Pengaruh doping ion Mn pada sintesis partikel nano F33xMnxO4(Ox0,8) dengan metode kopresipitasi berbasis pasir besi Tulungagung terhadap sifat kemagnetannya / Dyah Rahmawati

 

ABSTRAK Rahmawati, Dyah. 2010. Pengaruh Doping Ion Mn pada Sintesis Partikel Nano Fe3-xMnxO4 (0 ≤ x ≤ 0,8) dengan Metode Kopresipitasi Berbasis Pasir Besi Tulungagung Terhadap Sifat Kemagnetannya. Penelitian, Program Studi Fisika Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) Ahmad Taufiq, S. Pd, M. Si.(2) Drs. Adbulloh Fuad, M. Si. Kata Kunci : partikel nano Fe3-xMnxO4, kopresipitasi, ukuran kristal, magnetisasi, suseptibilitas. Partikel nano Fe3-xMnxO4 (0 ≤ x ≤ 0,8) telah disintesis dalam bentuk serbuk berbasis Fe3O4 yang diekstrak dari pasir besi dengan menggunakan metode kopresipitasi. Metode kopresipitasi merupakan salah satu metode sederhana yang dapat dikembangkan dalam fabrikasi partikel nano Fe3-xMnxO4. Metode ini dapat dilakukan pada suhu rendah, waktu yang relatif cepat, serta dengan peralatan yang sederhana. Bahkan, fabrikasi partikel nano Fe3-xMnxO4 juga dapat dilakukan dengan mamanfaatkan bahan alam alternatif, yaitu pasir besi. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis, ukuran kristal serta sifat kemagnetan partikel nano Fe3-xMnxO4 dengan menggunakan metode kopresipitasi. Bahan dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasir besi dari Tulungagung, HCl (PA 99,9%), NH4OH (PA 99,9%), MnCl2.4H2O (PA 99,9%). Sampel disintesis dengan metode kopresipitasi pada suhu rendah (70-90oC). Karakterisasi untuk mengetahui kandungan unsur diuji dengan XRF dan magnetisasi dengan menggunakan VSM. Untuk mengetahui ukuran kristal diuji dengan difraksi sinar-X yang kemudian dikonfirmasi dengan TEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel terbentuk dalam ukuran nanometer yaitu sekitar 4,730-8,534 nm. Hasil uji kemagnetan menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur pengukuran pada partikel nano Fe3-xMnxO4 (0 ≤ x ≤ 0,8) maka semakin kecil nilai magnetisasi dan suseptibilitasnya.

Analisis struktur kristal dan sifat histeresis bahan ferroelektrik strontium bismuth titanat (SrBi4Ti4O15) pada berbagai suhu sintering / Nur Zulaicha

 

ABSTRAK Zulaicha, Nur. 2010. Analisis Struktur Kristal dan Sifat Histeresis Bahan Ferroelektrik Strontium Bismuth Titanat (SrBi4Ti4O15) pada berbagai Suhu Sintering. Skripsi, Program Studi Fisika Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Abdulloh Fuad, M.Si., (2) Dra. Hartatiek, M.Si. Kata Kunci: Ferroelektrik, SrBi4Ti4O15, BLSF, Histeresis Ferroelektrik merupakan bahan dielektrik yang mempunyai polarisasi spontan serta mempunyai kemampuan mengubah polarisasi internalnya dengan menggunakan medan listrik yang sesuai. Strontium Bismuth Titanat (SrBi4Ti4O15) merupakan salah satu senyawa ferroelektrik yang memiliki struktur Bismuth Layered Structure Ferroelektrik (BLSF). BLSF sangat potensial untuk digunakan pada aplikasi devais karena memiliki dielektrisitas yang tinggi, kerugian dielektriknya rendah, dan memiliki anisotropi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur kristal dan sifat Histeresis bahan ferroelektrik Strontium Bismuth Titanat pada berbagai suhu sintering. Pada penelitian ini bahan dasar yang digunakan adalah SrCO3 (99,995%), TiO2 (99,99%), dan Bi2O3 (PA). Sampel disintesis dengan metode reaksi padatan (solid state reaction), dikalsinasi pada suhu 600oC selama 4 jam dan disintering pada suhu 950 oC, 1000 oC, 1050 oC, 1100 oC, 1150 oC selama 6 jam. Sampel ditentukan kurva Histeresisnya menggunakan rangkaian sawyer tower pada suhu ruang. Karakterisasi sampel menggunakan Difraksi Sinar-X (XRD) dan dianalisis menggunakan program GSAS yang berbasis metode Analisis Rietveld. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu sintering tidak menyebabkan perubahan struktur. Suhu sintering hanya menyebabkan perubahan parameter kisi a, b, c dan volume kristal. Hasil analisis sifat histeresis menunjukkan bahwa sampel dengan suhu sintering 950oC memiliki Polarisasi Remanen dan Medan Listrik tertinggi dari semua sampel penelitian.

Peningkatan kemampuan menyatakan pendapat melalui pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) pada siswa kelas X.1 SMA Negeri Arjasa Kabupaten Jember / Karina Widya Utami

 

ABSTRAK Utami, Karina Widya. 2009. Peningkatan Kemampuan Menyatakan Pendapat melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Heads Together) Pada Siswa Kelas X.1 SMA Negeri Arjasa Kabupaten Jember. Skripsi. Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Dwi Saksomo, M.Si. Kata kunci: peningkatan, kemampuan, berbicara, numbered heads together Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa. Salah satu keterampilan yang harus dimiliki siswa adalah keterampilan berdiskusi. Pelaksanaan pembelajaran berbicara di sekolah sering diabaikan oleh guru, karena waktu yang diperlukan cukup lama. Akibatnya, siswa tidak dapat berbicara di depan teman-temannya dengan lancar, karena kurang memiliki rasa percaya diri, penggunaan bahasa Indonesia juga menjadi kacau, kurang paham dengan etika dalam berdiskusi, dan isi pembicaraan menjadi tidak tepat. Dalam hal ini, peran diskusi sangat dominan. Salah satu teknik diskusi yang dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa khususnya dalam menyatakan pendapat adalah pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together). Dengan NHT (Numbered Heads Together), siswa memiliki tanggung jawab terhadap teman sekelompoknya untuk mempelajari dan menguasai bahan diskusi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui proses dan hasil peningkatan kemampuan menyatakan pendapat siswa kelas X.1 SMA Negeri Arjasa pada aspek menyampaikan hasil diskusi, mengemukakan tanggapan, dan mengajukan saran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SMA Negeri Arjasa Kabupaten Jember kelas X.1 dengan jumlah siswa 39 orang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Prosedur penelitian tindakan kelas ini meliputi (1) studi pendahuluan, (2) rencana tindakan, (3) pelaksanaan tindakan, (4) pengamatan, (5) diskusi dan refleksi. Adapun data penelitian ini meliputi data proses dan hasil. Data proses merupakan hasil pengamatan, pencatatan lapangan, dan hasil wawancara terkait proses pembelajaran. Data hasil merupakan hasil tes menyatakan pendapat siswa pada kegiatan diskusi. Berdasarkan hasil analisis data proses tindakan yang telah dilaksanakan pada siklus I dan II, dapat dideskripsikan pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dalam pembelajaran menyatakan pendapat, yaitu diawali dengan pembentukan kelompok secara heterogen, pemberian bahan bacaan, pelaksanaan diskusi kelompok, pelaksanaan diskusi kelas, dan refleksi. Proses pembelajaran juga mengalami peningkatan. Selama proses pembelajaran dari tahap pendahuluan, tahap inti, sampai tahap penutup pada saat prates, siswa terlihat masih kurang antusias dan kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Pada siklus I, siswa cukup antusias mengikuti pembelajaran, dan pada siklus II siswa terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahap pembelajaran. Berdasarkan analisis data kuantitatif, diketahui kemampuan siswa dalam menyatakan pendapat pada aspek menyampaikan hasil diskusi pada siklus II, dari ii 39 siswa, sebanyak 38 siswa mencapai ketuntasan belajar (prates 20 siswa, siklus I 29 siswa); 13 siswa dengan kualifikasi baik sekali, 25 siswa dengan kualifikasi baik, dan 1 siswa dengan kualifikasi cukup. Secara kualitatif, siswa yang berkualifikasi baik sekali, menunjukkan lima dari tujuh indikator kesesuaian hasil diskusi dengan artikel, pemilihan respon, logat bicara, kosakata, kelancaran, keberanian, dan etika sangat baik dan dua indikator baik, atau menunjukkan empat indikator sangat baik dan tiga indikator baik, atau tiga indikator sangat baik dan empat indikator baik. Siswa yang berkualifikasi baik menunjukkan dua indikator sangat baik, empat indikator baik dan satu indikator cukup, atau satu indikator sangat baik, lima indikator baik, dan satu indikator cukup, atau semua indikator baik. Siswa yang berkualifikasi cukup menunjukan lima indikator baik dan dua indikator cukup. Kemampuan siswa dalam menyatakan pendapat pada aspek mengemukakan tanggapan pada siklus II, seluruh siswa mencapai ketuntasan belajar (prates 19 siswa, siklus I 24 siswa); 13 siswa dengan kualifikasi baik sekali dan 26 siswa dengan kualifikasi baik. Secara kualitatif, siswa yang berkualifikasi baik sekali, menunjukkan lima dari tujuh indikator kesesuaian tanggapan dengan isi diskusi, pemilihan respon, logat bicara, kosakata, kelancaran, keberanian, dan etika sangat baik dan dua indikator baik, atau menunjukkan empat indikator sangat baik dan tiga indikator baik, atau tiga indikator sangat baik dan empat indikator baik. Siswa yang berkualifikasi baik menunjukkan dua indikator sangat baik, empat indikator baik dan satu indikator cukup, atau satu indikator sangat baik, lima indikator baik, dan satu indikator cukup, atau semua indikator baik. Kemampuan siswa dalam menyatakan pendapat pada aspek mengajukan saran pada siklus II, seluruh siswa mencapai ketuntasan belajar (prates 21 siswa, siklus I 31 siswa); 13 siswa dengan kualifikasi baik sekali dan 26 siswa dengan kualifikasi baik. Secara kualitatif, siswa yang berkualifikasi baik sekali, menunjukkan lima dari tujuh indikator kesesuaian saran dengan isi diskusi, pemilihan respon, logat bicara, kosakata, kelancaran, keberanian, dan etika sangat baik dan dua indikator baik, atau menunjukkan empat indikator sangat baik dan tiga indikator baik, atau tiga indikator sangat baik dan empat indikator baik. Siswa yang berkualifikasi baik menunjukkan dua indikator sangat baik, empat indikator baik dan satu indikator cukup, atau satu indikator sangat baik, lima indikator baik, dan satu indikator cukup, atau semua indikator baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan bagi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, hendaknya dapat menggunakan pembelajaran kooperatif tipe NHT sebagai alternatif dalam kegiatan diskusi karena dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa khususnya dalam hal menyatakan pendapat. Bagi pelaksana peneliti selanjutnya disarankan untuk mengadakan penelitian pembelajaran berbicara dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) pada rumusan masalah yang berbeda.

Peningkatan kemampuan menggambar bentuk silindris melalui pendekatan cooperative learning model examples kelas VII B SMP Negeri 18 Malang / Sodikin

 

ABSTRAK Sodikin. 2009. Peningkatan Kemampuan Menggambar Bentuk Silindris melalui Pendekatan Cooperative Learning Model Examples Non Examples Kelas VII B di SMP Negeri 18 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Drs. Iriaji, M.Pd. (II) Drs. Eko Budi Winarno. Kata kunci: Menggambar Bentuk Silindris, Cooperative Learning, Examples Non Examples, SMP. Penelitian ini dilaksanakan dengan pertimbangan bahwa kemampuan siswa SMP Negeri 18 Malang dalam kegiatan menggambar bentuk silindris masih tergolong rendah. Rendahnya kemampuan tersebut terlihat dari hasil gambar siswa pada pembelajaran sebelumnya belum maksimal yang disebabkan oleh siswa yang sebagian besar belum memahami materi dan langkah-langkah menggambar bentuk silindris dengan baik. Oleh karena itu berdasarkan hasil refleksi dan diskusi dengan guru sejenis terhadap kondisi tersebut pemberian pengetahuan dengan pemberian materi gambar bentuk silindris melalui pendekatan cooperative learning model examples non examples diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menggambar pada siswa kelas VII B SMP Negeri 18 Malang. Pendekatan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Instrumen yang digunakan ialah lembar analisis aktivitas siswa, lembar penilaian unjuk kerja, lembar penilaian produk karya, dan lembar wawancara siswa. Pengumpulan datanya meliputi teknik Pengamatan/observasi, teknik Wawancara dan teknik Dokumentasi. Dengan subyek penelitian siswa kelas VII B SMP Negeri 18 Malang. Hasil dalam penelitian ini adalah bahwa melalui pendekatan cooperative learning model pembelajaran examples non examples dalam proses pembelajaran dapat: (1) meningkatkan pemahaman tentang gambar bentuk silindris pada siswa kelas VII B SMP Negeri 18 Malang. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada siklus II yang mengalami peningkatan dari pelaksanaan siklus I, (2) meningkatkan aktifitas menggambar bentuk silindris pada siswa kelas VII B SMP Negeri 18 Malang. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi pada pada siklus II yang mengalami peningkatan dari siklus I, (3) meningkatkan kemampuan menggambar bentuk silindris pada siswa kelas VII B SMP Negeri 18 Malang. Hal ini dapat dilihat dari gambar siswa pada siklus II yang mengalami peningkatan dari pelaksanaan siklus I. Peningkatan kemampuan siswa menggambar bentuk silindris sebesar 7,88 poin atau 11,96 %, dan kenaikan jumlah siswa belajar tuntas sebesar 11 siswa atau 42,31 %. Temuan dalam penelitian ini adalah bahwa melalui pendekatan cooperative learning model pembelajaran examples non examples dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam menggambar bentuk silindris. Sebagai implikasinya sebaiknya perlu dilakukan upaya peningkatan prestasi belajar seni rupa pada siswa melalui pendekatan cooperative learning model pembelajaran examples non examples. Dengan demikian melaui pendekatan cooperative learning model pembelajaran examples non examples akan mendorong terciptanya kondisi pembelajaran PAIKEM (Praktis, Aktif, Inovatif Kreatif, Efektif dan Menyenangkan).

Pembelajaran kooperatif tipe stad dengan pendekatan open-ended untuk meningkatkan hasil belajar matematika pokok bahasan logika siswa kelas X-4 SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang / Sofia Irwanti

 

ABSTRAK Irwanti, Sofia. 2009. Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan Pendekatan Open-Ended untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pokok Bahasan Logika Siswa Kelas X-4 SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Indriyati Nurul Hidayah, S.Pd, M.Si., dan (II) Aning Wida Yanti, S.Si, M.Pd. Kata Kunci: pembelajaran kooperatif tipe STAD, pendekatan open-ended, hasil belajar matematika siswa Salah satu tujuan pembelajaran matematika adalah membekali siswa dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerja sama (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 tahun 2006). Ketercapaian tujuan ini dapat diusahakan dengan mengubah pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa, salah satu pembelajaran yang dimaksud adalah pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan open-ended. Adapun keberhasilan pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan open-ended yang dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan logika. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang pada bulan Maret sampai dengan Mei 2009 dalam 2 tahap, yaitu tahap pendahuluan dan tahap pelaksanaan. Tahap pelaksanaan dilaksanakan dalam 2siklus dan masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Peningkatan hasil belajar matematika siswa dalam penelitian ini ditunjukkan dengan (1) peningkatan rata-rata skor tes akhir siklus I (pretes adalah 50,03 siklus I adalah 72,09), (2) peningkatan rata-rata skor tes akhir siklus II (siklus I adalah 72,09 dan siklus II adalah 82,27), (3) banyak siswa yang tuntas belajar pada siklus II adalah 78,78% ≥ 70%, (4) peningkatan rata-rata nilai kelompok (siklus I adalah 83,24 dan siklus II adalah 77,56), dan (5) peningkatan nilai rata-rata persentase skor hasil observasi aktivitas siswa dalam kelompok (siklus I adalah 65,75% termasuk pada kategori “Cukup” sedangkan siklus II 78,93% termasuk pada kategori “Baik”). Dalam penelitian ini, penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan open-ended yang dapat meningkatkan hasil belajar matematika pokok bahasan logika siswa Kelas X-4 SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang adalah diawali dengan presentasi kelas oleh guru dengan memberikan ppertanyaan open-ended kepada siswa, kerja kelompok menyelesaikan Lembar Kerja Kelompok yang memuat soal open-ended, presentasi kelompok, diskusi kelas dengan tanya jawab menuju kesimpulan, mengadakan tes akhir siklus, pemberian penghargaan kelompok.

Pengaruh tingkat penggunaan media E-Book terhadap ketuntasan belajar mata pelajaran ekonomi pada siswa kelas XI IPS SMAN 5 Malang / Yuniardi Tri Hendarta

 

ABSTRAK Hendarta, Yuniardi Tri. 2010. Pengaruh Tingkat Penggunaan Media E-Book Terhadap Ketuntasan Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Pada Siswa Kelas XI IPS SMAN 5 Malang. Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Hari Wahyono, M.Pd., (II) Drs. Sapir, S.Sos., M.Si. Kata Kunci : Tingkat Penggunaan Media E-Book, Ketuntasan Belajar. Pendidikan merupakan salah satu hal penting yang turut menentukan nasib suatu bangsa. Dengan kualitas pendidikan yang baik maka akan terbentuk generasi bangsa yang cerdas dan berkompeten di bidangnya. Bidang pendidikan selalu berusaha untuk melakukan perbaikan dan pengembangan sarana maupun prasarana sekolah demi terselenggaranya proses pembelajaran yang nyaman, efektif serta efisien. Sehubungan dengan itu, perkembangan pendidikan tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi yang semakin pesat. Guru tidak bisa lagi berperan sebagai satu-satunya sumber informasi bagi kegiatan pembelajaran para siswanya. Siswa dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber, salah satunya adalah penggunaan media e-book. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui kondisi ketuntasan belajar mata pelajaran ekonomi pada siswa Kelas XI IPS SMAN 5 Malang. (2) Menganalisis implementasi penggunaan media e-book untuk mata pelajaran ekonomi pada siswa Kelas XI IPS SMAN 5 Malang. (3) Menganalisis pengaruh tingkat penggunaan media e-book untuk mata pelajaran ekonomi terhadap ketuntasan belajar mata pelajaran ekonomi pada siswa Kelas XI IPS SMAN 5 Malang. Variabel bebas pada penelitian ini adalah tingkat penggunaan media e-book (X), Sedangkan variabel terikatnya adalah ketuntasan belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS di SMAN 5 Malang yang berjumlah 72 siswa sehingga dapat disebut dengan penelitian populasi. Data dianalisis dengan teknik prosentase, korelasi, dan regresi dengan bantuan komputer program SPSS 13.0 for Windows. Berdasarkan analisis data dapat diketahui bahwa terdapat hubungan antara tingkat penggunaan media e-book untuk mata pelajaran ekonomi dan ketuntasan belajar mata pelajaran ekonomi pada siswa kelas XI IPS SMAN 5 Malang dengan koefisien korelasi sebesar 0.724 atau 72.4%. Terdapat juga pengaruh yang signifikan antara tingkat penggunaan media e-book untuk mata pelajaran ekonomi terhadap ketuntasan belajar mata pelajaran ekonomi pada siswa kelas XI IPS SMAN 5 Malang dengan koefisien determinasi sebesar 0.524 atau 52,4%. Dari hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa tingkat penggunaan media e-book berpengaruh secara signifikan terhadap ketuntasan belajar mata pelajaran ekonomi pada siswa kelas XI IPS SMAN 5 Malang. Oleh karena itu, diharapkan pihak sekolah maupun siswa yang berada di lingkungan sekolah mampu mengoptimalkan iklim akademis yang baik sehingga dapat menunjang proses belajar mengajar yang baik pula.

Pengaruh penerapan strategi pembelajaran timbal balik (Reciprocal Teaching) terhadap hasil belajar siswa kelas XI MAN 3 Malang yang mempunyai kemampuan awal rendah dan kemampuan awal tinggi pada pokok bahasan sistem koloid / Fitra Yunita

 

ABSTRAK Yunita, Fitra. 2010. Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran Timbal Balik (Reciprocal Teaching) terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI MAN 3 Malang yang Mempunyai Kemampuan Awal Rendah dan Kemampuan Awal Tinggi pada Pokok Bahasan Sistem Koloid. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. H. Suhadi Ibnu, M.A., Ph.D. (II) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S. Kata kunci: strategi pembelajaran Timbal Balik, hasil belajar, kemampuan awal siswa. Mutu pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah, sehingga upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia masih terus dilakukan. Mutu pendidikan dapat dilihat dari hasil belajar siswa. Strategi pembelajaran Timbal Balik merupakan salah satu inovasi pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa. Strategi pembelajaran Timbal Balik bermanfaat untuk mencapai tujuan pembelajaran melalui kegiatan belajar mandiri dan peserta didik mampu menjelaskan temuannya kepada pihak lain. Dalam pembelajaran Timbal Balik diajarkan strategi pemahaman mandiri yang spesifik yaitu memprediksi, membuat pertanyaan, merangkum/meringkas, dan mengklarifikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) bagaimana keterlaksanaan penerapan strategi pembelajaran Timbal Balik pada siswa kelas XI MAN 3 Malang pada pokok bahasan sistem koloid, (2) bagaimana keberhasilan belajar siswa kelas XI MAN 3 Malang yang diajar dengan strategi pembelajaran Timbal Balik pada pokok bahasan sistem koloid, (3) bagaimana keberhasilan belajar siswa kelas XI MAN 3 Malang yang mempunyai kemampuan awal tinggi yang diajar dengan strategi pembelajaran Timbal Balik pada pokok bahasan sistem koloid, (4) bagaimana keberhasilan belajar siswa kelas XI MAN 3 Malang yang mempunyai kemampuan awal rendah yang diajar dengan strategi pembelajaran Timbal Balik pada pokok bahasan sistem koloid, (5) adakah perbedaan hasil belajar antara siswa kelas XI MAN 3 Malang yang diajar dengan strategi pembelajaran Timbal Balik dan metode Kelompok Belajar Biasa pada pokok bahasan sistem koloid, (6) adakah perbedaan hasil belajar antara siswa kelas XI MAN 3 Malang yang mempunyai kemampuan awal tinggi yang diajar dengan strategi pembelajaran Timbal Balik dan metode Kelompok Belajar Biasa, (7) adakah perbedaan hasil belajar antara siswa kelas XI MAN 3 Malang yang mempunyai kemampuan awal rendah yang diajar dengan strategi pembelajaran Timbal Balik dan metode Kelompok Belajar Biasa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu dan rancangan deskriptif. Sampel penelitian ini terdiri dari dua kelas yang diambil dari empat kelas XI IPA MAN 3 Malang Tahun Ajaran 2008/2009. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen, dan siswa kelas XI IPA 3 sebagai kelas kontrol. Dari dua kelas yang digunakan sebagai sampel, masing-masing kelas dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah dan kelompok siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi. Instrumen dalam penelitian terdiri dari instrumen perlakuan dan instrumen pengukuran. Sebelum digunakan, instrumen tes hasil i belajar divalidasi terlebih dahulu dengan validitas isi dan validitas butir soal. Dari analisis validitas butir soal diketahui bahwa 30 soal yang diujicobakan valid (rhitung>r tabel) dan reliabel dengan koefisien reliabilitas 0,863. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis secara statistik dan analisis deskriptif . Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini berupa uji prasyarat analisis, uji kesamaan dua rata-rata, dan uji hipotesis pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan strategi pembelajaran Timbal Balik pada siswa kelas XI MAN 3 Malang pada pokok bahasan sistem koloid dapat terlaksanan dengan baik; (2) Penerapan strategi pembelajaran Timbal Balik pada siswa kelas XI MAN 3 Malang pada pokok bahasan sistem koloid memberikan hasil yang baik; (3) Penerapan strategi pembelajaran Timbal Balik pada siswa kelas XI MAN 3 Malang yang mempunyai kemampuan awal tinggi memberikan hasil yang baik; (4) Penerapan strategi pembelajaran Timbal Balik pada siswa kelas XI MAN 3 Malang yang mempunyai kemampuan awal rendah memberikan hasil yang baik; (5) Ada perbedaan hasil belajar antara siswa kelas XI MAN 3 Malang yang diajar dengan strategi pembelajaran Timbal Balik dan metode Kelompok Belajar Biasa pada pokok bahasan sistem koloid; (6) Ada perbedaan hasil belajar antara siswa kelas XI MAN 3 Malang yang berkemampuan awal tinggi yang diajar dengan strategi pembelajaran Timbal Balik dan metode Kelompok Belajar Biasa; (7) Ada perbedaan hasil belajar antara siswa kelas XI MAN 3 Malang yang berkemampuan awal rendah yang diajar dengan strategi pembelajaran Timbal Balik dan metode Kelompok Belajar Biasa.

Membangun jaringan komputer untuk mendukung E_Learning (Netop School) dengan koneksi internet di SMA Karya Dharma Trenggalek / Puput Lestari

 

Tersedianya komputer dan laptop dalam setiap bidang untuk menunjang Pembelajaran di SMA Karya Dharma Trenggalek yang belum terbangun jaringan komputer. Sementara akses internet masih menggunakan fasilitas dial-up yang penggunaanya sangat terbatas. Tujuan dari pembuatan tugas akhir ini adalah Membangun LAN dengan Edimax AP Router BR- 634Wg, Mengkonfigurasi Local Area Network (LAN), Mengkonfigurasi Edimax AP Router BR- 634Wg serta pengamanan menggunakan Wired Equivalent Privacy (WEP), Menguji hasil perancangan LAN dan pengamanan jaringan menggunakan Edimax AP Router BR- 634Wg. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dijelaskan bagaimana cara membangun jaringan komputer yang terkoneksi dengan internet yang menggunakan fasilitas AP Router sebagai jembatan antara modem dengan user menggunakan sistem operasi Windows XP. Metode perancangan jaringan komputer dengan koneksi internet ini meliputi peta lokasi jaringan beserta dengan alat-alatnya dan juga cara kerja sistem. Perancangan perangkat keras (hardware) meliputi perancangan pengkabelan dan instalasi menggunakan kabel Unshielded Twisted Pair (UTP). Perancangan alat tambahan untuk koneksi wireless menggunakan Edimax AP Router BR- 634Wg. Untuk perancangan perangkat lunak (software) meliputi setting Local Area Network (LAN) serta setting Edimax AP Router BR- 634Wg, sehingga semua komputer dan laptop dapat terkoneksi baik menggunakan koneksi UTP ataupun wireless dengan fasilitas internet didalamnya. Dengan dibangunnya Local Area Network (LAN) menggunakan Edimax AP Router BR-6304Wg di SMA Karya Dharma Trenggalek, maka beban data pada setiap komputer dapat berkurang dengan menggunakan fasilitas berbagi pakai. Penggunaan Edimax AP Router BR-6304Wg, sehingga laptop yang terdapat pada SMA Karya Dharma Trenggalek dapat terhubung dengan jaringan menggunakan fasilitas koneksi wireless. Dengan dibangunnya jaringan dapat mendukung proses pembelajaran sehingga sistem pembelajaran menjadi lebih baik dan efisien, serta dengan adanya WEP pada Edimax AP Router BR-6304Wg sistem pengamanan pada AP Router dapat terjaga sehingga tidak semua user bisa masuk kecuali yang mempunyai password.

Perbedaan tingkat stres kerja karyawan berdasarkan gaya kepimpinan pada PT. Industri Sandang Nusantara Unit Patal Lawang / Ita Ari Susanti

 

ABSTRAK Susanti, Ita Ari. 2009. Perbedaan Tingkat Stres Kerja Karyawan Berdasarkan Gaya Kepemimpinan Pada PT. Industri Sandang Nusantara Unit Patal Lawang. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Adi Atmoko, M.Si. , (2) Drs. Moh. Bisri, M.Si. Kata kunci : stres kerja, gaya kepemimpinan Gaya kepemimpinan seorang pemimpin merupakan salah satu sumber potensial penyebab terjadinya stres kerja. Tingkat stres kerja karyawan yang disebabkan oleh gaya kepemimpinan akan berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan tingkat stres kerja karyawan berdasarkan gaya kepemimpinan otoriter, demokratis, dan Laissez Faire atau bebas pada PT. Industri Sandang Nusantara Unit Patal Lawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif komparatif. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan aktif yang berjumlah 286 orang, sedangkan sampel penelitian berjumlah 100 orang yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sample. Data gaya kepemimpinan diperoleh dari skala berbentuk diferensi semantik dengan 25 item valid dan validitas antara 0.302 sampai 0.807 , reliabilitas 0.931. Sedangkan data stres kerja diperoleh dari skala berbentuk skala Likert dengan 57 item valid dan validitas antara 0.333 sampai 0.815 , reliabilitas 0.969. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik one way anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat stres kerja yang signifikan (F hit = 9.089 > F tab 5% = 3.09) berdasarkan gaya kepemimpinan, dimana gaya kepemimpinan otoriter akan mengakibatkan stres lebih tinggi (mean = 147.70) dibanding gaya kepemimpinan demokratis (mean = 138.47) dan gaya kepemimpinan Laissez faire / bebas (mean = 117.55). Berdasar hasil penelitian disarankan kepada : (1) PT. ISN Unit Patal Lawang untuk menerapkan gaya kepemimpinan yang dapat meminimalkan terjadinya stres kerja karyawan sekaligus membantu karyawan untuk mengelola stres kerja agar dapat menghasilkan output yang positif, misalnya dengan penetapan tujuan dan pembagian tugas kerja yang jelas, pengambilan keputusan partisipatif, dan komunikasi organisasional, (2) bagi karyawan diharapkan mampu mengelolah stres menjadi sesuatu yang positif sehingga dapat meningkatkan motivasi kerja serta menetralisir hal-hal yang dianggap dapat menimbulkan stres kerja pada tingkat yang lebih tinggi, misalkan dengan mengelola waktu secara efektif, selalu menjaga kondisi fisik, memiliki rasa percaya diri, serta berusaha menjalin hubungan baik dengan semua orang di tempat kerja, (3) bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian dengan memperhatikan variabel lain misalkan, gaya kepemimpinan situasional, rekan kerja, konflik peran dan sebagainya, sekaligus menggunakan metode penelitian lain misalnya dengan pendekatan kualitatif.

Membangun local area network dengan security windows server 2008 di UPT SDN Bangilan Pasuruan / Muhammad Dwi Rahmadi

 

Memanajemen data untuk kegiatan administrasi sekolah dan pembelajaran siswa di UPT SDN Bangilan Pasuruan diperlukan agar proses administrasi dan pembelajaran di sekolah menjadi teratur, maka dibangun jaringan komputer yang berbasis Network Attached Storage server di ruang tata usaha dan laboratorium komputer. NAS server yang dibangun dengan menggunakan sistem operasi FreeNAS ini bertujuan untuk meningkatkan manajemen data supaya data menjadi teratur dan efisien. Dalam pembangunan sistem jaringan ini dibahas lebih rinci mengenai memanajemen data secara teratur dan efisien dengan menggunakan FreeNAS yang berbasis NAS server. Langkah pertama menginstal PC NAS server dengan sistem operasi FreeNAS, lalu konfigurasi dasar FreeNAS dengan memberikan alamat IP pada PC NAS server. Setelah itu konfigurasi NAS server yang meliputi penambahan disk, penambahan mount point disk, enable service CIFS/SMB, serta penambahan data share dan user management. Kemudian yang terakhir konfigurasi Rsync server dan DeltaCopy Client. Untuk mengetahui apakah sistem jaringan yang dibangun dapat berjalan sesuai dengan rancangan, maka dilakukan pengujian sistem operasi pada PC, uji TCP/IP, uji jaringan dengan cara ping untuk tes konektifitas yang meliputi uji jaringan lokal yaitu antar PC dalam satu jaringan, uji kerja router dengan tes konektifitas PC antar ruangan yang berbeda jaringan, uji jaringan NAS server dan uji jaringan internet dengan cara browsing ke internet . Kemudian yang terakhir yaitu pengujian NAS server dengan uji security dan user management pada FreeNAS dengan access list atau login member, serta uji backup data dengan layanan DeltaCopy Client. Kesimpulan yang dapat diambil dari perancangan dan hasil pengujian adalah PC NAS server telah berfungsi dengan baik yang ditunjukkan dalam pengaksesan direktori di dalam NAS server diperlukan login member untuk menjaga keamanan data, proses pengkopian atau backup data dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya kerusakan pada file atau data yang dicopy.

Pembuatan busana "Rome-Indie in Blaster" sebagai alternatif gaun pesta / Ratna Sofia Wiragustin

 

Sofia Wiragustin, Ratna. 2010. Pembuatan Busana “Rome-Indie In Blaster” Sebagai Alternatif Gaun Pesta, Tugas Akhir. Program Studi Diploma III Tata Busana Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Anik Dwiastuti, S.T., M.T.; Pembimbing (II) Dra. Nurul Aini, M.Pd. Kata kunci: Celana Pencil, Bluster, Lipit, Satin Cassionic Gaun pesta pagi yang terlihat praktis dan memunculkan bentuk lipit dengan penggabungan dua warna lembut menjadikanya sebuah kreasi baru, yaitu lipit yang disampirkan pada bahu sebelah kiri dan celana pencil bermotif bluster yang dibuat dari bahan satin cassionic dengan warna pink lembut dan hijau lembut. Gaun yang digunakan adalah gaun yang pas badan tanpa menggunakan kupnat di pinggang dan menggunakan kain dengan arah serat diagonal, sehingga kesan yang terlihat dari bagian bawah gaun adalah lebih terlihat melangsai dan sedikit bergelombang. Accessories yang digunakan adalah mahkota, dan anting. Mahkota yang digunakan berasal dari lilitan tali koor hias berwarna pink dengan lilitan warna emas dan dibentuk melingkar, kemudian ditempeli hiasan daun kering yang diberi warna emas. Untuk anting, menggunakan manik yang berbentuk daun berwarna hijau dan berukuran 3 cm. Manik yang digunakan disusun dua buah, dan terlihat memanjang ke bawah. Perpaduan gaun yang dilengkapi dengan bustier dan celana pencil memberi kesan feminin namun lincah dan percaya diri. Sehingga, gaun ini sangat sesuai dipakai oleh seseorang yang bertipe Maskulin. Mahkota yang digunakan sebagai aksesoris pada gaun ini berasal dari lilitan tali koor hias yang ditempeli daun kering yang diberi warna emas memberi kesan ceria, semangat, dan glamour yang akan melengkapi kecantikan bagi pemakainya. Berdasarkan hasil pembuatan, dapat disarankan bahwa untuk menampilkan efek warna bluster yang ada pada celana pencil, maka bisa menggunakan kain chiffon cassionic yang lebih tipis dari pada kain satin cassionic. Selain memperhatikan pemilihan bahan utama untuk membuat suatu busana, memperhatikan bahan aksesoris juga diperlukan termasuk ukuran dari bahan tersebut. Maka sebaiknya untuk daun kering yang digunakan pada hiasan mahkota menggunakan ukuran yang lebih besar, sehingga hiasan daun kering bias tampak lebih jelas.

Kinerja pramusaji fajar teaching restaurant Universitas Negeri Malang (FTR UM) / Emia Rosa Maramis

 

ABSTRAK Maramis, Emia Rosa. 2010. Kinerja Pramusaji Fajar Teaching Restaurant Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri. Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Rina Rifqie Mariana, M.P. dan (2) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes. Kata Kunci: Kinerja, Pramusaji, Fajar Teaching Restaurant Pramusaji adalah mahasiswa jurusan Tata Boga yang melakukan magang di Fajar Teaching Restaurant Universitas Negeri Malang (FTR UM) khususnya pada food and beverage service department. Tujuan khusus penelitian ini yaitu: mendeskripsikan sikap (attitude) pramusaji di FTR UM, mendeskripsikan keterampilan (skill) pramusaji di FTR UM, mendeskripsikan kedisiplinan (discipline) pramusaji di FTR UM, mendeskripsikan performance pramusaji di FTR UM, dan mendeskripsikan tanggung jawab (responsibility) pramusaji di FTR UM. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah menggunakan angket tertutup yang disebarkan kepada 11 orang responden dan performance appraisal yang datanya diperoleh dari manajer. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Rancangan penelitian ini cross-sectional study dengan pendekatan survei. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil persentase diperoleh hasil bahwa kinerja pramusaji FTR UM yang meliputi yaitu: (1) sikap pramusaji: a) 82% (sangat optimal) pramusaji FTR melakukan ramah tamah terhadap konsumen dengan baik, b) 64% (optimal) pramusaji FTR melakukan sopan santun terhadap konsumen dengan baik, c) 45% (cukup optimal) pramusaji FTR gesit dan menarik pada saat pelayanan dengan baik, d) 73% (optimal) pramusaji FTR jujur dalam hal pekerjaan, (2) keterampilan pramusaji: a) 55% (cukup optimal) pramusaji FTR menguasai jenis pelayanan, b) 64% (optimal) pramusaji FTR menguasai menu knowledge, c) 64% (optimal) pramusaji FTR menguasai restaurant equipment, (3) disiplin, 55% (cukup optimal) pramusaji FTR mentaati tata tertib perusahaan, (4) performance pramusaji, a) 64% (optimal) pramusaji FTR menggunakan seragam yang baik, b) 82% (sangat optimal) pramusaji FTR memiliki body language yang baik, c) 82% (sangat optimal) pramusaji FTR memperhatikan kebersihan badan, (5) tanggung jawab, 100% (sangat optimal) pramusaji FTR melakukan tugas hingga tuntas. dengan menunjukan hasil yang optimal. Berdasarkan hasil performance appraisal di atas, dapat disimpulkan bahwa kinerja pramusaji FTR optimal, hal tersebut didukung oleh hasil performance appraisal yang mayoritas hasilnya menunjukan hasil optimal.

Penerapan kolaborasi model pembelajaran number head together dengan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran surat menyurat (Studi siswa pada administrasi perkantoran kelas X SMK Muhammadiyah 2 Malang) / Devita

 

ABSTRAK Cahyaningtias, Devita. 2010. Penerapan Kolaborasi Model Pembelajaran Numbered Head Together Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Surat Menyurat (Studi Pada Siswa Administrasi Perkantoran Kelas X SMK Muhammadiyah 2 Malang). Skripsi, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd., M.M; (II) Imam Buchori S.Pd., M.M Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif, Numbered Head Together (NHT), Problem Based Learning (PBL), Hasil Belajar Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kegiatan belajar mengajar karena siswa dituntut untuk bertanggung jawab pada proses belajarnya, terlibat aktif serta memiliki usaha yang besar untuk berprestasi. Siswa belajar dan bekerja dalam kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4-6 orang, dengan struktur kelompoknya yang heterogen. Pembelajaran kooperatif mendorong peningkatan kemampuan siswa dalam memecahkan berbagai permasalahan yang ditemui selama pembelajaran, karena siswa dapat bekerja sama dengan siswa lain dalam menemukan dan merumuskan alternatif pemecahan masalah terhadap materi pelajaran yang dihadapi. Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran Numbered Head Together dengan model pembelajaran Problem Based Learning. Model pembelajaran Numbered Head Together adalah pendekatan yang dikembangkan untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Model pembelajaran Problem Based Learning adalah suatu model pembelajaran dimana siswa diajak untuk bisa memecahkan suatu masalah yang ada didunia nyata dengan pelajaran yang ada di sekolah. Fokus penelitian yang diambil yaitu (1) Bagaimana penerapan kolaborasi model pembelajaran Numbered Head Together dengan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran Surat Menyurat, (2) Apakah kolaborasi model pembelajaran Numbered Head Together dengan model pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Surat Menyurat, dan (3) Bagaimana respon siswa terhadap penerapan kolaborasi model pembelajaran Numbered Head Together dengan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran Surat Menyurat. Tujuan pada penelitian ini berdasarkan fokus penelitian yaitu untuk mengetahui penerapan, hasil belajar dan repon siswa terhadap kolaborasi model pembelajaran Numbered Head Together dengan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran Surat Menyurat. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Administrasi Perkantoran SMK Muhammadiyah 2 Malang yang ii berjumlah 33 siswa. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah reduksi data, paparan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa yang ditinjau dari aktivitas belajar siswa (aspek afektif), aspek kognitif dan aspek psikomotorik pada setiap siklusnya. Selain itu juga penelitian ini menunjukkan adanya respon siswa terhadap penerapan kolaborasi model pembelajaran Numbered Head Together dengan model pembelajaran Problem Based Learning. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan agar penerapan kolaborasi model pembelajaran Numbered Head Together dengan model pembelajaran Problem Based Learning dijadikan sebagai salah satu alternatif pilihan bagi guru mata pelajaran Surat Menyurat atau guru mata pelajaran lainnya untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Bagi siswa hendaknya selalu mengikuti pembelajaran dengan baik karena dapat melatih siswa berpikir kritis, berani mengungkapkan pendapat, dapat memecahkan suatu permasalahan (studi kasus) dan dapat meningkatkan hasil belajar.

Pengaruh kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar dari persepsi siswa terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SMPN 8 Malang / Ika Yulifatun Nadifah

 

ABSTRAK Nadifah, Ika Yulifatun. 2009. Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru dan Motivasi Belajar dari Persepsi Siswa terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS di SMPN 8 Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, UM. Pembimbing (1) Prof. Dr. J.G Nirbito, M.Pd (2) Agus Sumanto SE, M.SA Kata Kunnci: Kompetensi pedagogik guru, motivasi belajar, Prestasi belajar siswa. Kompetensi pedagogik yaitu kemampuan mengelola pembelajaran. Ini mencakup konsep kesiapan mengajar yang ditunjukkan oleh penguasaan pengetahuan dan ketrampilan mengajar. Kompetensi ini harus dimiliki setiap guru agar tercapai keberhasilan dalam belajar. Selain kompetensi pedagogik guru, motivasi belajar juga merupakan faktor dari keberhasilan belajar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar siaswa terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yaitu mengambarkan kegiatan penelitian yang dilakukan objek tertentu secara jelas dan sistematis dengan menggunakan data statistik. Penelitian ini dilakukan di SMPN 8 Malang pada bulan Desember 2009. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang diajar guru yang sama yang berjumlah 68 siswa. Untuk memperoleh data tentang kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar digunakan teknik angket yang diukur dengan skala Likert. Sedangkan data prestasi belajar siswa diperoleh dari dokumen sekolah yang berupa nilai ulangan tengah semester. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan uji hipotesis menunjukkan adanya pengaruh secara simultan antara kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SMPN 8 Malang. Hal ini ditunjukkan oleh persamaan regresi koefisien Y = 57.36+ 0.135 X1 + 0.434 X2,dari persamaan regresi tersebut dapat diartikan dengan adanya peningkatan kompetensi pedagogik guru sebesar satu satuan maka prestasi belajar siswa akan meningkat sebesar 0,135 dan motivasi belajar siswa akan meningkat sebesar 0,434. Sedangkan konstanta sebesar 57,36 artinya jika kompetensi pedagogik guru (X1) dan motivasi belajar siswa (X2) nilainya 0, maka prestasi belajar siswa (Y) nilainya adalah 57,36.dan juga dapat dilihat dari nilai F = 7.257 pada α 5% dan diperoleh dari probabilitas (p) sebesar 0,001 sehingga p < 0,05 menunjukkan adanya pengaruh sehingga variabel terikat prestasi belajar dapat di pengaruhi oleh dua variabel bebas yaitu kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar. Besar R square adalah 0,183, hal ini berarti 18% perubahan variabel y disebabkan oleh kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar siswa sedangkan sisanya 82% disebabkan oleh faktor diluar perubahan variabel x1 dan x2. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS maka kompetensi pedagogik dan motivasi belajar harus ditingkatkan. Dikarenakan dari hasil penelitian terbukti bahwa prestasi belajar cukup dipengaruhi oleh kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar.

Membangun media ajar berbasis WEB dengan menggunakan joomla dan E-Learning di SMP di SMP Negeri 5 Malang / Eko Rudianto

 

Membuat web di dunia maya sering kali di anggap rumit, karena harus memiliki kemampuan web programming yang tinggi serta desain grafis pada tingkat mahir dan sebagainya. Setiap manusia selalu mencari kemudahan, sehingga tidak ingin direpotkan dengan berbagai hal seperti memikirkan pemograman web yang rumit atau desain grafis tingkat tinggi, untuk itu Joomla hadir menjawab kenutuhan pemakai dalam membangun web yang dinamis dengan kemampuan Content Management System (CMS). Pengguna dapat menciptakan web dengan cepat tanpa melakukan pemograman yang rumit serta dengan fasilitas yang menawan seperti gallery, kalendar, jam dan sebagainya. Tinggal ketekunan dan kreativitas dari user untuk mengembangkannya. Dalam model pembelajaran saat ini, di mana ulangan dengan menggunakan cara konvensional yaitu dengan menggunakan kertas sudah mulai berkurang atau pembelajaran dengan cara menulis di papan sudah mulai tergantikan dengan adanya pembelajaran melalui file presentasi dengan menggunakan laptop dan LCD proyektor. Melalui Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengembangkan model ujian online dengan menggunakan Moodle di SMP Negeri 5 Malang terutama pelajaran TIK pada siswa kelas 8. Dalam Tugas Akhir ini, pembuatan web menggunakan perangkat lunak Joomla serta aplikasi pembuatan bahan ajar dan ujian online dengan menggunakan Moodle ternyata menghasilkan siswa yang lebih mandiri dan antusias dalam melakukan pembelajaran dan penyelesaian ujian online karena siswa dimungkinkan untuk dapat belajar kapanpun dan dimanapun tanpa batasan ruang dan waktu. Juga dapat menjadikan pembelajaran dan memberi penilaian tersendiri bagi guru selain pelajaran dan penilain yang diajarkan di dalam kelas . Dengan kemamupuan penggunaan perangkat teknologi informasi yang berbeda-beda pada tiap siswa dan guru, alangkah baiknya jika diadakan sebuah pelatihan kepada guru dan siswa tentang penggunaan sistem e-learning secara umum, dengan berbagai materi pelajaran yang berbeda sesuai dengan bidang pelajaran guru yang bersangkutan serta mendorong siswa dan guru lebih mengetahui tentang IT. Sehingga sistem pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil pembelajaran pada siswa terutama untuk pelajaran TIK pada siswa kelas 8 SMP Negeri 5 Malang serta meningkatkan mutu pendidikan pada umumnya .

Pengaruh pembelajaran kooperatif dengan model pembelajaran think pair square terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi / Fetania Eka Susanti

 

ABSTRAK Susanti,Fetania Eka. 2010. Pengaruh Pembelajaran Kooperatif dengan Model Pembelajaran Think Pair Square Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntansi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Bambang Sugeng. S.E, M.A, M.M, Ak (II) Dr. Nurika Restuningdiah. S.E, M.Si, Ak. Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif, Think Pair Square (TPS), Hasil Belajar Metode pembelajaran memiliki peranan yang penting dalam proses pembelajaran. Penggunaan salah satu metode pembelajaran mempunyai relevansi terhadap kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki oleh siswa. Metode pembelajaran yang selama ini digunakan adalah metode pembelajaran konvensional, dimana metode ini masih kurang mampu untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Metode konvensional cenderung tidak melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa tidak termotivasi untuk mengikuti aktivitas pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang berorientasi pada siswa adalah metode pembelajaran kooperatif model think pair square yang mana metode ini mampu untuk mengaktifkan siswa selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan metode pembelajaran kooperatif model think pair square dengan siswa yang diajar dengan metobe konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMAN 1 Sooko Mojokerto tahun ajaran 2009/2010. Sedangkan sampel yang diambil adalah siswa kelas XI IPS 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 1 sebagai kelas kontrol. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis uji beda (t-test). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar secara signifikan antara siswa yang diajar dengan metode pembelajaran kooperatif model think pair square dengan siswa yang diajar dengan metode pembelajaran konvensional. Penerapan model pembelajaran kooperatif model think pair square lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan agar metode pembelajaran kooperatif model think pair square dijadikan salah satu alternatif pilihan bagi guru bidang studi akuntansi atau guru bidang studi lainnya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan juga diharapkan adanya penelitian lebih lanjut, dengan menggunakanpopulasi yang lebih luas atau menambah variabel dalam penelitian.

Penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang pada mata pelajaran ekonomi / Yuana Rohmawati

 

ABSTRAK Rohmawati, Yuana. 2010. Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Malang Pada Mata Pelajaran Ekonomi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universiras Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sapir, S.Sos, M.Si, (II) Drs. Prih Hardinto, M.Si Kata kunci: pembelajaran kooperatif, TGT (Teams Games Tournament), hasil belajar. Pendidikan menjadi sesuatu yang sangat penting menciptakan kehidupan bangsa yang cerdas, damai, terbuka, dan demokratis. Kemajuan suatu bangsa hanya dapat dicapai melalui penataan pendidikan yang baik. Oleh karena itu, pembaharuan pendidikan harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional, sehingga diharapkan dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia Indonesia. Kebanyakan guru ekonomi menggunakan metode pembelajaran yang masih konvensional, yaitu dengan ceramah dan pemberian tugas. Metode pembelajaran tersebut membuat siswa cenderung pasif dan cepat bosan yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya tertentu yang dapat melibatkan siswa secara aktif, sehingga hasil belajar siswa juga meningkat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia adalah dengan cara merubah paradigma pembelajaran, dari pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered) ke arah pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered) dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang pada mata pelajaran Ekonomi, (2)Untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang pada mata pelajaran Ekonomi setelah diterapkan metode pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian maka penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan analisis pendekatan induktif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Alat pengumpulan data menggunakan soal tes, lembar catatan lapangan, dan angket. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-5 SMA Negeri 8 Malang tahun ajaran 2009/2010. Hasil belajar ekonomi siswa mengalami peningkatan dimana siklus pertama ketuntasan belajarnya sebesar 77% dan pada siklus kedua menjadi sebesar 86%. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari Penerapan metode pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) yaitu: (1) Penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terdiri dari 5 tahap, yaitu penyampaian materi, kerja kelompok, game, turnamen, dan penghargaan kelompok. Dalam menerapkan pembelajaran tipe TGT, dilakukan observasi / pengamatan terhadap aktivitas siswa dan guru selama kegiatan pembelajaran. (2)Penerapan Metode Pembelajaran Koopratif Tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang pada mata pelajaran Ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian di atas, beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan, yaitu : (1) Guru mata pelajaran ekonomi SMA Negeri 8 Malang, disarankan untuk mencoba menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) pada materi pelajaran yang lain dikarenakan siswa memberikan respon positif terhadap penerapan pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). (2) Guru mata pelajaran ekonomi SMA Negeri 8 Malang, disarankan untuk sering memberikan tugas, sehingga dapat meningkatkan kerajinan dan kedisiplinan siswa dalam menyelesaikan tugas.(3) Dalam menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT), guru perlu mengatur waktu, mempersiapkan rencana kegiatan dan media yang tepat, sehingga kegiatan pembelajaran yang dilakukan dapat berlangsung secara optimal dan efesien.

Evaluasi kinerja guru ekonomi yang sudah lulus program sertifikasi guru di Kabupaten Bojonegoro / Dewi Wahyu Utami

 

i ABSTRAK Utami, Dewi Wahyu. 2009. Evaluasi Kinerja Guru Ekonomi Yang Sudah Lulus Program Sertifikasi Guru di Kabupaten Bojonegoro. (1). Dr. Sri Umi Mintarti W, S.E, M.P, Ak. (2). Dr. Imam Mukhlis, S.E, M.Si Kata Kunci : Kinerja Guru, Sertifikasi Guru Dalam dunia pendidikan guru memiliki peranan yang sangat penting. Guru yang sangat menentukan keberhasilan peserta didik terutama yang ada kaitannya dengan proses belajar mengajar. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan sangat ditentukan oleh kesiapan guru dalam mempersiapkan peserta didiknya melalui kegiatan belajar mengajar. Namun demikian posisi strategis guru sangat dipengaruhi oleh kemampuan profesional guru dan mutu kerjanya. Oleh karena itu perbaikan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak akan memberikan sumbangan yang signifikan tanpa didukung oleh guru yang profesional dan berkualitas. Karena keberadaan guru yang bermutu yakni guru yang profesional menghadirkan sistem pendidikan yang berkualitas, maka salah satu kebijakan pemerintah dengan melaksanakan program sertifikasi guru dan uji kompetensi secara berkala agar kinerja guru terus meningkat dan tetap memenuhi syarat profesional. Sertifikasi pendidik diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. Sertifikasi pendidik dimaksudkan sebagai kontrol suatu hasil pendidikan, sehingga seorang guru yang sudah lulus program sertifikasi diyakini mampu melaksanakan tugas pendidik, mengajar, melatih, membimbing, dan menilai hasil belajar peserta didik. Dengan dilaksanakannya sertifikasi agar kinerja guru terus meningkat dan tetap memenuhi syarat profesional. Kinerja guru dapat dilihat dari 4 kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru yaitu: (1) kompetensi kepribadian; (2) kompetensi pedagogik; (3) kompetensi profesional; (4) kompetensi sosial. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah kinerja guru. Populasi dalam penelitian ini adalah guru ekonomi SMA yang sudah lulus program sertifikasi guru di kabupaten Bojonegoro pada tahun 2007 sampai dengan tahun 2009 yang berjumlah 31 orang. Responden dalam penelitian ini adalah kepala sekolah atau wakil kepala sekolah, siswa, guru atau teman sejawat dan orang tua/wali murid. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode angket, wawancara dan observasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan analisis distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kinerja guru ekonomi SMA yang sudah lulus program sertifikasi guru di kabupaten Bojonegoro adalah sangat baik. i ii Hal ini terbukti dari 52% atau 16 orang guru memiliki kinerja yang sangat baik dan 48% atau 15 orang guru memiliki kinerja yang baik. Kinerja guru ekonomi pada kompetensi kepribadian adalah sangat baik yaitu 64,5% atau 20 orang guru dari 31 guru. Kinerja guru ekonomi pada kompetensi pedagogik adalah baik yaitu87,1% atau 27 guru dari 31 guru. Kinerja guru ekonomi pada kompetensi profesional adalah baik yaitu80,6% atau 25 guru dari 31 orang guru. Kinerja guru ekonomi pada kompetensi sosial adalah baik yaitu 93,5% atau 29 dari 31 orang guru. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan kepada para guru ekonomi SMA yang sudah lulus program sertifikasi guru untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya dalam dunia pendidikan, sehingga tujuan sertifikasi guru untuk menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan dapat tercapai. Berbagi program untuk meningkatkan kinerja guru hendaknya harus tetap dilakukan oleh pihak terkait dan tidak berhenti begitu saja ketika guru sudah mendapatkan sertifikat pendidik. Guru harus tetap membekali diri dengan berbagai program peningkatan pendidikan seperti pelatihan dan seminar yang bermanfaat untuk menambah wawasan di dunia pendidikan.

Persepsi siswa kelas IX SMP Negeri 1 Malang terhadap pelaksanaan evaluasi psikomotor pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan / Erik Kurniawan

 

ABSTRAK Kurniawan, Erik.2009. Persepsi Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Malang Terhadap Pelaksanaan Evaluasi Psikomotor Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. M.E. Winarno, M.Pd (II) Drs. Lokananta Teguh HW, M.Kes Kata kunci : evaluasi pembelajaran, aspek psikomotorik, kognitif, afektif. Berdasar pada kenyataan nilai rapor di SMP Negeri 1 Malang, bahwasanya persentase terbanyak terdapat pada skor 70. Persentase terbesar pada skor-skor tersebut diperoleh siswa dari berbagai aspek penilaian dalam pelaksanaan evaluasi utamanya evaluasi yang berkaitan dengan aspek penting yang menjadi penilaian dalam Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan yaitu aspek psikomotor. Hal ini tentunya bertolak belakang dengan kenyataan dan aspek utama yang dinilai dalam Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan. Sebagaimana kita ketahui bersama di SMP Negeri 1 Malang dengan keadaan siswa yang rata-rata memiliki tingkat penguasaan kognitif yang cukup tinggi ditambah dengan aspek psikomotor yang menjadi aspek yang paling dominan didalam penilaian, seharusnya nilai rapor yang mereka peroleh lebih baik dan berada diatas SKM (Standar Kelulusan Minimal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji bagaimanakah pelaksanaan evaluasi pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMP Negeri 1 Malang. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Malang Jalan Lawu no. 12 Malang, dan waktu penelitiannya adalah pada bulan Juli sampai bulan Agustus 2009. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 1 Malang yang berjumlah 135 orang. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen angket. Angket yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket terstruktur berbentuk terbuka karena instrumen tersebut untuk mendapatkan data tentang Persepsi Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Malang Terhadap Pelaksanaan Evaluasi Psikomotor Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan dan analisis data yang digunakan adalah teknik analisis persentase. Hasil penelitian pelaksanaan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa untuk aspek psikomotor: kebugaran jasmani dan keterampilan cabang olahraga. Aspek kebugaran jasmani, aspek kelincahan tes shuttle run 80,74%, aspek kekuatan tes sit up 100%, aspek kecepatan tes lari 60 meter 54,07%, aspek daya tahan otot tes daya tahan otot dan bahu 81,48%, aspek daya tahan jantung dan paru-paru tes lari 12 menit 85,92%, aspek keterampilan cabang olahraga sepak bola tes menggiring bola 96,29%, basket tes melempar dan menangkap bola, tes menggiring bola 97,04%, bolavoli tes pasing atas dan pasing bawah 97,04%, renang 0%, atletik 97,77%, senam irama tanpa alat tes senam pagi 10,37%, aspek perkemahan dan dasar-dasar penyelamatan dilingkungan sekolah materi P3K 22,22%, dan budaya hidup sehat materi pengenalan penyakit menular seksual (PMS) 90,37. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk aspek pelaksanaan evaluasi Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk aspek psikomotor secara umum cukup baik. Aspek kebugaran jasmani (kelincahan tes zig-zag run 80,74%, kekuatan tes sit up 100%, kecepatan tes lari 60 meter, daya tahan otot tes daya tahan otot dan bahu 81,48%, daya tahan jantung dan paru-paru tes lari 12 menit 85,92%. Aspek keterampilan cabang olahraga, sepakbola tes menendang bola 94,07%, basket tes melempar dan menangkap bola 97,04%, bolavoli tes pasing atas dan pasing bawah 97,04%, renang 0%, atletik tes lari jarak pendek 97,77%, senam irama tanpa alat tes senam pagi 10,37%, perkemahan dan dasar-dasar penyelamatan dilingkungan sekolah P3K 22,22%, dan budaya hidup sehat pengenalan Penyakit Menular Seksual (PMS). Berdasarkan penelitian ini disarankan kepada guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan dalam melaksanakan evaluasi Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan hendaknya meningkatkan lagi pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan aspek kebugaran jasmani (kecepatan 5,07%) dan aspek keterampilan cabang olahraga (renang 0%, senam irama tanpa alat 10,37%, dan perkemahan dan dasar-dasar penyelamatan dilingkungan sekolah 22,22%).

Indonesian-English code swtching found in chatting language used by Indonesian chatters in Yahoo messenger (YM) chatting channel / Jami'atul Choiriyah

 

ABSTRACT Choiriyah, Jami’atul. 2009. Indonesian-English Code Switching Found in Chatting Language Used by Indonesian Chatters in Yahoo Messenger (YM) Chatting Channel. S-1 Thesis. English Department, State University of Malang, advisor: Aulia Appriana, S.S., M.Pd Keywords: chatting, Yahoo Messenger, Indonesian chatters, code switching This study is aimed at investigating the use of code switching used by Indonesian chatters in chatting language especially in Yahoo Messenger (YM) chatting channel. There are three research problems in this study, that are; 1) what are the types of code switching used by Indonesian chatters in chatting language in Yahoo Messenger (YM) chatting channel?, 2) what are the possible reasons why Indonesian chatters switch their language when they chat in Yahoo Messenger (YM) chatting channel?, and 3) what are the factors that influence Indonesian chatters switch their language when they chat in Yahoo Messenger (YM) chatting channel? Writing conversation in Yahoo Messenger is basically medium of verbal communication. It is open for linguistic analysis and the use of language switched from Bahasa Indonesia into English and the other way around is the most linguistic feature found in chatting conversation. In the preliminary observation the researcher found the phenomenon of code switching in chatting language. The research design of this study is descriptive qualitative and the source of the data of this research is the chatting conversation, in the form of writing written by Indonesian chatters in the Yahoo Messenger (YM) chatting channel. The chatting conversation done by Indonesian chatters whose age between 17-25 years, with various educational backgrounds. The data are taken from April 30, 2009 until May 15, 2009 The result shows that there are 5 five types of code switching which are used by Indonesian chatters when they chat in Yahoo Messenger (YM) chatting channel. They are: 1) intra-sentential code switching (64, 74%), 2) inter-sentential code switching (13, 64%), 3) emblematic code switching (11, 36%), 4) changing pronunciation (7, 95%), and 5) continuing the previous speaker (2, 27%). Intra sentential code switching happened in the form of a word within sentence (39, 78%), noun phrase (9, 09 %), verb phrase (3, 40%), adjective phrase (1, 13%), an independent clauses (4, 54%), question (3, 40%), and tag question (3, 40%). There are eight out of ten possible reasons of code switching why Indonesian chatters switch their language when they chat in Yahoo Messenger (YM) chatting channel based on the theory. They are: 1) talking about a particular topic (9, 68%), 2) quote somebody else (3,22%), 3) being empathy about something (1, 61%), 4) inserting sentence fillers of connectors (22, 58%), 5) using repetition used for clarification (8, 06%), 6) showing group identity (1,61%), 7) softening request and command (12, 90%), and 8) being aware of real lexical need (12, 90%). There is one reason that found in this research based on the previous research, that is presenting term address (3, 22%). Beside that there are three new factors found in this research that are: 1) showing apology (12, 90%), 2) showing greeting (12, 90%), and 3) showing parting (4, 84%). There are two other reason of code switching based on the theory did not occur in this study. They are intention of clarifying the speech content for interlocutor and intention to exclude other people. There are five factors of code switching that influence Indonesian chatters switch their language when they chat in Yahoo Messenger (YM) chatting channel. They are: 1) topic of the conversation (17, 97%), 2) the participants (24, 72%), 3) the setting 25, 84%), 4) effectiveness of the message (22, 84%), and 5) economic consideration (efficiency in time) (8, 99%). From the result above, it’s obvious that the Indonesian chatters employ code switching in their conversation when they chat. It can be seen that they use various types of code switching, the reasons of code switching, and also the factor of code switching. In short, we can conclude that the Indonesian chatters employed de switching when they chat. It can be seen that they use various types and reason of code switching which also influenced by some of factors of code switching.

Uji coba pengembangan WEB sebagai media pembelajaran elektronik yang menarik, dinamis, dan interaktif di SMA NU 2 Gresik / Muhammad Syamsul Fuad

 

Semakin berkembangnya teknologi zaman sekarang, maka akan bertambah canggih juga dalam hal penyebaran informasi, khususnya melalui media website. Dalam hal ini, kebutuhan website hampir dikatakan suatu kebutuhan yang mendekati primer, karena keefektifan waktu yang digunakan sampai manfaat yang dirasakan sangat besar. Terkait dengan hal tersebut, maka SMA Nahdlatul Ulama 2 Gresik perlu mengembangkan cara proses pembelajaran dan informasinya. Untuk itu perlu dikembangkan suatu sistem yang berfungsi sebagai alat bantu untuk memperlancar proses pembelajaran di sekolah, yang diwujudkan dalam website sekolah, sehingga dapat memberikan informasi secara cepat, lengkap dan akurat. Guru dan siswa dapat melakukan proses pembelajaran dengan sistem berbasis web dinamis yang dibuat dengan alat bantu menggunakan XAMPP dan Moodle sebagai database-nya dan pemanfaatan jaringan internet sebagai pengakses website. Dengan berbasis web, akan memungkinkan pengoperasian sistem ini dengan multiuser, agar peyebaran informasi dapat berjalan lebih baik. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Komputer SMA Nahdlatul Ulama 2 Gresik dengan beberapa tahap, yaitu (1) tahap pendaftaran domain gratis di www.co.cc. (2) tahap pendaftaran hosting gratis di www.000webhost.com (3) tahap Konfigurasi Domain dan Hosting. (4) tahap Konfigurasi Website SMA Nahdlatul Ulama 2 Gresik. dan (5) adalah tahap Proses pemasukan data-data yang diperlukan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat diambil kesimpulan bahwa jaringan yang sudah dibangun, kurang lebih 75% dapat saling terkoneksi antara komputer server dan komputer client dengan baik dan stabil. Proses pembelajaran, baik melalui intranet maupun internet, dapat berjalan dengan baik. Disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut, dari domain gratis co.cc. beralih menggunakan domain khusus untuk sekolah yaitu sch.id. Dari segi penambahan, informasi yang lebih lengkap tentang sekolah dan dari segi tampilan yang lebih mearik. Dengan adanya hal tersebut maka akan memberikan peluang atau kesempatan bagi pengembang sistem untuk melakukan pengembangan sistem lanjutan menuju ke arah yang lebih baik.

Memanfaatkan hosting dan domain gratis untuk membangun website SMP Sunan Ampel Gresik / Adi Kurniawan, Lathifatul Munawaroh

 

Kemajuan teknologi pada saat ini semakin banyak dan semakin tidak terkendali. Salah satu teknologi yang paling cepat perkembangannya adalah internet. Karena melalui internet dapat diketahui segala informasi yang diperlukan dan sangat mendukung untuk informasi yang lebih baru. Dan dewasa ini hampir semua lapisan masyarakat sudah mengetahui tentang adanya internet dan semakin banyak yang tahu bagaimana cara untuk mengakses dan menggunakan jaringan internet (dalam hal ini web page). Baik digunakan untuk kepentingan pekerjaan ataupun hanya untuk sekedar bersenang-senang saja. Dengan banyaknya pengguna internet semakin banyak pula website yang dibangun. Mulai dari keperluan promosi sebuah produk atau sebagai penawaran sebuah jasa bahkan dewasa ini banyak kantor- kantor pemerintahan yang sudah membangun website untuk memudahkan dalam pekerjaan di kantor. Dan banyak pula sekolah - sekolah juga ikut serta dalam membangun website untuk keperluan promosi sekolah tersebut. Dalam pembuatan website diperlukan beberapa aplikasi yaitu macromedia dreamweaver untuk proses editing, adobe photoshop untuk proses editing gambar dan dibutuhkan FTP sebagai salah satu cara upload data ke suatu jaringan. Oleh karena itu penulis ingin merancang dan membangun website sekolah SMP Sunan Ampel dikarenakan dengan adanya website tersebut informasi Geografis serta kualitas di SMP Sunan Ampel dapat di ketahui oleh masyarakat luas. Pembuatan website ini dilakukan di rumah dengan beberapa tahap, yaitu (1) tahap pembuatan template. (2) tahap penambahan module, Component, entry data serta informasi mengenai SMP Sunan Ampel Gresik (3) tahap pendaftaran dan pengaturan domain serta hosting (4) upload joomla ke internet. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya penambahan module dan component sehingga tampilan lebih menarik dan informasi-informasi mengenai sekolah lebih jelas sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Analisis kebijakan dan prosedur pemberian kredit pegawai tetap (Kretap) pada PT. Bank Rakyat Indonesia cabang Malang Martadinata / Intan Permatasari

 

PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Malang Martadinata merupakan jenis bank pemerintah yang bentuk usahanya menghimpun dana dari masyarakat juga menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk kredit. Penyaluran kredit kepada masyarakat dapat membawa keuntungan bagi bank, dapat dikatakan bahwa pendapatan bank yang terbesar adalah dari penyaluran kredit. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui prosedur dan kebijakan pemberian kredit pegawai tetap. Teknik pengumpulan data menggunakan metode pengumpulan data berupa studi kepustakaan dan studi lapangan, sedangkan untuk metode pemecahan masalah menggunakan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan Tugas Akhir ini, diperoleh kesimpulan bahwa prosedur pemberian kredit pegawai tetap pada PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Martadinata yang benar dan tepat merupakan upaya untuk mengurangi risiko kredit yaitu dengan menggunakan prinsip 5’C dan 7’P. Kebijakan yang ditetapkan untuk memberikan kredit pegawai tetap sudah cukup baik yaitu dengan menggunakan prinsip kehati-hatian. PT BRI Cabang Malang Martadinata menerapkan beberapa kebijakan yaitu dalam mengajukan kredit harus dilakukan secara kolektif, batas pemberian kredit, suku bunga yang relatif kecil. Dari hasil pengamatan ini dapat disarankan kepada PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Malang Martadinata dalam memberikan kredit pegawai tetap harus memeriksa secara mendetail tentang data calon debitur dan menganalisis permohonan kredit dengan lebih teliti agar tidak terjadi kesalahan dalam penyaluran kredit, sehingga tidak menimbulkan kredit macet. Perbaikan sistem administrasi dapat membantu bank dalam rangka mengkontrol pembinaan dan pengawasan kredit.

Analisis prosedur dan kebijakan pemberian kredit pensiunan (Kresun) pada PT Bank Rakyat Indonesia cabang Malang Martadinata / Intan Damayanti

 

Bank sebagai lembaga masyarakat yang menghimpun dana dan menggunakan dana yang semata-mata dilandasi oleh kepercayaan bahwa uangnya akan diperoleh kembali pada waktunya dan disertai imbalan berupa bunga. Sebagai badan usaha yang berorientasi pada laba (profit oriented), Bank harus mampu memperoleh laba dengan menyalurkan kembali sejumlah dana yang dimilikinya, yang dihimpun dari masyarakat untuk disalurkan kembali ke tengah-tengah masyarakat dalam bentuk kredit. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui prosedur dan kebijakan pemberian kredit pada PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Malang Martadinata. Metode pengumpulan data berupa studi literatur dan studi lapangan, sedangkan untuk metode pemecahan masalah yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan Tugas Akhir ini, diperoleh kesimpulan bahwa prosedur pemberian kredit BRI secara garis besar telah sesuai dengan prinsip kehati-hatian dengan menggunakan penilaian 5C pada analisa kredit. Ada beberapa prosedur yang berbeda, karena disesuaikan dengan keadaan yang dihadapi. Namun, ada celah-celah dapat mengakibatkan kredit macet, yaitu pada kurangnya komunikasi dengan pihak juru bayar atau bendaharawan dalam hal ini PT POS dan PT Taspen. Selain itu, masih banyaknya penggunaan jasa calo dalam pengajuan permohonan Kredit Pensiunan yang dapat merugikan pihak PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Malang martadinata dan calon debitur Kebijakan Kredit Pensiunan (Kresun) antara lain, pengajuan kredit dilakukan secara kolektif, membuat surat perjanjian yang isisnya berkaitan dengan kerjasama antara bank rakyat indonesia dengan lembaga terkait dalam pelayanan kredit pensiunan, pembayaran dilakukan dengan pemotongan langsung pada gaji debitur, maksimum angsuran kredit tiap bulannya adalah 80% dari gaji yang diterima debitur, setiap kredit harus diasuransikan, perhitungan bunga kresun menggunakan perhitungan flat rate, debitur dapat menambah jumlah kreditnya setelah angsuran ketujuh Berdasarkan hasil pengamatan ini, disarankan kepada PT Bank Rakyat Indonesia hendaknya petugas Administrasi Kredit melakukan wawancara kepada calon debitur agar data yang diisi pada formulir permohonan kredit terisi dengan lengkap dan jelas sehingga memudahkan petugas lain dalam memasukkan data pada komputer serta memberikan pembinaan kepada calon debitur agar tidak menggunakan jasa calo. Selain itu, hendaknya PT Bank Rakyat Indonesia mempererat hubungannya dengan pihak juru bayar gaji pensiun dalam hal ini PT POS dan Taspen sehingga masalah tunggakan kredit dapat terhindarkan dan dapat membantu pencapaian tujuan di bidang perkreditan. PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Malang Martadinata hendaknya meningkatkan lagi pelaksanaan prosedur dan kebijakan perkreditan karena semakin kecil tingkat Non Performing Loan maka penilaian kesehatan bank akan semakin baik

Membangun management bandwidth menggunakan PC router mikrotik di SMK PGRI 4 kota Pasuruan / Citra Diana

 

Sejalan dengan kemajuan dan pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terutama dalam bidang jaringan komputer maka menuntut lembaga pendidikan terutama sekolah, yakni SMK PGRI 4 Pasuruan dalam membangun sebuah Laboratorium TIK yang dilengkapi dengan internet agar dapat diakses oleh guru dan siswa untuk mendapat informasi yang update, cepat dan akurat. Akan tetapi kebebasan dalam memakai internet untuk download dan upload di laboratorium terkadang digunakan siswa untuk hal-hal yang kurang berguna dalam lingkungan pendidikan misalnya men-download film atau lagu. Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan suatu sistem mangement bandwidth untuk mengatur pemakaian bandwidth di tiap-tiap user laboratorium agar penggunaan bandwidth dapat optimal sesuai dengan porsi dan kebutuhan masing-masing client dengan pembatasan download maupun upload. Salah satu perangkat yang dapat memanajemen bandwidth adalah Router. Personal computer (PC) router berbasis mikrotik merupakan alternatif untuk menekan biaya pembelian router pabrikan yang harganya masih mahal. Mikrotik sebagai sistem operasi karena memiliki beberapa kelebihan, yaitu lisensinya murah, tidak membutuhkan spesifikasi hardware yang besar, instalasi tidak rumit dan administrasinya mudah. PC router mikrotik mempunyai beberapa menu, salah satunya adalah management bandwidth internet. Dalam pembangunan jaringan ini penulis membahas lebih rinci bagaimana me-management bandwidth menggunakan mikrotik. Langkah pertama dengan membangun jaringan LAN, instalasi jaringan LAN, pengaturan jaringan LAN, instalasi mikrotik pada PC router, dan pengaturan PC router mikrotik. Langkah kedua adalah mengkonfigurasi PC router pada menu queue agar diperoleh management bandwidth dengan batasan download 64 kbps dan upload 32 kbps pada setiap komputer client di laboratorium TIK dan konfigurasi monitoring trafik penggunan internet. Kesimpulan yang dapat diambil dari perancangan dan hasil pengujian adalah sistem management bandwidth menggunakan queue membatasi bandwidth internet download 64 kbps dan Upload 32 kbps setiap komputer client di laboratorium TIK tidak melebihi batas yang ditentukan. Dengan melihat hasil yang dicapai, untuk pengembangan lebih lanjut perlu dilakukan upgrade mikrotik ke versi yang terbaru agar mendapatkan penyempurnaan sistem dan stabilitas dari PC Router Mikrotik.

Pengaruh perputsran piutang dan pesedian terhadap harga saham melalui profitabilitas (Studi pada perusahaan food and beverages yang listing di BEI tahun 2005-2007) / Fathul Alim

 

ABSTRAK Alim, Fathul. 2009. Pengaruh Perputaran Piutang dan Persediaan terhadap Harga Saham melalui Profitabilitas (studi pada perusahaan Food and Beverages yang listing di BEI tahun 2005-2007). Skripsi, Jurusan Manajemen, Konsentrasi Keuangan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. M. Hari, M.Si (2) Subagyo, S.E., S.H., M.M. Kata Kunci: Pengaruh, Perputaran Piutang, Perputaran Persediaan, Profitabilitas (ROE), dan Harga Saham. Tujuan perusahaan secara umum yaitu mencapai tingkat laba yang optimal. Diukur dengan profitabilitas. Banyak variabel yang dapat digunakan untuk menentukan besarnya profitabilitas, diantaranya yaitu perputaran piutang dan perputaran persediaan. Kedua perputaran modal kerja ini dapat mempengaruhi profitabilitas perusahaan. Semakin cepat perputaranya, maka profitabilitas perusahaan juga semakin baik. Selain mencapai tingkat laba optimal, tugas lain perusahaan adalah memaksimalkan nilai perusahaan yang pada akhirnya berdampak pada tingkat pengembalian yang akan didapat dari aktivitas investasinya. Jika kondisi perusahaan dikategorikan menguntungkan atau menjanjikan keuntungan di masa mendatang maka banyak investor yang akan menanamkan dananya untuk membeli saham perusahaan tersebut, sehingga harga saham naik (tinggi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung dan tidak langsung pengaruh perputaran piutang dan persediaan terhadap harga saham melalui profitabilitas pada perusahaan Food and Beverages yang listing di BEI tahun 2005-2007. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perputaran piutang, perputaran persediaan, dan profitabilitas. Sementara itu, variabel terikat adalah harga saham. Penelitiaan ini merupakan penelitian yang menggunakan teknik purposive sampling dan teknik analisisnya menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel perputaran piutang dan perputaran persediaan, secara simultan berpengaruh terhadap harga saham melalui profitabilitas (ROE). Secara parsial variabel perputaran piutang berpengaruh terhadap harga saham dan profitabilitas (ROE) berpengaruh terhadap harga saham. Sedangkan perputaran piutang tidak berpengaruh terhadap profitabilitas, perputaran persediaan tidak berpengaruh terhadap harga saham, dan perputaran persediaan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas (ROE). Dari hasil tersebut, disarankan bagi manajemen perusahaan agar lebih memperhatikan kegiatan operasional perusahaan sehingga kinerja perusahaan dapat ditingkatkan. Sedangkan para investor disarankan untuk melihat segala aspek baik internal maupun eksternal sebelum menanamkan dananya utuk membeli saham. Peneliti selanjutnya supaya menambah variabel dan periode pengamatan, sehingga hasil penelitian dapat lebih baik lagi.

Pengaruh struktur modal, leverage, likuiditas, perputaran total aktiva, perputaran persediaan, dan perputaran piutang terhadap rentabilitas perusahaan manufaktur yang listing di bursa efek Indonesia periode 2005-2008 / Esha Defi Tiarani

 

ABSTRAK Tiarani, Esha Defi. Pengaruh Struktur Modal, Leverage, Likuiditas, Perputaran Total Aktiva, Perputaran Persediaan, dan Perputaran Piutang Terhadap Rentabilitas Perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2005- 2008. Skripsi, Jurusan Akuntansi FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Yuli Widi Astuti, S.E.,M.Si.,Ak, (II) Sriyani Mentari, S.Pd, M.M. Kata Kunci : Rentabilitas, Struktur Modal, modal kerja Rentabilitas seringkali digunakan sebagai tolak ukur dalam menilai perkembangan suatu perusahaan. Rentabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi rentabilitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Struktur Modal (Long Term Debt Equity Ratio), Leverage (DR), Likuiditas (Current Ratio), Perputaran Total Aktiva (Total assets Turnover), Perputaran Persediaan (Inventory Turnover), dan Perputaran Piutang (Account Receivable Turnover) Terhadap Rentabilitas Perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2008. Penelitian ini menggunakan data laporan keuangan Perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2008, dengan total populasi sebanyak 150 perusahaan. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sejumlah 30 perusahaan. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa data sekunder yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD) tahun 2007 dan 2008. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Uji t digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; struktur modal (LDER) tidak berpengaruh signifikan terhadap rentabilitas (ROE), likuiditas (CR), leverage (DR), perputaran persediaan (ITR), dan perputaran piutang (ART) tidak berpengaruh signifikan terhadap rentabilitas (ROE). Perputaran total aktiva berpengaruh positif signifikan terhadap rentabilitas (ROE). Saran untuk penelitian selanjutnya adalah (1) bagi perusahaan sebaiknya memperhatikan tingkat perputaran penjualan guna menaikkan rentabilitas perusahaan, (2) Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya digunakan sampel yang lebih besar lagi dan periode yang lebih panjang serta kondisi tahun-tahun penelitian yang dianggap normal, (3) Dalam penelitian selanjutnya, diharapkan agar dikaji mengenai kontribusi variabel prediktor yang berasal dari eksternal perusahaan seperti market share, pertumbuhan industri, tingkat pajak, maupun ukuran perusahaan, (4) penelitian ini melibatkan adanya periode krisis, sehingga diperoleh kesimpulan bahwa variabel-variabel prediktor tidak memiliki pengaruh terhadap rentabilitas, untuk penelitian selanjutnya juga diharapkan untuk menguji lebih lanjut bagaimana kontribusi variabel di masa krisis dan di masa kondisi ekonomi normal.

Pengaruh keterlibatan kerja terhadap komitmen oragnisasi meluli kepuasan kerja (Studi kasus pada karyawan PT. BPR Nusamba Wlingi) / Astri Wulandari

 

ABSTRAK Wulandari, Astri. 2009.Pengaruh Keterlibatan Kerja Terhadap Komitmen Organisasi Melalui Kepuasan Kerja. Skripsi, Jurusan S-1 Manajemen, Program Studi Manajemen Sumber Daya Manusia, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Nyoman Suputra, M. Si, (II) Drs. Mugianto, S. E., M. Si. Kata Kunci : Keterlibatan Kerja, Komitmen Organisasi, Kepuasan Kerja Sumber Daya Manusia perlu dikelola secara mendalam agar terwujud keseimbangan antara kebutuhan karyawan dengan tuntutan dan kemampuan perusahaan. Keseimbangan tersebut merupakan kunci utama agar perusahaan dapat berkembang secara produktif. Tanpa sumber daya manusia suatu organisasi tidak akan dapat menjalankan kegiatannya. Untuk itu masalah sumber daya manusia ini harus diperhatikan dengan baik oleh organisasi. Salah satunya adalah masalah kepuasan kerja. Keterlibatan kerja, akan mempengaruhi tingkat absensi, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi. Karyawan yang puas cenderung memiliki tingkat komitmen organisasi yang baik. Komitmen organisasi akan menimbulkan identifikasi, keterlibatan dan loyalitas karyawan pada organisasi sehingga organisasi akan mendapatkan hal-hal positif dari karyawan. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap keterlibatan kerja adalah kepuasan kerja. Penelitian ini dilakukan di PT. BPR Nusamba Wlingi. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui: (1) Kondisi deskriptif keterlibatan kerja, kepuasan kerja dan komitmen organisasi pada karyawan PT. BPR Nusamba Wlingi, (2) Pengaruh secara langsung dan signifikan keterlibatan kerja terhadap kepuasan kerja pada karyawan PT. BPR Nusamba Wlingi, (3) Pengaruh secara langsung dan signifikan keterlibatan kerja terhadap komitmen organisasi pada karyawan PT. BPR Nusamba wlingi, (4) Pengaruh secara langsung dan signifikan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi pada karyawan PT. BPR Nusamba Wlingi, (5) pengaruh keterlibatan kerja terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja pada karyawan PT. BPR Nusamba Wlingi. Populasi dari penelitian ini adalah sebanyak 55 orang karyawan dengan sampel yang diambil sebanyak 35 orang terbatas pada karyawan tetap. Hasil perhitungan dari penelitian ini diperoleh dengan menggunakan dua metode yaitu analisis deskriptif dan analisis jalur. Berdasarkan uji t menunjukkan bahwa variabel keterlibatan kerja (X) secara statistik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Z). Hal ini dapat dilihat dari nilai t hitung 7,446 dengan tingkat Sig.t 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak. Artinya hipotesis pertama (H1) yang menyatakan “ada pengaruh keterlibatan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan secara langsung” dapat dibuktikan kebenarannya sehingga hipotesis tersebut dapat diterima. Tingkat keberartian pengaruh variabel keterlibatan kerja terhadap variabel komitmen organisasi secara statistik diuji dengan menggunakan uji t. Berdasarkan hasil uji t, variabel keterlibatan kerja (X) secara statistik memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi (Y). Hal ini terlihat dari nilai t hitung sebesar 0,766 > t tabel sebesar 1,6924 dengan nilai sig.t 0,000 < 0,05. Dengan demikian secara statistik Ho ditolak artinya hipotesis ke dua (H2) yang menyatakan “ada pengaruh keterlibatan kerja terhadap komitmen organisasi secara langsung” dapat dibuktikan kebenarannya, untuk itu hipotesis tersebut dapat diterima. Tingkat keberartian pengaruh variabel keterlibatan kerja terhadap variabel komitmen organisasi secara statistik diuji dengan menggunakan uji t. Berdasarkan hasil uji t, variabel kepuasan kerja (Z) secara statistik memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi. Hal ini terlihat dari nilai t hitung sebesar 2,896 > t tabel sebesar 1,6924 dengan nilai Sig.t 0,007 < 0,05. Dengan demikian secara statistik Ho ditolak artinya hipotesis ke tiga (H3) yang menyatakan “ada pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi secara langsung” dapat dibuktikan kebenarannya, untuk itu hipotesis tersebut dapat diterima. Saran yang dapat dapat diberikan dalam penelitian ini adalah dalam meningkatkan keterlibatan kerja terhadap karyawan hendaknya manajemen personalia memperhatikan beberapa hal yang diantaranya yaitu masa kerja, turn over dan absesmteisme, kebutuhen finansial, dan kepuasan. Dalam meningkatkan kepuasan kerja maka manajemen perlu juga memperhatikan faktor-faktor seperti dorongan karyawan yang menyukai pekerjaan, kesesuaian gaji, lingkungan kerja yang mendukung, rekan kerja yang ramah, kecocokan karyawan dengan pekerjaan. Karena berdasarkan hasil penelitian, hal tersebut justru memacu karyawan untuk bekerja dengan giat dan menghasailkan kepuasan kerja meskipun tidak. Dalam membangun komitmen organisasi harus memperhatikan dorongan rasa senang, merasa organisasi seolah jadi miliknya, sulit meninggalkan perusahaan, organiasai merupakan kebutuhan, organisasi merupakan alat utama menjalankan aktivitas pekerjaan. Apabila komitmen organisasi dimiliki oleh karyawan PT. BPR Nusamba Wlingi, maka perusahaan tidak sering kehilangan karyawan yang potensial. Dan dalam meningkatkan komitmen karyawan pada perusahaan hendaknya meningkatkan keterlibatan kerja yang layak serta meningkatkan kepuasan kerja.

Penggunakaan prosedur heuristik untuk menganilisis kesulitan mengerjakan soal uraian materi dinamika partikel pada siswa kelas X SMA Taman Madya Malang / Sri Mulyani Ningsih

 

ABSTRAK Ningsih, Sri Mulyani. 2010. Penggunaan metode heuristik untuk menganalisis kesulitan mengerjakan soal uraian materi dinamika partikel pada siswa kelas X SMA Taman Madya Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Lia Yuliati, M.Pd, (II) Drs. Dwi Haryoto, M.Pd Kata Kunci: heuristik, kesulitan, soal uraian, dinamika partikel Fisika merupakan materi pelajaran yang membutuhkan kemampuan penalaran, sehingga belajar dalam fisika lebih dituntut dalam kemampuan ilustrasi yang bersifat abstrak. Siswa tidak hanya sekedar menghafal rumus dan pengertian dasar tetapi juga menerapkan rumus dari konsep yang telah difahami sebelumnya dalam kehidupan sehari-hari. Tes bentuk uraian dapat mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan dapat mengembangkan kemampuan berbahasa baik lisan maupun tulisan. Ada suatu metode penyelesaian soal uraian yang biasa disebut prosedur heuristik yaitu suatu metode penyelesaian soal uraian yang menuntut siswa untuk dapat mentransfer apa saja yang diketahui dalam soal ke dalam bentuk baku soal dan menggunakannya untuk menjawab permasalahan dalam soal. Prosedur penyelesaian ini terdiri dari empat tahap yaitu tahap analisis, tahap rencana, tahap penyelesaian, dan tahap penilaian. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan; kesulitan apakah yang dialami siswa kelas X dalam menyelesaikan soal uraian materi dinamika partikel di SMA Taman Madya Malang. Sasaran penelitian adalah siswa kelas X-A dan X-B SMA Taman Madya Malang tahun ajaran 2009/2010 dengan jumlah 37 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sasaran penelitian tidak diberi perlakuan khusus dan tidak melibatkan hubungan-hubungan variabel sehingga termasuk penelitian eksposfakto. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2009 pada pokok bahasan Dinamika Partikel. Teknik analisis data dilakukan dengan menganalisis hasil pengerjaan tes oleh siswa menggunakan analisis deskriptif dan dicari persentase kesulitan mengerjakan soal uraian, kemudian dianalisis secara verbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengerjaan soal uraian siswa mengalami kesulitan pada tahap analisis sebesar 12% yaitu siswa kesulitan mengubah apa yang diketahui dalam soal ke dalam besaran standar atau simbol fisika. Pada tahap rencana siswa mengalami kesulitan sebesar 39% untuk membuat gambar sketsa soal dan bingung menggunakan rumus yang akan digunakan untuk menjawab soal, sedangkan pada tahap penyelesaian siswa mengalami kesulitan sebesar 36% dalam perhitungan matematis dan memasukkan data ke dalam rumus yang direncanakan. Pada tahap akhir besar kesulitan yang dialami siswa adalah sebesar 70% yaitu kesulitan dalam membuat kesimpulan dari permasalan soal karena siswa kurang terbiasa untuk mengoreksi kembali jawaban yang telah dibuat dan kesalahan pada tahap sebelumnya.

Perbedaan kinerja pengelolaan dana pendidikan sebelum dan sesudah penerapan manajemen mutu ISO 9001: 2000 pada penyelenggaraan pendidikan (Studi kasus di SMK Negeri 1 Turen) / Shinta Aulia Rahmawati

 

ABSTRAK Rahmawati, Shinta Aulia. 2010. Perbedaan Kinerja Pengelolaan Dana Pendidikan Sebelum dan Sesudah Penerapan Manajemen Mutu ISO 9001: 2000 pada Penyelenggaraan Pendidikan (Studi Kasus di SMK Negeri 1 Turen). Skripsi, Jurusan Akuntansi FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sri Pujiningsih, SE. M.Si, Ak. (II) Dra. Hj. Sutatmi, SE. M.Si, Ak. Kata kunci: kinerja, pengelolaan dana pendidikan, ISO 9001:2000 Pemberlakuan UU No. 22 Tahun 1999 adalah masalah sumber daya manusia (SDM), di mana tugas dan tanggung jawab untuk mewujudkan sekolah yang diharapkan (mandiri dan bermutu) tak lepas dari peran sumber daya manusia yang mengelolanya (termasuk pengelolan dalam bidang keuangan). Oleh karena itu, sudah seharusnya setiap institusi pendidikan harus memiliki sumber daya manusia yang mampu memahami, mendalami dan menerapkan konsep-konsep ilmu manajemen yang berkembang dewasa ini. Di lain pihak, SMK Negeri 1 Turen telah menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan mulai menerapkan ISO 9001:2000 sejak tahun 2008 untuk mendukung pelaksanaan MBS tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan kinerja pengelolaan dana pendidikan sebelum dan sesudah adanya penerapan manajemen mutu ISO 9001:2000. Penelitian ini berdasarkan langkah-langkah penelitian yaitu: observasi,wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian terdiri dari dua orang Bendahara Sekolah, dan satu orang Waka Sarana di SMK Negeri 1 Turen. Instrumen penelitian yang digunakan berupa daftar pertanyaan (wawancara tersruktur) yang dijawab oleh subyek penelitian. Jenis data yang diperoleh adalah data kualitatif. Data kualitatif tersebut berupa jawaban-jawaban dari pertanyaan yang disampaikan kepada subyek penelitian yang didukung dengan dokumen-dokumen yang diperoleh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dihasilkan bahwa dalam pelaksanaan pengelolaan dana pendidikan sebelum diterapkannya manajemen mutu ISO 9001:2000 memiliki prosedur pemanfaatan dana yang kurang terstruktur dengan baik sedangkan setelah penerapan Manajemen Mutu ISO 9001:2000 prosedur pemanfaatan dana telah terstruktur dan terdokumentasi dengan baik. Berdasarkan hasil penelaahan, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan dana pendidikan setelah adanya penerapan manajemen mutu ISO 9001:2000 dinilai lebih efektif dibanding dengan sebelum penerapan manajemen mutu ISO 9001:2000. Saran untuk sekolah yaitu agar dapat melakukan sistem manajemen mutu yang lebih baik lagi dengan melakukan pembaharuan manajemen mutu ISO 9001:2000 menjadi manajemen mutu ISO 9001:2008 (yang merupakan manajemen mutu ISO terbaru). Bagi Dinas Pendidikan untuk dapat melaksanakan pengawasan yang lebih rutin lagi ke tiap-tiap sekolah dalam hal pengawasan terhadap pengelolaan dana pendidikan. Selain itu, disarankan pula kepada peneliti selanjutnya untuk dapat mengembangkan penelitian tentang pengelolaan dana pendidikan seperti yang sudah dikaji dalam penelitian ini untuk diterapkan di sekolah lain.

Studi tentang kemampuan guru-guru pendidikan jasmani SMAN se kota Blitar dalam menerapkan keterampilan mengadakan variasi / Agus Purwosektiono

 

ABSTRAK Purwosektiono, Agus. 2010. Studi Tentang Kemampuan Guru-Guru Pendidikan Jasmani SMAN se-Kota Blitar dalam Menerapkan Keterampilan Mengadakan Variasi. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, FIK, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sulistyorini, M.Pd, (II) Drs. H. Sugiyanto., Kata kunci: Keterampilan mengadakan variasi. Penggunaan keterampilan mengadakan variasi yang dilakukan oleh guru, bila digunakan secara hati-hati dan tepat, dapat menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa terhadap materi, memberi motivasi untuk memusatkan perhatiannya, meningkatkan kadar cara belajar siswa aktif, menghindari kebosanan, dan dapat mendorong siswa untuk mengadakan diskusi dengan temannya. Melihat sangat pentingnya keterampilan mengajar mengadakan variasi yang diterapkan guru pendidikan jasmani, perlu adanya data yang membahas tentang kemampuan guru dalam menerapkan keterampilan mengadakan variasi. Dari data tersebut dapat diketahui seberapa besar kemampuan guru pendidikan jasmani dalam menerapkan keterampilan mengajar mengadakan variasi. Namun, di Kota Blitar data tentang kemampuan guru pendidikan jasmani SMAN dalam menerapkan keterampilan mengajar khususnya mengadakan variasi masih belum ada. Setelah dilakukan analisis, hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1). Kemampuan guru-guru pendidikan jasmani SMAN se-Kota Blitar dalam menerapkan keterampilan mengadakan variasi: Berdasarkan hasil jawaban yang terbanyak dari siswa, guru-guru pendidikan jasmani SMAN se-Kota Blitar dalam menerapkan keterampilan mengadakan variasi yaitu jarang menerapkan dengan perolehan persentase sebesar 35%. Kemudian berdasarkan hasil observasi, guru-guru pendidikan jasmani jarang menerapkan keterampilan mengadakan variasi dengan perolehan persentase sebasar 51,8%. 2). Kemampuan guru-guru pendidikan jasmani SMAN se-Kota Blitar dalam menerapkan variasi dalam gaya mengajar: Berdasarkan hasil jawaban terbanyak siswa, guru-guru pendidikan jasmani SMAN se-Kota Blitar menerapkan variasi dalam gaya mengajar sering menerapkan dengan perolehan persentase sebesar 37,5%. Kemudian berdasarkan hasil observasi, guru-guru pendidikan jasmani SMAN se-Kota Blitar jarang menerapkan variasi dalam gaya mengajar dengan perolehan persentase sebesar 44,3%. 3). Kemampuan guru-guru pendidikan jasmani SMAN se-Kota Blitar dalam menerapkan variasi media dan bahan pengajaran: Berdasarkan hasil jawaban terbanyak siswa, guru-guru pendidikan jasmani SMAN se-Kota Blitar jarang menerapkan variasi media dan bahan pengajaran dengan perolehan persentase sebesar 35,7%. Kemudian berdasarkan hasil observasi, guru-guru pendidikan jasmani jarang menerapkan variasi media dan bahan pengajaran dengan perolehan persentase sebasar 44,4%. 4). Kemampuan guru-guru pendidikan jasmani SMAN se-Kota Blitar dalam menerapkan variasi pola interaksi: Berdasarkan hasil jawaban terbanyak siswa, guru-guru pendidikan jasmani SMAN se-Kota Blitar jarang menerapkan variasi pola interaksi denagn perolehan persentase sebesar 39,6%. Kemudian berdasarkan hasil observasi, guru-guru pendidikan jasmani jarang menerapkan variasi pola interaksi dengan perrlehan persentase sebasar 66,7%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan kepada: 1). Agar Dinas pendidikan Kota Blitar diharapkan mengadakan pelatihan/seminar tentang keterampilan mengajar mengadakan variasi kepada guru-guru pendidikan jasmani SMAN se-Kota Blitar. Terutama pada penerapan variasi media dan pola interkasi, berdasarkan data yang diperoleh penerapan kedua variasi tersebut oleh guru-guru SMAN se-kota Blitar dirasa sangat kurang. 2). Dijadikan rujukan sekolah untuk mengukur tingkat kemampuan mengajar masing-masing guru yang dimiliki sekolah tersebut. Selain itu juga, minimnya alat-alat olahraga yang baru harus diperhatikan sekolah, agar guru-guru pendidikan jasmani saat mengajar dapat melaksanakan dengan maksimal. 3). Bisa digunakan guru pendidikan jasmani sebagai media memperbaiki lagi keterampilan mengajarnya dalam mengelola kelas serta menjadi acuan untuk mengembangkan diri dan kompentensinya, terutama lebih meningkatkan lagi penggunaan variasi media dan pola interaksi. 4). Bagi peneliti yang lain, penelitian ini dapat dijadikan bahan reverensi dan penelitian lanjutan tentang guru pendidikan jasmani menerapkan keterampilan mengadakan variasi.

Perbandingan antara regresi stepwise dengan regresi new stepwise dalam menganalisa faktor produksi padi di Kabupaten Pasuruan tahun 2008 / Firda Fadri

 

ABSTRAK Fadri, Firda. 2009. Perbandingan antara Regresi Stepwise dengan Regresi New Stepwise dalam Menganalisa Faktor Produksi Padi di Kabupaten Pasuruan Tahun 2008. Skripsi, Program Studi S1 Matematika, Jurusan Matematika, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Susiswo, M.Si, (II) Ir. Hendro Permadi, M.Si. Kata Kunci: Analisis Regresi Linear Berganda, Regresi Stepwise, Regresi New Stepwise. Analisis regresi linear berganda merupakan pengembangan dari analisis regresi liner sederhana, dimana digunakan untuk mencari hubungan linear antara satu variabel terikat dengan beberapa variabel bebas yang diwujudkan dalam suatu model. Pada penelitian ini, analisis regresi linear berganda digunakan untuk mencari model dari produksi padi. Faktor-faktor yang digunakan sebagai variabel bebas antara lain: luas lahan, benih padi, curah hujan dan jumlah pupuk. Dari variabel-variabel bebas tersebut diidentifikasi terjadinya multikolinearitas sehingga metode yang dipilih untuk menyelesaikannya adalah metode regresi stepwise dan regresi new stepwise. Hasil regresi stepwise menunjukkan bahwa sebagian besar variasi jumlah produksi padi mampu dijelaskan hanya dengan satu variabel bebas, yaitu luas lahan dengan koefisien determinasi sebesar 99.6%. Berdasarkan model yang diperoleh, setiap penambahan 1000Ha luas lahan akan menambah jumlah produksi sekitar 5898ton padi dan dapat diperkirakan jumlah rata-rata produksi padi dalam setahun sebesar 42662.228 ton. Perbedaan terjadi pada hasil regresi new stepwise yang menunjukkan bahwa luas lahan dan curah hujan mempengaruhi variasi jumlah produksi padi sebesar 99.7%. Berdasarkan model yang diperoleh dapat diketahui bahwa setiap penambahan 1000 Ha luas lahan akan menambah 5930 ton padi dan setiap penambahan curah hujan 100mm pertahun akan menambah 107 ton padi, sehingga secara keseluruhan akan menambah jumlah produksi sebesar 6037 ton padi. Apabila dilakukan perhitungan secara keseluruhan maka jumlah produksi padi di kabupaten Pasuruan dapat mencapai 472485.07 ton pertahun. Perbandingan antara model yang dihasilkan dengan regresi new stepwise dengan model yang dihasilkan regresi stepwise didasarkan pada kriteria . Jika melihat nilai , maka model yang dihasilkan regresi new stepwise memiliki nilai lebih besar. Selain itu, perkiraan jumlah produksi padi yang dapat dicapai dalam kurun waktu setahun dengan menggunakan metode regresi new stepwise lebih tinggi dibanding perkiraan dengan metode regresi stepwise yakni dengan selisih 42662.228 ton padi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode regresi new stepwise lebih baik dari metode regresi stepwise.

Hubungan antar latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar instruktur pelatihan dengan pemahaman prinsip-prinsip andragogi di lembaga pelatihan se-kota Malang / Arif Priyo Hidaya

 

ABSTRAK Hidaya, Arif Priyo. 2009. Hubungan Antara Latar Belakang Pendidikan dan Pengalaman Mengajar Instruktur Pelatihan dengan Pemahaman Prinsip-Prinsip Andragogi di Lembaga Pelatihan se-Kota Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Abdillah Hanafi M.Pd. (II) Drs. Imam Hambali M.Pd. Kata kunci: Latar belakang pendidikan, pengalaman mengajar, instruktur pelatihan, prinsip-prinsip andragogi. Pada umumnya peserta didik (trainees) dalam pelatihan adalah orang dewasa. Oleh karena itu, instruktur pelatihan perlu memahami prinsip-prinsip belajar orang dewasa terlebih lagi penerapannya dalam praktik. Ilmu tentang bagaimana orang dewasa belajar disebut andragogi. Pemahaman seseorang sangat dipengaruhi oleh diri individu, seperti pengalaman, latar belakang pendidikan, dan lain-lain. Untuk itu peneliti tertarik meneliti adakah hubungan antara latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar instruktur dengan pemahamannya tentang prinsip-prinsip andragogi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang latar belakang pendidikan, pengalaman mengajar, tingkat pemahaman instruktur pelatihan tentang prinsip-prinsip andragogi, serta hubungan latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar instruktur pelatihan dengan pemahamannya tentang prinsip-prinsip andragogi di lembaga pelatihan se- Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif korelasional. Karena jumlah populasi sebanyak 67 atau kurang dari 100, maka pengambilan sampel sebesar 100% sehingga sampel ini merupakan sampel populasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, korelasi product moment dan korelasi ganda product moment. Berdasarkan hasil penelitian latar belakang pendidikan formal instruktur pelatihan sebagian besar memiliki tingkat pendidikan S1. Latar belakang pendidikan nonformal yaitu separuh dari instruktur pelatihan pernah mengikuti pelatihan yang relevan dengan program yang dilatihkan pada tingkat kota/kabupaten. Separuh dari instruktur pelatihan memiliki pengalaman mengajar pada pendidikan formal kurang atau sama dengan 4 tahun. Separuh dari instruktur pelatihan memiliki pengalaman mengajar pada pendidikan nonformal kurang atau sama dengan 4 tahun. Separuh dari instruktur pelatihan memiliki tingkat pemahaman sangat tinggi terhadap prinsip-prinsip andragogi. Separuh dari instruktur pelatihan memiliki tingkat pemahaman sangat tinggi tentang porses perencanaan dan memiliki tingkat pemahaman tinggi tentang proses pelaksanaan dan evaluasi. Tidak ada hubungan antara latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar instruktur pelatihan dengan pemahamannya tentang prinsip-prinsip andragogi di lembaga pelatihan di Kota Malang. Dari hasil pembahasan, peneliti memberikan beberapa saran, terutama kepada lembaga pelatihan yang terdaftar di Dinas Ketenagakerjaaan Kota Malang agar dengan dimilikinya pemahaman yang tinggi oleh instruktur pelatihan i diharapkan lembaga pelatihan dapat mendorong instrukturnya untuk menerapkan prinsip-prinsip andragogi dalam proses pelatihan. Lembaga pelatihan dapat mendorong instruktur yang belum memiliki pemahaman yang tinggi terhadap prinsip-prinsip andragogi untuk meningkatkan pemahamannya terhadap prinsipprinsip andragogi. Dalam memilih instruktur pelatihan tidak hanya memperhatikan kualifikasi pendidikan dan pengalaman mengajar instruktur, tetapi juga perlu memperhatikan tingkat pemahaman instruktur tentang prinsip-prinsip andragogi.Bagi peneliti selanjutnya, dengan tidak adanya korelasi antara latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar instruktur pelatihan dengan pemahamannya tentang prinsip-prinsip andragogi, maka perlu diadakan penelitian lanjutan apakah ada korelasi antara pemahaman prinsip-prinsip andragogi dengan faktor-faktor lainnya. Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan instrument, memperbanyak jumlah sampel, dan mempertajam metode penggalian data.

Pengaruh kepemilikan manajerial, rasio net profit margin (NPM) dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2006-2008 / Dika Kuswantari

 

2010 ABSTRAK Kuswantari, Dika. 2010. Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Rasio Net Profit Margin (NPM) dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur yang Listing di BEI Periode 2006-2008. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Tuhardjo, S.E., M.Si., Ak. (II) Sri Pujiningsih, S.E., M.Si., Ak. Kata kunci: kepemilikan manajerial, rasio net profit margin (NPM), kebijakan dividen, nilai perusahaan Tujuan perusahaan pada dasarnya yaitu memaksimumkan nilai perusahaan dalam bentuk maksimalisasi harga saham untuk mencapai profitabilitas jangka panjang. Nilai perusahaan itu sendiri merupakan harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli apabila perusahaan tersebut dijual. Nilai perusahaan ini merupakan salah satu pertimbangan investor untuk menanamkan modalnya. Peningkatan nilai perusahaan diantaranya dapat dilakukan dengan meningkatkan kepemilikan manajerial, rasio net profit margin (NPM) serta kebijakan perusahaan dalam memutuskan apakah laba perusahaan akan dibagi kepada pemegang saham ataukah ditahan sebagai laba ditahan atau yang disebut dengan kebijakan dividen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemilikan manajerial, rasio net profit margin (NPM), kebijakan dividen sebagai variabel bebas terhadap nilai perusahaan sebagai variabel terikat pada perusahaan Manufaktur yang listing di BEI periode 2006- 2008. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan Manufaktur yang listing di BEI periode 2006-2008 sebanyak 152 perusahaan. Sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 12 perusahaan yang diambil secara purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD) dan internet (www.idx.co.id). Sedangkan analisis yang digunakan adalah uji hipotesis dengan analisis regresi linear berganda. Dari hasil pengujian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa secara parsial variabel kepemilikan manajerial dan rasio net profit margin (NPM) berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Variabel kebijakan dividen yang diproxi dengan dividend payout ratio (DPR) tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Secara simultan variabel kepemilikan manajerial, rasio net profit margin (NPM) dan kebijakan dividen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan Manufaktur yang listing di BEI periode 2006-2008. Saran yang diberikan berkaitan dengan hasil penelitian yaitu (1) bagi perusahaan, sebaiknya memperhatikan variabel kepemilikan manajerial, rasio net profit margin (NPM) dan kebijakan dividen untuk meningkatkan nilai perusahaan, (2) bagi investor, diharapkan lebih jeli dalam menilai kondisi perusahaan dengan melihat faktor-faktor yang berpengaruh dalam peningkatan nilai perusahaan (3) bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian sejenis agar menambah jumlah variabel dan sampel penelitian serta menggunakan periode waktu yang lebih panjang agar hasil yang diperoleh lebih maksimal.

Peningkatan kemampuan menulis cerpen melalui media buku harian siswa kelas IX SMPN 1 Jabung - Malang tahun ajaran 2008/2009 / Wahyuni Harwati

 

ABSTRAK Harwati, Wahyuni. 2009. Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen Melalui Media Buku Harian pada Siswa SMPN I Jabung- Malang Tahun Pelajaran 2008/2009. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. H.Wahyudi Siswanto, M.Pd Kata Kunci: media buku harian, kemampuan menulis cerpen. Menulis cerpen adalah salah satu kompetensi dasar yang harus dicapai siswa SMP kelas IX. Siswa harus mampu menciptakan karya sastra melalui kegiatan menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi. Bagi guru, pembelajaran menulis cerpen selama ini dianggap kurang berhasil karena sulitnya menemukan media yang tepat dalam menulis cerpen. Latar belakang inilah yang mendasari penelitian dengan judul Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen Melalui Media Buku Harian pada Siswa Kelas IX SMPN I Jabung- Malang Tahun Pelajaran 2008/2009. Penelitian ini dilakukan untuk (1) mengetahui efektivitas buku harian dalam peningkatan menulis cerpen pada tahap prapenulisan, (2) mengetahui efektivitas buku harian dalam peningkatan menulis cerpen pada tahap penulisan, dan (3) mengetahui efektivitas buku harian dalam peningkatan menulis cerpen pada tahap pascapenulisan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan di SMP I Jabung Kabupaten Malang pada tanggal 28 November-25 Oktober. Penggunaan media buku harian dalam pembelajaran menulis cerpen ini memperoleh hasil sebagai berikut (1) tindakan I tingkat keberhasilan mencapai 46.62%, sedangkan pada tindakan II mencapai 65.62%, dan (2) penggunaan buku harian dinyatakan efektif karena telah mencapai lebih dari persentase keberhasilan, sebesar 60%. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi guru pengajar Bahasa dan Sastra Indonesia yaitu (1) supaya guru dapat melaksanakan pembelajaran menulis kreatif khususnya pembelajaran menulis cerpen dengan media yang tepat sebagai media pembelajarannya, sehingga mendapatkan hasil yang optimal, dan (2) berdasarkan hasil penelitian, guru disarankan dapat menggunakan media buku harian dalam pembelajaran menulis kreatif selain menulis cerpen media ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran puisi.

Penggunaan model/replika sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman mata pelajaran IPS bidang sejarah bagi siswa kelas VII E SMPN 3 Kepanjen / Aisah Rahayuningsih

 

ABSTRAK Rahayuningsih, Aisah. 2009. Penggunaan Model/Replika sebagai Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Motivasi dan Pemahaman Mata Pelajaran IPS Bidang Sejarah Bagi Siswa Kelas VII E di SMPN 3 Kepanjen. Skripsi, Jurusan Sejarah FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Dewa Agung Gede Agung, M.Hum, (II) Dr. Hj.Siti Malikhah Towaf, M.A Kata kunci: Media Replika, motivasi belajar, pemahaman Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk membangun suatu bangsa sehingga mutu pendidikan harus selalu ditingkatkan. Peningkatan mutu pendidikan ini bisa dilakukan melalui pemecahan masalah-masalah seputar pendidikan. Berdasarkan hasil observasi pra-tindakan pada akhir Oktober hingga awal November 2009 di SMPN 3 Kepanjen maka diperoleh data bahwa tingkat motivasi belajar dan pemahaman siswa kelas VII di sekolah tersebut masih sangat rendah. Hal itu dapat terlihat dari seringnya guru menegur siswa ketika pembelajaran karena ramai dan tidak memperhatikan. Di samping itu siswa juga jarang sekali dapat menjawab pertanyaan yang diberikan guru karena tidak paham dengan penjelasan guru. Menurut guru sejarah di sekolah tersebut, rendahnya tingkat motivasi belajar dan pemahaman siswa disebabkan karena rendahnya nilai input siswa, yakni dengan danem tertinggi 28,35 dan danem terendah 21,95. Dengan demikian guru sudah merasa pesimis untuk dapat meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman siswanya. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengatasi permasalahan di sekolah tersebut sehingga dapat meningkatkan mutu pelajaran sejarah. Dari latar belakang yang ada maka permasalahan dalam penelitian ini meliputi (1) Bagaimana motivasi belajar dan pemahaman siswa kelas VII E SMPN 3 Kepanjen terhadap materi pelajaran sejarah sebelum menggunakan media replika? (2) Bagaimana motivasi belajar dan pemahaman siswa kelas VII E SMPN 3 Kepanjen terhadap materi pelajaran sejarah sesudah menggunakan media replika? dan (3) Apa saja keterbatasan atau hambatan penggunaan media pembelajaran replika bagi siswa kelas VII E SMPN 3 Kepanjen? Untuk menjawab permasalahan yang ada maka dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK adalah penelitian yang bertujuan untuk memperbaiki mutu praktik pambelajaran di kelas. PTK ini dilaksanakan dengan 2 siklus yang masing-masing siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/pengamatan, dan refleksi. Setiap pelaksanaan tindakan terdiri dari satu kali pertemuan (40 menit). Subyek penelitian adalah siswa SMPN 3 Kepanjen kelas VII E angkatan 2008/2009 yang berjumlah 35 siswa. Hal yang diteliti adalah tingkat motivasi belajar dan pemahamanan siswa. Motivasi belajar siswa diperoleh melalui data observasi dan angket yang diukur dari presentase dan tingkat keberhasilan tindakan. Sedangkan pemahaman siswa diukur dari hasil rata-rata kelas tes siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, soal tes, pedoman wawancara, catatan lapangan, dan angket motivasi siswa. Analisis data dilakukan secara interaktif, yakni meliputi reduksi data, beberan data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diperoleh melalui keajegan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa yang meliputi minat, perhatian, dan konsentrasi dari 60% (berhasil) menjadi 82% (sangat berhasil) dan angket motivasi siswa menunjukkan bahwa siswa sangat puas diajar dengan media replika dengan persentase sebesar 89%. Dari hasil tes siswa diperoleh peningkatan rata-rata kelas pada siklus I hasil pre-tes 19,55 dan post-tes 69,32. Dari uji tes yang dilakukan peningkatan tersebut sangat signifikan yakni dengan t value 13,945 > 1,691. Peningkatan yang sangat signifikan tersebut menunjukkan bahwa pemahaman siswa meningkat sesudah diajar menggunakan media replika dibandingkan dengan sebelum diajar dengan menggunakan media replika. Pada siklus II hasil post-tes rata-rata kelas meningkat menjadi 72,82. Berdasarkan uji tes yang dilakukan peningkatan tersebut tidak signifikan, yakni dengan hasil t value 0,970 < 1,693. Peningkatan yang tidak signifikan tersebut terjadi karena pada kedua post-tes yang dilakukan siswa sudah diajar dengan menggunakan media replika. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan media replika untuk pembelajaran sejarah dapat meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman siswa VII E di SMPN 3 Kepanjen. Dari kesimpulan tersebut peneliti menyarankan: (1) Karena terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman siswa maka media replika sebaiknya digunakan pada tema-tema dan tujuan pengajaran yang sesuai dengan media tersebut; (2) Dalam penelitian yang lebih lanjut sebaiknya calon peneliti memperhatikan ukuran media yang akan digunakan; dan (3) Dalam penelitian yang lebih lanjut calon peneliti dapat mengembangkan atau mencari manfaat lain dari penggunaan media replika, misalnya saja untuk meningkatkan prestasi atau hasil belajar.

Rekonstruksi dan pengembangan desain pesan bahan ajar bahasa inggris Sekolah Tinggii Teknologi Angkatan Darat (Kajian pengembangan pembelajaran bahasa inggris program D3 STTAD Kodiklar TNI AD) / Theresia Dwi Siwi C.W.

 

ABSTRAK Widyati, T. Dwi Siwi Candra, 2009, Rekonstruksi Dan Pengembangan Desain Pesan Bahan Ajar Bahasa Inggris Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Darat (Kajian Pengembangan Pembelajaran Bahasa Inggris Program D3 STTAD Kodiklat TNI AD). Tesis, Jurusan Teknologi Pembelajaran, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (I) Dr. Waras Kamdi, M.Pd., (II) Dr. H. Sulton, M.Pd Kata Kunci: Rekonstruksi, Pengembangan, Desain Pesan, Bahan Ajar Bahasa Inggris, Dick, Carey and Carey model Kurang tersedianya materi-materi bahan ajar bahasa Inggris Teknik yang relevan dengan pengetahuan praktis teknik yang berhubungan dengan teknologi militer di lembaga pendidikan, laboratorium maupun dilapangan, merupakan kendala yang cukup lama di STTAD Kodiklat TNI AD. Sebagian mahasiswa mengatakan bahwa bahan ajar yang digunakan tidak menarik baik dari layout maupun isinya. Materi bahan ajar Bahasa Inggris yang digunakan selama ini kurang relevan dengan kebutuhan siswa dalam konteks terapan lingkungan rekayasa atau keteknikan di bidang teknologi kemiliteran. Siswa lebih mudah mengerti dan mencapai pemahaman yang mendalam jika bisa mengkaitkan informasi baru dengan pengetahuan dan pengalaman yang sudah mereka miliki sebelumnya dan berguna dalam unjuk kerja dalam konteks lingkungan keteknikan. Proses belajar dan mengajarpun hendaknya melibatkan para siswa dalam mencari makna. Proses mengajar haruslah memungkinkan siswa memahami arti pelajaran yang mereka pelajari. Salah satu hal yang dapat mempengaruhi mutu belajar di antaranya yaitu tampilan materi ajar. Bahan ajar adalah format materi yang diberikan kepada siswa dan dapat dikaitkan dengan media pembelajaran lainnya. Masalah utama yang dihadapi pebelajar (siswa) Lemjiantek atau STTAD adalah pebelajar mengalami fenomena psikologi yakni penurunan gairah belajar disebabkan oleh beberapa hal diantaranya 1) Bahan ajar Bahasa Inggris tentang Teknologi Militer yang digunakan sebagai media atau sumber pembelajaran tidak menarik baik desain grafik maupun tata letak gambar dan desain pesan yang kontekstual dengan Teknologi Militer khususnya TNI AD. 2) Pembelajar mengembangkan buku ajar tidak memperhitungkan konsep, teori-teori pembelajaran dan karakteristik siswa. Berbagai kompleksitas permasalahan yang dihadapi tentunya membutuhkan solusi yang tepat untuk mengatasi problem pembelajaran yang ada. Salah satu langkah yang sangat berarti sebagaimana dipilih oleh peneliti adalah merekonstruksi dan mengembangkan desain pesan materi Bahan Ajar Bahasa Inggris tentang teknologi militer sesuai dengan karakteristik Siswa D3 Lemjiantek Kodiklat TNI AD . Produk pengembangan yang dihasilkan dalam penelitian pengembangan ini adalah: 1) buku ajar bahasa Inggris, 2) panduan pembelajar (dosen) berisikan petunjuk dan pedoman yang akan digunakan sehingga memudahkan penggunaannya dalam aktifitas pembelajaran, dan 3) panduan pebelajar (mahasiswa) bertujuan agar dapat mengarahkan pebelajar dalam menggunakan buku ajar Bahasa Inggris teknologi militer untuk siswa STTAD. Produk ini berisikan materi-materi yang terkait dengan lingkungan nyata pebelajar yakni lingkungan Teknologi Kemiliteran. Desain bahan ajar disusun berdasarkan karakteristik siswa D3 STTAD yang mayoritas pebelajar usia dewasa dan tujuan materi pelajaran Bahasa Inggris untuk Teknik Militer. Dalam pengembangan bahan ajar ini, peneliti juga menentukan 9 langkah sistematis dalam model Dick, Carey, dan Carey (2001) sebagai prosedur pengembangan. Keterbatasan Pengembangan bahan ajar ini didasarkan pada; (1) pada kebutuhan siswa D3 STTAD Kodiklat TNI AD Malang pada semester 1, (2) bahan ajar yang dikembangkan terbatas pada mata kuliah Bahasa Inggris untuk siswa D3 STTAD Kodiklat TNI AD, (3) topik yang dipilih berdasarkan kurikulum yang telah ditetapkan, (4) pengembangan lebih ditekankan pada desain pesan bahan ajar dengan menggunakan materi-materi pendukung yang lebih kontekstual untuk teknologi militer, (5) dan tujuan pembelajaran/ penyampaian pesan pada Hanjar ini tidak uraikan, tetapi hanya digunakan oleh desainer pesan sebagai rambu-rambu dalam mengorganisasikan pesan. Hal ini disebabkan hanjar ini secara umum dimaksudkan hanya sebagai informasi dasar kepada siswa. Selanjutnya uji coba dilakukan dalam 3 (tiga) tahapan. Data yang terkumpul dianalisis dengan 2 (dua) cara yaitu kualitatif dan kuantitatif; 1) uji coba perorangan yang mengambil 3 (tiga) orang siswa sebagai responden. Uji coba perorangan ini dimaksudkan untuk menemukan keserasian materi dan kesalahan-kesalahan baik salah ketik ataupun struktur kalimat, dan lainnya seperti gambar dan ilustrasi. Kedua, uji coba kelompok kecil untuk mengetahui efektifitas perubahan evaluasi perorangan, Mengidentifikasi permasalahan yang timbul pada saat pembelajaran, dan untuk menentukan apakah instruksi dapat digunakan untuk belajar sendiri tanpa interaksi dengan pembelajar. Uji coba lapangan terhadap 15 (lima belas) orang dimaksudkan untuk menemukan apakah pembelajaran dengan bahan ajar efektif, efisien, dan menarik bagi siswa. Dari uji coba bahan ajar ini menunjukkan bukti kuantifikasi uji coba perorangan yaitu 79,3%. Uji coba kelompok kecil 89,25,5% tetapi perlu direvisi. Pada uji coba lapangan menunjukkan hasil sekitar 93,32% dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar efektif mencapai tujuan pembelajaran, efisien bila dibandingkan dengan rasio penggunaan waktu, dan menarik bila memperhatikan skala sikap dan observasi terhadap antusias siswa. Untuk pemanfaatan dan pengembangan kedepan diharapkan; (1) Produk bahan ajar ini perlu dilengkapi dengan lembar soal, lembar perkembangan ( progress sheet ) untuk membantu dosen mata kuliah dalam kegiatan pembelajaran, (2) perlu membuat latihanlatihan berupa interaktif game, exercises, test dalam bentuk software untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris yakni : Listening dan speaking sebagai scaffolding.

Studi tentang pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani di SDLB YPAC Malang / Sholeha Tri Agustin

 

ABSRTAK Agustin, Sholeha Tri. 2009. Studi tentang Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani di SDLB YPAC Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan FIK Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Mulyani Surendra, M.S, (2) dr. Hartati Eko Wardani, M.Si. Med. Kata kunci: pelaksanaan, pembelajaran Pendidikan Jasmani, SDLB YPAC Malang. Di dalam pendidikan formal terdapat beberapa mata pelajaran yang diberikan pada siswa sesuai dengan jenjang pendidikan yang di antaranya yaitu Pendidikan Jasmani. Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari keseluruhan pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani dengan perencanaan yang sistematis untuk meningkatkan dan mengembangkan siswa secara organik, neuromuskuler, perseptual, kognitif, dan emosional. Pendidikan Luar Biasa adalah pendidikan yang harus diselenggarakan bagi peserta didik yang menyandang kelainan fisik dan atau mental. Sekolah Dasar Luar Biasa merupakan sekolah yang diperuntukkan dan menampung anak-anak cacat usia sekolah dasar dari berbagai jenis dan tingkat kelainan. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di SDLB YPAC Malang diperoleh hasil bahwa tidak diberikannya pemanasan pada saat awal pelajaran, pelajaran pendidikan jasmani yang hanya diberikan sekali dalam seminggu untuk semua siswa, tidak adanya pembagian kelas yang sesuai dengan tingkat kecacatannya, kurang variatifnya materi yang diberikan, kurangnya pengawasan terhadap keberhasilan pembelajaran pendidikan jasmani, dan tidak adanya pendinginan dan penugasan siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani di SDLB YPAC Malang pada kegiatan awal/perencanaan, pada tahap pendahuluan, tahap inti dan tahap penutup. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Kuantitatif untuk mengetahui kualitas pelaksanaan pembelajaran. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan persentase. Penelitian ini dilaksanakan di SDLB YPAC Malang dengan jumlah subyek penelitian yaitu 1 orang guru pendidikan jasmani. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kegiatan awal/perencanaan pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani yang dilakukan oleh guru pendidikan jasmani di SDLB YPAC Malang termasuk dalam kategori tidak baik yaitu 16,7%. Untuk tahap pendahuluan termasuk dalam kategori cukup baik yaitu 75%. Untuk tahap inti termasuk dalam kategori baik yaitu 92,9%. Untuk tahap penutup termasuk dalam kategori kurang baik yaitu 40%. Pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani di SDLB YPAC Malang secara keseluruhan termasuk dalam kategori cukup baik yaitu 56,15%. Dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani, guru pendidikan jasmani di SDLB YPAC Malang hendaknya membuat program tahunan, Program semester, Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Pekan Efektif pada saat kegiatan awal/perencanaan, saat tahap pendahuluan hendaknya guru dan siswa datang tepat waktu di lapangan, guru melakukan presensi, guru memberi perbaikan kepada siswa yang melakukan kesalahan. Saat tahap inti guru hendaknya dapat memanfaatkan waktu dengan efektif. Saat tahap penutup guru hendaknya memimpin pendinginan setelah selesai pelajaran, guru memberikan tugas belajar dan motivasi kepada siswa, serta mengakhiri pelajaran tepat waktu. Hal ini untuk lebih meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan jasmani dan pencapaian tujuan pembelajaran pendidikan jasmani.

Using pictures in listening class to raise the motivation of the seventh graders of SMPK Cor Jesu Malang / Puspito Yudha Anggara

 

ABSTRACT Anggara, Puspito Yudha.2009.Using Pictures in Listening Class to Raise the Motivation of The Seventh Graders of SMPK Cor Jesu Malang. Thesis, Undergraduate Program in English Education, State University of Malang. Advisor: Dra. S. Nurul Muthmainnah, M.A. Key Words: Pictorial devices, Motivation, Listening Class Listening is commonly seen as a passive skill by most teachers. Due to this assumption, Listening activity is always treated as it is assumed: the students are involved passively in listening class. As a consequence, the motivation of the students failed to emerge during the practice. Based on this insight, the development of pictures is brought to class to encourage the students’ motivation during listening activity. The materials brought into listening class were mainly divided into two main items: pictures and podcast program. In addition, by presenting pictures in the listening class, the students will gain sufficient authentic English exposure. This study employed collaborative action research design. The study involved seventh grade students of SMPK Cor Jesu, Malang who were currently studying in the first semester. The study was carried out in two cycles, where each cycle consisted of two meetings. In both cycles, the assessment of students’ general performance was assessed in the second meeting to figure out how far they were motivated in the listening class. To collect the data required for the study, the researcher used interview guide, questionnaire, field notes, and observation sheet. The observation sheet was used to assess the teaching performance and students’ general performance in listening class. The report of the data which included the teaching performance and students’ motivation in listening class were analyzed qualitatively. The finding of the research indicated that the use of pictures in listening class was proven to be able to raise students’ motivation. From only one student out of twenty-nine students (3.45%) in category ‘very motivated’ and six students (20.69%) in category ‘motivated’ in listening class, increased to 22 students (75.86%) where there were ten students (34.48%) in ‘very motivated’ category, and 12 students (41.38%) in ‘motivated’ category. The improvement of the students’ motivation was indicated by the contribution they made in the classroom, the activity they were dealing with, and the self-confidence during the listening activity. Finally, it can be indicated that the use of pictures in listening class has positive influences on students’ motivation. Some suggestions were also addressed to the teacher in term of the implementation of pictures in classroom, and to other researchers in term of the further research in similar fields.

Implementasi squid dan IP table sebagai proxy server dan firewall di Laboratorium Komputer SMK Negeri 1 Pogalan / Moh. Samsul Muawan

 

Akses internet dengan banyak klien cukup banyak permasalahan baik yang dikarenakan sistem yang rentan terkena virus juga keterbatasan bandwidthpun muncul pula menjadi malasah. Di jaringan komputer yang memiliki banyak klien kontrol akses sangat diperlukan. Jika seseorang punya akses langsung ke komputer dalam jaringan, mereka bisa memakai atau menyalah gunakan sumber daya jaringan itu. Sementara mekanisme software adalah komponen penting dari keamanan jaringan, membatasi akses langsung ke alat-alat jaringan adalah mekanisme kontrol akses yang terbaik. Pada tugas akhir ini dikembangkan suatu sistem keamanan berupa Proxy Server dan Firewall. Dengan menggunakan Proxy Server dan Firewall ini seorang administrator jaringan dapat dengan mudah mengendalikan, mengatur lalulintas jaringan dan hak akses masing-masing klien serta dengan mudah dapat melakukan perhitungan pemakaian koneksi ke internet oleh masing-masing klien . Proxy Server dan Firewall ini dibangun dengan menggunakan perangkat komputer yang dilengkapi dengan perangkat lunak squid dan IP Table. Dimana squid merupakan perangkat lunak proxy yang memiliki kemampuan berbeda dengan IP Table, jika dengan proxy squid server dapat melakukan penyimpanan cache memory, IP Table tidak dapat melakukan hal itu karena IP Table hanya mampu menjalankan beberapa aturan sesuai dengan perintah-perintah IP Table itu sendiri. Meskipun Proxy dan firewall berada pada lapisan yang berbeda menurut lapisan OSI(Open Systems Interconnection), yang mana Proxy berada pada lapiran Network sedangkan Firewall pada lapisan applikasi, kedua komponen ini di padukan dalam satu personal komputer dalam penerapan ini sehingga tidak memerlukan tambahan perangkat keras yang berlebihan. Dari hasil yang diperoleh dengan adanya Proxy server dan Firewall ini semua akses dan aktifitas klien dalam mengakses informasi dapat terkontrol dengan baik oleh server sekaligus akses dapat dibatasi.Pembatasan ini dapat dilakukan demi kepentingan membatasi alamat-alamat situs porno maupun membatasi alamat-alamat situs yang memiliki resource yang besar, sehingga dengan pembatasan terhadap alamat-alamat situs yang memiliki resource besar tersebut dapat mengurangi atau dapat menghemat penggunaan bandwidth yang berakibat akses informasi semakin lebih baik dan maksimal.

Pengaruh gaya belajar (learning style) dan lingkungan belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang tahun ajaran 2009/2010 / Nila Solichatun Nadhiroh

 

ABSTRAK Solichatun, Nadhiroh, Nila. 2009. Pengaruh Gaya Belajar (Learning Style) dan Lingkungan BelajarTerhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi SI Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Prih Hardinto, M.Si., (II) Drs. Mardono, M.Si. Kata Kunci: Gaya Belajar, Lingkungan Belajar, Hasil Belajar Ada dua faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa yaitu faktor internal seperti gaya belajar siswa dan eksternal seperti lingkungan belajar. Gaya belajar siswa, antara lain gaya belajar visual,auditorial dan kinestetik. Sedangkan, lingkungan belajar siswa mencakup lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) pengaruh parsial antara gaya belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMP Laboratorium UM tahun ajaran 2009/2010 (2) pengaruh parsial antara lingkungan belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMP Laboratorium UM tahun ajaran 2009/2010 dan (3) pengaruh simultan antara gaya belajar dan lingkungan belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMP Laboratorium UM tahun ajaran 2009/2010. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner yang kemudian hasilnya dianalisis melalui analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan proporsional random sampling. Jumlah populasi sebesar 163 siswa, sedangkan sampelnya adalah sebesar 32 siswa Dari hasil analisis data melalui uji hipotesis dapat diketahui bahwa pada variabel gaya belajar (X1) secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar terbukti besaran probabilitas (Sig) pada variabel gaya belajar (X1) adalah 0,004 < 0,05 dan t hitung (3,104) > ttabel(2,042). Jika dilihat dari tingkat signifikansinya = 0,004 dibawah 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Pada variabel lingkungan belajar (X2) secara parsial juga terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar dengan besaran probabilitas (Sig) 0,000 < 0,05. Jika dilihat dari tingkat signifikansinya = 0,000 dibawah 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sedangkan, secara simultan berdasarkan dari hasil uji F diketahui besaran probabilitas (Sig.) 0,000 < 0,05 dan menunjukkan bahwa gaya belajar dan lingkungan belajar berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar. Hal ini membuktikan bahwa banyak faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa antara lain gaya belajar dan lingkungan belajar. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat memasukkan variabel yang lainnya, sehingga hasilnya lebih valid dan reliabel dan dapat memperkuat teori dan penemuan yang ada sebelumnya.

Pengembangan CD interaktif sebagai media pengayaan pembelajaran bahasa Arab siswa madrasah aliyah / Amalia Husnul Khotimah

 

ABSTRAK Khotimah, Amalia Husnul. 2009. Pengembangan CD Interaktif sebagai Media Pengayaan Pembelajaran Bahasa Arab Siswa di Madrasah Aliyah. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Drs.Muhaiban (II) Dr.Nurul Murtadho M.Pd. Kata Kunci : CD Interaktif, Pembelajaran Bahasa Arab, Madrasah Aliyah Perkembangan teknologi dalam bidang pendidikan membawa dampak positif, khususnya dalam media pembelajaran berbasis komputer. Banyak media pembelajaran yang misalnya video, CD interaktif, CD audio, dll. Begitu juga dalam pengajaran non bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pengayaan pada pembelajaran bahasa Arab dalam bentuk CD interaktif yang mengacu pada kurikulum KTSP 2006 berfokus pada aplikasi penggunaan struktur topik bahasan Al-Masajid Fii Ushu:ri U:la tingkat IX madrasah Aliyah. Model pengembangan dalam penelitian ini adalah model yang diadaptasi dari model ancangan “The system Approach Model” Model ini diawali dari merancang, mengembangkan, mengimplementasikan, dan menilai pembelajaran. Rancangan sistem memiliki prosedur (1) mengenali tujuan pembelajaran, (2) melakukan analisis pembelajaran yaitu mengenali tingkah laku dan ciri siswa, (3) merumuskan tujuan performansi pembelajaran, (4) mengembangkan materi pembelajaran;persiapan;pelaksanaan;editing, (5) merancang, dan melaksanakan penilaian formatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian pengembangan ini adalah produk CD interaktif yang berisi materi bertemakan Ash-Shola:h wal Masjid. Berdasarkan uji terapan yang dilakukan oleh 20 siswa kelas XI IPA 1 media ini digolongkan sebagi media pembelajaran yang layak untuk digunakan sebagai media pengayaan dalam pembelajaran bahasa Arab. Selain data kuantitatif diperoleh pula data kualitatif berupa kritik dan saran yang digunakan untuk perbaikan media dalam proses selanjutnya. Kritik dan saran tersebut adalah perlu pengembangan materi lainnya baik berupa pengembangan media pembelajaran atau media pengayaan, meningkatan keinteraktifan media pembelajaran dengan menyediakan fitur-fitur sederhana yang dapat diakses secara otomatis, dan pengembangan produk media berbasis komputer yang bersifat online agar ada kemuakhiran informasi dan materi yang akan disampaikan kepada siswa berdasarkan kurikulum yang dikembangkan. Dalam penggunaanya media ini harus diakses pada komputer dengan spesifikasi komputer minimal pentium III, memory SDR 128 MB, VGA, sound Usb Port, CDROM, speaker aktif dan bersetting windows XP Arabic.

Studi perbandingan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah didasarkan pada model pembelajaran inquiry dan peta konsep pada mata pelajaran ekonomi (studi kasus pada kelas VII SMP Negeri 1 Binangun) / Suyati

 

ABSTRAK Suyati, 2010. Studi Perbandingan Kreativitas Dan Kemampuan Memecahkan Masalah Didasarkan Pada Model Pembelajaran Inquiry Dan Peta Konsep Pada Mata Pelajaran Ekonomi (Studi kasus pada kelas VII SMP Negeri 1 Binangun). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hari Wahyono, M. Pd., (2) Dr. Imam Mukhlis, S.E., M.Si. Kata kunci: kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, Inquiry, peta konsep Upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara terus-menerus dilaksanakan. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya penyempurnaan dalam sistem pendidikan, salah satunya yaitu penyempurnaan kurikulum. Pada saat ini, pemerintah sedang memberlakukan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Dalam pelaksanaannya pembelajaran dalam KTSP guru dituntut untuk menciptakan suasana belajar yang mampu mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran. Beberapa tahun terakhir ini, banyak sekali model pembelajaran yang terus dikembangkan. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Diperlukan strategi pembelajaran yang lebih memberdayakan siswa dan memberi kesempatan pada siswa untuk menyampaikan ide atau pendapatnya serta guru harus memilih model pembelajaran yang tepat agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Pembelajaran yang diinginkan saat ini adalah pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya. Salah satu pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kurikulum saat ini adalah pembelajaran dengan Inquiry dan peta konsep. Dengan diterapkannya pembelajaran ini, diharapkan dapat membantu siswa untuk lebih kreatif dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi siswa secara rasional dan tuntas. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Binangun yang bertujuan (1) untuk membandingkan peningkatan kreativitas siswa yang menggunakan model pembelajaran inquiry dengan peta konsep pada siswa kelas VII khususnya mata pelajaran ekonomi, (2) untuk membandingkan peningkatan kemampuan memecahkan masalah siswa yang menggunakan model pembelajaran inquiry dengan peta konsep pada siswa kelas VII khususnya mata pelajaran ekonomi. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasy Eksperimental Design). Subjek dalam penelitian ini ada dua kelas, yaitu: VII-A sebagai kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran peta konsep sebanyak 40 siswa dan kelas VII-B sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran inquiry sebanyak 38 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji-t (t-test) Independent Sample Test dengan taraf signifikansi 5%. Sebelum data dianalisis dilakukan uji prasyarat analisis homogenitas dan normalitas. Uji-t digunakan untuk menguji beda rata-rata dan hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: ada perbedaan kreatifitas dan kemampuan memecahkan masalah, siswa kelas VII SMP Negeri 1 Binangun yang mengalami proses pembelajaran Inquiry dengan yang mengalami proses pembelajaran peta konsep. Dimana kreativitas pada kelas eksperimen yang mengalami proses pembelajaran inquiry memiliki peningkatan yang lebih tinggi (X = 28,89) dari pada kelas kontrol yang mengalami proses pembelajaran peta konsep (X = 16,00). Dan tingkat kemampuan memecahkan masalah pada kelas eksperimen yang mengalami proses pembelajaran inquiry juga memiliki peningkatan yang lebih tinggi (X = 28,89) dari pada kelas kontrol yang mengalami proses pembelajaran peta konsep (X = 16,00). Berdasarkan pada penelitian yang telah dilaksanakan, maka terdapat beberapa saran untuk lebih mengoptimalkan penerapan pembelajaran inquiry pada mata pelajaran ekonomi, antara lain: 1) guru mata pelajaran ekonomi disarankan untuk menerapkan model pembelajaran inquiry, dimana siswa dilibatkan secara langsung dan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga siswa dapat menemukan dan menyusun sendiri pengetahuannya melalui pengalaman-pengalaman yang dimilinya sendiri sebagai alternatife pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah. 2) pelaksanaan pembelajaran inquiry hendaknya didukung oleh pihak sekolah dengan menyediakan sarana prasarana, seperti buku-buku materi yang relevan, OHP, LCD agar pelaksanaannya lebih optimal. 3) penelitian ini hendaknya dapat diteruskan oleh peneliti selanjutnya untuk diterapkan pada kelas dan sekolah lain dengan materi yang berbeda.

Membangun firewall berbasis proxy aquid dan iptable pada jaringan komputer di SMK Negeri 1 Pogalan / Mita Purwanti

 

Sejalan dengan perkembangan jaringan komputer dan teknologi Internet yang digunakan di SMK Negeri 1 Pogalan pada saat ini muncullah permasahan seperti penyebaran virus yang sangat cepat pada masing - masing klien karena secara langsung klien terhubung dengan internet hal ini menunjukkan sistem keamanan jaringan di SMK Negeri 1 Pogalan kurang baik. Pada tugas akhir ini dikembangkan suatu sistem keamanan berupa Proxy Server dan Firewall. Dengan menggunakan Proxy Server dan Firewall ini seorang administrator jaringan dapat dengan mudah mengendalikan, mengatur lalulintas jaringan dan hak akses masing-masing klien serta dengan mudah dapat melakukan perhitungan pemakaian koneksi ke internet oleh masing-masing pada klien . Proxy Server dan Firewall ini dibangun dengan menggunakan perangkat komputer yang dilengkapi dengan perangkat lunak squid dan iptable. Dimana squid merupakan perangkat lunak proxy yang memiliki kemampuan berbeda dengan iptable, jika dengan proxy squid server dapat melakukan penyimpanan cache memory, iptable tidak dapat melakukan hal itu karena iptable berkerja pada lapisan yang berbeda dan hanya mampu menjalankan beberapa aturan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Target utama tugas akhir ini adalah untuk mendisain Firewall berbasis Proxy Squid dan Iptable pada Jaringan Komputer di SMK Negeri 1 Pogalan Trenggalek. Sehingga terbukti bahwa disain Firewall menggunakan perangkat lunak Proxy Squid dan Iptable pada Jaringan Komputer SMK Negeri 1 Pogalan Trenggalek dapat meningkatkan sistem keamanan jaringan komputer.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (student Team Achievement Division) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran manajemen perkantoran (studi pada siswa kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah 2

 

ABSTRAK Saraswati, Icha Dian. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Division) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Manajemen Perkantoran (Studi Pada Siswa Kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah 2 Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Perkantoran Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, FE. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd, M.M., (II) Madziatul Churiyah, S.Pd, M.M. Kata kunci : pembelajaran kooperatif, model Pembelajaran STAD (Student Team Achievement Division), motivasi belajar, hasil belajar siswa. Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita sekarang adalah masalah lemahnya proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang ada selama ini ternyata hanya membuat siswa sangat terbebani dengan materi dan tuags yang diberikan oleh guru, sehingga siswa merasa bosan di dalam kelas. Dalam pembelajaran di kelas telah banyak pendekatan-pendekatan yang dilakukan oleh guru, tetapi sampai saat ini belum mendapatkan hasil yang memuaskan, ini ditunjukkan dengan hasil-hasil ujian siswa baik ujian nasional maupun ujian sekolah serta keterampilan individu siswa itu sendiri. Dari pihak sekolah sendiri juga belum berdaya untuk menciptakan suasana belajar yang memungkinkan siswa berpikir kritis, kreatif, bertanggung jawab, dan memberi peluang bagi siswa untuk menjelajahi idenya yang imajinatif. Oleh sebab itu pelu adanya sebuah model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division). Pembelajaran STAD merupakan bentuk pembelajaran kooperatif dimana siswa dilatih untuk melakukan diskusi kelompok dan mempresentasikannya di depan kelas. Bagi kelompok yang memiliki nilai tertinggi diberi penghargaan. Tujuan penelitian ini adalah : 1) untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division) di SMK Muhammadiyah 2 Malang, 2) untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah 2 Malang, 3) untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Manajemen Perkantoran siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah 2 Malang. Subyek penelitian adalah siswa kelas X APK di SMK Muhammadiyah 2 Malang dengan jumlah 34 siswa. Jenis penelitian ini penelitian kualitatif yang dirancang dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Data penelitian dikumpulkan melalui 1) tes, 2) lebar observasi, 3) wawancara, 4) angket, 5) dokumentasi, dan 6) catatan lapangan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus mencakup 4 tahap kegiatan, yaitu : 1) ii perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Analisis data dalam penelitian in idilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division) secara umum telah dilaksanakan dengan baik. Siswa saling membantu, saling berinteraksi tatap muka, berdiskusi dengan guru dan teman, menyumbangkan skor untuk kelompok, tenggang rasa, sopan dan mandiri. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi keterampilan kooperatif siswa. Pada pelaksanaan siklus I berdasarkan perbandingan dari kedua pengamat menunjukkan taraf keberhasilan. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division) pada kelas X APK SMK Muhammadiyah 2 Malang sudah baik. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan motivasi belajar siswa dari siklus I sebesar 3,87% menjadi sebesar 4,07% dan hasil belajar siswa dari siklus I sebesar 64,7% menjadi sebesar 94,1% pada siklus II. Peningkatan sebesar 29,4% tersebut sudah menunjukkan ketuntasan belajar yaitu dari siklus I yang hanya 22 siswa yang tuntas belajar meningkat menjadi 32 siswa yang tuntas belajar. Meskipun dalam pelaksanaan tindakan banyak kekurangan dan kelemahan pada siklus I maka peneliti mencoba memperbaiki pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa mata pelajaran Manajemen Perkantoran. Hal ini dapat dilihat dari kedua aspek, yaitu aspek kognitif dan afektif yang meningkat setiap siklus. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu : 1) bagi guru mata pelajaran Manajemen Perkantoran dapat menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Selain itu hendaknya guru memperhatikan alokasi waktu sesuai dengan apa yang sudah direncanakan, serta guru hendaknya lebih memotivasi siswa untuk berani mengungkapkan pendapatnya, sehingga pembelajaran di kelas tidak hanya didominasi oleh guru saja, 2) Bagi siswa hendaknya mengikuti pembelajaran tersebut dengan sungguh-sungguh, karena pembelajaran tersebut akan melatih siswa berpikir kritis, berani mengungkapkan pendapat, dan dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, 3) Bagi sekolah hendaknya membimbing tenaga pengajarnya supaya lebih kreatif dalam menerapkan model-model pembelajaran kooperatif, 4) bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian dengan situasi dan kondisi sekolah yang sama, hendaknya menerapkan model pembelajaran kooperatif yang lebih bervariasi sehingga kemampuan dan hasil belajar siswa lebih meningkat lagi.

Pembangunan jaringan LAN yang terkoneksi dengan internet via broadbrand menggunakan mikrotik OS di Mtsn Munjungan / Khoirul Anam

 

Jaringan komputer saat ini merupakan media yang sudah harus ada disetiap instasi, baik itu intansi kecil ataupun besar. Keberadaan jaringan komputer sudah menjadi pendukung utama dalam semua kegiatan yang berkaitan dengan informasi. Kebutuhan akan kecepatan penyampaian dan kemudahan dalam mendapatkan informasi itulah yang membuat jaringan komputer menjadi sebuah media yang perlu dikembangkan dan dipelajari. Dalam dunia pendidikan, jaringan komputer sudah merupakan sarana baku untuk melakukan proses pertukaran informasi, mulai dari tingkat pendidikan menengah pertama hingga universitas kebutuhan akan kecepatan pertukaran informasi sudah termediasi oleh adanya jaringan komputer. Kebutuhan informasi untuk dunia pendidikan sekarang ini utamanya adalah adanya sumber belajar baru yaitu internet. Internet adalah jaringan komputer besar yang menghubungkan berjuta-juta komputer di seluruh belahan bumi. Internet merupakan sarana penting bagi masyarakat modern untuk mendapatkan informasi yang lebih cepat dan tidak mengenal waktu dan tempat. Semua orang bisa mendapatkan informasi dari jaringan besar ini (internet), baik informasi yang bersifat positif maupun negatif. Namun dibalik itu internet masih merupakan informasi yang mahal hingga penyebarannya tidak secepat yang diharapkan. Dalam kalangan akademisi, banyak diciptakan teknologi-teknologi khusus dalam jaringan komputer agar dapat membagi, membatasi dan mengurangi efek negatif dari internet. Dengan teknologi tersebut diharapkan penyerapan internet dapat lebih maksimal khususnya di dunia pendidikan.

Membangun laboratorium KKPI berbasis linux terminal server project (LTSP) di ICT center Gresik / Pasmanda Halian Putra

 

Laboratorium menjadi salah satu komponen penting dalam pendidikan di SMK Negeri Cerme Kab. Gresik yang notabene sebagai sekolah kejuruan juga memiliki komitmen yang tinggi untuk mengembangkan laboratorium internal pada instansi pendidikan yang menggunakan Linux Terminal Server Project (LTSP) untuk mengakses suatu informasi. LTSP mengeksplorasi kemampuan Linux untuk aplikasi diskless xterminal di sisi klien. Teknologi yang mirip sistem mainframe ini semakin populer karena dapat menghemat sumber daya perangkat keras tanpa perlu mengurangi performansi. Seperti yang diketahui bahwa penyelenggaraan infrastruktur Laboratorium KKPI membutuhkan biaya yang tidak sedikit Masalah dapat timbul mengingat perkembangan teknologi yang demikian cepat namun belum tentu mampu diadopsi oleh lingkungan pendidikan yang terkadang terbentur dengan faktor-faktor seperti pembiayaan penyelenggaraan infrastruktur maupun kurangnya optimalisasi laboratorium seperti dalam penggunaan perangkatnya. Metode penerapan sistem LTSP diawali dengan membangun jaringan lokal memanfaatkan topologi star. Yaitu topologi yang sangat mudah untuk menambah atau mengurangi perangkat jaringannya tanpa mengganggu aktifitas jaringan yang telah terpasang. Kemudian sistem LTSP pun dapat di install di atas sistem operasi Ubuntu 8.04 desktop edition yang berperan sebagai server, dengan memanfaatkan 1 komputer berspesifikasi diatas rata-rata dan menggunakan thin client sebagai solusi komputer yang hemat biaya dan effisien. Hasil yang diperoleh dalam penerapan sistem LTSP yang di aplikasikan kedalam Laboratorium KKPI ini cukup memuaskan disamping penghematan biaya dalam sisi perawatan hardware, perawatan softwarepun sangat terbantu. Karena semua perawatan yang berkaitan dengan software hanya difokuskan pada host atau server. Kemudian sistem ini pun dapat menduplikasikan kinerja client yang hanya dengan spesifikasi yang begitu ringkas menjadi seperti spesifikasi yang mumpuni seperti yang dimiliki oleh server. Sistem ini dapat dikatakan sistem yang effisien sebagai solusi pemecahan masalah penerapan laboratorium komputer yang hemat dan effisien. Perkembangan sistem LTSP ini kedepan juga masih membutuhkan lebih banyak lagi client-client yang terpasang disamping untuk memenuhi target jumlah siswa yang begitu besar. Otomatis jika client yang terpasang akan bertambah banyak maka penambahan atau upgrade pada server pun harus dilakukan guna menunjang banyaknya client. Dan tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada penambahan-penambahan aplikasi pendukung yang akan digunakan untuk pembelajaran kedepannya. Karena semakin lama teknologi pun akan semakin maju bertambah pesat.

Pengaruh program sertifikasi terhadap kinerja guru ekonomi SMA se Kabupaten Nganjuk / Aprilia Widyaningtias

 

ABSTRAK Widyaningtias, Aprilia. 2010. Pengaruh Program Sertifikasi terhadap Kinerja Guru Ekonomi SMA se-kabupaten Nganjuk. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) : Dr. Hadi Sumarsono, S.T,M.Si. Pembimbing (II) : Agus Sumanto, S.E, M.S.A Kata kunci: Sertifiksi Guru, Kinerja Guru Kinerja guru secara konseptual adalah gambaran hasil kerja seorang guru dalam mengelola dan melaksanakan tanggungjawab profesional yang dimiliki. Salah satu cara yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kinerja guru adalah dengan mengadakan program pemberian sertifikat pada para guru. Pemberian sertifikat ini agar guru meningkatkan kinerjanya dan dampak yang diharapkan dari meningkatnya kinerja adalah tercapainya hasil mutu pendidikan dan tercapainya tujuan pendidikan nasional sebagaimana yang tertuang dalam UU No.20/2003 pasal 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dengan ini peneliti berusaha mencari jawaban atas berita yang berkembang dimasyarakat bahwa program sertifikasi tidak berdampak sama sekali pada kinerja guru, namun hanya akal-akalan pemerintah untuk menaikkan tingkat kesejahteraan guru, dan apakah dapat digeneralisasikan ditiap daerah sertifikasi tidak berpengaruh pada kinerja gurunya. Sehingga dalam penelitian ini peneliti memiliki tujuan untuk mengetahui kinerja guru ekonomi SMA se-kabupaten Nganjuk dan untuk mengetahui pengaruh sertifikasi terhadap kinerja guru ekonomi SMA se-kabupaten Nganjuk. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksplanatori (explanation research). Analisis yang digunakan adalah analisis Uji-t. Variable dalam penelitian ini adalah kinerja guru yang terdiri dari sub variabel: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Sasaran dalam penelitian ini adalah guru yang telah sertifikasi maupun guru yang belum menempuh program sertifikasi. Teknik pengumpulan datanya yaitu dengan menggunakan kuesioner. Dari hasil penelitian diketahui guru ekonomi SMA se-kabupaten Nganjuk baik yang telah menempuh program sertifikasi dan yang belum menempuh program sertifikasi memiliki kinerja yang baik. Dan tidak terdapat pengaruh yang signifikan program sertifikasi terhadap kinerja guru ekonomi SMA se-kabupaten Nganjuk. Berdasarkan dari hasil penelitian saran yang dapat diberikan adalah hendaknya guru yang tersertifikasi meningkatkan kinerjanya agar terbukti bahwa guru yang telah sertifikasi kompeten di bidangnya, pelaksanaan sertifikasi melalui penilaian portofolio kurang efektif, dikarenakan tidak bisa mewakili kompetensi yang dimiliki guru, sehingga perlu adanya ujian komprehensif dan praktek agar dapat dipastikan bahwa tunjangan profesi pendidik diberikan kepada mereka yang benar-benar berhak dan layak memperolehnya, selain itu keikutsertaan dalam pelatihan, seminar, lokakarya perlu ditingkatkan, untuk menambah wawasan dan keterampilan guru, sehingga akan dihasilkan kinerja yang baik.

Pengaruh pengelolaan kelas dan penmanfaatan media pembelajaran oleh guru ekonomi terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi kelas VIII di SMP Negeri I Ngoro Jombang / Nur Saidah Zuhri

 

i ABSTRAK Zuhri, Nur Saidah. 2010. Pengaruh Pengelolaan Kelas dan Pemanfaatan Media Pembelajaran oleh Guru Ekonomi terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Ekonomi Kelas VIII di SMP Negeri I Ngoro Jombang. Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Nasikh, S.E., M.P., M.Pd (2) Agus Sumanto, S.E., M.SA. Kata Kunci: Pengelolaan Kelas, Pemanfaatan Media Pembelajaran, dan Hasil Belajar Siswa. Peningkatan mutu pendidikan ditandai dengan peningkatan hasil belajar peserta didik. Aspek terpenting dalam peningkatan hasil belajar peserta didik adalah meningkatkan mutu proses pembelajaran, hal ini tergantung dari kemampuan guru dalam mengajar. Sedangkan keberhasilan seorang guru dalam kegiatan pembelajaran ditentukan juga oleh kemampuan guru dalam menyampaikan materi. Seperti tujuan pengajaran yang tepat dan kemampuan guru dalam memanfaatkan media pembelajaran secara efektif dan efisien. Selain itu dalam menghadapi siswa seorang guru juga harus memiliki kemampuan dasar dalam mengelola kelas. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hasil belajar siswa ditentukan oleh pengelolaan kelas dan pemanfaatan media pembelajaran. Berdasarkan paparan di atas maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengelolaan kelas dan pemanfaatan media pembelajaran oleh guru ekonomi terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi kelas VIII di SMP Negeri I Ngoro Jombang. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana pengelolaan kelas oleh guru pada mata pelajaran ekonomi kelas VIII di SMP Negeri I Ngoro Jombang (2) Bagaimana pemanfaatan media oleh guru pada mata pelajaran ekonomi kelas VIII di SMP Negeri I Ngoro Jombang (3) Bagaimana hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMP Negeri I Ngoro Jombang (4) Apakah ada pengaruh yang signifikan antara pengelolaan kelas dan pemanfaatan media oleh guru terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas VIII di SMP Negeri I Ngoro Jombang. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) mengetahui pengelolaan kelas oleh guru mata pelajaran ekonomi kelas VIII di SMP Negeri I Ngoro Jombang (2) mengetahui pemanfaatan media pembelajaran oleh guru pada mata pelajaran ekonomi kelas VIII di SMP Negeri I Ngoro Jombang (3) mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas VIII di SMP Negeri I Ngoro Jombang (4) mengetahui pengaruh yang signifikan antara pengelolaan kelas dan pemanfaatan media oleh guru terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas VIII di SMP Negeri I Ngoro Jombang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengelolaan kelas (X1) dan pemanfaatan media pembelajaran (X2), sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar (Y). Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 257 siswa dan sampel berjumlah 49 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proporsional random sampling. Skala yang digunakan adalah skala likert dengan 5 (lima) pilihan jawaban. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik ii pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Sedangkan untuk uji kelayakan regresi dilakukan uji asumsi klasik dan keseluruhan analisis menggunakan bantuan program SPSS for windows 16.00. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa (1) Pengelolaan kelas guru ekonomi di SMP Negeri I Ngoro Jombang tergolong kategori cukup. (2) Pemanfaatan media pembelajaran oleh guru ekonomi di SMP Negeri I Ngoro tergolong tinggi. (3) Hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri I Ngoro tergolong cukup. (4) Secara parsial, pengelolaan kelas guru ekonomi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri I Ngoro Jombang, terbukti dengan sig t (0.00) < α (0.05). (5) Pemanfaatan Media Pembelajaran juga mempengaruhi hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri I Ngoro Jombang yang ditunjukkan dengan sig t (0.00) < α (0.05). (6) Secara simultan, pengelolaan kelas dan pemanfaatan media pembelajaran oleh guru ekonomi berpengaruh terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi kelas VIII di SMP Negeri I Ngoro Jombang yang ditunjukkan dengan sig t (0.00) < α (0.05). Nilai R square sebesar 0,757, hal ini menunjukkan bahwa kontribusi yang diberikan variabel pengelolaan kelas dan pemanfaatan media pembelajaran oleh guru ekonomi berpengaruh secara simultan terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi kelas VIII di SMP Negeri I Ngoro Jombang sebesar 75,7%. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas dan pemanfaatan media pembelajaran berpengaruh secara simultan terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi kelas VIII di SMP Negeri I Ngoro Jombang. Saran dalam penelitian ini adalah (1) Bagi guru hendaknya melakukan pengelolaan kelas yang baik dengan cara menciptakan suasana belajar yang harmonis dan mempertahankan iklim pembelajaran yang kondusif serta menggunakan media yang lebih bervariatif. (2) Bagi sekolah hendaknya memperhatikan kebutuhan guru dalam meningkatkan keterampilannya sebagai pengajar dan menyediakan sarana prasarana sekolah yang lebih baik. (3) Bagi siswa hendaknya menyadari kedudukan, hak, dan kewajibannya sebagai peserta didik dalam proses pendidikan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Proses perencanaan dan pelaksanaan produksi cafe warna jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (Studi kasus pada mahasiswa D3 Program studi tata boga angkatan 2007) / Like Citra Nurbaya

 

ABSTRAK Nurbaya, Like Citra. 2010. Proses Perencanaan dan Produksi Café Warna Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Boga, FT Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T., M.Pd, (II) Ir. Budi Wibowotomo, M.Si. Kata kunci: café warna 07, perencanaan, implementasi. Salah satu misi Prodi Tata Boga FT UM adalah menjadi pusat informasi kwirausahaan berbasis teknologi tata boga. Café Warna sebagai laboratorium Tata Boga FT UM untuk mengimplementasikan teori pengelolaan usaha boga pada matakuliah manajemen usaha boga (MUB) cafetaria, salah satunya perencanaan produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola perencanaan produksi Café Warna 07, aspek perencanaan produksi, implementasi aspek perencanaan produksi dan kendala implementasi aspek perencanaan produksi. Pola perencanaan yang digunakan oleh Café Warna 07, yaitu pola perencanaan terintegrasi. Perencanaan disusun saling berkaitan antar bagian yang ada di Café Warna 07. Aspek perencanaan produksi yang digunakan yaitu (a) desain produk atau jasa, berkaitan dengan perencanaan menu dan pelayanan; (b) analisis break event point, bertujuan untuk mengetahui banyaknya produk yang harus terjual dalam 1 hari agar café tidak mengalami kerugian, BEP (porsi) dalam agar tidak merugi maka café harus memproduksi 82 porsi/hari, target penjualan dengan besar keuntungan yang diinginkan Rp 200.000,00 adalah sebanyak 229 porsi/hari dan (c) proses produksi berkaitan dengan pengadaan dan penyimpanan bahan baku serta standar prosedur operasional café. Implementasi aspek perencanaan produksi Café Warna 07 baik yang tertulis dan tidak tertulis, pada umumnya dapat diimplementasikan. Perubahan selama operasional café disesuaikan dengan kondisi yang sedang berlangsung, seperti perubahan menu setelah café beroperasi selama 2 bulan, hal tersebut dikarenakan kurngnya minat konsumen; proses pengolahan yang kurang praktis dan resiko kerusakan bahan setengah jadi yang relatif tinggi. Aspek perencanaan yang kurang sesuai dengan pelaksanaannya adalah prediksi biaya fixed cost, hal ini dikarenakan pembengkakan biaya pemasaran dan biaya bagian pelayanan yang diakibatkan oleh kenaikan harga bagi komponen tersebut selama operasional café. Aspek perencanaan yang tidak dapat terlaksanakan adalah pencapaian target penjualan, karena keuntungan yang diharapkan terlalu tinggi dan tidak disesuaikan dengan pangsa pasar Café Warna 07, mayoritas mahasiswa. Kendala yang dialami pengelola Café Warna 07 berupa ketidaksesuaian perhitungan fixed cost antara perencanaan dan pelaksanaan; prediksi pendapatan penjualan; kenaikan harga bahan baku; keterbatasan tempat produksi pengolahan makanan; prediksi jumlah tamu dan keterbatasan tempat penyimpanan. Jurusan Teknologi Industri FT UM dapat memperbanyak referensi yang berkaitan dengan perencanaan agar mahasiswa lebih matang dalam menyusun perencanaan pengelolaan usaha boga. Pembinaan lebih dalam mengenai standarisasi resep dilakukan sebelum operasional café. Keterbatasan tempat pengolahan makanan dapat disiasati dengan cara penyekatan ruangan. Bagi mahasiswa pengelola Café Warna selanjutnya diharapkan lebih cermat dan selektif mengenai pentuan aspek-aspek yang akan dicantumkan pada perencanaan. Prediksi kenaikan harga bahan baku perlu diperhatikan pada saat menyusun perencanaan. Pengetahuan mengenai bahan baku sangat diperlukan, sehingga dapat merencanakan dengan baik mengenai tempat penyimapanan sesuai karakteristik bahan baku. Prediksi jumlah konsumen dapat dilakukan dengan cara melihat catatan rekapan menu yang yang terjual pada hari sebelumnya. Diharapkan temuan hasil penelitian ini oleh peneliti selanjutnya dapat diteliti lebih spesifik lagi tentang proses perencanaan dan pelaksanaan produksi. Penelitian mengenai proses perencanaan dapat dilakukan mulai dari awal penyusunan rencana, agar data lebih akurat.

Upaya meningkatkan informasi pendidikan dengan E-Learning yang memanfaatkan hosting dan domain free di SMA Negeri 1 Driyorejo / Apri Dona Andarti, Ibenu Saiful Muzab

 

Semakin berkembangnya teknologi zaman sekarang, maka akan bertambah canggih juga dalam hal penyebaran informasi, khususnya melalui media website. Dalam hal ini, kebutuhan website hampir dikatakan suatu kebutuhan yang mendekati primer, karena keefektifan waktu yang digunakan sampai manfaat yang dirasakan sangat besar. Terkait dengan hal tersebut di atas, maka SMA Negeri 1 Driyorejo Gresik perlu mengembangkan cara penyebaran informasinya. Untuk itu perlu dikembangkan suatu sistem yang berfungsi sebagai alat bantu untuk memberikan informasi yang lengkap mengenai profil sekolah, visi dan misi, kegiatan sekolah, dan berita-berita terbaru mengenai sekolah, dan menyediakan bahan ajar yang mudah digunakan dan dipahami. Dengan demikian, seorang pendidik dituntut untuk kreatif, inovatif, dan mampu membuat bahan ajar yang komunikatif. Salah satu aplikasi yang banyak digunakan untuk membuat bahan ajar berbasis web serta e-book (elektronik Book), sehingga dapat memberikan informasi secara cepat, lengkap dan akurat mengenai SMA Negeri 1 Driyorejo Gresik. Sistem ini adalah sistem berbasis web dinamis yang dibuat dengan alat bantu menggunakan joomla dan moodle sebagai database-nya dan pemanfaatan jaringan internet sebagai pengakses website. Dengan berbasis web, akan memungkinkan pengoperasian sistem ini dengan multiuser, agar peyebaran informasi dapat lebih efisiensi, tepat, cepat dan akurat. Penelitian ini dilakukan di laboratorium KKPI SMA Negeri 1 Driyorejo Gresik dengan beberapa tahap, yaitu (1) tahap pendaftaran domain gratis di www.co.cc. (2) tahap pendaftaran hosting (3) tahap Konfigurasi Domain dan Hosting. (4) tahap Konfigurasi Website SMA Negeri 1 Driyorejo Gresik dan (5) adalah tahap proses pemasukan data-data yang diperlukan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya telah menggunakan domain khusus untuk sekolah yaitu sch.id, dari segi penambahan informasi yang lebih lengkap tentang sekolah dan dari segi tampilan yang lebih menarik. Dengan adanya hal tersebut maka akan memberikan peluang atau kesempatan bagi pengembang sistem untuk melakukan pengembangan sistem lanjutan menuju ke arah yang lebih baik.

Penerapan pembelajaran pola PBMP (Pemberdayaan berpikir melalui pertanyaan) dengan model TPS (Think Pair Share) untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa kelas X AK 2 SMK PGRI 3 Nganjuk pada mata pelajaran siklus akuntansi / Yulita Windawati

 

ABSTRAK Windawati, Yulita. 2010. Penerapan Pembelajaran Pola PBMP (Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan) dengan Model TPS (Think Pair Share) untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Keaktifan Siswa Kelas X Ak 2 SMK PGRI 3 Nganjuk pada Mata Pelajaran Siklus Akuntansi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurika Restuningdiah. S.E, M.Si, Ak (II) Hj. Yuli Widi Astuti, S. E, M. Si. Ak Kata kunci: Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan, Think Pair Share (TPS), Hasil Belajar, Keaktifan Siswa Metode pembelajaran memiliki peranan yang penting dalam proses pembelajaran. Penggunaan salah satu metode pembelajaran mempunyai relevansi terhadap kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki oleh siswa. Metode pembelajaran yang selama ini digunakan adalah metode pembelajaran konvensional, dimana metode ini masih kurang mampu untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa. Metode konvensional cenderung tidak melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa tidak termotivasi untuk mengikuti aktivitas pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang berorientasi pada siswa adalah pembelajaran pola PBMP (Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan) dengan model TPS (Think Pair Share) yang mana metode ini mampu untuk mengaktifkan siswa selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa dengan menerapkan pembelajaran pola PBMP dengan model TPS. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X Ak 2 SMK PGRI 3 Nganjuk. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah reduksi data, penyajian data, konklusi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dan keaktifan siswa pada setiap siklusnya. Penerapan pembelajaran pola PBMP (Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan) dengan model TPS (Think Pair Share) efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan agar pembelajaran pola PBMP (Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan) dengan Model TPS (Think Pair Share) dijadikan salah satu alternatif pilihan bagi guru bidang studi akuntansi atau guru bidang studi lainnya untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa, juga diharapkan adanya penelitian lebih lanjut, untuk menerapkan pada materi yang lain dan mata pelajaran lain.

Penerapan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dan kecakapan hidup (life skills) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA Negeri 6 Kediri / M. Riza Rosihan Anwar

 

ABSTRAK Anwar, M.Riza Rosihan. 2010. Penerapan Pembelajaran Dengan Pendekatan Kontekstual dan Kecakapan Hidup (Life Skills) Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X SMA Negeri 6 Kediri. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universiras Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sapir, S.Sos, M.Si, (II) Agus Sumanto, S.E., M.S.A. Kata kunci: pendekatan kontekstual, life skills, motivasi, hasil belajar kognitif, hasil belajar afektif. Melalui hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di SMA Negeri 6 Kediri, guru belum sepenuhnya melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar. Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan Bapak Subeno (guru ekonomi kelas X) dapat diketahui bahwa motivasi dan hasil belajar siswa masih rendah. Guru juga belum pernah menggunakan pendekatan kontekstual dan kecakapan hidup (life skills) dalam proses pembelajaran. Sistem pembelajaran yang dilaksanakan di SMA Negeri 6 masih berjalan secara konvensional. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk menerapkan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dan kecakapan hidup (life skills) dalam mata pelajaran ekonomi. Dengan diterapkan pendekatan pembelajaran tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar ekonomi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi dan hasil belajar ekonomi pada siswa kelas X-6 SMA Negeri 6 Kediri melalui penerapan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dan kecakapan hidup (life skills). Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen dengan desain penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Data penelitian berupa motivasi belajar siswa yang diperoleh melalui angket dan hasil belajar siswa yang diperoleh melalui post-test pada setiap akhir siklus dan lembar observasi pengamat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan tindakan persentase motivasi sebesar 57,95 dengan kategori cukup. Motivasi belajar siswa pada siklus I mengalami kenaikan menjadi sebesar 67,86% dengan kategori baik dan mengalami peningkatan menjadi 80,41% dengan kategori sangat baik pada siklus II. Hasil belajar kognitif juga mengalami peningkatan. Sebelum diberikan tindakan nilai rata-rata hasil belajar sebesar 58,75 dengan jumlah siswa yang tuntas belajar sekitar 25%, pada siklus I skor rata-rata meningkat menjadi 70,75 dengan jumlah siswa yang tuntas belajar sebesar 52,5%, dan pada siklus II meningkat lagi dengan skor rata-rata 80,5 dengan jumlah siswa yang tuntas belajar sekitar 80%. Pada hasil belajar afektif siklus I diperoleh rata-rata nilai sebesar 69,44%. Pada siklus II, rata-rata nilai hasil belajar afektif naik menjadi 82,5%. Kecakapan hidup pada siklus I didapatkan persentase rata-rata nilai sebesar 66,25%. Pada siklus II, persentase rata-rata nilai juga mengalami peningkatan menjadi sebesar 85,5%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dan kecakapan hidup (life skills) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas X-7 SMA Negeri 6 Kediri. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu, (1) Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Kediri, diharapkan untuk menyelenggarakan diklat untuk para guru dengan tema mengenai pendekatan kontekstual dan kecakapan hidup (life skills) karena kecakapan tersebut sangat penting dibutuhkan para guru dan peserta didik dalam menghadapi persaingan di era globalisasi, (2) Guru mata pelajaran ekonomi SMA Negeri 6 Kediri disarankan untuk mencoba menerapkan model pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dan kecakapan hidup (life skills) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik, (3) Siswa SMA Negeri 6 Kediri khususnya kelas X-7 diharapkan lebih mengembangkan prestasi dan kecakapan hidup yang dimiliki agar semakin berguna bagi masa depan mereka kelak, dan (4) Bagi peneliti berikutnya agar lebih mengembangkan pembelajaran kontekstual dan kecakapan hidup (life skills) terutama pada beberapa aspek yang belum sempat diteliti seperti kecakapan akademik (academic skills) dan kecakapan vokasional (vocational skills).

Pengaruh pengumuman merger dan akuisisi beserta metode pembayaran terhadap abnormal return dan volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia 2003-2008 / Tri Susanti

 

ABSTRAK Susanti, Tri. 2009. Pengaruh Pengumuman Merger dan Akuisisi Beserta Metode Pembayaran Terhadap Abnormal Return dan Volume Perdagangan Saham di Bursa Efek Indonesia 2003-2008. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) DR. Tuhardjo, S.E., Ak., M.Si, (II) Triadi Agung Sudarto, S.E., Ak., M.Si. Kata kunci: merger, metode pembayaran, abnormal return, aktivitas volume perdagangan. Pasar modal mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan ekonomi, terutama dalam proses alokasi dana masyarakat. Sebagai suatu instrumen ekonomi, pasar modal tidak lepas dari berbagai pengaruh lingkungan, baik lingkungan ekonomi maupun lingkungan non ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat reaksi pasar modal terhadap suatu peristiwa (event) yaitu pengumuman merger atau akuisisi melalui pendekatan abnormal return dan aktivitas volume perdagangan saham ditinjau juga didasarkan oleh pengumuman metode pembayaran secara tunai (cash), pertukaran saham (exchange of shares), dan campuran (combination) dari merger atau akuisisi tersebut. Penelitian ini merupakan studi peristiwa (event study) terhadap 30 perusahaan yang melakukan pengumuman merger atau akuisisi dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan mengambil sampel penelitian selama 41 hari sekitar tanggal pengumuman. Analisis yang dipakai adalah uji-t berpasangan (paired samples t-test). Hasil penelitian melalui pendekatan abnormal return secara keseluruhan menunjukkan bahwa pasar modal tidak bereaksi terhadap peristiwa pengumuman merger atau akuisisi. Hasil penelitian melalui pendekatan volume perdagangan menunjukkan bahwa pasar bereaksi atas pengumuman merger atau akuisisi khususnya jika merger atau akuisisi itu menggunakan metode pembayaran secara campuran (combination).

Penerapan pembelajaran kooperatif (cooperative learning) model mind mapping untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 6 Kediri / Choirul Ahmad Sidiq

 

ABSTRAK Sidiq, Choirul Ahmad. 2010. Penerapan Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Model Mind Mapping Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas X SMA Negeri 6 Kediri. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sapir, S.Sos., M.Si., (II) Agus Sumanto, S.E., M.S.A. Kata kunci: pembelajaran kooperatif, mind mapping, aktivitas, hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti, kondisi belajar mengajar yang ada di SMA Negeri 6 Kediri belum sepenuhnya melibatkan siswa secara aktif, dari hasil wawancara informal yang dilakukan dengan Bapak Subeno (guru ekonomi kelas X) bahwa aktivitas belajar siswa masih rendah sedangkan hasil belajar siswa yang diperoleh masih belum banyak siswa yang berada di atas rata-rata dan pembelajaran menggunakan pembelajaran kooperatif (cooperative learning) model mind mapping belum pernah diterapkan di SMA Negeri 6 Kediri. Selama ini guru mata pelajaran ekonomi kelas X pernah menggunakan beberapa metode dan model pembelajaran seperti PBL, JIGSAW dan pemberian soal-soal tetapi belum pernah menggunakan pembelajaran kooperatif (cooperative learning) model mind mapping, sistem pembelajaran yang dilaksanakan masih berjalan secara konvensional. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk menerapkan pembelajaran kooperatif (cooperative learning) model mind mapping dalam mata pelajaran ekonomi. Dengan diterapkan model pemaduan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa sehingga dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar ekonomi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar ekonomi pada siswa kelas X-6 SMA Negeri 6 Kediri melalui penerapan pembelajaran kooperatif (cooperative learning) model mind mapping. Penelitian ini merupakan penelitian noneksperimen dengan desain penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Data penelitian berupa aktivitas belajar siswa yang diperoleh melalui observasi dan hasil belajar siswa yang diperoleh melalui post-test pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 77,14% dengan kategori baik dan mengalami peningkatan menjadi 82,86% dengan kategori sangat baik pada siklus II. Sedangkan pada hasil belajar juga mengalami peningkatan, Sebelum diberikan tindakan skor rata-rata hasil belajar sebesar 69,1 dengan keberhasilan belajar 28,21%, pada siklus I skor rata-rata meningkat menjadi 72,18 dengan keberhasilan belajar sebesar 48,71%, dan pada siklus II meningkat lagi dengan skor rata-rata 85,77 dengan keberhasilan belajar sebesar 76,92%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif (cooperative learning) model mind mapping dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas X-6 SMA Negeri 6 Kediri. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu, (1) guru mata pelajaran ekonomi SMA Negeri 6 Kediri, disarankan untuk mencoba menerapkan pembelajaran kooperatif (cooperative learning) model mind mapping dikarenakan siswa memberikan respon positif terhadap penerapan pembelajaran kooperatif (cooperative learning) model mind mapping, (2) guru mata pelajaran ekonomi SMA Negeri 6 Kediri, diharapkan dalam menerapkan pembelajaran kooperatif (cooperative learning) model mind mapping menggunakan variasi sehingga siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran, (3) guru mata pelajaran ekonomi SMA Negeri 6 Kediri, disarankan untuk sering memberikan tugas, sehingga dapat meningkatkan kerajinan dan kedisiplinan siswa dalam menyelesaikan tugas, (4) dalam menerapkan pembelajaran kooperatif model mind mapping, guru perlu mengatur waktu, mempersiapkan rencana kegiatan dan media yang tepat, sehingga kegiatan pembelajaran yang dilakukan dapat berlangsung secara optimal dan efesien.

Pengaruh latar belakang sosial ekonomi orang tua, pemberian motivasi dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IPS MAN (Madrasah Aliyah Negeri) Malang 1 / Siti Nur Kholifah

 

ABSTRAK Nur Kholifah, Siti. 2010. Pengaruh Sosial Ekonomi Orang Tua, Pemberian Motivasi dan Fasilitas Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas XI IPS MAN (Madrasah Aliyah Negeri) Malang 1. Skripsi, Jurusan ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Mardono, M.Si., (2) Dr. Sugeng Hadi Utomo, M.Ec. Kata Kunci: Sosial Ekonomi Orang Tua, Motivasi Belajar, Tingkat Ketersediaan Fasilitas Belajar, Prestasi Belajar Dalam pelaksanaan pendidikan ada tiga unsur yang ikut bertanggung jawab yaitu: Orang Tua, Masyarakat, dan Pemerintah. Dalam dunia pendidikan formal, fenomena belajar mengajar dapat dilihat sebagai suatu proses belajar mengajar dan lebih menekankan pada terciptanya kegiatan pada diri siswa. Dalam mewujudkan lembaga pendidikan orang tua siswa dilibatkan dalam partisipasi swadana, hal ini secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh pada prestasi siswa. Keadaan sosial ekonomi orang tua menentukan perkembangan dan pendidikan anak disamping sebagai faktor penting bagi kesejahteraan keluarga. Motivasi yang dapat menentukan hasil beajar dapat berupa motivasi belajar intrinsik maupun ekstrinsik. Tingkat ketersediaan fasilitas belajar juga sangat penting bagi kelangsungan prestasi belajar siswa di sekolah. Kondisi sosial ekonomi orang tua, motivasi belajar dan ketersediaan fasilitas belajar yang memadai akan dapat mendukung tercapainya prestasi belajar yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui gambaran sosial ekonomi orang tua, motivasi belajar, ketersediaan fasilitas belajar dan prestasi belajar siswa kelas XI IPS MAN Malang 1. (2) Mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan antara sosial ekonomi orang tua motivasi belajar, ketersediaan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS MAN Malang 1. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan analisis regresi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan dokumentasi data diperoleh dari populasi penelitian yang diambil dari siswa kelas XI IPS MAN Malang 1. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa prestasi belajar sisa termasuk kategori sangat baik (67.01%) kondisi sosial ekonomi orang tua tergolong tinggi (52.58%), motivasi belajar tergolong sedang (70.10%), fasilitas belajar tergolong sedang (51.55%). Dari hasil analisis pengujian hipotesis menunjukkan bahwa secara parsial (1) ada pengaruh antara Latar Belakang Sosial Ekonomi Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Siswa MAN Malang 1 dengan pengaruh parsial sebesar -0.265 atau -26.5%, (2) ada pengaruh parsial antara Motivasi Belajar Siswa terhadap Prestasi Belajar Siswa MAN Malang 1 dengan pengaruh parsial sebesar 0.326 atau 32.6%, (3) ada pengaruh parsial antara Ketersediaan Fasilitas Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa MAN Malang 1 dengan pengaruh parsial sebesar -0.211 atau 21.1%, (4) Secara simultan ada pengaruh antara latar belakang sosial ekonomi orang tua, motivasi belajar, ketersediaan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS MAN Malang 1 dengan pengaruh sebesar 0.175 atau 17.5%. Sehubungan dengan kesimpulan diatas maka disarankan kepada pihak terkait yaitu siswa untuk lebih berani membuka diri kepada bapak ibu guru agar berkomunikasi dalam kegiatan pembelajaran agar menjadi lebih nyaman dan juga siswa menggunakan fasilitas yang sudah tersedia semaksimal mungkin agar mencapai prestasi belajar yang lebih baik. Orang tua siswa dan segenap guru agar memberikan perhatian serta bantuan pada waktu anak mengalami kesulitan belajar.

Implementasi model pembelajaran problem solving dan prestasi belajar siswa mata diklat kewirausahaan Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Cendika Bangsa Malang / Syamsul Arifin

 

ABSTRAK Arifin,Syamsul.2009. ’’Implementasi Model Pembelajaran Problem Solving Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Mata Diklat Kewirausahaan Program Keahlian Administrasi Perkantoran Di SMK Cendika Bangsa Malang”Skripsi, Jurusan Manajemen S1 Pendidikan Adminstrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I)Drs. I NyomanSuputra,M.Si (II) Drs. Agus Hermawan, M.Si., M.Bus Kata kunci: Metode Pembelajaran Problem Solving, Prestasi Belajar. Perkembangan penelitian mengenai bagaimana seseorang belajar mempengaruhi proses pembelajaran konvensional yang menempatkan guru sebagai pusat belajar. Kunci perubahan tersebut terdapat pada pemikiran bahwa siswa secara aktif membentuk pengetahuannya sendiri. Metode ceramah yang dipergunakan dalam pembelajaran kewirausahaan selama ini menyebabkan siswa terpaku mendengarkan cerita dan betul-betul membosankan, situasi pembelajaran diarahkan pada learning to know, dan permasalahan yang disampaikan cenderung bersifat (book oriented) yang berarti tidak mengacu pada masalah-masalah kontekstual yang dekat dengan kehidupan siswa sehingga pembelajaran kewirausahaan menjadi kurang bermakna bagi siswa. Hal ini tampak pada rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar dan prestasi belajar kewirausahaan yang kurang memuaskan. Diperlukan strategi dan pendekatan tertentu supaya siswa dapat menguasai materi pelajaran yang sedang dipelajari. Selama ini guru melakukan berbagai cara dengan menggunakan metode yang bervariasi dan cenderung konvensional, media dan lain–lain untuk membantu siswa supaya lebih aktif dan dapat menguasai materi pelajaran sehingga hasil belajarnya lebih baik. Metode pembelajaran merupakan strategi dalam mencapai tujuan pembelajaran, melalui aspek-aspek kemampuan berwirausaha. perlu dikembangkan metode pembelajaran kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan dan sumber daya yang ada serta berpandangan pada perkembangan teknologi dan tuntutan era globalisasi dan kurikulum, diantaranya dengan metode problem solving.Berangkat dari keadaan di lapangan atau dunia nyata disini penulis beranggapan bahwa metode problem solving dirasa sesuai diterapkan dalam pembelajaran kewirausahaan, karena bermanfaat bagi siswa dalam memecahkan masalah dalam pembelajaran serta dalam kehidupan mereka. Bagi guru sendiri metode ini dapat melatih ketrampilan mereka dalam mengajar dan mengurangi keikutsertaan mereka dalam proses belajar mengajar Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Implementasi metode pembelajaran problem solving pada mata pelajaran kewirausahaan sub kompetensi membangun komitmen bagi dirinya serta orang lain dan mengambil resiko usaha di Kelas XI APk SMK Cendika Bangsa Malang (2) faktor yang menjadi penghambat metode pembelajaran problem solving pada mata pelajaran kewirausahaan sub kompetensi membangun komitmen bagi dirinya serta orang lain dan mengambil resiko usaha di Kelas XI APk SMK Cendika Bangsa Malang. (3) faktor yang menjadi pendukung metode pembelajaran problem solving pada mata pelajaran kewirausahaan sub kompetensi membangun komitmen bagi dirinya serta orang lain dan mengambil resiko usaha di Kelas XI APk Cendika Bangsa Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas Subjek yang dipilih adalah siswa-siswi XI APk SMK Cendika Bangsa Malang berjumlah 40 siswa. Tehnik analisa data yang digunakan adalah claasroom action research (penelitian tindakan kelas). Hasil penelitian yang telah dilakukan pada pre test siklus I masih ada beberapa siswa yang tidak menghadiri pre test ini. Serta adanya peningkatan nilai dari beberapa siswa. Total ketuntasan nilai siswa pada test ini adalah 2 siswa mengalami ketuntasan. Presentase ketuntasan yaitu 5 % siswa mendapatkan nilai tuntas sedangkan sisanya yaitu 95% belum mendapatkan nilai tuntas. serta 7 siswa tidak menghadiri test. Pada post test siklus I didapati bahwa 33 siswa menghadiri test,serta 26 siswa mengalami ketuntasan. Presentase ketuntasan sejumlah 65 % dan jumlah siswa yang belum tuntas adalah 35%. Maka penulis mengambil tindakan yang berbeda pada proses pembelajaran kedua atau pada siklus II. Hasil dari tindakan siklus II Jumlah kehadiran pada test ini sebanyak 31 siswa. Sedangkan jumlah siswa yang mendapat nilai tuntas sebanyak 6 siswa, serta jumlah siswa yang mendapat nilai dibawah nilai ketuntasan adalah 34 siswa. 15 % siswa mengalmi ketuntasan dan sisanya sebanyak 85% siswa belum mendapatkan nilai sesuai nilai ketuntasan. Sedangkan pada post test siklus II hasil yang didapati adalah Hasil post test mengalami perubahan yaitu nilai standart minimum sudah dijangkau oleh siswa. 7,5% siswa belum tuntas karena absen dan sisanya 92,5% siswa mendapat nilai tuntas. 37 orang siswa mengalami peningkatan nilai, dengan kata lain 100 % siswa pada kali ini mendapat nilai ketuntasan. Sehingga proses siklus II ini dihentikan. Siswa hendaknya lebih banyak membaca dan mencoba hal-hal yang baru, seperti pembelajaran problem solving dan metode pembelajaran yang lain. Pihak sekolah hendaknya memeberikan kesempatan yang sesuai antara jam pelajaran di kelas serta praktek di koperasi, sehingga jam belajar atau hak belajar siswa di kelas tidak terganggu.Guru hendaknya menggunakan metode yang bervariasi dalam mengajar, sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan dan jam pelajaran tersebut.Materi yang menarik, serta suasana belajar yang hidup akan membantu metode pembelajaran problem solving dengan baik. Sehingga siswa merasa senang dan termotivasi dalam belajar.Sebaiknya metode ini dalam satu hari dipraktekkan hanya untuk satu mata pelajaran, karena akan membuat para siswa jenuh.Metode pembelajaran problem solving cenderung membutuhkan pemikiran yang ekstra untuk memecahkan suatu masalah.

Perancangan film dokumenter situs peninggalan kerajaan Cakranegara dinasti terakhir Karangasem-Sasak di pulau Lombok sebagai media pembelajaran / Muhammad Saherodji

 

i ABSTRAK Saherodji, Muhammad. 2010. Perancangan Film Dokumenter Situs Peninggalan Kerajaan Cakranegara Dinasti Terakhir Karangasem-Sasak di Pulau Lombok Sebagai Media Pembelajaran. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moeljadi Pranata, M.Pd, (II) Mochammad Abdul Rahman, M.Sn. Kata kunci: film dokumenter, situs, Cakranegara, Lombok. Pulau Lombok memiliki situs-situs cagar budaya peninggalan Kerajaan Cakranegara yang bersejarah dan mengandung pesan budaya yang sangat perlu untuk dilestarikan. Pelestarian benda cagar budaya sejauh ini dikoordinasikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB, khususnya Bidang Arkeologi dan Sejarah, dengan memberikan penyuluhan bagi para siswa di sekolah-sekolah menengah dan pembekalan data sejarah dan arkeologi bagi para juru kunci di seluruh lokasi situs sejarah di Nusa Tenggara Barat. Pengetahuan dan pelestarian sejarah daerah bagi generasi muda adalah sangat penting agar putra daerah dapat mengambil pelajaran dari masa lalu untuk memotivasi dan mengembangkan daerahnya sendiri, karena dikhawatirkan generasi muda di Kota Mataram dan Lombok Barat akan meninggalkan kebudayaan lokal dan lebih memilih kebudayaan asing. Tujuan perancangan ini adalah menghasilkan media pembelajaran berwujud film dokumenter tentang situs peninggalan Kerajaan Cakranegara untuk siswa SLTP/SLTA. Media pembelajaran tersebut digunakan sebagai penunjang mata pelajaran sejarah yang padat informasi serta dikemas secara kreatif sehingga dapat menarik perhatian siswa untuk mendalami isinya. Selain menonjolkan unsur visual statis, media ini gabungan dari unsur visual yang dinamis dan audio yang variatif. Media pembelajaran berbentuk film dokumenter ini belum pernah diproduksi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB. Perancangan film dokumenter menggunakan model prosedural. Langkah-langkah untuk menghasilkan produk film dokumenter meliputi tiga tahapan, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca produksi. Dalam pra-produksi disusun storyline dan storyboard berdasarkan studi literatur dan identifikasi data lapangan. Tahap produksi meliputi perekaman gambar, perekaman narasi, perekaman animasi, perekaman musik, editing, revisi, dan finishing. Tahap pasca produksi adalah rendering movie dan VCD burning agar produk ini dapat dijalankan dengan bantuan VCD player ataupun komputer. Perancangan ini menghasilkan media pembelajaran kategori film dokumenter dalam format VCD dengan durasi 30 menit. Secara garis besar organisasi isi pesan pembelajaran sebagai berikut: (1) opening, didalamnya memuat sepintas tentang Pulau Lombok dan sejarah masuknya Karangasem-Sasak hingga keruntuhan Cakranegara; (2) visual situs-situs peninggalan Kerajaan Cakranegara yang terletak di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat; (3) upacara Pujawali, sebagai salah satu bentuk peninggalan kerajaan yang tetap dilakukan sampai hari ini sekaligus sebagai penutup keseluruhan cerita; (4) credit ii titles, para kru yang terlibat, sumber-sumber yang dipergunakan dan ucapan terima kasih kepada pihak yang telah membantu pembuatan karya dokumenter ini. Disarankan agar dokumentasi benda cagar budaya utamanya di wilayah Nusa Tenggara Barat terus dikembangkan agar generasi muda semakin memiliki rasa cinta terhadap tanah air dan makin mengenal jati diri mereka melalui sejarah. Selain itu untuk menjangkau audiens kaum muda maka diperlukan tehnik penyampaian media audio visual yang lebih ekspresif, melalui gaya narasi yang lebih bebas, dan atau dengan visualisasi yang lebih dinamis namun tidak mengurangi efektifitas penyampaian materi utama, yaitu pelestarian benda cagar budaya. Hasil perancangan ini merupakan film dokumenter pertama tentang pelestarian benda cagar budaya di Pulau Lombok, disarankan agar dihasilkan produk-produk sejenis untuk meningkatkan upaya pelestarian benda cagar budaya lainnya. Keefektifitasan perancangan ini belum teruji, untuk itu disarankan agar diadakan penelitian yang seksama untuk menentukan keefektifitasan media pembelajaran ini.

Peramalan pemakaian listrik rumah tangga dengan metode arima di PLN Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Malang / Muhammad Aminullah

 

ABSTRAK Aminullah, Muhammad. 2009. Peramalan Listrik Tarif Rumah Tangga dengan Metode ARIMA di Pembangkit Listrik Nasional Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Malang. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ir. Hendro Permadi, M.Si, (II) Drs. Susiswo, M.Si Kata kunci : ARIMA dan moving average (MA). Penelitian di PLN UPJ Malang menggunakan data deret waktu (time series). Asumsi-asumsi dasar dalam analisis deret waktu yang harus terpenuhi, yaitu asumsi stasioneritas dan residual model berdistribusi normal. Asumsiasumsi ini terpenuhi dalam penelitian dari data Pemakaian Listrik Rumah tangga di PLN UPJ Malang, karena mean dan variansi residual yang konstan sepanjang pengamatan. Kerugian yang akan terjadi apabila PLN tidak mengetahui model dari data yang menunjukkan pemakaian listrik yang berlebihan, antara lain terjadinya pemadaman listrik bergilir. Untuk itu, dengan menggunakan data pemakaian listrik di PLN UPJ Malang April 2005-Mei 2008 diharapkan penelitian ini akan mengurangi kerugian yang ada seperti pemadaman bergilir. Berdasarkan hasil plot, data tersebut sudah memenuhi stasioneritas dalam mean dan variansi. Sehingga pembuatan model dilakukan dengan 2 metode peramalan yaitu ARIMA dengan model t t t Z  Z   a  0.3486 1.30363 1 dan Moving Average (MA) dengan model   1 3 1 2 ˆ 1       t t t t Y Y Y Y . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode peramalan Moving Average (MA) lebih baik digunakan dibandingkan ARIMA. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil peramalan yang dilakukan lebih mendekati data aslinya.

Pengaruh minat pada profesi guru akuntansi dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / Aprilia Ratna Widuri

 

ABSTRAK Widuri, Aprilia Ratna Widuri. 2009. Pengaruh Minat pada Profesi Guru Akuntansi dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Sumadi, S.E., M.M (2) Dr. H. Tuhardjo, S.E., M.Si. Ak Kata Kunci: Minat pada Profesi Guru Akuntansi, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar Minat pada Profesi Guru Akuntansi adalah suatu ketertarikan atau perhatian yang timbul tanpa adanya paksaan, yang muncul dari dalam hati nurani seseorang dalam bentuk perhatian khusus atau perasaan senang terhadap Profesi Guru Akuntansi yang diikuti dengan kemauan/keinginan untuk lebih tahu dan lebih banyak belajar untuk mencapai apa yang diinginkan. Dengan adanya minat yang tingi pada profesi Guru Akuntansi, maka akan dapat mendorong mahasiswa untuk termotivasi dalam setiap belajarnya, guna peningkatan dan pencapaian prestasi belajar yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1)Pengaruh Minat pada Profesi Guru Akuntansi terhadap prestasi belajar mahasiswa, (2)Pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa (3) Pengaruh Minat pada Profesi Guru Akuntansi dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Dengan metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Untuk menguji kelayakan regresi dilakukan uji asumsi klasik dan keseluruhan analisis ini menggunakan bantuan program SPSS Versi 16.00. Teknik pengambilan sampel, Proportional Random Sampling. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan: (1) Secara parsial Minat mahasiswa berpengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa sebesar 80,5% dengan sig t (0,000) < α (0,05). (2) ) Secara parsial motivasi belajar mahasiswa belajar berpengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi belajar sebesar 51,3% dengan sig t (0,000) < α (0,05). (3) Secara simultan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan antara minat pada profesi guru akuntansi dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa yaitu sebesar 83,05%. Nilai R2 sebesar 75,1%. Sedangkan 24,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel. Berdasarkan kesimpulan di atas disarankan bahwa dalam penelitian ini Minat pada Profesi Guru Akuntansi dan motivasi belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar mahasiswa. Oleh karena itu para Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi dan seluruh pihak yang terkait dalam peningkatan mutu pembelajaran di Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Malang senantiasa berusaha meningkatkan dan menggiatkan pelaksanaan semua faktor yang dapat mendukung peningkatan Minat pada Profesi Guru Akuntansi dan motivasi belajar mahasiswa. Sehingga nantinya akan memberikan peningkatan dalam prestasi belajar mahasiswa

Pengaruh perilaku menyontek dan kecemasan pada saat pelaksanaan ujian nasional (UN) terhadap karakter siswa Jurusan Akuntansi di SMKN 1 Turen / Tri Lestari

 

LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN SKRIPSI Skripsi oleh Tri Lestari Telah dipertahankan di depan penguji Pada tanggal 2009 Dewan Penguji Triadi Agung Sudarto, S.E., M.Si. Ak Ketua NIP 197302231998031002 Sri Pujiningsih, S.E., M.Si. Ak Anggota NIP 197221206199802001 Dra. Tri Laksiani, S.E., M.M Anggota NIP 194706091974122001 Mengetahui, Mengesahkan, Ketua Jurusan Akuntansi Dekan Fakultas Ekonomi Dr. Dyah Aju Wardhani Dr. Ery Tri Djatmika, M.A.,M.Si NIP 196701081999032001 NIP 196106111986011001 Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com ABSTRAK Lestari, Tri. 2009. Pengaruh Perilaku Menyontek dan Kecemasan Pada Saat Pelaksanaan Ujian Nasional Terhadap Karakter Siswa Jurusan Akuntansi di SMKN 1 Turen. Skripsi, Jurusan Akuntansi Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I). Sri Pujiningsih, S.E., M.Si.Ak, (II). Dra. Tri Laksiani, S.E., M.M Kata kunci: Perilaku Menyontek, Kecemasan, Karakter Siswa Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan antara perilaku menyontek dan kecemasan pada saat pelaksanaan Ujian Nasional terhadap karakter siswa Jurusan Akuntansi di SMKN 1 Turen. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 870 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 90 siswa. Besarnya sampel dalam penelitian ini ditentukan sebanyak 10% dari banyaknya subyek dalam masingmasing strata. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proporsional random sampling. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan angket berdasarkan penskalaan Likert dan teknik dokumentasi untuk data jumlah siswa jurusan Akuntansi SMKN 1 Turen. Sedangkan, metode analisisnya menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa variabel perilaku menyontek (X1) mempunyai nilai thitung sebesar 7,290. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel perilaku menyontek berpengaruh negatif signifikan terhadap karakter siswa. Untuk variabel kecemasan (X2) mempunyai nilai thitung sebesar 6,119. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel kecemasan berpengaruh negatif signifikan terhadap karakter siswa. Sedangkan, secara simultan atau bersamasama variabel perilaku menyontek (X1) dan variabel kecemasan (X2) mempunyai nilai Fhitung sebesar 57,135. Di mana signifikansi F �� 0,05 yaitu sebesar 0,000. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel perilaku menyontek dan kecemasan berpengaruh negatif signifikan terhadap karakter siswa jurusan Akuntansi di SMKN 1 Turen. Saran yang dapat direkomendasikan antara lain: 1) guru diharapkan tidak bersifat konvensional sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar yang diperlukan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi ujian, 2) melalui hasil penelitian ini diharapkan orang tua dapat berperan sebagai teladan yang dibutuhkan oleh siswa bagi pembentukan karakternya kelak, 3) siswa hendaknya lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi Ujian Nasional karena apabila siswa belajar teratur, tidak akan ada kecemasan dalam diri siswa bahkan akan meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan siswa mengerjakan soalsoal ujian sehingga tidak ada lagi keinginan untuk menyontek, dan 4) penulis lain diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dengan menggunakan responden yang berbeda yang memiliki kondisi atau karakteristik berbeda.

A correlational study between students' dictionary reference skills and reading comprehension achievement at MTs Surya Buana Malang / Tatik

 

ABSTRACT Tatik. 2009. A Correlational Study between Students’ Dictionary Reference Skills and Reading Comprehension Achievement at MTs Surya Buana Malang. Thesis. Undergraduate program in English Language Education, State University of Malang. Advisor: Dr. Gunadi Harry Sulistyo M.A. Key words: dictionary reference skills, reading comprehension Dictionary reference skill is suggested to be one of the factors that influence the success on the use of dictionaries which, in turn, related to reading comprehension achievement. The purpose of the study is to investigate the correlation between the students’ dictionary reference skills and achievement in reading comprehension. Specifically, the purpose of the study is to examine whether there is a correlation between reading comprehension achievement and the students’ ability to get feedback from the context, the students’ ability to find the dictionary entry, the students’ ability to relate the meaning to the contexts, and the students’ ability to get feedback from the context, the students’ ability to find the dictionary entry, and the students’ ability to relate the meaning to the context all together. The study is conducted using a correlational research method with 54 second-year students of MTs Surya Buana Malang in the year of 2009/2010 as the population of the study. The population is purposively chosen because the English teachers in this school often use dictionary-activities in the class. Because the number of the students is below 100, this study employed a census or population research. There are two instruments used in this study; they are Dictionary Reference Skill Test Battery (DRSTB) and an achievement test on the reading comprehension. The data collected using the instruments are analyzed using the Pearson product moment and multiple regressions analysis. The research results show that the relationship between the ability to get feedback from the context and reading comprehension is high with the correlation coefficient at 0,987; the relationship between the ability to find the dictionary entry and reading comprehension is low with the correlation coefficient at 0.842; the relationship between the ability to relate the meaning to the context and reading comprehension is low with the correlation coefficient at 0.893; the relationship between the ability to get feedback from the context, ability to find the dictionary entry, and ability to relate the meaning to the context all together and reading comprehension which is analyzed using multiple regressions analysis, is high with the coefficient correlation at 0.990. From the multiple regressions analysis, it is also known that the total contribution of the ability to get feedback from the context, the ability to find the dictionary entry, and the ability to relate the meaning to the context to reading comprehension achievement is 97.8 % with the ability to get feedback from the context (X1) contributes a value of 75.8 % to reading strategies (Y); the ability to find the dictionary entry (X2) contributes a value of 7.2 % to reading strategies (Y); and the ability to relate the meaning to the context (X3) contributes a value of 14.3 % to reading strategies (Y). Based on the research results, it is suggested that in order to ensure the effective use of dictionaries while reading, the teacher should make attempts to improve the students’ dictionary reference skills by giving certain trainings on the use of dictionaries in order to improve the students’ dictionary reference skills and emphasize on the ability to get feedback from the context. It is also suggested that further researchers conduct research involving a large number of subjects covering different attributes, increase the validity and reliability of both the dictionary reference skills test battery and reading comprehension test as the instruments, or apply a different research methodology and survey technique.

Sejarah Persik Kediri / Aditya Hermawan

 

ABSTRAK Aditya, Hermawan. 2009. Sejarah PERSIK Kediri. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Program studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan. Pembimbing: (1) Drs. Mahmud Yunus, M.Kes (2) Drs. I Nengah Sudjana, M.Pd. Kata Kunci: Sejarah. Sejarah dalam penelitian ini adalah menceritakan perjalanan Persik dari awal berdirinya hingga saat ini dan gelar yang pernah diraih. Penelitian ini bersifat kualitatif Deskriptif yaitu berusaha mengungkapkan Sejarah PERSIK Kediri dari awal sesuai dengan kontek melalui pengumpulan data dengan memanfaatkan diri sebagai peneliti. Pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan wawancara dan survey pada sumber data primer dan sumber data sekunder. Subyek penelitian adalah Sekum PERSIK Kediri, disini Arif Mulyadi dan Jo Kanang Surya Widodo sebagai sumber data penelitian hasil wawancara, (1) Kapan kesebelasan PERSIK di bentuk; 27 Juli 1950. (2) Tokoh-tokoh pendiri kesebelasan PERSIK;M. Machin menjabat sebagai Bupati Kediri dan Liem Giok Djie sebagai Direktur PT. Gudang Garam. (3) Alasan dibentuk kesebelasan PERSIK; Yang paling utama yaitu kegilaan dari salah satu pendirinya yakni M. Machin, sosok birokrat yang benar-benar gila bola. (4) lapangan yang di pakai saat itu; lapangan yang berada didekat alun-alun Kediri sebagai tempat latihan dan lapangan Setono Betek untuk menggelar pertandingan. (5) Warna kostum pertama; Merah dan hitam, mulai masuk ke Divisi Utama tahun 2003, warna kostum berubah menjadi ungu. (6) Kendala yang paling sering dialami baik factor internal-eksternal; Kendala yang sering muncul baik factor internal-exsternal dari club ini yaitu masalah dana dan pembinaan. (7) Pendukung lain dari luar maupun dari dalam untuk menuju sukses PERSIK; Dari dalam yakni pengurus, manajemen, panitia pelaksana, dan pendukung dari luar tentunya supporter. (8) Prestasi yang pernah diraih PERSIK; Ada 12 piala dari berbagai kejuaraan. (9) Sepeninggal pendirinya nama siapa yang muncul menggantikannya dan berperan sangat penting; Pak Maschut walikota Kediri. (10) Sejarah makna lambang gapura PERSIK dan nama pembuatnya; Gapura berwarna kuning melambangkan Kediri adalah suatu Kerajaan, dan nama pembuatnya Harsono yakni seniman dari Kota Kediri. (11) Sejarah julukan macan putih untuk PERSIK; Julukan ini melekat pada saat kepemimpinan H. A Maschut pada saat PERSIK ke Divisi I, dan julukan ini diambil dari salah satu dari tiga symbol Kota Kediri. (12) Dari dulu sampai saat ini ada tidak penyangga dana tunggal bagi PERSIK; Tidak ada penyangga dana tunggal dari dulu, hanya mengandalkan APBD, Sponsor dan penjualan tiket. Penelitian ini di laksanakan pada bulan Oktober 2009. Hasil penelitian ini menunjukkan Sejarah awal keberadaan sepakbola Kediri dan kesuksesan PERSIK. Hal ini dapat disimpulkan bahwa Sejarah awal keberadaan sepakbola Kediri dari lahir hingga sekarang ini, dan kesuksesannya PERSIK tidak lepas dari (1) M. Machin salah satu orang pendiri kesebelasan PERSIK ini yang benar-benar cinta sepakbola dan Om Djie yang merupakan sosok Bapak bagi PERSIK dan yang telah membawa PT. Gudang –Garam menjadi sponsor sejak tahun 1999-2005. (2) Siti Muzamzammah istri dari M. Machin yang selalu setia menemani suaminya pada saat PERSIK latihan atau bertanding di luar Kota pada saat itu. (3) H. A Maschut sebagai Ketua Umum yang berjasa membawa PERSIK mengawali sederet gelar yang diraih, serta (4) Iwan Budianto sebagai manager muda yang turut berjasa membawa PERSIK mencapai prestasi puncak, (5) Harsono (gudel) seniman dari Kota Kediri dan juga Guru yang membuat lambang Gapura beserta maknanya untuk PERSIK, Saran bagi pembaca diharapkan mampu untuk menjadikan masukan untuk dijadikan teladan guna mencapai kesuksesan dan menambah wawasan baru dalam mengikuti perkembangan sepakbola khususnya Persikmania. Sedangkan yang dapat disarankan bagi pihak PERSIK adalah sebagai berikut:(1) Mempertahankan kesolidan kepengurusan yang ada; (2) Meningkatkan Fasilitas dan sarana prasarana menjadi lebih baik; (3) Menjaga suasana tetap kondusif baik di dalam maupun di luar tim; (4) Menjaga hubungan baik dengan supporter agar tetap harmonis, karena dukungan dari supporter sangat mendorong para pemain untuk tampil maksimal dalam setiap pertandingan. Dan semoga di kompetisi ISL tahun ini pemain PERSIK bisa tetap berjuang sekuat tenaga yang ada dan berhasil membawa pulang piala juara 1 kompetisi Indonesia Super League.

Kompetensi siswa bidang pemesinan bubut ditinjau dari hasil uji kompetensi oleh penguji internal dan lembaga sertifikasi profesi pada SMK Kota Malang / Sulisetiyoningrum

 

ABSTRAK Sulisetiyoningrum,2009. Kompetensi Siswa Bidang Pemesinan Bubut Ditinjau dari Hasil Uji Kompetensi oleh Penguji Internal dan Lembaga Sertifikasi Profesi pada SMK Kota Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Kejuruan, Program Pasca Sarjana, Universitas Negeri Malang. Pembibing: (I) Prof. Dr. H. A. Sonhadji K.H.,M.A, Ph.D.,(II) Drs. Andoko, M.T. Kata kunci: SMK, uji kompetensi, pemesinan bubut, penguji internal, penguji eksternal. Bagi siswa SMK jurusan Pemesinan harus mempunyai kompetensi produk¬¬-tif yang sesuai dengan bidang pemesinan, salah satunya harus kompeten diper-mesinan bubut. Kompetensi bubut sangat di perlukan siswa untuk bekerja nanti-nya, oleh karena itu sekolah dalam melaksanakan program pembela¬jaran dan pe-ningkatan kompetensi siswa agar dapat diterima oleh DU/DI, bekerja sama dengan DU/DI untuk mengetahui tingkat kompetensi siswa. Karena siswa setelah lulus akan bekerja kedunia industri, maka pada uji kompetensi diperlukan pihak industri untuk melalukan penilaian terhadap hasil kerja siswa sesuai standar industri. Dengan kompetensi siswa yang baik, maka suatu sekolah dapat berhasil me¬ning¬¬-katkan prestasi belajar siswa, dan dapat meningkatkan keberhasilan siswa dalam memperoleh pekerjaan sesuai dengan bidang keahliannya setelah tamat. Untuk mengungkapkan hasil uji kompetensi siswa bidang pemesinan bubut yang meliputi pekerjaan facing, bubut rata (Ø), bubut rata (L), bubut ber¬ting¬kat, bubut alur (Ø), bubut alur (L), tampilan N7 pembubutan, tampilan N7 alur, tampilan semua pekerjaan, dan nilai akhir kompetensi penelitian ini meru¬mus¬¬kan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimanakah hasil uji kompetensi siswa bidang pemesinan bubut menu¬rut penguji internal pada SMK Kota Malang? (2) Bagaimanakah hasil uji kompetensi siswa bidang pemesinan bubut menurut peng-uji eksternal pada SMK Kota Malang? dan (3) Apakah terdapat perbedaan antara hasil uji kompetensi siswa bidang pemesinan bubut menurut penguji internal dan penguji eksternal pada SMK Kota Malang? Untuk menjawab perta¬nya¬an di atas penelitian ini dirancang dengan rancangan diskriptif serta populasi peneli¬ti¬an adalah semua siswa kelas 3 pada SMK Kota Malang jurusan Teknik Pemesin¬an yang melakukan uji kompetensi bubut dasar tahun pelajaran 2007/2008. Peneliti¬an ini menggunakan data dokumen dan benda kerja siswa hasil uji kompetensi bidang pemesinan bubut sebagai instrument dalam pengum¬pul¬an data. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: (1) Menurut penguji internal menunjukkan bahwa hasil uji kompetensi siswa bidang pemesinan bubut pada SMK Kota Malang yang meliputi pekerjaan facing, bubut rata (Ø), bubut rata (L), bubut bertingkat, bubut alur (Ø), bubut alur (L), tampilan N7 pembubutan, tam-pilan N7 alur, tampilan semua pekerjaan, dan nilai akhir kompetensi pada umum-nya siswa memiliki kompetensi amat baik, (2) Menurut penguji eksternal menun-jukkan bahwa hasil uji kompetensi siswa bidang pemesinan bubut pada SMK Kota Malang yang meliputi pekerjaan facing, bubut rata (Ø), bubut rata (L), bubut bertingkat, bubut alur (Ø), bubut alur (L), tampilan N7 pembu¬butan, tampilan N7 alur, tampilan semua pekerjaan, dan nilai akhir kompetensi sebagian besar siswa memiliki kompetensi cukup, dan (3) ada perbedaan penilaian hasil uji kompe¬ten¬si siswa an¬ta¬¬ra pe¬nguji internal dan penguji eksternal pada pekerjaan facing, bubut rata (Ø), bubut rata (L), bubut bertingkat, bubut alur (Ø), bubut alur (L), dan nilai akhir kompetensi. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, beberapa saran yang diperkirakan dapat meningkatkan kualitas uji kompetensi bidang pemesinan bubut adalah: (1) Senantiasa memperhatikan proses penyetingan awal yang dilakukan oleh siswa sebelum proses pengerjaan benda kerja, karena untuk mendapatkan ketepatan ukuran benda kerja, (2) Senantiasa dalam proses belajar praktik pemesinan untuk memberikan jenis pekerjaan bervariasi, dan selalu mengutamakan pada ketepatan ukuran benda kerja dari pada kecepatan dan bentuk benda kerja, (3) Senantiasa melaksanakan evaluasi terhadap hasil uji kompetensi yang telah dilakukan oleh siswa sehingga dapat mmengetahui tingkat kompetensi yang dimilki oleh siswa, (4) Senantiasa berupaya untuk meningkatkan kompetensi siswa dengan mengikuti perkembangan teknologi dunia industri, bekerja sama dengan DU/DI dalam proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan dan mengembang¬¬¬kan peralatan yang dibutuhkan di bengkel praktik sekolah sesuai standar industri serta dapat meningkatkan kompeten¬si siswa, dan dapat memenuhi kebutuhan pasar industri

Membangun W-LAN di SMK Qomarul Hidayah 2 Tugu Trenggalek menggunakan media access point / Trianto Wibisono, Titis Zakiyatul Laili

 

Laboratorium KKPI di SMK Qomarul Hidayah 2 Tugu Trenggalek, memiliki komputer sudah terhubung dengan jaringan internet (menggunakan ISP Telkom Speedy). Sedangkan komputer yang berada di ruang TU dan ruang kepala sekolah belum terhubung dengan jaringan internet, maka harus dihubungkan dengan jaringan komputer yang ada di laboratorium KKPI agar komputer yang ada di ruang kepala sekolah dan ruang TU dapat mengakses internet. Setelah peneliti hitung, untuk menghubungkan komputer yang berada di ruang TU maupun ruang kepala sekolah dengan jaringan internet menggunakan media kabel anggaran biayanya tidak selisih jauh dengan apabila menggunakan sistem nirkabel atau wireless. Selain itu diharapkan siswa juga bisa mengakses internet secara bebas. Tentu saja apabila menggunakan media kabel hanya komputer yang berada di ruang TU dan ruang kepala sekolah saja yang bisa mengakses internet. Selain itu apabila ada penambahan komputer sebagai client dalam mengakses internet harus menambah kabel lagi. Tentu saja biaya ekstra akan keluar. Kendala lain yang ada, banyak para siswa yang mempunyai laptop, tapi wirelessnya belum bisa terkoneksi. Metode yang digunakan untuk meyelesaikan permasalahan diatas meliputi metode perancangan jaringan komputer dengan koneksi internet ini meliputi desain jaringan beserta dengan alat-alatnya dan juga cara kerja sistem. Perancangan perangkat keras (hardware) meliputi perancangan pengkabelan dan instalasinya. Perancangan alat tambahan untuk koneksi wireless menggunakan TP-LINK AP Router TD-W8901G. Untuk perancangan perangkat lunak (software) meliputi setting Local Area Network (LAN) serta setting TP-LINK AP Router TD-W8901G, sehingga semua komputer dan laptop dapat terkoneksi dengan internet dengan meggunakan fasilitas wireless. Dengan dibangunnya Wireless Local Area Network (WLAN) dengan menggunakan TP-LINK AP Router TD-W8901G, maka diharapkan siswa di SMK Qomarul Hidayah 2 Tugu Trenggalek bisa mengakses internet dengan fasilitas Wi-Fi sehingga tidak direpotkan lagi dengan pengkabelan serta menjadi mudah dan efisien. Penggunaan TP-LINK AP Router TD-W8901G, diharapkan laptop yang terdapat pada ruang kepala sekolah dan ruang TU dapat terkoneksi jaringan internet dengan menggunakan fasilitas koneksi wireless. Dengan mengaktifkan fasilitas Wired Equivalent Privacy (WEP) maka hanya user yang dikenali saja yang dapat mengakses internet karena memiliki password yang diberikan oleh admin.

Kesantunan honorifik dalam tindak direktif berbahasa Indonesia keluarga terpelajar masyarakat tutur Makassar di Kabupaten Gowa / Syafruddin

 

ABSTRAK Syafruddin, 2010. Kesantunan Honorifik dalam Tindak Direktif Berbahasa Indonesia Keluarga Terpelajar Masyarakat Tutur Makassar di Kabu-paten Gowa. Disertasi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Abdul Syukur Ibrahim, (II) Prof. Dr. H. Suparno, dan (III) Prof. Dr. H. Dawud, M.Pd. Kata kunci: kesantunan, honorifik, tindak direktif, masyarakat Makassar Kesantunan Honorifik (KH) merupakan bagian integral dari tindak tutur berbahasa Indonesia keluarga terpelajar masyarakat Makassar dalam kehidupan sehari-hari. KH tersebut mempunyai kekhasan atau pola tersendiri karena dipengaruhi norma sosial budaya yang mereka miliki. Kekhasan atau pola kesantunan honorifik tersebut menarik untuk dikaji. Hal itu berguna untuk menambah wawasan teoretis dan praktis tentang kesantunan honorifik dalam penggunaan BI pada keluarga masyarakat Indonesia umumnya dan keluarga terpelajar masyarakat Makassar khususnya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menjawab masalah sebagai berikut. (1) Bagaimanakah bentuk KH dalam tindak direktif keluarga terpelajar masyarakat Makassar di Kabupaten Gowa? (2) Bagaimanakah fungsi KH dalam tindak direktif keluarga terpelajar masyarakat Makassar di Kabupaten Gowa? (3) Bagaimanakah strategi penyampaian KH dalam tindak direktif keluarga terpelajar masyarakat Makassar di Kabupaten Gowa? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan ancangan teori pragmatik dengan model kajian etnografi komunikasi untuk menginterpretasi KH sebagai tindak tutur. Data penelitian terdiri atas dua jenis, yaitu: (1) data tuturan dan (2) data catatan lapangan. Data tuturan mengandung bentuk, fungsi, dan strategi penyampaian direktif. Data catatan lapangan meliputi catatan lapangan deskriptif dan catatan lapangan reflektif. Data pertama diperoleh melalui teknik perekaman menggunakan tape recorder (MP4), dan data kedua diperoleh melalui teknik observasi dan wawancara. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan model analisis interaktif. Prosedur analisis data menggunakan model tersebut melalui empat tahap, yaitu: (1) pengumpulan data, (2) pereduksian data, (3) penyajian data, dan (4) penyimpulan temuan dan triangulasi. Temuan penelitian ini dikemukakan sebagai berikut. Dalam percakapan dan aktivitas interaksi di rumah, bentuk kesantunan honorifik berbahasa Indonesia dalam tindak direktif keluarga terpelajar masyarakat Makassar tampak dalam tuturan bermodus imperatif, interogatif, dan deklaratif. Dalam hal ini, berbagai tuturan tersebut menggunakan alternatif honorifik berupa istilah kekerabatan, kata ganti, dan nama diri. Bentuk KH tersebut digunakan untuk menyatakan berbagai fungsi tindak direktif sesuai dengan norma sosial yang telah mereka miliki dan berorientasi kepada kesantunan yang berbeda-beda sesuai dinamika perubahan suasana dan komunikasi saat interaksi terjadi. Penggunaan bentuk KH dalam tindak direktif keluarga terpelajar masyarakat Makassar mencerminkan penggunaan BI berdasarkan norma sosial budaya yang berlaku dalam keluarga terpelajar masyarakat Makassar di Kabupaten Gowa. Dalam percakapan dan aktivitas interaksi di rumah, KH dalam tindak direktif keluarga terpelajar masyarakat Makassar secara umum mempunyai fungsi yang meliputi perintah, permintaan, larangan, pemberian nasihat, dan pertanyaan. Berbagai fungsi KH tersebut diwujudkan dengan berbagai modus tuturan yang menggunakan honorifik bervariasi dan memperlihatkan kesantunan berbeda-beda, sejalan dengan perubahan suasana komunikasi saat interaksi tersebut terjadi. Penggunaannya mencerminkan penggunaan BI berdasarkan norma sosial budaya masyarakat Makassar umumnya dan norma sosial budaya yang berlaku dalam keluarga terpelajar masyarakat Makassar khususnya. Dalam percakapan dan aktivitas interaksi di rumah, strategi kesantunan honorifik dalam tindak direktif keluarga terpelajar masyarakat Makassar meliputi: strategi langsung dan tidak langsung dengan berbagai variasi. Strategi KH tersebut diutarakan oleh partisipan tutur dengan berbagai modus tuturan yang menggunakan alternatif honorifik bervariasi untuk mengekspresikan fungsi-fungsi direktif mereka. Penggunaannya berorientasi kepada kesantunan berbeda-beda sesuai dengan perubahan suasana komunikasi saat interaksi terjadi. Penggunaan KH dalam tindak direktif keluarga terpelajar masyarakat Makassar itu mencerminkan penggunaan BI berdasarkan norma sosial budaya masyarakat Makassar umumnya dan norma sosial budaya yang berlaku dalam keluarga masyarakat Makassar khususnya. Berdasarkan temuan tersebut, dapat dirumuskan simpulan sebagai berikut. Pertama, sebagai bagian masyarakat Makassar, keluarga terpelajar masyarakat Makassar mempunyai bentuk kesantunan honorifik yang diwujudkan dengan tuturan dalam berbagai modus dengan menggunakan alternatif honorifik bervariasi. Hal itu digunakan untuk menjalin hubungan sosial sesuai dengan norma sosial budaya yang mereka miliki. Kedua, sebagai bagian masyarakat Makassar, keluarga terpelajar masyarakat Makassar mempunyai fungsi kesantunan honorifik dalam tindak direktif bervariasi yang diekspresikan dengan tuturan berbagai modus dengan menggunakan alternatif honorifik tersendiri sesuai dengan norma sosial budaya yang mereka miliki Ketiga, sebagai bagian masyarakat Makassar, keluarga terpelajar masyarakat Makassar mempunyai strategi kesantunan honorifik dalam tindak direktif yang diwujudkan dengan tuturan dalam berbagai modus menggunakan alternatif honorifik bervariasi untuk mengekspresikan fungsi-fungsi direktif mereka dengan berbagai variasi berdasarkan konteks yang berbeda-beda sesuai dengan norma sosial budaya yang mereka miliki. Hasil penelitian ini mempunyai implikasi teoretis, yaitu dapat memperluas wawasan teori tindak tutur dan sosiolinguistik; dan mempunyai implikasi praktis, yaitu dapat memberikan masukan bagi pengajar berbagai bidang studi umumnya, para perencana, penulis buku pelajaran, dan guru bahasa Indonesia khususnya tentang materi perencanaan dan pembelajaran kemampuan berkomunikasi.

Keefektifan teknik self-management (pengelolaan diri) untuk meningkatkan percaya diri siswa SMK Negeri 5 Malang / Rendi Dhinar Pradhana

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model probem based learning (PBL) untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran keamanan, keselamatan, dan kesehatan kerja (studi pada siswa kelas X APK SMK PGRI 2 Malang) / Niki Puspitasari

 

ABSTRAK Puspita Sari, Niki. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja (Studi pada Siswa Kelas X APK SMK PGRI 2 Malang). Skripsi. Jurusan Manajemen, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd. M.M., (II) Madziatul Churiyah, S.Pd, M.M. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Problem Based Learning, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar. Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita adalah lemahnya proses pembelajaran. Pembelajaran cenderung berpusat pada guru (teacher centered) dan siswa hanya diam, duduk dan menerima informasi dari guru. Guru dalam menyampaikan materi pelajaran tidak kreatif dan kurang menarik perhatian siswa untuk berperan aktif di dalam pembelajaran. Pembelajaran yang demikian membuat siswa tidak termotivasi untuk mengikuti pelajaran serta kurang bisa memahami materi yang disampaikan oleh guru karena mereka merasa jenuh dengan kegiatan pembelajaran di dalam kelas yang monoton. Masalah ini pada akhirnya berdampak negatif pada motivasi belajar dan prestasi belajar siswa di sekolah. Salah satu strategi yang dapat memberikan peran aktif siswa dalam proses belajar mengajar dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan, salah satunya adalah dengan menerapkan model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) yang dapat melatih siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir, memecahkan masalah, dan keterampilan intelektual. Oleh karena itu dalam penelitian ini peneliti menerapkan model Pembelajaran Berbasis Masalah agar motivasi belajar siswa meningkat, sehingga dapat pula meningkatkan prestasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan penerapan pembelajaran kooperatif Model Problem Based Learning (PBL) pada Mata Pelajaran Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja di Kelas X Apk SMK PGRI 2 Malang, 2) Mendeskripsikan motivasi belajar siswa dengan adanya penerapan pembelajaran kooperatif Model Problem Based Learning (PBL) pada Mata Pelajaran Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja di Kelas X Apk SMK PGRI 2 Malang, 3) Mendeskripsikan prestasi belajar siswa dengan adanya penerapan pembelajaran kooperatif Model Problem Based Learning (PBL) pada Mata Pelajaran Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja di Kelas X Apk SMK PGRI 2 Malang, 4) Mendeskripsikan respon siswa dengan adanya penerapan pembelajaran kooperatif Model Problem Based Learning (PBL) pada Mata Pelajaran Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja di Kelas X Apk SMK PGRI 2 Malang. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X Apk SMK PGRI 2 Malang tahun ajaran 2009/2010 dengan jumlah 37 orang siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action Research dengan dua siklus. Setiap siklus meliputi empat tahapan yaitu iii perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes, angket, catatan lapangan, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: 1) Reduksi data, 2) Penyajian data, dan 3) Penyimpulan hasil analisis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model Problem Based Learning (PBL) pada Mata Pelajaran Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja di kelas X Apk SMK PGRI 2 Malang dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat diketahui berdasarkan hasil peningkatan ketercapaian motivasi belajar dan prestasi belajar siswa pada setiap siklusnya. Selain itu, penerapan pembelajaran kooperatif model Problem Based Learning (PBL) pada Mata Pelajaran Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja di kelas X Apk SMK PGRI 2 Malang juga mendapat respon sangat positif dari siswa. Saran yang direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian ini adalah: 1) Bagi guru SMK PGRI 2 Malang, khususnya guru mata pelajaran Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja diharapkan dapat mengimplementasikan strategi pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan masing-masing karakteristik mata pelajaran seperti model Problem Based Learning (PBL) sebagai alternatif untuk meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar siswa, 2) Siswa hendaknya dapat belajar dengan giat, karena pembelajaran tersebut akan melatih siswa berpikir kritis, berani mengungkapkan pendapat, meningkatkan motivasi belajar, dan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, dan 3) Bagi peneliti berikutnya, agar dapat melakukan kegiatan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan dan menerapkan model Pembelajaran Berbasis Masalah, bukan hanya pada mata pelajaran Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja, tetapi juga pada mata pelajaran lain yang relevan.

Penerapan model pembelajaran think pair share (TPS) berbasis praktikum untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas X4 SMA Negeri 1 Bangsal Mojokerto / Widya Febriyanti

 

ABSTRAK FebriYanti Widya. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Think Pair and Share (TPS) Berbasis Paktikum Untuk Menigkatkan Hasil Belajar Fisika, Siswa Kelas X4 SMA Negeri I Bangsal Mojokerto. Skripsi, Jurusan Fisika, Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Wartono, M.Pd , (II) Drs. Purbo Suwasono, M.Si Kata Kunci : model pembelajaran Think Pair and Share , praktikum , hasil belajar Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru fisika kelas X4 SMA Negeri I Bangsal Mojokerto diperoleh informasi bahwa selama proses pembelajaran guru memberikan materi fisika dengan metode ceramah dan diskusi kelas, metode praktikum dan diskusi dengan teman sebaya belum pernah diterapkan. Kemampuan aspek kognitif dan aspek psikomotorik siswa rendah, nilai rata–rata ulangan harian 50,88 dan hanya satu siswa yang mendapat nilai diatas KKM yaitu 70. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang dapat meningkatkan hasil belajar fisika aspek kognitif dan psikomotorik siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar fisika adalah Model Pembelajaran Think Pair and Share (TPS) Berbasis Praktikum. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pelaksanan model pembelajaran TPS, dan meningkatkan hasil belajar fisika aspek kognitif dan aspek psikomotorik siswa kelas X4 SMA Negeri I Bangsal Mojokerto melalui penerapan model pembelajaran TPS. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas adaptasi dari Kemmis & Mc Taggart yang terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan di SMA Negeri I Bangsal dengan subyek penelitian kelas X4 dengan jumlah 40 siswa, terdiri dari 25 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP), LKS, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, aspek kognitf, aspek psikomotor dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran TPS dapat meningkatkan meliputi : 1) aktivitas guru dari siklus I sebesar 79,17% dan siklus II sebesar 91,67%, pada siklus I guru masih sulit mengendalikan kelas karena siswa belum pernah menerapkan model pembelajaran TPS dan kurangnya dalam memenejemen waktu, pada siklus II guru sudah dapat mengendalikan kelas karena siswa sudah terbiasa dengan model TPS dan memaksimalkan waktu pembelajaran. 2) Hasil belajar untuk aspek kognitif dan aspek psikomotorik siswa yang diukur dengan skor rata-rata ketuntasan belajar secara klasikal, persentase rata-rata aspek kognitif pada siklus I dan siklus II adalah 58,53% dan 70%. Pada siklus I siswa belum terbiasa dengan model TPS dan tes pada akhir siklus, pada akhir siklus II siswa sudah terbiasa dengan model TPS dan tes pada akhir siklus. 3) Persentase rata-rata aspek psikomotorik pada siklus I dan siklus II adalah 56,37% dan 67,13%. Pada siklus I siswa belum terbiasa dengan kegiatan praktikum dan masih banyak siswa yang kesulitan dalam prosedur praktikum, pada siklus II guru menjelaskan prosedur praktikum dan siswa sudah terbiasa dengan kegiatan praktikum.

Penggunaan media drei sterne untuk keterampilan berbicara bahasa Jerman siswa kelas XI-KT SMA Negeri 1 Malang / Dian Aditya Wardani

 

Kata Kunci: Media Pembelajaran, Drei Sterne, Keterampilan Berbicara Berdasarkan hasil observasi, kesulitan yang dialami siswa kelas XI-KT SMA Negeri 1 Malang dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman antara lain (1) siswa kurang aktif dalam mengemukakan ide dan pendapatnya pada saat pelajaran dan (2) siswa ragu-ragu, malu, dan takut melakukan kesalahan dalam menyatakan gagasannya tersebut di depan siswa lainnya, terlebih lagi di hadapan guru. Selain itu, jika dikaji lebih dalam, kalimat-kalimat yang dihasilkan siswa pada saat mengutarakan kalimat sederhana dalam bahasa Jerman masih jauh dari yang diharapkan. Media pembelajaran merupakan suatu perantara (alat) yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Drei Sterne adalah media pembelajaran yang berbasis permainan. Indikator pembelajaran keterampilan berbicara dalam penelitian ini adalah siswa mampu menyebutkan ujaran (kata/frasa), mengajukan dan menjawab pertanyaan, serta melakukan percakapan sederhana tentang tema Wisata yang sesuai dengan niveau A1. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dengan menggunakan media Drei Sterne, serta untuk mengetahui bagaimanakah implikasinya terhadap keterampilan berbicara bahasa Jerman siswa kelas XI-KT di SMA Negeri 1 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah 35 orang siswa kelas XI KT-2 bahasa Jerman. Data dalam penelitian ini adalah semua hasil observasi pada proses pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman dengan menggunakan media Drei Sterne, serta hasil angket dan tes siswa pada saat berbicara menggunakan media ini. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, angket, dan tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media Drei Sterne dapat mempermudah siswa dalam mengingat kembali dan menghafal ujaran-ujaran dalam percakapan, sehingga subjek memiliki keberanian dan rasa percaya diri untuk aktif berbicara bahasa Jerman dalam kaitannya dengan tema Wisata. Rata-rata nilai yang diperoleh siswa adalah 83. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan media Drei Sterne memberikan implikasi terhadap keterampilan berbicara bahasa Jerman siswa. Akan tetapi, dari 35 siswakelas XI KT-2, 5 siswa memperoleh nilai di bawah KKM karena kurangnya kemampuan dalam mengungkapkan dan melafalkan kalimat. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan kepada para pengajar untuk menggunakan media Drei Sterne sebagai alternatif lain dalam mengajarkan bahasa Jerman, khususnya pembelajaran keterampilan berbicara. Penggunaan media ini juga harus ditunjang dengan rencana pembelajaran yang tepat, serta disesuaikan dengan situasi dari setiap kelas. Untuk para peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengembangkan media ini dengan tema-tema dan tujuan pembelajaran yang berbeda, serta bentuk soal yang lebih variatif.

Analisis kebijakan hutang, profitabilitas, dan pertumbuhan perusahaan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2005-2008 / Ayu Yenia Sari

 

ABSTRAK Sari, Ayu Yenia. 2009. Analisis Kebijakan Hutang, Profitabilitas, Dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Kebijakan Dividen Pada Perusahaan Manufaktur Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2005-2008. Pembimbing: (I) Ely Siswanto, S.Sos., M.M., (II) Fadia Zen, S.E., M.M. Kata Kunci: Kebijakan Hutang, Profitabilitas, Pertumbuhan Perusahaan, Kebijakan dividen. Kebijakan dividen dalam suatu perusahaan merupakan hal yang kompleks karena melibatkan kepentingan berbagai pihak seperti pemegang saham, manajer, kreditor dan pihak eksternal lain yang memiliki kepentingan terhadap informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan. Kebijakan dividen pada dasarnya adalah penentuan besarnya porsi keuntungan yang akan diberikan kepada pemegang saham. Kebijakan keputusan pembayaran dividen merupakan hal penting yang menyangkut apakah arus kas akan dibayarkan kepada investor atau akan ditahan untuk diinvestasikan kembali. Besar kecilnya dividen yang dibayarkan oleh perusahaan kepada pemegang saham tergantung pada kebijakan dividen masing-masing perusahaan. Oleh karena itu pertimbangan manajemen mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen sangat diperlukan. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kebijakan hutang, profitabilitas, dan pertumbuhan perusahaan terhadap kebijakan dividen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian deskriptif kuantitatif dan termasuk dan termasuk panalitian Explanatory Research.Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2005 samapai dengan 2008. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling di mana teknik penentuan sampelnya dilakukan berdasarkan kriteria-kriteria tertentu yang disesuaikan dengan tujuan penelitian sehingga diperoleh sebanyak 20 perusahaan sebagai sampel. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Indonesian Capital Market Directory (ICMD) tahun 2005 sampai dengan 2009. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa deskripsi variabel kebijakan hutang mengalami kondisi yang berfluktuasi cenderung naik, variabelprofitabilitas mengalami kondisi yang berfluktuatif cenderung naik, dan variabel pertumbuhan perusahaan juga mengalami kondisi yang berfluktuasi cenderung naik sedangkan variabel kebijakan dividen mengalami kondisi yang berfluktuasi cenderung stabil. Hasil penelitian ini juga menyatakan pengaruh secara parsial, variabel kebijakan hutang dan pertumbuhan perusahaan perusahaan tidak berpengaruh signifikan, sedangkan variabel profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap kebijakan dividen, sedangkan pengaruh secara simultan ketiga variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum menetapkan kebjiakan dividen, manajer mempertimbangkan kebijakan hutang, profitabilitas, dan pertumbuhan perusahaan. Dari hasil pene;itian juga menunjukkan bahwa 8,1 % variasi dari kebijakan dividen bias dijelaskan ileh ketiga variabel independennya yaitu kebijakan hutang, profitabilitas, dan pertumbuhan perusahaan sedangkan sisanya 91,9% dijelaskan oleh faktor-faktor lain atau variabel lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menambah variabel independen seperti kepemilikan manajerial, ukuran perusahaan dan variabel-variabel lain yang berkaitan dengan dividen. Selain itu disarankan pula untuk mengembangkan sampel yang lebih besar lagi.

Peningkatan hasil belajar perkalian matimatika siswa kelas III melalui model guided discovery di SDN Soso 03 Kabupaten Blitar / Ifa Ruliana

 

Kata Kunci: hasil belajar, model guided discovery, perkalian. Hasil observasi pendahuluan memberikan informasi bahwa pembelajaran yang digunakan berpusat pada guru. Guru hanya menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran. Tidak adanya media yang menunjang sehingga siswa tidak tertarik terhadap materi yang diajar-kan. Hal itu menyebabkan hasil belajar matematika siswa masih rendah. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menggunakan Model guided discovery. Dengan model pembelajaran ini, siswa dibimbing untuk menemukan sendiri pengetahuan baru. Penelitian dalam PTK ini adalah untuk (1) mengetahui bagaimana penerapan model guided discovery pada pembelajaran perkalian matematika, (2) hasil belajar siswa pada materi perkalian dengan menggunakan model guided discovery, dan (3) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar perkalian matematika melalui model guided discovery di kelas III SDN soso 03 Kabupaten Blitar. Hasil penelitian mulai dari tahap observasi pendahuluan sampai siklus II diketahui bahwa penerapan model guided discovery dapat memperbaiki aktivitas belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan aktivitas siswa pada tahap observasi pendahuluan mencapai 7.33% , pada siklus I mencapai 62.2%, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 74.75%. Penerapan model guided discovery juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar siswa pada tahap observasi pendahuluan ketuntasan belajarnya hanya 25%, pada siklus I meningkat menjadi 75%, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 85%. Saran yang disampaikan dalam penelitian ini adalah pembelajaran matematika dengan menggunakan model guided discovery sebaiknya dilaksanakan dengan pembimbingan yang mengarah. Sehingga konsep yang ditemukan siswa tepat. Dalam kerja kelompok hendaknya siswa berperan aktif dalam menyelesaikan tugas sehingga ketika mengerjakan soal secara individu dapat mengerjakan dengan baik. Sebaiknya dalam penilaian hasil belajar siswa, guru tidak hanya berpedoman pada tes tulis tetapi juga menerapkan penilaian proses.

Penerapan model pembelajaran kooperatif (cooperative learning) metode snowball throwing untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas XI IPS SMA Kertanegara Malang pada mata pelajaran akuntansi / Nurinda Hamida

 

ABSTRAK Hamida, Nurinda. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Metode Snowball Throwing untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa kelas XI IPS SMA Kertanegara Malang pada Mata Pelajaran Akuntansi. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sawitri Dwi Prastiti, S.E., M.Si., Ak. (II) Sri Pujiningsih, S.E., M.Si., Ak. Kata kunci: Pembelajaran kooperatif, metode snowball throwing, minat belajar siswa. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di kelas XI IPS SMA Kertanegara Malang maka dapat diidentifkasi masalah yang terjadi di kelas yaitu siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran, siswa sering mengobrol saat guru menjelaskan materi pelajaran, kurangnya literatur yang mendukung proses pembelajaran, dan siswa juga kurang aktif dalam tanya jawab. Adanya masalah tersebut menunjukkan bahwa siswa kurang berminat dalam proses pembelajaran akuntansi di kelas. Maka dilakukan suatu tindakan perbaikan dalam proses pembelajaran yaitu dengan menerapkan pembelajaran kooperatif metode snowball throwing untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas XI IPS SMA Kertanegara Malang. Siklus I pertemuan I dan II jumlah siswa yang mempunyai minat belajar maksimal masingmasing sebanyak 9 dan 10 orang, siswa yang mempunyai minat belajar kurang maksimal masingmasing sebanyak 7 dan 6 orang, serta siswa yang mempunyai minat belajar tidak maksimal sebanyak 7 orang. Sedangkan pada siklus II menunjukkan bahwa pada pertemuan III dan IV jumlah siswa yang mempunyai minat belajar maksimal sebanyak 15 orang, siswa yang mempunyai minat belajar kurang maksimal masingmasing sebanyak 3 dan 5 orang, serta siswa yang mempunyai minat belajar tidak maksimal masingmasing sebanyak 5 dan 3 orang. Hasil tersebut menyatakan bahwa penerapan metode snowball throwing dapat meningkatkan minat belajar siswa melalui aktivitas membuat soal, menjawab soal, mengemukakan jawaban, dan menyimpulkan/menilai jawaban dari kelompok lain. Aktivitas tersebut membuat minat belajar siswa secara individu menjadi meningkat karena selama proses pembelajaran, siswa harus berdiskusi dengan kelompoknya dan saling bertukar pendapat mengenai materi yang diajarkan, berbicara dengan temannya mengenai materi pelajaran sesuai dengan waktu/kesempatan yang diberikan oleh guru, membawa buku pelajaran akuntansi dan menggunakannya sebagai literatur dalam pembelajaran, serta aktif dalam bertanya dan menjawab pertanyaan dari guru. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif (cooperative learning) metode snowball throwing dapat meningkatkan minat belajar siswa. Keterbatasan penelitian ini adalah tahap melempar bola ada kelompok yang mendapat soal yang dibuat oleh kelompoknya sendiri. Peneliti menyarankan apabila ada kelompok yang mendapat soal yang ia buat sendiri maka tahap melempar bola harus diulang sampai tiap kelompok mendapat soal dari kelompok lain.

Pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, leverage dan kepemilikan manajerial terhadap praktik perataan laba pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2006-2008 / Resyama

 

ABSTRAK Resyama. 2010. Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Leverage dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Praktik Perataan Laba Pada Perusahaan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2006-2008. Jurusan S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Sri Pujiningsih, S.E., M.Si., Ak, (2). Drs. H. Sumadi, S.E. M.M. Kata Kunci: Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Leverage, Kepemilikan Manajerial dan Perataan Laba Perataan laba merupakan salah satu pola dari manajemen laba (earning management) yang dilakukan untuk mengurangi fluktuasi laba perusahaan yang diumumkan. Mengingat bahwa informasi laba merupakan informasi yang paling mendapatkan perhatian utama. Kecenderungan perhatian pihak eksternal terhadap laba tanpa memperhatikan prosedur yang digunakan dalam menghasilkan laba tersebut menyebabkan manajemen untuk melakukan tindakan perataan laba. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui secara parsial pengaruh variabel profitabilitas, ukuran perusahaan, leverage dan kepemilikan manajerial terhadap praktik perataan laba. Variabel profitabilitas diukur dengan menggunakan rasio BEP (Basic Earning Power), variabel ukuran perusahaan diproksikan pada jumlah aktiva yang dimiliki perusahaan, variabel leverage dihitung dengan menggunakan rasio leverage dan kepemilikan manajerial dihitung berdasarkan jumlah saham yang dimiliki oleh pihak manajerial. Sementara untuk mengidentifikasikan apakah perusahaan termasuk dalam perata laba atau tidak yaitu dengan menggunakan indeks Eckel. Penelitian ini menggunakan populasi dari perusahaan yang tergolong dalam perusahaan manufaktur pada periode 2006-2008 yang berjumlah 152 perusahaan dan sampel yang diperoleh yaitu sebanyak 22 perusahaan. Teknik pengambilan sampelnya yaitu menggunakan purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan yaitu binary logistic regression karena variabel terikatnya termasuk variabel dummy. Binary logistic regression digunakan untuk mengetahui pengaruh secara parsial dari variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh bahwa variabel yang mempunyai pengaruh terhadap praktik perataan laba yaitu hanya variabel kepemilikan manajerial yang memiliki ρ-value sebesar 0,007 yaitu lebih kecil dari sig (0,05). Dimana semakin besar kepemilikan manajerial semakin kecil praktik perataan laba. Sementara variabel profitabilitas, ukuran perusahaan dan leverage secara parsial tidak mempunyai pengaruh terhadap praktik perataan laba dengan nilai ρ-value lebih besar dari sig (0,05) yaitu diperoleh secara berturut-turut 0,828; 0,197 dan 0,672. Implikasi dari hasil uji hipotesis penelitian yang tidak signifikan dipengaruhi oleh indeks Eckel (1981) yang kurang sensitif untuk menentukan status perata atau bukan perata laba. Apabila jumlah sampel memungkinkan, sebaiknya penelitian ini diuji oleh penelitian berikutnya dengan model klasifikasi sampel yang lain.

Penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dalam mata pelajaran geografi untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas XI IPS 1 MAN Malang 1 / Intan Prasasti

 

ABSTRAK Prasasti, Intan. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) dalam Mata Pelajaran Geografi untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas XI IPS 1 MAN Malang I. Skripsi, Jurusan Geografi, Program Studi Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Pd, (II) Dr. Ach. Amirudin, M.Pd. Kata Kunci: pembelajaran Problem Based Learning, keaktifan belajar siswa Berdasarkan observasi awal dan wawancara yang dilakukan pada tanggal 18 Agustus 2009 dengan guru Geografi MAN Malang 1 kelas XI diketahui bahwa sebagian besar proses pembelajaran masih didominasi guru dan siswa masih pasif, sedangkan kurikulum KTSP menuntut agar siswa lebih aktif sedangkan guru hanya sebagai fasilitator saja. Berdasarkan observasi di kelas XI IPS 1 di MAN Malang 1 pada waktu diskusi hanya siswa yang pandai yang mendominasi kegiatan pembelajaran, hanya 3 siswa saja yang bertanya atau aktif dan siswa yang cukup aktif sebanyak 11 siswa sedangkan siswa yang tidak aktif sebanyak 21 siswa. Untuk siswa yang tidak mendengarkan temannya saat presentasi sebanyak 10 siswa, kebanyakan mereka berbicara dengan teman sebangkunya dan ada yang izin keluar dengan alasan ke belakang, yang sering keluar hanya 1-2 siswa saja. Siswa yang terlambat masuk sebanyak 5 siswa dan tidak pada jam mata pelajaran Geografi saja, namun mata pelajaran lain juga seperti itu. Selain itu, salah satu penyebab tidak aktifnya siswa kemungkinan model pembelajaran yang tidak bervariasi dan model pembelajaran yang tidak menimbulkan keaktifan siswa dalam proses belajar. Untuk Standar Ketuntasan Minimum (SKM) yang ada di MAN Malang 1 yaitu 72. Pada ulangan harian pertama hanya 1 siswa saja yang memperoleh nilai di atas SKM yaitu mendapat 73, yang mendapat nilai 70 hanya 5 siswa. Sedangkan 28 siswa lainnya mendapat nilai di bawah 70. Penelitian ini dilaksanakan di MAN Malang I, dengan subjek siswa kelas XI IPS I yang berjumlah 35 siswa. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Teknik pengumpulan data keaktifan belajar siswa menggunakan lembar observasi keaktifan belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran berbasis masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan belajar siswa meningkat dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I keaktifan belajar siswa masih rendah hanya mencapai 48,57% atau 17 siswa yang aktif, sedangkan keaktifan belajar siswa pada saat presentasi di depan kelas mencapai 46,67%. Pada siklus II ada peningkatan keaktifan belajar siswa dari 48,57% atau 17 siswa menjadi 80% atau 28 siswa dan persentase peningkatan mencapai 31,43%. Keaktifan belajar siswa pada saat presentasi di depan kelas mencapai 73,97%, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas XI IPS I MAN Malang I. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka sarannya sebagai berikut: (1) Bagi guru hendaknya model pembelajaran ini dijadikan alternatif model pembelajaran dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa, sehingga dapat meningkatkan mutu pengajaran di sekolah. (2) Disarankan kepada guru Geografi hendaknya menerapkan model pembelajaran berbasis masalah pada materi yang sesuai dengan variasi yang lain agar siswa tidak merasa bosan dan jenuh dalam kegiatan pembelajaran. (3) Dalam menerapkan pembelajaran berbasis masalah diperlukan kreativitas guru yang tinggi terutama dalam menyajikan fenomena sebagai pemicu masalah sehingga masalah yang disajikan betul-betul dapat merangsang siswa untuk berfikir dan aktif selama pembelajaran berlangsung. (4) Bagi penelitian selanjutnya, penelitian ini dapat dikembangkan untuk materi selain pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam, selain itu diharapkan adanya variasi dan menggunakan media, agar siswa lebih tertarik dan termotivasi dalam kegiatan pembelajaran.

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap anak putus sekolah tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso / Nevy Farista Aristin

 

ABSTRAK Aristin, Nevy Farista. 2009. Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Anak Putus Sekolah Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Di Kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Budijanto, M.S (II) Drs. Djoko Soelistijo, M.Si. Kata kunci: anak putus sekolah, jarak, sosial ekonomi Sumber daya manusia merupakan potensi utama dalam peningkatan kualitas di berbagai bidang. Dalam hal ini pemerintah berupaya untuk memeratakan pendidikan di Indonesia dengan program wajib belajar sembilan tahun sehingga jumlah anak putus sekolah semakin berkurang. Kabupaten Bondowoso yang merupakan kabupaten yang menduduki peringkat kedua terendah setelah Kabupaten Sampang yang memiliki indeks pendidikan terendah yaitu 60,82. Kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso memiliki angka anak putus sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama yang lebih tinggi dibandingkan dengan kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Bondowoso sebesar 70 anak putus sekolah pada tahun 2008-2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pengaruh jarak tempat tinggal dengan sekolah terhadap anak putus sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama di kecamatan Bondowoso, (2) Pengaruh jenis pekerjaan orang tua terhadap anak putus sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama di kecamatan Bondowoso, (3) Pengaruh jumlah beban tanggungan orang tua terhadap anak putus sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama di kecamatan Bondowoso, (4) Pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap anak putus sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama di kecamatan Bondowoso, (5) Pengaruh tingkat pendapatan orang tua terhadap anak putus sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama di kecamatan Bondowoso, (6) Pengaruh kegiatan produktif anak dalam rumah tangga terhadap anak putus sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Bondowoso. Penelitian ini berbentuk penelitian explanatory research. Pengambilan sampel responden yaitu dengan mengambil seluruh populasi yang ada di daerah penelitian. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 50 responden. Responden yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kepala keluarga (KK). Analisis data yang digunakan yaitu analisis crosstab atau tabulasi silang untuk memperoleh gambaran umum anak putus sekolah berdasarkan variabel-variabel antara lain jarak tempat tinggal dengan sekolah, jenis pekerjaan orang tua, jumlah beban tanggungan orang tua, tingkat pendidikan orang tua, tingkat pendapatan orang tua, dan kegiatan produktif anak dalam rumah tangga. Hasil penelitian diperoleh bahwa (1) Semakin jauh jarak tempat tinggal dengan sekolah, semakin banyak jumlah beban tanggungan orang tua, semakin banyak kegiatan produktif anak dalam rumah tangga, maka semakin banyak anak putus sekolah tingkat SMP di Kecamatan Bondowoso, (2) Semakin layak jenis pekerjaan orang tua, semakin tinggi tingkat pendidikan orang tua, semakin tinggi tingkat pendapatan orang tua, maka semakin sedikit anak putus sekolah tingkat SMP di Kecamatan Bondowoso Berdasarkan hasil penelitian Pemerintah Kabupaten Bondowoso disarankan (1) Meningkatkan motivasi masyarakat akan pentingnya pendidikan, (2) Memeratakan sarana dan prasarana penunjang berlangsungnya pendidikan di setiap kecamatan, (3) Meningkatkan pemberian beasiswa kepada siswa dari keluarga ekonomi rendah, (4) Lebih mensosialisasikan program sekolah gratis tingkat SD dan SMP.

An analysis of idiom translation appropriateness in the Indonesian translation of the novel Band of Brothers / Suryo Waskito

 

ABSTRACT Waskito, Suryo. 2010. An Analysis of Idiom Translation Appropriateness in the Indonesian Translation of the Novel Band of Brothers. Thesis, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Drs. Arif Subiyanto, M.A. Key words: Idiom, translation, translation strategy, inappropriateness. This thesis is a study of the appropriateness of Indonesian idiom translation of the novel Band of Brothers. The data of English idioms and their Indonesian translations were collected from the first three chapters of the original and translated version of the novel. The data were analyzed by classifying the idioms into three categories based on a classification proposed by Boatner and Gates (1975: v-vi). The result of this data collection showed that the idioms are in the form of phrasal idiom (type 1) and phraseological idiom (type 2). The phrasal idioms are translated using 7 of the 13 translation strategies classified by Haryanto (2009) while the phraseological idioms are translated using 5 of the 13 strategies. The translation appropriateness was analyzed by determining the translation error which leads into 6 types of translation results classified by Sager (1983: 127). Those strategies of phrasal idiom results in 4 of the 6 types of translation results (omitted, added, deviated and accurate translation). The accurate translation of the phrasal idioms are the result of three translation strategies; naturalization, literal translation, and descriptive equivalent and the deviated translations are caused by the application of naturalization, synonymy and literal translation. Meanwhile, the omission of phrasal idiom translation is caused by reduction and componential analysis, and added translation is the result of cultural equivalent. Similarly, the translation of phraseological idioms results in 4 of the 6 types of translation results (omitted, deviated, modified and accurate translation). The accurate translation is caused by the application of naturalization and cultural equivalent. In contrast, deviated, omitted and modified translations are found in the translation of 13 phraseological idioms. This deviation is caused by reduction, literal translation and naturalization and the omitted translation is caused by reduction and modulation strategies. The application of literal translation is the cause of modified translation. This study was limited to analyzing the translation appropriateness of idiom translation of the novel Band of Brothers. There are many chances for future researcher to do some study in relation to idiom translation of different literary works or the same novel by applying a different approach or analysis.

Penerapan media pembelajaran electronic learning untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran kearsipan pada siswa APK kelas X SMK Patriot Jombang / Ranneke Endraswara

 

ABSTRAK Endraswara, Ranneke. 2009. Penerapan media pembelajaran Electronic Learnig Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Kearsipan Pada Siswa APK Kelas X SMK Patriot Jombang. Skripsi, Jurusan Manajemen Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sopiah, M.Pd, M.M, (II) Drs. I Nyoman Saputra, M.Si. Kata Kunci: electronic learning, hasil belajar. Electronic Learning dalam dunia pendidikan saat ini sangat dibutuhkan, hal ini dapat membantu siswa untuk lebih bersemangat dan termotivasi dalam menerima materi yang diberikan oleh guru. Alasan utama pendayagunaan teknologi dalam pembelajaran ialah menyiapkan dan membekali peserta didik agar dapat mengoperasikan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan efisien pada era globalisasi. Penerapan media pembelajaran Electronic Learning ini dilakukan di SMK Patriot Jombang pada kelas X APK yang berjumlah 41 orang. Penelitian ini guna melihat peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan media pembelajaran Electronic Learning. Penelitian ini dilakukan di SMK Patriot Jombang, Tanggal 31 Oktober 2009 sampai tanggal 14 November 2009. Penelitian mengenai Penerapan Media Pembelajaran E–Learning untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran kearsipan ini menggunakan pendekatan Kualitatif . Hal ini karena semua fakta baik secara lisan maupun tulisan berasal dari sumber data yang berupa manusia yang telah diamati catatan lapangan, dokumen pribadi dan dokumen terkait lainnya yang kemudian dideskripsikan sesuai dengan aslinya dan kemudian dikaji untuk menemukan makna temuan yang diperoleh. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah penerapan media pembelajaran Electronic Learnig siswa mengalami peningkatan hasil belajar baik dilihat dari ranah kognitif dan ranah afektif. Hasil belajar ranah kognitif ketuntasan belajar mencapai 95% sedangkan ranah afektif mencapai 93%. Berdasarkan hasil penelitian ini, Penerapan media pembelajaran electronic learning sangat membantu guru menyampaikan materi dan membantu siswa untuk memahami materi, dan juga memberi motivasi siswa dalam belajar, sehingga bagi guru – guru di SMK Patriot Jombang disarankan untuk menggunakan media pembelajaran saat mengajar dan SMK Patriot Jombang hendaknya lebih memperhatikan fasilitasfasilitas disekolah, agar guru dan siswa lebih maksimal dalam proses pembelajaran.

Analisis pembelajaran fisika pada materi pokok besaran, satuan, dan pengukuran di kelas X SMA Negeri 2 Malang tahun pelajaran 2009/2010 / Putri Ayuningtyas

 

ABSTRAK Ayuningtyas, Putri. 2010. Analisis Pembelajaran Fisika pada Materi Pokok Besaran, Satuan dan Pengukuran di Kelas X SMA Negeri 2 Malang Tahun Pelajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sutopo, M.Si (II) Dra. Endang Purwaningsih, M.Si Kata kunci: analisis pembelajaran; fisika; besaran, satuan, dan pengukuran Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses pembelajaran fisika pada materi pokok Besaran, Satuan, dan Pengukuran di kelas X SMAN 2 Malang tahun pelajaran 2009/2010. (2) mendeskripsikan efektivitas pembelajaran fisika pada materi pokok materi Besaran, Satuan, dan Pengukuran di kelas X SMAN 2 Malang tahun pelajaran 2009/2010. (3) menemukan good practices dari proses pembelajaran fisika pada materi pokok Besaran, Satuan, dan Pengukuran di kelas X SMAN 2 Malang tahun pelajaran 2009/2010. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Proses pembelajaran materi pengukuran panjang, massa, dan waktu menggunakan metode ceramah, praktik, diskusi kelompok, dan diskusi kelas. Proses pembelajaran materi vektor menggunakan metode ceramah dikombinasikan dengan tanya-jawab dan berlatih soal. (2) Efektivitas pembelajaran berdasarkan proses pembelajaran, secara umum sebagai berikut. Hampir seluruh siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik pada pembelajaran pertama (materi pengukuran panjang, massa, dan waktu) tetapi, tidak pada pembelajaran kedua (materi vektor satuan dan penjumlahan vektor) dan pembelajaran ketiga (materi perkalian vektor). (3) Efektifitas pembelajaran berdasarkan hasil tes kognitif. Pada materi Besaran, Satuan, dan Pengukuran diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 63,17 dan ketuntasan belajar hanya mencapai 7,34% atau hanya ada 3 siswa dari 41 siswa yang tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada materi Besaran, Satuan, dan Pengukuran secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai ≥ 75 hanya sebesar 7,34%. (4) Good practices yang diperoleh dari proses pembelajaran fisika materi Besaran, Satuan, dan Pengukuran meliputi: pengelompokan siswa, pengorganisasian kelompok, ketersiapan alat praktik, pemberian pertanyaan dan pernyataan, antusiasme guru dan siswa, pemberian soal, penyelesaian soal, media pembelajaran, pemberian motivasi, pemberian tugas, dan penarikan kesimpulan.

Pengaruh keaktifan dalam kegiatan ekstrakurikuler dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar IPS: studi kasus pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Malang / Susi Rahayu Ningsih

 

i ABSTRAK Ningsih, Susi Rahayu. 2010. Pengaruh Keaktifan Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler dan Kebiasaan Belajar Terhadap Prestasi Belajar IPS Studi Kasus Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Malang. Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr Bambang Pranowo SE, MPd, Ak, (II) Dr. Hadi Sumarsono, S.T., M.Si. Kata Kunci : Keaktifan dalam Kegiatan Ekstrakurikuler, Kebiasaan Belajar, Prestasi belajar. Pendidikan merupakan salah satu unsur penting dalam pembangunan nasional, karena pendidikan merupakan investasi dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM). Peningkatan mutu SDM sangat ditentukan oleh pendidikan yang diterima oleh individu tersebut, sehingga pendidikan berfungsi sebagai pendorong dalam peningkatan kecakapan dan kemampuan manusia Indonesia agar menjadi masyarakat yang berkualitas. Wujud dari pendidikan yaitu pendidikan formal dan pendidikan informal. Pendidikan formal biasa disebut dengan sekolah. Sedangkan pendidikan informal adalah pendidikan yang di dapat seorang individu dari lingkungan sekitarnya. Berbagai kegiatan dilakukan dalam pendidikan formal yang bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional diantaranya, kegiatan intrakurikuler yaitu proses belajar mengajar dan segala kegiatan yang berhubungan dengan akademik. Kegiatan lain yang juga penting dilaksanakan adalah kegiatan ekstrakurikuler. Sebab kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan diharapkan dapat menjadi sarana penunjang perkembangan siswa. Dalam kegiatan proses belajar mengajar, kebiasaan belajar dapat dikatakan sebagai suatu yang sering dilakukan secara berulang-ulang oleh siswa dalam kegiatan belajar. Karena berhasil tidaknya siswa dalam belajar antara lain ditentukan oleh baik tidaknya cara-cara belajar yang dilakukan oleh siswa itu sendiri. Sehingga dengan memiliki kebiasaan belajar yang baik diharapkan siswa dapat memperoleh prestasi yang baik. Dengan keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan kebiasaan belajar dapat dilihat dari perubahan prestasi yang akan diraih oleh siswa di sekolah. Prestasi belajar dapat diartikan sebagai hasil yang diperoleh seorang siswa setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu. Berdasarkan rumusan masalah yang ada maka dapat diketahui tujuan penelitian yaitu (1) Untuk mengetahui bagaimana tingkat keaktifan siswa kelas VIII dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 4 Malang tahun pelajaran 2009/2010, (2) Untuk mengetahui kebiasaan belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Malang tahun pelajaran 2009/2010, (3) Untuk mengetahui prestasi belajar IPS siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Malang tahun pelajaran 2009/2010, (4) Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara keaktifan dalam kegiatan ekstrakurikuler terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Malang tahun pelajaran 2009/2010, (5) Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Malang tahun pelajaran 2009/2010, (6) Untuk mengetahui apakah ii terdapat pengaruh antara keaktifan dalam kegiatan ekstrakurikuler dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Malang tahun pelajaran 2009/2010. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk menggambarkan tentang kondisi obyektif keaktifan dalam kegiatan ekstrakurikuler, kebiasaan belajar dan prestasi belajar siswa. Sedangkan analisis statistik inferensial yaitu korelasi berganda dan regresi linier berganda untuk mengetahui besarnya pengaruh antara keaktifan dalam kegiatan ekstrakurikuler dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Malang. Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari keaktifan dalam kegiatan ekstrakurikuler (X1 ), dan kebiasaan belajar (X 2 ). Sedangkan variabel terikatnya prestasi belajar siswa (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 4 Malang yang berjumlah 302 siswa dan sampelnya sebesar 76 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proportional Random Sampling. Dari pengolahan data melalui uji hipotesis dapat diketahui bahwa pada variabel keaktifan dalam kegiatan ekstrakurikuler (X1 ) secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar. Hal ini terbukti bahwa t hitung (2,383) > t tabel (1,993). Jika dilihat dari tingkat signifikansinya (0,020) < (0,05), maka H 0 ditolak dan Ha diterima. Pada variabel kebiasaan belajar (X 2 ) secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar. Hal ini terbukti bahwa t hitung (3,825) > t tabel (1,993). Jika diihat dari tingkat signifikansinya (0,000) < (0,05), maka H0 ditolak dan H a diterima. Sedangkan secara simultan berdasarkan hasil uji F diketahui besaran probabilitasnya (Sig) 0,000 < 0,05 dan F hitung (8,454) > F tabel (3,11). Hal ini menunjukkan bahwa antara keaktifan dalam kegiatan ekstrakurikuler dan kebiasaan belajar terdapat pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa keaktifan dalam kegiatan ekstrakurikuler dan kebiasaan belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Malang.

Analisis faktor eksternal yang mempengaruhi kesulitan belajar mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / Windy Ayutta

 

ABSTRAK Ayutta, Windy. 2009. Analisis Faktor Eksternal Yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Bambang Pranowo, S.E, M.pd, Ak, (II) Farida Rahmawati, S.E, M.E Kata kunci: Faktor Eksternal, Kesulitan Belajar. Rendahnya prestasi belajar disebabkan oleh beberapa faktor antara lain kesulitan belajar yang berasal dari faktor eksternal. Faktor eksternal adalah faktor yang timbul dari lingkungan sekitar individu atau faktor yang datang dari luar diri individu. Faktor eksternal ini meliputi lingkungan keluarga, sarana dan prasarana dan lingkungan masyarakat Berdasarkan rumusan yang ada, maka dapat dikemukakan tujuan penelitian ini yaitu : (1) Untuk mendeskripsikan pengaruh lingkungan keluarga terhadap kesulitan belajar mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas negeri Malang Angkatan 2006. (2) Untuk mendeskripsikan pengaruh sarana dan prasarana terhadap kesulitan belajar mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas negeri Malang Angkatan 2006. (3) Untuk mendeskripsikan pengaruh lingkungan masyarakat terhadap kesulitan belajar mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas negeri Malang Angkatan 2006. (4) Untuk mendeskripsikan pengaruh lingkungan keluarga, sarana dan prasarana dan lingkungan masyarakat terhadap kesulitan belajar mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas negeri Malang Angkatan 2006.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah lingkungan keluarga (X1), sarana dan prasarana (X2) dan lingkungan masyarakat (X3). Sedangkan variabel terikatnya adalah kesulitan belajar (Y). Dalam pengumpulan datanya, penelitian ini menggunakan metode angket atau kuesioner. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Angkatan 2006. Dengan populasi mahasiswa diambil sampel sebanyak 67 mahasiswa dengan teknik purposive sampling. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh hasil penelitian, peneliti menggunakan analisis regresi berganda (multiple regression), dengan ketentuan t hitung lebih besar dari t tabel. Sedangkan untuk menguji kelayakan regresi, dilakukan uji asumsi klasik, dan keseluruhan analisis ini menggunakan bantuan program SPSS 12.0 for Windows. Dari hasil pengolahan data atau analisis data dapat diketahui : (1) terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan keluarga terhadap kesulitan belajar mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Angkatan 2006. (2) terdapat pengaruh yang signifikan sarana dan prasarana terhadap kesulitan belajar mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Angkatan 2006. (3) terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan masyarakat terhadap kesulitan belajar mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Angkatan 2006. (4) terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com ii keluarga, sarana dan prasarana dan lingkungan masyarakat masyarakat terhadap kesulitan belajar mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Angkatan 2006 sebesar 43,3%. Kesimpulan yang diperoleh secara parsial maupun simultan ada pengaruh positif signifikan dari lingkungan keluarga, sarana dan prasarana dan lingkungan masyarakat. Saran yang diberikan dengan banyaknya faktor penyebab kesulitan belajar siswa, maka dibutuhkan kerjasama yang baik antara berbagai pihak kampus, orang tua dan lingkungan masyarakat dalam mencapai tujuan pendidikan yang seperti diharapkan.

Analisis ketersediaan bahan pustaka berupa buku sebagai rujukan matakuliah Jurusan Administrasi Pendidikan di Perpustakaan Universitas Negeri Malang / Widi Aji Darma

 

ABSTRAK Darma, Widi Aji. 2009. Analisis Ketersediaan Bahan Pustaka Berupa Buku Sebagai Rujukan Mata Kuliah Jurusan Administrasi Pendidikan di Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Mustiningsih, M. Pd, (2) Drs. Bambang Setyadin, M. Pd. Kata kunci: bahan pustaka,rujuan matakuliah Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM) merupakan pusat sumber belajar yang potensial untuk mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan serta penyebaran informasi, dengan demikian perpustakaan Universitas Negeri Malang haruslah menyediakan bahan-bahan pustaka atau referensi yang dibutuhkan oleh mahasiswa atau para pemakainya. Dalam katalog kurikulum Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UM tercantum beberapa bahan pustaka berupa buku atau referensi buku yang dibutuhkan dalam menunjang kegiatan perkuliahan, tetapi bahan pustaka buku atau referensi buku yang telah di rekomendasikan tersebut apakah tersedia di Perpustakaan UM? Sebuah perpustakaan dapat dikatakan telah menjalankan fungsinya apabila apabila di dalam perpustakaan tersedia banyak bahan pustaka. Sebaliknya perpustakaan yang kurang memiliki bahan bahan-bahan pustaka, atau jarang bahkan tidak pernah ditambah dengan bahan-bahan pustaka yang baru akan ketinggalan zaman dan lambat-laun mahasiswa menjadi kurang senang mengunjungi perpustakaan. Fokus penelitian ini adalah untuk melihat ketersediaan bahan pustaka berupa buku untuk matakuliah Jurusan AP FIP UM yang ditinjau dari rekomendasi yang telah diberikan dalam katalog Jurusan AP FIP UM. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah bahan pustaka buku yang tercantum di buku katalog Jurusan AP; mengetahui ketersediaan bahan pustaka buku sebagai rujukan seluruh matakuliah Jurusan AP FIP UM di perpustakaan UM; mengetahui ketersediaan bahan pustaka buku sebagai rujukan masing-masing matakuliah Jurusan AP FIP UM di perpustakaan UM; dan mengetahui jumlah bahan pustaka buku yang tersedia di perpustakaan UM serta mengetahui porsinya untuk mahasiswa Jurusan AP FIP UM. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dimana data yang diperoleh digambarkan dan dijabarkan guna menjelaskan dan menjawab pertanyaan dalam penelitian yang dilakukan. Menggunakan 2 variabel yaitu Daftar Pustaka Rujukan Matakuliah Jurusan AP FIP UM yang terdapat di dalam katalog Jurusan AP FIP UM, dan variabel Bahan Pustaka Berupa Buku Rujukan Matakuliah Jurusan AP FIP UM yang menggunakan data skunder yang telah tersedia di perpustakaan UM, penelitian ini menggunakan check list dan observasi sebagai metodenya dengan objek penelitian yang bertempat di perpustakaan pusat UM, perpustakaan pasca sarjana UM, dan perpustakaan Jurusan AP FIP UM. Hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan, bahwa jumlah judul bahan-bahan pustaka buku yang digunakan sebagai rujukan matakuliah Jurusan AP berjumlah 40,2% yang terdiri dari 159-160 eksemplar, dengan rata-rata 4 hingga 5 eksemplar per matakuliah. Untuk setiap matakuliah Jurusan AP, jumlah rata-rata eksemplar perjudul bahan pustaka buku bergerak antara 0-13 eksemplar perjudul bahan pustaka. Berdasarkan hasil penelitian pula ditemukan bahwa untuk tiap satu buah bahan pustaka buku rujukan dipakai secara bersama-sama oleh 8-100 mahasiswa. Maka dari itu, ketersediaan bahan-bahan pustaka berupa buku sebagai rujukan matakuliah Jurusan AP di Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM) dirasakan masih sangat kurang. Implikasi yang dapat dilakukan atas penelitian ini adalah perlu diadakannya sebuah kegiatan pengadaan bahan pustaka berupa buku oleh perpustakaan UM terutama untuk bahan-bahan pustaka buku Jurusan AP FIP UM. Hal ini dirasakan sangat perlu dilakukan untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar yang berlangsung di Jurusan AP FIP UM agar berjalan lebih baik lagi. Saran yang dapat dikemukakan yaitu bagi Ketua Jurusan AP bersama dengan dosen Jurusan AP FIP UM, hendaknya mempertimbangkan upaya mengadakan bahan-bahan pustaka berupa buku yang dibutuhkan, serta mendorong upaya perpustakaan untuk dapat melakukan pengadaan bahan-bahan pustaka buku agar perpustakaan UM tidak di tinggalkan dan dapat berfungsi dengan baik dalam mengakomodasi kebutuhan mahasiswa akan bahan pustaka; bagi Kepala Perpustakaan UM, agar fungsi perpustakaan sebagai sumber informasi dan sumber belajar dapat tercapai, pengadaan bahan pustaka berupa buku dirasakan sangat penting untuk segera dilakukan. Pengadaan bahan-bahan pustaka berupa buku bagi setiap matakuliah di Jurusan AP dapat dilakukan melalui dua kemungkinan, yaitu mengusahakan bahan-bahan pustaka baru yang belum pernah dimiliki, dan mengadakan atau menambah bahan-bahan pustaka buku yang proporsinya masih belum ideal dengan jumlah mahasiswa; bagi Mahasiswa Jurusan AP UM, dapat berperan aktif untuk memberikan saran kepada perpustakaan melalui berbagai media yang telah disediakan perpustakaan tentang ketersediaan bahan-bahan pustaka berupa buku yang dirasa kurang atau bahkan tidak ada; dan bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian tentang ketersedian bahan-bahan pustaka berupa buku sebagai rujukan matakuliah jurusan AP atau jurusan-jurusan lain di lingkungan FIP secara lebih khusus dan jurusan-jurusan di UM secara lebih umum dengan metode penelitian yang berbeda.

Studi komparasi tentang minat peserta didik dalam berwirausaha antara SMAN 1 Talun dan SMAN 1 Sutojayan Kab. Blitar (sekolah yang memiliki misi pengembangan kewirausahaan dan tidak) / Muhammad Arief Wijaya

 

ABSTRAK Wijaya, Muhammad Arief. 2010. Studi Komparasi Tentang Minat Peserta Didik Dalam Berwirausaha Antara SMAN 1 Talun dan SMAN 1 Sutojayan Kab. Blitar (sekolah yang memiliki misi pengembangan kewirausahaan dan tidak). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan FE Universitas Negeri malang. Pembimbing: (1) Dr. Sri Umi Mintarti SE. AK, MP, (II) Drs. Mardono, M.Si. Kata kunci: wirausaha, SMA, peserta didik, misi sekolah Minat berwirausaha harus ditumbuhkan sejak dini karena keberadaan wirausaha akan menguatkan perekonomian suatu negara. Penumbuhan minat tersebut dapat dikakukan melalui keluarga, masyarakat, maupun lembaga pendidikan. Di negara maju telah lama mengembangkan SMK yang dapat menumbuhkan minat berwirausaha dan terfokus pada lapangan kerja. Sedangkan di Indonesia sekarang lembaga pendidikan setingkat masih didominasi oleh SMA, walaupun akan digalakan pengembangan SMK tapi keberadaan SMA perlu tetap diperhatikan pemerintah. Oleh karena pentingnya menumbuhkan minat berwirausaha dan meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berwirausaha maka ada SMA yang memasukan aspek kewirausahaan kedalam misi sekolah seperti SMAN 1 Talun. Namun upaya menumbuhkan minat berwirausaha pada peserta didik di SMA belum dibuktikan hasilnya. Melalui penelitian ini akan dibandingkan minat peserta didik untuk berwirausaha antara SMA 1 Talun yang memiliki misi pengembangan kewirausahaan peserta didik dengan SMA 1 Sutojayan yang tidak memilikinya, dan kedua sekolah tersebut berada di Kabupaten Blitar dengan kualitas sekolah serta kondisi masyarakat yang tidak jauh berbeda. Sesuai dengan tujuan penelitian ini yaitu melihat ada atau tidaknya perbedaan minat peserta didik dalam berwirausaha antara SMAN 1 Talun yang memiliki misi mengembangkan kewirausahaan dan SMAN 1 Sutojayan yang tidak memilikinya serta kegiatan belajar yang terjadi , maka model penelitian ini adalah study komparatif non eksperimental dengan tipe expose facto approach yaitu penelitian yang dilakukan dengan pengumpulan data atau fakta yang telah terjadi secara alami, kemudian menganalisis dan mendeskripsikanya. Data dalam penelitian ini diperoleh dari angket, wawancara, dan observasi lapangan. Sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XII di SMAN 1 Talun dan SMAN 1 Sutojayan tahun ajaran 2009/2010 semua program. Hasil penelitian yang telah diperoleh melalui angket minat berwirausaha menunjukan bahwa jumlah terbanyak untuk semua sub variabel di kedua sekolah tempat penelitian terdapat pada kriteria jawaban yang sama. Untuk sub variabel konsep wirausaha pada kriteria paham dengan konsep wirausaha, sub variabel kegemaran dengan profesi wirausaha pada kriteria gemar pada profesi wirausaha , dan sub variabel arah masa depan pada kriteria memprioritaskan untuk menjadi seorang wirausaha atau melakukan pekerjaan yang memiliki ciri atau sifat seperti wirausaha. Setelah dilakukan uji t terhadap skor jawaban responden , maka diperoleh hasil bahwa - ttabel (1 - 1/2 α,dk) < thitung < ttabel (1 - 1/2 α,dk) atau -2,00 < 0,457 < 2,00. Dari hasil tersebut maka kesimpulan yang diambil adalah menerima H0 pada taraf signifikansi 5% atau bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan mengenai minat berwirausaha peserta didik antara SMAN 1 Talun dan SMAN 1 Sutojayan. Hal ini membuktikan bahwa peserta didik SMA telah memiliki minat minat untuk berwirausaha, sedangkan peran sekolah khususnya SMA adalah memberikan bekal yang bisa membantu peserta didik yang berminat menjadi wirausaha seperti memasukan aspek kewirausahaan pada misi sekolah yang menjiwai semua kegiatan disekolah itu. Dari hasil penelitian yang dilakukan tersebut maka saran diajukan kepada SMA yang berupaya membekali peserta didik dengan kemampuan berwirausaha adalah menambah lagi ketrampilan untuk berwirausaha yang selama ini telah diberikan baik di melalui kegiatan intrakurikuler seperti muatan lokal kewirausahaan maupun ekstrakurikuler berbagai ketrampilan agar peserta didik tidak berkecil hati untuk menjadi wirausaha dan bersaing dengan wirausaha lain. Sedangkan bagi pemerintah diharapkan mewajibkan lembaga pendidikan unutuk memasukan aspek kewirausahaan dalam setiap kegiatan sekolah yang berpeluang digunakan untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berwirausaha.

Pengembangan model pembelajaran passing, stopping, dribbling, dan shooting sepakbola (lanjutan) menggunakan gaya mengajar inklusi untuk siswa kelas VII SMP Negeri 2 Saronggi Kabupaten Sumenep / Dedy Apriwibowo

 

ABSTRAK Apriwibowo, Dedy. 2009. Pengembangan Model Pembelajaran Passing, Stopping, Dribbling dan Shooting Sepakbola (lanjutan) menggunakan Gaya Mengajar Inklusi Untuk Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Saronggi Kabupaten Sumenep. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Heru Widijoto, M.S., (II) Drs. Mu’arifin, M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan, Model Pembelajaran Passing, Stopping, Dribbling dan Shooting Sepakbola, Gaya Mengajar Inklusi. Pada pembelajaran pendidikan jasmani ada satu gaya mengajar yang memberi kesempatan pada siswa untuk memilih kelompok (level) yang berdasarkan evaluasi siswa sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh siswa itu sendiri pada awal pembelajaran. Kelompok-kelompok atau level yang dipilih memiliki tingkat kesulitan yang meningkat (dari yang mudah ke sulit). Setelah mengawali pada salah satu level dan berhasil menguasai keterampilan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, selanjutnya siswa dapat berpindah pada level yang memiliki tingkat level diatasnya dan seterusnya. Gaya tersebut disebut gaya inklusi. Berdasarkan penelitian awal, kurikulum KTSP yang diberlakukan di SMP N 2 Saronggi Kabupaten Sumenep terdapat materi sepakbola, semester I yaitu pembelajaran teknik dasar passing, stopping, dribbling dan shooting sepakbola dan semester II pembelajaran passing, stopping, dribbling dan shooting sepakbola (lanjutan). Dari analisis kebutuhan yang dilakukan pada siswa kelas VII dan guru pendidikan jasmani SMP Negeri 2 Saronggi Kabupaten Sumenep diketahui bahwa siswa merasa kesulitan pada proses pembelajaran dengan menirukan contoh gerakan guru, dan guru kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran sepakbola. Dapat disimpulkan bahwa siswa tidak pernah diberikan kesempatan untuk memilih kelompok yang sesuai dengan keterampilan tiap-tiap siswa dalam melakukan pembelajaran sepakbola. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu belum ada model pengembangan pembelajaran pada passing, stopping, dribbling dan shooting sepakbola (lanjutan) menggunakan gaya mengajar inklusi untuk siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Saronggi Kabupaten Sumenep. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan model pembelajaran passing, stopping, dribbling dan shooting sepakbola (lanjutan) menggunakan gaya mengajar inklusi pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Saronggi Kabupaten Sumenep dengan harapan sebagai salah satu alternatif sehingga menyenangkan siswa dan pembelajaran menjadi efektif. Prosedur pengembangan model pembelajaran passing, stopping, dribbling dan shooting sepakbola (lanjutan) menggunakan gaya mengajar inklusi untuk siswa kelas VII SMP Negeri 2 Saronggi Kabupaten Sumenep melalui langkah-langkah sebagai berikut: 1) melakukan penelitian pendahuluan dan pengumpulan data informasi termasuk observasi lapangan, kajian pustaka dan analisis kebutuhan; 2) mengembangkan bentuk produk awal (berupa rancangan produk model pembelajaran passing, stopping, dribbling, dan shooting sepakbola (lanjutan) dengan gaya mengajar inklusi, panduan petunjuk pelaksanaan, dan lembar tugas indikator keberhasilan); 3) evaluasi para ahli yang terdiri dari 1 ahli pembelajaran pendidikan jasmani dan 2 ahli sepakbola; 4) revisi produk awal (revisi berdasarkan dari hasil evaluasi para ahli), revisi ini digunakan untuk perbaikan terhadap produk awal yang dibuat oleh peneliti; 5) uji coba (kelompok kecil) menggunakan 1 sekolah dan 8 subyek, pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner kemudian dianalisis; 6) revisi produk (revisi berdasarkan dari hasil evaluasi para ahli dan uji coba kelompok kecil); 7) uji lapangan (kelompok besar) menggunakan 1 sekolah dan 36 subyek, pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner kemudian dianalisis; 8)hasil akhir produk pengembangan model pembelajaran passing, stopping, dribbling,dan shooting sepakbola (lanjutan) dengan menggunakan gaya mengajar inklusi untuk kelas VII SMP Negeri 2 Saronggi Kabupaten Sumenep. Pengumpulan data menggunakan angket untuk ahli dan siswa. Dengan kualifikasi evaluasi 1 orang ahli pembelajaran pendidikan jasmani dan 2 orang ahli sepakbola, sedangkan untuk siswa dilakukan uji coba (kelompok kecil) sebanyak 8 siswa dan uji lapangan (kelompok besar) sebanyak 36 siswa. Hasil penilaian atau evaluasi pembelajaran ini yaitu sebagai berikut: hasil dari ahli pembelajaran pendidikan jasmani yaitu 100% (90,1-100% sangat baik), hasil dari ahli sepakbola 1 yaitu 100% (90,1-100% sangat baik), hasil dari ahli sepakbola 2 yaitu 100% (90,1-100% sangat baik), dari uji coba (kelompok kecil) siswa yang mengawali: level I yaitu 86,7% (70,1-90% baik), level II yaitu 81,7% (70,1-90% baik), level III yaitu 90,9% (90,1-100% sangat baik), level IV yaitu 96,4% (90,1-100% sangat baik), sedangkan level V dan level VI yaitu belum terdapat siswa yang mengawali.. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan uji lapangan (kelompok besar) siswa yang mengawali: level I yaitu 81,4% (70,1-90% baik), level II yaitu 77,6% (70,1-90% baik), level III yaitu 87% (70,1-90% baik), dan level IV yaitu 82,1% (70,1-90% baik), level V yaitu 81% (70,1-90% baik), level VI yaitu 95,8% (90,1-100% sangat baik), diperoleh kesimpulan dari kuesioner evaluasi siswa bahwa pengembangan model pembelajaran passing, stopping, dribbling, dan shooting sepakbola (lanjutan) menggunakan gaya mengajar inklusi ini menyenangkan, berdasarkan perpindahan peningkatan level yang dilakukan membuat siswa aktif dan pembelajaran efektif, mudah dilaksanakan oleh siswa dalam melakukan keterampilan passing, stopping, dribbling, dan shooting sepakbola (lanjutan) menggunakan gaya mengajar inklusi ini. Dari pengembangan dan prosedur yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil pengembangan model pembelajaran passing, stopping, dribbling, dan shooting sepakbola (lanjutan) menggunakan gaya mengajar inklusi untuk siswa kelas VII SMP N 2 Saronggi Kabupaten Sumenep.

Penerapan pembelajaran kooperatif model PBL (problem based learning) untuk meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran bekerjasama dengan kolega dan pelanggan (studi pada siswa kelas C APK SMK Muhammadiyah 2 Sumberrejo Bojonegoro) / Yunica Crisna Dewi A.

 

ABSTRAK Crisna, Yunica. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperratif Model PBL (Problem Based Learning)Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran Bekerjasama dengan Kolega dan Pelanggan (Studi pada siswa Apk kelas X SMK Muhammadiyah 2 Sumberrejo Bojonegoro). Skripsi. Jurusan Manajemen, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Agung Winarno M. M (2) Imam Bukhori, S.Pd. M.M. Kata kunci: Model PBL (Problem Based Learning), Prestasi Belajar Salah satu usaha pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan menetapkan yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang lebih dikenal dengan sebutan KTSP. KTSP merupakan upaya untuk menyempurnakan kurikulum agar lebih familiar dengan guru, karena guru banyak dilibatkan sehingga diharapkan memiliki tanggung jawab yang memadai. Penyempurnaan kurikulum yang berkelanjutan merupakan keharusan agar sistem pendidikan nasional selalu relevan dan kompetitif. Proses pembelajaran dapat berhasil jika didukung oleh metode pembelajaran yang berkualitas dan juga oleh adanya dukungan atau partisipasi aktif dari subjek pembelajaran. Pemilihan metode pembelajaran yang berkualitas adalah tanggung jawab guru dan partisipasi aktif yang harus ditunjukkan siswa. dengan minat belajar yang tinggi. Melalui proses pembelajaran yang kondusif yaitu didukung dengan metode pembelajaran yang berkualitas dan partisipasi aktif dari siswa dapat dipastikan prestasi belajar yang diperoleh maksimal. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus dan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi (pengamatan), interview (wawancara), catatan lapangan, studi dokumenter, dan tes. Adapun subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Apk SMK Muhammadiyah 2 Sumberrejo Bojonegoro yang berjumlah 32 siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa dengan menggunakan pembelajaran model PBL dapat meningkatkan prestasi belajar siswa Apk kelas X SMK Muhammadiyah 2 Sumberrejo Bojonegoro. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata pre tes siklus I mencapai 36,25 dan meningkat menjadi 81,25 pada pos tes. Hasil penelitian pada siklus II rata-rata pre tes mencapai 57,75 dan meningkat menjadi 82,75 pada pos tes. Sehingga dapat dikatakan bahwa pembelajaran model PBL dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mata pelajaran Bekerjasama dengan Kolega dan Pelanggan. Berdasarkan hasil penelitian saran yang diajukan sebagai berikut: (1) model pembelajaran problem based learnaing telah terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa sehingga bagi guru mata pelajaran Bekerjasama dengan Kolega dan Pelanggan dan guru mata pelajaran lainnya dapat menerapakan pembelajaran PBL, (2) bagi peneliti berikutnya, dapat dikembangkan untuk materi selain Bekerjasama dengan Kolega dan Pelanggan dan dapat dikembangkan untuk sekolah-sekolah lain.

Penerapan metode pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) pada mata pelajaran akuntansi untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa di kelas X SMK Ardjuna 1 Malang / Widia Rahmaning Tyas

 

ABSTRAK Tyas, Widia Rahmaning. 2010. Penerapan Metode Pembelajaran Model Teams GamesTournament (TGT) Pada Mata Pelajaran Akuntansi Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar Siswa di Kelas X SMK Ardjuna 1 Malang. Jurusan Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Satia Nur Maharani, S.E., M.Sa., Ak (II) Sriyani Mentari, S.Pd., M.M. Kata Kunci : pembelajaran kooperatif TGT, aktivitas belajar, hasil belajar Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di SMK Ardjuna 1 Malang kelas X Akuntansi, diketahui bahwa bahwa pembelajaran masih menggunakan metode ceramah sehingga membuat siswa kurang aktif dan kurang optimalnya hasil belajar pada mata pelajaran akuntansi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X Akuntansi dengan penerapan metode pembelajaran kooperatif model TGT selama proses belajar mengajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dari hasil penelitian berdasarkan indikator keberhasilan elemen dasar kooperatif yaitu saling ketergantungan positif, interaksi tatap muka, akuntabilitas individual dan ketrampilan antar personal diketahui bahwa aktivitas siswa pada siklus I menunjukkan prosentase aktivitas siswa sebesar 54,69% tetapi masih dalam taraf keberhasilan cukup.Untuk hasil belajar pada siklus I, skor rata-rata nilai tes adalah 55,62 dalam taraf keberhasilan belum tuntas belajar. Hal ini disebabkan siswa belum terbiasa dengan metode ini. Sedangkan pada siklus ke-II berdasarkan indikator keberhasilan diketahui bahwa penerapan metode TGT telah meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Aktivitas siswa pada siklus II dapat dilihat dari prosentase aktivitas siswa pada siklus ini yaitu sebesar 75,26% dalam taraf keberhasilan baik, sedangkan untuk hasil belajar siswa dilihat dari skor rata-rata nilai tes sebesar 70,62 dalam taraf keberhasilan cukup tuntas belajar. Berdasarkan hasil siklus ke-II diketahui bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa telah meningkat dan berhasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran kooperatif model TGT dapat meningkatkan aktivitas belajar pada tahap belajar kelompok, tahap turnamen, dan tahap penghargaan kelompok sehingga siswa termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. Hasil belajar siswa juga meningkat dengan cara diterapkannya model TGT pada tahap belajar kelompok sehingga siswa dapat lebih memahami materi pelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan (1) Bagi guru menerapkan metode pembelajaran kooperatif model TGT dikarenakan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Selain itu siswa memberikan respon positif terhadap penerapan model TGT (2) Bagi guru yang menerapkan metode pembelajaran kooperatif model TGT hendaknya dapat mengorganisir waktu dengan baik sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal (3) Bagi peneliti berikutnya disarankan melakukan penelitian tentang metode pembelajaran kooperatif model TGT pada mata pelajaran yang sama atau mata pelajaran yang lain di tempat berbeda untuk mengembangkan dan menerapkan metode pembelajaran kooperatif model TGT.

Profil pembelajaran pada pendidikan anak usia dini Tunas Harapan Purwosari Pasuruan / Listiana Pramesti

 

5 ABSTRAK Pramesti, Listiana. 2009. Profil Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini Tunas Harapan Purwosari Pasuruan. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Prof. Dr. H. Mundzir, M. Pd, Pembimbing II: Drs. Urib Urbiyanto, M. S Kata Kunci: Profil Pembelajaran, Pendidikan Anak Usia Dini Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan kegiatan pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini Tunas Harapan, metode dan media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini Tunas Harapan, dan penilaian perkembangan anak yang digunakan oleh pendidik di Pendidikan Anak Usia Dini Tunas Harapan. Lokasi penelitian yang dipilih adalah PAUD Tunas Harapan yang terletak di JL. Kemantren Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Metode yang dipakai peneliti adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan April 2009. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada paud tunas harapan bahwa materi yang diberikan dalam kegiatan pembelajaran di PAUD ini untuk anak usia dini dikembangkan merujuk pada pencapaian kemampuan anak usia dini sesuai dengan tahap perkembangannya dalam “menu pembelajaran generik”. Pendidik memberikan kegiatan pembelajaran yang dapat mencakup aspek (1) perkembangan moral dan nilai-nilai agama,(2) pengembangan fisik, (3) pengembangan bahasa, (4) pengembangan kognitif / daya pikir, (5) pengembangan sosio-emosional, dan (6) pengembangan seni pada anak. Kegiatan pembelajaran yang diberikan pada anak usia 2-3 tahun dan 3-4 tahun pada dasarnya sama, namun kegiatan pembelajaran yang diberikan untuk usia 2-3 tahun lebih sederhana dan dilakukan dengan bermain yang bertujuan untuk pembiasaan moral, melatih bahasa anak, melatih keberanian dan kemandirian anak serta kedisiplinan dan tanggung jawab anak didik.. Metode pembelajaran di PAUD Tunas Harapan ini dilaksanakan secara sederhana, manarik dan bervariasi sehingga materi mudah diterima anak didik sesuai dengan kebutuhan, minat dan kemampuannya. Adapun metode yang digunakan di PAUD meliputi: (a) Metode bernyanyi, (b) metode bercakap-cakap/ tanya jawab, (c), metode bermain peran, (d) metode bercerita, (e) metode karyawisata, (f) metode demonstrasi, (g) metode pemberian tugas. Pada PAUD metode pembelajaran yang diterapkan berdasarkan atas perkembangan anak secara tepat, bertahap, berulang dan terpadu yang dilakukan dengan suasana bermain, karena pada dasarnya bermain adalah dunia anak-anak.. Pada saat melaksanakan kegiatan pembelajaran pendidik membutuhkan media pembelajaran yang efektif dan efisien untuk menarik minat belajar anak didik. Media yang digunakan adalah media yang ada disekitar PAUD, yaitu benda-benda, gambar-gambar yang ditempel didinding, buku cerita, buku gambar, majalah sampai alat-alat yang secara baku digunakan dalam kegiatan pembelajaran sesuai dengan materi tertentu. Media pembelajaran anak didik adalah sederhana, mereka terbiasa bermain dengan apa yang ada disekitarnya. Segala macam benda, seperti hewan-hewan plastik, boneka, balok, dekak-dekak, lego, puzzle yang dapat menjadi media bermain untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan anak didik. Pendidik PAUD Tunas Harapan menilai anak usia dini dengan observasi, baik secara individu maupun kelompok dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan anak usia dini dan membantu orang tua dalam memberikan dorongan pada anak usia dini untuk belajar. Penilaian ini dilakukan oleh pendidik mulai dari anak didik awal masuk sampai kegiatan belajar berakhir, yang dilakukan berdasarkan aktivitas pembelajarannya. Penilaian tersebut melalui rapot dalam bentuk narasi diberikan tiap semester sekali, sedangkan melalui buku penghubung dalam bentuk narasi diberikan tiap ada kegiatan. Adapun aspekaspek yang akan dinilai setiap harinya pada buku penilaian adalah: norma / agama, kognitif atau daya pikir anak usia dini, psikomotorik, dan afektif. Alat penilaian kegiatan pembelajaran yang digunakan pada PAUD Tunas Harapan, yaitu melalui pengamatan, pemberian tugas dan hasil karya anak usia dini yang diberikan secara narasi atau deskripsi. Hasil penelitian ini diharapkan bisa memberikan tambahan informasi dan keilmuan dibidang PAUD, khususnya kegiatan pembelajaran pada pendidikan anak usia dini, adanya metode pembelajaran yang beragam dan bersifat fleksibel, sehingga materi yang disampaikan mudah diterima oleh anak usia dini sesuai dengan kebutuhan, minat dan kemampuannya sehingga dapat mencakup semua aspek pengembangan pada anak usia dini.

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay pada Perusahaan Publik di Indonesia (Studi empiris pada Perusahaan Manufaktur dan finansial yang listed di BEI pada tahun 2005-2008) / Dyah Puspasari

 

ABSTRAKSI Puspasari, Dyah. 2009. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay Pada Perusahaan Publik Di Indonesia (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur dan Finansial yang Listed di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2005-2008). Skripsi, Jurusan Akuntansi FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Yuli Widi Astuti, S.E., M.Si, Ak, (II) Triadi Agung Sudarto, S.E.,M.Si, Ak, (III) Drs. H. Tuhardjo, S.E., M.Si., Ak Kata kunci: ketepatan waktu pelaporan, audit delay, faktor-faktor yang berpengaruh, waktu penyelesaian audit. Ketepatan waktu sebagai salah satu unsur dari kenadalan dan relevansi laporan keuangan perusahaan menarik untuk diinvestigasi. Karena keterlambatan penerbitannya akan dapat mengurangi manfaat dari isi laporan keuangan itu sendiri terutama bagi pihak yang membutuhkan khususnya investor. Salah satu hal penting yang mempengaruhi ketepatan waktu atas pengumuman laba atau penerbitan laporan keuangan adalah lamanya audit yang dilakukan. Umumnya lamanya penyelesaian audit diukur dari berakhirnya tahun buku sampai ditandatanganinya laporan auditor independen, yaitu selesainya pekerjaan lapangan. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanasi ex post facto yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay tahun 2005-2008. Faktor-faktor yang diperkirakan berpengaruh terhadap audit delay yaitu ukuran perusahaan, jenis industri, laba/rugi operasional, tingkat profitabilitas, jenis pendapat auditor, ukuran KAP, dan tanggal penutupan tahun buku. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2008. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur dan finansial yang terdaftar di BEI yang terdiri dari 30 perusahaan manufaktur dan 20 perusahaan finansial. Pengambilan sampel menggunkana metode purposive sampling. Untuk metode analisis data menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi berganda. Untuk memenuhi model regresi yang bisa mewakili digunakan uji asumsi klasik. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis alternatif dapat diterima yaitu bahwa ketujuh variabel ukuran perusahaan, jenis industri, laba/rugi operasional, tingkat profitabilitas, jenis pendapat auditor, ukuran KAP, dan tanggal penutupan tahun buku. berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun secara serentak (simultan). Hubungan antara variabel dependen dan variabel independen cukup kuat (tinggi) dilihat dari nilai R (parsial) yaitu 0,958 yang berada diatas 0,5. Hal ini disarankan untuk auditor agar dapat mengendalikan faktor-faktor dominan yang berpengaruh dan terciptanya kerjasama yang baik antara auditor dengan pihak manajemen dengan memberikan informasi yang dibutuhkan sehingga dapat memperpendek waktu audit delay.

Penerapan model cooperatif learning tipe stad yang dimodifikasi untuk meningkatkan life skills dan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS-2 SMA Negeri 5 Malang / Angga Wika Puji Aizza

 

ABSTRAK Arizza, Angga Wika Puji. 2010. Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) yang Dimodifikasi Untuk Meningkatkan Life Skills dan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI IPS2 SMA Negeri 5 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hari Wahyono, M.Pd. (II) Drs. Prih Hardinto, M.Si. Kata kunci: STAD (Student Teams Achievement Divisions), Life Skills, Motivasi Belajar. Pendidikan di Indonesia selama ini berjalan dengan verbalistik dan berorientasi sematamata kepada mata pelajaran. Hal ini dapat terlihat dari kegiatan belajar mengajar yang di lakukan umumnya hanya mengacu pada teori. Dimana keterkaitan materi ajar dengan kehidupan seharihari dan kegunaan materi ajar untuk memecahkan problema kehidupan kurang mendapat perhatian. Pendidikan seakan terlepas dari kehidupan seharihari, sehingga siswa tidak mengetahui manfaat apa yang dipelajari dan bagaimana menggunakan apa yang telah dipelajari untuk kehidupan seharihari yang dihadapinya. Tujuan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui peningkatan Life Skills siswa pada mata pelajaran ekonomi dengan penerapan model Cooperatif Learning tipe STAD yang Dimodifikasi pada siswa kelas XI IPS2 SMA Negeri 5 Malang. (2) Untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar ekonomi siswa dengan penerapkan model Cooperatif Learning tipe STAD yang Dimodifikasi pada siswa kelas XI IPS2 SMA Negeri 5 Malang. Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian maka penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan analisis pendekatan induktif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Alat pengumpulan data menggunakan, Soal tes, lembar observasi, lembar catatan lapangan, angket dan pedoman wawancara. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS2 SMA Negeri 5 Malang tahun ajaran 2009/2010. Kecakapan Hidup yang meliputi beberapa aspek pada Siklus I dapat diketahui bahwa persentase keberhasilan untuk aspek kecakapan berfikir dan bernalar adalah sebesar 48.52 %, aspek kecakapan komunikasi sebesar 59.80 %, Aspek kecakapan bekerjasama sebesar 54.90 %. Kecakapan akademikHasil belajar kognitif pada siklus I persentase siswa yang Tuntas sebesar 35.3 % dan pada Hasil Belajar afektif siklus I dapat di ketahui persentase keberhasilan untuk aspek bekerjasama dalam kelompok adalah sebesar 59.80 %, aspek penghargaan dalam menghargai pendapat orang lain sebesar 63.72 %, dan aspek keberanian dalam bertanya atau menjawab pertanyaan persentase keberhasilannya sebesar 62.74 %. Dan Kecakapan Hidup pada Siklus II meningkat menjadi persentase keberhasilan untuk aspek kecakapan berfikir dan bernalar adalah sebesar 77.94 %, aspek kecakapan komunikasi sebesar 83.33 %, Aspek kecakapan bekerjasama sebesar 80.39 %. Kecakapan akademikHasil belajar kognitif pada siklus II persentase siswa yang Tuntas meningkat menjadi 94.1 % dan pada Hasil Belajar afektif siklus II dapat di ketahui peningkatan persentase keberhasilan untuk aspek bekerjasama dalam kelompok meningkat menjadi 73.53 %, aspek penghargaan Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com Click to buy NOW! PDFXCHANGE www.docutrack. com ii dalam menghargai pendapat orang lain meningkat menjadi 79.41 %, dan aspek keberanian dalam bertanya atau menjawab pertanyaan persentase keberhasilannya meningkat menjadi 76.47 %. Sedangkan motivasi belajar ekonomi siswa juga mengalami peningkatan dimana siklus pertama ratarata sebesar 68% dan pada siklus kedua meningkat menjadi 92%. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari Penerapan modelCooperative Learning Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dan Problem Based Learning yaitu: (1) Life Skills belajar ekonomi siswa kelas XI IPS2 SMA Negeri 5 Malang setelah diterapan Model Cooperative Learning Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) yang Dimodifikasi dapat meningkat. (2) Motivasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS2 SMA Negeri 5 Malang setelah diterapan Model Kooperatif Learning Tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions) yang Dimodifikasi dapat meningkat . Saran yang dapat peneliti sampaikan, yaitu : Guru mata pelajaran ekonomi SMA Negeri 5 Malang, disarankan untuk mencoba menerapkan model Cooperative Learning Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) yang Dimodifikasi pada materi APBN, APBD, dan Sumbersumber Penerimaan Pemerintah Pusat dan Daerah dikarenakan siswa memberikan respon positif terhadap penerapan model Cooperative Learning Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) yang Dimodifikasi ini.

Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika pokok bahasan persamaan garis lurus / Diana Rohmawati Ni'mah

 

ABSTRAK Ni’mah, Diana Rohmawati. 2009. Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal-soal Matematika Pokok Bahasan Persamaan Garis Lurus. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Mulyati, M.Pd, (II) Dr. I Nengah Parta, M.Si Kata Kunci: Analisis kesalahan, Menyelesaikan soal Matematika Masalah pokok yang diteliti dalam penelitian ini adalah kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kesalahan konseptual dan kesalahan prosedural yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan persamaan garis lurus, dan faktor-faktor penyebab siswa melakukan kesalahan. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIIB MTs Darul Huda Wonodadi Blitar. Data kesalahan siswa diperoleh dari hasil tes tertulis.Tes tertulis diberikan kepada 27 siswa dengan 10 butir soal yang dikerjakan dalam waktu 90 menit. Jawaban siswa yang salah diidentifikasi dan diklasifkasikan ke dalam jenis dan bentuk kesalahan. Setelah itu dipilih10 siswa yang melakukan kesalahan untuk diwawancarai guna mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah deskriptif. Dari hasil analisis data ini dapat disimpulkan bahwa: (1) kesalahan konseptual yang dilakukan siswa antara lain: salah menafsirkan konsep, istilah, dan prinsip, kurang tepat dalam menggunakan rumus atau teorema, istilah, dan prinsip, dantidak menuliskan atau kurang tepat dalam menuliskan rumus untuk menjawab suatu masalah, (2) kesalahan prosedural yang dilakukan siswa antara lain: a) kesalahan yang berhubungan dengan sistematika penyelesaian, yaitu kesalahan mensubstitusikan nilai ke variabel, ketidakteraturan langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah, kesalahan atau ketidak mampuan memanipulasi langkah-langkah untuk menjawab suatu masalah, melakukan penyimpulan tanpa alasan yang benar, kesalahan siswa dalam mencermati dan memahami perintah soal, kesalahan karena siswa tidak melanjutkan langkah penyelesaian, dan b) kesalahan yang berhubungan dengan kemampuan siswa terhadap materi prasyarat, yaitu kesalahan dalam melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan, dan kesalahan dalam melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan, (3) faktor-faktor penyebab siswa melakukan kesalahan antara lain: kesalahan yang berhubungan dengan kemampuan siswa terhadap materi persamaan garis lurus dan materi prasyarat, yaitu tidak memahami materi tentang kurva garis lurus, tidak memahami materi tentang gradien, tidak memahami materi tentang menentukan persamaan garis lurus, kurang terampil dan kurang memahami dalam penjumlahan atau pengurangan yang melibatkan bilangan negatif, kurang terampil dan kurang memahami dalam perkalian atau pembagian yang melibatkan bilangan negatif. Berdasarkan hasil analisis data dapat disarankan: siswa harus benar-benar memahami konsep dari materi yang dipelajari dan penggunaannya dalam menyelesaikan soal matematika, serta harus memahami setiap langkah algoritma penyelesaian soal matematika yang dilakukannya.

Penerapan pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI KU II SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen pada mata diklat produktif akuntansi / Yeny Efriana

 

ABSTRAK Efriana, Yeny. 2010. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Teams Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas XIKUII SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Pada Mata Diklat Produktif Akuntansi. Skripsi, Jurusan Akuntansi Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurika Restuningdiah, S.E, M.Si, Ak, Pembimbing (II) Sri Pujiningsih, S.E, M.Si.,Ak. Kata Kunci : Pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT), motivasi, hasil belajar Metode pembelajaran yang diterapkan di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen selama ini adalah konvensional melalui ceramah, tanya jawab dimana guru adalah pihak yang lebih mendominasi kegiatan pembelajaran, hal ini menyebabkan kebosanan dan kurangnya motivasi belajar siswa karena siswa cenderung pasif. Motivasi yang rendah akan berpengaruh terhadap hasil belajar yang rendah pula. Oleh karena itu perlu dilakukan pembaharuan terhadap pembelajaran yang diharapkan mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, salah satunya adalah dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif TGT. Tahapan yang terdapat dalam pembelajaran TGT meliputi penyajian kelas, diskusi kelompok, game/turnamen, evaluasi, dan pemberian penghargaan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tidakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu : (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana cara menerapkan pembelajaran TGT untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI KU II jurusan Akuntansi. Instrumen yang digunakan adalah tes, pedoman wawancara, catatan lapangan, lembar observasi, angket respon siswa, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata skor untuk keseluruhan aspek motivasi belajar siswa pada siklus I mencapai 79% dan dinyatakan dalam taraf keberhasilan baik. Pada siklus II motivasi belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 11,38%, hal ini ditunjukkan dengan perolehan skor rata-rata keseluruhan aspek motivasi sebesar 90,38% dengan taraf keberhasilan sangat baik. Analisis hasil belajar siswa menunjukkan bahwa pada siklus I jumlah siswa kelas XI KU II yang dinyatakan tuntas belajar sebesar 68% dan 38% dinyatakan belum tuntas belajar. Pada siklus II tingkat ketuntasan belajar siswa kelas XI KU II meningkat sebesar 20% menjadi 88%. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan (1) bagi guru sebaiknya menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) sebagai alternatif pembelajaran di kelas pada mata diklat Produktif Akuntansi khususnya pokok bahasan Pengelolaan Aktiva Tetap atau pada mata diklat lain yang memiliki karakteristik sejenis (2)Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya melakukan penelitian mengenai penerapan pembelajaran kooperatif model TGT baik di kelas maupun di sekolah lain agar hasil penelitian lebih representatif.

Pengaruh motivasi dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI-IPS di SMA Negeri 1 Srengat Blitar tahun pelajaran 2009/2010 / Khikmatul Badriyah

 

ABSTRAK Badriyah, Khikmatul. 2010. Pengaruh Motivasi dan Fasilitas Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas XI-IPS Di SMAN 1 Srengat Blitar Tahun Pelajaran 2009-2010. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi Pendidikan Ekonomi. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Wahjoedi, M.E., (2) Drs. Mardono, M.Si. Kata Kunci: Motivasi, Fasilitas Belajar, Prestasi Belajar Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar antara lain motivasi dan fasilitas belajar. Motivasi adalah suatu kondisi yang dapat menggerakkan individu dan memperkuat untuk melakukan sesuatu dalam mencapai tujuannya. Besar kecilnya pengaruh motivasi terhadap seseorang tergantung seberapa besar motivasi tersebut mampu membangkitkan motivasi seseorang untuk berbuat sesuatu. Sedangkan fasilitas adalah segala sesuatu yang memudahkan yang berupa alat-alat, media, buku-buku, dll yang sifatnya membantu atau memperingan tugas manusia dalam meraih sesuatu. Prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai dalam proses belajar yang berupa perubahan tingkah laku yang dinyatakan dengan skor atau nilai yang dilakukan oleh pendidik melalui evaluasi atau penelitian yang diberikan kepada subyek didik. Oleh karena itu penelitian ini membahas tentang pengaruh motivasi dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah eksplanasi (Eksplanatory Research). Populasinya yaitu seluruh siswa kelas XI IPS di SMAN 1 Srengat Blitar. Teknik pengumpulan data menggunakan purposive random sampling. Sedangkan analisis data menggunakan Regresi berganda untuk mengetahui pengaruh dari variable bebas ( motivasi dan fasilitas belajar) terhadap variable terikat ( prestasi belajar). Data diperoleh dari penyebaran angket tertutup yang dihitung dengan menggunakan skala likert. Berdasarkan analisis data dengan bantuan SPSS 14.00 for windows diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh secara parsial yang signifikan antara motivasi belajar (X1) terhadap prestasi belajar siswa (Y) pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IPS di SMAN 1 Srengat. Selain motivasi, fasilitas belajar (X2) juga berpengaruh secara parsial terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS di SMAN 1 Srengat. Variabel motivasi dan fasilitas belajar secara simultan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa pada mata peajaran ekonomi siswa kelas XI IPS di SMAN 1 Srengat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, peneliti memberikan saran terutama pada SMAN 1 Srengat untuk memaksimalkan prestasi belajar siswa maka hendaknya siswa dan pihak sekolah lebih meningkatkan motivasi belajar siswa untuk lebih giat belajar, begitu juga dalam penyediaan fasilitas belajar yang lebih memadai hendaknya memperhatikan kebutuhan dan memberikan wawasan serta pemahaman kepada siswa agar fasilitas yang disediakan dapat termanfaatkan sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar akademik siswa.

Pengaruh penggunaan media berbasis teknologi informasi terhadap hasil belajar siswa kelas XI Ilmu Sosial pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 5 Malang / Yogi Dwi Satrio

 

ABSTRAK Satrio, Yogi Dwi. 2009. “Pengaruh Penggunaan Media Berbasis Teknologi Informasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI Ilmu Sosial Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMAN 5 Malang”. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Prih Hardinto, M.Si (II) Drs. Mardono, M.Si Kata Kunci : Teknologi Informasi (IT), Internet, e-book, Hasil belajar siswa. Pendidikan merupakan salah satu hal penting yang turut menentukan nasib sebuah bangsa. Dengan kualitas pendidikan yang baik maka akan terbentuk generasi bangsa yang cerdas dan berkompeten di bidangnya. Bidang pendidikan selalu melakukan perbaikan dan pengembangan sarana maupun prasarana sekolah, demi terselenggarakannya proses belajar yang nyaman, efektif dan efisien. Teknologi informasi (TI) berperan sebagai sarana yang dapat dipakai untuk menyampaikan proses pembelajaran. Dalam penelitian ini teknologi menggunakan dua bentuk yaitu internet dan e-book. internet adalah salah satu media berbasis teknologi informasi dengan jaringan internasional yang dapat memudahkan siswa dalam belajar dari informasi yang ada di internet, khususnya dibidang ekonomi. Sedangkan e-book adalah salah satu bentuk buku berbentuk software yang dalam pengadaannya tidak perlu berbentuk hard copy. Di Indonesia sendiri e-book sudah digunakan dengan naungan dari Depdiknas sebagai penanggung jawabnya dan dapat digandakan jumlahnya secara bebas untuk sarana belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui keadaan hasil belajar siswa Kelas XI Ilmu Sosial di SMAN 5 Malang, khususnya pada mata pelajaran ekonomi. (2) Mengetahui sejauh mana penerapan media pembelajaran berbasis website pada pelajaran ekonomi siswa kelas XI Ilmu Sosial di SMAN 5 Malang. (3) Mengetahui sejauh mana penerapan media pembelajaran berbasis e-book pada pelajaran ekonomi siswa kelas XI Ilmu Sosial di SMAN 5 Malang. (4) mengetahui sejauh mana pengaruh penggunaan media website terhadap hasil belajar ekonomi pada siswa kelas XI Ilmu Sosial SMAN 5 Malang.(5) Mengetahui sejauh mana pengaruh penggunaan media e-book terhadap hasil belajar ekonomi pada siswa kelas XI Ilmu Sosial SMAN 5 Malang. (6) Mengetahui sejauh mana pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis IT terhadap hasil belajar ekonomi pada siswa kelas XI Ilmu Sosial SMAN 5 Malang. Penelitian ini menggunakan penelitian populasi dari jumlah keseluruhan siswa kelas XI Ilmu Sosial SMAN 5 malang. instrumen yang digunakan adalah angket dan hasil belajar siswa dalam bentuk rapot. Data dianalisis dengan teknik prosentase, korelasi dan regresi dengan bantuan software komputer SPSS 16.0 for Windows. Berdasarkan analisis data dapat diketahui bahwa terdapat hubungan tingkat penggunaan teknologi informasi (website dan e-book) terhadap hasil belajar siswa kelas XI Ilmu Sosial SMAN 5 Malang. Dengan koefisien korelasi website sebesar 0,28 atau 28% dan e-book sebesar 0,17 atau 17%. Terdapat hubungan simultan antara penggunaan teknologi informasi (website dan e-book) terhadap hasil belajar siswa kelas XI Ilmu Sosial SMAN 5 Malang sebesar 0,379 atau 37,9%. Dengan tingkat hasil belajar siswa yang memuaskan diharapkan pihak sekolah untuk terus mengembangkan fasilitas teknologi informasi (TI) serta aktif dalam memberikan bimbingan/pelatihan penggunaan teknologi informasi (TI) pada siswanya, agar pemanfaatan teknologi informasi (TI) berjalan maksimal. Disamping itu pihak sekolah juga harus terus mengarahkan, sehingga tidak terjerumus pada hal-hal negatif yang muncul dari kemudahan akses media membelajaran berbasis teknologi informasi tersebut.

Penerapan model pembelajaran think pair share dan talking stick pada mata pelajaran akuntansi untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa kelas XI IPS2 SMA Negeri 4 Probolinggo / Dita Yunita

 

ABSTRAKSI Yunita, Dita, 2009. Penerapan Model Pembelajaran Think Pair Square dan Talking Stick untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Akuntansi pada Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 4 Probolinggo. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi Pendidikan Akuntansi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dyah Aju Wardhani, SE,M.Si, Ak (II) Dr. Endang Sri Andhayani, SE, M.Si, Ak. Kata Kunci : Pembelajaran model Think Pair Square dan Talking Stick, aktivitas siswa, hasil belajar Praktik kegiatan pembelajaran akuntansi di SMA Negeri 4 Probolingggo masih menggunakan metode konvensional yaitu menggunakan ceramah dan latihan soal, siswa kurang diberi kesempatan untuk terlibat aktif dalam pembelajaran, sehingga mengakibatkan aktivitas siswa sangat rendah. Hal ini juga menyebabkan hasil belajar yang diperoleh siswa belum memenuhi Standar Ketuntasan Minimal (SKM) secara keseluruhan. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembelajaran model Think Pair Square dan Talking Stick. Model pembelajaran ini melibatkan para siswa dalam mereview bahan yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek atau memeriksa pemahaman mereka tentang isi pelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Probolinggo pada semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 4 Probolinggo dan dilaksanakan pada 4 November 2009 sampai dengan 2 Desember 2009. Analisis data yang digunakan dengan model alir yang meliputi tahap mereduksi data, menyajikan data, verifikasi data atau menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Think Pair Square dan Talking Stick dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 4 Probolinggo.

Prototype sistem pemantau gerakan manusia dalam aplikasi otomatisasi sistem kontrol lampu access tunnel power house pembangkit listrik tenaga air / Handri Arik Wijaya

 

ABSTRAK Wijaya, Handri Arik.2009. Prototype Sistem Pemantau Gerakan Manusia Dalam Aplikasi Otomatisasi Sistem Kontrol Lampu Access Tunnel Power House Pembangkit Listrik Tenaga Air. Skripsi, Program Studi Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Samsul Hidayat, S.Si, M.T (II) Heriyanto S.Pd, M.Si Kata Kunci : Passive infra red, Mikrokontroler, Optocoupler, Seven segment PLTA merupakan salah satu pembangkit listrik berbahan baku air terbesar di Indonesia Beberapa diantaranya memiliki access tunnel, yaitu terowongan atau gua yang menuju power house atau tempat turbin dan generator berada. Power house yang berada di bawah permukaan tanah menyebabkan kondisi access tunnel gelap. Selama ini, lampu yang digunakan untuk menerangi access tunnel tersebut beropersi selama 24 jam. Hal tersebut menyebabkan kurang efektif dan efisien, karena pada dasarnya lampu tersebut hanya digunakan ketika pegawai PLTA keluar masuk access tunnel. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem pengotomatisasi supaya pengoperasionalan lampu tersebut efektif dan efisien. Perancangan sistem ini bertujuan untuk menghasilkan sistem pemantau gerakan manusia dalam hal ini adalah pegawai PLTA, menghasilkan aplikasi mikrokontroler ATMega8535 untuk mengendalikan tampilan waktu dan triac sebagai switch tegngan AC. Secara keseluruhan sistem yang dirancang, terdiri dri sensor PIR, mikrokontroler ATMega8535, seven segment, optocoupler. Sensor PIR digunakan untuk mendeteksi gerakan manusia melalui radiasi infra merah yang dipancarkan. ATMega8535 berfungsi untuk mengolah data digitaldari sensor, mengatur tampilan seven segment, dan mengontrol optocoupler. Optocoupler berfungsi sebagai penghubung sistem kontrol dengan sistem power. Desain ini menghasilkan alat yang mampu menyalakan lampu secara otomatis ketika ada pegawai keluar masuk access tunnel dan akan padam secara otomatis sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dengan prediksi lama pegawai tersebut untuk sampai power house yaitu 30 menit.

Metode pembelajaran yang sesuai menurut perspektif warga belajar pendidikan kesetaraan program paket C di UPT Sanggar Kegiatan Belajar Kota Malang / Moh. Ubaidillah Aziz

 

ABSTRAK Aziz, Moh. Ubaidillah. 2009. Metode Pembelajaran yang Sesuai menurut Perspektif Warga Belajar Pendidikan Kesetaraan Program Paket C Di UPT Sanggar Kegiatan Belajar Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. M. Ishaq Maulana, M.Pd, dan (II) Dr. Endang Sri Redjeki, M.S. Kata Kunci: Metode Pembelajaran, Perspektif Warga Belajar, Paket C Sesuai dengan Perwakot No. 82 tahun 2008, salah satu fungsi UPT SKB Kota Malang adalah menyelenggarakan pendidikan kesetaraan program Paket C. Pendidikan kesetaraan program Paket C adalah program pendidikan pada jalur non formal yang ditujukan bagi masyarakat yang karena keterbatasan sosial, ekonomi, waktu kesempatan, dan geografi tidak dapat mengikuti pendidikan di sekolah formal setingkat SMA. Berkaitan dengan hal tersebut dalam proses pembelajaran tutor/pendidik perlu menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi agar proses pembelajaran tidak membosankan. Metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi belajar dan karakteristik bidang studi dapat membantu memudahkan warga belajar/peserta didik dan memotivasi warga belajar dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mendeskripsikan penyelenggaraan pendidikan kesetaraan program Paket C di UPT SKB Kota Malang, (2) untuk mendeskripsikan metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi belajar menurut perspektif warga belajar, (3) untuk mendeskripsikan kesesuaian metode pembelajaran dengan materi pelajaran menurut perspektif warga belajar. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan (1) reduksi data, (2) display data, dan (3) mengambil kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan, metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi belajar menurut perspektif warga belajar yaitu: penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi, metode pembelajaran yang mampu merangsang atau membuat rasa tertarik dalam belajar (metode tanya jawab), metode yang santai tetapi serius, metode yang mampu melibatkan warga belajar di kelas (metode diskusi), metode yang mampu mengembangkan kemandirian warga belajar (metode pemberian tugas), dan metode yang membuat warga belajar bisa bertukar pikiran dengan warga belajar lainnya (metode simulasi). Hal tersebut dipengaruhi oleh penyampaian materi tutor yang dapat membuat warga belajar nyaman di kelas. Metode pembelajaran dianggap belum sesuai dengan materi pelajaran apabila dalam penyampaian materi warga belajar merasa bosan, mengantuk, dan tidak bersemangat. Berdasarkan hasil penelelitian ini disarankan: (1) bagi UPT SKB Kota Malang agar tutor memilih metode pembelajaran yang tepat sesuai kondisi belajar warga belajar dan kesesuaiannya terhadap materi pelajaran, yaitu penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi tidak hanya satu metode, tetapi beberapa metode yang memungkinkan warga belajar bisa berpartisipasi dalam pembelajaran, (2) bagi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah sebagai salah satu pusat keilmuan bidang Pendidikan Luar Sekolah di Kota Malang, seyogyanya dalam proses perkuliahan pendidik menggunakan metode pembelajaran yang dapat membangkitkan motivasi dan berpusat pada masalah, sehingga diharapkan peserta didik ikut aktif melakukan kegiatan pembelajaran, dan diharapkan hasil penggunaan metode pembelajaran tersebut dapat disebarluaskan kepada pihak penyelenggara program Paket C, sehingga dapat melaksanakan proses pembelajaran yang efektif dan efisien, (3) bagi peneliti lebih lanjut diharapkan ada penelitian lanjutan mengenai media pembelajaran, sehingga dapat memperoleh hasil belajar yang efektif dan efisien. Hendaknya dilakukan pengembangan terhadap hasil penelitian ini dengan melakukan penelitian ini melalui metode yang berbeda, sehingga dapat memberikan kontribusi dan masukan terhadap program Paket C.

An Analysis on the activities in English E-Nook developing english competencies for the grade X senior high school / Muhammad Tsaqief

 

ABSTRACT Tsaqief, Muhammad. 2010. An Analysis on Activities in the English e-Book “Developing English Competencies” for the Grade X Senior High School. Thesis. English Language Education Program, Faculty of Letter, State University of Malang. Advisor: Dr. Enny Irawati, M.Pd. Key words: content analysis, activities, communicative Humans have a deep need to communicate with others. Therefore, they need language as a means of communication. Indonesian people are fortunate to have a national language called Indonesian. This language has been successfully uniting the plurality of Indonesian culture. In international context, English is widely recognised as the mostly used language across the countries. The supremacy of English speaking countries in industry and technology has triggered the spread of English. As a result, it is considered important to teach English in most countries, including Indonesia. Textbooks hold an important role in the teaching and learning activities. Related to that fact, Indonesian government has a big concern to provide students and teachers in Indonesia with national standardized books. The government has released a new program called BSE (Buku Elektronik Sekolah). In establishing this program, the government invited authors, teachers, or lecturers to develop textbook, which is then selected by BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). However, the result of the analysis has never been published. Therefore, the teachers who want to use e-book do not know the strength and weaknesses of the e-book. Due to that fact the researcher would like to analyze one of the e-books. It was expected that the result of this study could be beneficial for the teachers who will use this e-book, for the authors of this e-book and future researchers. The study focused on analyzing the activities in English e-book for senior high school grade X, Developing English Competencies written by Achmad Doddy et al. This study attempted to reveal to what extent activities in the textbook are communicative. It was carried out by documenting the activities in each chapter and comparing them with communicativeness criteria such as authenticity, stimulating interaction, emphasising on fluency and beyond the classroom. The results of the study showed that 24.1% activities in the whole textbook are considered communicative. It can be concluded that most activities in the textbook are considered least communicative. Based on the findings, the researcher recommends the teachers who will use this book to add more activities which have higher degree of communicativeness such as jigsaw, information transfer, creating email account, write an invitation cards, or adapt the activities in the textbook and modify them for communicative learning. For the textbook authors, it is suggested that they have to enrich the textbook with communicative activity in case they revise the textbook. For future researcher, it is suggested that they analyse other aspects of the textbook, or use other instruments to analyze it.

Pengaruh citra toko terhadap keputusan pembelian (Studi pada konsumen distribution outlet realizm Malang) / Agung Hidayat

 

ABSTRAK Hidayat, Agung. 2010. Pengaruh Citra Toko terhadap Keputusan Pembelian (Studi pada Konsumen Distribution Outlet Realizm Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Progam Studi S-1 Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Supriyanto, M.M., (II) Rachmad Hidayat, S.Pd Kata Kunci : Citra Toko, Keputusan Pembelian Menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat serta dalam menghadapi era globalisasi yang mengandung perubahan cepat dalam segala hal, maka perlulah bagi pelaku bisnis untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Untuk itu suatu distro yang masuk dalam suatu persaingan hendaknya mampu memberikan kualitas pelayanan yang baik dan bahkan yang paling baik dengan harapan akan dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen serta dapat menjaring konsumen lain yang lebih banyak. Distro Realizm sebagai salah satu distro yang terkenal di kalangan remaja kota Malang harus mempunyai strategi yang tepat untuk mempertahankan keberadaannya, salah satunya dengan cara menerapkan strategi citra toko yang positif. Karena citra toko (store image) sangat menentukan kelangsungan dan keberhasilan sebuah toko atau distro tersebut. Sebuah toko atau distro yang berorientasi pada keinginan, permintaan dan kebutuhan konsumen, memiliki potensi besar untuk berhasil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh citra toko terhadap keputusan pembelian di distribution outlet Realizm Malang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Yang mana dengan rancangan tersebut akan dapat diketahui apakah ada pengaruh antara citra toko terhadap keputusan pembelian. Diharapkan hasil penelitian ini dapat berguna bagi perkembangan dan kemajuan toko. Penelitian ini memiliki dua variabel yaitu variabel bebas (citra toko yang terdiri dari lima sub variabel yaitu harga, produk, suasana toko, promosi, dan personel). Sedangkan variabel terikatnya adalah keputusan pembelian. Populasi penelitian ini adalah sebagian konsumen di distro Realizm Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi non partisipatori dan kuesioner tertutup. Teknik pengambilan sampel dengan aksidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 94 responden. Teknis analisis data yang digunakan yaitu regresi linier berganda dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Ada pengaruh yang signifikan antara harga terhadap keputusan pembelian konsumen di distribution outlet Realizm, 2) Ada pengaruh yang signifikan antara produk terhadap keputusan pembelain konsumen di distribution outlet Realizm, 3) Ada pengaruh yang signifikan antara suasana toko terhadap keputusan pembelian konsumen di distribution outlet Realizm, 4) Ada pengaruh yang signifikan antara promosi terhadap keputusan pembelian konsumen di distribution outlet Realizm, 5) Ada pengaruh yang signifikan antara personel terhadap keputusan pembelian konsumen di distribution outlet Realizm. Produk merupakan salah satu variabel citra toko yang mempunyai pengaruh yang dominan terhadap keputusan pembelian di distribution outlet Realizm, 6) Ada pengaruh yang signifikan antara harga, produk, suasana toko, promosi, personel secara simultan terhadap keputusan pembelian di distribution outlet Realizm. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang dapat diberikan ke distribution outlet Realizm adalah : 1) Harga yang telah ditawarkan kepada konsumen hendaknya disesuaikan dengan kualitas produk, agar keputusan pembelian semakin meningkat, 2) Produk merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen, oleh karena itu diharapkan kepercayaan konsumen terhadap produk selalu dipertahankan dan menjadi perhatian khusus dengan meningkatkan kualitas dari produk yang ditawarkan, 3) Variabel citra toko (harga, produk, suasana toko, promosi, dan personel) hendaknya selalu dievaluasi dan lebih ditingkatkan agar tetap mampu mempertahankan konsumen serta dapat menarik konsumen baru.

Kegiatan pelatihan keterampilan bagi narapidana (studi kasus pada lembaga pemasyarakatan anak kelas II A Blitar) / Helmy Nur Harida

 

ABSTRAK Harida, Helmy Nur. 2009. Kegiatan Pelatihan Keterampilan bagi Narapidana (Studi Kasus pada Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas II A Blitar). Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. M. Ishaq Maulana, M.Pd dan Pembimbing (II) Dr. Endang Sri Redjeki, M.S. Kata-kata kunci: pelatihan, keterampilan Rumusan masalah penelitian ini adalah; (1) bagaimana kurikulum pembelajaran dalam proses pelatihan keterampilan di LPA Blitar,(2) bagaimana bahan pembelajaran dalam proses pelatihan keterampilan di LPA Blitar, (3) bagaimana metode pembelajaran dalam proses pelatihan keterampilan di LP Blitar,(4) bagaimana pelatih dalam proses pelatihan keterampilan di LPA Blitar,(5) bagaimana sarana dan prasarana yang digunakan dalam proses pelatihan keterampilan di LPA Blitar,(6) bagaimana evaluasi pembelajaran dalam proses pelatihan keterampilan di LPA Blitar. Rumusan masalah di atas yang akan diteliti oleh peneliti Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan jenis penelitian deskriptif dan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yaitu: wawancara, observasi, dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga alur kegiatan analisis yang memungkinkan data menjadi bermakna yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan ketekunan/keajegan pengamatan, triangulasi, dan kecukupan referensial. Hasil yang diperoleh dalam penelitian kegiatan pelatihan keterampilan di LPA Blitar yaitu metode demontrasi, Metode ini diberikan di LPA Blitar sesuai dengan yang seharusnya digunakan oleh pelatih di LPA Blitar karena para peserta pelatihan adalah tergolong anak usia 14-21 tahun yang memiliki sifat yang sulit untuk diatur. Praktek, metode ini sangat penting tujuannya dalam pelaksanaan pelatihan keterampilan handicraft di LPA Blitar. Interaksi langsung, metode ini yang selalu digunakan dalam proses pelatihan keterampilan handicraft di LPA Blitar. Berencana terus-menerus secara sistematis, metode ini yang selalu dilakukan oleh LPA Blitar agar tujuan pelatihan tersebut berhasil dan dapat dikuasai oleh para napi. Bahan belajar adalah materi seperti buku panduan berbagai model kerajinan yang didapat dari pelatih keterampilan terdahulu yang melaksanakan pelatihan kerajinan tangan di LPA Blitar. Serta modul tentang motif ukiran dan bentuk kerajinan seperti kotak tisu, tempat handphone, dan tempat keris pemesan dari luar LPA Blitar yang ingin melihat hasil kerajinan tangan di LPA Blitar. Sehingga materi merupakan syarat yang sangat penting untuk tercapainya tujuan proses pembelajaran yang efektif. Karena dengan adanya bahan pembelajaran para napi dapat langsung mempraktekkan materi pelatihan keterampilan yang telah diberikan oleh pelatih. Pelatih tugasnya yaitu untuk memberikan layanan belajar kepada peserta pelatihan yaitu napi di LPA Blitar dengan keterampilan berupa kemampuan atau keahlian keterampilan handicraft yang dapat digunakan dan dikembangkan untuk bekerja sesuai dengan kemampuan tersebut. Sehingga pelatih dapat memberikan 1 kemampuan keterampilan bagi narapidana agar bisa digunakan oleh mereka setelah keluar dari LPA Blitar. Saran dari penelitian ini adalah: perlu dikembangkan lagi seperti dalam metode interaksi langsung para peserta belum semua ikut untuk berinteraksi dengan pelatih dalam proses pembelajaran pelatihan keterampilan handicraft. Bahan ajar dan media dalam proses pembelajaran pada pelatihan keterampilan handicraft sebaiknya perlu ditambah atau diberikan variasi yang lain dan tidak hanya terpaku pada buku materi keterampilan yang sudah ada di LPA Blitar. Tetapi mencari materi yang lebih memiliki kualitas kerajinan bagus sama seperti yang berada di luar LPA Blitar.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 |