk siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Malang / Irene Silvia Putri Filianti

 

ABSTRAK Filianti, Irene Silvia Putri. 2015. Pengembangan Media Blog dalam Pemberian Layanan Informasi Sekolah Lanjutan untuk Siswa Kelas IX di SMP Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas lmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd., (II) Drs. H. Harmiyanto, M.Pd. Kata Kunci: blog, siswa SMP, informasi sekolah lanjutan Siswa SMP kelas IX setelah lulus akan melanjutkan ke sekolah lanjutan dengan pilihan SMA, SMK atau MA. Siswa SMP kelas IX masih banyak yang belum dapat menentukan pilihan sekolah lanjutan. Kebanyakan siswa hampir setiap hari menggunakan jejaring sosial. Pemanfaatan media tersebut diharapkan tidak hanya berguna dalam menjalin komunikasi yang efektif dengan orang terdekat siswa namun juga dapat membantu siswa dalam menerima informasi mengenai sekolah lanjutan. Layanan informasi adalah salah satu usaha bimbingan dan konseling yang diberikan oleh konselor kepada siswa untuk memberikan pengetahuan baru, salah satunya informasi mengenai sekolah lanjutan. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman karier siswa SMP kelas IX, mengembangkan media yang baru bagi konselor dalam pemberian layanan informasi, mengembangkan media yang menarik bagi siswa, mengembangkan media yang mudah diakses oleh siswa dan konselor, dan mengembangkan media yang dapat selalu diperbaharui informasinya secara cepat. Penelitian ini menggunakan model pengembangan. Rancangan pengembangan media diadaptasi dari strategi pengembangan yang dikemukakan oleh Borg and Gall (1983). yaitu 1) Melaksanakan penelitian pendahuluan (research and information collection) dengan melakukan wawancara dan menyebar analisis kebutuhan siswa kelas IX terhadap layanan Bimbingan dan Konseling, 2) Melakukan perencanaan dengan merumuskan tujuan pengembangan produk, 3) Mengembangkan produk awal, 4) Melaksanakan uji coba produk awal menggunakan instrumen penilaian kepada uji ahli dan instrument uji media, 5) Melakukan revisi produk awal berdasarkan penilaian dan saran dari uji ahli materi dan uji ahli media, 6) Melaksanakan uji coba lapangan menggunakan instrumen penilaian terhadap calon pengguna produk dan kelompok kecil, 7) Melakukan revisi terhadap produk yang didasarkan pada penilaian uji calon pengguna produk dan uji kelompok kecil. Berdasarkan analisis data uji ahli dan kelompok kecil, media blog layanan informasi sekolah lanjutan mendapatkan nilai 4,3 dengan interpretasi sangat sesuai. Penilaian didasarkan pada penilaian terhadap kegunaan media, kemenarikan media, kemudahan penggunaan media serta kesesuaian media. Informasi yang ada dalam media blog ini sangat dibutuhkan oleh siswa kelas IX untuk lebih mengenal sekolah lanjutan dan lebih mudah memilih sekolah lanjutan sesuai dengan keinginan. Hasil penelitian disarankan agar konselor dapat melengkapi penggunaan media bimbingan ini dengan menggunakan LCD dan koneksi internet, hendaknya konselor juga melibatkan guru TIK dalam pelaksaannya apabila mengalami kesulitan dalam hal jaringan internet. Pengembangan media ini berpotensi untuk diaplikasikan lebih luas. Apabila pengguna produk menginginkan informasi tambahan, media blog layanan informasi sekolah lanjutan dapat diperbaharui. Penggunaan media di sekolah lain disesuaikan dengan karakteristik siswa dan sekolah yang akan menggunakan media tersebut. Bagi peneliti selanjutnya, pengembangan media blog layanan informasi sekolah lanjutan ini belum diuji efektivitasnya sehingga peneliti selanjutnya dapat menguji efektivitas dari media blog layanan informasi karier sekolah lanjutan,

Kedudukan pengajaran bahasa Inggris di fakultas-fakultas sains dan teknologi Universitas Brawijaya ditinjau dari efektivitasnya dan hubungannya dengan mata kuliah bidang studi khusus yang memakai rujukan dalam bahasa Inggris / oleh Poerwantini

 

Self efficacy dalam pilihan karier anak berkebutuhan khusus (studi kasus di sekolah inklusi) / Hajar Khanif Nasrina

 

ABSTRAK Nasrina, Hajar K. 2015. Self Efficacy dalam Pilihan Karier Anak Berkebutuhan Khusus (Studi Kasus di Sekolah Inklusi). Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Blasius Boli Lasan, M.Pd, (II) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd. Kata Kunci: Self efficacy, pilihan karier, anak berkebutuhan khusus Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya anak berkebutuhan khusus yang memiliki prestasi yang gemilang. Di balik keterbatasan yang dimiliki terdapat keinginan yang kuat untuk berkarier seperti kebanyakan orang. Kesuksesan anak berkebutuhan khusus didukung oleh keyakinan diri dalam memilih karier yang dikenal dengan istilah self efficacy dalam pilihan karier. Self Efficacy dalam pilihan karier merupakan keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk memilih, menentukan, dan mengambil keputusan pekerjaan yang akan ditekuninya dan mampu memprediksi seberapa besar usaha yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut. Berangkat dari fenomena kesuksesan yang pernah di raih oleh anak berkebutuhan khusus, maka penelitian ini difokuskan pada bagaimana gambaran self efficacy dalam pilihan karier anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Empat siswa berkebutuhan khusus (autis dan tunarungu) menjadi subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi dan member check. Kemudian data dianalisis dengan deskriptif. Hasil penelitian ini, tiga siswa berkebutuhan khusus memiliki self efficacy tinggi dalam pilihan karier. Mereka memiliki sikap tegas dalam memilih, yakin untuk sukses, dan ulet dalam berusaha. Sedangkan seorang siswa berkebutuhan khusus memiliki self efficacy yang cukup dalam pilihan kariernya. Dia ulet dalam berusaha namun kurang tegas dalam memilih karier, kurang yakin dapat mencapai kesuksesan dan belum memiliki rencana yang jelas. Hal ini disebabkan oleh kurangnya informasi yang dia miliki terkait studi lanjutan dan dunia kerja serta masih bergantung dengan orangtua. Self efficacy dalam memilih karier empat siswa berkebutuhan khusus bersumber dari pengalaman keberhasilan dan pencapaian prestasi serta persuasi verbal. Selain itu, siswa berkebutuhan khusus memaknai self efficacy dalam pilihan karier itu penting, untuk dapat mewujudkannya mereka harus yakin dengan kemampuan yang dimiliki, tidak ragu dengan pilihannya, berusaha dengan sungguh-sungguh dan mencari informasi tentang karier yang diinginkan. Saran dari hasil penelitian ini, kepada konselor sekolah hendaknya memberikan layanan informasi terkait studi lanjutan dan dunia kerja kepada seluruh siswa berkebutuhan khusus karena hal itu penting untuk bekal mereka di masa depan dan diharapkan konselor sering melakukan komunikasi dengan orangtua siswa. Untuk peneliti lanjut dengan kajian serupa dapat meneliti penyandang disabilitas yang lain sehingga dapat menemukan gambaran dan sumber self efficacy dalam pilihan karier yang berbeda.

A Study of the edited writing skill development of the first year English Department students of IKIP Sanata Dharma / oleh Francis Borgias Alip

 

Hubungan antara pengenalan kohesi dan koherensi paragraf dengan kemampuan membaca pemahaman oleh pembelajar Bahasa Inggeris / oleh Tagor Pangaribuan

 

Hubungan antara faktor sikap dan pengetahuan materi kebahasan dengan kemampuan membaca dalam bahasa Inggris siswa kelas III SMA Negeri di Kota Madya Ujung Pandang / oleh Abd. Hamid Abbas

 

Kemampuan membaca bahasa Inggris tenaga edukatif non-bahasa Inggris di Universitas Riau / oleh Danifil

 

Advance organizers dan kamus sebagai bantuan bagi mahasiswa dalam memahami isi bacaan berbahasa Inggris / oleh Z. A. Dhani

 

Prosedur atas program pospay pada PT Pos Indonesia Kantor Cabang Blitar / Dewi Pramista Rahmania

 

ABSTRAK Pramista Rahmania, Dewi. 2015. Prosedur Atas Program PosPay Pada PT Pos Indonesia Kantor Cabang Blitar. Tugas Akhir, Program Studi Diploma Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing Nujmatul Laily, S.Pd., M.SA. Kata Kunci : Prosedur Atas Program PosPay. PosPay adalah layanan online payment point untuk melakukan transaksi pembayaran tagihan, setoran dan penarikan tabungan dengan mitra kerja PT Pos Indonesia. Jasa baru ini, memerlukan beberapa strategi untuk menarik pelanggan. Salah satu strateginya yaitu layanan PosPay. Prosedur adalah suatu urutan langkah-langkah pemrosesan data atau urutan kegiatan ynag melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam terhadap suatu transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang. Teknik pengumpulan data dalam penulisan tugas akhir ini adalah wawancara, dokumentasi, observasi. Tugas akhir ini bertujuan untuk (1) mengetahui prosedur operasional tiap jabatan yang terkait dengan program PosPay yang dimiliki PT Pos Indonesia kantor cabang Blitar (2) mengetahui pemecahan masalah jika terjadi kesalahan dari sistem yang dimiliki PT Pos Indonesia kantor cabang Blitar. Metode pemecahan masalah yang digunakan adalah dengan menganalisis data mengenai prosedur operasional dari tiap jabatan yang terkait serta mengevaluasi cara penanganan masalah jika terjadi kesalahan pada program PosPay. Dengan memperhatikan hasil yang diperoleh diatas, PT Pos Indonesia dianjurkan untuk menyempurnakan aplikasi dan menambahkan mitra kerja baru untuk mewujudkan pelayanan yang terbaik kepada para konsumennya agar tidak tersaingi oleh perusahaan lain yang juga bergerak dalam bidang yang sama.

Aplikasi e-commerce di toko pakaian / I Wayan Agus Ardana

 

ABSTRAK Ardana, I Wayan Agus. 2015. Aplikasi E-Commerce di Toko Pakaian. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Aji Prasetya Wibawa, S.T., M.M.T., Ph.d. (II) M. Zainal Arifin, S.Si., M.Kom. Kata Kunci : E-Commerce, Sistem Informasi, PHP, MySql, ERD DFD, XAMMP Kemajuan teknologi di bidang komputer, memegang peranan penting dalam teknologi informasi. Dalam jaringan internet akan didapatkan informasi yang diinginkan dengan cepat, tepat, mudah dan dapat didayagunakan secara maksimal. Melakukan transaksi secara online adalah salah satu jenis kemudahan yang di suguhkan dalam dunia internet. Dapat dilakukan oleh siapapun, dimanapun dan kapanpun selama terhubung dengan jaringan internet. Aplikasi E-Commerce yang dirancang dalam tugas akhir menggunakan bahasa pemrograman php, sistem database MySql dan web server localhost XAMMP. Metode perancangan dilakukan dengan membuat data flow diagram (DFD) dan entity relationship diagram (ERD), yang meliputi perancangan interface member dan admin, database, serta konektivitas antara interface dengan database. Hasil yang dicapai adalah suatu aplikasi e-commerce pengelolaan toko pakaian online yang dapat memberikan kemudahan-kemudahan dalam hal pelayanan terhadap konsumen dan memperluas jangkauan pasar. Kesimpulannya adalah dengan aplikasi ini dapat mengembangkan sistem informasi berbasis teknologi informasi yang dapat membantu toko online menyampaian informasi dengan baik, meningkatkan kepercayaan terhadap pelanggan, serta memberikan rasa aman untuk melakukan sebuah transaksi. Sehingga dengan data yang ada (jumlah member, jumlah transaksi, pembatalan transaksi, data produk, dll.) dan tata kelola yang benar dapat merencanakan pengembangan kedepannya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi prediksi kemampuan membaca bahasa Inggris siswa SMA / oleh Soekemi

 

Pengaruh pelatihan kerja (training) terhadap produktivitas kerja karyawan: studi pada karyawan Departemen Maintenance PT. Sorini Corporation Tbk. di desa Ngerong, Pasuruan oleh Ekawati Sri Wulandari

 

sumber daya manusia dalam organisasi atau dalam hal ini perusahaan merupakan salah satu aset berharga bagi perkembangan organisasi. Dikatakan sebagaai setb erhargak, arenas umberd ayam anusiay angd imiliki olehp erusahaan itulah yang nantinyaa kanm enentukana pakahp erusahaana kanb erkembangp ssat ataur nalaf,m engalamki emunduranO. leh karenai tu, banyakm anajerp erusahaan yang memprioriLskanp arak aryawannyad an sebisam ungkinm emperlakukannya h"ngun bait<. satatr satu bentuk perhatian terhadap karyawan adalah dengan mengikufertakan mereka di dalam pelatihan. Melalui pelatihan karyawan akan tn"njuai lebih terampil dan berkembangle bih cepat sertab ekerjal ebih efisien' Selaini tu,j uga dapatm eningkatkapnr oduktivitask erja karyawan' Penelitian tentang pengaruh pelatihan kefa terhadap produltivitas kerja karyawan ini dilakukan di PT. Sorini Corporation Tbk., khususnya pada karyawan DepartemenM aintenance.A spek/faktor-faltor yang akan diteliti adalah-mengenai metode-metodyea ngd ipakai,y angm eliputi metodeo n TheJ ob dano f TheJ ob. Kemudian faktor-faktor lainnya adalah mengenai kemampuan pelatih dan sasaran pelatihan. Departemen Maintenance memegang peranan perrting dalam perusahaank, aiena departemeni nilah yang paling bertanggungj awab apabila terjadi kerusakanp adam esin-mesinp abrik. Tujuan penelitian ini adalahu ntuk mQndeskripsikanfa klor-faktor apakah dari pelatihany ang berpengaruhte rhadapp roduktivitas kerja karyawan.S elaini tu juga untuk -ingJtrttui apakah terdapat perbedaan rata-rata produktivitas ke4'a tuiyu*un sebelum dan sesudah pelatihan. Oleh karena itu, penelitian ini digolongkans ebagaip enelitiane xplanatory( penjelasan)y aitu.p enelitiany ang rnJnyot6ti hubungan-hubungana ntara variabel-variabel penelitian dan menguji hipotesis yung t"1uh dirumuskans ebelumnyaA. dapun jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang, yaitu semua karyawan yang ada di Departemen Main'tenance. Metode yang dipakai untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah dengan metode angket dimana responden diberikan p€rtanyaan-pertanyaan yang berhubungand engana speky ang diteliti, yaitu mengenaim etode-metode petatitrank, emampuapne latihd ans asaranp elatihanS. elaini tu juga dengante knik dokumentasyi,a itu pengambiladna tad ari perusahaadna lamh al ini datam engenai produktivitas kerja karyawan yang berupa form penilaian prestasi kerja. Analisis data menggunakanR egresi Linier Bergandad engan metode stepwise. Metode stepwise digunakan untuk mengetahui variabel bebas yang manakahy angs ecaraii gnintun mempengaruhvia riabelt erikat.S ehinggaa pabila terdapat variabel yang tidak signifikan secara otomatis akan dikeluarkan dari model persamaan regresi. selain menggunakan analisis regresi, juga menggunakana nalisis ()ompare Means (paired Sample r'-I'est). Analisis ini dipergunakanu ntuk mencaria pakaht erdapatp erbedaanra ta-ratay ang signifikan antarap roduktivitask e{a karyawans ebelumd ans esudahp elatihan. Hasil analisisr egresi diketahui bahwa faktor yang berpengaruha dalah sasaranp elatihan,y aitu dengann ilai probabilitas0 ,031 (< 0,05). Hal ini berarti bahwa apabila sasaran dalam pelatihan tercapai, maka produktivitas kerja karyawan akan meningkat. Sedangkan dari hasil anarisii Compare Means diketahuib ahwat erdapatp erbedaanra ta-ratayangs ignifikana ntarap roduktivitas kefa karyawans ebelumd an sesudahp elatihan.I ni terbukti aari nitai rata-rata produktivitass ebelump elatihans ebesar3 27,67 dan sesudahp elatihans ebesar 373,37.K emudiand ari hasil korelasid iperoreha ngkas ebesa*0 ,296d engann ilai probabilitas 0,000 yang berarti bahwa korelasi antara keduanya adalah kuat (0,796>0,5d) ans ignifikan( 0,000<0,05). Faklor-faktorl ainnya sepertim etodep elatihand an kemampuanp elatih temyatat idak berpengaruhte rhadapp roduklivitask erja karyawan.H al ini dapat dilihat dari nilai probabilitas metode petatihan sebesar 0,997 dan kemampuan pelatih sebesar0 ,114. Metode pelatihan tidak berpengaruhk arena sebagian respondenm enyatakanb ahwa metode yang dipakai dalam perusahaank urang mampum endukungp ekerjaanm ereka.S elaini tu metodey angd ipakaij uga masih sangat terbatas. sedangkan untuk variabel kemampuan pelatih, ilasannya adalah karena munculnya perbedaan persepsi antara karyawan iebagai peserta pelatihan. Karyawand engant ingkat produktivitas tinggi menganggapb ahwa pelatih kurang bagus, sedangkan yang tingkat produktivitasnya- r"ndui menganggap bahwa pelatih sudah bagus. Berdasarkank ondisi tersebut,m aka diajukan saran-saranb agi perusahaan yryrti _pengembangajenn is metodep elatihany ang dipakai. sehingga,d engan begitu karyawan tidak akan m€rasa bosan dengan metode pelatihanlang rerap ataum onoton.S elain itujuga disarankana garp erusahaanm elakukanp erenc€uraan pelatihans ecarae feltif denganm emperhatikanp rinsipprinsip pelatihany ang juga memperhitungkana danyap erbedaan-perbedaainna lviau. 'sedangkan untuk sasaran pelatihan disarankan agar perusahruu mampu memaksimalkanny4 misalnya dengan membuka peluang promosi yang lebih lebar bagi para karyawannya. Dengan demikian, faktor sasaran pelatihan akan memberikan kontribusiy angl ebih besarb agip roduktivitask e{a karyawan

Peran pengetahuan pembaca tentang topik bacaan dalam proses pemahaman teks bacaan bahasa Inggris / oleh Soebowo Tjitrowidjojo

 

Keberhasilan belajar terjemahan Inggris-Indonesia melalui teori terjemahan Nida yang dimodifikasikan sebuah studi kasus / oleh Wuri Soedjatmiko

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 |