Penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPA2 SMAN 8 Malang tahun ajaran 2008/2009 / Eka Yuliani

 

Berdasarkan observasi awal di SMAN 8 Malang yang dilaksanakan pada tanggal 27 Januari sampai 3 Februari 2009 diketahui bahwa skor rata-rata ulangan harian semester 1 adalah 72, dan keberhasilan belajar klasikal hanya mencapai 57%. Selain hasil belajar yang rendah, diketahui bahwa aktivitas siswa juga masih rendah yaitu sebesar 25%. Berdasarkan permasalahan yang ada maka peneliti menerapkan pembelajaran kooperatif model jigsaw. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 8 Malang pada tanggal 27 Januari sampai dengan 27 Januari 2009. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan dirancang dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IPA2 SMAN 8 Malang yang berjumlah 42 siswa. Pengumpulan data melalui observasi kegiatan pembelajaran dan kegiatan siswa selama pembelajaran berlangsung, dokumentasi dan tes. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rerata aktivitas klasikal dengan kriteria B (baik) dari 35% pada siklus I menjadi 66,8% pada siklus II. Hasil belajar meningkat dilihat dari peningkatan keberhasilan belajar klasikal dari (72,5%) pada siklus I menjadi (88%) pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPA 2 SMAN 8 Malang.

Penerapan model pembelajaran kooperatif problem posing untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 8 Malang / Karomatul Ulfa

 

Abstrak Ulfa, Karomatul. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Problem Posing untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sunarmi, M.Pd., (II) Dra. Amy Tenzer, M.S. Kata kunci: model pembelajaran kooperatif problem posing, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar. Salah satu tujuan dari mata pelajaran biologi yang tercantum dalam Standar Isi Tahun 2006 adalah siswa mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis analitis, induktif, dan deduktif dengan menggunakan konsep dan prinsip biologi. Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 30 Januari sampai tanggal 10 Pebruari 2009 di kelas XI IPA 1 dapat diketahui bahwa kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA 1 masih rendah (persentase pertanyaan siswa dengan level kognitif C4 sebesar 33,3% dan level kognitif C1-C3 sebesar 66,7%). Jawaban siswa juga kurang lengkap dan sistematis. Berdasarkan masalah tersebut maka diperlukan suatu strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampu- an berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang diperkirakan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa adalah model pembelajaran kooperatif problem posing. Model pembelajaran kooperatif problem posing merupakan suatu model pembelajaran yang menekan-kan pada kegiatan merumuskan (membuat soal) dan memungkinkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis Penelitian Tindakan Kelas atau PTK. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 30 Januari sampai 17 April 2009 di kelas XI IPA 1 SMA Negeri 8 Malang. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas XI IPA 1 yang terdiri dari 17 siswa dan 25 siswi. Data yang diamati yaitu kemampuan berpikir kritis yang meliputi ke- mampuan bertanya dan menjawab siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 8 Malang. Kemampuan berpikir kritis dinilai dengan tes dan non tes. Kemampuan berpikir kritis yang dinilai dengan tes adalah kemampuan siswa saat menjawab soal tes akhir siklus. Hasil tes dinilai dengan rubrik dan tanpa rubrik. Kemampuan ber- pikir kritis yang dinilai dengan non tes adalah kemampuan bertanya dan men- jawab siswa saat pembelajaran berlangsung yang meliputi pertanyaan dan jawaban siswa dalam Lembar Problem Posing (LPP) II dan saat diskusi kelas serta pertanyaan siswa dalam LPP I. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan pada siklus II baik kemampuan bertanya dan menjawab secara individual, kelompok, maupun klasikal. Persentase kemampuan berpikir kritis siswa yang dilihat dari kemampuan membuat pertanyaan level kognitif C4 secara individual meningkat dari siklus I sebesar 38,1% menjadi 42,9% pada siklus II dan secara kelompok meningkat dari 40% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II. Skor kemampuan bertanya klasikal meningkat dari 2,4 pada siklus I menjadi 3,5 pada siklus II. Pada siklus II persentase kemampuan berpikir kritis siswa yang ditinjau dari kemampuan menjawab mengalami peningkatan. Kemam- puan berpikir siswa secara individual yang dinilai melalui tes meningkat dari 35,7% pada siklus I menjadi 50% pada siklus II untuk kategori sangat baik. Kemampuan berpikir kritis siswa secara kelompok yang dinilai melalui non tes mengalami peningkatan dari 0% pada siklus I menjadi 50% pada siklus II untuk skor kemampuan menjawab 4. Skor kemampuan berpikir klasikal yang dinilai melalui non tes meningkat dari 3,1 pada siklus I menjadi 3,3 pada siklus II dan yang melalui tes meningkat dari kategori baik (74,6) pada siklus I menjadi sangat baik (81,2) pada siklus II. Rata-rata hasil belajar klasikal mengalami peningkatan dari 84,7 pada siklus I menjadi 88,8 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan beberapa hal antara lain: 1) bagi guru yang siswanya memiliki kemampuan berpikir kritis yang rendah dapat menggunakan model pembelajaran kooperatif problem posing untuk meningkat-kan kemampuan berpikir kritis siswa, 2) model pembelajaran kooperatif problem posing dapat digunakan oleh guru untuk lebih mengaktifkan siswa pada saat diskusi kelas, 3) pada pelaksanaan model pembelajaran problem posing guru harus lebih banyak memberikan pertanyaan level kognitif tingkat tinggi kepada siswa supaya lebih banyak siswa yang membuat pertanyaan dengan level kognitif tingkat tinggi.

Multidimension scaling (MDS) terhadap persepsi konsumen dalam memilih jenis produk terbaru Madinah Bakery (studi kasus penilaian konsumen pada jenis produk terbaru Madinah Bakery-Malang) / Elli Purnamasari

 

ABSTRAK Purnamasari, Elli. 2009. Multidimension Scaling (MDS) terhadap Persepsi Konsumen dalam Memilih Jenis Produk Terbaru Madinah Bakery (Studi Kasus Penilaian Konsumen pada Jenis Produk Terbaru Madinah Bakery-Malang). Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Ir. Hendro Permadi, M.Si. (II) Drs. Susiswo, M.Si. Kata Kunci: Multidimension Scaling, MDS, pengelompokan, jenis roti, donat, cake, kriteria penilaian. Beragam jenis roti, donat, dan cake sebagai produk terbaru Madinah Bakery dan banyaknya kriteria yang diinginkan, membuat konsumen memilih-milih dalam membeli. Hal ini dimaksudkan agar selain penampilan yang diperoleh sebagai daya tarik dalam membeli, pada nantinya roti, donat, dan cake yang dibeli benar-benar sesuai dengan keinginan sehingga para konsumen tidak mengalami kekecewaan dalam menikmati. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan Multidimension Scaling (MDS) untuk melihat pengelompokan jenis produk roti, donat, dan cake terbaru Madinah Bakery berdasarkan kriteria penilaian melalui gambar atau peta konfigurasi dan untuk mengetahui kriteria penilaian yang menjadi faktor dominan terhadap peta konfigurasi jenis produk terbaru. Penelitian ini menggunakan data persepsi konsumen dalam menilai tiap jenis produk terbaru Madinah Bakery, yang diperoleh dari kuisioner yang diberikan kepada responden. Di mana responden adalah konsumen yang sedang membeli pada saat penelitian dilakukan di konter Madinah Bakery Cabang Malang Jl. Gajayana No. 500A, Malang. Jumlah sampel yang diambil untuk masing-masing produk sebanyak 30 responden. Hasil pembahasan ini menunjukkan untuk jenis roti berdasarkan rasa, para responden banyak yang memilih jenis roti cum-cum dan pisang coklat. Sedangkan jenis roti daging sapi merupakan jenis roti yang paling sedikit diminati. Berdasarkan penampilan warna, para responden banyak yang memilih jenis roti pisang coklat dan daging ayam. Sedangkan jenis roti cum-cum merupakan jenis roti yang paling sedikit diminati. Kriteria penampilan bentuk dan jangka tahan lama merupakan faktor utama yang diperhatikan oleh responden dalam memilih suatu jenis roti. Sedangkan kriteria rasa dan harga tidak begitu diperhatikan. Untuk jenis donat, berdasarkan propularitas, para responden banyak yang memilih jenis donat kacang ijo dan matahari. Sedangkan jenis donat block variasi pink merupakan jenis donat yang paling sedikit diminati. Berdasarkan penampilan bentuk, para responden banyak yang memilih jenis donat matahari dan mesis bunga. Sedangkan jenis donat kacang ijo merupakan jenis donat yang paling sedikit diminati. Kriteria propularitas dan harga merupakan faktor utama yang diperhatikan oleh responden dalam memilih suatu jenis donat. Sedangkan kriteria rasa dan jangka tahan lama tidak begitu diperhatikan dalam memilih suatu jenis donat. Sedangkan untuk jenis cake, berdasarkan harga, para responden banyak yang memilih jenis cake brownies kotak keju dan blackorest mini. Sedangkan jenis cake kismis merupakan jenis cake yang paling sedikit diminati. Berdasarkan harga dan rasa, para responden banyak yang memilih jenis cake blackorest mini dan cake hongkong. Sedangkan jenis cake kismis merupakan jenis cake yang paling sedikit diminati. Kriteria penampilan bentuk dan penampilan warna merupakan faktor utama yang diperhatikan oleh responden dalam memilih suatu jenis cake. Sedangkan kriteria jangka tahan lama dan propularitas tidak begitu diperhatikan.

Pengaruh perputaran modal kerja dan struktur aktiva terhadap tingkat profitabilitas perusahaan yang terdaftar di BEI / Diah Gumelar Andayani

 

ABSTRAK ndayani, Diah Gumelar. 2009. Pengaruh Perputaran Modal Kerja dan Struktur Aktiva Terhadap Tingkat Profitabilitas Perusahaan yang Terdaftar di BEI. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sriyani Mentari, S.Pd, M.M. (II) Drs. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak. Kata kunci: Perputaran Kas, Perputaran Piutang, Perputaran Persediaan, Struktur Aktiva dan Profitabilitas Profitabilitas perusahaan merupakan aspek penting yang tidak boleh diabaikan karena dengan profitabilitas perusahaan akan dapat menjaga kelangsungan usahanya. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi profitabiltas yaitu perputaran modal kerja (perputaran kas, perputaran piutang, perputaran persediaan) dan struktur aktiva. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan variabel Perputaran Modal Kerja (Perputaran Kas, Perputaran Piutang, Perputaran Persediaan) dan Struktur Aktiva terhadap Profitabilitas (ROA). Populasi dari penelitian ini adalah Perusahaan Real Estate and Property yang terdaftar di BEI tahun 2005-2007. Data yang digunakan berupa data sekunder yaitu data laporan keuangan. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria sebagai berikut: Perusahaan listing di BEI sejak tahun 2005 hingga 2007, perusahaan Real Estate and Property ini memberikan laporan keuangan tahunan kepada BEI selama periode penelitian serta laporan keuangan yang dipublikasikan memiliki kelengkapan data yang memadai dan relevan yang dibutuhkan dalam proses analisis data penelitian. Dari karakteristik sampel di atas diperoleh sampel sebesar 15 perusahaan. Analisis data menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda. Berdasarkan hasil uji F (simultan), hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara perputaran modal kerja (perputaran kas, perputaran piutang, perputaran persediaan) dan struktur aktiva terhadap profitabilitas (ROA). Hasil uji t (parsial) menunjukkan bahwa perputaran kas dan struktur aktiva mempunyai pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap profitabilitas (ROA). Sedangkan perputaran piutang dan perputaran persediaan berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas (ROA). Nilai Adjusted R Square sebesar 39,8% menunjukkan bahwa varian dari profitabilitas yang dapat dijelaskan oleh variasi perputaran modal kerja dan struktur aktiva hanya sebesar 39,8% sedangkan sisanya sebesar 60,2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model. Variabel lain tersebut misalnya rasio likuiditas, aktivitas dan leverage. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel-variabel lain, menggunakan jumlah sampel yang lebih banyak dan jangka waktu atau periode yang lebih panjang sehingga akan diperoleh hasil yang lebih baik.

Pengembangan paket pembelajaran matakuliah pendidikan kewarganegaraan dengan model Dick & Carey pada Universitas Malikussaleh Lhokseumawe Nanggroe Aceh Darussalam / Irma Yurni

 

ABSTRAK Yurni, Irma. 2009. Pengembangan Paket Pembelajaram Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan dengan Model Dick & Carey pada Universitas Malikussaleh Lhokseumawe Nanggroe Aceh Darussalam. Tesis, Jurusan Teknologi Pmbelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sulton, M.Pd., (11) Dr. Waras Kamdi, M.Pd Kata Kunci : Pengembangan, Paket Pembelajaran,Pendidikan Kewarganegaraan, Model Dick & Carey Pembelajaran adalah suatu proses yang sistematik dimana setiap komponen saling berpengaruh bagi keberhasilan pebelajar dalam proses pembelajaran. Hal ini berarti pebelajar perlu berinteraksi dengan sumber-sumber belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran, perekayasaan metode pembelajaran yang meliputi strategi pengorganisasian, strategi penyampaian, dan strategi pengelolaan pembelajaran harus terus menerus diupayakan. Upaya di atas dilakukan agar pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif, efisien dan memiliki daya tarik yang tinggi. Daya tarik pembelajaran biasanya diukur dengan kecenderungan pebelajar untuk terus belajar dan ketertarikan pada mata kuliah. Dalam menciptakan sebuah proses pembelajaran yang efektif, efesien dan memiliki daya tarik diperlukan sumber-sumber belajar yang dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran yang lebih berkualitas. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sumber belajar berupa bahan ajar dan paket pembelajaran masih sangat minim yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan mahasiswa Universitas Malikussaleh Lhokseumawe Nanggroe Aceh Darussalam. Pemecahan masalah terpenting yang harus segera di tangani adalah pengadaan bahan ajar dan paket pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian pengembangan ini, bertujuan untuk mengembangkan paket pembelajaran mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan, yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik mahasiswa. Model yang digunakan dalam pengembangan ini adalah model Dick & Carey (2001). Prosedur pengembangan model ini terdiri atas sepuluh langkah. Namun dalam pengembangan ini hanya di lakukan Sembilan langkah, yakni ; (1) mengidentifikasi tujuan pembelajaran, (2) melakukan analisis pembelajaran, (3) mengidentifikasi prilaku awal dan karakteristik pebelajar, (4) menulis tujuan pembelajaran khusus, (5) mengembangkan butir-butir tes acuan patokan, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7) mengembangkan dan memilih materi pembelajaran, (8) mendesain dan melakukan evaluasi formatif, dan (9) merevisi pembelajaran. Hasil pengembangan berupa draf paket pembelajaran di uji cobakan. Uji coba yang telah di lakukan meliputi uji coba ahli isi matakuliah, uji coba ahli desain pembelajaran, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan. Hasil penilaian/tanggapan dari masing-masing tahap digunakan sebagai masukan proses penyempurnaan paket pembelajaran. Hasil uji coba ahli materi untuk bahan ajar dalam kategori baik, dari hasil uji coba ahli desain bahan ajar dalam kategori baik, dari hasil uji coba perorangan pengembang sedikit mendapatkan perbaikan, saran dan masukan. Berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil bahan ajar termasuk kategori baik, dengan rerata persentase 82,7%. Panduan mahasiswa juga termasuk kategori baik dengan rerata persentase 79,7%. Untuk uji coba lapangan bahan ajar termasuk kategori baik dengan rerata persentase 79,5%. Penilaian dosen pembina matakuliah terhadap bahan ajar termasuk kategori sangat baik dengan rerata persentase 90%. Panduan mahasiswa berada dalam kategori sangat baik 90 %. Panduan dosen juga berada dalam kategori sangat baik 90%. Peningkatan hasil belajar mahasiswa sangat signifikan, terbukti dengan adanya perbedaan nilai pretes dan postes sebesar 17. Artinya paket pembelajaran sangat efektif untuk meningkatkan hasil belajar. Kekuatan paket pembelajaran yang telah disusun adalah (1) paket pembelajaran disusun secara sistematis untuk digunakan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran; (2) paket pembelajaran dapat menimbulkan minat baca; (3) paket pembelajaran ditulis dan dirancang untuk kepentingan mahasiswa, sehingga strukturnya berdasarkan kebutuhan mahasiswa dan kompetensi akhir yang akan dicapai; (4) paket pembelajaran menjelaskan dan mencantumkan tujuan pembelajaran; (5) paket pembelajaran disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel; (6) paket pembelajaran memberi kesempatan pada mahasiswa untuk berlatih; (7) paket pembelajaran memberikan rangkuman, sehingga mempermudah proses belajar mahasiswa; (8) kepadatan isinya berdasarkan kebutuhan mahasiswa; (9) dikemas untuk proses instruksional, sehingga disertai panduan dosen dan panduan mahasiswa untuk menjelaskan cara mempelajarinya. Sedangkan kelemahannya paket pembelajaran ini adalah disusun berdasarkan karakteristik mahasiswa Universitas Malikussaleh, sehingga keberadaannya sesuai dengan karakteristik mahasiswa Universitas Malikussaleh Lhokseumawe Nanggroe Aceh Darussalam. Bila bahan ajar ini ingin digunakan secara luas, perlu penyempurnaan atau revisi sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pengguna.

Peran kepala madrasah dalam manajemen konflik (studi kasus di MA. Matholi'ul Anwar Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan) / Ahmad Nurabadi

 

ABSTRAK Nurabadi, Ahmad. 2009. Peran Kepala Madrasah dalam Manajemen Konflik (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Matholi置l Anwar Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan). Tesis, Jurusan Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd, (II) Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M.Pd. Kata kunci: peran, manajemen konflik Sebagai seorang pemimpin, kepala madrasah mempunyai peranan yang sangat penting dalam usaha mencapai tujuan pendidikan di madrasah. Kepala madrasah harus aktif dan dinamis sehingga dapat membimbing, mendorong dan mengajak para guru dan pegawai lainnya untuk bekerja sama dalam proses mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan bersama. Upaya menegakkan dan membangun madrasah sebagai sebuah organisasi kerja yang menyenangkan tidaklah mudah, karena dalam manajemen pendidikan terutama di dalam kehidupan madrasah, kepala madrasah menghadapi sejumlah guru-guru yang memiliki berbagai macam kepentingan, tingkah laku, gaya dan ide-ide serta peragai yang berbeda-beda dalam menjalankan tugasnya. Berbagai keinginan ini lebih sering tidak sesuai dengan tujuan dan keinginan sekolah, dan pada gilirannya hal ini akan menimbulkan persoalan yaitu ketidakselarasan antara harapan guru dan tujuan madrasah, inilah yang menyebabkan timbulnya konflik. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan secara deskriptif bagaimana peran kepemimpinan kepala madrasah dalam manajemen konflik di Madrasah Aliyan Matholi置l Anwar Simo Sungelebak Karanggeneg Lamongan, yang dijabarkan dalam fokus-fokus, yaitu: mendiskripsikan cara kepemimpinan dalam manajemen konflik, pola manajemen konflik yang digunakan oleh kepala madrasah aliyah Matholi置l Anwar, respon para guru terhadap manajemen konflik, serta dukungan dan hambatan dalam pelaksanaan manajemen konflik. Penelitian ini dirancang dengan pendekatan kualitatif dengan mengunakan jenis penelitian studi kasus, sesuai dengan tujuan penelitian ini adalah menggambarkan secara deskriptif bagaimana peran kepemimpinan kepala madrasah dalam manajemen konflik, sehinggga pada akhirnya pengembangan madrasah bisa kondusif dan produktifitasnya meningkat. Dengan mengunakan jenis penelitian studi kasus, fokus penelitian ini dapat teramati pula keutuhannya dan pengumpulan datanya dilakukan secara berulang-ulang dimana pengumpulan data berikutnya dilakukan, dianalisis dan digunakan untuk mengembangkan model deskriptif dari fenomena yang ada dari semua situs teori sementara yang dihasilkan melalui pengumpulan data sebelumnya dan dimodifikasi untuk menghasilkan teori yang lebih bagus. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil data secara holistik yang integratif, memperhatikan relevansi dan berdasarkan fokus serta tujuan penelitian, maka penggumpulan data dilakukan dengan empat teknik, yaitu: (1) Wawancara mendalam (Indepth interviewing) , (2) Observasi partisipan (Partisipan observation): dan (3) Studi dokumentasi (Study of document). Temuan penelitian menunjukkan bahwa manajemen konflik yang dilakukan oleh kepala madrsasah sebagai salah satu peran kepemimpinan di Madrasah Aliyah Matholi置l Anwar merupakan suatu proses kegiatan yang senantiasa menjadi salah satu prioritas dalam manajemen madrasah, karena manajemen konflik akan menjadi suatu pendorong terhadap terciptanya suasana lembaga yang kondusif. Teknik yang dilakukan oleh kepala madrasah dalam manajemen konflik adalah dengan teknik kekeluargaan dan teknik pendekatan personal serta komunikasi yang berkelanjutan juga sering dilakukan, sementara itu model manajemen konflik yang dipakai oleh kepala madrasah menyesuaikan dengan karakter dari guru atau pegawai yang berkonflik, dan salah satu model manajemen konflik yang perna dilakukan adalah model kolaboratif. Madrasah Aliyah Matholi置l Anwar mempunyai kekurangan dalam hal sarana prasarana, tetapi kekurangan ini tidak membuat minat masyarakat sekitar untuk menyekolahkan putra-putrinya menjadi rendah. Ini dibuktukan dengan jumlah peserta didik yang cukup tinggi, rata-rata setiap tahun mencapai 300 peserta didik, baik dari daerah sekitar ataupun dari luar daerah seperti gresik dan surabaya. Semua tenaga pendidiknya telah mendapat pengakuan dari masyarakat, karena sebagian besar menjadi tokoh masyarakat di daerahnya masing-masing serta mempunyai pengalaman mengajar yang cukup lama. Para guru di Madrasah Aliyah Matholiul Anwar merespon semua manajemen konflik yang dilakukan oleh kepala madrasah dengan respon yang positif dan selalu bisa menerima, respon yang baik ada karena kepala madrasah melakukan manajemen konflik secara musyawarah mufakat dan tidak mementingkan dirinya sendiri melainkan kemajuan lembaga menjadi tujuan bersama dan menjadi prioritas dalam setiap manajemen konflik yang dilakukan. Dukungan selalu muncul dari masyarakat sekitar, termasuk komite madrasah dan dewan guru senantiasa memberikan dukungan terhadap setiap kebijakan dalam manajemen konflik yang dilakukan oleh kepala madrasah, sementara komunikasi yang tidak langsung kepada para guru dan pegawai dapat menimbulkan hambatan-hambatan. Dari hasil penelitian maka disarankan: (1) Bagi Departemen Agama dan Departemen Pendidikan Nasional, budaya agamis yang sudah menjadi citra diri dari madrasah agar selalu dijaga dan dikembangkan menjadi budaya yang bisa diserap oleh masyarakat sekitar, tidak hanya dikonsumsi oleh lembaga sendiri tanpa bisa direduksi oleh masyarakat, (2) Bagi Kepala Madrasah, kualitas lingkungan pembelajaran akan mempengaruhi model pembelajaran yang nantinya juga berpengaruh kepada kualitas alumni madrasah, perbaikan lingkungan pembelajaran di madrasah harus terus dilakukan seiring dengan perkembangan zaman dan mutu alumni Madrasah Aliyah Matholi置l Anwar akan lebih baik lagi apabila mereka mempunyai keterampilan lain seperti pertukangan, perikanan, pertanian, dan lain-lain, (3) Bagi peneliti lain, kajian mengenai manajemen konflik yang ada di madrasah, di Indonesia masih sangat kurang, dan (4) Bagi Program Manajemen Pendidikan, dalam pelaksanaan manajemen konflik kebanyakan para pemimpin hanya memperoleh ilmu di pendidikan formal dan sebatas pada pengetahuan saja, ilmu manajemen konflik tersebut sebenarnya dapat diterapkan di berbagai sektor pendidikan baik formal maupun non formal maka di mohon pelaksanaan untuk lembaga madrasah atau lembaga non formal lainnya serta praktek pelaksanaan manajemen konflik agar lebih ditekankan.

Pelaksanaan kegiatan pelayanan jasa pada PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Probolinggo / Siti Fatimah

 

ABSTRAK Fatimah, Siti. 2009. Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Jasa pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Probolinggo. Tugas Akhir. Jurusan Manajemen Program D-III Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Suprianto, M.M Kata Kunci: Kegiatan Pelayanan, Jasa. Pada saat ini perkembangan dan perubahan situasi dunia akibat teknologi yang semakin pesat merupakan tuntutan pada zaman eraglobalisasi yang menyebabkan berbagaimacam perubahan dalam aspek kehidupan yang semakin bebas dimana persaingan dalam pemasaran juga semakin kompetiti. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) merupakan BUMN dalam bidang jasa air yang melayani pelanggan, calon pelanggan dan masyarakat dalam tata kehidupan sehari-hari. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mempunyai kegiatan pelayanan sendiri dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan sesuai dengan kebutuhan perusahaan untuk memuaskan pelanggan dan memperoleh citra yang baik di masyarakat. Dengan memberikan pelayanan yang jelas, maka akan memberikan kemudahan bagi pelanggan. Tujuan dari penulis ini adalah untuk mengetahui kegiatan pelayanan jasa yang diterapkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Probolinggo. Hasil yang didapat bahwa kegiatan pelayanan jasa bertujuan untuk melayani pelanggan, calon pelanggan dan masyarakat secara sistematis untuk menghindari kekeliruan dan mempermudah dalam pelayanan pelanggan sehingga menjadi lebih efektif dan efisien. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Probolinggo memberikan berbagai macam bentuk layanan jasa yaitu: pelayanana pemasangan, jual beli pipa yang tardiri dari pelayanan pemasangan baru, pengaduan pelanggan dan pelayanan pembayaran tagihan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Kesimpulan yang diperoleh dan penulis ini adalah dengan memberikan berbagai bentuk layanan jasa dan prosedur, maka Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) memberikan kemudahan pada pelanggan, calon pelanggan dan masyarakat dalam menggunakan pelayanan yang diinginkan dengan peraturan yang berlaku. Berdasarkan hasil penulisan ini dapat disarankan agar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mampu meningkatkan kegiatan pelayanan jasa yang diberikan pada pelanggan, calon pelanggan, maupun masyarakat serta mempertahankan kualitas pelayanan yang asudah diterapkan sebelumnya.

Membangun media pembelajaran berbasis web dengan menggunakan aplikasi moodle di Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang / M. Rulhadi, Mochammad Khairul Anam

 

ABSTRAK M. Rulhadi (606532352577) Dan Mochammad Khairul Anam (606532352375) . 2009. Membangun Media Pembelajaran Berbasis Web Dengan Menggunakan Aplikasi Moodle Di Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Pembimbing: Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Kata Kunci : e-learning, pembelajaran, web, internet, moodle Universitas Negeri Malang (UM) merupakan salah satu lembaga diantara perguruan tinggi negeri di indonesia, dimana lembaga ini mempunyai tugas pokok mendidik dan mengembangkan sumberdaya manusia. Selain tugas pokok itu Universitas Negeri Malang ingin memberikan kontribusinya secara maksimal kepada masyarakat terャhadap perkembangan global, nasional, regional dan lokal yang dilakukan melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan peneャrapan IPTEKS Untuk mencapai tujuan itu, Universitas Negeri Malang harus mempunyai visi, misi dan tujuan lembaga yang harus dirumuskan secara tegas agar dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pengembangan. Salah satu tujuan lembaga yang telah dirumuskan adalah mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai sarana pembelajaran jarak jauh.Teknologi Industri merupakan komponen jurusan yang ada di Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Untuk mencapai tujuan lembaga, Teknologi Industridengan infrastruktur serta sumber daya yang ada mempunyai komitmen mengembangkan media pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan teknologi berbasis WEB dengan mengacu pada penggunaan media teknologi internet. Dengan teknologi pembelajaran ini diharapkan Teknologi Industri akan mampu mengembangkan media pembelajaran yang lebih luas dalam mempertinggi kualitas, mutu pengetahuan, dan mampu mendampingi pembelajaran model kelas (konvesional) serta mampu menghapus pembelajaran dengan batasan ruang dan waktu.Rumusan Masalah dalam hal ini berdasarkan pokok pikiran yang ada dalam tulisan ini adalah Bagaimana merancang dan membangun jaringan komputer serta media pembelajaran berbasis WEB dengan menggunakan aplikasi moodle di Jurusan Teknologi Industri?Metode perancangan sistem ini adalah.menghubungkan antara PC server dengan PC lab TI, Jurusan serta sekretaris jurusan guna terjadinya koneksi jaringan yang menggunakan kabel LAN dan HosPot sehingga perencanaan dapat berjalan dengan baik dan lancar.pada system ini digunakan media pembelajaran berbasis WEB dengan menggunakan aplikasi Moodle.Kesimpulan akhir dari laporan ini adalah Model pembelajaran e-learning di Jurusan Teknologi Industri memberikan sebuah terobosan baru dibidang pengajaran dan pembelajaran, karena mampu meminimalkan perbedaan cara mengajar dan materi, sehingga memberikan standar kulitas pembelajaran yang lebih konsisten. Sistem e-learning diperlukan untuk mengantisipasi perkembangan jaman dengan dukungan Teknologi Informasi dimana semua menuju ke era digital. Dari hasil pengujian pembelajaran, seperti pada mata pelajaran produktif secara online dengan metode e-learning yang didukung oleh adanya perangkat lunak yang dapat mengatur pertemuan online sehingga proses belajar mengajardapat dilakukan secara bersamaan atau real time tanpa kendala jarak dan waktu.Walaupun demikian pemanfaatan internet untuk pembelajaran atau e-learning juga tidak terlepas dari berbagai kekurangan antara lain: urangnya interaksi antara Dosen dan mahasiswa sehingga bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar dan mengajar. Berubahnya peran Dosen dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan pengetahuan IT. Mahasiswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal. idak semua tempat tersedia fasilitas internet. Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki ketrampilan internet. Kurangnya penguasaan bahasa komputer.Penerapan e-learning pada pembelajaran mata pelajaran produktif akhirnya dapat menghemat biaya waktu dan tenaga untuk pengajaran dan pelatihan, akan tetapi memerlukan investasi yang sangat besar pada permulaanya, sehingga jika tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan kerugian yang besar

Mesin simulasi alternator IC pada kendaraan roda empat / Dani Sri Singgih

 

ABSTRAK Dani Sri Singgih. 2009. Mesin Simulasi Alternator IC Pada Kendaraan Roda Empat. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin Progam Studi Teknik Mesin Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Kata kunci: listrik, alternator, regulator Pemakaian mesin yang terus menerus menyebabkan listrik yang tersimpan dalam baterai mengalami pengurangan bahkan habis. Sistem pengisian bekerja dengan mensuplai kembali listrik yang telah digunakan oleh mesin. Pada sistem pengisian dengan IC Regulator. IC Regulator berfungsi untuk melakukan pengaturan tegangan output alternator dengan mengatur arus field yang masuk ke rotor coil yang mana pemutusan arus dilakukan oleh IC. Prinsip pembangkitan listrik oleh alternator yaitu dengan pemutusan garis gaya magnet yang di hasilkan oleh rotor coil oleh penghantar yang berputar bersama rotor kemudian membentuk garis gaya listrik. Garis-gaya listrik di searahkan oleh dioda sebelum di alirkan ke baterai. Komponen-komponen alternator antara lain stator berfungsi sebagai pembangkit listrik oleh stator coil, Rotor berfungsi sebagai penghasil medan magnet oleh rotor coil, IC Regulator sebagai pengatur tegangan, dioda sebagai penyearah arus dan bodi alternator sebagai dudukan rotor dan stator. Indikasi kerusakan yang terjadi pada sistem pengisian antara lain : (1) Lampu peringatan bekerja tidak normal, meliputi lampu tidak menyala pada saat kunci kontak ON, lampu tidak mati pada saat mesin hidup, lampu menyala redup pada saat mesin hidup, lampu kadang-kadang menyala pada saat mesin hidup. (2) Baterai lemah meliputi tidak dapat memutar mesin dengan motor starter dan lampu redup. (3) pengisian terlalu besar. (4) Suara tidak normal yang berasal dari alternator dan static pada radio.

Penerapan model pembelajaran edutainment berdasarkan quantum teaching untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas VIII pada materi sistem dalam kehidupan tumbuhan di SMP Negeri 13 Malang / Zuhdiawan Yanuar Irvanto

 

ABSTRAK Irvanto, Zuhdiawan Yanuar. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Edutainment Berdasarkan Quantum Teaching untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII pada Materi Sistem dalam Kehidupan Tumbuhan di SMP Negeri 13 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mimien Henie Irawati, M.S. (II) Balqis, S.Pd, M.Si. Kata kunci: kerangka rancangan TANDUR, motivasi belajar, hasil belajar. Berdasarkan pada hasil observasi dan wawancara dengan guru Biologi di SMP Negeri 13 Malang, kendala utama yang terjadi selama proses pembelajaran Biologi di SMP Negeri 13 Malang adalah sulitnya membuat siswa aktif. Kurang aktifnya siswa ini disebabkan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru yaitu terutama metode ceramah yang kurang melibatkan siswa secara langsung. Kurang terlibatnya siswa secara langsung selama pembelajaran menyebabkan siswa kurang termotivasi, dan kurangnya motivasi siswa dalam kelas ini menyebabkan hasil belajar siswa rendah. Dalam rangka memecahkan masalah pembelajaran tersebut maka perlu dilakukan upaya antara lain berupa pengembangan strategi pembelajaran yang mampu mengoptimalkan motivasi belajar siswa. Pembelajaran edutainment berdasarkan Quantum Teaching dengan kerangka rancangan TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasi, Ulangi dan Rayakan) merupakan salah satu model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar karena menekankan pada kerjasama siswa dalam kelompok yang mendorong dan membantu siswa dalam menguasai materi yang sedang dipelajari, serta menumbuhkan suatu kesadaran bahwa belajar itu penting, bermakna, dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi melalui penerapan pembelajaran edutainment berdasarkan Quantum Teaching dengan kerangka rancangan TANDUR pada Materi Sistem dalam Kehidupan Tumbuhan Kelas VIII di SMP Negeri 13 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, siklus I terdiri atas lima kali pertemuan dan siklus II terdiri atas tiga kali pertemuan, penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan April pada semester 2 tahun ajaran 2008-2009. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-H SMP Negeri 13 Malang Malang yang berjumlah 40 siswa, terdiri dari 19 siswa perempuan dan 21 siswa laki-laki. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa motivasi belajar, hasil belajar siswa dan penerapan pembelajaran edutainment berdasarkan Quantum Teaching dengan kerangka rancangan TANDUR dengan instrumen penelitian berupa tes akhir siklus, lembar observasi penilaian afektif dan psikomotor, lembar observasi keberhasilan tindakan, angket motivasi belajar siswa, dan catatan lapangan. Motivasi belajar siswa diukur berdasarkan peningkatan nilai rata-rata persentase hasil pengisian angket motivasi belajar siswa, untuk hasil belajar siswa pada ranah kognitif diukur berdasarkan ketuntasan belajar siswa secara klasikal, ranah afektif dan ranah psikomotorik diukur dengan secara klasikal dari banyaknya jumlah siswa dari deskriptor yang muncul pada setiap aspek sedangkan untuk penerapan edutainment dengan kerangka TANDUR diukur berdasarkan banyaknya deskriptor yang muncul yang kemudian dipersentasekan dan disesuaikan dengan indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan pembelajaran edutainment berdasarkan Quantum Teaching dengan kerangka rancangan TANDUR dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Peningkatan motivasi belajar siswa ditunjukkan dengan peningkatan skor rata-rata yang didapat, di mana pada siklus I menunjukkan hasil sebesar 3,46 dengan kategori cukup baik dan meningkat pada siklus II sebesar 3,7 dengan kategori baik. Peningkatan skor rata-rata motivasi belajar diikuti juga dengan meningkatnya ketuntasan klasikal, di mana pada siklus I sebesar 35,9% dan meningkat pada siklus II sebesar 82,1%. Peningkatan hasil belajar dapat diketahui dari ranah kognitif dengan ketuntasan belajar siswa sebesar 85% menjadi 92%. Peningkatan pada ranah afektif dapat dilihat dari persentase keberhasilannya, di mana pada siklus I sebesar 81,93% dan meningkat pada siklus II sebesar 83,33%. Peningkatan pada ranah psikomotor dapat dilihat dari persentase keberhasilannya, di mana pada siklus I sebesar 65,61% dan meningkat pada siklus II sebesar 78,12%. Berdasarkan pada hasil penelitian disarankan agar para pendidik dapat menggunakan model pembelajaran ini karena dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Dalam menerapkan model pembelajaran ini hendaknya media yang akan digunakan harus benar-benar dipersiapkan sebelum pembelajaran dimulai sehingga proses pembelajaran dapat berjalan efektif dan efisien.

Pengaruh besarnya kupon obligasi, maturitas obligasi, yield to maturity obligasi, tingkat suku bungan SBI, dan tingkat inflasi terhadap harga obligasi negara seri fixed rate yang listing di BEI periode 2005-2007 / Iva Fauzia

 

ABSTRAK Fauzia, Iva. 2009. Pengaruh Besarnya Kupon Obligasi, Maturitas Obligasi, Yield to Maturity Obligasi, Tingkat Suku Bunga SBI, dan Tingkat Inflasi terhadap Harga Obligasi Negara Seri Fixed Rate yang listing di BEI Periode 2005-2007. Skripsi, Jurusan Manajemen Keuangan. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Subagyo, S.E, S.H, M.M (2) Yuli Soesetio, S.E, M.M. Kata kunci: kupon obligasi, maturitas obligasi, yield to maturity obligasi, tingkat suku bunga SBI, tingkat inflasi, harga saham. Kupon obligasi adalah tingkat bunga yang dibayarkan oleh penerbit obligasi yang umumnya setiap 1, 3, 6, atau tahunan sampai obligasi tersebut jatuh tempo. Maturitas obligasi adalah waktu dimana pemegang obligasi mendapat pokok atau nilai nominal dari suatu obligasi sampai obligasi jatuh tempo. Tingkat suku bunga SBI adalah harga atau balas jasa dari peminjam kepada pemberi pinjaman atas pinjaman dalam waktu tertentu. Inflasi adalah kondisi dimana terdapat kecenderungan terjadi kenaikan harga secara terus-menerus dalam periode tertentu. Harga obligasi adalah nilai arus kas sekarang yang dinyatakan dalam persentase dan memiliki tiga kemungkinan harga yang ditawarkan yaitu par, at premium, dan at discount. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh besarnya kupon obligasi, maturitas obligasi, yield to maturity obligasi, tingkat suku bunga SBI, dan tingkat inflasi terhadap harga obligasi Negara seri fixed rate yang listing di BEI. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh antara dua variabel atau lebih. Populasi yang digunakan adalah obligasi Negara seri fixed rate yang listing di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2005-2007 sebanyak 22, dimana dari populasi tersebut dipilih sampel dengan ,menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan kriteria, terpilih 12 obvligasi Negara seri fixed rate yang dijadikan sampel. Teknis analisis data yang digunakan yaitu regresi linier berganda, pengujian hipotesis dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya variabel tingkat suku bunga SBI yang tidak berpengaruh signifikan terhadap harga obligasi, untuk variabel besarnya kupon obligasi, maturitas obligasi, yield to maturity obligasi, dan tingkat inflasi berpengaruh signifikan terhadap harga obligasi. Sedangkan secara simultan besarnya kupon obligasi, maturitas obligasi, yield to maturity obligasi, tingkat suku bunga SBI, dan tingkat inflasi terbukti berpengaruh signifikan terhadap harga obligasi. Saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah (1) bagi investor hendaknya memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi naik turunnya harga obligasi, (2) bagi kalangan akademis hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai tembahan referensi, (3) bagi peneliti selanjutnya sebaiknya menambahkan variabel-variabel lain seperti risiko-risiko dalam obligasi (likuiditas obligasi, risiko default, exchange risk, call risk, dll). Penelitian dilanjutkan sampai maturitas obligasi selesai/jatuh tempo. Meneliti obligasi yang telah jatuh tempo.

Penerapan model pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan motivasi, aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VII SMP negeri 20 Malang pada pokok bahasan segitiga / Muamar Khabibi

 

ABSTRAK Khabibi, Muamar. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif untuk Meningkatkan Motivasi, Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 20 Malang pada Pokok Bahasan Segitiga. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Rini Nurhakiki, M.Pd., (2) Drs. Slamet, M.Si. Kata kunci: Penerapan, Pembelajaran Kooperatif, Motivasi, Aktivitas, Hasil Belajar, Segitiga. Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di SMP Negeri 20 Malang memャberikan informasi bahwa pelaksanaan pembelajaran matematika masih bersifat konャvenャsional. Guru berperan sebagai pemberi informasi dengan menjelaskan materi matematika, memberikan contoh-contoh soal dan pembahasan serta memberikan latihan soal-soal. Akibatnya motivasi dan aktivitas siswa pada saat pembelajaran matematika menjadi rendah sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar. Untuk mengatasi hal tersebut maka, peneliti menerapkan model pembelajaran kooperatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-D SMP Negeri 20 Malang. Jenis penilitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif yang dapat meningkatkan motivasi, aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 20 Malang pada pokok bahasan segitiga. (2) Meningkatkan motivasi, aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 20 Malang melalui penerapan model pembelajaran kooperatif pada pokok bahasan segitiga. Langkah-langkah pembelajaran kooperatif yang dapat meningkatkan motivasi, aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VII SMPN 20 Malang meliputi merangkum materi pembelajaran, saling membacakan dan menanggapi, diskusi kelompok, serta diskusi kelas. Peningkatan motivasi siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif terjadi pada aspek perhatian, usaha dan lama belajar. Peningkatan aktivitas siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif terjadi pada aspek komunikasi antar anggota dan evaluasi proses kelompok. Peningkatan hasil belajar siswa terjadi pada meningkatnya banyaknya siswa yang memperoleh nilai di atas kriteria ketuntasan minimal.

Penerapan pembelajaran kooperatif tipe student achievement teams division terhadap peningkatan motivasi dan prestasi siswa kelas VIIIB SMPN 21 Malang mata pelajaran ekonomi / Endang Eka Winarsih

 

ABSTRAK Eka, Endang Winarsih. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif tipe Students Teams Achievement Divison (STAD) Terhadap Peningkatan Motivasi dan Prestasi Siswa Kelas VIIIB SMPN 21 Malang Mata Pelajaran Ekonomi . Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Program Studi Pendidikan Ekonomi FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hj. Lisa Rokhmani, M.Si , (2) Dr. Hadi Sumarsono, ST, M. Si Kata-kata kunci: STAD, Pembelajaran Kooperatif. Motivasi, Prestasi Belajar. Berdasarkan observasi awal diketahui bahwa Motivasi siswa di kelas VIIIB SMPN 21 Malang masih kurang. Prestasi siswa dalam kelas banyak yang belum memenuhi standar minimum (SKM) yaitu 70 ke atas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam upaya meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas VIIIB SMPN 21 Malang. Upaya peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa dilakukan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dalam 2 siklus dalam 4 kali pertemuan melalui 4 tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIB SMPN 21 Malang yang berjumlah 40 siswa, yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, angket dan tes pada awal dan akhir setiap siklus. Data motivasi dan prestasi belajar siswa dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh dari skor motivasi siswa pada tahap siklus I motivasi siswa kelas VIII B dalam mengikuti pelajaran ekonomi yakni 2,9 % angka ini masuk dalam kategori cukup. Sedangkan pada siklus II motivasi siswa yang diperoleh yakni sebesar 3,7 % termasuk dalam kategori baik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa motivasi siswa setelah dikenakannya pembelajaran kooperatif model STAD meningkat sebesar 0,8 dari kategori cukup menjadi kategori baik. Prestasi belajar siswa kelas VIIIB SMPN 21 Malang jumlah siswa yang tuntas belajar pada pre test jumlah siswa yang tuntas belajar pada pre test siklus 1 sebanyak 8 siswa (20%) dan jumlah siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 32 siswa (80%). Sedangkan jumlah siswa yang tuntas belajar pada post test siklus I sebanyak 25 orang (62,5%) dan jumlah siswa yang belum tuntas sebanyak 15 orang (37,5%). Pada siklus II siswa yang dikatakan tuntas belajar meningkat sebanyak 27 siswa (67,5%) dan jumlah siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 13 siswa (22,5%). Dan pada post test siklus II, siswa yang mendapatkan ketuntasan belajar sebanyak 38 siswa(95%) dan jumlah siswa yang belum tuntas 2 siswa (5%). Berdasarkan deskripsi data yang telah diuraikan, dapat diketahui bahwa prestasi belajar siswa ditinjau dari nilai post test dari siklus 1 dan siklus 2 mengalami peningkatan sebesar 27,5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas VIIIB SMPN 21 Malang pada mata pelajaran ekonomi. Saran-saran yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini adalah bagi guru mata pelajaran ekonomi mulai menerapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan mengembangkannya pada materi yang lain dan diharapkan dalam menerapkan pembelajaran kooperatif model Student Achievement Division (STAD) menggunakan variasi permainan sehingga siswa lebih termotivasi dalam kegiatan pembelajaran.

Sintesis pewarna keramik berbasis oksida logam TiO2 - Al2O3 dan TiO2 - Cr2O3 serta aplikasinya pada pewarna keramik / Luluk Muhibbah

 

ABSTRAK Muhibbah, Luluk. 2009. Sintesis Pewarna Keramik Berbasis Oksida Logam TiO2 - Al2O3 dan TiO2 - Cr2O3 serta Aplikasinya pada Pewarna Keramik. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., (II) Drs. Sumari, M.Si. Kata kunci: pewarna keramik, oksida logam, metode spinel, glasir. Perkembangan keramik semakin pesat seiring dengan perkembangan teknologi. Oleh karena itu, nilai-nilai estetika dan artistik keramik semakin diprioritaskan. Keramik dapat memiliki nilai estetika tinggi, bila pada proses finishing menggunakan pewarna yang menarik. Kebutuhan pewarna keramik sangat besar, tetapi pewarna yang digunakan pabrik-pabrik keramik umumnya diperoleh dengan cara mengimpor dari luar negeri dengan harga mahal. Untuk itu, perlu dicari alternatif pewarna keramik yang lebih murah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mensintesis bahan pewarna keramik dari campuran oksida TiO2 - Al2O3 dan TiO2 - Cr2O3 dengan berbagai perbandingan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Kimia Universitas Negeri Malang, dan Pabrik Keramik 撤aolo Probolinggo. Tahap-tahap penelitian meliputi: mensintesis pewarna keramik berbasis oksida TiO2 - Al2O3 dan TiO2 - Cr2O3 dengan berbagai perbandingan, dan melakukan aplikasi hasil pewarna keramik yang telah dikalsinasi pada bodi keramik dengan mencampurkan masing-masing pewarna dengan berbagai perbandingan glasir. Hasil penelitian yang diperoleh adalah 1) untuk pewarna sintesis campuran oksida TiO2 - Al2O3, semakin besar kadar TiO2 dalam campuran oksida menghasilkan warna kuning muda hingga putih, 2) untuk pewarna sintesis campuran oksida TiO2 - Cr2O3, semakin besar kadar TiO2 dalam campuran oksida menghasilkan warna coklat hingga hijau tua, 3) semakin banyak komposisi glasir yang ditambahkan pada pewarna sintesis, diperoleh pewarna keramik yang semakin mengkilat dan halus. Saran yang dikemukakan pada penelitian ini adalah: (1) pada penelitian lanjutan dapat digunakan variasi oksida yang lain dengan berbagai perbandingan, (2) metode spinel yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan pembakaran 1250ーC selama 24 jam, oleh karena itu perlu dicari metode lain yang menggunakan suhu lebih rendah sehingga diperoleh metode yang efektif dan efisien, (3) perlu dilakukan uji toxisitas pada permukaan keramik yang dilapisi pewarna sintetis.

Hubungan antara motivasi kerja dan kepuasan kerja pada karyawan PT. Rakhmad Abadi Kabupaten Probolinggo / Muktiyo Sugiarti

 

ABSTRAK Muktiyo Sugiarti. 2009. Hubungan antara motivasi kerja dan kepuasan kerja pada karyawan PT. Rakhmad Abadi Kabupaten Probolinggo, Skripsi, Program Studi Psikologi. Jurusan Bimbingan dan Konseling dan Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fattah Hanurawan, M. Si. M. Ed. (II) Ika Andrini Farida, S. Psi. M. Psi. Kata kunci: motivasi kerja, kepuasan kerja Kepuasan atau ketidak-puasan seseorang dengan pekerjaan merupakan keadaan yang sifatnya subyektif. Sementara setiap pegawai secara subyektif menentukan bagaimana pekerjaan itu memuaskan. Kesediaan seorang pegawai untuk bekerja biasanya ditunjukkan oleh aktivitas yang terus-menerus, dan yang berorientasikan tujuan. PT. Rakhmad Abadi menjalankan 3 sistem kerja yaitu, sift, lembur dan regular. PT. Rakhmad Abadi mengalami problem pada semangat kerja para karyawan, yaitu ketika waktu kerja dimulai, kondisi karyawan antusias atau bersemangat. Tetapi pada waktu menjelang berakhirnya waktu kerja, kinerja karyawan menurun, karyawan kurang displin dalam bekerja, situasi kerja yang kurang nyaman, sehingga dapat menyebabkan hasil produktivitas perusahaan menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Motivasi kerja karyawan PT. Rakhmad Abadi, (2) kepuasan kerja karyawan PT. Rakhmad Abadi, (3) Hubungan antara motivasi kerja dengan kepuasan kerja karyawan PT. Rakhmad Abadi. Ditinjau dari sifat masalah dan tujuan penelitian, maka rancangan dalam penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan korelasional. Rancangan ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dan kepuasan kerja karyawan PT. Rakhmad Abadi Kabupaten Probolinggo. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan kerja karyawan PT. Rakhmad Abadi yang jumlahnya 73 orang. Semua populasi dalam penelitian ini digunakan sebagai subyek penelitian karena jumlahnya tidak lebih dari 100 orang. Adapun untuk metode analisis data menggunakan teknik korelasi product moment pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) motivasi kerja karyawan kerja karyawan PT. Rakhmad Abadi secara umum pada tingkatan sedang (2) kepuasan karyawan PT. Rakhmad Abadi secara umum pada tingkatan sedang, (3) terdapat hubungan yang positif antara motivasi kerja dan kepuasan kerja pada karyawan PT. Rakhmad Abadi nilai rxy sebesar 0,315 dengan signifikansi 0,007. Hasil kesimpulan, yaitu disarankan kepada 1) manajemen PT. Rakhmad Abadi Kabupaten Probolinggo agar lebih meningkatkan motivasi kerja para karyawan sehingga kepuasan kerjanya akan meningkat, 2) diharapkan memiliki kebijakan yang tepat dalam memahami tingkat motivasi kerja karyawan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan, 3) kepada para peneliti selanjutnya yang tertarik dengan tema penelitian ini agar melakukan penelitian serupa dengan menambahkan variabel-variabel lainnya seperti kinerja, stress kerja dan sebagainya serta menggunakan pendekatan metode penelitian lainnya.

Pengaruh lama pemanasan terhadap pembentukan fase resistivitas normal, dan suhu kritis pada superkonduktor overdoped Pb (Bi-Pb)2Sr2Ca2Cu3O10 dengan metode melt-textured / Herlyn Afriyanti

 

PENGARUH LAMA PEMANASAN TERHADAP PEMBENTUKAN FASE, RESISTIVITAS NORMAL, DAN SUHU KRITIS PADA SUPERKONDUKTOR OVERDOPED Pb (Bi-Pb)2Sr2Ca2Cu3O10 DENGAN METODE MELT-TEXTURED Oleh : Herlyn Afriyanti Jurusan Fisika Universitas Negeri Malang ABSTRAK Superkonduktor bukan hanya sekedar konduktor sempurna, karena superkonduktor memiliki dua sifat khusus yang komplementer. Pertama, tidak memiliki hambatan listrik (ρ = 0 untuk semua T < Tc). Kedua, superkonduktor menunjukkan sifat diamagnetik sempurna (B = 0 pada T < Tc) terhadap medan magnet statis luar H < batas medan kritisnya Hc (Cyrot, Pavuna, 1992:2-3).. Superkonduktor telah membuat berbagai revolusi dalam kehidupan. Aplikasinya yang populer antara lain adalah Magnetic Resonance Imaging dan Magnetic Levitation dalam kereta super cepat. Variasi lama pemanasan sangat berpengaruh pada proses sintesis fase 2223, selain itu dengan penambahan lama pemanasan dapat meningkatkan jumlah fase 2223. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode melt-textured. Langkah pertama yang dilakukan adalah penyiapan dan penimbangan bahan, penggerusan, pengepresan, kalsinasi, penggerusan tahap kedua, melt-textured, setelah proses tersebut kemudian sampel dikarakterisasi menggunakan Difraksi Sinar X untuk mengetahui perubahan struktur kristal senyawa superkonduktor overdoped Pb (Bi-Pb)2Sr2Ca2Cu3O10. Terbentuknya puncak- puncak difraksi karena struktur kristal dari senyawa superkonduktor telah terbentuk.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi lama pemanasan mempengaruhi perubahan pada struktur kristal yaitu parameter kisi, volume kisi, nilai FWHM, suhu kritis, dan resistivitas normal. Kata Kunci: melt-textured, suhu kritis, superkonduktor, overdoped, dan BSCCO.

Pengaruh doping Ca terhadap dielektrisitas senyawa infinite layer Sr14-xCaxCu24O41ア / pada berbagai temperatur pengukuran / Afrilia Devi Puspitasari

 

ABSTRAK Devi, Afrilia. 2009. Pengaruh Doping Ca terhadap Dielektrisitas Senyawa Infinite Layer Sr14-xCaxCu24O41アδ Pada Berbagai Temperatur Pengukuran. Skripsi, Program Studi Fisika Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Markus Diantoro, M.Si, (2) Ahmad Taufik, S.Pd, M.Si Kata Kunci: Doping, Konstanta Dielektrik, Sr14-xCaxCu24O41アδ, infinite layer, temperatur pengukuran Infinite Layer merupakan bahan yang sangat menarik karena infinite layer adalah suatu wujud sistem kuasi satu dimensi yang menunjukkan kerumitan karena memiliki rantai (chain), mengandung lapisan tingkatan (ladders) dan lapisan berbeda ini membentuk suatu struktur yang beraturan. Salah satu aplikasi yang terus dikembangkan hingga saat ini adalah film tipis superkonduktor. Kajian dan penelitian yang berkaitan dengan konstanta dielektrik dan temperatur pengukuran sangat penting dilakukan untuk mengetahui sifat elektrik dan mengetahui kemampuan suatu bahan dielektrik dalam menyimpan muatan listrik sedangkan semakin rendah temperatur, nilai konstanta dielektrik semakin naik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi molar (x) Ca terhadap dielektrisitas senyawa infinite layer Sr14-xCaxCu24O41アδ pada berbagai temperatur pengukuran. Bahan dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah SrCO3 (99,995%), CaCO3 (99,000%), CuO (99,000%). Sampel disintesis dengan metode reaksi padatan (solid state reaction), dikalsinasi pada temperatur 8200C selama 10 jam dan disintering pada temperatur 9000C selama 10 jam. Sampel diukur konstanta dielektriknya menggunakan metode kapasitansi pada berbagai temperatur pengukuran mulai dari temperatur ruang 273K sampai pada temperatur nitrogen cair 77K. Sampel dikarakterisasi menggunakan Difraksi Sinar -X (XRD) dan analisis data infinite layer merupakan gabungan dari sublattice (subkisi) yakni Sr2Cu2O3 dengan space group (grup ruang) Fmmm dan CuO2 dengan space group (grup ruang) Amma yang dinamakan superlattice (superkisi) dengan menggunakan software PCW, Cellref dan Microcal Origin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada temperatur ruang, nilai konstanta dielektrik meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi molar. Peningkatan nilai konstanta dielektrik mengikuti mekanisme polarisasi elektronik, sedangkan semakin rendah temperatur, nilai konstanta dielektrik semakin turun. Hal ini tidak mengikuti mekanisme polarisasi elektronik tetapi mengikuti mekanisme lain yaitu adanya transisi fase dari charge density wave ke mott insulator.

Studi pelaksanaan pembelajaran kooperatif mata pelajaran seni budaya di kelas VIII di SMP N 1 Kecamatan Candipuro-Lumajang / Elly Nurviyah

 

ABTRAK Nurviyah, Elly.2009. Studi Pelaksanaan Pembelajaran Model Kooperatif Mata Pelajaran Seni Budaya Di Kelas VIII SMP Negeri I Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajangs. Skripsi, Jurusan Seni Desain. Progarm Studi Pendidikan Seni Tari, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Robby Hidajad M.Sn (2) Drs. Supriyono Kata kunci : Kooperatif, motivasi Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti pada siswa kelas II SMP Negeri 1 Candipuro Kabupaten lumajang, ternyata guru dalam menyampaikan materi pelajaran belum menggambarkan pelajaran yang kooperatif. Guru masih sering menggunakan metode ceramah yang bersifat teacher center. Selain itu kemampuan belajar kooperatif belum terevaluasi karena penilaian yang diterapkan bersifat pengetahuan. Untuk mengatasi keadaan tersebut diperlukan pembelajaran yang dapat memahamkan suatu konsep dan memotivasi siswa dalam belajar. Pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran ini adalah pembelajaran kooperatif dalam bentuk struktural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pelaksanaan model pembelajaran kooperatif bentuk struktural dan motivasi belajar siswa melalui pembelajaran secara kooperatif bentuk struktural. Metode yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas yang meliputi dua siklus tindakan. Dalam satu siklus meliputi tahap, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, obsevasi, dan refleksi. Subjek yang digunakan dalam penelitian adalah kelas II dengan jumlah 41 siswa. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi kegiatan dan aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitataif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pelaksanaan model pembelajaran kooperatif bentuk struktural dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Taraf keberhasilan keaktifan siswa pada siklus I adalah 75,60% dengan kategori baik, sedangkan pada siklus II taraf keberhasilannya adalah 97,37% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya penerapan pembelajaran yang sama akan tetapi penilaian yang dilakukan adalah penilaian kinerja sehingga kebermaknaan pembelajaran kooperatif semakin meningkat dan penerapan pembelajaran secara kooperatif dengan tipe yang berbeda.

Penerapan model pembelajaran peta pikiran (mind mapping) untuk mencapai ketuntasan belajar siswa pada mata pelajaran IPS geografi kelas VII-3 SMP unggulan Darul 'Ulum 1 Peterongan Jombang dengan materi kondisi geografis dan penduduk / Ethika Tri Widyastuti

 

ABSTRAK Widyastuti, Ethika Tri. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Peta Pikiran (Mind Mapping) Untuk Mencapai Ketuntasan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Geografi Kelas VII-3 SMP Unggulan Darul 繕lum 1 Peterongan Jombang Dengan Materi Kondisi Geografis dan Penduduk. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd, (II) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd. M.Si Kata kunci: peta pikiran, ketuntasan belajar. Hasil observasi pada tanggal 5 April 2009 menunjukkan bahwa, menurut data kelas (sekolah) sebagian besar siswa (75%) tidak dapat memahami materi pelajaran Geografi dikarenakan kurangnya pemahaman dan minat pada pelajaran Geografi. Artinya, dari 28 siswa yang ada di kelas VII-3 SMP Unggulan Darul 繕lum 1 tersebut, 75% (sekitar 20 siswa) diantaranya belum mencapai SKM yang ditentukan oleh sekolahan yaitu 72. Oleh karena itulah, penelitian ini dilakukan oleh peneliti untuk menerapkan model pembelajaran peta pikiran dalam rangka mencapai ketuntasan belajar. Sesuai dengan program studi peneliti yaitu pendidikan Geografi, maka penelitian ini dikhususkan pada mata pelajaran Geografi yang akan diterapkan pada siswa kelas VII-3 di SMP Unggulan Darul 繕lum 1 Peterongan Jombang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan ketuntasan belajar siswa kelas VII-3 SMP Unggulan Darul 繕lum 1 Peterongan Jombang melalui model pembelajaran peta pikiran (mind mapping). Untuk mencapai maksud tersebut, maka penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII-3 SMP Unggulan Darul 繕lum 1 Peterongan Jombang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah tes, observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran peta pikiran (mind mapping) dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan ketuntasan belajar siswa pada siklus 1 meningkat, yaitu sebelum tindakan 46,43% dan sesudah diberi tindakan menjadi 82,14%, begitu juga dengan siklus 2, sebelum diberi tindakan 67,85% dan sesudah diberi tindakan 92,86%. Jadi ketuntasan belajar siswa dari siklus 1 ke siklus 2 meningkat sebesar 10,72%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran peta pikiran (mind mapping) dapat mencapai ketuntasan belajar siswa SMP Unggulan Darul 繕lum 1 Peterongan Jombang pada mata pelajaran IPS Geografi dengan materi kondisi Geografis dan Penduduk. Bagi guru mata pelajaran Geografi disarankan menggunakan model pembelajaran peta pikiran (mind mapping) sebagai variasi dalam mengajar karena model pembelajaran ini terbukti dapat mencapai ketuntasan belajar siswa. Sedangkan bagi peneliti selanjutnya disarankan dapat lebih memodivikasi dan mengembangkan model peta pikiran (mind mapping) agar lebih menarik untuk dipelajari.

Evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman rumput gajah dalam rangka pengembangan ternak sapi perah di Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo / Eri Sukoco

 

ABSTRAK Sukoco, Eri. 2009. Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Rumput Gajah Dalam Rangka Penyediaan Pakan Ternak Sapi Perah di Kecamatan Ngebel Kabupate Ponorogo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FMIPA UM. Pembimbing: (1) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si., (2) Drs. Didik Taryana, M. Si, Kata Kunci: Evaluasi, Kesesuaian Lahan, Tanaman Rumput Gajah. Penggunaan lahan di setiap wilayah perlu perencanaan agar pemanfaatan lahan dapat optimal. Kecamatan Ngebel mempunyai topografi bergelombang sampai curam. Di Kecamatan ini akan dikembangkan peternakan sapi perah. Agar pengembangan ternak dapat berjalan dengan baik, salah satu faktor pendukungnya yaitu penyadiaan pakan ternak. Pakan ternak sapi perah berupa rumput gajah. Tanaman ini berfungsi ganda, selain untuk pakan ternak tanaman ini juga berguna untuk mencegah erosi.Keadaan wilayah dengan topografi yang sangat bervariasi memerlukan perencanaan penggunaan lahan yang baik, dengan evaluasi kesesuaian lahan diharapkan dalam penggunaan lahan hendaknya dapat menjaga kelestarian alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lahan di Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo, untuk mengevaluasi kesesuaian lahan bagi pengembangan budidaya tanaman rumput gajah sebagai penyedia pakan ternak sapi perah, serta mengetahui luas lahan yang dibutuhkan untuk menyukupi kebutuhan makan ternak sapi perah. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode survei, subyek penelitian adalah seluruh lahan hutan, tegal dan belukar yang ada di wilayah Kecamatan Ngebel dan obyek diambil secara purposive sampling dengan cara tumpang susun (overlay) peta yaitu peta penggunaan lahan, peta kemiringan lereng dan peta jenis tanah. Metode analisis yang digunakan adalah metode pengharkatan (scorring). Hasil penelitian menunjukkan pada satuan lahan 3.II.TL kegunaan lahan untuk tegalan dengan karakteristik kemiringan lereng 14%, curah hujan 2000 mm/th, pH 6,6. Satuan lahan 1.I.BL kegunaan lahan untuk belukar dengan karakteristik kemiringan lereng 7%, curah hujan 1500 mm/th, pH 6,5. Satuan lahan 1.II.TL kegunaan lahan untuk tegalan dengan karakteristik kemiringan lereng 9%, curah hujan 1500 mm/th, pH 6,5. Satuan lahan 4.VI.HT kegunaan lahan untuk hutan dengan karakteristik kemiringan lereng > 40%, curah hujan 2000 mm/th, pH 6,6. Satuan lahan 4.VI.TL kegunaan lahan untuk tegalan dengan karakteristik kemiringan lereng > 45%, curah hujan 2000 mm/th, pH 6,3. Kesesuaian lahan untuk tanaman rumput gajah di Kecamatan Ngebel mempunyai kelas yang sama. Semua satuan lahan memiliki kelas sangat sesuai (S1). Satuan lahan ini sesuai untuk tanaman rumput gajah. Maka pengembangan sapi perah dapat dikembangkan di Kecamatan ini dan kelestarian tanah dapat terjaga dengan adanya penanaman rumput gajah.

Perbedaan prestasi belajar ditinjau dari kondisi lingkungan tempat tinggal mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang / Muhammad Adiwardana Harjono

 

ABSTRAK Harjono, M. Adiwardana. 2009. Perbedaan Prestasi Belajar ditinjau dari Kondisi Lingkungan Tempat Tinggal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Falkultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Sutrisno, S.T., M. Pd.; (II) Drs. Bambang Widarta, M.T. Kata kunci: prestasi belajar, tempat tinggal Kondisi lingkungan tempat tinggal merupakan salah variabel yang diduga berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa. Untuk mengetahui pengaruh kondisi lingkungan tempa tinggal terhadap prestasi belajar mahasiswa dilakukan dengan membandingkan prestasi belajar pada setiap tempat tinggal mahasiswa tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan prestasi belajar mahasiswa ditinjau dari kondisi lingkungan tempat tinggal yang berbeda-beda, dan diharapkan hasil penelitian dapat digunakan oleh mahasiswa sebagai acuan dalam memilih lingkungan tempat tinggal yang tepat. Lingkungan sangat mempengaruhi kehidupan manusia, seperti yang diutarakan pada terori empirisme yang menyatakan bahwa perkembangan individu dipengaruhi dan ditentukan oleh pengalaman-pengalaman yang diperoleh. Pengaruh lingkungan sangat besar dalam membawa diri manusia menuju kepada puncak sukses impian { Jhon Locke }. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik angkatan tahun 2004-2008 sejumlah 510 orang, dan sampel diambil sejumlah 80 orang atau 15% dari jumlah populasi secara Sistematik Claster Random Sampling, yaitu dari setiap angkatan sejumlah 16 orang yang dikelompokkan dalam 4 klasifikasi lingkungan tempat tinggal. Untuk mengumpulkan data tempat tinggal dan Indeks Prestasi Komulatif digunakan angket dan hasilnya diklarifikasikan dengan dokumen KHS mahasiswa di Jurusan Teknik Sipil. Analisa data penelitian ini menggunakan teknik anova satu jalur, yaitu membandingkan prestasi belajar mahasiswa antar lingkungan orang tua, lingkungan kos, lingkungan asrama, dan lingkungan kontrakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Lingkungan tempat tinggal orang tua memiliki rerata nilai B+, sedangkan lingkungan tempat tinggal kos,asrama,dan kontrakan memiliki rerata nilai B; (2) Secara umum terdapat perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa yang bertempat tinggal di rumah orang tua, kos, asrama, dan kontrakan dengan taraf signifikansi 0,00; (3) Terdapat perbedaan prestasi antar masing-masing tempat tinggal mahasiswa, dengan hasil prestasi tertinggi adalahh lingkungan tempat tinggal orang tua, sedangkan prestasi tengah lingkungan asrama, dan terrendah adalah kontrakan dan kos. Dari hasil penelitian ini, disarankan kepada mahasiswa agar dalam memilih tempat tinggal memperhatikan aspek lingkungan sosial dan kenyamanan, agar tercipta kondisi lingkungan yang kondusif dalam upaya meningkatkan keberhasilan studi.

Efektifitas penggunaan modul terhadap hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 1 Karangan Trenggalek tahun pelajaran 2008/2009 / Rizal Septa Dwi Raharjo

 

ABSTRAK Raharjo, Rizal Septa Dwi. 2009. Efektifitas Pembelajaran Modul Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMAN 1 Karangan Trenggalek Pada Tahun Pelajaran 2008/2009. Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi S-1 Pendidikan Ekonomi Koperasi, Fakultas Ekonomi. Universitas Negari Malang. Pembimbing (1) Drs. Hari Wahyono, M.Pd (2) Agus Sumanto, SE, M.Sa Kata Kunci: Modul, Metode Problem Solving, Hasil Belajar Perubahan dan perkembangan di berbagai bidang dalam kehidupan selalu terjadi dari masa ke masa, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat perlu diimbangi dengan pembaharuan di bidang-bidang yang lain termasuk pendidikan. Pendidikan berperan penting dalam usaha pembentukan generasi penerus dan menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas sehingga dapat bersaing secara global. Dalam proses belajar di sekolah, pemilihan dan penggunaan strategi atau model pembelajaran yang tepat, juga menjadi suatu bagian terpenting bagi keberhasilan proses penyampaian ide-ide pembelajaran dari guru kepada siswanya. Salah satu usaha yang bisa dipakai guru untuk mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran adalah dengan menggunakan pendekatan strategi pembelajaran berbasis modul. Modul adalah suatu proses pembelajaran mengenai suatu bahasan tertentu yang disusun secara sistematis, operasional, dan terarah untuk digunakan oleh peserta didik, disertai dengan pedoman penggunaan untuk para guru. Pembelajaran modul termasuk salah satu sistem pembelajaran individual, karena belajar dengan modul menuntut siswa untuk belajar mandiri. Modul disini digunakan oleh peneliti sebagai kelas eksperimen untuk penelitian Pembelajaran Problem Solving adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan menjadikan masalah sebagai titik tolak pembahasan untuk dianalisis dan disintesis dalam usaha mencari pemecahan/jawaban oleh siswa. Problem solving disini digunakan oleh peneliti sebagai pembanding metode modul atau sebagai kelas kontrol untuk penelitian Penelitian di SMAN 1 Karangan bertujuan sebagai berikut: (1) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas X mata pelajaran ekonomi di SMAN 1 Karangan Trenggalek Tahun pelajaran 2008/2009 setelah melalui pembelajaran modul, (2) mengetahui efektifitas pembelajaran modul untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 1 Karangan Trenggalek Tahun pelajaran 2008/2009. Penelitian ini menggunakan metodelogi penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasy eksperiment atau eksperimental semu. Rancangan penelitian ini adalah Eksperimen Kuasi (Quasi Experimenal desing) dengan desain kelompok kontrol tidak ekuivalen (Non equivalent Control). Populasi yang dipakai kelas X SMA Negeri 1 Karangan Trenggalek sedangkan sampelnya kelas X-A sebagai kelas eksperimen dan X-E sebagai kelas kontrol yang berjumlah 80 siswa. Analisis penelitian yang dipakai adalah uji beda dua rata-rata atau t-test. Meningkatnya hasil belajar siswa dapat diketahui dari ketuntasan belajar dan dari hasil kemampuan akhir siswa atau post-test pada mata pelajaran ekonomi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Dengan menggunakan pembelajaran modul ternyata dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Terbukti dengan gain score pembelajaran dengan modul lebih efektif karena hasil (gain) pembelajaran modul lebih besar (76,25) dari pada metode problem solving (71). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif pembelajaran modul dan Problem Solving terhadap hasil belajar dan respon siswa terhadap mata pelajaran ekonomi pokok bahasan permintaan dan penawaran uang. Karena dilihat dari hasil akhir kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, semuanya rata-rata hasilnya tuntas menurut standar nilai dari SMA Negeri I Karangan. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar guru menerapkan metode pembelajaran dengan menggunakan modul karena sebagai alternatif pilihan pembelajaran di kelas meningkatkan hasil belajar siswa. Tidak hanya pada mata pelajaran ekonomi saja hendaknya dapat diterapkan pada bidang studi-bidang studi yang lainnya.

Pengaruh brand equity notebook Acer terhadap keputusan pembelian konsumen (studi pada konsumen pengguna fasilitas hot spot kedai kopi AB3 Kota Malang) / Yogi Setiawan

 

ABSTRAK Setiawan, Yogi . 2009. Pengaruh Brand Equity Notebook Acer Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Studi Pada Konsumen Pengguna Fasilitas Hot Spot Kedai Kopi AB3 Kota Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Supriyanto, M.M. Pembimbing (II) Dr. Syihabudhin, M.Si. Kata Kunci: Brand Equity, Keputusan Pembelian Konsumen. Perkembangan teknologi yang cukup pesat saat ini terjadi karena, pola berfikir seseorang yang terus berkembang dan adanya perubahan gaya hidup seseorang manjadi lebih modern, efisien, dan efektif. Salah satu perkembangan teknologi yang cukup berkembang pesat, adalah perkembangan komputer. Perkembangan tehnologi komputer telah membuat komputer menjadi lebih efisien dan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh penggunanya, laptop atau notebook merupakan salah satu pengembangan dari tehnologi komputer pada saat ini yang cukup pesat. Perkembangan pasar notebook di Indonesia pada saat ini mengalami perkembangan yang cukup pesat, setiap produsen berusaha memberikan suatu nilai lebih terhadap produknya untuk dapat memenangkan persaingan pasar. Brand equity atau ekuitas merek dari sebuah produk memiliki peranan yang penting didalam mempengaruhi keputusan pembelian seorang konsumen, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Brand Equity (X) yang terdiri dari kesadaran merek (X1), asosiasi merek (X2), persepsi kualitas (X3), dan loyalitas merek (X ) secara parsial maupun simultan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen. Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan Purposive Sampling yaitu pemilihan sekelompok subjek didasarkan atas ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Skala yang digunakan adalah Skala Likert dengan 5 (lima) opsi pilihan jawaban. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan SPSS. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kesadaran merek (X ) terhadap keputusan pembelian notebook Acer pada pengguna fasilitas hot spot kedai kopi AB3 kota Malang. Terdapat pengaruh yang signifikan antara asosiasi merek (X ) terhadap keputusan pembelian notebook Acer pada pengguna fasilitas hot spot kedai kopi AB3 kota Malang. Terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi kualitas (X ) terhadap keputusan pembelian notebook Acer pada pengguna fasilitas hot spot kedai kopi AB3 kota Malang. Terdapat pengaruh yang signifikan antara loyalitas merek (X ) terhadap keputusan pembelian notebook Acer pada pengguna fasilitas hot spot kedai kopi AB3 kota Malang. Terdapat pengaruh yang signifikan antara kesadaran merek (X ), asosiasi merek (X ), persepsi kualitas (X ), dan loyalitas merek (X ) terhadap keputusan pembelian notebook Acer pada pengguna fasilitas hot spot kedai kopi AB3 kota Malang. Dari hasil yang diperoleh dari penelitian ini, penulis memberikan saran untuk perusahaan yaitu, agar perusahaan dapat mempertahankan dan dapat mengelola dengan baik brand equity notebook Acer, karena brand equity suatu produk dapat berubah dan dapat mempengaruhi keputusan pembelian.

Prediksi laju erosi pada lahan hutan di Kecamatan Banyuglugur Kabupaten Situbondo / Yunita Ika Fitriyanti

 

ABSTRAK Fitriyanti, Yunita Ika. 2009. Prediksi Laju Erosi pada Lahan Hutan di Kecamatan Banyuglugur Kabupaten Situbondo. Skripsi, Jurusan Geografi, Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ir. Juarti, M.P, (II) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd, M.Si. Kata Kunci : Laju erosi, lahan hutan Kerusakan hutan disebabkan oleh penebangan hutan, kebakaran hutan, konversi hutan menjadi perkebunan, pertanian, transmigrasi, perambahan hutan, dan sistem perladangan berpindah yang dapat menimbulkan kerusakan tanah. Salah satu kerusakan pada tanah tersebut dapat menimbulkan terjadinya erosi. Penyebab terjadinya erosi salah satunya adalah penebangan hutan untuk mengubah fungsi hutan menjadi lahan pertanian (ladang). Dengan semakin sempitnya lahan pertanian di Kecamatan Banyuglugur menyebabkan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan memanfaatkan sebagian kawasan hutan tersebut menjadi lahan perladangan sebagai kegiatan ekonominya. Penebangan hutan tersebut dapat menyebabkan erosi, karena daerah ini mempunyai kemiringan lereng > 15%. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui laju erosi, dan (2) untuk mengetahui tingkat bahaya erosi pada lahan hutan di Kecamatan Banyuglugur Kabupaten Situbondo, Penelitian ini menggunakan metode survey. Data yang diperlukan berupa data primer dan data sekunder. Data primer meliputi struktur, tekstur, bahan organik, permeabilitas tanah, panjang lereng, dan kemiringan lereng. Data sekunder meliputi data curah hujan, peta jenis tanah, peta kemiringan lereng, dan peta penggunaan lahan. Laju erosi dianalisis menggunakan persamaan RUSLE, sedangkan tingkat bahaya erosi didasarkan pada laju erosi dan erosi yang diperbolehkan (Edp). Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju erosi tertinggi terjadi pada unit lahan 4.IV.HT sebesar 2910,256 ton/ha/thn. Hal ini disebabkan erodibilitasnya tinggi, tekstur tanah lempung berdebu, dan memiliki kemiringan lereng sebesar 38%, dengan penanaman menurut garis kontur kemiringan lebih dari 20% dan guludan. Sedangkan erosi terendah terjadi pada unit lahan 3.III.HT sebesar 143,6045 ton/ha/thn. Hal ini disebabkan karena tidak memiliki kemiringan lereng agak miring yaitu 22%, dan curah hujan rendah, serta jenis tanah tahan terhadap erosi (renzina). Arahan konservasi yang direkomendasikan yaitu penghutanan kembali (Reboisasi) oleh Dinas kehutanan. Sedangkan masyarakat dapat melakukan tumpangsari.

Kajian indeks lalat dengan prevalensi penderita disentri amoebiasis di Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo / Rausyanfikria Nuruzzaman

 

ABSTRAK Nuruzzaman, Rausyanfikria. 2009. Kajian Indeks Lalat dengan Prevalensi Penderita Disentri Amoebiasis di Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Endang Suarsini, M.Ked., (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M.Si. Kata kunci: kajian, indeks lalat, prevalensi, disentri amoebiasis. Disentri amoebiasis merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan diare. Penyakit ini erat kaitannya dengan kebersihan diri dan lingkungan. Makanan atau minuman yang tercemar oleh kista Entamoeba histolytica menjadi penyebab utama penyakit disentri amoebiasis, selain itu dapat juga ditularkan oleh vektor penyakit seperti lalat dan kecoak. Lalat rumah dan beberapa jenis lalat lainnya merupakan salah satu vektor dari penyebaran penyakit disentri amoebiasis dikarenakan kebiasaan hidup lalat yang berkembang biak di kotoran manusia, hewan, dan sampah basah. Penelitian ini bertujuan mengetahui indeks lalat, prevalensi penderita disentri amoebiasis, usia penderita disentri amoebiasis tertinggi, dan hubungan antara indeks lalat dengan prevalensi penderita disentri amoebiasis di Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo. Penelitian yang dilakukan merupakan deskriptif eksploratif dengan teknik observasi dan dilakukan mulai bulan Maret hingga Mei 2009. Objek penelitian ini adalah lalat di Kecamatan Kanigaran dan data penderita disentri amoebiasis di Puskesmas Kanigaran Kota Probolinggo. Untuk mencari jumlah lalat menggunakan alat berupa fly grill dan menghitung kehadiran lalat selama 30 detik sebanyak 10 kali dan diulangi selama 5 dan 6 hari. Untuk mencari prevalensi penderita disentri amoebiasis menggunakan teknik wawancara di Puskesmas Kanigaran dan di enam kelurahan yang termasuk Kecamatan Kanigaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai indeks lalat paling tinggi terdapat di Kelurahan Kanigaran paling rendah di Kelurahan Tisnonegaran. Prevalensi penderita disentri amoebiasis tertinggi terdapat di Kelurahan Kanigaran dan terendah di Kelurahan Tisnonegaran. Kelompok penderita disentri amoebiasis berdasarkan usia paling tinggi adalah pada usia 1-4 tahun. Hubungan indeks lalat dengan prevalensi penderita disentri amoebiasis di Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo tidak signifikan.

Penerapan model pembelajaran langsung (direct instruction) untuk meningkatkan keterampilan membaca peta pada siswa kelas VII SMP Terbuka 05 Malang / Sri Muji Lestari

 

ABSTRAK Lestari, Sri Muji. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) Untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Peta Pada Siswa Kelas VII SMP Terbuka 05 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Bagus Setiabudi Wiwoho, S.Si. M.Si, (II) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd. Kata Kunci : Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction), Keterampilan Membaca Peta Hasil observasi yang dilakukan di SMP Terbuka 05 Malang, menunjukkan bahwa selama ini pembelajaran IPS-Geografi pada materi peta, guru hanya menjelaskan pengertian peta dan komponen-komponennya secara singkat dan tidak menjelaskan informasi yang terdapat pada peta tersebut. Hal ini menyebabkan kurangnya kemampuan siswa menunjukkan letak suatu tempat/lokasi geografis, kurangpahamnya siswa tentang orientasi peta (menentukan arah pada peta), kurangnya kemampuan siswa dalam mengartikan simbol-simbol yang ada pada peta, dan kemampuan siswa dalam mengungkapkan informasi yang ada sangat kurang. Metode yang sering digunakan oleh guru dalam pembelajaran terbatas pada ceramah saja. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bidang studi IPS-Geografi SMP Terbuka 05 Malang yaitu Ibu Nunuk Wijayanti yang dilakukan pada tanggal 28 Maret 2009 diperoleh informasi bahwa keterampilan siswa kelas VII dalam membaca peta masih rendah. Hal itu dibuktikan dengan skor rata-rata hasil penilaian produk pada pra tindakan yang dilakukan peneliti pada tanggal 06 April 2009, diperoleh skor rata-rata siswa sebesar 53,88 dengan ketuntasan keterampilan membaca peta sebesar 32%, sedangkan Standar Ketuntasan Minimum (SKM) yang ditetapkan SMP Terbuka 05 Malang sebesar 65. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca peta. Keterampilan membaca peta meliputi: (1) keterampilan membaca dan menjelaskan informasi pada peta dan (2) keterampilan mengubah ukuran peta. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2009. Subyek penelitian yaitu siswa kelas VII yang berjumlah 25 siswa SMP Terbuka 05 Malang. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Satu siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Masing-masing pertemuan terdiri dari 2 jam pelajaran. Alokasi waktu 1 jam pelajaran terdiri dari 40 menit. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi, lembar kerja produk, lembar catatan lapangan, dan pedoman wawancara. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan membaca peta siswa mengalami peningkatan mulai dari pra tindakan ke siklus 1 dan siklus 1 ke siklus 2. Rata-rata keterampilan membaca peta siswa pada pra tindakan sebesar 53,88 pada siklus 1 meningkat menjadi 65,6 dan pada siklus 2 meningkat menjadi 75,08. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran langsung (Direct Instruction) dapat meningkatkan keterampilan membaca peta siswa. Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung (Direct Instruction) sebaiknya diterapkan oleh guru Geografi karena dapat meningkatkan keterampilan membaca peta siswa.

Hubungan persepsi siswa terhadap kenyamanan studio gambar dengan prestasi belajar siswa dalam mata diklat menggambar teknik bangunan siswa SMK Negeri 3 Boyolangu / Choirul Uki Tri Handoko

 

ABSTRAK Handoko, Choirul Uki Tri. 2009. Hubungan Persepsi Siswa Terhadap Kenyamanan Studio Gambar Dengan Prestasi Belajar Dalam Mata Diklat Menggambar Teknik Bangunan Siswa SMK Negeri 3 Boyolangu. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Made Wena, M.Pd. M.T. (II) Ir. Dian Ariestadi, M.T. Ars. Kata Kunci : persepsi, ruang/studio, kenyamanan, prestasi belajar. SMK merupakan salah satu bagian lembaga pendidikan di Indonesia yang penting dalam mencetak tenaga kerja yang terampil. SMK juga dituntut untuk mampu menghasilkan lulusan sebagaimana yang diharapkan oleh dunia kerja. Oleh karena itu SMK jurusan menggambar teknik bangunan harus memiliki bangunan kelas yang menunjang dalam proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bangunan kelas harus memiliki kenyamanan tata ruang. Karena dengan rasa nyaman di dalam kelas siswa lebih giat belajar di kelas. Kenyamanan studio gambar ini meliputi kenyamanan thermal, visual, dan audial. Kondisi nyaman atau tidak nyamannya pada studio gambar dapat dirasakan langsung oleh siswa/pengguna yang diungkapkan dengan persepsi mereka . Sistem persepsi yang berpengaruh untuk menilai kenyamanan studio gambar adalah sistem penglihatan, sistem pendengaran, sistem cita rasa, sistem peraba (haptic). Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung. Penelitian ini dengan cara mengumpulkan data mengenai persepsi siswa terhadap kenyamanan studio gambar. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif korelasional dalam bentuk survei dan angket. Untuk uji hipotesis analisa korelasional menggunakan uji normalitas dan uji linieritas. Kedua uji hipotesis tersebut menunjukkan bahwa data yang dianalisa normal dan linier. Oleh sebab itu untuk mencari hubungan kedua variabel menggunakan teknik analisa Product Momen Pearson. Data menunjukkan bahwa di SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung pada aspek kenyamanan studio gambar rata-rata adalah nyaman. Sistem yang berperan untuk kenyamanan thermal adalah sistem sistem peraba. Untuk aspek kenyamanan visual sistem yang berperan adalah sistem penglihatan. Sedangkan kenyamanan audial sistem persepsi yang berperan adalah sistem pendengaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang siginfikan antara tingkat kenyamanan studio gambar dengan prestasi belajar.

Pengaruh pengetahuan mangrove dan pendapatan terhadap sikap masyarakat petambak dalam pelestarian hutan mangrove di Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan / Dewi Nur Azizah

 

ABSTRAK Azizah, Dewi Nur. 2009. Pengaruh Pengetahuan Mangrove dan Pendapatan Terhadap Sikap Masyarakat Petambak dalam Pelestarian Hutan Mangrove di Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan. Skripsi. Jurusan Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Didik Taryana. M. Si; Pembimbing (II) Dr. Ach. Amirudin M. Pd Kata Kunci: pengetahuan mangrove, pendapatan, sikap dalam pelestarian hutan mangrove, petambak Hutan mangrove di daerah pantai Brondong Kabupaten Lamongan telah mengalami kerusakan. Luas hutan mangrove di Lamongan adalah 68,50 Ha, hutan mangrove yang mengalami kerusakan mencapai 43 Ha, dan hanya 25,50 Ha mangrove yang masih baik (Dinas Kehutanan, 2006). Keadaan mangrove di Desa Labuhan masih relatif lestari daripada hutan mangrove di Desa Lohgung. Kerusakan ini diakibatkan oleh alih fungsi lahan mangrove menjadi lahan tambak dan pemanfaatan mangrove oleh masyarakat setempat untuk kebutuhan sehari-hari seperti sebagai kayu bakar, bahan bangunan, peralatan rumah tangga, dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh antara tingkat pengetahuan mangrove dan pendapatan terhadap sikap masyarakat petambak dalam pelestarian hutan mangrove, sumbangan efektif antara tingkat pengetahuan mangrove dan pendapatan terhadap sikap masyarakat petambak dalam pelestarian hutan mangrove, dan mengkaji perbedaan pengetahuan mangrove, pendapatan, dan sikap masyarakat petambak di desa Labuhan dan desa Lohgung. Penelitian ini termasuk jenis penelitian survei. Pengambilan sampel untuk desa dilakukan dengan teknik purpossive sampling. Pengambilan sampel responden menggunakan teknik proportional random sampling. Sampel untuk responden adalah kepala keluarga petambak yang tinggal di sekitar hutan mangrove yang terdapat di desa Lohgung dan Labuhan. Sampel responden yang diambil sebanyak 106 orang. Sebanyak 31 orang petambak desa Lohgung dan 75 orang petambak dari desa Labuhan. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah regresi berganda dan uji t dua jalur dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS version 13 for windows. Hasil penelitian diperoleh bahwa (1) ada pengaruh positif secara signifikan pengetahuan mangrove terhadap sikap dalam pelestarian hutan mangrove dengan nilai t hitung sebesar 17,578 dengan nilai signifikan 0,000. (2) ada pengaruh positif secara signifikan pendapatan terhadap sikap dalam pelestarian hutan mangrove nilai t hitung sebesar 6,704 dengan nilai signifikan 0,000. (3) ada sumbangan efektif dari pengetahuan sebesar 85,09% dan pendapatan memberikan sumbangan efektif sebesar 0,01% terhadap sikap dalam pelestarian hutan mangrove. (4) ada perbedaan pengetahuan mangrove, pendapatan, dan sikap masyarakat petambak di desa Labuhan dan desa lohgung. Perlunya meningkatkan pengetahuan petambak tentang mangrove melalui pendekatan nonformal maupun formal. Untuk desa Labuhan yang sudah memiliki pengetahuan mangrove, dan sikap yang baik terus dipertahankan ditingkatkan. Sedangkan daerah Lohgung yang cenderung memiliki pengetahuan mangrove, dan sikap yang lebih rendah perlu diberi perlakuan khusus agar meningkat.

Perancangan media promosi SMK Negeri 2 Blitar / Taufan Prima Ardiansyah

 

ABSTRAK Ardiansyah, Taufan Prima. 2009. Perancangan Media Promosi SMK Negeri 2 Blitar. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triyono Widodo, M.Sn (II) M. Abdul Rahman, S.Sn, M.Sn Kata kunci : SMK Negeri 2 Blitar, Perancangan, Media Promosi Banyak berdirinya lembaga pendidikan khususnya Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Blitar, membuat para pengembang lembaga pendidikan untuk menyusun strategi pemasaran yang tepat dan efektif, guna menumbuhkembangkan citra yang baik di mata masyarakat dengan melalui perancangan media promosi. Sebagai salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di kota Blitar, SMK Negeri 2 Blitar yang ini memiliki berbagai macam unggulan yaitu fasilitas penunjang pendidikan yang lengkap selama ini belum mempunyai media promosi yang efektif dalam menarik minat audience untuk melanjutkan jenjang pendidikannya ke SMK Negeri 2 Blitar. Berdasarkan latar belakang diatas perlu merancang media promosi yang di rasa efektif dalam memperkenalkan SMK Negeri 2 Blitar ini agar audience dapat memperoleh informasi secara lengkap dan lebih jelas mengenai SMK Negeri 2 Blitar. Model perancangan ini diawali dari tahap pra-produksi yaitu pengidentifikasi data klien, dilanjutkan dengan tahap produksi yang dimulai dari rough lay out, comperhensive layout dan final lay out, dan dilanjutkan tahap pasca produksi yang pada akhirnya media promosi ini dapat diaplikasikan. Tujuan perancangan ini adalah menghasilkan media promosi yang efektif dan efisien yaitu yang dapat mengkomunikasikan serta menginformasikan tentang SMK Negeri 2 Blitar kepada siswa SMP pada khususnya dan masyarakat di Kota Blitar dan sekitarnya pada umumnya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan dengan pihak klien (SMK Negeri 2 Blitar), maka penulis mempertimbangkan, menentukan, dan mengkonsep untuk merancang media promosi ini. Media yang dihasilkan dari perancangan ini ada sepuluh media promosi, media tersebut antara lain adalah : Interaktif multimedia, X Banner, Iklan Surat Kabar, Poster, Sticker Cutting, Pin, Gelas Mug, CD Case, Kalender Meja, dan Brosur. Dengan harapan penggunaan dari media promosi ini dapat menunaikan fungsi serta tujuannya secara tepat, efektif dan semaksimal mungkin sebagai media komunikasi SMK Negeri 2 Blitar, sehingga citra (image) positif dari SMK Negeri 2 Blitar dapat meningkat, dimana secara tidak langsung juga akan berdampak pada meningkatnya jumlah siswa-siswi baru yang menempuh pendidikan SMK Negeri 2 Blitar.

Pengaruh lingkungan keluarga dan ketersediaan sumber belajar di rumah terhadap keberhasilan belajar (studi pada siswa kelas XI IPS I SMA Negeri 1 Gondanglegi) / Ekkie Kartikasari

 

ABSTRAK Kartikasari, Ekkie. 2005. Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Ketersediaan Sumber Belajar di Rumah terhadap Keberhasilan Belajar Siswa (Studi Pada Siswa Kelas XI IPS I SMA Negeri I Gondanglegi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi Dan Koperasi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Wahjoedi M.E, (II) Drs. Ir. Yohanes Hadi Susila S.Th, M.Div, M.E Kata Kunci: Lingkungan Keluarga, Ketersediaan Sumber belajar, Keberhasilan belajar. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan studi siswa, diantaranya adalah keadaan lingkungan keluarga. Sifat dan kebiasaan orang tua, dan ketersediaan sumber belejar. Untuk belajar di rumah, ketersediaan sumber belajar sangat membantu dan mutlak dibutuhkan, semakin lengkap alat-alat belajar, siswa semakin bisa belajar dengan baik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) kondisi lingkungan keluarga siswa (2) Kondisi ketersediaan sumber belajar di rumah siswa (3) prestasi belajar siswa (4) Pengaruh lingkungan keluarga dan ketersediaan sumber belajar di rumah terhadap keberhasilan belajar siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Analisis Deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan kondisi lingkungan keluarga sebagai variabel X1, kondisi ketersediaan sumber belajar di rumah sebagai variabel X2, dan keberhasilan belajar siswa sebagai variabel Y dalam bentuk perhitungan persentase. Metode regresi linier berganda digunakan untuk menentukan besarnya pengaruh lingkungan keluarga (X1), dan ketersediaan sumber belajar di rumah (X2) terhadap keberhasilan belajar siswa (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Sekolah Menengah Atas Negeri I Gondanglegi kelas XI IPS I semester ganjil tahun ajaran 2008/2009 berjumlah 35 siswa. Penentuan sampel dengan cara purposive random sampling sehingga sampel berjumlah 35 siswa. Pengumpulan data dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai Mei. Penelitian dilakukan mulai bulan April sampai Mei. Lingkungan keluarga siswa SMA Negeri I Gondanglegi berdasarkan pada penilaian siswa secara umum (60%) menunjukkan lingkungan keluarga yang kurang mendukung keberhasilan belajar siswa. Ketersediaan sumber belajar di rumah secara umum (57,15%atau 57%) menunjukkan kondisi yang kurang mendukung keberhasilan belajar siswa. Keberhasilan belajar siswa SMA Negeri I Gondanglegi secara umum (54,28% atau 54%) menunjukan keadaan yang cukup tinggi. Berdasarkan pada hasil data yang telah diolah dapat diketahui signifikansi regresi linier berganda adalah 0.000 lebih kecil 0,05 dengan demikian, dapat dikatakan bahwa lingkungan keluarga (X1) dan ketersediaan sumber belajar (X2) memiliki pengaruh secara simultan terhadap keberhasilan belajar siswa. Besar Adjusted R square adalah 0,024. Hal ini berarti 2,4% perubahan variabel Y disebabkan oleh perubahan variabel X1, X2, sedangkan sisanya sebesar 97,6% disebabkan oleh faktor di luar perubahan variabel X1, X2. Dari hasil penelitian ini penulis mengharapkan kepada pihak sekolah agar lebih meningkatkan komunikasi dan selalu menjaga hubungan yang baik dengan orang tua siswa, karena antara pihak sekolah dan orang tua memiliki keterkaitan yang erat dengan keberhasilan belajar siswa. Orang tua siswa diharapkan untuk lebih memperhatikan perkembangan belajar dan juga kebutuhan belajar putra-putrinya.

Penerapan pembelajaran kooperatif STAD dipadu problem posing dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi stoikiometri kelas X SMA PGRI 1 Lumajang / Lazmi Lukitasari

 

ABSTRAK Lukitasari, Lazmi. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif STAD Dipadu Problem Posing Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Materi Stoikiometri Kelas X SMA PGRI 1 Lumajang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Srini M. Iskandar, M.Sc., Ph.D, (II) Herunata, S.Pd. M.Pd Kata Kunci: STAD, problem posing, prestasi belajar, stoikiometri Pembelajaran berbasis konstruktivistik lebih menekankan pada proses 杜engkonstruksi pengetahuan sehingga siswa dapat aktif dan saling bekerja sama dalam proses pembelajaran. Kenyataannya masih ada sekolah yang belum sepenuhnya menerapkan model pembelajaran konstruktivistik termasuk di SMA PGRI 1 Lumajang. Salah satunya adalah pembelajaran kooperatif tipe STAD. Tipe ini menekankan adanya aktivitas dan interaksi antar siswa untuk saling membantu dalam menguasai materi guna mencapai prestasi yang maksimal. Selain itu, terdapat strategi Problem Posing yang dapat membiasakan siswa mengkonstruksi pemahaman berdasarkan informasi yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui apakah terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif STAD dipadu Problem Posing dengan siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif STAD pada materi Stoikiometri, (2) mengatahui ketercapaian aspek dasar pembelajaran kooperatif siswa kelas kontrol dan eksperimen pada kegiatan diskusi, (3) mengetahui keterlaksanaan aspek afektif siswa kelas kontrol dan eksperimen selama proses pembelajaran berlangsung, (4) mengetahui kemampuan Problem Posing siswa eksperimen pada materi stoikiometri. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu dan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA PGRI 1 Lumajang semester dua tahun ajaran 2008/2009. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok yaitu kelas X-4 sebagai kelas kontrol dan kelas X-2 sebagai kelas eksperimen. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian adalah perangkat pembelajaran, tes prestasi belajar, lembar observasi, dan data kemampuan Problem Posing siswa kelas eksperimen. Data kemampuan awal siswa dan prestasi belajar siswa dideskripsikan secara kuantitatif yaitu: uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Data penilaian ketercapaian kelima unsur pembelajaran kooperatif, penilaian afektif, dan data kemampuan Problem Posing siswa kelas eksperimen dideskripsikan secara kualitatif. Hasil analisis uji t prestasi belajar siswa yang menggunakan SPSS 16.0 for windows menunjukkan Ho ditolak dengan nilai signifikansi 0,01 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif STAD dipadu Problem Posing dengan siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif STAD pada materi Stoikiometri. Ketercapaian lima unsur dasar pembelajaran kooperatif, keterlaksanaan aspek afektif siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol secara umum terjadi peningkatan pada setiap iv proses pembelajaran. Kemampuan Problem Posing siswa kelas eksperimen menunjukkan bahwa siswa mampu mengembangkan informasi yang ada dalam merumuskan (membuat) soal sesuai dengan kondisi soal yang tersedia.

Hubungan dukungan sosial dan kecemasan dalam menghadapi kematian pada lansia di panti jompo Kelurahan Kalirejo Kecamatan Lawang / Silvya Anggraeny

 

ABSTRAK Anggraeny, Silvya. 2009. Hubungan Dukungan Sosial dan Kecemasan dalam Menghadapi Kematian pada Lansia di Panti Jompo Kelurahan Kalirejo Kecamatan Lawang. Skripsi, Prodi Psikologi, Jurusan BKP, FIP, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed (II) Ika Andrini Farida, S.Psi., M.Si Kata Kunci : dukungan sosial, kecemasan kematian, lansia Kecemasan dalam menghadapi kematian dialami oleh sebagian besar orang, tidak terkecuali lansia. Dukungan sosial dapat mengurangi kecemasan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan sosial pada lansia, tingkat kecemasan dalam menghadapi kematian pada lansia serta mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan kecemasan menghadapi kematian pada lansia di Panti Jompo Kelurahan Kalirejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian lansia yang memiliki karakteristik, yaitu berusia berusia 60-75 tahun, berdomisili di Panti Jompo Pangesti dan Panti Jompo Diakonia Kelurahan Kalirejo Kecamatan Lawang, statusnya belum atau sudah ditinggalkan oleh pasangan, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, dan masih mampu melakukan komunikasi dengan baik. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 50 orang. Instrumen yang digunakan Skala Dukungan Sosial terdiri 50 butir, reliabilitas 0,824 dan Skala Kecemasan dalam Menghadapi Kematian terdiri 60 butir, reliabilitas 0,793. Data dukungan sosial dan kecemasan dalam menghadapi kematian didapat dari penyebaran skala. Analisis data dukungan sosial dan kecemasan dalam menghadapi kematian dengan uji korelasi yang digunakan adalah product moment dari Pearson dengan taraf signifikansi a = 0,05. Hasil penelitian: 1) Dukungan sosial pada lansia di Kelurahan Kalirejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang tergolong sedang, di mana dari 50 orang subyek, 4 orang (8%) yang memiliki tingkat dukungan sosial tinggi dan 46 orang (92%) memiliki tingkat dukungan sosial dalam taraf sedang. 2) Tingkat kecemasan dalam menghadapi kematian pada lansia di Kelurahan Kalirejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang tergolong sangat rendah karena semua subyek yang berjumlah 50 orang memiliki tingkat kecemasan dalam menghadapi kematian dalam taraf yang sangat rendah (100%). 3) Ada hubungan negatif antara dukungan sosial dengan kecemasan dalam menghadapi kematian pada lansia di Kelurahan Kalirejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang, di mana terbukti dari perhitungan koefisien korelasi sebesar -0,720 dengan taraf signifikansi 0,000 serta hasil dari perhitungan F = 55,806; (p = 0,000<0,05). Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada keluarga dan pengasuh lansia agar memberikan perhatian dan dukungan sosial yang lebih kepada lansia sehingga lansia dapat meningkatkan kualitas hidupnya dan dapat mempertahankan kecemasannya agar tetap rendah sehingga dapat melewati masa tua dengan kebahagiaan dan ketenangan. Dukungan sosial yang diterima lansia berupa dukungan moral dan dukungan material. Pengasuh selalu memberikan dukungan berupa semangat, motivasi, empati, kasih sayang dan membantu menyelesaikan pekerjaan. Sedangkan dukungan material yang diberikan adalah pinjaman barang dan pemberian makanan oleh teman panti.

Pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) terhadap prestasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 4 Malang / Luluk Muhibbah

 

ABSTRAK Muhibbah, Luluk. 2009. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Srini Murtinah Iskandar, M.Sc., Ph.D., (II) Dra. Nazriati, M.Si. Kata kunci: Pembelajaran kooperatif, Group Investigation (GI), prestasi belajar, Sifat Fisika, Sifat Kimia, Pemisahan Campuran Sejak adanya pembaharuan kurikulum 2004, bahan kajian kimia dimasukkan dalam mata pelajaran sains di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kurikulum sains disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan sains secara nasional. Pendidikan sains menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar siswa mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah (Depdiknas, 2003:5). Salah satu model pembelajaran yang mengarahkan siswa untuk mencari tahu dan berbuat sehingga dapat membantu siswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang alam sekitar adalah model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI). Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok Sifat Fisika, Sifat Kimia, dan Pemisahan Campuran, 2) mengetahui respon siswa terhadap penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada materi pokok Sifat Fisika, Sifat Kimia, dan Pemisahan Campuran. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu (quasy experiment design). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 4 Malang semester II tahun ajaran 2008/2009. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok yaitu kelas VIIB sebagai kelas kontrol dan kelas VIID sebagai kelas eksperimen. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling kelompok (cluster random sampling). Instrumen yang digunakan meliputi silabus, RPP, LKS, tes prestasi, angket, dan lembar observasi. Di antara 35 soal yang diujikan, 21 soal dinyatakan valid dengan reliabilitas soal tes sebesar 0,847. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) model pembelajaran kooperatif tipe (Group Investigation) GI berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini dapat diketahui dari analisis data menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI mempunyai nilai rata-rata yang lebih tinggi daripada siswa yang diajar menggunakan metode ceramah. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata prestasi belajar siswa kelas eksperimen sebesar 76,04 sedangkan kelas kontrol sebesar 70,04. Dari hasil uji-t yang dilakukan, diperoleh t hitung (5,198) > t tabel (2,015), 2) secara umum siswa kelas eksperimen memberi respon yang sangat positif sebesar 37,78% dan respon positif sebesar 62,22% terhadap model pembelajaran kooperatif tipe (Group Investigation) GI pada materi pokok Sifat Fisika, Sifat Kimia, dan Pemisahan Campuran.

Implementasi model pembelajaran role playing untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran humas dan keprotokolan (studi pada siswa Program Keahlian Administrasi Perkantoran kelas X APK SMK PGRI 6 Malang) Rivit Aminatus Sholikah

 

ABSTRAK Sholikah, Rivit Aminatus. 2009. Implementasi Model Pembelajaran Role Playing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Humas dan Keprotokolan (Studi pada Siswa Program Keahlian Administrasi Perkantoran Kelas X APK SMK PGRI 6 Malang). Skripsi. Jurusan Manajemen Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pebimbing (1) Dr. Sopiah M.Pd, M.Si, (2) Imam Bukhori S.Pd, M.M. Kata Kunci : Implementasi Model Pembelajaran Role Playing, Hasil Belajar. Pembaharuan dalam dunia pendidikan merupakan sebuah tuntutan yang harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional, mengingat persaingan dapat terjadi disemua bidang kehidupan termasuk bidang pendidikan. Untuk memperbaiki kualitas pendidikan tersebut, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah melalui Depdiknas. Salah satunya adalah melakukan penyempurnaan kurikulum. Pengembangan kurikulum dilakukan oleh guru, kepala sekolah, serta komite sekolah dan dewan pendidikan yang berkelanjutan merupakan keharusan agar sistem pendidikan nasional selalu relevan dan kompetitif. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegitan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Pembelajaran menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari dan sekaligus memperhatikan faktor kebutuhan individual siswa dan peranan guru. Sehubungan dengan itu, dengan menggunakan penelitian tindakan kelas dengan maksud untuk menggambarkan bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan proses pembelajaran dengan mengumpulkan data berupa uraian-uraian atau kalimat dan bukan angka sehingga bersifat deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, desain pembelajaran, lembar kerja siswa, lembar observasi, angket, dan hasil belajar peserta didik (aspek kognitif, aspek afektif, aspek psikomotor). Adapun prosedur pengumpulan data yang dilakukan : (1) pemberian tes; (2) pengamatan partisipan; (3) penyebaran angket; (4) dokumentasi. Tahap analisis data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : (1) analisis data aktivitas peserta didik; (2) analisis pengelolaan pembelajaran; (3) analisis persepsi siswa; analisis tes hasil belajar; (4) paparan data; (5) penarikan kesimpulan. Tahap-tahap penelitian tindakan kelas ini (PTK) berupa siklus spiral yang meliputi : (1) perencanaan, (2) pemberi tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Dalam penelitian ini direncanakan dilakukan dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Adapun model pembelajaran yang cocok dengan pendekatan siswa aktif pada kompetensi Humas dan Keprotokolan adalah model pembelajaran role playing yaitu dengan materi aplikasi master of ceremony (MC). Hasil penelitian ini mencakup hasil belajar siswa terhadap model pembelajaran role playing. Hasil belajar siswa dilihat dari peningkatan pemberian nilai antara siklus I dan siklus II. Penilaian hasil belajar siswa melalui tes hasil belajar siswa kelas X Administrasi Perkantoran (APK) di SMK PGRI 6 Malang. Penelitian ini dibagi menjadi 4 tahap kegiatan yaitu (1) pendahuluan dari observasi awal, pengamatan pendahuluan siswa, guru dan dukungan pihak sekolah. Pelaksanaan siklus I dan siklus II meliputi : (1) rencana tindakan model pembelajaran role playing; (2) pelaksanaan tindakan model pembelajaran role playing; (3) temuan penelitian pada tindakan model pembelajaran role playing; (4) refleksi tindakan model pembelajaran role playing. Adapun fokus pengamatan yang dilakukan adalah (1) aktivitas peserta didik; (2) kemampuan peneliti dalam mengelola pembelajaran; (3) evaluasi hasil belajar peserta didik (aspek kognitif, aspek afektif, aspek psikomotor) dalam proses pembelajaran model role playing. Kesimpulan perbandingan hasil aktivitas peserta didik dengan mengetahui peningkatan hasil aktifitas peserta didik selama penerapan model pembelajaran role playing terhadap kelompok atas, tengah dan bawah, peneliti menarik kesimpulan bahwa model pembelajaran role playing dapat diterapkan untuk seluruh peserta didik baik yang memiliki kemampuan tinggi, sedang maupun rendah. Kegiatan pembelajaran tersebut dapat meningkatkan aktivitas masing-masing kelompok secara efektif dan bermakna. Sedangkan kesimpulan dalam mengelola model pembelajaran role playing yang diberikan adalah peneliti dapat melaksanakan pengelolaan kelas dengan baik pada setiap siklus yang dilakukan sehingga proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien. Hal ini juga dimaknai bahwa tindakan intervensi yang dilakukan oleh peneliti selama siklus I dan siklus II dapat memotivasi peserta didik untuk selalu memperbaiki pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas. Penerapan model pembelajaran role playing dapat meningkatkan hasil belajar ranah aspek kognitif, afektif, psikomotor pada mata pelajaran humas dan keprotokolan di kelas X APK SMK PGRI 6 Malang berlangsung. Peningkatan hasil belajar aspek kognitif dapat diketahui dari adanya peningkatan nilai pre test dan pos test yaitu 52.26 (siklus I) menjadi 88.19 (siklus II). Peningkatan hasil belajar aspek afektif dapat diketahui dari adanya peningkatan nilai persentase rata-rata siklus I dan siklus II yaitu dari 9.72% kualifikasinya kurang, 56.94% kualifikasinya cukup, 112.50% kualifikasinya baik, 20.83% kualifikasinya baik sekali menjadi 13.89% kualifikasinya cukup, 129.17% kualifikasinya baik dan 56.94% kualifikasinya baik sekali. Peningkatan hasil belajar aspek psikomotor diketahui dari peningkatan hasil pencapaian nilai kinerja peserta didik dari nilai bagi kualifikasi cukup (siklus I) menjadi dengan kualifikasi 澱aik pada siklus II.

Pengaruh stock split terhadap likuiditas saham pada perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2008 / Diana Natalia

 

58 ABSTRAK Natalia, Diana. 2009. Pengaruh Stock split Terhadap Likuiditas Saham, Studi Perusahaan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2008. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sawitri Dwi P, SE, M.Si, Ak (II) Helianti Utami, SE, M.Si, Ak. Kata kunci: stock split, likuiditas saham Peristiwa stock split masih menjadi fenomena yang menarik bagi para analis keuangan. Berdasarkan penelitian-penelitian yang dilakukan, ada yang mendukung teori empiris stock split tetapi ada juga yang menunjukkan bahwa stock split tidak memiliki pengaruh terhadap variabel yang diteliti. Alasan pemecahan saham berkaitan dengan likuiditas perdagangan saham adalah optimal range harga saham. Harga saham yang lebih rendah dan jumlah saham yang lebih banyak akan meningkatkan likuiditas saham tersebut (e.Samuel.com). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh stock split terhadap likuiditas saham. Likuiditas saham diukur menggunakan trading volume activity dan bid ask spread. Populasi dari penelitian ini adalah semua perusahaan yang lisiting di Bursa Efek Indonesia 2005-2008. Dari populasi tersebut, kemudian digunakan metode purposive sampling untuk menentukan sampel penelitian. Hasilnya, terdapat 21 perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Berdasarkan sampel yang didapat penelitian ini menggunakan alternatif statistik non parametrik yaitu uji wilcoxon. Hasil dari uji beda untuk TVA, probabilitas(0.01) < 0.05, yang berarti bahwa Ha untuk hipotesis pertama diterima 鍍erdapat perbedaan yang signifikan TVA sebelum dan sesudah stock split. Meningkatnya likuiditas setelah split dapat muncul akibat semakin besarnya kepemilikan saham dan jumlah transaksi. Jumlah pemegang saham menjadi semakin bertambah banyak setelah split. Hasil uji beda untuk bid ask spread, probabilitas (0.000) < 0.05, yang berarti bahwa Ha untuk hipotesis pertama diterima 鍍erdapat perbedaan yang signifikan bid ask spread sebelum dan sesudah stock split. Harga saham yang lebih rendah setelah dilakukan stock split menyebabkan pertemuan antara harga penawaran dan harga permintaan relative lebih besar. Hal ini mengakibatkan perbedaan anatara besarnya harga penawaran dan harga permintaan saham (bid ask spread) semakin kecil. Penelitian ini menyimpulkan: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan TVA sebelum dan sesudah stock split. (2) Terdapat perbedaan yang signifikan bid ask spread sebelum dan sesudah stock split. Keterbatasan dari penelitian ini adalah (1) likuiditas saham yang hanya diukur menggunakan TVA dan bid ask spread. (2) Penelitian ini terbatas pada trading range theory. (3) Penelitian ini hanya menggunakan 4 tahun pengamatan, sehingga jumlah sampel yang didapat sedikit. Saran bagi penelitian berikutnya adalah (1) indikator lain yang dapat digunakan untuk mengukur likuiditas saham seperti harga saham, jumlah pemegang saham, dan lainlain. (2) Teori lain yang dapat digunakan untuk mengukur stock split adalah signaling 59 theory, misal dengan mengukur profitabilitas. (3) Tahun pengamatan dapat diperpanjang agar mendapatkan jumlah sampel yang lebih banyak.

Fenomena politik uang dalam pemilihan kepala Desa Ngampel Kecamatan Papar Kabupaten Kediri / Anis Chabibah

 

ABSTRAK Chabibah, Anis. 2009. Fenomena Politik Uang dalam Pemilihan Kepala Desa Ngampel Kecamatan Papar Kabupeten Kediri.. Skripsi. Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs.Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd, M.Si, (2) Drs. H. Petir Pudjantoro, M.Si Kata Kunci: Pemilihan Kepala Desa, Politik Uang Penelitian tentang Pemilihan Kepala Desa secara langsung memperoleh nilai signifikan dalam pembangunan demokrasi yang sehat dan dinamis.Demokrasi yang sehat harus dipahami sebagai sebuah proses menuju masyarakat yang cerdas, mandiri dan bermartabat. Pilkades dalam momentum untuk membangun kesadaran guna melahirkan insan-insan yang berjiwa rasional, jujur, anti KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) dan bertanggung jawab serta tidak melakukan berbagai bentuk penipuan terhadap masyarakat dalam bentuk apapun. Politik Uang menjadi salah satu magnet yang sangat menarik. Uang digunakan untuk mendanai kampanye dan untuk menciptakan citra yang baik bagi calon kades.Permasalahan yang hendak dikaji dalam penelitian ini adalah Bagaimana bentuk-bentuk atau pola politik uang yang terjadi pada pelaksanaan pilkades di Desa Ngampel. Tujuan Penelitian ini adalah (1) menjelaskan proses pelaksanaan pemilihan Kepala Desa Ngampel, (2) menjelaskan bentuk-bentuk atau pola politik uang yang terjadi di masyarakat Desa Ngampel pada pelaksanaan pilkades beserta latar belakang yang melandasi politik uang, (3) menjelaskan dampak dari politik uang yang terjadi di masyarakat Desa Ngampel Kecamatan Papar Kabupaten Kediri, (4) menjelaskan aspirasi masyarakat dalam upaya mencegah atau menanggulangi politik uang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, sumber data yang utama dalam penelitian ini adalah kata-kata atau ucapan yang diperoleh melalui wawancara dan pengamatan. Informan terdiri atas panitia pelaksanan pemilihan kepala desa, Kader, Tim sukses, Ketua BPD Desa Ngampel, sekertaris desa, masyarakat Desa Ngampel. Jenis penelitian adalah studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengamatan.Analisis data dilakukan dengan pola Reduksi Data, Penyajian Data, Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1)Proses Pemilihan Kepala Desa Ngampel meliputi tahapan-tahapan pemilihan yang meliputi tahap pembentukan panitia, Tahap Penjaringan bakal calon Kepala Desa, Tahap Penyaringan dan Penetapan Bakal Calon, Tahap Pendaftaran Pemilih, Tahap Penentuan Nomor Urut Calon, Tahap Kampanye, Tahap Pemilihan Kepala Desa, Tahap Penghitungan Suara, Tahap Penetapan Calon terpilih, (2) bentuk-bentuk atau pola politik uang dan latar belakang yang melandasi terjadinya politik uang di masyarakat desa ngampel Kecamatan Papar Kabupaten Kediri adalah Pemberian uang antara Rp.50.000- Rp.150.000,- , Pemberian Hadiah, makan gratis pada saat pilkades, pemberian rokok, makanan dan minuman, alatr belakang yang melandasi politik uang adalah pembagian uang pada saat pilkades sudah menjadi tradisi, jika tidak ada uang, warga Ngampel cenderung tidak memilih, dengan cara pemberian langsung dan terbuka dari calon kepala desa, adanya undian didalam amplop yang diterima masyarakat yang hadiahnya besar. (3) Dampak Politik Uang Yang terjadi di Masyarakat Desa Ngampel adalah aksi anarkhis terjadi dengan melakukan pemblokiran jalan-jalan penghubung anatar dusun sehingga tidak bisa terlewati, adanya sekelompok-sekelompok kecil yang arogan, berbicara kasar pada saat menjelang pemilihan, mencorat-coret jalan dengan cat, serta merusak gambar-gambar calon, (4)Upaya mencegah Politik uang pada masyarakat Desa Ngampel adalah Masyarakat Ngampel memilih berdasarkan hati nurani, Mengadakan Sosialisasi Anti politik uang, Mengadakan sosialisasi dan pendidikan politik masyarakat, penyadaran dan pembelajaran politik. Berdasarkan penelitian ini disarankan agar masyarakat tidak terpikat dengan adanya pemberian uang guna melancarakan jalannya pemilihan kepala desa, Bagi pemerintah desa disarankan lebih tegas dan menjalankan peraturan hukum yang berlaku dan mentaati Undang-undang yang berlaku pada pelaksanaan pemilihan kepala desa berikutnya.

Implementasi pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI pada mata diklat melakukan konfirmasi keputusan pelanggan Program Keahlian Penjualan di SMK Islam Batu / Agung Tri Cahyono

 

ABSTRAK Cahyono, Agung Tri. 2009. Implementasi Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Penjualan pada Mata Diklat Melakukan Konfirmasi Keputusan Pelanggan di SMK Islam Batu. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Niaga, Jurusan Manajemen, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si, (II) Drs. Mohammad Hari, M.Si. Kata kunci: pembelajaran kooperatif, model jigsaw, prestasi belajar Proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru untuk bisa membuat siswa memahami materi yang diberikan, serta prestasi yang didapatkan siswa baik, tidak terlepas dari bagaimana cara guru mengajar, serta model pembelajaran apa yang tepat digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi agar bisa dimengerti dan diingat oleh siswa. Sebagai seorang guru harus dapat menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan menarik, sehingga siswa merasa butuh dalam belajar dan tidak merasa terpaksa dalam belajar. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti, pembelajaran yang diterapkan selama ini dengan cara tradisional (konvensional), siswa kurang aktif dalam kelas dan kurang memberi kesempatan pada siswa untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran, sehingga mengakibatkan aktivitas siswa sangat rendah. Selain itu pembelajaran yang dilakukan masih mengacu pada tehnik tradisional dan lebih condong pada pandangan pembelajaran behavioristik, padahal pandangan pembelajaran yang lebih baik dan sesuai dalam pembelajaran adalah pandangan konstuktivistik, siswa menemukan masalah, dan memecahkan masalah tersebut bersama-sama dalam satu kelompok Salah satu metode pembelajaran yang digunakan untuk mengaktifkan siswa adalah metode pembelajaran kooperatif. Dengan pembelajaran kooperatif, siswa dapat bekerja sama antar anggota kelompok, saling menyumbangkan pikiran, dan adanya sikap tanggung jawab terhadap pencapaian hasil belajar secara individu maupun kelompok. Pembelajaran kooperatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembelajaran model jigsaw. Model pembelajaran ini melibatkan para siswa dalam mereview bahan yang tercakup dalam suatu pelajaran dan menjelaskan pemahaman mereka tentang isi pelajaran kepada teman satu kelompoknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Tindakan dalam penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus mempunyai empat tahapan, yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI Program Keahlian Penjualan di SMK Islam Batu yang berjumlah 29 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tulis yang dilaksanakan pada awal dan akhir siklus, lembar observasi, pedoman wawancara, catatan lapangan, tes, dan dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Jigsaw, untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa ii dengan penerapan model pembelajaran Jigsaw, mengetahui respon siswa setelah dilaksanakannya model jigsaw, dan untuk mengetahui hambatan-hambatan yang ditemui dalam penerapan model pembelajaran Jigsaw Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan pembelajaran model jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Peningkatan prestasi belajar dapat diketahui dari nilai rata-rata Post test siswa pada siklus I sebesar 78,13 menjadi 89 pada siklus II. Jika nilai post test dibandingkan dengan nilai rata rata ulangan harian pada pokok bahasan yang di ajarkan dengan model pembelajaran tradisional dapat diketahui bahwa penerapan model pembelajaran jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar, hal ini dapat dilihat dari nilai rata rata ulangan harian yang materinya diajarkan dengan model pembelajaran tradisional masih berada dibawah nilai post test penelitian ini yaitu sebesar 70,4. Respon siswa dalam pembelajaran kooperatif model jigsaw pada mata diklat Melakukan Konfirmasi Keputusan Pelanggan sangat positif, siswa senang, menggunakan pembelajaran kooperatif model jigsaw. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw pada mata diklat Melakukan Konfirmasi Keputusan Pelanggan dapat menjadikan pembelajaran lebih bermakna bagi siswa, karena siswa di beri kebebasan untuk berpendapat, berfikir, mengemukakan gagasan, dan mengembangkan materi yang dipelajari. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diajukan bagi guru adalah (1) Model pembelajaran Jigsaw lebih merangsang siswa untuk berfikir dan mengungkapkan gagasan sacara bebas dalam mengembangkan materi yang dipelajari, maka alangkah baiknya jika para guru mau mencoba menerapkan model pembelajaran ini pada mata diklat yang lain. (2) Guru dalam penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw hendaknya lebih variatif, misalnya dengan mengadakan pemantapan berupa tanya jawab yang divariasi dengan pertanyaan rebutan.

Penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) dengan pendekatan problem based learning (PBL) untuk meningkatkan keterampilan kerja ilmiah dan hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 4 Malang / Jiniari Apriska Dewi

 

ABSTRAK Dewi, Jiniari A. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation (GI) dengan Pendekatan Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Keterampilan Kerja Ilmiah dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Hj. Mimien H. Irawati, M.S, (II) Balqis, S.Pd, M.Si. Kata kunci: pembelajaran kooperatif, group investigation, pendekatan problem based learning, keterampilan kerja ilmiah, hasil belajar biologi. Pembaharuan di bidang kurikulum dalam pembelajaran, menuntut guru untuk dapat mengubah sistem pembelajaran dari yang berorientasi pada guru (teacher centered) menjadi pembelajaran yang berorientasi pada siswa (student centered). Akan tetapi hasil observasi di kelas X-6 SMA Negeri 4 Malang menunujukkan bahwa saat mengajar di kelas guru masih tetap menggunakan cara lama, yaitu dominan menggunakan metode ceramah-ekspositori. Sumber belajar siswa hanya terbatas dari guru dan ketrampilan kerja ilmiah siswa juga rendah karena siswa hanya terpaku pada materi dari guru. Hasil observasi yang telah dilakukan di kelas X-6 SMA Negeri 4 Malang menunjukkan bahwa keterampilan kerja ilmiah diajarkan secara terintegrasi dengan kegiatan praktikum. Rendahnya keterampilan kerja ilmiah siswa dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hasil observasi juga menunjukkan bahwa hasil belajar biologi siswa kelas X-6 lebih rendah bila dibandingkan dengan kelas yang lain. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu diterapkan Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation (GI) dengan Pendekatan Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan keterampilan kerja ilmiah dan hasil belajar Biologi siswa kelas X-6 SMA Negeri 4 Malang. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada setiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X-6 semester genap tahun ajaran 2008-2009 SMA Negeri 4 Malang yang berjumlah 42 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2009. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi kegiatan guru, catatan lapangan, lembar observasi keterampilan kerja ilmiah, laporan kerja ilmiah, dan soal tes. Aspek keterampilan kerja ilmiah siswa dilihat dari hasil observasi keterampilan kerja ilmiah siswa dan laporan kerja ilmiah siswa, sedangkan hasil belajar diperoleh dari hasil tes akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan keterampilan kerja ilmiah siswa cenderung mengalami peningkatan antara antara siklus I (52,38%) dan siklus II (100%). Peningkatan juga terlihat pada rerata keterampilan kerja ilmiah siswa antara siklus I (77,43) dan siklus II (93,67). Persentase ketuntasan hasil belajar biologi siswa juga cenderung mengalami peningkatan antara siklus I (92,8%) dan siklus II (97,6%). Rerata hasil belajar biologi siswa juga mengalami peningkatan antara siklus I (83,98) dan siklus II (84,36). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat dikatakan bahwa Penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan keterampilan kerja ilmiah dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 4 Malang dalam pembelajaran Biologi. Saran dari penelitian ini adalah hendaknya peneliti memperhatikan alokasi waktu yang digunakan agar pelaksanaan pembelajaran berlangsung secara efisien dan penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi guru bidang studi ataupun peneliti yang lain untuk menerapkan model dan pendekatan tersebut.

Perbedaan kinerja keuangan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Sejahtera RSUD. Dr. Soebandi Kabupaten Jember sebelum dan sesudah penerapan sistem syari'ah / Diska Arliena Hafni

 

ABSTRAK Hafni, Diska Arliena. 2009. Perbedaan Kinerja Keuangan KPRI Sejahtera RSUD Dr. Soebandi Kabupaten Jember Sebelum dan Sesudah Penerapan Sistem Syari誕h. Skripsi, Program Studi S-1 Akuntansi. Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Hj. Sutatmi, S.E, M.Pd, M.Si, Ak. (II) Dr. Nurika Restuningdyah, M.Si. Kata kunci: kinerja keuangan, koperasi, sistem syari誕h. Koperasi merupakan lembaga keuangan non bank yang turut serta menggerakkan perekonomian di masyarakat. Persaingan yang ketat menuntut koperasi untuk menilai kinerja keuangannya. Banyaknya alternatif system ekonomi sebagai wujud berkembangnya ilmu pengetahuan membuat koperasi untuk terus memperbaiki sistem yang ada di dalamnya guna meningkatkan kinerja koperasi. Penelitian ini dilakukan pada KPRI Sejahtera RSUD Dr. Soebandi Kabupaten Jember yang baru mengkonversi sistemnya dengan sistem syari誕h. Penelitian ini selain bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan koperasi sebelum dan sesudah penerapan sistem syari誕h juga untuk mengetahui apakah ada perbedaan kinerja keuangan koperasi antara sebelum dan sesudah penerapan sistem syari誕h ditinjau dari rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio solvabilitas, dan rasio rentabilitas. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis rasio, antara lain: Rasio Likuiditas (current ratio,quick ratio, dan cash ratio), Rasio Aktivitas (total assets turn over, receivables turn over, dan fixed assets turn over), Rasio Solvabilitas (total assets to debt ratio dan net worth to debt ratio), dan Rasio Rentabilitas (return on investment dan return on equity). Uji statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis yaitu uji t sampel berpasangan (t-test paired two samples for means). Hasil penelitian menunjukkan analisa rasio dari kinerja keuangan sebelum penerapan sistem syari誕h tergolong kurang baik, hal ini dikarenakan banyaknya nilai rasio yang mengalami penurunan. Namun keadaan ini semakin membaik sesudah penerapan sistem syari誕h, terbukti dengan adanya beberapa angka rasio yang mengalami kenaikan atau menunjukkan kinerja yang lebih baik. Hasil uji t sampel berpasangan menunjukkan penerimaan terhadap H0 kepada sepuluh rasio yang diteliti, sehingga memberikan kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan kinerja keuangan KPRI Sejahtera RSUD Dr. Soebandi Kabupaten Jember sebelum dan sesudah penerapan sistem syariah atau dengan kata lain selama 2 tahun penerapan sistem syari誕h belum memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja keuangan koperasi. Berdasarkan penelitian ini saran yang diberikan adalah: (1) Likuiditas koperasi yang sudah baik dan stabil hendaknya dipertahankan serta mengatur penggunaan dana dan struktur keuangannya. Solvabilitas dan rentabilitas koperasi lebih ditingkatkan lagi, pendapatan pengelolaan aktiva dan sumber daya yang ada juga harus ditingkatkan; (2) Segera membentuk Dewan Pengawas Syari誕h (DPS) dengan menunjuk orang yang benar-benar ahli dibidang tersebut agar penerapan sistem syari誕h bisa terjamin legalitasnya secara syar段.

Pengaruh senam otak (metode Fritz' Brain) terhadap tingkat kecerdasan otak pada manusia lanjut di panti jompo werdha "Griya Asih" Kecamatan Lawang Kabupaten Malang / Muzayin Akmal Khuluq

 

ABSTRAK Khuluq, Muzayin Akmal. 2009. Pengaruh Senam Otak (metode fritz brain) Terhadap Tingkat Kecerdasan Otak Pada Manusia Usia Lanjut yang Tinggal di Panti Jompo di Kecamatan Lawang Kabupaten Malang, Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Saichudin, M.Kes, (II) dr. Hartati Eko Wardani, M. Si, M.ed. Kata-kata kunci: senam otak (metode fritz brain), tingkat kecerdasan otak, manusia usia lanjut Secara Patologis faktor bertambahnya usia menjadikan mental dan fisik akan berkurang. Aktivitas kehidupan yang berkurang akan mengakibatkan makin bertambahnya ketidakmampuan tubuh dalam melakukan berbagai hal. Kegagalan dalam mengatasi stressor menyebabkan manusia usia lanjut cepat mengalami penurunan fungsi otak. Pada otak manusia cenderung lebih cepat menurun pada bagian otak sebelah kiri hal ini dikarenakan organ tubuh yang sering dihgunakan adalah bagian tubuh sebelah kanan. Otak akan bekerja secara optimal apabila otak bagian kanan dan kiri dapat bekerja secara seimbang. Penurunan tingkat kecerdasan otak dapat diperhambat dengan cara memperbanyak aktivitas gerak dan pemikiran yang melibatkan otak bagian kanan dan otak bagian kiri. Oleh karena itu perlu diadakan kajian lebih dalam tentang pengaruh senam otak terhadap tingkat kecerdasan (kinerja fungsi otak), sebagai langkah awal untuk menghambat penurunan fungsi otak pada manusia usia lanjut serta membantu meningkatkan derajat kemampuan hidup manusia lanjut usia. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu menggunakan metode One group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah manusia usia lanjut yang tinggal di panti jompo dengan karakteristik yaitu usia 60-75 tahun, tidak mempunyai gangguan jantung dan gangguan neurologi, responden kooperatif, dapat berkomunikasi dengan baik, tidak mengalami cacat fisik yang mengganggu aktifitas, responden harus mengikuti program latihan secara teratur. Jumlah subyek dalam penelitian ini adalah 11 manusia usia lanjut yang telah memenuhi persyaratan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2009 di panti werdha 堵riya Asih Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif persentase dan uji pengaruh paired sample t test (perbandingan rata-rata). Hasil dari penelitian ini antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan senam otak secara deskriptif menunjukkan bahwa terjadi peningkatan sebanyak 2%. Sedangkan setelah dilakukan uji pengaruh paired sample t test didapatkan hasil senam otak metode fritz brain tidak mempunyai pengaruh yang signifikan untuk meningkatkan kinerja fungsi otak secara maksimal, namun diduga senam otak metode fritz brain dapat membantu menghambat penurunan tingkat kecerdasan otak pada manula karena dari hasil penelitian tidak ada yang mengalami pernurunan setelah diberikan perlakuan senam otak metode fritz brain.

Pengaruh pemberian terapi kognitif terhadap tingkat depresi pada penderita kanker serviks yang menjalani perawatan di rumah sakit Dr. Saiful Anwar Malang / Novita Riski Wati

 

ABSTRAK Wati, Novita Riski. Pengaruh Pemberian Terapi Kognitif Terhadap Tingkat Depresi Pada Penderita Kanker Serviks Yang Menjalani Perawatan Di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang Angkatan Tahun 2009 Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed (II) Diyah Sulistiyorini, M.Psi. Kata Kunci: terapi kognitif, depresi, kanker serviks. Seseorang yang didiagnosa menderita kanker serviks mayoritas akan menjadi depresi akibat terjadinya kemunduran fisik, psikis dan rasa sakit yang hebat. Terapi kognitif merupakan salah satu psikoterapi yang bisa digunakan untuk mengatasi depresi pada seseorang. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui gambaran tingkat depresi pasien kanker serviks yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang, (2) untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi kognitif terhadap gejala depresi pada pasien kanker serviks yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian eksperimen ini dilaksanakan dengan desain penelitian one group pretest-posttest design pada subyek 15 orang pasien penderita kanker serviks yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang. Data dikumpulkan dengan menggunakan Tes BDI dari Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang, kemudian dianalisis dengan statistik non-parametrik two related samples dengan menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan (1) gambaran tingkat depresi pasien kanker serviks sebelum pemberian terapi mayoritas pada taraf berat sebanyak 8 orang (53,3%), sedangkan tingkat depresi pasien kanker serviks sesudah pemberian terapi mayoritas pada taraf sedang sebanyak 5 orang (33,3%), dan yang normal sebanyak 5 orang (33,3%), (2) Pemberian terapi kognitif pada pasien kanker serviks terbukti memiliki pengaruh dalam menurunkan gejala depresi pasien. Secara keseluruhan ada pengaruh yang signifikan dari pemberian terapi kognitif terhadap gejala depresi pada pasien kanker serviks yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang, yang berarti hipotesis alternatif (H1) diterima karena p = 0,001 < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan; (1) Untuk peneliti yang tertarik pada masalah ini, hendaknya melakukan penelitian mengenai pengaruh tingkat kecerdasan terhadap pemberian terapi kognitif ini dan untuk mendapatkan hasil yang lebih memuaskan dengan melakukan penelitian dengan menggunakan jumlah sampel yang lebih besar, 2) Memberikan penanganan terhadap penderita terhadap penyakit kanker serviks secara fisik dan psikis sehingga mereka siap dan mampu menjalani kehidupannya di dalam masyarakat secara adekuat. Hal ini dengan melibatkan ahli non-medis, seperti psikolog, pekerja sosial, atau bidang terkait yang lain, dalam menangani penderita sehingga dapat secara langsung membantu penderita yang menunjukkan gejala-gejala psikis yang maladaptif.

Upaya pembinaan moral anak usia sekolah dasar bermasalah di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Petirahan Anak Bima Sakti Batu / Neo Adhi Kurniawan

 

ABSTRAK 2 Kurniawan, Neo Adhi 2009. Upaya Pembinaan Moral Anak Usia Sekolah Dasar Bermasalah Di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Petirahan Anak Bima Sakti Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Suwarno Winarno, (II) Drs. Margono, M.Pd, M.Si Kata kunci: pembinaan moral, usia sekolah dasar, bermasalah. Pada hakekatnya pembinaan moral merupakan sebuah aspek yang sangat sentral dalam kehidupan masyarakat. Keberadaan pembinaan moral dimulai sejak awal peradaban manusia, sehingga dalam hal ini sudah menjadi suatu keharusan yang harus dilakukan untuk perbaikan sikap maupun moral manusia. Pada masyarakat modern pembinaan moral lebih ditekankan dalam bentuk plural dan sebagai gejala sosial. Pembinaan moral tidak boleh diabaikan hanya dengan satu konteks saja melainkan dengan konteks lain juga, yaitu upaya untuk mengembangkan sosialisasi moral. Pada kenyaataanya masyarakat banyak mengalami kendala terutama oleh masyarakat pluralis, yaitu sangat sulit menemukan satu model moral yang dapat dikatakan tepat dalam kehidupan bermasyarakat, dalam kehidupan yang serba moderen dan berkembang ini moralitas seharusnya menjadi aspek yang paling utama harus dimengerti dan dijalankan oleh semua lapisan masyarakat, karena hanya dengan memiliki moral yang baik maka akan menjadi sebuah tameng atau pelindung yang akan melindungi masyarakat khususnya anak-anak dalam menghadapi semua perubahan zaman dan dapat menyaring dan memilih mana yang baik dan mana yang kurang baik, sehingga dengan adanya kemampuan untuk melakukan penyaringan itu diharapkan dapat mencegah semua sisi yang negatif yang ada dalam perkembangan zaman. Pemilihan model pembinaan moral adalah salah satu harapan bagi masyarakat untuk pemilihan metode yang tepat bagi anak-anak, dengan alasan agar lebih mudah dapat ditiru dan dijalankan oleh anak-anak. Dalam kesehariannya anak-anak harus mendapatkan sebuah pembinaan moralitas, sehingga mereka siap untuk berkembang menjadi orang yang lebih bermoral dalam kehidupan bermasyarakat. Ada alasan lain mengapa harus ada sosialisasi dan perbaikan di dalam pembinaan moral pada mayarakat khususnya pada anak- anak, yaitu adanya kecenderungan masyarakat modern untuk mulai memisahkan kehidupan keagamaannya dari aktifitas kehidupan mereka sehari-hari. Masyarakat saat ini lebih mementingkan urusan yang bersifat keduniaan. Adanya anak-anak yang selama ini dianggap sebagai anak yang bermasalah pada lingkungan dimana anak itu tinggal, semakin banyaknya terjadi anak yang putus sekolah karena kurang bisa diterima disekolah karena kenakalan yang sering dilakukan, seperti perkelahian, menggangu teman, membuat gaduh pada saat pelajaran dan lain-lain. 3 Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah tentang: (1) Gambaran umum tentang UPT PSPA Bima Sakti Batu, (2) Apa yang menjadi tujuan dari UPT PSPA Bima Sakti Batu dalam hal pembinaan moral anak usia SD bermasalah, (3) Apa sajakah materi atau pembinaan yang diberikan oleh UPT PSPA Bima Sakti Batu untuk membina moral siswa tetirahan yang ada di UPT PSPA Bima Sakti Batu, (4) Metode apa saja yang diterapkan sehingga dapat menunjang upaya pembinaan moral anak usia SD Bermasalah di UPT PSPA Bima Sakti Batu, (5) Bagaimana evaluasi yang dilakuan oleh UPT PSPA Bima Sakti Batu terhadap proses tetirahan yang telah dilakukan, (6) Apa yang menjadi kendala dalam pelaksanaan tetirahan bagi anak- anak yang ada di UPT PSPA Bima Sakti Batu, (7) Upaya apa saja yang dilakukan sehingga dapat mengatasi kendala-kendala yang ada pada saat proses tetirahan berlangsung. Metode penelitian ini adalah studi kasus yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan data yang digunakan bersumber pada informasi kunci (key informan), dokumen, dan peristiwa. Proses pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode interaktif dari Miles dan Hubberman, yaitu dengan cara merangkum dan menyusun secara sistematis semua data yang berkaitan dengan upaya pembinaan moral anak usia sekolah dasar di unit pelaksana teknis pelayanan sosial petirahan anak yang kemudian diurutkan sesuai dengan rumusan masalah dan selanjutnya diambil kesimpulan dari data yang telah dibahas. Hasil penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut: Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Petirahan Anak melalui peraturan Gubernur nomor 119 tahun 2008 Pemerintah daerah Jawa Timur memberikan tugas tersebut kepada UPT Panti Sosial Petirahan Anak Bima Sakti untuk mengemban amanat untuk melaksanakan pelayanan rehabilitasi sosial anak usia SD yang mengalami masalah, dalam hal ini UPT PSPA melakukan beberapa cara atau langkah untuk mengatasi masalah yang dialami oleh anak-anak tersebut antara lain adalah dengan memberikan bimbingan antara lain adalah: (a) Bimbingan pemecahan masalah, (b) Bimbingan fisik, (c) Bimbingan sosial, (d) Bimbingan mental, (e) Bimbingan keterampilan, (f) Bimbingan akademik, (g) Bimbingan kepribadian. Selain itu juga diberikan metode-metode yang diharapkan bisa merubah mereka seperti: (a) Penanaman Normatif, (b) Logical Discusion (diskusi logis), (c) Group Critical (kritik kelompok), (d) Reward end Panishmen (penghargaan dan hukuman), (e) Shock Terapi (terapi kejutan), (f) PBB (pelatihan baris-berbaris), (g) Role Playing, (h) Guide Group intervention (campurtangan pemimpin kelompok), (i) Motivasi sosial, (j) motivasi pengembangan. Bertitik tolak dari temuan penelitian tersebut, ada beberapa saran yang dapat dijukan: (1) Melakukan pengelompokan atau pembagian anak sesuai dengan jenis dan kecenderungan kasus yang sama sehingga diharapkan pemberian bimbingan dapat tepat sasaran, (2) Mengefektifkan kembali semua sarana dan prasarana yang selama ini digunakan oleh pihak lain selain digunakan untuk sarana pelayanan sosial, karena tujuan di bengunnya UPT PSPA Bima Sakti adalah untuk pelayanan sosial bukan yang lainnya, (3) Melakukan usulan kepada Dina Sosial Propinsi Jawa Timur yang diteruskan kepada Pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk tidak lagi mengunakan sarana maupun fasilitas yang ada di UPT PSPA sebagai kegiatan lain diluar kegiatan pelayanan sosial supaya pelayanan tidak lagi terganggu oleh kegiatan diluar kegiatan PSPA.

Implementing process genre approach to develop students' writing ability at SMP Negeri 8 Malang / Anik Nihayah

 

ABSTRACT Nihayah, Anik. 2009. Implementing Process Genre Approach to Develop Students Writing Ability at SMP Negeri 8 Malang. Thesis, Study Program of English Language Education, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Dr. Nur Mukminatien, M.Pd. Key words: Writing, Process Genre Approach On the basis of the findings of the preliminary study, the teaching of writing in SMPN 8 Malang, especially in 8A class, has not facilitated students to be skillful in writing yet. From the score range 1-4, students mean scores are 1.29 on content, 1.62 on organization, and 1.55 on language use. Since the demand of the national examination in which most tasks are concerned on reading skill, the teacher devoted more time to teach reading rather than to teach other skills, especially writing. The teacher used to ask students directly to write without teaching them the ways of doing it. Therefore, students writing contains enormous mistakes. Based on the findings, overcoming the problems of the class was required. In solving the problems, process genre approach was applied. The approach is the combination of the process approach and genre based approach, in which the students gain the benefit of the relationship between purposes and generic structures of any particular genre as well as the use of the processes of pre-writing, drafting, revising, and editing. There are three major stages in the approach: modeling of the text, joint construction, and independent construction. The research problem is 滴ow can the implementation of process genre approach improve students writing ability? To answer the problem, collaborative classroom action research (CCAR) was employed. The collaborative teacher assisted the researcher in conducting the study. It was implemented in class 8A which consists of 44 students. However, only 42 students were taken as the subjects of the study due to students regular presences during the research implementation. The procedures of the research consist of four steps: planning, implementing the action, observing and scoring, and analysis and reflection. In collecting the data, field notes, observation checklists, scoring rubrics, and students final writing were used. The research findings indicate that the implementation of process genre approach can improve students writing ability. The improvement is indicated by the increase of students mean scores from the preliminary test to the final test: 1.29 to 3.15 on content, 1.62 to 3.01 on organization, and 1.55 to 2.98 on language use. Based on the effectiveness of the implementation of process genre approach, it is suggested to the teacher to implement the approach to teaching writing, especially in narrative texts. In spite of the fact that the research is focused on narrative texts, attempting to implement it in other types of texts with some modification and adjustment is also recommended. For the further researcher, it is suggested that they conduct other research related to the integration of reading and writing in process genre approach in different classes, different texts, and different levels.

Pengaruh kontrol supervisor terhadap kinerja melalui komitmen organisasi (studi kasus pada karyawan bagian administrasi Kantor Pos Kota Malang) / Risqo Augusta F.

 

ABSTRAK Firdaus, Risqo Augusta. 2008. Pengaruh Kontrol Supervisor Terhadap Kinerja Melalui Komitmen organisasi (Studi Kasus Pada Karyawan bagian administrasi Kantor Pos Kota Malang). Skripsi, Jurusan manajemen, Progran Studi S1 manajemen Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. M Arief, M.Si (2) Elfia Nora, S.E, M.Si Kata Kunci : kontrol supervisor, komitmen organisasi, kinerja Pembangunan suatu bangsa memerlukan aset pokok yang disebut sumber daya (resources), baik sumber daya alam (natural resources), maupun sumber daya manusia (human resources). Kedua sumber daya tersebut sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu pembangunan. kuantitas sumber daya manusia tanpa disertai dengan kualitas yang baik akan menjadi beban pembangunan suatu bangsa. Sedangkan kualitas menyangkut mutu sumber daya manusia tersebut, yang menyangkut kemampuan, baik kemampuan fisik maupun kemampuan non fisik (kecerdasan dan mental). Oleh sebab itu untuk akselerasi pembangunan di bidang apapun, maka peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan suatu prasyarat utama. Setiap perusahaan membutukan kontrol pada karyawannya, serta komitmen organisasi karyawan di perusahaan, karena dengan adanya control kerja yang dilakukan supervisor, dan dengan komitmen organisasi yang kuat maka kinerja para karyawan dapat terarah dan memperkecil kesalahan sehingga tujuan perusahaan cepat tercapai. Dengan tercapainya tujuan perusahaan dan terpenuhinya kebutuhan karyawan melalui komitmen organisasi. Apabila ketiga variabel tersebut, yaitu kontrol supervisor, komitmen organisasi, kinerja telah mereka laksanakan untuk tujuan perusahaan, maka mereka akan merasa betah dan senang bekerja pada perusahaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kontrol supervisor terhadap kinerja melalui komitmen organisasi karyawan pada kantor pos kota malang. Penelitian ini dilaksanakan di kantor pos kota malang pada bulan oktober-november 2008. Sedangkan sampelnya diambil sebanyak 60 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Analisis data yang dipakai adalah analisis jalur (Path Analysis). Tujuan dari analisis jalur adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung. Dalam penelitian ini mempunyai variabel bebas yaitu kontrol supervisor (X) variabel intervening yaitu komitmen organisasi (Z), dan variabel terikat kinerja (Y). Instrumen penelitian ini menggunakan item-item dari penelitian terdahulu yang telah teruji, sehingga untuk uji validitas dan reabilitas tetap dilakukan untuk menguji validitas dan reabilitas data yang diperoleh. Hasil penelitian ini diketahui bahwa sebagian responden yaitu, 50% responden menyatakan tinggi terhadap kontrol supervisor sedangkan 65% i Word to PDF - UnRegistered http://www.word-to-pdf.abdio.com/ ( Word to PDF - Unregistered ) http://www.word-to-pdf.abdio.com/ responden menyatakan tinggi terhadap komitmen organisasi, dan 71.67% responden menyatakan tinggi terhadap kinerja. Hasil penelitian ini dapat diketahui :(1) ada pengaruh langsung kontrol supervisor terhadap komitmen organisasi ditunjukkan dengan β 0. 372 dan sign 0.003 (2) terdapat pengaruh langsung kontrol supervisor terhadap kinerja ditunjukkan dengan β 0. 378 dan sign 0.000. (3) terdapat pengaruh langsung komitmen organisasi terhadap kinerja ditunjukkan dengan β 0.487 dan sign 0.00. (4) terdapat pengaruh tidak langsung kontrol supervisor terhadap kinerja melalui komitmen organisasi ditunjukkan dengan β 0.181. Berdasar hasil penelitian ini dapat disarankan agar pihak Kantor Pos Kota Malang lebih meningkatkan pengawasan pada kinerja karyawan, misalnya dengan adanya pembahasan tentang evaluasi kerja karyawan serta memberi dan menerima masukan pendapat dari karyawan maupun pada pihak supervisor demi kepentingan dan tujuan perusahaan.

Pengaruh informasi laba dan komponen arus kas terhadap harga saham pada perusahaan yang termasuk dalam kelompok LQ 45 / Ahmad Ardian Nurdiana

 

ABSTRAK Ardian, Ahmad. 2009. Pengaruh Informasi Laba dan Komponen Arus Kas Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Yang Termasuk Dalam Kelompol LQ 45. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunaryanto, M.Ed, (II) Dra. Suparti, M.P. Kata Kunci: Laba, Arus Kas, Harga Saham Sebelum berinvestasi, Investor perlu menganalisis laporan keuangan perusahaan yang akan dipilih untuk mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Analisis laporan keuangan yang sering digunakan adalah dengan melihat laporan laba rugi dan laporan arus kas. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh laporan laba rugi dengan indikator laba bersih sebelum pajak, total arus kas, pemisahan arus kas ke dalam komponen arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan dengan indikator nilai yang terdapat dalam laporan arus kas perusahaan tahun 2005 2007. Dan untuk harga saham diukur dengan menggunakan harga saham pada saat penutupan tahunan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang masuk dalam kelompok LQ 45 yang listing di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2005 2007. Dari populasi tersebut kemudian digunakan metode purposive sampling untuk menentukan sampel penelitian, Hasilnya, terdapat 32 perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini, Penelitian ini menggunakan pengujian hipotesis yang diuji dengan analisis regresi berganda dengan dua model terpisah, yaitu model pertama dilakukan dengan menggunakan laba akuntansi dan total arus kas sebagai variabel independen, model kedua dilakukan dengan memasukkan unsur arus kas (operasi, investasi dan pendanaan) untuk mengetahui pengaruh secara parsial dari komponen arus kas. Dari hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa pertama, informasi laba akuntansi berpengaruh positif terhadap harga saham. Hal ini menunjukkan bahwa laba akuntansi yang tinggi dapat mempengaruhi investor untuk berinvestasi sehingga harga saham akan naik. Kedua, informasi arus kas dari aktivitas operasi berpengaruh positif terhadap harga saham, sedangkan arus kas dari aktivitas investasi dan pendanaan tidak menunjukkan pengaruh. Ini mengindikasikan arus kas operasi yang tinggi menjadi perhatian utama dari investor untuk menilai kinerja perusahaan di masa mendatang. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk perusahaan adalah meningkatkan kinerja sehingga laba akan naik dan akan mendorong investor berinvestasi. Dalam berinvestasi, investor hendaknya bias menilai kinerja dari laporan keuangan, bukan hanya spekulasi belaka. Untuk penelitian selanjutnya agar menambahkan variable lain yang lebih potensial memberikan kontribusi terhadap pergerakan harga saham, seperti ukuran perusahaan, rasio keuangan serta periode penelitian yang lebih panjang.

Optimasi kondisi proses pembuatan kapur tohor dari batu kapur untuk kebutuhan pemurnian nira di pabrik gula / Novy Laraswati

 

ABSTRAK Laraswati, Novy. 2009. Optimasi Kondisi Proses Pembuatan Kapur Tohor dari Batu Kapur untuk Kebutuhan Pemurnian Nira di Pabrik Gula. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Fauziatul Fajaroh, M.S. (II) Bambang Eddi Santoso, S.ST Kata kunci: Kondisi pembakaran, batu kapur, kapur tohor, CaO. Kapur tohor merupakan salah satu bahan pembantu untuk proses pemurnian nira tebu. Kapur tohor dibuat dari pembakaran batu kapur. Untuk mendapatkan kapur tohor secara tradisional yang siap dipasarkan biasanya diperlukan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 3-10 hari termasuk waktu untuk mendinginkannya. Berkaitan dengan kebutuhan kapur tohor yang memenuhi persyaratan pemurnian nira di pabrik gula, maka dilakukan percobaan pembakaran batu kapur pada skala laboratorium untuk menetapkan kondisi optimum pembakaran batu kapur. Batu kapur diambil dari 3 lokasi: Lamongan, Tulung Agung dan Tuban Jawa Timur. Pembakaran dilakukan terhadap batu kapur dengan memvariasi suhu pembakaran (600, 700, 800, dan 900oC) dan memvariasi waktu pembakaran (1, 2, dan 4 jam). Masing-masing perlakuan (lokasi, suhu dan waktu pembakaran) diulangi 3 kali. Analisis variansi dan analisis regresi digunakan untuk mengevaluasi kondisi operasi optimum pembakaran. Setelah dilakukan analisis regresi didapat bahwa kadar CaO (90%) yang sesuai dengan kebutuhan CaO untuk pemurnian nira dicapai pada suhu pembakaran 900oC dengan waktu minimal 5,0 jam; atau 950oC minimal 3,2 jam; atau 1000oC minimal 1,6 jam. Selanjutnya dengan rancangan sentral komposit dari respon permukaan dilakukan pembakaran pada suhu 900, 925 dan 950oC selama 2,0; 3,0 dan 4 jam. Hasilnya menunjukkan bahwa untuk mendapatkan kadar CaO dalam kapur tohor sebesar 90 % maka pembakaran harus dilakukan pada suhu 900oC selama 4,95 jam atau pada 950oC selama 3,30 jam atau pada 1000oC selama 1,55 jam. Semakin ditingkatkan suhu pembakaran (900 oC → 1000oC), maka waktu pembakaran semakin pendek (4,95 → 1,55 jam).

Penerapan pendekatan problem posing untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Surya Buana Malang / Dian Permatasari

 

ABSTRAK Permatasari, Dian. 2009. Penerapan Pendekatan Problem Posing untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Surya Buana Malang. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc.,Ph.D. (II) Ir. Nugrahaningsih, M.P. Kata kunci: Hasil belajar, Motivasi belajar, Pendekatan Problem posing. Melalui kegiatan observasi yang dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2009, diketahui pembelajaran di MTs Surya Buana Malang menggunakan metode ceramah yang diselingi tanya jawab, diskusi dan pemberian tugas tanpa adanya kontrol akan tugas tersebut sehingga pembelajaran cenderung berpusat pada guru. Pembelajaran yang demikian menyebabkan siswa kurang termotivasi dalam belajar, indikator motivasi yang rendah yaitu: (1) Attention ditunjukkan dengan kurangnya persiapan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, (2) Relevance ditunjukkan dengan kondisi siswa yang tidak memperhatikan ketika guru sedang menerangkan pelajaran, (3) Confidence ditunjukkan dengan beberapa siswa yang merasa malu untuk bertanya dan hanya sebagian siswa saja yang aktif ketika kegiatan diskusi berlangsung, serta (4) Saitisfaction ditunjukkan dengan sikap guru yang kurang memberikan penguatan pada siswa yang mau menjawab pertanyaan sehingga siswa kurang termotivasi untuk aktif ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung.. Kurang termotivasinya siswa dalam belajar berdampak pula pada hasil belajar siswa, hal ini ditunjukkan dengan cukup kurangnya rerata kelas yaitu sebesar 69,58 dari SKM yang berlaku (≥ 70). Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut dilaksanakan pengembangan pembelajaran dengan pendekatan Problem posing. Pembelajaran dengan pendekatan Problem posing merupakan suatu bentuk pendekatan pembelajaran yang menekankan pada kegiatan merumuskan masalah untuk memudahkan pemehaman siswa sehingga dapat meningkatkan kemampuannya dalam menyelesaikan masalah, sehingga dengan adanya pembelajaran yang demikian pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru melainkan pembelajaran berpusat pada siswa (student centered). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran dengan pendekatan Problem posing dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa MTs Surya Buana Malang serta untuk mengetahui persepsi siswa akan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Problem posing. Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Surya Buana Malang pada bulan April-Mei 2009. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A MTs Surya Buana Malang yang berjumlah 24 orang. Data penelitian ini berupa motivasi dan hasil belajar siswa. Motivasi belajar siswa diketahui dari hasil angket dan lembar observasi, sedangkan hasil belajar siswa diketahui dari hasil evaluasi yang dilaksanakan setiap akhir siklus. Ketuntasan belajar dianalisis dengan menggunakan hasil skor evaluasi yang dilaksanakan di setiap siklus menggunakan kriteria ketuntasan belajar. Siswa mencapai ketuntasan belajar jika telah mencapai skor ≥70 dan daya serap klasikal 85% siswa yang mencapai skor ≥70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada siklus II menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan siklus I. Peningkatan persentase masing-masing indikator yaitu indikator Attention sebesar 17,5%, Relevance 16,67%, Confidence 19,79%, dan Satisfaction 12,5%. Skor motivasi rata-rata angket sebelum tindakan 2,90 meningkat menjadi 3,23 setelah pelaksanaan tindakan. Rerata kelas dari hasil evaluasi di setiap siklus juga mengalami peningkatan, pada siklus I sebesar 77,07 dan hasil belajar pada siklus II sebesar 84,75 dengan peningkatan sebesar 7,68. Ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I sebesar 91,67% dan pada siklus II meningkat menjadi 96,33%. Jadi, ketuntasan belajar mengalami peningkatan sebesar 4,66%, serta melalui hasil angket dan observasi menunjukkan persepsi siswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan Problem posing cukup baik serta lebih disukai siswa karena siswa merasa lebih percaya diri dalam berpendapat akan materi terkait. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran dengan pendekatan Problem posing lebih disukai siswa sehingga diharapkan guru dapat menerapkan pendekatan Problem posing sebagai variasi dalam pembelajaran Biologi. Keterbatasan penelitian yang hanya menerapkan pendekatan Problem posing pada materi Fotosintesis dan Gerak pada Tumbuhan dengan waktu penelitian yang cukup singkat, maka diharapkan dapat dilakukan penelitian lanjutan pada materi yang lain dengan memanfaatkan alam sebagai laboratorium pada waktu penelitian yang cukup lama secara kolaborasi antara guru dengan peneliti untuk peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Hewan makrobentos sebagai indikator biologi sungai Metro Malang Jawa Timur / Grienny Nuradi Atmidha

 

ABSTRAK Atmidha, Grienny Nuradi. 2009. Hewan Makrobentos Sebagai indikator Biologi di Sungai Metro Malang Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Fathurrachman, M.Si, (2) Dra. Murni Saptasari, M.Si. Kata kunci : Sungai Metro, Makrobentos, Keanekaragaman, Indikator Biologi Sungai merupakan suatu kesatuan antara aliran air yang mengalir di dalamnya dengan daerah aliran sungai yang dilalui dan merupakan suatu kesatuan ekosistem bersifat terbuka, artinya mudah mendapat pengaruh dari luar, seperti tumbuh- tumbuhan di tepi sungai dan buangan dari aktivitas manusia yang ada di sekitar daerah pengaliran sungai (DPS). Pencemaran yang terjadi di Sungai Metro akan mempengaruhi substrat dasar sungai, faktor fisika dan kimia air, serta dapat mempengaruhi struktur komunitas hewan makrobentos yang hidup di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) komposisi dan kepadatan populasi hewan makrobentos di sepanjang sungai Metro, (2) keanekaragaman spesies hewan makrobentos, (3) spesies hewan makrobentos yang dapat digunakan sebagai spesies indikator untuk menentukan kualitas air sungai metro, dan (4) faktor-faktor abiotik yang menentukan struktur komunitas hewan makrobentos pada sungai Metro Malang Jawa Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 4 Juli - 8 September 2007 di Sungai Metro Malang. Pengambilan sampel hewan makrobentos dilakukan lima kali setiap 2 minggu sekali dan di setiap stasiun pengamatan diambil 5 sampel dengan menggunakan Jala Surber dengan ukuran mata jarring 1 mm2 dan luas permukaan 1200 cm2. Keanekaragaman spesies makrozoobentos pada tiap stasiun pengamatan ditentukan dengan menggunakan indeks keanekaragaman Shanon-Wiener. Spesies indikator ditetapkan berdasarkan kriteria Kendeigh (1980) dan faktor abiotik yang menentukan struktur komunitas hewan makrozoobentos diuji dengan analisis statistik regresi ganda bertahap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hewan makrobentos yang ditemukan selama periode penelitian terdiri dari 16 taksa dengan jumlah yang paling banyak ditemukan adalah taksa Diptera yaitu sebesar 66,46 %. Disusul kemudian taksa Gastropoda 26,16%, Trichoptera 5,5%, Hirudinea 0,85%, Insecta 0,5%, Crustacea 0,5%, dan Ephemeroptera 0,08%. Keanekaragaman spesies (H) hewan makrobentos berbeda pada stasiun-stasiun pengamatan di sungai Metro. Spesies hewan makrobentos yang dapat digunakan sebagai spesies indikator adalah Chironomus sp, Melanoides requetii, Melanoides punctata, Viviparus javanicus, dan Hydrophyche sp. Berdasarkan analisis statistik regresi ganda, faktor abiotik yang mempengaruhi struktur komunitas hewan makrobentos adalah CO2 bebas, konduktivitas, dan nitrit.

Pengaruh pengumuman anuual report award terhadap average abnormal return dan average trading volume activity (studi empiris pada perusahaan penerima penghargaan annual report award periode 2007-2008) / Zakia Rusydayana

 

ABSTRAK Rusydayana, Zakia. 2009 . Analisis Kandungan Informasi Pemberian Penghargaan Annual Report Award (ARA) Sebagai Indikasi Kepercayaan Masyarakat Terhadap Konsep Corporate Governance. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Ibu Sri pujiningsih, S.E, Ak,M.Si (2) Bpk. Eka Ananta Sidharta, S.E, Ak, M.M. Kata kunci: Pemberian Penghargaan Tahunan, Average Abnormal Return Dan Average Trading Volume Activity. Dalam rangka mendorong penerapan konsep corporate governance dan kualitas keterbukaan dalam informasi keuangan maka diadakan pemberian penghargaan Laporan Tahunan kepada perusahaan publik yang dinilai telah memberikan informasi yang paling terbuka dalam laporan keuangan tahunan dibandingkan perusahaan-perusahaan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan infomasi Pemberian penghargaan Laporan Tahunan yang dapat meningkatkan kepercayaan investor sebagi indikasi kepercayaan masyarakat pada konsep corporate governance. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah menggunakan uji beda (test of different), yang terdiri dari dua variabel yaitu AAR dan ATVA terhadap pengumuman penghargaan laporan tahunan. Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh pemenang Penghargaan Laporan Tahunan Pada Tahun 2007 dan 2008. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel yaitu 7 perusahaan yang mendapat Penghargaan ARA pada tahun 2007 dan 8 perusahaan yang mendapat penghargaan ARA pada tahun 2008. Hasil penelitian ini adalah: Average Abnormal Return pada tahun 2007 sebelum dan sesudah pengumuman penghargaan laporan tahunan dengan nilai AAR= 0.65407, nilai thitung=1.692, signifikansi t= 0.04 dan AAR=0.193504, nilai thitung= 1.555, signifikansi t=0.018, pada taraf signifikansi α = 0,05. Hal ini berarti hipotesis yang diajukan berhasil diterima atau hipotesis nol yang diajukan berhasil ditolak. Hal ini berarti bahwa AAR menunjukkan perbedaan sebelum dan sesudah pengumuman penghargaan laporan tahunan. Pada tahun 2008 diperoleh rata-rata abnormal return positif yaitu pada AAR= 0.5999, nilai thitung=2.576,signifikansi t= 0.042, AAR=0.0857, nilai thitung=5.812, signifikansi t=0.001, AAR= 0.0258, nilai thitung=2.726, signifikansi t=0.034,AAR= 0.0081, nilai thitung=5.346, signifikansi t=0.002 dan AAR=0.3192, yang signifikan pada α = 0,05 Hal ini berarti bahwa AAR menunjukkan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah pengumuman penghargaan laporan tahunan.Pada tahun 2007 rata-rata TVA sesudah pengumuman penghargaan laporan lebih tinggi dibandingkan sebelum pengumuman penghargaan ARA. Dengan demikian Ho ditolak. Yang artinya terdapat perbedaan ATVA sebelum dan sesudah Pengumuman ARA.Pada tahun 2008 rata-rata TVA sesudah pengumuman penghargaan laporan lebih tinggi dibandingkan sebelum pengumuman penghargaan ARA. Dengan demikian Ho diterima. Yang artinya tidak terdapat perbedaan ATVA sebelum dan Sesudah Pengumuman ARA. Saran penulis: (1)Penelitian ini diharapkan dapat membuktikan bahwa pengumuman non-keuangan mempunyai kandungan informasi (information content) yang direspon oleh pasar dan konsep corporate governance diterima oleh pasar. (2)Bagi penelitian selanjutnya, Disarankan untuk menghindari peristiwa-peristiwa yang menimbulkan bias terhadap hasil dan kesimpulan penelitian.

Survei tingkat kebugaran jasmani siswa putra kelas XI di MAN 3 Malang tahun ajaran 2008/2009 / Farid Prayoga

 

ABSTRAK Prayoga, Farid 2009. Survei Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Putra Kelas XI di MAN 3 Malang Tahun Ajaran 2008/2009. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sapto Adi, M. Kes. , (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M. Kes. Kata kunci : Kebugaran Jasmani, Siswa Putra SMA Kebugaran jasmani merupakan salah satu unsur penting yang sangat dibutuhkan seseorang dalam melakukan segala aktivitasnya. Kebugaran jasmani yang baik membuat seseorang mampu menyelesaikan pekerjaan tanpa merasa kelelahan dan masih mampu untuk melakukan aktivitas lain. Beberapa tahun terakhir di MAN 3 Malang terjadi penurunan prestasi olahraga. Maka dari itu diperlukan suatu penelitian mengenai Survei Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Putra Kelas XI di MAN 3 Malang tahun ajaran 2008/2009. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Putra Kelas XI di MAN 3 Malang tahun Ajaran 2008/2009. Seorang siswa diharapkan memiliki kebugaran jasmani yang baik sesuai dengan kebutuhanya, karena tanpa disertai dengan kebugaran jasmani yang baik sulit untuk mencapai prestasi yang baik pula. Dengan kebugaran jasmani yang baik diharapkan siswa semakin bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti pelajaran disekolah dan meningkatkan prestasi akademiknya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan survei. Survei adalah salah satu jenis pendekatan penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data sebanyak-banyaknya dengann maksud untuk mengetahui status gejala dan juga bermaksud untuk menentukan kesamaan status dengan cara membandingkan dengan standar yang telah ditentukan. Subyek dalam penelitian ini sebanyak 95 siswa, dan diambil 45 siswa sebagai sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel acak kelompok (claster random sampling). Sedangkan pengumpulan data dilakukan menggunakan tes lari multitahap (Multistage Fitness Test) yang bertujuan untuk memprediksi Kapasitas Aerobik Maksimal (VO2 maks) pada Siswa Putra MAN 3 Malang. Hasil penelitian menyatakan bahwa Kebugaran Jasmani Siswa MAN 3 Malang berada sebagian besar berada pada kategori kurang dan sedang. Hal ini ditunjukan dari hasil tes dengan menggunakan lari multitahap (Multistage Fitness Test) dengan hasil 4 siswa atau 8,8% berada pada kategori kebugaran jasmani sangat baik, 2 siswa atau 2,2% berada dalam kategori kebugaran jasmani baik, 19 siswa atau 42,4% berada pada kategori kebugaran jasmani sedang, 20 siswa atau 44,4% berada dalam kategori kebugaran jasmani kurang, dan tidak terdapat satupun siswa atau nol (0) yang menunjukkan pada kategori kebugaran jasmani sangat kurang. Dengan rata-rata prediksi VO2 maks sebesar 37,7 ml/kg/min secara keseluruhan yang menunjukkan pada kategori kebugaran jasmani sedang. Sedangkan untuk kategori usia 15 tahun terdapat 9 siswa atau 20% dengan rata rata prediksi VO2 maks 34,3 ml/kgbb/menit kategori kapasitas erobik maksimal sedang, untuk usia 16 tahun terdapat 31 siswa atau 68,8% dengan rata rata prediksi VO2 maks 35,0 ml/kgbb/menit kategori kapasitas erobik maksimal sedang, dan untuk usia 17 tahun terdapat 5 siswa atau 11,1% dengan rata rata prediksi VO2 maks 39,2 ml/kgbb/menit kategori kapasitas erobik maksimal sedang, dapat disimpulkan bahwa siswa Putra kelas XI MAN 3 Malang menunjukkan tingkat kebugaran jasmani yang sedang. Dapat disimpulkan bahwa siswa Putra kelas XI MAN 3 Malang usia 17 tahun kapasitas erobiknya lebih tinggi dari pada usia 15 tahun dan 16 tahun, hal ini menunjukkan bahwa tingkat kebugaran jasmaninya sedang. Untuk lebih meningkatkan kebugaran jasmani siswa putra kelas XI di MAN 3 Malang, siswa dianjurkan untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang diadakan di sekolah. Selain itu, perlu juga diadakan kompetisi-kompetisi dibidang olahraga untuk meningkatkan semangat siswa dalam meraih prestasi serta untuk meningkatkan kebugaran jasmaninya.

Implementasi nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di sekolah (studi pada SMPN 5 Kota Malang) / Zia Ulhak

 

ABSTRAK Ulhak, Zia. 2009. Implementasi Nilai Demokrasi dalam Kegiatan OSIS di Sekolah (Studi pada SMPN 5 Kota Malang). Skripsi program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Suparman Adi Winoto, SH., M. Hum (2) Drs. Margono, M.Pd, M.Si. KataKunci: Nilai Demokrasi, OSIS, Pemilihan, Penetapan Kepanitiaan, Pengambilan Keputusan, Kebijakan Sekolah Kehidupan sekolah merupakan jembatan atau transisi bagi anak dalam rangka penanaman nilai-nilai demokrasi dalam diri seorang anak. Hal ini dilakukan sekolah merupakan pengganti orang tua dalam mendidik seorang anak. Penanamanャpenanaman nilai-nilai demnokrasi ini bisanya dilakukan dengan mengajarkan kepada anak tentang nilai-nilai demokrasi misalnya melalui pembelajaran di kelas. Tetapi seiring dengan perkembangan waktu seringkali dirasakan kurang. Oleh karena itu dalam rangka untuk mengaplikasikan nilai-nilai demokrasi yang telah diajarkan maka sekolah memberikan sarana kepada siswa berupa organisasi-organisasi. Organisasi ini bertujuan mengajarkan kepada siswa untuk lebih bersifat demokratis, bertanggnug jawab, serta menghargai sehingga ini diharapkan dapat berguna sebagai bekal siswa yang nantinya akan terjun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dari organisasi-organisasi yang ada tersebut OSIS merupakan salah satu organisasi yang dapat melaksanakan nilai-nilai demokrasi di sekolah, karena OSIS merupakan suatu organisasi yang berada dalam lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui tata cara pemilihan ketua OSIS di SMPN 5 Malang, (2) Untuk mengetahui tata cara penetapan kepanitiaan dalam kegiatan OSIS di SMPN 5 Malang, (3) Untuk mengetahui proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pengurus OSIS di SMPN 5 Malang, (4) Untuk mengetahui keterlibatan OSIS dalam pengambilan kebijakan sekolah di SMPN 5 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara intensif, terinci, dan mendalam terhadap suatu organisasi, lembaga atau gejala tertentu. Subjek penelitiaanya adalah pembina OSIS, Pengurus OSIS dan kepala sekolah SMPN 5 Malang. Adapaun tahapan pengumpulan data yang dipergunakan adalah observasi partisipasif, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) nilai-nilai demokrasi yang terdapat dalam pemilihan ketua OSIS adalah adanya pesamaan hak, dimana para siswa diberikan kesempatan yang sama untuk memilih dan menyalurkan aspirasi sesuai dengan hati nurani masing-masing tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Selain itu juga pemilihan ketua OSIS mengajarkan kepada para siswa kebebasan untuk menyatakan pendapat, sekaligus mengajarkan kepada para siswa tentang cara berdemokrasi secara baik dan benar sejak dini, (2) nilai-nilai demokrasi dalam proses penetapan kepanitian dalam OSIS di SMPN 5 Malang dapat dilihat dari kegiatan musyawarah penetapan kepanitiaan. Adapun nilai-nilai demokrasinya adalah musyawarah, menaati dan menjalankan hasil keputusan yang ditetapkan, bertanggung jawab, saling berkomunikasi dan bekerjasama saling bahu membahu di antara sesama pengurus OSIS, serta menghargai pendapat orang lain, (3) nilai-nilai demokrasi yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah kebebasan mengeluarkan pendapat, menghargai pendapat orang lain, tanggung jawab bersama atas hasil musyawarah, kerjasama antar pengurus OSIS, dan persaman hak antara MPK dan pengurus OSIS, (4) nilai-nilai demokrasi yang diperoleh dari kegiatan pengambilan kebijakan sekolah di SMPN 5 Malang adalah musyawarah, partisipasi siswa dalam kebijakan sekolah, kerjasama antar warga sekolah (guru, siswa dan staff sekolah), kebebasan mengeluarkan pendapat, mengahargai pendapat orang lain, dan persamaan hak (keikutsertaan siswa dalam kebijakan sekolah). Dari hasil penelitian ini saran-saran yang diajukan yaitu: (1) Pihak sekolah seharusnya lebih banyak melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan dan proses pengambilan kebijakan sekolah termasuk juga didalamnya OSIS. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih banyak pengalaman terkait dengan pelaksanaan nilai demokrasi, dimana pengalaman ini nantinya berguna sebagai bekal para siswa yang akan terjun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangs dan bernegara di masa yang akan datang, (2) Terkait dengan proses pemilihan ketua OSIS diharapkan semua sekolah dapat melaksanakan proses pemilihan ketua OSIS secara langsung dan demokratis yang melibatkan partisipasi aktif dari seluruh siswa. Hal berguna sekali karena akan wawasan siswa terkait dengan pelksanaan nilai-nilai demokrasi secara baik dan benar.

Pemilihan fuse cut out sebagai pengaman beban lebih pada trafo 20 KV / Faizal Agustian Pramana

 

Untuk mengantisipasi gangguan yang menyebabkan ketidakstabilan pada penyaluran tenaga listrik, dituntut adanya peningkatan pelayanan sistem kelistrikan yang andal dan keamanan yang memadai. Dalam penyaluran daya listrik tersebut masih terdapat gangguan yang dapat menghambat khususnya pada gardu trafo tiang. Adapun gangguan yang sering terjadi adalah beban lebih pada jaringan tegangan rendah. Maka, dipilihlah fuse cut out sebagai pengaman dari beban lebih tersebut. Fuse Cut Out berfungsi untuk operasi (cara kerja manual seperti sakelar) dan pengaman unit trafo. Besar kapasitas dari fuse cut out tergantung dari besar fuse link di mana besar fuse link ini harus disesuaikan dengan daya trafo. Apabila terjadi gangguan pada unit trafo, maka fuse link tersebut akan putus. Karena fuse linktersebut merupakan pengaman seperti pada sekering. Pemilihan fuse cut out sebagai pengaman beban lebih ini haruslah secara cermat. Adapun dalam pemilihan tersebut, hal yang perlu dilakukan adalah menggunakan metode-metode pemilihan seperti perbandingan jenis, bentuk, serta karakteristik fuse cut out. Sedangkan untuk menentukan nilai yang akan digunakan adalah dengan menghitung batas-batas ketahanan pelebur terhadap gangguan yang akan terjadi. Hasil pemilihan fuse cut out sebagai pengaman beban lebih tersebut terbagi menjadi 4 tahapan. Yang pertama adalah membandingkan jenis fuse cut out berdasarkan prinsip kerja dan di hasilkan fuse cut outtipe ekspulsi. Tahapan yang kedua adalah membandingkan fuse cut out berdasarkan bentuk fisiknya dan didapatkan fuse cut out tipe open (terbuka). Untuk tahapan yang ketiga yaitu memilih fuse cut out dengan membandingkan berdasarkan tipe kelasnya dan didapatkan hasil berupa fuse cut out dengan tipe kelas 2 (tipe jatuh). Setelah melakukan perbandingan-perbandingan tersebut maka dihasilkan pemilihan fuse cut out berupa fuse cut out tipe ekspulsi (letupan) kelas 2 (tipe jatuh) bentuk open (terbuka). Sedangkan untuk penentuan arus pengenalnya dilakukan dengan menghitung batas ketahanan fuse cut out tersebut. Dan berdasarkan perhitungan yang disesuaikan dengan table, maka didapat fuse cut out tipe K 6,3 A sebagai pengaman beban lebih pada trafo 20 kV.

Penerapan pembelajaran model inkuiri terbimbing dengan pendekatan contextual teaching and learning (CTL) untuk meningkatkan aspek kognitif dan psikomotorik siswa kelas VII F SMPN 3 Singosari tahun ajaran 2008/2009 / Reni Rohmawati

 

ABSTRAK Rohmawati, Reni. 2009. Penerapan Pembelajaran Model Inkuiri Terbimbing dengan Pendekatan CTL untuk Meningkatkan Aspek Kognitif dan Psikomotorik Siswa kelas VII F SMPN 3 Singosari. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika. Jurusan Fisika FMIPA UM. Pembimbing (1) Drs. Asim, M.Pd (2) Drs. Sirwadji Kata Kunci: aspek kognitif, aspek psikomotorik, model inkuiri Berdasarkan hasil observasi di kelas VII F SMP Negeri 03 Singosari ditemukan bahwa pada saat pembelajaran guru menjelaskan materi dan siswa mencatat keterangan yang ditulis guru di papan tulis kemudian dilanjutkan dengan pemberian latihan soal, tugas, dan pekerjaan rumah. Berdasarkan hasil wawancara guru bidang studi fisika diperoleh informasi bahwa aspek kognitif dan aspek psikomotorik siswa terhadap pelajaran fisika masih rendah karena nilai mereka belum mencapai SKM. Dari uraian tersebut maka perlu diadakan perbaikan cara belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran model inkuiri dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Melalui penerapan pembelajaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan Aspek kognitif dan Aspek psikomotorik siswa kelas VII F SMP Negeri 03 Singosari. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pembelajaran model inkuiri terbimbing pada materi kalor yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri atas 2 pertemuan selama 2 jam pelajaran untuk tiap pertemuan. Subyek penelitian yang digunakan yaitu siswa kelas VII F SMP Negeri 03 Singosari semester genap tahun pelajaran 2008/2009 yang berjumlah 34 siswa. Data yang diperoleh berupa hasil belajar siswa yang meliputi 2 aspek yaitu kognitif dan psikomotorik serta data pendukung berupa catatan lapangan. Aspek kognitif di ukur dari peningkatan skor tes setiap siklus, aspek psikomotorik diperoleh dari peningkatan skor hasil observasi dari pertemuan 1 ke pertemuan 2. Peningkatan hasil belajar siswa ditunjukkan dengan peningkatan skor hasil belajar siswa pada siklus I ke siklus II. Peningkatan aspek kognitif antara siklus I dengan siklus II adalah 73,28 menjadi 85,29 dengan kriteria baik menjadi sangat baik. Peningkatan aspek psikomotorik antara pertemuan I dengan pertemuan II adalah 72,22% menjadi 83,98% dengan kriteria baik menjadi sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pembelajaran model inkuiri dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan aspek kognitif dan psikomotorik siswa kelas VII F SMP Negeri 03 Singosari.

Kajian tentang keanekaragaman dan spesies kapang Fusarium spp. dominan pada rizosfer tanah pertanian kubis (Brassica oleracea L.) di daerah Batu dan Tumpang / Dian Permatasari

 

ABSTRAK Permatasari, Dian. 2009. Kajian Tentang Keanekaragaman dan Spesies Kapang Fusarium spp. Dominan pada Rizosfer Tanah Pertanian Kubis ( Brassica oleracea L. ) di Daerah Batu dan Tumpang. Skripsi. Program Studi Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd., (II) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si., M.Si. Kata Kunci : Kapang Fusarium spp, Rizosfer Tanah Pertanian Kubis Tanah merupakan salah satu faktor abiotik yang mendukung pertumbuhan suatu tanaman. Di dalam tanah pertanian banyak mengandung mineral-mineral tanah maupun nutrisi yang dibutuhkan oleh mikroflora. Tanah disekitar tanaman ( rizosfer ) banyak mengandung nutrisi tanah dibandingkan tanah yang jauh dari tanaman. Kubis ( Brassica oleracea L. ) merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak mengandung vitamin dan mineral. Tanaman kubis merupakan salah satu jenis tanaman sayur mayur yang rawan terserang oleh berbagai jenis penyakit akibat serangan kapang, seperti penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh kapang Fusarium oxysporum. Infeksi kapang dapat terjadi karena kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan kapang, tersedianya nutrisi yang dibutuhkan kapang, dan adanya bagian tanaman kubis yang mengalami luka sehingga secara tidak langsung dapat menyebabkan terjadinya infeksi spora kapang. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui spesies-spesies kapang Fusarium spp yang ditemukan pada rizosfer tanah pertanian kubis ( Brassica oleracea L. ) di daerah Batu dan Tumpang ; 2) Mengetahui jumlah koloni kapang Fusarium spp yang ditemukan pada rizosfer tanah pertanian kubis ( Brassica oleracea L. ) di daerah Batu dan Tumpang; 3) Mengetahui spesies kapang Fusarium spp yang paling dominan pada rizosfer tanah pertanian kubis ( Brassica oleracea L. ) di daerah Batu dan Tumpang Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang, mulai bulan Maret 2008 sampai dengan bulan Juni 2008. Sampel yang digunakan ialah tanah pertanian kubis yang terdapat di daerah Batu dan di daerah Tumpang. Tiap-tiap daerah pengambilan sampel dipilih tiga titik yang berbeda, kemudian sampel tanah diambil masing-masing sebanyak 10 gram dan dilakukan dalam 3 kali ulangan. Sampel tanah dilarutkan dalam aquades steril dan diencerkan pada tingkat pengenceran 10-1, 10-2, 10-3, 10-4, 10-5; kemudian diinokulasikan pada medium lempeng Czapek Agar. Penghitungan jumlah koloni tiap spesies kapang Fusarium spp dilakukan setelah biakan diinkubasikan selama 7 x 24 jam. Kemudian dilakukan penentuan spesies kapang Fusarium spp yang dominan berdasarkan jumlah koloni dalam sampel. Identifikasi spesies-spesies kapang Fusarium spp dilakukan melalui tahap deskripsi morfologi koloni dan pengamatan mikroskopis preparat kapang lalu dirujukan pada buku acuan identifikasi kapang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Kapang Fusarium spp yang ditemukan di daerah Batu dan Tumpang sebanyak 10 spesies kapang Fusarium spp yaitu Fusarium avenaceum (Fr.) Sacc, Fusarium equiseti (Corda) Sacc, Fusarium solani (Mart.) Sacc, Fusarium sporoticoides Sherb, Fusarium subglutinan (Wollenw & Reinking) Nelson et al, Fusarium semitectum Berk & Ravenel, Fusarium gramineaum Schwabe, Fusarium acuminatum Ellis & Everhart, Fusarium culmorum (W.G. Smith), Fusarium oxysporum Schlecht.; 2) Jumlah koloni kapang Fusarium spp yang terdapat pada rizosfer tanah pertanian kubis di daerah Batu ialah 1,2 x 105 cfu/g, dan jumlah koloni kapang Fusarium spp yang terdapat pada tanah pertanian kubis di daerah Tumpang yaitu 4,2 x 104 cfu/g; 3) Spesies kapang Fusarium yang paling dominan pada rizosfer tanah pertanian di daerah Batu yaitu Fusarium solani (Mart.) Sacc dengan angka lempeng total sebesar 4,8 x 104 cfu/g, sedangkan spesies kapang Fusarium yang paling dominan pada rizosfer tanah pertanian di daerah Tumpang yaitu spesies kapang Fusarium semitectum Berk & Ravenel dengan angka lempeng total sebesar 1,4 x 104 cfu/g.

Pengaruh variasi kadar ion Mn2+ dan suhu reaktor terhadap aktivitas zeolit-Mn sebagai katalis pada konversi metanol menjadi gasolin / Fauziatul Muhtaromah

 

ABSTRAK Muhtaromah, Fauziatul. 2009. Pengaruh Variasi Kadar Ion Mn2+ dan Suhu Reaktor terhadap Aktivitas Zeolit-Mn Sebagai Katalis pada Konversi Metanol Menjadi Gasolin. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ridwan Joharmawan, M.Si (2) Adillah Aliyatulmuna S.T, M.T. Kata Kunci : Zeolit-Mn, katalis, kadar, impregnasi, gasolin. Dewasa ini cadangan minyak bumi semakin menipis sedangkan minyak bumi (fossil fuel) adalah bahan bakar yang tak dapat diperbarui, untuk itu perlu adanya sumber energi alternatif untuk mensubstitusi BBM tersebut. Adapun bahan bakar alternatif yang menjanjikan saat ini adalah Liquefied Petroleum Gas (LPG), Compressed Natural Gas (CNG), dan metanol. LPG dan CNG juga bergantung pada cadangan minyak bumi sedangkan metanol dapat diperoleh selain dari gas alam. Suatu senyawa hidrokarbon (gasolin) dapat diperoleh dengan cara mereaksikan metanol dengan menggunakan katalis tertentu. Salah satu bahan kekayaan alam yang dapat digunakan sebagai katalis dalam proses pengubahan metanol menjadi bensin adalah dengan menggunakan zeolit alam. Katalis yang biasa digunakan adalah katalis dalam bentuk logam pengemban, dalam penelitian ini digunakan zeolit-Mn sebagai katalis. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang dan Laboratorium Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang. Sampel zeolit alam yang akan digunakan berasal dari desa Kedung Banteng Kecamatan Sumbermanjing Wetan kabupaten Malang. Ukuran sampel zeolit 8-10 mesh. Selanjutnya mengaktivasi zeolit alam dengan cara merendam dalam larutan HF 1%, HCl 6 M, dan NH4NO3 1 M. Zeolit kemudian dikalsinasi pada suhu 750oC sehingga diperoleh zeolit aktif yang disebut Z-Ak. Kemudian mengimpregnasi Z-Ak dengan merendam Z-Ak dalam larutan garam MnSO4.4H2O (5%, 10%, dan 15%). Zeolit tersebut dikalsinasi pada suhu 750oC sehingga diperoleh zeolit-Mn. Banyaknya ion logam Mn2+ yang terikat pada zeolit diukur dengan menggunakan AAS. Selanjutnya menguji tingkat keasaman zeolit-Mn dengan metode adsorpsi gas amonia dan menguji aktivitas zeolit-Mn sebagai katalis pada konversi metanol menjadi gasolin dengan menggunakan reaktor. Hasil dari konversi ini kemudian diidentifikasi dengan menggunakan Kromatografi Gas (GC). Variabel bebas yang dipilih pada penelitian ini adalah kadar ion Mn2+ yang diimpregnasi ke dalam zeolit dan suhu rektor, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kadar ion Mn2+ dan suhu reaktor terhadap kemampuan zeolit-Mn sebagai katalis pada konversi metanol menjadi gasolin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar ion mangan yang diimpregnasikan maka semakin besar pula kadar ion mangan teradsorpsi, persentase adsorpsi Mn pada zeolit-Mn 15% sebesar 82,67%. Dari hasil uji keasaman diperoleh zeolit-Mn 15% mempunyai tingkat keasaman paling tinggi yaitu sebesar 5,863 mmol/gram. Efektivitas zeolit-Mn sebagai katalis pada konversi metanol menjadi gasolin tercapai pada suhu 450oC dengan persentase hasil 90,19%.

Pengaruh bauran promosi (promotion mix) terhadap keputusan konsumen dalam berwisata di Batu Night Spectacular (BNS) / Agung Satriawan

 

ABSTRAK Satriawan, Agung. 2009. Pengaruh Bauran Promosi (Promotion Mix) Terhadap Keputusan Konsumen Dalam Berwisata Di Batu Night Spectacular (BNS). Skripsi, jurusan Manajemen FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Djoko Dwi K, M.Si, (II) Drs. Agus Hermawan, M.Si, M.bus Kata Kunci: Bauran Promosi, Keputusan Konsumen (Wisatawan) Industri pariwisata merupakan sektor kegiatan perekonomian sebagai salah satu penghasil devisa terbesar di Indonesia. Industri pariwisata merupakan usaha di bidang jasa yang selalu berorientasi pada konsumen. Peran yang vital dan penting ini mengharuskan suatu industri pariwisata harus dapat menyusun suatu strategi promosi untuk dapat mempengaruhi para calon konsumen dalam menentukan pilihan atau keputusan wisatanya, mengingat persaingan dalam dunia pariwisata saat ini yang cukup ketat. Batu Night Spectacular (BNS) perusahaan pariwisata baru di Jawa Timur yang terletak di Kota Batu adalah perusahaan jasa pariwisata yang berupaya melakukan strategi promosi dalam memperkenalkan serta menarik minat kunjungan para wisatawan. Peningkatan jumlah kunjungan konsumen (wisatawan) tersebut dilakukan dengan upaya mengoptimalkan bauran promosi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bauran promosi secara parsial terhadap keputusan konsumen (pengunjung) dalam berwisata di Batu Night Spectacular (BNS), mengetahui pengaruh bauran promosi secara simultan terhadap keputusan konsumen (pengunjung) dalam berwisata di Batu Night Spectacular (BNS), dan mengetahui variabel bauran promosi yang paling dominan dalam mempengaruhi keputusan konsumen (pengunjung) dalam berwisata di Batu Night Spectacular (BNS). Variabel yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Untuk variabel bebasnya yakni variabel bauran promosi (X) yang terdiri dari variabel periklanan (X1), promosi penjualan (X2), penjualan perseorangan (X3), dan hubungan masyarakat (X4). Sedangkan variabel terikatnya adalah variabel keputusan konsumen atau pengunjung (Y). Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan model penelitian survey, sedangkan populasi yang digunakan adalah pengunjung Batu Night Spectacular (BNS). Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 100 responden dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Dengan instrumen yang digunakan adalah angket atau kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara variabel bauran promosi yang terdiri dari periklanan (X1) sebesar 2,291, promosi penjualan (X2) sebesar 5,727, penjualan perseorangan (X3) sebesar 2,606, dan hubungan masyarakat (X4) sebesar 2,053 secara parsial terhadap keputusan konsumen (pengunjung) dalam berwisata di Batu Night Spectacular (BNS). Terdapat pengaruh yang signifikan antara periklanan, promosi penjualan, penjualan perseorangan dan hubungan masyarakat secara simultan terhadap keputusan konsumen dalam berwisata di Batu Night Spectacular (BNS), dan variabel promosi penjualan merupakan faktor paling besar atau dominan yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam berwisata di Batu Night Spectacular (BNS). Nilai Adjusted R Square dalam penelitian ini sebesar 0,516 mempunyai arti bahwa 51,6% keputusan konsumen dalam berwisata di Batu Night Spectacular (BNS) dipengaruhi atau dapat dijelaskan secara simultan oleh variabel periklanan, promosi penjualan, penjualan perseorangan dan hubungan masyarakat. Sedangkan 48,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dideskripsikan dalam penelitian ini, misalnya direct marketing. Dari hasil penelitian tersebut dapat dikatakan bahwa bauran promosi efektif digunakan sebagai sumber keberhasilan perusahaan pariwisata yang dapat mempengaruhi keputusan konsumen dalam berwisata di Batu Night Spectacular (BNS). Oleh karena itu perlu disarankan adanya peningkatan dan perhatian terhadap faktor-faktor dari bauran promosi tersebut misalnya dengan selalu mengevaluasi setiap kegiatan promosi yang diberikan. Dan untuk faktor variabel promosi penjualan harus menjadi perhatian khusus karena promosi penjualan merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi keputusan konsumen dalam berwisata di Batu Night Spectacular (BNS) terutama pada saat terjadi penurunan jumlah pengunjung.

Perbedaan perilaku asertif dalam perkuliahan antara mahasiswa yang aktif dan yang tidak aktif organisasi pada Program Studi Psikologi angkatan tahun 2006 dan 2007 Universitas Negeri Malang / Dida Erlina

 

ABSTRAK Erlina, Dida. Perbedaan Perilaku Asertif dalam Perkuliahan antara Mahasiswa yang Aktif dan yang Tidak Aktif Organisasi pada Program Studi Psikologi Angkatan Tahun 2006 dan 2007 Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Adi Atmoko, M.Si (II) Diyah Sulistiyorini, M.Psi. Kata Kunci: perilaku asertif, perkuliahan, mahasiswa aktif organisasi dan tidak aktif organisasi. Mahasiswa sebagai agen perubahan di tuntut untuk memiliki sikap kritis dan asertif baik dalam dunia perkuliahan maupun dalam kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui gambaran perilaku asertif dalam perkuliahan mahasiswa yang aktif organisasi pada program studi psikologi, (2) memperoleh gambaran tingkat keaktifan mahasiswa dalam organisasi pada program studi psikologi, (3) mendapatkan gambaran perilaku asertif dalam perkuliahan mahasiswa yang tidak aktif organisasi pada program studi psikologi, (4) mengetahui perbedaan perilaku asertif dalam perkuliahan antara mahasiswa yang aktif dan yang tidak aktif organisasi pada program studi psikologi. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan deskriptif-komparatif pada subyek 82 mahasiswa yang aktif dan tidak aktif organisasi pada program studi Psikologi angkatan tahun 2006 dan 2007 Universitas Negeri Malang yang diambil menggunakan tehnik sampel populasi dan stratified propotional random sampling. Data dikumpulkan dengan skala perilaku asertif model Likert, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif dan komparatif menggunakan (Uji t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perilaku asertif dalam perkuliahan mahasiswa yang aktif organisasi sebagian besar berada dalam klasifikasi rendah, sedangkan keaktifan mahasiswa dalam berorganisasi sebagian besar berada dalam kategori cukup dan kurang aktif, (2) perilaku asertif dalam perkuliahan mahasiswa yang tidak aktif organisasi sebagian besar berada dalam klasifiasi sedang, dan (3) secara keseluruhan tidak ada perbedaan yang signifikan antara perilaku asertif dalam perkuliahan mahasiswa yang aktif organisasi dan tidak aktif organisasi, yang berarti hipotesis alternatif (Ha) ditolak karena p = 0,058 > 0,05, namun dalam penelitian ini juga ditemukan adanya perbedaan yang signifikan perilaku asertif dalam perkuliahan jika dibandingkan antara mahasiswa yang sangat aktif berorganisasi dengan mahasiswa yang tidak aktif organisasi ( p = 0,001 > 0,05 ). Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan; (1) secara teoritis, diperlukan adanya klasifikasi yang lebih rinci tentang tingkat keaktifan dalam organisasi. Selain itu faktor budaya bisa dijadikan faktor yang dominan dalam aspek-aspek yang mempengaruhi perkembangan perilaku asertif, (2) bagi mahasiswa agar berpartisipasi secara aktif dalam organisasi kampus sebagai anggota maupun pengurus, serta aktif dalam kepanitiaan kegiatan organisasi supaya mencapai tingkat produktifitas,(3) bagi universitas hendaknya menganjurkan dan memfasilitasi para mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam organisasi kampus, dengan cara memberikan reward dan kemudahan bagi aktivis kampus yang secara tidak langsung akan memotivasi mahasiswa untuk benar-benar aktif dalam organisasi, 3) bagi peneliti selanjutnya hendaknya memperhatihan faktor-faktor lain yang mempengaruhi perilaku asertif baik faktor internal dan eksternal individu.

Penerapan kualitas pelayanan jasa untuk menciptakan kepuasan pelanggan pada hotel Pelangi Malang / Irhammudin

 

ABSTRAK Irhammudin. 2009. Penerapan Kualitas Pelayanan Jasa Untuk Menciptakan Kepuasan Pelanggan Pada Hotel Pelangi Malang. Tugas Akhir, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Gatot Isnani, M.Si Kata Kunci: kualitas pelayanan jasa, kepuasan pelanggan, Hotel Pelangi Malang. Hotel merupakan salah satu penunjang kegiatan pariwisata. Untuk tetap bisa bertahan di tengah persaingan bidang perhotelan yang semakin ketat, perusahaan dituntut untuk melakukan pengelolaan hotel secara profesional serta mampu memberikan kepuasan pada konsumenya melalui pelayanan yang berkualitas. Kepuasan konsumen akan tercapai apabila kualitas pelayanan yang diterima sesuai dengan harapanya. Hotel sebagai salah satu lembaga penunjang sektor pariwisata dituntut untuk memberikan pelayanan yang memuaskan dan berkesan terhadap para tamunya, karena kebanyakan pengguna jasa hotel adalah orang yang sedang berlibur, sehingga pelayanan yang memuaskan yang dapat berkesan menjadi tujuan utamanya. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimanakah kualitas pelayanan yang diberikan kepada pelanggan Hotel Pelangi Malang, (2) Bagaimanakah layanan yang diberikan Hotel Pelangi Malang dalam menghadapi pelanggan yang mengajukan keluhan, (3) Apa sajakah faktor-faktor yang dapat membuat kualitas jasa pada Hotel Pelangi Malang kurang memuaskan. Penyusunan tugas akhir ini merupakan hasil dari kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama satu bulan mulai tanggal 1 Februari sampai 28 Februari 2009 yang dilaksanakan di Hotel Pelangi Malang di Jalan Merdeka Selatan No.03 Malang. Hasil penulisan dapat disimpulkan bahwa: (1) Pelayanan yang diberikan Hotel Pelangi Malang secara umum sudah mencakup dimensi pokok kualitas jasa yang ada, seperti bukti langsung (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati. (2) Dalam menangani keluhan yang diajukan pelanggan, karyawan Hotel Pelangi Malang sudah melakukan dengan benar, yaitu berupa keterlibatan manajemen puncak, empati terhadap pelanggan yang marah dan menangani keluhan dengan cepat. (3) Faktor yang dapat membuat kualitas pelayanan jasa menjadi kurang memuaskan pada Hotel Pelangi Malang adalah produksi dan konsumsi yang terjadi secara simultan, yaitu kurang siapnya karyawan magang dalam menyampaikan pelayanan, kesalahan yang sering dilakukan karyawan magang adalah, selain kurang terampil juga memiliki cara berpakaian yang tidak sesuai dan bau badanya mengganggu. Faktor yang kedua adalah dukungan terhadap pelanggan internal (pelanggan perantara) kurang memadai, seperti tidak adanya pelatihan keterampilan, maupun informasi mengenai prosedur operasi pelayanan sehingga tidak adanya standar dalam menyampaikan pelayanan. Berdasarkan hasil penulisan ini, dapat disarankan bahwa: (1) Hotel Pelangi Malang dalam hal ini departemen personalia hendaknya membuat kebijakan dalam penerimaan karyawan magang berupa pembatasan jumlah karyawan magang dengan tujuan semakin sedikit karyawan magang maka departemen personalia akan semakin mudah melakukan pengawasan dan evaluasi. (2) Untuk mengurangi dampak dari faktor penyebab kualitas jasa kurang memuaskan hendaknya Hotel Pelangi Malang dalam hal ini departemen personalia mengadakan pelatihan keterampilan serta penyampaian informasi standar pelayanan secara rutin kepada karyawan Hotel Pelangi Malang.

Eksistensi modul bebas atas daerah ideal utama / Dewi Solikhah

 

Konsep modul merupakan perluasan dari konsep ruang vektor. Sifat dasar ruang vektor yang berbeda dari modul adalah bahwa setiap ruang vektor tak nol senantiasa mempunyai basis, tidak demikian berlaku dengan modul. Jika suatu modul mempunyai basis, maka modul ini disebut modul bebas. Dengan demikian ruang vektor merupakan modul bebas atas lapangan. Akibat yang dimiliki oleh modul bebas adalah sifat keprojektifannya. Dengan kata lain jika suatu R-modul bebas maka R-modul tersebut pasti merupakan R-modul projektif. Kebalikan sifat ini tidak berlaku untuk modul atas sebarang gelanggang. Kebalikan sifat ini hanya berlaku jika gelanggangnya merupakan daerah ideal utama Oleh karena itu pada skripsi ini akan dibahas modul atas daerah ideal utama yang memenuhi sifat bahwa setiap modul projektif merupakan modul bebas. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu setiap modul projektif atas daerah ideal utama merupakan modul bebas. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa eksistensi modul bebas atas daerah ideal utama dipenuhi jika modul tersebut projektif.

Penggunaan bahasa dalam wacana argumentasi forum diskusi pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas XI MAN I Malang / Nur Anita Rakhmawati

 

Diskusi merupakan satu bentuk untuk saling bertukar pikiran secara lisan dan merupakan satu bentuk pembicaraan secara teratur dan terarah. Diskusi ini menarik untuk diteliti karena para peserta diskusi dalam menggunakan bahasa dalam wacana argumentasi masih mengalami kesulitan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pilihan kata, penggunaan kalimat, dan penggunaan paragraf dalam wacana argumentasi siswa kelas XI MAN I Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian ini berupa data ujaran siswa. Sumber data dalam penelitian ini, yakni siswa kelas XI MAN I Malang. Ujaran siswa merupakan fokus utama dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi yang dilaksanakan dengan melakukan kegiatan perekaman menggunakan handycam dan catatan lapangan. Analisis data dalam penelitian ini dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pilihan kata dalam wacana argumentasi siswa kelas XI MAN I meliputi (1) kata lugas yang digunakan oleh para siswa dalam diskusi mereka juga sering ditemui dalam pembicaraan umum, (2) kata populer para siswa digunakan sebagai kata yang dikenal dan dipakai oleh semua lapisan masyarakat dalam komunikasi terlingkup dalam suatu waktu, sedangkan (3) kata ilmiah yang digunakan para siswa tidak dalam posisi yang tepat dalam kalimat. Hasil penelitian penggunaan kalimat dalam wacana argumentasi siswa kelas XI MAN I Malang menunjukkan (1) kalimat pernyataan direalisasikan menjadi pernyataan analitis dan sintesis yang diperlakukan sama yaitu dianggap sebagai pernyataan yang kuat untuk dasar pendapat, (2) kalimat pertanyaan para siswa menggunakan pertanyaan biasa dan pertanyaan retoris, pertanyaan retoris yang digunakan tidak berdasar pada kebenaran umum, tetapi kebenaran subjektif, sehingga pertanyaan yang seharusnya bersifat retoris dapat dimaknai pertanyaan biasa, dan (3) kalimat informasi yang digunakan para siswa menunjukkan bahwa kalimat tersebut mendukung suatu pengungkapan peristiwa atau kejadian. Penggunaan kalimat dalam wacana argumentasi siswa kelas XI MAN I Malang menunjukkan bahwa para siswa tidak dapat mengatur kerunutan kalimat sehingga sering terjadi ketidakmengertian atau kebingungan. Penggunaan kalimat menjadikan pertentangan pendapat antarpengungkap yang mengakibatkan diskusi berjalan tidak sehat. Hasil penelitian penggunaan paragraf dalam wacana argumentasi siswa kelas XI MAN I Malang menunjukkan kalimat topik dan kalimat penjelas yang dikelompokkan sesuai letak kalimat topik, yaitu pada bagian awal dan pada Diskusi merupakan satu bentuk untuk saling bertukar pikiran secara lisan dan merupakan satu bentuk pembicaraan secara teratur dan terarah. Diskusi ini menarik untuk diteliti karena para peserta diskusi dalam menggunakan bahasa dalam wacana argumentasi masih mengalami kesulitan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pilihan kata, penggunaan kalimat, dan penggunaan paragraf dalam wacana argumentasi siswa kelas XI MAN I Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian ini berupa data ujaran siswa. Sumber data dalam penelitian ini, yakni siswa kelas XI MAN I Malang. Ujaran siswa merupakan fokus utama dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi yang dilaksanakan dengan melakukan kegiatan perekaman menggunakan handycam dan catatan lapangan. Analisis data dalam penelitian ini dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pilihan kata dalam wacana argumentasi siswa kelas XI MAN I meliputi (1) kata lugas yang digunakan oleh para siswa dalam diskusi mereka juga sering ditemui dalam pembicaraan umum, (2) kata populer para siswa digunakan sebagai kata yang dikenal dan dipakai oleh semua lapisan masyarakat dalam komunikasi terlingkup dalam suatu waktu, sedangkan (3) kata ilmiah yang digunakan para siswa tidak dalam posisi yang tepat dalam kalimat. Hasil penelitian penggunaan kalimat dalam wacana argumentasi siswa kelas XI MAN I Malang menunjukkan (1) kalimat pernyataan direalisasikan menjadi pernyataan analitis dan sintesis yang diperlakukan sama yaitu dianggap sebagai pernyataan yang kuat untuk dasar pendapat, (2) kalimat pertanyaan para siswa menggunakan pertanyaan biasa dan pertanyaan retoris, pertanyaan retoris yang digunakan tidak berdasar pada kebenaran umum, tetapi kebenaran subjektif, sehingga pertanyaan yang seharusnya bersifat retoris dapat dimaknai pertanyaan biasa, dan (3) kalimat informasi yang digunakan para siswa menunjukkan bahwa kalimat tersebut mendukung suatu pengungkapan peristiwa atau kejadian. Penggunaan kalimat dalam wacana argumentasi siswa kelas XI MAN I Malang menunjukkan bahwa para siswa tidak dapat mengatur kerunutan kalimat sehingga sering terjadi ketidakmengertian atau kebingungan. Penggunaan kalimat menjadikan pertentangan pendapat antarpengungkap yang mengakibatkan diskusi berjalan tidak sehat. Hasil penelitian penggunaan paragraf dalam wacana argumentasi siswa kelas XI MAN I Malang menunjukkan kalimat topik dan kalimat penjelas yang dikelompokkan sesuai letak kalimat topik, yaitu pada bagian awal dan pada

Pengaruh model pembelajaran kooperatif TGT-problem posing dan TGT terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa pada materi pokok hidrolisis garam untuk siswa kelas X1 SMA Negeri 10 Malang / Yunita

 

ABSTRAK Yunita. 2009. Pengaruh Model Pembelajaran TGT-Problem Posing dan TGT Terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa pada Materi Pokok Hidrolisis Garam Untuk Siswa Kelas XI SMA Negeri 10 Malang. Skripsi, Program studi pendidikan kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Parlan, M.Si., (II) Dra. Dedek Sukarianingsih, M.Pd., M.Si. Kata Kunci: TGT, Problem Posing, Prestasi belajar, motivasi, Hidrolisis Garam. Dalam KTSP pelajaran kimia termasuk dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang harus ditempuh siswa sampai tuntas. Ketuntasan yang diisyaratkan oleh KTSP adalah ketercapaian indikator yang telah disusun minimal 75% (BSNP, 2006:12). Agar ketuntasan belajar yang diisyaratkan oleh KTSP ini tercapai maka selain penguasaan materi oleh guru juga diperlukan adanya cara-cara yang efektif, efisien, dan menyenangkan untuk membelajarkan siswa tentang materi kimia tanpa membuat siswa merasa bosan dan putus asa dalam belajar. Beberapa model pembelajaran yang dapat digunakan diantaranya adalah pembelajaran kooperatif TGT dan Problem Posing. Model pembelajaran TGT ini mampu membangkitkan motivasi siswa dalam kegiatan yang menyenangkan dan menantang. Model Problem Posing dapat meningkatkan keaktivan siswa selama proses pembelajaran karena dalam model ini siswa dilatih untuk membuat soal dari kondisi-kondisi yang diberikan oleh guru. Salah satu materi kimia yang mencakup teori dan hitungan matematik adalah hidrolisis garam sehingga model TGT dan Problem Posing menjadi model pembelajaran yang cocok untuk diterapkan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Penggunaan rancangan ini dimaksudkan untuk membandingkan prestasi belajar siswa antara kelas eksperimen 1 yaitu siswa yang diajar dengan model pembelajaran TGT- Problem Posing, kelas eksperimen 2 yaitu siswa yang diajar dengan model pembelajaran TGT dan kelas kontrol yaitu siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X1 IPA SMA Negeri 10 Malang, yang terdiri dari 4 kelas. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik sampling kelompok dan diperoleh tiga kelas sebagai sampel yaitu kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen dan XI IPA 3 sebagai kelas kontrol. Data prestasi belajar diperoleh dari nilai unjuk kerja, nilai LKS, nilai aktivitas dalam pembelajaran kooperatif, nilai turnamen dan nilai tes akhir. Sedangkan data motivasi siswa diperoleh dari lembar angket yang diberikan kepada siswa tiap akhir pertemuan. Semua instrumen yang digunakan dalam penelitian ini telah divalidasi. Untuk instrumen tes akhir hasil validasi butir soal, diperoleh 23 soal valid dan 7 soal tidak valid sedangkan reliabilitas untuk soal ini adalah 0,838. Semua data yang diperoleh sebelum dilakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas, menggunakan bantuan SPSS 16 for windows. Hasil analisis dengan uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran TGT-Problem i Posing ( = 80,75) dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran TGT ( = 76,72), siswa yang diajar dengan model pembelajaran TGT-Problem Posing ( = 80,75) dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional ( = 72,11) dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran TGT ( = 76,72) dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional ( = 72,11) pada taraf signifikansi < 0,05. Hasil angket menunjukkan tidak ada perbedaan motivasi terhadap model pembelajaran yang diterapkan baik pada siswa yang diajar dengan model pembelajaran TGT-Problem Posing maupun siswa yang diajar dengan model pembelajaran TGT yaitu sama-sama termotivasi. Hal ini terlihat dari jumlah siswa yang termotivasi rata-rata > 75%, sangat termotivasi > 5%, dan yang tidak termotivasi > 5%.

Hubungan antara konsep diri dan kecemasan menghadapi ujian pada siswa SMKN 1 Malang / Yuliana

 

ABSTRAK Yuliana. 2009. Hubungan antara Konsep Diri dan Kecemasan Menghadapi Ujian pada Siswa SMKN 1 Malang. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed (2) Fattah Hidayat, M.Si. Kata kunci : konsep diri, kecemasan menghadapi ujian. Siswa yang menghadapi ujian akan mengalami kecemasan, namun tinggi rendahnya kecemasan dipengaruhi oleh konsep diri yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan konsep diri siswa SMKN 1 Malang, (2) mendeskripsikan kecemasan dalam menghadapi ujian pada siswa SMKN 1 Malang, (3) mengetahui hubungan antara konsep diri dan kecemasan dalam menghadapi ujian pada siswa SMKN 1 Malang. Penelitian ini dilaksanakan dengan desain deskriptif korelasional dengan populasi seluruh siswa kelas X SMKN 1 Malang. Sampel diambil dengan teknik purposif sampling. Data penelitian diambil dengan menggunakan dua skala yaitu skala konsep diri dan skala kecemasan menghadapi ujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17,42% siswa memiliki konsep diri sangat tinggi, 79,55% siswa memiliki konsep diri tinggi dan 3,03% siswa memiliki konsep diri rendah. Sebanyak 28,03% siswa memiliki kecemasan yang tinggi, 66,67% siswa memiliki kecemasan rendah dan 5,30% siswa memiliki kecemasan yang sangat rendah dalam menghadapi ujian. Hasil analisis korelasional Pearson menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara konsep diri dan kecemasan menghadapi ujian (rxy = - 0,464; sig = 0,00< 0,05), artinya semakin tinggi konsep diri siswa maka akan semakin rendah kecemasan siswa dalam menghadapi ujian, sebaliknya semakin rendah konsep diri yang dimiliki siswa maka kecemasan dalam menghadapi ujian akan semakin tinggi. Saran bagi siswa, diharapkan dapat lebih meningkatkan konsep diri dengan cara menerima dan menghargai potensi yang dimiliki serta berfikir positif dan rasional dalam menilai kemampuan yang dimiliki diri siswa untuk mengurangi tingkat kecemasan dalam menghadapi ujian agar dapat memaksimalkan hasil dari ujian. Bagi guru, diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi siswa sehingga dapat mengurangi kecemasan siswa dalam menghadapi ujian memberikan penghargaan yang cukup kepada siswa, agar dapat meningkatkan konsep diri. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian tentang kecemasan dihubungkan dengan variabel yang berbeda.

Hubungan antara self efficacy dan problem focused coping dengan prestasi akademik pada mahasiswa yang memprogramkan skripsi / Anna Yunita Simamora

 

Kata kunci : self efficacy, problem focused coping dan prestasi akademik Prestasi akademik dapat diprediksi melalui self efficacy yaitu keyakinan individu memperkirakan kemampuan diri dalam melaksanakan tugas dan tindakan tertentu dan problem focused coping yang dilakukan mahasiswa dalam penulisan skripsinya. Skripsi merupakan salah satu syarat mahasiswa dapat lulus dari perguruan tinggi dan meraih gelar sarjana. Namun dari data mahasiswa Universitas Negeri Malang sebesar 43% mahasiswa Psikologi yang belum lulus. Self efficacy mahasiswa dan bagaimana mahasiswa tersebut menghadapi situasi yang membuatnya tertekan akan menentukan prestasi akademik yang akan dicapai. Tujuan penelitian (1) gambaran self efficacy pada mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang angkatan 2005 yang memprogram skripsi. (2) gambaran problem focused coping pada mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang angkatan 2005 yang memprogram skripsi. (3) gambaran prestasi akademik pada mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang angkatan 2005 yang memprogram skripsi. (4) hubungan antara self efficacy dan problem focused coping dengan prestasi akademik pada mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang angkatan 2005 yang memprogram skripsi. Penelitian ini menggunakan subyek penelitian sebanyak 52 orang mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang angkatan 2005 yang memprogram skripsi. Instrumen yang digunakan yaitu skala self efficacy dan skala problem focused coping dengan model skala Likert, sedangkan untuk prestasi akademik diambil dari data mahasiswa. Analisis data yang digunakan terdiri dari analisis deskriptif, analisis korelasi product moment, analisis regresi linear berganda. Dari uji coba diperoleh 32 item untuk skala self efficacy dan reliabilitas 0,922, sedangkan pada skala problem focused coping diperoleh 30 item dengan reliabilitas 0,905. Hasil analisis deskriptif dapat disimpulkan bahwa self efficacy pada mahasiswa tergolong sedang, problem focused coping pada mahasiswa tergolong sedang, dan prestasi akademik yang dimiliki mahasiswa masih tergolong sedang. Hasil analisis korelasi product moment dan regresi linear berganda menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan prestasi akademik (r = 0.277; p = 0,047 < 0.05) dan hubungan antara problem focused coping dengan prestasi akademik menunjukkan hubungan yang signifikan (r = 0.305; p = 0,028< 0.05). Hasil korelasi linear berganda menunjukkan hubungan yang signifikan antara self efficacy dan problem focused coping dengan prestasi akademik R= 0,362, R2=0,131 dan F hitung sebesar 3,701 ( p = 0,032 < 0,05). Saran yang diberikan : (1) bagi mahasiswa, dapat mengetahui bahwa pentingnya self efficacy dan problem focused coping dalam penulisan skripsi sehingga dapat meningkatkan nya lagi sehingga dapat meraih prestasi yang baik. Faktor dari dalam diri invidu serta dari luar juga berpengaruh dalam pelaksanaan tugas untuk mencapai prestasi yang baik. (2) Instansi pendidikan hendaknya memberikan perhatian pada perkembangan skripsi khususnya dosen pembimbing. Saran dan bimbingan dari dosen pembimbing dapat meningkatkan self efficacy dan problem focused coping pada mahasiswa. (3) Bagi peneliti Selanjutnya, diharapkan pada peneliti selanjutnya melakukan penelitian dengan metode penelitian yang berbeda yaitu dengan menggunakan metode penelitian kualitatif ataupun sebagai referensi dalam melakukan penelitian dengan menggunakan sampel yang berbeda.

The representation of Tennessee Williams' psychological conflict in A Streetcar Named Desire / Yunita Uswatun Khasanah

 

ABSTRACT Khasanah, Yunita Uswatun. 2009. The Representation of Tennessee Williams Psychological Conflict in 鄭 Streetcar Named Desire. A Thesis. English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Drs. Misbahul Amri, M.A. Keyword: psychological conflict, characterization, homosexuality, deviant personality. Homosexuality and deviant personality are the pivotal points of Tennessee Williams works. His works were always fraught with psychological depth which was believed due to his being homosexual. It is believed that the formation of his sexual orientation and feminine personality were rooted in his childhood trauma. In A Streetcar Named Desire, the conflict being experienced by Stella Kowalski is almost the same with the confusion being experienced by Tennessee Williams during his life. This is what makes Stella痴 character as important as the other two main characters, Blanche Dubois and Stanley Kowalski in dealing with the analysis of Williams psychological conflict. Therefore, this thesis also incorporates Freudian psychoanalysis. Freudian analysis assumes that the mind has two components conscious and unconscious. Psychoanalysis role in literature is to reveal important information such as the motivations and hidden intentions which is essential for the purpose of understanding characters on a deeper level.

Konflik dalam perkawinan akibat kehamilan pranikah pada wanita Jawa di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu / Sinta Kusuma Primastuti

 

ABSTRAK Primastuti, Sinta Kusuma. 2009. Konflik dalam Perkawinan Akibat Kehamilan Pranikah pada Wanita Jawa di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed., (2) Hetti Rahmawati, S.Psi., M.Si. Kata kunci: konflik, perkawinan, kehamilan pranikah, nilai-nilai budaya Jawa Perkawinan akibat kehamilan pranikah adalah perkawinan yang diinisiasi oleh terjadinya kehamilan. Ketidaksiapan dalam memasuki kehidupan perkawinan dianggap menjadi indikator kerentanan munculnya konflik dan ketidakmampuan mengelola konflik dengan tepat. Konflik sendiri bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Dengan manajemen konflik perkawinan yang tepat, pasangan dapat memperoleh dampak yang positif untuk kehidupan perkawinan, terutama yang berkaitan dengan kepuasan perkawinan. Terkait dengan konflik, masyarakat Jawa dikenal sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi keharmonisan atau keselarasan hidup yang terdiri dari prinsip kerukunan dan hormat. Wanita Jawa dalam perkawinan akibat kehamilan pranikah menghadapi tantangan yang kompleks dalam memilih manajemen konflik yang tepat. Mereka harus mengelola konflik sekaligus memenuhi tuntutan untuk menjaga keselarasan hidup. Fokus dalam penelitian ini adalah: (1) Penghayatan wanita Jawa terhadap nilai-nilai budaya Jawa mengenai perkawinan akibat kehamilan pranikah, (2) Sumber-sumber konflik dalam perkawinan akibat kehamilan pranikah pada wanita Jawa, dan (3) Bentuk-bentuk manajemen konflik yang digunakan wanita Jawa dalam perkawinan akibat kehamilan pranikah. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif berperspektif fenomenologi dengan model penelitian studi kasus. Berdasarkan kriteria yang sesuai tujuan penelitian, dipilih tiga subyek untuk menjadi subyek penelitian. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah: (1) Wawancara mendalam, (2) Observasi nonpartisipan, dan (3) Jurnal refleksi subyek. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan metode perbandingan tetap atau Constant Comparative Method. Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah: (1) Ketekunan pengamatan, (2) Triangulasi sumber dan metode, (3) Kecukupan referensial. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) Dasar pemikiran subyek penelitian pada ketiga kasus bersifat rasional dan pragmatis, sehingga penghayatan terhadap nilai-nilai budaya Jawa mengenai perkawinan akibat kehamilan pranikah oleh subyek penelitian cenderung bersifat situasional; (2) Sumber-sumber konflik dalam perkawinan akibat kehamilan pranikah pada wanita Jawa adalah karakter suami, keuangan dan pekerjaan, orang tua atau mertua, dan anak; (3) Bentuk-bentuk manajemen konflik yang digunakan subyek penelitian dalam perkawinan akibat kehamilan pranikah adalah smoothing (melunak) untuk konflik dengan suami serta withdrawing (menarik diri) dan compromising (kompromi) untuk konflik dengan orang tua atau mertua. Saran yang diajukan oleh peneliti adalah: (1) Wanita dalam perkawinan akibat kehamilan pranikah hendaknya lebih kritis dalam menyikapi nilai-nilai budaya Jawa mengenai perkawinan akibat kehamilan pranikah, lebih cerdas untuk memilih bentuk manajemen konflik yang tepat, dan memiliki wawasan yang lebih obyektif untuk mempertahankan perkawinan dengan cara yang lebih adaptif; (2) Pria dalam perkawinan akibat kehamilan pranikah hendaknya lebih bijak dalam menyikapi nilai-nilai budaya Jawa mengenai perkawinan akibat kehamilan pranikah dan dapat bersama-sama mengusahakan kehidupan perkawinan yang lebih baik dengan menyepakati bentuk manajemen konflik yang dapat menguntungkan kedua belah pihak; (3) Keterbatasan dalam penelitian yang hanya sampai pada tujuan deskriptif-interpretif dapat dikembangkan dengan penelitian lebih lanjut dan mendalam dengan tujuan kritis untuk mengusahakan transformasi personal dan sosial.

Improving the writing ability of the tenth graders of MAN Batu in writing descriptive texts through writing-as-a-process approach / Khalimatus Sa'diyah

 

ABSTRACT Sa壇iyah, Khalimatus. 2009. Improving the Writing Ability of the Tenth Graders of MAN Batu in Writing Descriptive Texts through Writing-as-a-Process Approach. Thesis. Graduate Program in English Language Education, State University of Malang. Advisors: (I) Dra. Hj. Utami Widiati, M.A., Ph.D. (II) Dr. Sri Rachmajanti, Dip. TESL, M.Pd. Key words: writing-as-a-process approach, writing ability, descriptive paragraphs This study was designed to develop writing-as-a-process approach to improve the students writing ability. This approach seems to be able to stimulate the students to be more involved in the writing activities so that their writing ability might improve and they might become more motivated; because it provides students with guidance during the writing activities through stages in producing a piece of writing. This study employed collaborative classroom action research design in which the researcher and her collaborative teacher as a research team worked together from the beginning up to the end of this study. This study was focused on the tenth graders (X-D) of Madrasah Aliyah Negeri Batu of the 2008/2009 academic year. This class was considered to be the lowest level among the first year parallel classes, based on the average score of the students in the mid term and in the pre-test given of the preliminary study. In the preliminary study, the students writing problems were identified. Preparations were then carried out in the planning stage. The planning covered preparing writing-as-a-process approach, which include three stages of approaching process writing, i.e. prewriting (generating ideas), writing (drafting), and rewriting (revising, editing, and publishing). The preparation also included preparing the teaching materials and media, besides deciding the criteria of success. After that, the implementation and observation were conducted. It was followed by data analysis. The instruments used to collect data were an observation checklist, field notes, interview guide, and writing tasks. Based on the result of data analysis, reflections were then made in order to evaluate whether the findings of the study had met the criteria of success. Through the implementation of the writing-as-a-process approach in two cycles, the students writing ability in the process of learning writing and in producing descriptive paragraphs was improved from the first cycle to the second. This was indicated by the improvement of their ability in implementing the prewriting, writing, and rewriting stages. In the prewriting stage, the students were able to generate their ideas in a cluster and organize them into a good order. In the writing stage, they were able to write their rough drafts. In the rewriting stage, they were able to revise their drafts on content and organization, edit their drafts on grammar and mechanics, and write in a final writing product. It was also indicated by their average score increasing from 60.35 in the pre-test to 67.85 in the first cycle, and to 71.96 in the second cycle. On the basis of the findings, some suggestions were posted. First, for English teachers who are interested in using writing-as-a-process approach to improve the students writing ability, they should group the students in learning to write so that they can help and correct each other; since writing-as-a-process approach takes much time, they should set the time effectively by considering the length of the time allocated for every task; and, they should have the students practice the revising and editing activities through the group working before assigning them to revise and edit their own drafts. Second, for future researchers who are interested in conducting a similar study, it was suggested to explore the applicability of the writing-as-a-process approach with students of different levels as well as of different styles and to carry out some form of experimental studies which are aimed at developing students ability in writing paragraphs using writing-as-a-process approach in order to be able to make generalization across classes and text types.

Peranan ulama dalam pendidikan politik masyarakat di Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik / Abdullah Afif

 

ABSTRAK BERUPA GAMBAR

Karaketistik pendidikan moral di pondok pesantren Irsyaduddiniyah Desa Patokan Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo / Diana Permai

 

Pendidikan moral sebagai salah satu pendidikan yang mempersiapkan seorang agar dapat berpikir, merasakan, dan bertindak sesuai dengan kaidah kesusilaan atau kebiasaan serta nilai-nilai yang berlaku pada suatu kelompok masyarakat tertentu. Karakteristik pendidikan moral di pondok pesantren mempunyai keunikan tersendiri dimana para santri berserta kiai/ ustadz saling berinteraksi dalam suatu kompleks tertentu yang mandiri, sehingga dapat menumbuhkan ciri-ciri khas pesantren, seperti adanya hubungan yang akrab antara santri dan kiai, santri taat dan patuh pada kiainya, para santri hidup secara mandiri dan sederhana, adanya semangat gotong-royong dalam suasana penuh persaudaraan, para santri terlatih hidup berdisiplin dan tirakat. Penelitian bertujuan: (1) untuk mengetahui bentuk-bentuk kegiatan pendidikan moral di pondok pesantren Irsyaduddiniyah Desa Patokan Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo, (2) untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pendidikan moral di pondok pesantren Irsyaduddiniyah Desa Patokan Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo, (3) untuk mengetahui karakteristik pendidikan moral di pondok pesantren Irsyaduddiniyah Desa Patokan Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Irsyaduddiniyah Desa Patokan Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo, bulan Mei sampai dengan Juni 2009. Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik obeservasi, kajian pustaka, dokumentasi, dan wawancara dengan Kyai, Nyai, Pengajar, Pengasuh, Santri putra/putri,warga sekitar pondok, dan orang-orang yang terkait dengan Pondok Pesantren Irsyaduddiniyah. Jenis penelitiannya adalah penelitian deskriptif dan analisis hasil penelitian yang dipakai adalah reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan (1) bentuk-bentuk pendidikan moral di Pondok pesantren Irsyaduddiniyah adalah sholat, puasa, tauhid, wirid, isthigosah, pengajian kitab kuning, diba, berjanji, thoriqoh dan suluk. (2) kendala yang dihadapi Pondok pesantren Irsyaduddiniyah dalam pelaksanaan pendidikan moral adalah fasilitas pondok pesantren yang masih kurang memadai dan perlu ada perbaikan, kurangnya tenaga pengajar baik di sekolah formal maupun diniyah, banyaknya santri yang kurang mampu, latar belakang santri, kurangnya perhatian/dukungan wali santri, dan dana pondok pesantren untuk memenuhi kebutuhan baik untuk pondok pesantren maupun santri yang kurang mampu. (3) karakteristik pendidikan moral di Pondok pesantren Irsyaduddiniyah adalah terpadu terlihat dari ajaran tauhid, cara melaksanakan ibadah, dan suasana selama di pondok pesantren, serta kegiatan-kegiatan pendidikan moral meliputi kegiatan mentaukhidkan Allah SWT, beribadah kepada Allah SWT, Ukhuwah Islamiyah, kekeluargaan dan kebersamaan santri di pondok pesantren, persahabatan antar santri, hidup serasi dan seimbang, qona誕h dan sederhana, keikhlasan dan pengorbanan santri. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan pondok melaksanakan upaya mengatasi kendala-kendala dalam pelaksanaan pendidikan moral di Pondok Pesantren Irsyaduddiniyah dengan secepatnya dan sebaik-baiknya demi tercapainya tujuan pendidikan moral yaitu menjadikan santri menjadi sosok pribadi yang terdidik secara moral dan berakhlak mulia, pengajar dan pengasuh di Pondok Pesantren Irsyaduddiniyah diharapkan dapat menjadi figur dan contoh yang teladan bagi santri melalui sikap sehari-hari sehingga santri dapat mencontoh figur pengajar dan pengasuhnya, santri harus selalu tekun belajar dan mengamalkan ajaran agama dalam berbagai bidang kehidupan, karena dengan mengamalkan ajaran agama dengan benar akan berdampak kepada kehidupan sosial kelak.

Pemanfaatan remitensi keluarga TKW di daerah asal di Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang / Sri Wulandari

 

ABSTRAK Wulandari, Sri. 2009. Pemanfaatan Remitensi Keluarga TKW di Daerah Asal di Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Budijanto, M.Si, (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.si. Rendahnya penghasilan dan kesempatan kerja menyebabkan sebagian penduduk dari Desa Purwodadi melakukan migrasi ke luar negeri untuk menjadi tenaga kerja Wanita (TKW). Sehingga menghasilkan kiriman ke daerah asal (remiten) yang dialokasikan untuk kegiatan konsumtif dan produktif, sehingga membawa perubahan terhadap kondisi sosial ekonomi keluarga di daerah asal. Beberapa tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan jumlah remitensi di daerah asal di Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang, (2) Mendiskripisikan karakteristik TKW, (3) Mendeskripsikan proporsi remitensi terhadap pendapatan total rumah tangga, (4) Mendeskripsikan hubungan antara jumlah remitensi dengan negara tujuan, jenis pekerjaan, lama bekerja, dan status migrasi, (5) Mendeskripsikan pemanfaatan remitensi, (6) Mendeskripsikan hubungan antara jumlah remitensi dengan kondisi sosial ekonomi keluarga di daerah asal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survey, cara memperoleh datanya dengan menggunakan angket (quesioner). Populasi dalam penelitian ini adalah anggota keluarga TKW di Desa Purwodadi yang bekerja di luar negeri berjumlah 75 orang dengan menggunakan purposive random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan perhitungan persentase dan analisis Chi square. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Karakteristik TKW di lihat dari pendidikan yang ditempuh TKW sangat rendah, sehingga jenis pekerjaan yang dimiliki TKW di luar negeri sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), negara tujuan bekerja yaitu negara Hongkong, dengan lama kerja > 6 tahun, serta pendapatan/gaji yang tinggi pula. Sedangkan remiten untuk keluarga di daerah asal sangat tinggi, cara mengirim remiten melalui jasa Bank, remiten lebih tinggi dimanfaatkan untuk makan-minum, pendidikan, membangun rumah, dan modal usaha, sedangkan bentuk rumah sesudah menjadi TKW yaitu permanen. Hubungan remitensi dengan negara tujuan yaitu remitensi yang paling tinggi bekerja di negara Hongkong sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), hubungan jenis pekerjaan dengan Gaji TKW yaitu gaji yang paling tinggi bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), hubungan lama kerja terhadap remitensi yaitu remitensi yang paling tinggi adalah yang bekerja >6 tahun, hubungan status migrasi terhadap remitensi yaitu remitensi yang paling tinggi adalah migrasi legal, dan hubungan remitensi terhadap gaya hidup yaitu pemanfaatan remitensi yang paling tinggi untuk kebutuhan makan-minum, biaya pendidikan dan membangun rumah serta untuk modal usaha.

Pengaruh lama sintering terhadap struktur kristal dan magnetodielektrik senyawa spintronik Ti0,97Cr0,03O2ア / Abdul Wahab

 

ABSTRAK Wahab, Abdul. 2009. Pengaruh Lama Sintering Terhadap Struktur Kristal dan Magnetodielektrik Senyawa Spintronik Ti0,97Cr0,03O2アd. Skripsi, Program Studi Fisika Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Markus Diantoro, M.Si, (2) Drs. Yudyanto, M.Si. Kata Kunci: struktur kristal, spintronik, magnetodielektrik, lama sintering, (Ti,Cr)O2 Bahan semikonduktor yang didoping dengan bahan magnetik dapat menghasilkan senyawa spintronik. Spintronik merupakan bahan yang sangat menarik karena spintronik merupakan penggabungan dua bahan yang berbeda sifatnya yang dalam aplikasinya akan mempunyai fungsi ganda yaitu untuk menyimpan data dan untuk memproses data. Salah satu ciri senyawa spintronik adalah apabila bahan tersebut diberi medan magnet dan medan listrik maka konstanta dielektriknya mengalami perubahan. Pengaruh struktur kristal berkaitan erat dengan sifat kemagnetan, kelistrikan, dan konduktivitas. Lama sintering dapat mempengaruhi struktur kristal. Oleh karena itu perlu diteliti bagaimana pengaruh lama sintering terhadap struktur kristal dan magnetodielektrik senyawa spintronik Ti0,97Cr0,03O2アd. Senyawa spintronik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ti0,97Cr0,03O2アd yang disintering pada suhu 1000oC selama 2 jam sampai 12 jam dengan rentang 2 jam. Sintesis dan karakterisasi magnetodielektrik senyawa spintronik Ti0,97Cr0,03O2アd dilakukan di Laboratorium Fisika Material Universitas Negeri Malang. Karakterisasi difraksi sinar-X dilakukan di Laboratorium Pusat Riset ITS Surabaya. Sampel serbuk spintronik Ti0,97Cr0,03O2アd dikarakterisasi dengan difraksi sinar-X dan dianalisis dengan metode Rietveld menggunakan program GSAS dengan bantuan program EXPGUI. Berdasarkan hasil analisis refinement kemudian dilakukan analisis parameter kisi, jarak antar atom dan sudut antar atom yang dikaitkan dengan lama sintering dan magnetodielektriknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin bertambahnya lama sintering maka konstanta dielektrik senyawa spintronik Ti0,97Cr0,03O2アd cenderung meningkat secara eksponensial. Bertambahnya konstanta dielektrik ini dikarenakan adanya interaksi muatan (gaya Coulomb). Magnetodielektrik senyawa spintronik Ti0,97Cr0,03O2アd secara umum meningkat seiring dengan bertambahnya lama sintering. Semakin besar konstanta dielektrik dalam pengaruh medan magnet disebabkan adanya interaksi antara muatan dan spin elektron. Lama sintering juga mempengaruhi struktur kristal, dimana nilai parameter kisi a, b dan c mengalami kenaikan secara eksponensial sampai titik tertentu kemudian mengalami penurunan secara eksponensial seiring bertambahnya lama sintering. Perubahan parameter kisi a, b, dan c ini dikarenakan adanya cacat titik atau interstitial. Perubahan parameter kisi a, b, dan c mengakibatkan volume kristal berubah dengan pola yang serupa, yaitu mengalami kenaikan secara eksponensial sampai titik tertentu kemudian mengalami penurunan secara eksponensial seiring bertambahnya lama sintering.

Proses audit pada akun kas dan setara kas, piutang, persediaan, hutang dagang, penjualan dan pembelian pada Kantor Akuntan Publik (KAP) Made Sudharma, Thomas, dan Dewi / Sandhi Idhar Rosydi

 

Kepuasan pegawai terhadap sarana dan prasarana di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek / Nanang Bagus Patriadi

 

ABSTRAK Patriadi, Nanang Bagus. 2009. Kepuasan Pegawai terhadap Sarana dan Prasarana di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek . Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Mustiningsih, M. Pd., dan Pembimbing (II) Drs. Sultoni , M. Pd. Kata kunci: kepuasan pegawai,sarana dan prasarana Kepuasan kerja adalah dimana tujuan sudah sesuai dengan harapan yang telah diinginkan dan menurut bidangnya masing masing. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja pegawai, yaitu lingkungan kerja dan sarana dan prasarana yang tersedia.Sedangkan fungsi kepuasan kerja adalah mendorong pegawai dalam melaksanakan suatu pekerjaannya dengan lebih baik. Ada banyak karyawan dengan kepuasan kerja tinggi tidak menjadi karyawan yang tinggi. tetapi tetap hanya sebagai karyawan rata-rata. Kepuasan kerja tersebut bukan merupakan suatu motivator yang kuat. Pengertian di atas dapat disimpulkan, bahwa motivasi timbul dari dalam diri seseorang yang mengacu dalam memuaskan kebutuhan. Semangat dalam diri seseorang agar dapat meningkatkan kinerjanya dalam mencapai prestasi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tingkat kepuasan pegawai terhadap sarana dan prasarana., kepuasan pegawai terhadap sarana ,dan tingkat kepuasan pegawai terhadap prasarana di Kantor dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek Penelitian ini dilakukan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek pada bulan Mei sampai Juni 2009. Populasi penelitian ini adalah staf Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek yang berjumlah 90 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel total yaitu 90 pegawai. Rancangan penelitian yang dipakai adalah rancangan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan instrumen angket. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Secara umum hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek berada dalam keadaan puas (87%) dengan frekuensi (78), dalam keadaan sangat puas (6%), dengan frekuensi (5), netral (8%) dengan frekuensi (7) tidak puas (0%) dan sangat tidak puas (0%). Sedangkan kepuasan pegawai terhadap sarana adalah puas (84%) frekuensi (76) sangat puas (6%) frekuensi (5) netral (10%) frekuensi (9) tidak puas (0%) sangat tidak puas (0), kepuasan pegawai terhadap prasarana di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek adalah puas dengan kategor (67%) frekuensi (60) sangat puas (3%) frekuensi (3), netral (29%) frekuensi (26), tidak puas (0%),dan sangat tidak puas (0) Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disaranakan bagi kepala Dinas hendaknya selalu melengkapi sarana dan prasaran agar pegawi bekerja lebih baik karena dengan sarana dan prasarana lebih baik maka kinerja dan produktivitas pegawai menjadi lebih optimal.Untuk Jurusan Administrasi Pendidikan hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk penelitian lebih lanjut mengenai kepuasan pegawai terhadap sarana dan prasarana. Untuk peneliti lain hendaknya melakukan penelitian dengan kajian sejenis dengan mengkaji variabel lain.

Pengaruh budaya organisasi dan pemberdayaan karyawan terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja (studi pada karyawan PT. Lestari Agro Kencana Tulungagung) Nia Nurmala Tamba

 

ABSTRAK Tamba, Nia Nurmala. 2009. Pengaruh Budaya Organisasi dan Pemberdayaan Karyawan Terhadap Komitmen Organisasi Melalui Kepuasan Kerja (Studi Pada Karyawan PT. Lestari Agro Kencana Tulungagung). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi S1 Manajemen, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed, M.Si. (II) Drs. Djoko Dwi K, M.Si Kata Kunci: Budaya Organisasi, Pemberdayaan Karyawan, Kepuasan Kerja, dan Komitmen Organisasi Perkembangan ekonomi telah mendorong terjadinya perubahan dengan cepat untuk mewujudkan keunggulan bersaing dalam memenangkan persaingan. Salah satu sumber ekonomi yang vital dan memiliki peran besar dalam mewujudkan tujuan perusahaan sekaligus memenangkan persaingan adalah adanya dukungan sumberdaya manusia atau karyawan. Setiap karyawan yang bekerja membutuhkan adanya satu kondisi pemberdayaan dimana karyawan memiliki kesempatan, kepercayaan dan tanggungjawab untuk menggunakan kemampuannya dalam kontrol, dan pengambilan keputusan guna mencapai hasil yang terbaik dari pekerjaan yang dilakukan. Selain itu, karyawan juga membutuhkan budaya organisasi yang kuat untuk mengarahkan perilaku mereka dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan perusahaan. Dengan tercapainya tujuan perusahaan dan adanya pemberdayaan karyawan, maka kepuasan kerja akan mereka dapatkan. Apabila budaya organisasi, pemberdayaan karyawan dan kepuasan kerja telah tercapai, maka karyawan akan merasa nyaman bekerja serta berniat untuk mempertahankan keanggotaannya dalam perusahaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan pemberdayaan karyawan terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja pada karyawan PT. Lestari Agro Kencana Tulungagung. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Lestari Agro Kencana pada bulan Maret sampai April 2009. Subjek penelitian ini adalah karyawan PT. Lestari Agro Kencana yang berjumlah 141 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan multistage sampling. Teknis analisis data menggunakan analisis jalur (Path Analysis) yang merupakan suatu bentuk terapan dari analisis regresi berganda (multiple regression analysis). Adapun tujuan dari analisis jalur adalah untuk mengetahui pengaruh langsung maupun pengaruh tidak langsung dari variabel bebas yaitu budaya organisasi (X1) dan pemberdayaan karyawan (X2) terhadap variabel terikat yaitu komitmen organisai (Y) melalui kepuasan kerja (Z) sebagai variabel intervening. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan item-item dari penelitian terdahulu yang telah teruji, sehingga uji coba kuesioner untuk menguji instrumen tidak perlu dilakukan. Sedangkan untuk validitas dan reliabilitas tetap dilakukan untuk menguji data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan tinggi terhadap variabel budaya organisasi (X1) dengan persentase sebesar 56%. Untuk variabel pemberdayaan karyawan (X2), sebagian besar responden memberikan penilaian yang tinggi dengan persentase sebesar 71%. Adapun sebagian besar responden menyatakan sangat puas terhadap variabel kepuasan kerja (Z) dengan persentase sebesar 63%. Sedangkan pada variabel komitmen organisasi (Y) sebagian besar responden menyatakan tinggi dengan persentase 61%. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa (1) ada pengaruh langsung yang signifikan antara budaya organisasi (X1) terhadap kepuasan kerja (Z) dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,333 dan Sig = 0,004. (2) ada pengaruh langsung yang signifikan antara pemberdayaan karyawan (X2) terhadap kepuasan kerja (Z) dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,400 dan Sig = 0,001. (3) Ada pengaruh langsung yang signifikan antara kepuasan kerja (Z) terhadap komitmen organisasi (Y) dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,368 dan Sig = 0,002. (4) Ada pengaruh langsung yang signifikan antara budaya organisasi (X1) terhadap komitmen organisasi (Y) dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,347 dan Sig = 0,001. (5) Ada pengaruh langsung yang signifikan antara pemberdayaan karyawan (X2) terhadap komitmen organisasi (Y) dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,239 dan Sig 0,025. (6) Ada pengaruh tidak langsung yang signifikan antara Budaya Organisasi (X1) terhadap komitmen organisasi (Y) melalui kepuasan kerja sebesar 0,123 dan pengaruh total adalah sebesar 0,470, (7) Pengaruh tidak langsung yang signifikan antara pemberdayaan karyawan (X2) terhadap komitmen organisasi (Y) melalui kepuasan kerja (Z) sebesar 0,147 dan pengaruh total adalah sebesar 0,386. Penilaian karyawan terhadap budaya organisasi di PT Lestari Agro Kencana dapat dikategorikan tinggi. Hal ini terlihat dari tantangan pekerjaan yang dihadapi karyawan cukup besar, komunikasi yang terbina antara manajer dengan karyawan dan antar karyawan sangat baik, kepercayaan selalu ditumbuhkan dengan kejujuran dan keterbukaan, karyawan diberikan kesempatan untuk memberikan ide dan kreatifitas untuk kemajuan perusahaan, dan hubungan sosial tercipta dengan baik dengan adanya suasana kekeluargaan, kerjasama, solidaritas kebersamaan dan silaturahmi. Penilaian karyawan terhadap pemberdayaan karyawan juga tinggi karena karyawan merasa diberikan kesempatan untuk memiliki pertanggungjawaban, kontrol dan kebijakan dalam melakukan pekerjaannya dengan baik. Kepuasan kerja karyawan juga tinggi, baik dalam hal pembayaran, rekan kerja maupun terhadap supervisi. Karyawan mendapatkan pembayaran yang berupa gaji dengan standar UMK (Upah Minimum Kabupaten) Tulungagung, uang lembur berdasarkan kuantitas kerja dan tunjangan sesuai volume pekerjaan per panen. Kepuasan terhadap rekan kerja dirasakan dengan adanya suasana kekeluargaan, kerjasama dan solidaritas. Kepuasan terhadap supervisi dirasakan dengan adanya sikap dan perilaku manajer yang peduli terhadap karyawan, serta menjadikan perusahaan sebagai tempat yang baik untuk bekerja. Adapun komitmen organisasi yang dimiliki karyawan juga tinggi karena karyawan dapat menerima nilai-nilai dan tujuan perusahaan, bekerja berdasarkan tanggungjawab dan kewajiban yang diberikan serta memiliki perasaan rugi jika meninggalkan perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar pihak perusahaan (1) Untuk meningkatkan budaya organisasi, dimana setiap karyawan diharapkan lebih memiliki pemahaman dan mengamalkan nilai-nilai yang sudah diterima dan dianut bersama guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan seperti penerapan motto, meningkatkan keterbukaan, profesionalisme, kreatifitas, dan kerjasama dalam bekerja. (2) Disarankan kepada perusahaan untuk melakukan pengadaan seragam bagi semua karyawan dengan tujuan untuk meningkatkan rasa integritas bagi karyawan-karyawannya. (3) Untuk meningkatkan suatu hubungan yang harmonis dan sebagai perekat sosial diantara karyawan dan manajer perusahaan, sebaiknya diadakan kegiatan yang dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan seperti rekreasi dan outbond secara berkala. (4) Perusahaan sebaiknya lebih memaksimalkan lagi tingkat pemberdayaan karyawan dengan cara memberikan pertanggungjawaban, kontrol dan kebijakan kepada karyawan-karyawannya dalam proses kerja. Misalnya dengan meningkatkan lagi intensitas pemberian pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan keterampilan karyawan dalam merawat tanaman dan mengolah hasil perkebunan yang bermutu tinggi, adanya sistem dimana karyawan harus menetapkan rencana, target, implementasi dan evaluasi dari pekerjaan yang dilakukan. Dengan begitu karyawan akan lebih merasa dimampukan, dipercaya dan diberikan kesempatan untuk melaksanakan semua aktivitas pekerjaan dengan baik yang berpengaruh pada peningkatan kepuasan kerjanya. (5) Disarankan pada perusahaan untuk memberikan kesempatan pada karyawan tidak tetap untuk diangkat menjadi karyawan tetap dengan memperhatikan ktiteria tertentu serta pertimbangan-pertimbangan seperti pengalaman kerja, masa kerja dan ketrampilan yang dimiliki.

Pengaruh stres kerja terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja (studi pada karyawan PT. Industri Sandang Nusantara Cabang Lawang) / Reza Marbyana

 

ABSTRAK Marbyana, Reza. 2009. Pengaruh Stres Kerja terhadap Komitmen Organisasi melalui Kepuasan Kerja Pada PT. Indusri Sandang Nusantara (Persero) Cabang Lawang. Skripsi, Jurusan Manajemen FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Nyoman Saputra, M.Si (II) Madziatul Churiyah, S.Pd. M.M Kata Kunci : Stres Kerja, Komitmen Organisasi , Kepuasan kerja. Pada tingkat tertentu stress itu memang dibutuhkan sebagai motivasi untuk menggerakkan segala kemampuan yang dimiliki agar dapat berprestasi tinggi, tetapi disisi lain stres juga dapat mengakibatkan kejenuhan yang tinggi yang berakibat karyawan bisa keluar dari pekerjaannya. Stres dikaitkan dengan outcomes yang berupa komitmen organisasi, kepuasan kerja, dan niatan untuk keluar. Kepuasan kerja dalam beberapa penelitian dihubungkan secara positif dengan komitmen. Semakin rendah tingkat stres kerja maka semakin tinggi komitmen organisasi dan kepuasan kerjanya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran deskriftif stres kerja, komitmen organisasi dan kepuasan kerja di PT. Indusri Sandang Nusantara, serta pengaruh masing-masing variabel stres kerja (X1), komitmen organisasi (X2) dan kepuasan kerja (Z) baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan analisis jalur. Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan (explanatory research), dengan menggunakan angket tertutup. Instrumen penelitian ini menggunakan item-item dan penelitian terdahulu yang telah teruji. Uji validitas dan reliabilitas data dipergunakan untuk menguji validitas dan relibilitas data yang diperoleh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan produksi PT. Indusri Sandang Nusantara yang berjumlah 250 orang, Sedangkan sampelnya diambil sebanyak 50 orang. Angket atau kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala likert. Analisis data menggunakan bantuan program SPSS 13. for windows. Hasil dari analisis yang didapat melalui penyebaran kuesioner menunjukkan bahwa (1) Terdapat pengaruh negatif secara langsung yang signifikan antara variabel stres kerja terhadap kepuasan kerja -0.372 (2) Terdapat pengaruh negatif secara langsung yang signifikan antara variabel stres kerja terhadap komitmen organisasi -0.367 (3) Terdapat pengaruh positif secara langsung yang signifikan antara variabel komitmen organisasi terhadap kepuasan kerja 0.271 (4) Terdapat pengaruh negatif secara tidak langsung yang signifikan antara variabel stres kerja terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja -0.1008. Saran yang dapat direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian yang didapat adalah (1) Bagi Perusahaan (a) Untuk mengurangi stres kerja yang mungkin terjadi pada karyawan PT. Industri Sandang Nusantara (Persero) cabang Lawang sebaiknya perusahaan memperhatikan dan mengantisipasi faktor-faktor yang memicu timbulnya stres kerja seperti tekanan pekerjaan (emosi, kegerahan, frustasi) dan gejala fisik (tegang, kehilangan selera makan, sulit untuk tidur dimalam hari, sakit perut, frekuensi detak jantung yang relatif cepat). Perusahaan harus memberikan beban kerja sesuai dengan kondisi fisik karyawannya sehingga karyawan tidak merasa tertekan dengan pekerjaannya di perusahaan (b) Pengukuran terhadap kepuasan kerja hendaknya dilakukan setiap periode waktu tertentu untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja karyawan, dengan demikian diharapkan dapat membuat mereka termotivasi untuk bekerja lebih baik lagi (c) Di perusahaan ini komitmen karyawannya tinggi. Sebagai imbalan yang harus diberikan kepada karyawannya maka perusahaan harus memperhatikan pembayaran gaji, tunjangan yang memuaskan sebagai kompensasinya agar karyawan bisa bekerja lebih baik lagi. (2) Bagi karyawan: Penelitian ini dilakukan supaya karyawan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi stres kerja, komitmen organisasi dan kepuasan kerja (3) Bagi peneliti selanjutnya: Menambah banyak variabel bebas yang bisa berpengaruh terhadap stres kerja seperti keinginan untuk keluar, disiplin kerja dan motivasi dan sebagainya.

Penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X.3 SMA Negeri 8 Malang tahun ajaran 2008/2009 / Riza Zuliya Nafisa

 

ABSTRAK Nafisa, Riza Zuliya. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas X.3 SMA Negeri 8 Malang Tahun Ajaran 2008/2009. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra Sunarmi, M. Pd (II) Dra. Amy Tenzer, M. S. Kata kunci: kooperatif jigsaw, motivasi belajar, hasil belajar. Motivasi belajar sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa motivasi belajar berkaitan erat dengan hasil belajar. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru biologi SMAN 8 Malang, diketahui bahwa selama ini pembelajaran Biologi di SMAN 8 Malang menggunakan metode konvensional dengan sedikit sekali praktikum. Para siswa kurang aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sehingga hasil belajarnya tidak maksimal dan pembelajaran menjadi kurang bermakna. Masih banyak siswa yang belum mencapai nilai SKM sekolah (75). Dari observasi awal diketahui bahwa 43,9% siswa belum mencapai SKM. Guru berusaha untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agar hasil yang dicapai sesuai dengan harapan. Guru berusaha meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memberi tugas kelompok, memberikan LKS, memberikan tugas rumah untuk membuat rangkuman. Namun ternyata usaha-usaha tersebut belum berhasil untuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga guru harus memilih salah satu metode yang dapat diterapkan dikelas untuk mengatasi permasalahan pembelajaran di kelas. Salah satu keunggulan dari pembelajaran kooperatif model jigsaw adalah adanya tanggung jawab setiap anggota kelompok yang dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar dengan baik untuk dapat memberikan penjelasan kepada anggota kelompok lainnya se-hingga diharapkan hasil belajar siswa akan meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X.3 SMAN 8 Malang tahun ajaran 2008/2009 melalui penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw dan 2) meningkatkan hasil belajar siswa kelas X.3 SMAN 8 Malang tahun ajaran 2008/2009 melalui penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) atau PTK. Pelaksanaan tindakan dilaksanakan pada bulan Pebruari-Juni 2009. Sumber data dalam penelitian ini adalah motivasi dan hasil belajar siswa kelas X.3 SMAN 8 Malang. Motivasi belajar siswa meliputi aspek minat, keaktifan, usaha konsentrasi, dan efisiensi kerja. Hasil belajar siswa diukur dari aspek kognitif yaitu dari hasil ulangan harian yang dilaksanakan tiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk matapelajaran Biologi dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X.3 SMAN 8 Malang, terlihat dari meningkatnya motiva-si belajar klasikal dengan kategori baik dari 50,24% pada siklus I menjadi 69,75% pada siklus II. Penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk matapelajaran Biologi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X.3 SMAN 8 Malang, terlihat dari meningkatnya persentase keberhasilan belajar klasikal dari 65,85% pada siklus I menjadi 80,49%

Pengembangan media pembelajaran matematika berbantuan komputer dengan program maplet untuk siswa SMA / Rofita Yusviana

 

ABSTRAK Rofita Yusviana. 2009. Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbantuan Komputer dengan Program Maplet untuk Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembina: (I) Drs. Ir. H. Herutomo, M. Pd, (II) Mahmuddin Yunus, S.Kom. Kata kunci: matematika, software, Maplet. Matematika sering menjadi pelajaran yang menakutkan bagi para siswa. Istilah-istilah baru, definisi yang membingungkan siswa, dan penjelasan konsep abstrak yang terkadang sulit dipahami oleh siswa menjadikan beberapa kendala dalam belajar matematika. Software matematika dengan Maplet dapat dijadikan salah satu media dan referensi dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan software pembelajaran matematika yang dapat digunakan dalam referensi pembelajaran matematika SMA. Software ini dapat digunakan oleh para guru dalam menyampaikan materi matematika SMA. Software ini juga dapat digunakan langsung oleh siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan prosedural yang bersifat deskriptif. Model pengembangan software ini melalui beberapa tahap, yaitu: (1) tahap identifikasi kebutuhan materi dan media; (2) tahap perancangan yang terdiri dari persiapan, pelaksanaan, dan editing; (3) tahap produksi software; (4) tahap validasi kelompok kecil yang terdiri dari tiga subjek validasi yaitu ahli media, ahli materi, dan audiens; (5) tahap revisi; dan (6) tahap pengemasan akhir. Uji validasi yang digunakan adalah uji kelompok kecil dengan tiga subjek validasi yang terdiri dari satu orang ahli media, satu orang ahli materi, dan beberapa audiens. Instrumen validasi yang digunakan berupa angket tertutup berbentuk chek list yang disertai dengan komentar, saran, dan rekomendasi. Data diolah dengan teknik deskriptif persentase dengan cara mengubah data kuantitatif menjadi bentuk persentase. Hasil pengembangan software matematika SMA ini memenuhi kriteria valid dari ahli media, ahli materi, dan audiens. Ahli media menyarankan agar mengembang software ini juga dilakukan pada pengembangan berbasis web. Ahli materi memberikan saran bagus kepada software matematika SMA ini. Penguji 1, Penguji 2, Penguji 3, Drs. Rustanto Rahardi, M.Si Drs. Ir. H. Herutomo, M.Pd Mahmuddin Yunus, S.Kom NIP 196305021990011001 NIP 196305021990011001 NIP 197212082000031001

Pengaruh penguasaan konsep asam basa terhadap tingkat penguasaan konsep hidrolisis garam yang diajarkan dengan model learning cycle 5 fase / Lailatul Mufidah

 

ABSTRAK Mufidah, Lailatul. 2008.Pengaruh Penguasaan Konsep Asam-Basa terhadap Tingkat Penguasaan Konsep Hidrolisis Garam yang Diajarkan dengan Model Learning Cycle 5 Fase.Skripsi, Jurusan Kimia Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mohammad Sodiq Ibnu, M.Si (II) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S. Kata kunci:Penguasaan konsep asam basa, penguasaan konsep hidrolisis garam, Learning cycle Pemahaman hubungan antar konsep sangat diperlukan dalam pembelajaran kimia. Penguasaan konsep-konsep sederhana akan mempermudah dalam memahami konsep yang lebih kompleks. Konsep asam-basa mendasari penguasaan konsep hidrolisis garam, diduga apabila siswa kurang menguasai konsep asam basa, maka siswa juga kurang menguasai konsep hidrolisis garam. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa ahli penerapan model learning cycledapat meningkatkan pemahaman siswa, berdasarkan keunggulan ini diyakini bahwa modellearning cycle dapat mengoptimalkan penguasaan konsep asam-basa dan hidrolisis garam. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui: (1) tingkat penguasaan konsep asam-basa siswa kelas XI IPA, (2) tingkat penguasaan konsep hidrolisis garam yang diajarkan denganlearning cycle siswa kelas XI IPA, (3) hubungan antara tingkat penguasaan konsep asam-basa dengan tingkat penguasaan konsep hidrolisis garam siswa kelas XI IPA. Penelitian menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA 5 SMA Negeri 8 Malang tahun ajaran 2008-2009 yang berjumlah 41 orang, diambil secara acak kelompok dengan melakukan undian. Untuk memperoleh data penelitian digunakan tes penguasaan konsep asam-basa dan tes penguasaan konsep hidrolisis garam. Data diambil dengan tes sendiri sebanyak 20 soal pilihan ganda yang valid dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,817. Analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas dan uji linearitas. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penguasaan konsep asam-basa siswa kelas XI SMA Negeri 8 Malang tergolong baik dengan nilai rata-rata 80,97. Tingkat penguasaan konsep hidrolisis garam tergolong baik dengan nilai rata-rata sebesar 87,07. Nilai rxysebesar 0,649 pada taraf signifikansi 0,05, menunjukkan terdapat hubungan yang kuat antara penguasaan konsep larutan asam-basa terhadap penguasaan konsep hidrolisis garam siswa kelas XI IPA SMA Negeri 8 Malang dan penguasaan konsep asam-basa harus terjadi lebih dahulu dibandingkan penguasaan konsep hidrolisis garam. Hal ini menunjukkan penguasaan konsep asam-basa memberikan pengaruh terhadap penguasaan konsep hidrolisis garam pada pengajaran menggunakan modellearning cycleuntuk mengoptimalkan penguasaan konsep asam-basa dan hidrolisis garam. i

Penetapan kadar kromium (Cr) pada ikan gabus, mujair dan bader di sungai Surabaya / Rendi Wahyu Septiantoro

 

ABSTRAK Septiantoro, Rendi, Wahyu. 2009. Penetapan Kadar Kromium (Cr) Pada Ikan Gabus, Mujair dan Bader di Sungai Surabaya. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. M. Sodiq Ibnu, M.Si., (II) Drs. Yudhi Utomo, M. Si. Kata kunci: Sungai Surabaya, Ikan, Kromium (Cr) Sungai Surabaya merupakan DAS (Daerah Aliran Sungai) Brantas bagian hilir dengan panjang sekitar 40 km, meliputi beberapa daerah yang telah dibagi beberapa titik mulai dari Bendungan Lengkong Baru yang terletak di daerah Mojokerto sampai pintu air Jagir yang berada di daerah Surabaya. Pada tahun 2008 dilaporkan bahwasanya kandungan kromium pada air sungai Surabaya rata-rata berkisar antara 0,03-0,41 ppm. Data tersebut menunjukan bahwa konsentrasinya telah melampui ambang batas kadar kromium perairan sebagai saluran irigasi, pertanian dan perikanan. Kandungan Cr di perairan dimungkinkan akan lebih tinggi pada biota (ikan) karena logam Cr dapat terakumulasi dalam tubuh ikan. Di sungai Surabaya sering dijumpai masyarakat atau penduduk melakukan penangkapan ikan gabus, mujair dan bader untuk di konsumsi sendiri maupun untuk dipasarkan. Adanya dugaan pencemaran sungai oleh logam berat kromium, dikhawatirkan dapat mempengaruhi kesehatan penduduk yang mengkonsumsi ikan tersebut. Tujuan dari penelitian adalah 1.) Mengetahui kadar kromium yang terkandung dalam ikan gabus, mujair, bader di sungai Surabaya dan standar baku mutu yang dianjurkan menurut Pengawasan Obat dan Makanan (POM), 2.) Mengetahui kaitan antara kadar kromium pada ikan dan perairan Sungai Surabaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juni 2009 sebanyak 3 kali ulangan pengambilan dengan interval 2 minggu sekali. Tahap pertama adalah melakukan sampling ikan di sungai Surabaya. Tahap kedua adalah preparasi sampel hingga ke proses dekstruksi sampel menggunakan asam nitrat pekat. Tahap ketiga adalah penentuan kadar kromium(Cr) dalam sampel menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium FMIPA Universitas Negeri Malang dan Laboratorium Kualitas Air Perum Jasa Tirta Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 2 lokasi titik pengambilan sampel ikan yaitu Lengkong dan Karangpilang, kadar Cr selama tiga kali pengambilan pada ikan gabus dan mujair masing-masing 1,151-3,082 mg/kg berat basah dan 0,745-0,845 mg/kg berat basah, sedangkan pada ikan bader jauh lebih rendah berkisar 0,019-0,065 mg/kg berat basah. Apabila dibandingkan dengan standar baku mutu menurut Pengawasan Obat dan Makanan (POM) dapat dikatakan bahwa kadar Cr pada ikan gabus dan mujair sudah melebihi ambang batas, sedangkan pada ikan bader belum melebihi ambang batas sehingga masih dalam taraf aman dan layak untuk di konsumsi. Tingginya kadar Cr yang terkandung dalam ikan gabus dan mujair memberikan pola keterkaitan dengan kondisi Cr di perairan, yakni diduga pada kadar Cr perairan tinggi maka kadar Cr pada ikan semakin tinggi.

Penarapan model learning cycle dan team game tournament (TGT) dalam pembelajaran materi senyawa hidrokarbon pada siswa kelas X MAN 3 Malang tahun ajaran 2008/2009 / Nurhidayah

 

ABSTRAK Nurhidayah . 2009. Penerapan Model Learning Cycle dan Team Game Tournament (TGT) dalamPembelajaran Materi Senyawa Hidrokarbon pada Siswa Kelas X MAN 3 Malang Tahun Ajaran 2008/ 2009.Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hayuni Retno Widarti, M. Si (2) Drs. Ida Bagus Suryadharma,M.S. Kata Kunci: Learning Cycle,TGT, Prestasi, Kualitas, Senyawa hidrokarbon . Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia baik dari segi kognitif, afektif, dan psikomotor. Tiga ranah pendidikan ini seharusnya dapat diwujudkan secara utuh sebagai hasil dari suatu proses pembelajaran di sekolah. Akan tetapi faktanya tiga hal ini belum bisa diwujudkan karena proses pembelajaran di lapangan masih memakai model serta metode-metode pembelajaran yang konvensional yang berpusat pada guru (teacher-centered). Pendekatan pendidikan yang ada harus diganti dari pola konvensional menjadi konstruktivistik yaitu pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered). Pergeseran paradigma tersebut diupayakan dengan cara menghilangkan ide-ide lama dan mengantinya dengan ide baru yang sesuai dengan perkembangan zaman, oleh sebab itu guru memerlukan strategi pembelajaran yang efektif, efisien, dan menyenangkan. Untuk itu dicoba digunakan Learning Cycle (LC 5-E) yaitu model pembelajaran kontruktivistik yang meliputi fase engagement, exploration, explanation, elaboration, dan evaluation yang dipadukan dengan model Team Games Tournamen (TGT) dalam pembelajaran senyawa hidrokarbon. Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan hasil belajar siswa yang pembelajarannya menggunakan model Learning Cycle-Cooperative Learning(TGT) dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model Learning Cycle, (2) Kualitas proses pembelajaran dengan menggunakan model Learning Cycle-Cooperative Learning(TGT) dan yang menggunakan Learning Cycle di MAN 3 Malang, (3) Persepsi siswa yang pembelajarannya menggunakan model Learning Cycle-Cooperative Learning(TGT) dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model Learning Cycle. Penelitian merupakan penelitian dengan rancangan ganda, yaitu rancangan eksperimental semu dan deskriptif. Rancangan eksperimental semu digunakan untuk membandingkan prestasi belajar siswa, sedangkan rancangan deskriptif digunakan untuk mendeskriptifkan keterlaksanaan proses dan respon siswa terhadap pembelajaran yang diterapkan. Variabel penelitian ini yaitu variabel bebas berupa model pembelajaran, variabel terikat yaitu prestasi, dan variabel kontrol untuk waktu belajar. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X MAN 3 Malang Tahun Ajaran 2008/2009. Adapun sampel penelitian adalah siswa kelas XD sebagai kelas eksperimen(Learning Cycle-Cooperative i Learning(TGT)) dan XC sebagai kelas kontrol(Learning Cycle ) yang di ambil secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, lembar observasi, angket, dan catatan lapangan. Tes terdiri dari 30 butir soal valid,Reliabilitas 0,781, sehingga tergolong mempunyai reliabilitas sangat tinggi. Data dianalisis dengan analisis statistik uji-t menggunakan bantuan SPSS 11.5 for windows dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa di kelas eksperimen dengan siswa di kelas kontrol. Perbedaan nampak dari rata-rata prestasi belajar siswa yaitu 86,1 untuk kelas eksperimen dengan 82,2 untuk kelas kontrol, (2) Terdapat perbedaan keaktifan selama proses pembelajaran antara siswa dikelas eksperimen dengan siswa dikelas kontrol. Persentase siswa yang aktif dikelas eksperimen 74,5%, sementara di kelas kontrol siswa yang aktif adalah 44,4%, perbedaan ini signifika, (3) persepsi dan minat siswa terhadap pelajaran kimia dan model pembelajaran Learning Cycle TGT menunjukkan hasil positif, artinya persepsi siswa baik terhadap model pembelajaran Learning Cycle 傍GT. Hal tersebut terlihat dari persentase minat siswa terhadap model pembelajaran Learning Cycle TGT yaitu 88,9% menunjukkan hasil sangat baik dan 2,86% menunjukkan hasil kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model Learning Cycle-TGT dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa, sehingga model Learning Cycle-TGT dapat digunakan sebagai model alternatif dalam pembelajaran kimia.

Peranan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dalam melaksanakan pembangunan dengan menggunakan dana PNPM Mandiri di Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang / Yohanes Setyo Agung Pamungkas

 

ABSTRAK Pamungkas, Yohanes Setyo Agung, 2009, Peranan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Dalam Melaksanakan Pembangunan Dengan Menggunakan Dana PNPM Mandiri Di Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Skripsi, Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Sukowiyono, SH., MH, (II) Drs. Ktut Diara Astawa, SH., MSi Kata kunci: pemberdayaan, pembangunan, peran LPMK Pembangunan di tingkat kelurahan memang perlu didukung oleh adanya peran serta masyarakat secara nyata, karena hanya dengan dukungan masyarakat itulah pembangunan di wilayah Kelurahan dimungkinkan dapat berjalan secara lebih efektif. Keberhasilan pembangunan di tingkat Kelurahan dapat terwujud apabila pembangunan dilaksanakan berdasarkan pencapaian kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap objek pembangunan. Salah satu lembaga yang dapat menampung aspirasi masyarakat tingkat kelurahan adalah LPMK. Dimana LPMK sebagaimana dimaksud Pasal 7 Perda Kota Malang No. 18 Tahun 2001 Tentang Pembentukan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Di Kota Malang mempunyai tugas: a) menyusun rencana pmbangunan yang partisipatif, b) menggerakkan swadaya gotong royong masyarakat, c) melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Lurah. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri di Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, kegiatan yang dilakukan LPMK dalam pelaksanaan Pembangunan dengan menggunakan dana PNPM Mandiri di Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, hambatan-hambatan LPMK dalam pelaksanaan Pembangunan dengan menggunakan dana PNPM Mandiri di Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dan upaya LPMK dalam mengatasi hambatan pelaksanaan Pembangunan dengan menggunakan dana PNPM Mandiri di Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Hasil penelitian menyatakan : 1. PNPM mandiri yang dilaksanakan di Kelurahan Mojolangu terdapat dua jenis program yaitu program fisik dan pemberian dana bergulir. Pada tahun 2007 dilaksanakan 2 tahap pelaksanaan yaitu tahap fisik berupa pembangunan fasilitas / sarana prasana umum yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat banyak. Dan perencanaan yang dilakukan telah sesuai dengan prosedur penanganan PNPM Mandiri di setiap kelurahan dimana dalam perencanaannya telah melalui beberapa tahap perencanaan yaitu penjaringan aspirasi, musyawarah pengembangan kelurahan di kelurahan Mojolangu melalui rembug desa dan persetujuan proposal yang diajukan oleh tiap RW di wilayah kelurahan Mojolangu. Adapun pelaksanaan program fisik oleh PNPM Mandiri yang dilaksanakan di Kelurahan Mojolangu adalah sebagai berikut: 1. Pembangunan Saluran Air untuk Pencegahan Banjir RW 2, RW 4, RW 6 dan RW 14, 2. Pengerasan Jalan Kampung/ Pavingisasi RW 5, RW 17, RW 18, 4.Pembuatan Keranda RW 7, RW 14, dan 5. Pembangunan Belik Pitu RW. 6. Evaluasi program sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat, BKM diperiksa oleh auditor independen dan melakukan laporan pertanggungjawaban dalam forum rembug warga masyarakat yang diadakan pada setiap tahun. Dana yang dianggarkan oleh PNPM Mandiri pemerintah pusat memberikan stimulan alokasi dana bantuan sebesar Rp. 250 juta. Dan laporan evaluasi auditor telah dikirimkan ke pusat. Dari hasil penelitian dapat dilihat kegiatan LPMK dengan lembaga lain dalam fase pertanggungjawaban. Kegiatan dalam pelaksanaan program PNPM Mandiri di Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dalam pertanggungjawaban kepada masyarakat, BKM diperiksa oleh auditor independen dan melakukan laporan pertanggungjawaban dalam forum rembug warga masyarakat yang diadakan pada setiap tahun. Hambatan LPMK Kelurahan Mojolangu dalam fase perencanaan adalah banyaknya proposal pengajuan proyek yang tidak disertai dengan data yang akurat. Sehingga apabila proposal tersebut telah masuk di Musrenbangkel maka harus dilakukan pengecekan ulang yang membutuhkan waktu dan pengerjaan yang tidak sedikit. Sehingga diharapkan pada proposal yang diajukan di tingkat RT maupun RW agar dalam pembuatannya dilengkapi dengan data dan fakta yang akurat sehingga apabila proposal tersebut sudah di musyawarahkan di tingkat Kelurahan dapat dilakukan proses lebih lanjut. Sedangkan hambatan LPMK Kelurahan Mojolangu dalam pelaksanaan pembangunan melalui program PNPM Mandiri adalah dalam pelaksanaan penyaluran PNPM Mandiri di wilayah Kelurahan Mojolangu antara lain antrian usulan yang menumpuk kadang sulit terpenuhi, karena tidak sesuai dengan besarnya dana yang telah disediakan. Untuk itu upaya yang dilakukan oleh LPMK Kelurahan Mojolangu adalah mengintensifkan komunikasi antara pihak pengurus RT dan RW sebagai penjaringan aspirasi masyarakat dengan birokrasi Kelurahan sebagai pelaksana pemerintahan. Dengan komunikasi yang intens dapat mengurangi dan meminimalisir perbedaan serta menemukan program yang cocok bagi masyarakat melalui (Musrenbangkel) Musyawah Rencana Pembangunan Tingkat Kelurahan Mojolangu melalui pelaksanaan program PNPM Mandiri.

Pengaruh diferensiasi pelayanan terhadap kepuasan konsumen dalam membeli sepeda motor Yamaha (studi pada konsumen dealer Unggul Motor Malang) / Brahma Wahyu Kurniawan

 

Setiap perusahaan saling berusaha untuk memberikan keunggulan bersaing yang memuaskan bagi konsumennya, tetapi hanya perusahaan yang berfokus pada kepuasan konsumen yang dapat menarik konsumen dengan baik. Apabila perusahaan telah mampu melaksanakan keunggulan pada produknya dengan tujuan terciptanya kepuasan konsumen yang berkesinambungan, maka tantangan baru dalam perusahan adalah bagaimana perusahaan dapat mempertahankan atau meningkatkan keunggulan tidak hanya dari segi produk namun juga dari segi pelayanannya karena untuk dapat memenangkan persaingan, perusahaan harus dapat menarik pelanggan dan mengungguli pesaing mereka dengan cara memenuhi dan memuaskan kebutuhan konsumen dengan lebih baik melalui kualitas layanan yang lebih unggul. Dealer Unggul Motor Malang sebagai salah satu dealer Yamaha yang bergerak di bidang penjualan, pemeliharaan dan suku cadang sepeda motor merk Yamaha yang memiliki konsep memberikan pelayanan terbaik untuk kepuasan konsumen dalam usahanya, merasa perlu untuk mempertahankan eksistensi perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh secara langsung diferensiasi pelayanan yang meliputi kemudahan pemesanan, pengiriman, informasi penggunaan, konsultasi pelanggan, pemeliharaan dan perbaikan, garansi dan bonus. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasional, data yang diperoleh mengguankan angket tertutup. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli sepeda motor Yamaha di Dealer Unggul Motor Malang, dengan menggunakan rumus infinite population dengan taraf kesalahan 5%, didapatkan sampelnya adalah 73 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling. Pengambilan data primer dalam penelitian ini menggunakan instrumen penelitian yang berupa angket atau kuesioner, yang sebelumnya telah diuji melalui uji validitas dan uji reliabilitas yang diujikan kepada 30 responden di luar sampel yang akan diteliti. Instrumen penelitian tersebut menggunakan Skala Likert dengan 4 skala pengukuran untuk diferensiasi pelayanan yang meliputi: sangat setuju (4); setuju (3); tidak setuju (2); sangat tidak setuju (1). Sedangkan untuk kepuasan konsumen diberikan 4 skala pengukuran yang meliputi: sangat puas (4); puas (3); tidak puas (2); sangat tidak puas(1). Data sekunder dari penelitian ini diperoleh melalui teknik dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) nilai β1= 0,343; SE sebesar 9,48%; nilai thitung= 2,634 > ttabel= 1,996 Sig t= 0,011< 0,05 dengan taraf signifikansi 0,05 maka diperoleh kesimpulan bahwa kemudahan pemesanan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen dalam membeli sepeda motor Yamaha di Dealer Unggul Motor Malang; (2) Nilai β2=0,082; SE sebesar 1,21%; nilai thitung= 0,902 < ttabel= 1,996; Sig t= 0,370 > 0,05 dengan taraf signifikansi 0,05 maka diperoleh kesimpulan bahwa pengiriman tidak berpengaruh terhadap kepuasan konsumen dalam membeli sepeda motor Yamaha di Dealer Unggul Motor Malang; (3) Nilai β3= 0,331; SE sebesar 11,22%; nilai thitung= 2,889 > ttabel= 1,996; Sig t=0,005< 0,05 dengan taraf signifikansi 0,05 maka diperoleh kesimpulan bahwa informasi penggunaan produk berpengaruh terhadap kepuasan konsumen dalam membeli sepeda motor Yamaha di Dealer Unggul Motor Malang; (4) β4=0,335; SE sebesar 14,89%; nilai thitung=3,404> ttabel= 1,996; Sig t=0,001< 0,05 dengan taraf signifikansi 0,05 maka diperoleh kesimpulan bahwa konsultasi pelanggan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen dalam membeli sepeda motor Yamaha di Dealer Unggul Motor Malang; (5) β5=0,748; SE sebesar 26,41%; nilai thitung=4,862> ttabel= 1,996; Sig t=0,000< 0,05 dengan taraf signifikansi 0,05 maka diperoleh kesimpulan bahwa pemeliharaan dan perbaikan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen dalam membeli sepeda motor Yamaha di Dealer Unggul Motor Malang; (6) β6=0,182; SE sebesar 6,35%; nilai thitung=2,115> ttabel= 1,996; Sig t=0,038< 0,05 dengan taraf signifikansi 0,05 maka diperoleh kesimpulan bahwa garansi dan bonus berpengaruh terhadap kepuasan konsumen dalam membeli sepeda motor Yamaha di Dealer Unggul Motor Malang; nilai F=37,238; Sig F=0,000 dan Adjusted R Square sebesar 75,1%. Dimensi diferensiasi pelayanan yang memiliki pengaruh dominan terhadap kepuasan konsumen dalam membeli sepeda motor Yamaha di Dealer Unggul Motor Malang adalah pemeliharaan dan perbaikan. Saran penulis adalah (1) Dealer Unggul Motor Malang, hendaknya lebih memperhatikan faktor pemeliharaan dan perbaikan. Hal ini didasarkan pada hasil penelitian ini yang menyebutkan bahwa faktor pemeliharaan dan perbaikan merupakan faktor yang berpengaruh dominan terhadap kepuasan konsumen dalam membeli sepeda motor Yamaha di Dealer Unggul Motor. Karena itu disarankan agar Dealer Unggul Motor Malang dapat selalu menjaga kualitas fasilitas pemeliharaan dan perbaikan melalui pemilihan mekanik yang handal, peralatan yang canggih dan lengkap serta ruang tunggu yang selalu terjaga kebersihannya sehingga dapat meningkatkan kepuasan konsumen. (2) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pengiriman tidak berpengaruh terhadap kepuasan konsumen, tetapi proses pengiriman yang diberikan Dealer Unggul Motor Malang sudah direspon sangat baik oleh konsumen dealer, sehingga Dealer Unggul Motor perlu menjaga konsistensi dan meningkatkan kualitas proses pengiriman agar mampu memberikan pengaruh kepuasan kepada pelanggan. (3) Hendaknya Dealer Unggul Motor Malang mempercepat proses pengurusan surat-surat kendaraan bermotor seperti BPKB dan STNK. Serta menepati perjanjian dengan konsumen mengenai kapan surat selesai dan dapat diambil.

Pengaruh pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, dan sikap terhadap ekosistem sungai siswa kelas X SMA Shalahudin Malang / Grienny Nuradi Atmidha

 

ABSTRAK Atmidha, Grienny Nuradi. 2009. 善engaruh Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap Kemampuan Berpikir Kritis, Hasil Belajar, dan Sikap terhadap Ekosistem Sungai Siswa Kelas X SMA Shalahudin. Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. A.D. Corebima, M.Pd, (2) Dra. Susriyati Mahanal, M.Pd. Kata kunci : Pembelajaran berbasis proyek, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, sikap siswa terhadap ekosistem sungai Pemberdayaan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran biologi sangat penting untuk dikembangkan karena erat kaitannya dengan hasil belajar kognitif siswa yang selanjutnya mempengaruhi sikap siswa terhadap lingkungan. Alternatif strategi pembelajaran yang dapat memberdayakan kemampuan berpikir kritis siswa adalah pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini dilakukan di SMA Shalahudin Malang pada tanggal 16 Maret 2009- 31 Mei 2009. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas X SMA Shalahudin Malang semester Genap tahun Pelajaran 2008-2009 yang berjumlah 38 siswa, terdiri dari kelas X1 (kelas eksperimen )18 siswa dan kelas X2 (kelas kontrol) 19 siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian Non-equivalent Control Group Design. Analisis data hasil penelitian menggunakan analisis statistik kovarian untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, dan sikap siswa terhadap ekosistem sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas X SMA Shalahudin. Siswa yang difasilitasi pembelajaran berbasis proyek memiliki kemampuan berpikir kritis 85,6% lebih tinggi dari siswa yang difasilitasi dengan pembelajaran konvensional. Hasil belajar siswa yang difasilitasi pembelajaran berbasis proyek 84,5% lebih tinggi juga dari siswa yang difasilitasi dengan pembelajaran konvensional. Pembelajaran berbasis proyek juga berpengaruh terhadap sikap siswa kelas X SMA Shalahudin terhadap ekosistem sungai di Malang. Siswa yang difasilitasi pembelajaran berbasis proyek memiliki sikap 14,1% lebih tinggi dari siswa yang difasilitasi dengan pembelajaran konvensional. i ii

Deskripsi tokoh utama pada novel larung karya ayu utami oleh Wahyu Imaniyah M.P

 

Tokoh merupakan hal yang penting untuk drjadikan kajian, karena tokoh sebagai pembawap esan.B erkaitand engank ajian penelitiani ni, salahs atuw ahanay ang dapat digunakanu ntukm engembangkatno koh adalahk arya sastrad alamh al ini novel. Datap enelitiani ni berupad atav erbal,y aitu pemyataanto koh,b aik berupa dialogt okoh, monolog,d an pemyataan-pernyatanaanr ator.S umberd atap enelitiani ni berupan ovelL arungK aryaA yu Utami.B erdasarkaunr aiand i atas"p enelirianin i bertujuan( l) mendeskripsikanto koh utamap adanoveLl arungK arya A1u Utami, (2) mendeskripsikafna ktor pembentukto koh utama,( 3) mendeskripsikahnu bunganto koh utama dengan tokoh tambahan. Unh-rkm endapatkahna sil yang sesuaim, akad i gunakanm etoded eskriptif kualitatif,k arenak arakteristikm etodet erseburt elevand engant qjuand anp ermasalahan dalamp enelitiani ni. Pendekatayna ngd igunakana dalahp ardekatans osiologisd an stnrktural. Sesuadi enganh asil analisisd ata,d apatd ikemukaanb ahwad alamn ovel ini dapat diternukan tentang karakter tokoh utama yaitu Larung. Larung merupakan sosok yangm emiliki kepribadiana nehd anr iwayat hidup yang muskil buatk ebanyakano rang, disisi lain keanehannyian ilah yang membuatd ia memiliki kecerdasand i atasr ata-rata, dengank etakterdugaannyay ang kadang-kadangm enyenangkank adang-dangt idak. Disisi lain sosoki ni merupakanp ribadiy ang mengidaps chizophreniaya ngp ada alihimyad apatm embelenggua kal sehatnyaS. eksd anp otitik merupakanfa ktor pernbentuk tokoh utama, hal ini ditandai dengan latar belakang riwayat hidup tokoh larung yang sarat dengan masalah politik yaitu luka sejarah, dan juga ketertarikan Lmungp adam asalahp olitik itu berawald mi demontrasmi enentangp embredelanko ran dan berlanjut pada kegiatan percetakan bawah tanah. sedangkan masalah seks tidak begitum endomhasip embentukanto koh Lanng. Hubunganla nrngd enganto koh tambahanh anyalahs ebatash ubungank erja samay aihr melaluip ercetakanb awaht anah yangm elibatkant okoh Samand an Yasmin.W aktu prosesk erja samam ereka,m ereka dihadapakanp adas atup eristiway aitu prosesp enyelamatatnig a aktivis Solidarlit.D ari persoalante rsebutm asalahp olitik muncul,t etapip adan ovel ini masalahp olitik dan seks yang merupakan terna tidak di usrnrg ole{r semua karakter tetapi dibedakan. Masalahp olitik lebih diwakili oleht okoh Laki-laki sedangkanm asalahs eksd iwakili oleh tokoh perempuan. Tema politik merupakan rekonsffuksi dari tonggak peristiwa munculnya dan runtuhnya orde baru. iii Sinopsisd ari novel tersebutm erupakanp engungkapand ari ftagmen kehidupanm anusia dalamj angkaw akrul amad an didalamnyate rjadik onflik yangm enyebabkatne qiadinya perubahanja lan hidup parap elakunya.K onflik yang diembant okoh dalam suatu peristiwa dapat memunculkan tema. Dan uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Larung adalah tokoh utama padan ovel ini, ia mempunyaki epribadiany ang anehb uatk ebanyakano rangs angat mustahil,d engans chizopreniay ang membelorggua kal sehat okoh. Faktorp olitik sangabt erpengaruhb agi pembentukanto koh utama.H ubungant okoh utamad an tambahan hanya terlihat pada kerja sama kerja yang mangarah pada persoalan politik yang dilatar belakangi oleh masa orde baru. tv

Penggunaan analisis rasio keuangan dan economic value added (EVA) untuk menilai kinerja keuangan pada PT. British American Tobbaco Tbk oleh Febiola Niken Purbosari

 

Perusahaamn erupakans uatul embagay angd ikelola untuk mencapasi uatu tuJuant ertentud enganm enggunakanb erbagais umberd aya yang ada dan sifatnya terbatas.T ujuanu tamad idirikannyap erusahaasne lakue ntitasb isnisa dalahu ntuk memaksimumkan nilai perusahaan bagi kelangsungan usaha. Kemampuan perusahaanu ntuk dapat bersaing sangatd itentukan oleh kinerja perusahaanit u sendiri. Perusahaanya ng tidak mampu mempertahankakni neqjanyal,a mbat laun akant ergusurd ari lingkunganb isnis. Alat yangd igunakahd alamp erhitungank inerja keuangans elamai ni adalahA nalisis Rasio Keuangan.N amun kemudiand isadari bahwa rasio keuangan yang digunakan untuk pengukuran kinerja ini memiliki kelemahand iantaranyaa dalahr asio keuangant ersebutm engabaikana danyab iaya modal,s ehinggas ulit untuk mengetahuai pakahp erusahaamn enghasilkan ilai atau tidak. Pengukurank inerja keuangant imbul sebagaia kibat ditetapkannyatu juan perusahaatne lahd icapaia taut idak. Dalam pengukurank inerja keuanganp erusahaanb anyak metode yang digunakand an salahs atunyaa dalahE conomicv alue Added. EVA merupakans uatu perangkafti nansialu ntuk mengukurk euangann yatao perasip erusahaanS. elaini tu hasil dari setiapa nalisisr asio keuanganti dak dapatb erdiri sendiri,m elainkanh arus diperbandingkand enganr asio perusahaans ejenisy ang mempunyait ingkat resiko yang hampir sama. Mengingat keterbatasany ang ada pada analisis rasio maka muncullaha nalisisE conomicV alueA dded. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan analisisE conomic value Added (EVA) sebagaia lat pengukurank inerja keuangan perusahaanp ada PT. British American TobbacoT bk. Penelitiani ni menggunakan metode deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus dimana objek penelitiannya adalahP T. BritishA mericanT obbacoT bk, denganjenisd atay angd igunakana dalah data sekunder yang diperoleh dari Pojok BEJ Universitas Brawrjaya Malang dan PusaDt ataB isnisU niversitaNs egeriM alang. lJerdasarkanh asil perhitungand an analisis yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa EVA terbesar pada PT. British American Tobbaco terjadi pada tahun 200l . Padat ahun 1999,2000,2002w alaupunm engalamfi luktuasin amun masiht etap menunjukkann ilaj EVA yang positif. Hal ini berartib ahwap erusahaan mampu memberikan nilai tambah ekonomi kepada para pemegang saham sesuai denganb esarnyain vestasyi angd itanamkanp adap erusahaanS. edangkapna dat ahun 1998 PT. British AmericanT obbacoT bk mengalamEi VA yang negatif,h al ini menunjukkanb ahwa perusahaanti dak mampu memenuhi harapan-harapapna ra penyandandga nat erutamap emegangsa hamnya. Darip enelitiany angt elahd ilakukanm akai nvestotri dakp erluk hawatirb ila akanm enanamkanm odalnyap ada perusahaanin i, karena PT. British American TobbacoT bk mempunyaki inerja keuangany angc ukupb aik terbuktid engana danya penambahannil ai tambahe konomisd ari tahunk e tahun. Hal ini menunjukkanb ahwa perusahaatind ak mengalamki esulitanu ntuk melakukank ewajibannyap adai nvestor

Perancangan alat permainan edukatif sebagai media pengenalan budaya lokal Indonesia / Fitri Kurniawati

 

ABSTRAK Kurniawati, Fitri. 2009. Perancangan Alat Permainan Edukatif sebagai media Pengenalan Budaya Lokal Indonesia, Program Studi Desain Komunikasi Visual Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. Sugiyono Ardjaka , M.Sc. Kata kunci: Perancangan, Alat Permainan Edukatif, Pengenalan Budaya Lokal Indonesia . Mengenalkan kebudayaan Indonesia secara dini kepada anak-anak bisa menjadi hal penting karena saat ini banyak generasi muda yang kurang begitu mengenal dan mencintai kebudayaan daerah Indonesia. Di dalam kegiatan belajar mengajar terutama dalam pelajaran pengetahuan sosial kebanyakan anak-anak kurang begitu mengenal dan merasa kesulitan ketika menghafal kebudayaan daerah Indonesia. Kebudayaan Indonesia memang dikenal sangat majemuk. Dewasa ini negara Indonesia terbagi menjadi 34 propinsi, yaitu : Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep.Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, DKI.Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI.Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur,Maluku, Maluku Utara, Irian Jaya Barat, Irian Jaya Tengah, Papua. Untuk menyiasati agar anak-anak tidak kesulitan dalam mengenal kebudayaan Indonesia maka dirancang alat permainan edukatif. Hasil perancangan ini terdiri atas media utama dan media pendukung. Media utama berupa alat permainan edukatif yang terdiri dari permainan papan dan permainan kartu. Merancang media pengenalan budaya berbentuk permainan edukatif yang mengarah pada efisiensi komunikasi dan informasi yang jelas mengenai kebudayaan indonesia yang meliputi pakaian daerah Indonesia, beberapa senjata Tradisional, beberapa rumah adat, serta beberapa alat musik asli Indonesia. Media ini dirancang agar anak-anak bisa mengenal kebudayaan Indonesia walaupun belum keseluruhan kebudayaan yang ditampilkan. Pesan pokok yang diangkat dalam Perancangan Alat Permainan edukatif sebagai media pengenalan daerah dan budaya Indonesia adalah menginformasikan kepada target audience bahwa kebudayaan Indonesia memiliki kebudayaan yang sangat kaya dan seharusnya sejak dini anak-anak sudah dikenalkan. Penyampaian pesan dan infomasi pada permainan dirancang dengan ilustrasi yang menarik pada papan permainan dan kartu tersebut. Permainan dibuat dengan ilustrasi yang menarik dan peraturan permainan yang tidak rumit namun cukup menyenangkan bagi anak-anak sehingga media permainan akan lebih menarik.. Dengan strategi seperti ini diharapkan target audience dapat mengerti informasi yang disampaikan dalam permainan.

Penerapan metode pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas XI-IA SMA Negeri 8 Malang pada materi pokok koloid / Anis Shalikhawati

 

ABSTRAK Shalikhawati, Anis. 2009. Penerapan Metode Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI-IA SMA Negeri 8 Malang pada Materi Pokok Koloid. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumari, M.Si, (II) Drs. Aman Santoso, M.Si. Kata Kunci: inkuiri terbimbing, kerja ilmiah, motivasi, prestasi, koloid Pembelajaran kimia berkaitan dengan cara mencari tahu dan memahami secara sistematis, sehingga kimia bukan hanya sekedar penguasaan kumpulan pengetahuan berupa fakta, konsep, prinsip tetapi juga proses penemuan. Konsep- konsep kimia mempunyai sifat abstrak dan berjenjang, sehingga pembelajaran kimia ditekankan pada pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan ketrampilan proses dan sikap ilmiah. Upaya meningkatkan ketrampilan kerja ilmiah siswa adalah dengan memberikan serangkaian kegiatan yang dapat meningkatkan kerja ilmiah. Salah satu metode mengajar sains kimia yang dapat meningkatkan kerja ilmiah siswa adalah dengan metode inkuiri terbimbing. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan prestasi dan motivasi belajar antara siswa yang diajar dengan metode inkuiri terbimbing dan konvensional, mengetahui pengaruh penerapan metode inkuiri terbimbing dalam upaya meningkatkan ketrampilan kerja ilmiah siswa, dan mengetahui persepsi siswa terhadap proses pembelajaran kimia dengan materi koloid. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental semu (quasy experimental design) dan rancangan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI semester 2 SMA Negeri 8 Malang tahun ajaran 2008/2009 yang berjumlah lima kelas yaitu kelas XI-IA1 sampai XI-IA5. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling kelompok. Dari teknik tersebut diperoleh sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI-IA2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI-IA3 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen dikenai perlakuan menggunakan metode pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran yang biasa dilakukan oleh guru (metode konvensional). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran, lembar observasi ketrampilan kerja ilmiah siswa, angket motivasi belajar dan persepsi siswa. Dari hasil uji coba tes prestasi belajar diperoleh 32 soal valid dengan tingkat realibilitas 0,914. Perbedaan prestasi belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol dianalisis dengan uji Mann-Whitney sedangkan perbedaan motivasi belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol dianalisis dengan uji-t dua pihak Untuk memperoleh gambaran secara nyata tentang keterampilan kerja ilmiah dan persepsi siswa dideskripsikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang diajar secara konvensional pada materi pokok koloid, dimana prestasi belajar siswa yang diajar dengan metode inkuiri terbimbing lebih tinggi (87,28) daripada siswa yang diajar dengan metode konvensional (79,66), (2) Penerapan metode pembelajaran inkuiri terbimbing memberikan pengaruh yang positif terhadap ketrampilan kerja ilmiah siswa, hal ini dapat dilihat dari peningkatan ketercapaian ketrampilan kerja ilmiah siswa selama empat kali pertemuan selama proses pembelajaran, (3) Motivasi belajar siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran inkuiri terbimbing lebih tinggi daripada motivasi belajar siswa yang diajar secara konvensional pada materi pokok koloid, (4) Persepsi siswa terhadap proses pembelajaran kimia dengan materi koloid sebagian besar adalah positif. Sehingga dapat dikatakan bahwa penerapan pembelajaran dengan metode inkuiri terbimbing memberikan pengaruh positif dalam meningkatkan ketrampilan kerja ilmiah, motivasi, dan prestasi belajar siswa.

Faktor-faktor internal yang mempengaruhi siswa kelas XII IPS dalam memilih jurusan kependidikan ekonomi di Universitas Negeri Malang / Firman Syah

 

ABSTRAK Syah, Firman. 2009. Faktor-Faktor Internal yang Mempengaruhi Siswa Kelas XII IPS Dalam Memilih Jurusan Kependidikan Ekonomi di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Koperasi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Bambang Pranowo, S. E., M. Pd., Ak. (II) Drs. Mardono, M. Si Kata Kunci : Minat, Motivasi, Pemilihan Jurusan Dengan berkembangnya IPTEK yang semakin pesat dewasa ini menuntut dunia pendidikan harus terampil dan kreatif dalam meningkatkan kemampuannya untuk menghasilkan mutu pendidikan yang berkualitas. Untuk mencapai kualitas pendidikan tersebut seyogyanya perlu langkah-langkah konkrit yang dapat mempermudah seseorang belajar diberbagai tempat tingkat atau jenjang pendidikan. Pendidikan dapat dijadikan sebagai alat untuk mengatasi krisis multidimensi yang tengah melanda bangsa Indonesia saat ini. Jadi salah satu cara untuk meningkatkan, mengembangkan manusia adalah melalui pendidikan. Untuk memasuki era globalisasi maka diperlukan sumber daya manusia yang handal, berpendidikan , berwawasan luas, mempunyai ketrampilan yang memadai, serta iman dan taqwa yang tangguh. Universitas Negeri Malang (UM) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di Malang, sebagai salah satu universitas yang memberi keleluasaan bagi calon mahasiswa untuk memilih sarjana sains atau sarjana pendidikan (calon guru). UM memiliki beberapa fakultas dan jurusan dan salah satunya adalah fakultas ekonomi yang merupakan fakultas termuda di UM. Fakultas ekonomi memiliki beberapa jurusan dan program studi yang banyak diminati oleh calon mahasiswa salah satunya program studi kependidikan. Banyak faktor yang mempengaruhi alasan mahasiswa memilih program studi ini, faktor yang paling mendasar adalah faktor internal mahasiswa yang meliputi faktor minat dan faktor motivasi terhadap pemilihan program studi kependidikan ekonomi fakultas ekonomi di Universitas Negeri Malang. Berdasar rumusan yang ada, maka dapat dikemukakan tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui :. (1) pengaruh minat terhadap pemilihan jurusan kependidikan ekonomi UM. (2) pengaruh motivasi terhadap pemilihan jurusan kependidikan ekonomi. (3) pengaruh minat, motivasi secara simultan terhadap pemilihan jurusan kependidikan ekonomi pembangunan. (4) faktor yang berpengaruh dominan terhadap pemilihan jurusan kependidikan ekonomi. Dalam pengumpulan datanya, penelitian ini menggunakan metode angket atau kuisioner. Populasinya adalah siswa kelas XII SMA Wahid Hasyim Malang. Dalam penelitian ini digunakan penelitian populasi sebanyak 122 siswa. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pada hasil penelitian, peneliti menggunakan analisis regresi berganda (multiple regression). Dari hasil pengolahan data atau analisis data dapat diketahui : (1) faktor minat berpengaruh terhadap pemilihan jurusan kependidikan ekonomi UM, (2) faktor motivasi berpengaruh terhadap pemilihan jurusan kependidikan ekonomi UM, (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor minat dan motivasi dalam pemilihan jurusan kependidikan ekonomi UM sebesar 43, 3%, (4) faktor minat adalah faktor yang dominan mempengaruhi pemilihan jurusan kependidikan ekonomi UM. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor minat merupakan faktor dominan yang mempengaruhi pemilihan jurusan kependidikan ekonomi pembangunan, serta adanya pengaruh yang signifikan dari faktor motivasi dalam pemilihan jurusan kependidikan ekonomi UM. Oleh karena itu peneliti dapat memberikan saran pada fakultas ekonomi dengan memberikan sosialisasi kepada siswa kelas XII IPS untuk lebih memperkenalkan jurusan kependidikan ekonomi.

Modifikasi mesin pembuat mie dan kulit pangsit untuk rumah tangga dan usaha kecil / Zainuri Achsan, Sholih Prasetyawan

 

Mencari pekerjaan sekarang ini sangat sulit. Ketersediaan lapangan kerja yang ada tidak mencukupi dari pencari kerja yang sangat banyak. Lapanganlapangan kerja baru perlu diciptakan seperti berwirausaha dan mendirikan usahausaha baru semisal industri kecil dan menengah pada masyarakat. Untuk menunjang kelangsungan industri kecil, pemerintah beserta masyarakat mendorong serta mencari-cari cara atau solusi agar dapat meningkatkan produksi yang dihasilkan. Salah satu cara dengan memberikan sentuhan teknologi baik pada usaha-usaha yang termasuk dalam industri kecil dan menengah sehingga dapat dikembangkan usaha-usaha baru juga meningkatkan hasil poduksi dalam masyarakat. Dengan maksud tersebut manusia menginginkan adalah alat produksi yang praktis dan ekonomis yaitu mampu meringankan beban manusia, murah, dan bahkan mampu mendatangkan keuntungan berupa finansial. Penjual mie ayam atau mie pangsit, kebanyakan mereka belum bias memproduksi sendiri mie yang dijualnya dan harus membeli dari produsen mie yang ada. Pembuatan mie sendiri biasanya dilakukan oleh produsen tersendiri dengan pekerjaan berskala cukup besar seperti pada perusahaan mie atau makanan besar, menggunakan mesin yang relatif besar. Para penjual mie, biasanya tergabung suatu kelompok usaha kesil, sebenarnya berkeinginan memproduksi sendiri mie yang akan dimasak dan dijualnya. Jika mampu memproduksi sendiri dan tidak lagi membeli dari pihak lain, diharapkan mampu menekan biaya dan meningkatkan usaha, otomatis menambah juga keuntungan. Bisa juga menjadi usaha baru dengan memproduksi mie yang banyak dan menjualnya ke pihak lain. Namun yang menjadi hambatan adalah keterbatasan modal dan sarana alat-alat atau mesin-mesin produksi. Hambatan yang dirasakan oleh paguyuban pedagang atau penjual mie yang terdapat di lingkungan rumah penulis di kota Situbondo. Menurut seorang penjual mie ayam yang penulis temui , untuk memproduksi mie sendiri, mereka membutuhkan mesin-mesin seperti untuk mengaduk adonan (mixer), menipiskandan mencetak adonan menjadi mie. Mesin produksi yang dibutuhkan cukup mahal harganya. Pada gambar 1.1, sebuah mesin untuk menipiskan dan mencetak mie dengan pemotong 18 cm dengan kecepatan putaran 45 rpm, dan kapasitas 12-20 kg/jam, dijual dengan harga enam juta rupiah, bahkan ada mesin seharga dua puluh juta rupiah untuk penipis adonan saja. Harga sebesar itu saja, terasa cukup berat bagi para penjual mie yang tergabung dalam paguyuban tersebut. Memperhatikan hal itu, dengan alat penggiling mie yang sederhana (gambar 1.3), penulis berkeinginan memodifikasi alat tersebut dan merancang sebuah mesin pembuat mie, untuk menipiskan dan memotong adonan menjadi mie.

Pembuatan gaun dengan garis empire dan teknik patchwork / Siti Halimatus

 

Busana merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia dalam bersosialisasi dengan masyarakat, selain bertujuan untuk aktualisasi diri busana juga digunakan sebagai pelindung tubuh serta keindahan tubuh. Perlu adanya kemampuan dalam diri seseorang untuk dapat tampil serasi berbusana sehingga dapat dikatakan indah saat dikenakan, untuk menunjang semua itu perlu biaya yang cukup banyak.Tapi melalui kreatifitas manusia, keinginan untuk mengenakan busana yang indah dapat diciptakan. Melalui kreatifitas, busana dari bahan kwalitas biasa dapat menjadi sebuah gaun dan dengan kreatifitas pula busana dengan model sederhana dapat terlihat menarik dan unik. Kreatifitas manusia dalam menuangkan ide-idenya pada busana dapat dilakukan dengan bermacam cara, misalnya dengan menambahkan accessories, permainan warna, potongan garis pada bagian pakaian tertentu atau menggabungkan potongan kain sehingga membentuk sebuah busana yang indah dan serasi, penggabungan potongan kain semacam ini biasa disebut dengan patchwork. Penulis membuat gaun dengan garis empire dan teknik patchwork karena potongan gaun yang simple serta sesuai dengan trend busana 2009 yang mengusur tema garis-garis sebagai motif pakaian selain itu gaun dengan teknik patchwork yang ditambah dengan garis empire yang berbentuk melengkung dan berbeda dari garis empire pada dasarnya yang hanya berbentuk potongan lurus pada bagian bawah dada memberi kesan unik, sehingga diharapkan mampu menarik minat pembaca untuk mengetahui secara detail mengenai teknik pembuatannya. Gaun adalah pakaian luar wanita berbentuk terusan atau longdress yang menjuntai hingga dibawah lutut dengan bagian atas boleh terbuka baik bagian depan maupun bagian belakang, gaun memiliki bagian-bagian utama yaitu badan, pinggang dan pinggul(Webter痴 Third New International, 1986:A-G). Model gaun rancangan penulis termasuk dalam variasi model A-Line Dress, model ini sudah dikenal sejak tahun 1955. Tampilannya membentuk huruf A atau sebuah rok yang mengembang dari garis dada atau pinggang hingga bagian bawah. Model gaun Aline pertama kali diciptakan oleh Crhistian Dior untuk koleksi busana musim semi dan musim panas pada tahun 1955(Tjajadi, 2007:4).

Struktur komunitas tumbuhan liar di sekitar tanaman teh pada musim penghujan di kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang / Tu Bagus Antadwipa

 

Abstact Antadwipa, Tu Bagus. 2009. Wild Stuktur Community Plant around Crop Tea at Season Rain in Garden Tea of Wonosari Unlucky Singosari Sub- Province. Skripsi, Biological Majors of FMIPA UM. Counsellor. Skripsi: (I) Dr. Fatchur Rohman, M.Si. (II) Drs. Sulisetijono, M.Si Keyword: community, wild plant, tea garden of wonosari. One of the component of biotik agroekosistem in tea garden is attendance of wild plant. Existence of wild plant besides harming, ecologyly also can profit. This matter seldom be paid attention and known by all farmer. Pursuant to that fact hence needed by data of bioekologi wild plant to be developed as refugia so that management of pest is naturally needed to is ready of free tea of pesticide residu. This research aim to to know plant type composition compiling wild plant community, knowing wild plant community form at different clone, and also to know factor of abiotik which share at Important Index Value of wild plant. This research is conducted by in Garden Tea of Wonosari Unlucky Singosari Sub- Province at Season rain. Research type is descriptive of eksploratif. this Research population is all wild plant type around tea crop in Garden Tea of Wonosari and its of him is all wild plant type which is tercuplik in check of square. Clone which is dicuplik is clone of Assamica Level Off, Assamica Bevel, TRI 2025 Leveling off, TRI 2025 Bevel, TRI 2024 and Mixture. Check of pencuplikan ( plot) use size measure square method 2 x 2m2. Amount of plot from each;every clone 10 so that totalize the overall of there [is] 60 plot in 9,66 ha research farm. wild Plant Dominansi determined from Important Index Value ( INP). Analyse kluster used for the mendeskripsikan of contiguity of community among tea crop clone and to know [relation/link] deskription between factor of abiotik with important value of takson compiling community pursuant to analysis of regresi Stepwise-Backward program using processor of data of SPSS 11. Result of from this research indicate that type composition compiling wild plant community there is 32, which included in 14 tribe. Community form from each clone type have difference, that is at Clone of Assamica Level off is Poaceae, Clone of Assamica Bevel is Apia-Asteraceae, Clone TRI 2025 Leveling off is Poace-Rubiaceae. Clone TRI 2025 Bevel is Astera-Poaceae, Clone TRI 2024 is Rubia-Poaceae, Clone Mixture is Rubia-Poaceae. Pursuant to clone dendrogram of asamika bevel show storey level equality of type with mixture clone while clone TRI 2025 leveling off to show storey;level equality of type with mixture clone and clone TRI 2024. clone of Asamika level off to show equality of type with clone TRI 2025 leveling off, mixture and TRI 2024. Contribution pattern at clone of Assamica Bevel which giving biggest contribution is content of pH land at clone TRI 2024 by dampness of air and at clone TRI 2025 Bevel giving biggest contribution is land temperature. i

Pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan di Pondok Jatim Park Kota Batu / Lucinda N.M.

 

ABSTRAK Nur Markhandieni, Lucinda. 2009. The influence of training on employee performance at Pondok Jatim Park, Batu City, East Java. Thesis, Major of management, S1 programs, State University of Malang. Supervising: (1) Drs. Sarbini, (2) Dr. Syihabudhin, S.E., M.Si. Key Words: on the job training, off the job training, performance. That globalization has become a major world issues forced many nations in the world, especially Indonesia to make preparations to deal with. Human resources one of the factors of production used in the company to deal with globalization. SDM is a live production factors, and is a dynamic unity of economic, psychological and social, this means that HR has the desire, emotion, reason or sense, and the environment, that's why humans are not worthy compared to other production factors. Companies should provide compensation to its employees properly, compensation means can be used to meet the basic needs of its employees. Those it is clear that feelings affect work behaviors such as diligent, productive, lazy, not excited, and so forth. Employee's work reflected the level of employee performance in quality and quantity are achieved by an employee in performing their duties in accordance with the responsibilities given to him. High or low performance is closely related to employee training employed by a company or organization where they work. On the job training and off-job training is one example that can increase an employee's performance. This study aims to determine the effect on the job training and off-job training to the employee's performance at Pondok Jatim Park, Batu City, East Java. This research was carried out in Pondok Jatim Park, Batu City, East Java in February-March 2009. Subjects in this study were all employees of Pondok Jatim Park, Batu City, East Java, which numbered 38 people, while the sample taken as many as 35 people and sampling techniques using a proportionate stratified random sampling. The scope of this research data consists of 3 variables, which include methods of on the job training (X1) and the method of off-job training (X2) as independent variables (independent variables), while the performance of the employee (Y) as a Bound variables (dependent variables) . Instrument used in this research is in the form of a questionnaire and measured using Likert scale. From the results of this research can be identified: (1) there is significant influence between the methods on the job training for employee performance. (2) there is significant influence between the method of off-job training for employee performance. (3) there is significant influence between the methods on the job training and methods of off-job training for employee performance. This shows that the leadership of Pondok Jatim Park, Batu City concerned about the training programs to improve employee performance. Those it can be said that vocational training can have an impact on employee performance improvement in Pondok Jatim Park, Batu City East Java. From this conclusion can be suggested that: (1) to further enhance employee performance, we recommend the implementation of training programs by using the method on the job training and methods of off-job training is more often performed and improved because it can help and facilitate the settlement of the employee's job Pondok Jatim Park, Batu City. (2) for employees, in order to improve performance, you should not just wait for the opportunity to participate in employee training activities organized by institutions or companies they work for, but must have a business or other ways to improve performance such as ways to follow the instructions programmed by the management, following the formal education and learning at a more senior employe.

Identifikasi porositas pasir berdasarkan nilai resistivitasnya dengan menggunakan metode geolistrik / Dessy Novita Hapsari

 

ABSTRAK Hapsari, Dessy Novita. 2009. Identifikasi Porositas Pasir Berdasarkan Nilai Resistivitasnya dengan Menggunakan Metode Geolistrik. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Daeng Ahmad Suaidi, S.Si, M.Kom., (II) Drs. Edi Supriana, M.Si., Kata kunci: pasir, konfigurasi Schlumberger, resistivitas, porositas, Res2dinv. Seiring dengan bertambahnya penduduk maka kebutuhan akan pemukiman sebagai tempat tinggal juga akan semakin meningkat. Akibatnya terjadi peningkatan kebutuhan bahan bangunan/pasir yang digunakan untuk bahan bangunan pemukiman. Pasir adalah kelas yang penting dalam batuan sedimen. Nilai ekonomi dari batuan sedimen pasir sangat tinggi sekali, yang paling sederhana untuk bahan bangunan. Jika batuan itu porositasnya tinggi sangat baik untuk reservoar minyak bumi, air dan gas. Oleh karena itu pada penelitian ini akan dilakukan identifikasi porositas pasir berdasarkan nilai resistivitas dengan metode geolistrik. Salah satu metode geofisika yang digunakan untuk memperkirakan kualitas pasir secara kuantitatif adalah metode geolistrik tahanan jenis. Metode ini merupakan metode geofisika yang memberikan gambaran mengenai susunan dan kedalaman lapisan batuan dengan mengukur sifat kelistrikan batuan. Melalui simulasi akan dilakukan penelitian untuk menentukan nilai resistivitas dan porositas pasir berdasarkan variasi kandungan air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode geolistrik konfigurasi Schlumberger dengan teknik sounding-mapping. Untuk medium sebelum diinjeksi air, proses pengambilan datanya adalah menentukan titik-titik elektroda arus dan potensial. Kemudian, mengalirkan tegangan dan menginjeksikan arus beberapa kali dengan jarak dan lintasan tertentu. Setelah itu, menginjeksi air ke dalam medium pasir dan mengambil data seperti pada proses sebelumnya. Kemudian dilakukan variasi lagi dengan mengganti volume air yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk mengamati nilai resistivitas dan porositasnya. Melalui hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai resistivitas dan porositasnya berturut-turut dari ketiga perlakuan yaitu sebelum diinjeksi air sebesar 615 Ώ dan 0.93, setelah diinjeksi air 1,5 liter sebesar 175.5 Ώ dan 2.35 serta untuk perlakuan injeksi 3 liter sebesar 108.8 Ώ dan 3.04. Perbedaan nilai ini disebabkan karena resistivitas merupakan salah satu ciri suatu bahan yang dapat mempengaruhi porositas suatu batuan pasir menjadi dan berpengaruh terhadap kualitas pasir yang akan digunakan sebagai bahan bangunan.

Penerapan pendekatan savi untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar fisika siswa kelas XI IPA-4 semester genap SMA Negeri 8 Malang tahun pelajaran 2008/2009 / Yekti Widyaningrum

 

ABSTRAK Widyaningrum, Yekti.2009. Penerapan Pendekatan SAVI untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI IPA-4 Semester Genap SMA Negeri 8 Malang Tahun Pelajaran 2008/2009 . Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Purwaningsih, M.Si, (II) Drs. Mudjihartono Kata kunci: hasil belajar, keterampilan proses sains, SAVI Pada masa sekarang ini, pembelajaran yang masih didominasi oleh aktivitas guru dapat mengakibatkan rendahnya keterampilan proses sains dan hasil belajar fisika siswa. Fenomena ini masih ditemui pada pembelajaran fisika di kelas XI IPA-4 SMA Negeri 8 Malang. Hasil observasi awal, angket dan wawancara menunjukkan bahwa guru fisika di kelas ini selalu menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran, kegiatan praktikum hanya dilakukan sekali pada semester gasal 2008/2009, persentase keterampilan proses sains siswa hanya 49% dan persentase hasil belajar siswa hanya 60%. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana keterlaksanaan penerapan pembelajaran dengan pendekatan SAVI di kelas XI IPA-4 SMA Negeri 8 Malang?, 2) Bagaimana peningkatan keterampilan proses sains siswa kelas XI IPA-4 SMA Negeri 8 Malang?, dan 3) Bagaimana peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPA-4 SMA Negeri 8 Malang? . Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yaitu penerapan pembelajaran dengan pendekatan SAVI yang dilakukan sebanyak dua siklus. Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan SAVI ini meliputi 4 tahap pembelajaran yaitu: 1) persiapan, 2) penyampaian, 3) pelatihan, dan 4) penampilan hasil. Keterlaksanaan pembelajaran dengan pendekatan SAVI diamati menggunakan lembar keterlaksanaan dan catatan lapangan. Peningkatan keterampilan proses sains diamati menggunakan lembar penskoran sedangkan hasil belajar kognitif siswa diamati menggunakan tes dan hasil belajar afektif siswa diamati menggunakan lembar observasi. Data keterampilan proses sains, hasil belajar kognitif dan afektif siswa yang diperoleh dianalisis pada level individu dan level kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan SAVI dapat terlaksana dengan baik dengan persentase keterlaksanaan yang semakin meningkat selama siklus I dan siklus II. Keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa selama penerapan pembelajaran dengan pendekatan SAVI pada siklus I dan siklus II mengalami peningkatan pada semua aktivitas keterampilan proses sains dan aspek hasil belajar kognitif serta afektif, baik pada level individu maupun level kelas. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan menambah alokasi waktu pada tahap pelatihan apabila akan menerapkan pembelajaran dengan pendekatan SAVI. Alokasi waktu untuk tahap penampilan hasil dapat dipersingkat bila siswa benar-benar telah menguasai materi, sehingga keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa dapat terus meningkat.

Pengaruh gaya belajar dan bimbingan belajar oleh orang tua terhadap prestasi belajar sisw Program Keahlian Akuntansi di SMK BM "Ardjuna" 01 Malang / Rosida Widyaningrum

 

Lembaga pendidikan dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya diharapkan mampu mengoptimalkan perannya, sehingga dapat tercapai tujuan yang diinginkan yaitu tercapainya prestasi belajar yang baik. Prestasi belajar sampai saat ini menjadi indikator untuk menilai tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar. Prestasi belajar yang baik dapat mencerminkan gaya belajar yang baik karena dengan mengetahui dan memahami gaya belajar yang terbaik bagi dirinya akan membantu siswa dalam belajar sehingga prestasi yang dihasilkan akan maksimal. Di samping gaya belajar, bimbingan belajar oleh orangtua juga mempunyai peran terhadap prestasi belajar siswa. Bimbingan belajar oleh orangtua maksudnya adalah pengarahan, ajar latih, dan pengasuhan yang diberikan oleh orangtua agar anak dapat mengadakan penyesuaian dengan diri dan lingkunganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya belajar dan bimbingan belajar oleh orangtua terhadap prestasi belajar siswa program keahlian Akuntansi di SMK BM 鄭rdjuna 01 Malang baik secara parsial maupun secara simultan. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanasi. Metode pengumpulan data adalah metode kuesioner (angket) dan metode dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 1,2 dan 3 program keahlian Akuntansi dengan jumlah 67 siswa. Dari hasil analisis statistik deskriptif diperoleh: (a) gaya belajar yang paling dominan digunakan adalah gaya belajar visual yaitu 45 siswa (35.93 %) (b) bimbingan belajar oleh orangtua adalah 38 siswa (56.72 %) baik (c) prestasi belajar siswa yang paling dominan adalah sedang dengan frekuensi 30 siswa (44.78%). Dari hasil analisis statistik inferensial diperoleh: (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa program keahlian Akuntansi SMK BM 鄭rdjuna 01 Malang, (2) tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara bimbingan belajar oleh orangtua terhadap prestasi belajar siswa program keahlian Akuntansi SMK BM 鄭rdjuna 01 Malang, (3) secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya belajar dan bimbingan belajar oleh orangtua terhadap prestasi belajar siswa program keahlian Akuntansi SMK BM 鄭rdjuna 01 Malang. Nilai koefisien determinasi yang sudah disesuaikan (Adjusted R Square) sebesar 0.136 yang berarti variabel terikat prestasi belajar dijelaskan oleh variabel bebas gaya belajar dan bimbingan belajar oleh orangtua sebesar 13.60 %. Sedangkan sisanya 86.40% dijelaskan oleh variabel di luar variabel yang tidak digunakan dalam penelitian. Disarankan agar siswa khususnya siswa program keahlian Akuntansi SMK BM 鄭rdjuna 01 Malang agar lebih mengetahui dan memahami gaya belajar yang terbaik bagi dirinya sehingga prestasi yang dihasilkan dapat maksimal.

Sifat organoleptik susu telur madu jahe (STMJ) instan dengan jenis gula yang berbeda / Enggar Putri Arisna Ika Wahyusi

 

ABSTRAK Wahyusi, E. P. A. I. 2009. Sifat Organoleptik STMJ Instan dengan Jenis Gula yang Berbeda. Tugas Akhir Program Studi Tata Boga. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Wiwik Wahyuni, M. Pd, (II) Ir. Budi Wibowotomo. Kata kunci: STMJ, susu kambing, gula STMJ, merupakan minuman kesehatan yang terdiri dari susu, kuning telur, madu dan jahe. Pada umumnya STMJ dijual dalam bentuk cair, siap saji. Tetapi untuk mempermudah pemasarannya, maka STMJ dibuat dalam bentuk yang lain yaitu dalam bentuk instan (serbuk). Susu yang digunakan untuk membuat STMJ adalah susu kambing segar. Untuk membuat STMJ instan dalam penelitian digunakan jenis gula yang berbeda (gula pasir, gula palem dan gula karamel). Penggunaan jenis gula yang berbeda diduga akan menghasilkan sifat organoleptik yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan tingkat kesukaan panelis terhadap rasa, warna dan aroma dengan penggunaan jenis gula yang berbeda melalui uji mutu hedonik dan uji hedonik. Jenis penelitian ini eksperimen dengan membuat STMJ dengan penggunaan tiga jenis gula yang berbeda yaitu gula pasir, gula palem dan gula karamel. Data penelitian diperoleh dari hasil pengisian format penilaian uji organoleptik dan tingkat kesukaan oleh panelis. Panelis yaitu Mahasiswa Tata Boga angkatan 2005-2006. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam dan Ducan 壮 Multiple Range Test (DMRT) 1% dan 5%. Hasil uji mutu hedonik dan uji hedonik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata pada rasa, aroma dan warna STMJ instan yang menggunakan gula pasir, gula palem dan gula karamel. STMJ instan dengan menggunakan gula pasir mempunyai rasa paling manis, warna yang paling putih dan paling disukai panelis dibandingkan dengan STMJ instan dengan gula yang lain. Sedangkan STMJ instan dengan menggunakan gula karamel mempunyai aroma yang tidak prengus dan paling disukai panelis dibandingkan dengan STMJ instan dengan gula yang lain. Kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian ini adalah gula pasir lebih sesuai untuk digunakan membuat STMJ instan. Berdasarkan hasil penelitian, saran pada penelitian ini adalah perlu diteliti bagaimana cara menghilangkan bau prengus pada STMJ yang menggunakan gula pasir.

Pengelolaan pendidikan anak usia dini di pos PAUD Rosalia RW VI kelurahan Penanggungan Kecamatan Klojen Kota Malang / Achmad Didit Fitroni

 

ABSTRAK Fitroni, Achmad Didit. 2009. Pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini di POS PAUD Rosalia RW VI Kelurahan Penanggungan Kecamatan Klojen Kota Malang. Skripsi, Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Drs. In誕m Sulaiman, M.Pd., (II) Dra. Dwi Maziyah Purnamawati, M.Pd. Kata-kata Kunci: Pengelolaan, Pendidikan Anak Usia Dini, POS PAUD. Banyaknya pola pendidikan anak usia dini berbasis lingkungan merupakan suatu bagian dari partisipasi keluarga dalam proses tumbuh kembang anak dan merupakan bagian kecil dari partisipasi lingkungan dalam masyarakat. Dalam menentukan alur proses pendidikan yang ada dalam masyarakat, terdapat dua aspek yang harus diperhatikan dalam pengelolaan pendidikan anak usia dini di lingkungan masyarakat, yaitu manajemen pendidikan dan manajemen sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrespsikan Pengelolaan pendidikan anak usia dini di POS PAUD Rosalia Kelurahan Penanggungan Kecamatan Klojen Kota Malang, pengembangan yang dilakukan oleh Pengelola dan PKK di POS PAUD Rosalia Kelurahan Penanggungan Kecamatan Klojen Kota Malang, masalah yang dihadapi oleh Pengelola dan PKK dalam Pengembangan POS PAUD Rosalia Kelurahan Penanggungan Kecamatan Malang Kabupaten Malang, dan usaha-usaha yang dilakukan dalam pemecahan permasalahan di POS PAUD Kelurahan Penanggungan Kecamatan Klojen Kota Malang. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah pengelola lembaga, pendidik, orangtua walimurid dan masyarakat sekitar. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil peneilitian menunjukkan bahwa Pengelolaan program PAUD terintegrasi Posyandu di POS PAUD Rosalia ini sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen pendidikan diantaranya, 1) Perencanaan program yang telah dilaksanakan, sesuai dengan perencanaan yang telah disusun, 2) Terdapat komponen dalam pengorganisasian, dimana komponen tersebut saling berinteraksi dan berkomunikasi sehingga terbentuk suatu kerjasama yang dapat meningkatkan kualitas suatu lembaga, 3) Dalam pelaksanaan terdapat faktor penentu yang dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor proses pelaksanaan pembelajaran dan faktor substansi program PAUD, 4) Pengawasan dan Evaluasi selalu dilakukan oleh pihak pengelola dan HIMPAUDI sesuai dengan acuan pelaksanaan program POS PAUD. Namun dalam pelaksanaannya tidak berjalan dengan efektif dikarenakan kurangnya koordinasi antara pengelola dan pendidik di POS PAUD Rosalia. Pengembangan oleh pengelola (PKK) dan pendidik dengan melakukan penyesuaian kurikulum dengan kondisi dan situasi perkembangan anak, pembuatan ruangan outdoor serta pendampingan dan asistensi kepada masyarakat tentang pentingnya PAUD.Permasalahan yang dihadapi yaitu minimnya keuangan dan sumber pendanaan, tidak terdapat insentif bagi guru dan minimnya latar belakang pengetahuan tentang anak usia dini, serta kurangnya media pembelajaran. Usaha-usaha yang dilakukan dengan mencari donatur dan mengajukan dana block grant kepada pemerintah melalui kelurahan Penanggungan, mengikuti pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan pendidikan anak usia dini, dan melakukan usaha pengadaan alat peraga dengan membuat sendiri alat peraga tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka secara garis besar dapat dikemukakan beberapa saran yang dapat dijadikan pertimbangan, adapun saran-saran tersebut antara lain (1) Pengelola (PKK) dan pendidik di POS PAUD Rosalia dapat melengkapi segala kekurangan yang ada terutama dengan memberdayakan potensi dari masyarakat yang ada serta peran stakeholder sehingga pengembangan yang dilakukan merupakan partisipasi dari masyarakat sekitar, (2) Melakukan kerjasama baik secara teknis maupun nonteknis dengan lembaga-lembaga lain sehingga mampu mempermudah dalam jaringan dalam mencari donatur dan mengajukan dana block grant kepada pemerintah, (3) Pengelola agar lebih memperhatikan tentang penataan dan pengelolaan baik ruangan pembelajaran maupun ruangan pengelolaan. Serta media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran baik dari segi jumlah maupun kualitas, (4) Lebih meningkatkan koordinasi dengan sesama pengelola maupun pihak lain dalam pelaksanaan berbagai program.

Meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII F melalui pembuatan majalah dinding (mading) pada pembelajaran pranata sosial dan penyimpangannya di SMP Negeri 4 Malang / Nurdina Astari

 

ABSTRAK Nurdina Astari. 2009. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII F Melalui Pembuatan Majalah Dinding (Mading) di SMP Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Edy Purwanto, M.Pd, (II) Drs. Yusuf Suharto Kata Kunci: Majalah Dinding, Hasil Belajar Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di SMP Negeri 4 Malang diketahui bahwa dalam pembelajaran geografi, guru menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Guru kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dengan temannya, belajar menyampaikan pendapat, dan menghargai pendapat temannya sehingga siswa terlihat sangat pasif. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar geografi siswa kelas VIII F SMP Negeri 4 Malang melalui penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode pembuatan majalah dinding. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Satu siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Masing-masing pertemuan terdiri dari pertemuan pertama 2 jam pelajaran, pertemuan kedua 2 jam pelajaran. Alokasi waktu 1 jam pelajaran terdiri dari 45 menit. Tindakan yang dilakukan yaitu pembelajaran kooperatif dengan metode pembuatan majalah dinding. Langkah-langkah metode pembelajaran pembelajaran pembuatan mading yaitu: (1) Siswa membentuk kelompok yang terdiri dari 6 orang, (2) Dalam setiap kelompok menentukan ketua kelompok dan anggota serta presentator, (3) Kemudian siswa membuat mading dengan tema yang berbeda di setiap kelompok , (4) Setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi, analisis responsifitas, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat dari sebelum tindakan ke siklus I dan ke siklus II. Kondisi awal hasil belajar siswa mendapat nilai rata-rata 69 dengan ketuntasan belajar siswa yaitu 30%. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 80 dengan ketuntasan belajar siswa 86%. Pada siklus II, rata-rata hasil belajar siswa semakin meningkat yaitu 82 dengan ketuntasan belajar siswa 92. Adapun saran yang diberikan yaitu: (1) Bagi guru geografi disarankan untuk menggunakan metode pembelajaran pembuatan majalah dinding ini, (2) Guru hendaknya melakukan manajemen waktu dan guru harus mampu mengelola kelas dengan baik agar tidak terjadi kegaduhan selama proses pembelajaran berlangsung, (3) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian sejenis dalam rangka memperbaiki kualitas pembelajaran kooperatif dengan metode pembuatan majalah dinding ini dengan subjek penelitian yang berbeda. i

Hubungan antara pola asuh otoriter dan penyesuaian diri pada mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2008 di Universitas Negeri Malang / Nina Nurhayati

 

i ABSTRAK Nurhayati, Nina. 2009. Hubungan antara Pola Asuh Otoriter dan Penyesuaian Diri pada Mahasiswa Program Studi Psikologi Angkatan 2008 di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fattah Hanurawan M.Si, M.Ed, (2) Ika Andrini Farida S.Psi, M.Psi. Kata kunci: pola asuh otoriter, penyesuaian diri. Tingkat penyesuaian diri dan pertumbuhan individu dilatarbelakangi oleh suasana psikologis dan sosiologis dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mendeskripsikan pola asuh otoriter; (b) mendeskripsikan penyesuaian diri mahasiswa; dan (c) mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dan penyesuaian diri pada mahasiswa program studi psikologi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini dilaksanakan dengan desain deskriptif korelasional pada 88 mahasiswa program studi psikologi angkatan 2008 Universitas Negeri Malang. Data diambil dengan menggunakan dua skala yaitu skala pola asuh otoriter dan skala penyesuaian diri. Pada skala pola asuh otoriter diperoleh validitas antara 0,304 sampai 0,644 dan reliabilitas sebesar 0,872 sedangkan pada skala penyesuaian diri diperoleh validitas antara 0,310 sampai 0,539 dan reliabilitas sebesar 0,872. Data dianalisis menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang diasuh dengan pola asuh sangat otoriter sebesar 2,27 %; dengan pola asuh cukup otoriter sebesar 60,23 %; dengan pola asuh kurang otoriter sebesar 37,50 %; dan 100 % mahasiswa mempunyai penyesuaian diri tinggi. Hasil analisis korelasional menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara pola asuh otoriter dan penyesuaian diri (rxy = -0,274; sig = 0,010). Artinya semakin otoriter pola asuh maka semakin rendah penyesuaian diri mahasiswa, dan semakin kurang otoriter pola asuh maka semakin tinggi penyesuaian diri mahasiswa. Saran bagi orang tua, diharapkan dapat memberikan peraturan yang lebih fleksibel sesuai situasi dan kondisi anak, serta memberikan penghargaan terhadap usaha-usaha yang dilakukan anak agar mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian tentang penyesuaian diri dengan dihubungkan dengan variabel yang berbeda.

Pengembangan inventori minat pilihan karier berbasis WEB di SMA Negeri 2 Ngawi / Bambang Setyawan

 

ABSTRAK Setyawan, Bambang. 2009. Pengembangan Inventori Minat Pilihan Karier berbasis Web di SMA Negeri 2 Ngawi. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Program Studi Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Andi Mappiare, A.T, M.Pd., (II) Drs. Harmiyanto. Kata Kunci: pengembangan, inventori, minat, pilihan karier, web Penyelenggaraan bimbingan karier di SMA merupakan bantuan kepada siswa untuk merencanakan pilihan kariernya secara realistis. Sehubungan dengan hal tersebut diperlukan pemahaman dan penerimaan diri yang memadai serta pemahaman dunia kerja yang hendak dipilih. Salah satu aspek diri yang perlu dipahami dalam rangka perencanaan karier ialah minat pilihan karier. Berkenaan dengan hal tersebut, ketidaktersediaan alat untuk mengungkap minat pilihan karier yang teruji dan praktis di SMA Negeri 2 Ngawi merupakan hambatan dalam mengungkap minat pilihan karier siswa. Oleh karena itu, perlu dikembangkan alat ungkap minat pilihan karier siswa yang memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang memadai serta pengadministrasian yang mudah. Diantaranya dengan mengembangkan inventori minat pilihan karier berbasis web. Tujuan utama pengembangan inventori minat pilihan karier berbasis web ini adalah untuk mengatasi hambatan ketidaktersediaan alat ungkap minat pilihan karier di SMA Negeri 2 Ngawi. Melalui pengembangan ini diharapkan dapat menghasilkan inventori minat pilihan karier yang teruji tingkat validitas dan reliabilitasnya serta dapat diadministrasikan dengan baik melalui web. Proses pengembangan produk inventori minat pilihan karier melalui beberapa tahap pengembangan diawali dengan penyusunan draft inventori, Draft inventori yang dihasilkan kemudian diuji oleh ahli konten untuk mengetahui kesesuaian isi inventori dengan konstruk teoritis pemilihan karier menurut John Holland. Draft yang telah diuji ahli diujikan di lapangan untuk mendapatkan data validitas dan reliabilitas inventori. Setelah melalui revisi berdasarkan hasil uji ahli dan lapangan, butir inventori dimasukkan ke dalam software berbasis web. Untuk menguji kelayakan web inventori oleh pengguna, dilaksanakan uji kelayakan melalui reviu oleh ahli media web. Validitas inventori diukur melalui uji ahli dan uji korelasi butir dan bidang minat dengan menggunakan analisis korelasi product moment pearson. Reliabilitas inventori diukur dengan menghitung koefisien alpha melalui uji analisis reliabilitas menggunakan alpha cronbach. Penghitungan menggunakan analisis SPSS Versi 16.0., sedangkan penyusunan web menggunakan fasilitas pemrograman PHP (Personal Home Page tools). Melalui uji ahli dan uji lapangan terhadap draft inventori minat pilihan karier, dihasilkan inventori dengan 124 butir pernyataan menggunakan skala model Guttman dengan dua pilihan jawaban ya atau tidak. Draft pernyataan diujicobakan kepada 50 siswa SMA Negeri 2 Ngawi. Keseluruhan butir dinyatakan valid, signifikan dengan p = 0,05 atau p = 0,01. Uji reliabilitas menghasilkan koefisien alpha 0,938, dengan demikian inventori ini cukup reliabel. Inventori minat pilihan karier yang dihasilkan dapat dikerjakan secara online, dianalisis secara langsung melalui web serta sistem dokumentasi yang cukup mudah dan aman. Produk inventori minat pilihan karier berbasis web juga dilengkapi dengan buku panduan baik untuk konselor maupun siswa. Inventori Minat Pilihan Karier berbasis Web ini merupakan inventori yang dikerjakan secara online, sehingga penggunaannya perlu mempertimbangkan ada tidaknya jaringan internet di sekolah. Penggunaan oleh selain siswa di SMA Negeri 2 Ngawi, perlu memperhatikan karakteristik siswa pengguna. Saran lebih lanjut, inventori ini perlu diujicobakan pada subyek uji lapangan yang lebih luas sehingga tingkat validitas dan reliabilitas lebih teruji secara lebih luas pula.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 |