Isolasi dan identifikasi kapang endofit dalam rimpang temu giring (Curcuma heyneana Val. & van Zijp) sereta analisis secara kuantitatif terhadap metabolit sekunder yang dihasilkan / Indriana Rahmawati

 

ABSTRAK Rahmawati, Indriana. 2015. Isolasi dan Identifikasi Kapang Endofit dalam Rimpang Temu Giring (Curcuma heyneana Val. & van Zijp) Serta Analisis secara Kuantitatif terhadap Metabolit Sekunder yang Dihasilkan. Skripsi, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd, (II) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si, M.Si. Kata Kunci: kapang endofit, rimpang temu giring, metabolit sekunder Tanaman temu giring merupakan tanaman berkhasiat obat. Rimpang temu giring mengandung metabolit sekunder yang bersifat antimikroba antara lain alkaloid, flavonoid, terpenoid, dan fenol. Beberapa spesies kapang endofit hidup dalam jaringan berbagai jenis tanaman. Kapang endofit berpotensi menghasilkan metabolit sekunder yang sama dengan tanaman inangnya, sehingga isolasi metabolit sekunder dapat dilakukan dari kultur kapang endofit penghasilnya, di samping dengan cara ekstraksi rimpang temu giring. Penelitian ini bertujuan untuk 1) isolasi dan identifikasi kapang endofit dalam rimpang temu giring, 2) mengobservasi secara histologik letak kapang endofit dalam jaringan rimpang temu giring, dan 3) menganalisis secara kuantitatif terhadap metabolit sekunder yang dihasilkan oleh kapang endofit dalam rimpang temu giring. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif yang dilaksanakan pada September 2014-April 2015 di Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang dan di Laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Malang. Rimpang temu giring yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari lahan UPT Materia Medica Batu. Isolasi dan identifikasi dilakukan dengan cara menginokulasikan secara aseptik potongan rimpang temu giring pada medium Czapek Agar, kemudian diinkubasikan pada suhu 25-27oC selama 7x24 jam, selanjutnya identifikasi dilakukan dengan pengamatan morfologi dan mikroskopis koloni kemudian dirujukkan pada buku kunci identifikasi jamur untuk menentukan nama-nama spesies kapang endofit. Observasi histologik letak kapang endofit dilakukan dengan pembuatan preparat irisan rimpang temu giring kemudian diamati dengan menggunakan mikroskop cahaya. Metabolit sekunder diperoleh dari supernatan hasil kultur cair kapang endofit dalam medium Czapek cair yang diinkubasikan pada suhu ruang (26-27oC) dengan pengocokan berkecapatan 120 rpm selama 7x24 jam, setelah itu metabolit sekunder dianalisiskan secara kuantitatif dengan menggunakan metode spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) terdapat 5 spesies kapang endofit yang berhasil diisolasi dari rimpang temu giring yaitu Fusarium sporotrichioides, Aspergillus versicolor, Aspergillus terreus, Fusarium oxysporum, dan Cladosporium sphaerospermum, 2) miselium kapang endofit terletak di sel-sel parenkim pada jaringan korteks rimpang temu giring, 3) setiap spesies kapang endofit rimpang temu giring mampu menghasilkan metabolit sekunder yang dianalisiskan yaitu kadar alkaloid berkisar antara 0,31-0,84 g/L, flavonoid berkisar antara 0,70 – 2,30 g/L, terpenoid berkisar antara 0,02 - 0,07 g/L, dan fenol berkisar antara 1,97 – 5,75 g/L.

Studi kontribusi kemampuan penalaran formal terhadap prestasi belajar kimia siswa-siswa kelas II A1 dan IIA2 SMA Negeri Kodya Surabaya tahun ajaran 1987-1988 / oleh Radjawaly Usman Rery

 

Kajian spesies dan distribusi pyrops di kawasan prevab Taman Nasional Kutai Kalimantan Timur / Ellyn Ghaty

 

ABSTRAK Ghaty, Ellyn. 2015. Kajian Spesies dan Distribusi Pyrops di Kawasan Prevab Taman Nasional Kutai Kalimantan Timur. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M.Si., (II) Drs. H. Agus Dharmawan, M.Si. Kata Kunci: Identifikasi, Fulgoridae, Pyrops, Distribusi, Prevab, Kalimantan Timur. Pyrops merupakan serangga termasuk famili dari Fulgoridae. Pyrops berperan sebagai serangga herbivor. Pyrops di wilayah Kalimantan sebenarnya terdapat banyak spesies, namun terdapat titik-titik wilayah tertentu khususnya Prevab yang belum pernah di teliti sebelumnya. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui jenis Pyrops, perilaku Pyrops, distribusinya di Kawasan Prevab Taman Nasional Kutai Kalimantan Timur dan mengetahui hubungan abiotik dengan kelimpahan Pyrops. Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2015. Pengamatan Pyrops dilakukan secara visual di sepanjang daerah 3 plot yang telah ditentukan. Metode yang digunakan adalah Stratified sampling. Spesimen Pyrops di identifikasi dilakukan pada bulan maret 2015 di Laboratorium Entomologi LIPI Bogor. Pengukuran faktor abiotik meliputi suhu, kelembapan udara, dan kecepatan angin yang dilakukan pada saat pengamatan dan penangkapan Pyrops. Hasil penelitian didapatkan 2 jenis Pyrops yang ada di Prevab TNK Kaltim yaitu Pyrops sultana dan Pyrops whiteheadi. Pola distribusi untuk spesies ini adalah teratur atau merata di setiap plot yang diamati. Selain itu, ditemukan 7 pohon yang menjadi foodplant dari Pyrops yaitu pohon Sengkuang, Pohon Ringin, Pohon Kenanga, Pohon Nephlium, Pohon Laban, Pohon bayur dan Pohon Medang. Setiap pohon yang diamati memiliki ketinggian hingga 12 meter. Berdasarkan hubungan ketinggian terhadap kelimpahan diperoleh bahwa ketinggian 5 sampai 8 meter yang kelimpahannya tertinggi dan tidak ada korelasi antara faktor abiotik dengan kelimpahannya.

Profilseni hias damar kurung mbah Masmundari Kabupaten Gresik oleh Abdul Kholiq

 

Pengaruh natto kedelai hitam (Glycine soja L.) terhadap kadar Malondialdehid (MDA) hepar mencit yang diinduksi diet tinggi lemak / Yunita Ery Kartika Putri

 

ABSTRAK Putri, Yunita,E.K., 2015. Pengaruh Natto Kedelai Hitam (Glycine soja L.)terhadap Kadar Malondialdehid (MDA) HeparMencityang Diinduksi Diet TinggiLemak. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Susilowati, M.S, (II) Dra. Sri Rahayu Lestari, M.Si. Kata Kunci: Nattokedelai hitam, diet tinggi lemak, malondialdehide (MDA) Makanan tinggi lemak merupakanmakanan dengan kandungan protein, lemak, gula, dan garamrelatif tinggi. Makanan tinggi lemak meningkatkan lipogenesis dan pembentukan asam lemak bebas.Asam lemak bebas akan meningkatkan kadar trigliserida dan meningkatkan kadar Low Density Lipoprotein (LDL). Peningkatan kadar LDL memicu terbentuknya radikal bebas/ reactive oxygen species (ROS)yang akan mengikat lipoprotein LDL dan membentuk lipid peroksida yangmenghasilkan produk berupa malondialdehide (MDA). Peroksidasi lipid dapat dikurangi dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung antioksidan. Isoflavon pada kedelai merupakan antioksidan alami yang bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh natto kedelai hitam terhadappenurunan kadar MDA hepar mencit induksi diet tinggi lemak.Parameter yang digunakan dalam penelitian yaitu kadar malondialdehide (MDA)akhir perlakuan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi Sub. LabFisiologi Hewan Universitas Negeri Malang dan Sub. Laboratorium Faal Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, pada bulan November 2014-Januari 2015.Hewan coba yang digunakan adalah mencit jantan galur swiss umur 7 minggu dengan berat ±30 gramdengan diberi pakan tinggi lemak.Mencit dibagi secara acak ke dalam lima kelompok perlakuan (kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan dengan konsentrasi200 mg/mL, 400 mg/mL, 800 mg/mL) dengan lima kali ulangan. Ekstrak nattodiberikan secara sonde lambung setiap hari. Pada minggu ke-4 perlakuan, mencit dibedah kemudian organ hepar diambil.Kadar MDA diukur menggunakan teknikThiobarbituric AcidReactive Substance(TBARS) menggunakan spektrofotometerλ 532 nm. Data kadar MDA dianalisis menggunakan Anava tunggal. Hasilpenelitian menunjukkanbahwaada pengaruh pemberian natto kedelai hitam terhadap ketigakelompokperlakuan bila dibandingkan dengan kelompok kontrol positif (p<0,05). Natto konsentrasi 200 mg/mL memiliki kemampuan optimum dalam menurunkan kadar MDAhepar mencit induksi diet tinggi lemak.

Hasil belajar Bahasa Inggris siswa SMA Negeri Medan yang melakukan kegiatan usaha ekstra / oleh Viator Lumban Raja

 

Pengaruh natto kedelai hitam (Glycine soja L.) terhadap jumlah foam cell dan ketebalan dinding aorta mencit model aterosklerosis / Qori Nurhalida

 

ABSTRAK Nurhalida, Qori. 2015. Pengaruh Natto Kedelai Hitam (Glycine soja L.) terhadap Jumlah Foam Cell dan Ketebalan Dinding Aorta Mencit Model Aterosklerosis. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj.Susilowati, M.S, (II) Dra. Sri Rahayu Lestari, M.Si. Kata Kunci: natto kedelai hitam, foam cell, ketebalan dinding aorta, aterosklerosis Aterosklerosis merupakan penebalan dan pengerasan dinding arteri yang disebabkan oleh penumpukan LDL(Low Density Lipoprotein) dalam darah. Penumpukan LDL dapat memicu disfungsi endotel dan terbentuknya foam cell pada tunika intima. Foam cellbersama proliferasi miosit dapat menyebabkan penebalan dinding aorta dengan terbentuknya fibrous plaque. Pencegahan terjadinya aterosklerosisdapat dilakukan dengan memberikan makanan tinggi antioksidan. Natto kedelai hitam mengandung senyawa aktif isoflavon yang mengandung aktivitas antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh natto kedelai hitam terhadap jumlah foam cell dan ketebalan dinding aorta pada mencit model aterosklerosis. Penelitian dilakukan diLaboratorium Biologi, Sub Laboratorium Fisiologi Hewan Universitas Negeri Malang, pada bulan November 2014 - Januari 2015. Objek yang digunakan adalah mencit Swiss jantan umur 7 minggu denganberatbadan± 30 gram. Mencit dibagi secara acak ke dalam lima kelompok perlakuan (tanpa diet aterogenik, diet aterogenik tanpa natto kedelai hitam, diet aterogenik + konsentrasi 200 mg/ml, diet aterogenik + konsentrasi 400 mg/ml, diet aterogenik + konsentrasi 800 mg/ml) dengan lima kali ulangan. Mencit diberikan diet aterogenik dan natto kedelai hitam secara bersamaan selama 4 minggu. Pemberian ekstrak natto dilakukan secara oral perhari. Pada akhir perlakuan, mencit dibedah untuk diambil organ aorta, dan dibuat preparat irisan melintang dengan pewarnaan HE (Hematoxylin Eosin). Preparat akan diamati untuk mengetahui jumlah foam cell dan ketebalan dinding aorta. Data jumlah foam cell dan ketebalan dinding aorta dianalisis menggunakan Anava tunggal. Hasil analisis statistik menunjukkan ada pengaruh natto kedelai hitam terhadap penurunan jumlah fam cell dan ketebalan dinding aorta mencit model aterosklerosis dengan konsentrasi yang paling optimum adalah 400 mg/ml.

Hubungan antara sikap kepala sekolah terhadap akreditasi dengan intensitas pembinaannya terhadap guru SMA Swasta di Kabupaten Minahasa dan Kotamadya Manado / oleh Jobby W.A. Nelwan

 

Studi tentang bentuk dan fungsi pertanyaan dalam interaksi kelas Bahasa Indonesia dan dalam interaksi keluarga / oleh A.H. Rofi'uddin

 

Speech act utterances in the dialogues of senior high school text books / by K. Sullam Taufik

 

Proses interaksi berfikir dalam pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) siswa kelas VIII b semester II SMPN 1 Malang / Prima Adityastuti Susanti

 

Kata kunci: proses interaksi berpikir, numbered heads together (NHT) Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Agar proses pembelajaran lebih bermakna dan bervariasi maka perlu diterapkan metode pembelajaran kooperatif. Meskipun pembelajaran kooperatif telah banyak dilakukan, namun belum dianalisis proses terjadinya interaksi berpikir siswa ketika diskusi berlangsung. Analisis interaksi berpikir diperlukan untuk mengetahui bagaimana siswa mengonstruksi pengetahuan melalui interaksi dengan siswa yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses interaksi berpikir siswa dalam mengonstruksi rumus luas permukaan dan volume limas serta memecahkan masalah yang berkaitan dengan materi tersebut pada pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT). Pelaksanaan penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Malang. Subjek penelitian adalah 4 siswa dari kelas VIII B yang memiliki kemampuan berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Terdapat tiga tahap dalam pengambilan data. Pertama, peneliti melakukan wawancara dengan subjek sebelum diadakan pembelajaran. Kedua, peneliti merekam pembicaraan subjek pada kegiatan heads together. Terakhir, peneliti melakukan wawancara dengan subjek setelah diadakan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kegiatan heads together terjadi interaksi multiarah antar anggota kelompok serta LKS sebagai media pembelajaran. Siswa berkemampuan tinggi berinteraksi dengan memberikan bantuan kepada teman diskusinya dan kadang juga menerima pengetahuan dari siswa berkemampuan sedang dalam menyelesaikan masalah. Siswa berkemampuan sedang cenderung seimbang antara bertanya dan menjawab pertanyaan. Sedangkan siswa yang berkemampuan rendah cenderung pasif dan berinteraksi dengan teman diskusinya hanya untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dimengerti. Penelitian ini masih terbatas pada pembelajaran kooperatif tipe NHT dan pada materi luas permukaan dan volume limas, oleh karena itu masih perlu diadakan penelitian lagi tentang proses interaksi berpikir siswa dengan metode pembelajaran dan konsep matematika lainnya. Selain itu perlu diperhatikan juga interaksi siswa dengan guru atau interaksi siswa dengan siswa lain dalam kelompok yang berbeda.

Developing a prototype animated interactive CD to teach reading comprehension for seventh graders of Junior High School / Rizky Hadi Intan Prasasty

 

Key Words: Bentuk Dasar Animasi, CD Interaktif, dan Pemahaman Bacaan. Pembelajaran ini berhubungan dengan produksi bentuk dasar animasi CD Interaktif sebagai sebuah media untuk mengajar pemahaman bacaan di kelas tujuh sekolah menengah pertama (SMP). Pembelajaran ini adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D). Metode ini terdiri dari beberapa urutan, dinamakan: mengenali sasaran, melaksanakan analisis kebutuhan, mengembangkan produk, pengesahan ahli, pengesahan guru, revisi berdasarkan pengesahan ahli dan pengesahan guru, percobaan produk, revisi berdasarkan percobaan,dan yang terakhir adalah produk akhir.Subjek dari pembelajaran ini adalah 43 siswa kelas 7H SMPN 18 Malang tahun ajaran 2012/2013. Instrumen-instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuisioner analisis kebutuhan, panduan wawancara dan kuisioner percobaan produk. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk membantu siswa dalam membangun kemampuannya dalam pemahaman bacaan. Dengan menggunakan CD ini, peneliti mencoba untuk mengatasi masalah yang dijumpai oleh siswa di pemahaman bacaan. Ini dikarenakan banyak siswa enggan untuk meningat kosakata dan mereka juga menyadari bahwa membaca adalah kegiatan yang membosankan. Mereka juga berpendapat bahwa mereka kurang tertarik untuk memahami bacaan. Tetapi, mereka menyadari bahwa membaca sangatlha penting. Kombinasi gambar-gambar, teks, dan bentuk dasar animasi diharapkan dapat memandu siswa dalam mengakui teks teks tertentu. Hasil dari pembelajaran ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tertarik dengan CD interaktif ini.Di dalam kuisioner percobaan produk, 57% siswa sangat setuju bahwa CD interaktif ini menarik. Selain itu, 47% siswa setuju bahwa CD interaktif ini sangat membantu dalam pemahaman teks Bahasa Inggris. CD interaktif dirancang untuk membuat siswa-siswa aktif dan kreatif. Selama masa percobaan produk, siswa-siswa menikmati proses belajar mengajar. Hal ini dapat dibuktikan di dalam kuisioner siswa. Secara keseluruhan, produk penelitian dan pengembangan ini adalah media yang baik. Selain itu, pembelajaran ini diharapkan dapat berguna utuk guru bahasa inggris, siswa, dan peneliti selanjutnya.

Penerapan pembelajaran TGT berbasis tahapan Newman untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika bagi siswa kelas XI-MIA-3 SMAN 1 Kejayan Pasuruan / Ayu Anita Sari

 

ABSTRAK Sari, Ayu Anita. 2016. Penerapan Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Berbasis Tahapan Newman Untuk Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika bagi Siswa Kelas XI-MIA-3 SMAN 1 Kejayan. Skripsi, Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing :Prof. Dr. Cholis Sa’dijah M.Pd Kata kunci : Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT), Tahapan Newman, Kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita matematika. Berdasarkan hasil observasi awal pada kelas XI-MIA-3 menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami masalah dalam menyelesaikan soal cerita, siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajan dan siswa dengan kemampuan tinggi cenderung bersikap individual. Hal ini dikarenakan guru jarang memberikan soal cerita dan hanya menyajikan soal biasa (bukan soal cerita). Guru juga jarang menggunakan pembelajaran yang inovatif yang dapat membuat siswa antusias dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu perlu adanya pembelajaran yang dapat mengatasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika, menumbuhkan kerjasama kelompok dan pembelajran yang menyenangkan, salah satu melalui penerapkan Pembelajaran TGT Berbasis Tahapan Newman. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika menggunakan model pembelajaran TGT berbasis tahapan Newman. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap 2015/2016 pada siswa kelas XI-MIA-3 SMAN 1 Kejayan.Jumlah siswa pada kelas tersebut adalah 27 siswa, dengan 12 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki. Instrumen yang digunakan peneliti untuk mengetahui persentase banyaknya siswa yang dapat menyelesaikan soal cerita ialah LKS, game dan tes akhir siklus. Dari nilai awal siswa yang didapatkan dari tes awal didapatkan hasil persentase siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah beturut-turut 18,5%, 29,6%, 51,6%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I persentase siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah berturut-turut adalah 29,6%, 48% dan 22,4%. Ternyata hasil ini masih belum sesuai dengan kriteria keberhasilan penelitian sehingga perlu dilakukan siklus II dan memperbaiki kelemahan-kelemahan pada siklus I. Setelah dilakukan tindakan pada siklus II persentase siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah berturut-turut adalah 40,1%, 51% dan 9,9% Pembelajaran TGTBerbasis tahapan Newman yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika, yaitu diawali dengan presentasi kelas, kemudian siswa belajar secara berkelompok dengan mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS). Setelah waktu mengerjakanLKS selesai, guru memilih salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil pengerjaan LKS. Selanjutnya dilaksanakan game turnamen dengan menggunakan peta yang ditayangkan dalam tayangan power point, setelah game selesai dilakukan pengecekan jawaban game dan penghitungan skor team, yang dilanjutkan dengan penghargaan kelompok dan refleksi.

Hubungan antara pelibatan anggota, relevansi program dan motivasi anggota dengan keberhasilan kejar usaha di Kotamadya Daerah Tingkat II Ambon, Propinsi Daerah Tingkat I Maluku / oleh Hatapayo Syam

 

Structured repetition and its effect on vocabulary learning achievement a technique of teaching vocabulary applied at IKIP Sanata Dharma / by P.G. Purba

 

Pengaruh perputaran piutang dan persediaan terhadap return saham melalui Return On Investment pada perusahaan manufaktur yang listing di BEi periode 2007-2009 / Ratna Suliyantiningtias

 

Kata kunci: Perputaran Piutang, Perputaran Persediaan, Return Saham, Return On Investment Sumber pembiayaan perusahaan tidak hanya berasal dari dalam perusahaan itu sendiri, namun perusahaan juga harus mencari sumber pembiayaan dari luar perusahaan salah satunya dengan penjualan saham. Timbal balik perusahaan terhadap investor adalah dengan memberikan return atas investasi tersebut. Apabila keadaan perusahaan mengalami goncangan maka return yang diterima oleh investor akan ikut berpengaruh. Motif investor menanamkan modalnya dalam bentuk saham adalah untuk mendapatkan nilai tambah dalam usahanya yang berupa return saham. Tujuan penelitian ini yaitu Untuk mengetahui: (1)kondisi return saham, perputaran piutang, perputaran persediaan, dan return on invesment pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2007-2009, (2)pengaruh perputaran piutang terhadap return saham, (3)pengaruh perputaran persediaan terhadap return on invesment (4)pengaruh perputaran piutang terhadap return saham, (5)pengaruh perputaran persediaan terhadap return saham, (6)pengaruh return on invesment terhadap return, (7)pengaruh langsung maupun pengaruh tidak langsung langsung perputaran piutang terhadap return saham melalui, (8)pengaruh secara langsung maupun tidak langsung langsung perputaran persediaan terhadap return saham melalui ROI. Variabel dalam penelitian ini menggunakan perputaran piutang, perputaran persediaan, return on investment dan return saham. Sedangkan populasi yang digunakan yaitu pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2009. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mendokumentasikan berupa, laporan keuangan yang dipublikasikan dari data sekunder yang diterbitkan dari Pusat Data Bisnis Universitas Negeri Malang dan Website Bursa Efek Indonesia. Teknik analisi yang digunakan menggunakan teknik analisis path. Penelitian menunjukkan bahwa (1)perputaran piutang berpengaruh positif terhadap ROI, (2)perputaran persediaan tidak berpengaruh terhadap ROI. (3)perputaran piutang berpengaruh positif terhadap return saham, (4)perputaran persediaan berpengaruh positif terhadap return saham, (5)ROI berpengaruh positif terhadap return saham,(6)terdapat pengaruh langsung maupun pengaruh tidak langsung perputaran piutang terhadap return saham melalui ROI, (7)terdapat pengaruh langsung perputaran persediaan terhadap return saham, tetapi melalui ROI tidak terdapat perngaruh tidak langsung pada perusahaan manufaktur yang go public periode 2007-2009 Dari disarankan bagi perusahaan manufaktur yang dijadikan sampel pada penelitian ini hendaknya lebih memperhatikan lagi pengelolaan terhadap asset-aset yang dimiliki. Apabila kinerja perusahaan sudah mulai menurun, hendaknya perusahaan lebih cermat menganalisis faktor-faktor apa saja yang mengakibatkan kinerja tersebut menjadi menurun karena hal tersebut akan berdampak pula pada kesejahteraan para pemegang saham. Pihak manajemen hendaknya juga hasil penelitian memperhatikan kondisi di luar perusahaan, seperti para pesaing, kondisi pasar, dan faktor ekstern yang bisa berdampak pada kinerja perusahaan. Pada penelitian ini terdapat variabel yang tidak berpengaruh terhadap variabel lainnya, hal ini diduga terdapat faktor makro di luar variabel penelitian yang mempengaruhi investor dalam mengambil keputusan tanpa memperhatikan struktur modal perusahaan, misalnya Kondisi Fundamental Emiten, Hukum Permintaan dan Penawaran, Tingkat Suku Bunga (SBI), Valuta Asing, Dana Asing di Bursa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), News and Rumor

Pemilihan bahasa dalam masyarakat tutur pesantren Babusalam di Kebonsari Madiun oleh Uswatul Khasanah

 

Masyarakat pesantren Babussalam merupakan masyarakat tutur yang terbentuk karenak esamaank epentingany, aitu pendalamana gama Islam. Dalam pesantrenit u ditemukan pemakaian bahasa lebih dari satu, yaitu bahasa Arab, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia. Dengan demikian, masyarakat tutur pesantren adalah masyarakat bilingual.S ituasik ebahasaadne mikianm embuat santri melakukanp emilihanb ahasa. Hal ini dipengaruhi pula oleh adanya kontak bahasa. Berdasarkan latar belakang situasi penggunaan bahasa tersebut, maka penelitan ini dilakukan dengan rumusan masalah dan tujuan: (l) kebiasaan berbahasa lisan masyarakat tutur pesantren babussalam dan (2) fahor-faktor yang mempengaruhi pemilihanb ahas4o lehs antriB abussalam. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan penelitian deskriptif kualitatif Pertimbangan penggunaan pendekatan tersebut adalah sebagai berikut. Pertama, penelitian ini menggunakan latar alamiah. Kedua, penelitian ini berusaha mendeskipsikan pemakaian bahasa yang terjadi pada santri Babussalam dengan cara mencarid ata kebahasaanK. etiga, penelitian ini mementingkanp rosesp emilihan bahasa oleh santri Babussalam. Keempa.t, setelah diperoleh data, peneliti mencari tingkat keajegan dan kejenuhan data. Kelima, peneliti memfokuskan pada makna dari setiap gejalay angt imbul selamap enelitianb erlangsung. Data dalam penelitian ini terdiri atas data angket dan data berupa adegan tutur. Sumber data (subjek penelitian) dan sekaligus responden adalah sanfri putri Babussalam. Sumberd ata dalam penelitiani ni berjumlah5 8 santri. Pengumpuland ata dilakukan dengan metode observasi berperan serta (observer participant). Hal ini didasari pertimbangan(a ) peneliti mengambild ata secaral angsungd ari sumberd at4 G) peneliti dapat menginterpretasikand ata secaral angsungd ata sesuaid enganp engetahuand asar yang telah dimiliki, dan (c) peneliti dapat melihat dan mengamati sendiri kemudian mencatat perilaku dan kejadian. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung (observasi), rekaman dan catatan lapangan dan angket tertutup pilihan bergandaU. ntuk menjagak eabsahand ata dilakukan kegiatanp erpanjangank eikutsertaan, ketekunanp engamatant,r iangulasi terutamad engans umberd ata, metoded an teori yang digunakand, an diskusi dengant emans ejawat. Proses analisis dimulai dengan mernisahkan data hasil rekaman dan data hasil angket. Analisis data berupa rekaman dilakukan dengan beberapa tahapan. Pertama, mentranskripsikand ata rekamank edalamb entuk tulisan. Keduq menafsirkang ambaran bentuk-bentuk penggunaan bahasa berdasarkan konteks penggunaan bahasa. Ketiga, menafsirkan aspek-aspek budaya yang melatarbelakangi pemilihan bahasa. Keempat, menlmpulkan tafsiran-tafsiranp adat ahaps ebelumnyau ntuk mendeskripsikannysae suai dengan rumusan masalah yang diajukan. Adapun tahapan analisis data berupa angket adalah sebagai berikut. Pertama, menyusun kembali lembar jawaban angket. Kedua, menglritungju mlah respondeny ang memakaib ahasaI ndonesia,b ahasaA rab, dan bahasa campurand an mencari persentasenyaK. etig4 menyimpulkan dan mengungkapkannya dalam bentuk uraian. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini diuraikan sebagai berikut. Dalam berbahasalis arq santri menggunakanb ahasal ebih dari satu, yaitu bahasaA rab, bahasa Inggrrs, bahasa Indonesia, dan bahasa campuran. Dalam pemakaiannya, santri menggunakan bahasa Arab salam dua minggu dan dua minggu berikuhya santri menggunakan bahasa Inggns. Jadi, kedudukan bahasa fuab dan bahasa Inggris sejajar.Santrsi ering menggunakanb ahasaI ndonesiau ntuk situasi tidak resmi. Hampir seluruhs antrim enggunakabna hasaI ndonesiak etika sedangm arah( 86%), sedih( 91%) dang embira( 91%\ Santrim emilih bahasaI ndonesiak etika berkomunikaslii san pada situasit idak resmi dan hampir tidak pernah menggunakannyap ada situasi resmi. Pada situasri esmi,h ampirs emuas antrib erkomunikaslis and enganb ahasaA rab. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan bahasa diuraikan sebagai berikut. Faktoru tamay ang mempengaruhpi emilihan bahasaA rab adalahp artisipaq latar, adanya peraturand, an adanyar asab angga.F aktor utama yang manpengaruhi pemilihan bahasa Indonesia adalah partisipaa topilg latar dan keadaan pibadi. Adapun faktor yang mempengaruhpi emilihanb ahasac ampurana dalahk ehadiranp enutw lain.

Penerapan model pembelajaran bermain peran untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada mata pelajaran kewirausahaan (studi pada siswa kelas X Akuntansi A SMK PGRI Pakisaji Malang) / Ade Sela Damayanty

 

Kata Kunci: Bermain Peran, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, Kewirausahaan. Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia adalah dengan menyempurnakan kurikulum KBK menjadi KTSP. KTSP merupakan kurikulum yang disempurnakan pada tahun 2004 dan 2006. Tujuan KTSP adalah meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum, mengelola dan memberdayakan sumberdaya yang tersedia, meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama, meningkatkan kompetisi yang sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai. Peningkatan kualitas pembelajaran harus digalakan melalui upaya pembelajaran yang inovatif. Implementasi pembaelajaran yang inovatif ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya melalui implementasi strategi pembelajaran untuk mendorong siswa menjadi student centre. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Bermain Peran pada kelas X Akuntansi A di SMK PGRI Pakisaji Malang pada mata pelajaran Kewirausahaan, mengetahui aktivitas belajar siswa pada kelas X Akuntansi A di SMK PGRI Pakisaji Malang setelah menerapkan model Bermain Peran pada mata pelajaran Kewirausahaan, mengetahui hasil belajar siswa pada kelas X Akuntansi A di SMK PGRI Pakisaji Malang setelah menerapkan model Bermain Peran pada mata pelajaran Kewirausahaan, mengetahui kendala-kendala dan solusi yang dihadapi dalam menerapkan model pembelajaran Bermain Peran pada kelas X Akuntansi A di SMK PGRI Pakisaji pada mata pelajaran Kewirausahaan, penerapan model pembelajaran Bermain Peran pada kelas X Akuntansi A dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar di SMK PGRI Pakisaji Malang pada mata pelajaran Kewirausahaan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) atau sering disebut dengan Classroom Action Reasearch. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dari penelitian ini diperoleh secara langsung dari hasil test, wawancara, angket, pengamatan dan data sekunder yang diperoleh dari dokumen SMK PGRI Pakisaji. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Akuntansi A SMK PGRI Pakisaji. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dibantu dengan catatan lapangan, observasi aktivitas guru dan siswa. Penelitian dilakukan dalam dua tahap yaitu siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan aktivitas dari siklus I ke siklus II yang dapat diukur pada hasil observasi aktivitas siswa siklus I sebesar 81,5% dan siklus II sebesar 85%. Terjadi peningkatan sebesar 3,5%. Selain itu peningkatan aktivitas juga dapat dilihat ketuntasan siswa melalui hasil belajar aspek kognitif dari siklus I 66,83 dan siklus II dengan presentasi 73.42% dari penilaian tes sebelum penerapan dan setelah penerapan model pembelajaran Bermain Peran terdapat peningkatan ketuntasan sebesar 6,59%. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti dapat menyimpulkan bahwa penerapan model bermain peran pada mata pelajaran kewirausahaan dapat meningkatkan aktivitas dari siklus I ke siklus II sebesar 3,5% dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 6,59% di kelas X Akuntansi A SMK PGRI Pakisaji Malang.

Pengembangan materi keterampilan menulis mahasiswa strata satu Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan Universitas Flores / oleh Theodorus Uheng Koban Uer

 

Studi perbandingan antara hasil belajar melalui buku paket matematika dan hasil belajar melalui paket buatan topik geometri kelas I semester II di SMP Petra II Surabaya / oleh Edy Bambang Irawan

 

Pengaruh keterlibatan dalam proses penyelesaian masalah dan jenis kelamin terhadap hasil belajar mahasiswa diploma dua Jurusan Pendidikan Matematika IKIP Malang / oleh Abdur Rahman As'ari

 

Bentuk ujaran Bahasa Jepang yang merefleksikan sopan-santun / oleh R.R. Wiwik Krisis Hernaniek

 

Field dependence - field independence dalam kaitannya dengan hasil belajar matematika siswa kelas IIIA, SMA Negeri di Kotamadya Malang / by Ety Tejo Dwi Cahyowati

 

Pengembangan media layanan informasi studi lanjut berbasis multimedia flip e-book untuk siswa SMA / Kartika Lorantina

 

ABSTRAK Lorantina, Kartika. 2015. Pengembangan Media Layanan Informasi Studi Lanjut Berbasis Multimedia Flip e-book untuk siswa SMA.Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd, (II) Dr. M. Ramli, M.A. Kata Kunci: flip e-book, studi lanjut, layanan informasi, siswa SMA Memasuki usia SMA siswa akan dihadapkan pada beragam pilihan untuk masa depannya, salah satunya pilihan studi lanjut. Menentukan pilihan studi lanjut merupakan hal yang perlu persiapan matang, namun kenyataannya masih banyak siswa yang pasif mencari informasi. Mereka mencari informasi ketika mendekati hari pendaftaran memasuki perguruan tinggi. Media yang digunakan konselor SMAN 1 Ngimbang dalam menyampaikan informasi terbilang kurang menarik, dan inovatif. Media yang digunakan seperti modul, powerpoint, video. Oleh karena itu perlu dikembangkan media lain yang lebih menarik dan inovatif, salah satunya yaitu multimedia flip e-book. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini, yaitu menghasilkan media layanan informasi studi lanjut berbasis multimedia flip ebook untuk siswa kelas XI SMA yang berterima secara teoritik dan praktik yang dapat dilihat dari segi kegunaan, ketepatan, kemudahan dan kemenarikan. Penelitian ini mengadopsi metode penelitian dan pengembangan dari Borg & Gall, yaitu 1) penelitian dan pengembangan, 2) perencanaan, 3) pengembangan draft produk, 4) uji coba produk, 5) merevisi hasil uji coba produk. Pengumpulan data need assessment menggunakan angket dan wawancara. Data yang diperoleh dari hasil penelitian, yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket penilaian dan saran yang diberikan oleh ahli media, ahli materi, calon pengguna produk dan uji kelompok kecil. Hasil penilaian ahli materi terhadap produk yang dikembangkan, yaitu sangat menarik, mudah, tepat, dan sangat berguna. Penilaian ahli media, yaitu sangat mudah, sangat menarik, sangat tepat dan sangat berguna. Calon pengguna produk menilai bahwa produk yang dihasilkan menarik, sangat mudah, sangat tepat dan sangat berguna. Sedangkan hasil penilaian uji kelompok kecil menunjukkan bahwa produk yang dibuat sangat berguna, sangat menarik, sangat tepat dan sangat mudah digunakan. Dari semua penilaian dapat disimpulkan, produk Media Layanan Informasi Studi Lanjut Berbasis Multimedia Flip e-book untuk siswa SMA, layak digunakan. Dari hasil penelitian disarankan, 1) konselor dapat menggunakan flip e-book sebagai salah satu media penyampaian informasi studi lanjut yang menarik dan memandirikan bagi siswa, 2) sebelum mengoperasikan flip e-book, harap memastikan PC/laptop yang akan digunakan sudah terinstall adobe flash player, 3) sebaiknya dilakukan penyesuaian jika flip e-book akan digunakan di sekolah lain, 4) sebaiknya dilakukan penelitian dalam jumlah lebih besar, dan dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji keefektifannya, 5) diharapkan dapat mengembangkan media serupa yang lebih menarik.

Studi metoda hiperkonjugasi dalam LCAO-MO pada molekul benzena tersubstitusi metil / oleh Ida Bagus Suryadharma

 

Penerapana akuntansi sumber daya manusia pada Rumah Sakit Kristen Mojowarno Jombang oleh Fuat Muzaqqi

 

Perkembanganilm u pengetahuand an teknologi menuntutd unia usaha untuk mampu bersaing dalam meraih peluang pasar. Dunia usaha akan mampu bersaingd alamm eraihp asarb ila memiliki sumberd ayam anusiay angh andal. Untuk menciptakan sumber daya manusia yang handal diperlukan investasi yang cukup besar, dengan harapan sumber daya manusia yang handal akan memberikank euntungany ang besark epadau nit usahay ang tidak hanyas aat sekarangn, amunj uga di kemudianh ari. Rumah sakit sebagai salah satu unit usaha yang memberikan pelayanan jasa kesehatank epadam asyarakadt apatd ipandangs ebagasi uatuu nit usaha yang memerlukan sumber daya manusia yang handal, terutama dalam hal keterampilan dan keahlian sumber daya manusianya. Penelitiani ni bernrjuanu ntuk mencobam engaplikasikana kuntansi sumberd ayam anusia dalam penyusunanla porank euanganR umahS akit Kristen Mojowarno Jombang, dengan harapan agar diperoleh kesimpulan bahwap engakuanp" engukurand an pencatatana ktiva sumberd ayam anusia akanm emberikang ambaranla porank euangany ang realistis dan relevan. Subyek penelitian ini adalah Rumah Sakti Kristen Mojowamo Jombang denganb eberapap ejabatnyate rutama yang terkait secarala ngsungm enangani masalahk euangand an kepegawaianP. engambiland ata dilakukan dengan metode observasi,d okumentasdi an wawanqaray ang dibahasd engan menggunakanm etodes tudi kasus. Berdasarkanh asil pembahasand iperolehg ambaranb ahwap enyusunan laporank euangand enganm enggunakana kuntansis umberd ayam anusia menunjukkanp eningkatanp erolehans isah asil usah4 masing-masingt ahun 2000s ejumlaRh p.I 27.480.565,0t0a,h un2 001 sejumlahR p. I 2l .g 85.950,00, dant ahun2 002s ejumlahR p. 141.614.456,0p0a dal aporans aldoh asilu saha masing-masingta hun2 000 sejumlahR p. 127.480.565,0t0a hun2 001 sejumlahP tp.249.366.515.9d0a nt ahun2 002 sejumlah Rp. 390.980.971,90D.a ri saldoh asilu sahak emudiand itransferk e dalamn eraca sehinggat erdapatp enambahanm odal masing-masings ejumlaht ahru 2000 Rp. 82.675.054,00tahun2001 sejumlatr Rp. 150.119.920,00tahun2002 sejumla Rp. 237.171.596,00 Berdasarkanh asil tersebut,d isarankank epadaR umah Sakit Kristen Mojowarno Jombang, untuk memenuhi kebutuhan internar, akuntansi sumber daya manusia dapat dijadikan sebagai suatu alternatif untuk diterapkan , sekalipunp enerapana kuntansis umberd ayam anusiat idak memberikan tambahan keuntungan secara material, narnun dapat memberikan gambaran laporank euangany ang relevan.

Pengembangan inventori self disclosure berbasis software untuk siswa sekolah menengah pertama / Fitria Ellisofa

 

ABSTRAK Ellisofa, Fitria. 2015. Pengembangan Inventori Self Disclosure Berbasis Software untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama. Skripsi Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Harmiyanto, M.Pd; (II) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd. Kata Kunci: inventori, self disclosure, software Self disclosure merupakan kemampuan orang untuk berani mengungkapkan informasi mengenai dirinya kepada orang lain, khususnya pada usia remaja. Pendidikan mempunyai andil yang besar dalam mengetahui tingkat self disclosure siswa. BK di sekolah memiliki teknik pengumpulan data berupa inventori. Inventori yang digunakan konselor biasanya berupa media cetak. Kekurangan inventori berupa media cetak adalah kurang efisien dan praktis dari segi media, waktu dan penyimpanan. Maka dibutuhkan media yang lebih efisien dan praktis untuk melancarkan inventori self disclosure, yaitu dengan mengembangkan software beserta buku panduan untuk konselor. Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan inventori self disclosure berbasis software untuk siswa SMP yang berterima secara teoritis dan praktis. Model pengembangan yang digunakan adalah model yang dikembangkan Borg & Gall dengan menggunakan tahap-tahap yang sudah ditetapkan, namun menyesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Adapun tahap yang dilakukan adalah: (1) pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) penyusunan draft 1, (4) uji coba permulaan, (5) analisis dan revisi, (6) uji coba lapangan utama, (7) analisis dan revisi, (8) analisis faktor, (9)uji ahli media, (10) analisis dan revisi, (11) uji pengguna (konselor), (12) analisis dan revisi, (13) uji kelompok kecil dan (14) revisi sebagai produk akhir. Pengembangan inventori self disclosure berbasis software menunjukkan bahwa: (1) dari uji ahli isi diperoleh hasil sangat sesuai (2) berdasarkan uji coba lapangan utama menunjukkan bahwa item pernyataan valid dan hasil uji reliabilitas menunjukkan reliabilitas sangat tinggi, (3) hasil uji ahli media sangat sesuai mengenai software dan buku panduan, (4) dari uji calon pengguna produk diperoleh hasil sangat sesuai (5) dari uji kelompok kecil diperoleh hasil sangat sesuai. Peneliti mengajukan beberapa saran yang diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan dan pengembangan produk selanjutnya. Saran pemanfaatan, konselor dapat menggunakan inventori self disclosure berbasis software dan membantu siswa mengetahui self disclosure-nya. Saran diseminasi, produk dapat digunakan siswa di sekolah lain asalkan mempunyai karakteristik yang cenderung sama dan adanya media. Untuk pengembangan produk lebih lanjut, diharapkan kegiatan pengembangan inventori self disclosure berbasis software untuk siswa SMP dilanjutkan dengan populasi yang lebih luas sehingga penggunaan inventori self disclosure berbasis software bisa lebih luas, peneliti selanjutnya juga bisa melakukan pengembangan media lain untuk meningkatkan self disclosure siswa, mengingat self disclosure individu dapat ditingkatkan.

Pengaruh cahaya dan kalsium khlorida serta urea terhadap kerapatan idioblas rafida pada daun (Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott / oleh Endang Kartini Ariati Murwani

 

Efektifitas bimbingan kelompok menggunakan modul bimbingan pribadi sosial untuk membentuk keterbukaan diri siswa SMP Negeri 1 Kandangan Kediri / Avif Maulinda

 

ABSTRAK Maulinda, Avif. 2015. Efektifitas Bimbingan Kelompok Menggunakan Modul Bimbingan Pribadi Sosial untuk Membentuk Keterbukaan Diri Siswa SMP Negeri 1 Kandangan Kediri.Skripsi.Program StudiBimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. IM Hambali, M. Pd., (II) Drs. LutfiFauzan, M. Pd. Kata kunci:modulbimbingan, keterbukaandiri, bimbingankelompok. Keterbukaan diri merupakan suatu hal yang kurang diperhatikan oleh beberapa siswa, tetapi mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan hubungan siswa dengan orang di sekitarnya. Tidak semua siswa memiliki kemauan untuk membuka diri kepada orang lain setiap waktu. Salah satu upaya untuk membentuk keterbukaan diri adalah dengan melakukan bimbingan kelompok dengan menggunakan modul bimbingan keterbukaan diri. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dengan menggunakan produk dari Yudan Ari Purwanto (2012) yang berupa modul bimbingan pribadi sosial untuk membentuk keterbukaan diri sebagai media pemberian informasi dan latihan untuk siswa SMP. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas bimbingan kelompok menggunakan modul pribadi sosial untuk membentuk keterbukaan diri siswa di SMP Negeri 1 Kandangan Kediri. Penelitian ini menggunakan rancangan pra eksperimental dengan desain one-group pretest-posttest. Teknikpengambilansampel yang digunakandalampenelitianiniadalahteknik sampling bertujuan (purposive sampling).Pretest diberikan kepada sampel penelitian yaitu kelas VII G SMP Negeri 1 Kandangan Kediri sebanyak 34 orang siswa sebagai kelompok eksperimen. Treatment dilaksanakan selama tiga minggu dengan tiga kali pertemuan yang diikuti oleh delapan siswa yang memiliki keterbukaan diri rendah. Pemberian posttest dilaksanakan untuk mengetahui tingkat keterbukaan diri siswa setelah pemberian treatment menggunakan modul bimbingan keterbukaan diri pada kelompok eksperimen sebanyak 8 orang siswa. Data penelitian adalah tingkat keterbukaan diri dengan menggunakan instrumen analisis kasus keterbukaan diri. Teknik analisis data yang digunakan analisis statistik nonparametrik yaitu Wilcoxon Signed Rank. Hasil penelitian dengan perhitungan menggunakan uji wilcoxon diperoleh nilai z sebesar -2,533 dan nilai signifikansi sebesar 0,011 serta dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0,005 dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok menggunakan modul bimbingan pribadi sosial efektif untuk membentuk keterbukaan diri siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan disarankan kepada konselor untuk menggunakan media layanan BK berupa Modul Bimbingan Pribadi Sosial karena efektif untuk Membentuk Keterbukaan Diri Siswa SMP Negeri 1 Kandangan Kediri. Bagi peneliti selanjutnya yang hendak melakukan penelitian harus didasari dengan persiapan yang lebih matang dan terarah agar menciptakan sebuah media yang lebih baik dengan memperhatikan konten yang sesuai untuk mencapai tujuan utama yaitu membantu siswa yang mengalami kesulitan terbuka kepada orang lain.

Pelaksanaan evaluasi pelajaran ekonomi dan koperasi di SMP PGRI Pagak Kabupaten Malang / oleh Kastoi Setyanto

 

Pengaruh strategi pembelajaran Think Pair Share (TPS) dan pola Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP) dipadu TPS terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar kognitif mata pelajaran biologi pada siswa kelas XI-IPA di Kota Malang / Nur Iswati Budi

 

ABSTRAK Budi, Nur Iswati. 2014. Pengaruh Strategi Pembelajaran Think Pair Share (TPS) dan Pola Pembelajaran Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP)Dipadu TPS Terhadap Keterampilan Metakognitif Dan Hasil Belajar Kognitif Mata Pelajaran Biologi Pada Siswa Kelas XI-IPA Di Kota Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Siti Zubaidah, M.Pd., (2) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd. Kata Kunci: Strategi Pembelajaran TPS, Strategi Pembelajaran PBMP Dipadu TPS, Keterampilan Metakognitif, Hasil Belajar Kognitif Seiring dengan perubahan dan perkembangan paradigma pendidikan di Indonesia saat ini, telah banyak penelitian yang mengungkap tentang pengaruh strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran yang banyak dipakai dan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran biologi adalah pembelajaran kooperatif. Berkenaan dengan strategi pembelajaran kooperatif yang berpotensi meningkatkan keterampilan metakognitif diantaranya adalah Think Pair Share (TPS) dan pola Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP). Berdasarkan hasil observasi di beberapa SMA di kota dan kabupaten Malang, belum banyak guru yang menerapkan strategi pembelajaran yang memberdayakan keterampilan meetakognitif peserta didik. Selain penerapan strategi pembelajaran, rendahnya hasil belajar kognitif mata pelajaran biologi di SMA melatarbelakangi penelitian ini.Tesis ini mengungkap adakah pengaruh strategi TPS dan PBMP dipadu TPS terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar kognitif. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran TPS dan strategi pembelajaran PBMP dipadu TPS terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar kognitif mata pelajaran biologi pada siswa kelas XI-IPA di kota Malang pada semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014. Rancangan penelitian yang digunakan ialah penelitan eksperimen semu. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah strategi pembelajaran TPS dan strategi pembelajaran PBMP dipadu TPS. Variabel terikat adalah keterampilan metakognitif dan hasil belajar kognitif biologi. Populasi penelitian ini seluruh sekolah SMA negeri dan swasta di kota dan kabupaten Malang. Sampel penelitian ini adalah kelas IX-IPA3 SMA Negeri 7 Malang, kelas IX-IPA3 SMA Brawijaya Smart School, kelas IX-IPA3 SMA Negeri 9 Malang, kelas IX-IPA2 SMA Al-Ma’arif Singosari.Keterampilan metakognitif diukur menggunakan rubrik metakognitif. Hasil belajar kognitif diukur dengan menggunakan tes uraian. Instrumen tes terlebih dahulu dilakukan pengujian validitas isi dan konstruk serta reliabilitas. Pengumpulan data dilakukan pada saat pre-test dan post-test. Keterlaksanaan sintaks pembelajaran dilakukan uji konsistensi melalui analisis regresi. Uji normalitas dan homogenitas data dilakukan sebelum uji hipotesis. Uji hipotesis menggunakan analisis kovarian (Anakova). Hasil penelitan mengungkapkan bahwa: 1) tidak ada pengaruh strategi pembelajaran terhadap keterampilan metakognitif siswa kelas XI-IPA, 2) tidak ada pengaruh strategi pembelajaran terhadap hasil belajar kognitif siswa. Kedua strategi pembelajaran yaitu TPS dan PBMP dipadu TPS tidak berbeda nyata dalam meningkatkan keterampilan metakognitif dan hasil belajar kognitif pada pembelajaran biologi di SMA kelas XI-IPA. Namun demikian, kedua strategi ini memiliki karakteristik yang khas dalam langkah-langkah pembelajarannya. Atas dasar hasil penelitian ini, disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti pengaruh kedua strategi pembelajaran tersebut di atas, dengan mempertimbangkan faktor eksternal yang diduga berpengaruh terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar kognitif. Bagi guru, sebagai wujud tanggung jawab guru dalam pemlihan strategi pembelajaran, hendaknya guru memastikan bahwa sintaks pembelajaran berlangsung dengan seharusnya.

Study tentang pembentukan moral Islam pada masa kanak-kanak didalam keluarga / oleh Taufiqurrohman

 

Pengawasan produksi di perusahaan industri tegel Penataraan di Blitar / oleh Mungin

 

Pengamatan sunspot menggunakan teleskop di laboratorium astronomi jurusan fisika FMIPA Universitas Negeri Malang ditinjau terhadap stasiun pengamatan matahari Watukosek Lapan pada bulan Mei-Agustus 2004 oleh Lukita Dwi Indrihartuti

 

SebenarnyaMatahariyangtampakolehmataadalahbagianatmosfer-. Matahartie rluary angd isebuffo tosfery, angt amPakb ersinatre rangd anb enih. Namuna pabilaC urati secarate liti denganm enggunakatenl eskopa kant erlihat bintik-bintik hitam( sunspot)S' urupotm engalampi erkembangadna n pertumbuhasne tiaph arid anm engalampie rubahadna rih arik e harib aikb erupa j-usmunlashp,joe inywisrt agubpeusinr letaknyaS. unspomt erupakaank tifitasf isisM atahari' dapamt enyebabkatenr jadinyale dakan(l are) danc orongl Uai tiictiin(CME) yangm enimbulkabne berappae ristiwad i Bumis eperti gungguapna dak omunikasni,a vigasip, enerbangasna,t 'elitd, anp adamnya jiringan liitrik di KanadaK, arenait u pengamatasnu wpotp erlud ilakukan. Penelitianin i bermaksuudn tukm engamastiu lrspodt i permukaan Matahariu, ntukm engetahupie rkembangjaunm lahs unspodt anj umlahg rup sunspoyt angb isad ideteksdi enganm enggunakatenl eskopy anga dl di - LaboratoriumAs tronomJi urusanF isikaF MIPAU niversitaNs egeriM alang sehinggdaa patd ihitungb ilanganR dank onstantkao nversoi bservatoriumnya ditinjiu terhadaSp PMW atukoseLkA PAN.H asilp enelitianin i diharapkadna pat mem\*ikan sumbangabna gid uniai lmu pengetahuaknh ususnyialm u Fisika yangb erkaitand enganm asalahA stronomi' Penelitianin i menggunakamn etodek orelasih asilp engamatasnu nspot menggunakatenl eskopy angd ilakukanp adat angga1l 0-31M ei 2004,2 2-30J uni 2004,l -3I Juli 2004,I -5 Agustus2 004.D atay angd igunakadna lamp enelitian ini adalahd atap engamatasnu nspodt i LaboratoriumAs tronomJi urusanF isika FMIPAU niversitaNs egeriM alangd anS PMW atukoseLkA PAN' Hasil . penelitiand ianalisism enggunakaMn icrosoftE xceld ank lasifikasig rups unspot mengacpua dam odekl lasifikasZi urich. Darih asilp enelitiand iketahuhi ubungaann tarajumlahg up sunspo(tG ), jumlahs unspo(tF ),bilanganR (R) di LaboratoriumAs tronomJi ururaFs isika FMIPAU niversitaNs egeriM alangd itinjaut erhadaSp PMW atukoseLkA PAN adalahli nierd enganp ersamaarne gresGi m= 0.754G w, Fm= 0.3862F w,d an Rm = 0.568R w. Konstantkao nversoi bservatorimdi LaboratoriumAs tronomi JurusanF isikaF MIPAU nivenitasN egeriM alangd iteapkan1 .074d itinjau terhadapS PMW atukoseLkA PAN.P engamatasnu nspost ebaiknydai lakukan tebihl anjutd alamw aktuy angl ebihl amas ehinggdai perolehd atay angl ebihb aik dan lengkap.

Kebijakan kyai dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah diniyah pondok pesantren (studi multi situs pada Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien Lirboyo Kediri, Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang dan Pondok Pesantren Al-Huda Mojosari Nganjuk) / Moh. Turmudi

 

ABSTRAK Turmudi, Moh. 2015. Kebijakan Kyai dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Madrasah Diniyah Pondok Pesantren (Studi Multi Situs pada Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien Lirboyo Kediri, Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang dan Pondok Pesantren Al-Huda Mojosari Nganjuk, Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H, M.A., Ph. D., (II) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M.Pd., (III) Prof. Dr.H. Bambang Budi Wiyono, M.Pd Kata-kata kunci: kebijakan kyai, mutu pendidikan Islam, pondok pesantren, madrasah diniyah. Sebuah penelitian dengan temuan menarik dan cukup mengejutkan pernah dilakukan Geertz (1981). Memandang pesantren sebagai proses modernisasi masyarakat Islam. Melihat pesantren sebagai terbentuknya varian santri dengan segala nilainya dalam masyarakat Jawa. Kemampuan manajerial pendidikan pesantren masih bertumpu pada Kyai sebagai tokoh sentral baik pola kebijakan maupun gaya kepemimpinanya, terutama implikasinya terhadap perubahan-perubahan kepemimpinannya. Penelitian bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan (1) peran Kyai dalam formulasi kebijakan pendidikan madrasah diniyah pondok pesantren; (2) Implementasi kebijakan Kyai dalam mengelola pendidikan madrasah diniyah pondok pesantren; (3) evaluasi kebijakan Kyai dalam mengelola pendidikan madrasah diniyah pondok pesantren; (4) implikasi kebijakan Kyai dalam pengelolaan pendidikan madrasah diniyah pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi situs pada Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien Lirboyo Kediri, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang dan Pondok Pesantren Al Huda Mojosari Nganjuk.Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Pengecekan kredibilitas data dilakukan dengan teknik trianggulasi, member check, dan diskusi teman sejawat. Data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut diorganisikan, ditafsirkan, dan dianalisis secara berulang-ulang, baik melalui analisis dalam kasus maupun melalui analisis lintas kasus guna menyusun konsep dan abstraksi temuan penelitian. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, peran Kyai dalam formulasi kebijakan pendidikan madrasah diniyah pondok pesantren meliputi sebagai inspirator, motivator, fasilitator dan supervisor; kedua implementasi kebijakan Kyai dalam mengelola pendidikan madrasah diniyah pondok pesantren sebagai pemberi tugas kepada mudier, pemberi motivasi, pemberi fasilitas dan pengawas pelaksanaan pendidikan di madrasah diniyah; ketiga evaluasi kebijakan Kyai dalam mengelola pendidikan madrasah diniyah dilakukan untuk kepentingan kelembagaan, ketenagaan dan pengembangan madrasah diniyah; keempat implikasi peran Kyai dalam pengelolaan pendidikan madrasah diniyah pondok pesantren tergambar pada perencanaan, pengorganisasi, penggerakan dan kepengawasan. Implikasi teoritis dari penelitian ini adalah Penelitian ini mengharapkan kepada lembaga pendidikan bahwa dalam mengelola lembaga pendidikan khususnya madrasah diniyah pesantren harus diawali dengan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan; Perencanaan mutlak diperlukan oleh lembaga pendidikan baik formal maupun non formal agar lembaga pendidikan tersebut lebih jelas arah yang akan dicapai. Selanjutnya perencanaan tersebut harus diorganisir dengan baik agar bisa berjalan dengan baik. Implikasi Praktis bahwa pengelolaan madrasah diniyah pondok pesantren perlu melakukan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasn terhadap semua kegiatan yang ada di madrasah diniyah, sesuai dengan prinsip manajemen yang dilakukan oleh pendidikan formal. Dari hasil penelitian ini dapat dikemukakan beberapa saran, yaitu antara lain: (1) bagi pimpinan madrasah diniyah sebaiknya dalam pengelolaan lembaga melaksakan manajemen yang cocok dengan karakteristik pondok pesantren; (2) bagi pondok pesantren sebaiknya memberikan otoritas penuh kepada setiap pimpinan madrasah yang ada di pondok pesantren agar dapat berkembang dengan baik; (3) bagi Kementrian Agama sebaiknya memberikan dorongan dan bimbingan kepada pesantren untuk pengelolaan lembaga pendidikan yang ada pada lingkungan pesantren; dan (4) bagi peneliti berikutnya sebaiknya mengkaji lebih mendalam dengan topik dan fokus pada medan kasus lain untuk memperoleh perbandingan sehingga memperkaya penelitian.

Organisasi pada bagian personalia di PN Perhutani Malang / oleh Suryatmini Sonata K.R.

 

Model career indecision siswa sekolah menengah atas / Muhammad Ali

 

ABSTRAK Ali, Muhammad. 2015. Model Career Indecision Siswa Sekolah Menengah Atas. Disertasi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Marthen Pali, M.Psi., (II) Dr. Dany M. Handarini, M.A., (III) Dr. M. Ramli, M.A. Kata Kunci: career indecision, efikasi diri, pengharapan akan hasil, dukungan keluarga, peran jender Membuat keputusan karier masa depan merupakan tugas perkembangan karier yang penting untuk dijalani oleh siswa sekolah menengah atas. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa siswa Sekolah Menengah Atas mengalami ketidakmampuan dalam memutuskan karier mereka atau career indecision. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki beberapa faktor yang berkontribusi terhadap fenomena career indecision siswa Sekolah Menengah Atas. Sesuai dengan tujuan tersebut, maka digunakan Social Cognitive Career Theory (SCCT) sebagai grand theory untuk menguji model yang diajukan berkaitan dengan pengaruh langsung dan tidak langsung antara peran jender, dukungan keluarga, efikasi diri pengambilan keputusan karier, dan pengharapan akan hasil dengan career indecision. Penelitian ini menggunakan rancangan ex-post facto. Sampel penelitian berjumlah 280 (terdiri dari 120 laki-laki dan 160 wanita) siswa. Instrumen yang digunakan untuk pengumpul data adalah Career Decision-Difficulties Questionnaire (CDDQ), the Career-Related Parents Support Scale (CRPSS), Gender Roles Attitude Scale (GRAS), Career Decision Self-Efficacy Scale Short Form (CDSE-SF), dan Career Decision Making Outcome Expectacies and Exploratory Intentions (CDMOEEI). Adaptasi instrumen menggunakan pendekatan back to translation. Uji coba dilakukan kepada populasi penelitian untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas kelima instrumen tersebut dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan analisis SEM untuk mengidentifikasi apakah model teoretis career indecision yang diusulkan fit dengan data. Hasil penelitian menunjukkan model teoretis yang dikembangkan terbukti fit dengan data yang diperoleh. Analisis model struktural menunjukkan bahwa variabel dukungan keluarga, efikasi diri pengambilan keputusan karier, dan pengharapan akan hasil secara langsung berpengaruh negatif dan signifikan terhadap career indecision. Variabel peran jender secara langsung berpengaruh signifikan dan positif terhadap career indecision. Variabel dukungan keluarga melalui efikasi diri pengambilan keputusan karier dan pengharapan akan hasil, kemudian peran jender melalui efikasi diri pengambilan keputusan karier, dan efikasi diri pengambilan keputusan karier melalui pengharapan akan hasil berpengaruh negatif dan signifikan secara tidak langsung terhadap career indecision. Sementara itu terdapat satu jalur langsung dan satu jalur tidak langsung yang tidak signifikan, yaitu variabel peran jender terhadap pengharapan akan hasil dan variabel peran jender terhadap career indecision melalui pengharapan akan hasil. Dari hasil penelitian ini, guru BK disarankan melibatkan dukungan dari keluarga dalam membantu menurunkan career indecision siswa. Pelibatan orang tua bisa dilakukan dalam bentuk layanan konsultasi dan didukung pula dengan layanan informasi melalui pertemuan komite sekolah yang dilakukan dengan terencana, sehingga orang tua dapat memahami posisi mereka dan memahami tujuan karier anak-anak mereka. Guru BK perlu pula melakukan intervensi untuk memperkuat efikasi diri pengambilan keputusan karier siswa dengan melakukan pelatihan pengambilan keputusan karier melalui layanan kelompok psikoedukasi. Bagi peneliti berikutnya disarankan untuk meneliti faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap career indecision siswa yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini dengan mengacu pada model yang dikembangkan oleh SCCT. Di samping itu, peneliti berikutnya disarankan untuk mengembangkan instrumen bagi setiap variabel yang mencerminkan budaya Indonesia.

Masalah organisasi dan management pada perusahaan penggilingan padi di Blimbing / oleh Sugiarti S.

 

Professional development of exemplary EFL teachers / Nana Priajana

 

ABSTRAK Priajana, Nana. 2015. PengembanganProfesional Guru BahasaInggrisTeladan.Dissertasi, Program PascasarjanaPendidikanBahasaInggris, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. M. Adnan Latief, M.A., Ph.D. (II) Prof. UtamiWidiati, M.A., Ph.D. (III) Prof. Dr. Gunadi H. Sulistyo, M.A. Kata kunci: pengembanganprofesional, guru bahasainggristeladan, kompetensipedagogik, profesional (bidangstudi) kompetensi. Pengembangan profesional guru di lingkungan pendidikan dipercayabisamenjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikanyang efektif untukmenghadapiberbagaiperubahan yang terus-menerus. Olehkarenaitu, guru yang berkualitassangatberperan penting dalam peningkatan kualitas pendidikan. Salah satu cara untuk mecentak guru yang berkualitas tinggi adalah melalui pengembangan profesional berkelanjutan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana guru bahasa Inggris teladan mengembangkan profesionalisme mereka terutama dalam hal kompetensi pedagogik dan profesional (bidangstudi). Selain mengetahui bagaimana guru bahasaInggristeladan melakukan upaya dalam meningkatkan kompetensinya, inijuga penting untuk mengungkapkendala dan harapan merekaketika melakukan kegiatan pemgembagan sebagai tanggung jawabnya sebagai profesional yang diamanatkan dalam undang-undang dan peraturan. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan melibatkan tujuh guru bahasa inggris teladan yang mengajar di tingkat SMP dan SMU dari dua wilayah, kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Dalam penelitian ini, kehadiran peneliti sangat penting karena peneliti berperansebagai instrumen utama. Untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan kegiatan pengembangan profesional guru bahasa Inggris teladan, peneliti menggunakan wawancara mendalam meliputi wawancara and percakapan informal. Selain itu, untuk memperkuat pengumpulan data, studi dokumen digunakan untuk mengkonfirmasi data yang diperoleh dari wawancara. Datalainnya juga dikumpulkan dari sumber-sumber lain seperti catatan peneliti,temansejawat, pengawasmata pelajaran, observasikelasdan informan lain yang relevandanmemiliki otoritasmengenaipenelitianini. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan proses codingsebagailangkah utama dalam menciptakan beberapa proposisi utama yang diambil dari transkrip wawancara dan sumber dokumenter. Pertama, peneliti membandingkan dan mengkontraskan data yang dikumpulkan dari subyek mengenaikegiatan pengembangan profesional, kemudianpersamaan dan perbedaannya dikategorikan secara berurutan. Kedua, data yang adadisusun kembali berdasarkan hubungan logis antara beberapakategori. Terakhir, data dianalisis dengan proses pemilihan dan pengidentifikasikan kategori inti secara sistematisdan menghubungkannya dengan kategori lain. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada tiga pola utama kegiatan pengembangan profesional guru bahasa inggris teladan dalam kompetensi pedagogik dan profesional. Pola utamadaripengembangan profesional terdiri dari kegiatan bersifatinisiatifindividu, kelembagaan (intern sekolah) dan non-kelembagaan (external sekolah). Hasilnya, semuakegiatanpengembangan profesional guruyang dilakukantelah memberi kontribusi positif,baikpada peningkatan kompetensi pedagogik and mata pelajaran. Berdasarkan temuanpenelitian, disimpulkan bahwa kegiatan pengembangan profesional guruyang bersifatpribadi/mandiribisamenjadi caranyaman untuk mengembangkan profesionalisme guru karena kegiatannyadidasarkan pada ketertarikan pribadi guru tersebut. Kegiatan ini bisa dalam bentuk membaca perseorangan atau independen, bergabung dengankomunitas/professional online, menulis artikel dan beberapa kegiatan reflektif seperti monitor diri dan menulis reflektifjurnal. Kegiatan yang dilakukan di sekolah menunjukkan dampak positif untuk kemajuan profesionalisme guru. Itu disebabkan kolegialitas kegiatan PD dibangun di sekolah dapat memberikan atmosfer positif tidak hanya untuk guru iitu sendiri tetapi juga guru-guru lain di sekolah. Kegiatan pengembangan profesidalamlembaga bisa dalam bentuk komunikasi dalam bahasa Inggris dengan siswa dan guru, sekolah IHT, percakapan, observasi teman sejawat, pembinaan rekan, dan penelitian tindakan kelas. Terakhir, kegiatan pegembangan professionalyang bersifatnon-institusional, mengacu pada kegiatan pengembangan yang dilakukan di luar lingkungan sekolah. Kegiatan ini adalah kategori yang paling kompleks karena mencakup ruang lingkupyang lebih besar dan berbagaijenisaktifitaspengembanganprofesionalguru. Namun, inibisa menciptakan perspektif yang luas dan menyediakan berbagai wawasan yang mungkin bermakna dan berlaku untuk kebutuhan guru melalui berbagi ide dan pengalaman dengan guru lain dari lembaga yang berbeda yang bisa saling menguntungkan. KegiatanPengembanganprofesional non-institusional (di luarsekolah) yang besifatkolaboratif termasuk keterlibatan secara aktif dalam forum bahasa Inggris guru (MGMP), menghadiri seminar, lokakarya dan pelatihan guru lainnya, mengikuti tes kemampuan bahasa, mengajar di kursus bahasa Inggris, menjadi pelatih dan juri debat bahasa Inggris, melakukan studi lebih lanjut, melakukan studi banding, dan melaksanakan lesson study. Dari kesimpulan penelitian, peneliti merekomendasikan beberapa hal yang bermanfaat bagi para guru, sekolah dan otoritas lokal yang berkaitan dengan kegiatan profesional guru bahasa Inggris. Bagi para guru, penting untuk mempertimbangkan jenis kegiatan PD diperlukan berdasarkan kondisi dan situasi. Untuk sekolah, sangat penting untuk merevitalisasi dan meninjau kembali peran sekolah dalam mendukung pengembangan profesional untuk kemajuan guru-guru yang berkualitas. Kemudian, otoritas lokal, sangat disarankan untuk memudahkan guru dalam melakukan pengembangan profesi dan mempertimbangkan kebutuhan mereka untuk perbaikan kualitas mereka. Sebagai konsekuensinya, hal itu juga memerlukan pembangunan 'kemitraan yang kuat' di antara pihak yang terlibat untuk menciptakan nuansa yang baik dalam kegiatan dari PD untuk guru.

Pembangunan / perencanaan Kodya Malang serta sasaran-sasarannya / oleh Hari Susanto

 

Faktor pendorong dan penghambat pembangunan masyarakat Desa Bajang Kecamatan Talun Kabupaten Blitar
oleh Suharto

 

Pengembangan bahan ajar student worksheet model konstruksi berbasis pendekatan saintifik pada materi geografi semester gasal kelas XII IPS / Ratna Rahmawati

 

ABSTRAK Rahmawati, Ratna. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Student Worksheet Model Konstruksi Berbasis Pendekatan Saintifik pada Materi Geografi Semester Gasal Kelas XII IPS. Tesis. Program Studi Pendidikan Geografi. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Achmad Amirudin, M. Pd., (II) Dr. I Nyoman Ruja, S.U Kata Kunci: bahan ajar, student worksheet, model konstruksi, pendekatan saintifik Bahan ajar yang digunakan pada pembelajaran materi penginderaan jauh, pemetaan, dan sistem informasi geografis (SIG) pada umumnya berupa buku teks dan LKS yang berisi materi dan soal. Oleh karena itu, penelitian dan pengem-bangan ini bertujuan menghasilkan bahan ajar student worksheet model konstruksi berbasis pendekatan saintifik pada materi tersebut. Secara garis besar isi bahan ajar student worksheet yang dikembangkan berupa petunjuk praktikum beserta tes pemahaman yang berfungsi untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah melaksa-nakan praktikum. Pengembangan bahan ajar student worksheet ini menggunakan model Borg dan Gall (1983) yang dimodifikasi dari sepuluh langkah menjadi tujuh langkah. Ketujuh langkah tersebut yaitu: 1) research and information collecting, 2) planning, 3) develop and preliminary form of product, 4) preliminary field testing, 5) operational product revision, 6) operational field testing, dan 7) final product revision. Model konstruksi yang digunakan didasari oleh teori belajar konstruktivisme dengan mengacu pada format student worksheet Edy Purwanto. Prinsip yang digunakan dalam menyusun kegiatan praktikum mengacu pada pendekatan saintifik. Uji coba produk dilakukan sebanyak dua tahap, yaitu tahap validasi ahli (materi dan desain) dan uji coba lapangan (30 siswa kelas XII IPS SMAN 3 Malang). Data yang dianalisis bersifat kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari validator dan siswa (jawaban terbuka dari angket respon siswa), sedangkan data kuantitatif diperoleh dari nilai tes pemahaman dan skor dari angket respon siswa. Hasil uji coba lapangan berdasarkan analisis pemahaman dan respon siswa menunjukkan kriteria sangat baik dan baik. Tingkat pemahaman siswa pada materi penginderaan jauh yakni sebesar 93,17 % (sangat baik), pemetaan 80,33% (baik), dan SIG 80,83% (baik), sedangkan rata-rata skor yang diperoleh dari analisis respon siswa yakni sebesar 3,09 (baik). Berdasarkan hasil tersebut, maka produk bahan ajar student worksheet sudah memenuhi kriteria untuk bisa diguna-kan dengan beberapa perbaikan berdasarkan kritik dan saran dari siswa. Beberapa saran dari penelitian ini yaitu: 1) sebelum menggunakan student worksheet sebaiknya siswa sudah membaca atau mempelajari materi terlebih dahulu, 2) perlu dilakukan diseminasi produk melalui website ataupun seminar pendidikan, dan 3) dilakukan pengembangan sejenis pada materi lain yang bersifat prosedural.

Masalah Pusat Koperasi Pegawai Negeri Kotamadya Malang didalam meningkatkan kesejahteraan para anggotanya / oleh Antonius Suhari

 

Implementasi kurikulum plus (adaptif dan agama) di Sekolah Menengah Nahdlatul Ulama 1 Gresik / Nur Shofia Maya Sofa

 

ABSTRAK Sofa, Nur Shofia Maya. 2015. Implementasi Kurikulum Plus (Adaptif dan Agama) di Sekolah Menengah Atas Nahdlatul Ulama 1 Gresik. Skripsi. Program Studi Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Djum Djum Noor Benty, M.Pd., (2) Dr. Asep Sunandar, S.Pd, M.AP. Kata kunci: implementasi, kurikulum plus (adaptif dan agama) Kurikulum merupakan program pembelajaran dan penerapannya yang akan diberikan kepada siswa. Perencanaan dan penerapan kurikulum harus mempunyai strategi khusus sehingga dalam penyusunan dan penerapan kurikulum yang matang akan mampu meningkatkan mutu pendidikan dan siswa mendapatkan pengalaman belajar yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal di kemudian hari. Implementasi kurikulum harus disesuaikan dengan kebutuhan siswa, dengan tujuan dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Begitu pula di Sekolah Menengah Atas Nahdlatul Ulama (SMA NU) 1 Gresik yang berupaya melakukan peningkatan kualitas pendidikan melalui perencanaan dan implementasi kurikulum yang matang. Kurikulum yang digunakan di SMA NU 1 Gresik yaitu kurikulum plus. Kurikulum plus adalah kurikulum perpaduan antara kurikulum adaptif dan kurikulum agama. Kurikulum plus lebih menekankan pada perkembangan zaman dan kebutuhan siswa di sekolah. Penelitian ini memiliki fokus yaitu; (1) Profil SMA NU 1 Gresik, (2) Hal-hal apa saja yang berkaitan dengan kurikulum plus (adaptif dan agama) di SMA NU 1 Gresik, dan (3) Implementasi kurikulum plus (adaptif dan agama) di SMA NU 1 Gresik, yang terdiri dari (a) Langkah-langkah implementasi kurikulum plus (adaptif dan agama) di SMA NU 1 Gresik, (b) Indikator keberhasilan implementasi kurikulum plus (adaptif dan agama) di SMA NU 1 Gresik, (c) Faktor pendukung dalam implementasi kurikulum plus (adaptif dan agama) di SMA NU 1 Gresik, (d) Faktor penghambat dalam implementasi kurikulum plus (adaptif dan agama) di SMA NU 1 Gresik, dan (e) Alternatif pemecahan masalah dalam implementasi kurikulum plus (adaptif dan agama) di SMA NU 1 Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Kehadiran peneliti sebagai instrumen kunci memiliki peran yang sangat penting karena peneliti yang merasakan dan melihat kondisi di lapangan. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Agar diperoleh keabsahan data, maka peneliti melakukan pengecekan keabsahan data melalui, triangulasi, pengecekan anggota, meningkatkan ketekunan, pemeriksaan/ diskusi teman sejawat, dan kecukupan bahan referensi. Kesimpulan penelitian ini dalam hal profil adalah sekolah dapat memperkenalkan diri pada masyarakat dan sebagai nilai tambah kualitas pendidikan yang diselenggarakan di SMA NU 1 Gresik. Kurikulum Plus merupakan kurikulum tambahan dimana kurikulum ini tidak hanya menggunakan kurikulum dari pemerintah saja tetapi juga dipadukan dengan beberapa kurikulum-kurikulum lainnya. Tujuan melaksanakan kurikulum ini yaitu (a) SMA NU 1 Gresik dapat mencetak output dan outcome yang bagus dengan memiliki life skill, (b) SMA NU 1 Gresik mendapatkan animo masyarakat yang tinggi, dan (c) dapat membawa SMA NU 1 Gresik ke gerbang internasional. Jumlah guru yang melaksanakan atau mengimplementasikan kurikulum plus sejumlah 24 orang guru dengan beberapa native speaker. SMA NU 1 Gresik juga bekerjasama dengan berbagai pihak nasional maupun pihak internasional dalam mengimplementasikan kurikulum plus. Contoh kerjasama dengan pihak nasional yaitu sekolah bekerja sama dengan, (a) Institut Seni Indonesia dalam hal pengembangan mata pelajaran kesenian dan output dari SMA NU 1 Gresik yang ingin menempuh studi disana bebas tes masuk, dan (b) Universitas 17 Agustus (UNTAG) dalam hal pengembangan Bahasa Jepang. Implementasi kurikulum plus (adaptif dan agama) di SMA NU 1 Gresik dilakukan dengan beberapa rencana implementasi hingga evaluasi implementasi kurikulum plus. Implementasi kurikulum plus terdiri dari, (a) Langkah- langkah implementasi kurikulum plus (adaptif dan agama) di SMA NU 1 Gresik yaitu sekolah melakukan pengamatan sesuai dengan perkembangan zaman, kemudian merencanakan semua yang terkait dalam implementasi kurikulum plus ini, dan setelah itu menyiapkan tenaga pengajar atau guru yang siap dan mampu untuk mengimplementasikannya sampai dengan menyusun perangkat pembelajaran RPP dan silabus pembelajaran, (b) Indikator keberhasilan dalam implementasi kurikulum plus (adaptif dan agama) yaitu dapat dilihat melalui proses pembelajaran yang mengalami peningkatan; kompetensi yang dimiliki guru mengalami peningkat; telaksanakannya program rutin kurikulum plus (adaptif dan agama) dengan baik sesuai dengan perencanaan; peningkatan pengetahuan, kecakapan, dan ketrampilan guru dalam mengelola proses pembelajaran setelah diterapkannya kurikulum plus (adaptif dan agama) juga mengalami peningkatan; dan profit yang di dapat sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum plus (adaptif dan agama), (c) Faktor pendukung dalam keberhasilan implementasi kurikulum plus (adaptif dan agama) ini yaitu, guru yang kompeten dalam masing-masing mata pelajaran; partnership yang dapat mendungkung berjalannya implementasi kurikulum plus (adaptif dan agama); dan sekolah mempunyai siswa yang memiliki kecerdasan IQ dan EQ baik, (d) Kendala yang dihadapi oleh SMA NU 1 Gresik dalam mengimplementasikan kurikulum plus (adaptif dan agama) yaitu masalah biaya dan perkembangan belajar siswa di kelas. Dari kendala ini juga timbul dampak yang harus diperhatikan oleh SMA NU 1 Gresik, dampak yang pertama yaitu dengan tidak adanya biaya, implementasi kurikulum plus tidak akan berjalan maksimal dikarenakan semua proses implementasi kurikulum plus memerlukan biaya. Sedangkan untuk dampak yang kedua yaitu perkembangan belajar siswa dikela yang kurang akan menjadi semakin tertekan dengan pembelajaran yang diberikan, dan (e) alternatif pemecahan masalah yang dilakukan sekolah dalam menangani kendala dan hambatan yang dihadapi yaitu dengan memanajemen kembali keuangan sekolah dan melakukan pengarahan terhadap siswa yang perkembangnnya kurang.

Aktivitas Adityawarman pada perkembangan Kerajaan Majapahit / oleh Miratin

 

Wayah Wengi karya Violin Sonata dalam laras pelog / Dwi Payasi Octabirawan

 

ABSTRAK Octabirawan, Dwi Payasi. 2015.Wayah Wengi Karya Violin Sonata Dalam Laras Pelog. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Soerjo Wido Minarto, M.Pd. (II) Hartono S.Sn M.Sn Kata Kunci: Wayah, Wêngi, Karya, Violin, Sonata, Laras, Pelog Keanekaragaman seni musik di Indonesia berpotensi untuk munculnya karya-karya musik baru yang unik dan berkualitas. Penciptaan karya musik ini adalah memberikan warna baru di dunia musik Indonesia karena masyarakatnya yang kurang menghargai dan mencintai budaya lokal. Laras pélog pada karawitan Jawa yang di komposisikan dengan struktur musik barat yang terkenal dengan musik klasik serta dimainkan dengan instrumen musik barat akan menimbulkan akulturasi di dunia musik Indonesia. Skripsi karya ini dilakasanakan dengan tujuan (1) Mencipta dan mendiskripsikan karya musik yang diberi judul˝ Wayah Wêngi ˝ yang bersumber pada skala pentatonis pelog yang dijadikan bentuk violin sonata dengan teori Ilmu Bentuk Musik. (2) Mempresentasikan bentuk penciptaan karya musik ˝ Wayah Wengi ˝, Struktur sonata berdasarkan buku IBM (Ilmu Bentuk Musik) yang ditulis oleh Romo Preir terdiri dari tiga bagian yaitu eksposisi (pemeran tema/bahan), development (perkembangan dari tema), rekapitulasi (kesimpulan). Metode yang digunakan dalam penciptaan karya ini adalah menggunakan ilmu harmoni untuk lagu skala pentatonis atau tradisional yang di susun oleh Romo Preir dalam bukunya yang berjudul Ilmu Harmoni. Langkah pertama yaitu menentukan nada dasar, menentukan nada pengantar, membuat , melodi, membuat motif. Langkah selanjutnya membuat kompoisi pengiring sebagai kontrapunk melodi yaitu menentukan dulu nada-nada untuk iringan, dengan menggunakan motif dari melodi diharapkan dapat membentuk sekwensi dan pembalikan, menentukan dengan gaya heterofoni/polifoni. Hasil dari penciptaan karya violin sonata ini adalah: (1) Konsep karya : penggalian ide awal karya ini adalah berdasarkan fenomena masyarkat yang kurang mencintai kesenian musik tradisional, tema yang diambil adalah tema sosial, judul karya Wayah Wêngi, dan bentuk sonata yang terdiri dari tiga bagian yaitu largo, allegro moderato, dan presto. (2) Bentuk Penyajian : menggunakan bentuk panggung prosenium, menggunakan lampu general tetapi agak redup karena dibantu dengan cahaya lilin, pertunjukan ini bedurasi sekitar 20 menit, menggunakan busana Jawa Tengah batik lurik-lurik, jarik,blangkon dan kebaya. Penciptaan karya ini diharapkan menjadi acuan dan motivasi bagi mahasiswa Progam Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik konsentrasi musik dalam mengambil matakuliah skripsi atau tugas akhir untuk menciptakan karya musik yang berkualitas, orisinil dan dapat dipertanggung jawabkan.

Peranan Koperasi Primer Anggota Kepolisian 102 dalam meningkatkan kesejahteraan anggota di Kota Madya Malang / oleh Lamari

 

Peranan Koperta Gotong Royong" di Desa Sanan Kulon dalam rangka peningkatan produksi padi / oleh Musyarofah"

 

Pengembangan desain media komunikasi visual real estate Kota araya di Malang oleh Utari Dewi

 

Media komunikasvi isualm erupakanp erantara taus aranap enyebar informasai ntarap rodukd engank onsumenm elaluit ampilanv isual,s elaini tu media komunikasvi isuald iharapkand apatm engkomunikasikapnr oduk,m embangun imagelc itray angb aik dari produky angd iiklankans ehinggam ampum erangsang pembeliana taud engank atal ain mampum enjuald alama rti yangl uas.R eale stctte merupakasna lahs atup rodukd ari bisnisp ropertiy angm emiliki peluangd i pasaran, olehk arenait u juga membutuhkamn ediak omunikasvi isuald alamr angkap emasaran produknya. Kota Arayam erupakans alahs atur eal estated i Kota Malangy angt engah bersaingd i sektori ni (bisnisp roperti).S ebagapi rodukr eal estated engans kalad an jangkauany angl uass ertab ertahapm enujut erwujudnyas ebuahk ota satelit,K ota Arayam embutuhkanm ediak omunikasvi isualy angu p to dateb aik dari segid esain maupunin formasiu ntukm engkomunikasikapnr oduky angb elumt erkomunikasikan padam edias ebelumnyaU. ntuk itu perlu dilakukanp embaharuadne saina taul ebih dikenal dengan istilah re-design pada tiaptiap medianya. Pengembangainni bertujuanu ntukm enghasilkamn ediak omunikasvi isual yangs esuabi agi Kota Arayas ertau p to dateb aik dari segid esainm aupuni nformasi untukm engkomunikasikapnr oduk-produkK ota Arayas ertam ampum enjuald alam arti luas,y angm erupakanb agiand ari bauranp emasara(nm arketingm l;r).M edia tersebutte rdiri dari I mediab illboard,4 mediafolder, I mediab rosurd an4 media poster. Penyusunapne ngembangaini menggunakamn etodep rosedurayl angb ersifat diskriptif,d imanam enggariskalna ngkahJangkayha ngh arusd iikuti untuk menghasilkapnr odukp engembangaAn.d apunl angkah-langkayha ngd iambil,( l) Surveik lien dalamh al ini adalahK ota Arayau ntukm endapatkadna tap rimer,( 2) Pengumpuladna tas ekundedr arir eal estatekompetitodra nt argeta udien/k onsumen, (3) Analisisd atap rimerd and atas ekunder(,4 ) Penyusunakno nsepd esaind an( 5) PerancangaMne dia KomunikasiV isual.S etelahh asilp engembangabne rupal 0 mediak omunikasvi isualy angd icetakp adah igh resolutionp aper denganfo rmat computepr rintout, makat ahaps elanjutnyaa dalahu ji coba/u ji kelayakanp roduk padak lien dana hli media,d atay angd iperolehn antinyad ianalisisg unak eperluan revisip rodukd alamb entukp aparand eskriptify angm erupakanh asila khir dari pengembangainni .

Pengaruh Bimas terhadap peningkatan hasil pertanian di Desa Sambitan Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung / oleh Sutatmi

 

Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA pada mata pelajaran geografi / Desi Nurul Hidayati

 

ABSTRAK Hidayati, Desi Nurul. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA pada Mata Pelajaran Geografi. Tesis. Jurusan Pendidikan Geografi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sugeng Utaya, M.Si., (II) Dr. Ach. Amirudin, M.Pd. Kata kunci: inkuiri terbimbing, berpikir kritis. Berpikir kritis perlu dikembangkan oleh siswa. Siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi akan mampu menjelaskan peristiwa global baik dalam bentuk peluang maupun tantangan. Inkuiri terbimbing merupakan salah satu model pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Model pembelajaran tersebut berbasis penyelidikan dengan bimbingan dari guru. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA pada mata pelajaran geografi. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan dua kelompok yaitu kelas eksperimen dan kontrol. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis pada materi kependudukan berbentuk uraian sebanyak lima soal. Teknik penilaiannya menggunakan skor rubrik. Data yang diperoleh berupa hasil pretest dan posttest. Skor berpikir kritis diperoleh dari selisih antara posttest dan pretest (gainscore). Data dianalisis menggunakan uji-t dengan bantuan program SPSS 16.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi uji-t sebesar 0,000 (< 0,05). Hal itu berarti ada pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Indikator berpikir kritis dalam penelitian ini ada lima. Indikator tersebut meliputi: memberikan penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, membuat inferensi, memberikan penjelasan lebih lanjut, serta mengatur strategi dan taktik. Indikator yang mengalami peningkatan paling besar yaitu mengatur strategi dan taktik. Peningkatan tersebut disebabkan siswa telah melakukan penyelidikan dan penelitian sederhana yang mencakup indikator kemampauan berpikir kritis. Saat keempat indikator sudah dilakukan dengan baik dan benar, maka pada indikator kelima akan dengan mudah dilakukan siswa. Penelitian ini disarankan sebagai suatu pembelajaran bagi guru dalam melatih kemampuan berpikir kritis siswa pada materi kependudukan.

Mengembangkan self ekspresi anak melalui pelajaran menggambar di kelas-kelas rendah sekolah dasar / oleh Sr. Emmanuel

 

Budaya sekolah berwawasan lingkungan pada sekolah adiwiyata mandiri (studi multi situs di SMK Negeri 1 Turen Kabupaten Malang dan SMK Negeri 1 Kota Malang) / Bayu Indra Permana

 

ABSTRAK Permana, Bayu Indra. 2015. Budaya Sekolah Berwawasan Lingkungan pada Sekolah Adiwiyata Mandiri (Studi Multi Situs di SMK Negeri 1 Turen Kabupaten Malang dan SMK Negeri 1 Kota Malang), Tesis. Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Kusmintardjo, M.Pd (II) Prof. Dr. Nurul Ulfatin, M.Pd Kata kunci: budaya sekolah, berwawasan lingkungan, adiwiyata mandiri Lingkungan merupakan salah satu faktor terpenting dalam kehidupan. Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap kelangsungan hidup manusia yang menempati suatu tempat. Semakin baik kualitas lingkungan maka semakin baik juga kualitas hidup seseorang. Lingkungan didalam sudut pandang pendidikan merupakan sesuatu yang berpengaruh besar dalam menyelenggarakan pendidikan, khususnya dalam lingkup lingkungan sekolah. oleh karena itu lingkungan sekolah hendakya dijaga, dipelihara dan di seyogyanya bagi seluruh warga sekolah harus memiliki sikap peduli dan cinta lingkungan. Maka dari itu diperlukan suatu proses yang dinamakan pembudayaan agar peduli dan cinta lingkungan. Proses pembudayaan tersebut merupakan istilah lain dari budaya sekolah yang berwawasan lingkungan. Budaya sekolah berwawasan lingkungan merupakan salah satu bentuk dari budaya organisasi yang bertujuan memberikan pemahaman pada seluruh warga sekolah mengenai tindakan yang peduli dan cinta lingkungan yang di dalamnya terdapat suatu kebijakan, kurikulum, sarana dan prasarana sekolah yang mendukung dalam penerapan budaya berwawsan lingkungan sekolah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) budaya sekolah berwawasan lingkungan pada sekolah adiwiyata mandiri di kota Malang yaitu: (a) Kegiatan budaya sekolah berwawasan lingkungan, (b) Pengorganisasian budaya sekolah berwawasan lingkungan, (2) mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung dalam budaya sekolah berwawasan lingkungan pada sekolah adiwiyata mandiri di kota Malang serta,(3) mendeskripsikan upaya pelestarian budaya sekolah berwawasan lingkungan pada sekolah adiwiyata mandiri di kota Malang Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian multi situs. Kehadiran peneliti sangat penting sebab peneliti disini sebagai instrument penelitian dan sebagai sumber pengumpul data. Lokasi penelitian berada di dua sekolah yaitu di SMK Negeri 1 Turen dan di SMK Negeri 1 Malang. Sumber data dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru, ketua koordinator adiwiyata dan siswa. Tehnik yang digunakan dalam pengambilan data menggunakan 2 tehnik sampling yaitu purposive sampling dan snowball sampling. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdapat analisis data dalam situs dan analisis data lintas situs. Pengecekan keabsahan data yang digunakan ada 4 kriteria yaitu: kepercayaan (credibility), kebergantungan (dependability), kepastian (confirmability) dan keteralihan (transferability). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di SMK Negeri 1 Turen dan SMK Negeri 1 Malang telah mengimplementasikan budaya sekolah berwawasan lingkungan yang telah ditunjukkan dengan adanya suatu kebijakan, kurikulum, kegiatan dan sarana prasarana sekolah yang mendukung budaya sekolah tersebut. Implementasi budaya sekolah berwawasan lingkungan di dalamnya juga terdapat suatu proses pengorganisasian dan berbagai kegiatan-kegiatan. Pengorganisasian dalam budaya sekolah berwawasan lingkungan ditunjukkan dengan adanya suatu pembagian tugas, sosialisasi dan pelaksanaan kegiatan serta adanya suatu monitoring dan evaluasi. Nilai-nilai yang terkandung dalam budaya sekolah berwawasan lingkungan di kedua sekolah yaitu nilai peduli lingkungan, nilai cinta lingkungan dan nilai semangat berprestasi. Pelestarian budaya sekolah berwawasan lingkungan juga dilakukan agar budaya tersebut tidak hilang begitu saja, pelestarian tersebut dilakukan dengan cara melaksanakan seluruh kegiatan yang telah ada sebelumnya. Kegiatan pelestarian juga dilaksanakan pada saat masa orientasi siswa baru dengan cara membekali para siswa baru dengan materi-materi dan pengarahan-pengarahan dalam hal cinta dan peduli lingkungan. Saran-saran dalam penelitian ini ditujukan pada kementerian pendidikan dan kebudayaan dasar dan menengah Dapat dijadikan sebagai bahan referesi dalam mengembangkan sebuah kebijakan yang terkait budaya sekolah berwawasan lingkungan atau program adiwiyata. Kepala Dinas Pendidikan Kab Malang dan Kota Malang dapat dijadikan sebagai bahan kajian dalam menerapkan kebijakan budaya sekolah berwawasan lingkungan khususnya di Kab Malang dan di Kota Malang. Bagi Kepala Sekolah dapat dijadikan sebagai bahan referensi dalam mengembangkan suatu budaya organisasi sekolah dalam kaitannya dengan budaya sekolah berwawasan lingkungan. Bagi Guru dan Koordinator Adiwiyata Sekolah dapat menjadi refleksi dalam kegiatan yang telah dilakukan, sehingga dari refleksi tersebut dapat menjadi acuan dalam melestarikan atau mengembangkan budaya sekolah berwawasan lingkungan sesuai dengan perkembangan pendidikan. Bagi Peneliti Lain dapat digunakan sebagai referensi bagi mahasiswa manajemen pendidikan dalam menambah sumber ilmu dan pengetahuan dan menjadi inspirasi untuk penelitian lanjut yang berkaitan dengan budaya sekolah berwawasan lingkungan.

Pelaksanaan pengajaran management di SMEA Negeri Probolinggo / oleh Priharti Hartati

 

Pengamatan sunspot dan terjadinya flare di stasiun pengamatan matahari (SPM) Watukosek, LAPAN pada bulan mei-Juni 2004 oleh Muhammad Yosief Fu'adi

 

Sunspot merupakan salah satu bentuk dari aktifitas Matahari. Untuk mengukutri ngkatk eaktifanM atahari,m akas alahs atuc aray angd apatd ilakukan adalahd enganm engamatjiu mlah suwpot setiaph ari. penetitiani ni-bertujuan untukm engetahuai ktifitass znrpot selama2 buland i stasiunp engamatai Matahari (SPM) watukoselq LApAN dan juga untuk mengetahuiida atau tidak flare yangm unculp adas aatp engamatand,a nd iharapkand apatm emberikan peringatand ini atasa ncamany ang ditimbulkano leh Matahari. , . _- Pengamatasnu nspoti ni dilakukanm ulai tanggalI Mei 2004h ingga3 0 Juni 2004.A nalisish asil penelitiany ang digunakana dalaha nalisiss ecara deskiptif tentangs urlspotd anf l are. .. Hasil penelitiani ni menunjukkanb ahwap erubahanp osisis anspold apat disebabkano leh adanyar otasid i Matahari.s elain posisi,h ai lain yangdapat berubah-ubaahd alahju mlah, bentuk,m aupunu kurand ari tu poi itulperubahan bentuk,u kuran,d anj uml ah su nspot disebabkano leh besar-kecilnyaa ktifit as magnetiky angt erjadi di dalamM atahariy ang dapatm enimbulkans urspoi. Semakinb anyaks urrspoyt angm uncul,m akas emakinb anyakp ulafari yang terjadi. Berdasarkanh asil penelitian,d apatd isarankana gard alamm engamati sunspoth arusd ilakukand engank ecermatany angt inggi, sehinggah asil pengamatand apat dipertanggungiawabkanS. elain itu pengamatanh arus dilakukan setiap hari, sehingga alur pergerakan sunspot dipat terdeteksi, dan bila dalamp engamatante rlihatb entulqju mlall maupunu kurans uwpor semakin besar, maka pengamat harus segera memberikan peringatan akan adanya ancaman dari Matahari. l

Pelbagai kesulitan yang dihadapi oleh Koperasi Simpan Pinjam Rakyat Desa Wlingi / oleh Sri Hastuti"

 

Analisis implementasi program pengembangan sumber daya manusia di PT. Swabina Gatra Gresik / Aprilia Diah Mega Frenty Pelu

 

ABSTRAK Pelu, Aprilia Diah Mega Frenty. 2015. Analisis Impelementasi Program Pengembangan Sumber Daya Manusia di PT. Swabina Gatra Gresik. Skripsi. Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Syihabudhin, S.E., M.Si., (2) Elfia Nora, S.E., M.Si Kata Kunci: Implementasi, Pengembangan Sumber Daya Manusia Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih dalam pelaksanaan program pengembangan SDM yang dimulai dari tahap perencanaan hingga pada tahap pasca pelaksanaan program di PT. SBG. PT. SBG dipilih karena memiliki keunikan yakni sebagai perusahaan penyedia jasa tenaga kerja, hak untuk dikembangkan pengetahuan dan keterampilan karyawannya sangat diperhatikan, tidak memandang status karyawan sebagai pegawai tetap, kontrak, maupun tenaga outsourching. Penelitian ini memiliki fokus yaitu; (1) Dasar pelaksanaan program pengembangan SDM PT. SBG, (2) Jenis program pengembangan yang telah dilaksanakan di PT. SBG, (3) Implementasi program pengembangan SDM PT. SBG, (4) Komitmen pimpinan terhadap program pengembangan SDM PT. SBG, (5) Faktor pendukung dan penghambat program pengembangan SDM PT. SBG, (6) Tindak lanjut perusahaan atas pelaksanaan program pengembangan SDM PT. SBG. Penelitian ini termasuk dalam kategori studi kasus-deskriptif kasus tunggal, sedangkan pendekatannya adalah pendekatan kualitatif, karena penelitian ini membutuhkan suatu perhatian yang lebih rinci dan mendalam. Data dalam penelitian diperoleh melalui wawancara semistruktur, observasi, dan studi dokumen. Dengan narasumber utama kepala diklat PT. SBG, instruktur diklat PT. SBG, karyawan outsourching maupun kontrak, dan user PT. SBG. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa (1) Yang mendasari dilaksanakannya program pengembangan SDM PT. SBG adalah analisa pada kebutuhan organisasional, individu maupun pekerjaan, (2) Jenis program pengembangan SDM yang telah dijalankan oleh PT. SBG untuk diberikan kepada karyawannya adalah character building, pelatihan K3, motivasi, pelayanan prima, kesatpaman, serta pelatihan untuk hardskill, (3) Implementasi program pengembangan SDM di PT. SBG adalah sebagai berikut; (a) Sasaran peserta program pengembangan SDM PT. SBG adalah seluruh karyawan tetap, kontrak, maupun outsourching yang berada di PT. SBG maupun yang berada di perusahaan lain, (b) Metode pengembangan SDM yang digunakan oleh PT. SBG dilaksanakan secara fleksibel didasarkan pada kebutuhan materi dalam pelatihan dan karakter calon peserta pelatihan. Namun pada pelaksanaannya, metode yang paling sering digunakan adalah metode off the job training, (c) Lingkup pengetahuan yang didapatkan peserta dalam program pengembangan SDM PT. SBG adalah sebagai berikut: (i) Character building: self and team building, komunikasi efektif, dan manajemen stress serta waktu, (ii) Kesatpaman: Kedisiplinan, kesigapan, tanggung jawab, (iii) K3: materi sesuai dalam safety induction perusahaan, (iv) Pelayanan Prima: ketepatan, kecepatan, dan kesigapan, (v) Motivasi: motivasi dalam bekerja untuk meningkatkan produktifitas kerja, (vi) Pelatihan hardskil: lingkup pengetahuan sesuai dengan hasil penilaian kinerja, (d) Standar keberhasilan program pengembangan SDM PT. SBG diukur melalui keterampilan karyawan di bidang softskill yang meliputi keterampilan pada: (i) Character building: karyawan mampu bekerja dalam tim, mampu memanajemen waktu maupun stress, mampu melakukan komunikasi dengan baik dengan atasan maupun rekan kerja, (ii) Kesatpaman: sigap, disiplin, responsif, (iii) K3: karyawan terampil dalam penggunaan alat pelindung diri dan keamanan kerja lainnya, (iv) Pelayanan Prima: karyawan bertanggung jawab dengan bekerja secara cepat dan tepat, dan (v) Pelatihan hardskill: keterampilan di bidang hardskill karyawan, (e) Pembiayaan program pengembangan SDM PT. SBG bersumber dari dana perusahaan yang dialokasikan pada diklat untuk pembiayaan program pengembangan rutin dan pembiayaan program pengembangan masing-masing unit, (f) Evaluasi pelaksanaan program pengembangan SDM PT. SBG dilaksanakan melalui dua cara, yakni evaluasi reaksi oleh peserta pelatihan dan user, evaluasi hasil yang dilakukan oleh pimpinan dan user maupun atasan langsung atas kinerja karyawan, (4) Komitmen Pimpinan terhadap Program Pengembangan SDM diwujudkan melalui dua cara, yakni secara langsung dan secara tidak langsung. (5) Faktor Pendukung Program Pengembangan SDM PT. SBG adalah; adanya dukungan dari user maupun atasan langsung karyawan, dukungan dari perusahaan meliputi dukungan dana serta perijinan, dan dukungan dari karyawan itu sendiri. Sedangkan faktor penghambat program pengembangan SDM PT. SBG adalah; adanya kendala waktu, kendala perijinan dan waktu pelaksanaan, sikap karyawan peserta, keterbatasan instruktur, dan keterbatasan peralatan, (6) Tindak lanjut perusahaan meliputi tindak lanjut atas kendala serta tindak lanjut atas pelaksanaan pada evaluasi reaksi dari peserta dan user terhadap pelaksanaan program dan hasil yang diukur melalui evaluasi kinerja karyawan. Saran penelitian untuk implementasi pengembangan SDM PT. SBG adalah terkait pada jumlah peserta program pengembangan, sebaiknya sasaran peserta lebih dispesifikkan sesuai kebutuhan masing-masing karyawan, Sehingga untuk menghindari ketidak efisienan pembiayaan dikarenakan sasaran peserta yang kurang tepat, peneliti menyarankan untuk memberikan pelatihan hanya kepada karyawan yang membutuhkan adanya program pengembangan. Kedua, mengenai kesesuaian waktu pelaksanaan program pengembangan. Pelatihan sebaiknya diadakan berdasarkan kesesuaian waktu antara ketersediaan karyawan dengan jadwal yang ditetapkan oleh perusahaan, sehingga dalam mengikuti jalannya pelatihan, karyawan tidak terganggu dengan perintah atasan maupun pekerjaan yang ditinggalkannya.

Pemasaran hasil produksi perusahaan permin dan kembang gula Sin A di Pasuruan / oleh Pudyastuti Soemartono

 

Usaha peningkatan mutu pengajaran ekonomi dan koperasi di SMP Negeri VIII Malang / oleh Gayatri Satyadewi

 

Masalah kenaikan harga beras dalam Pelita I di Desa Kabat Kabupaten Banyuwangi / oleh Achmad Soli

 

Tinjauan historis terhadap Undang-Undang Dasar / oleh Siti Chairati

 

Peranan motivasi dalam pendidikan dan pengajaran di SLTA / oleh Siti Amanah Zaini

 

Peranan PKPN dalam meningkatkan kesejahteraan para anggotanya di Kabupaten/Kotamadya Mojokerto
oleh Susilaningtyas

 

Masalah produksi ditinjau dari sudut tenaga kerja pada Pabrik Es Kauman Malang / oleh Abd. Latif H. Abdullah

 

Produksi dan penjualan textil pada perusahaan industri textil CV Mulia Jaya Malang / oleh Chabib

 

Peranan Pusat Koperasi Pegawai Negeri Kota Madya Malang didalam meningkatkan kesejahteraan para anggotanya / oleh Kusmiyanti

 

Masalah permodalan pada Koperasi Peternakan/Pemerahan Air Susu Sapi S.A.E. di Desa Ngroto Kecamatan Pujon Malang / oleh Sugeng Wahono

 

Peranan Koperasi Konsumsi Zipur Lawang bagi para anggotanya / oleh Suratina

 

Staffing organisasi intern pada perusahaan mesin dan cor Antarlina di Bululawang / oleh Eddy Maherul Fata

 

Tinjauan terhadap permodalan pada Perusahaan Es Mambo" jalan Kasin Kidul nomer 56 Malang / oleh Ratna Ariastuti"

 

Pemanfaatan sumbangan pemerintah pusat seratus ribu rupiah di Desa Tamanan Trenggalek / oleh Gupuh Santoso

 

Pengembangan buku panduan baris-berbaris berbahasa Arab berbasis gambar bagi pramuka penggalang di MTsN Mojokerto / Zahrotur Rohmah

 

ABSTRAK Rohmah, Zahrotur. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Kosa kata Bahasa Arab untuk Baris-berbaris bagi Pramuka Penggalang di MTsN Mojokerto. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Imam Asrori, M.Pd, (II) Ibnu Samsul Huda, S.S, M.A. Kata Kunci: Baris-Berbaris, Pramuka, MTsN Mojokerto Kedudukan ekstrakurikuler pramuka dalam kurikulum 2013 dapat menjadi wadah dan peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan pembelajaran bahasa Arab. Saat ini, peneliti mencoba menuangkan pembelajaran bahasa Arab pada kegiatan ekstrakurikuler dalam menyampaikan materi kepramukaan dan memadukan keduanya dengan menyusun bahan ajar tutorial baris-berbaris berbahasa Arab. Hal ini akan membantu siswa mengembangkan keterampilan berbahasa yang selama ini mereka pelajari di bangku kelas. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan bahan ajar kosa kata bahasa arab untuk baris-berbaris dalam kegiatan pramuka penggalang. Bahan ajar yang dihasilkan berupa tutorial baris-berbaris disusun dengan memenuhi karakteristik bahan ajar yang baik sehingga layak digunakan untuk membantu siswa menambah penguasaan kosa kata. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan (R&D). Prosedur penelitian dikembangan dari modifikasi model menurut Borg & Gall dan Soenarto. Penelitian dilakukan pada 40 sampel Dewan Penggalang kelas 1 dan 2 MTsN Mojokerto. Data penelitian bersifat kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif didapat dari hasil observasi langsung oleh peneliti dan sebaran angket kepada subjek coba. Data kuantitatif didapat dari skorsing validasi bahan ajar oleh ahli. Terdapat empat validator bahan ajar , yaitu ahli media dan kebahasaan, ahli materi, guru bahasa Arab dan pembina pramuka. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan analisis data yang dimulai dengan pengumpulan data dan pengecekan, pengorganisasian, pengolahan data serta penemuan hasil. Hasil dari kegiatan penelitian dan pengembangan bahan ajar kosa kata bahasa Arab untuk baris-berbaris bagi pramuka penggalang MTsN Mojokerto menghasilkan dua kesimpulan yakni (1)bahasa Arab masih dianggap asing oleh siswa MTsN Mojokerto. Hal ini didasarkan pada kemampuan dan kemauan siswa yang rendah untuk melafalkan ungkapan baris-berbaris dalam bahasa Arab. Kehadiran bahan ajar ”Tamrinatu an-Nidzam wa at-Tasykilat” diterima siswa dengan partisipasi penuh dalam mengaplikasikan istilah-istilah baris-berbaris, (2) bahan ajar berupa tutorial baris-berbaris memenuhi tingkat kelayakan yang baik dalam membantu siswa memperkaya kosa kata bahasa Arab. Hal ini didasarkan pada hasil skorsing validasi bahan ajar oleh ahli, (3) model tutorial penggunaan bahan ajar menentukan keberhasilan pembelajaran. Untuk tujuan sebuah keterampilan berbahasa, buku tersebut tidak hanya ditujukan pada siswa di lembaga pendidikan madrasah. Siswa pada sekolah non-madrasah dapat pula diajak untuk mempelajari baris-berbaris dalam bahasa Arab. Pengaplikasian baris-berbaris berbahasa Arab dalam kegiatan pramuka sehari-hari dapat membantu siswa mempertahan ingatan pada ungkapan-ungkapan khusus tersebut.

Peranan Pusat Koperasi Pegawai Negri di Blitar / oleh Endang Ekowati

 

Pembangunan masyarakat desa dalam rangka penggunaan subsidi pemerintah tahun 1973/1974 di Kecamatan Maospati / oleh Djoko Harjono

 

Usaha Koperasi Kredit Makmur dalam menghadapi paceklik di Desa Darmorejo - Caruban Madiun
oleh Elis Sulistyawati

 

Analisis soal tes sumatif kimia kelas I semester genap SMU Negerise Kota Madiun tahun ajaran 2002/2003 oleh Martini Dwipo Sari

 

Dewasa ini mutu pendidikan sering ditinjau hanya dari segi produktivitas lulusarurytaa npah arusm elihatf aktor-faktor yang berpengaruhS. alah-satu.faktor yangm empengaruhmi utu pendidikana dalahm utu soalt es yang diberikank epada siswa.S oA tes sumatify ang merupakans alahs atub entukt es, umumnyak urang diperhatikann rutunyao ieh guru. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mengetatru-id an minganalisiss oalt es sumatifk imia kelasI semestegr enapS MU-Negeris e-kota MadIunt ahuna jaran2 002/2083y ang meliputi aspek-aspevka liditasi si, validitas butir soal,r eliabilitas,t arafkesukaran,d ayap embedad, an penyebaranra nah kognitif. Diharapkand ari penelitiani ni diperolehh asily angb ermanfaaut ntuk mengetahumi utu dari soalt ess umatift ersebut. Populasi penelitian ini adalah semua soal obyektif dan lembar jawaban siswad ari tes sumatifk imiak elasI semestegr enapS MU Negeris e-kotaM adiun tahuna jaran2 00212003C. arap engambilans ampeml enggunakante l'nk cluster sampIi ng (samplingk elompok).S ampekl elompokd iperolehm ula;rylg !91ean mrngumUitti ma SVIUN se-kotaM adiun. Kemudiand axit iap4iap SMUN diambil dua kelas secara acak. Selar{utnya dari tiap kelas diperoleh testee yangjumlahnya mungkin sama banyak mungkin pula berbeda' Akhirnya' dari tiap testee ini diperolehl embarj awabans isway angj ika digabungkana kanm enjadia nggota sampekl elompok.L embarj awabans iswai nilah yang digunakans ebagadi ata untuk menganalisiso alt es sumatifk irnia kelasI semestegr enapS MU Negeri se' kota Madiun tahun ajaran 200212003. Metode yang digunakand alamm enganalisisd ata adalahm etoded eskriptif dalamh al raliditas isi, validitasb utir soal,r eliabilitas,t arafkesukararud aya pembedad, anp enyebaranra nahk ognitif terhadaps oalt es sumatifk imia semester genap kelas I SMU Negeri se-kota Madiun. Hasil penelitian menunjukkan: l. 100% soal tes sumatif kimia kelas I kelima SMLIN yang diteliti sesuai dengan GBPP ataum empunyavi aliditasi siyang baik, 2. 3. lebih dari 500/os oalt es sumatifk imia kelasI kelima SMI-INy ang diteliti dinyatakanv alid atau memiliki validitasb utir soaly ang baik, soal tes sumatif kimia kelas I kelima SMTIN yang diteliti sudah mempunyai reliabilitass oaly angb aik, dimanad iperolehh argak oefisienr hitun2s rtub.l, maka soal tersebut reliabel, 4. soalt es sumatifk imia kelasI kelima SMTIN yang diteliti mempunyatia raf kesukarany ang berbedad" itnanas oalt es sumatifyangb aik adalahs oaly ang mempunyatia raf kesukarans edangy, aitu soaly ang dimiliki oleh SMUN I Madiun( 60%), SMLIN5 Madiun( 42,86yo)d, anS MUN6 Madiun( 40yo), sedangkanS MUN 2 Madiun mempunyatia raf kesukarans ukar( 65%) dan SMUN 3 lr{adiunm empunyatai rafk esukaramn udah( 46,67%)m erupakan soatle ss urnatifyankgu rangb aik, 5. soatle ss umatikf imiak elasI kelimaS MLTNya ngd itelitim empunyadia ya pembedjeal ek,d imanas oalt ess umatiSf MUNI Madiuns ebesa8r0 %, SMUN2 Madiuns ebesa5r5 %,S MUN3 lv{adiunse besa9r3 ,330lSo,M UN4 Madiuns ebesa9r4 ,29yod,a nS MUN6 Madirn90o/o, 6, soalt ess umatifk imia kelasI kelimaS MLN yangd iteliti penyebararna nah kognitifs oalb elumm eratad, imanak elimas oalt ess umatifyandgi analisis semuanyhaa nyam engukutri ngkatk emampuainn gatanp, emahamarl peneraFaann, alisisd, ans intesiss, edangkaunn tukt ingkatk emampuan evaluasbie luma day angm enggunakan. Berdasarkahna silp enelitianin i diperolekhe simpulabna hwas oatl es sumatikf imia kelasI SMUN egeris e-kotaM adiunt ahuna jaran2 002/2003 mempunyami utuy angk urangb aik danp enyebararna nahk ognitiftyab elum seimbansge, hingghaa rusd irevisai taud iganti,

Pengawasan kwalitas produksi di Perusahaan Tegel Himalaya Malang
oleh Djoko Subroto

 

Perbedaan tingkat kesegaran jasmani antara siswa putra kelas VI SD Bremi I kecamatan Krucil di dataran tinggi dan SD Kedung Dalem II Kecamatan Dringu di dataran rendah Kabupaten Probolinggo / oleh Bayu Prasetyo

 

Peningkatan kemampuan menulis paragraf eksposisi siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 9 Malang tahun 2011/2012 dengan strategi lipirtup ( lihat, pilih, renungan, tuangan dan publikasikan) / Sripit Widiastuti

 

Kata kunci : kemampuan menulis, paragraf ekpsosisi, strategi Lipirtup Kemampuan menulis paragraf eksposisi merupakan salah satu ketrampilan berbahasa yang diajarkan matapelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMA. Menulis paragraf eksposisi merupakan salah satu kompetensi dasar yang diajarkan di kelas XI Program Bahasa. Kompetensi dasar tersebut adalah menyusun beberapa paragraf ekspositif tentang hasil pengamatan (penelitian). Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Bahasa Indonesia kelas XI Bahasa SMAN 9 Malang dan hasil tulisan paragraf ekposisi siswa, diketahui bahwa kemampuan siswa dalam menulis paragraf eksposisi masih rendah. Rata-rata nilai yang diperoleh siswa masih di bawah KKM yang ditetapkan, yaitu 75. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan menulis paragraf eksposisi pada aspek isi, struktur paragraf, dan penggunaan bahasa siswa kelas XI Bahasa SMAN 9 Malang dengan strategi Lipirtup. Strategi Lipirtup diharapkan mampu meningkatkan keaktifan dan semangat siswa dalam pembelajaran menulis paragraf eksposisi sehingga hasil tulisan siswa mampu memenuhi aspek isi yang meliputi subaspek kedalaman dan keakuratan informasi, struktur paragraf yang meliputi subaspek kelengkapan, kepaduan, dan kesatuan paragraf, serta mampu memenuhi aspek penggunaan bahasa yang meliputi subaspek keefektifan kalimat, pilihan kata, ejaan, dan tanda baca. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Data penelitian bersumber dari hasil penelitian siklus I dan siklus II, meliputi data proses dan data hasil. Data hasil adalah data hasil karya tulis siswa dan data proses berupa aktivitas guru dan siswa yang terekam dalam lembar observasi. Hasil analisis data kemampuan menulis paragraf eksposisi siswa dari siklus I ke siklus II menunjukkan peningkatan kemampuan menulis paragraf eksposisi pada aspek isi, struktur paragraf, dan penggunaan bahasa. Kemampuan rata-rata siswa dalam menulis paragraf eksposisi pada aspek isi dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebanyak 17,1 poin dari 65,80 menjadi 82,90. Kemampuan rata-rata siswa dalam menulis paragraf eksposisi pada aspek struktur paragraf dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebanyak 30,3 poin dari 56,3 menjadi 86,6. Kemampuan rata-rata siswa dalam menulis paragraf eksposisi pada aspek penggunaan bahasa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebanyak 19, 4 poin dari 69,3 menjadi 88,7. Sehubungan dengan hasil penelitian ini, disarankan pada guru untuk menggunakan strategi Lipirtup untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf eksposisi. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat mengembangkan strategi pembelajaran pada kompetensi berbahasa yang lain.

Masalah pemasaran hasil produksi pada industri tegel, beton, eternit dan sanitair Blitar di Blitar / oleh Rumani

 

Peningkatan motivasi belajar dan keterampilan proses siswa SLTP Negeri 4 Malang melalui pendekatan konstruktivis oleh Heni dwi Puspita

 

Pemasaran hasil produksi perusahaan tepung tapioka Ampel Gading" Kecamatan Ampel Gading Malang Selatan / oleh Bambang Purwanto"

 

Peranan Koperta dalam meningkatkan standart hidup masyarakat Desa Bendorejo / oleh Sumiati Wiryosoemarta

 

Tugas terstruktur sebagai asesmen alternatif untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran fisika dikelas I MTs Negeri I Malang oleh Viana Prastyonngsih

 

Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan kegiatan penelitian Kurikulum BerbasisK ompetensiP. enilaianin i dilaksanakasne carate rpadud alamp roses pembelajaranS. alahs atub entukP BK adalaht ugast erstruklur. Tugast erstruktur ini dirancangu ntukm eningkatkanku alitasp rosesp embelajarasni swa.T ugas terstruktudr apatd igunakans ebagaai sesmeanl ternatify angm erupakanc aral ain penilaiand alam suatup rosesp engumpulanin formasi yang dilakukan secara sistematis Penelitianin i bertujuanu ntuk( l) mendeskripsikapnr osesb elajarf isika siswad alam prosesp emhlajaran fisika, (2) mendeskripsikank ualitasp roses pembelajarafnis ika di kelasI MTs NegeriI Malang,d an( 3) mendeskripsikan penggunaantu gast erstruktur sebagaai sesmena ltematifdalam proses pembelajarafnis ika di kelasI MTs NegeriI Malang. Penelitiand ilaksanakadni MTs NegeriI Malangy angt erletakd i jalan BandungN o 8 Malang.S ubyekd alamp enelitiany aitu siswak elasI -B tahun ajaran2003l200d4i MTs NegeriI Malang,denganju mlah siswas ebanya4k 0 sisway ang terbagi atas1 2 siswap utra dan 28 siswap utri. Pengumpuland ata menggunakante knik observasi,w awancarad, an dokumentasiA. nalisis data dilakukand enganc aram ereduksip, aparand ata,m enarikk esimpulans ementara dan melakukan refleksi. Hasil penelitianm enunjukkanp enggunaatnu gast erstrukturs ebagai asesmeanl tematifd alamp rosesb elajarf isikad apatm embentukp erilakub elajar siswa kelas I MTs Negeri I Malang menjadi lebih aktif dan disiplin. Tugas terstruktusrc bagaai scsmcanl t crnatfi dapatr ncningkatkaknu aIi tasp roses pembelajarafnis ika di kelasI MTs NegeriI Malang. Pembahasadna np emberian nilai padah asil pelaksanaantu gast erstrukturs iswas ertap emberians kor bagi sisway anga ktif dapatm eningkatkanku alitasp rosesp embelajarafnis ika di kelasI MTs Negeri I Malang.

Peranan koperasi dalam Pelita / oleh Soepraptie Nawawi

 

Peranan Bank Rakyat Indonesia cabang Malang dalam pemenuhan kebutuhan kredit / oleh Maria Sulastri

 

Peranan koperasi pertanian tebu rakyat di Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang dalam rangka peningkatan produksi gula / oleh Abdul Latif Zagladi

 

Usaha peningkatan produksi rokok pada perusahaan rokok P T Grendel Malang / oleh Machmudah

 

Usaha peningkatan produksi tegel pada PT Lantai Indah" di Malang
oleh Sri Parmini Hayati"

 

Beberapa usaha peningkatan produksi padi di Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto / oleh Alifah

 

Usaha peningkatan produksi sepatu pada PT Bison Malang / oleh Endang Rohayati

 

Pelaksanaan pengajaran ekonomi koperasi di SMP Negeri I Malang / oleh Isnainiyah

 

Usaha peningkatan hasil produksi tegel, beton dan sanitair pada perusahaan CV Penataran" Blitar di Blitar / oleh Srie Muktiningsih"

 

Peningkatan kecakapan berpikir kritis, literasi ilmiah, dan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA 7 SMA N 1 Karanganyar melalui blended-problem based learning berbasis lesson study / Samuel Agus Triyanto

 

ABSTRAK Triyanto, Samuel Agus. 2016. Peningkatan Kecakapan Berpikir Kritis, Literasi Ilmiah, dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA 7 SMA N 1 Karanganyar Melalui Blended-Problem Based Learning Berbasis Lesson Study. Tesis. Pendidikan Biologi. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1)Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D., (2) Dr. Fatchur Rohman, M.Si. Keywords: Blended-Problem Based Learning, berpikir kritis, literasi ilmiah, hasil belajar biologi, lesson study Hasil uji pra siklus mengenai kecakapan berpikir kritis, literasi ilmiah, dan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA 7 SMA N 1 Karanganyar Tahun Pelajaran 2015/2016 menunjukkan bahwa proses belajar yang berlangsung kurang maksimal. Proses belajar harus dimaksimalkan dengan menggunakan desain pembelajaran yang memanfaatkan permasalahan sebagai stimulus pembelajaran dan berbasis teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecakapan berpikir kritis, literasi ilmiah, dan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA 7 SMA Negeri 1 Karanganyar, serta mengetahui penerapan Blended-Problem Based Learningatau Blended-PBL berbasis Lesson Study dalam pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas ini memiliki 4 tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang berbasis Lesson Study meliputi tahap plan, do, dan see. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 7 yang berjumlah 32 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan instrumen tes berpikir kritis, literasi ilmiah, dan hasil belajar biologi. Analisis data penelitian menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecakapan berpikir kritis, literasi ilmiah, dan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA 7 tahun pelajaran 2015/2016 meningkat dengan penerapan Blended-PBL berbasis Lesson Study. Blended-PBL berbasis Lesson Studyditerapkan melalui kegiatan pembelajaran online dan tatap muka di kelas, dengan memanfaatkan Lesson Studyuntuk meningkatkan proses belajar.

Peranan pamong desa dalam rangka pembangunan di Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar
oleh Sugianto

 

Struktur organisasi perusahaan daerah Pembantaian" Kotamadya Malang / oleh Abidin H. Mansyur"

 

Penerapan metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) untuk meningkatkan motivasi belajar fisika siswa SMP Negeri 1 Bangkalan oleh Isna Ida Mardiyana

 

Berdasarkanir asii pengamatand i iapangan,m enunjukkanb ahwam otivasi belajarf isika siswam asihr en

Pengembangan perangkat ajar sistem persamaan linier dua variabel dengan media botol minuman untuk siswa kel;as VIII SMP yang berciri realistic mathematic education / Seviana Maryam

 

ABSTRAK Maryam, Seviana. 2015. PengembanganPerangkat Ajar SistemPersamaan Linier DuaVariabeldengan Media BotolMinumanuntukSiswaKelas VIII SMP Yang Berciri Realistic Mathematic Education. JurusanMatematika FMIPA UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: Prof. Drs. GatotMuhsetyo M.Sc. Kata kunci: perangkat ajar, RME, sistempersamaan linier duavariabel, media botolminuman Tujuanpengembanganiniadalahuntukmenghasilkanperangkat ajar persamaan linier duavariabeldengan media botolminumanuntuksiswakelas VIII SMPyang bercirirealistic mathematic education. Model pengembangan yang digunakanadalah model 4-D (four D model)dariThiagarajan yang terdiriatasempattahap, yaitutahappendefinisian (define), tahapperancangan (design), tahappengembangan (develop), dantahappenyebaran (disseminate). Tetapidalampenelitianinitidakdilakukantahappenyebaran (disseminate). Perangkat ajar yang dikembangkanterdiriatas RPP, soaltesdanBukuSiswa.Dalampembelajaranjugadigunakan media botolminumanuntukmemudahkansiswadalammempelajarimateripersamaan linier duavariabel.Uji yang dilakukanpenelitiadalahujikevalidan yang dilakukanolehsatu orang dosendandua orang guru matematika, danujikelayakanperangkat ajar dilakukanoleh 10 siswasebagaisubjekujicoba. Berdasarkananalisis data yang dilakukandiperolehhasilyaitu: (1) persentasekevalidan RPP danBukusiswaberturut-turutadalah 85,71% dan 82,22%, (2) persentasesiswa yang mendapatnilaidiatas SKM adalah 90% yang ditunjukandengan 9 dari 10 subjekujicobamemperolehnilaiakhirlebihdariatausamadengan 75. Dengandemikianperangkat ajar persamaan linier duavariabeldengan media botolminuman yang berciri RME yang dihasilkanmemenuhikriteria valid danlayakuntukdigunakan.Berdasarkanpengembanganinidisarankanuntukmenyesuaikanmateridengansituasikontekstualnyadanmengembangkanperangkat ajar yang berciri RME untukmateri lain.

Peningkatan produksi dan cara pemasaran pabrik gula Wonolangan di Probolinggo / oleh Wahyuning Astuti

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |