Pemakaian bahasa Indonesia dalam interogasi lisan antara penyidik dan tersangka di Polsek Ambulu Jember oleh Abdul Madjid

 

Validasi soal try-out ujian akhir nasional 2007/2008 mata pelajaran geografi di Madrasah Aliyah Negeri 2 Sumbawa Besar Nusa Tenggara Barat / Muhammad Darwin Sastrawan

 

ABSTRAK Darwin, Muhammad, S. 2009. Validasi Soal Try-out Ujian Akhir Nasional 2007/2008 Mata Pelajaran Geografi di Madrasah Aliyah Negeri 2 Sumbawa Besar Nusa Tenggara Barat. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Edy Purwanto, M. Pd (II) Drs. Timotius Suwarna, M. Pd. Kata kunci: validitas, tingkat kesukaran, daya beda, reliabilitas. Menurut penelitian sebelumnya yang mengkaji tentang analisis soal menyimpulkan bahwa soal yang dibuat oleh guru bidang studi tergolong tidak memiliki validitas yang baik, dan soal Try-out UAN 2007/2008 mata pelajaran Geografi yang diujikan di MA Negeri 2 Sumbawa Besar merupakan hasil buatan guru bidang studi. Selain itu, diketahui bahwa dari keseluruhan siswa yang mengikuti Try-out UAN 2007/2008, khususnya Kelas XII Program IPS, yakni 31 orang siswa, terdapat 27 orang siswa (87,1%) yang dinyatakan lulus pada tes tersebut, sedangkan pada UAN 2007/2008 khususnya pada Kelas XII Program IPS di MA Negeri 2 Sumbawa Besar, hanya terdapat 12 orang siswa (38,7%) yang dinyatakan lulus pada mata pelajaran Geografi. Artinya, jumlah siswa yang dinyatakan lulus UAN lebih kecil dibandingkan dengan jumlah siswa yang lulus pada try-out. Hal ini tentu tidak sesuai dengan harapan sekolah, dimana berdasarkan hasil try-out sekolah tersebut menargetkan paling tidak 95% siswanya lulus UAN, khususnya pada mata pelajaran Geografi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan analisis terhadap soal Try-out UAN 2007/2008 yang diujikan di MA Negeri 2 Sumbawa Besar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat validitas soal try-out, yang meliputi tingkat validitas kurikuler, validitas bahasa, validitas item, tingkat kesukaran (TK), daya beda (DB), dan reliabilitas soal. Berdasarkan hasil uji tingkat validitas tersebut akan diketahui apakah soal Try-out UAN yang diujikan di MA Negeri 2 Sumbawa Besar memiliki validitas yang baik atau tidak. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Ex Post Facto, dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini diambil dari Madrasah Aliyah Negeri 2 Sumbawa Besar Nusa Tenggara Barat. Data yang digunakan adalah berupa Dokumen Kurikulum 2004, silabus mata pelajaran Geografi, soal Try-out UAN 2007/2008 mata pelajaran Geografi, dan skor jawaban siswa yang diperoleh dari try-out tersebut (semua skor jawaban siswa Kelas XII Program IPS). Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa tabel telaah soal dan tabel tabulasi skor jawaban siswa. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa soal Try-out UAN 2007/2008 mata pelajaran Geografi di MA Negeri 2 Sumbawa Besar tergolong valid dari segi validitas kurikuler dengan persentase sebesar 100%; memiliki validitas bahasa yang baik karena 86% itemnya tergolong valid; memiliki validitas item yang jelek karena 46% itemnya tergolong tidak valid; mempunyai tingkat kesukaran yang tergolong jelek karena proporsi tingkat kesukaran itemnya tidak terdistribusi secara merata; dan mempunyai daya beda yang jelek karena 39% itemnya berkriteria jelek dan 14% berkriteria jelek sekali. Namun, soal tersebut tergolong reliabel pada taraf kepercayaan 0,05, dengan r hitung > r tabel (0,349), yakni 0,401 pada soal Try-out I, dan 0,432 pada soal Try-out II. Berdasarkan hasil analisis, maka dapat disimpulkan bahwa item soal yang dapat dipakai pada soal Try-out I UAN 2007/2008 mata pelajaran Geografi di MA Negeri 2 Sumbawa Besar adalah sebanyak 8 butir soal, yang harus direvisi sebagian sebanyak 9 butir soal, dan yang harus direvisi total sebanyak 28 butir soal. Sedangkan, pada soal Try-out II item soal yang dapat dipakai adalah sebanyak 2 butir soal, yang harus direvisi sebagian sebanyak 16 butir soal, dan yang harus direvisi total sebanyak 27 butir soal. Dari kesimpulan tersebut, maka disarankan kepada guru mata pelajaran Geografi hendaknya dapat meningkatkan dan mengembangkan validitas soal Try-out UAN mata pelajaran Geografi, dengan cara melakukan ujicoba dan analisis terhadap soal tersebut terlebih dahulu sebelum diujikan kapada siswa.

Pengaruh kompetensi profesionalisme terhadap kinerja guru pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) se-Kota Malang / Nurul Miftakhul Jannah

 

Pendidikan yang bermutu memiliki kaitan kedepan (Forward linkage) dan kaitan kebelakang (Backward linkage). Forward linkage yaitu pendidikan yang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang maju, modern dan sejahtera. Sejarah perkembangan dan pembangunan bangsa-bangsa mengajarkan pada kita bahwa bangsa yang maju, modern, makmur, dan sejahtera adalah bangsa-bangsa yang memiliki sistem dan praktik pendidikan yang bermutu. Backward linkage yaitu pendidikan yang bermutu sangat tergantung pada keberadaan guru yang bermutu, yakni guru yang profesional, sejahtera dan bermartabat. Guru sebagai sebuah profesi yang sangat strategis dalam pembentukan dan pemberdayaan anak-anak penerus bangsa, memiliki fungsi yang semakin signifikan di masa yang akan datang. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) serta Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) dinyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan persyaratan memiliki kualifikasi akademik minimal S1 atau Diploma IV yang relevan dan menguasai kompetensi sebagai agen pembelajaran. Sebagai agen pembelajaran, seorang guru harus memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial yang dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Sertifikasi guru merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu guru sehingga pembelajaran di sekolah juga akan berkualitas. Hal ini dengan asumsi, peningkatan mutu guru akan dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan guru sehingga diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan secara berkelanjutan melalui sebuah kinerja guru yang baik.Tujuan sertifikasi adalah untuk menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional; meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan; meningkatkan martabat guru; dan meningkatkan profesionalimse guru. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional. Variabel dalam penelitian ini adalah Kompetensi Profesionalisme Guru (X) pada Sertifikasi Guru dan Kinerja Guru (Y). Sampel dalam penelitian ini adalah para guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Kota Malang yang dinyatakan lulus dalam Sertifikasi Guru. Dimana yang menjadi responden adalah kepala sekolah atau wakil kepala sekolah dan siswa dari guru yang diteliti. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang yang diperoleh melalui metode sampel bertujuan (purposive sample). Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode angket/kuesioner tertutup yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisi data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan uji t pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kompetensi profesionalisme guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Kota Malang yang dinyatakan lulus dalam Sertifikasi Guru adalah baik. Hal ini terbukti dari hasil penyebaran angket dengan masing-masing sub kompetensi yaitu; 50% guru (15 orang guru) memiliki tingkat kompetensi kepribadian yang tinggi, 63,3% guru (19 orang guru) memiliki tingkat kompetensi kepribadian yang tinggi, 63,3% guru (19 orang guru) memiliki tingkat kompetensi pedagogik yang tinggi, serta 66,7% guru (20 orang guru) memiliki tingkat kompetensi profesional yang tinggi. Sedangkan untuk kinerja guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Kota Malang yang dinyatakan lulus dalam Sertifikasi Guru adalah juga baik dimana ditemukan 53,3% guru memiliki tingkat kinerja yang tinggi, yakni 16 orang guru. Secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan dari Kompetensi Profesionalisme Guru pada Sertifikasi Guru terhadap Kinerja Guru. Terbukti dari hasil analisis Sig F 0,025 < 0,05. dan thitung (2,384) > ttabel (29; 0,05) (2,045). Sedangkan secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan dari Kompetensi Profesionalisme Guru pada Sertifikasi Guru terhadap Kinerja Guru. Terbukti dari hasil analisis Sig F 0,000 < 0,05. dan Fhitung (24,848) > Ftabel (4; 25; 0,05) (2,759). Berdasarkan hasil penelitian diharapkan kepada para guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Kota Malang yang dinyatakan lulus dalam Sertifikasi Guru untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dan kinerjanya yang telah baik dalam dunia kependidikan. Sehingga tujuan Sertifikasi guru untuk menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional dapat tercapai dan terus menerus berlangsung. Selain itu, berbagai program untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dan kinerjanya, hendaknya tidak berhenti begitu saja setelah sertifikat pendidik didapatkan, melainkan tetap membekali diri dengan berbagai program peningkatan pendidikan seperti pelatihan dan seminar di dalam maupun di luar area guru tersebut berada.

Pembelajaran dengan pengalaman nyata pada materi permutasi sebagai upaya meningkatkan kemampuan penalaran dan komunikasi matematika siswa kelas XI IPA MA Nurul Ulum Malang / Chusnul Ma'rifah

 

Kemampuan penalaran dan komunikasi matematika dalam memahami permutasi perlu ditekankan sedini mungkin, karena permutasi merupakan aspek matematika yang banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan guru matematika kelas XI IPA MA Nurul Ulum Malang peneliti memperoleh informasi bahwa pelaksanaan pembelajaran permutasi masih bersifat konvensional, yaitu guru berperan sebagai pemberi informasi dengan menjelaskan materi, memberikan contoh permasalahan, dan memberikan latihan soal-soal. Akibatnya siswa memahami materi hanya sebatas melakukan prosedur dan rumus, kurang dapat mengkonstruksi pengetahuan sendiri, dan kurang dapat berpartisipasi secara aktif baik lisan atau tulisan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan menghasilkan prosedur pembelajaran dengan pengalaman nyata melalui pendekatan kontekstual. Pembelajaran dirancang sebagai upaya meningkatkan kemampuan penalaran dan komunikasi matematika siswa kelas XI IPA MA Nurul Ulum Malang. Langkah-langkah dalam pembelajaran pengalaman nyata dirancang dengan mengacu pada karakteristik dan komponen kontekstual. Adapun langkah-langkah pembelajaran tersebut adalah: (1) orientasi pada masalah, (2) eksperimen dan penyelesaian masalah, (3) penyajian hasil kerja, dan (4) refleksi terhadap hasil kerja. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaaan tindakan dan observasi, serta refleksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh dari hasil validasi, observasi, tes, dan wawancara. Data yang dikumpulkan dianalisis secara induktif dan hasil yang diperoleh bersifat deskriptif. Validasi menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian telah valid. Melalui tes diperoleh persentase siswa yang tuntas belajar adalah 45% pada siklus I dan 85,71% pada siklus II. Menurut standar ketuntasan belajar minimal yang ditetapkan di MA Nurul Ulum Malang, pembelajaran dikatakan berhasil jika sekurang-kurangnya 85% siswa mencapai nilai minimal 70. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan pengalaman nyata pada permutasi cukup berhasil. Hal ini diperkuat dengan hasil observasi aktivitas siswa dengan persentase nilai rata-rata 83,89% pada siklus I dan 88,08% pada siklus II yang keduanya masuk dalam katagori “baik”. Hasil wawancara terhadap siswa menunjukkan bahwa secara umum siswa senang pada pembelajaran dengan pengalaman nyata. ______________________________________________________ Ability of reasoning and mathematics communications in comprehending permutation is required to be emphasized as early as possible, because permutation is one of mathematics aspect which applied often in daily life. Based result early through observation and interview with mathematics teacher of grade XI IPA MA Nurul Ulum, the researcher got information that study of permutation is done conventionally, i.e the teacher explained the materials, gave some examples as practice, and the last gave a homework. Thus, students comprehend the permutations only by conducting and working with procedure and formula, less opportunity in order to construct their knowledge by themselves, and less can participate actively both oral or writing activities. This research is classroom action research which attend to designe procedure (steps) in learning using real-life situation through contextual approach. The learning is designed to imrove the ability of student’s mathematics reasoning and communication of grade XI IPA MA Nurul Ulum Malang. The steps in learning using real-life situation designed referring to contextual’s components and its characteristics. The steps are: (1) orientation at the problems, (2) doing experiments and solving the solutions of problems, (3) presenting the result from works, and ( 4) reflectioning on the work result. This research is executed in two cycles, each cycle consist of planning, observation and action, and the last is reflection. This research used qualitative approach. The research dates is gathered from validation, observation, tests, and interview. The collected dates analysed inductively and the results have descriptive character. The validation indicated that the instructional medias and instruments of research were valid. Through the test, obtained that percentage of level of mastery is 45% at cycle I and 85,71% at cycle II. According to minimum level of mastery set by MA Nurul Ulum that learning told to succed if at least 85% of the student get 70 grade point at test. So, it can be concluded that the learning using real-life situation of permutation is success enough. This result can be strenghtened through student activitie;s observation result with percentage of average value 83,89% at cycle I and 88,08% at cycle II which both of them included in"good” category . Based interview result to students indicated that in general, students pleasure with learning using real-life situation.

Pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap keputusan pemilihan sekolah (Studi pada siswa Madrasah Aliyah Negeri Genukwatu, Ngoro Jombang) / Yayuk Murtia Dhani

 

ABSTRAK Dhani, yayuk Murtia. 2008. Pengaruh Faktor Internal dan EksternalTterhadap KeputusanPpemilihan Sekolah. Skripsi. Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Djoko Dwi K, M.si (2) Hj Ita PrihatiningWilujeng, SE, M.M. Kata kunci: Faktor Internal, Faktor Eksternal, Keputusan Pemilihan Sekolah, Tingkat kualitas sumberdaya manusia sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan di bangsa itu. Pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional (depdiknas), pemerintah telah berusaha untuk mengatasi masalah-masalah pendidikan yang selama ini terjadi di Indonesia. Lembaga pendidikan harus mampu berinteraksi dengan pelanggan agar dapat memenangkan persaingan dan dapat membangun image mereka. Demikian pula denag Madrasah Aliyah Negeri Genukwatu mereka harus mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain. Walaupun statusnya negeri Madrasah Aliyah Negeri Genukwatu harus bias bersaing dengan sekolah-sekolah lain karena kesadaran masyarakat tentang pendidikan juga semakin meningkat. Kesadaran masyarakat yang meningkat inilah membuat konsumen memilih kulitas sekolah dari pada statusnya. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah deskripsi faktor internal dan eksternal pada siswa Madrasah Aliyah Negeri Genukwatu?, (2) Bagaimanakah deskripsi faktor keputusan pemilihan sekolah pada siswa Madrasah Aliyah Negeri Genukwatu?, (3) Apakah terdapat pengaruh secara parsial faktor internal konsumen terhadap keputusan pemilihan sekolah?, (4) Apakah terdapat pengaruh secara parsial faktor eksternal konsumen terhadap keputusan pemilihan sekolah?, (5) Apakah terdapat pengaruh secara simultan faktor internal dan eksternal konsumen terhadap keputusan pemilihan sekolah?. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri Genukwatu dengan responden siswa Madrasah Aliyah Negeri Genukwatu sebagai populasinya. Penelitian yang dilakukan termasuk penelitian korelasional. Analisis data penelitian yang dipakai adalah analisis regresi berganda dengan menggunakan uji t dan uji f dalam menguji hipotesisnya. Data penelitian ini dijaring dengan menyebarkan kuisioner kepada 73 sampel siswa Madrasah Aliyah Negeri Genukwatu dan menggunakan acak bartingkat disproposional sampling yaitu teknik pengambilan sampel pada siswa Madrasah Aliyah Negeri Genukwatu secara bertingkat berdasarkan kelas. Hasil analisis data menunjukkan bahwa keputusan pemilihan sekolah secara signifikan dipengaruhi oleh: faktor internal(X1)dan eksternal (X2) baik secara parsial maupun simultan.Berdasarkan hasil penelitian faktor internal berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pemilihan sekolah dapat di lihat dari thitung>ttabel yaitu 2,841 > 2,645, dengan signifikansi 0,006 dan faktor eksternal berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pemilihan sekolah dengan thitung > ttabel yaitu 9,660 > 2,645 dengan signifikansi 0,000. sedangkan pengaruh simultan antara faktor internal dan eksternal terhadap keputusan pemilihan sekolah dapat dilihat dari nilai F hitung > Ftabel yaitu 367,176 > 3,07. Variabel faktor internal dan eksternal dalam mempengaruhi keputusan siswa dalam memilih sekolah adalah sebesar 91 %. Sedangkan variabel yang paling dominan yang mempengaruhi keputusan pemilihan sekolah adalah faktor eksternal yaitu sebesar 75,3 %. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis memberikan saran yang dapat dijadikan pertimbangan yaitu hendaknya Madrasah Aliyah Negeri Genukwatu meningkatkan kualitasnya untuk menarik calon konsumen baru dan kepada peneliti lanjutan yang berminat meneliti keputusan konsumen dalam keputusan pemilihan sekolah dapat memperluas sub variabel internal dan eksternal yang mempengaruhi keputusan pemilihan sekolah dan dapat menambahkan sampel dengan teknik pengambilan sampel yang lebih baik

Studi tentang karakter desain cover majalah girls edisi 14-26 tahun 2008 / Harfrida Vindy Agustie

 

Karakter merupakan sifat atau watak yang dimiliki dan menjadi ciri khas atas sesuatu. Proses penentuan karakter diperoleh melalui proses studi dari berbagai aspek. Pemilihan majalah sebagai obyek penelitian karakter karena keuntungan majalah adalah selektifitas tinggi secara geografis dan demografis, sehingga pembaca dapat memperoleh suatu informasi yang tepat sasaran. Cover majalah merupakan penggambaran display isi yang disajikan didalamnya, maka cover depan merupakan penggambaran isi majalah keseluruhan Majalah Girls terbitan Gramedia Group Majalah, mengusung segmen anak perempuan usia sekolah dasar (8-12 tahun) dengan motto cerdas dan cantik, yang isi beritanya merupakan media edukasi anak yang menghibur dan menyentuh sisi psikologis dan sosialnya, sehingga diharapkan dapat menjadikan anak perempuan yang cerdas dan cantik, serta dapat menggali informasi dunia anak perempuan usia sekolah dasar (8-12 tahun). Pada penelitian ini, pendekatan yang digunakan mengarah pada penelitian analisis isi bersifat interpretatif dengan penjabaran secara deskriptif kualitatif. Dengan sumber data terkumpul maka peneliti akan mengunakan teknik pemaparan data, yaitu mendeskripsikan cover majalah Girls edisi 14-26 ditinjau dari struktur desain yang menyusun tampilan cover tersebut. struktur desain terdiri dari huruf dan tipografi, warna, illustrasi, foto, komposisi, layout dan gaya desain serta segmen anak usia (8-12) tahun. Majalah Girls merupakan majalah dengan karakter huruf yang dinamis dan mengesankan gerak dengan munculnya type huruf script dan san serif serta dekoratif pada headline dan sub headline, menggunakan warna kontras pada tampilan desain dengan sifat panas dan dingin, serta penggunaan warna tegas dan muda yang menimbulkan kesan ceria. Model cover anak perempuan sia 8-12 tahun dan munculnya tokoh idola dapat memunculkan nilai ketauladanan. Type layout majalah adalah tipe sircus, yaitu dengan munculnya bentuk-bentuk beragam. Penggabungan unsur-unsur tersebut memiliki arah kepada gaya desain pop dengan penggunaan warna kontras, penggunaan illustrasi kartun dan penggabungan bentuk-bentuk geometris dan elemen desain lainnya untuk tujuan komersial adalah ciri pop, dengan nuansa ekspresionis dan romantisme khas anak perempuan.

Penerapan model PBL (Problem based learning) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi kelas X-5 di SMA Negeri 10 Malang / Ahmad Faqih

 

Untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar, para ahli pembelajaran telah menyarankan penggunaan paradigma pembelajaran konstruktivistik dalam kegiatan belajar-mengajar di kelas. Dengan perubahan paradigma belajar tersebut terjadi perubahan pusat (fokus) pembelajaran dari belajar berpusat pada guru kepada belajar berpusat pada. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa siswa SMA N 10 Malang kelas X-5 diperoleh gambaran kondisi kelas X-5 bahwa dalam setiap pertemuan siswa disuruh mengerjakan latihan soal yang ada di modul siswa, kemudian membahasnya bersama-sama. Metode yang sering digunakan adalah metode ceramah dan diskusi. Dengan metode ini siswa merasa guru masih kurang banyak mengembangkan metode-metode yang dapat mengaktifkan siswa dalam belajar. Metode pembelajaran ceramah dan diskusi ini dapat dirasakan peneliti kurang dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran biologi hal ini dapat dilihat dari sedikitnya siswa yang aktif bertanya atau menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Selain itu juga dengan metode ceramah siswa menjadi bosan dalam menerima pelajaran, sedangkan dengan metode diskusi yang pernah dilakukan oleh peneliti masih kurang memotivasi siswa karena hanya siswa tertentu saja yang aktif dalam pembelajaran, hal ini dapat dilihat pada waktu pembelajaran yang menggunakan metode ceramah dan diskusi yaitu hanya sedikit sisiwa yang aktif bertanya maupun aktif menjawab sedangkan yang lain hanya diam dan sebagian lagi ada yang main HP (Hand Phone) . Menurut Nurhadi (2006: 56) suatu pendekatan pembelajaran berdasarkan masalah merupakan pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berfikir kritis dan keterampilan dalam memecahkan masalah serta memperoleh pengetahuan dan konsep yang essensial dari materi pelajaran.Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan pendekatan PBL (Problem Based Learning) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi siswa kelas X-5 SMA Negeri 10 Malang. Berdasarkan tujuan penelitiannya termasuk penelitian terapan. Ditinjau dari metodenya termasuk dalam penelitian tindakan. Oleh karan itu, penelitian ini termasuk PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang dilaksanakan dalam 4 siklus tindakan, setiap siklus terdiri dari dari dua kali pertemuan selama 3 jam pelajaran yang terdiri dari 1 jam hari kamis dan hari jum‟at 2 jam pelajaran. Sedangkan ditinjau dari tingkat penjelasan data termasuk dalam penelitian deskriptif. Berdasarkan data dan analisisnya termasuk dalam penelitian kualitataif. Subyek penelitian ini adalah kelas X-5 yang berjumlah 40 siswa yang terdiri dari 18 laki-laki dan 22 perempuan. Penentuan subjek penelitian ini berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan guru biologi yakni kelas yang hasil 5 belajarnya paling rendah antara kelas X-4, X-5, dan X-6 adalah kelas X-5. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tulis yang dilaksanakan pada akhir siklus, lembar observasi, checklis, catatan lapangan, dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa Aktivitas kelas pada siklus 1 sebesar 27.98% dengan taraf keberhasilan sangat kurang, pada siklus 2 sebesar 35.38% dengan taraf keberhasilan sangat kurang. Pada siklus ke-3 mempunyai aktivitas kelas sebesar 50.76 % dengan taraf keberhasilan kurang dan siklus ke-4 mempunyai aktivitas kelas sebesar 73.26% dengan taraf keberhasilan baik. Rata-rata hasil belajar kognitif siswa pada siklus I adalah 59,125 dan hanya 11 siswa saja yang tuntas belajar dengan mencapai angka 70 sesuai dengan SKM (Standar Ketuntasan Minimum) yang telah ditentukan, sedangkan 29 siswa yang lain tidak tuntas belajar (gagal). Daya serap klasikal yang diperoleh dari siklus I ini sebesar 27,5% saja. Rata-rata kelas pada siklus II adalah 73,835 dan 28 siswa yang tuntas belajar sedangkan 12 siswa yang lainnya tidak tuntas belajar (gagal). Daya serap yang diperoleh pada siklus II adalah sebesar 70%. Pada siklus III memperoleh rata-rata kelas sebesar 77,2 dan jumlah siswa yang tuntas semakin bertambah yaitu 33 siswa sedangkan yang tidak tuntas 7 siswa saja. Oleh sebab itu daya serap klasikal yang diperoleh sebesar 82,5%. Pada siklus IV memperoleh rata-rata kelas sebesar 88,425 dan jumlah siswa yang tuntas hampir 95% yaitu 38 siswa sedangkan yang tidak tuntas hanya 2 siswa saja. Daya serap klasikal yang diperoleh pada siklus IV ini sebesar 95%.Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan PBL (Problem Based Learning) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi siswa kelas X-5 SMA Negeri 10 Malang. Saran-saran yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini adalah Guru mata pelajaran biologi disarankan agar dalam proses pembelajaran dapat menerapkan pembelajaran yang dapat mengaktifkkan siswa dalam belajar yang salah satunya adalah PBL (Problem Based Learning) dan untuk materi pelajaran yang lain untuk meningkatkan aspek afektif, kognitif, dan psikomotor siswa misalnya dengan membiasakan siswa untuk melakukan praktikum, presentasi, diskusi kelas dan memberikan tugas-tugas kepada siswa seperti tugas membuat laporan dan awetan.

Aplikasi metode geolistrik konfigurasi schlumberger dalam pendugaan posisi air tanah (Studi kasus Daerah Karangnongko Kabupaten Pasuruan) / Atika Luthfiandari

 

ABSTRAK Luthfiandari, Atika. 2009. Aplikasi Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger Dalam Pendugaan Posisi Air Tanah (Studi Kasus Kabupaten Pasuruan Daerah Karangnongko). Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Burhan Indriawan, S.Si., M. Si. (II) Eny Latifah, S.Si, M.Si. Kata kunci: Geolistrik resistivitas, Air tanah, Konfigurasi Schlumberger,IPI2 Win Telah dilakukan penelitian tentang geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger. Untuk menentukan posisi air tanah di daerah Karangnongko Kabupaten Pasuruan, dengan menggunakan metode geolistrik. Tujuan dari penelitian ini menentukan posisi air tanah serta kedalamannya dan nilai resistivitas yang terdapat pada daerah penelitian. Peralatan yang digunakan adalah seperangkat alat geolistrik dengan menggunakan analisis software IPI2 Win. Pada penelitian ini data yang digunakan diperoleh dari pengamatan dalam pengukuran secara langsung di lapangan. Pengukuran yang dilakukan di daerah Karangnongko Kabupaten Pasuruan. Metode resistivitas pada dasarnya adalah pengukuran harga resistivitas (tahanan jenis) batuan dengan menginjeksikan arus ke bawah permukaan bumi, sehingga di dapat beda potensial (Volt) yang kemudian akan di dapat informasi mengenai tahanan jenis batuan. Hal ini dilakukan dengan menggunakan keempat elektroda yang disusun segaris, salah satu dari dua buah elektroda yang berbeda muatan digunakan untuk mengalirkan arus kedalam tanah dan dua elektroda lainnya digunakan untuk mengukur tegangan yang ditimbulkan oleh aliran arus tadi sehingga resistivitas bawah permukaan dapat diketahui. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat empat lintasan KrN 1, KrN 2, KrN 3 dan KrN 4. Hasil dianalisis dengan menggunakan software Ipi2 Win. Untuk data pada lintasan pertama (KrN 1) didapatkan nilai kedalaman maksimal 113m dengan nilai resistivitas antara 1.3 – 1272 , sedangkan untuk posisi air tanah terdapat pada kedalaman 2.86 – 23.5 m dengan nilai resistivitas antara 34.3 – 42.5 . Pada pengukuran lintasan kedua (KrN 2) didapatkan nilai kedalaman maksimal 114m dengan nilai resistivitas antara 5.26 – 37572 , pada lintasan ini tidak terdapat lapisan air tanah karena pada kedalaman 1.23 – 1.43 m, dengan nilai resistivitas antara 74.1 – 76.8 air yang terbentuk hanyalah air dangkal. Pada pengukuran lintasan ketiga (KrN 3) didapatkan nilai kedalaman maksimal 114m dengan nilai resistivitas antara 7.61 – 9962 , pada lintasan ketiga ini tidak terdapat lapisan air tanah karena pada kedalaman 0.976 m, dengan nilai resistivitas antara 86.7 air yang terbentuk hanyalah air dangkal. Pada pengukuran lintasan keempat (KrN 4) didapatkan nilai kedalaman maksimal 63.7m dengan nilai resistivitas antara 5.66 – 50003 , pada lintasan keempat juga tidak terdapat lapisan air tanah karena pada kedalaman 1.08 m, dengan nilai resistivitas antara 35.6 air yang terbentuk hanyalah air dangkal.

Meningkatkan hasil belajar IPS melalui media televisi dan cd pembelajaran pada siswa kelas IV SDN Mungkung II Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk / Amelia Indiyah Susanti

 

ABSTRAK Susanti, A. Indiyah. 2009. Meningkatkan Hasil Belajar IPS Melalui Video Televisi Pada Siswa Kelas IV SDN Mungkung II Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar Pra Sekolah Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing : (I) Drs. H. Hadi Mustofa, M. Pd, (II) Suminah, S.Pd, M. Pd. Kata Kunci : Video Televisi, Hasil Belajar, Ilmu Pengetahuan Sosial Proses pembelajaran yang tepat adalah salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pada hasil belajar siswa. Pada penelitian tindakan yang berjudul Meningkatkan Hasil Belajar IPS Melalui Video Televisi Pada Siswa Kelas IV SDN Mungkung II Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1). Bagaimana penerapan Video Televisi sebagai media dalam kegiatan belajar mengajar pada pelajaran IPS kelas IV di SDN Mungkung II Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk? (2) Apakah penggunaan Video Televisi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada pelajaran IPS SD kelas IV di SDN Mungkung II Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk? Tujuan penelitian ini adalah: (1). Mendeskripsikan penerapan Video Televisi sebagai media dalam kegiatan belajar mengajar pada pelajaran IPS kelas IV di SDN Mungkung II Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. (2) Mendeskripsikan penggunaan Video Televisi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada pelajaran IPS SD kelas IV di SDN Mungkung II Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dilakukan atas dasar data yang diperoleh di lapangan dengan menggunakan observasi,wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan instrumennya adalah angket untuk mengetahui bahwa Video Televisi dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Rancangan yang digunakan adalah PTK dengan dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas (a) Perencanaan, (b) Pelaksanaan, (c) Observasi, dan (d) Refleksi. Hasil penelitan ini menunjukkan bahwa (1) Hasil belajar siswa kelas IV SDN Mungkung II yang proses pembelajarannya menggunakan Video Televsi berbeda hasilnya dengan pembelajaran yang tidak menggunakan Video Televisi. (2). Proses pembelajarannya menggunakan Video Televisi menunjukkan hasil belajar yang lebih baik. Yaitu dari rerata skor 67,92 dan daya serap klasikal 16% pada pra tindakan dan setelah tindakan menjadi rerata skor 70 dan daya serap klasikal 54% pada siklus I, dan rerata skor 87,2 dan daya serap klasikal 88% pada siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) penerapan Video Televisi sebagai tepat digunakan media dalam kegiatan belajar mengajar pada pelajaran IPS kelas IV di SDN Mungkung II Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk sehingga dapat menghindari adanya kejenuhan pada siswa, (2) Penggunaan Video Televisi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPS SD kelas IV di SDN Mungkung II Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. Hal tersebut dibuktikan adanya perubahan hasil belajar pada siklus I dan Siklus II. Saran bagi guru hendaknya dalam mengajar menggunakan metode yang tepat dalam mengajar. Salah satunya dengan menggunakan Video Televisi, sehingga pembelajaran dikelas tidak jenuh. Bagi orang tua juga harus selektif, jangan menjadikan televisi sebagai media utama di rumah. Meski peran televisi tidak bisa di sepelakan, namun sebaiknya diseleksi acara apa yang baik untuk anak.

Perubahan bentuk tunggal program linier fungsi tujuan ganda dengan menggunakan himpunan fuzzy / Dyah Ajeng Tristanti

 

ABSTRAK Tristanti, Dyah Ajeng. 2008. Perubahan bentuk tunggal Program Linier Fungsi Tujuan Ganda dengan Menggunakan Himpunan Fuzzy. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing I : Dra. Susy Kuspambudi, M. Kom, Pembimbing II : Mohamad Yasin, S.Kom, M.Kom. Kata Kunci: Himpunan fuzzy, program linear, multiobjective linear programming. Dalam kehidupan sehari-hari manusia cenderung untuk hidup berprinsipkan ekonomi. Dengan usaha sesedikit mungkin dapat memperoleh hasil sebanyak mungkin, dari situlah akan timbul masalah optimasi. Di dalam program linier, permasalahan biasa diekspresikan sebagai pengoptimalan satu fungsi tujuan dengan beberapa batasan. Pada kenyataannya, permasalahan yang terjadi dikehidupan nyata tidak hanya cukup diwakili dengan pengoptimalan satu fungsi tujuan saja. Permasalahan berkembang menjadi masalah pengoptimalan lebih dari satu tujuan linier bahkan saling bertentangan dan disertai dengan kendala linier. Masalah pengoptimalan yang seperti ini disebut dengan Multiobjective Linear Programming (MOLP). Salah satu jenis Multiobjective Linear Programming adalah program linier dengan fungsi tujuan ganda. Agar dapat menyelesaikannya, maka program linier fungsi tujuan ganda harus diubah menjadi program linier satu fungsi tujuan. Dalam pembahasan skripsi ini, proses mengubah program linier fungsi tujuan ganda kebentuk program linier satu fungsi tujuan adalah dengan menggunakan himpunan fuzzy. Dengan himpunan fuzzy, maka permasalahan awal harus diubah kebentuk meminimalkan 2 fungsi tujuan linier dan dengan kendala dan . Kemudian menentukan nilai fuzzy goal sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh perusahaan yang relatif terhadap fungsi tujuan. Selanjutnya menentukan fungsi keanggotaan berdasarkan nilai fuzzy goal yang diperoleh. Dengan menggunakan fungsi keanggotaan linier dan mengikuti fuzzy decision dari Bellman dan Zadeh (1970), maka permasalahan dapat diwakili dengan memaksimalkan dengan kendala dan . Kemudian dengan menggunakan maka permasalahan dapat direduksi menjadi permasalahan program linier dengan satu fungsi tujuan yang berbentuk memaksimalkan dengan kendala , , dan . Selanjutnya permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan metode penyelesaian permasalahan program linear satu fungsi tujuan. ABSTRACT Tristanti, Dyah Ajeng. 2008. Perubahan bentuk tunggal Program Linier Fungsi Tujuan Ganda dengan Menggunakan Himpunan Fuzzy. Sarjana’s Thesis, The mathematics Department of FMIPA of the State University of Malang. Advisors: (I) Dra. Susy Kuspambudi, M.Kom, Pembimbing (II) Mohamad Yasin, S.Kom, M.Kom. Key words: fuzzy sets, linear programming, multiobjective linear programming. In life human tends to economy principled alive. With minimize effort can get result as many as possible, from that optimize problem comes. In linear programming, problems are expressed as optimizing one objective function given certain constraints. Practically, problems in real life not only enough represented with optimizing one objective function. The problem develop into optimizing problem with more than one linear objective function indeed conflicting linear objective function and with linear constraints. Optimizing problem like that called multiobjective linear programming (MOLP). One of example of multiobjective linear programming is a linear programming problem with double objective function. There for that problem can be solve, then the linear programming problem with double objective function must be changed as linear programming problem with one objective function. In criticism this thesis, the process to change linear programming problem with double objective function to be linear programming problem with one objective function is using fuzzy sets. By using fuzzy sets then first problem must be change as minimize 2 linear objective functions and with constraints and . Then determine the value of fuzzy goal, after that determine membership function. With membership function and following the fuzzy decision of bellman and zadeh (1970) then the problem can be interpreted as maximize with constraints and . Used , then the problem can be reduced to be linear programming problem with one objective function, that is maximize with constraints , , and . So the new problem can be solve with methods that solve linear programming problem with one objective function.

Penggunakaan larutan asam cukai sebagai alternatif elektrolit pada proses anodizing aluminium yang ramah lingkungan / Ratna Fajarwati Meditama Syafi'i Ananta

 

ABSTRAK Ratna Fajarwati Meditama Syafi’I Ananta. Penggunaan Larutan Asam Cuka sebagai Alternatif Elektrolit pada Proses Anodizing Aluminium yang Ramah Lingkungan. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Widiyanti, M. Pd (II) Aminudin, S.T, M.T. Kata Kunci: anodizing, alumunium, elektrolit, larutan asam cuka, warna lapisan Perkembangan industri elektroplating seperti anodizing menimbulkan permasalahan baru bagi kelestarian lingkungan hidup. Pencemaran lingkungan bermula ketika industri tersebut menggunakan bahan baku dari bahan kimia yang limbahnya bisa mengganggu kelestarian lingkungan hidup. Sehubungan dengan hal tersebut maka disini penulis mencoba melakukan penelitian pada bidang industri, khususnya industri pengolahan logam yaitu “Penggunaan larutan asam cuka sebagai alternatif elektrolit pada proses anodizing aluminium yang ramah lingkungan”. Penelitian ini dilakukan pada logam aluminium karena aluminium merupakan logam ringan yang paling banyak digunakan dalam usaha perindustrian, dan disini penulis mencoba menggunakan alternatif elektrolit dari larutan asam cuka yang merupakan bahan organik yang tidak membahayakan bagi lingkungan hidup karena dapat langsung diuraikan oleh lingkungan. Anodizing merupakan proses pembentukan lapisan oksida pada permukaan logam secara elektrokimia, dimana permukaan logam dibuat agar dapat menyerap lapisan oksida yang memiliki struktur pori-pori yang dapat menyerap larutan warna. Anodizing diterapkan untuk memperbaiki permukaan pada logam seperti aluminium, titanium, magnesium, seng, tembaga, kadmium, perak, dan sebagainya. Pada penelitian kali ini proses anodising yang dilakukan ditujukan untuk logam aluminium dengan variasi waktu proses pencelupan dimana variasinya adalah 30, 45 dan 60 menit dan variasi konsentrasi larutan asam cuka dimana variasinya adalah 5%, 10%,15%, 20% dan 25%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan warna lapisan permukaan aluminium hasil proses anodizing akibat pengaruh variasi waktu proses pencelupan dan variasi konsentrasi larutan elektrolit asam cuka. Obyek penelitian adalah aluminium strip murni dipasaran dengan ketebalan 1 mm lebar 25 mm dan panjang 100 mm yang akan dianodising dengan variasi waktu proses pencelupan dan variasi konsentrasi larutan elektrolit asam cuka. Proses pembandingan warna dilakukan dengan menggunakan Software Photoshop berdasarkan intensitas warna dalam menyerap cahaya. Setelah pengujian maka didapat data yaitu warna paling cerah dihasilkan oleh anodising dengan waktu proses pencelupan 15 menit dengan konsentrasi 25% asam cuka dengan intensitas warna sebesar 1.532.032,56 sedangkan warna yang paling gelap dihasilkan oleh anodising dengan waktu proses pencelupan 60 menit dengan konsentrasi 5% dengan intensitas warna sebesar 198.992,7755. Analisis data menggunakan teknik deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan warna lapisan permukaan aluminium yang dihasilkan dari proses anodizing dengan variasi waktu proses pencelupan dan konsentrasi larutan asam cuka.

Model perangkat lunak belajar matematika untuk grafik fungsi trigonometri / Syaiful Hamzah Nasution

 

Obyek matematika adalah benda fikiran, yang sifatnya abstrak. Karena itu wajar apabila matematika tidak mudah dipahami oleh kebanyakan siswa. Untuk mengatasi hal tersebut maka dalam mempelajari suatu konsep atau prinsip-prinsip matematika diperlukan pengalaman belajar dan alat bantu media belajar yang dapat digunakan sebagai jembatan bagi siswa dalam memahami konsep. Sejalan dengan kemajuan teknologi jaringan dan perkembangan internet, memungkinkan penerapan teknologi ini di berbagai bidang termasuk di bidang pendidikan. Di masa datang penerapan teknologi internet di bidang pendidikan akan sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan dan memeratakan mutu pendidikan, terutama di Indonesia yang wilayahnya terbesar di berbagai daerah yang sangat berjauhan. Sehingga diperlukan solusi yang tepat dan cepat dalam mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan mutu pendidikan sekarang. Dengan adanya aplikasi pendidikan jarak jauh yang berbasiskan internet, maka ketergantungan akan jarak dan waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan pendidikan dan latihan akan dapat diatasi, karena semua yang diperlukan akan tersedia secara online sehingga dapat diakses dimanapun, kapanpun dan oleh siapapun Kelebihan dari model perangkat lunak ini adalah dapat digunakan secara online (dengan Internet atau LAN) maupun offline, digunakan secara individu dengan menggunakan CD. Model perangkat lunak ini dapat digunakan pada komputer yang memiliki browser dan webserver baik pada Sistem Operasi Windows atau Linux. ------------------------------------------------------------------------------- Object in mathematic is a mind with abstract characteristic. It’s natural that student are not easy understand mathematic. In order to solve problems, in learning a concept or mathematic principle of need an experience and media. These are used as a bridge for student to understand concept. Referring to network progress and internet develop, it’s possible to apply this technology in many aspect, including education. The application of internet technology in education is very needed to increase and flatten the quality of education. Especially in Indonesia where region far from others. Therefore, good and fast solution in solving many problems which connection to the quality of education is required. By software education based on internet technology, problem of distance and time to recognize education can be solve, because all the aspect needed are available online. So everyone can access it every where and every time. The advantages of this model is can be used online (with Internet connection or LAN) or offline, it can be used individually with Compact Disk (CD). This software model can be use for personal computer which have a browser and web server whether in Windows Operating System or Linux.

Pengembangan inventori self-regulated learning bagi siswa sekolah lanjutan tingkat pertama/ oleh Herly Janet Lesilolo

 

Hubungan pelatihan pengembangan kerja dan motivasi kerja terhadap produktivitas kerja karyawan CV. Gina Garment Denpasar / Eny Trianawati

 

Setiap perusahaan yang didirikan pada umumnya bertujuan untuk memperoleh keuntungan. Tujuan tersebut akan tercapai apabila ada kerjasama antara perusahaan dengan karyawan untuk mencapai produktivitas yang tinggi. Pelaksanaan pelatihan pengembangan kerja akan membantu tercapainya peningkatan produktivitas kerja namun tingkat kemahiran kerja setelah mengikuti pelatihan pada tiap karyawan berbeda-beda. Begitu juga apabila didorong oleh motivasi yang tinggi akan tercapai produktivitas yang lebih baik namun motivasi kerja yang dimiliki tiap karyawan juga berbeda-beda. Hal ini yang dapat berdampak pada tinggi rendahnya produktivitas kerja pada perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) tingkat kemahiran kerja setelah mengikuti pelatihan pengembangan kerja pada setiap karyawan (2) Motivasi kerja karyawan (3) Produktivitas kerja karyawan (4) Hubungan pelatihan pengembangan kerja dan motivasi kerja terhadap produktivitas kerja karyawan CV. Gina Garment Denpasar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang berjumlah 50 orang diambil seluruhnya sebagai subyek penelitian. Instrumen yang digunakan adalah skala pelatihan pengembangan kerja, skala motivasi kerja dan skala produktivitas kerja. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, korelasi dan regresi ganda. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan CV. Gina Garment Denpasar pada bulan Februari sampai dengan Mei 2008.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemahiran kerja karyawan setelah mengikuti pelatihan pengembangan kerja pada perusahaan termasuk dalam kategori sedang sebesar 56%, Motivasi kerja karyawan menunjukkan kategori tinggi sebesar 74%, tingkat produktivitas kerjanya juga menunjukkan pada kategori sedang yaitu 64%. Selain itu juga terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pelatihan pengembangan kerja dan motivasi kerja terhadap produktivitas kerja pada karyawan CV. Gina Garment Denpasar. Kepada karyawan diharapkan bersedia bekerjasama dengan perusahaan dalam bentuk keseriusan mengikuti pelatihan pengembangan kerja dan meningkatkan motivasi kerja sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kerja. Dari hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada pimpinan perusahaan untuk lebih meningkatkan pelatihan pengembangan kerja mulai dari kedisiplinannya, metode-metode pelatihan pengembangan kerja dan tujuannya. Selain itu perusahaan harus mengetahui berbagai motif-motif karyawan dan lebih

Bursa kerja aktif (BKA): studi kasus di SMK PGRI 3 Kota Malang / Fredi Santoso

 

Lapangan pekerjaan merupakan indikator penting tingkat kesejahteraan masyarakat dan sekaligus menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah salah satu lembaga pendidikan yang bertujuan mempersiapkan peserta didik untuk siap bekerja. Untuk menghadapi tantangan dan mewujudkan tujuan tersebut, pemerintah mengeluarkan Kepmennaker No. 2 tahun 1994, tentang Bursa Kerja Khusus atau BKK. Bursa Kerja Khusus adalah bursa kerja yang berada di satuan Pendidikan Menengah untuk menyalurkan lulusan pada Dunia Usaha/Industri. Salah satu sekolah yang mempunyai lembaga tersebut adalah SMK PGRI 3 Kota Malang yang diberi nama BKA (Bursa Kerja Aktif). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Bursa Kerja Aktif (BKA) SMK PGRI 3 Kota Malang yang meliputi bentuk dan usaha menjalin kerjasama dengan perusahaan, upaya memasarkan lulusan, tingkat keberhasilan memasarkan lulusan dan hambatan dalam Bursa Kerja Aktif (BKA). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, Sedangkan jenis penelitian kualitatif dalam penelitian ini adalah studi kasus. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk kerjasama Bursa Kerja Aktif (BKA) SMK PGRI 3 Kota Malang dengan perusahaan adalah penempatan siswa Prakerin (Praktek Kerja Industri), penyaluran lulusan ke Dunia Usaha/Industri, memberikan training kepada guru, memberikan modul-modul pembelajaran, sampai pembukaan kelas-kelas industri/perusahaan. Sedangkan usaha yang dilakukan BKA dalam menjalin kerjasama dengan perusahaan adalah kunjungan ke Dunia Usaha/Industri. Upaya yang dilakukan BKA dalam memasarkan lulusan adalah menyelenggarakan Program Pembekalan Alumni, mengajukan proposal ke perusahaan dan dengan adanya kelas perusahaan. Tingkat keberhasilan Bursa BKA dalam memasarkan lulusannya menurut standart ISO adalah 80% dari jumlah lulusan dan dari pihak sekolah lebih menekankan pada peningkatan tiap tahunnya, akan tetapi sampai bulan November 2008 lulusan yang terserap melalui BKA adalah 24,5%. Hambatan-hambatan yang dialami oleh BKA adalah sebagian besar lulusan atau keluarganya tidak mau bekerja di luar kota, ada yang ingin nganggur dulu dan lulusan masih pilih-pilih pekerjaan. Tindakan pertama atau solusi yang dilakukan BKA untuk mengatasi hal tersebut adalah memberikan motifasi pada saat pembekalan, memanggil siswa dan orang tuanya untuk diberikan pengarahan dan memberikan pembinaan mulai kelas satu bahwa mereka nanti harus siap dan mau bekerja dimanapun.

Penerapan strategi saluran distribusi pada unit usaha olah-olah khas Malang Kripik Tempe "Cak Mul" / Denistina Fajarrina

 

ABSTRAK Fajarrina, Denistina. 2008. Penerapan Strategi Saluran Distribusi pada Unit Usaha Oleh-oleh Khas Malang Kripik Tempe “Cak Mul”. Tugas Akhir, Jurusan D-III Manajemen Pemasaran FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Supriyanto, M.M Kata Kunci: Strategi, Saluran Distribusi Manajemen yang baik, visi dan misi yang tepat serta sumber daya yang dikelola secara benar, akan dapat menghasilkan suatu hasil yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Hal itu merupakan strategi yang dapat dilakukan, agar mencapai target produksi yang telaj ditentukan. Salah satu unit usaha kripik tempe yang bernama Kripik Tempe Cak Mul yang bertempat di Jalan Bango Utara 1 No. 8 Malang merupakan salah satu dari sekian banyak perusahaan yang memanfaatkan sumber daya alam untuk kegiatan produksinya. Unit usaha ini mengolah kedelai menjadi tempe dan kemudian menjadi kripik tempe. Pelaksanaan dari Praktikum Manajemen Pemasaran III yang digunakan dalam penyusunan Tugas Akhir ini dilakukan mulai 22 September dan berakhir pada tanggal 31 Oktober 2008. Untuk sistem praktik di unit usaha Kripik Tempe Cak Mul, dilakukan sesuai dengan perencanaan kegiatan, yaitu: mencari data yang ada dalam unit usaha Kripik Tempe Cak Mul dengan bekerja langsung sesuai pekerjaan yang ada dalam unit usaha Kripik Tempe Cak Mul. Dari penjelasan latar belakang di atas, dirumuskan tujuan dari penerapan saluran distribusi sebagai salah satu strategi bauran pemasaran pada unit usaha tersebut. Selain itu, model yang dipergunakan juga perlu dipikirkan guna penerapan saluran distribusi sebagai salah satu strategi bauran pemasaran tersebut, faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan saluran distribusi, dan kiat dalam mengatasi persaingan. Penulis mengangkat judul tugas akhir ”Penerapan Strategi Saluran Distribusi pada Unit Usaha Oleh-oleh Khas Malang Kripik Tempe Cak Mul”. Dalam hal ini, Penerapan Strategi Saluran Distribusi yang dikembangkan oleh unit usaha Kripik Tempe Cak Mul adalah menggunakan Strategi Cakupan Distribusi. Dikarenakan unit usaha Kripik Tempe Cak Mul belum memiliki pasar yang besar, maka cakupan distribusi inilah yang dilaksanakannya. Dalam strategi ini, terdapat tiga macam, antara lain Distribusi Intensif, Distribusi Selektif, Distribusi Eksklusif. Dari ketiga macam strategi cakupan distribusi tersebut, yang digunakan oleh unit usaha Kripik Tempe Cak Mul adalah Distribusi Intensif, yaitu produsen berusaha menyediakan produknya di semua retail outlet yang mungkin untuk memasarkan produknya dan Distribusi Eksklusif, yaitu produsen menggunakan pedagang besar atau pengecer dalam daerah tertentu. Srategi ini memberikan keuntungan bahwa produk usaha tersedia luas di pasar. Kegiatan yang dilakukan selama PKL (Praktik Kerja Lapangan) di unit usaha Kripik Tempe Cak Mul adalah dimulai dari pengenalan tentang unit usaha, alat-alat produksi, proses produksi, pengemasan dan pemasaran produknya. Praktik ini dilakukan selama kurang lebih satu setengah bulan. Dengan pengenalan yang terbuka, membuat kami sebagai mahasiswa sangat senang dan bangga. Jadi, kami lebih memahami bagaimana dengan adanya unit usaha tersebut. Dengan pelaksanaan strategi saluran distribusi yang dilaksanakan oleh unit usaha Kripik Tempe Cak Mul, maka penyampaian barang kepada konsumen lebih cepat diterima. Dengan adanya penerapan saluran distribusi sebagai salah satu strategi bauran pemasaran, unit usaha ini disarankan dapat meningkatkan penerapan strategi saluran distribusi, sehingga produk yang dihasilkan bisa lebih tersedia di pasar dan akhirnya lebih diterima oleh konsumen.

Analisis kestabilan pestida kalsium polisulfida terhadap kondisi penyimpanan dan komposisi penyusunnya dengan spektrofotometri serapan atom dan spektrofotometri sinar tampak / Hardika Setia Admaja

 

i ABSTRAK Admaja, Hardika Setia. 2009. Analisis Kestabilan Pestisida Kalsium Polisulfida terhadap Kondisi Penyimpanan dan Komposisi Penyusunnya dengan Spektrofotometri Serapan Atom dan Spektrofotometri Sinar Tampak. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D., (II) Dr. Subiyakto. Kata kunci: pestisida, kalsium polisulfida, kondisi penyimpanan, komposisi penyusun, spektrofotometri serapan atom, spektrofotometri sinar tampak. Penggunaan pestisida sekarang ini banyak dilakukan secara luas oleh masyarakat untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Salah satu organisme yang dapat dikendalikan oleh pestisida adalah tungau kuning (Polyphagotarsonemus Latus). Tungau kuning ini merupakan hama yang sering menyerang tanaman jarak pagar. Berdasarkan jenis OPT-nya, pestisida yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama tungau adalah belerang. Salah satu jenis pestisida belerang pada saat ini adalah pestisida kalsium polisulfida. Larutan kalsium polisulfida bersifat tidak stabil terhadap udara dan cahaya. Apabila larutan kalsium polisulfida diletakkan di tempat terbuka maka larutan kalsium polisulfida akan terdekomposisi menjadi endapan kalsium sulfit dan kristal belerang sedangkan warna filtratnya memudar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ketidakstabilan kompleks kalsium polisulfida terhadap komposisi penyusun pestisida dan pola penyimpanannya dengan mengunakan metode spektrofotometri sinar tampak serta spektrofotometri serapan atom. Penelitian ini bersifat eksperimen laboratoris yang dilakukan di laboratorium Jurusan Kimia FMIPA UM dengan variabel bebas adalah komposisi kalsium oksida dan belerang yang digunakan dalam pembuatan kalsium polisulfida, waktu dan tempat penyimpanan kalsium polisulfida, dan variabel kontrol adalah waktu pemasakan, proses pengukuran AAS, dan spektronik 20D pada kalsium polisulfida. Sedangkan variabel terikatnya adalah filtrat kalsium polisulfida yang dihasilkan. Proses pembuatan meliputi persiapan sampel yaitu pembuatan larutan kalsium polisulfida dari CaO dan belerang dalam air yang mendidih dengan perbandingan 2:1; 1:1; 1:2 dan 1:3 dengan menggunakan refluks. Setelah semua sampel dibuat kemudian disaring dan dimasukkan dalam tabung kaca 10 mL, kemudian disimpan di tempat gelap dan terang. Mulai awal hingga akhir penyimpanan akan diukur intensitas warna kompleks kalsium polisulfida dengan spektrofotometri sinar tampak dan pengukuran konsentrasi logam kalsium pada kompleks kalsium polisulfida dengan mengunakan spektrofotometri serapan atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dengan metode spektrofotometri sinar tampak, untuk komposisi kalsium polisulfida 1:1, 1:2, dan 1:3 pada tempat penyimpanan baik disimpan di tempat gelap maupun terang memiliki harga absorbansi yang hampir sama kecuali pada komposisi kalsium polisulfida 2:1 dan untuk pola penyimpanan yang diukur mulai hari pertama hingga hari kesembilan ii pada semua komposisi kalsium polisulfida mempunyai hasil absorbansi yang tidak konstan, (2) Dengan metode spektrofotometri serapan atom, untuk komposisi kalsium berbagai komposisi pada tempat penyimpanan baik disimpan di tempat gelap maupun terang memiliki harga absorbansi yang berbeda dan untuk pola penyimpanan yang diukur mulai hari pertama hingga hari kesembilan pada semua komposisi kalsium polisulfida mempunyai hasil absorbansi yang tidak konstan, (3) Berdasarkan metode spektrofotometri sinar tampak dan spektrofotometri serapan atom, komposisi penyusun kalsium polisulfida 1:3 lebih mudah terbentuk kompleks kalsium polisulfida daripada komposisi yang lain, (4) Senyawa kompleks yang terdapat dalam pestisida kalsium polisulfida untuk berbagai komposisi dan disimpan di tempat gelap maupun terang tidak stabil setelah dianalisis dengan dua metode yang berbeda yaitu spektrofotometri sinar tampak dan spektrofotometri serapan atom (AAS).

Meningkatkan kemampuan menjumlahkan bilangan cacah dengan menggunakan media sedotan pada mata pelajaran matematika di kelas II SDN Sumber Agung 2 Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan / Rita Kurnia Jeuyanan

 

ABSTRAK Jeuyanan, K.R 2009. Meningkatkan kemampuan menjumlahkan bilangan cacah dengan menggunakan media sedotan di kelas II SDN Sumber Agung II kecamatan Grati Pasuruan. Tugas akhir S-1 PGSD, jurusan kependidikan sekolah dasar dan prasekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Harmini, M.Pd (2) Drs. Goenawan Roebyanto, M.Pd Kata kunci: Meningkatkan kemampuan menjumlakan bilangan cacah dengan menggunakan media sedotan. Untuk mencapai tujuan pendidikan dasar maka disusunlah kurikulam untuk SD. Kurikulum yang dipergunakan oleh SD sekarang ini adalah kurikulum 2006. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang masuk ke dalam kurikulum ini mulai dari kelas I sampai kelas VI. Hal ini membuktikan bahwa matematika merupakan pelajaran penting yang wajib diajarkan di sekolah, khususnya dalam pembelajarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyelesaikan penjumlahan bilangan cacah di kelas II SDN Sumber Agung II kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini termasuk dalam kategori Penelitian Tindakan Kelas. Sedangkan masalah yang menjadi fokus perhatian dalam penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan siswa dalam mengerjakan soal penjumlahan bilangan cacah dengan menggunakan media sedotan di kelas II SDN Sumber Agung 2 Kecamatan Grati dengan jumlah siswa 48 yang menjadi subyek penelitian sebanyak 3 siswa. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes, observasi dan wawancara. Adapun untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan digunakan teknik analisis deskritif. Hasil pengamatan dan pembahasan menunjukan bahwa: (1) dari siswannya, ada kesalahan dalam menyelesaikan soal penjumlahan bilangan cacah dengan teknik menyimpan. Jenis kesalahan antara lain: siswa kurang teliti dalam menjumlahkan bilangan yang disimpan (2) dari orang tua, ada orang tua yang kurang memberikan perhatian terhadap belajar anaknya.

Pengaruh kualitas air muara anak sungai terhadap kualitas air di sungai Surabaya / Rohismawati

 

Perkembangan industri membawa dampak positif dan negatif. Dampak negatif dari kegiatan industri adalah adanya limbah industri yang merupakan salah satu sumber pencemaran. Banyak limbah industri mengandung senyawa anorganik berupa logam yang bersifat racun dan dapat menyebabkan kematian. Sungai Surabaya sebagai sungai utama DAS Brantas bagian hilir merupakan sumber utama PDAM untuk menyediakan air kebutuhan rumah tangga maupun industri di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Beberapa muara anak sungai yang menjadi salah satu sumber pemasukan air di Sungai Surabaya berada di dekat kawasan industri, pertanian, dan kepadatan penduduk tinggi sehingga sangat rawan terjadi pencemaran dan menjadi faktor penyebab pencemaran di Sungai Surabaya, karena itu perlu dilakukan analisis parameter kualitas air untuk mengetahui seberapa besar pengaruh muara anak sungai terhadap kualitas air di Sungai Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) mengetahui nilai parameter kualitas air di muara anak sungai dan Sungai Surabaya, 2) mengetahui pengaruh kualitas air muara anak sungai terhadap kualitas air di Sungai Surabaya.Metode yang digunakan dalam penelitian bersifat survei lapangan. Titik pengambilan sampel berada di 8 lokasi Sungai Surabaya antara lain Bendungan Lengkong Baru, Tambangan Canggu, Jembatan Perning, Tambangan Cangkir, Tambangan Bambe, Karang Pilang, Jembatan Sepanjang dan Gunung Sari serta 5 titik muara anak Sungai Surabaya yaitu Watu Dakon, Sungai Marmoyo, Jembatan Perning Kloji, Muara Kali Tengah, dan Kali Asin. Parameter kualitas air yang dikaji antara lain pH, suhu, TSS, TDS, DO, BOD, COD, dan CO2 terlarut. Untuk mengetahui pengaruh muara anak sungai terhadap tingkat pencemaran di Sungai Surabaya, maka dilakukan perbandingan BOD dan COD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter kualitas air di Sungai Surabaya yang tidak memenuhi kriteria air untuk kelas II adalah pada Periode I: suhu, TSS, BOD,dan COD. Pada periode II: TSS, BOD, dan DO di Gunung Sari. Pada periode III: TSS, BOD, DO dan COD. Di muara anak Sungai Surabaya, nilai parameter yang tidak memenuhi kriteria air untuk kelas II adalah pada Periode I: suhu, TSS, BOD, DO, dan COD. Pada periode II: suhu,TSS, TDS dan DO, dan COD. Pada periode III: Suhu, TSS, TDS, DO, dan COD. Berdasarkan perbandingan nilai BOD dan COD di muara anak sungai dan Sungai Surabaya, maka: Watu Dakon tidak berpengaruh terhadap kualitas air di Jembatan Perning; Jembatan Perning Kloji tidak berpengaruh terhadap kualitas air di Tambangan Cangkir; Sungai Marmoyo 4 dan Kali Asin berpengaruh terhadap kualitas air di Tambangan Cangkir; serta Muara Kali Tengah berpengaruh terhadap kualitas air di Tambangan Bambe (pada periode II).

Studi kinerja mahasiswa pendidikan teknik mesin pada kegiatan praktik pengalaman lapangan keguruan semester genap 2007/2008 di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen / Mohamad Saifudin

 

ABSTRAK Saifudin, Mohamad. 2008. Studi Kinerja Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Pada Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan Keguruan Semester Genap 2007/2008 di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen.Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Kusdi, S.T., M. T, (II) Dra. Widiyanti, M.Pd. Kata Kunci: praktik pengalaman lapangan. Guru memegang peranan penting dalam perencanaan maupun pelaksanaan pembelajaran lebih lanjut dikemukakan bahwa guru adalah perencana, pelaksana, dan pengembang kurikulum bagi kelasnya. Praktik pengalaman lapangan adalah pengembangan kompetensi mahasiswa dalam melaksanakan praktik kependidikan agar mahasiswa siap menjadi tenaga pendidik. Permasalahan yang muncul mengenai mahasiswa praktik pengalaman lapangan keguruan semester genap 2007/2008 di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen dalam penelitian ini adalah (1) Kinerja Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin pada Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan ditinjau dari segi perencanaan pembelajaran, (2) Kinerja Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin pada Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan ditinjau dari segi pelaksanaan pembelajaran, dan (3) Kinerja Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin pada Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan ditinjau dari segi evaluasi pembelajaran. Penelitian ini dirancang dengan rancangan deskriptif kuantitatif serta dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Ada 20 orang sebagai responden dan 9 guru pamong sebagai sumber data. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kinerja mahasiswa PPL Keguruan semeter genap 2007/2008 di SMK Muhamadiyah 1 Kepanjen, dari segi perencanaan pembelajaran sebanyak 5 orang atau 25% sangat baik, 6 orang atau sebesar 30% dikatakan baik, 3 orang atau sebesar 15% dikatakan cukup, 5 orang atau sebesar 25% dikatakan kurang baik, dan hanya 1 orang atau sebesar 5% dikatakan tidak baik. Dari segi pelaksanaan pembelajaran sebanyak 5 orang atau sebesar 25% dikatakan sangat baik, 5 orang atau sebesar 25% dikatakan baik, 4 orang atau sebesar 20% dikatakan cukup, 3 orang atau sebesar 15% dikatakan kurang baik, dan 3 orang atau sebesar 15% dikatakan tidak baik. Sedangkan dari segi evaluasi pembelajaran sebanyak 7 orang atau sebesar 35% dikatakan sangat baik, 6 orang atau sebesar 30% dikatakan baik, 4 orang atau sebesar 20% dikatakan cukup, 1 orang atau sebesar 5% dikatakan kurang baik, dan orang atau sebesar 10% dikatakan tidak baik.

Faktor-faktor yang mempengarui konsumen pada pembelian busana wanita di Desa Wonokerto Kecamatan Bantur Kabupaten Malang / Mufidah

 

Wirausaha adalah jenis usaha mandiri yang didirikan oleh seorang wirausahawan. Kemampuan wirausaha/kewiraniagaan merupakan perpaduan antara seni berkomunikasi dan keahlian menawarkan ide agar memperoleh peluang untuk memasarkan produk. Memulai usaha diperlukan perencanaan dalam bentuk dokumen yang berisikan ide dasar,dan pertimbangan mendirikan sebuah wirausaha. Dalam rencana bisnis perlu diproyeksikan aspek pemasaran pengoperasian dan pembiayaan aktifitas yang dilakukan selama tiga sampai lima tahun pertama membuka usaha. Perencanaan usaha ini memiliki empat tujuan dasar yaitu identifikasi lingkungan dan kesempatan bisnis, pendekatan yang digunakan untuk mendapatkan peluang atau kesempatan, identifikasi faktor penentu keberhasilan usaha, dan rencana pemodalan. Pengkajian faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli busana wanita bermanfaat untuk mengetahui perilaku konsumen dan selera konsumen terhadap produk. Hal ini bermanfaat untuk mengembangan strategi pemasaran yang diharapkan mampu meraih pangsa pasar yang tersedia serta mempermudah pendistribusian produk. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif dengan populasi sejumlah 3500 responden. Teknik sampling yang digunakan yaitu random sampling dengan jumlahnya responden 252, yang terbagi atas empat dusun yaitu dusun Krajan, dusun Gampingan, dusun Wonogiri, dusun Gemuk Mojo. Variabel penelitian adalah faktor pribadi (usia, pekerjaan, ekonomi, gaya hidup dan kepribadian) dan faktor sosial (kelompok, keluarga, peran status). Konsumen yang akan dijadikan sampel untuk penelitian ini adalah konsumen wanita desa Wonokerto. Busana wanita yang dimaksudkan dalam penelitian ini yaitu busana yang dipergunakan oleh wanita untuk keperluan sehari-hari atau kesempatan tertentu. Sesuai dengan jenis data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini Instrumen penelitian yang dipakai dalam penelitian adalah secara dokumentasi, kuesioner dan wawancara, sedangkan teknik analisanya menggunakan rumus prosentase.Hasil penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen pada pembelian busana wanita dapat diketahui sebagai berikut: Faktor usia meliputi: konsumen dalam membeli busana mempertimbangkan model busana sesuai usia prosentasenya 92 %, mengikuti tren yang sesuai usia prosentasenya 76.2 %, berdasarkan kebutuhan yang sesuai usia prosentasenya 85.5 %, berdasarkan hiasan bordir dan manik-manik yang sesuai usia prosentasenya 73.8 %. Faktor pekerjaan meliputi: konsumen membeli busana menyesuaikan dengan pekerjaan prosentasenya 69.5 %, menyesuaikan model busana dengan lingkungan pekerjaan prosentasenya 60 %, dengan jabatan pekerjaan prosentasenya 65 %. Faktor ekonomi meliputi: konsumen dalam membeli busana mempertimbangkan keadaan ekonomi prosentasenya 56.7 %, membeli busana secara tunai prosentasenya 61 %, melihat tingkat keuangan prosentasenya 51 %. Faktor gaya hidup meliputi: konsumen menyesuaikan keserasian dalam berbusana prosentasenya 58.3 %, keserasian warna prosentasenya 65.4 %, menggunakan pelengkap busana prosentasenya 82 %, menggunakan busana kerja ketika kerja prosentasenya 63.8 %. Faktor kepribadian meliputi: konsumen memilih ukuran busana yang pas badan prosentasenya 78,9 %, motif geometris (kotak, garis) prosentasenya 85.7 %, menyukai warna terang prosentasenya 71.8 %, model rok panjang prosentasenya 67 %. Faktor kelompok meliputi: konsumen mengikuti orang-orang yang menjadi acuan tren prosentasenya 59.5 %, pemilihan merek busana sesuai pendapat kelompok prosentasenya 75.3 %, mempertimbangkan informasi dari kelompok prosentasenya 75.3 %. Faktor keluarga meliputi: ketika membeli busana mempertimbangkan orang tua prosentasenya 63 %, pasangan dalam keluarga prosentasenya 59 %, kebiasaan berbusana keluarga prosentasenya 61.5 %. Faktor peran status meliputi: mempertimbangkan peran statusnya dimasyarakat prosentasenya 70 %, memilih model busana prosentasenya 61 %, menggunakan busana sehari-hari sesuai peran statusnya prosentasenya 57.5 %, menggunakan busana yang sesuai dengan peran statusnya ketika pergi ke pesta prosentasenya 65.8 %. Dapat disimpulkan bahwa dalam berwirausaha hendaknya produsen menyiapkan produk dengan mode, tren dan kebutuhan busana yang sesuai usia, menyediakan busana yang sesuai dengan pekerjaan konsumen, tingkat ekonomi, dan gaya hidup masyarakat desa Wonokerto. Mode busana yang disarankan adalah mode yang memiliki ukuran busana pas badan, memiliki motif geometris (kotak, garis), dan rok panjang. Serta dalam memilih busana melihat orang-orang yang menjadi acuan tren dan mempertimbangkan pendapat dan informasi dari kelompok dilingkungannya. Pendapat keluarga dan kebiasaan berbusana keluarga akan menjadi pertimbangan dalam membeli busana. Peran status dimasyarakat juga menjadi pertimbangan dalam membeli dan memilih model busana. Saran bagi wirausahawan, agar dalam menentukan produk yang akan dijual para wirausahawan mempertimbangkan usia konsumen yang akan menjadi segmen pasarnya, melihat kebutuhan lingkungan yang akan dibidik menjadi pasar sasaran. Bagi penelitian lanjut, penulis agar meneliti tentang pengaruh perilaku konsumen terhadap tingkat produksi busana dengan menentukan konsumen yang dijadikan sampel penelitian dari sebuah perusahaan atau para wirausahawan.

Perbedaan actual return, risk of return, trading volume activity (TVA) dan bid ask spread sebelum dan sesudah merger pada perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2001-2006 / Luluk Pujayanti

 

ABSTRAK Pujayanti, Luluk. 2008.Perbedaan Actual Return, Risk Of Return, Trading Volume Activity (TVA) dan Bid Ask Spread Sebelum dan Sesudah Merger pada Perusahaan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2001-2006. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo, M.M, (II) Yuli Soesetio , S.E, M.M. Kata kunci: Merger, Actual Return, Risk Of Return, Trading Volume Activity (TVA) dan Bid Ask Spread Memasuki era pasar bebas dan perubahan kondisi ekonomi yang relatif lebih cepat membawa dampak yang signifikan terhadap dunia usaha. Persaingan yang sangat ketat harus dilakukan oleh perusahaan agar tetap kompetitif di pasar. Karena itu setiap perusahaan dituntut untuk selalu berkinerja dan mengembangkan strategi usaha yang tepat untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha, Alternatif yang dapat digunakan perusahaan untuk mempertahankan eksistensi dan mengembangkan perusahaan adalah melalui ekspansi, dan yang sedang marak terjadi adalah merger. Merger adalah penggabungan usaha dari dua atau lebih perusahaan menjadi satu perusahaan bertahan dengan namanya sendiri sedang yang lain berhenti sebagai entitas hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Actual Return, Risk Of Return, Trading Volume Activity (TVA) dan Bid Ask Spread Sebelum dan Sesudah Merger Pada Perusahaan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2001-2006. Variabel dalam penelitian ini adalah Actual Return, Risk Of Return, Trading Volume Activity (TVA) dan Bid Ask Spread. Penelitian ini merupakan penelitian kausal komparatif (causal comparative research).Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia yang melakukan merger pada periode tahun 2001-2006 sebanyak 19 perusahaan. Sampel penelitian diperoleh berdasarkan metode pengambilan sampel purposive sampling dengan kriteria-kriteria tertentu sehingga diperoleh 8 perusahaan sampel. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis uji normalitas dengan uji Kolmogorof Smirnof Godnes of Fit Test (K-S) dan selanjutnya uji perbedaan yaitu uji-t jika data terdistribusi normal dan uji Wilcoxon Signed Rank Test jika data tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terjadi kenaikan rata-rata actual return sebelum dan sesudah merger; (2) terjadi penurunan rata-rata risk of return sebelum dan sesudah merger; (3) terjadi peningkatan rata-rata trading volume activity saham sebelum dan sesudah merger; (4) terjadi penurunan rata-rata bid ask spread sebelum dan sesudah merger; (5) ) tidak terdapat perbedaan signifikan rata-rata actual return sebelum dan sesudah merger (6) terdapat perbedaan signifikan rata-rata risk of return sebelum dan sesudah merger (7) terdapat perbedaan signifikan rata-rata trading volume activity saham sebelum dan sesudah merger, serta (8) tidak terdapat perbedaan signifikan rata-rata bid ask spread sebelum dan sesudah merger. Berdasarkan hasil tersebut, saran untuk emitten harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dalam melakukan kebijakan merger, sehingga kebijakan merger mampu meningkatkan sinergi positif bagi perusahaan, untuk investor sebelum investor mengambil keputusan terhadap peristiwa merger terlebih dahulu harus memikirkan dengan baik dampak kedepan merger terhadap investor apakah akan memberikan return yang tinggi, sedangkan untuk penelitian selanjutnya pengambilan sampel dan variabel dapat ditambah jumlahnya atau menambah jumlah periode pengamatan.

Pengaruh kesesuaian tempat PSG dengan program keahlian, motivasi, dan kesepian siswa terhadap prestasi PSG siswa kelas III program keahlian akuntansi SMKN 2 Blitar / Evi Mustikawati

 

Pencapaian prestasi PSG sangat erat kaitannya dengan penempatan siswa di bidang yang sesuai dengan program keahliannya mengingat pelaksanaan PSG tidak terlepas dari dunia kerja (DU/DI). Pelaksanakan PSG erat hubungannya dengan motivasi siswa, baik motivasi intrinsik maupun motivasi ekstrinsik. Jika siswa memiliki motivasi yang tinggi dalam melaksanakan PSG, maka siswa akan terdorong untuk melaksanakan tugas-tugas yang diberikan di DU/DI dengan sebaik-baiknya sehingga hasil/prestasi yang dicapai juga akan optimal. Selain motivasi, faktor kesiapan siswa juga mempengaruhi prestasi PSG yang dicapai siswa.Siswa yang memiliki kesiapan dalam melaksanakan PSG akan dapat bekerja dengan baik di DU/DI, sebaliknya siswa yang kurang atau bahkan tidak siap dalam melaksanakan PSG, berarti tidak memiliki bekal yang cukup ketika memasuki DU/DI sehingga tidak akan dapat mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesesuaian tempat PSG dengan program keahlian, motivasi, dan kesiapan siswa baik secara parsial maupun simultan terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini termasuk penelitian eksplanasi (explanatory research) dengan pendekatan survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III program keahlian Akuntansi di SMKN 2 Blitar dengan pengambilan sampel menggunakan teknik ”purposive sampling”. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan angket dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan Pearson Product Moment untuk uji validitas, Alpha Cronbach untuk uji reliabilitas, dan regresi berganda untuk mengetahui pengaruh baik secara parsial maupun simultan dari variabel-variabel dalam penelitian ini. Dari hasil analisis data diketahui bahwa: (1) Kesesuaian tempat PSG dengan program keahlian berpengaruh terhadap prestasi PSG, terbukti dari hasil analisis diperoleh nilai t= 3,934 dan signifikan t=0,000; (2) Motivasi siswa dalam melaksanakan PSG berpengaruh terhadap prestasi PSG, terbukti dari hasil analisis diperoleh nilai t=1,912 dan signifikan t=0,005; (3) Kesiapan siswa dalam melaksanakan PSG berpengaruh terhadap prestasi PSG, terbukti dari hasil analisis diperoleh nilai t=1,587 dan signifikan t=0,004; (4) Kesesuaian tempat PSG dengan program keahlian, motivasi, dan kesiapan siswa dalam melaksanakan PSG berpengaruh secara simultan tehadap prestasi PSG, terbukti dari hasil analisisdiperoleh nilai F=18,312 dan signifikan F=0,000.

Analisis buku teks geografi SMA kelas X semester II pada materi atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi / Nurul Chusnah

 

Ketergantungan seorang guru terhadap buku teks yang tujuannya untuk menunjang proses pembelajaran agar berlangsung lancar terjadi pada semua mata pelajaran, begitu juga dengan mata pelajaran Geografi. Ketergantungan buku teks tersebut terjadi di semua tingkatan pendidikan. Selain menunjang proses pembelajaran, buku teks juga dapat membantu ketercapaian siswa terhadap kompetensi-kompetensi yang telah ditetapkan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Zevin (dalam Purwanto 2001:1) yang menyatakan ”para guru IPS pada umumnya bergantung pada buku teks sebagai bagian utama pengajaran mereka. Walaupun para guru termasuk guru Geografi sangat bergantung pada buku teks, kondisi buku teks yang ada belum menunjukkan buku yang berkualitas”. Selain guru, siswa juga membutuhkan buku teks dalam setiap kegiatan pembelajarannya. Tujuannya adalah untuk menambah penjelasan yang tidak ia diperoleh dari guru pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung di sekolah. Untuk mengungkapkan kualitas dari buku teks, khususnya untuk buku teks Geografi SMA, maka penelitian ini merumuskan masalah sebagai berikut. (1) bagaimana kebenaran konsep materi Atmosfer? (2) bagaimana kesesuaian isi materi yang terdapat dalam materi Atmosfer dengan kurikulum yang berlaku? (3) bagaimana kebenaran bahasa dalam materi Atmosfer? (4) bagaimana fungsi gambar yang terdapat dalam materi Atmosfer?. Berdasarkan pada rumusan masalah tersebut, maka tujuannya adalah untuk mengetahui kebenaran konsep, kesesuaian isi materi dengan kurikulum, kebenaran bahasa, dan fungsi gambar yang terdapat pada materi Atmosfer. Penelitian ini termasuk penelitian analisis isi. Prosedur yang digunakan untuk mendapatkan data dalam penelitian ini adalah (1) identifikasi buku-buku teks Geografi SMA kelas X semester II yang banyak digunakan SMU negeri di Kota Malang dengan tujuan untuk menentukan objek penelitian; (2) menyusun beberapa intrumen yang dijadikan sebagai alat bantu dalam penelitian; (3) melakukan analisis teks. Instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data berupa pedoman analisis. Data yang telah dikumpulkan, kemudian dikelompokkan dan dideskripsikan. Hasil analisis terhadap kebenaran konsep dalam materi Atmosfer, yaitu ditemukan sebanyak 57 konsep atau sebesar 58% tergolong sebagai konsep yang benar, dimana sebanyak 45 konsep termasuk dalam konsep terdefinisi dan sebanyak 12 konsep termasuk dalam konsep konkrit. Hasil analisis terhadap kesesuaian isi materi Atmosfer dengan kurikulum, yaitu ditemukan sebanyak 5 sub materi atau sebesar 83% dari keseluruhan sub materi dalam materi Atmosfer yang berjumlah 6 sub materi. Hasil analisis terhadap kebenaran bahasa dalam materi Atmosfer, yaitu ditemukan sebanyak 38 kalimat atau sebesar 41% yang tergolong sebagai kalimat yang benar dari keseluruhan kalimat yang berjumlah 92 kalimat. Hasil analisis terhadap gambar-gambar dalam materi Atmosfer, yaitu ditemukan sebanyak 15 gambar atau sebesar 60% yang berfungsi sebagai ilustrasi saja dari keseluruhan gambar yang terdapat pada materi Atmosfer yang berjumlah 25 gambar. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa konsep-konsep dalam materi Atmosfer didominasi oleh konsep terdefinisi yang termasuk dalam konsep yang benar karena sesuai dengan buku acuan, kebenaran konsep dalam materi Atmosfer tergolong cukup. Konsep konkrit yang terdapat dalam materi Atmosfer kebanyakan tergolong sebagai konsep yang tidak benar, karena konsep-konsep tersebut didefinisikan. Kesesuaian isi materi Atmosfer dengan kurikulum tergolong tinggi. Kebenaran bahasa pada materi Atmosfer tergolong rendah. Gambar-gambar yang terdapat pada materi Atmosfer berfungsi sebagai ilustrasi saja. Berdasarkan pada hasil penelitian yang diperoleh, maka ada beberapa saran yang diberikan kepada beberapa pihak, yaitu: (1) kepada guru, sebaiknya sebelum mempergunakan buku teks, haruslah ditelaah terlebih dahulu mengenai penyajian konsep, dan penggunaan bahasa yang terdapat dalam buku teks tersebut; (2) kepada pengarang buku, sebaiknya memperhatikan beberapa hal yang berkaitan dengan kesempurnaan buku, yaitu dalam hal penyajian materi-materi, dan penggunaan bahasa buku.

Penerapan pembelajaran kooperatif model stad (Student Teams Achievement Divisions) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas X-8 SMAN 1 Purwosari / Tri Margaria

 

Berdasarkan hasil observasi awal yang telah dilakukan peneliti dengan mengadakan wawancara dengan guru mata pelajaran biologi SMA Negeri 1 Purwosari kelas X-8, diperoleh informasi bahwa kendala utama yang dihadapi guru dalam pembelajaran biologi di sekolah tersebut adalah kesulitan dalam membuat siswa aktif. Pembelajaran dikelas pada umumnya masih berpusat pada guru dan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X-8 melalui penerapan pembelajaran model STAD dalam mata pelajaran biologi di SMAN 1 Purwosari. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus yang masing-masing meliputi 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X-8 SMAN 1 Purwosari. Penelitian ini dilakukan pada semester gasal tahun 2008/2009, mulai dari bulan Nopember-Desember 2008 dengan materi yang diajarkan yaitu jamur. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, LKS, soal tes, dan catatan lapangan. Teknis analisis data yang digunakan adalah persentase motivasi dan hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan pembelajaran model STAD dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Peningkatan motivasi belajar siswa ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata persentase motivasi belajar siswa dan taraf keberhasilan tindakan dari 25,90% (kurang) pada siklus I menjadi 44,59% (cukup) pada siklus II. Peningkatan hasil belajar dapat diketahui dari ranah kognitif dengan ketuntasan belajar siswa sebesar 55% menjadi 87,5%, ranah psikomotorik siswa juga mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 63,06 % menjadi 73,33 % pada siklus II Saran yang dapat disampaikan dalam penelitian ini antara lain: guru mata pelajaran biologi dapat menerapkan pembelajaran model STAD secara berkesinambungan yang terbukti dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, pembelajaran model STAD dapat diterapkan dengan kegiatan seperti praktikum, mengerjakan LKS dan berdiskusi dengan tujuan membiasakan siswa bekerja secara kelompok dan mengeluarkan pendapatnya; pada tahap presentasi kelompok dibutuhkan waktu yang relatif lama untuk menampilkan semua kelompok untuk tampil sehingga guru harus pandai dalam mengatur waktu.

Pengaruh good corporate governance terhadap praktik perataan laba pada Perusahaan Manufaktur yang listing di BEI periode 2005-2007 / Milani S.

 

Good Corporate Governance (GCG) merupakan seperangkat peraturan yang menetapkan hubungan antara pemegang saham, pengurus, pihak kreditur, pemerintah, karyawan, serta pemegang saham intern dan ekstern lainnya, sehubungan dengan hak dan kewajiban mereka atau dengan kata lain merupakan sistem yang mengarahkan dan mengendalian perusahaan. Untuk mencapai Good corporate governance diperlukan komponen-komponen yang bertugas untuk mengawasi dan memastikan bahwa perusahaan melaksanakan corporate governance dengan benar seperti komposisi dewan komisaris independen, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional. Komposisi dewan komisaris independen adalah persentase dewan pengawas yang berasal dari luar perusahaan. Kepemilikan manajerial adalah persentase kepemilikan saham perusahaan oleh pihak manajer. Kepemilikan institusional adalah kepemilikan saham suatu perusahaan oleh suatu institusi atau badan lain, seperti perusahaan asuransi, bank, perusahaan investasi. Faktor-faktor ini diterapkan untuk mengurangi praktik perataan laba yang merupakan usaha yang disengaja oleh pihak manajemen perusahaan untuk meratakan tingkat laba sehingga pada saat sekarang dipandang normal bagi suatu perusahaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan antara variabel Good Corporate Governance terhadap praktik perataan laba. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data laporan keuangan perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang termasuk dalam perusahaan manufaktur periode 2005-2007 sebanyak seratus empat puluh dua (142) perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak tiga puluh enam (36) perusahaan. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik purpossive sampling. Analisis data yang digunakan adalah Analisis binary logistic regression. Uji binary logistic regression digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel Good Corporate Governance (GCG) terhadap variabel perataan laba baik secara parsial maupun secara simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel Good Corporate Governance (GCG) yang diproxykan dengan komposisi dewan komisaris independen, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan institusonal tidak memiliki pengaruh terhadap perataan laba (income smoothing). Sedangkan pengujian secara simultan, variabel Good Corporate Governace (GCG) yang diproxykan dengan komposisi dewan komisaris independen, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan institusional didapati memiliki pengaruh yang signifikan terhadap praktik perataan laba yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan.

Peningkatan keterampilan bercerita pada siswa kelas III menggunakan media big book di SDN Jatimulyo 1 Malang / Nevia Rachmadani

 

Kata kunci: Keterampilan Bercerita, Media Big Book Salah satu jenis kegiatan berbicara adalah keterampilan bercerita. Berdasarkan hasil observasi dengan melakukan wawancara bersama guru mata pelajaran bahasa Indonesia kelas III SDN Jatimulyo 1 Malang, dalam keterampilan bercerita, selama ini siswa cenderung: (1) kurang berani bercerita di depan umum; (2) merasa takut, malu-malu, dan kurang percaya diri bila ditunjuk untuk bercerita di depan kelas; (3) menggunakan kata-kata yang kurang menarik saat bercerita; (4) tidak menguasai bahan cerita; (5) menggunakan media pembelajaran yang kurang menarik. Fenomena seperti ini merupakan permasalahan yang perlu segera ditemukan alternatif pemecahannya. Salah satu upaya yang dapat dijadikan alternatif pemecahan masalah tersebut yaitu dengan menerapkan pembelajaran keterampilan bercerita menggunakan media big book. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penerapan penggunaan media big book dalam kompetensi bercerita siswa kelas III SDN Jatimulyo 1 Malang, (2) peningkatan proses belajar siswa kelas III SDN Jatimulyo 1 Malang dalam bercerita dengan menggunakan media big book, (3) peningkatan keterampilan bercerita siswa kelas III SDN Jatimulyo 1 Malang dalam mengikuti pembelajaran bercerita menggunakan media big book. Subyek dari penelitian adalah siswa kelas III sebanyak 15 siswa yang terdiri dari 6 siswa laki-laki yang salah satu diantaranya merupakan anak berkebutuhan khusus dengan tipe "hiperaktif" dan 9 siswa perempuan. Jenis penelitian yang digunakan adalah PTK. Pelaksanaan PTK meliputi empat tahap yaitu 1) perencanaan 2) pelaksanaan 3) pengamatan dan 4) refleksi. Sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes dan nontes. Teknik tes digunakan untuk memperoleh gambaran hasil pembelajaran bercerita menggunakan media big book. Data melalui teknik nontes dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi foto, dan dokumentasi rekaman video. Penerapan penggunaan media big book dalam kompetensi bercerita siswa kelas III SDN Jatimulyo 1 Malang dapat mengubah mental fisik siswa dalam belajar sehingga lebih bersemangat dan dirasa siswa mudah meskipun terkadang mereka masih merasa kesulitan ketika harus berkespresi sesuai dengan tingkah laku tokoh yang ada pada cerita, sedangkan untuk hasilnya sendiri menunjukkan peningkatan terhadap proses dan hasil belajar. Peningkatan proses belajar dapat dilihat dari perilaku siswa pada siklus I ke siklus II. Perilaku siswa yang tadinya masih merasa ragu-ragu dan malu pada siklus I mengalami perubahan pada siklus II dengan mulai berani tampil bercerita di depan dengan percaya diri. Sedangkan untuk hasil belajar siswa terbukti dari nilai rata-rata secara klasikal siklus I ke silus II yang meningkat sebesar 15,8%. Pada siklus I, nilai rata-rata secara klasikal yang diperoleh siswa sebesar 52,5%, sedangkan pada siklus II sebesar 68,3%. Peningkatan nilai tes keterampilan bercerita ini meliputi enam aspek keterampilan bercerita yang dijadikan kriteria penilaian. Dari keenam aspek keterampilan bercerita tersebut, yang mengalami peningkatan tertinggi yaitu aspek volume suara, peningkatan ini disebabkan oleh rasa percaya diri siswa yang baik, video yang peneliti tayangkan, pengalaman bercerita pada siklus I, berlatih olah vocal dan suasana yang kondusif selama proses bercerita berlangsung, sedangkan aspek yang terendah peningkatannya adalah aspek penguasaan topik. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di SD adalah untuk Kepala Sekolah yang berperan dalam hal pengadaan sarana yaitu dengan menyediakan big book. Bagi guru hendaknya mencoba menggunakan media big book sebagai variasi media pembelajaran bercerita agar siswa tidak merasa jenuh dalam mengikuti pembelajaran khususnya kegiatan berbicara dengan kompetensi dasar yang berbeda. Bagi peneliti yang lain mengingat pada penelitian ini masih terdapat kekurangan, diantaranya belum bisa menuntaskan hasil belajar siswa seluruhnya, maka saran bagi peneliti selanjutnya supaya menggunakan big book yang isi teksnya lebih singkat tidak terlalu panjang dan jelas dalam arti tulisannya dengan ukuran besar, sehingga dapat membantu siswa untuk lebih menguasai topik cerita.

Peningkatan hasil belajar IPA melalui pendekatan keterampilan proses di kelas IV SDN Sumberanyar III Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan / La Arman

 

Dalam pembelajaran IPA perlu dikembangkan suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide-idenya. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa dalam kegiatan belajar mengajar IPA di kelas IV SDN Sumberanyar III, masih bersifat konvensional dan kegiatan belajar mengajar masih didominasi oleh guru. Dalam arti, kegiatan belajaran mengajar IPA di SDN Sumberanyar III guru hanya berceramah, tidak pernah memberikan praktek atau latihan-latihan dalam kegiatan belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan berdasarkan buku teks dan teori yang ada. Pengamatan ini bertujuan untuk (i) Mendiskripsikan proses pembelajaran IPA di kelas IV SDN Sumberanyar III pada Kompetensi Dasar “Mengidentifikasi wujud benda padat, cair dan gas memiliki sifat tertentu, (ii) Mengetahui prestasi belajar siswa kelas IV SDN Sumberanyar III dalam pembelajaran IPA melalui keterampilan proses, (iii) Mendeskripsikan tanggapan siswa kelas IV SDN Sumberanyar III dalam pembelajaran IPA yang diajarkan dengan pendekatan keterampilan proses, (iv) Mendiskripsikan tanggapan guru SDN Sumberanyar III dalam pembelajaran IPA yang diajarkan dengan pendekatan keterampilan proses. Sasaran pengamatan adalah siswa kelas IV SDN Sumberanyar III, dengan jumlah siswa 21 orang yang mengikuti mata pelajaran IPA semester ganjil 2008/2009. Jenis penenlitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis dkk, 1988 (dalam Depdiknas 2003:7), yang terdiri darai empat tahap yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pedoman yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, wawancara, angket. Teknik observasi dilakukan saat pembelajaran berlangsung, bagai mana aktifitas guru dan siswa saat pembelajaran. Hasil pembahasan menyimpulkan sebagai berikut: Penerapan pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses pada pokok bahasan sifat dan berubahan wujud benda dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Sumberanyar III. Saat pembelajaran berlangsung sebagian besar siswa dapat memusatkan perhatian dengan baik mencapai 90,44%, siswa sering bertanya pada guru mencapai 85,66%, siswa siswa tidak merasa jenuh atau bosan dalam mengikuti pelajaran mencapai 85,66%, siswa bukan hanya belajar IPA saja pada saat mengikuti pelajaran mencapai 71,4%. Sedangkan nilai rata-rata siswa pada siklus I mencapai 67,76, mengalami peningkatan nilai rata-rata siswa pada siklus II mencapai 80,47.

Pengembangan buku petunjuk praktikum kimia SMA kelas XII semester 2 berbasis inkuiri terbimbing (Guided Inquiry) / Grada Andriani

 

Pembelajaran yang masih didominasi guru kurang memberikan kesempatan siswa untuk mengembangkan pola pikir logis dan kreatif. Pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) diharapkan dapat mengintegrasi pemahaman siswa dalam bentuk pengalaman langsung, karena ilmu kimia merupakan ilmu yang berdasarkan percobaan yang memerlukan peran aktif menggunakan prinsip ilmiah dalam menemukan konsep melalui kegiatan praktikum. Praktikum berbasis inkuiri terbimbing akan melatih siswa untuk merumuskan hipotesis, merancang percobaan, melakukan pengamatan, pengukuran, menganalisis data, menarik kesimpulan, dan mengkomunikasikan hasil. Salah satu hal yang menunjang kegiatan praktikum adalah buku petunjuk praktikum, melalui buku petunjuk praktikum berbasis inkuiri terbimbing akan didapatkan acuan yang jelas pada kegiatan praktikum. Sejauh ini belum ada buku petunjuk praktikum kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi senyawa karbon, makromolekul, dan lemak, sehingga pada penelitian ini dikembangkan buku petunjuk praktikum Kimia SMA kelas XII semester 2 berbasis inkuiri terbimbing. Tujuan penelitian adalah menghasilkan buku petunjuk praktikum Kimia SMA kelas XII semester 2 berbasis inkuiri terbimbing serta mengetahui kelayakannya. penelitian merupakan penelitian pengembangan. Langkah pengembangan buku petunjuk praktikum yang digunakan mengacu pada 10 langkah pengembangan menurut Borg dan Gall, karena keterbatasan waktu pengembangan dilakukan hingga tahap ke 3, yaitu penelitian dan pengumpulan data, perencanaan pengembangan produk, dan pengembangan produk awal. Desain validasi dilakukan hanya sampai pada validasi isi. Validator terdiri dari satu Dosen Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang dan empat Guru Kimia SMA/MA. Instrumen pengumpulan data berupa angket dan teknik analisis data menggunakan teknik analisis rata-rata. Hasil pengembangan berupa buku petunjuk praktikum Kimia SMA kelas XII semester 2 berbasis inkuiri terbimbing yang terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian pendahuluan, bagian isi, dan bagian akhir. Bagian pendahuluan terdiri dari halaman depan (cover), kata pengantar, panduan bagi pengguna, tata tertib dan keselamatan kerja, gambar peralatan yang digunakan, bahan kimia yang digunakan, daftar isi, dan daftar gambar. Bagian isi terdiri dari 10 percobaan, dimana setiap percobaan berisi judul percobaan, kompetensi dasar, tujuan, materi pengantar, rumusan masalah, hipotesis, alat dan bahan, langkah percobaan, data pengamatan, analisis data, kesimpulan, pendalaman, dan daftar rujukan. Bagian akhir terdiri dari lampiran pembuatan reagen dan kunci jawaban yang terdiri dari jawaban hipotesis, urutan langkah percobaan, data pengamatan, analisis data, penarikan kesimpulan, serta pendalaman. Hasil validasi secara keseluruan menunjukkan nilai rata-rata sebesar 3,2 pada skala 1-4 dengan kriteria cukup valid. Hal tersebut menunjukkan bahwa buku petunjuk praktikum yang dikembangkan sudah sesuai dan layak digunakan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran di SMA/MA. Saran yang dapat diberikan untuk pengembangan selanjutnya adalah buku petunjuk yang dikembangkan divalidasai sampai tahap uji coba lapangan (validasi empirik) dan perlu dikembangan buku petunjuk praktikum Kimia SMA dengan pendekatan lain.

Penerapan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep pengukuran waktu di SDN Klumpit 01 Soko Tuban / Nita Retno Wahyuningati

 

Pembelajaran Kontekstual merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan nyata, sehingga siswa mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian adalah untuk 1) Untuk mendeskripsikan pemahaman konsep pengukuran waktu siswa di SDN Klumpit 01 Soko Tuban sebelum diterapkan pembelajaran kontekstual; 2) Untuk mendeskripsikan pemahaman konsep siswa tentang materi pengukuran waktu dalam pembelajaran matematika setelah diterapkan pembelajaran kontekstual di SDN Klumpit 01 Soko Tuban; 3)Untuk mendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep pengukuran waktu siswa kelas IV di SDN Klumpit 01 Soko Tuban setelah diterapkan pembelajaran kontekstual. Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari empat tahap, yaitu: 1) rencana, 2) tindakan, 3) observasi, 4) refleksi. Hasil penelitian pra tindakan 10 siswa (58,82%) tuntas, sedangkan 7 siswa (41,18%) belum tuntas. Nilai rata-rata kelas menunjukkan 63,58, nilai tertinggi 95, nilai terendah 43, belum tuntas. Pada siklus I Rata-rata hasil belajar siswa adalah 64,41, terdapat 5 siswa (29,41%) belum tuntas dan 12 siswa (70,59%) sudah tuntas sesuai dengan KKM yang ditetapkan (60%). Siklus II untuk memperbaiki kekurangan yang ada pada siklus I dan sebagai penguatan terhadap hasil yang dicapai pada siklus I. Rata-rata hasil belajar siswa 76,47, semua siswa tuntas, nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 65. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Sebelum tindakan nilai rata-rata siswa adalah 63,58. Diketahui 10 siswa yaitu (58,82%) yang memiliki nilai ketuntasan individual tetapi belum memiliki ketuntasan kelas. Sedangkan 7 siswa yaitu: AFM, SA, M, M.S, M.KA, UNH, DAN WEA (41,18%) belum memiliki nilai ketuntasan individual dan ketuntasan kelas yang telah ditetapkan yaitu 60% dan 75%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I hasil belajar mengalami peningkatan yaitu rata-rata siswa menjadi 64,41 Pada siklus I terdapat 5 siswa (29,41%) belum mencapai KKM yaitu: AFM, AR, M, M.S, WEA dan 12 siswa (70,59%) sudah mencapai ketuntasan individu dan ketuntasan kelas yang ditetapkan 60% dan 75%. Selanjutnya dilakukan tindakan pada siklus II dan rata-rata hasil belajar siswa menjadi 76,47. Hal ini berarti 17 siswa (100%) sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Terbukti bahwa penerapan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Klumpit 01 Soko Tuban.

Implementasi strategi pemasaran dalam meningkatkan jumlah nasabah pada PT. Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya distrik Malang / Susi Harianto

 

ABSTRAK Harianto, Susi. 2009. Implementasi Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Pada PT. Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya Distrik Malang. Tugas Akhir, Jurusan Manajemen Program Studi D-III Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. I Nyoman Saputra, M.Si. Kata kunci : Strategi, Pemasaran, Nasabah Dunia bisnis mengalami persaingan yang semakin ketat. Persaingan tersebut dialami oleh semua perusahaan dan tidak terkecuali oleh perusahaan asuransi. Hal itu akan mendorong perusahaan untuk menetapkan strategi pemasaran yang tepat untuk menghadapi persaingan tersebut. Perusahaan asuransi yang beroperasi dalam bidang jasa akan mendapat banyak tantangan untuk bias bertahan dengan situasi tersebut. Sifat jasa yang tidak teraba ataupun terlihat membuat manajemen perusahaan harus mampu menetapkan strategi paling tepat dalam menentang pasar persaingan. Praktikum Manajemen Pemasaran III dilaksanakan pada PT. Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya Distrik Malang selama satu bulan, yaitu mulai tanggal 1 September 2008-26 September 2008. Selama pelaksanaan praktikum mahasiswa ditempatkan di bagian administrasi karena pada saat praktikum tersebut bertepatan dengan bulan puasa, oleh karena itu mahasiswa tidak ditempatkan di bagian pemasaran. Pengalaman yang dapat diperoleh selama praktikum adalah mahasiswa mengetahui proses pengajuan permohonan asuransi dan pengajuan klaim para nasabah perusahaan. Strategi pemasaran yang diterapkan oleh PT. Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya Distrik Malang dijabarkan dalam program pemasaran melalui bauran pemasarannya. program pemasaran tersebut meliputi kebijakan dalam menetapkan produk, harga, saluran distribusi, promosi dan pelayanannya. Faktor pendukung strategi pemasaran pada PT. Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya Distrik Malang terdiri dari (1) adanya produk yang bervariatif, (2) kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, (3) kerjasama dengan perusahaan reasuransi, (4) perusahaan telah berkecimpung di dunia asuransi sejak lama, (5) jumlah penduduk yang semakin meningkat, (6)meningkatnya risiko dalam kehidupan sehari-hari, (7) peningkatan pendapatan masyarakat, (8) perkembangan teknologi. Sedangkan faktor pengahambat strategi pemasaran meliputi (1) tingkat inflasi, (2) harga produk yang berfluktuatif, (3) promosi yang kurang gencar, (4) nilai tukar rupiah terhadap dolar, (5) jumlah agen terbatas, (6) persaingan dengan perusahaan sejenis, (7) kurang sadarnya masyarakat akan manfaat asuransi, (8) adanya produk subtitusi yang lebih menarik. Berdasarkan penelitian ini, saran yang dapat disampaikan yaitu (1) meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah, (2) lebih memperhatikansituasi persaingan pasar, (3) bekerjasama dengan perusahaan perbankan untuk mempermudahkan penginvestasian hasil usaha.

Penerapan strategi diversifikasi produk guna meningkatkan volume penjualan pada konfeksi UD Imaduddin Malang / Retno Wahyuning Tyastutik

 

ABSTRAK Wahyuning Tyastutik, Retno. 2008. Penerapan Strategi Diversifikasi Produk guna Meningkatkan Volume Penjualan pada Konfeksi UD Imaduddin Malang.Tugas Akhir, Program Studi DIII Manajemen Pemasaran, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Mohammad Arief, M.Si. Kata Kunci: Strategi Diversifikasi Produk, Volume penjualan Strategi diversifikasi produk di lakukan karena produk itu penting bagi suatu perusahaan, selain itu juga untuk memberikan nuasa produk yang baru bagi konsumen. Hal ini dimaksudkan agar konsumen tidak merasa jemu atau bosan dengan produk yang ada di UD imaduddin. Strategi diversifikasi produk dilakukan juga untuk menarik perhatian konsumen atau pelanggan lebih banyak lagi. Suatu perusahaan ketika dapat menarik banyak perhatian konsumen, maka akan memberikan keuntungan bagi perusahaan itu sendiri, keuntungan yang di dapat perusahaan tersebut adalah meningkatkan volume penjualan yang tentunya diikuti dengan meningkatkan laba perusahaan. Perusahaan konfeksi UD Imaduddin Malang telah memproduksi berbagai jenis perlengkapan sholat, baju taqwa, pakaian untuk wanita, pria dan anak dengan mutu dan kualitas yang terbaik dan terjamin dengan selalu berusaha mengikuti permintaan trend pasar yang diminati oleh konsumen. Tujuan dilaksanakannya diversifikasi produk oleh UD Imaduddin salah satunya untuk, memperkecil resiko, menarik konsumen, meningkatkan omzet penjualan. Perusahaan konfeksi UD Imaduddin Malang memiliki faktor pendorong dan penghambat dalam pelaksanaan diversifikasi produk. Dari segi faktor pendukung konfeksi UD Imaduddin memiliki kekuatan dalam kualitas produk, promosi yang kuat dan dengan teknologi yang beragam, serta dengan dukungan harga yang terjangkau untuk semua kalangan. Untuk segi penghambat perusahaan ini di hadapkan dengan persaingan tidak sehat oleh kompetitor melalui penjiplakan model dan persediaan bahan baku yang sulit di pasaran. Penulis menyarankan agar perusahaan konfeksi UD Imaduddin dalam mengembangkan produk baru dengan tetap mempertahankan mutu dan kualitas. UD Imaduddin lebih berhati- hati dengan persaingan yang tidak sehat dengan melalui kepemilikan hak cipta agar dapat mengurangi penjiplakan oleh perusahaan serupa, selektif dalam pemilihan jalur distribusi dan berusaha mengembangkan pasar baru dengan pelanggan baru.

Penerapan sistem manajemen K3 pada pembangunan RS. Bersalin Bunda Kasih di Jl. Gajah Mada No. 45 Mojokerto / Ela Oktavia

 

abstrak Oktavia, Ela. 2008. Penerapan Sistem Manajemen K3 pada proyek Pembangunan RS. Bersalin Bunda Kasih di Mojokerto. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Wasis, M.T. Kata kunci : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dalam pelaksanaan proyek, penerapan Sistem Manajemen K3 merupakan bagian penting dari proses pembangunan secara keseluruhan. Pada perencanaannya, proyek pembangunan RS Bersalin Bunda Kasih ini mempunyai program yang lengkap tentang keselamatan dan kesehatan kerja. Hal tersebut menjadi dasar untuk mengadakan penelitian tentang sejauh mana sistem manajemen K3 dilaksanakan di pembangunan RS bersalin ini. Mengacu pada judul penelitian ini, maka dirumuskan beberapa masalah yaitu: (1) Bagaimanakah perencanaan program keselamatan dan kesehatan kerja di proyek pembangunan RS bersalin Bunda kasih ? (2) Bagaimanakah pelaksanaan program keselamatan dana kesehatan kerja di proyek pembangunan RS Bersalin Bunda Kasih ? (3) Bagaimanakah tindakan pencegahan terhadap terjadinya kecelakaan kerja pada Pembangunan RS Bersalin Bunda Kasih ? (4) Bagaimanakah pengawasan pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di pembangunan RS Bersaliun Bunda Kasih ? Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif yaitu dengan cara menggambarkan kondisi dan situasi yang ada di lapangan. Data yang diambil dalam penelitian berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan pekerja, dengan teknik pengumpulan data ini antara lain menggunakan observasi untuk mengamati dan mencatat kegiatan yang sedang dilaksanakan oleh pekerja, interview digunakan untuk memperoleh informasi secara langsung dari responden, serta dokumentasi digunakan untuk memperoleh data perencanaan K3 dari pihak manajemen perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan perencanaan yang dibuat oleh perusahaan telah memasukkan K3 sebagai salah satu acuan dalam pelaksanaan pembangunan RS Bersalin Bunda Kasih. Perencanaan yang dibuat dalam proyek tersebut meliputi kelengkapan fasilitas yang harus ada di proyek, cara kerja yang benar, perlengkapan Alat Perlindungan Diri (APD), serta penyiapan biaya santunan bagi pekerja yang mendapatkan kecelakaan di waktu kerja. Dari pelaksanaan K3 yang diterapkan di proyek Pembangunan RS Bersalin Bunda Kasih ini peranan mandor sangat dominan, terkait dengan pelaksanaan pekerjaan dan pengtauran lingkungan kerja. Akan tetapi dalam pelaksanaan K3 hal tersebut belum sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat oleh pihak manajemen. Terkait dengan kurangnya fasilitas yang dibutuhkan oleh pekerja kondisi ini dapat mengganggu keselamatan pekerja yang pada gilirannya akan mendatangkan bahaya kecelakaan. Kesesuaian sistem manajemen K3 yang dilakukan pada pembangunan RS Bersalin Bunda Kasih dengan jasa konstruksi terlihat dengan adanya pengorganisasian perencanaan yaitupembuatan peraturan yang terkait dengan keselamatan kerja dengan memasang simbol atau petunjuk kerja yang aman serta persiapan APD. Berdasarkan hasil di lapangan, tindakan pencegahan yang berupa pengarahan kepada pekerja tentang pentingnya K3 dilakukan dengan baik, Alat Pelindung Diri untuk pencegahan kecelakaan pun sudah diterapkan dengan baik. Akan tetapi masalah ada pada perusahaan. APD yang disiapkan oleh Perusahaan masih kurang memadai, hal ini disebabkan karena faktor biaya untuk K3 yang kurang. Sedangkan berdasarkan pengawasan yang dilakukan oleh mandor sudah berjalan dengan baik. Mandor bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan dan kesehatan para pekerja yang bekerja di proyek tersebut. Dengan dilakukannya pengawasan setiap hari, maka akan kecil kemungkinan untuk terjadi kecelakaan karena mandor akan selalu mengingatkan apabila akan terjadi bahaya pada saat bekerja. Bagi kontraktor hendaknya lebih mengutamakan keselamatan dan kesehatan pekerja yaitu dengan cara menambah atau melengkapi jenis APD (Alat Pelindung Diri) bagi pekerja serta melengkapi fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek yang sedang berjalan agar keamanan selalu terjaga.

Hubungan antara tingkat stres dan perilaku merokok pada mahasiswa perokok yang sedang mengerjakan skripsi / Heppy Fiskiawan Erlangga

 

Skripsi adalah sebuah tugas akhir yang harus dikerjakan oleh seorang mahasiswa dalam studinya untuk menempuh gelar sarjana (S1). Dengan berbagai kesulitan, halangan dan rintangan dalam mengerjakannya, mahasiswa dapat mengalami kondisi psikologis yang tidak menyenangkan, yang biasa disebut dengan stres. Pada kondisi tersebut, seorang mahasiswa membutuhkan sesuatu untuk meredakannya, salah satunya adalah dengan cara merokok. Seorang mahasiswa yang sudah menjadi perokok, pada umumnya akan menambah jumlah batang rokok yang mereka hisap ketika mereka sedang mengalami stres.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan antara tingkat stres dan perilaku merokok pada mahasiswa perokok yang sedang mengerjakan skripsi. Rancangan penelitian adalah deskriptif korelasional. Subyek penelitian ini adalah 60 mahasiswa perokok yang sedang mengerjakan skripsi di Universitas Negeri Malang (UM). Instrumen yang digunakan yaitu skala tingkat stres dan skala perilaku merokok dengan model Likert. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari analisis deskriptif dan analisis korelasional. Hasil analisis deskriptif variabel tingkat stres menunjukkan tingkat stres yang sedang, dan variabel perilaku merokok tergolong dalam kategori tinggi. Dari hasil analisis korelasional melalui Product Moment Pearson diperoleh hubungan yang positif antara tingkat stres dan perilaku merokok (rxy = 0,275; p < 0.05). Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti menyarankan kepada beberapa pihak yaitu: (1) Bagi Mahasiswa Perokok, yaitu agar dapat mengurangi bahkan menghilangkan kebiasaan merokok, walaupun dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stres dapat meningkatkan perilaku merokok. Ketika sedang stres, sebaiknya mengganti kebiasaan merokok tersebut dengan hal lain yang lebih menguntungkan, salah satunya adalah mengganti rokok dengan permen karet. (2) Saran bagi peneliti selanjutnya, yaitu bagi peneliti selanjutnya yang berminat untuk meneliti dengan topik yang sama hendaknya peneliti lain dapat melakukan penelitian terhadap faktor-faktor lain yang belum sempat terungkap dalam penelitian ini.

Persepsi siswa mengenai seks pranikah di SMK Negeri 2 Malang / Diani Wulantini

 

ABSTRAK Wulantini, Diani. 2008. Persepsi mengenai Seks Pranikah di SMK Negeri 2 Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Elia Flurentin M.Pd. Pembimbing (II) Drs. Harmiyanto. Kata kunci: Persepsi, seks pranikah, siswa SMK Negeri 2 Malang Remaja merupakan suatu masa perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa, berlangsung antara usia 12 sampai 21 tahun. Masa remaja terdiri dari masa remaja awal usia 12-15 tahun, masa remaja pertengahan usia 15-18 tahun, dan masa remaja akhir usia 18-21 tahun. Pada periode ini terjadi perubahan baik dari segi fisik maupun dari segi psikologis. Perubahan psikologis yang terjadi merupakan manifestasi dari penyesuaian peran terhadap tugas perkembangan pada masa remaja, seperti: meningkatnya tuntutan dan harapan sosial, adanya tuntutan kemandirian dari orang tua, meningkatnya kebutuhan untuk berhubungan dengan kelompok sebaya, mampu bersikap sesuai norma sekitar, kompeten secara intelektual, berkembangnya tanggung jawab pribadi dan sosial, serta belajar untuk mengambil keputusan. Persepsi adalah perolehan dan penafsiran atau pemberian arti terhadap objek di mana penafsiran atau pemberian arti tersebut membentuk sikap dan mempengaruhi individu. Seks pranikah adalah hubungan kelamin antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang terjadi sebelum adanya ikatan yang sah baik dari segi agama atau hukum yang berlaku Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Malang yang bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa mengenai seks pranikah di SMK Negeri 2 Malang, siswa perempuan mengenai seks pranikah di SMK Negeri 2 Malang, dan untuk mengetahui persepsi siswa laki-laki mengenai seks pranikah di SMK Negeri 2 Malang. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa perempuan dan siswa laki-laki di SMK Negeri 2 Malang. Total sampel yang digunakan adalah 236 orang dengan rincian 119 orang perempuan, dan 117 orang laki-laki. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik persentase dan analisis uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran persepsi siswa perempuan mengenai seks pranikah di SMK Negeri 2 Malang diperoleh hasil sebagai berikut; sedikit sekali (5.0%) siswa memperoleh kriteria cukup baik, Banyak sekali (87.4%) siswa memperoleh kriteria baik, dan sedikit sekali (7.6%) siswa memperoleh kriteria sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa siswa perempuan termasuk kategori baik dalam mempersepsikan tentang seks pranikah. Gambaran persepsi siswa laki-laki mengenai seks pranikah di SMK Negeri 2 Malang diperoleh hasil sebagai berikut; sedikit sekali (17.9%) responden memperoleh kriteria cukup baik, banyak sekali (81.2%) responden memperoleh kriteria baik, dan sedikit sekali (0.9%) responden memperoleh kriteria sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa siswa laki laki termasuk kategori baik dalam mempersepsikan tentang seks pranikah. Taraf signifikan menunjukkan 0.00 < 0.05, artinya ada perbedaan yang signifikan antara persepsi siswa perempuan dan siswa laki-laki dengan skor rerata menunjukkan bahwa persepsi siswa perempuan tentang seks pranikah di SMK Negeri 2 Malang lebih tinggi (207.82) daripada skor rerata siswa laki-laki tentang seks pranikah di SMK N 2 Malang (199.27). Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar konselor memberikan materi yang lebih mendalam mengenai pengertian seks, penyebab terjadinya seks pranikah, dan cara penanggulangan terjadinya seks pranikah. Hal ini berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian terhadap siswa perempuan dan siswa laki-laki yang menunjukkan bahwa persepsi mereka terhadap hal tersebut hanya dapat dikategorikan cukup baik, sehingga para siswa di SMK Negeri 2 Malang dapat mengerti apa yang dimaksud dengan pengertian seks, penyebab terjadinya seks pranikah, dan cara penanggulangan terjadinya seks pranikah secara benar dan berpersepsi sangat baik tentang semua itu. Selain itu dapat juga untuk membantu orang tua memberikan pendidikan tentang agama, pengetahuan tentang seksualitas sedini mungkin dan dapat membantu orang tua menciptakan keterbukaan dengan anak dalam membicarakan tentang seks sebelum anak mencari informasi dari orang lain, yang belum tentu bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Pengaruh strategi pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan berpikir, keterampilan metakognitif, dan pemahaman konsep siswa kelas di SMPN 2 Blitar pada kemampuan akademik berbeda / Ratnaningsih

 

Apologizing strategies used by English Departement Students of state University of Malang based on social status and social distance / Rokhima Ika Wulandari

 

ABSTRACT Wulandari, Rokhima Ika. 2008. Apologizing Strategies Used by English Department Students of State University of Malang Based on Social Status and Social Distance. Thesis. English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Drs. Nur Mukminatien, M.Pd. Key words: Socio-pragmatics, Apologizing strategies, Social Status, Social Distance, English Department Students of State University of Malang, IFID This thesis is a socio-pragmatic study about the apologizing strategies used by English Department Students of State University of Malang to nine people based on social status and social distance differences. The social status here includes lower-, equal-, and higher- status whereas the social distance includes an intimate person, a familiar person, and a stranger. The apologizing strategies were collected using a Discourse Completion Test (DCT) modified from Wouk (2006). By using DCT, getting large numbers of respondents and collecting the data, and constructing to account for variation in speech act realization determined by social status and social distance and combining all possible variables (social status and social distance) can be done easily. In this study, DCT consists of nine situations in which the respondents were expected to give responses in the form of apologizing strategies to the nine people on different occasions. The first scenario was apologizing to lower status and intimate persons (their little brother/sister). In the second situation, the respondents had to apologize to lower status and familiar persons (their students). In the third situation, the respondents had to apologize to a stranger of lower status (an office boy). In the fourth situation, the respondents were expected to apologize to equal status and intimate persons (their boyfriend/girlfriend). In the fifth situation, the respondents were expected to apologize to equal status and familiar persons (their classmate). In the sixth situation, the respondents were expected to apologize to a stranger of equal status (another student). In the seventh situation, the respondents had to apologize to higher status and intimate persons (their mother). In the eighth situation, the respondents had to apologize to higher status and familiar persons (their boss). Finally, the respondents were expected to apologize to a stranger of higher status (a lady). The data found were placed in one of the Blum-Kulka et al. (1989) taxonomy of apologizing strategies. If a response could not be classified in that taxonomy, it is marked as a new response. The result of this study showed that English Department students tended to use multiple strategies or the combination of two or more strategies. The respondents rarely use a single strategy in apologizing. However, the strategy was used differently. Take an example, ‘I am dreadfully sorry, Madam. If you please, I would clean your blouse.’ This data consists of two strategies; intensifier of apology by using intensifying adverbial and offering of repair. Another example is ‘Boss, I’m sorry for making that foolish mistake. I’ll retype it soon and I promise I’ll never do the mistake again.’ That example consists of four strategies; Illocutionary force indicating device (IFID), expressing responsibility by using admission, offering of repair, and promise of forbearance. IFID is the most common type of apologizing used by the respondents. Most of the respondents used it in the form of simple apology such as ‘I’m sorry’ or ‘forgive me.’ Another frequent semantic formula used is expressing responsibility by using admission of facts. This semantic formula is commonly used with IFID but it can also occur alone such as ‘I can’t attend your party because I have to accompany my mother to go to hospital.’ Offering of repair is also commonly used in several situations in these findings. Besides the semantic formulas proposed by Blum-Kulka et al. (1989), there are six new semantic formulas which occur in these findings. Those six semantic formulas are request of apology, suggestion, asking something, asking someone to do something, asking for something, and downgrading by acting of teasing. Based on the findings, it can be seen that social status and social distance does influence the respondents in using apologizing strategies. The more intimate the respondents, the stronger the feeling of apologizing of their offence. The higher the status of the hearer, the stronger the feeling of apologizing for their offence and the more polite expression used. This research only investigated the apologizing strategies based on social status and social distance differences and the data for this study were from a DCT which did not reflect the naturally occurring speech. Therefore, a more extensive study is needed to contribute more to the real application of sociopragmatic theory. A study about the influence of other social factors in apologizing might be interesting.

Penerapan metode pembalajaran kooperatif model Student Teams Achievement Divisions (Stad) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X SMAN 5 Malang / Nur Aini Hayati

 

ABSTRAK Hayati, Nur Aini. 2008. Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Student Teams Achievement Divisions (STAD) Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMAN 5 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mardono, M.Si. (I) Farida Rahmawati, S.E, M.E Kata kunci: STAD (Student Teams Achievement Divisions), Motivasi, Hasil Belajar. Keberhasilan dalam proses pembelajaran yang dicapai oleh guru tidak lepas dari strategi atau metode pembelajaran yang digunakan. Kepandaian guru dalam menentukan metode pembelajaran berdampak positif dalam peningkatan hasil belajar yang dicapai siswa. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan adalah cooperative learning model STAD. Cooperative learning model STAD merupakan pendekatan cooperative learning yang menekankan pada aktivitas dan interaksi di antara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. Ide dasar STAD adalah bagaimana memotivasi siswa dalam kelompok agar mereka dapat saling mendorong dan saling membantu satu sama lain dalam menguasai materi yang disajikan, serta menumbuhkan suatu kesadaran bahwa belajar itu penting dan menyenangkan. Motivasi adalah suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil dan tujuan tertentu. Hasil belajar adalah kemampuan belajar yang dicapai siswa setelah mengikuti pelajaran, atau hasil yang telah diperoleh siswa dari pengalaman-pengalaman dan latihan-latihan yang diikutinya selama pembelajaran berupa kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan: (1) Apakah penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan motivasi belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 5 Malang. (2) Apakah penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 5 Malang. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif naturalistik yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara jelas dan nyata tentang peristiwa yang tampak selama proses pembelajaran berlangsung. Peristiwa yang dimaksud adalah proses pelaksanaan langkah pembelajaran yang diterapkan di kelas, motivasi siswa serta hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi dengan menggunakan metode pembelajaran STAD. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 5 Malang kelas X semester 1 tahun ajaran 2008/2009. Sampel penelitian yaitu kelas X-3 sebanyak 38 siswa, yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 26 siswa perempuan. Data untuk motivasi belajar ekonomi siswa pada siklus I dapat diperoleh nilai rata-rata motivasi berdasarkan lembar observasi 57,14% dan pada siklus kedua meningkat menjadi 100%. Dan untuk motivasi belajar ekonomi siswa dapat diperoleh nilai rata-rata motivasi berdasark angket motivasi 3.04 dan pada siklus kedua meningkat menjadi 3,30. Sedangkan hasil belajar ekonomi siswa pada siklus I sebelum diterapkannya model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Divisions) adalah 66,32 dengan skor tertinggi 85 dan jumlah siswa yang tuntas belajar (skor ≥ 75) sebanyak 6 siswa. Setelah diterapkan model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Divisions) rata-rata skor siswa meningkat menjadi 72,11 dengan skor tertinggi sebesar 95 dan jumlah siswa yang tuntas belajar (skor ≥ 75) sebanyak 21 siswa. Sedangkan pada siklus II rata-rata skor tes siswa sebelum diterapkannya model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Divisions) adalah 72,37 dengan skor tertinggi 90 dan jumlah siswa yang tuntas belajar ( skor ≥ 75) sebanyak 18 siswa. Setelah diterapkan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Divisions) rata-rata skor siswa meningkat menjadi 83,29 dengan skor tertinggi sebesar 100 dan jumlah siswa yang tuntas belajar (skor ≥ 72) sebanyak 35 siswa. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari Penerapan STAD (Student Teams Achievement Divisions) yaitu: (1) Motivasi belajar ekonomi siswa kelas X-3 SMA Negeri 5 Malang setelah diterapan Model Pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Divisions) dapat meningkat. (2) Hasil belajar ekonomi siswa kelas X-3 SMA Negeri 5 Malang setelah diterapkan Model STAD (Student Teams Achievement Divisions) dapat meningkat.

Penerapan metode pembelajaran problem based learning (PBL) untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan berpikir kritis mata pelajaran ekonomi siswa kelas X-3 SMAN 3 Jombang / Roseana

 

Berdasarkan hasil observasi masalah yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran adalah bagaimana meningkatkan motivasi dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam belajar. Tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap prestasi belajar. Usaha yang sudah dilakukan guru sebelumnya antara lain dengan melakukan presentasi hasil kerja siswa dengan proses diskusi, tetapi usaha ini ternyata kurang efektif karena dalam proses diskusi keaktifan hanya didominasi oleh beberapa siswa saja dan siswa yang pasif tidak mengalami perubahan untuk menjadi aktif. Maka berdasarkan observasi awal perlu diadakan suatu penelitian dengan menerapkan suatu metode pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi dan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan: (1) Apakah penerapan metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X-3 SMA Negeri 3 Jombang? (2) Apakah penerapan metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X-3 SMA Negeri 3 Jombang Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara jelas dan nyata tentang peristiwa yang tampak selama proses pembelajaran berlangsung. Peristiwa yang dimaksud adalah proses pelaksanaan langkah pembelajaran yang diterapkan di kelas, motivasi siswa serta kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran ekonomi dengan menggunakan metode pembelajaran Problem Based Learning. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 3 Jombang kelas X semester 1 tahun ajaran 2008/2009. Sampel penelitian yaitu kelas X-3 sebanyak 36 siswa, yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 21 siswa perempuan. Hasil penelitian siklus I menunjukkan bahwa pada motivasi siswa jika dilihat dari aspek ketekunan, aspek minat, aspek perhatian, dari ketiga aspek motivasi diatas didapat rata-rata 58,19 yang termasuk klasifikasi cukup. Sedangkan kemampuan berpikir kritis siswa pada aspek melakukan pengamatan, aspek merumuskan hipotesis, aspek melakukan diskusi, aspek menganalisis data, aspek keterampilan siswa bertanya, aspek keterampilan siswa menjawab, aspek tingkat keterampilan berpikir siswa, aspek membuat kesimpulan, aspek menerapkan konsep. Dan dari kesembilan aspek kemampuan berpikir kritis diatas didapat rata-rata 53,39 yang termasuk klasifikasi cukup baik. Sedangkan Hasil penelitian siklus II menunjukkan bahwa pada motivasi siswa didapat rata-rata 58,19 yang termasuk klasifikasi cukup. Sedangkan kemampuan berpikir kritis siswa didapat rata-rata 70,75 yang termasuk klasifikasi cukup baik. Dari hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa. Penerapan pembelajaran kooperatif model Problem Based Learning dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X-3 SMA Negeri 3 Jombang dalam mata pelajaran ekonomi pokok bahasan permintan dan penawaran yaitu pada siklus I dengan kategori cukup meningkat pada siklus II dengan kategori tinggi. Penerapan pembelajaran kooperatif model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X-3 SMA Negeri 3 Jombang dalam mata pelajaran ekonomi pokok bahasan permintaan dan penawaran yaitu terlihat pada peningkatan tiap siklusnya. Adapun saran yang dapat diberikan kepada peneliti selanjutnya adalah : (1) bagi guru mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 3 Jombang pada khususnya dan para guru ekonomi di sekolah lain pada umumnya disarankan untuk menerapkan pembelajaran kontekstual model Problem Based Learning sebagai salah satu alternatif pembelajaran di dalam kelas dalam rangka meningkatkan motivasi dan hasil belajar ekonomi siswa. (2) penerapan pembelajaran kontekstual model Problem Based Learning hendaknya dilakukan secara bertahap sesuai dengan langkah-langkahnya agar mendapatkan hasil yang optimal. (3) penerapan pembelajaran kontekstual model Problem Based Learning hendaknya disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan, lingkungan belajar siswa, dan ketersediaan waktu yang cukup. (4) pada penelitian ini dalam mengukur hasil belajar, peneliti hanya mengukur ranah kognitif saja. Oleh karena itu bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengukur ketiga ranah yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. (5) penelitian ini hendaknya dapat diteruskan oleh peneliti selanjutnya dengan kelas, sekolah, dan materi yang berbeda. (6) bagi peneliti selanjutnya, hendaknya melakukan tindakan lebih dari dua siklus sehingga hasil yang diperoleh dapat maksimal.

Rancang bangun mesin pres biji jarak dengan screw press / Didib Dian Prasetyo, Sigit Fajar Satrio

 

ABSTRAK Dian, Didib dan Fajar, Sigit, 2009. Rancang Bangun Mesin Pres Biji Jarak dengan Screw Press. Proyek Akhir, Program Studi D3 Teknik Mesin Produksi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Sukarni,S.T.,M.T, (2) Drs.H.Kusdi,S.T.,M.T. Kata Kunci : Mesin Pres Biji Jarak dengan Screw Press Tujuan dari perencanaan ini adalah memperbaiki proses pengepresan biji jarak secara manual, meningkatkan nilai ekonomi dari pohon jarak, menghasilkan bahan bakar alternatif berupa minyak jarak dengan proses yang cepat, aman, dan hemat biaya serta hasil produksi yang besar. Metode untuk mencapai tujuan perencanaan adalah dengan metode observasi, metode interview atau wawancara kepada karyawan di industri kecil bersamaan dengan observasi, metode studi pustaka atau studi literatur untuk mengolah data dan mengaplikasikan rumus – rumus yang behubungan dengan tugas akhir serta sebagai landasan teori untuk pengerjaan dan penulisan, dan terakhir metode uji coba untuk mengetahui kinerja mesin. Hasil yang didapat adalah mesin pres biji jarak menggunakan screw press yang menghasilkan minyak jarak dengan kapasitas 1,4 kg/jam.

Penyelesaian masalah travelling salesman problem (TSP) dengan menggunakan algoritma genetika pada digraph tidak komplit / Dyah Arum Rachmawati

 

ABSTRAK Rachmawati, Dyah Arum. 2008. Penyelesaian Masalah Travelling Salesman Problem (TSP) Dengan Menggunakan Algoritma Genetika Pada Digraph Tidak Komplit. Skripsi, Jurusan matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Dosen pembimbing: (1) Dra. Sapti Wahyuningsih, M.Si, (II) Mohamad Yasin, S.Kom, M.Kom Kata kunci : Algoritma Genetika, Travelling Salesman problem Teori graph merupakan salah satu bagian matematika yang bermanfaat untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu permasalahan yang dapat diselesaikan menggunakan teori graph adalah masalah travelling Salesman problem yaitu persoalan optimasi untuk mencari perjalanan terpendek bagi pedagang keliling yang ingin berkunjung ke beberapa kota, dan kembali ke kota asal keberangkatan. Masalah yang dibahas dalam skripsi ini adalah masalah TSP yang akan diselesaikan dengan menggunakan Algoritma Genetika yang diaplikasikan pada digraph tidak komplit. Langkah pertama yang akan dilakukan pada penggunaan TSP dalam algoritma genetika adalah memilih pengkodean dengan representasi yang paling sesuai, kemudian menentukan populasi awal yang akan digunakan dalam mekanisme algoritma. Langkah selanjutnya adalah menentukan fungsi-fungsi yang digunakan oleh algoritma selama mekanisme berlangsung yaitu fungsi evaluasi dan fungsi seleksi. Selanjutnya mekanisme penyesuaian dan dilanjutkan dengan proses seleksi serta menentukan prosedur operator genetik yang sesuai. Langkah terakhir yaitu seleksi terhadap kromosom terbaik. Dari ketiga contoh yang telah dibahas dapat diduga bahwa algoritma genetika menghasilkan lebih dari satu solusi sehingga dapat dipilih alternatif solusi yang diinginkan. Algoritma genetika juga dapat menyelesaikan persoalan pada digraph tidak komplit walaupun memerlukan pengerjaan yang lama dan proses yang rumit. Dengan menggunakan alat bantu berupa software Grin40 untuk TSP dapat diperoleh solusi yang tidak tunggal. Sedangkan dengan menggunakan software WinQSB dengan metode Branch and Bound diperoleh solusi yang tunggal.

Pengaruh tingkat suku bunga kredit dan tingkat inflansi terhadap penyaluran jumlah kredit usaha kecil pada Bank Umum di Propinsi Jawa Timur periode 2005-2007 / Faza Afin Ilfina A.

 

i ABSTRAK Afin , Faza. 2009. Pengaruh Tingkat Suku Bunga dan Tingkat Inflasi Terhadap Penyaluran Jumlah Kredit Usaha Kecil pada Bank Umum di Propinsi Jawa Timur, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hadi Sriwiyana, MM; Pembimbing (II) Drs. Moh. Hari, M. Si Kata Kunci : Tingkat Suku Bunga Kredit, Tingkat Inflasi dan Penyaluran Jumlah Kredit. Lembaga keuangan perbankan memegang peranan penting membantu penyediaan kredit dalam masyarakat, dimana bank bergerak dalam pengerahan dana dan dana inilah yang digunakan oleh pihak bank untuk dapat menyalurkan kredit kepada masyarakat, mengingat kredit sangat diperlukan baik untuk usaha ataupun konsumsi. Usaha pemberian kredit kepada calon debitur yang digunakan modal untuk usaha ini bertujuan agar dana yang ada di bank tersalurkan ke masyarakat sehingga dapat berkembang dan tercipta pembangunan, dimana dapat terciptanya kegairahan bekerja sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat. Salah satu pegangan yang paling penting dari kebijaksanaan moneter adalah bagaimana mengatur kebijaksanaan tingkat suku bunga kredit dan kebijaksanaan kredit. Dalam hal ini perlu diperhatikan bahwa kebijakan suku bunga bisa menunjang tercapainya kebijaksanaan moneter yang bisa mendorong tabungan masyarakat sehingga akan mengurangi tekanan inflasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel-variabel yang mempengaruhi penyaluran jumlah kredit, mengetahui sejauh mana pengaruh tingkat suku bunga dan tingkat inflasi terhadap penyaluran jumlah kredit perbankan dan faktor mana yang paling berpengaruh terhadap penyaluran jumlah kredit. Rancangan penelitian ini yang digunakan adalah korelasi. Populasi dan sampel adalah bank umum yang ada di Propinsi Jawa Timur selama 3 tahun berturut-turut yaitu tahun 2005-2007 dan bagian dari bank umum yang menjadi sampel adalah bank pemerintah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi yang diperoleh dari Bank Indonesia. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah tingkat suku bunga kredit, tingkat inflasi dan penyaluran jumlah kredit per bulan selama tiga tahun dari tahun 2005-2007. Uji statistik yang digunakan dalam menguji hipotesis dan analisis data adalah analisis regresi berganda. Hasil pengujian hipotesis dengan tingkat signifikansi sebesar 5% adalah hipotesis pertama yang menyebutkan tingkat suku bunga tidak berpengaruh terhadap penyaluran jumlah kredit ditolak karena tingkat suku bunga kredit berpengaruh terhadap penyaluran jumlah kredit dengan nilai signifikansi (0.00) < taraf signifikansi (0,05). Hipotesis kedua menyebutkan bahwa tingkat inflasi tidak berpengaruh terhadap penyaluran jumlah kredit perbankan diterima dengan nilai ii signifikansi (0.141) > taraf signifikansi (0,05). Sedangkan untuk hipotesis ketiga menyebutkan tingkat suku bunga dan tingkat inflasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap penyaluran jumlah kredit dengan nilai signifikansi (0,00) < taraf signifikansi (0,05). Tingkat suku bunga dan tingkat inflasi memberikan kontribusi sebesar 41,4 % dan sisanya sebesar 58,9 % dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. Dari hasil penelitian ini, dapat disarankan agar penelitian selanjutnya menggunakan sampel yang lebih banyak dan tahun terakhir. Selain itu menggunakan variabel bebas yang lebih bayak sehingga hasil penelitian lebih akurat dan relevan.

Pengatur ketinggian polisi tidur untuk menyesuaikan kecepatan kendaraan bermotor agar menimbulkan efek kejut / Bambang Wahyu Satriyo

 

Kata Kunci :Sekarang ini sistem keamanan dan kenyamanan di tempat-tempat umum seperti jalan raya ataupun jalan kecil semakin mengkhawatirkan yang disebabkan adanya kendaraan yang lalu lalang melintasi jalan tersebut tidak mematuhi rambu lalu dan melampui batas kecepatan yang telah ditentukan. Banyak pejalan kaki menjadi korban terutama anak kecil atas kelalaian pengendara kendaraan tersebut. Dengan seiring hal tersebut masyarakat banyak menggunakan metode polisi tidur sebagai sarana untuk membuat pengendara kendaraan mengurangi kecepatannya. Dari pemikiran tersebut maka diciptakan simulasi pengatur ketingggian polisi tidur. Simulasi ini menggunakan 2 buah dioda pemancar cahaya laser dan 2 buah sensor photodioda sebagai input penghitung kecepatan pengendara bermotor, mikrokontroler Atmega8535 sebagai otak penyiman data, LCD sebagai penampil kecepatan, dan motor servo sebagai penggerak polisi tidur keatas/ kebawah. Alat ini dibuat miniatur dengan ukuran 30 cm x 120 cm. Dalam pengujiannya penulis menggunakan mobil remote sebagai media percobaan yang dideteksi. Disarankan dalam perancangan yang sesungguhnya hendaknya dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu dalam mengatur ketinggian polisi tidur untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan bagi pengguna jalan.

Evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman jarak pagar (Jatropha Curcas L) di area lahan pasca tambang batubara tanjung enim Kabupaten Muara enim Provinsi Sumatra Selatan / Yovi Ardiansah

 

i ABSTRAK Ardiansah, Yovi.2008. Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Pemanfaatan Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas l) di Area Pasca Tambang Batubara Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Skripsi, Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd., M.Si. (II) Ir. Juarti, M.P. Kata Kunci: evaluasi kesesuaian lahan, lahan pasca tambang batubara, jarak pagar Pengeksploitasian batubara di Tanjung Enim dengan model penambangan terbuka (open pit mining), akan mengakibatkan alih fungsi lahan yang sangat merugikan lingkungan termasuk manusia apabila tidak melakukan rehabilitasi terhadap lahan-lahan area pasca tambang tersebut. Kebijakan pemerintah untuk mengadakan rehabilitasi lahan kritis termasuk didalamnya lahan pasca tambang batubara adalah dengan tanaman jarak pagar. Evaluasi lahan sangat diperlukan dalam menduga dan mendapatkan informasi seberapa besar suatu lahan dapat mendukung produktivitas sebelum digunakan untuk kepentingan tertentu. Pada dasarnya evaluasi lahan yang dilakukan adalah untuk menilai kemampuan dan kesesuaian lahan pada penggunaan lahan yang akan dilakukan dan memprediksi konsekuensi atas perlakuan yang telah diterapkan. Evaluasi kesesuaian lahan sangat tepat untuk lahan yang bersinggungan dengan pemanfaatan lahan tersebut untuk penanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas l) maupun budidaya tanaman yang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik lahan area pasca tambang batubara di unit penambangan Tanjung Enim Kabupaten Muara Enim, dan tingkat kesesuaian lahan pasca tambang untuk pemanfaatan tanaman jarak pagar. Penelitian ini merupakan penelitian survey. Subjek penelitian adalah lahan pasca tambang batubara seluas 1.025,8 Ha, sedangkan sampel diambil secara purposive sampling dengan cara mengoverlay peta. Hasil overlay peta yang ada, diperoleh sembilan unit lahan yaitu, Spreader A (SPA)97,9 Ha, Spreader B (SPB) 132,7 Ha, Spreader C(SPC) 95 Ha, Spreader D (SPD) 102,7 Ha, Spreader E (SPE) 57,3 Ha, Mahayung A (MA) 177,03, Mahayung B (MB) 160,6 Ha, KTU 137, 57 Ha, dan Suban 65 Ha. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa dari sembilan unit lahan didominasi oleh kriteria lahan sesuai marginal (S3) yaitu lahan yang masih bisa diusahakan untuk ditanami dengan tanaman jarak pagar. Faktor pembatas secara umum pada kesesuaian lahan untuk setiap unit lahan dalam penelitian ini adalah jumlah curah hujan, pH H2O, salinitas, C-Organik dan kondisi drainase. Secara keseluruhan, setiap unit lahan memiliki faktor pembatas curah hujan pada klas S3(sesuai marginal). Unit lahan yang memiliki faktor pembatas pH H2O sebagai pembatasnya ada pada klas S3 antara lain, SPA, SPC dan Suban. Unit lahan yang memiliki faktor pembatas salinitas yaitu SPB dan SPD, sedangkan parameter lahan c-organik menjadi faktor pembatas pada unit lahan SPA, MB dan KTU. Pada ii unit lahan SPB dan SPD juga memiliki faktor pembatas pada klas S3 yaitu kondisi drainase. Peneliti menyarankan melakukan pembenahan atau meningkatkan kualitas saluran pembuangan air pada saat penanaman agar jumlah air yang ada dapat dikendalikan dengan baik. Pengapuran serta pemberian bahan organik pada lahan ini juga sangat diperlukan karena, dapat mengurangi keasaman lahan serta menambah kandungan c-organik pada setiap unit lahan sehingga klas kesesuaian lahan dapat ditingkatkan menjadi sesuai untuk penanaman jarak pagar.

Analisis rasio provitabilitas dan laporan arus kas untuk memprediksi tingkat pengembalian investasi pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2007 / Ely Erna Susanti

 

Investor dalam pasar modal harus mampu memanfaatkan informasi yang tersedia untuk menganalisis pasar dan investasi untuk memprediksi tingkat pengembalian maksimal yang diharapkan. Analisis rasio profitabilitas yang terdiri dari Net Profit Margin, Gross Profit Margin, Return On Investment, Return On Equity dan laporan arus kas yang terdiri dari Arus Kas Operasi, Arus Kas Investasi, Arus Kas Pendanaan merupakan salah satu cara dalam menganalisis kinerja keuangan maupun kemampuan perusahaan manufaktur yang listing diBEI tahun 2005-2007 berhasil memenuhi kebutuhan investor. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2005-2007. Penelitian ini menentukan sampel penelitian dengan menggunakan purposive sampling yaitu: 1) Merupakan perusahaan manufaktur yang tedaftar di Bursa Eefek Indonesia sampai tahun 2007, 2)Merupakan perusahaan yang menerbitkan laporan keuangannya tiap tahun antara tahun 2005-2007. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu laporan keuangan perusahaan sampel dan return saham bulanan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik dan anlisis regresi berganda. Kondisi rata-rata rata-rata rasio net profit margin , arus kas operasi, arus kas investasi, dan arus kas pendanaan perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2005-2007 mengalami fluktuasi cenderung naik. Sedangkan Gross Profit Margin, Return On Investment, Return On Equity perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2005-2007 mengalami fluktuasi yaitu terjadinya penurunan. Hasil dari penelitian menunjukkan: Secara simultan tidak ada pengaruh yang signifikan antara profitabilitas (Net Profit Margin, Gross Profit Margin, ROI, ROE ) dan arus kas (arus kas operasi, arus kas investasi, arus kas pendanaan) terhadap tingkat pengembalian investasi (return saham). Hal ini berarti profitabilitas (Net Profit Margin, Gross Profit Margin, ROI, ROE ) dan arus kas (arus kas operasi, arus kas investasi, arus kas pendanaan) tidak dapat memprediksi tingkat pengembalian investasi yang berupa return saham karena investor juga menggunakan analisis-analisis investasi yang lain seperti analisis teknikal yang meliputi pergerakan harga saham, volume perdagangan,indeks harga saham gabungan dan analisis fundamental yang lain seperti kondisi politik dan perekonomian pemerintah. Bagi penelitian berikutnya sebaiknya menggunakan jumlah sampel yang lebih banyak dan jangka waktu atau periode yang lebih panjang sehingga akan diperoleh hasil yang lebih baik.

Penerapan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan prestasi dan aktivitas belajar standar kompetensi bekerja dengan aman siswa kelas XI program studi mekanik alat berat SMK Negeri 1 Singosari / Eko Wahyudi

 

ABSTRAK Wahyudi, Eko. 2008. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Prestasi dan Aktivitas Belajar Standar Kompetensi Bekerja dengan Aman Siswa Kelas XI Program Studi Mekanik Alat Berat SMK Negeri 1 Singosari. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T., M.Pd., (II) Drs. H. Wakidi kata kunci: Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, prestasi belajar, aktivitas belajar Pendidikan SMK merupakan salah satu tonggak penyedia tenaga kerja tingkat madya yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam upaya peningkatan kompetensi lulusan yang berimbas pada keterserapan lulusan SMK di dunia kerja. Upaya yang dilakukan adalah dengan menggaet industri sebagai partner dalam penyelenggaraan pendidikan sistem ganda. Salah satu contoh kerjasama tersebut adalah kerjasama antara SMK Negeri 1 Singosari dengan PT. Trakindo Utama yakni pada Program Studi Mekanik Alat Berat. Dalam proses pembelajaran teori produktif pada Program Studi Mekanik Alat Berat khususnya dalam Standar Kompetensi Bekerja dengan Aman terdapat beberapa permasalahan yaitu: nilai siswa masih rendah, siswa sering merasa jenuh pada saat teori produktif, siswa sering ramai pada saat guru menjelaskan, dan siswa kurang aktif pada saat diskusi kelompok. Sebuah solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dilakukan Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui apakah penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar Standar Kompetensi Bekerja dengan Aman siswa Kelas XI Program Studi Mekanik Alat Berat SMKN 1 Singosari. (2) Mengetahui apakah penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas belajar Standar Kompetensi Bekerja dengan Aman siswa Kelas XI Program Studi Mekanik Alat Berat SMKN 1 Singosari. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Program Studi Mekanik Alat Berat SMK Negeri 1 Singosari. Secara umum hasil penelitian tindakan kelas ini adalah: (1) Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dan prestasti belajar Standar Kompetensi Bekerja dengan Aman siswa kelas XI Program Studi Mekanik Alat Berat SMK Negeri 1 Singosari. Saran-saran yang dirumuskan dari penelitian ini antara lain; (1) bagi SMK Negeri 1 Singosari, khususnya Tim Pengembang Kurikulum, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dalam pengembangan metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa, (2) bagi guru pengajar mata pelajaran produktif di Program Keahlian Mekanik Alat Berat, hasil dari penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan sebagai bahan acuan untuk memperbaiki proses belajar mengajar khususnya pada saat diskusi kelompok, (3) bagi peneliti lain, hasil dari penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk mengadakan penelitian lanjutan dengan mengembangkan metode pembelajaran serupa pada saat persiapan validasi. Peneliti akan memaparkan hasil penelitian ini pada saat rapat evaluasi proses belajar mengajar di Program Keahlian Mekanik Alat Berat yang diadakan pada setiap awal semester.

Evaluasi hasil pelaksanaan pendidikan Sistem Ganda (PSG) di jurusan Tata Busana SMK Negeri 5 Malang / Annisau Nafiah

 

ABSTRAK Nafiah, Annisau. 2009. Evaluasi Hasil Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) Di Jurusan Tata Busana SMK Negeri 5 Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Program Studi Pendidikan Tata Busana FT Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Anti Asta Viani, M. Pd (II) Dra. Rosanti Rosmawati. Kata kunci: Evaluasi, PSG Evaluasi merupakan sebuah proses penggambaran, pencarian, pemberian informasi yang sangat bermanfaat bagi pengambilan keputusan dan menentukan hasil yang telah dicapai dari beberapa kegiatan yang direncanakan untuk mendukung tercapainya tujuan. PSG merupakan suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian kejuruan, yang memadukan secara sistematik dan sinkron program pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung pada bidang pekerjaan yang relevan, terarah untuk mencapai penguasaan kemampuan keahlian tertentu. Pelaksanaan PSG yang menghasilkan lulusan yang produktif dan profesional serta bisa bekerja secara langsung pada Dunia Usaha/Industri yang merupakan institusi pasangannya, tentunya telah banyak yang dilakukan oleh keduanya baik oleh pihak SMK maupun Dunia Usaha/Industri. Pendidikan sistem ganda hanya mungkin dapat dilaksanakan jika ada kesediaan dan kemauan Dunia Usaha/Industri yang menjadi institusi pasangan sekolah kejuruan melaksanakan bersama program pendidikan kejuruan. Oleh karena itu pihak lembaga pendidikan sekolah dituntut untuk mampu menjalin kerjasama dengan Dunia Usaha/Industri. Mengingat Dunia Usaha/Industri belum begitu merasa wajib untuk menjalin kerjasama dengan dunia pendidikan, maka sikap proaktif dari lembaga pendidikan kejuruan perlu dilakukan dalam mencari institusi pasangan. Seberapa besar hasil yang telah dicapai dalam pelaksanaan PSG di jurusan Tata Busana SMK Negeri 5 Malang belum banyak diketahui. Berdasarkan uraian tersebut maka penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui Evaluasi Hasil Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) Di Jurusan Tata Busana SMK Negeri 5 Malang. Penelitian ini mengambil studi kasus di SMK Negeri 5 Malang JurusanTata Busana yang telah melaksanakan PSG. Jenis sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel populasi, sedangkan pengumpulan datanya menggunakan angket/kuesioner dan menggunakan analisis prosentase. Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan PSG di Jurusan Tata Busana SMK Negeri 5 Malang dilihat dari evaluasi Context sebesar 42, 85% dapat dikategorikan sangat baik (2) dilihat dari evaluasi Input pelaksanaan PSG di Jurusan Tata Busana SMK Negeri 5 Malang sebesar 54, 55% dapat dikategorikan baik (3) dilihat dari evaluasi Procces pelaksanaan PSG di Jurusan Tata Busana SMK Negeri 5 Malang sebesar 54,55% dapat kategorikan sangat baik (4) dan dilihat dari evaluasi Product pelaksanaan PSG di Jurusan Tata Busana SMK Negeri 5 Malang sebesar 60% dapat dikategorikan sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan (1) siswa perlu diberikan banyak latihan untuk meningkatkan kemampuan praktik dasar yang mereka miliki agar mampu menunjang dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh Dunia Usaha/Industri (2) untuk memudahkan siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan penempatan bidang pekerjaan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki oleh siswa (3) perlu diadakan perbaikan pada aspek sarana dan prasarana yang tersedia meliputi pemakaian alat pelindung diri untuk menghindari terjadinya kecelakaam kerja, pemberian pekerjaan pada saat praktik hendaknya disesuaikan dengan kemampuan siswa sehingga siswa tidak merasa cepat bosan dan malas mengerjakannya. Selain itu juga perlu ditingkatkan tanggung jawab sekolah dalam penyelenggaraan PSG (4) melatih kecepatan siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh sekolah dan melatih siswa untuk berinteraksi dengan orang lain sebagai bahan untuk memberikan pelayanan kepada konsumen dengan berbagai macam karakter yang berbeda.

Penerapan model pembelajaran role playing untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X APK-1 SMK Negeri 3 Balikpapan / Yuniarti

 

ABSTRAK Yuniarti. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Role Playing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X APK-1 SMK Negeri 3 Balikpapan. Skripsi. Jurusan Manajemen Program Studi S-1 Pendidikan Administrasi Perkantoran. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. I Nyoman Suputra, M.Si, (2) Imam Bukhori, S.Pd, M.M. Kata kunci: role playing, hasil belajar. Pembelajaran merupakan proses belajar mengajar dengan menggunakan sarana belajar dan metode maupun model pembelajaran. Dimana dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat diharapkan terdapatnya kualitas pembelajaran dan hasil belajar yang seimbang pula. Model pembelajaran role playing, merupakan salah satu model pembelajaran yang diterapkan di kelas dengan harapan kualitas pembelajaran dan hasil belajar dapat meningkat. Dalam pembelajaran ini siswa ikut berperan aktif dan dapat mengetahui secara langsung bagaimana aplikasi dari mata pelajaran bekerjasama dengan kolega dan pelanggan. Hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa untuk memecahkan persoalan kritis dan melakukan observasi serta menarik kesimpulan dalam kehidupan jangka panjangnya. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan mengambil tema yang berkaitan dengan model pembelajaran dengan maksud untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada siswa pada mata pelajaran bekerjasama dengan kolega dan pelanggan, dimana pelajaran ini membutuhkan keterampilan dan saling berkaitan dengan keterampilan yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran model role playing untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bekerjasama dengan kolega dan pelanggan. Ada 3 hal yang dideskripsikan dalam penelitian ini yaitu: 1) aktivitas siswa dalam pembelajaran model role playing, 2) hasil belajar peserta didik, 3) respon peserta didik. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMK Negeri 3 Balikpapan. Adapun subjek penelitian adalah siswa kelas X program studi administrasi perkantoran yang berjumlah 44 orang (43 putri dan 1 putra) penelitian ini dilakukan pada 24 September 2008 hingga 17 Oktober 2008. Analisis data yang digunakan dengan model alur yang meliputi tahap mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Dengan menggunakan instrument penelitian yaitu : pedoman wawancara, lembar observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) aktivitas siswa dalam pembelajaran model role playing ini terdiri dari 6 tahap yaitu (a) menghangatkan suasana dan memotivasi peserta didik; (b) diskusi; (c) pemeranan: (d) evaluasi pemeranan; (e) pemberian tugas individu; (f) tes akhir siklus, 2) hasil belajar peserta didik denagn menerapkan metode pembelajaran role playing menunjukkan hasil yang positif, terlihat dari peningkatan signifikan dari siklus I ke siklus II baik dari segi aktivitas dan hasil pembelajaran. Peningkatan hasil belajar ini dapat diketahui dengan meningkatnya skor hasil belajar klasikal yaitu pada siklus I mencapai 65,91% sedangkan pada siklus II yaitu 77,27%, 3) respon peserta didik terhadap penerapan model pembelajaran role playing, dimana siswa pada aspek kebermaknaan terdapat 24 siswa yang menyatakan sangat setuju dengan persentase 54,54%, artinya pembelajaran yang bermakna lebih berarti bagi peserta didik karena kegiatan belajar yang dilakukan bermanfaat bagi kehidupannya. Oleh karena itu pelaksanaan penelitian dengan tema yang sama dan subjek penelitian yang berbeda sangat memungkinkan dilakukan, sebagai upaya mendukung inovasi pembelajaran. Saran yang dapat diberikan yaitu (1) bagi sekolah hendaknya fasilitas dan sarana prasarana seperti laboratorium perkantoran, ruang praktek dapat diperbaiki dan lebih dilengkapi; (2) bagi guru bidang studi SMK Negeri 3 Balikpapan dianjurkan untuk menggunakan model pembelajaran role playing untuk meningkatkan hasil belajar siswa; (3) bagi siswa diharapkan mempersiapkan terlebih dahulu segala sesuatunya sebelum pelaksanaan kegiatan belajar di kelas, sehingga akan memudahkan guru dalam memulai pelajaran, hal ini juga dapat menghemat waktu; (4) Bagi peneliti berikutnya, disarankan untuk melakukan penelitian tentang model pembelajaran role playing pada pengajaran bidang studi lainnya dan di tempat yang berbeda.

Penerapan metode pembelajaran kooperatif model numbered head together untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar ekonomi siswa kelas X di SMA Negeri 1 Pagak Kecamatan Pagak Kabupaten Malang / Devy Revykawanti

 

Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan di SMA Negeri 1 Pagak diperoleh informasi bahwa pembelajaran ekonomi sudah mulai menggunakan variasi bentuk model-model pembelajaran, namun dalam pelaksanaannya masih belum maksimal. Hal ini dikarenakan buku penunjang masih sangat kurang serta minat siswa membaca masih sangat kurang, selain itu model-model pembelajaran yang dilakukan sebagian besar hanya ceramah dan tanya jawab saja. Akan tetapi pada pokok bahasan tertentu terkadang menggunakan diskusi sebatas diskusi model konvensional, ini membuat siswa cenderung bosan pasif tanpa peran aktif dalam proses pembelajaran serta siswa cenderung kurang termotivasi untuk belajar dengan sungguh-sungguh, terjadi komunikasi satu arah, guru aktif murid pasif, materi yang diajarkan verbal dan orientasi pembelajaran pada materi. Sehingga dari beberapa hal tersebut kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru mata pelajaran ekonomi belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengolah konsep dan ide sendiri sehingga tidak tampak pola konstruktivis pada siswa dan terjadi penurunan gairah belajar. Penurunan tersebut disebabkan oleh ketidaktepatan pemilihan metode pembelajaran, penggunaan metode diskusi yang sistem penggunaannya tidak terprogram dapat menimbulkan kesulitan guru dalam mengelola kelas sehingga siswa menjadi ramai, dan kurang konsentrasi pada pelajaran. Selain itu siswa juga kurang berpartisipasi dalam PBM, serta pertanyaan, gagasan, pendapat dari siswa jarang muncul. Salah satu model pembelajaran yang dapat memperbaiki proses belajar mengajar di kelas tersebut adalah pembelajaran model numbered head together adalah strategi pembelajaran dimana para siswa aktif bekerjasama dalam kelompok kecil yang dimulai dengan penomoran, pengajuan pertanyaan, berpikir bersama, dan pemberian jawaban. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan: (1) Untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif model numbered head together pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Pagak Kab. Malang pada mata pelajaran ekonomi. (2) Untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran kooperatif numbered head together dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Pagak Kab. Malang. (3) Untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran kooperatif numbered head together dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Pagak Kab. Malang. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X-D SMA Negeri 1 Pagak untuk kemampuan berpikir kritis diambil sampel 7 siswa, sedangkan hasil belajar dengan jumlah 36 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus. Teknik analisa data yang digunakan untuk hasil belajar digunakan kriteria ketuntasan belajar dengan SKM 78, kemudian dibandingkan antara siklus I dan siklus II. Sedangkan instrumen yang digunakan adalah observasi untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis dan observasi kegiatan guru. Hasil belajar yang diperoleh dengan guru memberikan tes di setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif model numbered head together kecenderungan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis yang ditunjukkan oleh peningkatan sebagian besar tiap indikator kemampuan berpikir kritis siswa kelas X-D SMA Negeri 1 Pagak pada mata pelajaran ekonomi pokok bahasan bentuk pasar yaitu pada siklus I sebagian besar siswa mendapat skor 2 yang artinya tidak tepat dan tidak teliti, sedangkan pada siklus II sebagian besar siswa mendapat skor 3 berarti teliti tapi kurang tepat. Adapun saran yang dapat diberikan kepada peneliti selanjutnya adalah: (1) Bagi guru mata pelajaran ekonomi SMA Negeri 1 Pagak pada khususnya dan para guru ekonomi di sekolah lain pada umumnya disarankan untuk menerapkan pembelajaran kooperatif model numbered head together sebagai salah satu alternative pembelajaran di dalam kelas dalam rangka meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar ekonomi siswa. (2) Penerapan pembelajaran kooperatif model numbered head together hendaknya dilakukan secara bertahap sesuai dengan langkah-langkahnya agar mendapatkan hasil yang optimal. (3) Sebaiknya guru merubah posisi duduk yang mendukung untuk jalannya diskusi, misalnya berbentuk U karena selama ini siswa hanya duduk mendekat dengan kelompoknya. (4) Penerapan pembelajaran kooperatif model numbered head together hendaknya disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan, lingkungan belajar siswa, dan ketersediaan waktu yang cukup. (5) Penelitian ini hendaknya dapat diteruskan oleh peneliti selanjutnya dengan kelas, sekolah, dan materi yang berbeda. (6) Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya melakukan tindakan lebih dari dua siklus sehingga hasil yang diperoleh lebih maksimal.

Pengaruh penggunaan bahan ajar dan gaya belajar terhadap hasil belajar matakuliah strategi pembelajaran pendidikan agama Kristen (PAK) mahasiswa sekolah tinggi agama kristen protestan negeri (STAKPN) Ambon / oleh Christiana Demaja Wilhelmina Sahertian

 

Pengaruh faktor suasana lingkungan toko terhadap keputusan pembelian konsumen (Studi pada Mini Market Sumber Urip Kelurahan Takeran Kabupaten Magetan) / Andriana Retno Palupi

 

Pesatnya pertumbuhan pusat-pusat perbelanjaan baru mendorong pula sejumlah toko berkonsep swalayan di Indonesia. Masing-masing toko berusaha untuk memberikan pelayanan yang sebaik mungkin kepada konsumennya agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin kompleks, memaksa pemasar untuk meningkatkan mutu dari manajemen penjualan produknya. Hal ini bertujuan agar perusahaan mampu bertahan bahkan memenangkan persaingan dalam dunia usaha. Dengan demikian untuk dapat menarik konsumen agar melakukan pembelian, salah satunya dilakukan dengan kreatifitas penciptaan suasana lingkungan yang menarik dan menyenangkan di dalam toko. Suasana atau atmosphere di dalam toko yang menyenangkan akan mempengaruhi perilaku konsumen dalam mengunjungi sebuah toko, hal ini akan mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan apakah ia mau membeli produk ataukah tidak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) deskripsi keadaan suasana lingkungan toko mini market Sumber urip, (2) deskripsi keadaan suasana proses keputusan pembelian di mini market Sumber Urip, (3) pengaruh suasana lingkungan toko yang meliputi faktor sosial, faktor desain, dan faktor ambien baik secara parsial maupun simultan terhadap keputusan pembelian konsumen di mini market Sumber Urip kelurahan Takeran kabupaten Magetan (4) faktor yang dominan mempengaruhi suasana lingkungan toko terhadap keputusan pembelian konsumen pada Mini market Sumber Urip kelurahan Takeran Kabupaten Magetan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang berbelanja di mini market Sumber Urip kelurahan Takeran kabupaten Magetan. Sampel dari penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling dan diperoleh sampel penelitian sebanyak 100 orang. Data diperoleh melalui responden dengan menggunakan alat pengumpul data berupa kuesioner tertutup dan metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda (multiple regresion). Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) faktor sosial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di mini market Sumber Urip, dengan nilai t hitung = 2,257 dengan nilai signifikansi 0,026, (2) faktor desain mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di mini market Sumber Urip, dengan nilai t hitung = 4,094 dengan nilai signifikansi 0,000 (3) faktor ambien mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di mini market Sumber Urip,dengan nilai t hitung = 2,503 dengan nilai signifikansi 0,014. Secara simultan variabel psikologi lingkungan yang meliputi: faktor sosial, faktor desain, dan faktor ambien mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di mini market Sumber Urip, dengan nilai F hitung = 26,008 dan nilai Adjuster R Square sebesar 0,431. Dari ketiga variabel tersebut, faktor desain merupakan variabel yang dominan berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen di mini market Sumber Urip kelurahan Takeran kabupaten Magetan. Bardasarkan penelitian ini, dapat disarankan kepada mini market Sumber Urip sebaiknya selalu meningkatkan dan mempertahankan faktor sosial, faktor desain, dan faktor ambien toko guna menarik konsumen. selain itu perlu didukung dengan keberadaan tempat parkir sehingga pengunjung merasa nyaman ketika berbelanja di mini market Sumber Urip kelurahan Takeran kabupaten Magetan. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah penelitian ini dapat dikembangkan dengan penambahan suasana lingkungan toko seperti lokasi toko, sifat dan kwalitas barang, harga promosi, pelayan yang diberikan sehingga dapat diketahui variabel yang berpengaruh besar terhadap keputusan pembelian konsumen untuk berbelanja di mini market Sumber Urip kelurahan Takeran kabupaten Magetan.

Pengaruh penggunaan VCD dan media gambar terhadap peningkatan hasil belajar kompetensi sistem karburator pada siswa kelas X Jurusan Otomotif di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen / Miftakhul Huda

 

Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan VCD dan media gambar terhadap hasil belajar. Pembelajaran dilaksanakan pada kompetensi sistem karburator. Alasan dilakukan penelitian ini karena pembelajaran mengenai kompetensi sistem karburator yang berlangsung di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen selama ini masih menggunakan metode ceramah yang diimbangi dengan metode demontrasi oleh guru. Siswa yang diajar menggunakan metode seperti ini dinilai kurang mampu mengaplikasikan teori yang didapat pada kegiatan praktikum pada pembelajaran selanjutnya, hal itu akan menghambat perkembangan ketrampilan/skill siswa. Akibat proses pembelajaran dengan metode ceramah tersebut juga membuat diri siswa cenderung pasif dan hanya mendengarkan ceramah dari guru saja. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru dan siswa, terungkap bahwa 40% siswa tidak menyukai kompetensi sistem karburator dengan alasan sangat sulit dimengerti dan tidak tahu aplikasinya pada kendaraan. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa kompetensi sistem karburator dari kelompok siswa yang diajar menggunakan bantuan VCD dan kelompok siswa yang diajar menggunakan bantuan media gambar serta mengetahui perbedaan hasil belajar siswa kompetensi sistem karburator antara kelompok siswa yang diajar menggunakan bantuan VCD maupun media gambar. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu yang dilaksanakan dengan menggunakan kelompok yang sudah ada. Sampel dalam penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X jurusan Otomotif yang berjumlah 92 siswa. Hasil belajar diukur dari hasil pre-test dan post-test siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis Uji-t. Hasil penelitian terhadap kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar siswa akibat adanya perlakuan. Rata-rata skor hasil belajar siswa kelas eksperimen yang di ajar menggunakan media VCD lebih tinggi dari rata-rata skor hasil belajar kelas kontrol yang di ajar menggunakan media gambar. Dari hasil analisis diketahui bahwa ada perbedaan hasil belajar kompetensi sistem karburator antara kelompok siswa yang diajar menggunakan bantuan VCD dan kelompok siswa yang diajar menggunakan bantuan media gambar.

Hasil belajar siswa dengan metode kooperatif model two stay two stray dibanding dengan metode kooperatif model think pair share pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 1 Kademangan Blitar / Jalik Kusnawati

 

Metode yang digunakan guru dalam pembelajaran ekonomi di SMAN 1 Kademangan Blitar masih ceramah atau konvensional sehingga interaksi antar siswa, kemandirian, tanggungjawab individual, keaktifan, tenggang rasa antar siswa masih kurang. Selain itu siswa cenderung bosan, menggantuk dan tidak memperhatikan penjelasan dari guru. Hal tersebut dapat menyebabkan hasil belajar siswa belum maksimal. Pembelajaran kooperatif masih jarang diterapkan di SMAN 1 Kademangan Blitar sehingga hasil belajar siswa masih dikategorikan rendah. Dengan diterapkannya metode kooperatif model Two Stay Two Stray dan metode kooperatif model Think Pair Share maka hasil belajar siswa dapat meningkat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi yang diajar dengan metode kooperatif model Two Stay Two Stray, (2) bagaimana hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi yang diajar dengan metode kooperatif model Think Pair Share, (3) bagaimana perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi yang diajar dengan metode kooperatif model Two Stay Two Stray dengan siswa yang diajar dengan metode kooperatif model Think Pair Share. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui hasil belajar siswa yang diajar dengan metode kooperatif model Two Stay Two Stray, (2) mengetahui hasil belajar siswa yang diajar dengan metode kooperatif model Think Pair Share, (3) mengetahui perbedaaan hasil belajar siswa yang diajar dengan metode kooperatif model Two Stay Two Stray dan metode kooperatif model Think Pair Share. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-tes dan Post-tes design serta pemilihan kelompok sampel dilakukan dengan teknik sampling purposive. Penelitian ini menggunakan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Analisi pengujian hipotesis menggunakan uji-t independen sample test. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,924 (p > 0,05) sehingga Ho diterima yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang diajar dengan metode kooperatif model Two Stay Two Stray dengan siswa yang diajar dengan metode kooperatif model Think Pair Share pada mata pelajaran ekonomi. Hal ini disebabkan karena beberapa hal, yaitu siswa kelas eksperimen maupun kelas kontrol memiliki tingkat kemampuan yang sama, penggunaan metode yang sama-sama berada pada tingkat konstektual yang sama. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan, yaitu tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan metode kooperatif model Two Stay Two Stray dan siswa yang diajar metode kooperatif model Think Pair Share pada mata pelajaran ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disaran bagi guru SMAN 1 Kademangan Blitar dapat menggunakan metode kooperatif model Two Stay Two Stray dan metode kooperatif model Think Pair Share secara bergantian karena metode ini terbukti dapat meningkatakan hasil belajar siswa. Bagi Kepala Sekolah dapat melaksanakan pengawasan pembelajaran ekonomi di SMAN 1 Kademangan Blitar serta meningkatakan kualitas guru mata pelajaran ekonomi. Bagi peneliti lain sebelum melaksanakan treatment sebaiknya metode di beri perencanaan pelaksanaan pembelajaran dengan kategori yang sama dan memberikan tambahan variabel yang lain. Kata kunci: Metode Kooperatif model Two Stay Two Stray, Metode Kooperatif Model Think Pair Share, Hasil belajar

Analisis penyusunan laporan keuangan dengan penerapan konsep akuntansi sumber daya manusia (Studi kasus pada PT Bank Pasar Trikarya Waranugraha Malang) / Siska Ernawati

 

Pada akuntansi konvensional biaya-biaya yang dikeluarkan untuk merekrut, memilih, menerima, melatih dan mengembangkan sumber daya manusia diperlakukan sebagai beban dan dicatat pada beban personalia sehingga terjadi distorsi pada aktiva, laba bersih serta mempengaruhi kinerja perusahaan. Untuk itu sebagai pemberi informasi keuangan yang relevan, laporan keuangan konvensional memiliki kelemahan-kelemahan. Hal ini dikarenakan laporan keuangan konvensional hanya mengakui pertukaran barang dan jasa tanpa mengkomunikasikan perubahan-perubahan dalam aktiva manusia. Solusi alternative atas kelemahan akuntansi konvensional yaitu dikembangkan suatu konsep dan metode akuntansi untuk manusia sebagai aktiva, yaitu akuntansi sumber daya manusia. Akuntansi sumber daya manusia merupakan proses pengidentifikasian dan pengukuran beban yang dikeluarkan untuk memperoleh dan mengembangkan aktiva sumber daya manusia serta penyampaian hasilnya kepada pihak yang berkepentingan. Kemudian beban sumber daya manusia ini dapat dikapitalisasi dan diamortisasi sesuai dengan masa manfaatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan penerapan akuntansi sumber daya manusia dengan menggunakan alat analisis metode historical cost yang terdiri dari biaya akuisisi di tambah biaya pengembangan berbanding masa manfaat yang diharapkan dan metode ROI yang terdiri dari laba besih berbanding kekayaan bersih pada PT. Bank Pasar Trikarya Waranugraha dalam penyusunan laporan keuangan. Dari perhitungan analisis data yang dilakukan, dapat diketahui nilai aktiva sumber daya manusia bersih pada tahun 2006 dan 2007. Dengan penerapan akuntansi sumber daya manusia, maka laba perusahaan meningkat, yaitu pada tahun 2006 laba perusahaan dari Rp. 1.447.609.000 menjadi Rp. 1.495.481.160 dan pada tahun 2007 laba perusahaan dari Rp. 1.596.586.000 menjadi Rp. 1.639.405.880. Sementara dari analisis kinerja keuangan terdapat kenaikan ROI dalam penerapan akuntansi sumber daya manusia, yaitu pada tahun 2006 dari 8,42% menjadi 8,67% dan pada tahun 2007 dari 9,53% menjadi 9,73%. Dari perhitungan tersebut hasil yang di dapat PT. BP. Trikarya Waranugraha lebih baik. Disarankan agar perusahaan selain menggunakan akuntansi konvensional, sebaiknya menambahkan laporan keuangan berdasarkan konsep Akuntansi Sumber Daya Manusia, sebagai informasi tambahan yang bermanfaat. Dengan konsep tersebut, diharapkan laporan keuangan menyajikan secara lengkap semua informasi termasuk informasi tentang sumber daya manusia.

Keberhasilan warga belajar program life skill (Studi kasus pada program life skill pastry dan bakery di SKB kota Malang) / Endang Koesmiyati

 

ABSTRAK Endang Koesmiyati. 2007. Keberhasilan Warga Belajar Program Life Skill (Studi Kasus pada Program Life Skill dan Bakery di SKB Kota Malang). Tesis, Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) DR. Sanapiah S. Faisal, Pembimbing (II) DR. Supriyono, M.Pd. Kata kunci : pendidikan luar sekolah, life skill. Pendidikan Luar Sekolah (PLS) memiliki peranan yang berkaitan erat dengan upaya untuk membuka kesempatan kerja, memasuki lapangan kerja atau untuk meningkatkan kemampuan kerja. Untuk merespon hal tersebut, perlu diwujudkan berbagai aktivitas belajar dan program belajar yang dapat memenuhi kebutuhan warga belajar. Salah satu bentuk pendidikan non formal yang bertujuan untuk menswadayakan masyarakat adalah program life skill yang diselenggarakan oleh Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Malang. Empat dari enam warga belajar yang dibina di SKB Kota Malang, saat ini telah berhasil baik dalam bentuk menciptakan usaha mandiri ataupun bekerja kepada orang ‘pengusaha lain’, sehingga secara bertahap dapat meningkatkan derajat kesejahteraannya. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk mengkaji, mempelajari lebih mendalam. Faktor yang mendorong/memotivasi warga belajar dalam menerapkan, mengaplikasikan pengetahuan dalam program life skill pastry dan bakery sehingga berhasil dalam usaha dan pekerjaannya. Berdasarkan latar belakang masalah penelitian ini dapat di konstruksikan sebagai berikut: (1) bagaimana penyelenggaraan program life skill pastry dan bakery di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Malang. (2) bagaimana kisah sukses keberhasilan program life skill pastry dan bakery. Berdasarkan substansi permasalahan diatas, maka tujuan dari penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: (1) Mendeskripsikan penyelenggaraan program life skill pastry dan bakery di SKB Kota Malang. (2) Mendeskripsikan kisah sukses keberhasilan program life skill pastry dan bakery di SKB Kota Malang. Pengungkapan data atau informasi memakai pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Untuk memperoleh data yang akurat, peneliti juga melengkapi dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, menafsirkan. Subyek peneliti adalah warga belajar program tata boga di SKB Kota Malang yang menjadi alumni serta aktif mengikuti kegiatan pembelajaran. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan bahwa pada prinsipnya program life skill di SKB Kota Malang cukup berhasil. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan: (1) Adanya penyelenggaraan program life skill pastry dan bakery di Sanggar Kegiatan Balajar Kota Malang, program diselenggarakan dari tiga orang pamong belajar yang masing-masing menjabat sebagai ketua, sekretaris, dan bendahara program. Pemilihan panitia tersebut, atas dasar kompetensi yang dimiliki, dan hasil rapat dengan mempertimbangkan kemampuan yang dimiliki. Warga belajar program life skill pastry dan bakery yaitu mereka yang belum siap memasuki dunia kerja yang pada umumnya kualitas hidupnya belum memadai. Perekrutan warga belajar dilakukan melalui proses seleksi. Tujuan pembelajaran berdasarkan kebutuhan warga belajar dan nara sumber teknis dalam rangka terlaksananya pembelajaran, format ini berlangsung secara alami melalui proses bekerja. Sarana dan bahan belajar dalam hal ini adalah semua jenis alat yang dapat mengantarkan informasi dari NST kepada warga belajar, meliputi peralatan dan ruang tata boga yang digunakan, bahan belajar adalah bahan mentah yang dipergunakan dalam proses pembuatan pastry dan bakery. Kurikulum mengacu kepada prospek pasar, kegiatan pembelajaran adanya interaksi antara pendidik dengan peserta didik dan sarana belajar lainnya. (2) Adanya kisah sukses keberhasilan life skill pastry dan bakery di sanggar kegiatan belajar Kota Malang adalah warga belajar, yang terdiri dari enam orang, empat diantaranya berhasil dan memiliki kompetensi yang tinggi, adanya motivasi dari nara sumber, penghargaan yang dimaksud adalah apabila di sanggar kegiatan belajar ada kegiatan maka alumni diajak untuk membantu program yang diselenggarakan oleh SKB. Berdasarkan wawancara dari warga belajar yang paling mendasar adanya sikap ulet, pantang menyerah, ketekunan, bakat dan minat yang dimiliki oleh warga belajar dan tidak lepas dari dukungan berupa moral maupun dana dari SKB. Hasil dari kerja keras, dan keuletannya dan adanya strategi untuk memasarkan pastry dan bakery-nya, sehingga memiliki kualitas yang berbeda dengan yang lain. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, terhadap penyelenggaran program life skill di SKB, diperoleh suatu masukan agar program-program tetap terus ditingkatkan baik secara kualitas maupun kuantitas dengan memperhatikan prinsip relavansi dengan kebutuhan masyarakat, sehingga dapat mendorong terciptanya usaha pembentukan masyarakat yang swadaya dan berdaya. ABSTRACT Endang Koesmiyati, 2007. The Learning Citizen Success of Life Skill Program (A Case Study at Life Skill program and Bakery at SKB of Malang City). Thesis, Non School Education Study Program, Post Graduate Program, State University of Malang. Supervisor: Dr. Sanapiah S. Faisal, Co-Supervisor: Dr. Supriyono, M.Pd. Keyword: non school education, life skill. Non School Education (PLS) has relevant roles with effort to open working opportunities, enter working field, or improve working skill. To respond the matter, it should be realized the learning activities and learning program that able to fulfill learning citizen needs. On of non formal education forms that aimed to self support the society is the life skill program that is conducted by Learning Activities Studio (SKB) of Malang City. Four of six learning citizens that are educated by SKB of Malang City, currently success in forming their own business or work for other ‘entrepreneur’, so gradually improve their welfare. Based on the matter, the researcher interested in investigating, studying deeply. The supporting / motivating factors of learning citizens in implementing, applying the knowledge of life kill pastry and bakery program so success in their business or job. Based on the background, the research can be constructed as follow (1) how the implementation of life skill pastry and bakery program at the SKB of Malang City, (2) how the success stories of life skill pastry and bakery program. Based on the problem substance above, then the research is formulated as follow (1) describing the implementation of life skill pastry and bakery program at SKB of Malang City (2) describing the success stories of life skill pastry and bakery program at SKB of Malang City. The data or information revelation by using qualitative approach with case study method. To obtain accurate data, the researched also fulfill with observation technique, interview, and documentation study, and interpretation. The research subjects are the learning citizen of food science program at SKB of Malang city that has become alumnus and active in the learning program. The results showed that principally, the life skill program at SKB of Malang city is success enough. Based on the results, it can be concluded (1) the presence of the life skill pastry and bakery program implementation at SKB of Malang city, the program is implemented by three tutors of chairman, secretary, and treasurer of the program. The committee selection based on the competence, and meeting results by considering the owned capabilities. The learning citizens of life skill pastry and bakery are those that do not ready to enter working environment and their life quality generally bad. The learning citizen recruitment is done by selection. The learning goals based on the needs of learning citizen and the technical sources in the learning, the format is run naturally through working process. The learning infrastructure and materials in this case are all equipment that can deliver information from NST to the learning citizen, including equipment and food science room that is used, the learning materials is raw material that used in the pastry and bakery making. The curriculum refers to market prospect, the learning activities is interaction between tutor and the learner and other learning infrastructure. (2) the presence of success story of life skill pastry and bakery program at the SKB of Malang city from four learning citizens that success and have high competence, the presence of motivation from resource person, the reward is if the SKB has activities then the alumnus invited to help the activities. Based on interview from the learning citizen, the most fundamentals are tough, persistent attitudes and the owned talent and interest of the learning citizen and moral or financial support from SKB. The results of hard work and persistence and the strategy for pastry and bakery marketing so the quality is different then others. Based on the research results, toward the life skill program at SKB, it is obtained input that the program should be improved qualitatively and quantitatively by considering relevance principle with the society needs, so able to encourage the forming of self supported and empowered society.

Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa dan upaya peningkatannya (Studi deskriptif di SMK Muhammadiyah 03 Singosari) / Finisica Dwijayati Patrikha

 

Motivasi belajar siswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik yang berasal dari diri siswa (faktor internal) maupun dari luar siswa (faktor eksternal). Faktor internal diantaranya adalah minat, bakat, motivasi, tingkat intelegensi. Sedangkan faktor eksternal diantaranya adalah faktor metode pembelajaran dan lingkungan baik berasal dari lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah. Selain faktor lingkungan keluarga dan sekolah faktor eksternal melingkupi sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan belajar mengajar. Upaya peningkatan kualitas pendidikan pembelajaran dapat merujuk pada proses belajar dan mengajar. Salah satu upaya untuk meningkatkan proses belajar dan mengajar adalah dengan meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yang bertujuan untuk Pertama mengetahui beberapa upaya guru dalam meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di SMK Muhammadiyah 03 Singosari, Kedua mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa menurut sudut pandang guru di SMK Muhammadiyah 03 Singosari, dan Ketiga Mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa menurut sudut pandang siswa di SMK Muhammadiyah 03 Singosari. Subyek dalam penelitian deskriptif ini adalah 16 orang guru mata diklat Administrasi perkantoran di SMK Muhammadiyah 03 Singosari-Malang, serta siswa kelas XI bidang keahlian Bisnis dan Manajemen di SMK Muhammadiyah 03 Singosari-Malang yang terdiri dari 28 siswa kelas XI Apk 1, 31 siswa kelas XI Apk 2, 25 siswa kelas XI Ak 1, serta 28 siswa kelas XI Ak 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, tergolong tinggi dan pemberian motivasi lebih kepada motivasi positif. (2)Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa menurut sudut pandang guru secara keseluruhan memiliki nilai rata-rata 3,27 yang berarti menurut sudut pandang guru sangat mempengaruhi motivasi belajar siswa. (3)Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Siswa Menurut Sudut Pandang Siswa secara keseluruhan memiliki nilai rata-rata 3,26 berarti menurut sudut pandang siswa sangat mempengaruhi motivasi belajar mereka. Berdasarkan penelitian diatas maka diharapkan agar hasil penelitian ini dapat menjadi referensi untuk mengadakan penelitian berikutnya, dengan memperluas subyek penelitian. Dengan demikian hasil yang diharapkan dapat mengungkap lebih banyak permasalahan dan memberikan temuan penelitian yang lebih berarti dan lebih bermanfaat bagi banyak pihak.

Peningkatan interaksi belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran aktif (Active Learning) dengan teknik kartu masalah dalam pembelajaran ekonomi di kelas X SMA Negeri 1 Srengat Blitar / Naila Riza Umami

 

ABSTRAK Umami, Naila Riza. 2009. Peningkatan interaksi belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran aktif (active learning) dengan teknik kartu masalah here dalam pembelajaran ekonomi di kelas X SMA Negeri 1 Srengat Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sapir, S.sos, M.Si. (II) Dra. Lisa Rohmani, M.Si. Kata Kunci: Model pembelajaran aktif (active learning) dengan teknik kartu masalah, interaksi belajar. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan interaksi belajar siswa kelas X-A SMA Negeri 1 Srengat. Melalui penerapan model pembelajran aktif (active learning) dengan teknik kartu masalah. Berdasarkan observasi awal pada kelas yang diteliti, dapat diketahui bahwa pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Srengat Blitar secara umum masih mengacu pada model pembelajaran dimana guru menerangkan sementara siswa mendengarkan kemudian mengerjakan latihan soal dan mengumpulkannya. Dalam hal ini interaksi siswa dalam kegiatan pembelajaran kurang maksimal karena kegiatan pembelajaran didominasi oleh guru menjadi sumber informasi utama. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-A SMA Negeri 1 Srengat semester gasal tahun ajaran 2008/2009 pada materi pasar barang dan pasar input. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 23 dan 24 Desember 2008 untuk siklus I dan tanggal 30 dan 31 untuk siklus II., dengan menggunakan instrumen penelitian berupa lembar observasi keterlaksanaan kegiatan guru, lembar observasi ketrampilan siswa dalam mengajukan pertanyaan dan jawaban siswa, lembar observasi interaksi siswa, observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran, angket pernyataan siswa, setra wawancara informal dengan guru mata pelajaran ekonomi dan catatan lapangan sebagai data pendukung penelitian. Analisis hasil penelitian dideskripsikan dengan menggunakan teknik presentase. Penelitian ini bertujuan umtuk menjawab:Bagaimana menerapkan model pembelajaran aktif (active learning) dengan teknik kartu masalah untuk meningkatkan interaksi belajar siswa dalam pembelajaran ekonomi di kelas X SMA Negeri 1 Srengat?. Serta apakah model pembelajaran aktif (active learning) dengan teknik kartu masalah mampu meningkatkan interaksi belajar siswa dalam pembelajaran ekonomi di kelas X SMA Negeri 1 Srengat? Hasil penelitian ini menunjukkkan bahwa penerapan pembelajaran model pembelajaran aktif (active learning) dengan teknik kartu masalah pada siswa kelas X-A SMA Negeri 1 Srengat, terbukti telah mampu menyelesaikan masalah lemahnya interaksi belajar siswa dalam pembelajaran ekonomi. Peningkatan interaksi terjadi antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru maupun siswa dengan sumber belajar. Siswa lebih aktif dan berani bertanya serta mengemukakan pendapat pada saat diskusi yang melibatkan seluruh kelas. Untuk keterlaksanaan kegiatan guru meningkat dari siklus I sebesar 76,5% menjadi 100% pada siklus II. Untuk ketrampilan siswa dalam mengajukan pertanyaan peningkatan dari siklus I sebesar 34,2% menjadi 42,8% pada siklus II, dan ketrampilan siswa menjawab pertanyaan juga meningkat dari 59,9% menjadi 81,5% di siklus II. Sedangkan untuk interaksi siswa juga mengalami peningkatan dari 37,37 % menjadi sebesar 63,33% pada siklus II. Untuk aktivitas siswa selama proses pembelajaran terdapat 3 aspek penilaian yang rata-rata pada siklus I sebesar 62,2 % dan terdapat peningkatan pada masing-masing aspek pada siklus II rata-rata sebesar 90,6% . Sedangkan untuk pernyataan siswa setelah pembelajaran dengan model pembelajaran aktif (active learning) dengan teknik kartu masalah juga mengalami peningkatan dari 3,34 menjadi 4,16. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada guru serta pihak sekolah untuk mensuport/membantu dan memotivasi siswa untuk terbiasa membuat pertanyaan dan menjawab pertanyaan agar siswa mempunyai percaya diri dalam berinteraksi dengan sesama siswa. Para guru juga harus memiliki sikap keterbukaan, kesediaan menerima kritik dan saran terhadap kelemahan-kelemahan dalam proses pembelajaran. Untuk pihak sekolah, mendukung guru-guru untuk mengembangkan macam-macam model pembelajaran dalam proses pembelajaran agar selalu ada peningkatan kualitas pembelajaran baik dari proses maupun hasil belajar siswa. Dan memotivasi guru untuk menulis karya ilmiah dengan salah satu cara melaksanakan penelitian tindakan kelas.

Studi perbandingan tingkat melek ekonomi (Economic Literacy) anatara siswa SMA dan SMK (Studi kasus pada SMAN 4 Malang dan SMKN 1 Malang) / Elfina Rohman

 

ABSTRAK Rohmah, Elfina. 2008. Studi Perbandingan Tingkat Melek Ekonomi (Economic Literacy) Antara Siswa SMA dan SMK.(Studi Kasus Pada SMAN 4 Malang dan SMKN 1 Malang). Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Dr. Hari Wahyono (II) Drs. Prih Hardinto Kata kunci: Perbandingan, Melek Ekonomi (Economic Literacy), Rasionalitas, Moralitas. Menyadari pentingnya pemahaman yang lebih mendasar mengenai aspek ekonomi membawa pada pentingnya pendidikan ekonomi untuk diberikan pada siswa sekolah menengah dengan tujuan agar siswa mampu berekonomi atau diistilahkan melek ekonomi (Economic Literacy). Tinjauan melek ekonomi bukan saja dari kemampuan kognitif siswa yang tercermin dari tingkat keahlian wacana ekonomi saja, akan tetapi juga diperhitungkan kemampuan rasionalitas dan moralitas siswa dalam berekonomi. Penelitian ini mencoba membandingkan tingkat melek ekonomi antara siswa SMA dan SMK dengan tujuan: (1) untuk mengetahui adanya perbedaan tingkat wacana ekonomi antara siswa SMA dengan siswa SMK, (2) untuk mengetahui adanya perbedaan tingkat rasionalitas antara siswa SMA dengan siswa SMK, (3) untuk mengetahui adanya perbedaan tingkat wacana ekonomi antara siswa SMA dengan siswa SMK, (4)untuk mengetahui perbedaan tingkat melek ekonomi siswa SMA dengan siswa SMK. Populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh siswa kelas XI IPS SMAN 4 Malang dan siswa kelas XI program keahlian marketing (pemasaran) SMKN 1 Malang dengan jumlah sampel sebesar populasi, yaitu 70 siswa SMA dan 66 siswa SMK. Analisis data menggunakan program SPSS 12.0 for windows. Taraf signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5%. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah; (1) terdapat perbedaan yang signifikan tingkat wacana ekonomi antara siswa SMAN 4 Malang dan SMKN 1 Malang, (2) tidak terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata tingkat rasionalitas antara siswa SMAN 4 Malang dan SMKN 1 Malang, (3) tidak terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata tingkat moralitas antara siswa SMA dan siswa SMK, (4) tidak terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata tingkat melek ekonomi antara siswa SMAN 4 Malang dengan siswa SMKN 1 Malang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata tingkat melek ekonomi (economic literacy) antara siswa SMA dan SMK. Saran yang dapat dikemukakan adalah: (1) bagi pihak sekolah baik SMAN 4 Malang ataupun SMKN 1 Malang untuk terus berusaha meningkatkan tingkat melek ekonomi (economic literacy) peserta didik, (2) bagi para siswa supaya terus berusaha meningkatkan tingkat melek ekonominya.

Pengaruh kualitas layanan terhadap loyalitas pelnggan melalui kepuasan emosional pembeli (Studi pada toko buku dan alat tulis Restu Cabang Lodoyo Kabupaten Blitar) / Setyawan Agus Nugroho

 

ABSTRAK Nugroho, Setyawan Agus. 2009. Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Loyalitas Pelanggan Melalui Kepuasan Emosional Pembeli (Studi Pada Toko Buku dan Alat Tulis Restu Cabang Lodoyo Kabupaten Blitar). Skripsi. Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) DR. Budi Eko Soetjipto, M. Ed, M. Si., (II) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M. Si. Kata Kunci: Kualitas Layanan, Kepuasan Emosional, Loyalitas Pelanggan Kualitas merupakan salah satu faktor yang menentukan pemilihan produk oleh pelanggan. Kualitas layanan memiliki 5 dimensi yang perlu diperhatikan oleh para pelaku bisnis, yaitu: tangible, empathy, reliability, responsiveness, assurance. Terciptanya kualitas layanan tentunya akan menciptakan kepuasan terhadap pengguna layanan. Kepuasan pelanggan merupakan evaluasi spesifik terhadap keseluruhan pelayanan yang diberikan, di mana pengukuran atau respon dilakukan secara langsung atas pelayanan yang telah diberikan pemberi jasa. Loyalitas pelanggan dipengaruhi oleh kepuasan pelanggan. Jika pelanggan merasa puas, mereka tidak hanya akan melakukan pembelian ulang tapi mereka juga akan memberitahukannya pada orang lain sehingga hal ini kiranya akan lebih efektif dibandingkan program promosi yang lain. Dengan komplain dari pelanggan yang tidak puas maka akan menyebabkan loyalitas tersebut tidak akan terbentuk. Mengelola dan mengatasi komplain dari pelanggan merupakan hal yang sangat penting dengan mengubah ketidak puasan pelanggan menjadi kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kualitas Layanan terhadap Loyalitas Pelanggan melalui Kepuasan Pembeli di toko buku dan alat tulis Restu cabang Lodoyo Kabupaten Blitar. Variabel dalam penelitian ini meliputi dimensi kualitas layanan, yaitu: bukti nyata, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati sebagai variabel bebas, variabel kepuasan emosional pembeli sebagai variabel intervening, dan loyalitas pelanggan sebagai variabel terikat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dimensi kualitas layanan yang meliputi; dimensi bukti nyata dengan β1 = 0,431; sig. t = 0,001; t hitung = 3,592 berpengaruh secara langsung yang sedang dan signifikan terhadap kepuasan emosional pembeli., dimensi keandalan dengan β2 = -0,313; sig. t = 0,037; t hitung = -2,131 berpengaruh secara langsung yang sangat rendah dan signifikan terhadap kepuasan emosional pembeli., dimensi daya tanggap dengan β3 = 0,340; sig. t = 0,001; t hitung = 3,312 berpengaruh secara langsung yang rendah dan signifikan terhadap kepuasan emosional pembeli., dimensi jaminan dengan β4 = 0,443; sig. t = 0,001; t hitung = 3,649 berpengaruh secara langsung yang sedang dan signifikan terhadap kepuasan emosional pembeli. Sedangkan dimensi empati dengan β5 = 0,081; sig.t = 0,292; t hitung = 1,069 berpengaruh secara langsung yang sangat rendah dan tidak signifikan terhadap kepuasan emosional pembeli. Variabel kepuasan emosional pembeli dengan β1 = 0,798; sig. t = 0,000; t hitung = 11,161 viii berpengaruh secara langsung yang tinggi dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Pengaruh tidak langsung dimensi bukti nyata terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan emosional pembeli dengan koefisien adalah 0,344; dimensi keandalan terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan emosional pembeli dengan koefisien adalah -0,250; dimensi daya tanggap terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan emosional pembeli dengan koefisien adalah 0,271; dimensi jaminan terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan emosional pembeli dengan koefisien adalah 0,354; dimensi empati terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan emosional pembeli dengan koefisien adalah 0,065 Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh secara langsung yang signifikan antara dimensi bukti nyata, keandalan, daya tanggap, dan jaminan terhadap kepuasan emosional pembeli, sehingga berpengaruh secara tidak langsung terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan emosional pembeli. Tidak terdapat pengaruh secara langsung yang signifikan antara dimensi empati terhadap kepuasan emosional pembeli sehingga tidak terdapat pengaruh secara tidak langsung terhadap loyalitas pelanggan. Disarankan kepada peneliti berikutnya yang mengadakan penelitian, untuk mengadakan penelitian lebih lanjut pada variabel lain di luar kualitas layanan yang berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan emosional pembeli. Misalnya pengaruh diversifikasi produk terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan emosional pembeli.

Pengaruh partisipasi anggota, cash ratio, debt to equity ratio, dan total assets turnover terhadap return on investment pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) di Kota malang periode 2006-2007) / Iwan Setiawan

 

ABSTRAK Setiawan, Iwan 2009. Pengaruh Partisipasi Anggota, Cash Ratio, Debt To Equity Ratio, dan Total Assets Turnover Terhadap Return On Investment pada KPRI di Kota Malang Periode 2004-2006, Program Studi Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Agung Winarno, MM, (2) Drs. Mohammad Hari, M.Si, Kata kunci: Partisipasi Anggota, Cash Ratio, Debt To Equity Ratio, Total Assets Turnover Dan Return On Investment. Rentabilitas merupakan indikator atas kinerja dan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan seluruh kekayaan yang dimiliki untuk menghasilkan keuntungan. Penilaian terhadap rentabilitas ini dapat diukur dengan menggunakan return on investment (ROI), yaitu kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan mengunakan keseluruhan dana yang tertanam dalam aktiva. Tinggi rendahnya ROI tentu tidak terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut diantaranya kondisi keuangan yang tercermin dalam rasio keuangan dan juga partisipasi anggota khususnya dalam koperasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh partisipasi anggota, cash ratio, debt to equity ratio dan total assets turnover terhadap return on investment baik secara simultan maupun parsial. Sifat dari penelitian ini termasuk penelitian kausalitas, yaitu studi yang menganalisis suatu hubungan sebab akibat antar variabel. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional untuk menggambarkan bagaimana pengaruh secara parsial dan simultan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh KPRI yang berada di Kota Malang, yaitu sejumlah 85 KPRI. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 16 KPRI sampel. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari laporan keuangan masing-masing KPRI yang diperoleh dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan bagian Koperasi (Disperindagkop) periode 2006-2007. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil regresi berganda menunjukkan bahwa secara parsial hanya debt to equity ratio yang berpengaruh signifikan terhadap return on investment. Secara simultan menunjukkan bahwa partisipasi anggota, cash ratio, debt to equity ratio dan total assets turnover berpengaruh signifikan terhadap return on investment. Pada peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah atau mengganti variabel penelitian yang dirasa lebih dominan untuk dapat meningkatkan return on investment pada koperasi, memperpanjang periode penelitian, atau dapat menambah jumlah sampel sehingga dapat diketahui hasil yang lebih signifikan tentang variabel-variabel yang mempengaruhi return on investment pada koperasi.

Improving reading and speaking skills through project-based learning for efl students in the form of student-made newsmagazine / Lia Agustina

 

Students of the Accountancy Department of the State Polytechnic of Malang had limited knowledge of English, and it was determined much by inadequate strategy applied. Students who are studying at the second year at this department were exposed to English texts provided by the teachers, therefore, they were not prepared to read authentic texts, longer passages or let alone reading them independently. Furthermore, students also found hindrances in expressing themselves orally. They were frequently reluctant to express their ideas, even when they were asked by the teacher. These students also admitted that their main problem was their limited vocabulary. In this department, reading, speaking, and structure were taught separately, not integrated while vocabulary had never been given priority, as it was taught during the teaching of other skills. In line with the background of the study, the formulated research problem is “How can the students-made newsmagazine through project-based learning be implemented effectively to develop English Foreign Language students’ reading and speaking skills?” This study was classroom action research with the teacher as the researcher. The action research was implemented for one semester of 14 meetings. It was a one-cycle action research, it was planned to be one cycle and this general idea was not changed throughout the whole semester. In this big cycle, there were some cycles which were reflected in every meeting. Second year students of academic year 2007/2008 with the total number of 25 students were the subjects of this study. During the implementation of the plan, the procedure of project-based learning in the form of student-made magazine was attempted to improve the students’ reading and speaking skills. The students were assigned to have extensive reading through which they would experience authentic reading exposure and collect new words. Then, the new words should be learned and memorized by putting them in sentential contexts on their summaries and synthesis of the articles the students had chosen, read and produced the oral report of retelling activities. The students were assigned to summarize 3 authentic articles based on their interest and level of difficulty. The strategies of developing reading skill and summary were prepared by the teacher-researcher who used them as guidance. The student-made newsmagazine was the final product of the students’ project. From this study, some conclusions were drawn. The procedure implemented in the present study was proven effective in improving the students’ reading and speaking’ skills. All the subjects got below the score of 6 on their pre-test with the points 60 (for 23 students) and 80 (for 2 students). While the criteria of success of the reading and speaking’ score should be 7 with the total points 125. After some treatments during the project implementation, the result of the students’ post-test improved into 160 points with the score above 8 for 8 students. A student achieved 155 points with the score above 8. Three students got the points of 145 with the score above 7. A student got the points of 130 with the score above 7. The rest (twelve students) got 125 points with the score 7.

Analisis perkembangan usaha kredit gadai dengan penerapan kreasi (Kredit angsuran fidusia) pada Perum Pegadaian Cabang Walikukun Ngawi / Andy Wijaya

 

ABSTRAK Wijaya, Andy.2008. Analisis Perkembangan Usaha Kredit Gadai Dengan Penerapan KREASI (Kredit Angsuran Fidusia) Pada Perum Pegadaian Cabang Walikukun Ngawi. Tugas Akhir Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Sumadi, SE., M.M.,. Kata Kunci: Perkembangan Usaha, Kredit Gadai, KREASI. Saat sekarang ini, terdapat banyak jenis-jenis kredit dari berbagai lembaga keuangan. Hal ini mendorong nasabah untuk kredit demi untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan. Tentunya nasabah menginginkan dana yang cepat dicairkan dengan jaminan tertentu. Dalam hal ini, Perum Pegadaian dapat mengatasi berbagai masalah tersebut. Pada saat sekarang ini, masih banyak kredit dengan barang jaminan yang bertaraf kecil, tetapi dengan KREASI dapat dijaminkan barang jaminan yang bertaraf tersier. Sebagai bisnis non inti pada Perum Pegadaian, KREASI masih memerlukan pengembangan usaha yang lebih luas, tentunya hal tersebut dapat dilakukan dengan analisis untuk mendapatkan ramalan tahun berikutnya dan untuk membandingkan antara hasil ramalan dengan realisasi. Dalam Analisis ini terdiri dari dua metode yaitu: (1) analisis deskriptif kualitatif untuk prosedur kredit gadai dan KREASI ; (2) Analisis Perkembangan Usaha KREASI untuk meramalkan tahun berikutnya dengan Metode Moment. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan yaitu : (1) Prosedur pemberian kredit gadai pada Perum Pegadaian masih lebih memerlukan pemisahan tugas dan otorisasi yang jelas sehingga internal control akan lebih memadai. (2) Prosedur pemberian KREASI pada Perum Pegadaian dari segi prosesnya sangat cepat, mudah sehingga control internal juga akan mudah terwujud, tetapi otorisasi dari pihak independen belum ada, jadi keamanan belum terjamin. (3) Realisasi KREASI Perum Pegadaian Cabang Walikukun masih jauh dibanding dengan hasil ramalan. Bisa dikatakan belum mencapai target yang diinginkan. Maka Perum Pegadaian Cabang Walikukun memerlukan pengembangan usahanya yang lebih luas.

Pemanfaatan media gambar ilustrasi sebagai alat peraga untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas I SDN Pisangcandi I Kota Malang / Rita Yulaika

 

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pemanfaatan media gambar ilustrasi sebagai alat peraga guru di depan kelas, untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas I SDN Pisangcandi Malang dalam pembelajaran PKn. Media gambar ilustrasi merupakan media pembelajaran yang sesuai dengan karaktersitik perkembangan psikologis siswa usia 7-12 tahun, dimana dalam memahami dan menyerap materi pembelajaran masih sangat membutuhkan bentuk kongkrit untuk memperjelas konsep. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kwalitatif yang dilakukan secara sistematis dan reflektif terhadap berbagai hasil temuan data dalam tindakan. Model penelitian diadaptasi dari model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart dalam Sukaryana(2003:30). Penelitian dilakukan dalam dua siklus tindakan, tiap siklus tindakan terdiri dari empat langkah kegiatan : (1)Perencanaan tindakan (2) Pelaksanaan tindakan (3)Observasi (4)Refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas I SDN Pisangcandi Malang. Deskripsi data diperoleh dengan melakukan analisis dan sintesis serta mereduksi hasil temuan data pra tindakan dan hasil tindakan, sehingga menjadi paparan data yang dapat dipergunakan untuk menarik kesimpulan hasil penelitian. Deskripsi data hasil penelitian adalah, hasil belajar rata-rata kelas siswa pra tindakan 67(dengan tingkat penguasaan materi rata-rata kelas 67%). Setelah dilakukan tindakan, pada siklus I hasil belajar rata-rata kelas meningkat menjadi 69,2 (dengan tingkat penguasaan materi rata-rata kelas 69,2%), tetapi masih dibawah nilai standart minimal 70(dengan tingkat penguasaan materi rata-rata kelas 70%). Setelah melakukan refleksi untuk penyempurnaan pelaksanaan tindakan, pada siklus II hasil belajar rata-rata kelas yang dicapai siswa dapat meningkat menjadi 75,9 (dengan tingkat penguasaan materi rata-rata kelas 75,9%). Peneliti dan guru sepakat untuk menghentikan tindakan pada siklus II, karena hasil belajar rata-rata kelas telah siswa telah melebihi standart minimum rata-rata kelas 70(tingkat penguasaan materi rata-rata kelas minimum 70%), sesuai sasaran yang telah ditetapkan Berdasarkan data hasil penelitian, disarankan agar dalam pembelajaran PKn guru menggunakan media gambar ilustrasi sebagai alat peraga, untuk meningkatkan daya serap dan pemahaman siswa pada materi pembelajaran, sehingga berdampak pada meningkatnya hasil belajar. Hasil temuan data dalam penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran, penggunaan media gambar ilustrasi sebagai alat peraga dapat menciptakan proses pembelajaran komunikatif sehingga siswa dapat terlibat dan menjadi subyek dalam proses pembelajaran.

Penerapan pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share (TPS) untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa siswa kelas IV SDN Kersikan Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan / Hasanudin Kelian

 

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya hasil belajar siswa terhadap pelajaran IPA dikarenakan metode mengajar guru yang cenderung mendominasi proses interaksi edukatif. Untuk itu diperlukan sebuah penerapan pembelajaran yang menekankan pada pengembangan interaksi silih asah, silih asih, dan silih asuh antara sesama siswa sebagai latihan hidup dalam masyarakat”. Salah satu alternatif adalah penerapan pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS). Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan (1). Aktivitas siswa, (2). Aktivitas guru dan (3) hasil belajar siswa dengan penggunaan pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS). Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaporkan secara kualitatif .Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Kersikan Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan dengan jumlah siswa 38 orang. Adapun pelaksanaan penelitian dilakukan sebanyak dua kali putaran dan setiap putaran terdiri dari: perencanaan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan revisi. Data penelitian ini diperoleh dari hasil lembar observasi aktivitas siswa dan guru serta tes kemampuan kognitif sebagai hasil belajar tiap putaran. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil kemampuan afektif siswa dalam KBM, sedangkan kemampuan kognitif siswa pada putaran I: 68,88; putaran II: 71,70. Prosentase pencapaian ketuntasan belajar pada putaran I: tuju puluh persen (70%); putaran II: tuju puluh tuju koma lima persen (77,5%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Dari hasil penelitian ini disarankan kepada: (1). Siswa agar lebih membiasakan diri dalam pembelajaran kooperati dengan materi/bahan pelajaran di sekolah. (2). Bagi guru, penggunakan pembelajaran kooperati tipe Think-Pair-Share (TPS) perlu ditingkatkan dalam upaya meningkatkan hasil belajar yang lebih baik. (3). Bagi kepala sekolah perlu ditingkatkan pemberian bimbingan dan supervisi kepada guru, terutama dalam inovasi pendidikan (4). Bagi peneliti dan pengamat yang lebih baik berkaitan dengan penerapan pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS) dalam upaya meningkatkan hasil belajar.

Peran kepala sekolah dalam implementasi manajemen berbasis sekolah (studi kasus di SD Pekuncen Kota Pasuruan ) / oleh Sudarmadji Hadi Susilo

 

Hubungan antara tingkat pendidikan ibu, pendapatan, perawatan baliata, dan lingkungan biofisik dengan morbiditas balita di Desa Girimoyo Kecamatan karangploso Kabupaten Malang / Diah Fitri Swesti

 

ABSTRAK Swesti, D Fitri. 2009. Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Ibu, Pendapatan, Perawatan Balita, Dan Lingkungan Biofisik Dengan Morbiditas Balita Di Desa Girimoyo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Jurusan Pendidikan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I)Drs Budijanto M.Si, Pembimbing (II) Drs. Soejtipto TH. S.H Kata Kunci: Morbiditas Balita, Pendidikan, Pendapatan, Perawatan, Lingkungan Biofisik Morbiditas balita merupakan tingkat kesakitan atau menurunnya kesehatan yang dialami anak usia 0-4 tahun. Tinggi rendahnya kesehatan balita menjadi salah satu tolak ukur kesehatan masyarakat. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi morbiditas balita itu sendiri terutama di Desa Girimoyo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang adalah tingkat pendidikan ibu, tingkat pendapatan, perawatan balita, dan lingkungan biofisik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan morbiditas balita, (2) mendeskripsikan hubungan antara tingkat pendapatan dengan morbiditas balita, (3) mendeskripsikan hubungan antara perawatan balita dengan morbiditas balita, (4) mendeskripsikan hubungan antara lingkungan biofisik dengan morbiditas balita. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu rumah tangga yang mempunyai balita di Desa Girimoyo. Pengambilan sampel menggunakan teknik propotional sampling. Data yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi data sekunder dan data primer. Data sekunder dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, sedangkan data primer dikumpulkan dengan teknik wawancara menggunakan kuisioner dan observasi. Setelah data terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif berbentuk presentase berupa tabulasi silang Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: (1) hubungan antara tingkat pendidikan dengan morbiditas balita menunjukkan bahwa responden dengan tingkat pendidikan rendah atau setingkat SD-SMP memiliki tingkat morbiditas balita buruk sebesar 31,7%, morbiditas balita sedang sebesar 29,1%. Responden dengan tingkat pendidikan sedang atau setingkat SMA memiliki tingkat morbiditas balita sedang sebesar 23,4 %, dan responden dengan tingkat pendidikan tinggi atau setingkat perguruan tinggi memiliki tingkat morbiditas balita sedang sebesar 13,3 %, dan morbiditas baik balita sebesar 2,5%, (2)hubungan antara tingkat pendapatan dengan morbiditas balita menunjukkan bahwa responden dengan tingkat pendapatan kurang dari Rp 500.000 memiliki tingkat morbiditas balita buruk sebanyak 12,5%, dan morbiditas balita sedang sebanyak 0,8%. Responden dengan tingkat pendapatan Rp500.000-< Rp 625.000 memiliki tingkat morbiditas balita buruk sebanyak 11,7%, dan morbiditas balita sedang sebanyak 2,5%. Sedangkan responden dengan tingkat pendapatan lebih dari Rp 625.000 memiliki tingkat morbiditas buruk sebanyak 7,5%, morbiditas balita sedang sebanyak 62,5% dan morbiditas balita baik sebanyak 2,5%, (3)hubungan antara perawatan balita dengan morbiditas balita menunjukkan bahwa perawatan buruk. memiliki tingkat morbiditas balita buruk dengan prosentase sebesar 12,5% dan tingkat morbiditas balita sedang sebanyak 0,8%. Responden dengan tingkat perawatan sedang memiliki tingkat morbiditas balita buruk dengan prosentase sebesar 18,3%, morbiditas balita sedang dengan prosentase sebesar 61,7 % dan morbiditas balita baik dengan prosentase sebesar 1,7% , sedangkan responden dengan tingkat perawatan balita balik memiliki tingkat morbiditas balita buruk dengan prosentase sebesar 0,8% dan tingkat morbiditas balita sedang sebesar 3,3% serta morbiditas balita baik dengan prosentase sebesar 0,8%,(4) hubungan antara kondisi lingkungan biofisik dengan morbiditas balita menunjukkan bahwa responden dengan kondisi lingkungan biofisik sedang memiliki tingkat morbiditas balita buruk sebesar 21,7 %, dan morbiditas balita sedang sebesar 23,3%, sedangkan responden dengan kondisi lingkungan biofisik baik memiliki tingkat morbiditas balita buruk sebesar 10%, morbiditas balita sedang sebesar 42,5% dan morbiditas balita baik sebesar 2,5%.

Studi tentang pembinaan lingkungan fisik sekolah sehat SMA Negeri Adiwiyata di Kota Malang / Weni Herera

 

Tercapainya kehidupan lingkungan sekolah sehat dapat mendukung proses belajar mengajar, maka diharapkan siswa dapat menerapkan lingkungan hidup sehat di sekolah, di lingkungan keluarga, dan masyarakat. Hal tersebut dapat terlaksana bila lingkungan sekolah dibina dan dikembangkan secara sehat melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dengan melaksanakan Trias UKS dan mensukseskan 8 Gol UKS. SMA Negeri 10 Malang adalah sekolah sebagai Calon Sekolah Adiwiyata yaitu Program dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian Lingkungan Hidup. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pembinaan lingkungan fisik SMA Negeri 10 Malang sebagai sekolah Adiwiyata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah lingkungan fisik SMA Negeri 10 Malang sebagai sekolah Adiwiyata dan SMA Negeri 6 Malang sebagai sekolah kontrol/pembanding. Lingkungan fisik sekolah sehat yang meliputi gedung sekolah, sarana-sarana kebersihan sekolah, halaman dan kebun sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan lingkungan fisik sekolah sehat SMA Negeri Adiwiyata yaitu SMA Negeri 10 Malang memperoleh kategori baik dengan persentase 87,54%, sedangkan SMA Negeri 6 Malang sebagai sekolah kontrol/pembanding memperoleh kategori cukup baik dengan persentase 68,83%. Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pembinaan lingkungan fisik sekolah sehat di SMA Negeri 10 Malang sudah memenuhi kategori baik. Sedangkan hasil penelitian lingkungan fisik sekolah sehat di SMA Negeri 6 Malang memperoleh kategori cukup baik, sehingga pembinaan lingkungan fisik di SMA Negeri 10 Malang perlu dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi.

Pengaruh dimensi kualitas jasa terhadap loyalitas peserta didik di Lembaga Bimbingan Belajar Kiraku Turen / Septi Erlianti

 

Tumbuhnya berbagai bimbingan belajar menjadi satu fenomena menarik dan menjadi catatan tersendiri bagi dunia pendidikan di Indonesia. Ketidakpuasan terhadap kondisi pembelajaran di sekolah diyakini sebagai salah satu penyebab tumbuh suburnya berbagai bimbingan belajar tersebut. Sekolah yang memiliki otoritas sebagai tempat untuk menyelenggarakan pendidikan sering dipertanyakan perannya. Hal ini adalah salah satu masalah yang ada dalam dunia pendidikan di Indonesia. Sebagai alternatif belajar di luar sekolah banyak siswa yang menggantungkan harapannya pada bimbingan belajar untuk mendapatkan materi yang tidak diajarkan di sekolah atau mengulang kembali materi yang telah diajarkan di sekolah. Dengan adanya standar nilai kelulusan melalui ujuan nasional (UN) semakin menambah daya tarik siswa terhadap bimbingan belajar. Maka banyak bermunculan bimbingan belajar untuk merespon tantangan ini. Namun kenyataannya kondisi ini tidak diiringi dengan kesungguhan penyelenggara bimbingan belajar dalam memberikan kualitas jasa atau pelayanan yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap loyalitas peserta didik yang mengikuti bimbingan belajar. Pada dasarnya loyalitas pelanggan sangat tergantung pada kulitas jasa atau pelayanan (service quality) yang diberikan oleh lembaga yang memasarkan produk atau jasa yang mereka tawarkan termasuk lembaga bimbingan belajar. Peningkatan kualitas jasa akan mendorong setiap lembaga untuk memberikan pelayanan yang sebaik mungkin kepada para pelanggannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dimensi kualitas jasa terhadap loyalitas peserta didik di Lembaga Bimbingan Belajar KIRAKU Turen. Variabel yang diangkat dalam penelitian ini meliputi dimensi kualitas jasa sebagai variabel bebas dan loyalitas peserta didik sebagai variabel terikat. Dimensi kualitas jasa sebagai variabel bebas memiliki sub variabel yang terdiri atas bukti fisik (tangible), keandalan (reliability), daya tanggap (responsible), jaminan (assurance) dan empati (empathy). Penelitian ini dilakukan di Lembaga Bimbingan Belajar KIRAKU Turen dengan responden para peserta didik di Lembaga Bimbingan Belajar KIRAKU Turen sebagai populasinya. Penelitian yang dilakukan termasuk penelitian deskriptif korelasional. Penelitian ini merupakan penelitian populasi sehingga data penelitian ini diperoleh dengan menyebarkan kuisioner kepada seluruh responden yang berjumlah 69 orang yaitu seluruh peserta didik tingkat SMP dan SMA yang mengikuti Lembaga Bimbingan KIRAKU Turen.. Metode analisis data yang digunakan untuk mengiji hipotesis dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linear berganda, uji t dan uji F. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS for Windows Versi13 dengan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa analisis deskriptif memperlihatkan bahwa distribusi frekuensi responden yang dominan adalah perempuan, tingkat kelas responden yang dominan adalah SMA. Pada hasil analisis regresi linear berganda, uji t menunjukkan bahwa bukti fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas peserta didik dengan koefisien regresi 0,132 dan signifikansi 0,010. Variabel keandalan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas peserta didik ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi 0,239 dan signifikansi 0,000. Variabel daya tanggap berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas peserta didik ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi 0,239 dan signifikansi 0,007. Variabel jaminan berpengaruh positif dan signifikan ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi 0,320 dan signifikansi 0,001. Sedangkan variabel empati berpengaruh negatif dan signifikan ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi - 0,142 dan nilai signifikansi 0,033. Uji F menunjukkan bahwa secara bersamasama variabel dimensi kualitas jasa berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas peserta didik ditunjukkan dengan nilai F sebesar 23,593 dan signifikansi 0,000. Variabel yang mempunyai pengaruh dominan terhdap loyalitas peserta didik adalah variabel keandalan ditunjukkan dengan nilai t hitung yang paling besar dibandingkan variabel lain yaitu sebesar 4,012. Diketahui pula hasil regresi model Summary bahwa nilai Adjusted R Square = 0,624 yang artinya proporsi perubahan total variabel loyalitas peserta didik ditentukan oleh keseluruhan variabel bebas dimensi kualitas jasa yang terdiri atas bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati sebesar 62,4%. Sedangkan sisanya sebesar 37,6% ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan temuan-temuan tersebut maka penulis memberikan saran yang dapat dijadikan pertimbangan yaitu hendaknya Lembaga Bimbingan Belajar KIRAKU Turen memberikan kualitas jasa yang terbaik bagi para peserta didiknya dan lebih memaksimalkan kualitas empati yang diberikan pada peserta didiknya terutama perhatian individu tentor kepada peserta didik . Selain itu, berdasarkan masukan jawaban dari reponden pada kuesioner, Lembaga Bimbingan Belajar KIRAKU Turen diharapkan menambah fasilitas fisik berupa ruang baca atau rak buku yang berisi buku-buku bacaan agar peserta didik tidak merasa bosan saat menunggu bimbingan belajar dimulai.

Sistem informasi database siswa sekolah menengah kejuruan Dirgahayu berbasis client server / M. Nur Januri

 

ABSTRAK Januri,Mohammad Nur. 2009. Pembuatan Sistem Informasi Database Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Dirgahayu Berbasis Client-Server. Proyek Akhir. Jurusan Teknisi Komputer Jaringan. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Sujito, S.T., M.T. Pembimbing : (II) Anik Nur Handayani, S.T.,M.T. Kata Kunci: Database, Sistem Informasi, Sistem informasi database siswa khususnya sekolah menengah kejuruan umumnya masih berupa nominatif dalam bentuk selembar kertas atau pembagian raport pada semester, dengan menggunakan sistem manual permasalahan banyak muncul seperti kurang cepatnya penyebaran informasi data siswa, pada saat pendaftaran hasil nilai siswa di akhir semester, pengembalian hasil nilai akhir semester pada wali siswa. Untuk itu perlu adanya suatu sistem yang dapat mengatasi permasalahan tersebut, salah satu metode yang penulis tawarkan adalah dengan merancang Informasi Database Siswa berbasis Client Server sehingga dapat memberikan kemudahan bagi siswa yang menghendaki pengaksesan di jaringan sekolah. Sistem akses data siswa terdiri dari dua unit utama yaitu unit sentral yang terdiri dari komputer, jaringan sebagai penghubung komputer server ke komputer client. Client berfungsi sebagai pengambil informasi dari komputer server. Unit kedua Software merupakan penghubung perangkat keras komputer yang satu dengan yang lainnya sehingga membentuk suatu perintah yang dapat menghasilkan suatu keluaran (output), Software pemograman yang digunakan PHP dan MySQL sebagai pengolah database. Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa Sistem Informasi Database yang telah dishare dari komputer server dapat berjalan menampilkan database siswa di komputer client, dan sudah diterapkan di tempat penelitian,dari pengunjung sistem informasi yang menyatakan sistem informasi tersebut memudahkan dalam pencarian informasi database siswa.

Membangun koneksi jaringan komputer berbasis router mikrotik versi 2.9.27 di SMK PGRI 6 Malang / Ratna Sri Hartatik

 

ABSTRAK Hartatik, Ratna Sri. 2009. Membangun Koneksi Jaringan Komputer berbasis Router Mikrotik di SMK PGRI 6 Malang. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Hary Suswanto, S.T., M.T. Kata Kunci: Membangun Jaringan, Router Mikrotik 2.9.27 Pengembangan jaringan komputer merupakan masalah yang sangat penting sekali di dalam dunia pendidikan saat ini. Hal ini diperlukan karena semakin berkembangnya dunia teknologi di dalam pendidikan sebagai sarana pendukung dalam proses belajar mengajar. Dengan adanya fasilitas internet di SMK PGRI 6 Malang sebagai salah satu sarana Proses Belajar Mengajar (PBM), penggunaan koneksi internet akan dibatasi. Pada saat PBM khususnya mata pelajaran komputer yang tidak memerlukan koneksi internet, maka koneksi internet akan diblokir, akan tetapi apabila KBM yang membutuhkan koneksi internet untuk mencari literatur dari internet, maka koneksi internet diaktifkan kembali. Metode yang digunakan oleh penulis untuk pengembangan jaringan komputer di SMK PGRI 6 Malang dengan pembuatan PC router berbasis mikrotik versi 2.9.27. Dengan memanfatkan fasilitas yang ada pada PC router mikrotik ini, seorang admin dapat memantau segala aktivitas PC client dan memonitoring trafik untuk melihat berapa banyak paket–paket yang dilewatkan pada PC Mikrotik serta dapat membatasi akses internet untuk PC Client sehingga menghindari hal-hal yang menganggu jalannya proses pembelajaran. Selama Proses KBM berjalan, khususnya pada saat Mata Pelajaran komputer yang menggunakan laboratorium komputer untuk praktek siswa, maka harus ada yang memantau segala aktivitas yang berhubungan dengan penggunaan komputer, khususnya penggunaan akses internet. Pada saat guru menerangkan mata pelajaran yang disampaikan, ada beberapa siswa sering kali tidak memperhatikan guru pada saat menjelaskan pelajaran. Siswa sering membuka internet tanpa sepengetahuan guru. Hal ini tentu akan membawa dampak yang sangat buruk terhadap siswa, yaitu akan mengurangi konsentrasi belajar siswa. Selain itu juga akan membawa dampak bagi siswa lain yang tertarik dengan mengakses internet daripada memperhatikan guru yang sedang menerangakan mata pelajaran. Hal ini akan berdampak pada nilai yang didapat oleh siswa. Maka dari itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan harus ada pemantauan segala aktivitas PC Client khususnya di dalam akses internet. Harapan penulis adalah semoga dengan terbangunnya PC router yang ada di SMK PGRI 6 Malang, pemakaian akses internet bisa difungsikan sesuai dengan kebutuhan yang ada. Tanpa menggangu proses KBM yang ada.

Pengaruh motivasi dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan (Studi kasus pada karyawan bagian personalia pada PT Kutai Timber Indonesia Probolinggo) / Febri Cipto Hadi

 

ABSTRAK Cipto Hadi, Febri. 2009. Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Studi Kasus Pada Karyawan Bagian Personalia PT. Kutai Timber Indonesia Probolinggo). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) DR. Ery Try Djatmika R.WW, M.A, M. Si, (II) Elfia Nora, S.E, M.Si Kata kunci : Motivasi, Disiplin kerja, Produktivitas kerja Sumber daya manusia salah satu faktor produksi yang digunakan dalam perusahaan. SDM adalah faktor produksi yang hidup, dinamis dan sekaligus merupakan kesatuan ekonomis, psikologis dan sosial, hal ini berarti bahwa SDM tersebut memiliki keinginan, emosi, rasio atau akal, dan lingkungan, karena itulah manusia tidak patut disamakan dengan faktor produksi lainnya. Untuk itu perusahaan perlu membentuk tenaga kerja yang berkualitas demi kelangsungan hidup perusahaan untuk mencapai tujuan diantaranya adalah motivasi dan disiplin kerja. Motivasi merupakan suatu dorongan agar para karyawan dapat bekerja sesuai dengan apa yang diharapkan perusahaan. Pemberian motivasi kepada karyawan dapat mempengaruhi aktivitas bagi perusahaan dalam peningkatan produktivitas kerja. Untuk keberhasilan pengelolaan, perlu pemahaman terhadap keinginan karyawan sebagai manusia yang yang memiliki harapan dan perlu pemahaman terhadap kebutuhan dari setiap individu yang terlibat didalamnya yang dapat mendorong atau memotivasi kegiatan kerja mereka. Dengan adanya pemahaman terhadap harapan dan kebutuhan dari setiap individu yang terlibat di dalamnya, akan dimungkinkan terciptanya motivasi yang tinggi pada diri individu yang bersangkutan untuk melakukan suatu kegiatan sesuai dengan kewajibannya. Disiplin kerja merupakan suatu sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas karyawan itu sendiri. Dengan demikian peran serta karyawan sangat menunjang dalam proses produksi, seorang karyawan akan mempunyai kedisiplinan kerja yang tinggi. Akan tetapi disiplin kerja sering diabaikan oleh sebagian karyawan yang kurang bertanggung jawab serta kurangnya rasa kesadaran dan kepeduliannya terhadap pencapain tujuan perusahaan. Dengan demikian menjadikan tugas dari pimpinan untuk menegakkan, meningkatkan serta menjaga kedisiplinan karyawan, sehingga setiap karyawan akan menyadari bahwa bekerja dituntut adanya kedisiplinan. Pembinaan disiplin kerja yang dilakukan perusahaan diharapkan para tenaga kerja melakukannya dari dorongan dalam diri sendiri tanpa adanya paksaan dan berjalan sesuai dengan program kerja perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : pengaruh pemberian motivasi dan disiplin kerja terhadap tingkat produktivitas kerja karyawan pada karyawan bagian personalia PT. Kutai Timber Indonesia Probolinggo, secara parsial maupun simultan. Dalam penlitian deskriptif ini, di ambil sampel sebanyak 75 orang dengan metode pengumpulan data berupa angket atau kuisioner. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif untuk mendeskripsikan kondisi pemberian motivasi (X1), disiplin kerja (X2) dan produktivitas kerja (Y). Teknik analisis regresi digunakan untuk mengetahui pengaruh pemberian motivasi (X1), disiplin kerja (X2), terhadap produktivitas kerja (Y). Dari hasil penelitian ini diketahui: nilai R sebesar 0.820 menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan antara motivasi dan disiplin kerja dengan produktivitas kerja adalah kuat. Sedangkan nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0.673 atau 67.3% berarti motivasi dan disiplin kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan bagian personalia PT. Kutai Timber Indonesia Probolinggo. Sedangkan sisanya sebesar 32.7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam model. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda dapat diketahui bahwa R square (R2) antara variabel tersebut sebesar 0,673 atau 67,3% yang artinya Motivasi (X1) dan Disiplin Kerja berpengaruh terhadap Produktivitas Kerja (Y) sebesar 67,3% sedangakan sisanya 32,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam model ini. Hasil analisis regresi tersebut di atas dapat di uji kebenarannya dengan uji F dan uji t dimana hasil uji tersebut menunjukkan bahwa besar Fhiutng adalah 62.759 dan Ftabel 3.148 yang berarti variabel independent (X) mempunyai pengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan sedangkan hasil uji t variabel motivasi (X1) menghasilkan thitung 5.543 dan ttabel 1.296 yang berarti thitung > ttabel dan variabel disiplin kerja (X2) menghasilkan thitung 7.401 dan ttabel 1.246 yang berarti thitung > ttabel. Dari uji F maka dapat dijelaskan bahwa motivasi (X1) dan disiplin kerja (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Berdasarkan koefisien regresi di mana disiplin kerja mempunyai pengaruh sebesar 0.573 > dibandingkan motivasi sebesar 0.429 yang berarti disiplin kerja merupakan variabel yang dominan berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Kutai Timber Indonesia Probolinggo.

Pengaruh variasi campuran minyak jarak pada solar dengan variasi putaran mesin terhadap daya efektif dan konsumsi bahan bakar spesifik efektif mesin diesel / Fransisco Januar

 

ABSTRAK Januar, Fransisco. 2009. Pengaruh Variasi Campuran Minyak Jarak pada Solar dengan Variasi Putaran Mesin terhadap Daya Efektif dan Konsumsi Bahan Bakar Spesifik Efektif Mesin Diesel. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Sukarni, S.T., M.T., (2) Drs. Sumarli, M.Pd., M.T. Kata kunci: Minyak Jarak (Jatropha Curcas Linn), Solar, Putaran Mesin (rpm), Daya mesin, Konsumsi bahan bakar spesifik. Jarak Pagar (Jatropha Curcas Linn) adalah spesies tanaman dari Euphorbiaceae satu family dengan karet dan ubi kayu dan tergolong ke dalam genus Jatropha. Jarak Pagar telah lama dikenal masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, yaitu sejak diperkenalkan oleh bangsa Jepang pada tahun 1942-an. Dari sumber bahan bakar nabati yang telah digunakan yang sangat prospektif untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel adalah biji jarak pagar (Jatropha Curcas L). Hal ini dikarenakan minyak jarak pagar tidak termasuk dalam kategori minyak makan (edible oil) sehingga pemanfaatannya sebagai biodiesel tidak akan menggangu penyediaan kebutuhan minyak makan nasional, kebutuhan industri oleokimia, dan ekspor. Untuk mengetahui keunggulan dari minyak jarak ini dapat dilakukan dengan melakukan pengujian terhadap daya efektif dan konsumsi bahan bakar spesifik efektif dari suatu mesin diesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran minyak jarak pada solar terhadap daya efektif dan konsumsi bahan bakar spesifik efektif mesin diesel. Pelaksanaan pengujian dilakukan di Laboratorium Motor Bakar Universitas Brawijaya, tanggal 3 sampai 5 Desember 2008. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis anova dua jalan dan analisis korelasi. Variasi campuran yang digunakan adalah 10%, 20%, 30%, 40%, dan variasi putaran mesinnya adalah 1300 rpm, 1600 rpm, 1900 rpm, 2200 rpm, 2500 rpm. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari variasi campuran minyak jarak dan variasi putaran mesin terhadap daya efektif dan konsumsi bahan bakar efektif mesin diesel. Berdasarkan kurva untuk daya efektif tertinggi berada pada 2200 rpm dengan campuran minyak jarak 40%. Untuk daya efektif terendah, yaitu pada 2500 rpm dengan 100% solar murni. Berdasarkan kurva untuk konsumsi bahan bakar spesifik efektif tertinggi berada pada 2500 rpm dengan 100% solar murni. Untuk konsumsi bahan bakar spesifik efektif terendah, yaitu pada 1600 rpm dengan campuran 40% minyak jarak. Namun, jika dilihat berdasarkan rata-rata keseluruhan putaran mesin yang efektif terhadap daya efektif dan konsumsi bahan bakar spesifik efektif berada pada 2200 rpm, sedangkan campuran minyak jarak yang efektif berada pada 70% solar dan 30% minyak jarak. Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut terkait penambahan campuran minyak jarak pada solar hingga pengujian minyak jarak murni 100%.

Pengaruh tingkat keterlibatan orang tua dalam pembelajaran dan minat membaca terhadap prestasi belajar siswa (Siswa kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Negeri 2 Kediri) / Yunita Ariani

 

Secara umum pendidikan secara nasional menghadapi berbagai permasalahan. Salah satu penyebab timbulnya masalah adalah dalam diri siswa-siswi sendiri. Masalah yang timbul dari luar diri siswa salah satunya adalah dari keluarga siswa atau dari orang tua siswa, yaitu kurangnya keterlibatan dan perhatian belajar dari orang tua. Selain itu, masalah lain yang timbul dari dalam diri siswa salah satunya adalah rendahnya minat membaca. Pada umumnya siswa malas dan tidak bergairah untuk membaca, lebih lagi membaca buku pelajaran sekolah. Penilaian prestasi belajar terhadap siswa sangat penting karena dapat diketahui sejauh mana taraf pengetahuan siswa yang dicapai selama mengikuti proses kegiatan belajar. Dalam penelitian ini, prestasi belajar yang dimaksud adalah hasil belajar siswa yang diambil dari nilai raport siswa. Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk menganalisis secara parsial dan simultan pengaruh tingkat keterlibatan orang tua dalam pembelajaran dan minat membaca terhadap prestasi belajar siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran di SMK Negeri 2 Kediri. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran Ajaran 2008/2009 SMK Negeri 2 Kediri, yang berjumlah 75 siswa yang kemudian diambil sampelnya sebanyak 43 siswa. Dalam pengumpulan data, menggunakan kuisioner atau angket dan dokumentasi. Sedangkan untuk pengolahan datanya, peneliti menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan teknik analisis regresi linier berganda.s Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut (1) sebagian besar responden berpendapat bahwa sering terlibat dalam pembelajaran dengan presentase 60,5%. (2) jarang melakukan aktivitas membaca dengan presentase 48,8% (3) memiliki prestasi belajar yang cukup dengan presentase 90,7%. Hasil analisis regresi linear berganda juga dapat diketahui variabel tingkat keterlibatan orang tua dalam pembelajaran dan minat membaca (X1,X2) secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap varibel prestasi belajar siswa (Y). Hal ini dibuktikan dengan Sig F sebesar 0,000 < 0,05 dengan nilai Fhitung sebesar 18,654, nilai koefisien regresi (Multiple R) yang dimiliki adalah 0,693 dan nilai koefisien determinasi R Square yang disesuaikan adalah sebesar 0,480. Disimpulkan bahwa variabel keterlibatan orang tua dalam pembelajaran secara signifikan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa dan variabel minat membaca berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan pada siswa agar lebih meningkatkan minat membacanya. Minat membaca ini dapat ditingkatkan dengan memperbanyak membaca buku, mencari dan membaca artikel, mengatur waktu membaca, dan dengan menyediakan waktu khusus untuk membaca buku pelajaran atau sesering mungkin membaca buku untuk lebih memahami materi pelajaran. Dan bagi guru hendaknya sering memberikan tugas latihan kepada siswa dan bagi orang tua hendaknya memberi perhatian khusus dalam pembelajaran dan bimbingan misalnya sering mendampingi anaknya dalam belajar, sering menanyakan kesulitan belajar pada anak dan ikut membantu anak dalam menyelesaikan kesulitan belajarnya. Sedangkan bagi peneliti lain hendaknya lebih mengembangkan lagi penelitian ini dengan mengambil jumlah populasi yang lebih besar dan mengubah variabel X dengan motivasi belajar siswa.

Perbedaan return saham, risiko saham dan trading volume activity (TVA) sebelum dan sesudah stock spilit di perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2004-2007 / Avitha Ayu Hermawati

 

ABSTRAK Hermawati, Avitha Ayu. 2008. Perbedaan Return, Risiko Dan Trading Volume Activity Sebelum Dan Sesudah Stock Split Pada Perusahaan Manufaktur Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2004-2007. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo, M.M, (II) Dr. H. Agung Winarno, M.M. Kata kunci: Stock Split, Return Saham, Risiko Saham Dan Trading Volume Activity Pasar modal Indonesia selama dasawarsa terakhir ini mulai menunjukkan peran penting dalam menggerakkan dana dari lender (pihak yang kelebihan dana) kepada borrower (pihak yang memerlukan dana). Pasar modal akan berjalan secara efisien atau sempurna, jika harga-harga saham pada saat tertentu mencerminkan semua informasi yang relevan dan tersedia. Informasi-informasi yang ada di pasar, dapat mencerminkan nilai suatu perusahaan di mata investor yang tertuang dalam harga saham perusahaan tersebut. Semakin tinggi harga saham, maka semakin tinggi pula nilai perusahaan, demikian pula sebaliknya. Selain itu, harga saham juga akan mempengaruhi tingkat permintaan dan penawaran terhadap saham tersebut. Harga saham yang terlalu rendah sering diartikan kinerja perusahaan kurang baik. Akan tetapi, di sisi lain jika harga saham terlalu tinggi maka akan mengurangi kemampuan investor dalam membeli saham tersebut, sehingga saham yang bersangkutan menjadi tidak liquid dan memiliki risiko yang besar. Perusahaan kemudian mengambil langkah untuk mempertahankan harga saham tetap berada dalam rentang perdagangan yang optimal yaitu dengan melakukan pemecahan saham atau stock split. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan return saham, risiko saham dan trading volume activity sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2004-2007. Ditinjau dari pendekatannya, penelitian ini termasuk penelitian ex past facto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah study peristiwa (event study). Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di BEI dan melakukan kebijakan stock split pada periode 2004-2007. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di BEI dan melakukan kebijakan stock split pada periode 2004-2007 dan memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Pada penelitian ini, sampel penelitian yang diambil menggunakan metode purposive sampling atau sample bertujuan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan data sekunder eksternal dalam bentuk data harian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis uji asumsi klasik yaitu uji normalitas dan uji perbedaan yaitu uji-t. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) terjadi penurunan return saham sebelum dan sesudah stock split; (2) terjadi penurunan risiko saham sebelum dan sesudah stock split; (3) terjadi penurunan trading volume activity saham sebelum dan sesudah stock split; (4) tidak terdapat perbedaan return saham sebelum dan sesudah stock split; (5) tidak terdapat perbedaan risiko saham sebelum dan sesudah stock split , dan (6) tidak terdapat perbedaan trading volume activity saham sebelum dan sesudah stock split. i Berdasarkan hasil tersebut, saran untuk emiten harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dalam melakukan kebijakan stock split, untuk investor sebelum investor mengambil keputusan apakah akan menjual, mempertahankan atau membeli saham yang di-split, perlu ditinjau terlebih dahulu kondisi perusahaan yang melakukan stock split atas sahamnya sedangkan untuk peneliti selanjutnya pengambilan sampel dapat ditambah jumlahnya atau menambah jumlah periode pengamatan.

Variasi konsentrasi dan waktu pada reaksi pengendapan kromium (III) dengan senyawa karbonat / Hidayatun Nikmah

 

Kromium buangan industri tergolong limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang merupakan salah satu komponen pencemaran air. Apabila limbah tersebut dibuang ke dalam perairan sungai, maka dapat menimbulkan pengaruh terhadap penurunan kualitas perairan sungai. Pada kadar tertentu, kromium dapat membahayakan lingkungan sekitar karena bersifat toksik. Oleh karena itu, perlu penanganan lebih lanjut terhadap air limbah industri agar tidak terjadi pencemaran air di perairan sungai. Telah dilakukan metode koagulasi dengan menggunakan koagulan besi(III) klorida dan kalsium hidroksida yang dapat menurunkan konsentrasi kromium. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tersebut, maka dilakukan penelitian lebih lanjut dengan tujuan untuk mengetahui: (1) senyawa karbonat yang efektif sebagai koagulan, (2) konsentrasi Na2CO3(aq) optimum pada proses pengendapan Cr(OH)3, (3) konsentrasi kromium(III) sisa dan persen pengendapan Cr(OH)3 pada saat penambahan Na2CO3(aq) optimum, (4) waktu optimum yang dibutuhkan pada proses pengendapan Cr(OH)3. Pada penelitian dilakukan proses pengendapan Cr(OH)3 terhadap sampel kromium(III) secara laboratoris. Tahap pertama dalam penelitian adalah penentuan kondisi, yaitu: 1) menentukan konsentrasi Na2CO3(aq) yang dapat mengendapkan Cr(OH)3, 2) menentukan senyawa karbonat yang akan digunakan sebagai koagulan, dan 3) variasi konsentrasi Cr(NO3)3(aq) untuk mengendapkan Cr(OH)3, sedangkan tahap kedua adalah langkah kerja penelitian yang meliputi: 1) pengendapan Cr(OH)3 dengan variasi konsentrasi Na2CO3(aq) dan 2) pengendapan Cr(OH)3 dengan variasi waktu pengendapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa karbonat yang efektif sebagai koagulan adalah Na2CO3(aq). Konsentrasi Na2CO3(aq) yang optimum pada pengendapan Cr(OH)3 sebesar 0,020 M. Pengendapan Cr(OH)3 dengan penambahan Na2CO3(aq) 0,020 M, diperoleh konsentrasi kromium(III) sisa sebesar 0,146 ppm dan persen pengendapan 99,98%. Waktu pengadukan optimum yang diperoleh adalah 30 menit dan diperoleh persen pengendapan Cr(OH)3 sebesar 96,37%.

Pengukuran kinerja perusahaan dengan pendekatan balance scorecard (Studi kasus pada CV. Cempaka Tulungagung periode tahun 2005-2007) / Hanif Fadlyati

 

ABSTRAK Fadlyati, Hanif. 2008. Pengukuran Kinerja Perusahaan dengan Pendekatan Balanced Scorecard (Studi kasus Pada CV. Cempaka Tulungagung Periode Tahun 2005-2007). Skripsi, Jurusan Akuntansi Program studi Akutansi Murni Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sri Pujiningsih, S.E, Ak, M.Si., (II) Triadi Agung Sudarto, S.E., Ak., M.Si., Kata Kunci : Balanced Scorecard Penelitain ini bertujuan mengetahui bagaimana kinerja perusahaan dengan metode balanced scorecard dengan menggunakan empat perspektif yaitu: (1) perspektif keuangan, (2) perspektif pelanggan, (3) perspektif proses internal bisnis, dan (4) perspektif pembalajaran dan pertumbuhan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan obyek CV. Cempaka yang bergerak dalam industri rokok dan memproduksi rokok merk CEMPAKA. Tolok ukur pengukuran kinerja terdiri dari: (1) perspektif keuangan; CR, PMoS, ROI, ROE, (2) perspektif pelanggan; retensi pelanggan, akuisisi pelanggan, sales growth, dan sales retur, (3) perspektif proses internal bisnis yield rate, dan MCE, (4) perspektif pembelajaran dan pertumbuhan; employee turnover, employee Absenteeisem, dan employee productivity. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Pengukuran kinerja dilakukan dengan mendiskripsikan hasil perhitungan tolok ukur selama tahun 2005, 2006, 2007. adapun untuk mengetahui tingkat kinerja menggunakan time series analysis yaitu membandingkan hasil pengukuran selama tahun 2005, 2006, 2007. Analisis hasil perhitungan kinerja perusahaan dengan metode balanced scorecard selama tahun 2005, 2006, dan 2007 dilihat dari tolok ukur perspektif keuangan menunjukkan CR; (89%; 93,22%; 99,08%), PMoS; (1,79%; 1,84%; 4,31%), ROI; ( 4,03%; 4,24%; 11,63%), ROE; (20,01%; 22,37%; 37,25%). Tolok ukur perspektif pelanggan menunjukkan hasil retensi pelanggan (116,22%; 149,56%; 121,23%) akuisisi pelanggan; (5,73%; 7,84%; 6,65%), Sales Growth (40,83%, 39,22%, 13,63%), Sales Retur; (2,18%; 1,87%; 1,63%),. Tolok ukur perspektif proses internal bisnis menunjukkan hasil Yield Rate; (88,46%; 88,94%, 88,92%), MCE; (93,26%; 95,19%; 98,07%). Tolok ukur perspektif pembelajaran dan pertumbuhan menunjukkan hasil Employee turnover (0,93%; 1,17%; 1,03%), Employee Absenteeism (1,28%; 1,22%; 1,15%), Employee Productivity (10348,17%; 151169,43%; 1824,5%). Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian menunjukkan perhitungan tolok ukur kinerja selama tahun 2005, 2006, 2007 menunjukkan kinerja perusahaan dalam menggunakan tolok ukur dari perspektif keuangan, perspektif proses internal bisnis, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan mengalami peningkatan. Hanya pada perspektif pelanggan yang kurang baik karena mengalami penurunan pada tahun 2007. Untuk itu perusahaan disarankan untuk memperbaiki kinerjanya dengan meningkatkan jumlah penjualan dan laba bersihnya serta menerapkan balanced scorecard secara nyata dalam menjalankan perusahaan dan harus diperbaiki secara berkala, sesuai dengan perkembangan lingkungan bisnis serta perubahan strategi bisnis yang dilakukan oleh perusahaan.

Pengaruh beberapa jenis larutan pencelup pada proses quenching terhadap kekerasan baja ST 60 / Lil Quri'in

 

ABSTRAK Quri’in, Lil. 2008. Pengaruh Beberapa Jenis Larutan Pencelup pada Proses Quenching terhadap Kekerasan Baja St 60. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Keahlian Produksi Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing. Drs. H. Maftuchin Romlie, M.Pd, Drs. Putut Murdanto, S.T., M.T. Kata-kata Kunci: perlakuan panas, quenching, baja St 60. Kebutuhan masyarakat terhadap besi dan baja dalam negeri hampir mencapai 6 juta ton per tahun sedangkan produksen domestik hanya mampu mensuplai sekitar 2 juta ton per tahun. Keterbatasan ketersediaan baja kualitas tinggi yang terbatas membuat banyak orang mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhannya. Alternatif tersebut antara lain adalah dengan melakukan heat treatment atau proses perlakuan panas agar didapatkan baja dengan kekerasan yang lebih tinggi. Quenching bertujuan untuk menghasilkan kekerasan pada baja. Jenis larutan quenching yang digunakan adalah : 1 liter air laut, 1 liter air mineral, 1 liter air suling, 1liter air ditambahkan 100 gram garam grasak, dan 1 liter air ditambahkan 100 gram garam beryodium. Spesiment uji yang digunakan pada penelitian ini adalah Baja St 60. Berdasarkan pengujian di laboratorium ITN Malang, baja jenis ini merupakan baja karbon menengah dengan unsur-unsur kadar C: 0,2 %, kadar Mn: 0,6%, kadar Fe: 98%, kadar Ca: 0,20%, kadar Sc: 0,045%, kadar Cr: 0,17%, kadar Ni: 0,048%, kadar Cu:0,25%, kadar Zn: 0,02%, kadar La: 0,02%, kadar Eu: 0,50%, kadar Re: 0,05%, kadar Os: 0,11%, kekuatan tarik: ±62,15 Kgf/mm2, dan termasuk baja tanpa campuran, dapat dikeraskan, dibuat melalui proses Siement Martin (baja ini sering disebut sebagai baja mesin), biasa digunakan dalam konstruksi mesin. Sesuai dengan diagram Fe-C, baja ini di panaskan pada temperatur awal (preheating) 8600C dengan holding time 10 menit dan menuju temperatur austenisasi sebesar 9100C dengan holding time 10 menit kemudian didinginkan secara cepat pada beberapa larutan pencelup. Spesiment diuji dengan metode kekerasan Hard Rockwell. Analisis data hasil penelitian ini menggunakan anova satu jalan dengan taraf signifikansi 0,01. Hasil penelitian menggunakan SPSS for Windows Relese 12 menunjukkan bahwa pada larutan air laut, air mineral, dan air suling tidak memiliki perbedaan yang signifikan, begitu pula dengan air yang ditambahkan 100 gram garam grasak dan air yang ditambahkan 100 gram garam beryodium. Hasil uji kekerasan Hard Rockwell menunjukkan bahwa kekersan yang paling tinggi pada spesiment air yang ditambahkan 100 gram garam grasak, hal ini disebabkan karena pemanbahan garam dapat menaikkan titik didih, menurunkan titik beku, mempercepat laju pendinginan, dan menaikkan tekanan osmotic. Dari hasil penelitian ini disarankan para pengrajin besi-baja dalam meningkatkan kekerasan baja sebaiknya memperhatikan jenis baja yang digunakan, temperatur austenisasi yang baik, holding time yang tepat, dan medium pendingin yang digunakan.

Faktor-faktor yang melatarbelakangi pengambilan keputusan untuk melakukan perkawinan sirri / Asnak

 

ABSTRAK Asnak. Analisis Faktor-Faktor Yang Melatarbelakangi Pengambilan Keputusan Perkawinan Sirri. Skripsi, Program Studi Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Alwisol, M..Pd (II) Drs. Fattah Hidayat, S.E., M.Psi,. Kata Kunci : pengambilan keputusan perkawinan sirri Peristiwa perkawinan seharusnya dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah sesuai dengan peraturan pasal 2 ayat 1 dan ayat 2 Undang-undang nomor 1 tahun 1974. Namun masih ada orang yang tidak mencatatkan peristiwa perkawinannya. Peristiwa perkawinan yang tidak dicatatkan pada kantor Urusan Agama atau Kantor Catatan Sipil disebut perkawinan sirri. Penelitian ini memiliki tujuan untuk: (1) mengetahui apakah sub variabel religi, kebiasaan setempat, kemiskinan, kelas sosial, pendidikan, usia, keluarga, pelaksanaan kawin sirri, etika sosial, aspek moral, penerimaan diri, prestise, pemecahan masalah, kebutuhan layanan, kelompok acuan, pengetahuan tentang kawin sirri, pengetahuan tentang dampak kawin sirri, gaya hidup, sikap, perasaan, persepsi yang melatarbelakangi perkawinan sirri dapat direduksi menjadi lebih faktor-faktor yang lebih sederhana; (2) mengetahui sumbangan masing-masing faktor hasil analisis terhadap pengambilan keputusan perkawinan sirri. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan analisis faktor eksploratori. Populasi dalam penelitian ini memiliki ciri-ciri : wanita, pelaku perkawinan sirri, perkawinannya tidak tercatat oleh Petugas Pencatat Nikah dari Kantor Urusan Agama atau Kantor Catatan Sipil. Jumlah populasi penelitian di wilayah kecamatan Rembang-Kabupaten Pasuruan sebanyak 446 orang. Teknik Sampling penelitian yang digunakan adalan random sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 196 orang. Sedangkan instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner faktor-faktor yang melatarbelakangi pengambilan keputusan perkawinan sirri. Instrumen ini dikembangkan berdasarkan metode pengembangan skala model Likert.Nilai validitas instrumen ini adalah antara 0,343 – 0,853. Sedangkan reliabilitas instrumen adalah sebesar 0,968. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) 17 sub-variabel yang melatarbelakangi pengambilan keputusan perkawinan sirri antara lain : religi, kebiasaan setempat, kemiskinan, kelas sosial, pendidikan, usia, keluarga, pelaksanaan kawin sirri, etika sosial, aspek moral, penerimaan diri, prestise, pemecahan masalah, kebutuhan layanan, kelompok acuan, pengetahuan tentang kawin sirri, pengetahuan tentang dampak kawin sirri, gaya hidup, sikap, perasaan, persepsi dapat direduksi dari tujuh belas sub-variabel menjadi lima faktor; (2) Faktor pertama adalah faktor sosial : kelas sosial, pelaksanan, kebiasaan setempat dan kemiskinan mempengaruhi 24,262%; faktor kedua, faktor self respect : karena faktor penerimaan diri, etika sosial dan religi mempengaruhi 10,760%; faktor ketiga, faktor self esteem : karena faktor prestise dan aspek moral mempengaruhi 10,252%; faktor keempat, faktor skema kognitif : karena sikap, persepsi, perasaan dan pengetahuan tentang dampak-dampak kawin sirri adalah aspek-aspek kognitif mempengaruhi 7,981%; dan faktor kelima faktor referensi : kebutuhan layanan, gaya hidup kelompok acuan, pengetahuan tentang kawin sirri, pemecahan masalah mempengaruhi 6,748% terhadap pengambilan keputusan perkawinan sirri yang Tidak dicatatkan di KUA. Disarankan kepada para kyai atau pemuka agama agar memberikan nasehat tentang pentingnya pencatatan kepada pelaku kawin sirri untuk segera mencatatkan perkawinannya agar memiliki kekuatan secara hukum ketika menikahkan calon pengantin. Disarankan kepada para pejabat berwenang untuk menggunakan faktor-faktor yang melatarbelakangi pengambilan keputusan perkawinan sirri dalam melakukan penyuluhan tentang pentingnya pencatatan perkawinan kepada seluruh penduduk di daerak Rembang khususnya pelaku perkawinan sirri. Disarankan kepada negara untuk melakukan penyuluhan tentang pentingnya pencatatan perkawinan melalui acara nikah masal gratis untuk menarik perhatian pelaku kawin sirri agar segera mencatatkan perkawinanya di KUA dan menindak aparat yang melanggar. Disarankan kepada para kaum wanita agar tidak mau dinikahi tanpa adanya pencatatan perkawinan di KUA. Kepada peneliti selanjutnya yang tertarik mendalami hasil penelitian ini disarankan agar melakukan penelitian lebih lanjut. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian kualitatif.

Pengaruh keaktifan Beroganisasi dan minat belajar terhadap prestasi akademik mata pelajaran akuntansi di MAN 3 Malang / Selvi Fitri Nurgianto

 

Organisasi merupakan suatu wadah bagi masyarakat yang dapat mengembangkan pola pikir kita dalam berorganisasi atau dalam hidup sosial selain itu juga organisasi sebagai wadah bakat dan minat individu yang berdampak inovasi pada diri sendiri dan orang lain. Dalam penelitian ini di fokuskan pada organisasi kesiswaan atau sekolah. Keaktifan berorganisasi sangat baik ditanamkan pada diri siswa guna membangun mental dan fisik dalam kehidupan nyata, sekolah bukan saja hanya pelajaran teori semata yang didapatkan siswa tetapi sikap dan pelaksanaan di luar pelajaran juga perlu. dalam hal ini sekolah akan menampung bakat dan minat diluar kemampuan non akademik siswa dalam organisasi di sekolah yaitu intra dan ekstrakurukuler. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui berapa besar tingkat pengaruh keaktifan berorganisasi pada siswa terhadap prestasi akademiknya pada mata pelajaran akuntansi, dan berapa besar tingkat pengaruh minat belajar terhadap prestasi akademik siswa pada mata peajaran akuntansi. Jadi dalam prestasi akademik siswa pada mata pelajaran akuntansi apakah di pengaruhi oleh kedua variabel di atas, yaitu keaktifan berorganisasi dan minat belajar.Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda, di mana analisis ini menunjukkan secara parsial pengaruh variabel – variabel yang ada, juga pengaruh secara simultan atau keseluruhan variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh pengaruh yang sangat signifikan secara keseluruhan atau simultan. Dengan rincian, keaktifan berorganisasi berpengaruh terhadap prestasi akademik siswa pada mata pelajaran akuntansi, demikian pula pada minat belajar yang berpengaruh paling dominan atau kuat terhadap prestasi akademik siswa mata pelajaran akuntansi. Jadi, siswa yang aktif dalam organisasi juga membawa dampak positif pada prestasi akademik tetapi lebih besar pangaruhnya siswa yang mempunyai minat belajar yang lebih tinggi dari pada keaktifan berorganisasinya terhadap prestasi akademiknya pada mata pelajaran akuntansi. Saran pada penelitian ini adalah sekolah sebaiknya menjalin kerjasama dengan organisasi yang ada di masyarakat sehingga siswa dapat mengaplikasikan pengalaman organisasinya di luar sekolah. Siswa yang aktif berorganisasi tetap harus lebih memperhatikan waktu belajarnya agar prestasi akademik tetap terjaga, khususnya mata pelajaran akuntansi. Komunikasi antara guru dan siswa lebih ditingkatkan guna dalam meningkatkan prestasi akademik, yang saling menyeimbangkan antara keaktifan berorganisasi dan minat belajar.

Pengaruh ekstrak etanol tumbuhan patikan cina (Euphorbia thymifolia linn) terhadap penghambatan pertumbuhan Escherichia coli dan Shigella dysenteriae secara in vitro sebagai penunjang pengajaran biologi di SMA / Mathias Kainon

 

Escherichia coli dan Shigella dysenteriae, merupakan kelompok bakteri gram negatif yang dapat hidup dalam usus manusia dan merupakan flora normal, tetapi jika jumlahnya berlebihan, akan berbahaya bagi tubuh manusia, karena dapat menyebabkan diare. Beberapa strain E. coli ada yang bersifat patogen penyebab penyakit diare pula. Penyakit diare dan disentri cenderung meningkat dari tahun ke tahun, karena kondisi lingkungan, terutama air minum dari sumur-sumur atau sungai yang digunakan sebagai air minum cenderung mengalami kontaminasi. Penyakit diare dapat menimbulkan korban dengan cepat, dan masih menjadi penyebab kematian nomor satu untuk anak-anak di Indonesia. Walaupun telah ditemukan sejumlah obat diare dan disentri, namun harganya semakin mahal dan masih ada sejumlah daerah yang belum terjangkau oleh sejumlah obat. Apalagi bakteri E. coli penyebab penyakit diare dan S. dysenteriae, penyebab penyakit disentri cenderung meningkat daya resistensinya terhadap antibiotik. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian-penelitian untuk menghasilkan obat-obatan atau antibiotik alternatif sebagai solusi terhadap masalah tersebut. Salah satu upaya penelitian yang dilakukan adalah melalui penelitian terhadap tumbuhan gulma patikan cina, karena mempunyai khasiat untuk dapat mengobati penyakit diare dan disentri serta beberapa penyakit lain. Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui pengaruh ekstrak tumbuhan patikan cina terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri E. coli dan S. dysenteriae, dan untuk mengetahui konsentrasi efektif dari ekstrak tumbuhan patikan cina dalam menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dan S. dysenteriae. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi FMIPA, Universitas Negeri Malang pada bulan April sampai Juni 2008. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dan teknik difusi agar. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data hasil penelitian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan teknik uji anava tunggal dan dilanjutkan dengan uji BNT 1%. Setiap perlakuan dilakukan empat kali ulangan. Konsentrasi ekstrak tumbuhan yang digunakan adalah 0% (kontrol), 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100%. Sampel tumbuhan yang digunakan adalah 100 g dan dilunakkan lalu diambil 50 g untuk diekstraksi dengan pelarut 100 ml alkohol 95% (etanol). Pengaruh ekstrak tumbuhan patikan cina, terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri ditentukan berdasarkan hasil pengukuran diameter zona hambat pertumbuhan kedua spesies bakteri tersebut pada medium NA yang telah diberi ekstrak tumbuhan patikan cina dengan beberapa macam konsentrasi tersebut dalam lubang sumuran. Hasil penelitian membuktikan bahwa: 1) ekstrak tumbuhan patikan cina mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri E. coli dan S. dysenteriae. 2) konsentrasi terendah ekstrak patikan cina yang masih dapat menghambat pertumbuhan E. coli adalah 10% dengan diameter zona hambat 0,30 cm, dan untuk S. dysenteriae adalah 10% dengan diameter zona hambat 0,38 cm. Daya hambat tertinggi untuk E. coli adalah pada konsentrasi 100% dengan diameter zona hambat 1,08 cm, dan untuk S. dysenteriae adalah 100% dengan diameter zona hambat 1,66 cm. 3) terdapat perbedaan pengaruh konsentrasi ekstrak tumbuhan patikan cina terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri E. coli dan S. dysenteriae, dan konsentrasi ekstrak tumbuhan patikan cina yang paling efektif untuk kedua bakteri adalah 100%. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menunjang proses pengajaran biologi di SMA, terutama pada materi praktikum.

Classroom interaction in the teaching of speaking for the eighth graders at MTs Surya Buana Malang / Winarti

 

ABSTRACT Winarti. 2008. Classroom Interaction in the Teaching of Speaking fort the Eighth Graders at MTs Surya Buana Malang. Thesis, English Department. Faculty of Letters. Sarjana Program. State University of Malang. Advisor: Dr. Emalia Iragiliati, M.Pd. Key words: Classroom interaction, speaking, teacher talk, student talk, patterns of interaction. This study is an attempt to examine classroom interaction in the teaching of speaking for the eighth graders at MTs Surya Buana Malang. This study is intended to answer three questions: (1) what categories of teacher talk are used by the teacher in stimulating the students in the process of teaching speaking, (2) How do the students respond based on the teacher’s instruction in the process of teaching speaking, and (3) what patterns of interaction occur during the process of teaching speaking. In order to answer those problems stated above, a descriptive case study was used in this study. The subjects of the study were the teacher of the eighth grade of MTs Surya Buana Malang and the male and female of VIII A students of MTs Surya Buana Malang. The data of this study are: (1) the way the teacher stimulates the interaction using teacher talk, (2) the students’ response based on the teacher’s instruction in the process of teaching speaking, and (3) patterns of classroom interaction in the process of teaching speaking. The data were elicited through non-participant observation, interview with the teacher and the students, field notes and recording of utterances between the teacher and the students. Data were analyzed using the ‘interaction model’ of Miles & Huberman, following FLINT system proposed by Flanders (1970) and Moskowitz (1971). The result shows that, first, in stimulating the students to be more active during the process of teaching and learning, the teacher tends to ask some questions to the students. The teacher talk in asking question sometimes is combined with the use of the native language. In other words, she often translates what she has talked about into the native language. Second, the student talk in responding the teacher talk with the specific answer appears more frequently than the other categories. Third, there are three patterns of classroom interaction that occur in this study. They are: (1) teacher-whole class (T-SS), (2), teacher-student (T-S), and (3) student-student (S-S). From those patterns of classroom interaction, the interaction between the teacher and the student (T-S) appears more frequently than the other patterns of classroom interaction. This study offers several suggestions. First, the teacher is suggested to apply various interactive teaching techniques to make the students speak up in the classroom and asks more referential questions which require critical thinking on the part of the students. Second, the students are suggested to be more creative in thinking by using open-ended responses in the teaching and learning process.

Pengembangan modul bubut dasar berdasarkan KTSP dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMKN 1 Pungging / Herianto

 

ABSTRAK Herianto. 2009. Pengembangan Modul Bubut Dasar Berdasarkan KTSP dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di SMKN 1 Pungging. Tesis, Program Studi Pendidikan Kejuruan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Amat Mukhadis, M.Pd, (II) Drs. Imam Muda Nauri, ST., M.T. Kata kunci: pengembangan, modul, KTSP, kualitas pembelajaran. Matadiklat Bubut Dasar adalah kelompok matadiklat produktif dengan standar kompetensi, yakni melakukan pekerjaan dengan mesin bubut. Dalam pembelajaran matadiklat bubut dasar, ditemukan beberapa masalah. Masalah-masalah tersebut adalah (1) kualitas guru/instruktur belum sesuai dengan kualifikasi, (2) sumber belajar/bahan ajar belum memadai, dan (3) prasarana dan sarana belum memadai. Ketiga komponen tersebut secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran. Permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan matadiklat tersebut perlu segera mendapat perhatian dan pemecahan, dan apabila dibiarkan akan menghambat proses pembelajaran. Hal ini akan berimplikasi pada kualitas pembelajaran yang ada di Program Keahlian Teknik Pemesinan. Masalah-masalah penting yang perlu ditangani adalah pengadaan modul pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta diklat. Oleh karena itu, dipandang perlu mengembangkan modul Bubut Dasar berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMKN 1 Pungging. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul Bubut Dasar berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMKN 1 Pungging. Pengembangan ini penting dilakukan karena (1) dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di SMKN 1 Pungging, khususnya pada Program Keahlian Teknik Pemesinan, (2) untuk mengatasi ketidaktersediaan modul bubut dasar yang sesuai dengan KTSP SMKN 1 Pungging, (3) sebagai salah satu sumber belajar yang dapat memudahkan peserta diklat dan guru dalam proses pembelajaran. Metode penelitian pengembangan dalam rancangan pembelajaran ini adalah Model Dick and Carey. Jumlah responden dalam penelitian adalah 1 orang ahli isi matadiklat dan 1 orang ahli desain dan media pembelajaran. Sedangkan jumlah sampel dari peserta diklat sebanyak 30 anak. Penelitian ini menggunakan angket, wawancara, dan tes sebagai instrumen dalam pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif persentase. Berdasarkan penilaian ahli isi matadiklat, modul termasuk dalam kriteria baik (80%), sedangkan penilaian dari ahli desain dan media pembelajaran, modul berada dalam kriteria kurang baik (54,7%). Angket penilaian berdasarkan uji kelompok kecil modul termasuk dalam kriteria baik (75%), sedangkan dalam uji coba lapangan modul juga termasuk dalam kriteria baik (75,04%). Setelah melalui serangkaian uji coba, menujukkan modul pembelajaran yang dikembangkan, layak digunakan dalam matadiklat bubut dasar. Hal ini diperkuat dengan hasil penilaian angket, berdasarkan uji coba lapangan berada di atas kriteria yang ditetapkan, yakni di atas 71% sehingga layak digunakan. Selain itu, dibuktikan dengan perolehan hasil belajar peserta diklat sebelum pembelajaran (pretes) memperoleh skor rata-rata 39,67 dan sesudah pembelajaran (postes) memperoleh skor rata-rata 75,00, ada kenaikan perolehan skor sebesar 35,33. Dengan demikian, modul pembelajaran yang dihasilkan telah memberikan konstribusi yang signifikan terhadap peningkatan perolehan hasil belajar peserta diklat. Bertitik tolak dari hasil penelitian pengembangan ini, maka disarankan (1) perlu dikembangkan penelitian lebih lanjut pada aspek yang lebih besar, dengan mengujikan keseluruhan materi yang ada dalam modul, (2) modul pembelajaran bubut dasar yang sudah dikembangkan perlu diperbaiki dan disempurnakan lagi terutama dari sisi desain dan media pembelajaran. ABSTRACT Herianto. 2009. The Development of Basic Turning Machine Module Based on KTSP to Improve the Quality of Teaching-learning Proces in SMKN 1 Pungging. Thesis, Vocational Education Study Program, Post Graduate Program State University of Malang. Advisor: (I) Prof. Dr. Amat Mukhadis, M.Pd, (II) Drs. Imam Muda Nauri, ST., M.T. Keyword: development, module, KTSP, teaching-learning quality. The subject of basic turning machine is a group of competence standardized productive subject, that is doing or working on the lathe. In this subject, it is found some problems. Those are; (1) the instructor quality still doesn’t meet the qualification, (2) the lack of learning resource or material, and (3) incomplete facilities (tool and equipment). Those three components are indirectly influence the quality of teaching and learning proces. Those problems that have related to a certain subject need to more paid attention and got some sollution, because they can bring/cause another problem. They can effect the teaching-learning quality in Engineering Department. One important thing that should be handled is providing the teaching-learning module that suit to the characteristic of each department in each school and the trainees’ need. Therefore, it is important to develop the basic turning machine module based on KTSP to improve the quality of teaching-learning proces in SMKN 1 Pungging. The purpose of the developing experiment is to develop the basic turning machine module based on KTSP to improve the quality of teaching-learning proces in SMKN 1 Pungging. This development has an essential roles, such us: (1) increasing the learning quality in SMKN 1 Pungging, especially in technical engineering program, (2) execeding the unavailabled basic turning machine modul that is based on the curriculum of KTSP in SMKN 1 Pungging, and (3) as the learning source, it enables the trainee and the instructor in the teaching-learning proces. The method of the developing experiment in this teaching-learning project is Dick and Carey model. The number of respondents in this study is one instructor expert, one design specialist and the teaching-learning media. While the number of the sample from the trainee are thirty students. This study is using list, interviewing, and test as the instrument of the data collection. The data analysing is done by using descriptive statistic technique. Based on the instuctor expert estimation, the module is included in the criteria of good (80%), while the design specialist, the module is in the rate of less (54,7%). The estimation list, based on the group test, it belongs to good criteria (75%), and in the trial test, it belongs to good criteria (75,04%), By having several training phases, we can see the developing process, that the module is reliable used. In the basid turning machine subject, we can also know from the questionaire, that it has criterias more than 71%, so the module is reliable used for the subject. Beside, it is proven that the result of the trainee is significantly showed. Before the pre-test of learning process they get 39,67 average, and after the teaching-learning proces and by throughing the post-test they get 75,00 average. There is an improvement result in this process. So, the teaching-learning module has significantly contributed towards the improving score of the trainee on the students. By having the result, it is suggested that: (1) the module should be developed more in the wider aspects, by testing all the materials there, (2) the basic turning machine module that has been developed, needs to be fixed, particulary in the design side.

Pengembangan lembar kerja siswa dengan pendekatan problem solving pada pokok bahasan persamaan garis lurus kelas VIII SMP / Lusy Diah Wijayanti

 

Lembar Kerja Siswa adalah lembaran yang berisi pedoman bagi siswa untuk melakukan sesuatu kegiatan yang terprogram. Dengan LKS siswa dapat belajar sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Kegiatan pengembangan yang dilakukan bertujuan untuk menghasilkan LKS persamaan garis lurus dengan pendekatan problem solving. Materi persamaan garis lurus merupakan salah satu bahan kajian siswa SMP kelas VIII semester I. Uraian materi dalam LKS berpijak pada kurikulum 2006 (KTSP). Lembar Kerja Siswa dengan pendekatan problem solving pada materi pokok Persamaan Garis Lurus SMP kelas VIII adalah Lembar Kerja Siswa yang berisi soal-soal dan penelusuran pada materi Persamaan Garis Lurus sesuai dengan karakteristik problem solving. LKS yang dikembangkan terdiri dari 4 topik, yaitu: (1) persamaan garis lurus, (2) menggambar grafik dari persamaan garis lurus (3) gradien dan (4) rumus persamaan garis. Pada topik persamaan garis lurus terdapat sebuah penelusuran dan kesimpulan. Topik menggambar grafik terdapat sebuah penelusuran tidak disertai penelusuran dan tagihan 1. Topik gradien memuat 5 penelusurandisertai kesimpulan dan tagihan 2. Pada topik rumus persamaan garis lurus terdapat 4 penelusuran diseratai kesimpulan dan tagihan 3. LKS persamaan garis lurus yang dikembangkan divalidasi oleh 3 orang dosen pendidikan Universitas Negeri Malang dan 2 orang guru SMP bidang studi matematika. Uji coba LKS melibatkan 20 orang siswa MTs Persiapan Negeri Batu kelas VIII. Hasil validasi maupun ujicoba menunjukkan bahwa LKS yang dikembangkan adalah valid.

Implementasi teori Van Hiele untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang bangun datar di kelas V SDN Kemiri Pasuruan / Basori

 

ABSTRAK Basori. 2009, Implementasi teori Van Hiele untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang bangun datar di kelas V SDN Kemiri Pasuruan. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra sekolah, FIP. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Sri Harmini, M.Pd dan (2) Drs.H.M. Imron Rosyadi, S.Pd. M.Pd. Kata Kunci : teori Van Hiele, hasil belajar, bangun datar Implementasi teori Van Hiele dalam pembelajaran bangun datar sangat memungkinkan untuk meningkatkan aktivitas, kreatifitas dan hasil belajar siswa. Kesan dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran dengan implementasi teori Van Hiele sangat positif, sedangkan kesan dan tanggapan guru mitra terhadap pembelajaran bangun datar lebih menarik sesuai dengan tahapan berfikir siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat keberhasilan implementasi teori Van Hiele untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang bangun datar di kelas V SDN Kemiri Pasuruan. Penelitian ini dilakukan di SDN Kemiri Kecamatan Puspo Pasuruan, sejak tanggal 20 Pebruari sampai 25 April 2009. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas tipe Kemmis dan Mc. Taggart. Subyek yang diberikan tindakan adalah seluruh siswa kelas V SDN Kemiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi teori Van Hiele dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang bangun datar. Hasil Pre-tes siswa yang mendapat nilai baik sebanyak 1 orang (2,63 %) dengan kategori tinggi. Sedangkan banyaknya siswa yang belum tuntas belajar 37 orang dengan kategori sedang 6 orang (15,79 %), rendah 30 orang (78,95 %) dan sangat rendah 1 orang (2,63 %). Hasil tes awal tersebut menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap sifat-sifat bangun datar tersebut masih rendah. Hasil post-tes siswa dengan diimplementasikannya teori Van Hiele pada siklus I mencapai nilai rata-rata 6,74 (meningkat 1,87 % dari pretes). Siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar sebanyak 15 orang (42,84 %). Sedangkan siswa yang mencapai ketuntasan belajar adalah 20 orang (57,16 %). Sedangkan pada siklus II hasil post-tes mencapai rata-rata 7,38 atau meningkat 0,64 % dari hasil belajar pada siklus I. Siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar sebanyak 6 orang (17,14 %). Sedangkan siswa yang mencapai ketuntasan belajar adalah 29 orang (82,86 %). Pengetahuan guru terhadap tahapan langkah pada teori Van Hiele sangat efektif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran bangun datar, hendaknya guru mengimplementasikan teori Van Hiele. Implementasi teori Van Hiele menuntut guru merancang langkah-langkah pembelajaran yang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Profil Richie Pravita Hari pemain muda potensial kesebelasan Arema Malang: (tinjauan motivasi dan kepribadian) / Rendhi Budi Irawan

 

ABSTRAK Irawan, Rendhi Budi. 2008. Profil Richie Pravita Hari Pemain Muda Potensial Kesebelasan Arema Malang; (Tinjauan Motivasi dan Kepribadian). Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Ilmu Pendidikan. Pembimbing: (1) Drs. Mahmud Yunus, M.Kes (2) Drs. Sapto Adi, M.Kes. Kata Kunci: motivasi, kepribadian Motivasi adalah dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan. Salah satu teori motivasi yang membahas bagaimana motivasi seseorang untuk mencapai motivasi terbaik adalah motivasi berprestasi. Motivasi berprestasi adalah dorongan karena keinginan untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan sulit, menguasai, memanipulasi, atau mengorganisasi obyek-obyek fiskal, manusia atau ide-ide melaksanakan hal-hal tertentu untuk mencapai tujuan secara cepat dan tepat dan seindependen mungkin. Motivasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan seseorang. Selain faktor motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang, keberhasilan seseorang juga dipengaruhi oleh kepribadiannya. Kepribadian seseorang dapat digolongkan berdasarkan bagaimana cara seseorang menghadapi segala sesuatu yang dihadapinya. Dengan dasar ini, kepribadian manusia dapat digolongkan menjadi delapan kelompok yaitu orang yang nervous, orang perasa, orang flegmatik, orang sanguinis, orang cholerici, kaum kuat, orang amorf, dan orang apatis. Faktor motivasi dan kepribadian juga mempengaruhi keberhasilan atlit, termasuk atlit sepak bola. Richie Pravita Hari adalah salah seorang pemain sepak bola yang masih muda dan memiliki bakat dan prestasi yang cukup baik. Saat ini ia tergabung di kesebelasan Arema Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana motivasi berprestasi Richie Pravita Hari dalam bermain sepak bola serta bagaimana kepribadian Richie Pravita Hari yang berpengaruh pada pencapaian prestasinya dalam bermain sepak bola. Berdasarkan analisis data berdasarkan teori motivasi berprestasi dapat diketahui bahwa Richi Pravita Hari merupakan atlet yang memiliki motivasi tinggi karena memenuhi ciri-ciri (a) memiliki keinginan yang besar dalam mencapai keberhasilan, (b) memiliki keinginan yang besar untuk berprestasi di tempatnya bekerja, (c) lebih senang menyelesaikan segala sesuatu secara mandiri, (d) tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan dalam bekerja, (e) lebih menyukai tugas-tugas dengan taraf kesukaran yang cukup, (f) menyukai adanya kompetisi, (g) menghargai waktu sebaik mungkin, dan (h) suka bekerja keras untuk mencapai keberhasilan. Ini juga diuperkuat hasil tes psikologi yang menunjukkan tingkat motivasi berprestasi tinggi yaitu sangat baik dengan skor 81. Dilihat dari penggolongan kerpibadian menurut M.A.W Brouwner, Richie Pravita Hari termasuk dalam kelompok orang flagmatis karena memenuhi ciri (a) Richie termasuk orang yang aktif, (b) tenang, (c) seimbang, (d) tegar menghadapi masalah, (e) suka bekerja keras, (f) disiplin dengan waktu, (g) konsekuen dengan cita-cita yang telah dibuatnya, serta (h) optimis dengan apa yang diinginkan.

Hubungan antara tingkat kecemasan terjangkit HIV/AIDS dengan aktivitas menggunakan jasa pada para pengguna PSK di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang / Dimas Ayu Aspitasari D.

 

Kecemasan adalah ketakutan, kegelisahan atau fungsi ego yang memperingatkan individu tentang kemungkinan datangnya bahaya sehingga dapat disiapkan reaksi adaptif yang sesuai. Salah satu obyek kecemasan masyarakat saat ini adalah HIV/AIDS. Aktifitas menggunakan jasa PSK merupakan sebuah gaya hidup yang berisiko tinggi dalam penularan HIV/AIDS. Namun kenyataannya pengguna jasa PSK masih banyak dijumpai bahkan jumlahnya cenderung bertambah. Penelitian ini ingin mengungkap : 1). Bagaimanakah tingkat kecemasan tertular HIV/AIDS para pengguna jasa PSK. 2). Bagaimanakah aktifitas menggunakan jasa PSK para pengguna jasa PSK. 3). Hubungan antara tingkat kecemasan tertular HIV/AIDS dengan aktifitas menggunakan jasa PSK. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecemasan terjangkit HIV/AIDS dan angket aktifitas menggunakan jasa PSK. Hasil pengujian reliabilitas instrumen sebesar 0,801 artinya skala kecemasan terjangkit HIV/AIDS cukup andal. Hasil analisis butir yang dilakukan dua kali mendapatkan hasil 19 aitem tidak valid dan 31 aitem valid dengan ketentuan r > 0,275. Hasil analisis eta dengan menggunakan SPSS 13.0 diperoleh r hitung sebesar 0,679 signifikan pada 0,040 < 0,05 artinya tingginya kecemasan terjangkit HIV/AIDS diikuti tingginya frekuensi menggunakan jasa PSK. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian yang berbunyi ”ada hubungan yang negatif antara tingkat kecemasan terjangkit HIV/AIDS dengan aktifitas menggunakan jasa PSK pada para pengguna jasa PSK di Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang” adalah tidak terbukti. Pada pengguna PSK berusia 19 sampai 23 tahun dan usia 24 sampai 30 tahun, hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara tingkat kecemasan terjangkit HIV/AIDS dengan aktifitas menggunakan jasa PSK. Sedangkan pada pengguna jasa PSK yang telah menikah dan belum menikah tidak terdapat hubungan antara tingkat kecemasan terjangkit HIV/AIDS dengan aktifitas menggunakan jasa PSK. Berdasarkan hasil Penelitian disarankan kepada pihak yang menangani masalah prostitusi agar melakukan pengendalian terhadap hal-hal yang memicu terjadinya aktifitas pemakaian jasa PSK, bagi orang tua diharapkan agar mengawasi anak sedini mungkin terhadap hal-hal yang berhubungan dengan praktik prostitusi, serta masyarakat agar lebih membuka wawasan seputar HIV/AIDS dan mengawasi secara ketat adanya praktik prostitusi.

Latar keagamaan candi Simping / Luluk Setya Wati

 

Candi Simping merupakan candi peninggalan jaman Majapahit, yang dibangun untuk tempat pendharmaan bagi raja pertama kerajaan Majapahit, yakni Raden Wijaya. Pada periode Hayam Wuruk dilakukan pemugaran pada candi ini, bahkan pemugarannya disebut-sebut dalam Nagārakrĕtāgama. Jika menilik adanya perintah pemugaran dari Hayam Wuruk dalam susastra tersebut, berarti candi Simping memiliki arti penting pada masanya, setidaknya bagi kemaharajaan Majapahit. Raden Wijaya diarcakan sebagai Hari-Hara. Rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu: (1) bagaimana latar sejarah Candi Simping?, (2) bagaimana rekonstruksi bentuk arsitektur dan ikonografi Candi Simping berdasarkan data arsitektural, ikonografi maupun susastra?, (3) bagaimana latar keagamaan berdasarkan data arsitektur, ikonografi serta susastra. Dengan demikian, maka tujuan penelitian mengenai latar keagamaan candi simping ini disesuaikan dengan rumusan masalah tersebut diatas, diantaranya untuk (1) mendiskripsikan latar sejarah Candi Simping, (2) merekonstruksi bentuk arsitektur dan ikonografi Candi Simping berdasarkan data arsitektural, ikonografi maupun susastra, (3) mendiskripsikan latar keagamaan Candi Simping berdasarkan data arsitektur, ikonografi dan susastra. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskripsi arkeologi, sehingga pembahasannya menggunakan metode arkeologi. Penelitian ini berupaya untuk mengungkapkan agama yang melatar belakangi dibangunnya candi Simping ini. Atas dasar pemikiran tersebut, maka dalam menelaah data-data yang ada digunakan metode arkeologi dengan pendekatan kualitatif. Karena dalam hal ini arkeologi tidak dapat berdiri sendiri, maka perlu dibantu ilmu-ilmu lain. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah berupa sumber data artefaktual, sedangkan sumber data sekundernya adalah berupa sumber data tekstual dan data-data yang menunjang. Dalam kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Dalam mengolah data yang terkumpul digunakan analisis fungsi, religi yang digunakan untuk mengidentifikasi latar keagamaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Candi Simping merupakan candi yang dibangun pada masa awal Majapahit yang diperuntukkan bagi raja Majapahit yang pertama, yakni Raden Wijaya. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk candi ini mengalami perbaikan dikarenakan menaranya rusak, hal tersebut juga disebut dalam Nagārakrĕtāgama. Candi Simping berlatar keagamaan Hindu sekte Siwa, hal ini didasarkan pada konsep bahwa candi pada umumnya berhubungan erat dengan keagamaan, dan pada masa Hindu-Jawa candi bertalian erat dengan kematian raja. Sehingga bangunan Candi Simping berlatar agama Hindu. Sedangkan adanya patung perwujudan yang berupa Hari-Hara (Siwa-Wisnu) memperkuat bahwa agama yang melatarinya bersekte Siwa.

Analisis penetapan harga jual perumahan Graha Valensia untuk perolehan laba optimal pada PT Kharisma Banjarharum Malang / Yovita Rizkha Aquanieta

 

ABSTRAK Aquanieta, Yovita Rizkha. 2009. Analisis Penetapan Harga Jual Perumahan Graha Valensia Untuk Perolehan Laba Optimal Pada PT Kharisma Banjarharum Malang. Tugas Akhir, Program Studi Diploma-III Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M., Ak. Kata Kunci: Harga Jual, Analisis Penetapan Harga Jual, Perolehan Laba Pertambahan jumlah penduduk saat ini yang semakin meningkat diikuti pula oleh meningkatnya pola dan volume konsumsi masyarakat yang menyebabkan terjadinya diversifikasi kebutuhan masyarakat, termasuk perumahan. Hal ini dimanfaatkan oleh para pengusaha yang bergerak dalam biadang real estate untuk mencari keuntungan dari kebutuhan masyarakat akan perumahan. Dalam menyediakan komoditi tersebut selain mendapatkan laba yang optimal, para pengusaha real estate juga harus memperhatikan daya beli masyarakat dalam menentukan harga jualnya. Tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah untuk menganalisis perhitungan harga pokok rumah serta penetapan harga jual rumah tersebut sehingga dapat memperoleh laba yang optimal. Harga pokok produksi adalah sekumpulan pengorbanan atau biaya dari bahan baku dan tenaga kerja langsung yang digunakan serta overhead pabrik yang dibebankan untuk menciptakan barang atau jasa yang mempunyai nilai guna yang lebih tinggi. Kegunaan dari harga pokok produksi adalah untuk menutupi semua biaya yang telah dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk serta memberikan laba meskipun keadaan tidak menguntungkan. Harga pokok suatu produk sangat berguna dalam penentuan harga jual produk tersebut dan menghitung pendapatan yang diterima. Dalam menghitung harga pokok produksi ada dua metode yang umum digunakan, yaitu metode full costing dan metode variable costing. Pada metode full costing, dalam perhitungan harga pokok produksinya memasukkan semua unsur biaya produksi, baik yang berperilaku tetap maupun variabel, sebagai komponen harga pokoknya. Sedangkan pada metode variable costing hanya memasukkan biaya yang berperilaku variabel sebagai komponen perhitungan harga pokok produksinya. Hasil analisa data dapat diketahui bahwa perhitungan harga pokok produksi serta harga jual dengan menggunakan metode full costing mendapatkan laba kotor yang lebih rendah dari pada laba kotor yang diharapkan oleh perusahaan. Sedangkan perhitungan harga pokok produksi dan harga jual dengan menggunakan metode variable costing menghasilkan laba kotor yang lebih tinggi dari laba yang diharapkan oleh perusahaan.

Analisis keterlaksanaan pembelajaran kimia yang sesuai dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan di SMA Negeri se Kota Kediri tahun ajaran 2007-2008 / Titik Puji Lestari

 

ABSTRAK Puji Lestari, Titik. 2009. Analisis Keterlaksanaan Pembelajaran Kimia yang Sesuai dengan Kurikukulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMA Negeri se Kota Kediri Tahun Ajaran 2007-2008. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Srini M. Iskandar, M.Sc., Ph.D., (2) Herunata, S.Pd., M.Pd. Kata kunci: analisis, keterlaksanaan pembelajaran kimia, kurikulum tingkat satuan pendidikan. Pendidikan diarahkan untuk mencapai perkembangan peserta didik secara optimal dan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional sehingga diperlukan komponen pokok yaitu program kurikulum yang baik. Mutu pendidikan di Indonesia menentukan kualitas intelektual generasi muda Indonesia. Mutu pendidikan Indonesia diinterpretasikan melalui penyempurnaan kurikulum dari tahun ke tahun yang ditetapkan oleh pemerintah. KTSP merupakan penyempurnaan KBK yang disahkan pada tahun 2006 dan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2006-2007. Pada tahun ajaran 2008-2009 KTSP telah dilaksanakan di semua SMA se Kota Kediri.Untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran kimia di SMAN se Kota Kediri tahun ajaran 2007-2008 yang sesuai dengan KTSP maka dilakukan penelitian ini. Keterlaksanaan pembelajaran kimia ini ditinjau dari segi persiapan pelaksanaan pembelajaran, keterlaksanaan pembelajaran kimia dan asesmen pembelajaran kimia. Subyek penelitian ini adalah guru bidang studi kimia kelas X SMA Negeri se-Kota Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Instrumen telah divalidasi isinya oleh dosen pembimbing I dan II, dua dosen lain dan dua guru SMA dengan tingkat validasi 98%. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara bebas. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perhitungan persentase jawaban responden dan pemberian rangking pada tiap variabelnya. Analisis data dilakukan dengan mendiskripsikan dan menyimpulkan sehingga di peroleh informasi tentang keterlaksanaan pembelajaran kimia di SMAN se Kota Kediri tahun ajaran 2007-2008. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persiapan perencanaan pembelajaran kimia yang sesuai KTSP yang dilakukan oleh guru kimia kelas X SMA Negeri se-Kota Kediri terkait dengan perencanaan pembelajaran, silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran adalah sangat terencana sehingga dapat menunjang keterlaksanaan pembelajaran kimia yang sesuai dengan tuntutan KTSP yaitu dengan persentase 85,65 %. Pelaksanaan pembelajaran kimia yang sesuai dengan KTSP yang dilakukan oleh guru kimia kelas X SMA Negeri se-Kota Kediri terkait dengan pelaksanaan pembelajaran, sumber belajar, proses pembelajaran adalah baik sehingga dapat menunjang keterlaksanaan pembelajaran kimia yang sesuai dengan tuntutan KTSP yaitu dengan persentase 76,07 %. Asesmen pembelajaran kimia yang sesuai dengan tuntutan KTSP yang dilakukan oleh guru kimia kelas X SMA Negeri se-Kota Kediri terkait dengan penilaian, perangkat tes, dan pelaksanaan penilaian adalah baik sehingga telah sesuai dengan tuntutan KTSP dengan persentase 79,88%.

Balanced scorecard sebagai alat penilaian kinerja perusahaan properti pada PT Kharisma Banjar Harum / Dewi Pramitha Purnama Sari

 

ABSTRAK Sari, Dewi Pramitha Purnama. 2008. Balanced Scorecard Sebagai Alat Penilaian Kinerja Perusahaan Properti Pada PT Kharisma Banjar Harum. Tugas Akir, Program Diploma III Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Eka Ananta Sidharta, SE, MM, Ak. Kata Kunci: Penilaian Kinerja, Balanced Scorecard, Keempat Perspektif. Kebutuhan penilaian kinerja dalam suatu perusahaan semakin komplek seiring dengan ketatnya persaingan di dunia usaha. Persaingan tersebut mendorong perusahaan untuk melakukan penilaian kinerja pada semua aspek. Selama ini penilaian kinerja hanya berdasarkan aspek keuangan saja, padahal aspek non keuangan juga penting. Karena itulah saat ini diperlukan sistem baru untuk melakukan penilaian kinerja yang disebut Balanced Scorecard, yang mana Balanced Scorecard menyeimbangkan penilaian kinerja dari aspek keuangan dan aspek non keuangan. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode Balanced Scorecard dapat diterapkan pada perusahaan properti PT Kharisma Banjar Harum. Penulis melakukan penelitian tentang metode Balanced Scorecard karena selama ini PT Kharisma Banjar Harum dalam melakukan penilaian kinerja hanya menggunakan penilaian berdasarkan keuangan saja padahal saat ini perusahaan tidak dapat hanya mengukur kinerja berdasarkan keuangan tetapi faktor non keuangan juga memegang peranan penting juga. Oleh karena itu penulis ingin menganalisis apabila perusahaan melakukan penilaian berdasarkan Balanced Scorecard yang mencakup keempat perspektif yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, pembelajaran dan berkembang. Analisis berdasarkan Balanced Scorecard terhadap PT Kharisma Banjar Harum menghasilkan penilaian berupa: berdasarkan perspektif keuangan perusaha menunjukkan kinerja yang baik, walaupun pada tahun 2006 dari segi keuangan sempat menurun. perspektif pelanggan juga menunjukkan kinerja cukup baik. Pada perspektif proses bisnis internal menunjukkan kinerja perusahan semakin baik, terlihat dari jumlah karyawan yang melakukan kesalahan semakin berkurang dari tahun ke tahun. Sedangkan pada perspektif pembelajaran dan berkembang kinerja perusahaan menunjukkan cukup baik. PT Kharisma Banjar Harum hendaknya mempertimbangkan menggunakan metode Balanced Scorecard sebagai alat penilaian kinerja perusahaan, sehingga memberikan gambaran dan informasi yang menyeluruh dari keempat perspektif. Dengan adanya perbaikan kinerja, diharapkan perusahaan dapat lebih memahami kebutuhan pelanggan dan dapat memberikan pelayanan yang memuaskan kepada para pelanggan, sehingga pelanggan memberikan kepercayaan dan loyalitasnya. Untuk tercapainya keberhasilan tersebut hendaknya diikuti kerjasama dan dukungan serta komitmen yang tinggi dari semua pihak di dalam perusahaan.

Hubungan pola asum dan konsep diri dengan penyusaian sosial pada remaja yang orang tuanya menjadi tenaga kerja Indonesia / Susanti Prasetyaningrum

 

ABSTRAK Prasetyaningrum, Susanti. 2008. Hubungan Pola Asuh dan Konsep Diri dengan Penyesuaian Sosial pada Remaja yang Orang Tuanya Menjadi TKI di SMP Negeri 1 Selorejo Kabupaten Blitar. Skripsi. Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dra. Sri Weni Utami, M.Si, (2) Fattah Hidayat S.Psi, M.Si. Kata Kunci : pola asuh, konsep diri, dan penyesuaian sosial. Masa transisi sosial menuju usia remaja sangat berkaitan erat dengan proses penyesuaian sosial. Kualitas hubungan sosial remaja dengan orang lain, dapat diprediksi melalui pola asuh orang tua dan pembentukan konsep diri. Sehingga dapat dikatakan bahwa penyesuaian sosial berhubungan dengan tipe pola asuh orang tua dan pembentukan konsep diri yang dimiliki masing-masing individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) gambaran pola asuh (2) gambaran konsep diri (3) gambaran penyesuaian sosial (4) hubungan pola asuh dengan penyesuaian sosial (5) hubungan konsep diri dengan penyesuaian sosial (6) hubungan pola asuh, konsep diri dengan penyesuaian sosial. Penelitian dalam skripsi ini merupakan penelitian deskriptif dan korelasional. Penelitian ini menggunakan uji coba terpakai dengan subyek penelitian yaitu remaja yang orang tuanya menjadi TKI di SMP Negeri 1 Selorejo, Kabupaten Blitar yang berjumlah 50 remaja. Instrumen yang digunakan yaitu angket pola asuh, skala konsep diri, dan skala penyesuaian sosial dengan model skala Likert. Analisis data yang digunakan terdiri dari analisis deskriptif, dan analisis korelasi Product Moment, dan analisis regresi linear berganda. Hasil uji validitas pada aitem skala konsep diri menunjukan tingkat validitas aitem antara 0.347-0.894, aitem skala penyesuaian sosial menunjukkan tingkat validitas aitem antara 0.321-0.910, dan aitem angket pola asuh autoritarian tingkat validitas antara 0.306-0.606, aitem angket pola asuh autoritatif tingkat validitas antara 0.310-0.605, aitem angket pola asuh permisif tingkat validitas antara 0.429-0.824. Hasil analisis deskriptif menunjukkan sebanyak 25 remaja memiliki orang tua dengan pola asuh autoritatif, sebanyak 25 remaja memiliki orang tua dengan pola asuh permisif, dan tidak satupun remaja yang memiliki orang tua dengan pola asuh autoritarian. Tingkat konsep diri dan penyesuaian sosial remaja dalam kategori tinggi sebanyak 26 remaja (52%) dan kategori rendah sebanyak 24 remaja (48%). Hasil analisis korelasi antara pola asuh dengan penyesuaian sosial ditunjukkan dengan r = -0.448 dengan taraf signifikansi 0.001, sehingga dapat diambil kesimpulan ada hubungan negatif dan signifikan antara pola asuh dengan penyesuaian sosial. Selanjutnya untuk analisis korelasi antara konsep diri dengan penyesuaian sosial ditunjukkan dengan r = 0.960 dengan taraf signifikansi 0.000, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara konsep diri dengan penyesuaian sosial. Selain itu, uji regresi linear berganda ditunjukkan dengan F hitung sebesar 273.049 dengan taraf signifikansi 0.000. Hasil tersebut menunjukkan taraf signifikansi lebih besar 0.05 yang berarti ada hubungan antara pola asuh dan konsep diri dengan penyesuaian sosial. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang diberikan adalah: (1) Bagi siswa diharapkan untuk dapat lebih positif dalam memandang diri sendiri, (2)Bagi orang tua, diharapkan menerapkan pola asuh autoritatif, (3) Bagi guru, hendaknya guru dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi siswa, (4) Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian tentang pola asuh, konsep diri, dan penyesuaian sosial dengan metode penelitian kualitatif.

Pengembangan seni budaya Kalimantan Tengah melalui pembelajaran PLS (Studi Kasus pada Sanggar Seni Budaya Palangka Hadurut di Palangka Raya ) / oleh Mantikei

 

Pelaksanaan pengelolaan kearsipan dan efisiensi penemuan kembali arsip di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang / Angella Dwi Hernani

 

ABSTRAK Hernani, Angella Dwi. 2008. Pelaksanaan Pengelolaan Kearsipan dan Efisiensi Penemuan Kembali Arsip di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Sarbini, (II) Imam Bukhori, S.Pd. MM. Kata Kunci : Pengelolalan Kearsipan, Efisiensi Penemuan Kembali Arsip Pada setiap pekerjaan dan kegiatan kantor, baik itu swasta maupun pemerintah melaksanakan kegiatan kearsipan yaitu pengelolaan arsip. Kearsipan mempunyai peranan yang sangat penting yaitu sebagai pusat ingatan dan informasi yang dipergunakan untuk kelancaran kinerja kantor. Dalam suatu kantor diperlukan sistem dan pengelolaan kearsipan yang baik serta adanya peranan petugas arsip yang cermat dan cakap supaya pelaksanaan kegiatan perkantoran dapat berjalan dengan baik dan lancar. Penelitian ini mempunyai rumusan masalah dan tujuan yaitu untuk mengetahui arsip yang disimpan, pengelolaan surat masuk dan surat keluar, sistem penyimpanan arsip, azas penyimpanan arsip, peralatan dan perlengkapan yang digunakan, prosedur penyimpanan arsip, kecepatan dalam penemuan kembali arsip, kecermatan dalam penemuan kembali arsip, prosedur peminjaman arsip, perawatan dan pemeliharaan, serta prosedur panyusutan dan pemusnahan yang terdapat pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang yang beralamat Jalan Hayam Wuruk No. 1 Lumajang pada bulan Nopember 2008. Teknis analisis data yang digunakan yaitu teknik deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah pegawai Tata Usaha dan pegawai Kearsipan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes ketrampilan atau tes kecepatan dalam penemuan kembali arsip. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : Jenis arsip yang disimpan pada Kantor Perpustakaan dan Arsip kabupaten Lumajang dibagi 2, yaitu: penyimpanan arsip aktif (arsip yang masih dipergunakan dalam kegiatan keseharian pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang), dan penyimpanan arsip inaktif (arsip yang sudah tidak dipergunakan lagi dalam kinerja kantor secara langsung, penyimpanan arsip arsip inaktif ini tidak hanya arsip pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang saja melainkan juga arsip instansi lain), pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang menggunakan sistem buku agenda, sistem penyimpanan arsip yang diterapkan pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang menggunakan sistem subyek berkode agar mempermudah pegawai dalam penyimpanan arsip yang efisien, azas penyimpanan arsip yang digunakan yaitu azas kombinasi antara azas sentralisasi dan azas desentralisasi, peralatan dan perlengkapan sudah cukup baik dan memadai sehingga dapat memperlancar kegiatan kantor sehari-hari, prosedur penyimpanan arsip sudah cukup baik dan telah disesuaikan dengan nomor indeks klasifikasi penyimpanan arsip. kecepatan petugas arsip dalam penemuan kembali arsip adalah sangat cepat dan sesuai dengan arsip yang dicari, yaitu 15 surat masuk dan 15 surat keluar dari tahun 2006-2008, kecermatan dalam penemuan kembali arsip sudah berada pada kriteria sangat cepat dan dalam angka efisiensi penemuan kembali arsip yaitu 44 detik berada pada kriteria efektif, prosedur peminjaman arsip dapat dibagi menjadi 2, yaitu: peminjaman arsip aktif dari dalam instansi dan peminjaman arsip inaktif dari luar instansi. Untuk peminjaman arsip aktif dari dalam instansi tidak menggunakan formulir peminjaman arsip, tetapi hanya mencatat dalam buku peminjaman arsip saja, Sedangkan peminjaman arsip inaktif dari luar instansi menggunakan formulir peminjaman arsip, perawatan dan pemeliharaan yang telah dilaksanakan sudah cukup baik sehingga dapat memperlancar kinerja kantor, prosedur penyusutan dan pemusnahan arsip yaitu menyesuaikan untuk arsip yang bersifat biasa, penyusutannya dilakukan dalam waktu 1 tahun sekali, tetapi untuk arsip yang bersifat penting penyusutannya disesuaikan dengan jadwal retensi arsip. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang supaya : dalam prosedur peminjaman arsip, formulir peminjaman arsip yang ditetapkan tidak hanya diterapkan pada peminjaman arsip dari luar instansi saja melainkan dari dalam instansi juga dengan demikian arsip dapat diawasi dan dapat memperkecil resiko kehilangan arsip, untuk arsip surat dinas keluar sebaiknnya digandakan sebanya 2 kali yaitu surat dinas keluar yang asli untuk dikirimkan pada instansi atau kantor yang dituju, 1 arsip surat dinas keluar disimpan pada pembuat konsep surat/pengolah untuk dijadikan arsip, dan 1 arsip surat dinas keluar lagi disimpan pada arsip surat keluar pada Kantor Perpustakaan dan Arsip kabupaten Lumajang, karena penghancuran arsip pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang dilakukan dengan cara dirobek oleh oleh petugas arsip, maka sebaiknya disediakan peralatan penghancur kertas atau arsip supaya mempermudah kegiatan pemusnahan arsip, kemudian dalam penemuan kembali arsip aktif maupun arsip in-aktif pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang dilaksanakan secara manual dan juga arsip yang disimpan sangat banyak, maka diharapkan dapat menerapkan sistem komputerisasi.

Pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan konsumen dalam membeli daging sapi (Studi pada konsumen depot daging Mubarokah, Mojokerto / Dewi Nurun Nisfiana

 

Abstrak Nisfiana, Dewi Nurun. 2008. Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Dalam Membeli Daging Sapi (studi kasus pada konsumen Depot Daging Mubarokah, Mojokerto). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) DR. Sopiah, M.Pd, M. M, (2) Drs. Agus Hermawan, M. Si, M. Bus. Kata kunci : kualitas produk, kepuasan konsumen. Perkembangan usaha dewasa ini, telah diwarnai dengan berbagai macam persaingan di segala bidang. Dalam kondisi persaingan yang semakin ketat, setiap perusahaan harus mampu bertahan hidup, bahkan harus dapat terus berkembang. Dengan memberikan kualitas produk yang baik berarti membantu perusahaan mempertahankan dan memperluas pangsa pasar. Kualitas harus diukur melalui sudut pandang konsumen terhadap kualitas produk itu sendiri, sehingga selera konsumen disini sangat berpengaruh. Dengan semakin banyaknya produsen yang terlibat dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, menyebabkan setiap perusahaan harus menempatkan orientasi pada kepuasan konsumen sebagai tujuan utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran objektif tentang : tingkat kualitas produk yang berpengaruh terhadap kepuasan konsumen; pengaruh kinerja produk (X1), keistimewaan produk (X2), keandalan produk (X3), dan kemampulayanan produk (X4) terhadap kepuasan konsumen (Y) secara parsial dan simultan. Penelitian ini bersifat deskriptif dan kuantitatif, yang terdiri dari dua variabel yaitu kualitas produk sebagai variabel independen serta kepuasan konsumen sebagai variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini tergolong infinite population (tidak terhingga jumlahnya). Populasi penelitian ini adalah konsumen daging sapi Depot Daging Mubarokah, Mojokerto. Dari populasi tersebut diperoleh sampel sejumlah 73 responden. Penentuan sampel menggunakan rumus infinite population dengan tingkat kesalahan 5%. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Accidental Sampling. Pengambilan data primer dalam penelitian menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner, yang sebelumnya telah diuji melalui uji validitas dan reliabilitas kepada 30 responden di luar sampel yang akan diambil. Instrumen penelitian ini menggunakan skala Likert dengan 5 skala pengukuran yang meliputi : sangat setuju (5) , setuju (4), kurang setuju (3), tidak setuju (2), dan sangat tidak setuju (1). Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik wawancara dan observasi langsung. Tujuan penelitian ini diwujudkan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif untuk mengetahui gambaran masing- masing variabel independen kualitas produk dan kepuasan konsumen serta variabel menggunakan analisis statistik deskriptif untuk mengetahui gambaran masing- masing variabel independen kualitas produk serta variabel dependen kepuasan konsumen baik secara parsial maupun secara simultan dengan bantuan SPSS 15.00 for windows. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Terdapat Pengaruh kinerja produk (X1), keistimewaan produk (X2), dan kemampulayanan produk (X4) secara parsial terhadap kepuasan konsumen (Y). Dengan nilai B1 = 0,279 dan nilai sig = 0,010; B 2 = 0,184 dan nilai sig = 0,007; B 4 = 0,822 dan nilai sig = 0,000. Sedangkan sub variabel keandalan produk (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Dengan nilai B 3 = 0,157 dan nilai sig = 0,085. Berdasarkan nilai F hitung sebesar 124,886 dan tingkat signifikansi 0,000 dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kinerja produk (X1), keistimewaan produk (X2), keandalan produk(X3), dan kemampulayanan produk (X4) secara simultan terhadap kepuasan konsumen (Y). Dimensi kualitas produk yang dominan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen adalah kemampulayanan produk (X4) dengan nilai Beta ( β ) = 0,513. Saran yang dapat diberikan dari peneliti adalah : (1) Sebaiknya keandalan produk daging sapi Depot Daging Mubarokah lebih diperhatikan lagi, (2) Kualitas produk daging sapi Depot Daging Mubarokah harus terus ditingkatkan agar kepuasan konsumen akan semakin meningkat, (3) Baiknya para konsumen harus lebih selektif dalam memilih daging sapi yang baik dan aman untuk dikonsumsi.

Penerapan pembelajaran matematika melalui tutor seraya dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMAN 8 Malang pada pokok bahasan persamaan kuadrat / Yulianti Puji Lestari

 

Persoalan yang sering terjadi dalam pembelajaran adalah banyak siswa yang mengalami kesulitan belajar dikarenakan pembelajaran yang diberikan kurang bermakna. Hal ini akan berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah. Pembelajaran secara konvensional yang sering diterapkan oleh guru dapat mengakibatkan siswa hanya menghafal dan bekerja secara prosedural dan memahami materi pelajaran tanpa penalaran. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut adalah dengan penerapan pembelajaran matematika melalui tutor sebaya. Prosedur pelaksanaan pembelajaran matematika melalui tutor sebaya ini adalah kelas dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari empat siswa atau lebih yang sifat keanggotaaannya heterogen. Setiap kelompok terdapat seorang siswa yang dipilih guru sebagai tutor yang memiliki kemampuan kognitif lebih, pemilihan tutor ini berdasarkan hasil pretes yang diberikan sebelumnya. Siswa yang berkemampuan kognitif lebih ini, membantu temannya yang mempunyai kemampuan kognitif lebih rendah yang mengalami kesulitan. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran matematika sangatlah penting untuk membantu siswa agar tidak mengalami kesulitan dalam belajar matematika. Mengetahui pentingnya meningkatkan hasil belajar, maka peneliti mengadakan penelitian tentang penerapan pembelajaran matematika melalui tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang pada pokok bahasan persamaan kuadrat. Penelitian ini untuk mengetahui apakah dengan penerapan pembelajaran matematika melalui tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang pada pokok bahasan persamaan kuadrat Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif jenis penelitian eksperimen semu. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang. Data hasil belajar diperoleh dari tes hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang mendapat penerapan pembelajaran matematika melalui tutor sebaya lebih tinggi dibanding siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional atau biasa, namun demikian dalam pelaksanaan penelitian terdapat beberapa hambatan-hambatan. Hambatan-hambatan tersebut diantaranya adalah penentuan siswa yang akan dijadikan tutor sebaya, karena tidak semua siswa yang memiliki kemampuan kognitif lebih dapat mengajari temannya, guru harus memberikan bimbingan kepada tutor diluar jam pelajaran agar mereka memiliki keinginan untuk membantu temannya serta agar tujuan pembelajaran dapat tercapai, dan jumlah siswa dalam kelas eksperimen yang besar. Meskipun demikian hambatan-hambatan tersebut dapat diatasi.

Pengembangan lembar kerja siswa menggunakan media komik dengan pendekatan realistik pada materi keliling dan luas persegi panjang kelas VII SMP / Hasti Sukmaningrum

 

ABSTRAK Sukmaningrum, Hasti. 2008. Pengembangan Lembar Kerja Siswa Menggunakan Media Komik dengan Pendekatan Realistik pada Materi Keliling dan Luas Persegi Panjang Kelas VII SMP. Skripsi, Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Askury, M.Pd, (II) Dr. Tjang Daniel Chandra, M.Si. Kata kunci : Lembar Kerja Siswa, Media Komik, Persegi Panjang. Lembar Kerja Siswa adalah suatu komponen yang membantu siswa dalam melakukan pendekatan dari suatu masalah menuju suatu konsep. LKS merupakan salah satu alternatif pembelajaran yang tepat bagi siswa karena LKS membantu siswa untuk menambah informasi tentang konsep yang dipelajari melalui kegiatan belajar secara sistematis. Kegiatan pengembangan yang dilakukan bertujuan untuk menghasilkan LKS materi keliling dan luas persegi panjang menggunakan media komik dengan pendekatan realistik. Media komik merupakan sarana pengajaran yang di dalamnya berisi pesan atau bahan pelajaran yang berbentuk komik. Sedangkan keliling dan luas persegi panjang merupakan salah satu bahan kajian siswa SMP kelas VII semester 2. Adapun isi cerita komik dan permasalahan yang ada dalam LKS berdasarkan masalah realistik. LKS yang dikembangkan berisi materi keliling dan luas persegi panjang. Materi keliling dan luas persegi panjang ditampilkan dengan cerita komik yang menarik agar siswa lebih semangat belajar. Adapun prosedur dalam pengembangan LKS tersebut yaitu tahap analisis situasi awal, tahap pengembangan LKS, tahap penyusunan LKS, dan tahap penilaian LKS. LKS keliling dan luas persegi panjang yang dikembangkan telah divalidasi dan diujicobakan untuk memperoleh bagian-bagian LKS yang perlu direvisi. LKS telah divalidasi oleh 2 orang dosen matematika Universitas Negeri Malang dan 2 orang guru matematika SMP. Uji coba melibatkan 10 siswa Kelas VII SMPN 1 Bangil. Hasil validasi maupun uji coba menunjukkan bahwa LKS yang dikembangkan adalah valid. Pengembangan LKS ini diharapkan dapat memperkaya dunia pendidikan, khususnya bidang pembelajaran matematika. ABSTRACT Sukmaningrum, Hasti. 2008. The Development of Student’s Worksheet in Using Comics Media with Realistic Approaching in Perimeter and Area of Rectangle Material of SMP(Junior High School) Class VII. Script, Mathematics Departement of Mathematics and Science Faculty of Malang State University.Advisor: (I) Drs. Askury, M.Pd, (II) Dr. Tjang Daniel Chandra, M.Si. Keywords: Student's Worksheet, Comics Media, Rectangle. Student's Worksheet is a component to help students in approaching a problem toward a concept. Student's Worksheet (LKS) is a right learning alternative for learners because it can help them to add information about concept studied by systematic learning activity. Development activity is done to create Student's Worksheet on perimeter and area of rectangle material using comics media. The comics media is representing the place of education which in it containing the message or the lesson of materials which is form of comics. While is the perimeter and area of rectangle is representing one of the other Junior High School Student’s study in class VII (seven) on second semester. As for the content of comics history and problems which is in LKS pursuant to realistic problems. The developed LKS contains of perimeter and area of rectangle material. Perimeter and area of rectangle material presented with interesting comics history to make the student’s more hard study. As for procedure in LKS development is the analysis’s step of the first situation, the development’s step of LKS, the compilation’s step of LKS, and the assessment’s step of LKS. The developed LKS on perimeter and area of rectangle has been validated and tried to obtain the parts which need to revise. The LKS has been validated by two mathematic lecturers of Malang State University and two Junior High School mathematic teachers. The tryout involved 10 students on the second class of SMPN (State Junior High School) 1 Bangil. The result of validation and tryout shows that the developed LKS is valid. This development LKS is expected to enriching the education world, especially to area study of mathematics.

Pelaksanaan bauran pemasaran untuk meningkatkan kinerja pemasaran pada bidang property di Metro Property Malang Raya / Anggi Kurniawan

 

Dalam dunia perdagangan, persaingan merupakan salah satu permasalahan yang cukup penting, dimana berkaitan dengan penjualan atau pemasaran produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Persaingan yang semakin ketat menimbulkan konsekwensi bagi setiap perusahaan agar lebih unggul dalam persaingan guna meningkatkan usahanya. Selain itu, perusahaan juga dituntut untuk memanfaatkan peluang pasar yang ada dengan memenuhi kebutuhan konsumen. Metro Property Malang Raya memiliki kompetitor dan menghasilkan produk yang sama fungsinya dengan kelebihan hampir sama. Mengingat Metro Property Malang Raya sebagai perusahaan yang sedang baru berkembang, penerapan bauran pemasaran sangat penting dilakukan untuk mempertahankan eksistensi perusahaan. Strategi yang digunakan oleh Metro Property Malang Raya dalam meningkatkan kinerja pemasaran dengan media periklanan antara lain spanduk, brosur, radio, surat kabar. Penarapan bauran pemasaran pada metro property malang raya dipengaruhi beberapa faktor, yaitu (1) produk; (2) harga; (3) tempat; (4) promosi. Sedangkan hal yang menghambat dalam pelaksanaan kegiatan bauran pemasaran ini terkait dengan biaya promosi yang cukup besar sehingga manajemen harus lebih selektif dalam menentukan pilihannya, masih terbatasnya jangkauan pemasaran yang dilakukan. Strategi bauran pemasaran pada Metro Property Malang Raya terbukti efektif dalam upaya perusahaan mencapai tujuannya. Indikator efektifitas ini dapat dilihat dari keberadaan dengan penjualan yang semakin meningkat, dan perkembangan usaha yang semakin maju. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pelaksanaan bauran pemasaran yang digunakan oleh Metro Property Malang Raya, faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh Metro Property Malang Raya dalam menetukan strategi bauran pemasaran yang digunakan untuk meningkatkan kinerja pemasaran, selain itu juga untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan yang menghambat selama kegiatan promosi di Metro Property Malang Raya Saran yang diberikan penulis untuk menunjang pelaksanaan bauran pemasaran produk pada Metro Property Malang Raya adalah Metro Property Malang Raya sebaiknya lebih memaksimalkan kinerja dan pelayanannya dengan memberikan pelatihan tenaga kerja di Metro Property Malang Raya untuk dapat melayani konsumen dengan lebih maksimal. Solusi lain dari masalah ini adalah Metro Property Malang Raya dengan membuat sebuah situs internet yang dapat dengan mudah di akses dan juga bermanfaat sebagai salah satu media promosi

Penerapan pembelajaran kooperatif model think pair share (TPS) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar ekonomi siswa kelas X-E di MAN Malang I / Dian Nuraini

 

Berdasarkan obeservasi awal diketahui bahwa pembelajaran di kelas X-E MAN Malang I kurang menarik aktivitas dan perhatian siswa dalam proses pembelajaran di dalam kelas karena sebagian besar proses pembelajaran yang dilakukan masih di domonasi oleh guru atau teacher center. Hasil belajar siswa dalam kelas belum memenuhi Kriteria Kelulusan Minimum (KKM) yaitu 70 ke atas. Upaya peningkatan aktivitas dan hasil belajar ekonomi siswa dilakukan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share(TPS). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang penerapan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas kelas X-E di MAN Malang I. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus melalui 4 tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X-E di MAN Malang I yang berjumlah 39 siswa, yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Data-data yang dipergunakan untuk menilai proses selama PTK berlangsung bersumber dari nilai siswa, data observasi aktvitas guru dan siswa, angket balikan siswa, catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan . Hasil penelitian yang diperoleh dari skor klasikal aktivitas belajar siswa tingkat keaktifan siswa, dilihat dari hasil analisa observasi aktivitas siswa yaitu pada siklus 1 mencapai 60% meningkat meningkat menjadi 80% pada siklus 2 sehingga peningkatan aktifitas sebanyak 20%. Hasil belajar siswa dari ranah kognitif mengalami peningkatan dari hasil tugas yang diperoleh siswa pada siklus 1 untuk pokok bahasan Elastisitas permintaan dan penawaran dari pre tes ke pos tes (69,1-78,97). Kelulusan belajar siswa dari 39 siswa 9 siswa yang belum lulus. Pada siklus 2 pokok bahasan harga keseimbangan dari pretes-postes (78,2-82,3). Siswa yang belum lulus belajarnya menjadi 3 siswa dari hasil pos tes Peningkatan pos tes siklus 1 pos tes siklus II (78,97-82,30).Kelulusan belajar siswa dari postes siklus I , 9 siswa yang belum lulus menjadi 3 siswa. Dari presentase angket balikan minat siswa terhadap mata pelajaran ekonomi siswa yang sangat setuju 47,9%, setuju 37,26%, ragu-ragu 12,08%, tidak setuju 2,5% dan sangat tidak setuju 0,26%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran koopeartif model Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar ekonomi siswa kelas X-E di MAN Malang I. Saran-saran yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini adalah bagi guru mata pelajaran ekonomi agar dalam proses pembelajaran lebih meningkatkan aktifitas siswa, misalnya dengan membiasakan siswa untuk melakukan diskusi kelas, presentasi, dan memberikan tugas-tugas kepada siswa seperti tugas membuat laporan hasil diskusi atau presentasi. Bagi sekolah, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam upaya memperbaiki penerapan strategi pembelajaran di MAN Malang I. Bagi peneliti selanjutnya yang hendak meneliti pembelajaran kooperatif model Think Pair Share sebaiknya disesuaikan dengan materi yang diajarkan. Bagi siswa hendaknya lebih meningkatkan aktivitas dalam pembelajaran karena aktivitas siswa sangat penting dalam pembelajaran Ekonomi dengan jalan diskusi.

Pengembangan model pembelajaran berbasis masalah dengan pola kolaborasi / Mustaji

 

Abstrak Berdasarkan hasil observasi proses dan hasil pembelajaran mata kuliah Masalah Sosial belum dilakukan secara optimal. Sebab belum optimalnya proses pembelajaran itu karena (1) pembelajar kurang mampu menyelenggarakan proses pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan perkembangan di bidang teknologi pembelajaran, (2) pembelajar keliru dalam memandang proses pembelajaran, (3) proses pembelajaran bersifat informatif, belum diarahkan ke proses aktif pebelajar untuk membangun sendiri pengetahuannya, dan (4) proses pembelajaran berpusat pada pembelajar, belum diarahkan ke pembelajaran yang berpusat pada pebelajar. Sedangkan indikasi belum optimalnya hasil belajar itu, tampak pada hal-hal berikut (1) pebelajar kurang mampu memecahkan masalah berdasarkan konsep ilmiah, (2) pebelajar kurang memiliki keterampilan berkolaborasi (teamwork) dan mengolah informasi secara aktif untuk pemecahan masalah, (3) pebelajar kurang mempelajari bagaimana belajar yang efektif untuk memecahkan masalah, (4) pebelajar kurang memiliki kinerja terus-menerus dengan tidak dibatasi pada target tertentu, (5) pebelajar kurang memiliki pengetahuan terintegrasi antar disiplin ilmu untuk pemecahan masalah, (6) pebelajar kurang menggunakan teknologi sebagai bagian integral dan proses kerja untuk pemecahan masalah, dan (7) pebelajar kurang memiliki sikap positif pembelajaran Untuk mengoptimalkan proses dan hasil pembelajaran, perlu dilakukan pengembangan model pembelajaran. Proses pengembangan itu terdiri dari 5 tahap. Pertama, tahap identifikasi yang terdiri dari (1) pengkajian teoritis melalui studi pustaka, (2) pengkajian empiris melalui observasi di kelas, dan (3) penulisan kondisi nyata. Kedua, tahap desain yang terdiri dari (1) pengidentifikasian kemampuan awal pebelajar, (2) perumusan tujuan pembelajaran, dan (3) pelaksanaan studi kelayakan. Ketiga, tahap pengembangan produk berupa (1) model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Pola Kolaborasi (Model PBMPK), dan (2) perangkat PBMPK yang terdiri dari silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran, bahan pembelajaran, lembar tugas, dan lembar penilaian pembelajaran. Keempat, tahap uji coba yang terdiri dari uji ahli, kelompok, dan lapangan. Kelima, tahap diseminasi yang mencakup (1) penulisan laporan dan penyajian di seminar, dan (2) penulisan artikel di jurnal. Pengembangan ini berhenti pada tahap lima poin satu, yakni penulisan laporan. Berdasarkan hasil ujicoba atas Model dan Perangkat PBMPK kepada ahli bidang studi, ahli pembelajaran, pembelajar, dan pebelajar menunjukkan hasil yang layak. Hal ini bisa dilihat dari rata-rata pemenuhan 75% dari indikator-indikator kelayakan penggunnaan Model dan Perangkat PBMPK. Hasil ujicoba lapangan atas Model dan Perangkat PBMPK menunjukkan hasil nilai yang positif. Hal ini bisa dilihat dari hasil tes subyektif yang termasuk kategori baik mencapai 82.3%, hasil kinerja yang termasuk kategori sangat baik mencapai 57.65%, hasil portofolio yang termasuk kategori baik mencapai 95,29%, hasil kerja proyek yang termasuk kategori baik mencapai 58.82%, hasil sikap atas pembelajaran yang termasuk kategori positif mencapai 77,65%, dan hasil kerja kolaborasi yang termasuk kategori baik mencapai 84,71%. Sementara itu, hasil belajar dengan kategori cukup, kurang baik, sangat positif, ragu-ragu, negatif, dan sangat negatif maksimal mencapai hanya mencapai 22,65%. Angka-angka ini menunjukkan bahwa Model dan Perangkat PBMPK lebih dari 55% termasuk ke dalam kategori baik, sangat baik, dan positif. Ini berarti Model dan Perangkat PBMPK yang dikembangkan layak digunakan. Hasil-hasil ujicoba seperti disebutkan di atas berdampak positif pada penciptaan lingkungan pembelajaran. Penggunaan Model dan Perangkat PBMPK terbukti dapat menciptakan (1) proses pembelajaran bersifat interaktif dan berorientasi pada pebelajar, (2) pebelajar bekerja/belajar secara kolaboratif dan mengolah informasi secara aktif, (3) pebelajar mempelajari bagaimana belajar yang efektif, (4) pebelajar memiliki kinerja terus-menerus dan setiap target yang tercapai terus-menerus ditingkatkan, (5) pebelajar memiliki pengetahuan terintegrasi antar disiplin ilmu untuk pemecahan masalah yang kompleks, (6) pebelajar menggunakan teknologi sebagai bagian integral dari proses kerja/belajar, dan (7) pebelajar melakukan kegiatan curah pendapat, berdebat dan memberikan penjelasan kepada teman.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 |