Pengaruh pemasangan intercooler pada motor diesel Mercedez Benz OM 422 A turbocharger terhadap daya motor / Arif Winarno

 

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan kegiatan pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini Tunas Harapan, metode dan media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini Tunas Harapan, dan penilaian perkembangan anak yang digunakan oleh pendidik di Pendidikan Anak Usia Dini Tunas Harapan. Lokasi penelitian yang dipilih\ adalah PAUD Tunas Harapan yang terletak di JL. Kemantren Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Metode yang dipakai peneliti adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan April 2009. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada paud tunas harapan bahwa materi yang diberikan dalam kegiatan pembelajaran di PAUD ini untuk anak usia dini dikembangkan merujuk pada pencapaian kemampuan anak usia dini sesuai dengan tahap perkembangannya dalam “menu pembelajaran generik”. Pendidik memberikan kegiatan pembelajaran yang dapat mencakup aspek (1) perkembangan moral dan nilai-nilai agama,(2) pengembangan fisik, (3) pengembangan bahasa, (4) pengembangan kognitif daya pikir, (5) pengembangan sosio-emosional, dan (6) pengembangan seni pada anak. Kegiatan pembelajaran yang diberikan pada anak usia 2-3 tahun dan 3-4 tahun pada dasarnya sama, namun kegiatan pembelajaran yang diberikan untuk usia 2-3 tahun lebih sederhana dan dilakukan dengan bermain yang bertujuan untuk pembiasaan moral, melatih bahasa anak, melatih keberanian dan kemandirian anak serta kedisiplinan dan tanggung jawab anak didik.. Metode pembelajaran di PAUD Tunas Harapan ini dilaksanakan secara sederhana, manarik dan bervariasi sehingga materi mudah diterima anak didik sesuai dengan kebutuhan, minat dan kemampuannya. Adapun metode yang digunakan di PAUD meliputi: (a) Metode bernyanyi, (b) metode bercakap-cakap tanya jawab, (c), metode bermain peran, (d) metode bercerita, (e) metode karyawisata, (f) metode demonstrasi, (g) metode pemberian tugas. Pada PAUD metode pembelajaran yang diterapkan berdasarkan atas perkembangan anak secara tepat, bertahap, berulang dan terpadu yang dilakukan dengan suasana bermain, karena pada dasarnya bermain adalah dunia anak-anak.. Pada saat melaksanakan kegiatan pembelajaran pendidik membutuhkan media pembelajaran yang efektif dan efisien untuk menarik minat belajar anak didik. Media yang digunakan adalah media yang ada disekitar PAUD, yaitu benda-benda, gambar-gambar yang ditempel didinding, buku cerita, buku gambar, majalah sampai alat-alat yang secara baku digunakan dalam kegiatan pembelajaran sesuai dengan materi tertentu. Media pembelajaran anak didik adalah sederhana, mereka terbiasa bermain dengan apa yang ada disekitarnya. Segala macam benda, seperti hewan-hewan plastik, boneka, balok, dekak-dekak, lego, puzzle yang dapat menjadi media bermain untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan anak didik. Pendidik PAUD Tunas Harapan menilai anak usia dini dengan observasi, baik secara individu maupun kelompok dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan anak usia dini dan membantu orang tua dalam memberikan dorongan pada anak usia dini untuk belajar. Penilaian ini dilakukan oleh pendidik mulai dari anak didik awal masuk sampai kegiatan belajar berakhir, yangdilakukan berdasarkan aktivitas pembelajarannya. Penilaian tersebut melalui rapot dalam bentuk narasi diberikan tiap semester sekali, sedangkan melalui buku penghubung dalam bentuk narasi diberikan tiap ada kegiatan. Adapun aspekaspek yang akan dinilai setiap harinya pada buku penilaian adalah: norma /agama, kognitif atau daya pikir anak usia dini, psikomotorik, dan afektif. Alat penilaian kegiatan pembelajaran yang digunakan pada PAUD Tunas Harapan, yaitu melalui pengamatan, pemberian tugas dan hasil karya anak usia dini yang diberikan secara narasi atau deskripsi. Hasil penelitian ini diharapkan bisa memberikan tambahan informasi dan keilmuan dibidang PAUD, khususnya kegiatan pembelajaran pada pendidikan anak usia dini, adanya metode pembelajaran yang beragam dan bersifat fleksibel, sehingga materi yang disampaikan mudah diterima oleh anak usia dini sesuai dengan kebutuhan, minat dan kemampuannya sehingga dapat mencakup semua spek pengembangan pada anak usia dini.

Pengaruh pemanasan bahan bakar biodiesel (minyak jarak-solar) terhadap konsumsi bahan bakar mesin diesel / Muchamad Taufiqurrochman

 

ABSTRAK Taufiqurrochman, Muchamad. 2009. Pengaruh Pemanasan Bahan Bakar Biodiesel (Minyak Jarak- Solar) Terhadap Konsumsi Bahan Bakar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sukarni, S.T, M.T., (II) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T Kata Kunci: Pemanasan Bahan Bakar, Biodiesel, Konsumsi Bahan Bakar, Mesin Diesel Semakin tinggi temperatur bahan bakar menyebabkan perubahan karekteristik bahan bakar, terutama pada viskositas bahan bakar menjadi lebih rendah dan lebih mudah terjadi atomisasi bahan bakar sehingga cepat menguap. Butiran bahan bakar yang disemprotkan keruang silinder saat akselerasi menjadi lebih halus yang menyebabkan terjadinya proses pencampuran udara yang lebih homogen dan bahan bakar lebih mudah terbakar di dalam silinder Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanasan bahan bakar biodiesel (minyak jarak-solar) terhadap konsumsi bahan bakar yang digunakan pada mesin diesel dengan persentase campuran biodiesel (20%) dan putaran mesin, berbagai variasi putaran mesin (1300, 1600, 1900, 2200, 2500) baik yang dipanaskan dengan gas buang maupun tidak dipanaskan, berbagai variasi konsentrasi baik yang dipanaskan maupun tidak dipanaskan, serta interaksi pemanasan, variasi konsentrasi, dan variasi putaran mesin terhadap konsumsi bahan bakar Minyak jarak yang digunakan sebagai bahan bakar biodiesel (20% minyak jarak-80% solar) dalam penelitian ini diperoleh dari Lembaga Penilitian Universitas Negeri Malang, yaitu minyak jarak yang telah melalui proses transesterifikasi. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Motor Bakar Universitas Brawijaya Malang, tanggal 6 Pebruari 2009 dengan menggunakan alat Flowmeter. Jenis penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian eksperimental dengan desain faktorial 5 x 2. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analis varian dua jalan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Perlakuan putaran mesin yang digunakan adalah rentangan 1300 rpm, 1600 rpm, 1900 rpm, 2200 rpm, dan 2500 rpm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanasan bahan bakar biodiesel (minyak jarak-solar) berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar mesin diesel. Kenaikan terjadi pada putaran mesin 1300 rpm sampai 2200 rpm. Karena pada putaran menengah, isi silinder maksimum, volume penyemprotan maksimum, maka moment putar juga maksimum. Sedangkan penurunan terjadi pada putaran 2500 rpm. Pada putaran tinggi, isi silinder menjadi sedikit, karena waktu untuk pembukaan katup menjadi pendek maka konsumsi bahan bakar menjadi sedikit. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pemanasan bahan bakar, variasi putaran mesin dan interaksi antara pemanasan dan putaran mesin mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Terlihat jelas bahwa bahan bakar yang diberi pemanas lebih irit dibandingkan bahan bakar yang tidak diberi pemanas..Dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya pengaruh kenaikan suhu bahan bakar terhadap konsumsi bahan bakar.

Pengembangan media animasi pembelajaran sistem pernapasan pada manusia untuk siswa kelas 5 SD Negeri Mandiro 1 Bondowoso / Ika Novyati Budi Lestari

 

ABSTRAK Lestari, Ika Novyati Budi. 2009. Pengembangan Media Animasi Pembelajaran Sistem Pernapasan pada Manusia untuk Siswa Kelas 5 SD Negeri Mandiro 1 Bondowoso. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Unuversitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Punaji Setyosari, M. Ed, (II) Yerry Soepriyanto, M. T. Kata kunci: pengembangan, media animasi, sistem pernapasan Dalam suatu proses belajar di sekolah, media merupakan salah satu faktor pendukung tersampaikannya materi pelajaran. Media sebagai bagian integral sistem pembelajaran maka kedudukannya tidak dapat dipisahkan dan berpengaruh terhadap jalannya pembelajaran. Atau dengan kata lain, kegiatan pembelajaran tidak akan berlangsung dengan baik tanpa media pembelajaran yang sesuai. Untuk siswa SD Kelas 5, usia 7-11 tahun oleh Piaget digolongkan ke dalam tahap berpikir operasional konkret. Di mana anak telah mampu melakukan operasi kognitif. Penalaran logis menggantikan pemikiran intuitif selama nalar dapat diterapkan pada suatu kejadian khusus atau konkret. Anak telah mampu menerapkan operasi logis pada masalah konkret seperti pada halnya pelajaran IPA khususnya materi alat pernapasan pada manusia. Materi ini memerlukan media yang dapat mendukung proses berpikir operasional konkret siswa. Pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan media pembelajaran berupa animasi pembelajaran Sistem Pernapasan pada Manusia yang telah melalui proses validasi pada mata pelajaran IPA di SD NEgeri Mandieo 1 Bondowoso. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket validasi pengembangan media animasi pembelajaran kepada ahli media, ahli materi, dan responden siswa. Kemudian data tersebut diolah untuk mengetahui tingkat kevalidan dan keefektivitasannya. Hasil pengembangan media animasi pembelajaran untuk mata pelajaran IPA ini memenuhi kiteria kevalidan oleh ahli materi sebesar 90%, ahli media 77,5%, responden siswa 90,42%. Media ini juga efektif meningkatkan jumlah siswa yang memenuhi KKM dari 20% menjadi 90%. Berdasarkan hasil pengembangan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa media animasi pembelajaran system pernapasan pada manusia ini valid/layak digunakan sebagai media pembelajaran.

Pengembangan media kuis interaktif berbasis wondershare quiz creator dalam pembelajaran bahasa Arab siswa MTs kelas VII semester I / Sya'roni Alfajri

 

i ABSTRAK Alfajri, Sya’roni. 2010. Pengembangan Media Kuis Interaktif Berbasis Wondershare Quiz Creator Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Siswa MTs Kelas VII Semester I. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr.Irhamni M.Pd (2) Ali Ma’sum, S.Pd, M.A. Kata kunci: pengembangan, kuis interaktif, pembelajaran bahasa Arab, Wondershare Quiz Creator. Perkembangan teknologi yang begitu pesat telah menciptakan berbagai media pembelajaran baru yang dianggap lebih menunjang proses pembelajaran, di antaranya media yang berbentuk aplikasi kuis interaktif. Kuis interaktif adalah salah satu media alternatif yang dapat digunakan untuk menunjang proses pembelajaran. Kuis interaktif digolongkan menjadi media berbasis komputer karena untuk menjalankannya diperlukan komputer. Kuis interaktif merupakan sebuah aplikasi yang memuat materi pembelajaran dalam bentuk soal atau pertanyaan. Yang memungkinkan siswa untuk meningkatkan wawasan mengenai materi pembelajaran secara mandiri hanya dengan sekali menekan tombol pada tampilan aplikasi. Tujuan pengembangan secara umum adalah untuk menghasilkan media kuis interaktif berbasis Wondershare Quiz Creator dalam pembelajaran bahasa Arab siswa MTs kelas VII semester I. Tujuan khusus pengembangan ini adalah untuk mendeskripsikan, (1) Produksi media kuis interaktif berbasis Wondershare Quiz Creator untuk pembelajaran Arab siswa MTs kelas VII semester I, dan (2) penggunaan media kuis interaktif bahasa Arab berbasis Wondershare Quiz Creator untuk siswa kelas VII semester I. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan hasil adaptasi dari model pengembangan produk pendidikan oleh Borg dan Gall dan model pengembangan multimedia yang tertuang dalam situs: (www.cdtl nus.edu.sg, diakses tanggal 1 September 2009). Alasan pengembang mengadaptasi dua model di atas adalah karena hasil adaptasi dari kedua model ini mencakup keseluruhan hal yang berkaitan dengan pengembangan media kuis interaktif pembelajaran. Subjek pengembangan hasil dari media kuis interaktif ini adalah dua ahli pembelajaran bahasa Arab selaku validator, dan dua praktisi pembelajaran bahasa Arab, yaitu guru mata pelajaran bahasa Arab MTs. Instrumen dalam penelitian pengembangan ini adalah format penilaian berupa angket. Hasil pengembangan media kuis interaktif bahasa Arab berbasis Wondershare Quiz Creator ini dapat dirumuskan sebagai berikut. Pertama, pengembangan dilaksanakan dengan tahapan: (1) analisis kebutuhan, (2) desain media, (3) pengembangan media, (4) uji validasi produk, dan (5) evaluasi dan revisi media. Adapun hasil pengembangan berupa media kuis interaktif bahasa Arab berbasis Wondershare Quiz Creator yang berisi tema: (1) Perkenalan 2) ,(التَّعَارُف) ) Pegawai di sekolah ( ,(الْمَدْرَسَة فِي العَامِلُوْنَ (3) Sarana umum ( 4) ,(الْعَامَّة المَرَافِقُ ) Perlengkapan sekolah ( ,(المَدْرَسِيَّة الأَدَوَات dan (5) Warna ( الأَلْوَان ). Dengan beberapa jenis kuis, yaitu: (1) Benar/salah, ii (2) Pilihan berganda, (3) Pilihan berganda silang, (4) Menjodohkan, dan (5) Mengurutkan. Tingkat validitas produk yang dihasilkan secara keseluruhan adalah 74.30%. Hal ini berarti bahwa media kuis interaktif ini cukup layak untuk digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab siswa MTs kelas VII dengan beberapa revisi. Kedua, penggunaan media kuis interaktif bahasa Arab berbasis Wondershare Quiz Creator ini cukup mudah dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) masukkan CD ke dalam komputer, (2) klik tombol “mulai” untuk memulai kuis, (3) klik tombol tema yang diinginkan, (4) klik tombol “kuis” yang diinginkan kemudian akan muncul halaman kuis, (5) tekan pada keyboard tombol “Ctrl+f” untuk mengubah tampilan menjadi fullscreen, (6) klik tombol “mulai” untuk mulai menjawab kuis, (7) klik tombol “jawab” untuk menjawab pertanyaan, (8) tekan pada keyboard tombol “Esc” lalu klik tombol “X” untuk menutup halaman kuis dan memilih halaman kuis lainnya, (9) klik pada halaman utama tombol “Next” untuk melanjutkan ke halaman berikutnya, tombol “Back” untuk kembali ke halaman sebelumnya, tombol “Home” untuk kembali ke halaman tema, dan tombol “Exit” untuk menutup aplikasi. Media kuis interaktif berbasis Wondershare Quiz Creator ini akan lebih efisien jika digunakan pada akhir kegiatan pembelajaran bahasa Arab sebagai evaluasi terhadap materi yang telah dipelajari. Adapun strategi penggunaannya dalam kegiatan pembelajaran yaitu: (1) guru menampilkan media kuis interaktif pada layar LCD di depan kelas, (2) guru menjelaskan media kuis interaktif kepada siwa, (3) guru menyuruh siswa untuk beradu cepat mengacungkan tangan untuk menjawab tiap-tiap pertanyaan yang tersaji pada media kuis interaktif, (4) siswa yang paling cepat mengacungkan tangan berhak menjawab pertanyaan yang terdapat pada media, (5) siswa akan mendapat pujian dari guru baik ketika jawaban yang diajukannya itu salah ataupun benar, dan (6) siswa yang paling banyak menjawab pertanyaan dengan benar akan mendapat hadiah dari guru.

Pengaruh minat dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 21 Malang pada mata pelajaran IPS / Ratih Widhita Afrianti

 

ABSTRAK Afrianti, Ratih Widhita. 2010. Pengaruh Minat dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 21 Malang Pada Mata Pelajaran IPS. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Mardono, M.Si, pembimbing (II) Agus Sumanto, S. E., M. SA. Kata kunci : minat, motivasi, hasil belajar. Dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan hasil belajar siswa disamping pemilihan input, juga terdapat faktor lain yang ikut menentukan antara yang disebut sebagai faktor ekstern dan faktor intern siswa. Faktor ekstern siswa meliputi sarana prasarana sekolah, pengajar, proses belajar dan faktor lain yang berasal dari lingkungan keluarga. Sedangkan faktor intern, meliputi kesehatan, intelegensi, bakat, minat, motivasi dan sebagainya. Minat merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan hasil belajar siswa. Sementara itu motivasi merupakan faktor untuk menimbulkan, mendasari, dan mengarahkan perbuatan belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 21 Malang pada mata pelajaran IPS; 2) Untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 21 Malang pada mata pelajaran IPS; 3) Untuk mengetahui pengaruh yang lebih dominan berpengaruh antara minat dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 21 Malang pada mata pelajaran IPS; 4) Untuk mengetahui pengaruh minat dan motivasi belajar secara simultan terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 21 Malang pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 21 Malang yaitu 249 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proportional Random Sampling,yaitu sampel yang diambil secara acak dari setiap kelompok populasi dan jumlah dari setiap kelompok harus seimbang. Jadi, sampel diambil 25% dari setiap kelas, dan totalnya 63 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data penelitian adalah dokumentasi dan angket. Dokumentasi berasal dari nilai ulangan harian siswa. Pernyataan yang dijabarkan dalam angket terdiri dari 10 pernyataan pada setiap variabel, yang kemudian disebarkan pada siswa. Analisis hasil penelitian yang digunakan antara lain teknik analisis deskriptif, uji validitas dan reliabilitas instrumen, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa terdapat pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 21 Malang pada mata pelajaran IPS, terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 21 Malang pada mata pelajaran IPS, minat belajar adalah variabel yang lebih dominan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 21 Malang pada mata pelajaran IPS, terdapat pengaruh secara simultan minat dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 21 Malang pada mata pelajara IPS. Hal ini dapat dilihat dari hasil Sig-t pada variabel minat belajar yaitu 0,000 dan variabel motivasi belajar yaitu 0,017, hasil tersebut menunjukkan bahwa kedua variabel (minat dan motivasi belajar) mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar siswa; besarnya koefisien determinan variabel minat belajar yaitu (0,435)2 = 0,189 dan variabel motivasi belajar yaitu (0,303)2 = 0,092, hal tersebut menunjukkan bahwa variabel minat belajar adalah yang lebih dominan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa; dan berdasarkan nilai R square sebesar 0,399 memiliki arti bahwa 39,9% disebabkan oleh perubahan variabel X1 (minat belajar) dan variabel X2 (motivasi belajar), sedangkan sisanya sebesar 60,1% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain diluar penelitian ini. Dari hasil penelitian ini, saran penulis adalah 1) bagi SMP Negeri 21 Malang, sehubungan dengan meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa hendaknya lebih mempertimbangkan dalam menentukan kebijaksanaan sekolah sehingga dapat meningkatkan mutu belajar mengajar dan hasil belajar siswa, 2) bagi guru bidang studi IPS hendaknya dapat memanfaatkan dorongan rasa ingin tahu siswa yang bersifat alamiah dengan cara menyajikan materi yang cocok bermanfaat bagi siswa, 3) bagi siswa hendaknya dapat memanfaatkan gambaran yang diperoleh mengenai pengaruh minat dan motivasi belajar terhadap hasil belajar, 4) bagi peneliti selanjutnya hendaknya penelitian selanjutnya menggunakan variabel yang lebih banyak daripada menggunakan variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu minat, motivasi dan hasil belajar siswa, sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih memuaskan.

Identifikasi kesulitan belajar dan pemahaman konsep siswa dalam materi ikatan kimia kelas X semester 1 SMA Negeri 6 Malang / Ifa Rusdiana

 

ABSTRAK Rusdiana, Ifa. 2010. Identifikasi Kesulitan Belajar dan Pemahaman Konsep Siswa dalam Materi Ikatan Kimia Kelas X Semester 1 SMA Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hayuni Retno Widarti, M.Si, (II) Drs. Mahmudi, M.Si. Kata Kunci : Kesulitan belajar, Pemahaman konsep, Ikatan Kimia Rendahnya prestasi belajar kimia siswa sekolah menengah membuat para ahli pendidikan terus berupaya meningkatkan mutu pengajaran kimia. Hal ini karena banyak orang beranggapan bahwa kimia merupakan pelajaran yang sulit. Salah satunya bahasan dalam ilmu kimia yang dianggap sulit oleh siswa adalah ikatan kimia. Materi ikatan kimia meliputi bahasan Kestabilan Unsur, Struktur Lewis, ikatan ion, ikatan kovalen, Ikatan kovalen koordinasi, Kepolaran senyawa kovalen dan Ikatan Logam. Biasanya, kesulitan yang dialami siswa dalam mempelajari kimia bersumber pada: kesulitan dalam memahami istilah dan kesulitan dalam memahami konsep kimia. Kesulitan siswa dalam memahami istilah dan konsep kimia dapat menimbulkan pemahaman yang salah dan jika pemahaman yang salah ini berlangsung secara konsisten akan menimbulkan terjadinya kesalahan konsep. Siswa yang mengalami kesalahan konsep akan memiliki pemahaman konsep yang berbeda dengan pemahaman yang diterima oleh masyarakat ilmiah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase siswa yang mengalami kesulitan dan tingkat pemahaman konsep siswa pada materi Ikatan kimia Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif yang bermaksud untuk membuat gambaran mengenai situasi sebenarnya. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 6 Malang yang terdiri dari 10 kelas dengan kemampuan yang dapat dianggap sama. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yaitu kelas X9 dan X10 dengan jumlah 64 siswa yang diambil secara undian kelas. Instrumen penelitian berupa tes objektif dengan 30 soal. Dari hasil uji coba instrumen indeks kesukaran diperoleh 11 soal mudah, 13 soal sedang dan 6 soal sukar. Daya beda soal diperoleh 5 soal jelek, 12 soal cukup dan 13 soal baik. Reliabilitas tes diperoleh harga sebesar 0,818 dan 25 soal yang valid. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik persentase. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan persentase siswa yang mengalami kesulitan cukup besar pada konsep kestabilan unsur (41,77%), struktur Lewis (43,77%), kepolaran beberapa senyawa dan hubungannya dengan keelektronegatifan (56,72%) dan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisik logam (43,78%). Sebagian besar siswa memgalami kesulitan pada konsep ikatan ion (63,66%), ikatan kovalen tunggal, rangkap dua dan rangkap tiga (68,66%), ikatan kovalen koordinasi (70,90%) dan sifat fisis materi dengan jenis ikatannya (70,90%). Sebagian kecil siswa mengalami kesulitan pada konsep sifat-sifat kepolaran senyawa sebesar 27,62%. Tingkat pemahaman konsep siswa cukup pada konsep kestabilan unsur (58,21%), sifat-sifat kepolaran senyawa (72,65%), dan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisik logam (56,22%). Tingkat pemahaman konsep siswa kurang pada konsep struktur Lewis (53,73%), dan kepolaran beberapa senyawa dan hubungannya dengan keelektronegatifan (43,28%) dan tidak baik pada konsep ikatan ion (36,81%), ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga (31,32%), ikatan kovalen koordinasi (29,11%), dan sifat fisis materi dengan jenis ikatannya (29,11%).

Pengaruh tingkat suku bunga bank Indonesia (BI rate) dan tingkat inflasi terhadap jumlah kredit investasi Bank Umum Nasional di Jawa Timur / Aditya Sukma Putra

 

ABSTRAK Sukma Putra, Aditya. 2009. Pengaruh Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia(BI Rate) dan Tingkat Inflasi Terhadap Jumlah Kredit Investasi Bank Umum Nasional di Jawa Timur. Skripsi, Program Studi Ekonomi dan Studi Pembangunan, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Sugeng Hadi Utomo, M.Ec. (II) Farida Rahmawati, S.E, M.E Kata Kunci : suku bunga bank indonesia (bi rate), inflasi, jumlah kredit investasi Tingkat inflasi yang diakibatkan karena kenaikan harga barang-barang secara umum mengakibatkan pendapatan nominal dan pendapatan riil masyarakat menjadi turun. Bank Indonesia sebagai otoritas moneter menggunakan kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi dengan instrumen penentuan jumlah uang yang beredar di masyarakat dan penetapan tingkat suku bunga acuan atau BI rate. Karena instrumen penetapan jumlah uang yang beredar tidak sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, maka Bank Indonesia beralih menggunakan BI rate karena lebih fleksibel dalam pencapaian inflation targeting. Pengendalian inflasi dilakukan Bank Indonesia dengan pengendalian jumlah uang yang beredar melalui kredit bank umum. Tingkat BI rate digunakan sebagai acuan suku bunga kredit bank umum. Dengan adanya suku bunga acuan, diharapkan agar bank umum mengikutinya dalam penetapan suku bunga kredit, sehingga jumlah uang yang beredar salah satunya dapat dikendalikan melalui kredit investasi bank umum agar dapat mencapai target inflasi yang ditetapkan Bank Indonesia Berdasar rumusan yang ada, maka dapat dikemukakan tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui : (1) pengaruh tingkat BI rate terhadap jumlah kredit investasi. (2) pengaruh tingkat inflasi terhadap jumlah kredit investasi. (3) pengaruh BI rate dan inflasi terhadap jumlah kredit investasi. Dalam pengumpulan datanya, penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Statistik Ekonomi Keuangan Daerah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pada hasil penelitian, peneliti menggunakan analisis regresi berganda (multiple regression). Dari hasil pengolahan data atau analisis data dapat diketahui : (1) Tingkat BI rate berpengaruh terhadap jumlah kredit investasi, (2) Tingkat inflasi tidak berpengaruh terhadap jumlah kredit investasi, (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat BI rate dan tingkat inflasi terhadap jumlah kredit investasi sebesar 41%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat BI rate merupakan faktor yang secara signifikan dan dominan mempengaruhi jumlah kredit investasi, dan secara bersama-sama tingkat BI rate dan tingkat inflasi berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah kredit investasi. Oleh karena itu peneliti dapat memberikan saran pada perusahaan atau bank umum di jawa timur agar menyesuaikan kebijakan dalam penentuan suku bunga kredit sesuai dengan tingkat suku bunga bank indonesia (BI Rate) agar dapat mendukung Bank Sentral dalam mencapai target pengendalian inflasi. Dengan demikian dapat membantu pertumbuhan sekor riil melalui ekspansi kredit dari bank umum. Untuk peneliti selanjutnya agar menambah variabel yang bisa mempengaruhi jumlah kredit investasi seperti pendapatan perkapita dan Dana Pihak Ketiga (DPK) atau tabungan dan menggunakan periode penelitian yang terbaru sehingga hasil penelitian akan lebih akurat dan relevan.

Analisis sistem transmisi kendaraan taktis panser Nanggala hasil rakitan Bengpuspal TNI AD / Rifai

 

Kurang tersedianya materi-materi bahan ajar bahasa Inggris Teknik yang relevan dengan pengetahuan praktis teknik yang berhubungan dengan teknologi militer di lembaga pendidikan, laboratorium maupun dilapangan, merupakan kendala yang cukup lama di STTAD Kodiklat TNI AD. Sebagian mahasiswa mengatakan bahwa bahan ajar yang digunakan tidak menarik baik dari layout maupun isinya. Materi bahan ajar Bahasa Inggris yang digunakan selama ini kurang relevan dengan kebutuhan siswa dalam konteks terapan lingkungan rekayasa atau keteknikan di bidang teknologi kemiliteran. Siswa lebih mudah mengerti dan mencapai pemahaman yang mendalam jika bisa mengkaitkan informasi baru dengan pengetahuan dan pengalaman yang sudah mereka miliki sebelumnya dan berguna dalam unjuk kerja dalam konteks lingkungan keteknikan. Proses belajar dan mengajarpun hendaknya melibatkan para siswa dalam mencari makna. Proses mengajar haruslah memungkinkan siswa memahami arti pelajaran yang mereka pelajari. Salah satu hal yang dapat mempengaruhi mutu belajar di antaranya yaitu tampilan materi ajar. Bahan ajar adalah format materi yang diberikan kepada siswa dan dapat dikaitkan dengan media pembelajaran lainnya. Masalah utama yang dihadapi pebelajar (siswa) Lemjiantek atau STTAD adalah pebelajar mengalami fenomena psikologi yakni penurunan gairah belajar disebabkan oleh beberapa hal diantaranya 1) Bahan ajar Bahasa Inggris tentang Teknologi Militer yang digunakan sebagai media atau sumber pembelajaran tidak menarik baik desain grafik maupun tata letak gambar dan desain pesan yang kontekstual dengan Teknologi Militer khususnya TNI AD. 2) Pembelajar mengembangkan buku ajar tidak memperhitungkan konsep, teori-teori pembelajaran dan karakteristik siswa. Berbagai kompleksitas permasalahan yang dihadapi tentunya membutuhkan solusi yang tepat untuk mengatasi problem pembelajaran yang ada. Salah satu langkah yang sangat berarti sebagaimana dipilih oleh peneliti adalah merekonstruksi dan mengembangkan desain pesan materi Bahan Ajar Bahasa Inggris tentang teknologi militer sesuai dengan karakteristik Siswa D3 Lemjiantek Kodiklat TNI AD. Produk pengembangan yang dihasilkan dalam penelitian pengembangan ini adalah: 1) buku ajar bahasa Inggris, 2) panduan pembelajar (dosen) berisikan petunjuk dan pedoman yang akan digunakan sehingga memudahkan penggunaannya dalam aktifitas pembelajaran, dan 3) panduan pebelajar (mahasiswa) bertujuan agar dapat mengarahkan pebelajar dalam menggunakan buku ajar Bahasa Inggris teknologi militer untuk siswa STTAD. Produk ini berisikan materi-materi yang terkait dengan lingkungan nyata pebelajar yakni lingkungan Teknologi Kemiliteran. Desain bahan ajar disusun berdasarkan karakteristik siswa D3 STTAD yang mayoritas pebelajar usia dewasa dan tujuan materi pelajaran Bahasa Inggris untuk Teknik Militer. Dalam pengembangan bahan ajar ini, peneliti juga menentukan 9 langkah sistematis dalam model Dick, Carey, dan Carey (2001) sebagai prosedur pengembangan. Keterbatasan Pengembangan bahan ajar ini didasarkan pada; (1) pada kebutuhan siswa D3 STTAD Kodiklat TNI AD Malang pada semester 1, (2) bahan ajar yang dikembangkan terbatas pada mata kuliah Bahasa Inggris untuk siswa D3 STTAD Kodiklat TNI AD, (3) topik yang dipilih berdasarkan kurikulum yang telah ditetapkan, (4) pengembangan lebih ditekankan pada desain pesan bahan ajar dengan menggunakan materi-materi pendukung yang lebih kontekstual untuk teknologi militer, (5) dan tujuan pembelajaran/ penyampaian pesan pada Hanjar ini tidak uraikan, tetapi hanya digunakan oleh desainer pesan sebagai rambu-rambu dalam mengorganisasikan pesan. Hal ini disebabkan hanjar ini secara umum dimaksudkan hanya sebagai informasi dasar kepada siswa. Selanjutnya uji coba dilakukan dalam 3 (tiga) tahapan. Data yang terkumpul dianalisis dengan 2 (dua) cara yaitu kualitatif dan kuantitatif; 1) uji coba perorangan yang mengambil 3 (tiga) orang siswa sebagai responden. Uji coba perorangan ini dimaksudkan untuk menemukan keserasian materi dan kesalahan-kesalahan baik salah ketik ataupun struktur kalimat, dan lainnya seperti gambar dan ilustrasi. Kedua, uji coba kelompok kecil untuk mengetahui efektifitas perubahan evaluasi perorangan, Mengidentifikasi permasalahan yang timbul pada saat pembelajaran, dan untuk menentukan apakah instruksi dapat digunakan untuk belajar sendiri tanpa interaksi dengan pembelajar. Uji coba lapangan terhadap 15 (lima belas) orang dimaksudkan untuk menemukan apakah pembelajaran dengan bahan ajar efektif, efisien, dan menarik bagi siswa. Dari uji coba bahan ajar ini menunjukkan bukti kuantifikasi uji coba perorangan yaitu 79,3%. Uji coba kelompok kecil 89,25,5% tetapi perlu direvisi. Pada uji coba lapangan menunjukkan hasil sekitar 93,32% dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar efektif mencapai tujuan pembelajaran, efisien bila dibandingkan dengan rasio penggunaan waktu, dan menarik bila memperhatikan skala sikap dan observasi terhadap antusias siswa. Untuk pemanfaatan dan pengembangan kedepan diharapkan; (1) Produk bahan ajar ini perlu dilengkapi dengan lembar soal, lembar perkembangan ( progress sheet ) untuk membantu dosen mata kuliah dalam kegiatan pembelajaran, (2) perlu membuat latihanlatihan berupa interaktif game, exercises, test dalam bentuk software untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris yakni : Listening dan speaking sebagai scaffolding.

Persepsi guru tentang implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) di SMK Bisnis dan Manajemen Kecamatan Singosari dan Lawang Kabupaten Malang / Vivin Dwi Oktafianti

 

ABSTRAK Oktafianti, Vivin Dwi. 2010. Persepsi Guru tentang Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMK Bisnis dan Manajemen Kecamatan Singosari dan Lawang Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Bambang Pranowo, S.E, M.Pd.Ak., (II) Drs. Mardono, M. Si. Kata kunci: persepsi, implementasi, KTSP Kurikulum dalam suatu sistem pendidikan merupakan komponen yang penting. Dikatakan demikian karena kurikulum merupakan panutan dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar. Oleh karena itu, pembaharuan kurikulum merupakan keharusan dalam suatu sistem pendidikan agar pendidikan tetap relevan dengan tuntutan zaman. Kurikulum yang tengah diterapkan oleh pemerintah adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masingmasing satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru tentang implementasi KTSP di SMK Bisnis dan Manajemen Kecamatan Singosari dan Lawang Kabupaten Malang dilihat dari pengembangan program, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survey. Penelitian dilaksanakan di SMK Bisnis dan Manajemen Kecamatan Singosari dan Lawang Kabupaten Malang. Adapun subyek penelitian ini adalah para guru bidang studi ekonomi di SMK Bisnis dan Manajemen Kecamatan Singosari dan Lawang Kabupaten Malang yang terdiri dari 2 sekolah yaitu SMK Muhammadiyah 3 Singosari dan SMK Kosgoro Lawang dengan jumlah responden sebanyak 9 orang guru bidang studi ekonomi. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner atau angket dan dokumentasi. Selanjutnya untuk menganalisis data penelitian digunakan teknik analisis statistik deskriptif. Penelitian ini menghasilkan temuan yaitu: (1) persepsi guru tentang implementasi KTSP di SMK Bisnis dan Manajemen Kecamatan Singosari dan Lawang Kabupaten Malang dilihat dari pengembangan program, sebagian kecil responden (44,44%) memiliki persepsi yang sangat baik; (2) persepsi guru tentang implementasi KTSP di SMK Bisnis dan Manajemen Kecamatan Singosari dan Lawang Kabupaten Malang dilihat dari pelaksanaan pembelajaran, sebagian besar responden (66,67%) memiliki persepsi yang baik; dan (3) persepsi guru tentang implementasi KTSP di SMK Bisnis dan Manajemen Kecamatan Singosari dan Lawang Kabupaten Malang dilihat dari evaluasi pembelajaran, sebagian besar responden (55,56%) memiliki persepsi yang baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa guru mempunyai persepsi yang baik terhadap implementasi KTSP. Namun, karena masih banyaknya guru yang kurang paham dan siap mengimplementasikan kurikulum ini, maka disarankan bagi pihak yang terkait seperti Dinas Pendidikan diharapkan untuk selalu memberikan pemahaman terhadap setiap perubahan pada sistem pendidikan misalnya dengan Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com melakukan sosialisasi kurikulum, bagi pihak sekolah juga bisa dengan cara memberikan motivasi dan kemampuan bagi guru dalam melaksanakan kegiatannya, dan bagi guru sendiri juga harus selalu mampu menjadi facilitate of learning bagi peserta didik sehingga dapat meningkatkan kompetensi peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Pengaruh pelatihan, motivasi, kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja kelompok peternak sapi perah anggota koperasi di Jawa Timur / Waluyo Edi Susanto

 

ABSTRAK Waluyo Edi Susanto. 2009. Pengaruh Pelatihan, Motivasi, Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Kelompok Peternak Sapi Perah Anggota Koperasi di Jawa Timur Disertasi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. J.G. Nirbito, M.Pd, (II) Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd, (III) Dr. Hari Wahyono, M.Pd, Kata-kata kunci: pelatihan, motivasi, kepemimpinan, budaya organisasi dan kinerja, kelompok peternak sapi perah. Koperasi peternak sapi perah berperan dalam memenuhi kebutuhan susu sapi di Indonesia. Koperasi dalam mempermudah pengaturan manajemen terhadap peternak yang berjumlah banyak adalah dengan membentuk kelompok-kelompok peternak. Peningkatan produksi susu baik kualitas maupun kuantitas pada koperasi sangat tergantung pada kinerja kelompok peternak. Kelompok peternak agar dapat meningkatkan kinerja kelompok dan mempunyai daya saing tinggi dibutuhkah peningkatan sumber daya manusia (SDM). Pemberian pelatihan pada kelompok peternak akan meningkatkan kemampuan untuk meningkatkan SDM dalam memotivasi, mengelola serta menciptakan kepemimpinan dan budaya organisasi kelompok yang kondusif, sehingga mampu meningkatkan kinerja kelompok peternak sapi perah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan pengaruh pelatihan terhadap motivasi, kepemimpinan dan budaya organisasi kelompok peternak sapi perah. (2) menjelaskan pengaruh kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap motivasi pada kelompok peternak sapi perah. (3) menjelaskan pengaruh pelatihan , motivasi, kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja kelompok peternak sapi perah. (4) menjelaskan pengaruh pelatihan, kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja melalui variabel antara (intervenning variable) motivasi kelompok peternak sapi perah. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) pelatihan berpengaruh signifikan terhadap motivasi, kepemimpinan dan budaya organisasi kelompok peternak sapi perah. (2) kepemimpinan dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap motivasi kelompok peternak sapi perah. (3) pelatihan, motivasi, kepemimpinan dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja kelompok peternak sapi perah. (4) pelatihan, kepemimpinan dan budaya organisasi berpengaruh secara tidak langsung signifikan terhadap kinerja melalui variabel antara (intervenning variable) motivasi kelompok peternak sapi perah. Bertitik tolak dari temuan penelitian tersebut disarankan kepada: (1) Koperasi peternak untuk terus meningkatkan intensitas pelatihan terhadap kelompok peternak sapi perah agar motivasi, kepemimpinan, budaya organisasi, dan kinerjanya juga terus meningkat. Sesuai tujuan koperasi peternak sapi perah disarankan peningatan kurikulum pelatihan yaitu: (a) manajemen beternak sapi perah, agar peternak menjadi produsen yang maju .(b) kewirausahaan, agar peternak menjadi pengusaha yang handal dan (c) perkoperasian, agar peternak menjadi anggota koperasi yang loyal. (2)(a) Sistem pembelajaran pada pelatihan kelompok peternak imbangan teoritis dan praktis sesuai dengan tujuan pelatihan, b) penyediaan kelengkapan alat peraga maupun peralatan praktek sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, c) Pelatihan diajar oleh guru/pelatih menguasai tugasnya sesuai dengan tujuan pelatihan. (3) Kelompok peternak selalu membangun motivasi kelompok peternak dengan selalu aktif mengikuti pelatihan yang diadakan oleh koperasi yang merupakan penyegaran semangat untuk melakukan kerja keras(4) Ketua kelompok peternak untuk memberikan pemikiran-pemikiran konstruktif supaya pendidikan di lembaga koperasi bisa dirasakan oleh anggota melalui pembangunan Koperasi yang berkinerja tinggi. (5) Masing masing kelompok peternak sapi perah selalu bekerja sama bahu membahu meningkatkan sumber daya manusia yang ada sehingga tidak kehilangan karakteristik manajemennya sesuai dengan budaya organisasi yang ada pada kelompok peternak sapi perah koperasi susu di Jawa Timur.

Pengembangan evaluasi pembelajaran berbasis WEB pada mata pelajaran TIK kelas VII di SMP Brawijaya Smart School Malang / Herawati Tri Atmaja

 

ABSTRAK Atmaja, Herawati Tri, 2010.Pengembangan Evaluasi Pembelajaran Berbasis web pada mata pelajaran TIK Kelas VII di SMP Brawijaya Smart School Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Punaji Setyosari, M.Ed, (II) Eka Pramono Adi, S.IP, M.Si Kata kunci: Pengembangan evaluasi pembelajaran, berbasis web Kemajuan teknologi yang pesat, khususnya teknologi informasi mendorong manusia untuk mengembangkan alat evaluasi pembelajaran yang dapat digunakan kapanpun dan dimanapun. Alat evaluasi tersebut berupa sofware berbasis web yang memberikan output berupa soal-soal. Inovasi tersebut diharapkan mampu mendorong siswa untuk belajar TIK secara mandiri. Tujuan dari pengembangan evaluasi pembelajaran ini adalah menghasilkan evaluasi formatif berbasis web sebagai evaluasi formatif untuk siswa SMP kelas VII pada mata pelajaran TIK kompetensi dasar Melakukan operasi dasar pada operating system dengan sistematis di SMP Brawijaya Smart School Malang dan melaksanakan kegiatan validasi terhadap alat evaluasi formatif berbasis web kompetensi dasar Melakukan operasi dasar pada operating system dengan sistematis di SMP Brawijaya Smart School Malang. Pengembangan ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan. Pengembangan terlaksana dengan terlebih dahulu dilakukan validasi pada ahli media, ahli materi, audiens (Siswa). Hasil pengembangan evaluasi pembelajaran berbasis web ini memenuhi kriteria valid dengan hasil uji ahli media mencapai tingkat kevalidan 81,25%, ahli materi mencapai tingkat kevalidan 88,75%, dan audiens menunjukkan prosentase 82,7%. Saran yang diberikan berdasarkan hasil pengembangan alat evaluasi berbasis web ini adalah diharapkan adanya penelitian lebih lanjut mengenai efisiensi penggunaan alat evaluasi yang telah dikembangkan. Sehingga pengembang berikutnya dapat menghasilkan alat evaluasi yang lebih efisien.

Usaha-usaha untuk mencapai predikat KUD mandiri pada KUD Srengat I di Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar
oleh Mufidayah Zeti Arina

 

Pengaruh kompetensi guru ekonomi dan lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar siswa pada bidang studi ekonomi di SMA N 1 Garum / Anisha Rahmawati

 

ABSTRAK Rahmawati, Anisha. 2010. Pengaruh Kompetensi Guru Ekonomi dan Lingkungan Sekolah terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Bidang Studi Ekonomi di SMAN 1 Garum. Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Drs. Prih Hardinto, M.Si, (2) Drs. Mardono, M.Si Kata Kunci : Kompetensi Guru Ekonomi, Lingkungan Sekolah, Prestasi Belajar Suatu negara dapat dikatakan sebagai negara berkembang maupun negara maju dapat dilihat dari tingkat pendidikan yang ada di negara tersebut. Semakin tinggi tingkat pendidikan yang dimiliki oleh masyarakat di suatu negara maka akan semakin maju negara tersebut. Pendidikan yang dimaskud di sini adalah pendidikan formal yang ada di sekolah. Mutu pendidikan dapat diukur dari tingkat kompetensi yang dimiliki oleh guru-guru dan juga di dukung oleh lingkungan sekolah yang memadai. Semakin baik kompetensi yang dimiliki oleh guru di suatu sekolah maka prestasi yang di dapatkan oleh siswanya pun juga akan baik, serta didukung oleh keadaan lingkungan sekolah yang memadai yang dapat membuat siswa lebih bersemangat mengikuti pelajaran. Sehingga dapat dikatakan bahwa keberhasilan siswa ditentukan oleh kompetensi guru dan lingkungan sekolah. Berdasarkan paparan di atas maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kompetensi guru ekonomi dan lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar siswa pada bidang studi ekonomi di SMAN 1 Garum. Hipotesis penelitian ini adalah (1) Ada pengaruh yang signifikan antara kompetensi guru terhadap prestasi belajar siswa pada dibadng studi ekonomi di SMAN 1 Garum; (2) Ada pengaruh yang signifikan antara lingkungan sekolah dan prestasi belajar siswa pada bidang studi ekonomi di SMAN 1 Garum; (3) Ada pengaruh yang signifikan antara kompetensi guru ekonomi dan lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar siswa pada bidang studi ekonomi di SMAN 1 Garum. Penelitian ini di lakukan di SMAN 1 Garum dengan populasi siswa kelas XI IPS yang keseluruhan berjumlah 156 dan diambil sampel sebanyak 25% atau sebanyak 39 siswa. Instrumen yang digunakan adalah angket dan studi dokumentasi. Data analisis dengan teknok persentase, korelasi dan regresi dengan bantuan komputer program SPSS 16.00 for Windows. Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa (1) kompetensi guru ekonomi terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMA N 1 Garum tergolong kategori sedang yaitu sebesar 49%; (2) Lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar siswa pada bidang studi ekonomi di SMA N 1 Garum tergolong kategori tinggi yaitu sebesar 74%; (3) Prestasi belajar di SMA N 1 Garum kelas XI yang naik kelas XII tahun ajaran 2008-2009 tergolong sedang yaitu sebesar 51%; (4) secara parsial ada pengaruh antara kompetensi guru dengan prestasi belajar siswa pada bidang studi ekonomi di SMAN 1 Garum yaitu sebesar 49.7%; (5) ada pengaruh secara parsial antara lingkungan sekolah dan prestasi belajar siswa pada bidang studi ekonomi di SMAN 1 Garum yaitu sebesar 53.7%; (6) secara simultan ada pengaruh antara kompetensi guru ekonomi dan lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar siswa pada bidang studi ekonomi di SMAN 1 Garum yaitu sebesar 76.9%. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah kompetensi guru ekonomi dan lingkungan sekolah memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada bidang studi ekonomi di SMAN 1 Garum. Saran dari penelitian ini antara lain: (1) bagi pihak sekolah diharapkan untuk terus lebih meningkatkan jumlah guru yang berkompetensi dan terus meningkatkan kualitas lingkungan di sekolah sehingga siswa lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dan prestasi belajar akan terus meningkat, (2)bagi guru diharapkan untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kompetensi yang dimiliki agar prestasi siswa dapat terus meningkat, (3) bagi siswa diharapkan dapat menjaga lingkungan sekolah dengan baik agar suasana lingkungan tetap nyaman sehingga membuat kegiatan belajar mengajar berjalan lancar, tertip dan menyenangkan.

Penerapan permainan kartu angka untuk meningkatkan keaktifan, rasa senang dan hasil belajar perkalian siswa kels IV SDN Kebonagung 05 / Ila Hidayati

 

ABSTRAK Hidayati, Ila. 2009. Penerapan Permainan Kartu Angka untuk Meningkatkan Keaktifan, Rasa Senang dan Hasil Belajar Perkalian di Kelas IV SDN Kebonagung 05. Program Studi S1 PGSD Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd (II) Drs. Goenawan R. M.Pd. Kata Kunci : Permainan Kartu Angka, Keaktifan, Rasa Senang, Hasil Belajar Materi perkalian telah dipelajari sejak kelas 2, akan tetapi hasil belajar siswa kelas IV SDN Kebonagung 05 masi kurang. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, kegiatan belajar mengajar di kelas IV SDN Kebonagung 05 pada materi perkalian dibelajarkan dengan menggunakan metode caramah dan penugasan. Hasil wawancara secara lisan dengan siswa, didapat informasi bahwa guru mengajarnya dengan cara ceramah (penjelasan materi) dilanjutkan dengan penugasan, dalam pembelajaran siswa merasa takut, tidak berkelompok dan tempat duduknya tetap. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Mendeskripsikan permainan kartu angka yang dapat meningkatkan keaktifan, rasa senang dan hasil belajar siswa kelas 4 SDN Kebonagung 05 Malang; (2) Mendeskripsikan penerapan permainan kartu angka yang dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas 4 SDN Kebonagung 05 Malang; (3) Mendeskripsikan penerapan permainan kartu angka yang dapat meningkatkan rasa senang siswa kelas 4 SDN Kebonagung 05 Malang; dan (4) Mendeskripsikan penerapan permainan kartu angka yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 4 SDN Kebonagung 05 Malang. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model PTK guru sebagai peneliti dengan acuan prosedur penelitian model Kemmis dan Taggart (1990) yang terdiri dari 2 siklus dan 4 tahapan yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi dan tahap refleksi. Siklus I dilakukan tiga kali tindakan dan siklus II dilakukan dua kali tindakan. Proses pemecahan masalah dilakukan dengan bantuan co-observer, artinya peneliti bekerjasama dengan guru bidang studi matematika dan teman sejawat dalam melakukan penelitian mulai persiapan hingga peningkatan dalam pokok bahasan perkalian meningkat secara bersama-sama. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Kebonagung 05 kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang yang terdiri dari 24 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan permainan artu angka pada materi perkalian dapat meningkatkan aktifitas, rasa senang dan perkalian siswa kelas IV SDN Kebonagungb 05. Hal ini dapat dilihat dari perolehan skor observasi perilaku siswa, pre test, post tes dan evaluasi mengalami peningkatan dari siklus I dan siklus II. Dikarenakan pada siklus II telah mencapai ketuntasan, maka pemberian tindakan dihentikan.

Peningkatan keterampilan berbicara melalui metode bermain peran siswa kelas V SDN 03 Baruga Kendari / Mansyur M.

 

ABSTRAK M., Mansyur 2010. Peningkatan Keterampilan Berbicara melalui Metode Bermain Peran Siswa Kelas V SDN 03 Baruga Kendari. Tesis. Tidak dipublikasikan. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sekolah Dasar. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Imam Syafi’ie, (II) Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd. Kata Kunci: Peningkatan, keterampilan berbicara, bermain peran. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas kualitas proses dan hasil pembelajaran keterampilan berbicara siswa kelas V SDN 03 Baruga Kendari yang masih rendah. Rendahnya kualitas proses dan hasil tersebut ditandai lemahnya respon siswa terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. Hal itu, merupakan akibat dari belum efektifnya pembelajaran keterampilan berbicara yang dilaksanakan di kelas. Guru kurang inovatif dan kreatif untuk mengembangkan metode pembelajaran Siswa kurang antusias karena adanya kegagapan dan kegugupan untuk mengajukan pertanyaan atau informasi yang akan disampaikan. Akhirnya, siswa tidak mampu menghasilkan pembicaraan yang akurat, relevan, lancar, terstruktur, jelas, paham dengan isi pembicaraan, nyaring dan efektif. Oleh karena itu, dalam pembelajaran berbicara di SDN 03 Baruga Kendari, perlu diterapkan suatu metode kreatif yang dapat mengatasi problem praktis pembelajaran berbicara tersebut. Metode kreatif itu adalah “metode bermain peran”. Dipilihnya metode bermain peran tersebut didasari oleh pertimbangan teoretis maupun praktis. Secara teoretis menurut Vygostsky (1986) bermain peran mendukung awal muculnya dua kemampuan penting, yaitu kemampuan memisahkan pikiran dari kegiatan dan benda serta memahami dorongan hati dalam menyusun tindakan yang diarahkan sendiri dengan sengaja dan fleksibel. Sedangkan secara praktis, dengan metode bermain peran siswa akan tampak seperti bermain-main. Hal ini akan membebaskan dari tekanan, kejenuhan dalam pembelajaran. Dengan kata lain, bermain peran sangat sederhana untuk dilakukan oleh siswa, tetapi hasilnya cukup efektif dan menyenangkan. Peningkatan keterampilan berbicara melalui metode bermain peran siswa kelas V SDN 03 Baruga Kendari dirancang dalam sebuah penelitian tindakan kelas. Berdasarkan latar belakang pelaksanaan tindakan tersebut, dirumuskan masalah umum, yaitu bagaimana peningkatan keterampilan berbicara siswa kelas V SDN 03 Baruga Kendari melalui metode bermain peran? Rumusan masalah tersebut diuraikan menjadi dua masalah khusus, yaitu (1) bagaimanakah proses peningkatan pembelajaran keterampilan berbicara siswa melalui metode bermain peran pada kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup dan (2) bagaimanakah produk peningkatan keterampilan berbicara siswa melalui metode bermain peran. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus tindakan. Tiap siklus terdiri atas rangkaian kegiatan, yakni (1) perencanaan RPP, (2) pelaksanaan pembelajaran, (3) evaluasi, (4) refleksi pembelajaran. Data penelitian ini diperoleh dari hasil analisis aktivitas guru dan respon tindakan siswa pada kegiatan proses pembelajaran serta produk pembelajaran berbicara. Pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan teknik pencatatan lapangan, perekaman, dan penilaian hasil. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah format catatan lapangan, rambu-rambu analisis proses pembelajaran kegiatan guru dan siswa, dan instrumen (rubrik) penilaian hasil belajar. Selain itu, juga digunakan penilaian produk pementasan dilakukan pula dengan perekaman kegiatan dengan menggunakan kamera handycam. Penelitian ini menghasilkan simpulan bahwa pembelajaran berbicara melalui metode bermain peran terbukti dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V SDN 03 Baruga Kendari. Hal ini, tercermati pada proses dan produk peningkatan keterampilan berbicara. Kedua hal dapat diuraikan sebagai berikut. Berdasarkan hasil analisis penilaian proses, peningkatan kegiatan pendahuluan terjadi dengan rerata kemunculan respon siswa terteliti mengalami peningkatan dari 66% pada siklus I menjadi 83% pada siklus II; proses pembelajaran kegiatan inti siswa mengalami peningkatan, yaitu dari 65% pada siklus I meningkat menjadi 81% pada siklus II; dan proses pembelajaran kegiatan penutup kemunculan respon mengalami peningkatan, yaitu dari 71% pada siklus I meningkat menjadi 84% pada siklus II. Berdasarkan hasil analisis penilaian produk pada aktivitas pementasan diperoleh temuan (a) kemampuan siswa dalam memahami isi dialog meningkat dari 56 pada siklus I menjadi 63 pada siklus II; (b) kemampuan siswa menghayati isi dialog meningkat dari 58 pada siklus I menjadi 66 pada siklus II; (c) kemampuan siswa melafalkan dengan lancar isi dialog meningkat dari 58 pada siklus I menjadi 66 pada siklus II; (d) kemampuan siswa mengucapkan isi dialog dengan lancar meningkat dari 57 pada siklus I menjadi 66 pada siklus II; (e) kemampuan siswa mengucapkan volume suara dengan nyaring meningkat dari 58 pada siklus I menjadi 67 pada siklus II; (f) kemampuan siswa melafalkan intonasi dengan tepat meningkat dari 58 pada siklus I menjadi 67 pada siklus II; dan (g) kemampuan siswa mengekspresikan dengan tepat meningkat 61 pada siklus I menjadi 71 pada siklus II. Rerata hasil sebaran respon kemampuan secara menyeluruh meningkat dari (58, siklus I) menjadi (66, siklus II). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pembelajaran berbicara melalui metode bermain peran sangat efektif untuk dilaksanakan di Sekolah Dasar. Berdasarkan hasil penelitian ini, diberikan beberapa saran sebagai berikut: (1) kepada Kepala Sekolah Dasar disarankan agar memberikan peluang kepada guru untuk kreatif mengembangkan pelaksanaan pembelajaran keterampilan berbicara di Sekolah Dasar, termasuk menerapkan keterampilan berbicara melalui metode bermain peran, (2) Kepada guru SD disarankan agar memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai salah satu alternatif strategi pelaksanaan pembelajaran berbicara, bahkan dapat dicobakan untuk pembelajaran keterampilan lain, (3) Kepada penulis buku diharapkan untuk memasukan pembelajaran keterampilan berbicara melalui metode bermain peran dalam tulisannya sebagai sumber acuan/contoh dalam membuat rencana penerapan pembelajaran Sekolah Dasar, dan (4) Kepada peneliti lain disarankan dapat merancang penelitian yang berkaitan metode bermain peran dalam pembelajaran keterampilan berbicara untuk pengembangan aspek-aspek lain dalam pengembangan konsep berbicara.

Perbedaan prestasi belajar pada mata diklat persamaan dasar akuntansi dengan menggunakan media pembelajaran dan tanpa menggunakan media pembelajaran program macromedia flash proffesional 8 di kelas X siswa Jurusan Akuntansi SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen / Umi Aisyah

 

ABSTRAK Aisyah, Umi. 2010. Perbedaan Prestasi Belajar pada Mata Diklat Persamaan Dasar Akuntansi dengan Menggunakan Media Pembelajaran dan tanpa Menggunakan Media Pembelajaran Program Macromedia Flash Professional 8 di Kelas X Siswa Jurusan Akuntansi SMK Muhammaddiyah 5 Kepanjen. Skripsi. Jurusan Akuntansi Program Studi Pendidikan Akuntansi FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr.H. Tuhardjo, S.E., M.Si., Ak.(2) Sriyani Mentari, S.Pd., M.M. Kata kunci: Media Pembelajaran Macromedia Flash Professional 8, Prestasi Belajar. Penggunaan media pembelajaran Macromedia Flash Professional 8 dapat menyajikan materi pelajaran yang lebih menarik, tidak monoton, dan memudahkan penyampaian. Macromedia Flash Professional 8 merupakan program aplikasi yang digunakan untuk membuat tutorial interaktif, seperti pembuatan bahan ajar untuk e-learning, pembuatan demo produk, presentasi interaktif dan program ini mampu menghasilkan output flash. Dengan adanya media pembelajaran, peserta didik dapat menyerap informasi secara maksimal terkait dengan materi yang disampaikan oleh guru sehingga dapat menciptakan kondisi keaktifan siswa yang berdampak terhadap prestasi belajar siswa. Tujuan penilitian ini untuk: (1) Mendeskripsikan prestasi belajar siswa di kelas X jurusan akuntansi SMK Muhammaddiyah 5 Kepanjen yang diberi perlakuan pengajaran dengan menggunakan media pembelajaran Macromedia Flash Professional 8; (2) Mendeskripsikan prestasi belajar siswa di kelas X jurusan akuntansi SMK Muhammaddiyah 5 Kepanjen yang diberi perlakuan pengajaran tanpa menggunakan media pembelajaran Macromedia Flash Professional 8; dan (3) Menjelaskan apakah ada perbedaan prestasi belajar siswa siswa di kelas X jurusan akuntansi SMK Muhammaddiyah 5 Kepanjen yang diberi perlakuan pengajaran dengan dan tanpa menggunakan media pembelajaran Macromedia Flash Professional 8. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (quasi experimental) dengan bentuk desain nonequivalen control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X jurusan akuntansi di SMK Muhammaddiyah 5 Kepanjen. Sampel penelitian sebanyak 66 siswa dari dua kelas. Penentuan kelas dilakukan dengan metode random sampling (acak). Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran macromedia flash professional 8 dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap prestasi belajar siswa, hal ini dapat diketahui dari rata-rata prestasi belajar kelompok eksperimen mencapai 80,53 dengan rentangan 77,5-84,5 termasuk dalam kriteria baik; (2) Prestasi belajar siswa yang tidak menggunakan media pembelajaran macromedia flash professional 8 belum dapat menunjukkan hasil yang maksimal, hal ini dapat diketahui dari rata-rata prestasi belajar kelompok kontrol mencapai 70,53 dengan rentangan 69,5-76,5 termasuk dalam kriteria cukup; dan (3) Ada perbedaan prestasi belajar antara siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, hal ini dapat dilihat dari nilai t hitung > t tabel yaitu 4,542 > 1,997 dan nilai probabilitas yang diperoleh sebesar 0,00 sehingga nilai signifikasi kurang dari 0,05. Saran yang diajukan adalah: (1) Bagi pembaca yang akan mengadakan penelitian sejenis diharapkan untuk melakukan penyempurnaan atas kekurangankekurangan dalam metode penelitian ini lagi dengan pembahasan lain untuk memperkuat kevalidan dan kereliabelan dalam penelitian ini; (2) Bagi pihak sekolah, khususnya guru pengajar untuk menerapkan media pembelajaran dengan pengembangan program Macromedia Flash Professional 8 pada materi persamaan dasar akuntansi dan (3) Penggunaan media pembelajaran program macromedia flash professional 8 harus tetap sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dicapai dan tidak mereduksi isi (substansi) materi pembelajaran.

Perbedaan efikasi diri akademik antara siswa yang berkepribadian ekstrovert dan introvert di SMA Negeri 1 Trenggalek / Reny Farida Fatmawati

 

i ABSTRAK Fatmawati, Reny Farida. 2009. Perbedaan Efikasi Diri Akademik antara Siswa yang Berkepribadian Ekstrovert dan Introvert di SMA Negeri 1 Trenggalek. Skripsi. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Widada, M.Si. (II) Dr. Andi Mappiare AT,.M.Pd. Kata Kunci: efikasi diri akademik, kepribadian ekstrovert, kepribadian introvert Efikasi diri akademik pada umumnya tidak sama, ada yang tinggi dan ada yang rendah. Perbedaan ini salah satunya dipengaruhi oleh kepribadian yang dimiliki oleh siswa tersebut yaitu siswa yang berkepribadian ekstrovert ataupun introvert. Siswa yang berkepribadian ekstrovert memiliki efikasi diri akademik yang lebih tinggi daripada siswa yang berkepribadian introvert. Hal ini karena mereka memiliki keyakinan diri yang tinggi, ketekunan dan tanggung jawab yang kuat dalam meyelesaikan sejumlah tugas. Siswa dengan efikasi diri yang tinggi akan merasa tertantang, tekun ketika menghadapi suatu tugas yang sulit, tidak mudah putus asa, dan menganggap kegagalan sebagai motivasi mereka untuk dapat bekerja lebih baik lagi. Sumber terbentuknya efikasi diri seseorang didapat dari pengalaman keberhasilan, pengalaman vikarius yang didapat dari model sosial, persuasi sosial, dan keadaan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat efikasi diri akademik siswa yang berkepribadian ekstrovert, dan (2) pada siswa yang berkepribadian introvert, serta (3) perbedaan efikasi diri akademik antara siswa yang berkepribadian ekstrovert dan introvert. Penelitian ini dilaksanakan dengan desain deskriptif komparatif pada populasi seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Trenggalek tahun ajaran 2009/2010. Sampel diambil dengan teknik random sampling, yaitu teknik yang dilakukan dengan memberikan kemungkinan yang sama bagi individu untuk dipilih menjadi anggota sampel. Data diambil dengan menggunakan angket dan dianalisis dengan teknik persentase dan Uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa berkepribadian ekstrovert memiliki efikasi diri akademik tinggi yang jumlahnya banyak dan sedang jumlahnya sedikit serta sangat tinggi, rendah dan sangat rendah jumlahnya sangat sedikit, (2) siswa berkepribadian introvert memiliki efikasi diri akademik sedang yang jumlahnya banyak dan tinggi jumlahnya sedikit serta rendah, sangat rendah, dan sangat tinggi jumlahnya sangat sedikit, (3) Ada perbedaan efikasi diri akademik antara siswa yang berkepribadian ekstrovert dan introvert di SMA Negeri 1 Trenggalek (t=8,242 dan signifikan 0,000 ˂ 0,05) dan tingkat efikasi diri akademik siswa yang berkepribadian ekstrovert lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang berkepribadian introvert (selisih mean = 57,7708) Berdasarkan hasil penelitian di SMA Negeri 1 Trenggalek, disarankan bagi kepala sekolah untuk membuat kebijakan dengan cara pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan dan efikasi diri akademik. Sementara konselor sekolah ii dapat memberikan layanan tentang percaya diri dan cara untuk meningkatkannya menggunakan teknik ekspositori terutama untuk siswa yang berkepribadian introvert dan memberikan permainan sosiodrama dengan melibatkan siswa terutama siswa yang berkepribadian introvert dengan tema giat belajar. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan mengadakan penelitian yang berkaitan dengan efikasi diri akademik dan kepribadian individu faktor-faktor yang melatarbelakangi dan topik-topik lain yang terkait dengan efikasi diri akademik dan tipe kepribadian.

Pengaruh penggunaan turbojet accelerator pada kendaraan berbahan bakar campuran solar dan minyak jarak 20% terhadap kadar emisi gas buang (CO, O2, dan CO2) / Choirul Anam

 

ABSTRAK Anam, Choirul. Pengaruh Penggunaan Turbojet Accelerator Pada Kendaraan Berbahan Bakar Campuran Solar dan Minyak Jarak 20% terhadap Kadar Emisi Gas Buang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Sukarni, ST. MT. (2) Dr. Marji, M.Kes. Kata Kunci: Turbojet Accelerator, Minyak Jarak, Emisi Gas Buang. Keterlambatan pemasukan udara ke ruang bakar saat akselerasi maupun putaran tinggi menjadi salah satu penyebab tidak sempurnanya pembakaran. Pembakaran yang tidak sempurna akan menghasilkan beberapa emisi gas buang yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Untuk mengurangi kapasitas keterlambatan udara yang masuk ke ruang bakar maka pada motor diesel dipasang turbojet accelerator yang berfungsi mempercepat aliran udara masuk ke ruang bakar. Hasil instalasi turbojet accelerator ini diharapkan dapat menambah pasokan udara di ruang bakar, sehingga terjadi kesempurnaan pembakaran yang berujung pada berkurangnya kadar emisi gas buang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar emisi gas buang (CO, O2, dan CO2) pada motor diesel berbahan bakar campuran solar dan minyak jarak 20% pada faktor variasi putaran mesin, penggunaan turbojet accelerator, dan interaksi antara variasi putaran mesin dan penggunaan turbojet accelerator. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksperimental dengan desain faktorial 5x2. Sedangkan rancangan penelitian yang digunakan adalah metode anava dua jalur dengan menggunakan turbojet accelerator pada kendaraan berbahan bakar campuran solar dan minyak jarak 20% pada putaran 1300 rpm, 1600 rpm, 1900 rpm, 2200 rpm, dan 2500 rpm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kadar emisi gas buang (CO, O2, dan CO2) ) pada motor diesel berbahan bakar campuran solar dan minyak jarak 20% pada faktor variasi putaran mesin, penggunaan turbojet accelerator, dan interaksi antara variasi putaran mesin dan penggunaan turbojet accelerator. Kadar CO mengalami perbedaan 0,5 % yaitu tanpa menggunakan turbojet accelerator sebesar 2% dan dengan turbojet accelerator sebesar 2,5%. Kadar O2 mengalami perbedaan 6,5 % yaitu tanpa menggunakan turbojet accelerator sebesar 7,5% dan dengan turbojet accelerator sebesar 1%. Kadar CO2 mengalami perbedaan 0,12 % yaitu tanpa menggunakan turbojet accelerator sebesar 3,76% dan dengan turbojet accelerator sebesar 3,86%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penggunaan turbojet accelerator pada motor diesel dengan menggunakan prosentase kandungan minyak jarak pada solar di atas 20%, juga disarankan untuk melakukan penelitian mengukur emisi gas buang motor diesel yang lainnya seperti debu dan asap motor diesel.

Peran orangtua murid dalam pembelajaran anak usia dini dengan pendekatan BCCT (studi kasus kelompok bermain Tiara Bangsa Jl. Puncak Jaya No. 2 Malang) / Mamik Yuniarti

 

ABSTRAK Yuniarti, Mamik. 2009. Peran Orangtua Murid dalam Pembelajaran Anak Usia Dini dengan Pendekatan BCCT (Studi Kasus Kelompok Bermain Tiara Bangsa Jl. Puncak Jaya No.2 Malang). Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Kentar Budhojo, M.Pd (II)Ellyn Sugeng Desyanti, S.Pd, M.Pd Kata Kunci : Peran Orang tua, pembelajaran Anak Usia Dini, Pendekatan BCCT Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua murid KB Tiara Bangsa dalam pembelajaran Anak Usia Dini dengan pendekatan BCCT. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Pengumpulan data dari penelitian ini menggunakan metode angket, observasi dan hasil studi dokumentasi. Teknik analisa yang digunakan adalah teknik deskriptif untuk data yang diperoleh dari observasi dan teknik prosentase untuk data angket. Hasil penelitian sebagai berikut metode BCCT adalah adalah suatu metode atau pendekatan dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini yang bertujuan untuk merangsang seluruh aspek kecerdasan anak (kecerdasan jamak) melalui kegiatan bermain yang terarah. Peran orang tua dalam kegiatan pembelajaran anak adalah melalui tambahan belajar di rumah dengan mengulang pelajaran yang diajarkan di sekolah, mengajarkan kemandirian, dan menciptakan lingkungan belajar yang baik. Saran yang dapat dikemukakan adalah bagi pendidik di KB Tiara Bangsa : (1) perlu dikembangkan lagi metode pembelajaran yang dirasakan sebagai faktor penghambat karena terlalu monoton, sehingga dapat menghidupkan suasana di dalam kelas dan menarik minat anak, (2) penggunaan media sebagai alat bantu dalam menyampaikan materi harus lebih disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan sehingga materi dapat mengena pada anak.Bagi orang tua murid KB Tiara Bangsa : (1) orang tua hendaknya memahami bahwa dunia anak adalah dunia bermain, sehingga mereka hendaknya tidak memaksakan anaknya untuk duduk tenang dan belajar. Tetapi orang tua dapat mengajak anaknya dengan bermain sehingga lebih menarik minat anak dan menyenangkan, (2) kerjasama yang telah terjalin dengan baik perlu ditingkatkan lagi, sehinggaorang tua lebih memahami perkembangan anak tidak hanya di rumah tetapi juga di sekolah.

Perilaku jangka panjang pergerakan sunspot kelas J pada tahun 1990 sampai tahun 1993 di belahan utara dan selatan matahari / Mahayudha Putra Rakhmatya

 

ABSTRAK Putra, Mahayudha 2009. Perilaku Jangka panjang Pergerakan Sunspot Kelas J Pada Tahun 1990 Sampai Tahun 1993 di Belahan Utara dan Selatan Matahari. Skripsi, Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sutrisno, M.T, (II) Ir. Bambang Setiahadi P., B.Sc, M.Sc, D.Sc. Kata Kunci : Matahari,Sunspot, Gerak sunspot, Perilaku Jangka Panjang Matahari merupakan pusat tatasurya dari galaksi Bimasakti dan mempunyai struktur yang berbeda dengan benda-benda yang berada di sekitarnya. Struktur Matahari terdiri dari berbagai macam lapisan, antara lain fotosfer, kromosfer, korona, dan inti. Sebelum lapisan fotosfer, inti Matahari juga diselimuti oleh lapisan yang bersifat radiatif dan konvektif. Matahari juga melakukan aktivitas yang dapat kita amati baik secara langsung maupun tidak langsung. Perubahan jangka panjang aktivitas Matahari biasanya digunakan parameter Panjang Siklus Bintik (PBS) yang dapat dihitung berdasarkan tahun (epoch) dari amplitudo maksimum ke maksimum atau dari tahun minimum ke minimum siklus bintik dan biasa ditandai dengan munculnya sunspot, granula, fakula, flare, promiensa, dan spikula. Tanda-tanda aktivitas Matahari tersebut lebih mudah diketahui dengan melakukan pengamatan terhadap sunspot, karena sunspot mempunyai bentuk yang cukup stabil dan bertahan lama dibandingkan dengan tanda-tanda aktivitas yang lain. Sunspot mempunyai kecepatan yang tidak stabil karena dipengaruhi oleh letak atau posisi, bentuk, ukuran juga gerakan pada bagian dalam dan luar fotosfer. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode pendekatan grafis. Data diperoleh dari Sistem Pengamatan Matahari (SPM) Watukosek Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) berupa sketsa sunspot tahun 1990 sampai dengan 1993. Data tersebut kemudian diolah kembali dengan menggunakan softwere IDL 5.0.3 yang telah dilengkapi dengan program pengoperasiannya. Dari data hasil IDL tersebut peneliti menganalisis dengan menggunakan softwere microsoft office excel 2003 untuk mendapatkan hasis penelitian berupa pendekatan grafis. Grafik perilaku jangka panjang sunspot kelas J pada tahun 1990 sampai tahun 1993 pada belahan utara maupun selatan menunjukkan hubungan polinom. Peneliti memperoleh hasil penelitian berupa pola pergerakan sunspot kelas J pada belahan utara matahari cenderung menjauhi ekuator , dan pada bagian selatan matahari memiliki kecenderungan mendekati ekuator. Hal ini disebabkan oleh aliran konveksi yang ada di dalam lapisan matahari yang berputar menuju ekuator dan kutub, sehingga berpengaruh pada pola pergerakan/ pergeseran posisi sunspot. Disarankan penelitian terhadap sunspot kelas J harus terus dikembangkan, mengingat sunspot kelas J ini memiliki umur yang lebih lama dalam setiap kemunculannya dan memeliki bentuk dan grup sunspot yang relatif sedikit dan sederhana. Sehingga sangat mudah di amati pergerakan sunspotnya.

Pengaruh kualitas produk terhadap proses keputusan pembelian handphone Nokia (studi pada mahasiswa UM UPP 3 Blitar) / Ayu Widyafati Rokhmah

 

ABSTRAK Rokhmah, Ayu Widyafati. 2010. Pengaruh Kualitas Produk terhadapProses Keputusan Pembelian Handphone Nokia (Studi pada Mahasiswa UM UPP 3 Blitar). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Djoko Dwi K, M.Si, (II) Hj. Ita Prihatining W, S.E, M.M Kata Kunci: kualitas produk, proses keputusan pembelian. Dunia pemasaran telekomunikasi yang semakin kompetitif menuntut perusahaan handphone untuk memiliki keunggulan daya saing. Kualitas produk adalah suatu hal yang harus diperhatikan, agar perusahaan mempunyai keunggulan dalam bersaing. Nokia merupakan salah satu nama merek suatu produk telepon genggam yang diproduksi oleh perusahaan telepon genggam, Nokia Corporation. Berdasarkan Market Survey oleh Pixel Research terhadap responden pengguna telepon genggam di Jakarta baru-baru ini diketahui bahwa merek handphone yang paling diingat adalah Nokia (61%), Sony Ericcson (22%), Samsung (6%), dan sisanya ditempati Motorola, Siemens, dan Phillips. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kondisi kualitas produk (kinerja, keistimewaan, keandalan, kemampulayanan dan persepsi kualitas) dan proses keputusan pembelian handphone Nokia pada mahasiswa UM UPP 3 Blitar. (2) Pengaruh kualitas produk secara parsial terhadap proses keputusan pembelian mahasiswa UM UPP 3 Blitar dalam membeli handphone Nokia.(3) Pengaruh kualitas produk secara simultan terhadap proses keputusan pembelian mahasiswa UM UPP 3 Blitar dalam membeli handphone Nokia.(4) Kualitas produk yang berpengaruh paling dominan terhadap proses keputusan pembelian mahasiswa UM UPP 3 Blitar dalam membeli handphone Nokia. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kualitas produk, terdiri dari kinerja, keistimewaan, keandalan, kemampulayanan dan persepsi kualitas. Variabel terikatnya adalah proses keputusan pembelian Handphone Nokia. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas Negeri Malang UPP III Blitar Fakultas Ekonomi tahun akademik 2006/2007 dan tahun akademik 2007/2008 yang menempuh studi di Malang dan menggunakan handphone Nokia.Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Daniel and Terrel, sehingga ditemukan jumlah sample sebanyak 73 mahasiswa. Penelitian menyimpulkan: (1) Terdapat pengaruh positif signifikan dari Kinerja, kehandalan, keistimewaan, kemampulayanan dan persepsi kualitas produk produk berpengaruh positif signifikan terhadap proses keputusan pembelian handphone nokia, secara parsial maupun simultan (2) Keistimewaan produk merupakan sub variabel yang dominan berpengaruh terhadap proses keputusan pembelian handphone Nokia. Saran yang dapat diberikan antara lain: Perusahaan dapat meningkatkan kemampulayanan produknya dalam menanggapi kritik, saran, keluhan, dan lain-lain sehingga mampu memberikan kepuasan bagi konsumen dan akhirnya meningkatkan keputusan pembelian handphone nokia

Persepsi siswa terhadap pembelajaran mata pelajaran produktif bidang keahlian restoran di SMK Negeri 7 Malang / Majid

 

ABSTRAK Majid. 2010. Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Mata Pelajaran Produktif Bidang Keahlian Restoran Di SMK Negeri 7 Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri. Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Widiyanti, M.Pd., (2) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd. Kata Kunci: Persepsi Siswa, Pembelajaran, Mata Pelajaran Produktif. Mata pelajaran produktif merupakan sebagian program keahlian restoran yang membekali peserta didik dengan keterampilan, pengetahuan dan sikap agar kompeten, dan merupakan upaya bagi sekolah yang menjadi tempat bernaung bagi siswa sesuai dengan kurikulum yang diberlakukan yang menitik beratkan pada penguasaan dan pengetahuan, sikap, dan keterampilan tertentu pada penerapan di lapangan. Berhasil tidaknya proses belajar mengajar pada mata pelajaran produktif di sekolah disesuaikan dengan tujuan yang diharapkan ditentukan oleh banyak faktor, baik dari internal maupun dari eksternal. Kenyataan yang ada pada saat penelitian awal dilakukan, minat belajar siswa pada mata pelajaran produktif bidang keahlian restoran di SMK Negeri 7 Malang selalu timbul dan tenggelam, dimana siswa hanya memiliki minat karena adanya paksaan dan jika ditinjau dari daya serap dan kemampuan belajar siswa masih rendah. Berdasarkan pengamatan selama penelitian ini, menunjukkan pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran produktif bidang keahlian restoran yang dilakukan di SMK Negeri 7 Malang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Mata Pelajaran Produktif Bidang Keahlian Restoran di SMK Negeri 7 Malang, meliputi: 1) metode pembelajaran, 2) bahan ajar, dan 3) fasilitas pembelajaran. Responden/subjek yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI restoran 1 dan restoran 2 yang ada di SMK Negeri 7 Malang pada tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 20 siswa dari 53 jumlah keseluruhan, sampel yang dipergunakan dari kelas XI restoran 1 sebanyak 10 siswa dan dari kelas XI restoran 2 sebanyak 10 siswa. Teknik atau prosedur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik Sample Non-Random, yaitu setiap individu yang menjadi anggota populasi tidak mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan anggota sampel penelitian. Dikarenakan jadwal yang ada pada siswa kelas XI restoran 1 dan siswa kelas XI restoran 2 SMK Negeri 7 Malang pada tahun ajaran 2009/2010, sudah memasuki masa ujian akhir semester serta jadwal pagelaran boga (restoran) dan busana yang menghambat peneliti untuk melakukan penelitian. Prosedur penelitian yang digunakan adalah teknik sampling Non-Probabilitas Purposive atau yang disebut juga teknik sampling pertimbangan. Metode pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dari paparan data hasil wawancara menunjukkan bahwa dari jawaban siswa terhadap pertanyaan pada saat wawancara bersifat homogen. (1) Persepsi siswa terhadap metode pembelajaran pada mata pelajaran produktif bidang keahlian restoran di SMK Negeri 7 Malang secara umum kurang baik; (2) Persepsi siswa terhadap bahan ajar pada mata pelajaran produktif bidang keahlian restoran yang dirasakan siswa secara umum cukup baik; (3) Persepsi siswa terhadap fasilitas pembelajaran pada mata pelajaran produktif bidang keahlian restoran secara umum kurang baik. Dengan demikian menunjukkan bahwa persepsi siswa SMK Negeri 7 Malang terhadap pembelajaran mata pelajaran produktif bidang keahlian restoran secara umum kurang baik.

Pengaruh kualitas layanan terhadap loyalitas melalui kepuasan pelanggan (studi pada konsumen toko buku Restu di Kota Blitar) / Elsa Oktaviasari

 

ABSTRAK Sari, Elsa,Oktavia. 2009. Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Loyalitas Melalui Kepuasan Pelanggan (Studi pada Konsumen Toko Buku Restu di Kota Blitar). Skripsi, Jurusan Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sopiah, M.Pd, M.M (II) Drs. Djoko Dwi Kusumojanto, M.Si Kata Kunci: Kualitas Layanan, Loyalitas Pelanggan, Kepuasan Pelanggan. Persaingan yang semakin ketat dan kompetitif dewasa ini membuat pelaku pasar lebih berpacu dan terus bersaing untuk dapat bertahan di dunia bisnisnya karena pelaku binis tidak saja dari dalam negeri tapi juga luar negeri, kompetisi ini bisa diibaratkan sebagai “war of movement”. Yakni dalam segala hal keberhasilan ditentukan pada bagaimana cara perusahaan mengantisipasi pasar dan reaksi cepat terhadap setiap perubahan kebutuhan maupun perilaku konsumen. Dengan adanya situasi persaingan tersebut menyebabkan perusahaan-perusahaan sulit untuk meningkatkan jumlah pelanggan, apalagi di dalam suatu proses pembelian konsumen tidak hanya berhenti sampai proses konsumsi. Konsumen pasti akan melakukan evaluasi terhadap konsumsi yang dilakukannya, sehingga akan timbul perasaan puas atau tidak puas terhadap produk yang telah dikonsumsinya. Di dalam pasar yang sudah ada, terlalu banyak produk dengan berbagai keunggulan serta nilai lebih yang ditawarkan oleh para pesaing. Sehingga sulit bagi perusahaan untuk merebut pangsa pasar pesaing dan alternatif yang lebih baik adalah perlunya melakukan berbagai upaya mempertahankan pasar yang sudah ada. Melalui usaha meningkatkan loyalitas pelanggan serta memberikan nilai lebih berupa pelayanan yang sesuai harapan maupun tuntutan dari konsumen secara teus-menerus. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh secara langsung tangibles (bukti fisik), reliability (keandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), dan empaty (empati) terhadap kepuasan konsumen, pengaruh kepuasan terhadap loyalitas pelanggan. Pengaruh secara tidak langsung tangibles (bukti fisik), reliability (keandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), dan empaty (empati) terhadap loyalitas melalui kepuasan pelanggan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuisioner yang kemudian hasilnya dianalisis melalui analisis jalur. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen toko buku Restu di Kota Blitar. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode accidental sampling. Jumlah populasi sebanyak 600 orang sehingga sampel penelitian ditentukan sebesar 112 responden. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu variabel dimensi kualitas layanan yang meliputi tangibles (bukti fisik) (X1), reliability (keandalan) (X2), responsiveness (daya tanggap) (X3), assurance (jaminan) (X4), dan empaty (empati) (X5). Variabel terikat yaitu loyalitas pelanggan dengan variabel intervening kepuasan pelanggan toko buku Restu di kota Blitar. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS for windows release 13.0 dengan taraf signifikansi 5%. Setelah melalui proses pengolahan data dan analisis jalur (path analysis). Diketahui hasil penelitian menyatakan bahwa: (1) bukti fisik mempunyai β = 0,744, (2) keandalan dengan nilai β = 0,851, (3) daya tanggap pempunyai β = 0,876, (4) jaminan dengan nilai β = 0,841, dan (5) empati dengan nilai β = 0,863. variabel intervening yaitu kepuasan memiliki nilai β= 0,962, loyalitas pelanggan dengan nilai e2=0.238, kepuasan pelanggan memiliki nilai β = 0, 962. Ini membuktikan bahwa : (1) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati terhadap kepuaan pelanggan, (2) terdapat pengaruh langsung yang signifikan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan, (3) terdapat pengaruh langsung signifikan kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan, dan (4) terdapat pengaruh tidak langsung kualitas layanan terhadap loyalitas melalui kepuasan pelanggan. Berdasarkan penelitian maka saran yang diberikan untuk toko buku Restu di Kota Blitar agar konsumen menjadi lebih loyal yaitu dengan cara membangun suatu komitmen pelanggan dalam memberikan jaminan kepuasan pelayanan yang merupakan kepuasan pelanggn untuk menggunakan jasa toko buku Restu di Kota Blitar.

Penerapan teknik patchwork pada gaun pesta asimetris / Sih Wulansari

 

Gaun Pesta Asimetris adalah busana yang terdiri dari busana yang menutup bagian atas dan menutup bagian bawah terdiri dari satu bagian (one piece), yang dirancang secara pas (fitted) dengan potongan melekuk ke samping atau dengan kata lain keseluruhan sisi kanan dan sisi kirinya berlawanan/tidak simetris. Gaun model ini tampak luwes sebab akan menampilkan lekuk tubuh pemakainya. Gaun asimetris ini diaplikasikan dengan teknik patchwork mengunakan satu jenis bahan yang sama, namun dengan tiga warna yang berbeda yaitu warna merah, jingga dan hijau kebiruan, penggabungan ketiga warna ini memberikan kesan enerjig dan dinamis pada pemakainya. Penggunaan bahan yang dimaksud adalah bahan kain katun, hal ini didasarkan karena kain katun memiliki tingkat kenyamanan yang lebih pada saat dipakai. Patchwork adalah menggabungkan beberapa motif atau warna kain yang berbeda dengan bantuan tangan atau mesin yang akan menjadikan sehelai kain mempunyai motif unik dan langka. Pada pembuatan gaun pesta asimetris dengan teknik patchwork ini dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain, pada pembuatan gaun ataupun busana dengan penggunaan motif patchwork diusahakan ukuran model tidak berubahubah agar motif tetap menyambung sesuai pola, pemberian interlining sangat berpengaruh pada hasil patchwork agar bagian-bagian patchwork tidak terlihat kusut. Potongan patchwork pada gaun ini menggunakan potongan menyerong, hal ini perlu mendapatkan perhatian yang lebih sebab kain dengan potongan menyerong mempunyai sifat mudah mulur, sehingga pada pemberian tanda dilakukan dengan cara menjelujurnya.

Pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di SMA negeri se-kota Probolinggo / Mochamad Anggoro Dwidianto

 

ABSTRAK Dwidianto, Mochamad Anggoro. 2009. Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Se-Kota Probolinggo. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Maisyaroh, M.Pd. (II) Dr. H. Achmad Supriyanto, M.Pd, M.Si. Kata kunci: pengelolaan, sarana dan prasarana pendidikan. Menurut Bafadal (2008:1) “pengelolaan merupakan proses pendayagunaan semua sumber daya dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Tim Pakar Manajemen Pendidikan (2003:86) “pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan dapat didefinisikan sebagai proses kerjasama pendayagunaan semua sarana dan prasarana pendidikan secara efektif dan efisien”. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti bahwa Kota Probolinggo merupakan penerima Piala Adipura yang ketiga kali, selain itu beberapa sekolah juga menerima Piala Adiwiyata Tingkat Nasional untuk Lomba Sekolah Berbudaya Lingkungan dan Rancangan Sekolah Berstandar Internasional, karena itu peneliti ingin mengetahui apakah pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di SMAN se-Kota Probolinggo sudah dilaksanakan atau belum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses: perencanaan sarana dan prasarana pendidikan, pengadaan sarana dan prasarana pendidikan, pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan, inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan, penggunaan sarana dan prasarana pendidikan, penghapusan barang inventaris di SMA Negeri se-Kota Probolinggo. Subjek penelitian ini adalah seluruh personel sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan pegawai tata usaha sekolah. Lokasi penelitian ini adalah SMA Negeri di Kota Probolinggo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini memiliki satu variabel yaitu variabel pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan. Populasi penelitian adalah seluruh personel SMA Negeri Se-Kota Probolinggo yang berjumlah 281 orang. Sampel penelitian berjumlah 165 orang yang tersebar di 4 SMAN Se-Kota Probolinggp. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive proportional random sampling. Pengambilan data menggunakan angket tertutup. Hasil penelitian menunjukkan: (1) proses perencanaan sarana dan prasarana pendidikan terdiri dari: (a) sekolah mengadakan rapat perencanaan sarana dan prasarana sekolah, (b) membuat susunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana sekolah, (c) menyeleksi sarana dan prasarana yang telah direncanakan dengan melihat dana yang tersedia, dan (d) menetapkan rencana pengadaan akhir sarana dan prasarana sekolah. Proses tersebut sebagian besar sudah sering dilakukan di SMAN se-Kota Probolinggo; (2) proses pengadaan sarana dan prasarana pendidikan terdiri dari: (a) menganalisis apa saja kebutuhan dan fungsi sarana dan prasarana sekolah, (b) mengklasifikasikan sarana dan prasarana apa saja dibutuhkan, (c) sekolah membuat proposal pengadaan sarana dan prasarana yang ditujukan kepada pemerintah, dan (d) sekolah melakukan pengadaan dengan beberapa cara. Proses tersebut sebagian besar sudah sering dilakukan di SMAN se-Kota Probolinggo; (3) proses pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan terdiri dari: (a) sekolah melakukan perawatan terus-menerus, berkala, dan darurat, (b) sekolah melakukan pemeliharaan yang sifatnya sehari-hari, dan (c) perbaikan sarana dan prasarana yang sifatnya ringan dilakukan oleh pihak sekolah sendiri, tetapi apabila kerusakannya berat sekolah mendatangkan teknisi dari luar. Proses tersebut sebagian besar selalu dilakukan di SMAN se-Kota Probolinggo; (4) proses inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan terdiri dari: (a) melaksanakan kegiatan pengadministrasian barang inventaris dengan memasukkan ke dalam buku induk barang inventaris, buku golongan barang inventaris, buku catatan barang non inventaris, daftar laporan triwulan, mutasi barang inventaris, daftar rekap barang inventaris, (b) memberi kode sarana dan prasarana di sekolah, dan (c) membuat laporan triwulan dan tahunan barang inventaris. Proses tersebut sebagian besar selalu dilakukan di SMAN se-Kota Probolinggo; (5) proses penggunaan sarana dan prasarana pendidikan terdiri dari: (a) sekolah mengatur sendiri petunjuk pemakaian sarana pendidikan yang di beli kepada produsen, (b) mendeskripsikan sendiri dalam bentuk gambar atau tulisan petunjuk pemakaian sarana pendidikan yang baru di beli, (c) menegaskan kembali teknik penggunaan sarana pendidikan yang baru, melalui pelatihan atau memberi contoh penggunaan barang dari pihak yang telah memahami penggunaan barang tersebut, dan (d) sekolah menyesuaikan intensitas penggunaan sarana dan prasarana dengan kepentingan dari pemakai. Proses tersebut sebagian besar selalu dilakukan di SMAN se-Kota Probolinggo; dan (6) proses penghapusan sarana dan prasarana pendidikan terdiri dari: (a) sekolah melaksanakan prosedur penghapusan barang inventaris dengan cara pemusnahan, dan (b) sekolah melaksanakan prosedur penghapusan barang inventaris dengan cara lelang. Proses tersebut sebagian besar tidak pernah dilakukan di SMAN se-Kota Probolinggo. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan agar: (1) pengawas dan pejabat dinas pendidikan kota probolinggo: agar lebih meningkatkan pengawasan tentang penghapusan sarana dan prasarana di setiap sekolah sehingga kebijakan yang diambil untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah, melalui meningkatkan penghapusan sarana dan prasarana yang ada di sekolah; (2) kepala sekolah SMA Negeri se-kota Probolinggo: agar lebih meningkatkan proses penghapusan barang inventaris yang jarang dilakukan oleh sekolah. Sehingga dapat dijadikan titik tolak untuk meningkatkan dalam hal mengelola sarana dan prasarana pendidikan di sekolah yang dipimpinnya dalam rangka pendayagunaan secara optimal; (3) guru dan petugas tata usaha pengurus sarana dan prasarana sekolah: agar penghapusan barang inventaris di sekolah perlu ditingkatkan, sehingga pengetahuan tentang penghapusan barang inventaris pendidikan bukan hanya sebagai wawasan, tetapi sebagai suatu kesatuan dalam proses pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan; (4) jurusan administrasi pendidikan: Hendaknya mengadakan kegiatan-kegiatan pelatihan atau seminar mengenai penghapusan barang inventaris pendidikan, agar pelaksanaan penghapusan barang inventaris pendidikan selalu dilaksanakan secara optimal; (5) peneliti lain: penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan rujukan atau acuan untuk melakukan penelitian selanjutnya.

Pengembangan modul pembelajaran bahasa Arab berbasis KTSP di MTsN Malang I / Dia Ekasari

 

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan struktur komponen dan isi modul pembelajaran bahasa Arab siswa Mts dan mengetahui validitas modul pembelajaran bahasa Arab. Prosedur pengembangan dirumuskan dengan tahapan analisis kebutuhan, rumusan tujuan, mengembangkan materi produksi draf, validasi ahli, revisi. Jenis data pengembangan ini adalah kualitatif kuantitatif. Sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui data kualitatif, Dianalisa sesuai dengan saran dan dari dosen (validator)setelah uji ahli dilakukan. Sedangkan data kuantitatif diperoleh pada tahap pengumpulan data, dianalisa dengan menggunakan teknik analisa dan prosentase.

Pengaruh persepsi siswa mengenai variasi metode mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa kelas XII Jurusan Akuntansi pada mata pelajaran akuntansi di SMK Negeri 2 Blitar / Farida Yanti

 

ABSTRAK Yanti, Farida. 2009. Pengaruh Persepsi Siswa Mengenai Variasi Metode Mengajar Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas XI Jurusan Akuntansi pada mata pelajaran akuntansi di SMK Negeri 2 Blitar. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Bambang Sugeng, S.E, Ak, M.A, M.M. (II) Sriyani Mentari, S.Pd, M.M. Kata kunci: Persepsi, variasi mengajar, metode mengajar, motivasi belajar. Persepsi merupakan pemberian makna terhadap sesuatu.Variasi adalah penganekaragaman dalam penyajian kegiatan mengajar sebagai salah satu kreatifitas guru untuk membelajarakan siswa. Metode mengajar adalah cara yang digunakan guru untuk melakukan hubungan dengan siswa untuk melaksanakan proses pemebelajaran. Sedangkan motivasi belajar siswa merupakan keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan, dan memberikan arah kegiatan belajar sehingga tujuan yang diharapkan bisa tercapai. Semakin baik persepsi siswa mengenai variasi metode mengajar guru maka motivasi belajar siswa juga akan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara persepsi siswa mengenai variasi metode mengajar guru trehadap motivasi belajar siswa kelas XII jurusan Akuntansi pada mata pelajaran Akuntansi di SMK Negeri 2 Blitar. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanasi (Explanatory) dan instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Jurusan Akuntansi di SMK Negeri 2 Blitar yang berjumlah 113 siswa dengan sampel sebesar 39 responden sedangkan teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis deskriptif dan regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa persepsi mengenai variasi metode mengajar guru berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi, sebesar 30,9% dan sisanya 69.1% dipengaruhi oleh variable lain yang tidak diteliti. Dapat dilihat juga dari hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai uji t untuk persepsi siswa mengenai variasi metode mengajar guru adalah 4.064 dengan signifikansi 0.000 pada taraf kesalahan 5%. Dari hasil angka signifikansi 0.000 <0.05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Implikasi hasil analisis adalah terdapat pengaruh antara persepsi siswa mengenai variasi metode mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi. Saran bagi guru hendaknya memperhatikan metode yang dipilih karena dilihat dari kedudukan metode yang sangat penting dalam pembelajaran, hal tersebut menyangkut motivasi dan keberhasilan peseta didik.

Profesionalisme guru ekonomi bersertifikat pendidik dalam jabatan tahun 2008 di SMAN Kota Malang / Emma Yunika Puspasari

 

ABSTRAK Puspasari, Emma, Yunika. 2009. Profesionalisme Guru Ekonomi Bersertifikat Pendidik Dalam Jabatan Tahun 2008 di SMA Negeri Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Nasikh S.E, M.P, M.Pd, (2) Agus Sumanto S.E, M.Sa. Kata Kunci : Profesionalisme guru, Sertifikasi Peningkatan kualitas guru dirancang secara sistematis dan berjangka panjang, dimulai dari regulasi dengan diundangkannya UU NO. 14 tahun 2005, tentang guru dan dosen. Terbitnya UU No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD) ditengarai oleh sebagian besar kalangan sebagai pertanda keseriusan pemerintah dalam menanggapi aspirasi pendidik akan peningkatan kesejahteraan mereka. Pada akhirnya, UUGD menjadi landasan hukum sebuah kebijakan pendidikan yang begitu populer saat ini, yaitu kebijakan sertifikasi pendidik. Menurut PP RI No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 28, pendidik adalah agen pembelajaran yang harus memiliki empat jenis kompetensi, yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. Pemenuhan keempat kompetensi tersebut dibuktikan dengan sertifikat pendidik melalui uji sertifikasi guru. Dengan ditetapkannya guru sebagai jabatan professional maka guru dituntut memiliki kompetensi tertentu, yang terukur dan teruji melalui prosedur tertentu. Dalam UU No. 14 Tahun 2005 pasal 1 ayat 1 dinyatakan bahwa sebagai pendidik profesional, guru mempunyai tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan keadaan di lapangan tentang profesionalisme guru ekonomi yang bersertifikat pendidik di SMA Negeri Kota Malang. Penelitian ini dilakukan di SMAN Kota Malang dengan jumlah guru ekonomi yang lulus sertifikasi dalam jabatan tahun 2008 sebanyak 10 orang.Dalam penelitian ini dideskripsikan bagaimana profesionalisme guru ekonomi dilihat dari segi kinerja dan kompetensi guru yang telah lulus program uji sertifikasi, untuk mencapai tujuan menggunakan instrumen penelitian yaitu studi dokumentasi dan metode angket atau kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kompetensi profesinalisme guru ekonomi yang lulus sertifikasi dalam jabatan tahun 2008 di Kota Malang adalah sangat baik. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil analisis data yang menunjukkan bahwa masing-masing sub kompetensi yaitu 70% guru memiliki kompetensi kepribadian sangat baik, 80% guru memiliki kompetensi sosial sangat baik, 90% memiliki kompetensi pedagogik sangat baik, 80% guru memiliki kompetensi profesional yang baik, sedangkan untuk kinerja guru ekonomi yang lulus sertifikasi dalam jabatan tahun 2008 di SMAN Kota Malang adalah sangat baik. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil analisis data yang menyatakan bahwa masing-masing sub variabel kinerja guru yaitu 80% guru memiliki tingkat kinerja pada penyusunan program pembelajaran yang sangat baik, 60% guru menerapkan pelaksanaan evaluasi pembelajaran dengan sangat baik, 80% guru memiliki tingkat kinerja dalam melaksanakan analisis evaluasi pembelajaran dengan baik, 60% guru memiliki tingkat kinerja dalam pelaksanaan perbaikan dan pengayaan dengan sangat baik, 70% guru memiliki tingkat kinerja dalam pelaksanaan pembelajaran dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan kepada guru ekonomi bersertifikat pendidik dalam jabatan tahun 2008 di SMAN Kota Malang untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi profesionalisme serta kinerja guru dalam dunia kependidikan untuk menciptakan kelayakan guru sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran kooperatif tipe group investigation dnegan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional (metode ceramah) pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA Negeri 8 Malang /Gusti Ayu Dian P

 

ABSTRAK Purnamasari,Gusti Ayu Dian.2010. Perbedaan Hasil Belajar Siswa Yang Diajar Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Dengan Hasil Belajar Siswa Yang Diajar Menggunakan Pembelajaran Konvensional (Metode Ceramah) Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X SMA Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nasikh, SE MP, M.Pd, (II) Agus Sumanto, SE, M.SA Kata Kunci: pembelajaran kooperatif, Group Investigation, hasil belajar, pembelajaran konvensional Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang menekankan adanya kerjasama siswa dalam kelompoknya untuk mencapai hasil belajar yang memuaskan. Salah satu pembelajaran kooperatif adalah tipe group investigation. Model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (investigasi berkelompok) ini dirancang untuk membimbing para siswa mendefinisikan masalah,mengeksplorasi berbagai cakrawala mengenai masalah itu, mengumpulkan data yang relevan, mengembangkan dan menguji hipotesis. Melalui model ini siswa diharapkan dapat menganalisis suatu masalah dan dapat bekerjasama dengan temannya. Sedangkan pembelajaran konvensional merupakan pembelajaran yang dalam pengajarannya banyak menggunakan metode ceramah sehingga dapat membuat siswa kurang aktif dalam proses belajar mengajar. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dengan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional (metode ceramah) pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA Negeri 8 Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang tahun pelajaran 2009/2010 dengan jumlah 331 siswa yang terbagi ke dalam 9 kelas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel yang ditetapkan terdiri dari 2 kelas yaitu siswa kelas X-4 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas X-3 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen adalah kelas yang diajar menggunakan model group investigation, sedangkan kelas kontrol kelas yang diajar tanpa menggunakan model group investigation dalam pembelajaran. Jenis data dalam penelitian ini berupa data kuantitatif yang diperoleh langsung dari subyek penelitian dengan pemberian tes prestasi (data kognitif) dalam pembelajaran ekonomi pada materi circular flow diagram dan peran pelaku ekonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan antara hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dengan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional (metode ceramah). Hal itu ditunjukkan dengan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar yang menggunakan group investigation dan yang tidak menggunakan group investigation, terbukti dari rerata hasil belajar siswa dari aspek kognitif sebesar 75,51 (kelas eksperimen) sedangkan kelas kontrol sebesar 65. Begitu pula dari aspek afektif rerata hasil belajar kelas eksperimen sebesar 77,78 lebih besar dari kelas control yang hanya 60,4. Group investigation memberikan pengaruh positif terhadap siswa kelas X-4. Dengan group investigation siswa semakin aktif dalam kegiatan pembelajaran di kelas sehingga hasil belajar (kognitif dan afektif) kelas X-4 (eksperimen) lebih tinggi daripada kelas X-3 (kontrol). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran kooperatif tipe group investigation pada kelas eksperimen dengan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol pada mata pelajaran ekonomi SMA Negeri 8 Malang. Dengan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation kelas X-4 semakin aktif dan antusias dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu dapat disarankan pula kepada guru untuk menggunakan group investigation sebagai variasi dalam kegiatan pembelajaran. Guru hendaknya mempelajari dan melaksanakan tahap-tahap pembelajaran dalam group investigation dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh hasil yang optimal. Bagi peneliti lain disarankan untuk melakukan penelitian tentang penerapan group investigation pada materi lain sebagai peningkatan kualitas pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan di sekolah-sekolah.

Penerapan pembelajaran kooperatif metode make-a-match untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran akuntansi pokok bahasan jurnal umum di SMA Kertanegara Malang / Nur Indahwati

 

i ABSTRAK Indahwati, Nur. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Metode Make AMatch untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPS pada Mata Pelajaran Akuntansi Pokok Bahasan Jurnal Umum di SMA Kertanegara Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Yuli Widi Astuti, S.E,M.Si,Ak (2) Ika Putri Larasati, S.E, M.Com Kata Kunci: Make AMatch, aktivitas belajar, hasil belajar Berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran akuntansi di SMA Kertanegara Malang, diperoleh informasi bahwa proses pembelajaran akuntansi dikelas masih menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi soal dan tugas. Hal ini menyebabkan siswa kurang aktif dan hanya sedikit siswa yang bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru. Hal ini akan berdampak pada hasil belajar siswa yang menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengikuti remidi karena skor yang diperolaeh kurang memenuhi standar ketuntasan minimum yang ditetapkan oleh sekolah yaitu 70. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Strategi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif metode Match AMatch. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran kooperatif metode make a match untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran Akuntansi pokok bahasan jurnal umum. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif, yang dilaksanakan di SMA Kertanegara Malang. penelitian ini dilakukan pada tanggal 14 Oktober hingga 28 Oktober 2009. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap yaitu: 1) Reduksi data, 2) Paparan data, dan 3) Penyimpulan hasil analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Make AMatch dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, meskipun belum mencapai 100%. Pada siklus 1 aktivitas belajar siswa dilihat dari proses pembelajaran mencapai 76,67% meningkat pada siklus 2 mencapai 88,33%. Sedangkan aktivitas siswa ditinjau dari aspek afektif siswa pada siklus 1 mencapai 60,9% meningkat pada siklus 2 mencapai 91,3%. Sedangkan pada hasil belajar juga mengalami peningkatan, sebelum tindakan diberikan skor ratarata hasil belajar sebesar 65,7% dengan ketuntasan belajar 52,2%. Pada siklus 1 hasil belajar ditinjau dari aspek kognitif sebesar 65,2% meningkat pada siklus 2 mencapai 87%. Sedangkan hasil belajar dilihat dari aspek psikomotorik pada siklus 1 sebesar 65,2% meningkat pada siklus 2 mencapai 87%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Make A Match (mencari pasangan) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPS SMA Kertanegara Malang.

Pengembangan modul persamaan, fungsi dan pertidaksamaan kuadrat untuk SMA/MA kelas X / Retno Idwindari Fanany

 

ABSTRAK Fanany, Retno Idwindari. 2009. Pengembangan Modul Persamaan, Fungsi dan Pertidaksamaan Kuadrat untuk SMA/ MA kelas X. Skripsi, Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Cholis Sa’dijah, M.Pd., M.A., (II) Drs. Muchtar Abdul Karim, M.A. Kata kunci: modul, persamaan, fungsi dan pertidaksamaan kuadrat. Berdasarkan kenyataan di lapangan, sampai saat ini masih banyak siswa yang menganggap bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit dan membosankan. Selain itu, masih banyak juga guru yang menerapkan pembelajaran konvensional dibanding metode-metode pembelajaran yang baru. Apalagi ditambah hasil wawancara dengan beberapa siswa yang menyatakan bahwa buku pelajaran yang dimiliki siswa cenderung monoton dan kurang menarik sehingga siswa menjadi cepat bosan dan malas belajar. Dari kenyataan ini, penulis terdorong untuk mengembangkan modul sebagai salah satu alternatif pembelajaran matematika agar siswa lebih senang dan ingin mempelajari matematika lebih dalam. Dengan modul siswa dituntun untuk belajar membangun pemahamannya tentang suatu konsep materi yang akan dipelajari. Akibatnya konsep suatu materi yang telah mereka pelajari akan lebih melekat pada ingatan mereka dalam jangka waktu yang lama dibandingkan dengan hanya menerima dari gurunya. Dalam pembelajaran ini, guru hanya berfungsi sebagai pengawas. Adapun unsur-unsur modul ini terdiri dari pendahuluan, petunjuk untuk guru, petunjuk untuk siswa, daftar isi, standar kompetensi, kompetensi dasar, dan tujuan pembelajaran, lembar kegiatan siswa, lembar kerja siswa, pedoman jawaban lembar kerja siswa, lembar tes, lembar tes remidi, pedoman jawaban lembar tes beserta pedoman penyekorannya, pedoman jawaban lembar tes remidi beserta pedoman penyekorannya, dan daftar pustaka. Sebelum diujicobakan kepada siswa, modul divalidasi terlebih dahulu oleh dua orang dosen, dan dua orang guru. Setelah itu, modul diujicobakan kepada 3 orang siswa yang mempunyai kemampuan tinggi, sedang dan kurang. Berdasarkan hasil validasi perorangan, modul perlu perbaikan hanya pada kalimat-kalimat yang tidak mengikuti kaidah EYD dan pada kalimat yang tidak konsisten penggunaannya. Di lain pihak, hasil uji coba kepada kelompok kecil, diperoleh skor tes semua siswa sudah memenuhi standar ketuntasan belajar yang dibuat penulis. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil uji coba yaitu modul ini cukup menarik dan dapat diterima oleh siswa. Adapun saran pemanfaatan modul ini adalah sebaiknya digunakan pada siswa yang berkemampuan rata-rata ke atas karena rangkaian aktivitasnya tidak terlalu menuntun siswa tetapi siswa dituntun untuk menyelesaikan masalah melalui pertanyaan-pertanyaan yang konstruktif. Untuk pengembangan lebih lanjut, modul ini dapat digunakan di sekolah sebagai salah satu alternatif pembelajaran matematika pada pokok bahasan persamaan, fungsi dan pertidaksamaan kuadrat.

Karakteristik komunitas herba di Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soeryo Lereng Gunung Arjuno sebelah timur Kabupaten Pasuruan Jawa Timur oleh Kartono Efendy

 

Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soeqo merupakan salah satu Tahura di Indonesiaya ngt erletakd i lerengG unungA rjuno. KealamiahanT ahuraR . Soeqo di lerengG unungA {uno mulai terancamte rutamad i bagianl erengs ebelahti mur dengan adanya perlras4l lahan pertanian, hal ini dapat merusak keadaan pada komunitast umbuhanb awah yang sangatb erperand alam mencegahte {adinya banjir dan erosi terutama pada lahan yang mempunyai kemiringan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi takson tumbuhan herba, karakterisasi tumbuhan herba dan keterdukungan faktor lingkungan pada komunitastu mbuhanh erbad i TahuraR . Soeqol erengG unungA guno sebelah Timur. Jenis penelitian adalah disknptif eksploratif yang dilakukan pada bulan Apnl dan Mei 2004. Sampel dalam penelitian ini adalah komunitas tumbuhan herba yang ada di Tahura R. Soe{o lereng Gunung Atluno sebelah Timur yang terletak di blok Cendono dengan luas 24 ha. Sampel diambil dengan membuat petak cuplikan sebanyak2 50 denganu kuran 2 x 2 m'. Data yang diperoleh meliputik erapatank,e rimbunand, anf rekuensyi angs elanjutnyad icari indeksn ilai pentingu ntukd ianalisiss ecarad eskriptifkuantitatifU. ntuk dataf aktor lingkungan dilakukana nalisisr egrestie rhadapk erapatand anf rekuenstiu mbuhan Hasil penelitiand itemulcana da4 5 taksont umbuhanh erbay angt ermasuk dalam4 2 margad an3 2 suku.S edangkatna ksont umbuhanh erbay angm encirikan karakter komunitas di Tahura R. Soe4o lereng Gunung A{uno adalah takson Eupaloriumr iparium (Asteraceaed) anE upstorimui nulifolium( Asteraceaey)a ng masing-masingm empunyain ilai INP 70,37% dan 25,05%od ari seluruh nilai pentingk omunitastu mbuhanh erbad i lerengG unungA quno sebelahti mrrr. Faktor lingkungany ang diukur meliputi pH tanah,s uhu,c ahayat,e kanan udara,k etinggiante mpat,k elembapanta nah,k ecepatana ngin,k adara ir dank adar organrk. Faktor lingkungan di Tahura R. Soeqo lereng Gunung Aquno terhadap kerapatantu mbuhant idak ada hubungany ang signifikank ecuali fakor tekanan udara dan kadar air sedangkan terhadap frekuensi tumbuhan fakor-faklor lingkungan tersebut ada hubungan yang signifikan yaitu ada pengaruh dan menunuj kkanp erbedaapna daf rekuenstiu mbuhan.

Penerapan pembelajaran kooperatif model two stay rwo stray (TSTS) berbasis praktikum untuk meningkatkan kemampuan kerja ilmiah dan prestasi belajar fisika siswa kelas XI IPA MA Assalam Selopuro Blitar / Ramadhoni Zahrotur Rizkia

 

ABSTRAK Rizkia, Ramadhoni Zahrotur. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Two Stay Two Stray (TSTS) Berbasis Praktikum untuk Meningkatkan Kemampuan Kerja Ilmiah dan Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas XI IPA MA Assalam Selopuro Blitar. Skripsi, Jurusan Fisika, Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwi Haryoto, M.Pd. (II) Drs. Bambang Tahan Sungkowo, M.Pd. Kata Kunci : model Two Stay Two Stray berbasis praktikum, kemampuan kerja ilmiah, prestasi belajar. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru fisika kelas XI IPA MA Assalam Selopuro Blitar diperoleh informasi bahwa selama proses pembelajaran guru memberikan materi fisika dengan metode ceramah dan diskusi kelas. Metode praktikum dan diskusi dengan teman sebaya belum pernah diterapkan, sehingga kemampuan kerja ilmiah siswa meliputi melakukan pengamatan, menggunakan alat praktikum, melakukan praktikum, mengumpulkan data, menyusun dan melaporkan hasil praktikum dan diskusi, kemampuan bertanya, dan kemampuan menjelaskan belum pernah diamati, dan prestasi belajar fisika siswa rendah. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan kerja ilmiah siswa dan prestasi belajar fisika siswa adalah model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) berbasis praktikum. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan kerja ilmiah dan prestasi belajar fisika siswa kelas XI IPA MA Assalam Selopuro Blitar melalui penerapan model pembelajaran TSTS berbasis praktikum. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas Kemmis dan Taggart yang terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Tindakan yang diberikan adalah penerapan model TSTS berbasis praktikum. Penelitian dilakukan di MA Assalam Selopuro Blitar dengan subjek penelitian kelas XI IPA dengan jumlah 21 siswa, terdiri dari 17 siswa perempuan dan 4 siswa laki-laki. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, rubrik kemampuan kerja ilmiah siswa dan tes tulis. Kemampuan kerja ilmiah dikatakan berhasil jika tiap aspek telah mencapai 70% dari skor maksimal. Prestasi belajar dikatakan berhasil jika ketuntasan belajar telah mencapai 75% dari seluruh siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran TSTS dapat meningkatkan kemampuan kerja ilmiah dan prestasi belajar fisika siswa kelas XI IPA MA Assalam Selopuro Blitar. Kemampuan kerja ilmiah siswa secara keseluruhan mengalami peningkatan pada siklus I ke siklus II sebesar 29,47 %. Prestasi belajar mengalami peningkatan pada siklus I ke siklus II sebesar 18,33 %.

Hubungan antara konsep diri dan kecerdasan emosional dengan penyusaian sosial siswa kelas XI SMA Negeri 1 Trenggalek / Eko Fitriani

 

001 ABSTRAK Fitriani, Eko.2009. Hubungan Antara Konsep Diri dan Kecerdasan Emosional dengan Penyesuaian Sosial Siswa Kelas XI di SMAN 1 Trenggalek. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Triyono, M.Pd (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. Kata Kunci: Konsep Diri, Kecerdasan Emosional, Penyesuaian Sosial Konsep diri adalah pandangan yang dimiliki seseorang terhadap dirinya sendiri. Konsep diri terdiri dari konsep diri positif dan konsep diri negatif. Konsep diri positif ditunjukkan dengan adanya pengetahuan yang realistis (sesuai dengan kenyataan) mengenai kondisi diri individu tersebut. Sedangkan kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali emosi diri sendiri dan orang lain, serta mengelola emosinya dan orang lain untuk mencapai tujuan keberhasilan. konsep diri dan kecerdasan emosional memiliki peran penting dalam penyesuaian sosial siswa. Dengan konsep diri positif dan kecerdasan emosional yang tinggi akan membantu siswa untuk melakukan penyesuaian sosial. Penyesuaian sosial yang baik akan membantu dalam perkembangan dan pencapaian tujuan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui konsep diri siswa, (2) mengetahui kecerdasan emosional siswa, (3) mengetahui penyesuaian siswa, (4) mengetahui hubungan antara konsep diri dan kecerdasan emosional dengan penyesuaian sosial siswa. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan populasi seluruh siswa kelas XI di SMAN 1 Trenggalek, tahun ajaran 2009/2010. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster ramdom sampling. Sampel yang diambil adalah kelas tiga kelas yaitu: XI IPA 1, XI IPA 3, dan XI IPS 2. Penelitian ini menggunakan tiga instrumen yaitu: angket konsep diri, angket kecerdasan emosional, dan angket penyesuaian sosial. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik persentase dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki konsep diri sangat positif adalahberjumlah 14 siswa yang memiliki konsep diri tinggi berjumlah 77 siswa dan siswa yang memiliki konsep diri sedang berjumlah 5 siswa. Pada kecerdasan emosional, siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosional sangat tinggi berjumlah 11 siswa, siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosional tinggi berjumlah 78 siswa, dan siswa yang memilki tingkat kecerdasan emosional sedang berjumlah7 siswa. Pada penyesuaian sosial, siswa yang memiliki tingkat penyesuaian sosial sangat tinggi berjumlah 14 siswa dan siswa yang memiliki tingkat penyesuaian sosial yang tinggi adalah 82 siswa. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda, diperoleh nilai R sebesar 0.931. hal ini berarti variabel penyesuaian sosial dapat dijelaskan oleh variabel konsep diri dan kecerdasan emosional sebanyak 93,1% sedangkan sisanya (6,9%) dijelaskan oleh sebab lain. Dengan kata lain, terdapat hubungan antara konsep diri dan kecerdasan emosional dengan penyesuaian sosial. Namun, sumbangan konsep diri terhadap penyesuaian sosial lebih lebih besar (69%) jika dibandingkan dengan kecerdasan emosional (27,8%). Hasil penelitian diperoleh data bahwa sangat banyak siswa yang memiliki tingkat konsep diri positif. Selain itu, sangat banyak siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosional yang tinggi, dan sangat banyak siswa yang memiliki tingkat penyesuaian sosial yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan bagi kepala sekolah untuk mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat membantu siswa untuk dapat meningkatkan konsep diri dan kecerdasan emosionalnya. Konselor dapat memberikan layanan konseling individu maupun kelompok untuk membantu siswa meningkatkan konsep diri dan kecerdasan emosionalnya, misalnya konseling individu , konseling kelompok, dan bimbingan kelompok. Bagi guru kelas hendaknya melibatkan siswa yang memiliki konsep diri negatif untuk lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran agar siswa lebih percaya diri. Orangtua hendaknya mampu menjadi tempat curhat bagi anak-anaknya agar anak lebih terbuka. Siswa yang memiliki konsep diri negatif, hendaknya mampu mengetahui kelebihan maupun kekurangannya. Bagi peneliti selanjutnya, dapat melakukan penelitian yang berkaitan dengan konsep diri, kecerdasan emosional, dan penyesuaian sosial. Penelitian tersebut dapat berupa penelitian kualitatif, pengembangan, eksperimen, maupun deskriptif.

Pengembangan multimedia interaktif pada mata kuliah pengembangan media grafis pokok bahasan dasar-dasar desiain grafis di jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang / Ahmad Hudi Yamin

 

ABSTRAK Yamin, Ahmad Hudi. 2009. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Pada Mata Kuliah Pengembangan Media Grafis Pokok Bahasan Dasardasar Desain Grafis Di Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang. Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Eka Pramono Adi, S.I.P., M.Si., (II) Henry Praherdhiono, S.Si., M.Pd. Katakata kunci: pengembangan, multimedia pembelajaran, media grafis. Dalam pelaksanaan dan proses pembelajaran yang dilakukan antara pembelajar (guru) dan pebelajar tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan artinya timbulnya masalahmasalah. Masalah dalam pembelajaran klasikal pembelajar akan mengajar banyak pebelajar dengan karakter berbeda membuat perbedaan tingkat pemahaman, penguasaan terhadap pesanpesan verbal maupun abstrak yang disampaikan, sehingga untuk itu diperlukan media atau metode untuk pencapaian tujuan belajar. Multimedia menjanjikan potensi besar dalam merubah cara seseorang belajar, cara memperoleh informasi, cara beradaptasi dengan informasi dan sebagainya. Multimedia juga menyediakan berbagai peluang kepada para pengajar untuk mengaplikasikan berbagai teknik pembelajaran. Demikian pula pebelajar mempunyai peluang untuk menentukan materi pembelajaran dan menentukan teknik belajar yang sesuai dengan mereka, membentuk pengetahuan berdasarkan keperluan masingmasing serta mengalami suasana pembelajaran yang lebih menarik dan berkesan. Berdasarkan hasil observasi di Jurusan Teknologi Pendidikan penyampaian matakuliah Pengembangan Media Grafis menggunakan metode ceramah dan praktek. Terbatasnya waktu perkuliahan yang relatif singkat jika dibandingkan dengan luasnya cakupan materi (teori dan praktek) membuat proses pembelajaran kurang efisien. Pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan media pembelajaran berupa multimedia pembelajaran yang telah melalui proses validasi pada matakuliah Pengembangan Media Grafis di Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang. Hasil pengembangan multimedia pembelajaran untuk matakuliah Pengembangan Media Grafis ini memenuhi kriteria valid dengan hasil uji ahli media mencapai tingkat kevalidan 92% dan ahli materi mencapai tingkat kevalidan 96%. Berdasarkan hasil pengembangan telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran untuk matakuliah Pengembangan Media Grafis ini valid/layak digunakan sebagai media pembelajaran.

Pengembangan media pembelajaran CD interaktif pada mata pelajaran bahasa arab pokok bahasan pengenalan dasar-dasar bahasa arab kelas VII MTs N Denanyar Jombang / Fajrutsritinaida

 

ABSTRAK Fajrutsritinaida. 2010. Pengembangan Media Pembelajaran CD Interaktif pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Pokok Bahasan Pengenalan Dasardasar Bahasa Arab Kelas VII MTsN Denanyar Jombang. Skripsi. Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Abdul Manan, M. Pd., (II) Dr. Hj. Mardiah Moenir, M. Pd. Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran CD interaktif, Bahasa Arab Media pembelajaran CD interaktif merupakan perwujudan dari multimedia pembelajaran, karena penyampaiannya memadukan unsur audio, visual serta interaktifitas sehingga dapat menarik minat pengguna. Berdasarkan hasil observasi di MTsN Denanyar Jombang, dalam penyampaian materi pelajaran khususnya Bahasa Arab guru masih menggunakan metode ceramah dan buku teks, sehingga siswa cepat merasa jenuh. Pengembang membuat alternatif pilihan media pembelajaran melalui pengembangan media pembelajaran CD interaktif. Media ini di desain menarik yang bertujuan untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar, dan mempermudah siswa dalam memahami materi pelajaran. Pengembangan media pembelajaran CD interaktif ini diuji cobakan kepada siswa kelas VII MTsN Denanyar Jombang pada mata pelajaran Bahasa Arab, pokok bahasan Pengenalan Dasar-dasar Bahasa Arab. Tujuan pengembangan media pembelajaran CD interaktif adalah (1) Menghasilkan media pembelajaran CD interaktif Bahasa Arab yang dapat digunakan siswa untuk belajar secara kelompok yang didampingi oleh guru, (2) Media pembelajaran CD interaktif dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Subyek uji coba dalam pengembangan media pembelajaran CD interaktif ini adalah siswa kelas VII di MTsN Denanyar Jombang. Pengumpulan data dilakukan melalui instrument angket ahli media, ahli materi, dan audiens/siswa. Untuk hasil belajar siswa digunakan evaluasi bentuk tes, yaitu pre-test dan posttest. Analisis data yang digunakan untuk mengolah data hasil validasi ahli media, ahli materi dan siswa adalah persentase, sedangkan untuk mengolah hasil belajar siswa digunakan perbandingan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penggunaan media dengan berpedoman pada SKM (Standar Ketuntasan Minimum) dari MTsN Denanyar Jombang. Hasil pengembangan media pembelajaran CD interaktif ini adalah (1) Dapat menghasilkan media pembelajaran CD interaktif yang digunakan oleh siswa untuk belajar secara kelompok yang didampingi oleh guru, dikarenakan pada media pembelajaran ini terdapat komunikasi dua arah antara pengguna dan media serta penjelasan dari guru. Hal ini dapat di nilai dari media pembelajaran CD interaktif yang dikembangkan, sehingga siswa dapat memilih materi yang diinginkan untuk di pelajari yang tersedia di dalam Media CD interaktif. (2) Media pembelajaran CD interaktif dapat meningkatkan hasil belajar siswa berdasarkan evaluasi post test. Setelah siswa menggunakan media pembelajaran CD interaktif Bahasa Arab hasil belajarnya meningkat lebih tinggi. ii Saran yang diajukan, hendaknya hasil produk media pembelajaran CD interaktif ini digunakan sebagai media pembelajaran untuk siswa secara kelompok yang di damping oleh guru. sehingga dapat memberikan motivasi dan meningkatkan hasil belajar yang berarti terhadap pembelajaran Bahasa Arab bagi siswa.

Pengaruh sarana dan prasarana belajar pada kelas RSBI terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Pare Kediri (STudi pada mata pelajaran IPS) / Putri Nurrindra Purwidian

 

ABSTRAK Purwidian, Putri Nurrindra. 2010. Pengaruh Sarana Dan prasarana Belajar Pada Kelas RSBI Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Pare Kediri (Studi Pada Mata Pelajaran IPS). (1). Drs. Mardono, M.Si. (2). Dra. Lisa Rokhmani, M.Si. Kata Kunci : Sarana dan Prasarana Belajar, Prestasi Belajar. Dalam suatu proses belajar mengajar, sarana dan prasarana belajar merupakan salah satu penunjang suatu proses belajar mengajar. Seorang siswa dalam melakukan aktivitas belajar memerlukan adanya dorongan tertentu agar kegiatan belajarnya dapat menghasilkan prestasi belajar yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Untuk dapat meningkatkan prestasi belajar siswa yang maksimal, tentunya perlu diperhatikan berbagai faktor yang membangkitkan para siswa untuk belajar dengan efektif. Hal tersebut dapat ditingkatkan apabila ada sarana penunjang, yaitu faktor sarana dan prasarana belajar dan dapat memanfaatkannya dengan tepat dan seoptimal mungkin. Dalam hal ini usaha-usaha yang dilakukan SMP Negeri 2 pare dalam upaya meningkatkan kualitas pengajaran melalui penyediaan sarana dan prasarana belajar yang dimiliki terutama pada kelas RSBI yaitu dengan cara penataan ruang kelas yang lebih nyaman, pengadaan media pembelajaran yang lebih lengkap, pembenahan fasilitas perpustakaan dan lebih melengkapi koleksi buku-buku pelajaran yang dibutuhkan siswa, serta penyediaan sarana internet gratis. Penelitian pendidikan dalam skripsi ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang : (1). Kondisi sarana dan prasarana belajar (ruang kelas, media pembelajaran, perpustakaan dan laboratorium komputer) di SMP Negeri 2 Pare. (2). Prestasi belajar siswa kelas VIII RSBI tahun ajaran 2009/2010 di SMP Negeri 2 Pare pada mata pelajaran IPS. (3). Pengaruh adanya sarana dan prasarana belajar (ruang kelas, media pembelajaran, perpustakaan dan laboratorium komputer) di SMP Negeri 2 Pare terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII RSBI tahun ajaran 2009/2010 pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII RSBI SMP Negeri 2 Pare yang berjumlah 48 siswa, semua siswa dijadikan responden sehingga penelitian ini disebut penelitian populasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode angket dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif yang digunakan untuk mengetahui keadaan sarana dan prasarana belajar pada kelas RSBI SMP Negeri 2 Pare dan keadaan prestasi belajar IPS kelas VIII RSBI di SMP Negeri 2 Pare. Uji hipotesis menggunakan analisis regresi linier sederhana yaitu digunakan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh sarana dan prasarana belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII RSBI di SMP Negeri 2 Pare secara parsial. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1). Keadaan ruang kelas RSBI di SMP Negeri 2 Pare tergolong dalam kategori baik yang dinyatakan oleh 60,42 % siswa. (2). Keadaan media pembelajaran pada kelas RSBI di SMP Negeri 2 Pare tergolong dalam kategori baik yang dinyatakan oleh 39,58 % siswa. i ii (3). Keadaan perpustakaan di SMP Negeri 2 Pare tergolong dalam kategori baik yang dinyatakan oleh 56,25 % siswa. (4)Keadaan laboratorium komputer di SMP Negeri 2 Pare tergolong dalam kategori sangat baik yang dinyatakan oleh 60,42 % siswa. (5). Keadaan sarana dan prasarana belajar secara umum pada kelas RSBI di SMP Negeri 2 Pare tergolong dalam kategori sangat baik yang dinyatakan oleh 47,92 % siswa. (6). Prestasi belajar pada mata pelajaran IPS siswa kelas VIII RSBI SMP Negeri 2 Pare tergolong dalam kategori sangat baik yang diperoleh dari 56,25 % siswa, dimana masing-masing siswa memperoleh nilai antara 83 sampai dengan 91. (7). Sarana dan prasarana belajar mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas VIII RSBI SMP Negeri 2 Pare, hal ini terbukti dari signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai R square adalah sebesar 0,935. Hal ini berarti 93,5 % perubahan variabel prestasi belajar disebabkan oleh perubahan variabel sarana dan prasarana belajar, sedangkan sisanya sebesar 6,5 % disebabkan oleh variabel bebas lainnya. Hal ini disebabkan karena belajar adalah suatu proses yang komplek sehingga dipengaruhi oleh banyak faktor, sedangkan yang diteliti dalam penelitian ini hanya satu variabel bebas yaitu sarana dan prasarana belajar. Kepada pihak sekolah hendaknya selalu memperbaiki dan meningkatkan sarana dan prasarana belajar yang ada, terutama sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran secara langsung, seperti ruang kelas, apabila terdapat ketidak layakan perlengkapan yang ada di kelas hendaknya untuk segera diganti atau diperbaiki. Apabila media pembelajaran sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya hendaknya untuk segera diperbaiki. Koleksi buku-buku di perpustakaan hendaknya selalu ditambah sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Peralatan yang ada di laboratorium komputert hendaknya selalu dijaga atau dirawat agar bias digunakan sebagaimana mestinya, karena sarana dan prasarana belajar tersebut sangat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Kepada para guru hendaknya dapat memanfaatkan sarana dan prasarana belajar yang telah disediakan oleh sekolah secara optimal dalam setiap proses belajar mengajar. Kepada para siswa hendaknya dapat ikut serta meningkatkan pemanfaatan penggunaan sarana dan prasarana belajar yang tersedia dengan semaksimal mungkin dan ikut serta menjaga sarana dan prasarana belajar yang telah ada dengan tidak merusak atau menggunakannya secara sembarangan. Kepada para peneliti yang bermaksud mengadakan penelitian yang berkaitan dengan topik atau tema penelitian ini, maka hendaknya menambah variabel yang akan diteliti karena ada banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, diantaranya faktor internal yang meliputi faktor jasmani dan faktor psikologi. Sedangkan untuk faktor eksternal meliputi faktor keadaan lembaga sekolah, faktor lingkungan keluarga dan masyarakat serta faktor sarana dan prasarana belajar yang telah diteliti dalam penelitian ini.

Efektivitas penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran ekonomi di SMA Islam Malang / Lukman Efendi

 

ABSTRAK Efendi, Lukman. 2009. Efektivitas Penggunaan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournament) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPS Pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Islam Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakulas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Drs. Prih Hardinto, M.Si.,(II) Drs. Mardono, M.Si. Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif, TGT (Teams Games Tournament), Hasil Belajar Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu alternatif strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk menstimulus siswa agar terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran kooparatif mampu menciptakan pembalajaran yang dapat mengajak siswa satu dan siswa yang lainnya saling berinteraksi serta aktif dalam bertukar pengetahuan dalam kelompok untuk meningkatkan motivasi serta hasil belajarnya. Salah satu pembelajaran kooperatif yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament ). Dalam pembelajaran model ini siswa tidak hanya mendengarkan guru yang sedang mengajar yang sering kali membuat siswa bosan dan bahkan menjadi pasif, tetapi di TGT ini siswa diajarkan untuk mengeluarkan pendapat dan melatih kemampuan siswa yang nantinya dapat meningkatkan hasil belajar dalam pelajaran ekonomi. Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan dan menganalisis hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Islam Malang yang diberi pengajaran dengan menggunakan metode pembelajaran ceramah (2) Mendeskripsikan dan menganalisis hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Islam Malang yang diberi pengajaran dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) (3) Mendeskripsikan dan menganalisis efektifitas penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Islam Malang. Penelitian ini dilakukan di SMA Islam Malang dari bulan September sampai November 2009. yang menjadi subjek penelitian adalah kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 3 sebagai kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan metode TGT, sedangkan pada kelas kontrol diberi perlakuan dengan menggunakan metode ceramah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu. Teknik pengumpulan data melalui tes (pretest dan posttest), lembar observasi dan angket. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data hasil belajar. Analisis data hasil belajar dilakukan dengan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji-t Setelah kedua kelas diberi perlakuan berbeda, maka dilakukan pengujian hipotesis penelitian dengan uji t terhadap nilai gain score (selisih antara nilai pretest dan postest) sebagai hasil belajar siswa. Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen yang menggunakan metode TGT dan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah, hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikasi 0,042 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) di SMA Islam Malang lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran ekonomi dibandingkan dengan penggunaan metode pembelajaran ceramah Saran yang dapat peneliti sampaikan antara lain (1) dalam menyampaikan suatu materi hendaknya guru mencoba menerapkan beberapa macam metode pembelajarn kooperatif, salah satu diantaranya adalah metode TGT agar tidak monoton dengan metode ceramah yang bisa juga menimbulkan rasa jenuh bagi siswa. Model pembelajaran TGT ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif proses pembelajaran di kelas untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa (2) dalam menerapkan metode pembelajaran TGT hendaknya guru harus mengalokasikan waktu dengan sebaik mungkin agar tujuan pembelajaran dapat tercapai (3) Guru hendaknya memberi pengawasan penuh pada saat proses diskusi berlangsung agar proses belajar kelompok dapat benar-benar kooperatif (4) Bagi guru yang belum pernah dan ingin menerapkan pembelajaran kooperatif tipe TGT hendaknya dibantu oleh beberapa observer, sehingga guru dapat mengetahui kekurangan dari pembelajaran yang disampaikan dan selanjutnya dilakukan perbaikan-perbaikan.

Strategi promosi kelompok bermain dalam meningkatkan minat pendaftar (Studi kasus di sekelompok bermain Sunan Ampel Pujon) / Pri Retno Wiji Asih

 

ABSTRAK Wijiasih, Pri Retno.2009.Strategi Promosi Kelompok Bermain dalam Meningkatkan Minat Pendaftar (studi kasus di kelompok bermain Sunan Ampel Pujon). Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (l) Drs. Kentar Budhojo, M.Pd, (II) Dra. Umi Dayati, M.Pd. Kata Kunci : Strategi, promosi, kelompok bermain Strategi promosi sebuah lembaga pendidikan merupakan sebuah tantangan bagi semua lembaga pendidikan anak usia dini. Sebuah promosi dibutuhkan untuk mengikuti persaingan dalam hal memperoleh calon ana k antara lembaga pendidikan yang ada. Peraturan Pemerintah RI nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Pendidikan N asional pasal 1, menjelaskan bahwa standar pendidikan meliputi standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan pra sarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan pendidikan, dan standar penilaian pendidikan. Kelompok bermain Sunan Ampel merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang beralamatkan di jalan Abdulmanan Wijaya nomor 256 P ujon. Perkembangan jumlah anak didik yang mendaftar dikelompok bermain ini menunjukkan jumlah peningkatan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi promosi yang dilakukan kelompok bermain Sunan Ampel Pujon dalam meningkatkan pendaftar yang masuk. Jenis metode yang dipergunakan dalam peneli tian ini adalah deskriptif kuantatif. Populasi yang diambil adalah 5 orang pendidik dan tenaga kependidikan serta 25 orang sampel dari orang tua wali murid.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas dari strategi -strategi promosi yang dijalankan kelompok bermain Sunan Ampel tergantung dari tanggapan masyarakat sekitar lembaga. Jadi dalam penyusunan strategi -strategi promosi harus disesuaikan dengan karakteristik masyarakat sekitar yang menjadi sasaran promosi. Strategi promosi yang diterapkan kelompok bermain Sunan Ampel meliputi bidang sarana dan prasarana, kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, kompetensi anak didik, pengelolaan kurikulum pembelajaran, biaya pendidikan dan hubungan antara lembaga dengan mitra dan masyarakat. Strategi promosi yang diterapkan di kelompok bermain Sunan Ampel dilakukan dengan sosialisasi langsung seperti pada kegiatan PKK, pengajian umum, arisan dan perkumpulan-perkumpulan lain dan melalui media -media promosi seperti brosur, pamflet, dan baliho. Selain itu ada trik-trik lain yang dijalankan yaitu dengan open house dan membuka kelas pra kelompok gratis sebelum masa penerimaan peserta didik baru. Hampir semua strategi promosi yang dijalankan kelompok bermain Sunan Ampel efektif dalam meningkatkan minat pendaftar yang masuk, kecuali pada kurikulum pembelajaran. Sebagian dari orang tua anak didik kurang memperhatikan kurikulum pembelajarannya t etapi lebih memperhatikan bagaimana hasil kompetensi anak didik yang dihasilkan dari proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini, d apat disarankan pada Jurusan PLS hendaknya dapat membantu mempromosikan program pendidikan anak usia dini agar dapa t meningkatkan jumlah peserta didiknya. Untuk pengelola kelompok bermain, adanya penelitian ini maka dapat mengembangkan efektivitas dari strategi -strategi promosi yang diterapkan sehingga berdampak pada peningkatan mutu pendidikan serta peningkatan jumlah pendaftar yang masuk. Bagi dinas pendidikan kecamatan Pujon, agar hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan dalam menjembatani proses sosialisasi kepada masyarakat dalam meningkatkan minat orang tua untuk mengikutsertakan anak di dalam pendidikan an ak usia dini khususnya di wilayah kecamatan Pujon.

Penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi siswa kelas XII di SMAN 6 Malang / Farah Amalia

 

ABSTRAK Amalia, Farah. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw dalam Meningkatkan Aktivitas dan Presatasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntansi Siswa Kelas XII di SMAN 6 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Akuntansi. Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Dyah Aju Wardhani, M.Si. Ak, (2) Dra. Hj. Siti Thoyibatun, MPd, MM. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw, aktivitas belajar, prestasi belajar. Berdasarkan pengamatan dilokasi penelitian, ada beberapa fakta di lapangan yang merupakan masalah belajar di kelas XII-4 di SMAN 6 Malang. Masalah itu meliputi masalah rendahnya aktivitas siswa di dalam kelas, hasil belajar yang kurang baik dan solusinya ditawarkan pembelajaran kooperatif model jigsaw yang menjadikan siswa dilatih untuk bekerjasama, saling mendengarkan pendapat teman, dan bertanggung jawab menunjukkan penguasaannya terhadap materi yang ditugaskan guru. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pembelajaran kooperatif model jigsaw ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan prestasi belajar Akuntansi siswa kelas XII IPS 4 semester genap tahun ajaran 2009/2010 di SMAN 6 Malang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan dengan masing-masing alokasi waktu 2x45 menit. Subyek penelitian adalah siswa kelas XII IPS 4 dengan jumlah tiga puluh lima orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan data aktivitas belajar siswa menunjukkan peningkatan yaitu rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I adalah enam belas koma sebelas persen pada tingkat kurang, dua puluh delapan koma tiga puluh tiga persen pada tingkat cukup dan lima puluh koma lima puluh enam persen pada tingkat baik. Pada siklus II adalah enam koma enam puluh tujuh persen pada tingkat kurang, delapan belas koma tiga puluh tiga persen pada tingkat cukup dan tiga puluh lima persen pada tingkat baik. Perolehan rata-rata prestasi belajar siswa sebelum menggunakan metode jigsaw adalah tujuh puluh enam koma tiga puluh satu, setelah menggunakan metode jigsaw prestasi belajar siswa pada siklus I adalah delapan puluh empat koma tujuh puluh lima dan pada siklus II adalah sembilan puluh dua koma tiga puluh satu. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dna prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi. Oleh karena itu, maka disarankan kepada guru untuk menggunakan metode jigsaw dalam pembelajaran akuntansi.

Motivasi mahasiswa jurusan pendidikan jasmani dan kesehatan memilih program matakuliah pilihan kepelatihan renang Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang / Satria Adi Murdani

 

ABSTRAK Murdani, Satria Adi. Januari 2010. Motivasi Mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Memilih Program Matakuliah Pilihan Kepelatihan Renang Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang Tahun 2009. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sulistyorini, M.Pd, (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: motivasi, kepelatihan renang. Kepelatihan renang merupakan salah satu matakuliah pilihan terdiri 3 sks dan 6 js, yang harus ditempuh oleh mahasiswa untuk prasyarat kelulusan di Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji motivasi mahasiswa yang memilih program matakuliah kepelatihan dalam mengikuti kepelatihan renang di Kolam Renang Lembah Dieng dan Kolam Renang Jasdam sebagai salah satu kolam renang yang dipergunakan untuk perkuliahan T&P renang 1 dan 2 maupun kepelatihan renang Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang Populasi Penelitian ini adalah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Memilih Program Matakuliah Pilihan Kepelatihan Renang Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang Angkatan 2006 tahun 2009, tetapi yang di ambil sampel hanya 30 orang. Hasil penelitian 48,08% mahasiswa kepelatihan renang termotivasi secara intrinsik, 29,42% termotivasi secara ekstrinsik, dan 22,5% termotivasi secara intrinsik dan ekstrinsik dalam mengikuti kepelatihan renang Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa yang mengambil kepelatihan renang di Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang tahun 2009 termotivasi secara intrinsik. Peneliti menyarankan agar (1) Mahasiswa yang menempuh kepelatihan renang harus sesuai dengan bidang dan kemampuannya. (2) Hasil penelitian ini, diharapkan bisa menjadi acuan bagi Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang dalam memberikan bekal dan keterampilan pada mahasiswa secara efektif dan efisien cabang olahraga renang setelah lulus dari Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. (3) Untuk memperoleh hasil yang lebih baik, diharapkan ada peneliti lain yang mengadakan pengamatan lebih lanjut dengan menambah variabel dan indikator pernyataan serta jumlah sampel penelitian dan dilakukan uji perbandingan hasil dengan penelitian ini.

Pengaruh pembelajaran sistem modul terhadap hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran ekonomi di SMP Negeri 21 Malang / Oktavianti Dilla Saputri

 

ABSTRAK Dilla Saputri, Oktavianti. 2009. Pengaruh Pembelajaran Sistem Modul Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII Pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMP Negeri 21 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ekonomi. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sugeng Hadi Utomo, M.S. (II) Dr. Hadi Sumarsono, S.T., M.Si. Kata kunci: Pembelajaran Sistem Modul, Ekonomi, Hasil Belajar. Dunia pendidikan merupakan jalur yang tepat untuk membentuk dan membekali sumber daya manusia (SDM) agar mampu berpikir logis, kreatif dan adaptif terhadap perubahan yang terjadi. Untuk menjawab tantangan tersebut, peneliti mencari solusi dengan mencoba menerapkan metode pembelajaran sistem modul. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 21 Malang. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VII SMP Negeri 21 Malang tahun ajaran 2009/2010, sedangkan sampelnya kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VII F sebagai kelas kontrol yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan quasi experimental / eksperimen semu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah nonrandominzed control group pretest-postest. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar aspek kognitif pada tes kemampuan akhir (postest) antara yang menggunakan pembelajaran sistem modul dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional, terbukti dari hasil uji t yang menunjukkan thitung 4,816 > ttabel 1,98. Hal ini juga dibuktikan dengan nilai rata-rata kedua kelas pada saat tes kemampuan akhir (postest). Rata-rata kelas VII B (kelas eksperimen) yang diajar dengan menggunakan pembelajaran sistem modul lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata kelas VII F (kelas kontrol) yang menggunakan pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata siswa kelas VII F (kelas kontrol) adalah 71,42 sedangkan nilai rata-rata siswa kelas VII B (kelas eksperimen) adalah 82,14. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dalam mengajar guru hendaknya menggunakan modul untuk meningkatkan motivasi dan minat belajar, siswa juga diharapkan memiliki kreativitas yang tinggi sehingga modul yang dipelajari dapat diselesaikan tepat waktu, dan bagi peneliti lain disarankan untuk melakukan penelitian tentang penggunaan modul pada materi lain dan diharapkan hasil penelitian ini bisa dijadikan sebagai dasar pengembangan modul sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan di sekolah-sekolah.

Pengembangan E-Module untuk penguasaan konsep pada mata kuliah pengembangan belajar online/E-Learning (TPD 425) di jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang / Nabil Muttaqin

 

ABSTRAK Muttaqin, Nabil. 2010. Pengembangan EModule untuk Penguasaan Konsep pada Mata Kuliah Pengembangan Belajar Online/ELearning (TPD 425) di Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Zainul Abidin, M.Pd., (II) Henry Praherdiono, S.Si. Kata Kunci: Pengembangan, EModule untuk penguasaan konsep, Mata kuliah Pengembangan Belajar Online/ELearning (TPD 425) Mata kuliah Pengembangan Belajar Online/Elearning (TPD 425) di Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang merupakan pembelajaran mengenai kajian konsep dasar elearning, kajian konsep dasar pembelajaran jarak jauh, desain dan struktur elearning, konsep pengembangan teknologi web, dan tren teknologi elearning. Sementara itu, media pembelajaran pada mata kuliah tersebut telah tersedia dalam bentuk website online. Pengembangan emodule akan sangat dibutuhkan dalam meningkatkan efisiensi, ketertarikan mahasiswa terhadap sajian materi di dalamnya, serta kompatibel dengan aplikasi pembelajaran individual. Pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa electronic module untuk tujuan menguasaan konsep yang menggunakan strategi pembelajaran individual dan memiliki tingkat kemenarikan lebih tinggi pada mata kuliah pengembangan belajar online/elearning di Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Sadiman (2008). Dalam sistematika pengembangannya, terdapat langkahlangkah yang akan dilakukan guna mencapai hasil yang diharapkan. Adapun tahaptahap tersebut antara: (1) identifikasi kebutuhan; (2) perumusan tujuan; (3) perumusan butirbutir materi; (4) perumusan alat pengukur keberhasilan; (5) penulisan naskah media; (6) produksi; (7) tes/ uji coba; (8) revisi; (9) Produk siap dimanfaatkan Hasil pengembangan emodule ini memenuhi kriteria valid/layak yakni, ahli media 86.6%, ahli materi 85%, mahasiswa perseorangan 89.1%, dan hasil uji coba lapangan pada mahasiswa adalah 84%. Sedangkan untuk hasil belajar pada uji coba lapangan, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar mahasiswa antara sebelum dan sesudah penggunaan emodule, ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah mahasiswa yang memenuhi SKM sebanyak 66.7% pada uji coba perorangan dan 40% pada uji coba lapangan. Dengan demikian, emodule ini bisa dikatakan efektif, dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Saran yang diajukan kepada dosen Pembina mata kuliah Pengembangan Belajar Online/ELearning adalah, hendaknya emodule ini ditindak lanjuti sampai pada tahap pemanfaatan sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan untuk pengembang selanjutnya, disarankan agar mempertimbangkan aspek skenario atau alur kerja media komputer yang dikembangkan agar media yang dihasilkan dapat dimanfaatkan pada strategi pembelajaran yang direncanakan.

Pembelajaran bahasa arab di SMA se-kota Malang / Evi Rakhmawati Wardhani

 

i ABSTRAK Wardhani, Evi Rakhmawati. 2009. Pembelajaran bahasa Arab di SMA Negeri Se- Kota Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Ali Ma’sum, S.Pd, M.A (I). Kata kunci : pembelajaran bahasa Arab, SMA negeri Bahasa Arab telah terintegrasi dalam kurikulum sekolah-sekolah negeri (yang dalam bahasan ini dikhususkan pada SMA), tetapi minat untuk mempelajari bahasa Arab di masyarakat bisa dikatakan cukup rendah dibandingkan dengan bahasa-bahasa yang datang dari Benua Eropa. Oleh karena itu, keputusan beberapa sekolah untuk menjadikan bahasa Arab menjadi salah satu muatan lokal dirasa perlu untuk diteliti. Dengan demikian, sebuah pertanyaan besar yang harus dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pembelajaran bahasa Arab di SMA Negeri se-Kota Malang? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran bahasa Arab di SMA Negeri se-Kota Malang; (2) kualifikasi guru bahasa Arab di SMA Negeri se-Kota Malang yang meliputi latar belakang pendidikan dan lama jam mengajarnya; (3) perencanaan pembelajaran bahasa Arab di SMA Negeri se-Kota Malang, meliputi: (a) kurikulum; (b) jadwal pelajaran; (c) rencana pembelajaran; (d) silabus; dan (e) program tahunan dan program semester; (4) pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab di SMA Negeri se- Kota Malang, meliputi: (a) buku teks; (b) metode pembelajaran; (c) media pembelajaran; (d) teknik evaluasi/penilaian; (5) faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab di SMA Negeri se-Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif. Sedangkan jenis kualitatif dalam penelitian ini adalah studi kasus. Jenis instrumen yang dipakai oleh peneliti dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara dan pedoman observasi. Data yang didapat dalam penelitian ini adalah data dari hasil observasi dan dokumendokumen yang berkaitan dengan penelitian yang didapat dari subjek penelitian. Hasil dari penelitian ini memaparkan tentang beberapa hal, yaitu: (1) tujuan yang dipaparkan masih terlalu umum, belum ada sebuah tujuan khusus pembelajaran bahasa Arab di tiap sekolah; (2) seluruh guru telah memenuhi kualifikasi guru yang diminta oleh Departemen Pendidikan Nasional; (3) seluruh sekolah yang menjadi subjek penelitian telah menerapkan KTSP meskipun belum menyeluruh, setiap sekolah memiliki jam pelajaran yang terjadwal dan telah disesuakan dengan jumlah mata pelajaran, beban belajar, dan jam belajar siswa. Para guru masih belum maksimal dalam melakukan persiapan pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari tidak lengkapnya beberapa dokumen seperti silabus, RPP, program tahunan, dan program sesmester; (4) materi yang diajarkan sudah memenuhi standar kompetensi yang diminta oleh kurikulum bahasa Arab. Sedangkan metode pembelajaran masih cenderung monoton dan lebih banyak mengandalkan gramatika-terjemah. Media yang digunakan cukup atraktif di dua sekolah, namun di dua sekolah yang lain masih perlu ditingkatkan lagi; (5) evaluasi secara menyeluruh dilaksanakan dua kali dalam satu semseter secara ii terjadwal, yaitu UTS dan UAS. Selain itu, penilaian dilakukan dengan cara memberi tugas, quiz, dan ulangan harian; (6) faktor pendukung utama yang diungkapkan keempat sekolah yang menjadi subjek penelitian adalah dukungan dari sekolah. Sedangkan hambatan yang dihadapi umumnya berupa kemampuan siswa yang heterogen dan minat siswa yang rendah terhadap bahasa Arab. Untuk mengatasi hambatan-hambatan yang ada perlu dilakukan beberapa langkah lain, termasuk mengadakan acara-acara khusus untuk menunjang pembelajaran bahasa Arab disekolah-sekolah tersebut.

Hubungan pemberdauyaan guru dan motivasi kerja dengan kinerja guru profesional SMK Negeri di kota Malang / Djonni Bangun

 

ABSTRAK Bangun, Djonni. 2009. Hubungan Pemberdayaan Guru dan Motivasi Kerja dengan Kinerja Guru Profesional SMK Negeri di Kota Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Kejuruan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Djoko Kustono, M.Pd., (II) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd Kata kunci: pemberdayaan, motivasi kerja, dan kinerja guru Penelitian ini dilakukan untuk melihat guru SMK Negeri di Kota Malang yang lulus sertifikasi, apakah juga ditunjukkan dengan adanya peningkatan kinerja sejalan dengan kegiatan pemberdayaan dan motivasi kerja guru yang telah dilakukan sekolah, sehingga mutu pendidikan akan juga meningkat. Pemberdayaan dan motivasi kerja yang dilakukan guru maupun pimpinan sekolah guna meningkatkan kinerja guru SMK Negeri di Kota Malang belum diketahui, sehingga penelitian ini perlu dilakukan. Rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimanakah pemberdayaan guru, motivasi kerja, dan kinerja guru profesional SMKN di Kota Malang?, Apakah ada hubungan pemberdayaan guru dengan kinerja, motivasi kerja dengan kinerja dan pemberdayaan guru dan motivasi kerja dengan kinerja guru profesional SMKN di Kota Malang?. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional dengan teknik survey. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemberdayaan guru, motivasi kerja, dan kinerja guru profesional SMKN di Kota Malang. Hasil dari riset ini menunjukkan bahwa: (1) Pada umumnya guru professional SMKN di kota Malang merasakan bahwa pemberdayaan guru yang dialami sekarang ini masih dalam kategori sedang, sehingga masih perlu peningkatan. Peran kepala sekolah sangat menentukan dalam pemberdayaan guru, disamping memberdayakan juga harus selalu memberi pembinaan secara profesional. Pemberdayaan guru meliputi peningkatan kemampuan guru dan pemberian kewenangan. Sebagai individu yang sudah menyandang predikat sebagai guru professional, mempunyai konsekuensi yang harus pula dijalani; (2) Motivasi kerja guru profesional SMK Negeri di Kota Malang pada umumnya tergolong berkategori sedang. Seperti halnya pemberdayaan motivasi kerja guru professional ini masih perlu ditingkatkan. Ada tiga faktor yang mempengaruhi motivasi kerja guru yaitu motif, harapan, dan insentif; (3) Kinerja guru professional SMKN di Kota Malang pada umumnya berkategori baik. Kinerja guru professional dipengaruhi oleh beberapa aspek kompetensi, yaitu (a) penguasaan substansi bidang studi dan metodologi keilmuannya, (b) penguasaan struktur dan materi kurikulum bidang studi, (c) menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dalam pembelajaran, (d) pengorganisasian materi kurikulum bidang studi, dan (e) peningkatan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas: (4) Hubungan pemberdayaan dengan kinerja guru profesional SMK Negeri di Kota Malang adalah signifikan dengan r = 0,732. Besar kecilnya kontribusi variable X1 terhadap Y dinyatakan dengan koefisien determinan = r2 x 100% atau 53,58 % Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi seorang guru melakukan pemberdayaan terhadap profesi guru, maka semakin meningkatkan kinerjanya. Pemberdayaan yang ada pada guru di antaranya dilakukan melalui peningkatan kemampuan guru dan pemberian kewenangan dalam mengembangkan diri dalam mendukung profesi gurunya; (5) Hubungan motivasi kerja dengan kinerja guru professional SMK Negeri di Kota Malang adalah signifikan dengan r = 0,797. Besarnya kontribusi variable motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 63,52%, sisanya 36,48% ditentukan oleh variabel lain. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi seorang guru memiliki motivasi terhadap profesi guru, maka semakin meningkat kinerjanya. Motivasi yang ada pada guru dipengaruhi oleh motif, harapan, dan insentif yang didapatkan guru; (6) Hubungan secara simultan pemberdayaan dan motivasi kerja guru dengan kinerja guru professional SMK Negeri di Kota Malang berpengaruh secara signifikan. Besar kecilnya kontribusi secara bersama-sama (simultan) sebesar 83,3% dan sisanya 16,7% ditentukan oleh faktor-faktor lain. Faktor lain misalnya: kepemimpinan, iklim organisasi, etos kerja, budaya organisasi, kompetensi, kepuasan, loyalitas, pelayanan, negosiasi, mutu, produktifitas, bauran di pasaran, dan lainnya. Dinas Pendidikan Kota Malang dan Kepala Sekolah SMK Negeri di Kota Malang, agar mendukung dan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para guru untuk melakukan peningkatan pemberdayaan terkait dengan fungsi dan tugas profesi guru. Bagi peneliti berikutnya untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan mengkaji kinerja guru pada jurusan yang lebih spesifik sehingga menambah cakrawala dan wawasan lebih luas.

Penyusunan modul trigonometri dengan pendekatan strategi relating (Mengaitkan) dan strategi applying (Menerapkan) dan strategi applying (Menerapkan) untuk siswa kelas X SMA / Riska Candra Dewi

 

ABSTRAK Dewi, Riska Candra. 2010. Penyusunan Modul Trigonometri dengan Pendekatan Strategi Relating (mengaitkan) dan strategi Applying (menerapkan) untuk Siswa Kelas X SMA. Skripsi, Jurusan Matematika Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Askury, M.Pd, (II) Indriati Nurul Hidayah, S.Pd, M.Si. Kata kunci: modul, trigonometri, strategi relating dan applying. Masing-masing siswa memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga mempengaruhi kecepatan belajar mereka. Oleh karena itu dibutuhkan suatu bahan ajar yang dapat membantu siswa dalam memahami suatu konsep. Salah satu bahan ajar yang dapat digunakan adalah modul. Salah satu materi yang dipilih dalam penyusunan modul ini adalah trigonometri. Modul trigonometri ini disusun untuk membantu siswa dalam mempelajari dan memahami konsep trigonometri. Untuk menyusun suatu modul trigonometri yang dapat membangun pemahaman siswa diperlukan suatu strategi pembelajaran, diantaranya adalah strategi relating dan strategi applying. Kegiatan belajar yang terdapat pada modul mengacu pada indikator yang terdapat pada strategi relating dan applying. Indikator pada strategi relating yaitu: (1) Menemukan suatu konsep baru dengan mengaitkannya pada konsep yang telah dipelajari; dan (2) Menemukan keterkaitan antar konsep yang dipelajari. Sedangkan indikator yang terdapat pada strategi applying yaitu: (1) Mengaplikasikan konsep yang sudah dipelajari untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam matematika; dan (2) Mengaplikasikan konsep yang sudah dipelajari untuk menyelesaikan masalah dalam konteks keseharian. Penyusunan modul trigonometri dengan pendekatan strategi relating dan applying melalui beberapa tahap, yaitu: (1) menentukan materi; (2) merumuskan tujuan pembelajaran; (3) merumuskan sub pokok materi; (4) menyusun kegiatan belajar; (5) menyusun perangkat evaluasi; dan (6) menyusun kelengkapan modul. Modul yang telah disusun divalidasi untuk mengetahui kelayakan modul. Hasil validasi yang dilakukan oleh dua orang dosen matematika FMIPA Universitas Negeri Malang, satu guru SMA dan satu mahasiswa program studi pendidikan matematika, menunjukkan bahwa modul yang disusun valid dengan nilai rata-rata 3,86. Sehingga modul tidak perlu direvisi. Meskipun demikian, masih diperlukan adanya perbaikan agar dapat menghasilkan suatu bahan ajar yang lebih baik.

Hubungan antara stres kerja dengan kecenderungan perilaku agresi guru terhadap siswa / Nur Aini Rahmawati

 

ABSTRAK Rahmawati, Nur Aini. 2009. Hubungan Stres Kerja dengan Kecenderungan Perilaku Agresi Guru terhadap Siswa. Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Endang Prastuti, M. Si, (2) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Si. Kata Kunci : stres kerja, kecenderungan perilaku agresi, guru. Setiap stressor yang dialami individu dapat menimbulkan ketegangan yang mempengaruhi persepsi, kognisi, dan tindakan mereka dalam menentukan respon atas situasi teresebut. Jika stress direspon dengan perilaku yang tidak adaptif, seseorang akan cenderung melakukan perilaku agresi. Kondisi ini juga terjadi pada guru Sekolah Dasar di Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat stress kerja,(2) tingkat kecenderungan perilaku agresi,(3) hubungan antara stres kerja dan kecenderungan perilaku agresi guru SD terhadap siswa di Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional dengan besaran populasi 200 orang guru SD di Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, dan sampel 80 orang yang ditentukan dengan random sampling. Data stres kerja ditentukan dengan skala stres kerja (koefisien validitas item antara 0,358 sampai 0,639 dan reliabilitas item 0,851) , data kecenderungan perilaku agresi dikumpulkan dengan skala perilaku agresi ( koefisien validitas item antara 0,337 sampai 0,670 dan reliabilitas item 0,706 ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara stres kerja dan kecenderungan perilaku agresi guru SD terhadap siswa di Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo (rxy = 0, 417 sig 0,00 < 0,05). Artinya bahwa setiap peningkatan taraf stres kerja dapat diikuti dengan kenaikan kecenderungan perilaku agresi, dan sebaliknya. Hasil analisis deskriptif mengenai stres kerja menunjukkan sebanyak 8 orang (10%) termasuk dalam kategori sangat tinggi, 18 orang (22,5%) kategori tinggi, 30 orang (37,5%) kategori sedang, 18 orang (22,5%) kategori rendah, dan 6 orang (7,5%) kategori sangat rendah. Sedangkan hasil analisis deskriptif dari variabel kecenderungan perilaku agresi menunjukkan bahwa 4 orang (5%) termasuk dalam kategori sangat tinggi, 20 orang (25%) digolongkan dalam kategoti tinggi, 28 orang (35%) termasuk kategori sedang, 23 orang (28,75%) digolongkan dalam kategori rendah, dan 5 orang (6,25%) termasuk dalam kategori sangat rendah. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada: (1) Kepala UPTD Kecamatan Kademangan, diharapkan mengambil langkah-langkah guna membekali guru dalam menghadapi situasi kerja, (2) Pengawas SD di Kecamatan Kademangan, diharapkan dapat menyediakan layanan supervisi guna mendiagnosis stres kerja dan perilaku agresi guru terhadap siswanya, (3) Guru SD di Kecamatan Kademangan, diharapkan memahami teknik coping stress yang tepat ketika menghadapi kondisi tertekan, (4) bagi peneliti selanjutnya, diharapkan memperhatikan karakteristik individu subjek penelitian dan mengembangkan dengan variabel lain dengan subjek yang lebih luas.

Peran kepala sekolah dalam implementasi manajemen berbasis sekolah studi kasus di SMA Negeri 1 Malang / Tri Suharno

 

ABSTRAK Suharno, Tri. 2009. Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Malang ). Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd, (II) Prof. A. Sonhadji K.H., M.A., Ph.D Kata kunci: peran kepala sekolah, Manajemen Berbasis Sekolah. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) adalah salah satu bentuk pengelolaan manajemen sekolah yang diterapkan untuk peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Beberapa faktor yang melatarbelakangi munculnya Manajemen Berbasis sekolah ini adalah: (1) penerapan pendekatan education production function terlalu memusatkan pada input pendidikan dan kurang memperhatikan pada proses pendidikan, (2) penye lenggaraan pendidikan nasional dilakukan secara birokratik-sentralistik sehingga menempatkan sekolah sebagai penyelenggara pendidikan sangat tergantung pada keputusan birokrasi yang mempunyai jalur yang sangat panjang dan kadang-kadang kebijakan yang dikeluarkan tidak sesuai dengan kondisi sekolah setempat, (3) peran serta warga sekolah khususnya guru dan peran serta masyarakat khususnya orang tua siswa dalam penyelenggaraan pendidikan selama ini sangat minim. Peningkatan mutu pendidikan akan terwujud jika sekolah dengan potensi yang dimiliki diberi kewenangan yang lebih luas dan fleksibel untuk mengatur, mengelola, dan mengembangkannya secara mandiri melalui keputusan-keputusan yang partisipatif. Dalam implementasi Manajemen Berbasis Sekolah, tanggung jawab utama (key person) berada di pundak kepala sekolah (school principals). Dikatakan demikian karena sudah lama diakui oleh para pakar manajemen pendidikan bahwa kepala sekolah merupakan faktor kunci efektif tidaknya suatu sekolah. Kepala sekolah dikatakan sebagai faktor kunci karena kepala sekolah memainkan peranan yang sangat penting dalam keseluruhan spektrum pengelolaan sekolah. Sebagai manajer pendidikan yang profesional, kepala sekolah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap sukses tidaknya sekolah yang dipimpinnya, sehingga dalam menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah, peran kepala sekolah sangat menentukan efektif tidaknya pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan Peran Kepala SMAN Negeri 1 Malang dalam (1) implementasi manajemen partisipatif dan transparan (2) Pelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, dan (3) Melibatkan orang tua / komite secara aktif dalam mendukung program-program sekolah. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam, pengamatan, dan penelusuran dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan alur (a) reduksi data, (b) penyajian data, (c) penarikan kesimpulan. Dari hasil analisis data diperoleh gambaran bahwa kepala sekolah memiliki peran yang sangat besar dan pengaruh yang sangat kuat dalam menyukseskan program implementasi Manajemen Berbasis Sekolah dengan penerapan manajemen yang partisipatif dan transparan melalui pola kepemimpinan yang terbuka, demokratis, saling menghargai, terbuka, kekeluargaan, dan selalu menjaga hubungan kemanusian. Peran supervisi kepala sekolah dalam pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan besar sekali pengaruhnya dalam membantu guru merealisasikan kegiatan pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan tersebut. Kepala sekolah berperan aktif dalam melibatkan orang tua dan komite sekolah mendukung program-program sekolah. Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian tersebut di atas, dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut: (1) Kepala SMA Negeri 1 Malang telah melaksanakan perannya dalam implementasi Manajemen Berbasis Sekolah. Bagi kepala sekolah yang lain dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai bahan masukan dalam mengelola sekolah yang menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah. (2) Tenaga Pendidik dan Kependidikan (Pengawas) dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai salah satu bahan masukan dalam melaksanaan tugas pokok dan fungsinya untuk pembinaan di satuan pendidikan yang menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah yang menjadi tanggung jawabnya. (3) Komite Sekolah dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai acuan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara aktif untuk meningkatkan mutu sekolah. (4) Masyarakat secara luas (orang tua siswa, tokoh masyarakat, pemerhati pendidikan dan Dewan Pendidikan serta DPRD yang membidangi masalah pendidikan), dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai salah satu bahan rujukan dalam upaya memberikan masukan, monitoring, dan evaluasi terhadap sekolah, khususnya dalam penerapan Manajemen Berbasis Sekolah. (5) Para penyelenggara dan pengelola pendidikan dapat mengadopsi peran yang dimainkan oleh kepala sekolah dalam menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah. Dengan mengadopsi peran kepala sekolah tersebut, semua perilaku dan kinerja seluruh warga sekolah dapat memiliki landasan yang kuat dalam mengimplementasikan Manajemen Berbasis Sekolah.

Pengembangan inventori kecerdasan interpersonal dalam bentuk software untuk Sekolah Menengah Atas / Moch Muadzin

 

ABSTRAK Muadzin, Moch. 2009. Pengembangan Inventori Kecerdasan Interpersonal dalam Bentuk Software untuk Sekolah Menengah Atas. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Program Studi Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Andi Mappiare AT., M.Pd., (II) Drs. Lutfi Fauzan, M. Pd.. Kata Kunci:, inventori, kecerdasan interpersonal, software Penelitian pengembangan inventori kecerdasan interpersonal dalam bentuk software untuk Sekolah Menengah Atas ini dilatarabelakangi belum ada inventori yang dapat digunakan untuk mengetahui secara umum gambaran kecerdasan interpersonal dimiliki siswa, dalam hal ini aspek keterampilan komunikasi interpersonal. Selain juga dengan pengembangan inventori ini, hasil yang diperolehnya dapat digunakan untuk menunjang data yang diperoleh dari instrumen lain, serta dapat digunakan sebagai basis percakapan dalam mengawali kegiatan konseling. Tujuan dari penelitian pengembangan ini ialah (1) Diperolehnya konten inventori kecerdasan interpersonal, (2) Inventori yang tingkat validitas dan reliabilitasnya telah teruji, dan (3) fitur software yang tepat guna pengadministrasian hasil pelancaran inventori. Metode yang digunakan dalam penelitian pengembangan produk inventori kecerdasan interpersonal ini diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall. melalui pengembangan produk, menguji produk di lapangan, merevisi, menguji kembali di lapangan, merevisi produk tersebut hingga dihasilkan output yang sesuai dengan tujuan pengembangan yang diinginkan. Produk yang berhasil dikembangkan yakni inventori dalam bentuk software terdiri dari 77 butir pernyataan yang dinyatakan valid dari hasil uji validitas dan reliabilitas kepada 111 siswa SMA, dimana sebelumya terdapat 80 butir pernyataan yang dikembangkan pada penyusunan draft inventori kecerdasan interpersonal dan telah melalui uji ahli dan uji kelompok kecil untuk melakukan revisi sebelum draft inventori diujicobakan di lapangan. Tingkat signifikan yang digunakan ialah p = 0.05 atau p = 0.01, sedangkan uji reliabilitas menghasilkan koefisien alpha 0.940, dengan demikian inventori ini cukup reliabel. Skala yang digunakan dalam inventori ialah skala model Likert dengan empat alternatif pilihan jawaban. Pernyataan yang dinyatakan valid kemudian diinput ke dalam software yang kemudian dilakukan uji ahli media untuk mengetahui kelayakan software. Berdasarkan hasil analisis statistik uji validitas dan reliabilitas, menunjukkan bahwa inventori kecerdasan interpersonal ini produk inventori ini dapat mengukur apa yang hendak diukur, dan inventori ini relatif konsisten dalam mengukur kecenderungan penguasaan keterampilan komunikasi interpersonal siswa meskipun digunakan untuk beberapa kali pengukuran. Produk inventori kecerdasan interpersonal dalam bentuk software ini juga dilengkapi dengan buku panduan baik untuk konselor maupun siswa. Saran untuk pengembangan lebih lanjut, inventori ini perlu diujicobakan pada subyek uji lapangan yang lebih luas, serta perlu dilakukan pengembangan secara bertahap agar software inventori kecerdasan interpersonal ini dapat dimanfaatkan dengan menggunakan fasilitas internet.

Pengaruh minat baca motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa (Studi kasus pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Srengat) / Venti Mei Wicahyani

 

ABSTRAK Wicahyani, Venti Mei. 2010. Pengaruh Minat Baca dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa (Studi Kasus Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Srengat). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Sri Umi Mintarti W, S.E., M.P., Ak. (2) Agus Sumanto, S.E., M.S.A. Kata Kunci: Minat Baca, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar Siswa. Pendidikan merupakan salah satu bidang yang penting dan dianggap pokok dalam kehidupan manusia. Melalui pendidikan diharapkan dapat meningkatkan sumber daya manusia. Tercapainya tujuan pendidikan yang dicita-citakan khususnya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Peningkatan prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah minat baca dan motivasi belajar. Minat baca adalah suatu rasa ketertarikan atau kesukaan terhadap kegiatan membaca. Dengan memiliki minat baca dalam diri, maka siswa akan bergerak hatinya untuk terus membaca. Sedangkan motivasi belajar merupakan suatau dorongan untuk melakukan suatu keinginan belajar. Dimana dengan keinginan untuk berprestasi mendorong siswa untuk berusaha agar tercapai hasil belajar yang optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang pengaruh minat baca terhadap prestasi belajar siswa, pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa, serta pengaruh minat baca dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode diskiptif kuantitatif. Instrumen dalm penelitian ini berupa angket, kemudian hasilnya dianalisis dengan menggunakan teknik regresi linier berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah 113 siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Srengat tahun ajaran 2009/2010. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 75 siswa. Teknik sampel yang digunakan adalah proporsional random sampling. Kemudian sampel penelitian ditentukan secara proporsional yaitu 25 siswa dari masing-masing kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minat baca dan motivasi belajar siswa tergolong tinggi dan dari hasil analisis regresi diketahui (1) Terdapat pengaruh minat baca terhadap prestasi belajar siswa, (2) Terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa, (3) Terdapat pengaruh minat baca dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa. Prestasi belajar dapat dijelaskan oleh variabel bebas (minat baca dan motivasi belajar) sebesar 51,3% sedangkan sisanya 48,7% disebabkan oleh variabel lain. Dari hasil penelitian diketahui bahwa minat baca merupakan variabel yang yang efektif mempengaruhi prestasi belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat penagruh yang simultan dan parsial antara minat baca dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa. Saran yang bisa diberikan (1) Agar guru dapat i lebih meningkatkan pemberian motivasi kepada siswa sehingga siswa lebih giat untuk belajar, Misal dengan selalu menghargai semua hasil karya siswa sehingga siswa akan lebih termotivasi. Serta guru hendaknya lebih sering memberikan tugas-tugas atau latihan-latihan dan lebih mengembangkan latihan tersebut, sehingga memungkinkan siswa untuk lebih banyak membaca dari berbagai literatur buku atau sumber lain. (2) Kepala sekolah sebaiknya Untuk menyediakan sumber belajar yang bervariasi dan bermanfaat bagi siswa sehingga prestasi belajar siswa tercapai secara optimal. (3) Siswa Agar dapat meningkatkan minat baca dengan membaca buku secara kritis, membaca buku dengan mengerti bukan menghafal, dan membaca buku sekaligus membuat catatan yang dianggap penting untuk memudahkan dalam belajar. (4) Bagi peneliti selanjutnya apabila meneliti mengenai hal yang sama dengan penelitian ini diharapkan variable yang ingin diteliti lebih diperluas lagi dan dalam pengambilan data lebih ditingkatkan metode-metode yang digunakan sehingga hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai landasan atau bahan literatur untuk penelitian lebih lanjut.

Perancangan sistem telemetri suhu dengan modulasi digital FSK_FM (Frequency Shift Keying-Frequency Modulation) / Indri Yanti

 

ABSTRAK Yanti, Indri. 2009. Perancangan Sistem Telemetri Suhu dengan Modulasi Digital FSK-FM (Frequency Shift Keying-Frequency Modulation). Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Samsul Hidayat, S.Si., M.T., (II) Drs. Edi Supriana, M.Si. Kata kunci: telemetri, modulasi FSK, pengukuran suhu, sistem berbasis PC Pengukuran suatu besaran fisis dapat diukur dari tempat lain. Prinsip pengukuran ini disebut sistem telemetri. Penelitian ini bertujuan merancangan dan merealisasikan sistem telemetri yang digunakan untuk mengukur suhu kisaran 23-35 0C. Pada sistem yang dirancang, hasil pengukuran dikirimkan menggunakan frekuensi radio ke tempat lain. Secara garis besar sistem telemetri terdiri dari lima bagian, yaitu alat ukur, pemancar, saluran transmisi, penerima dan tampilan. Alat ukur yang digunakan adalah sensor suhu LM35 dengan keluaran tegangan DC. Pada bagian pemancar, data hasil pengukuran dari sensor diproses oleh ADC (Analog to Digital Converter), Parallel to Serial, Modulator FSK, dan Handy Talky/HT (Modulator FM), yang kemudian dipancarkan melalui saluran transmisi udara. Pada bagian penerima terdiri atas HT (Demodulator FM), Demodulator FSK, Konverter level TTL-RS232/RS232-TTL. Untuk menampilakan hasil pengukuran menggunakan PC (Personal Computer) dan software yang digunakan adalah Pascal 5. Dari hasil perancangan dan realisasi sistem ini, keluaran ADC memiliki selisih mencapai 7% dengan masukannya, baudrate modulator dan demodulator FSK adalah 1200bps dengan frekuensi keluaran modulator FSK adalah 2196 Hz sampai 2202 Hz mewakili logika 1 dan 1197 Hz sampai 1203 Hz mewakili logika 0. Sedangkan frekuensi pemancar pada HT yang digunakan adalah 141,07 MHz. Baudrate pengiriman data serial sebesar 300 bps. Terdapat selisih antara hasil ukur secara langsung menggunakan termometer dengan hasil ukur yang ditampilkan oleh komputer. Selisih yang didapat mencapai 2,55%.

Penerapan metode stad (Student Teams Achievement Divisions) pada pembelajaran persamaan garis lurus untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas VIII / Nur Aizazah

 

ABSTRAK Azizah, Nur. 2009. Penerapan Metode STAD (Student Teams Achievement Division) pada Pembelajaran Persamaan Garis Lurus untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII MTs. Al-Ishlah Beji Kabupaten Pasuruan. Skripsi. Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Makbul Muksar, S.Pd, M.Si. (2) Dra. Santi Irawati, M.Si, Ph.D. Kata kunci: Metode STAD, keaktifan, hasil belajar. Kemajuan IPTEK yang semakin pesat menuntut peningkatan mutu pendidikan. Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah penguasaan terhadap ilmu dasar yaitu matematika, karena matematika dapat membantu siswa memahami suatu permasalahan dalam pembelajaran. Agar pembelajaran matematika lebih efektif, maka diperlukan penerapan beberapa metode diantaranya metode Student Teams Achievement Division (STAD). Metode STAD merupakan metode pembelajaran kooperatif yang melibatkan siswa secara langsung dalam seluruh kegiatan pembelajaran. Pada umumnya, pembelajaran sebelumnya hanya berpusat pada guru dan mengakibatkan siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, diperlukan suatu pembelajaran yang efektif agar siswa lebih aktif antara lain dengan meningkatkan frekuensi siswa dalam bertanya, menjawab pertanyaan, ataupun berpendapat dan meningkatkan hasil belajar siswa dengan pencapaian skor yang diukur melalui aspek kognitif (nilai tes setiap akhir siklus). Pada pembelajaran ini siswa diminta untuk berkelompok dan mengerjakan lembar kerja siswa berupa lembar PBMP yang berisi jalinan pertanyaan atau perintah dengan pengajuan masalah-masalah. Dengan pembelajaran ini, siswa diharapkan dapat lebih aktif, sehingga mampu meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di MTs Al-Ishlah Beji Pasuruan kelas VIII tanggal 11 Nopember sampai 4 Desember 2009. Penelitian ini melibatkan dua puluh lima siswa sebagai subjek. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keaktifan dan hasil belajar dengan rancangan penelitian yang dilakukan adalah penerapan metode STAD dengan menggunakan lembar PBMP yang berbasis masalah. Analisis hasil penelitian dilakukan berdasarkan skor rata-rata keaktifan dan hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase keaktifan dan hasil belajar meningkat. Persentase keaktifan pada siklus I sebesar 39,83% dan 43,75% pada siklus II, dengan kriteria siswa cukup aktif. Hasil belajar siswa pada siklus I persentasenya adalah 49,8% dan pada siklus II adalah 69,04% dengan ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 40% dan pada siklus II adalah 64%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya penggunaan metode kooperatif lain dan untuk topik matematika yang lain.

Pengaruh persepsi siswa tentang lingkungan belajar terhadap pretasi belajar siswa SMK Muhammadiyah 1 Kediri program keahlian akuntansi tahun ajaran 2009/2010 / Yuli Sulistyo Rini

 

196106111986011001 ABSTRAK Rini,Yuli, Sulistyo . 2009. Pengaruh Persepsi Siswa Program Keahlian Akuntansi tentang Lingkungan Belajar terhadap Prestasi Belajar Program Keahlian Akuntansi SMK Muhammadiyah 1 Kediri. Skripsi, Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Bambang Sugeng, S.E, M.A, M.M, Ak (2) Dr. Nurika R, S. E.,M.Si.,Ak Kata kunci: Lingkungan Keluarga, Lingkungan Sekolah, Lingkungan Masyarakat Pendidikan merupakan suatu proses yang kompleks melibatkan berbagai pihak khususnya lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat. Ketiga lingkungan ini sering disebut juga Tri Pusat Pendidikan. Apabila ketiga lingkungan harus dapat saling mendukung satu sama lain,maka prestasi belajar siswa akan menjadi lebih baik Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui persepsi siswa tentang lingkungan belajar siswa SMK Muhammadiyah 1 Kediri. (2) Untuk mengetahui persepsi siswa tentang prestasi belajar siswa SMK Muhammadiyah 1 Kediri. (3) Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh persepsi siswa tentang lingkungan belajar terhadap prestasi belajar di SMK Muhammadiyah 1 Kediri . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X, XI, XII program keahlian Akuntansi SMK Muhammadiyah 1 Kediri tahun ajaran 2009/2010 sebanyak 80 siswa. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah persepsi siswa tentang lingkungan belajar yang meliputi persepsi siswa mengenai lingkungan keluarga (X1), lingkungan sekolah (x2) dan lingkungan masyarakat (x3). Sedangkan variabel terikatnya adalah prestasi belajar siswa program keahlian Akuntansi SMK Muhammadiyah 1 kediri tahun ajaran 2009/2010 (Y) Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPPSS for Windows Release 13.0 dengan taraf signifikasi 5%. Diperoleh dari variabel lingkungan keluarga (X1) didapatkan B= 0,06 t hitung 2,161 Dengan sig t 0,034 Variabel lingkungan sekolah (X2) didapatkan B= 0,09 t hitung 4,741 dengan sig t 0,00 Diperoleh dari variabel lingkungan masyarakat (X3) didapatkan B= 0,13 t hitung 3,883 Dengan sig t 0,00. Selain itu didapatkan juga nilai F hitung sebesar 30,929 serta nilai koefisien determinasi (Adjusted R) sebesar yang memiliki arti bahwa lingkungan belajar secara simultan mempengaruhi prestasi belajar siswa sebesar 0,532 % sedangkan sisanya 46,8 dipengaruhi oleh variabel yang tidak dideskripsikan dalam penelitian ini Berdasarkan penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa secara parsial terdapat pengaruh positif signifikan persepsi siswa mengenai lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat terhadap prestasi belajar siswa program keahlian Akuntansi SMK Muhammadiyah 1 Kediri tahun ajaran 2009/2010. Sedangkan secara simultan terdapat pengaruh positif signifikan persepsi siswa mengenai lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat terhadap prestasi belajar siswa program keahlian Akuntansi SMK Muhammadiyah 1 Kediri tahun ajaran 2009/2010. Saran yang dapat peneliti berikan adalah pihak keluarga harus memberikan pengertian dan perhatian yang lebih untuk anak dalam belajar, sehingga anak akan lebih termotivasi untuk belajar. Pihak sekolah harus lebih meningkatkan fasilitas belajar siswa dan berusaha untuk menciptakan lingkungan sekolah yang tenang dan nyaman supaya siswa dapat berkonsentrasi dalam belajar. Pihak masyarakat harus menciptakan lingkungan yang tenang, kondusif dan edukatif terutama dalam meningkatkan prestasi belajar anak yaitu dengan suasana belajar anak yang tenang jayh dari keributan masyarakat sehingga siswa dapat berkosentrasi dalam meningkatkan prestasi belajarnya

Penerapan siklus belajar pada pembelajaran fisika untuk meningkatkan prestasi belajar fisika siswa kelas X-B SMA Taman Madya Malang pada materi dinamika partikel / Ahmad Syuhrawardi Nirwazi

 

ABSTRAK Mirwazi, Ahmad Syuhrawardi. 2010.Penerapan Siklus Belajar pada Pembelajaran Fisika untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X-B SMA Taman Madya Malang pada Materi Dinamika Partikel. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika. Jurusan Fisika. FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Wartono, M.Pd, (2) Drs. Kadim Masjkur, M.Pd Kata kunci : dinamika partikel, hasil belajar, dinamika partikel Hasil observasi awal yang dilakukan di kelas X-B SMA Taman Madya Malang menunjukkan rendahnya prestasi belajar fisika siswa. Prestasi belajar fisika siswa rata-rata masih berkisar pada nilai 40, sedangkan KKM yang digunakan adalah 60. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya prestasi belajar fisika siswa antara lain adalah metode yang digunakan guru masih menggunakan metode ceramah, latar belakang akademik guru yang bukan dari jurusan fisika, siswa kurang aktif dalam pembelajaran, dan pelaksanaan pembelajaran monoton dan masih didominasi guru. Siswa juga tidak pernah melakukan eksperimen di laboratorium. Keadaan ini akan coba diperbaiki dengan menerapkan model pembelajaran Siklus Belajar 5e yang terdiri dari engagement (pendahuluan), eksploration(eksplorasi), eksplanation(penjelasan konsep), elaboration (aplikasi konsep), dan evaluation (evaluasi). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran siklus belajar, (2) memperbaiki rendahnya hasil belajar fisika siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2009. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Instrument yang digunakan adalah RPP, LKS, skenario pembelajaran, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, catatan lapangan, dan tes tertulis.Peneliti bertindak sebagai guru pengganti selama penelitian dengan dibantu oleh 2 observer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran fisika dengan menggunakan model pembelajaran siklus belajar telah terlaksana 74,78 % pada siklus I dan 84,44 % pada siklus II. Prestasi belajar juga mengalami peningkatan rata-rata sebelum tindakan 36,5 menjadi 57 pada siklus I, dan menjadi 65,5 pada siklus II. Sedangkan untuk aspek psikomotor terjadi peningkatan dari 93 menjadi 97,5 pada siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan siklus belajar. Saran (1) bagi guru hendaknya siklus belajar ini diterapkan agar siswa jadi lebih aktif, pembelajaran tidak monoton, siswa menjadi aktif, dan hasil belajar siswa bisa meningkat, (2) bagi peneliti selanjutnya hendaknya melakukan tindakan lebih dari dua siklus agar hasil yang didapatkan bisa maksimal.

Penerapan metode pembelajaran kooperatif model TGT (Team games tournament) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VIII di SMP Negeri 18 Malang / Mirnawati

 

5 ABSTRAK Mirnawati. 2009.Penerapan Pembelajaran Kooperatif melalui Model TGT (Team Games Tournament)untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII di SMP Negeri 18 Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Koperasi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Achmad Ali Wafa (II) Dr. Nasikh, SE, M.P, M.Pd. Kata Kunci: Team Games Tournament, Motivasi, Hasil Belajar Seiring dengan perkembangan jaman, maka perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan semakin berkembang. Pendidikan memiliki peranan penting dalam memperbaiki mutu sumber daya manusia dan kemajuan suatu bangsa hanya bisa dicapai melalui penataan pendidikan yang baik. Upaya peningkatan mutu pendidikan diharapakan dapat meningkatkan harkat serta martabat manusia Indonesia. Untuk itu, peningkatan mutu pendidikan dan pembaharuan pendidikan harus terus dilakukan. Perubahan tersebut diantaranya merubah kurikulum yang semula KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) menjadi KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Selain pembenahan kurikulum, peningkatan mutu pendidikan juga dilakukan melalui metode-metode yang diterapkan supaya motivasi dan hasil belajar siswa semakin meningkat. Metode-metode tersebut salah satunya dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model TGT (Team Games Tournament). Dalam pembelajaran model ini siswa tidak hanya mendengarkan guru yang sedang mengajar yang sering kali membuat siswa menjadi pasif, tetapi pada model ini siswa diajarkan untuk berpendapat dan bekerja kelompok sehingga nantinya dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar dalam pelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui penerapan metode pembelajaran kooperatif model Team Games Turnament (TGT) pada mata pelajaran IPS kelas VIII di SMPN 18 Malang, (2) Mengetahui adanya peningkatan motivasi belajar dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif model Team Games Turnament (TGT) pada mata pelajaran IPS kelas VIII di SMPN 18 Malang, (3) Mengetahui adanya peningkatan hasil belajar dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif model Team Games Turnament (TGT) pada mata pelajaran IPS kelas VIII di SMPN 18 Malang. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 18 Malang mulai tanggal 7 November 2007 sampai 23 November 2009, yang menjadi subyek penelitian 6 adalah kelas VIII B sebanyak 40 siswa yang terdiri dari 10 kelompok heterogen. Setiap kelompok berjumlah 4 siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dan dideskripsikan secara kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar observasi, soal turnamen, catatan lapangan, pedoman wawancara, rubrik penilaian, perangkat mengajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan dari siklus I ke siklus II untuk motivasi dan hasil belajar siswa. Motivasi siswa diukur dari 3 aspek yaitu aspek ketekunan, minat, dan perhatian. Aspek ketekunan menunjukkan bahwa siklus I sebesar 73% sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 86%. Untuk aspek minat pada siklus I sebesar 60% dan pada siklus II meningkat menjadi 73%. Sedangkan aspek perhatian pada siklus I sebesar 60% dan pada siklus II meningkat menjadi 80%. Hasil belajar siswa diukur hanya menggunakan 1 aspek yaitu aspek kognitif saja. Pada siklus I siswa yang tuntas belajar sebanyak 24 orang dengan persentase 61,5%dan siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 15 orang dengan persentase 38,5%. Untuk siklus II diperoleh peserta didik yang tuntas belajar sebanyak 30 orang dengan persentase ketuntasan sebesar 76,9%, sedangkan peserta didik yang belum tuntas sebanyak 9 orang dengan persentase sebesar 23,1%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bahwa guru ekonomi hendaknya mencoba menerapkan pembelajaran kooperatif model TGT (Team Games Tournament) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Guru dalam menerapkan pembelajaran ini hendaknya mengatur waktu, mempersiapkan rencana kegiatan pembelajaran dan media yang tepat sehingga kegiatan pembelajaran yang dilakukan dapat berlangsung secara optimal dan efisien.

Strategi pembelajaran moral dalam mata pelajaran PKn. di SDN Buring I, SDK Mardi Wiyata II, dan Taman Muda II kota Malang / Mukiyat

 

Salah satu upaya untuk memperbaiki kualitas moral bangsa Indonesia adalah melalui pendidikan, khususnya melalui pembelajaran moral dalam mata pelajaran PKn, dengan cara memperbaiki kualitas proses pembelajaran. Perbaikan kualitas proses pembelajaran ini dimulai dari strategi pengorganisasian isi, dan strategi penyampaian isi. Strategi pengorganisasian isi dalam penelitian ini mengacu pada integrasi nilai-nilai moral dan budi pekerti ke dalam silabus PKn, serta penyusunan Rancana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Tujuan integrasi nilai-nilai moral dan budi pekerti ke dalam silabus ini adalah: agar materi PKn sarat mengandung nilai-nilai moral dan budi pekerti. Sedang tujuan penyusunan RPP adalah agar pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan secara sistematis dan efektif. Strategi penyampaian isi pembelajaran moral dalam PKn diacukan pada model-model pembelajaran moral, metode, media dan alat/cara penilaian yang digunakan dalam proses pembelajaran. Jika kedua strategi tersebut direncanakan secara matang dan benar akan menghasilkan kualitas proses pembelajaran yang efektif. Kualitas proses pembelajaran yang efektif berpengaruh positip terhadap keberhasilan pembelajaran moral dalam PKn yaitu: sikap, perilaku dan moral pebelajar yang berbudi luhur, berkarakter sesuai dengan budaya dan falsafah Pancasila. Masalah umum penelitian ini adalah bagaimanakah pelaksanaan strategi pembelajaran moral dalam PKn di SDN Buring 1, SDK Mardiwiyata 2, dan SD Taman Muda 2 Kota Malang? Masalah penelitian ini difokuskan pada tiga masalah, yaitu: (1) bagaimanakah pelaksanaan strategi pengorga-nisasian isi pembelajaran moral dalam PKn yang diterapkan oleh pembelajar untuk membina sikap, perilaku dan moral pebelajar di kelas V SDN Buring1, SDK Mardiwiyata 2, dan SD Taman Muda 2 Kota Malang? (2) bagaimanakah pelaksanaan strategi penyampaian isi pembelajaran moral dalam PKn yang diterapkan oleh pembelajar untuk membina sikap, perilaku dan moral pebelajar di kelas V SDN Buring 1, SDK Mardiwiyata 2 dan SD Taman Muda 2 Kota Malang? (3) bagaimanakah kualitas pembelajar dalam melaksanakan proses pembelajaran moral dalam PKn di kelas V SDN Buring 1, SDK Mardiwiyata 2 dan SD Taman Muda 2 Kota Malang?, yang didukung oleh data hasil analisis (a) perbedaan antara prestasi awal dengan prestasi akhir pebelajar dalam pembelajaran moral dalam PKn di kelas V SDN Buring1, SDK Mardiwiyata 2 dan SD Taman Muda 2 Kota Malang (b) perbedaan antara sikap awal dengan sikap akhir pebelajar dalam pembelajaran moral dalam PKn di kelas V SDN Buring1, SDK Mardiwiyata 2 dan SD Taman Muda 2 Kota Malang? (c) hubungan antara prestasi akhir dengan sikap akhir pebelajar dalam pembelajaran moral dalam PKn di kelas V SDN Buring 1, SDK Mardiwiyata 2 dan SD Taman Muda 2 Kota Malang? Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan pendekatan Mixed yaitu menggabungkan penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan memprio-ritaskan penelitian kualitatif. Subyek penelitian adalah pebelajar dan pembelajar PKn kelas V SDN Buring 1, SDK Mardiwiyata 2 dan SD Taman Muda 2 Kota Malang. Analisa data yang digunakan adalah: (1) analisis diskriptif kualitatif untuk menganalisis data kualitatif and (2) analisis diskriptif kuantitif dan analisis statistik untuk menganalisis data kuantitatif. Analisis statistik untuk mencari perbedaan menggunakan metode uji-t sampel berpasangan (paired sample t-test), sedang untuk mencari hubungan digunakan Product Moment (Pearson Correlation). Analisis statistik menggunakan alat bantu SPSS PC 13. Hasil temuan penelitian ini adalah: (1) kelima pembelajar kelas V di 3 SD terteliti melaksanakan strategi pengoranisasian isi yaitu: membuat silabus, mengintegrasikan nilai-nilai moral dan budi pekerti serta membuat RPP, (2) kelima pembelajar kelas V di 3 SD diteliti melaksanakan strategi penyampaian isi yaitu menggunakan model-model pembelajaran moral dan media dalam melaksanakan pembelajaran moral dalam PKn. Model pembelajaran sikap/moral yang sering digunakan adalah Human Modeling dan VCT, (3) kualitas kelima pembelajar kelas V di 3 SD bervariasi, yaitu: tiga pembelajar berkualitas baik dan dua pembelajar cukup baik. Kualitas yang paling baik dalam melaksanakan proses pembelajaran adalah pembelajar kelas V B SDK Mardiwiyata 2. Pembelajaran dan kegiatan yang memberi dukungan terhadap keberha-silan pembelajaran moral dalam PKn adalah: a) pembelajaran pendidikan agama, (b) pembelajaran Pendidikan Ketamansiswaan di SD Taman Muda 2, (c) pembe-lajaran Pendidikan Budi Pekerti di SDK Mardiwiyata 2, sedangkan untuk kegiatan adalah: (a) kegiatan keagamaan, (b) upacara, (c) pramuka, dan (d) kegiatan sosial. Hasil analisis uji perbedaan dan hubungan adalah: (1) ada perbedaan antara prestasi awal dengan prestasi akhir di lima kelas terteliti. Tingkat signifikan perbedaan tersebut bervariasi, perbedaan paling tinggi taraf signifi-kannya adalah kelas V A SDN Buring 1, sedang paling rendah adalah kelas V A SDK Mardiwiyata 2. (2) ada perbedaan antara sikap awal dengan sikap akhir di tiga sekolah terteliti. Tingkat signifikan perbedaan bervariasi, perbedaan paling tinggi taraf signifikansinya adalah kelas V A SDN Buring 1, sedang paling rendah adalah kelas V SD Taman Muda 2. (3) ada hubungan antara prestasi akhir dengan sikap akhir pebelajar. Tingkat signifikan hubungan tersebut bervariasi, hubungan yang paling tinggi taraf signifikansinya adalah di kelas V B SDK Mardiwiyata 2, sedangkan paling rendah adalah di kelas V A SDN Buring 1. Model pembelajaran moral dalam PKn SD yang direkomendasikan adalah: (1) Model Human Modelling, (2) penggunaan model, strategi, metode dan media pembelajaran yang bervariasi di setiap pertemuan dapat menciptakan pembelajaran moral dalam PKn yang menarik, menyenangkan dan efektif, (3) pelaksanaan pembelajaran moral dalam PKn harus dapat menyentuh hati/perasaan dan pikiran pebelajar agar sadar dan mau merubah sikap, perilaku dan moralnya ke arah yang lebih baik. Teori yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini adalah: ”kepandaian memberi sumbangan terhadap sikap, perilaku, dan moral yang baik, tetapi tidak semua orang yang pandai memiliki sikap, perilaku dan moral yang baik.”

Pengembangan media video (Visualisasi legenda malin kundang) pada mata pelajaran bahasa Indonesia pokok bahasan menyimak dongeng di SMPLB N Kedung Kandang Malang / Titis Anjarimawati

 

6 ABSTRAK Anjarimawati, Titis. 2009. Pengembangan Media Video ( Visualisasi Legenda Malin Kundang ) Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Pokok Bahasan Menyimak Dongeng di SMPLB N Kedung Kandang Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof.Dr.H. Muhammad Efendi, M.Pd.,M.Kes, (II) Yerry Soepriyanto, ST, MT Kata Kunci: video pembelajaran, malin kundang, tunarungu Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan dan dimanfaatkan dalam proses pembelajaran di sekolah adalah media video. Cerita malin kundang merupakan dongeng yang biasanya disampaikan dengan buku teks sehingga siswa mengalami kesulitan memahami pesan yang terlalu verbalistik dan materi yang bersifat abstrak terutama bagi anak tunarungu. Untuk itu pengembang mempunyai terobosan dalam pembelajaran melalui pengembangan media video pembelajaran, sehingga diharapkan dapat meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar di kelas. Tujuan pengembangan media video pembelajaran adalah untuk menyajikan ringkasan dan memberi gambaran yang jelas tentang Legenda malin Kundang yang sukar dihadirkan dihadapan audiens secara langsung dan dapat membantu proses pembelajaran. Langkah-langkah dalam pengembangan media video pembelajaran, diantaranya: (1) identifikasi kebutuhan, (2) analisa tujuan pembelajaran, (3) pengembangan materi pembelajaran, (4) mengembangkan alat evaluasi, (5) menyususn naskah, (6) menyusun petunjuk pemanfaatan, (7) produksi, (8) validasi, (9) revisi dan penyempurnaan. Subjek uji coba pengembangan media ini sebanyak siswa kelas I SMPLB N Kedung Kandang Malang. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket yang diuji coba oleh ahli media, ahli materi, dan siswa. Untuk mengukur hasil belajar menggunakan tes berbentuk pilihan ganda berupa pre-tes dan post-tes. Analisis data yang digunakan untuk mengolah data hasil validasi ahli media, ahli materi dan siswa menggunakan teknik persentase, sedangkan untuk mengolah hasil belajar siswa digunakan grafik perbandingan. Hasil pengembangan media video pembelajaran ini berdasarkan analisis data dari 3 ahli media, 2 ahli materi, dan siwa, kemudian dianalisa berdasarkan atas table spesifikasi sudjana, memenuhi kriteria valid, dengan hasil perhitungan ahli media 90%, ahli materi 94,16% dan siswa individual 84,4% serta siswa kelompok kecil 82,8%. Sedangkan untuk tes hasil belajar menunjukkan media video ini memperikan efek positif terhadap hasil belajar siswa, ini membuktikan bahwa meskipun materi sudah pernah diajarkan ternyata media ini efektif. Saran yang diajukan adalah sebagai berikut: (1) Untuk Guru, media video pembelajaran ini dijadikan sebagai media pembelajaran yang membantu guru dalam proses belajar mengajar. (2) Bagi Kepala SMPLB N Kedung Kandang Malang dan Dinas Pendidikan, dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk pengadaan sumber belajar di sekolah

Pemanfaatan sampah menjadi pupuk cair organik dengan teknologi fermentasi: suatu uji coba produksi pupuk cair organik dari sampah di kampus UM / Indah

 

ABSTRAK Rahmawati, Indah. 2009. Pemanfaatan Sampah menjadi Pupuk Cair Organik dengan Teknologi Fermentasi: Suatu Uji Coba Produksi Pupuk Cair Organik dari Sampah di Kampus UM. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Subandi, MSi. (II) Ir. H.Santosa Soengkono. Kata kunci: pupuk cair organik, sampah organik, EM-5, fermentasi. Sampah merupakan salah satu masalah yang dihadapi di setiap kota, terutama kota-kota besar. Kenaikan jumlah penduduk dan meningkatnya taraf hidup masyarakat menyebabkan jumlah sampah yang dihasilkan semakin meningkat. Demikian pula di lingkungan kampus Universitas Negeri Malang (UM), produksi sampah yang besar menjadi masalah yang memerlukan penanganan khusus. Berdasarkan survei yang telah dilakukan, lingkungan kampus UM mampu menghasilkan sampah organik berupa limbah dapur dari berbagai sumber sebanyak ± 7,5 Kg setiap harinya. Ketiadaan sistem pengelola sampah menimbulkan permasalahan tersendiri, baik permasalahan kesehatan maupun permasalahan sosial. Atas dasar pemikiran tersebut, maka diperlukan suatu langkah alternatif dalam pengolahan sampah menjadi barang bernilai ekonomis yaitu dengan memproses sampah organik yang berupa limbah dapur tersebut menjadi produk berguna berupa pupuk cair organik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di lingkungan Universitas Negeri Malang, di Laboratorium Kimia Tanah Jurusan Tanah Fakultas Pertanian serta di Laboratorium Kimia Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Brawijaya. Ada empat tahapan dalam penelitian ini, yaitu: (1). Pembuatan pupuk cair dari sampah organik berupa limbah dapur secara fermentasi anaerobik, (2). Analisis kualitas pupuk cair organik hasil penelitian dan pupuk cair organik pembanding, (3). Uji coba pupuk cair organik pada tanaman sawi (Brassica juncea L.) dan kailan (Brassica oleracea), (4). Analisis hasil usaha pupuk cair organik dari sampah UM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari fermentasi 7,5 Kg sampah dengan bantuan EM-5 dapat diperoleh ± 4 L pupuk cair. Kualitas pupuk cair organik yang dihasilkan memiliki pH sebesar 5,6 dengan C organik 0,54 %, nitrogen 0,07 %, phospor 0,04%, kalium 0,32%, rasio C/N 7, Cu 0,000092% dan Fe 0,000749 %. Penggunaan pupuk cair organik hasil penelitian memberikan pengaruh yang setara terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L.) dan kailan (Brassica oleracea) daripada pupuk cair organik pembanding, hal tersebut ditunjukkan dengan nilai thit pada parameter yang diamati memiliki nilai yang lebih kecil daripada ttabel dan nilai p-level > 0,05. Berdasarkan studi analisis usaha produksi pupuk cair organik menggunakan sampah UM berupa limbah dapur sebagai bahan baku, dapat diketahui harga pokok pejualan per bulan sebesar Rp 585.936,69 dengan harga penjualan Rp 25.000,00/L akan diperoleh laba sebesar Rp 2.214.063,31 per bulan. BEP volume produksi dicapai setelah penjualan 23,5 L dan BEP harga produksi dicapai dengan harga penjualan Rp 5.231,6 per L. Usaha produksi pupuk cair organik ini akan kembali modal dalam jangka waktu ± 5 bulan setelah produksi.

Penerapan model pembelajaran talking stick untuk meningkatkan aktivitas talking stick untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang / Rifa'atul Mahmudah

 

ABSTRAK Mahmudah, Rifa’Atul. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick Untuk meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Malang . Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universiras Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sapir, S.Sos, M.Si, (II) Drs. H. Achmad Ali Wafa Kata kunci: Model pembelajaran Talking Stick, aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 8 Malang, diperoleh informasi bahwa proses pembelajaran mata pelajaran ekonomi di kelas masih menggunakan metode ceramah, tanya jawab, membahas soal-soal, dan berdiskusi. Hal ini menyebabkan siswa kurang aktif dalam pembelajaran, sehingga menimbulkan aktivitas dan motivasi dalam diri siswa untuk belajar masih kurang. Hal ini akan berdampak pada hasil belajar siswa yang menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengikuti remidi karena skor yang diperoleh kurang memenuhi standar ketuntasan minimum yang di tetapkan oleh SMA Negeri 8 Malang yaitu 75%. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Strategi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Talking Stick. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar ekonomi pada siswa kelas X-4 SMA Negeri 8 Malang melalui penerapan model pembelajaran Talking Stick . Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Data penelitian aktivitas dan belajar siswa yang diperoleh melalui observasi dan hasil belajar siswa yang diperoleh melalui posttest pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I aktivitas belajar siswa sebesar 50,5% dengan kategori ”Cukup” dan mengalami peningkatan menjadi 77,9% dengan kategori ”Baik” pada siklus II. Sedangkan aktivitas siswa pada saat diterapkan model pembelajaran Talking Stick pada siklus I rata-ratanya 51, 28% dengan kategori ”Cukup”dan pada siklus II meningkat menjadi 64, 10% dengan kategori ”Baik” dan pada hasil belajar juga mengalami peningkatan, pada siklus I sebesar 70, 69% dan pada siklus II meningkat menjadi 83, 51%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Talking Stick dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas X4 SMA Negeri 8 Malang. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu, (1) Model pembelajaran Talking Stick merupakan model pembelajaran sebagai alternatif dalam meningkatkan keaktifan siswa di kelas sehingga baik untuk diterapkan oleh guru. (2) Untuk kesempurnaan penerapan model pembelajaran Talking Stick maka harus disediakan alokasi waktu yang cukup agar tidak mengurangi tahap berpikir dan menjawab siswa. (3) Guru hendaknya membuat variasi model pembelajaran, dengan memadukan model pembelajaran Talking Stick dengan metode yang lain.

Pengembangan modul pebelajaran matematika model siklus belajar (Learning Cycle)-5E / Nurul Qomariyah

 

ABSTRAK Qomariyah, Nurul. 2009. Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Model Siklus Belajar (Learning Cycle) – 5E. Skripsi, Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. H. Ipung Yuwono, M. S, M.Sc (2) Indriati Nurul Hidayah, S.Pd, M.Si. Kata kunci: Modul, Model Siklus Belajar (Learning Cycle)-5E Salah satu model pembelajaran yang menekankan siswa untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuannya adalah model sikus belajar (learning cycle)-5E. Agar konstruksi pengetahuan lebih banyak dilakukan oleh siswa dan proses belajar mengajar lebih efektif dan efisiensi diperlukan adanya suatu media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan tersebut. Salah satu media pembelajaran yang sesuai adalah modul. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dikembangkan suatu modul yang menggunakan model siklus belajar (learning cycle)-5E. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Dalam penelitian ini akan disusun suatu modul dengan model siklus belajar (learning cycle) – 5E, modul dengan model siklus belajar (learning cycle) – 5E yang disusun dalam penelitian ini adalah modul pada materi bangun ruang sisi lengkung siswa kelas 5 SD/MI. Penelitian ini mempunyai tujuan: (1) untuk mendeskripsikan bagaimana proses pengembangan modul pembelajaran matematika model siklus belajar (learning cycle)-5E pada pokok bahasan bangun ruang sisi lengkung siswa kelas 5 SD/MI, (2) menghasilkan modul pembelajaran matematika model siklus belajar (learning cycle)-5E pada pokok bahasan bangun ruang sisi lengkung siswa kelas 5 SD/MI. Pengembangan modul ini berdasarkan langkah-langkah pengembangan yang dilakukan oleh Brog dan Gall. Dari 10 langkah diambil 3 langkah karena keterbatasan waktu dan biaya. Adapun langkah-langkah yang dilakukan yaitu perencanaan pengembangan, pengembangan produk awal dan uji coba awal di lapangan. Desain validasi pengembangan modul menggunakan validasi isi. Validator terdiri dari 2 dosen matematika dan 2 guru matematika SD/MI, sedangkan uji coba yang dilakukan adalah uji keberterimaan modul di mana subyek uji cobanya adalah 5 siswa kelas 5 SD/MI yang mewakili tingkat kemampuan yang berbeda-beda, terdiri atas 2 siswa dengan kemampuan tinggi, 2 siswa dengan kemampuan sedang dan 1 siswa dengan kemampuan rendah. Jenis data yang dihasilkan dari validasi dan uji coba keberterimaan berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari analisis nilai rata-rata dan nilai persentase angket skala Likert, sedangkan data kualitatif berupa tanggapan dan saran dari validator serta hasil wawancara kelima siswa. Hasil dari penelitian ini adalah tersusunnya suatu modul pembelajaran matematika model siklus belajar (learning cycle) – 5E. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat dikemukakan adalah (1) dapat digunakan sebagai suatu alternatif pembelajaran yang inovatif. (2) pembaca yang berminat dapat mengembangkan modul lainnya dengan materi lain yang menggunakan model pembelajaran siklus belajar (learning cycle) – 5E .

Hubungan antara pengendalian emosi dengan penyesuaian sosial siswa kelas X SMA Negeri 2 Malang / Riesta Ary Sulistyowati

 

ABSTRAK Sulistyowati, Riesta Ary. 2009. Hubungan antara Pengendalian Emosi dengan Penyesuaian Sosial Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Adi Atmoko M.Si (2) Drs. Djoko Budi Santoso Kata Kunci : Pengendalian Emosi, Penyesuaian sosial. Kemampuan penyesuaian sosial yang ditunjang dengan pengendalian emosi sangat diperlukan dalam pergaulan remaja. Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) pengendalian emosi, (2) penyesuaian sosial, dan (3) hubungan pengendalian emosi dengan penyesuaian sosial siswa kelas X SMA Negeri 2 Malang. Penelitian dilakukan dengan rancangan korelasional pada subyek sebanyak 280 siswa. Data pengendalian emosi dikumpulkan dengan skala pengendalian emosi (koefisien validitas item antara 0,382 sampai 0,787; koefisien reliabilitas instrumen 0,943). Data penyesuaian sosial dikumpulkan dengan skala penyesuaian sosial (koefisien validitas item antara 0,437 sampai 0,609; dan koefisien reliabilitas instrumen 0,909). Data dianalisis dengan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sangat sedikit (3,9%) siswa yang memiliki tingkat pengendalian emosi yang sangat tinggi, sangat banyak (91,8%) siswa yang memiliki tingkat pengendalian emosi yang tinggi, dan sangat sedikit (4,3%) siswa yang memiliki pengendalian emosi yang sedang, (2) sedikit (24,3%) siswa yang memiliki tingkat penyesuaian sosial yang sangat tinggi, banyak (68,2) siswa yang memiliki tingkat penyesuaian yang tinggi, sangat sedikit (7,5%) siswa yang memiliki tingkat penyesuaian sosial yang sedang, dan (3) ada hubungan positif pengendalian emosi dengan penyesuaian sosial siswa (rxy = 0,483, sig = 0,000). Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada: (1) konselor untuk menyelenggarakan layanan bimbingan strategi self regulation dan emotional regulation untuk mengendalikan emosi misalnya dengan teknik relaksasi dan meditasi, dan menyelenggarakan layanan orientasi dan bimbingan kelompok untuk melatih siswa dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya, (2) siswa menerapkan strategi self regulation dan emotional regulation untuk mengendalikan emosinya dalam rangka proses penyesuaian sosial, dan (3) peneliti selanjutnya diharap melakukan penelitian kualitatif tentang implementasi pengendalian emosi remaja dalam lingkungan pendidikan.

Pengaruh perhatian orang tua dan fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa (Studi kasus pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung) / Dhiayu Pitra Hermawati

 

ABSTRAK Hermawati, Dhiayu Pitra. 2010. Pengaruh Perhatian Orang Tua Dan Fasilitas Belajar Di Rumah Terhadap Prestasi Balajar Siswa (Studi Kasus Pada Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Bambang Pranowo, S.E., M.Pd., Ak. (2) Drs. Ir. Yohanes Hadi Soesilo, S.Th., M.Div., M.Si Kata Kunci: Perhatian Orang Tua, Fasilitas Belajar Di Rumah, Prestasi Belajar Siswa. Dalam meningkatkan hasil belajar yang optimal, perlu diperhatikan faktor atau kondisi yang dapat mempengaruhi proses kegiatan belajar. Faktor tersebut ada kalanya dari dalam individu atau bahkan dari luar individu siswa. Adanya dugaan bahwa ada pengaruh kondisi perhatian orang tua dan fasilitas belajar di rumah, maka muncul ide yang mendorong diadakannya penelitian ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi perhatian orang tua siswa, indikator yang dominan dalam perhatian orang tua siswa, kondisi fasilitas belajar di rumah siswa, indikator yang dominan dalam fasilitas belajar di rumah siswa, pengaruh perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa, pengaruh fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa, serta pengaruh perhatian orang tua dan fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode diskiptif kuantitatif. Instrumen dalm penelitian ini berupa angket, kemudian hasilnya dianalisis dengan menggunakan teknik regresi linier berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah 165 siswa kelas XI IPS 1, 2, 3 dan 4 SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung tahun ajaran 2009/2010. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 49 siswa. Teknik sampel yang digunakan adalah proporsional random sampling. Kemudian sampel penelitian ditentukan secara proporsional dari masing-masing kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perhatian orang tua siswa tergolong baik dengan prosentase 40,82% siswa menyatakan sering mendapat perhatian dari orang tua mereka. Indikator perhatian orang tua yang paling dominan adalah perannya sebagai teacher atau pendidik, sebesar 86,6% siswa menyatakan mendapat bimbingan yang baik dari orang tuanya. Fasilitas belajar siswa tergolong baik, sebesar 42,86% siswa menyatakan sering mendapat fasilitas belajarnya di rumah. Indikator fasilitas belajar di rumah yang dominan adalah tersedianya ruang belajar tersendiri di rumah, sebesar 77% siswa menyatakan mempunyai ruang belajar sendiri di rumah. Prestasi belajar siswa juga tergolong tinggi, sebesar 89,80% siswa mendapat nilai tinggi. Dari analisis regresi diketahui (1) Terdapat pengaruh perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa, (2) Terdapat pengaruh fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa, (3) Terdapat pengaruh perhatian orang tua dan fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa. Prestasi belajar dapat dijelaskan oleh variabel bebas i (perhatian orang tua dan fasilitas belajar di rumah) masing–masing sebasar sebesar 43,1% untuk perhatian orang tua dan 36,9% untuk fasilitas belajar di rumah, sedangkan prosentase sisanya disebabkan oleh variabel lain. Dari hasil penelitian diketahui bahwa perhatian orang tua merupakan variabel yang efektif mempengaruhi prestasi belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa perhatian orang tua, fasilitas belajar di rumah, dan prestasi siswa tergolong kategori baik. Indikator yang dominan dalam variabel perhatian orang tua adalah peranan sebagai teacher atau pendidik. Indikator yang dominan dalam variabel fasilitas belajar di rumah adalah tersedianya ruang belajar tersendiri di rumah. Terdapat pengaruh yang simultan dan parsial antara perhatian orang tua dan fasilitas belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa. Saran yang bisa diberikan (1)Kepada pihak sekolah hendaknya selalu memperbaiki dan meningkatkan sarana dan prasarana belajar yang ada. Dengan mengoptimalkan penggunaan dana BOS dari pemerintah, dan bekerjasama dengan masyarakat. (2) Kepada para guru hendaknya dapat memanfaatkan fasilitas di sekolah secara optimal untuk melengkapi fasilitas belajar yang tidak tersedia di rumah siswa dan memberikan perhatian lebih pada siswa. Hal tersebut dilakukan dengan cara sesering mungkin menggunakan fasilitas pada aktifitas pembelajaran. (3)Kepada orang tua diharapkan hendaknya memberikan perhatian lebih pada anak, dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas komunikasi. (4)Kepada para siswa hendaknya dapat ikut serta meningkatkan pemanfaatan penggunaan sarana dan prasarana belajar yang tersedia dengan semaksimal mungkin dan ikut serta menjaga sarana dan prasarana belajar yang telah ada dengan tidak merusak atau menggunakannya secara sembarangan.(5)Kepada para peneliti yang bermaksud mengadakan penelitian yang berkaitan dengan topik atau tema penelitian ini, maka hendaknya menambah variabel.

Refleksi dunia kebatinan Jawa dalam novel bilangan FU karya ayu utami (Sebuah kajian sosiologi sastra) / Tsabit Nur Pramita

 

ABSTRAK Pramita Tsabit Nur. 2009. Refleksi Dunia Kebatinan Jawa dalam Novel Bilangan Fu Karya Ayu Utami (Sebuah Kajian Sosiologi Sastra). Skripsi Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr.Soedjijono, M.Hum Kata Kunci: Kebatinan, Refleksi, Novel, Sosiologi Novel merupakan salah satu bentuk sastra yang berbentuk prosa. Kejadian yang terdapat dalam novel merupakan khayalan atau rekaan yang diceritakan oleh pengarang. Novel memiliki unsur-unsur pembagian cerita. Unsur tersebut berupa unsur intrinsik dan ekstrinsik. Novel sebagai sebuah karya fiksi menawarkan sebuah dunia, dunia yang berisi model kehidupan yang diidealkan, dunia imajinatif, yang dibangun melalui berbagai unsur intrinsiknya seperti peristiwa, plot, tokoh (dan penokohan), latar, sudut pandang, dan lain-lain yang kesemuanya tentu saja, bersifat imajinatif. Karya sastra merupakan cerminan dari masyarakat. Cerminan atau refleksi dari sebuah kehidupan sosial masyarakat dapat terekam dalam sebuah karya fiksi yang menarik . Sosiologi sastra merupakan penggabungan dua disiplin ilmu yang berbeda yaitu sosiologi dan sastra. Perbedaan antara keduanya, adalah bahwa sosiologi melakukan analisis alamiah yang obyektif, sedangkan Sastra mencoba memahami setiap kehidupan sosial dari relung perasaan yang terdalam. Yang satu beranjak dari hasil pemikiran sedangkan yang satu lagi beranjak dari hasil pergulatan perasaan yang merupakan dua kutub yang berbeda. Seandainya ada dua orang melakukan penelitian sosiologi dengan obyek yang sama, hasil penelitian itu besar kemungkinan mendapatkan hasil yang sama. Sedangkan, seandainya ada dua orang penulis novel membuat sebuah cerita dengan setting tempat dan obyek masyarakat yang sama, hasil yang didapatkan cenderung berbeda sebab cara-cara manusia menghayati masyarakat dengan perasaannya berbeda-beda menurut pandangan orang-seorang. Penelitian ini secara umum bertujuan memperoleh deskripsi tentang dunia kebatinan jawa dalam novel Bilangan Fu karya Ayu Utami. Adapun tujuan khusus penelitian ini, yakni mendeskripsikan (1) kebatinan jawa dari unsur ajaran agama, (2) kebatinan jawa dari unsur animisme-dinamisme, dan (3) kebatinan jawa dari unsur falsafah hidup yang terkandung dalam novel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Sosiologi Sastra. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks novel Bilangan Fu karya Ayu Utami. Data berupa unit-unit teks yang berisi deskripsi kebatinan jawa dalam paparan bahasa berbentuk monolog, dialog, dan narasi. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca sumber data dan peneliti berperan sebagai instrument (human instrument). Peneliti melakukan identifikasi, klasifikasi, dan kodifikasi data berdasarkan permasalahan yang dikaji. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi atau studi kepustakaan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menyeleksi, mengklasifikasi, menafsirkan, dan memaknai data kemudian mengambil kesimpulan. i Berdasarkan hasil analisis data diperoleh beberapa kesimpulan, Pertama, kebatinan jawa dari unsur ajaran agama dalam novel Bilangan Fu karya Ayu Utami, memiliki empat tahapan mistik yang diyakini oleh masyarakat Jawa, salah satunya masyarakat desa Watugunung. Empat tahapan mistik tersebut antara lain : syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat. Keempat tahapan mistik tersebut dimunculkan dalam ritul-ritul mistik yang dilakukan oleh tokoh-tokoh yang terdapat dalam novel tesebut. Selain dapat dilihat dari sikap tokoh, hal tersebut juga terdapat dalam alur, setting, dan unsur-unsur cerita yang lain. Kedua, kebatinan jawa dari unsur animisme-dinamisme, yaitu pelaksanaan ritual slametan sebagai ritual pokok yang selalu ada dalam setiap peristiwa yang dialami oleh orang jawa, Slametan dilakukan sebagai wujud rasa hormat dan menghargai makhluk lain yang hidup di jagad raya Ritual ini telah menjadi tradisi yang mutlak dilakukan oleh masyarakat Jawa, termasuk warga desa Watugunung. Bentuk kedua adalah kepercayaan terhadap adanya makhluk halus dan arwah nenek moyang. Masyarakat desa watugunung sangat percaya bahwa arwah-arwah nenek moyang yang pernah menjadi tetua di desa tersebut, masih tinggal di tempat-tempat tertentu di desa tersebut. Untuk itu mereka selalu menghormati dengan tidak mengusik tempat tinggal roh-roh halus tersebut. Jika manusia tidak mengusik kehidupan makhluk-makhluk halus tersebut, maka roh-roh tersebut tidak akan mengusik kehidupan manusia. Ketiga, kebatinan jawa dari unsur Falsafah Hidup, terdiri dari empat aspek, yaitu pasemon atau ungkapan, petungan jawa, wayang, sebagai lambang simbolisme kehidupan, dan pemahaman Mamayu Hayuning Bawana. Ketiga aspek-aspek dalam Falsafah Hidup yang terdapat dalam novel Bilangan Fu tersebut, diwujudkan pada sikap saling menghormati sesama makhluk Tuhan, baik sesama manusia, maupun makhluk halus. Sikap hormat terhadap makhluk halus dilakukan dalam bentuk tidak mengusik tempat tinggal mereka, yaitu pohonpohon yang dianggap keramat. Dengan demikian akan terwujud keseimbangan kosmos.Saran-saran yang dapat disimpulkan berdasarkan kesimpulan tersebut, yakni (1) peneliti berikutnya yang melakukan penelitian yang sejenis, diharapkan dapat menggunakan penelitian ini sebagai referensi penelitian dan disertai pengembangan masalah dari sudut pandang yang berbeda, (2) bagi pemerhati Sastra, penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran tentang dunia kebatinan yang desawa ini semakin jarang menyentuh kesusastraan Indonesia dan (3) bagi pendidik, penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk melakukan apresiasi Sastra pada siswa-siswi dalam mengkaji karya Sastra.

Perbedaan motivasi belajar siswa berdasarkan penerimaan soisal oleh teman sebaya dalam kelompok belajar di SMA Negeri 2 Malang / Lina Andriani

 

2 ABSTRAK Andriani, Lina. 2009. Perbedaan Motivasi Belajar Siswa Berdasarkan Penerimaan Sosial oleh Teman Sebaya dalam Kelompok Belajar di SMA Negeri 2 Malang. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Adi Atmoko, M.Si. (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd. Kata Kunci: Motivasi Belajar, Penerimaan Sosial Perimaan sosial oleh teman sebaya dan motivasi belajar merupakan dua aspek penting bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:(1) bentukbentuk penerimaan sosial, (2) motivasi belajar intrinsik, dan (3) motivasi belajar ekstrinsik, (4) perbedaan motivasi belajar intrinsik, dan (5) perbedaan motivasi belajar ekstrinsik siswa berdasarkan penerimaan sosial oleh teman sebaya dalam kelompok belajar di SMA Negeri 2 Malang. Penelitian ini dilaksanakan dengan desain deskriptif komparatif pada siswa kelas X dan XI. Sampel diambil dengan random sampling menggunakan teknik undian. Data penerimaan sosial dan motivasi belajar diambil dengan menggunakan angket, kemudian dianalisis dengan teknik persentase dan anava satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerimaan sosial oleh teman sebaya dalam kelompok belajar adalah kategori star (5,6%), accepted (5,8%), climber (7,7%), fringer (20,8%), neglectee (35,7%), dan isolate (24,4%), (2) tingkat motivasi belajar intrinsik siswa kelompok star (54,9%), accepted (68,8%), dan fringer (54,3%) adalah tinggi. Siswa kelompok climber (52,4%) dan isolate (51,4%) adalah sedang, sedangkan siswa kelompok neglectee (45,7%) adalah sedang dan tinggi, (3) tingkat motivasi ekstrinsik siswa kelompok star (45,1%), accepted (56,2%), climber (52,4%), fringer (42,9%), neglectee (62,9%), dan isolate (60%) adalah sedang, (4) ada perbedaan motivasi belajar intrinsik siswa yang ditunjukkan dengan nilai Sig 0,00<0,05, (5) tidak ada perbedaan motivasi belajar ekstrinsik siswa yang ditunjukkan dengan nilai Sig 0,058>0,05. Berdasarkan hasil penelitian, hendaknya guru dan konselor berusaha agar siswa terisolir memiliki keterampilan dalam bergaul misalnya dengan mengadakan kegiatan diskusi kelompok, konseling kelompok atau bimbingan kelompok. Mereka juga perlu mempertahankan dan meningkatkan motivasi belajar intrinsik siswa, misalnya dengan menerapkan metode pembelajaran yang bevariasi, mengaitkan tujuan belajar dengan tujuan siswa, memberi kebebasan kepada siswa untuk memperluas materi dan memanfaatkan sumber belajar yang ada di sekolah. Sejalan dengan hal itu, siswa terisolir perlu bersikap lebih terbuka kepada siswa lain dan meningkatkan motivasi belajar intrinsiknya dengan cara mengikuti kegiatan yang diadakan oleh guru dan konselor dengan baik. Peneliti lain dapat melaksanakan penelitian kualitatif tentang faktor-faktor yang menyebabkan remaja diterima atau ditolak oleh teman sebaya.

Pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 7 Kediri / Metha Ika Rachmawati

 

ABSTRAK Rachmawati, Metha Ika. 2009. Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPS pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 7 Kediri. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi S1 Ekonomi dan Koperasi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Bambang Pranowo, SE.M.P.Ak, (II) Farida Rahmawati, SE.ME. Kata Kunci: Faktor Internal, Faktor Eksternal, Prestasi Belajar Ekonomi. Faktor-faktor yang memperngaruhi prestasi belajar siswa ada 2 diantaranya adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor-faktor yang berasal dari dalam diri siswa, sedangkan faktor eksternal adalah faktor – faktor yang berasal dari luar diri siswa. Faktor internal terdiri atas faktor fisiologis dan psikologis, sedangkan faktor eksternal terdiri atas faktor keluarga, sekolah dan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan faktor internal dan eksternal harus saling mendukung serta dapat meningkatkan faktor internal dan eksternal siswa demi tercapainya prestasi belajar ekonomi yang maksimal. Penelitian bertujuan (1) untuk memberikan gambaran umum mengenai kondisi faktor fisiologis, psikologis, keluarga, sekolah, masyarakat (internal dan eksternal)) dan prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 7 Kediri, (2) untuk mengetahui pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA negeri 7 Kediri. Variabel bebas penelitian ini terdiri dari faktor fisiologis (X1), faktor psikologis (X2), faktor keluarga (X3), faktor sekolah (X4), dan faktor masyarakat (X5). Sedangkan variabel terikatnya prestasi belajar ekonomi (Y). Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional. Analisis korelasional digunakan untuk mengetahui dan mencari ada tidaknya hubungan antar (X1), (X2), (X3), (X4), (X5), dan prestasi belajar ekonomi siswa (Y). Metode regresi berganda digunakan untuk menentukan besarnya pengaruh faktor fisiologis, psikologis, keluarga, sekolah dan masyarakat terhadap prestasi belajar ekonomi siswa (Y) di SMA Negeri 7 Kediri. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 7 Kediri yang berjumlah 160 siswa dan sampelnya berjumlah 56 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan menggunakan instrumen kuesioner, skala yang digunakan skala Likert dengan 5 alternatif jawaban. Uji kualitas data yang digunakan adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Jenis data menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner, sedangkan data sekunder berupa nilai rapor siswa kelas XI IPS semester ganjil tahun ajaran 2009/2010. Hasil penelitian di SMA Negeri 7 Kediri menunjukkan bahwa analisis pengaruh faktor fisiologis terhadap prestasi belajar ekonomi diperoleh nilai t hitung 2,273 > t tabel 2,008. dengan sig 0,027 < 0,05, maka faktor fisiologis berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi. Untuk faktor psikologis t hitung 2,493> t tabel 2,008. dengan sig 0,016 < 0,05, maka faktor psikologis berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi. Untuk faktor keluarga t hitung 2,552> t tabel 2,008. dengan sig 0,014 < 0,05, maka faktor keluarga berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi. Untuk faktor sekolah t hitung 2,176> t tabel 2,008. dengan sig 0,034 < 0,05, maka faktor sekolah berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi. Dan untuk faktor masyarakat t hitung 2,108> t tabel 2,008. dengan sig 0,040< 0,05, maka faktor masyarakat berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi. Analisis pengaruh faktor tersebut diatas (internal dan faktor eksternal) terhadap prestasi belajar ekonomi diperoleh nilai Fhitung 25,497> Ftabel 2,400. dengan sig 0,000 < 0,05 maka faktor fisiologis, psikologis, keluarga, sekolah, dan masyarakat (internal dan faktor eksternal) secara bersama-sama (simultan) berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi. Besar Adjusted R Square adalah 0,690. Hal ini berarti prestasi belajar ekonomi (Y) dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut sebesar 69,0% sedangkan sisanya 30,9% disebabkan oleh faktor lain diluar penelitian. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor internal siswa dan faktor eksternal siswa berpengaruh terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 7 Kediri. Saran (1) Orang Tua diharapkan dapat lebih memperhatikan perkembangan dan kebutuhan belajar anak agar anak dapat beprestasi lebih baik lagi, dapat diwujudkan dalam bentuk pemberian perhatian ketika anak sedang mengalami kesulitan dalam belajar, mendidiknya anak agar selalu rajin belajar setiap hari, memantau /mengontrol perkembangan dan kemajuan belajar anaknya serta selalu memperhatikan kebutuhan sekolah anaknya. (2) bagi guru, hendaknya meningkatkan kondisi faktor eksternal siswanya agar lebih baik lagi sehingga anak didiknya memperoleh prestasi belajar ekonomi yang maksimal dengan cara membaca materi sehingga pada saat mengajar guru dapat menguasai materi serta menyampaikan materi dengan jelas dan sistematis sehingga siswa dapat memahami materi pelajaran. Selain itu guru diharapkan memberikan tugas rumah agar siswa lebih sering belajar tetapi dengan porsi yang berlebihan agar tidak membebani siswa. (3) bagi siswa, diharapkan untuk membaca materi pelajaran ekonomi sebelum mengikuti pelajaran, memperhatikan pelajaran ekonomi sehingga siswa mudah mempelajari, mengulang kembali pelajaran ekonomi yang telah disampaikan guru demi tercapainya prestasi belajar ekonomi yang maksimal. (4) Bagi peneliti selanjutnya, sebaiknya menggunakan penelitian sampel dengan wilayah populasi yang lebih luas dan mengembangkan permasalahan yang terkait dengan prestasi belajar siswa. Dengan demikian hasil yang diharapkan dapat mengungkap lebih banyak permasalahan dan memberikan hasil temuan penelitian yang lebih berarti dan bermanfaat bagi banyak pihak.

Penerapan model pembelajaran learning cycle (Siklus belajar) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran IPS-Ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Malang / Mila Isnaningtyas

 

ABSTRAK Isnaningtyas, Mila. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle (Siklus Belajar) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS-Ekonomi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 18 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universiras Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Lisa Rokhmani, M.Si, (II) Dr. Nasikh, S.E. M.P, M.Pd Kata kunci: Model Pembelajaran Learning Cycle (Siklus Belajar), Aktivitas Belajar Siswa, Hasil Belajar Siswa Seiring dengan berjalannya waktu dan proses perubahan yang cepat dalam lingkungan pendidikan, maka hal tersebut juga berdampak pada perubahan kurikulum pendidikan saat ini, yaitu dengan diterapkannya kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada sekolah-sekolah sebagai penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya yang cenderung teacher-oriented dari pada student-oriented dalam proses belajar mengajar. Untuk mengetahui tuntutan dan target dari kurikulum tersebut, maka diperlukan strategi atau model pembelajaran yang menyenangkan dalam upaya meningkatkan pola pikir peserta didik serta potensi siswa agar berhasil dalam proses belajar mengajar. Untuk mencapai keberhasilan dalam proses belajar mengajar yang diharapkan, upaya atau usaha yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan cara memperhatikan siswa, menguasai materi pelajaran dan memilih metode pembelajaran yang tepat, dengan adanya penggunaan metode yang tepat proses belajar mengajar dapat memperoleh hasil yang memuaskan dan dapat mencapai tujuan pembelajaran, selain itu baik murid maupun guru harus memiliki sikap kemampuan dan keterampilan yang mendukung proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) men-deskripsikan penerapan model Learning Cycle dalam pembelajaran ekonomi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Malang, (2) meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Malang setelah penerapan model Learning Cycle dalam pembelajara ekonomi, (3) meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Nege-ri 18 Malang setelah penerapan model Learning Cycle dalam pembelajaran eko-nomi, (4) mengetahui persepsi siwa kelas VIII SMP Negeri 18 Malang terhadap penerapan model Learning Cycle dalam pembelajaran ekonomi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif den-gan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini berlangsung selama dua siklus dengan pokok bahasan Kebutuhan Manusia dan Kelangkaan Sumber Daya. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMPN 18 Malang yang berjum-lah 40 siswa, selanjutnya siswa tersebut dibagi ke dalam 5 kelompok heterogen. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, tes, angket, cata-tan lapangan dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kegiatan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penari-kan kesimpulan. Hasil penelitian menunukkan bahwa presentase keterlaksanaan pembela-jaran model Learning Cycle yang dilakukan oleh guru pada siklus I sebesar 83,33% dan pada siklus II sebesar 100%. Dengan demikian terjadi peningkatan keterlaksanaan pembelajaran dari siklus I ke siklus II sebesar 16,67%. Untuk vari-abel aktivitas belajar siswa diketahui terjadi peningkatan aktivitas dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I keaktifan siswa bertanya sebesar 46,67% dan meningkat pada siklus II sebesar 70%; keaktifan siswa merespon pertanyaan pada siklus I sebesar 49,58% dan meningkat pada siklus II sebesar 73,75%; kemampuan siswa bekerja dalam kelompok meningkat dari 82,08% pada siklus I menjadi 91,35% pada siklus II; ketepatan dalam menyelesaikan tugas juga meningkat dari siklus I sebesar 88,75% menjadi 93,75% pada siklus II. Hasil belajar siswa juga men-galami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 73 dan pada siklus II terjadi peningkatan sebesar 7,19% sehingga nilai rata-rata hasil belajar paad siklus II sebesar 78,25. Selain itu, berdasarkan angket yang telah dijawab siswa dapat diketahui bahwa respon siswa terhadap penerapan model Learning Cycle adalah positif, ini ditunjukkan dari skor perhitungan angket respon siswa yang diperoleh sebesar 82,5%. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Learning Cycle dapat meningkatkan aktivitas dan hasil bela-jar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas VIII A SMP Negeri 18 Malang. Sis-wa kelas VIII A memberikan respon yang positif terhadap penerapan model Learning Cycle pada mata pelajaran ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan beberapa hal: (1) model pembelajaran Learning Cycle dapat di-jadikan salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk me-ningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi, (2) pe-nerapan model pembelajaran Learning Cycle hendaknya dilakukan secara ber-tahap sesuai dengan fase-fase yang terdapat dalam pembelajaran Learning Cycle, (3) bagi peneliti selanjutnya sebaiknya penelitian ini dilaksanakan lebih dari dua siklus sehingga hasil penelitian yang diperoleh lebih maksimal.

Aplikasi pembelajaran kolaboratif problem-based learning dan cooperatiive learning tipe group investigation untuk meningkatkan partisipasi dan prestasi belajar ekonomi siswa kelas X-D MAN Malang 1 / Choiru Umatin

 

ABSTRAK Umatin, Choiru. 2010. Aplikasi Pembelajaran Kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation Untuk Meningkatkan Partisipasi dan Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas X-D MAN Malang I. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Achmad Ali Wafa, (II) Dr. Imam Mukhlis, SE, M.Si Kata kunci: PBL (Problem Based Learning), GI (Group Investigation), Partisipasi dan Prestasi Belajar. Seiring berjalannya waktu dan proses perubahan yang pesat dalam lingkungan pendidikan, maka hal tersebut juga berdampak pada perubahan kurikulum pendidikan saat ini yaitu dengan diterapkannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pelaksanaan KTSP telah mengubah tata cara pembelajaran yang telah ada disekolah yang salah satunya mengubah paradigma dalam proses pembelajaran, dari yang bersifat teacher centered (berpusat pada guru) menjadi student centered (berpusat pada siswa) adalah penggunaan strategi atau model pembelajaran yang menyenangkan (pembelajaran yang aktif, kreatif dan efektif) agar pengetahuan dan keterampilan yang diberikan oleh pengajar benar-benar menjadi milik siswa. Untuk mencapai target dalam proses belajar mengajar yang diharapkan, upaya atau usaha yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan cara memperhatikan siswa, menguasai materi pelajaran dan memilih metode pembelajaran yang tepat, dengan adanya penggunaan metode yang tepat, proses belajar mengajar dapat memperoleh hasil yang memuaskan dan dapat mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan masalah dalam penelitian ini adalah (1)” Untuk mendeskripsikan dan menganalisis aplikasi pembelajaran kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation (GI) dapat meningkatkan partisipasi belajar siswa kelas X-D MAN Malang I. (2)Untuk mendeskripsikan dan menganalisis aplikasi pembelajaran kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation (GI) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X-D MAN Malang I. (3)Untuk mendeskripsikan dan menganalisis respon siswa pada mata pelajaran ekonomi terhadap aplikasi pembelajaran kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation (GI) kelas X-D MAN Malang I Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian maka penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan analisis pendekatan induktif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap-tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah kelas X-D MAN Malang 1 tahun ajaran 2009-2010. Alat pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan soal tes, lembar observasi, angket untuk siswa, lembar catatan lapangan, dan pedoman wawancara. Data untuk partisipasi belajar ekonomi siswa dapat diperoleh nilai rata-rata pada siklus pertama sebesar 56,09% dan pada siklus kedua meningkat menjadi 76,47%. Sedangkan prestasi belajar ekonomi siswa juga mengalami peningkatan dimana siklus pertama rata-rata sebesar 67,56% dan pada siklus kedua menjadi sebesar 76,88% Dari penelitian aplikasi pembelajaran kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation dapat diambil kesimpulan yaitu (1) aplikasi pembelajaran kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation pada siswa kelas X-D MAN Malang 1 dapat meningkatkan partisipasi belajar ekonomi siswa. (2) aplikasi pembelajaran kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation pada siswa kelas X-D MAN Malang 1 dapat meningkatkan prestasi belajar ekonomi siswa. (3) respon siswa yang positif pada mata pelajaran ekonomi terhadap aplikasi pembelajaran kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation kelas X-D MAN Malang 1. Beberapa saran yang dapat dikemukakan diantaranya: (1) untuk MAN Malang 1 diharapkan aplikasi pembelajaran kolaboratif Problem Based Learning dan Cooperative Learning tipe Group Investigation dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pembelajaran selanjutnya; (2) untuk guru ekonomi dapat menambah wawasan dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar-mengajar sehingga tercipta pembelajaran yang efektif dan sesuai standart kompetensi yang diharapkan; (3) bagi peneliti hendaknya dapat digunakan sebagai pengetahuan dan pengalaman dalam mengajar nantinya; (4) bagi siswa diharapkan dapat memandang pengetahuan secara konstruktif dan memiliki hubungan interpersonal dalam proses kelompok secara efektif; (5) bagi Universitas Negeri Malang (UM) dapat digunakan sebagai referensi dalam karya ilmiah mahasiswa selanjutnya.

Perancangan desain media promosi LBIH mandiri Malang / Mohammad Indra Wicaksono ... [et al.]

 

Penggunaan internet mulai menyebar ke pengguna individu dengan dikembangkannya world wide web (web atau www), yaitu suatu koleksi sumber informasi yang kaya dengan gambar yang saling berhubungan dalam internet yang lebih luas. Menurut Boone & Kurtz (dalam Anwar, 2002:20), internet telah menjadi salah satu cara yang paling populer bagi perusahaan untuk mempromosikan produk dan jasa yang dihasilkan. Semakin banyak tanggapan orang-orang terhadap promosi di situs web yang disediakan, bahkan melebihi jumlah target yang telah ditentukan dalam kurun waktu tertentu, maka promosi di internet tersebut telah sukses menarik minat calon konsumen. Tujuan perancangan ini adalah membuat desain web untuk memberi informasi kepada target audience tentang gambaran PT. Radjawali Aero Service, memperkenalkan kepada target audience website PT. Radjawali Aero Service sebagai media promosi baru perusahaan, dan menarik minat audience untuk menggunakan jasa PT. Radjawali Aero Service. Disamping desain web, dirancang juga media pendukung web lainnya seperti iklan surat kabar, baliho, X-banner, company profile catalouge, dan promotion mobile company. Media komunikasi visual yang dirancang terdiri dari dua jenis yaitu media utama yang berbentuk website dan media pendukung yang merupakan media untuk mempromosikan media utama. Model perancangan yang digunakan adalah model perancangan prosedural yaitu bersifat deskriptif, menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan suatu produk, dengan desain strategi berputar (cyclic strategy). Strategi tersebut menerapkan urutan logis pada tahapan perancangan yang sederhana dan komponen relatif mudah dipahami, hanya kadang suatu tahap perlu diulang kembali untuk menampung umpan balik (feed back) sebelum tahap selanjutnya dilaksanakan (Sarwono dan Lubis, 2007:28). Media promosi yang dirancang dan didesain harus sesuai dengan strategi promosi yang sudah dipilih. Hasil perancangan dan desain adalah paduan media yang berupa: website PT. Radjawali Aero Service (sarana personal selling), baliho dan stiker mobil (sarana advertising), X-Banner (sarana sales promotion), dan company profile catalouge (sarana direct marketing dan public relation). Kesimpulan, perancangan desain web dan media pendukung ini secara khusus dapat menjadi sarana promosi yang efektif bagi PT. Radjawali Aero Service, dan secara umum dapat menjadi acuan desain bagi perusahaan lain yang sejenis.

Profil Arif Suyono pemain klub Arema Malang (Ditinjau dari aspek motivasi berprestasi, perilaku dan jiwa sosial) / Yayang Rismamanto

 

ABSTRAK Rismamanto, Yayang. 2009. ”Profil Arif Suyono Pemain Klub Arema Malang (Ditinjau Dari Aspek Motivasi Prestasi, Perilaku dan Jiwa Sosial)”. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan. Pembimbing: (1) Dra. Siti Nurrochmah, M.Kes (2) Dra. Sri Purnami, M.Pd. Kata Kunci: Motivasi Berprestasi, Perilaku dan Jiwa Sosial Diera globalisasi seperti saat ini dengan semakin maju pesatnya perkembangan dunia sepakbola, banyak menjadikan dunia sepakbola sebagai ladang bisnis yang menguntungkan. Mulai dari produk sponsor serta atribut yang dipakai oleh seorang pemain, semuanya adalah produk perusahaan. Seperti kompetisi di Indonesia sendiri dibiayai oleh sebuah produk perusahaan ternama. Arif Suyono merupakan salah satu pemain muda berbakat yang ada dipersepakbolaan tanah air, yang mempunyai teknik dan kemampuan diatas rata-rata. Selain itu juga Arif dikenal pemain dengan talenta yang luar biasa walaupun bertubuh kurus tetapi sering membuat kagum penonton ditribun melalui akselarisinya diatas rumput hijau. klub profesional pertama Arif Suyono adalah arema junior, dengan motivasi yang tinggi untuk menjadi seorang pemain yang sukses, dan jiwa sosial yang tinggi terhadap sesama serta didukung dengan perilaku yang baik didalam lapangan maupun diluar lapangan. Penelitian ini difokuskan pada bagaimana motivasi berprestasi Arif Suyono sebagai pemain klub Arema Malang, bagaimana perilaku Arif Suyono sebagai pemain klub Arema Malang, bagaimana jiwa sosial Arif Suyono sebagai pemain klub Arema Malang. Tujuan Penelitian dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji motivasi Arif Suyono sebagai pemain klub Arema Malang, untuk mengetahui dan mengkaji perilaku Arif Suyono sebagai pemain klub Arema Malang, untuk mengetahui dan mengkaji jiwa sosial Arif Suyono sebagai pemain klub Arema Malang. Ditinjau dari fokus penelitian (rumusan penelitian) maka, penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif berbentuk studi kasus yang mengemukakan hal-hal khusus tentang latar belakang pada individu tertentu yaitu seorang pemain sepakbola bernama Arif Suyono. Ia sebagai seorang pemain sepakbola yang cukup banyak pengalamannya sejak dari usia 14 tahun hingga 25 tahun. Pendekatan tersebut dipilih karena peneliti ingin mengetahui profil Arif Suyono pemain klub Arema Malang ditinjau dari aspek motivasi berprestasi, perilaku, dan jiwa sosial. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Motivasi Arif Suyono memiliki motivasi berprestasi analisis teori ini ternyata juga didukung oleh hasil tes psikologi yang menunjukkan bahwa motivasi berprestasi Arif Suyono termasuk kategori sangat baik dengan skor 81. Ini menunjukkan bahwa Arif Suyono memiliki motivasi dan dorongan yang cukup kuat untuk mencapai prestasi dan hasil kerja yang sebaik-baiknya. Motivasi berprestasi yang sangat baik ini juga didukung oleh tingginya skor ketekunan dan keteraturan kerja Arif Suyono yang meraih skor 83. Ini menunjukkan bahwa Arif Suyono memiliki kecenderungan untuk bekerja dengan tekun dan teratur. Terlebih lagi aspek komitmennya juga sangat baik yaitu 80 yang membuatnya selalu konsekuen dalam melaksanakan komitmen seperti perjanjian kerja atau kontrak sehingga memungkinkannya dapat bekerja dengan sebaik-baiknya. Ketiga aspek tes perilaku tersebut yaitu motivasi berprestasi yang sangat baik, ketekunan dan keteraturan dalam bekerja, serta komitmen yang juga sangat baik menjadi sebuah modal yang cukup besar bagi Arif Suyono untuk meraih prestasi dan keberhasilan secara maksimal. Hasil tes psikologi juga mendukung kesimpulan bahwa Arif Suyono termasuk ke dalam golongan orang berperilaku flegmatis yaitu ketekunan dan keteraturan kerja yang ditunjukannya dengan suka bekerja keras dan disiplin menggunaklan waktu, komitmen yang berarti konsekuen untuk melaksanakan tugas sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, mempunyai motivasi berprestasi untuk mencapai prestasi yang lebih baik. Hubungan Arif Suyono dengan orang sekitarnya menunjukkan tingkat kematangan sosial yang sangat menguntungkan baginya. Sebagai seorang pemain sepakbola hubungan tersebut dibutuhkan pada kondisi tertentu yang biasanya menguras emosi seperti pada saat suasana dalam tim mengalami goncangan atau mendapat tekanan dari supporter maupun pihak lawan.

Pengaruh investasi dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia periode 1990-2007 / Abid Muhtarom

 

ABSTRAK Muhtarom, Abid. 2009. Pengaruh Investasi, dan Tenaga Kerja terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Periode 1992-2008. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hari Wahyono, M. Pd. (II) Dr. Imam Mukhlis, S.E., M. Si. Kata Kunci: Investasi, Tenaga Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi. Pembangunan merupakan suatu proses multidimensional yang mencakup berbagai perubahan mendasar atas struktur sosial, sikap-sikap masyarakat dan institusi-institusi nasional di samping terus mengejar akselerasi pertumbuhan ekonomi, penanganan ketimpangan pendapatan, serta pengentasan kemiskinan atau perubahan total suatu masyarakat/penyesuaian system sosial secara keseluruhan menuju kondisi yang lebih baik (Todaro, 2004:17). Pertumbuhan Ekonomi dan investasi pada tahun 1990-1996 tidak terjadi perubahan yang signifikan. Berdasarkan data dari Asian Development Bank untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 9,0% ditahun 1990 dibutuhkan nilai investasi US$ 64.790. Pertumbuhan ekonomi 8,9% ditahun 1991 dibutuhkan investasi US$ 80.028. Pada tahun 1992 untuk pertumbuhan ekonomi 7,2%. dibutuhkan investasi US$ 91.512 dan juga 1993 yang tumbuh 7,3% dibutuhkan investasi US$ 97.213. Pada tahun 1994 untuk pertumbuhan ekonomi 7,5%. dibutuhkan investasi US$ 118.707. Pertumbuhan ekonomi 8,2% ditahun 1995 dibutuhkan investasi US$ 145.118, dan juga tahun 1996 pertumbuhan ekonomi sebesar 7,8% dibutuhkan investasi US$ 163.453. Terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1998 memberikan dampak yang sangat besar bagi bangsa Indonesia, banyak pihak yang merasakan dampak buruk. Walaupun ada beberapa pihak yang merasa diuntungkan dan merasakan dampak positif, namun secara keseluruhan krisis ekonomi memberikan dampak yang negatif bagi bangsa Indonesia. Berdasarkan data dari Asian Development Bank pada tahun 1998 angka invetasi menujukan angka US$ 160.327. Sedangkan pada tahun 1998 tenaga kerja mencapai 92.735 ribu orang. Tingkat tenaga kerja yang terus menurun akibat terjadinya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang terjadi pada tahun 1998. Mengakibatkan pendapatan nasional yang menurun, sehingga pemerintah sulit untuk mengatur perekonomian pada saat itu. Pada tahun 1998 pertumbuhan ekonomi mencapai -13,1%, angka ini menunjukkan adanya penurunan pertumbuhan ekonomi. Krisis ekonomi tahun 1998 berdampak pada terpuruknya perekonomian Indonesia. Kondisi situasi moneter, politik, dan keamanan pada masa itu memicu terjadinya capital flight (penarikan modal kembali) secara besar-besaran dari para investor dan lembaga keuangan. Selain itu, krisis ekonomi dan krisis multidimensi (krisis pada beberapa aspek kehidupan) menyebabkan perubahan pada pola pembangunan di Indonesia dengan bergantinya sistem sentralisasi menjadi sistem desentalisasi, yang akhirnya merubah era orde baru menjadi era reformasi. Era reformasi merupakan suatu era baru pembangunan nasional dengan adanya UU No. 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. Dimana, pelaksanaan pembangunan di Indonesia diarahkan untuk mencapai cita-cita bangsa, yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur baik materiil maupun spiritual berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945, salah satu upaya yang ditempuh untuk mencapai cita-cita bangsa adalah pembangunan ekonomi. Berdasarkan fakta maka, pemerintah tentu memiliki tugas yang sangat berat dalam mengendalikan tingkat kestabilan harga untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi. Salah satu kriteria pengukuran keberhasilan pembangunan ekonomi adalah tingkat pendapatan nasional yang tinggi. Hal ini berarti jumlah barang dan jasa yang dihasilkan besar yang dibarengi dengan tingkat kesempatan kerja yang tinggi. Dengan demikian pembangunan ekonomi dianggap berhasil dengan tingginya tingkat pendapatan nasional, maka memungkinkan terciptanya pertumbuhan ekonomi nasioanal yang tinggi dan tidak lepas dengan adanya pembentukan/penanaman investasi dalam jumlah yang besar. Tenaga kerja menjadikan permasalah tersendiri pada bagi pemerintah untuk menigkatkan pertumbuhan ekonomi karena pada masa krisis ekonomi 1998. Berdasar rumusan yang ada, maka dapat dikemukakan tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui : (1) Untuk mengetahui pengaruh investasi dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia periode 1990-2007. (2) Untuk mengetahui faktor investasi dan tenaga kerja mana yang lebih dominan dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia periode 1990-2007. Penelitan ini menggunakan penelitian eksplanatori, yaitu hasil yang diperoleh dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan penjelasan tentang bagaimana pengaruh Investasi dan Tenaga Kerja terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Husaini, 2008:5). Dalam pengumpulan datanya, penelitian ini menggunakan Jenis data sekunder. Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah sampel yang diambil melalui Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, ADB (Asian Development Bank). Metode pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah dokumentasi. Dari hasil pengolahan data atau analisis data dapat diketahui : (1) Berdasarkan hasil ECM dengan menggunakan logaritma, secara parsial dapat diketahui bahwa investasi terhadap pertumbuhan ekonomi berpengaruh secara signifikan baik dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek. (2) Dari uji signifikansi secara parsial, diketahui bahwa tenaga kerja dalam jangka pendek tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi, sedangkan tenaga kerja dalam jangka panjang berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Tenaga Kerja dalam jangka panjang berpengaruh signifikan secara negatif merupakan faktor dominan yang mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia periode 1990-2007. Oleh karena itu peneliti dapat memberikan saran pada Pemerintah sebaiknya juga memperhatikan banyaknya pengangguran disebabkan karena lapangan pekerjaan yang rendah dibandingkan jumlah penduduk yang tiap tahun terus bertambah.

Penerapan konsep SBI (Sekolah Bertaraf International) pada mata pelajaran menggambar busana (Fashion Drawing) di kelas X jurusan Tata Busana SMK Negeri 3 Malang tahun ajaran 2008/2009 / Ainun Nikmah Prawitasari

 

ABSTRAK Prawitasari, Ainun Nikmah. 2010. Penerapan Konsep SBI Pada Mata Pelajaran Menggambar Busana (Fashion Drawing) Dikelas X Jurusan Tata Busana SMK Negeri 3 Malang Tahun Ajaran 2008/2009. Skripsi. Program Studi Pendidikan Tata Busana Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing I Dra. Anti Asta Viani, M.Pd. Pembimbing II Dra. Endang Prahastuti, M.Pd Kata Kunci : Konsep SBI, Menggambar Busana, Penerapan Penerapan konsep SBI diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dan memiliki pengetahuan secara global agar setingkat dengan para lulusan luar negeri lainnya dan dapat diunggulkan dalam era globalisasi, dimana peserta didik diarahkan kepada lingkungan masyarakat dengan menempatkan IPTEK dan ilmu pengetahuan. Menggambar busana (Fashion Drawing) merupakan salah satu mata pelajaran produktif yang melatih siswa untuk cara menggambar dan mengembangkan ide-idenya tentang busana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) penerapan materi, (2) penerapan media, (3) penerapan metode pembelajaran, dan (4) penerapan evaluasi dalam konsep SBI pada mata pelajaran Menggambar Busana di kelas X Jurusan Tata Busana SMK Negeri 3 Malang Tahun Ajaran 2008/2009. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan secara kualitatif. Jenis rancangan yang digunakan secara deskriptif. Kehadiran penelitian adalah peneliti secara langsung. Sumber data primer adalah peneliti sebagai pengumpul data, data sekunder adalah Ketua Jurusan, guru, dan siswa. Data penguat yang disertakan adalah dokumentasi dan foto-foto dilapangan, teknik yang digunakan adalah snowball sampling. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawacara, dokumentasi dan observasi, tahap dalam analisis data menggunakan reduksi data, paparan data, dan kesimpulan data. Pengabsahan data menggunakan triangulasi, ketekunan pengamatan dan kecukupan referensial . Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan konsep SBI adalah (1) penerapan materi menunjukkan bahwa pelaksanaan hard skill dan life skill saat menyampaikan berbasis materi (PTD) ini telah menerapkan konsep kecakapan hidup (life skill). Adapun pelaksanaan PTD, khususnya kelas X belum terlaksana, (2) penerapan media berbasis IT, telah menggunakan media berbasis IT dalam PBM dan pelaksanaan bilingual system hanya digunakan sebagai pengenal istilah-istilah busana dalam bahasa inggris dan belum digunakan sebagai bahasa pengantar dalam belajar (3) guru telah menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dalam menyampaikan materi. Adapun penerapan metode pembelajaran PAIKEM belum diterapkan secara utuh oleh guru kepada siswa, dan (4) hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengambilan nilai akhir dalam proses belajar mengajar mengacu pada SKL yang telah sesuai dengan SNP dan standar pada SBI. Saran yang dapat diberi berdasarkan hasil penelitian adalah sebagai berikut (1) guru menyampaikan materi dasar PTD kepada siswa sehingga siswa berada di v i kelas XI dapat mengembangkan materi tersebut dengan menyesuaikan jurusan yang telah ditentukan, (2) sekolah meningkatkan sarana pembelajaran berupa LCD dan laptop sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar lain yang membutuhkan dan dalam penerapan bilingual system ini, guru maupun siswa meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa inggris, dan (3) sekolah sering mengadakan pelatihan atau mengikuti pelatihan/seminar dan baik guru maupun pihak sekolah selalu mengikuti perkembangan informasi tentang pelatihan /seminar tentang pembelajaran berbasis SBI, terutama tentang metode PAIKEM.

Pengaruh prestise siswa terhadap sekolah, persepsi siswa tentang variasi metode pembelajran dan fasillitas sekolah terhadap motivasi belajar akuntansi (Studi pada siswa kelas XI IPS di MAN Malang 1) / Trida Nurwijayanti

 

ABSTRAK Nurwijayanti, Trida. 2010. Pengaruh Prestise Siswa terhadap Sekolah, Persepsi Siswa tentang Variasi Metode Pembelajaran dan Fasilitas Sekolah terhadap Motivasi Belajar Akuntansi (Studi pada Siswa Kelas XI IPS 1 di MAN Malang 1). Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dyah Aju Wardhani, S.E, M.Si, Ak. (II) Dra. H. Endang Sri Andayani, S.E, M.Si, Ak. Kata Kunci: Prestise Siswa terhadap Sekolah, Persepsi Siswa, Variasi Metode Pembelajaran, Fasilitas Sekolah, dan Motivasi Belajar Pendidikan merupakan kebutuhan mendasar dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu faktor yang menentukan berhasil tidaknya pendidikan siswa dalam proses belajar mengajar adalah motivasi belajar. Motivasi belajar siswa didorong oleh berbagai macam faktor diantaranya, prestise siswa terhadap sekolah, persepsi siswa tentang variasi metode pembelajaran, dan persepsi siswa tentang fasilitas sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh antara prestise siswa terhadap sekolah, persepsi siswa tentang variasi metode pembelajaran dan persepsi siswa tentang fasilitas sekolah terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan populasi seluruh siswa kelas XI IPS1 di MAN Malang 1. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui angket dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik deskriptif dan regresi linier ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prestise siswa terhadap sekolah berpengaruh secara positif terhadap motivasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS 1 di MAN Malang 1, persepsi siswa tentang variasi metode pembelajaran berpengaruh secara positif terhadap motivasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS 1 di MAN Malang 1, dan persepsi siswa tentang fasilitas sekolah berpengaruh secara positif terhadap motivasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS 1 di MAN Malang 1. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka saran yang diberikan, (1) Sekolah hendaknya mampu meningkatkan nilai sekolahnya dan diharapkan selalu memantau pembenahan-pembenahan fasilitas sekolah, (2) Guru hendaknya lebih bervariasi dalam menggunakan metode pembelajaran, (3) Siswa hendaknya dapat memanfaatkan dan memelihara fasilitas sekolah yang sudah disediakan,dan (4) Peneliti selanjutnya sebaiknya mengembangkan variabel-variabel serta memperluas populasi dan menggunakan teknik pengumpulan data yang lebih bervariasi agar hasil penelitian lebih akurat dan objektif.

Pengaruh body image dan self esteem terhadap perilaku diet pada remaja putri program keahlian usaha jasa paeiwisata SMK Negeri 2 Malang / Korrota Aini

 

ABSTRAK Aini, Kurrota. 2009. Pengaruh Body Image dan Self-Esteem Terhadap Perilaku Diet Pada Remaja Putri Program Keahlian Usaha Jasa Pariwisata SMK Negeri 2 Malang. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si, (II) Ika Andrini Farida, S.Psi, M.Psi. Kata Kunci : Body Image, Self-esteem, Perilaku Diet Sejak dahulu di dalam masyarakat sudah terlihat pola-pola, bahwa yang memiliki wajah cantik dan bertubuh langsing, akan lebih populer dan disukai oleh orang lain, sehingga mampu mendapatkan peluang lebih banyak daripada yang biasa-biasa saja. Akibatnya, tidak sedikit remaja putri yang merasa khawatir atau kecewa dengan perubahan fisik yang terjadi pada dirinya, karena pada umumnya remaja dinilai melalui penampilan diri yang sesuai dengan image masyarakat. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada sejumlah remaja wanita di Indianapolis-USA, tampaknya kelebihan berat badan pada remaja perempuan mengakibatkan menderita harga diri rendah, citra tubuh yang negatif, mereka akan cenderung melaukan usaha seperti diet yang berlebih (Jones dkk, 2000). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) body image pada remaja putri, (2) self-esteem pada remaja putri, (3) perilaku diet pada remaja putri, (4) pengaruh body image terhadap perilaku diet pada remaja putri, (5) pengaruh self-esteem terhadap perilaku diet pada remaja putri, (6) pengaruh body image dan self-esteem terhadap perilaku diet pada remaja putri, (7) manakah pengaruh paling signifikan antara body image ataukah self-esteem terhadap perilaku diet pada remaja putri. Penelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dan regresi dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Tingkat body image diukur dengan skala body image, tingkat self-esteem diukur dengan skala self-esteem, dan perilaku diet diukur dengan skala perilaku diet. Subyek penelitian adalah 68 siswi Program Keahlian Usaha Jasa Pariwisata SMK Negeri 2 Malang. Data yang terkumpul dianalisa dengan teknik analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat 47,06% siswi dengan tingkat body image kategori tinggi, (2) terdapat 39,71% siswi dengan tingkat self-esteem kategori tinggi, (3) terdapat 52,94% siswi dengan perilaku diet kategori diet sehat, (4) terdapat pengaruh body image terhadap perilaku diet (R2 = 0,135; p = 0,002 < 0,05), (5) terdapat pengaruh self-esteem terhadap perilaku diet (R2 = 0,181; p = 0,000 < 0,05), (6) terdapat pengaruh signifikan antara body image dan self-esteem terhadap perilaku diet (F = 10,260; p = 0,000 < 0,05), (7) self-esteem (adjusted R2 = 0,169) berpengaruh paling dominan terhadap perilaku diet. Berdasarkan hasil penelitian, remaja putri diharapkan untuk lebih mampu berpikir positif dan menerima diri sendiri apa adanya. Orangtua dan pihak sekolah diharapkan mampu mendorong remaja putri untuk meningkatkan citra tubuh positif dan harga diri yang baik serta mampu mengajak remaja untuk mengajarkan pola hidup sehat.

Pengembangan fotometer sederhana berbasis Led dan CdS fotosel detektor serta aplikasinya pada penetapan fosfat dalam limbah diterjen / Nenny Beta Kartika

 

ABSTRAK Kartika, Nenny Beta. 2010. Pengembangan Fotometer Sederhana Berbasis LED dan CdS Fotosel Detektor serta Aplikasinya pada Penetapan Fosfat dalam Limbah Deterjen. Skripsi. Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. M. Shodiq Ibnu, M.Si (2) Dra. Hayuni Retno Widarti, M.Si Kata Kunci : LED, CdS Fotosel Detektor, Limbah Deterjen, Fotometer Deterjen juga dapat mencemari lingkungan yaitu dengan adanya senyawa fosfat yang akan menyuburkan enceng gondok, sehingga dapat mengurangi pasokan oksigen terlarut bagi makhluk hidup yang ada di air. Dalam jangka waktu panjang dapat mengakibatkan eutrofikasi dalam lingkungan yang disebabkan oleh limbah fosfat (PO43-). Pengukuran fosfat dapat menggunakan metode spektrofotometri dengan pewarnaan ammonium molibdovanadat dalam suasana asam yang menghasilkan warna kuning. Dalam penelitian dikembangkan perangkat fotometer sederhana berbasis LED dan CdS Fotosel Detektor. Fotometer sederhana berbasis LED dan CdS Fotosel Detektor terdiri LED sebagai sumber sinar monokhromatik yang dikembangkan sebagai sumber listrik searah tegangan rendah (3V). Detektor digantikan “CdS Fotosel Detektor” yang dapat mengeluarkan hambatan sebagai sinyal keluaran. Tujuan penelitian adalah (1) untuk mengetahui apakah fotometer sederhana berbasis LED dan CdS Fotosel Detektor dapat mengantikan spektrofotometri untuk mengukur fosfat. (2) Membandingkan pengukuran fosfat dalam limbah deterjen dengan spectronic-20 dan fotometer sederhana. Hal ini ditunjukkan dengan mengetahui hubungan signifikan dalam hasil pengukuran dengan spektronik sinar tampak dengan fotometer sederhana CdS Fotosel Detektor. Langkah-langkah pelaksanaan dalam penelitian adalah mengembangkan fotometer sederhana menggunakan LED sebagai sumber cahaya dan CdS Fotosel Detektor sebagai detektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fotometer Sederhana Berbasis LED dan CdS Fotosel Detektor dapat dipakai untuk menggantikan fungsi Spektrofotometri dalam pengukuran fosfat. Hal ini ditunjukkan dengan adanya hubungan yang signifikan dan kuat antara absorbansi (Spektrofotometri) dengan hambatan (CdS Fotosel Detektor) yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi Rxy = 0,964 dan perbandingan aplikasi antara pengukuran menggunakan CdS Fotosel Detektor dan Spektrofotometri adalah tidak ada beda yang signifikan antara pengukuran dengan CdS Fotosel Detektor dan Spektrofotometri. Dari hasil pengukuran konsentrasi sampel dengan CdS Fotosel Detektor dan Spektrofotometri masing-masing diperoleh konsentrasi sebesar 4,51 ppm untuk sampel pertama dan 20,70 ppm untuk sampel kedua yang diperoleh persentase kesalahan masing-masing untuk sampel pertama sebesar 0,22% dan sampel kedua sebesar 1,93%.

Analisis perbedaan kinerja keuangan bank pemerintah dan bank swasta dengan metode eagles pada periode 2004-2007 / Ratih Indra novianti

 

ABSTRAK Nofianti, Ratih Indra. 2010. Analisis Perbedaan Kinerja Keuangan Bank Pemerintah dan Bank Swasta dengan Metode EAGLES pada Periode 2004-2007. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mohammad Hari, M.Si., (II) Lulu Nurul Istanti, S.E, M.M. Kata kunci: Kinerja Keuangan bank, EAGLES Kinerja keuangan bank merupakan gambaran kondisi keuangan bank pada suatu periode waktu tertentu baik menyangkut aspek penghimpunan dana maupun penyaluran dana yang biasanya diukur dengan indikator kecukupan modal, likuiditas dan profitabilitas bank. Penelitian ini menggunakan analisis EAGLES, karena analisis ini dapat mengukur dan membandingkan kinerja bank-bank secara lebih tepat, obyektif dan konsisten. Rasio-rasio EAGLES yang digunakan adalah ROA, ROE, Asset Quality, DGR, LGR, Liquidity, CAR, CCR SRQ by out interest dan SRQ by personalia. Di Indonesia, keberadaan bank milik pemerintah dan bank milik swasta lebih dominan dibanding dengan bank lainnya. Namun semenjak adanya krisis 1997 kepercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional menurun drastis, sehingga bank pemerintah dianggap dapat memberikan jaminan keamanan yang lebih baik. Oleh karena itu, objek penelitian ini yaitu bank pemerintah dan bank swasta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan bank pemerintah dan bank swasta melalui rasio EAGLES. Data yang digunakan bersumber dari laporan keuangan bank. Sampel penelitian ini sebanyak 6 bank.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik statistik parametrik dengan metode uji-t pada program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Tidak terdapat perbedaan kinerja keuangan bank pemerintah dan bank swasta ditinjau dari rasio ROA (Return On Asset), ROE (Return On Equity), DGR (Deposite Growth Rate), Liqudity, CAR (Capital Adequcy Ratio), CCR (Core Capital Ratio), SRQ by personalia, (2) terdapat perbedaan kinerja keuangan bank pemerintah dan bank swasta ditinjau dari aspek Asset Quality, LGR (Loan Growth Rate), SRQ by out interest. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan dalam penelitian lebih lanjut untuk menambah sampel penelitian yang dibutuhkan pada peneliti selanjutnya agar mendapat sampel dapat mewakili kondisi perbankan yang diteliti. Bagi pihak perbankan, nasabah serta masyarakat penelitian ini dapat dijadikan informasi hasil kinerja bank pemerintah dan bank swasta ditinjau dari rasio EAGLES sehingga perbankan, nasabah serta masyarakat dapat mengambil keputusan yang tepat.

Penerapan teknik peer group discussion untuk meningkatkan konsep diri positif siswa kelas xii s1 di man malang 1 / Binti Isrofin

 

ABSTRAK Isrofin, Binti. 2009. Penerapan Teknik Peer Group Discussion untuk Meningkatkan Konsep Diri Positif Siswa XII S1 di MAN Malang I. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. M. Ramli, M.A. (II) Drs. M. Bisri, M.Si. Kata Kunci: Teknik Peer Group Disscussion, Konsep Diri Penelitian ini didasarkan atas fenomena yang terjadi di lapangan yang mengindikasikan adanya pelayanan Bimbingan dan Konseling yang belum maksimal serta adanya sikap dan perilaku yang mengarah pada gejala-gejala konsep diri yang negatif pada siswa kelas XII S1 MAN Malang I tahun ajaran 2009/2010. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan teknik peer group discussion untuk meningkatkan konsep diri positif siswa kelas XII S1 di MAN Malang I. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan dalam Bimbingan dan Konseling. Subjek penelitian ini sebanyak sebelas siswa kelas XII S1 di MAN Malang I yang memiliki konsep diri yang rendah di antara teman-teman sekelasnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus- September 2009 dalam 2 tahap, yaitu (1) tahap pratindakan dan (2) tahap tindakan. Tahap tindakan terdiri dari tindakan I dan tindakan II. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, inventori konsep diri yang terdiri dari 38 item, wawancara, dokumentasi dan cacatan lapangan. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan peneliti, aktivitas anggota kelompok yang mengarah pada perilaku konsep diri positif siswa pada observasi awal sebesar 21.33% (Kurang), pada tindakan I sebesar 32.45% (Sedang) dan pada tindakan II sebesar 58.74 % (Baik). Dengan demikian peningkatan aktivitas anggota kelompok yang mengarah pada perilaku konsep diri positif dari observasi awal ke tindakan II sebesar 37,41%. Berdasarkan inventori konsep diri yang telah dilancarkan dapat diketahui bahwa rata-rata konsep diri positif anggota kelompok sebelum tindakan adalah 51.32% berada pada kategori “ Sedang”, sedangkan ratarata konsep diri positif anggota kelompok pada tindakan I adalah 57. 89% berada pada kategori “sedang” dan rata-rata konsep diri positif siswa pada tindakan II adalah 68. 42% berada pada kategori “tinggi”. Dengan demikian peningkatan konsep diri positif siswa dari sebelum tindakan ke tindakan II sebesar 17.10%. Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa teknik peer group discussion dapat meningkatkan konsep diri positif siswa kelas XII S1 MAN Malang I Tahun Pelajaran 2009/2010. Dari hasil penelitian tersebut mengarahkan rekomendasi agar konselor MAN Malang I hendaknya bisa memberikan pelayanan yang efektif terhadap siswa terutama yang berkaitan dengan konsep diri siswa, salah satunya melalui teknik peer group discussion. i

Pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa (Studi komparasi di sma unggulan dan sma reguler di kota probolinggo) / Dwi Retno Palupi

 

ABSTRAK Retno. Dwi Palupi. 2009. Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa (Studi Komparasi Di SMA Unggulan dan SMA Reguler Di Kota Probolinggo). Program Studi Ekonomi Koperasi. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Sugeng Hadi Utomo, M.Ec (II) Dr. Agung Haryono, S.E, M.P, Ak Kata Kunci : Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Keberhasilan siswa dalam belajar dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah motivasi belajar. Motivasi belajar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sebab siswa akan belajar dengan sungguh-sungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi. Motivasi juga senantiasa dapat menentukan intensitas usaha belajar dan prestasi belajar bagi siswa. Dalam hal ini lingkungan juga memiliki pengaruh terhadap peningkatan motivasi siswa dalam belajar. Lingkungan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sekolah. Sekolah disini dibedakan menjadi dua yaitu sekolah unggulan dan sekolah regular. Tujuan dari pembedaaan sekolah disini adalah peneliti ingin melihat bagaimana motivasi belajar di masing-masing sekolah dan apakah terdapat perbedaan diantara kedua sekolah tersebut. Motivasi yang ingin diteliti dalam penelitian ini juga dibedakan menjadi dua yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 (SMA Unggulan) dan SMAN 4 (SMA Reguler) di kota Probolinggo. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatori dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan regresi linier berganda. Populasi penelitian adalah siswa X SMAN 1 dan SMAN 4 dan sample yang digunakan sebanyak 73 responden dari masing-masing sekolah dimana setiap kelas diwakili oleh 12 dan 13 responden untuk SMAN 1 sedangkan di SMAN 4 masing-masing kelas diwakili 14 dan 15 responden. Data diperoleh dengan menyebar angket dan dokumentasi dari guru wali kelas X. Dari hasil analisis statistic deskriptif diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (a) motivasi intrinsik di SMA Unggulan yang tergolong memiliki motivasi tinggi sebesar 21 siswa (28,77%) dan sisanya sebanyak 52 siswa (71,23%) memiliki motivasi intrinsik sedang. (b) motivasi ekstrinsik di SMA Unggulan sebanyak 58 siswa (79,45%) memiliki motivasi ekstrinsik yang tinggi, sedangkan sebanyak 15 siswa (20,55%) memiliki motivasi intrinsik sedang. (c) di SMA Reguler menunjukkan siswa yang memiliki motivasi intrinsik tinggi sebanyak 52 siswa (71,23%) dan sebanyak 21 siswa (28,77%) memiliki motivasi intrinsik yang sedang. (d) untuk motivasi ekstrinsik di SMA Reguler yang termasuk dalam klasifikasi tinggi sebanyak 58 siswa (79,45%) dan sebesar 20,55% (15 siswa) memiliki motivasi ekstrinsik yang sedang. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa (a) motivasi belajar (motivasi intrinsik) memberikan pengaruh yang signifikan sebesar 0,045 terhadap prestasi siswa di SMA Unggulan kota Probolinggo. Dan secara simultan motivasi belajar memberikan pengaruh sebesar 53,7% terhadap prestasi siswa di SMA Unggulan, sedangkan sisanya sebesar 46,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar penelitian. (b) Motivasi belajar siswa (motivasi intrinsik) secara signifikan berpengaruh terhadap prestasi siswa di SMA Reguler sebesar 0,044. Sedangkan secara simultan motivasi belajar memberikan pengaruh sebesar 84,3% terhadap prestasi siswa di SMA Reguler di kota Probolinggo. Dan sisanya sebesar 15,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar penelitian ini. (c) tidak terdapat perbedaan pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi siswa di SMA Unggulan dan di SMA Reguler. Motivasi belajar (motivasi intrinsik) sama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa.

Penetapan kadar kalium permanganat menggunakan fotometer sederhana bebasis led dan cds fotosel detektor / Devy Agusyaningsih

 

ABSTRAK Agustyaningsih, Devy. 2010. Penetapan Kadar Kalium Permanganat Menggunakan Fotometer Sederhana Berbasis LED dan CdS Fotosel Detektor. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. M Sodiq Ibnu, M.Si, (II) Dra. Hayuni Retno Widarti, M.Si. Kata Kunci : Fotometer, LED, CdS Fotosel Detektor, Kalium Permanganat Fotometer sederhana merupakan hasil pengembangan peneliti menggunakan CdS fotosel detektor sebagai detektor dan LED sebagai sumber cahaya. CdS fotosel detektor mengeluarkan sinyal hambatan (Ω) yang berbeda jika intensitas cahaya yang mengenai permukaannya berbeda. Sumber cahaya menggunakan LED yang mengeluarkan cahaya berwarna hijau yang diperkirakan dapat digunakan untuk mengukur permanganat dengan tingkat ketelitian mirip pengukuran dengan menggunakan spectronic-20. Penelitian pengembangan fotometer sederhana bertujuan untuk menemukan perangkat murah yang dapat digunakan untuk menggantikan spectronic-20 dalam mengukur konsentrasi larutan berwarna. Pelaksanaan penelitian adalah mengembangkan hasil pengukuran kalium permanganat menggunakan spectronic-20 dan fotometer sederhana. Tujuan penelitian adalah (1) Mengetahui hubungan keluaran (Ω) dengan konsentrasi (C) kalium permanganat dan (2) Mengetahui hubungan hasil pengukuran menggunakan metode fotometer sederhana berbasis LED dan CdS Fotosel Detektor dengan spektrofotometri sinar tampak. Hal ini diketahui dengan mencari hubungan signifikan dari hasil pengukuran menggunakan metode fotometer sederhana berbasis LED dan CdS Fotosel Detektor dan spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Hasil keluaran (Ω) berbanding lurus dengan konsentrasi (C) kalium permanganat. Hal ini diketahui dari persamaan regresi linier y = 0,1x dengan nilai koefisien korelasi (R) = 1. (2) Fotometer sedehana dapat menggantikan fungsi metode spektrofotometri dengan lebih sederhana dan murah. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis kedua metode yang menunjukkan hubungan korelasi yang signifikan antara absorbansi dan hambatan seperti ditunjukkan dengan persamaan regresi linier y = 7,587x – 0,0997 dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,999 dan hampir mendekati linier (Rxy) = 1. Hasil pengukuran dengan metode fotometer sedehana menghasilkan hambatan antara: 1 – 6 (kΩ) sedangkan dengan metode spektrofotometri menghasilkan absorbansi antara 0,151 – 0,802 (A).

Pola asuh dalam pembentukan karakter anak berdasarkan moral Pancasila di Panti Asuhan Aisiyah Kota Malang / Cindra Rizky Pratama Putra

 

ABSTRAK Putra, Cindra Rizky Pratama April. 2015. Pola Asuh dalam Pembentukan Karakter Anak Berdasarkan Moral Pancasila di Panti Asuhan Aisyiyah Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Margono, S.Pd, M.Si, (2) Nuruddin Hady, SH, MH. Kata kunci: Pola Asuh, Pembentukan Karakter, Moral Pancasila, Panti Asuhan Pola asuh merupakan suatu interaksi antara pengasuh dengan anak asuh. Perlakuan pengasuh mempengaruhi sikap dan perilaku dari anak asuh. Panti asuhan merupakan suatu lembaga yang menampung anak-anak yang tidak memilki keluarga. Adanya pola asuh yang tepat di panti diharapkan anak asuh dapat memiliki moral yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola asuh yang diterapkan, hambatan pola asuh dan upaya mengatasinya dalam pembentukan karakter anak berdasarkan moral Pancasila di Panti Asuhan Aisyiyah, Malang. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana pola asuh yang diterapkan dalam pembentukan karakter anak berdasarkan moral Pancasila di Panti Asuhan Aisyiyah, Malang, (2) apakah hambatan pola asuh dan upaya mengatasinya dalam pembentukan karakter anak berdaarkan moral Pancasila di Panti Asuhan Aisyiyah, Malang, (3) bagaimana hasil pola asuh dalam pembentukan karakter anak berdasarkan moral Pancasila di Panti Asuhan Aisyiyah, Malang. Sehingga penelitian ini bermanfaat untuk memberikan informasi tentang pola asuh terhadap pembentukan karakter anak berdasarkan moral Pancasila. Penelitian mengenai pola asuh dalam pembentukan karakter anak berdasarkan moral Pancasila ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dan Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, penelitian yang dilakukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan suatu keadaan mengenai pola asuh dalam pembentukan karakter anak berdasarkan moral Pancasila di panti asuhan. Subyek penelitian ini yaitu seluruh perangkat Panti Asuhan Aisyiyah Kota Malang. Prosedur yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu, (1) observasi parpartisipatif, (2) wawancara mendalam, dan (3) dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis data kualitatif dengan tahap reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan teknik keikutsertaan di lapangan dalam rentang waktu yang panjang, ketekunan pengamatan, triangulasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, pola asuh yang digunakan dalam pembentukan karakter berdasarkan moral Pancasila, yaitu (1) sistem kekeluargaan (2) sistem keteladanan (3) sistem reward (pemberian hadiah) dan punishment (pemberian hukuman). Kedua, hambatan yang ditemui dalam proses pembentukan karakterter berdasarkan moral Pancasila di Panti Asuhan Aisyiyah yaitu (1) Psikologis anak yang mengalami broken home (2) Kurangnya keterbukaan anak untuk menyampaikan pendapat (3) Kurangnya pengertian pengasuh kepada anak asuh (4) keterbatasan waktu yang dimiliki oleh para pengasuh (5) latar belakang anak asuh yang berbeda-beda. Upaya-upaya yang dilakukan panti asuhan Aisyiyah untuk mengatasi hambatan tersebut adalah (1) Melakukan pendekatan kepada anak asuh dengan penuh kesabaran (2) Memberi motivasi/dorongan mental kepada anak yang memiliki masalah (3) Membantu dan mencarikan solusi dari permasalahan yang sedang dialami oleh anak asuh (4) Memberikan pengawasan yang ekstra kepada anak-anak asuh terutama kepada anak yang sedang mengalami masalah (5) Memberikan nasehat serta masukan sesuai dengan usia dan karakter anak asuh tentang masalah yang dialami (6) Memberikan kasih sayang kepada anak asuh, menganggap mereka adalah keluarganya sendiri (7) Evaluasi dan monitoring tentang perkembangan anak asuh melalui rapat pengurus yang diadakan setiap bulan (8) Menambah dan meningkatkan kualitas pengasuh dengan mengikuti pelatihan-pelatihan. Ketiga, hasil pola asuh berupa perilaku religius, perilaku kemanusiaan, perilaku kebangsaan, perilaku demokrasi dan perilaku keadilan sosial Saran yang diberikan dari hasil penelitian yaitu penambahan kualitas para pengasuh agar gar dalam penyampaian materi pembelajaran, pendekatan dan pemecahan masalah dapat disampaikan secara lebih aktif dan bervariasi sehingga semua problem dapat teratasi dengan baik. Perlu diadakannya suatu pelatihan ataupun seminar-seminar oleh instansi yang berkait agar pengasuh lebih berkualitas. Sarana dan prasaran dilengkapi, sehingga anak asuh dapat berkembang, aktif dan lebih kreatif.

Pengaruh leverage, roi (Return on investment), dan roe (Return on equity) terhadap return sahan pada perusahaan food and beverages yang terdaftar di bei periode 2005-2008 / Dhika Rosiana

 

ABSTRAK Rosiana, Dhika. 2010. Pengaruh Leverage, ROI (Return On Investment), dan ROE (Return On Equity) terhadap Return Saham pada Perusahaan Food and Beverages yang Terdaftar di BEI Periode 2005 – 2008. Skripsi, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Drs. Mugianto, S.E., M.Si., (II) Dr.H. Heri Pratikto, M.Si. Kata Kunci: Sistem Du Pont, Leverage, ROI, ROE, Return Saham Setiap perusahaan dituntut untuk meningkatkan kinerja perusahaannya agar investor tertarik masuk dalam pengembangan usaha. Sumber informasi yang digunakan untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan adalah melalui data keuangan. Data keuangan yang dipergunakan, diambil dari laporan keuangan. Laporan keuangan tersebut dianalisis dengan mengaplikasikan berbagai teknik atau alat analisis laporan keuangan. Analisis ratio merupakan teknik analisis yang paling sering dipakai dalam praktik. Salah satu cara analisis ratio adalah System Du Pont. Pada penelitian ini, yang akan diteliti adalah pengaruh antara Leverage, ROI, dan ROE terhadap return saham. Rumusan masalah pada penelitian in adalah bagaimana kondisi kinerja keuangan perusahaan Food and Beverages berdasarkan Leverage, ROI, ROE dan return saham pada periode 2005-2008. Selain itu juga apakah ada pengaruh Leverage, ROI, dan ROE, secara simultan dan parsial terhadap return saham. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi kinerja keuangan perusahaan Food and Beverages berdasarkan Leverage, ROI, ROE dan return saham pada periode 2005-2008 serta untuk mengetahui apakah ada pengaruh Leverage, ROI, dan ROE, secara simultan dan parsial terhadap return saham. Jumlah perusahaan Food and Beverages yang dijadikan sampel adalah 14 perusahaan yang diambil dari 19 perusahaan Food and Beverages. Periode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah periode 2005- 2008. Return saham yang diteliti adalah return saham harian. Data pada penelitian ini adalah data kuantitatif. Uji yang dilakukan untuk menganalisis adalah uji regresi berganda serta uji asumsi klasik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa variabel Leverage,ROI, dan ROE , berpengaruh secara secara simultan terhadap return saham. Sedangkan hasil uji secara parsial hanya variabel ROE yang mempunyai pengaruh terhadap return saham. Berdasarkan hasil penelitian ini perusahaan diharapkan untuk lebih meningkatkan kinerja keuangan terutama yang berkaitan dengan ROE, sedangkan bagi para investor, diharapkan dalam menganalisis investasinya tetap mempertimbangkan faktor-faktor dari kinerja keuangan perusahaan daripada faktor-faktor diluar kinerja keuangan terutama spekulasi, bagi peneliti selanjutnya, diharapkan untuk melibatkan variabel pengukur kinerja keuangan yang lebih banyak, periode waktu yang berbeda dan subyek penelitian yang lebih luas

Tidak lanjut program pelatihan (Study kasus pada kursus para profesi (kkp) tepadu di sangar kegiatan belajar koto malang) / Habiba Mussalama

 

ABSTRAK Mussalama, Habiba. 2009. Tindak Lanjut Program Pelatihan (Studi Kasus pada Kursus Para Profesi (KPP) Terpadu di Sangar Kegiatan Belajar Kota Malang). Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. M. Djauzi Mudzakir, M. A. (II) Drs. H. Nurhadi, M. Pd. Kata Kunci: Tindak lanjut, kursus para-profesi, sangar kegiatan belajar Dalam upaya mengembangkan dan meningkatkan mutu sumber daya manusia masyarakat Kota Malang, maka Sangar Kegiatan Belajar(SKB) sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kota Malang di bidang pendidikan luar sekolah, melaksanakan sebuah program Kursus Para Profesi (KPP) Terpadu. Dimana dalam sistem pelatihan terdapat lima komponen, yaitu tujuan, materi, metode, evaluasi, dan tindak lanjut. Tindak lanjut merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tercapainya tujuan pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan mengkaji secara lebih dalam, bagaimana pola tindak lanjut program KPP Terpadu di SKB Kota Malang. Pola tindak lanjut yang diamati tidak sebatas kegiatan-kegiatan yang dilakukan sebagai tindak lanjut dari program pelatihan KPP Terpadu, akan tetapi bagaimana persepsi penyelenggara pelatihan memandang tindak lanjut yang telah dilaksanakan, serta faktor pendukung dan penghambat apa saja yang ada dalam proses tindak lanjut pelatihan yang dilaksanakan oleh SKB Kota Malang. Penelitian ini dilakukan pada lokasi pelaksanaan pelatihan KPP Terpadu, yang dilaksanakan di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Malang, Jalan Laksda Adi Sucipto gang Makam no.30 Kalisari Malang, dan pada bengkel-bengkel dan salon-salon tempat peserta pelatihan magang dan ditempatkan bekerja. Metode penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus deskriptif. Peneliti berupaya mendiskripsikan secara jelas pola tindak lanjut pelatihan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Prosedur analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, display data, dan pengambilan keputusan atau verifikasi. Untuk pemeriksaan keabsahan data peneliti melakukan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, kecukupan referensi, dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Dalam program KPP Terpadu yang dilaksanakan oleh SKB Kota Malang kegiatan-kegiatan tindak lanjut yang dilaksanakan adalah: magang, penempatan kerja, pendampinggan dan pemberian bantuan modal usaha. (2) Persepsi penyelenggara program KPP Terpadu mempersepsikan baik terhadap pola tindak lanjut pelatihan KPP berupa magang, pendampingan dan pemberian bantuan modal usaha yang menurut mereka sangat bermanfaat bagi peserta pelatihan. (3) Faktor pendukung program tindak lanjut pelatihan KPP terpadu adalah adanya kerjasama yang baik dengan berbagai pihak dunia usaha dalam hal ini pihak bengkel dan salon spa, adanya dana yang mendukung kegiatan tersebut misalnya dana untuk pendampingan, transport peserta, dana bantuan modal usaha, dan adanya motivasi dan kemauan yang tinggi dari peserta magang untuk bekerja serta untuk memperbaiki kehidupannya. (4) Faktor penghambat program tindak lanjut pelatihan KPP terpadu dapat disimpulkan adalah adanya bengkel yang memutuskan kerjasama, sarana dan prasarana, prototipe, pelatihan dalam hal ini pelatihan otomotif yang masih kurang memenuhi standart dunia kerja, minimnya peralatan praktek dan kurangnya penguasaan materi pelatihan baik otomotif maupun salon spa sehingga hal tersebut menyulitkan mereka ketika memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar bagi pihak SKB Kota Malang selaku penyelenggara program KPP, perlu adanya upaya-upaya perbaikan untuk lebih mempersiapkan kegiatan tindak lanjut pelatihan dengan baik, agar setelah pelatihan peserta pelatihan dapat terserap sepenuhnya dalam dunia kerja, perlunya penambahan kuota bagi penerima bantuan modal usaha sehingga peserta pelatihan dapat membuka usaha mandiri, perlunya penambahan sarana prasarana belajar yang lebih lengkap serta memenuhi standart dunia kerja. Bagi pihak jurusan pendidikan luar sekolah, sebagai salah satu pusat keilmuan bidang pendidikan luar sekolah di Kota Malang, hendaknya bisa memberikan masukan dan bimbingan kepada penyelenggara-penyelenggara program pelatihan, untuk dapat melakukan kegiatan tindak lanjut, sehingga program pelatihan yang dilaksanakan dapat mencapai hasil yang baik.Bagi pihak-pihak penyelenggara pelatihan perlu melaksanakan program tindak lanjut pasca pelatihan guna meningkatkan mutu pelatihan serta mengoptimalkan hasil pelatihan agar berdampak nyata bagi peserta pelatihan dalam memasuki dunia kerja serta meningkatkan taraf hidup.Pihak Pemerintah Kota Malang diharapkan semakin menggalakkan program – program pelatihan keterampilan hidup yang disertai dengan program tindak lanjut kepada masyarakat usia produktif yang masih belum bekerja atau menganggur sebagai upaya nyata pemerintah dalam meningkatkan mutu SDM masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka pengangguran.

Pengaruh inflasi, nilai tukar rupiah dan jumlah uang beredar terhadap indeks harga saham gabungan (ihsg) di bursa efek indonesia (bei) periode 2006-2008 / Agustina Dwi Merawati

 

ABSTRAK Merawati, A. D. 2010. Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar Rupiah dan Jumlah Uang Beredar terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2006 – 2008. Skripsi, Jurusan S1 Manajemen Konsentrasi Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Mohammad Hari, M. Si. (2) Fadia Zen. S.E., M.M. Kata kunci: Inflasi, Nilai Tukar Rupiah, Jumlah Uang Beredar dan Indeks Harga Saham Gabungan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan indeks harga saham yang mampu menunjukkan harga dari semua saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG juga merupakan indikator yang banyak digunakan oleh investor untuk melihat kondisi pasar modal yang terjadi. Apabila terdapat faktor makro yang menurun atau kinerja pasar modal menurun akibat berbagai faktor makro, maka hal ini akan menyebabkan turunnya harga saham, kemudian akan memicu turunnya kinerja pasar modal. Selanjutnya akan mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan. Faktor makro yang dapat mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan dalam penelitian ini adalah inflasi, nilai tukar rupiah dan jumlah uang beredar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel Inflasi, Nilai Tukar Rupiah dan Jumlah Uang Beredar terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baik secara parsial dan secara simultan. Data yang digunakan bersumber dari www.bi.go.id, www.duniainvestasi.com dan data dari statistik ekonomi keuangan (Laporan Keuangan BI) tahun 2006 – 2008. Populasi yang diambil untuk Indeks Harga Saham adalah enam macam Indeks Harga Saham yang terdaftar di BEI yaitu: Indeks Harga Saham Individu (IHSI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks LQ 45, Indeks Harga Saham Sektoral, Indeks Syariah (JII) dan Indeks Papan Utama atau Main Board Indeks (MBI) dan Indeks Papan Pengembangan atau Development Board Indeks (DBI). Sedangkan sampel yang digunakan adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS 16. Uji yang digunakan adalah Uji F dan Uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial inflasi, nilai tukar rupiah dan jumlah uang beredar berpengaruh signifikan terhadap indeks harga saham gabungan namun inflasi dan nilai tukar berpengaruh negatif. Secara simultan ketiga variabel bebas berpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Berdasarkan penelitian ini maka akan disarankan dalam penelitian lebih lanjut untuk menambah variabel bebas yang lain yang dapat diindikasikan berpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan meneliti jenis indeks lain. Bagi investor penelitian ini dapat dijadikan gambaran tentang pengaruh Inflasi, Nilai Tukar dan Jumlah Uang Beredar terhadap Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat sebelum berinvestasi.

Pengaruh earning per share (eps), return on equity (roe) dan dividend payout ratio (dpr) terhadap price to book value (pbv) pada perusahaan manufaktur yang listing di bursa efek indonesia tahun 2005-2008 / Rizky Juliana

 

ABSTRAK Juliana, Rizky. 2010. Pengaruh Earning Per Share (EPS), Return On Equity (ROE) dan Devidend Payout Ratio (DPR) terhadap Price To Book Value (PBV) pada perusahaan Manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2008. Skripsi, Jurusan S1 Manajemen Konsentrasi Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Lulu Nurul Istanti, S.E., M.M., (2) Subagyo, S.E., S.H., M.M. Kata kunci: Earning Per Share (EPS), Return On Equity (ROE), Devidend Payout Ratio (DPR), Price To Book Value (PBV) Price To Book Value (PBV) merupakan rasio perbandingan antara harga pasar saham dengan nilai buku per saham. Untuk melihat apakah harga pasar saham lebih tinggi dai nilai bukunya maka diperlukan analisis yang tepat. Dalam penelitian ini menggunakan analisis fundamental karena analisis ini melakukan pendekatan ekternal dan internal perusahaan. Kondisi internal perusahaan bisa dilihat dari kinerja keuangannya yang diukur dengan rasio keuangan. Rasio-rasio keuangan yang digunakan adalah EPS, ROE dan DPR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel EPS, ROE dan DPR terhadap PBV baik secara parsial dan secara simultan. Data yang digunakan bersumber dari ICMD (Indonesian Capital Market Directory) tahun 2008. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang listing di BEI yakni sebanyak 153 perusahaan, namun setelah digunakan teknik purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 15 perusahaan, dengan periode pengamatan selama 4 tahun (2005-2008). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS. Uji yang digunkan adalah Uji F dan Uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial hanya ROE yang berpengaruh terhadap PBV sedangkan EPS dan DPR tidak berpengaruh. Secara simultan ketiga variabel bebas berpengaruh terhadap PBV. Berdasarkan penelitian ini maka akan disarankan dalam penelitian lebih lanjut untuk menambah variabel bebas yang lain yang dapat diindikasikan berpengaruh terhadap PBV dan meneliti jenis perusahaan lain. Bagi investor penelitian ini dapat dijadikan gambaran tentang pengaruh EPS, ROE dan DPR terhadap PBV sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat sebelum berinvestasi.

Penerapan model pembelajaran kooperatif numbered heads together (nht) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas vii smp kertanegara malang / Fajar Muhlis Nugroho

 

ABSTRAK Nugroho, Fajar Muhlis. 2009. “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VII SMP Kertanegara Malang”.Skripsi, Jurusan Biologi Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Soedjono Basoeki, M.Pd dan (II) Balqis, S.Pd, M.Si Kata Kunci: model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT), motivasi belajar, hasil belajar Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di kelas VII SMP Kertanegara Malang, peneliti menemukan beberapa fakta yaitu, 1) Kurangnya motivasi siswa, selama pembelajaran. Indikator motivasi antara lain: a) Proses pembelajaran yang monoton dan kurang bervariasi sehingga, kurang menarik minat dan perhatian (5560%). b) Dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, siswa lebih suka duduk mendengarkan dan mencatat materi yang disampaikan oleh guru, hanya siswa tertentu saja yang aktif mencatat (58 siswa). c) Ketika guru menyampaikan materi pelajaran di depan kelas, tidak semua siswa memperhatikan(3540%). d) Sekitar 30% siswa tidak mempunyai buku pelajaran, mereka hanya mempunyai LKS dan buku catatan, mereka juga kurang mau berusaha untuk meminjamnya di perpustakaan. 2) Hasil belajar siswa rendah, ditunjukkan dari nilai hasil belajar siswa sebelum tindakan (pra siklus) yaitu siswa yang tuntas belajar sebanyak 18 siswa dari 45 siswa, skor ratarata kelas sebesar 54,68 dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 40% (SKM = 65). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari dua siklus (siklus I dan siklus II). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Kertanegara Malang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa kelas VII SMP Kertanegara Malang melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada pra siklus sebesar 39% (kategori sangat kurang), siklus I sebesar 49,34% (kategori kurang) meningkat menjadi 67,95% (kategori cukup) pada siklus II. Sedangkan hasil belajar siswa dari aspek kognitif pada pra siklus skor ratarata kelas sebesar 54,68 dengan ketuntasan secara klasikal sebesar 40% (SKM = 65), pada siklus I skor ratarata kelas sebesar 59,36 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 64,44% (belum tuntas) pada siklus II meningkat menjadi 74,94 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 86,66% (tuntas). Sehingga kriteria ketuntasan belajar (SKM = 65) kelas VII secara keseluruhan (≥ 85%) dapat tercapai. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa kelas VII SMP Kertanegara Malang. Dalam model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together diharapkan dapat mengatasi siswa pada kelaskelas yang dirasa motivasi dan hasil belajar kurang.Guru dapat menggunakan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together pada pokok bahasan yang lain.Bagi peneliti selanjutnya hendaknya dalam penilaian hasil belajar sebaiknya meliputi tiga ranah menurut Taksonomi Bloom yaitu ranah kognitif, ranah psikomotorik, dan ranah afektif.

Code switching used by the video jockeys of "mtv ampuh" / Aga Deta Anditya

 

ABSTRACT Anditya, Aga Deta. 2010. Code Switching Used by the Video Jockeys of “MTV Ampuh”. S-1 Thesis, English Department, State University of Malang. Advisor: Aulia Apriana, S.S., M.Pd. Keywords: code switching, video jockeys, MTV Ampuh This study aims at investigating the code switching used by the video jockeys of “MTV Ampuh” in television. “MTV Ampuh” is the musical program on television which the video jockeys always do code switching in each episode as their style. There are two problems that are presented in this study, namely: what are the types of code switching used by the video jockeys of “MTV Ampuh” and what are the probable reasons for the use of code switching by the video jockeys of “MTV Ampuh”. The design of this study is descriptive qualitative and the subjects of this study are the video jockeys of “MTV Ampuh”. The data of the study is the form of written recording utterances when the video jockeys are presenting the programs from October 15 to November 11, 2009. The results show that there are three types which are used by the video jockeys of “MTV Ampuh”. They are: intra-sentential switching, inter-sentential switching, and emblematic switching. Intra-sentential switching is the highest frequency of the occurrence from the data. This type of code switching occurs in the form of a phrase, insertion a single lexical item, and a clause. The video jockeys of “MTV Ampuh” like to do this type of code switching because they are familiar with the words from their second language, which is English. There are twelve probable reasons for the use of code switching by the video jockeys of “MTV Ampuh”. They are: interjection or inserting sentence fillers or sentence connectors, talking about particular topics, intention of clarifying the speech content for the interlocutor, expressing group identity, softening or strengthening request or command, quoting somebody else, repetition used for clarification, real lexical need, showing empathy about something. The probable reason of interjection or inserting sentence fillers or sentence connector is in the highest frequency of the occurrence from the data. The video jockeys of “MTV Ampuh” as a bilingual tend to use the sentence fillers “okay” or “anyway” while presenting the program. In this study there are three probable reasons as the new findings. They are: showing greeting, showing parting, and expressing felicitation. It is suggested that the sociolinguistics students should apply the correct form code switching to avoid ungrammatical code switching. The linguist can use code switching as the solution for the lacking of equivalent meaning in Bahasa Indonesia for some terms in musical environment. It is also suggested that the results of this study can be used as the reference for the future researchers in exploring and expanding the investigation of some other phenomena of code switching in television show.

Analisis pengaruh nilai tukar rupiah/us$ dan tingkat suku bunga sertifikat bank indonesia (sbi) terhadap indeks harga saham gabungan (ihsg) di bursa efek indonesia (bei) tahun 1998. 1-2008. 12 / Dwi Retno Palupi

 

ABSTRAK Retno,Dwi Palupi.2009. Analisis Pengaruh Nilai Tukar Rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 1998.1-2008.12. Program Studi Keuangan Perbankan. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing(I) Drs. Mardono, M.Si, (II) Dr.Imam Mukhlis,M.S.i Kata Kunci: Nilai Tukar Rupiah/US$, Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG merupakan cerminan dari kegiatan pasar modal secara umum. Peningkatan IHSG menunjukkan kondisi pasar modal dalam keadaan bullish dan sebaliknya apabila IHSG mengalami penurunan hal tersebut menunjukkan pasar dalam keadaan bearish. Pergerakan IHSG tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor makroekonomi yang mempunyai peranan penting dalam mempengaruhi keadaan perekonomian suatu negara. Faktor makroekonomi yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai tukar rupiah/US$ dan Tingkat suku bunga SBI. Namun kebenaran argumen ini masih perlu dibuktikan melalui kegiatan penelitian agar diperoleh jawaban yang akurat. Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah Nilai Tukar Rupiah/USD dan Tingkat Suku Bunga SBI secara partial dan simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia tahun 1998.1-2008.12. (2)Apakah faktor dominan yang perpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia tahun 1998.1-2008.12. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh Nilai Tukar Rupiah/USD dan Tingkat Suku Bunga SBI secara partial dan simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia tahun 1998.1-2008.12. (2) Menganalisis faktor dominan yang perpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia tahun 1998.1-2008.12. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan Bank Indonesia. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kausal eksplanatori dengan menggunakan statistic deskriptif dan analisis data menggunakan uji stasioneritas (uji akar-akar unit, uji derajat integrasi), uji ECM (Error Correction Model), uji F, uji t dengan menggunakan program E-views.3 sedangkan uji asumsi klasik (SPSS). Data dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif dalam model time series yang diperoleh melalui studi pustaka. Data yang digunakan adalah data bulanan dalam kurun waktu sebelas tahun yaitu tahun 1998.1 hingga 2008.12. Dari hasil analisis data dengan menggunakan uji akar unit, pada ordo 0 (nol) dari data kurs dan tingkat suku bunga SBI sudah berada pada kondisi stasioner. nilai hitung mutlak ADF dari variable nilai tukar dan tingkat suku bunga yang lebih besar dari nilai kritis mutlak MC Kinnon pada tingkat alpha 10%. Nilai hitung ADF mutlak nilai tukar rupiah sebesar 3,41753 sedangkan nilai suku bunga SBI sebesar 2,752046 dengan nilai kritis mutlak pada tingkat alpha 10% adalah 2,5788. Berbeda dengan variable IHSG yang mempunyai nilai hitung mutlak ADF yang lebih kecil dari nilai kritis mutlak MC Kinnon yaitu 1,266576 sehingga data untuk variable tingkat suku bunga belum stasioner pada ordo 0 (nol). Keadaan tersebut dapat diatasi dengan uji derajat integral atau mengulang kembali uji stasioneritas menggunakan uji ADF pada ordo 1. Pada ordo 1 (satu) semua data berada kondisi stasioner. ordo 0 (nol) dari data nilai tukar rupiah dan tingkat suku bunga SBI dan IHSG sudah berada pada kondisi stasioner. Hal tersebut dapat dilihat pada nilai hitung mutlak ADF dimana nilai hitung mutlak nilai tukar rupiah sebesar 4,989182, tingkat suku bunga SBI sebesar 2,603820 dan IHSG sebesar 8,058165 yang lebih besar dari nilai kritis mutlak MC Kinnon pada tingkat alpha 10% sebesar 2,5788. Berdasarkan dari hasil analisis data yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa (1) secara simultan nilai tukar rupiah/US$ dan tingkat suku bunga SBI secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hal ini terbukti dari besarnya nilai F¬hitung sebesar 7,913970 dengan signifikansi sebesar 0,000002 yang mana tingkat signifikansi tersebut < dari angka signifikan yang ditolerir (0,05) dan nilai R-square sebesar 0,24194. (2) secara parsial nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika tidak berpengaruh secara signifikan baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi nilai tukar rupiah dalam jangka pendek sebesar 0,5213 dan besarnya signifikansi nilai tukar rupiah dalam jangka panjang sebesar 0,3650. Sedangkan suku bunga SBI jangka pendek tidak berpengaruh secara signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,467, sedangkan dalam jangka panjang SBI memberikan pengaruh yang signifikan sebesar 0,0485 Berdasarkan dari hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa tingkat suku bunga SBI dalam jangka panjang merupakan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Adanya pengaruh yang signifikan tersebut terhadap IHSG pada Tahun 1998.1-2008.12 dapat dijadikan sebagai acuan dalam membuat keputusan investasi di Bursa Efek Indonesia pada tahun-tahun berikutnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para investor, pemerintah maupun bagi peneliti selanjutnya. Investor sebaiknya memperhatikan informasi tingkat suku bunga SBI untuk memprediksi IHSG di BEI yang kemudian dapat dijasikan acuan untuk mengambil keputusan apakah akan melalukan investasi dalam bentuk saham atau valuta asing. Pemerintah sebaiknya juga memperhatikan faktor-faktor tingkat suku bunga SBI melalui kebijakan-kebijkan yang diambil, sehingga dapat mendatangkan investor baik domestik maupun asing. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar dan juga dapat dikembangkan secara luas lagi dengan menggunakan faktor-faktor makroekonomi yang lain, selain nilai tukar rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga SBI.

Pengaruh faktor-faktor kepemilikan saham terhadap nilai perusahaan (Studi kasus pada industri real estate dan propeti yang listing di bei periode 2005-2007) / Dewi Tanjung

 

ABSTRAK Tanjung, Dewi. 2009. Pengaruh Faktor–Faktor Kepemilikan Saham Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Kasus pada industri Real Estate dan Properti yang listing di BEI tahun 2005-2007). Skripsi, Jurusan Akuntansi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dyah Aju Wardhani, S.E., M.Si., Ak. (II) Hj. Yuli Widi Astuti, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci: Kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kepemilikan publik, nilai perusahaan. Penelitian ini untuk mengukur nilai perusahaan pada industri Real Estate dan Properti yang listing di BEI pada periode 2005-2007 melalui kepemilikan saham yaitu kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kepemilikan publik. Memilih perusahaan Real Estate disebabkan besarnya potensi jumlah penduduk yang besar dengan rasio pemilikan rumah yang cukup rendah. Sehubungan dengan kondisi yang terjadi dalam industri Real Estate Indonesia seperti saat ini, maka perusahaan tersebut sebenarnya dihadapkan pada suatu keputusan penting dalam bidang keuangan yaitu masalah pendanaan dalam rangka pengembangan usaha untuk memenuhi permintaan dan untuk bersaing dengan industri Real Estate dan Properti lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas yaitu struktur kepemilikan saham yang terdiri dari kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kepemilikan publik terhadap variabel terikat yaitu nilai perusahaan yang diukur dengan menggunakan rasio PBV. Obyek penelitian ini adalah industri Real Estate dan Properti Indonesia yang listing di BEI. Populasi dari penelitian ini sebanyak 30 perusahaan. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling yang didasarkan pada kriteriakriteria tertentu. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 10 sampel yang didapatkan dari kombinasi data time series dan data cross section. Periode pengamatan dilakukan antara tahun 2005 sampai dengan tahun 2007 dengan sumber data yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Pengujian secara statistik dilakukan dengan menggunakan analisa regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan variabel-variabel bebas yang diteliti tidak mempengaruhi nilai perusahaan dan secara parsial variabel kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kepemilikan publik tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya diharapkan penelitian selanjutnya bisa dikembangkan dengan melakukan penambahan terhadap jumlah sampel penelitian serta tahun penelitian. Dengan dilakukan penambahan tersebut diharapkan dapat diperoleh kesimpulan hasil penelitian yang lebih akurat dan memiliki tingkat generalisasi yang lebih tinggi. i

Tanggapan pemain sekolah sepakbola (ssb) usia 12-14 tahun terhadap ballnastic (senam bola) dalam permainan sepakbola di kabupaten malang / Agus Budiono

 

ABSTRAK Budiono, Agus. 2009. ”Tanggapan Pemain Sekolah Sepakbola (SSB) Usia 12-14 Tahun Terhadap Ballnastic (Senam Bola) Dalam Permainan Sepakbola Di Kabupaten Malang”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mahmud Yunus, M,Kes., (II) Drs. I Nengah Sudjana, M.Pd. Kata kunci: tanggapan pemain usia 12-14 tahun, ballnastic (senam bola). Banyak orang yang tidak mengerti bagaimana cara berolahraga yang aman dan bermanfaat. Salah satunya adalah dengan melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum beraktivitas olahraga. Seorang pemain disarankan melakukan pemanasan dengan harapan otot-otot tubuhnya tidak tegang. Jadi dengan otot-otot tubuh yang rileks kemungkinan terjadi cedera saat barmain sangat kecil. Dengan pemanasan yang bervariasi dan menyenangkan seorang pemain akan merasa senang. Dari hasil tanya jawab yang peneliti lakukan dengan pemain usia 12-14 tahun dibeberapa sekolah sepakbola (SSB) di Kabupaten Malang yaitu 6 sekolah sepakbola (SSB), pemain malas melakukan pemanasan dengan alasan memberikan alasan materi pemanasan yang diberikan pelatih selama latihan tidak bervariasi hanya melakukan pemanasan tanpa menggunakan bola. Dengan bentuk pemanasan yang monoton dapat membuat pemain menjadi malas-malasan melakukan pemanasan dan saat bermain mudah terjadi cedera. Pada usia dini sangat diperlukan adanya penanaman sikap disiplin terutama saat melakukan aktivitas pemanasan sebelum memulai latihan. Ballnastic (senam bola) merupakan salah satu bentuk pemanasan dengan bola yang menarik dan menyenangkan khususnya untuk pemain usia dini. Untuk itu peneliti tertarik untuk mengetahui tanggapan pemain sekolah sepakbola (SSB) usia 12-14 tahun terhadap ballnastic (senam bola) dalam permainan sepakbola di Kabupaten Malang. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana tanggapan pemain sekolah sepakbola (SSB) usia 12-14 tahun terhadap ballnastic (senam bola) dalam permainan sepakbola di Kabupaten Malang dilihat dari segi pemahaman pemain terhadap ballnastic (senam bola), senang atau tidak dengan ballnastic (senam bola), mudah atau sulit melakukan gerakan ballnastic (senam bola), dan bermanfaat atau tidak ballnastic (senam bola) bagi pemain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemain sekolah sepakbola (SSB) usia 12-14 tahun memahami ballnastic (senam bola), senang dengan ballnastic (senam bola), mudah melakukan gerakan ballnastic (senam bola), dan bermanfaat ballnastic (senam bola) bagi pemain. Penelitian ini dilakukan di 6 sekolah sepakbola (SSB) di Kabupaten Malang, yaitu: SSB Vanris, SSB Sinar Mas, SSB Kanjuruhan, SSB AMS, SSB Sumber Pucung, SSB Taruna Bhakti. Ditinjau dari tujuan penelitian, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya disertai data yang berupa angka. Instrumen yang digunakan berupa instrumen non tes berbentuk angket. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tanggapan pemain dari 6 sekolah sepakbola (SSB) usia 12-14 tahun dengan ballnastic (senam bola) dalam permainan sepakbola di Kabupaten Malang, dapat dejelaskan bahwa total jawaban “sangat setuju” sebanyak 3254 pemain dengan rata-rata prosentasi 61,63%, sedangkan total jawaban “setuju” sebanyak 2008 pemain dengan rata-rata prosentasi 38,03%, sedang total jawaban “tidak setuju” sebanyak 18 pemain dengan prosentasi 0,34%, dan total jawaban “sangat tidak setuju” sebanyak 0 pemain dengan rata-rata prosentasi 0%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari 6 sekolah sepakbola (SSB) usia 12-14 tahun menyatakan “sangat setuju” dan memahami bahwa ballnastic (senam bola) adalah rangkaian latihan pemanasan untuk mengembangkan atau meningkatkan kemampuan tubuh terhadap bola, balnastic (senam bola) adalah bentuk rangkaian latihan pemanasan yang menyenangkan, balnastic (senam bola) adalah bentuk rangkaian latihan pemanasan yang mudah dilakukan, balnastic (senam bola) adalah bentuk rangkaian latihan pemanasan yang bermanfaat.

Penerapan model pembelajaran latihan inkuiri untuk meningkatkan keteranpilan proses sains dan hasil belajar siswa kelas vii-3 smpn 1 tanjunganom, nganjuk / Reny Widyawati

 

ABSTRAK Widyawati, Reny. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Latihan Inkuiri untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII-3 SMPN 1 Tanjunganom, Nganjuk. Skripsi Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Suyudi, M.Pd, (II) Drs. Sumarjono. Kata kunci: latihan inkuiri, keterampilan proses sains, hasil belajar Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SMPN 1 Tanjunganom, Nganjuk, ditemukan bahwa metode yang sering digunakan adalah metode konvensional. Guru jarang sekali mengajak siswa melakukan kegiatan praktikum. Penerapan pembelajaran seperti ini mengakibatkan keterampilan proses sains (mengamati, memprediksi, mengukur, mengklasifikasi, menyimpulkan dan mengkomunikasikan) dan hasil belajar (penguasaan ranah kognitif, penguasaan ranah afektif dan penguasaan ranah psikomotorik) yang ada pada diri siswa rendah yaitu di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum). Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa kelas VII-3 SMPN 1 Tanjunganom, Nganjuk dengan menerapkan model pembelajaran Latihan Inkuiri. Model pembelajaran Latihan Inkuiri terdiri atas lima tahap, yaitu: menghadapkan pada masalah, pengumpulan data-verifikasi, pengumpulan data-eksperimentasi, mengorganisasi, merumuskan penjelasan dan menganalasis proses inkuiri. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dan jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-3 SMPN 1 Tanjunganom, Nganjuk dengan jumlah 35 siswa, yang terdiri atas 20 siswa putri dan 15 siswa putra. Pokok bahasan yang digunakan pada penelitian ini adalah wujud zat dan massa jenis zat. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi keterampilan proses sains, penguasaan ranah afekfif, penguasaan ranah psikomotor dan keterlaksanaan pembelajaran, serta catatan lapangan. Instrumen tindakan yang digunakan meliputi LKS dan RPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa secara keseluruhan. Peningkatan keterampilan proses sains pada keterampilan mengamati sebesar 9.05% , keterampilan memprediksi sebesar 8,14%, keterampilan mengukur sebesar 10,52%, keterampilan mengklasifikasi sebesar 2,86%, keterampilan menyimpulkan sebesar 14,29% dan keterampilan mengkomunikasikan sebesar 4,28%. Peningkatan hasil belajar pada ranah afektif sebesar 8,21% dan pada ranah psikomotor sebesar 7,96%. Pada ranah kognitif mengalami penurunan sebesar 5%. Mengenai keterlaksanaan pelaksanaan model pembelajaran Latihan Inkuiri, dapat dikatakan bahwa terjadi peningkatan yaitu sebesar 31,87%.

Analisis faktor-faktor motivasi Siswa memilih SMKN 1 Pujon / Fitriana Yuliati

 

ABSTRAK Yuliati, Fitriana. 2009. Analisis Faktor-Faktor Motivasional Siswa Memilih SMKN I Pujon. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Sultoni, M. Pd. Pembimbing (II) Dr. Bambang Budi Wiyono, M. Pd. Kata kunci : motivasi siswa, memilih sekolah. Motivasi adalah suatu hal yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan. Tindakan yang dilakukan terdorong dari adanya motivasi untuk mencapai tujuan. Motivasi bisa berasal dari diri seseorang dan luar diri seseorang. Motivasi memilih sekolah adalah hal keinginan untuk memilih sekolah yang disebabkan oleh pihak luar seseorang ataupun diri seseorang tersebut. Berkaitan dengan motivasi memilih sekolah maka penelitian ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa sajakah faktor-faktor motivasional siswa memilih SMKN 1 Pujon dan seberapa besar kontribusi faktor-faktor motivasional siswa memilih SMKN 1 Pujon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif, sedangkan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis faktor eksplotarorik dan analisis deskriptif. Variabel dalam penelitian ini motivasi memilih SMKN 1 Pujon. Populasi penelitian berjumlah 610 siswa sedangkan sampelnya berjumlah 86 siswa dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Stratifield Proportional Random Sampling dan angket sebagai instrumen penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian dengan menggunakan pengujian validitas data dan reliabilitas data melalui teknik korelasi product moment, untuk melengkapi penelitian digunakan dokumentasi data dan wawancara. Analisi data diolah dengan menggunakan sistem komputerisasi melalui program SPSS 14.00 for windows release. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 12 faktor baru antara lain: (1) faktor menggapai cita-cita, (2) faktor kondisi fisik sekolah, (3) Faktor lingkungan sekolah, (4) faktor biaya sekolah, (5) faktor kegiatan humas sekolah, (6) faktor rencana diri, (7) faktor lokasi strategis, (8) faktor dukungan orang tua, (9) faktor kesesuaian jurusan, (10) faktor kebahagiaan batin, (11) faktor karyawan yang handal, (12) faktor perhatian orang tua. Dari faktor-faktor tersebut mempunyai kontribusi yang berbeda dalam memotivasi siswa memilih SMKN 1 Pujon antara lain: (1) faktor menggapai cita-cita dan dukungan orang tua memiliki kontribusi yang sangat tinggi dalam motivasional siswa memilih SMKN 1 Pujon. (2) faktor biaya sekolah, kesesuaian jurusan, kebahagiaan batin, karyawan yang handal, dan perhatian orang tua memiliki kontribusi yang tinggi dalam memotivasi siswa memilih SMKN 1 Pujon dan (3) faktor kondisi fisik sekolah, lingkungan sekolah, kegiatan humas sekolah, rencana diri, dan lokasi strategis memiliki kontribusi yang rendah dalam menentukan motivasi siswa memilih SMKN 1 Pujon. Dari hasil penelitian penulis memberikan saran (1) bagi Kepala SMKN 1 Pujon agar memberikan perubahan dan inovasi agar SMKN 1 Pujon bisa lebih diminati oleh masyarakat luas. (2) bagi pimpinan Jurusan Adminstrasi Pendidikan agar memperhatikan hal-hal yang bisa meningkatkan motivasi masyarakat untuk memilih SMKN 1 Pujon. (4) bagi peneliti lain yaitu sebagai tambahan teori untuk menelaah atau meneliti lebih jauh lagi secara rinci tentang identifikasi faktor-faktor yang memotivasi siswa memilih sekolah.

Pengaruh personal selling dan citra toko terhadap keputusan pembelian konsumen / Jazairotin Nikma

 

ABSTRAK Nikma, J. 2009. Pengaruh Personal Selling dan Citra Toko terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Studi pada Three Second). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Hermawan, M.Si, M.Bus, (II) Titis Sinta Dewi S.P, M.M Kata Kunci: Personal Selling, Citra Toko, dan Keputusan Pembelian Konsumen Perekonomian dunia yang semakin pesat serta kemajuan teknologi saat ini membuat persaingan dalam dunia usaha tidak dapat dihindarkan. Semua negara berusaha untuk memperkuat perekonomian negaranya agar dapat memenuhi kemakmuran rakyatnya, salah satu caranya adalah dengan globalisasi. Globalisasi atau biasa disebut dengan perdagangan bebas ini membuat perdagangan antar negara semakin mudah. Pada kenyataannya dewasa ini perusahaan akan ketinggalan jaman apabila semata-mata hanya memproduksi barang menurut keinginan atau ukuran perusahaan sendiri, tetapi tidak memenuhi kebutuhan konsumen. Dalam pemasaran modern, pemasar tidak hanya dituntut untuk bisa mengembangkan ide dan gagasan tentang produk agar nantinya produk yang dihasilkan memiliki keunggulan kompetitif (competitive advantage). Dari fakta tersebut dapat dipahami pula bahwa dalam istilah pemasaran tercakup semua kegiatan perusahaan, untuk menyelaraskan bidang usahanya dengan kebutuhan konsumen. Dengan demikian melalui konsep pemasaran, diharapkan bagi pihak perusahaan untuk berorientasi pada kebutuhan dan keinginan konsumen yang ditujukan untuk menciptakan keuntungan bagi perusahaan. Dalam promosi penjualan personal selling atau penjualan tatap muka sangatlah penting. Begitupun Citra sebagai bagian dari komunikasi pemasaran adalah sangat penting dilakukan untuk meningkatkan penjualan. Three Second adalah toko ritel yang menerapkan kualitas pelayanan dari personal selling agar nantinya menciptakan citra toko yang positif yang sesuai dengan pasar sasarannya, yaitu anak muda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan personal selling dan citra toko terhadap keputusan pembelian konsumen di Three Second Malang, untuk mengetahui pengaruh personal selling dan citra toko secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen, untuk mengetahui pengaruh personal selling secara parsial terhadap keputusan pembelian konsumen, untuk mengetahui pengaruh citra toko secara parsial terhadap keputusan pembelian konsumen, untuk mengetahui dimensi variabel manakah yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif koresional, dengan variabel bebas personal selling (X1), citra toko (X2) dan variabel terikat keputusan pembelian konsumen (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung yang melakukan pembelian selama bulan Maret 2009. Penentuan sampel menggunakan rumus Slovin, penyebaran kuesioner menggunakan teknil accidental sampling. Pengambilan data primer dalam penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner, instrumen penelitian menggunakan skala likert dengan 4 skala pengukuran. Hasil penelitian ini adalah: (1) Berdasarkan hasil uji ANOVA, diperoleh nilai F sebesar 34,532 dengan tingkat signifikansi 0.000 lebih kecil dari nilai α = 0.05 hal ini membuktikan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara personal selling dan citra toko secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen, (2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara personal selling terhadap keputusan pembelian konsumen, hal ini dapat diketahui dari nilai sig t = 0.000 lebih kecil dari nilai signifikansi α = 0.05. (3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara citra toko terhadap keputusan pembelian konsumen, hal ini dapat diketahui dari nilai sig t = 0.000 lebih kecil dari nilai signifikansi α = 0.05 (4) Variabel bebas yang paling dominan berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen adalah variabel citra toko, dengan nilai SE 21,9%. Saran yang dikemukakan, yaitu letak kasir yang berada dilantai 2 sebaiknya di pindah di lantai 1 karena banyak yang mengeluh kesulitan melakukan pembayaran, dalam melayani pembeli wiraniaga lebih sabar dalam menghadapi, karena konsumen mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, kebijakan harga di harapkan lebih diperhatikan supaya pangsa pasarnya lebih luas, sebaiknya di Three Second Jl. Soekarno-Hatta Malang dalam melakukan perekrutan karyawan seharusnya dilakukan standart kualitas pelayanan yang sesuai, karena dari penelitian yang dilakukan kebanyakan responden mengeluh dari kualitas pelayanan yang dilakukan di Three Second Malang. Bagi peneliti yang ingin meneliti lebih jauh lagi tentang citra toko dan pengaruhnya terhadap keputusan pembelian konsumen hendaknya mencoba untuk menggabungkan citra toko, citra merek dan citra perusahaan secara bersama-sama terhadap keputusan pembelian, sehingga nantinya dapat dilihat pengaruh citra secara lengkap terhadap keputusan pembelian konsumen.

Kecenderungan rencana pilihan karier siswa status sosial ekonomi orangtua dan pemberian layanan informasi karier pada siswa kelas XI SMA Negeri di kabupaten Pacitan / Dini Widiatama

 

ABSTRAK Widiatama, Dini. 2009. Kecenderungan Rencana Pilihan Karier Siswa Berdasarkan Status Sosial Ekonomi Orangtua Dan Pemberian Layanan Informasi Karier Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pacitan. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Henny Indreswari, M.Pd (II) Drs.Djoko Budi Santoso. Kata kunci: pilihan karier, status sosial ekonomi orangtua, pemberian layanan informasi karier Salah satu tugas perkembangan masa remaja adalah memilih dan menyiapkan pekerjaan. Untuk mencapai pekerjaan yang diinginkan diperlukan pendidikan, keahlian tertentu, dan informasi. Pilihan karier siswa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah status sosial ekonomi orangtua dan pemberian layanan informasi karier di sekolah. Masalah yang sering ditemui oleh para remaja pada tahap perkembangan ini, antara lain orangtua yang memaksakan kehendaknya kepada anak untuk memilih jurusan dan pendidikan atau mempersiapkan pekerjaan tertentu yang sebenarnya bukan kehendak atau pilihan anak, di samping itu remaja juga kurang mendapatkan informasi terkait dengan karier sehingga dalam menentukan karier tidak berdasarkan pertimbangan yang matang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) profil status sosial ekonomi orangtua, (2) pemberian layanan informasi karier siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pacitan, (3) rencana pilihan karier siswa, (4) hubungan antara status sosial ekonomi orangtua dan pemberian layanan informasi karier dengan pilihan karier siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pacitan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Penelitian ini mengambil populasi sebanyak 424 orang siswa kelas XI SMA Negeri Pacitan tahun ajaran 2009/2010, sedangkan sampel penelitian sebanyak 131 orang siswa yang ditentukan dengan teknik Cluster Random Sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Teknik analisis yang digunakan persentase dan analisis data non parametrik Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) status sosial ekonomi orangtua siswa kelas XI SMA Negeri Pacitan tergolong menengah (51,9%), (2) pemberian layanan informasi karier di sekolah termasuk dalam kategori sangat sering diberikan (79,38%), (3) pilihan karier siswa tentang: (a) rencana siswa setamat SMA paling banyak melanjutkan ke perguruan tinggi (95,41%), (b) pilihan bidang karier yang paling banyak diminati siswa adalah bidang jasa (45,03%), (c) pilihan jenjang karier yang paling banyak dipilih siswa adalah pekerjaan profesional (67,93%), (4) ada hubungan yang signifikan antara status sosial ekonomi orangtua dan pemberian layanan informasi karier dengan pilihan karier siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pacitan. Saran yang dapat diajukan (1) konselor hendaknya selalu memberikan informasi karier yang up to date terkait dengan rencana siswa setamat SMA, informasi tentang perguruan tinggi/lembaga kursus, serta melakukan kerjasama Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com ii dengan pihakpihak tertentu yang relevan untuk memberikan informasi karier yang dibutuhkan siswa, ( 2) kepala sekolah dapat bekerjasama dengan konselor menjelaskan kepada guruguru dan orangtua siswa mengenai programprogram bimbingan yang dilaksanakan di sekolah, (3) peneliti selanjutnya diharapkan dapat menjadikan penelitian lebih lanjut dengan menambahkan variabel yang belum diteliti yang berkaitan dengan karier. Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com

Hubungan antara pengalaman penataran dan pengetahuan keselamatan kerja dengan kompetensi guru teknik dalam mengelolah bengkel pratik / Saleh Rifadi

 

ABSTRAK Rifadi, Saleh. 2009. Hubungan antara Pengalaman Penataran dan Pengetahauan tentang Keselamatan Kerja dengan Kompetensi Guru Teknik dalam Mengelola Bengkel Praktik. Tesis, Program Studi Pendidikan Kejuruan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Haris Anwar Syafrudie, M.Pd, (II) Drs. Ir. I Wayan Jirna, M.T. Kata kunci: pengalaman penataran, Keselamatan kerja, kompetensi mengelola bengkel. Sekolah Menengah kejuruan (SMK) bertujuan untuk menyiapkan siswa menjadi tenaga kerja tingkat menengah yang produktif, adaptif, dan kreatif. Tenaga kerja tersebut merupakan produk dari Lembaga Pendidikan Teknik, Sekolah Menengah Kejuruan dan sejenisnya. SMK banyak menekankan pada pelajaran praktik, sehingga keberadaan fasilitas yang berupa bengkel praktik sangat penting. Pengelolaan bengkel praktik dilakukan untuk memperlancar proses pembelajaran bagi siswa, sehingga guru produktif diharapkan memiliki kompetensi yang memadai dalam pengelolaan bengkel praktik. Keberadaan bengkel praktik bagi SMK adalah sebagai sarana melatih dan meningkatkan kompetensi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan lama penataran yang pernah diikuti oleh guru, tingkat pengetahuan guru tentang keselamatan kerja, dan kompetensi guru teknik dalam mengelola bengkel praktik di SMK Wilayah Madura. Mengetahui hubungan antara pengalaman penataran dengan kompetensi guru dalam mengelola bengkel praktik, hubungan antara pengetahuan tentang keselamatan kerja dengan kompetensi guru dalam mengelola bengkel praktik, serta hubungan antara pengalaman penataran dan pengetahuan tentang keselamatan kerja dengan kompetensi guru teknik dalam mengelola bengkel praktik. Penelitian dilakukan pada SMK Negeri dan SMK Swasta di Wilayah Madura dengan melibatkan 52 guru Teknik Mesin dan Bangunan. Pengambilan data dilaksanakan dengan menggunakan angket. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif, korelasi parsial dan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat pengalaman penataran guru SMK di Wilayah Madura dari segi jumlah penataran pada umumnya cenderung kurang, jenis penataran sebagian besar cenderung pada bidang praktik, sedangkan pada bidang pengelolaan bengkel praktik masih sangat kurang, ini berarti perlu adanya peningkatan jenis penataran yaitu bidang pengelolaan bengkel praktik, (2) guru SMK di Wilayah Madura pada umumnya cenderung sangat setuju untuk menciptakan keselamatan kerja, melakukan pencegahan dan penanganan terhadap keselamatan kerja, serta memiliki pemahaman tentang keselamatan kerja, (3) Kompetensi guru SMK di Wilayah Madura dalam mengelola bengkel pada umumnya cenderung selalu melaksanakan pengelolaan bengkel sesuai dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dimiliki, (4) terdapat hubungan yang signifikan dan negatif antara pengalaman penataran dengan kompetensi guru teknik dalam mengelola bengkel praktik sebesar -0,378 tetapi rendah atau lemah tapi pasti, (5) terdapat hubungan yang tidak signifikan antara pengetahuan tentang keselamatan kerja dengan kompetensi guru teknik dalam mengelola bengkel praktik sebesar 0,102 tetapi sangat rendah atau lemah sekali, (6) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengalaman penataran dan pengetahuan tentang keselamatan kerja dengan kompetensi guru teknik dalam mengelola bengkel praktik dengan t hitung 3,00 lebih besar dari t tabel 2,011. Saran yang diajukan dari penelitian adalah: (1) dalam hal pengembangan kompetensi guru teknik, pihak sekolah hendaknya memperhatikan jenis penataran apa yang akan diikuti oleh guru, serta kompetensi apa yang akan didapat, (2) perlu adanya peningkatan kerja sama dengan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Teknologi dalam upaya peningkatan kompetensi guru teknik khususnya dalam pengelolaan bengkel praktik, (3) agar guru teknik selalu meningkatkan kompetensinya sesuai dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, baik melalui penataran dan/atau kajian pustaka, maupun studi lanjut, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan kinerja guru, dan hasil belajar siswa, (4) agar diadakan tindak lanjut penelitian sejenis untuk pengembangan khasanah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

Pengembangn bahan ajar ilmu pengetahuan sosial multimedia interaktif untuk siswa kelas VII di SMPN 3 Kediri / Randy Putro Cahyo Buono

 

ABSTRAK Buono, Randy Putro Cahyo. Pengembangan Bahan Ajar Ilmu Pengetahuan Sosial Multimedia Interaktif Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII Semester I di SMP Negeri 3 Kediri. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr Punadji Setyosari, M. Pd., (2) Drs. H. Zainul Abidin, M. Pd. Kata Kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, Multimedia Interaktif, IPS Bahan ajar dengan konsep multimedia interaktif yang dikembangkan dalam penelitian ini juga berasumsi sama dengan konsep multimedia interaktif. Multimedia interaktif merupakan sebuah sajian, permainan atau aplikasi yang menggabungkan audio (suara), gambar, animasi dan teks serta dapat mengendalikan tombol-tombol seperti pemacu CD-ROM yang dapat di kendalikan sendiri oleh peserta didik. Berdasarkan hasil observasi di SMP Negeri 3 Kediri, penggunaan bahan ajar multimedia interaktif dalam penyampaian materi pelajaran khususnya Ilmu Pengetahuan Sosial masih kurang. Hal ini dibuktikan dengan hanya adanya bahan ajar cetak sebagai penunjang siswa dalam memahami materi. Karena itu, pengembang membuat alternatif pilihan bahan ajar melalui pengembangan bahan ajar multimedia interaktif. Tujuan pengembangan bahan ajar multimedia interaktif ini adalah menghasilkan sebuah multimedia interaktif sebagai salah satu alternatif bahan ajar Ilmu Pengetahuan Sosial kelas VII SMP yang efektif dalam pembelajaran. Subyek uji coba dalam pengembangan ini adalah siswa kelas VII semester I Tahun 2009 di SMP Negeri 3 Kediri. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen angket ahli media, ahli materi, dan siswa. Sedangkan untuk mengukur hasil belajar siswa digunakan evaluasi dalam bentuk tes, yaitu pre-test dan post-test. Hasil pengembangan bahan ajar multimedia interaktif ini memenuhi kriteria valid/layak yakni, ahli media 72,5%, ahli materi 87,5%, audiens perseorangan 81,6%, dan audiens lapangan 84,2%. Sedangkan untuk hasil belajar pada uji coba lapangan, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa, ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah siswa yang memenuhi SKM, dari 23,3% sebelum penggunaan bahan ajar multimedia interaktif, menjadi 66,6% setelah penggunaan bahan ajar multimedia interaktif, sehingga bahan ajar multimedia interaktif ini bisa dikatakan efektif, dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Saran yang diajukan kepada pengembang selanjutnya adalah, hendaknya hasil produk bahan ajar multimedia interaktif ini ditindak lanjuti dengan memperbaiki layout dari multimedia interaktif.

Hubungan pemberdayaan psikologi dengan burnout pada rumah sakit umum DR. Wahidin Sudirohusodo Makassar / Rizki Indah Pujihastuty

 

ABSTRAK Pujihastuty, Rizki Indah. 2009. Hubungan Pemberdayaan Psikologis dengan Burnout Pada Perawat Rumah Sakit Umum Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Skripsi. Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Endang Prastuti M.Si, (2) Ika Andrini Farida S.Psi, M.Psi, Kata kunci : pemberdayaan psikologis, burnout, perawat Perawat merupakan salah satu profesi yang selalu berinteraksi langsung dengan pasien, baik itu pasien sebagai individu, keluarga, maupun masyarakat. Oleh karena itu, perawat dalam memberikan pelayanan keperawatannya dituntut untuk memahami dan berperilaku sesuai dengan etik keperawatan. Banyaknya tekanan-tekanan dalam pekerjaan yang berasal dari hubungan antara perawat dengan pasien, rekan kerja, keluarga dan lingkungan sosial akan sangat mempengaruhinya. Sangat besarnya peranan dan tanggung jawab yang harus diemban oleh perawat memungkinkan perawat berada dalam kondisi kerja yang dapat memicu burnout. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui tingkat pemberdayaan psikologis perawat RSU Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar; (2) Untuk mengetahui tingkat burnout perawat RSU Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar; (3) Untuk mengetahui hubungan antara pemberdayaan psikologis dengan burnout perawat RSU Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Penelitian ini dilakukan di RSU Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dan korelasional. Subjek yang dijadikan sampel sebanyak 100 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk sampel unit rumah sakit ditentukan secara purposive; (2) Sampel responden menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala pemberdayaan psikologis dan skala burnout. Analisis deskriptif dilakukan berdasarkan nilai mean, standar deviasi, dan teknik persentase. Sementara, analisis korelasional menggunakan korelasi product moment Pearson dengan bantuan SPSS 15.00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan: (1) 69 perawat (69%) memiliki tingkat pemberdayaan psikologis tinggi; (2) 80 perawat (80%) memiliki tingkat burnout yang rendah; (3) Ada hubungan negatif antara pemberdayaan psikologis dengan burnout (rxy= -0,219; p = 0,028; p < 0,05). Hal ini berarti bahwa semakin tinggi pemberdayaan psikologis maka akan semakin rendah tingkat burnout perawat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan disarankan: (1) Perawat selalu berupaya meningkatkan pemberdayaan psikologis sehingga dapat mencegah dan atau mengurangi burnout yang dialami; (2) Pihak rumah sakit diharapkan dapat membantu perawat untuk lebih meningkatkan pemberdayaan psikologis dengan memberikan otonomi atau kemandirian, juga keyakinan atas pekerjaannya; (3)Bagi peneliti selanjutnya dapat menyempurnakan dengan penggunaan teknik pengumpulan data yang lebih bervariasi, wilayah penelitian yang lebih luas dan meneliti variabel lain yang berpengaruh terhadap burnout.

Penerapan model Latihan inkuiri dengan alat peraga sederhana untuk meningkatkan keterampilan proses ilmiah dan pemahaman konsep fisika siswa MTs 01 pondok modern Muhammadiyah Paciran Lamongan tahun ajaran 2009/2010 / Hulailatur Roihah

 

ABSTRAK Roihah, Hulailatur. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Latihan Inkuri dengan Alat Peraga Sederhana untuk Meningkatkan Keterampilan proses dan Pemahaman Konsep Fisika Siswa MTs 01 Pondok Modern Muhammadiyah Paciran lamongan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Lia Yuliati, M.Pd (2) Drs. H. Edi Supriana, M. Si Kata Kunci: alat peraga sederhana, ketrampilan proses, latihan inkuiri, pemahaman konsep. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti di MTs 01 Pondok Modern Muhammadiyah Paciran Lamongan, ditemukan bahwa guru sering melakukan metode ceramah. Guru hanya satu kali melakukan kegiatan praktikum sampai UTS berlangsung. Penerapan pembelajaran seperti ini mengakibatkan keterampilan proses yang ada pada diri siswa seperti kemampuan melakukan pengamatan, merumuskan hipotesis, menggunakan alat, mengumpulkan data dan membuat kesimpulan tidak tampak. Pemahaman konsep fisika siswa kelas VII-A ini juga tergolong rendah terlihat dari nilai ulangan harian siswa yang banyak dibawah KKM. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dan jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Pokok bahasan yang digunakan pada penelitian ini adalah muai panjang zat padat, muai volum zat gas, peristiwa melebur dan perpindahan kalor. Instrumen penelitian yang digunakan berupa rubrik penilaian keterampilan proses siswa, rekaman data, dan catatan lapangan. Instrumen pembelajaran yang digunakan meliputi LKS, Soal evaluasi dan RPP. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan proses siswa meningkat. Peningkatan keterampilan proses tersebut dari siklus I ke siklus II adalah 8,34% untuk keterampilan melakukan pengamatan, 24,00% untuk keterampilan menyusun hipotesis, 15,83% untuk keterampilan melakukan percobaan, 19,17% untuk keterampilan mengumpulkan data , dan 24,19% untuk keterampilan membuat kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa keterampilan proses siswa mengalami peningkatan melalui penerapan pembelajaran model latihan inkuiri dengan siklus I sebesar 20% dan siklus II sebesar 85% terdapat kenaikan persentase 65%. Pada penelitian ini didapat persentase pemahaman konsep fisika pada observasi awal 55% sedangkan pada siklus I sebesar 70,00% dan pada siklus II sebesar 85,00% disini terjadi peningkatan kenaikan persentase 15% sehingga didapat kesimpulan bahwa model latihan inkuiri dengan alat peraga sederhana dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa MTs 01 Pondok Modern Muhammadiyah Paciran Lamongan. Pada keterlaksanaan pembelajaran didapat persentase 64,13% pada siklus I dan 79,34% pada siklus II

Hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan kepercayaan diri siswa kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang / Danny Bakti Harianto

 

ABSTRAK Hariyanto, Danny Bakti. 2009. Hubungan antara Status Sosial Ekonomi Orang Tua dengan Kepercayaan Diri Siswa Kelas XI SMA Laboratorium UM Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Ella Faridati Zen. M.Pd. (II) Drs. Hariadi Kusumo Kata kunci: Status sosial ekonomi orang tua, kepercayaan diri, siswa SMA Lingkungan sosial tempat remaja berinteraksi terdiri dari berbagai tingkat status sosial ekonomi. Tingkat status sosial ekonomi yang dimiliki remaja tidak lepas dari tingkat status sosial ekonomi orang tua sebab status sosial ekonomi orang tua selalu mengiringi perkembangan kepribadian anak. Lingkungan yang mendukung/menerima keberadaan individu akan dapat membantu individu untuk mengembangkan kepercayaan diri. Kepercayaan diri merupakan suatu pandangan seseorang atas kemampuan dirinya yang terdiri dari kepercayaan diri lahir dan batin yang meliputi sikap lebih positif terhadap dirinya sendiri maupun terhadap lingkungan atau situasi yang dihadapinya dengan mencintai, dan memahami dirinya, memiliki tujuan hidup yang jelas, berpikir positif, memiliki kemampuan berkomunikasi, memiliki ketegasan, penampilan diri yang baik, serta pengendalian perasaan.. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui: 1) status sosial ekonomi orang tua siswa kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang 2) kepercayan diri siswa kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang 3) hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan kepercayaan diri siswa kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang dengan jumlah populasi 172 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Random sampling sehingga jumlah total sampel 122 responden. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket status sosial ekonomi dan skala kepercayaan diri. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) banyak (62,30%) orang tua siswa kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang yang memiliki status sosial ekonomi menengah. Sedikit (16,39%) orang tua siswa yang memiliki status sosial ekonomi tinggi, serta ada sedikit (21,31%) orang tua siswa yang memiliki status sosial ekonomi rendah. 2) banyak (42,62%) siswa yang memiliki kepercayaan diri yang sedang. Sedikit (20,49%) siswa yang memiliki kepercayaan diri tinggi dan sedikit (20,49%) siswa yang memiliki kepercayaan diri rendah. Sedikit sekali (9,02%) siswa yang memiliki kepercayaan diri sangat rendah dan sedikit sekali (7,38%) siswa yang memiliki kepercayaan diri sangat tinggi. 3) Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara status sosial ekonomi orang tua dengan kepercayaan diri siswa kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang sebesar 0,549 pada taraf signifikansi 0,000 < 0,05 berarti H0 ditolak, artinya semakin tinggi tingkat status sosial ekonomi maka semakin tinggi pula tingkat kepercayaan diri siswa dan semakin rendah tingkat status sosial ekonomi maka semakin rendah pula tingkat kepercayaan diri pada siswa kelas XI SMA Lab UM Malang. Berdasar hasil penelitian dapat disarankan 1) bagi konselor hendaknya Melakukan layanan bimbingan kelompok bagi siswa yang mengalami kepercayaan diri rendah, serta dapat merancang layanan bimbingan sosial dan pribadi kepada siswa dalam membantu siswa yang kepercayaan dirinya rendah agar ia tidak merasa terkucilkan dan bisa diterima oleh teman-temannya. 2) hendaknya seorang guru dapat menjalin kerjasama dengan konselor dalam membantu siswa mengembangkan kepercayaan diri, misalnya memberikan pujian atau penghargaan yang sama kepada siswa yang berprestasi dan memantau siswa yang berprestasi ataupun kurang berprestasi tanpa membedakan tingkat status sosial ekonomi yang dimiliki oleh orang tuanya. 3) bagi peneliti lain hendaknya mengadakan penelitian secara berkesinambungan yang lebih komprehensif tentang aspek-aspek yang berkaitan dengan kepercayaan diri siswa dan menambah instrumen yang akan digunakan misalnya, dengan wawancara dan menambah butir instrumen sehingga hasil penelitian akan lebih sempurna lagi.

Pengaruh pelayanan purna jual terhadap kepuasan konsumen produk sepeda motor merek suzuki ( studi pada PT. HERO SAKTI MOTOR Malang) / Nuraidya Fajariah

 

ABSTRAK Fajariah, Nuraidya. 2010. Pengaruh Pelayanan Purna Jual Terhadap Kepuasan Konsumen Produk Sepeda Motor Merek Suzuki (Studi Pada PT. Hero Sakti Motor Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si, (II) Drs. Agus Hermawan, M.Si, M.Bus. Kata Kunci: Pelayanan Purna Jual, Kepuasan Konsumen Dalam proses pembelian, konsumen tidak hanya berakhir pada proses konsumsi, melainkan juga melakukan proses evaluasi setelah konsumsi. Dari proses evaluasi tersebut terbentuklah perasaaan puas dan tidak puas oleh konsumen terhadap produk yang telah dikonsumsinya. Untuk meningkatkan kepuasan konsumen terhadap produk perusahaan, perusahaan dapat menyertakan jasa pelengkap, seperti pelayanan purna jual. Pelayanan purna jual dimaksudkan sebagai jaminan bagi konsumen terhadap pemakaian produk perusahaan, agar kinerja produk sesuai dengan yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelayanan purna jual terhadap kepuasan konsumen produk sepeda motor merek Suzuki pada PT. Hero Sakti Motor Malang baik secara parsial maupun secara simultan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian korelasional yaitu suatu metode penelitian yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan dan apabila ada, seberapa eratnya hubungan serta berarti atau tidaknya hubungan itu. Penelitian ini mempunyai dua variabel, yaitu pelayanan purna jual (penyerahan barang, garansi, fasilitas jasa perbaikan (servis), dan fasilitas jasa konsultasi) sebagai variabel bebas dan kepuasan konsumen sebagai variabel terikat. Populasi penelitian ini adalah seluruh konsumen yang telah membeli sepeda motor merek Suzuki di PT. Hero Sakti Motor pada bulan Januari 2009 hingga Sptembar 2009 yaitu sebanyak 392 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Untuk menguji kelayakan kuesioner digunakan uji validitas dan reliabilitas dari data hasil kuesioner uji coba yang telah dilakukan dengan hasil yang valid dan reliabel. Pada pengujian hipotesis, digunakan teknik analisis regresi berganda yaitu melalui uji t dan uji f, menggunakan bantuan komputer dengan program SPSS seri 16 for Windows. Dalam penelitian ini diperoleh: (1) pengaruh penyerahan barang terhadap kepuasan konsumen dengan thitung = 4,805, dan β1= 0,550. (2) pengaruh garansi terhadap kepuasan konsumen dengan thitung = 5,284, dan β2 = 0,301. (3) pengaruh fasilitas perbaikan (servis) terhadap kepuasan konsumen dengan thitung = 2,917, dan β3= 0,271. (4) pengaruh fasilitas jasa konsultasi terhadap kepuasan konsumen dengan thitung = 2,101, dan β4= 0,264. (5) pengaruh pelayanan purna jual secara simultan terhadap kepuasan konsumen dengan fhitung = 47,107. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan pelayanan purna jual pada PT.Hero Sakti Motor sudah cukup baik dan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. (2) Ada pengaruh yang signifikan pelayanan purna jual (penyerahan barang, garansi, fasilitas perbaikan (servis), dan jasa konsultasi) terhadap kepuasan konsumen PT. Hero Sakti Motor Malang secara parsial. (3) Ada pengaruh yang signifikan pelayanan purna jual (penyerahan barang, garansi, fasilitas perbaikan (servis), dan jasa konsultasi) terhadap kepuasan konsumen PT. Hero Sakti Motor Malang secara simultan. (4) Pelayanan purna jual mempunyai pengaruh terhadap kepuasan konsumen sebesar 65,1% sedangkan 34,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. (5) Variabel yang dominan mempengaruhi kepuasan konsumen pada PT.Hero Sakti Motor Malang adalah pemberian garansi dengan pengaruh sebesar 23,1%. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang dapat diberikan pada PT.Hero Sakti Motor Malang adalah (1) Pihak manajemen hendaknya memberikan motivasi kepada karyawan tentang kedisiplinan agar termotivasi untuk menyerahkan barang dengan tepat waktu, dan konsisten guna menciptakan kepuasan konsumen, (2) Peningkatan kualitas garansi dapat ditingkatkan melalui beberapa cara, seperti peningkatan servis dengan memberikan tune up besar untuk seluruh sepeda motor merek Suzuki yang dalam masa akhir garansi 3 tahun, mempermudah proses klaim, dan ketepatan waktu dalam pemberian servis gratis 5 kali, (3) Pihak manajemen perlu meningkatkan aktifitas servis dengan pemberian pelatihan rutin kepada mekanik dan adm.service counter mengenai strategi kerja, serta penambahan persediaan suku cadang, dan (4) Perlu memberikan pengetahuan kepada karyawan mengenai penaggulangan keluhan dengan informasi-informasi yang diperlukan konsumen tentang produk, saran perbaikan, dan saran pemeliharaan.

Penentuan resistivitas rembesan limbah tekstil dengan metode geolistrik konfligurasi wenner / Diah Ratna Mayasari

 

ABSTRAK Mayasari, Diah Ratna. 2009. Penentuan Resistivitas Rembesan Limbah Tekstil Dengan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner . Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Burhan Indriawan, M.Si, (II) Drs. Sutrisno, M.T Kata Kunci : Geolistrik Resistivitas, konfigurasi Wenner, Sounding Mapping, Tekstil Metode geolistrik tahanan jenis adalah salah satu metode geofisika yang memanfaatkan distribusi resistivitas untuk mengetahui struktur geologi di bawah permukaan bumi. Metode ini banyak digunakan untuk pencarian air tanah, monitoring pencemaran air tanah, eksplorasi geothermal, aplikasi geoteknik dan penyelidikan di bidang arkeologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode geolistrik konfigurasi Wenner dengan teknik mapping-sounding. Untuk medium sebelum dimasukkan pasir, proses pengambilan datanya adalah menentukan titik-titik elektroda arus dan potensial. Kemudian, menginjeksikan arus beberapa kali dengan jarak dan lintasan tertentu. Setelah itu, memasukkan air limbah ke dalam medium pasir dan mengambil data seperti pada proses sebelumnya. Kemudian dilakukan variasi lagi dengan menambahkan air yang berbeda-beda volumenya. Pengolahan dan interpretasi data menggunakan software Res2Dinv untuk mengetahui pencitraan penampang anomali. Dari hasil interpretasi, menunjukkan bahwa distribusi nilai resistivitas semu dapat ditentukan rembesan limbah tekstil dari model Fisik Laboratorium. Nilai resistivitas pasir setelah diinjeksi Air Limbah dari ketiga percobaan tersebut dapat ditentukan, yaitu percobaan pertama dengan volume 500 mL nilai resistivitasnya 135-370 -m, percobaan kedua dengan volume 1000 mL nilai resistivitasnya 123-295 -m, percobaan ketiga dengan volume 1500 mL nilai resistivitasnya 93,1-263 -m. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai resistivitas dari ketiga percobaan diatas dapat di dicocokan pada table resistivitas batuan dan bahan pencemar maka nilai resistivitas tanah di atas dapat di golongkan dalam bahan pencuci pakaian atau cairan dan pewarna. Jadi melalui penelitian ini diharapkan memberi informasi ke masyarakat tentang penyebaran rembesan limbah yang dapat merugikan masyarakat tersebut.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 |