Pengaruh penggunaan kartu huruf terhadap prestasi belajar membaca permulaan siswa kelas 1 SDN Trewung Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan / oleh Suharlis

 

Pengajaran sistem persamaan linear (SPL) dengan eliminasi Gauss berbantuan komputer
oleh Siti Zulaikhah

 

Simulator pemadam busur api pada Pemutus tenaga (PMT) / oleh Anggun Amas Muda dan Apria Wahyu Utomo

 

Pengembangan bahan ajar menulis teks hasil observasi untuk siswa kelas VII SMP / Dini Ayu Wiranti

 

Wiranti, Dini Ayu. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Teks Hasil Observasi untuk Siswa Kelas VII SMP. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Dawud, M.Pd dan (II) Dr. Mudjianto, M.Pd. Kata Kunci: pengembangan bahan ajar, menulis, teks hasil observasi     Kurikulum di Indonesia mengalami perjalanan dan perkembangan yang cukup panjang, mulai dari kurikulum pasaca kemerdekaan sampai kurikulum 2006 yang berlaku sampai akhir tahun 2012 lalu. Saai ini pun kembali terjadi penyempurnaan kurikulum. Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya. Pendidikan di Indonesia menampilkan wajah baru pada pembelajaran bahasa Indonesia yaitu menggunakan pendekatan pembelajaran saintifik dengan metod epembeljaran berbasis teks. Salah satu dari beberapa teks yang dipelajari, yaitu teks hasil observasi. Kegiatan menyusun teks hasil observasi menjadi salah satu Kompetensi Dasar yang harus dikuasai oleh siswa. Kegiatan menyusun erat kaitannya dengan ketrampilan menulis. Ketrampilan menulis ini seringkali menjadi momok bagi beberapa siswa di sekolah, salah satunya siswa di tingkat SMP. Hal ini menjadi hambatan internal yang berasal dari diri siswa. Hambatan eksternal yang ditemukan seperti terbatasnya bahan ajar yang diharapkan dapat memotivasi siswa untuk belajar. Demikian halnya yang terjadi dengan teks hasil observasi yang masih terasa asing di telinga siswa. Untuk itu perlu adanya pengembangan bahan ajar menulis teks hasil observasi yang dapat mengurangi hambatan yang ada. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung proses pembelajaran menyusun teks hasil observasi di SMP. Alasan utama yang mendasari pentingnya pengembangan bahan ajar, yakni kebutuhan siswa dan tuntutan guru untuk dapat memberikan materi pembelajaran yang berkualitas serta sesuai dengan karakteristik siswa kelas VII SMP.     Tujuan umum penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan produk bahan ajar dalam bentuk Lembar Kerja Siswa (LKS) menulis teks hasil observasi untuk siswa kelas VII SMP. Tujuan umum tersebut kemudian dirinci lagi menjadi beberapa tujuan khusus, yaitu menghasilkan produk bahan ajar berupa LKS menulsi teks hasil observasi untuk siswa kelas VII SMP yang memiliki kelayakan dari segi (1) isi, (2) bahasa, dan (3) kepraktisan untuk digunakan.     Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Metode penelitian ini diadaptasi dari model pengembangan pembelajaran Borg dan Gall. Berdasarkan model tersebut, terdapat 4 tahapan prosedur penelitian pengembangan, yakni (1) tahap prapengembangan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap uji coba produk, dan (4) tahap revisi. Produk hasil penelitian ini diuji coba kepada ahli menulis teks hasil observasi dan ahli bahan ajar, praktisi (guru bahasa Indonesia), dan kelompok kecil siswa yang beranggotakan 15 orang siswa. Subjek coba tersebut dibagikan angket untuk mengetahui tingkat kelayakan bahan ajar yang diujicobakan.     Berdasarkan hasil uji coba dengan ahli menulis teks hasil observasi dan bahan ajar, dan praktisi, jika dirata-rata memperoleh persentase sebagai berikut. Hasil uji kelayakan sistematika penulisan bahan ajar memperoleh persentase sebesar 100%, kesesuaian bahan ajar dengan kompetensi memperoleh persentase sebesar 93,75%, keakuratan dan kedalaman materi memperoleh persentase sebesar 91,07%, penggunaan bahasa pada bahan ajar memperoleh persentase sebesar 78,6%, dan tampilan bahan ajar memperoleh persentase 90,13%.     Bahan ajar berupa LKS yang dihasilkan pada penelitian pengembangan ini diberi judul Cermat Mengamati Terampil Menulis. LKS ini berisikan enam kegiatan. Keenam kegiatan yang terdapat dalam LKS ini terdiri atas (1) Kegiatan 1 memuat materi dan latihan identifikasi struktur teks hasil observasi, (2) Kegiatan 2 memuat materi dan latihan pemilihan tema dan objek pengamatan, (3) Kegiatan 3 memuat materi dan latihan pemilihan judul teks, (4) Kegiatan 4 memuat materi dan latihan penyusunan definisi umum teks hasil observasi, (5) Kegiatan 5 memuat materi dan latihan penyusunan deskripsi bagian teks hasil observasi, dan (6) Kegiatan 6 memuat materi dan latihan penyusunan deskripsi manfaat teks hasil observasi. LKS dengan judul Cermat Mengamati Terampil Menulis ini didominasi dengan warna hijau dan biru pada sampul depan dan belakang. Warna dominan biru hanya untuk sampul awal kegiatan yang terdapat dalam bahan ajar ini. LKS ini dilengkapi dengan sajian materi yang sesuai dengan judul kegiatan. Salah satu ciri khas yang membuat LKS ini berbeda dengan LKS lain adalah LKS ini menyajikan model pengerjaan tugas yang dapat digunakan sebagai contoh siswa dalam mengerjakan tugas proyek menulis teks hasil observasi sesuai dengan tahapan-tahapan yang disajikan pada LKS ini. Model pengerjaan tugas ini diharapkan dapat mengurangi hambatan yang dirasakan oleh siswa ketika akan menulis sebuah tulisan, dalam hal ini menulis teks hasil observasi. Sebagai langkah pemanfaatan produk bahan ajar yang dihasilkan pada penelitian pengembangan ini, ada beberapa saran yang ditujukan untuk pihak-pihak yang berkaitan dengan pengembangan bahan ajar ini. Saran untuk guru yakni agar memanfaatkan bahan ajar menulis teks hasil observasi ini dengan optimal. Selain itu, siswa diharapkan mampu memanfaatkan LKS ini dengan membaca dan mempelajari tahapan-tahapan yang disediakan dalam LKS menulis teks hasil observasi ini.

Pengaruh latihan lompat tali (rope skipping) terhadap prestasi lari 100 meter pada sswa putra kelas II SMP Negeri 6 Malang peserta kejurda atletik se Malang Raya tahun 2003 oleh Wiwied Widieatmoko

 

Pengaruh pemberdayaan karyawan dan iklim organisasi terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja (studi pada PT Telkom Indonesia Witel Jatim Selatan Malang) / Ayudesta Wardaningrum

 

Wardaningrum, A. 2014. Pengaruh Pemberdayaan Karyawan dan Iklim Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja (Studi Pada PT Telkom Indonesia Witel Jatim Selatan Malang). Skripsi, Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si, (II) Drs. I Nyoman Saputra, M.Si. Kata Kunci : Pemberdayaan Karyawan, Iklim Organisasi, Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan Terdapat empat variabel penelitian dalam penelitian ini diantaranya Pemberdayaan Karyawan, Iklim Organisasi, Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuh mengetahui pengaruh parsial antara Pemberdayaan Karyawan dan Iklim Organisasi terhadap Kepuasan Kerja, Pemberdayaan Karyawan dan Iklim Organisasi terhadap Kinerja Karyawan dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Selain itu, tujuan penelitian ini juga untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung dari keempat variabel tersebut.     Penelitian ini termasuk dalam penelitian asosiatif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis Path. Subjek penelitian ini adalah karyawan PT Telkom Indonesia Witel Jatim Selatan Malang yang kemudian sampel diambil diambil dengan menggunakan metode Proportionate Stratified Random Sampling sehingga diperoleh sebesar 116 sampel. Metode pengumpulan datanya dilakukan dengan teknik wawancara, angket/kuisioner, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pemberdayaan Karyawan berpengaruh langsung, positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, (2) iklim organisasi berpengaruh langsung, positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, (3) Pemberdayaan karyawan berpengaruh langsung, positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, (4) Iklim organisasi berpengaruh langsung, positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan, (5) Kepuasan kerja berpengaruh langsung, positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dan (6) Pemberdayaan karyawan dan iklim organisasi melalui kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan penelitian ini penulis merekomendasikan agar aspek-aspek dalam variabel bebas diteliti lebih luas, terutama pada variabel iklim organisasi untuk lebih dapat meningkatkan kinerja karyawan.

Penerapan percentage - of - receivables approach untuk pencatatan piutang tak tertagih pada PT. PLN (Persero) distribusi Jawa Timur Cabang Malang / oleh Syarifah Aini

 

Pengaruh strategi pembelajaran timbal balik berbantuan multimedia terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPA SMAN 2 Malang pada pembelajaran kimia materi sistem koloid / Arif Lukman Hakim

 

Hakim, Arif Lukman. 2014. Pengaruh Strategi Pembelajaran Timbal Balik Berbantuan Multimedia Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPA SMAN 2 Malang Pada Pembelajaran Kimia Materi Sistem Koloid. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Srini M. Iskandar, Ph.D., (II) Habiddin, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Pembelajaran Timbal Balik, Multimedia, Prestasi Belajar     Strategi pembelajaran timbal balik mendorong siswa untuk lebih berperan aktif dalam kelompok dan membantu siswa secara personal dalam memahami teks bacaan. Namun strategi pembelajaran timbal balik juga mempunyai beberapa kelemahan, salah satunya yaitu strategi pembelajaran ini harus dijelaskan terlebih dahulu sebelum diterapkan kepada siswa. Penerapan strategi pembelajaran timbal balik berbantuan multimedia bertujuan untuk memperbaiki pemahaman membaca siswa dalam materi sistem koloid. Tujuan penelitian adalah mengetahui prestasi belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan multimedia pada strategi pembelajaran timbal balik dan strategi pembelajaran timbal balik saja.     Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasy experimental design dengan post test only control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Intrumen untuk mengambil data prestasi belajar adalah tes ulangan harian. Teknik analisis data penelitian dilakukan dengan analisis statistik dan deskriptif. Pengujian hipotesis mengunakan independent samples t-test pada tingkat signifikansi 0,05 dengan bantuan program SPSS 16 for Windows.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pelaksanaan pembelajaran menggunakan multimedia pada strategi pembelajaran timbal balik pada kelas eksperimen dan strategi pembelajaran timbal balik pada kelas kontrol berlangsung cukup baik namun alokasi waktu belum sesuai dengan RPP, 2) ada perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa kelas eksperimen ( = 82,94) dengan kelas kontrol ( = 79,36), 3) Secara umum dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh penggunaan multimedia pada strategi pembelajaran timbal balik terhadap prestasi belajar siswa. Prestasi belajar siswa pada kelas eksperimen yang dibelajarkan menggunakan strategi pembelajaran timbal balik berbantuan multimedia ( = 82,94) menurun dibandingkan dengan kemampuan awalnya ( = 85,17). Prestasi belajar siswa pada kelas kontrol yang dibelajarkan menggunakan strategi pembelajaran timbal balik ( = 79,36) menurun dibandingkan dengan kemampuan awalnya ( = 82,86).

Peranan administrasi pemungutan pajak dan wajib pajak dalam meningkatkan penerimaan PBB sektor perkotaan di Kantor PBB Kota Blitar / oleh Ina Fefiani

 

Upaya peningkatan keteramilan proses dan motivasi belajar fisika siswa kelas II-B melalui penerapan pembelajaran model siklus belajar di SLTP Laboratorium Universitas Negeri Malang tahun ajaran 2002/2003 oleh Ika Rahmawati

 

Analisa sistem persediaan di Perusahaan Keramik Sudirman Malang / oleh Sri Gunarti

 

Penerapan sistem akuntansi penganggaran pendapatan daerah di instansi pemerintahan Kabupaten Blitar / oleh Ise Ratnawati

 

Format pembelajaran, format penilaian, dan kecakapan hidup (life skills) pada pembelajaran biologi semester 2 tahun ajaran 2002/2004 di SMP Negeri 4 Malang pasca sosialisasi kurikulum 2004 oleh Aan Khuriyah

 

Gagasanb aru sebagaiw ujud penyernpurnaank urikulum adalahk urikurum berbasis kompetensi yang rencananya diberrakukan pada tahun 2004. Kurikulum 2004 (kurikulum berbasisk ompetensi)m anggunakanp endekatanb erbasis kompetensi, sehingga diharaptan dapat diwujudkan lurusan pendidikan yang be'ttompeen sosialisasi kunkulum 200a sudah dilaksanakan di sekolah-sefohh dan untuk pengernbanganle bih lanjut adalaht ergantungb apimana guru dapat mengrmplemenasikannyad alam kegiatanp embelajaran.r enerapanf mrutum berbasisk ompetensid iiringi dengans trategip embetajarank ontelsrual dan penilaian yangjuga berbasisk onteksnnl , yaitu denganm enggunakanfo nnat asesrnena utentik. Penelitiand ilaksanakanu nhrk mangetahuiformatp embelajaran, format penilaian, dan kecakapan hidup (Life skl/s) ying diterapkan or.rt gu. Biologi pada pembelajaran Biologi pasca iosialisari t**utu*ZOOq. Penelitian dilalorkan di sMp Negeri 4 Malang pada bulan Mei sampai Juni 2004.J enisp enelitiana dalahd iskriptif Subyeky angd -itelitia aaah guru b;togl kelas I dan guru biologi kelas 2. Data yang diperotJtr aoatatr berupa"format pembelajaranf,o rmatp enilaiany ang diterapkand, an kecakapayna ngd iberajarkan olefr guru biologi" Hasil penelitian menturjukkanb ahwa format pemberajarany ang diterapkan oleh guru kelas l adalaht idak menggunakans ikrusbetalar,iicat aoaLut".i ' kontekstual dalam pembelajaran, tidak ada kegiatan konJtuktivisme, tidak ada inkuiri sains,m etoded an rcknik pernbelajaran-masikhu rang bervariasi,t iaat Ja silabus dan skenario pembelajaran yang dibuat guru. pada guru kelas 2 sudah melaksanakasni klusb elajar,a dam aterik onteksruadl alamlembelaja ran,a di kegiatan konstruktivismea, da inkuiri sains,t etapif ormatp embelajirante rsebut belurn konsisten dilaksanakan pada semua topikbahasan. Metode dan teknik pembelajarany ang diterapkang uru sudahb ervariasid an banyakm etode-metode yang bermuatank ontekstual,b elum ada skenariop embelajarand alam rencana pembelajarans,u daha das ilabusy ang dibuatg uru, tetapi -belum memenuhi kaioatr podomanpengembangansi labus.F ormat penilaiany ang zudafra iteraphn [Ja kelas I adalah ryFr-and-pencil t"tt,penilaian ternan sejawat, aan peie.;ain rumah Sedangkanp ada ketas 2tardapatp aper-and-pencirr esr,p enilaiariteman sejawat,p resentasdi an diSkusi,s ertap ekery'aarnu mah. Kecakap'any ang dibelajarkaonle hq uru,p adak erast aank itas2 adalahk€ cakapairniu foi, fecalapans osiald, ank ecakapabne rpikira sionaKl. ecakapanfouamoie tiputi kerajinarkl etelitiank,e beraniakne, sopanaKne. cakapasno siaml eliputti< eriasama kelompok,m enerimap endapadt an memberikanp endapatK. ecakapanb erpikir rasionabl erupap enguasaakno nsep. Bertitik tolak dari penelitian ini, beberapa saran yang dapat dikemukakan adalah( l ) dalamm enerapkanfo rmat pembetajarasne suadi enganK urikulum 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi) yaitu pembelajaran yang bermuatan kontekstuals, ebagaai lternatifgurud apatm emanfaatkasna ranad anp rasarana yangada di lingkungan sekitar sekolah sebagai media dalam pernbelajaran. Misalny4 mengajak siswa untuk belajar diluar kelas dengan memanfaatkan lingkungan yang ada di lingkungan sekitar sekolah, (2) dalam penerapan format penilaians esuadi enganK urikulum 2004( Kurikulum BerbasirKompetensiy) aitu denpn ase$nena utentik guru diharapkand apat mempertahankanfo rmat penilaian autentik yang sudaha da dan berusahau ntuk mengembangkanfo rmat lsesmen autentik yang lain, misalnya: portofolio, wawancara (inten:iew\,asesmen kineqa Qtedormancea sesmen),t es pengalamanla ngsung( har ds-on asiessment)., p€nggnaan p€rtanyaan,d an lain-latL (3) guru dapatm engernbangkanp cnerapan kecakapan hi&tp (Lrfe sblls) dari yang dibelajarftan dan pada attrimya ailaditan tujuan pembelajarany ang dievaluasih asilnya.

Persepsi tuna netra terhadap layanan pendidikan, sikap masyarakat dan kelainannya di Panti Sosial Bina Netra Budi Mulyo Malang
oleh Khalimatus Sa'diyah

 

Mekanisme pelaksanaan penagihan aktif dan analisis tingkat kepatuhan membayar pajak pada kantor PBB Kota Blitar / oleh Dyah Pramesthi Purbosari

 

Pelaksanaan kurikulum muatan lokal bahasa Madura bagi siswa yang berbahasa jawa di Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan
oleh Musrifah

 

Kemampuan menulis naskah drama siswa kelas VIII A SMP YPK Malang tahun pelajaran 2013/2014 / Moh Faizal Baun

 

Baun, Moh Faizal. 2014. Kemampuan Menulis Naskah Drama Siswa Kelas VIII A SMP YPK Malang. Skripsi, Jurusan Bahasa Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Roekhan, M. Pd. Kata Kunci: kemampuan menulis, naskah drama.     Karya sastra meliputi puisi, prosa, dan drama. Ketiga bentuk karya sastra tersebut masuk dalam materi Bahasa Indonesia SMP. Setiap guru Bahasa Indonesia mempunyai kewajiban menjalankan pembelajaran tersebut kepada siswa. Salah satu pembelajaran sastra di SMP adalah pembelajaran menulis naskah drama. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan menulis naskah drama siswa SMP YPK Kelas VIII A Malang. Penelitian ini, difokuskan pada kemampuan menulis naskah drama dari segi alur, dialog, dan kelayakan pementasan.     Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas VIII A yang berjumlah 15 siswa dan berupa teks naskah drama yang ditulis oleh siswa. Akan tetapi, pada saat penelitian tes kemampuan menulis naskah drama terdapat 1 siswa yang tidak datang, sehingga jumlah sampel penelitian ini menjadi 14 siswa. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data adalah selembar soal yang berisi tugas untuk siswa agar menulis sebuah naskah drama sesuai dengan pengalaman pribadi masing-masing. Analisis data yang dilakukan dengan langkah-langkah berikut (1) persiapan, (2) pengkodean, (3) penilaian dan (4) penafsiran.     Berdasarkan analisis data kemampuan menulis naskah drama dari segi alur 3 siswa (21,4%) yang mencapai kualifikasi sangat baik, kualifikasi baik 2 siswa (14,2%), kualifikasi kurang 5 siswa (35,7%), dan 4 lainnya (28,7%) mencapai kualifikasi sangat kurang. Pengumpulan data ini dilakukan pada tanggal 14 Mei 2014, di SMP YPK Malang. Kemampuan menulis naskah drama dari segi dialog atau percakapan menunjukkan 1 siswa (7,1%) mencapai kualifikasi sangat baik, 3 siswa (21,4%) mencapai kualifikasi baik, dan kualifikasi kurang dicapai oleh 4 siswa (28,7), sedangkan 6 siswa (42,8%) mencapai kualifikasi sangat kurang. Dari segi kelayakan pementasan, tidak ada satupun siswa yang mencapai kualifikasi sangat baik. Kualifikasi baik sebanyak 1 siswa (7,1%), kualifikasi kurang sebanyak 7 siswa (50%), dan 6 siswa (42,8%) mencapai kualifikasi sangat kurang.      Jadi pada dasarnya masih diperlukan pembelajaran tentang menulis naskah drama yang lebih intensif, sehingga siswa bisa lebih baik dalam menulis sebuah naskah drama. Kemudian saran bagi peneliti lain, temuan penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan dalam melakukan penelitian sejenisnya, atau bagi peneliti yang lain yang ingin mengkaji kemampuan yang sama dengan kompetensi dasar yang berbeda.

Karakterisasi kelistrikan karbon arang kayu oleh Rr. Sukma Adawiyah

 

Karbonm erupakans alahs atus enyaway angb anyakt erdapadt i alam' rn*p"nvuite.,rrltan dank eistimewaanP' enelitiante ntanga rangk ayuy ang ffiil;Jah satu b";;k dr" karbon masih jarang dilakukan terutama tentang sifat listriknYa. Arangk ayud ikaraktensaskie listrikannyam elaluim etodep engambiland ataa rusteganganM. etode ini dru-lukan untuk mengetahuhi ubunganr apat arus-tegangadna n nJUun'gakno nduktivitas-suhu-resistivitas' Sampevl unga igt;;ku" Jalamp enelitianin i berbentukb ulk' Penelitianin i dilaksanakaani f,aboratoriumF isikaM aterialJ urusanF isikaF MIPA UM padab ulan Juni-Agustu2s0 04. Berdasarkananalisishasilpenelitiandiperolehnilairapatarusyangsemakin meningkat dengan ""ik"y";;;dii "lui t ot inniultut yang semakin meningkat denganb ertambahnyatt i"'-t' otuon ilai resistivitasy ang semakinm enurund engan ""itv"-ttttt. Hal inimenunjukkanb ahwas uhumempengaruhrai pata rus' konduktivitaso un. "rrrtrl[J, ,"r"i" itu memperlihatkabna hwas ampetle rgolong semikonduktor. -. Berdasarkanhasilpenelitianini,dapatdisarankanagardilakukanpenelitian lebihl anjut,m isalnyau ntrilime"getattu.lb bititur listrik dans useptibilitapsa da arangk ayua un- "n|uo,tu'" il;lt6-t ini sebagalia ngkaha wal untukm elakukan fin"iltlu" yang lebih jauh lagi terhadap arang kayu'

Persepsi dosen terhadap kriteria realitas, dan harapan dalam pelaksanaan seleksi calon pimpinan struktural di lingkungan IKIP MALANG / oleh Muh. Huda A.Y.

 

Penerapan metode bamboo dancing untuk pembelajaran kosakata Bahasa Jerman pada siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang / Rike Apriyantinah

 

ABSTRAK Apriyantinah, Rike. 2015. Penerapan metode Bamboo Dancing untuk pembelajaran kosakata bahasa Jerman pada kelas X SMA Negeri 9 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Rizman Usman, M.Pd. (II) Desti Nur Aini, S.S., M.Pd. . Kata Kunci: metode pembelajaran, Bamboo Dancing, pembelajaran kosakata bahasa Jerman Kosakata merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam pembelajaran bahasa. Dengan penguasaan kosakata, siswa dapat membaca, menulis, berbicara, dan menyimak. Untuk dapat mengusai kosakata diperlukan adanya pembelajaran kosakata bahasa Jerman. Berdasarkan hal tersebut peneliti menerapkan metode Bamboo Dancing sebagai metode pengajaran dalam pembelajaran kosakata bahasa Jerman untuk penguasaan kosakata. Dalam metode Bamboo Dancing, siswa dituntut aktif dalam proses pembelajaran. Siswa berdiri saling berhadapan dan menari bersama searah jarum jam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Bamboo Dancing pada pembelajaran kosakata bahasa Jerman di SMA Negeri 9 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah siswa kelas X-2 SMA Negeri 9 Malang tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 22 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode Bamboo Dancing membuat pembelajaran lebih menarik, efektif, dan efisien. Karena siswa lebih aktif, senang, dan tidak bosan, dalam pembelajaran kosakata bahasa Jerman khususnya Nomen dan Artikel.

Dampak pemberian aturan dalam menentukan jumlah peb pada atom pusat molekul dengan substituen atom oksigen terhadap kemampuan dalam menuliskan struktur lewis pada siswa kelas II SMA Negeri 1 Pasuruan oleh Nurfani Hendriyanti

 

Penulisanst rukturl cwis merupakasna lahs atum aterid alamp okokb ahasan ikaAnk imia yangs eringm enimbulkanke sulitanb agis iswa.O lehk arenait u jika siswam engalamkie sulitand alamm enuliskans trukturlewis,m akakernrmgkinan siswati dak-dapamt enunjukkatne rjadinyaik atank ovalenb, aik itu ikatank ovalen dalams uatum olekula taui on. Dalamp engajarapne nulisans nukturL ewisd i SMA belumd iberikana turent entangp enentuanjumlaPhE Bp adaa tomP usatH. al ini memungkinkasnis wam enemuki esulitand alamm enuliskans tnrkturl ,ewism olekul ataui oq khususnyyaa ngm emiliki PEBp adaa tomp usatnyaP. enelitianin i bertujuan untuk:( l) mengetaltupie ngaruhp emberiana turand alarnm enentukajunm lahP EB padaa tomp usat erhadapk emampuasni swaS MA kelasI I dalamm enulislcasnt ruktur Lewis.( 2) mengetahupie nyebaubt amak esulitans iswaS MA kelasI I dalam menuliskasnm kar Lewism olekuld engans ubstituena tomo ksigen. Penelitianin i merupakapne nelitiand eskriptife ksperimentadle ngan rancangaOn neG roupP retest-PosteDste srir. Populaspi enelitianin i adalahs iswa kelasI I SMAN egeriI Pasuruatna hunx jaran20D2?00y3u rg terdiri dari enank elas yaituk elasI I.l sampadi enganIL 6. Berdasarkanni lai rata-ratak elasb idangs ffii kimiak eenamk elast ers€bubt ersifath omogerS{. ampepl enelitianin i adalahk elasI I.2 dant r.6 dipilih secarau ndiany angt erdiri dari 60 orangs iswa.k rstrumenp enelitian ini berupate ss ubyektiyf angr crdiri dari 13i tem dant iap itemt erdiri dari empats ubitem. D ari hasilu ji cobad iperolehv aliditasi si sebesa1r 00% danr eliabilitast es diukurd enganru musK R-20,s ebesa0r, 75.D atad ianalisisd enganu ji perbedaadnu a rata-rata. Hasilp enelitiany angd iperoleha dalah(:1 ) kemampuasni swad alam menuliskansf uktur kwis setelahp emberiura turand alamm enentukajunm lsh PEB atomp usatm olekuld engans ubstitueant omo ksigenle biht inggi dibandingkan sebelump emberiana turan(. 2) Penyebaubt amak esulitans iswad alamm enuliskan strukturL ewisa dalahm enghitunjgu mlahP EBp adak ulit valensai tomp usat.

Identifikasi penggunaan analogi dalam buku teks kimia SMU oleh Yani Kurniati

 

Penggunaan tepung beras merah sebagai bahan perekat (binder) nugget ayam dan penambahan jumlah telur untuk memperkuat tekstur nugget / I'anatu Inziah

 

Inziah, I’anatu. 2014. Penggunaan Tepung Beras Merah Sebagai Bahan Perekat (Binder) Nugget Ayam dan Penambahan Jumlah Telur Untuk Memperkuat Tekstur Nugget. Tugas Akhir. Program Studi D3 Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes. (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: Tepung Beras Merah, Nugget Ayam     Nugget merupakan makanan siap saji yang terbuat dari daging giling yang dicetak dalam berbagai bentuk potongan dan dilapisi dengan tepung berbumbu. Tepung beras merah adalah tepung yang dihasilkan dari penggilingan beras merah menjadi butiran halus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan formulasi nugget ayam menggunakan tepung beras merah sebagai bahan perekat (binder), serta untuk mengetahui tingkat kesukaan penelis terhadap rasa, warna, dan tekstur nugget ayam menggunakan tepung beras merah sebagai bahan perekat (binder) nugget ayam dan penambahan jumlah telur untuk memperkuat tekstur nugget.     Uji coba pembuatan nugget ayam menggunakan tepung beras merah sebagai bahan perekat (binder) nugget ayam dan penambahan jumlah telur untuk memperkuat tekstur nugget dilakukan sebanyak dua kali. Percobaan pertama menggunakan tepung beras merah 25 gram, menghasilkan nugget ayam berwarna putih pucat, adonan kurang padat dan kurang kenyal. Hasil yang diperoleh dari percobaan pertama kurang optimal, sehingga dilakukan uji coba kedua dengan penggunaan tepung beras merah 50 gram dan penambahan jumlah telur yang semula 7 gram menjadi 14 gram. Uji coba kedua menghasilkan tekstur nugget ayam yang lebih padat, dan berwarna abu-abu. Berdasarkan hasil uji coba formula nugget ayam menggunakan tepung beras merah sebagai perekat (binder) , formula yang kedua dipilih sebagai formulasi yang digunakan untuk penelitian utama. Panelis yang dipilih agak terlatih yang berjumlah 30 orang yaitu, mahasiswa D3 Tata Boga angkatan 2012 dan mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga angkatan 2011. Uji kesukaan panelis terhadap produk dilakukan dengan cara memberikan sampel produk dan dilanjutkan mengisi angket uji kesukaan. Analisis uji kesukaan menggunakan analisis deskriptif yang disertai penjelasan kesukaan panelis terhadap rasa, warna, dan tekstur. Formula resep yang digunakan yaitu formula yang kedua, menggunakan tepung beras merah sebanyak 50 gram dan telur 14 gram, yang menghasilkan produk nugget memiliki tekstur padat dan berwarna abu-abu. Hasil uji hedonik menunjukkan tingkat kesukaan rasa nugget ayam adalah 86,7 % panelis menyatakan suka, uji kesukaan pada warna nugget ayam adalah 46,7 % panelis menyatakan agak suka, uji kesukaan tekstur 66,7 % panelis menyatakan suka. Pembuatan nugget ayam menggunakan tepung beras merah sebagai perekat disarankan pada proses pemotongan nugget dipotong dalam keadaan dingin. Proses battered dan breaded dilakukan dua kali, supaya hasil jadi nugget ayam lebih rapi. Nugget ayam dapat ditambahkan sayuran untuk meningkatkan mutu dan nilai gizi.

Validasi media pembelajaran alat ukur berat dan ringan di TK. PKK Sumbersuko Gempol Pasuruan / oleh Saidatul Aslamiyah

 

Penerapan model pembelajaran quantum learning untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran matematika di kelas IV SD Negeri Bajang 02 Kecamatan Talun Kabupaten Blitar / Fitria Linda Kurniawati

 

Kata Kunci: Quantum Learning, hasil belajar, siswa Hasil observasi awal yang telah dilakukan di SDN Bajang 02 pada mata pelajaran Matematika materi bangun ruang, diperoleh data bahwa siswa belum menguasai materi bagun ruang. Hal ini ditandai dengan hasil belajar yang dipe-roleh siswa pada tes akhir pembelajaran hanya 55% siswa yang nilainya sesuai dengan standar ketuntasan kelas dan 45% siswa lainnya belum memenuhi standar ketuntasan kelas yang ditetapkan. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan suatu perbaikan pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran model Quantum Learning. Model Quantum Learning merupakan model yang digunakan dalam pem-belajaran Matematika dapat membawa siswa belajar dalam suasana yang lebih nyaman dan menyenangkan. Siswa akan mendapatkan pengalaman belajar saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Dalam kegiatan pembelajaran, guru berperan sebagai penggerak atau pembimbing, sedangkan siswa berperan sebagai penerima atau yang dibimbing. Model penelitian yang digunakan adalah model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau dalam bahasa asing sering dikenal Classroom Action Research (CAR) dengan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pu-taran spiral, melalui dua siklus pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas ini ber-tujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar mata pelajaran Matematika pada siswa kelas IV Sekolah Dasar dengan menggunakan model Quantum Lear-ning. Penelitian ini dilakukan terhadap 20 siswa kelas IV SD Negeri Bajang 02 pada semester II tahun ajaran 2009/2010. Jenis data dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Bajang 02. Sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik observasi, angket, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Quantum Lear-ning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan rata-rata persentase ketuntasan belajar sis-wa pada pra tindakan 55% menjadi 75% pada siklus I, sehingga terjadi peningka-tan sebesar 20%. Sedangkan paa siklus II ketuntasan belajar mencapai 85%, hal ini menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar sebesar 10%. Simpulan hasil penelitian memberikan informasi bahwa penerapan model Quantum Learning pada kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas be-lajar siswa dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Saran diharapkan guru dapat menerapkan pembelajaran dengan model Quantum Learning sehingga siswa lebih aktif dalam belajar dan meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian bagi peneliti sendiri agar dapat menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman khususnya berhubungan dengan pendidikan yang ditempuh. Selain itu diharapkan juga dapat menambah wawasan dalam dunia penelitian pendidikan agar mutu pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik.

Validasi media pembelajaran piramida ajaib di TK Muslimat NU 07 Malang / oleh Ratna Umu Fadilah

 

Perencanaan sensor temperatur kipas pendingin radiator pada daihatsu feroza / oleh Avied Rakhman

 

Kajian tentang penjelasan analogis dalam buku pelajaran kimia SMA kelas III yang digunakan di SMA Kota Malang oleh Khairul Iffandi

 

Terdapat tiga aspek penting yang harus diperhatikan dalam memahami ilmu kimia yaitu aspek makroskopis, sub mikroskopis dan simbolik. Hakekat ilmu kimia inilah yang diyakini membawa kesulitan bagi siswa yang lemah dalam kemampuan visualisasi atau berfikir abstrak. Unhrk mangatasi hal ini guru dapat membantu siswa memperoleh pemahaman konseptual dengan memakai alat pengajaran seperti model dan penjelasan analogis. Sumber penjelasan analogis guru sangat bervariasi diantaranya adalah buku pelajaran dan jumal. Tujuan penelitiana dalahu ntuk: (l) Mendeskripsikanb uku-buku pelajarank imia SMA kelas III yang paling banyak menggunakan penjelasan analogis dalam menyampaikan konsep.konsep kimia; (2) Mengidentifikasi lokasi purjelasan analogisy ang disajikano leh penulis;( 3) Mendeskripsikanb agaimanakaphe nulis menyajikan penjelasan analogisnya yang meliputi: (a) Efek visualisasi; (b) Hubungan analogis wfima analog dan target; (c) Tingkat kesulitan; (d) Tingkat abstraksi analog dan konsep targeq (e) Posisi relevansi antara analog dan konsep target;( f Tingkat pengayaan(;g ) Carap enulism enunjukkanp enjelasana nalogis; (h) Keterbatasan penjelasan analogis; (4) Menganalisis penjelasan analogis yang disampaikan oleh penulis yang mengandung konsep analog yang salah, (5) Menganalisis ketrnggulan dan kelemahan dari penjelasan analogisnya; (6) Menganalisisp enjelasana nalogisy ang lebih baik. Penelitian ini adalah deskriptif. Obyek penelitian adalah tujuh buku pelajaran" Kimia SMA Kelas III" yang ditulis oleh Liliasari (Balai Pustaka)I;r fan Anshory (Erlangga); M. Purba (Erlangga); Yayan Sunarya (Grafindo); Tina dkk. (Bumi Aksara); Poppy dkk. (Rosda Karya); Elly Marwati dkk. (Angkasa Bandung). Insfrunen penelitian adalah peneliti sendiri. Data yang berupa deskripsik onsep-konseypa ng menggunakanp enjelasana nalogisd ianalisiss esuai dengan tujuan penelitian. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) Buku yang paling banyak menggunakan penjelasan analogis adatah buku yang ditulis oleh Irfan Anshory @rlangga)d engan9 buah penjelasana nalogis;( 2) Lokasi penjelasan analogisy ang banyakd isajikano leh penulisy aitu pada pokok bahasanP: rotein; Kmbohidrat; Biomolekul dan metabolisme; Struktur atom; Gas mulia; Senyawa karbon; Haloalkana; (3) Penulis dalam menyajikan penjelasan analogisnya dari 13 yang teridentifikasi maka didapal Efek visualisasi memiliki format verbal; Hubmgan analogis antara analog dan tmget cenderung terhubung secara struktural-fungsional; Tingkat kesulitan penjelasan analogis cukup dipahami; Tingkat abstraksi analog dan konsep target mempunyai tingkat kognitif bersifat konlrit/abstrak; Posisi relevansi antma analog dan konsep target cenderung sesudah konsep target ditunjukkan; Tingkat pengayaan banyak memiliki tingkat petrgayirut diperluas; Penulis memberikan petunjuk adanya penjelasan analogis; Penulis tidak memberikan batasan secara keseluruhu. (4) Penjelasan analogis yang disampaikan oleh penulis mengandung 3 buah analogi yang salah yaitu pada pokok bahasan sistim periodik, konsep posisi gas mulia dalam SPU; pokok bahasan Rantai polimer pada selulosa, konsep karbohidrat; pokok bahasan haloalkana, konsep reaksi adisi; (5) Kelemahan penjelasan analogs yang dikemukakan: Tidak adanya batasan penjelasan analogis; Penjelasan analogis yang digunakan mernpunyai dua sifat penyumbang dan hanya menyatakantarget seperti analog tanpa disertai penjelasan panjang lebar; Petunjuk analogis yang digunakan kurang spesifik, sedangkan keunggulan penjelasan analogisnya adalah: Penjelasan analogis yang dikemukakan sudah sesuai dengan konsep target; Penjelasan analogisnya ditampilkan secara sederhana tapi bisa menjelaskan konsep target; (6) Berdasarkan penjelasan analogis yang disampaikan penulis telah dibuat penjelasan analogis yang lebih baik yang dikemukakan oleh penulis, peneliti maupun dari jumal-jumal kimia.

Prototipe pengatur lampu lalu lintas berbasis PLC dilengkapi detektor volume lalu lintas / oleh Eko Septianto dan Juli Retno Kumala

 

Peningkatan hasil belajar matematika materi pecahan pada siswa kelas III dengan menggunakan media benda kongkrit di Sekolah Dasar Negeri Candirenggo 02 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang / Anik Kasijani

 

Kata Kunci: Media Benda kongkrit,belajar,berfikir MatematikaSD Pembelajaran matematika untuk kelas III SDN Candirenggo 02 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, kurangnya siswa memahami operasi hitung pecahan saat pembelajaran berlangsung, dikarenakan guru masih menggunakan pembelajaran satu arah dan belum menggunakan media benda konkret, sehingga nilai siswa rendah dengan nilai rata-rata .Oleh karena itu saat proses pembelajaran siswa belum mencapai atau memenuhi standart ketuntasan belajar 70 yang telah ditentukan oleh satuan sekolah, permasalahan tersebut dicoba diatasi dengan menggunakan media benda konkrit pada siswa kelas III untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika materi pecahan. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keberhasilan siswa dalam pembelajaran matematika materi pecahan dengan menggunakan media benda konkrit dalam penelitian dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana keaktifan belajar siswa melalui pembelajaran media benda konkrit di kelas III SDN Canirenggo 02 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang? 2.Apakah penerapan penggunaan media benda konkrit dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Candirenggo 02 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang pada pembelajaran matematika materi pecahan? Dalam pembelajaran matematika materi pecahan dengan menggunakan media benda konkrit siswa terlibat aktif dan berhasil dengan baik. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas ( PTK ) dan dilakukan dengan siklus yang meliputi :1.merencanakan tindakan(planning) 2.melaksanakan tindakan(action),3. mengobservasi tindakan ( observation ) dan 4 . merefleksi tindakan (reflection). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Canirenggo 02 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang,alat pengumpulan data penelitian ini adalah pedoman observasi wawancara,tes tulis dan dokumentasi Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dari pra tindakan sampai siklus 2 bisa meningkatan hasil belajar siswa dan keaktifan siswa dari rata-rata pra tindakan 50,88 menjadi 62,24 pada siklus 1 dan naik menjadi 77,36 pada siklus 2, demikian juga peningkatan pada ketuntasan hasil belajar pra tindakan 24% atau 6 siswa menjadi 62,24% atau 12 siswa pada siklus 1 dan menjadi 77,36% atau 21 siswa pada siklus 2, tindakan ini sudah tidak dilanjutkan lagi ke siklus berikutnya karena sudah memenuhi standart ketuntasan belajar minimal > 70 yang ditentukan dari sekolah. Didalam pembelajaran materi pecahan dengan menggunakan media benda konkrit pada siswa kelas III, dapat meningkatkan prestasi dan dapat meningkatkan kemampuan siswa, serta aktif pada saat pembelajaran. Dengan menggunakan media benda konkrit saat pembelajaran berlangsung dan menggunakan metode bervariasi yaitu : demonstrasi, diskusi kelompok dan pemberian tugas serta latihan, bagi siswa yang belum tuntas mencapai nilai standart ketuntasan belajar, diharapkan penggunakan media benda konkrit agar pelaksanaan pembelajaran sukses dan memenuhi standart ketuntasan belajar minimal yang ditentukan dari sekolah .

Pembedaan hasil belajar IPS siswa kelas IV dengan pembelajaran model pemerolehan konsep dan pembelajaran konvensional di SDN Bareng 3 Kota Malang / Heni Nurrohmah

 

Kata Kunci : Hasil Belajar IPS SD, Model Pemerolehan Konsep, Pembelajaran Konvensional Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji apakah ada perbedaan hasil belajar siswa kelas yang diajar menggunakan model pemerolehan konsep dan kelas yang diajar dengan pembelajaran konvensional di kelas IV pada mata pelajaran IPS kompetensi dasar mengenal permasalahan sosial yang ada di daerahnya di SDN Bareng 3 Kota Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran model pemerolehan konsep dengan pembelajaran konvensional. Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini adalah “ada perbedaan hasil belajar siswa kelas IV dengan menggunakan model pemerolehan konsep dan pembelajaran konvensional di SDN Bareng Kota Malang” kompetensi dasar mengenal permasalahan sosial yang ada di daerahnya. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi eksperimen (pretes postes control group design). Subjek penelitian melibatkan siswa kelas IVB dan IVC semester dua SDN Bareng 3 kota Malang sebanyak 64 siswa yang terbagi atas dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan model pemerolehan konsep dan yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional dengan harga probabilitas (sig) 0,007 dan thitung=2,773. Penelitian ini menunjukkan nilai p (sig) < 0,05 dan thitung (2,773) > ttabel (1,670) yang berarti peneliti dapat membuktikan hipotesis. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah hasil belajar kelas yang diajar dengan model pemerolehan konsep di kelas eksperimen lebih tinggi jika dibandingkan dengan pembelajaran konvensional dengan taraf signifikansi 0,007. Saran yang dapat diajukan dari penelitian ini yaitu, (1) sekolah disarankan untuk menerapkan pembelajaran model pemerolehan konsep untuk meningkatkan hasil belajar, (2) guru disarankan untuk menggunakan model pemerolehan konsep sebagai salah satu alternaltif pilihan dalam praktik pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang maksimal (3) bagi peneliti selanjutnya, hendaknya melakukan eksperimen lanjutan menggunakan model pemerolehan konsep dalam pembelajaran IPA, PKn, Bahasa Indonesia dan mata pelajaran lainnya.

Pengembangan bahan ajar mata pelajaran jaringan dasar kelas X semester I Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan Sekolah Menengah Kejuruan / Wahyu Muhammad Shidqi

 

Pengaruh rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio leverege terhadap profitabilitas pada perusahaan real estate dan property yang terdaftar di BEJ (periode pengamatan tahun 2002-2005) / Sri Handayani

 

Profitabilitas merupakan salah satu faktor untuk menilai baik buruknya kinerja perusahaan. Profitabilitas yang tinggi mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba melalui kegiatan operasioanalnya juga tinggi. Sebaliknya, profitabilitas yang rendah mencerminkan kegiatan operasional perusahaan kurang baik sehingga kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba menjadi rendah. Profitabilitas yang rendah akan berpengaruh terhadap menurunnya tingkat kepercayaan pihak external kepada perusahaan. Melihatnya pentingnya profitabilitas bagi suatu perusahaan, maka tugas seorang manajer untuk selalu memonitor tinggi rendahnya profitabilitas. Salah satu alat yang digunakan untuk memonitor tinggi rendahnya profitabilitas adalah dengan rasio-rasio keuangan. Rasio-rasio keuangan memonitor profitabilitas perusahaan dengan menganalisis laporan keuangan perusahaan sehingga akan diperoleh hasilnya yang kemudian diketahui kondisi perusahaan tersebut. Dengan demikian penelitian ini mengkaji tentang pengaruh rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio leverege terhadap profitabilitas pada Perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di BEJ. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaiman pengaruh rasio likuiditas, rasio aktiviytas, dan rasio leverege secara simultan maupun parsial terhadap profitabilitas pada Perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di BEJ. Penelitian yang dilakukan di Pusat Data Bisnis Universitas Negeri Malang ini ditekankan pada analisis terhadap laporan keuangan Perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di BEJ. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Analisis rasio keuangan yang digunakan adalah analisis rasio likuiditas, rasio aktivitas, dan rasio leverege terhadap profitabilitas. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda dengan asumsi klasik yaitu uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, dan uji normalitas. Sedangkan pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t dan uji F. Hasil pengolahan data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa rasio likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas, rasio aktivitas berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas, dan rasio leverege berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas pada Perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di BEJ. Rasio likuiditas, rasio aktivitas, dan rasio leverege berpengaruh simultan yang signifikan terhadap profitabilitas pada Perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di BEJ. Diantara ketiga rasio tersebut yang memiliki pengaruh dominan terhadap profitabilitas adalah rasio aktivitas. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan bagi Perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di BEJ dan perusahaan-perusahaan lainnya apabila diketahui bahwa rasio likuiditas < 100% artinya kurang baik, untuk rasio aktivitas apabila diketahui rata-rata rasionya dibawah standar industri artinya rasio aktivitasnya rendah, sedangkan untuk rasio leverege < Rp 1 hutang yang digunakan oleh perusahaan tersebut artinya rendah. Apabila diketahui bahwa rasionya di bawah rata-rata standar rasio maka sebaiknya pihak manajer mengambil kebijakan sehingga perusahaan tidak menderita kerugian. keputusan dalam mengambil kebijakan tersebut diambil sesuai dengan hasil dari laporan keuangan yang telah dianalisis.

Studi pengaruh adanya kurkumin pada penetapan vitamin C dengan pereaksi 2,6 diklorofenolindofenol / oleh Zulaikah

 

Efektivitas intensifikasi dan ekstensifikasi dalam peningkatan penerimaan pajak penghasilan pada tahun 2011-2014 di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Malang Utara / Arief Kharisma Fanani

 

ABSTRAK Fanani Kharisma, Arief. 2015 Efektivitas Intensifikasi dan EkstensifikasiDalamPeningkatan Penerimaan Pajak PenghasilanPada Tahun 2011–2014 di KPP Pratama Malang Utara, Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Hj. Yuli Widi Astuti, S.E., M.Si., CA. Kata Kunci : Intensifikasi Pajak, Ekstensifikasi Wajib Pajak, Penerimaan PPH Pajak merupakan penerimaan negara yang paling potensial untuk membiayai pembangunan nasional karena jumlah penerimaan pajak sangat besar. Penerimaan pajak yang terbesar berasal dari pajak penghasilan, oleh karena itu penerimaan pajak penghasilan perlu dioptimalkan karena akan sangat berpengaruh pada jumlah penerimaan pajak dalam memenuhi target penerimaan pajak yang ditetapkan Dirjen pajak. Menurut Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE - 06/PJ.9/2001Dalam rangka meningkatkan jumlah Wajib Pajak terdaftar dan mengoptimalkan penerimaan pajakmaka ekstensifikasi dan intensifikasi di pandang perlu ditingkatkan. Ekstensifikasi Wajib Pajak adalah kegiatan yang berkaitan dengan penambahan jumlah Wajib Pajak terdaftar dan perluasan objek pajak dalam administrasi Direktorat Jenderal Pajak (DJP).Intensifikasi pajak adalah kegiatan optimalisasi penggalian penerimaan pajak terhadap objek serta subjek pajak yang telah tercatat atau terdaftar dalam administrasi DJP. Untuk mengetahui peran dari intensifikasi dan ekstensifikasi pajak maka dilakukan wawancara dengan petugas pajak yang berwenang melakukan tindakan intensifikasi dan ekstensifikasi yang kemudian dibandingkan dengan peraturan yang berlaku. Selanjutnya dianalisis mengenai target dan realisasi pajak penghasilan untuk mengetahui tingkat efektivitas dari intensifikasi dan ekstensifikasi dalam peningkatan penerimaan pajak penghasilan Dengan menganalisis target dan realisasi yang dicapai KPP Pratama Malang Utara pada tahun 2011-2014 diketahui bahwa penerapan ekstensifikasi dan intensifikasi pajak di KPP Pratama Malang Utara sudah cukup maksimal karena tingkat efektivitasnya masuk dalam kategoriefektif. Namun terjadi penurunan pada tingkat penerimaan pajak dari tahun ke tahun, sehingga perlu ada perbaikan dalam program ekstensifikasi dan intensifikasi agar tidak terjadi penurunan dalam tingkat penerimaan pajak. Untuk itu disarankan pihak KPP Pratama Malang Utara dapat memaksimalkan lagi program baru yaitu PP 46 yang memudahkan Wajib Pajak untuk menghitung jumlah pajak penghasilan terhutangnya, serta meningkatkan kinerja ekstensifikasi dengan memaksimalkan penjaringan wajib pajak yang bergerak dibidang bisnis online.

Pendeskripsian tari tamborin sebagai tari religi / Satriyana Prasetya Wijayanti

 

Kata kunci: tamborin, tari, religi, deskripsi Sejak menjelang tahun 1980-an Tari Tamborin mulai digunakan dalam acara ritual gereja di Indonesia. Saat ini tari tersebut telah diterima dan digunakan dalam acara kebaktian raya di banyak gereja di Indonesia. Persebaran tari tersebut cukup pesat, demikian juga yang terjadi di Kota Malang. Meskipun demikian, sejauh ini belum pernah ada upaya untuk meneliti dan mendeskripsikan ragam tari tersebut secara akademis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Tari Tamborin sebagai tari religi menurut dimensi gerak, musik, dan rupa serta aspekaspek lain yang terkait dengan keberadaannya. Penelitian ini dilakukan di beberapa gereja di Kota Malang. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan tipe penelitian naturalistik. Informan kunci yang dijadikan sumber data ialah para pelaku Tari Tamborin yang terdiri atas para pelatih dan penari tarian tersebut. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dipertajam dengan penggunaan metode triangulasi. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan sebagai berikut. (1) Tari Tamborin berkembang sebagai tari religi karena terdapat dalam kegiatan ritual ibadah Kristiani pada gereja-gereja berdenominasi; (2) Tarian ini digunakan sebagai pengiring saat penyembahan dan pujian; (3) Properti yang digunakan dalam Tari Tamborin, yaitu tamborin, cop stick, tanpa alat, pom-pom, banner, atau stick dengan pita di ujungnya; (4) Busana yang digunakan model atasan menggunakan kaus putih yang pres dengan tubuh. Bagian luarnya berwarna cerah atau kalem. Bawahannya rok putih berjenis satin. Alas kaki menggunakan sepatu Tari Balet; (5) Pelatihan Tari Tamborin agar penari memahami gerak, maka dilakukan dengan mengulang tiap ragam gerak 3 sampai 6 kali. Dalam menghafal gerak, dilakukan dengan mengulang ragam dengan tempo pelan semakin lama semakin cepat. (6) Tari Tamborin memiliki motif gerak dasar dan puluhan ragam gerak yang terus berkembang; (7) gerak Tari Tamborin bertolak dari filosofi Kristen yang berdasarkan/bersumber pada ayat-ayat pada Kitab Suci Untuk tindak lanjut penelitian ini disarankan beberapa hal sebagai berikut: (a) dilakukan penelitian sejenis namun dengan cakupan yang lebih luas, (b) dilakukan penelitian lanjutan untuk memotret berbagai aspek yang terkait dengan model persebaran dan dinamika kreativitas pelaku Tari Tamborin; (c) dilakukan seminar dan workshop nasional untuk mengembangkan genre tari ini agar fungsi dan kebermanfaatannya semakin lebih baik. ii ABSTRACT Wijayanti, satriyana Prasetya. 2010. Description of the tambourine as Dance Dance Religion. Thesis, Department of Art and Design, State University of Malang FS. Advisor: Dr. Moeljadi Pranata, M. Pd Keywords: tambourine, dance, religion, description Since the late 1980s began to be used in a tambourine dance rituals of the church in Indonesia. When this dance has been received and used in the service highways in many churches in Indonesia. The dance spread quite rapidly, so too is happening in the city of Malang. However, so far there has never been an effort to examine and describe the variety of academic dance. This study aimed to describe the tambourine dance as a religious dance according to the dimensions of movement, music, and visual as well as other aspects related to its existence. This research was conducted at several churches in the city of Malang. The research approach used was qualitative research on the type of naturalistic research. Key informant data sources is taken as the actors dance tambourine composed of coaches and dancers dance. Data were collected using depth interviews, observation, and documentation. Data analysis was sharpened by the use of triangulation methods. This research produced some findings as follows. (1) Dance tambourine dance evolved as a religion because it is in religious rituals in churches Christian denomination; (2) This dance is used as accompaniment during worship and praise; (3) Property used in dance tambourine, that tambourine, cops stick , without tools, pom-poms, banners, or stick with a ribbon at one end; (4) Clothing supervisor model uses a pressed white shirt with the body. Brightly colored exterior or muted. Assorted white satin skirt subordinates. Footwear uses Ballet Dance shoes; (5) Training Dance tambourine in order to understand the motion of a dancer, then performed by repeating each range of motion of three to six times. In memorizing the motion, carried out by repeating the range with slow tempo faster and faster. (6) Dance tambourine has the basic movement patterns and dozens of kinds of motion that continues to grow; (7) tambourine dance movement starting from a Christian philosophy based on / derived from verses in the Bible. To follow up this study suggested several areas as follows: (a) conducted similar research but with wider coverage, (b) conducted the study continued to take pictures of various aspects related to the distribution model and the dynamics of creativity Dancing tambourine players, and (c) done seminars and national workshops to develop the genre of dance is so the function and kebermanfaatannya getting better.

Hubungan antara minat masuk Jurusan Pendidikan Luar Sekolah dengan prestasi belajar mahasiswa PLS angkatan 1997/1998 FIP IKIP MALANG / oleh Nanang Agus C.

 

Strategi penetapan harga BBM non PSO jenis pertamax dalam meningkatkan volume penjualan di wilayah Kabupaten Sidoarjo / Achmad Rizal Nur Faizin

 

ABSTRAK Faizin, A.R.N. 2015. Strategi Penetapan HargaBBM non PSO Jenis Pertamax dalam Meningkatkan Volume Penjualan di Wilayah Kabupaten Sidoarjo. Tugas Akhir Program Studi D-III Manajemen Pemasaran, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. I Nyoman Suputra M.Si. Kata Kunci : strategi harga, volume penjualan, pertamax Penetapan harga jual dari barang atau jasa merupakan suatu kunci dalam melakukan penjualan di berbagai perusahaan sebagai konsekuensi dari deregulasi, persaingan global yang semakin sengit, rendahnya pertumbuhan produk di pasar dan peluang bagi perusahaan untuk memantapkan posisinya di pasar. Harga mempengaruhi kinerja keuangan, persepsi konsumen mengenai produk dan penentuan posisi merek. Karena harga merupakan suatu ukuran mutu suatu produk jika konsumen mengalami kesulitan untuk mengevaluasi produk yang semakin kompleks. PT. Pertamina (Persero) merupakan perusahaan minyak nasional yang menjual produk bahan bakar minyak yang terdiri atas BBM subsidi dan BBM non subsidi. Fenomena yang terjadi adalah tingkat konsumsi masyarakat lebih besar menggunakan BBM subsidi jenis premium daripada menggunakan BBM non subsidi jenis pertamax. Hal itu disebabkan oleh disparitas harga antara premium dan pertamax cukup jauh. Kualitas produk yang berbeda seolah tidak mempengaruhi persepsi konsumen terhadap harga yang ditawarkan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal diantaranya ragam produk BBM yang dikeluarkan oleh PT. Pertamina (Persero) mencakup BBM subsidi dan non subsidi serta strategi penetapan harga jual dari produk BBM non subsidi jenis pertamax sehingga volume penjualannya bisa meningkat. Hasil dari pengamatan yang dilakukan menunjukkan bahwa volume penjualan BBM non subsidi jenis pertamax mengalami peningkatan terutama di akhir tahun 2014. Kenaikan harga BBM subsidi jenis premium membuat konsumen banyak yang beralih ke BBM non subsidi jenis pertamax. Disparitas harga yang semakin kecil dan kualitas pertamax yang lebih baik daripada premium seolah membuat konsumen tidak ragu untuk beralih menggunakan pertamax. Disparitas harga ini perlu terus dijaga karena hal ini merupakan strategi harga jual yang terbukti bisa meningkatkan volume penjualan pertamax.

Pengelolaan program akselerasi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Kota Malang / Siti Fitria Rohmatika

 

Kata kunci : pengelolaan, program akselerasi. Strategi pendidikan yang ditempuh selama ini bersifat klasikal massal yang memberikan perlakuan standar/rata-rata kepada semua peserta didik sehingga kurang memperhatikan perbedaan antar peserta didik dalam kecakapan, minat dan bakatnya. Dengan strategi semacam ini, keunggulan akan muncul secara acak dan sangat tergantung kepada motivasi belajar peserta didik serta lingkungan belajar dan mengajarnya. Oleh karena itu, perlu dikembangkan keunggulan yang dimiliki oleh peserta didik agar potensi yang dimiliki menjadi prestasi yang unggul. Program akselerasi atau lebih dikenal dengan program pendidikan khusus bagi peserta didik cerdas istimewa/bakat istimewa adalah pelayanan pendidikan bagi anak yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa yang dikelola dalam bentuk program akselerasi (kelas khusus) dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan program reguler (program normal standar). Fokus dalam penelitian ini meliputi (1) latar belakang penyelenggaraan program akselerasi; (2) perencanaan program akselerasi; (3) pengorganisasian program akselerasi; (4) pelaksanaan program akselerasi; (5) pengawasan/evaluasi program akselerasi; (6) faktor-faktor pendukung (internal dan eksternal) dan faktor-faktor penghambat (internal dan eksternal) program akselerasi dan (7) upaya pemecahan faktor-faktor penghambat (internal dan eksternal) program akselerasi di SMP Negeri 3 Malang. Tujuan penelitian ini meliputi (1) mendeskripsikan latar belakang penyelenggaraan program akselerasi; (2) mendeskripsikan perencanaan program akselerasi; (3) mendeskripsikan pengorganisasian program akselerasi; (4) mendeskripsikan pelaksanaan program akselerasi; (5) mendeskripsikan pengawasan/evaluasi; (6) mendeskripsikan faktor-faktor pendukung (internal dan eksternal) dan faktor-faktor penghambat (internal dan eksternal) program akselerasi serta (7) mendeskripsikan upaya pemecahan faktor-faktor penghambat (internal dan eksternal) program akselerasi di SMP Negeri 3 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) wawancara, (2) observasi dan (3) dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan/keajegan penelitian, sehingga memungkinkan peningkatan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan. Dilakukan pula triangulasi sumber dan data, yaitu mengecek kebenaran informasi serta data dengan membandingkan sumber dan data dari sumber lain. Analisis data dilakukan dengan 3 teknik yaitu reduksi data, display data dan verifikasi data. Temuan dalam penelitian ini adalah (1) latar belakang penyelenggaraan program akselerasi di SMP Negeri 3 Malang adalah banyak orangtua siswa yang mengusulkan agar sekolah tersebut menyelenggarakan program akselerasi, kemudian pada tahun ajaran 2007/2008 SMP Negeri 3 Malang pertama kali menyelenggarakan program akselerasi; (2) perencanaan program akselerasi dimulai dengan membentuk tim khusus untuk mengelola program akselerasi, kurikulum yang di gunakan sama dengan program reguler atau program normal standar yaitu KTSP; (3) pengorganisasian program akselerasi mendeskripsikan tentang kedudukan atau wewenang dalam dalam suatu organisasi yang memuat rincian tugas dari masing-masing jabatan. Jabatan tersebut terdiri dari penanggung jawab, penasehat, ketua program, sie kurikulum, sie kesiswaan, sie sarana dan prasarana, bendahara, wali kelas dan tim pengajar program akselerasi; (4) pelaksanaan program akselerasi merupakan realisasi dari program akselerasi yang dimulai dengan sosialisasi, pendaftaran, seleksi, pengumuman sampai pelaksanaan pembelajaran dalam program akselerasi; (5) pengawasan/evaluasi program akselerasi di SMP Negeri 3 Malang berupa laporan pertanggungjawaban kepada Dinas PSLB dalam bentuk laporan semester, sistem evaluasi yang dilakukan sama dengan program regular dan siswa akselerasi harus memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 80 setiap mata pelajaran; (6) faktor-faktor pendukung dan faktor-faktor penghambat di SMP Negeri 3 Malang meliputi sarana dan prasarana yang disediakan, tenaga pengajar yang berpengalaman dan berkompeten serta melakukan seleksi yang bagus mengenai siswa yang akan masuk dalam program akselerasi ini, peran komite sekolah yang ikut membantu dalam penyelenggaraan program sekolah. Sedangkan untuk faktor penghambat meliputi masalah waktu dan kegiatan sekolah yang berbenturan dengan aktivitas pembelajaran, tuntutan orang tua serta perbedaan tingkat ekonomi orangtua siswa; dan (7) upaya pemecahan faktor-faktor penghambat, pihak sekolah memberikan kebijakan kepada siswa yang mengikuti kegiatan sekolah dengan memberikan pelajaran tambahan dan berusaha semaksimal mungkin untuk mengelola program akselerasi ini dengan mengembangkan potensi yang ada dalam diri siswa. Sedangkan untuk masalah tingkat ekonomi, sekolah mengupayakan dengan subsidi silang bagi siswa yang kurang mampu. Saran dalam penelitian ini adalah kepada (1) kepala sekolah, pelaksanaan program akselerasi hendaknya ditingkatkan lebih baik lagi dan faktor-faktor penghambat diminimalisasi agar tujuan dalam program akselerasi itu dapat tercapai; (2) ketua program akselerasi, hendaknya menjalin kerjasama dan melakukan studi banding dengan sekolah lain untuk pengembangan program akselerasi di SMP Negeri 3 Malang menjadi lebih meningkat lagi; (3) guru program akselerasi, hendaknya selalu meningkatkan peran sertanya dalam mengajar siswa program akselerasi, yaitu dengan menerapkan berbagai model pembelajaran yang sesuai; (4) akademisi Jurusan Administrasi Pendidikan, hendaknya lebih memperbanyak pengembangan ilmu, dengan mengadakan sosialisasi dalam bentuk pendidikan dan pelatihan (diklat), seminar dan simposium yang berhubungan dengan bagaimana cara mengelola suatu program yang baik khususnya program akselerasi; dan (5) peneliti lain, disarankan melakukan penelitian pengembangan untuk mengetahui proses pengelolaan program akselerasi dengan memperdalam topik dan permasalahan serta kajian teori.

Nilai-nilai dalam perkawinan adat Sasak sebagai wujud interaksi sosial keterkaitannya dengan sumber pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial / Abdul Said

 

Said, Abdul. 2013. Nilai-nilai dalam Perkawinan Adat Sasak sebagai Wujud Interaksi Sosial Keterkaitannya dengan Sumber Pembelajaran IPS. Tesis. Jurusan Pendidikan Dasar. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., (II) Prof. Dr. F Danardana Murwani, MM. Kata Kunci: Perkawinan Adat Sasak, Interaksi Sosial, Sumber Pembelajaran IPS     Perkawinan adat Sasak merupakan suatu bentuk perkawinan unik yang ada di masyarakat suku Sasak yang mendiami pulau Lombok. Secara umum perkawinan itu terjadi karena adanya interaksi yang dilakukan antar individu yang satu dengan lainya. Perkawinan ini dikatakan unik karena tata cara atau proses perkawinan adat suku Sasak ini berbeda dengan tata cara perkawinan adat lain yang ada di provinsi Nusa Tenggara Barat seperti adat perkawinan suku Samawa dan suku M’bojo yang ada di pulau sumbawa. Keunikan dari perkawinan adat Sasak ini terlihat dari prosesnya. Dimana bila kedua belah pihak, laki-laki dan perempuan telah sepakat untuk melakukan ikatan perkawinan pihak laki-laki melarikan perempuan ke rumah kerabatnya untuk disembunyikan beberapa hari sebelum penyelesaian adat dituntaskan. Proses melarikan si gadis ini dalam istilah Sasakdisebutmerarik/melaiq.Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif-deskriptif untuk menjawab pertanyaan di atas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana proses pembelajaran di sekolah terutama pembelajaran IPS dalam menerapkan pembelajaran yang kontekstual, dengan memanfaatkan sumber-sumber yang terdekat dengan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan pelaksanaan perkawinan adat Sasak; 2) mendeskripsikan nilai-nilai yang ada dalam prosesi perkawinan adat Sasak terkait dengan pembelajaran IPS; 3) keterkaitan nilai-nilai dalam perkawinan adat Sasak sebagai sumber pembelajaran IPS. Dalam penelitian ini peneliti adalah sebagai instrumen kunci dan pengumpul data penelitian. Data dalam penelitian ini adalah ujaran-ujaran yang dihasilkan peneliti dalam melakukan wawancara dengan berbagai nara sumber. Dalam pengumpulan data penelitian dilakukan melalui observasi, peneliti menggunakan vidio recorder, pedoman wawancara, pengamatan, studi dokumentasi dan catatan lapangan.Dalam penelitian ini trianggulasi sumber dan trianggulasi teori dan metodologi diterapkan untuk mengecek keabsahan temuan penelitian. Hasil penelitian ini akan dapat menjawab permasalahan yang dituangkan pada fokus penelitian. Secara umum perkawinan adat Sasak merupakan suatu bentuk perkawinan yang dalam prosesnya tanpa melalui lamaran sebagaimana proses perkawinan adat lainnya. Perkawinan adat Sasak dilakukan dengan cara melarikan si gadis pada malam hari setelah adanya kesepakatan kedua pihak (calon mempelai)lalu disembunyikan di rumah kerabat laki-laki untuk beberapa hari, sementara menunggu penyelesaian adat yang telah ditentukan. Nilai-nilai unik ini oleh masyarakat Sasak masih dipertahankan sampai saat ini karena masih dianggap baik oleh masyarakat. Nilai-nilai sosial yang biasa dijumpai dalam prosesi tersebut berupa; 1) nilai kebenaran; 2) nilai religius; 3) keberanian dan tanggung jawab; 4) kepatuhan dan musyawarah; 5) gotong royong; 6) kebersamaan. Nilai-nilai dalam perkawinan adat Sasak yang merupakan warisan luhur nenek moyang bangsa harus diperkenalkan kepada siswa di sekolah melalui pembelajaran. Karena dengan adanya pengetahuan tentang hal tersebut selain siswa dapat mewarisi budayanya, siswa juga memahami tata cara prosesi perkawinan adat Sasak dengan baik. Sehingga dengan adanya pengetahuan tentang hal tersebut generasi berikutnya akan dapat melestarikan budayanya sendiri. Sekolah sebagai sarana pendidikan formal bagi peserta didik diharapkan mampu memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Seperti lingkungan budaya yang berupa; tata nilai, adat istiadat, norma-norma dan sebagainya. Dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar diharapkan siswa mampu menyerap materi yang disampaikan oleh guru, sehingga dengan demikian proses pembelajaran di sekolah berhasil dengan baik.

Pengaruh penerapan pembelajaran terpadu dengan menggunakan model webbing terhadap prestasi belajar biologi siswa kelas 1 semester II SMP Negeri 4 Malang oleh Thina Maya Dewi

 

Pendekatapne mbelajarany ang diterapkano leh guru merupakans alahs aftt faktor pentingy ang mempenganrhpi restasib elajar siswa. Adanya perhaliatr terhadap nurturant e.flbct disamping instruclional e.flbct juga mempengaruhi prestasbi elajars iswa. Materi dalam m8ta pelajaranB iologi memuat banyak konsep mulai dari konsep yang sengat sederhana sampai durgan konsep yang sangatk ompleks. Sehingga dalam pembelajarannyas angat dibutuhkan suatu pendekatapne rnbelajarand enganr nodel tertenttly ang mampum erangsangs iswa untukb erpikirk ritis dan aktif dalamm encari,m enelnukand, an meny'ustukto nsep pelajaran dengan usaha sendiri, sehingga ilmu yang mereka peroleh dapat bertahan lama dalam stnrktur kognitiftya. Penerapan pembelajaran terpadu dengan menggunakan model webbing diduga merupakan pendekatan pembelajarany ang dapat mencapai tujuan tersebut. Hal tersebut dikarenakan dalam pembelajaran terpadu dengan model webbing ini telah memiliki landasan filosofi kontruktivisme, sehingga siswa mampu menyusun sendiri konsep maten yang ingin dipelajari. 'fujuarr dari porrcliliurin i adnlaltr trrlukt tlcngctahupie rbedaapnr estnsi llclujtr lliologi siswny ungr liujurd crrgururr sncr'al,kllulcr rrrbolajurulcrrt ptdttt ttulcl schbinlgt lcngarrs iswtt ytrrg diitjar delrg,alt idak rrlcrtcrapkalpr embclajaratt tcrlrndun odel wahhingk,'l tlsttsttytgt xr{ap okokh ttltusalt'to la InteraksOi rganistne, llipolcsisd alarnp crrclitianir ri atlaluhu dap orbr,rlaapnr eslasbi elajart liologi siswa yang diajar dcngnn mcncrupkan ponbclujuran torpudu nalel wehhing dcngrut sisway angd iajar dengant idak menerapkanp embelajarante rpadum odelw ehbing. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SMP Negeri 4 Malang yang tersebard alam 6 kelas. Dari 6 kelast ersebuts ecarac luster diambil 2 kelas scbagai sampel penelitian, yaitu kelas lB dan lC. Untuk menentukan kelompok eksperimen dan kelompok konfrol, maka kedua kelas tersebut diundi lag;t. Berdasarkahna silu ndiand iperolehk elas I B sebanyak4 6 siswas ebagaki elompok eksperimend an kelas lC sebanyak4 3 siswas ebagaki elompokk ontrol. Sehingga jumlah total sampel penelitian scbanyak 89 siswa. Kemampuan awal siswa dalam mata pelajaranB iologi dilihat dari nilai rata-ratau langans emesterI dari kedua kelornpokte rsebuat dalahh omogen. l'trda pcrtcliliarri tti kclontlxrk cksporirtrcrdr iajar dengant neltorapkall pembelajaran terpadu modelwebbing, sedangkan kelompok kontrol diajar dengan tidak menerapkan pembelajaran tcrpadu model wehbing. Setelah eksperimen berakhir, kedua kelompok tersebut diberi tes akhir dengan bentuk danjumlah soal yang sama, yainr pilihan ganda sebanyak 30 butir soal. Khusus pada kelompok eksperimen juga dilengkapi dengan pengamatan selama proses pembelajaran dan hasil dari webbing jugs dinilai, sehingga tampak jelas adanya instructional elJbct dan nurlumnl e/fect. prestasibelajar Biologi dihitrurg dengan menggunakan uji t. Berdasarkan hasifa nalisisd ata diperoleht p*n">t6 6"1b, erarti hipotesisn ol (H, ) ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar Biologi siswa yang {iajT dengan menerapt

Upaya peningkatan prestasi belajar siswa kelas I semester II SMPN 2 Sukowono Jember dalam mata pelajaran biologi melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif, adaptasi model jigsaw oleh Dwi Sri Astutik

 

Pemilihanm etodep embelajaranya ngt epatd apatb erdampakp ositif terhadap prestasbi elajars iswa. Selamai ni metodep embelajarany ang seringd igrurakan khususnyad i SMPN 2 SukowonoJ emberd alam mata pelajaranb iologi adalah pembelajarank onvensionald engan metode ceramah, yang ternyata kurang mampum eningkatkanp restasbi elajars iswa. Berdasarkahna sil wawancarad engang urub iologi danh asilo bservasCi i kelas I SMPN 2 Sukowono Jember, diketahui bahwa siswa kurang termotivasi dalam mengikutik egiatanp embelajaranH. al ini dapat ditunjukkan denganp erilaku siswas elamap embelajarabne rlangsungy,a itu: siswam engantukd alamm engikuti pembelajarank,u rangb ersemangakt,u rangm emusatkanp erhatianp adap elajaran dan cenderungp asif Berdasarkank ondisi tersebut,m aka dilakukan penelitian tindakank elas denganm enerapkanm etode pembelajarank ooperatif adaptasi modejli gsawd alamr angkau ntukm eningkatkanp restasbi elajars iswa. Metodep enelitiany angd igunakana dalahp enelitiand eskriptifk ualitatif yang berbentukti ndakank elasd an dirancangd alam dua siklus.M asing-masingsi klus terdiri dari empat tahapany ang terdiri dari perencanaantin dakan (planning), pelaksanaan tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reJlection)S. ubyekp enelitiani ni adalah siswa kelas iC SMPN 2 Sukowono Jembeyr angb erjumlah3 5 siswad ang uruk elasy angm engajark elast ersebut. Hasrl penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajarakno operatif,a daptasmi odelj igsaw dapatm eningkatkanh asil belajar sebesa3r1 ,72%p adas iklusI dan4 1,14%poa das iklusI I. Kualitash asilb elajarp un meningkadt ari baik dengann ilai PersentasAe nalisis (Pa) sebesa7r 1o/om enjadi sangabt aik dengann ilai PersentasAen alisis( Pa)s ebesa8r 6,28%. Berdasarkanh asil penelitian dapat disimpulkanb ahwa penerapanm etode pembelajarank ooperatif, adaptasim odel jigsaw dapat meningkatkanp restasi belajars iswa.O leh karenai tu, disarankanb agi guru bidangs tudi biologi untuk menggunakamn etodep embelajarakno operatit,a daptasmi odelj igsaw ini sebagai alternatif\dalam membelajarkan siswa dan bagi peneliti yang lain, dapat mengembangkapne nelitiani ni denganp okokb ahasanla in.

Penggunaan aksioma kelengkapan dan teorema nilai antara dalam eksistensi akar kuadrat, eksistensi akar kuadrat tingkat tinggi dan penulisan desimal
oleh Nurul Lailiyah

 

Students' and teachers' perception of an english coursebook for the tenth graders / Lailatul Khikmah

 

ABSTRAK Khikmah, Lailatul. 2015. Students’ and Teachers’ Perception of an English Coursebook for the Tenth Graders. Skripsi, Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Dr. Utari Praba Astuti, M.A. dan (II) Dra. Nunung Suryati, M.Ed. Ph.D. Kata Kunci: students’ and teachers’ perception, coursebook Beberapa penelitian mengenai evaluasi buku telah membuktikan bahwa coursebook evaluation.bermanfaat dan pentinguntuk meningkatkan kualitas buku (Richards, 2014). Evaluasi buku juga dapat membantu untuk memenuhi tujuan, cara, dan nilai dalam proses pembelajaran (Cunningsworth, 1995). Penelitihan ini bertujuan untuk menganalisis buku kelas X yang diterbitkan oleh menteri pendidikan dari sudut pandang murid dan guru. Penelitihan ini berfokus pada aspek goals, topic, subject content, social value, and skills seperti yang dikemukakan oleh Cunningsworth (1995). Penelitihan ini mengunakan design deskriptif kuantitatif. Penelitihan ini menggunakan kuesioner, checklist dan wawancara. Kuesioner ditujukan pada siswa kelas X di SMAN 6 Malang yang berjumlah 266. Kuesioner tersebut terdiri dari 20 item, 15 buah item rating scale dan 5 buah open ended questionnaire.Kuesioner tersebut di adaptasi dari krieria buku yang dikemukakan oleh Cunningswort (1995).Sedangkan, checklist dan wawancara ditujukan pada guru bahasa inggris kelas X di SMAN 6 Malang.Checklist tersebut di ambil dari Cunningsworth berjumlah 10 item. Sedangkan, dalam wawancara terdapat 23 item.. Bedasarkan hasil penelitihan dan diskusi ini menunjukan bahwa buku bahasa Inggris kelas X yang diterbitkan oleh Mentri Pendidikan memenuhi harapan dan criteria buku bagi murid dan guru. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil analisis data dari segi siswa dan guru.Dari sudut pandang guru, buku ini memperoleh skor 73.7 yang termasuk dalam kategori “Baik”. Sedangkan, dari penilaian siswa menunjukan bahwa 97.7% setuju bahwa topik yang terdapat dalam buku relevant to real life, various, and captivated dan 97.7% siswa juga berpendapat bahwa subject content and social value termasuk dalam kategori “sangat baik”. 97.7% siswa juga berpendapat bahwa buku tersebut sudah memenuhi skill aspect dengan katergori “sangat baik”.Akan tetapi, kedua guru bahasa Inggris menyatakan bahwa buku tersebut tidak dilengkapi kaset atau CD untuk bahan ajar listening.oleh karena itu, dari hasil penelitihan, dapat disimpulkan bahwa buku tersebut layak digunakan di dalam pembelajaran karena bahan-bahan ajarnya dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Akan tetapi, bahan ajar di dalam buku tersebut perlu ditingkatkan dan disesuaikan sehingga siswa tertarik untuk belajar bahasa Inggris. Jadi, guru-guru disarankan untuk mencari bahan ajar terutama listening dari sumber lain.

Optimasi traveling salesman problem (TSP) dengan jaringan syaraf self organizing / Alim Sholehuddin

 

Perbedaan hasil belajar mahasiswa akuntansi sebelum dan stelah menggunakan bahan ajar berbais flipbook dalam mata kuliah komputer akuntansi / Ayu Luvita Anggraeny

 

Hubungan antara etos kerja dengan kepuasan kerja guru SD se-Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi / Eka Nurcahyani

 

Nurcahyani, Eka. 2014. Hubungan antara Etos Kerja dengan Kepuasan Kerja Guru SD se-Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si. (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi, M.Psi. Kata kunci: etos kerja, kepuasan kerja, Ngawi. Etos kerja adalah pandangan dan sikap terhadap kerja yang didasari keyakinan yang fundamental, semangat, komitmen, nilai-nilai sebagai acuan untuk menempatkan dirinya di lingkungan tempat bekerja. Etos kerja merupakan aspek yang mempengaruhi kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan etos kerja guru SD se-Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi, (2) mendeskripsikan kepuasan kerja guru SD se-Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi, (3) mengetahui hubungan antara etos kerja dengan kepuasan kerja guru SD se-Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Seluruh populasi menjadi sampel penelitian yakni 196 guru kelas di SD se-Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi. Tekhnik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh (sampel total). Untuk mengumpulkan data digunakan skala etos kerja (EK) dan skala kepuasan kerja (KK) dengan empat kategori respon. Pengolahan data menggunakan tekhnik analisis korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru SD se-Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi memiliki etos kerja sangat tinggi dan kepuasan kerja sangat tinggi. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan (r = 0,000 , p = 0,573) antara etos kerja dan kepuasan kerja. Berdasarkan penelitian ini ada beberapa saran: (1) Guru SD, Hendaknya guru SD memaknai profesi guru sebagai tugas mulia sehingga merasa bangga dan bekerja sepenuh hati, meningkatkan kedisiplinan diri serta memperluas hubungan dengan orang lain. (2) Kepala sekolah, Diharapkan kepala sekolah menciptakan lingkungan sosial yang hangat dan lingkungan kerja yang nyaman serta melakukan supervisi dan evaluasi kinerja guru. (3) UPT Dinas Pendidikan, Diharapkan UPT Dinas Pendidikan lebih memperhatikan lagi ketersedian sarana-prasarana di sekolah serta membantu perbaikan infrastruktur sekolah. Menetapkan peraturan dan tata tertib yang tidak terlampau mengikat dan memberi kesempatan kenaikan jabatan pada guru. (4) Bagi peneliti lain, Diharapkan bagi peneliti selanjutnya bisa melakukan tindak lanjut penelitian, misalnya dalam hal pengembangan alat ukur, penambahan variabel atau populasi penelitian, serta penambahan metode dalam penelitian.

Penyelenggaraan program SD-SMP Satu Atap pada daerah terpencil dalam latar budaya Rumah Betang Kalimantan Tengah (Studi multikasus pada SMPN satu Atap 2 Kurun, dan SMPN Satu Atap 3 Tewah di Kabupaten Gunung Mas) / Rudi Hasan

 

Kata Kunci: SD-SMP satu atap, struktur birokrasi, sumber daya pendidikan, komunikasi, daerah terpencil, budaya rumah betang Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penyelengaaraan program SD-SMP Satu Atap sebagai alternatif pemerataan pendidikan dasar sembilan tahun pada daerah terpencil dalam latar budaya rumah betang Kalimantan Tengah yang dikaitkan dengan (1) struktur birokrasi, meliputi aspek: a) standar operasional prosedur, b) koordinasi, dan c) efisiensi pemberdayaan sumber daya manusia; (2) ketersediaan sumber daya, yang meliputi aspek: a) sumber daya manusia, b) sumber daya fisik/ prasarana dan sarana, c) sumber daya pembiayaan/ pendanaan; dan (3) komunikasi, meliputi aspek komunikasi a) intern SMP Satu Atap, b) SMP Satu Atap dengan SD penyangga, c) SMP Satu Atap dengan UPTD/ Dinas Pendidikan terkait, d) SMP Satu Atap dengan masyarakat sekitar. Hasil penelitian ini menemukan, bahwa: (1) struktur birokrasi yang didasari nilai-nilai budaya rumah betang, meliputi (a) standar operasional kerja yaitu penyelenggaraan program sekolah melibatkan seluruh komponen sekolah, pembagian tugas secara cermat dengan uraian tugas jelas, memberi kepercayaan kepada guru dengan pendekatan kekeluargaan untuk meningkatkan kesadaran guru dalam penyelenggaraan program sekolah, (b) koordinasi dilakukan setiap waktu, dengan pihak Dinas Pendidikan dan pengurus komite secara rutin, intensif, dan proaktif, (c) pemberdayaan sumber daya manusia didasarkan kemampuan dan komitmen dengan rasa tanggung jawab, pembagian tugas secara merata berkeadilan; (2) ketersediaan sumber daya, meliputi (a) sumber daya manusia, yaitu secara kuantitas jumlah guru dan pegawai masih kurang secara kualitas sebagian besar guru mengajar tidak sesuai bidangnya, solusi dengan GTT dan sikap kreatif dan inovatif, (b) sumber daya fisik/ prasarana dan sarana masih kurang dan bahkan belum ada, (c) sumber daya pembiayaan/pendanaan sangat minim, mengandalkan dana anggaran pemerintah pusat dan daerah; (3) komunikasi SMP Satu Atap didasari nilai-nilai budaya rumah betang, meliputi (a) komunikasi intern SMP Satu Atap terjadi secara intensif antara kepala sekolah, guru. dan siswa dengan penuh kekeluargaan, (b) dengan SD penyangga terjadi secara intensif baik alih jenjang SD ke SMP maupun kegiatan bersama secara kekeluargaan, (c) komunikasi dengan dinas terkait terjadi secara aktif dan proaktif dengan lancar, loyalitas tinggi, dan suasana akrab, serta kekeluargaan karena secara struktural SMP Satu Atap di bawah Dinas Pendidikan, (d) komunikasi dengan masyarakat sekitar terjadi komunikasi positif dengan bentuk kegiatan yang melibatkan masyarakat sekitar sekolah dengan penuh rasa kekeluargaan dan keakraban.

Meningkatkan keterampilan teknik pukulan forehand lob dengan menggunakan variasi latihan bagi peserta ekstrakurikuler bulutangkis di SMA Negeri 2 Blitar / Bagus Risang Permadi

 

ABSTRAK Risang Permadi, Bagus. 2016. Meningkatkan Keterampilan Teknik Pukulan Forehand Lob dengan Menggunakan Variasi Latihan Bagi Peserta Ekstrakurikuler Bulutangkis Di SMA Negeri 2 Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: (I) Dra. Sri Purnami, M.Pd., (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: pukulan forehand lob bulutangkis, variasi latihan, ekstrakurikuler. Untuk mencapai keterampilan teknik pukulan forehand lob yang bagus harus ada solusi atau sejenis jalan keluar untuk mengatasi masalah ini. Sehingga mengacu pada latar belakang di atas, maka penelitian bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknik pukulan forehand lob dengan menggunakan variasi latihan. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Olahraga (PTO) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini dilakukan melalui dua siklus dengan tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan (observasi), dan (4) refleksi. Dalam proses penelitian, peneliti berkolaborasi dengan pelatih untuk menyusun program latihan selama dua siklus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi atau pengamatan. Sesuai program latihan yang telah disusun, latihan dilakukan sebanyak 6 kali pertemuan pada tiap siklus dengan melibatkan jumlah peserta latihan yaitu 12 orang. Adapun hasil peningkatan keterampilan teknik pukulan forehand lob yang terdiri dari sikap persiapan, gerakan memukul, gerakan lanjutan, dan arah bola adalah sebagai berikut pada sikap persiapan persentase benar mencapai 100% sedangkan persentase salah mencapai 0%. Pada gerakan memukul persentase benar mencapai 92,50% sedangkan persentase salah mencapai 7,50%. Pada gerakan lanjutan persentase benar mencapai 85,83% sedangkan persentase salah mencapai 14,17%. Pada arah bola persentase benar mencapai 81,67% sedangkan persentase salah mencapai 18,33%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan teknik pukulan forehand lob peserta ekstrakurikuler bulutangkis di SMA Negeri 2 Blitar mengalami peningkatan setelah dilakukan latihan dengan berbagai variasi. Selain itu dapat meningkatan proses latihan yang meliputi kinerja pelatih dalam menyampaikan materi, menciptakan suasana yang menyenangkan, menumbuhkan antusias peserta, dan mengontrol jalannya latihan. Saran yang dapat diberikan yaitu penelitian ini sebagai acuan untuk menentukan program latihan yang lebih baik. Selain itu bagi pelatih agar lebih memperhatikan peserta didik ketika melaksanakan latihan agar proses latihan berlangsung dengan baik dan terkontrol sehingga materi dapat tersampaikan dengan jelas.

Penerapan pembelajaran berbasis kerja ilmiah secara kooperatif tipe stad dengan penilaian kinerja untuk meningkatkan kemampuan kerja ilmiah dan motivasi belajar siswa kelas II SMA Negeri 5 Malang oleh Pujiningrum

 

Berdasarkahna sil dilakukan oleh peneliti pada siswa kelasI I SMA Negeri guru dalam menyampaikanm ateri pelajaranb el sainsy angb ercirikank erja ilmiah.G urum asih Flfietode ceramah yang bersifat teacher center. pengalarnan leh siswa hanya terbatas pada mendengar. Selain itu kemam_ fr'ttrja ilmiah sebagaci iri ilmu sainsb elumt erevaluask-ai renap enilaiany ang diterapkanh anyab ersifatp engetahuanm eraruip aper and pencir resr. untuk Kemamptnn Kerje llniah dqn Motjvasi Belai, Negen 5 Mulung. Skripsi, Jurusan Biologi. iq BiologrF MTPAU niversitasN egeriM alang. (I) Dra SunarmiM, .pd. (ID Drs. Triastonol mengataksei adaante rsebudt iperrukanp embelajaianya ngd apatm emahamkan suatuk onsepm, emotivassi iswad aramb erajard anm inirai kemampuanke rla ilmiahs iswaP embelajarayna ngd iterapkand alamp enelitianin i adarahp embelajarar berbasisk e{a ilmiah secarak ooperatif tip" Srao denganp "nrtur'ui kinena. Penelitiani ni bertujuanu ntuk mengetahuai danyap eningkatank emampuank e4ai lmiah danm otivasib erajars iswam elaluip emuita.,arinb erbasisk erja ilmiahs ecarak ooperatitfi pe STADdenganp enilaiank inerja. Metodey angd igunakand alamp enelitiany aitu penelitianti ndakank eras yangm eliputi2 siklust indakan.D arams atus iklusm eliputit ahap:p erencanaan lindakanp, elaksanaatnin dakan,o bservasdi anr efleksi. 's"uy"t yang digunakan dalamp enelitianin i adalahs isrvak elasI l-r denganju mlah 4: sis*a"ai Slura Negen5 Malang.D alamp enelitianin i metodep engumpuladna tam elaluio bservasik egiatand ana fttivitass iswas elamap embeiaiaianb erlangsungse rtaa ngket siswaA. nalisisd atas ecarad eskripski ualitatif Hasil penelitianm enunjukkanb ahwad enganm enerapkapne mbelajaran berbasikse {a ilmiah secara,kooperadtief nganp "niluiunt ine{a dapatm enrngtatkank emampuakne rjai lmiahd anm otivasbi elaiars iswa. Berdasarkahna silp enelitianin i, disarankana gard ilakukanp enelitian lebihl anyumt isalnyap enerapanp embelajarayna ngs amaa kant etapipenilaian kine4a dilakukan setelahp embelajarane ksperimens ehinggate bermatnaan pembelajarakno operatifs emakinm eningkadt anp enerapapne mbelaiarabne rbasis kerja ilmiah secarak ooperatif dengant ipe yang berbeda.

Analisis regresi komponen utama untuk mengatasi multikolinearitas pada analisis refreasi linier berganda oleh Anis Kurniawati

 

Pengaruh informasi komponen arus kas, laba bersih, dan size perusahaan terhadap actual return saham (studi kasus pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di BEI tahun 2007-2009) / Juandoko

 

Kata Kunci : Arus Kas Operasi, Arus Kas Investasi, Arus Kas Pendanaan, Laba Bersih, Size Perusahaan, Actual Return Laporan keuangan sebagai hasil akhir dari proses akuntansi dirancang untuk menyediakan kebutuhan informasi bagi calon investor, kreditor, dan pemakai eksternal lainnya untuk pengambilan keputusan investasi. Laporan keuangan yang disajikan tiap tahun oleh perusahaan memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja dan arus kas pada saat tertentu, yang diharapkan informasi tersebut bisa bermanfaat bagi pengguna laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arus kas, laba bersih dan size perusahaan terhadap actual return saham. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan food and beverages yang terdaftar di BEI periode 2007-2009, pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling dan diperoleh sampel 14 perusahaan. Uji statisitik dengan regresi linear berganda digunakan untuk menguji hipotesis, dan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan antara informasi arus kas operasi, arus kas investasi, dan arus kas pendanaan terhadap actual return saham pada perusahaan food and beverages. Sedangkan hasil pengujian laba bersih dan size perusahaan diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh signifikan terhadap actual return saham pada perusahaan food and beverages. Hal itu menunjukkan bahwa investor menggunakan laba bersih dan size perusahaan untuk mengukur kinerja perusahaan. Kesimpulan yang bisa diperoleh dari peneliian ini adalah informasi arus kas operasi, investasi dan pendanaan tidak bisa memberikan informasi untuk menentukan keputusan investasi untuk memperoleh return. Sedangkan informasi laba bersih dan size perusahaan dapat digunakan dalam menentukan keputusan investasi untuk memperoleh return atas investasi saham. Penelitian ini memiliki sejumlah keterbatasan, yaitu jumlah sampel hanya 14 perusahaan dan periode pengamatan hanya 3 tahun. Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya perlu dilakukan penelitian dengan periode yang lebih panjang serta sampel yang lebih banyak dan seimbang sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.

Pengaruh penggunaan diagram alir (flow diagram) dalam pembelajaran keterampilan proses terhadap hasil belajar siswa serta persepsinya tentang penggunaan diagram alir di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang / oleh Ika Rostika

 

Perbandingan pengaruh gaya mengajar latihan dengan gaya mengajar resiprokal terhadap keaktifan siswa pada pembelajaran teknik dasar sepakbola kelas X SMAN 1 Srengat / Hendrik Mega Yuwana

 

ABSTRAK Mega Yuwana, Hendrik. 2016 Studi Perbandingan Pengaruh Gaya Mengajar Latihan dengan Gaya Mengajar Resiprokal Terhadap Keaktifan Siswa Pada Pembelajaran Teknik dasar Sepakbola kelas X SMAN 1 Srengat. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Asim, M.Pd, (II) Dr. Eko Hariyanto, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Pembelajaran, Gaya Mengajar Latihan, Gaya Mengajar Resiprokal, Keaktifan Siswa. Konsep pembelajaran dari Mosston membagi peran yang spesifik antara guru dan siswa. Pembelajaran dibagi menjadi 3 tahap yaitu pre-impact, impact dan post-impact. Tujuan pembelajaran untuk siswa yaitu mengembangkan 4 ranah yaitu kognitif, afektif, fisik, psikomotor. Untuk itu siswa dituntut aktif dalam pembelajaran. Selain kemampuan mengajar, guru dituntut untuk bisa memilih metode mengajar yang relevan dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan mengkaji perbandingan pengaruh gaya mengajar latihan dengan gaya mengajar resiprokal terhadap keaktifan siswa pada pembelajaran teknik dasar sepakbola kelas X SMAN 1 Srengat. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen rancangan pretest dan posttest dengan pemilahan kelompok yang diacak. Populasi sebanyak 494 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampling claster, yang menghasilkan kelas X.J sebagai kelompok eksperimen gaya mengajar latihan dan kelas X.I sebagai kelompok gaya mengajar resiprokal. Sampel penelitian sebanyak 72 siswa kelas X SMAN 1 Srengat. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian adalah form observasi keaktifan siswa. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis varians satu jalur. Dari hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan yaitu: (1) gaya mengajar latihan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keaktifan siswa pada pembelajaran teknik dasar sepakbola SMAN 1 Srengat (F hitung = 58.87 > F tabel 3,98), (2) gaya mengajar resiprokal memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keaktifan siswa pada pembelajaran teknik dasar sepakbola SMAN 1 Srengat (F hitung = 69,43 > F tabel 3,98), (3) ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara gaya mengajar latihan dengan gaya mengajar resiprokal terhadap keaktifan siswa pada pembelajaran teknik dasar sepakbola SMAN 1 Srengat (F hitung = 4,52 > F tabel 3,98). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gaya mengajar resiprokal memberikan pengaruh yang lebih baik dibanding gaya mengajar latihan untuk meningkatkan keaktifan siswa pada pembelajaran teknik dasar sepakbola SMAN 1 Srengat. Saran yang dapat diberikan kepada guru Pendidikan Jasmani di SMAN 1 Srengat, hendaknya menggunakan gaya mengajar resiprokal untuk meningkatkan keaktifan siswa pada pembelajaran teknik dasar sepakbola.

Irisan kerucut dan aplikasinya oleh Ana Latifah

 

rrisank erucumt erupakasna rahs atut opiky angd ipelajardi alamG eometri Analit. Irisan kerucut adalJhk urva perpotongana ntaras uatub idang dengan 'il;tiltku.un tegat.irirunin i Ateiompotkamn enjaddiu ay, aitui:r isan kerucut sejati dan itru,, tt"'o"ot turunan' Skripsi ini hanya membahas.insan kerucuts ejativ angu entul-Gntutnya adalahp arabolae' lipsd anh iperbolt"' Sedangkanir isan kerucul-** yangU entutnyaa ntaral ain berupad ua gans ;;.pffi;;;,-r.Uuut, tttit 0"" ,.U,iahlaritsi dai drlelaskakna rentaid ak beriruburigand engana plikasi yang akand ibahas' Parabolam empunyapi €rsamaaunm umy t :4px' elipsm empunyai persamaaunm um x' , y t = 1.,s edangkahni perbolam empunyapl ersamaan 7-t umum4-4=' a' b - lrisank erucumt empunyaaip likaspi entingd alamb idangte knikd an industriS. elainit u pe"tdild dalamb idange konomia' stronomki'e dokteran danl ainlain terutamyaa n'gb irtrutungand engansi fatr eflektifnya'

Peranan kesenian tradisional "Sandur" sebagai sarana pelestarian nilai-nilai kearifan lokal di desa Ledok Kulon Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro / Esti Nur Fuadah

 

Kata kunci : Kesenian Tradisional, Teater, Sandur, Nilai-Nilai Kearifan Lokal. Kesenian teater tradisional sandur di Desa Ledok Kulon diduga berperan sebagai pelestarian nilai-nilai kearifan lokal yang ada di Desa Ledok Kulon, meskipun kesenian Sandur ini langka dan hampir punah, akan tetapi kesenian sandur ini masih banyak peminatnya khususnya masyarakat di Bojonegoro. Kesenian tradisional Sandur memiliki ciri-ciri yang sama dengan teater tradisional daerah lainnya yaitu mempunyai sifat yang sederhana dalam penyajiannya. Daya tarik pertunjukan kesenian Sandur terletak pada kemampuannya sebagai pembangun dan pemelihara solidaritas kelompok serta sebagai pemelihara nilai-nilai kearifan lokal yang ada pada masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendiskripsikan sejarah kesenian teater tradisional Sandur (2)Mendiskripsikan praktik pelaksanaan kesenian teater tradisional Sandur (3)Mendiskripsikan tema yang diangkat dalam kesenian teater tradisional Sandur, (4)Mendiskripsikan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam pertunjukan kesenian teater tradisional Sandur (5)Mendiskripsikan persepsi masyarakat (penonton) terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat dalam pertunjukan teater Sandur (6)Mendiskripsikan prospek pengembangan kesenian teater tradisional sandur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitataif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Adapun analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dengan cara studi dokumentasi, wawancara, serta observasi partisipatif. Penelitian dilakukan di desa Ledok Kulon Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro, dengan obyek penelitian adalah masyarakat desa Ledok Kulon, pemain Sandur, perangkat desa Ledok Kulon, Guru Kesenian SMK, dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bojonegoro. Hasil dari penelitian ini kesenian Sandur lahir di Desa Ledok Kulon sejak tahun 60-an yang berawal dari upacara syukuran saat panen tiba kemudian berkembang menjadi sebuah pertunjukan rakyat. Kesenian Sandur ini tidak hanya berfungsi sebagai tontonan atau hiburan semata tetapi sebagai sebagai media melestarikan nilai-nilai kearifan lokal pada masyarakat. Kesenian Sandur mengajarkan budipekerti, tolong menolong, dan teposeliro pada setiap pertunjukannya, terdapat pula nilai-nilai didalamnya seperti nilai edukatif, nilai moral, nilai keindahan, nilai religius, nilai hiburan, dan nilai seni. Dalam pertunjukannya kesenian sandur dilakukan 3 sampai 5 jam pada malam hari yang terbagi dalam delapan adegan yang terdapat dalam tiga babak, pergantian babak selalu ditandai dengan tembang yang dilantunkan panjak hore. pertunjukkan sandur sampai saat ini masih menunjukkan eksistensinya dan semakin maju.Persepsi masyarakat terhadap kesenian Sandur inipun sangat beragam banyak orang yang gemar menonton Sandur dan merasa sandur membawa dampak positif dan terpengaruh dengan tema dan nilai-nilai yang dibawakan dalam setiap pertunjukkannya tapi ada pula yang merasa dngan melihat kesenian sandur tidak membawa pengaruh apa-apa karena merasa kesenian sandur hanya sebuah hiburan semata. Kesenian sandur ini akan tetap eksis dan bertahan di tengah-tengah perkembangan teknologi seperti sekarang ini, karena kesenian Sandur ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan saja tetapi sebagai penyeimbang di tengah-tengah perkembangan teknologi sekarang ini, karena MGMP Kesenian dan Dinas Periwisata dan kebudayaan telah sepakat untuk memasukkan Sandur kedalam ekstrakulikuler di sekolah-sekolah SMK. Dengan begitu kesenian sandur akan tetap eksis dan bertahan di tengah-tengah globalisasi saat ini.

Penggunaan bentuk kuadrat pada kalkulus dan geometri analit
oleh Imroatun Solikah

 

Pengembangan buku saku pada pembelajaran Bahasa Inggris untuk siswa kelas 3 di SDN Karangwidoro 2 Dau Malang / Ajeng Fidiah Irianingrum

 

ABSTRAK Irianingrum, Ajeng Fidiah. 2015. Pengembangan Buku Saku Pada Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Siswa Kelas 3 di SDN Karang Widoro 2 Dau Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sihkabuden, M.Pd, (II) Arafah Husna, S.Pd , M.Med.Kom. Kata Kunci: Pengembangan, Buku Saku, Bahasa Inggris SD SDN Karang Widoro 2 Dau Malang dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran bahasa Inggris, sumber belajar yang digunakan adalah LKS dan buku paket. Guru memberikan informasi berdasarkan dari buku LKS dan buku paket yang digunakan, belum menggunakan variasi media pembelajaran. Dari metode pembelajaran dan media yang digunakan oleh guru ketika pembelajaran bahasa Inggris, muncul masalah ketika guru melakukan tanya jawab, siswa sering lupa dengan arti dari suatu istilah (kosakata) yang ada pada pokok bahasan yang sudah dipelajarinya. Padahal dalam pembelajaran bahasa Inggris kelas 3 SD ditargetkan menguasai 300 perbendaharaan kata yang harus diketahui untuk kelancaran dalam belajar bahasa Inggris. Buku saku bahasa Inggris adalah buku berukuran kecil yang dapat disimpan dalam saku dan mudah dibawa kemana-mana yang di dalamnya memuat/ merangkum materi-materi serta istilah- istilah dalam bahasa Inggris yang disertai dengan maknanya. Buku saku bahasa Inggris dapat dijadikan solusi untuk permasalahan yang terjadi diatas. Penelitian dan pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan media pembelajarannya buku saku bahasa Inggris di SDN Karang Widoro 2 Dau Malang yang valid dan efektif digunakan dalam pembelajaran bahasa Inggris. Dengan adanya media buku saku ini diharapkan dapat membantu siswa dalam belajar bahasa Inggris. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan metode Research & Development (R&D) yang dikembangkan oleh Borg & Gall. Dalam model pengembangan tersebut terdapat tujuh langkah, yaitu; (1) Potensi dan masalah, (2) Perencanaan penelitian, (3) Pengembangan produk, (4) Uji coba lapangan terbatas, (5) Revisi hasil uji lapangan terbatas, (6) Uji lapangan lebih luas, (7) revisi hasil uji kelayakan. Hasil pengembangan buku saku bahasa Inggris ini memenuhi kriteria valid dengan hasil validasi ahli media (91,25%), ahli materi (90%), dan hasil angket dari siswa (87,67%). Buku saku ini dinyatakan efektif karena pada uji coba melalui tes hasil belajar dengan 15 siswa yang menggunakan buku saku tersebut, terdapat 14 siswa yang mendapatkan nilai tes hasil belajarnya mencapai diatas KKM dan 1 siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM dengan total nilai presentase sebesar 93,3%. Berdasarkan hasil pengembangan buku saku bahasa Inggris kelas 3 di SDN Karang Widoro 2 Dau Malang dapat disimpulkan bahwa buku saku ini valid dan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran bahasa Inggris.

Turunan fungsi implisit dengan menggunakan Jacobian
oleh Ratna Susanti

 

Penerapan model problem based learning untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Karangmenggah Wonorejo Pasuruan / Alfitriatun Nurun Alfiah

 

ABSTRAK Alfiah, AlfitriatunNurun. 2015. Penerapan Model Problem Based Learning untukMeningkatkanKeaktifanSiswadanHasilBelajarSiswaKelas V SDN KarangmenggahWonorejoPasuruan. Skripsi, JurusanTeknologiPendidikan, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Anselmus J. E. Toenlioe, M.Pd, (2) Dr. AgusWedi, M.Pd. Kata Kunci: Problem Based Learning, keaktifan, danhasilbelajar Hasilobservasidalampembelajaran IPA di kelas V SDN Karangmenggahmasihmenekankanpadaaspekpengetahuandanpemahamanmateri. Guru lebihbanyakberceramahsertamemberikanlatihansoal-soalpadabukupaketMetodetersebut, membuatsiswakurangaktifdalampembelajaransehinggadapatmempengaruhihasilbelajarsiswa. Atasdasarpermasalahantersebut, penelitimenerapakan model Problem Based Learninguntukmeningkatkankeaktifansekaligushasilbelajarsiswa. Tujuandaripenelitianiniadalah (1) menerapan model Problem Based Learningdalam proses pembelajaranpadamatapelajaran IPA kelas V SDN Karangmenggah.(2) meningkatkankeaktifansiswadenganditerapkannya model Problem Based Learning padamatapelajaran IPA kelas V SDN Karangmenggah. (3) meningkatkanhasilbelajarsiswasetelahditerapkannya model Problem Based Learning padamatapelajaran IPA kelas V SDN Karangmenggah. PenelitianinidirancangdenganmenggunakanPenelitianTindakanKelas model Kemmisdan Mc. Teggart. Subjekdalampenelitianiniyaitusiswakelas V SDN KarangmenggahWonorejoPasuruan.Tahapdalampenelitianini: (1) perencanan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatandan (4) refleksi di setiapsiklusnya. Instrumenpenelitianiniberupa (1) pedomanwawancara, (2) pedomanobservasi, (2) soal-soaltes.Hasilpenelitinmenunjukkanpeningkatankeaktifandanpeningkatanhasilbelajarterbuktipadasiklus 1 denganpersentase (66,66%) meningkatmenjadi(94,87%) padasiklus 2. Penelitianinimenunjukkanbahwapenerapan model Problem Based Learning padamatapelajaran IPA dapatmeningkatkankeaktifandanhasilbelajarsiswakelas V SDN Karangmenggah. Saran yang dapatdiberikandaripenelitiadalah: (1) guru dapatmemotivasisiswadenganmemberikanpenghargaanterhadapkinerjasiswa agar siswalebihantusiasmengikutipembelajaran. (2) guruperlumembiasakandiriuntukmenyajikanpembelajaran yang lebihmenyenangkansepertidenganmenerapkan model Problem Based Learning padamatapelajaran lain danmembiasakansiswanyauntuksenantiasapercayadiridenganhasilkerjanya.

Perencanaan mesin penggiling daging / oleh Wahyu Jatmiko

 

Pengembangan media balok flanel interaktif terhadap peningkatan berhitung permulaan siswa tunagrahita SLB BC Dharma Wanita 03 Turen / Izza Noer Arita

 

ABSTRAK Arita , Izza Noer 2015.Pengembangan Media Balok Flannel Interaktif Terhadap Peningkatan Berhitung Permulaan Siswa Tunagrahita SLB BC Dharma Wanita 03 Turen, Skripsi, Program Study Pendidikan Luar Biasa, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs.Ir. Endro Wahyuno, M.Si , (II) Henry Praherdiono, S.Si, M,Pd Kata Kuci : Pengembangan Media Balok Flanel Interaktif, Berhitung Permulaan, Tunagrahita Secara umum pada siswa reguler lebih mudah dalam mengikuti pembelajaran matematika, daripada siswa yang memiliki dalam hambatan intelegensi. Siswa dengan hambatan intelegensi disebut sebagai tunagrahita.siswa tunagrahita kesulitan pada mengabstaraki informasi yang diterimanya. Sehingga memerlukan media yang dapat membantu pola berfikir secara konkret pada materi yang disampaikan. Pengembangan media ini menggunakan metode pengembangan dari Sugiyono (2012)dengan tahapan (1) potensi dan masalah, (2) pengumulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian ,(9) revisi produk, (10) produksi masal. Subyek uji kelayakan media adalah (1) ahli materi, (2) ahli media, (3) ahli praktisi(guru). Subyek uji coba lapangan terdiri dari 6 siswa tunagrahita SLB BC Dharma Wanita 03 Turen. Hasil pengembangan menunjukan media balok flannel interaktif terhadap peningkatan kemampuan berhitung permulaan yang valid untuk digunakan oleh siswa tunagrahita di SLB BC Dharma Wanita 03 Turen. Hasil penilaian ahli materi pada materi yang disajikan, bahasa dan karakteristik sasaran diperoleh 85% dengan kriteria sangat valid. Hasil penilaian ahli media pada nilai keefektifan, kemenarikan, dan efisiensi media diperoleh hasil rata-rata 75% dengan kriteria valid. Pada hasil penilaian ahli praktisi pada aspek kegunaan, keefektifan media dan waktu diperoleh 88% dengan kriteria sangat valid. Sedangkan pada penilaian uji coba didapatkan rata-rata 66 dengan kualifikasi sangat valid digunakan. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu produk yang dihasilkan mendapatkan hasil yang tepat dan valid digunakan siswa Tunagrahita SLB BC Dharma Wanita 03 Turen. Saran yang diajukan adalah peneliti selanjutnya hendaknya mengembangkan media pembelajaran yang lebih variatif dengan subyek yang lebih luas .

Implementasi sensor kompas elektronik sebagai navigator pergerakan robot / Zulfikar Saroni

 

Kata Kunci: Sensor Kompas Elektronik, Mikrokontroler Atmega16, LCD Dalam Kontes Robot Cerdas Indonesia divisi Senior Beroda, sebuah robot dituntut untuk dapat bergerak menyusuri lapangan pertandingan yang merupakan miniatur dari suatu gedung dimana didalamnya terdapat lorong dan ruangan. Robot didesain sedemikian rupa sehingga memiliki kemampuan menjelajahi lapangan pertandingan dan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Untuk itu robot membutuhkan beberapa sensor yang nantinya dapat membantu robot dalam melakukan navigasi. Salah satunya yaitu sensor kompas elektronik yang digunakan untuk menentukan arah hadap robot terhadap lapangan pada saat robot melakukan navigasi. Perancangan proyek akhir ini merupakan implementasi dari sensor kompas elektronik yang digunakan pada robot cerdas pemadam api. Sensor sensor kompas elektronik yang digunakan merupakan modul jadi buatan philips dengan tipe CMPS03. Sensor kompas elektronik tipe ini memiliki jarak sudut 360˚. Mikrokontroler yang digunakan adalah mikrokontroler AVR buatan Atmel dengan tipe Atmega16. Di dalam sensor kompas elektronik CMPS03 ini terdapat dua buah sensor fero magnetik yang akan mendeteksi medan magnet bumi. Data yang dihasilkan dari kompas berupa data biner hasil konversi dari sudut magnetik bumi ke data digital contohnya utara dihasilkan sama dengan data 0 dan selatan sama dengan 7F dan data derajat yang lainnya secara linier. Koneksi dari modul ke mikrokontroler dapat dilakukan dengan 2 cara. Pertama mengunakan data PWM (Pulse Width Modulation), 1 ms ( 00) sampai 36.99 ms (359.90) untuk sinyal tinggi (High) dengan kata lain 100μs/0 dengan + 1ms offset. Dan sinyal rendah (low) sekitar 65ms diantara pulsa. Cara yang kedua mengunakan I2C, metode ini dapat digunakan langsung sehingga data yang dibaca tepat 00 - 3600 sama dengan 0-255. Hasil akhir dari perencanaan proyek akhir ini adalah robot dapat mengetahui arah hadap robot terhadap lapangan dan dapat bernavigasi sesuai dengan instruksi dari mikrokontroler. Data hasil pengukuran sesor kompas elektronik ditampilkan dengan menggunakan LCD.

Aplikasi fungsi eksponensial dan logaritma dalam bidang biologi, kependudukan, fisika, ekonomi/bisnis dan kesehatan
oleh Samsul Arifin

 

Analisis suseptibilitas magnetik sedimen Sungai Metro Kota Malang sebagai indikator pencemaran / Shelita Dwi Shindharatna

 

ABSTRAK Shindharatna, Shelita Dwi. 2015. Analisis Suseptibilitas Magnetik Sedimen Sungai Metro Kota Malang sebagai Indikator Pencemaran. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Zulaikah, M.Si. (II) Era Budi Prayekti, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: mineral magnetik, sedimen sungai, tingkat pencemaran, suseptibilitas magnetik, frequency dependent susceptibility (χfd%), X-Ray Fluorescence (XRF) dan Scanning Electron Microscopy with Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy(SEM-EDAX). Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan daerah tanah dan air yang memberikan kontribusi limpasan air ke suatu titik tertentu. DAS dengan kondisi sanitasi yang buruk dapat meningkatkan pencemaran. Salah satu DAS dengan kondisi memprihatinkan yaitu Sungai Metro yang merupakan salah satu anak Sungai Brantas yang melalui Kecamatan Sukun Kota Malang. Berkaitan dengan DAS tersebut, maka peneliti ingin mengetahui tingkat pencemaran Sungai Metro di Kecamatan Sukun Kota Malang pada tiga stasiun yaitu hulu, tengah dan hilir. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu pengukuran suseptibilitas magnetik didukung dengan uji XRF dan SEM-EDAX. Sampel yang digunakan yaitu sampel sedimen Sungai Metro. Penelitian ini dilakukan pengukuran suseptibilitas magnetik untuk mengetahui nilai suseptibilitas magnetik pada frekuensi rendah (χlf), suseptibilitas magnetik pada frekuensi tinggi (χhf) dan suseptibilitas magnetik bergantung frekuensi (χfd%). Nilai χfd% <4% mengindikasikan bahwa sampel mengalami pencemaran. Uji XRF digunakan untuk mengetahui unsur-unsur yang terkandung dalam sampel serta uji SEM-EDAX untuk mengetahui morfologi mineral magnetik. Hasil analisis menunjukkan bahwa rerata nilai χlf di hulu, tengah dan hilir sungai berturut-turut yaitu (28.81; 25.89; 29.68) x 10-6 m3 kg-1, sedangkan rerata χhf di hulu, tengah dan hilir berturut-turut yaitu (28.29; 25.48; 29.18) x 10-6 m3 kg-1. Nilai rerata χfd% di hulu, tengah dan hilir yaitu 1.99%, 1,91% dan 1,98%. Data tersebut menunjukkan bahwa Sungai Metro mengalami pencemaran. Kandungan unsur paling dominan dalam sampel yaitu Fe dengan rentang antara 65.7-72.38%. Unsur lain dengan prosentase yang cukup besar yaitu Si, Ca, Al, Ti. Sebaran bulir di hulu, tengah dan hilir yaitu bulir MD mendekati SP-SSD dengan ukuran (30.60 – 252.1) µm; (13.43-287.8) µm; (124.2-526.5) µm. Mayoritas bentuk bulir yang terdeteksi oleh SEM-EDAX yaitu berbentuk kubik dengan jenis mineral magnetiknya titanomagnetite (Fe3-xTixO4). Total logam berat di hulu, tengah dan hilir yaitu 69.345%; 66.51%; 71.01% dan disimpulkan bahwa tingkat pencemaran dari tinggi ke rendah yaitu hilir, hulu, kemudian tengah.

Limit superior dan limit inferior
oleh Suci Hartatik

 

Identifikasi mineral magnetik pada sedimen Waduk Selorejo berdasarkan suseptibilitas magnetik, x-ray fluorescence dan scanning electron microscope / Eka Sri Mu'alimah

 

ABSTRAK Mu’alimah, Eka Sri. 2015. Identifikasi Mineral Magnetik pada Sedimen Waduk Selorejo Menggunakan Suseptibilitas Magnetik, X-Ray Flourescence dan Scanning Electron Microscope. Skripsi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Zulaikah, S.Pd., M.Si., (2) Drs. Sutrisno, M.T. Kata Kunci: mineral magnetik, sedimen, suseptibilitas magnetik, X-Ray Fluorescence (XRF), Scanning Electron Microscope (SEM) Sifat magnetik sedimen ditentukan oleh mineral magnetik yang terdapat di dalamnya. Berkaitan dengan itu, maka peneliti ingin melakukan identifikasi mineral magnetik pada sedimen Waduk Selorejo dengan menggunakan suseptibilitas magnetik, X-Ray Flourescence dan Scanning Electron Microscope Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi mineral magnetik, diantaranya mengetahui rentang nilai suseptibilitas magnetik, frekuensi dependent rata – rata, hubungan antara suseptibilitas magnetik dengan frekuensi dependent, unsur yang terkandung dan bentuk visual mineral magnetik pada sedimen Waduk Selorejo. Hasil analisis menunjukkan rentang nilai suseptibilitas magnetik pada sedimen Waduk sebesar 4 x 10-6 m3kg-1 hingga 47 x 10-6 m3kg-1 dengan nilai frekuensi dependent rata-rata 2% diidentifikasi terdapat campuran bulir magnetik halus dalam domain SP (Superparamagnetik) dan bulir kasar non-SP. Bulir SP memiliki ukuran bulir < 0,005 µm. Suseptibilitas magnetik frekuensi rendah (χlf) menunjukkan hubungan yang signifikan dengan suseptibiltas yang bergantung frekuensi (χhf) yaitu, semakin besar nilai suseptibilitas magnetik, semakin kecil nilai frekuensi dependent mengikuti persamaan χfd = -1,262 In (χlf) + 5,1022 dengan koefisien korelasi R = 0.925. Berdasarkan hasil uji X-Ray Fluorescence (XRF), kandungan unsur Fe sedimen waduk selorejo adalah 57% - 63%. Besarnya unsur Fe menunjukan pembawa sifat magnetik dalam sedimen Waduk Selorejo adalah mineral magnetik. Mineral magnetik yang terkandung pada sedimen Waduk Selorejo jika dilihat dari pencitraan Scanning Electron Microscope with Dispersive Analysis X-Ray (SEM-EDAX) didominasi oleh mineral magnetik titanomagnetite berasal dari mineral detrital daerah tangkapan yang di angkut ke waduk dari aliran sungai, dan jenis mineral lainya yakni, mineral deposisi debu dari atmosfer (loess dari abu vulkanik) dan magnetic spherules dari polusi.

Pengaruh aplikasi metode penyusutan aktiva tetap terhadap aliran kas masuk (cash in flow/C.I.F.) pada PT. Industri Sandang II Unit Patal Lawang-Malang
oleh Rahayu Winarni

 

Identifikasi tingkat pemahaman konsep hidrolisis garam secara makroskopik, mikroskopik, serta simbolik pada siswa kelas XI IPA MAN 2 Kota Bima / Erniyustissiani

 

ABSTRAK Erniyustissiani.2015. Identifikasi Tingkat PemahamanKonsepHidrolisisGaramSecaraMakroskopik, Mikroskopik, sertaSimbolikPadaSiswaKelas XI IPA MAN 2 Kota Bima. Skripsi, Jurusan Kimia, FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Santosa, M.Si. (II) Drs. Muhammad SodiqIbnu, M.Si. Kata kunci: identifikasipemahamankonsephidrolisisgaram, tingkatmakoskopik,mikroskopik, sertasimbolik. Kimia mengandungkonsep yang bersifatkompleksdanmempunyaitingkatgeneralisasidankeabstrakan yang tinggi. Konsep-konsep yang adadalampelajarankimiamerupakankonsep yang berjenjangdarikonsep yang sederhanamenujukonsep yang lebihkompleks, sehinggadiperlukanpemahamankonsepdasar yang benar.Konsep-konsepdalamilmukimiasalingberkaitansatusamalain, misalnyasiswaakankesulitanmempelajarihidrolisisgaramjikasiswatidakmemahamimateriasam-basa.Padaumumnyapembelajarankimiamenekankanrepresentasikimiaberdasarkantingkatmakroskopikdansimboliksaja, padahaldalampembelajarankimiadibutuhkankeseimbanganrepresentasikimiaberdasarkantingkatmakroskopik,mikroskopiksertasimbolikuntukmempelajarikonsep-konsepkimiaterutamakonsephidrolisisgaram. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuitingkatpemahamansiswamengenaikonsephidrolisisgarampadatingkatmakroskopik, mikroskopik, sertasimbolik. Penelitianinimerupakanpenelitiandeskriptif.Populasidaripenelitianiniyaitusiswakelas XI MAN2 Kota Bima.Metodepengambilansampel yang digunakandalampenelitianinimerupakanmetodepengambilansampelkelompok (cluster acaksederhana).Sampelpadapenelitianiniadalah44siswadarikelas XI IPA 1.Instrumen yang digunakanpadapenelitianiniadalahtestertulisberupa 25soaltesobjektifdengan 5 pilihanjawaban yang dibuatolehpenelitidenganvaliditasisisangattinggi (93,33%) danreliabilitas yangsangattinggi (r=0,857) pula.Data padapenelitianini di analisismenggunakanperhitunganpersentasejawabansiswa. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa: (1) Tingkat pemahamankonsephidrolisisgarampadatingkatmakroskopiksiswakelas XI MAN 2 Kota Bimatermasukdalamkriteriatinggi, persentasesiswa yang dapatmenjawabbenarsebesar 66,7%. (2) Tingkat pemahamankonsephidrolisisgarampadatingkatmikroskopiksiswakelas XI MAN 2 Kota Bimatermasukdalamkriteriasedang, persentasesiswa yang dapatmenjawabbenarsebesar 42,7%. (3) Tingkat pemahamankonsephidrolisisgarampadatingkatsimboliksiswakelas XI MAN 2 Kota Bimatermasukdalamkriteriatinggi, persentasesiswa yang dapatmenjawabbenarsebesar 63,6%.Akan tetapikeseluruhanpemahamankonsephidrolisisgaramberdasarkantingkatmakroskopik, mikroskopik, sertasimboliktergolongrendah.Hal tersebutterlihatberdasarkanketuntasansiswaterhadapmaterihidrolisisgaramyaitusebanyak 2 orang siswadari 44 orang siswa.

Biodiversitas epifauna tanah serta hubungan dengan faktor lingkungan dan persepsi masyarakat tentang fungsi hutan di kawasan hutan Gunung Sibela Halmahera Selatan Maluku Utara / Abdu Mas'ud

 

Tesis. Jurusan Pendidikan Biologi. Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr A.D Corebima, M Pd, (II) Dr. Abdul Gofur, M Si. ABSTRAK Kata Kunci : biodiversitas, epifauna tanah, faktor lingkungan persepsi masyarakat, kawasan hutan gunung sibela. Salah satu cagar alam yang terdapat di Maluku Utara adalah Cagar Alam Gunug Sibela yang terletak di Pulau Bacan Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Di sekitar kawasan hutan cagar alam gunung Sibela terdapat hutan produksi terbatas dan hutan produksi konversi. Hutan produksi konversi telah dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk perkebunan rakyat. Peran serta masyarakat sekitar hutan cagar alam gunung Sibela terkait dengan aktivitasnya dalam pemanfaatan hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, merupakan suatu bentuk paparan atau gambaran dari tingkat pemahaman masyarakat tentang fungsi ekologi hutan. Pemahaman yang benar akan menyebabkan kondisi hutan lestari dan terjadi keseimbangan ekologi. Namun sebaliknya pemahaman yang salah akan menyebabkan rusak dan terganggunya fungsi ekologi hutan. Pada ekosistem hutan kualitas tanah sangat menentukan produktivitas hutan sebagai salah satu sumberdaya alam yang mendukung kehidupan manusia dari segi sosial ekonomi dan lingkungan. Fauna tanah merupakan salah satu komponen tanah. Kehidupan fauna tanah sangat tergantung pada habitatnya, dengan perkataan lain keberadaan dan kepadatan populasi suatu jenis fauna tanah di suatu daerah sangat tergantung dari faktor lingkungan, yaitu lingkungan biotik dan lingkungan abiotik. Epifauna tanah adalah fauna yang hidup di tanah, baik yang hidup di permukaan tanah maupun yang terdapat di dalam tanah, merupakan salah satu kelompok heterotrof utama di dalam tanah. Proses dekomposisi dalam tanah tidak akan berjalan cepat bila tidak ditunjang oleh kegiatan makrofauna tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Biodiversitas (indeks keanekaragaman, indeks kemerataan, indeks dominasi dan nilai penting) Epifauna tanah di hutan konservasi dan hutan produksi konversi pada Kawasan Hutan Gunung Sibela; (2) Hubungan antara faktor fisik-kimia (suhu, pH, kelembaban,) dan pemahaman masyarakat tentang fungsi hutan (deep ekologi) dengan biodiversitas epifauna tanah di hutan konservasi dan hutan produksi konversi pada Kawasan Hutan Gunung Sibela. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Epifauna tanah yang ditemukan pada penelitian ini sebanyak sebanyak 74 spesies epifauna yang terdiri dari 4 kelas, 18 ordo, 36 famili dan 63 genus. 2) Biodiversitas Epifauna tanah pada hutan konservasi adalah sebagai berikut: a) indek keanekaragaman sebesar 1,46475 kategori sedang, b) indeks kemerataan sebesar 0,35089 kategori kemerataan seimbang, c) indeks dominansi sebesar 0,06280 kategori dominansi yang cenderung rendah, d) Nilai penting Epifauna tertinggi pada spesies Formica sanguine sebesar 20.9735.; 3) Biodiversitas Epifauna tanah pada hutan produksi konversi adalah sebagai berikut: a) indek keanekaragaman sebesar 1,527183. kategori sedang, b) indeks kemerataan sebesar 0,36451 kategori kemerataan seimbang, c) indeks dominansi sebesar 0,053909 kategori dominansi yang cenderung rendah, d) Nilai penting Epifauna tertinggi pada spesies Formica sanguine sebesar 20.8798; 4) Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor fisik-kimia lingkungan dan tingkat pengetahuan masyarakat dengan indeks keanekaragaman Epifauna tanah baik di hutan konservasi dan hutan produksi konversi. pH dan suhu memberikan sumbangan efektif tertinggi terhadap indek keanekaragaman Epifauna tanah di hutan konservasi, sedangkan suhu dan kelembaban memberikan sumbangan efektif tertinggi terhadap indek keanekaragaman Epifauna tanah di hutan produksi konversi. Sumbangan efektif terendah pada kedua hutan adalah Tingkat pengetahuan masyarakat. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pembelajaran konsep ekologi dan sumbangan praktis tentang prosedur penelitian desain sederhana teknik pembuatan perangkap Epifauna tanah (trap) dalam bentuk Pitfall trap pada penelitian bidang minat ekologi hewan (arthropoda tanah) maupun Entomologi di Universitas Khairun Ternate.

Peningkatan hasil belajar membaca dan menulis permulaan melalui metode flasf card pada siswa kelas I SD Negeri Pandanwangi 4 Kecamatan Blimbing Kota Malang / Dwi Wahyuni Parmaningsih

 

Kata Kunci: membaca dan menulis permulaan, flash card, SD Keterampilan membaca dan menulis memiliki peranan penting untuk menunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Siswa yang mengalami kesulitan membaca dan menulis, kemajuan belajarnya juga lamban dibandingkan dengan teman-temannya yang tidak mengalami kesulitan membaca dan menulis. Hasil studi awal yang dilakukan pada siswa kelas I SD Negeri Pandanwangi 4 Kecamatan Blimbing Kota Malang menunjukkan bahwa hanya ada 14 siswa yang mampu untuk membaca dan menulis sedangkan sisanya belum mampu untuk membaca dan menulis kata atau kalimat pendek dengan benar dan lancar. Oleh karena itu, perlu digunakan metode yang bisa menarik perhatian siswa agar mampu meningkatkan membaca dan menulis permulaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode flash card. Metode Flash Card adalah metode yang penyajiannya dilakukan secara berulang-ulang dan cepat dengan menggunakan media berupa kartu kata bergambar (flash card) di bagian depan dan kata dibagian belakang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) perencanaan pembelajaran menggunakan metode flash card pada siswa kelas 1 SD Negeri Pandanwangi 4 kota Malang dalam meningkatkan hasil belajar membaca dan menulis permulaan, (2) penerapan metode flash card pada siswa kelas 1 SD Negeri Pandanwangi 4 kota Malang dalam meningkatkan hasil belajar membaca dan menulis permulaan, (3) hasil belajar menggunakan metode flash card pada siswa kelas 1 SD Negeri Pandanwangi 4 kota Malang dalam meningkatkan hasil belajar membaca dan menulis permulaan. Penelitian yang dilakukan pada siswa kelas I SDN Pandanwangi 4 ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa ketuntasan kelas mencapai 71,21 (71%) dan pada siklus II ketuntasan kelas mencapai 86,16 (86%). Dengan demikian, terjadi peningkatan sebesar 14,95 (15%) dari siklus I ke siklus II. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode flash card dapat meningkatkan keterampilan membaca dan menulis permulaan. Melalui metode flash card, siswa dapat mengembangkan kreativitasnya dengan menuliskan deskripsi suatu benda dengan membuat 4-6 kalimat sederhana. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan agar guru menggunakan metode flash card dalam pembelajaran membaca dan menulis permulaan sehingga siswa dapat aktif dalam pembelajaran dan mampu mengembangkan kreativitasnya.

The use of video to improve the speaking skill of the fourth semester students of State Institute for Islamic Studies (IAIN) Cirebon / Nana Priajana

 

ABSTRACT Thesis, English Language Education. Graduate Program of State University of Malang. Advisors: (I) Drs. Fachrurrazy, MA., Ph.D (II) Prof. Utami Widiati, M.A., Ph.D. Key words: video, teaching media, speaking skill. The teaching of English as a Foreign Language (EFL) speaking is necessary for university students to have basic skills of oral communication. Using teaching media in the teaching of EFL speaking might be beneficial to help students improve their speaking skills. As teaching media, video can offer audio and visual model of target language as complete stimuli. The aim of this research was to investigate the use of video as teaching media to improve the speaking skill of the fourth semester students of IAIN Cirebon. Based on the data of preliminary study, it was found that the students encountered many problems in their speaking class such as; the students had low motivation and reticence to speak, poor grammar and vocabulary, and had some errors in pronunciation. With regard to the problem, this classroom action research was conducted to solve those problems occurring in the speaking class. This research was a collaborative action research in which a collaborator assisted the researcher to collect the data using speaking scoring rubric, questionnaire and field notes. This research was conducted in two cycles focusing on the improvement of the students’ speaking performance and their positive attitude to the implementation of the use of video as teaching media in the speaking class. After the implementation of the use of video as teaching media in the speaking class for two cycles, it revealed that the use of video could improve the students’ speaking performance and give them positive attitude to the implementation activities. The findings showed that the average score of the students’ speaking performance could achieve 81.54 from the determined score 75. In addition, it was also found that 82.22 % of the students had positive attitude to the implementation of the use of video in the speaking class. The implementation of the use of video as teaching media in speaking class can cover a procedure of three main phases: The first phase is pre-viewing, (1) eliciting the target vocabulary to be used in the video and writing them down on the board , (2) elaborating the target vocabulary with the target expressions used of the video, (3) telling the students on what they are going to study about and setting up the classroom so that they will be ready to watch video. The second phase is whilst-viewing (1) assigning the students to watch the video (without the sound) and asking the students to predict things (place, actions, expressions), (2) playing the video (with the sound) and letting students check their own prediction, (3) giving students three chances to watch the video with sound, (4) having students do rehearsal focusing on vocabulary, pronunciation and expressions used in the video. The third phase is post-viewing, (1) providing another dialog/conversation and asking the students to identify typical expressions relevant to the topic, (2) assigning the students to act out or doing role play with similar topic of the video in pairs or group, (3) giving the feedback and corrections from the students performances. Based on the findings, it is concluded that the use of video as teaching media can be one of the solutions to improve not only the students’ speaking skills but also the their’ positive attitude in the teaching of speaking. Therefore, English teachers are suggested to use the video as teaching media to teach their students in speaking class and it is also possible to teach other language skills or components. The limitation of this research was about the kind of video. Since in this research the researcher used the instructional video, for other researchers are suggested to use other kinds of videos which are not used for instructional objectives.

Pengaruh tegangan terhadap karakter nanopartikel magnetit terlapis Tetrametilamonium Hidroksida (TMAH) hasil sintesis secara elektrokimia / Tri Karunia Indah Sari

 

ABSTRAK Sari, Tri Karunia Indah. 2015. Pengaruh Tegangan terhadap Karakter Nanopartikel Magnetit Terlapis Tetrametilamonium Hidroksida (TMAH) Hasil Sintesis Secara Elektrokimia. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fauziatul Fajaroh, M.S., (II) Dr. H. Sutrisno, M.Si. Kata-kata kunci: nanopartikel, magnetit, elektrokimia, modifikasi permukaan, pelapisan dengan TMAH Salah satu aplikasi nanopartikel magnetit adalah sebagai penyerap anion ataupun kation pada air limbah. Modifikasi permukaan nanopartikel magnetit diduga dapat meningkatkan proses penyerapan ion-ion pada air limbah. Salah satu modifikasi permukaan nanopartikel magnetit yang dapat dilakukan adalah dengan cara melapisi permukaannya menggunakan tetrametilamonium hidroksida (TMAH). Lapisan TMAH diharapkan dapat mencegah terjadinya aglomerasi dan menghasilkan luas permukan partikel yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk melapisi nanopartikel magnetit menggunakan TMAH dengan metode elektrokimia secara in-situ dan untuk mengetahui pengaruh tegangan pada penambahan TMAH terhadap luas permukaan nanopartikel magnetit. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap. Pertama, preparasi besi murni dari larutan besi(II) sulfat. Kedua, sintesis dan pelapisan nanopartikel magnetit oleh TMAH pada berbagai tegangan. Ketiga, karakterisasi hasil sintesis meliputi identifikasi kristalinitas dengan X-Ray Diffraction (XRD), identifikasi gugus fungsi dari molekul pelapis dengan IR, luas permukaan dengan Brunauer Emmett Teller (BET), deskripsi morfologi dan distribusi ukuran partikel dengan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel magnetit dapat terlapisi oleh TMAH. Tegangan yang digunakan saat sintesis dan pelapisan berpengaruh terhadap luas permukaan partikel. Luas permukaan partikel meningkat dengan semakin tingginya tegangan yang diberikan.

Peranan sektor pariwisata dalam meningkatkan pendapatan asli daerah di Kabupaten Tuban Jawa Timur / Vike Cendani

 

Kata Kunci: Peranan,Sektor Pariwisata, Pendapatan Asli Daerah Pembangunan nasional yang sedang dilaksanakan tidak terlepas dari peran serta daerah dalam turut mewujudkan tujuan pembangunan daerah secara utuh dan terpadu merupakan bagian internal dari pembangunan nasional. Untuk itu Daerah yang diberi kewenangan untuk mengatur daerahnya sendiri sehingga diharapkan mempunyai kemampuan untuk menyediakan dan menggali potensi yang ada dan dapat dijadikan sumber keuangan. Salah satunya dengan mengembangkan sektor pariwisata. Dengan berkembangnya pariwisata menjadi suatu industri diharapkan mampu meningkatkan sumbangan Pendapatan Asli Daerah, mengingat pentingnya Pendapatan Asli Daerah sebagai sumber dari pembiayaan bagi pembangunan daerah di samping dana dari Pemerintah Pusat. Sektor pariwisata sangat berkembang dewasa ini dan menjadi suatu fenomena global dengan melibatkan ratusan juta jiwa di seluruh dunia. Sektor pariwisata berperan sebagai salah satu alat untuk memperkecil kesenjangan. Dari proses ini mengakibatkan terjadinya interaksi kepuasan, kenikmatan di antara sesama maupun kelompok. Namun dalam pengembangan obyek wisata terdapat permasalahan yang harus diatasi oleh Dinas Perekonomian dan Pariwisata. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui upaya-upaya yang dilakukan oleh Dinas Perekonomian dan Pariwisata dalam peranannya sebagai pengembang potensi daerah sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan temuan diuji menggunakan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Analisis data menggunakan verifikasi data atau menyimpulkan, display data atau penyajian, dan reduksi data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya dukungan dana, Sumber Daya Manusia, sarana dan prasarana, promosi dalam mengembangkan sektor pariwisata dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, sehingga dapat memberikan peran dalam pembangunan daerah. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar dalam meningkatkan pengunjung suatu tempat wisata dibutuhkan kegiatan memaksimalkan marketing dan promosi tentang obyek wisata tersebut dengan cara memperbanyak promosi wisata melalui media cetak maupun elektronik, tentang wisata yang dapat dikunjungi jika ingin berwisata ke Kabupaten Tuban, mengadakan riset pemasaran wisata, dan perlu meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana kepariwisataan pada tiap daerah tujuan wisata, dan kegiatan ini perlu melibatkan masyarakat sekitar.

Hubungan antara tingkat pendidikan dan pengalaman anggota DPRD dengan partisipasinya dalam proses pengambilan keputusan (suatu studi di DPRD Kotamadya Dati II Probolinggo tahun 1997/1998) / oleh Bambang Budi Santoso

 

Keanekaragaman, kepadatan dan distribusi cacing tanah pada lahan pekarangan, sawah dan ladang di Desa Gesang Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang / oleh Kurnia Wulandari

 

Pengembangan modul pembelajaran biologi berbasis blended learning dengan integrasi pendekatan saintifik dan pengajaran literasi sains materi sistem regulasi untuk SMA / Nina Yunindar

 

ABSTRAK Yunindar, Nina. 2015.Pengembangan Modul Pembelajaran Biologi Berbasis Blended Learning dengan Integrasi Pendekatan Saintifik dan Pengajaran Literasi Sains Materi Sistem Regulasi untuk SMA. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, M.S., (2) Dra. Hj. Susilowati, M.S. Kata Kunci: modul pembelajaran biologi, blended learning, pendekatan saintifik, pengajaran literasi. Biologi merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang menggunakan metode saintifik dalam proses pengajarannya, yang bertujuan agar siswa aktif belajar seperti tujuan Kurikulum 2013. Selain itu tujuan Kurikulum 2013 adalah mempersiapkan siswa menghadapi globalisasi abad 21. Kesiapan dalam menghadapi abad 21 dapat dilihat dari kemampuan literasi sains yang dimiliki siswa. Saat ini kemampuan literasi sains siswa tergolong rendah. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan membuat modul pembelajaran berbasis blended learning dengan integrasi pendekatan saintifik dan pengajaran literasi sains. Penelitian ini bertujuan menyusun modul pembelajaran biologi berbasis blended learning dengan integrasi pendekatan saintifik dan pengajaran literasi sains serta menguji kevalidan, kefektifan, dan kepraktisan modul pembelajaran biologi tersebut sehingga dapat meningkatkan kemampuan literasi sains siswa pada materi sistem regulasi. Penelitian ini mengadopsi model Penelitian & Pengembangan Borg & Gall dan dibatasi sampai dengan langkah ketujuh. Uji lapangan tahap awal dilakukan terhadap validator ahli materi, ahli media, ahli praktisi lapangan serta siswa kelas XII MIA 4 SMAN 8 Malang sedangkan uji lapangan utama dilakukan terhadap XI MIA 4 SMAN 8 Malang pada semester genap tahun ajaran 2014/2015. Data kualitatif dan kuantitatif yang diperoleh selama uji lapangan dikumpulkan dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua indikator penilaian modul berkriteria baikmenurut ahli media. Sedangkan menurutahli materi, 39 indikator berkriteria sangat baikdan 50 indikator berkriteria baik. Dan menurut ahli praktisi lapangan, 12 indikator berkriteria sangat baikdan 12 indikator berkriteria baik. Hasil observasi menunjukkan semua sintaks pembelajaran telah terlaksana kecuali kegiatan mengkomunikasikan pada pertemuan pertama. Hasil pretes-postes kemampuan literasi sains siswa menunjukkan gain score sebesar 0,62 yang berarti sedang. Sebanyak 15siswakelas XI MIA 4 SMAN 8 Malang memberikan penilaian baik dan 19 siswa memberikan penilaian sangat baikterhadap modul pembelajaran biologi yang dapat diketahui dari lembar validasi uji lapangan utama oleh siswa kelas XI. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat dikatakan bahwa modul pembelajaran yang dihasilkan valid, efektif, dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran.

Penggabungan pusat pemerintahan Karesidenan Pasuruan dan Malanmg tahun 1931-1941 serta relevansinya terhadap pembelajaran sejarah / Bramasta Yudha Wahyu Wijaya

 

ABSTRAK Wijaya, Bramasta Yudha Wahyu. 2015. Penggabungan Pusat Pemerintahan Karesidenan Pasuruan Dan Malang Tahun 1931-1941 Serta Relevansinya Terhadap Pembelajaran Sejarah. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. R. Reza Hudiyanto, M. Hum. Kata Kunci: Penggabungan, Pemerintah Karesidenan, Pasuruan-Malang Pada masa kolonial di Indonesia, Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal membuat perubahan besar pada sektor birokrasi pemerintahan di Jawa. Daendels membagi wilayah Jawa ke dalam bentuk prefectur. Sejak pemerintahan Raffles, prefektur telah berubah menjadi karesidenan. Salah satu karesidenan pertama kali dibentuk oleh pemerintah Kolonial pada tahun 1819 adalah Pasuruan. Pasuruan terdiri dari tiga kabupaten yaitu Bangil, Malang dan Pasuruan itu sendiri. Pada paruh pertama abad kesembilan belas, ibukota Karesidenan Pasuruan berlokasi di Pasuruan, sebuah kota di pesisir utara Jawa bagian timur. Pada tahun 1928 kondisi ekonomi dan sosial telah berubah sejak Malang sebuah kota di pedalaman Jawa tumbuh menjadi kota besar. Hal itu membuat pemerintah kolonial memutuskan untuk membentuk Malang menjadi sebuah ibukota Karesidenan. Penelitian ini mencari jawaban atas masalah yaitu: (1) latar belakang penggabungan Karesidenan dari pasuruan ke Malang. (2) kondisi Malang sejak memiliki status baru sebagai ibukota Karesidenan Malang. Untuk menjawab pertanyaan ini, peneliti menggunakan metode sejarah. Metode sejarah terdiri dari lima tahap, pemilihan topik, mencari informasi atau sumber, verifikasi, interpretasi dan menyajikan dalam bentuk tertulis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) penggabungan pusat pemerintahan Karesidenan dari Pasuruan ke Malang adalah hasil dari perubahan ekonomi dan sosial di Malang sejak 1 Juli 1928, Malang telah dibanjiri oleh perkembangan infrastruktur dan populasi, krisis ekonomi yang melanda Hindia Belanda memaksa pemerintah untuk mengurangi anggaran negara dengan menggabungkan dua Karesidenan menjadi satu. (2) penggabungan wilayah karesidenan tersebut membuat Malang menjadi semakin ramai dengan perkembangan infrastruktur dan meningkatnya jumlah penduduk di Malang sebagai pusat pemerintahan Karesidenan sekaligus menjadi ibukota Karesidenan. Saran dalam penelitian selanjutnya, sejarah birokrasi memainkan peran penting dalam memberikan solusi untuk konflik politik kontemporer setelah pelaksanaan keputusan otonomi daerah tahun 2004 untuk menjamin keberlangsungan pemerintahan yang bersih, adil dan jujur.

Identifikasi kesulitan belajar siswa kelas II SMU Islam Malang dalam memahami materi stoikiometri / oleh Titik Purwaningrum

 

Kelimpahan dan keanekaragaman burung di Prevab Taman Nasional Kutai Kalimantan Timur / Asa Ismawan

 

ABSTRAK Ismawan, Asa. 2015. Kelimpahan danKeanekaragamanBurungdi Prevab Taman NasionalKutai Kalimantan Timur. Skripsi, JurusanBiologi, FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Sofia EryRahayu, S.Pd.,M.Si., (II) Drs. H. AgusDharmawan, M.Si. Kata Kunci: Kelimpahan, Keanekaragaman, Burung, Prevab, Taman Nasional Kutai. Burung merupakan salah satu kekayaan hayati yang hidup spesifik di habitat tertentu. Prevab yang tersusun atas hutan sekunder merupakan habitat yang cocok bagi kehidupan berbagai jenis burung dan memiliki nilai konservasi tinggi serta dijadikan objek wisata alam. Penelitian ini bertujuanuntukmengetahui kelimpahan dan keanekaragamanburung di Prevab Taman NasionalKutai Kalimantan Timur. Penelitian ini denganpendekatan deskriptif eksploratif menggunakanMetodeTitikataupoint count method. Penelitiandilakukanpadatanggal 21-30 Januari 2015 di Prevab Taman Nasional Kutai. Pengamatanpadapagihari (06.00-09.00 WITA) dan sore hari (15.00-18.00 WITA). Pengamatan dilakukan melalui perjumpaan langsung dan suara. Pengukuran suhu dan kelembaban menggunakan alat termohigrometer. Pencatatan vegetasi habitat berupa jenis-jenis pohon. Berdasarkan hasil penelitian ditemukansebanyak 22 jenis burungdari 15 famili.Spesiesburung yang ditemukan terdiridari 6 ordo;Bucerotiformes, Columbiformes, Cuculiformes, Coraciiformes, Piciformes, dan Passeriformes.Indekskeanekaragamanjenis burung (H’) termasukkategorisedang. Nilaiindekskemerataanjenis burung (E) termasukkategorisedangsampaitinggi. SedangkanNilaiindekskekayaanjenis burung (R) termasukkategoritinggi.Spesiesburungkangkarengperutputih (Anthracocerosalbirostris)memiliki total indekskelimpahanrelatifdan frekuensi perjumpaan tertinggi dibandingkan dengan spesies burung lainnya.

The linguistic production of child named Mara in the holophrastic and telegraphic stages / by Patuan Raja

 

Analisis buku biologi kelas X kurikulum 2013 berdasarkan sudut pandang keterlibatan siswa sesuai kajian pendekatan ilmiah / Anisa Nur Istiqomah

 

ABSTRAK Istiqomah, A. Nur. 2015. Analisis Buku Biologi Kelas X Kurikulum 2013 Ber-dasarkan Sudut Pandang Keterlibatan Siswa Sesuai Kajian Pendekatan Ilmiah. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M.Pd, (II) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S Kata Kunci: Buku teks pelajaran, Pendekatan ilmiah, Kurikulum 2013 Buku teks pelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam kegiatan pembelajaran yang mendukung berbagai kemampuan siswa. Buku teks pelajaran merupakan salah satu dokumen kurikulum yang digunakan sebagai komponen implementasi Kurikulum. Buku teks pelajaran yang relevan dengan kurikulum 2013 akan memiliki kualitas yang baik. Agar kegiatan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan tuntutan kurikulum yang sudah ditentukan oleh perundangan–undangan dan dapat mendukung keterlibatan siswa dalam belajar maka isi buku perlu dievaluasi dan direvisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat keterlibatan siswa pada buku teks pelajaran biologi kelas X yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran di SMA sesuai pendekatan ilmiah Kurikulum 2013 sebagai salah satu bentuk evaluasi pada buku teks pelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif yang bersifat kualitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga buku yang telah digunakan dalam pembelajaran di SMA. Hasil penelitian menunjukkan nilai persentase yang menggambarkan keterlibatan siswa sesuai pendekatan ilmiah pada buku A, B, dan C tergolong dalam kategori sangat rendah. Buku teks pelajaran A, B, dan C tidak dapat digunakan sebagai sumber utama proses pembalajaran menggunakan pendekatan ilmiah. Terkait dengan penelitian ini pada kegiatan pembelajaran perlu dikembangkan media pembelajaran yang menggunakan landasan pendekatan ilmiah sebagai sumber belajar utama kegiatan pembelajaran. Untuk kegiatan belajar mandiri di luar kelas perlu ditambahkan kegiatan yang memiliki kapasitas agar siswa melatih kemampuan siswa menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah.

Study of metaphors of Mark O'Connor's Poetry of the Mountain" / by Siti Latiffa Noviasari"

 

Studi keragaman burung di kawasan Coban Rais Kota Batu, Jawa Timur / Alfi Laila Zuhriansah

 

ABSTRAK Zuhriansah, Alfi Laila. 2015. Studi Keragaman Burung di Kawasan Coban Rais Kota Batu, Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M.Si, (II) Dra. Hj. Susilowati, M.S. Kata Kunci: keragaman burung, metode Point Transect, kawasan Coban Rais Kawasan Coban Rais mempunyai tipe habitat berupa semak belukar, perdu dan pohon berkanopi lebar. Sebagian lahan kawasan Coban Rais merupakan milik warga sekitar dan dijadikan hutan homogen untuk ditanami pohon pinus dan rumput gajah sebagai pakan ternak sapi penduduk sekitar, serta lahan perkemahan. Data base tentang keragaman burung di kawasan Coban Rais masih belum ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) keragaman spesies burung, (2) frekuensi perjumpaan spesies burung dan (3) status konservasi burung yang teramati di kawasan Coban Rais, Kota Batu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2015 di kawasan Coban Rais. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan menggunakan metode Point Transect dimulai dari pintu masuk hingga air terjun kawasan Coban Rais. Pengamatan dilakukan pada pukul 06.30-09.00 WIB dan 14.30-17.00 WIB sebanyak 3 kali ulangan dalam rentang waktu 5 hari. Data berupa perolehan jumlah spesies yang dianalisis dengan Frekuensi Relatif (Fr) dan Indeks Kelimpahan Relatif (IKR). Hasil penelitian ditemukan 40 spesies burung dari 21 Famili di kawasan Coban Rais dan spesies yang ditemukan paling banyak dari Ordo Passeriformes yaitu 28 spesies. Sebanyak 11 spesies teridentifikasi melalui suara, 17 spesies teridentifikasi melalui morfologi serta 15 spesies melalui rekaman suara dan morfologi.. Burung yang ditemukan dengan nilai Fr dan IKR tertinggi pada pengamatan sore adalah Walet Linci (Collocalia linchii). Persebaran burung berbeda di tiap titik pengamatan, semakin mendekati air terjun semakin sedikit spesies yang dijumpai. Ditemukan 1 spesies yang terancam punah menurut The IUCN Red List Th 2014 dan UU No. 5 Th 1990, yaitu Elang Jawa (Spizaetus alboniger) serta sebanyak 10 spesies dilindungi di Indonesia menurut UU No. 5 Th 1990.

Motivasi siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola basket di SMPN 4 Kepanjen Kabupaten Malang / Havid Yusuf

 

Motivasi adalah daya upaya yang mendorong manusia atau seseorang untuk melakukan sesuatu. Dengan adanya arah dan tujuan dalam proses belajar mengajar maka tujuan dan arah yang dikehendaki atau subjek belajar dapat terpenuhi. Sedang ekstrakurikuler adalah kegiatan-kegiatan di luar sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi intrinsik siswa, mengetahui tingkat motivasi ekstrinsik siswa, dan mengetahui tingkat motivasi yang lebih tinggi antara motivasi intrinsik dengan motivasi ekstrinsik siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bola basket di SMPN 4 Kepanjen, Kabupaten Malang. Kata kunci: motivasi, siswa, ekstrakurikuler bola basket. Olahraga merupakan kegiatan yang sangat penting bagi setiap orang. Dalam kegiatannya, olahraga sangat diperlukan untuk kesehatan tubuh dan juga menuju pada prestasi. Kesehatan dan prestasi juga didasari oleh adanya motivasi yang berkembang dalam diri individu tersebut. Kegiatan berolahraga sangatlah melelahkan, tetapi apabila dinikmati dengan senang, rasa lelah tersebut akan menjadi kesenangan tersendiri bagi orang yang melakukan olahraga. Dampak berolahraga sangatlah bagus sekali, antara lain: menjadikan tubuh sehat, stamina yang prima dan berdampak pada kehidupan sehari-hari untuk pola hidup sehat. Sekarang ini peranan olahraga sangat beranekaragam. Mulai dari kegiatan latihan ekstrakurikuler yang terdapat di sekolah, kegiatan yang dilakukan di klub yang dibina oleh seorang pelatih, sampai tercapainya menjadi seorang atlet dan kegiatan pertandingan yang sering dilakukan. Dalam dunia pendidikan, proses belajar mengajar guru akan menghadapi siswa yang mempunyai karakteristik dan kemampuan yang berbeda-beda sehingga seorang guru dalam proses belajar mengajar tidak akan pernah lepas 2 dengan masalah hasil belajar siswanya, karena hasil belajar merupakan ukuran dari hasil kemampuan siswa dalam menerima pekerjaan di sekolah, termasuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan pembelajaran diluar kegiatan intrakurikuler yang diselenggarakan di sekolah dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan untuk memenuhi tuntutan penguasaan kompetensi mata pelajaran, pembentukan karakter bangsa, dan peningkatan kecakapan hidup yang alokasi waktunya diatur secara tersendiri berdasarkan pada kebutuhan dan kondisi sekolah. Motivasi adalah daya upaya yang mendorong manusia atau seseorang untuk melakukan sesuatu. Dengan adanya arah dan tujuan dalam proses belajar mengajar maka tujuan dan arah yang dikehendaki atau subjek belajar dapat terpenuhi. Menurut Hayinah (1992:19) secara tradisional orang biasa membedakan motif menjadi 2, yaitu: motif intrinsik dan motif ekstrinsik. Motivasi sangat berpengaruh pada aktivitas olahraga yang akan dilakukan oleh individu tersebut. Motivasi dapat dibagi menjadi 2, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Setiap individu melakukan semua cabang olahraga yang mereka gemari tidak lepas dengan motivasi. Dalam kegiatan ekstrakurikuler yang terdapat di SMP 4 Kepanjen sekarang diharapkan siswa dapat meningkatkan prestasinya dibidang olahraga dan dengan adanya sarana dan prasarana yang dimiliki SMPN 4 Kepanjen, siswa menjadi lebih berminat dan termotivasi dalam mengembangkan bakatnya dibidang olahraga, selain mempunyai kemampuan akademis, kemampuan di bidang olahraga juga tak kalah hebatnya. Di SMPN 4 Kepanjen terdapat 3 macam kegiatan ekstrakurikuler olahraga antara lain: bola basket sebanyak 54 orang, bola voli sebanyak 32 siswa, dan karate sebanyak 24 siswa. Dari sini kita dapat mengetahui, bahwa ekstrakurikuler yang memiliki jumlah siswa paling banyak adalah ekstrakurikuler bola basket sebanyak 54 orang. Dalam kegiatan sekolah, kegiatan olahraga yang digemari oleh siswa, masuk dalam kegiatan ekstrakurikuler, berupa olahraga sepakbola, bola basket, bola voli, beladiri, dan sebagainya. Kegiatan ini akan menjaring minat dan bakat 3 siswa yang pantas dan sesuai dengan keahliannya. Namun, ini pun tergantung juga dengan motivasi mana yang lebih tinggi yang siswa usung untuk masuk ekstraku- rikuler tersebut. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui tingkat motivasi intrinsik siswa, mengetahui tingkat motivasi ekstrinsik siswa, dan mengetahui tingkat motivasi yang lebih tinggi antara motivasi intrinsik dengan motivasi ekstrinsik siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bola basket di SMPN 4 Kepanjen, Kabupaten Malang. Menurut Giddens (dalam Sobur, 2003:267) motif diartikan sebagai impuls/dorongan yang memberi energi pada tindakan manusia sepanjang lintasan kognitif/perilaku ke arah pemuasan kebutuhan. R.S. Woodworth (dalam Sobur, 2003:267) mengartikan motif sebagai suatu set yang dapat atau mudah menyebabkan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu (berbuat sesuatu) dan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Menurut Hayinah (1992:19) motivasi adalah kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu guna mencapai suatu tujuan. Menurut Moeslichatoen (1992:54) motivasi merupakan daya penggerak yang menyebabkan seseorang melakukan sesuatu perbuatan dengan cara tertentu. Menurut Suryabrata (dalam Sobur, 2003:295) motif intrinsik, yaitu motifmotif yang dapat berfungsi tanpa harus dirangsang dari luar. Dalam diri individu sendiri, memang telah ada dorongan itu. Seseorang tersebut melakukan sesuatu karena ia ingin melakukannya. Menurut Johannes dan Yunus (1991:62) motivasi intrinsik berfungsi karena adanya dorongan yang berasal dari individu sendiri. Misalnya seorang siswa selalu berusaha untuk semakin meningkatkan kepintarannya, kemampuan dan keterampilannya, karena hal tersebut dapat memberikan kepuasan kepada dirinya. Menurut Hayinah (1992:19), motivasi ekstrinsik adalah motif yang timbulnya karena adanya rangsangan dari luar, misalnya anak mau belajar kalau diberi hadiah yang akan menyenangkan hatinya. Menurut Suryabrata (dalam Sobur, 2003:295) motif ekstrinsik ialah motif-motif yang berfungsi karena ada perangsang dari luar. 4 Menurut Ahmadi (1984:105) ekstrakurikuler adalah kegiatan-kegiatan di luar sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub-klub, misalnya : olahraga, kesenian, ekspresi dan lain-lain. Menurut Sutisna (1990:56) banyak macam dan jumlah kegiatan murid yang dilakukan di sekolah-sekolah dewasa ini, yaitu: organisasi murid seluruh sekolah; organisasi kelas dan organisasi tingkat-tingkat kelas; kesenian: tari-tarian, band, karawitan, nyanyian bersama; pidato dan drama (diskusi, deklamasi, dsb.); klub-klub hobi (fotografi); kegiatan-kegiatan sekolah; klub-klub yang berpusat pada mata pelajaran (klub IPA); atletik dan sport; publikasi sekolah (koran sekolah); organisasi-organisasi yang disponsori secara kerjasama (pramuka). Permainan bola basket dilakukan dengan mempergunakan tiga unsur teknik yang menjadi pokok permainan, yakni : mengoper dan menangkap bola (passing and catching), menggiring bola (dribbling), serta menembak (shooting). Ketiga unsur teknik tadi berkembang menjadi berpuluh-puluh teknik lanjutan yang memungkinkan permainan bola basket hidup dan bervariasi. Misalnya, dalam teknik mengoper dan menangkap bola terdapat beberapa cara seperti : tolakan dada (chest pass), tolakan di atas kepala (overhead pass), tolakan pantulan (bounce pass), dan lain sebagainya. Dalam rangkaian teknik ini, dikenal pula sebutan pivot yakni pada saat memegang bola, salah satu kaki bergerak dan satu kaki lainnya tetap di lantai sebagai tumpuan. METODE Penelitian ini menggunakan rancangan non eksperimental dan jenis penelitiannya adalah deskriptif. Menurut Winarno (2007:34) penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan (memaparkan) peristiwa yang terjadi pada masa kini. Selain itu, menurut Dasna, Ibnu, dan Mukhadis (2003:46), penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan (memaparkan) peristiwa yang urgen terjadi masa kini. Dalam penelitian deskriptif tidak ada pengujian hipotesis karena cenderung tidak maksudkan untuk mengungkapkan hubungan antar variabel. Dalam penelitian ini subjeknya adalah siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola basket di SMPN 4 Kepanjen yang berjumlah 54 orang, dengan rincian; kelas VII sebanyak 20 siswa, kelas VIII sebanyak 18 siswa, dan 5 kelas IX sebanyak 16 siswa. Karena jumlah populasinya di bawah 100, maka 54 siswa tersebut diambil semua sebagai subjek, sehingga penelitian ini merupakan penelitian populasi. Penelitian ini menggunakan instrumen non tes berupa angket/kuesioner. Menurut Arikunto (2006:151) kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memproleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui. Alasan peneliti menggunakan angket adalah untuk memperoleh informasi yang sesuai dengan keadaan yang dialami oleh responden dan akan memperoleh data yang relevan. Selain itu penggunaan angket dalam evaluasi ini akan mempermudah responden memberikan jawaban yang sesuai dengan hal-hal yang diketahuinya atau dialaminya. Dalam penelitian ini, angket yang digunakan berbentuk skala yang memuat suatu nilai untuk tiap pilihan jawaban yang tersedia. Setiap instrumen dalam penelitian ini mengunakan skala likert, dengan gradasi skor antara empat sampai dengan satu. Menurut Arifin (1988:56) dalam skala likert, subjek tidak disuruh memilih pernyataan-pernyataan yang positif saja, tetapi memilih juga pernyataanpernyataan yang bersifat negatif. Jawaban setiap item instrumen menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif yang berupa kata-kata, yaitu: selalu, sering, jarang, tidak pernah. Instrumen menggunakan checklist atau pilihan ganda. Jawaban selalu diberi bobot 4. Jawaban sering diberi bobot 3. Jawaban jarang diberi bobot 2. Jawaban tidak pernah diberi bobot 1. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan melakukan penyebaran angket dengan pertanyaan-pertanyaan tertulis kemudian diberikan kepada responden untuk dipilih dari 4 butir pilihan jawaban. Analisis data dengan memberi kode jawaban angket, kemudian menganalisis data dengan menggunakan rumus persentase sesuai dengan tujuan penelitian. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif persentase sehingga dengan menganalisis setiap variabel dan memperoleh gambaran variabel yang akan diteliti. Teknik yang digunakan untuk mengetahui jumlah perbandingan skor dari masing-masing variabel. 6 HASIL Hasil penelitian ini menunjukkan persentase bahwa tingkat motivasi intrinsik siswa dalam megikuti kegiatan bola basket di SMPN 4 Kepanjen sebesar 31,48% dengan rata-rata 26.7 yang termasuk kriteria sedang. Tingkat motivasi ekstrinsik siswa dalam mengikuti kegiatan bola basket di SMPN 4 Kepanjen sebesar 31,48% dengan rata-rata 29 yang termasuk kriteria sedang. Hasil analisis deskriptif persentase aspek motivasi yang lebih tinggi antara motivasi intrinsik dan ekstrinsik, bahwa persentase motivasi intrinsik siswa sebesar 44,44%, sedangkan persentase motivasi ekstrinsik siswa sebesar 55,56%. Jadi, dapat diketahui bahwa siswa SMPN 4 Kepanjen lebih tinggi atau dominan mengikuti ekstrakurikuler bola basket karena motivasi ekstrinsik. PEMBAHASAN Dari hasil penelitian tingkat motivasi intrinsik kegiatan siswa ekstrakurikuler bola basket di SMPN 4 Kepanjen secara keseluruhan, siswa termasuk dalam kategori sedang. Menurut Anderson dan Faust (dalam Prayitno, 1989:10) menyatakan bahwa motivasi dapat dilihat dari karakteristik tingkah laku siswa yang menyangkut minat, ketajaman perhatian, konsentrasi dan ketekunan. Menurut Thornburgh (dalam Prayitno, 1989:10), motivasi intrinsik adalah keinginan bertindak yang disebabkan faktor pendorong dari dalam diri individu. Siswa yang memiliki motivasi tinggi dalam latihan menampakkan minat yang besar dan perhatian yang penuh tehadap latihan-latihan yang diberikan oleh pembina. Jadi, sebagian siswa SMPN 4 Kepanjen mengikuti kegiatan ekstra-kurikuler bola basket karena keinginan yang ada dalam diri mereka memiliki tujuan sendiri untuk peningkatan dalam olahraga bola basket. Dari hasil penelitian tingkat motivasi ekstrinsik kegiatan siswa ekstrakurikuler bola basket di SMPN 4 Kepanjen secara keseluruhan, siswa termasuk dalam kategori sedang. Menurut Hamalik (2001:112), motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang disebabkan oleh faktor-faktor dari luar situasi belajar. Menurut Handoko (dalam Sobur, 2003:269) dalam suatu motif, umumnya terdapat 2 unsur pokok, yaitu 7 unsur dorongan dan unsur tujuan. Unsur dorongan sangat berpengaruh pada peran siswa dalam mengikuti kegiatan ektrakurikuler bola basket. Kegiatan akan lebih berprestasi jika ditunjang dengan motivasi ekstrinsik agar kegiatan siswa menjadi lebih baik. Motivasi ekstrinsik mempunyai peranan yang juga sangat penting bagi siswa. Jadi, sebagian siswa SMPN 4 Kepanjen mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola basket karena ingin mendapatkan sesuatu yang diluar dari keinginan diri mereka untuk peningkatan olahraga bola basket yang dijalani siswa itu sendiri. Dari hasil penelitian tingkat motivasi mana yang lebih tinggi antara motivasi intrinsik dan ekstrinsik kegiatan siswa ekstrakurikuler bola basket di SMPN 4 Kepanjen, menunjukkan bahwa motivasi ekstrinsik lebih tinggi daripada motivasi intrinsik. Hal ini, rangsangan dari luar sangat berpengaruh kepada siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola basket di SMPN 4 Kepanjen. Menurut Phil Louther (dalam Prayitno 1989:14) bahwa banyak sekali siswa yang dorongan belajarnya adalah motivasi ekstrinsik. Siswa seperti ini memerlukan perhatian dan pengarahan yang khusus dari guru. Siswa sangat bergantung kepada keharusan-keharusan yang ditentukan oleh pembina untuk mendorong mereka dalam berlatih. Namun, hal itu tidaklah berarti bahwa adanya motivasi ekstrinsik itu jelek dan perlu dihindari sama sekali. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Thornburgh (dalam Prayitno, 1989:14), antara motivasi intrinsik dan ekstrinsik itu saling menambah atau memperkuat, bahkan motivasi ekstrinsik dapat membangkitkan motivasi intrinsik. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkaan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut: tingkat motivasi intrinsik siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola basket di SMPN 4 Kepanjen termasuk dalam kategori sedang, tingkat motivasi ekstrinsik siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola basket di SMPN 4 Kepanjen termasuk dalam kategori sedang, motivasi ekstrinsik siswa dalam mengikuti kegiatan 8 ekstrakurikuler bola basket di SMPN 4 Kepanjen lebih tinggi daripada motivasi intrinsik siswa. Saran Berdasarkan dari kesimpulan yang didapat, maka peneliti mengemukakan saran-saran dengan harapan dapat bermanfaat untuk peningkatan mutu siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola basket di SMPN 4 Kepanjen sebagai berikut. 1. Bagi Sekolah Perlu adanya motivasi dari pihak sekolah untuk menumbuhkan minat dan bakat siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler yaitu berupa penghargaan terhadap siswa yang berprestasi supaya semangat, minat dan kemauan terus berkembang di dalam diri siswa dan pemacu siswa lain untuk terus berprestasi. Perlu adanya sarana, dan perhatian dari pihak sekolah, supaya peserta ekstrakurikuler olahraga bola basket dapat berlatih dengan optimal, sehingga dapat mencapai target baik dalam bermain maupun berlatih. 2. Bagi Pembina Dari hasil penelitian, tingkat motivasi ekstrinsik siswa lebih tinggi daripada motivasi intrinsik. Jadi, perlu adanya motivasi dari pembina untuk menumbuhkan minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga bola basket agar peserta ekstrakurikuler mempunyai kemauan yang tinggi untuk berlatih. Pemberian motivasi ekstrinsik yang berlebihan akan berdampak sifat negatif dari siswa, contohnya siswa menang dalam pertandingan dan selalu mendapat hadiah dari gurunya, tiba-tiba siswa tersebut kalah dan tidak diberi hadiah lagi oleh guru sehinggaa dia malas berlatih lagi. Pembina ekstrakurikuler seharusnya menerapkan dan memberikan motivasi ekstrinsik juga kepada siswa, supaya motivasi intrinsik dengan motivasi ekstrinsik tetap seimbang. Diharapkan, keseimbangan motivasi keduanya pada siswa muncul dan akan menjadi lebih baik dari sebelumnya dari segi perilaku dan teknik permainan siswa.

Peningkatan hasil belajar matematika melalui model simulasi di kelas II SDN Tajinan 02 Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang / Erna Tjahjani

 

Kata kunci: hasil belajar, matematika, simulasi Berdasarkan hasil pengamatan permasalahan yang dihadapi siswa di SD Negeri Tajinan 02 khususnya di kelas II adalah hasil belajar Matematika yang belum tuntas yakni belum mencapai angka minimal daya serap 70%. Salah satu faktor penyebabnya adalah pembelajaran Matematika disampaikan secara klasikal (ceramah), sehingga siswa pasif dan hanya sebagai pendengar selama pembelajaran. Dan juga pemanfaatan media pembelajaran belum diupayakan secara optimal. Hal itu ditambah dengan pendapat siswa bahwa pelajaran matematika dianggap sulit karena banyak konsep yang harus dihafalkan , sehingga tidak menarik untuk belajar dan akhirnya berdampak pada rendahnya hasil belajar yang diperoleh siswa. Tujuan diadakan penelitian di SDN Tajinan 02 Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang antara lain: Mendeskripsikan penerapan simulasi pada pembelajaran operasi hitung perkalian dan pembagian di kelas II SDN Tajinan 02 Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, dokumentasi dan pengamatan selama pembelajaran berlangsung. Analisis data dilakukan setelah pemberian tindakan pada masing-masing siklus yang telah dilakukan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan Model Pembelajaran Simulasi dalam pembelajaran merupakan permainan menyediakan lingkungan belajar perlu dengan mainan dimana para siswa mengikuti aturan-aturan yang telah digariskan karena mereka tertarik untuk mendapatkan tantangan. Permainan ini merupakan teknik yang dapat memotivasi para siswa, khususnya untuk materi yang berulang-ulang membosankan. adanya peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Peningkatan proses pembelajaran berakibat positif pada hasil belajar siswa yang terjadi ditiap siklusnya. Penerapan Model Simulasi dapat meningkatkan hasil belajar matematika yaitu peningkatan rata-rata hasil belajar siswa pada pra siklus sebesar 55,6, meningkat menjadi 61,8 pada siklus 1 dan 73,6 pada siklus 2. Begitu juga terjadi peningkatan pada aktivitas siswa. Peningkatan tersebut antara lain: aktivitas siswa pada pra siklus yaitu 18 % meningkat menjadi 65% pada siklus 1 dan 79% pada siklus 2. Peningkatan ketuntasan kelas pada pra siklus sebesar17,5%, meningkat menjadi 28% pada siklus 1 dan 79% pada siklus 2. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa pembelajaran matematika dengan metode simulasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan aktivitas siswa selama pembelajaran. Hal ini tampak dari peningkatan nilai rata-rata kelas dan ketuntasan klasikal seperti yang dipaparkan di atas. Adanya variasi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran sangat diperlukan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan adanya metode simulasi siswa menjadi tertarik dengan pembelajaran dan aktif mengikuti pembelajaran.

Pengembangan permainan tradisional engklek untuk pembelajaran sosial emosional anak kelompok B di TK Tunas MUlya Pandan Landung Malang / Nurul Huda

 

ABSTRAK Huda, Nurul. 2012. Pengembangan Permainan Tradisional Engklek Untuk Pembelajaran Sosial Emosional Anak Kelompok B di TK Tunas Mulya Pandan Landung Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Musa Sukardi, M.Pd, (2) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: pengembangan, permainan, engklek, sosial emosional Engklek merupakan salah satu permainan tradisional lompat-lompatan pada bidang-bidang datar dengan menggunakan gaco sebagai alat untuk dilemparkan pada kotak-kotak engklek dan sering dilakukan oleh anak, terutama anak-anak desa. Guru di TK Tunas Mulya Pandan Landung Malang belum pernah menerapkan pembelajaran permainan tradisional engklek. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengembangkan permainan tradisional engklek yang diharapkan dapat menyenangkan, mudah dan aman dilakukan anak serta sebagai salah satu alternatif pembelajaran sosial emosional pada anak TK yang dilaksanakan di TK Tunas Mulya Pandan Landung Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan. Prosedur pengembangan permainan tradisional engklek menggunakan 7 langkah pengembangan. Data penelitian yang digunakan diperoleh dari evaluasi ahli, uji kelompok kecil dan uji kelompok besar. Subjek penelitian yakni anak kelompok B di TK Tunas Mulya Pandan Landung Malang yang berjumlah 12 anak. Jenis data yang digunakan yakni data kuantitatif sedangkan instrumen yang digunakan berupa angket dan pedoman observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan deskriptif berupa presentase. Hasil uji dari ahli sosial emosional dan ahli pembelajaran diperoleh data: (1) Pembuatan gambar engklek yang lebih variatif lagi; (2) perhatikan kapan anak mengekspresikan gambar, saat akan berangkat ataukah setelah selesai melakukan engklek, sehingga menghadapnya gambar harus disesuaikan dengan menghadapnya anak saat mengekspresikan gambar tersebut; (3) Akan lebih mudah jika kotak gambar berukuran 30x30 cm; (4) Pertimbangkan lagi kebermaknaan permainan ini dalam mengembangkan aspek sosial emosional anak, karena masih sedikit indikator sosial emosional yang dapat terangkum dalam permainan ini; (5) Lempengan kayu sebagai gaco dibuat pipih agar mudah digunakan untuk anak; (6) Gambar dapat diganti disesuaikan dengan tema. Uji coba kelompok kecil dan uji lapangan, anak dapat mengekspresikan emosi mereka dengan cara menirukan gambar ekspresi wajah pada permainan tradisional engklek, dapat bermain dengan teman-temannya sehingga sosialisasi anak dapat terjalin dengan baik. Berdasarkan hasil pengembangan ini permainan tradisional engklek dapat digunakan sebagai salah satu kegiatan pembelajaran sosial emosional anak TK Kelompok B. Penyebarluasan produk pengembangan kesasaran yang lebih luas dan dapat disosialisasikan kepada Sekolah dan Lembaga Pendidikan.

Pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di rintisan sekolah bertaraf internasional ( Studi kasus di SMP negeri 1 Bojonegoro ) / Dewi Wahyuningtyas

 

i ABSTRAK Wahyuningtias, Dewi. 2009. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (Studi Kasus di SMP Negeri 1 Bondowoso). Skripsi, Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Suparlan, M.Si, (II) Dra. Sri Untari, M.Si. Kata kunci: pembelajaran, Pendidikan Kewarganegaraan, Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) Salah satu upaya untuk menyelenggarakan pendidikan yang bermutu sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 50 ayat (3), yakni “Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi sekolah bertaraf internasional”.Meskipun secara formal belum dinamakan Sekolah/Madrasah Bertaraf Internasional, saat ini sejumlah sekolah di Indonesia telah melakukan rintisan ke arah Sekolah/Madrasah Bertaraf Internasional. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 37 ayat (1) yang menyebutkan “Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat, salah satunya Pendidikan Kewarganegaraan, maka dalam kerangka penyelenggaraan pendidikan nasional, Pendidikan Kewarganegaraan menempati kedudukan yang sentral. Oleh karena itu, untuk memenuhi standar penyelenggaraan Sekolah/Madrasah Bertaraf Internasional maka pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Rintisan Sekolah/Madrasah Bertaraf Internasional seharusnya mulai bahkan telah memenuhi Standar Proses yang diisyaratkan oleh Standar Pendidikan Nasional dan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Pendidikan Dasar danMenengah. Penelitian ini merumuskan masalah sebagai berikut. (1) Bagaimana perencanaan proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional SMP Negeri 1 Bondowoso? (2) Bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional SMP Negeri 1 Bondowoso? (3) Bagaimanakah penilaian hasil pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMP Negeri 1 Bondowoso? (4) Bagaimanakah pengawasan proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMP Negeri 1 Bondowoso? Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Bondowoso pada semester genap tahun pelajaran 2008/2009 dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus. Subjek penelitian adalah kelas VII A yang merupakan kelas rintisan sekolah bertaraf internasional SMP Negeri 1 Bondowoso. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi pada saat proses pembelajaran berlangsung, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. ii Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Pendidikan Kewarganegaraan di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMP Negeri 1 Bondowoso, baik komponen, pengembangan, dan penyusunannya telah memenuhi kriteria silabus dan (RPP) sebagai perencanaan proses pembelajaran yang diamanatkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Pendidikan Dasar dan Menengah. (2) Pelaksanaan proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional SMP Negeri 1 Bondowoso tidak dapat dilaksanakan sama persis seperti kegiatan pembelajaran yang direncanakan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Namun, proses pembelajarannya sebagian besar telah memenuhi pelaksanaan pembelajaran dalam Lampiran Peraturan Menteri Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Pendidikan Dasar dan Menengah. (3) Penilaian hasil pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMP Negeri 1 Bondowoso tidak selalu melalui tes tulis melainkan dilakukan dengan beragam teknik penilaian. (4) Pengawasan proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional SMP Negeri 1 Bondowoso terdiri dari pemantauan (monitoring), supervisi, dan evaluasi oleh kepala sekolah serta evaluasi juga dilakukan oleh siswa untuk menuju tingkat kepuasaan siswa dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan (1) kepala sekolah harus lebih aktif dan sedapat mungkin melakukan pengawasan terhadap kinerja guru dalam proses pembelajaran agar mutu pendidikan yang diterapkan di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMP Negeri 1 Bondowoso semakin meningkat sehingga masyarakat akan terus percaya terhadap kualitas pendidikan di dalamnya; (2) guru Pendidikan Kewarganegaraan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMP Negeri 1 Bondowoso diharapkan mampu melakukan pengembangan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara mandiri; (3) guru Pendidikan Kewarganegaraan yang merupakan kunci utama dalam proses belajar mengajar Pendidikan Kewarganegaraan hendaknya bisa menciptakan kreativitas dan inovasi baru dalam pembelajaran, menggunakan metode yang bervariasi serta berupaya menciptakan suasan belajar yang kondusif sehingga siswa tidak jenuh dan mudah dalam menerima materi yang diajarkan; (4) siswa-siswi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMP Negeri 1 Bondowoso hendaknya terus berupaya untuk mempertahankan prestasi yang selama ini diraih oleh sekolah dan berupaya lagi untuk meningkatkan prestasi baik di bidang akademik maupun dalam bidang non akademik. Sehingga kepercayaan pemerintah dan masyarakat kepada pihak sekolah bisa terus meningkat sehingga mudah dalam melakukan kerjasama.

Pengembangan perangkat pembelajaran tematik pokok bahasan pemanasan global dan pengaruhnya terhadap kecakapan hidup (life skills), motivasi, dan prestasi belajar kognitif siswa sekolah dasar di Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang / Amram Rede

 

Pembelajaran tematik merupakan penerapan pendidikan holistik yang melihat sesuatu masalah dari berbagai sudut pandang keilmuan (multidisipliner). Pemanasan global (global warming) merupakan permasalahan yang kompleks dan penanganannya diharapkan secara holistik. Pembelajaran tematik dipandang sebagai pilihan tepat membelajarkan pemanasan global kepada siswa Sekolah Dasar. Penerapan keilmuan multidisipliner dalam penelitian ini diarahkan pada 7 mata pelajaran meliputi Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, IPS, Penjas-Kes, Seni Budaya dan Keterampilan, serta Bahasa Ingris. Tujuan penelitian adalah mengembangkan perangkat pembelajaran tematik pokok bahasan pemanasan global. Penelitian dibagi dalam 2 tahap, yaitu tahap penelitian pengembangan dan tahap penelitian eksperimen. Penelitian pengembangan meliputi, pengembangan tema dan pengembangan perangkat pembelajaran. Pengembangan tema bertujuan mengembangkan tema sentral pemanasan global menjadi beberapa subtema: tuntutan ekonomi, hutan, kondisi-kondisi lingkungan, emisi gas buangan, udara sehat, kerajinan dari sampah organik, dan kebakaran hutan. Tahapan ini mengadopsi model pengembangan Tarmizi (2008). Selanjutnya subtema yang bersesuai berpasangan dengan mata pelajaran. Setiap mata pelajaran dikembangkan mengacu model pengembangan Kemp (1994) yang telah diadaptasi. Penelitian eksperimen bertujuan mengetahui pengaruh pembelajaran tematik terhadap kesadaran diri (Self Awareness) siswa Sekolah Dasar dalam menyikapi persoalan pemanasan global (Global Warming). Data dikumpulkan menggunakan rubrik berupa asesmen performa. Uji hipotesis menggunakan Anava dengan bantuan program SPSS 16. Sebanyak 118 siswa kelas 5 yang berasal dari 4 SDN terjaring sebagai subjek penelitian. Ke 4 SDN terpilih berasal dari 23 SDN di Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang yang menjadi sampel. Sampel pertimbangan (purposive sampling) digunakan dengan alasan ke 4 SDN terpilih berdekatan dengan stasiun Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai sumber belajar pemanasan global. Hasil penelitian menunjukkan, pengimplementasian perangkat pembelajaran tematik berpengaruh sangat nyata terhadap kesadaran diri dengan nilai probability of error () 0,00 lebih kecil dari standard error () 0,05 yang ditetapkan. Bahkan lebih kecil dari () 0,01. Hasil anava hipotesis juga menunjukkan nilai LSD sebesar 72,82. Pengimplementasian perangkat pembelajaran tematik berpotensi meningkatkan kesadaran diri dalam menyikapi permasalahan Global Warming. Kata kunci: pembelajaran tematik, kesadaran diri, self awareness, dan pemanasan global. *)Alumni PPS Universitas Negeri Malang Tahun 2010.

Fungsi tata guna tanah dalam pembangunan kota di Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru Kotamadya Malang ditinjau dari undang-undang nomor 5 tahun 1960
(suatu studi kasus)
oleh Fredrus Ferdy Sandy

 

Studi perbandingan penyajian materi asas ketakpastian Heisenberg dalam berbagai buku teks untuk menunjang perkuliahan fisika moderen dan fisika kuantum / oleh Pujiono

 

Pengaruh perasan biji labu merah [Cucurbita moschata (Duck.) Poir] terhadap mortalitas cacing hati sapi (Fasciola hepatica L.] secara in vitro / oleh Kunti Ari Mulyati

 

Pengaruh daun mimba (Azadirachta indica A. juss) terhadap siklus hidup Sitophilus oryzae L. pada beras varietas Jawa Tumpang / oleh Ngainin Badriyah

 

Kekayaan spesies anggrek alam di Hutan Lindung Pulau Ambon / oleh Silooy Louisa

 

Dampak diklat struktural di Kantor Pusat Administrasi Universitas Airlangga, Surabaya (studi kasus terhadap pejabat struktural administrasi) / oleh Sarina Hasibuan

 

Kreativitas guru dalam mengantisipasi perubahan-perubahan dalam pendidikan (studi kasus di SMU Katolik St. Albertus Malang) / oleh Fientje JA Oentoe

 

Strategi pengembangan profesionalisme instruktur (studi kasus di Balai Latihan Kerja Singosari Malang) / oleh Ali Mas'ud

 

Perubahan pekerjaan dan pendapatan masyarakat di Ekowisata Mangrove Bedul Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi / Yusnia Nurrohmi

 

Nurrohmi, Yusnia. 2014. Perubahan Pekerjaan dan Pendapatan Masyarakat di Ekowisata Mangrove Bedul Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Sugeng Utaya, M. Si., (2) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M. Si. Kata Kunci: perubahan, ekowisata mangrove bedul, pekerjaan, pendapatan Perubahan kawasan Pantai Bedul sebagai kawasan ekowisata dengan nama Ekowisata Mangrove Bedul dilakukan dalam rangka menjaga kelestarian hutan mangrove dan ekosistem di dalamnya terhadap pembalakan liar yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab serta untuk memberdayakan masyarakat lokal. Perubahan kawasan Bedul menjadi kawasan ekowisata menjadi peluang bagi masyarakat melakukan perubahan pekerjaan dari sektor nonwisata ke sektor wisata. Perubahan pekerjaan yang dilakukan masyarakat diharapkan memberikan perubahan pendapatan yang semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui perubahan jumlah pengunjung Ekowisata Mangrove Bedul di Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, (2) Mengetahui perubahan pekerjaan masyarakat di Ekowisata Mangrove Bedul Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, dan (3) Mengetahui perubahan pendapatan masyarakat di Ekowisata Mangrove Bedul Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini adalah jenis penelitian survey. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Perubahan jumlah pengunjung mengalami peningkatan sebesar 530% pada tahun 2009 sampai 2010, pada tahun 2011 mengalami penurunan sebesar 15,9%; pada tahun 2012 mengalami penurunan sebesar 11,8%; pada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 10,9%; dan pada tahun 2014 Bulan Januari sampai Oktober mengalami penurunan sebesar 34,3%; (2) Perubahan pekerjaan pokok yang dilakukan masyarakat sebesar 55%, sedangkan yang tidak mengalami perubahan pekerjaan pokok sebesar 45%; perubahan pekerjaan sampingan masyarakat sebesar 52,5%; sedangkan yang tidak mengalami perubahan pekerjaan sampingan sebesar 47,5%; dan (3) Rata-rata pendapatan pokok masyarakat mengalami peningkatan sebesar 43,8% dari Rp 507.250,- menjadi Rp 729.500,- sedangkan rata-rata jumlah pendapatan sampingan masyarakat mengalami peningkatan sebesar 543% dari Rp 42.500,- menjadi Rp 273.250,-.

The translation procedures for translating Indonesian culturally-bound words and expressions into English (a case study on the English translation of Mangunwijaya's Burung-burung Manyar) / by Sugeng Hariyanto

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |