Hubungan antara pemahaman perencanaan karier dengan pemahaman Jurusan oleh siswa SMU Negeri Kota Palangkaraya / oleh Ivo Christyan

 

Hubungan Antara Pemahaman Informasi Karier Dan Pandangan Tentang Pekerjaan Dengan Perencanaan Karier Siswa SMU Negeri Kota Palangka Raya / oleh Merson U. Sangalang

 

Hubungan Antara Pemahaman Informasi Karier Dengan kemampuan Merencanakan Pilihan Pendidikan Lanjutan Dan Pekerjaan Siswa SMU Negeri Kota Palangkaraya / oleh Sukaedi

 

Hubungan Efikasi-Diri, Prestasi Belajar Dan Informasi Karier Dengan Kematangan-Karier / Luhur Wicaksono

 

Evaluasi Program Bimbingan Karier Di SLTP Negeri Kota Palangkaraya / oleh Guntur H. Talajan

 

Peran Kyai Sebagai Pemimpin dan Pengelola Pengadaan Sarana Belajar (Studi Kasus di YPI Nurul Qornain Sukowono) / oleh Tiwuk Ari Nursiyani

 

Makna Nilai-Nilai Syair Budaya Masyarakat Bima dan Implikasinya Bagi Pengembangan Materi Bimbingan Pribadi & Sosial / oleh Muhamadiah

 

Evaluasi Terhadap Keefektifan Pembelajaran Melalui SD Plus Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan di Yosowilangun Lumajang / oleh Yuliarto

 

Hubungan Kompetensi Kepala Sekolah Dan Guru Dengan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Negeri Kelas VI Di Kabupaten Malang / oleh Sri Suparti

 

Pengaruh Pemberian Analogi Secara Tertulis dan Melalui Ceramah Terhadap Hasil Belajar Pemahaman Konsep IPA Siswa Kelas V yang Bergaya Kognitif Berbeda di SDN Bareng 3 Kota Malang / oleh Rina Widjajanti

 

Penggunaan strategi tanya oleh siswa dalam pembelajaran menyimak pemahaman di Kelas III Sekolah Dasar Negeri Percobaan Malang / oleh Asri Susetyo Rukmi

 

Meningkatkan pembelajaran membaca pemahaman melalui strategi kognitif siswa kelas V Sekolah Dasar Laboratorium Universitas Negeri Malang / oleh Adolphina G. tatengkeng

 

Pengembangan Senayan Library Automation System dan penerapannya dalam jaringan komputer perpustakaan SMAN 1 Pandaan / Muhamad Abdan Nafik

 

Penelitian ini dilakukan pada aplikasi Web-Based Library Automation System yang memilki banyak fitur-fitur dan sangat baik jika diaplikasikan untuk perpustakaan sekolah khususnya perpustakaan umum SMAN 1 Pandaan. Yaitu dengan menambah fitur-fitur atau komponen-komponen yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan masyarakat pada umumnya. Penelitian memiliki rumusan masalah Bagaimana cara menambah fitur-fitur pada Senayan Web Based Library Automation System, Memodifikasi Senayan Web-Based Library Automation System sehingga sesuai dengan keinginan dan kebutuhan SMAN 1 Pandaan dan pemasangan dengan jaringan intranet. Program penelitian yang digunakan adalah Senayan Web Based Library Automation System adalah sistem informasi perpustakaan berbasis web open source yang dapat diaplikasikan pada perpustakaan baik skala kecil maupun skala besar. dengan didukung program PHP & MySQL, Teori Basis Data dan Web Server. Pada hasil hasil dari tugas akhir ini adalah berupa aplikasi berbasis web senayan yang telah memilki fitur : Presensi pengunjung yang terdapat pada halaman OPAC, laporan statistik pengunjung, serta penerapan dalam jaringan komputer perpustakaan SMAN 1 Pandaan.

Sistem layanan informasi pembayaran BP3 dengan menggunakan SMA gateway pada SMK Negeri Purwosari Bojonegoro / Septa Lucky Fianto

 

Sistem pembayaran BP3 di sekolah pada umumnya masih dilakukan secara manual yaitu melakukan penulisan data pembayaran pada kartu dan pencatatan pada buku besar pembayaran, kegiatan ini memakan banyak waktu serta tingkat ketepatan dan keakuratannya sangat kurang karena sering terjadi human error. Selain lamanya proses transaksi pembayaran di SMK Negeri Purwosari juga banyak terjadi pemanggilan orang tua / wali murid oleh pihak sekolah. Hal ini disebabkan karena banyak siswa yang mempunyai penunggakan pembayaran BP3 melebihi batas maksimal, dan ketika orang tua menghadap ke sekolah kebanyakan dari mereka selalu menjawab bahwa uang pembayaran BP3 sudah diberikan kepada siswa tepat waktu setiap bulannya. Untuk itu perlu adanya suatu sistem yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu metode yang penulis tawarkan adalah dengan merancang aplikasi sistem pembayaran BP3 agar lebih memudahkan petugas pembayaran disekolah, dan dipadu dengan SMS Gateway sehingga dapat memberikan kemudahan bagi siswa maupun untuk orang tua yang ingin mendapatkan informasi pembayaran yang telah dilakukan. Sistem akses ini terdiri dari tiga unit utama yaitu pertama; unit sentral yang terdiri dari komputer, kabel data sebagai penghubung komputer server ke Handphone server. Handphone server berfungsi sebagai penerima pesan dari orang tua / wali murid dan memberikan balasan kembali kepada orang tua / wali murid berupa sebuah informasi pembayaran BP3. Softwere yang digunakan untuk pembuatan aplikasi pembayaran BP3 adalah Microsoft Visual Basic 6.0 sedangkan Microsoft SQL Server 2000 sebagai pengolah database.

Pengembangan modul praktikum komunikasi data sub pokok bahasan PC router untuk siswa SMK Islam 1 Durenan / Neni Setyowati

 

Abstrak Setyowati, Neni. 2009. Pengembangan Modul Praktikum Komunikasi Data Sub Pokok Bahasan PC Router pada SMK Islam 1 Durenan. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs.Wahyu Sakti G.I,M.Kom. Kata kunci : router, modul, mikrotik Kurangnya metode pembelajaran dan modul pembelajaran praktikum membuat kegiatan belajar siswa kurang maksimal. Selain itu tingkat IQ siswa yang beragam sangat memungkinkan diwujudkannya modul panduan praktikum. Salah satunya adalah buku panduan pada praktikum komunikasi data sub pokok bahasan PC router. Pada proyek akhir ini dibuat Modul Praktikum Komunikasi Data Sub Pokok Bahasan PC router yang menggambarkan bagaimana membangun PC router yang meliputi Instalasi Mikrotik Router OS, Setting IP Address, Gateway dan Domain Name Server, Konfigurasi IPFirewall Nat, Web Proxy dan Bandwidth Manajemen dengan Mikrotik Operating System. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dijelaskan bagaimana cara melaksanakan praktikum dengan baik dan terarah dengan menggunakan modul praktikum. Modul praktikum yang dihasilkan berupa tugas dan tujuan siswa melaksanakan praktikum beserta petunjuk pelaksanaan. Dengan adanya modul praktikum ini diharapkan akan dapat membantu proses belajar siswa dan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan siswa khususnya siswa SMK Islam 1 Durenan. Dalam pembelajaran ini SKL yang harus dipenuhi siswa adalah 65. Dan setelah dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan modul panduan, tanggapan siswa sangat antusias dan nilai siswa bisa meningkat. Dengan demikian harapan untuk meningkatkan prestasi belajar dan keterampilan siswa bisa tercapai.

Sistem layanan informasi pembayaran BP3 dengan menggunakan SMS gateway pada SMK Negeri Purwosari Bojonergoro / Sugito

 

Sistem pembayaran BP3 di sekolah pada umumnya masih dilakukan secara manual yaitu melakukan penulisan data pembayaran pada kartu dan pencatatan pada buku besar pembayaran, kegiatan ini memakan banyak waktu serta tingkat ketepatan dan keakuratannya sangat kurang karena sering terjadi human error. Selain lamanya proses transaksi pembayaran di SMK Negeri Purwosari juga banyak terjadi pemanggilan orang tua / wali murid oleh pihak sekolah. Hal ini disebabkan karena banyak siswa yang mempunyai penunggakan pembayaran BP3 melebihi batas maksimal, dan ketika orang tua menghadap ke sekolah kebanyakan dari mereka selalu menjawab bahwa uang pembayaran BP3 sudah diberikan kepada siswa tepat waktu setiap bulannya. Untuk itu perlu adanya suatu sistem yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu metode yang penulis tawarkan adalah dengan merancang aplikasi sistem pembayaran BP3 agar lebih memudahkan petugas pembayaran disekolah, dan dipadu dengan SMS Gateway sehingga dapat memberikan kemudahan bagi siswa maupun untuk orang tua yang ingin mendapatkan informasi pembayaran yang telah dilakukan. Sistem akses ini terdiri dari tiga unit utama yaitu pertama; unit sentral yang terdiri dari komputer, kabel data sebagai penghubung komputer server ke Handphone server. Handphone server berfungsi sebagai penerima pesan dari orang tua / wali murid dan memberikan balasan kembali kepada orang tua / wali murid berupa sebuah informasi pembayaran BP3. Softwere yang digunakan untuk pembuatan aplikasi pembayaran BP3 adalah Microsoft Visual Basic 6.0 sedangkan Microsoft SQL Server 2000 sebagai pengolah database.

Integrasi router mikrotik dengan billing hotspot di SMK Negeri 9 Malang / Slamet Rianto

 

Router adalah alat jaringan yang mempunyai fungsi sebagai penghubung antara dua atau lebih jaringan yang berbeda. Dengan adanya router ini diharapkan lebih banyak host yang bisa tersambung ke jaringan dengan hanya memanfaatkan satu IP publik. Pada router Mikrotik ini terdapat fitur Web Proxy Server yang diharapkan bisa lebih mempercepat dan meningkatkan performa terhadap akses internet. Fasilitas router ini akan diintegrasikan dengan sebuah billing yang nantinya akan digunakan untuk membuat dan memanajemen penggunaan akses internet. Hasil dari sistem ini adalah client atau host yang ingin terkoneksi dengan jaringan tanpa adanya sistem Login tidak akan terkoneksi dan tidak bisa pula mengakses situs/website di internet. Berdasarkan hasil ini, dapat disarankan agar dilakukan pengembangan lebih lanjut. Misalnya di tempat-tempat yang berbeda seperti kafe atau RT-RW Net.

Evaluasi rencana anggaran biaya rumah tinggal dua lantai dengan menggunakan analisa SNI dan analisa BOW (studi kasus pada rumah tipe 275m2) / Thiesna Luzziantie

 

ABSTRAK Luzziantie, Thiesna. 2009. Evaluasi Rencana Anggaran Biaya Rumah Tinggal Dua Lantai dengan menggunakan Analisa SNI dan Analisa BOW (Studi Kasus pada Rumah Type 275 m ). Proyek Akhir, Program Studi Teknik Sipil dan Bangunan, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Pembimbing : Drs. Bambang Widarta, M.T. Kata kunci : rencana anggaran biaya (RAB), SNI, BOW. Dalam perencanaan suatu gedung diperlukan rencana anggaran biaya yang teliti dan akurat, sehingga anggaran biaya dalam perencanaan tersebut sesuai dengan realisasi pelaksanaannya. Untuk menunjang keakuratan rencana anggaran biaya dibutuhkan data yang lengkap tentang proyek bangunan yang akan dilaksanakan. Data yang dibutuhkan untuk menyusun anggaran biaya adalah : (1) gambar perencanaan, (2) rencana kerja dan syarat, (3) pedoman analisa harga satuan pekerjaan, (4) harga satuan bahan dan, (5) harga satuan upah kerja. Untuk menghitung anggaran biaya diperlukan gambar rencana guna menghitung volume pekerjaan (BQ) adapun Rencana kerja syarat (RKS) untuk menentukan spesifikasi bahan – bahan bangunan yang dipakai dengan menggunakan acuan analisa BOW dan analisa SNI akan mendapatkan harga satuan pekerjaan dengan cara memasukkan harga satuan bahan dan harga satuan upah kerja yang sesuai. Studi kasus pada proyek akhir ini adalah membandingkan antara dua macam perhitungan rencana anggaran biaya, yaitu harga satuan pekerjaan menurut analisa SNI dan harga satuan pekerjaan menurut analisa BOW. Hal ini juga dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar perbedaan harga antara analisa SNI dan analisa BOW dengan menggunakan daftar harga bahan dan upah yang sama. Hasil analisa (1) satuan pekerjaan menurut SNI 2002 untuk pekerjaan pembersihan lokasi = Rp. 600,- /m², pekerjaan galian tanah = Rp. 18.200,- /m², pekerjaan kolom beton meliputi kolom struktur = Rp. 3.801.000,-/m³; kolom praktis = Rp. 3.730.000,-/m³; kolom teras = Rp. 3.730.000,-/m³. (2) Satuan pekerjaan menurut BOW untuk pekerjaan pembersihan lokasi = Rp. 2.600,- /m², pekerjaan galian tanah = Rp. 23.650,- /m², pekerjaan kolom beton meliputi kolom struktur = Rp. 4.364.000,-/m³; kolom praktis = Rp. 4.138.850,-/m³; kolom teras = Rp. 4.138.850,-/m³. (3) Biaya pembangunan rumah tinggal 2 lantai tipe 275 m² dengan analisa SNI 2002 sebesar Rp. 344.461.500,- sedangkan dengan analisa Bow sebesar Rp. 500.084.200,-. (4) Terdapat perbedaan pada analisa harga satuan pekerjaan menurut acuan SNI 2002 dan BOW yaitu indeks pengali harga satuan pekerjaan; efektifitas kerja dalam 1 hari pada SNI sebesar 5 jam efektif/hari, sadangkan pada BOW sebesar 7 jam efektif/hari; faktor penyusutan atau kehilangan pada indeks bahandimana pada analisa SNI sebesar 15-20% sedangkan pada BOW sebesar 10-30%.

Peningkatan Keterampilan Menulis Deskripsi Dengan Pendekatan Proses di Kelas IV SD Negeri 186 Karangbesuki I Malang / oleh Mohammad Ilyas

 

Membangun jaringan komputer lokal untuk menunjang kegiatan pembelajaran di SMP Negeri 1 Munjungan / Teguh Wahyudi

 

Abstrak: Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkikan pengguna jaringan komputer dapat melakukan sharing sumber daya. Pada SMPN 1 Munjungan komputer yang digunakan untuk proses pembelajaran masih bersifat individual. Sehingga antara komputer yang satu dengan yang lain belum saling berhubungan. Dalam tugas akhir ini akan dibahas jaringan yang akan dibangun di SMP Negeri 1 Munjungan yaitu berupa jaringan komputer lokal dalam satu ruangan yang digunakan sebagai kegiatan pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Dengan dibangunnya jaringan tersebut akan membantu kegiatan pembelajaran bagi siswa ataupun untuk guru khususnya dalam kegiatan sharing file ataupun printer . Kata kunci: Jaringan, LAN, Pembelajaran

Penerapan strategi produk guna pemenuhan kebutuhan pelanggan pada PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Jaringan Blitar / Fiqqi Dzulqarnain Asyhar

 

Kebutuhan masyarakat selalu mengalami perkembangan di dalam pemenuhannya baik dari segi ekonomi, politik, sosial, maupun budaya. Hal tersebut tidak terlepas sebagai akibat dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi era globalisasi pada masa sekarang ini. Seiring dengan keadaan tersebut maka turut mempengaruhi keadaan ekonomi, dimana persaingan antar perusahaan semakin ketat. PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Jaringan Blitar mempunyai tujuan yaitu memenuhi kebutuhan pelanggan. Agar PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Jaringan Blitar dapat memenuhi kebutuhan ketenagalistrikan, perusahaan juga menggunakan strategi produk. Didukung dengan kecanggihan teknologi dan petugas yang handal diharapkan penerapan strategi produk dapat tercapai. Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mendeskripsikan strategi produk pada PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Jaringan Blitar antara lain (1)Untuk mengetahui jenis produk layanan PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Jaringan Blitar (2)Untuk mengetahui penerapan strategi produk pada PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Jaringan Blitar (3) Untuk mengidentifikas hasil pengamatan pada PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Jaringan Blitar. Berdasarkan hasil kegiatan selama PKL ini antara lain dapat mengetahui strategi produk apa saja yang diterapkan PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Jaringan Blitar. Metode penulisan yang digunakan dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah dengan mengadakan observasi dan wawancara kepada pihak PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Jaringan Blitar Hasil dari penulisan ini adalah (1) jenis produk layanan PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Jaringan Blitar adalah MENYALA, BERSINAR, LAYANAN PRIMA, METRO-LIGHT. (2) Perencanaan strategi produk yang pertama yaitu analisis situasi, pada PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Jaringan Blitar dilakukan melalui permintaan pelanggan maupun calon pelanggan untuk mengembangkan bahkan menciptakan suatu produk layanan yang baru. Kedua penentuan tujuan produk, PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Jaringan Blitar mempertimbangkan apakah produk yang dihasilkan dapat memberikan konstribusi bagi pencapaian tujuan. Ketiga PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Jaringan Blitar harus menentukan target sasarannya pada mesing-masing produk layanan. Keempat penentuan anggaran telah ditetukan dari PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur. Kelima pelaksanaan strategi produk dapat dianalisis dan dinilai melalui tarif, biaya, pelayanan, dll. Keenam melakukan evaluasi terhadap produk layanan

Studi evaluasi pelaksanaan POER (pile cap) pondasi sumuran dengan erection kolom precast pada proyek pembangunan rusunawa Universitas Muhammadiyah Malang / Rena Dwi Oktiananda

 

ABSTRAK Oktiananda, Rena Dwi. 2009. Studi Evaluasi Pelaksanaan Poer (Pile Cap) Pondasi Sumuran dengan erection kolom precast pada proyek pembangunan Rusunawa Universitas Muhammadiyah Malang. Proyek Akhir, Program Studi Teknik Sipil dan Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik (FT), Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Prijono Bagus Susanto, S.T., M.T. Kata Kunci: pelaksanaan, poer (pile cap) pondasi sumuran, erection poer (pile cap) dengan kolom precast Pelaksanaan pekerjaan pada suatu proyek terdiri dari pekerjaan sub structure dan upper stucture. Sub structure merupakan pekerjaan struktur bagian bawah atau struktur yang langsung menyalurkan beban bangunan ke tanah. Sedangkan, upper stucture merupakan pekerjaan struktur bagian atas atau struktur yang secara langsung menerima beban bangunan baik dari arah vertikal maupun horisontal. Pondasi merupakan pekerjaan struktur yang pertama kali dikerjakan. Dalam pengerjaannya harus sesuai dengan perencanaan yang ada, karena apabila tidak sesuai maka pondasi tidak bisa menerima beban dari struktur upper stucture dan menyebarkannya ke tanah dengan baik. Pondasi sumuran untuk mengabungannya menggunakan poer (pile cap), tetapi karena upper stucture menggunakan beton precast maka ketelitian yang tinggi sudah harus dimulai pada pekerjaan poer (pile cap), karena disitulah ditanamkan angker pertama untuk komponen kolom precast dan angker tersebut dibuat dari strand ( jalinan 7 kawat yang dipadatkan) serta muncul keatas agar angker bisa dimasukkan ke kolom precast. Studi pelaksanaan ini bertujuan untuk mengetahui tahapan dan pelaksanaan pekerjaan poer (pile cap) pondasi sumuran serta erection poer (pile cap) dengan kolom precast. Dari studi ini diharapkan dapat menambahkan ilmu dan wawasan tentang pelaksanaan poer (pile cap) pondasi sumuran serta erection poer (pile cap) dengan kolom precast. Studi ini dilaksanakan pada proyek pembangunan Rusunawa Universitas Muhammadiyah Malang, Jalan Karya Wiguna Tegal Gondo, Kota Malang. Dalam pengambilan data dilakukan dengan metode observasi (pengamatan langsung), interview (wawancara), dan dokumentasi berupa foto dan data lapangan. Dari studi lapangan ini dapat disimpulkan bahwa tahapan dalam pekerjaan poer (pile cap) pondasi sumuran dengan erection kolom precsat terdapat beberapa hal yang tidak sesuai dengan teori, umumnya menggunakan perkiraan berdasarkan pengalaman yang dimiliki, dengan faktor efisiensi pekerjaan, akan tetapi secara umum tahapan dan pelaksanaan pekerjaan poer (pile cap) pondasi sumuran dengan erection kolom precast pada proyek pembangunan Rusunawa Universitas Muhammadiyah Malang ini sudah cukup bagus karena bisa diselesaikan tepat waktu dengan hasil pelaksanaan yang sesuai dengan gambar rencana.

Membangun jaringan LAN menggunakan sistem operasi linux ubuntu 8.04 LTS di SMK PGRI 3 Malang / Yuda Setya Pratama Putra

 

ABSTRAK Putra, Yuda Setya Pratama. 2009. Membangun Jaringan LAN Menggunakan Sistem Operasi Linux Ubuntu 8.04 LTS di SMK PGRI 3 Malang. Tugas Akhir, Program Studi D-III Teknik Komputer dan Jaringan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Slamet Wibawanto, M.T., dan (II) Aripriharta, S.T.. Kata kunci: Jaringan LAN, sistem operasi, open source, trafik jaringan. Sebagai salah satu sekolah swasta yang berkembang, SMK PGRI 3 Malang telah memiliki jaringan Intranet dan website Internet. Namun belum seluruhnya sarana dan prasarana yang terhubung dengan jaringan tersebut seperti pada ruang guru, membuat keterbatasan dalam hal akses data. Dengan adanya jaringan LAN (Local Area Network) yang terhubung pada ruang guru maka akan memudahkan para guru dalam melakukan akses data. Pemakaian sistem operasi open souce akan menambah wawasan dan kreatifitas para guru, sehinnga nantinya tidak tergantung pada satu sistem operasi saja. Program Linux open source merupakan suatu alternatif yang tepat dalam dunia pendidikan, karena bersifat gratis seperti Linux Ubuntu 8.04. Dalam Membangun Jaringan LAN Menggunakan Sistem Operasi Linux Ubuntu 8.04 LTS di SMK PGRI 3 Malang difokuskan pada masalah sebagai berikut: Topologi jaringan LAN bagaimanakah yang sesuai dengan kebutuhan pada komputer yang belum terhubung jaringan di komputer ruang guru, dan bagaimana kinerja jaringan LAN tersebut. Metode yang di gunakan dalam pembangunan jaringan LAN di SMK PGRI 3 Malang ini adalah: Merancang desain topologi jaringan yang terhubung dengan kabel untuk melayani koneksi jaringan untuk komputer client, instalasi dan konfigurasi seluruh perangkat jaringan. Hasil pengujian jaringan LAN adalah: Semua perangkat jaringan telah terhubung menggunakan perintah ping pada aplikasi terminal di Linux Ubuntu, komputer client yang telah terhubung jaringan LAN dapat saling berbagi sumber/data, komputer client dapat mengakses web intranet maupun internet. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan sebagai berikut: Topologi yang digunakan dalam jaringan LAN ini menggunakan topologi star , sehingga jika salah satu client terputus maka proses akses data baik dalam lingkup intranet maupun Internet tidak akan terganggu, dan dengan menggunakan software Darkstat kita dapat memantau kinerja jaringan LAN yang telah terpasang dengan mengetahui trafik akses sebuah komputer baik untuk download maupun upload berdasarkan hostname yang terhubung, port TCP yang digunakan, protocol yang digunakan, serta waktu pemakaian. Perkembangan pada sistem jaringan LAN ini, penulis menyarankan: Perlu dilakukan update program dan driver secara berkala agar sistem operasi Linux Ubuntu lebih stabil, untuk memantau kinerja jaringan dalam bentuk trafik yang lebih lengkap perlu ditambahkan program yang lebih lengkap fiturnya.

Aplikasi sistem pelayanan perpustakaan SMK Bima Bojonegoro / Momon Prayitno

 

Sistem Pelayanan Perpustakaan di setiap institusi/ lembaga sekolah pada umumnya masih menggunakan sistem manual, dengan menggunakan sistem manual ini permasalahan banyak muncul sepertihalnya pada sirkulasi buku yang ada di perpustakaan misalnya ketika memasukan data, mengapus, mencari data buku dan peminjaman serta pengembalian buku. Untuk itu perlu adanya suatu system yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu metode penulis tawarkan adalah dengan merancang sistem pelayanan perpustakaan sehingga dapat memberikan kemudahan bagi petugas perpustakaan. Sistem Pelayanan Perpustakaan ini terdiri dari form password dan form menu utama, form menu utama ini terdiri dari beberapa menu antara lain: menu file: (form data anggota dan form data pustaka), menu sirkulasi: (form peminjaman dan form pengembalian), menu report: (laporan data anggota, laporan data pustaka, laporan data peminjaman, menu utility (form calculator), dan menu exit. Software yang digunakan Visual Basic 6.0 sebagai pengolah database perpustakaan dan informasi sirkulasi buku, program ini memakai database Microsoft Access. Hasil pengujian program ini menunjukkan bahwa sistem pelayanan perpustakaan dapat mengelola data khususnya dalam masukan data, menghapus, mencari data buku dan peminjaman serta pengembalian buku dan informasi laporan sirkulasi buku secara berkala dalam bentuk hardcopy dan softcopy, sehingga sirkulasi buku yang ada di perpustakaan dapat berjalan dengan lancar dan terkendali. Sedangkan data data perpustakaan dapat tersimpan dalam database komputer.

Membangun jaringan komputer berbasis WIFI untuk layanan internet di SMP Negeri 13 Malang / Chandra Bareta Sari

 

Teknologi jaringan internet telah berkembang dengan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Seiring dengan perkembangan tersebut, maka perlu adanya pengembangan terhadap jaringan komputer yang sudah ada di sekolah-sekolah, agar jaringan komputer tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai pendukung proses belajar-mengajar, terutama kebutuhan informasi Untuk mewujudkan peningkatan layanan pembelajaran, perlu ditempuh upaya-upaya yang bersifat komprehensif terhadap kemampuan guru dalam memanfaatkan internet sebagai sumber belajar. Berkaitan dengan perkembangan teknologi jaringan komputer yang ada sekarang ini, guru dan siswa dapat belajar dengan menggunakan layanan internet melalui jaringan Wifi yang tersedia sebagai sumber belajar. Mikrotik pada standar perangkat keras berbasiskan PC Router dikenal dengan kestabilan, kualitas kontrol dan fleksibilitas untuk berbagai jenis paket data dan penanganan proses rute atau lebih dikenal dengan istilah routing. Contoh aplikasi yang dapat diterapkan dengan adanya mikrotik selain routing adalah manajemen bandwidth, firewall, Hotspot, url filtering, backhaul link, Virtual Private Netword (VPN) server dan masih banyak lainnya. Dalam pelaksanaan tugas akhir ini penulis berhasil menguji coba jaringan komputer berbasis Wifi yang dikembangkan di SMP Negeri 13 Malang untuk layanan internet, sehingga semua komponen sekolah dapat lebih mudah dalam memanfaatkan layanan tersebut untuk keperluan informasi yang aktual, dan sebagai sumber belajar bagi guru dan siswa. Jaringan komputer untuk layanan internet yang dikembangkan juga dapat terhindar dari hal–hal yang berbau pornografi karena sudah menggunakan url filtering sehingga situs–situs yang tidak baik untuk pendidikan guru dan siswa terblokir.

Pembangunan jaringan internet berbasis mikrotik di MTS Wasilatul Huda Bojonegoro / Joko Purwanto

 

ABSTRAK Internet merupakan sarana dan sumber yang sangat penting untuk mendapatkan informasi yang up to date. Internet sangat erat kaitannya dengan dunia pendidikan. Untuk memenuhi kebutuhan dan sarana tersebut, maka perlu dibangun sebuah jaringan lokal atau Lokal Area Network (LAN) yang terhubung dengan jarinan internet. Jaringan internet tersebut diharapkan dapat digunakan untuk sarana pembelajaran, khususnya pendidikan Teknik Informasi dan Komunikasi (TIK) Pembangunan jaringan LAN ini dilakukan di MTs. Wasilatul Huda Bojonegoro. Penulis menggunakan Router Mikrotik sebagai media router karena router mikrotik memiliki banyak kelebihan, diantara kelebihan yang penulis bahas adalah tentang keamanan jaringan yang penulis bangun Pembangunan internet berbasis Mikrotik di MTs. Wasiltul Huda Bojonegoro sangat berpengaruh sekali terhadap dunia pendidikan. Penulis memilih mikrotik sebagai router karena Mikrotik mempunyai banyak keunggulan, baik dalam hal konfigurasi maupun keamanan jaringan. Berdasarkan jaringan internet yang telah di bangun, disarankan untuk mengunakan Mikrotik agar jaringan yang dibangun lebih aman dan nyaman dalam proses konfigurasinya. Kata Kunci: Router Mikrotik, Jaringan Internet. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu cepat menuntut manusia sebagai user untuk berperan aktif dalam perkembangan teknologi informasi. Salah satu teknologi yang paling cepat perkembangannya adalah internet. Karena melalui internet dapat diketahui segala informasi yang diperlukan dan sangat mendukung untuk sekolah. Dewasa ini hampir semua lapisan masyarakat sudah mengetahui tentang adanya internet dan semakin banyak yang tahu bagaimana cara untuk mengakses dan menggunakan internet. Dunia pendidikan sangat erat hubungannya dengan internet karena internet merupakan sumber informasi yang tiada batasnya bagi pelajar dan para guru. Namun kadang kala banyak kendala keamanan yang dihadapi dalam sebuah jaringan komputer yang akan mengangu kerja internet, akibatnya para siswa dan akan tergangu dalam menggunakan internet. Untuk mengatasi masalah tersebut maka penulis membangun jaringan internet yang berbasis mikrotik. Penulis memilih mikrotik karena mikrotik mempunyai fasilitas keamanan yang bagus dan cukup handal untuk mengamankan jaringan komputer yang penulis bangun, fasilitias yang dimiliki mikrotik dalam hal keamanan jaringa cukup lengkap, sehingga keamanan jaringan yang penulis bangun bisa diatur dengan berbagai cara dan metode, apabila jaringan komputer yang dibangun selalu aman maka para siswa bisa selalu memanfaatkan internet kapan saja mereka butuh, sehingga para siswa bisa lebih banyak mendapat pengetahuan tentang teknologi internet yang sekarang sudah bukan hal yang menghebohkan lagi bagi banyak orang selain itu para siswa juga bisa mendapatkan banyak ilmu pengetahuan untuk mendukung proses belajar para siswa disekolah. Dari semua kondisi dan masalah diatas maka penulis sangat terdorong untuk Membangun Jaringan Internet Berbasis Mikrotik Di MTs Wasilatul Huda Bojonegoro.

Peningkatan keterampilan menulis karangan dengan menggunakan pembelajaran model STAD di kelas V SDN Ngembe Kecamatan Beji - Pasuruan / Murtiningsih

 

Sekolah dasar merupakan jenjang pendidikan formal terendah yang di dalamnya memuat sejumlah mata pelajaran yang sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sesuai dengan KTSP, maka faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan adalah guru, siswa, materi, dan metode yang digunakan. Di antara faktor-faktor itu saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya serta berpengaruh untuk mencapai keberhasilan/tujuan pembelajaran yang ditetapkan setiap mata pelajaran. Salah satu pembelajaran yang termuat dalam KTSP adalah Bahasa Indonesia yang merupakan mata pelajaran yang wajib diajarkan di setiap jenjang pendidikan. Bahasa Indonesia memiliki peran penting/sentral dalam perkembangan intelektual, sosial dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam semua mata pelajaran. Pembelajaran bahasa Indonesia terintegrasi dalam empat keterampilan berbahasa, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, menulis. Salah satu keterampilan berbahasa yang cukup kompleks adalah keterampilan menulis. Keterampilan menulis diajarkan dengan tujuan agar siswa mempunyai kemampuan dalam menuangkan ide, gagasan, pikiran, pengalaman, dan pendapatnya dengan benar. Di sekolah dasar keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan yang ditekankan pembinaannya, di samping membaca dan berhitung. DalamKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ditegaskan bahwa siswa sekolah dasar perlu belajar bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan mereka (siswa) dalam berkomunikasi dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis. Keterampilan menulis di sekolah dasar dibedakan atas keterampilan menulis permulaan dan keterampilan menulis lanjut. Keterampilan menulis permulaan ditekankan pada kegiatan menulis dengan menjiplak, menebalkan, mencontoh, melengkapi, menyalin, mendikte, melengkapi cerita dan melengkapi puisi. Sedangkan pada keterampilan menulis lanjut diarahkan pada menulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk percakapan, cerita, dan laporan kegiatan. Dalam setiap pembelajaran, temasuk mata pelajaran bahasa Indonesia yang berhasil, umumnya diindikasikan dengan pemahaman materi pelajaran oleh siswa. Hal ini ditandai dengan ketuntasan menyelesaikan tugas-tugas yang sesuai dengan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang terurai dalam tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Berdasarkan fakta dari hasil tugas (ulangan harian) mengarang, ditemukan masalah yang dihadapai oleh siswa kelas 5 SDN Ngembe kecamatan Beji kabupaten Pasuruan, yaitu siswa sulit dalam membuat karangan. Dalam penulisannya kalimat sering terbolak-balik, kata-kata sering diulang-ulang dan tidak runtut, struktur antara paragraf yang satu dengan yang lain tidak terkait. Hal ini dapat dilihat dari hasil ulangan harian yang menunjukkan bahwa dari 23 siswa hanya 5 siswa (21,74%) yang kemampuan mengarangnya mencapai nilai antara 60-80, nilai ini dapat dikatakan telah berhasil, karena telah memenuhi standar ketuntasan minimal (SKM) yang ditentukan oleh SDN Ngembe, sedangkan 18(78,26 %) siswa lainnya belum berhasil karena masih memperoleh nilai di bawah 60. Sedangkan nilai rata-rata yang dicapai siswa kelas 5 SDN Ngembe dalam kegiatan mengarang adalah 48,04. Nilai rata-rata ini masih sangat jauh dari ketuntasan minimal yang ditetapkan sekolah yaitu 60,00.

Penerapan model permainan simulasi untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar PKn pokok bahasan tolong menolong siswa kelas II Sekolah Dasar Ampelgading 01 Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar tahun ajaran 2008-2009 / Desfita Agustina

 

ABSTRAK Agustina, Desfita. 2009. Penerapan Model Permainan Simulasi untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar PKn Pokok Bahasan Tolong Menolong Siswa Kelas II Sekolah Dasar Ampelgading 01 Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar. Skripsi Program S1 PGSD Jurusan KSDP Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Sa’dun Akbar, M. Pd, (2) Drs. Sutarno, M. Pd. Kata Kunci: Model Permainan Simulasi, Keaktifan, Hasil Belajar, PKn, Tolong Menolong Berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru kelas dua beserta murid kelas dua diketahui bahwa terdapat beberapa permasalahan pada pembelajaran PKn di kelas dua tersebut. Permasalah tersebut antara lain: (1) terjadi kebosanan peserta didik dengan metode yang digunakan; (2) semakin pudar jiwa tolong menolong yang dimiliki peserta didik; (3) dominasi guru masih tinggi sehingga aktifitas siswa kurang optimal; (4) guru masih banyak bergantung pada buku dan; (5) guru kurang mengoptimalkan bekerja bersama-sama. Oleh karena itu peneliti untuk menangani permasalahan yang ada dan rendahnya hasil belajar siswa dengan menerapkan model permainan simulasi dalam pembelajaran PKn pokok bahasan tolong menolong pada kelas II SDN Ampelgading 01. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskrpsikan aktivitas proses pembelajaran dengan model permainan simulasi pada pembelajaran PKn pokok bahasan tolong menolong siswa kelas II SDN Ampelgading 01; (2) mendeskripsikan hasil belajar siswa dengan model permainan simulasi pada pembelajaran PKn pokok bahasan tolong menolong siswa kelas II SDN Ampelgading 01 dan; (3) mendeskripsikan aktifitas siswa dengan model permainan simulasi pada pembelajaran PKn pokok bahasan tolong menolong siswa kelas II SDN Ampelgading 01. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) secara kolaboratif dengan pendekatan kualitatif, untuk memperbaiki kinerja guru sehingga hasil belajar siswa meningkat. Prosedur tindakan kelas (PTK) terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus menggunakan langkah-langkah: (1) perencanaan; (2) tindakan; (3) observasi dan; (4) refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas II SDN Ampelgading 01 yang berjumlah 24 orang siswa. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah guru kelas II dan peneliti secara kolaboratif sedangkan instrumen penunjang menggunakan: (1) pedoman observasi; (2) panduan wawancara; (3) dokumentasi dan; (4) soal-soal tes. Hasil penelitian menyimpulkan pembelajaran PKn pokok bahsan tolong menolong dengan menggunakan model permainan simulasi telah berhasil meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas II SDN Ampelgading 01 yang dapat di tunjukkan dari adanya peningkatan nilai rata-rata dari tes pratindakan sebesar 58, 75. Dengan model permainan simulasi nilai siswa meningkat pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 72, 08 dan Siklus II nilai rata-rata sebesar 88, 33 Disarankan untuk penelitian selanjutnya hendaknya dapat memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada sehingga pembelajaran diharapkan berjalan seobtimal mungkin.

Perbedaan pengaruh antara pemberian cairan isotonik dan air biasa terhadap tingkat daya tahan erobik / Dwi Ribut Andriyanto

 

ABSTRAK Andriyanto, Dwi Ribut. 2008. Perbedaan Pengaruh antara Pemberian Cairan Isotonik dan Air Biasa terhadap Tingkat Daya Tahan Erobik. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mulyani Surendra, M.S, (II) Dra. Siti Nurrochmah, M.Kes. Kata kunci : cairan isotonik, air biasa, daya tahan erobik. Proses kinerja tubuh manusia ketika melakukan aktivitas olahraga baik erobik maupun anerobik mutlak membutuhkan energi. Aktivitas yang dilakukan oleh seseorang mengakibatkan keluarnya cairan dari dalam tubuh. Karena tubuh mengalami panas saat beraktivitas dan untuk mendinginkan suhu tubuh, maka keluar keringat. Keluarnya cairan dari dalam tubuh baik yang berupa keringat, urin dan uap saat respirasi apabila tidak segera diganti maka tubuh akan mengalami kekurangan cairan. Dalam upaya mengganti cairan yang keluar dapat mengkonsumsi air putih dan cairan isotonis. Hal ini dikarenakan cairan yang keluar dari tubuh juga mengandung elektrolit, di antaranya adalah natrium. Keseimbangan cairan tubuh dalam proses pemberian energi bagi tubuh memiliki peran yang sangat penting mengingat salah satu fungsi utama cairan dalam tubuh adalah sebagai media terjadinya reaksi biokimia dalam tubuh. Daya tahan dipengaruhi oleh suplai energi, energi dihasilkan dari proses biokimiawi tubuh. Cairan tubuh merupakan mediator terjadinya reaksi, jika cairan tubuh tetap homeostasis (baik jumlah maupun kandungannya) saat berolahraga maka suplai energi dapat berlangsung dengan baik sehingga akan berpengaruh pada daya tahan tubuh. Untuk itulah penelitian ini dilakukan yaitu untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara pemberian cairan isotonik dan air biasa terhadap tingkat daya tahan erobik. Penelitian ini adalah penelitian ekperimental sungguhan dengan rancangan penelitian randomized group postest design. Jumlah subyek dalam penelitian ini adalah 24 mahasiswa putra Jurusan Ilmu Keolahragaan Program Studi Pendidikan Jasmani angkatan 2006 off AB peserta mata kuliah Tes dan Pengukuran. Keseluruhan subyek dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok 1 adalah kelompok yang diberi air biasa (kontrol), kelompok 2 adalah kelompok yang diberi cairan isotonik (eksperimen). Masing-masing kelompok beranggotakan 12 subyek penelitian. Analisis data dalam penelitian adalah analisis varian yang didahului oleh uji normalitas dan uji homogenitas. Analisis data dilakukan menggunakan bantuan program komputer berupa program SPSS 14.0 dengan taraf signifikasi = 0.05. Hasil setelah dilakukan analisis data adalah tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara pemberian cairan isotonik dan air biasa terhadap tingkat daya tahan erobik. Untuk penelitian selanjutnya perlu dilakukan penelitian sejenis dengan menggunakan minuman isotonik yang lain dan agar diadakan karantina terhadap subyek penelitian sebelum diadakan tes lari 12 menit sehingga hasil yang didapatkan benar-benar dari pengaruh perlakuan yang diberikan peneliti.

Hubungan antara beban kerja, stres kerja, dan kinerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan / Hindriana Pratiwi

 

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan langsung antara variabel beban kerja dan stres kerja, beban kerja dan kinerja pegawai, hubungan langsung stres kerja dan kinerja pegawai, serta untuk mengetahui hubungan tidak langsung antara beban kerja, stres kerja dan kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional, tujuannya yaitu untuk mengetahui hubungan langsung dan tidak langsung dari ketiga variabel yang akan diteliti. Hasil penelitian menunjukkan, beban kerja memiliki hubungan langsung sebesar 41,7% dengan kinerja pegawai, stres kerja memiliki hubungan langsung sebesar 40,9% dengan kinerja pegawai dan hubungan tidak langsung antara ketiganya sebesar 69,3%.

Efektifitas penerapan metode contextual teaching and learning (CTL) dalam meningkatkan motivasi belajar pendidikan kewarganegaraan materi norma siswa kelas III SDN Jatiguwi V Sumberpucung Malang tahun 2008 / Marsiti

 

ABSTRAK Marsiti, 2008. Efektifitas Penerapan Metode Contekstual Teaching and Learning (CTL) dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Siswa Kelas III SDN Jatiguwi V Sumberpucung Malang. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) DR. Hj. Ruminiati, M.Si, (II) Drs. Imam Nawawi, M.Si. Kata Kunci : Pembelajaran PKn, Pendekatan CTL, motivasi belajar Latar belakang perlunya penerapan CTL, karena berdasarkan pengamatan menunjukkan bahwa : penguasaan siswa terhadap materi pelajaran PKn cenderung rendah dan motivasi belajar siswa kurang , pembelajaran kurang menerapkan keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan peserta didik secara nyata. Sesuai dengan latar belakang di atas rumusan masalahnya yaitu, penerapan metode CTL, motivasi belajar PKn, efektifitas penerapan metode CTL dalam meningkatkan motivasi belajar PKn siswa kelas III SDN Jatiguwi V Sumberpucung. Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan penerapan metode CTL, motivasi belajar PKn dan menjelaskan efektifitas penerapan metode CTL. Inti dari kajian pustaka tentang, Metode CTL, Motivasi belajar, Efektifitas penerapan metode CTL. Metodologi penelitian ini dirancang dengan rancangan PTK yang meliputi dua siklus (siklus I dan Siklus II). Lokasi penelitian dilaksanakan di kelas III SDN Jatiguwi V Sumberpucung Malang. Subyeknya siswa kelas III sebanyak 19 orang siswa, laki-laki 9 orang sedang perempuan 10 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data adalah lembar observasi (pengamatan). Tehnik analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan perolehan skor, situasi belajar mengajar, minat dan motivasi siswa sebelum dan sesudah menggunakan CTL. Pembahasan data pra tindakan, yang di kategorikan tuntas 4 siswa dengan nilai rata-rata kelas 65,2. nilai tertinggi 77 dan nilai terendah 52. Pada siklus I mengalami peningkatan yaitu dari 19 siswa yang ada , ada 17 siswa di kategorikan tuntas, nilai rata-rata kelas 79, 4. Nilai tertinggi 88 dan nilai terendah 68. Pembahasan data siklus II ( siklus konfirmasi). Pada siklus II dari 19 siswa, 18 siswa dikategorikan tuntas, dengan nilai rata-rata kelas 81,4. Nilai tertinggi 90, dan nilai terendah 68. Saran yang dikemukakan yaitu (1) bagi guru, penggunaan CTL dalam pembelajaran PKn lebih ditingkatkan sebagai alternatif dalam upaya meningkatkan kemampuan proses dan hasil belajar, pendekatan CTL layak dipertimbangkan sebagai alternatif dalam pembelajaran PKn, (2) Bagi kepala sekolah, diharapkan selalu memberikan bimbingan agar metode CTL ini tidak hanya digunakan pada mata pelajaran IPA dan Matematika tetapi juga mata pelajaran lain, (3) Bagi peneliti lain disarankan penggunaaan CTL sampai ada perubahan sikap.

Penggunaan media kartu dan papan saku dalam pembelajaran membaca (qiroah) untuk meningkatkan minat belajar MTs Nurul Huda Malang / Nuraina

 

i ABSTRAK Nuraina. 2009. Penggunaan Media Kartu dan Papan Saku dalam Pembelajaran Membaca (Qiroah) untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas VII MTs Nurul Huda Malang, Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. H. Imam Asrori, M.Pd. Kata kunci: media kartu, papan saku, pembelajaran membaca, minat Pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab sebagai bahasa asing di MTs tidak terlepas dari berbagai persoalan. Salah satu persoalan tersebut adalah metode yang digunakan dalam pembelajaran kurang inovatif. Guru dalam melakukan pembelajaran kurang memanfaatkan media yang atraktif dan strategi yang variatif. Beberapa permasalahan menjadikan pembelajaran bahasa Arab di MTs membosankan akibatnya minat dan sikap siswa terhadap pelajaran bahasa Arab relatif semakin rendah. Oleh karena itu perlu dicarikan suatu solusi untuk mengatasi kebosanan tersebut, salah satu solusi yang dipandang dapat mengatasi hal itu adalah pembelajaran bahasa Arab dengan media pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan adalah media kartu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pelaksanaan pembelajaran membaca (qiroah) dengan media kartu dan papan saku pada siswa MTS kelas VII Nurul Huda Malang, (2) pemanfaatan media kartu dan papan saku oleh guru dan siswa, (3) peningkatan minat belajar siswa . Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas VII semester ganjil tahun ajaran 2008/2009 MTs Nurul Huda Malang. Data yang diperoleh berupa pelaksanaan pembelajaran, pemanfaatan media kartu dan papan saku oleh guru dan siswa, serta minat belajar siswa. Data tersebut diambil dengan cara observasi langsung di kelas dan penyebaran angket. Instrumen kunci dalam penelitian ini adalah human instrumen (peneliti sendiri) dengan instrumen bantu berupa, pedoman observasi, pedoman wawancara, dan angket. Langkah-langkah yang ditempuh dalam menganalisis adalah: (a) pengumpulan data dan pengecekan (pemeriksaan kembali) catatan lapangan, (b) reduksi data, (c) penyajian data, dan (d) penyimpulan. Adapun tahap-tahap penelitian adalah perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pada awalnya pelaksanaan pembelajaran membaca dengan media kartu dan papan saku belum terlaksana secara optimal. Namun setelah dilakukan refleksi-refkeksi terhadap pembelajaran, pelaksanaan semakin membaik. Guru dapat menarik perhatian siswa dengan menunjukkan kartu-kartu gambar yang menarik dan menyenagkan. Selain itu guru juga mengkemas latihan-latihan dalam bentuk permainan sehinggaa siswa antusias dan mammpu mendemomnstrasikan kemampuannya di depan kelas. Adapun dari segi pemanfaatan media, kartu kata dimanfaatkan untuk pengedrilan kosa kata, permainan tebak kata permainan menjodohkan kartu kata dengan gambar. Adapun kartu gambar untuk menjelaskan makna kosa kata dan kalimat, serta permainan menjodohkan gambar ii dengan kartu kata. Sementara kartu pertanyaan dan kalimat (kartu jawaban) dimanfaatkan untuk melatih pemahaman siswa terhadap teks bacaan yang dikemas dalam permainan. Dengan adanya pemanfaatan media kartu dan papan saku dalam pembelajaran membaca (qiroah), minat siswa meningkat baik itu dari segi unsur kognisi, konasi maupun dari segi unsur emosi minat belajar. Disarankan kepada guru bahasa Arab MTs, hendaknya meningkatkan profesionalisme dan kualitas PBA dengan menggunakan media sederhana seperti kartu. Kepada kepala madrasah, hendaknya menyediakan fasilitas berupa bahan baku media sederhana seperti kertas kartun. Bagi siswa, hendaknya lebih bersungguh-sungguh dan lebih bersemangat dalam belajar bahasa Arab, serta tidak menganaktirikan/meremehkan pelajaran bahasa Arab. Selain itu hendaknya Depag mengambil kebijakan dengan pengoptimalan sosialisasi/pelatihanpelatihan guru-guru bahasa Arab untuk meningkatkan pemahaman dan keahlian guru dalam PBA berbasis media pembelajaran sederhana seperti tata cara pembuata kartu dan cara penggunaannya. Adapun bagi penelitian selanjutnya, dapat melanjutkan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh media kartu terhadap hasil belajar siswa.

Hubungan antara kualitas layanan bursa kerja khusus dan persepsi alumni terhadap layanan di SMK se-kabupaten Kendal Jawa Tengah / Setyo Raharjo

 

ABSTRAK Setyo Raharjo, 2009. Hubungan antara Kualitas Layanan Bursa Kerja Khusus dan Persepsi Alumni terhadap Layanan di SMK se-Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Tesis, Program Studi Pendidikan Kejuruan PPS Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. H. Achmad Sonhadji. KH, M.A., Ph.D. (II) Drs. H. Maftuchin Romlie, M.Pd. Kata kunci: kualitas layanan, BKK, persepsi alumni Keberadaan BKK di sekolah kejuruan akan bertugas membantu sekolah dalam menginformasikan dan mempromosikan profil kemampuan yang dimiliki tamatan. Selain tu juga mencatat, mendata para alumni untuk selanjutnya memasarkan/menawarkan kepada industri untuk bisa mengisi pekerjaan sesuai dengan kesempatan yang ada. Keberhasilan sekolah kejuruan sering dikaitkan atau diukur dengan besarnya jumlah tamatan yang telah bekerja atau berwiraswasta. Maka kualitas BKK sangat menentukan untuk bisa menjalankan salah satu program sekolah. Tujuan penelitian ini adalah: untuk mengetahui kualitas layanan BKK di SMK se-Kabupaten Kendal, mengungkap ada tidaknya hubungan antara bimbingan kepada alumni dan persepsi alumni terhadap layanan, mengungkap ada tidaknya hubungan antara penawaran kepada pengguna tenaga kerja dan persepsi alumni terhadap layanan, mengungkap ada tidaknya hubungan antara administrasi pencari kerja/alumni dan persepsi alumni terhadap layanan, mengungkap ada tidaknya hubungan antara informasi lowongan kerja dan persepsi alumni terhadap layanan, mengungkap ada tidaknya hubungan antara kerjasama dengan pegguna tenaga kerja dan persepsi alumni terhadap layanan, mengungkap ada tidaknya hubungan antara bimbingan kepada alumni, penawaran kepada pengguna tenaga kerja, administrasi dan mendata pencari kerja/alumni, informasi/mencari lowongan kerja, kerjasama pegguna tenaga kerja, dan persepsi alumni terhadap layanan. Subyek penelitian diambil alumni tahun 2006/2007 pada SMK Teknologi dan Industri yang mempunyai BKK. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan penelitian deskriptif dengan teknik survey. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan mengacu pada skala Lickert. Tersedia jawaban sangat memuaskan, memuaskan, kurang memuaskan dan sangat kurang. Penentuan sampel dalam penelitian ini ada dua yaitu: sampel secara proporsi (Proporsional Sample) dan sampel purposive. Populasi dari penelitian ini sebesar 1.188 dan responden yang diambil adalah 181 alumni SMK se-Kabupaten Kendal. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier ganda dengan bantuan SPSS 15 for window. Hasil analisis data dapat mengungkap: 1) sumbangan pengaruh variabel bimbingan (X1), penawaran ke industri (X2), administrasi dan mendaftar/data (X3), informasi lowongan (X4) dan kerjasama industri (X5), terhadap variabel persepsi alumni (Y) sebesar 38.3%. 2) analisis regresi linier ganda menunjukan hubungan positif dan signifikan antara (X1, X2, X3, X4, X5,) secara bersama-sama dengan (Y) yaitu: nilai F hitung > F tabel (21.719 > 2.151). Hasil penelitian terungkap bahwa bimbingan p=0.043, penawaran p=0.034, administrasi dan mendata p=0.006, signifikansi informasi p=0.000, signifikansi kerjasama industri p=0.007. Berdasarkan hasil penelitian ; 1) Pengelola BKK di SMK se- Kabupaten Kendal hendaknya selalu meningkatkan kualitas bimbingan kepada alumni ataupun calon alumni. 2) Pengelola BKK di SMK se-Kabupaten Kendal hendaknya selalu meningkatkan kuantitas dan kualitas penawaran kepada pengguna tenaga kerja khususnya dunia industri, 3) Pengelola BKK di SMK se-Kabupaten Kendal hendaknya selalu meningkatkan administrasi sebagai pendukung kegiatan antar kerja, 4) Pengelola BKK di SMK se-Kabupaten Kendal hendaknya selalu meningkatkan kegiatan untuk mendapatkan informasi lowongan kerja dan menjalin kerja sama dengan industri maupun dengan pengelola tenaga kerja lainya, 5) Kualitas layanan bimbingan kepada alumni, penawaran kepada pengguna tenaga kerja, administrasi dan mendaftar/mendata pencari kerja/alumni, informasi dan mendata lowongan kesempatan kerja, kerjasama dengan penguna tenaga kerja, di BKK SMK se-Kabupaten Kendal, hendaknya menjadi perhatian bagi kepala sekolah dan Kantor Dinas terkait dalam penyelenggaraan kegiatan antar kerja. ABSTRACT Setyo Raharjo. 2009. Relationship of Specific Job Fair Service Quality and Alumni Perception and Service in All Vocational High School in Kendal Regency, Central Java. Thesis, Study Program of PPS Vocational Education, Postgraduate Program of State University Malang. Advisors: (I) Prof. H. Achmad Sonhadji. KH, M.A., Ph.D. (II) Drs. H. Maftuchin Romlie, M.Pd. Keywords: service quality, BKK (Specific Job Fair), alumni perception The presence of BKK in vocational high school will help the school in informing and promoting the ability profile of graduates. In addition, it also record and data all alumni and then market/offer them to industry in order to fill the available jobs. The success of Vocational High School is often related or measured by the number of its graduates who have work or build their own business. Therefore, the quality of BKK is essential in determining the success of one of certain programs of school. The aim of this research is at (1) finding out the quality of BKK service in all Vocational High School in Kendal Regency; (2) prevailing whether there is a relationship between guidance for alumni and service or not; (3) prevailing whether there is a relationship between offer of employers and the perception of alumni about service or not; (4) prevailing whether there is a relationship between job vacancy information and the perception of alumni about service or not; (5) prevailing whether there is a relationship between job vacancy information and the perception of alumni about service or not; (6) prevailing whether there is a relationship between cooperation of employers and the perception of alumni about service or not; (7) prevailing whether there is a relationship between guidance for alumni, offer of labor to employers, administration and data of alumni job seekers, information job vacancy, cooperation with employers, and the perception of alumni about service. Subject of research is alumni in batch of 2006/2007 in Technology and Industry Vocational High School who have BKK. Research design employs descriptive approach with survey technique. Data is gathered by questionnaires referred to Likert scale. The answers are very satisfactory, satisfactory, less satisfactory, and lack satisfactory. Samples are determined in two ways: proportional sample and purposive sample. Population is 1,188 and respondents are 181 alumni of all Vocational High School in Kendal Regency. Data is analyzed by descriptive analysis and double linear regression with SPSS 15 for window. Findings show that (1) the contribution of guidance variable (X1), offer to industry (X2), administration and data (X3), job vacancy information (X4), and industry cooperation (X5) toward variable of the perception of alumni (Y) is 38.3%; (2) double linear regression analysis show positively and significantly relationship among X1, X2, X3, X4, X5 and (Y) which is F test > F table (21.719 > 2.151). Findings show that p of guidance = 0.043, p of offer = 0.034, p of administration and data = 0.006, p of job vacancy information = 0.000, and p of industry cooperation = 0.007. Based on findings, the researcher suggests that (1) BKK management in all Vocational High School in Kendal Regency should always improve the quality of guidance to alumni or alumni candidates; (2) BKK management in all Vocational High School in Kendal Regency should improve the quantity and quality of labor offer to employers, especially in industry world; (3) BKK management in all Vocational High School in Kendal Regency should improve administration as the support for inter-working activities; (4) BKK management in all Vocational High School in Kendal Regency should always improve the activities in order to obtain information related to job vacancy and build cooperation with industry and other labor managements; (5) headmasters and related Agency should pay their attention to the quality of guidance for alumni, offer of labor to employers, administration and data of alumni job seekers, information and data of job vacancy, and cooperation with employers in BKK of all Vocational High School in Kendal Regency in conducting inter-working activities.

Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Menulis Pengalaman Melalui Pendekatan Quantum Learning Dengan Strategi Show Not Tell di Kelas V SD Negeri Cilolohan Tasikmalaya / oleh Reni Bakhraeni

 

Peningkatan Kemampuan Siswa Menulis Narasi Dengan Teknik Makrocloze Kelas IV SDN Percobaan Malang / oleh Karus M. Margareta

 

Pembelajaran menulis paragraf argumentasi melalui pendekatan proses siswa kelas V SD Negeri Kauman I Kota Malang / oleh Mohammad Siddik

 

Supplementary Writing Materials Using Oictures For Elementary School Students in Amuntai, South Kalimantan / by Syahruddin

 

Developing a Proposed Syllabus For English As A Local Content Subject For The Elementary School In South Kalimantan Province / by Maya Marlina Febriyanthi

 

Developing English Syllabus For Kindergarten In Jember / by Sofkhatin Khumaidah

 

Membangun media pembelajaran melalui metode interaktif netop school pada SMP Negeri 6 Pasuruan / Wahyu Putra Perdana

 

ABSTRAK Perdana, Wahyu Putra. 2009. Membangun Media Pembelajaran Melalui Metode Interaktif NetOp School Pada SMP Negeri 6 Pasuruan. Proyek Akhir. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Siti Sendari, S.T., MT Kata Kunci: NetOp Teacher, NetOp Student Pada Proyek Tugas Akhir ini dibuat Media Pembelajaran melalui Metode Interaktif NetOp School. Metode ini berfungsi sebagai media pembelajaran yang dapat digunakan untuk menyajikan pembelajaran yang terfokus, efektif, menarik, menyenangkan, dan memiliki daya serap yang tinggi pada Laboratorium Komputer SMP Negeri 6 Pasuruan. NetOp School adalah sebuah program yang khusus di ciptakan untuk membantu dalam proses pembelajaran dan pengawasan penggunaan komputer oleh siswa Disamping pembelajaran ini juga membentuk ketrampilan proses (psikomotorik), sehingga siswa dapat memiliki daya ingat yang cukup lama (long term memory). Dengan NetOp School ini diharapkan dapat memudahkan proses belajar mengajar untuk guru dan siswa

Perancangan access point berbasis LAN dengan radius server di SMK Muhammadiyah Watulimo / Nunik Wahyuniarti

 

ABSTRAK Wahyuniarti, Nunik. 2009 Perancangan access point berbasis LAN dengan radius server di SMK Muhammadiyah Watulimo. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Setiadi C.P., M.Pd,M.T., (2) Ari Priharta, S.T. Kata kunci: Access point, LAN, radius server. Tersedianya komputer dan laptop dalam setiap bidang untuk menunjang kegiatan administrasi di SMK Muhammadiyah Watulimo yang belum terbangun jaringan komputer. Sementara akses internet masih menggunakan fasilitas Telkom Spedy yang penggunaanya sangat terbatas. Tujuan dari pembuatan tugas akhir ini adalah Marancang LAN dengan Access Point, Mendiskripsikan konfigurasi Access Point, Mendiskripsikan pengaruh Radius server pada wireless LAN, dan Menguji hasil perancangan Access Point. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dijelaskan bagaimana cara membangun jaringan komputer yang terkoneksi dengan internet yang menggunakan fasilitas AP Router sebagai jembatan antara modem dengan user menggunakan sistem operasi Windows XP . Metode perancangan jaringan komputer dengan koneksi internet ini meliputi peta lokasi jaringan beserta dengan alat-alatnya dan juga cara kerja sistem . perancangan perangkat keras meliputi perancangan pengkabelan dan instalasi menggunakan kabel Unshielded Twisted Pair (UTP). Perancangan alat tambahan untuk komunikasi wireless menggunakan TP-Link Model TL-WR841N Untuk perancangan perangkat lunak meliputi setting Local Area Network (LAN) serta setting AP Router TP-Link Model TL-WR841N, sehingga semua komputer dan laptop dapat terkoneksi baik menggunakan koneksi UTP ataupun wireless dengan fasilitas internet didalamnya. Dengan dibangunnya Local Area Network (LAN) dengan menggunakan AP TP-Link Model TL-WR841N, maka diharapkan guru serta karyawan/karyawati bisa mengakses data mereka tanpa menambah data yang sama di komputer yang berbeda sehingga beban data pada tiap komputer dapat berkurang dengan menggunakan fasilitas berbagi pakai. Penggunaan AP TP-Link Model TL-WR841N, diharapkan laptop yang terdapat pada ruang administrasi SMK Muhammadiyah Watulimo dapat terkoneksi jaringan dengan menggunakan fasilitas koneksi wireless, serta dengan menggunakan fasilitas radius server dapat disimpulkan bahwa semakin dekat jarak akses maka akan semakin baik signal yang diperoleh dan sebaliknya semakin jauh jarak akses maka akan semakin lemah signal yang diperoleh.

Aplikasi sistem informasi akses nilai dengan mobile phone di SDN Kepatihan Bojonegoro / Rama Abdullah Rahmat Akbar

 

abstrak Yanto. 2009. Pembuatan Aplikasi Sistem Informasi Akses Nilai dengan Mobile Phone di SDN Kepatihan Bojonegoro. Tugas Akhir, Program Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Siti Sendari, S.T.,M.T. Kata Kunci: Database, Sistem Informasi. Sistem informasi penampilan nilai ujian disekolah khusunya sekolah tingkat dasar (SD) umumnya masih berupa pembagian selembar kertas atau pembagian buku hasil ujian. Dengan menggunakan sistem manual ini permasalahan banyak muncul seperti kurang cepatnya penyebaran informasi nilai saat siswa menginginkan melihat hasil nilai ujian, atau siswa harus menunggu hasil ujian ditempelkan pada papan pengumuman, bahkan harus berdesak-desakkan hannya untuk melihatnya. Untuk itu perlu adanya suatu sistem yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu metode yang penulis tawarkan adalah dengan merancang sistem akses nilai dengan mobile phone sehingga dapat memberikan kemudahan bagi siswa maupun untuk orang tua yang menghendaki mengaksesnya. Sistem akses nilai ini terdiri dari tiga unit utama yaitu pertama, unit sentral yang terdiri dari komputer, kabel data sebagai penghubung komputer server ke HP server. Handphone berfungsi sebagai penerima pesan dari siswa. Softwere yang digunakan SQL sebagai pengolah database. Hasil pengujian alat menunjukkan bahwa sistem akan menjawab secara otomatis dari permintaan siswa untuk menampilkan nilai yang diaksesnya. Dan sistem akan mencatat secara berkala nomor Hp yang mengakses beserta isi permintaannya didalam tabel Inbox. Jumlah karakter pengiriman maksimal sampai 160 karakter. Cara pengetikan pesan hanya mengetikkan Nomor Induk Siswa yang berjumlah 4 karakter.

Implementasi router pada jaringan komputer di Dinas Pendidikan Kota Pasuruan dengan menggunakan mikrotik / Ika Puspita

 

Jaringan Komputer pada Dinas Pendidikan Kota Pasuruan merupakan implementasi dari pengembangan ICT ( Information and Comunication Technology ) Kota Pasuruan terhadap Dinas Pendidikan. Namun pada struktur jaringannya masih membutuhkan penyempurnaan dari segi teknis dan non teknis. Secara teknis, jaringan komputer masih dalam tahap pembangunan Lokal Area Network (LAN) yang menggunakan standar pengalamatan komputer (Subnetting) yang sederhana. Konektifitas komputer satu dengan yang lain masih terbatas pada hubungan antar komputer dan belum mencapai taraf kemudahan dalam koneksi ke jaringan luar atau internet. Router merupakan salah satu media pada jaringan komputer yang bias difungsikan sebagai penghubung antara jaringan komputer yang satu dengan jaringan komputer yang lain, seperti misalnya jaringan lokal yang ada pada setiap ruangan di Dinas Pendidikan Kota Pasuruan dapat dihubungkan menjadi kumpulan beberapa LAN. Sehingga dengan menggunakan media router dapat mempermudah komunikasi antar jaringan lokal tersebut, baik dengan intranet maupun internet . Selain itu menggunakan router merupakan salah satu cara untuk menjaga kestabilan dan keamanan pada sistem jaringan komputer yang ada di Dinas Pendidikan Kota Pasuruan. Router bisa dibangun melalui perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). Perangkat keras yang mampu menjalankan perintah routing ini sangat mudah digunakan. Setelah konfigurasi alat yang terpasang, kemudian hanya memerlukan konfigurasi secara grafis melalui komputer yang terhubung dengan peralatan routing tersebut. Namun, untuk mendapatkan router tersebut memerlukan biaya yang mahal, sehingga untuk kalangan menengah kebawah, biaya merupakan sesuatu hal yang menghambat untuk memperoleh kemudahan dalam melaksanakan routing jaringan komputer. Sehingga kemudian pada penulisan tugas akhir ini penulis mengembangkan dan mengimplementasikan router melalui media PC (Personal Computer), yang kemudian di sebut dengan PC Router. PC router memiliki bebarapa kemudahan, antara lain : komputer yang digunakan tidak perlu menggunakan komputer yang berteknologi tinggi, karena fungsi router hanya melewatkan paket data yang diterima dan diteruskan ke komputer tujuan. Dengan komputer yang berteknologi Pentium I sampai Pentium III dan setingkatnya, router bisa melaksanakan tugas itu dengan baik, selain itu Software PC Router juga mudah diperoleh, karena sekarang sudah banyak platform dari UNIX yang telah menyediakan fasilitas untuk router, misalnya : Mikrotik.

Membangun jaringan internet Wi-Fi menggunakan sistem operasi linux ubuntu 8.04 LTS di SMK PGRI 3 Malang / Eko Mulyanto

 

ABSTRAK Mulyanto, Eko. 2009. Membangun Jaringan Internet Wi-Fi Menggunakan Sistem Operasi Linux Ubuntu 8.04 LTS di SMK PGRI 3 Malang. Tugas Akhir, Program Studi D-III Tkj Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Slamet Wibawanto, M.T, dan (II) Aripriharta, S.T. Kata kunci : Jaringan Wi-Fi, Internet, Linux Ubuntu 8.04. Salah satu pemanfaatan teknologi dan informasi yakni penggunaan jaringan Internet sebagai sumber informasi, namun belum semua komputer pada sarana dan prasarana tersebut terhubung jaringan LAN Internet dan web Intranet yakni, di Bengkel Mesin Perkakas, Bengkel Otomotif Sepeda Motor dan Bengkel Otomotif Mobil yang berada pada Lantai 1 gedung belakang SMK PGRI 3 Malang. Karena lokasi komputer pada bengkel Bengkel Mesin Perkakas, Bengkel Otomotif Sepeda Motor dan Bengkel Otomotif Mobil yang terpisah pada lantai 1 gedung belakang SMK PGRI 3 Malang membuat penggunaan jaringan Wi-Fi menjadi kebutuhan untuk menghubungkan jaringan LAN Internet pada lantai 3 Gedung Depan SMK PGRI 3 Malang. Program Linux open source/gratis merupakan suatu alternatif yang tepat dalam dunia pendidikan, karena bersifat gratis, oleh karena itu menggunakan Linux Ubuntu 8.04 LTS. Dalam Membangun jaringan Wi-Fi di SMK PGRi 3 Malang difokuskan pada masalah berikut: Jenis topologi jaringan Wi-Fi bagaimanakah yang efektif digunakan untuk membangun jaringan yang menghubungkan komputer Bengkel Mesin Perkakas, komputer Bengkel Otomotif Sepeda Motor dan komputer Bengkel Otomotif Mobil di SMK PGRI 3 Malang. Bagaimana kinerja jaringan tersebut. Metode yang digunakan dalam membangun jaringan Wi-Fi ini adalah merancang desain topologi jaringan dengan penggunaan perangkat Modem ADSL sebagai sarana akses ke Internet, terhubung kabel melalui switch ke Wireless Acess Point sebagai server yang melayani koneksi jaringan Wi-Fi untuk komputer client. Instalasi dan konfigurasi seluruh perangkat jaringan. Hasil pengujian jaringan Wi-Fi adalah semua perangkat jaringan telah terhubung menggunakan perintah ping pada aplikasi terminal di Linux Ubuntu. Komputer client yang telah terhubung jaringan Wi-Fi dapat saling berbagi sumber/data. Komputer client dapat mengakses web Intranet maupun Internet. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan sebagai berikut : Topologi jaringan Wi-Fi yang efektif digunakan untuk membangun jaringan yang menghubungkan komputer Bengkel Mesin Perkakas, Bengkel Otomotif Sepeda Motor dan Bengkel Otomotif Mobil di SMK PGRI 3 Malang yaitu menggunakan topologi server based/wireless infrastructure. Yakni menggunakan Perangkat Access Point sebagai server yang melayani akses jaringan Wi-Fi untuk komputer client. Kinerja jaringan dapat ditinjau dalam bentuk trafik yang berbasis website. Perkembangan pada sistem jaringan Wi-Fi ini, penulis menyarankan perlu dilakukan update program dan driver secara berkala agar sistem operasi Linux Ubuntu lebih stabil, Untuk memantau kinerja jaringan dalam bentuk trafik yang lebih lengkap perlu ditambahkan program yang lebih lengkap fiturnya.

Aplikasi Microsoft visual basic 6.0 dengan database MySQL untuk pengolahan data dan nilai siswa pada SDN Blimbing 4 Malang / Rita Purniawati

 

Perkembangan teknologi pada masa sekarang ini, sudah sangat cepat dan maju, salah satunya adalah teknologi komputer. Komputer pada masa sekarang ini sudah bukan barang yang asing dan mahal lagi. Pada saat ini hampir disegala bidang membutuhkan komputer sebagai alat bantu, karena memiliki kelebihan yaitu dari segi kecepatan dan ketelitian. Sekarang juga berkembang teknologi jaringan komputer, dimana orang bisa berkomunikasi dengan menggunakan komputer, yang tidak hanya dalam satu ruangan, tetapi bisa meliputi antar benua, yaitu internet. Jadi bisa dikatakan komputer telah memasuki segala bidang kehidupan. Sehubungan dengan hal tersebut, maka pemakaian komputer di bidang administrasi pendidikan memberikan manfaat yang sangat besar, baik dalam ketelitian maupun volume pekerjaan yang ditangani. Sehingga dalam penyajian laporan dan informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh secara cepat, tepat dan lengkap tanpa harus melalui proses pencatatan yang berulang-ulang. Komputer juga dapat membantu dalam pengolahan data. Semua informasi yang dibutuhkan disimpan ke dalam sebuah database yang kemudian dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian diperlukan sebuah sistem informasi dengan memanfaatkan komputer yang dapat menangani dan mengelola data – data dan nilai siswa. Diharapkan dengan adanya sistem tersebut, dapat menghindari kesalahan dalam pengelolaan data.

Implementasi Joomla sebagai WEB intranet di SMA Negeri 1 Malang / Hasan Asyari

 

SMA Negeri 1 Malang merupakan salah satu sekolah unggulan di kota Malang yang menyusun program peningkatan dan pemanfaatan teknologi dan informasi sebagai kegiatan belajar mengajar. Salah satu sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Malang adalah dalam pelaksanaan pembelajaran maupun sistem administrasi sudah menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang terkomputerisasi. Sementara itu SMA Negeri 1 Malang ini juga mempunyai 1 ruang laboratorium komputer, ruang laboratorium multimedia, koneksi internet, jaringan komputer dengan local area network, jaringan internet menggunakan wireless area network, personal komputer 100 unit, laptop 10 unit. Pemanfaatan jaringan intranet kurang optimal, selama ini hanya dipergunakan untuk transfer file saja. Dikarenakan pemanfaatan tersebut kurang maksimal maka perlu didesain jaringan Intranet Berbasis Web Sekolah yang berisi untuk media informasi. Maka perlu mendesain perencanaan web sekolah yang bisa digunakan oleh warga sekolah. Untuk memenuhi hal tersebut diperlukan web sekolah yang dilengkapi Content Management System, yang akan mempermudah mengatur isi dari web tersebut. Sehingga diperlukan perencanaan Web Intranet Sekolah yang berbasis CMS. Tugas Akhir ini bisa menghasilkan produk yang sesuai dengan harapan, yaitu sebuah web intranet sekolah SMA Negeri 1 Malang berbasis CMS dengan Joomla yang berfungsi sebagai media informasi khususnya bagi semua warga sekolah SMA Negeri 1 Malang. Mendesain web intranet sekolah yang menarik, mudah digunakan dan bermanfaat bisa dilakukan dengan menggunakan Joomla, dengan mengganti template - template yang sudah disediakan oleh Joomla. Xampp merupakan sebuah paket instalasi untuk PHP, APACHE dan MySQL, dimana Xampp adalah sebagai penyedia web server dan data basenya sedangkan Joomla sebagai aplikasi web intranet sekolah. Web Sekolah ini masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan diantaranya masih sedikitnya konten yang tersedia, seringnya terjadi masalah dalam web server dan tampilan web yang sederhana, diharapkan ada warga sekolah yang mau dan mampu mengembangkan web intranet ini lebih lanjut.

Perbandingan jaringan lokal yang menggunakan topologi bus dan star yang terkoneksi dengan internet pada SMK 2 Islam Durenan / Yuli Ikawati

 

Sistem pengolahan data yang terintegrasi dari banyak ruang serta kemudahan meng-up date informasi menjadi kebutuhan mutlak sekolah agar maju dengan cepat sebagai instansi yang bertanggung jawab untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia Indonesia. Oleh karena itu menurut kami terkoneksinya jaringan internet di sekolah serta belum berfungsinya LAN disekolah menjadi masalah yang penting untuk diperhatikan. Disamping itu penerapan topologi yang tepat menjadi target sekolah. Ada berbagai macam Topologi Jaringan atau Network Topologi yang pada intinya bertujuan untuk menghubungkan jaringan-jaringan yang ada pada jaringan tersebut , sehingga informasi dapat ditransfer dari lokasi satu ke lokasi lain.Karena suatu perusahaan atau instansi mempunyai keinginan yang berbeda, maka terdapat berbagai jaringan terminal dapat dihubungkan. Struktur geomatrik ini disebut LAN Topologis, terdapat 6 (Enam) Topologi Jaringan (Network Topologi) yaitu: Star,Mess,Ring,Bus,Hybrid dan Tree. Berdasarkan survey di SMK 2 Islam Durenan dengan mempertimbangkan kondisi gedung dan lokasi bangunan maka peneliti menganggap Topologi Bus dan Star relevan digunakan di SMK 2 Islam Durenan. Menyikapi perkembangan pesat dari teknologi yang telah membawa dunia memasuki era informasi yang lebih cepat, maka SMK 2 Islam Durenan memanfaatkan teknologi internet sebagai jaringan komputer global yang terbukti dapat mempermudah user untuk saling berkomunikasi serta memperoleh informasi yang dibutuhkan, pemakai bisa saling mengirim pesan atau bercakap-cakap secara langsung mengirim dan mengambil file.Hal ini memungkinkan karena adanya jaringan komputer yang terkoneksi dengan internet. Yang perlu diperhatikan lagi adalah masalah budget atau anggaran yang ada dalam SMK 2 Islam Durenan, maka peneliti mempertimbangkan untuk memakai Topologi Bus, karena layout kabel, input kabel sederhana, dan mudah dikembangkan sehingga tidak banyak digunakan anggaran. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi pembengkakan biaya, karena pada Topologi Bus bila salah satu client rusak maka client yang lainnya tidak berfungsi, belum lagi masalah kepadatan lalu lintas dan penggunaan repeater lebih jauh. Merujuk dari kasus-kasus diatas peneliti mempertimbangkan untuk memilih Topologi Star karena dianggap lebih fleksibel, serta kemudahan deteksi dan pengelolaan jaringan, sehingga pembengkaan biaya yang berlebihan bisa di minimalisir, tapi disatu sisi penggunaan Topologi star boros kabel, perlu penanganan khusus dan kontrol terpusat menjadi elemen kritis. Oleh karena itulah peneliti membandingkan efektifitas dan efisiensi antara penggunaan Topologi Bus dan Star pada SMK 2 Islam Durenan. SMK 2 Islam Durenan sebagai instansi pendidikan tentu perlu meningkatkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi khususnya yang berhubungan dengan teknik komputer dan jaringan untuk memudahkan kinerja seluruh civitas academic agar lebih efektif dan efisien.

Studi Tentang Bentuk dan Fungsi Pertanyaan Dalam Interaksi Kelas Bahasa Indonesia dan Dalam Interaksi Keluarga / oleh Ah. Rofi'uddin

 

Integrasi router mikrotik dengan billing hotspot di SMK Negeri 9 Malang / Rokhmatulloh

 

ABSTRAK ABSTRAK : Router adalah alat jaringan yang mempunyai fungsi sebagai penghubung antara dua atau lebih jaringan yang berbeda. Dengan adanya router ini diharapkan lebih banyak host yang bisa tersambung ke jaringan dengan hanya memanfaatkan satu IP publik. Pada router Mikrotik ini terdapat fitur Web Proxy Server yang diharapkan bisa lebih mempercepat dan meningkatkan performa terhadap akses internet. Fasilitas router ini akan diintegrasikan dengan sebuah billing yang nantinya akan digunakan untuk membuat dan memanajemen penggunaan akses internet. Hasil dari sistem ini adalah client atau host yang ingin terkoneksi dengan jaringan tanpa adanya sistem Login tidak akan terkoneksi dan tidak bisa pula mengakses situs/website di internet. Berdasarkan hasil ini, dapat disarankan agar dilakukan pengembangan lebih lanjut. Misalnya di tempat-tempat yang berbeda seperti kafe atau RT-RW Net. Kata kunci : proxy server, billing. Pembangunan router dengan sistem operasi Mikrotik yang dilengkapi dengan proxy sesungguhnya dipergunakan untuk menyimpan data-data para pengguna yang sering mengunjungi website-website baik yang memiliki Server di dalam negeri maupun di luar negeri. Dimana kesemua itu, memerlukan waktu untuk menampilkannya ke dalam sebuah browser internet. Dengan kondisi seperti itu, ketika seorang pengguna internet mengakses suatu website, maka yang terjadi adalah pengguna akan dihubungkan ke web server yang mempunyai website tersebut. Apabila pengguna lain mengakses website yang sama dengan website sebelumnya maka proses tersebut akan terulang kembali. Dan seandainya pengguna lain mengakses website yang sama dengan dua pengguna sebelumnya, proses yang sama juga akan dilakukan. Di sinilah peran web proxy server pada router diharapkan bisa memotong jalan antara jaringan lokal dan jaringan internet. Selain berfungsi memotong jalan jaringan ke internet, Proxy juga berfungsi dalam penghematan pemakaian bandwidth karena sesungguhnya jika website-website yang sering dibuka telah tersimpan dalam proxy yang mana yang dirasakan oleh pengguna seperti terkoneksi dengan internet padahala masih menggunakan jaringan lokal saja. Selain itu koneksi yang dirasakan seolah-olah tiada putusnya dan tiada batas. Dengan adanya kenyamanan dalam penggunaan jaringan internet, memungkinkan semua orang bisa menikmati secara bebas dan tidak terkontrol. Untuk mengatasi hal itu, perlu ditambahkan sebuah sistem lagi yang bernama sistem billing. Sistem billing inilah yang digunakan sebagai sistem tambahan dalam mengamankan jaringan. Sistem billing ini dilengkapi dengan sistem login yang mana setiap pengguna sebelum bisa menikmati akses internet, maka harus login terlebih dahulu. Dengan adanya sistem ini, aktivitas setiap pengguna akan lebih bisa dipantau bukan hanya sekedar website-website apa saja yang diakses, tapi juga siapa-siapa saja yang sedang mengakses website-website tersebut. Dengan adanya sistem billing ini diharapkan semua pihak lebih bisa arif dan bijaksana dalam memanfaatkan koneksi internet yang tersedia. Selain itu, nantinya para pengguna jaringan di lingkup SMK Negeri 9 Malang akan mendapatkan hak akses atau hak login sesuai dengan username dan password mereka. Administrator jaringan yang akan melakukan proses pendataan dan sosialisasi username dan password koneksi tersebut. Dari uraian di atas dapat dirumuskan beberapa permasalahan, diantaranya adalah : Bagaimana cara instalasi dan konfigurasi router mikrotik ? Bagaimana cara instalasi serta konfigurasi easyhotspot sebagai sistem billing hotspot ? Bagaimana hasil kinerja dari instalasi router mikrotik ? Bagaimana hasil kinerja dari instalasi dan konfigurasi easyhotspot sebagai sistem billing? Tujuan daripada pembuatan tugas akhir yang berjudul Integarasi Router Mikrotik dengan Billing Hotspot di SMK Negeri 9 Malang ini adalah : Dapat Menginstall dan mengkonfigurasi Router dengan sistem operasi Mikrotik. Dapat menginstall dan mengkonfigurasi sistem billing menggunakan EasyHotspot. Dapat melihat hasil dari kinerja router mikrotik. Dapat melihat hasil dari kinerja easyhotspot sebagai sistem billing.

Pembangunan jaringan internet berbasis mikrotik di MTs Wasilatul Huda Bojonegoro / Kadar Cahyo Angkoso

 

ABSTRAK Internet merupakan sarana dan sumber yang sangat penting untuk mendapatkan informasi yang up to date. Internet sangat erat kaitannya dengan dunia pendidikan. Untuk memenuhi kebutuhan dan sarana tersebut, maka perlu dibangun sebuah jaringan lokal atau Lokal Area Network (LAN) yang terhubung dengan jarinan internet. Jaringan internet tersebut diharapkan dapat digunakan untuk sarana pembelajaran, khususnya pendidikan Teknik Informasi dan Komunikasi (TIK) Pembangunan jaringan LAN ini dilakukan di MTs. Wasilatul Huda Bojonegoro dengan jumlah client sebanyak 10 client. Disini penulis ingin memberikan kenyamanan pada client ketika melakukan browsing ke internet atau melakukan download dan upload ke internet.. Untuk memberikan kenyamanan pada client, penulis melakukan pengaturan bandwith dan fail over pada jaringan computer di MTs Wasilatul Huda dengan menggunakan router mikrotik. Router mikrotik memiliki beberapa keunggulan dan salah satunya adalah pengaturan bandwith dan fail over Pembangunan internet berbasis Mikrotik di MTs. Wasiltul Huda Bojonegoro telah membuat nyaman siswa atau user dalam melakukan browsing atau download ke internet, sehingga secara tidak langsung dapat membantu siswa dalam hal belajar mengajar. Berdasarkan jaringan internet yang telah di bangun, disarankan untuk mengunakan Mikrotik agar jaringan yang dibangun lebih mudah untuk dikembangkan dan konfigurasikan. Kata Kunci: Router Mikrotik, Jaringan Internet, Proses belajar mengajar sebagai sistem dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satu faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar adalah sumber belajar. Dalam rangka mengupayakan peningkatan kualitas program pembelajaran perlu dilandasi dengan pandangan sistematik terhadap kegiatan belajar mengajar, yang juga harus didukung dengan upaya pendayagunaan sumber belajar di antaranya internet. Teknologi jaringan internet telah berkembang dengan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Karena terdapat bangyak informasi yang dapat diperoleh dengan gratis, tanpa mengurangi isi dari informasi yang diinginkan. Seiring dengan perkembangan tersebut, maka perlu adanya pembangunan terhadap jaringan komputer yang sudah ada di sekolah Mts Wasilatul Huda Bojonegoro, agar jaringan komputer tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai pendukung proses belajar mengajar, terutama kebutuhan informasi. Untuk mewujudkan peningkatan layanan pembelajaran, perlu ditempuh upaya-upaya yang bersifat komprehensif terhadap kemampuan guru dan siswa dalam memanfaatkan internet sebagai sumber belajar. Berkaitan dengan perkembangan teknologi jaringan komputer yang ada sekarang ini, maka penulis ingin membangun jaringan komputer yang terkoneksi ke internet yang berbasis mikrotik untuk mengatur jaringan yang ada dan untuk mengatur bandwidth yang diterima dari ISP(Internet Service Provider). Sehingga guru dan siswa dapat belajar dengan menggunakan layanan pembelajaran melalui jaringan internet yang tersedia sebagai sumber belajar. Dengan tersedianya layanan internet disekolah maka proses belajar mengajar disekolah menjadi lancar dan berjalan dengan baik, sehingga siswa maupun guru dapat memperoleh informasi sebanyak-banyaknya untuk kegiatan belajar mengajar disekolah. Dengan semakin besarnya kebutuhan akan internet sebagai media informasi, maka harus disesuaikan dengan baiknya akses internet yang memadai untuk menunjang banyaknya kebutuhan informasi yang dibutuhkan guru dan siswa. Untuk menunjang akses internet yang memadai disekolah, maka harus dibuat sebuah jaringan yang bisa mengatur penggunaan internet secara sistematis dan sebaik-baiknya. Untuk itu penulis akan membuat jaringan lokal yang terhubung ke internet dengan menggunakan router mikrotik untuk mengatur jaringan yang ada dan mengatur bandwith yang diterima, sehingga pemanfaatan internet bisa lebih maksimal. Dengan adanya pengaturan jaringan internet dan pengaturan bandwith diharapkan lebih bisa mempercepat dan mempermudah koneksi internet bagi para pengguna internet di lingkungan Mts Wasilatul Huda Bojonegoro. Selama ini Mts Wasiltul Huda Bojonegoro memberikan layanan internet tanpa mengatur jaringan internet dan penggunaan bandwith dengan baik, sehingga pemanfaatan internet kurang maksimal. Sehingga guru maupun siswa kesulitan dalam pemanfaatan internet, karena sistem jaringan internet yang kurang efisien dan sistematis. Dengan adanya pengaturan jaringan dan pengaturan bandwith ini diharapkan, semua aktivitas akademika Mts Wasilatul Huda Bojonegoro lebih maksimal lagi dalam memanfaatkan layanan internet yang tersedia, sehingga media ajar yang diberikan ke siswa menjadi lebih bervariasi dan menyenangkan. Dengan begitu pemanfaatan jaringan internet di Mts Wasilatul Huda benar-benar berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh penulis. Dengan adanya kondisi tersebut penulis terdorong untuk mengambil Tugas Akhir yang berjudul“MEMBANGUN JARINGAN KOMPUTER BERBASIS MIKROTIK UNTUK LAYANAN INTERNET DI Mts WASILATUL HUDA BOJONEGORO” KAJIAN PUSTAKA Sebelum memulai membangun jaringan internet berbasis mikrotik di Mts Wasilatul Huda Bojonegoro, ada beberapa hal yang harus diketahui dan dimengerti, hal-hal tersebut adalah sebagai berikut: Internet berasal dari kata Interconnection Networking yang mempunyai arti hubungan komputer dengan berbagai tipe yang membentuk sistem jaringan yang mencakup seluruh dunia (jaringan komputer global) dengan melalui jalur telekomunikasi seperti telepon, radio link, satelit dan lainnya. Modem ADSL atau modem DSL adalah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan komputer atau router ke saluran telepon, untuk menggunakan layanan ADSL. Seperti jenis modem lainnya, modem ADSL merupakan transceiver. Disebut juga dengan DSL Transceiver atau ATU-R. Singkata NTBBA (Network Termination Broad Band Adapter, Network Termination Broad Band Acces) juga sering ditemui di beberapa negara. Router adalah perangkat yang akan melewatkan paket IP dari suatu jaringan ke jaringanyang lain, menggunakan metode addressing dan protocol tertentu untuk melewatkan paket data tersebut. Mikrotik RouterOS™, merupakan sistem operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows Application (WinBox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada Standard komputer PC (Personal Computer). PC yang akan dijadikan router mikrotik pun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standar, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk keperluan beban yang besar (network yang kompleks, routing yang rumit) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai. Jaringan komputer merupakan sekelompok komputer otonom yang saling dihubungkan satu sama lainnya, menggunakan suatu media dan protocol komunikasi tertentu, sehingga dapat saling berbagi data dan informasi.(Deris Setiawan,2003,hal 1). Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi yang lebih efisien antar pemakai (mail dan teleconference). Hub merupakan perangkat jaringan yang bekerja di OSI layer 1, Physical Layer. Sehingga dia hanya bekerja tak lebih sebagai penyambung atau concentrator saja, dan hanya menguatkan sinyal di kabel UTP. Karena sifatnya ini, hub tak ubahnya seperti repeater dengan banyak port. Dia tidak mengenal MAC addressing/physical addressing, sehingga tidak bisa memilah data yang harus ditransmisikan, sehingga collision tidak bisa dihindari pada metode kerja si hub ini. Switch merupakan perangkat jaringan yang bekerja pada OSI Layer 2, Data Link Layer. Meski bentuknya serupa dengan hub, tidak sebaiknya menyebutnya dengan istilah switch hub. Switch bukanlah hub. Switch menggunakan MAC Address untuk memilah paket data mana yang akan diteruskan ke port mana. Sekali ada perangkat yang terhubung melalui port tertentu, dia akan mencatatnya pada MAC Address table di memorynya, sehingga punya “ingatan” sederhana untuk meneruskan paket data ke port yang sesuai saja, dan tidak membabi buta layaknya hub. Collision masih mungkin terjadi, namun sudah diminimalisir. Sistem operasi adalah sekumpulan rutin perangkat lunak yang berada diantara program aplikasi dan perangkat keras (Bambang Hariyanto,2006,hal 25). Sistem operasi memiliki tugas yaitu mengelola seluruh sumber daya sistem komputer dan sebagai penyedia layanan. Workstation merupakan node atau host yang berupa suatu sistem komputer. Sistem komputer ini dapat berupa PC atau dapat pula berupa suatu komputer yang besar seperti sistem mini komputer, bahkan suatu mainframe. Workstation dapat bekerja sendiri (stand-alone) dapat pula menggunakan jaringan untuk bertukar data dengan workstation atau user yang lain. ISP Penyelenggara Jasa Internet (disingkat PJI) bahasa Inggris: Internet Service Provider (ISP) adalah perusahaan atau badan yang menyelenggarakan jasa sambungan internet dan jasa lainnya yang berhubungan. Kebanyakan perusahaan telepon merupakan penyelenggara jasa internet. Mereka menyediakan jasa seperti hubungan ke internet, pendaftaran nama domain, dan hosting. METODOLOGI Jaringan komputer yang penulis bangun di MTs Wasilatul Huda Bojonegoro adalah sebuah Workgroup dimana masing – masing komputer mempunyai fungsi dan kemampuan yang hampir sama, baik dalam jaringan maupun stand alone. Penulis sengaja memilih jaringan Workgroup karena spesifikasi yang dimiliki oleh masing – masing komputer adalah sama, sehingga siswa diharapkan dapat menggunakan laboratorium komputer untuk praktek dalam jaringan maupun secara personal. Perangkat lunak atau sistem operasi yang penulis gunkan dalam membangun jaringan ini adalah Microsoft Windiows Xp profesional SP2, sedangkan jaringan yang penulis bangun menggunakan media kabel dan media tanpa kabel (nirkabel). Bentuk atau topologi jaringan yang akan penulis bangun adalah menggunakan topologi Star yang dilengkapi dengan mikrotik . Penulis memillih topologi star karena toplogi ini mudah untuk dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel - kabel yang langsung terhubung ke central node. (Dede Sopandi 2008) Dalam membangun jaringan ini penulis menambahkan mikrotik device untuk memaksimalkan fungsi jaringan khususnya dalam hal keamanan jaringan sehingga jaringan yang penulis bangun ini lebih aman dan stabil tanpa banyak ganguan yang terjadi. Dalam hal ini router mikrotik berfungsi bukan hanya sebagai media sharing internet dan menejemen bandwidth saja tapi juga sebagai pengatur keamanan jaringan dimana hal ini sangat dibutuhkan oleh jaringan lokal untuk menjaga keamanan jaringan lokal sehingga tidak sering terjadi masalah virus dan ganguan dari orang yang ingin merusak sehingga jaringan bisa digunakan dengan lebih maksimal dan nyaman. Sebelum membangun jaringan ini yang penulis harus siapkan adalah beberapa peralatan yang dibutuhkan dalam membangun jaringan internet ini, diantaranya adalah sebagai berikut: a. Komputer Client Di MTs Wasilatul Huda Bojonegoro mempunyai 10 unit komputer client, komputer client yang ada mempunyai spesifikasi sebagai berikut Tabel 3.1 Spesifikasi Komputer client Spesifikasi Keterangan Processor Memory Hard Disk Monitor Intel Pentium IV 1,8 Ghz 512 Mb 20 Gb 15 “ b. Peralatan Jaringan Penulis harus mempersiapkan beberapa peralatan jaringan diantaranya adalah sebagai berikut: Tabel 3.2 Spesifikasi Jaringan Spesifikasi Keterangan Media Transmisi Konektor Switch/hub Router Modem Kabel UTP RJ-45 16 Port Mikrotik RB450 ADSL Instalasi Jaringan Pada tahap ini penulis melakukan intalasi jaringan dari client ke switch/hub maupun jaringan internet yang melewati modem ke router mikrotik. Ada 2 jenis penyambungan dalam jaringan yaitu crossover dan straight - crossover digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama seperti komputer dengan komputer. Adapun susunan kabel UTP untuk crossover adalah putih hijau, hijau, putih orange, biru, putih biru, orange, putih coklat coklat. - Straight digunakan untuk menghubungkan 2 buah device yang berbeda seperti komputer dengan switch/hub. Ada pun urutan kabelnya adalah putih orange, orange, putih hijau, biru, putih biru, hijau, putih coklat, coklat. Dalam instalasi jaringan ini karena semua peralatan/device yang dihubungkan berbeda maka penulis menggunakan jenis kabel straight. Langkah – langkah untuk melakukan intalasi jaringan adalah sebagai berikut: - Pertama penulis membuat sambungan kabel untuk menyambungkan semua perangakat jaringan. Jenis kabel yang penulis gunakan adalah jenis kabel UTP dengan jenis konektor RJ-45 dan jenis sambungan kabel yang penulis gunakan adalah jenis sambungan kabel straight. - Kedua penulis menyambungkan masing-masing PC-Client ke switch/hub dan pastikan semua sambungan benar-benar berfungsi dengan melihat lampu indikator pada switch/hub apakah menyala atau tidak. - Ketiga penulis menyambungkan switch/hub ke router mikrotik dan jangan lupa cek lampu indikator di masing perangkat. - Keempat penulis menyambungkan modem ke router dan cek apakah sambungan kabel sudah berfungsi dengan baik. Instalasi Software Dalam pembangunan jaringan di MTs.Wasilatul Huda Bojonegoro penulis menggunakan sistem operasi Windows XP Service pack 2. langkah pertama yang perlu di persiapkan adalah CD master Windows XP SP2, kemudian mensetting Bios pada Bootsquence tentukan first boot dengan CD kemudian Save. Langkah selanjutnya adalah Booting komputer. HASIL PEMBANGUNAN Jaringan yang telah dibangun adalah sebuah jaringan komputer disekolah yang berfungsi sebagai sarana belajar siswa sekaligus sebagai media layanan internet untuk para siswa. Setelah penulis melakukan instalasi dan konfigurasi pada jaringan yang penulis bangun, langkah selanjutnya penulis akan melakukan uji coba sistem jaringan yang telah dibangun. Di sini penulis akan menguji beberapa hal yaitu pengujian jaringan lokal, dan pengujian jaringan internet dengan fail over serta pengujian manajemen bandwidth. 4.1.1 Pengujian Jaringan Komputer. Pengujian jaringan lokal dilakukan setelah proses intalasi jaringan selesai. Penulis melakukan ping ke router mikrotik dengan alamat 172.16.10.1 jika berhasil maka jaringan siap digunakan. Langkah ini dilakukan dari komputer client dengan memilih menu run yang ada di start menu lalu ketikkan ping 172.16.10.1Setelah selesai melakukan intalasi jaringan yang dibangun maka perlu dilakukan pengujian. Pengujian jaringan lokal juga dilakukan dari router mikrotik dengan cara ping ke salah satu alamat jaringan lokal yaitu 172.16.10.23. Pengujian jaringan internet dilakukan untuk mengetahui apakah jaringan sudah bisa terkoneksi dengan internet atau tidak yaitu dengan cara ping ke alamat gateway dari ISP yaitu 192.68.45.45 dan 192.168.1.1. Setelah dicoba ping ke alamat gateway dari ISP berhasil kemudian coba ping ke salah satu alamat website, misal pig ke google.com. Selain dengan cara ping juga bisa dilakukan dengan cara membuka sebuah alamat website dari web browser, misal buka website google, ketikan saja www.google.com pada address di dalam web browser kemudian klik enter. Pengujian manajemen bandwidth disini dengan menggunakan fasilitas yang ada di router mikrotik yaitu dengan mengunakan winbox. Pada winbox bisa mengatur bandwidth yang didapatkan dari ISP dengan membagi jumlah bandwidth yang diterima dengan jumlah komputer yang dimiliki. Sebelum masuk kedalam winbox, pertama download winbox di internet dengan alamat yang telah di setting sebelumnya. Setelah di download masuk ke dalam winbox dan setting alamat IP yang telah di tentukan sebelumnya, sehingga tidak terjadi IP konflik. Untuk melihat apakah pengaturan bandwidth yang diatur sesuai dengan yang di setting bisa diuji dengan mengunakan tes bandwidth dengan menggunakan media internet. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Pada tugas akhir ini penulis membangun jaringan internet dengan mikrotik di Mts Wasilatul Huda Bojonegoro, penulis dapat menyimpulkan beberapa hal yaitu : 1. Jaringan internet berbasis mikrotik yang dibangun di Mts Wasilatul Huda dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang diinginkan. 2. Jaringan internet berbasis mikrotik sangat memberi kemudahan dan kenyamanan bagi administrator jaringan untuk mengontrol jaringan dan maupun bagi semua pengguna internet dalam menggunakan internet di sekolah. Saran Dari beberapa pengalaman selama mengerjakan tugas akhir pembangunan jaringan internet disekolah, untuk pengembangan lebih baik disarankan : 1. Hendaknya dalam membangun jaringan yang berbasis mikrotik menggunakan kelebihan lain yang dimiliki oleh mikrotik yaitu keamanan jaringan agar lebih terjamin lagi keamanan jaringan yang ada disekolah. Untuk mengatur bandwith hendaknya kita harus benar-benar cermat, harus kita

Desain media pembelajaran mata pelajaran TIK menggunakan aplikasi program WEB page maker V.2. / Zamy Abdulloh Malikul Alam

 

ABSTRAK Rohman, M.Nafsur. Alam, M. Abdulloh Zamy 2009. Desain Pembelajaran Mata Pelajaran TIK Menggunakan Aplikasi Web Page Maker V.2. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dyah Lestari S.T.M.Eng. Kata Kunci : Media Pembelajaran, Website, Web Page Maker V.2 Dewasa ini bidang pendidikan secara umum terpengaruh oleh adanya perkembangan di bidang teknologi. Pengaruh perkembangan tersebut tampak jelas dalam upaya pembaharuan sistem pendidikan dan pembelajaran. Salah satu dalam media pembelajaran. Media pembalajaran sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. Melalui media tersebut seorang siswa diharapkan dapat memahami materi yang diampaikan. Selain itu melalui media diharapkan proses belajar mengajar dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja sehingga siswa tidak hanya monoton belajar di kelas. Sebuah media pembelajaran Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) kelas X Semester I berbentuk website. Penggunaan website ini menggunakan fasilitas Web Page Maker V2 sebagai program utama dan beberapa program pendukung untuk menambah kemenarikan dan keinteraktifan media, yaitu: Macromedia Flash MX 2004, Smartlitle WebQuiz, SWISHmax, dan PDF Converter. Adapun media yang disertakan pada media ini adalah. Operasi Dasar Komputer dan Perangkat Lunak dalam Sistem Informasi. Fungsi, Proses Kerja Komputer dan Peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Ketentuan dan Aturan dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Pada media ini terdapat empat komponen menu utama dalam pembuatannya, yaitu menu home yang merupakan menu utama dan berfungsi mengakomodasi menu lain, menu materi, yang merupakan pembahasan materi TIK kelas X Semester I, menu latihan yang berisi latihan soal yang bersesuaian dengan materi pada menu materi, dan menu nilai yang berisi informasi nilai siswa.Desain media yang sudah terkompilasi, diperkenankan kepada siswa dan guru secara terbatas di SMA Maarif Nu Pandaan Pasuruan untuk mengetahui tanggapan tentang kelayakan, kelengkapan, dan kemenarikan media, tanggapan diperoleh dengan cara menyebarkan angket tertutup kepada guru dan siswa yang terpilih. Dari perkenalan media tersebut diperoleh hasil bahwa media pembelajaran TIK ini dapat diterima oleh guru dan siswa dengan tanggapan baik.

Sistem informasi pendaftaran siswa baru online berbasis WEB dengan PHP pada SMK Negeri 4 Bojonegoro / Kurniawan Arief Fandi

 

Membangun koneksi jaringan komputer berbasis router mikrotik versi 2.9.27 di SMK PGRI 6 Malang / Teguh Santoso

 

ABSTRAK Santoso, Teguh. 2009. Membangun Koneksi Jaringan Komputer berbasis Router Mikrotik di SMK PGRI 6 Malang. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Hary Suswanto, S.T., M.T. Kata Kunci: Membangun Jaringan, Router Mikrotik 2.9.27 Pengembangan jaringan komputer merupakan masalah yang sangat penting sekali di dalam dunia pendidikan saat ini. Hal ini diperlukan karena semakin berkembangnya dunia teknologi di dalam pendidikan sebagai sarana pendukung dalam proses belajar mengajar. Dengan adanya fasilitas internet di SMK PGRI 6 Malang sebagai salah satu sarana Proses Belajar Mengajar (PBM), penggunaan koneksi internet akan dibatasi. Pada saat PBM khususnya mata pelajaran komputer yang tidak memerlukan koneksi internet, maka koneksi internet akan diblokir, akan tetapi apabila KBM yang membutuhkan koneksi internet untuk mencari literatur dari internet, maka koneksi internet diaktifkan kembali. Metode yang digunakan oleh penulis untuk pengembangan jaringan komputer di SMK PGRI 6 Malang dengan pembuatan PC router berbasis mikrotik versi 2.9.27. Dengan memanfatkan fasilitas yang ada pada PC router mikrotik ini, seorang admin dapat memantau segala aktivitas PC client dan memonitoring trafik untuk melihat berapa banyak paket–paket yang dilewatkan pada PC Mikrotik serta dapat membatasi akses internet untuk PC Client sehingga menghindari hal-hal yang menganggu jalannya proses pembelajaran. Selama Proses KBM berjalan, khususnya pada saat Mata Pelajaran komputer yang menggunakan laboratorium komputer untuk praktek siswa, maka harus ada yang memantau segala aktivitas yang berhubungan dengan penggunaan komputer, khususnya penggunaan akses internet. Pada saat guru menerangkan mata pelajaran yang disampaikan, ada beberapa siswa sering kali tidak memperhatikan guru pada saat menjelaskan pelajaran. Siswa sering membuka internet tanpa sepengetahuan guru. Hal ini tentu akan membawa dampak yang sangat buruk terhadap siswa, yaitu akan mengurangi konsentrasi belajar siswa. Selain itu juga akan membawa dampak bagi siswa lain yang tertarik dengan mengakses internet daripada memperhatikan guru yang sedang menerangakan mata pelajaran. Hal ini akan berdampak pada nilai yang didapat oleh siswa. Maka dari itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan harus ada pemantauan segala aktivitas PC Client khususnya di dalam akses internet. Harapan penulis adalah semoga dengan terbangunnya PC router yang ada di SMK PGRI 6 Malang, pemakaian akses internet bisa difungsikan sesuai dengan kebutuhan yang ada. Tanpa menggangu proses KBM yang ada.

Membangun jaringan komputer lokal untuk menunjang kegiatan pembelajaran di SMP Negeri 1 Munjungan / Qurrotul Fuaddiyah

 

ABSTRAK Fuaddiyah, Qurrotul. 2009. Membangun Jaringan Komputer Lokal Untuk Menunjang Kegiatan Pembelajaran di SMPN 1 Munjungan. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektronika, Program Pendidikan Jarak Jauh D-III Teknisi Komputer dan Jaringan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing : Dr. Muladi Kata kunci: Jaringan, LAN, Pembelajaran Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkikan pengguna jaringan komputer dapat melakukan sharing sumber daya. Pada SMPN 1 Munjungan komputer yang digunakan untuk proses pembelajaran masih bersifat individual. Sehingga antara komputer yang satu dengan yang lain belum saling berhubungan. Dalam tugas akhir ini akan dibahas jaringan yang akan dibangun di SMP Negeri 1 Munjungan yaitu berupa jaringan komputer lokal dalam satu ruangan yang digunakan sebagai kegiatan pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Dengan dibangunnya jaringan tersebut akan membantu kegiatan pembelajaran bagi siswa ataupun untuk guru khususnya dalam kegiatan sharing file ataupun printer.

Ekspresi Penerimaan Dan Penolakan Dalam Percakapan Anak-anak Di taman Kanak-Kanak Laboratorium Universitas Negeri Malang / oleh Gumono

 

Sistem informasi keuangan sekolah berbasis WEB pada SMA Shalahuddin Pasuruan / Alif Alfan

 

ABSTRAK Alfan, Alif. 2009. Sistem Informasi Keuangan Sekolah Berbasis Web pada SMA Shalahuddin Pasuruan. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) H. Ahmad Fahmi, S.T., M.T., (II) Didik Dwi Prasetyo, S.T., M.T. Kata kunci: sistem informasi keuangan, web, PHP, MySQL SMA Shalahuddin Pasuruan adalah lembaga sekolah swasta di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Kabupaten Pasuruan. Seiring bertambahnya waktu SMA Shalahuddin Pasuruan mengalami perkembangan yang signifikan. Perkembangan ini menuntut adanya sebuah sarana untuk mempercepat kinerja dan efisiensi dalam administrasi sekolah termasuk juga masalah administrasi keuangan seperti pencatatan iuran bulanan/SPP, honorarium guru dan karyawan, belanja rutin dan lain sebagainya. Untuk itu diperlukan adanya suatu sistem informasi keuangan yang dapat mencatat, memproses, dan menghasilkan sebuah informasi keuangan yang cepat dan aman. Permasalahan yang dibahas dalam tugas akhir ini adalah bagaimana membangun sebuah sistem informasi keuangan berbasis web di SMA Shalahuddin Pasuruan sehingga dapat menyajikan informasi tentang keuangan sekolah mulai dari SPP, penggajian guru dan karyawan, belanja sekolah, hingga informasi tentang saldo yang dimiliki sekolah. Metode kegiatan yang dilakukan dengan mengumpulkan data baik dari observasi, wawancara, dan selanjutnya dilakukan perancangan sistem. Rancangan sistem dimulai dengan menganalisa alur proses kerja sistem yang kemudian digambarkan dalam diagram alir data (Data Flow Diagram singkat DFD), kemudian menyusun database, dan yang terakhir membuat tampilan informasi pada halaman web. Pembuatan sistem informasi keuangan sekolah SMA Shalahuddin Pasuruan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan diinteraksikan dengan database MySQL, kemudian ditampilkan dengan aplikasi web browser. Hasil penelitian ini adalah sebuah sistem informasi keuangan yang berisi informasi-informasi keuangan sekolah meliputi data siswa, data guru dan karyawan, data gaji, data SPP, belanja rutin dan harian, serta informasi saldo. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi keuangan sekolah dapat membantu mempercepat pengambilan keputusan oleh para pembuat keputusan karena informasi keuangan diolah dan dihasilkan lebih cepat, lebih efisien dan efektif daripada cara manual yang membutuhkan banyak tenaga, biaya, waktu, dan tempat. Dari hasil penelitian ini disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya sistem tidak hanya dapat diimplementasikan dalam jaringan lokal intranet namun bisa internet sehingga informasi dapat diakses dari manapun. Pembayaran SPP juga diharapkan bisa secara on-line melalui bank.

Pembuatan NAS (Network Attached Storage) server berbasis Freenas di SMK Negeri 1 Pasuruan / Rakhmad Hadi Nur Santo

 

ABSTRAK (I) Aini, Nur. (II) Santo, Rakhmad Hadi Nur. 2009. Pembuatan NAS(Network Attached Storage) Berbasis FreeNAS di SMK Negeri 1 Pasuruan. Proyek Akhir. Jurusan Teknisi Komputer Jaringan. FakultasTeknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Slamet Wibawanto, M.T. (II) Aripriharta, S.T. Kata Kunci: NAS, FreeNAS, Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, maka akan muncul teknologi-teknologi baru yang mempengaruhi bidang pendidikan. Dengan berkembangnya teknologi yang pesat, maka siswa sebagai peserta ajar juga menuntut adanya kemudahan dalam mengakses data pembelajaran. Pembuatan NAS (Network Attached Storage) di SMK Negeri 1 Pasuruan bertujuan untuk menyediakan layanan penyimpanan data pembelajaran, baik berupa ebook, jurnal elektronik, modul pembelajaran, maupun tugas-tugas individual. Dalam NAS Server terdapat bebagai fasilitas layanan sharing data yaitu FTP, CIFS/Samba, NFS. Dalam mendesain NAS Server ini penulis akan membahas lebih rinci bagaimana mendesain. Langkah pertama dengan menginstal NAS server dengan sistem operasi FreeNAS terlebih dahulu, dilanjutkan dengan konfigurasi dasar untuk memberikan alamat IP pada NAS server. Setelah proses instalasai dan konfigurasi dasar, maka dilanjutkan dengan penambahan disk, mounting disk, mengaktifkan servis samba kemudian user management. Dengan adanya NAS Server maka proses sharing data antarlaboratorium dapat lebih mudah dilakukan. Dan hal ini sangat membantu dalam proses belajar menajar di SMK Negeri 1 Pasuruan.

Membangun jaringan komputer berbasis WIFI untuk layanan internet di SAMP Negeri 13 Malang / Azhar Arranirie

 

Manajemen internet menggunakan mikrotik di SMA Negeri 3 Pasuruan / Latif Abdillah

 

ABSTRAK Abdillah, Latif. 2009. Manajemen Internet Menggunakan Mikrotik di SMA Negeri 3 Pasuruan. Tugas Akhir Program Studi Tekhnik Elektro, Program Ahli Madya, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (Hary Suswanto, ST, MT) Kata Kunci : PC Mikrotik router, internet, manajemen bandwidth Pengembangan internet saat ini sangat tinggi sekali baik untuk mencari informasi, artikel, pengetahuan terbaru atau bahkan hanya untuk chating. Seiring dengan kemajuan tekhnologi tersebut, hendaknya tiap sekolah memiliki sarana untuk mendapatkan berbagai informasi. Dibangunnya laboratorium Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di SMA Negeri 3 Pasuruan maka dikembangkan juga jaringan LAN yang ada di Laboratorium TIK dan office dengan koneksi internet, sehingga guru ataupun siswa dapat dengan mudah dan bebas untuk mengakses informasi yang diinginkan dengan melalui internet. Agar koneksi internet antara laboratorium TIK dan office tidak saling mempengaruhi, maka perlu suatu sistem manajemen internet yang mengatur bandwidth dan proxy. Salah satu prangkat yang dapat memanajemen adalah Router. PC ( Personal computer ) router berbasis mikrotik merupakan alternatif untuk menekan biaya pembelian router pabrikan seperti Cisco, Juniper dan BayNetwork yang harganya masih mahal. Mikrotik sebagai sistem operasi karena memiliki beberapa kelebihan, yaitu lisensinya murah, tidak membutuhkan spesifikasi hardware yang besar, instalasi tidak rumit dan administrasinya mudah. PC router mikrotik mempunyai menu yang dapat gunakan, diantaranya menu yang ada dalam PC router mikrotik tersebut adalah web proxy mikrotik dan bandwidth manajemen. Dalam pengembangan sistem jaringan ini penulis akan membahas lebih rinci bagaimana memanajemen internet menggunakan mikrotik. Langkah pertama dengan menginstal PC router mikrotik, pengaturan router mikrotik, membagi network menjadi dua subnet yaitu IP laboratorium dan IP office. Langkah kedua mengkonfigurasi PC router pada menu queue dan memasukan daftar situs pada acces list di web proxy mikrotik. Berdasarkan langkah-langkah tersebut, maka diperoleh menajemen bendwidth dengan batasan download 64 kbps dan upload 32 kbps pada setiap komputer di laboratorium TIK SMA Negeri 3 Pasuruan. Membatasi user dalam mengakses situs yang sudah di blacklist pada web proxy di PC router mikrotik. Kesimpulan yang dapat diambil dari perancangan dan hasil pengujian adalah sistem manajemen bandwidth menggunakan queue membatasi bandwidth internet download 64 Kbps dan Upload 32 Kbps setiap komputer di laboratorium TIK tidak melebihi batas yang ditentukan. Access list pada web proxy PC router mikrotik di dapat membatasi akses browsing dan searching menggunakan alamat situs dan kata kunci (keyword) yang terdaftar di blacklist web proxy, jika diakses situs dan keywod tersebut muncul keterangan access denied. Dengan melihat hasil yang dicapai, untuk pengembangan lebih lanjut disarankan memperbarui daftar filterisasi alamat situs dan keyword, dan perlu dilakukan upgrade mikrotik ke versi yang terbaru agar mendapatkan penyempurnaan sistem dan stabilitas dari PC Router Mikrotik.

Pemasangan isolator pada GTT 20 KV/380/220 volt / Hermansyah

 

Salah satu peralatan listrik yang sangat penting pada penyaluran tenaga listrik adalah isolator tegangan tinggi yang berfungsi sebagai penyangga kawat salur-an udara dan sebagai penyekat (isolasi) antara kawat tegangan tinggi dengan menara (tower) transmisi Isolator adalah media penyekat antara bagian yang bertegangan dengan bagianyang tidak bertegangan. Fungsi isolator pada SUTT/SUTET adalah untuk mengisolir kawat fasa dengan tower. Pada umumnya isolator terbuat dari porselen atau kaca dan berfungsi sebagai isolasi tegangan listrik antara kawat penghantar dengan tiang.Metode yang digunakan dalam pemilihan isolator adalah adalah membaandingkan isolator baik dari segi bahan, Bahan dielektrik isolator harus memiliki kekuatan dielektrik yang tinggi dan tidak dipengaruhi oleh kondisi disekitarnya. Bahan dielektrik untuk isolator umumunya adalah porselen, karena kekuatan dielektriknya tinggi dan tidak dipengaruhi oleh kondisi disekitarnya. Sampel uji porselen yang tebalnya 1.5 mm, dalam medan elektrik seragam, mempunyai kekuatan elektrik sebesar 22-28 kVrms/mm. Jika tebal porselen bertambah maka kekuatan elektriknya berkurang, karena medan elektriknya didalam isolator semakin tidak seragam. Bila tebal bertambah dari 10 mm hingga 30 mm, kekuatan elektrik berkurang dari 80 kVrms/mm menjadi 55 kVrms/mm. Kekuatan dielektrik porselen pada tegangan implus 50-70% lebih tinggi dari pada kekuatan dielektrik frekuensi daya. Berdasarkan metode yang digunakan didapat kan suatu isolator yang nantinya digunakan dalam pemaangan GTT, yaitu bahan isolator yang terbuat dari porselen, dengan membandingkan bahan isolator yang lain yang juga digunakan dalam GTT, sedangan tipe isolator yang nantiya digunakan adalah isolator jenis Pin 20 kV.

Perancangan dan pembuatan forum diskusi siswa MAN 2 Bojonegoro berbasis WEB / Isnaini Bagus Qomarudin

 

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat maka akan muncul teknologi-teknologi baru yang dapat meningkatkan kepraktisan dan meringankan tugas manusia, perkembangan teknologi tersebut juga mempengaruhi bidang pendidikan. Salah satu teknologi yang paling cepat perkembangannya adalah internet. Siswa sebagai perserta ajar mengetahui bahwa internet merupakan sumber informasi yang selalu update. Siswa juga tahu suatu forum diskusi berbasis web dapat membantu mereka menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan sekolah. Dengan adanya internet, siswa lebih dapat mengenal dunia maya. Siswa juga dapat melihat dunia dan segala informasinya hanya dengan melihat sebuah layar monitor. Setelah perkembangannya, internet menjadi sarana sharing dan chatting. Lembaga Pendidikan menggunakan sarana ini untuk pembelajaran mereka, mereka membangun suatu forum diskusi internal. Terutama di sekolah – sekolah, hasil yang dicapai memuaskan. Siswa dapat melakukan sharing tentang permasalahan dalam bidang pelajaran, atau sekedar mencari teman baru di sekolah mereka, karena di sini institusi atau sekolah sangat besar dan terdiri dari banyak kelas dan ruang. Lembaga atau sekolah yang sudah menerapkan pembelajaran ini adalah sekolah atau lembaga yang sudah maju, terutama di kota – kota besar. PHP merupakan bahasa pemrograman berbasis web yang dibuat dan diperkenalkan oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995 dengan menggunakan nama PHP/FI (Personal Home Page/Forms Interpreter). MySQL adalah aplikasi database yang merupakan paket terintergrasi yang terdiri dari banyak obyek (table, view, stored procedure, trigger, function, security, dll). Database MySQL memiliki sintaks fungsi (login, encrypt, permission, level, dan privilege). Objek-objek yang dimiliki dapat didefinisikan hak akses database. MySQL merupakan database yang berbasis server. Menggunakan database MySQL dapat diakses di dalamnya. Hal ini seperti menggunakan klien MySQL untuk no masuk pada server MySQL. PHP dan MySQL akan digunakan sebagai dasar pembuatan forum diskusi berbasis web. Di MAN 2 Bojonegoro terdapat banyak siswa. Untuk lebih membantu dalam proses belajar dan mengajar maka dibutuhkan forum diskusi berbasis web sebagai sarana sharing proses belajar siswa.

Perbandingan analisa perhitungan anggaran biaya sebagai langkah strategis penentu pendekatan anggaran biaya pelaksanaan (studi kasus proyek pembangunan gedung multimedia SMP N 1 Jetis Ponorogo) / Endah Werdiningtyas

 

ABSTRAK Werdiningtyas, Endah. 2009. Perbandingan Analisa Perhitungan Anggaran Biaya sebagai langkah Strategis Penentu Pendekatan Anggaran Biaya Pelaksanaan. ( Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Multimedia SMP N 1 Jetis Ponorogi ). Proyek Akhir, Program Studi Teknik Sipil dan Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Imam Alfianto, S. T., M, T. Kata kunci : anggaran biaya, perbandingan analisa Pembangunan gedung multimedia SMP N 1 Ponorogo dilaksanakan oleh pihak sekolah sendiri atau swakarya dan anggaran biaya penghitungannya dibantu oleh pihak konsultan CV.Lintang Bangun Raya dengan menggunakan analisa biaya SNI ( Standart Nasional Indonesia ). Pelaksanaan proyek bisa dikatakan berjalan baik apabila biaya yang dipakai selama proses pelaksanaan tidak melebihi jumlah yang direncanakan. Proyek akhir ini bertujuan untuk mengetahui berapakah perbandingan antara anggaran biaya proyek dengan analisa Mukomoko, SNI 2002 dan A.Soedrajat. Data diperoleh dengan cara melakukan wawancara dan observasi. (pengamatan secara langsung ). Pengumpulan data dilakukan dua tahap, tahap pertama data dikumpulkan dengan metode wawancara untuk memperoleh data tentang anggaran biaya, harga bahan, dan upah verja. Tahap kedua data dikumpulkan dengan metode observasi dan wawancara untuk mengetahui besarnya biaya pekerjaan yang meliputu volume pekerjaan, harga bahan dan harga satuan pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan Perhitungan pada proyek anggaran yang ada sebesar Rp. 435.434.000,- ( empat ratus tiga puluh lima juta empat ratus tiga puluh empat ribu rupiah ). Pada Mukomoko Rp 586,902,000,- ( lima ratus delapan puluh enam juta sembilan ratus dua ribu rupiah ), pada SNI 2002 Rp 447,078,000,- ( empat ratus empat puluh tujuh juta tujuh puluh delapan ribu rupiah ), A. Soedrajat Rp 236,477,000,- ( dua ratus tiga puluh enam juta empat ratus tujuh puluh tujuh ribu rupiah ). Berdasarkan hasil penelitian perbedaan anggaran biaya proyek dengan analisa Mukomoko, SNI 2002 dan A.Soedrajat adalah perbedaan koefisien dan cara perhitungannya. Dan dengan hasil yang didapatkan dari ke tiga analisa tersebut analisa SNI 2002 lah yang mendekati analisa Proyek.

Sistem penerimaan tenaga kerja oleh PT. Ideal Ciptapersada pada pelaksanaan proyek pembangunan kantor bursa saham PT. Vhakti Securities Malang / Andrik Piono

 

Dalam pelaksanaan pembangunan proyek, salah satu unsur terpenting adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Pada pelaksanaan Proyek Pembangunan Kantor Bursa Saham PT. Bhakti Securities Malang aspek SDM merupakan unsur penting. Oleh karena itu sistem penerimaan tenaga kerja harus merupakan prioritas utama karena akan mempengaruhi keberhasilan pembangunan gedung tersebut. Tujuan studi lapangan ini untuk mengetahui sistem penerimaan tenaga kerja, yang meliputi: (1) cara mengisi formasi tenaga kerja, (2) proses pelaksanaan seleksi, dan (3) penempatan tenaga kerja. Objek studi lapangan adalah Pelaksanaan Proyek Pembangunan Kantor Bursa Saham PT. Bhakti Securities Malang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode interview/tanya jawab untuk memperoleh data tentang cara mengumumkan kebutuhan tenaga kerja, seleksi penerimaan tenaga kerja, dan sistem penempatan tenaga kerja, metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data struktur organisasi proyek dan jenis klasifikasi dan kualifikasi tenaga kerja. Kesimpulan ditarik melalui pengkajian hasil pengumpulan data lapangan dan kajian pustaka. Hasil studi lapangan dapat disimpulkan: (1) sesuai dengan klasifikasi tenaga kerja ada dua jenis untuk tenaga kerja kontrak dan tenaga kerja musiman. Tenaga kerja kontrak Proyek Manajer (PM), Site Manajer (SM), Administrasi, dan Pelaksana di rekrut oleh PT. Ideal Ciptapersada. Sedangkan untuk Mandor, Tukang, dan Pekerja di rekrut oleh Pelaksana. (2) Proses seleksi penerimaan tenaga kerja terdapat spesifikasi tes dan proses wawancara yang harus dipenuhi oleh pelamar kerja. Spesifikasi tes tersebut diantaranya potensi akademik, sikap terhadap pekerjaan, keterampilan, kepribadian, serta kesehatan dan fisik. Dilakukan juga proses wawancara pada waktu seleksi dilaksanakan. (3) Penempatan tenaga kerja yaitu dengan menyesuaikan tenaga kerja dengan jabatan yang akan dipegangnya. Hal ini berdasarkan pada kebutuhan jabatan dan pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan kepribadian tenaga kerja tersebut. Keputusan mengenai penempatan dimaksudkan untuk menempatkan tenaga kerja yang tepat pada jabatan yang tepat. Sehingga dalam melakukan pekerjaan tidak terjadi tumpang tindih tugas dan tanggung jawab.

Studi pelaksanaan pekerjaan dan analisa biaya pelat lantai dan balok pada proyek pembangunan ruko Mertojoyo Utama jln. Mertojoyo Selatan No. 83 Malang / Septian Jaka Lesmana

 

Pada era globalisasi ini pembangunan gedung, ruko (rumah bertoko) maupun rumah tinggal difokuskan untuk meluaskan bangunan kearah vertikal daripada kearah horizontal. Hal ini dikarenakan lahan yang ada semakin sempit serta disebabkan adanya kemajuan teknologi dalam bidang konstruksi bangunan. Dengan dibuatnya bangunan bertingkat diharapkan menjadi alternatif untuk mengatasai keterbatasan lahan khususnya di kota-kota besar, serta dapat berfungsinya kemajuan ilmu dan teknologi dalam bidang konstruksi bangunan tersebut, dan kita dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif serta mampu menerapkan ilmu dan teknologi secara nyata di lapangan dengan cermat. Seperti kita ketahui bahwasanya bangunan bertingkat membutuhkan balok dan pelat sebagai dasar untuk lantai 2, 3 dan seterusnya. Karena balok merupakan bagian struktur yang berfungsi untuk menahan gaya lentur sedangkan pelat berfungsi sebagai lantai pada lantai 2, 3 dan seterusnya. Maka dalam pelaksanaannya balok dan pelat membutuhkan ketepatan dan ketelitian, sehingga pelaksana dan mandor harus jeli dan teliti dalam pengawasan pekerjaan ini. Studi pelaksanaan ini bertujuan untuk mengetahui tahap pelaksanaan pekerjaan pelat lantai dan balok pada Proyek Pembangunan Ruko Mertojoyo Utama Jalan Mertojoyo Selatan No. 83 Malang, serta bagaimana metode pelaksanaan penulangan, bekisting, pengecoran, perawatan, pembongkaran bekisting dan menganalisa biaya pekerjaan pelat lantai dan balok. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui teknik observasi (pengamatan), Interview (tanya jawab), dan dokumentasi. Dari hasil studi lapangan pelaksanaan pekerjaan pelat lantai mengenai pekerjaan penulangan, bekisting, pengecoran, perawatan dan pembongkaran bekisting secara umum sudah memenuhi persyaratan yang berlaku namun pada proses pengikatan tulangan dengan menggunakan kawat bendrat tidak dilakukan dengan cara pangikatan berkait. Waktu pembongkaran bekisting hendaknya diperhitungkan, karena pembongkaran bekisting dilakukan terlalu cepat dapat mempengaruhi mutu beton. Proses pembongkaran bekisting hendaknya tidak menggunakan alat-alat yang dapat memberikan gaya tarik yang besar. Hal ini tidak sesuai dengan kajian pustaka yang ada. Berdasarkan studi lapangan ini dapat disarankan agar dilakukan pengawasan yang lebih teliti pada pelaksanaan pekerjaan pelat lantai dan balok serta rencana anggaran biaya, sehingga pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Studi pelaksanaan pekerjaan kolom dan balok baja pada pembangunan office dan DC Indomaret di jalan Mayjend Sungkono Buring, Malang / Nofiyanto Maulidi

 

Kolom dan balok merupakan struktur kontruksi bangunan yang sangat penting karena memikul dan mendistribusikan beban ke pondasi yang berada di bawahnya. Pada saat ini merial baja telah banyak digunakan di Indonesia mengingat material ini ramping, ringan, kuat dan dapat digunakan pada bangunan yang memakai bentang panjang. Studi lapangan ini bertujuan untuk mengetahui dan metode pelaksanaan pekerjaan kolom dan balok baja, memahami dan mengetahui tahapan-tahapan metode sambungan pada kolom dan balok baja, serta mengetahui kekurangan dan kelebihan pemakai baja dibandingkan dengan beton bertulang dari segi biaya dan waktu pelaksanaan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui cara observasi lapangan, tanya jawab dan dokumentasi. Dalam proyek pembangunan office da DC Indomaret ini menggunakan baja WF, HB, CNP dengan mutu baja BJ 37 sebagai syarat-syarat tegangan yang diizinkan pada proyek ini. Alat berat yang digunakan untuk pekerjaan pemasangan kolom dan balok baja adalah mobile craine karena mengingat tinggi bangunan dapat dijangkau oleh lengan crane . Pelaksanaan pekerjaan kolom baja dilaksanakan setelah pembuatan pedestal kolom yang berfunsi sebagai tumpuan kolom baja. Pada celah-celah pertemuan antara kolom baja dan pedestal kolom diberi adukan encer (grouting) yang bertujuan untuk kedataran elevasi kolom baja. Setalah pekerjaan kolom baja selesai dilanjutkan dengan pekerjaan pemasangan balok baja yang tidak jauh berbeda dengan pekerjaan kolom baja hanya pada pekerjaan ini memakai tali kekang untuk mengatur penempatan balok dan menghindari tumbukan antara balok dan kolom baja yang telah terpasang sebelumnya. Perawatan baja dilakukan dengan cara pengecatan agar baja terproteksi dari karat dan korosi. Pekerjaan sambungan dilakukan dengan alat penyambung baut dengan jenis dan mutu baut HTB A 325 namun, baut tidak memakai cincin (ring) sehingga dapat menyebarkan bebannya secara merata pada daerah profil yang lebih luas pada profil yang akan disambung dan alat untuk mengencangkan menggunakan kunci inggris atau kunci pas serta las elektroda 70 ksi untuk sambungan yang memerlukan pelat tambahan. Kekurangan dan kelebihan baja dengan beton bertulang pada area office di proyek ini diketahui dengan melihat Rencana Anggaran Biaya(RAB) pada proyek sebesar Rp. 1.162.089.081,00 dan analisis beton bertulang sebesar Rp. 248.741.866,00. Sedangkan dari segi waktu pelaksanaan baja pada proyek ini memakan waktu 5 hari dan beton bertulang memakan waktu 28 hari. Hal ini membuktikan material beton mempunyai kelebihan dari segi waktu dan mempunya kekuranngan darisegi biaya. Dari studi ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa perbedaan antara pedoman teori dengan pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Berdasarkan studi ini disarankan agar pelaksana lebih memperhatikan persiapan dan perlengkapan untuk pelaksanaan pemasangan kolom dan balok baja, agar dapat menunjang pelaksanaan pekerjaan di lapangan. pekerjaan pemasangan kolom dan balok baja pada proyek ini seharusnya memperhatikan pekerjaan sambungan. Terutama pada alat penyambung baut yang tidak menggunakan cincin (ring) guna membuat sambungan lebih stabil. Untuk area office pada proyek ini hendaknya menggunakan material beton bertulang, karena material ini lebih menghemat biaya pelaksanaan walaupun waktu pelaksanaan lebih lama dibandingkan bila menngunakan baja namun, hal tersebut dapat diatasi dengan penambahan zat aditif yang baik pada campuran beton sehinga mempercepat proses pengerasan beton.

Perlakuan akuntansi akun pendapatan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Blitar / Ria Indrawasih

 

Dengan adanya pendapatan yang diterima perusahaan, maka diperlukan akuntansi yang baik dalam rangka pengelolaan penerimaan pendapatan keuangan. Agar dalam pencatatan dan pelaporan dapat menyediakan informasi yang tepat. Penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan pendapatan atas penjualan air dan non air pada Perusahaan Daerah Air Minum Kota Blitar. Khususnya atas pencatatan, pengakuan dan pelaporan pendapatan dalam laporan keuangan. Metode pengambilan data menggunakan metode (1) Metode wawancara dan Tanya jawab (2) Metode Dokumentasi. Wawancara dan Tanya jawab dilakukan dengan Kasie Bagian Umum yang memberikan penjelasan khususnya tentang gambaran umum perusahaan dan dengan Kasie Bagian Akuntansi yang memberikan penjelasan tentang akun pendapatan perusahaan. Metode dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan data-data yang mendukung atas akun pendapatan, cara atau pedoman perusahaan dalam melakukan pencatatan, pengakuan dan laporan pendapatan. Berdasarkan hasil evaluasi disimpulkan pendapatan Perusahaan Daerah Air Minum dihasilkan dari penjualan air dan non air. Pendapatan dalam perusahaan dicatat dengan menggunakan metode actual basis dan kemudian dilaporkan ke dalam laporan keuangan perusahaan. Namun dalam laporan keuangan pendapatan perusahaan mengalami kerugian yang diakibatkan atas tingginya piutang pelanggan yang banyak menunggak. Berdasarkan hasil evaluasi dapat disarankan bahwa untuk mengurangi kerugian pendapatan perusahaan. Hendaknya dalam melakukan pencatatan atas pendapatan dilakukan dengan menggunakan metode cash basis. Mungkin dengan metode cash basis akan menurunkan saldo kerugian perusahaan.

Pelaksanaan strategi penetapan harga pada PT. PLN (Persero) UPJ Blitar / Khafid Imaduddin

 

Penerapan pelayanan terhadap debitur BMT - PSU (Perdana Surya Utama) / Gafriel Minggus Arjanggi

 

ABSTRAK Arjanggi, Gafriel Minggus. 2009. Penerapan Pelayanan terhadap Dibitur Baitul Maal Wat Tamwil Perdana Surya Utama Malang. Tugas Akhir, Program Studi D-III Manajemen Pemasaran, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Sarbini. Kata kunci : pelayanan, nasabah. Untuk penulisan Tugas Akhir ini telah dilaksanakan Praktek Kerja Lapangan di BMT Perdana Surya Utama, pada 4 Februari 2009 – 27 Februari 2009. Selanjutnya dengan ini penulisan bisa mendapatkan pengalaman yang lebih banyak dan mengerti tentang bank tersebut. Penulisan ini bertujuan untuk mendiskripsikan pelayanan yang diberikan BMT Perdana Surya Utama antara lain syarat dan prosedur pengajuan pembiayaan, strategi pelayanan pembiayaan serta kebijakan yang diberikan BMT Perdana Surya Utama terhadap nasabah yang melakukan penunggakan pembiayaan. Suatu perusahaan untuk dapat mencapai sukses dalam pesaingan adalah dengan berusaha mencapai tujuan mempertahankan nasabahnya, dan bagaimanapun perusahaan harus bisa menarik perhatian nasabahnya agar tetap menjadi nasabah yang setia pada perusahaan tersebut. Berbagai macam cara yang digunakan perusahaan yaitu dengan memberi sedikit keringanan bagi hasil pada akhir pengambilan jaminan yang telah dimasukkan untuk meminjam sebuah sejumlah uang. Perusahaan juga memberi kelonggaran waktu buat nasabah agar bisa melunasi atau mengangsur pinjaman mereka agar jaminan mereka tidak diambil oleh perusahaan, tapi dengan waktu antara satu sampai dua bulan saja dan jika nasabah tidak bisa melunasinya maka dengan terpaksa jaminan mereka akan diambil perusahaan. Studi lapangan ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara kerja perusahaan dan prosedur perusahaan. Metode pengumpulan data yaitu dengan cara wawancara kepada direktur perusahaan tersebut, selain itu juga dengan menganalisis data-data yang sudah ada, dengan memeriksa kelengkapannya. Hasil studi pelaksanaan tersebut adalah mengetahui cara-cara mengajukan pembiayaan dari nasabah yang datang mengajukan pembiayaan sampai nasabah pulang membawa pulang uang. selain itu juga nasabah yang belum memenuhi persyaratan maka nasabah tersebut juga belum bisa mencairkan uang dalam waktu satu hari.

Pelaksanaan strategi pemasaran dalam rangka meningkatkan volume penjualan produk jasa pada Mal Olympic Garden (MOG) Malang / Ardissa Majiid

 

ABSTRAK Majiid, Ardissa. 2009. Pelaksanaan Strategi Pemasaran dalam Rangka Meningkatkan Volume Penjualan Produk Jasa pada Mal Olympic Garden (MOG) Malang. Tugas Akhir, Jurusan Manajemen Program Studi Diploma III Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Agus Hermawan, M.Si. Grad Dip Mgt, M.Bus. Kata kunci: pemasaran, strategi pemasaran Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh para pengusaha dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang dan untuk mendapatkan laba. Strategi pemasaran dalam hal ini menentukan langkah-langkah yang akan diambil perusahaan untuk memastikan bahwa produknya diterima oleh pasar. Akibat berkembangnya pengetahuan konsumen yang mengakibatkan timbulnya kebutuhan baru dan keinginan yang lebih tinggi dari konsumen, maka muncullah orientasi pemasaran yang didukung oleh konsep baru dalam bidang pemasaran yaitu, konsep pemasaran. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pemasaran yang ada pada Mal Olympic Garden (MOG) Malang. Terdapat tiga masalah yang dikaji yaitu: (1) Bagaimana strategi pemasaran yang dilakukan oleh Mal Olympic Garden (MOG) Malang, (2) Apakah faktor pendukung dan penghambat strategi pemasaran pada Mal Olympic Garden (MOG) Malang, (3) Bagaimana solusi yang diterapkan oleh Mal Olympic Garden (MOG) Malang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pemasaran pada Mal Olympic Garden Malang sudah terlaksana dengan baik. Akan tetapi masih ada hal-hal tertentu yang harus lebih diperhatikan dan juga diperbaiki agar bisa lebih unggul dalam dunia persaingan antar pusat perbelanjaan. Sehingga hal tersebut juga dapat menarik minat konsumen lebih banyak untuk melakukan perbelanjaan di Mal Olympic Garden (MOG) Malang. Dalam keseluruhan permasalahan yang sudah dibahas dan diuraikan, dapat ditarik kesimpulan bahwa (1) Strategi pemasaran Mal Olympic Garden (MOG) Malang dijabarkan dalam program pemasaran melalui bauran pemasarannya sebagai tindakan yang lebih rinci, program pemasaran tersebut meliputi kebijakan dalam hal produk (product), harga (price), tempat (place), dan pelayanan, (2) Faktor pendukung strategi pemasaran pada Mal Olympic Garden (MOG) Malang yaitu, adanya produk yang bervariatif, peningkatan pendapatan masyarakat, dan perkembangan teknologi. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu, persaingan diantara perusahaaan, anggapan yang salah tentang harga, dan perubahan selera konsumen (3) Solusi yang diterapkan oleh Mal Olympic Garden (MOG) Malang yaitu, dengan cara menggunakan metode-metode tertentu yang tidak dimilki oleh pesaing-pesaing yang ada, menggunakan harga-harga yang tidak terlalu mahal, dan mencari tahu keinginan para konsumen saat ini. Dari kesimpulan tersebut dapat disarankan bahwa (1) Bagian pemasaran di Mal Olympic Garden (MOG) Malang seharusnya dalam melakukan promosi dilakukan secara konsisten dan jelas, (2) Mencari ide-ide dan metode-metode baru dalam komunikasi pemasaran di Mal Olympic Garden Malang, (3) Menggunakan fasilitas website dengan efektif, sehingga dapat menarik konsumen lain yang berada diluar Kota Malang.

An Analysis Of The Elementary School English Tecbooks / by Yandri

 

Upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa melalui model siklus belajar dalam pembelajaran IPS kelas IV SDN gempol Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk / Afif Kurniawan

 

ABSTRAK Kurniawan, Afif. 2008. Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Siklus Belajar Dalam Pembelajaran IPS Kelas IV SDN Gempol Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. H. Hadi Mustofa, M. Pd., (II) Dra. Sri Nuryati, M. Pd. Kata Kunci: Motivasi, Model Siklus Belajar , Hasil belajar, Pembelajaran IPS Penelitian dengan judul upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa melalui model siklus belajar dalam pembelajaran IPS Kelas IV SDN Gempol Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk memiliki latar belakang, bahwa selama proses belajar mengajar berlangsung, motivasi dan hasil belajar siswa dalam pelajaran IPS masih rendah, hal ini tampak kurangnya prestasi dan hasil belajar siswa mencapai 18,5%. Siswa belum siap menerima materi baru, hal ini ditandai siswa cenderung diam dan tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru. Ketika siswa mengemukakan gagasan, belum menunjukkan kelancaran menanggapi masalah dan materi Penelitian ini bertujuan (1) untuk mendeskripsikan model Siklus Belajar dalam meningkatkan motivasi dalam pembelajaran IPS di kelas IV, (2) menge-tahui peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS melalui model siklus belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu. Rancangan yang tindakan kelas dengan dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari (a) Perencanaan, (b) Pelaksanaan, (c) Observasi, dan (d) Refleksi. Instrument yang digunakan adalah (a) Pedoman Observasi, (b) Tes, (c) Angket, (d) Pedoman Wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, Berdasarkan hasil siklus I dan silus II menunjukkan bahwa penerapan model siklus belajar meningkatkan motivasi belajar siswa. Dari hasil penilaian motivasi siswa pada siklus I yang me-miliki motivasi tinggi 10 siswa prosentasenya 37,5%, motivasi sedang 12 siswa de prosentasenya 44%, dan motivasi rendah 5 siswa prosentasenya 18,5%. Pada si-klus II tingkat motivasi tinggi mencapai 10 siswa prosentasenya 37,5%, motivasi sedang 12 siswa prosentasenya 44%, dan motivasi rendah 5 siswa prosentasenya 18,5%. Kedua, Berdasarkan pada kegiatan akhir pembelajaran siklus I dan siklus II maka model siklus belajar dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dari hasil tes formatif pada siklus I dapat diketahui bahwa prosentase hasil belajar siswa mencapai 50%, yang tuntas 14 siswa dan yang tidak tuntas 13 siswa. Sedangkan pada tes formatif siklus II dapat diketahui bahwa pro-sentase hasil belajar siswa mencapai 85,2%, yang tuntas 23 siswa dan yang tidak tuntas 4 siswa Kesimpulan penelitian ini adalah ( 1) Penerapan model siklus belajar dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS kelas IV SDN Gempol. (2) Penerapan model siklus belajar dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS kelas IV SDN Gempol.

Pengaruh faktor eksternal terhadap proses keputusan pembelian untuk menggunakan jasa warung internet (survei pada pengguna jasa warnet Raya Dinoyo Net Malang) / Rahmat Setiawan

 

ABSTRAK Setiawan, Rahmat. 2008. Pengaruh Faktor Eksternal Terhadap Proses Keputusan Pembelian Untuk Menggunakan Jasa Warung Internet (warnet) (survei pada pengguna Warnet Raya dinoyo Net Malang), Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) DR. Ery Tri Djatmika R.W.W., M.A., M.Si, (II) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si. Kata kunci: Faktor Eksternal, Proses Keputusan Pembelian. Dewasa ini, kemajuan zaman dan pertumbuhan perekonomian yang cukup tinggi mengakibatkan peningkatan taraf hidup rakyat dan juga persaingan dalam bisnis termasuk bisnis jasa. Keputusan dalam melakukan pembelian merupakan hal yang sangat komplek terjadi melalui proses yang sangat panjang. Pada dasarnya keputusan untuk melakukan selalu muncul dan diawali oleh adanya rasa ingin tahu akan kebutuhan terhadap suatu produk, baik berupa barang atau jasa. Beberapa dari faktor yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian dapat dikendalikan oleh penjual, tetapi beberapa faktor lain tidak dapat dikendalikan. Jika dilihat dari kebutuhan konsumen, dapat timbul dengan sendirinya karena faktor psikologis, dan juga disebabkan karena adanya kebutuhan lain yang bersifat tersembunyi yang akan muncul apabila didorong oleh faktor budaya, kelas sosial, kelompok referensi dan peran keluarga. Dengan kata lain keputusan pembelian suatu produk baik barang maupun jasa disebabkan karena pengaruh faktor-faktor eksternal dan internal. Salah satu cara dalam memahami kebutuhan dan keinginan konsumen adalah dengan menganalisis faktor eksternal. Menurut Swastha dan Handoko (2000:58) “faktor lingkungan eksternal yang mempengaruhi perilaku konsumen, yaitu : (1) kebudayaan, (2) kelas sosial, (3) kelompok referensi, (4)keluarga.” Faktor eksternal dipilih karena dalam proses keputusan pembelian, konsumen seringkali dipengaruhi faktor kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi dan keluarga. Akhirnya tercipta suatu keputusan untuk mengadakan pembelian. Bagi perusahaan, faktor eksternal memiliki arti penting dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Perusahaan memperoleh informasi yang berharga dari faktor eksternal yang berhubungan dengan apa dan bagaimana yang diinginkan konsumen sehingga jika perusahaan mempunyai kemampuan dalam menganalisa perilaku konsumen, pada akhirnya keuntunganlah yang diperoleh perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor eksternal terhadap proses keputusan pembelian untuk menggunakan jasa Warnet Raya Dinoyo Net Malang.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kebudayaan (X1), kelas sosial (X2), kelompok referensi (X3) dan keluarga (X4)Sedangkan variabel terikatnya adalah proses keputusan pembelian (Y). Populasi penelitian ini adalah pengguna jasa warnet Raya Dinoyo Net Malang, Kemudian dengan menggunakan rumus Infinite Population, diperoleh jumlah sampel sebanyak 73 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Probability Sampling dengan menggunakan instrumen kuesioner. Skala yang digunakan adalah skala Likert dengan 5 (lima) pilihan jawaban. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dokumentasi, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Sedangkan untuk menguji kelayakan regresi, dilakukan uji asumsi klasik, dan keseluruhan analisis ini menggunakan bantuan program SPSS 12.0 for Windows. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Faktor eksternal yang meliputi kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi dan keluarga mempunyai pengaruh terhadap proses keputusan pembelian konsumen untuk menggunakan jasa Warnet Raya Dinoyo Net Malang. (2) Terdapat pengaruh signifikan Faktor eksternal yang meliputi kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi dan keluarga terhadap proses keputusan pembelian konsumen untuk menggunakan jasa Warnet Raya Dinoyo Net Malang. (3) Terdapat pengaruh signifikan Faktor eksternal yang meliputi kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi dan keluarga secara simuktan terhadap proses keputusan pembelian konsumen untuk menggunakan jasa Warnet Raya Dinoyo Net Malang. (4) Berdasarkan koefisien beta masing-masing variabel bebas maka dapat disimpulkan bahwa kebudayaaan merupakan variabel yang dominan berpengaruh terhadap proses keputusan pembelian konsumen untuk menggunakan jasa Warnet Raya Dinoyo Net Malang.

Kutharaja sebagai ibukota kerajaan Singhasari tahun 1144 - 1170 caka: tinjauan geohistori / Dhanang Tri

 

ABSTRAK Hatmaji, Dhanang Tri. 2008. Kutharaja Sebagai Ibukota Kerajaan Singhasari Tahun 1144 -1170 Caka : Tinjauan Geohistori. Skripsi. Program Studi Pendidikan Sejarah Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Blasius Suprapta, M. Hum, (II) Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati, M. Hum. Kata Kunci: Kutharaja, Singhasari, Ibukota, Geohistori. Penelitian ini didasari oleh permasalahan bahwa Kutharaja sebagai ibukota kerajaan Singhasari berada di daerah Dataran Tinggi Malang dan diapit oleh dua sungai, yaitu Sungai Brantas di sebelah barat dan Sungai Bango di sebelah timur. Dataran Tinggi Malang mempunyai peranan penting bagi kemunculan, pertumbuhan dan perkembangan kerajaan-kerajaan besar di Dataran Tinggi Malang. Kerajaan besar pada masa kuno di wilayah Malang di antaranya adalah kerajaan Singhasari. Kerajaan Singhasari berada di DataranTinggi Malang yang secara geografis dipagari oleh pegunungan dan Sungai Brantas yang mengitarinya. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini meliputi beberapa hal sebagai berikut. Pertama, mengetahui letak Kutharaja sebagai ibukota kerajaan Singhasari. Kedua, mengetahui kondisi lingkungan geografis daerah Dataran Tinggi Malang. Ketiga, mengetahui sumber daya lingkungan geografis dan artefaktual yang terdapat di Kutharaja, yang membuktikan daerah tersebut merupakan bekas ibukota Kerajaan Singhasari. Keempat, untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan geografis alamiah dengan pemilihan Kutharaja sebagai ibukota kerajaan Singhasari. Pendekatan yang digunakan untuk mengkaji Kutharaja sebagai ibukota Singhasari adalah pendekatan kualitatif yang berusaha mengungkapkan permasalahan secara menyeluruh dan sesuai dengan konteks. Penelitian ini deskriptif- geohistori, sehingga memerlukan observasi untuk pengumpulan data dan. Obyek terteliti dalam penelitian ini adalah lingkungan geografis alamiah Kutharaja dan artefaktual yang terdapat di Kutharaja. Metode observasi harus digunakan untuk jenis penelitian diskriptif-geohistori dan menggunakan ilmu bantu berupa arkeologi-ruang untuk menjawab rumusan masalah yang keempat, yakni dengan membuat analisis secara sistematis dan akurat mengenai hubungan kondisi lingkungan geografis daerah Dataran Tinggi Malang dengan penentuan Kutharaja sebagai ibukota kerajaan Singhasari. Hasil penelitian ini sebagai berikut. Pertama, Kutharaja sebagai ibukota Kerajaan Singhasari terletak di daerah Dataran Tinggi Malang, Kutharaja diapit oleh dua sungai, yakni Sungai Bratas di sebelah Barat dan Sungai Bango di sebelah Timur, yang dimasa sekarang secara administratif berada di Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kodya Malang. Kedua, Daerah Dataran Tinggi Malang dikelilingi oleh gunung-gunung, sehingga sangat strategis dan ideal untuk tempat didirikannya suatu kerajaan, seperti kerajaan Singhasari . Ketiga, di daerah Kutharaja terdapat sumber daya lingkungan geografis, seperti sungai, lahan yang datar, dan jenis tanah regosol. Selain sumber daya lingkungan ii geografis tersebut di daerah Kutharaja juga terdapat artefaktual, seperti gua pertapaan, arca dwarapala, batu candi, batu lumpang, batubata kuno, batu pipisan, batu gilas, patirtan, dan parit. Keempat, Daerah Kutharaja termasuk daerah aliran sungai Brantas yang memiliki ketinggian dibawah 500 meter dari atas permukaan air laut (450 meter dpl), dan Kutharaja merupakan daerah celah gunung api yang mengelilingi Dataran Tinggi Malang. Jenis tanah yang terdapat di daerah Kutharaja adalah jenis tanah regosol. Tanah regosol sangat identik dengan tanah Brahmana, tanah yang ideal dan dianggap suci untuk didirikannya ibukota seperti yang tersebut dalam kitab Manasarashipa Sastra dan Silpa Prakarsa. Saran-saran yang dapat disumbangkan berkaitan dengan tubuh keilmuan dan masalah praksis. Bertalian dengan tubuh keilmuan yang mewadahi penelitian ini, yaitu geohistori, hasil penelitian ini dapat lebih diperdalam lagi, yakni dengan cara mengkaji perpindahan ibukota kerajaan Singhasari dari Kutharaja menuju Singosari (dimasa sekarang). Adapun kaitannya dengan masalah praksis, disarankan agar hasil penelitian tentang Kutharaja sebagai ibukota kerajaan Singhasari ini dapat disosialisaaikan ke publik.

Pengaruh gaya kepimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja melalui kepercayaan karyawan pada atasan (Studi pada karyawan PT. Semanggimas Sejahtera Kota Surabaya cabang Kediri) / Ahmad Fauzy

 

ABSTRAK Fauzy, Ahmad. 2009. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Kepuasan Kerja melalui Kepercayaan karyawan pada atasan (Studi pada Karyawan PT. Semanggimas Sejahtera Kota Surabaya Cabang Kediri). Skripsi, Jurusan Manajemen Program Studi S-1 Manajemen Konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: 1) Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed, M.Si; Drs. Sarbini. Kata kunci : gaya kepemimpinan transformasional, kepercayaan karyawan pada atasan, dan kepuasan kerja. Peran pimpinan dalam suatu perusahaan/organisasi sangat dominan dalam sebuah organisasi, peranan yang dominan tersebut dapat mempengaruhi moral, kepuasan kerja, keamanan, kualitas kehidupan kerja, tingkat prestasi suatu organisasi. Gaya kepemimpinan transformasional merupakan faktor penentu yang mempengaruhi sikap, persepsi, dan perilaku karyawan di mana terjadi peningkatan kepercayaan kepada pemimpin, motivasi, kepuasan kerja dan mampu mengurangi sejumlah konflik yang sering terjadi dalam suatu organisasi. Kepuasan kerja merupakan salah satu topik yang senantiasa menarik dan dianggap penting, baik oleh ilmuwan maupun praktisi, karena kepuasan kerja dipandang dapat mempengaruhi jalannya organisasi secara keseluruhan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran deskriptif mengenai gaya kepemimpinan transformasional, kepercayaan karyawan pada atasan, kepuasan kerja, serta pengaruh secara langsung gaya kepemimpinan transformasional terhadap kepercayaan karywan pada atasan dan kepuasan kerja, maupun secara tidak langsung melalui kepercayaan karyawan pada pimpinan di PT. Semanggimas Sejahtera Kota Surabaya Cabang Kediri. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui pengaruh-pengaruh tersebut dilakukan dengan analisis jalur (path analysis) dengan bantuan SPSS 15.00 for windows, dengan taraf signifikansi 5%. Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan dangan data yang diperoleh dari menyebarkan angket tertutup yang menggunakan Skala Linkert. Instrumen penelitian ini menggunakan item-item dari penelitian terdahulu yang telah teruji. Namun demikian, uji validitas dan reliabilitas tetap dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas data yang diperoleh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan produksi PT. Semanggimas Sejahtera Kota Surabaya Cabang Kediri yang berjumlah 550 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik sampel acak (random sampling), dimana jumlah sampel didapat dengan menggunakan rumus Slovin. Berdasarkan teknik dan rumus Slovin tersebut, maka peneliti menetapkan nilai presisi (kelonggaran ketidakpastian kerena kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditolelir) sebesar 10%, sehingga didapat jumlah sampel sebesar 85 orang karyawan produksi PT. Semanggimas Sejahtera Kota Surabaya Cabang Kediri. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) kondisi deskriptif gaya kepemimpinan transformasional, kepuasan kerja, dan kepercayaan karyawan pada atasan tergolong tinggi; (2) Tidak terdapat pengaruh secara langsung yang signifikan gaya kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja di PT. Semanggimas Sejahtera Kota Surabaya Cabang Kediri dengan nilai sebesar 0,118 (sig = 0,303); (3) Terdapat pengaruh secara langsung yang signifikan gaya kepemimpinan transformasional terhadap kepercayaan karyawan pada atasan di di PT. Semanggimas Sejahtera Kota Surabaya Cabang Kediri dengan nilai sebesar 0.460 (sig = 0,000); (4) Terdapat pengaruh secara langsung yang signifikan antara kepercayaan karyawan pada atasan terhadap kepuasan kerja di PT. Semanggimas Sejahtera Kota Surabaya Cabang Kediri dengan nilai sebesar 0,335 (sig: 0,004); Gaya kepemimpinan transformasional secara tidak langsung mempengaruhi kepuasan kerja melalui kepercayaan karyawan pada atasan dengan nilai sebesar 0,272. Saran yang dapat diberikan berkaitan dengan hasil yang dalam penelitian ini adalah: (1) Berdasarkan hasil uji validitasdan reliabilitas dalam penelitian ini, ada beberapa item yang tidak validdan dinyatakan tidak reliabel. Maka akan lebih baik jika penelitian selanjutnya menggunakan jumlah item dari tiap-tiap variabel yang lebih banyak, atau menggunakan indikator-indikator lain yang lebih dapat menjelaskan kondisi variabel-variabel dalam penelitian ini, dan disesuaikan dengan populasi dan sampel yang akan diteliti; dan (2) Dengan adanya pengaruh positif dan signifikan diantara varibel-variabel yang diteliti dalam penelitian ini, maka pihak perusahaan hendaknya mengoptimalkan penerapan gaya kepemimpinan transformasional yang mana mampu meningkatkan kepercayaan karyawan pada atasan sehingga kepuasan kerja karyawan pun juga akan meningkat.

Peningkatan pembelajaran apresiasi sastra melalui pendekatan konstruktivisme bagi siswa kelas SDN Penanggungan Di Malang / oleh Harry Poerwanto

 

Penerapan pendekatan heuristik IV untuk meningkatkan kemampuan siswa menyelesaikan masalah matematika klas V A SDN Penanggungan / Widawati

 

Kata Kunci: matematika, pendekatan heuristik IV, peningkatan kemampuan pemecahan masalah Matematika merupakan salah satu bidang ilmu yang mempelajari tentang hitungan yang di dalamnya terdapat konsep, materi dan operasi hitung yang dituangkan dalam simbol-simbol. Matematika merupakan ilmu pasti yang rumus dan perhitungannya selalu sama, tidak menimbulkan kerancuan (ambigu) dalam hasil akhirnya. Ciri utama matematika adalah ”penalaran deduktif dan induktif”. Berdasarkan hasil observasi pada pembelajaran, rendahnya aktivitas dan kasil belajar materi “kecepatan” di kelas VA SDN Penanggungan Malang disebabkan pembelajaran pembelajaran kurang menarik. Kurang bervariasinya metode maupun dalam KBM berdampak pada minimnya pemahaman konsep siswa terutama konsep “kecepatan”. Untuk meningkatkan kemampuan siswa peneliti menggunakan pendekatan Heuristik IV. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VA SDN Penanggungan Malang dengan jumlah 35 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, lembar penilaian proses, lembar kegiatan (LK), lembar penilaian observasi, dan soal evaluasi individu. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas hasil belajar siswa kelas VA SDN Penanggungan Malang pada materi “kecepatan”. Pada siklus 1 hasil belajar siswa mencapai 69,3%. Pembelajaran pada siklus 1 belum berhasil, sebab belum mencapai ketuntasan kelas (kelompok) minimal (75%). Hasil belajar pada siklus 2 sebesar 82,5%. Hasil ini sudah mencapai ketuntasan kelas (kelompok) minimal. Dengan demikian penerapan pendekatan Heuristik IV dapat meningkatkan hasil belajar kecepatan di kelas VA SDN Penanggungan Malang sebesar 13,2%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Heuristik IV berhasil diterapkan pada siswa kelas VA SDN Penanggunan Malang untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah. Disarankan bagi peneliti yang lain, penelitian ini dapat dijadikan pedoman dan acuan dalam penelitian selanjutnya, sehingga hasilnya dapat dijadikan pedoman dan pengembangan profesi serta meningkatkan hasil belajar siswa.

Persepsi siswa, guru, orang tua siswa terhadap program akselerasi di SMA Negeri 3 Malang / Dessy Rachmawati Hidayat

 

ABSTRAK Hidayat, Dessy. Rachmawati. Perbedaan Persepsi Siswa, Guru, dan Orangtua Terhadap Program Akselerasi di SMA Negeri 3 Malang. Skripsi, jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M. Pd (II) Drs. Bambang Setyadin, M. Pd . Kata Kunci : Persepsi, Program Akselerasi, Perbedaan, Talent Akselerasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia secara singkat diartikan sebagai percepatan. Menurut (Latifah, 2006) akselerasi adalah “program layanan pendidikan yang diberikan kepada siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa untuk menyelesaikan masa belajarnya lebih cepat dari siswa yang lain (reguler). Menurut Hawadi (2004:121) istilah akselerasi dalam program ini berarti diartikan: meningkatkan kecepatan waktu dalam menguasai materi yang dipelajari, yang dilakukan pada kelas khusus. Program akselerasi dapat diartikan dengan seperangkat kegiatan pendidikan yang diatur sedemikian rupa, sehingga dapat dilaksanakan oleh anak didik yang memiliki potensi kecerdasan yang lebih dari siswa lain dalam waktu yang lebih singkat dari biasanya”. Untuk pencapaian keberhasilan sosialisasi program akselerasi secara optimal pihak sekolah termasuk guru dapat bekerjasama secara intensif dengan orangtua siswa. Menurut Arcaro (2005:72), “di dalam pendidikan, orang tua adalah customer sekolah dan mitra sejajar dalam proses pendidikan yang perlu dilayani”. Selama berada di sekolah orang tua sepenuhnya menyerahkan proses pendidikan anaknya kepada sekolah, sehingga sekolah memiliki tanggungjawab untuk mendidik siswa dan mengoptimalkan potensi yang ada di dalam diri siswa. Untuk tujuan inilah pihak sekolah termasuk guru perlu membangun kerjasama yang baik dengan orangtua siswa. Guru mempunyai tugas untuk membangun pemahaman kepada orangtua akan perannya dalam membantu memperbaiki pendidikan anak-anaknya. Kerja sama yang baik itu ditandai adanya persepsi yang sama diantara guru, siswa dan orang tua siswa mengenai program akselerasi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk: (1) Mengetahui seberapa tinggi persepsi siswa terhadap program akselerasi, (2) Mengetahui seberapa tinggi persepsi guru terhadap program akselerasi, (3) Mengetahui seberapa tinggi persepsi orangtua siswa terhadap program akselerasi, dan (4) Menjelaskan perbedaan persepsi antara siswa, guru, orangtua siswa terhadap program akselerasi. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan deskriptif komparatif. Yaitu mendeskripsikan persepsi guru, siswa dan orang tua siswa mengenai program akselerasi dan menjelaskan adanya perbedaan persepsi antara guru, siswa, dan orangtua siswa mengenai program akselerasi. Populasi dalam penelitian ini adalah guru, siswa kelas akselerasi dan orang tua siswa SMA Negeri 3 Malang yang berjumlah 116 orang. Jumlah populasi cukup sedikit sehingga semua anggota populasi digunakan sebagai subyek penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket persepsi terhadap program akselerasi. Berdasarkan hasil uji coba, instrumen ini memiliki nilai validitas item terendah sebesar 0,376 dan memiliki nilai validitas item yang tertinggi sebesar 0,878 (validitas menggunakan Korelasi Product Moment). Sedangkan nilai reliabilitas internal sebesar 0, 984 (menggunakan formula Alpha). Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Tingkat persepsi siswa terhadap program akselerasi tergolong dalam kategori sedang untuk mempersepsi program akselerasi. Jadi peran guru cukup membantu siswa dalam membangun persepsi terhadap program ini, (2) Tingkat persepsi guru menunjukkan berada dalam kategori tinggi. Jadi perhatian, pemahaman, dan ingatan guru terhadap konsep, pelaksanaan, dan pengevaluasian program akselerasi tergolong tinggi atau sangat tepat dalam mempersepsi program akselerasi, (3) Persepsi orangtua juga berada dalam kategori tinggi tetapi memiliki nilai rata-rata yang paling rendah dibandingkan dengan siswa dan guru dalam mempersepsi program akselerasi, (4) Ada perbedaan persepsi yang signifikan antara guru, siswa, dan orangtua siswa. Artinya ada ketidaksamaan pemahaman, terhadap konsep akselerasi, pelaksanaan, dan evaluasi dalam akselerasi di antara guru, murid dan orangtua. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah ditemukannya suatu kondisi yang kurang bagus bagi sekolah dalam menjalankan program akselerasi. Seharusnya terdapat persamaan persepsi antara guru, siswa dan orang tua siswa mengenai program akselerasi. Berdasarkan hal ini maka disarankan kepada Kepala sekolah adalah pimpinan manajemen yang memiliki kewenangan untuk mengambil kebijakan sekolah. Dengan demikian disarankan agar membuat kebijakan untuk mengadakan pertemuan pendahuluan untuk mempertemukan guru, siswa dan orangtua siswa. Pertemuan tersebut harus dilaksanakan setiap tahun sebelum awal tahun ajaran dilaksanakan dan beberapa kali selama siswa aktif belajar dalam kelas akselerasi. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk sosialisasi program akselerasi menyangkut ide dasar, maksud tujuan dan konsekuensi dari diselenggarakannya program akselerasi. Target dari adanya pertemuan tersebut adalah pemahaman peranan guru, siswa dan orang tua siswa untuk mensosialisasikan program akselerasi secara tepat. Kepada Guru disarankan selaku seorang pembimbing, pengajar dan motivator bagi siswanya, adalah salah satu motor penggerak keberhasilan program akselerasi di sekolah. Agar guru dapat senantiasa melakukan perannya secara efektif selaku pendidik dan pengajar disarankan kepada para guru program akselerasi agar selalu berkoordinasi dengan pihak pimpinan sekolah (kepala sekolah) dan pihak departemen pendidikan serta guru-guru yang lain dalam rangka menjalankan program akselerasi secara baik sesuai dengan pedoman dan peraturan yang berlaku.Sedangkan untuk orangtua sebagai wali harus selalu mendukung keberhasilan belajar anaknya. Agar tindakan dalam rangka memberikan dukungan terhadap anaknya, maka disarankan kepada orang tua untuk lebih memahami perannya sebagai orang tua siswa program akselerasi. Untuk lebih memahami peranannya sebagai orang tua siswa program akselerasi disarankan agar selalu mencari informasi tentang program akselerasi baik kepada pihak sekolah (guru, kepala sekolah ataupun departemen pendidikan) maupun melalui media (media cetak ataupun elektronik). Dan untuk Departemen Pendidikan Nasional disarankan agar bisa mensosialisasikan program akselerasi kepada siswa, guru, dan orangtua siswa SMA Negeri 3 Malang sehingga bisa dicapai persamaan persepsi antara guru, siswa dan orang tua siswa tentang pelaksanaan program akselerasi. Dengan adanya sosialisasi yang bagus sehingga tercipta kesamaan persepsi maka program ini nantinya dapat diterapkan kepada banyak sekolah lain yang berada di Malang.

Proyeksi kebutuhan unit sekolah dan tenaga guru berdasarkan APK dan APM sekolah-sekolah di Lubuklingau tahun ajaran 2008/2009-2015/2016 / Esti Murdiani

 

ABSTRAK Murdiani, Esti. 2009. Proyeksi Kebutuhan Unit Sekolah dan Tenaga Guru Berdasarkan APK dan APM Sekolah-sekolah di Kota Lubuklinggau Tahun Ajaran 2008/2009-2015/2016. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Bambang Setyadin, M.Pd., (II) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M.Pd. Kata Kunci: Proyeksi, Kebutuhan Unit Sekolah dan Tenaga Guru, APK dan APM. Penurunan APK dan APM berkaitan erat dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat lemah sehingga meningkatnya jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan menyebabkan anak usia sekolah tidak dapat melanjutkan dan yang putus sekolah mengalami peningkatan pula. Selain itu, biaya operasional pendidikan semakin tinggi menyebabkan proses belajar mengajar tidak dapat terselenggara dengan lancar. Kedua hal ini merupakan tantangan dalam pembinaan pendidikan di Kota Lubuklinggau. Tujuan penelitian adalah (1) mengetahui proyeksi APK sekolah-sekolah di Kota Lubuklinggau pada tahun proyeksi; (2) mengetahui proyeksi APM sekolah-sekolah di Kota Lubuklingau pada tahun proyeksi; (3) memproyeksikan kebutuhan unit sekolah pada tiap jenjang pendidikan di Kota Lubuklinggau pada tahun proyeksi. Jenis penelitian ini adalah penelitian prediktif dan rancangan penelitian ini adalah deskripktif-proyektif dengan dua variabel (X) berkala, dan variabel (Y) tahun yang akan datang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi sedangkan teknik analisis datanya menggunakan analisis trend parabolik. Analisis data dilakukan dengan bantuan komputer yaitu program EXCEL 2007 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyeksi APK dan APM mengalami peningkatan dan penurunan, hal ini disebabkan oleh anak usia sekolah mengenyam pendidikan tidak sesuai dengan usia standar pada jenjang pendidikan tertentu. Proyeksi APK dan APM berkaitan erat dengan jumlah kebutuhan unit sekolah untuk menampung anak usia sekolah di setiap jenjang pendidikan di Kota Lubuklinggau. Dari penelitian ini, penulis memberi saran bagi pemerintah Kota Lubuklinggau, yaitu (1) Bagi para pejabat yang menduduki kursi DPRD dan Pemerintah Kota Lubuklinggau, antara lain: a) sebaiknya mendukung gerakan nasional penuntasan program pendidikan dengan melibatkan partisipasi semua kekuatan masyarakat Lubuklinggau, b) mempertahankan dan meningkatkan kerjasama pembangunan dibidang pendidikan dengan makin meningkatkan koordinasi dengan Dinas/Instansi terkait guna menyatukan pola pikir, pola tindak dalam menentukan kebijaksanaan dibidang pendidikan yang akurat, efektif dan efisien; (2) Bagi para pejabat Departemen Pendidikan Nasional, antara lain: a) mendukung gerakan nasional penuntasan program pendidikan SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK dengan melibatkan partisipasi semua kekuatan masyarakat Kota Lubuklinggau, seperti orang tua, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, dunia industri, dan usahawan; b) sebaiknya hasil penelitian ini dijadikan bahan acuan untuk mengubah pola perencanaan pendidikan yang lebih baik dan kompeten agar rencana pendidikan sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditentukan; (3) Para Pejabat Dinas Pendidikan Kota seharusnya Pemerintah Dinas Pendidikan Kota meningkatkan dan memperkuat program-program esensial yang telah ada untuk meningkatkan jumlah siswa masuk sekolah (enrollment). Sementara itu program-program kegiatan yang kurang esensial agar dikaji ulang, dan memobilisasikan sumberdaya yang mendukungnya untuk meningkatkan program pendidikan; (4) Para Pengembang Ilmu Perencanaan Pendidikan, antara lain: a) memperbaiki manajemen pendidikan dengan memperkuat dan meningkatkan kemampuan profesionalisme pengelola pendidikan, b) memperbaiki manajemen pendidikan dengan memperkuat kemampuan profesionalisme pengelola pendidikan dalam mengantisipasi penurunan penduduk usia sekolah dan meningkatkan jumlah kebutuhan unit sekolah untuk memperlancar proses belajar-mengajar siswa dan untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas.

Profil pengelolaan dan pengembangan usaha serta pembelajaran bagi pekerja pada industri kerajinan mebel di desa Arjosari Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan / Nining Hanifah

 

ABSTRAK Hanifah, Nining. 2009. Profil Pengelolaan dan Pengembangan Usaha serta Pembelajaran bagi Pekerja pada Industri Kerajinan Mebel di desa Arjosari kecamatan Rejoso kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Program Studi Pendidikan Ekonomi FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hari Wahyono, M.Pd, (II) Agus Sumanto SE. M.SA Kata-kata kunci: Profil, Pengelolaan,Pengembangan, Pembelajaran Tenaga Kerja, Industri kecil. Dengan kondisi krisis ekonomi saat ini, terutama dengan adanya kenaikan BBM, tidak jarang perusahaan besar yang terancam bangkrut bahkan gulung tikar karena biaya produksi yang semakin mahal dan tidak dapat ditekan. Hal ini berarti menambah jumlah pengangguran yang ada di Indonesia, dimana masalah ketenagakerjaan sudah menjadi masalah besar bagi perekonomian Indonesia. Dalam kondisi seperti saat inilah untuk memperoleh pekerjaan bukanlah hal yang mudah, sehingga banyak orang berwiraswasta membuka usaha kecil yang menyerap tenaga kerja, walau hanya beberapa saja. Dari gambaran tersebut, jelas bahwa peran Industri kecil dapat menekan angka pengangguran di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan profil mengenai pengelolaan dan pengembangan usaha industri kecil. Dalam penelitian ini, industri kecil yang menjadi fokus penelitian ini adalah industri kerajinan mebel kayu di desa Arjosari kecamatan Rejoso kabupaten Pasuruan yang meliputi aspek latar belakang usaha, permodalan, tenaga kerja, pembelajaran tenaga kerja, proses produksi, pemasaran, pendapatan pengusaha, faktor pendukung dan penghambat, serta pengembangan usaha. Penelitian ini dilakukan di Desa Arjosari Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan pada bulan Desember 2008 sampai dengan bulan Januari 2009. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan/observasi partisipatif, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Adapun yang menjadi subyek penelitian ini adalah pengusaha beserta karyawan/karyawati serta pihak-pihak yang terkait antara lain kantor desa Arjosari. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penerikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Industri kerajinan mebel di desa Arjosari kecamatan Rejoso kabupaten Pasuruan dimulai pada tahun 1998. Tujuan awalnya adalah keinginan pengusaha untuk memperoleh keuntungan yang maksimal dari hasil usaha tersebut dan meneruskan usaha dari orang tua serta adanya prospek yang bagus sehingga mendorong pengusaha untuk mengembangkan usaha mebel yang dikelolanya. (2) Modal yang digunakan adalah berasal dari modal sendiri maupun modal dari pinjaman bank dan koperasi. (3) Tenaga kerja dalam hal ini proses perekrutannya adalah tidak resmi, karena tidak mempertimbangkan syarat-syarat yang terlalu rumit, akan tetapi memiliki keterampilan, keuletan dan ketelatenan di bidang permebelan serta dilihat berdasarkan hasil garapan dan juga giat bekerjanya karyawan, sedangkan (4) proses pembelajaran, ada yang melalui proses training dan ada juga yang tidak melalui proses training. (5) Dalam proses produksinya, keterampilan dan ketekunan latihan sangat dibutuhkan, sehingga dapat berjalan lancar. Pengadaan bahan bakunya dilakukan melalui penyuplaidengan cara membeli secara eceran; Alat-alat yang digunakan adalah sudah menggunakan teknologi modern; jenis produk mebel kayu yang dihasilkan yaitu macam-macam perabotan furniture. (6) Saluran distribusi yang digunakan adalah distribusi tidak langsung, tetapi melalui perantara sales-sales yang juga dari karyawannya sendiri. (7) Pendapatan pengusaha dilihat dari omzet penjualannya mencapai Rp. 100.000.000,00-Rp. 500.000.000,00-/ bulan. Dengan keuntungan pengusaha rata-rata Rp. 50.000,00 per set kursi. (8) Faktor pendukung meliputi kredit modal kerja yang lancar dari Dinas Koperasi, bahan baku yang mudah di dapat dan kreatifitas tenaga kerja, sedangkan faktor penghambatnya adalah perubahan musim, tenaga kerja dan pemasaran. (9) Pengembangan usaha ada empat aspek yaitu pengembangan pemasaran dengan mengikuti pameran industri kecil, pengembangan SDM dengan memberikan pembelajaran atau pelatihan khusus bagi tenaga kerja yang baru dan memberikan bonus gaji pada akhir tahun atau pada saat lebaran untuk kesejahteraan tenaga kerja, pengembangan bidang produksi dilakukan dengan cara melakukan diversifikasi produk, pengembangan modal dengan tetap bekerja sama dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Bank. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah hendaknya pihak-pihak yang terkait dengan industri kecil yang ada di kabupaten Pasuruan seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Lembaga Keuangan Bank, agar terus memberikan pembinaan dan pengembangan industri kecil, terutama yang berada di desa-desa kurang maju mengingat peran industri kecil dalam penyerapan tenaga kerja. Bagi pengusaha hendaknya tetap mempertahankan tentang diversifikasi produk karena hal itu merupakan ciri khas usaha tersebut yang dapat membedakan antara pengusaha mebel yang satu dengan yang lainnya, selain itu pengusaha dapat memperbaiki lagi sistem manajemen yang di kelola agar menjadi lebih teratur terutama dalam hal administrasi pembukuannya.

Hubungan antara kondisi tata ruang kantor dan perlengkapan kantor dengan produktivitas kerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo / Henly Nurliana

 

ABSTRAK Nurliana, H. 2009. Hubungan antara Kondisi Tata Ruang Kantor, Kondisi Perlengkapan Kantor, dan Produktivitas Kerja Pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M.Pd, (II) Dra. Maisyaroh, M.Pd. Kata kunci: tata ruang kantor, perlengkapan kantor, produktivitas kerja. Pegawai merupakan sumber daya manusia yang melaksanakan aktivitas pekerjaan kantor yang berhubungan dengan jasa, selain itu juga sebagai faktor penentu keberhasilan suatu organisasi. Untuk mencapai tujuan tersebut haruslah didukung dengan tata ruang yang baik dan perlengkapan yang memadai dan sesuai dengan jenis pekerjaan masing-masing sehingga dalam proses pengerjaannya lancar, cepat, dan maksimal yang dapat mengakibatkan produktivitas kerja sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. Sedangkan tata ruang yang tidak baik dan perlengkapan kantor yang tidak memadai dan sesuai, maka proses penyelesaian pekerjaan tidak berjalan dengan lancar dan cepat sehingga produktivitas yang dihasilkan akan menurun. Rumusan masalah yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana kondisi tata ruang kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo? (2) bagaimana kondisi perlengkapan kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo? (3) seberapa tinggi tingkat produktivitas kerja kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo? (4) apakah ada hubungan antara kondisi tat ruang kantor, perlengkapan kantor, dan produktivitas kerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo? Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo dengan jumlah 169 orang pegawai, sehingga sampel yang diambil sebanyak 119 orang, melalui formula Slovin. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik probability sampling, yang digunakan adalah teknik simple random sampling. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik analisis data dengan persentase dan regresi ganda. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Angket ini digunakan untuk meneliti kondisi tata ruang kantor, perlengkapan kantor,. dan produktivitas kerja. Berdasarkan hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa 57% dari 119 pegawai menyatakan produktivitas kerja mereka termasuk dalam kategori sangat tinggi, sebanyak 46% menyatakan bahwa kondisi tata ruang kantor baik, dan sebanyak 71% menyatakan bahwa kondisi perlengkapan kantor baik. Hasil analisis regresi ganda diperoleh nilai a (prediktor X) sebesar 18,313 dengan probabilitas 0,000 sedangkan β1 (X1) = 0,221 dan β2 (X2) = 0,155 dengan tingkat signifikansi 0,05. Dari nilai koefisien nilai regresi β tersebut menunjukkan bahwa hipotesis nihil (H0) ditolak sehingga menerima hipotesis alternatif (Ha) dengan taraf signifikansi 0,05 (p = 0,000<0,05). Maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan dari variabel kondisi tata ruang kantor dan perlengkapan kantor dengan produktivitas kerja. Sedangkan uji normalitas diperoleh nilai skewness statistic untuk sebaran data variabel tata ruang kantor sebesar -0.247; sebaran data variabel perlengkapan kantor sebesar -0,441; dan sebaran data produktivitas kerja -0,344, dari hasil nilai skewness statistic dapat disimpulkan bahwa sebaran data untuk semua variabel penelitian adalah normal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ada hubungan kondisi tata ruang kantor, perlengkapan kantor dan prouktivitas kerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo. Saran peneliti (1) Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Situbondo, diharapkan tetap mempertahankan kondisi tata ruang yang baik, dan menerapkan kondisi tata ruang yang berubah-ubah sehingga pegawai tidak merasa bosan dengan keadaan tata ruang yang sebelumnya dan mengikuti perkembangan teknologi yang semakin hari semakin mempermudah pekerjaan. Karena semakin baik kondisi tata ruang dan perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan maka semakin tinggi pula produktivitas kerja pegawai; (2) Pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo, diharapkan tetap mempertahankan produktivitas kerja sesuai dengan kemampuan yang dimiliki sehingga dapat mencapai kesuksesan dalam mencapai tujuan organisasi dan meningkatkan pelayanan yang baik sehingga tidak akan memberikan citra buruk bagi organisasi; (3) Peneliti Lain, diharapkan dengan penelitian ini dapat memperkaya wawasan keilmuan sebagai informasi sekaligus sebagai salah satu rujukan, terutama bagi mereka yang meneliti tentang tata ruang kantor, perlengkapan kantor, dan produktivitas kerja.

Beberapa aspek biologi dan ekologi Colobocentrotus atratus di pantai pasir panjang Cagar Alam Pulau Sempu Kabupaten Malang / Magdalena Putri Nugrahani

 

ABSTRAk Nugrahani, Magdalena Putri. 2009. Beberapa Aspek Biologi dan Ekologi Colobocentrotus atratus di Pantai Pasir Panjang Cagar Alam Pulau Sempu Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Agus Dharmawan, M.Si., (II) Drs. Ibrohim, M.Si. Kata kunci : C. atratus, rasio, diameter, kelamin, distribusi Colobocentrotus atratus merupakan Echinoidea yang hidup menempel di tebing. Hewan ini telah teradaptasi pada lingkungan yang memiliki ombak keras. Bentuk adaptasinya antara lain duri-duri di bagian aboral dan oral yang tereduksi serta kaki tabung yang menempel kuat di substrat. Keberadaan C. atratus secara ekologis sangat penting karena memakan dentritus. Selain itu, nilai ekonomis C. atratus juga sangat tinggi karena gonadnya mengandung protein tinggi. Untuk menjaga kelestarian hewan ini perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang aspek biologis dan ekologis C. atratus. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui rasio diameter panjang-pendek cangkang, rasio kelamin, distribusi vertikal, serta distribusi ukuran dan jenis kelamin C. atratus di Pantai Pasir Panjang Pulau Sempu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif terhadap rasio diameter panjang-lebar cangkang, rasio kelamin, distribusi vertikal, serta distribusi ukuran dan jenis kelamin C. atratus. Metode yang digunakan pada penelitian ini, yaitu total counting untuk mengetahui diameter panjang-lebar cangkang dan kelimpahan C. atratus, serta sampling untuk mengetahui rasio kelamin. Perbedaan rasio diameter panjang-lebar cangkang pada setiap ketinggian tebing dianalisis dengan menggunakan Anava Tunggal dan uji lanjut Duncan, untuk mengetahui hubungan ketinggian tebing dengan kelimpahan C. atratus digunakan Korelasi, dan untuk mendapatkan rasio kelamin C. atratus digunakan analisis Chi-Square. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2008. Tempat penelitian di daerah pasang surut Pantai Pasir Panjang Pulau Sempu. Untuk keperluan identifikasi dilakukan di Laboratorium Sumber Daya Laut P2OLIPI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio diameter panjang-lebar cangkang C. atratus adalah 1 : 0,84. Rasio kelamin C. atratus adalah 1 : 1,13 dan tidak berbeda nyata dengan rasio teoritis 1 : 1. Densitas tertinggi C. atratus pada distribusi vertikal terletak di ketinggian 0,5 m (945 ekor). Jumlah C. atratus meningkat dari ketinggian 0 m ke 0,5 m dan menurun mulai ketinggian 1 m sampai 2 m. Distribusi ukuran dan jenis kelamin C. atratus di Pantai Pasir Panjang Pulau Sempu termasuk populasi menurun karena jumlah fase belum matang gonad (721 ekor) lebih sedikit daripada jumlah fase matang gonad (807 ekor) dengan jumlah jantan matang gonad 402 ekor dan betina matang gonad sebanyak 405 ekor. Dikarenakan populasi hewan ini menurun maka diperlukan upaya pelestarian agar tidak punah di masa mendatang.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS materi koperasi siswa kelas IV SDN Kebonagung II Malang / Desi Ratna Sulistyowati

 

ABSTRAK Ratna Sulistyowati, Desi. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPS Materi Koperasi Siswa Kelas IV SDN Kebonagung II Malang. Skripsi, Jurusan S1-PGSD FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sa’dun Akbar , M.Pd, (2) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum. Kata kunci: NHT, motivasi belajar, hasil belajar, IPS Berdasarkan pengamatan dan wawancara yang telah dilakukan di SDN Kebonagung II Malang, diperoleh informasi bahwa, sebagian besar siswa kelas IV masih mengalami kesulitan ketika memahami konsep tentang Koperasi. Hasil pretest menunjukkan bahwa masih 85% siswa kurang menguasai materi koperasi. Pembelajaran seharí-hari yang dilakukan dengan menjelaskan secara lisan, tertulis di papan tulis, dan pemberian kesempatan bertanya ketika guru mengajar, hanya direspon oleh sebagian kecil siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar IPS materi koperasi siswa kelas IV SDN Kebonagung II Malang melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus, masingmasing siklus terdiri atas: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi.. Instrumen penelitian ini antara lain lembar wawancara, lembar observasi, tes, dokumentasi, angket dan catatan lapangan yang ditujukan kepada guru (peneliti) dan siswa. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan, motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 59,22% yang termasuk dalam kategori kurang, pada siklus II motivasi belajar siswa meningkat menjadi 84,50% yang termasuk dalam kategori baik. Motivasi belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 25,30%. Hasil belajar siswa menunjukkan bahwa pada siklus I skor rata-rata sebesar 68,65 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 56%. Pada siklus II skor rata-rata kelas meningkat menjadi 89 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 97,56%. Skor rata-rata kelas mengalami peningkatan sebesar 29,64%, sedangkan ketuntasan belajar secara klasikal mengalami peningkatan sebesar 41,56%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkn motivasi dan hasil belajar IPS materi koperasi siswa kelas IV SDN Kebonagung II Malang. Disarankan agar guru menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada materi lain untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dan guru hendaknya menggunakan media pembelajaran selain LKS, dan mengkombinasikan media LKS dengan media dan sumber pembelajaran lain.

Penggunaan pendekatan inkuiri untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPA pada siswa kelas V SDN Sumbersari II Kabupaten Pasuruan / Arina Indriani

 

ABSTRAK Indriani, Arina. 2009. Penggunaan Pendekatan Inkuiri untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar pada Siswa Kelas V SDN Sumbersari II Kabupaten Pasuruan. Dosen Pembimbing: (I) Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd., (II) Dra. Sukamti, M.Pd. Kata Kunci : inkuiri, keaktifan, hasil belajar Pembelajaran inkuiri memungkinkan siswa untuk belajar melalui keterlibatan aktif untuk menemukan sendiri konsep-konsep atau prinsip-prinsip pengetahuan yang dipelajari. Berdasarkan pengamatan peneliti pada siswa kelas V SDN Sumbersari II diketahui bahwa hanya sebagian kecil siswa yang memahami konsep-konsep IPA. Hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA semester I tahun ajaran 2008/2009 hanya mencapai nilai rata-rata 69, artinya belum sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan yaitu 75. Pembelajaran kurang melibatkan siswa secara langsung dalam penemuan konsep-konsp IPA. Guru masih menggunakan metode ceramah dan demonstrasi, penerapan percobaan jarang dilakukan, siswa cenderung pasif pada kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan siswa Kelas V SDN Sumbersari II, meningkatkan kemampuan menemukan konsep gaya magnet, dan meningkatkan hasil belajar siswa. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model siklus yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Kemmis dan Taggart, yang setiap siklusnya terdiri dari beberapa tahap, yaitu: Perencanaan, Tindakan dan Observasi, dan Refleksi. Penelitian dilakukan di kelas V SDN Sumbersari II Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, pada mata pelajaran IPA. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada tanggal 25 februari 2009 sampai dengan 13 Maret 2009, dilakukan dalam 2 siklus, yang masing-masing terdiri dari 3 pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keaktifan siswa dengan rata-rata skor keaktifan 80,7 (kategori aktif), peningkatan kemampuan untuk menemukan sendiri konsep gaya magnet (35 dari 38 siswa, 92%) dengan nilai 76,9 (kategori cukup baik), dan peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa dari 69 menjadi 88,9 dan sebagian besar siswa mencapai ketuntasan belajar. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas, saran yang dapat berikan adalah guru hendaknya dapat menerapkan pembelajaran inkuiri pada standar kompetensi yang lain pada mata pelajaran IPA. Untuk peneliti lain, disarankan melakukan penelitian lebih lanjut dengan beracuan pada hasil penerapan pembelajaran inkuiri dalam penelitian ini.

Proyeksi kebutuhan guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Karangploso pada tahun ajaran 2008/2009 sampai dengan 2014/2015 dalam kaitannya dengan pembelajaran di kelas / Susinofyanti

 

Guru merupakan bagian penting dalam sistem pendidikan. Agar tujuan pendidikan tercapai secara baik, dibutuhkan guru yang berkualitas dan dengan jumlah yang memadai. Berdasarkan pengamatan penulis di lapangan, terdapat permasalahan guru yakni kurangnya jumlah guru, pemerataan dan kesejahteraan yang belum terjamin. Guru selalu menjadi pusat perhatian pada berbagai moment kependidikan.Oleh karena itu diperlukan suatu perencanaan kebutuhan guru dimasa yang akan datang sehingga proses pembelajaran di kelas mendapat dukungan keberadaan guru yang signifikan. Untuk itu penelitian ini dilakukan, yaitu untuk mengetahui tingkat kebutuhan guru SDN di Kecamatan Karangploso dalam kurun waktu enam tahun ke depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif untuk perhitungan proyeksi, setelah itu baru dideskriptifkan sesuai dengan hasil analisis proyeksi. Penelitian ini tidak menggunakan sampel tetapi langsung mengambil data atau populasi di seluruh SDN yang ada di Kecamatan Karangploso. Jumlah populasi dalam penelitian ini yaitu 25 sekolah. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan proyeksi jumlah kenaikan murid sekolah dasar Tahun Ajaran 2008/2009-2014/2015 adalah sebesar 5,85% atau sebanyak 403 murid per tahun. Sedangkan proyeksi guru Tahun Ajaran 2008/2009-2014/2015 sebesar 12,61 % atau sebanyak 5 guru per tahun. Kemudian proyeksi jumlah gurunya Tahun Ajaran 2008/2009-2014/2015 sebesar 1929 guru.Untuk masalah yang sering dihadapi di setiap SDN yang ada di Kecamatan Karangploso dalam proses pembelajaran di kelas yaitu: (1) kekurangan guru;(2) kurangnya media pembelajaran;(3) kurangnya perhatian dari orangtua siswa. Dari kesimpulan tersebut disarankan pada pihak sekolah agar terus meningkatkan proses pembelajaran di kelas sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan. Bagi UPTD Kecamatan Karangploso agar lebih memperhatikan kondisi Sekolah Dasar Negeri di wilayah Kecamatan Karangploso. Untuk Dinas Pendidikan tingkat Kabupaten agar lebih selektif dalam penempatan guru sehingga pemerataan guru tercapai.Untuk peneliti lain yang melakukan penelitian sejenis agar lebih dikembangkan lagi subyeknya dan rentang waktu proyeksinya lebih diperpanjang lagi.

Studi kasus tentang media pengajaran kerajinan tangan dan kesenian di SLTP Negeri 1 dan 7 Kota Malang / Ruth Dyah Indrati

 

Media Pengajaranm erupakans uatup erantara/pengantapre sand ari pengirim ke penerimap esanb, entuknyab isab erupaa udio,v isuald ana udiov isual.D idalamd unia pendidikanm, ediap engajaranm emiliki perananp entingd alamk eberhasilabne lajars iswa yangb erkaitand engans istimatik( OemarH amalik,1 992).Untukm engetahuhi al-haly ang L..t uitund enganm ediap engajaransu bm atap elajaranS eniR upad i SLTPN egeri I dan SLTPN egeri 7 Malang,m aka adab eberapah al yang perlu diperhatikana dalahm acam mediap engajaranp, erananm edia pengaja rant erhadapp elaksanaanp rosesb elajard an peranang urus ubm atap elajarand alamp embuatanm ediap engajarand alamP roses Belajar Mengajar. Penelitianin i menggunakatne hnik pengumpuladna tab erupao bservasdi an wawancaraO. bservaspi enelitil akukans endirid ilapangand anw awancarap eneliti lakukand engans iswa,g uru,W akil KepalaS ekolahd anU rusanK urikulum. Masalahy anga dad i SLTPN egeri I yaitu belumt ersedianyrau angk hususu ntuk melaksanakakne giatanb elajarm engajark, hususnyay angb ersifatp raktek,s edangkan masalahy angadadiS LTPN egeri7 yaitutenagapengaiarnybau kan berlatarbelakang pendidikanS eniR upa,t etapil atarb elakangnyad alahB imbinganK onselingS. ehingga dapatd ikatank alaut enagap engajarnyaku rangp asd enganm atap elajarany angh arus diberikana, kanb epengarupha dac aracatamengajarnysae, rtak urangnyap enguasaan materi. Tujuany angh endakd icapaid alamp enelitianin i adalahu ntukm engetahudi an mendeskripsikatne ntangm ediap engajarayna ngd igunakand alamp engajaramn ata pelajaranK erajinanT angand anK eseniank urikulum 1994s uplemen1 999o lehg uru SLTP Negeri I dan SLTP Negeri 7,Malang. Pendekatayna ngd igunakand alamp enelitianin i adalahp endekataknu alitatif, karenad alamp enelitiann anti akanm enghasilkand ata-datab erupak ata-katat ertulis atau lisand ari orang-orandga np eristiway angd iamati. Dalamp enelitianin i, penelitim enggunakatne hnika nalisisd atad engan pendekatanla pangany, aitu denganm enggunakanm etodei nteraktif, yaitu analisisd ata dilaksanakanb ersamaand enganw aklu pengumpuland atad ilapangan,s etat ehnik penarikand atad anv erivikasinya. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwam &cammediayangd igunakans elama prosesb elajarm engajarb erlangsunagd alah: - mediac etak,s, epertbi uku pelajaran(b ukup endidikanS eniR upak aranganE ddy SukaryonoR, asjoyoT, eguhk arya, SoetarnoA p., Bina PustakaT ama,d anE rlangga, majalahA nita, Kuncup,A neka,I ntisari,S arinahd, any angl ainnyay angm enunJang materip embelajaradni kelas.J ugaL KS (LembarK egiatanS iswa) - Contohd ari berbagaijenisk omposisi,li ngkaranw ama,b erbagaijeniste kstur,c ontoh lukisand enganc at air danc atm inyak. Tehnikm enyampaikamn ediak e siswa,a ntarala in denganc ara: - membagikank liping kepadas iswa,d an siswad iberikant ugasu ntuk mendiskusikan mengenakil iping tersebuty, angn antinyas iswaa kanm elaporkanh asild iskusinya didepank elas. - men;elaskabna ganm engenaci aram embuatg ambare kspresib, aik bagany angd ibuat di papant ulis sambil menerangkanm ateri pelajaran,m aupunb agany ang sudah dibuat terlebih dahulu di kertas manila. - Menunjukkanc ontoh-contogha mbar,b aikyangd ibuatd enganm enggunakacna t air, cat poster, maupun cat minyak.

Penerapan teori belajar Jerome Bruner untuk meningkatkan penguasaan konsep perkalian siswa kelas II SDN Blimbing 4 Kecamatan Blimbing Kota Malang / Indah Sukowati

 

5 ABSTRAK Sukowati,I. 2009. Penerapan Teori Belajar Jerome Bruner untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Perkalian Siswa Kelas II SDN B;imbing 4Kecamatan Blimbing Kota Malang. Fakultas Ilmu Pendidikan. Jurusan KSDP. Program S1 PGSD. Pembimbing (1) Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd, (2) Dra. Sri Harmini, S.Pd., M.Pd Kata kunci:Teori Belajar Jerome Bruner, dan Penguasaan Konsep Perkalian Penguasaan konsep perkalian siswa kelas II SDN Blimbing 4 kota Malang lebih rendah dengan operasi bilangan yang lain dengan nilai rata-rata kelasnya adalah 54. Dari 51 siswa, 24 siswa mendapatkan nilai di atas rata-rata kelas dan 27 siswa mendapatkan nilai di bawah rata-rata kelas. Hal ini karena guru lebih sering menerapkan metode pembelajaran yang kurang melibatkan keaktifan siswa dan pengalamam langsung pada diri siswa. Permasalahan tersebut dicoba diatasi dengan penerapan teori belajar Jerome Bruner pada pembelajaran matematika tentang perkalian kelas II SDN Blimbing 4 Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan penerapan teori belajar jerome Bruner untuk meningkatkan pemahaman konsep perkalian siswa kelas II SDN Blimbing 4 kota Malang, (2) Mendeskripsikan tingkat keberhasilan penerapan teori belajar Jerome Bruner pada konsep perkalian siswa kelas II SDN Blimbing 4 Kota Malang. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 2 siklus. Setiap tindakan meliputi tahap perencanaan, pelaksaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek yang dikenai tindakan adalah seluruh siswa kelas II SDN Blimbing 4 Kota Malang. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah pedoman obsevasi, soal, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian dikemukakan sebagai berikut: (1) Hasil observasi penerapan teori belajar Jerome Bruner pada penguasaan konsep perkalian siswa kelas II SDN Blimbing 4 Kota Malang nilai rata-rata kelas pra tindakan adalah 41, siklus I adalah 62 dan siklus II adalah 81. Sehingga penguasaan konsep perkalian siswa dari pra tindakan ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 97 % dengan kategori sangat baik, (2) hasil observasi aktivitas siswa dengan penerapan teori belajar Jerome Bruner pada siklus I sebesar 80 % dengan kategori baik dan hasil observasi aktivitas siswa dengan penerapan teori belajar Jerome Bruner pada siklus II sebesar 85 % dengan kategori baik. Saran dari penelitian ini dikemukakan sebagai berikut: (1) Teori belajar Jerome Bruner layak dipertimbangkan sebagai alternatif pembelajaran perkalian; (2) Bagi guru yang mengajar matematika disarankan menerapkan teori belajar Jerome Bruner dalam kegiatan pembelajaran perkalian; (3) Guru pengajar disarankan menerapkan pendekatan dalam pembelajaran matematika yang memungkinkan terjadinya poses belajar melalui pengalaman langsung; (4) Bagi guru perlu diketahui bahwa siswa sekolah dasar khususnya kelas II penerapan teorema Jerome Bruner yang cocok diterapkan hanya teorema kontruksi dan teorema variasi.

Strategi Pembelajaran Menulis Puisi Formalasi Di Kelas V SD Negeri 3 Abipura Kodya Jayapura Propinsi Irian Jaya / oleh Ignatia Prabani Setiowati Retno Achadiati

 

Identifikasi konsep sukar dan kesalahan konsep pada pokok bahasan unsur, senyawa dan campuran pada siswa kelas VII-F SMP Negeri I Sumenep / Fita Maria Antasari

 

ABSTRAK Antasari, Fita Maria. 2008. Identifikasi Konsep Sukar dan Kesalahan Konsep pada Pokok Bahasan Unsur, Senyawa, dan Campuran pada Siswa Kelas VII-F SMP Negeri I Sumenep. Skripsi, Jurusan Kimia Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Srini M. Iskandar, M.Sc., PhD., (II) Dra. Nazriati, M.Si. Kata kunci: konsep sukar, kesalahan konsep, unsur, senyawa, dan campuran Alasan dan fokus bidang studi kimia adalah mengutamakan penguasaan konsep dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, maka penguasaan konsep-konsep kimia oleh siswa sangatlah mutlak. Begitu pun dengan penguasaan konsep-konsep dalam materi unsur, senyawa, dan campuran yang merupakan konsep sederhana juga harus dikuasai dengan baik, karena konsep-konsep sederhana akan diperlukan bagi siswa untuk memahami konsep yang lebih kompleks. Jika konsep-konsep tidak dikuasai dengan baik maka kemungkinan siswa akan mengalami kesukaran untuk mempelajarinya yang kemudian konsep tersebut menjadi konsep sukar sampai akhirnya siswa mengalami kesalahan konsep. Berdasarkan uraian tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep apa saja yang dianggap sukar oleh siswa, mengetahui kesalahan konsep apa saja yang dialami oleh siswa, serta mengetahui berapa persen siswa yang mengalami kesalahan konsep. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitaf. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri I Sumenep. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik sampel random kelompok dengan dasar pemikiran bahwa setiap kelas dalam populasi memiliki kemungkinan yang sama besarnya menjadi anggota sampel, hingga didapatkan kelas VII-F SMP Negeri I Sumenep sebagai sampel. Instrumen yang digunakan adalah tes obyektif dengan empat pilihan jawaban yang terdiri dari 34 soal, serta wawancara sebagai triangulasi data. Teknik analisis data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) pemberian skor, (2) pengelompokan butir soal kedalam konsep berdasarkan kisi-kisi soal, (3) menghitung persentase jumlah siswa yang menjawab salah untuk penentuan konsep sukar, (4) menghitung persentase tiap butir pilihan jawaban salah, (5) penentuan kesalahan konsep, dan (6) triangulasi (wawancara). Wawancara dilakukan untuk memeriksa derajat kepercayaan informasi yang didapat melalui tes tertulis, sehingga keabsahan data lebih akurat. Konsep yang dianggap sukar oleh siswa adalah tentang rumus kimia unsur, sifat unsur, unsur logam dan non-logam, sifat senyawa, pembentukan molekul, rumus kimia senyawa, jumlah atom dalam senyawa, sifat campuran, sifat larutan, mikroskopik unsur, mikroskopik senyawa, dan mikroskopik campuran. Kesalahan konsep terjadi pada konsep: (a) senyawa, (b) jumlah atom dalam senyawa, dan (c) gambaran mikroskopik senyawa. Persentase kasalahan konsep yang terjadi pada konsep-konsep di atas adalah: (a) 7,5%, (b) 42,5% (c) 45%.

Pengaruh merek dan kemasan terhadap keputusan pembelian produk teh Sari Wangi (studi kasus pada ibu-ibu rumah tangga Desa Tanjung Anom Kabupaten Nganjuk) / Ahmad Fahim Hilmi

 

ABSTRAK Fahim. 2008. Pengaruh Merek dan Kemasan Terhadap Keputusan Pembelian Produk Teh Celup Merek Teh Sari Wangi, Jurusan Manajemen Program Studi Manajemen S-1 Konsentrasi Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I). Drs. Agus Hermawan. M.Si, M.Bus (II). Drs. M. Arief, M.Si Kata Kunci : Merek, Kemasan, Keputusan Pembelian Dalam menghadapi persaingan yang makin ketat dan semakin banyaknya perusahaan yang bermunculanmaka perusahaan harus dapat menentukan kebijakan pemasaran yang efektif dan efisien terutama untuk mempengaruhi konsumen agar mau membeli produk yang ditawarkan. Perusahaan tidak hanya dituntut sekedar memasarkan produk dengan kualitas yang bagus, menetapkan harga yang menarik dan membuat produk terjangkau oleh konsumen sasaran, tetapi juga harus mengelola seluruh jajaran produk agar selalu diminati oleh konsumen, sehingga produk dapat mencapai sasaran yang dituju. Merek dan Kemasan merupakan wujud fisik terluar dari suatu produk yang dapat dilihat konsumen. Sering konsumen menilai suatu produk itu baik atau tidak dari merek dan kemasan produk tersebut. Maka dari itu sebelum membuat suatu produk maka suatu perusahaan harus merencanakan merek dan kemasan yang tepat untuk produk yang dihasilkan sehingga dapat menarik perhatian konsumen dan pada akhirnya akan mempengaruhi keputusan pembeliannya. Penelitian ini dilakukan untuk dapat mengetahui gambaran obyektif tentang (1) pengaruh merek terhadap keputusan pembelian produk teh celup merek teh sari wangi (2) pengaruh kemasan terhadap keputusan pembelian produk teh celup merek teh sari wangi (3) pengaruh merek dan kemasan terhadap keputusan pembelian produk teh celup merek teh sari wangi (4) variabel yang berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian produk teh celup merek teh sari wangi. Variabel yang dibahas dalam skripsi ini yaitu variabel bebas yang terdiri merek dan kemasan, sedangkan variabel terikatnya adalah keputusan pembelian produk teh celup merek teh sari wangi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu-ibu rumah tangga di desa Tanjung Anom Kabupaten Nganjuk sebanyak 2125 KK dan sampel yang diambil sebanyak 100 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah aksidental sampling dan rancangan penelitian yang digunakan deskriptif korelasional dengan instrumen berupa angket atau kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan uji hipotesis menggunakan uji t dan uji F. Dengan hasil dan ,dan tX1 = 6,813 dan tX2 = 4,471. Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara merek terhadap keputusan pembelian produk teh celup merek teh sari wangi oleh ibu-ibu rumah tangga di desa Tanjung Anom Kabupaten Nganjuk, terdapat pengaruh yang signifikan antara kemasan terhadap keputusan pembelian produk teh celup merek teh sari wangi oleh ibu-ibu rumah tangga di desa Tanjung Anom Kabupaten Nganjuk, dari kedua variabel tersebut yaitu merek dan kemasan secara keseluruhan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian produk teh celup merek teh sari wangi dan faktor yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian produk teh celup merek teh sari wangi oleh ibu-ibu rumah tangga di desa Tanjung Anom Kabupaten Nganjuk adalah merek. Saran yang dapat diberikan (1) mengingat merek memberikan pengaruh yang besar terhadap keputusan pembelian produk teh celup merek teh sari wangi maka pihak pemasar perusahaan dapat melakukan program periklanan yang menarik konsumen dan pelanggan untuk mempertahankan kesadaran dan preferensi merek yang tinggi dan untuk lebih meningkatkan pembelian oleh konsumen perusahaan dapat melakukan inovasi terhadap bentuk persegi panjang dan model kemasan menarik yang praktis dan tidak mudah rusak karena sering kali konsumen menilai suatu produk dari kemasannya, (2) Agar kedua variabel tersebut (merek dan kemasan) memberikan kontribusi yang berarti bagi perusahaan terutama untuk mempengaruhi konsumen untuk mau membeli produk yang ditawarkan, maka pihak perusahaan harus dapat menjaga mutu dari produk secara keseluruhan dalam arti baik itu merek, kemasan dan produk yang ada di dalamnya dan (3) Merek merupakan faktor dominan mempengaruhi keputusan pembelian produk teh celup merek teh sari wangi maka pihak perusahaan harus menjaga dari pangsa pasar mengingat merek ini memberikan identitas produk dan mencerminkan kualitas produk.

Kecenderungan lama studi dan prestasi belajar mata kuliah bidang utama ketekniksipilan mahasiswa PTB UM jalur reguler dan non-reguler / Dwi Samekto

 

Kata kunci: kecenderungan, lama studi, prestasi belajar. Di Universitas Negeri Malang jurusan Teknik Sipil program studi Pendidikan Teknik Bangunan penyeleksian penerimaan mahasiswa melalui dua jalur yaitu reguler dan non reguler. Adanya perbedaan jalur penerimaan mahasiswa baru diduga akan berdampak pada adanya perbedaan kecenderungan lama belajar dan prestasi belajar mahasiswa. Lama studi merupakan waktu yang dibutuhkan seorang mahasiswa untuk menyelesaikan studi di perguruan tinggi. Prestasi belajar merupakan hasil belajar mahasiswa yang telah diukur dan dinyatakan dalam bentuk nilai. Tujuan dari penelitian ini meliputi: (1) mengetahui rata-rata lama studi mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Malang jalur reguler dan non reguler angkatan tahun 2006/2007, (2) mengetahui rata-rata prestasi belajar mata kuliah bidang utama ketekniksipilan yang diungkapkan dengan nilai Kartu Hasil Studi (KHS) mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Malang jalur reguler dan non reguler angkatan tahun 2006/2007, dan (3) mengetahui apakah masa studi mahasiswa regular lebih pendek dari pada masa studi mahasiswa non-reguler, (4) mengetahui tinggi prestasi belajar mata kuliah bidang utama ketekniksipilan mahasiswa regular dibanding dengan mahasiswa non-reguler. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan studi komparatif dengan rancangan ex post facto, sedangkan untuk pengumpulan datanya menggunakan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan angkatan 2006/2007, dengan sampel yang berjumlah 40 mahasiswa. Untuk analisis data digunakan uji t dua sampel (indepent sampel t-test) dengan menggunakan program SPSS 16.00 for windows. Hasil penelitian: Pertama, Ada kencederungan lebih pendek lama studi yang signifikan mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Malang antara jalur reguler dengan jalur non-reguler. Kedua, Ada kencenderungan lebih tinggi prestasi belajar mata kuliah bidang utama ketekniksipilan yang signifikan mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Malang antara jalur reguler dengan jalur non-reguler. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi mahasiswa diharapkan lebih meningkatkan motivasi belajar dalam menempuh studi, dan dapat mencapai kelulusan secara optimal, tidak menambah semester, dan dapat lulus tepat waktu. Sehingga ada kenderungan masa studi yang sama cepat dan ada kencenderungan prestasi belajar yang sama tinggi antara mahasiswa reguler dengan mahasiswa

A Study of the pronunciation of english diphthongs made by english Department Students Having Madurese Language Background / Nuris Syamsiyah

 

This article is a phonological study about how the English Department Students having Madurese language background pronounce English diphthongs. The pronunciation of English diphthongs were collected by recording the eight subjects’ utterrances while reading the given script. The results of this study show that English diphthongs /ei/, /ou/, /ai/, /i¶/, /u¶/, /au/, /e¶/, /ɔi/, and /ɔ¶/ are deviated in some ways. They are pronouncing English diphthong like a pure vowel, pronouncing English diphthong like a long vowel, pronouncing English diphthong as a triphthong, and pronouncing English diphthongs as they are written. The deviations could be because of the influence of the mother tongue and language development. Key words: Pronunciation, English diphthongs, and Madurese language

Penggunaan media konkrit untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Sidodadi II Lawang / Revi Lujeng Rahayu

 

iii ABSTRAK Rahayu, Lujeng Revi. 2009. Penggunaan Media Konkrit untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III SDN Sidodadi II Lawang. Program Studi S1 PGSD Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Sa’dun Akbar, M. Pd. (II) Drs. Heru Agus Tri Widjaja, M.Pd. Kata Kunci : Media Konkrit, Hasil Belajar, IPA Pembelajaran yang optimal dapat dicapai dengan berbagai cara, salah satunya dengan menggunakan media pembelajaran secara tepat. Namun pada kenyataannya media pembelajaran belum diterapkan dalam pembelajaran IPA di SDN Sidodadi 2, pembelajaran masih berpusat pada guru dan siswa cenderung pasif. Oleh karena itu peneliti menganggap penting mengadakan penelitian ini. Dengan tujuan yaitu, untuk memaparkan pelaksanaan pembelajaran, peningkatan hasil belajar serta memaparkan tanggapan guru dan siswa kelas III di SDN Sidodadi 2 Kecamatan Lawang Kabupaten Malang terhadap penerapan media konkrit. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Analisa kuantitatif dalam penelitian ini dilakukan terhadap hasil belajar siswa. Analisa kualitatif dalam penelitian ini menggunakan sistem Penilaian Acuan Patokan (PAP), sesuai dengan KTSP SDN Sidodadi II yaitu 70% secara individual sedangkan klasikal yaitu 80% dari jumlah siswa di kelas. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, observasi, studi dokumen, wawancara dan tes. Tempat pelaksanaan di SDN Sidodadi 2 kecamatan Lawang Kabupaten Malang dengan subjek penelitian siswa kelas III yang berjumlah 35 siswa dan dilaksanakan mulai tanggal 23 Februari-28 Maret 2009. Hasil penelitian setelah diterapkan media konkrit pada mata pelajaran IPA dengan kompetensi dasar ”Mendeskripsikan hasil pengamatan tentang pengaruh energi panas, gerak, getaran dalam kehidupan sehari-hari” yaitu guru mengarahkan, mengorganisasikan, membimbing, memberikan kesempatan pada siswa untuk memberikan masukan dan menyimpulkan materi yuang dipelajari. Serta menunjukkan adanya dampak yang baik terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Indikasi adanya dampak yang baik terhadap hasil belajar siswa ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata skor hasil belajar siswa dari siklus I (65) ke siklus II (81) dan dari peningkatan prosentase taraf keberhasilan siswa dari siklus I (46%) ke siklus II (86 %). Berdasarkan penelitian ini, tanggapan guru dan siswa sangat baik dalam pembelajaran dan disarankan agar dalam pembelajaran IPA menggunakan media konkrit untuk meningkatkan hasil belajar siswa supaya pembelajaran menyenangkan dan hasil belajar siswa meningkat.

Perbedaan penggunaan media mobil training dan media mobil real pada kompetensi troubleshooting sistem penerangan dan wiring siswa SMK Negeri 1 Kota Mojokerto / Achmad Iswahyudi

 

Pendekatan mengajar yang efektif dan efisien dalam pembelajaran praktik merupakan strategi untuk menghasilkan siswa yang kompeten. Media sebagai bagian penting dalam pembelajaran praktik sebaiknya sesuai dengan karakteristik materi yang diajarkan. Media mobil training dapat dikatagorikan media yang sesuai, efektif dan mudah untuk memahami pembelajaran kompetensi troubleshooting sistem penerangan dan wiring. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) kompetensi troubleshooting sistem penerangan dan wiring siswa SMKN 1 Kota Mojokerto yang diajarkan dengan menggunakan media mobil training, 2) kompetensi troubleshooting sistem penerangan dan wiring siswa SMKN 1 Kota Mojokerto yang diajarkan dengan menggunakan media mobil real, dan 3) perbedaan yang signifikan penggunaan media mobil training dan media mobil real pada kompetensi troubleshooting sistem penerangan dan wiring. Penelitian ini mengunakan disain quasi experimental, dengan subyek penelitian adalah kelas XI TMO 1 yang berjumlah 38 siswa sebagai kelas yang diajakan dengan menggunakan media mobil training dan kelas XI TMO 2 yang berjumlah 38 siswa sebagai kelas yang diajarkan dengan menggunakan media mobil real SMKN 1 Kota Mojokerto. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan prates dan pascates dengan menggunakan tes unjuk kerja yang telah melalui pengujian validitas dari 10 soal tes dinyatakan valid dan pengujian reliabilitas menggunakan koefisien alpha Cronbach > 0,60= 0,978. Hasil analisis data menunjukkan bahwa; 1) kompetensi troubleshooting sistem penerangan dan wiring yang diajarkan menggunakan media mobil training menghasilkan nilai rerata pascates 81,97; 2) kompetensi troubleshooting sistem penerangan dan wiring yang diajarkan menggunakan media mobil real menghasilkan nilai rerata pascates 74,74; dan 3) terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan media mobil training dan media mobil real pada kompetensi troubleshooting sistem penerangan dan wiring dengan taraf signifikansi (α)=0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada guru pengajar kompetensi kelistrikan untuk mengembangkan dan menggunakan media mobil training yang memenuhi karakteristik dalam kegiatan pembelajaran praktik kompetensi troubleshooting sistem penerangan dan wiring, sehingga siswa mampu menguasai kompetensi troubleshooting dengan baik. Media mobil training sebagai media pembelajaran lebih luas dapat dikembangkan secara lebih komprehensif.

Perancangan website perusahaan daerah Jasa Yasa / Hendry Ludiwiyanto

 

Banyaknya manfaat dari tempat-tempat wisata yang mendorong pemerintah agar lebih meningkatkan mutu dan kualitas pariwisata di Jawa Timur. Dilihat dari media promosinya, semua tempat-tempat wisata yang dimiliki kota Malang dalam hal ini PD Jasa Yasa sangat minim sekali promosinya dibandingkan dengan tempat-tempat wisata yang dimiliki dan dikelola pihak swasta. Maka dibutuhkan sarana media komunikasi untuk mendongkrak pendapatan dengan cara promosi untuk memperkenalkan dan memperluas pengetahuan tentang tempat-tempat wisata di Kabupaten Malang. Perusahaan Daerah Jasa Yasa Kabupaten Malang merupakan salah satu perusahaan daerah dari beberapa perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah tingkat II Kabupaten Malang. Perusahaan ini mengelola beberapa tempat wisata, antara lain : Pantai Balekambang, Pantai Ngliyep, Pemandian Dewi Sri, Pemandian Metro, Pemandian Sumber Waras, penginapan dan pemandian air panas alam Songgoriti. PD Jasa Yasa juga membuat TIS (Tourist Information Service) yang bertujuan untuk memperkenalkan potensi-potensi wisata di kota dan kabupaten Malang. Secara keseluruhan performance promosi dari sektor pariwisata yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Jasa Yasa belum melaksanakan fungsinya secara optimal. Tampak promosi yang signifikan belum dipertontonkan oleh perusahaan kepada masyarakat baik berupa media cetak maupun media elektronik. Dengan kurangnya media promosi dan pemasaran tentang potensi wisata yang dikelola PD Jasa Yasa maka perancang akan membuat media website sebagai salah satu media promosi. Hal yang mendasari pembuatan webiste PD Jasa Yasa ini karena perusahaan belum memiliki website resmi seperti perusahaan-perusahaan swasta lain di bidangnya. Website atau situs adalah suatu kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam atau gerak, animasi, suara dan atau gabungan dari semua itu baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink). Perancangan produk website ini menggunakan metode prosedural,yaitu model yang bersifat deskriptif yang menggariskan langkah-langkah untuk menghasilkan sebuah produk website. Langkah-langkah tersebut antara lain : (1) Pengumpulan data. (2) Hasil Observasi dan Identifikasi (3) Model isi. (4) Pra produksi (5) Produksi. (6) Hasil Produksi (7) Uji Kelayakan. Produk akhir dari perancangan ini adalah berupa prototype website PD Jasa Yasa beserta media pendukungnya yaitu catalog, x banner, poster, brosur, stiker, pin dan mug yang diharapkan dapat membantu perusahaan dalam hal promosi yang lebih luas.

Hubungan antara kemampuan komunikasi, citra diri, dan persepsi kesepian pada istri prajurit TNI-AU Lanud Abdulrahman Saleh yang ditugaskan ke luar daerah / Bayu Eko Windharto

 

ABSTRAK Windharto, Bayu Eko. 2009. Hubungan Antara Kemampuan komunikasi, Citra Diri, dan Persepsi Kesepian Pada Istri Prajurit TNI – AU Lanud Abdulrahman Saleh yang Ditugaskan Ke luar Daerah. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I)Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed. (II) Diyah Sulistiyorini, S.Psi, M.PSi. Kata kunci : Kemampuan komunikasi, citra diri, persepsi kesepian. Pada saat ini peran serta TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI sangat besar. Terlebih melihat kondisi negara saat ini. Hal ini akan berimbas bagi istri para prajurit TNI. Seringnya ditinggal suami bertugas ke luar daerah akan menjadi sebuah konsekuensi yang harus dihadapi. Komunikasi akan berperan penting ketika istri ditinggal suami, peranan citra diri juga akan penting, sehingga tidak terjadi perasaan kesepian pada diri istri prajurit. Mengingat pentingnya kemampuan komunikasi, citra diri, untuk menghindari persepsi kesepian pada istri prajurit, maka hal tersebut mendasari peneliti untuk mengadakan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara kemampuan komunikasi, citra diri, dan pesepsi kesepian istri prajurit TNI – AU Lanud Abdulrahman Saleh yang ditugaskan ke luar daerah. Populasi dalam penelitian ini adalah 300 orang istri prajurit TNI – AU Lanud Abdulrahman Saleh yang ditinggal tugas suami ke luar daerah, dengan sampel sebanyak 45 orang istri prajurit yang diambil dengan metode purposive sampling. Kemampuan komunikasi, citra diri, dan persepsi kesepian istri prajurit TNI - AU diambil dengan metode kuesioner skala likert. Hasil analisis reliabilitas untuk skala kemampuan komunikasi sebesar 0,894, reliabilitas untuk skala citra diri sebesar 0,856, sedangkan reliabilitas untuk skala pesepsi kesepian diperoleh sebesar 0,835, sehingga instrumen dapat digunakan untuk melaksanakan penelitian. Data kemampuan komunikasi, citra diri, dan persepsi kesepian istri prajurit di analisis dengan teknik analisis korelasi product moment dan multiple regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh koefisien korelasi atau keeratan hubungan (r) antara kemampuan komunikasi dengan persepsi kesepian istri prajurit TNI –AU yang ditinggal tugas suami keluar daerah sebesar -0, 914 dengan p = 0,002 (p < 0,05). Nilai tersebut berarti bahwa ada hubungan sebesar 91,4% antara kemampuan komunikasi dengan persepsi kesepian pada istri prajurit TNI – AU Lanud Abdulrahman Saleh yang ditugaskan ke luar daerah. Pada hubungan antara citra diri dengan persepsi kesepian istri prajurit TNI –AU yang ditinggal tugas suami keluar daerah sebesar -0,924 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Nilai tersebut berarti bahwa ada hubungan sebesar 92,4% antara citra diri dengan persepsi kesepian pada istri prajurit TNI – AU Lanud Abdulrahman Saleh yang ditugaskan ke luar daerah. Sedangkan hubungan antara kemampuan komunikasi, citra diri, dan persepsi kesepian istri prajurit TNI –AU yang ditinggal tugas suami ke luar daerah sebesar R2= 0,859. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara kemampuan komunikasi, citra diri, dan persepsi kesepian pada istri prajurit TNI – AU Lanud Abdulrahman Saleh yang ditugaskan ke luar daerah.

Permainan kartu huruf untuk meningkatkan keterampilan membaca nyaring siswa kelas I SDN Ngajum 05 Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang / Siti Sarofah

 

ABSTRAK Sarofah, Siti. 2009. Permainan Kartu Huruf untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Nyaring Siswa Kelas 1 SDN Ngajum 05 kecamatan Ngajum kabupaten Malang. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. I. Wayan Sutama, M.Pd. (2) Dra. Harti Kartini, M.Pd. Kata Kunci: Permainan Kartu Huruf, Membaca Nyaring, SD Siswa Sekolah Dasar diharapkan dapat menguasai kemampuan membaca. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan siswa SD dalam mempelajari semua mata pelajaran yang lain. Pada siswa kelas 1 kemampuan membaca yang harus dikuasai adalah membaca permulaan dengan disuarakan. Berdasarkan hasil observasi, kemampuan membaca di kelas 1 SDN Ngajum 05 kecamatan Ngajum kabupaten Malang mengalami permasalahan diantaranya yaitu 3 siswa tidak dapat membedakan huruf yang bentuknya sama dan tidak dapat melafalkan huruf diftong, 12 siswa membacanya masih mengeja. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah metode pembelajaran membaca di kelas 1 kurang bervariasi, dan 3 siswa tidak dari TK. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan media berupa kartu huruf yang disimulasikan dalam bentuk permainan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan permainan kartu huruf untuk meningkatkan keterampilan membaca nyaring siswa kelas 1. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dan jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan secara bersiklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Ngajum 05 kecamatan Ngajum kabupaten Malang. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 1 yang berjumlah 26 orang. Prosedur pengumpulan datanya antara lain dengan mengadakan observasi, mengadakan wawancara, dan pembuatan dokumen yang berupa foto pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan permainan kartu huruf. Sedangkan proses analisis data penelitian ini berpedoman pada langkah-langkah analisis data penelitian kualitatif, yang terdiri dari tiga alur kegiatan yang dilakukan secara bersamaan yaitu: (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan permainan kartu huruf pada pembelajaran membaca nyaring di kelas 1, dapat memudahkan siswa dalam memahami simbol bunyi berupa huruf yang disusun menjadi kata, kata menjadi kalimat sederhana. Adapun peningkatan hasil dapat dilihat dari nilai proses membaca nyaring tiap siswa dan rata-rata kelas yang cenderung naik. Disarankan kepada guru, agar lebih kreatif lagi dalam merancang sebuah permainan dengan menggunakan media kartu huruf, tidak hanya permainan yang dimainkan tiap individu tetapi juga kelompok. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih termotivasi lagi dalam belajar membaca dan juga pembelajaran menjadi lebih aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, dan juga penyediaan media pembelajaran harus diperhitungkan sehingga pembelajaran dapat berjalan seperti yang direncanakan.

Penerapan model pembalajaran kooperatif jigsaw untuk meningkatkan aktivitas dan kerjasama siswa pada mata pelajaran IPA kelas V di SDN Bareng 3 Malang / Eka Dian Wulandari

 

6 ABSTRAK Wulandari, Eka Dian. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw untuk Meningkatkan Aktivitas dan Kerjasama Siswa Kelas V SDN Bareng 3 Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suharjo, M.S, M.A., (II) Dra Harti Kartini, M.Pd. Kata kunci: pembelajaran kooperatif, aktivitas, kerjasama. Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, visi dan misi pendidikan nasional dapat diwujudkan dengan pergeseran paradigma proses pendidikan, dari paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran. Paradigma pembelajaran lebih menitikberatkan pada peran dan partisipasi siswa. Partisipasi aktif dari siswa dapat diwujudkan melalui pembelajaran kontruktivis. Melalui pembelajaran kontruktivis, siswa dituntut secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran serta menggunakan kemampuan berfikir kritis dan kreatif untuk memperoleh pengetahuan. Selain itu sebagai mahkluk sosial, siswa diharapkan dapat melakukan kerjasama dengan orang lain sehinggga Depdiknas memasukkan kemampuan kerjasama ini ke dalam kecakapan sosial. Namun selama ini, kedua hal itu belum seluruhnya dapat dilaksanakan di setiap SD. Berdasarkan observasi awal di kelas V SDN Bareng 3 Malang pada tanggal 6 November 2008 dan 23 Maret 2009, terlihat guru hanya menggunakan metode ceramah sehingga pembelajaran hanya berlangsung satu arah. Siswa nampak kurang aktif selama pembelajaran berlangsung. Ketika siswa diberi kesempatan diskusi, siswa nampak bekerja sendiri. Keadaan ini jika dibiarkan terus menerus akan semakin membuat siswa menjadi pasif, akibatnya siswa akan kesulitan dalam mengemukakan pendapat atau ideidenya. Selain itu, adanya perbedaan kemampuan intelektual siswa tanpa diimbangi dengan adanya kemampuan kerjasama akan membentuk mereka menjadi manusia yang egois dalam masyarakat. Hasil wawancara dengan guru terungkap bahwa aktivitas dan kerjasama siswa masih rendah, terutama pada pembelajaran IPA. Oleh karena itu, perlu adanya penerapan pembelajaran kooperatif yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan kerjasama siswa kelas V SDN Bareng 3 Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dan dilaksanakan secara bersiklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu rencana, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara diatur, dikelompokkan ke dalam pola dan akhirnya ditemukan tema. Data yang terkumpul tersebut dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas belajar dan kerjasama siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw. Peningkatannya tampak pada kenaikan jumlah setiap indikator tiap siklus. Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui bahwa pembelajaran kooperatif jigsaw dapat meningkatkan aktivitas belajar dan kerjasama siswa, khususnya pada mata pelajaran IPA di kelas V SDN Bareng 3 Malang.

Pengaruh pertumbuhan total asset dan financing to deposit ratio (FDR) terhadap pendapatan bagi hasil pihak ketiga pada Bank Syariah (Studi pada PT Bank Syariah Mandiri) / Wien Widyanti

 

ABSTRAK Widyanti, Wien. 2009. Pengaruh Pertumbuhan Total Asset dan Financing to Deposit Ratio (FDR) Terhadap Pendapatan Bagi Hasil Pihak ketiga Pada Bank Syariah (Studi Pada PT Bank Syariah Mandiri). Skripsi, Program S-1 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Hj. Sutatmi Msi, MPd, Ak, dan (II) Sriyani Mentari, S.Pd, MM. Kata kunci: total asset , financing to deposit ratio, pendapatan bagi hasil Setelah adanya UU No. 7 tahun 1992 tentang perbankan yang memungkinkan bank menjalankan operasional bisnisnya dengan sistem bagi hasil kemudian UU No 10 Tahun 1998 sebagai amandemen dari UU No.7 Tahun 1992 yang memberikan landasan hukum yang lebih kuat bagi keberadaan sistem perbankan syariah, terjadi perkembangan yang demikian pesat pada industri perbankan syariah di Indonesia yang dapat dinilai dari indikator pertumbuhan total asset dan Financing to Deposit Ratio (FDR). Besar kecilnya tingkat bagi hasil yang ditawarkan oleh perbankan syariah akan sangat mempengaruhi jumlah pihak ketiga yang akan menyimpan uangnya di bank syariah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan total asset dan Financing to Deposit Ratio (FDR) terhadap pendapatan bagi hasil pihak ketiga pada PT Bank Syariah Mandiri baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini dilakukan pada PT Bank Syariah Mandiri. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu laporan keuangan triwulan PT Bank Syariah Mandiri yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia dari tahun 2004- 2007. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen (pertumbuhan total asset dan FDR) terhadap variabel dependen (pendapatan bagi hasil pihak ketiga) digunakan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang bisa dikemukakan yaitu melakukan strategi alokasi asset yang tepat serta manajemen asset yang baik untuk menjaga kualitas asset terutama asset produktifnya (earning asset) agar tetap dapat dioptimalkan untuk memperoleh return, memberikan bagi hasil yang kompetitif dengan memperhatikan efisiensi dan manajemen resiko yang cermat agar nasabah lebih tertarik menabung uangnya di PT Bank Syariah Mandiri daripada di bank konvensional, diharapkan adanya penelitian-penelitian selanjutnya mengenai pendapatan bagi hasil pihak ketiga, dengan menggunakan variabel-variabel yang lebih beragam, baik dari faktor internal maupun eksternal bank.

Pemanfaatan media pembelajaran koin bilangan bulat untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN Percobaan 1 kota Malang / Novi Qurratu A'yunin

 

ABSTRAK A’yunin, Novi Qurratu. 2009. Pemanfaatan Media Pembelajaran Koin Bilangan Bulat untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SDN Percobaan 1 Kota Malang. Skripsi, Program Studi S1 PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, FIP, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Purwendarti, M.Pd., (2) Drs. Suharjo, M.S.,M.A. Kata Kunci: Media, Koin Bilangan Bulat, Hasil Belajar, Matematika, SD. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran dengan materi yang abstrak, sehingga sebagian siswa kurang memahami. Hal ini dikarenakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa SD masih dalam taraf berfikir kongkret, maka memahami hal-hal yang abstrak perlu pemanfaatan media pembelajaran yang relevan. Hasil pengamatan awal dalam proses pembelajaran matematika dengan pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, guru hanya menggunakan metode ceramah dan penugasan serta media yang digunakan kurang bervariasi yaitu menggunakan media mistar bilangan bulat saja, sehingga hanya 20% siswa yang dapat memanfaatkan, sedangkan siswa yang lain hanya memperhatikan saja. Untuk hasil belajarnya siswa belum mencapai standart ketuntasan kelas, dimana rata-rata nilai matematika siswa hanya 68 sedangkan kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan di SDN Percobaan 1 Kota Malang adalah 70. Berdasarkan hal tersebut media pembelajaran koin bilangan bulat sebagai alternatif peningkatan hasil pembelajaran matematika pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan media pembelajaran koin bilangan bulat dalam meningkatkan hasil belajar matematika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan pada bulan November-Desember 2008. Subyek Penelitian ini adalah guru dan 46 siswa kelas IVA SDN Percobaan 1 Kota Malang. Instrumen penelitian ini antara lain soal pre tes, post tes, lembar pengamatan. Hasil analisis data penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran siklus I dan II mencapai 100%, (2) tingkat keefektifan siswa pada siklus I tercapai 93,47 selanjutnya pada siklus II keefektifan siswa meningkat menjadi 100% (3) tingkat kesenangan siswa pada siklus I mencapai 93,46%, dan meningkat pada siklus II menjadi 97,83%. Adapun hasil belajar siswa rata-rata pada waktu pre tes (sebelum pemanfaatan media koin bilangan bulat) adalah 61,30 dengan kategori kurang baik. Setelah dilaksanan siklus I mengalami peningkatan yang signifikan yaitu 81,74 dengan kategori baik dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu 91,09% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan memanfaatkan media pembelajaran koin bilangan bulat dapat menciptakan keaktifan siswa sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif, kesenangan, kebermaknaan, dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti 100% siswa telah mencapai keriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan yaitu 70. Maka berdasarkan temuan penelitian disarankan kepada guru-guru sekolah dasar untuk memanfaatkan media koin bilangan bulat sebagai alternatif pembelajaran matematika pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 |