Pengaruh strategi pembelajaran praktikum (Diskoveri terbimbing dan konvesional) terhadap hasil belajar kimia pebelajar kelas X SMA dengan tingkat perkembangan intelektual berbeda / Dwi Yulianti

 

ABSTRAK Yulianti, Dwi. 2008. Pengaruh Strategi Pembelajaran Praktikum (Diskoveri Terbimbing dan Konvensional) terhadap Hasil Belajar Kimia Pebelajar Kelas X SMA dengan Tingkat Perkembangan Intelektual Bebeda. Disertasi (tidak dipublikasikan), Program Studi Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd, (II) Prof. Dr. Wayan Ardhana, MA., (III) Dr. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed. Kata kunci: strategi praktikum, tingkat perkembangan intelektual, hasil belajar kimia. Strategi praktikum yang biasa pembelajar terapkan di sekolah menengah atas adalah strategi praktikum yang berfungsi sebagai kegiatan verifikasi terhadap teori yang telah dijelaskan pembelajar. Penerapan strategi praktikum ini, menyebabkan hasil belajar yang diperoleh pebelajar rendah. Hal ini dapat dilihat dari hasil ulangan kimia bersama se-kabupaten Malang (dokumen hasil ulangan kimia bersama, 2007). Berdasarkan hasil ulangan kimia bersama diketahui skor rerata yang diperoleh adalah sebesar 31,4 dan skor tertinggi sebesar 63,5. Untuk mengatasi masalah ini diperlukan strategi praktikum diskoveri terbimbing. Strategi praktikum diskoveri terbimbing memfasilitasi pebelajar untuk belajar melalui kegiatan ilmiah, dan untuk membangun pengetahuan dengan bimbingan dari pembelajar. Kegiatan ilmiah melibatkan pebelajar dengan kegiatan fisik dan mental. Strategi pembelajaran yang demikian, berpeluang membantu pebelajar membangun pengetahuan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk, (1) menganalisis perbedaan hasil belajar kimia antara kelompok pebelajar yang diberi perlakuan menggunakan strategi praktikum diskoveri terbimbing dan konvensional, (2) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar kimia antara pebelajar yang memiliki tingkat perkembangan intelektual transisi dari konkret ke formal dan operasi konkret, (3) menjelaskan pengaruh interaksi antara strategi praktikum (diskoveri terbimbing dan konvensional) dan tingkat perkembangan intelektual (transisi dari konkret ke formal dan operasi konkret) terhadap hasil belajar kimia. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, dilakukan penelitian kuasi eksperimen pada pebelajar kelas X sekolah menengah atas di Kabupaten Malang, tahun pembelajaran 2007/2008. Eksperimen menggunakan rancangan dua faktor dengan versi disain faktorial non-ekuivalen kontrol group. Dengan teknik random, terpilih SMAN 1 Lawang kelas X.1 dan X.2, sebagai kelompok kontrol yang difasilitasi dengan strategi praktikum konvensional, sementara itu SMAN 1 Kepanjen kelas X.3 dan X.4, sebagai kelompok eksperimen yang difasilitasi dengan strategi praktikum diskoveri terbimbing. Data hasil belajar kimia, dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar kimia 1 dan 2 dalam bentuk uraian. Tes hasil belajar kimia 1 terdiri dari 14 butir dengan indeks reliabilitas alpha Cronbach = 0,899. Tes hasil belajar kimia 2 terdiri dari 11 butir dengan indeks reliabilitas alpha Cronbach = 0,869. Data tingkat perkembangan intelektual diperoleh menggunakan tes Burney Standar yang telah diterjemahkan dan diadaptasi oleh Ardhana (1983). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis varians faktorial 2 x 2 dengan bantuan program spss 13,0 for windows. Pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 0,05. Berdasarkan analisis data, ditemukan hasil-hasil penelitian sebagai berikut: Pertama, ada perbedaan signifikan hasil belajar kimia antara kelompok strategi praktikum diskoveri terbimbing dan konvensional (F = 4,436; p = 0,037). Kedua, tidak ada perbedaan signifikan hasil belajar kimia antara kelompok tingkat perkembangan intelektual operasi konkret dan transisi (F = 3,344; p = 0,070). Ketiga, ada interaksi antara strategi praktikum dan tingkat perkembangan intelektual terhadap hasil belajar kimia (F = 4,285; p = 0,040). Berdasarkan temuan-temuan penelitian, diajukan saran-saran sebagai berikut, (1) penggunaan strategi praktikum diskoveri terbimbing untuk membelajarkan pebelajar, perlu dilengkapi dengan perangkat pembelajaran yang dapat memfaktualkan pengetahuan kimia yang abstrak, (2) bagi pembelajar sekolah menengah atas yang akan mengimplementasikan strategi praktikum diskoveri terbimbing, sebaiknya telah memahami tahap-tahap pembelajaran ini, dan (3) kaitannya dengan penerapan strategi praktikum diskoveri terbimbing di SMA, sebaiknya pembelajar menyediakan masalah-masalah yang bersumber dari lingkungan pebelajar. Dengan demikian akan lebih memotivasi pebelajar untuk melakukan kegiatan ilmiah yang lain.

Efektifitas metode pembelajaran kooperatif model team games tournament (TGT)-problem posing terhadap peningkatan prestasi belajar akuntansi di SMK PGRI 02 Kediri / Siti Badriyah

 

ABSTRAK Badriyah, Siti. 2008. Efektifitas Metode Pembelajaran Kooperatif Model TGT-Problem Posing Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Akuntansi di SMK PGRI 02 Kediri. Skripsi, Jurusan Pendidikan Akuntansi FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Bambang Sugeng, SE., M.A, M.M, Ak, (II) Drs. Cipto Wardoyo, SE, M.Pd, M.Si, Ak. Kata Kunci: Metode Pembelajaran, Pembelajaran Kooperatif Model TGT, Pembelajaran Problem Posing, Prestasi Belajar Penggabungan metode pembelajaran antara metode pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament (TGT) dengan metode pembelajaran Problem Posing yang dilakukan oleh Dewi Sri Sundari dalam penelitiannya yang berjudul Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model TGT- Problem Posing Terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Kelas XII SMA Negeri 2 Bangkalan menunjukkan bahwa metode pembelajaran kooperatif model TGT-Problem Posing lebih efektif dari pada metode konvensional dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Namun sinergi kedua metode pembelajaran tersebut tidak terlihat sehingga diduga hanya dengan metode pembelajaran kooperatif model TGT sudah mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Dengan demikian, kombinasi kedua metode tersebut dibandingkan dengan metode pembelajaran kooperatif model TGT tanpa Problem Posing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diajar dengan metode pembelajaran kooperatif model TGT dan siswa yang diajar dengan metode pembelajaran kooperatif model TGT-Problem Posing. Data yang digunakan adalah data primer yaitu gainscore nilai siswa kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 1 Ak SMK PGRI 02 Kediri sebanyak 122 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan insidental sampling dan ada 78 siswa yang memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai sampel penelitian. Analisa data yang digunakan adalah t-test independent sample. Uji t independent sample digunakan untuk menguji perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diajar dengan metode pembelajaran kooperatif model TGT-Problem Posing dan siswa yang diajar dengan metode pembelajaran kooperatif model TGT tanpa Problem Posing. Berdasarkan nilai signifikansi dari uji t independent sample sebesar 0,904 untuk aspek kognitif dan 0,578 untuk aspek psikomotor menunjukkan bahwa hasil penelitian ini adalah tidak ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diajar dengan metode pembelajaran kooperatif model TGT-Problem Posing dan siswa yang diajar dengan metode pembelajaran kooperatif model TGT tanpa Problem Posing. Karena kemampuan guru yang kurang memahami metode pembelajaran Problem Posing sehingga instrumen penelitian yang dibuat kurang baik dan tidak baik merangsang siswa untuk mengajukan pertanyaan dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Sehingga siswa hanya mengajukan pertanyaan mengenai pengenalan, pengetahuan atau sebatas aspek kognitif. Selain itu, kondisi siswa yang sulit diberikan pengarahan secara teknis metode pembelajaran kooperatif model TGT-Problem Posing. Sehingga kelas menjadi gaduh, kurangnya ketekunan dan kesungguhan siswa mengerjakan LKS sehingga pada saat turnamen siswa bingung dalam memberikan pertanyaan terhadap siswa lain, dan kurangnya pengawasan dari guru dikarenakan guru sibuk mengelola kelas agar kondusif sehingga ada beberapa siswa mengajukan pertanyaan dari buku/LKS. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk penelitian sama di masa yang akan datang diharapkan melihat prestasi belajar siswa secara keseluruhan yaitu aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotor. Karena pada penelitian ini hanya dari 2 aspek dikarenakan peneliti kurang pahamnya peneliti mengenai alat ukur yang digunakan untuk mengukur aspek afektif sehingga instrumen yang dibuat salah. Selain itu, dilakukan penelitian tindakan kelas untuk mengetahui secara detail prestasi belajar siswa.

Pengembangan paket pembelajaran mata kuliah akuntansi keuangan menengah I yang berorientasi pada pendekatan pembelajaran kontekstual di Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang / Apit Miharso

 

ABSTRAK Miharso, Apit. 2009. Pengembangan Paket Pembelajaran Mata Kuliah Akuntansi Keuangan Menengah I yang Berorientasi pada Pendekatan Pembelajaran Kontekstual di Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang. Tesis, Program Studi Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd., (2) Dr. Waras. Kata kunci: pengembangan, paket pembelajaran, kontekstual, Akuntansi Keuangan Menengah I Mata kuliah Akuntansi Keuangan Menengah I merupakan salah satu cabang bidang studi akuntansi, yang memiliki wilayah kajian pada proses akuntansi untuk rekening-rekening aset yang disajikan pada neraca dalam laporan keuangan. Mata kuliah ini mempunyai peran yang penting karena: (1) sebagai dasar untuk mata kuliah lainnya, (2) sebagai salah satu materi yang sering diujikan pada saat tes rekruitmen untuk memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, jurusan akuntansi dituntut untuk dapat menyelenggarakan proses pembelajaran yang berkualitas agar dapat menghasilkan lulusan yang mempunyai keterampilan yang tinggi dan didukung oleh pengetahuan akuntansi yang memadai. Keberadaan bahan ajar mempunyai peranan yang penting dalam proses pembelajaran. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah dengan menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan. Bahan ajar yang tersedia selama ini adalah textbook yang diorientasikan untuk kepentingan program pendidikan strata 1. Untuk itu, diperlukan adanya pengembangan bahan ajar yang sesuai dengan pendidikan Politeknik. Dalam penelitian ini, ciri pendidikan Politeknik adalah pendidikan vokasional, oleh karena itu, sesuai dengan judul penelitian, pengembangan bahan ajar Akuntansi Keuangan Menengah I ini diarahkan pada bahan ajar yang berorientasi pada pendekatan kontekstual. Pendekatan kontekstual merupakan pendekatan pembelajaran yang mengaitkan antara materi yang dipelajari dengan situasi riil dan memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk membuat hubungan antara pegetahuan dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, sebagai anggota keluarga, warga negara, dan pekerja. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah mengembangkan paket pembelajaran mata kuliah Akuntansi Keuangan Menengah I di Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang. Pengembangan bahan ajar dalam penelitian ini menggunakan model desain Dick & Carey. Pengembangan bahan ajar ini, dilaksanakan dengan melalui beberapa tahap, yaitu: (1) menetapkan kebutuhan untuk mengidentifikasi tujuan, (2) melaksanakan analisis instruksional, (3) menganalisis karakteristik mahasiswa, (4) menulis tujuan pembelajaran khusus, (5) mengembangkan butir-butir soal, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7) mengembangkan dan menyeleksi bahan instruksional, (8) mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif terhadap bahan ajar, dan (9) merevisi bahan ajar. Prosedur pengembangan paket pembelajaran ini melalui 5 tahap utama yakni: (1) menentukan mata kuliah yang akan dikembangkan, (2) mengidentifikasi silabus matakuliah yang akan dikembangkan, (3) proses pengembangan sesuai dengan langkah-langkah model Dick dan Carey, (4) Penyusunan dan penulisan buku ajar yang terdiri dari panduan mahasiswa, tujuan umum pembelajaran, tujuan khusus pembelajaran, uraian isi, rangkuman, soal-soal latihan, dan panduan dosen, (5) merancang dan melakukan evaluasi formatif, evaluasi ini meliputi tinjauan oleh ahli bidang studi, tinjauan oleh ahli desain, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan, serta (6) melakukan revisi terhadap bahan ajar sesuai dengan tanggapan dan penilaian evaluasi formatif. Penyebarluasan (diseminasi) penelitian ini belum menjangkau upaya diseminasi yang sesungguhnya, misalnya menggandakan produk dalam jumlah yang banyak untuk disebarkan ke lingkup pemakaian yang luas. Produk akhir pengembangan hanya didiseminasi di lingkungan terbatas 4 kelas Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang. Produk akhir penelitian pengembangan ini berupa model bahan ajar Akuntansi Keuangan Menengah I untuk mahasiswa jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang. Produk akhir yang berorientasi pada pendekatan kontekstual ini telah memfasilitasi dosen dan mahasiswa dalam kegiatan proses belajar mengajar. Untuk pengembangan lebih lanjut terhadap bahan ajar akuntansi keuangan menengah I, beberapa saran yang diajukan adalah: (a) untuk mendukung keberhasilan dosen dalam membina dan menggunakan bahan ajar ini, masih perlu dikembangkan lagi latihan soal, lembar penilaian, lembar kemajuan prestasi mahasiswa dan media pembelajaran pendukung, (b) jika bahan ajar ini digunakan pada lembaga pendidikan sejenis yang lain, perlu dilakukan kembali analisis kebutuhan dan karakteristik mahasiswa, agar materi yang disajikan benar-benar sesuai dengan karakteristik mahasiswa yang bersangkutan.

Survei tentang kinerja wasit sepakbola dalam memimpin pertandingan pada kompetisi pengcab di kota Mojokerto / M. Rendra Andy Riswanto

 

ABSTRAK Riswanto, M. Rendra Andy. 2008. Survei Tentang Kinerja Wasit sepakbola Dalam Memimpin Pertandingan Pada Kompetisi PENGCAB di Kota Mojokerto. Skripsi, Program Studi Pendidikan Jasmani, Jurusan Ilmu Keolahragaan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mahmud Yunus, M.Kes., Pembimbing (II) Dr.Slamet Raharjo, M.Or. Kata kunci : kinerja wasit, kompetisi PENGCAB Sepakbola merupakan olahraga yang dimainkan oleh dua kelompok berlawanan yang masing-masing bertujuan untuk memasukkan bola ke gawang kelompok lawan. Didalam pertandingan sepakbola, terdapat pengadil di dalam lapangan yang dinamakan wasit. Wasit sepakbola merupakan pengadil ditengah lapangan untuk mengatur dan menjalankan permainan sepakbola. Berdasarkan tingkat dan kewenangannya, PENGCAB PSSI harus mengadakan kompetisi antar klub anggota perserikatan. Kompetisi sepakbola bola sering terjadi kerusuhan. Tidak adanya evaluasi kinerja wasit setiap tahunnya. Untuk itu meninjau dari kualitas kinerja wasit dalam memimpin pertandingan dalam menerapkan tujuh belas peraturan permainan pada kompetisi PENGCAB. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yang bertujuan untuk mengetahui kinerja wasit sepakbola dalam memimpin pertandingan pada kompetisi PENGCAB di kota Mojokerto. Populasi yang diambil yaitu penonton, pengawas pertandingan, dan pengurus PENGCAB PSSI kota mojokerto. Sampel berjumlah 44 orang. Sampel terbagi menjadi tiga yaitu 30 orang penonton, 5 orang dari pengawas pertandingan dan 9 orang dari pengurus PENGCAB PSSI kota Mojokerto. Sedangkan pengumpulan data menggunakan angket yang bertujuan untuk menggambarkan kinerja wasit sepakbola dalam memimpin pertandingan pada kompetisi PENGCAB di kota Mojokerto. Bentuk angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup.Untuk analisisnya dengan rumus persentase dan tabel klasifikasi persentase (Arikunto, 1998:246). Berdasarkan hasil penelitian dan persentase yang diperoleh tentang kinerja wasit sepakbola dalam memimpin pertandingan pada kompetisi PENGCAB di kota Mojokerto, maka dapat disimpulkan bahwa secara umum cukup, yaitu dengan persentase 68,07%. Menurut Arikunto (1998:26) bahwa persentase 56%-75% adalah masuk kategori cukup. Tetapi kinerja wasit dalam memimpin pertandingan pada kompetisi PENGCAB di kota Mojokerto untuk memeriksa bola, memeriksa jumlah pemain, memutuskan lamanya pertandingan, memutuskan bola didalam dan diluar pertandingan, memutuskan cara mencetak gol, dan memutuskan tendangan pinalti masih kurang baik. Untuk memperbaiki kinerja wasit sepakbola dalam memimpin pertandingan, kinerja yang kurang lebih diperbaiki dengan menerapkan ke dalam pertandingan. Komwas juga sebaiknya melakukan pengawasan terhadap kinerja wasit dalam memmimpin pertandingan, agar dalam perkembanganya wasit bisa dievaluasi dan diperbaiki.

Makna program pendidikan keaksaraan bagi warga belajar di Desa Ngrendeng Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar / Budi Setyono

 

Layanan Pendidikan Luar Sekolah yang hingga saat ini masih terus dikembangkan pemerintah dalam rangka memerangi ketidakberdayaan masyarakat sebagai akibat dari kebodohan dan kemiskinanan adalah memberikan pelayanan pendidikan dasar bagi orang dewasa (adult basic education). Program Pendidikan Keaksaraan melalui kegiatan pemberantasan buta aksara menjadi salah satu prioritas sasaran Pendidikan Untuk Semua (PUS) yang menargetkan penurunan jumlah buta aksara seminimal mungkin. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang difokuskan untuk mengetahui bagaimana pola penyelenggaraan Program keaksaraan fungsional di desa Ngrendeng kecamatan Selorejo kabupaten Blitar; bagaimana Pembinaan program pendidikan keaksaraan fungsional di desa Ngrendeng kecamatan Selorejo kabupaten Blitar serta makna program keaksaraan fungsional bagi warga belajar keaksaraan fungsional di desa Ngrendeng kecamatan Selorejo kabupaten Blitar. Metode pengumpulan data dalam penilitian adalah pengamatan, wawancara mendalam, dan study dokumentasi Analisa data dalam penelitian dilakukan dalam rangkaian kegiatan yang meliputi mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, koding dan mengkatagorikan. Sedangkan Untuk mengecek keabsahan data pada penelitian ini dilakukan bertumpu pada empat hal, yaitu derajat kepercayaan (credibility), keteralihan (transferrability), kebergantungan (dependability) dan kepastian (confirmability). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, model penyelenggaraan program Keaksaraan Fungsional yang diselenggarakan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Terang Desa Ngrendeng Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar menggunakan pendekatan partisipatif mulai perencanaan, menetapkan konten berangkat dari kebutuhan belajar serta konteks lingkungan dimana warga belajar berada dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip serta karakteristik pendidikan Orang Dewasa. Kedua, Pembinaan program pendidikan keaksaraan di desa Ngrendeng yang dilakukan oleh perangkat desa dan Dinas Pendidikan Kecamatan Selorejo, sebagai implementasi dari kebijakan pemerintah yang memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat untuk memperoleh layanan pendidikan diberbagai jalur dan jenjang pendidikan, Dinas Pendidikan melaksanaan pembinaan yang kontinyu tidak saja kepada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat sebagai pengelola dalam menyelenggarakan program Keaksaraan Fungsional, namun kepada tutor yang bersentuhan langsung dengan warga belajar, serta pemberian motivasi kepada warga belajar untuk tetap mengikuti kegiatan pembelajaran yang telah dijadwalkan. Bentuk pembinaan yang diberikan kepada pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat adalah meliputi kegiatan administrasi program, bagaimana mengelola kegiatan, memotivasi warga belajar. Sedang kepada tutor pembinaan yang dilakukan lebih mengarah kepada metode pembelajaran . Ketiga, Warga belajar program pendidikan keaksaaraan fungsional mayoritas adalah orang dewasa. Orang dewasa bersedia mengikuti pembelajaran apabila apa yang akan dipelajari sesuai dengan kebutuhannya. Demikian juga karakteristik orang dewasa bahwa orang dewasa telah memiliki konsep diri yang kuat, belajar pada orang dewasa berdasar pada kebutuhan, tentunya akan berpengaruh pada pemaknaan warga belajar dalam mengikuti program Keaksaraan Fungsional. Makna Program Pendidikan Keaksaraan Bagi Masyarakat Khususnya Warga Belajar Program Pendidikan Keaksaraan dapat kontruksikan sebagai berikut : Warga belajar memiliki banyak waktu luang setelah bekerja dan tidak memiliki kegiatan lain sehingga mengikuti kegiatan keaksaraan yang dipadukan dengan keterampilan akan membuat warga belajar tertarik untuk mengikuti program

Pengaruh iklim dan motivasi kerja terhadap disiplin pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kota Probolinggo / Erwin Dwi Candra Crisdianto

 

ABSTRAK Crisdianto, E. D. C. 2009. Pengaruh Iklim dan Motivasi Kerja terhadap Disiplin Pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kota Probolinggo. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Bambang Budi Wiyono, M. Pd dan Pembimbing (II) Dra. Mustiningsih, M. Pd. Kata kunci: iklim kerja, motivasi kerja, dan disiplin pegawai Iklim kerja merupakan suatu kondisi atau keadaan suasana kerja yang berada di instansi dirasa nyaman, tenang, dan bebas dalam melakukan pekerjaan tanpa adanya rasa takut. Iklim kerja yang menyenangkan akan tercipta, apabila hubungan antar manusia berkembang dengan harmonis. Keadaan iklim yang harmonis ini sangat mendukung terhadap prestasi kerja pegawai. Dengan adanya suasana kerja yang nyaman dan tenang tersebut memungkinkan pegawai untuk bekerja lebih baik. Dalam suatu organisasi diperlukan juga adanya suatu motivasi kerja. Motivasi kerja ini bertujuan untuk mendorong atau memberikan semangat kepada pegawai yang kurang maksimal dalam bekerja. Hal ini dimaksudkan kepada para pegawai untuk selalu meningkatkan prestasi kerjanya, agar dapat melaksanakan pekerjaannya dan mencapai hasil pekerjaan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Untuk mengatur sikap/perilaku pegawai yang baik, maka diperlukan suatu sikap kedisiplinan. Sikap kedisiplinan ini bersifat memaksa dan wajib dipatuhi oleh semua pegawai sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku. Dilihat dari sifatnya yang memaksa, maka dalam kedisiplinan ini terdapat sanksi-sanksi yang dikenakan sesuai dengan pelanggaran yang pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan iklim kerja, seberapa tinggi motivasi kerja, seberapa tinggi disiplin pegawai, pengaruh iklim kerja terhadap disiplin pegawai, pengaruh motivasi kerja terhadap disiplin pegawai, dan pengaruh antara iklim kerja dan motivasi kerja terhadap disiplin pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kota Probolinggo. Penelitian ini dilakukan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Probolinggo pada bulan Januari sampai Februari 2009. Populasi penelitian ini adalah staf Kantor Dinas Pendidikan Kota Probolinggo yang berjumlah 65 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel total yaitu 65 pegawai. Rancangan penelitian yang dipakai adalah rancangan deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan instrumen angket. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif korelasional dengan teknik regresi. Secara umum hasil penelitian ini menunjukkan bahwa iklim kerja di Kantor Dinas Pendidikan Kota Probolinggo berada dalam keadaan kondusif [55,38%], motivasi kerja di Kantor Dinas Pendidikan Kota Probolinggo berada pada kategori tinggi [75,38%], dan disiplin pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kota Probolinggo berada pada kategori sangat tinggi [55,38%]. Dari ketiga variabel tersebut, terdapat pengaruh yang signifikan antara iklim dan motivasi kerja terhadap disiplin pegawai di kantor Dinas Pendidikan kota Proboliggo, karena dari hasil pengujian hipotesis menggunakan uji F diperoleh data Fhitung = 35,168, Ftabel (2 ; 62 ; 0,05)= 3,145 dengan Probabilitas (Sig.) = 0,000. Hal ini dapat dilihat bahwa besaran probabilitas (Sig.) 0,000 < 0,05. dan Fhitung (35,168) > Ftabel (2 ; 62 ; 0,05) (3,145). Sehingga Ho ditolak dan H1 diterima. Artinya, jika terdapat perubahan variabel x1, x2 secara serentak (simultan) berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan y. Dari hasil penelitian tersebut, membuktikan bahwa Kantor Dinas Pendidikan Kota Probolinggo berjalan sesuai dengan kriteria-kriteria organisasi yang maju. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bagi kepala dinas hendaknya mempertahankan iklim kerja, motivasi kerja, serta disiplin pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kota Probolinggo agar tetap baik dan se-bisa mungkin untuk kedepannya lebih baik lagi dari sekarang. Untuk Jurusan Administrasi Pendidikan hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk penelitian lebih lanjut mengenai iklim kerja, motivasi kerja, serta disiplin pegawai. Untuk peneliti lain hendaknya melakukan penelitian dengan kajian sejenis dengan mengkaji variabel lain.

Pelasanakan strategi periklanan dan hubungan masyarakat pada kantor pelajaran pajak pratama Malang Selatan / Rantansari Mayangsoka

 

Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Selatan merupakan Kantor Pelayanan Pajak yang masuk dalam lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur III dan berkedudukan di bawah Departemen Keuangan secara tidak langsung. KPP Pratama Malang Selatan merupakan KPP Modern yang telah menggabungkan Pajak Penghasilan Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Bumi Bangunan. Untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan Wajib Pajak dalam membayar pajak maka dilakukanlah kegiatan promosi. Kegiatan promosi merupakan suatu hal yang tidak boleh diabaikan oleh suatu perusahaan tau organisasi. Promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Mengetahui bagaimana pelakasanaan periklanan di KPP Pratama Malang Selatan, 2). Mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang menjadi pendukung dan penghambat pelaksanaan periklanan di KPP Pratama Malang Selatan, 3). Mengetahui apa manfaat pelakasanaan periklanan di KPP Pratama Malang Selatan. Pemilihan iklan sebagai salah satu media promosi yang digunakan dikarenakan iklan dapat menyebarluaskan informasi kepada masyarakat dengan bentuk yang menarik dikarenakan menggunakan berbagai macam media periklanan dan diharapkan dapat mempengaruhi dan menggugah kesadaran masyarakat agar sadar akan pentingnya membayar pajak. Media periklanan yang digunakan seperti media cetak, media elektronik, media luar ruangan, dan media lini bawah. Sedangkan penggunaan humas sebagai media promosi dikarenkan humas membutuhkan biaya relatif sedikit, bila dibandingkan dengan menggunakan iklan dalam promosi selain itu humas dapat langsung berhubungan dengan masyarakat sehingga dapat membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar pajak. Kegiatan humas yang dilakukan seperti mengadakan seminar-seminar untuk mensosialisasikan program perpajakan. Berdasarkan hasil penulisan ini dapat disarankan pada KPP Pratama Malang Selatan agar meningkatkan kegiatan periklanan dan hubungan masyarkat dalam rangka mensosialisasikan program perpajakan pada masyarakat.

Rancang bangun alat pemeras biji jarak dengan sistem hidrolik / Rahmat Hidayat, Asmu'i

 

Cadangan energi fosil semakin hari semakin berkurang padahal kebutuhannya cenderung meningkat. Karena kondisi itulah diperkirakan bahwa energi fosil pada waktu tertentu akan habis terkonsumsi. Perkiraan yang ekstrem menyebutkan, minyak bumi akan habis jika dikonsumsi terus-menerus selama 200 tahun. Adapun batu bara akan habis terpakai dalam 400 tahun (Alamsyah, 2006:5). Lonjakan harga minyak yang mencapai US$ 145/barel sangat mempengaruhi aktifitas perekonomian di berbagai belahan dunia meskipun saat ini harganya cenderung menurun yang berkisar pada angka US$ 40/barel (Jawa pos 24 Desember 2008). Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil setidaknya memiliki tiga ancaman serius, yakni: a. Menipisnya cadangan minyak bumi yang diketahui, jika tidak ada penemuan sumur minyak baru. b. Kenaikan/ketidakstabilan harga akibat tingkat permintaan yang lebih besar daripada produksi minyak. c. Polusi gas rumah kaca (terutama CO2) akibat pembakaran bahan bakarfosil. Oleh karena itu, pengembangan dan implementasi bahan bakar terbarukan yang ramah lingkungan perlu mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah. Untuk menghadapi krisis kelangkaan BBM dan kenaikan harga BBM di Indonesia, pemerintah mulai menggali sumber-sumber energi alternatif. Salah satunya adalah minyak jarak. Saat ini minyak jarak sudah mulai mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak yang dimulai oleh ITB kemudian diikuti oleh IPB, dan selanjutnya diikuti oleh berbagai lembaga baik pemerintah maupun swasta, termasuk berbagai lembaga pendidikan dan perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Pemanfaatan minyak jarak untuk biodiesel telah dilakukan di India , Mesir, Brazil, dan beberapa negara di Afrika seperti Mali, Zimbabwe, Tanzania, dan Ghana. Dari beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa Biodiesel Jatropha memiliki kandungan bahan bakar dan penampilan yang sangat mirip dengan bahan bakar diesel (solar). Oleh karena itu, Biodiesel Jatropha dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis mesin diesel secara langsung tanpa perlu dimodifikasi lagi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Tim Ahli dari Laboratorium Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bekerja sama dengan Nedo dan Mitsubishi Research Institute (MIRI) dari Jepang, telah mampu menghasilkan kendaraan yang menggunakan bahan bakar dengan bahan baku 100 persen minyak jarak (jatropha oil). Selain dari jarak pagar, bahan baku biodisel juga dapat diperoleh dari kelapa sawit dan biji bunga matahari. Beberapa keunggulan yang dimiliki oleh minyak jarak adalah sebagai berikut : a. Memiliki karakter pembakaran yang relatif bersih sehingga ramah lingkungan. b. Memiliki nilai pembakaran (bilangan setana) yang lebih tinggi dari minyak diesel/solar. Dengan demikian pembakaran yang dihasilkan oleh biodiesel lebih sempurna dari minyak solar. c. Merupakan sumber energi yang dapat diperbarui. Sebagai sumber energi alternatif minyak jarak memiliki potensi yang sangat besar. Tetapi hingga saat ini belum banyak masyarakat yang memanfaatkannya secara maksimal. Hal ini tidak terlepas dari minimnya sosialisasi terhadap masyarakat. Hingga saat ini penelitian di bidang biodiesel terus berlangsung, terutama di kalangan perguruan tinggi. Selain sebagai sarana pembelajaran, hal ini juga dilakukan karena melihat prospek biodiesel yang sangat bagus. Untuk melakukan itu semua mereka membutuhkan sebuah alat atau mesin yang bias membantu proses pengolahan biji jarak menjadi minyak jarak yang berkapasitas kecil untuk skala penelitian. Berdasarkan latar belakang di atas maka kami berinisiatif untuk merancang sebuah Mesin Pemeras Biji Jarak dengan Sistem Hidrolik dengan kapasitas kecil yang dilengkapi dengan mekanisme pengeluaran ampas secara otomatis yang sangat sesuai untuk skala penelitian.

Penerapan pembelajaran kooperatif model numbered heads together untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa materi pertidaksamaan kuadrat kelas X SMA Negeri 1 Lawang / Reddy Harmawan Ardianto

 

ABSTRAK Ardianto, Reddy Harmawan. 2008. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Numbered Heads Together untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Materi Pertidaksamaan Kuadrat Kelas X SMA Negeri 1 Lawang. Skripsi, Jurusan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: I) Prof. Drs. Gatot Muhsetyo, M.Sc. , (II) Dra. Hj. Sapti Wahyuningsih, M.Si. Kata Kunci: Penerapan, Belajar Kooperatif Model Numbered Heads Together, Hasil Belajar. Guru matematika di SMA Negeri 1 Lawang dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode pembelajaran gabungan dari membaca, menerangkan, dan latihan soal. Akibatnya, sebagian siswa masih sulit memahami materi pelajaran matematika. Hal ini dapat dilihat dari nilai hasil belajar para siswa yang belum maksimal yaitu kurang memenuhi Standart Ketuntasan Belajar Minimum (SKBM) yang ditetapkan sekolah yaitu 75%. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan suatu metode mengajar yang lain. Salah satu metode belajar yang dapat digunakan adalah metode pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together, mengetahui peningkatan hasil belajar matematika para siswa, dan mengetahui respon siswa terhadap metode pembelajaran Numbered Heads Together. Pelaksanaan pembelajaran Numbered Head Together terdiri atas 4 langkah yaitu penomoran (numbering), pengajuan pertanyaan (questioning), berpikir bersama (heads together), dan pemberian jawaban (answering). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari dua topik. Dua topik tersebut yaitu topik tentang Menyelesaikan Pertidaksamaan Kuadrat Satu Variabel dengan Sketsa Grafik dan topik tentang Menyelesaikan Pertidaksamaan dengan Garis Bilangan. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober sampai dengan 6 November. Data penelitian berupa hasil belajar siswa yang diperoleh melalui tes pada setiap akhir siklus dan respon siswa terhadap metode pembelajaran Numbered Heads Together yang diperoleh melalui lembaran angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together telah dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran NHT. Hasil belajar siswa menunjukkan bahwa pada siklus I nilai rata-rata kelas mengalami kenaikan dari 32,50 menjadi 65,13 sedangkan ketuntasan belajar mengalami peningkatan dari yang sebelumnya 18,42% menjadi 55,26%. Karena pada siklus I hasil yang dicapai belum sesuai dengan SKM dan Ketuntasan Klasikal, maka peneliti melakukan tindakan siklus II. Pada siklus II nilai rata-rata kelas mengalami kenaikan yaitu dari 65,13 menjadi 79,74 sedangkan ketuntasan belajar mengalami peningkatan dari 55,26% menjadi 86,84%. Dan diketahui bahwa respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together sangat positif.

Penggunaan strategi pembelajaran peta konsep pada awal dan akhir pembelajaran dalam upaya peningkatkan prestasi belajar siswa kelas X semester II tahun ajaran 2008/2009 MAN Malang 3 pada materi senyawa hidrokarbon / Rahayu Retnoningtyas

 

Pendidikan saat ini dituntut tidak hanya pada peningkatan kualitas kecerdasan siswa secara intelektual tetapi juga kreatif, inovatif, beriman, berakhlak mulia, dan tanggap terhadap potensi yang ada di masyarakat. Hal ini sesuai dengan tujuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Guru dituntut untuk mengembangkan dan memilih strategi pembelajaran yang tepat agar siswa aktif dalam proses pembelajaran di kelas. Strategi pembelajaran peta konsep merupakan salah satu strategi pembelajaran yang berlandaskan konstruktivisme. Penggunaan strategi peta konsep dalam pembelajaran kimia merupakan salah satu cara untuk mempermudah siswa dalam mempelajari dan memahami konsep-konsep materi yang ada dalam pelajaran kimia. Penelitian ini menerapkan penggunaan strategi peta konsep awal dan akhir pembelajaran untuk materi senyawa hidrokarbon. Materi ini dipilih karena materi ini cukup sulit untuk dipahami karena mencakup aspek-aspek golongan senyawa, struktur senyawa, tatanama senyawa, gugus fungsi dan reaksi-reaksi yang terjadi dalam senyawa hidrokarbon. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang melibatkan kelas kontrol dan eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa dengan menerapkan strategi pembelajaran peta konsep pada awal dan akhir pembelajaran. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada perbedaan prestasi belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran peta konsep pada awal pembelajaran dengan pembelajaran konvensional, ada perbedaan prestasi belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran peta konsep pada akhir pembelajaran dengan pemelajaran konvensional, dan ada perbedaan prestasi belajar siswa yang diajar dengan peta konsep pada awal pembelajaran dengan peta konsep pada akhir pembelajaran pada materi senyawa hidrokarbon. Sampel dalam penelitian ini ada tiga kelas (X-A, X-C, dan X-D) yang diambil dari tujuh kelas X yang ada dengan tingkat kemampuan awal yang sama. Instrumen dalam penelitian ini berupa (1) instumen evaluasi untuk mengukur prestasi belajar siswa dan (2) angket untuk mengukur sikap siswa terhadap penggunaan peta konsep. Data penelitian yang diperoleh diuji statistik yaitu uji normalitas, uji homogenitas,kesamaan dua rata-rata baik untuk data kemampuan awal maupun hasil belajar, dan uji hipotesisnya menggunakan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran peta konsep dengan yang tidak diajar dengan pembelajaran peta konsep. Rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen 1 yang diajar dengan peta konsep pada awal pembelajaran (80,52), kelas eksperimen 2 yang diajar dengan peta konsep pada akhir pembelajaran (74,79) dan kelas kontrol (61, 75). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran peta konsep pada awal pembelajaran maupun peta konsep pada akhir pembelajaran lebih baik dari pada prestasi belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensioanal (ceramah). Prestasi belajar siswa yang diajar dengan pembelajarn peta konsep pada awal pembelajaran lebih baik daripada yang dijar dengan pembelajaran peta konsep pada akhir pembelajaran. Sikap siswa terhadap penggunaan strategi pembelajaran peta konsep sangat positif.

Penerapan metode pembelajaran kooperatif model stad (Student Teams Achievement division) berbantuan media pembelajaran berbasis komputer pada materi sistem periodik unsur (SPU) untuk meningkatkan kualitas proses dan prestasi belajar siswa kelas X SMA Shalahuddin Malang

 

Beberapa penelitian tentang penerapan metode pembelajaran kooperatif model STAD (Student Teams Achievement Division) yang dilakukan oleh Merfanti (2008), Ufafa (2005), Endrawati (2006), dan Tonih (2004) menunjukkan hasil yang positif terhadap peningkatan prestasi belajar, pemahaman, motivasi belajar, dan aktivitas siswa. Selain itu pula beberapa penelitian tentang penerapan media pembelajaran berbasis komputer oleh oleh Tantriana (2006), Hadi (2005), dan Silalahi (2006) diperoleh bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis komputer dapat meningkatkan prestasi belajar. Berdasarkan hasil-hasil tersebut peneliti merasa perlu untuk menerapkan metode pembelajaran kooperatif model STAD berbantuan media pembelajaran berbasis komputer yang diharapkan akan mampu untuk memotivasi dan menarik perhatian serta minat siswa sehingga akan membantu meningkatkan kualitas proses dan prestasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen (Eksperimental Design) dan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Shalahuddin Malang semeseter 1 tahun ajaran 2008/2009 yang terdiri dari dua kelas. Pada kelas eksperimen diterapkan metode pembelajaran kooperatif model STAD berbantuan media pembelajaran berbasis komputer, sedangkan pada kelas kontrol diterapkan metode pembelajaran pembelajaran kooperatif model STAD tanpa media. Perbedaan prestasi belajar siswa antara siswa yang diajar dengan metode pembelajaran kooperatif model STAD berbantuan media pembelajaran berbasis komputer dengan siswa yang diajar dengan metode pembelajaran kooperatif model STAD tanpa media dianalisis berdasarkan statistik uji-t satu pihak. Kualitas proses pembelajaran kooperatif model STAD, self efficacy siswa terhadap komputer, dan minat siswa terhadap proses belajar-mengajar menggunakan media pembelajaran berbasis komputer dideskripsikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kualitas proses pembelajaran kooperatif model STAD pada kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol, baik keaktifan siswa, aktivitas kelompok dalam pembelajaran kooperatif, dan penghargaan kelompok. Prestasi belajar siswa kelas X yang diajar dengan metode pembelajaran kooperatif model STAD berbantuan media pembelajaran berbasis komputer lebih baik daripada siswa yang diajar dengan metode pembelajaran kooperatif model STAD tanpa media, yaitu dengan x ̅eksperimen = 52,48 dan x ̅kontrol = 37,95. Self efficacy siswa terhadap komputer tinggi. Siswa sangat berminat terhadap proses belajar-mengajar menggunakan media pembelajaran berbasis komputer.

Pengaruh suhu sintering terhadap magnetodielektrik senyawa spintronik Tio,97Mno,03O2+5 / Nia Rahayu Baroroh

 

Spintronik merupakan senyawa baru dari suatu bahan semikonduktor yang didoping dengan bahan magnetik. Bahan ini memanfaatkan spin dari bahan magnetik dan elektronik dari bahan semikonduktor yang sifat semikonduktivitasnya dipengaruhi medan magnet. Spintronik dibentuk dengan menambahan bahan ferromagnetik dalam semikonduktor yang akan berpengaruh pada sifat dielektriknya. Sifat ini dikenal dengan magnetodielektrik. Dalam tulisan ini dilaporkan kajian tentang pengaruh suhu sintering terhadap magnetodielektrik senyawa Spintronik Ti0,97Mn0,03O2± δ. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen murni. Sintesis bahan dilakukan dengan menggunakan metode reaksi padatan. Karakterisasi sifat fisis berupa konstanta dielektrik sebagai fungsi medan magnet dilakukan dengan metode pengukuran kapasitansi dengan nalisis kuantitatif menggunakan “Fitting” tidak langsung untuk bahan yang dikarakterisasi tanpa medan. Langkah pertama adalah penyiapan bahan, penimbangan bahan, sintering, kemudian sampel dikarakterisasi dielektrisitasnya pada berbagai medan magnet. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fisika Material Universitas Negeri Malang mulai bulan Juli s/d Oktober 2008. Penelitian ini menggunakan bahan dasar TiO2 dengan kemurnian 99 % dan MnO2 dengan kemurnian 99 % disintering selama 4 jam pada suhu 800 oC, 900 oC, 1000 oC, 1100 oC, 1200 oC. Konstanta dielektrik diperoleh dengan metode kapasitansi yang diukur dengan berbagai medan magnet. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi suhu sintering pada senyawa spintronik Ti0,97Mn0,03O2±δ konstanta dielektrik semakin naik dengan pola mengikuti laju perubahan fase Arrhenius. Perubahan nilai konstanta dielektrik tanpa medan magnet dapat dijelaskan bahwa semakin tinggi suhu sintering semakin banyak atom Mn yang menggantikan posisi Ti. Penggantian ini mengakibatkan jarak Ti_O semakin dekat karena jari-jari atomik Mn (161 pm) lebih kecil dari pada jari-jari Ti (176 pm). Magnetodielektrik dalam medan magnet memiliki pola yang sama seperti tanpa medan magnet. Nilai konstanta dielektrik meningkat dengan bertambahnya medan magnet. Perubahan nilai konstanta dielektrik dengan medan magnet dimungkinkan karena pengaruh medan magnet luar yang berusaha mensejajarkan arah spin pada bahan tersebut. Sehingga bahan termagnetisasi dengan struktur tertentu. Peran medan magnet terhadap senyawa ini karena adanya doping Mn yang mempengaruhi medan elektromagnetik disekitar Mn maupun Ti, yang mempengaruhi induksi polarisasi bahan spintronik.

Pengaruh spiritual quotient (SQ) dan persepsi siswa tentang efektivitas pendidikan sistem ganda (PSG) terhadap prestasi PSG siswa program keahlian akuntansi SMK PGRI Turen / Sindu Pramesthi

 

Trial version of e-PDF Document Converter ABSTRAK Pramesthi, Sindu. 2009. Pengaruh Spiritual Quotient (SQ) dan Persepsi Siswa tentang Efektivitas Pendidikan Sistem Ganda (PSG) terhadap Prestasi PSG Siswa Program Keahlian Akuntansi SMK PGRI Turen. Skripsi, Jurusan Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Sutatmi, M.Pd, M.Si (II) Triadi Agung Sudarto, S.E, M.Si, Ak. Kata Kunci: Spiritual Quotient, Persepsi, Pendidikan Sistem Ganda (PSG) Penerapan pendidikan dengan sistem ganda di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan upaya untuk meningkatkan mutu lulusan sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan DU/DI. Persepsi siswa tentang efektivitas PSG merupakan kemampuan siswa untuk mengamati dan mengenal PSG sebagai suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang memadukan secara sistematis dan sinkron dengan program pendidikan di sekolah, serta program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di DU/DI. Prestasi tidak hanya ditentukan oleh faktor IQ saja, tetapi ada faktor lain yang ikut berperan yaitu SQ. Prestasi PSG ditentukan kemampuan belajar di sekolah maupun belajar di DU/DI. Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk mengetahui pengaruh Spiritual Quotient dan persepsi siswa tentang efektivitas Pendidikan Sistem Ganda terhadap prestasi PSG siswa program keahlian Akuntansi SMK PGRI Turen, baik secara parsial maupun simultan. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI program keahlian Akuntansi SMK PGRI Turen dengan responden sebanyak 93 siswa. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan uji reliabilitas dengan sampel uji coba sebanyak 30 responden. Data diperoleh melalui responden dengan menggunakan angket/kuesioner tertutup dan diukur menggunakan skala Likert dengan skala empat. Sedangkan analisis data menggunakan analisis regersi berganda untuk mengetahui pengaruh Spiritual Quotient dan persepsi siswa tentang efektivitas Pendidikan Sistem Ganda terhadap prestasi PSG siswa baik secara parsial maupun secara simultan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Spiritual Quotient mempunyai nilai sig t = 0,000 lebih kecil dari nilai signifikansi (@ = 0,005) , sehingga pada peluang kesalahan 5% Spiritual Quotient mempunyai pengaruh positif terhadap prestasi PSG siswa program keahlian Akuntansi, (2) Persepsi siswa tentang efektivitas Pendidikan Sistem Ganda mempunyai nilai sig t = 0,000 lebih kecil dari nilai signifikansi (@ = 0,005) , sehingga pada peluang kesalahan 5% persepsi siswa mempunyai pengaruh positif terhadap prestasi PSG siswa program keahlian Akuntansi, (3) Spiritual Quotient dan persepsi siswa tentang efektivitas Pendidikan Sistem Ganda mempunyai nilai sig t = 0,000 lebih kecil dari nilai signifikansi (@ = 0,005) , sehingga pada peluang kesalahan 5% Spiritual Quotient dan persepsi siswa tentang efektivitas PSG mempunyai pengaruh positif terhadap prestasi PSG siswa program keahlian Akuntansi. Spiritual Quotient (X1 ) mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi PSG siswa program keahlian Akuntansi SMK PGRI Turen. Persepsi siswa tentang efektivitas Pendidikan Sistem Ganda (X2 ) mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi PSG siswa program keahlian Akuntansi SMK PGRI Turen. Secara simultan ada pengaruh positif antara Spiritual Quotient (SQ) dan persepsi siswa tentang efektivitas Pendidikan Sistem Ganda (PSG) terhadap prestasi PSG siswa program keahlian Akuntansi SMK PGRI Turen. Selanjutnya saran yang Please purchase 'e-PDF Creator' on http://www.e-pdfconverter.com to remove this message. Trial version of e-PDF Document Converter Trial version of e-PDF Document Converter dapat peneliti berikan adalah: (1) Untuk penelitian selanjutnya, khususnya tentang pengaruh SQ dan persepsi siswa tentang efektivitas PSG terhadap prestasi PSG hendaknya menambahkan variabel lain yang akan diteliti untuk pengembangan penelitian atau menganalisis permasalahan ini dengan menggunakan metode penelitian lainnya. (2) Selain kecerdasan intelektual ada faktor lain yang menentukan keberhasilan pendidikan yaitu Kecerdasan Spiritual (SQ). Dengan demikian hendaknya guru tidak lagi terpaku pada kecerdasan intelektual saja, karena faktor lain termasuk SQ juga menentukan keberhasilan seseorang.

Struktur komunitas arthropoda pada kanopi tanaman teh (Camellia sinensis L.) di kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang / Nur Chosin

 

i ABSTRAK Chosin, Nur. 2007. Struktur Komunitas Arthropoda pada Kanopi Tanaman Teh di Kebun Teh Wonosari Singosari Malang. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fatchur Rohman, M.Si, (II) Drs. H. Fathurrachman, M.Si. Kata-kata Kunci: struktur komunitas, Arthropoda, tanaman teh. Arthropoda memiliki peranan penting dalam agroekosistem kebun teh, peranan penting tersebut antara lain sebagai pengendali keseimbagan ekosistem sehingga keberadaannya harus tetap terjamin. Untuk itu perlu kajian tentang struktur komunitas Arthropoda meliputi komposisi, kepadatan populasi dan keanekaragaman spesies. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi, kepadatan populasi, dan keanekaragaman spesies, mengetahui perbedaan keanekaragaman spesies Arthropoda di lahan datar dan lereng pada klon Assamica dan TRI 2025, mengetahui dominansi Artropoda pada lahan datar dan lereng klon Assamica dan TRI 2025, dan mengetahui faktor abiotik yang sangat menentukan keanekaragaman spesies Arthropoda di lahan datar dan lereng pada klon Assamica dan TRI 2025. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif eksploratif, kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Desember 2006-Mei 2007di kebun teh Wonosari Kabupaten Malang. Penetuan lokasi pengambilan sampel berdasarkan jenis klon dan daerah (datar dan lereng). Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan menggunakan jaring ayun sebanyak 10 kali ayunan di daerah datar dan lereng pada klon Assamica dan TRI 2025. Faktor abiotik yang diukur meliputi kecepatan angin, kelembaban udara, suhu udara, kandungan air tanah, curah hujan dan penyinaran. Nilai keanekaragaman spesies Arthropoda ditentukan berdasarkan indeks keanekaragaman spesies Shanon Wiener dan untuk membandingkan keanekaragaman antar tempat dilakukan Uji t (0,05). Dominansi spesies Arthropoda dianalisis berdasarkan indeks dominansi (Di). Faktor abiotik yang menentukan terhadap keanekaragaman Arthropoda dilakukan analisis regresi ganda bertahap (step wise multiple regression) dengan program SPSS. Komposisi Arthropoda di kebun teh Wonosari Kabupaten Malang terdiri atas 68 Spesies yang termasuk 53 Famili dan 12 Ordo. Kepadatan populasi hewan Arthropoda di kebun teh Wonosari secara mewaktu berkisar antara 34-131 ind/kanopi. Keanekaragaman spesies (H’) Arthropoda di kebun teh Wonosari termasuk rendah sampai dengan sedang, dengan nilai Indeks Keanekaragaman spesies (H’) berkisar antara 0,726-2,856. Berdasarkan Uji t (0,05) terdapat perbedaan yang signifikan antara keanekaragaman spesies Arthropoda pada klon Assamica (datar dan lereng) pada bulan Desember 2006 dan bulan Februari 2007. Sedangkan untuk klon TRI 2025 terdapat perbedaan keanekaragaman spesies yang signifikan antara TRI 2025 datar dan TRI 2025 lereng selama periode penelitian (Desember 2006-Mei 2007). Secara umum spesies Arthropoda yang mendominasi kebun teh adalah Aleyrodes sp., Empoasca sp., Peronyma sp., Orosius sp., dan Oxyopes sp.. Hasil uji statistik dengan regresi ganda bertahap terhadap faktor abiotik menunjukkan bahwa untuk klon Assamica datar faktor ii abiotik yang sangat menentukan terhadap keanekaragaman spesies Arthropoda adalah curah hujan (r2 = 33,70 %) dan kecepatan angin (r2 = 20,60 %). Faktor abiotik yang sangat menentukan pada klon Assamica lereng adalah penyinaran (r2 = 51,01 %) dan suhu udara (r2 = 2,29 %). Klon TRI 2025 datar faktor abiotik yang sangat menentukan adalah kecepatan angin (r2 = 13,10 %) dan kandungan air tanah (r2 = 27,30 %), sedangkan klon TRI 2025 lereng faktor abiotik yang sangat menentukan adalah penyinaran (r2 = 13,10 %) dan curah hujan (r2 = 27,30 %).

Gramatical errors in writing produced by the students of Muhammadiyah University of Malang / Abd. Waris

 

ABSTRACT Waris, Abd. 2008. Grammatical Errors in Writing Produced by the Students of Muhammadiyah University of Malang. Thesis. Postgraduate Program in English Language Education Study Program, State University of Malang. Advisors: I) Prof. H. M. Adnan Latief, M.A., Ph.D. (II) Dr. Nur Mukminatien, M.Pd. Key words: grammatical errors, writing This study aims to find out the grammatical errors produced by the students of the English Department at Muhammadiyah University of Malang in writing, in terms of the most type of error that are made by the students. The population of the study was the students who took Writing II and Writing IV courses in the year 2007/2008, and the sample comprises 30 students of each course. The data were taken from Writing II and Writing IV assignments. The errors on the two writing courses were analyzed to find out whether or not there was an improvement from Writing II to Writing IV. The errors were identified by two readers reading the students’ written works on Writing II and Writing IV courses. The types of errors were divided into: omission, addition, misformation, and misordering, and these types of error cover articles, prepositions, adverbs, nouns, and verbs. Besides, there are various errors on linguistic categories such as agreement, parallelism, passive sentences, and some grammatical morphemes such as final -s, -ing form, etc. The data were analyzed using error analysis. The result of data analysis shows that there are 416 errors all made by the students in Writing II, but there are only 81 errors made in Writing IV. In Writing II there are 182 or 4.26% omission errors, 90 or 2.00%% addition errors, 130 or 3.35%% misformation errors, and 14 or 2.71% misordering or word order errors from all errors identified. In Writing IV there are 42 or 2.42% omission errors, 15 or 0.98% addition errors, 23 or 1.34% misformation errors, and 1 or 0.29% misordering or word order error. Omission is the most error produced by the students of all errors investigated from the two writing subjects. There are 53 or 13.28% errors of final -s in Writing II. Final -s that deals with plural marker, and the third person singular is the most type of error made. The omissions of final -s are also the most errors made by the students for addition errors of Writing IV, but not for addition errors of Writing II, because in Writing II, prepositions are the most errors made. In terms of misformation, the errors of verb are mostly produced by the students. In Writing II, there are three types of omission error categorized as having the highest frequency of occurrence. The first is omission of final -s, the number of errors is 53 or 13.28% and the second is omission of articles, 33 errors or 7.47%. Finally is the omission of auxiliary verbs which has 20 errors or 6.39% from all omission errors. In terms of addition errors, preposition has the highest frequency; it has 22 errors or 6.92% of all errors, followed by the error of noun which has11 errors or 0.88%. The last type of error is the error of auxiliary verb; This type of error has 10 or 3.19% from all errors of addition. In terms of misformation, there are 32 or 6.14% errors of verb, followed by pronoun which has 24 or 5.26% errors, and adjective which has 19 or 8.60% errors. In Writing IV, the omission of final –s is 2.97% followed by the auxiliary verbs 6.15%, and 2.4% errors of preposition. In terms of addition, the errors of final -s is 1.37%, they are the most errors made, followed by the auxiliary verb and preposition; each has 2.86% and 0.49%. In terms of misformation, the errors of verb are the most errors made or 1.63%. Errors of adjective and noun are 2.65% and 0.35%. The number of errors is significantly reduced from Writing II to Writing IV. This means that the higher the level, the fewer errors they make. In other words, there is an improvement in the teaching of writing courses at the English Department in Muhammadyah University of Malang. Based of the result of this research, it is suggested that: (1) the teachers of writing courses at the English Department in Muhammadyah University of Malang should consider the errors made by the students as they still can be reduced by using certain ways. For example, it can be done by providing the students with appropriate grammar works based on the errors they make during the fluency practice in order to make the students aware of their errors, and to help them improve their writing ability, (2) the teachers should give feedback to students by returning their written works after they have been corrected, (3) the students need to have more practice in English grammar so the same errors may not occur anymore when writing a composition. This study concerns only with limited grammatical errors, so other researchers are recommended to carry out the other research comprising a large scale of grammatical errors that students can produce in writing composition.

Perbedaan tingkat kematangan emosi antara mahasiswa laki-laki dengan perempuan program studi bimbingan dan konseling reguler di Universitas Negeri Malang / Visi Astutik

 

Penelitianin i dilata$elakangoi leh sebuahp enelitiany angd ilakukano leh Irslie Bordyd anJ udith} Iall (datarnG olemaqt999:189y)a ngm enyatakabna hwae mosiw anita dan pria itu berbeda" Selain itu maraknya perbuatan kriminal yang dipicu oleh meningginyeam osij uga menjadi salah satu pendorongd iadakannyap enelitiani ni. Berdasarkapna da satr,rt eori dan s€buahk enyataant ersebutm aka peneliti ingin mengetahuaip okahp erbedaapna dae mosia natarap na dan wanitaj uga akanm embuat berbedpaa dat ingkatk ematangaenm osinya Tujuand ari penelitiani ni adalahu ntuk mengetahuti ngkat kematangaenm osi mahasiswpar ograms tudiB K secarau mum.S elainu ntukm engeahutii ngftatk emaangan emosmi ahasiswBa K secaxau mumt ujuand ari penelitianin i adalahm engetahutiin gkat kematangaenm osi mahasiswala ki-laki BK dan mahasiswap erempuanB K secara terpisah.T ujuan yang ingrn diketahui dari penelitiani ni berikutnyaa dalahu ntuk mengetahuaip akaha da perbedaantin gkat kematangaenm osi antarap ria dan wanita terutarnpaa dam ahasiswpar oglams tudiB K. Rancanganp enelitiany ang digunakan4 nlam penelitiani ni adalahd eskriptif komparatifP opulasdi alamp enelitianin i adalahs eluruhm ahasiswjau rusanB K di UM mulaid ari angkatanta hun1 999/2000sa mpadi engana ngkatanta hun2 003/2004T. eknik yang digunakan dalarn penarikan sampel adalah ,Srrarified Propotional Random SamplingA. dapunj umlah sampeld alam penelitiani ni sdalah 55 orang mahasiswa denganp embagian1 7 orangm atrasiswlaa ki-laki dan 38 nrahasiswpae rempuanU. ntuk pengumpuladna ta menggunakaanl at ukur berupaa ngftetd engank lasifikasi pilihan jawaban sangat sesuai, sesuai, tidak sesuai dan sangat tidak sesuai dengan kategon maangc, ukupm atangd ank urangm atangP. engumpuladna tad ilakukand i FakultasIl mu PendidikanU niversitasN egeri Malang peda tanggal 14 April-I8 April 2004, yang dilaksanakasne ndiri oleh peneliti tanpa hntuafl dari dosenp engajarA nalisis hasil penelitiany angd igunakana dalahp ersantasdea nu ji -t Berdasarksann alisis% hasil dari penelitianin i menunjukkanb ahwam ahasiswa BK secarak eseluruhanb €radap ada tingkat cukup matang,t etapi jika dibedakan berdasarkajenn isk elaminm ahasiswlaa ki-lakiB K beradap sdat ingkatc ukupm atangd an mahasiswpae rempuaBnK beradap adat ingkatm atangB. edasarkanh asilu ji-! penelitiat ini juga menunjukkana danyap Erb€daatnin gtat kematongaenm osia nara mahasiswa laki-laki denganm ahasiswap efempuanP erbedaana ntara mahasiswala ki-laki dan perenpuante rletakp adai ndikatorp engendaliaenr nosid imanap erempualne bih matang dibondingla ki-laki dan indikator pcrnahamante thadaps ituasi emosionayl ang juga perempualenb ihm atangd ibandingla kilaki. Berdasarkahna silp enelitianin i disarankana gard ilakukanp enelitianle bih lanjut mengenaeim osim isalnya;f aktor-faktory ang menyebabkaand anyep erbedaatnin gkat kemabngaenm osia ntarap na denw anita"

Pemanfaatan ape (Alat permainan edukatif) untuk mengembangkan kemampuan motorik anak usia dini kasus di PAUD Firdaus Malang / Gadis Kurnia Maulidia

 

ABSTRAK Kurnia Maulidia, Gadis. Pemanfaatan APE (Alat Permainan Edukatif)Untuk Mengembangkan Kemampuan Motorik Anak Usia Dini KAsus Di PAUD Firdaus Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan.Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Kentar Budhojo,M.Pd., (II) Drs, Urib Urbianto, M.Pd Kata Kunci: APE (Alat Permainan Edukatif) , Kemampuan Motorik, Anak usia dini Masa depan anak ada ditangan orang tua, sedangkan masa depan bangsa ada ditangan anak-anak.Usia dini pada anak merupakan golden age (masa keemasan anak) yaitu pada masa ini anak mengalami perkembangan fisik dan non fiik terutama kemampuan secara pesat yang sangat berpengaruh terhadap sikap dan sifatnya dimasa yang akan datang. Alat Permainan Edukati (APE) adalah salah satu alat belajar yang bersifat mendidik di PAUD. Karena tanpa alat permainan ini anak akan merasa bosan dan jenuh bersekolah. Jadi para orang tua haruslah memilih jenis APE yang tepat untuk putra dan putri mereka.Dalam pembelajarannya BCCT juga mengembangkan beberapa aspek perkembangan pada anak, dimana salah satunya yaitu perkembangan motorik pada anak yang ternyata dalam bermain APE juga mempengaruhi perkembangan motorik anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan jenis APE yang digunakan dalam pembelajaran BCCT untuk mengembangkan perkembangan motorik anak usia dini di PAUD Firdaus Malang, Mendeskripsikan pemanfaatan APE dalam pembelajaran BCCT untuk mengembangkan perkembangan Motorik anak usia dini di PAUD Firdaus Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. populasi yang diambil adalah 10 orang tua dan 5 tutor kelas melati di Play Group Firdaus dengan jumlah keseluruhan 15 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik angket , wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik anak usia dini di PAUD Firdaus menurut orang tua pada umumnya baik. Hal ini ditunjukkan dengan tercapainya seluruh indikator kemampuan motorik anak usia dini. Sedangkan pemanfaatan APE (Alat Permainan Edukatif) di PAUD Firdaus juga sudah tersedia lengkap dan sesuai dengan penggunaannya.Selain itu Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar: (1) Bagi Orang tua Orang tua sebagai pendidik yang pertama dan paling utama dalam perkembangan anak khususnya perkembangan kecerdasan motorik anak. Terutama bagi orang tua yang kurang memiliki pengetahuan dan pengalaman, diharapkan tidak enggan untuk menambah ilmunya tentang PAUD terkait dengan Alat Permainan Edukatif yang sesuai dalam mengembangkan kemampuan motorik anak. (2) Bagi PAUD Firdaus Diharapkan bisa menjadi media perantara dalam pemberian informasi tentang perkembangan kemampuan motorik anak, serta diharapkan mampu memilih dan memilah Alat Permainan Edukatif apa saja yang bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan motorik anak usia dini. (3) Bagi peneliti Hendaknya melakukan pengkajian dan penelitian yang lebih lanjut mengenai pemanfaatan APE (Alat Permainan Edukatif) terhadap perkembangan kemampuan motorik anak usia dini dan membandingkannya dengan pendekatan lain sehingga dapat dijadikan rujukan lanjutan yang lebih komprehensif (4) Bagi peneliti selanjutnya Diharapkan untuk melengkapi kekurangan yang ada untuk mengembangkan ilmu tentang Pendidikan Anak Usia Dini khususnya tentang pengembangan kemampuan motorik anak usia dini dan dapat digunakan untuk penelitian-penelitian lanjutan. (5) Bagi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Hendaknya Jurusan PLS menambah referansi kepustakaan mengenai PAUD khususnya tentang pemanfaatan APE (Alat Permainan Edukatif) terhadap perkembangan kemampuan motorik anak usia dini dan perlakuan orang tua

Penggunaan media kucur (Buku curhat) untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas VIIIA SMP Sriwedari Malang / Frida Dwiana Rahmawati

 

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Bab V Standar Kompetensi Lulusan Pasal 25 Ayat (3)dijelaskan bahwa kompetensi lulusan untuk mata pelajaran bahasa (termasuk Bahasa Indonesia) ditekankan pada kemampuan membaca dan menulis yang sesuai dengan jenjang pendidikan (Depdiknas, 2007). Berdasarkan PP di atas dapat diketahui bahwa kemampuan menulis siswa berperan penting dalam kelulusan peserta didik. Pada kenyataannya, siswa mengalami kesulitan pembelajaran menulis, terutama menulis puisi. Siswa kesulitan memilih ide, diksi, rima, dan amanat puisi dengan tepat. Kesulitan ini disebabkan karena kurangnya pemahaman siswa mengenai puisi dan bagaimana cara menulis puisi yang baik. Minimnya guru dalam menggunakan media untuk merangsang siswa menulis puisi juga menjadi salah satu penyebab kesulitan siswa dalam menulis puisi. Masalah seperti ini juga dialami oleh siswa kelas VIIIA SMP Sriwedari Malang. Siswa di sekolah ini mengalami kesulitan menulis puisi, sehingga kemampuan menulis puisi siswa rendah. Oleh sebab itu, perlu diadakan upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu caranya dengan penggunaan media Kucur (Buku Curhat). Kucur dalam penelitian ini merupakan media pembelajaran dalam bentuk buku curhat siswa yang berisi pengalaman mengesankan sebagai rangsangan untuk menulis puisi. Dari Kucur tersebut, siswa akan menemukan diksi, rima, dan amanat sehingga puisi yang dihasilkan bisa ekspresif dan reflektif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA SMP Sriwedari Malang dengan jumlah 25 siswa, 15 putra dan 10 putri. Dalam penelitian ini, peneliti berkolaborasi dengan guru Bahasa Indonesia SMP Sriwedari Malang. Peneliti juga meminta batuan kepada dua orang teman untuk membantu pelaksanaan pembelajaran di kelas. Penelitian ini dimulai tanggal 10-28 November 2008. Metode pengumpulan data dilakukan melalui tes kinerja, lembar observasi, wawancara,dan catatan lapangan. Dari hasil pretes siswa kelas VIIIA SMP Sriwedari Malang,diketahui nilai rata-rata kelas rendah, yaitu sebesar 22. Siswa mengalami kesulitan dalam menentukan diksi, rima, dan amanat.Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa penggunaan media Kucur (Buku Curhat) dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VIIIA SMP Sriwedari Malang dalam memilih diksi puisi. Hal ini ditandai oleh adanya peningkatan hasil kerja siswa pada siklus I ke siklus II. Pada siklus I, peningkatan kemampuan siswa dalam memilih diksi kurang maksimal disebabkan oleh kurangnya siswa memanfaatkan media Kucur. Siswa belum mampu menentukan kata-kata kunci dalam Kucur dan belum mampu melakukan editing untuk katakata kunci yang dihasilkan, sehingga siswa belum mampu membuat diksi yang puitis dan figuratif. Pada siklus II, penggunaan media Kucur lebih maksimal,sehingga kemampuan siswa dalam memilih diksi juga meningkat. Siswa mampu menghasilkan diksi yang puitis dan figuratif. Berdasarkan presentase, kenaikan siswa dalam memilih diksi sebesar 89%. Penggunaan media Kucur (Buku Curhat) juga dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VIIIA SMP Sriwedari Malang dalam memilih rima puisi. Hal ini ditandai oleh adanya peningkatan hasil kerja siswa dalam memilih rima dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, peningkatan kemampuan siswa dalam memilih rima puisi kurang maksimal disebabkan oleh kurangnya pemanfaatan media Kucur dalam menghasilkan bait-bait yang harmonis. Siswa belum mampu merangkai kata-kata kunci menjadi bait-bait puisi dengan memperhatikan keindahan bunyi. Pada siklus II, siswa sudah mampu merangkai kata-kata kunci menjadi bait-bait puisi dengan mempertimbangkan keharmonisan bunyi, sehingga rima puisi yang dihasilkan membentuk musikalitas. Berdasarkan presentase, kenaikan siswa dalam memilih rima sebesar 111%. Penggunaan media Kucur (Buku Curhat) dapat pula meningkatkan kemampuan siswa kelas VIIIA SMP Sriwedari Malang dalam menentukan amanat puisi. Hal ini ditandai oleh adanya peningkatan hasil kerja siswa menentukan amanat yang tepat dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, peningkatan kemampuan siswa dalam menentukan amanat puisi kurang maksimal disebabkan oleh kurang tepatnya siswa memilih cerita yang akan ditulis dalam Kucur sehingga puisi yang dihasilkan kurang bersifat reflektif. Pada siklus II, pemilihan cerita dalam Kucur lebih tepat sehingga puisi yang dihasilkan reflektif dan lebih bernilai. Berdasarkan presentase, kenaikan siswa dalam memilih rima sebesar 104%. Berdasarkan hasil pembahasan dalam penelitian ini, dapat dikatakan bahwa media Kucur berhasil meningkatkan kemampuan siswa menulis puisi,khususnya ketepatan aspek diksi, rima, dan amanat. Media ini digunakan dengan tahapan-tahapan yang telah direncanakan pada proses perencanaan siklus. Dari hasil skor siswa diketahui adanya peningkatan kemampuan menulis puisi. Oleh sebab itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu rujukan untuk pembelajaran menulis puisi.

Pengaruh faktor psikologis terhadap loyalitas konsumen (Studi pada konsumen Alfamart Pakisaji) / Rimanda Setyawan

 

ABSTRAK Setyawan, Rimanda. 2009. “Pengaruh Faktor Psikologis Terhadap Loyalitas Konsumen (Studi pada Konsumen Alfamart Pakisaji)”. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Supriyanto, M.M, (II) Dr. Syihabudhin, S.E, M.Si Kata Kunci: Faktor Psikologis, Loyalitas Konsumen Perilaku konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berbeda untuk masing-masing individu. Dan salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah faktor psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan faktor psikologis yang meliputi variabel motivasi (X1), variabel persepsi (X2), variabel pembelajaran (X3), dan variabel keyakinan dan sikap (X4), terhadap loyalitas konsumen (Y). Penelitian ini dilakukan pada konsumen Alfamart Pakisaji. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan analisis regresi berganda, data diperoleh dengan menggunakan teknik kuesioner tertutup. Populasi telah diketahui jumlahnya karena diambil dari jumlah konsumen Alfamart yang tergabung dalam member Alfamarku (AKU), sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh atau sampel populasi. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 70 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS for Windows 14.0. Setelah dilakukan proses pengolahan data dan analisis regresi berganda diketahui hasil penelitian menyatakan (1) Motivasi, dari hasil analisis data diperoleh nilai 1 = 0,444; t hitung = 4,843; signifikan t = 0,000. Hal ini menunjukkan motivasi berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen, (2) Persepsi, dari hasil analisis data diperoleh 2 = 0,115; nilai t = 1,931; signifikan t = 0,058. Hal ini menunjukkan persepsi berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen, (3) pembelajaran, dari hasil analisis data diperoleh 3 = 0,293; nilai t = 2,698; signifikan t = 0,009. Hal ini menunjukkan pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen, (4) keyakinan dan sikap, dari hasil analisis data diperoleh 4 = 0,032; nilai t = 0,311; signifikan t = 0,757. Hal ini menunjukkan keyakinan dan sikap berpengaruh tidak signifikan terhadap loyalitas konsumen. Sedangkan nilai Fhitung diperoleh sebesar 14,714 dengan tingkat signifikansi 0,000., sehingga dapat dinyatakan ada pengaruh yang signifikan antara variabel motivasi, persepsi, pembelajaran serta keyakinan dan sikap secara simultan terhadap loyalitas konsumen Alfamart Pakisaji Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka dapat disimpulkan secara parsial terdapat 3 variabel yang menunjukkan signifikansi terhadap loyalitas konsumen yaitu Motivasi, Persepsi dan Pembelajaran, sedangkan variabel Keyakinan dan Sikap berpengaruh tidak signifikan terhadap loyalitas konsumen. Secara simultan Motivasi, Persepsi, Pembelajaran serta Keyakinan dan Sikap berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas Konsumen. Saran yang dapat diberikan berkaitan dengan temuan yang telah diperoleh adalah (1) Perusahaan untuk lebih memperhatikan faktor psikologis yang meliputi motivasi, persepsi, pembelajaran konsumen di dalam pelaksanaan strategi pemasarannya, yaitu memperhatikan apa keinginan dan kebutuhan konsumen, seperti selera konsumen, barang yang dibutuhkan dan diingini konsumen, memberikan potongan harga, serta iklan dan brosur yang dapat membuat konsumen tertarik untuk berbelanja di Alfamart Pakisaji, (2) Bagi Peneliti berikutnya, apabila digunakan sebagai rujukan penelitian, sebaiknya memperluas ruang lingkup penelitian sehingga hasil penelitian akan lebih baik komprehensif, karena di dalam penelitian ini terbukti bahwa 44,3% loyalitas dipengaruhi faktor psikologis sedangkan sisanya 55,7% dipengaruhi variabel yang lain, seperti atribut produk, kualitas layanan dan bauran promosi.

Strategi peningkatan kualitas pelayanan pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Selatan / Veni Fariajanah

 

digunakan untuk membiayai kelangsungan hidup Negara dan memperbaiki keadaan ekonomi yang memperburuk bagi Negara Indonesia pada khususnya. Pajak tidak saja berfungsi untuk mengumpulkan dana guna membiayai pengeluaran rutin (APBN), tetapi juga mengatur dan melaksanakan kebijakan pemerintah dalam bidang sosial atau ekonomi. Oleh karena itu sangatlah penting bagi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk meningkatkan kualitas pelayanan, sebab dengan memberikan pelayanan yang terbaik dalam hal ini khususnya bagi para wajib pajak akan berdampak positif pula bagi pendapatan Negara. Perusahaan jasa adalah perusahaan yang kegiatan utamanya adalah melakukan pelayanan, sama halnya dengan KPP Pratama Malang Selatan yaitu hal yang paling diutamakan adalah pelayanan terhadap wajib pajak dengan sebaik-baiknya sehingga para wajib pajak merasa puas terhadap pelayanan yang telah diberikan. Penulis bertujuan untuk mendiskripsikan pelayanan yang diberikan oleh Kantor Pelayanan Pajak, ada tiga masalah yang diteliti yaitu (1) untuk mengetahui bentuk pelayanan yang diberikan oleh Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Selatan; (2) untuk mengetahui strategi peningkatan kualitas pelayanan pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Selatan; (3) untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam peningkatan kualitas pelayanan pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Selatan. Kegiatan PKL ini dilaksanakan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Selatan yang terletak di Jalan Merdeka Utara no. 3 malang. Adapun dalam kegiatan PKL ini penulis ditempatkan pada seksi pelayanan, dimulai tanggal 6 Oktober 2008 sampai dengan tanggal 31 Oktober 2008, jam kerja dimulai dari pukul 07.30 WIB sampai dengan 17.00 WIB, sedangkan waktu istirahat pukul 12.00 WIB sampai dengan 13.30 WIB. Pelaksanaan kegiatan pelayanan di TPT (Tempat Pelayanan Terpadu) Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Selatan meliputi pandaftaran NPWP bagi WP yang sudah memenuhi syarat untuk dikenakan pajak, pemberikan informasi mengenai info pajak terbaru, melayani konsultasi para WP yang mengalami kesulitan tentang perhitungan pajak ataupun tentang kegiatan baru yang telah diluncurkan oleh Direktorat Jendral Pajak (DJP) seperti adanya Sunset Policy, selain itu pada TPT juga melayani tentang penerimaan pemberitahuan pembayaran atau penyetoran PBB, PPh, maupun PPN-PPnBM. Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Selatan bersinergi dengan Bank Bukopin sehingga pembayaran pajak tidak langsung kepada Kantor Pelayanan Pajak karena pada Kantor Pelayanan Pajak hanya melayani kemudian memproses bukti pembayaran dari WP. Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan Praktik Kerja Lapangan ini adalah dengan melaksanakan strategi pelayanan yang tepat dan sesuai maka akan dapat mempengaruhi kesadaran masyarakat untuk lebih menaati tentang peraturan maupun pembayaran pajak sehingga nantinya juga akan memberikan dampak positif terhadap pendapatan Negara dan mungkin juga akan membawa bangsa Indonesia lebih maju dan bangkit dari keterpurukan. Beberapa saran yang diperkirakan dapat meningkatkan kualitas pelayanan pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Selatan adalah menyediakan petugas khusus untuk membuka pintu dan menanyai keperluan para WP yang datang khusunya pada bagian Tempat Pelayanan Terpadu (TPT), memperbanyak loket pembayaran untuk keefisienan waktu bagi para WP, perlu meningkatkan pendekatan kepada para WP berupa personal value antara lain: kecepatan, komunikasi dan penampilan, berlaku jujur, ramah tamah, sabar, dan juga bersikap sopan terhadap para wajib pajak. Dengan adanya saran dari penulis ini diharapkan agar KPP Pratama Malang Selatan dalam memberikan pelayanannya dapat berjalan dengan lebih baik lagi.

Partisipasi masyarakat terhadap program wajib belajar 9 tahun di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang / Husni Ngayudi

 

ABSTRAK Ngayudi, Husni, 2008. Partisipasi Masyarakat Terhadap Program Wajib Belajar 9 Tahun di Kecamatan Pujon. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. H. Suparlan, M. Si. Pembimbing (II) Dra. Sri Untari, M. Si. Kata kunci: Partisipasi Masyarakat, Wajib Belajar 9 Tahun, Pelaksanaan Program. Permasalahan pendidikan di negara-negara berkembang seperti di Asia, Amerika Latin dan Afrika mempunyai kondisi yang hampir sama satu sama yang lain. Mulai dari masyarakatnya yang kemampuan daya beli atau tingkat perekonomiannya masih cukup rendah. Hal ini menjadi fenomena tersendiri pada masyarakat negara berkembang. Ini juga dipertambah komplek permasalahannya yaitu jumlah penduduknya yang cenderung cukup besar dibanding dengan negara-negara yang sudah maju. Memasuki dekade 1980-an bangsa Indonesia terus berjalan ditempat (jika tidak ingin dikatakan sebagai kemunduran) dalam dunia pendidikan. Hasil yang ada sebagian besar masyarakat Indonesia tidak dapat menyelesaikan sampai tamat SD yang dahulu di masa kolonial Belanda sampai tahun 1950-an hingga 1960-an lebih dikenal dengan dengan nama Sekolah Rakyat (SR) dimana waktu belajar dialokasikan sampai enam tahun. Kendala yang sering dihadapi adalah kondisi geografis yang sangat luas dan banyak daerah pedalaman yang tidak terjangkau oleh informasi, kesadaran masyarakat yang kurang akan pentingnya pendidikan, tertutupnya masyarakat yang memegang adat dan budaya nenek moyang yang menganggap pendidikan adalah sesuatu yang datangnya dari luar merupakan pengaruh yang berbahaya karena mengancam budaya warisan leluhur. Keberadaan sekolah yang masih kurang, belum menjangkau daerah terpencil dan juga kurang tenaga pengajar (Guru), hal tersebut adalah serangkaian permasalahan yang membutuhkan perhatian besar dalam dunia pendidikan dewasa ini. Pada tahun 1994 melalui Inpres nomor 1/1994 pendidikan dasar 6 tahun ditingkatkan menjadi pendidikan dasar 9 tahun. Hal ini berarti bahwa setiap anak Indonesia yang berumur 7 sampai dengan 15 tahun diwajibkan untuk mengikuti pendidikan dasar 9 tahun sampai tamat. Harapan itu begitu besar agar masyarakat Indonesia dapat mengikuti pendidikan sampai tamat sekolah menengah pertama. Jika secara jujur mengevaluasi program wajib belajar 9 tahun yang sudah berjalan cukup lama, masih banyak terdapat kegagalan-kegagalan dalam proses pelaksanaannya, hal ini tercermin pada tingginya angka putus sekolah dan buta huruf di Indonesia. Permasalahan-permasalahan tersebut bukannya semakin memudar, justru semakin mengkristal dan melahirkan masalah-masalah baru, program baru pun muncul seperti : SMP terbuka, SD-SMP satu atap. Dalam kaitannya dengan melanjutkan dan menuntaskan program wajib belajar 9 tahun dalam rangka untuk memberikan pelayanan bagi warga negara dibidang pendidikan. Kedudukan masyarakat sebagai obyek dan sekaligus sebagai subyek (pelaku) pendidikan, merupakan tenaga yang konkret dalam meningkatkan pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun di daerah-daerah. Karena partisipasi masyarakat baik langsung maupun tidak langsung merupakan bentuk kontribusi yang positif dalam kemajuan pendidikan yang diselenggarakan oleh negara, hal tersebut disadari betul sangatlah diperlukan. Selain itu dalam usaha untuk membentuk kepribadian masyarakat yang kritis dan partisipatif supaya segera terwujud. Dalam penelitian ini bermaksud untuk mengetahui dan sekaligus menggambarkan tingkat partisipasi masyarakat dan proses pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, faktor apa saja yang mendukung, dan sekaligus menghambat partisipasi masyarakat dalam proses pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun di Kecamatan Pujon, serta alternatif pemecahan masalah terhadap faktor penghambat partisipasi masyarakat Pujon dalam proses pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun di Kecamatan Pujon. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Informan terdiri atas Kepala UPTD Pujon (Dinas Pendidikan Kecamatan Pujon), Kabag TK, SD, Kabag Penilik PLS dan pegawai dinas pendidikan Kecamatan Pujon serta kepala desa di Kecamatan Pujon sekaligus masyarakat Pujon secara umum. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui cara : Reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi data. Untuk menjamin keabsahan data dilakukan perpanjangan kehadiran, ketekunan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Lapisan masyarakat yang memberikan partisipasi terhadap program wajib belajar 9 tahun adalah: a). Golongan petani kaya, b). Golongan buruh tani, c). Elit pemerintahan desa atau tokoh-tokoh masyarakat. (2) Bentuk kontribusi yang diberikan masyarakat Pujon terhadap pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun adalah: a).kontribusi materiil. b). kontribusi moril misalnya aktif dalam organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang pendidikan. 3) faktor pendukung partisipasi masyarakat Pujon terhadap program wajib belajar 9 tahun adalah: terlibatnya masyarakat Pujon ke dalam organisasi kemasyarakatan dalam hal ini adalah (PKBM Abdi Pratama) sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat dalam meningkatkan kreativitas dan semangat belajar dan keberadaan elit desa sebagai agen motivator dalam pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun di Kecamatan Pujon. (4) alternatif pemecahan masalah terhadap faktor penghambat partisipasi masyarakat Pujon dalam pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun yang dilakukan oleh pihak-pihak di Kecamatan Pujon adalah: PKBM Abdi Pratama dalam membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat Pujon untuk mengikuti kegiatan-kegiatan organisasi, dengan tujuan memupuk pemahaman pada masyarakat untuk memahami pentingnya pendidikan sebagai bekal masa depan.

Pengaruh kebijakan go public terhadap kinerja keuangan Perusahaan Perbankan yang diukur menggunakan analisis cael (Capital, Asset, Equity, Liquidity) / Ambar Ayuningtyas

 

Usaha yang dapat dilakukan untuk memperoleh dana dari masyarakat atau alternatif pendanaan perusahaan adalah dengan melakukan penawaran saham perusahaan di pasar modal initial public offering (IPO). Dalam rangka meningkatkan kinerja, khususnya bagi perusahaan perbankan yang rentan dengan perputaran modal dan investasi, perlu dilakukan evaluasi kinerja agar para investor mengetahui apakah perusahaan perbankan memiliki kinerja yang lebih baik atau tidak setelah go public. Salah satu cara yang lazim dalam menilai kinerja dan efisiensi perbankan antara lain dengan menggunakan rasio CAMELS sesuai dengan Surat Edaran BI, No.6/DPNP/2004 yang antara lain terdiri dari: (1) Capital (2) Assets (3) Management (4) Earnings (5) Liquidity (6) Sensitivity to Market Risk. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana mengetahui pengaruh kebijakan go public terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan sebelum dan sesudah go public melalui analisis CAEL. Kemudian menguji apakah ada perbedaan kinerja keuangan perusahaan perbankan sebelum dan sesudah go public jika diukur melalui analisis CAEL, yang dapat dilakukan dengan uji t-test. Hasil penelitian menujukkan bahwa rasio CAEL perusahaan perbankan berfluktuatif pada tahun sebelum dan sesudah go public. Kenaikan dan penurunan rasio CAEL hampir dialami kedua perusahaan perbankan, namun pada rasio CAR dan LDR menujukkan bahwa kedua perusahaan sama-sama mengalami penurunan kinerja. Kemudian dari pengujian hipotesis didapatkan hasil bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan perusahaan perbankan sebelum dan sesudah go public jika diukur melalui analisis CAEL. Ketidaksignifikanan pada hasil penelitian, salah satunya disebabkan oleh keterbatasan sampel yang hanya menggunakan 2 bank sebagai sampel dan rentang waktu penelitian. Hasil penelitian ini didukung dengan hasil penelitian sebelumnya yaitu penelitian Payamta dan Machfoedz (1999) dan Murdiono (2008). Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan terhadap perhitungan-perhitungan dalam bab sebelumnya dan didukung dengan hasil akhir yang telah dicapai, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa secara simultan tidak ada perbedaan kinerja keuangan perusahaan perbankan sebelum dan sesudah go public jika diukur melalui analisis CAEL. Sehingga perlu diperhatikan masalah-masalah yang berkaitan dengan pemilihan dan ukuran sampel, jangka waktu penelitian, normalitas data dan pengujian hipotesis yang tepat agar nantinya bisa menghasilkan penelitian yang signifikan. Kemudian perbaikan terhadap format dan transparansi pelaporan keuangan sesuai dengan ketetapan BI yang relevan dengan kondisi perekonomian yang terjadi.

Ptofil kompetensi siswa SMP Negeri di Kota Malang / Maria Ulfa

 

Berdasarkan kurikulum KTSP pemberian pendidikan IPA di sekolah menengah bertujuan agar siswa paham dan menguasai konsep alam. Agar peserta didik SMP dapat mempelajari IPA dengan benar, maka IPA harus dikenalkan secara utuh, baik menyangkut objek, persoalan, maupun tingkat organisasi dari benda-benda yang ada di dalam alam semesta. Membelajarkan peserta didik untuk menguasai IPA bukan pada banyaknya konsep yang harus dihafal, tetapi lebih ditekankan kepada bagaimana agar peserta didik meningkatkan kompetensi IPA dengan berlatih menemukan dan memahami konsep-konsep IPA melalui metode ilmiah dan sikap ilmiah, dan peserta didik dapat melakukan kerja ilmiah, termasuk dalam hal meningkatkan kreativitas dan mengapresisasi nilai-nilai. Namun diduga kurikulum IPA di Indonesia belum diimplementasikan oleh kebanyakan sekolah, oleh sebab itu dapat berakibat pada rendahnya kompetensi IPA siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil prestasi belajar IPA, kerja ilmiah, dan sikap ilmiah siswa SMP Negeri di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif karena penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara sistematis, rinci dan akurat tentang profil kompetensi IPA siswa SMP Negeri di Kota Malang. Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik cluster random sampling dengan jumlah sampel 360 siswa yang diperoleh dari 5 SMP Negeri di Kota Malang. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah 9 butir soal tes prestasi belajar IPA dengan koefesien reliabilitas sebesar 0,65, 11 butir soal tes kerja ilmiah dengan koefesien reliabilitas sebesar 0,64, dan 16 butir soal skala sikap dengan koefesien reliabilitas sebesar 0,82. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa profil prestasi belajar IPA siswa sebesar 62,4%, profil kerja ilmiah sebesar 21,8%, dan profil sikap ilmiah sebesar 75,4%. Dari data tersebut disimpulkan bahwa profil prestasi belajar IPA masih rendah, profil kerja ilmiah sangat rendah, dan profil sikap ilmiah lebih baik daripada keduanya.

Sintetis dan karakteristik senyawa kompleks dari ion logam Mn2+ dan Co2+ dengan ligan isokunolina dan ion tiosianat / Rivan Ghozali

 

ABSTRAK Ghozali, Rivan. 2009. Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari ion logam Mn2+dan Co2+ dengan Ligan Isokuinolina dan Ion Tiosianat. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., (2) Drs. Muhadi Kata kunci: senyawa kompleks, tiosianat, isokuinolin, material magnetik Berbagai penelitian kimia anorganik tentang sintesis senyawa kompleks baru telah dilakukan. Beberapa penelitian sintesis senyawa kompleks dilakukan untuk memperoleh material baru yang bersifat magnetik. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis senyawa kompleks menggunakan garam mangan(II) dan kobalt(II) dengan ligan isokuinolin dan ion tiosianat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Universitas Negeri Malang. Sintesis senyawa kompleks dilakukan melalui reaksi langsung antara senyawa kompleks dari ion Mn2+ : ligan isokuinolin (1: 2) dan senyawa kompleks dari ion Co2+: ion tiosianat (1:6) dalam pelarut metanol. Proses kristalisasinya dilakukan pada suhu ruang dengan cara penguapan perlahan. Tahap karakterisasi senyawa kompleks meliputi: uji kemurnian dengan uji titik lebur, uji kandungan logam dengan SSA (Spektroskopi Serapan Atom), uji molekularitas dengan menguji konduktivitas, uji kandungan ion bebas dengan analisis kualitatif, uji komposisi optimal dengan melihat λmaks menggunakan UV-Vis dan λmaks yang diperoleh digunakan untuk penentuan bilangan koordinasi dengan metode job’s, uji kandungan ligan dengan Spektroskopi infra red. Tahap terakhir adalah penentuan momen magnet dengan menggunakan Magnetic Susceptibility Balance (MSB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaksi antara dua senyawa kompleks Mn(II) dengan isokuinolin dan Co(II) dengan SCN- menghasilkan Kristal berwarna merah bata. Kristal tersebut mempunyai titik lebur 183-184 °C dan rendemen 33,72 %. Hasil penentuan λmaks diperoleh serapan maksimum pada 518 nm. Harga momen magnet senyawa kompleks sebesar 5,73 BM yang berarti senyawa tersebut bersifat paramagnetik. Berdasarkan data elementer dan penentuan bilangan koordinasi yang diperoleh, kompleks hasil sintesis dalam larutan (pelarut metanol) diprediksi mempunyai rumus molekul K[Mn(isokuinolin)2(H2O)3][Co(SCN)6]

Pemanfaatan limbah cair tempe sebagai larvasida nyamuk demam berdarah dengue (Aedes Aegypti) / Agus Haji Setiawan

 

Nyamuk berpotensi sebagai vektor untuk menularkan penyakit antara lain malaria, kaki gajah dan demam berdarah. Salah satu upaya yang efektif untuk pengendalian penyakit yang disebabkan nyamuk adalah mengendalikan vektor penyakit. Penggunaan larvasida sintetik secara terus-menerus dapat berdampak negatif, baik terhadap lingkungan dan kesehatan serta dapat menyebabkan resistensi. Senyawa organofosfat merupakan senyawa ester fosfat yang mampu menghambat kinerja enzim asetilkolinesterase sehingga bersifat larvasida yang dapat menyebabkan kematian bagi larva nyamuk. Asam fitat (myo-inositol 1,2,3,4,5,6-heksakis(dihidrogen fosfat)) dalam kedelai diduga dilepaskan dalam limbah cair pembuatan tempe. Asam fitat merupakan senyawa ester fosfat sehingga diduga limbah cair tempe dapat dimanfaatkan sebagai larvasida nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan limbah cair tempe sebagai larvasida nyamuk demam berdarah dan pengaruh waktu dan suhu penyimpanan terhadap sifat larvasida limbah tempe. Sebagai sampel limbah penelitian ini digunakan limbah cair dari proses perendaman biji kedelai selama satu hari yang berasal dari limbah pengrajin tempe daerah Sanan, Desa Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Malang, Jawa Timur, sedangkan sebagai sampel larva digunakan larva nyamuk Aedes aegypti yang berumur 5 hari. Tahap penelitian meliputi: (1) persiapan dan karakterisasi sampel, (2) uji pengaruh konsentrasi sampel terhadap sifat larvasida, (3) penentuan LC50 sampel limbah terhadap larva Aedes aegypti, (4) uji pengaruh waktu dan suhu penyimpanan sampel limbah terhadap sifat larvasidanya, dan (5) uji natrium fitat sebagai larvasida. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi limbah cair tempe mengakibatkan semakin besar kematian larva nyamuk Aedes aegypti. Pada konsentrasi ≥ 80% dan selama 48 jam limbah tempe dapat membunuh 100% larva nyamuk Aedes aegypti. Analisis regresi probit dengan program SPSS 13 terhadap data hasil uji sifat larvasida limbah cair tempe pada berbagai konsentrasi terhadap larva Aedes Aegypti, menunjukkan bahwa LC50 adalah pada konsentrasi 35% selama 24 jam dan 20,4% selama 48 jam. Waktu penyimpanan sampai dengan hari ke-7 relatif tidak mempengaruhi sifat larvasida limbah cair tempe, sedangkan perlakuan pendinginan dan autoklaf mengakibatkan turunnya aktivitas limbah cair tempe sebagai larvasida. Sifat larvasida natrium fitat pada konsentrasi 25 mg/ml atau 2,5% dapat menyebabkan kematian rata-rata 75% larva nyamuk Aedes aegypti sehingga diduga asam fitat merupakan salah satu senyawa aktif yang menyebabkan limbah cair tempe bersifat larvasida.

Hewan makrobentos sebagai indikator ekologi di sungai brantas / Ericka Darmawan

 

ABSTRAK Darmawan, Ericka. 2008. Hewan Makrobentos sebagai Indikator Ekologi di Sungai Brantas. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Fathurrachman, M.Si, (II) Dra. Susriyati Mahanal, M.Pd. Kata kunci: sungai Brantas, hewan makrobentos, komunitas. Ekosistem sungai sangat dipengaruhi oleh aktivitas manusia di Daerah Pengaliran Sungai (DPS). Aktivitas manusia di DPS sangat erat kaitannya dengan pemanfaatan air sungai di daerah pemukiman, industri, dan irigasi pertanian. Dengan demikian secara langsung atau tidak, sampah atau limbah pemukiman, industri, dan pertanian masuk ke dalam sungai, termasuk di Sungai Brantas Malang, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) komposisi, (2) kepadatan populasi, dan (3) keanekaragaman dari komunitas hewan makrobentos di sungai Brantas, (4) kualitas air di Sungai Brantas (5) spesies hewan makrobentos yang berperan sebagai indikator ekologi di Sungai Brantas, dan (6) faktor-faktor fisika-kimia yang paling berpengaruh terhadap indeks keanekaragaman hewan makrobentos di Sungai Brantas. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan tanggal 14 Juli 2007–27 April 2008 di Sungai Brantas Malang. Pengambilan hewan makrobentos dilakukan dengan menggunakan jala Surber dengan ukuran 40cmx30cm. Pengambilan sampel dilakukan pada lima stasiun pengamatan dengan enam kali ulangan. Pengamatan serta identifikasi hewan makrobentos dilakukan di ruang BIO 209 jurusan Biologi Universitas Negeri Malang, dengan menggunakan mikroskop stereo. (1) Analisis secara kualitatif digunakan untuk membahas komposisi hewan makrobentos, (2) analisis secara kuantitatif digunakan untuk menghitung kepadatan populasi, dan (3) keanekaragaman hewan makrobentos, khusus untuk menghitung indeks keanekaragaman (H`) hewan makrobentos menggunakan indeks keanekaragaman Shanon-Wienner dan perbedaan keanekaragaman hewan makrobentos diuji dengan analisis varian satu jalur dan diuji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT), (4) kualitas air ditentukan berdasarkan analisis secara terpadu faktor abiotik dan biotik, (5) spesies indikator ditetapkan berdasarkan kriteria Kendeigh (1980), dan (6) Pengaruh faktor fisika-kimia terhadap keanekaragaman hewan makrobentos diuji menggunakan analisis statistik regresi berganda. Pada penelitian ini ditemukan 15 taksa hewan makrobentos di Sungai Brantas. Terdapat perbedaan kepadatan populasi, dan keanekaragaman spesies di Sungai Brantas. Hasil analisa secara terpadu menunjukkan stasiun II dan IV belum tercemar, stasiun I, III, dan IV tercemar ringan. Spesies indikator untuk lingkungan yang telah tercemar adalah: Hydropsyche sp, Chironomus sp, Melanoides tuberculata, dan Melanoides punctata. Faktor lingkungan yang paling berpengaruh terhadap kelimpahan hewan makrobentos di Sungai Brantas adalah Total Suspended Solid (TSS). Penulis menyarankan Bagi masyarakat yang tinggal disekitar stasiun I dapat memanfaatkan air untuk kepentingan rumah tangga sedangkan untuk masyarakat yang tinggal di stasiun II, III, IV dan IV disarankan agar tidak memanfaatkan air sungai untuk kepentingan rumah tangga karena termasuk dalam kategori pencemaran ringan.

Pengaruh dana pihak ketiga, biaya operasional, capital adequacy ratio, loan to deposit ratio serta financial investment terhadap profitabilitas (Studi kasus pada 10 Perusahaan Perbankan Teratas yang go public di BEI tahun 2005-2007) / Binti Zamelia

 

ABSTRAK Zamelia, Binti. 2009. Pengaruh Dana Pihak Ketiga, Biaya Operasional, Capital Adequacy Ratio, Loan to Deposit Ratio serta Financial Investment terhadap Profitabilitas Bank. Skripsi, Jurusan Manajemen FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Agung Winarno, M.M, (II) Lulu Nurul Istanti, S.E., M.M Kata kunci: Dana Pihak Ketiga, Biaya Operasional atas Pendapatan Operasional, Capital Adequacy Ratio, Loan To Deposit Ratio, Financial Investment, Return On Asset Profitabilitas bank merupakan salah satu aspek penting yang tidak boleh diabaikan manajemen. Untuk meningkatkan kualitas manajemen dalam melakukan analisis tersebut, manajemen perlu mengenali variabel-variabel apa saja yang mempengaruhi profitabilitas bank. Variabel-variabel tersebut salah satunya dapat di selidiki dari rasio-rasio keuangan. Analisis rasio keuangan tersebut antara lain: jumlah pangsa pasar dana pihak ketiga, biaya operasional atas pendapatan operasional, Capital Adequacy Ratio, Loan To Deposit Ratio serta financial Investment. Analisis rasio keuangan dapat digunakan untuk mengevaluasi sebuah kinerja perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah variabel Dana Pihak Ketiga, Biaya Operasional atas Pendapatan Operasional, Capital Adequacy Ratio, Loan To Deposit Ratio serta Financial Investment baik secara parsial maupun simultan berpengaruh terhadap tingkat profitabilitas pada perusahaan perbankan yang go public di BEI. Penelitian ini bersifat expalanatory research yaitu jenis penelitian yang bertujuan menjelaskan hubungan kausal antar variabel. Populasi penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang go public di BEI. Dengan menggunakan teknik purposive sampling, maka sampel yang masuk kriteria adalah 10 perusahaan perbankan. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pangsa pasar dana pihak ketiga, biaya operasional, Capital Adequacy Ratio, Loan To Deposit Ratio serta Financial Investment secara parsial mempunyai pengaruh positif terhadap profitabilitas, sedangkan Biaya operasional atas pendapatan operasional tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Secara simultan variabel-variabel yang diteliti mempunyai pengaruh positif terhadap profitabilitas. Saran yang dapat diberikan adalah bahwa bank sebagai lembaga intermediasi harus mampu menyediakan mekanisme dan alat pembayaran yang lebih efisien dalam kegiatan ekonomi. Jika dibandingkan dengan jasa keuangan lain seperti penggadaian dan bank perkreditan rakyat, tentu bank lebih mempunyai fasilitas dan kepercayaan di masyarakat. Dengan adanya fasilitas dan kepercayaan tersebut maka diharapkan bank mampu menjaga nama baik dan kesungguhan dalam melayani kebutuhan masyarakat.

Penerapan metode permainan ular tangga pada pembelajaran sumber daya alam Indonesia untuk meningkatkan hasil belajar IPS kelas IV SDN Bareng I kota Malang / Agus Saiful Aziz

 

ABSTRAK Aziz, Agus Saiful. 2009. Penerapan Metode Permainan Ular Tangga pada Pembelajaran Sumber Daya Alam Indonesia untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Kelas IV SDN Bareng I. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar Dan Pra Sekolah Prodi S-1 PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (I) Drs. I Wayan Sutama, M.Pd. (II) Drs. Toha Mashudi, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Hasil Belajar, Metode Permainan Ular Tangga, Sumber Daya Alam Indonesia. Dalam pengajaran guru banyak menghadapi berbagai macam kendala diantaranya adalah siswa banyak yang tidak memperhatikan pelajaran ketika proses belajar mengajar di kelas. Sebagai seorang guru yang profesional harus bisa mengkondisikan kelas untuk siap belajar, yaitu dengan menggunakan berbagai macam metode dalam pembelajaran. oleh karena itu dibutuhkan suatu metode pembelajaran yang dapat menarik minat dan mengaktifkan semua siswa, metode pembelajaran yang dimaksud adalah metode permainan ular tangga pada pembelajaran sumber daya alam Indonesia untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Bareng I Kota Malang tahun ajaran 2008/2009. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode permainan ular tangga di kelas IV semester I SDN Bareng I Kota Malang yang sesuai dengan karakteristik siswa berdasarkan tahap-tahap perkembangan anak, dan diharapkan dapat digunakan sebagai metode pembelajaran yang dapat menunjang pembelajaran IPS khususnya untuk materi sumber daya alam Indonesia. Penelitian ini berupa penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus tiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi, dan tahap refleksi tindakan. Subjek yang dikenai tindakan adalah seluruh siswa kelas IV SDN Bareng I Kota Malang sebanyak 24 siswa. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes evaluasi untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum dan sesudah metode permaianan ular tangga diterapkan pada materi sumber daya alam Indonesia, lembar observasi aktifitas guru dan siswa, dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan pembelajaran IPS dengan menggunakan metode permainan ular tangga telah berhasil meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Bareng I Kota Malang yang dapat ditunjukkan dari adanya peningkatan nilai rata-rata dari siklus I ke siklus II sebesar 37,5% dan semua siswa telah mencapai SKM. Saran yang diajukan, hendaknya guru menerapkan pengajaran dengan metode permainan ular tangga di kelas sebagai suatu pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Analisis penilaian kelayakan penyaluran kredit modal kerja terhadap perusahaan calon debitur (Studi kasus pada PT. Bank Jatim Cabang Malang) / Dien Yensee Rossandi

 

ABSTRAK Rossandi, D. Y. 2008. Analisis Penilaian Kelayakan Penyaluran Kredit Modal Kerja Perusahaan Calon Debitur (Studi Kasus pada PT. Bank Jatim Cabang Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Soebagyo, S.H., S.E., M.M., (II) Ely Siswanto,S.Sos., M.M. Kata kunci : Penilaian kelayakan, kredit modal kerja. Kredit modal kerja digunakan oleh debitur untuk keperluan meningkatkan produksi perusahaan serta merupakan kredit yang dicairkan untuk mendukung kredit investasi yang sudah ada. Bank sebagai pihak kreditur harus selektif dalam menyalurkan kredit modal kerjanya agar bank terhindar dari kredit macet (non profit loan). Untuk mencegah atau memperkecil risiko tersebut, salah satu cara yang dilakukan oleh PT. Bank Jatim Cabang Malang dalam penilaian kelayakan penyaluran kredit adalah dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan calon debitur dan dengan memperhatikan aspek-aspek pertimbangan kredit lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan kredit yang diterapkan oleh PT. Bank Jatim Cabang Malang terhadap suatu permohonan kredit modal kerja dan untuk menggambarkan analisis Common Size serta analisis rasio keuangan yang dipergunakan oleh PT. Bank Jatim Cabang Malang dalam menilai kelayakan penyaluran kredit modal kerja yang diajukan oleh calon debitur. Lokasi yang dipilih sebagai tempat penelitian adalah PT. Bank Jatim Cabang Malang yang terletak di jalan jaksa Agung Suprapto No. 26-28 Malang. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode penelitian studi kasus. Analisis data dilakukan dengan menganalisis laporan keuangan perusahaan calon debitur yang meliputi neraca per 31 Desember 2005 hingga tahun 2007 dan laporan rugi-laba yang berkhir 31 Desember 2005 hingga tahun 2007 dengan menggunakan teknik analisis perbandingan laporan keuangan, dan analisis rasio keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum mengambil keputusan atas permohonan kredit modal kerja, PT. Bank Jatim Cabang Malang melakukan analisis kredit yaitu analisis 5C yang terdiri dari analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan cara menganalisis laporan keuangan perusahaan calon debitur untuk menilai usulan kredit dapat diterima ataupun ditolak. PT. Bank Jatim Cabang Malang telah menerapkan dan/atau menggunakan analisis perbandingan per Komponen (Common Size) dan analisis rasio keuangan sebagaimana dengan teori yang ada pada umumnya walaupun terdapat kekurangan perhatian terhadap hasil analisis profitabilitas Gross Profit Margin, Operating Profit Margin, dan Net Profit Margin dalam memutuskan kelayakan penyaluran kredit. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar untuk penelitian yang akan datang diharapkan untuk dapat meneliti dari sisi tingkat kemampuan bank dalam menyalurkan kredit.

Penerapan portofolio untuk meningkatkan pemahaman dan aktifitas siswa pada mata pelajaran IPS geografi siswa kelas VII SMP Ngeri 1 Singosari / Neneng Fauziah

 

ABSTRAK Fauziah, Neneng. 2008. Penerapan Portofolio untuk Meningkatkan Pemahaman dan Aktivitas Siswa pada Mata Pelajaran IPS Geografi Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Singosari. Skripsi, Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs.Yusuf Suharto, (2) Dra. Yuswanti Ariani W, M.Si. Kata-kata kunci: portofolio, pemahaman, aktivitas belajar Berdasarkan pengamatan dan hasil wawancara dengan guru IPS di SMP Negeri 1 Singosari diperoleh data bahwa pelaksanaan pembelajaran di kelas VII C cukup bervariasi, mulai dari metode ceramah, kerja kelompok, dan penugasan. Penilaian yang dilakukan hanya berupa tes tertulis yang berupa pilihan ganda dan soal uraian. Rata-rata hasil tes kognitif sebesar 50,4 dan 70% siswa belum mencapai KKM mata pelajaran IPS kelas VII yang ditetapkan (KKM = 76). Kenyataan ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa masih rendah. Selain itu, aktivitas siswa di kelas juga sangat rendah. Hal tersebut terlihat pada saat diskusi, hanya sebagian siswa saja yang mengajukan pertanyaan dan siswa yang mengajukan pertanyaan pun cenderung tetap. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan aktivitas siswa kelas VII C di SMP Negeri 1 Singosari pada semester II tahun ajaran 2007/2008. Penelitian dilaksanakan dengan 2 siklus. Instrumen yang digunakan yaitu lembar penilaian portofolio, lembar penilaian aktivitas siswa, pedoman wawancara, lembar observasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus 1 skor rata-rata portofolio sebesar 8,01 dan meningkat pada siklus 2 menjadi 9,61. Sedangkan skor rata-rata aktivitas siswa pada siklus 1 sebesar 2,59 (cukup aktif), siklus 2 sebesar 3,15 (aktif). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan portofolio dapat meningkatkan pemahaman dan aktivitas siswa pada mata pelajaran IPS Geografi siswa kelas VII C SMP Negeri 1 Singosari. Peneliti menyarankan: (1) portofolio dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif penilaian bagi guru untuk meningkatkan pemahaman dan aktivitas siswa, (2) siswa diharapkan lebih mengembangkan pemahaman dan keaktifan siswa dalam pembelajaran.

Pengaruh variabel free cash flow, kepemilikan manajerial, kebijakan hutang, dan roa terhadap kebijakan dividen (studi empiris pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di bursa Efek Indonesia periode 2004-2006) / Shinta Ferawati

 

Perusahaan merupakan lembaga yang memiliki tujuan menghasilkan keuntungan untuk meningkatkan nilai perusahaan (value of the firm) dan kesejahteraan pemegang saham selaku pemilik perusahaan. Saat ini perusahaan dituntut untuk dapat mengelola keuntungan atau laba yang diperoleh secara tepat dan optimal, karena besar kecilnya laba yang diperoleh perusahaan akan menentukan keberlangsungan perusahaan tersebut dimasa yang akan datang. Bagi perusahaan perseroan terbatas, laba yang diperoleh akan dialokasikan pada dua komponen yaitu laba ditahan dan dividen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh free cash flow, kepemilikan manajerial, kebijakan hutang dan ROA secara parsial dan simultan terhadap kebijakan dividen. Penelitian ini berupa penelitian asosiatif. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2004-2006. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu perusahaan manufaktur yang membagikan deviden selama tiga tahun berturut-turut pada tahun 2004-2006. Data yang digunakan adalah data sekunder, berupa laporan keuangan yang dipublikasikan pada Indonesian Capital Market Directory 2007. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan variabel Free Cash Flow, kepemilikan manajerial, kebijakan hutang dan ROA berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Hal ini menunjukkan bahwa keempat variabel ini merupakan faktor-faktor yang akan dijadikan pertimbangan bagi manajer dalam menetapkan pembayaran dividen. Dengan menggunakan signifikansi sebesar 5% secara parsial variabel Free Cash Flow, kebijakan hutang dan ROA berpengaruh signifikan, sedangkan kepemilikan manajerial tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk penelitian berikutnya menggunakan variabel bebas lain seperti ukuran perusahaan, resiko, pertumbuhan dan lainnya. Disarankan juga dilakukan penelitian pada perusahaan lainnya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan memperpanjang periode penelitian.

Pengaruh pinjaman, tunggakan kredit serta NPL terhadap laba pada kredit mikro (Studi kasus pada PT BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Bojonegoro tahun 2007) / Anita Dwi Kartika Sari

 

ABSTRAK Sari, Anita Dwi Kartika. 2008. Pengaruh Kinerja Kredit Mikro Terhadap Laba pada PT BNI 46 (PERSERO) Tbk Kantor Cabang Bojonegoro Tahun 2007. Skripsi, Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Agung Winarno,M.M., (II) Fadia Zen, SE. M.M. Kata Kunci : Kinerja Kredit Mikro, Laba Kinerja kredit di suatu bank sangat penting, karena dengan diketahuinya baik buruknya suatu kinerja kredit khususnya kredit mikro hal itu akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan laba. Adanya peningkatan pemberian kredit mikro kepada nasabahnya ternyata mempunyai dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, yang tentunya juga berdampak pada peningkatan laba pada bank yang bersangkutan. Penelitian ini mempunyai dua variabel yaitu variabel bebas yang terdiri dari pinjaman(kredit), tunggakan kredit serta Non Performing Loan (NPL). Sedangkan untuk variabel terikatnya adalah laba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kinerja kredit, kondisi laba dan pengaruh secara parsial maupun simultan antara variabel-variabel tersebut, yaitu (1) kondisi kinerja kredit yang terdiri dari pinjaman (kredit), tunggakan kredit serta Non Performing Loan (NPL) pada PT BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Bojonegoro (2) kondisi laba yaitu keuntungan yang diperoleh oleh PT BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Bojonegoro (3) pengaruh baik parsial maupun simultan antara pinjaman (kredit), tunggakan kredit serta Non Performing Loan (NPL) terhadap laba pada PT BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Bojonegoro. Penelitian ini dilakukan di PT BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Bojonegoro. Populasi penelitian ini sebanyak 15 BNI unit di PT BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Bojonegoro, dan penelitian ini menggunakan populasi sampling karena semua anggota populasi digunakan sebagai sampel yaitu 15 BNI unit Kantor Cabang Bojonegoro. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS 1.3 for windows. Hasil yang diperolah dari penelitian ini adalah (1) Perkembangan kredit di BNI-BNI unit Kantor Cabang Bojonegoro baik, hal ini dikarenakan penyaluran kredit selama tahun 2007 meningkat. (2) Perkembangan tunggakan kredit di BNI unit baik, karena jumlah tunggakan kredit mengalami penurunan. (3) Non Performing Loan (NPL) di BNI unit baik, karena nilai NPL masih banyak dibawah rata-rata nilai maksimal yang telah di tetapkan oleh Bank Indonesia. (4) Kondisi laba yaitu baik, karena laba mengalami peningkatan Dan analisis data yang dihasilkan dari penelitian ini diketahui bahwa (1) Ada pengaruh signifikan antara pinjaman (kredit) yang disalurkan terhadap peningkatan laba di PT BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Bojonegoro pada tahun 2007 dengan nilai thitung 3.168 dan signifikansi t nya 0,004. (2) Tidak ada pengaruh yang signifikan antara tunggakan kredit terhadap laba laba di PT BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Bojonegoro pada tahun 2007 dengan nilai thitung -0.420 dan signifikansi t nya 0.678 (3) Tidak ada pengaruh yang signifikan antara nilai NPL terhadap laba di PT BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Bojonegoro pada tahun 2007 dengan nilai thitung 0.167 dan signifikansi t nya 0.868 (4) Ada pengaruh yang signifikan antara kinerja kredit yang terdiri dari pinjaman (kredit), tunggakan kredit serta NPL terhadap laba secara bersama-sama di PT BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Bojonegoro pada tahun 2007 dengan nilai Fhitung 15.942 dengan tingkat signifikansi F nya 0.000. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kondisi kinerja kredit mikro yaitu program Kredit Modal Kerja Usaha Kecil dan Menengah baik, serta laba yang diperoleh juga baik. Sedangkan secara parsial ada pengaruh yang signifikan antara pinjaman (kredit) (X1) terhadap laba (Y), dan untuk tunggakan kredit (X2) serta NPL (X3) secara parsial tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap laba (Y) dikarenakan adanya penekanan kredit seminimal mungkin. Saran yang dikemukakan adalah pada BNI 46 lebih meningkatkan pelayanan serta bimbingan kepada nasabah. Terutama tentang pentingnya membuat laporan keungan sehingga nasabah dapat mengelola kredit yang diterima dengan baik. Sehingga BNI dapat mencapai financial sustainbility, PT BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Bojonegoro pada tahun 2007 meningkatkan penyaluran agar perekonomian masyarakat meningkat. Adanya pertimbangan dari pihak BNI terhadap tingkat suku bunga yang diberlakukan kepada nasabahnya, sehingga bunga tersebut tidak memberatkan nasabah. Namun BNI masih tetap dapat mencapai financial sustainbility. Dan bagi peneliti berikutnya disarankan untuk dapat meneliti variabel lain misalnya saja mengenai pengaruh tingkat suku bunga yang berlaku terhadap laba.

Pengembangan instrumen evaluasi IPA terpadu untuk mengukur prestasi belajar siswa SMP pada tema energi kalor dalam kehidupan / Choiriyatun Nikmah

 

ABSTRAK Choiriyatun, Nikmah.2009.Pengembangan Instrumen Evaluasi IPA Terpadu untuk Mengukur Prestasi Belajar Siswa SMP pada Tema Energi Kalor dalam Kehidupan.Skripsi, Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Lia Yuliati,M.Pd, (II) Drs.Agus Suyudi,M.Pd Kata kunci : instrumen evaluasi, IPA terpadu, prestasi belajar Berdasarkan wawancara dengan guru IPA di SMP Negeri 4 Malang, diketahui bahwa pembelajaran IPA terpadu sudah mulai diterapkan. Salah satu tema yang digunakan guru untuk pembelajaran IPA terpadu di kelas VII adalah energi kalor dalam kehidupan. Namun belum ada instrumen evaluasi untuk mengukur prestasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen evaluasi sesuai dengan karakteristik IPA terpadu untuk mengukur prestasi belajar siswa SMP pada tema energi kalor dalam kehidupan dan untuk menemukan kelebihan dan kekurangan instrumen evaluasi IPA terpadu yang dikembangkan. Penelitian ini berdasarkan langkah-langkah penelitian dan pengembangan (research and development, R&D) yang dikemukakan oleh Borg dan Gall yang telah dimodifikasi. Kegiatan pada langkah-langkah penelitian pengembangan ini adalah (1) studi pendahuluan yang meliputi studi pustaka, survey lapangan dan penyusunan draf instrumen evaluasi, dan (2) pengembangan, meliputi judgement, revisi draf instrumen evaluasi, ujicoba terbatas, analisis butir soal dan produk hasil pengembangan. Produk pengembangan ini adalah instrumen evaluasi IPA terpadu untuk mengukur prestasi belajar siswa pada ranah kognitif dalam bentuk pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban. Hasil evaluasi oleh evaluator menunjukkan bahwa instrumen evaluasi yang dikembangkan memenuhi kriteria baik dengan persentase rata-rata 96,52%. Berdasarkan hasil analisis butir soal yang meliputi validitas, taraf kesukaran, daya beda dan reliabilitas, diketahui bahwa dari 40 butir soal yang dibuat, 80%(32 butir soal) diterima tanpa revisi, sedangkan butir soal yang diterima dengan revisi sebanyak 12,5% (5 butir soal) dan sebanyak 7,5% (3 butir soal) ditolak. Kelebihan instrumen evaluasi ini diantaranya adalah dapat digunakan sebagai instrumen evaluasi untuk mengukur pada prestasi belajar siswa pada ranah kognitif, sebagai pelengkap instrumen evaluasi dalam pembelajaran terpadu. Selain itu, pemeriksaan hasil tes dapat dibantu oleh orang lain sehingga dapat dilakukan dengan lebih cepat dan mudah. Kekurangannya adalah instrumen evaluasi ini hanya bisa digunakan untuk mengukur prestasi belajar pada ranah kognitif saja, belum dapat mengukur prestasi belajar pada ranah psikomotor.

Peningkatan kemampuan menulis puisi melalui media gambar ilustrasi di kelas III SDN Gandul 01 Madiun / Galuh Indra Nursanti

 

Analisa marshall terhadap aspal beton menggunakan agregat bergradasi No.IV dan VII SNI 03-1737-1989 / Muhammad Nuris Siddiqin

 

Abstrak: Aspal beton lebih sering digunakan untuk lapis perkerasan jalan, karena aspal beton lebih kuat menahan beban lalu lintas dibandingkan dengan lapis penetrasi. Lapis perkerasan sangat dipengaruhi oleh gradasi dan kualitas agregat oleh karena itu perlu diadakan pengujian Marshall yang bertujuan untuk menentukan komposisi yang tepat antara aspal, agregat dan material pengisi (filler) dalam campuran aspal dan agregat. Proyek akhir ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat Marshall dan kadar aspal optimum yang menggunakan gradasi agregat No IV dan VII SNI 03-1737-1989. Agregat yang digunakan dari Desa Wonorejo Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Hasil penelitian yang didapatkan sebagai berikut: nilai stabilitas agregat gradasi No IV adalah dengan kadar aspal 4.5% 1849.53 Kg, 5% 1702.22 Kg, 5.5% 1628.68 Kg. 6% 1522.24 Kg, 6.5% 1513.68 Kg,d an 7% 1609.38 Kg, sedangkan campuran agregat gradasi No VII adalah dengan kadar aspal 4.5% 2015.61 Kg, 5% 1937.72 Kg, 5.5% 1899.68 Kg, 6% 1923.86 Kg, 6.5% 1492.56 Kg dan 7% 1526.40 Kg, nilai flow dari No IV adalah dengan kadar aspal 4.5% 3.37 mm, 5% 3.77 mm, 5.5% 3.88 mm, 6% 4.37 mm, 6.5% 4.47 mm dan 7% 4.63 mm, sedangkan gradasi No VII adalah dengan kadar aspal 4.5% 3.13 mm, 5% 3.43 mm, 5.5% 3.77 mm, 6% 4.18 mm, 6.5% 4.33 mm dan 7% 4.50mm, Nilai Marshall Quotient untuk gradasi No IV adalah kadar aspal 4.5% 563.38 mm, 5% 452.56 mm, 5.5% 422.04, 6% 349.59 mm, 6.5% 339.23mm, 7% 347.73 mm, sedangkan gradasi No VII adalah dengan kadar aspal 4.5% 648.05mm, 5% 569.05 mm, 5.5% 506.93 mm, 6% 459.73, 6.5% 342.23 mm, 7% 341.11 mm, nilai VMA untuk gradasi No IV adalah dengan kadar aspal 4.5% 16.52%, 5% 16.31%, 5.5% 16.15%, 6% 16.45%, 6.5% 16.53% dan 7% 17.13%, sedangkan gradasi No VII adalah dengan kadar aspal 4.5% 16.29%, 5% 16.15%, 5.5% 16.45%, 6% 16.05%, 6.5% 16.31 % dan 7% 16.95 %, nilai VIM untuk gradasi No IV adalah dengan kadar aspal 4.5% 16.29%, 5% 16.15%, 5.5% 16.45%, 6% 16.05%, 6.5% 16.31%, dan 7% 16.95%, sedangkan gradasi No VII adalah dengan kadar aspal 4.5% 16.29%, 5% 16.15%, 5.5% 16.45%, 6% 16.05%, 6.5% 16.31% dan 7% 16.95%. Kadar aspal optimum untuk campuran agregat dengan gradasi No IV 6.5% dan No VII 6.75%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Gradasi No.VII lebih baik dari No.IV bila digunakan sebagai lapis permukaan karena mempunyai nilai stabilias yang lebih tinggi dan flow lebih rendah sehingga mampu menerima beban lalu lintas lebih baik dan kemungkinan terjadinya bleeding lebih kecil. Dalam pemberian kadar aspal mengacu pada hasil kadar aspal optimum yang telah disebutkan .

Rancang bangun alat penular panas (Heat Exchanger) / Shodiq, Alfian Farisi

 

Di laboratorium teknik mesin sebenarnya ada alat penukar panas yang telah dibuat dan diteliti oleh pendahulu (Jenny, 2006) namun alat tersebut setelah dikaji kembali ternyata masih butuh adanya penyempurnaan seperti kebocoran pada tabung, sekat, selain itu tidak terdapat alat pengukur tekanan dan alat ukur debit air yang digunakan. Oleh karena itu peneliti mencoba untuk merancang dan membuat alat yang dapat digunakan untuk pendalaman mata kuliah yang berhubungan dengan panas secara teknis. Dengan adanya pemaparan diatas penulis berhasil merancang dan menyempurnakan alat yang dapat digunakan. Alat tersebut dinamakan dengan alat penukar panas. Suhu merupakan merupakan salah satu faktor yang dapat berpengaruh pada perpinadahan panas, perpindahan panas dilakukan panas yang terjadi.dengan cara konveksi yaitu dimana fluida panas tidak berhubungan langsung dengan fluida dingin, jadi perpindahan panas tersebut mempunyai media perantara sehingga fluida yang satu dengan yang lain tidak bercampur. Fluida yang di gunakan adalah air yang mana volume air atau debit air mempengaruhi prubahan suhu. Semakin besar debit air yang digunakan maka akan cepat pertukaran

Upaya peningkatan motivasi dan prestasi belajar biologi melalui penerapan pembelajaran quantum teaching dengan kerangka rancangan tandur pada pokok bahasan ekosistem siswa kelas VII-A SMP Darul 'Ulum Agung Malang / Siti Uma

 

Berdasarkan pada hasil observasi dan wawancara dengan guru Biologi di SMP Darul ’Ulum Agung Malang, kendala utama yang terjadi selama proses pembelajaran Biologi di SMP Darul ’Ulum Agung Malang adalah sulitnya membuat siswa aktif. Kurang aktifnya siswa ini disebabkan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru yaitu terutama metode ceramah yang kurang melibatkan siswa secara langsung. Kurang terlibatnya siswa secara langsung selama pembelajaran menyebabkan siswa kurang termotivasi, dan kurangnya motivasi siswa dalam kelas ini menyebabkan prestasi belajar siswa rendah. Dalam rangka memecahkan masalah pembelajaran tersebut maka perlu dilakukan upaya antara lain berupa pengembangan strategi pembelajaran yang mampu mengoptimalkan motivasi belajar siswa. Pembelajaran Quantum Teaching dengan kerangka rancangan TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasi, Ulangi dan Rayakan) merupakan salah satu model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar karena menekankan pada kerjasama siswa dalam kelompok yang mendorong dan membantu siswa dalam menguasai materi yang sedang dipelajari, serta menumbuhkan suatu kesadaran bahwa belajar itu penting, bermakna, dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar biologi melalui penerapan pembelajaran Quantum Teaching dengan kerangka rancangan TANDUR pada pokok bahasan ekosistem siswa kelas VII-A SMP Darul ‘Ulum Agung Malang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, siklus I terdiri atas empat kali pertemuan dan siklus II terdiri atas dua kali pertemuan, penelitian ini dilaksanakan dari bulan April sampai dengan Mei pada semester 2 tahun ajaran 2007-2008. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-A SMP Darul ’Ulum Agung Malang yang berjumlah 27 siswa, terdiri dari 13 siswa perempuan dan 14 siswa laki-laki. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa motivasi dan prestasi belajar siswa dengan instrumen penelitian berupa tes, lembar observasi penilaian afektif dan psikomotor, lembar observasi keberhasilan tindakan, angket, dan catatan lapangan. Motivasi belajar siswa diukur berdasarkan peningkatan nilai rata-rata persentase hasil pengisian angket motivasi belajar siswa, sedangkan prestasi belajar siswa pada ranah kognitif diukur berdasarkan ketuntasan belajar siswa secara klasikal, ranah afektif dan ranah psikomotorik diukur dengan secara klasikal dari banyaknya jumlah siswa dari deskriptor yang muncul pada setiap aspek. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan pembelajaran Quantum Teaching dengan kerangka rancangan TANDUR dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Peningkatan motivasi belajar siswa ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata persentase motivasi belajar siswa dan taraf keberhasilan tindakan dari 4,09% (Baik) pada siklus I menjadi 4,52% (Sangat Baik) pada siklus II. Peningkatan prestasi belajar dapat diketahui dari ranah kognitif dengan ketuntasan belajar siswa sebesar 73,1% menjadi 92,6%. Pada ranah afektif yang diukur dengan lembar observasi aktivitas siswa pada siklus1 rata-rata yang aktif 8-14 siswa meningkat menjadi 15-21 siswa pada siklus II. Pada ranah psikomotor yang diukur dengan lembar observasi aktivitas siswa pada siklus 1 rata-rata yang aktif 8-14 siswa meningkat menjadi 15-21 siswa pada siklus II. Berdasarkan pada hasil penelitian disarankan agar para pendidik dapat menggunakan model pembelajaran ini karena dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Dalam menerapkan model pembelajaran ini hendaknya media yang akan digunakan harus benar-benar dipersiapkan sebelum pembelajaran dimulai sehingga proses pembelajaran berjalan efektif dan efisien.

Pengaruh metode pembelajaran stad (Student Team Achievement Division) Rias Vs PBL (Problem Based Learning) dan sikap warga belajar kejar paket B di Sanggar kegiatan belajar Kabupaten Malang terhadap kemampuan memecahkan masalah dalam pembelajaran perkembangbiakan makhl

 

Kenyataan yang dapat diamati saat ini adalah bahwa sebagian besar proses pembelajaran IPA di sanggar kegiatan belajar, diberikan dengan cara menyampaikan materi sebanyak-banyaknya dan warga belajar hanya mencatat apa yang diungkapkan oleh tutor. Siswa hanya ditugaskan untuk mencatat kembali apa yang diungkapkan oleh guru secara lisan tanpa mengolahnya sendiri. Pola pembelajaran seperti ini, ada kecenderungan kurang memperhatikan hakikat pendidikan warga belajar tidak dilatih untuk dapat berpikir secara kritis agar mampu memahami konsep-konsep IPA secara mendalam. Pemahaman merupakan salah satu modal dasar bagi setiap manusia dalam menyongsong kehidupannya di masa yang akan datang. Kehidupan di masa yang akan datang sangat tergantung pada temuan-temuan dan terobosan-terobosan dalam bidang sains dan teknologi, sedangkan pengembangan sains dan teknologi sangat tergantung pada minat serta penguasaan generasi muda pada prinsip-prinsip IPA. Sayangnya, masih cukup banyak anak Indonesia yang masih menganggap mata pelajaran IPA sebagai mata pelajaran yang menjenuhkan karena banyaknya hafalan. Mereka lebih cenderung menghafal daripada memahami. Padahal pemahaman terhadap konsep dan prinsip dasar tersebut merupakan modal dasar bagi penguasaan selanjutnya. Penelitian kuasi eksperimen ini bertujuan untuk mengungkap keunggulan metode PBL terhadap pencapaian kemampuan memecahkan masalah dibanding dengan metode STAD. Sampel penelitian adalah warga belajar kelas VIII pada SKB Kabupaten Malang berjumlah 60 orang yang diambil secara acak kelas (cluster random sampling). Pengujian analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis kovarian (ANAKOVA) 2 jalur setelah melalui tahap pengujian asumsi normalitas distribusi data, homogenitas varian, dan linieritas hubungan variabel dependen dan variabel kovarian. Semua analisis statistik dalam penelitian ini menggunakan bantuan komputer dengan program SPSS 13.0 for Windows. Semua pengujian hipotesis nol dilakukan pada taraf signifikansi 5% atau 0,05. Penelitian ini menghasilkan temuan-temuan sebagai berikut: (1) kemampuan memecahkan masalah kelompok yang belajar dengan metode PBL lebih tinggi dibanding kelompok yang belajar dengan metode STAD, (2) tidak ada perbedaan kemampuan memecahkan masalah antara kelompok yang mempunyai sikap positif terhadap matapelajaran IPA dibanding dengan kelompok yang mempunyai sikap negatif, (3) tidak terdapat pengaruh interaktif antara model pembelajaran dan sikap siswa terhadap kemampuan memecahkan masalah. Berdasarkan temuan-temuan tersebut diajukan beberapa saran sebagai berikut: (1) untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan menumbuh-kembangkan sikap positif siswa pada pelajaran IPA, disarankan agar model pembelajaran PBL dipilih sebagai alternatif, (2) penelitian lanjutan hendaknya dapat diarahkan pada pembelajaran bidang studi yang lain terutama untuk mata pelajaran yang membutuhkan kemampuan memecahkan masalah yang lebih tinggi, misalnya mata pelajaran matematika, fisika, kimia dan lain sebagainya pada berbagai jenjang kelas, (3) penelitian tentang pengaruh sikap dapat dikembangkan tidak hanya pada sikap terhadap matapelajaran yang berfungsi sebagai variabel moderator, tetapi sikap dapat dikembangkan menjadi variabel tergantung yaitu sikap terhadap metode pembelajaran dan sikap terhadap mata pelajaran, dan (4) perlunya penelitian lanjutan untuk menguji pengaruh variabel-variabel lain yang lebih kompleks, misalnya variabel moderator berupa gaya belajar, kecerdasan ganda (multiple intelligence), motivasi berprestasi, dan variabel terikat berupa unjuk kerja pemahaman konsep, penerapan konsep, dan menggunakan prosedur. ABSTRACTION Ria, Hs.2009. Study The Influence Of STAD Versus PBL Method And Attitude Of Learning Group Package B At House Of Learning Activity, Kab. Malang For The Ability Of Problem Solving In Studying Growing Species Live. Thesis. Learning Technology Program, Post Graduated Program, State University Of Malang, Advisors : (1). Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, MPd. (2) Prof. Dr. Ir. H. Suhardjono, MPd. Dipl. HE Keywords : Problem Based Learning, STAD, Attitude and Problem Solving Ability. The reality which can be observed today that the most studying process of IPA in House of Learning Activity, was given the material as much as possible and learning member only jot down what the tutor said. Student (Learning Member) assigned to note/ jot down what the tutor said. Without processing the information by themselves. This kind of studying process, made us paid less attention of the (substance) of education, Learning Member was not trained to think critically in order to get deeply understanding the concept of IPA subject. Understanding is a basic principal for human life to face their life in the future. The future is depend on the innovation and the break throught of science and technology, hence the developing of science and technology depend on the learning member enthusiasm and how the young generation mastered the principles of IPA subject. Unfortunately, there were many of Indonesia kids (children) said that IPA subject, as a bored subject because they only memorizing. They prefer to understand memorize than to understand. However to understand was principals to understand text concepts and principals. Quasi experiment research is aimed to express the better method of PBL compared with STAD in ability of problem solving. Sample of the research was 60 Learning Member of Package B Grade VIII at House Of Learning Activity Kabupaten Malang. Taken as cluster random sampling. The data was analyzed by descriptive analysis and two way of covariant analysis (ANACOVA) this analysis was done after the analysis of normality assumption distribution data, variant homogeneity and the linearity of relation between dependent and covariant variables. All statistical analysis in this research applied computer program SPPS 13,0 for windows. All analysis of null hypothesis was done at significant level 5% or 0,05 Results of this research were : (1) This ability of problem solving of the Learning Members who used PBL method were higher then who used STAD method. (2) There’re no difference in the ability of problem solving between Learning Member who has negative and positive attitude in IPA subject. (3) There’re no interactive influence between learning method and Learning Member’s attitude to the ability of problem. Based on the result some suggestion were as follows; (1) the PBL method was suggested as an alternative method to increase the ability of problem solving and to develop the positive attitude for IPA subject. (2) next research should be done for another subject, especially for subject which were need deeply understanding in ability of problem solving such as mathematics, physics, chemist etc in every grade of studying, (3) the research of attitude influence could be developed not only as the subject of moderator variable but also as a dependent variables that is attitude to learning method and attitude to learning subject. (4) it is important to the next research to analyze the influence of another complex variables, such as, learning style, multiple intelligence, achievement motivation as moderator variable and understanding concepts, applying concepts and using procedures as dependent variables.

Pengembangan buku petunjuk praktikum kimia SMA kelas XI semester I berbasis pendekatan inkuiri terbimbing / Rivan Ghozali

 

Pendidikan merupakan salah satu faktor penentu kualitas kehidupan bangsa. Oleh karena itu pembaharuan pendidikan terus dikembangkan dalam rangka peningkatan kualitas. Salah satu pembaharuan yaitu pergeseran paradigma pembelajaran dari pembelajaran behavioristik menuju pembelajaran konstruktivistik. Melalui pembelajaran konstruktivistik ini siswa mengkonstruk sendiri pengetahuannya. Dalam pendekatan konstruktivistik terdapat bermacam-macam model pembelajaran yang dapat diterapkan salah satunya yaitu dengan pembelajaran inkuiri terbimbing melalui praktikum. Pembelajaran inkuiri terbimbing lebih menekankan siswa untuk menemukan konsep melalui percobaan dengan menggunakan langkah-langkah ilmiah yang dibantu dengan petunjuk praktikum. Selama ini buku petunjuk praktikum yang dipakai siswa SMA masih sangat jarang dan sebagian besar masih terintegrasi dalam buku teks kimia SMA, selain itu buku petunjuk praktikum berupa resep. Oleh karena itu, pada penelitian ini dikembangkan buku petunjuk praktikum kimia SMA kelas XI semester I berbasis inkuiri terbimbing. Tujuan penelitian adalah untuk menghasilkan buku petunjuk praktikum kimia SMA berbasis inkuiri terbimbing serta menguji tingkat kelayakannya. Pengembangan buku petunjuk praktikum terdiri dari tiga tahap, antara lain; penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, dan pengembangan produk awal. Desain validasi pada pengembangan buku petunjuk praktikum ini hanya sampai pada validasi isi saja. Validator terdiri dari satu dosen kimia FMIPA Universitas Negeri Malang dan empat guru kimia SMA. Instrumen pengumpulan data berupa angket dan teknik analisis data dengan menggunakan analisis rata-rata. Hasil pengembangan dari penelitian berupa buku petunjuk praktikum yang terdiri dari empat bagian yaitu (1) Bagian pendahuluan yang meliputi halaman muka (cover), kata pengantar, petunjuk penggunaan, gambar peralatan keselamatan kerja, tata tertib dilaboratorium, daftar isi, daftar tabel, dan daftar gambar. (2) bagian isi terdiri dari kegiatan percobaan, dimana masing-masing percobaan mengandung beberapa komponen yaitu judul percobaan, standar kompetensi, kompetensi dasar, tujuan, materi pengantar, rumusan masalah, hipotesis, alat dan bahan, langkah percobaan, data pengamatan, analisis data, kesimpulan, dan pendalaman. (3) bagian akhir yang meliputi daftar pustaka. (4) bagian kunci jawaban yang berisi jawaban dari hipotesis, urutan langkah percobaan, analisis data, kesimpulan dan pendalaman. Hasil validasi menunjukkan bahwa buku petunjuk praktikum yang dikembangkan diperoleh nilai rata-rata sebesar 3,54 dengan kriteria valid. Hal tersebut menunjukkan bahwa buku petunjuk praktikum yang dikembangkan sudah sesuai dan layak digunakan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran kimia SMA kelas XI semester I dan siap diujicobakan di lapangan.

Efektifitas penerapan peta pikiran (Mind Mapping) terhadap unujk kerja dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X di MAN Malang I / Dyah Ratih Oktaviana

 

ABSTRAK Oktaviana, Dyah, Ratih. 2008. Efektifitas Penerapan Peta Pikiran (Mind Mapping) Terhadap Unjuk Kerja dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X di MAN Malang I . Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Negeri. Pembimbing: (I) Drs. Moch. Ichsan, S.E., M.Pd., M.Si., (II) Farida Rahmawati, S.E, M.E. Kata kunci: Peta Pikiran (Mind Mapping), Unjuk Kerja dan Hasil Belajar. Menurut hasil wawancara yang dilakukan peneliti pada guru mata pelajaran Ekonomi di MAN Malang I, bahwa pembelajaran selama ini yang lebih sering digunakan di MAN Malang I masih dengan metode konvensional yang berpusat pada guru, disini dalam pembelajaran guru yang lebih aktif didalam kelas dibandingkan siswanya yang hanya mendengarkan guru menerangkan didepan kelas dengan menggunakan teknik mencatat linier. Hasil belajar dan unjuk kerja yang diperoleh siswa pun dirasakan kurang optimal dan kurang memuaskan. Keadaan seperti itu peneliti menerapkan metode peta pikiran untuk upaya meningkatkan hasil belajar dan unjuk kerja siswa. Tujuan penelitian ini yaitu ingin menganalisis efektifitas penerapan peta pikiran (mind mapping) terhadap unjuk kerja dan hasil belajar kelompok siswa dengan menggunakan teknik pembelajaran peta pikiran dengan kelompok siswa yang tidak menggunakan teknik pembelajaran peta pikiran atau secara konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimental (quasi experimental design). Beberapa macam rancangan eksperimen jenis kuasi ini, penelitian ini termasuk rancangan Nonequivalent Control Group Design. Tidak dilakukan pemilihan individu secara acak, untuk dikelompokkan sebagai subyek perlakuan dalam kelas eksperimen dan untuk dipilih sebagai subyek dalam kelas kontrol. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X MAN Malang I semester ganjil 2008/2009 yang berjumlah 231 siswa. Sampel penelitian adalah Untuk pengambilan sampel menentukan kelas ekperimen dan kelas kontrol dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling ( Sampel acak sederhana) dengan cara undian. Diperoleh hasil dari undian tersebut bahwa sebanyak 38 siswa pada kelas eksperimen dan sebanyak 36 siswa pada kelas kontrol. Instrument penelitian disini yaitu test hasil belajar (pretest dan posttest), unjuk kerja siswa, hasil observasi guru, angket respon siswa dan penilaian afektif siswa. Hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil analisis deskriptif ini diperoleh hasil bahwa kemampuan awal siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak terlampau jauh perbedaannya. Kelas eksperimen rata-rata nilai kemampuan awalnya yaitu 58,30 sedangkan kelas kontrol yaitu 64,13. Hasil rata-rata test akhir siswa kelas eksperimen meningkat 75,03 setelah diberikan perlakuan dibandingkan dengan nilai kelas kontrol 69,25. Rata-rata peningkatan hasil kelas eksperimen pun lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hasil analisis deskriptif rata-rata unjuk kerja I siswa kelas eksperimen 60,48 lebih tinggi dibandingkan rata-rata nilai unjuk kerja I siswa kelas kontrol 58,19. Pada unjuk kerja II nilai rata-rata siswa kelas eksperimen 81,62 setelah diberikan perlakuan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol 74,86. Rata-rata peningkatan hasil unjuk kerja siswa pun kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hasil analisis statistik inferensial untuk menguji hipotesis pada uji-t diperoleh hasil signifikan yaitu untuk hasil belajar adalah 0,001 lebih kecil dari taraf signifikan 0,05 dan hasil signifikan unjuk kerja 0,007 lebih kecil dari taraf signifikan 0,05. Hipotesis penelitian Ha diterima sehingga penerapan peta pikiran efektif terhadap unjuk kerja dan hasil belajar. Kesimpulan yang dapat diambil, terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol terhadap unjuk kerja dan hasil belajar siswa. Pembelajaran dengan peta pikiran efektif terhadap unjuk kerja dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Disarankan bagi guru sebagai bahan untuk megkaji kegiatan pembelajaran, memperbaiki, meningkatkan dan sebagai informasi baru bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran didalam kelas dan hasil pembelajaran. Metode mencatat dengan peta pikiran disini sebaiknya digunakan untuk metode pembelajaran karena terbukti dapat meningkatkan hasil belajar serta unjuk kerja siswa.

Optimasi Sakarifikasi pada pembuatan biotanol dari ubi jalar putih dan penentuan rendemen bioetanol dari ubi jalar putih dan ubi jalar kuning / Makhrus Ariyanto

 

Pembuatan bioetanol dari bahan berpati melibatkan proses sakarifikasi dilanjutkan proses fermentasi. Proses sakarifikasi mengubah pati menjadi glukosa dapat dilakukan oleh Aspergillus Niger, karena Aspergillus Niger mampu menghasilkan enzim amilase yang mengkatalisis proses sakarifikasi. Semakin tinggi kadar glukosa yang diperoleh dari hasil sakarifikasi semakin besar rendemen jumlah bioetanol yang dihasilkan. Ubi jalar dipilih sebagai alternatif bahan baku bioetanol karena memiliki kadar pati dan produktivitas pemanenan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah Aspergillus Niger pada akhir fase logaritmik dan waktu sakarifikasi untuk menghasilkan glukosa optimum serta untuk mengetahui rendemen bioetanol yang dihasilkan jika hasil sakarifikasi difermentasi mengunakan Sacharomyces cerevisiae dari ubi jalar putih dan ubi jalar kuning. Penelitian ini bersifat eksperimental yang dilakukan di laboratorium Kimia FMIPA UM. Ubi jalar yang digunakan diperoleh dari BALITABI (Balai Latihan Tanaman Umbi-umbuan dan Kacang-kacangan), dengan menggunakan varietas ubi jalar putih (sukuh) dan ubi jalar kuning (kidal). Tahapan penelitian meliputi : (1) pembuatan kurva pertumbuhan Aspergillus Niger dan Sacharomyces cerevisiae yang digunakan, (2) penentuan kondisi sakarifikasi optimum meliputi jumlah Aspergillus niger dan waktu sakarifikasi, (3) produksi bioetanol dari hasil sakarifikasi ubi jalar putih dan ubi jalar kuning, (4) identifikasi dan penentuan rendemen bioetanol yang dihasilkan. Kondisi sakarifikasi optimum ditentukan berdasarkan jumlah glukosa yang dihasilkan. Penentuan glukosa mengunakan metode Somogy-Nelson. Rendemen bioetanol merupakan jumlah etanol hasil fermentasi yang diperoleh perkilogram ubi jalar. Kadar alkohol hasil destilasi ditentukan dengan alat alkoholmeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aspergillus Niger yang diperlukan untuk menghasilkan glukosa optimum (0,184 gram) dari 100 gram tepung ubi jalar sebesar 0,298 gram yang selnya setara dengan 50 mL biakan Aspergillus Niger yang diambil pada fase log yaitu pada hari ke-5, sedangkan waktu optimum untuk sakarifikasi ubi jalar adalah 2 jam. Berdasarkan jumlah Aspergillus Niger dan waktu optimum diperoleh rendemen bioetanol dari ubi jalar putih adalah 303 mL/kg dan ubi jalar kuning adalah 238,45 mL/kg.

Prosedur pemberian dan pelunasan kredit angsuran sistem fidusia (Kreasi) pada Perum Pegadaian Cabang Wlingi / Devi Ratnasari

 

ABSTRAK Ratnasari, Devi. 2008. Prosedur Pemberian dan Pelunasan Kredit Angsuran Sistem Fidusia pada Perum Pegadaian Cabang Wlingi. Tugas Akhir, Program Studi Diploma III Akuntansi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Dr. Nurika Restuningdyah, SE. Msi, Ak. Kata Kunci: Prosedur, kredit, fidusia Kredit Angsuran Sistem Fidusia (KREASI) adalah salah satu produk dari Perum Pegadaian termasuk juga pada Perum Pegadaian Cabang Wlingi, dimana kredit KREASI merupakan kredit yang diberikan kepada para pengusaha mikro kecil untuk pengembangan usahanya dengan BPKB sebagai jaminannya. Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah (1) Mendeskripsikan prosedur pemberian Kredit Angsuran Sistem Fidusia pada Perum Pegadaian Cabang Wlingi, (2) Mendeskripsikan prosedur pelunasan Kedit Angsuran Sistem Fidusia pada Perum Pegadaian Cabang Wlingi. Untuk memperoleh data dalam penyusunan tugas akhir ini, maka digunakan teknik pengumpulan data melalui (1) Observasi dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap situasi dan kondisi yang ada di Pegadaian Cabang Wlingi. (2) Wawancara dengan pihak yang berwenang dalam memberikan informasi mengenai kredit angsuran sistem fidusia yaitu staf bagian kreasi dan penaksir (3) Dokumentasi dengan melakukan pencatatan data yang berhubungan dengan topik yang diambil. Setelah menganalisis data penulis menyimpulkan bahwa prosedur pemberian dan pelunasan kredit angsuran sistem fidusia pada Perum Pegadaian Cabang Wlingi sudah berjalan dengan baik mulai dari proses pemberian kredit hingga pelunasan kredit meskipun dalam pelaksanaanya masih terdapat beberapa kelemahan, yaitu masih terjadi perangkapan tugas, kurangnya sosialisasi tentang perekrutan karyawan, dan pengarsipan dokumen yang tidak dilakukan secara menyeluruh. Hal ini dibuktikan bahwa semua dokumen diserahkan kepada nasabah. Saran yang dapat penulis berikan adalah agar proses berjalannya kredit angsuran sistem fidusia di Perum Pegadaian Cabang Wlingi lebih berkembang yaitu dengan lebih mensosialisasikan kepada masyarakat khususnya bagi pengusaha tentang adanya kredit angsuran sistem fidusia, menambah jumlah karyawan agar tidak terjadi perangkapan tugas, namun jika tidak memungkinkan maka harus dilakukan pengembangan kualitas karyawan dan manajer harus mengawasi karyawan secara intensif, memperbaiki flowchart pemberian kredit KREASI yaitu dengan cara petugas fungsional harus membuat dokumen menjadi beberapa rangkap agar pihak pegadaian mempunyai arsip sebagai bukti jika terjadi permasalahan dalam pelaksanaan kredit KREASI misalnya saja terjadi kredit macet.

Identifikasi kesulitan belajar siswa kelas X dalam memahami konsep reaksi redoks di SMA Negeri 1 Kesamben Blitar tahun ajaran 2007/2008 / Chyntia Fristika Kumalasari

 

Ilmu kimia pada hakekatnya mempelajari tentang komposisi dan struktur materi, sifat materi, perubahan materi, dan energi yang menyertai perubahan materi. Konsep ilmu kimia pada umumnya merupakan konsep yang berjenjang, berkembang dari konsep sederhana ke arah konsep yang lebih kompleks. Sebagai contoh adalah konsep reaksi redoks yang dibangun oleh konsep bilangan oksidasi, reaksi reduksi-oksidasi, reduktor-oksidator dan identifikasi reaksi. Kesulitan dalam memahami konsep yang sederhana akan mengalami kesulitan dalam memahami konsep yang lebih kompleks. Kesulitan dapat diartikan sebagai kondisi dalam proses yang ditandai oleh adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui persentase dan letak kesulitan yang dialami siswa pada soal materi redoks yang diberikan sesuai dengan aspek yang telah ditentukan. Penelitian termasuk penelitian deskriptif, dimana peneliti hanya melakukan survei terhadap pemahaman siswa tentang materi redoks. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri I Kesamben yang berjumlah enam kelas. Sampel penelitian diambil secara random, yaitu dengan mengundi secara kelompok dan didapat 2 kelas yaitu kelas X-D dan X-F. Instrumen yang digunakan untuk mengidentifikasi kesulitan siswa dalam memahami konsep reaksi redoks berupa tes berbentuk pilihan ganda. Hasil uji coba instrumen dari 30 soal yang diujicobakan diperoleh 25 soal yang digunakan untuk mengambil data. Data yang diperoleh dianalisis dengan menentukan besarnya persentase siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep reaksi redoks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas X SMA Negeri I Kesamben masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep reaksi redoks dengan persentase rata-rata untuk: (1) reaksi redoks (33,32%); (2) bilangan oksidasi (41,41%); (3) oksidator dan reduktor(42,32%); dan (4) identifikasi reaksi (54,83%). Letak kesulitan siswa dalam memahami materi redoks dengan persentase kesalahan lebih besar dari 40% yaitu pada: (a) konsep reaksi redoks berdasakan konsep pengikatan dan pelepasan oksigen; (b) definisi bilangan oksidasi; (c) pengertian oksidator reduktor berdasarkan konsep pengikatan dan pelepasan oksigen; (d) pengertian oksidator reduktor berdasarkan konsep transfer elektron; (e) pengertian oksidator reduktor berdasarkan konsep perubahan bilangan oksidasi; (f) identifikasi reaksi redoks. Berdasarkan hasil penelitian, maka guru disarankan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi reaksi redoks dengan cara memilih pendekatan atau metode mengajar yang tepat, sehingga faktor-faktor yang menyebabkan timbilnya kesulitan dapat dikurangi semaksimal mungkin dan memberikan soal-soal yang bervariasi.

Identifikasi kesulitan belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kesamben tahun ajaran 2007/2008 dalam memahami perhitungan latutan asam basa / Erna Fitriani

 

Ilmu kimia merupakan salah satu pelajaran yang sulit bagi kebanyakan siswa tingkat SMA/MA. Kesulitan dapat diartikan sebagai kondisi dalam proses belajar yang ditandai oleh adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar yang maksimal. Salah satu indikator adanya kesulitan belajar siswa adalah rendahnya prestasi belajar yang diperoleh. Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), perhitungan larutan asam basa merupakan salah satu materi yang diajarkan di kelas XI semester 2 dan termasuk materi yang dianggap sulit berdasarkan wawancara langsung dengan guru kimia dan siswa. Materi perhitungan larutan asam basa membutuhkan kemampuan berpikir matematika yang diperlukan untuk mempelajari konsep-konsep asam basa lebih lanjut. Oleh karena itu diperlukan kajian tentang materi tersebut untuk mencari alternatif pemecahannya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kesulitan yang dialami siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kesamben dalam memahami perhitungan larutan asam basa. Penelitian merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kesamben tahun ajaran 2007/2008 yang terdiri dari 3 kelas yaitu kelas XI-IPA1 sampai dengan kelas XI-IPA3. Sampel penelitian diambil dengan cara teknik sampling random kelompok, yaitu dengan mengundi secara kelompok dan didapat 1 kelas yaitu kelas XI-IPA2 sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui kesulitan siswa dalam memahami perhitungan larutan asam basa berupa tes berbentuk pilihan ganda. Hasil uji coba instrumen dari 30 soal yang diujicobakan diperoleh 25 soal yang valid dan digunakan untuk mengambil data. Data yang diperoleh dianalisis dengan menentukan besarnya persentase siswa yang mengalami kesulitan dalam perhitungan larutan asam basa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kesamben masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep perhitungan larutan asam basa dengan persentase untuk larutan asam kuat sebesar 67,5%; larutan basa kuat sebesar 47,5%; larutan asam lemah sebesar 75%; larutan basa lemah sebesar 52,5%; 42,5%; 75%; netralisasi larutan asam kuat dan basa kuat sebesar 42,5%; (2) pada materi perhitungan larutan asam basa, letak kesulitan siswa dengan persentase kesalahan lebih besar dari 40% yaitu pada: (a) penentuan massa asam kuat untuk perhitungan larutan asam kuat 67,5%; (b) penentuan pH larutan setelah pengenceran untuk perhitungan larutan basa kuat 47,5%; (c) penentuan pH larutan bila diketahui Ka dan M untuk perhitungan larutan asam lemah 75%; (d) penentuan pH larutan bila diketahui α 52,5%; penentuan pH larutan bila diketahui α dan Kb 42,5% serta penentuan pH larutan setelah pengenceran untuk perhitungan larutan basa lemah 75%; (5) penentuan pH larutan setelah terjadi reaksi sempurna untuk perhitungan netralisasi asam kuat dengan basa kuat 42,5%. Berdasarkan hasil penelitian, maka guru disarankan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perhitungan larutan asam basa dengan menggunakan metode praktikum.

Pengaruh motivasi dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas X MAN 3 Malang tahun ajaran 2008/2009 pada materi pelajaran ikatan kimia yang diajarkan dengan menggunakan metode kooperatif jigsaw / Rosita Damayanti

 

Motivasi belajar merupakan daya psikis di dalam diri siswa yang menimbulkan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Siswa yang termotivasi untuk belajar dapat dilihat dari sikapnya, karena motivasi akan menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang ada pada diri individu untuk kemudian bertindak atau berperilaku. Perilaku dan tindakan siswa jika dilakukan secara berulang-ulang akan dapat menimbulkan suatu kebiasaan yang menjadi ciri dari siswa, sehingga kebiasaan cenderung bersifat relatif tetap dan sulit untuk diubah, baik itu kebiasaan dalam belajar maupun dalam hal lainnya. Kebiasaan belajar masing-masing siswa merupakan cara bereaksi terhadap rangsangan/situasi tertentu yang dihadapi. Motivasi dan kebiasaan belajar siswa pada matapelajaran kimia merupakan faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa di MAN 3 Malang. Penelitian yang dilakukan pada siswa kelas X MAN 3 Malang tahun ajaran 2008/2009 bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa pada materi pelajaran ikatan kimia yang diajarkan dengan menggunakan metode kooperatif jigsaw. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X MAN 3 Malang yang berjumlah 238 siswa yang tersebar dalam 7 kelas. Sebagai sampel penelitian diambil kelas X-E yang berjumlah 34 siswa atau sebesar 15% dari jumlah populasi, karena pada kelas tersebut sedang dilakukan penelitian dengan menggunakan metode kooperatif jigsaw. Pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Untuk teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa motivasi belajar yang dimiliki siswa kelas X MAN 3 Malang tergolong tinggi yaitu sebesar 50,00%. Kebiasaan belajar yang dimiliki siswa kelas X MAN 3 Malang tergolong kategori baik (tinggi) yaitu sebesar 52,94%. Terdapat pengaruh secara parsial yang positif dan signifikan dari motivasi belajar yang meliputi motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik terhadap prestasi belajar siswa kelas X MAN 3 Malang pada materi ikatan kimia, karena berdasarkan hasil uji t diketahui bahwa nilai thitung (3,868) > ttabel (2,039) dan nilai signifikansi (0,001) < (0,05), serta diperoleh hasil perhitungan sumbangan efektif sebesar 26,68%. Terdapat pengaruh secara parsial yang positif dan signifikan dari kebiasaan belajar yang meliputi kebiasaan belajar mengikuti pelajaran, kebiasaaan belajar sendiri, kebiasaan belajar kelompok, kebiasaan belajar dengan membaca buku, dan kebiasaan menghadapi ujian terhadap prestasi belajar siswa kelas X MAN 3 Malang pada materi ikatan kimia, karena berdasarkan hasil uji t diketahui bahwa nilai thitung (4,313) > ttabel (2,039) dan nilai signifikansi (0,000) < (0,05), serta diperoleh hasil perhitungan sumbangan efektif sebesar 31,81%. Secara bersama-sama (simultan) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas X MAN 3 Malang pada materi ikatan kimia, karena berdasarkan hasil uji F diketahui bahwa nilai Fhitung (21,847) > Ftabel (3,304) dan nilai signifikansi (0,000) < (0,05), serta diperoleh hasil perhitungan sumbangan efektif sebesar 58,5%

Efektivitas implementasi pembelajaran kooperatif metode think pair share (TPS) dengan media belajar artikel ekonomi untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi pokok bahasan permintaan dan penawaran di SMA Negeri 2 Malang / Dicky Heri Mart

 

ABSTRAK Martantyo, Heri Dicky. 2009. Efektifitas Implementasi Pembelajaran Kooperatif Metode Think Pair Share (TPS) dengan Media Belajar Artikel untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X pada Mata Pelajaran Ekonomi Pokok Bahasan Pemintaan dan Penawaran di SMA Negeri 2 Malang..Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sapir, S.Sos, M.Si, (II) Dwi Wulandari SE, MM. Kata Kunci: Think Pair Share (TPS), Hasil Belajar Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di SMA Negeri 2 Malang diperoleh informasi bahwa pembelajaran ekonomi sudah menggunakan variasi bentuk model-model pembelajaran, akan tetapi dalam pelaksanaannya masih kurang maksimal. Hal ini karena model-model pembelajaran yang dilakukan hanya ceramah dan Tanya jawab saja. Akan tetapi pada materi tertentu terkadang menggunakan diskusi biasa yang kurang maksimal untuk meningkatkan hasil belajar siswa . Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar adalah pembelajaran kooperatif metode TPS. Pembelajaran kooperatif metode TPS adalah strategi pembelajaran dimana para siswa dilatih untuk mandiri, aktif bekerjasama dalam kelompok kecil dan kelompok besar yang dimulai dengan pembagian lembar masalah dan soal melalui artikel ekonomi, siswa berfikir secara individu (think), siswa berpasangan dengan teman satu bangku (pair), siswa bergabung dengan teman yang laiinya sehingga membentuk kelompok besar, sampai pada tahap akhir siswa (share) dengan teman satu kelas melalui presentasi kelompok. Tujuannya yaitu untuk mengetahui hasil belajar ekonomi pokok bahasan permintaan dan penawaran siswa kelas X. 2 dan X.3 SMA Negeri 2 Malang , melalui penerapan pembelajaran kooperatif model TPS dengan media belajar atikel ekonomi. Populasi penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 2 Malang dengan jumlah 320 siswa, dengan sampel kelas X. 3 dengan jumlah siswa 40. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasy Eksperimental Design). Tehnik analisa data yang digunakan untuk hasil belajar digunakan rata-rata nilai hasil tes dihitung dengan bantuan komputer program SPSS 15 for Windows. Sedangkan instrument yang digunakan adalah observasi untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran kooperatif metode TPS ,dan aspek psikomotorik yang dilakukan oleh peneliti dengan bantuan tiga observer . Hasil belajar dilakukan dengan memberikan tes kemampuan akhir di akhir pembelajaran kooperatif metode TPS dengan media belajar artikel ekonomi yang sebelumnya dilakukan tes kemampuan awal sebelum pembelajaran kooperatif metode TPS dengan media belajar artikel ekonomi di terapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif metode TPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, dengan nilai rata-rata kelas sebesar 75,13 yang lebih tinggi daripada kelas kontrol dengan rata-rata kelas sebesar 67,90, hal ini dapat dilihat berdasarkan analisis uji t (Independent Sample Test), maka diperoleh nilai thitung = 4,303 Sig > 0,05 maka dengan ini H0 = ditolak, H1= diterima dengan alpha 0,05 (5%). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif metode TPS dengan media belajar artikel ekonomi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi pokok bahasan permintaan dan penawaran kelas X di SMA Negeri 2 Malang. Adapun saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah 1) Bagi guru mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 2 Malang dan para guru ekonomi di sekolah lain disarankan untuk menerapkan pembelajaran kooperatif metode TPS sebagai salah satu alternatif pembelajaran di dalam kelas dalam rangka meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa. 2) Media belajar artikel ekonomi dapat diguankan oleh guru dalam proses belajar mengajar, sehingga siswa mengetahui kondisi perekonomian suatu bangsa dan diharapkan siswa lebih tanggap terhadap kondisi perekonomian suatu bangsa, dengan hal ini bisa menumbuhkan generasi muda yang tanggap pada permasalahan yang ada pada bangsa dan Negara. 3) Pembelajaran kooperatif metode TPS dengan media belajar artikel ekonomi dapat digunakan oleh guru sebagai alternatif untuk mengurangi kejenuhan siswa, sehingga siswa dalam belajar santai tetapi bersungguh-sungguh, serta dapat melatih kemandirian siswa, kerjasama antar siswa dan menciptakan sikap saling menghargai antar siswa dalam menyampaikan pendapatnya . 4) Metode Think Pair Share dengan media belajar artikel ekonomi cocok diterapkan pada mata pelajaran ekonomi pada pokok bahasan permintaan dan penawaran. 5)Pada penelitian ini dalam mengukur hasil belajar, peneliti hanya fokus mengukur ranah kognitif dan psikomotorik saja. Oleh karena itu bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengukur ketiga ranah yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. 6) Penelitian ini hendaknya dapat diteruskan oleh peneliti selanjutnya dengan kelas, sekolah, dan materi yang berbeda. Dan disarankan untuk lebih dari empat pertemuan sehingga hasil yang diperoleh dapat maksimal.

Perbedaan persepsi dan sikap antara siswa Jurusan IPA dan IPS terhadap pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di SMAN 1 Garum / Faridatul Ula

 

Layanan bimbingan dan konseling sangat penting peranannya dalam sistem pendidikan, oleh karena itu bimbingan dan konseling dimasukkan dalam kurikulum sekolah menengah. Dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling, persepsi dan sikap siswa penting untuk dapat memaksimalkan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah sehingga siswa dapat memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling. Dalam penelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagaimanakah persepsi siswa jurusan IPA terhadap pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di SMAN 1 Garum, bagaimanakah sikap siswa jurusan IPA terhadap pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di SMAN 1 Garum, bagaimanakah persepsi siswa jurusan IPS terhadap pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di SMAN 1 Garum, bagaimanakah sikap siswa jurusan IPS terhadap pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di SMAN 1 Garum, dan apakah ada perbedaan persepsi dan sikap antara siswa jurusan IPA dan IPS terhadap pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di SMAN 1 Garum. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei deskriptif dan korasional. Hasil analisis persepsi dan sikap siswa jurusan IPA dan IPS selanjutnya dikomparasikan untuk melihat perbedaannya.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII jurusan IPA dan IPS di SMAN I Garum tahun ajaran 2008/2009 yang berjumlah 240 siswa. Sampel dari penelitian ini adalah 40 siswa IPA dan 39 siswa IPS. Adapun teknik yang digunakan dalam penarikan sampel adalah cluster sample. Untuk pengumpulan data menggunakan alat ukur berupa instrumen. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 10 bulan September tahun 2008 di SMAN 1 Garum yang dilaksanakan sendiri tanpa bantuan dari konselor sekolah. Untuk analisis hasil penelitian digunakan analisis persentase dan Uji t. Hasil penelitian persepsi siswa jurusan IPA adalah baik (67,5%) terhadap pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling dan sarana bimbingan dan konseling. Sikap siswa jurusan IPA terhadap pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling adalah baik (77,5%) dan memiliki sikap cukup baik (55%) terhadap fasilitas bimbingan dan konseling. Persepsi siswa jurusan IPS terhadap pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling adalah baik (64%) dan persepsi terhadap fasilitas bimbingan dan konseling adalah (69%) baik. Sikap siswa jurusan IPS terhadap pelaksanaaan layanan bimbingan dan konseling adalah siswa cukup baik (57,28%). Sedangkan untuk sikap siswa terhadap fasilitas bimbingan dan konseling adalah sangat baik (87,15%). Berdasarkan analisis Uji_t perbedaan persepsi siswa jurusan IPA dan IPS, diperoleh t tabel dengan df=77 dan taraf signifikansi (sig)= 0,05 adalah sebesar 1,99. Dari analisis data diketahui nilai t hitung dengan df=77 dan taraf siginfikansi (sig)=0,05 sebesar 49,359. Karena nilai t (49,359) > t tabel (1,99) maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan persepsi antara siswa jurusan IPA dan IPS terhadap pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling.Berdasarkan analisis Uji_t perbedaan sikap siswa jurusan IPA dan IPS, diperoleh t tabel dengan df=77 dan taraf signifikansi (sig)= 0,05 adalah sebesar 1,99. Dari analisis data diketahui nilai t hitung dengan df=77 dan taraf siginfikansi (sig)=0,05 sebesar 57,458. Karena nilai t (57,458) > t tabel (1,99) maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan sikap antara siswa jurusan IPA dan IPS terhadap pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Untuk meningkatkan mutu layanan bimbingan dan konseling maka kepala sekolah diharapkan untuk meningkatkan persepsi dan sikap siswa, salah satunya dengan cara memfasilitasi konselor dalam merealisasikan program bimbingan dan konseling dan melengkapi fasilitas bimbingan dan konseling lebih memadai. Kepada konselor, untuk lebih meningkatkan layanannya dengan cara memberikan orientasi yang memadai dan menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Bagi guru bidang studi dan wali kelas, untuk meningkatkan kerja sama dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling dengan ikut memberikan persepsi yang positif kepada siswa terhadap layanan bimbingan konseling sehingga juga dapat membentuk sikap positif siswa terhadap bimbingan dan konseling dan kepada peneliti selanjutnya, lebih mengembangkan penelitian yang serupa dengan variabel yang berbeda sehingga hasil penelitian tersebut dapat menjadi masukan untuk meningkatkan mutu pelaksanaan layanan bimbingan konseling di sekolah.

Perancangan dan pembuatan aplikasi sistem pakar untuk analisa kelayaan kredit motor honda (Studi kasus pada PT. Nusa Surya Ciptadana (NSC) Finance Sumbawa Besar) / Yessi Kustiyaningsih

 

Sistem pakar berfungsi sebagai media untuk menampung pengetahuan atau keahlian seorang pakar, kemudian mengelolanya agar dapat digunakan untuk membantu mengimplementasikan peranan pakar tersebut. Diharapkan dengan demikian pengetahuan yang dimiliki oleh pakar tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan lebih efisien dan aplikatif. Aplikasi Sistem Pakar Analisa Kelayakan Kredit Motor Honda dibuat untuk membantu perusahaan kredit dalam menganalisa layak tidaknya seseorang untuk menerima kredit. Aplikasi ini dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Delphi 7 dengan basis data menggunakan Microsoft Access. Pada program ini, analisa dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk tiap-tiap aspek penilaian melalui user interface yang dirancang sesederhana mungkin untuk memudahkan penggunaannya. Ada empat aspek penilaian untuk analisa kelayakan kredit ini, yaitu aspek Character, Capability, Capital, dan Condition. Setiap pertanyaan mempunyai pilihan jawaban masing-masing, dan setiap pilihan jawaban diberikan suatu point tertentu. Jika semua pertanyaan pada tiap-tiap aspek telah dijawab berdasarkan data pemohon yang diperoleh dari hasil survey, point-point yang diperoleh berdasarkan jawaban tersebut akan dijumlahkan sehingga menghasilkan suatu total point tertentu. Total point inilah yang menentukan keputusan diterima atau ditolaknya aplikasi permohonan kredit. Pada prinsipnya seluruh data pertanyaan dan pilihan jawaban tiap-tiap aspek penilaian akan dimasukkan pada suatu knowledge base yang berupa suatu kumpulan database di mana kemudian Inference Engine dari sistem pakar akan mengolahnya untuk mendapatkan keputusan kelayakan kredit berdasarkan pilihan jawaban yang dimasukkan oleh user melalui fasilitas user interface. Hasil implementasi dan pengujian sistem yang telah dibuat secara keseluruhan dapat berjalan dengan baik. Selain menganalisa kelayakan kredit, program ini juga menyediakan fasilitas lainnya, yaitu: fasilitas untuk mencetak laporan hasil analisa dalam bentuk Memo Persetujuan Kredit, fasilitas untuk menambah, mengubah, maupun menghapus basis pengetahuan jika suatu saat ada perubahan pertanyaan, pilihan jawaban, maupun point yang digunakan untuk analisa, fasilitas untuk melakukan pencarian data pemohon dan dapat pula digunakan untuk menyimpan data pembayaran angsuran.

Hubungan antara minat dan hasil belajar matakuliah teknik dasar menjahit pada mahasiswa Prodi D3 Tata Busana angakatan 2007 dan 2008 / Yuli Yanti

 

ABSTRAK Yanti, Yuli. 2009. Hubungan Antara Minat Dan Hasil Belajar Matakuliah Teknik Dasar Menjahit Pada Mahasiswa Prodi D3 Tata Busana Angkatan 2007 Dan 2008. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Busana, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si (2) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd Kata Kunci: Minat, Hasil Belajar Minat merupakan kecenderungan seseorang untuk suka dan tertarik dalam melakukan suatu aktivitas tanpa ada yang menyuruh, sedangkan hasil belajar merupakan hasil yang telah dicapai dari proses belajar. Masalah minat dalam dunia pendidikan memiliki andil yang cukup besar dalam pencapaian hasil maksimal. Oleh karena itu, penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara minat dan hasil belajar matakuliah Teknik Dasar Menjahit pada mahasiswa prodi D3 Tata Busana angkatan 2007 dan 2008. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa prodi D3 Tata Busana angkatan 2007 dan 2008, sedangkan sampel diambil menggunakan sampling populasi karena semua populasi dijadikan sebagai sampel penelitian, dengan jumlah sampel sebanyak 47 mahasiswa. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner atau angket yang didukung oleh metode dokumentasi. Kuesioner digunakan untuk memperoleh data minat menjahit dan dokumentasi untuk memperoleh data nilai akhir matakuliah Teknik Dasar Menjahit. Analisis data yang digunakan adalah analisis data korelasi product moment untuk menganalisis hubungan antara minat (X) terhadap hasil belajar (Y). Hasil penelitian dari 47 mahasiswa prodi D3 Tata Busana angkatan 2007 dan 2008, diketahui mahasiswa yang mempunyai minat menjahit tinggi sebanyak 70,21% serta minat menjahit sangat tinggi dan cukup sebanyak 14,89%. Minat menjahit diambil dari angket berdasarkan indikator kesenangan, ketertarikan, keinginan, harapan, dan pengalaman. Minat mayoritas tinggi sebanyak 70,21% , hal ini terjadi dimungkinkan karena minat dipengaruhi oleh kondisi fisik, mental, emosi, dan lingkungan sosial. Hasil belajar mayoritas mahasiswa mendapat nilai C dengan prosentase sebesar 23,40% serta minoritas mahasiswa mendapat nilai C+ dan E dengan prosentase sebesar 4,26%. Hal ini terjadi dimungkinkan dipengaruhi oleh beberapa faktor selain minat, seperti fasilitas, biaya, keterampilan dan keahlian, serta pengetahuan dan pengalaman. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara minat dan hasil belajar Matakuliah Teknik Dasar Menjahit pada Mahasiswa Prodi D3 Tata Busana Angkatan 2007 dan 2008, dengan harga koefesien korelasi antara minat dan hasil belajar sebesar r hitung = 0,338 > r tabel = 0,288 (taraf signifikan 5%) dengan demikian berarti Ha diterima.

Pengaruh return on equity (ROE), price earning ratio (PER), dan price to book value (PBV) terhadap return saham sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan yang listing di BEI pada tahun 2004 / Fatna Kanzun Istaoroda

 

ABSTRAK Istaoroda, Fatna Kanzun.2009. Pengaruh Return on Equity (ROE), Price Earning Ratio (PER), dan Price to Book Value (PBV) terhadap Return Saham Sebelum dan Sesudah Stock split pada Perusahaan yang Listing di BEI Tahun 2004. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo, M.M, (II) Subagyo, S.E, S.H, M.M Kata kunci: Return on Equity, Price Earning Ratio, Price to Book Value, return. Pembelian saham melalui pasar modal merupakan salah satu alternatif dalam berinvestasi. Dalam hal ini para investor perlu melihat faktor-faktor yang berkaitan dengan dinamika harga saham agar bisa mengambil keputusan tentang saham perusahaan yang dipilih. Faktor tersebut salah satunya adalah berkaitan dengan kinerja keuangan perusahaan. Adapun perusahaan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang listing di BEI pada tahun 2001-2007, kinerja keuangan yang digunakan adalah Return on Equity (ROE), Price Earning Ratio (PER), dan Price to Book Value (PBV). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi Return on Equity (ROE), Price Earning Ratio (PER), Price to Book Value (PBV) dan return saham pada perusahaan yang listing di BEI periode 2001-2007, mengetahui secara parsial pengaruh Return on Equity (ROE), Price Earning Ratio (PER), Price to Book Value (PBV) terhadap return saham sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan yang listing di BEI periode 2001-2007, mengetahui secara simultan pengaruh Return on Equity (ROE), Price Earning Ratio (PER), dan Price to Book Value (PBV) terhadap return saham sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan yang listing di BEI periode 2001-2007. Populasi yang digunakan adalah perusahaan yang listing di BEI pada periode 2001-2007, dimana dari populasi tersebut dipilih sampel dengan menggunakan metode purposive sampling, dalam hal ini adalah (I) Sampel adalah perusahaan yang terdaftar di BEI dan melakukan stock split pada tahun 2004, (2) Merupakan perusahaan yang sudah berstatus go public sebelum melakukan stock split, (3) Mempunyai kelengkapan informasi kegiatan stock split seperti tanggal dan harga penutupan saham, (4) Mempublikasikan laporan keuangan selama periode penelitian. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi data sekunder. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Selanjutnya untuk pengujian data digunakan uji signifikan parameter individual (uji statistik t) dan untuk menguji secara simultan digunakan uji signifikansi simultan (uji statistik F). Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur proporsi besarnya variabel bebas yang mampu menerangkan variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi Return on Equity pada perusahaan yang listing di BEI sebelum stock split fluktuatif dengan trend naik secara elastis, kondisi Return on Equity pada perusahaan yang listing di BEI sesudah stock split fluktuatif dengan trend turun sangat elastis, kondisi Price Earning Ratio pada perusahaan yang listing di BEI sebelum dan sesudah stock split fluktuatif dengan trend turun sangat elastis, kondisi Price to Book Value pada perusahaan yang listing di BEI sebelum dan sesudah stock split fluktuatif dengan trend naik secara elastis, kondisi return pada perusahaan yang listing di BEI sebelum stock split fluktuatif dengan trend naik secara elastis, kondisi return pada perusahaan yang listing di BEI sesudah stock split fluktuatif dengan trend turun secara elastis, terdapat pengaruh negatif yang signifikan variabel Return on Equity terhadap return saham pada perusahaan yang listing di BEI sebelum stock split, tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel Return on Equity terhadap return saham pada perusahaan yang listing di BEI sesudah stock split, terdapat pengaruh yang signifikan variabel Price Earning Ratio terhadap return saham pada perusahaan yang listing di BEI sebelum stock split, tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel Price Earning Ratio terhadap return saham pada perusahaan yang listing di BEI sesudah stock split, terdapat pengaruh yang signifikan variabel Price to Book Value terhadap return saham pada perusahaan yang listing di BEI sebelum dan sesudah stock split, terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara variabel Return on Equity, Price Earning Ratio, dan Price to Book Value terhadap return saham pada perusahaan yang listing di BEI sebelum stock spliti, terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara variabel Return on Equity, Price Earning Ratio, dan Price to Book Value terhadap return saham pada perusahaan yang listing di BEI sesudah stock split Saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah: (1) Bagi perusahaan agar lebih meningkatkan kinerja keuangan terutama yang berkaitan dengan faktor ROE, PER dan PBV. Hal ini bisa dibuktikan dengan berpengaruhnya variabel tersebut terhadap return saham (2) Bagi investor untuk tetap mempertimbangkan faktor kinerja keuangan. Hal ini perlu dilakukan agar investor mengetahui perkiraan tentang besarnya perolehan return saham diwaktu yang akan datang (3) Bagi peneliti selanjutnya untuk menambah periode penelitian yang digunakan dan menggunakan variabel-variabel lain yang mempengaruhi return saham.

Pengaruh pembelajaran kelompok pola tutorial sebaya dan pembelajaran kelompok pola acak terhadap prestasi belajar akuntansi siswa di SMAK Diponegoro Blitar / Yussy Juwita

 

ABSTRAK Juwita, Yussy. Pengaruh pembelajaran kelompok Terhadap prestasi belajar akutansi siswa Di SMAK Diponegoro Blitar. Skripsi, Program Pendidikan Akuntansi. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) DR.Bambang Sugeng,S.E, M.A, M.M, Ak (II) Drs.H.Sumadi,S.E, M.M. Kata Kunci : pembelajaran kelompok, prestasi belajar akutansi Permasalahan pendidikan di Indonesia cukup komplit. Proses pembelajaran, struktur kelas, dan organisasi kelas ditengarai belum mampu mengantar siswa sampai pada prestasi yang maksimal. Siswa tidak terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, baik proses maupun materi pembelajaran kurang menarik karena kurang berkorelasi dengan aktivitas kehidupan, kebutuhan dan pengalaman hidup siswa. Walaupun pembelajaran kelompok telah terbukti memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan individu, pembelajaran yang berpola kelompok belum banyak dipraktekkan di SMP ataupun SMA Indonesia, karena dampak positifnya belum dapat terlihat dan dirasakan khususnya dalam hal penguasaan konsep. padahal pola pertumbuhan konsep akuntansi yang dimiliki siswa merupakan faktor yang sangat penting untuk diperhatikan dalam memilih materi dan strategi pembelajaran yang tepat Penelitian ini memiliki tujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh metode pembelajaran kelompok pola tutorial sebaya dan pola acak terhadap prestasi belajar akuntansi siswa di SMAK Diponegoro; (2) mengetahui sikap siswa dalam pembelajaran akuntansi yang diajar menggunakan metode pembelajaran kelompok; (3) mengetahui aktivitas siswa dalam pembelajaran akuntansi yang diajar menggunakan metode pembelajaran kelompok Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen). Populasi dalam penelitian ini Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI SMAK Diponegoro Blitar yang terdiri dari 7 kelas dengan jumlah 248 orang siswa. Teknik Sampling penelitian yang digunakan teknik sampel bertujuan atau Purposive Random Sampling. Jumlah sampel yang digunakan adalah 38 orang untuk kelas kontrol dan 36 orang untuk kelas eksperimen. Sedangkan instrumen dalam penelitian ini menggunakan Tes prestasi belajar akuntansi, angket sikap terhadap metode pembelajaran dan pedoman observasi aktivitas belajar siswa. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Terdapat pengaruh penggunaan metode pembelajaran kelompok pola tutorial sebaya dan pola acak terhadap prestasi belajar siswa, (2) Siswa yang memiliki sikap positif pada kelas yang diajar menggunakan metode pembelajaran kelompok tutorial teman sebaya lebih banyak dari pada siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran kelompok. Sedangkan sikap negatif lebih banyak pada kelas yang diajar, 3) Siswa dalam pembelajaran akuntansi yang diajar menggunakan metode pembelajaran kelompok pola tutorial teman sebaya lebih aktif dari pada siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran kelompok pola acak. ii Disarankan kepada guru agar lebih sering menggunakan metode pembelajaran kelompok pola tutorial teman sebaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa karena peneliti menemukan bahwa siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran kelompok tutorial sebaya memiliki prestasi belajar lebih tinggi. Selain itu, disarankan kepada para peneliti selanjutnya yang tertarik dengan tema penelitian ini agar mengadakan penelitian menggunakan subyek dengan tingkat pendidikan Sekolah Menengah tingkat Pertama (SMP) agar dapat diketahui apakah pengaruh penggunaan metode pembelajaran kelompok bagi siswa sekolah Menengah tingkat Pertama (SMP) memiliki pengaruh yang sama sebagaimana dalam penelitian ini

Perancangan media komunikasi visual jasa perkreditan sepeda motor para finance cabang Ruko Pattimura Indah 11A-B Malang sebagai media promosi / Antar Nusa

 

ABSTRAK Nusa, Antar. 2007. Perancanagn Media Komunikasi Visual Jasa Perkreditan Sepeda Motor Para Finance Cabang Ruko Pattimura 11a-b Malang Sebagai Media Promosi. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Pujiyanto, M.Sn., (II) ) Rudi Irawanto, S.Pd., M.Sn. Kata kunci : perancangan, media komunikasi visual, jasa perkreditan, media promosi. Memiliki kendaraan sendiri dengan cara angsuran atau kredit merupakan pilihan sebagian besar masyarakat untuk memenuhi kebutuhan tansportasi yang praktis dan efektif sebagai pendukung etos kerja. Sebagian besar masyarakat khususnya kota Malang kurang mengenal Para Finance sebagai lembaga jasa perkreditan sepeda motor. Hal tersebut dapat dipahami mengingat sangat ketatnya persaingan bisnis perkreditan sepeda motor di Malang Raya baik dari usaha perkreditan yang besar maupun usaha perkreditan yang kecil. Kurangnya sarana promosi yang dilakukan Para Finance juga merupakan salah satu faktor belum terpenuhinya kebutuhan target audience akan informasi dan eksistansi Para Finance. Perancangan ini bertujuan untuk membuat media komunikasi visual yang sesuai, menarik dan komunikatiif dalam mempromosikan para Finance kepada masyarakat. Model perancangan yang digunakan adalah model prosedural yang mempunyai sifat deskriptif. Konsep media promosi ditentukan berdasarkan analisis survey dan observasi yang dilakukan peneliti. Media yang dirancang disesuaikan dengan karakter audiens dan media itu sendiri untuk menyampaikan pesan, informasi, dan kelebihan tentang Para Finance secara efektif dan komunikatif. Hasil yang diperoleh berupa media komunikasi visual Para Finance yang terbagi menjadi media lini atas dan media lini bawah. Media lini atas meliputi poster, sign board, name board, billboard, iklan surat kabar, dan spanduk. Media lini bawah meliputi leaflet, brosur, kartu nama (name card), stationery set, souvenir berupa pin dan stiker.

Pengaruh pemberdayaan karyawan terhadap kualitas pelayanan melalui keletihan (Burnout) (Studi pada perawat Rumah Sakit Ngudi Waluyo Wlingi-Blitar) / Destiana Nila Praharani

 

ABSTRAK Praharani, Destiana Nila. 2008. Pengaruh Pemberdayaan Karyawan terhadap Kualitas Pelayanan melalui Keletihan Mental (Burnout) (Studi pada Perawat Rumah Sakit Ngudi Waluyo Wlingi). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) DR. Budi Eko S., M.Ed., M.Si (II) Drs. I Nyoman Suputra, M.Si. Kata kunci: Pemberdayaan Karyawan, Keletihan Mental (Burnout), Kualitas Pelayanan Dewasa ini perusahaan telah merubah tujuan dari berorientasi laba menjadi berorientasi pada kepuasan konsumen melalui pemberian pelayanan yang berkualitas. Hal ini juga dilakukan oleh RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk menjaga loyalitas pelanggannya. Hal-hal yang dapat mempengaruhi kualitas pelayanan ini antara lain adalah pemberdayaan karyawan dan keletihan mental (burnout) perawat. Tenaga keperawatan merupakan tenaga medis yang pertama dan terlama bertatap muka dengan para pasien. Dunia kerja para perawat ini sangat memungkinkan untuk memicu munculnya burnout yang akan berpengaruh terhadap kualitas pelayanan. Oleh karena itu diperlukan pemberdayaan karyawan untuk mengimbangi terjadinya burnout tersebut. Menurut Barbee dan Bott (1991) Pemberdayaan karyawan bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat berupa perasaan akan komitmen organisasi terhadap pemberian layanan. Penelitian ini dilakukan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi mulai pada tanggal 20 sampai dengan 25 Oktober 2008 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengukuran pemberdayaan karyawan, keletihan mental (burnout) dan kualitas pelayanan dilakukan dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada karyawan. Populasi dalam penelitian ini adalah 146 orang dan sampel yang diambil adalah 59 orang dengan menggunakan teknik random proporsional sampel (Propotionate Stratified Random Sampling). Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif untuk mendeskripsikan kondisi pemberdayaan karyawan, keletihan mental (burnout) dan kualitas pelayanan pada RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, serta menggunakan analisis jalur (path analysis) untuk menentukan besar pengaruh langsung dan tidak langsung dari variabel pemberdayaan karyawan, keletihan mental (burnout) dan kualitas pelayanan berdasarkan koefisien regresi beta (koefisien path) dengan menggunakan program SPSS for windows. Berdasarkan hasil analisis deskriptif data tentang tingkat pemberdayaan karyawan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi adalah sangat rendah. Hal ini terbukti dengan adanya 66,10% atau 39 orang menjawab sangat rendah. Kondisi tingkat keletihan mental (Burnout) di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi cukup tinggi. Kondisi ini terbukti dengan adanya sejumlah 47,46% atau 28 orang menjawab cukup tinggi. Sedangkan kondisi tingkat kualitas pelayanan pada RSUD Ngudi Waluyo Wlingi adalah cukup tinggi. Kondisi ini terbukti dengan adanya sejumlah 38,99% atau 23 orang menjawab cukup tinggi. Dari hasil analisis jalur dapat diketahui bahwa secara parsial dan simultan ada pengaruh yang signifikan antara variabel pemberdayaan karyawan serta keletihan mental (burnout) terhadap kualitas pelayanan. Variabel pemberdayaan karyawan dan keletihan mental (burnout) memiliki pengaruh sebesar 60,2% terhadap variabel kualitas pelayanan. Sedangkan dari hasil analisis regresi sederhana untuk melihat pengaruh variabel pemberdayaan karyawan terhadap variabel keletihan mental (burnout) diperoleh hasil bahwa variabel pemberdayaan karyawan memiliki pengaruh sebesar 35,7% terhadap variabel keletihan mental (burnout). Hasil analisis data pada perawat RSUD Ngudi Waluyo Wlingi menunjukkan bahwa pemberdayaan karyawan secara langsung berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keletihan mental (burnout), keletihan mental (burnout) secara langsung berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan dan pemberdayaan karyawan secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan. Dari hasil penelitian ini, disarankan kepada RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk meningkatkan tingkat pemberdayaan perawatnya, karena dengan meningkatnya tingkat pemberdayan ini akan menurunkan tingkat keletihan mental (burnout) sekaligus akan meningkatkan kualitas pelayanan.

Pengaruh kepuasan kerja karyawan terhadap niat untuk keluar melalui komitmen organisasi (Studi pada PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya Divisi Agrowisata Batu-Malang) / Rofiq Widodo

 

ABSTRAK Widodo, Rofiq. 2008. Pengaruh Kepuasan Kerja Karyawan Terhadap Niat Untuk Keluar Melalui Komitmen Organisasi (Studi Pada PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya Divisi Agrowisata Batu-Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sutrisno, M.M, (II) Drs. Agus Hermawan, M.si, M.Bus. Kata Kunci: Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, Niat Untuk Keluar. Setiap perusahaan harus menghadapi persaingan ketat dengan perusahaan lain di era perdagangan bebas sekarang ini. Adanya tantangan tersebut mengharuskan perusahaan menyediakan sumber daya manusia yang berkualitas. Karyawan sebagai sumber daya manusia merupakan faktor yang penting dalam menentukan berhasil atau tidaknya tujuan suatu perusahaan, untuk itu masalah sumber daya manusia ini harus diperhatikan dengan baik oleh perusahaan, salah satunya adalah masalah kepuasan kerja. Kepuasan kerja akan mempengaruhi tingkat absensi, semangat kerja, keluhan-keluhan dan masalah lainnya dan yang tidak kalah pentingnya kepuasan kerja ini akan mempengaruhi niat untuk keluar karyawan. Niat untuk keluar merupakan prediktor bagi keluarnya karyawan. Kepuasan kerja juga berpengaruh terhadap komitmen organisasi, karyawan yang relatif puas dengan pekerjaannya akan lebih berkomitmen pada perusahaan dan cenderung untuk mengambil keputusan tetap berada pada perusahaan. Penelitian ini dilakukan di PT Kusuma Satria Dinasari Wisatajaya Batu-Malang, dengan menggunakan analisis jalur (path analysis). Pengukuran kepuasan kerja, komitmen organisasi, niat untuk keluar dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada karyawan. Populasi dalam penelitian ini adalah 83 orang dan sampel yang diambil 69 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis statistik deskriptif untuk mendeskripsikan kondisi kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan niat untuk keluar di PT Kusuma Satria Dinasari Wisatajaya, serta menggunakan analisis jalur (path analysis) untuk menentukan besar pengaruh langsung dan tidak langsung dari variabel kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan niat untuk keluar berdasarkan koefisien beta (koefisien path) dengan menggunakan program SPSS 10.0 for Windows. Berdasarkan hasil analisis deskriptif kepuasan kerja di PT Kusuma Satria Dinasari Wisatajaya Batu-Malang adalah sedang. Hal ini terbukti dengan adanya 49,27% atau 34 orang menjawab sedang. Kondisi komitmen organisasi PT Kusuma Satria Dinasari Wisatajaya Batu-Malang adalah baik Kondisi ini terbukti dengan adanya 68,11% atau 47 orang yang menjawab baik. Sedangkan kondisi niat untuk keluar adalah rendah. Kondisi ini terbukti dengan adanya 56,52% atau 39 orang menjawab rendah. Dari hasil analisis jalur (path analysis) dapat diketahui pengaruh secara langsung dan tidak langsung antara kepuasan kerja terhadap niat untuk keluar. Kepuasan kerja memiliki pengaruh langsung terhadap niat untuk keluar sebesar -0,410, sedangkan untuk pengaruh tidak langsung kepuasan kerja memiliki pengaruh terhadap niat untuk keluar melalui komitmen organisasi sebesar -0,456. i Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan sebagai berikut: karyawan PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya Divisi Agrowisata Batu-Malang memiliki tingkat kepuasan kerja yang sedang, karyawan PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya Divisi Agrowisata Batu-Malang memiliki tingkat komitmen organisasi yang baik, karyawan PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya Divisi Agrowisata Batu-Malang memiliki tingkat niat untuk keluar yang rendah, terdapat pengaruh langsung positif, dan signifikan antara kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi pada PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya Divisi Agrowisata Batu-Malang, terdapat pengaruh langsung, negatif, dan signifikan antara komitmen organisasi terhadap niat untuk keluar karyawan pada PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya Divisi Agrowisata Batu-Malang, terdapat pengaruh langsung, negatif, dan signifikan antara kepuasan kerja terhadap niat untuk keluar karyawan pada PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya Divisi Agrowisata Batu-Malang, dan terdapat pengaruh tidak langsung, negatif, dan signifikan antara kepuasan kerja terhadap niat untuk keluar karyawan melalui komitmen organisasi pada PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya Divisi Agrowisata Batu-Malang. Dari kesimpulan-kesimpulan tersebut, disarankan kepada PT Kusuma Satria Dinasari Wisatajaya Batu-Malang untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawannya. Hal ini dilakukan karena dengan kepuasan kerja yang baik, karyawan akan memiliki komitmen organisasi yang baik pula yang pada akhirnya akan menurunkan niat untuk keluar dari para karyawan. Cara yang dilakukan untuk mempertahankan kepuasan kerja karyawan antara lain perusahaan harus memperhatikan gaji, pengawasan, rekan kerja dan pekerjaan itu sendiri. Hal ini dilakukan karena dari penelitian diperoleh hasil adanya pengaruh yang negatif, dan signifikan antara kepuasan kerja terhadap niat untuk keluar secara langsung maupun secara tidak langsung melalui komitmen organisasi.

Pengaruh akrilamid terhadap pencapaian kedewasaan seksual dan panjang siklus estrus mencit (Mus Musculus) betina galur balb C / Annisaassa'diyah

 

Akrilamid merupakan senyawa kimia berwarna putih, tidak berbau, berbentuk butiran kristal padat, mudah larut dalam air, mudah bereaksi melalui reaksi amida atau ikatan rangkapnya, berbentuk padat stabil pada suhu kamar tapi mudah menjadi monomer ketika terjadi peleburan dengan bantuan sinar matahari. Akrilamid terdapat di dalam makanan yang banyak mengandung tepung dengan pengolahan pada pemanasan suhu tinggi (diatas 1200 C) seperti digoreng atau dipanggang. Berdasarkan penelitian Chapin et al (1995) dan Tyl et al (2000a) dalam JIFSAN (2002), menunjukkan bahwa dosis akrilamid di atas 15 mg/kg bb/hari menunjukkan adanya tanda-tanda neurotoksik, adanya perubahan pada tingkah laku kawin (kopulasi), dapat menurunkan kesuburan, dan meningkatkan resorbsi pada pre-implantasi dan post-implantasi pada tikus dan mencit. Pemberian akrilamid dengan dosis di atas 15 mg/kg bb/hari tersebut diketahui dapat menurunkan kesuburan, tetapi dosis akrilamid sebesar 15 mg/kg bb/hari ataupun dosis diatasnya belum diketahui pengaruhnya terhadap pencapaian kedewasaan seksual dan panjang siklus estrus mencit. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh akrilamid terhadap pencapaian kedewasaan seksual mencit; (2) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh akrilamid terhadap panjang siklus estrus mencit. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dianalisis dengan anava tunggal pada taraf uji 5 % serta dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Sampel yang digunakan adalah mencit (Mus musculus) betina galur Balb C berumur 21 hari (lepas sapih) dengan berat badan 6,5-8,5 gram. Dosis akrilamid dalam penelitian ini yaitu 0; 15; 20; dan 25 mg/kg bb/hari, larutan diberikan secara gavage sebanyak 0,5 ml/20 gram bb/hari. Umur kedewasaan seksual dapat diketahui dari awal terbukanya lubang vagina, sedangkan panjang siklus estrus dapat diketahui dengan cara menghitung panjang hari atara suatu tahap estrus dan tahap estrus berikutnya dengan metode lavage. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akrilamid dengan masing-masing dosis 15, 20 dan 25 mg/kg bb mencit/hari memberikan pengaruh yang berbeda nyata antara yang satu dengan yang lain dan semakin tinggi dosis akrilamid maka umur pencapaian kedewasaan seksual semakin lambat. Semua dosis akrilamid yang diberikan pada mencit (15, 20, dan 25 mg/kg bb mencit/hari) dapat memperlambat rerata panjang siklus estrus, tetapi masing-masing dosis tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata antara yang satu dengan yang lain.

Penerapan model STAD untuk membantu meningkatkan pemahaman materi bilangan pecahan pada siswa kelas VII di MTs Negeri Malang 1 / Uud Saudah

 

ABSTRAK Saudah, Uud. 2008. Penerapan Model STAD untuk Membantu Meningkatkan Pemahaman Materi Bilangan Pecahan pada Siswa Kelas VII di MTs Negeri Malang 1. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. M. Shohibul Kahfi, M.Pd, (II) Drs. Askury, M.Pd Kata Kunci: Pembelajaran kooperatif model STAD, bilangan pecahan Matematika dianggap sulit salah satunya adalah metode pengajaran matematika yang digunakan. Metode pengajaran matematika yang lebih mengutamakan hafalan daripada pengertian menyebabkan pemahaman konsep siswa kurang. Penerapan model pembelajaran yang tepat akan menentukan efektifitas proses belajar mengajar. Pembelajaran kooperatif model STAD merupakan salah satu pembelajaran yang memiliki potensi lebih dalam meningkatkan kemampuan berfikir dan prestasi belajar siswa serta merupakan model yang paling sederhana dan dapat diterapkan pada hampir semua materi pelajaran yang menekankan pemahaman konsep. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi : 1) hasil observasi selama proses pembelajaran yang berpedoman pada lembar observasi, 2) hasil catatan lapangan, 3) hasil tes harian, 4) hasil wawancara dengan subyek wawancara. Pembelajan kooperatif model STAD yang dapat memahamkan siswa tentang materi pecahan memiliki 5 komponen, yaitu (1) Penyajian Kelas: menyampaikan tujuan pembelajaran dan materi yang dipelajari secara garis besar, (2) Belajar Kelompok: (a) siswa dalam kelas dibagi menjadi kelompok-kelompok heterogen yang terdiri dari 4 atau 5 orang dalam setiap kelompok, (b) membagikan lembar kerja yang berisi kegiatan untuk memahami materi yang dipelajari, (c) meminta siswa menyelesaikan lembar kerja secara kooperatif. (d) membantu siswa menyelesaikan lembar kerja. (e) meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan jawaban di depan kelas. (f) memberikan kesempatan pada kelompok lain yang mempunyai jawaban berbeda untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya (g) mengarahkan siswa untuk membuat rangkuman. (3) Kuis secara individu: kuis diberikan pada setiap siswa dan tidak diperkenankan siswa untuk bekerjasama. (4) Skor Peningkatan Individu: dihitung dengan membandingkan hasil sebelumnya dengan hasil kuis terakhir. (5) Penghargaan kelompok: diberikan sesuai dengan hasil peningkatan individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan rata-rata skor tes siswa pada siklus I adalah 62,63 dan siswa yang memperoleh skor lebih dari 70 baru mencapai 37,04%. Tapi pada siklus II dimana siswa sudah memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan yang diperoleh, rata-rata skor siswa meningkat menjadi 77,19 dengan siswa yang memperoleh skor lebih dari 70 adalah 77,78%.

Fungsi trigonometri dengan domain himpunan matriks / Uud Saudah

 

ABSTRAK Saudah, Uud. 2009. Fungsi Trigonometri dengan Domain Himpunan Matriks. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hery Susanto, M.Si, (II) Drs. Erry Hidayanto, M.Si Kata Kunci : Fungsi Trigonometri, Matriks Fungsi-fungsi yang selama ini dipelajari merupakan fungsi dengan domain himpunan bilangan real. Domain suatu fungsi juga bisa berupa himpunan matriks berordo nxn. Fungsi dengan domain himpunan matriks disebut dengan fungsi matriks. Pada skripsi ini akan dibahas mengenai pendefinisian fungsi matriks secara umum, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan fungsi trigonometri dengan domain himpunan matriks. Fungsi trigonometri yang dibahas hanya dibatasi pada fungsi sinus dan cosinus saja yang pendefinisiannya menggunakan deret. Pembahasan skripsi ini dilanjutkan dengan eksplorasi sifat-sifat fungsi trigonometri dengan domain himpunan bilangan real yang juga berlaku pada fungsi trigonometri dengan domain himpunan matriks serta aplikasinya pada penyelesaian suatu sistem persamaan differensial. Terdapat beberapa cara dalam pendefinisian fungsi dengan domain himpunan matriks, yaitu (1) dengan menggunakan Interpolasi Lagrange-Sylvester, (2) menghitung komponen-komponen matriksnya, dan (3) dengan menggunakan deret tak hingga. Dengan menggunakan pendefinisian tersebut dan berdasarkan definisi fungsi trigonometri dengan meggunakan deret maka definisi fungsi trigonometri dengan domain himpunan matriks yaitu dan dimana A merupakan matriks berordo nxn. Beberapa sifat fungsi trigonometri dengan domain himpunan matriks dapat dianalogikan dengan sifat fungsi trigonometri dengan domain himpunan bilangan real. Pada pembahasan skripsi ini terdapat 14 sifat fungsi trigonometri dengan domain himpunan bilangan real yang juga berlaku pada fungsi trigonometri dengan domain himpunan matriks. Penggunaan fungsi trigonometri dengan domain himpunan matriks pada penyelesaian suatu sistem persamaan diferensial hanya pada sistem persamaan diferensial orde dua dengan koefisien konstan yaitu .Selesaian dari persamaan differensial tersebut adalah dimana . Keterbatasan penulisan skripsi ini pada pembahasan fungsi sinus dan cosinus serta aplikasi pada sistem persamaan differensial orde dua dengan koefisien konstan saja, maka disarankan adanya pengembangan pembahasan pada fungsi trigonometri yang lain seperti fungsi tangen, secan dan sebagainya serta aplikasinya pada sistem persamaan differensial dengan orde yang lebih tinggi. ABSTRACT Saudah, Uud. 2009. The Trigonometric Functions of Matrices Domain. Thesis, Mathematic Departement, Mathematic and Science Faculty, State University of Malang. Consultants : (I) Dr. Hery Susanto, M.Si, (II) Drs. Erry Hidayanto, M.Si Key Words : Trigonometric functions, Matrix The functions those had been learnt as function of real domain. Domain as a function could be square matrix.Function of matrices domain called function of matrices. This thesis would be talk about definition of function of matrices in general case, than explanation of trigonometric function of matrices domain. Trigonometric function in this case just sinus and cosinus function by series definition. The explanation continued to exploration of the characteristics of the trigonometrics function of real domain that analogue trigonometric function of matrices domain and application to solve a differencial equation system. There are some ways in definite function of matrices, those are (1) using Lagrange-Sylvester Interpolation, (2) Counting the matrix component, (3) by means od series. Trigonometric functions of matrices domain could be definition by those definition and based on definition of trigonometric function by series, i.e and where A is square number. Some characteristics of trigonometric function of matrices domain could be analogized to characteristics of trigonometric function of real domain. There are 14 characteristics of of trigonometric function of real number that occured at trigonometric function of matrices domain. Applicaion of trigonometrics function of matrices domain to solve a system of linier differential equations of the second order with constant coefficient in matrix form . The general solution of the equation can written in form where The limitation of the thesis were on the explanation of sinus and cosines fuction and application on system of linier differential equations of the second order with constant coefficient, it is suggestedthere would be more development of expalation on other trigonometric function like tangent function, secant function, etc and application on linear differential equations system in higher order

Peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Sumber Agung 2 Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan melalui penerapan pendekatan keterampillan proses / Maria Matwaan

 

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu bidang ilmu yang berpengaruh terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Penerapan pendekatan dan metode yang cocok serta bervariasi dan sesuai dengan materi yang disajikan akan sangat berpengaruh terhadap pemahaman serta hasil belajar siswa. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penerapan pendekatan keterampilan proses pada pembelajaran IPA di kelas IV SDN Sumber Agung 2, (2) mendeskripsikan aktivitas siswa selama penerapan pendekatan keterampilan proses, (3) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan pendekatan proses. Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Mc. Taggart melalui dua siklus (siklus I dan siklus II). Fokus penelitian adalah peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan pendekatan keterampilan proses di kelas IV SDN Sumber Agung 2 kecamatan Grati Pasuruan. Subjek penelitian tindakan adalah siswa kelas IV yang berjumlah 38 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni pengamatan, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Hasil yang diperoleh pada saat pre tes (pra tindakan) adalah menunjukan skor rata-rata 54,2. Skor ini meningkat pada siklus I menjadi 72 dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 88,2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa (a) penerapan pendekatan keterampilan proses pada pembelajaran IPA di kelas IV SDN Sumber Agung 2 kecamatan Grati kabupaten Pasuruan telah memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja dengan ilmu pengetahuan, tidak sekedar menceritakan atau mendengarkan cerita tentang ilmu pengetahuan, (b) aktivitas siswa pada pembelajaran IPA meningkat setelah adanya penerapan pendekatan keterampilan proses, (c) pembelajaran dengan menerapkan pendekatan keterampilan proses pada pembelajaran IPA di kelas IV SDN Sumber Agung 2 Grati telah berhasil meningkatkan hasil belajar siswa.

Peningkatan prestasi belajar ekonomi dan motivasi belajar siswa melalui model pembelajaran kontekstual berbasis inkuiri di SMA Islam Malang / Danang Asta Setyawan

 

ABSTRAK Setyawan, Danang Asta. 2009. Peningkatan Prestasi Belajar Ekonomi dan Motivasi Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kontekstual Berbasis Inkuiri di SMA Islam Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Ir. Yohanes Hadi S, M.Div, ME. Pembimbing (2) Imam Mukhlis, S.E, M.Si Kata Kunci: Model Pembelajaran Kontekstual Berbasis Ikuiri,Prestasi Belajar, Motivasi belajar. Dengan hadirnya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), berkembang pula satu pendekatan pembelajaran yang diterapkan dengan pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching Learning). Dalam pendekatan kontekstual inilah dikenal asas inkuiri yang merupakan suatu teknik penemuan yang cara penyajian bahan pembalajaran lebih banyak melibatkan siswa dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan pengamatan awal yang dilakukan pada kelas XC SMA Islam Malang sikap siswa masih cenderung pasif dan mudah bosan dalam mengikuti proses pembelajaran dan prestasi belajar siswa juga masih rendah. Faktor penyebabnya adalah kurangnya motivasi dalam diri siswa untuk belajar. Solusi konkrit untuk mengatasi hal permasalahan tersebut yaitu dengan diterapkannya model pembelajaran kontekstual berbasis inkuiri, diharapkan mampu merangsang siswa untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan pada akhirnya meningkatkan prestasi belajarnya Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kontekstual berbasis inkuiri dan mengetahui peningkatan prestasi belajar ekonomi serta motivasi belajar siswa melalui model pembelajaran kontekstual berbasis inkuiri pada kelas XC SMA Islam Malang tahun ajaran 2008/2009. Penelitian ini merupakan penelitian yang berbentuk penelitian tindakan kelas yang dirancang dalam 2 siklus. Kegiatan pada setiap siklus diarahkan pada penerapan langkah-langkah pembelajaran inkuiri secara bersama-sama. Pada siklus 1 siswa masih mengalami kesulitan didalam menyesuaikan diri dengan penerapan model pembelajaran inkuiri dan hanya beberapa siswa yang berani aktif. Kendala dan kelamahan pada siklus 1 diperbaiki dan disempurnakan pada siklus 2. Dimana siklus 2 sebagai pemantapan, siswa mulai terbiasa dengan model pembelajaran inkuiri. Dari hasil analisis dan refleksi dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis inkuiri dapat meningkatkan prestasi belajar ekonomi dan motivasi belajar siswa. Peningkatan prestasi belajar ekonomi siswa ditunjukkan dengan hasil evaluasi pada a) aspek kognitif (pre tes dan pos tes), b) aspek afektif, dan c) psikomotorik. Peningkatan prestasi siswa pada aspek kognitif ini dilihat dari perbandingan hasil evaluasi pre tes dan pos tes pada setiap siklus, dari hasil tersebut terlihat bahwa pada siklus 1 terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas dari hasil pre tes dan pos tes. Sedangkan untuk siklus 2 ditemukan data bahwa terdapat i penurunan dan peningkatan jumlah siswa pada indikator ketercapaian prestasi belajar,dimana terjadi peningkatan jumlah siswa yang signifikan dari siklus 1 ke siklus 2 terhadap indikator ketercapaian prestasi belajar yaitu pada indikator 1) meningkat, dan 2) meningkat*(meningkat akan tetapi masih dibawah SKM). Pada indikator ketercapian prestasi belajar 3) tetap, dan 4) menurun, terjadi penurunan jumlah siswa yang sangat banyak dari siklus 1 ke siklus 2, ini dikarenakan siswa sudah bisa menyesuaikan dengan metode inkuri yang diterapkan dalam proses belajar mengajar di kelas. Hasil evaluasi aspek afektif yang dilihat dari indikator minat, sikap dan konsep diri siswa pada siklus 1 dibandingkan dengan siklus 2, mengindikasikan bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar ekonomi siswa yang terlihat dari peningkatan skor total dan skor rata-rata pada setiap indikator aspek afektif dari siklus 1 ke siklus 2. Untuk hasil evaluasi pada aspek psikomotorik yang dinilai dari inisiatif siswa dan keaktifan siswa, peningkatan prestasi belajar ekonomi siswa terlihat dari peningkatan total presentase dari siklus 1 ke siklus 2 terhadap indikator psikomotorik yang dinilai. Dari hasil evaluasi pada aspek a) kognitif, b) afektif, c) psikomotirik di atas dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar ekonomi siswa setelah diterapkannya metode inkuiri pada PBM di kelas. Sedangkan dari data yang diperoleh untuk motivasi belajar siswa yang diukur melalui aspek a) ketekunan, b) keuletan, dan c) minat terjadi peningkatan motivasi belajar siswa dibandingkan siklus 1 dengan siklus 2. Indikasi peningkatan motivasi belajar siswa terlihat dari meningkatnya jumlah rata-rata jawaban siswa yang sangat setuju (SS) dan setuju (S) terhadap pertanyaan-pertanyaan pada angket yang mewakili aspek-aspek motivasi yang diukur. Selanjutnya peningkatan motivasi belajar siswa juga terlihat dari menurunnya jumlah rata-rata jawaban siswa yang kurang setuju (KS) dan tidak setuju (TS) terhadap pertanyaan-pertanyaan yang mewakili aspek yang diukur untuk motivasi belajar siswa pada angket yang disebarkan kepada siswa. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada guru SMA Islam dan guru bidang studi ekonomi untuk dapat menggunakan model pembelajaran konktekstual berbasis inkuiri dalam pelaksanaan tindakan dalam proses belajar mengajar di kelas. Sehigga nantinya dari penggunaan model pembelajaran konsteskstual berbasis inkuiri dapat meningkatkan prestasi belajar ekonomi dan motivasi belajar siswa. ii

Penerapan teknik penilaian berbasis portofolio terhadap hasil evaluasi guru untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi siswa kelas XI IPS 1 MAN 03 Malang / Zammira Nur Aini

 

ABSTRAK Nur Aini, Zammira. 2008. Penerapan Teknik Penilaian Berbasis Portofolio Terhadap Hasil Evaluasi Guru untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Akuntansi Siswa Kelas XI IPS 01 MAN 03 MALANG. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Nurika Restuningdyah, S.E., M.Si. (2) Drs. Sumadi, S.E., M.M. Kata kunci : Teknik Penilaian Berbasis Portofolio, Hasil Evaluasi Guru, Prestasi Belajar, Akuntansi Salah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah sistem penilaian yang akan diterapkan oleh guru untuk mengevaluasi hasil belajar peserta didik. Teknik penilaian yang dapat dijadikan alternatif penilaian adalah penilaian portofolio. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa dengan penerapan teknik penilaian berbasis portofolio dapt berpengaruh terhadap hasil evaluasi guru dan pada peningkatan prestasi belajar siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research), subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 01 MAN 03 MALANG yang berjumlah 34 orang, teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan tes, observasi, catatan lapangan, dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui tiga tahapan yaitu tahap reduksi data, paparan data dan penyimpulan hasil analisis. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa dengan adanya tindakan penilaian berbasis portofolio yaitu rata- rata nilai akhir portofolio (NAP) siswa menunjukkan angka 81,36 pada siklus 1 dan 82,39 pada siklus 2. selisih antara keduanya adalah 1,03 dan berdasarkan indikator keberhasilan tindakan maka selisih 1,03 dikatakan berhasil karena rumusnya selisih NAP > 0,001 atau 1,03 > 0,001. sedanagkan jika dilihat dari rumus ketuntasan belajar siswa, juga terdapat peningkatan yaitu pada siklus 1 menunjukkan angka 76% dan 84% pada siklus 2 sehingga terdapat peningkatan sebesar 8%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah : (1) Penilaian portofolio telah dapat diterapkan dengan cukup baik pada siswa kelas XI IPS 1 di MAN 03 Malang, (2)Penilaian portofolio berpengaruh terhadap hasil evaluasi pembelajaran guru yang dapat dilihat dari aktivitas yang dilakukan oleh guru peneliti selama siklus 1 dan 2, (3)Penilaian portofolio terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPS1 MAN 03 Malang yang dilihat dari aktivitas pembelajaran siswa, ketuntasan belajar siswa dan peningkatan nilai akhir portofolio siswa antara siklus 1 dan siklus 2. Saran yang diberikan dalam penelitian ini : (1)Bagi penelitian selanjutnya, hendaknya peneliti lebih memperhatikan alokasi waktu karena memerlukan waktu yang cukup banyak, (2)Peneliti selanjutnya hendaknya lebih memperhatikan aktivitas pembelajaran siswa, (3) Peneliti selanjutnya hendaknya mempersiapkan hal- hal yang menarik untuk dilakukan siswa, (4) Hendaknya peneliti berikutnya menunjukkan contoh dokumen portofolio seperti apa agar siswa dapat dengan mudah memahami apa yang nantinya harus dilakukan oleh siswa.

Analisis sistem akuntansi penjualan kredit PT. Kaltim Multi Boga Utama Bontang / Meachell Chiamyria Sulistyawan

 

ABSTRAK Sulistyawan, C Meachell. 2009. Analisis Sistem Akuntansi Penjualan Kredit PT. Kaltim Multi Boga Utama Bontang. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Program Studi Diploma – III Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Dyah Aju Wardhani., M.Si, Ak., Kata Kunci: Analisis Sistem Akuntansi Penjualan Kredit Pada masa sekarang ini telah banyak bermunculan perusahaan jasa yang bergerak di bidang konsumsi makanan dan minuman. Ketatnya persaingan mengharuskan setiap perusahaan yang bergerak di bidang jasa makanan dan minuman untuk lebih meningkatkan efektivitas dalam segala kegiatannya, tidak terkecuali dalam sistem akuntansinya, karena sistem akuntansi merupakan hal yang penting. Laporan sistem akuntansi yang valid sebagai sumber informasi utama dalam pengambilan keputusan merupakan bagian paling vital dalam perusahaan. Oleh karena itu sistem akuntansi sangat dibutuhkan sebagai alat penunjang bagi pelaksanaan kegiatan pokok perusahaan, dimana salah satu sistemnya yang penting adalah sistem akuntansi penjualan. Pentingnya sistem akuntansi penjualan adalah untuk memperoleh hasil akhir berupa informasi yang tepat dan akurat bagi manajemen sebagai pihak internal yang bertanggung jawab atas pengelolaan perusahaan dalam pencapaian tujuan perusahaan. Untuk mencapai tujuan perusahaan manajemen memerlukan sistem yang baik agar proses akuntansi penjualan berjalan dengan baik. Hasil penulisan ini adalah perbaikan sistem akuntansi penjualan kredit yang disarankan untuk memenuhi informasi yang dibutuhkan bagi pihak-pihak yang terkait. Dari uraian tersebut dapat disarankan (1) Perusahaan perlu melakukan perbaikan sistem penjualan, karena sistem penjualan yang ada sudah tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan informasi yang akurat dan cepat. (2) Perusahaan perlu melakukan analisis atas sistem penjualan kreditnya secara berkala agar dapat meminimalisir kesalahan sistem atau system error.

Meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas V SDN Karanganyar I Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan dengan menggunakan metode pembelajaran injuiri / Nurgia Kilwouw

 

Pembelajaran IPA dengan metode ceramah dan demonstrasi menjadikan siswa sebagai subyek belajar yang pasif, karena itu rata-rata nilai yang dicapai masih dibawa kriteria yang ditetapkan dalam KTSP yakni 65%. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode pembelajaran inkuiri untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perkembangan keterampilan proses siswa melalui metode inkuiri pada konsep dasar alat pernapasan pada manusia di kelas V SDN Karanganyar I, (2) Prestasi belajar IPA siswa kelas V SDN Karanganyar I pada konsep dasar alat pernapasan pada manusia. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan PTK dengan model Kemis dan MC Taggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa Kelas V SDN Karanganyar I yang berjumlah 49 anak. Instrumen dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, LKS dan Lembar Tes. Dari penelitian ini dapat dikemukanan bahwa pembelajaran IPA dengan metode inkuiri dapat mengembangkan keterampilan proses dan meningkatkan prestasi belajar pada siswa. Pada siklus I dan II secara keseluruhan mengalami peningkatan kemampuan secara dari aspek keterampilan proses mencapai rata-rata nilai: (a) Mengamati meningkat dari skor 77 menjadi 84, (b) Klasifikasi meningkat dari skor 58 menjadi 67, (c) merumuskan hipotesis meningkat dari skor 55 menjadi 70, (d) prediksi meningkat dari skor 66 menjadi 73, (e) menggunakan alat meningkat dari skor 66 menjadi 73, (f) eksperimen meningkat dari skor 69 menjadi 82, (g) komunikasi meningkat dari skor 72 menjadi 76, (h) menyimpulkan meningkat dari skor 77 menjadi 80. Prestasi belajar siswa pada konsep dasar alat pernapasan pada manusia dengan menggunakan metode inkuiri menunjukkan peningkatan. Hal ini dilihat dari rata-rata skor sebelum menggunakan metode inkuiri hanya mencapai 59,28 dengan 26 siswa (53,06%) belum tuntas dan 23 Siswa (47%) telah mencapai ketuntasan. Kemudian setelah menggunakan metode inkuiri rata-rata nilai yang dicapai pada siklus I mencapai 65, 61 dan memperoleh hasil 29 siswa (59,18 %) telah mencapai ketuntasan individu dan 20 siswa (40,81%) belum mencapai ketuntasan individu. Pada siklus II mengalami peningkatan lagi yaitu 42 siswa (85,71%) telah mencapai ketuntasan individu dan 7 siswa (14,28%) belum mencapai ketuntasan individu namun untuk ketuntasan kelas sudah mencapai kriteria 65% lebih dengan rata-rata nilai 71, 32. Agar guru menggunakan metode pembelajaran inkuiri dalam pembelajaran IPA di SD, karena dapat mengembangkan keterampilan proses dan meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai yang dicapai dalam pembelajaran.

Pengamatan keterampilan berbicara pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas IV semester I di SDN Sentul 2 Kota Blitar / Suwarni Nur Kumalasari

 

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, aspek berbicara sangat penting karena untuk menyiapkan siswa dalam berkomunikasi dengan orang lain di lingkungan masyarakat. Tetapi pada kenyataan di lapangan, siswa masih sulit berbicara dengan orang lain. Hal ini disebabkan karena guru dalam pembelajarannya kurang mampu memotivasi siswa sehingga siswa mudah bosan dan melakukan penyelewengan. Untuk mengungkapkan kesulitan berbicara anak tersebut, pengamatan ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pelaksanaan keterampilan berbicara pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas IV SD Sentul 2 Kota Blitar, (2)mendeskripsikan kendala-kendala yang mempengaruhi pelaksanaan keterampilan berbicara pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas IV SDN Sentul 2 Kota Blitar, (3) mendeskripsikan cara untuk mengatasi kendala-kendala yang mempengaruhi pelaksanaan keterampilan berbicara pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas IV SDN Sentul 2 Kota Blitar. Pengamatan ini dilakukan di SDN Sentul 2 Kota Blitar kelas IV dengan siswa yang berjumlah 36 anak. Pengamatan ini dilakukan dengan menggunakan metode penulisan deskriptif dan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil pengamatan penulis, pembelajaran keterampilan berbicara di SDN Sentul 2 Kota Blitar sudah berjalan runtut dan lancar. Dalam pembelajarannya, guru menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi kelompok. Dengan metode tersebut, hasilnya cukup memuaskan, namun kebanyakan siswa mengalami kesulitan berbicara berkaitan dengan penguasaan kosa kata yang masih minim, lafalan dan intonasi yang salah, ucapannya tersendat-sendat serta bahasa yang digunakan masih tercampur dengan bahasa Jawa/daerah. Untuk mengatasi hal tersebut guru melakukan tanya jawab dan diskusi dengan siswa. Kesimpulan yang dapat diambil dari pengamatan ini disarankan agar guru dalam pembelajaran keterampilan berbicara pelajaran Bahasa Indonesia, harus lebih kreatif dan inovatif memilih media pembelajaran misalnya dengan melengkapi media yang semula hanya berupa gambar ditambah dengan media benda, kemudian metode yang digunakan adalah demonstrasi yaitu melalui demonstrasi cara membaca petunjuk pemakaian benda tersebut misalnya deterjen.

Pengaruh tingkat inflasi dan suku bunga teehadap pengambilan jumlah kredit serta profitabilitas pada BPR Artha Sari Kencana Singosari Malang / Andeka Joko Prasetyo

 

Untuk menunjang pembangunan, penambahan modal dalam usaha yang mereka jalankan. Hal ini didorong oleh makin berkembangnya usaha yang mereka miliki maupun bertambahnya pemohon kredit baru yang berspekulasi untuk memulai usaha. Untuk mengantisipasi hal ini, maka pihak perbankan harus menyediakan dana dalam jumlah yang relatif besar. Oleh karena itu langkah yang harus ditempuh pihak perbankan adalah menghimpun dana yang ada dimasyarakat semaksimal mungkin. Begitu juga yang dilakukan oleh BPR Artha Sari Kencana Singosari Malang untuk menghimpun dana yang semaksimal mungkin untuk memenuhi permintaan kredit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh tingkat inflasi terhadap pengambilan jumlah kredit pada BPR. Artha Sari Kencana Singosari, untuk menguji pengaruh tingkat suku bunga terhadap pengambilan jumlah kredit pada BPR. Artha Sari Kencana Singosari, untuk menguji pengaruh tingkat inflasi terhadap profitabilitas pada BPR Artha Sari Kencana Singosari, untuik menguji pengaruh tingkat suku bunga terhadap profitabilitas pada BPR Artha Sari Kencana Singosari, untuik menguji pengaruh pengambilan jumlah kredit terhadap profitabiltas pada BPR Artha Sari Kencana Singosari, untuk menguji pengaruh inflasi dan suku bunga secara bersama- sama terhadap pengambilan jumlah kredit pada BPR Artha Sari Kencana Singosari, Untuk menguji pengaruh inflasi dan suku bunga secara bersama- sama terhadap profitabilitas pada BPR Artha Sari Kencana Singosari. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan analisis Path, uji t dan uji F serta uji Asumsi klasik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa inflasi berpengaruh terhadap jumlah kredit, suku bunga bunga berpengaruh terhadap jumlah kredit, inflasi berpengaruh terhadap profitabilitas, suku bunga tidak berpengaruh terhadap profitabilitas, inflasi dan suku bunga secara bersama-sama berpengaruh terhadap jumlah kredit serta inflasi dan suku bunga berpengaruh negatif terhadap profitabilitas.

Pembelajaran kooperatif model group investigation (GI) untuk meningkatkan kemampuan bekerja ilmiah dan hasil belajar fisika siswa SMAN 1 Gondanglegi Malang / Taufik Khurohman

 

ABSTRAK Khurohman, Taufik. 2008. Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation (GI) untuk Meningkatkan Kemampuan Bekerja Ilmiah dan Hasil Belajar Fisika Siswa SMAN I Gondanglegi Malang. Skripsi, Jurusan Fisika Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Muhardjito, M.S, (2) Drs. Dwi Haryoto, M. Pd. Kata kunci : Group investigation, kerja ilmiah, hasil belajar Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti di SMAN 1 Gondanglegi Malang, diketahui bahwa guru fisika belum menerapkan pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif. Siswa kurang termotivasi selama pembelajaran, metode yang diterapkan adalah ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Dalam menggunakan metode tersebut guru jarang melakukan praktikum, juga jarang melibatkan siswa secara aktif, sehingga pembelajaran yang terjadi dalam kelas tidak efektif. Secara tidak langsung hal tersebut berpengaruh terhadap kemampuan kerja ilmiah siswa dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kerja ilmiah dan hasil belajar siswa kelas X-B SMAN 1 Gondanglegi Malang. Ketercapaian tujuan tersebut dilakukan dengan memberikan tindakan berupa pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI). Model pembelajaran GI melibatkan aktivitas siswa secara penuh sesuai dengan tahap-tahap GI, siswa lebih aktif dan termotivasi dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Siklus penelitian dilakukan selama dua kali. Tahapan yang digunakan dalam penelitian adalah perencanaan, pemberian tindakan, observasi, serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-B SMAN I Gondanglegi Malang dengan jumlah 39 siswa, yang terdiri dari 23 siswa putri dan 16 siswa putra. Pokok bahasan yang digunakan pada penelitian ini adalah Alat Optik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan kerja ilmiah siswa, pada aspek penelitian/penyelidikan, dan komunikasi ilmiah serta nilai dan sikap ilmiah, namun pada aspek pengembangan kreativitas dan pemecahan masalah mengalami penurunan. Persentase peningkatan kemampuan kerja ilmiah secara keseluruhan dari siklus I ke siklus II sebesar 4,9%. Peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 23,0%. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan kerja ilmiah dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan melalui penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI).

Upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Malang melalui metode pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) / Muhammad Hasbi

 

ABSTRAK Hasbi, Muhammad. 2008. Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPS Pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Malang Melalui Metode Pembelajaran Kooperatif Model TGT (Teams Games Tournament). Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universiras Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sapir, S.Sos, M.Si, (II) Drs. Mardono, M.Si. Kata kunci: pembelajaran kooperatif, TGT (Teams Games Tournament), motivasi, hasil belajar. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) di SMP Negeri 1Malang, diperoleh informasi bahwa proses pembelajaran IPS di kelas masih menggunakan metode ceramah, tanya jawab, atau membahas soal-soal. Hal ini menyebabkan siswa kurang aktif dalam pembelajaran, sehingga kurang menimbulkan motivasi dalam diri siswa untuk belajar. Hal ini akan berdampak pada hasil belajar siswa yang menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengikuti remidi karena skor yang diperoleh kurang memenuhi standar ketuntasan minimum yang di tetapkan oleh SMP Negeri 1 Malang yaitu 75%. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Strategi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi dan hasil belajar IPS pada siswa kelas IX-B SMP Negeri 1 Malang melalui penerapan pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament). Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen dengan desain penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Data penelitian berupa motivasi belajar siswa yang diperoleh melalui observasi dan hasil belajar siswa yang diperoleh melalui post-test pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 59,98% dengan kategori cukup dan mengalami peningkatan menjadi 70,87% dengan kategori baik pada siklus II. Sedangkan pada hasil belajar juga mengalami peningkatan, Sebelum diberikan tindakan skor rata-rata hasil belajar sebesar 68,20 dengan ketuntasan belajar 51,29%, pada siklus I skor rata-rata meningkat menjadi 74,62 dengan ketuntasan belajar sebesar 66,66%, dan pada siklus II meningkat lagi dengan skor rata-rata 80,77 dengan ketuntasan belajar sebesar 79,49%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS siswa kelas IX-B SMP Negeri 1 Malang. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu, (1) Pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) merupakan metode pembelajaran sebagai alternatif dalam meningkatkan keaktifan siswa di kelas sehingga baik untuk diterapkan oleh guru. (2) Untuk kesempurnaan penerapan metode pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) maka harus disediakan alokasi waktu yang cukup agar tidak mengurangi tahap berpikir dan menjawab siswa. (3) Guru hendaknya membuat variasi metode pembelajaran dengan memadukan metode pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dengan metode yang lain.

Pengaruh kinerja keuangan perusahaan terhadap harga saham (Pada Perusahaan Manufatur yang Go Public di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2003-2006) / Naning Rahmasari Wijayanti

 

ABSTRAK Rahmasari, W. Naning. 2008. Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan Terhadap Harga Saham (Pada Perusahaan Manufaktur yang Go Publik (Terdaftar) di Bursa Efek Indonesia Periode 2003-2006). Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) DR. Nurika Restuningdiah, SE., M.Si., Ak. (2) Helianti Utami, SE., M.Si., Ak. Kata kunci: Kinerja Keuangan, Harga Saham. Untuk dapat menarik investor maka suatu perusahaan haruslah memiliki kinerja keuangan yang baik. Antara lain ditunjukkan oleh kinerja keuangan yang merupakan salah satu informasi yang sangat penting bagi para investor dalam menilai harga saham dan memutuskan kegiatan investasinya yang telah disesuaikan dengan kinerja perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja keuangan yang terdiri dari EPS (Earning Per Share), ROE (Return On Equity), DER (Debt Equity Ratio) dan PER (Price Earning Ratio). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang Go Publik di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2003-2006. Sedangkan pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling, dalam penelitian ini terdapat 30 perusahaan Manufaktur yang diambil sebagai sampel penelitian. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dan uji asumsi klasik (meliputi uji normalitas, multikolinieritas, autokorelasi, heteroskedastisitas) dan uji hipotesis melalui uji t, uji F dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian ini yaitu (1) EPS (Earning Per Share) secara parsial berpengaruh terhadap Harga Saham perusahaan Manufaktur yang Go Public di Bursa efek Indonesia, (2) ROE (Return On equity), DER (Debt to Equity Ratio), dan PER (Price Earning Ratio) secara parsial tidak berpengaruh terhadap harga saham perusahaan yang Go Publik di Bursa Efek Indonesia, (3) Tidak berpengaruhnya ROE, DER, PER dipengaruhi oleh factor ekternal perusahaan yaitu adanya krisis gkeuangan global (4) EPS (Earning Per Share), ROE (Return On Equity), DER (Debt Equity Ratio) dan PER (Price Earning Ratio) secara simultan berpengaruh terhadap Harga Saham perusahaan Manufaktur yang Go Public di Bursa efek Indonesia. Saran untuk penelitian selanjutnya (1) Faktor eksternal perusahaan perlu diuji mengingat bentuk pasar saham semi-kuat (2) Psikologi dari pelaku pasar perlu dipertimbangkan karena mempengaruhi harga saham. Penelitian ini juga memiliki keterbatasan, diantaranya: (1) Penelitian ini menggunakan periode penelitian empat tahun yang dianggap terlalu pendek. Penggunaan periode yang terlalu pendek ini diduga menyebabkan kecilnya nilai koefisien determinasi yang dihasilkan, (2) Penelitian ini hanya menggunakan empat variabel yaitu EPS, ROE. DER dan PER (faktor internal perusahaan) yang digunakan sebagai prediktor besarnya Harga Saham perusahaan. Hal ini diduga juga menjadi salah satu penyebab kecilnya nilai koefisien determinasi yang dihasilkan.

Efektifitas penerapan metode pembelajaran kooperatif model jigsaw terhadap prestasi belajar kimia siswa kelas X semester I/2008-2009 MAN Malang 3 pada materi ikatan kimia / Nina Ika Restiani

 

ABSTRAK Restiani, Nina Ika. 2009. Efektifitas Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw terhadap Prestasi Belajar Kimia Siswa Kelas X SemesterI/2008-2009 MAN 3 Malang pada Materi Ikatan Kimia. Skripsi, Program Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dermawan Affandy, M.Pd., (II) Drs. Soebagio. Kata kunci: Metode Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw, Efektifitas Proses dan Prestasi Belajar, Ikatan Kimia Materi ikatan kimia merupakan materi yang dianggap sulit oleh siswa MAN Malang 3, sehingga prestasi belajar kimia siswa MAN Malang 3 untuk sub bab ikatan kovalen kurang memuaskan. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa antara lain dengan menggunakan variasi metode pembelajaran konstruktivisme. Salah satu metode pembelajaran konstruktivisme yaitu metode pembelajaran kooperatif model jigsaw. Apakah metode kooperatif jigsaw efektif dan bagaimana aktivitas serta sikap siswa terhadap metode tersebut, adalah permasalahan dalam penelitian ini. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan metode tersebut. Selain itu penelitian ini, untuk mengetahui aktivitas siswa selama proses pembelajaran serta sikap siswa terhadap penggunaan metode pembelajaran kooperatif model jigsaw. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dan observasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah penarikan sampel acak berkelompok (cluster random sampling). Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas, yaitu kelas X-A sebagai kelompok kontrol dan kelas X-E sebagai kelompok eksperimen. Kelompok kontrol diajar dengan metode ceramah sedangkan kelompok eksperimen diajar dengan metode kooperatif model jigsaw. Dalam penelitian ini dikemukakan hipotesis bahwa metode pembelajaran kooperatif model jigsaw lebih efektif dibandingkan dengan metode pembelajaran ceramah. Data penelitian ini berupa: a) data kemampuan awal b) data hasil belajar; c) data aktivitas siswa; dan d) data sikap siswa. Data tersebut dijaring melalui instrumen tes, lembar observasi, dan angket. Data diolah dengan uji t kesamaan rata-rata, dan persentase. Berdasarkan perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran kooperatif model jigsaw lebih efektif dari pada metode pembelajaran ceramah karena t hitung > t tabel yaitu 2,578 > 1,996. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran kooperatif menunjukkan peningkatan yang positif dari awal hingga akhir pembelajaran. Rata-rata persentase kelima unsur dasar pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut: a) Saling ketergantungan positif 94,7%; b) Interaksi langsung antar siswa 90,9%; c) Pertanggungjawaban individu 90,9%; d) Ketrampilan berinteraksi antar individu dan kelompok 90,9%; dan e) Keefektifan proses kelompok 94,7%. Dari penyebaran angket tentang sikap siswa terhadap pembelajaran kooperatif diketahui bahwa dari 33 siswa, 22 siswa (66,7%) bersikap positif dan 11 siswa (33,3%) bersikap sangat positif.

Isolasi dan karakterisasi minyak cacing tanah Lumbricus rubellus strain lokal serta identifikasi komposisi asam lemaknya / Nur Aini

 

Salah satu penyebab penyakit jantung koroner adalah tingginya konsumsiminyak atau lemak yang mengandung asam lemak jenuh. Kelebihan asam lemak jenuh dalam tubuh dapat meningkatkan kolesterol di dalam darah. Kadar kolesterol di dalam darah dapat diturunkan dengan mengkonsumsi asam lemak tak jenuh. Minyak cacing tanah merupakan salah satu alternatif yang potensial sebagai penghasil asam lemak tak jenuh. Penelitian ini bertujuan menentukan rendemen minyak yang diisolasi dari cacing tanah basah dan cacing tanah kering (tepung), serta mengkarakterisasi sifat dan komposisi asam lemak minyak cacing tanah Lumbricus rubellus strain lokal. Minyak cacing tanah Lumbricus rubellus diekstrak dengan menggunakan pelarut n-heksana : isopropanol (3:2). Ekstrak yang diperoleh, dikarakterisasi untuk mengetahui indeks bias, massa jenis, kekentalan relatif, bilangan penyabunan, dan bilangan iod. Minyak cacing tanah hasil isolasi kemudian diesterifikasi dengan reagen dimetil sulfat, dan dianalisis dengan GC-MS untuk mengetahui komposisi asam lemaknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen minyak cacing tanah Lumbricus rubellus strain lokal yang diisolasi dari tepung cacing tanah adalah 1,2% dari berat basah (atau 20,53% dari berat kering) sedangkan dari cacing tanah basah adalah 0,76% dari berat basah. Minyak cacing tanah hasil isolasi mempunyai indeks bias 1,485 (25°C), massa jenis 0,679 g/mL, kekentalan relatif 5,65, bilangan penyabunan 139,503, dan bilangan iod 58,95. Hasil analisis GCMS menunjukkan bahwa komponen asam lemak minyak cacing tanah Lumbricus rubellus strain lokal yang telah teridentifikasi terdiri dari asam lemak jenuh dan tak jenuh. Asam lemak jenuh yang teridentifikasi yaitu: asam tridekanoat, asam pentadekanoat, asam heksadekanoat (asam palmitat), dan asam oktadekanoat (asam stearat). Asam lemak jenuh yang teridentifikasi yaitu: asam 7-heksadekenoat, asam 9-heksadekenoat (asam palmitoleat), asam 9-oktadekenoat (asam oleat), dan asam 5,8,11,14-eikosatetraenoat (asam arakidonat).

Penerapan metode pemberian tugas untuk meningkatkan minat dan hasil belajar pada mata diklat menagih pembayaran siswa kelas XI PJ 2 SMK Negeri 1 Turen / Wulandari

 

ABSTRAKSI Wulandari. 2009. Penerapan Metode Pemberian Tugas untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar pada Mata Diklat Menagih Pembayaran Siswa Kelas XI Pj 2 SMK Negeri 1 Turen., Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi Pendidikan Tata Niaga. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Agus Hermawan M.Si, M. Bus., (II) Dr. Ludi Wishnu W, ST, SE, S.Pd, M. M. Kata Kunci : Metode Pemberian Tugas, Minat Belajar, Hasil Belajar. Fenomena praktik kegiatan pembelajaran menagih pembayaran di SMK Negeri 1 Turen selama ini cenderung terpusat pada guru (teacher centered) yang didominasi oleh metode ceramah, sehingga siswa mengalami kejenuhan dan mengantuk di kelas. Siswa kurang aktif dalam kelas dan kurang memberi kesempatan pada siswa untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran, sehingga mengakibatkan minat siswa sangat rendah. Hal ini juga menyebabkan hasil belajar yang diperoleh siswa belum memenuhi Standar Ketuntasan Minimal (SKM) secara keseluruhan. Salah satu metode pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan minat siswa adalah metode pemberian tugas. Metode pemberian tugas tujuan agar siswa mendapat hasil belajar yang lebih baik, karena siswa melaksanakan latihan-latihan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Dengan demikian siswa mendapat pengalaman langsung dalam mempelajari sesuatu, mendalaminya dan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai dan mencari tahu tentang pokok-pokok yang ditugaskan guru. Jadi metode pemberian tugas bertujuan untuk mengaktifkan siswa untuk belajar, mandiri, memupuk inisiatif dan bertanggung jawab. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Turen pada semester gasal tahun pelajaran 2008/2009 dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 3 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Pj 2 SMK Negeri 1 Turen dan dilaksanakan pada 10 Novemberl 2008 sampai dengan 27 November 2008. Analisis data yang digunakan meliputi tahap mereduksi data, menyajikan data, verifikasi data atau menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pemberian tugas dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Untuk meningkatkan minat dan hasil belajar, guru memberikan motivasi selama kegiatan pembelajaran pada siswa dalam hal ini belajar secara secara kelompok dengan mendorong siswa untuk saling bekerjasama secara efektif selain itu memberikan motivasi untuk meningkatkan hasil belajar baik tidak hanya dari nilai evaluasi tetapi juga sikap siswa selama pembelajaran. Persentase skor rata–rata minat siswa berdasarkan lembar observasi pada siklus I sebesar 59% meningkat pada siklus II menjadi 70,6% kemudian meningkat pada siklus III menjadi 77,6%, sedangkan berdasarkan angket skor yang diperoleh sebelum diterapkan metode pemberian tugas sebesar 3,03 dan meningkat setelah diterapkan metode menjadi 4,1. Untuk i hasil belajar siswa persentase rata– rata nilai hasil belajar aspek kognitif secara individual meningkat dari 72,6% pada siklus I menjadi 75,5% pada siklus II kemudian meningkat pada siklus III sebesar 84,5%. Sedangkan persentase rata- rata hasil belajar secara klasikal meningkat dari 52,3% pada siklus I menjadi 73,8% pada siklus II dan 95,2% pada siklus III. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pemberian tugas dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas X Pj 2 SMK Negeri 1 Turen. Penerapan metode ini disarankan sebaiknya guru lebih menekankan agar siswa tepat waktu dalam menyelesaikan tugas, penerapannya tidak hanya dilakukan dalam kelas, menciptakan iklim kelas yang kondusif serta memperhatikan perannya dalam proses pembelajaran.

Penerapan balanced scorecard untuk mengukur kinerja manajemen pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Malang / Yuni Selvia Indrawati

 

ABSTRAK Indrawati, Yuni Selvia. 2008. Penerapan Balance Scorecard untuk Mengukur Kinerja Manajemen pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Malang. Skripsi. Program Studi S1 Akuntansi. Jurusan Akutansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) DR. Sunaryanto, M. Ed (2) Dra. Sri Pujiningsih, S.E, M.Si.Ak Kata Kunci: Balanced Scorecard, pengukuran kinerja manajemen Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Malang dengan judul “Penerapan Balanced Scorecard Untuk Mengukur Kinerja Manajemen Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Malang”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kinerja PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Malang jika diukur dengan Balanced Scorecard. Penilaian kinerja pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Malang dilakukan untuk tahun 2005, 2006, dan 2007 dengan menggunakan Balanced Scorecard. Sedangkan data yang digunakan untuk penilaian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari wawancara sedangkan data sekunder adalah data yang berupa laporan keuangan seperti neraca, laporan laba-rugi, dan data lain yaitu data nasabah dan data karyawan. Balanced Scorecard merupakan salah satu metode pengukuran kinerja yang memperhatikan aspek keuangan dan non-keuangan yang terdiri atas empat perspektif, yaitu: perspektif proses pembelajaran dan pertumbuhan, perspektif proses bisnis internal, perspektif pelanggan, dan perspektif keuangan. Adapun teknik analisis yang digunakan untuk mengkaji kinerja perusahaan adalah dengan Balanced Scorecard, untuk perspektif proses pembelajaran dan pertumbuhan menggunakan indikator employee retention, employee training, dan employee absenteeism. Untuk perspektif proses bisnis internal menggunakan indikator MERR (Minimized Error Rate and Re-work). Untuk perspektif pelanggan mengunakan indikator Customer Core Measurement, terdiri dari Customer Retention, Customer Acquisition, Customer Complain, dan Customer Value Proposition. Sedangkan untuk perspektif keuangan menggunakan Rasio CAMEL yang terdiri atas aspek permodalan, aspek kualitas, aktiva produktif, aspek manajemen resiko, aspek rentabilitas dan aspek likuiditas. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kinerja perusahaan adalah cukup baik. Dari perspektif proses pembelajaran dan pertumbuhan serta proses bisnis internal menunjukkan kinerja yang baik. Untuk perspektif pelanggan, menunjukkan kinerja yang cukup baik. Hal ini terlihat dari Customer Retention dan Customer Acquisition yang cenderung menurun. Sedangkan untuk perspektif keuangan menunjukkan kinerja yang sehat. Hal ini terlihat dari nilai kredit yang dicapai termasuk dalam predikat sehat. Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis dapat memberi saran bahwa sebaiknya PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Malang dalam mengukur kinerjanya menggunakan Balanced Scorecard, karena perusahaan dapat mengukur kinerja perusahaan berdasarkan aspek keuangan dan non-keuangan, sehingga dapat dilakukan perbaikan secara berkesinambungan dalam mewujudkan visi dan misi perusahaan serta memudahkan pihak manajemen dalam menyusun program jangka pendek dan jangka panjang.

Perbandingan hasil belajar siswa kelas I yang mengikuti program TK kelas B dan tidak mengikuti TK kelas B pada semester I SDN Gentong Kota Pasuruan tahun pelajaran 2008-2009 / Mariyah Ulfa

 

ABSTRAK Mariyah Ulfah, 2008. “Perbandingan Hasil Belajar Siswa Kelas I yang Mengikuti Program TK Kelas B dan Tidak Mengikuti TK Kelas B pada Semester I SDN Gentong Kota Pasuruan Tahun Pelajaran 2008-2009. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Anastasia Widjajantin, M.Pd, (2) Dra. Susilaningsih Kata Kunci: Hasil Belajar, Program TK Kelas B Perkembangan pendidikan saat ini semakin maju. Perkembangan tersebut dapat dilihat dengan adanya berbagai lembaga pendidikan negeri dan swasta berlomba-lomba meningkatkan kualitas dan kuantitas. Selain itu, banyak lembaga-lembaga pendidikan baru yang didirikan salah satunya adalah Taman Kanak-Kanak (TK). Akibat kesibukan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, para orang tua menjadikan lembaga pendidikan sebagai pengganti keberadaan mereka dalam melaksanakan peran dan tugas mereka sebagai pendidik dan membimbing anaknya. Pendidikan Taman Kanak-Kanak merupakan salah satu bentuk pendidikan prasekolah yang ada dijalur pendidikan sekolah (Landasan, program dan pengembangan kegiatan belajar, 1994: 2). Pendidikan TK bertujuan sebagai wahana pengembangan pribadi secara utuh dan pembelajaran TK dirancang sebagai upaya mendewasakan anak dalam kehidupannya. Semua kegiatan belajar ini dikemas dalam model belajar sambil bermain. Hasil belajar merupakan sesuatu yang diperoleh, dikuasai atau merupakan hasil dari adanya proses belajar (Stanley and Hopkins, 1978: 270). Hasil belajar dapat digunakan untuk melihat apakah seseorang telah melakukan proses belajar. Proses yang efektif dan efisien menjadikan hasil belajar dapat lebih berarti dan bermakna. Dalam penelitian ini, hasil belajar yang dimaksudkan adalah hasil ulangan harian pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, PKn dan Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) yang berupa skor. Tujuan penelitian ini adalah 1.) mengetahui hasil belajar siswa kelas I yang mengikuti program TK kelas B, 2.) mengetahui hasil belajar siswa kelas I yang tidak mengikuti program TK kelas B, dan 3.) mengetahui perbandingan hasil belajar siswa kelas I yang mengikuti program TK kelas B dan tidak mengikuti TK kelas B pada semester I SDN Gentong Kota Pasuruan tahun pelajaran 2008-2009. Penelitian ini menggunakan survey untuk mengumpulkan data. Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan data dengan mencatat atau meneliti seluruh elemen yang menjadi objek penelitian (Sudijono, 1991: 26). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 1 Sekolah Dasar Negeri Gentong Kota Pasuruan Tahun Pelajaran 2008-2009 dengan jumlah 70 siswa yang terdiri dari kelas A (32 siswa) dan kelas B (38 siswa). Instrumen yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan T-test. Menurut hasil pengolahan data dengan uji T-test diperoleh thitung = 9,48 (bahasa Indonesia), 7,39 (matematika), 1,31 (PKn) dan 12,22 (SBK) sedangkan d, b adalah 68 taraf signifikansi 5 % = 1,661. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan. Dengan nilai ”t” dari hasil penelitian berada di atas atau lebih besar dari angka batas hipotesa nihil. Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesa nihil (H0) ditolak. Karena dari empat mata pelajaran yang diteliti terdapat tiga mata pelajaran yang nilainya melebihi ttabel. Jadi hasil belajar siswa kelas I yang mengikuti program TK kelas B lebih baik dibandingkan dengan siswa kelas I yang tidak mengikuti TK kelas B. Hal ini dikarenakan faktor lingkungan siswa (lingkungan sebelum siswa mengikuti pendidikan dasar, lingkungan rumah dan lingkungan sekitar)

Depiction of main female's characterization through social class diferences in Elizabeth Gaskell's Mary Barton: a tale of manchester's life and north and south / Khairul Dawimah

 

ABSTRAK Dawimah, Khairul. 2009. Depiction of Main Female’s Characterization Through Social Class Differences in Elizabeth Gaskell’s Mary Barton: A Tale of Manchester’s Life and North and South. Thesis. Graduate Program in English Education, State University of Malang. Advisors: (1) Dr. Roembilin Soepadi, M.A. (2) Dr. H. Yazid Basthomi, M.A. kata kunci : main female’s characterization, characters, social class differences Mary Barton: A Tale of Manchester’s Life dan North and South, yang ditulis oleh Elizabeth Gaskell, merupakan novel yang secara lugas dan gamblang menggambarkan penderitaan akut dari masyarkat kelas pekerja industri sebagai efek negatif permulaan Revolusi Industri di Inggris pada abad kesembilanbelas. Kedua novel tersebut secara simpatik mewakili kehidupan masyarakat kelas pekerja selama masa industrialisasi yang sangat cepat dan depresi ekonomi. Kedua novel tersebut juga benar-benar menggabungkan karakter khas dari sebuah romans dengan permasalahan sosial yang biasanya ditemukan pada masa itu. Dari awal sampai akhir kedua novel tersebut, perbedaan antara masyarakat kelas pekerja yang sangat miskin dengan kelas menengah yang sangat kaya ditekankan yang juga digabungkan dengan konflik yang terjadi diantara pedagang dan bangsawan, konflik mendasar antara pemilik pabrik dan pekerjanya, dan juga konflik diantara gender. Semua hal itu dipresentasikan melalui bagaimana Mary Barton dalam novel Mary Barton: A Tale of Manchester’s Life dan Margaret Hale dalam novel North and South dikarakterisasikan. Tesis ini merupakan sebuah kritik sastra yang bertujuan untuk melakukan sebuah studi yang mendalam pada karakterisasi tokoh utama wanita yang digambarkan melalui perbedaan kelas sosial yang ditemukan didalam novel Mary Barton: A Tale of Manchester’s Life dan North and South yang ditulis oleh Elizabeth Gaskell. Studi ini dilaksanakan secara tematis dalam perspektif pendekatan sosiologis dan pendekatan psikologis yang bertujuan untuk memahami bagaimanakah cara kedua tokoh wanita dalam kedua novel tersebut digambarkan melalui perbedaan kelas sosial yang diindikasikan melalui kesempaatan hidup dan gaya hidup mereka, pola pikir dan perilaku mereka, dan konflik yang timbul sebagai imbas dari perbedaan pada hubungan diantara mereka sebagai anggota masyarakat. Studi ini secara paradigmatic dilaksanakan dalam kerangka penelitian deskriptif qualitative. Design penelitian yang diterapkan didalam studi ini adalah analisa konten dimana semua kegiatan penelitian dipusatkan untuk memahami makna didalam text melalui proses pembacaan yng sangat mendalam dan menyeluruh. Berdasarkan hasil-hasil penemuan pada studi ini, ditemukan bahwa perbedaan kelas sosial yang diindikasikan melalui kesempaatan hidup dan gaya hidup cenderung untuk menimbulkan prasangka buruk dan diskriminasi diantara anggota masyarakat. Pola pikir dan perilaku yang negatif tersebut pada akhirnya hanya akan menimbulkan konflik diantara mereka sendiri. Meskipun demikian, perbedaan kelas sosial tidak menghalangi dua orang wanita yang berasal dari kelas sosial yang berbeda untuk menunjukkan kematangan kepribadian, kapasitas dan kemampuan mereka bahwa mereka sebenarnya mampu menjembatani jurang pemisah diantara si kaya dan si miskin yang pada akhirnya mengurangi perselisihan diantara kedua kelas sosial tersebut. Secara rendah hati saya merekomendasikan pada calon peneliti yang lainnya untuk secara mendalam mempelajari aspek-aspek permasalahaan perempuan yang berbeda dari yang telah ditunjukkan dalam studi ini yang tertuang dalam karya-karya Elizabeth Gaskell lainnya ataupun yang ditulis oleh pengarang perempuan lainnya. Dalam konteks pengajaran dan pembelajaran, saya menyarankan agar penggunaan karya sastra sebagai alat untuk merespon didalam proses pembelajaran bahasa senantiasa ditingkatkan. Para guru Bahasa Inggris sebagai bahasa asing harus mmpu mendorong para siswanya untuk menjadi siswa yang aktif dan menyusun interpretasi mereka sendiri terhadap karya sastra yang sedang mereka pelajaari dengan cara menghubungkan permasalahan-permasalahan yang ada didalam text dengan permasalahan-permasalahan dalam kehidupan mereka sendiri serta menjelaskan apa yang mereka alami ketika mereka sedang membaca karya sastra tersebut. Hasil dari studi ini bisa dipergunakan sebagai salah satu referensi dalam pengajaran kesusastraan untuk menunjang proses pembelajaran Bahasa Inggris. Hasil studi ini juga dapat dipergunakan sebagai salah satu contoh bagaimanakah cara untuk menganalisa suatu karya sastra dengan menggunakan pendekatan sosial dan psikologi untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk memahami teks, terutama dalam bentuk novel.

Pemakaian bahasa Indonesia dalam interogasi lisan antara penyidik dan tersangka di Polsek Ambulu Jember oleh Abdul Madjid

 

Validasi soal try-out ujian akhir nasional 2007/2008 mata pelajaran geografi di Madrasah Aliyah Negeri 2 Sumbawa Besar Nusa Tenggara Barat / Muhammad Darwin Sastrawan

 

ABSTRAK Darwin, Muhammad, S. 2009. Validasi Soal Try-out Ujian Akhir Nasional 2007/2008 Mata Pelajaran Geografi di Madrasah Aliyah Negeri 2 Sumbawa Besar Nusa Tenggara Barat. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Edy Purwanto, M. Pd (II) Drs. Timotius Suwarna, M. Pd. Kata kunci: validitas, tingkat kesukaran, daya beda, reliabilitas. Menurut penelitian sebelumnya yang mengkaji tentang analisis soal menyimpulkan bahwa soal yang dibuat oleh guru bidang studi tergolong tidak memiliki validitas yang baik, dan soal Try-out UAN 2007/2008 mata pelajaran Geografi yang diujikan di MA Negeri 2 Sumbawa Besar merupakan hasil buatan guru bidang studi. Selain itu, diketahui bahwa dari keseluruhan siswa yang mengikuti Try-out UAN 2007/2008, khususnya Kelas XII Program IPS, yakni 31 orang siswa, terdapat 27 orang siswa (87,1%) yang dinyatakan lulus pada tes tersebut, sedangkan pada UAN 2007/2008 khususnya pada Kelas XII Program IPS di MA Negeri 2 Sumbawa Besar, hanya terdapat 12 orang siswa (38,7%) yang dinyatakan lulus pada mata pelajaran Geografi. Artinya, jumlah siswa yang dinyatakan lulus UAN lebih kecil dibandingkan dengan jumlah siswa yang lulus pada try-out. Hal ini tentu tidak sesuai dengan harapan sekolah, dimana berdasarkan hasil try-out sekolah tersebut menargetkan paling tidak 95% siswanya lulus UAN, khususnya pada mata pelajaran Geografi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan analisis terhadap soal Try-out UAN 2007/2008 yang diujikan di MA Negeri 2 Sumbawa Besar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat validitas soal try-out, yang meliputi tingkat validitas kurikuler, validitas bahasa, validitas item, tingkat kesukaran (TK), daya beda (DB), dan reliabilitas soal. Berdasarkan hasil uji tingkat validitas tersebut akan diketahui apakah soal Try-out UAN yang diujikan di MA Negeri 2 Sumbawa Besar memiliki validitas yang baik atau tidak. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Ex Post Facto, dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini diambil dari Madrasah Aliyah Negeri 2 Sumbawa Besar Nusa Tenggara Barat. Data yang digunakan adalah berupa Dokumen Kurikulum 2004, silabus mata pelajaran Geografi, soal Try-out UAN 2007/2008 mata pelajaran Geografi, dan skor jawaban siswa yang diperoleh dari try-out tersebut (semua skor jawaban siswa Kelas XII Program IPS). Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa tabel telaah soal dan tabel tabulasi skor jawaban siswa. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa soal Try-out UAN 2007/2008 mata pelajaran Geografi di MA Negeri 2 Sumbawa Besar tergolong valid dari segi validitas kurikuler dengan persentase sebesar 100%; memiliki validitas bahasa yang baik karena 86% itemnya tergolong valid; memiliki validitas item yang jelek karena 46% itemnya tergolong tidak valid; mempunyai tingkat kesukaran yang tergolong jelek karena proporsi tingkat kesukaran itemnya tidak terdistribusi secara merata; dan mempunyai daya beda yang jelek karena 39% itemnya berkriteria jelek dan 14% berkriteria jelek sekali. Namun, soal tersebut tergolong reliabel pada taraf kepercayaan 0,05, dengan r hitung > r tabel (0,349), yakni 0,401 pada soal Try-out I, dan 0,432 pada soal Try-out II. Berdasarkan hasil analisis, maka dapat disimpulkan bahwa item soal yang dapat dipakai pada soal Try-out I UAN 2007/2008 mata pelajaran Geografi di MA Negeri 2 Sumbawa Besar adalah sebanyak 8 butir soal, yang harus direvisi sebagian sebanyak 9 butir soal, dan yang harus direvisi total sebanyak 28 butir soal. Sedangkan, pada soal Try-out II item soal yang dapat dipakai adalah sebanyak 2 butir soal, yang harus direvisi sebagian sebanyak 16 butir soal, dan yang harus direvisi total sebanyak 27 butir soal. Dari kesimpulan tersebut, maka disarankan kepada guru mata pelajaran Geografi hendaknya dapat meningkatkan dan mengembangkan validitas soal Try-out UAN mata pelajaran Geografi, dengan cara melakukan ujicoba dan analisis terhadap soal tersebut terlebih dahulu sebelum diujikan kapada siswa.

Pengaruh kompetensi profesionalisme terhadap kinerja guru pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) se-Kota Malang / Nurul Miftakhul Jannah

 

Pendidikan yang bermutu memiliki kaitan kedepan (Forward linkage) dan kaitan kebelakang (Backward linkage). Forward linkage yaitu pendidikan yang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang maju, modern dan sejahtera. Sejarah perkembangan dan pembangunan bangsa-bangsa mengajarkan pada kita bahwa bangsa yang maju, modern, makmur, dan sejahtera adalah bangsa-bangsa yang memiliki sistem dan praktik pendidikan yang bermutu. Backward linkage yaitu pendidikan yang bermutu sangat tergantung pada keberadaan guru yang bermutu, yakni guru yang profesional, sejahtera dan bermartabat. Guru sebagai sebuah profesi yang sangat strategis dalam pembentukan dan pemberdayaan anak-anak penerus bangsa, memiliki fungsi yang semakin signifikan di masa yang akan datang. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) serta Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) dinyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan persyaratan memiliki kualifikasi akademik minimal S1 atau Diploma IV yang relevan dan menguasai kompetensi sebagai agen pembelajaran. Sebagai agen pembelajaran, seorang guru harus memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial yang dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Sertifikasi guru merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu guru sehingga pembelajaran di sekolah juga akan berkualitas. Hal ini dengan asumsi, peningkatan mutu guru akan dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan guru sehingga diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan secara berkelanjutan melalui sebuah kinerja guru yang baik.Tujuan sertifikasi adalah untuk menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional; meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan; meningkatkan martabat guru; dan meningkatkan profesionalimse guru. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional. Variabel dalam penelitian ini adalah Kompetensi Profesionalisme Guru (X) pada Sertifikasi Guru dan Kinerja Guru (Y). Sampel dalam penelitian ini adalah para guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Kota Malang yang dinyatakan lulus dalam Sertifikasi Guru. Dimana yang menjadi responden adalah kepala sekolah atau wakil kepala sekolah dan siswa dari guru yang diteliti. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang yang diperoleh melalui metode sampel bertujuan (purposive sample). Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode angket/kuesioner tertutup yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisi data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan uji t pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kompetensi profesionalisme guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Kota Malang yang dinyatakan lulus dalam Sertifikasi Guru adalah baik. Hal ini terbukti dari hasil penyebaran angket dengan masing-masing sub kompetensi yaitu; 50% guru (15 orang guru) memiliki tingkat kompetensi kepribadian yang tinggi, 63,3% guru (19 orang guru) memiliki tingkat kompetensi kepribadian yang tinggi, 63,3% guru (19 orang guru) memiliki tingkat kompetensi pedagogik yang tinggi, serta 66,7% guru (20 orang guru) memiliki tingkat kompetensi profesional yang tinggi. Sedangkan untuk kinerja guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Kota Malang yang dinyatakan lulus dalam Sertifikasi Guru adalah juga baik dimana ditemukan 53,3% guru memiliki tingkat kinerja yang tinggi, yakni 16 orang guru. Secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan dari Kompetensi Profesionalisme Guru pada Sertifikasi Guru terhadap Kinerja Guru. Terbukti dari hasil analisis Sig F 0,025 < 0,05. dan thitung (2,384) > ttabel (29; 0,05) (2,045). Sedangkan secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan dari Kompetensi Profesionalisme Guru pada Sertifikasi Guru terhadap Kinerja Guru. Terbukti dari hasil analisis Sig F 0,000 < 0,05. dan Fhitung (24,848) > Ftabel (4; 25; 0,05) (2,759). Berdasarkan hasil penelitian diharapkan kepada para guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Kota Malang yang dinyatakan lulus dalam Sertifikasi Guru untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dan kinerjanya yang telah baik dalam dunia kependidikan. Sehingga tujuan Sertifikasi guru untuk menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional dapat tercapai dan terus menerus berlangsung. Selain itu, berbagai program untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dan kinerjanya, hendaknya tidak berhenti begitu saja setelah sertifikat pendidik didapatkan, melainkan tetap membekali diri dengan berbagai program peningkatan pendidikan seperti pelatihan dan seminar di dalam maupun di luar area guru tersebut berada.

Pembelajaran dengan pengalaman nyata pada materi permutasi sebagai upaya meningkatkan kemampuan penalaran dan komunikasi matematika siswa kelas XI IPA MA Nurul Ulum Malang / Chusnul Ma'rifah

 

Kemampuan penalaran dan komunikasi matematika dalam memahami permutasi perlu ditekankan sedini mungkin, karena permutasi merupakan aspek matematika yang banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan guru matematika kelas XI IPA MA Nurul Ulum Malang peneliti memperoleh informasi bahwa pelaksanaan pembelajaran permutasi masih bersifat konvensional, yaitu guru berperan sebagai pemberi informasi dengan menjelaskan materi, memberikan contoh permasalahan, dan memberikan latihan soal-soal. Akibatnya siswa memahami materi hanya sebatas melakukan prosedur dan rumus, kurang dapat mengkonstruksi pengetahuan sendiri, dan kurang dapat berpartisipasi secara aktif baik lisan atau tulisan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan menghasilkan prosedur pembelajaran dengan pengalaman nyata melalui pendekatan kontekstual. Pembelajaran dirancang sebagai upaya meningkatkan kemampuan penalaran dan komunikasi matematika siswa kelas XI IPA MA Nurul Ulum Malang. Langkah-langkah dalam pembelajaran pengalaman nyata dirancang dengan mengacu pada karakteristik dan komponen kontekstual. Adapun langkah-langkah pembelajaran tersebut adalah: (1) orientasi pada masalah, (2) eksperimen dan penyelesaian masalah, (3) penyajian hasil kerja, dan (4) refleksi terhadap hasil kerja. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaaan tindakan dan observasi, serta refleksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh dari hasil validasi, observasi, tes, dan wawancara. Data yang dikumpulkan dianalisis secara induktif dan hasil yang diperoleh bersifat deskriptif. Validasi menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian telah valid. Melalui tes diperoleh persentase siswa yang tuntas belajar adalah 45% pada siklus I dan 85,71% pada siklus II. Menurut standar ketuntasan belajar minimal yang ditetapkan di MA Nurul Ulum Malang, pembelajaran dikatakan berhasil jika sekurang-kurangnya 85% siswa mencapai nilai minimal 70. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan pengalaman nyata pada permutasi cukup berhasil. Hal ini diperkuat dengan hasil observasi aktivitas siswa dengan persentase nilai rata-rata 83,89% pada siklus I dan 88,08% pada siklus II yang keduanya masuk dalam katagori “baik”. Hasil wawancara terhadap siswa menunjukkan bahwa secara umum siswa senang pada pembelajaran dengan pengalaman nyata. ______________________________________________________ Ability of reasoning and mathematics communications in comprehending permutation is required to be emphasized as early as possible, because permutation is one of mathematics aspect which applied often in daily life. Based result early through observation and interview with mathematics teacher of grade XI IPA MA Nurul Ulum, the researcher got information that study of permutation is done conventionally, i.e the teacher explained the materials, gave some examples as practice, and the last gave a homework. Thus, students comprehend the permutations only by conducting and working with procedure and formula, less opportunity in order to construct their knowledge by themselves, and less can participate actively both oral or writing activities. This research is classroom action research which attend to designe procedure (steps) in learning using real-life situation through contextual approach. The learning is designed to imrove the ability of student’s mathematics reasoning and communication of grade XI IPA MA Nurul Ulum Malang. The steps in learning using real-life situation designed referring to contextual’s components and its characteristics. The steps are: (1) orientation at the problems, (2) doing experiments and solving the solutions of problems, (3) presenting the result from works, and ( 4) reflectioning on the work result. This research is executed in two cycles, each cycle consist of planning, observation and action, and the last is reflection. This research used qualitative approach. The research dates is gathered from validation, observation, tests, and interview. The collected dates analysed inductively and the results have descriptive character. The validation indicated that the instructional medias and instruments of research were valid. Through the test, obtained that percentage of level of mastery is 45% at cycle I and 85,71% at cycle II. According to minimum level of mastery set by MA Nurul Ulum that learning told to succed if at least 85% of the student get 70 grade point at test. So, it can be concluded that the learning using real-life situation of permutation is success enough. This result can be strenghtened through student activitie;s observation result with percentage of average value 83,89% at cycle I and 88,08% at cycle II which both of them included in"good” category . Based interview result to students indicated that in general, students pleasure with learning using real-life situation.

Pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap keputusan pemilihan sekolah (Studi pada siswa Madrasah Aliyah Negeri Genukwatu, Ngoro Jombang) / Yayuk Murtia Dhani

 

ABSTRAK Dhani, yayuk Murtia. 2008. Pengaruh Faktor Internal dan EksternalTterhadap KeputusanPpemilihan Sekolah. Skripsi. Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Djoko Dwi K, M.si (2) Hj Ita PrihatiningWilujeng, SE, M.M. Kata kunci: Faktor Internal, Faktor Eksternal, Keputusan Pemilihan Sekolah, Tingkat kualitas sumberdaya manusia sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan di bangsa itu. Pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional (depdiknas), pemerintah telah berusaha untuk mengatasi masalah-masalah pendidikan yang selama ini terjadi di Indonesia. Lembaga pendidikan harus mampu berinteraksi dengan pelanggan agar dapat memenangkan persaingan dan dapat membangun image mereka. Demikian pula denag Madrasah Aliyah Negeri Genukwatu mereka harus mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain. Walaupun statusnya negeri Madrasah Aliyah Negeri Genukwatu harus bias bersaing dengan sekolah-sekolah lain karena kesadaran masyarakat tentang pendidikan juga semakin meningkat. Kesadaran masyarakat yang meningkat inilah membuat konsumen memilih kulitas sekolah dari pada statusnya. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah deskripsi faktor internal dan eksternal pada siswa Madrasah Aliyah Negeri Genukwatu?, (2) Bagaimanakah deskripsi faktor keputusan pemilihan sekolah pada siswa Madrasah Aliyah Negeri Genukwatu?, (3) Apakah terdapat pengaruh secara parsial faktor internal konsumen terhadap keputusan pemilihan sekolah?, (4) Apakah terdapat pengaruh secara parsial faktor eksternal konsumen terhadap keputusan pemilihan sekolah?, (5) Apakah terdapat pengaruh secara simultan faktor internal dan eksternal konsumen terhadap keputusan pemilihan sekolah?. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri Genukwatu dengan responden siswa Madrasah Aliyah Negeri Genukwatu sebagai populasinya. Penelitian yang dilakukan termasuk penelitian korelasional. Analisis data penelitian yang dipakai adalah analisis regresi berganda dengan menggunakan uji t dan uji f dalam menguji hipotesisnya. Data penelitian ini dijaring dengan menyebarkan kuisioner kepada 73 sampel siswa Madrasah Aliyah Negeri Genukwatu dan menggunakan acak bartingkat disproposional sampling yaitu teknik pengambilan sampel pada siswa Madrasah Aliyah Negeri Genukwatu secara bertingkat berdasarkan kelas. Hasil analisis data menunjukkan bahwa keputusan pemilihan sekolah secara signifikan dipengaruhi oleh: faktor internal(X1)dan eksternal (X2) baik secara parsial maupun simultan.Berdasarkan hasil penelitian faktor internal berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pemilihan sekolah dapat di lihat dari thitung>ttabel yaitu 2,841 > 2,645, dengan signifikansi 0,006 dan faktor eksternal berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pemilihan sekolah dengan thitung > ttabel yaitu 9,660 > 2,645 dengan signifikansi 0,000. sedangkan pengaruh simultan antara faktor internal dan eksternal terhadap keputusan pemilihan sekolah dapat dilihat dari nilai F hitung > Ftabel yaitu 367,176 > 3,07. Variabel faktor internal dan eksternal dalam mempengaruhi keputusan siswa dalam memilih sekolah adalah sebesar 91 %. Sedangkan variabel yang paling dominan yang mempengaruhi keputusan pemilihan sekolah adalah faktor eksternal yaitu sebesar 75,3 %. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis memberikan saran yang dapat dijadikan pertimbangan yaitu hendaknya Madrasah Aliyah Negeri Genukwatu meningkatkan kualitasnya untuk menarik calon konsumen baru dan kepada peneliti lanjutan yang berminat meneliti keputusan konsumen dalam keputusan pemilihan sekolah dapat memperluas sub variabel internal dan eksternal yang mempengaruhi keputusan pemilihan sekolah dan dapat menambahkan sampel dengan teknik pengambilan sampel yang lebih baik

Studi tentang karakter desain cover majalah girls edisi 14-26 tahun 2008 / Harfrida Vindy Agustie

 

Karakter merupakan sifat atau watak yang dimiliki dan menjadi ciri khas atas sesuatu. Proses penentuan karakter diperoleh melalui proses studi dari berbagai aspek. Pemilihan majalah sebagai obyek penelitian karakter karena keuntungan majalah adalah selektifitas tinggi secara geografis dan demografis, sehingga pembaca dapat memperoleh suatu informasi yang tepat sasaran. Cover majalah merupakan penggambaran display isi yang disajikan didalamnya, maka cover depan merupakan penggambaran isi majalah keseluruhan Majalah Girls terbitan Gramedia Group Majalah, mengusung segmen anak perempuan usia sekolah dasar (8-12 tahun) dengan motto cerdas dan cantik, yang isi beritanya merupakan media edukasi anak yang menghibur dan menyentuh sisi psikologis dan sosialnya, sehingga diharapkan dapat menjadikan anak perempuan yang cerdas dan cantik, serta dapat menggali informasi dunia anak perempuan usia sekolah dasar (8-12 tahun). Pada penelitian ini, pendekatan yang digunakan mengarah pada penelitian analisis isi bersifat interpretatif dengan penjabaran secara deskriptif kualitatif. Dengan sumber data terkumpul maka peneliti akan mengunakan teknik pemaparan data, yaitu mendeskripsikan cover majalah Girls edisi 14-26 ditinjau dari struktur desain yang menyusun tampilan cover tersebut. struktur desain terdiri dari huruf dan tipografi, warna, illustrasi, foto, komposisi, layout dan gaya desain serta segmen anak usia (8-12) tahun. Majalah Girls merupakan majalah dengan karakter huruf yang dinamis dan mengesankan gerak dengan munculnya type huruf script dan san serif serta dekoratif pada headline dan sub headline, menggunakan warna kontras pada tampilan desain dengan sifat panas dan dingin, serta penggunaan warna tegas dan muda yang menimbulkan kesan ceria. Model cover anak perempuan sia 8-12 tahun dan munculnya tokoh idola dapat memunculkan nilai ketauladanan. Type layout majalah adalah tipe sircus, yaitu dengan munculnya bentuk-bentuk beragam. Penggabungan unsur-unsur tersebut memiliki arah kepada gaya desain pop dengan penggunaan warna kontras, penggunaan illustrasi kartun dan penggabungan bentuk-bentuk geometris dan elemen desain lainnya untuk tujuan komersial adalah ciri pop, dengan nuansa ekspresionis dan romantisme khas anak perempuan.

Penerapan model PBL (Problem based learning) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi kelas X-5 di SMA Negeri 10 Malang / Ahmad Faqih

 

Untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar, para ahli pembelajaran telah menyarankan penggunaan paradigma pembelajaran konstruktivistik dalam kegiatan belajar-mengajar di kelas. Dengan perubahan paradigma belajar tersebut terjadi perubahan pusat (fokus) pembelajaran dari belajar berpusat pada guru kepada belajar berpusat pada. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa siswa SMA N 10 Malang kelas X-5 diperoleh gambaran kondisi kelas X-5 bahwa dalam setiap pertemuan siswa disuruh mengerjakan latihan soal yang ada di modul siswa, kemudian membahasnya bersama-sama. Metode yang sering digunakan adalah metode ceramah dan diskusi. Dengan metode ini siswa merasa guru masih kurang banyak mengembangkan metode-metode yang dapat mengaktifkan siswa dalam belajar. Metode pembelajaran ceramah dan diskusi ini dapat dirasakan peneliti kurang dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran biologi hal ini dapat dilihat dari sedikitnya siswa yang aktif bertanya atau menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Selain itu juga dengan metode ceramah siswa menjadi bosan dalam menerima pelajaran, sedangkan dengan metode diskusi yang pernah dilakukan oleh peneliti masih kurang memotivasi siswa karena hanya siswa tertentu saja yang aktif dalam pembelajaran, hal ini dapat dilihat pada waktu pembelajaran yang menggunakan metode ceramah dan diskusi yaitu hanya sedikit sisiwa yang aktif bertanya maupun aktif menjawab sedangkan yang lain hanya diam dan sebagian lagi ada yang main HP (Hand Phone) . Menurut Nurhadi (2006: 56) suatu pendekatan pembelajaran berdasarkan masalah merupakan pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berfikir kritis dan keterampilan dalam memecahkan masalah serta memperoleh pengetahuan dan konsep yang essensial dari materi pelajaran.Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan pendekatan PBL (Problem Based Learning) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi siswa kelas X-5 SMA Negeri 10 Malang. Berdasarkan tujuan penelitiannya termasuk penelitian terapan. Ditinjau dari metodenya termasuk dalam penelitian tindakan. Oleh karan itu, penelitian ini termasuk PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang dilaksanakan dalam 4 siklus tindakan, setiap siklus terdiri dari dari dua kali pertemuan selama 3 jam pelajaran yang terdiri dari 1 jam hari kamis dan hari jum‟at 2 jam pelajaran. Sedangkan ditinjau dari tingkat penjelasan data termasuk dalam penelitian deskriptif. Berdasarkan data dan analisisnya termasuk dalam penelitian kualitataif. Subyek penelitian ini adalah kelas X-5 yang berjumlah 40 siswa yang terdiri dari 18 laki-laki dan 22 perempuan. Penentuan subjek penelitian ini berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan guru biologi yakni kelas yang hasil 5 belajarnya paling rendah antara kelas X-4, X-5, dan X-6 adalah kelas X-5. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tulis yang dilaksanakan pada akhir siklus, lembar observasi, checklis, catatan lapangan, dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa Aktivitas kelas pada siklus 1 sebesar 27.98% dengan taraf keberhasilan sangat kurang, pada siklus 2 sebesar 35.38% dengan taraf keberhasilan sangat kurang. Pada siklus ke-3 mempunyai aktivitas kelas sebesar 50.76 % dengan taraf keberhasilan kurang dan siklus ke-4 mempunyai aktivitas kelas sebesar 73.26% dengan taraf keberhasilan baik. Rata-rata hasil belajar kognitif siswa pada siklus I adalah 59,125 dan hanya 11 siswa saja yang tuntas belajar dengan mencapai angka 70 sesuai dengan SKM (Standar Ketuntasan Minimum) yang telah ditentukan, sedangkan 29 siswa yang lain tidak tuntas belajar (gagal). Daya serap klasikal yang diperoleh dari siklus I ini sebesar 27,5% saja. Rata-rata kelas pada siklus II adalah 73,835 dan 28 siswa yang tuntas belajar sedangkan 12 siswa yang lainnya tidak tuntas belajar (gagal). Daya serap yang diperoleh pada siklus II adalah sebesar 70%. Pada siklus III memperoleh rata-rata kelas sebesar 77,2 dan jumlah siswa yang tuntas semakin bertambah yaitu 33 siswa sedangkan yang tidak tuntas 7 siswa saja. Oleh sebab itu daya serap klasikal yang diperoleh sebesar 82,5%. Pada siklus IV memperoleh rata-rata kelas sebesar 88,425 dan jumlah siswa yang tuntas hampir 95% yaitu 38 siswa sedangkan yang tidak tuntas hanya 2 siswa saja. Daya serap klasikal yang diperoleh pada siklus IV ini sebesar 95%.Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan PBL (Problem Based Learning) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi siswa kelas X-5 SMA Negeri 10 Malang. Saran-saran yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini adalah Guru mata pelajaran biologi disarankan agar dalam proses pembelajaran dapat menerapkan pembelajaran yang dapat mengaktifkkan siswa dalam belajar yang salah satunya adalah PBL (Problem Based Learning) dan untuk materi pelajaran yang lain untuk meningkatkan aspek afektif, kognitif, dan psikomotor siswa misalnya dengan membiasakan siswa untuk melakukan praktikum, presentasi, diskusi kelas dan memberikan tugas-tugas kepada siswa seperti tugas membuat laporan dan awetan.

Aplikasi metode geolistrik konfigurasi schlumberger dalam pendugaan posisi air tanah (Studi kasus Daerah Karangnongko Kabupaten Pasuruan) / Atika Luthfiandari

 

ABSTRAK Luthfiandari, Atika. 2009. Aplikasi Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger Dalam Pendugaan Posisi Air Tanah (Studi Kasus Kabupaten Pasuruan Daerah Karangnongko). Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Burhan Indriawan, S.Si., M. Si. (II) Eny Latifah, S.Si, M.Si. Kata kunci: Geolistrik resistivitas, Air tanah, Konfigurasi Schlumberger,IPI2 Win Telah dilakukan penelitian tentang geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger. Untuk menentukan posisi air tanah di daerah Karangnongko Kabupaten Pasuruan, dengan menggunakan metode geolistrik. Tujuan dari penelitian ini menentukan posisi air tanah serta kedalamannya dan nilai resistivitas yang terdapat pada daerah penelitian. Peralatan yang digunakan adalah seperangkat alat geolistrik dengan menggunakan analisis software IPI2 Win. Pada penelitian ini data yang digunakan diperoleh dari pengamatan dalam pengukuran secara langsung di lapangan. Pengukuran yang dilakukan di daerah Karangnongko Kabupaten Pasuruan. Metode resistivitas pada dasarnya adalah pengukuran harga resistivitas (tahanan jenis) batuan dengan menginjeksikan arus ke bawah permukaan bumi, sehingga di dapat beda potensial (Volt) yang kemudian akan di dapat informasi mengenai tahanan jenis batuan. Hal ini dilakukan dengan menggunakan keempat elektroda yang disusun segaris, salah satu dari dua buah elektroda yang berbeda muatan digunakan untuk mengalirkan arus kedalam tanah dan dua elektroda lainnya digunakan untuk mengukur tegangan yang ditimbulkan oleh aliran arus tadi sehingga resistivitas bawah permukaan dapat diketahui. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat empat lintasan KrN 1, KrN 2, KrN 3 dan KrN 4. Hasil dianalisis dengan menggunakan software Ipi2 Win. Untuk data pada lintasan pertama (KrN 1) didapatkan nilai kedalaman maksimal 113m dengan nilai resistivitas antara 1.3 – 1272 , sedangkan untuk posisi air tanah terdapat pada kedalaman 2.86 – 23.5 m dengan nilai resistivitas antara 34.3 – 42.5 . Pada pengukuran lintasan kedua (KrN 2) didapatkan nilai kedalaman maksimal 114m dengan nilai resistivitas antara 5.26 – 37572 , pada lintasan ini tidak terdapat lapisan air tanah karena pada kedalaman 1.23 – 1.43 m, dengan nilai resistivitas antara 74.1 – 76.8 air yang terbentuk hanyalah air dangkal. Pada pengukuran lintasan ketiga (KrN 3) didapatkan nilai kedalaman maksimal 114m dengan nilai resistivitas antara 7.61 – 9962 , pada lintasan ketiga ini tidak terdapat lapisan air tanah karena pada kedalaman 0.976 m, dengan nilai resistivitas antara 86.7 air yang terbentuk hanyalah air dangkal. Pada pengukuran lintasan keempat (KrN 4) didapatkan nilai kedalaman maksimal 63.7m dengan nilai resistivitas antara 5.66 – 50003 , pada lintasan keempat juga tidak terdapat lapisan air tanah karena pada kedalaman 1.08 m, dengan nilai resistivitas antara 35.6 air yang terbentuk hanyalah air dangkal.

Meningkatkan hasil belajar IPS melalui media televisi dan cd pembelajaran pada siswa kelas IV SDN Mungkung II Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk / Amelia Indiyah Susanti

 

ABSTRAK Susanti, A. Indiyah. 2009. Meningkatkan Hasil Belajar IPS Melalui Video Televisi Pada Siswa Kelas IV SDN Mungkung II Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar Pra Sekolah Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing : (I) Drs. H. Hadi Mustofa, M. Pd, (II) Suminah, S.Pd, M. Pd. Kata Kunci : Video Televisi, Hasil Belajar, Ilmu Pengetahuan Sosial Proses pembelajaran yang tepat adalah salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pada hasil belajar siswa. Pada penelitian tindakan yang berjudul Meningkatkan Hasil Belajar IPS Melalui Video Televisi Pada Siswa Kelas IV SDN Mungkung II Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1). Bagaimana penerapan Video Televisi sebagai media dalam kegiatan belajar mengajar pada pelajaran IPS kelas IV di SDN Mungkung II Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk? (2) Apakah penggunaan Video Televisi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada pelajaran IPS SD kelas IV di SDN Mungkung II Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk? Tujuan penelitian ini adalah: (1). Mendeskripsikan penerapan Video Televisi sebagai media dalam kegiatan belajar mengajar pada pelajaran IPS kelas IV di SDN Mungkung II Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. (2) Mendeskripsikan penggunaan Video Televisi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada pelajaran IPS SD kelas IV di SDN Mungkung II Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dilakukan atas dasar data yang diperoleh di lapangan dengan menggunakan observasi,wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan instrumennya adalah angket untuk mengetahui bahwa Video Televisi dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Rancangan yang digunakan adalah PTK dengan dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas (a) Perencanaan, (b) Pelaksanaan, (c) Observasi, dan (d) Refleksi. Hasil penelitan ini menunjukkan bahwa (1) Hasil belajar siswa kelas IV SDN Mungkung II yang proses pembelajarannya menggunakan Video Televsi berbeda hasilnya dengan pembelajaran yang tidak menggunakan Video Televisi. (2). Proses pembelajarannya menggunakan Video Televisi menunjukkan hasil belajar yang lebih baik. Yaitu dari rerata skor 67,92 dan daya serap klasikal 16% pada pra tindakan dan setelah tindakan menjadi rerata skor 70 dan daya serap klasikal 54% pada siklus I, dan rerata skor 87,2 dan daya serap klasikal 88% pada siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) penerapan Video Televisi sebagai tepat digunakan media dalam kegiatan belajar mengajar pada pelajaran IPS kelas IV di SDN Mungkung II Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk sehingga dapat menghindari adanya kejenuhan pada siswa, (2) Penggunaan Video Televisi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPS SD kelas IV di SDN Mungkung II Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. Hal tersebut dibuktikan adanya perubahan hasil belajar pada siklus I dan Siklus II. Saran bagi guru hendaknya dalam mengajar menggunakan metode yang tepat dalam mengajar. Salah satunya dengan menggunakan Video Televisi, sehingga pembelajaran dikelas tidak jenuh. Bagi orang tua juga harus selektif, jangan menjadikan televisi sebagai media utama di rumah. Meski peran televisi tidak bisa di sepelakan, namun sebaiknya diseleksi acara apa yang baik untuk anak.

Perubahan bentuk tunggal program linier fungsi tujuan ganda dengan menggunakan himpunan fuzzy / Dyah Ajeng Tristanti

 

ABSTRAK Tristanti, Dyah Ajeng. 2008. Perubahan bentuk tunggal Program Linier Fungsi Tujuan Ganda dengan Menggunakan Himpunan Fuzzy. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing I : Dra. Susy Kuspambudi, M. Kom, Pembimbing II : Mohamad Yasin, S.Kom, M.Kom. Kata Kunci: Himpunan fuzzy, program linear, multiobjective linear programming. Dalam kehidupan sehari-hari manusia cenderung untuk hidup berprinsipkan ekonomi. Dengan usaha sesedikit mungkin dapat memperoleh hasil sebanyak mungkin, dari situlah akan timbul masalah optimasi. Di dalam program linier, permasalahan biasa diekspresikan sebagai pengoptimalan satu fungsi tujuan dengan beberapa batasan. Pada kenyataannya, permasalahan yang terjadi dikehidupan nyata tidak hanya cukup diwakili dengan pengoptimalan satu fungsi tujuan saja. Permasalahan berkembang menjadi masalah pengoptimalan lebih dari satu tujuan linier bahkan saling bertentangan dan disertai dengan kendala linier. Masalah pengoptimalan yang seperti ini disebut dengan Multiobjective Linear Programming (MOLP). Salah satu jenis Multiobjective Linear Programming adalah program linier dengan fungsi tujuan ganda. Agar dapat menyelesaikannya, maka program linier fungsi tujuan ganda harus diubah menjadi program linier satu fungsi tujuan. Dalam pembahasan skripsi ini, proses mengubah program linier fungsi tujuan ganda kebentuk program linier satu fungsi tujuan adalah dengan menggunakan himpunan fuzzy. Dengan himpunan fuzzy, maka permasalahan awal harus diubah kebentuk meminimalkan 2 fungsi tujuan linier dan dengan kendala dan . Kemudian menentukan nilai fuzzy goal sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh perusahaan yang relatif terhadap fungsi tujuan. Selanjutnya menentukan fungsi keanggotaan berdasarkan nilai fuzzy goal yang diperoleh. Dengan menggunakan fungsi keanggotaan linier dan mengikuti fuzzy decision dari Bellman dan Zadeh (1970), maka permasalahan dapat diwakili dengan memaksimalkan dengan kendala dan . Kemudian dengan menggunakan maka permasalahan dapat direduksi menjadi permasalahan program linier dengan satu fungsi tujuan yang berbentuk memaksimalkan dengan kendala , , dan . Selanjutnya permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan metode penyelesaian permasalahan program linear satu fungsi tujuan. ABSTRACT Tristanti, Dyah Ajeng. 2008. Perubahan bentuk tunggal Program Linier Fungsi Tujuan Ganda dengan Menggunakan Himpunan Fuzzy. Sarjana’s Thesis, The mathematics Department of FMIPA of the State University of Malang. Advisors: (I) Dra. Susy Kuspambudi, M.Kom, Pembimbing (II) Mohamad Yasin, S.Kom, M.Kom. Key words: fuzzy sets, linear programming, multiobjective linear programming. In life human tends to economy principled alive. With minimize effort can get result as many as possible, from that optimize problem comes. In linear programming, problems are expressed as optimizing one objective function given certain constraints. Practically, problems in real life not only enough represented with optimizing one objective function. The problem develop into optimizing problem with more than one linear objective function indeed conflicting linear objective function and with linear constraints. Optimizing problem like that called multiobjective linear programming (MOLP). One of example of multiobjective linear programming is a linear programming problem with double objective function. There for that problem can be solve, then the linear programming problem with double objective function must be changed as linear programming problem with one objective function. In criticism this thesis, the process to change linear programming problem with double objective function to be linear programming problem with one objective function is using fuzzy sets. By using fuzzy sets then first problem must be change as minimize 2 linear objective functions and with constraints and . Then determine the value of fuzzy goal, after that determine membership function. With membership function and following the fuzzy decision of bellman and zadeh (1970) then the problem can be interpreted as maximize with constraints and . Used , then the problem can be reduced to be linear programming problem with one objective function, that is maximize with constraints , , and . So the new problem can be solve with methods that solve linear programming problem with one objective function.

Penggunakaan larutan asam cukai sebagai alternatif elektrolit pada proses anodizing aluminium yang ramah lingkungan / Ratna Fajarwati Meditama Syafi'i Ananta

 

ABSTRAK Ratna Fajarwati Meditama Syafi’I Ananta. Penggunaan Larutan Asam Cuka sebagai Alternatif Elektrolit pada Proses Anodizing Aluminium yang Ramah Lingkungan. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Widiyanti, M. Pd (II) Aminudin, S.T, M.T. Kata Kunci: anodizing, alumunium, elektrolit, larutan asam cuka, warna lapisan Perkembangan industri elektroplating seperti anodizing menimbulkan permasalahan baru bagi kelestarian lingkungan hidup. Pencemaran lingkungan bermula ketika industri tersebut menggunakan bahan baku dari bahan kimia yang limbahnya bisa mengganggu kelestarian lingkungan hidup. Sehubungan dengan hal tersebut maka disini penulis mencoba melakukan penelitian pada bidang industri, khususnya industri pengolahan logam yaitu “Penggunaan larutan asam cuka sebagai alternatif elektrolit pada proses anodizing aluminium yang ramah lingkungan”. Penelitian ini dilakukan pada logam aluminium karena aluminium merupakan logam ringan yang paling banyak digunakan dalam usaha perindustrian, dan disini penulis mencoba menggunakan alternatif elektrolit dari larutan asam cuka yang merupakan bahan organik yang tidak membahayakan bagi lingkungan hidup karena dapat langsung diuraikan oleh lingkungan. Anodizing merupakan proses pembentukan lapisan oksida pada permukaan logam secara elektrokimia, dimana permukaan logam dibuat agar dapat menyerap lapisan oksida yang memiliki struktur pori-pori yang dapat menyerap larutan warna. Anodizing diterapkan untuk memperbaiki permukaan pada logam seperti aluminium, titanium, magnesium, seng, tembaga, kadmium, perak, dan sebagainya. Pada penelitian kali ini proses anodising yang dilakukan ditujukan untuk logam aluminium dengan variasi waktu proses pencelupan dimana variasinya adalah 30, 45 dan 60 menit dan variasi konsentrasi larutan asam cuka dimana variasinya adalah 5%, 10%,15%, 20% dan 25%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan warna lapisan permukaan aluminium hasil proses anodizing akibat pengaruh variasi waktu proses pencelupan dan variasi konsentrasi larutan elektrolit asam cuka. Obyek penelitian adalah aluminium strip murni dipasaran dengan ketebalan 1 mm lebar 25 mm dan panjang 100 mm yang akan dianodising dengan variasi waktu proses pencelupan dan variasi konsentrasi larutan elektrolit asam cuka. Proses pembandingan warna dilakukan dengan menggunakan Software Photoshop berdasarkan intensitas warna dalam menyerap cahaya. Setelah pengujian maka didapat data yaitu warna paling cerah dihasilkan oleh anodising dengan waktu proses pencelupan 15 menit dengan konsentrasi 25% asam cuka dengan intensitas warna sebesar 1.532.032,56 sedangkan warna yang paling gelap dihasilkan oleh anodising dengan waktu proses pencelupan 60 menit dengan konsentrasi 5% dengan intensitas warna sebesar 198.992,7755. Analisis data menggunakan teknik deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan warna lapisan permukaan aluminium yang dihasilkan dari proses anodizing dengan variasi waktu proses pencelupan dan konsentrasi larutan asam cuka.

Model perangkat lunak belajar matematika untuk grafik fungsi trigonometri / Syaiful Hamzah Nasution

 

Obyek matematika adalah benda fikiran, yang sifatnya abstrak. Karena itu wajar apabila matematika tidak mudah dipahami oleh kebanyakan siswa. Untuk mengatasi hal tersebut maka dalam mempelajari suatu konsep atau prinsip-prinsip matematika diperlukan pengalaman belajar dan alat bantu media belajar yang dapat digunakan sebagai jembatan bagi siswa dalam memahami konsep. Sejalan dengan kemajuan teknologi jaringan dan perkembangan internet, memungkinkan penerapan teknologi ini di berbagai bidang termasuk di bidang pendidikan. Di masa datang penerapan teknologi internet di bidang pendidikan akan sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan dan memeratakan mutu pendidikan, terutama di Indonesia yang wilayahnya terbesar di berbagai daerah yang sangat berjauhan. Sehingga diperlukan solusi yang tepat dan cepat dalam mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan mutu pendidikan sekarang. Dengan adanya aplikasi pendidikan jarak jauh yang berbasiskan internet, maka ketergantungan akan jarak dan waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan pendidikan dan latihan akan dapat diatasi, karena semua yang diperlukan akan tersedia secara online sehingga dapat diakses dimanapun, kapanpun dan oleh siapapun Kelebihan dari model perangkat lunak ini adalah dapat digunakan secara online (dengan Internet atau LAN) maupun offline, digunakan secara individu dengan menggunakan CD. Model perangkat lunak ini dapat digunakan pada komputer yang memiliki browser dan webserver baik pada Sistem Operasi Windows atau Linux. ------------------------------------------------------------------------------- Object in mathematic is a mind with abstract characteristic. It’s natural that student are not easy understand mathematic. In order to solve problems, in learning a concept or mathematic principle of need an experience and media. These are used as a bridge for student to understand concept. Referring to network progress and internet develop, it’s possible to apply this technology in many aspect, including education. The application of internet technology in education is very needed to increase and flatten the quality of education. Especially in Indonesia where region far from others. Therefore, good and fast solution in solving many problems which connection to the quality of education is required. By software education based on internet technology, problem of distance and time to recognize education can be solve, because all the aspect needed are available online. So everyone can access it every where and every time. The advantages of this model is can be used online (with Internet connection or LAN) or offline, it can be used individually with Compact Disk (CD). This software model can be use for personal computer which have a browser and web server whether in Windows Operating System or Linux.

Pengembangan inventori self-regulated learning bagi siswa sekolah lanjutan tingkat pertama/ oleh Herly Janet Lesilolo

 

Hubungan pelatihan pengembangan kerja dan motivasi kerja terhadap produktivitas kerja karyawan CV. Gina Garment Denpasar / Eny Trianawati

 

Setiap perusahaan yang didirikan pada umumnya bertujuan untuk memperoleh keuntungan. Tujuan tersebut akan tercapai apabila ada kerjasama antara perusahaan dengan karyawan untuk mencapai produktivitas yang tinggi. Pelaksanaan pelatihan pengembangan kerja akan membantu tercapainya peningkatan produktivitas kerja namun tingkat kemahiran kerja setelah mengikuti pelatihan pada tiap karyawan berbeda-beda. Begitu juga apabila didorong oleh motivasi yang tinggi akan tercapai produktivitas yang lebih baik namun motivasi kerja yang dimiliki tiap karyawan juga berbeda-beda. Hal ini yang dapat berdampak pada tinggi rendahnya produktivitas kerja pada perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) tingkat kemahiran kerja setelah mengikuti pelatihan pengembangan kerja pada setiap karyawan (2) Motivasi kerja karyawan (3) Produktivitas kerja karyawan (4) Hubungan pelatihan pengembangan kerja dan motivasi kerja terhadap produktivitas kerja karyawan CV. Gina Garment Denpasar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang berjumlah 50 orang diambil seluruhnya sebagai subyek penelitian. Instrumen yang digunakan adalah skala pelatihan pengembangan kerja, skala motivasi kerja dan skala produktivitas kerja. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, korelasi dan regresi ganda. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan CV. Gina Garment Denpasar pada bulan Februari sampai dengan Mei 2008.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemahiran kerja karyawan setelah mengikuti pelatihan pengembangan kerja pada perusahaan termasuk dalam kategori sedang sebesar 56%, Motivasi kerja karyawan menunjukkan kategori tinggi sebesar 74%, tingkat produktivitas kerjanya juga menunjukkan pada kategori sedang yaitu 64%. Selain itu juga terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pelatihan pengembangan kerja dan motivasi kerja terhadap produktivitas kerja pada karyawan CV. Gina Garment Denpasar. Kepada karyawan diharapkan bersedia bekerjasama dengan perusahaan dalam bentuk keseriusan mengikuti pelatihan pengembangan kerja dan meningkatkan motivasi kerja sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kerja. Dari hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada pimpinan perusahaan untuk lebih meningkatkan pelatihan pengembangan kerja mulai dari kedisiplinannya, metode-metode pelatihan pengembangan kerja dan tujuannya. Selain itu perusahaan harus mengetahui berbagai motif-motif karyawan dan lebih

Bursa kerja aktif (BKA): studi kasus di SMK PGRI 3 Kota Malang / Fredi Santoso

 

Lapangan pekerjaan merupakan indikator penting tingkat kesejahteraan masyarakat dan sekaligus menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah salah satu lembaga pendidikan yang bertujuan mempersiapkan peserta didik untuk siap bekerja. Untuk menghadapi tantangan dan mewujudkan tujuan tersebut, pemerintah mengeluarkan Kepmennaker No. 2 tahun 1994, tentang Bursa Kerja Khusus atau BKK. Bursa Kerja Khusus adalah bursa kerja yang berada di satuan Pendidikan Menengah untuk menyalurkan lulusan pada Dunia Usaha/Industri. Salah satu sekolah yang mempunyai lembaga tersebut adalah SMK PGRI 3 Kota Malang yang diberi nama BKA (Bursa Kerja Aktif). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Bursa Kerja Aktif (BKA) SMK PGRI 3 Kota Malang yang meliputi bentuk dan usaha menjalin kerjasama dengan perusahaan, upaya memasarkan lulusan, tingkat keberhasilan memasarkan lulusan dan hambatan dalam Bursa Kerja Aktif (BKA). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, Sedangkan jenis penelitian kualitatif dalam penelitian ini adalah studi kasus. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk kerjasama Bursa Kerja Aktif (BKA) SMK PGRI 3 Kota Malang dengan perusahaan adalah penempatan siswa Prakerin (Praktek Kerja Industri), penyaluran lulusan ke Dunia Usaha/Industri, memberikan training kepada guru, memberikan modul-modul pembelajaran, sampai pembukaan kelas-kelas industri/perusahaan. Sedangkan usaha yang dilakukan BKA dalam menjalin kerjasama dengan perusahaan adalah kunjungan ke Dunia Usaha/Industri. Upaya yang dilakukan BKA dalam memasarkan lulusan adalah menyelenggarakan Program Pembekalan Alumni, mengajukan proposal ke perusahaan dan dengan adanya kelas perusahaan. Tingkat keberhasilan Bursa BKA dalam memasarkan lulusannya menurut standart ISO adalah 80% dari jumlah lulusan dan dari pihak sekolah lebih menekankan pada peningkatan tiap tahunnya, akan tetapi sampai bulan November 2008 lulusan yang terserap melalui BKA adalah 24,5%. Hambatan-hambatan yang dialami oleh BKA adalah sebagian besar lulusan atau keluarganya tidak mau bekerja di luar kota, ada yang ingin nganggur dulu dan lulusan masih pilih-pilih pekerjaan. Tindakan pertama atau solusi yang dilakukan BKA untuk mengatasi hal tersebut adalah memberikan motifasi pada saat pembekalan, memanggil siswa dan orang tuanya untuk diberikan pengarahan dan memberikan pembinaan mulai kelas satu bahwa mereka nanti harus siap dan mau bekerja dimanapun.

Penerapan strategi saluran distribusi pada unit usaha olah-olah khas Malang Kripik Tempe "Cak Mul" / Denistina Fajarrina

 

ABSTRAK Fajarrina, Denistina. 2008. Penerapan Strategi Saluran Distribusi pada Unit Usaha Oleh-oleh Khas Malang Kripik Tempe “Cak Mul”. Tugas Akhir, Jurusan D-III Manajemen Pemasaran FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Supriyanto, M.M Kata Kunci: Strategi, Saluran Distribusi Manajemen yang baik, visi dan misi yang tepat serta sumber daya yang dikelola secara benar, akan dapat menghasilkan suatu hasil yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Hal itu merupakan strategi yang dapat dilakukan, agar mencapai target produksi yang telaj ditentukan. Salah satu unit usaha kripik tempe yang bernama Kripik Tempe Cak Mul yang bertempat di Jalan Bango Utara 1 No. 8 Malang merupakan salah satu dari sekian banyak perusahaan yang memanfaatkan sumber daya alam untuk kegiatan produksinya. Unit usaha ini mengolah kedelai menjadi tempe dan kemudian menjadi kripik tempe. Pelaksanaan dari Praktikum Manajemen Pemasaran III yang digunakan dalam penyusunan Tugas Akhir ini dilakukan mulai 22 September dan berakhir pada tanggal 31 Oktober 2008. Untuk sistem praktik di unit usaha Kripik Tempe Cak Mul, dilakukan sesuai dengan perencanaan kegiatan, yaitu: mencari data yang ada dalam unit usaha Kripik Tempe Cak Mul dengan bekerja langsung sesuai pekerjaan yang ada dalam unit usaha Kripik Tempe Cak Mul. Dari penjelasan latar belakang di atas, dirumuskan tujuan dari penerapan saluran distribusi sebagai salah satu strategi bauran pemasaran pada unit usaha tersebut. Selain itu, model yang dipergunakan juga perlu dipikirkan guna penerapan saluran distribusi sebagai salah satu strategi bauran pemasaran tersebut, faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan saluran distribusi, dan kiat dalam mengatasi persaingan. Penulis mengangkat judul tugas akhir ”Penerapan Strategi Saluran Distribusi pada Unit Usaha Oleh-oleh Khas Malang Kripik Tempe Cak Mul”. Dalam hal ini, Penerapan Strategi Saluran Distribusi yang dikembangkan oleh unit usaha Kripik Tempe Cak Mul adalah menggunakan Strategi Cakupan Distribusi. Dikarenakan unit usaha Kripik Tempe Cak Mul belum memiliki pasar yang besar, maka cakupan distribusi inilah yang dilaksanakannya. Dalam strategi ini, terdapat tiga macam, antara lain Distribusi Intensif, Distribusi Selektif, Distribusi Eksklusif. Dari ketiga macam strategi cakupan distribusi tersebut, yang digunakan oleh unit usaha Kripik Tempe Cak Mul adalah Distribusi Intensif, yaitu produsen berusaha menyediakan produknya di semua retail outlet yang mungkin untuk memasarkan produknya dan Distribusi Eksklusif, yaitu produsen menggunakan pedagang besar atau pengecer dalam daerah tertentu. Srategi ini memberikan keuntungan bahwa produk usaha tersedia luas di pasar. Kegiatan yang dilakukan selama PKL (Praktik Kerja Lapangan) di unit usaha Kripik Tempe Cak Mul adalah dimulai dari pengenalan tentang unit usaha, alat-alat produksi, proses produksi, pengemasan dan pemasaran produknya. Praktik ini dilakukan selama kurang lebih satu setengah bulan. Dengan pengenalan yang terbuka, membuat kami sebagai mahasiswa sangat senang dan bangga. Jadi, kami lebih memahami bagaimana dengan adanya unit usaha tersebut. Dengan pelaksanaan strategi saluran distribusi yang dilaksanakan oleh unit usaha Kripik Tempe Cak Mul, maka penyampaian barang kepada konsumen lebih cepat diterima. Dengan adanya penerapan saluran distribusi sebagai salah satu strategi bauran pemasaran, unit usaha ini disarankan dapat meningkatkan penerapan strategi saluran distribusi, sehingga produk yang dihasilkan bisa lebih tersedia di pasar dan akhirnya lebih diterima oleh konsumen.

Analisis kestabilan pestida kalsium polisulfida terhadap kondisi penyimpanan dan komposisi penyusunnya dengan spektrofotometri serapan atom dan spektrofotometri sinar tampak / Hardika Setia Admaja

 

i ABSTRAK Admaja, Hardika Setia. 2009. Analisis Kestabilan Pestisida Kalsium Polisulfida terhadap Kondisi Penyimpanan dan Komposisi Penyusunnya dengan Spektrofotometri Serapan Atom dan Spektrofotometri Sinar Tampak. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D., (II) Dr. Subiyakto. Kata kunci: pestisida, kalsium polisulfida, kondisi penyimpanan, komposisi penyusun, spektrofotometri serapan atom, spektrofotometri sinar tampak. Penggunaan pestisida sekarang ini banyak dilakukan secara luas oleh masyarakat untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Salah satu organisme yang dapat dikendalikan oleh pestisida adalah tungau kuning (Polyphagotarsonemus Latus). Tungau kuning ini merupakan hama yang sering menyerang tanaman jarak pagar. Berdasarkan jenis OPT-nya, pestisida yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama tungau adalah belerang. Salah satu jenis pestisida belerang pada saat ini adalah pestisida kalsium polisulfida. Larutan kalsium polisulfida bersifat tidak stabil terhadap udara dan cahaya. Apabila larutan kalsium polisulfida diletakkan di tempat terbuka maka larutan kalsium polisulfida akan terdekomposisi menjadi endapan kalsium sulfit dan kristal belerang sedangkan warna filtratnya memudar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ketidakstabilan kompleks kalsium polisulfida terhadap komposisi penyusun pestisida dan pola penyimpanannya dengan mengunakan metode spektrofotometri sinar tampak serta spektrofotometri serapan atom. Penelitian ini bersifat eksperimen laboratoris yang dilakukan di laboratorium Jurusan Kimia FMIPA UM dengan variabel bebas adalah komposisi kalsium oksida dan belerang yang digunakan dalam pembuatan kalsium polisulfida, waktu dan tempat penyimpanan kalsium polisulfida, dan variabel kontrol adalah waktu pemasakan, proses pengukuran AAS, dan spektronik 20D pada kalsium polisulfida. Sedangkan variabel terikatnya adalah filtrat kalsium polisulfida yang dihasilkan. Proses pembuatan meliputi persiapan sampel yaitu pembuatan larutan kalsium polisulfida dari CaO dan belerang dalam air yang mendidih dengan perbandingan 2:1; 1:1; 1:2 dan 1:3 dengan menggunakan refluks. Setelah semua sampel dibuat kemudian disaring dan dimasukkan dalam tabung kaca 10 mL, kemudian disimpan di tempat gelap dan terang. Mulai awal hingga akhir penyimpanan akan diukur intensitas warna kompleks kalsium polisulfida dengan spektrofotometri sinar tampak dan pengukuran konsentrasi logam kalsium pada kompleks kalsium polisulfida dengan mengunakan spektrofotometri serapan atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dengan metode spektrofotometri sinar tampak, untuk komposisi kalsium polisulfida 1:1, 1:2, dan 1:3 pada tempat penyimpanan baik disimpan di tempat gelap maupun terang memiliki harga absorbansi yang hampir sama kecuali pada komposisi kalsium polisulfida 2:1 dan untuk pola penyimpanan yang diukur mulai hari pertama hingga hari kesembilan ii pada semua komposisi kalsium polisulfida mempunyai hasil absorbansi yang tidak konstan, (2) Dengan metode spektrofotometri serapan atom, untuk komposisi kalsium berbagai komposisi pada tempat penyimpanan baik disimpan di tempat gelap maupun terang memiliki harga absorbansi yang berbeda dan untuk pola penyimpanan yang diukur mulai hari pertama hingga hari kesembilan pada semua komposisi kalsium polisulfida mempunyai hasil absorbansi yang tidak konstan, (3) Berdasarkan metode spektrofotometri sinar tampak dan spektrofotometri serapan atom, komposisi penyusun kalsium polisulfida 1:3 lebih mudah terbentuk kompleks kalsium polisulfida daripada komposisi yang lain, (4) Senyawa kompleks yang terdapat dalam pestisida kalsium polisulfida untuk berbagai komposisi dan disimpan di tempat gelap maupun terang tidak stabil setelah dianalisis dengan dua metode yang berbeda yaitu spektrofotometri sinar tampak dan spektrofotometri serapan atom (AAS).

Meningkatkan kemampuan menjumlahkan bilangan cacah dengan menggunakan media sedotan pada mata pelajaran matematika di kelas II SDN Sumber Agung 2 Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan / Rita Kurnia Jeuyanan

 

ABSTRAK Jeuyanan, K.R 2009. Meningkatkan kemampuan menjumlahkan bilangan cacah dengan menggunakan media sedotan di kelas II SDN Sumber Agung II kecamatan Grati Pasuruan. Tugas akhir S-1 PGSD, jurusan kependidikan sekolah dasar dan prasekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Harmini, M.Pd (2) Drs. Goenawan Roebyanto, M.Pd Kata kunci: Meningkatkan kemampuan menjumlakan bilangan cacah dengan menggunakan media sedotan. Untuk mencapai tujuan pendidikan dasar maka disusunlah kurikulam untuk SD. Kurikulum yang dipergunakan oleh SD sekarang ini adalah kurikulum 2006. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang masuk ke dalam kurikulum ini mulai dari kelas I sampai kelas VI. Hal ini membuktikan bahwa matematika merupakan pelajaran penting yang wajib diajarkan di sekolah, khususnya dalam pembelajarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyelesaikan penjumlahan bilangan cacah di kelas II SDN Sumber Agung II kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini termasuk dalam kategori Penelitian Tindakan Kelas. Sedangkan masalah yang menjadi fokus perhatian dalam penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan siswa dalam mengerjakan soal penjumlahan bilangan cacah dengan menggunakan media sedotan di kelas II SDN Sumber Agung 2 Kecamatan Grati dengan jumlah siswa 48 yang menjadi subyek penelitian sebanyak 3 siswa. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes, observasi dan wawancara. Adapun untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan digunakan teknik analisis deskritif. Hasil pengamatan dan pembahasan menunjukan bahwa: (1) dari siswannya, ada kesalahan dalam menyelesaikan soal penjumlahan bilangan cacah dengan teknik menyimpan. Jenis kesalahan antara lain: siswa kurang teliti dalam menjumlahkan bilangan yang disimpan (2) dari orang tua, ada orang tua yang kurang memberikan perhatian terhadap belajar anaknya.

Pengaruh kualitas air muara anak sungai terhadap kualitas air di sungai Surabaya / Rohismawati

 

Perkembangan industri membawa dampak positif dan negatif. Dampak negatif dari kegiatan industri adalah adanya limbah industri yang merupakan salah satu sumber pencemaran. Banyak limbah industri mengandung senyawa anorganik berupa logam yang bersifat racun dan dapat menyebabkan kematian. Sungai Surabaya sebagai sungai utama DAS Brantas bagian hilir merupakan sumber utama PDAM untuk menyediakan air kebutuhan rumah tangga maupun industri di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Beberapa muara anak sungai yang menjadi salah satu sumber pemasukan air di Sungai Surabaya berada di dekat kawasan industri, pertanian, dan kepadatan penduduk tinggi sehingga sangat rawan terjadi pencemaran dan menjadi faktor penyebab pencemaran di Sungai Surabaya, karena itu perlu dilakukan analisis parameter kualitas air untuk mengetahui seberapa besar pengaruh muara anak sungai terhadap kualitas air di Sungai Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) mengetahui nilai parameter kualitas air di muara anak sungai dan Sungai Surabaya, 2) mengetahui pengaruh kualitas air muara anak sungai terhadap kualitas air di Sungai Surabaya.Metode yang digunakan dalam penelitian bersifat survei lapangan. Titik pengambilan sampel berada di 8 lokasi Sungai Surabaya antara lain Bendungan Lengkong Baru, Tambangan Canggu, Jembatan Perning, Tambangan Cangkir, Tambangan Bambe, Karang Pilang, Jembatan Sepanjang dan Gunung Sari serta 5 titik muara anak Sungai Surabaya yaitu Watu Dakon, Sungai Marmoyo, Jembatan Perning Kloji, Muara Kali Tengah, dan Kali Asin. Parameter kualitas air yang dikaji antara lain pH, suhu, TSS, TDS, DO, BOD, COD, dan CO2 terlarut. Untuk mengetahui pengaruh muara anak sungai terhadap tingkat pencemaran di Sungai Surabaya, maka dilakukan perbandingan BOD dan COD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter kualitas air di Sungai Surabaya yang tidak memenuhi kriteria air untuk kelas II adalah pada Periode I: suhu, TSS, BOD,dan COD. Pada periode II: TSS, BOD, dan DO di Gunung Sari. Pada periode III: TSS, BOD, DO dan COD. Di muara anak Sungai Surabaya, nilai parameter yang tidak memenuhi kriteria air untuk kelas II adalah pada Periode I: suhu, TSS, BOD, DO, dan COD. Pada periode II: suhu,TSS, TDS dan DO, dan COD. Pada periode III: Suhu, TSS, TDS, DO, dan COD. Berdasarkan perbandingan nilai BOD dan COD di muara anak sungai dan Sungai Surabaya, maka: Watu Dakon tidak berpengaruh terhadap kualitas air di Jembatan Perning; Jembatan Perning Kloji tidak berpengaruh terhadap kualitas air di Tambangan Cangkir; Sungai Marmoyo 4 dan Kali Asin berpengaruh terhadap kualitas air di Tambangan Cangkir; serta Muara Kali Tengah berpengaruh terhadap kualitas air di Tambangan Bambe (pada periode II).

Studi kinerja mahasiswa pendidikan teknik mesin pada kegiatan praktik pengalaman lapangan keguruan semester genap 2007/2008 di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen / Mohamad Saifudin

 

ABSTRAK Saifudin, Mohamad. 2008. Studi Kinerja Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Pada Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan Keguruan Semester Genap 2007/2008 di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen.Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Kusdi, S.T., M. T, (II) Dra. Widiyanti, M.Pd. Kata Kunci: praktik pengalaman lapangan. Guru memegang peranan penting dalam perencanaan maupun pelaksanaan pembelajaran lebih lanjut dikemukakan bahwa guru adalah perencana, pelaksana, dan pengembang kurikulum bagi kelasnya. Praktik pengalaman lapangan adalah pengembangan kompetensi mahasiswa dalam melaksanakan praktik kependidikan agar mahasiswa siap menjadi tenaga pendidik. Permasalahan yang muncul mengenai mahasiswa praktik pengalaman lapangan keguruan semester genap 2007/2008 di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen dalam penelitian ini adalah (1) Kinerja Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin pada Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan ditinjau dari segi perencanaan pembelajaran, (2) Kinerja Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin pada Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan ditinjau dari segi pelaksanaan pembelajaran, dan (3) Kinerja Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin pada Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan ditinjau dari segi evaluasi pembelajaran. Penelitian ini dirancang dengan rancangan deskriptif kuantitatif serta dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Ada 20 orang sebagai responden dan 9 guru pamong sebagai sumber data. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kinerja mahasiswa PPL Keguruan semeter genap 2007/2008 di SMK Muhamadiyah 1 Kepanjen, dari segi perencanaan pembelajaran sebanyak 5 orang atau 25% sangat baik, 6 orang atau sebesar 30% dikatakan baik, 3 orang atau sebesar 15% dikatakan cukup, 5 orang atau sebesar 25% dikatakan kurang baik, dan hanya 1 orang atau sebesar 5% dikatakan tidak baik. Dari segi pelaksanaan pembelajaran sebanyak 5 orang atau sebesar 25% dikatakan sangat baik, 5 orang atau sebesar 25% dikatakan baik, 4 orang atau sebesar 20% dikatakan cukup, 3 orang atau sebesar 15% dikatakan kurang baik, dan 3 orang atau sebesar 15% dikatakan tidak baik. Sedangkan dari segi evaluasi pembelajaran sebanyak 7 orang atau sebesar 35% dikatakan sangat baik, 6 orang atau sebesar 30% dikatakan baik, 4 orang atau sebesar 20% dikatakan cukup, 1 orang atau sebesar 5% dikatakan kurang baik, dan orang atau sebesar 10% dikatakan tidak baik.

Faktor-faktor yang mempengarui konsumen pada pembelian busana wanita di Desa Wonokerto Kecamatan Bantur Kabupaten Malang / Mufidah

 

Wirausaha adalah jenis usaha mandiri yang didirikan oleh seorang wirausahawan. Kemampuan wirausaha/kewiraniagaan merupakan perpaduan antara seni berkomunikasi dan keahlian menawarkan ide agar memperoleh peluang untuk memasarkan produk. Memulai usaha diperlukan perencanaan dalam bentuk dokumen yang berisikan ide dasar,dan pertimbangan mendirikan sebuah wirausaha. Dalam rencana bisnis perlu diproyeksikan aspek pemasaran pengoperasian dan pembiayaan aktifitas yang dilakukan selama tiga sampai lima tahun pertama membuka usaha. Perencanaan usaha ini memiliki empat tujuan dasar yaitu identifikasi lingkungan dan kesempatan bisnis, pendekatan yang digunakan untuk mendapatkan peluang atau kesempatan, identifikasi faktor penentu keberhasilan usaha, dan rencana pemodalan. Pengkajian faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli busana wanita bermanfaat untuk mengetahui perilaku konsumen dan selera konsumen terhadap produk. Hal ini bermanfaat untuk mengembangan strategi pemasaran yang diharapkan mampu meraih pangsa pasar yang tersedia serta mempermudah pendistribusian produk. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif dengan populasi sejumlah 3500 responden. Teknik sampling yang digunakan yaitu random sampling dengan jumlahnya responden 252, yang terbagi atas empat dusun yaitu dusun Krajan, dusun Gampingan, dusun Wonogiri, dusun Gemuk Mojo. Variabel penelitian adalah faktor pribadi (usia, pekerjaan, ekonomi, gaya hidup dan kepribadian) dan faktor sosial (kelompok, keluarga, peran status). Konsumen yang akan dijadikan sampel untuk penelitian ini adalah konsumen wanita desa Wonokerto. Busana wanita yang dimaksudkan dalam penelitian ini yaitu busana yang dipergunakan oleh wanita untuk keperluan sehari-hari atau kesempatan tertentu. Sesuai dengan jenis data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini Instrumen penelitian yang dipakai dalam penelitian adalah secara dokumentasi, kuesioner dan wawancara, sedangkan teknik analisanya menggunakan rumus prosentase.Hasil penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen pada pembelian busana wanita dapat diketahui sebagai berikut: Faktor usia meliputi: konsumen dalam membeli busana mempertimbangkan model busana sesuai usia prosentasenya 92 %, mengikuti tren yang sesuai usia prosentasenya 76.2 %, berdasarkan kebutuhan yang sesuai usia prosentasenya 85.5 %, berdasarkan hiasan bordir dan manik-manik yang sesuai usia prosentasenya 73.8 %. Faktor pekerjaan meliputi: konsumen membeli busana menyesuaikan dengan pekerjaan prosentasenya 69.5 %, menyesuaikan model busana dengan lingkungan pekerjaan prosentasenya 60 %, dengan jabatan pekerjaan prosentasenya 65 %. Faktor ekonomi meliputi: konsumen dalam membeli busana mempertimbangkan keadaan ekonomi prosentasenya 56.7 %, membeli busana secara tunai prosentasenya 61 %, melihat tingkat keuangan prosentasenya 51 %. Faktor gaya hidup meliputi: konsumen menyesuaikan keserasian dalam berbusana prosentasenya 58.3 %, keserasian warna prosentasenya 65.4 %, menggunakan pelengkap busana prosentasenya 82 %, menggunakan busana kerja ketika kerja prosentasenya 63.8 %. Faktor kepribadian meliputi: konsumen memilih ukuran busana yang pas badan prosentasenya 78,9 %, motif geometris (kotak, garis) prosentasenya 85.7 %, menyukai warna terang prosentasenya 71.8 %, model rok panjang prosentasenya 67 %. Faktor kelompok meliputi: konsumen mengikuti orang-orang yang menjadi acuan tren prosentasenya 59.5 %, pemilihan merek busana sesuai pendapat kelompok prosentasenya 75.3 %, mempertimbangkan informasi dari kelompok prosentasenya 75.3 %. Faktor keluarga meliputi: ketika membeli busana mempertimbangkan orang tua prosentasenya 63 %, pasangan dalam keluarga prosentasenya 59 %, kebiasaan berbusana keluarga prosentasenya 61.5 %. Faktor peran status meliputi: mempertimbangkan peran statusnya dimasyarakat prosentasenya 70 %, memilih model busana prosentasenya 61 %, menggunakan busana sehari-hari sesuai peran statusnya prosentasenya 57.5 %, menggunakan busana yang sesuai dengan peran statusnya ketika pergi ke pesta prosentasenya 65.8 %. Dapat disimpulkan bahwa dalam berwirausaha hendaknya produsen menyiapkan produk dengan mode, tren dan kebutuhan busana yang sesuai usia, menyediakan busana yang sesuai dengan pekerjaan konsumen, tingkat ekonomi, dan gaya hidup masyarakat desa Wonokerto. Mode busana yang disarankan adalah mode yang memiliki ukuran busana pas badan, memiliki motif geometris (kotak, garis), dan rok panjang. Serta dalam memilih busana melihat orang-orang yang menjadi acuan tren dan mempertimbangkan pendapat dan informasi dari kelompok dilingkungannya. Pendapat keluarga dan kebiasaan berbusana keluarga akan menjadi pertimbangan dalam membeli busana. Peran status dimasyarakat juga menjadi pertimbangan dalam membeli dan memilih model busana. Saran bagi wirausahawan, agar dalam menentukan produk yang akan dijual para wirausahawan mempertimbangkan usia konsumen yang akan menjadi segmen pasarnya, melihat kebutuhan lingkungan yang akan dibidik menjadi pasar sasaran. Bagi penelitian lanjut, penulis agar meneliti tentang pengaruh perilaku konsumen terhadap tingkat produksi busana dengan menentukan konsumen yang dijadikan sampel penelitian dari sebuah perusahaan atau para wirausahawan.

Perbedaan actual return, risk of return, trading volume activity (TVA) dan bid ask spread sebelum dan sesudah merger pada perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2001-2006 / Luluk Pujayanti

 

ABSTRAK Pujayanti, Luluk. 2008.Perbedaan Actual Return, Risk Of Return, Trading Volume Activity (TVA) dan Bid Ask Spread Sebelum dan Sesudah Merger pada Perusahaan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2001-2006. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo, M.M, (II) Yuli Soesetio , S.E, M.M. Kata kunci: Merger, Actual Return, Risk Of Return, Trading Volume Activity (TVA) dan Bid Ask Spread Memasuki era pasar bebas dan perubahan kondisi ekonomi yang relatif lebih cepat membawa dampak yang signifikan terhadap dunia usaha. Persaingan yang sangat ketat harus dilakukan oleh perusahaan agar tetap kompetitif di pasar. Karena itu setiap perusahaan dituntut untuk selalu berkinerja dan mengembangkan strategi usaha yang tepat untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha, Alternatif yang dapat digunakan perusahaan untuk mempertahankan eksistensi dan mengembangkan perusahaan adalah melalui ekspansi, dan yang sedang marak terjadi adalah merger. Merger adalah penggabungan usaha dari dua atau lebih perusahaan menjadi satu perusahaan bertahan dengan namanya sendiri sedang yang lain berhenti sebagai entitas hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Actual Return, Risk Of Return, Trading Volume Activity (TVA) dan Bid Ask Spread Sebelum dan Sesudah Merger Pada Perusahaan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2001-2006. Variabel dalam penelitian ini adalah Actual Return, Risk Of Return, Trading Volume Activity (TVA) dan Bid Ask Spread. Penelitian ini merupakan penelitian kausal komparatif (causal comparative research).Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia yang melakukan merger pada periode tahun 2001-2006 sebanyak 19 perusahaan. Sampel penelitian diperoleh berdasarkan metode pengambilan sampel purposive sampling dengan kriteria-kriteria tertentu sehingga diperoleh 8 perusahaan sampel. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis uji normalitas dengan uji Kolmogorof Smirnof Godnes of Fit Test (K-S) dan selanjutnya uji perbedaan yaitu uji-t jika data terdistribusi normal dan uji Wilcoxon Signed Rank Test jika data tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terjadi kenaikan rata-rata actual return sebelum dan sesudah merger; (2) terjadi penurunan rata-rata risk of return sebelum dan sesudah merger; (3) terjadi peningkatan rata-rata trading volume activity saham sebelum dan sesudah merger; (4) terjadi penurunan rata-rata bid ask spread sebelum dan sesudah merger; (5) ) tidak terdapat perbedaan signifikan rata-rata actual return sebelum dan sesudah merger (6) terdapat perbedaan signifikan rata-rata risk of return sebelum dan sesudah merger (7) terdapat perbedaan signifikan rata-rata trading volume activity saham sebelum dan sesudah merger, serta (8) tidak terdapat perbedaan signifikan rata-rata bid ask spread sebelum dan sesudah merger. Berdasarkan hasil tersebut, saran untuk emitten harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dalam melakukan kebijakan merger, sehingga kebijakan merger mampu meningkatkan sinergi positif bagi perusahaan, untuk investor sebelum investor mengambil keputusan terhadap peristiwa merger terlebih dahulu harus memikirkan dengan baik dampak kedepan merger terhadap investor apakah akan memberikan return yang tinggi, sedangkan untuk penelitian selanjutnya pengambilan sampel dan variabel dapat ditambah jumlahnya atau menambah jumlah periode pengamatan.

Pengaruh kesesuaian tempat PSG dengan program keahlian, motivasi, dan kesepian siswa terhadap prestasi PSG siswa kelas III program keahlian akuntansi SMKN 2 Blitar / Evi Mustikawati

 

Pencapaian prestasi PSG sangat erat kaitannya dengan penempatan siswa di bidang yang sesuai dengan program keahliannya mengingat pelaksanaan PSG tidak terlepas dari dunia kerja (DU/DI). Pelaksanakan PSG erat hubungannya dengan motivasi siswa, baik motivasi intrinsik maupun motivasi ekstrinsik. Jika siswa memiliki motivasi yang tinggi dalam melaksanakan PSG, maka siswa akan terdorong untuk melaksanakan tugas-tugas yang diberikan di DU/DI dengan sebaik-baiknya sehingga hasil/prestasi yang dicapai juga akan optimal. Selain motivasi, faktor kesiapan siswa juga mempengaruhi prestasi PSG yang dicapai siswa.Siswa yang memiliki kesiapan dalam melaksanakan PSG akan dapat bekerja dengan baik di DU/DI, sebaliknya siswa yang kurang atau bahkan tidak siap dalam melaksanakan PSG, berarti tidak memiliki bekal yang cukup ketika memasuki DU/DI sehingga tidak akan dapat mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesesuaian tempat PSG dengan program keahlian, motivasi, dan kesiapan siswa baik secara parsial maupun simultan terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini termasuk penelitian eksplanasi (explanatory research) dengan pendekatan survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III program keahlian Akuntansi di SMKN 2 Blitar dengan pengambilan sampel menggunakan teknik ”purposive sampling”. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan angket dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan Pearson Product Moment untuk uji validitas, Alpha Cronbach untuk uji reliabilitas, dan regresi berganda untuk mengetahui pengaruh baik secara parsial maupun simultan dari variabel-variabel dalam penelitian ini. Dari hasil analisis data diketahui bahwa: (1) Kesesuaian tempat PSG dengan program keahlian berpengaruh terhadap prestasi PSG, terbukti dari hasil analisis diperoleh nilai t= 3,934 dan signifikan t=0,000; (2) Motivasi siswa dalam melaksanakan PSG berpengaruh terhadap prestasi PSG, terbukti dari hasil analisis diperoleh nilai t=1,912 dan signifikan t=0,005; (3) Kesiapan siswa dalam melaksanakan PSG berpengaruh terhadap prestasi PSG, terbukti dari hasil analisis diperoleh nilai t=1,587 dan signifikan t=0,004; (4) Kesesuaian tempat PSG dengan program keahlian, motivasi, dan kesiapan siswa dalam melaksanakan PSG berpengaruh secara simultan tehadap prestasi PSG, terbukti dari hasil analisisdiperoleh nilai F=18,312 dan signifikan F=0,000.

Analisis buku teks geografi SMA kelas X semester II pada materi atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi / Nurul Chusnah

 

Ketergantungan seorang guru terhadap buku teks yang tujuannya untuk menunjang proses pembelajaran agar berlangsung lancar terjadi pada semua mata pelajaran, begitu juga dengan mata pelajaran Geografi. Ketergantungan buku teks tersebut terjadi di semua tingkatan pendidikan. Selain menunjang proses pembelajaran, buku teks juga dapat membantu ketercapaian siswa terhadap kompetensi-kompetensi yang telah ditetapkan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Zevin (dalam Purwanto 2001:1) yang menyatakan ”para guru IPS pada umumnya bergantung pada buku teks sebagai bagian utama pengajaran mereka. Walaupun para guru termasuk guru Geografi sangat bergantung pada buku teks, kondisi buku teks yang ada belum menunjukkan buku yang berkualitas”. Selain guru, siswa juga membutuhkan buku teks dalam setiap kegiatan pembelajarannya. Tujuannya adalah untuk menambah penjelasan yang tidak ia diperoleh dari guru pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung di sekolah. Untuk mengungkapkan kualitas dari buku teks, khususnya untuk buku teks Geografi SMA, maka penelitian ini merumuskan masalah sebagai berikut. (1) bagaimana kebenaran konsep materi Atmosfer? (2) bagaimana kesesuaian isi materi yang terdapat dalam materi Atmosfer dengan kurikulum yang berlaku? (3) bagaimana kebenaran bahasa dalam materi Atmosfer? (4) bagaimana fungsi gambar yang terdapat dalam materi Atmosfer?. Berdasarkan pada rumusan masalah tersebut, maka tujuannya adalah untuk mengetahui kebenaran konsep, kesesuaian isi materi dengan kurikulum, kebenaran bahasa, dan fungsi gambar yang terdapat pada materi Atmosfer. Penelitian ini termasuk penelitian analisis isi. Prosedur yang digunakan untuk mendapatkan data dalam penelitian ini adalah (1) identifikasi buku-buku teks Geografi SMA kelas X semester II yang banyak digunakan SMU negeri di Kota Malang dengan tujuan untuk menentukan objek penelitian; (2) menyusun beberapa intrumen yang dijadikan sebagai alat bantu dalam penelitian; (3) melakukan analisis teks. Instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data berupa pedoman analisis. Data yang telah dikumpulkan, kemudian dikelompokkan dan dideskripsikan. Hasil analisis terhadap kebenaran konsep dalam materi Atmosfer, yaitu ditemukan sebanyak 57 konsep atau sebesar 58% tergolong sebagai konsep yang benar, dimana sebanyak 45 konsep termasuk dalam konsep terdefinisi dan sebanyak 12 konsep termasuk dalam konsep konkrit. Hasil analisis terhadap kesesuaian isi materi Atmosfer dengan kurikulum, yaitu ditemukan sebanyak 5 sub materi atau sebesar 83% dari keseluruhan sub materi dalam materi Atmosfer yang berjumlah 6 sub materi. Hasil analisis terhadap kebenaran bahasa dalam materi Atmosfer, yaitu ditemukan sebanyak 38 kalimat atau sebesar 41% yang tergolong sebagai kalimat yang benar dari keseluruhan kalimat yang berjumlah 92 kalimat. Hasil analisis terhadap gambar-gambar dalam materi Atmosfer, yaitu ditemukan sebanyak 15 gambar atau sebesar 60% yang berfungsi sebagai ilustrasi saja dari keseluruhan gambar yang terdapat pada materi Atmosfer yang berjumlah 25 gambar. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa konsep-konsep dalam materi Atmosfer didominasi oleh konsep terdefinisi yang termasuk dalam konsep yang benar karena sesuai dengan buku acuan, kebenaran konsep dalam materi Atmosfer tergolong cukup. Konsep konkrit yang terdapat dalam materi Atmosfer kebanyakan tergolong sebagai konsep yang tidak benar, karena konsep-konsep tersebut didefinisikan. Kesesuaian isi materi Atmosfer dengan kurikulum tergolong tinggi. Kebenaran bahasa pada materi Atmosfer tergolong rendah. Gambar-gambar yang terdapat pada materi Atmosfer berfungsi sebagai ilustrasi saja. Berdasarkan pada hasil penelitian yang diperoleh, maka ada beberapa saran yang diberikan kepada beberapa pihak, yaitu: (1) kepada guru, sebaiknya sebelum mempergunakan buku teks, haruslah ditelaah terlebih dahulu mengenai penyajian konsep, dan penggunaan bahasa yang terdapat dalam buku teks tersebut; (2) kepada pengarang buku, sebaiknya memperhatikan beberapa hal yang berkaitan dengan kesempurnaan buku, yaitu dalam hal penyajian materi-materi, dan penggunaan bahasa buku.

Penerapan pembelajaran kooperatif model stad (Student Teams Achievement Divisions) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas X-8 SMAN 1 Purwosari / Tri Margaria

 

Berdasarkan hasil observasi awal yang telah dilakukan peneliti dengan mengadakan wawancara dengan guru mata pelajaran biologi SMA Negeri 1 Purwosari kelas X-8, diperoleh informasi bahwa kendala utama yang dihadapi guru dalam pembelajaran biologi di sekolah tersebut adalah kesulitan dalam membuat siswa aktif. Pembelajaran dikelas pada umumnya masih berpusat pada guru dan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X-8 melalui penerapan pembelajaran model STAD dalam mata pelajaran biologi di SMAN 1 Purwosari. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus yang masing-masing meliputi 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X-8 SMAN 1 Purwosari. Penelitian ini dilakukan pada semester gasal tahun 2008/2009, mulai dari bulan Nopember-Desember 2008 dengan materi yang diajarkan yaitu jamur. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, LKS, soal tes, dan catatan lapangan. Teknis analisis data yang digunakan adalah persentase motivasi dan hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan pembelajaran model STAD dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Peningkatan motivasi belajar siswa ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata persentase motivasi belajar siswa dan taraf keberhasilan tindakan dari 25,90% (kurang) pada siklus I menjadi 44,59% (cukup) pada siklus II. Peningkatan hasil belajar dapat diketahui dari ranah kognitif dengan ketuntasan belajar siswa sebesar 55% menjadi 87,5%, ranah psikomotorik siswa juga mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 63,06 % menjadi 73,33 % pada siklus II Saran yang dapat disampaikan dalam penelitian ini antara lain: guru mata pelajaran biologi dapat menerapkan pembelajaran model STAD secara berkesinambungan yang terbukti dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, pembelajaran model STAD dapat diterapkan dengan kegiatan seperti praktikum, mengerjakan LKS dan berdiskusi dengan tujuan membiasakan siswa bekerja secara kelompok dan mengeluarkan pendapatnya; pada tahap presentasi kelompok dibutuhkan waktu yang relatif lama untuk menampilkan semua kelompok untuk tampil sehingga guru harus pandai dalam mengatur waktu.

Pengaruh good corporate governance terhadap praktik perataan laba pada Perusahaan Manufaktur yang listing di BEI periode 2005-2007 / Milani S.

 

Good Corporate Governance (GCG) merupakan seperangkat peraturan yang menetapkan hubungan antara pemegang saham, pengurus, pihak kreditur, pemerintah, karyawan, serta pemegang saham intern dan ekstern lainnya, sehubungan dengan hak dan kewajiban mereka atau dengan kata lain merupakan sistem yang mengarahkan dan mengendalian perusahaan. Untuk mencapai Good corporate governance diperlukan komponen-komponen yang bertugas untuk mengawasi dan memastikan bahwa perusahaan melaksanakan corporate governance dengan benar seperti komposisi dewan komisaris independen, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional. Komposisi dewan komisaris independen adalah persentase dewan pengawas yang berasal dari luar perusahaan. Kepemilikan manajerial adalah persentase kepemilikan saham perusahaan oleh pihak manajer. Kepemilikan institusional adalah kepemilikan saham suatu perusahaan oleh suatu institusi atau badan lain, seperti perusahaan asuransi, bank, perusahaan investasi. Faktor-faktor ini diterapkan untuk mengurangi praktik perataan laba yang merupakan usaha yang disengaja oleh pihak manajemen perusahaan untuk meratakan tingkat laba sehingga pada saat sekarang dipandang normal bagi suatu perusahaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan antara variabel Good Corporate Governance terhadap praktik perataan laba. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data laporan keuangan perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang termasuk dalam perusahaan manufaktur periode 2005-2007 sebanyak seratus empat puluh dua (142) perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak tiga puluh enam (36) perusahaan. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik purpossive sampling. Analisis data yang digunakan adalah Analisis binary logistic regression. Uji binary logistic regression digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel Good Corporate Governance (GCG) terhadap variabel perataan laba baik secara parsial maupun secara simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel Good Corporate Governance (GCG) yang diproxykan dengan komposisi dewan komisaris independen, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan institusonal tidak memiliki pengaruh terhadap perataan laba (income smoothing). Sedangkan pengujian secara simultan, variabel Good Corporate Governace (GCG) yang diproxykan dengan komposisi dewan komisaris independen, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan institusional didapati memiliki pengaruh yang signifikan terhadap praktik perataan laba yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 |