Membangun hardware jaringan LAN berbasis kabel menggunakan Windows XP pada SMK Negeri 1 Trenggalek / Dian Suselo

 

Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Dalam pembahasan ini jenis jaringan yang digunakan adalah LAN (Local Area Network) merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. Sebuah LAN, adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah perkantoran di sebuah gedung, atau sebuah sekolah, dan biasanya tidak jauh dari sekitar 1 km persegi. Beberapa model konfigurasi LAN, satu komputer biasanya di jadikan sebuah file server. Yang mana digunakan untuk menyimpan perangkat lunak (software) yang mengatur aktifitas jaringan, ataupun sebagai perangkat lunak yang dapat digunakan oleh komputerkomputer yang terhubung ke dalam network. Komputer-komputer yang terhubung ke dalam jaringan (network) itu biasanya disebut dengan workstation. Biasanya kemampuan workstation lebih di bawah dari file server dan mempunyai aplikasi lain di dalam harddisknya selain aplikasi untuk jaringan. Kebanyakan LAN menggunakan media kabel untuk menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lainnya. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (resouce,misalnya printer) dan saling bertukar informasi. Operating system yang dipakai adalah Windows XP. Microsoft Windows XP Professional kependekan dari Microsoft Windows Experience Professional merupakan sistem operasi berbasis grafis (gambar) dengan berbagai fasilitas, dan kemudahan dalam pengoperasiannya.Microsoft Windows XP ini merupakan salah satu produk unggulan dari Microsoft Corporation yang secara resmi dikeluarkan pada tanggal 25 Oktober 2001. Microsoft Windows XP yang selanjutnya yang disingkat dengan Windows XP ini merupakan kelanjutan dari dari Windows versi sebelumnya dengan berbagai fasilitas yang ada didalamnya, baik merupakan fasilitas penyempurnaan maupun fasilitas terbaru yang tidak ada pada versi sebelumnya. Dengan Windows XP ini anda akan dipermudah dalam penggunaannya, lebih menyenangkan, lebih cepat, kompatibel dengan berbagai perangkat lunak (software) maupun perangkat keras (hardware). Hal inilah yang menyebabkan semakin banyak pengguna sistem operasi Windows XP ini dalam masyarakat. Banyak perubahan yang terjadi dalam sistem operasi Microsoft Windows XP ini, mulai dari masalah registrasi, kelengkapan driver, peningkatan performance, design interface baru, Internet Explorer dengan versi terbaru yang mengarahkan orientasi user dalam penggunaannya, sampai sesuatu yang belum pernah diterapkan pada Microsoft Windows generasi-generasi sebelumnya, yaitu Firewall. Tujuan penulisan Tugas Akhir ini untuk menjelaskan bagaimana Teknik membangun sebuah jaringan LAN berbasis kabel menggunakan windows XP pada SMK Negeri 1 Trenggalek. Sasaran dari pengamatan ini adalah dengan adanya jaringan komputer di SMK Negeri 1 Trenggalek akan menekan anggaran belanja khususnya peralatan komputer. Fokus pengamatan ini adalah penggunaan Teknik membangun jaringan LAN berbasis kabel kususnya dengan menggunakan Windows XP. Dari hasil pengamatan, diketahui bahwa di SMKN 1 Trenggalek sudah memiliki banyak komputer akan tetapi komputer-komputer tersebut belum terjaring dalam sebuah jaringan. Untuk itu solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut perlu dibangun jaringan komputer di SMK Negeri 1 Trenggalek.

Aplikasi mikrokontroler pada pengayak kopi otomatis / Wisnu Adwitya Harmawan

 

Perkembangan teknologi saat ini sangat membantu manusia dalam menjalankan aktivitasnya. Peralatan modern dengan kontrol dapat menggantikan ekploitasi tenaga manusia yang berlebihan. Kemajuan teknologi mempunyai peranan penting pada wirausahawan. Keiginan manusia untuk meringankan tugasnya dalam melakukan pekerjaan tertentu , misal mengayak. Karena manusia memiliki keterbatasa dalam hal kemampuan fisiknya, sehingga dalam aktivitasnya memiliki batas-batas yang tertentu pula. Dengan demikian akan berpengaruh langsung pada tingkat efisiensi dari kerja manusia. Sistem kontrol pengayak kopi otomatis dirancang dengan mengunakan kontrol mikrokontroler. Alat ini beroprasi, ketika, menekan tombol ON. Pada saat awal pertama sensor melakukan pengecekan pada bak penampung. Bila isi bak penampung penuh, sensor melakukan pengecekan kembali. Bila bak penampung kosong maka motor mengerakan pengayak. Apakah kecepatan motor sesuai dengan isi bak pengayak. Jika tidak motor akan menambah atau mengurangi kecepatan motor sesuai dengan isi bak pengayak. Apabila sesuai dengan isi bak pengayak, maka melakukan proses pengayakan. Dilanjutkan pengecekan apakah bak sudah penuh. Apabila sudah penuh maka motor akan mati / proses pengayakan sudah selesai. Dari hasil pengujian dan analisis diperoleh kesimpulan bahwa pengayak kopi otomatis secara prinsip telah sesuai dengan spesifkasi yang direncanakan, yaitu: (1) Tombol ON. digunakan untuk mengaktifkan pengayak (2) Sensor inframerah. berfungsi untuk mengetahui bak penampung sudah penuh atau belum. (3) Mikrokontroler. yaitu sebuah IC ATMega 8535 yang berfungsi untuk melakukan pengendalian alat keseluruhan. (4) Driver Motor. digunakan untuk mengendalikan motor DC (5) Motor DC. berfungsi untuk mengerakan ayakan. (6) LCD. berfungsi sebagai penampilan. Hasil pengujian sistem secara keseluruhan yang meliputi hardware dan software dapat bekerja sesuai dengan yang direncanakan. Sensor dapat mendeteksi ayakan kopi, sehingga dapat diketahui apakah bak penampung penuh atau belum . Rangkaian mikrokontroler dapat bekerja dengan baik sehingga pengiriman dan penerimaan data dari sensor ke mikrokontroler dapat diterima dan diproses dengan baik pula.

Thin client server computing pada Laboratorium Komputer SMP Negeri 7 Pasuruan / Choiro Nikmah

 

Laboratorium komputer di SMP Negeri 7 Pasuruan merupakan salah satu fasilitas yang terdapat disana yang digunakan sebagai media pembelajaran di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Sayangnya, kondisi laboratorium komputer tersebut kurang dioptimalkan dikarenakan biaya yang terbatas. Berdasarkan permasalahan tersebut, sangat diperlukan suatu sistem jaringan komputer yang hemat dalam pembangunannya karena memanfaatkan komputer lama. Dalam pembangunan jaringan Thin Client Server Computing ini, menggunakan model perancangan prosedural. Di mana langkah-langkah yang ditempuh meliputi studi pustaka, perancangan infrastruktur jaringan, instalasi sistem operasi disisi server dan thinstation, dilanjutkan dengan konfigurasi web server dan ftp server. Dimana dengan thinstation komputer client dapat dapat mengaktifkan system operasi yang ada pada server dan menghemat biaya licensi. Dengan adanya Thin Client Server Computing dan penggunaan web server dan ftp server maka penggunaan laboratorium komputer dapat dioptimalkan tanpa terganjal masalah biaya dengan memanfaatkan komputer lama. Saran penyusun sendiri perlunya spesifikasi yang besar pada sisi server, sehingga client dapat berjalan layaknya komputer baru.

Pengaruh right issue terhadap return saham dan abnormal return (Studi pada perusahaan yang listing di Bej tahun 2004-2008) / Hendrik Aan Johano

 

ABSTRAK Aan Johano, Hendrik. 2008. “Pengaruh Right Issue Terhadap Return Saham Dan Abnormal Return (Studi pada perusahaan yang listing di BEJ tahun 2004- 2008). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mulyoso, S.E., M.Si (II) Drs. Muhammad Hari, M.Si Kata kunci: Right Issue, Return Saham, Abnormal Return Investasi merupakan suatu proses yang berkenaan dengan bagaimana seorang investor membuat keputusan mengenai pemilihan bidang bisnis atau usaha, seberapa ekstensif investasi sebaiknya dilakukan dan kapan investasi seharusnya dilaksanakan. Investor yang menginvestasikan dananya dalam bentuk saham adalah untuk mendapatkan tingkat pengembalian (return) atas investasinya yang berupa deviden (laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham), capital gain. Bagi perusahaan ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk mencukupi kebutuhan dana bagi perusahaan salah satunya adalah emisi right (right issue). Right issue merupakan pengeluaran saham baru dalam rangka penambahan modal perusahaan dengan terlebih dahulu ditawarkan kepada pemegang saat ini (existing shareholders). Dengan adanya right issue, maka jumlah saham yang beredar akan meningkat. Konsekuensi penambahan saham akibat penerbitan saham baru ini mempengaruhi kepemilikan pemegang saham lama. Fokus penelitian ini untuk mengetahui adanya kondisi dan perbedaan antara return saham dan abnormal return saham perusahaan sebelum, saat dan sesudah pengumuman right issue. Metode yang digunakan dalm penelitian ini adalah studi peristiwa (event study). Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang melakukan right issue di BII selama periode 2004-2008 terdapat 50 perusahaan. Sedangkan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Sampel ini di ambil dari elemen-elemen yang dipilih dengan sengaja, yang mana sampel ini bersifat reprentative atau mewakili populasi. Sehingga didapatkan 42 perusahaan yang dijadikan sampel sesuai dengan yang tercantum dalam lampiran. Analisis data untuk menguji hipotesis, terlebih dahulu Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan uji kolmograf smirnof (k-s). jika probabilitas nilai k-s > α (atau taraf signifikan). Teknik analisis yang digunakan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik statistik parametrik dengan metode uji t, yaitu uji rata-rata dari dua kelompok sampel yang berpasangan (paired two sampel fair means test) dengan bantuan program SPSS for windows realese 10.0.. Berdasarkan Output analisis Uji t maka terbukti bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata return saham sebelum dengan sesudah right issue. Hal ini ditunjukkan dengan nilai t hitung -0,556 dengan signifikasi 0,592, dengan begitu hipotesis pertama tidak terbukti. Sedangkan hipotesis keduapun juga sama tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata abnormal return saham sebelum dengan rata-rata abnormal return saham sesudah right issue. Hal ini ditunjukkan dengan nilai t-hitung -0,773 dengan nilai signifikasi 0,460. Adapun saran-saran yang ada dalam penelitian ini diantaranya hasil penelitian ini sekiranya dapat dijadikan sebagai acuan bagi peneliti lain untuk mengembangkan maupun mengoreksi dan melakukan perbaikan seperlunya. Beberapa variabel yang tidak terbukti pada penelitian ini sebaiknya pada penelitian yang akan datang digunakan proxy yang lain dari variabel tersebut, sehingga diharapkan dapat mencerminkanvariabel yang digunakan. Memperluas penelitian dengan cara memperpanjang periode penelitian dengan menambah tahun amatan dan juga memperbanyak jumlah sampel untuk penelitian yang akan datang.

Perbandingan pekerjaan konstruksi plat lantai menggunakan beton ready mix cor setempat dengan beton pracetak (precast) ditinjau dari segi pelaksanaan dan kecepatan pengerjaan / Yusuf Kurniawan Hady

 

ABSTRAK Hady, Yusuf Kurniawan. 2009. Perbandingan Pekerjaan Konstruksi Plat Lantai Menggunakan Beton Ready Mix Cor Setempat dengan Beton Pracetak (Precast) Ditinjau dari Segi Pelaksanaan dan Kecepatan Pengerjaan. Proyek Akhir, Program studi D3 Teknik Sipil dan Bangunan, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Drs. Prijono Bagus Susanto, S.T., M.T. Kata kunci: plat lantai, cor setempat, pracetak (precast) Kemajuan teknologi dunia konstruksi semakin meningkat. Berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pekerjaan. Metode pelaksanaan pengecoran untuk pekerjaan plat lantai beton dilakukan menggunakan beton cor setempat dengan ready mix. Selain itu, digunakan pula sistem precast untuk mempercepat dan mempermudah pekerjaan plat lantai pada konstruksi bangunan bertingkat. Studi lapangan ini bertujuan untuk mengetahui metode pelaksanaan pekerjaan konstruksi plat lantai dengan menggunakan beton ready mix cor setempat (konvensional), mengetahui metode pelaksanaan pekerjaan konstruksi plat lantai dengan menggunakan beton precast, dan mengetahui perbandingan kecepatan pekerjaan konstruksi plat lantai dengan menggunakan beton ready mix cor setempat (konvensional) dibandingkan dengan menggunakan beton precast. Studi lapangan ini dilaksanakan pada Proyek Renovasi Rumah Tinggal 2 Lantai di Jalan Raya Langsep Nomor 6, Malang. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan observasi lapangan, wawancara, dokumentasi foto, dan studi pustaka. Untuk mengetahui perbandingan kecepatan pengerjaan antara metode cor setempat dan sistem precast didapat dengan membandingkan kegiatan harian pada Proyek Pembangunan Rusunawa Universitas Muhammadiyah Malang Jalan Karya Wiguna Tegal Gondo Malang. Dari hasil studi lapangan ini dapat disimpulkan bahwa metode pelaksanaan plat lantai sistem precast terdiri dari: (1) plat precast yang digunakan merupakan jenis half slab precast dengan ketebalan 12 cm. Tebal slab precast adalah 7 cm, (2) pengecoran half slab di tempat fabrikasi menggunakan ready mix K-400, (3) penulangan untuk plat precast dengan menggunakan PC Wire Ø4 mm, sama dengan tulangan yang digunakan untuk topping slab, pekerjaan pemasangan perancah dengan menggunakan scaffolding (4) erection plat precast dengan menggunakan mobile crane (5) pengecoran topping slab di lapangan menggunakan beton ready mix K-300. Perbandingan kecepatan pekerjaan plat lantai dengan sistem precast lebih cepat daripada pengerjaan plat lantai dengan metode pengecoran setempat atau konvensional dengan tebal dan luasan yang sama dapat dikerjakan dalam waktu 6 hari, sedang metode konvensional memakan waktu 20 hari. Dengan demikian, plat lantai precast 70% lebih cepat daripada metode konvensional. Berdasarkan studi lapangan ini, disarankan untuk bangunan yang elemen strukturalnya typical (sejenis) seperti rumah susun, hotel, dan apartemen, sebaiknya menggunakan sistem precast, sebab lebih cepat dalam pengerjaannya.

Studi pelaksanaan pekerjaan kolom baja pada pembangunan showroom mobil di jl. Ahmad Yani 73 Blimbing Malang / Ayu Senja Cipta

 

Bangunan memegang peranan penting dalam kehidupan kita, sebagian besar dari hidup kita berada disekitar atau didalam bangunan seperti juga pada gedung perkuliahan, perumahan, perkantoran, pabrik-pabrik, rumah sakit, sekolah dan sebagainya. Dari permasalahan yang ada, maka tujuan dari Proyek Akhir ini adalah mahasiswa dapat melaksanakan pekerjaan kolom baja sesuai kajian teori yang ada, mahasiswa dapat membandingkan anggaran biaya bahan kolom baja dengan teori dan anggaran biaya pekerjaan pemasangan kolom baja per kg.Untuk mendapatkan data yang akurat dilakukan dengan observasi atau pengamatan, tanya jawab(wawancara), dan dokumentasi atau pengambilan gambar. Dari hasil Studi Lapangan diperoleh: 1. Pada proyek pembangunan showroom mobil ini menggunakan profil WF 198 X 99. 2. Untuk pabrikasi kolom baja pada proyek pembangunan showroom mobil ini sudah dilakukan di pabrik, jadi sudah tidak ada lagi proses pabrikasi lagi pada proyek ini dan tinggal pemasangannya saja. 3. Pelaksanaan pekerjaan kolom baja terdapat beberapa tahap, antara lain: a. Pekerjaan persiapan; b. Pekerjaan pemasangan; c. Pekerjaan penyambungan. 4. Besarnya biaya untuk pemasangan kolom baja adalah sebesar Rp. 366,30 per kg, biaya tersebut tidak termasuk biaya bahan dan peralatan. Berdasarkan hasil studi lapangan yang telah dilakukan pada pelaksanaan proyek pembangunan showroom maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Pekerjaan pemasangan meliputi beberapa tahap, yaitu pekerjaan persiapan, pekerjaan pemasangan kolom, dan pekerjaan penyambungan. Dalam hal ini sudah sesuai menurut teori, akan tetapi pengendalian alat pengangkatan kolom sangat minimal sehingga dapat mengakibatkan waktu terhambat. 2. Untuk harga bahan kolom baja di lapangan dengan teori mempunyai selisih Rp 133.687,00. Sedangkan besarnya biaya untuk upah tenaga kerja dalam pekerjaan kolom baja tersebut adalah Rp 366,30 (total) per kg, tidak termasuk biaya bahan dan peralatan. Berdasarkan hasil pelaksanaan dapat disarankan: 1. Sebaiknya untuk pengendalian alat pengangkatan kolom dikerjakan lebih dari satu orang, agar pelaksanaan kolom berjalan lancar sesuai dengan waktu yang direncanakan. 2. Dalam perhitungan analisa biaya bahan perlu ditinjau ulang untuk memperoleh nilai yang efisien.

Studi evaluasi pelaksanaan balok precast pada proyek pembangunan rusunawa Universitas Muhammadiyah Malang / Budi Laksono Setyo Bekti

 

Dalam pelaksanaan pembangunan, konstruksi beton merupakan salah satu elemen konstruksi yang sangat penting untuk diperhatikan. Sistem beton pracetak adalah metode konstruksi yang mampu menjawab kebutuhan di era millennium baru ini. Dengan efisiensi waktu maupun dalam segi anggaran biaya. Maka dari itu diperlukan acuan dan pengawasan saat pembuatannya baik saat persiapan maupun sampai perawatan agar tidak terjadi penyimpangan. Studi pelaksanaan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana metode pelaksanaan balok precast, erection dan koneksi balok precast. Dalam studi ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang pelaksanaan pekerjaan balok precast, erection, koneksi balok precast dan pengaruh schedule pelaksanaannya. Metode pengumpulan data yaitu dengan observasi (pengamatan), interview (wawancara), dan dokumentasi (foto-foto dilapangan). Analisa data dilakukan dengan memeriksa kelengkapan data, data tersebut kemudian akan dibandingkan dengan kajian pustaka sehingga dapat diambil kesimpulan dan saran. Studi hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar pelaksanaan pekerjaan balok precast, erection balok precast, koneksi balok precast, dan time schedule balok precast telah sesuai dengan metode dan pedoman yang ada. Tetapi terdapat ketidaksesuain pada time schedule erection balok precast yaitu dikarenakan terlambatnya pekerjaan balok precast yang seharusnya dalam minggu pertama bulan Mei sudah dilaksanakan pekerjaan balok namun pada aktualnya pada awal minggu ke-3 bulan Mei hari ke-18 baru dilaksanakan pekerjaan balok. Penyebab dari keterlambatan pelaksanaan tersebut adalah hujan pada waktu pengecoran sehingga ditunda pengiriman beton ready mix, saat pengecoran balok sehingga dihentikan karena jika tidak dihentikan kadar air dalam campuran beton akan bertambah yang dapat menyebabkan kekuatan beton berkurang sehingga lama dalam proses pengeringan, pada waktu pekerjaan pembuatan dan pembongkaran bekisting, dan terpotongnya hari kerja dengan adanya hari libur. Berdasarkan studi pengamatan ini dapat disarankan dalam pelaksanaan pekerjaan balok precast perlu diberi pengawasan ekstra pada setiap tahap pekerjaan terutama erection dan koneksi balok precast, sehingga tercipta konstruksi yang kokoh dan aman untuk ditempati.

Meningkatkan penguasaan penginderaan jauh pokok bahasan interpretasi citra melalui praktik laboratorium, praktik lapangan, dan mengolah data pada mahasiswa pendidikan geografi Universitas Lampung / Dedy Miswar

 

ABSTRAK Dedy Miswar, 2009, Meningkatkan Penguasaan Penginderaan Jauh Pokok Bahasan Interpretasi Citra Melalui Praktik Laboratorium, Praktik Lapangan, Dan Mengolah Data Pada Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Lampung. Tesis. Program Studi Pendidikan Geografi. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Agus Suryantoro, M,Si., Pembimbing (II) Prof. Dr. Ach. Fatchan, M.Pd.,M.Si. Kata Kunci: Interpretasi Citra, Praktik, Proses Pembelajaran Mahasiswa mengalami kesulitan terutama penguasaan penginderaan jauh pada pokok bahasan interpretasi citra data penginderaan jauh baik menggunakan foto udara maupun citra satelit. Kesulitan tersebut dihadapi mahasiswa pada saat mereka melakukan Praktik Pengenalan Lapangan (PPL) di sekolah. Siswa lebih banyak bertanya dengan penekanan pada aplikasi penginderaan jauh untuk ber-bagai tujuan Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penguasaan mahasiswa tentang penginderaan jauh terutama pada pokok bahasan interpretasi citra melalui praktik laboratorium, praktik lapangan, dan mengolah data hasil lapangan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, untuk mahasiswa semester V merupakan subjek dalam penelitian. Penelitian ini yang dilandasi prinsip situational yang berpijak pada realitas di lapangan. Hasil penelitian yang didapatkan pada siklus I bahwa mahasiswa belum memahami penginderaan jauh, hal ini dapat dilihat dari nilai kuis (pre tes I) terdapat 57,14% mahasiswa yang mendapat nilai ≤59, sedangkan yang mendapat nilai ≥70 ada 7,14% dari jumlah mahasiswa 42 orang. Setelah dilakukan kuis (pasca tes I) terdapat 48,72% atau sebanyak 19 mahasiswa yang mendapatkan nilai ≤59, sedang yang mendapatkan nilai ≥70 ada 19,05% atau sebanyak 8 maha-siswa. Pada siklus II dilakukan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan praktik interpretasi di laboratorium. Nilai yang diperoleh pada siklus ini adalah 23,81% atau 10 mahasiswa yang mendapatkan nilai ≤59 pada pre tes I, sedang yang mendapatkan nilai ≥70 ada 40,48% atau 17 mahasiswa, dan nilai pasca tes I 0% atau 0 mahasiswa yang nilai ≤59, sedang yang mendapat nilai ≥70 ada 83,33% atau 35 mahasiswa. Simpulan dari penelitian tersebut bahwa ada perbedaan yang signifikan rata-rata nilai yang diperoleh mahasiswa antara yang tidak dilakukan dengan praktik interpretasi citra di laboratorium dengan yang praktik secara intensif merupakan model pembelajaran yang paling efektif bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi. ABSTRACT Dedy Miswar, 2009, Improving Domination Of Remote Sensing Fundamental Discussion Interpretation Image Through Practice Laboratory, Practice Field, And Process Data Student Education Of Geography University of Lampung. Thesis. Program Study Education Of Geography. Program of Pascasarjana University of Malang. Counsellor ( I) Dr. Agus Suryantoro, M,Si., Counsellor ( II) Prof. Dr. Ach. Fatchan, M.Pd.,M.Si. Keyword: Interpretation Image, Practice, Process Study. Student find difficulties especially domination of remote sensing at the data image interpretation discussion fundamental of remote sensing to use air photo and also satellite image. The difficulty faced by student at the time of them Practice Recognition of Field (PPL) in school. More student enquire with emphasis at application of remote sensing for target. This research represent research of class action, where as semsetr student of V represent object in research. This research use approach of PTK based on principle of situational which tread at reality in field. Result of research got at cycle of I that student not yet comprehended remote sensing, this matter can be seen from quiz value ( free test I) there are 57,14% student getting value ≤ 59, while getting value ≥ 70 there is 7,14% from amount of student 42 people. After one quiz ( pasca test I) there are 48,72% or counted 19 student getting value ≤ 59, getting value ≥ 70 there is 19,05% or counted 8 student. At cycle of II repair of study by using interpretation practice in laboratories. Value obtained at this cycle is 23,81% or 10 student getting value ≤ 59 at I free test, getting value ≥ 70 there is 40,48% or 17 student, and value of pasca tes 0% or 0 student which is value ≤ 59, getting value ≥ 70 there is 83,33% or 35 student. From the result can be concluded by that there is difference which is obtained value mean significant is student which do not be with image interpretation practice in laboratory with practice intensively represent most effective study model to Program Study student Education of Geography.

Penggunaan filtrat biji jarak pagar (Jatropha curcas L.) sebagai bahan pengawet untuk menghindari serangan rayap tanah (Coptotermes curvignathus H.) pada kayu sengon (Paraserianthes falcataria) dengan sistem perendaman dingin / Indri Wahyuni

 

Kayu sengon (Paraserianthes falcataria) termasuk kayu dengan kelas awet IV/V yang mudah diserang oleh organisme perusak kayu terutama rayap. Untuk mengatasi serangan rayap pada kayu, maka perlu dilakukan pengawetan kayu. Bahan pengawet yang digunakan adalah bahan pengawet yang ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan bahan pengawet filtrat biji jarak, yang mengandung racun ricin yang dapat mengacaukan proses metabolisme rayap. Keuntungan yang diperoleh dari pengawetan kayu adalah bertambahnya umur pakai kayu. Untuk mengetahui apakah filtrat biji jarak dapat digunakan sebagai bahan pengawet yang ramah lingkungan, maka penelitian ini merumuskan masalah sebagai berikut: (1) Apakah ada perbedaan berat bahan pengawet yang tertinggal (retensi) pada konsentrasi yang telah ditentukan? dan (2) Bagaimanakah pengaruh konsentrasi bahan pengawet terhadap berat kayu sengon yang dimakan rayap? Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok kontrol atau kelompok yang tidak diawetkan dan kelompok eksperimen atau kelompok yang diawetkan dengan filtrat biji jarak pada konsentrasi 1%, 3%,dan 5%. Analisa data yang digunakan adalah analisis varian satu jalur untuk mengetahui perbedaan retensi. Sedangkan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi bahan pengawet terhadap berat kayu sengon yang dimakan rayap digunakan analisis varian satu jalur yang dilanjutkan dengan mencari nilai eta kuadrat (η2). Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Ada perbedaan berat bahan pengawet yang tertinggal (retensi) antara konsentrasi 1%, 3%, dan 5%. (2) Variasi konsentrasi bahan pengawet hanya berpengaruh 1,3% terhadap berat kayu sengon yang dimakan rayap. Dari penelitian ini, disarankan bahwa untuk mendapatkan nilai retensi yang lebih besar pada konsentrasi yang tinggi dapat dilakukan penambahan lama waktu perendaman.

Pembelajaran kooperatif tipe team game tournament (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Purwodadi Kabupaten Pasuruan pada materi keragaman bentuk muka bumi / Fitri Handayani KD

 

ABSTRAK Fitri Handayani KD, 2009. Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Game Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Purwodadi Kabupaten Pasuruan Pada Materi Keragaman Bentuk Muka Bumi. Tesis, Jurusan Pendidikan Geografi, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd, (II) Dr. Agus Suryantoro, M.Si Kata kunci : Pembelajaran Kooperatif Team Game Tournament, Hasil Belajar Permasalahan pokok yang terjadi di SMP Negeri Purwodadi yaitu rendahnya hasil belajar siswa. Dari observasi lapangan menunjukkan bahwa hasil belajar Geografi paling tinggi mencapai rata-rata klasikal 60 dan ketuntasan 52%. Untuk itu perlu adanya terobosan baru dalam pembelajaran di sekolah. Rendahnya hasil belajar siswa tersebut disebabkan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru kurang inovatif. Kegiatan pembelajaran yang terjadi di SMP Negeri 1 Purwodadi masih didominasi oleh metode ceramah dan dapat dikatakan berpusat pada guru, sehingga siswa kurang termotivasi mengikuti kegiatan pembelajaran. Salah satu penyebab kurangnya pemahaman siswa terhadap suatu konsep adalah pembelajaran yang terpusat pada guru. Agar pembelajaran terpusat pada siswa maka perlu adanya perubahan model pembelajaran. Pembelajaran kooperatif TGT dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam kegiatan yang menyenangkan dan menantang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah 37 siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Purwodadi pada tahun 2008-2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat dari siklus I, ke siklus II dan dari siklus II ke Siklus III. Untuk hasil proses pembelajaran (afektif) nilai rata-rata klasikal dari siklus I adalah 79,86 siklus II sebesar 84,19 dan siklus III adalah 87,64. Peningkatan aktivitas belajar dari sebelum dikenai tindakan ke siklus I sebesar 25%, dan dari siklus I ke siklus II dan III sebesar 9% dan 4%. Untuk hasil tes kognitif nilai rata-rata klasikal siklus I sebesar 72,16, siklus II adalah 79,46 dan siklus III sebesar 82,16. Peningkatan hasil belajar pada siklus I sebesar 20%, siklus II adalah 10% dan siklus III adalah 4%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa, baik secara kognitif maupun afektif. Selain itu pembelajaran kooperatif TGT sangat disenangi siswa, terbukti para siswa memberikan respon positif dengan kategori skala sikap sangat senang. Berdasarkan hasil penelitian diajukan saran-saran sebagai berikut: (1) Guru Geografi dapat menerapkan dan mengembangkan pembelajaran kooperatif TGT untuk materi lain yang bersifat konseptual, seperti hidrosfer, litosfer, dan atmosfer serta menggunakan variasi permainan dan media gambar yang menarik sehingga membuat siswa lebih cepat memahami suatu konsep baru. (2) Bagi siswa disarankan agar lebih serius dan tidak terlalu banyak bergurau di dalam kelas sehingga hasil belajar lebih baik. ABSTRACT Fitri Handayani KD, 2009. Cooperative Learning Type Team Game Tournament (TGT) to increase the Learning Outcome of the Student of Class VII at SMP Negeri 1 Purwodadi Pasuruan to Consept Kinds of Form the Earth Surface. Thesis, Geography Education Departement. Post Graduate Program, State University of Malang. Advisors: (1) Prof. Dr. Sumarmi M.Pd, (II) Dr. Agus Suryantoro, M.Si Key word: Cooperative Learning of Teams Game Tournaments, Learning Outcome The problem which happened at SMP 1 Purwodadi namely the low learning outcome the students, it is considered necessary to apply a new suitable method in process of learning. The low learning outcome of the students caused by the teacher who implements less innovative instruction process. Learning teaching activities are still dominated by use of lecture method and it can be said teacher-centered. As a consequence, the students become less motivated to follow the learning activities. One of factors which causes the poor understanding of the student about concept is a teacher centered learning. In order to make learning to be a student centered, there must be a change in therm of learning system. Therefore, the students are esay to understand the subject. Cooperative learning of Team Game Tournament (TGT) is one of the team learning strategies for has review and mastery learning of material. Cooperative Learning TGT increased Basic skill, student achievement, positive interactions between students, acceptance of mainstreamed classmates and selfestream. Learning TGT can increase the students’ learning motivation in the form of activities which are enjoyable and challenging. Type of this research is Classroom Action Research (CAR). This research was conducted in three learning cycles. The purpose of this research is to describe the process and the result of applying with this research is to describe the process and the result of applying with cooperative learning of TGT strategy to increase the students learning outcome. The Subject of this research is 37 of the first semester students of class VII B on year 2008/2009. The Result of the research show that students learning outcome either in their result of learning. The classical average score from cycle I is 79,86 to cycle II is 84,19 and cycle III is 87,64. The increasing of learning process from cycle I to Cycle II and cycle III is 25%, 9%, and 4%. The increasing of classical completeness from cycle I is 72,16, to cycle II is 79,46 and cycle III is 82,16. For the outcome of cognitive test and classical average score from cycle I is 20%, to cycle II is 10% and to cycle III is 4%. So, it can be concluded that the applying of the cooperative learning of type Team Game Tournament (TGT) can increase student learning result, not only cognate aspect but also in affective aspect. Besides the cooperative learning type Team Game Tournament (TGT) is very liked by the students, they show positive response with attitude scales categories hardly like. Based on the result of research, it was given some suggestions: (1) Geography teacher can apply and develop cooperative learning type Team Game Tournament for other chapters that are conceptually like hydrosphere, lithosphere, atmosphere and use interesting game variation and picture media so that the students can understand the new concept fastly. 2) It is suggested for student to participate seriously in the class so that the learning result can be better.

Persepsi guru terhadap kompetensi kepala sekolah dasar negeri se-kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Widianarko

 

Kompetensi merupakan salah satu komponen penting yang harus dimiliki oleh setiap para pemimpin. Kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan juga harus memiliki beberapa kompetensi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kemampuan atau kompetensi tersebut sangatlah penting guna peningkatan kualitas mutu sekolah yang pada akhirnya dapat menghasilkan lulusan yang diinginkan sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan. Kompetensi atau kemampuan kepala sekolah yang harus dimiliki dan dijalankan dalam melaksanakan tugasnya antara lain kompetensi kepribadian, kompetensi manajerial, kompetensi kewirausahaan, kompetensi supervisi dan kompetensi sosial. Berdasarkan uraian di atas maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kompetensi-kompetensi yang dimiliki kepala sekolah dasar negeri di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 42 orang kepala sekolah dan 742 orang guru. Teknik pengambilan sampel digunakan untuk mengambil perwakilan jumlah populasi responden guru dengan cara proportional random sampling, sehingga diperoleh jumlah sampel 333 orang guru. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner atau angket. Skala pengukuran menggunakan skala Likert dengan 4 (empat) opsi jawaban. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif persentase dan untuk mempermudah pengolahan data maka dibantu komputer yaitu dengan menggunakan Software SPSS 12.00 for Windows. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa: (1) secara umum kompetensi yang dimiliki oleh kepala sekolah dasar negeri di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang berada pada kategori tinggi atau baik; (2) kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh kepala sekolah dasar negeri di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang berada pada kategori tinggi; (3) kompetensi manajerial yang dimiliki oleh kepala sekolah dasar negeri di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang berada pada kategori tinggi; (4) kompetensi kewirausahaan yang dimiliki oleh kepala sekolah dasar negeri di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang berada pada kategori tinggi; (5) kompetensi supervisi yang dimiliki oleh kepala sekolah dasar negeri di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang berada pada kategori tinggi; (6) kompetensi sosial yang dimiliki oleh kepala sekolah dasar negeri di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang berada pada kategori tinggi. Disarankan bagi para kepala sekolah dasar negeri Kecamatan Kedungkandang Kota Malang agar lebih mampu meningkatkan dan mempertahankan peran kemampuan atau kompetensi kepribadian, kompetensi manajerial, kompetensi kewirausahan, kompetensi supervisi serta kompetensi sosial guna peningkatan kualitas kinerjanya yang telah dimiliki. Peningkatan kualitas kinerja tersebut secara langsung dapat meningkatkan kualitas kegiatan operasional sekolah yang pada akhirnya dapat meningkatkan mutu lulusan siswa. Selanjutnya untuk Dinas Pendidikan Kota Malang sebagai lembaga yang berwenang dalam melakukan pembinaan maupun pengawasan terhadap kualitas pendidikan di daerahnya, hendaknya dapat memberikan suatu pelatihan atau seminar tentang bagaimana cara meningkatkan persepsi kompetensi kepala sekolahyang belum terpenuhi atau masih kurang terpenuhi. Hal tersebut sangat penting untuk diperhatikan karena kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki merupakan prasyarat standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Bagi para peneliti lain yang berkeinginan untuk melakukan penelitian yang serupa, hendaknya melakukan penelitian yang lebih mendalam baik melalui pendekatan kualitatif maupun kuantitatif serta dengan menambah atau memperluas variabel-variabel maupun subvariabelnya. Selain itu penelitian ini juga dapat dikembangkan dari segi objek penelitian bukan hanya kepala sekolah, tetapi juga dapat dari guru, komite sekolah, maupun warga sekolah.

Latihan pengoperasian sieve net dan analisisnya dalam praktek laboratorium untuk meningkatkan hasil belajar topik sedimen dasar laut pada mahasiswa jurusan geografi Universitas Negeri Makassar / Hasriyanti

 

ABSTRAK Hasriyanti, 2009. Latihan Pengoperasian Sieve Net dan Analisisnya dalam Praktek Laboratorium untuk Meningkatkan Hasil Belajar Topik Sedimen Dasar Laut pada Mahasiswa Jurusan Geografi Universitas Negeri Makassar. Tesis, Jurusan Pendidikan Geografi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Ach. Fatchan, M.Pd., M.Si., (2) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd. Kata kunci: latihan pengoperasian sieve net dan analisisnya, hasil belajar Hasil belajar yang rendah pada mata kuliah Oseanografi tampak sangat jelas khususnya pada perolehan hasil belajar praktikum laboratorium. Perolehan hasil belajar praktikum dan hasil belajar Oseanografi dengan nilai di bawah standar ketuntasan minimal yakni 70 mencapai sepertiga dari jumlah kelas. Kondisi tersebut disebabkan pada kegiatan praktikum Oseanografi khususnya pada Analisis Jenis Butir Sedimen Dasar Laut, kurangnya penguasaan dan pemahaman pelaksanaan praktikum laboratorium (khususnya pada pengoperasian Sieve Net dan analisisnya). Peningkatan penguasaan dan pemahaman lebih terpusat pada kelompok kerja bukan pada individu, sehingga hasil belajar yang diperoleh tidak merata. Ketersediaan waktu dan bimbingan juga sangat kurang untuk melatih mahasiswa praktikum dalam kegiatan analisis, terbatas hanya pada hasil kerja kelompok saja, tanpa memperhatikan kinerja dan pemahaman individual. Agar pembelajaran berpusat pada individu, maka diterapkan pelatihan pengoperasian Sieve Net dan analisisnya pada praktikum Oseanografi untuk menganalisis jenis butir sedimen dasar laut, tujuannya untuk meningkatkan keterampilan proses dan hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar topik sedimen dasar laut mahasiswa Jurusan Geografi FMIPA UNM dengan menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran. Objek penelitian adalah 48 mahasiswa Pendidikan Geografi FMIPA UNM Angkatan 2007/2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan proses tindakan dari siklus I tindakan I ke siklus I tindakan II sebesar 17,02%, menuju siklus II tindakan I meningkat sebesar 36,36%, menuju siklus II tindakan II meningkat sebesar 22,67%. Hasil belajar praktikum Sedimen Dasar Laut mengalami peningkatan dari siklus I tindakan I ke siklus I tindakan II sebesar 1,62%, menuju ke siklus II tindakan I meningkat sebesar 4,66%, menuju ke siklus II tindakan II meningkat sebesar 9,22%. Indikator keterampilan proses tindakan Siklus I memiliki rata-rata 51% dan pada Siklus II sebesar 83,5%. Selisih keberhasilan tindakan yang dilakukan dari siklus I ke siklus II sebesar 32,5%. Persentase keberhasilan tindakan untuk indikator keterampilan proses tindakan mengalami peningkatan sebesar 63,7%. Indikator hasil belajar mahasiswa pada siklus I memiliki rata-rata 77,71 dan pada siklus II memiliki rata-rata 86,15 maka diperoleh selisih tingkat keberhasilan untuk hasil belajar sebesar 8,44. Hasil perhitungan yang telah dilakukan menunjukkan hasil persentase keberhasilan sebesar 10,86%. Berdasarkan hasil penelitian maka diajukan saran-saran sebagai berikut: (1) Latihan pengoperasian Sieve Net dan analisisnya dapat meningkatkan hasil belajar, sehingga disarankan untuk diterapkan pada kegiatan analisis jenis butir sedimen dasar laut pada praktikum Oseanografi dan juga pada materi kuliah yang sejenis misalnya praktikum Ilmu Tanah, (2) Penerapan latihan pengoperasian Sieve Net ini membutuhkan waktu yang lama dengan ketelitian yang sangat besar, maka perlu diadaptasikan latihan pengoperasian alat dalam setiap kegiatan laboratorium.

Jurnalisme propaganda dalam tetralogi buru (bumi manusia, anak semua bangsa, jejak langkah, dan rumah kaca) karya Pramoedya Ananta Toer / Nurhayati

 

ABSTRAK Nurhayati.2009. Jurnalisme Propaganda dalam Tetralogi Buru (Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca) Karya Pramoedya Ananta Toer. Skripsi, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Djoko Saryono, M. Pd Kata kunci: Jurnalisme, Propaganda Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer merefleksikan kehidupan kemasyarakatan pada zamannya. Tata kemasyarakatan tidak saja dicerminkan atau diuraikan dengan lukisan-lukisan yang rapi, terperinci, dan hidup; tetapi juga digarap dengan semangat zaman yang menandai masa-masa kebangkitan nasional waktu itu. Pergerakan tersebut tak lepas dari peran jurnalistik sebagai alat propaganda. Penelitian ini mengkaji kepustakaan dengan pendekatan sosiologi sastra. Masalah yang diangkat adalah jenis dan ciri media cetak serta fungsi jurnalisme sebagai alat propaganda dalam tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami jenis dan fungsi media cetak serta memahami fungsi jurnalistik sebagai alat propaganda dalam tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa ada tiga jenis media cetak pada zaman pergerakan dalam tetralogi Buru melihuti 1) media cetak kolonial yang mempunyai tugas pokok melindungi kepentingan perusahaan gula sebagai modal terbesar di Hindia; 2) media cetak pribumi yang menjadi pelindung kepentingan masyarakat bawah yang tertindas pada zaman pergerakan; 3) media cetak Cina yang menjadi penghubung orang- orang Tiongkok di Hindia dengan Cina daratan. Dalam perkembangannya, media cetak bukan hanya penyampai berita. Dia mencoba menerangkan, mengajar, mengajak, menjajakan pikiran. Di belakang media cetak bukan hanya mesin-mesin cetak, juga mesin-mesin otak. Dengan media cetak otak berbicara pada anggota- anggota badannya sendiri, meniadakan jarak ratusan mil, melakukan propaganda agar mendapat massa sebanyak- banyaknya.

Pembelajaran membilang rasional melalui penerapan teori GELMAN dan GALLISTEL di taman kanak-kanak Laboratorium UNESA Surabaya / oleh Tjatjik Mudjiarti

 

Potensi dan fungsi citraan, metafora, simbol, mitos dalam merefleksikan masalah sosial dalam puisi karya M.R. Dayoh / Sri Susanti

 

Penelitian yang benjudul “Potensi dan Fungsi Citraan, Metafora, Simbol, Mitos dalam Merefleksikan Masalah Sosial dalam Puisi Karya M.R Dayoh” ini adalah penelitian untuk mendeskripsikan kajian unsur-unsur sosial yang terdapat dalarn puisi yaitu pada citraan, metafora; simbol, dan mitos. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan mimetik yang didasari oleh beberapa segi kemasyarakatan yaitu, pendekatan ini menekankan pada puisi-puisi karya M.R Dayoh yang tergolong puisi yang terdapat unsur-unsur sosial yang hanya bisa dikaji dengan kajian mimetik. Tujuan penelilian ini yaitu untuk mendapatkan gambaran masalah sosial secara konkret atan nyata dalam menelaah suatu peristiwa Unsur-unsur sosial yang ada; (1) Citraan, (2) metafora, (3) simbol, dan(4) Mitos,Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Metode ini menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dalam puisi dalam baris. Adapun teknik yang digunakan adalah teknik ‘fenomena report”. Selanjutnya dalam analisis data dlkembangkan model refleksi analisis data aitinya model analisis data yang benipa sisteinatlka konsep dan cam keija yang disusun untuk memecahkan masalah dengan berlandaskan refletsi dunia pengetahuan dan pengalaman peneliti dalam menentukan,, mendapatkan, dan meinahami data Dari hasil data diperoleh desknipsi tentang masalah-masalah sosial yang tergambar dalam kaxya san yang digambarkan pada (I) Citraan, (2) Metafora, (3) Simbol. dan (4) Mitos.

Karakteristik diksi dan gaya bahasa puisi anak surat kabar Kompas (sebuah kajian psikologi-semantik) / Sofiana Cahya Kamila

 

ABSTRAK Kamila, Sofiana Cahya. 2008. Karakteristik Diksi dan Gaya Bahasa Puisi Anak Surat Kabar Kompas.(Sebuah Kajian Psikologi-Semiotika). Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Mujianto, M. Pd. Kata kunci: puisi anak, diksi, gaya bahasa, psikologi, semantik. Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra sebagai sarana untuk mengekspresikan pikiran, perasaan, pengalaman anak dalam kehidupan. Dengan menulis puisi anak-anak bisa belajar sambil berkreasi serta dapat mengembangkan imajinasi dengan tidak meninggalkan dunia mereka. Puisi adalah sebuah genre sastra yang merupakan ekspresi pikiran maupun pengalaman dengan kata-kata. penelitian tentang penggunaan bahasa dalam puisi anak ini difokuskan pada karakteristik diksi dan gaya bahasa yang digunakan dikaji dari sudut pandang psikologi anak dan unsur semantiknya. Tujuan umum penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang karakteristik diksi dan gaya bahasa untuk mengungkapkan potensi psikologis puisi anak dan semantik dalam surat kabar Kompas edisi bulan April 2008. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang karakteristik diksi dan gaya bahasa untuk mengungkapkan potensi psikologis puisi anak dan semantik dalam surat kabar Kompas edisi bulan April 2008. potensi psikologis tersebut antara lain emosi, motivasi dan harapan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Rancangan deskriptif merupakan rancangan yang menuturkan dan menafsirkan data yang ada, misalnya tentang kegiatan, peristiwa, proses atau tentang suatu sikap dan sebagainya. Setiap bagian data ditelaah satu demi satu, dengan demikian peneliti tidak akan memandang bahwa sesuatu itu sudah memang demikian keadaanya, jadi penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Hal ini sesuai dengan pengertian penelitian deskriptif menurut Arikunto (1993:309), bahwa deskriptif dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi suatu gejala yang ada menurut realitas pada saat diadakannya penelitian. Pendekatan psikologi-semiotika ini mengkaji puisi anak dari dua sudut pandang yaitu psikologi dan semantik. Potensi psikologi yang diungkapkan yaitu emosi, motivasi dan harapan. Sedangkan semantik dari diksi dan gaya bahasa. Diperoleh paparan psikologi-semantik sehingga dapat dirumuskan karakteristik diksi dan gaya bahasa pengungkapan emosi, motivasi dan harapan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Psikologi-Semantik. Penggunaan pendekatan psikologi-semantik ini merujuk pada pandangan Pradopo (2003:70) bahwa: (1) kajian psikologi memandang sebuah karya puisi adalah sebuah aktivitas kejiwaan pengarang, (2) semantik memandang karya puisi merupakan sebuah sistem tanda yang minimal yang mempunyai satuan-satuan tanda seperti kosakata, bahasa kiasan, gaya bahasa, (3) pendekatan semantik menganggap bahwa apa saja yang tertulis dalam puisi mempunyai peranan penting, sehingga dalam penelitian puisi anak Kompas ini aspek verbal maupun nonverbal saling mendukung pemaknaan pada puisi anak. Sumber data penelitian ini adalah puisi anak dalam surat kabar Kompas yang terbit pada bulan Agustus-September 2008, dikumpulkan 11 (tiga belas) judul puisi anak. Dalam puisi anak surat kabar Kompas, bentuk diksi untuk mengungkapkan emosi hanya tiga macam yaitu diksi konkret, diksi asosiatif, dan diksi konotatif. Bentuk diksi untuk mengungkapkan motivasi ada tiga macam yaitu diksi konkret, diksi konotatif, dan diksi imajinatif. Motivasi yang diungkapkan dengan diksi konkret adalah motivasi berprestasi, motivasi untuk bersuci membersihkan diri dari kotoran-kotoran yang tampak, motivasi melanjutkan hidup dan motivasi untuk memanfaatkan barang. Motivasi yang diungkapkan dengan diksi imajinatif adalah motivasi berprestasi dan motivasi untuk membersihkan diri. Motivasi yang diungkapkan dengan diksi asosiatif adalah motivasi beribadah.Bentuk diksi untuk mengungkapkan harapan hanya diksi konkret, harapan yang diungkapkan diksi konkret adalah harapan untuk meraih cita-cita. Bentuk gaya bahasa untuk mengungkpakan emosi yaitu repetisi, personifikasi, asidenton dan paradoks. Emosi yang diungkapkan gaya bahasa repetisi adalah tegang, was-was, senang, cemas, sedih, tak peduli dan bangga. Emosi yang diungkpakan asidenton adalah iklas dan sabar. Emosi yang diungkapkan paradoks adalah kecewa dan sedih. Emosi yang diungkapkan personifikasi adalah senang. Bentuk gaya bahasa untuk mengungkapkan motivasi yaitu metafora, repetisi, dan antitesis. Motivasi yang diungkapkan metafora adalah motivasi untuk menyelamatkan barang dagangan. Motivasi yang diungkapkan antitesis adalah motivasi beribadah. Motivasi yang diungkapkan repetisi adalah motivasi berprestasi. Bentuk gaya bahasa untuk mengungkapkan harapan yaitu simile, metafora dan repetisi. Harapan yang diungkapkan gaya bahasa simile dan metafora adalah harapan meraih cita-cita. Harapan yang diungkapkan repetisi adalah harapan untuk memiliki sesuatu. Puisi anak dalam surat kabar Kompas merupakan karya sastra anak dengan pendekatan psikologi kejiwaan penyair dan semantik bahasa puisi anak, sehingga dapat dimanfaatkan oleh pengajar sastra, kritikus sastra, pembaca sastra dan penelitian selanjutnya. Dan dapat mengkosolidasikan ketrampilan menulis, wawasan dan pengajaran sastra.

Pengaruh faktor eksternal terhjadap keputusan pembelian laptop merek toshiba pada mahasiswa (Studi pada mahasiswa Universitas Negeri Malang) / Arfan Khaelani

 

Di dalam era globalisasi dan pasar bebas berbagai jenis barang dan jasa dengan puluhan merek membanjiri pasar Indonesia. Banyaknya merek yang ada di pasaran menuntut konsumen untuk lebih selektif dalam membeli suatu produk. Tindakan selektif ini ditunjukkan oleh perilaku konsumen yang membutuhkan pertimbangan dan pendapat dari berbagai pihak untuk mengurangi resiko dalam mengambil keputusannya. Selain itu konsumen juga menyesuaikan dengan kebutuhan, selera dan daya belinya, karena ini terkait dengan status seseorang di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor eksternal terhadap keputusan pembelian laptop merek Toshiba, sehingga dapat diketahui strategi pemasaran yang efektif untuk menarik konsumen. Faktor eksternal yang mempengaruhi keputusan pembelian adalah budaya, kelas sosial, kelompok acuan, keluarga dan situasi. Penelitian ini termasuk penelitian kuntitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Sedangkan populasinya adalah mahasiswa Universitas Negeri Malang yang memiliki laptop merek Toshiba. Karena populasi yang tidak diketahui, penelitian ini menggunakan rumus Daniel dan Terrel sehingga diperoleh sampel sebanyak 75 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah accidental sampling. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor eksternal terhadap keputusan pembelian laptop merek Toshiba pada mahasiswa Universitas Negeri Malang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kelas sosial, kelompok acuan, keluarga dan situasi konsumen, variabel terikatnya adalah keputusan pembelian. Teknik analisis statistik yang digunakan adalah regresi linier berganda yang meliputi Uji t, Uji F dan koefisien determinasi dengan program SPSS for Windows Release 15 dan menggunakan α = 5%. Hasil regresi berganda menunjukkan bahwa faktor eksternal (kelas sosial, kelompok acuan, keluarga dan situasi konsumen) berpengaruh positif signifikan secara parsial dan simultan terhadap keputusan pembelian laptop merek Toshiba pada mahasiswa Universitas Negeri Malang. Peneliti memberikan saran kepada perusahaan laptop Toshiba agar mencari siapa pelopor opini dari suatu kelompok dan memanfaatkan kelompok acuan untuk mempengaruhi konsumen, seperti menampilkan produk yang dipakai seorang tokoh dalam film. Sedangkan untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti pengaruh sub-variabel budaya terhadap keputusan pembelian.

Improving the seventh graders' speaking performance using the picture cue technique at SMP Negeri 6 Malang / Laras Puriastiti

 

ABSTRACT Puriastiti, Laras. 2009. Improving the Seventh Graders’ Speaking Performance by Using Picture Cue Technique at SMP Negeri 6 Malang. Thesis, Department of English Literature, Faculty of Letters. State University of Malang. Advisor: Dr. Sri Rachmajanti, Dip. TESL, M.Pd Key words: improving, speaking performance, picture cue. This study is intended to improve the students’ speaking performance in expressing their ideas in the form of procedure using the picture cue technique. It is based on the result of the preliminary study which showed that more than 75% of Grade VII-5 students of SMP Negeri 6 Malang were weak in expressing ideas in the form of procedure. Their speaking performance scores were below 72, the standard minimum score at the school. Besides, the students were not yet fully active during the teaching and learning process. They showed a lot hesitation in their speaking. Many of the students also made grammatical errors in their speaking. The design of the study is a classroom action research. The study is conducted in two cycles, each of which consists of four steps, namely planning, implementing, observing, and reflecting. The subjects of the study were Grade VII-5 students of SMPN 6 Malang. The instruments used to collect the data are observation checklists field notes, an interview and oral tests. In the implementation of the picture cue technique, several steps for the teaching and learning activities are made. The steps are: 1) instructing the students to sit in group in which each group consists of one higher achiever and two lower achievers; 2) giving a chance to each student to choose a topic he/she is interested; 3) assigning each student to examine the pictures by brainstorming and outlining activities; 4) assigning each student to make a monologue; and 5) providing feedbacks toward the students’ performance in the form of written comments. The researcher also provided a consultation session for students who still get low score in their speaking performance. From the analysis of the teaching and learning process and the students’ speaking performance in the second cycle, it was found out that the implementation of the picture cue technique gives satisfactory results on the improvement of the students’ speaking performance in expressing ideas in the form of procedure. In this case, the students are active in the teaching and learning process and well-motivated to speak English and more than 75% of the students are able to improve their confidence in their speaking performance, fluency, and accuracy with the average score of 3.29. Finally, it is suggested that the English teachers with the same class situation apply the picture cue technique as one of the alternative teaching techniques to teach speaking skills.

Meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia melalui pemanfaatan perpustakaan sekolah siswa kelas IV SDN Klurahan III Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk / Siti Umi Nurul Hidayah

 

Metode mengajar guru dalam kegiatan keterampilan berbahasa (tulis dan lisan) masih menggunakan metode konvensional yakni pemberian tugas, dalam hal ini guru langsung memberikan tugas kepada siswa tanpa memperhatikan kemampuan berbahasa yang dimiliki siswa sehingga pada saat membuat ringkasan cerita dan menceritakan hasil meringkas nilainya masih rendah.. Selain itu guru tidak memanfaatkan perpustakaan secara optimal sebagai salah satu sarana belajar siswa dalam keterampilan berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pemanfaatan perpustakaan sekolah dalam meningkatkan keterampilan berbahasa tulis dan lisan siswa, mendiskripsikan pemanfaatan perpustakaan sekolah dalam meningkatkan Adapun jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan secara kolaboratif dengan guru kelas V yang bertindak sebagai observer dan pemberi masukan guna memperbaiki pembelajaran. Sedangkan peneliti sebagai pelaksana, pengumpul data dan yang menerapkan strategi dan metode dalam mengajar yang tentunya dengan mengikuti tiga alur siklus. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 1-31 Oktober 2008 di SDN Klurahan III dengan jumlah siswa 17 anak, teknik pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan dan catatan lapangan, wawancara dan study dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik diskriptif. Berdasarka hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa pemanfaatan perpustakaan sekolah dalam pembelajaran keterampilan berbahasa dapat dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, pemberian tugas (berkunjung keperpustakaan) dan menggunakan media menghadirkan narasumber sehingga keterampilan berbahasa baik tulis ataupun lisan dapat terlaksana dengan baik. Pemanfaatan perpustakaan sekolah yang meningkat pada pembelajaran berbahasa tulis siswa kelas IV SDN Klurahan III Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk tahun pelajaran 2008/2009 ditunjukkan pada kegiatan. Pemanfaatan perpustakaan sekolah yang meningkat pada pembelajaran berbahasa lisan siswa kelas IV SDN Klurahan III Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk tahun pelajaran 2008/2009 ditunjukkan pada kegiatan pratindakan. Dari kesimpulan di atas dapat disarankan bahwa guru dalam mengajar keterampilan berbahasa hendaknya memanfaatkan perpustakaan sekolah.

Penerapan portofolio dalam pembelajaran sains di kelas III SDN Pucangsimo 2 Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang / Haris Wibisono

 

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui pelaksanaan penerapan pembelajaran portofolio dalam pembelajaran Sains di kelas III SDN Pucangsimo 2, (2) Untuk mengetahui hambatan-hambatan apa sajakah yang ditemui dalam penerapan portofolio dalam pembelajaran Sains di kelas III SDN Pucangsimo 2, (3) Untuk mengetahui cara mengatasi hambatan dalam penerapan portofolio dalam pembelajaran Sains di kelas III SDN Pucangsimo 2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dilakukan atas dasar data yang diperoleh di lapangan. Rancangan yang digunakan adalah PTK dengan tiga siklus. Masing-masing siklus terdiri atas (a) Perencanaan, (b) Pelaksanaan, (c) Observasi, (d) Refleksi. Instrumen yang digunakan adalah (a) Teknik test, (b) Teknik wawancara, (c) Teknik observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Portofolio membuat guru lebih mudah untuk mengadakan penilaian kepada siswa (2) Pembelajaran dengan penerapan portofolio dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sains kelas III SDN Pucangsimo 2 Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang, yaitu dari rerata skor 62,85 dan daya serap klasikal 10 % pada pratindakan dan setelah ditindakan menjadi rerata skor 75,89 dan daya serap klasikal 64 % pada siklus I, meningkat pada siklus II yaitu rerata skor 80,35 dan daya serap klasikal 82 % dan meningkat menjadi 85,31 dan daya serap klasikal 92 % pada siklus III, (3) Dampak penerapan portofolio dalam pembelajaran Sains adalah mempermudah guru dalam mengadakan penilaian dan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah (1) Penerapan portofolio dalam pembelajaran Sains di kelas III SDN Pucangsimo 2 Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang adalah model penilaian yang melibatkan beberapa aspek, Lampiran 8. Hasil wawancara dengan guru kelas III sebelum dan setelah tindakan Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Penerapan portofolio dalam pembelajaran Sains di kelas III SDN Pucangsimo 2 Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang adalah dilaksanakan dengan beberapa persiapan diantaranya menentukan jenis portofolio, menentukan tujuan penyusunan, memilih kategori dokumen, memberikan penilaian. Kemudian diteruskan dengan pengembangan portofolio yaitu pada periode tertentu. Pengumpulan bukti-bukti tersebut juga dicantumkan tanggal pembuatan, sampul dan identitas siswa. Dalam akhir periode portofolio, guru mengadakan pennilaian apa yang disebut nilai akhir portofolio.

Penggunaan media perspektif 3 dimensi untuk meningkatkan hasil belajar konsep bangun ruang siswa kelas VI SDN Podokoyo I, Pasuruan / I Made Kerta Ardana

 

Pembelajaran matematika memiliki konsep yang abstrak, oleh sebab itu guru dituntut untuk membantu siswa agar lebih mudah memahami konsep tersebut tanpa kesulitan. Hal yang perlu diperhatikan, adalah penggunaan media, dan ketepatan penggunaan media karena berpengaruh pada hasil belajar siswa. Media perspektif 3 dimensi sangat membantu dalam memahami konsep bangun ruang pada standar kompetensi merumuskan volume berbagai bangun ruang dan Kompetensi Dasar menghitung volume kubus dan balok. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan penggunaan media perspektif 3 dimensi bangun ruang kubus dan balok di kelas VI SDN Podokoyo Kec. Tosari, Kab. Pasuruan untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa terhadap pemahaman konsep bangun ruang kubus dan balok. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam pelaksanaannya penelitian ini dibagi menjadi dua siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Sebagai subyek penelitian adalah siswa kelas VI SDN Podokoyo I Tosari, Pasuruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media perspektif 3 dimensi sangat bermanfaat dalam membantu hasil belajar siswa dalam memahami konsep bangun ruang kubus dan balok. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes dan observasi, instrumen penelitian adalah soal-soal tes dan lembar pengamatan. Sebagai saran penggunaan media perspektif 3 dimensi dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep bangun ruang, selain itu penelitian ini dapat dijadikan pedoman untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan peningkatan prestasi belajar.

Penerapan analisis swot sebagai salah satu cara dalam menetukan strategi pemasaran (Studi kasus pada PT. Bukit Dieng Permai, Malang) / Arif Rahman Hakim

 

Di era persaingan global yang semakin ketat saat ini, menuntut setiap perusahaan untuk dapat mengikuti perubahan di bidang pemasaran sesuai dengan kondisi pasar. Dalam menjalankan kegiatan operasional suatu perusahaan, maka hal yang paling mendasar untuk diperhatikan adalah analisis lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan) dan juga analisis lingkungan eksternal (peluang dan ancaman). Apabila sudah menganalisis lingkungan ini maka pengambilan strategi akan lebih mudah untuk dilakukan. Dalam hal ini manajamen PT. Bukit Dieng Permai dapat menciptakan kebijakan-kebijakan yang dapat menunjang kelancaran usaha terutama dalam pengambilan keputusan strategisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Faktor-faktor Internal apa yang perlu diperhatikan dalam menyusun strategi pemasaran pada PT. Bukit Dieng Permai. (2) Faktor-faktor eksternal apa yang perlu diperhatikan dalam menyusun strategi pemasaran pada PT. Bukit Dieng Permai. (3) Bagaimana posisi PT. Bukit Dieng Permai berdasarkan analisis SWOT dan strategi yang digunakan. (4) Strategi pemasaran apa yang perlu diterapkan pada PT. Bukit Dieng Permai berdasarkan analisis SWOT. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. fokus dalam penelitian ini terdiri dari 3 (tiga) fokus yaitu faktor internal, faktor eksternal dan strategi pemasaran. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan manajer pemasaran PT. Bukit Dieng Permai sedangkan untuk data sekunder diperoleh melalui artikel-artikel dan data dari PT. Bukit Dieng Permai. Pada pengumpulan data, teknik yang digunakan adalah observasi serta melalui wawancara secara mendalam dengan manajer pemasaran PT. Bukit Dieng Permai serta mempelajari analisis pasar saat ini. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa berdasarkan analisis faktor eksternal menunjukkan angka 1,45 pada peluang dan 0,65 untuk ancaman. Skor faktor internal menunjukkan angka 1,80 pada kekuatan dan 0,60 pada kelemahan dengan demikian dapat diketahui bahwa PT. Bukit Dieng Permai berada pada kuadran I, yaitu strategi Growth Oreiented. Pada kuadran satu ini perusahaan dihadapkan pada peluang yang tinggi kekuatan internal. Fokus strategi pada perusahaan ini adalah memanfaatkan kekuatan internal dalam perusahaan sehingga manajemen dapat meraih berbagai peluang yang ada. Sesuai hasil yang diperoleh dalam diagram analisis SWOT PT. Bukit Dieng Permai berada pada kuadran I yaitu Strategi Growth Oriented Strategy, dimana dalam kudran I merupakan situasi yang mendukung perusahaan untuk memanfaatkan kekuatan internal perusahaan secara optimal untuk meraih peluang-peluang yang ada. Strategi Growth Oriented Strategy merupakan perusahaan memiliki peluang dan kekuatan yang sangat besar sehingga perusahaan dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijaksanaan pertumbuhan yang agresif. Dari hasil penelitian di atas dapat diambil kesimpulan: (1) Terdapat berbagai faktor yang yang mempengaruhi kondisi internal PT. Bukit Dieng Permai. Faktor kekuatan tersebut yaitu PT. Bukit Dieng Permai telah terdaftar sebagai anggota REI, lokasi produk yang strategis, sistem promosi on-line, memiliki permodalan yang cukup kuat, memperhatikan pelayanan purna jual. Sedangkan faktor kelemahannya yaitu tidak menggunakan sistem pemasaran pre sales, tidak ada divisi khusus perekrutan pegawai (MSDM), kurangnya analisis terhadap perusahaan pesaing, tidak ada kejelasan arah perusahaan, kurangnya promosi dalam bentuk papan reklame (billboard) dan poster. (2) Berbagai faktor yang mempengaruhi kondisi lingkungan eksternal. Faktor peluang tersebut yaitu antusias pengunjung pada waktu pameran, people’s trust, lahan luas yang memiliki prospek untuk dijadikan milik perusahaan, tingginya populasi penduduk, serta hubungan baik dengan pihak bank. Sedangkan untuk faktor ancaman yaitu selera konsumen yang selalu berubah, kenaikan suku bunga bank, munculnya pesaing baru yang satu level, menjamurnya pengembang-pengembang kecil, kondisi politik yang sulit diprediksi. (3) Alternatif strategi yang tepat adalah strategi SO (strength, opportunities), strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Beberapa saran yang dapat diberikan adalah (1) PT. Bukit Dieng Permai perlu melakukan proses analisa lingkungan internal maupun eksternal perusahaan mengingat perubahan pasar dan kondisi ekonomi serta politik yang terus terjadi secara cepat, (2) PT. Bukit Dieng Permai harus lebih gencar lagi dalam pemanfaatan peluang di luar perusahaan serta kekuatan yang dimiliki perusahaan itu sendiri agar keuntungan baik itu jangka panjang atau jangka pendek bisa tercapai. (3) Dalam organisasi PT. Bukit Dieng Permai perlu didirikannya departemen yang khusus bertugas merekrut pegawai dan memotivasi pegawai. (4) Dengan terjalinnya hubungan baik dengan pihak perbankan perusahaan bisa mengadakan kerjasama mengenai masalah KPR yaitu dengan memberikan potongan suku bunga kepada konsumen, dengan demikian diharapkan pasar akan terangsang untuk melakukan pembelian kepada PT. Bukit Dieng Permain, di samping itu pihak bank juga diuntungkan karena semakin banyak konsumen yang memakai fasilitas KPR dari pihak bank yang bersangkutan semakin untung pula bank.

Penerapan model pembelajaran berbasis deep dialogue untuk meningkatkan prestasi belajar PKn bagi siswa klas V SDN Gebangkerep I Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk / Agus Dwi Putranto

 

PKn di sekolah Dasar adalah tahapan awal di sasat anak mulai belajar aktif terhadap objek di sekitarnya. Anak membutuhkan dasar pemikirn yang dapat menjadikan anak saling menghargai dan menghormati orang lain. Tetapi pada dasarnya PKn belum mendapatkan tempat di hati peserta didik, masih belum mendapatkan tempat di hati peserta didik, masih banyak factor ketidaktuntasan dalam pembelajaran PKn. Padahal patokan ketuntasannya adalah 70, sehingga perlu diterapkan metode yang baru yaitu Deep Dialogue/Critical Thinking (DD/CT). Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model Deep Dialogue/critical thinking pada kelas V SDN Gebangkerep I Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk, (2) Untuk mengetahui sejauh mana peningkatan prestasi belajar PKn pada pokok bahasan NKRI melalui model pembelajaran Deep Dialogue/Critical Thinking siswa kelas V SDN Gebangkerep I Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk, (3)Untuk mengetahui hambatan-hambatan apa sajakah yang ditemui dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model Deep Dialogue atau Critical Thinking pada kelas V SDN Gebangkerep I Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dilakukan atas dasar data yang diperoleh di lapangan. Rancangan yang digunakan adalah PTK dengan dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari (a) Perencanaan, (b) pelaksanaan, (c) observasi dan (d) refleksi. Instrumen yang digunakan adalah (a) pedoman observasi, (b) tes, (c) angket, (d) pedoman wawancara. Dalam penelitian ini dapat ditemukan bahwa penggunaan media tape recorder dapat meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya rata-rata skor keaktifan siswa yaitu pada siklus I 52,86 menjadi 74,28 pada siklus II. Nilai rata-rata pada indikator intonasi pada siklus I 1,75 meningkat menjadi 2,708 pada siklus II, nilai rata-rata pada indikator ketepatan pada siklus I 1,417 meningkat menjadi 2,5, nilai rata-rata siswa pada indikator pelafalan pada silus I 1,542 meningkat menjadi 2,792, nilai rata-rata siswa pada indikator kecepatan pada siklus I 1,292 meningkat menjadi 2,667, nilai rata-rata siswa pada indikator ekspresi pada siklus I 2,5 meningkat menjadi 2,833. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan Pembelajaran PKn dengan menggunakan model Deep Dialogue/Critical Thinking (DD/CT) adalah belajar dengan disertai diskusi kelompok, presentasi dan Tanya jawab, (2) model pembelajaran Deep Dialogue/Critical Thinking (DD/CT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yaitu berdasarkan atas paparan data pratindakan jumlah rerata skor 67,29 dan daya serap klasikal 16% dan setelah diadakan tindakan pada siklus I rerata skor meningkat 70 dan daya serap klasikal meningkat menjadi 54%. Jumlah rerata skor dan daya serap mengalami peningkatan lagi pada siklus II, yaitu 87,2 dan daya serap klasikalnya meningkat menjadi 88%. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) pelaksanaan Pembelajaran PKn dengan menggunakan model Deep Dialogue/Critical Thinking (DD/CT) adalah belajar dengan disertai diskusi kelompok, presentasi dan Tanya jawab, (2) model pembelajaran Deep Dialogue/Critical Thinking (DD/CT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yaitu berdasarkan atas paparan data pratindakan jumlah rerata skor 67,29 dan daya serp klasikal 16% dan setelah diadakan tindakan pada siklus I rerata skor meningkat 70 dan daya serap klasikal meningkat menjadi 54%. Jumlah rerata skordan daya serap mengalami peningkatan lagi pada siklus II, yaitu 87,2 dan daya serap klasikalnya meningkat menjadi 88%, (3) hambatan-hambatan penerapan model pembelajaran Deep Dialogue/Critical Thinking (DD/CT) pada proses KBM kelas V SDN Gebangkerep I Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk adalah keterbatasan waktu sehingga kelompok yang presentasi tidak bisa semua kelompok dari 5 kelompok hanya 2 kelompok yang berpresentasi. Saran yang disampaikan kepada guru yaitu hendaknya guru memahami karakteristik siswa, sehingga tindakan yang dilakukan guru tepat dan efektif.

Penggunaan blok dienes untuk meningkatkan penguasaan konsep penjumlahan dan pengurangan pada siswa kelas II SDN Watuwungkuk Probolinggo / Desi Arie Kurniawati

 

ABSTRAK Kurniawati, Desi Arie. 2009. Penggunaan Blok Dienes untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Penjumlahan dan Pengurangan pada Siswa Kelas II SDN Watuwungkuk Probolinggo. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Endang Setyo Winarni, M.Pd (II) Drs. Tomas Iriyanto, M. Pd Kata-kata Kunci: Blok Dienes, konsep penjumlahan dan pengurangan, Sekolah Dasar. Berdasarkan pengamatan peneliti dalam pembelajaran matematika di kelas II SDN Watuwungkuk Probolinggo menemukan fakta bahwa siswa masih mengalami kesulitan konsep penjumlahan dan pengurangan. Itu disebabkan karena dalam pembelajaran di kelas guru cenderung menggunakan metode ceramah yang membuat siswa merasa jenuh. Salah satu cara untuk meningkatkan pemahaman konsep dengan penggunaan media pembelajaran yang dapat menarik minat siswa. Tujuan penelitian ini: (a) untuk mendeskripsikan penguasaan konsep penjumlahan dan pengurangan siswa kelas II SDN Watuwungkuk Probolinggo sebelum menggunakan Blok Dienes, (b) untuk mendeskripsikan penguasaan konsep penjumlahan dan pengurangan siswa kelas II SDN Watuwungkuk Probolinggo setelah menggunakan Blok Dienes, (c) untuk mengetahui apakah penggunaan Blok Dienes dapat meningkatkan penguasaan konsep penjumlahan dan pengurangan siswa kelas II SDN Watuwungkuk Probolinggo. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi, dan tahap refleksi. Subyek penelitian seluruh siswa kelas II SDN Watuwungkuk Probolinggo sebanyak 16 siswa. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penggunaan Blok Dienes untuk konsep penjumlahan dan pengurangan, lembar observasi keaktifan siswa selama pembelajaran dan pedoman wawancara. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) individu dalam penelitian ini 60% dan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) klasikal 70%. Sebelum tindakan nilai ratarata siswa 61,25 dengan nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 40. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I hasil belajar mengalami peningkatan yaitu rata-rata siswa menjadi 66,25 namun masih ada 9 siswa (56%) yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Selanjutnya dilakukan lagi tindakan pada siklus II dan rata-rata hasil belajar siswa menjadi 82,5 tetapi masih ada 1 siswa (6,25%) yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Sedangkan 15 siswa (93,75%) sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Hubungan antara sikap, motivasi, disiplin belajar dan prestasi belajar mahasiswa D-II PGSD prajabatan FKIP Universitas Pattimura / Joasap Tomo

 

Setiap orang yang mengikuti proses belajar mengajar tentunya mengharapkan akan memperoleh hasil belajar yang tinggi. Namun harapan tersebut belum dapat dipenuhi oleh setiap pebelajar. Hasil belajar turut dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya berhubungan dengan sejumlah karakteristik belajar mahasiswa sebagai pebelajar seperti sikap belajar, motivasi belajar dan disiplin belajar. Untuk mengkajinya, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk (1) Mengetahui hubungan antara sikap belajar dan prestasi belajar mahasiswa D-II PGSD Prajabatan FKIP Universitas Pattimura Ambon. (2) Mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan prestasi belajar mahasiswa D-II PGSD Prajabatan FKIP Universitas Pattimura Ambon. (3) Mengetahui hubungan antara disiplin belajar dan prestasi belajar mahasiswa D-II PGSD Prajabatan FKIP Universitas Pattimura Ambon. (4) Mengetahui hubungan antara sikap, motivasi, disiplin belajar dan prestasi belajar mahasiswa D-II PGSD Prajabatan FKIP Universitas Pattimura Ambon. Guna mencapai tujuan di atas, penelitian ini dilakukan dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Penelitian ini dilaksanakan di D-II PGSD Prajabatan FKIP Universitas Pattimura Ambon dengan populasi sebesar 311 mahasiswa dan sampel 153 mahasiswa. Sampel diambil secara random proporsional. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner atau angket dan survei Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Variabel sikap belajar mahasiswa D-II PGSD Prajabatan FKIP Universitas Pattimura Ambon berada pada kategori sangat tinggi, (2) Variabel motivasi belajar, disiplin belajar, dan prestasi belajar mahasiswa D-II PGSD Prajabatan FKIP Universitas Pattimura Ambon masing-masing berada pada kategori tinggi. (3) Terdapat hubungan yang signifikan baik secara parsial maupun simultan antara sikap belajar, motivasi belajar, disiplin belajar, dan prestasi belajar mahasiswa D-II PGSD Prajabatan FKIP Universitas Pattimura Ambon. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan saran-saran sebagai berikut: (1) Kepada pengelola D-II PGSD Prajabatan FKIP Universitas Pattimura Ambon disarankan agar hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukkan untuk melakukan bimbingan dan konseling dengan meningkatkan sikap, motivasi dan disiplin belajar mahasiswanya, sehingga diharapkan akan lebih lagi meningkatkan prestasi belajar mahasiswa; (2) kepada dosen mata kuliah dan dosen penasehat akademik perlu mengembangkan strategi belajar, metode dan cara belajar mahasiswa yang mendorong motivasi belajar mahasiswa, karena metode belajar mahasiswa masih belum efisien dan sistematis serta membangun kesadaran mahasiswa akan pentingnya kerjasama dalam belajar; (3) kepada dosen mata kuliah dan dosen bimbingan konseling, dapat lebih fokus pada upaya peningkatan disiplin belajar mahasiswa di luar kelas, terutama tugas-tugas pribadi maupun kelompok yang harus dikerjakan di luar kelas, volumenya dapat lebih ditingkatkan. Secara umum penelitian ini mengindikasikan bahwa prestasi belajar mahasiswa D-II PGSD FKIP Universitas Pattimura Ambon akan lebih baik jika sikap belajar, motivasi belajar, dan disiplin belajar mahasiswanya baik. ABSTRACT Tomo J. 2009. The Relationship Among the Attitude, Motivation, Learning Discipline, and Learning Achievment of the Studients of D-II PGSD Pre service Training FKIP Pattimura University. Thesis, Graduate Program in Counseling and Guianca, State University of Malang. Advisor I, Dr. Dany M. Handarini, M.A. Advisor II, Dr. Marthen Pali, M.Psi. Key words: Learning attitude, motivation of learning, learning discipline, and learning achievement. Everyone who is following the teaching and learning process of cource expects to get the highest in learning result. But, the expectation has not been fulfilled by every students. The result of learning is influenced by various factor, among them are related with a number of students learning characteristics as the educated like learning attitude, motivation of learning and discipline of learning. To know the contribution of the factors clearly, one of the efforts which should be done is by doing the research. To studi it, this reseach was done to (1) know the relationship between the learning attitude and the learning achievement of the students o D-II PGSD Pre-service training FKIP Pattimura University Ambon. (2) know the relationship between learning motivation and the achievement of the students of D-II PGSD Pre-service training FKIP Pattimura University Ambon. (3) know the relationship between discipline of learning and the learning achievement of the students of D-II PGSD Pre-service training FKIP Pattimura University Ambon. (4) know the relationship among attitude, motivation, discipline of learning and the learning achievement of the students of D-II PGSD Pre-service training FKIP Pattimura University Ambon. To achieve the purpose above, this research was done by using descriptive corelational method. It was done in D-II PGSD Pre-service training FKIP Pattimura University Ambon with the 311 students as the population and 153 studnts as the sample. Sample was taken proportional randomly. The data was collected by using the questionnaires and survey. The study shows that: (1) The variable of the learning attitude of the students of D-II PGSD Pre-service training FKIP Pattimura University Ambon stays at the highest category. (2) The variable of motivation of learning, learning discipline, and the learning achievement of the students of D-II PGSD Pre-service training FKIP Pattimura University Ambon respectively stays at high category. (3) There is significant relationship either partial or simultaneous among learning attitude, motivaton of learning, learning discipline and learning achievement of the students of D-II PGSD Pre-service training FKIP PattimuraUniversity Ambon. Based on the result of the study, there are some suggestions, as follows: (1) The organizers of D-II PGSD Pre-service training FKIP Pattimura University Ambon are suggestd to use the result of the study as the input to carry out the counseling and guidance by increasing the attitude, motivation, and learning discipline of the stuents, therefore it is hopd to increase more the learning achiement of the students. (2) The lecturers of the subject and academic advisors should develop learning strategy, method an the way of students learning which can motivate the students to learn because the learning method of the students has not efficient and systematic o build the awareness of the students of the importance of working together. (3) The lecturers of the subject and the lecturers of Counseling and Guidance, can focus more the effort of increasing the discipline of the students outside the class especially personal duties and also groups which must be done outside the classroom, its volume can be more improved. In general, this research indicates thatb the learning achievement of the students of D-II PGSD Pre-service training FKIP Pattimura University Ambon will be better if learnng attitude, motivation of learning and discipline of earning of their students is good.

Analisis pemahaman konsep-konsep elektrolisis pada siswa kelas XII SMA unggulan HAF-SA Zainul Hasan BPPT Genggong Probolinggo / Tatik Wahyuni

 

Ketidakmampuan siswa dalam memahami konsep-konsep kimia dengan benar merupakan salah satu fenomena pembelajaran kimia saat ini. Kesulitan siswa dalam memahami konsep-konsep di dalam ilmu kimia dapat menimbulkan kesalahan konsep (miskonsepsi). Oleh karena itu, diperlukan suatu alat evaluasi pemahaman konsep yang terdiri atas soal-soal konseptual dan soal-soal kuantitatif. Dengan alat evaluasi tersebut akan dapat diketahui konsep-konsep yang belum dipahami siswa serta kemampuan siswa dalam menerapkan pemahaman konsepnya untuk menyelesaikan soal-soal aspek kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pemahaman konseptual siswa pada materi elektrolisis, (2) kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal aspek kuantitatif elektrolisis, (3) pengaruh pemahaman konseptual siswa terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal aspek kuantitatif elektrolisis. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswa kelas XII IPA SMA Unggulan Haf-sa Zainul Hasan BPPT Genggong Probolinggo pada tahun ajaran 2008/2009. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas XII IPA sebanyak 31 siswa yang terdiri dari 15 siswa kelas XII IPA 1 dan 16 siswa kelas XII IPA 2. Soal diuji coba dan diperoleh validitas isi sebesar 97,5% dan reliabilitas tes sebesar 0,76. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Sebanyak 60,4% siswa memberikan jawaban benar pada aspek pemahaman konseptual elektrolisis, 2) Sebanyak 75,3% dan 82,8% siswa dapat memahami soal-soal aspek kuantitatif elektrolisis yaitu mencari hubungan antara kuat arus, waktu dan banyaknya hasil elektrolisis (Hukum Faraday) di katoda dan anoda, 3) Pemahaman konseptual elektrolisis berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal aspek kuantitatif elektrolisis. Kedua aspek pemahaman tersebut seyogyanya diperhatikan dengan seksama oleh guru kimia dalam mengajarkan konsep-konsep elektrolisis sehingga siswa memahami konsep elektrolisis secara menyeluruh.

Penggunaan filtrat daun kecubung (Datura metel, Linn) sebagai bahan pengawet terhadap serangan rayap tanah (Subterranean termite) pada kayu keruing (Dipterocarpus, Spp) dengan sistem perendaman dingin / Rizky Roswitha Damayanti

 

ABSTRAK Roswitha Damayanti, Rizky. 2009. Penggunaan filtrat daun kecubung (Datura Metel, linn) sebagai Bahan Pengawet terhadap Serangan Rayap Tanah (Subterranean Termite) pada Kayu Keruing (Dipterocarpus, spp) dengan Sistem Perendaman Dingin. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Wahyo Hendarto Yoh., M.T. (2) Drs. Eko Setyawan, S.T., M.T. Kata Kunci: pengawetan kayu, perendaman dingin, kayu keruing, rayap, filtrat daun kecubung Indonesia mempunyai sebagian besar 80–85 % kayu dengan kelas awet rendah (kelas III–IV) dan hanya sedikit berkelas awet tinggi. Akan tetapi meskipun sebagian besar tergolong kelas awet rendah kayu–kayu tersebut tetap dapat dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi namun tetap melalui proses pengawetan. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan filtrat daun kecubung dengan konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15% untuk pengawetan kayu keruing terhadap prosentase berat ketermakanan kayu keruing terhadap serangan rayap. (2) untuk mengetahui adanya perbedaan berat bahan pengawet yang tertinggal (retensi) pada konsentrasi 5%, 10%, 15%. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang diberi perlakuan diawetkan dengan filtrat daun kecubung konsentrasi 0%, 5%, 10%, dan 15%. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan filtrat daun kecubung dengan konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15% sebagai pengawet kayu keruing digunakan analisis anova dan dilanjutkan uji eta (η) untuk menguji kekuatan pengaruh penggunaan filtrat daun kecubung dengan konsentrasi 0%, 5%, 10%, dan 15% terhadap prosentase berat ketermakanan kayu keruing akibat serangan rayap, selain itu juga digunakan uji Tukey HSD untuk mengetahui antara konsentrasi 5%, 10% dan 15% yang paling berpengaruh. Sedangkan untuk mengetahui perbedaan retensi digunakan analisis anova. Dari penelitian ini diperoleh hasil: (1) filtrat kecubung dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% berpengaruh nyata untuk pengawetan kayu keruing terhadap presentase berat rata-rata kayu keruing yang dimakan rayap. Pada konsentrasi 10% yang paling berpengaruh diantara konsentrasi lainnya. Dengan variasi dalam konsentrasi bahan pengawet berpengaruh 70% terhadap berat kayu ketermakanan kayu akibat serangan rayap. (2) tidak ada perbedaan retensi yang signifikan antara konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Beberapa saran yang diharapkan bermanfaat untuk penelitian selanjutnya yaitu sebagai berikut: (1) Untuk penelitian selanjutnya selain daun kecubung juga dapat memanfaatkan buah kecubung sebagai pengembangan lebih lanjut. (2) Jika akan melakukan penelitian menggunakan filtrat daun kecubung dengan metode yang sama, namun pada jenis kayu yang berbeda. Disarankan menggunakan konsentrasi 10% karena memiliki pengaruh terbesar. (3) Sebaiknya menggunakan sistem pengawetan tekan agar bahan pengawet yang tertinggal (retensi) ke dalam kayu lebih banyak.

Penerapan model contextual teaching and learning untuk meningkatkan prestasi belajar dan kedisiplinan siswa bidang studi PKn pokok bahasan NKRI siswa kelas V SDN Drenges 04 Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk / Slamet Wahyudhi

 

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan ilmu memfokuskan pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak dan kewajiban warga negara dengan ketentuan yang ditekankan pengalaman sehari-hari serta meningkatkan kesadaran dan wawasan akan status hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pada faktanya pembelajaran PKn di SDN Drenges 04 belum mencerminkan pembelajaran efektif yang konteks dengan kehidupan yang menanamkan nilai-nilai moral Pancasila. Berdasarkan studi pendahuluan terhadap pelaksanaan pembelajaran PKn di SDN Drenges 04 diketahui permasalahan sebagai berikut (1) Hasil belajar PKn berupa aktivitas belajar siswa yaitu dengan rata-rata 74,06% (2) Hasil belajar siswa berupa mengkomunikasikan prestasi belajar siswa yaitu rata-rata 67, 96%. Tujuan penelitian ini untuk menerapkan metode Contextual Teaching and Learning dalam bidang studi PKn di kelas V SDN Drenges 04 Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk, mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar yang berupa hasil belajar siswa, mengkomunikasikan prestasi belajar siswa dari hal tersebut perlu berbagai perubahan dalam metode pembelajaran. Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan dan pengajaran sampai saat ini, masih sering ditemukan beberapa kendala yang menjadi penyebab rendahnya mutu pendidikan ditinjau dari segi tingkatan pengetahuan, pemahaman dan segi sikap. Hal tersebut bersumber dari subjek didik atau juga dari sekolah. Untuk itu perlu dilakukan inovasi pembelajaran dengan metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Rancangan penelitian ini menggunakan Pendekatan Kuantitatif, jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian siswa kelas V SDN Drenges 04 dengan jumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan test dan observasi selama proses pembelajaran. Analisis data dilakukan setelah pemberian tindakan pada masing-masing siklus yang telah dilakukan. Teknik analisis data deskriptif kuantitatif, Analisa kuantitatif dari hasil tes yang dilaksanakan di akhir siklus. Analisa deskriptif kuantitatif dengan sistem Penilaian Acuan Patokan (PAP) terhadap seluruh hasil belajar keseluruhan. Penelitian dilaksanakan selama dua siklus dengan tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi dan refleksi. Instrument yang digunakan soal tes, pedoman observasi dan APKG. Hasil penelitian diperoleh adalah hasil belajar berupa penelitian aktivitas belajar PKn dengan menggunakan model CTL siswa secara klasikal dari 69,53% pada pra tindakan menjadi 74,05% pada Siklus I, kemudian dari hasil mengkomunikasikan hasil belajar siswa meningkat 80,90% pada Siklus II. Hasil belajar berupa penilaian aktivitas belajar mengalami peningkatan dari 69,53% pada pra tindakan menjadi 74,05% pada Siklus I, kemudian meningkat menjadi 79,14% pada Siklus II. Hasil belajar berupa mengkomunikasikan prestasi belajar dari 67,96% meningkat 76,78% pada Siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran Contextual Teaching and Learning tersebut dapat meningkatkan prestasi belajar dan kedisiplinan pada mata pelajaran PKn. Hal ini terbukti bahwa setiap pembelajaran yang dilakukan pada setiap pembelajaran mulai dari pratindakan sampai siklus II mengalami peningkatan yang baik. Hasil penelitian ini diharapkan agar guru dapat menerapkan pembelajaran kontekstual ini dalam mata pelajaran apa saja khususnya PKn. Bagi peneliti diharapkan metode ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan pada pembelajaran PKn.

Peningkatan keterampilan menulis surat pribadi melalui pendekatan keterampilan proses pada siswa kelas IV SDN Tamanharjo III Kec. Singosari Kab. Malang / Halimatus Sya'diah

 

ABSTRAK Sya’Diah, Halimatu. 2009. Peningkatan Keterampilan Menulis Surat Pribadi Melalui Pendekatan Keterampilan Proses Siswa Kelas IV SDN Tamanharjo III Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1)Dra.Wiwik Dwi Hastuti, M.Pd, (2) Dra. Ratna Trieka Agustina, M.Pd. Kata kunci: surat pribadi, pendekatan keterampilan proses Surat sebagai alat komunikasi yang menggunakan bahasa tulisan di atas selembar kertas, pada era modern ini mengalami kemajuan. Adanya alat canggih seperti komputer dan telepon genggam sangat mempengaruhi cara berkomunikasi siswa. Walaupun begitu penguasaan gaya bahasa kalimat, dan pola pengembangan paragraf masih sangat dibutuhkan dengan ide, gagasan dan perasaan dapat dipahami oleh pembaca. Berkomunikasi dengan surat pribadi harus dapat ditingkatkan oleh peserta didik supaya keterampilan menulis semakin meningkat. Rumusan masalah dalam penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut: (1). Aktivitas siswa kelas IV SDN Tamanharjo III Kecamatan Singosari Kabupaten Malang dalam menulis surat pribadi melalui pendekatan ketrampilan proses: a)Bagaimana aktivitas pra menulis dalam pendekatan keterampilan proses dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis surat pribadi? b)Bagaimana aktivitas pemburaman dalam pendekatan keterampilan proses dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis surat pribadi? c)Bagaimana aktivitas perbaikan dalam pendekatan keterampilan proses dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis surat pribadi? d)Bagaimana aktivitas penyuntingan dalam pendekatan keterampilan proses dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis surat pribadi? e)Bagaimana aktivitas publikasi dalam pendekatan keterampilan proses dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis surat pribadi? Secara khusus tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1). Mendeskripsikan penerapan keterampilan menulis surat pribadi melalui pendekatan keterampilan proses pada siswa kelas IV SDN Tamanharjo III Kecamatan Singosari Kabupaten Malang: .a) Mendeskripsikan aktivitas pra menulis siswa dalam menulis surat pribadi. b) Mendeskripsikan aktivitas pemburaman siswa dalam menulis surat pribadi. c) Mendeskripsikan aktivitas perbaikan siswa dalam menulis surat pribadi. d) Mendeskripsikan aktivitas penyuntingan siswa dalam menulis surat pribadi. e) Mendeskripsikan aktivitas publikasi siswa dalam menulis surat pribadi. Jenis penelitian yang digunakan adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV. Pelaksanaan PTK dilakukan dari siklus I sampai siklus n. Setiap tindakan menggunakan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan tes kemampuan siswa dalam menulis surat pribadi, serta kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Teknik analisa data yang digunakan adalah aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran dan keterampilan peserta didik dalam menulis surat pribadi melalui pendekatan keterampilan proses. Aktivitas menulis surat pribadi pada siklus I mendapatkan nilai rata-rata 66, kemudian pada siklus II meningkat menjadi 68. Total peningkatan sebesar 2%. Kemampuan menulis surat pribadi pada pra tindakan mendapatkan nilai akhir 58, kemudian pada siklus I mendapatkan nilai 69, dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 79. Total peningkatan kemampuan siswa dalam menulis surat pribadi melalui pendekatan keterampilan proses sebesar 21%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran menulis surat pribadi yang dilakukan pada pra tindakan sampai tindakan siklus n mengalami peningkatan yang terbukti dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis surat pribadi melalui pendekatan keterampilan proses. Saran: 1) Bagi guru, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pijakan untuk memberikan materi, dan metode yang lebih baik dalam membelajarkan menulis surat pribadi melalui pendekatan keterampilan proses. Hasil penelitian juga berguna bagi peningkatan kinerja guru dalam meningkatkan kemampuan mengajarkan keterampilan menulis pada peserta didiknya.2) Bagi siswa, penelitian ini diharapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan motivasi serta kemampuan siswa dalam kegiatan menulis, khususnya menulis surat pribadi. 3) Bagi peneliti, hasil penelitian dapat digunakan untuk mengembangkan pengetahuan dan memperoleh pengalaman praktis tentang kegiatan penelitian serta mengaplikasikan bagi peningkatan mutu pendidikan Bahasa Indonesia terutama yang berkaitan dengan materi penulisan surat pribadi.

Pembelajaran soal cerita operasi hitung campuran dengan pendekatan problem posing pada siswa kelas V sekolah dasar / oleh Suprayitno

 

Pengaruh kebiasaan belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran mengetik manual (studi pada siswa kelas XII Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Ardjuna 1 Malang) / Santi Widyaningrum

 

ABSTRAK Widyaningrum, Santi. 2009. Pengaruh Kebiasaan Belajar dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Mengetik Manual (Studi pada Siswa Kelas XII Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Ardjuna 01 Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (1) Drs. I Nyoman Suputra, M.Si, (2) Imam Bukhori, S.Pd, M.M. Kata Kunci : Kebiasaan Belajar, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar Banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa termasuk kebiasaan belajar dan motivasi belajar, Siswa yang memiliki suatu kebiasaan belajar yang dilaksanakan secara teratur dan berkesinambungan akan dapat membantu penguasaan siswa terhadap mata pelajaran. Motivasi belajar termasuk faktor internal yang juga berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, yang diartikan sebagai keadaan pribadi belajar dan mendorong individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk mencapai tujuan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui kebiasaan belajar siswa pada mata pelajaran Mengetik Manual Program Keahlian Administrasi Perkantoran kelas XII di SMK Ardjuna 01 Malang. (2) Untuk mengetahui motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Mengetik Manual Program Keahlian Administrasi Perkantoran kelas XII di SMK Ardjuna 01 Malang. (3) Untuk mengetahui prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Mengetik Manual Program Keahlian Administrasi Perkantoran kelas XII di SMK Ardjuna 01 Malang. (4) Untuk mengetahui pengaruh antara kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar secara parsial siswa pada mata pelajaran Mengetik Manual Program Keahlian Administrasi Perkantoran kelas XII di SMK Ardjuna 01 Malang. (5) Untuk mengetahui pengaru antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar secara parsial siswa pada mata pelajaran Mengetik Manual Program Keahlian Administrasi Perkantoran kelas XII di SMK Ardjuna 01 Malang. (6) Untuk mengetahui pengaruh antara kebiasaan belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar secara simultan siswa pada mata pelajaran Mengetik Manual Program Keahlian Administrasi Perkantoran kelas XII di SMK Ardjuna 01 Malang. Variabel independen penelitian ini terdiri dari kebiasaan belajar (X1), dan motivasi belajar (X2). Sedangkan variabel dependen adalah prestasi belajar (Y). Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini berjumlah 36 siswa dan merupakan penelitian populasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dengan menggunakan skala Likert dengan 5 opsi jawaban. Untuk menguji kelayakan instrument digunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Sedangkan untuk menguji kelayakan regresi dilakukan uji asumsi klasik dan keseluruhan analisis ini menggunakan SPSS 16 for Windows. iii iv Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat pengaruh positif yang signifikan antara Kebiasaan Belajar (X1) terhadap Prestasi Belajar (Y) dengan nilai signifikansi 0,019 dengan taraf signifikansi (α = 0,05) dan nilai Standardized Coefficient B = 0,344 (positif). (2) terdapat pengaruh positif yang signifikan antara motivasi belajar (X2) terhadap prestasi belajar (Y) dengan nilai signifikansi 0,001 dengan taraf signifikansi (α = 0,05) dan nilai Standardized Coefficient B = 0,489 (positif). (3) terdapat pengaruh positif yang signifikan antara Kebiasaan Belajar (X1) dan motivasi belajar (X2) sterhadap variabel terikat yaitu prestasi belajar siswa (Y) secara simultan dengan nilai F = 0,000 dan nilai R = 0,729 (positif). (4) Sumbangan Efektif (SE) kebiasaan belajar (X1) adalah sebesar 20,5%, dan motivasi belajar (X2) adalah sebesar 32,6%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa persentase Sumbangan Efektif variabel motivasi belajar (X2) lebih besar daripada Sumbangan Efektif variabel kebiasaan belajar (X1). Sehingga variabel motivasi belajar (X2) memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Mengetik Manual (Studi Pada Siswa Kelas XII Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Ardjuna 01 Malang). Berdasarkan penelitian yang dilakukan diharapkan siswa bisa meningkatkan lagi motivasi belajarnya. Peran dari berbagai pihak sangat diperlukan, baik dari diri siswa itu sendiri, dari orang tua siswa dan dari guru. Dan peran dari kesemuanya itu hendaknya bisa berjalan beriringan, tidak sendiri-sendiri. Peran dari orang tua apabila tidak diiringi adanya kemauan dari siswa itu sendiri juga tidak akan bisa, begitu juga sebaliknya. Kebiasaan belajar siswa hendaknya juga lebih ditingkatkan lagi supaya keberhasilan siswa dalam belajar juga meningkat, di sini guru bisa menjadi motivator bagi siswa di sekolah, sedangkan orang tua hendaknya bisa menjadi ”teman” siswa dalam belajar di rumah, sehingga kesulitan belajar siswa bisa sedikit teratasi apabila orang tua mendampingi dan mengawasi siswa ketika belajar di rumah. Selain itu, fasilitas belajar siswa di rumah dan di sekolah juga harus lebih diperhatikan lagi, karena dengan adanya kelengkapan belajar tersebut, siswa juga akan lebih termotivasi dalam belajar. Oleh karena itu peran antara siswa, orang tua dan guru di sini sangat diperlukan demi tercapainya keberhasilan siswa.

Efektifitas persiapan dan pelaksanaan praktik industri program studi pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang / Teguh Chandra Irawan

 

ABSTRAK Irawan, Teguh Chandra. 2010. Efektifitas Persiapan dan Pelaksanaan Praktik Industri Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. A. Sonhadji KH., M.A, (II) Drs. H. Sunomo, M.Pd. Kata Kunci: efektifitas, praktik industri, PTM. Program Studi Pendidikan Teknik Mesin FT UM merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Tinggi tua di Indonesia yang memiliki tujuan untuk menghasilkan lulusan sarjana (S1) pendidikan teknik mesin dengan bidang spesialisasi keahlian pendidikan teknik mesin dengan bidang keahlian teknik mesin produksi atau mesin otomotif yang memiliki kompetensi dan kewenangan sebagai guru pemula pada sekolah menengah kejuruan atau instruktur pada lembaga pelatihan kejuruan teknik lainnya (Katalog Jurusan Teknik Mesin, 2005:21). Sebagai salah satu syarat kelulusan mahasiswa diharuskan untuk menempuh Praktik Industri dengan maksud agar mahasiswa mampu menyatukan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan keadaan nyata di lapangan. Praktik Industri merupakan bentuk kerjasama antara dunia perguruan tinggi teknik dengan dunia industri, yang diharapkan dapat menjembatani kendala-kendala masih terbatasnya kelengkapan peralatan praktik dan rendahnya relevansi kelulusan Pendidikan Teknik Mesin dengan kebutuhan di lapangan. Serta masih kurangnya pengelolaan system dan alur pelaksanaan Praktik Industri dengan baik. Maka perlu terus diadakan evaluasi dan ditingkatkan system pengelolaannya. Sehubungan dengan ini maka perlu diadakan penelitian mengenai Efektifitas Persiapan dan Pelaksanaan Praktik Industri Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, dengan rumusan masalah sebagai berikut: (1) bagaimana tingkat efektifitas mata kuliah Praktik Industri ditinjau dari persiapan pelaksanaan Praktik Industri; (2) bagaimana tingkat efektifitas mata kuliah Praktik Industri ditinjau dari pelaksanaan Praktik Industri; (3) bagaimana tingkat efektifitas mata kuliah Praktik Industri ditinjau dari evaluasi Praktik Industri. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui tingkat efektifitas Praktik Industri ditinjau dari persiapan Praktik Industri; (2) mengetahui tingkat efektifitas Praktik Industri ditinjau dari pelaksanaan Praktik Industri; (3) mengetahui tingkat efektifitas Praktik Industri ditinjau dari evaluasi Praktik Industri. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) tingkat efektifitas Praktik Industri ditinjau dari persiapan Praktik Industri menyatakan cukup efektif; (2) tingkat efektifitas Praktik Industri ditinjau dari pelaksanaan Praktik Industri menyatakan cukup efektif; (3) tingkat efektifitas Praktik Industri ditinjau dari evaluasi Praktik Industri dilihat dari kegiatan evaluasi, laporan dan nilai akhir menyatakan efektif. Akan tetapi dalam penyusunan Laporan Praktik Industri dalam tingkat cukup efektif. Untuk itu bagi calon mahasiswa praktikan untuk bersungguh-sungguh dalam memanfaatkan mata kuliah Praktik industry sebagai media belajar dan berlatih seoptimal mungkin. Kepada pihak Jurusan Pendidikan Teknik Mesin agar lebih memberikan perhatian yang serius pada mata kuliah Praktik Industri, untuk dapat mengoptimalkan dan memaksimalkan fungsi dan tujuan dari Praktik Industri itu sendiri. Dan bagi dosen pembimbing hendaknya untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai dosen pembimbing dengan baik dan maksimal.

Pengaruh kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan interpersonal terhadap prestasi belajar mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang angkatan 2007 / Rini Astuti

 

ABSTRAK Astuti, Rini. 2009. Pengaruh Kecerdasan Intrapersonal dan Kecerdasan Interpersonal terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Angkatan 2007. Skripsi, Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Makaryanawati, S.E., M.Si., Ak. (2) Sawitri Dwi Prastiti, S.E., M.Si., Ak. Keyword: kecerdasan Intrapersonal, kecerdasan Interpersonal, prestasi belajar mahasiswa Kecerdasan intelektual bukan faktor utama yang dibutuhkan untuk dapat berprestasi. Masih ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi, diantaranya adalah kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan interpersonal. Dengan kecerdasan-kecerdasan tersebut seorang mahasiswa akan megetahui kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirinya, sehingga ia akan mampu memaksimalkannya dan ia akan mengetahui bagaimana berhubungan dengan orang lain. Hal ini akan membantunya untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan interpersonal terhadap prestasi belajar mahasiswa secara parsial dan simultan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Pendidikan Akuntansi angkatan 2007 yang berjumlah 153 mahasiswa dengan sampel yang digunakan sebanyak 53 mahasiswa. Pengambilan sampel ini menggunakan teknik proportional random sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa thitung variabel kecerdasan intrapersonal sebesar 2,819 dengan signifikasi 0,007. Maka thitung > ttabel (2,819 > 1,674) dan besarnya probabilitas (signifikansi) 0,007 < 0,05. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara kecerdasan intrapersonal terhadap prestasi belajar mahasiswa S1 Pendidikan Akuntansi angkatan 2007, sedangkan thitung pada variabel kecerdasan interpersonal sebesar -0,249 dengan signifikansi 0,805. Maka thitung < ttabel (- 0,249 < 1,674), besarnya probabilitas (signifikansi) 0,805 dimana 0,805 > 0,05. Maka dapat disimpulkan tidak ada pengaruh yang signifikan antara kecerdasan interpersonal terhadap prestasi belajar mahasiswa S1 Pendidikan Akuntansi angkatan 2007. Uji F pada penelitian ini menunjukkan Fhitung > Ftabel (6,285 > 3,190) dan signifikansi sebesar 0,004 dimana 0,004 < 0,05 yang berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan interpersonal terhadap prestasi belajar mahasiswa S1 Pendidikan Akuntansi angkatan 2007. Berdasarkan uraian di atas, terdapat pengaruh yang signifikan antara kecerdasan intrapersonal terhadap prestasi belajar, tidak terdapat pengaruh yang signifkan antara kecerdasan interpersonal terhadap prestasi belajar dan terdapat pengaruh secara simultan antara kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan interpersonal terhadap prestasi belajar mahasiswa. Saran yang dapat diberikan adalah hendaknya mahasiswa meningkatkan kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan interpersonalnya, agar dapat membantu mahasiswa untuk meraih prestasi belajar yang memuaskan.

Pembelajaran berorientasi pada teori bruner dalam upaya meningkatkan paemahaman konsep perkalian bilangan cacah pada siswa kelas II SD / oleh Rosdiana

 

Pembelajaran konsep luas daerah bangun datar segiempat dan segitiga melalui pendekatan kontruktivistik pada siswa kelas V SDN Tegalrejo II Kota Yogyakarta / oleh P. Sarjiman

 

Pengaruh iklan majalah terhadap keputusan berlangganan televisi satelit merek Astro (studi pada pelanggan televisi satelit merek Astro di Kecamatan Lawang) / Benny Mahyudi Saputra

 

ABSTRAK Saputra, Beny M. 2008. Pengaruh Iklan Majalah Terhadap Keputusan Berlangganan Televisi Satelit Merek Astro (Studi Pada Pelanggan Televisi Satelit Astro di Kecamatan Lawang). Jurusan Manajemen. Program Studi S1 Manajemen Pemasaran. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) DR. Sudarmiatin, M. Si. Pembimbing (II) Drs.Agus Hermawan, M.Si., M.Bus. Kata – kata kunci : pengaruh, iklan majalah. Setiap kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan memiliki tujuan yaitu untuk tetap hidup dan berkembang. Adapun tujuan tersebut dijabarkan dalam bentuk program jangka panjang dan jangka pendek. Sedangkan tujuan utama dari perusahaan adalah mencapai laba yang optimal. Salah satu cara untuk mendapatkan laba yang optimal. Untuk menciptakan pelayanan yang baik, Astro sebagai salah satu badan usaha yang bergerak dibidang elektronik khususnya program televisi telah melakukan beberapa strategi periklanan dalam majalah. Dapat dikatakan bahwa Astro di Kecamatan Lawang telah berkembang dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan semakin luasnya daerah pemasaran Astro di wilayah Malang Raya dan kepercayaan masyarakat terhadap Astro sebagai penyajian program acara televisi baik dalam negeri maupun luar negeri. Kenyataan tersebut juga diduga karena beberapa periklanan yang dilakukan oleh Astro di Kecamatan Lawang selama ini telah berhasil menjadikan pengaruh pelanggan untuk berlangganan televisi satelit Astro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelanggan televisi satelit Astro terhadap terhadap iklan majajah secara parsial. Disamping itu juga untuk mencari unsur dalam iklan dalam majalah dalam berlangganan televisi satelit Astro di Kota Malang. Subvariabel dalam penelitian ini terdiri dari Isi Pesan, Struktur Pesan, Format Pesan dan Sumber Pesan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini diambil mulai bulan Oktober 2006 sampai dengan bulan November 2007 yang berjumlah 216 orang dan sampel yang berjumlah 140 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling atau sampel acak dimana dengan teknik ini peneliti dapat secara acak mengambil sampel yang tersebar 2 Kelurahan dan 10 Desa di Kecamatan Lawang, sedangkan untuk menentukan jumlah distribusi tiap area digunakan teknik proportional sample. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara. Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa prosentase untuk Isi Pesan sebesar 22%, Struktur Pesan sebesar 5%, Format Pesan sebesar 6%, dan yang menjawab Sumber Pesan sebesar 48%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Pengaruh Keputusan Berlangganan Televisi Satelit Merek Astro (Studi Pada Pelanggan Televisi Satelit Astro di Kecamatan Lawang) yang meliputi Isi Pesan, Struktur Pesan, Format Pesan dan Sumber Pesan adalah positif atau baik. Diketahui pula bahwa unsur Sumber Pesan yang paling dominan. Selain itu, disarankan agar Pihak Televisi Satelit Merek Astro dalam menyampaikan pesan sebaiknya menambah media yang digunakan agar lebih dikenal oleh masyarakat umum, menggunakan gambar yang lebih besar, agar lebih menarik perhatian pada pelanggan. Perlu dilakukan penelitian oleh pengelola Astro atau peneliti lain mengenai faktor-faktor lain selain faktor isi pesan, struktur pesan, format pesan, sumber pesan.

Pembelajaran IPA melalui pendekatan tematik siswa kelas II di SDN Ringinrejo I Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri tahun pelajaran 2008/2009 / Sri Andaryuni

 

ABSTRAK Andaryuni, Sri. 2009. Pembelajaran IPA Melalui Pendekatan Tematik Siswa Kelas II di SDN Ringinrejo I Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2008/2009. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Hj. Lilik Bintartik, M.Pd. (2) Dra. Sri Nuryati, M.Pd. Kata kunci: pembelajaran, ipa, pendekatan, tematik, Sekolah Dasar Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang memadukan materi beberapa mata pelajaran ke dalam satu tema. Pada kenyataannya, pembelajaran di SDN Ringinrejo I belum mencerminkan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan tematik. Berdasarkan studi pendahuluan pelaksanaan pembelajaran kelas II di SDN Ringinrejo I diperoleh permasalahan sebagai berikut; (1) pelaksanaan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dilakukan secara terpisah, (2) hasil belajar sebagian siswa di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran IPA dan Bahasa Indonesia di kelas II SDN Ringinrejo I Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri pada tahap pra tindakan, untuk mengetahui dan mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran IPA dengan pendekatan tematik, serta untuk mengetahui dan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPA melalui pendekatan tematik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitiannya siswa kelas II SDN Ringinrejo I yang berjumlah 40 siswa. Teknik pengumpulan data dengan angket/kuesioner, observasi, wawancara, dokumentasi dan tes selama proses pembelajaran. Instrumen yang digunakan berupa soal tes, pedoman observasi dan pedoman wawancara. Analisis data dilakukan setelah pemberian tindakan pada masing-masing siklus. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sistem Penilaian Acuan Patokan (PAP) digunakan untuk menilai hasil belajar siswa secara keseluruhan. Penelitian dilaksanakan sebanyak 2 siklus masing-masing melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Siswa dikategorikan tuntas belajar apabila siswa mencapai ketuntasan individu 65% sedangkan ketuntasan kelas 70%. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut; pada pra tindakan siswa yang tuntas 16 siswa dari 40 siswa, dapat dituliskan ketuntasan klasikal siswa adalah 40%. Pada siklus I siswa yang tuntas ada 30 siswa dari 40 siswa atau dapat dituliskan ketuntasan klasikal 75%. Pada siklus II, dari 40 siswa diketahui 38 siswa telah dikategorikan tuntas dapat dituliskan ketuntasan klasikal 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPA dengan pendekatan tematik dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada tema peristiwa di SDN Ringinrejo I Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri. Dari hasil penelitian ini hendaknya guru menerapkan pembelajaran dengan pendekatan tematik pada setiap kegiatan belajar.

Penerapan permainan tebak misteri untuk meningkatkan keterampilan menulis deskripsi mata pelajaran bahasa Indonesia peserta didik kelas III SDN Pandanwangi 5 Kota Malang / Fitri Wulandari

 

ABSTRAK Wulandari, Fitri. 2009. Penerapan Permainan Tebak Misteri Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Deskripsi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Peserta Didik Kelas III SDN Pandanwangi 5 Kota Malang. Fakultas Ilmu Pendidikan. Jurusan Kependidkan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah. Program Studi S1 PGSD. Pembimbing (1) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, M. Pd dan (2) Drs. Usep Kustiawan, M. Sn Kata Kunci : permainan tebak misteri, menulis deskripsi, sekolah dasar Berdasarkan observasi dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia kelas III SDN Pandanwangi 5 Malang, peneliti menemukan fakta bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam mengembangkan kemampuan menulis deskripsi. Guru dalam pelaksanaan pembelajaran hanya menggunakan metode konvensional (ceramah) yang membuat peserta didik merasa jenuh dan tidak bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu data menunjukkan bahwa kemampuan rata-rata menulis deskripsi peserta didik SDN Pandanwangi 5 kurang dari 65. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan penerapan permainan tebak misteri dalam meningkatkan keterampilan menulis deskripsi peserta didik kelas III SDN Pandanwangi 5 Malang dan (2) Untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis deskripsi peserta didik kelas III SDN Pandanwangi 5 Malang dengan menggunakan permainan tebak misteri. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian adalah peserta didik kelas III SDN Pandanwangi 5 Malang sebanyak 44 anak. Pelaksanaan PTK ini terdiri dari 2 siklus. Setiap tindakan meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, angket dan tes keaktifan peserta didik serta kemampuan guru melakukan pembelajaran dengan permainan tebak misteri. Teknik analisa data yang digunakan adalah aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran dan keterampilan peserta didik dalam menulis deskripsi. Kemampuan awal menulis deskripsi peserta didik rata-rata adalah 61,15. Setelah diberikan tindakan pada siklus I rata-rata kemampuan menulis deskripsi peserta didik menjadi 66,36. Dari hasi pelaksanaan siklus I menunjukkan peningkatan rata-rata 5,21. Pelaksanaan siklus II, menunjukkan rata-rata kemampuan menulis deskripsi peserta didik meningkat menjadi 71,82. Peningkatan skor rata-rata dari siklus I ke siklus II adalah 5,46. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan tebak misteri dengan memanfaatkan benda yang dibungkus dapat meningkatkan keterampilan menulis deskripsi peserta didik. Kemampuan peserta didik dalam menulis deskripsi dapat dilihat dari kenaikan rata-rata yang diperoleh. Saran yang diberikan kepada para guru dan peneliti lain adalah (1) Guru dapat mengembangkan penerapan permainan tebak misteri pada pokok bahasan lain, (2) Pembuatan RPP, pengelolaan kelas yang baik, disertai komponen pelengkap pembelajaran lain, (3) Penerapan permainan tebak misteri perlu dikembangkan lebih lanjut dan lebih bervariasi untuk memperbaiki kekurangan (baik masalah waktu yang digunakan, media pembelajaran dan pengelolaan kelas yang maksimal) dan memperoleh hasil yang maksimal, dan (4) Dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam melakukan penelitian lebih lanjut dan sejenis dengan materi atau cakupan yang lebih luas. Melalui penelitian-penelitian serupa akan diperoleh berbagai ragam permainan yang sesuai dengan ragam sub pokok bahasan mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Pemanfaatan media tiruan (boneka) dalam meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran IPA pokok bahasan mengidentifikasi fungsi organ pernafasan manusia kelas V SDN Kudu II Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk / Denny Setya Budi

 

Pelaksanaan pembelajaran sering tidak mencapai tujuan yang diharapkan, salah satu sebabnya tidak adanya media yang mampu membantu mempermudah pemahaman siswa terhadap konsep yang diajarkan. Media pembelajaran itu sendiri merupakan segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan pemanfaatan Media Tiruan (boneka) yang telah dipergunakan guru dalam pembelajaran IPA materi mengidentifikasi fungsi organ pernafasan manusia kelas V SDN Kudu II Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk. (2) Mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar siswa pokok bahasan fungsi organ pernafasan manusia melalui media tiruan (boneka) kelas V SDN Kudu II Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Instrumen yang digunakan adalah (a) Pedoman Observasi, (b) Angket, (c) Pedoman Wawancara, (d) Tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pemanfaatan media tiruan dari boneka dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, dari siklus I rentang skor 46% sampai 76% dan siklus II 76% sampai 92% dibandingkan pra tindakan 23% sampai 61%. (2) Peningkatan prestasi belajar siswa mata pelajaran IPA materi mengidentifikasi fungsi organ pernafasan manusia kelas V diperoleh dari proses LKS dan hasil tes yaitu pra tindakan rerata skor 67,30 dan daya serap klasikal 16%, dan setelah diadakan siklus I rerata meningkat 76,54 dan daya serap klasikal meningkat menjadi 61%. Jumlah tersebut mengalami peningkatan lagi di siklus II yaitu 87,31 dan 92%. Kesimpulan (1) Pemanfaatan media tiruan (boneka) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mata pelajaran IPA pokok bahasan fungsi organ pernafasan manusia kelas V SDN Kudu II Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk adalah pembelajaran yang dilaksanakan dengan menyajikan sebuah media tiruan dari boneka di dalamnya dikemas sebuah alat pernafasan manusia, (2) Peningkatkan prestasi belajar IPA diperoleh dari proses LKS dan hasil tes, yaitu pra tindakan rerata skor 67,30 dan daya serap klasikal 16%, dan setelah tindakan siklus I meningkat 76,54 dan daya serap klasikal meningkat menjadi 61%. Jumlah rerata skor dan daya serap mengalami peningkatan lagi pada siklus II yaitu 87,31 dan 92%. Disarankan kepada guru untuk memperoleh prestasi belajar siswa, maka pemanfaatan media sangat diperlukan.

Pemanfaatan media puzzle untuk meningkatkan kemampuan menulis deskripsi siswa kelas V SDN Clumprit 03 Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang / Sri Wahyuningsih

 

Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang sangat penting bagi semua orang sebagai salah satu penyampaian suatu pesan, menuangkan ide, tanggapan, kritik, serta informasi kepada orang lain. Media merupakan hal yang memberikan pengaruh sangat besar dalam keberhasilan pembelajaran menulis bagi siswa untuk lebih tertarik, bersemangat, dan menyenangkan. Puzzle sebagai alternatif untuk meningkatkan kemampuan menulis deskripsi siswa. Penelitian bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pemanfaatan media puzzle dalam pembelajaran menulis deskripsi siswa kelas V di SDN Clumprit 03 Pagelaran Kabupaten Malang, (2) mendeskripsikan pemanfaatan media puzzle yang dapat meningkatkan kemampuan menulis deskripsi siswa kelas V SDN Clumprit 03 Pagelaran Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart. Prosedur pelaksanaan penelitian tindakan proses siklus spiral dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi. Penelitian dilaksanakan secara kolaborsi antara peneliti dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesi kelas V. Subyek penelitian tindakan siswa kelas V SDN Clumprit 03 berjumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan menulis deskripsi dengan memanfaatkan media puzzle: (1) kemampuan guru merancang pembelajaran meningkat 11%, (2) proses kegiatan pembelajaran untuk perasaan senang meningkat 23%, untuk keaktifan meningkat 13%, (3) hasil menulis deskripsi pada pretes yang mencapai batas minimum 60% sebanyak 9 siswa, tindakan siklus I meningkat menjadi 19 siswa, pada siklus II meningkat menjdi semua siswa (100%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan pada penelitian ini adalah: (1) Pemanfaatan media puzzle dalam pembelajaran menulis deskripsi meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan permainan berakhir, (2) Adanya peningkatan kemampuan menulis deskripsi siswa dengan memanfaatkan media puzzle terbukti dengan hasil pretes, postes pada siklus I dan siklus II. Beradasarkan penelitian tersebut dikemukakan saran bagi: (1) guru hendaknya memanfaatkan media puzzle dalam pembelajaran, (2) kepala sekolah hendaknya diberikan bimbingan dan pembinaan terhadap guru terutama pemanfaatan media dalam pembelajaran, (3) bagi peneliti lain perlu adanya penelitian lain lebih lanjut berkenaan dengan pemanfaatan media puzzle dalam pembelajaran yang lain.

Pengaruh bauran produk terhadap keputusan konsumen dalam membeli produk minuman The Coca-Cola Company pada siswa SMUN I Garum Kabupaten Blitar / Septiana Widyastuti

 

Krisis ekonomi yang terjadi dalam era globalisasi saat ini, telah menjadi suatu fenomena yang penting dan ramai dibicarakan. Sehingga membuat persaingan bisnis menjadi semakin tajam, baik di pasar domestik (nasional) maupun dipasar internasional (global). Produk The Coca-Cola Company merupakan salah satu produk minuman ringan yang terkenal dipasaran baik pasar domestik (nasional) maupun internasional (global). Agar konsumen tetap simpati dan tertarik akan produk The Coca-Cola Company maka perusahaan berupaya memberikan kepuasan kepada para konsumennya dengan melakukan kegiatan bauran produk. Bauran produk merupakan alat pemasaran yang digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan dalam pasar sasaran dengan mengikutsertakan unsur-unsur dari setiap unsur bauran produk yang berupa kualitas produk, variasi produk, merek,dan kemasan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh bauran produk yang terdiri dari 1) kualitas produk, 2) variasi produk, 3) merek, dan 4) kemasan terhadap keputusan konsumen, 5) kualitas produk, variasi produk, merek, dan kemasan secara bersama-sama membeli produk minuman The Coca-Cola Company. Penelitian ini mempunyai dua variabel yaitu variabel independen (x) dan variabel dependen (y). Variabel independen (x) dalam penelitian ini meliputi faktor kualitas produk (x1), faktor variasi produk (x2), faktor merek (x3), faktor kemasan (x4). Sedangkan variabel dependen (y) dalam penelitian ini adalah keputusan konsumen dalam membeli produk The Coca-Cola Company pada siswa SMUN 1 Garum Kabupaten Blitar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMUN 1 Garum Kabupaten Blitar yang pernah melakukan pembelian terhadap produk The Coca-Cola Company, penelitian ini dilakukan di SMUN 1 Garum Kabupaten Blitar. Sampel penelitian diperoleh dari 848 siswa di SMUN 1 Garum Kabupaten Blitar diambil 12% sehingga diperoleh 100 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dan menggunakan accidental sampling untuk menyebarkan kuesioner langsung kepada reponden. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis statistik inferensial regresi linear berganda dengan uji asumsi klasik. Untuk menguji kelayakan instrumen dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan sampel uji coba berjumlah 30 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dan dokumentasi Hasil dalam penelitian ini adalah: (1) 53 responden (53%) menyatakan setuju terhadap kualitas produk The Coca-Cola Company, (2) 48 responden (48%) menyatakan setuju terhadap variasi produk The Coca-Cola Company, (3) 44 responden (44%) menyatakan setuju terhadap merek The Coca-Cola Company, (4) 60 responden (60%) menyatakan setuju terhadap kemasan The Coca-Cola Company, (5) 56 responden (56%) menyatakan setuju terhadap keputusan konsumen The Coca-Cola Company. Terdapat pengaruh positif yang signifikan antara kualitas produk (X1), variasi produk (X2), merek (X3), dan kemasan (X4) secara parsial terhadap keputusan konsumen dalam membeli produk minuman The Coca-Cola Company pada siswa SMUN 1 Garum Kabupaten Blitar dengan nilai B1 = 0,398, thitung 2,855, dan nilai sig t = 0,001; B2 = 0,592, thitung 3,960, dan nilai sig t = 0,000; B3 = 0,329, thitung 3,527, dan nilai sig t = 0,001; B4 = 0,393, thitung 3,740, dan nilai sig t = 0,000. Terdapat pengaruh positif yang signifikan antara kualitas produk (X1), variasi produk (X2), merek (X3), dan kemasan (X4) secara bersama-sama terhadap keputusan konsumen dalam dalam membeli produk minuman The Coca-Cola Company pada siswa SMUN 1 Garum Kabupaten Blitar. Berdasarkan nilai Fhitung sebesar 32,388 dengan tingkat signifikansi 0.000. Subvariabel dari bauran produk yang dominan berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam membeli produk minuman The Coca-Cola Company pada siswa SMUN 1 Garum Kabupaten Blitar adalah kemasan dengan nilai sumbangan efektif sebesar 14,8%. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,559. Hal ini berarti bahwa 55,9% keputusan konsumen dipengaruhi oleh kualitas produk, variasi produk, merek, kemasan. Sedangkan sisanya sebesar 44,1% dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Saran yang dapat disampaikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:(1) Sehubungan dengan hasil penelitian yang menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara kualitas produk dengan keputusan konsumen dalam membeli produk minuman The Coca-Cola Company pada siswa SMUN 1 Garum Kabupaten Blitar, hendaknya perusahaan terus mempertahankan kualitas yang telah tercipta selama ini dan menjaga kualitas sehingga tidak sampai mengecewakan pembeli yang selama ini telah setia menjadi konsumen. (2) Berkaitan dengan hasil penelitian yang menunjukan bahwa variasi produk merupakan faktor yang dominan mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk minuman The Coca-Cola Company pada siswa SMUN 1 Garum Kabupaten Blitar peneliti menyarankan hendaknya The Coca-Cola Company lebih meluaskan variasi produk untuk kalangan anak-anak, yaitu dengan membuat minuman kemasan yang khusus bagi anak-anak dengan aneka rasa buah, warna yang menarik. Karena produk minuman The Coca-Cola Company adalah produk yang disuka karena rasa dan dikonsumsi untuk semua. (3) Variabel merek dalam penelitian ini memiliki pengaruh yang paling kecil daripada variabel bauran produk yang lainnya, oleh karena itu perusahaan harus membuat inovasi baru dalam membuat tampilan bentuk pada merek minuman The Coca-Cola Company ini agar konsumen lebih tertarik untuk membeli. (4) Sehubungan dengan hasil penelitian yang menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara kemasan dengan keputusan konsumen dalam membeli produk minuman The Coca-Cola Company pada siswa SMUN 1 Garum Kabupaten Blitar, hendaknya pengemasan dilakukan lebih baik lagi, agar konsumen lebih percaya bahwa produk minuman The Coca-Cola Company aman untuk diminum oleh konsumen.

Peningkatan kemampuan menulis karangan sederhana dengan membaca buku di perpustakaan sekolah pada kelas III SDN Sumberjo II Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro / Eko Duwi Cahyono

 

SDN Sumberjo II kecamatan Malo kabupaten Bojonegoro merupakan SD imbas. Berdasarkan observasi awal di kelas III yang dilaksanakan pada tanggal 15 dan 16 Desember 2008, diketahui bahwa terdapat permasalahan yang cukup kompleks pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas tersebut. Secara umum dapat diidentifikasi menjadi beberapa masalah, yaitu: guru kurang mempersiapkan penyusunan RPP untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran, dalam pembelajaran membaca bersuara di ruang kelas III terdapat 5 siswa belum bisa membedakan tanda baca, guru terlalu banyak menggunakan metode ceramah, guru kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, kemampuan siswa dalam menulis karangan sederhana pada kelas III masih rendah, terdapat 18 siswa yang memperoleh nilai masih di bawah 70, siswa tampak bosan belajar di kelas, dan nilai rata-rata kelas pada observasi awal adalah 63,14. Oleh karena itu, pada penelitian ini dicoba untuk menangani masalah rendahnya kemampuan siswa dalam menulis karangan sederhana dengan menugaskan siswa membaca buku di perpustakaan sekolah melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa metode PAKEMI (Pembelajaran, Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, dan Inovatif) yang diterapkan guru dalam menulis karangan sederhana dengan menerapkan 5 aspek bahasa tulis dan menugaskan siswa membaca buku di perpustakaan sekolah dengan memberikan bimbingan membaca, mempunyai berbagai kelebihan yang pada dasarnya dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa SDN Sumberjo II kecamatan Malo kabupaten Bojonegoro. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan selama 2 minggu, mulai tanggal 15 Desember 2008 sampai tanggal 26 Desember 2008. Jenis data yang dikumpulkan adalah data kualitatif tentang kemampuan menulis karangan sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pembelajaran menulis karangan sederhana, guru menerapkan 5 aspek bahasa tulis dengan menugaskan siswa membaca buku di perpustakaan sekolah dan memberikan bimbingan membaca dengan menggunakan metode PAKEMI, dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan sederhana. Dengan demikian, disarankan kepada semua guru untuk menggunakan perpustakaan sekolah sebagai tempat belajar.

Analisis kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran di SDN Citrodiwangsan 04 Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang (studi kasus di kelas 1, 3 dan 4) / Anis Masyana

 

ABSTRAK Masyana, Anis. 2009. Analisis Kemampan Guru dalam Pengelolaan Pembelajaran di SDN Citrodiwangsan 04 Lumajang (studi kasus kelas 1, 3dan 4). Skripsi, Program S1 PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Sutarno, M.Pd (2) Dr. Sa'dun Akbar, M.Pd Kata kunci: kemampuan guru, pengelolan pembelajaran, studi kasus Kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran di kelas secara tidak langsung menunjukkan kualitas guru dalam mengajar. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran di kelas, yang peneliti laksanakan di SDN Citrodiwangsan 04 Lumajang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran yang mencakup; kemampuan guru dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, ketrampilan mengajar, kemampuan guru dalam penilaian hasil belajar , dan kemampuan guru dalam pelaksanaan tindak lanjut. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara,dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada guru kelas 1, guru kelas 3, dan guru kelas 4 di SDN Citrodewangsan 04 Lumajang pada saat proses belajar mengajar berlangsung di kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, aspek dari pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru di kelas pada saat mengajar memperoleh kriteria yang amat baik. Penilaian tersebut dapat ditunjukkan dari perolehan nilai diatas 75% untuk setiap aspek pengelolaan pembelajaran yang meliputi penyusunan rencana pembelajaran, ketrampilan guru dalam mengajar, penilaian hasil belajar, dan pelaksanaan tindak lanjut. Hal itu menunjukkan bahwa guru mampu dalam pengelolaan pembelajaran di kelas, meskipun terdapat hal-hal yang masih kurang diperhatikan oleh beberapa guru kelas. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, saran peneliti kepada guru kelas dalam pengelolaan pembelajaran yaitu: 1) pada aspek penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran guru sebaiknya memperhatikan setiap kelengkapan aspek rencana pelaksanaan pembelajaran seperti penulisan waktu pada setiap kegiatan pembelajaran, menuliskan metode, dan melampirkan lembar penilaian siswa. 2) pada aspek ketrampilan mengajar penulis memberikan saran, dalam mengajar sebaiknya guru menggunakan berbagai variasi dalam mengajar agar siswa tidak merasa jenuh dan lebih memperhatikan pelajaran. 3) pada aspek penilaian hasil belajar guru sebaiknya memberikan penilaia terhadap tugas yang dikerjakan oleh siswa agar siswa semangat dalam mengerjakan tugas, 4) pada aspek tindak lanjut guru sebaiknya menganalisis hasil evaluasi tindak lanjut agar guru dapat mengetahui siapa saja siswa yang kurang berhasil dalam pembelajaran. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti kasus sejenis diharapkan penelitian dilaksanakan dengan waktu relatif lebih lama dari yang peneliti lakukan.

Pengaruh pembelajaran pola pemberdayaan berpikir melalui pertanyaan (PBMP) dalam pembelajaran kooperatif numbered heads together (NHT) terhadap motivasi dan kemampuan berpikir siswa / Erik Santoso

 

ABSTRAK Santoso, Erik. 2009. Pengaruh Pembelajaran Pola Pemberdayaan Berpikir melalui Pertanyaan (PBMP) dalam Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together (NHT) terhadap Motivasi dan Kemampuan Berpikir Siswa. Jurusan Biologi FMIPA UM. Pembimbing: (I) Prof. Dr. A. D. Corebima, M.Pd; (II) Dra. Sunarmi, M.Pd Kata kunci: PBMP, NHT, motivasi, kemampuan berpikir. Motivasi memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu pembelajaran. Selain motivasi, berpikir juga merupakan salah satu aspek penting yang harus dikembangkan dan diberdayakan. Motivasi dan kemampaun berpikir yang tinggi pada siswa diharapkan dapat menjadikan siswa pebelajar yang mandiri. Banyak penelitian yang telah mengkaji hubungan maupun pengaruh strategi pembelajaran terhadap motivasi maupun kemampuan berpikir siswa. Kemampuan berpikir dan motivasi belajar siswa dapat diberdayakan melalui strategi pembelajaran yang menggunakan pertanyaan, yaitu dengan menggunakan strategi pembelajaran PBMP. Strategi pembelajaran yang dilakukan menggunakan kombinasi antara pola PBMP dengan pembelajaran kooperatif NHT. Tujuan penelitian ini yaitu untuk (1) mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran pola Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP) dalam pembelajaraan kooperatif Numbered Heads Together (NHT) terhadap motivasi belajar siswa, (2) mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran pola Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP) dalam pembelajaraan kooperatif Numbered Heads Together (NHT) terhadap kemampuan berpikir siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan menggunakan satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMU Negeri 2 Pare tahun ajaran 2007/2008. Sampel penelitian adalah siswa kelas X C sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas X E sebagai kelompok kontrol. Data motivasi belajar siswa diambil dengan menggunakan angket, sedangkan untuk data kemampuan berpikir diambil dengan menggunakan tes. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan anakova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan (PBMP+NHT) dapat memberikan pengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Pada kelas eksperimen memiliki nilai motivasi belajar 6,24% lebih tinggi dari pada kelas kontrol. Sedangkan untuk nilai kemampuan berpikir siswa kelas eksperimen yaitu 14,3% lebih tinggi dari kelas kontrol.

Gaya casimir interaksi antara dua plat konduktor netral sejajar dengan kuantisasi medan elektromagnetik / Ahmad Muttaqin Ikhsan

 

Gaya Casimir adalah gaya kecil yang menyebabkan interaksi antara dua pelat konduktor netral sejajar sempurna dalam vakum elektrodinamika kuantum. Kehadirannya pertama kali diprediksi secara teoritik oleh fisikawan Belanda Hendrick Casimir pada 1948 dan memperoleh konfirmasi eksperimental yang pertama oleh M.J. Sparnaay pada 1958. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan secara eksplisit dan runut formulasi Casimir berbatas dua pelat konduktor sejajar serta prediksi interaksi yang hadir karenanya. Geometri yang dikaji dalam penelitian ini adalah pelat konduktor sejajar netral sempurna. Medan yang dikaji adalah medan elektromagnetik terkuantisasi, karena fenomena ini hanya mungkin hadir dalam kerangka medan terkuantisasi. Sementara pemikiran medan elektromagnetik dilakukan sesuai medan awal yang dikaji Casimir. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan melakukan penelusuran literatur serta eksplorasi matematis formulasi dasar guna membangun formulasi yang ingin dicapai dengan bertumpu pada pemikiran logis terstruktur dan berdasarkan pada teori yang telah mapan (well-establish). Dari hasil penelitian ini diperoleh energi vakum medan elektromagnetik terkuantisasi bernilai yang merupakan penjumlahan bernilai tak berhingga, yang secara umum dimaknai tidak memiliki signifikansi fisis. Akan tetapi dengan dihadirkannya dua pelat konduktor pada ruang vakum tersebut diperoleh gaya tarik yang disebut dengan Gaya Casimir dimana besarnya bergantung pada jarak antara kedua pelat, serta energi yang terdapat di antara kedua pelat disebut sebagai Energi Casimir yang merupakan selisih densitas energi antara dua pelat dengan densitas energi di luar pelat.

Transformasi peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) ke peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) digital Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada lembar 1608-111 / Adip Wahyudi

 

ABSTRAK Wahyudi, Adip. 2009. Transformasi Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) Ke Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) Digital Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang Pada Lembar 1608-111 . Skripsi, Jurusan Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Agus Suryantoro, M.Si. (II) Drs. Rudi Hartono M.Si. Kata Kunci: Transformasi, Peta RBI lembar 1608-111, Jaringan Jalan Kecamatan Lowokwaru. Peta digital lebih mudah dalam pengolahan datanya, karena format digital yang lebih efisien. Demikian halnya dengan peta Rupa Bumi Indonesia (RBI), peta RBI digital lebih mudah dalam pengolahan datanya dibandingkan dengan peta RBI secara konvensional. Peta RBI yang dibuat BAKORSUTANAL adalah patokan peta atau standar peta yang digunakan di Indonesia karena informasi yang dikandung sudah relatif lengkap. Tetapi permasalahanya peta dalam format digital ini lebih mahal dari pada peta RBI konvensional. Untuk mengantisipasi mahalnya harga peta RBI digital maka perlu kreatifitas dari pengguna untuk membuat peta RBI dengan format digital. Desain penelitian yang digunakan dalam Pembuatan Peta RBI Digital lembar 1608-111 ini menggunakan pendekatan survey, oleh karena itu data dasar atau basis datanya yang digunakan untuk Pembuatan Peta RBI Digital mendasarkan akurasi data dari BAKOSURTANAL, yang sudah dilakukan evaluasi data terlebih dahulu secara geometris, guna memperoleh data yang akurat dan dapat dipercaya. Produk intinya adalah berupa peta RBI digital lembar 1608-111 yang dalam aplikasinya dapat menjalankan fungsinya sebagai dasar untuk pembuatan Peta Tematik. Sedangkan tindakan operasionalnya meliputi digitasi data primer berupa Peta Rupa Bumi Indonesia buatan BAKOSURTANAL. Tahap selanjutnya adalah pemrosesan data primer berdasarkan data sekunder dan survey lapangan dengan cara membandingkan. Tahap terakhir adalah penyimpanan data sesuai yang diperlukan. Perubahan jaringan jalan di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang selama kurun waktu 11 tahun sejak survey lapangan BAKOSURTANAL tahun 1997 sampai tahun 2009 yaitu perubahan pada penambahan jalan lokal, jalan setapak dan perubahan status jalan berdasarkan data sekunder berupa Peta Jaringan Jalan Kecamatan Lowokwaru, Peta Malang dan Perkembanganya. Perubahan tersebut terjadi di seluruh Kelurahan yang ada pada lembar peta RBI 1608-111, meliputi Kelurahan: Sumbersari, Merjosari, Ketawang Gede, Mojolangu, Tlogomas, Dinoyo, Tunggul Wulung. Berdasarkan proses transformasi dan membandingkan dengan data sekunder, disimpulkan sebagai berikut: Proses Transformasi Peta RBI ke RBI digital merupakan pekerjaan yang memerlukan ketelitian dan keakuratan data, baik data spasial maupun data atributnya. Kecamatan Lowokwaru sebagai daerah yang dijadikan objek penelitian ini mengalami perubahan 127 polyline jaringan jalan seperti yang dimaksudkan, yaitu penambahan jalan setapak, jalan lokal dan perubahan fungsi pada Peta RBI.

Penerapan metode pembelajaran jigsaw pada matakuliah telaah pranata masyarakat Jerman I untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa Bahasa Jerman angkatan 2008-2009 / Irma Novita

 

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN JIGSAW PADA MATAKULIAH TELAAH PRANATA MASYARAKAT JERMAN I UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAHASISWA BAHASA JERMAN ANGKATAN 2008-2009 Irma Novita Jurusan Sastra Jerman Fak. Sastra Universitas Negeri Malang Abstract: The students understand the german culture in the Landeskunde subject. They learned many things concerning the german culture in the Landeskunde subject, so they need learning method which can transfer information about german culture clearly and in details. The purpose of these research consists of two parts, such as specific purpose and general purpose. The spesific purpose helps student understand about “states” material and arrange Jigsaw as cooperative learning method in learning Landeskunde subject. The general purpose of these research is giving a creative and an innovative learning method so that the quality of learning process in Landeskunde subject would increase.

Implementasi kurikulum 2006 (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dalam kegiatan pembelajaran kimia oleh guru kimia SMA swastase-kota Malang / Nur Haqiqi

 

Kurikulum 2006 (KTSP) merupakan kurikulum pengganti dan sekaligus penyempurna kurikulum-kurikulum sebelumnya. KTSP diberlakukan secara berangsur-angsur pada tahun ajaran 2006/2007, dan secara serentak pada tahun 2009/2010. Sebagai kurikulum baru, KTSP menemui banyak permasalahan dalam pelaksanaannya di lapangan, antara lain diduga belum siapnya guru untuk melaksanakan aturan dan tuntutan dalam KTSP dalam proses pembelajaran. Untuk mengetahui apakah guru Kimia SMA Swasta se-Kota Malang telah mengimplementasikan KTSP dalam kegiatan pembelajaran, maka perlu diadakan penelitian. Penelitian ini terkait tugas guru yang terdri atas tiga hal, yaitu: perencanaan kegiatan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran yang sesuai dengan KTSP. Rancangan penelitian berupa penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah guru-guru Kimia SMA Swasta se-Kota Malang. Ada 13 sekolah yang diteliti, dengan 15 guru yang mengajar mata pelajaran Kimia kelas X dan/atau kelas XI dijadikan sampel. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket yang terdiri dari 63 pertanyaan yang sudah valid dan wawancara. Analisis data dilakukan secara diskriptif menggunakan perhitungan persentase jawaban responden dan pemberian rangking pada tiap sub variabel yang sebelumnya ditriangulasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dilihat dari: (1) perencanaan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru Kimia kelas X dan XI SMA Swasta se-Kota Malang telah terlaksana dengan kualifikasi baik (78%). Hal ini dapat dilihat dari bekal pengetahuan KTSP yang diperoleh guru dan kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang sesuai dengan KTSP; (2) pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru Kimia kelas X dan XI SMA Swasta se-Kota Malang telah terlaksana dengan kualifikasi baik (77%). Hal ini dapat dilihat dari kemampuan guru dalam penggunaan model pembelajaran, metode mengajar, yang proses pembelajaran yang sesuai dengan KTSP, dan ketersediaan sarana belajar; (3) penilaian hasil pembelajaran yang dilakukan oleh guru Kimia kelas X dan XI SMA Swasta se-Kota Malang telah terlaksanan dengan kualifikasi baik (76%). Hal ini dapat dilihat dari kemampuan guru dalam pelaksanaan penilaian, pemilihan jenis tagihan, pemilihan bentuk instrumen, hambatan yang dialami dalam melaksanakan penilaian, penentuan ketuntasan belajar, pelaksanaan program remidi dan pengayaan, serta pelaksanaan evaluasi program yang sesuai dengan KTSP

Implementasi asesmen portofolio pada pembelajaran kontekstual pola pemberdayaan berpikir melalui pertanyaan (PBMP) untuk mendiagnosis kesulitan dan kemajuan belajar siswa kelas X-1 SMA Negeri 1 Pakong Pamekasan / Kreislina Dewi Wijayanti

 

Permasalahan yang dihadapi SMA Negeri 1 Pakong Pamekasan tidak hanya pembelajaran tetapi juga penilaian. Pembelajaran yang diselenggarakan masih didominasi oleh metode ceramah dan belum kontekstual sehingga kemampuan berpikir siswa masih jarang diasah. Penilaian yang sudah dilakukan masih menitikberatkan pada hasil akhir dan belum pernah memperhitungkan proses belajar yang dilalui siswa. Akibatnya guru mengalami kendala dalam mendiagnosis kesulitan dan kemajuan belajar yang dialami siswa selama pembelajaran berlangsung. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kesulitan dan kemajuan belajar siswa kelas X-1 SMA Negeri 1 Pakong-Pamekasan setelah diimplementasikan asesmen portofolio pada pembelajaran kontekstual pola PBMP. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengimplementasikan asesmen portofolio pada pembelajaran kontekstual pola pemberdayaan berpikir melalui pertanyaan (PBMP). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2008, terdiri dari dua tahap. Pada tahap 1, peneliti mendiagnosis kesulitan dan kemajuan belajar yang dialami siswa, dan pada tahap 2 dilakukan diagnosis kesulitan dan kemajuan belajar pada materi yang berbeda. Diagnosis kesulitan belajar dilakukan dengan memeriksa setiap pekerjaan siswa dan mencari sumber kesulitan siswa. Diagnosis kemajuan belajar siswa dilakukan dengan membandingkan nilai portofolio sebelum dan setelah revisi. Instrumen pada penelitian ini berupa jurnal belajar, LKS, PR yang diberikan setiap pertemuan, dan butir soal yang diberikan dalam bentuk tes di setiap akhir tahapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengalami kesulitan belajar berkurang jumlahnya setelah melakukan revisi pada tugas portofolio. Hal ini mengindikasikan bahwa melalui implementasi asesmen portofolio pada pembelajaran yang dilalui siswa dapat membantu siswa mencapai kemajuan dalam belajarnya. Implementasi asesmen portofolio pada pembelajaran kontekstual pola PBMP dapat digunakan untuk mendiagnosis kesulitan dan kemajuan belajar yang dialami siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Kesulitan belajar yang dialami siswa didiagnosis melalui kesalahan jawaban siswa pada tugas portofolio, baik sebelum maupun setelah revisi.

Kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui manajemen berbasis sekolah (studi kasus di SDN Turen 2 Kec. Turen Kab. Malang) / Selvy Krisnasari

 

Pada era reformasi dan era otonomi pendidikan ini, belum semua Kepala Sekolah memahami tentang pentingnya mengelola sekolah secara mandiri dan optimal. Hal ini terbukti banyaknya pandangan negatif dari kalangan masyarakat terhadap kinerja Kepala Sekolah. Untuk itu perlu diadakan sebuah penelitian tentang kepemimpinan kepala sekolah dalam menerapkan mananjemen berbasis sekolah sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan umumnya dan mutu sekolah pada khususnya. Fokus penelitian ini adalah kepemimpinan kepala sekolah dalam menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan rincian fokus (1) bagaimana kepemimpinan kepala sekolah dalam menerapkan MBS, PSM, PAKEM dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan SDN Turen 2 dan (2) bagaimana sebenarnya konsep mutu menurut kepala sekolah, guru dan siswa itu sendiri. Kedua fokus ini merupakan bagian/karakteristik dari manajemen berbasis sekolah untuk peningkatan mutu sekolah. Lokasi penelitian ini di SDN Turen II Kec. Turen Kab. Malang yang merupakan sekolah binaan MBE USAID dan menjadi sekolah percontohan di Kabupaten Malang yang mengalami perkembangan pesat dengan melaksanakan MBS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan tiga cara yakni: (1) wawancara mendalam, (2) pengamatan partisipatif, dan (3) studi dokumentasi. Pemilihan informan penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif, dengan alur (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) penarikan kesimpulan. Agar memperoleh keabsahan data dilakukan dengan empat kriteria: (1) kredibilitas, (2) transferrabilitas, (3) dependabilitas, dan (4) konfirmabilitas. Dari hasil analisis data dapat diperoleh temuan- temuan hipotesis sabagai berikut (a) kepemimpinan kepala sekolah dalam menerapkan MBS,PSM, PAKEM dalam meningkatkan mutu sekolah dan memberdayakan sumberdaya sekolah, (b) konsep mutu itu sendiri menurut kepala sekolah, guru dan siswa sehingga meningkatkan mutu sekolah. Berdasarkan temuan-temuan dari penelitian ini agar dapat mengelola sekolah berdasarkan MBS dengan baik maka disarankan kepada Kepala sekolah untuk memiliki sikap: (1) transparan, dalam hal menerapkan pola kepemimpinan dengan pendekatan sikap saling menghargai, sikap demokratis dan kritis, sikap terbuka, sikap kekeluargaan dan menjaga hubungan kemanusiaan dengan lebih baik, salah satu contohnya yaitu memajangkan RAPBS dan Program Sekolah (2) demokratis, seorang kepala sekolah harus menerapkan gaya kepemimpinan yang demokratis dalam pengambilan keputusan dan (3) partisipatoris, kepala sekolah selalu melibatkan masyarakat (komite sekolah ) juga guru dalam merencanakan , melaksanakan dan mengevaluasi program-program sekolah dan yang paling penting sekolah menjadi tempat terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar. Kepemimpinan Kepala sekolah dalam mendukung dan memotivasi pembelajaran PAKEM terbukti dengan adanya (1) pendampingan pembelajaran dalam program KKG Mini, (2) Diadakannya pelatihan pelatihan bagi guru sebagai penunjang peningkatan mutu guru dalam pembelajaran, (3) Memberikan bimbingan, arahan dan jalan keluar apabila guru mengalami kesulitan dalam pembelajaran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam memberdayakan masyarakat yaitu dengan sikap. Antara sekolah dan masyarakat melalui komite sekolah terjalin sebuah kemitraan dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Kepala sekolah berperan aktif dalam meletakkan pundi-pundi kerja sama antara sekolah dan masyarakat, baik berupa kerja sama secara fisik (dana, materi) maupun akademik (jasa, moral). Peran aktif masyarakat khususnya orang tua siswa bagi kemajuan dan peningkatan mutu pendidikan di SDN Turen 2 diwujudkan dalam bentuk paguyuban orang tua, kepanitiaan dalam sebuah acara kegiatan atau pembangunan sarana, maupun partisipasi berupa sumbangan fisik yang dilaksanakan secara spontanitas. Kemudian tentang peningkatan mutu sekolah itu sendiri kepala sekolah juga harus mampu untuk memberdayakan guru, karyawan, siswa dan masyarakat agar terbentuk jiwa rasa memiliki dan dedikasi yang tinggi terhadap sekolah sehingga berdampak pada keberhasilan pendidikan yang akhirnya meningkatkan mutu sekolah itu sendiri.

Strategi penolakan penutur wanita dalam menggunakan bahasa Indonesia: studi kasus bahasa guru wanita di SMUN I Sooko Mojokerto oleh Marheny

 

Implikatur pujian bahasa Indonesia dalam interaksi kelas di SMU Negeri 7 Malang / oleh Natanael

 

Bentuk implikatur bahasa Indonesia dalam interaksi antara guru dan siswa di SLTPN 14 Surabaya oleh Tatik Kustini

 

Dampak penerapan pendekatan pembelajaran kooperatif tipe learning together yang dimodifikasi dengan berganti peran dan peran tetap terhadap hasil belajar kimia anorganik 1 / Jeckson Siahaan

 

ABSTRAK Siahaan, Jeckson. 2009. Dampak Penerapan Pendekatan Pembelajaran Kooperatif Tipe Learning Together (LT) Yang Dimodifikasi Dengan Berganti Peran dan Peran Tetap Terhadap Hasil Belajar Kimia Anorganik 1. Tesis, Program Studi Magister Pendidikan Kimia, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Effendy, Ph. D.; (2) Drs. I Wayan Dasna, M. Si., M. Ed., Ph. D. Kata kunci: Pembelajaran kooperatif, belajar bersama, berganti peran, peran tetap, hasil belajar, persepsi Penelitian tentang dampak penerapan pendekatan pembelajaran kooperatif tipe learning together (LT), yang dimodifikasi dengan berganti peran dan peran tetap terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Kimia Anorganik 1 telah dilakukan. Pendekatan pembelajaran ini merupakan suatu alternatif pendekatan pengajaran yang digunakan untuk meningkatkan keaktifan mahasiswa membangun pengetahuannya dan untuk memperoleh hasil belajar mahasiswa yang lebih baik dibanding pembelajaran verifikasi. Pendekatan pembelajaran verifikasi merupakan pendekatan pembelajaran yang biasa dilakukan dalam pengajaran mata kuliah Kimia Anorganik 1. Dalam pendekatan pembelajaran seperti ini, mahasiswa cenderung menjadi kurang aktif membangun pengetahuannya sebab semua materi pengajaran dijelaskan oleh dosen. Dalam pendekatan pembelajaran ini, aktifitas pengajaran biasanya diikuti dengan kerja laboratorium (praktikum) untuk memverifikasi konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang telah dijelaskan oleh dosen. Rendahnya partisipasi mahasiswa dalam membangun pengetahuannya dalam pendekatan pembelajaran verifikasi cenderung membatasi kemampuan mahasiswa memecahkan masalah yang ditemukan pada mata kuliah Kimia Anorganik 1. Akibatnya, hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Kimia Anorganik 1 cenderung menjadi cukup rendah. Selain hasil belajar yang lebih baik, penerapan pendekatan pembelajaran kooperatif tipe learning together juga dapat memberikan persepsi positif mahasiswa tentang proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi: (1) perbedaan hasil belajar mahasiswa yang diajar dengan pendekatan pembelajaran verifikasi dan yang diajar dengan pendekatan pembelajaran kooperatif tipe LT yang dimodifikasi dengan berganti peran; (2) perbedaan hasil belajar mahasiswa yang diajar dengan pendekatan pembelajaran verifikasi dan yang diajar dengan pendekatan pembelajaran kooperatif tipe LT yang dimodifikasi dengan peran tetap; (3) perbedaan hasil belajar mahasiswa yang diajar dengan pendekatan pembelajaran kooperatif tipe LT yang dimodifikasi dengan berganti peran dan yang dimodifikasi dengan peran tetap; (4) persepsi mahasiswa tentang penerapan pendekatan pembelajaran kooperatif. Penelitian ini menerapkan rancangan eksperimen semu. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Kimia, FMIPA, dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, Jurusan Pendidikan MIPA, FKIP, Universitas Mataram tahun akademi 2007/2008. Subjek penelitian dibagi dalam tiga kelompok: satu kelompok kontrol dan dua kelompok eksperimen. Kelompok kontrol terdiri dari 34 mahasiswa dan kelompok eksperimen masing-masing terdiri dari 25 mahasiswa. Kelompok kontrol mendapat perlakuan dengan pendekatan pembelajaran verifikasi. Kelompok eksperimen pertama mendapat perlakuan dengan pendekatan pembelajaran kooperatif tipe LT yang dimodifikasi dengan berganti peran; kelompok eksperimen kedua mendapat perlakuan dengan pendekatan pembelajaran kooperatif tipe LT yang dimodifikasi dengan peran tetap. Data penelitian terdiri dari hasil belajar mahasiswa dan persepsi mahasiswa tentang pendekatan pembelajaran yang diterapkan. Hasil belajar mahasiswa diperoleh dengan menggunakan tes hasil belajar. Tes ini merupakan tes essay yang terdiri dari delapan soal dengan validitas isi sebesar 97,8% dan koefisien reliabilitas, diukur dengan metode paralel, sebesar 0,81. Persepsi mahasiswa tentang penerapan pendekatan pembelajaran diperoleh dengan menggunakan angket kuosioner. Hasil-hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar mahasiswa yang diajar dengan pendekatan pembelajaran verifikasi dan hasil belajar mahasiswa yang diajar dengan pendekatan pembelajaran kooperatif tipe LT yang dimodifikasi dengan berganti peran. Pendekatan pembelajaran kooperatif tipe LT yang dimodifikasi dengan berganti peran memberikan hasil belajar yang lebih baik; (2) terdapat perbedaan hasil belajar mahasiswa yang diajar dengan pendekatan pembelajaran verifikasi dan hasil belajar mahasiswa yang diajar dengan pendekatan pembelajaran kooperatif tipe LT yang dimodifikasi dengan peran tetap. Pendekatan pembelajaran kooperatif tipe LT yang dimodifikasi dengan peran tetap memberikan hasil belajar yang lebih baik; (3) terdapat perbedaan hasil belajar mahasiswa yang diajar dengan pendekatan pembelajaran kooperatif tipe LT yang dimodifikasi dengan berganti peran dan yang dimodifikasi dengan peran tetap. Pendekatan pembelajaran kooperatif tipe LT yang dimodifikasi dengan berganti peran memberikan hasil belajar yang lebih baik; (4) persepsi mahasiswa tentang penerapan pendekatan pembelajaran kooperatif adalah positif. Dari hasil penelitian ini disarankan untuk menerapkan pendekatan pembelajaran kooperatif khususnya yang dimodifikasi dengan berganti peran, dalam pembelajaran mata kuliah Kimia Anorganik 2 dan mata kuliah kimia lainnya.

Studi tentang pola penalaran geometri siswa kelas V SDN 17 Kesiman Denpasar / oleh I Wayan Suandhi

 

Peningkatan keterampilan menulis cerita pendek melalui gambar kartun berseri siswa kelas III SDN Sebaung I Kabupaten Probolinggo tahun ajaran 2008/2009 / Inayatul Maula

 

Untuk mempermudah peserta didik agar lebih banyak mendapatkan ide-ide tertentu, guru sebaiknya menggunakan media yang relevan dengan kompetensi yang akan dicapai. Berdasarkan uraian tersebut peneliti berpendapat bahwa media yang cocok untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen adalah dengan memberikan gambar kartun berseri yang dipilih dan disukai oleh peserta didik, hal ini dilakukan agar peserta didik lebih termotivasi dan banyak mendapatkan ide untuk ditulis dalam bentuk cerpen. Berdasarkan studi awal peneliti selama melakukan observasi dan wawancara pada guru kelas III di SD Negeri Sebaung I Kabupaten Probolinggo ditemukan bahwa siswa mengalami kesulitan diantaranya; (1) mengungkapkan gagasan dalam bentuk tulisan; (2) membuat alur cerita yang runtut; (3) menggunakan bahasa yang mudah dipahami; (4) kurang memperhatikan penggunaan tanda baca yang tepat. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Untuk melaksanakan tindakan ini disusun pelaksanaan tindakan sebanyak 2 siklus. Siklus I dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan dan pada siklus II juga dilaksanakan dalam 2 kali. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi yang dilaksanakan pada saat proses belajar mengajar berlangsung, baik pada siklus I maupun pada siklus II. Selain itu peneliti juga menilai hasil akhir berdasarkan penulisan cerpen yang dilakukan oleh setiap siswa. Kegiatan yang dilaksanakan dalam penelitian ini berdasarkan pada lima aktivitas. Aktivitas (1) pra menulis, (2) pemburaman, (3) perbaikan, (4) penyuntingan, dan (5) publikasi. Berdasarkan hasil penelitian siklus I pada aktivitas pra menulis skor siswa mencapai 75% dari skor maksimal, pada aktivitas pemburaman skor siswa mencapai 67,4% dari skor maksimal, pada aktivitas perbaikan skor siswa mencapai 61,1% dari skor maksimal, pada aktivitas penyuntingan skor siswa mencapai 65,7% dari skor maksimal, dan pada aktivitas publikasi skor siswa mencapai 77,8% dari skor maksimal. Sedangkan hasil penelitian siklus II pada aktivitas pra menulis siswa mencapai 82% dari skor maksimal, pada aktivitas pemburaman skor siswa mencapai 81,2% dari skor maksimal, pada aktivitas perbaikan skor siswa mencapai 81,1% dari skor maksimal, pada aktivitas penyuntingan skor siswa mencapai 81,5% dari skor maksimal, dan pada aktivitas publikasi skor siswa mencapai 79,2% dari skor maksimal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aktivitas pra menulis, pemburaman, perbaikan, penyuntingan, dan publikasi melalui gambar kartun berseri dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek siswa kelas III SDN Sebaung I Kabupaten Probolinggo.

Pengaruh motivasi berprestasi dan pemberian epitome serta rangkuman daslasm proses pembelajaran IPS kelas VI di SD Laboratorium Universitas Negeri MAlang / oleh Supandi

 

Pemanfaatan kebun sekolah untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Karangrejo 02 / Dyah Ayu Pertiwi

 

Ayu, Dyah Pertiwi. 2009. Pemanfaatan Kebun Sekolah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN Karangrejo 02. Skripsi, Jurusan KSDP S1 PGSD FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M. Si, (2) Dra. Sri Estu Winahyu, M.Pd. Kata Kunci: kebun sekolah, hasil belajar IPA Dalam pembelajaran sehari-hari, guru hanya menjelaskan materi dengan menggunakan metode pembelajaran yang masih berpusat pada guru yaitu dengan menjelaskan materi secara lisan sehingga siswa terlihat pasif. Rata-rata hasil ulangan siswa tentang bagian-bagian tumbuhan adalah 62,60, dari 23 siswa yang belum mencapai SKM sebanyak 10 siswa. Lingkungan alam sekitar merupakan sumber belajar yang faktual dan kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan, salah satunya adalah kebun sekolah. Keuntungan yang dapat diperoleh dari mempelajari lingkungan alam sekitar adalah kegiatan belajar lebih menarik dan tidak membosankan siswa, sehingga memotivasi belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah:1). Mendeskripsikan pembelajaran materi “bagian-bagian tumbuhan” dengan memanfaatkan kebun sekolah di SDN Karangrejo 02, 2).Mendeskripsikan pemanfaatan kebun sekolah dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi “bagian-bagian tumbuhan” di SDN Karangrejo 02, 3). Mendeskripsikan tanggapan guru terhadap pemanfaatan kebun sekolah dalam pembelajaran IPA kelas IV SDN Karangrejo 02, 4). Mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap pemanfaatan kebun sekolah dalam pembelajaran IPA kelas IV SDN Karangrejo 02. Rancangan penelitian yang digunakan adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari 2 siklus yang tiap siklusnya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Dalam penelitian ini subyeknya adalah siswa kelas IV SDN Karangrejo 02 yang berjumlah 23 siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: 1). Pembelajaran dengan menggunakan kebun sekolah dilakukan dengan cara siswa mengamati tumbuhan, mencacat hasil pengamatan, menggambar bentuk daun, dan mempresentasikan hasil pengamatannya sehingga siswa terlihat aktif dalam belajar, 2). Pemanfaatan kebun sekolah dapat meninggkatkan hasil belajar IPA, 3). Guru menanggapi positif adanya pemanfaatan kebun sekolah karena sebelum mengajar di kebun sekolah memerlukan persiapan yang matang, mengajar IPA di kebun sekolah sangat menyenangkan, memerlukan waktu yang lama dan tenaga yang ekstra serta dapat memotivasi siswa sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat, 4). Siswa memberi tanggapan yang positif terhadap pemanfaatan kebun sekolah dalam pembelajaran IPA. Siswa menyatakan senang terlibat aktif dan meningkatkan ketertarikannya untuk mempelajari bagian tumbuh-tumbuhan yang lain. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan: 1). Dalam pembelajaran IPA hendaknya guru dapat memanfaatkan kebun sekolah secara optimal, 2). Guru dapat mengembangkan kebun sekolah sebagai sumber belajar dan media benda konkrit untuk membelajarkan materi pokok IPA yang lainnya atau materi pokok dalam mata pelajaran yang lain.

Penerapan pembelajaran kooperatif tipe stad untuk meningkatkan penguasaankonsep penjumlahan tiga bilangan kelas III SD Negeri Kalipare III Kab. Malang tahun ajaran 2008/2009 / Aan Eko Cahyo Yunianto

 

Keberhasilan pembelajaran di sekolah salah satunya ditentukan oleh keberhasilan guru dalam memilih model pembelajaran. Pemilihan model dalam pembelajaran sangat menentukan bagaimana proses pembelajaran di dalam kelas. Model pembelajaran digunakan sesuai dengan kebutuhan siswa, karena setiap model pembelajaran mempunyai tujuan, prinsip dan penekanan yang berbeda. Untuk memilih model yang tepat diperlukan relevansinya dengan pencapaian tujuan pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif digunakan untuk mengembangkan interaksi multi arah dalam pembelajaran, yaitu: guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan siswa dengan guru, serta mengembangkan kemampuan interaksi sosial, saling menghormati dan ketergantungan positif antar siswa. Dalam pembelajaran kooperatif siswa akan belajar melalui teman, guru dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan konsep penjumlahan tiga bilangan di kelas III SD Negeri Kalipare III Kabupaten Malang melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Diperoleh data bahwa penguasaan konsep penjumlahan tiga bilangan siswa kelas III SD Negeri Kalipare III Kabupaten Malang masih rendah. Oleh sebab itu peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan penguasaan konsep penjumlahan tiga bilangan di kelas III SD Negeri Kalipare III Kabupaten Malang. Siswa akan belajar dalam kelompok kecil yang beranggotakan 4 s/d 6 siswa untuk memahami materi dan menyelesaikan tugas dari guru dengan bekerjasama dalam kelompok. Ada 5 tahapan dalam model pembelajaran koooperatif tipe STAD, yaitu: 1) tahap penyajian materi, 2) tahap kegiatan kelompok, 3) tahap tes individu, 4) tahap perhitungan skor individu dan kelompok dan 5) tahap penghargaan kelompok. Secara keseluruhan pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD di kelas III SD Negeri Kalipare III Kabupaten Malang berhasil diterapkan Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan penguasaan konsep penjumlahan tiga bilangan di kelas III SD Negeri Kalipare III kabupaten Malang. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan nilai yang diperoleh siswa selama PBM berlangsung. Pada awal pembelajaran nilai rata-rata kelas siswa mencapai 46,1( 46,1%). Setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD siklus 1 menjadi 51,53 dan meningkat menjadi 74,30 pada siklus ke 2. Guru tidak lagi mendominasi dalam pembelajaran, ini terlihat dengan tercapinya indikator keberhasilan pemecahan masalah dengan nilai 65,6% pada siklus 1 dengan kriteria cukup (C), pada siklus 2 meningkat menjadi 93,75% dengan kriteri sangat baik (A). Keberhasilan pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siklus 1 diperoleh nilai 60%, setelah dilakukan tindakan pada siklus 2 diperoleh nilai 85,2% . Pada penelitian ini juga didapat nilai kegiatan siswa dalam kelompok, pada siklus 1 dari 9 kelompok ada 2 kelompok yang berhasil dan mendapat skor 70,13 (kelompok 2 dan 7) dengan kriteria baik. Sedangkan 7 kelompok masih belum berhasil dengan kategori cukup. Setelah dilakukan tindakan pada siklus 2 diperoleh peningkatan kegiatan siswa dalam kelompok, kelompok 8 dengan kriteria baik dan sangat baik pada kelompok (1,2,3,4,5,6,7 dan 9). Selain itu dalam penelitian ini juga memerikan penghargaan kepada kelompok terbaik yaitu kelompok 1 sebagai kelompok super, kelompok 7 sebagai kelompok hebat, dan kelompok 5 mendapat penghargaan sebagai kelompok baik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berhasil diterapkan pada siswa kelas III SD Negeri Kalipare III Kabupaten Malang untuk meningkatkan penguasaan konsep penjumlahan tiga bilangan. Disarankan bagi peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan acuan dalam penelitian selanjutya, sehingga hasilnya dapat dijadikan pedoman dan pengembangan profesi dan meningkatkan prestasi belajar siswa.

Pemanfaatan media lingkungan sekitar sekolah untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi kelas IV SDN Resapombo 03 Kecamatan Doko Kabupaten Blitar / Siti Umayanah

 

ABSTRAK Umayanah, Siti. 2009. Pemanfaatan Media Lingkungan Sekitar Sekolah untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Kelas IV SDN Resapombo 03 kecamatan Doko kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar dan Pra sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn., (II) Dra. Harti Kartini, M.Pd. Kata kunci: lingkungan sekitar, menulis karangan deskripsi. Pembelajaran Bahasa Indonesia terdiri dari empat aspek keterampilan utama yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Pada Kurikulum Tingat Satuan Pendidikan (KTSP) salah satu materinya adalah menulis karangan deskripsi. Pembelajaran menulis karangan deskripsi mulai diajarkan di kelas IV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis karangan deskripsi dengan memanfaatkan media lingkungan sekitar sekolah siswa kelas IV SDN Resapombo 03 kecamatan Doko kabupaten Blitar pada tahap pra menulis, tahap menulis, dan tahap pasca menulis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan dengan durasi waktu 2 x 35 menit yang dilaksanakan dalam tahapan planning sampai dengan tahap refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 25 orang, terdiri atas 12 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Instrumen pengumpul data utama adalah peneliti dengan lembar observasi dan panduan wawancara untuk guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas IV SDN Resapombo 03 kecamatan Doko kabupaten Blitar mengalami peningkatan. Pada siklus I hasil yang diperoleh mencapai rata-rata 40% dan pada siklus II mengalami peningkatan dengan hasil rata-rata 92%. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian dengan hipotesis penelitian yaitu jika dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi memanfaatkan media lingkungan sekitar sekolah maka, dapat meningkatkan prestasi siswa SDN Resapombo 03 kecamatan Doko kabupaten Blitar dalam menulis karangan deskripsi. Berdasarkan hasil dan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan memanfaatan media lingkungan sekitar sekolah dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. (1) Untuk mempermudah pembelajaran menulis karangan deskripsi, disarankan kepada guru untuk memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah sebagai media pembelajaran. (2) Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat digunakan sebagai langkah awal untuk melanjutkan penelitian serupa.

Penerapan pembelajaran kontekstual pola PBMP (Pemberdayaan Berfikir Melalui Pertanyaan) untuk meningkatkan life skills siswa kelas X.1 SMAN I Pakong Pamekasan tahun ajaran 2008/2009 / Zahrah

 

ABSTRAK Zahrah. 2009. Pembelajaran Kontekstual Pola PBMP (Pemberdayaan Berfikir Melalui Pertanyaan) untuk Meningkatkan Life Skills Siswa Kelas X.1 SMA Negeri I Pakong Pamekasan Tahun Ajaran 2008/2009. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika. Jurusan Fisika. FMIPA. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Lia Yuliati, M.Pd, (II) Drs. Agus Suyudi, M.Pd. Kata kunci: kontekstual, PBMP, life skills. Berdasarkan hasil observasi di SMAN I Pakong Pamekasan, ditemukan bahwa ceramah merupakan metode yang paling sering digunakan guru dalam proses pembelajaran fisika. Selama kegiatan pembelajaran guru memvariasi pembelajaran dengan latihan soal dari LKS yang tersedia di sekolah dan memberi pekerjaan rumah. Penerapan pembelajaran tersebut mengakibatkan life skills siswa seperti menggali informasi, mengolah informasi, mengambil keputusan memecahkan masalah, komunikasi lisan, komunikasi tertulis, bekerja sama, identifikasi variabel, merumuskan hipotesis dan melakukan pengamatan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan life skills yang meliputi thinking skills, social skills dan academic skills siswa kelas X.1 SMAN I Pakong Pamekasan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 2 siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X.I SMAN I Pakong Pamekasan dengan jumlah 29 siswa, yang terdiri 20 orang laki-laki dan 9 orang perempuan. Pokok bahasan yang digunakan adalah Kinematika gerak lurus. Instrumen yang digunakan berupa catatan lapangan, rubrik tes life skills, dan lembar observasi. Instrumen pembelajaran meliputi RPP dan LKS sedangkan instrumen penelitian meliputi lembar observasi life skills dan format catatan lapangan Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan life skills siswa meningkat. Peningkatan life skills dari siklus I ke siklus II adalah pada aspek thinking skills mengalami peningkatan 78,9 % untuk kecakapan menggali informasi, 14,8 % untuk kecakapan mengolah informasi, 3,6 % untuk kecakapan mengambil keputusan, 42,8 % untuk kecakapan memecahkan masalah, pada aspek social skills mengalami peningkatan 4 % untuk kecakapan komunikasi lisan, 37 % untuk komunikasi tertulis, 10,7 % untuk kecakapan bekerja sama, pada aspek academic skills mengalami peningkatan 33,3 % untuk kecakapan mengidentifikasi variabel, 20 % untuk kecakapan merumuskan hipotesis dan 16,7 % untuk kecakapan melakukan pengamatan.

Strategi penyampaian isi pembelajaran ilmu pengetahuan sosial di taman muda (sekolah dasar) Ibu Pawiyatan Tamansiswa Yogyakarta

 

Hubungan antara minat dan bakat menggambar dengan prestasi belajar mata kuliah desain sketsa pada mahasiswa DIII Tata Busana Universitas Negeri Malang / Sari Anggraini

 

Minat dan bakat merupakan salah satu faktor yang memiliki hubungan dengan prestasi belajar. Untuk mengetahui hubungan antara minat dan bakat dengan prestasi belajar dilakukan dengan cara mengumpulkan data minat dan bakat melalui angket dan tes figural kemudian dihubungkan dengan data prestasi khususnya mata kuliah desain sketsa dengan menggunakan rumus statistik product moment dari Karl Pearson. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana hubungan antara minat dan bakat dengan prestasi mata kuliah desain sketsa pada mahasiswa DIII Tata Busana yang selanjutnya diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa dan referensi lembaga pendidikan dalam meningkatkan prestasi belajar. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa DIII Tata Busana angkatan tahun 05/06, 06/07, dan 07/08 di Universitas Negeri Malang jurusan, tanggal 17 Januari 2009 sampai dengan 2 April 2009. data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan uji deskriptif, uji normalitas, uji linieritas dan uji hipotesis dengan bantuan program statistik SPSS 13.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara minat dengan prestasi belajar dengan r hitung sebesar 0,387 dan terdapat hubungan antara bakat dengan prestasi belajar dengan r hitung sebesar 0,297 yang keduanya lebih besar dari r tabel 0,221. Uji deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa DIII Tata Busana di Universitas Negeri Malang memiliki minat yang tinggi terhadap hal yang berkaitan dengan menggambar namun tidak disertai bakat yang cukup akan tetapi prestasi yang dicapai dapat memuaskan. Sehingga dapat disimpulkan meskipun minat dan bakat memiliki hubungan dengan prestasi belajar namun terdapat faktor lain yang juga memiliki hubungan erat sehingga meskipun tidak berbakat prestasi yang diinginkan masih dapat tercapai. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap faktor-faktor lain diluar bakat dan minat yang memiliki hubungan atau pengaruh terhadap prestasi belajar sehingga dapat dimanfaatkan dalam usaha peningkatan prestasi belajar di dunia pendidikan. Selain itu diharapkan dapat memberi motivasi pada siswa untuk berusaha lebih keras karena minat dan bakat bukan satu-satunya faktor yang berhubungan dengan prestasi belajar.

Peningkatan kemampuan menyimak informasi siswa kelas X SMA Islam Malang dengan menggunakan strategi fighting questions / Rismada Azzahra

 

ABSTRAK Azzahra, Rizmada. 2008. Peningkatan Kemampuan menyimak Informasi Siswa Kelas X SMA Islam Malang dengan Menggunakan Strategi Fighting Questions. Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas negeri Malang. Pembimbing: Drs. H. Imam Machfudz, M.Pd. Kata Kunci: Strategi Fighting Questions, pembelajaran menyimak informasi Menyimak merupakan keterampilan dasar dan mempunyai peranan yang sangat penting sebagai penentu keberhasilan keterampilan-keterampilan berbahasa yang lain. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran menyimak yang menarik bagi siswa dan efektif dalam prosesnya, untuk memaksimalkan kemampuan siswa dalam keterampilan menyimak. Berdasarkan observasi dan hasil wawancara dengan guru bidang studi Bahasa Indonesia SMA Islam Malang, diperoleh informasi bahwa masih terdapat permasalahan dalam pembelajaran menyimak informasi untuk kelas X. permasalahan tersebut antara lain (1) siswa masih kesulitan untuk mengingat isi informasi yang disimak, (2) guru pamong melihat kejenuhan dalam diri siswa dalam menyimak materi simakan, (3) siswa cenderung pasif dalam kegiatan pembelajaran menyimak. Dari masalah-masalah tersebut, maka dibutuhkan strategi belajar yang mampu mengatasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran menyimak informasi kelas XD SMA Islam Malang melalui penerapan strategi Fighting Questions. Strategi FQ merupakan sebuah strategi yang dimaksudkan untuk pengembangan sistem pembelajaran menyimak agar tercapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Strategi Fighting Quetions berarti beradu pertanyaan-pertanyaan dengan subjek siswa sebagai peserta dan pertanyaan-pertanyaan yang didapat dari siaran yang diperdengarkan sebagai objeknya.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Sebelum pelaksanaan siklus I dan II dengan pemberian tindakan pada pembelajaran siswa, peneliti terlebih dahulu melaksanakan tahap pretes untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Pengambilan data penelitian dilaksanakan selama tanggal 19 Oktober 2008 sampai 13 November 2008. Data penelitian berupa motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Data ini diambil melalui wawancara peneliti dengan guru dan siswa dalam tiga tahap, yaitu pra tindakan, setelah pretes, setelah pelaksanaan siklus I, dan setelah pelaksanaan siklus II. Sedangkan data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes evaluasi pada tiap proses tahap pretes, siklus I, dan siklus II. Pada tahap pretes, pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode yang biasa diterapkan oleh guru pamong. Pada tahap ini didapatkan hasil nilai rata-rata 1,4 untuk kemampuan menuliskan kembali isi informasi yang disimak, 1,7 untuk kemampuan siswa menyimpulkan isi informasi yang disimak, dan 1,6 untuk kemampuan siswa dalam menanggapi isi informasi yang disimak. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam ketiga aspek tersebut masih kurang. Berdasarkan hasil dari kegiatan pretes tersebut, peneliti merancang kegiatan pembelajaran dengan pemberian tindakan pada siklus I. Pada stahap ini, i diterapkan strategi Fighting Questions sebagai solusi dari segala permasalahan yang ada pada kegiatan pretes. Pada siklus I didapatkan hasil nilai rata-rata 3,8 untuk kemampuan menuliskan kembali isi informasi yang disimak, 3,8 untuk kemampuan siswa menyimpulkan isi informasi yang disimak, dan 3,6 untuk kemampuan siswa dalam menanggapi isi informasi yang disimak. Dalam pembelajaran, ada penambahan penilaian pada siswa yaitu pada aspek membuat pertanyaan. Pada aspek ini siswa mendapat nilai rata-rata 3,5. Dari pelaksanaan siklus I, masih ada beberapa kekurangan yang perlu dibenahi, yaitu mengenai pengefesiensian waktu dan keadaan kelas yang kurang terkontrol. Oleh karena itu, peneliti membuat perencanaan pembelajaran siklus I dengan perbaikan-perbaikan untu mengatasi permasalahan siklus I. Siklus II ini sekaligus sebagai tahap postes untuk kegiatan pembelajaran siswa. Pada siklus II, didapatkan hasil nilai rata-rata 4 untuk kemampuan menuliskan kembali isi informasi yang disimak, 4 untuk kemampuan siswa menyimpulkan isi informasi yang disimak, dan 4,1 untuk kemampuan siswa dalam menanggapi isi informasi yang disimak.. Pada aspek ini siswa mendapat nilai rata-rata 3,7. Setelah pelaksnaan tahap postes, peneliti melakukan telaah hasil belajar siswa, dan didapatkan hasil untuk kemampuan menuliskan kembali isi informasi mengalami peningkatan rata-rata sebanyak 52%. Untuk keterampilan menyimpulkan isi informasi yang disimak, siswa mengalami peningkatan sebanyak 46%, dan untuk keterampilan menanggapi isi informasi yang disimak, siswa meengalami peningkatan sebanyak 50%. Dari pengolahan data secara keseluruhan, dengan memperhatikan peningkatan hasil belajar pada masing-masing siswa, maka strategi FQ ini terbukti dapat meningkatkan kemampuan menyimak informasi siswa kelas XD SMA Islam Malang.

Pemanfaatan cd interaktif untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Kebonagung II Malang / Didin khoirun Nikmah

 

Penelitian ini dilakukan di SDN Kebonagung II, Malang. Hasil observasi awal ditemukan bahwa pembelajaran IPA pokok materi perubahan kenampakan bumi dan langit di SDN Kebonagung II, Malang, guru masih menggunakan metode konvensional dan jarang menggunakan media. Hasil belajar siswa rata-rata masih tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil pratindakan yaitu 61,22. dan masih terdapat 23 siswa (56.09%) belum mencapai ketuntasan belajar individu yang ditetapkan yaitu 65. Berdasarkan hal tersebut maka dilaksanakan pembelajaran IPA dengan memanfaatkan CD interaktif melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan CD interaktif pada mata pelajaran IPA kelas IV SDN Kebonagung II, Malang, (2) mendeskripsikan penerapan CD interaktif dapat meningkatkan aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung, (3) mendeskripsikan penerapan CD interaktif dapat meningkatkan rasa senang siswa, (4) mendeskripsikan penerapan CD interaktif dapat meningkatkan hasil belajar siswa, (5) mendeskripsikan tanggapan guru dan siswa terhadap pemanfaatan CD interaktif pada mata pelajaran IPA kelas IV SDN Kebonagung II, malang. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Langkah penelitian tindakan kelas ini meliputi 2 siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Kebonagung II Malang sebanyak 41 siswa. Materi yang dibahas adalah perubahan kenampakan bumi dan langit. Instrumen yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, wawancara dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan CD interaktif dapat meningkatkan aktivitas siswa. Hal ini terbukti bahwa siswa menjadi lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu siswa juga merasa senang. Hal ini terbukti dari wajah mereka yang selalu berseri-seri, serta lebih semangat dalam mengikuti pelajaran. Selain itu CD interaktif juga terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat perolehan skor yang meningkat dari rata-rata sebelumnya yaitu 71,1 pada siklus I meningkat menjadi 85,6 pada siklus II dengan ketuntasan belajar kelas sebesar 95,12%. Guru dan siswa kelas IV SDN Kebonagung II Malang juga memberikan tanggapan yang positif terhadap pemanfaatan CD interaktif pada pembelajaran IPA. Guru menyatakan bahwa dengan menggunakan CD interaktif siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran serta hasil belajarnya lebih meningkat dari pada pembelajaran sebelumnya. Beberapa siswa juga menyatakan bahwa mereka merasa senang dalam mengikuti pelajaran dan lebih mudah menyerap materi yang diajarkan. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di Sekolah Dasar, guru dapat memanfaatkan media CD interaktif pada pembelajaran IPA dengan materi atau mata pelajaran yang lain. Selain itu penggunaan media CD interaktif dalam penelitian ini dapat digunakan pada penelitian-penelitian lain sebagai bahan bandingan sehingga dikemudian hari menjadi lebih baik.

Hubungan antara konsep diri dan kebiasaan belajar dengan prestasi belajar siswa kelas XI SMA Semen Gresik / Dini Andriani Putri

 

ABSTRAK Kata Kunci : Konsep Diri, Kebiasaan Belajar, Prestasi Belajar. Konsep diri adalah keyakinan, pandangan atau penilaian seseorang terhadap dirinya yang berkaitan dengan fisik, keaktifan diri, hubungan sosial dan kondisi psikologis seseorang siswa. Konsep diri menjadi penentu (determinant) yang paling penting dari respon indivindu terhadap lingkunganya, artinya bila konsep diri siswa positif perilaku belajar akan berpengaruh kearah positif.sebaliknya bila konsep diri siswa negatif dalam belajar maka perilaku belajarnya akan mewujudakan perilaku yang negatif. Perilaku belajar yang baik akan meningkatkan indeks prestasi belajarnya.Kebiasaan belajar adalah kegiatan belajar yang ditempuh sehari-hari di luar kegiatan belajar sekolah atau selama mengikuti proses belajar mengajar termasuk di dalamnya metode belajar yang digunakan, cara belajar, dan penggunaan waktu belajar untuk belajar, sebagaimana ditunjukkan skornya dalam angket kebiasaan belajar. Siswa yang mempunyai kebiasaan belajar baik akan memperoleh hasil belajar yang optimal dan sebaliknya kebiasaan belajarnya buruk akan memperoleh hasil belajar yang kurang optimalPenelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: 1) gambaran konsep diri siswa kelas XI SMA Semen Gresik, 2) gambaran kebiasaan belajar siswa kelas XI SMA Semen Gresik, 3) hubungan anatara konsep diri dan kebiasaan belajar dengan prestasi belajar.Penelitian ini termasuk penelitian diskriptif korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Semen Gresik. Pengambilan sampel total yaitu 56 responden teknik propotional random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket konsep diri dan angket kebiasaan belajar serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis diskriptif dan analisis regresi ganda.Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: bahwa konsep diri yang dimiliki siswa SMA Semen Gresik adalah cukup, disimpulkan bahwa kebiasaan belajar yang dimiliki siswa SMA Semen Gresik adalah baik, bahwa prestasi belajar yang dimiliki siswa SMA Semen Gresik adalah kurang, dan dapat disimpulkan bahwa konsep diri dan kebiasaan belajar mempunyai hubungan yang signifikan terhadap prestasi belajar

Hubungan antara motivasi kerja dan stres kerja dengan produktivitas kerja pada PT. Taland Utama Karisma Perkasa / Vivien Novariyanti

 

Bagian produksi pada perusahaan merupakan bagian yang menuntut keterampilan dan konsentrasi tinggi. Pada bagian ini tidak boleh terdapat kesalahan sedikitpun, karena bila terjadi kesalahan berarti produk yang dihasilkan rusak sehingga wajar tuntutan dari perusahaan yang demikian tentu saja rentan terhadap stres kerja. Pemenuhan kebutuhan tenaga kerja adalah faktor yang paling penting untuk menciptakan dorongan atau motivasi kerja terhadap tenaga kerja untuk bertindak melaksanakan pekerjaan dengan meningkatkan produktivitas kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui gambaran Motivasi Kerja. (2) Untuk mengetahui gambaran Stres Kerja. (3) Untuk mengetahui gambaran Produktivitas Kerja. (4) Untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan produktivitas kerja. (5) Untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dengan produktivitas kerja. (6) Untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dan stres kerja dengan produktivitas kerja PT. Taland Utama Karisma Perkasa. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif dan korelasional. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah karyawan yang bekerja di bagian Fabrication. Sedangkan yang dijadikan sampel adalah karyawan yang bekerja di PT. Taland Utama Karisma Perkasa diambil sebanyak 50 responden. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala psikologi. Tehnik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi regresi linier dan product moment. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Karyawan memiliki tingkat Motivasi Kerja sedang. (2) Karyawan memiliki tingkat Stres Kerja sedang dan rendah. (3) Karyawan memiliki tingkat Produktivitas Kerja tinggi. (4) Ada hubungan positif dan signifikan antara motivasi kerja dengan produktivitas kerja (5) Ada hubungan negatif antara stres kerja dengan produktivitas kerja (6) Ada hubungan positif antara motivasi dan stres kerja terhadap produktivitas kerja. Berdasarkan kesimpulan di atas,maka dapat disarankan sebagai berikut: (1) pada perusahaan hendaknya bisa memberikan motivasi yang tinggi kepada para karyawannya agar tercapainya produktivitas kerja yang tinggi.(2) Bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengadakan penelitian dengan topik yang sama diharapkan dapat menambah materi-materi dalam instrumen yang digunakan, sehingga data hasil penelitian dapat lebih akurat lagi. Kemudian hendaknya dilakukan uji metodolagi instrumen agar instrumen yang digunakan dapat lebih valid. (3) Diharapkan para pekerja agar lebih fokus pada pekerjaannya menjaga diri supaya tidak sampai stres.

Pengaruh profesionalisme dan kesiapan guru akuntansi terhadap penerapan KTSP 2006 di SMK (SMEA) Kota Malang / Riska Rahadhi

 

ABSTRAK Rahadhi, Riska. 2008. Pengaruh Profesionalisme dan Kesiapan Guru Akuntansi Terhadap Penerapan KTSP 2006 Di SMK (SMEA) Kota Malang Skripsi, Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Helianti Utami, S.E., M.Si., Ak (II) Sriyani Mentari, S.Pd., M.M Kata Kunci : Profesionalisme Guru, Kesiapan Guru, dan Penerapan KTSP. Untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yang tertuang dalam Undang- Undang Dasar 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa menuju masyarakat adil dan makmur baik secara material dan spiritual maka pendidikan mempunyai arti penting. Pendidikan berfungsi menjamin pertumbuhan, perkembangan, dan kehidupan suatu bangsa, terlebih lagi bangsa yang sedang berkembang seperti Indonesia. Sejalan dengan perubahan jaman dan tuntutan masyarakat maka perlu dilakukan perubahan yang cukup mendasar dalam sistem Pendidikan Nasional. Perubahan mendasar tersebut berkaitan dengan kurikulum, kompetensi guru, sarana dan prasarana pendidikan seperti halnya buku dan media pembelajaran. Berkaitan dengan perubahan kurikulum, pemerintah melihat perlunya diterapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum tersebut dapat membekali peserta didik dengan berbagai kemampuan yang sesuai dengan tuntutan zaman dan tuntutan reformasi yang dapat menyesuaikan dengan perubahan yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh profesionalisme guru dan kesiapan guru terhadap penerapan KTSP Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan populasi seluruh guru yang mengajar akuntansi di SMK (SMEA) Kota Malang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Hasil dari penelitian di uji terlebih dahulu validitas dan reliabilitasnya kemudian di analisis. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda yang sebelumnya telah diuji uji normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Profesionalisme guru tidak berpengaruh signifikan terhadap penerapan KTSP dengan nilai thitung (-0,689) < ttabel (2,045) dengan tingkat signifikansi 0,497> 0,05, (2) Kesiapan guru berpengaruh signifikan terhadap penerapan KTSP dengan nilai thitung (3,467)> ttabel (2,045) dengan tingkat signifikansi 0,002< 0,05, (3) Profesionalisme guru dan kesiapan guru berpengaruh siginfikan terhadap penerapan KTSP dengan nilai Fhitung (6,095)> dari Ftabel (3,25) dengan tingkat signifikansi 0,007< 0,05. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan: (1) peningkatan kualitas profesionalisme guru terus ditingkatkan. (2) untuk penelitian selanjutnya diharapkan meneliti variabel lain yang belum pernah diteliti atau dengan menggunakan instrumen lainnya.

Penerapan CTL untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Maguan I Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang pada pembelajaran IPA / Very Listyo Asmoro

 

ABSTRAK Asmoro, Very L. 2009. Penerapan CTL untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Maguan I kecamatan Ngajum kabupaten Malang pada Pembelajaran IPA Kompetensi Dasar Pencegahan Kerusakan Lingkungan. Program Studi SI PGSD Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Sa’dun Akbar, M.Pd. (II) Drs. Heru Agus Tri Wijaja, M.Pd. Kata Kunci : CTL, Aktivitas, Hasil Belajar Siswa, IPA Berdasarkan observasi di kelas IV SDN Maguan kecamatan Ngajum kabupaten Malang diketahui terdapat beberapa permasalahan pada pembelajaran IPA. Permasalahan tersebut antara lain, (1) guru mendominasi pelajaran, (2) siswa cenderung pasif dalam pembelajaran IPA, hal ini dikarenakan pembelajaran masih menggunakan cara tradisional. (3) nilai rata-rata kelas siswa pada hasil ulangan harian dan rapot masih kurang dari kriteria yang ditentukan yaitu 80%. Dari permasalahan tersebut yang paling utama adalah hasil belajar IPA yang kurang dari standar ketuntasan KTSP. Oleh karena itu pada penelitian ini dicoba untuk menangani rendahnya hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran IPA, melalui Penelitian Tindakan Kelas ( PTK). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: 1) mendeskripsikan aktivitas pembelajaran kontekstual pada pembelajaran IPA kelas IV SDN Maguan I kabupaten Malang, 2) untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa kelas IV SDN Maguan I melalui penerapan pembelajaran kontekstual, 3) untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SDN Maguan I melalui penerapan pembelajaran kontekstual. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari empat fase, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Maguan I kecamatan Ngajum kabupaten Malang yang terdiri dari 36 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Maguan I kecamatan Ngajum kabupaten Malang. Namun demikian nampaknya masih diperlukan upaya-upaya lebih lanjut dalam meningkatkan hasil belajar di sekolah tersebut. Dari hasil penelitian, dapat disarankan agar penggunaan model pembelajaran kontekstual dengan metode inkuiri pada mata pelajaran IPA perlu ditindaklanjuti oleh guru SDN Maguan I kecamatan Ngajum kabupaten Malang. Karena model pembelajaran CTL dengan metode inkuiri mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Penggunaan strategi survey, question, read, record, recite, dan review(SQ4R) untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SD Al-Irsyad Kota Batu / Moh. Faishal

 

ABSTRAK Faishal, M. 2009. Penggunaan Strategi Survey, Question, Read, Record, Recite, dan Review (SQ4R) untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V SD Al-Irsyad, Kota Batu. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: (I) Dr. Muhana Gipayana, M.Pd, (II) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: Strategi SQ4R, Membaca Pemahaman Pembelajaran membaca di Sekolah Dasar merupakan dasar atau landasan untuk tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Keefektifan pembelajaran membaca ditentukan oleh implikasi membaca sebagai proses mengembangkan keterampilan memahami isi bacaan. Berdasarkan hasil orientasi di lokasi penelitian, ditemukan beberapa masalah dalam pembelajaran membaca, yaitu (1) rendahnya minat siswa terhadap pembelajaran membaca bertema ilmu pengetahuan, (2) siswa masih kurang tepat menjawab sebagian pertanyaan yang berhubungan dengan isi bacaan, dan (3) siswa kesulitan menyimpulkan isi bacaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) rencana pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa melalui strategi SQ4R; (2) pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa melalui strategi SQ4R; (3) peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa dengan menggunakan strategi SQ4R. Rancangan penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas, yang terdiri dari dua siklus. Siklus pertama meliputi penemuan masalah umum, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Siklus kedua berisi perbaikan masalah umum penelitian dengan perencanaan yang lebih terfokus. Instrumen penelitian berupa (1) pedoman observasi, (2) dokumentasi, dan (3) wawancara. Sumber data penelitian ini adalah guru bidang studi bahasa Indonesia dan siswa kelas V SD Al-Irsyad, Kota Batu yang berjumlah 23 siswa. Hasil penelitian siklus pertama menemukan bahwa tingkat penguasaan membaca pemahaman rata-rata 66,5 %, meningkat 6,3 % dari hasil pretes. Siswa yang tuntas dalam belajar 16 siswa atau 69,5 %. Sebanyak 7 siswa atau 30,4 % yang belum menunjukkan ketuntasan. Siklus kedua menunjukkan bahwa strategi SQ4R dapat meningkatkan pemahaman bacaan dalam hal menjawab pertanyaan (question), membuat ide pokok (record), dan menceritakan kembali teks bacaan dengan kata-kata sendiri (recite). Penguasaan membaca pemahaman rata-rata menjadi 83,5 %, meningkat 17 %. Ketuntasan individu menjadi 22 siswa atau 95,6 % meningkat 26 % dari siklus pertama. Tingkat pemahaman siswa menunjukkan perkembangan yang semula berada pada tingkat baca frustasi menjadi tingkat baca instruksional. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa tercapai dan membuktikan strategi SQ4R dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SD Al-Irsyad. Saran penelitian ini antara lain strategi SQ4R hendaknya digunakan dalam proses belajar memahami suatu bacaan. Disarankan untuk melakukan penelitian-penelitian yang berkaitan dengan peningkatan minat terhadap bacaan nonfiksi dengan strategi lain.

Perbedaan hasil belajar siswa kelas 1 antara input TK dan non TK di SDN Bataan 03 Kabupaten Bondowoso / Desi Suryasetianingsih

 

Sekolah Dasar sebagai pendidikan formal sebagai sarana bagi masyarakat dalam memperoleh pembelajaran. Keleluasaan SD ini kadang dalam masyarakat yang awam disalahgunakan dengan memasukkan anak-anaknya yang masih kurang umur dan tanpa pendidikan TK untuk memasuki sekolah SD. Akibatnya anak kurang siap ketika masuk SD. Pada kenyataanya latar belakang siswa mempengaruhi hasil belajarnya. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan bagaimana nilai hasil belajar siswa kelas 1 SDN Bataan 03 Kabupaten Bondowoso tahun pelajaran 2008/2009 semester 1 yang dari TK , (2) mendeskripsikan bagaimana nilai hasil belajar siswa kelas 1 SDN Bataan 03 Kabupaten Bondowoso tahun pelajaran 2008/2009 semester 1 Non TK, dan (3) mendeskripsikan adakah perbedaan nilai hasil belajar siswa kelas 1 semester 1 baik yang dari TK dan Non TK. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan merupakan jenis penelitian komparasi. Subjek penelitian ini siswa kelas 1 SDN Bataan 03 Kabupaten Bondowoso tahun pelajaran 2008/2009 dengan jumlah siswa sebanyak 27 siswa dengan rincian 17 siswa yang lulusan dari TK dan 10 siswa non TK. Instrumen penelitian yang digunakan adalah teknik dokumentasi dengan mengambil nilai rapor siswa kelas 1 semester 1 SDN Bataan 03 Kabupaten Bondowoso tahun pelajaran 2008/2009. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan nilai hasil belajar siswa kelas 1 SD yang dari TK sebesar 6.6 dan yang tanpa TK sebesar 6. Untuk membuktikan perbedaan hasil belajar siswa kelas 1 SD, data yang dianalisis dengan menggunakan uji-t, tetapi sebelumnya melakukan uji homogenitas varian. Setelah tahap-tahap yang harus dilalui diketahui Fo= 10.6 yang apabila dikonsultasikan dengan tabel F 5% hasilnya signifikan sehingga populasinya cukup homogen. Diteruskan dengan perhitungan uji-t, diperoleh t= 2.86 dengan menggunakan derajat kebebasan 25 dan taraf 0.05, t = 2.86 > 2.06 untuk t tabel. Sehingga t observasi lebih besar dari t tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian ini diterima artinya terdapat perbedaan hasil belajar siswa kelas 1 yang input dari TK dan non TK. Oleh karena itu, disarankan kepada orang tua hendaknya anak disekolahkan di TK terlebih dahulu sebelum ke SD agar anak lebih siap dalam menerima pelajaran di SD.Selain orang tua disarankan juga kepada guru hendaknya memberikan perhatian yang berbeda selama proses pembelajaran di kelas karena siswanya mempunyai latar belakang pendidikan dan kemampuan yang berbeda. Dan bagi peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan kajian untuk mengadakan penelitian lebih lanjut, dengan mengangkat permasalahan layanan belajar di kelas 1 SD antara anak yang berasal dari input TK dan non TK.

Penerapan media diorama untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Klangrong I / Samsul Arifin

 

Berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru dan siswa kelas IV, diketahui terdapat beberapa permasalahan pada pembelajaran IPA di kelas tersebut, antara lain yaitu: (1) kegiatan pembelajaran pada umumnya dilakukan dengan ceramah, (2) guru tidak menggunakan media pembelajaran, (3) motivasi belajar siswa rendah. Dari semua permasalahan tersebut mengakibatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV kurang optimal yaitu 60,65. Padahal kriteria ketuntasan minimalnya adalah 65. Oleh karena itu, pada penelitian ini dicoba untuk menangani kurang optimalnya hasil belajar IPA kompetensi dasar “mendeskripsikan daur hidup kupu-kupu dan nyamuk” dengan menerapkan media diorama, melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kompetensi dasar “mendeskripsikan daur hidup kupu-kupu dan nyamuk” dengan menerapkan media diorama. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan Taggart yang terdiri atas empat fase, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan media diorama (diorama daur hidup hewan) dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Klangrong I Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan. Hal ini terbukti dari data yang memaparkan hasil belajar pada siswa meningkat dari pra tindakan ke siklus I yaitu dari 60,65 menjadi 68,48 dan dari siklus I ke siklus II yaitu dari 68,48 menjadi 81,3. Semua siswa telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan penerapan media diorama (diorama daur hidup hewan) di kelas IV SDN Klangrong I Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan pada siklus I berjalan dengan baik meskipun ada beberapa kendala. Namun, hal itu dapat diperbaiki pada siklus II. Tanggapan yang diberikan oleh guru dan siswa tentang penerapan media diorama daur hidup hewan juga cukup baik. Adapun saran yang diberikan antara lain yaitu: (1) guru bisa menerapkan media diorama (diorama daur hidup hewan) dalam pembelajaran IPA di kelas IV, (2) selain dengan penerapan media diorama, guru perlu menerapkan media pembelajaran lain sehingga hasil belajar siswa kelas IV dapat lebih ditingkatkan lagi, (3) penerapan media diorama dalam pembelajaran pada penelitian ini dapat digunakan oleh peneliti-peneliti lain.

Penggunaan metode speed reading untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat siswa kelas V pelajaran bahasa Indonesia SDN Sumbersari 1 Lowokwaru Malang / Fifin Nurhayati

 

ABSTRAK Nurhayati, Fifin. 2009. Penggunaan Metode Speed Reading untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Cepat Siswa Kelas V Pelajaran Bahasa Indonesia SDN Sumbersari 1 Lowokwaru Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Muhana Gipayana, M.Pd (2) Dra. Harti Kartini, M.Pd. Kata kunci: Speed Reading, Membaca Cepat, Sekolah Dasar Pesatnya perkembangan informasi menuntut setiap orang untuk berpacu dengan ledakan informasi di abad ini. Pembaca dituntut memiliki keterampilan membaca yang memadai. Dengan demikian, diperlukan sebuah keterampilan membaca cepat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penggunaan metode Speed Reading dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas V SDN Sumbersari 1 Lowokwaru Malang, (2) mendeskripsikan perkembangan kemampuan membaca cepat siswa kelas V SDN Sumbersari 1 Lowokwaru Malang yang belajar menggunakan metode Speed Reading, dan (3) mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca siswa kelas V SDN Sumbersari 1 Lowokwaru Malang dengan penggunaan metode Speed Reading. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V di SDN Sumbersari 1 Lowokwaru Malang yang berjumlah 28 siswa. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes, lembar observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan proses analisis data penelitian ini berpedoman pada langkah-langkah analisis data penelitian kualitatif, yang terdiri dari tiga alur kegiatan yang dilakukan secara bersamaan yaitu: (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa kemampuan membaca cepat siswa melalui metode Speed Reading pada siswa kelas V SDN Sumbersari 1 Lowokwaru Malang mengalami peningkatan. Hal ini dapat diketahui dari kecepatan membaca efektif siswa mulai dari pra tindakan rata-rata sebesar 70 kpm, siklus I sebesar 107 kpm, dan siklus II 138 kpm. Kemampuan membaca memindai dan aktivitas kelompok mengalami peningkatan dari siklus I rata-rata 82,86 dan siklus II rata-rata 84,82. Aktivitas siswa saat membaca mengalami peningkatan dari pra siklus 7 siswa menggerakkan bibir, 8 siswa menunjuk kata dengan jari, dan 10 siswa yang cara duduknya belum baik, siklus I yaitu 3 siswa menggerakkan bibir, 2 siswa menunjuk kata dengan jari, dan 5 siswa yang cara duduknya belum baik dan pada siklus II hanya 2 siswa yang cara duduknya belum baik. Berdasarkan penelitian ini disarankan kepada guru dalam pembelajaran metode Speed Reading menggunakan jam digital agar siswa dapat dengan mudah dan teliti menghitung kecepatan membaca secara berpasangan, sedangkan untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti aspek lain, seperti penggunaan metode Speed Reading dapat meningkatkan kecepatan mengerjakan soal ulangan dan pengaruh kecepatan membaca dapat meningkatkan keterampilan berbicara.

Peningkatan hasil belajar pendidikan kewarganegaraan melalui pemberian penguatan pada kelas V SDN Klenang Kidul Kidul 1 Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo / Hestty Wilujeng

 

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan implementasi pemberian penguatan pada pembelajaran PKn pada kelas V SDN Klenang kidul 1; (2) mendeskripsikan penguatan yang dapat meningkatkan hasil belajar PKn. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Langkah PTK ini meliputi 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Empat tahap tersebut merupakan langkah berurutan dalam satu siklus dan berhubungan dengan siklus berikutnya. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Klenang Kidul 1 Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo yang berjumlah 20 anak. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi, wawancara, dan tes. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan yang diberikan kepada siswa berupa penguatan verbal, penguatan dengan sentuhan, penguatan simbol, penguatan dengan mendekati siswa. Pemberian penguatan teresbut dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Klenang Kidul 1 Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Hal ini dilihat dari perolehan rata-rata tes prosentase yang meningkat, dari siklus I rata-rata individu 12 siswa mencapai diatas rata-rata 80%. Siswa yang lain sebanyak 8 orang kurang memenuhi nilai rata-rata 80%. Prosentase ketuntasan belajar yaitu (80,00%). Pada siklus 2 rata-rata siswa meningkat, sebanyak 20 siswa telah mencapai ketuntasan belajar. Prosentase rata-rata siswa mencapai diatas nilai ketuntasan belajar. Pada siklus II sudah mencapai ketuntasan belajar yaitu di atas (80%), sehingga siklus dihentikan. Dampak pemberian penguatan pada pembelajaran juga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V SDN Klenang Kidul 1 Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Hal ini ditunjukkan dari hasil observasi tentang keantusiasan siswa saat melakukan tanya jawab, dan wawancara dengan siswa yang menjawab sikap senang. Selain itu, dari hasil observasi motivasi siswa juga mengalami peningkatan, dan siswa juga bersemangat dalam belajar. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian penguatan dapat meningkatkan prestasi, aktivitas dan motivasi belajar siswa kelas V SDN Klenang kidul I Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Saran yang diberikan peneliti adalah: (1) guru hendaknya lebih memperhatikan semua siswa yang perlu adanya pemberian penguatan sehingga siswa tidak iri dan kecewa; (2) sekolah hendaknya memberikan kebebasan kepada guru untuk memberikan variasi penggunaan penguatan kepada siswa.

Pembuatan PC router berbasis mikrotik pada SMA Negeri 1 Pasuruan / Muhammad Sokheh

 

Internet merupakan salah satu sarana akses jaringan skala internasional, tanpa ada batasan waktu dan wilayah yang sudah berkembang di segala bidang antara lain bidang pendidikan. Peredaran situs porno pun juga semakin berkembang, hal ini berdampak negatif jika siswa mengakses situs porno tersebut, maka diperlukan suatu sistem yang dapat membatasi akses porno baik browsing maupun searching. Disamping itu untuk menjaga konektivitas dan mengoptimalkan internet speedy dan jardiknas di laboratorium komputer SMA Negeri 1 Pasuruan diperlukan suatu sistem fail over yang dapat membackup koneksi internet jika salah satu provider internet terputus dan manajemen bandwidth agar bandwidth yang diterima setiap client sama rata. Upaya untuk menanggulangi permasalahan di atas adalah merancang PC Router berbasis mikrotik yang dapat membatasi akses situs porno, melakukan backup koneksi internet jika salah satu koneksi terputus dan membagi bandwidth secara merata. PC Router berbasis mikrotik merupakan alternatif untuk menekan biaya pembelian router pabrikan seperti Cisco, Juniper dan BayNetwork yang harganya masih mahal. Digunakannya mikrotik sebagai sistem operasi karena lisensinya murah, tidak membutuhkan spesifikasi hardware yang besar, instalasi tidak rumit dan administrasinya mudah, bisa diakses melalui console, Webbox (web browser) dan Winbox (windows application). Pada perancangan PC router berbasis mikrotik ini diawali instalasi mikrotik, dilanjutkan konfigurasi IP address, teknik fail over dengan opsi speedy sebagai koneksi utama dan jardiknas sebagai cadangan, konfigurasi bandwidth management menggunakan tipe PCQ (Peer Connection Queue) sehingga bandwidth speedy sebesar 320 kbps dan jardiknas sebesar 224 kbps dibagi secara merata setiap client dari 20 client yang aktif, kemudian mengkonfigurasi mikrotik sebagai pusat filterisasi situs porno dengan cara memasukkan alamat situs dan keyword yang mengandung unsur pornografi/pornoaksi pada web proxy access list. Dari hasil pengujian PC router berbasis mikrotik secara keseluruhan diperoleh hasil bahwa piranti sesuai dengan rancangan, yaitu: (1) Melakukan backup koneksi dari speedy ke jardiknas jika speedy terputus (2) Membagi bandwidth internet secara merata sesuai dengan jumlah client yang sedang aktif, dan (3) Membatasi akses situs porno berdasarkan daftar blacklist situs porno. Kesimpulan yang dapat diambil dari perancangan dan hasil pengujian adalah sebagai berikut: (1) PC Router melakukan backup koneksi dari speedy ke jardiknas jika koneksi speedy terputus dan secara terus menerus melakukan checking koneksi speedy, jika koneksi speedy dapat dilalui maka koneksi jardiknas dicadangkan dan digunakan kembali jika koneksi speedy terputus, (2) Sistem manajemen bandwidth tipe PCQ (Peer Connection Queue) membagi bandwidth internet sama rata sesuai dengan jumlah client yang aktif, bandwidth speedy sebesar 320 kpbs dibagi 20 client sehingga setiap client mendapatkan bandwidth rata-rata 16 kbps dan bandwidth jardiknas sebesar 224 kbps dibagi 20 client sehingga setiap client mendapatkan bandwidth rata-rata 11 kbps, dan (3) Sistem filterisasi situs porno membatasi pencarian informasi baik menggunakan alamat situs maupun keyword yang terdaftar di blacklist web proxy sehingga jika siswa mengakses situs porno muncul keterangan access denied. Dengan melihat hasil yang dicapai, untuk pengembangan lebih lanjut disarankan: (1) Memperbarui daftar filterisasi alamat situs dan keyword seiring dengan perkembangan dari situs porno tersebut, (2) Perlu dilakukan upgrade mikrotik ke versi yang terbaru agar mendapatkan penyempurnaan sistem dan stabilitas dari PC Router

Pengembangan bahan ajar berbasis masalah untuk siswa kelas VIII SMP/MTs / Yunika Rizki Budiarta

 

Salah satu masalah yang dihadapi dalam dunia pendidikan adalah lemahnya proses pendidikan, dimana siswa kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Untuk itu dibutuhkan metode pembelajaran seperti Pembelajaran Berbasis masalah yang dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa. Selain metode belajar, kedudukan media berupa bahan ajar dalam proses pembelajaran merupakan bagian yang integral. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Kegiatan pengembangan yang dilakukan bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar untuk SMP/MTs pada materi garis singgung lingkaran berupa buku siswa dan rencana pelaksanaan pembelajran (RPP). Materi garis singgung lingkaran merupakan salah satu bahan kajian siswa SMP/MTs kelas VIII semester II. Pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam penulisan bahan ajar ini merupakan pembelajaran berbasis masalah. Format buku siswa yang dikembangkan yaitu: halaman muka, uji kesiapan, kegiatan belajar, dan uji kompetensi. Selain itu modul pembelajaran yang dikembangkan juga dilengkapi dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Bahan ajar matematika yang dikembangkan telah melaui tahap validasi oleh subyek ahli, yang melibatkan tiga orang dosen matematika Universitas Negeri Malang dan tiga orang guru bidang studi matematika Sekolah Menengah Pertama. Hasil validasi pengembangan untuk aspek isi buku siswa memperoleh rata-rata persentase penilaian 80, 63%, aspek penyajian buku siswa memperoleh rata-rata persentase penilaian 95% dan aspek bahasa dalam buku siswa memporoleh rata-rata persentase penilaian 72,5%. Hal ini menunjukkan bahwa buku siswa yang dikembangkan valid. Uji coba dilakukan kepada enam siswa dengan cara membagikan angket respon pada siswa dan wawancara. Hasil dari angket dan wawancara menunjukkan respon positif siswa terhadap buku siswa. Adapun beberapa saran yang dapat dikemukakan yaitu: diharapkan guru bidang studi matematika khususnya guru bidang studi matematika kelas VIII untuk mengujicobakan bahan ajar ini kepada siswa. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan keefektifan penerapan bahan ajar di kelas, selain itu produk pengembangan bahan ajar ini dapat dijadikan sebagai salah satu masukan dalam pengembangan bahan ajat yang mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk materi yang lain.

Penggunaan media gambar seri untuk meningkatkan aktivitas, motivasi belajar, dan pemahaman teks cerita anak pada siswa kelas V SDN Kebonagung 2 Malang / Norma Farida Ariani

 

Hasil observasi dan wawancara pada guru kelas V di SDN Kebonagung 2 Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang siswa kurang mampu memahami tesk cerita yang disampaikan. Siswa merasa kesulitan dalam mengidengtifikasi unsur-unsur intrinsik dalam cerita, seperti: tema cerita, tokoh cerita beserta karakternya, setting cerita, alur cerita, dan amanat cerita. Hal ini dikarenakan Dalam proses belajar mengajar guru masih sangat jarang menggunakan media, khususnya media gambar seri untuk pembelajaran teks cerita anak, guru menjadi sumber belajar tunggal. Berdasarkan fakta tersebut peneliti mengadakan penelitian dengan tujuan: mendeskripsikan penggunaan media gambarseri, mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa, mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar siswa, dan mendiskripsikan peningkatan pemahaman teks cerita anak siswa kelas V melalui media gambar seri pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SDN Kebonagung 2 Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) model kolaboratif, yaitu kerjasama antara peneliti dengan guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar seri yang dikolaborasikan dengan metode pembelajaran diskusi kelompok mampu meningkatkan aktivitas, motivasi belajar, dan pemahaman tesk cerita anak siswa kelas V SDN Kebonagung 2. Peningkatan rata-rata aktivitas belajar siswa dari siklus – 1 ke siklus – 2 sebesar 19,1%, peningkatan rata-rata motivasi belajar siswa dari siklus – 1 ke siklus – 2 sebesar 13,9%, peningkatan prosentase ketuntasan belajar kelas yang menunjukkan tingkat pemahaman siswa terhadap teks cerita anak dari siklus – 1 ke siklus – 2 sebesar 28,2%. Dari penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa penggunaan media gambar seri dapat meningkatkan aktivitas, motivasi belajar, dam pemahaman teks cerita anak siswa kelas V di SDN Kebonagung 2 Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Melalui media gambar seri siswa lebih menikmati kegiatan pembelajaran. Saran kepada guru-guru hendaknya memilih dan memilah media pembelajaran yang sesuai dan efektif dalam penyampaian materi pelajaran Bahasa Indonesia. Khususnya untuk materi tesk cerita anak hendaknya menggunakan media gambar seri karena media gambar seri telah terbukti keefektifannya dalam memediai materi teks cerita anak.

Meningkatkan kemampuan menulis dan mengekspresikan puisi dengan pembelajaran terpadu model terhubung (connected) pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas V SDN talok 03 Turen Malang / Ise Dwi Erliningsih

 

ABSTRAK Erliningsih, Ise Dwi. 2009. Meningkatkan Kemampuan Menulis dan Mengekspresikan Puisi dengan Pembelajaran Terpadu Model Terhubung (Connected) pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V SDN Talok 03 Turen Malang. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Universitas Negeri Malang (UM). Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Moch. Sochib, M.Pd, (II) Dra. Hj. Winihasih, M.Pd. Kata kunci: Menulis, Mengekspresikan, Puisi, Pembelajaran Terpadu Model Terhubung. Pada hakikatnya tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah adalah untuk mengembangkan keterampilan berbahasa baik secara lisan maupun tertulis. Keterampilan berbahasa yang dimaksud yakni: (1) keterampilan menyimak (listening); (2) keterampilan berbicara (speaking); (3) keterampilan membaca (reading); (4) keterampilan menulis (writing). Menurut Nida (dalam Tarigan, 1993). Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang perlu mendapat perhatian yang serius, baik keterampilan dasar menulis maupun menulis tingkat lanjut. Salah satu bentuk dan produk bahasa tulis yang akrab dengan siswa adalah menulis puisi. Menulis puisi adalah kegiatan yang mempunyai langkah-langkah tertentu dalam kegiatan belajar mengajar. Penulis puisi juga harus punya modal agar apa yang disampaikan mendapat hasil yang baik dan maksimal. Untuk menyatakan atau menilai bahwa seseorang telah berhasil membuat puisi dengan baik ialah bahwa apa yang disampaikan dalam tulisannya dapat dirasakan oleh pembaca dan menarik pembaca dalam alur puisi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan pembelajaran terpadu model terhubung untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam menulis dan mengekspresikan puisi pada siswa kelas V SDN Talok 03 Turen Malang; (2) Mendeskripsikan bagaimana metode pembelajaran terpadu model terhubung mampu meningkatkan kemampuan siswa kelas V SDN Talok 03 Turen Malang dalam menulis puisi; (3)Mendeskripsikan bagaimana pembelajaran terpadu model terhubung mampu untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas V SDN Talok 03 Turen Malang mengeskpresikan sebuah puisi. Penelitian yang dilaksanakan ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dengan menggunakan pembelajaran terpadu model terhungung. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari 1x pertemuan yaitu 4 jampel x 35 menit. Siklus I dilaksanakan pada tanggal 21 Pebruari 2009 sedangkan siklus II dilaksanakan pada tanggal 23 Pebruari 2009. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Talok 03 Turen Malang semester genap tahun ajaran 2008/2009. Jumlah siswa sebanyak 28 siswa, 16 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Data penelitian berupa peningkatan interaksi dan aktivitas siswa, peningkatan kemampuan menulis puisi serta peningkatan kemampuan mengekspresikan puisi. Interaksi dan aktivitas siswa diamati berdasarkan lima aspek yaitu (1) keaktifan siswa dalam bertanya; (2) keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan: (3) keantusiasan siswa dalam mengikuti pelajaran; (4) partisipasi siswa dalam kegiatan menulis puisi; dan (5) prilaku siswa di kelas. Kemampuan menulis puisi di ukur dari struktur batin dan struktur fisik (1) tema; (2) pesan/ amanat; (3) diksi; (4) rima/persajakan; (5) majas; (6) citraan; dan (7) tipografi. Kemampuan mengekspresikan puisi di ukur dari aspek (1) pemahaman; (2) intonasi; dan (3) ekspresi. Hasil penelitian menunjukkan data interaksi dan aktivitas siswa mengalami peningkatan dari pra tindakan ke siklus I mengalami peningkatan nilai yaitu 13.06 dan siklus I ke siklus II mengalami peningkatan nilai yaitu 9.76. Kemampuan menulis puisi mengalami peningkatan dari pra tindakan ke siklus I mengalami peningkatan sebesar 28%. Sedangkan dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 32% dan dari pra tindakan ke siklus II mengalami peningkatan 60%. Kemampuan mengekspresikan puisi mengalami peningkatan dari siklus I dengan prosentase 57% dan siklus II dengan prosentase 100% berarti mengalami peningkatan sebesar 43%. Hasil analisis data tersebut menunjukkan bahwa pembelajarn terpadu model terhubung (connected) dapat meningkatan interaksi dan aktivitas belajar siswa, kemampuan menulis puisi serta mengekspresikan puisi. Berdasarkan kesimpulan di atas dapat dikatakan bahwa pembelajaran terpadu model terhubung (connected) terbukti dapat meningkatkan kemampuan menulis dan mengekspresikan puisi pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas V SDN Talok 03 Turen Malang. Untuk itu diharapkan guru dan sekolah lebih termotivasi dan lebih bersemangat dalam memberikan pengajaran yang bermutu, bervariasi, dan berinovasi sebagai sumber untuk meningkatkan pendidikan.

Strategi penyampaian isi pembelajaran pendidikan jasmani SD di Tomohon / A. Makal Lengkong

 

Pengaruh faktor psikologis terhadap keputusan pembelian produk kendaraan bermotor (studi pada dealer resmi Honda Kembang Jawa Motor Trenggalek) Kris Wahyu Styawan

 

Pemasaran merupakan kegiatan yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan perusahaan, karena pemasaran berhubungan langsung dengan konsumen. Pada dasarnya pengambilan keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen tidak hanya dipengaruhi oleh stimulus atau rangsangan dalam bentuk Marketing mix saja tetapi juga dipengaruhi oleh faktor budaya dan faktor psikologis. Apabila suatu kebutuhan tidak terpuaskan, maka akan mendorong tindakan-tindakan dan aktivitan individu untuk merespon rangsangan dari luar untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Pencapaian kebutuhan tersebut akan menjadikan individu merasa puas. Keyakinan akan didapatkannya citra diri yang diinginkan dengan menggunakan suatu produk dan kepuasan yang didapatkan setelah penggunaan suatu produk akan direkomendasikan kepada keluarga selanjutnya. Maka, dalam hal ini peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh faktor psikologis terhadap keputusan pembelian produk kendaraan bermotor (studi pada Dealer Resmi Honda Kembang Jawa Motor Trenggalek). Penelitian ini merupakan deskriptif korelasional dengan pendekatan suvei, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor psikologis motivasi (X1), persepsi (X2), pembelajaran (X3), Sikap dan keyakinan (X4) terhadap keputusan pembelian baik secar parsial (sendiri-sendiri) atau simultan (bersama). Adapun populasi dalam penelitian ini adalah jumlah pembeli kendaraan bermotor rata-rata tiap bulan yaitu 95 kendaraan, sedangkan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling. Analisis data dengan menggunakan analisis regresi linier berganda, simultan, serta melihat faktor yang paling dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Ada pengaruh signifikan antara motivasi terhadap keputusan pembelian.(2) ada pengaruh signifikan antara persepsi terhadap keputusan pembelian (3) ada pengaruh signifikan antara pembelajaran terhadap keputusan pembelian (4) ada pengaruh signifikan antara sikap dan keyakinan terhadap keputusan pembelian (5) ada pengaruh motivasi, persepsi, pembelajaran, sikap dan keyakinan secara simultan terhadap keputusan pembelian (6) Pembelajaran merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap keputusan pembelian kendaran bermotor di Dealer Resmi Honda Kembang Jawa Motor Trenggalek. Berdasarkan penelitian ini saran yang dapat diberikan sehubungan dengan kesimpulan di atas adalah (1) produsen diharapkan benar-benar memperhatikan kualitas produknya, model/desain dan model atau sistem promosi (periklanan) sepeda motor Honda yang dipasarkan. Misalnya dengan mengeluarkan model desain produk dengan tampilan yang baru dan berbeda dari produk-produk yang ada yang lebih handal dan ramah lingkungan.(2) perusahaan seharusnya lebih memperhatikan sisi psikologis konsumen, karena telah terbukti faktor psikologis yang terdiri dari motivasi, persepsi, pembelajaran, sikap dan keyakinan berpengaruh terhadap keputusan pembelian kendaran bermotor. (3) Dengan adanya motivasi masyarakat yang kuat terhadap penggunaan produk Honda, hendaknya produsen menggalakkan program-program yang dapat meningkatkan motivasi masyarakat dalam membeli kendaraan bermotor merek Honda, misalnya dengan melakukan lebih sering program servis gratis bagi pengguna sepeda motor merek Honda.

Penerapan manajemen kurikulum di sekolah alam: studi kasus di MTs Surya Buana Malang / Eka Sri Wahyuni

 

ABSTRAK Wahyuni, Sri Eka. 2009. Penerapan manajemen kurikulum di Sekolah Alam:Studi kasus di MTs Surya Buana Malang. Skripsi. Program Studi Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd. (2) Dr. H. Ali Imron, M.Pd. M.Si. kata kunci: manajemen kurikulum, sekolah alam, madrasah tsanawiyah, Kurikulum merupakan bagian penting dari lembaga pedidikan atau sekolah, karena kurikulum merupakan sejumlah program pedidikan yang disajikan kepada peserta didik dalam waktu pada masing-masing jenjang pendidikan, yang keberhasilannya banyak ditetukan oleh penerapanya di sekolah atau lembaga pendidikan terkait. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi yang jelas tentang pengelolahan manajemen kurikulum, yaitu bagaimana perencanaan kurikulum, pelaksanaan kurikulum, evaluasi kurikulum dan faktor-faktor pendukung dari pelaksanaan manajeme kurikulum di sekolah Alam MTs Surya Buana Malang. Penelitia ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan tiga cara yaitu, (1) wawancara mendalam, (2) observasi berperan serta, (3) dokumentasi. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif, dengan alur (a) reduksi data, (b) penyajian data (c) penarikan kesimpulan. Agar memperoleh keabsahan data dilakukan dengan empat kriteria: (1) kredibilitas, (2) trasnferbilitas, (3) dependenitas, (4) konfermabilitas. Dari hasil paparan data di lapangan ditemukan sebagai berikut: pertama, perecanaan kurikulum di sekolah alam tersebut berjalan dengan optimal dengan program perencanaan yang meliputi program tahunan, program simester, program jangka panjang dan menengah, pembuatan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Kedua, pelaksanaan manajemen kurikulum di sekolah Alam MTs Surya Buana Malam berjalan dengan optimal dengan kegiatan kepala sekolah bersama personilnya dalam mengembangkan iklim organisasi yang kondusif, sehingga motivas personil sekolah dalam hubungan sosial untuk menciptakan kerja yang tinggi bagi terlaksananya penerapan manajemen kurikulum yang diimpementasikan dalam kegiatan pembelajaran yang menyenangkan mengasikkan sekaligus mencerdaskan dapat dilaksanakan. Ketiga evaluasi kurikulum di Sekolah Alam MTs Surya Buana Malang berjalan dengan optimal yakni terlaksananya kegiatan evaluasi yang dilakukan oleh guru dalam setiap pembelajaran, pengayaan pada siswa yang sudah mencapai ketuntasan belajar, remidi pada siswa yang belum tuntas, pelaksanaan raport bulanan dan try out serta buku daftar perilaku siswa. Selain itu keberhasilan evaluasi manajemen kurikulum di Sekolah Alam MTs Surya Buana Malang juga dapat dilihat dari prestasi siswa dan kelulusan yang dicapai 100% dan terserapnya beberapa siswa di Sekolah Insan Cendikia Serpong tanpa tes. Keempat, faktor-faktor penunjang dalam pelaksanaan manajemen kurikulum di Sekolah Alam MTs Surya Buana Malang yaitu, (1) tingginya semangat guru-guru di sekolah ini untuk menghasilkan lulusan-lulusan terbaik, (2) kreativitas guru-guru untuk menciptakan pembelajarn yang menyenangkan, mengasikkan serta mencerdaskan melalui berbagai penelitian dan seminar-seminar pendidikan serta workshop disetiap akhir semister, (3) tingkat partisipasi wali murid untuk bekerja sama dengan sekolah dalam meningkatkan semangat peserta didik dan sarana pembelajaran. Adapun saran berdasarkan temuan-temuan penelitian ini adalah, (1) bagi sekolah agar lebih meningkatkan lagi kreativitas dan kemandirian untuk melaksanakan manajemen kurikulum dan menemukan metode-metode baru dalam rangka penerapan manajemen kurikulum ke arah yang lebih baik. (2) bagi Jurusan Administrasi Pendidikan agar mengembangkan dan memantapkan program-pogram dalam rangka memperoleh keahlian tentang penerapan manajemen kurikulum melalui penatara, pelatihan dan pendidikan. (3) bagi Dinas pendidikan agar lebih aktiv lagi peranannya dalam kegiatan manajemen kurikulum di sekolah-sekolah dalam rangka menciptakan pendidikan yang bermutu bagi masyarakat. (4) peneliti lain agar melakukan penelitian lebih lanjut, mengenai penerapan manajemen kurikulum di Sekolah Alam lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk menemukan metode-metode tentang perencanaan, pelaksanaan, evaluasi serta faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dari pelaksanaan manajemen kurikulum di Sekolah Alam.

Peningkatan kemampuan membaca cerita melalui pendekatan keterampilan proses di kelas III SDN Senggreng 03 Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang / Dwi Puput Ovitaningtias

 

ABSTRAK Ovitaningtias, Dwi Puput. 2009. Peningkatan Kemampuan Membaca Cerita Melalui Pendekatan Keterampilan Proses Di Kelas III Sekolah Dasar Negeri Senggreng 03 Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muhana Gipayana, M.Pd, (II) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: membaca cerita, pendekatan keterampilan proses, SD Siswa Sekolah Dasar (SD), khususnya siswa kelas III diharapkan dapat memiliki kemampuan membaca yang memadai sejak dini. Berdasarkan hasil penelitian awal tentang kemampuan membaca siswa kelas III SD, khususnya di SD Negeri Senggreng 03 masih rendah. Salah satu penyebab kurang berhasilnya pembelajaran membaca ini diduga karena faktor pendekatan dan bahan ajar yang dipergunakan dalam pembelajaran kurang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penggunaan pendekatan keterampilan proses dalam meningkatkan kemampuan membaca cerita siswa kelas III SD, (2) mendeskripsikan hasil yang diperoleh siswa dalam pembelajaran yang menggunakan pendekatan keterampilan proses. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SD Negeri Senggreng 03, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, yang berjumlah 23 anak, dengan rincian laki-laki 9 anak dan perempuan 14 anak. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar observasi atau pengamatan, tes, dan hasil wawancara. Analisa data dilakukan dengan mengelompokkan data menjadi dua, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari instrumen observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk data kuantitatif diperoleh dari instrumen tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca cerita siswa melalui pendekatan keterampilan proses pada siswa kelas III SD Negeri Senggreng 03 Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang mengalami peningkatan secara signifikan. Hal ini dapat diketahui dari ketuntasan belajar siswa mulai dari pra tindakan sebesar 34,7%, siklus 1 sebesar 56,5%, siklus 2 sebesar 78,3%, dan tindakan siklus 3 sebesar 82,6%. Peningkatan yang diperoleh sebesar 47,9% dari pra tindakan sampai tindakan siklus 3. Secara umum dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca cerita siswa kelas III SD dapat ditingkatkan melalui pendekatan keterampilan proses, yang dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip keterampilan proses dan tahaptahap dalam proses membaca yakni prabaca, saatbaca dan pasca baca. Disarankan kepada guru untuk menggunakan pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran membaca cerita di kelas III SD maupun di kelas yang lain. Penerapan pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran membaca cerita ini merupakan salah satu alternatif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa SD sehingga dapat mempengaruhi peningkatan hasil belajar siswa secara keseluruhan.

Efektivitas penerapan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dan teknik peta konsep dalam meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa kelas X pokok bahasan struktur pasar di SMA Islam Kota Malang / Lina Sri Wahyuni

 

Upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara terus-menerus dilaksanakan. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya penyempurnaan dalam sistem pendidikan, salah satunya yaitu penyempurnaan kurikulum. Pada saat ini pemerintah sedang memberlakukan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Dalam pelaksanaan pembelajaran menurut KTSP guru dituntut untuk menciptakan suasana belajar yang mampu mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran. Beberapa tahun terakhir ini, banyak sekali model pembelajaran yang terus dikembangkan dan diuji cobakan. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Diperlukan strategi pembelajaran yang lebih memberdayakan siswa dan memberi kesempatan pada siswa untuk menyampaikan ide atau pendapatnya serta guru harus memilih model pembelajaran yang tepat agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Pembelajaran yang diinginkan saat ini adalah pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya. Salah satu pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kurikulum saat ini adalah pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dan teknik peta konsep. Dengan diterapkannya pembelajaran ini diharapkan dapat membantu siswa untuk lebih aktif dan kreatif sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Apakah ada perbedaan efektivitas hasil belajar ekonomi antara siswa yang diajar menggunakan pendekatan pendekatan kontekstual dan teknik peta konsep dengan siswa yang diajar menggunakan pendekatan konvensional pada siswa kelas X pokok bahasan sruktur pasar di SMA Islam Malang.” Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasy eksperiment (eksperimen semu) dengan menggunakan rancangan penelitian Control Grup Pre-Test-Post-Test Design. Penelitian ini dilakukan di SMA Islam Malang dengan sampel penelitian adalah kelas X-B sebagai kelas eksperimen yaitu kelas yang mendapat pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dan teknik peta konsep dan kelas X-A sebagai kelas kontrol yaitu kelas yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan konvensional. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan sumber data diperoleh dari pre-test dan post-test. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai rata-rata gain value untuk kelompok eksperimen sebesar 23,71 dan untuk kelompok kontrol sebesar 15,14. berdasarkan hasil uji-t diperoleh sig.(2-tailed) 0.002 < 0.05 , sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata gain value kedua kelompok berbeda secara signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dan teknik peta konsep lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa dibandingkan dengan pembelajaran dengan pendekatan konvensional. Berdasarkan kesimpulan tersebut disarankan (1) Bagi guru mata pelajaran ekonomi kelas X di SMA Islam Malang pada khususnya dan bagi guru ekonomi kelas X di sekolah lain pada umumnya untuk menggunakan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dan teknik peta konsep terutama pada pokok bahasan struktur pasars sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa tetapi dalam penerapannya juga harus memperhatikan alokasi waktu dan materi pembelajaran, (2) Bagi guru yang ingin menerapkan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dan teknik peta konsep hendaknya dibantu oleh pengamat sehingga guru dapat mengetahui kekurangan dari pembelajaran yang disampaikan dan selanjutnya dilakukan perbaikan-perbaikan, (3) Agar peneliti lain lebih memperluas sampel dan memperbanyak waktu penelitian untuk memperoleh hasil penelitian yang lebih baik.

Pengolaan training ESQ leadership center sub cabang Malang / Maston Chabibi

 

Perkembangan industri dan usaha yang berlangsung sangat cepat mensyaratkan sumber daya manusia yang andal, dan mampu memadukan Emotional Quotient (EQ) dan Spiritual Quotient (SQ). Intergrasi aspek intelektual, emosional, dan spiritual adalah jawaban komprehensif dari terwujudnya sumber daya manusia unggul. Sebab itu, penelitian untuk mendeskripsikan pengelolaan ESQ Leadership Center Sub Cabang Malasng sebagai lembaga penyelenggara training penting dilakukan. Penelitian dini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, yakni kegiatan mengamati secara mendalam, lengkap, meneyluruh dan menganalisis secara intensif fenomena yang terkait dalam objek kajian, latar belakang, keadaan sekarang dan interaksi lingkungan sehingga dihasilkan pemahaman (deskripsi) yang komprehensif tentang objek yang dikaji. Sesuai dengan focus penelitian ini, data yang dikumpulkan adalah data yang berkaitan dengan pengelolaan training ESQ, dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan kendalanya. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif-kualitatif dengan tahapan : (1) reduksi data, (2) penyajian data (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) ESQ LC Sub Cabang Malang merupakan lembaga penyelenggara training kepemimpinan dan pengembangan kepribadian yang memiliki tujuh program: ESQ Basic Training, Training ESQ Mission Statement, Training Character Building, Training ESQ Self, Trinng ESQ Strategic Collaboration, Training ESQ Total Action, dan Training ESQ Star Leader, (2) Persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi training di ESQ LC Sub Cabang Malang dilakukan dengan seksama. (3) Meski demikian, masih ada kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan training. Berdasarkan berbagai temuan dalam penelitian ini, disampaikan beberapa saran : (1) Persoalan jadwal yang terlalu dekat antar event, ESQ LC Sub Cabang Malang dapat melakukan negosiasi dengan ESQ Pusat tentang kelonggaran waktu dalam pelaksanaan training, (2) Keterbatasan trainer dapat diantisipasi dengan perekrutan asisten trainer secara berkelanjutan, tanpa harus mengesampingkan kualitas trainer, (3) ESQ LC Sub Cabang Malang perlu lebih intensif dalam memberikan edukasi pada masyarakat untuk mengantisipasi ketidaktahuan peserta tentang training ESQ.

Hubungan anatara pola asuh orang tua, konsep diri, motivasi diri, iklim sekolah dengan kesadaran emosi siswa sekolah menengah pertama negeri di kota Malang / Esther Heydemans

 

Masa remaja digambarkan sebagai masa “badai dan tekanan” (storm and stress, sturm und drang) yang sering memunculkan gejolak emosi yang kuat sebagai akibat dari perubahan yang terjadi baik fisik maupun psiko sosial. Bahkan gejolak ini terjadi karena remaja berada pada masa transisi yaitu peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa dan selain itu juga dalam rangka mencapai kematangan fisik dan sosial. Munculnya masalah emosi pada masa ini disebabkan juga karena mereka memiliki idealisme, romantisme, aspirasi dan ambisi yang kuat namun tidak semua aspirasi dan ambisi dapat tercapai sebab sering kali mereka gagal dan dengan demikian muncul gejolak emosi yang merugikan mereka dan orang lain. Berkaitan dengan hal-hal tersebut di atas maka pola asuh orang tua sangat penting dalam membantu remaja untuk menemukan jati diri, memberi motivasi positif agar siswa mampu memecahkan masalah-masalah emosi serta membantu sekolah dalam menciptakan iklim yang kondusif. Pola asuh orang tua mempunyai hubungan dengan kesadaran emosi, sebab orang tua yang terampil menangani emosi akan memiliki anak-anak yang mampu mengelola emosi sendiri. Selanjutnya pada saat anak mampu mengelola emosi sendiri, maka ia merasa percaya diri karena ia memiliki konsep diri positif. Dengan demikian, anak termotivasi untuk melakukan hal-hal yang baik dalam pergaulan dengan teman di sekolah dan di masyarakat. Apalagi ditunjang dengan iklim sekolah yang kondusif maka akan membantu mereka untuk sadar (aware) terhadap emosinya sehingga dapat mengurangi timbulnya perilaku negatif. Siswa yang memiliki kesadaran emosi yang positif sangat penting tidak hanya dalam mencapai kesuksesan akademik melainkan dalam membina hubungan interpersonal dengan orang lain sehingga mereka tidak mengalami kesulitan dalam penyesuaian sosial. Masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : (1) apakah terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan kesadaran emosi? (2) apakah terdapat hubungan antara konsep diri dengan kesadaran emosi ? (3) apakah terdapat hubungan antara motivasi diri dengan kesadaran emosi? (4) apakah terdapat hubungan antara iklim sekolah dengan kesadaran emosi? (5) apakah terdapat hubungan secara bersama-sama antara pola asuh orang tua, konsep diri, motivasi diri, iklim sekolah, dengan kesadaran emosi? (6) bagaimana sumbangan efektif antara pola asuh orang tua, konsep diri, motivasi diri, iklim sekolah, dengan kesadaran emosi siswa ? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional yaitu mencari hubungan antara variabel independen pola asuh orang tua (X1), konsep diri (X2), motivasi diri (X3), iklim sekolah (X4) dengan variabel dependen kesadaran emosi (Y), baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. Hasil penelitian menunjukkan, masing-masing variabel independen dan variabel dependen memiliki korelasi positif dan signifikan, yaitu pola asuh orang tua (0,649), konsep diri (0,132), motivasi diri (0,249), iklim sekolah (0,310). Secara bersama-sama terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua, konsep diri, motivasi diri, iklim sekolah dan kesadaran emosi, dengan nilai sebesar R = 0,755, R2 = 0,570 dan Adjusted R2 = 0,565, Fhitung = 126,784 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Pengaruh variabel independen secara bersama-sama (pola asuh orang tua, konsep diri, motivasi diri, iklim sekolah) terhadap variabel dependen (kesadaran emosi) sebesar 57%, hal ini berarti bahwa terdapat 43% variabel atau faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini yang juga berpengaruh terhadap kesadaran emosi. Dari keempat variabel independen tersebut, diketahui sumbangan efektif pola asuh orang tua yang paling signifikan terhadap kesadaran emosi yaitu sebesar 41,79% diikuti iklim sekolah sebesar 7,71%, motivasi diri sebesar 7,02 % dan konsep diri sebesar 0,42%. Sebagai kesimpulan dikemukakan, secara umum variabel pola asuh orang tua, konsep diri, motivasi diri, iklim sekolah dan kesadaran emosi menunjukkan kategori sedang. Baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama terdapat hubungan antara pola asuh orang tua, konsep diri, motivasi diri, iklim sekolah terhadap kesadaran emosi dan memberi sumbangan efektif yang signifikan terhadap kesadaran emosi siswa kecuali konsep diri tidak memberi pengaruh yang signifikan. Berdasarkan temuan diatas, dikemukakan saran-saran berikut: (1) perlu mendapat perhatian guru dan konselor supaya program bimbingan pribadi-sosial lebih di intensifkan untuk mengembangkan pribadi siswa agar siswa lebih memahami, dapat mengelola dan mengekspresikan emosi dengan baik. (2) guru dan konselor perlu membina kerja sama dengan orang tua melalui pertemuan berkala dalam rangka tukar pengalaman untuk mencari solusi dalam menghadapi masalah siswa. (3) guru dan konselor perlu merancang materi-materi bimbingan pribadi-sosial yang menyangkut pola asuh orang tua, konsep diri siswa, motivasi diri dan iklim sekolah serta materi lain yang sesuai dengan kebutuhan siswa. (4) guru dan konselor perlu memberi bimbingan pribadi kepada siswa yang memiliki konsep diri negatif agar dapat mengenal dirinya, menerima keadaan secara wajar, menilai dan menemukan kelebihan dan kekurangan dirinya, mengingat keberhasilan yang pernah diraihnya sehingga menumbuhkan rasa percaya diri. (5) perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang kesadaran emosi siswa dengan memperhatikan faktor-faktor lain yang mempengaruhi kesadaran emosi seperti lingkungan masyarakat, kemampuan pribadi seseorang, peristiwa/kejadian yang dialami oleh siswa dan cara berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain.

"Penerapan model pembelajaran bermain peran untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN Duwet 04 Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang" / Tri Tutus Ikhwandaru

 

PKn merupakan mata pelajaran yang memegang peranan penting karena berhubungan dengan sikap atau mental anak dimasa datang. Model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran PKn harus dapat mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Hasil observasi awal ditemukan bahwa siswa di SDN Duwet 04 Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang belum menerapkan model pembelajaran bermain peran. Sebagian siswa belum mampu mencapai kriteria ketuntasan kelas 80% dan ketuntasan individual 75 dari materi. Berdasarkan hal tersebut, model pembelajaran bermain peran sangat tepat digunakan sebagai alternatif dalam proses pembelajaran, karena dapat mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan penerapan model pembelajaran bermain peran dalam pembelajaran PKn Pada siswa kelas IV SDN Duwet 04; 2) Mendeskripsikan dampak penerapan model pembelajaran bermain peran terhadap aktivitas dan partisipasi siswa kelas IV SDN Duwet 04; 3) Mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar PKn pada pokok bahasan sistem pemerintahan melalui model pembelajarn bermain peran siswa kelas IV SDN Duwet 04. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 (dua) siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tahapan : Perencanaan , pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi. Standar nilai ketuntasan minimal 75 dengan ketuntasan belajar kelas 80% dari jumlah subyek penelitian. Subjek penelitian ini adalah guru dan 26 siswa kelas IV SDN Duwet 04. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan tes. Instrument pengumpulan data yang digunakan berupa pedoman wawancara, APKG II, alat Penilaian aktivitas belajar siswa, pedoman observasi partisipasi siswa dalam bermain peran, dan post test. Hasil analisis data setelah penerapan model pembelajaran role playing menunjukkan bahwa: 1) pembelajaran PKn dengan penerapan model pembelajaran bermain peran, kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP mencapai skor 97 dengan prosentase keberhasilan 97%; 2) untuk aktivitas belajar siswa secara klasikal mencapai nilai rata-rata kelas 86,92, dan partisipasi siswa dalam bermain peran mencapai rata-rata kelas 87; 3) Hasil belajar siswa mencapai nilai rata-rata 87,30 dengan ketuntasan belajar kelas sudah tercapai 88,46%. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan model pembelajaran bermain peran pada pembelajaran PKn pokok bahasan sistem pemerintahan siswa kelas IV SDN Duwet 04 dapat meningkatkan hasil belajar siswa, hal ini terbukti dari hasil yang diperoleh siswa sebelum penerapan model pembelajaran bermain peran, post test siklus I dan post test siklus II yang terus mengalami peningkatan Saran yang disampaikan kepada guru yaitu agar dapat menerapkan model pembelajaran bermain peran pada pembelajaran PKn dengan kompetensi lain ataupun mata pelajaran lain. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini juga dapat digunakan dalam penelitian-penelitian lain sebagai bahan bandingan sehingga dikemudian hari menjadi lebih baik.

Manajemen pembiayaan pendidikan(studi kasus di MIN Malang I) / oleh SUtrisno

 

Penerapan model pembelajaran learning cycle 5 fase (LC5E) dengan memperhatikan gaya belajar siswa SMPN 1 Situbondo tahun ajaran 2008/2009 pokok bahasan perubahan materi / Amelia Maghfirotin Zahro

 

Pembaharuan dilakukan dalam dunia pendidikan guna meningkatkan mutu pendidikan di antaranya yaitu pembaharuan kurikulum dengan menerapkan KTSP. KTSP menekankan pembelajaran berorientasi pada paradigma konstruktivistik. Pelaksanaan pembelajaran Kimia juga diharapkan menggunakan model pembelajaran yang berorientasi konstruktivistik, yang salah satunya adalah model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase (LC 5E). Pada penelitian ini penerapan model pembelajaran LC 5E dengan memperhatikan gaya belajar siswa karena hasil observasi di SMPN 1 Situbondo menyebutkan bahwa salah satu masalah yang dihadapi siswa dalam belajar Kimia di sekolah berkaitan dengan hasil belajar yang kurang memuaskan. LC 5E dipilih karena terdiri dari beberapa fase kegiatan, yang salah satunya berupa fase eksplorasi (Exploration). Pada fase ini siswa mencoba beberapa alternatif pemecahan, mendiskusikannya dengan teman sekelompoknya, mencatat hasil pengamatan dan mengemukakan ide, dan mengambil keputusan memecahkan masalah dengan bantuan LKS. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui adanya perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran LC 5E dengan memperhatikan gaya belajar siswa dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran LC 5E pada pokok bahasan Perubahan Materi, (2) Mendeskripsikan pelaksanaan remidi yang menerapkan prinsip tutor sebaya dengan memperhatikan gaya belajar siswa dan pelaksanaan remidi yang menerapkan tutor sebaya tanpa memperhatikan gaya belajar siswa pada pokok bahasan Perubahan Materi, dan (3) Mengetahui persepsi siswa terhadap model pembelajaran LC 5E. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu dan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMPN 1 Situbondo kelas VII semester 2 tahun ajaran 2008/2009 yang berjumlah 272 orang. Sampel penelitian adalah kelas VII E sebagai kelas eksperimen dan kelas VII I sebagai kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 32 orang. Sampel diambil secara acak dengan cara mengundi. Pada kelas eksperimen dilakukan pembelajaran LC 5E dengan memperhatikan gaya belajar siswa. Sedangkan kelas kontrol dilakukan pembelajaran LC 5E. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran, lembar observasi tes kognitif, angket gaya belajar, dan angket persepsi siswa terhadap LC 5E. Dari hasil uji coba tes hasil belajar diperoleh 34 soal valid dengan nilai reliabilitas = 0,717. Perbedaan hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol dianalisis menggunakan uji-t dua pihak dengan α = 0,05. Sedangkan keefektifan remidi dengan menerapkan tutor sebaya dideskripsikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada perbedaan hasil belajar siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol. (2) Kegiatan remidi yang menerapkan tutor sebaya dengan memperhatikan gaya belajar siswa lebih efektif dibandingkan kegiatan remidi yang menerapkan tutor sebaya tanpa memperhatikan gaya belajar siswa, terlihat dari persentase siswa kelas eksperimen yang tuntas pada remidi pertama lebih tinggi daripada persentase siswa kelas kontrol yang tuntas pada remidi pertama. Pada kelas eksperimen persentase siswa yang tuntas remidi pertama sebesar 90% dan yang belum tuntas sebesar 10%. Sedangkan pada kelas kontrol persentase siswa yang tuntas remidi pertama sebesar 73,3% dan yang belum tuntas sebesar 37,3%. (3) Persepsi siswa tehadap penggunaan model pembelajaran LC 5E adalah positif.

Pengaruh penambahan serat kain limbah dengan berbagai variasi berat terhadap kuat lentur dan tarik papan partikel dari serbuk gergaji kayu sengon / Khusnul Mas Fuat

 

Kayu memegang peranan penting di Indonesia, mulai dari yang sangat sederhana seperti bahan bakar sampai kebutuhan yang sangat besar seperti industri pengolahan kayu, konstruksi bangunan, perabot rumah, kerajinan dan lain sebagainya. Kebutuhan kayu di Indonesia dari tahun ketahun semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk sehingga kayu yang biasa diperoleh dari hutan menjadi langka. Pada industri pengolahan kayu, limbah yang berupa serbuk gergaji kayu biasanya digunakan sebagai bahan bakar tungku, atau dibakar begitu saja tanpa penggunaan yang berarti, sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Menyikapi keadaan tersebut, maka diperlukan suatu usaha peningkatan efisiensi pemakaian kayu dengan cara memanfaatkan limbah industri kayu menjadi produk yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi tinggi, salah satunya diolah menjadi papan partikel. Dari penelitian ini diharapkan mengetahui: (1) nilai kerapatan dan (2) pengaruh penambahan serat kain limbah pada papan partikel yang diberi perlakuan variasi persentase berat kain limbah 0,5%, 1%, 1,5%, 2%, 2,5% terhadap kuat lentur dan tarik papan partikel yang dibuat dari serbuk gergaji kayu sengon. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen menggunakan desain faktorial 1 x 6, dimana variabel bebasnya adalah variasi berat serat kain limbah dengan berbagai variasi persentase berat, variabel terikatnya adalah kuat lentur, dan kuat tarik, sedangkan perekat urea formaldehyde sebanyak 15% sebagai variabel kontrol. Acuan yang digunakan dalam pengujian kerapatan, kuat lentur dan tarik papan partikel yaitu ASTM 2003, D 1037-99. Teknik analisa data untuk mengetahui pengaruh penambahan serat kain limbah dengan berbagai variasi berat terhadap kuat lentur dan tarik papan partikel dari serbuk gergaji kayu sengon menggunakan analisa regresi. Dari uji hipotesis diperoleh hasil bahwa penambahan serat kain limbah berpengaruh terhadap kuat MOR, MOE dan tarik. Diskripsi nilai kerapatan antara 0,433-0,486 gram/cm3, rumus persamaan MOR y = -0,0118x2 + 0,1582x + 0,2712 nilai anatara 0,2712-0,897 Mpa dengan rerata 0,63 Mpa, rumus persamaan MOE y = -7,278x2 + 97,08x + 256,49 nilai antara 256,499-609,976 Mpa dengan rerata 549,944 Mpa dan rumus kuat tarik y = -0,5179x2 + 5,9546x + 186,93 nilai antara 186,96–205,69 Kg/cm3 dengan rerata 199,37 Kg/cm3. Menurut standard FAO papan partikel yang diteliti masuk dalam klasifikasi papan partikel tipe rendah. Papan partikel tipe rendah hanya cocok untuk produk furniture yang diletakkan di dalam bangunan dan tidak dapat menahan beban struktur, contohnya antara lain: meja belajar, lemari, dan sebagai penyekat ruangan.

Perbaikan pembelajaran passing bawah bolavoli yang menarik dan mudah dilakukan oleh siswa kelas VII.6 SMPN 3 Malang semester gadal tahun ajaran 2008/2009 / Agus Dwi Setyawan

 

ABSTRAK Setyawan, Agus Dwi. 2009. ”Perbaikan Pembelajaran Passing Bawah Bolavoli Yang Menarik dan Mudah Dilakukan Oleh Siswa Kelas VII.6 SMPN 3 Malang Semester Gasal Tahun Ajaran 2008/2009”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Heru Widijoto, M.S., (II) Drs. H. Mahmud Yunus, M.Kes. Kata kunci: pembelajaran passing bawah bolavoli, menarik dan mudah dilakukan Pendidikan jasmani merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan di sekolah. Proses pembelajaran pendidikan jasmani dapat dikatakan berjalan dengan baik apabila dilaksanakan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: “ (1) antusias anak dalam mengikuti pelajaran, (2) tampak kesungguhannya, (3) siswa merasa gembira, (4) aktivitas fisik yang dilakukan siswa terjadi pada ambang yang memadai dan sesuai dengan kemampuan fisik mereka, dan (5) siswa merasa telah memperoleh keterampilan gerak baru ” (Syarifudin, 1997:18). Permainan dan olahraga merupakan salah satu ruang lingkup dari mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan untuk Sekolah Menengah Pertama Kelas VII Semester Gasal. Salah satu materi pokok dari permainan dan olahraga yaitu bolavoli, dan pada kelas VII Semester Gasal salah satu kegiatan pembelajarannya adalah passing bawah. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh sejawat terhadap peneliti di SMPN 3 Malang kelas VII. 6 semester gasal, pada proses pembelajaran passing bawah bolavoli banyak terjadi kekurangan-kekurangan diantaranya pada keterampilan dasar mengajar, pengelolaan kelas, dan strategi pembelajaran. Terkait dengan keterampilan dasar mengajar kekurangan-kekurangan yang terjadi adalah banyak waktu terbuang karena dilakukan presensi pada awal pembelajaran, guru tidak menunjukkan sikap kehangatan terhadap siswa. Terkait dengan pengelolaan kelas, (1) posisi guru pada saat pembelajaran berada di tengah-tengah siswa, sehingga guru sulit untuk mengamati aktivitas siswa secara menyeluruh; (2) pada saat mengajar guru tidak melakukan koreksi pada gerakan siswa sehingga masih sering terjadi kesalahan umum; dan (3) guru kurang memberikan penjagaan keselamatan selama siswa karena masih terdapat siswa yang memakai jam tangan pada proses pembelajaran. Terkait dengan strategi pembelajaran kekurangan-kekurangan yang terjadi adalah (1) materi yang diberikan oleh guru terlalu banyak; dan (2) pemodelan yang dilakukan oleh guru tidak jelas sehingga sulit diterima oleh siswa. Akibat dari pemodelan yang tidak jelas tersebut banyak siswa yang melakukan kesalahan pada saat gerakan passing bawah. Berdasarkan hasil refleksi terhadap 46 siswa kelas VII.6 SMPN 3 Malang, banyak terjadi kekurangan terkait dengan pengelolaan kelas dan strategi pembelajaran sehingga terdapat 38 orang yang salah dalam melakukan gerakan passing bawah bolavoli. Akibat dari kesalahan tersebut tangan siswa sakit karena perkenaan yang salah, antara lain perkenaannya pada ibu jari, pada lengan bawah, dan perkenaannya diantara ibu jari dan pergelangan tangan. Pada tahap penutup, guru tidak melakukan evaluasi terhadap materi yang disajikan. Dengan demikian maka pembelajaran passing bawah bolavoli menjadi kurang menarik dan sulit dilakukan oleh siswa. iv Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan 4 tahap yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang dilakukan secara kolaborasi antara peneliti, ahli pembelajaran Pendidikan Jasmani, guru Pendidikan Jasmani lain dan siswa. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: (1) Pembelajaran passing bawah bolavoli pada observasi awal, waktu banyak terbuang karena presensi. Setelah dilakukan perbaikan maka waktu untuk presensi hanya 30 detik sehingga waktu untuk kegiatan inti pembelajaran lebih banyak dan siswa bisa lebih mudah dalam melakukan geraka passing bawah bolavoli; (2) Pembelajaran passing bawah bolavoli pada observasi awal, guru tidak menunjukkan sikap kehangatan kepada siswa sehingga siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran passing bawah bolavoli. Setelah dilakukan perbaikan guru sudah menunjukkan sikap kehangatan kepada siswa dan siswa terlihat lebih antusias untuk mengikuti pembelajaran sehingga pembelajaran terlihat lebih menarik; (3) Pembelajaran passing bawah bolavoli pada observasi awal, posisi guru berada di tengah-tengah siswa dan sulit mengamati aktivitas siswa. Setelah dilakukan perbaikan posisi guru berada di samping dari barisan siswa sehingga guru dapat mengamati seluruh aktivitas siswa dan bisa langsung melakukan koreksi terhadap gerakan siswa yang kurang sempurna; (4) Pembelajaran passing bawah bolavoli pada observasi awal, guru tidak melakukan koreksi gerakan pada siswa sehingga ada sebagian siswa yang salah dalam melakukan gerakan passing bawah bolavoli. Setelah dilakukan perbaikan maka guru sudah melakukan koreksi gerakan kepada siswa sehingga tidak terjadi lagi gerakan siswa yang salah; (5) Pembelajaran passing bawah bolavoli pada observasi awal, guru kurang memberikan penjagaan keselamatan siswa karena masih ada siswa yang memakai jam tangan pada saat pembelajaran berlangsung. Hal ini dapat menggangu siswa dalam melakukan gerakan passing bawah bolavoli. Setelah dilakukan perbaikan maka tidak ada lagi siswa yang memakai jam tangan selama pembelajaran berlangsung dan siswa bisa lebih sempurna dalam melakukan geraka passing bawah bolavoli; (6) Pembelajaran passing bawah bolavoli pada observasi awal, materi yang diberikan oleh guru terlalu banyak dan seharusnya materi tersebut tidak cukup untuk satu kali pertemuan. Akibat dari hal tersebut maka siswa sulit untuk menangkap seluruh informasi yang diberikan guru. Setelah dilakukan perbaikan maka materi yang diberikan guru tidak terlalu banyak dan siswa bisa menangkap seluruh informasi guru selama pembelajaran; (7) Pembelajaran passing bawah bolavoli pada observasi awal, pemodelan yang dilakukan guru tersebut tidak jelas sehingga tidak bisa diterima oleh siswa. Setelah dilakukan perbaikan maka guru melakukan pemodelan dengan jelas sehingga siswa memahami penjelasan dari guru; dan (8) Pembelajaran passing bawah bolavoli pada observasi awal, masih banyak siswa yang kurang sempurna dalam melakukan gerakan passing bawah bola voli yaitu ada siswa yang tangannya sakit, ada siswa yang perkenaannya salah dan ada siswa yang tidak senang dengan pembelajaran yang diberikan guru. Setelah dilakukan perbaikan maka seluruh siswa melakukan gerakan passing bawah dengan sempurna dan senang dengan pembelajaran passing bawah bolavoli yang diberikan guru.

Peningkatkan keterampilan berbicara bahasa inggris nelalui dialog dengan menggunakan media permainan wayang kartun di kelas V SD Negeri Kebonagung 02 Pakisaji-Malang / Siti Fatimah

 

Sesuai hasil studi pendahuluan dan pra tindakan yang dilaksanakan di SDN Kebonagung 02 diketahui bahwa ketrampilan berbicara bahasa Inggris siswa kelas V masih rendah. Rendahnya ketrampilan berbicara siswa ditandai dengan siswa kurang percaya diri, kurangnya gagasan yang muncul, berbicara sangat pelan dan tersendat- sendat. Hal ini disebabkan oleh metode dan teknik yang digunakan oleh guru kurang tepat, serta tidak ada media yang digunakan saat pembelajaran. Untuk meningkatkan ketrampilan berbicara bahasa Inggris siswa digunakan media menarik, dan dekat dengan dunia siswa. Salah satu media yang dapat digunakan adalah media wayang kartun. Terdapat tiga tahapan yang menjadi tujuan dalam penelitian ini yaitu: 1) medeskripsikan aktivitas berdialog dalam curah pendapat lisan yang dapat meningkatkan ketrampilan berbicara bahasa Inggris siswa dengan menggunakan media permainan wayang kartun, 2) mendeskripsikan aktivitas dialog dalam bercerita yang dapat meningkatkan ketrampilan berbicara bahasa Inggris siswa dengan menggunakan media permainan wayang kartun, dan 3) mendeskripsikan aktivitas dialog dalam bermain drama yang dapat meningkatkan ketrampilan berbicara bahasa Inggris siswa dengan menggunakan media permainan wayang kartun. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Tahap penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, hasil tindakan, refleksi, dan peningkatan. Keterbatasan peneliti membuat peneliti mengambil sampel dalam penelitian ini yaitu siswa yang berasal dari kelompok tinggi, sedang, dan rendah, walupun demikian tindakan tetap dilakukan pada semua siswa yang ada di kelas V SD Negeri Kebonagung 02. Data dalam penelitian ini merupakan ketrampilan berbicara siswa pada aspek kelancaran, mengemukakan gagasan, volume suara, keberanian, pemahaman terhadap isi, dan penguasaan kosakata tentang profesi. Data penelitian diperoleh dari hasil pengamatan, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketrampilan berbicara bahasa Inggris pada semua kelompok meningkat setelah tindakan pembelajaran dengan menggunakan wayang kartun dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I secara beturut- turut dari siswa kelompok rendah, sedang dan tinggi mendapatkan nilai rata-rata 72; 80; 89, dan pada siklus II memperoleh nilai rata-rata 83; 96; 99. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ketrampilan berbicara bahasa Inggris siswa dengan menggunakan media permainan wayang kartun dapat meningkatkan ketrampilan berbicara siswa. Saran kepada guru agar dapat menggunakan media wayang kartun dalam pembelajaran berbicara bahasa Inggris.

Penerimaan mahasiswa baru SLTPN selama proses penghapusan EBTANAS SD/MI (studi mutu kasus pada penerimaan siswa baru di SLTPN I Malang dan SLTPN I Singosari Malang / Amrozi Khamidi

 

Pelaksanaan kurikulum Madrasah Aliyah Negeri(MAN) pada Pondok Pesantren BU TBRS JBNG / oleh Moch. Achlis Udin

 

Implementasi manajemen mutu SMK era otonomi daerah dalam upaya meningkatkan SDM (studi kasus di SMKN Kota Pasuruan) / oleh Subandrio

 

Upaya penyiapan tenaga trampil pada Sekolah Menengah Kejuruan ( studi kasus pada SMKN Kota Pasuruan) / oleh Sukadi

 

Penerapan pendekatan realistik mathematics education untuk meningkatkan pemahaman konsep pecahan pada siswa kelas III SDN Ampelgading 02 Blitar / Dwi Nursamsyudin

 

Berdasarkan hasil observasi di SDN Ampelgading 02 Blitar diperoleh data rata-rata nilai kelas dari 28 siswa adalah 59,6 dan masih ada 15 siswa yang belum mencapai SKM (standar ketuntasan minimal) yaitu skor nilai tes siswa <70. Keadaan demikian disebabkan karena dalam pembelajaran matematika guru hanya memberikan rumus yang harus dihafalkan oleh siswa dan dicobakan dalam soal-soal latihan. Dengan demikian siswa sulit memahami materi karena hanya besifat abstrak dan tidak bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran pada pokok bahasan bilangan pecahan dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education di kelas III SDN Ampelgading 02 Blitar, Mendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep pecahan pada siswa kelas III SDN Ampelgading 02 Blitar dengan menggunakan pedekatan Realistic Mathematics Education. Realistic Mathematisc Education adalah suatu pendekatan pembelajaran dimana guru membimbing siswa untuk mengaitkan matematika dengan kehidupan nyata sehari-hari sehingga memungkinkan siswa menemukan dan mengkonstruksi sendiri pola-pola atau struktur-struktur matematika. Pemahaman konsep adalah kemampuan mengidentifikasi ide-ide yang tercakup dalam suatu konsep permasalahan, kemudian mengubah ide tersebut dari suatu bentuk konsep lain yang ekuivalen serta menafsirkan informasi yang diterima, untuk kemudian bisa meramalkan akibat dari konsep yang diberikan. Jenis penelitian ini adalah termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dengan tiga siklus. Subjek yang dikenai tindakan adalah seluruh siswa kelas III SDN Ampelgading 02 Blitar sebanyak 28 siswa. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes evaluasi untuk mengetahui pemahaman konsep pecahan siswa, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, dan pedoman wawancara. Hasil dari penelitian yaitu pada siklus II aktivitas guru dengan persentase 88,33%. Pada siklus III aktivitas guru mengalami peningkatan dengan persentase 91,6%. Pada siklus II aktivitas siswa on-task dengan persentase 79,7%. Pada siklus II mengalami peningkatan dengan persentase 81,25%. Hasil tes pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 59,6. Pada siklus II nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan yaitu menjadi 65. Pada siklus III nilai rata-rata siswa juga mengalami peningkatan yaitu menjadi 79,3 namun masih ada 3 siswa yang belum tuntas. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education telah berhasil diterapkan di kelas III SDN Ampelgading 02 Blitar karena telah memenuhi kriteria keberhasilan tindakan. Penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education dapat meningkatkan pemahaman konsep pecahan siswa kelas III SDN Ampelgading 02 Blitar yang dapat ditunjukkan dari adanya peningkatan nilai rata-rata dari siklus II ke siklus III sebesar 14,3 meski masih ada 3 siswa yang belum mencapai SKM. Sehingga dapat di ajukan saran dalam proses pembelajaran hendaknya guru selalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran tersebut karena dapat meningkatkan pemahaman konsep pada siswa.

Penggunaan media tape recorder untuk meningkatkan keterampilan berbicara dalam bercerita siswa kelas V SDN Srandil Kec. Jambon Kab. Ponorogo / Fetina Diana Putri

 

ABSTRAK Putri, Fetina Diana. 2009. Penggunaan Media Tape Recorder untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara dalam bercerita Siswa Kelas V SDN Srandil Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Suharjo, M.S., M.A. Pembimbing (II) Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd. Kata kunci: Media tape recorder, keterampilan berbicara Bahasa adalah alat komunikasi. Sehubungan dengan hal itu, secara otomatis manusia sebagai pemakai bahasa harus memiliki keterampilan berbahasa, diantaranya keterampilan berbicara. Mengingat pentingnya keterampilan berbahasa, maka keterampilan berbahasa perlu dibinakan kepada masyarakat penuturnya. Sedangkan keberhasilan pengajaran bahasa salah satunya pengajaran keterampilan berbicara ini dapat berhasil jika didukung dengan media yang tepat. Media berfungsi sebagai sarana untuk memperlancar jalannya proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pengajaran. Di dalam penelitian ini penulis menemukan berbagai masalah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya dalam keterampilan berbicara yaitu, di dalam keterempilan berbicara siswa kurang senang dan antusias siswa lebih suka mendengarkan dan menyimak, nilai siswa dalam keterampilan berbicara kurang, Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) mendeskripsikan penggunaan media tape recorder dalam pembelajaran keterampilan berbicara siswa kelas V SDN Srandil, (2) mendeskripsikan penggunaan media tape recorder untuk meningkatkan keaktifan siswa, (3) mendeskripsikan penggunaan media tape recorder untuk meningkatkan rasa senang pada siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Srandil, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo. Data diperoleh dengan menggunakan metode pengamatan langsung, wawancara, dan studi dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara, dokumentasi. Dalam penelitian ini dapat ditemukan bahwa penggunaan media tape recorder dapat meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya rata-rata skor keaktifan siswa yaitu pada siklus I 52,86 menjadi 74,28 pada siklus II. Nilai rata-rata pada indikator intonasi pada siklus I 1,75 meningkat menjadi 2,708 pada siklus II, nilai rata-rata pada indikator ketepatan pada siklus I 1,417 meningkat menjadi 2,5, nilai rata-rata siswa pada indikator pelafalan pada siklus I 1,542 meningkat menjadi 2,792, nilai rata-rata siswa pada indikator kecepatan pada siklus I 1,292 meningkat menjadi 2,667, nilai rata-rata siswa pada indikator ekspresi pada siklus I 2,5 meningkat menjadi 2,833. Guru harus mengoptimalkan pembelajaran keterampilan berbicara agar pada kegiatan pembelajaran siswa-siswa mendapatkan hasil yang lebih bagus lagi. Penggunaan media tape recorder juga menambah rasa senang bagi siswa dalam keterampilan berbicara. i Media tape recorder ternyata mampu membangkitkan motivasi belajar siswa, memperjelas pemahaman isi yang disampaikan oleh pembicara, mengarahkan siswa mampu mengemukakan idenya yang bermakna dan sesuai dengan konteksnya, memperlancar siswa mengungkapkan idenya secara lisan, dan meningkatkan kemampuan berbicara siswa dengan menggunakan tata bahasa yang tepat. Dari uraian diatas dapatlah dikatakan bahwa terdapat pengaruh positif penggunaan tape recorder dalam pengajaran keterampilan berbicara siswa dari segi kesesuaian antara keterpahaman berbicara oleh pendengar, kelancaran berbicara, ketepatan, kecepatan, pelafalan, intonasi dan ekspresi. Sebagai saran kepada guru dan sekolah, sebaiknya lebih meningkatkan pembelajaran keterampilan berbicara khususnya dalam bercerita agar siswa lebih terampil dalam mengungkapkan ide,isi, dan pendapat dari cerita yang didengarnya melalui media tape recorder.

Penerapan pembelajaran matematika realistik untuk meningkatkan penguasaan konsep pembagian siswa kelas 2 sekolah dasar negeri Kaweron 02 Kecamatan Talun Kabupaten Blitar tahun ajaran 2008-2009 / Siska Widyaningrum

 

Penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan hasil dan aktivitas belajar IPA siswa kelas III SDN Bakalan II Kec. Purwosari Kabupaten Pasuruan / Wido Sumarno

 

Dari hasil pengamatan yang telah dilaksanakan di SDN Bakalan II Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan dapat diketahui beberapa permasalahan yang timbul pada mata pelajaran IPA. Adapun rincian dari permasalahan yang timbul antara lain: (1) nilai rata-rata siswa berdasarkan dari ulangan harian dan formatif hanya mencapai 60%. Nilai rata-rata tersebut masih dibawah standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70%; (2) guru cenderung masih mendominasi dalam kegiatan pembelajaran; (3) siswa kurang diberikan kesempatan untuk mengalami dan memperoleh sendiri pengetahuan yang didapat sehingga siswa menjadi pasif dalam kegiatan pembelajaran. Adapun penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi yang dimiliki siswa dengan jalan meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa dengan menerapkan metode eksperimen. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis Taggart yang terdiri dari 2 siklus dan 4 tahapan yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi dan tahap refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Bakalan II SDN Bakalan II kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan yang terdiri dari 17 siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan terhadap hasil dan aktivitas belajar siswa. Indikasi adanya dampak yang baik terhadap hasil belajar siswa adalah adanya kenaikan rata-rata skor nilai pretes yang hanya mencapai 58% sedangkan nilai rata-rata postes sudah meningkat menjadi 81%. Selain itu, dampak tersebut dapat dilihat dari hasil nilai formatif pada pada siklus I mencapai 72% meningkat menjadi 82,5% pada siklus II serta semakin berkurangnya dominasi guru dalam kegiatan pembelajaran dikelas. Untuk dampak terhadap peningkatan aktivitas belajar siswa dapat dilihat dari semakin meningkatnya berbagai komponen aktifitas siswa belajar siswa mulai dari komponen keaktifan, kerjasama, mengeluarkan pendapat dan bertanya menunjukkan adanya peningkatan yang cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian diatas hendaknya guru senantiasa dapat menerapkan metode eksperimen yang terbukti dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Bakalan II Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 |