The employment of illocutionary acts in Madagascar movie / Riski Nilasari

 

ABSTRACT Nilasari, Riski. 2009. The Employment of Illocutionary Acts in Madagascar Movie. Thesis, English Department. Faculty of Letters State University of Malang. Advisor: Dr. Hj. Emalia Iragiliati, M.Pd Keywords: Illocutionary Acts, Illocutionary Force Indicating Devices (IFIDs), Felicity Conditions, Madagascar People always communicate their ideas, feelings, or opinions towards their hearer(s) through conversations. Conversation is the way to deliver the speaker’s meaning. This study concerns with the discussion of the speaker’s meaning, particularly the second dimension of speech acts that is illocutionary acts, in the Madagascar movie (2005). It focuses on the illocutionary acts of the two main characters in this movie; they are Alex, the lion, and Marty, the zebra. The researcher chooses these two characters because they have a lot of different ideas, opinions, and beliefs towards their ambitions, lives and friendship even though they are best friend. Besides, in their close relationship, they often face some conditions which make them quarrel and fight. This study aims at answering two research problems. They are: the usage of illocutionary acts that are employed by the two main characters, those are Alex and Marty, and the types of illocutionary acts appear in the utterances of conversations between Alex and Marty. The research design of this study is descriptive qualitative. The primary data of this study is the written form of the utterances in the conversations between Alex and Marty. In this study, the theory of illocutionary acts by Searle is used as the basis to analyze the work and type of illocutionary acts seen in the movie. The results show that the illocutionary force indicating devices (IFIDs) do not occur in all of the utterances between Alex and Marty. Meanwhile, the employments of felicity conditions always occur in the utterances of the daily conversations between Alex and Marty. Moreover, the type of illocutionary act which appears frequently is assertive act. The assertives are applied in 131 utterances (66.84%). The second illocutionary act is the type of directives which are employed in 38 utterances (19.38%). The third one is expressives that are used in 17 utterances (8.67%) and the last is the type of commisives which is seen in 10 utterances or (5.11%). There is no declarative type stated in the utterances in conversations between Alex and Marty. From the five types of illocutionary acts, assertives becomes the dominant form in the utterances between Alex and Marty because they mostly say the truth of ideas, thought and feelings of their utterances. In addition, the findings of this research are different from the findings of the previous researches. The differences can be seen from, first, the use of stress of words as the illocutionary force indicating device (IFID) does not always need ii the exclamation mark. As long as the utterance has an important point, it uses the stress of words. Second, Marty, which is often commanded by Alex, is able to have an authority over Alex. It is proved by his acts in ordering Alex, which can be seen that Marty performs more directive illocutionary acts of ordering than Alex. Preparatory and sincerity conditions are the two felicity conditions which play the most important role in the directive illocutionary acts of ordering. Third, the illocutionary acts of utterances of Alex and Marty are used to determine their characteristics. In this study, Alex, the lion, has a lot of directive illocutionary acts of commanding. It indicates that he has a strong characteristic to rule others. However, Alex’s and Marty’s directive illocutionary acts of commanding and ordering are against the value of a friendship because in these two directive illocutionary acts they have the authority over others. In a good friendship, they should show solidarity, intimacy and symmetry, not authority over other friends. This study only examines the works and types of illocutionary acts in the daily conversations of a friendship between Alex and Marty in the Madagascar movie. Hence, other studies are still needed to give additional information in the use of illocutionary acts in other genres of conversations, such as in family, business, etc.

Pengaruh kurs rupiah terhadap return saham (studi pada perusahaan yang listing di BEI dengan trading days <100 days) periode 2005 - 2007 / Pandan Riska Ardiani

 

Pasar modal merupakan salah satu sarana untuk memperoleh dana jangka panjang bagi perusahaan dan sarana bagi para investor dalam menanamkan dananya. Investasi melalui pasar modal, khususnya dalam bentuk saham selain memberikan keuntungan juga mengandung resiko, sebab pergerakan harga saham sangatlah fluktuatif. Pergerakan saham tersebut tidak terlepas dari adanya pergerakan dari faktor makro ekonomi misalnya kurs rupiah. Pergerakan kurs rupiah tersebut akan mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia dan akan berimbas pada kinerja saham. Perubahan harga saham akan mempengaruhi tingkat pengembalian (return) saham bagi para investor. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh kurs rupiah sebagai variabel independen terhadap return saham sebagai variabel dependen. Kurs rupiah diukur dari rata-rata kurs tengah bulanan. Return saham diukur dari rata-rata harga saham penutupan bulanan pada perusahaan yang terdaftar dan aktif diperdagangkan di BEI dengan trading days <100 days. Populasi dari penelitian ini adalah semua perusahaan yang terdaftar dan aktif diperdagangkan di BEI dengan trading days <100 days periode 2005-2007. Populasi tersebut, kemudian digunakan metode purposive sampling agar kualifikasi sampel sesuai dengan kriteria-kriteria yang dibutuhkan dalam penelitian. Hasilnya, diambil 32 perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pengujian hipotesis yang diuji dengan analisis regresi sederhana. Pengujian hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa signifikansi variabel kurs rupiah lebih besar dari 0.05, sehingga H0 ditolak dan menerima hipotesis yang diajukan yaitu kurs rupiah berpengaruh terhadap return saham. Hal ini berarti bahwa investor memperhatikan fluktuasi kurs rupiah sebagai pertimbangan dalam membuat keputusan investasi, khususnya pada perusahaan dengan trading days <100 days. Berdasarkan kesimpulan tersebut diharapkan sebaiknya para investor selalu mengikuti dan memperhatikan perkembangan kurs rupiah yang sangat fluktuatif. Hal ini perlu dilakukan karena sewaktu-waktu terjadi apresiasi atau depresiasi rupiah, investor dapat segera mengantisipasi hal tersebut, sehingga diharapkan akan didapatkan hasil yang maksimal.

Peningkatan kemampuan memahami konsep dan hasil belajar materi tumbuhan hijau dengan pendekatan keterampilan proses pada mata pelajaran IPA kelas V SDN Sumbersari III Kota Malang / Kurniati

 

Kemampuan memahami konsep materi tumbuhan hijau siswa kelas V di SDN Sumbersari III Kota Malang masih tergolong rendah, disebabkan pengetahuan yang diperoleh berupa teori saja. Selain itu pendekatan pembelajaran konvensional dengan metode ceramah merupakan faktor lain penyebabnya. Perlu tindakan untuk meningkatkan pemahaman konsep yang masih rendah, oleh karena itu perlu diterapkan pembelajaran dengan Pendekatan Keterampilan Proses. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pelaksanaan pembelajaran konsep tumbuhan hijau dengan menggunakan Pendekatan Keterampilan Proses, (2) peningkatan memahami konsep tumbuhan hijau pada siswa kelas V dengan Pendekatan Keterampilan Proses, (3) peningkatan hasil belajar siswa dengan Pendekatan Keterampilan Proses. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas. Penelitian dilakukan di SDN Sumbersari III Malang, pada tanggal 2 Oktober sampai dengan 30 Oktober 2007. Data penelitian diperoleh dari proses pembelajaran siswa kelas V sebanyak 45 orang. Kegiatan pengumpulan data melalui dokumentasi, wawancara, observasi, dan pengisisan angket. Analisis data dilakukan dengan menggunakan kegiatan sajian data, reduksi data, dan penarikan simpulan. Pelaksanaan tindakan sebanyak 3 (tiga) siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 (empat) kegiatan: perencanaan, tindakan dan pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian: (a) Pembelajaran dengan Pendekatan Keterampilan Proses dapat diterapkan di SDN Sumbersari III Malang, (b) Pembelajaran dengan Pendekatan Keterampilan Proses dapat meningkatkan kemampuan memahami konsep tumbuhan hijau, (c) Pembelajaran dengan Pendekatan Keterampilan Proses dapat meningkatkan hasil belajar khususnya materi tumbuhan hijau. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan: (a) pembelajaran dengan Pendekatan Keterampilan Proses dapat dijadikan alternatif pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar. (b) dapat dilakukan penelitian lebih lanjut dengan materi-materi lain, pada mata pelajaran lain atau dengan membandingkan dengan pendekatan lain.

Simulasi berbasis perangkat lunak untuk menganalisis wireless LAN / Sandhi Hantoro

 

Pada saat sekarang perkembangan teknologi wireless yang semakin cepat juga berimbas terhadap smk muhammadiyah 1 pasuruan dengan keinginan untuk menerapkan teknologi teresebut di lingkungan sekolah. Untuk itu pihak smk muhammadiyah 1 pasuruan meminta penulis untuk membuat sebuah simulasi yang bisa digunakan untuk menganalisis kelebihan dan kekurangan dari teknologi wireless. Simulasi ini selain difungsikan untuk menganalisis kelebihan dan kekurangan teknologi wireless juga diharapkan bisa dijadikan sebagai bahan ajar bagi siswa SMK Muhammadiyah 1 pasuruan khususnya jurusan TKJ (Teknik Komputer Jaringan) supaya bisa memahami fenomena yang ada di teknologi wireless. Dari simulasi ini didapatkan faktor penting yang mempengaruhi jaringan wireless yaitu jarak setiap station. Nantinya diharapkan simulasi ini bisa dikembangkan dengan memasukkan kondisi-kondisi yang lebih kompleks seperti penambahan akses WAN dan juga jumlah station ditambah lagi.

Membangun server sebagai pemanfaatan IP publik / Miftahul Huda

 

UPT SKB Kota Malang memiliki 2 ISP yang diberikan oleh pemerintah untuk pengembangan mutu tenaga pendidik dan peserta pendidik. Kedua ISP tersebut memiliki Bandwith yang berbeda dan beberapa IP Public yang belum termanfaatkan dengan baik,untuk memaksimalkan fasilitas yang diberikan pemerintah maka diperlukan beberapa media dan manajemen internet., diantaranya dengan membangun web server dan FTP server . Untuk membangun web server dan FTP server di UPT SKB Kota Malang digunakan sistem operasi berbasis UNIX yaitu debian, dengan menggunakan debian web server dan FTP server dapat dikonfigurasi dengan memanfaatkan IP Pubic. Dengan adanya web server dan FTP server segala informasi tentang pendidikan di UPT SKB Kota Malang dapat dipublikasikan dengan mudah dan aman baik di dalam local area network maupun secara online.

Penerapan "media komik" untuk meningkatkan pemahaman konsep keliling dan luas persegi panjang pada siswa kelas III SDN Girimoyo 03 Karangploso Kabupaten Malang / Suci Amalia

 

Tujuan matematika di SD adalah untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerjasama. Kenyataannya dalam pembelajaran matematika keaktifan, kreativitas belajar dan kerjasama siswa masih kurang, sehingga menyebabkan pemahaman konsep dari hasil belajar siswa menjadi rendah. Hal itu terjadi di SDN Girimoyo 03 Karangploso Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil observasi di SDN Girimoyo 03 Karangploso Kabupaten Malang diperoleh data rata-rata nilai kelas dari 39 siswa adalah 56,7 dan masih ada 24 siswa yang belum mencapai SKM (standar ketuntasan minimal) yaitu skor nilai tes siswa <70. Keadaan demikian disebabkan karena dalam pembelajaran matematika guru hanya memberikan rumus yang harus dihafalkan oleh siswa dan dicobakan dalam soal-soal latihan. Sehingga berakibat siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal matematikkhususnya dengan topik keliling dan luas persegi panjang, siswa tidak dapat mencermati dan mengerjakan soal yang diberikan dengan benar. Dengan demikian siswa sulit memahami materi karena hanya besifat abstrak dan tidak bermakna. Oleh karena itu perlu sekali diterapkannya inovasi baru dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan media komik khususnya pada materi keliling dan luas persegi panjang. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penerapan media komik dalam upaya meningkatkan pemahaman konsep keliling dan luas persegi panjang siswa kelas III SDN Giriumoyo 03 Karangploso Kabupaten Malang. (2) mendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep keliling dan luas persegi panjang melalui pembelajaran penerapan media komik siswa kelas III SDN Girimoyo 03 Karangploso Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dua siklus. Subjek yang dikenai tindakan adalah seluruh siswa kelas III SDN Girimoyo03 sebanyak 39 siswa yang terdiri dari 11 siswa putri dan 28 siswa putra. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes evaluasi untuk mengetahui pemahaman konsep keliling dan luas persegi panjang siswa, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, dan pedoman wawancara. Hasil dari penelitian yaitu pada siklus I aktivitas guru dengan persentase 87,5%. Pada siklus II aktivitas guru mengalami peningkatan dengan persentase 96,4%. Pada siklus I aktivitas siswa on-task dengan persentase 80,1%. Pada siklus II mengalami peningkatan dengan persentase 82,3%. Hasil tes pada pra tindakan diperoleh nilai rata-rata 56,7. Pada siklus I nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan yaitu menjadi 68. Pada siklus II nilai rata-rata siswa juga mengalami peningkatan yaitu menjadi 80. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan pembelajaran matematika dengan menggunakan Media Komik telah berhasil diterapkan di kelas III SDN Girimoyo 03 Krangploso Kabupaten Malang karena telah memenuhi kriteria keberhasilan tindakan. Penerapan Media Komik dapat meningkatkan pemahaman konsep Keliling an luas persegi panjang siswa kelas III SDN Girimoyo 03 Karangploso Kabupaten Malang yang dapat ditunjukkan dari adanya peningkatan nilai rata-rata dari siklus I ke siklus II sebesar 12. Sehingga dapat di ajukan saran dalam proses pembelajaran hendaknya guru menggunakan media yang bervariasi dan selalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran tersebut karena dapat meningkatkan pemahaman konsep pada siswa.

Pembuatan sistem informasi perpustakaan di SMK Assa'adah Bungah Gresik / Ahmad Nurul Jadid, Rizun Handromi, Muhammad Mahmudi

 

Teknologi komputer sudah menjangkau ke dalam sistem sekolah, perguruan tinggi dan perusahaan besar maupun perusahaan kecil. SMK Assa’adah Bungah Gresik adalah salah satu sekolah kejuruan yang telah menerapkan sistem komputerisasi di bidang manajemen perpustakaan. Untuk itu perlu dikembangkan suatu sistem yang mempermudah proses pencarian buku dan pendataan anggota. Sistem informasi perpustakaan ini adalah sistem berbasis web dinamis yang dibuat dengan alat bantu menggunakan pemrograman php dan MySQL versi 5.0.24a pada sistem database-nya dan pemanfaatan jaringan LAN sebagai mengakses sistem informasi perpustakaan. Dengan berbasis web, akan memungkinkan pengoperasian sistem ini dengan multiuser, agar penanganan sistem informasi perpustakaan ini lebih efisiensi, tepat, cepat dan akurat. Penelitian ini dilakukan di perpustakaan SMK Assa’adah Bungah Gresik dengan beberapa tahap, yaitu (1) konfigurasi jaringan LAN. (2) Proses Entry Data Buku dan Anggota Perpustakaan, dan (3) Penggunaan katalog komputer. Analisa hasil penelitian yang dipakai adalah dengan membandingkan antara pencarian buku secara manual dengan menggunakan katalog komputer. Sistem informasi perpustakaan ini memudahkan pengunjung dalam mencari buku dengan lebih cepat dan efisien. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan pengembangan sistem informasi lebih lanjut misalnya penambahan menu-menu yang mencakup seluruh manajemen yang ada di perpustakaan dan perluasan jaringan yang berbasis internet, serta penambahan koleksi buku tidak hanya dalam bentuk hardcopy, tetapi dalam bentuk softcopy yang bisa didownload oleh anggota perpustakaan yang sudah terdaftar. Dengan adanya hal tersebut maka akan memberikan peluang atau kesempatan dalam bagi pengembang sistem untuk melakukan pengembangan sistem lanjutan yang menuju ke arah yang lebih baik.

A study on students' styles in learning english at SMP Negeri 9 Malang / Lasmi Febrianingrum

 

This study investigated the learning style preferences of the second grade students of SMP Negeri 9 Malang that have good achievement and average achievement. The students’ learning style preferences to be measured were visual,auditory, kinesthetic, tactile, group and individual. The design of this study was principally descriptive quantitative. This study only used two variables: students’ learning styles and English achievement.This study involved only one class having good achievement students and one class having average achievement students. The good achievement class consisted of 37 students and the average achievement class had 35 students. Therefore, there were 72 students as the subjects of this study. The instrument used in this study was questionnaire. The questionnaire used in order to get the information about the students’ learning style preferences was Perceptual Learning Styles Questionnaire designed by Joy M Reid, consisting of 30 items that the students had to rate on a five-point scale from 4 to 0. To accommodate the students’ response and to avoid the students’ misinterpretation,the writer used Sari’s translation version of the questionnaires with some modifications to suit to the students’ level. The results of data analysis showed that the second grade students of SMP Negeri 9 Malang either the second grade students having good achievement or the second grade students having average achievement preferred to have group and kinesthetic as their major learning styles. It indicated that there was no difference in preferred learning styles between those two groups involved. Based on the results of the study, the writer suggests that English teachers help their students identify their learning style preferences. Then, identification of the students’ learning styles should also be followed by applying various teachers’ teaching techniques. The writer also suggests that the students be aware of their learning styles so they will be aware of their strengths and weaknesses. Therefore, they can find the most suitable strategies for their learning. Furthermore, the school is also expected to provide learning facilities or media, which can help the process of English teaching-learning. Future researchers are suggested to find the relationship between students learning styles and learning strategies or investigate matching or mismatching between the students’ learning styles with the teachers’teaching techniques.

Perancangan paket buku panduan wisata Kota Malang dalam rangka program "Malang Welcoming City" / Cherly Effiani Putri

 

ABSTRAK Effiani, Cherly. 2009. Perancangan Paket Buku Panduan Wisata Kota Malang dalam Rangka Program ‘Malang Welcoming City’ . Skripsi, Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc Kata kunci: perancangan, Malang Welcoming City, buku panduan pariwisata, wisatawan asing dan domestik. Malang sudah dikenal potensi pariwisatanya sejak jaman kolonial, iklim yang sejuk dengan semilir udara pegunungan, pepohonan yang rindang dan bunga-bunga bermekaran menjadi daya tarik tersendiri bagi wilayah ini. Sejak wilayah Malang terpisah menjadi tiga daerah pemerintahan yaitu Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu, maka berdasarkan persebaran lokasi objek pariwisata, Kota Malang adalah daerah yang bisa dibilang paling minim objek wisata alam dan budaya. Namun, Kota Malang merupakan daerah dengan fasilitas paling lengkap dan terjamin sehingga para wisatawan yang datang akan selalu berkunjung ke Kota Malang atau memilih untuk singgah di Kota Malang. Dalam rangka pemajuan sektor pariwisata Kota Malang, Dinas Pariwisata Kota Malang berserta pihak swasta terus meningkatkan pembangunan objek pariwisata, peningkatan pelayanan serta memperbanyak event-event pariwisata. Untuk melakukan repositioning Kota Malang dari kota transit menjadi kota tujuan wisata, maka Dinas Pariwisata bersama Paguyuban Kakang Mbakyu menyelenggarakan sebuah program ‘Malang Welcoming City’. Perancangan media komunikasi visual dalam rangka program ‘Malang Welcoming City’ ini bertujuan untuk membantu program tersebut agar lebih dikenal publik terutama wisatawan baik asing maupun domestik. Model perancangan yang digunakan adalah model perancangan prosedural atau model perancangan bersifat deskriptif yang menerangkan langkah-langkah yang dilakukan untuk menghasilkan produk. Data yang dipakai sebagai acuan berupa data yang bersumber dari observasi dan pengumpulan gambar foto langsung dari lokasi, dan wawancara secara langsung kepada pihak Dinas Pariwisata dan Komunikasi Kota Malang, serta pengumpulan data tidak langsung dari majalah, internet, buku atau artikel-artikel lainnya. Hasil perancangan adalah berupa paket buku panduan wisata Kota Malang yang berisi informasi mengenai objek-objek wisata Kota Malang dengan konsep etnik dan gaya desain yang disesuaikan dengan ciri khas Kota Malang sebagai Kota Bunga serta kaya akan sejarah dan masih mengangkat unsur budaya Jawa yang diwakili dengan warna-warna cokelat tanah sebagai warna dominan, juga dilengkapi peta sebagai penunjuk lokasi. Berbagai media pendukung antara lain kartu pos, tas, merchandise, denah gedung pos pariwisata, seragam petugas serta media promosi lain. Diharapkan hasil perancangan tersebut dapat berguna sebagai referensi serta motivasi kepada Dinas Pariwisata untuk meningkatkan promosi pariwisata Kota Malang dengan melibatkan tenaga profesional sesuai dengan bidang demi kemajuan pariwisata Kota Malang.

Cooperative learning model stad untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Pulowetan 2 Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk / Novie amurwani

 

Berdasarkan observasi awal dan wawancara dengan guru kelas IV SDN Pulowetan 2, hasil belajar siswa kelas IV masih rendah. Metode yang digunakan guru masih ceramah dan proses pembelajaran hanya berlangsung satu arah saja.Sehingga siswa kurang aktif selama pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu perlu pembelajaran koperatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) penerapan pembelajaran model STAD pada siswa kelas IV SDN Pulowetan 2; 2) peningkatan aktivitas belajar siswa kelas IV SDN Pulowetan 2; 3) peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SDN Pulowetan 2; 4) tanggapan guru kelas IV tentang penerapan model STAD; 5) tanggapan siswa kelas IV tentang penerapan model STAD. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Di dalam penelitian ini menggunakan 2 siklus, karena standar kompetensi yang diambil pada penelitian ini terdiri dari 2 kompetensi dasar. Data aktivitas siswa diperoleh dari lembar pengamatan. Data peningkatan hasil belajar diperoleh dari soal evaluasi. Untuk tanggapan guru dan tanggapan siswa diperoleh dari wawancara. Aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan. Hasil belajar sebelum tindakan nilai rata-rata siswa adalah 59,8. Hanya 11siswa (55%) yang memiliki nilai ketuntasan. Sedangkan 9 siswa (45%) belum mencapai ketuntasan sesuai standar ketuntasan minimum yang telah ditetapkan oleh lembaga sekolah yaitu 65%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I hasil belajar mengalami peningkatan yaitu rata-rata siswa menjadi 74,04. Pada siklus I terdapat 5 siswa (25%) belum mencapai KKM dan 15 siswa (75%) sudah mencapai standar ketuntasan. Selanjutnya dilakukan tindakan pada siklus II dan rata-rata hasil belajar siswa menjadi 80,5. Hal ini berarti 20 siswa (100%) sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Tanggapan guru sangat positif terhadap model STAD. Karena sangat mudah di aplikasikan kepada siswa, dan siswa juga bisa menerima pelajaran dengan baik. Tanggapan siswa yang nilainya mengalami perubahan setelah model STAD diterapkan beranggapan bahwa model pembelajaran ini sangat menyenangkan. Karena cara belajar yang berkelompok-kelompok membuat mereka tidak bosan dan tidak jenuh dalam menerima pelajaran. Disarankan kepada guru atau kepala sekolah dapat mengembangkan model pembelajaran STAD pada mata pelajaran IPA. Karena peneliti sudah membuktikan kebenarannya mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Pengaruh penggunaan muffler freelow dengan filter active carbon terhadap kadar gas Co2 dan CO pada sepeda motor Supra X / Okky Hidayat Nasrulyanto

 

Perkembangan teknologi dibidang otomotif dan perindustrian yang cukup pesat telah memberikan kemudahan kepada manusia dalam pemenuhan hidupnya, tetapi dampak negatif yang ditimbulkan tetap ada terutama polusi udara. Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh polusi telah memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kelangsungan hidup manusia. Polusi udara merupakan masalah yang sangat meresahkan saat ini karena polusi udara dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti gangguan pernapasan dan kanker kulit. Dampak lain dari polusi udara yaitu sebagai sebab penipisan lapisan ozon yang berfungsi sebagai filter radiasi sinar matahari. Salah satu sumber utama dari polusi udara adalah alat transportasi, terutama di kota-kota besar karena jumlah alat transportasi yang terus meningkat. Polusi udara yang disebabkan gas buang merupakan akibat dari pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna dari kendaraan bermotor, sehingga terbentuk CO2, CO, HC, NOx dan gas lain yang dapat menimbulkan polusi udara. Pencemaran udara menjadi semakin buruk dengan masih banyaknya jumlah kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar yang mengandung timbal (Pb) yang berfungsi untuk meningkatkan angka oktan bahan bakar, timbal tersebut akan keluar bersama gas buang yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Dimana data polusi udara yang sangat berbahaya bagi manusia menunjukkan bahwa angka polusi udara di Jawa Timur sudah melampaui ambang batas. Muffler freeflow dengan filter active carbon mempunyai keunggulan dapat menyerap unsur karbon dalam gas buang CO2 dan CO karena active carbon telah diaktivasi dengan cara difurnace yaitu pengovenan pada suhu 600-800°C dan ditiup udara kering agar kandungan air yang masih tersisa dapat hilang. Akibat dari pengaktivasian active carbon dengan cara difurnace, pori-pori active carbon menjadi lebih besar sehingga unsur karbon yang terdapat dalam gas buang CO2 dan CO dapat diikat. Sedangkan mesin yang diuji adalah sepeda motor Honda Supra X karena mayoritas pengguna sepeda motor adalah sepeda motor merk Honda dengan angka penjualan bulan April 2007 138.464 buah dan diatas angka penjualan merk sepeda motor lainnya. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Motor Bakar Universitas Brawijaya Malang dengan bantuan alat Exhaust Gas Analyzer. Analisis hasil penelitian yang digunakan two way anova dan nonparametrik dengan taraf signifikansi 0,01. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar konsentrasi kadar gas buang CO2 dan CO yang dapat diserap oleh active carbon sebagai upaya untuk mengurangi polusi udara yang disebabkan oleh emisi gas buang kendaraan bermotor khususnya Honda Supra X tahun 2003. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, yang dapat diartikan suatu peristiwa yang direncanakan dan dilaksanakan untuk memperoleh data yang relevan. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah kondisi mesin dan putaran mesin, sedangkan variabel terikatnya adalah kandungan gas CO2 dan CO. Kondisi mesin yang dimaksud adalah kondisi mesin menggunakan muffler standart dan kondisi mesin menggunakan muffler freeflow dengan filter active carbon. Sedangkan putaran mesin yang digunakan adalah 1000 rpm, 2000 rpm, 3000 rpm, 4000 rpm, 5000 rpm dan 6000 rpm. Mesin yang digunakan sebagai alat pengambilan data adalah Honda Supra X tahun 2003. Dari pengolahan data hasil penelitian untuk kadar gas CO ditemukan bahwa: (1) nilai Fhitung = 513,251 dan taraf signifikansi < 0,01, sehingga hipotesis yang dapat diambil adalah ada perbedaan yang signifikan pada kandungan emisi gas buang karbon monoksida (CO) antara kondisi mesin menggunakan muffler standart dan menggunakan muffler freeflow dengan filter active carbon. (2) nilai Fhitung = 11,222 dengan taraf signifikansi < 0,01, sehingga hipotesis yang dapat diambil adalah ada perbedaan yang signifikan pada kandungan emisi gas buang karbon monoksida (CO) antara variasi putaran 1000, 2000, 3000, 4000, 5000 dan 6000. (3) nilai Fhitung = 9,404 dengan taraf signifikansi < 0,01, sehingga hipotesis yang dapat diambil adalah ada interaksi antara faktor mesin menggunakan muffler standart dan menggunakan muffler freeflow dengan filter active carbon dengan putaran mesin 1000, 2000, 3000, 4000, 5000 dan 6000 karena nilai Sig < 0,01, sehingga kesimpulan yang dapat dihasilkan adalah ada interaksi yang signifikan antara faktor penggunaan muffler dan faktor variasi putaran mesin (RPM) terhadap kandungan emisi gas buang karbon monksida (CO). Data hasil penelitian untuk kadar gas CO2 menunjukkan bahwa bilangan chi square = 22,682 dengan taraf signifikansi < 0,01, sehingga hipotesis yang dapat diambil adalah ada perbedaan yang signifikan pada kandungan emisi gas buang karbon dioksida (CO2) antara kondisi mesin menggunakan muffler standart dan menggunakan muffler freeflow dengan filter active carbon. Dari data hasil penelitian diketahui rata-rata kandungan kadar gas CO pada Honda Supra X tahun 2003 saat menggunakan muffler standart sebesar 2,429 % dan 1,540 % saat menggunakan muffler freeflow dengan filter active carbon, sedangkan hasil penelitian untuk kadar gas CO2 diketahui rata-rata saat menggunakan muffler standart 26,86 % dan saat menggunakan muffler freeflow dengan filter active carbon 10,14 %. Dari data hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa, menggunakan muffler freeflow dengan filter active carbon dapat mengurangi kandungan emisi gas buang karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2). Saran yang dapat diberikan bagi pengguna kendaraan khususnya Honda Supra X tahun 2003 sebaiknya menggunakan muffler freeflow dengan filter active carbon untuk mengurangi kandungan emisi gas buang karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2), serta bagi peneliti yang lain agar meneruskan penelitian ini dengan judul yang samadengan variasi dan instrumen yang berbeda.

The use of rewards to improve the english achievement of the first year students of SMP Negeri 2 Grati Pasuruan / Nur Laily

 

ABSTRACT Laily, Nur. 2009. The Use of Rewards to Improve the English Achievement of the First Year Students of SMP Negeri 2 Grati Pasuruan. Thesis, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Fachrurrazy, M.A, Ph.D. Key words: rewards, motivation, achievement. The purpose of this study was to know whether the use of rewards can improve the students’ achievement in learning English. As we know, learning a foreign language is learning to communicate in the target language. To be able to communicate in a foreign language there has to be a high motivation to learn it. Learning English as a foreign language can be very frustrating for the students if the teachers do not know how to make it enjoyable. Therefore, it is very important for English teachers to motivate and encourage their students to learn English. This can be done by granting rewards for the attainment of some educational goals and their positive behavior during the teaching and learning process. This research aimed to find whether rewards could increase the students’ achievement in learning English. This study was a classroom action research. The subjects of the study were 34 students of class 7B at SMP Negeri 2 Grati, Pasuruan. It was carried out in three cycles comprising six meetings. The data were collected by means of observation, questionnaires, interview, and quizzes. There were two criteria of success used in this study: 1) 75% of the students participate in each meeting, and 2) all students’ quiz result can reach the passing grade of the English test (Standar Kelulusan Minimum) which is at least 65.00. The results of the study showed that in the first meeting, after being treated with rewards in the form of food, the students were motivated to get involved in the English class. However, in the second meeting, when the researcher offered the same reward, the students’ participation in the class decreased, because it turned out that they did not like edible rewards. When the rewards were substituted with scores, the students were motivated to participate in the English class. They seemed to compete with other students in gaining the best score. As a result, their test scores also increased. In short, the use of rewards in this study successfully solved the problems of students’ low motivation in learning English. To increase their motivation, the researcher gave the best three students the final rewards in the form of certificates. To prevent the students from developing the habit of learning English for rewards, instead of for the need of learning, it is suggested that the giving of rewards be stopped anytime the students have reached the desired behavior.

Pengembangan paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema air untuk siswa SMP Negeri 4 Malang / Ani Rahmawati

 

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah secara tegas menyatakan bahwa substansi mata pelajaran IPA pada SMP/ MTs merupakan IPA Terpadu. Selain itu, penelitian evaluatif terhadap pendidikan IPA yang dilaksanakan di lima provinsi di Indonesia pada tahun 1996 menunjukkan bahwa pendidikan IPA di SLTP masih mengalami berbagai masalah. Kebutuhan peserta didik tersebut sebagian besar dapat dipenuhi melalui pelajaran IPA Terpadu. Di lain pihak, SMP Negeri 4 Malang mulai menerapkan pembelajaran IPA Terpadu tetapi masih menghadapi kendala. Guru mengalami kesulitan untuk mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya dan terbatasnya sumber pembelajaran IPA Terpadu. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menyusun paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema air dan panduan pelaksanaannya untuk siswa SMP Negeri 4 Malang. Penelitian ini berdasarkan langkah-langkah penelitian dan pengembangan (research and development, R & D) yaitu: potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, dan revisi desain. Subyek penelitian terdiri dari dua orang ahli, dua orang guru IPA SMP, dan enam siswa SMP Kelas VII SMP Negeri 4 Malang. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket yang diisi oleh penelaah. Jenis data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari analisis nilai rata-rata angket skala Likert, sedangkan data kualitatif berupa saran, kritik, tanggapan dari penelaah dan hasil keterbacaan siswa. Berdasarkan hasil uji kelayakan, paket IPA Terpadu memperoleh nilai rata-rata 3,37 yang berarti layak dan panduan guru memperoleh nilai rata-rata 3,27 yang berarti layak. Berdasarkan tanggapan, kritik, dan saran dari penelaah maka dilakukan perbaikan terhadap paket IPA Terpadu dan panduan guru. Hasil dari perbaikan tersebut merupakan produk dari pengembangan paket IPA Terpadu. Berdasarkan hasil penelaahan, dapat disimpulkan bahwa hasil pengembangan paket IPA terpadu dan panduan guru berbasis konstruktivisme tema air layak digunakan sebagai bahan ajar untuk membantu proses belajar siswa. Saran untuk peneliti lainnya yaitu agar melakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut terhadap paket hasil penelitian ini dengan melakukan kajian eksperimen dan uji coba yang lebih luas, sehingga diperoleh paket yang teruji secara empiris. Selain itu, disarankan pula agar produk utama dikembangkan dengan tema lain, sehingga dapat memperkaya sumber belajar siswa.

Indonesian-English code mixing and code switching used by radio broadcasters of Makobu FM Malang / Heni Kusumasakti

 

This study aims at finding out the use of Indonesian-English code mixing and code switching by radio broadcasters of Makobu FM Malang. There are three research problems in this study, namely (1) what are the types of Indonesian- English code mixing and code switching used by radio broadcasters of Makobu FM when they are presenting the programs? (2) what are the factors that influence radio broadcasters of Makobu FM to mix their Bahasa Indonesia with English or switch from Bahasa Indonesia into English, or the other way around, when they are presenting the programs? (3) what are the probable reasons why radio broadcasters of Makobu FM mix their Bahasa Indonesia with English or switch from Bahasa Indonesia into English, or the other way around, when they are presenting the programs? Theoretically, this study is expected to enrich the study of Sociolinguistics, especially the knowledge of the use of code mixing and code switching. Practically, this study is hoped to broaden people’s understanding about the phenomenon of Indonesian-English code mixing and code switching in radio broadcasting, especially in Makobu FM Radio. The research design of this study is descriptive qualitative. This study describes the phenomenon of Indonesian-English code mixing and code switching by the broadcasters of Makobu FM Radio as they are. The data collection in this research is in the form of words. The subjects of this study are the broadcasters of Makobu FM Radio, Malang. There is only one kind source of data in this study, namely the utterances of the broadcasters of Makobu FM Radio when they were presenting the programs, from September 23rd 2008 until November 8th 2008. The results of the study show that there are five types of Indonesian- English code mixing and code switching use by the broadcasters of Makobu FM Radio as proposed by Hoffman, namely: (1) intra-sentential switching (code mixing) (77.7 %), (2) inter-sentential switching (13.8 %), (3) emblematic switching (5.4 %), (4) establishing continuity with the previous speaker (2.6 %), and (5) involving a change of pronunciation (0.5 %). Intra-sentential switching is most frequently used by the broadcasters of Makobu FM Radio because the broadcasters often mention titles of songs, titles of films, or names of program which are mostly in the form of noun phrase. There are three factors influencing the broadcasters of Makobu FM Radio to use code mixing and code switching when they are presenting the programs as proposed by Hoffman. In addition, there are two new factors found in this study. They are: (1) contextual factors (52.9 %), (2) the effectiveness of the message (18.9 %), (3) situational factor (16.7 %), (4) marketing factor (10.5 %), and (5) personal factor (1 %). The effectiveness of the message and marketing factor are new factors found in this study. Moreover, the broadcasters most frequently are influenced by the participants involve in the communication; the broadcasters themselves and the listeners are bilinguals. There are nine out of ten reasons why the broadcasters of Makobu FM Radio use code mixing and code switching when they are presenting the programs as proposed by Hoffman and Saville-Troike. Besides, it is one new reason found in this research. They are: (1) expressing group identity (34 %), (2) real lexical need (18.9 %), (3) talking about a particular topic (15.3 %), (4) mentioning trade marks (10.5 %), (5) quoting something or somebody else (9.7 %), (6) interjection or inserting a sentence filler or sentence connector (5.1 %), (7) softening or strengthening request or command (3 %), (8) repetition used for clarification (2 %), (9) being emphatic about something (0.8 %), and (10) intention of clarifying the speech content for the interlocutor (0.7 %). The reason of mentioning trade mark is a new reason found in this present research. In addition, the reason of expressing group identity becomes the first rank because the broadcasters of Makobu FM Radio and the listeners want to show their membership in the community; a speech community of which the members are high class people who can use both English and Bahasa Indonesia in speaking. This research suggests sociolinguistics students to think more critically about the other interesting phenomena in spoken discourse existing in society. In addition, they should not be afraid of doing other sociolinguistics studies. Moreover, the future researchers are expected to develop and broaden their research by including other method, e.g. interview method.

Meningkatkan Keterampilan Menulis Wacana Deskriptif Dengan Metode Investigasi Kelompok di Kelas I SMP Negeri 4 Malang / oleh Ebet Kristos

 

Perancangan buku bergambar tentang pengenalan rambu-rambu lalu lintas untuk anak usia 5-7 tahun / Leyla Perwita Sari

 

Anak-anak mau belajar mengenal lalu lintas, rambu-rambu dan perilaku berlalu lintas dengan benar sejak dini. Diharapkan dengan belajar berlalu lintas sejak dini anak-anak akan tumbuh sebagai manusia yang berdisiplin dan tertib pada aturan, utamanya aturan berlalu lintas. Untuk keperluan tersebut dibutuhkan media belajar dan pembelajaran tentang lalu lintas untuk anak-anak, antara lain berpa buku cerita bergambar tentang pengenalan rambu-rambu lalu lintas untuk anak-anak. Tujuan perancangan ini ialah menghasilkan buku pengenalan tentang rambu-rambu lalu lintas untuk anak usia 5-7 tahun. Buku tersebut ditujukan kepada anak-anak berusia 5 sampai 7 tahun. Karakteristik buku tersebut antara lain print media, hard cover, menggunakan kertas artpaper 190 gram, format buku berbentuk persegi panjang dan landscape, ukuran buku 25 cm x 17 cm, dan buku pengenalan rambu-rambu lalu lintas ini berjumlah 27 halaman. Perancangan ini menggunakan model prosedural. Proses erancangan yang prosedural tersebut berorientasi pada pemecahan masalah bagi dihasilkannya buku bergambar tentang rambu-rambu lalu lintas untuk anak usia 5-7 tahun yang sesuai dengan karakter produk yang diharapkan. Perancangan ini menghasilkan dua buah buku pengenalan tentang ramburambu lalu lintas seri pertama dan seri kedua. Buku seri pertama ini berisikan tentang pengenalan rambu-rambu lalu lintas di taman lalu lintas. Buku seri kedua ini berisikan tentang pengenalan rambu-rambu lalu lintas ketika perjalanan menuju taman safari. Buku pengenalan tentang rambu-rambu lalu lintas ini didesain dengan menggunakan gaya visual bentuk penyajian dan variasi tampilan dibuat dengan format illustrasi gambar yang sederhana dan menarik, buku ini menggabungkan antara cerita dan belajar mengenal karena fungsi dari cerita itu sendiri adalah menuntun anak tersebut untuk mengetahui tanda-tanda lalu lintas. Konsep gaya desain yang terinspirasi dari gaya dan karakteristik Dora the Eksplorer dan juga kartun manga Jepang, buku bergambar ini khusus untuk anak usia 5-7 tahun, menggunakan warna yang cerah dan fullcolour, ukuran buku B5 (17 cm x 25 cm), jumlah halaman: 14 halaman, teknik: manual. Secara teoritik hasil perancangan ini efektif karena telah dirancang dengan menggunakan pendekatan ilmiah sesuai dengan metodologi perancangan yang lazim. Meskipun demikian dibutuhkan ujicoba keefektifannya agar diperoleh hasil empirik sesuai dengan kebutuhanan fungsinya.

Penggunaan model pembelajaran tematik untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III MI Miftahul Ulum Kanigoro Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang / Imroatul Mufidah

 

Perkembangan anak kelas awal sekolah dasar kelas I,II dan III masih berada pada tahap operasional konkret dan holistic. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran sebaiknya dikelola dengan menggunakan model pembelajaran tematik yaitu suatu konsep pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa (peserta didik). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran tematik untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas III MI Miftahul Ulum Kanigoro Kecamatam Pagelaran Kabupaten Malang (2) Mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran tematik untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III MI Miftahul Ulum Kanigoro Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang. Rancangan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dengan 2 kali pertemuan. Teknik penumpulan data ya ng digunakan dalam penelitian ini adalah: Observasi, Wawancara, Dokumentasi dan Tes. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas III MI Miftahul Ulum Kanigoro Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang yang berjumlah 32 siswa. Materi yang diajarkan adalah materi semester II yaitu dengan tema “Kerajinan Tangan” yang dibuat dari perpaduan berbagai mata pelajaran diantaranya: matematika, bahasaa Indonesia dan Sains. Hasil penelitian model pembelajaran tematik tema kerajinan tangan ini dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan aktivitas siswa untuk komponen Visual Activities mengalami peningkatan sebesar (11%) dari siklus I ke siklus II. Komponen Oral Activities mengalami peningkatan sebesar (23,5%), Listening Activities mengalami peningkatan sebesar (9,4%) Writing Activities mengalami peningkatan sebesar (18,7%), Motor Activities mengalami peningkatan sebesar (37,5%) Mental Activities mengalami peningkatan sebesar (15,6%), Emotional Activities juga mengalami peningkatan sebesar (3,1%). Dan juga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III MI Miftahul Ulum Kanigoro Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang. Hal ini ditunjukkan dengan penilaian hasil formatif yang meningkat yaitu dari skor hasil rata–rata pre tes 48,2 menjadi 66,2 pada siklus I dan meningkat menjadi 78,7 pada siklus II. Serta pada siklus II ini sudah mencapai nilai ketuntasan belajar diatas 75% sehingga kegiatan pada siklus II dihentikan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran tematik dapat meningkatkan prestasi dan aktivitas belajar siswa kelas III MI Miftahul Ulum Kanigoro Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada guru untuk dapat menerapkan model pembelajaran tematik di kelas III.

Perancangan majalah digital Islami untuk anak-anak sebagai media informasi dan pembelajaran / Putri Bagus Imami

 

ABSTRAK Imami, Putri Bagus. 2009. Perancangan Majalah Digital Islami Untuk Anak-Anak Sebagai Media Informasi dan Pembelajaran. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Imam Muhadjir, (II) Moch. Abdul Rahman, S.Sn. M.Sn. Kata Kunci : Majalah Digital, Islami, Media Informasi, Pembelajaran Topik ini diangkat dengan pertimbangan bahwa pentingnya pengetahuan tentang ibadah dan pengenalan agama islam sejak usia dini, apalagi masa dimana teknologi berkembang sangat pesat memicu masuknya budaya asing sehingga perlahan-lahan dapat mengikis budaya luhur bangsa terutama dari segi moral dan agama. Dari uraian latar belakang muncul permasalahan yang dirumuskan sebagai berikut: Diperlukan sebuah media informasi dan pembelajaran untuk anak-anak yang membahas tentang pengetahuan agama islam dengan mengedepankan sisi fleksibilitas, interaktivitas, dan pengalaman membaca baru yang menarik bagi target audien berupa majalah digital islami. Perancangan majalah digital islami ini menggunakan model parancangan prosedural, yaitu bersifat deskriptif. Adapun proses perancangan media promosi ini tersusun dalam pencarian data dengan melakukan observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Produk yang dihasilkan berupa majalah digital islami dalam bentuk CD interaktif yang dibuat dengan software pendukung yaitu Adobe Photoshop, Corel Draw, dan macromedia flash CS3. Untuk mendukung kamus bergambar ini maka dibuat juga media promosi komunikasi visual berupa iklan surat kabar, poster, X-banner, billboard, brosur dan self talker (tempat brosur), leaflet, display CD, dan merchandise berupa kalender, block note, pin. Pesan yang ingin disampaikan melalui media majalah digital islami ini yaitu memberikan pengenalan dan pengetahuan tentang agama islam serta mengenalkan pada anak-anak sebagai target audien primer tentang gaya membaca baru yang menarik, dan mengedepankan sisi fleksibilitas dan interaktivitas. Perancangan majalah digital islami ini diharapkan dapat menambah wawasan anak tentang keislaman serta mendukung kegiatan pembelajaran dan pengenalan agama islam pada anak-anak. Selanjutnya, bagi generasi muda diharapkan mampu mengembangkan lebih banyak lagi media pembelajaran yang bervariasi, inovatif, dan bermanfaat bagi dunia pendidikan.

Penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi dan prestasi belajar fisika siswa kelas XI IPA SMAN 3 Malang / Rohmatin Mufaridah

 

Hasil observasi di kelas XI IA-6 SMAN 3 Malang menunjukkan bahwa siswa terlihat pasif dalam mengikuti pelajaran dan hanya sepertiga dari jumlah siswa dalam kelas tersebut yang dapat menganalisis permasalahan yang diberikan. Hasil wawancara dengan guru fisika diketahui bahwa masih banyak siswa yang harus mengikuti remidial untuk memperbaiki nilainya. Salah satu cara untuk memperbaiki keadaan ini adalah dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL). PBL merupakan suatu model pembelajaran yang menjadikan permasalahan dalam dunia nyata sebagai langkah awal dalam pembelajaran. Siswa secara aktif melakukan penyelidikan terhadap permasalahan yang diberikan untuk dianalisis dengan menggunakan kemampuan berpikirnya. Menganalisis suatu masalah fisika merupakan salah satu cara untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi fisika siswa. Oleh karena itu, dilakukanlah penelitian untuk memperbaiki keadaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan prestasi belajar fisika siswa kelas XI IPA 6 SMAN 3 Malang melalui model PBL pada pokok bahasan fluida dinamis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas XI IPA 6 SMAN 3 Malang, berjumlah 31 siswa. Setiap siklus terdiri dari 5 tahap, yaitu tahap mengorientasikan siswa pada masalah, tahap mengorganisasikan siswa untuk belajar, tahap membimbing penyelidikan individu dan kelompok, tahap mengembangkan dan menyajikan hasil karya, tahap menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah Lembar Observasi (LO) ketelaksanaan model PBL, LO kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan soal tes. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi fisika siswa, pada aspek pertanyaan yang diajukan meningkat 31,4% dan pada aspek jawaban tes meningkat 2,7% dari siklus I ke siklus II. Peningkatan prestasi ditandai dengan peningkatan persentase nilai rata-rata dari sebelum tindakan ke siklus I sebesar 4,8 dan dari siklus I ke siklus II sebesar 5,2%. untuk ketuntasan belajar siswa meningkat dari sebelum tindakan ke siklus I 12,9% dan dari siklus I ke siklus II 16,1%. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan model PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan kualifikasi baik dan meningkatkan prestasi belajar serta ketuntasan belajar fisika siswa.

Perancangan company profile dan media pendukungnya sebagai media promosi Susan Catering / Ika Adityarini

 

Catering merupakan usaha yang banyak berkembang saat ini. Di zaman yang serba cepat dan praktis seperti sekarang ini, kebanyakan orang lebih memilih memesan/menyerahkan urusan menu makanan yang akan disajikan sebagai pelengkap suatu acara/pesta personal maupun instansi melalui jasa boga yang lebih dikenal dengan catering. Salah satu pengusaha catering di Kota Malang ini adalah Ibu Sutjiani Santoso yang sudah berkecimpung dengan usaha boga sejak tahun 2003. Dengan berbekal pengalaman dan cita rasa makanan yang halal lezat dan alami, Ibu Sutjiani membentuk jasa catering pada tahun 2008 dengan nama Susan Catering. Mengingat usaha ini masih baru, maka Susan Catering membutuhkan sarana untuk lebih memperkenalkan usahanya pada target audience secara luas guna mengembangkan usaha catering tersebut. Hal ini tidak luput dari peran sebuah media komunikasi visual sebagai sarana promosi usaha katering tersebut. Untuk menambah pengunjung dibutuhkan sebuah media promosi. Dalam hal ini Susan Catering menginginkan Company Profile. Tujuan dari perancangan ini adalah menciptakan company profile berupa CD Interaktif yang menarik serta efektif sebagai alat untuk mempromosikan Susan Catering. Media ini digunakan sebagai presentasi tool. Model perancangan ini merupakan model perancangan deskriptif diawali dari penulisan latar belakang, perumusan masalah dan pengidentifikasian tujuan, dilanjutkan dengan pengumpulan data terdiri dari data perusahaan dan data pemasaran, dengan cara observasi, dokumentasi, dan wawancara. Data yang didapat kemudian dianalisis dan akhirnya menjadi konsep dari perancangan. Perancangan Media terdiri dari media utama yaitu CD interaktif dan buku company profile dan media komunikasi visual alternatif lainnya yang digunakan sebagai media pendukung. Media pendukungnya terdiri dari: kalender, mobil operasional, kartu nama, kemasan nasi kemas, kwitansi, sign board, papan nama, stand banner, amplop, kertas surat, gelas, kotak brosur dan brosur.

Peningkatan pembelajaran menulis wacana ekspositori melalui strategi writers’ workshop siswa kelas II SMPN 2 Mawasangka / oleh Lukman

 

Pengaruh rasio likuiditas, rasio hutang (leverage), dan tingkat pendapatan terhadap profitabilitas (studi pada Perusahaan Real Estate & Property yang listing di BEI tahun 2004-2007) / Aisi Rosita Nur

 

ABSTRAKSI Nur, Aisi Rosita. 2009. Pengaruh Rasio Likuiditas, Rasio Hutang (Leverage), dan Tingkat Pendapatan terhadap Profitabilitas (Studi pada Perusahaan Real Estate & Property yang Listing di BEI Tahun 2004-2007). Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Tuhardjo, S.E., M.Si., Ak. (II) Dr. Sunaryanto, M.Ed. Kata kunci: Rasio Likuiditas, Rasio Hutang (Leverage), Tingkat Pendapatan, dan Profitabilitas. Profitabilitas merupakan tujuan utama dari setiap kegiatan bisnis, karena dengan profitabilitas kegiatan bisnis akan dapat bertahan hidup (survive) dalam jangka panjang. Oleh karenanya, pengukuran atau penilaian profitabilitas, baik saat ini, yang lalu maupun proyeksi profitabilitas di masa depan sangatlah penting. Beberapa faktor yang mempengaruhi profitabilitas yaitu Rasio Likuiditas, Rasio Hutang (Leverage), dan Tingkat Pendapatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan antara variabel Rasio Likuiditas (Quick Ratio), Rasio Hutang/Rasio Leverage (Debt Ratio), dan Tingkat Pendapatan (Net Sales) terhadap variabel Profitabilitas (ROA). Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data laporan keuangan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan Real Estate & Property yang Listing di BEI Tahun 2004-2007. Sampel yang digunakan adalah perusahaan Real Estate & Property yang memiliki kriteria sebagai berikut: listing di BEI sejak tahun 2004 hingga 2007, memiliki kelengkapan unsur-unsur dalam laporan keuangan yang dibutuhkan dalam penelitian, serta yang mengalami keuntungan selama periode penelitian. Dari karakteristik sampel di atas diperoleh sampel sebesar 15 perusahaan, dan untuk mengatasi keterbatasan jumlah data maka dalam penelitian ini mempergunakan data pooling. Analisis data menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda. Uji regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel Quick Ratio, Debt Ratio, dan Net Sales terhadap variabel ROA baik secara parsial maupun secara simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial hanya variabel Net Sales yang berpengaruh positif yang signifikan terhadap ROA, Debt Ratio berpengaruh positif tetapi tidak signifikan, dan variabel Quick Ratio berpengaruh positif yang tidak signifikan terhadap variabel ROA. Jika diuji secara simultan variabel Rasio Likuiditas, Rasio Hutang (Leverage), dan Tingkat pendapatan berpengaruh positif yang signifikan terhadap Profitabilitas. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk peneliti selanjutnya agar menambah variabel lain dan faktor lain yang sekiranya mempengaruhi profitabilitas, misalnya kondisi makro ekonomi Indonesia. Bagi perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) hendaknya memperhatikan standarisasi rasio keuangan melalui analisis rasio keuangan untuk melihat prospek perusahaan. Dalam menanamkan sahamnya pada perusahaan, investor hendaknya mempertimbangkan tingkat keuntungan yang diperoleh perusahaan. Bagi pemerintah diharapkan dapat memberikan iklim usaha yang kondusif sehingga dunia usaha dapat berkembang dengan baik dan mampu memberikan kontribusi bagi perekonomian Indonesia.

Code switching in the articles of Kawanku magazine / Retna Wulandari

 

This study aims at investigating the use of code switching in the articles of Kawanku magazine. There are two research problems in this research, namely: (1) what are the types of code switching based on the nature of the juncture where language change takes place found in the style, life, entertainment, and daily dose articles of Kawanku magazine as written by the journalists? (2) what are the reasons for the journalists to switch the language from Indonesian into English or vice versa in the style, life, entertainment, and daily dose articles of Kawanku magazine?The research design of this study is descriptive qualitative. There is only one kind of source of data in this research, that is, the articles written by the journalists of Kawanku magazine published in five editions from August 27th until November 5th 2008. The results show that there were three out of five types of code switching in the articles of Kawanku magazine, namely: (1) intra-sentential switching (72.72 %), (2) inter-sentential switching (21.36 %) and (3) emblematic switching (5.9 %). There were ten reasons why the journalists switch the codes. They were: (1) expressing their group identity (28.27 %), (2) inserting a real lexical need (16.80 %), (3) talking about a particular topic (15.77 %), (4) quoting somebody else (12.90), (5) emphasizing or strengthening message (7.58 %), (6) inserting sentence fillers, sentence connectors or interjection (4.91 %), (7) repetition used for clarification (4.31 %), (8) softening and strengthening request or command (4.3 %), (9) modernity (4.3 %) and (10) being emphatic about something (0.68 %). From the findings, it was known that the journalists mostly use code switching in the type of intra-sentential switching in the form of a noun phrase. They did that to mention beauty stuffs, fashion and style products. In this case, this community believed that the products from West Country had better quality. Therefore, the reason for the journalists to use code switching was for expressing group identity: they wanted to show that this magazine was for high class female teenage readers.

Analisis laporan keuangan sebagai alat bantu pengukuran kinerja manajemen perusahaan pada PT Pos Indonesia (Persero) Malang 65100 / Artika Krisma Santi

 

Perkembangan dan persaingan pada perusahaan penyedia layanan telekomunikasi yang ketat saat ini, mengakibatkan perusahaan meningkatkan pelayanan terbaik kepada konsumen sehingga pendapatan bagi perusahaan tidak berkurang dan berusaha memperbaiki kinerja manajemennya. Melalui laporan keuangan dapat diperoleh informasi penting bagi pemakai laporan keuangan dalam pengambilan keputusan, dapat dimanfaatkan untuk memprediksi kondisi keuangan masa mendatang, dan untuk mengukur tingkat kinerja manajemen selama periode waktu tertentu yang berpengaruh terhadap pengambilan keputusan oleh manajemen, sehingga diperoleh tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengukur kinerja perusahaan PT POS melalui analisis laporan keuangan perusahaan dengan metode rasio keuangan. Penilaian kinerja dapat dilakukan dengan menggunakan perhitungan analisis rasio yang membandingkan antar pos-pos terkait dalam neraca dan laporan laba-rugi serta membandingkan kondisi di laporan keuangan dengan teori yang terdapat dalam referensi yang digunakan. Dilihat dari rasio keuangan yang dihasilkan dari perhitungan pada komponen laporan keuangan tahun 2004 sampai dengan tahun 2008, diperoleh hasil analisis untuk likuiditas pada rasio lancar dengan persentase 85,84%, 85,03%, 90,18%, 91,49%, 90,18%. Quick ratio yang memiliki persentase sebesar 85,81%, 85,85%, 90,15%, 91,46%, 90,15%. Untuk rasio profitabilitas pada ROA (43,7%); (12,45%); 61,01%; 90,8%; 90%. Pada rasio profit margin diperoleh angka (11,38%); (3,60%); 15,81%; 21,56%; 21,57%. Untuk rasio solvabilitas dapat terlihat pada total kewajiban terhadap aktiva (asset) sebesar 101,79%, 101,81%, 101,69%, 102,21%, 101,69%. Pada rasio aktivitas terlihat pada rata-rata umur piutang 1,54 hari; 1,68 hari; 0,23 hari; 0,19 hari; 0,21 hari. Rata-rata perputaran aktiva 3,84 kali; 3,84 kali; 3,86 kali; 4,21 kali; 4,17 kali. Dari rasio yang dihasilkan, kinerja PT POS Malang selama tahun 2004-2008 untuk rasio likuiditas dinilai semakin baik karena persentasenya semakin naik sehingga kewajiban dapat dijamin, dari rasio profitabilitas dinilai baik karena mengalami kenaikan dari tahun ke tahun dan adanya peningkatan laba bersih, rasio solvabilitas dinilai mengalami kenaikan yang baik karena dapat memaksimalkan nilai aset untuk mendanai kewajiban yang dimiliki, rasio aktivitas dinilai baik karena dapat dengan cepat mengubah akun piutang menjadi kas. Dari rasio yang ada disarankan perusahaan memberi perhatian pada aset dan akun pendapatan karena nilainya masih mungkin untuk ditingkatkan lagi. Meningkatkan nilai aktiva melalui kenaikan nilai kas dan piutang. Mengurangi biaya melalui pengurangan intensitas dalam melakukan perjalanan dinas sehingga laba bersih perusahaan dapat ditingkatkan, dan meningkatkan pelayanan kepada konsumen agar perusahaan dapat bersaing.

Seeing through Blood Diamond: Western cultural hegemony beneath / Ana Zahida

 

Culture is one of the most important battlefields for the criss-crossing of interest between nations in the international relationship since culture is a powerful device for implanting ideology and influence. No wonder, many nations compete in this field to win and spread their ideological aspect so as to reign powerfully as the major actor in the international relationship by possessing the power to influence others through spreading cultural products. Movie is inevitably one of such powerful devices, while Hollywood as the biggest player in this field, inescapably is involved in this huge project. Based on the notion above, this study was intent on revealing one of Hollywood’s movies, Blood Diamond. Produced by the most ambitious superpower country, USA, Blood Diamond perceives others using the perspective of the maker. The perspective used in the movie, certainly, glorifies the West as the Self while degrades the rest, in this case, the Third World as the Other. Gramsci’s theory of hegemony is used in this study to divulge the hidden agendum which lies beneath the overt idea of the movie for saving the Third World from jeopardy and demolition. This study results in several important aspects supporting the existence of the hegemonic intention of the movie maker through camera movement, characterization, dialogue, costumes, and setting. Certainly, it empirically proves the effort of the West as the hegemon to sustain their position in the international relationship through winning the consent of the Third World by lulling them using the old white mythology pervasive in the intrinsic aspect of the movie. The result of this study serves as a wake up call for the Third World in general so that they should be lulled no more in the beautiful nightmare of Western hegemonic message of the movie. The critical thinking in galloping western cultural product is deadly significant point of defense besides competing the West by setting up the Third World own story through their own perspective. ---------------------------------- Budaya adalah salah satu kancah peperangan terpenting dari carut-marut kepentingan yang terjadi antar negara dalam pergaulan internasional, karena budaya memiliki kuasa maha dahsyat untuk menanamkan ideologi dan pengaruh. Tak heran, banyak negara yang bersaing keras dalam bidang ini untuk memperluas jejaring ideology mereka melalui persebaran produk-produk budaya agar menjadi pemenang sehingga dapat meraih peran utama dalam pergaulan internasional karena kuatnya daya pengaruh mereka terhadap negara lain. Tak dapat dipungkiri bahwa film, sebagai produk budaya dengan jangkauan luas, termasuk ke dalam agen penyebar pengaruh ini. Sedangkan Hollywood sebagai pemain terbesar dalam bidang perfilman, tak bisa tidak, juga pasti terlibat dalam mega proyek ini. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis salah satu film produk Hollywood, Blood Diamond. Diproduksi oleh negara Superpower, Amerika, Blood Diamond bertutur mengenai Afrika melalui perspektif pembuatnya. Perspektif yang dipakai dalam film ini, tentu saja, memuja Barat sebagai Diri dan merendahkan yang lain, dalam hal ini, Dunia Ketiga sebagai Si Lain. Teori Hegemony yang dicetuskan Antonio Gramsci digunakan untuk menganalisis dan mengungkap agenda rahasia yang tersembunyi di antara pesan-pesan terang film ini agar menyelamatkan Dunia Ketiga dari kehancuran dan keterpurukan. Hasil dari penelitian ini menggarisbawahi beberapa poin penting yang mengindikasikan adanya niatan hegemonis pembuat film yang ditunjukkan oleh pergerakan kamera, karakterisasi, dialog, kostum, dan setting film. Ini merupakan bukti empiris tentang usaha barat untuk menjadi hegemon dalam pergaulan internasional dengan mendapatkan kerelaan Dunia Ketiga dengan cara meninabobokkan mereka dengan dongeng-dongeng tua Mitologi Barat yang tertera jelas dalam sisi intrinsik film ini. Hasil penelitian ini sekaligus berfungsi sebagai alarm yang membangunkan Dunia Ketiga dari indahnya mimpi buruk pesan-pesan hegemonik barat dalam film ini. Pemikiran kritis dalam mencerna produk-produk budaya barat merupakan benteng pertahanan penting dari gencarnya serangan hegemoni barat selain dengan cara melawan barat melalui usaha bercerita melalui perspektif Dunia Ketiga sendiri.

Akuntasi pertanggungjawaban sebagai dasar penilaian kinerja keuangan pada Rsia Aminah Kota Blitar / Idfiyana Chusumaningtika

 

Di dalam sebuah organisasi diperlukan adanya alat pelaporan dan pertanggungjawaban kepada pimpinan. Untuk mempertanggungjawabkan tugas atau pekerjaan tersebut maka diperlukan akuntansi pertanggungjawaban. Secara keseluruhan RSIA Aminah kota Blitar perlu menerapkan akuntansi pertanggungjawaban sebagai informasi masa akan datang yang bermanfaat untuk penyusunan anggaran, pengukuran kinerja keuangan organisasi, dan tanggung jawab manajer dalam penyusunan laporan keuangannya, juga untuk mengetahui penyimpangan yang terjadi pada proses penyusunan anggaran, menilai sejauh mana manajer mengelola tanggung jawabnya dalam penyusunan laporan keuangan serta dalam pengukuran kinerja juga dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif. Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan RSIA Aminah kota Blitar dengan menggunakan akuntansi pertanggungjawaban sebagai dasar penilaian. Dalam penelitian ini metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu dokumentasi dan wawancara. Adapun metode pemecahan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Menetapkan pusat-pusat pertanggungjawaban pada RSIA Aminah 2) Menyusun anggaran pada pusat-pusat pertanggungjawaban RSIA Aminah 3) Menyusun realisasi pada pusat-pusat pertanggungjawaban RSIA Aminah 4) Menggolongkan biaya terkendali dan tidak terkendali pada pusat-pusat pertanggungjawaban 5)Menilai kinerja keuangan rumah sakit dengan membandingkan realisasi dan anggaran pada tiap-tiap pusat pertanggungjawaban. Hasil pembahasan dalam penelitian ini adalah RSIA Aminah belum menerapkan akuntansi pertanggungjawaban. Penilaian kinerja keuangan dengan menggunakan akuntansi pertangunggjawaban pada RSIA Aminah pada pusat biaya dan pusat laba menunjukkan hasil yang baik, sedangkan pada pusat investasi masih kurang baik dikarenakan turnover dari tahun 2006 ke tahun 2007 turun. Saran, hendaknya RSIA Aminah menerapkan akuntansi pertanggungjawaban sebagai dasar penilaian kinerja keuangan. Penerapan akuntansi pertanggungjawaban dapat memudahkan manajer untuk Meningkatkan dan mempertahankan kinerja keuangan pada tiap-tiap pusat pertanggungjawaban, Mempermudah dalam evaluasi keuangan, terutama bagi manajer tingkat atas, Mencari dan mengatasi masalah yang ada.

Pengaruh komitmen karyawan pada perusahaan terhadap kinerja karyawan (studi pada karyawan Jawa Timur Park) / Agus Surianto

 

Seorang karyawan yang mempunyai komitmen tinggi maka akan berpengaruh terhadap tingginya tingkat kinerja karyawan. Komitmen organisasi lebih dari sekedar kenggotaan formal, karena meliputi sikap menyukai orang dan kesediaan untuk mengusahakan tingkat kinerja yang tinggi bagi organisasi. Komitmen organisasi dalam beberapa penelitiaan dihubungkan dengan kinerja. Semakin tinggi komitmen organisasi maka semakin tinggi pula kinerja karyawan. Penelitiaan ini dilakukan untuk mengetahui gambaran deskriptif komitmen organisasi serta kinerja karyawan pada Jawa Timur Park Batu, serta pengaruh masin-masing variable identifikasi (X1), keterlibatan (X2) dan kesetiaan/loyalitas (X3), dan kinerja (Y) baik secara parsial maupun simultan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Penelitian ini merupakan penelitiaan penggambaran (deskriptif), data yang diperoleh menggunakan angket tertutup. Instrument penelitian ini menggunakan item-item dari penelitiaan terdahulu yang teruji. Meski demikian uji validitas dan reliabilitas tetap dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas data yang diperoleh. Populasi dalam penelitiaan adalah seluruh karyawan Jawa Timur Park Batu. Sedangkan sampelnya diambil 67 orang. Dari total populasi sebanyak 202 orang. Analisis data menggunakan bantuan SPSS 10.00 for windows. Hasil penelitian ini diketahui bahwa sebagaian responden yaitu 19,40% (13 responden) menyataka sangat setuju terhadap variabel identifikasi (X1), 2,99% (2 responden) menyataka sangat setuu terhadap variabel keterlibatan (X2) dan 35,82% (24 responden) menyatakan sangat setuju terhadap kesetiaan (X3). Secara parsial variabel identifikasi (X1), keterlibatan (X2), dan kesetiaan (X3) memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y), karena terbukti dengan nilai signifikan t< 0,05 (0,000<0,05). Hasil uji parsial diketahui bahwa variabel yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap kinerja karyawan pada Jawa Timur Park Batu adalah variabel identifikasi (X1) karena memiliki peluang kesalahan 5%, terlihat bahwa nilai signifikan t jauh dibawah 0,05 yaitu signifikan t=0,000 Secara simultan variabel identifikasi (X1), keterlibatan (X2), dan kesetiaan (X3), memiliki penagruh yang asangat signifikan terhadap kinerja karyawan. Terbukti bahwa nilai signifikan F<0,05 (0,000<0,05). Kinerja karyawan dipengaruhi oleh variabel bebas yaitu komitmen organisasi yang terdiri dari identifikasi (X1), keterlibatan (X2), dan kesetiaan (X3) sebesar 90,9% dan sisanya 9,1% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitiaan ini. Maka saran yang dapat diberikan untuk meningkatan komitmen organisasi terutama pada identifikasi yang merupakan perasaan bangga atas organisasi, yang juga merupakan wujud kepercayaan karyawan terhadap organisasi Jawa Timur Park Batu harus meningkatkan dengan lebih mengeratkan hubungan karyawan dengan perusahaan secara aktif, juga lebih memberikan tanggung jawab masing-masing karyawan. Selain itu juga Jawa Timur Park Batu juga harus memperhatikan dan meningkatkan kesetiaan/loyalitas yang dimiliki karyawan yaitu lebih memperhatikan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kesetiaan karyawan terhadap perusahaan.

Pengaruh tayangan iklan kartu seluler Telkom Flexi di televisi terhadap keputusan pembelian konsumen (studi kasus pada anggota flexter Kota Malang) / Akta Nurdian Putra Anundhita

 

ABSTRAK Wahyu Budi.W. 2008. Pengaruh Penayangan Iklan di Televisi terhadap keputusan Pembelian Konsumen Mie Sedaap (Studi Pada Masyarakat Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Hermawan, M.Si, M.Bus. (II) Titis Shinta Dewi S.p, MM Kata kunci : Iklan, Keputusan Pembelian Konsumen Dalam mengembangkan bisnis, produsen berusaha untuk menguasai pasar dan memenangkan persaingan. Hal ini terjadi pada berbagai sektor bisnis, termasuk bisnis makanan khususnya mie instant. Dimana saat ini banyak bermunculan mie instant dengan berbagai merek. Tiap produsen berusaha menonjolkan keunggulan masing-masing dan menciptakan strategi pemasaran yang sesuai. Hal ini bisa dilakukan dengan periklanan. Periklanan adalah merupakan salah satu kegiatan untuk menyampaikan informasi atau pesan tentang mie sedaap kepada konsumen yang perlu memperhatikan: isi pesan, struktur pesan, format pesan, dan sumber pesan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penayangan iklan terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli Mie Sedaap pada masyarakat Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini bersifat deskriptif korelasional yaitu pengaruh penayangan iklan terhadap keputusan pembelian konsumen. Populasi yang diambil adalah masyarakat Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang yang jumlah penduduk yang berusia minimal 17 tahun adalah 11.546 jiwa.. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsionate random sampling, dengan sampel sebanyak 100 responden. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitias dengan sampel uji coba sebanyak 40 responden. Data diperoleh melalui responden menggunakan kuesioner/angket tertutup dan diukur menggunakan skala Likert 1-5. Sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh periklanan yang meliputi isi pesan, struktur pesan, format pesan, dan sumber pesan terhadap keputusan pembelian baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Periklanan yang meliputi isi pesan, struktur pesan, format pesan, sumber pesan menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli Mie Sedaap. (2) Terdapat pengaruh signifikan periklanan yang terdiri dari isi pesan, struktur pesan, format pesan, sumber pesan secara parsial terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli Mie Sedaap. (3) Terdapat pengaruh signifikan periklanan yang terdiri dari isi pesan, struktur pesan, format pesan, sumber pesan secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli Mie Sedaap. Selanjutnya saran-saran yang dapat peneliti berikan adalah: (1) Bagi Grup Wings (GW) yang merupakan produsen Mie Sedaap dalam beriklan hendaknya lebih memperhatikan struktur pesan. Struktur pesan harus dibuat semenarik mungkin agar dapat menarik perhatian konsumen. Misalnya dengan adanya penonjolan keunggulan dari berbagai segi, seperti adanya varian rasa Mie Sedaap dan adanya rasa yang khas dibandingkan mie yang lain. (2) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk menggunakan variabel bebas di luar variabel isi pesan, struktur pesan, format pesan, dan sumber pesan seperti budaya, kelompok sosial, usia, motivasi dan lainnya yang berhubungan dengan keputusan pembelian Mie Sedaap.

Membangun sistem keamanan akses situs dan monitoring akses user internet di SMK Negeri 4 Malang / Aan Andreas

 

ABSTRAK Andreas, Aan. 2009. Membangun sistem keamanan dan monitoring akses internet SMK NEGERI 4 MALANG. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Hary Suswanto, S.T., M.T. Kata Kunci: Membangun PC, Router pfSense 1.2 - Release Pengembangan jaringan komputer dalam akses internet merupakan persoalan yang sangat penting sekali di dalam dunia pendidikan saat ini. Hal ini diperlukan karena semakin berkembangnya dunia teknologi di dalam pendidikan sebagai sarana pendukung dalam proses belajar mengajar. Dengan adanya fasilitas internet di SMK NEGERI 4 Malang sebagai salah satu sarana Proses Belajar Mengajar (PBM), penggunaan koneksi internet akan dibatasi. Pada saat PBM khususnya mata pelajaran komputer yang tidak memerlukan koneksi internet, maka koneksi internet akan diblokir, akan tetapi apabila KBM yang membutuhkan koneksi internet untuk mencari literatur dari internet, maka koneksi internet diaktifkan kembali. Metode yang digunakan oleh penulis untuk pengembangan jaringan komputer di SMK NEGERI 4 Malang dengan pembuatan PC router berbasis pfSense 1.2 - Release. Dengan memanfatkan fasilitas yang ada pada PC router pfSense ini, seorang admin jaringan atau pengajar dapat memantau segala aktivitas PC client dan memonitoring trafik untuk melihat berapa banyak paket-paket yang dilewatkan pada PC Router serta dapat membatasi akses internet yang bebas dan konten yang dilarang akses PC Client sehingga menghindari hal-hal yang menganggu jalannya proses pembelajaran. Selama Proses KBM berjalan, khususnya pada saat Mata Pelajaran komputer yang menggunakan laboratorium komputer untuk praktek siswa, maka harus ada yang memantau segala aktivitas yang berhubungan dengan penggunaan komputer, khususnya penggunaan akses internet. Pada saat guru menerangkan mata pelajaran yang disampaikan, ada beberapa siswa sering kali tidak memperhatikan guru pada saat menjelaskan pelajaran. Siswa sering membuka internet tanpa sepengetahuan guru. Hal ini tentu akan membawa dampak yang sangat buruk terhadap siswa, yaitu akan mengurangi konsentrasi belajar siswa. Selain itu juga akan membawa dampak bagi siswa lain yang tertarik dengan mengakses internet daripada memperhatikan guru yang sedang menerangakan mata pelajaran. Hal ini akan berdampak pada nilai yang didapat oleh siswa. Maka dari itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan harus ada pemantauan segala aktivitas PC Client khususnya di dalam akses internet. Harapan penulis adalah semoga dengan terbangunnya PC router yang ada di SMK Negeri 4 Malang, pemakaian akses internet bisa difungsikan sesuai dengan kebutuhan yang ada. Tanpa menggangu proses KBM yang ada.

Peningkatan kemampuan menulis wacana narasi dengan strategi jigsaw bagi siswa kelas II SLTPN 29 Samarinda / Oleh Marsono

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model two stay two stray (TSTS) untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa terhadap pelajaran matematika pada kelas X-2 SMAN 8 Malang / Nurul Abidah

 

ABSTRAK Abidah, Nurul. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Two Stay Two Stray (TSTS) untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa terhadap Pelajaran Matematika pada Kelas X-2 SMAN 8 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Erry Hidayanto, M. Si., (2) Dra. Tri Hapsari Utami, M. Pd. Kata kunci: TSTS, motivasi, prestasi. Proses belajar intensitasnya sangat dipengaruhi oleh motif atau dorongan-dorongan tertentu yang ada pada diri siswa untuk belajar sesuatu yang diminatinya. Melalui pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) ini, guru dapat menumbuhkan usaha siswa seoptimal mungkin dalam proses pembelajaran, pemberdayaan potensi siswa untuk pengaktualisasian pengetahuan, dan ketrampilannya. Motivasi mendorong siswa untuk melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan sehingga hasil belajar menjadi lebih optimal. Makin tepat motivasi yang diberikan, akan berhasil pula pelajaran itu. Jadi, motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar bagi para siswa. Dengan intensitas usaha belajar tinggi dan terutama didasari adanya motivasi, maka seseorang yang belajar itu akan dapat melahirkan prestasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray (TSTS), untuk meningkatan motivasi belajar dan untuk meningkatan prestasi belajar siswa kelas X-2 SMAN 8 Malang terhadap mata pelajaran Matematika sehingga nantinya dapat dilihat sejauh mana penerapan model TSTS ini dalam pembelajaran untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas X-2 SMAN 8 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang terdiri atas 2 siklus. Subjek yang digunakan dalam penelitian adalah siswa kelas X semester genap tahun ajaran 2008/ 2009 SMAN 8 Malang yang siswanya berjumlah 40. Data yang diperoleh berupa penerapan pembelajaran kooperatif model TSTS, peningkatan motivasi belajar siswa serta prestasi belajar siswa. Data tersebut diambil dengan cara penyebaran angket untuk mengukur peningkatan motivasi belajar dan teknik analisis hasil untuk mengukur peningkatan prestasi belajar siswa. Instrumen kunci dalam penelitian ini adalah human instrumen (peneliti sendiri) dengan instrumen bantu berupa lembar observasi, angket dan tes. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) pada siklus I, diantaranya: (1) siswa belum cukup siap belajar dengan model Two Stay two Stray (TSTS) karena belum terbiasa belajar secara kooperatif, (2) pembentukan kelompok yang hanya memperhatikan prestasi dan jenis kelamin mengakibatkan terdapat kelompok yang cenderung ramai dan sebaliknya, (3) belum adanya kejelasan prosedur diskusi TSTS sehingga banyak siswa yang masih bingung dengan pembelajaran TSTS. Adapun pada siklus II masalah-masalah pada siklus I dapat diatasi dengan (1) lebih mempersiapkan siswa dalam pembelajaran TSTS, (2) pembentukan kelompok juga memperhatikan aspek afektif siswa dan (3) memperjelas prosedur diskusi TSTS. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan motivasi dan prestasi belajar Matematika siswa kelas X-2. Khusus untuk aspek motivasi, peningkatan motivasi yang ditemukan peneliti belum cukup signifikan karena keterbatasan waktu penelitian. Akan tetapi, hal ini diperkirakan akan mengalami kecederungan untuk meningkat secara signifikan jika penelitian dilaksanakan dalam waktu yang cukup lama. Disarankan kepada guru Matematika, hendaknya meningkatkan profesionalisme dan kualitas pembelajaran dengan menciptakan inovasi metode pembelajaran yang menarik dan menuntut siswa aktif. Bagi siswa, hendaknya lebih bersungguh-sungguh dan lebih bersemangat dalam belajar Matematika, serta tidak menganggap pelajaran Matematika sebagai ”momok” dalam belajar. Adapun bagi penelitian selanjutnya, dapat melanjutkan penelitian ini untuk mendapatkan temuan yang lebih signifikan.

Pelaksanaan strategi diferensiasi produk pada rumah makan ayam bakar Wong Solo Cabang Malang / Wiji Astutik

 

Globalisasi ditandai dengan dimulainya era perdagangan yang tidak mengenal batas-batas negara. Untuk menghadapi suatu persaingan yang ketat tersebut sangat dibutuhkan manajemen yang handal dan mampu mengantisipasi pada setiap persaingan. Pada dasarnya keberhasilan suatu perusahaan di dalam memproduksi dan memasarkan produknya sangat ditentukan oleh ketepatan strategi yang dipakai oleh perusahaan. Strategi adalah suatu kesatuan rencana perusahaan yang menyeluruh untuk mencapai tujuan perusahaan dalam jangka panjang. Strategi yang harus digunakan oleh perusahaan agar produk yang dipasarkan lebih menarik dan berbeda adalah dengan diferensiasi produk atau biasa disebut sebagai memodifikasi produk. Unsur-unsur strategi adalah ruang lingkup tujuan dan sasaran, pengalokasian sumber daya, identifikasi keunggulan kompetitf yang layak, dan sinergi . Diferensiasi produk adalah suatu usaha untuk mengembangkan produk yang ada baik produk tersebut produk lama maupun produk baru yang belum dikenal dipasaran guna mengembangkan positioning yang tepat sesuai keinginan konsumen potensial yang ingin dituju, tingkat penjualan serta keuntungan perusahaan. untuk melakukan diferensiasi perusahaan harus mencoba mengidentifikasi cara-cara spesifik yang menjadi suatu pembeda untuk mencapai keunggulan kompetitif. Karena dengan melakukan diferensiasi ini akan membuat produk atau jasa yang ditawarkan menjadi unik di pasar. Kalau produk yang ditawarkan berbeda dengan produk yang ada di pasaran, pelanggan akan bersedia membayar lebih mahal untuk menikmati perbedaan tersebut. Hal ini akan sangat menguntungkan bagi perusahaan. Perusahan akan mendapat laba yang besar sehingga kemajuan perusahaan akan menjadi nyata. Dalam penyusunan tugas akhir yang dimulai dari PKL yang dilakukan mulai tanggal 8 Pebruari sampai 7 Maret 2009, penulis berusaha untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan strategi diferensiasi Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Malang, Tujuan yang ingin dicapai dari strategi diferensiasi Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Malang, serta kelebihan dari strategi tersebut. Hasil pengamatan yang dilakukan menunjukkan bahwa diferensiasi produk yang dilakukan oleh Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Malang adalah dengan menghasilkan produk yang mempunyai cita rasa yang khas memberinya brand yang berbeda, seperti jus Poligami dan SWS. Sedangkan keunikan dan karakteristik dari setiap produk yang didiferensiasikan meliputi, menyajikan berbagai menu makanan dan minuman tradisional yang banyak ragamnya, menciptakan menu khusus yang hanya ada di Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Malang saja, dan menjaga kualitas dari produk-produknya terutama produk utamanya yaitu ayam bakar serta perlindungan yang tidak diberikan oleh pesaing dari harganya yang terlihat mahal. Tujuan yang ingin dicapai dari strategi diferensiasi Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Malang adalah, meningkatkan omzet penjualan, memberikan kepuasan kepada konsumen, menarik pemakai baru, dan mengimbangi penawaran baru dengan produk yang sejenis dari pesaing. Selain itu, dari hasil pengamatan di Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Malang dapat dijelaskan bahwa strategi diferensiasi yang diterapkan sudah cukup efektif meskipun masih banyak juga kekurangan-kekurangan yang perlu diperhatikan. Saran yang penulis ingin sampaikan pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Malang, diantaranya Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Malang hendaknya meningkatkan kualitas produk yang ada agar para pelanggan tidak kecewa pada produk-produk yang tersedia, terus menciptakan ide-ide unik baru dalam pelaksanaan diferensiasi produk agar produk-produknya bisa mngambil hati para konsumennya sehingga tujuan perusahaan akan terwujud, dan membuat produk baru dengan keunikan yang baru sesuai dengan kebutuhan konsumen, meningkatkan kualitas produk dan menambahkan ciri-ciri produk yang baru serta gaya yang lebih baik,menurunkan harga untuk menarik lapisan berikutnya yang terdiri dari pembeli yang sensitif terhadap harga, dan perlu diadakannya layanan keluhan dalam bentuk tertulis maupun elektronik (telepon bebas pulsa) untuk menampung aspirasi konsumen demi kemajuan perusahaan.

Pengaruh profit margin, investment turnover dan equity multiplier terhadap profitabilitas ekuitas di KUD Kota Malang / Agnes Erika Damayanti

 

ABSTRAKSI Damayanti. Agnes Erika. 2009. Pengaruh Profit Margin, Investment Turnover dan Equity Multiplier terhadap Profitabilitas Ekuitas di KUD Kota Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sumadi, S.E, M.M, (II) Dra. Suparti, M.P. Kata kunci: Profit margin, investment turnover, equity multiplier, profitabilitas ekuitas. Profitabilitas merupakan tujuan utama dari setiap kegiatan bisnis, karena dengan profitabilitas kegiatan bisnis akan dapat bertahan hidup (survive) dalam jangka panjang. Sama halnya dengan koperasi unit desa (KUD), walaupun tidak bertujuan untuk mengejar keuntungan tetapi harus memperoleh keuntungan untuk berkembang di masa yang akan datang. Sorotan utama dari penelitian ini adalah profitabilitas ekuitas dengan dasar pemikiran, modal sendiri merupakan hal yang sangat penting bagi KUD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan antara variabel profit margin (PM), investment turnover (TATO) dan equity multiplier (EM) terhadap profitabilitas ekuitas (ROE). Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data laporan keuangan yaitu laporan laba rugi dan neraca tahun 2004-2008 yang terdapat di dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) masing-masing koperasi unit desa (KUD). Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah semua koperasi unit desa (KUD)yang terdaftar dalam Dinas Koperasi dan UKM kota Malang, yang berjumlah empat (4) koperasi unit desa (KUD). Analisis data menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda. Uji regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel profit margin, investment turnover dan equity multiplier terhadap variabel profitabilitas ekuitas baik secara parsial maupun secara simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependennya. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk peneliti selanjutnya agar menambah variabel lain dan faktor lain yang sekiranya mempengaruhi profitabilitas ekuitas, misalnya pengembalian atas aktiva. Bagi Dinas Koperasi dan UKM kota Malang sebagai aparat pemerintah yang bertanggung jawab membina koperasi unit desa (KUD) di wilayah kota Malang, diharapkan terus membina koperasi unit desa (KUD) dalam hal kemampuan kewirausahaan dan profesionalisme pengurus, pengawas, anggota dan karyawan, sehingga timbul niat yang kuat untuk mengembangkan diri menghayati prinsip ekonomi koperasi dan menerapkannya demi menunjang operasionalisasi koperasi

Pembelajaran menulis deskripsi melalui strategi pemetaan semantik siswa kelas I SMPN 12 kota Kendari / oleh Masniah

 

Sistem informasi keuangan sekolah berbasis web pada SMA Shalauddin Pasuruan / Arif rochman

 

SMA Shalahuddin Pasuruan adalah lembaga sekolah swasta di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Kabupaten Pasuruan. Seiring bertambahnya waktu SMA Shalahuddin Pasuruan mengalami perkembangan yang signifikan. Perkembangan ini menuntut adanya sebuah sarana untuk mempercepat kinerja dan efisiensi dalam administrasi sekolah termasuk juga masalah administrasi keuangan seperti pencatatan iuran bulanan/SPP, honorarium guru dan karyawan, belanja rutin dan lain sebagainya. Untuk itu diperlukan adanya suatu sistem informasi keuangan yang dapat mencatat, memproses, dan menghasilkan sebuah informasi keuangan yang cepat dan aman. Permasalahan yang dibahas dalam tugas akhir ini adalah bagaimana membangun sebuah sistem informasi keuangan berbasis web di SMA Shalahuddin Pasuruan sehingga dapat menyajikan informasi tentang keuangan sekolah mulai dari SPP, penggajian guru dan karyawan, belanja sekolah, hingga informasi tentang saldo yang dimiliki sekolah. Metode kegiatan yang dilakukan dengan mengumpulkan data baik dari observasi, wawancara, dan selanjutnya dilakukan perancangan sistem. Rancangan sistem dimulai dengan menganalisa alur proses kerja sistem yang kemudian digambarkan dalam diagram alir data (Data Flow Diagram singkat DFD), kemudian menyusun database, dan yang terakhir membuat tampilan informasi pada halaman web. Pembuatan sistem informasi keuangan sekolah SMA Shalahuddin Pasuruan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan diinteraksikan dengan database MySQL, kemudian ditampilkan dengan aplikasi web browser. Hasil penelitian ini adalah sebuah sistem informasi keuangan yang berisi informasi-informasi keuangan sekolah meliputi data siswa, data guru dan karyawan, data gaji, data SPP, belanja rutin dan harian, serta informasi saldo. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi keuangan sekolah dapat membantu para pembuat keputusan karena informasi keuangan diolah dan dihasilkan lebih cepat, lebih efisien dan efektif daripada cara manual yang membutuhkan banyak tenaga, biaya, waktu, dan tempat. Dari hasil penelitian ini disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya sistem tidak hanya dapat diimplementasikan dalam jaringan lokal intranet namun bisa internet sehingga informasi dapat diakses dari manapun. Pembayaran SPP juga diharapkan bisa secara on-line melalui bank.

Penggunaan media pembelajaran peta timbul untuk meningkatkan hasil belajar IPA pokok bahasan perubahan kenampakan bumi siswa kelas IV SDN Pandanwangi 5 Malang / Dwi Vindianasari

 

ABSTRAK Vindianasari, Dwi. 2009. Penggunaan Media Pembelajaran Peta Timbul Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pokok Bahasan Perubahan Kenampakan Bumi Pada Siswa Kelas IV SDN Pandanwangi 5 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Musa Sukardi, M.Pd, (II) Dra. Hj. Sukamti, M.Pd Kata Kunci : Media Pembelajaran Peta Timbul, Pembelajaran IPA, Hasil Belajar Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang dapat membantu guru dalam menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat pikiran dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Di SDN Pandanwangi 5 Kota Malang kelas IV belum pernah menggunakan media pembelajaran peta timbul pada kegiatan pembelajaran IPA khususnya pada pokok bahasan perubahan kenampakan bumi. Selain itu berdasarkan hasil observasi awal tampak kurangnya aktivitas belajar siswa terutama dalam hal bertanya, menjawab, menanggapi, dan kerjasama dalam diskusi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran peta timbul dalam kegiatan pembelajaran di kelas pada mata pelajaran IPA khususnya pokok bahasan perubahan kenampakan bumi, dan untuk mendeskripsikan ada tidaknya peningkatan hasil belajar melalui penggunaan media pembelajaran peta timbul pada kegiatan pembelajaran di kelas. Pada penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus. Setiap tindakan meliputi perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subyek yang dikenai tindakan adalah seluruh siswa kelas IV SDN Pandanwangi 5 Kota Malang. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, soal dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata nilai siswa pada pretes, siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Pada hasil pretes nilai ratarata siswa sebesar 64,86, berdasarkan pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 65 maka ditemukan sebanyak 15 siswa atau 41,6% yang belum mencapai KKM dan 21 siswa yang sudah mencapai KKM atau 58,3%. Pada siklus I nilai rata-rata postes siswa sebesar 71,80, data pada siklus I didapat ada 13 siswa yang belum mencapai ketuntasan atau sebesar 36,1% dan 23 siswa sudah mencapai ketuntasan minimal siswa atau sebesar 63,8 %. Pada data dibandingkan lagi dari siklus I ke siklus II rata-rata hasil belajar mengalami kenaikan lagi sebesar 81,11 dengan jumlah siswa yang belum mencapai ketuntasan sebanyak 4 siswa atau sebesar 11,11% dan 32 siswa sudah mencapai ketuntasan minimal siswa atau sebesar 88,88 . Dengan demikian dapat dilihat ada peningkatan pada setiap tindakan yang diberikan yaitu peningkatan nilai rata-rata dari nilai pretes ke postes pada siklus I sebesar 7,5 % dan nilai rata-rata postes siklus I ke postes siklus II sebesar 9.31 %, sedangakan rata-rata nilai pretes ke siklus II sebesar 16,25%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan: 1) Penggunaan media peta timbul dapat meningkatkan hasil belajar IPA pokok bahasan perubahan kenampakan bumi pada siswa kelas IV SDN Pandanwangi 5 Kota Malang, maka disarankan agar kegiatan guru dalam penggunaan media peta timbul lebih dimaksimalkan dan aktivitas siswa lebih tingkatkan. Media peta timbul dapat digunakan pada mata pelajaran lain dengan harapan hasil belajar siswa dapat meningkat. 2) Bagi siswa dapat mengembangkan pengetahuan yang ada dan potensi diri dengan cara belajar menggunakan media pembelajaran peta timbul, sehingga hasil belajar siswa utamanya pada mata pelajaran IPA dapat meningkat. Disarankan juga agar siswa lebih berani untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami. 3) Bagi peneliti lanjut, penggunaan media pembelajaran peta timbul dalam kegiatan pembelajaran khususnya pada pokok bahasan perubahan kenampakan bumi dapat digunakan sebagai pembelajaran inovatif. Dengan menggunakan media pembelajaran peta timbul penelitian lebih lanjut dapat melakukan beberapa hal yang merupakan hasil refleksi dari siklus II, misalnya dengan menambah jumlah subyek yang diteliti, metodologi yang digunakan lebih dimaksimalkan dan menyempurkan RPP yang akan digunakan.

Kontrol posisi solar cell otomatis / Misruji

 

Salah satu teknologi sumber listrik adalah solar cell. Pada prinsipnya solar cell mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Solar cell berpotensi sebagai konverter sumber energi alternatif. Salah satu sifat solar cell adalah menyerap energi maksimum ketika cahaya yang mengenai panelnya pada posisi tegak lurus. Permasalahannya, kebanyakan orang menempatkan solar cell dengan posisi yang tetap, tentu saja hal ini kurang efisien karena luas penampang solar cell yang terkena sinar matahari tidak maksimal. Salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut, didesain alat yang secara otomatis dapat mengatur posisi solar cell agar tegak lurus terhadap arah datangnya sinar matahari sepanjang hari maupun sepanjang tahun. Pengaturan posisi solar cell menggunakan sensor. Komponen-komponen yang digunakan adalah regulator, kontrol motor, motor stepper, solar cell. Prinsip kerja rangkaian ini yaitu pemberian sinyal yang dihasilkan oleh sensor yang akan diolah oleh mikrokontroler. Rangkaian driver motor akan menggerakkan motor stepper sesuai data yang dikeluarkan oleh mikrokontroler. Motor yang memutar panel solar cell sesuai dengan cahaya matahari, sehingga solar cell yang terus mendapatkan cahaya matahari dan enyerap energi semaksimal mungkin. Solar cell yang terus mendapatkan cahaya matahari sesuai dengan posisinya, maka solar cell akan dapat mengeluarkan energi yang maksimal. Dengan membuat sambungan paralel pada solar cell akan didapatkan arus yang besar. Setiap solar cell akan mengeluarkan tegangan sebesar 5V dengan arus maksimal 0,0025A.

Analisis sistem informasi pajak reklame di Kabupaten Malang / Indra Nurahayu

 

Pajak reklame adalah pajak daerah yang dikenakan atas penyelenggaraan reklame. Pajak reklame merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah yang memiliki potensi besar dalam memberikan kontribusi kepada pendapatan daerah dengan tarif pajak sebesar 25%. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui dan memberikan alternatif pemecahan masalah dalam mengatasi masalah pengendalian intern, efektifitas pemungutan pajak, serta pelaksanaan pemungutan pajak reklame menurut prosedur yang benar. Penulisan tugas akhir ini bersifat deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa secara umum penerimaan pendapatan pajak reklame telah mencerminkan pengendalian intern yang cukup baik. Namun dalam pelaksanaannnya masih belum efektif karena terdapat beberapa kelemahan yaitu adanya bagian dalam struktur organisasi yang belum efektif, pemasangan reklame secara ilegal, serta formulir tidak bernomor urut tercetak sehingga terdapat celah kecurangan dalam pelaksanaan pemungutan pajak reklame. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kelemahan tersebut adalah dilakukan penyempurnaan prosedur pemungutan pajak reklame, formulir sebaiknya bernomor urut tercetak, serta diikutsertakannya aparatur desa dalam pengawasan pemasangan reklame untuk meningkatkan efektifitas pemungutan pajak reklame.

Perancangan sistem informasi penerimaan mahasiswa baru berbasis LAN dengan Microsoft Visual Basic 6.0 di SMP Islam Kota Pasuruan / Elok Aflakhah

 

Keberadaan siswa baru merupakan salah satu kegiatan rutin setiap tahun ajaran baru pada sebuah lembaga pendidikan baik pendidikan dasar, lanjutan tingkat pertama, menengah umum, maupun perguruan tinggi. Jumlah pendaftar pada PSB setiap tahun kurang lebih 300 (tiga ratus) pendaftar di SMP Islam Kota Pasuruan. Jumlah yang diterima kurang lebih 175 siswa. Sehingga terdapat hingga lima pagu/rombel (rombongan belajar) untuk kelas baru. Setiap rombel berisi 35 siswa. Salah satu alternatif untuk mengatasi hal ini yaitu dengan melakukan Perancangan Aplikasi Sistem Informasi dengan menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0. Berdasarkan kebutuhan akan sistem informasi dan aplikasi yang begitu pesat dan ditunjang dengan keinginan para pengguna untuk lebih mengefektifkan dan mengefisiensikan waktu yang ada, maka penulis menggunakan Tugas Akhir dengan judul ”PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN SISWA BARU BERBASIS LAN DENGAN VISUAL BASIC 6.0 ”

Studi pelaksanaan pemancangan lembar pancang baja (steel Sheet Pile) pada pekerjaan tubuh utama groundsill di Sungai Brantas, Shipon Watu Dakon, Mojokerto / Angga Dwi cahyono

 

Pelaksanaan pembuatan bangunan groundsill pada bendung baru di Sungai Brantas, Shipon Watu Dakon, Desa Ngingas Rembyong, Kec. Sooko, Mojokerto. membutuhkan pemancangan sheet pile. Tujuan studi lapangan adalah untuk melakukan pengkajian terhadap: (1) proses pengangkutan ke lapangan, (2) pengangkatan pemasangan steel sheet pile, (3) pengaturan posisi sheet pile, dan (4) proses pemancangan termasuk pada pemilihan alat berat yang digunakan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode: (1) observasi, (2) wawancara,(3) dokumentasi, dan (4) kajian pustaka. Pengolahan data meggunakan: (1) konfigurasi roda yang berkaitan dengan jumlah beban yang diijinkan, (2) studi literatur, (3) Penentuan bench mark di lapangan, Hasil pengkajian : (1) Proses pengangkutan sudah sesuai dengan peraturan pembebanan (JBI), (2) Pengangkatan dengan pengikatan tali pada ujung-ujung steel sheet pile dengan pengangkat crane, kapasitas crane dan boom sesuai peraturan radius dan pembebanan, (3) pada pengaturan posisi berawal dari bench mark untuk menentukan posisi pemancangan, kemudian mengontrol posisi sheet pile beserta gitbeam saat pemancangan, (4) pemancangan lembar pancang baja (steel sheet pile) tidak dengan dirangkai satu panel melainkan dipancang satu-persatu.

Penggunaan Metode Investigasi Kelompok Untuk meningkatkan Kemampuan Menulis Wacana Argumentasi Sederhana Bagi Siswa Kelas II SMP Negeri 2 Malang / oleh Marthin Luther Janis

 

Penerapan pembelajaran kooperatif model team assisted individualization (TAI) dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPS 2 pada mata pelajaran ekonomi SMA Islam Al Maarif Singosari Malang / Eko Wahyu Winarto

 

Kata kunci : pembelaran kooperatif, model TAI, prestasi belajar. Pada pembelajaran ekonomi di SMA Islam Al Maarif Singosari Malang pada umumnya guru masih menggunakan metode konvensional, LKS dan masih kurang bervariasi. Prestasi belajar yang diperoleh siswa kelas XI IPS 2 secara umum kurang memuaskan, sebagian besar nilai siswa yang diperoleh kurang memenuhi standart ketuntasan minimum yang ditetapkan di SMA Islam Al Maarif Singosari Malang yaitu 70. Untuk mengatasi permasalahan diatas diperlukan suatu strategi dan metode pembelajaran yang bisa membuat siswa aktif di dalam kelas dan aktif dalam bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Salah satu strategi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif model TAI (Team Assisted Individualization). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitianya adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penerapan model pembelajaran kooperatif dilakukan dengan beberapa siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes, tes itu berupa Pre tes (dilakukan sebelum tindakan) dan post tes (dilakukan sesudah tindakan) untuk mengetahui perbandingan rata-rata nilai siswa sebelum dan sesudah tindakan. Dari hasil analisa data, dapat diketahui data prestasi belajar siswa dilihat dari aspek afektif dan kognitif. Aspek kognitif siklus I dapat diketahui dari 39 siswa terdapat 24 siswa atau sekitar 61,53% yang belum tuntas dan 11 siswa atau sekitar 28,20% yang tuntas dalam mengerjakan soal pretes Sedangkan 4 siswa tidak bisa hadir dalam pembelajaran. Jika dirata-rata nilai siswa sebanyak 61,14. pada tes akhir siklus jumlah siswa yang tuntas dalam pembelajaran meningkat. Dari 39 siswa Jumlah siswa yang sudah tuntas mencapai KKM sebesar 25 siswa atau sekitar 64,10% dan hanya 10 siswa atau sekitar 25,64% yang belumtuntas dalam proses pembelajaran. Karena belum mencapai standart kelulusan Minimal maka dilanjutkan pada siklus II, dalam siklus II pemberian tes sebelum tindakan Dari 39 siswa terdapat 30 siswa atau sekitar 76,92% siswa yang belum tuntas dan 9 siswa atau 23,07% yang tuntas dalam mengerjakan tes. Jumlah rata-rata nilai siswa adalah 59,20%. Pada tes setelah tindakan (post tes) terdapat 1 siswa yang belum tuntas, yang lain sudah tuntas dalam pengerjakan tes akhir siklus. Rata-rata nilai siswa sesudah dilakukan pembelajaran kooperatif model TAI adalah 85,76. Pada siklus II terdapat peningkatan hasil belajar siswa. Bila dilihat dari aspek afektif, siklus I dari 39 siswa terdapat 14 siswa yang masih belum memenuhi kriteria tuntas n dan 21 siswa yang sudah tuntas dalam tindakan. Total skor yang diperoleh 234 dan taraf keberhasilan siswa dalam melakukan tindakan adalah 66,6%. Pada siklus II dari 39 siswa terdapat 2 siswa yang masih belum tuntas sedangkan selebihnya tuntas. Bila dilihat dari siklus I, siklus II ini mengalami peningkatan. Total skor yang diperoleh pada siklus II 295 dan taraf keberhasilan siswa dalam melakukan tindakan adalah 84,04%. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif mode TAI (Team Assisted Individualization) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPS 2 pada mata pelajaran ekonomi SMA Islam Al Maarif Singosari Malang. Saran yang diberikan berupa Perlu adanya pengondisian bagi masing-masing tingkat satuan pendidikan dan guru mata pelajaran ekonomi khususnya. Dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model TAI agar dapat mencapai hasil optimal dalam mencapai tujuan pendidikan. Penerapan pembelajaran model TAI hendaknya disesuaikan dengan materi yang diajarkan dan lingkungan belajar siswa serta ketersediaan waktu yang cukup. Hal ini dikarenakan dengan waktu yang optimal pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan akan mendapat hasil pembelajran yang efektif dan efisien.

Penggunaan metode experiental learning untuk meningkatkan kemampuan menulis karanngan narasi dalam buku harian siswa kelas VII SMP Negeri 1 Turen / Henika Ratna Sari

 

Abstrak: Kompetensi dasar menulis buku harian diajarkan kepada siswa dalam konsepnya bertujuan agar siswa secara leluasa berlatih menulis narasi di buku harian sampai siswa mampu menulis narasi dengan baik. Namun, kenyataannya guru masih belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih dengan baik menulis karangan di buku harian. Guru menganggap bahwa siswa dengan sendirinya akan mampu menguasai ketrampilan ini seiring dengan diajarkannya ketrampilan yang lain. Akibatnya, kemampuan menulis siswa sangat rendah. Penelitian ini bermaksud meningkatkan kemampuan menulis narasi siswa dengan menggunakan metode Experiential Learning. Dalam metode Experiential Learning terdapat empat tahap, yaitu (1) pengalaman konkret, (2) refleksi, (3) Konseptualisasi/berpikir abstrak, dan (4) penerapan. Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Fokus penelitian ditujukan pada peningkatan kemampuan menulis siswa pada tahap prapenulisan dan proses penulisan. Pada tahap proses penulisan, fokus penelitian ditujukan pada peningkatan kemampuan menulis siswa pada aspek unsur narasi dan aspek kebahasaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa menulis karangan narasi dalam buku harian berdasarkan pengalaman mengalami peningkatan di setiap siklusnya. Kata kunci: menulis, karangan narasi, buku harian

Pengaruh pembelajaran kooperatif model simulasi dan problem solving terhadap peningkatan daya serap siswa pada mata pelajaran kelas VIII SMPN 21 malang / Dwi Iswahyudi

 

ABSTRAK Iswahyudi, Dwi. 2009 Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Model Simulasi Dan Problem Solving Terhadap Peningkatan Daya Serap Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas VIII SMPN 21 Malang. Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I). Dr. Hari Wahyono, M.Pd . (II). Agus Sumanto, SE, M.SA Kata kunci :Pembelajaran model simulasi, Pembelajaran model problem solving, Ekonomi, Daya serap. Pembelajan Simulasi adalah pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba menggali potensi diri dengan cara melibatkan siswa kedalam suatu masalah. Pembelajaran Problem Solving adalah pembelajaran yang memunculkan permasalahan serta siswa diharapkan dapat mencari penyelesaiannya sendiri Daya serap siswa adalah kemampuan menyerap suatu konsep atau materi pelajaran yang disampaikan oleh pendidik dengan kesadaran memanfaatkan daya guna dalam menjalankan pemahaman atas pelaksanaan yang sejalan dengan tuntutan perubahan. Penerapan pembelajaran kooperatif model simulasi pada siswa kelas VIII di SMPN 21 Malang lebih tepat digunakan pada materi “ pasar “ dari pada penerapan pembelajaran kooperatif model problem solving. Berdasarkan kesimpulan diatas, ada beberapa saran yang dikemukakan penulis adalah sebagai berikut :(1)Guru mata pelajaran ekonomi SMPN 21 Malang, disarankan untuk mencoba menerapkan pembelajaran kooperatif model simulasi pada materi “ pasar “ dikarenakan siswa memberikan respon positif terhadap penerapan pembelajaran kooperatif model simulasi. (2)Guru mata pelajaran ekonomi SMPN 21 Malang, diharapkan dalam menerapkan pembelajaran kooperatif model simulasi menggunakan variasi rekreasi sehingga siswa lebih santai, tanggap dan aktif dalam kegiatan pembelajaran. (3)Guru mata pelajaran ekonomi SMPN 21 Malang, disarankan untuk sering memberikan tugas, sehingga dapat meningkatkan kerajinan dan kedisiplinan siswa dalam menyelesaikan tugas, yang nantinya dapat mendukung potensi dan bakat siswa. (4)Dalam menerapkan pembelajaran kooperatif model simulasi, guru perlu mengatur waktu, mempersiapkan rencana kegiatan dan media yang tepat, sehingga kegiatan pembelajaran yang dilakukan dapat berlangsung secara optimal dan efesien

Penerapan pembelajaran IPA terpadu model jaring laba-laba (webbed model) untuk meningkatkan prestasi belajar dan sikap ilmiah siswa kelas VII-B SMP Ma'arif NU Pandaan / Danang Sutowijoyo

 

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah berusaha untuk menyempurnakan kurikulum. Penyempurnaan kurikulum yang telah dilakukan saat ini adalah dengan menerapkan IPA terpadu dalam proses belajar-mengajar untuk jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di kelas VII-B SMP Ma’arif NU Pandaan, diketahui bahwa pembelajaran IPA yang diterapkan masih terpisah-pisah antara fisika, kimia, dan biologi. Siswa cenderung pasif dalam pembelajaran ditunjukkan dengan sikap ilmiah siswa yang rendah. Pada aspek kognitif yang dicerminkan oleh prestasi belajar siswa masih rendah. penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar dan sikap ilmiah siswa melalui pembelajaran IPA terpadu model jaring laba – laba (webbed model). Jenis Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan tindakan berupa penerapan pembelajaran IPA terpadu model jaring laba – laba. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini terdiri atas dua siklus dan tiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan dengan disertai perbaikan disetiap siklusnya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-B SMP Ma’arif NU Pandaan dengan jumlah 36 siswa. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi sikap ilmiah, lembar observasi guru mengajar, lembar penilaian prestasi belajar dan format catatan lapangan serta instrumen pembelajaran meliputi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) lengkap dengan LKS dan bahan ajar. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, tes, dan catatan lapangan. Analisis data menggunakan analisis kualitatif yaitu analisis statistik deskriptif. Dari hasil analisis data didapatkan persentase sikap ilmiah pada siklus I sebesar 58,75%, sedangkan pada siklus II sebesar 76,39%. Selain itu, untuk prestasi belajar siswa didapatkan persentase ketuntasan belajar pada siklus I sebesar 63,89%, sedangkan pada siklus II sebesar 88,89%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap ilmiah dan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan. Untuk sikap ilmiah meningkat sebesar 17,64%, sedangkan prestasi belajar meningkat sebesar 25,00% dari siklus I ke siklus II. Kesimpulan penelitian ini adalah pembelajaran IPA terpadu model jaring laba – laba (webbed model) dapat meningkatkan prestasi belajar dan sikap ilmiah siswa.

Peningkatan Pembelajaran Menulis Diskripsi Dengan Strategi Belajar Kelompok di Kelas 1 SLTP Negeri 2 Sungai Tabuk Kabupaten Banjar / oleh Siti Jubaidah

 

Peningkatan hasil belajar PKn melalui model mind mapping pada siswa kelas IV SDN Kamulan 01 Kecamatan Talun Kabupaten Blitar / Ria Fajrin Rizqy Ana

 

Kata kunci : hasil belajar, PKn, Mind Mapping Berdasarkan hasil pengamatan, model pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran PKn lebih dominasi dengan menggunakan model konvensional. Sehingga siswa terlihat kurang aktif dan berdampak pada hasil belajar siswa yang menunjukkan rata-rata yaitu 57,2. Penelitian tindakan ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan model mind mapping mata pelajaran PKn pada siswa kelas IV SDN Kamulan 01 Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SDN Kamulan 01 Kecamatan Talun Kabupaten Blitar melalui model Mind Mapping. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian tindakan ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus dan masing-masing siklus 2 pertemuan. Penerapan model pembelajaran mind mapping dalam pembelajaran PKn Kelas IV SDN Kamulan 01 dilaksanakan dengan cara siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, guru menyampaikan konsep utama dan siswa menuliskan konsep utama, kemudian siswa membuat cabang dari konsep utama tersebut, selanjutnya membuat garis dari cabang konsep utama, memberi gambar dan warna dari Mind Map yang telah dibuat, yang terakhir masing-masing kelompok melaporkan hasil Mind Map yang telah dibuat di depan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Mind Mapping dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Kamulan 01 Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Ini terbukti dengan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I Pertemuan I Ketuntasan hasil belajar mencapai 60%, siklus I pertemuan II ketuntasan hasil belajar menjadi 68% . Pada siklus II pertemuan I ketuntasan hasil belajar mencapai 88%. Hasil belajar meningkat secara signifikan pada siklus II pertemuan II ketuntasan hasil belajar mencapai 100%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran PKn melalui model pembelajaran Mind Mapping dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Model pembelajaran Mind Mapping dapat diterapkan guru untuk memperbaiki pembelajaran PKn agar menjadi lebih baik

Pengaruh hari perdagangan terhadap return saham pada Perusahaan LQ-45 yang terdaftar di bursa efek Indonesia / Andi Cahyanto

 

Banyak penelitian yang membuktikan secara empiris adanya pasar yang efisien, namun sejumlah penelitian juga mengemukakan adanya anomali pasar yang merupakan penyimpangan terhadap hipotesis pasar efisien. Anomali pasar tersebut melanggar hipotesis mengenai pasar efisien bentuk lemah (weak form efficiency), hal ini disebabkan oleh adanya return yang tidak random, tetapi dapat diprediksi berdasarkan pengaruh kalender tertentu (calendar effect). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh hari perdagangan terhadap return saham perusahaan LQ-45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2008. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah indeks harga saham LQ-45 periode 2007-2008. Alat analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel hari perdagangan, minggu perdagangan dan bulan perdagangan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Sedangkan variabel return saham hari Jumat minggu sebelumnya mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham hari Senin minggu berikutnya. Return hari Jumat minggu sebelumnya selalu berkorelasi positif dengan return hari Senin minggu berikutnya, sehingga ini merupakan suatu bentuk anomali dari pasar efisien bentuk lemah. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar untuk penelitian selanjutnya perlu mempertimbangkan pemilihan jenis dan jumlah sampel yang lebih representatif dengan periode yang lebih panjang, sehingga dapat diamati variasi antar waktunya dan hasilnya bisa lebih kuat untuk digeneralisasikan. Selain itu sebaiknya menggunakan variabel yang berbeda dari penelitian ini, seperti misalnya menguji pengaruh hari perdagangan terhadap Abnormal Return, volume perdagangan. Sehingga dapat memberikan kontribusi yang penting baik bagi ilmu pengetahuan maupun masalah-masalah praktis.

Perancangan pop up picture book berjudul "Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis" sebagai media pembelajaran agama islam pada anak usia 6 sampai 8 tahun / Haris Rakhman Sony K.

 

ABSTRAK Sony, Haris Rakhman. 2009. Perancangan Pop Up Picture Book Berjudul “ Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis” sebagai Media Pembelajaran Agama Islam pada Anak Usia 6 sampai 8 Tahun. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual FS Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I)Drs. Imam Muhadjir, (II) M. Abdul Rahman, S.Sn, M.Sn. Kata kunci: Perancangan, Pop Up, book, media, pembelajaran, anak Pendidikan agama yang menjadi pondasi dari pembentukan rohani, merupakan hal yang harus ditanamkan sejak usia dini. Seiring dengan perkembangan media saat ini, pendidikan agama tersebut dapat disampaikan khususnya pada anak-anak, lewat berbagai bentuk bacaan atau buku bergambar. Penyamnpaian pendidikan agama Islam saat ini masih menggunakan media buku konvensional. Berdasarkan dari keadaan itu maka diperlukan suatu inovasi agar semakin menarik dan menjadi alternatif baru dalam media pendidikan agama Islam yang menggunakan buku cerita. Buku cerita bergambar yang menggunakan ilustrasi pop up merupakan format cerita bergambar yang masih belum banyak digunakan oleh buku-buku terbitan dalam negeri, terutama buku yang bernuansa Islami. Buku ini mampu menghadirkan keunikan lewat penyajian ilustrasinya yang mampu bergerak dan berwujud 3 dimensi. Perancangan menggunakan metode deskriptif dengan alur linier. Ruang lingkup perancangan ini adalah perancangan buku cerita anak Islami dalam bentuk buku bergambar pop up sebagai media pembelajaran agama Islam. Cerita yang diangkat adalah cerita “Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis”. Buku bergambar ini memiliki target audien anak-anak beragama Islam dengan usia antara 6 sampai 8 tahun. Perancangan ini ditujukan agar menghasilkan media pembelajaran Agama Islam dalam bentuk pop up picture book yang berjudul “ Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis” dengan sasaran audien berusia 6 sampai 8 tahun. Sistematika perancangan yang digunakan adalah perancangan deskriptif dengan alur linier. Selain merancang pop up picture book sebagai media utama, juga dirancang media lain yang menjadi pendukung dalam aspek pengkomunikasian produk pada masyarakat. Kesimpulan yang dapat ditarik dalam penelitian ini adalah buku cerita bergambar merupakan media potensial dalam menyampaikan ajaran agama Islam, akan tetapi perlu dilakukannya inovasi dalam upaya penanaman agama Islam pada anak, mengingat pendidikan agama merupakan bagian penting dalam pembentukan mental generasi mendatang.

Dinamika pendidikan menengah atas Muhammadiyah 1 di Kota Malang tahun 1951-1997 / Luluk Mursyidah

 

Perkembangan pendidikan di Kota Malang menjadi sangat menarik untuk dikaji, karena Malang sebagai kota pendidikan telah melahirkan banyak lembaga pendidikan yang hingga kini tetap bertahan. Salah satunya SMA Muhammadiyah 1 yang awal berdirinya dengan nama Sekolah Muhammadiyah Pagi. Sekolah ini cukup menarik untuk diketahui perkembangannya, sebab merupakan salah satu sekolah menengah atas swasta Islam pertama di Kota Malang. Ciri pendidikannya adalah mempunyai dualisme dalam sistem pengajaran yakni penyatuan mata pendidikan Islam dengan pendidikan kolonial. Adanya dualisme pendidikan itu diharapkan para siswa mempunyai bekal hidup yang seimbang baik dunia dan akhirat. Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 1 juga tidak memilih-memilih dalam menerima siswa. Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 1 berdiri sebagai pilihan siswa yang tidak masuk dalam sekolah Negeri atau swasta Kristen. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana awal berdirinya Pendidikan Menengah Atas Muhammadiyah 1 di Kota Malang? (2) Bagaimana perkembangan Pendidikan Menengah Atas Muhammadiyah 1 di Kota Malang tahun 1951-1997? (3) Bagaimana pola pendidikan dan pengajaran sekolah menengah atas Muhammadiyah 1 Di Kota Malang Tahun 1951-1997? Penelitian ini bertujuan (1) Mendiskripsikan awal berdirinya Pendidikan Me-nengah Atas Muhammadiyah di Kota Malang. (2) Mendiskripsikan perkembangan Pendidikan Menengah Atas Muhammadiyah di kota Malang tahun 1951-1997. (3) Mendiskripsikan Pola Pendidikan dan Pengajaran Sekolah Menengah Atas Mu-hammadiyah 1 Di Kota Malang Tahun 1951-1997. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian sejarah antara lain: Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Penulisan (Historiografi). Heuristik dilakukan ke SMA Muhammadiyah 1 di Kota Malang, PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) di Malang, PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) di Surabaya. Penemuan sum-ber-sumber sejarah itu kemudian diuji menggunakan kritik sumber baik eksternal maupun internal yang hasilnya kemudian diinterpretasikan. Setelah dilakukan interpretasi, tahap terakhir yang dilakukan adalah menuangkannya dalam bentuk historiografi, yaitu penulisan karya ilmiah berupa skripsi. Historiografi dalam karya ini akan dituangkan dalam bentuk diskriptif naratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Latar Belakang berdirinya SMA Muhammadiyah 1 di Kota Malang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kondisi geografis Kota Malang yang cocok untuk melakukan kegiatan pendidikan, karena alamnya yang sejuk dan lingkungannya yang tenang, serta kondisi sosial masyarakat Malang yang menunjukkan peningkatan, mendorong kebutuhan akan pendidikan yang lebih lengkap. Selain itu pendidikan di Kota Malang yang belum tersedia sekolah menengah atas Islam dan sekolah menengah atas yang mampu menampung siswa yang tidak diterima di sekolah negeri maupun sekolah swasta katolik. Faktor tersebut yang mendasari berdirinya SMA Muhammadiyah 1 di Kota Malang. Faktor lain sebagai pendukung berdirinya SMA Muhammadiyah 1 di Kota Malang yaitu sebagai syarat utama berdirinya organisasi Muhammadiyah di suatu cabang atau daerah harus berdiri amal usaha dalam bidang sosial pendidikan yang merupakan bentuk dari amal usaha Muhammadiyah yang bergerak dalam dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Selain itu juga didorong oleh keinginan untuk memberikan pelayanan pendidikan yang berbeda dari ciri pendidikan oleh pemerintah kolonial Belanda yaitu dengan memberikan pendidikan agama Islam yang di dalamnya terdapat pendidikan moral bagi siswa-siswanya tanpa memandang perbedaan status. (2) Perkembangan SMA Muhammadiyah 1; (a) Tahun 1951-1959 SMA Muhammadiyah 1 belum menunjukkan perkembangan yang pesat hal ini dise-babkan sekolahan tersebut belum mepunyai sarana dan prasana sendiri karena masih satu gedung dengan SD Muhammadiyah di Jl. Kawi. (b) Tahun 1959-1966 SMA Muhammadiyah 1 mulai menunjukkan perkembangan karena dalam kurun waktu ini SMA Muhammadiyah mengalami perpindahan lokasi dari Jl. Kawi ke Jl. Oro-oro Dowo dan sudah mempunyai gedung sendiri akhirnya mampu menampung siswa dengan jumlah banyak meski ditahun-tahun ini keadaan sosial Kota Malang diselimuti dengan situasi yang menegangkan akibat pemberontakan PKI. (c) Tahun 1966-1997, tahun ini SMA Muhammadiyah 1 mulai mengalami perkembangan yang pesat dengan adanya guru bantu dari sekolah-sekolah negeri dan juga dilengkapi dengan beberapa sarana pendidikan sehingga mendukung belajar siswa-siswa, diakhir-akhir tahun ini juga SMA Muhammadiyah mulai mengalami penurunan dalam perkembangan hal ini dikarenakan munculnya be-berapa sekolah swasta Islam lain dan juga mulai terbuka jalur transportasi lain selain di Jl. Oro-oro Dowo. (3) SMA Muhammadiyah 1 memberikan pola pendidikan dan pengajaran menga-nut dengan keputusan yang ditetapkan oleh PP Muhammadiyah yakni mem-berikan pelajaran agama di samping pelajaran umum supaya seimbang pengetahuan ilmu yang didapatkan siswa-siswa. Pola pendidikan dan pengajaran SMA Muhammadiyah 1 tetap diarahkan kepada tujuan utama dari Mu-hammadiyah yakni membentuk manusia muslim, berakhlak mulia, cakap, percaya pada diri sendiri dan berguna bagi masyarakat.

Meningkatkan keterampilan menulis paragraf siswa kelas 2 SMPN 6 Malang dengan strategi meniru model (SMM) / oleh Kamsah

 

Peningkatan kemampuan menulis deskripsi dengan pendekatan pembelajaran kuantum siswa kelas I SMPN I Tondano / oleh Hanna Kamagi

 

Pengefektifan pembelajaran menulis wacana argumentasi dengan strategi aktivitas menulis terbimbing bagi siswa kelas II SMPN 1 Langowan Kabupaten Minahasa / oleh Santy H. Aruperes

 

Pengoptimalan pembelajaran menulis deskripsi demgan pendekatan kontekstual di SMPN 2 Malang / oleh Azwani

 

Penerapan strategi inkuiri dalam meningkatkan pembelajaran menulis paragraf eksposisi di Kelas II SLTPN 2 Dolo Sulawesi Tengah / oleh Mohammad Darman Darwis

 

Peningkatan kemampuan menulis deskripsi dengan strategi inkuiri pada siswa kelas II SMPN I Binuang Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan / oleh Sulasih Ellyani

 

Peningkatan kemampuan mengembangkan gagasan dalam menulis wacana eksposisi dengan pendekatan kontekstual bagi siswa kelas III SMPN 11 Malang / oleh Ribut Wahyu Eriyanti

 

Efektivitas Pembelajara Kontekstual Dengan Strategi REACT Terhadap Prestasi Belajar Siswa Dalam Pokok Bahasan Sistem Koloid di SMA Negeri 2 Malang Kelas 2 Tahun Ajaran 2003/2004 / oleh Zulaikha

 

bKagoinabsnee psakrok nimsieadp ba errasmifiar nta rbuks itmraika(;m 2)e kmonirsikeikp a-kraonktseekrpiism tiitkae urtmenutmuyn, ayratu: imblmeerursuk ifpiamabt k€iaarap unger uantryma enuDd.d eearnhhsda ginprad aaehnma.mdikyaoiiaa rrnien pg hse s eirsrbuwed anikD.ae mamryaba(ma,: n;i "g"togknat"snc ea ppia"_r-"tc

Penerapan pembelajaran fisika dengan pendekatan SETS (science, environment, technology, and society) untu meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi (higher order thingking) siswa di sekolah bertaraf internasional (SBI) kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Malang / Myristica

 

SMA Negeri 3 Malang merupakan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang bertujuan menghasilkan lulusan unggul dan dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Mengacu pada kondisi sekolah serta kurikulum yang dipakai yang telah disesuaikan dengan peraturan pemerintah secara nasional serta tuntutan pengakuan secara internasional sebagai sekolah berstatus RSBI, perlu diterapkan pembelajaran yang sesuai dengan potensi dan kondisi sekolah serta berbagai elemen di dalamnya. Pembelajaran dengan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, and Society) yang diterapkan dalam pembelajaran Fisika sangat cocok dengan situasi sekolah, apalagi MIPA terutama Fisika telah masuk dalam KTSP adaptif Cambridge Curriculum by subject. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran Fisika topik fluida dinamika dengan pendekatan SETS untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini, peneliti terlibat langsung dalam proses, pelaksanaan, analisis, dan pelaporan hasil penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Malang terhadap 32 siswa pada tanggal 9 Februari – 2 April 2009, yang di mulai dari tahap observasi awal hingga pelaksanaan. Pembelajaran ini terdiri dari 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada pelaksanaan pembelajaran digunakan model Learning Cycle yang terdiri dari 5 tahap yaitu engagement (pendahuluan), explorasi (menggali pengetahuan), explanation (penjelasan konsep), elaboration (penerapan konsep) dan evaluation (evaluasi/penilaian). Data diperoleh dari catatan lapangan, observasi, tes akhir siklus dan wawancara respon siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) keterlaksanaan penerapan pembelajaran Fisika dengan pendekatan SETS mengalami peningkatan dari 76,79% pada siklus I ke 91,25% pada siklus II dengan peningkatan sebesar 14,46%, peningkatan keterlaksanaan ini membuktikan pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan SETS perlu latihan dan pembiasaan diri baik dari guru maupun siswa, (2) aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I 85,11% ke siklus II 92,22% dengan peningkatan sebesar 7,11% karena siswa termotivasi dengan pembelajaran yang menggunakan pendekatan SETS, (3) Kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa mengalami peningkatan 30%, dari siklus I 50% ke siklus II 80% yang ditunjukkan dengan peningkatan tingkat kompetensi kognitif dan kemampuan menganalisis masalah, kemampuan menganalisis masalah yang tinggi setelah menerapkan pembelajaran dengan pendekatan SETS, hasil belajar siswa juga meningkat 9,37%, dari siklus I 78,13% ke siklus II 87,5% yang ditunjukkan dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan penerapan pembelajaran dengan pendekatan SETS ini dapat diterapkan pada materi pelajaran sains yang lain dan pada kondisi sekolah yang berbeda. Dalam pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan SETS diperlukan manajerial waktu yang baik agar hasil pembelajarannya optimal.

The hyper reality image construction through language in the beauty product ads found in cosmo / Hestya Surida

 

oods and services to a potential customer; to influence and win public opinion to think and act as the advertiser‘s expect them to do. In the advertisements, the images constructed are meant to motivate and influence the customers to act as the ads tell them to. Many times, the advertisers create a hyper reality world in which they offer the dreams or hopes to the customers so that they can fulfil their expectations. This study is aimed to analyze and to describe the construction of hyper reality image through language in the beauty product advertisements in Cosmo. The study takes a descriptive qualitative study as the methodology of the research. The data were taken from the beauty product advertisements in Cosmo—the United States magazine which contains materials related to women. It is limited to the latest edition (2009 edition) of Cosmo on which the research was being conducted. The data were, also, limited into the newest edition due to the researcher‘s intention to see the latest phenomenon or culture shown in the ads. The data that were taken only concentrate on the beauty products for women, such as cosmetics, dietary products, supplements, makeover products, perfumes, deodorants, and/or skin care products. The data analysis was done through the following steps: (1) analyzing the language in the ads and (2) figure out the hyper reality image through the language that has been analyzed. There are some hyper reality images that the researcher found from the analysis of the language of the advertisements found in Cosmo, i.e. (1) being naturally beautiful and young, (2) being self-centred (being attractive, sexy, etc), (3) perfectness, and (4) being distinctive or different from others, and there are also some ways that the advertisers use to construct these images, i.e. (1) offering instant beauty, (2) giving power, (3) giving instruction, (4) giving satisfaction and protection, (5) giving promise, (6) performing the characters who have the criteria of the images constructed, and (7) using positive words to create positive effects. The bombarded-beauty product ads in television, magazine, internet, and so forth, and how easy the message of the ad could be caught by all society in all levels or classes because of the attractive and provocative language in the advertisement languages have drawn many beauty-product ―victims‖ in our surroundings. This study, thus, is intended to open the reader‘s mind to the phenomenon of hyper reality and to realize that actually almost all images created by the advertisers are merely live in the advertisement‘s world. It is expected that the further researcher(s) can reveal more hyper reality images constructed in many other ads to rich the readers‘ knowledge on the phenomenon of hyper reality.

Linguistic devices in advertisement slogans / Zwesty Aridasarie

 

The product of the advertising, which is advertisements, is always related to the participants involved in this certain discourse. The participants may refer to the sender of the message which is the advertising agency, and the receiver which is readers or viewers of the advertisements. When advertisements defined as selling the products alone, then we might wonder what if the products are no longer available. We will lose certain unimpressive characteristics or some details about the features of the products themselves. That is the reason why the features of advertisements namely verbal play, compressed story-telling, style in acting, photography,cartoons, puns, and rhythm are often made memorable, enjoyable, and amusing. Words and details of advertisements come to our mind more readily than those of novels, poems, and plays, and that we are often recalled with more laughter and enthusiasm. Since this present study only dealt with the printed advertisements, words arranged in the slogans of advertisement were being the most concern, regardless of the visual aspects of the advertisements in the printed media. Advertisement is a very interesting genre; its purpose is to make impacts on people's mind. Moreover, advertisements are short, sometimes fun or aesthetically pleasant, and their analysis always works as a good mind-opener for receivers. Since printed advertisements relatively play with words, the slogans conveying the message of the advertisements are being the focus of analysis. Slogans as an obvious means to attract people’s attention and persuade people’s mind employ sorts of language play which can be identified and analyzed linguistically. The slogans come up beautifully through the catchy words on purpose to be memorable and persuasive for the receivers of advertisements. The present study investigated the linguistic devices found in printed advertisements, considering some aspects of analysis, namely phonological, lexical and morphological, syntactic, and semantic level of language. The concern of the analysis was the slogans of advertisement found in a magazine. This study was aimed at giving knowledge about what kinds of linguistic devices usually occur in advertisements in printed media and as well knowing how the devices work purposively by which readers are attracted and persuaded. This study applied a descriptive qualitative research design and the source of the data was the slogans found in ELLE magazine No. 265, 2008. The researcher collected 25 slogans from all the advertisements in the magazine. The 25 slogans were then analyzed regarding some aspects of language namely phonological, lexical and morphological, syntactic, and semantic level of language. As shown from the result, many linguistic devices were employed purposively in the slogans found in the advertisements in ELLE magazine. The slogans carried various devices as observed from different aspects of language. The researcher has found the pattern of similarities of the slogans in ELLE magazine as the representative for all the devices commonly occur in other advertisements. The result showed that each of the 25 slogans found in advertisements in ELLE magazine employed more than one linguistic device, such as rhyme, alliteration, personification, and etc. In short, every single slogan in the advertisements can be analyzed linguistically based on each language aspect, namely phonology, lexis and morphology, syntax, and semantics. Based on the result shown in the present study, it is then suggested to people who are interested in language field, whether students or teachers of English language, to be more critical in looking at certain linguistic phenomena; seeing them not only as isolated objects, but also as a media in which we go further beyond the knowledge of the phenomena themselves.

Analisis teks buku sekolah elektronik (BSE) IPS terpadu kelas VII SMP/MTs terbitan Depdinas pada kompetensi dasar mendiskripsikan gejalaatmosfer dan hidrosfer serta pengaruhnya bagi kehidupan / Wahyu Wardani

 

Buku teks merupakan salah satu bahan ajar yang penting dalam kegiatan pembelajaran, terlebih lagi bagi guru yang tidak mampu atau tidak siap membuat bahan ajar sendiri berdasarkan standar kompetensi dalam kurikulum yang berlaku. Buku teks juga perlu mengalami pengembangan baik dari segi kurikuler, isi, maupun bahasa yang digunakan baik berupa analisis bahan ajar maupun validasi bahan ajar. Tujuan penelitian secara umum adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian isi dengan kurikulum, serta untuk mengetahui tingkat kebenaran konsep dan bahasa yang terdapat dalam buku ajar BSE IPS Terpadu kelas VII. Selain untuk mengetahui ketiga hal tersebut penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui seberapa besar perananan penggunaan media untuk menjelaskan suatu konsep. Penelitian ini merupakan penelitian analisis isi dengan menggunakan dokumen sebagai objeknya. Rancangan penelitian menggunakan teknik analisis isi untuk mendiskripsikan secara objektif, sistematis, dan kumunikatif isi komunikasi yang tampak dengan menggunakan separangkat prosedur untuk menarik kesimpulan dari sebuah buku atau dokumen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Buku Sekolah Elektronik IPS Terpadu SMP kelas VII terbitan DIKNAS yang telah beredar. Penentuan sampel menggunakan Purpusive Sampling yaitu dengan pertimbangan bahwa buku ajar tersebut banyak dipakai di SMP Negeri di Kota Malang yaitu BSE yang berjudul ”Mari Belajar IPS Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII”. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa materi atau konsep yang tidak sesuai dengan indikator, kebenaran konsep (konsep terdefinisi dan konsep konkrit) masih rendah, kebenaran bahasa dalam buku ajar BSE IPS Terpadu sedang, dan media yang digunakan dalam buku ajar sudah cukup bagus dan cukup inovatif. Dari hasil kesimpulan disarankan apabila menggunakan buku teks yang sudah ada hendaknya ditelaah terlebih dahulu agar kesalahan yang ada dalam buku ajar tersebut tidak disajikan dalam pembelajaran. Lebih bagus apabila dalam mengajar seorang guru mampu membuat bahan ajar sendiri sesuai dengan ketentuan ilmiah yang ada dan sesuai kriteria dalam kurikulum yang berlaku, baik konsep yang ingin disampaikan maupun cara penulisan ketika menyusun buku ajar.

Kemampuan mengelola kelas mahasiswa pendidikan mahasiswa pendidikan fisika FMIPA UM peserta PPL dengan penerapan lesson study di SMA Widya Gama Malang / Mochammad Thobi'in

 

ABSTRAK Thobi’in, Mochammad. 2009. Kemampuan Mengelola Kelas Mahasiswa Pendidikan Fisika FMIPA UM Peserta PPL dengan Penerapan Lesson Study di SMA Widya Gama Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika. Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Sugiyanto, S.Pd, M.Si, (2) Drs. Abdulloh Fuad, M.Si. Kata kunci: kemampuan mengelola kelas, mahasiswa PPL, penerapan lesson study Salah satu kompetensi profesional keguruan yang dilatihkan pada Mahasiswa Pendidikan Fisika peserta PPL adalah kemampuan mengelola kelas. Masa PPL selama 3 (tiga) bulan dan sedikitnya kesempatan praktek di kelas yaitu kurang lebih 4 (empat) kali pertemuan, mendorong guru pamong, dosen pembimbing, dan mahasiswa PPL untuk menerapkan lesson study selama PPL di SMA Widya Gama Malang. Penerapan lesson study melatih Mahasiswa Pendidikan Fisika berkolaborasi untuk merencanakan (plan), melaksanakan dan mencermati pembelajaran melalui observasi (do), dan melakukan refleksi evaluatif (see). Kemampuan Mahasiswa Pendidikan Fisika dalam mengelola kelas diharapkan dapat tumbuh berkelanjutan melalui penerapan lesson study. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan lesson study oleh Mahasiswa Pendidikan Fisika peserta PPL, kemampuan mengelola kelas Mahasiswa Pendidikan Fisika, dan pertumbuhan kemampuan mengelola kelas Mahasiswa Pendidikan Fisika. Keterlaksanaan penerapan lesson study adalah perbandingan jumlah tindakan yang terlaksana dengan jumlah seluruh tindakan yang seharusnya dilaksanakan oleh Mahasiswa Pendidikan Fisika peserta PPL ditinjau dari prespektif pengelolaan kelas. Kemampuan mengelola kelas adalah skor yang dimiliki oleh Mahasiswa Pendidikan Fisika yang menunjukkan kemampuan melaksanakan tindakan positif, kemampuan melaksanakan tindakan korektif, dan kemampuan melaksanakan tindakan remedial. Pertumbuhan kemampuan mengelola kelas adalah perubahan kemampuan mengelola kelas dari Mahasiswa Pendidikan Fisika yang direntang terhadap 2 (dua) siklus besar lesson study yang dilaksanakan Penelitian ini dilaksanakan selama PPL yaitu bulan Agustus – Oktober 2008. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto dengan pendekatan etnografi. Peneliti berbaur langsung dalam kegiatan PPL untuk mengambil data yang sesungguhnya terjadi di lapangan. Data diambil dari observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan penerapan lesson study adalah sebesar 70,99 % dengan kategori terlaksana, kemampuan mengelola kelas berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 62,99 %, dan kemampuan mengelola kelas mengalami pertumbuhan sebesar 31,58 % dari 47,20 % pada siklus lesson study I (6 open class pertama) dan 77,78 % pada siklus lesson study II (8 open class terakhir).

Peningkatan prestasi belajar matematika siswa dengan menggunakan model problem posing-STAD pada materi teorema pythagoras / Himatus Sa'diyah

 

ABSTRAK Sa’diyah, Himatus. 2009. Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Siswa dengan Menggunakan Model Problem Posing-STAD pada Materi Teorema Pythagoras. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Mulyati., M.Pd. dan (II) Dra. Ety Tejo D.C, M.Pd. Kata kunci: prestasi belajar matematika, model problem posing-STAD, teorema Pythagoras. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika melalui penerapan model Problem Posing-STAD pada materi Teorema Pythagoras Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan di MTs Darul Huda Wonodadi Blitar pada bulan Desember 2008. Penelitian dilaksanakan dalam 1 siklus. Siklus ini terdiri dari 4 tahap, yakni menyusun rencana tindakan, melakukan tindakan, observasi/ pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII MTs Darul Huda Wonodadi Blitar adalah siswa dalam kelompok memahami materi dengan menyelesaikan LKS, tiap kelompok membuat soal dari informasi yang diberikan guru, tiap kelompok saling menukarkan soal yang telah dibuat untuk dijawab oleh kelompok lain, presentasi kelas, pemberian tes pada masing-masing individu di akhir pembelajaran, dan dikhiri dengan pemberian penghargaan. Peningkatan prestasi belajar tersebut ditunjukkan oleh banyak siswa yang tuntas belajar secara klasikal dari hasil tes yakni sebesar 88% untuk siklus I dan hasil aktivitas siswa taraf keberhasilannya termasuk dalam kategori “ baik” pada siklus I, sehingga dapat disimpulkan bahwa siklus I sudah memenuhi kriteria yang ditentukan. Penelitian tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya. Berdasarkan hasil angket dan wawancara diperoleh bahwa respon siswa positif terhadap pembelajaran matematika dengan model problem posing-STAD.

Speed-reading activity in a reading course for lexically underprepared students at state polytechnic of Malang: a claasroom action research / BY Anik Kusnawati

 

Peningkatan hasil belajar IPA materi gaya magnet dengan pendekatan discovery pada siswa kelas V SDN Bendomungal II Kec. Bangil Kab. Pasuruan / Nurul Khoiri

 

Kata Kunci: hasil belajar, pendekatan discovery, gaya magnet Pendekatan Discovery merupakan strategi pembelajaran yang menekankan pada aktivitas siswa dalam proses penemuan konsep-konsep IPA. Melalui kegiatan ilmiah membantu siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri. Belajar lebih bermakna karena siswa terlibat langsung melalui pengalaman nyata. Hasil observasi awal menyatakan bahwa pembelajaran IPA yang dilaksanakan selama ini masih cenderung terpusat pada guru dengan penggunaan metode ceramah. Hal ini mengakibatkan siswa pasif dan hasil belajar rata-rata hanya mencapai 60. Untuk memperbaiki kondisi ini diperlukan perbaikan proses pembelajaran dengan menerapkan pendekatan discovery. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan: (1) penerapan discovery pada pembelajaran IPA di kelas V; (2) aktivitas belajar; (3) hasil belajar siswa kelas V. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan secara bersiklus. Setiap siklus dilakukan melalui perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan tes. Analisis hasil penelitian dilaporkan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa penerapan pendekatan discovery dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Pada siklus I, aktivitas siswa termasuk dalam kategori cukup atau 54,16% dan pada siklus II meningkat menjadi kategori baik atau 70,83%. Adapun hasil belajar dari nilai 65,4 dan 70,6 di pertemuan 1 dan 2 pada siklus I, meningkat menjadi 76,1 dan 84,25 pada pertemuan 3 dan 4 pada siklus II. Dari hasil penelitian tersebut disarankan agar guru berusaha menerapkan kegiatan pembelajaran yang meningkatkan keterlibatan siswa melalui pendekatan discovery. Bagi kepala sekolah terus membina dan memotivasi guru untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang inovatif dan berorientasi pada aktivitas siswa. Salah satunya dengan menerapkan pendekatan discovery.

Hubungan antara kemampuan dasar matematika dan kebiasaan belajar dengan prestasi belajar fisika siswa SMP Negeri 3 Ponorogo / Tatas Lukyto

 

ABSTRAK Lukyto,Tatas. 2009. Hubungan Antara Kemampuan Dasar Matematika dan Kebiasaan Belajar Dengan Prestasi Belajar Fisika Siswa SMP Negeri 3 Ponorogo.Skripsi, Jurusan Pendidikan Fisika. Skripsi, Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Subani,(II) Drs. Parno M.Si Kata Kunci: Kemampuan Dasar Matematika, Kebiasaan Belajar, Prestasi Belajar Fisika. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat korelasional. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variabel kemampuan dasar matematika, kebiasaan belajar dan prestasi belajar fisika unit cahaya. Penelitian ini menggunakan dua variabel bebas serta sebuah variabel terikat. Pemilihan variabel bebas seperti yang disebutkan di atas berdasarkan asumsi bahwa prestasi belajar fisika unit cahaya siswa akan meningkat apabila memiliki kemampuan dasar matematika dan kebiasaan belajar yang baik. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII sebanyak 6 kelas dengan jumlah 240 siswa. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 80 siswa. Analisa data menggunakan analisa deskriptif yang terdiri dari harga rata-rata dan simpangan baku, yang dilanjutkan analisa regresi. Analisa regresi untuk mengetahui koefisien korelasi variabel bebas dan terikat. Selain itu juga untuk mengetahui sumbangan relatif dan sumbangan efektif variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil analisis regresi ganda menunjukkan pengaruh positif antara variabel bebas dengan variabel terikat. Besarnya pengaruh dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel presstasi belajar fisika siswa ditunjukkan oleh sumbangan efektif. Besar sumbangan efektif tiap variabel bebas terhadap kriterium yaitu 6.4774% untuk kebiasaan belajar dan 9.5448% untuk kemampuan dasar matematika. Hal ini menunjukkan bahwa variabel bebas kemampuan dasar matematika memberikan kontribusi lebih besar terhadap prestasi belajar fisika dibandingkan dengan kebiasaan belajar. Jika dikombinasikan antara kemampuan dasar matematika dan kebiasaan belajar selanjutnya dilakukan analisa regresi, maka besarnya pengaruh total dari kedua variabel bebas terhadap prestasi belajar fisika unit cahaya yaitu sebesar 16% dari keseluruhan faktor yang mempengaruhi prestasi belajar fisika unit cahaya. Untuk sisanya yang sebesar 84% belum dapat dijelaskan karena berasal dari faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

Survey tingkat kesegaran jasmani siswa SMA Muhammadiyah 3 di kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan / Amrul Umatak

 

Abstrak: Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti, SMA Muhammadiah 3 di Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan perlu mendapat perhatian tentang kesegaran jasmani siswanya. Karena di sekolah tersebut kurang mengutamakan mata pelajaran pendidikan jasmani dan siswa di sekolah tersebut sangat kurang dalam melakukan kegiatan olahraga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siswa SMA Muhammadiah 3 di Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Untuk memperoleh data, penelitian ini menggunakan tes kesegaran jasmani berupa tes lari multitahap. Dari hasil data tersebut dianalisis menggunakan teknik persentase. Dan dari hasil analisis dapat diketahui bahwa SMA Muhammadiah 3 di Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan mempunyai kesegaran jasmani yang masuk dalam kategori kurang. Kata kunci: Survey, Kesegaran Jasmani, Siswa SMA Pada kehidupan manusia, latihan fisik adalah suatu kebutuhan yang sangat penting. Karena manusia sejak hidup di abad sebelum masehi sampai saat ini selalu melakukan latihan fisik untuk menjaga dan meningkatkan kesegaran jasmani dan rohani. Kesegaran jasmani pada hakekatnya adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh untuk melakukan penyesuaian terhadap pembebanan fisik yang diberikan kepadanya. Kesegaran jasmani yang baik merupakan modal dasar utama bagi seseorang untuk melakukan aktifitas fisik secara berulang-ulang dalam waktu lama tanpa kelelahan yang berarti ( Puskesjas 1998:1 ). Pembangunan pada masa pembaharuan ini juga tidak terlepas hubungannya dari kesegaran jasmani untuk membentuk warga negara yang sehat dan kuat baik jasmani maupun rohani atau mental, agar bangsa Indonesia dapat melaksanakan pembangunan dalam segala bidang. Dapat dikatakan bahwa kreativitas dan produktivitas suatu bangsa tergantung pada kesehatan jasmani, rohani dan kesejahteraan bangsa itu sendiri. Kepentingan kesegaran jasmani dalam pemeliharaan kesehatan tidak diragukan lagi, semakin tinggi tingkat kesehatan, maka kesegaran jasmani akan semakin baik pula. Manusia yang sehat dan memiliki tingkat kesegaran yang baik akan mampu berprestasi dalam pekerjaan sehingga tingkat produktivitas akan meningkat (Hantoro, tanpa tahun). Manusia sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial tidak lepas dari tiga faktor, yaitu kesegaran jasmani, rohani, serta terhadap lingkungan masyarakat. Apabila rohani membutuhkan santapan, misalnya ilmu pengetahuan dan lain-lain maka jasmani juga membutuhkan kebutuhannya seperti : sehat, segar, bersih, dan lain-lain. Apabila hanya salah satu saja yang terpenuhi, maka akan terjadi ketidakseimbangan antara yang satu dengan yang lainnya. SMU Muhammadiyah 3 Pandaan Kabupaten Pasuruan adalah sekolah yang perlu mendapat perhatian tentang kesegaran jasmani siswanya. Karena di sekolah tersebut cenderung kurang mengutamakan pelajaran pendidikan jasmani. Pada siswa, kesegaran jasmani merupakan salah satu aspek yang penting, karena mereka dituntut untuk lebih tekun dalam belajar di sekolah dimana itu juga memerlukan kondisi tubuh yang kuat dan sehat, agar siswa berpikir lebih cemerlang dan mudah memahami pelajaran yang telah disampaikan oleh Guru.

Kajian tentang waktu efektif dalam pembelajaran pemecahan masalah siswa kelas IV SD Negeri 2 Tonatan Ponorogo / Asda Lita Arrova

 

Fakta di lapangan menunjukkan terjadi banyak penguapan waktu pembelajaran. Peneliti selanjutnya berkeinginan untuk menggali lebih dalam tentang waktu efektif siswa kelas IV SD Negeri 2 Tonatan Ponorogo dalam proses pembelajaran di kelas, terutama waktu efektif siswa pada materi “Pemecahan Masalah yang Melibatkan Uang”. Langkah-langkah peneliti, pertama merancang rencana pembelajaran dengan berpijak pada teori Gagne dan merancang instrumen untuk menggali waktu efektif, kemudian memvalidasinya. Peneliti selanjutnya menentukan siswa kelompok atas dengan melihat hasil uji kompetensi sebelumnya dan melaksanakan rencana pembelajaran serta merekam dalam bentuk video. Langkah terakhir, mengobservasi video pembelajaran menggunakan instrumen penggali waktu efektif dan menganalisa hasil observasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh bahwa waktu efektif maksimum yang dapat dicapai siswa kelas IV SD Negeri 2 Tonatan Ponorogo dalam proses pembelajaran sebesar 88,6% dari alokasi waktu yang ditentukan, yaitu 2 jam pelajaran (2 x 40 menit) dengan banyaknya siswa yang aktif dalam proses pembelajaran tersebut sebesar 76,875% dari total siswa.

Perancangan situs jaringan (website) akademi periwisata dan perhotelan (APARTEL) Ganesha, Batu / Prayogi Novaharja

 

ABSTRAK Novaharja, Prayogi. 2009. Perancangan Situs Jaringan (Website)Akademi Pariwisata dan Perhotelan. Skripsi Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triyono Widodo, M. Sn. (II) Andy Pramono, S. Kom., M. T. Kata Kunci: Perancangan, Website, Internet, Promosi. Pengguna dunia maya di Indonesia sekarang telah meningkat dengan pesat. Terbukti dengan semakin menjamurnya tempat-tempat yang memiliki akses internet publik seperti warnet, warung hotspot, dsb. Dengan demikian, maka diperlukan media komunikasi visual yang tepat untuk mempromosikan suatu usaha. Saat ini internet bukanlah hal yg baru di dunia bisnis, dan bukan hal baru pula kalau internet di gunakan sebagai media promosi. 40% perusahaan di Indonesia saat ini sudah memanfaatkan jasa internet untuk memasarkan produk-produk mereka ke berbagai kota dan luar negeri. APARTEL Ganesha Batu, suatu instansi pendidikan setingkat D1 dan D3 di bidang pariwisata dan perhotelan satu-satunya di Kota Batu, Jawa Timur, selalu mengalami penurunan input mahasiswa di tiap tahunnya sejak instansi ini dibuka pada tahun 2005 dikarenakan kurangnya promosi. Selama ini APARTEL Ganesha Batu dalam mempromosikan kepada khalayak umum hanya menggunakan iklan cetak, dengan jangkauan promosi yang kurang luas, kendati jaringan kerja sama instansi ini sudah sangat luas hingga Kuwait dan Selandia Baru. Untuk dijadikan solusi, maka perlu dirancang sebuah website dan media promosi pendukungnya yang mampu mempromosikan APARTEL Ganesha Batu ke khalayak yang lebih luas lagi. Tujuan dari perancangan ini adalah merancang konsep website dan media promosi dalam upaya penanaman citra APARTEL Ganesha Batu, serta membuat desain website dan media promosi yang menghasilkan promosi APARTEL Ganesha Batu. Model perancangan ini merupakan model perancangan deskriptif diawali dari penulisan latar belakang, pengidentifikasian tujuan, dilanjutkan dengan pengumpulan data terdiri dari klien, target market, target audience dan kompetitor, kegiatan wawancara, observasi dan dokumentasi. Perancangan dilakukan pada website APARTEL Ganesha Batu yang di-upload pada domain .ac.id sesuai dengan karakter APARTEL Ganesha Batu sebagai sebuah instansi pendidikan atau akademi, serta media promosi pendukungnya dalam bentuk visual, antara lain: Iklan Surat Kabar, X-Banner, Pin, Mousepad, Kaos, Kalender, Poster. Beberapa saran yang dapat diberikan kepada APARTEL Ganesha Batu yaitu menjadikan APARTEL Ganesha Batu sebagai wahana pendidikan, pengembangan dan penemuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlandaskan tata nilai kehidupan masyarakat untuk mencetak ahli madya profesional di bidang pariwisata dan perhotelan yang bermoral.

Penerapan activity based assessment pada pembelajaran fisika dengan metode eksperimen untuk meningkatkan keterampilan proses bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Malang / Retno Dian Fatmawati

 

ABSTRAK Fatmawati, Retno Dian.2009. Penerapan Activity based Assessment pada Pembelajaran Fisika dengan Metode Eksperimen untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Siswa Kelas VIII SMP Negeri 7 Malang. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sugiyanto, S.Pd, M.Si, (II) Eny Latifah, M.Si Kata kunci: Activity based Assessment, metode eksperimen, keterampilan proses Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di SMP Negeri 7 Malang, diketahui bahwa keterampilan proses siswa, yang meliputi keterampilan dalam mengamati, menafsirkan, meramalkan, menggunakan alat, menerapkan konsep, merencanakan kegiatan, berkomunikasi, dan bertanya masih rendah. Hal ini disebabkan metode pembelajaran yang sering digunakan oleh guru adalah metode ceramah dan diskusi. Selain itu guru masih menggunakan time-restiched model sebagai model asesmen yang digunakan dalam pembelajaran fisika. Guru hanya melakukan asesmen setelah proses pembelajaran selesai, aspek yang dinilai hanya aspek kognitif saja dan tidak menyentuh keterampilan proses siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan Activity based Assessment dalam pembelajaran fisika dengan metode eksperimen, dan mendeskripsikan peningkatan keterampilan proses siswa kelas VIII-B SMP Negeri 7 Malang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan jenis penelitian merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Tindakan yang diberikan pada penelitian ini berupa penerapan Activity based Assessment pada pembelajaran fisika dengan metode eksperimen. Activity based Assessment terdiri dari empat tahap, yaitu penilaian kegiatan awal siswa (pretest), penilaian kerja siswa, penilaian laporan hasil eksperimen, dan penilaian presentasi siswa. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-B SMP Negeri 7 Malang dengan jumlah 39 siswa, yang terdiri dari 31 siswa putri dan 8 siswa putra. Pokok bahasan yang dibelajarkan adalah cahaya dengan rincian materi pemantulan cahaya, pembentukan bayangan, jumlah bayangan, dan pemantulan pada cermin cekung. Instrumen penelitian yang digunakan berupa rubrik penilaian yang meliputi penilaian kegiatan awal; lembar observasi aktivitas siswa; laporan; dan presentasi, lembar keterlaksanaan Activity based Assessment dan metode eksperimen serta catatan lapangan. Instrumen tindakan yang digunakan meliputi LKS dan RPP. Penerapan Activity based Assessment dalam pembelajaran fisika dengan metode eksperimen dapat terlaksana dengan baik, dengan persentase keterlaksanaan semakin meningkat selama siklus I dan siklus II. Keterampilan proses siswa baik pada level individu maupun level kelas selama penerapan Activity based Assessment meningkat pada siklus I dan siklus II.

Faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli sepeda motor Yamaha (studi pada dealer Armada Pagora Jaya Tulungagung) / Henik Setyawati

 

ABSTRAK Setyawati, Henik. 2009. Faktor-Faktor Psikologis Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Dalam Membeli Sepeda Motor Yamaha (Studi Pada Dealer Armada Pagora Jaya Tulungagung). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. DR. H. Bambang Banu Siswoyo, M.M., (II) Drs. I Nyoman Saputra, M.Si. Kata Kunci: Faktor Psikologis, Keputusan Pembelian Dalam era globalisasi dan pasar bebas, berbagai jenis barang dan jasa dengan ratusan merek membanjiri pasar di Indonesia. Dalam usaha merebut konsumen, para pemasar akan menghadapi persaingan yang sangat ketat dan tajam. Banyak produk dengan berbagai merek yang tersedia di pasar sehingga konsumen dapat dengan leluasa menentukan dan memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan. Perhatian besar konsumen terhadap produk yang dipasarkan menjadi hal penting bagi keberhasilan kegiatan pemasaran. Ada banyak faktor yang mendasari konsumen membeli suatu produk atau jasa. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen mempunyai peran yang berbeda untuk produk yang berbeda pula. Pemasar di sini dituntut untuk lebih jeli dalam mengamati faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli suatu produk. Seperti halnya produk atau jasa yang lain, ketika konsumen akan memilih produk sepeda motor mereka juga dipengaruhi oleh banyak faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kondisi motivasi konsumen sepeda motor Yamaha pada dealer Armada Pagora Jaya Tulungagung, (2) kondisi persepsi konsumen sepeda motor Yamaha pada dealer Armada Pagora Jaya Tulungagung, (3) kondisi pembelajaran konsumen sepeda motor Yamaha pada dealer Armada Pagora Jaya Tulungagung, (4) kondisi keyakinan dan sikap konsumen sepeda motor Yamaha pada dealer Armada Pagora Jaya Tulungagung, (5) kondisi keputusan konsumen pada saat membeli sepeda motor Yamaha pada dealer Armada Pagora Jaya Tulungagung, (6) pengaruh faktor psikologi yang meliputi motivasi, persepsi, pembelajaran serta keyakinan dan sikap secara parsial terhadap keputusan konsumen dalam membeli sepeda motor Yamaha pada dealer Armada Pagora Jaya Tulungagung, dan (7) pengaruh faktor psikologi yang meliputi motivasi, persepsi, pembelajaran serta keyakinan dan sikap secara simultan terhadap keputusan konsumen dalam membeli sepeda motor Yamaha pada dealer Armada Pagora Jaya Tulungagung. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas yaitu faktor psikologi konsumen dengan sub variabel motivasi, persepsi, pembelajaran, keyakinan dan sikap. Sedangkan variabel terikatnya adalah keputusan pembelian konsumen pada Dealer Armada Pagora Jaya Tulungagung. Penelitian ini dilakukan di Dealer Armada Pagora Jaya Tulungagung pada periode 2007. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan korelasional kausalitas. Analisis data penelitian yang dipakai adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan uji t dan uji F dalam menguji hipotesisnya. Data penelitian dijaring dengan memberikan kuesioner kepada 110 konsumen Dealer Armada pagora Jaya Tulungagung. Hasil analisis data menunjukkan bahwa keputusan konsumen dalam membeli sepeda motor Yamaha di dealer Armada Pagora Jaya Tulungagung dipengaruhi oleh faktor-faktor psikologis yang meliputi motivasi, persepsi, pembelajaran, serta keyakinan dan sikap baik secara parsial maupun secara secara simultan. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat dijadikan pertimbangan manajemen Dealer Armada pagora Jaya Tulungagung dalam meningkatkan penjualannya adalah hendaknya pihak Dealer Armada Pagora Jaya lebih memperhatikan faktor-faktor psikologis konsumen agar dapat meningkatkan penjualannya. Misalnya dengan memberikan informasi produk yang cukup dan pelayanan yang lebih baik kepada para konsumennya agar konsumen selalu mengingat produk sepeda motor Yamaha dan melakukan pembelian di Dealer Armada Pagora Jaya Tulungagung.

Analisis Wacana Iklan Radio yang berbahasa Indonesia oleh Martutik

 

th lim-ited frequency- Liecond, te:,lt stru,-:tures sf radio rtisement generally followa: 'Head Line + Bocly + !-llose ttern- From the persLiect,ir,'e of variation crf p'rspniqit,ion lling t-he text. atructttres, 16 patterns gf ra,Cio rtisement, were founcl. Third, types of top'ic developed 1n I ratlio advertisements are topics on p,rotluct jr-lent,lt,y. on the frequency of its use, the F,roduct, aFI:,,-Ara in following order: product effectivene6l:, pr:odtrct rformance , produr:1, .1ua1l ty , produLrt nrannf act,ur ing , titive information, product history, and research on product. Fcurth, wort-1,/phraae constrr-rcti,:ns in ratiio rtieement could be grnupecl into:const,mcticrr:s which (a) icate the efficacy of procluct in term of c,rmpar.at,ive ebih), snperlative ( paling, ter- ) , ' anri qualit5' ( sekal.i. ) ; ) indicate product, effectivenegc in term of verlral tructions: meN-kan, meN*i, and peN-i (c) inr";'ite act,ions, g inetruction or requeat; ancl (d) inclicat.e tensification naing aangat, pasti, benar-benar, memang, betul-betul. Fift,h, sentence forms ui:ed in raclio tisement vary- The variations inclrrde (a) affirmative, b) itrterrsgative, (c ) imperative, and (t-l ) e.'r,:Lamat,ory. Each bence forrn haa its awn "roLes" in conveying mesoages.

Penggunaan pertanyaan kognitif dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan pendekatan kontekstual pada siswa kelas 2 SLTP Negeri 6 Kota Malang oleh Subono

 

Penerapan pendekatan integratif dalam pembelajaran bahasa dan sastra indonesia di kelas II SLTP Negeri 3 Baolan Tolitoli Oleh Abd. Muluk

 

Ketransitifan di dalam latar depan dan latar belakang (suatu analisis ketransitifan di dalam novel kemarau karya A.A. Navis berdasarkan teori ketransifan Hopper dan Thomson oleh B. Widharyanto

 

Tindak tutur konstantif dalam wacana musyawarah lembaga pemberdayaan masyarakat kelurahan kota Malang / oleh Mochtar Data

 

Realisasi prinsip kerja sama dalam tuturan interaksi pembelajaran bahasa Indonesia di kelas II SLTP Laboratorium Universitas Negeri Malang oleh Hamzah Ntouna

 

Implikatur percakapan anak usia prasekolah oleh Arifin T.

 

Implikatur tindak direktif anak usia prasekolah yang berbahasa Indonesia oleh Tito

 

Kesantunan berbahasa Indonesia dalam interaksi belajar-mengajar di kelas II SLTP oleh Rus Suharto

 

Students’ structural and cultural problems in translating from Indonesian into english / BY Adi Loka Sujono

 

Bentuk sapaan dalam berbahasa Indonesia masyarakat Aceh Utara (kajian etnografi komunikasi) oleh Zulkifli

 

Kesantunan penolakan berbahasa Indonesia di kalangan masyarakat Aceh Utara yang ada di Malang oleh Abdul Wahab

 

Penerapan strategi KUT – KUM –KUD untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas II SMPN 4 Malang oleh Herson Sude Ohi

 

Peningkatan kemampuan membaca pemahaman literal dan interpretatif melalui pendekatan kontruktivisme bagi siswa kelas I SLTPN 2 Malang oleh Reme

 

Kemampuan membaca pemahaman siswa kelas II SMAN Kota Administratif Bau-Bau Kabupaten Buton oleh Roni Muhtar

 

Integrated learning dengan model webbing pada pembelajaran matematika kelas 1 SLTPN 2 Malang oleh Mega Irhamna

 

Kemampuan mahasiswa S1 Universitas Negeri Malang dalam mengkontruksi dan memvalidasi bukti dalam matematika oleh Asam Prayitno Tamyis Santoso

 

Hubungan antara konsep diri siswa dengan prestasi belajar bidang studi matematika pada SLTP Negeri Palangkaraya oleh dadang Lorida

 

Penggunaan model assesmen portofolio dalam penilaian proses dan hasil belajar matematika siswa kelas 1 SMU Muhammadiyah 1 MAlang / oleh Siged Edy Purwanto

 

Membantu siswa mengatasi kesulitan dalam belajar kelipatan persekutuan terkecil(KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB) di kelas 1 SLTPN 5 Biromaru oleh Ihsan

 

Peningkatan hasil belajar IPS melalui model pembelajaran kooperatif tipe think pair share siswa kelas IV SDN Kendalrejo 01 Kecamatan Talun Kabupaten Blitar / Putri Rachmadyanti

 

Kata Kunci : Hasil Belajar, IPS, Think Pair Share IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang didalamnya memuat materi yang menyangkut aspek- aspek kehidupan manusia sehari- hari. Berdasarkan wawancara dengan siswa kelas IV SDN Kendalrejo 01, selama ini pembelajaran IPS dianggap sebagai pelajaran yang sulit, kurang penting, dan membosankan. Materi- materi IPS yang cukup luas membuat siswa merasa kesulitan dalam memahami materi. Selain itu, faktor malas membaca juga menambah anggapan bahwa mata pelajaran IPS itu sulit. Faktor guru juga mempengaruhi kelancaran pembelajaran IPS yang dilaksanakan. Penerapan metode ceramah yang dominan, didukung dengan ketiadaan media pembelajaran akan menambah masalah pembelajaran IPS. Sehingga akan mempengaruhi hasil belajar siswa, khusunya pada mata pelajaran IPS. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di kelas IV pada waktu pembelajaran IPS terdapat: (1) guru menggunakan metode ceramah yang dominan, sehingga siswa kurang aktif (2) siswa kurang berkonsentrasi dalam belajar, terbukti saat pembelajaran ada yang bermain sendiri, mengantuk, kepala diletakkan di atas meja pada saat guru menjelaskan materi, (3) guru tidak menggunakan media pembelajaran,padahal adanya media pembelajaran itu penting sebagai alat bantu mengajar, (4) suasana belajar kurang menyenangkan, terlihat siswa malas mengikuti pembelajaran, (5) selama pembelajaran siswa tidak belajar secara berkelompok, melainkan belajar secara individu, sehingga tidak ada diskusi (6) akhir pembelajaran tugas dinilai, hasil belajar yang diperoleh yaitu nilai ≤ 65 ada 17 siswa dan nilai ≥ 65 ada 7 siswa. Pada pembelajaran IPS, KKM yang ditentukan yaitu 65. Ada 17 siswa dari jumlah keseluruhan 21 siswa yang hasil belajarnya di bawah KKM, sehingga mereka belum tuntas. Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti terhadap siswa setelah pembelajaran bahwa siswa kurang suka dengan IPS, karena membutuhkan hafalan dan siswa ingin belajar dengan cara berkelompok. Untuk itu agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan tercapainya tujuan pembelajaran dalam matapelajaran IPS perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan mengunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share yaitu siswa belajar secara berkelompok dengan anggota berpasangan. Penelitian ini bertujuan untuk:(1) Mendeskripsikan tentang penerapan pembelajaran IPS melalui pembelajaran kooperatif tipe think pair share di kelas IV SDN Kendalrejo 01 Kecamatan Talun Kabupaten Blitar , (2) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS melalui model pembelajaran kooperatif tipe think pair share di kelas IV SDN Kendalrejo 01 Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan jenis penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV. Dalam penelitian ini peneliti sebagai guru (pengajar) dan guru kelas (mitra peniliti) sebagai observer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran think pair share pada IPS di kelas IV sudah sangat baik. Hal ini didukung dengan meningkatnya hasil belajar siswa pada kegiatan think pair share. Hasil belajar siswa meliputi aspek aktivitas belajar siswa dan nilai akhir siswa. Prosentase aktivitas belajar siswa pada tahap pra tindakan mencapai 57,09%. Prosentase aktivitas siswa pada siklus I pertemuan 1 sejumlah 65,4%, pertemuan 2 sejumlah 66,71%, dan pada pertemuan 3 sejumlah 67,95%. Sehingga dari pra tindakan sampai siklus 1 mengalami peningkatan prosentase aktivitas siswa sejumlah 10,86%. Pada siklus II pertemuan 1, prosentase aktivitas siswa mencapai 71,85%, pertemuan 2 mencapai 74%, pertemuan 3 mencapai 76,80%. Sehingga terjadi peningkatan prosentase aktivitas siswa dari siklus 1 ke siklus 2, sejumlah 8,85%. Secara keseluruhan terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa dari pra tindakan sampai siklus II sebanyak 19,71%. Pada aspek nilai akhir siswa pada pratindakan mencapai 58,8%, siklus 1 pertemuan 1 mencapai 57%, pertemuan 2 mencapai 62%, dan pada pertemuan 3 mencapai 81%. Sehingga dari pratindakan ke siklus 1 mengalami peningkatan prosentase nilai akhir siswa sejumlah 22,2%. Pada siklus II pertemuan 2 mencapai 85%, pada pertemuan 2 mencapai 95%, dan pada pertemuan 3 mencapai 100%. Hal ini menunjukkan peningkatan siklus 1 ke siklus II sejumlah 19%. Sehingga terjadi peningkatan nilai siswa dari pratindakan sampai siklus II sejumlah41,42%. Berdasarkan hasil kesimpulan, disarankan kepada guru kelas IV Kendalrejo 01 Kecamatan Talun Kabupaten Blitar untuk menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share. Hal ini dikarenakan model pembelajaran think pair share merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang berbasis pada diskusi kelas dengan kelompok berpasangan. Diharapkan dengan model pembelajaran think pair share ini siswa dapat mengembangkan kerja sama, berani mengungkapkan gagasan, dan berlatih untuk berfikir kritis dalam menanggapi suatu masalah. Model pembelajaran ini dapat dipilih untuk menjadikan pembelajaran lebih efektif dan menyenangkan, sehingga materi dapat dengan mudah dipahami siswa.

Pembelajaran materi bilangan jam dengan pendekatan realistik melalui belajar kooperatif di SMPN 1 Malang / oleh Cut Intan Salasiyah

 

Belajar kooperatif model jigsaw untuk memahami sistem kongruensi linear dua peubah / oleh Muslimin

 

Pemahaman keterbagian bilangan bulat mahasiswa jurusan pendidikan matematika FKIP UNISMA / oleh Zainal Abidin

 

Studi perbandingan hasil belajar sains antara pembelajaran kooperatif model jigsaw denagn think-pair-share (TPS) pada siswa kelas IV SDN Manaruwi II Kec.Bangil / Yuli Hermawati

 

ABSTRAK Herawati, Yuli.2009. Studi Perbandingan Hasil Belajar Sains Antara Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw dengan Think Pair Share (TPS) Pada Siswa Kelas IV SDN Manaruwi II Kec. Bangil. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suprihadi Saputro, S.Pd, M.Pd, (II) Drs. Abdul Manan, M.Pd. Kata kunci: hasil belajar, Jigsaw, Think Pair Share (TPS). Dewasa ini ada berbagai metode dan model pembelajaran yang telah dikembangkan dalam rangka meningkatkan keterlibatan siswa untuk menguasai pelajaran. Salah satu pembelajaran yang berkembang adalah pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning). Ada beberapa alternatif model pembelajaran kooperatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran di sekolah. Dua diantaranya adalah pembelajaran kooperatif model Jigsaw dan Think-Pair-Share (TPS). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode kooperatif tipe Jigsaw dengan metode Think Pair Share pada materi pokok sumber daya alam pada siswa kelas IVsemester 2 SDN Manaruwi II Kec. Bangil tahun pelajaran 2008/2009. Penelitian ini dilakukan di SDN Manaruwi II Kec. Bangil pada bulan Mei tepatnya tanggal 4 sampai 18 Mei 2009. Rancangan penelitian ini eksperimen semu (quasi experiment) dengan model perluasan randomized control group pre tes-post tes. Populasi yang digunakan adalah seluruh siswa-siswi SDN Manaruwi II Kec. Bangil tahun pelajaran 2008/2009. Sampel penelitian siswa kelas IVA dan siswa kelas IVB. Siswa kelas IVB sebagai kelas eksperimen 1 yang diajarkan dengan pembelajaran kooperatif model Jigsaw, sedangkan siswa kelas IVA sebagai kelas eksperimen 2 yang diajarkan dengan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan tes. Analisis data menggunakan t test atau uji t dengan bantuan program SPSS 16.0 for Windows. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata hasil pre test kelompok eksperimen 1 sebesar 60.67 dan kelompok eksperimen 2 sebesar 59.75. dan rata-rata hasil post test kelompok eksperimen 1 sebesar 79.33 dan kelompok eksperimen 2 sebesar 75.875. Hasil uji t hasil belajar diperoleh thitung = 1.152 < ttabel = 2.02. hal ini berarti tidak ada perbedaan hasil belajar sains pokok bahasan sumber daya alam antara metode kooperatif model Jigsaw dengan pembelajaran model Think Pair Share. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran kooperatif model Jigsaw dan Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sains, sehingga pembelajaran kooperatif model Jigsaw dan Think Pair Share dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sains. Saran yang dapat penulis ajukan yaitu guru hendaknya mempertimbangkan penerapan metode pembelajaran kooperatif karena terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara optimal.

Pengaruh komunikasi antar pengusaha pelanggan , pembelajaran wirausaha, dan sikap kewirausaha terhadap kinerja usaha kecil / Muhammad Rakib

 

Usaha Kecil Mebel Kayu merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat di Kota Parepare yang mengalami berbagai kendala dalam mempertahankan keberlanjutannya sebagaimana usaha kecil lainnya. Pemerintah Kota Parepare telah berusaha meningkatan kinerja usaha kecil mebel kayu melalui program pemberdayaan usaha kecil dan menengah melalui program bantuan dana bergulir, pendidikan dan pelatihan, dan membangun pasar mebel kayu, namun hasilnya belum menunjukkan peningkatan kinerja usaha yang signifikan. Beberapa masalah umum yang dijumpai di lapangan yaitu sikap pemilik usaha dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan dan kualitas produk masih rendah sehingga menimbulkan ketidakpuasan para pelanggan (pembeli) terhadap kinerja usaha kecil mebel kayu. Penyebab dari kendala semacam ini diduga kuat karena lemahnya karakter jiwa kewirausahaan yang dimiliki para pemilik usaha dan belum kokohnya peran manajerial para pemilik usaha kecil mebel dalam mengelola usahanya pada lingkungan yang sedang berubah. Mengacu pada berbagai fenomena di atas, pertanyaan yang muncul adalah apakah komunikasi antar pengusaha pelanggan, pembelajaran wirausaha, dan sikap kewirausahaan berpengaruh terhadap kinerja usaha kecil mebel kayu di Kota Parepare. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 140 pemilik usaha kecil mebel kayu di Kota Parepare dengan menggunakan kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik secara parsial maupun simultan komunikasi antar pengusaha pelanggan, pembelajaran wirausaha, dan sikap kewirausahaan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja usaha kecil. Peningkatan kinerja usaha kecil para pemilik usaha dipengaruhi oleh faktor: (1) kemampuannya dalam berkomunikasi secara efektif dengan pelanggan dengan menunjukkan perilaku seperti keterbukaan, empathy, perilaku mendukung, perilaku positif, dan kesamaan, (2) pembelajaran wirausaha yang dimiliki oleh para pemilik usaha kecil melalui pendidikan dan latihan kewirausahaan, pengalaman dalam mengelola usaha, dan mentoring dari orangtua sebagai pewaris usaha dan atau mantan majikan pada saat magang sebelum mendirikan usaha sendiri sangat mempengaruhi peningkatan kinerja usahanya, dan (3) sikap kewirausahaan meliputi; disiplin yang tinggi, komitmen tinggi, jujur dalam bertindak dan bersikap, berani mengambil resiko, proaktif, dan pandai bergaul, dan kontribusi yang diberikan dari variabel tersebut terhadap kinerja usaha kecil memberikan signifikansi yang nyata. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kepada: (1) Pemerintah Daerah, hendaknya dalam pembinaan usaha kecil dilakukan dengan pengembangan sumberdaya manusia sehingga memperoleh wirausaha yang berkualitas, (2) Pemilik Usaha Kecil (Pengusaha Kecil) agar membekali dirinya dengan teknik berkomunikasi secara efektif, meningkatkan kualitas produknya melalui pembelajaran wirausaha (pendidikan dan pelatihan, pengalaman, dan mentoring), dan mengembangkan sikap kewirausahaan pada dirinya seperti memiliki kedisiplinan yang tinggi, komitmen tinggi, jujur dalam bertindak dan bersikap, kreatif dan inovatif, berani mengambil resiko, proaktif, dan pandai bergaul, (3) Instruktur Pelatihan/Pembuat Kurikulum Pendidikan, agar pendidikan ekonomi memiliki misi melaksanakan pendidikan kewirausahaan, maka sudah selayaknya mengalami perubahan atau penyesuaian, seperti pengembangan strategi pembelajaran dengan studi kasus bagi pendidikan nonformal (diklat), mengembangkan materi kewirausahaan khususnya di pendidikan formal (sekolah), baik pendidikan dasar, menengah, maupun perguruan tinggi, dan (4) Peneliti, perlu mengkaji faktor internal lainnya yang mempengaruhi kinerja usaha kecil seperti motivasi dan kompetensi, dan indikator-indikator yang lain dalam mengukur variabel penelitian ini yaitu efektivitas komunikasi (misalnya; faktor komunikator, pesan, saluran, dan komunikan), pembelajaran wirausaha (misalnya; strategi pembelajaran, materi pembelajaran, dan tenaga pendidik/instruktur pelatihan), dan sikap kewirausahaan (misalnya; kemandirian, kerja keras, dan keyakinan diri), serta kinerja usaha kecil (misalnya; proses bisnis internal dan akumulasi modal), mengembangkan dengan pendekatan kuantitatif, dan mengkaji usaha kecil lainnya (selain usaha kecil mebel kayu) atau usaha kecil secara luas.

Pengembangan media VCD interaktif dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa arab bagi siswa SMP/MTs kelas VIII semester I / Maya Issama feminia

 

ABSTRAK Feminia, Maya Issama. 2009. Pengembangan Media VCD Interaktif dalam Pembelajaran Ketrampilan Berbicara Bahasa Arab bagi Siswa SMP/MTs Kelas VIII semester I. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Moh. Ainin, M.Pd (II) Drs. Moh. Khasairi, M.Pd Kata kunci : media pembelajaran, ketrampilan berbicara bahasa Arab. Minat dan motivasi siswa yang kurang dalam belajar menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kurang berhasilnya proses belajar-mengajar bahasa Arab di SMP/MTs. Sehingga penting bagi guru untuk berupaya meningkatkan minat dan motivasi siswa. Salah satu upaya itu adalah melalui pengembangan media pembelajaran yang dibuat untuk memotivasi siswa dan membantu untuk memahami materi. Seiring perkembangan teknologi saat ini, maka komputer pun bisa menjadi sarana untuk membuat media pembelajaran yang menarik bagi siswa, yaitu media VCD interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan media VCD interaktif untuk pembelajaran kemahiran berbicara bahasa Arab bagi siswa SMP/MTs kelas VIII semester I, (2) mengembangkan strategi penyampaian materi dan latihan-latihan dalam media VCD interaktif untuk pembelajaran kemahiran berbicara bahasa Arab bagi siswa SMP/MTs kelas VIII semester I, (3) mengembangkan penggunaan media VCD interaktif untuk pembelajaran kemahiran berbicara bahasa Arab bagi siswa SMP/MTs kelas VIII semester I, dan (4) mengukur kelayakan media pembelajaran VCD interaktif untuk pembelajaran kemahiran berbicara bahasa Arab bagi siswa SMP/MTs kelas VIII semester I. Penelitian ini dilakukan dengan dua tahapan. Tahap pertama adalah pengembangan media pembelajaran VCD dan tahap kedua adalah uji kelayakan hasil pengembangan media pembelajaran VCD. Pengembangan media VCD dilakukan dengan menggunakan metode pengembangan yang disusun Sadiman, yang terdiri dari penyusunan rancangan, penulisan naskah, produksi media, dan evaluasi produk media. Pada penyusunan rancangan dilakukan analisis kebutuhan dan karakteristik siswa, perumusan tujuan, pengembangan materi pembelajaran, dan perumusan alat pengukur keberhasilan. Penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan angket kepada para validator, yaitu 2 dosen bahasa Arab di UM, 1 guru bahasa Arab MTs Surya Buana Malang, dan 10 siswa MTs Surya Buana Malang. Dari hasil pengisian angket didapatkan data kualitatif dan data kuantitatif. Untuk data kualitatif, dilakukan analisis isi, yaitu analisis terhadap masukan, tanggapan, saran, dan kritik yang didapatkan dari angket uji perorangan dan wawancara langsung dengan subyek uji validasi. Sedangkan untuk data kuantitatif yang didapat dari angket uji perorangan, maka dilakukan analisis data dengan menggunakan rumus prosentase. Hasil pengembangan berupa VCD interaktif untuk pokok bahasan bagi siswa SMP/MTs kelas VIII semester I dengan durasi 26 menit 45 detik. Pembuatan media VCD interaktif ini menggunakan program Windows Movie Maker 6.0 dan Nero CD-burner. Dengan menggunakan program ii ini, peneliti menyusun gambar, foto, video, rekaman suara, dan musik menjadi satukesatuan menjadi media pembelajaran yang membahas ketrampilan berbicara bahasa Arab dengan tema . Isi VCD interaktif ini terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian pembuka, materi, dan penutup. Pada bagian materi, penyusunannya dipilah menjadi 3 bagian, yaitu bagian mufrodat, tarkib, dan hiwar. Pembagian ini memiliki 3 tujuan, yaitu agar siswa lebih mudah untuk fokus belajar pada 1 materi, agar siswa dapat mempelajari materi dengan runtut, dan agar pengguna VCD ini lebih mudah dalam memilih bagian materi mana yang akan dipelajari atau diulang. Dalam tiap-tiap pembahasannya menggunakan strategi pemaparan, pengulangan, dan latihan. Penggunaan VCD ini diarahkan sebagai media yang membantu guru ketika menyampaikan pelajaran dengan pokok bahasan .Sehingga bagian materi yang dipilah menjadi tiga bagian ini, tidak ditontonkan kepada siswa secara berturut-turut, melainkan materi bagian pertama disampaikan, kemudian diberi penguatan oleh guru atau ditambah dengan latihan-latihan secara langsung, setelah itu dilanjutkan pada pembahasan materi kedua, demikian seterusnya. Media VCD yang sudah jadi, kemudian diujikan untuk mengetahui tingkat kelayakan media ini sebagai media pembelajaran. Hasil uji kelayakan media oleh dosen, guru, dan siswa berupa data kuantitatif menunjukkan prosentasenya sebesar 75,5 %. Berdasarkan pedoman yang disusun oleh Arikunto, prosentase 56% - 75% menunjukkan media tersebut cukup layak untuk menjadi media pembelajaran. Diantara masukan terhadap media ini bahwa latihan-latihannya masih dalam bentuk semi-komunikatif dan perlu ditingkatkan pada tahap komunikatif.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 |