Perbedaan persepsi tentang kenakalan remaja antara siswa SMP Negeri 5 dengan SMP Negeri 21 di Malang / oleh Karnael Elisandra

 

Minat baca siswa kelas II SMK Taruna Jaya Gresik tahun ajaran 1997/1998
oleh Sholehuddin

 

Peningkatan hasil belajar seni tari menyususn sinopsis tari kreasi tunggal melalui metode kooperatif model think pair share pada kelas X-Pemasaran SMK Ahmad Yani Gurah Kabupaten Kediri / Jamil Malika Ulum

 

ABSTRAK Ulum, Jamil Malika. 2016. Peningkatan Hasil Belajar Seni Tari Menyusun Sinopsis Tari Kreasi Tunggal Melalui Metode Kooperatif Model Think Pair Share pada Kelas X-Pemasaran SMK Ahmad Yani Gurah Kabupaten Kediri. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. Tjitjik Sriwardhani, M.Pd, (II) Rully A Zandra, M.Sn, M.Pd. Kata Kunci: Hasil belajar, seni tari, sinopsis tari kreasi, TPS, SMK, Kediri. Data awal yang diperoleh diketahui bahwa hasil belajar seni tari menyusun sinopsis tari kreasi siswa kelas X-Pemasara SMK Ahmad Yani Gurah belum mencapai KKM. Penyebab rendahnya nilai siswa yaitu guru belum menggunakan metode dan model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diberikan. Upaya yang dilakukan adalah menggunakan strategi atau model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik masalah. Peneliti menggunakan metode kooperatif model TPS sesuai karakteristik permasalahan, diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar seni tari menyusun sinopsis tari kreasi tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode kooperatif model TPS yang dapat meningkatkan hasil belajar menyusun sinopsis tari kreasi tunggal berdasarkan tari Nusantara pada siswa kelas X-Pemasaran di SMK Ahmad Yani Gurah Kediri. Pelaksanaan penelitian menggunakan metode penelitian PTK, mengacu pada model siklus oleh Arikunto. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi dengan menggunakan dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan siklus I, nilai rata-rata ranah afektif 88,3 dan kognitif 67,8, sedangkan nilai ketuntasan belajar secara klasikal ranah afektif 80,5% dan kognitif 20,7%. Ketercapaian guru dalam menerapkan metode kooperatif model TPS sebesar 84,37%. Siklus II, nilai rata-rata ranak afektif 94,2 dan kognitif 87, sedangkan nilai ketuntasan belajar ranah afektif 91,5% dan kognitif 90%. Ketercapaian guru dalam menerapkan metode kooperatif model TPS sebesar 93,75%. Indikator ranah afektif yaitu jujur, disiplin, dan tanggungjawab. Indikator ranah kognitif yaitu pengertian, tujuan, tahapan menyusun, contoh, dan membuat sinopsis tari kreasi tunggal. Siswa dikatakan tuntas belajar jika mendapat skor 75 atau di atas 75. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan metode kooperatif model TPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi menyususn sinopsis tari kreasi berdasarkan tari Nusantara. Hasil yang dicapai yaitu hasil belajar nilai rata-rata dan nilai ketuntasan siswa yang meningkat.

Hubungan gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah, kompensasi, dan keefektifan komunikasi dengan kinerja guru SMA Negeri se-kota Malang / Razafimahefa Lanto Patrick

 

. Tesis, Jurusan Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang Pembimbing: (I) Dr.H. Kusmintardjo,M.Pd, (II) Prof.Dr.H. Bambang Budi wiyono, M.PD Kata Kunci: kepemimpinan situasional, kompensasi, komunikasi, kinerja guru Kepala Sekolah sebagai pemimpin dalam pendidikan formal perlu memiliki wawasan ke depan. Kepemimpinan pendidikan memerlukan perhatian yang utama, karena melalui kepemimpinan yang baik harapkan akan lahir tenaga-tenaga berkualitas dalam berbagai bidang sebagai pemikir, pekerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendekatan situasional didasarkan bahwa keberhasilan seorang pemimpin selain ditentukan oleh sifat- sifat dan perilaku pemimpin juga dipengaruhi oleh situasi yang ada dalam lembaga pendidikan. Gaya Kepemimpinan Kepalah sekolah menunjukkan manajer yang lengkap dan mampu menggunakan gaya-gaya yang berdeda sesuai dengan tingkat pengembangan bawahannya. Pendekatan situasional didasarkan keberhasilan seorang pemimpin selain ditentukan oleh sifat- sifat dan perilaku pemimpin yang juga dipengaruhi oleh situasi yang ada dalam lembaga pendidikan. Berdasarkan teori tersebut maka dapat diduga bahwa ada hubungan gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah, kompesasi, dan keefektifan komunikasi dengan kinerja Guru SMA Negeri Se-kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: ( 1) gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah pada SMA Negeri di Kota Malang. (2) tingkat kompensasi guru pada SMA Negeri di Kota Malang. (3) tingkat keefektifan komunikasi di SMA Negeri Kota Malang. (4) tingkat kinerja guru SMA Negeri di Kota Malang. (5) hubungan yang signifikan antara variabel gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah dengan variabel kinerja guru. (6) hubungan yang signifikan antara variabel kompensasi dengan variabel kinerja guru. (7)hubungan antara variabel keefektifan komunikasi dengan variabel kinerja. (8) hubungan yang signifikan antara variabel gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah, kompensasi, dan variabel keefektifan komunikasi dengan variabel kinerja guru. (9) umbangan efektif variabel gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah, kompensasi, dan keefektifan komunikasi terhadap variabel kinerja guru. Pendekatan yang digunakan untuk menjawab permasalahan pada peneilitian ini mengunakan jenis penelitian korelasional yang bertujuan mengetahui hubungan antara dua atau lebih variabel yang dapat diukur secara kuatitatif. Penelitian ini mengkaji pengaruh gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah (X1), kompensasi (X2) ,dan keefektifan komunikasi (X3) sebagai variabel bebas, kinerja guru (Y) sebagai variabel terikat. Hasil penelitian adalah : ditemukan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara keefektifan komunikasi dengan kinerja guru yang dinyatakan dalam bentuk persanaan nilai statistik regresi uji |thitung| tersebut lebih besar daripada ttabel (4,0956 > 1,973) dan signifikan lebih kecil daripada α = 0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja guru dan keefektifan komunikasi dapat dipertahankan dan dibina terus-menerus oleh kepala sekolah/yayasan sekolah sehingga dapat meningkatkan kinerja guru. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan (1) Kepala Sekolah perlu perlu memelihara hubungan dengan petugas-petugas dari instansi, mengusahakan support dari bekerja sama dengan bawahan; Berpartisipasi dengan bawahan dalam berbagai kegiatan, bekerjasama dengan atasan, dan memimpin meningkatkan sekolah. (2) Guru perlu meningkatkan mutu kinerja perlu kesadaran dan tanggung jawab guru dalam menjalankan tugasnya, karena hal tersebut akan mempengaruhi keberhasilan sekolah. (3) Pengambil kebijakan menetukan kebijakan yang terkait dengan berbagai program pembinaan kinerja guru, pelatihan, serta pengembangan kepemimpinan kepala sekolah untuk pengingatkan mutu pendidikan di kota Malang. (4) Untuk Penelitian selanjutnya penulis merekomendasi peneliti lain yang tertarik untuk pengembangan penelitian ini disarankan untuk meneliti variabel yang sama dengan metode pendekatan kualitatif, atau variabel yang berbeda antara lain Iklim Organisasi, motivasi kerja.

Kajian tentang pengaruh strategi pembelajaran PjBL (Project Based Learning) terhadap keterampilan metakognitif siswa putra dan putri kelas X SMA Negeri di Malang / Happy Mayasari

 

Kata kunci: strategi pembelajaran PjBL (Project Based Learning), keterampilan metakognitif, jenis kelamin Salah satu kelemahan pendidikan di Indonesia adalah pembelajaran yang masih berpusat pada guru (teacher centered). Pada pembelajaran ini siswa cenderung hanya bertindak sesuai dengan apa yang diinstruksikan oleh guru, tanpa berusaha sendiri untuk memikirkan apa yang sebaiknya dilakukan untuk mencapai tujuan belajarnya. Mereka tidak dapat menjadi seorang pebelajar mandiri yang dapat membangun konsep dan pemahamannya sendiri. Di dalam proses menjadi seorang pebelajar mandiri melibatkan keterampilan metakognitif. Keterampilan metakognitif adalah keterampilan tentang berpikir bagaimana seharusnya berpikir, menyadari halhal yang telah diketahui dan tidak diketahui serta memonitor dan mengevaluasi kemajuan proses belajar diri sendiri. Seseorang yang memiliki keterampilan metakognitif yang baik tentu akan lebih mudah untuk menjadi seorang pebelajar mandiri yang aktif. Faktor lain yang dapat mempengaruhi kegiatan belajar siswa adalah jenis kelamin. Masing-masing jenis kelamin tersebut mempunyai keunikan tersendiri yang mempengaruhi cara belajarnya masing-masing untuk mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu cara yang diharapkan dapat mewujudkan tujuan pembelajaran tersebut adalah dengan penerapan strategi pembelajaran PjBL (Project Based Learning). Keunggulan strategi ini adalah siswa dituntut untuk dapat menyelesaikan masalah dengan melakukan suatu proyek yang dilakukan melalui suatu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Strategi ini akan menuntut tanggung jawab siswa dalam mengambil keputusan yang tepat untuk menyelesaikan proyek. Penerapan strategi ini ditujukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap keterampilan metakognitif siswa yang berjenis kelamin berbeda. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri, di Malang pada semester genap 2009-2010 dengan populasi penelitian siswa kelas X SMA Negeri di Malang tahun ajaran 2009/2010. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XA (eksperimen) dan XF (kontrol) SMAN I Gondanglegi, kelas X3 (eksperimen) dan X7 (kontrol) SMAN 7 Malang, kelas X7 dan X8 (eksperimen) serta X4 (kontrol) SMAN 9 Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain penelitian non equivalent group design versi faktorial 2x2. Analisis yang digunakan adalah analisis anakova faktorial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran PjBL dan jenis kelamin berpengaruh terhadap keterampilan metakognitif siswa, tetapi untuk interaksi keduanya tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan metakognitif siswa. Siswa yang difasilitasi dengan strategi pembelajaran PjBL memiliki keterampilan metakognitif 32,89% lebih tinggi dibandingkan dengan siswa pada kelas kontrol. Faktor jenis kelamin menunjukkan bahwa siswa perempuan lebih mampu memberdayakan keterampilan ii metakognitifnya dengan persentase sebesar 33,2% sedangkan pemberdayaan siswa laki-laki hanya sebesar 16,78%. Uji lanjut BNT dilakukan untuk mengetahui posisi masing-masing kelompok kombinasi perlakuan strategi pembelajaran dan jenis kelamin dalam mempengaruhi keterampilan metakognitif. Kombinasi perlakuan siswa perempuan yang difasilitasi dengan strategi pembelajaran PjBL dapat meningkatkan keterampilan metakognitifnya sebesar 45,13%, siswa laki-laki yang difasilitasi dengan strategi pembelajaran PjBL sebesar 39,98%, siswa perempuan yang difasilitasi dengan strategi pembelajaran multistrategi sebesar 22,17% sedangkan siswa laki-laki yang difasilitasi dengan strategi pembelajaran multistrategi tidak dapat meningkatkan keterampilan metakognitifnya.

Hubungan antara frekuensi kunjungan ke perpustakaan, peminjaman bahan pustaka di Perpustakaan IKIP MALANG dengan prestasi belajar mahasiswa program POK FIP IKIP MALANG angkatan 1988, 1989, 1990, 1991, semester I tahun ajaran 1991/1992
oleh Sugito

 

Hubungan antara pola asuh orang tua menurut persepsi anak dengan sikap sosial siswa kelas II SMU negeri se-Kodya Malang
oleh Festa Rini

 

Peningkatan kemampuan menyimak siswa kelas IV SDN Kedunggalar 7 Ngawi melalui teknik structure head number / Arief Wahyu Wibowo

 

Kata Kunci: kemampuan menyimak, TSHN, Sekolah Dasar Menyimak sebagai keterampilan berbahasa yang pertama kali dikuasai seseorang mempunyai peranan penting sebagai awal dari keterampilan- keterampilan yang lain. Pada saat seorang bayi berbicara, ia menyimak bunyi-bunyi yang di dengar kemudian berusaha menirukannya, walaupun belum mengerti makna bunyi-bunyi tersebut. Demikian juga pada saat seseorang belajar membaca dan menulis, seseorang akan menyimak cara membaca dan menulis dari guru yang mengajarinya. Keterampilan menyimak berperan penting dalam usaha mempelajari banyak hal, apalagi di dunia pendidikan. Setiap pelajaran di sekolah memerlukan keterampilan menyimak. Guru dalam menyampaikan materi kebanyakan mengunakan metode ceramah. Dalam hal inilah keterampilan menyimak bagi siswa dibutuhkan. Mengingat pentingnya keterampilan menyimak, maka keterampilan tersebut harus dilatihkan sejak dini dalam pelajaran bahasa Indonesia sekolah dasar (SD). Perlu dilakukan sebagai landasan untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah penerapan pembelajaran dengan Teknik structure head number dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar kemampuan menyimak siswa kelas IV SDN Kedunggalar 7 Ngawi? Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK), peneliti berkolaborasi dengan guru kelas IV SDN Kedunggalar 7 yang berjumlah 31 siswa dengan prosedur persiapan penelitian melalui survei awal yang dilaksanakan secara kolaboratif dengan pelaksanaan meliputi penomoran, mengajukan pertanyaan, berfikir bersama, dan menjawab. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan. Peningkatan pembelajarannya yaitu (1) kesenangan dan gairah belajar siswa dalam mengikuti proses pembelajaran (2) antusias dan kerjasama siswa dalam mengikuti diskusi (3) keantusiasan dan ketekunan siswa dalam membuat kalimat, (4) ketekunan, kerja sama, dan kreativitas siswa dalam menentukan kalimat yang akan di jadikan informasi pelaksanaan diskusi. Berdasarkan hasil uraian di atas bahwa melalui TSHN dalam pembelajaran menyimak siswa kelas IV SDN Kedunggalar 7, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi meningkat baik berupa proses maupun berupa produk. Peningkatan gagasan, pengorganisasian, struktur dan tata bahasa, ketiga aspek diatas merupakan standat ketuntasan minimal. Oleh karena itu, Guru hendaknya membuka diri dan menerima inovasi-inovasi pembelajaran yang menunjang terjadinya peningkatan mutu pendidikan. Sebagai seorang tokoh pendidikan guru harus menjadi seorang inovator dalam bidang pendidikan.sedangkan siswa sebaiknya mengembangkan potensi yang mereka miliki melalui kerjasama dalam kelompok belajar yang membentuk pribadi mereka sehingga kelak menjadi masyarakat yang peduli lingkungan sosial.

Pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, dan leverage terhadap praktik perataan laba pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2006-2008 / Rizka Tri Wahyuningtyas

 

Kata Kunci: Ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, perataan laba. Salah satu informasi dalam laporan keuangan yang sangat penting untuk pengambilan keputusan adalah informasi atas laba. Bagi pemilik saham atau investor, laba berarti peningkatan nilai ekonomis (wealth) yang akan diterima melalui pembagian deviden. Selain itu, laba juga digunakan sebagai alat untuk mengukur kinerja manajemen perusahaan terutama dalam mengelola sumber daya yang dipercayakan kepada mereka selama periode tertentu. Mengingat betapa pentingnya informasi laba tersebut, maka pihak manajemen mempunyai kecenderungan untuk melakukan tindakan perataan laba. Perataan laba merupakan salah satu bentuk manajemen laba yang timbul karena adanya masalah keagenan dan asimetri informasi dalam perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perataan laba. Faktor-faktor dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan, profitabilitas, dan leverage. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2006-2008 dengan menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 147 perusahaan sampel. Untuk mengidentifikasi sampel perusahaan dengan menggunakan indeks eckel. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan regresi logistic. Hasil indeks eckel ini menunjukkan bahwa praktek perataan laba juga dipraktekkan oleh beberapa perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial ukuran perusahaan, profitabilitas dan leverage tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perataan laba. Sedangkan secara simultan menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, profitabilitas, dan leverage secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap perataan laba.

Juno the Movie: a critical study on the role of girls, women, and mothers in America / Dwi Puput Kristiyani

 

Kata kunci: film, peran sesuai gender, gadis, wanita, ibu Film melambangkan keyakinan dan kenyataan sosial.; salah satu keyakinan dan kenyataan sosial yang sangat kuat adalah representasi m a l a d l a i s o s a r a c e s k u t n e b i d g n a y u b i n a d , a t i n a w , s i d a g n a r e p i a n e g n e m masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat berperan sangat besar dalam menentukan posisi wanita. Studi ini menganalisa tentang bagaimana tokoh tokoh dalam film Juno digambarkan sesuai dengan harapan sosial dalam studi mengenai peran sesuai gender; bagaimana seorang gadis, wanita, dan ibu harus bersikap sesuai dengan aturan yang ada. Seorang gadis digambarkan sebagai makhluk hidup berkelamin perempuan yang tidak mampu menanggung dirinya sendiri; wanita digambarkan sebagai makhluk hidup berkelamin perempuan yang mandiri dan mampu menanggung dirinya sendiri; sedangkan ibu digambarkan sebagai makhluk hidup perempuan yang mandiri, penyayang, dan juga bertanggung jawab terhadap makhluk hidup lainnya. Studi ini mengungkapkan bahwa keberadaan wanita diperhitungkan hanya karena perannya dalam menghasilkan keturunan. Kemampuan dalam melahirkan digunakan sebagai suatu ukuran dalam menilai posisi wanita dalam masyarakat. Seorang wanita pasti dan takdirnya menjadi seorang ibu. Tetapi, studi ini juga mengungkapkan bahwa tokoh Juno di film ini mampu untuk menentang harapan sosial dan menentukan perannya sendiri, khususnya dalam menghadapi masalah kehamilan di luar nikah. Di akhir film ini, juno mampu menunjukkan kepada masyarakat bahwa melanggar standar sosial memberinya alternatif baru dalam melanjutkan hidupnya.

Pengaruh risiko sistematis dan resiko tidak sistematis terhadap return saham pada perusahaan perbankan yang go public di BEJ (Periode 2005-2007) / Trifena Wahyu Utami

 

Kata Kunci: Risiko Sistematis, Risiko Tidak Sistematis, Return. Salah satu permasalahan yang dialami investor di pasar modal yaitu menafsirkan besarnya risiko yang dihadapi dan besarnya tingkat pengembalian yang akan diperolehnya. Seorang investor yang rasional akan memilih kesempatan yang efisien yaitu investasi yang memberikan risiko tertentu dengan tingkat keuntungan yang tinggi atau yang memberikan tingkat keuntungan tertentu dengan risiko yang terkecil dari seluruh investasi yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji hipotesis tentang pengaruh risiko sistematis dan risiko tidak sistematis terhadap return perusahaan perbankan yang go-public di Bursa Efek Jakarta tahun 2005-2007. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Sampel dari penelitian ini adalah 22 perusahaan perbankan. Penelitian ini menggunakan data sekunder, sedangkan data dikumpulkan dengan cara dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS 16 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) risiko sistematis mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap return saham, hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansinya sebesar 0,008< 0,05 sedangkan t-tabel sebesar 2,353 < t-hitung sebesar 2,943. 2) risiko tidak sistematis tidak mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap return saham, hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansinya sebesar 0,681 > 0,05 sedangkan t-tabel sebesar 2,353 > t-hitung sebesar -0,417. 3) risiko sistematis dan risiko tidak sitematis secarab ersamasamamempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham, hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansinya sebesar 0,024 < 0,05 sedangkan fhitung> f-tabel sebesar 3,49. Dari hasil penelitian ini membuktikan bahwa return saham dipengaruhi oleh risiko sistematis, sehingga ini dapat digunakan oleh investor dalam mengambil keputusan di pasarsaham. Untuk penelitian selanjutnya, diharapkan dapat menambahkan variable bebas penelitian yang turut mempengaruhi perolehan return saham seperti likuiditas saham yang dapat diukur dari bid ask spread ataupun dari volume perdagangan saham. Selain itu perlu ditambah lagi periode waktu penelitian sehingga diperoleh hasil yang akurat. i

Analisa perencanaan campuran aspal beton menggunakan gradasi agregat no. 2 SNI No. 1737-1989-F untuk lalu lintas ringan / oleh Andri Purwanto

 

Peranan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam menyelenggarakan pembangunan di Kotamadya Daerah Tingkat II Malang
oleh Nurifah Hariani

 

Analisa perencanaan campuran aspal beton menggunakan gradasi agregat No. 2 SNI No. 1737-1989-F untuk lalu lintas berat / oleh Galih Aris Susanto

 

Hubungan fungsi kontrol DPRD dengan tingkat pendidikan anggota DPRD Kabupaten Daerah Tingkat II Ponorogo tahun 1994/1995
oleh Kusmini

 

Pengaruh latihan pernafasan terhadap peningkatan kesegaran jasmani anggota beladiri Ikatan Pencak Silat Nur Harias Cabang Malang tahun 2005 / oleh Dyan Fibriyansyah

 

Perbedaan perkembangan sosial emosional antara permainan tradisional dan modern bagi anak usia dini di TK An-Nur Sawojajar Malang / Kartika

 

ABSTRAK Kartika. 2015. Perbedaan Perkembangan Sosial Emosional Antara Permainan Tradisional Dan Modern Bagi Anak Usia Dini Di TK AN-NUR Sawojajar Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Abdul Huda, M.Pd, (II) Drs. I Made Seken, M.Pd. Kata Kunci: Permainan Tradisional, Pemainan Modern, Perkembangan Sosial Emosional, TK AN-NUR Sawojajar Malang. Problematik perkembangan anak TK AN-NUR Sawojajar Malang menunjukkan kurang memuaskan karena banyak faktor yang mempengaruhi diantaranya perkembangan sosial emosional. Perkembangan sosial emosional dapat dipengaruhi oleh permainan tradisional dan modern yang diberikan. Dengan permainan yang tepat diberikan kepada anak, dapat mengembangkan aspek sosial emosional dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perbedaan perkembangan sosial mana yang lebih baik dengan permainan tradisional dan permainan modern. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian eksperimen. Penelitian ini merupakan penelitian semu yang digunakan untuk penelitian bidang pendidikan karena subjek penelitian tidak dikendalikan sepenuhnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh permainan tradisional dan modern terhadap kemampuan sosial emosional anak di TK AN-NUR Sawojajar Malang. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat perbedaan yang signifikan perkembangan sosial emosional melalui permainan tradisional dan permainan modern. Saran untuk peneliti selanjutnya subjek yang lebih luas dan perlu adanya kajian untuk kefektifan permainan pada TK AN-NUR Sawojajar. Orang tua terutama ibu diharapkan mampu membatasi putra dan putrinya untuk bermain dengan permainan modern dan lebih mengutamakan bermain dengan permainan tradisional.

Studi tingkat kemampuan perusahaan dalam mengembalikan jasa investasi di KPN Kartika Kediri
oleh Elvi Ida Sanjaya

 

Identifikasi kesalahan penyelesaian soal-soal irisan kerucut siswa kelas 3 IPA SMU Widyagama Malang / oleh Maria Purniawati

 

Pengaruh strategi pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar / Dyah Ayundawati

 

ABSTRAK Ayundawati, Dyah, 2016. Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Motivasi Berprestasi terhadap Prestasi Belajar. Disertasi, Program Studi Teknologi Pembelajaran, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Prof. Dr Punaji Setyosari, M.Ed., M.Pd., (II) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D., (III) Dr. Sihkabuden, M.Pd. Kata Kunci: pembelajaran berbasis masalah, motivasi berprestasi, prestasi belajar. Paradigma pembelajaran telah bergeser pada era sekarang ini, pembelajaran yang semula berpusat pada pembelajar berubah menjadi berpusat pada pebelajar. Namun kritik yang ditujukan pada pembelajar terus saja bergulir. Seakan prestasi belajar pebelajar hanya tanggungjawab pembelajar saja. Beberapa ahli berpendapat bahwa pembelajaran yang sesuai dengan era saat ini salah satunya adalah Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM), di mana PBM dirancang bukan untuk menyampaikan materi sebanyak-banyaknya melainkan untuk mengembangkan cara berpikir, pemecahan masalah, keterampilan intelektual, belajar melalui situasi nyata atau simulasi, dan menjadi pebelajar mandiri. Sebagai pembanding untuk keefektifan strategi PBM adalah strategi diskusi di mana strategi diskusi telah umum digunakan di sekolah penelitian. Selain strategi pembelajaran, ada hal lain yang harus diperhatikan oleh seorang pembelajar yaitu karakteristik pebelajar atau motivasi berprestasi. Motivasi berprestasi adalah dorongan yang dimiliki oleh pembelajar untuk melakukan aktivitas dengan harapan mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya. Yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh utama dan pengaruh interaksi strategi pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran berbasis masalah terhadap prestasi belajar, pengaruh motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar, dan pengaruh interaksi strategi pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar. Penelitian ini termasuk penelitian kuasi eksperimen dengan desain faktorial non equivalent control group design. Subyek penelitiannya adalah pebelajar kelas VIIIG dan VIIIH SMPN 1 Selorejo (eksperimen) dan kelas VIIID dan VIIIH SMPN 2 Gandusari (kontrol). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu instrumen untuk mengukur variabel moderator (motivasi berprestasi) dan instrumen untuk mengukur variabel terikat (prestasi belajar). Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial, sedangkan data penelitian yang dikumpulkan dan diolah dengan teknik Anova, program SPSS for Window Versi 20. Penelitian yang diajukan oleh peneliti sebelum digunakan analisis varian dua jalur terlebih dahulu dilakukan uji asumsi keparametrikan, yaitu uji normalitas (Kolmogorov-Smirnov) dan uji homogenitas (Levene’s Test). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan prestasi belajar antara pebelajar yang diberi strategi pembelajaran PBM dengan pebelajar yang diberi strategi pembelajaran diskusi. Hasil prestasi belajar yang dibelajarkan dengan strategi PBM lebih baik daripada pebelajar yang dibelajarkan dengan pembelajaran diskusi. (2) Ada perbedaan prestasi belajar antara pebelajar yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi (rata-rata, 86,61) dengan pebelajar yang mempunyai motivasi berprestasi rendah (rata-rata, 82,50). Atau dengan kata lain pebelajar yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi prestasi belajarnya lebih tinggi dibandingkan dengan pebelajar yang mempunyai motivasi berprestasi rendah. Perbedaan tersebut sebesar 8,42%. (3) Ada interaksi antara strategi PBM, dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar. Berdasarkan temuan peneliti, disarankan bagi para pembelajar tingkat SMP untuk memilih strategi pembelajaran PBM dengan memperhatikan karakteristik materi dan karakteristik pebelajar, karena keberhasilan suatu pembelajaran salah satu faktor terpentingnya adalah ketepatan dalam memilih strategi. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan hasil yang cukup signifikan bahwa motivasi berprestasi berpengaruh terhadap prestasi belajar, untuk itu pembelajar perlu mendesain pembelajaran yang bisa meningkatkan motivasi pebelajar supaya prestasi belajar pebelajar bisa maksimal.

Sistem pembinaan nara pidana di Lembaga Pemasyarakatan kelas I Malang
oleh Margiono

 

Peranan Lembaga Pembantu Gubernur Wilayah IV di Malang dalam sistem Pemerintahan berdasarkan UU No. 5 tahun 1974 / oleh Sukma Indah Pristuti

 

Peranan Lembaga Bantuan Hukum malang dalam upaya meningkatkan kesdaran dan ketertiban hukum masyarakat Kodya Malang
oleh Lely Ersastri

 

Kesiapan guru mata pelajaran sejarah SMA dan MA Negeri di Kecamatan Kota Sumenep terhadap implementasi kurikulum 2004 / oleh Enny Normala

 

Kontribusi motivasi terhadap kinerja guru SD se-kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur (NTB) / Sri Rosdiani

 

Kata kunci: motivasi, kinerja guru Pendidikan Sekolah Dasar (SD) merupakan pendidikan formal yang mempersiapkan peserta didik untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang lebih ke jenjang pendidikan selanjutnya, sehingga tuntutan kinerja yang kreatif dan profesional sangat diperlukan agar tujuan pendidikan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan visi dan misi tujuan pendidikan. Tetapi masih banyak guru kurang mempunyai motivasi dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga pengajar. Di samping itu kurangnya dorongan untuk meningkatkan kinerja juga dapat mempengaruhi kreatifitas dan kualitas kerja. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kinerja, guru memerlukan motivasi kerja yang tinggi. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) seberapa tingkat motivasi guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB)?; (2) seberapa tingkat kinerja guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB) ?; (3) bagaimana kontribusi motivasi terhadap kinerja guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB)? Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui tingkat motivasi guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB); (2) mengetahui tingkat kinerja guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB); (3) mengetahui bagaimana kontribusi motivasi terhadap kinerja guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB). Populasi penelitian ini adalah guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur, (NTB) yang berjumlah 348 orang, dengan jumlah sampel 181 orang yang diambil berdasarkan rumus Krecjie, dengan teknik proporsional random sampling. Data yang terkumpul menggunakan instrumen angket dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan regresi sederhana. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa angket untuk mengumpulkan data. Setelah data terkumpul, diolah, dan dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan regresi sederhana sehingga diketahui hasil penelitian yang menyatakan: (1) motivasi guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB) rata-rata termasuk dalam kategori tinggi, hal ini mengartikan bahwa guru memiliki motivasi yang tinggi dalam bekerja. Misalnya: prestasi-prestasi yang diraih oleh guru, gaji yang diperoleh guru, (2) kinerja guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB) rata-rata termasuk dalam kategori sangat tinggi, hal ini menunjukkan bahwa kinerja guru sangat tinggi. Misalnya: selalu menjaga kode etik sebagai guru, mematuhi peraturan yang ada di lembaga, menjalankan proses belajar mengajar dengan baik, dan (3) motivasi memiliki kontribusi terhadap kinerja guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur (NTB), sehingga hal ini berarti bahwa motivasi guru berpengaruh terhadap kinerja guru. Bertitik tolak dari hasil penelitian ini, beberapa saran yang disampaikan adalah: (1) bagi guru-guru SD se-Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (NTB), sebaiknya meningkatkan motivasi kerja agar bisa sangat tinggi dan mempertahankan kinerja yang sudah sangat baik sesuai kompetensi dan kemampuan yang dimiliki; (2) bagi peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk mengadakan penelitian selanjutnya dengan variabel dan subjek yang lebih luas.

Hubungan antara latar belakang pendidikan peserta dengan partisipasinya dalam program-program Posyandu di tiga desa Kecamatan Dau Kabupaten Malang
oleh Yuliati

 

Pelaksanaan sistem kearsipan di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Singosari Kabupaten Malang tahun 2005 / oleh Arief Budiono

 

Pengaruh metode pembelajaran pemecahan masalah vs metode curah pendapat dan motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA mahasiswa PGSD FKIP Undana Kupang / Taty Rosiana Koroh

 

ABSTRAK Koroh, Taty. R., 2016. Pengaruh Metode Pemecahan Masalah vs Metode Curah Pendapat dan Motivasi Belajar terhadap hasil belajarMahasiswa PGSD FKIP Undana Kupang., Program Studi Teknologi Pembelajaran, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof DrPunad-jiSetyosari., M. Pd., M. Ed. Pembimbing (2) Prof Dr I NyomanSudanaDe-geng., M. Pd., (3) Dr I WayanDasna., M. Si., M. Ed Kata Kunci:problem solving, brainstorming, motivasi belajar, hasil belajar. Pencapaian hasil belajar mahasiswa terkait dengan penggunaan metode pembelajaran dan motivasi belajar. Masalah yang dihadapidalampembelajaran IPA di PGSD FKIP UNDANA adalah; penggunaanmetodepembelajaran yang bersifatteacher centereddankurangnyakeaktifanmahasiswadalampembelajaran. Untukitudiperlukanperubahandalampembelajaran. Perubahandaripembelajaran-bersifatteacher centeredmenjadibersifatstudent centered sehinggadapatmening-katkankeaktifanmahasiswa. Tujuandaripenelitianiniadalah: 1)mengujiperbedaan hasil belajar mahasiswa dalam penerapan metode problem solving dan metode brainstroming. 2)mengujiperbedaan motivasi belajar antara mahasiswa mahasiswa yang bermotivasi tinggi dengan mahasiswa yang bermotivasi rendah. 3) menguji interaksi antara metode problem solving dengan metode brainstroming terhadap motivasi dan hasil belajar. Instrumen pengukuran hasil belajar berupa test pilihan ganda yang dikembangkan oleh peneliti. Sebelum digunakan, instrumen divalidasi isi dan analisis item setelah uji coba. Reliabilitas tes menunjukkan nilai alpha cronbach’s sebesar 0. 573, sedangkan validasi isi yakni 87% dan layak untuk digunakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitianfactorial design secara khusus penelitian ini menggunakan rancangan kelompok kontrol yang versi faktorial 2x2 pretest-post test nonequivalent control group design. Subjekpenelitianberjumlah 50 orang. Terbagidalamduakelas, mahasiswa semester III, tahunangkatan 2015/2016 PGSD FKIP UNDANA. Analisis data dilakukan melalui tahapan (1) deskripasi data, (2) Uji asumsi, dan (3) uji hipotesis penelitian, yang dilakukan dengan teknik analisis statistik ANAVA dua jalur (2x2) Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) terdapat perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran prob-lem solving dan metode pembelajaranbrainstormingdimanaF sebesar 27.071 dan nilai signifikansi .000, sehingga sig < p .0.05dannilai mean nilai rerata dari metode problem solving yakni 69.739 dan metode brainstorming 67.323.2)terdapat perbedaan hasil belajar antara mahasiswa dengan motivasi belajar tinggi dan mahasiswa bermotivasi belajar rendah, dengannilai F sebesar 75.389, nilai signifikansi (sig .000 < p .0.05).3). Terdapatinteraksi antara metode pembelajaran dan motivasi belajarpada hasil belajar kognitif, dikarenakan sig .039

Identifikasi kesalahan konsep pada materi laju reaksi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pagak dan perbaikannya menggunakan strategi konflik kognitif / Dhamas Mega Amarlita

 

Kata kunci : kesalahan konsep, laju reaksi, strategi konflik kognitif Ilmu kimia mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi karena konsep-konsep dalam kimia bersifat abstrak, merupakan penyederhanaan dari keadaan sebenarnya, dan sifatnya berurutan. Salah satu materi kimia yang diajarkan di SMA adalah laju reaksi. Kesulitan dalam memahami konsep-konsep dalam materi laju reaksi dapat menyebabkan terjadinya kesalahan pemahaman. Pemahaman salah yang terjadi secara konsisten disebut dengan kesalahan konsep (misconseption). Salah satu upaya untuk memperbaiki kesalahan konsep adalah dengan menggunakan strategi konflik kognitif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mengidentifikasi dan memaparkan jenis-jenis kesalahan konsep materi laju reaksi yang terjadi pada siswa kelas XI IPA, (2) mengidentifikasi dan memaparkan sumber-sumber penyebab kesalahan konsep materi laju reaksi yang terjadi pada siswa kelas XI IPA; (3) mengidentifikasi keefektifan strategi konflik kognitif dalam memperbaiki kesalahan konsep materi laju reaksi yang terjadi pada siswa kelas XI IPA, dan (4) mengidentifikasi adanya persistensi kesalahan konsep materi laju reaksi yang terjadi pada siswa kelas XI IPA. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan pra eksperimen. Rancangan deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi kesalahan konsep, sumber penyebab terjadinya kesalahan konsep, dan persistensi kesalahan konsep. Rancangan penelitian pra eksperimen digunakan untuk mengetahui keefektifan strategi konflik kognitif dalam memperbaiki kesalahan konsep siswa. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Pagak tahun pelajaran 2009/2010 yang terdiri dari 27 siswa. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban dan tes wawancara. Tes pilihan ganda memiliki validitas isi sebesar 95,7 % dan koefisien reliabilitas tes, dihitung dengan menggunakan korelasi product moment, sebesar 0,97. Urutan langkah-langkah dalam penelitian adalah: (1) pre tes dilanjutkan dengan wawancara, (2) pembelajaran strategi konflik kognitif, (3) pos tes dan wawancara, (4) tes persistensi yang dilakukan setelah selang waktu dua minggu. Data yang diperoleh analisis dengan menggunakan paired sample t-test dan analisis deskriptif. Kesalahan konsep ditetapkan berdasarkan jawaban salah siswa pada saat tes tulis dan wawancara. Persistensi kesalahan konsep siswa dianalisis berdasarkan siswa yang mengalami kesalahan konsep secara konsisten, yaitu mengalami kesalahan konsep pada saat pre tes, pos tes dan tes persistensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) jenis kesalahan konsep siswa pada materi laju reaksi diantanya adalah (a) dengan bertambahnya waktu reaksi jumlah reaktan semakin berkurang tetapi laju reaksi semakin meningkat (81,5%), (b) Pada reaksi A + B  C, jika pereaksi B berlebih maka pada akhir reaksi pereaksi B akan mendekati nol atau akan habis (63%); (c) laju reaksi rata-rata merupakan perbandingan antara perbedaan konsentrasi produk pada saat awal dan akhir reaksi dengan waktu reaksi (96,3%); (d) orde reaksi ditentukan oleh semua reaktan beserta koefisien reaksinya (66,7%); (e) tumbukan dengan orientasi yang tepat hanya terjadi antara atom-atom yang sama (100%); (f) laju reaksi meningkat dengan bertambahnya ukuran pereaksi (66,7%); (g) kenaikan suhu akan meningkatkan energi aktivasi dan laju reaksi (77,8%); dan (h) katalis dapat meningkatkan energi aktivasi dan meningkatkan laju reaksi (63%). (2) Kemungkinan sumber kesalahan konsep pada siswa adalah kurang lengkapnya penjelasan tentang materi laju reaksi pada buku pelajaran kimia siswa dan tidak akuratnya pemahaman guru tentang materi tersebut; (3) strategi konflik kognitif adalah efektif dalam memperbaiki kesalahan konsep siswa pada materi laju reaksi. (4) Setelah dua minggu, persistensi kesalahan konsep terjadi pada 14,8 % siswa, dan termasuk dalam kategori sangat rendah.

Pengaruh metode pembelajaran kooperatif model stad terhadap prestasi belajar siswa SMA Negeri 1 Lamongan tahun ajaran 2004/2005 / oleh Zuliana

 

Pengaruh metode pembelajaran inkuiri terbimbing vs inkuiri bebas dan motivasi belajar terhadap hasil belajar / Markus Umbu Kalola Yewang

 

ABSTRAK Yewang, Markus 2016. Pengaruh Metode Pembelajaran Inkuiri Terbimbing VS Inkuiri Bebas dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar. Disertasi. Program Studi Teknologi Pendidikan. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. I. Nyoman Sudana Degeng, M.Pd., (II) Prof. Dr. H. Punadji Setyosari, M.Pd., M.Ed., (III) Dr. Sulton, M.Pd Kata Kunci: metode pembelajaran inkuiri terbimbing, metode pembelajaran inkuiri bebas, motivasi belajar, hasil belajar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya penggunaan metode yang bervariasi dalam pembelajaran dasar-dasar akuntansi yang berakibat pada rendahnya hasil belajar mahasiswa. Metode pembelajaran yang diharapkan untuk digunakan dalam pembelajaran dasar-dasar akuntansi bukan hanya metode pembelajaran langsung/ekspositori yang lebih berorientasi kepada dosen, tetapi juga metode pembelajaran tidak langsung yang berorientasi pada mahasiswa. Dengan metode pembelajaran tidak langsung diharapkan mahasiswa diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya dalam memaknai konsep-konsep dasar-dasar akuntansi dan kemampuan mengobservasi lingkungan yang terkait dengan permasalahan pembelajaran yang ingin dipecahkannya. Masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini antara lain, (1) Apakah ada perbedaan hasil belajar mahasiswa semester I Jurusan Pendidikan Ekonomi antara kelompok yang mendapat metode pembelajaran inkuiri terbimbing dengan kelompok yang mendapat metode pembelajaran inkuiri bebas? (2) Apakah ada perbedaan hasil belajar mahasiswa semester I Jurusan Pendidikan Ekonomi antara kelompok yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan kelompok yang memiliki motivasi belajar rendah? (3) Apakah ada interaksi antara metode pembelajaran (inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas) dan Motivasi belajar terhadap hasil belajar mahasiswa semester 1 Jurusan Pendidikan Ekonomi? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) perbedaan hasil belajar mahasiswa semester I Jurusan Pendidikan Ekonomi antara kelompok yang mendapat metode pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelompok yang mendapat metode pembelajaran inkuiri bebas. (2) perbedaan hasil belajar dasar-dasar akuntansi mahasiswa semester I Jurusan Pendidikan Ekonomi antara kelompok yang memiliki motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah. (3) interaksi antara metode pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar dasar-dasar akuntansi mahasiswa semester I Jurusan Pendidikan Ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Penelitian dilaksanakan di Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusa Cendana Tahun Akademik 2015/2016. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa semester I Jurusan Pendidikan Ekonomi FKIP Undana sebanyak 70 mahasiswa, dimana 40 mahasiswa di kelas A sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan metode pembelajaran inkuiri terbimbing dan 30 mahasiswa di kelas B sebagai kelas kontrol dengan menggunakan metode pembelajaran inkuiri bebas. Analisis data menggunakan teknik ANAVA dua jalur dengan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dengan menggunakan metode Lilliefors significant corection dari Kolmogorov-Smirnov Test dan uji homogenitas dengan uji F. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1) ada perbedaan yang signifikan antara metode pembelajaran inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas terhadap hasil belajar, yang ditunjukkan dengan nilai F = 14,503, nilai p = 0,00 < 0,05. 2) ada perbedaan yang signifikan antara mahasiswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan mahasiswa yang memiliki motivasi belajar rendah yang ditunjukkan dengan nilai F = 27,975, nilai p = 0,00 < 0,05. 3) tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dan motivasi belajar mahasiswa terhadap hasil belajar dasar-dasar akuntansi yang ditunjukkan dengan nilai F= 0,564, nilai p = 0,651> 0,05.

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap partisipasi sasaran dalam pelaksanaan posyandu di Kecamatan Kedungkandang Kotamadya Malang
oleh Nurhadi

 

Pengaruh struktur kepemilikan perusahaan terhadap kebijakan dividen di Perusahaan-perusahaan Go-Public yang listing di Bursa Efek Jakarta / oleh Jula Dian Februarina

 

Pengaruh nilai ekuitas merek terhadap keputusan siswa SMA dalam memilih lembaga bimbingan belajar : studi pada Lembaga Pendidikan Primagama Cabang Semeru Malang / oleh Yan Maulana Hariyanti

 

Pengembangan disain instruksional menurut Dick & Carey pada sub bidang studi ekonomi kelas II caturwulan I sekolah menengan pertama (SMP) / oleh Banghkit Titik Aryani

 

Analisis hakekat pembangunan manusia Indonesia seutuhnya sebagai pusat orientasi pembangunan nasional
oleh Moh. Murtadho

 

Pengembangan modul dengan model pembelajaran kontekstual untuk materi pokok bahan kimia di bidang industri, pertanian, dan kesehatan untuk pembelajaran sains kimia siswa SMP kelas IX semester II / oleh Puji Sri Martini

 

Hubungan antara kematangan emosi dengan harga diri wanita pelaku pernikahan siri di desa Srambah Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan / Yuniarti Habsari Ningsih

 

Kata Kunci: kematangan emosi, harga diri, pernikahan siri. Pernikahan siri merupakan pernikahan yang dilakukan berdasarkan aturan agama dan adat istiadat serta tidak dicatatkan di kantor pegawai pencatat nikah (KUA bagi yang beragama islam, kantor catatan sipil bagi non muslim). Dalam sebuah pernikahan terdapat gejolak psikologis yang terjadi didalam diri wanita seperti emosi dan harga diri. Kematangan emosi dan harga diri yang sehat sangat diperlukan untuk kokohnya sebuah rumah tangga setelah pernikahan dilakukan. Kematangan emosi seseorang ditandai oleh suatu sikap yang tenang dalam usaha menyelesaikan masalah maupun mengekspresikan perasaannya dan memiliki kontrol diri dalam emosinya serta lebih mempertimbangkan aspek logis dari pada emosinya dalam menghadapi suatu permasalahan. Sedangkan harga diri adalah penilaian individu yang ditunjukkan dalam sikapnya yang mempercayai bahwa dirinya yaitu merasa memiliki kebajikan, kompetensi, kekuatan, dan signifikansi. Tujuan dari penelitian yaitu untuk menguji hubungan antara kematangan emosi dengan harga diri wanita pelaku pernikahan siri di Desa Srambah Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini menggunakan penelitian populasi. Pengumpulan data menggunakan skala kematangan emosi dan harga diri dengan analisis deskripsi dan korelasional menggunakan produck moment dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cukup banyak wanita yang memiliki kematangan emosi dengan jumlah 16 wanita. Selain itu diperoleh juga data bahwa cukup banyak wanita pelaku pernikahan siri yang memiliki harga diri tinggi yaitu 15 wanita. Hal tersebut menunjukkan adanya hubungan positif antara kematangan emosi dengan harga diri wanita pelaku pernikahan siri, sehingga semakin tinggi kematangan emosi maka semakin tinggi harga diri. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan kajian selanjutnya untuk kepentingan bimbingan konseling khususnya untuk bimbingan preventif terhadap konseli melalui kerjasama dengan berbagai pihak terkait misalnya orang tua dan masyarakat. Selain itu dapat digunakan untuk konseling keluarga sehingga rumah tangga bisa menjadi kokoh dan bahagia karena keluarga merupakan tempat pertama yang dapat memberikan warna pada anak.

Prosedur pengelolaan bidang sosial budaya oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kotamadya Daerah Tingkat II Malang
oleh Ade Priyono

 

Penerapan metode kooperatif model GI (Group Investigation) untuk meningkatkan kinerja dan hasil belajar biologi pokok bahasan sistem koordinasi kelas II-6 SMAN 2 Jombang / oleh Ratna Pillar Pamungkas

 

Integrasi pendidikan berwawasan lingkungan pada pembelajaran ekonomi di sekolah adiwiyata (studi kasus di SMA Negeri 1 Lamongan dan SMA Negeri 2 Lamongan) / Wahid Fahruddin Is Purwono

 

ABSTRAK Fahruddin Is Purwono, Wahid. 2016. Integrasi Pendidikan Berwawasan Lingkungan pada Pembelajaran Ekonomi di Sekolah Adiwiyata (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Lamongan dan SMA Negeri 2 Lamongan). Tesis Program Studi Pendidikan Ekonomi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahjoedi, M.E. M.Pd., (II) Prof. Dr. Hj. Sri Umi Mintarti Wijaya, SE. MP. Ak. Kata kunci : integrasi, berwawasan lingkungan, pembelajaran ekonomi Integrasi pendidikan berwawasan lingkungan pada pembelajaran ekonomi merupakan pembelajaran ekonomi yang pada pelaksanaannya diintegrasikan muatan berwawasan lingkungan agar peserta didik terbentuk karakter sadar dan bertanggung jawab terhadap permasalahan ekonomi dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti integrasi pendidikan lingkungan pada pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Lamongan dan SMA Negeri 2 Lamongan sebagai sekolah adiwiyata yaitu sekolah yang telah melaksanakan program lingkungan hidup dengan baik. Fokus penelitian ini adalah 1) Bagaimana pemahaman guru tentang pendidikan berwawasan lingkungan melalui pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Lamongan dan SMA Negeri 2 Lamongan. 2) Bagaimana proses integrasi pendidikan berwawasan lingkungan pada pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Lamongan dan SMA Negeri 2 Lamongan. 3) Faktor yang mempengaruhi integrasi pendidikan berwawasan lingkungan pada pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Lamongan dan SMA Negeri 2 Lamongan. Untuk mencapai tujuan tersebut maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini adalah Wakasek kurikulum, pembina adiwiyata, guru mata pelajaran ekonomi, dan peserta didik. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan waktu pengamatan, triangulasi sumber data, member check dan expert opinion. Hasil Penelitian menunjukan (1) guru di SMA Negeri 1 Lamongan dan SMA Negeri 2 Lamongan memiliki pemahaman tentang integrasi pendidikan berwawasan lingkungan pada pembelajaran ekonomi, (2) integrasi pendidikan berwawasan lingkungan pada pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Lamongan dan SMA Negeri 2 Lamongan dilakukan dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran yang disusun berlandaskan prinsip-prinsip pembelajaran yang mengarahkan pada integrasi pendidikan ekonomi berwawasan lingkungan, (3) faktor yang mempengaruhi integrasi pendidikan berwawasan lingkungan pada pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Lamongan dan SMA Negeri 2 Lamongan yaitu faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung dari integrasi pendidikan berwawasan lingkungan pada pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Lamongan dan SMA Negeri 2 Lamongan adalah komitmen dari semua pihak baik pihak internal sekolah seperti guru maupun eksternal sekolah seperti pemerintah daerah untuk selalu mendukung pelaksanaan kegiatan yang berwawasan lingkungan. Sedangkan faktor penghambat yaitu faktor pembiayaan dan faktor gaya hidup peserta didik. Setelah mempelajari ekonomi yang terintegrasi dengan pendidikan lingkungan siswa memiliki kesadaran, sikap dan perilaku yang peduli terhadap lingkungan dalam kegiatan dan aktivitas ekonominya, misalnya kegiatan konsumsi dan produksi yang tujuannya bukan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan memperoleh keuntungan saja, tetapi juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan.

Teknik supervisi kepala sekolah dan hubungannya dengan sikap profesional guru SMA negeri di Pamekasan / oleh Taufiqurrahman

 

Pengaruh variasi material elektroda busi dan putaran mesin terhadap daya dan kadar emisi gas buang motor toyota tipe 4K / oleh Muhsinah

 

Hubungan antara pengelolaan kelas dan prestasi belajar siswa SMAN 8 Malang semester ganjil tahun ajaran 1991-1992
oleh Subekti Marhaenik

 

Zona sebaran populasi wereng hijau empoasca sp. (Homoptera:cicadellidae) pada tanaman teh (Camellia sinensis L.O.K.) di area kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang / Eka Corneliyawati

 

Kata kunci: zona sebaran, Empoasca sp., faktor abiotik Sebaran/distribusi adalah sebuah gerakan individu-individu atau anakanaknyakedalam atau keluar populasi. Zona sebaran merupakan area sebaran Empoasca sp. yang ditentukan berdasarkan kepadatan relatif populasi disetiap area petak klon teh dengan zona yang tersusun secara radial dan jarak antar lingkaran adalah 10 meter. Empoasca sp. merupakan hama utama pada tanaman teh. Untuk itu, perlu ada kajian tentang sebaran kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) pada tanaman teh yang diharapkan dapat memberikan tambahan informasi untuk pertimbangan pengendalian biologis yang bersifat alami dengan membiarkan musuhmusuh alami (predator) tetap hidup. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui sebaran kepadatan relatif populasi wereng hijau (Empoasca sp.) antar klon, zona, dan waktu pada tanaman teh (Camellia sinensis L.O.K) di area kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang, (2) mengetahui faktor abiotik yang paling menentukan sebaran kepadatan relatif populasi Empoasca sp. pada setiap klon, zona, dan waktu yang berbeda di area kebun teh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan pada bulan April-Mei 2010 di kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang. Penentuan zona dan titik cuplikan dengan cara membuat zona yang sesuai dengan garis transek yang dimulai dari titik pusat sampai tepi area yang ditentukan secara sistemik. Indikator pengamatan sebaran kepadatan relatif populasi Empoasca sp. dilakukan dengan pengamatan jumlah kepadatan relatif populasi imago Empoasca sp. secara langsung pada setiap perdu tanaman teh. Faktor abiotik yang diukur meliputi kecepatan angin, kelembaban udara, suhu, dan intensitas cahaya. Untuk mengetahui faktor abiotik yang mempengaruhi sebaran kepadatan relatif populasi Empoasca sp. antar klon, zona, dan waktu pada tanaman teh dilakukan dengan analisis regresi ganda bertahap (Stepwise-backward multiple regression) dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) antara klon TRI 2024, TRI 2025, dan Assamica nilai persentase tertinggi dapat dijumpai pada klon TRI 2024 sebesar 20%. Sedangkan untuk pengamatan kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) antar zona A, B, C dalam setiap petak klon TRI 2024, TRI 2025, dan Assamica nilai persentase tertinggi dapat dijumpai pada zona A dengan persentase sebesar 20% untuk klon TRI 2024, sedangkan klon TRI 2025 dengan persentase sebesar 17.647% dan Assamica sebesar 18.333%. Untuk pengamatan kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) antar waktu pagi, siang, dan sore hari di area kebun teh Wonosari ii didapatkan hasil nilai persentase kepadatan relatif populasi Empoasca sp. yang tertinggi dapat dijumpai pada siang hari sebesar 43.333% pada klon Assamica. Hasil uji statistik dengan analisis regresi ganda bertahap (Stepwise-backward multiple regression) dengan program SPSS terhadap faktor abiotik menunjukkan bahwa faktor abiotik berpengaruh secara signifikan dimana pengaruh faktor lingkungan tersebut secara simultan terhadap sebaran kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) pada setiap klon, zona, dan waktu pada tanaman teh di area kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang. Sedangkan sumbangan faktor abiotik yang paling menentukan terhadap sebaran kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) pada klon TRI 2024 adalah kecepatan angin (R2 total = 7,4% dan r2 parsial= 0,3776%), untuk klon TRI 2025 adalah kecepatan angin (R2 total = 4,9% dan r2 parsial = 0,4301%), sedangkan untuk klon Assamica adalah kelembaban udara (R2 total = 3,7% dan r2 parsial = 0,1239%). Sedangkan sumbangan faktor abiotik terhadap sebaran kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) pada zona A adalah kelembaban udara (R2 total = 5,6% dan r2 parsial = 0,3198%), zona B adalah intensitas cahaya (R2 total = 3,1% dan r2 parsial = 0,1363%), dan pada zona C adalah kecepatan angin (R2 total = 5,0% dan r2 parsial = 0,2553%). Sumbangan faktor abiotik terhadap kepadatan relatif populasi Wereng hijau (Empoasca sp.) pada pagi hari adalah intensitas cahaya (R2 total = 6,9% dan r2 parsial = 0,2913%), pada siang hari adalah intensitas cahaya (R2 total = 2,9% dan r2 parsial = 0,2412%), dan pada sore hari adalah intensitas cahaya (R2 total = 6,0% dan r2 parsial = 0,3937%).

Pengembangan model pembelajaran proyek bidang studi geografi menurut paradigma konstruktivisme / oleh Amar Ma'ruf

 

Internalisasi nilai-nilai kewirausahaan: studi fenomenologi di SMA Selamat Pagi Indonesia Batu / Prayogo Richi Noveris Mianto

 

ABSTRAK Mianto, Prayogo Richi Noveris. 2016. Internalisasi Nilai-Nilai Kewirausahaan Studi Fenomenologi Di SMA Selamat Pagi Indonesia Batu. Tesis. Jurusan Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Sunaryanto M, Ed., (II) Prof. Dr. Sri Umi Mintarti Widjaja, M,Ak Keywords : nilai, kewirausahaan, sekolah menengah atas Banyak diakui bahwa kewirausahaan (entrepreneur) memiliki peranan penting karena berkontribusi terhadap pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat secara luas. Kewirausahaan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus penyediaan lapangan pekerjaan baru melahirkan kreativitas serta dapat meningkatkan daya saing atau nilai tambah bagi masyarakat, serta terjadinya peningkatan produktivitas Dengan demikian maka Indonesia perlu meningkatkan jumlah wirausahawan agar dapat menjadi negara maju dan mampu bersaing dalam MEA. Upaya peningkatan jumlah wirausaha dapat dilakukan dengan penanaman nilai-nilai kewirausahaan melalui pembelajaran kewirausahaan. Haryati (2014:67) mengatakan bahwa pembelajaran kewirausahaan mampu membentuk perilaku wirausaha dan jiwa kepemimpinan dalam keterkaitannya dengan pengelolaan usaha untuk membekali siswa agar mampu berusaha sendiri. Penelitian di SMA Selamat Pagi Indonesia Batu ini bertujuan melihat proses internalisasi nilai-nilai kewirausahaan pada siswa dengan melihat (1) pemahaman dan komitmen guru/ pengelola dalam memaknai kewirausahaan ; (2) implementasi rangkaian proses internalisasi nilai-nilai kewirausahaan pada peserta didik yang dilakukan guru meliputi aspek perencanaan (pembuatan RPP), aspek proses pembelajaran, dan aspek evaluasi; (3) peran lingkungan dan organisasi (sekolah) dalam mendukung proses pembelajaran dalam upaya internalisasi nilai-nilai kewirausahaan pada siswa. Dengan fokus penelitian yang didasarkan pada pengalaman guru dan pembimbing kewirausahaan, maka penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif fenomenologi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa guru dan pembimbing memaknai pembelajaran kewirausahaan sebagai proses menemukan bakat siswa dan menanamkan nilai-nilai kewirausahaan, yakni kreatif, inovatif, disiplin, percaya diri, konsisten, tidak mudah putus asa, berani mengambil resiko, memiliki jiwa kepemimpinan, dan komunikatif. Melalui pemahaman tersebut, guru dan pembimbing menuangkannya dalam perencanaan, mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran, dan juga melakukan evaluasi. Terdapat peran dan dukungan dari pihak yayasan dan sekolah terhadap pembelajaran kewirausahaan dalam upaya internalisai nilai-nilai kewirausahaan. Peran dan dukungan tersebut berupa penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran, kebijakan yang mendukung proses pembelajaran, dan pemberian apresiasi bagi siswa.

Pengaruh layanan usaha terhadap partisipasi anggota di bidang usaha pada KPRI Kandepag Kabupaten Malang / oleh Rochani Ningsih

 

Hubungan antara efektifitas kerja manajer (pengelola) dengan pengembangan usaha KUD di Kabupaten Tulungagung
oleh Ida Nuryanti

 

Perbedaan motivasi mengajar guru senior dan junior di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Kota Tuban / Tya Widya Sari

 

Kata kunci: motivasi mengajar guru, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakkan tingkah laku seseorang untuk mencapai tujuan tertentu. Mengajar yaitu kegiatan guru membimbing dan mendorong murid memperoleh pengalaman yang berguna bagi perkembangan semua potensi yang dimilikinya semaksimal mungkin. Sedangkan motivasi mengajar guru yakni kesadaran yang dimiliki guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya tanpa ada unsur keterpaksaan menjalani tugas. Mengingat saat ini mutu pendidikan terus ditingkatkan, maka setiap guru dituntut aktif dalam bekerja. Untuk itu guru harus mempunyai motivasi dalam kegiatan mengajarnya. Guru yang tidak mempunyai motivasi, maka siswanya pun tidak ada gairah dalam belajar. Sebaliknya, jika guru mempunyai motivasi yang tinggi, maka siswa akan semangat terhadap pelajaran yang diterima, mempunyai motivasi untuk belajar dan berprestasi. Masalah yang diteliti, meliputi: (1) Seberapa tingkat motivasi mengajar guru SMAN Kota Tuban, (2) Seberapa tingkat faktor motivasional dan higiene pada motivasi mengajar guru SMAN Kota Tuban, dan (3) Adakah perbedaan motivasi mengajar guru senior dan guru junior SMAN Kota Tuban. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif, dengan populasi guru SMAN Kota Tuban yang berjumlah 187 orang terbagi menjadi 119 orang guru senior dan 68 orang guru junior. Penentuan sampel diambil dengan menggunakan pedoman tabel Krejcie dan Morgan sehingga diperoleh sampel sebanyak 128 orang yang terbagi menjadi 79 orang guru senior dan 49 orang guru junior. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan tujuan tidak membedakan subjek yang diteliti. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket (kuesioner). Angket penelitian ini diukur dengan menggunakan skala Likert yang kemudian diolah menjadi MSI. Pengujian validitas angket menggunakan rumus Product Moment Pearson sedangkan untuk menguji reliabilitas angket digunakan rumus Alpha Cronbach. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis komparatif. Kesimpulan penelitian yang diperoleh: (1) tingkat motivasi mengajar guru SMAN Kota Tuban tergolong dalam klasifikasi sangat tinggi. Karena guru mempunyai peranan penting dalam pencapaian keberhasilan proses belajarmengajar, guru harus mempunyai motivasi yang baik dalam melaksanakan tugas mengajarnya agar siswa dapat menerima pelajaran dengan mudah dan timbul motivasi belajar siswa secara intrinsik, (2) faktor motivasional pada guru SMAN Kota Tuban cenderung pada faktor kemajuan dengan rata-rata paling tinggi, yang mencakup adanya usaha guru dalam mengembangkan pengetahuannya, adanya peluang bagi guru untuk menduduki suatu jabatan dan menambah pengetahuan ii seperti mengikuti seminar, diklat, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan sebagainya, sikap guru berusaha melakukan yang terbaik dalam tugas mengajarnya, terdorong untuk mengup-date sistem mengajar terbaru agar siswa tidak jenuh dan terdapat variasi dalam mengajar, variasi dalam sumber bahan pustaka, serta tidak ada kesulitan dalam meningkatkan pengetahuan sehingga guru lebih mempunyai motivasi intrinsik karena ada jalan bagi pemenuhan kebutuhannya. Kemudian kedua adalah, faktor tanggung jawab, prestasi, pengakuan, dan sifat pekerjaan sedangkan faktor higiene pada guru SMAN Kota Tuban terletak pada faktor hubungan antar pribadi kemudian supervisi, gaji, kondisi kerja, serta banyak dikeluhkan pada faktor kebijakan organisasi dan administrasi yang tidak memuaskan guru, karena pimpinan tidak memberikan kesempatan bagi guru untuk mengatur pekerjaannya sendiri dan beratnya beban tugas baik beban mengajar maupun selain tugas mengajar, dan (3) Tidak ada perbedaan motivasi mengajar antara guru senior dan junior karena mempunyai rata-rata yang sama tinggi. Kesimpulannya adalah baik guru senior maupun guru junior sama-sama mempunyai motivasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas mengajarnya. Berdasarkan kesimpulan penelitian, maka saran ditujukan kepada: (1) bagi guru, hendaknya mempertahankan faktor motivasional yang sudah tinggi dan meningkatkan rasa cinta terhadap pekerjaan karena faktor sifat pekerjaan mempunyai nilai yang paling rendah. Sebagai tenaga pendidik, rasa cinta terhadap pekerjaan ini sangat penting karena dari sinilah seseorang akan melaksanakan pekerjaannya dengan rasa penuh tanggung jawab, (2) bagi kepala sekolah, perlu diperhatikan pada faktor kebijakan organisasi dan administrasi (faktor higiene) yang membuat ketidakpuasan kerja guru dan dapat mengakibatkan menurunnya motivasi serta kinerja guru dalam mengajar. Faktor hubungan antar pribadi tetap dipertahankan, agar guru merasa nyaman menjalin komunikasi dengan orangorang yang berada di lingkungan sekolah, dan (3) bagi Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, hendaknya mengembangkan mata kuliah manajemen sumber daya manusia khusunya pada peningkatan motivasi kerja, dan (4) bagi peneliti lain, dapat dijadikan acuan peneliti yang ingin mengembangkan jenis penelitian ini dengan responden, variabel, serta tempat yang berbeda. Sehingga dapat memperkaya referensi di Jurusan Administrasi Pendidikan.

Hubungan antara pendidikan dan latihan (Diklat) manajer dengan keberhasilan usaha Koperasi Unit Desa (KUD) se Kabupaten Malang
oleh Program Studi Pendidikan Koperasi

 

Study diskriptif korelatif mengenai teknik pembinaan pendidikan oleh kepala sekolah dengan kualitas mengajar guru SDN / oleh Puji Hastutie

 

Pengaruh iklim motivasional berorientasi tugas terhadap motivasi intrinsik, displin diri dan kemampuan motorik siswa / Anung Priambodo

 

ABSTRAK Priambodo, Anung. 2015. Pengaruh Iklim Motivasional Berorientasi Tugas Terhadap Motivasi Instrinsik, Disiplin Diri dan Kemampuan Motorik Siswa. Disertasi. Program Studi Psikologi Pendidikan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Marthen Pali, M.Psi, (II) Dr. Dany M. Handarini, M.A., (III) Dr. Wasis D. Dwiyogo, M.Pd Kata Kunci: iklim motivasional berorientasi tugas, motivasi instrinsik, disiplin diri, kemampuan motorik, Motivasi intrinsik dan disiplin diri merupakan faktor yang memberi energi dan daya tahan untuk meraih prestasi. Pendidikan jasmani adalah mata pelajaran yang bertujuan meningkatkan potensi fisik, nilai-nilai sportifitas dan budaya hidup sehat. Banyaknya suasana kompetisi dan komparasi antar siswa dalam pendidikan jasmani menimbulkan kecemasan dan ketidaknyamanan pada beberapa siswa yang tidak memiliki kemampuan motorik yang baik. Untuk itu, perlu adanya suatu iklim pembelajaran yang lebih memicu munculnya motivasi intrinsik dan disiplin diri. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh iklim motivasional berorientasi tugas terhadap motivasi instrinsik, disiplin diri dan kemampuan motorik siswa dalam pendidikan jasmani. Penelitian eksperimen ini menggunakan rancangan pre and posttest quasy experimental design. Jumlah subyek penelitian sebanyak 65 siswa kelas VIII diambil dengan teknik purposive sampling terbagi dalam dua kelompok yaitu 32 siswa kelompok eksperimen dengan iklim motivasional berorientasi tugas dan 33 siswa sebagai kelompok kontrol dengan pembelajaran penjasorkes yang biasa dilakukan. Iklim motivasional berorientasi tugas diawali dengan membimbing siswa membuat target hasil belajar secara individual sesuai kemampuan siswa, kemudian memberikan pilihan kegiatan pembelajaran untuk mencapai target tersebut, memotivasi siswa untuk memilih cara belajar (latihan) yang paling sesuai, dan menilai keberhasilan belajar berdasar target dan upaya yang sudah dilakukan, tanpa membandingkan dengan siswa lain. Perlakuan diberikan selama 12 kali pertemuan pada semester gasal 2013/2014. Instrumen utama pengumpul data menggunakan kuesioner yang telah divalidasi, kemudian metode dokumentasi dan wawancara juga digunakan untuk menganalisis proses pelaksanaan perlakuan. Berdasar hasil analisis uji beda selisih (gain score) dan uji manova membuktikan bahwa: (1) iklim motivasional berorientasi tugas memengaruhi motivasi instrinsik siswa (2) iklim motivasional berorientasi tugas memengaruhi disiplin diri siswa (3) iklim motivasional berorientasi tugas memengaruhi kemampuan motorik siswa (4) iklim motivasional berorientasi tugas memengaruhi secara menyeluruh terhadap motivasi instrinsik, disiplin diri dan kemampuan motorik siswa. Berdasarkan hasil tersebut, maka disarankan bahwa untuk meningkatkan motivasi intrinsik dan disiplin diri siswa, sebaiknya digunakan iklim motivasional berorientasi tugas.

Hubungan iklim organisasi, masa kerja, dan prestasi kerja karyawan bagian operator mesin jahit PT. Rasindo Indah Ngoro Mojokerto / oleh Titi Nurwati

 

Hubungan antara faktor-faktor geografis dan demografis dengan minat melanjutkan sekolah ke SMTP bagai anak usia 13-15 tahun di wilayah Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang / oleh Indayan Budi L. Sir

 

Persepsi mahasiswa Universitas Negeri Malang terhadap kualitas layanan referensi di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang / Faisal Mulana

 

ABSTRAK Maulana, Faisal. 2015. Persepsi Mahasiswa Universitas Negeri Malang terhadap Kualitas Layanan Referensi di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, D3 Perpustakaan Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Dr. Titik Harsiati, M.Pd, Pembimbing (II): Drs.Moh. Asrukin, M.Si. Kata Kunci: persepsi, mahasiswa, layananreferensi, UPT PerpustakaanUniversitasNegeri Malang. Perpustakaanmerupakansalahsatubagian yangsentraldalamsebuahperguruantinggi.UPT PerpustakaanUniversitasNegeri Malang merupakanperpustakaan yang menyediakanlayananreferensi.MahasiswaUniversitasNegeri Malang sebagaipenggunalayananreferensitentumemilikipersepsitersendiriterhadaplayananreferensidi UPT PerpustakaanUniversitasNegeri Malang.PenelitianinibertujuanuntukmengetahuipersepsimahasiswaUniversitasNegeri Malang terhadaplayananreferensi di UPT PerpustakaanUniversitasNegeri Malang yang mencakuppersepsimahasiswaterhadapfasilitaslayananreferensi, pustakawan, koleksi, danprosedur yang berlaku di layananreferensi. Penelitianinimenggunakanmetodedeskriptifkuantitatif.Data daritugasakhiriniberupapersepsimahasiswaUniversitasNegeri Malang terhadaplayananreferensi di UPT PerpustakaanUniversitasNegeri Malang.Pengumpulan data dilakukandenganteknikkuesionerdanpengamatanterlibat.Instrumen yang digunakanadalahpedomankuesionerdanpedomanpengamatanterlibat.Teknikanalisis data yang digunakanadalahanalisis statistik dengan metode deskriptif. Hasildaritugasakhirinimenunjukkan (1) persepsimahasiswaUniversitasNegeri Malang terhadapfasilitas di layananreferensi UPT PerpustakaanUniversitasNegeri Malang menunjukkan, 83 orang (83%) menyatakan nyamanmembaca pada tempat yang telah disediakan di layananreferensi, 59 orang (59%) menyatakan koleksi yang terdapat pada OPAC tidak tersedia di rakkoleksi(2) persepsimahasiswaUniversitasNegeri Malang terhadappustakawan di UPT PerpustakaanUniversitasNegeri Malang menunjukkan,83 orang (83%) menyatakan pustakawanmemberikaninformasiterkaitdenganfotokopikoleksisecaratepatkepadamahasiswa, 35 orang (35%)menyatakanpustakawanreferensitidakramah(3) persepsimahasiswaUniversitasNegeri Malang terhadapkoleksi di layananreferensi UPT PerpustakaanUniversitasNegeri Malang menunjukkan,73 orang (73%) menyatakan lembar yang boleh difotokopi pada karya ilmiahcukupdalammemberikan informasibagi kebutuhan mahasiswa, 32 orang (32%).menyatakankoleksilayananreferensitidakmutakhir(4) persepsimahasiswaUniversitasNegeri Malang terhadapprosedur di layananreferensi UPT PerpustakaanUniversitasNegeri Malang menunjukkan, 76 orang (76%) menyatakan nyamansaatharus mengisi daftar presensi, 45 orang (45%) menyatakan sulit meminjam koleksikaryailmiah yang berada di gudang

Penggunaan metode kerja kelompok untuk meningkatkan prestasi belajar ilmu pengetahuan sosial siswa kelas V SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang / Donna Sutrisna

 

Kata kunci : kerja kelompok, IPS, hasil belajar Salah satu disiplin ilmu yang diajarkan di sekolah dasar dan erat kaitannya dengan masalah kehidupan sosial dan lingkungan masyarakat di sekitar siswa adalah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Di SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang, pembelajaran Ilmu Pengetahuan sosial masih saja cenderung pada metode pembelajaran klasik, yaitu metode ceramah yang kegiatan pembelajarannya hanya didominasi oleh guru, pembelajaran yang kurang berorientasi pada siswa, siswa hanya mendengarkan, mencatat dan melakukan kegiatan sesuai perintah guru yang menyebabkan siswa pasif dan tidak mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kecakapan berpikir. Frekuensi penggunaan metode ceramah, pemberian tugas dan tanya jawab terlalu mendominasi. Dari hasil PreTest (tindakan awal/tes awal) yang telah diberikan kepada 29 anak (tes diberikan secara individu), maka dapat diketahui data siswa yang mengalami kesulitan belajar, sebesar 72,4% (21 anak) mendapat nilai di bawah 70, sisanya 27,6% (8 anak) memperoleh nilai diatas 70 dengan nilai rata-rata kelas 56,72. Untuk mengarah pada perubahan yang lebih baik dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang, maka peneliti mencoba dengan menerapkan metode kerja kelompok, dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis PTK, model Kemmis & Taggart. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi, dengan instrumen penelitian wawancara, tes dan dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Data yang dianalisis adalah data tentang kemampuan guru melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan kerja kelompok, tingkat pemahaman siswa terhadap konsep Jenis Usaha dan Kegiatan Ekonomi di Indonesia yang diukur dari aspek kognitif yang berupa soal pre-test dan post-tes, aktivitas siswa serta tingkat keberhasilan siswa yang diukur dari pengamatan keseharian siswa di lingkungan sekolah selama siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode kerja kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas V SDN Tegalweru. Hal ini terbukti dengan meningkatnya nilai rata-rata kelas sebelum menggunakan metode kerja kelompok adalah 56.72. Setelah peneliti menerapkan metode kerja kelompok, pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa di kelas mengalami peningkatan, yaitu menjadi 71.20, atau mengalami peningkatan 44.83%. Pada penerapan metode kerja kelompok siklus II, rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 84.13, atau mengalami peningkatan 24.19%. Siswa yang mengalami ketuntasan belajar individu adalah sebanyak 28 siswa (96.6%) dan siswa yang belum mengalami tuntas belajar sebanyak 1 siswa (3.4%). Ketuntasan belajar kelas sudah tercapai karena ketuntasan belajar individu telah mencapai 80% dari jumlah siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode kerja kelompok dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial siswa SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang. yang ditandai dengan meningkatnya hasil belajar siswa (aspek kognitif), metode kerja kelompok juga mampu meningkatkan aspek afektif dan aspek psikomotor siswa. Hal ini terbukti dengan meningkatnya kerjasama, keberanian dan kedisiplinan siswa dalam pembelajaran. Dari penelitian yang telah dilaksanakan, saran yang diharapkan dapat menjadi rekomendasi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di SD, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yaitu, hendaknya guru dapat menerapkan dan mengembangkan metode pembelajaran kerja kelompok pada pembelajaran IPS kedalam kompetensi atau tema-tema yang lain dan pembelajaran hendaknya dilaksanakan dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Bagi sekolah, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam upaya memperbaiki pembelajaran di SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Serta bagi Dinas Pendidikan, hendaknya selalu memberikan bimbingan terhadap guru tentang pemilihan strategi dan metode dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang sesuai, serta selalu memberikan kesempatan kepada

Pengaruh intellectual intelligence (IQ), creative intelligence, dan gaya belajar terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri 7 Malang / Marissa Ulfa

 

ABSTRAK Ulfa, Marissa. 2008. Pengaruh Intellectual Intelligence (IQ), Creative Intelligence, Dan Gaya Belajar Terhadap Prestasi Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntansi Di SMA Negeri 7 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) DR. Nurika Restuningdiah (II) Dra. Hj. Endang Sri Andayani, SE. Ak, M.Si. Ak. Kata Kunci: Intellectual Intelligence (IQ), Creative Intelligence, Gaya Belajar, Prestasi Siswa. Tingkat intelegensi dapat diukur dari berbagai jenis intelegensi. Pada umumnya tingkat intelegensi diukur melalui Intellectual Intelligence (IQ). Aspek penting lain dari tingkat intelegensi yaitu Creative Intelligence (kecerdasan kreatif). Dari tingkat intelegensi dan kreatifitas yang dimiliki siswa, maka dapat menumbuhkan gaya belajar yang berbeda antar siswa. Jika terjadi sinergi yang baik antara intellectual intelligence (IQ), creative intelligence, dan gaya belajar maka prestasi yang baik mampu diraih siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan antara intellectual intelligence (IQ), creative intelligence, dan gaya belajar terhadap prestasi siswa serta untuk mengetahui variabel yang paling dominan mempengaruhi prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang mendapatkan pelajaran akuntansi di SMA Negeri 7 Malang, sedangkan sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI dan XII IPS SMA Negeri 7 Malang. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui angket dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisa data regresi linier berganda dengan dummy variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan intellectual intelligence (IQ) berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi, creative intelligence yang ditunjukkan dari skor tes profil potensi kreatif berpengaruh signifikan terhadap prestasi, dan gaya belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi. Intellectual intelligence (IQ), creative intelligence, dan gaya belajar berpengaruh simultan signifikan terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri 7 Malang. Sedangkan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap prestasi siswa adalah variabel creative intelligence. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar sekolah selalu rutin mengadakan tes intellectual intelligence (IQ), tujuannya agar siswa mampu mencapai prestasi yang maksimal sesuai dengan kemampuan intelektualnya. Selanjutnya dengan kemampuan intelektual yang dimiliki, siswa dapat mengembangkan kreatifitasnya melalui pengarahan guru yang kemudian siswa dapat dengan sendirinya menemukan gaya belajar yang sesuai dengan intelektual dan kreatifitasnya sehingga dapat mempermudah siswa tersebut untuk meraih prestasi yang baik. iii

Pembagian warisan menurut hukum adat di desa Puru Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek
oleh Sukarni

 

Pengembangan media pembelajaran interaktif kompetensi dasar memasang instalasi penerangan 1 fasa pada mata pelajaran kompetensi kejuruan kelas X Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK Negeri 1 Blitar / Wisnu Laksono

 

ABSTRAK Laksono, Wisnu. 2015.Pengembangan Media Pembelajaran InteraktifKompetensi Dasar Instalasi Penerangan 1 Fasa pada Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan Kelas X Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK Negeri 1 Blitar. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suwasono, M.T., (2) Dr.Eng. Siti Sendari, S.T., M.T., Kata Kunci: Media pembelajaran interaktif, Adobe Flash CS3, Instalasi penerangan 1 fasa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran Kompetensi Kejuruan dengan materi instalasi penerangan listrik 1 fasa untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah siswa SMKNegeri 1 Blitar menggunakan Adobe Flash CS3. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran instalasi penerangan 1 fasa dengan menggunakan Adobe Flash CS3. Penelitian pengembangan media pembelajaran instalasi penerangan 1 fasa menggunakan Adobe Flashini melalui 5 tahap yaitu: (1) Analisis kebutuhan; (2) Desain; (3) Pengembangan; (4) Implementasi; dan (5) Evaluasi.Subyek dalampenelitian ini berjumlah 6 siswa untuk uji coba kelompok kecil dan 28 siswauntuk uji coba kelompok besar jadi jumlah keseluruhan subyek penelitian padapenelitian ini sejumlah 34 siswa kelas X Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMKN 1 Blitar. Hasil dari penelitian ini berupa sebuah produk media pembelajaran berbasisAdobe Flash yang sesuai dengan materi dalam silabus dan RPP yang di terapkan di SMK Negeri 1 Blitar. Kemudian penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran yang digunakan baik dari segi pembelajaran, isi, dan tampilan. Uji coba produk perlu dilakukan untuk mengetahui kelayakan produk media pembelajaran yang dihasilkan agar sesuai dengan kelayakannya. Hasil ujicoba media pembelajaran secara keseluruhan responden, dari pakarmedia menyatakan 86,9 % dengan kriteria sangat valid, dari ahli materi 1 menyatakan 90,6 % dan ahli materi 2 menyatakan 87,5% dengan kriteria sangat valid, dari siswa menyatakan 89,7% untuk kelas TITL 1 dan 83,9% untuk kelas TITL 2 dengan kriteria sangat valid. Hasil ujicoba kepada seluruh responden media pembelajaran instalasi penerangan 1 fasaini layak digunakan sebagai media pembelajaran di SMK dan telah memenuhi indikator keberhasilan yang layak dan efektif serta memberikan dampak yang positif terhadap pembelajaran instalasi penerangan 1 fasa. Oleh karena itumedia ini dapat digunakan siswa alternatif sumber belajar, bagi guru sebagai alternatifmedia pembelajaran, dan bagi pengembang lain sebagai masukan dalam melakukan pengembangan media pembelajaran untuk materi lainnya.

Penerapan prinsip-prinsip belajar orang dewasa dalam pelatihan bisnis Multi Level Marketing (MLM) : studi kasus MLM High Desert Jalan Kunir No. 1 Malang / oleh Endah Lukitaningsih

 

Pentingnya kesadaran hukum warga negara dalam menunjang stabilitas politik nasional bangsa / oleh Sufa'at

 

Pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan nasabah bank syariah Mandiri Cabang Pasuruan / Erike Youlandha

 

Kata kunci: kualitas layanan, kepuasan nasabah Saat ini perbankan syari'ah telah memasuki persaingan berskala global, merupakan suatu tantangan yang harus dihadapi dan ditangani oleh bank syari'ah untuk dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan bangsa melalui pemberdayaan ekonomi umat. Demikian pula dengan bisnis perbankan, merupakan bisnis yang berdasarkan pada azas kepercayaan, masalah kualitas layanan (service quality) menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan bisnis ini. Sehingga ketika bank syari'ah yang selama ini dirindukan kehadirannya ternyata pelayanannya tidak sesuai syari'ah Islam maka akan berakibat merugikan bank itu sendiri dan menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap bank syari'ah. Oleh karena itu persaingan akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan bank memberikan pelayanan terbaik yang bermutu dibandingkan pesaingnya. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui variabel-variabel kualitas layanan yang mempengaruhi kepuasan nasabah. Penelitian ini mempuyai dua variabel , yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Variabel bebas (X) terdiri dari sub variabel, yaitu keandalan (X1), daya tanggap (X2), jaminan (X3), empati (X4) dan bukti fisik (X5) sedangkan variabel terikatnya (Y) adalah kepuasan nasabah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan kausalitas. Penelitian ini berusaha untuk menjelaskan pengaruh kualitas layanan secara parsial maupun secara simultan terhadap kepuasan nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan, serta untuk mengetahui variabel kualitas layanan mana yang paling dominan mempengaruhi kepuasan nasabah. Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 73 responden. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Pengambilan jumlah sampel tersebut karena keterbatasan penulis dalam hal tenaga, biaya dan waktu. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) ada pengaruh positif yang signifikan keandalan secara parsial terhadap kepuasan nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan dengan nilai B=0,345; thitung=3,801; dan Sig t=0,000; (2) tidak ada pengaruh positif yang signifikan daya tanggap secara parsial terhadap kepuasan nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan dengan nilai B=-0,113; thitung=-1,265; dan Sig t=0,210; (3) tidak ada pengaruh positif yang signifikan jaminan secara parsial terhadap kepuasan nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan dengan nilai B=0,004; thitung=0,043; dan Sig t=0,966; (4) ada pengaruh positif yang signifikan empati secara parsial terhadap kepuasan nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan dengan nilai B=0,554; thitung=8,068; dan Sig t=0,000; (5) ada pengaruh positif yang signifikan bukti fisik secara parsial terhadap kepuasan nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan dengan nilai B=0,355; thitung=3,871; dan Sig t=0,000; (6) terdapat pengaruh positif yang signifikan keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik secara simultan terhadap kepuasan nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan dengan nilai Fhitung =35,351; Ftabel=2,38; Sig. F=0,000; R=0,852; R square =0,725; dan Adjusted R Square=0,705. Dari hasil penelitian juga disimpulkan bahwa variabel empati memiliki pengaruh paling dominan terhadap kepuasan nasabah. Berdasarkan penelitian ini, dapat disarankan agar Bank Syariah Mandiri Cabang Pasuruan dalam memberikan layanan perlu memperhatikan hal-hal yang dapat mempengaruhi kepuasan nasabah terutama pada variabel daya tanggap dan jaminan.

Pelaksanaan hak asasi manusia bagi terpidana di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Malang / oleh Eny Kusmiyatin

 

Pengaruh strategi pembelajaran reading questioning and answering (RQA) dipadu student team achivment division (STAD) terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemampuan metakognitif di MTs Negeri Rejosa Kab. Pasuruan / Nina Zunaidah

 

ABSTRAK Zunaidah, Nina. 2014. Pengaruh Strategi Pembelajaran Reading Questioning and Answering (RQA) Dipadu Student Team Achievment Division (STAD) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Kemampuan Metakognitif Di MTs Negeri Rejoso Kab.Pasuruan, Tesis. Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1). Prof. Dr. Aloysius Duran Corebima, M.Pd (2). Dr. H. Hadi Suwono, M.Si Kata Kunci: RQA, STAD, Kemampuan Berpikir Kritis, Kemampuan Metakognitif Keterampilan berpikir kritis merupakan suatu karakteristik yang perlu dikembangkan di sekolah pada setiap jenjangnya, meskipun jarang diajarkan oleh guru di kelas baik secara eksplisit maupun implisit. Berpikir kritis merupakan suatu kompetensi yang harus dilatihkan pada peserta didik. Hubungan ketrampilan metakognisi dengan berpikir kritis dari komponen Self-regulation. Self regulation merupakan salah satu komponen berpikir kritis. Self regulation merupakan salah satu komponen berpikir kritis. Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Menganalisa pengaruh strategi pembelajaran Reading Questioning and Answering (RQA) dipadu Student Team Achievment Division (STAD) terhadap kemampuan berpikir kritis di MTsN Rejoso Kabupaten Pasuruan. 2) Menganalisa pengaruh strategi pembelajaran Reading Questioning and Answering (RQA) dipadu Student Team Achievment Division (STAD) terhadap kemampuan metakognitif di MTsN Rejoso Kabupaten Pasuruan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: tidak ada pengaruh strategi pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis, namun pada strategi pembelajaran RQA dipadu STAD berpengaruh signifikan terhadap kesadaran metakognitif inventori MAI dan ketrampilan metakognitif dengan rubrik. Peningkatan kesadaran metakognitif inventori MAI siswa mengalami peningkatkan sebesar 4,02% lebih tinggi daripada strategi konvensional dibandingkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional sebesar 3,86%. Pada ketrampilan metakognitif mengalami kenaikan ketrampilan metakognitif siswa dengan rubrik yang diajar dengan RQA dipadu STAD lebih tinggi 123,2 % dibandingkan menggunakan pembelajaran konvensional 55,2 % . Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, beberapa saran yang dapat diajukan oleh peneliti adalah 1) Perlu dilakukan penelitian berikutnya terkait dengan strategi pembelajaran yang lain misal paduan RQA dengan tipe kooperatif lainnya. 2).Variabel terikat yang sudah diteliti dalam penelitian ini terbatas pada hasil belajar yang meliputi: kemampuan berpikir kritis dan kemmapuan metakognitif. Perlu dilakukan penelitian untuk jenis hasil belajar lainnya misalnya hasil belajar kognitif, retensi atau kemampuan akademik bawah atau akademik atas. 3). Perlu dilaksanakan penelitian yang memadukan strategi-strategi pembelajaran berbasis konstruktivisme berbasis student centered selain RQA dipadu STAD 4).Penelitian ini dilakukan satu semester, kalau memungkinkan perlu dilakukan penelitian dalam kurun waktu lebih lama lagi untuk memperoleh hasil yang lebih baik, terutama dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan metakognitif.

Peran kepala sekolah dalam implementasi manajemen berbasis sekolah (studi kasus di Sekolah Dasar Negeri Pandanwangi 1 Malang) / Siti Mistrianingsih

 

Mistrianingsih, Siti. 2015. Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri Pandanwangi 1 Malang). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ali Imron, M. Pd, M. Si, (II) Ahmad Nurabadi, S. Pd, M. Pd. Kata kunci: peran, kepala sekolah, implementasi, manajemen berbasis sekolah     Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dapat menjadikan peran para kepala sekolah sangat penting dalam meningkatkan kualitas lembaga pendidikan, tenaga kependidikan, input, serta output sekolah. Dengan adanya MBS, sebuah lembaga pendidikan memiliki otonomi pengelolaan terhadap substansi-substansi manajemen pendidikan. Munculnya MBS di beberapa negara memiliki latar belakang yang berbeda-beda, antara lain sistem pendidikan. Pada tahun 1960 hingga 1970 ada pengenalan kurikulum baru dan pendekatan metode pengajaran baru, akan tetapi hasilnya tidak memenuhi tujuan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.     Fokus penelitian yaitu: (1) Implementasi MBS di SDN Pandanwangi 1 Malang, (2) Peran kepala sekolah dalam implementasi MBS di SDN Pandanwangi 1 Malang, dan (3) Faktor pendukung dan penghambat peran kepala sekolah dalam implementasi MBS di SDN Pandanwangi 1 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini, peneliti merupakan satu-satunya pengumpul data dan melakukan beberapa teknik pengumpulan data di dalam proses penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi partisipan, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Peneliti melakukan analisis data, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data/kesimpulan.     Hasil yang diperoleh dari penelitian ini pada masing-masing fokus penelitian dijelaskan sebagai berikut. Pertama, SDN Pandanwangi 1 Malang melaksanakan MBS dengan menerapkan tujuh pilar MBS, meliputi manajemen kurikulum, manajemen pendidik dan tenaga kependidikan, manajemen peserta didik, manajemen sarana dan prasarana, manajemen pembiayaan, manajemen humas, dan manajemen budaya dan lingkungan sekolah. Implementasi MBS, kepala sekolah memiliki prinsip dan strategi yaitu pengelolaan mandiri oleh sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah yang dianalisis melalui EDS dan kuesioner, manajemen sekolah berpedoman dengan SOP, pelibatan warga sekolah dalam kegiatan sekolah, dan komunikasi dengan banyak pihak, serta duduk dalam satu ruang. Kedua, dalam menerapkan konsep MBS, diperlukan berbagai peran dari kepala sekolah sebagai pemimpin di sekolah. Peran yang dilakukan oleh kepala SDN Pandanwangi 1 Malang antara lain yaitu sebagai edukator, manager, administrator, supervisor, leader, innovator, dan motivator. Ketiga, faktor pendukung peran kepala sekolah adalah motivasi guru untuk bekerja dan belajar, terciptanya kekeluargaan di sekolah, peran serta masyarakat baik, fasilitas belajar lengkap, adanya Standart Operating Procedure (SOP), guru menguasai Ilmu Teknologi (IT), dan progam sekolah sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan peserta didik. Faktor penghambat peran kepala sekolah antara lain sulitnya adaptasi guru terhadap perubahan, minimnya jumlah guru, minimnya inovasi dan kreasi guru dalam penggunaan sumber belajar, belum optimal dalam menggunakan teknologi ke dalam proses pembelajaran, SOP belum dilaksanakan secara optimal, metode pembelajaran kurang variatif, pendampingan dalam kegiatan pembelajaran di perpustakaan masih rendah, dan didominasi oleh masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Solusi terhadap permasalahan yang ada yaitu kepala sekolah membuat dan menyusun SOP. SOP tersebut terdiri dari SOP sie kurikulum, SOP UKS, SOP Keuangan, SOP Profesi Siswa, SOP Sarpras, dan SOP sie Keamanan. Selain SOP ada juga Evaluasi Diri Sekolah (EDS) yang merupakan alat tolok ukur untuk mengidentifikasi dan menganalisis kekuatan dan kelemahan sekolah terkait dengan manajemennya.     Saran yang dapat peneliti sampaikan kepada beberapa pihak yaitu (1) kepala sekolah untuk lebih intensif dalam mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan yang dimiliki sekolah dengan melibatkan seluruh komponen sekolah dan masyarakat. Mendokumentasikan seluruh administrasi pada setiap pilar MBS dengan lebih rapi dan tetap melibatkan potensi masyarakat dalam kegiatan sekolah dan pengambilan keputusan. Serta menganalisis hasil temuan sebagai bahan evaluasi program dan kegiatan dalam MBS berikutnya; (2) pengawas sekolah diharapkan lebih intensif dalam melaksanakan pengawasan terhadap kinerja kepala sekolah dalam pelaksanaan MBS, lebih mampu dalam menyatukan komponen antara pemerintah pusat dan sekolah, serta berperan aktif dalam membantu kepala sekolah dalam memajukan sekolah; (3) guru dan staf lebih mengembangkan potensi dan profesionalitas kerja, mempertahankan sikap disiplin yang telah dibina, tetap menegakkan budaya kekeluargaan, dan apabila ada kendala dalam melaksanakan MBS dan belum menemukan solusi, maka diharapkan mencari literatur yang berkaitan dengan MBS disamping solusi yang diberikan oleh kepala sekolah; (4) komite sekolah berperan lebih aktif dalam membantu kegiatan-kegiatan sekolah, membangun komunikasi dan kerja sama yang lebih baik antara pengurus komite sekolah, orangtua peserta didik, dan kepala sekolah, serta lebih aktif dan kreatif dalam memberdayakan potensi-potensi masyarakat; (5) bagi ketua jurusan AP hasil penelitian dapat dijadikan sebagai referensi tambahan dalam pengembangan teori kepemimpinan pendidikan, sehingga dapat memperkaya ilmu terutama di jurusan AP sendiri; (6) hasil penelitian ini masih terbatas, sehingga disarankan kepada peneliti lain agar lebih mengembangakan pemikiran terhadap konsep implementasi MBS dengan beracuan pada hasil penelitian.     

Pengembangan media pembelajaran seni budaya berbasis adobe flash tentang penerapan ragam hias pada cangkang untuk kelas VII SMP / Ach. Riyan Hidayat

 

ABSTRAK Riyan Hidayat, Ach. 2015.Pengembangan Media Pembelajaran Seni Budaya Berbasis Adobe Flash tentang Penerapan Ragam Hias pada Cangkang Telur untuk Kelas VII SMP. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas SastraUniversitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Iriaji, M.Pd (II)Andy Pramono, S.Kom, MT. Kata kunci : Media Pembelajaran,Ragam Hias, Cangkang Telur Peserta didik SMP dinilai kurang berminat terhadap pembelajaran ragam hias, salah satunya di SMP Negeri 18 Malang. Media Pembelajaran yang interaktif dan menarik akan merangsang motivasi peserta didik dalam pembelajaran yang akan berdampak pada kualitas pembelajaran dan hasil belajar.Tujuan penilitian ini adalah mengembangkan dan menghasilkan produk media pembelajaranberbasis adobe flashbernuansa animasi Jepang yang komunikatif, interaktif, menarik, dan menantang tentang penerapan ragam hias pada cangkang telur untuk kelas VII SMP serta menguji kevalidan produk secara konseptual. Jenis penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan. Model yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah model prosedural yang memodifikasi dari model pengembangan Sugiyono dan Sutopo dengan tahapan (1) latar belakang, (2) pengumpulan data, (3) analisis data, (4) pengembangan prototype yang meliputi konsep, desain, pengumpulan bahan, pembuatan, pengujian, distribusi, (5) validasi, (6) revisi, (7) uji coba, dan (8) revisi. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket sedangkan teknik analisis data yang digunakan berupa persentase deskriptif. Hasil penelitian ini adalah: (1) Uji validasi ahli media sebesar 90%, bagian yang direvisi adalah penggunaan layout dan ilustrasi lebih disesuaikan dengan materi serta ukuran font diperbesar pada bagian video,(2) validasi ahli materi 80%, bagian yang direvisi adalah KD dan penggunaan bahasa lebih disesuaikan dengan pembahasan, (3) uji coba pengguna memiliki kriteria sangat baik tanpa adanya revisi, dan (4) uji coba pemakaian kelompok kecil 80%, dilakukan revisi pada ukuran font yang diperesar serta mengganti audio yang mengganggu. Secara keseluruhan persentase dari uji coba sebesar 84,8% yang berarti produk yang dikembangkan memiliki kriteria sangat baik dan layak digunakan. Saran yang dapat dikemukakan penulis adalah sebagai berikut: (1) sebaiknya mengembangakan media digital yang berbasis 3D,(2) sebaiknya mencari bahan pustaka dan konsultasi dengan pakar yang ahli di bidang media dan ragam hias. (3) Bagi pihak sekolah sebaiknya mengintegrasikan multimedia pembelajaran.

Pengaruh perubahan arus kas terhadap tingkat rentabilitas melalui tingkat likuiditas pada perusahaan food and beverages yang listing di BEI tahun 2006-2008 / M. Imam Fauzi

 

Kata Kunci : Perubahan Arus Kas, Likuiditas, Rentabilitas. Memasuki era globalisasi yang pesat, sektor industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor industri di BEI yang mempunyai peluang untuk tumbuh dan berkembang dengan pesat, karena potensi pasarnya dari tahun ke tahun makin berkembang seiring dengan tingkat pertumbuhan jumlah penduduk. Untuk itu dalam kegiatan operasionalnya, pengendalian arus kas pada perusahaan sangat di butuhkan dalam menjaga likuiditas dan guna meningkatkan likuiditas. Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Untuk mengetahui kondisi perubahan arus, 2. Untuk mengetahui kondisi tingkat likuiditas, 3. Untuk mengetahui kondisi tingkat rentabilitas, 4. Untuk menguji pengaruh perubahan arus kas aktivitas operasi terhadap tingkat likuiditas, 5. Untuk menguji pengaruh perubahan arus kas aktivitas investasi terhadap tingkat likuiditas, 6. Untuk menguji pengaruh perubahan arus kas aktivitas pendanaan terhadap tingkat likuiditas, 7. Untuk menguji pengaruh perubahan arus kas aktivitas operasi terhadap tingkat rentabilitas, 8. Untuk menguji pengaruh perubahan arus kas aktivitas investasi terhadap tingkat rentabilitas, 9. Untuk menguji pengaruh perubahan arus kas aktivitas pendanaan terhadap tingkat rentabilitas, 10. Untuk menguji pengaruh tingkat likuiditas terhadap tingkat rentabilitas. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan Food and Beverages yang listing di BEI tahun 2006 – 2008, sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Analisis penelitian ini menggunakan analisis jalur dengan pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t dan uji F. Dengan nilai α sebesar 5% atau 0,05 dan sebelum dilakukan analisis data di uji normalitas dan uji multikolinieritas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara perubahan arus kas pada likuiditas dan rentabilitas, kecuali arus kas investasi yang berpengaruh signifikan terhadap likuiditas dan terdapat pengaruh yang signifikan antara likuiditas dan rentabilitas. Pada perubahan arus kas operasi, investasi, pendanaan, dan likuiditas cenderung mengalami penurunan pada setiap tahunnya, sedangkan pada tingkat rentabilitas dari setiap tahunnya mengalami peningkatan. Hal tersebut secara umum menunjukkan bahwa perusahaan kurang produktif dalam mengelola modal, baik yang berasal dari laba maupun penambahan modal sehingga banyak modal yang menganggur. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada investor dalam melakukan investasi tidak hanya melihat dari labanya saja, akan tetapi perlu melihat kemampuan perusahaan dalam mengendalikan arus kas bagi perusahaan atau dapat dilihat dalam laporan arus kas.

Efektifitas dan efisiensi PAC (Polyalumminum Chloride) dan tawas sebagai koagulan pada treatment pendahuluan dalam pengolahan limbah cair industri penyamakan kulit / oleh Handri Cahyono

 

Salah satu limbah industri yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan adalah limbah cair industri penyamakan kulit. Umumnya metode pengolahanli mbah cair dalam industri tersebuta dalahd enganp enambahan_ loa6rlan PAC Qtolyalumminumchloride)d an tawas.S ejauhi ni keefektifan d11 efisienspi enggunaakne duak oagulant ersebutm asihb elum diketahuis ecarajelas. Oleh karenaitu penelitian ini dilalalkan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana efekifitas dan efisiensi penggrmaim PAC dan tawas sebagai koagulan dalam pengolahanlim bah cair industri penyamakank ulit (khususnyap ada treatment pendahuluan). Padap enelitian ini dilakukan pengolatranli mbah cair dengan menggunakanm etodek oagulasi.P rinsip dari metode ini adalahp enetralanm uatan partiiiel negatif dari koloid oleh PAC dan tawas yang bermuatan partikel positif, sehinggad ihasilkan gumpalany ang akhirnya dapat disaring' Langkahk erja-yang dilakilian antaral ain dengan penambahank oagulan (PAC dan tawas)k edalam limbah cair kernudian dilanjutkan dengan pengadukan dan penyetimbangan. Analisis nilai pH, TS, TDS, TSS, kekeruhan, dan coD pada limbah tersebut dilakrftan sebitum dan sesudah perlakuan.Variabel dalam penelitian ini antma lain, variabel bebas meliputi kadar atau jumlah PAC dan tawas per volume tertentuli mbah cair danv ariabelt erikaty ang meliputi TS, TDS, TSS,C OD, pH, dan kekeruhan hasTl treatment pendahuluan dengan pengaruh jumlah PAC dan tawas (variabel bebas). Flasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan PAC dan tawas sebagar koagulan pada trcatment petdahuluan pengolahan limbah cair mampu *.u:ittgko:** koalitas limbah. Penurunan nilai TS, TDS, dan TSS r**jokk* bahwa kekeruhan (turbiditas) dari limbah semakin turun. Efektifitas keduakoagulan relatif sama, yaitu pada rentang konsentrasi 0,5-1,0 7o. Namun jika dilihaidari kualitas limbah hasil olahan (elfluen) berdasar paramet€r-pH, |n*u pec lebih efektif daripada tawas. Dari segi efisiensi biaya pengolahan, tawasle bih efisisend ariPadaP AC.

Hubungan antara prestasi akademik sebelum dan sesudah memogram paket khusus pendidikan kepelatihan dan pendidikan kesehatan & rekreasi pada mahasiswa PSSJ POK angkatan tahun 1992
oleh Kati Sri Wilujeng

 

Pengembangan modul geografi model Alec E. Aitken pada materi mitigasi dan adaptasi bencana alam kelas X sekolah menengah atas / Indah Istimin Cahyani

 

ABSTRAK Cahyani, Indah Istimin. 2015. Pengembangan Modul Geografi Model Alec E. Aitken Pada Materi Mitigasi dan Adaptasi Bencana Alam Kelas X Sekolah Menengah Atas. Tesis, Program Studi Pendidikan Geografi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Pd., (II) Dr. Budijanto, M.S. Kata Kunci: Pengembangan Modul, Model Alec E. Aitken, Mitigasi dan Adaptasi Bencana Alam Materi teks geografi SMA kelas X materi mitigasi dan adaptasi bencana alam banyak dijumpai kesalahan. Hasil kajian buku teks tersebut ditemukan kesalahan konsep, kalimat, dan gambar itu belum berfungsi. Kelemahan yang mendasar dari buku teks tersebut yakni belum menggunakan pendekatan keruangan dan materi berupa ilmu bantu geografi. Beberapa kelemahan tersebut menunjukkan bahwa kualitas buku teks geografi masih rendah dan memerlukan pengembangan. Pengembangan ini bertujuan menghasilkan modul geografi SMA kelas X dengan model Alec E. Aitken untuk materi mitigasi dan adaptasi bencana alam. Penelitian pengembangan ini mengadopsi model Dick and Carey. Model pengembangan ini terdiri dari lima tahap yaitu identifikasi kompetensi inti dan kompetensi dasar, analisis materi, penulisan dan pengembangan modul, validasi dan uji coba produk, dan revisi produk. Produk hasil pengembangan telah divalidasi oleh ahli materi. Setelah dilakukan revisi, selanjutnya diujicobakan. Subjek uji coba, yakni siswa kelas X IIS SMA Selamat Pagi Indonesia. Uji coba untuk mengetahui tanggapan, penguasaan materi modul dan hasil belajar siswa setelah menggunakan produk. Berdasarkan hasil analisis uji coba diperoleh terbukti bahwa penguasaan siswa terhadap modul geografi model Alec E. Aitken materi mitigasi dan adaptasi bencana pada modul 1 91%, modul 2 86,36%, modul 3 81,82%, dan modul 4 77,27%. Hasil belajar siswa melalui tes mencapai standar ketuntasan belajar, yakni nilai rata-rata kelas 82. Hasil tersebut menunjukkan produk sudah baik dan layak digunakan dalam pembelajaran. Modul geografi model Alec E. Aitken pada materi mitigasi dan adaptasi bencana alam kelas X SMA mempunyai kekurangan pada: penyajian deskripsi materi mitigasi dan adaptasi bencana alam terkesan berbelit-belit dan kurang jelas, kekurangan produk juga terdapat pada aspek bahasa berupa: terdapat istilah geografi berkaitan dengan mitigasi dan adaptasi bencana perlu dijelaskan lebih rinci agar mudah dipahami oleh siswa. Kesalahan dalam penulisan kata-kata atau kalimat juga masih terdapat pada modul hasil pengembangan Disarankan adanya penelitian lebih lanjut dengan memperbaiki kekurangan yang terdapat pada komponen materi dan bahasa. Desiminasi produk dilakukan melalui MGMP geografi dan seminar dalam skala lokal.

Kontribusi pedagang wisata Coban Rondo terhadap ekonomi rumah tangga di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang / Putri Kustantinah

 

Pengambilan Keputusan berdasarkan Teorema Bayes : suatu kajian terhadap penentuan jenis kartu prabayar yang paling hemat / oleh Dian Nurul Y.A.

 

Using learning log strategy to improve writing ability of the second year students at MTs Wachid Hasyim Surabaya / Bambang Kustriadi

 

Thesis, English Language Teaching, Graduate Program of State University of Malang. Advisors: (I) Drs. Fachrurrazy, MA., Ph.D., (II) Dr. Enny Irawati,M.Pd. Key terms: learning log, writing ability The study was conducted based on the result of the preliminary study in MTs Wachid Hasyim Surabaya, it was found out that the students of the school had some problems in learning writing. First, the teacher did not give a model of to write a paragraph that makes the students know what to do for writing. Second, the teacher did not provide more portion of time in writing activities for the students in class. Third, the strategies used in the teaching and learning process did not vary and interesting. To answer the problem, this study was designed to improve the students’ writing ability in English through learning log strategy. The focus of this study is to promote the students’ idea and to help them acquire their writing habit so that their journals will not be assessed on the term of accuracy of writing but on fluency ideas. It is expected that the more the students practice writing regularly, their writing ability will improve. This study employed a classroom action research design in which the researcher and the collaborative teacher worked together in designing the lesson plans, implementing the action, observing and making reflection. The subjects of the study were the second-year students of MTs Wachid Hasyim Surabaya, East Java of the 2010-2011 academic year. The instruments used to collect data are observation checklist, journal entries, field notes and questionnaire. The procedures of implementing learning log strategy in teaching and learning process in this study were: (1) giving students the topics ; (2) asking the students to tell their experience; (3) asking the students to write down what they have learn in the classroom; (4) showing the students models of sentences and paragraphs; (5) asking the students to compare between their sentences and paragraphs and the models; (6) asking the students to rewrite their sentences and paragraphs; (7) showing the students models of learning logs;(8) giving explanation about learning logs to the students;(9) asking the students to write journals based on the topic given the week before after the end of the class or at the beginning of the class; (10) asking the students to write their own journals in class in paragraph of recount text. The findings of the study show that the strategy can improve the students’ writing ability. The improvement can be seen from the students’ products both in quantity and quality. It can also be seen from the students’ final scores. In terms of quantity, the students can write sentences and paragraph with the topic given with increasing number of sentences and paragraphs in each entry. In terms of quality, the students show significant improvement in four aspects of writing: content, organization, vocabulary and grammar. Regarding final scores, the number of students whose scores are 60 or higher is increasing from cycle 1 cycle 2. Based on the students’ involvement also improves it can be seen in cycle 1, the average scale of the students level is 2.25 which has not reached the predetermined criteria yet. In cycle 2, the average scale improves to 4.0. On the basis of the findings, some suggestions are made. First, the English teachers are suggested that they apply learning log when teaching writing to the students. Second, in applying learning logs, the teachers should be sure that the students have mastered basic vocabulary items and basic concept of sentences and paragraphs. Third, the teachers have to show to the students some models of journals. Models of sentences and paragraphs are also important to be given to the students. Fourth, for beginning activities in learning log writing, it is necessary for the teachers to give topic to the students. And finally, it could give valuable contribution for further research on the application of learning log.

Analisis buku teks bahasa Indonesia kelas IV sekolah dasar
oleh Muchtar

 

Pengembangan bahan ajar menggunakan pendekatan saintek untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi pengenalan ilmu kimia SMA/MA kelas X/ Elisa Umami

 

ABSTRAK Umami, Elisa. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Menggunakan Pendekatan Saintifik untuk Mengeksplisitkan Hakikat Sains (NOS) dan Berpikir Kritis pada Materi Pengenalan Ilmu Kimia SMA/MA Kelas X. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Prayitno, M.Pd, (II) Dr. Aman Santoso, M.Si. Kata kunci: Bahan ajar, literasi sains, pendekatan saintifik, hakikat sains (NOS), berpikir kritis Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari peristiwa ataupun fenomena yang terjadi di alam semesta. Siswa menganggap materi kimia sebagai ilmu yang sulit karena bersifat abstrak,berjenjang, dan terdiri dari banyak pokok bahasan. Salah satu materi tersebut adalah pengenalan ilmu kimia yang masih belum dipahami dengan baik oleh siswa. Kesulitan dalam memahami materi kimia disebabkan karena pola pembelajaran yang masih menjadikan guru sebagai pusat pembelajaran (teacher centered), sehingga belum mampu meningkatkan kemampuan literasi sains siswa. Menurut penelitian PISA, literasi sains siswa Indonesia masih rendah, yaitu menduduki peringkat ke 64 dari 65 negara. Salah satu penyebab rendahnya literasi sains siswa Indonesia adalah karena sebagian besar buku pelajaran yang ada memuat aspek hakikat sains (NOS) secara implisit sehingga kurang mendapat perhatian dari pembaca (siswa). Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar dengan materi pengenalan ilmu kimia yang menggunakan pendekatan saintifik (scientific approach) untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis, serta untuk mengetahui tingkat kelayakan bahan ajar yang dikembangkan. Pengembangan bahan ajar menggunakan pendekatan saintifik (scientific approach) untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi pengenalan ilmu kimia SMA/MA Kelas X ini menggunakan model 4D (four D model).Model pengembangan 4D(four D model)terdiri dari tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Tetapi, dalam pengembangan bahan ajar ini hanya terbatas pada tahap define, design, dandevelop.Data pada pengembangan ini berupa data kuantitatif yang berdasarkan skor angket dari 2 validator ahli dan 2 validator praktisi yang disusun dalam skala Likert, serta data kualitatif yang berdasarkan tanggapan dan saran-saran perbaikan yang diisi oleh 2 validator ahli dan 2 validator praktisi. Hasil dari penelitian dan pengembangan adalah bahan ajar yangterdiri dari buku siswa dan buku guru. Dari hasil validasi bahan ajar menunjukkan bahwa buku siswa memenuhi kriteria layak dengan nilai rata-rata 80,6% dan buku panduan guru memenuhi kriteria sangat layak dengan nilai rata-rata 81,4%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar menggunakan pendekatan saintifik (scientific approach) untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi pengenalan ilmu kimia SMA/MA kelas X ini layak untuk diterapkan dalam pembelajaran.

Penerapan pembelajaran tematik dengan tema lingkungan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III di SDN Purwantoro 7 Kecamatan Blimbing Kota Malang / Rasmi Patty

 

Kata Kunci : Pembelajaran Tematik, hasil belajar siswa. Hasil observasi data pra lapangan di kelas 3 SDN Purwantoro 7 terlihat fakta bahwa guru dalam pembelajaran dengan tema lingkungan di SDN Purwantoro 7 masih belum menggunakan prinsip-prinsip pembelajaran secara optimal, kegiatan masih banyak didominasi oleh guru, siswa lebih banyak duduk, diam dan dengar. Dengan sikap yang pasif dalam menerima pelajaran tentu saja akan mempengaruhi perolehan hasil belajar, data hasil belajar yang diberikan oleh peneliti berupa soal tes sebanyak 5 soal menunjukkan bahwa siswa SDN Purwantoro 7 kurang mampu dalam hal penguasaan konsep materi pembelajaran tema lingkungan. Dari hasil tes awal yang diberikan oleh peneliti hanya ada 3 siswa (11,5%) yang penguasaan konsep materinya mencapai 75-100; terdapat 12 siswa (46,2%) yang mencapai nilai antara 50-75, dan ada 11 orang siswa yang (42,3%) yang memperoleh nilai di bawah 50. Padahal standar ketuntasan minimal yang ditentukan oleh SDN Purwantoro 7 adalah 75. Nilai rata-rata yang dicapai siswa kelas IV SDN Purwantoro 7 hanya mencapai rata-rata 53,75. Nilai ini adalah nilai rata-rata yang jauh di bawah standar ketuntasan minimal. . Hal-hal tersebut melatarbelakangi penelitian ini. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan penelitian tindakan kelas melalui tindakan penerapan pembelajran tematik dan dilakukan di SDN Purwantoro 7 Kecamatan Blimbing Kota Malang di Kelas III mulai tanggal 5 Maret sampai dengan 29 April 2010. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa kelas 3 tentang tema lingkungan SDN Purwantoro 7 kota Malang dengan menggunakan pembelajaran terpadu. Desain penelitian yang digunakan model spiral dari Kemmis dan Taggart, dengan instrumen penelitian berupa lembar observasi, wawancara, catatan lapangan, LKS dan lembar tes. Berdasarkan penerapan pembelajaran tematik, guru sudah dapat memfokuskan diri dan siswa pada pembelajaran, menghargai jerih payah siswa dalam mengerjakan tugas atau soal, dan ramah dalam bersikap dan berkomunikasi. Sikap menghargai yang ditampilkan oleh guru terhadap siswa memberikan efek positif pada kenyamanan siswa dan keaktifan siswa dalam pembelajaran, hal ini terbukti dengan siswa mulai bisa rileks ketika duduk dengan untaian senyum tulus terlihat dirona wajah-wajah siswa. Salah satu penyebab siswa menjadi lebih aktif dikarenakan siswa merasa nyaman dalam pembelajaran, ini sesuai dengan yang pernyataan DePorter, (2001 : 36) bahwa membangun rasa memiliki akan mempercepat proses pengajaran dan meningkatkan rasa tanggung jawab. kunci membangun ikatan emosional yaitu dengan menciptakan kesenangan dalam belajar, menjalin hubungan dan menyingkirkan segala ancaman dari suasana belajar (DePorter, 2001 : 23), karena ketiadaan ancaman adalah salah satu kondisi yang dibutuhkan untuk berjalannya proses belajar (Hart, 1983, dalam DePorter, 2001 : 47). Sebaliknya keadaan stress dan rasa takut yaitu perasaan yang sering muncul apabila proses belajar hanya melibatkan aspek otak kiri saja, dapat menghambat proses berpikir dan mengingat. (Megawangi, 2004 : 49-50). Berdasarkan perbandingan hasil belajar siswa pada penelitian awal, siklus I dan siklus II, dilihat dari perbandingan nilai rata-rata, pada penelitian awal nilai rata-rata tes kelas 5,64, pada siklus I rata-rata kelas menjadi 6,42, dan pada siklus II rata-rata kelas menjadi 8,17. Pada penelitian awal jumlah siswa yang lulus hanya 12 orang (42,85%), dan 16 orang lainnya (57,15%) tidak lulus. Pada siklus I jumlah siswa yang lulus bertambah menjadi 21 orang (75%) siswa yang tidak lulus 7 orang (25%). Peningkatan jumlah siswa yang lulus juga terlihat pada siklus II jumlah siswa yang lulus 28 orang (100%) atau dengan kata lain seluruh siswa lulus.

Pengaruh kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas I, II pada bidang studi ekonomi di SMA Negeri 01 Rejotangan Kabupaten Tulungagung / oleh Triana

 

Pengaruh fasilitas belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial IKIP MALANG
oleh Edi Soeryono

 

Pengembangan perangkat pembelajaran materi fungsi kuadrat berdasarkan pendekatan saintifik model penemuan terbimbing untuk siswa kelas X SMA / Anggun Dafilla Widysari

 

ABSTRAK Widyasari, Anggun Dafilla. 2015. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Materi Fungsi Kuadrat Berdasarkan Pendekatan Saintifik Model Penemuan Terbimbing untuk Kelas X SMA. Skripsi. Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. A.R. As’ari, M.Pd, M.A. Kata Kunci : perangkat pembelajaran, pendekatan saintifik, model penemuan terbimbing, fungsi kuadrat Tujuan dari pengembangan yang dilakukan adalah menghasilkan perangkat pembelajaran materi fungsi kuadrat berdasarkan pendekatan saintifik model penemuan terbimbing untuk siswa SMA kelas X yang valid, efektif dan praktis. Perangkat pembelajaran ini mengacu pada modelpengembangan Plomp dalam Hobri (2010:17) yaitu: (1) fase investigasi awal, (2) fase perancangan, (3) fase realisasi, dan (4) fase tes, evaluasi, dan revisi. Selanjutnya diuji cobakan dan dilakukan analisis data. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil yaitu : (1) persentase kevalidan RPP dan LKS berturut-turut adalah 95,45% dan 95,83%, (2) persentase kepraktisan RPP dan LKS berturut-turut adalah 90% dan88,54%, (3) persentase siswa yang mendapatkan nilai di atas SKM adalah 100%. Dengan demikian, perangkat pembelajaran materi fungsi kuadrat berdasarkan pendekatan saintifik model penemuan terbimbing yang dihasilkan memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Hasil pengembangan perangkat pembelajaran materi fungsi kuadrat berdasarkan pendekatan saintifik model penemuan terbimbing kelas X dapat digunakan sebagai alternatif dan peertimbangan pembelajaran di kelas. Adapun saran untuk pengembangan selanjutnya perlu untuk mengujikan perangkat pembelajaran kepada siswa yang belum menempuh materi fungsi kuadrat dan diujikan pada satu kelas, sehingga memungkinkan didapat hasil yang berbeda.

Pengaruh good corporate governance terhadap kinerja keuangan dan return saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2005-2008 / Andika Widiarsa

 

Kata Kunci: Good Corporate Governance, Kinerja Keuangan, dan Return Saham. Perusahaan merupakan lembaga yang memiliki tujuan menghasilkan keuntungan untuk meningkatkan nilai perusahaan dan kesejahteraan pemegang saham selaku pemilik perusahaan. Saat ini perusahaan dituntut untuk dapat mengelola keuntungan atau laba secara optimal, karena besar kecilnya laba yang diperoleh perusahaan akan menentukan keberlangsungan perusahaan tersebut masa yang akan datang. Pengelolaan perusahaan yang baik akan menghasilkan manfaat bagi kinerja perusahaan dan pemegang saham baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh good corporate governance terhadap kinerja keuangan dan return saham secara langsung dan tidak langsung. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif. Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2008. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik combine sampling (purposive random sampling), yaitu perusahaan manufaktur yang melaksanakan mekanisme good corporate governance berupa kepemilikan institusional selama empat tahun berturut-turut pada tahun 2005- 2008. Data yang digunakan adalah data sekunder, berupa laporan keuangan yang dipublikasikan pada Indonesian Capital Market Directory 2006-2009. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis jalur (path analysis). Hasil analisis menunjukkan bahwa baik secara langsung maupun tidak langsung good corporate governance berpengaruh secara singnifikan terhadap kinerja keuangan dan return saham. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan good corporate governance membawa manfaat terhadap kondisi kinerja keuangan dan berakibat pada meningkatnya return saham. Selain itu, hasil pengujian juga menunjukkan bahwa kinerja keuangan mampu menjadi variabel moderator yang memperkuat pengaruh good corporate governance terhadap return saham. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menambah indikator pengukuran dan menggunakan data pada tahun yang normal atau stabil.

Penerapan pembelajaran kooperatif model numbered heads together (NHT) untuk meningkatkan hasil belajar ilmu pengetahuan sosial siswa kelas IV SDN Klampok III Singosari / Sri Soekarni

 

Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Numbered Heads Together (NHT), Hasil Belajar Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas IV SDN Klampok III Singosari tanggal 3 Mei 2010 sampai 8 Mei 2010, diketahui bahwa hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial siswa masih rendah, diketahui bahwa rata-rata skor tes 67 dan ketuntasan klasikal hanya 60%. Ketentuan persentase ketuntasan belajar secara klasikal minimal 80% dari jumlah siswa yang mencapai daya serap ≤ 65%. Rendahnya hasil belajar disebabkan oleh beberapa dari tingkah laku siswa pada saat pembelajaran, antara lain 1) Pada saat pembelajaran mayoritas siswa menunjukkan sikap kurang berminat mengikuti pelajaran. Siswa kurang aktif bertanya, menjawab serta mengungkapkan pendapatnya selama kegiatan pembelajaran berlangsung walaupun guru sudah sering memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, 3) Pada saat diskusi, tidak semua antusias mengikuti pelajaran, hanya beberapa siswa yang aktif mengerjakan tugas sedangkan siswa yang lain banyak yang mengobrol di luar materi pelajaran, 4) Beberapa siswa tidak mendengarkan pendapat temannya dan tidak mendengarkan penjelasan guru. Guru sudah berusaha untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan beberapa metode pembelajaran misalnya dengan praktikum dan diskusi kelas tetapi belum menunjukkan hasil yang maksimal. Hal tersebut berdampak pada hasil belajar siswa yang masih rendah, yaitu rata-rata skor tes 67 dan ketuntasan klasikal hanya 60%. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial siswa kelas IV SDN Klampok III Singosari melalui penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2010 sampai tanggal 19 Juni 2010. Data penelitian berupa penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) yang diperoleh melalui observasi selama penelitian, sedangkan data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes setiap akhir siklus. Hasil penelitian penerapan pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari skor rata-rata kelas sebesar 67,00 dan ketuntasan klasikal 60% sebelum siklus I meningkat menjadi 76,40 dan ketuntasan klasikal 76,67% setelah siklus I dan meningkat lagi menjadi 83,60 dan ketuntasan klasikal 90% setelah siklus II.

Karakteristik pekerja wanita usia 15-18 tahun di pabrik rokok di desa Parangargo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang / oleh Syarifudin Bal'an

 

Pembelajaran menggunakan concept mapping untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas XI IPA MA Bilingual Batu / Desy Ayu Wijayanti

 

The readability level of reading texts in english for senior high school book 1 for the first year by Depdikbud / by Gunawati Dwi Utami

 

Kesulitan-kesulitan guru kelas I dan IV dalam menerapkan kurikulum 2013 di SD se-Kota Malang / Rohmaniyah

 

ABSTRAK Rohmaniyah. 2015. Kesulitan-Kesulitan Guru Kelas I dan IV dalam Menerapkan Kurikulum 2013 di SD Se-Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra.Harti Kartini, M.Pd, (2) Dra. Sri Harmini, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Kesulitan, guru SD, Kurikulum 2013 Berdasarkan wawancara pada tanggal 12 november 2014 di SDN Madyopuro 4 Malang ditemukan fakta bahwa dalam menerapkan Kurikulum 2013 guru mengalami kesulitan. Kesulitan yang dialami yaitu, dalam mengaktifkan siswa melalui pembelajaran berbasis saintifik dan dalam melakukan penilaian. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan kesulitan-kesulitan guru Kelas I dan IV dalam menerapkan Kurikulum 2013 dan usaha yang dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi berjumlah 59orang, terdiri dari guru Kelas I dan IVSD rintisan pemerintah yang menerapkan Kurikulum 2013 danditetapkan sebagaisampel total. Data dikumpulkan dengan angket dan wawancara bebas. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan persentase dan disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh guru (93%) SD rintisan yang menerapkan Kurikulum 2013 telah mengikuti pelatihan bahkan 76% mengikuti lebih dari sekali, meskipun demikian hasil angket menunjukkan beberapa guru SD Kelas I dan IV masih menyatakan sulit dalam menerapkan Kurikulum 2013 yaitu, 40% dalam memahami Kurikulum 2013; 39% dalam merencanakan pembelajaran; 36% dalam melaksanakan pembelajaran; 41% dalam melakukan penilaian dan usaha yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan diantaranya mengikuti pelatihan implementasi Kurikulum 2013, sharing antar guru dalam KKG, dan mempelajari panduan teknis Implementasi Kurikulum 2013 SD. Berdasarkan temuan di atas dapat disimpulkan bahwa, kesulitan yang dialami guru SD Kelas I dan IV Se-Kota Malang dalam menerapkan Kurikulum 2013 masih cukup tinggi. Saran peneliti1) kepala sekolah, hendaknya melakukan kunjungan kelas secara intensif untuk memonitor guru dalam melaksanakan pembelajaran, penilaian dan penyusunan RPP dan 2) bagi guru, perlu menambah wawasan dari berbagai sumber untuk mengatasi kesulitan yang dialami melalui memperbaruhi informasi dan aturan-aturan terkait Implementasi Kurikulum 2013 di SD.

Survei tingkat bahaya erosi dan arahan konservasi lahan di desa Sumbersuko Kecamatan Wagir Kabupaten Malang / oleh Loka Widiastuti

 

Berbagai hal yang melatarbelakangi tenaga kerja wanita bekerja keluar negeri di daerah pesisir Kabupaten Sampang / oleh Moh. Husin

 

Identifikasi kesulitan siswa dalam memahami konsep larutan penyangga dan hidrolisis garam menggunakan instrumen diagnostik two-tier / Iradhatun Fauziah

 

Fauziah, Iradhatun. 2014. Identifikasi Kesulitan Siswa dalam Memahami Konsep Larutan Penyangga dan Hidrolisis Garam Menggunakan Instrumen Diagnostik Two-Tier. Skripsi. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Fauziatul Fajaroh, M.S, Dr.(2) Santoso, Drs. M.Si., H. Kata Kunci: Kesulitan belajar, instrumen diagnostik two-tier, larutan penyangga, hidrolisis garam Kimia merupakan salah satu pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa SMA. Salah satu penyebabnya adalah atom, molekul, elektron, ikatan kimia yang merupakan ciri khas dunia kimia tidak nampak dan tidak dapat dialami secara langsung. Penyebab lainnya adalah kimia mengandung konsep yang bersifat kompleks dan mempunyai tingkat generalisasi dan keabstrakan yang tinggi. Materi asam basa, larutan penyangga, dan hidrolisis garam merupakan materi yang saling berhubungan. Konsep asam basa merupakan konsep dasar yang membangun konsep larutan penyangga dan konsep hidrolisis garam. Siswa yang mengalami kesulitan belajar kimia tidak akan dapat membangun konsep yang bersifat hirarki. Berdasarkan nilai rata-rata ulangan harian larutan penyangga dan hidrolisis garam, siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Situbondo Tahun Ajaran 2013-2014 mengalami kesulitan dalam memahami konsep pada materi larutan penyangga dan hidrolisis garam. Kesulitan tersebut merupakan akibat dari beberapa faktor yang membuat siswa belum paham dengan baik mengenai materi tersebut. Hal ini membuat penulis prihatin untuk mengetahui dan mengidentifikasi kesulitan yang dialami oleh siswa dalam memahami konsep dasar asam basa, larutan penyangga dan hidrolisis garam. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Situbondo tahun ajaran 2013-2014 yang terdiri dari kelas XI IPA-2, XI IPA-3 dan XI IPA-5. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes diagnostik two-tier yang disusun oleh peneliti. Melalui proses validasi isi instrumen dinyatakan valid dan memenuhi syarat untuk digunakan dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, kesulitan yang dialami siswa dalam memahami konsep dasar asam basa termasuk dalam kategori kecil (37,12%), konsep larutan penyangga adalah kecil (45,17%) dan konsep hidrolisis garam termasuk dalam kategori cukup besar (58,25%). Pemahaman algoritmik siswa pada konsep dasar asam basa, larutan penyangga, maupun hidrolisis garam lebih besar dibandingkan pemahaman konseptual. Konsep-konsep yang belum dipahami siswa antara lain asam basa konjugat, spesi yang terkandung dalam suatu larutan penyangga, pengaruh penambahan asam/ basa dan pengenceran pada larutan penyangga, sifat larutan garam yang berasal dari asam lemah-basa kuat, asam kuat-basa lemah, asam lemah-basa lemah

Analisis bahan pelajaran membaca dan menulis buku teks bahasa Indonesia sekolah dasar kelas IV, V, dan VI berdasarkan pendekatan komunikatif / oleh In Hari Purwanto

 

Anak autis sebagai sumber inspirasi penciptaan karya seni lukis / Muhammad Agus Ramadhan

 

ABSTRAK Bagus Ramadhan, Muhammad. 2015. Anak Autis Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Triyono Widodo, M.Sn, (II) Drs. Andi Harisman. Kata Kunci: Anak Autis, Penciptaan, Seni lukis Representasional Anak autis merupakan anak dengan kebutuhan khusus yang mengalami kelainan pada otak, yang mempengaruhi interaksi sosial mereka, pola komunikasi, emosi, dan memiliki keterbatasan gerak. Anak autis merupakan anak dengan perkembangan yang unik sehingga perhatian dari orang-orang disekitar mereka sangat dibutuhkan untuk membantu tumbuh kembang mereka secara sempurna. Ide penciptaan karya lukis ini adalah anak autis sedangkan temanya adalah prilaku anak autis yang diwujudkan ke dalam karya seni lukis dekoratif. Pencipta memilih seni lukis dekoratif sebagai media berkreasi untuk mengekspresikan rasa jiwa melalui tampilan visual karya dua dimensional dengan menggunakan garis, bentuk, dan warna yang menghasilkan lukisan semi abstrak. Proses penciptaan karya seni lukis semi abstrak ini bermula dari perancangan konsep yang didalamnya terdapat ide, tema, dan objek yang akan diciptakan yaitu objek anak autis. Setelah itu menentukan karakteristik karya, teknik, alat, dan bahan yang akan digunakan. Langkah selanjutnya adalah proses visualisasi yaitu membuat sketsa di atas kertas lalu memindahkannya ke kanvas. Kemudian teknik yang digunakan dalam proses pewarnaan antara lain adalah teknik blok, sapuan kuas basah, dan teknik plakat. Setelah itu proses finishing karya. Penulis menampilkan 6 karya seni lukis representasional dengan media estetik berupa titik, garis, bentuk, dan warna, sebagai simbolisasi dari konsep. Karakteristik dari keenam lukisan yang diciptakan adalah, dominan menggunakan warna biru, wajah separuh yang datar, penggambaran ruang kosong dan datar, dan dekorasi pada objek. Berdasarkan hasil penciptaan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru kepada pencipta maupun orang lain dalam mempelajari karya seni lukis semi abstrak dekoratif. Mulai dari perancangan konsep, hingga proses visualisasi karya, dan diskripsi karya berdasarkan pengamatan pribadi penulis. Melalui keenam karya lukis ini dapat memberikan informasi berupa pesan moral bahwa anak autis perlu mendapat perhatian dan perlakuan selayaknya dari masyarakat. Karya penciptaan ini bisa menjadi wacana dan perenungan bagi masyarakat untuk menghargai hasil karya seni lukis semi abstrak sehingga yang muncul adalah persepsi positif terhadap anak autis. Manfaat bagi dunia pendidikan terkait tema prilaku anak autis yang diwujudkan ke karya lukis semi abstrak dapat menambah wawasan apresiasi bagi peserta didik dan memberi pemahaman kepada para pendidik tentang prilaku unik anak autis yang membutuhkan perlakuan khusus.

Pengaruh model pembelajaran herrmann whole brain terhadap kemampuan representasi dan prestasi belajar siswa SMA kelas X pada materi suhu dan kalor / Nichla Maimanata

 

Kata kunci : whole brain, kemampuan representasi, prestasi belajar fisika Model pembelajaran Herrmann Whole Brain adalah model pembelajaran yang didasarkan pada teori Whole Brain. Model pembelajaran Herrmann Whole Brain merupakan model pembelajaran yang dapat mengasah dan menstimulus kerja otak di keempat bagian. Representasi fisika merupakan proses yang mewakili kerja otak kanan dan kiri, sedangkan prestasi belajar merupakan bentuk pencapaian siswa setelah mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model pembelajaran Herrmann Whole Brain terhadap kemampuan representasi dan prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan nonequivalent comparison group: post only, dengan 1 kelompok eksperimen (N= 35) dan 1 kelompok kontrol (N=31). Selama perlakuan, kelompok eksperimen menerima model pembelajaran Herrmann Whole Brain dan kelompok kontrol menerima pembelajaran ceramah dan diskusi. Pada akhir pertemuan, tes kemampuan representasi dan prestasi belajar diberikan kepada kedua kelompok. Tes dilakukan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Herrmann Whole Brain terhadap kemampuan representasi dan prestasi belajar. Untuk mengetahui perbedaan antara kelompok eksperimen dan kontrol digunakan uji Mann-Withney U. Nilai mean rank digunakan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Herrmann Whole Brain terhadap kemampuan representasi dan prestasi belajar siswa. Hasil uji beda kemampuan representasi dengan uji Mann-Whitney U menunjukkan nilai U sebesar 256,50. Hasil konversi nilai U ke nilai z menunjukkan nilai z sebesar 3,69, dengan taraf signifikansi 0,05 zkritis=1,65. Hasil uji beda prestasi belajar dengan uji Mann-Whitney U menunjukkan nilai U sebesar 373,00. Hasil konversi nilai U ke nilai z menunjukkan nilai z sebesar 2,20, dengan taraf signifikansi 0,05 zkritis=1,65. Perolehan mean rank data kemampuan representasi pada kelompok eksperimen adalah 41,7, sedangkan perolehan mean rank data kemampuan representasi pada kelompok kontrol adalah 24,3. Perolehan mean rank data prestasi belajar pada kelompok eksperimen adalah 38,3, sedangkan perolehan mean rank data prestasi belajar pada kelompok kontrol adalah 28,0. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Herrmann Whole Brain berpengaruh terhadap kemampuan representasi dan prestasi belajar siswa. Hasil ini diperoleh karena tahap-tahap pembelajaran dalam model pembelajaran Herrmann Whole Brain dapat melatihkan kemampuan representasi serta prestasi belajar siswa. Kemampuan representasi siswa terlihat pada tahap discussion dan repeating. Prestasi belajar siswa terlihat pada tahap investigation, discussion dan repeating.

Pengaruh geographical inquiry terhadap kemampuan berpikir analitis siswa dalam mata pelajaran geografi kelas XI IPS di SMAN 7 Malang / Rizka Nur Afivah

 

ABSTRAK Afivah, Rizka Nur . 2016. Pengaruh Geographical Inquiry terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Siswa pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI IPS di SMAN 7 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Budi Handoyo, M.Si, (II) Ir. Juarti, M.P. Kata Kunci: Geographical Inquiry, kemampuan berpikir analitis Pembelajaran saat ini hanya menekankan pada kemampuan berpikir tingkat dasar seperti hapalan dan mengetahui sebuah informasi. Kurikulum 2013 menekankan proses analisis yang mengharuskan siswa tidak hanya pada tingkatan memahami. Perlu adanya pengembangan kemampuan berpikir analitis agar pembelajaran tidak hanya bermanfaat sebagai pengetahuan saja tetapi dapat menumbuhkan wawasan yang baru pada siswa. Kemampuan berpikir analitis sangat dibutuhkan dalam kajian Geografi salah satunya adalah materi Dinamika dan masalah penduduk. Materi ini membahas mengenai kuantitas dan analisis demografi, kualitas penduduk dan permasalahan penduduk. Salah satu model pembelajaran yang mampu melatih kemampuan berpikir analitis dalam pembelajaran geografi adalah model Geographical Inquiry. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh model Geographical Inquiry terhadap kemampuan berpikir analitis geografi siswa kelas XI IPS SMAN 7 Malang. Penilitian ini dirancang menggunakan quasi eksperimen dengan posttest only control group design. Subyek penelitian adalah kelas XI IIS 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XII IIS 3 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian menggunakan 4 soal essai yang telah diuji sebelumnya menggunakan validitas dan reliabilitas. Analisis data yang digunakan adalah Independent sample t-Test dengan bantuan SPSS 16.0 for windows. Hasil analisis uji t yang diperoleh, membuktikan bahwa nilai sig (2-tailed) 0.01 < 0.05 dan nilai rata-rata kelas eksperimen (85.06) lebih besar dari pada kelas kontrol (74.87), maka H0 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Geographical Inquiry berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis geografi siswa kelas XI SMAN 7 Malang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, saran diajukan kepada: (1) guru bidang studi geografi harus merencanakan pembelajaran model Geographical Inquiry dengan baik sehingga dapat dijalankan secara maksimal dan mengelola ketepatan waktu; (2) sekolah menganjurkan model Geographical Inquiry melalui pelatihan atau workshop pada guru pada materi yang bersifat analisis; (3) peneliti selanjutnya mampu mengelola kelas lebih baik dan terarah, menerapkan pada materi lainnya, mengambil lokasi penelitian di sekolah lain.

Persepsi mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP MALANG terhadap skripsi / oleh R. Dian Mursyidah Kholidiyati

 

Stigmatisasi perempuan dalam lagu dewa / Anisa Nur Rohma

 

ABSTRAK Nur Rohma, Anisa. 2014. Stigmatisasi Perempuan dalam Lirik Lagu Dewa. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd, (II) Dr. Martutik, M.Pd. Kata Kunci: ketidakadilan gender, stigmatisasi perempuan, lirik lagu. Lirik lagu merupakan salah satu bagian dari karya sastra yang digemari oleh banyak kalangan masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Lirik lagu memiliki bahasa dan makna yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dijangkau oleh pemikiran masyarakat dari berbagai kalangan. Hampir seluruh lirik lagu yang ada di Indonesia mengandung ketidakadilan gender terutama tentang stigmatisasi perempuan. Misalnya pada lirik-lirik lagu Dewa, hampir seluruh lirik lagunya mengandung stigmatisasi perempuan yang berupa label-lebel negatif tentang anggapan bahwa perempuan adalah makhluk yang lembut, lemah, irasional, jahat, materialistis, dan sombong. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai hal tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup ketidakadilan gender khususnya tentang stigmatisasi unsur gender, bentuk stigmatisasi perempuan, dan strategi musisi menstigmatisasi perempuan dalam lirik lagu Dewa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan feminis. Sumber data pada penelitian ini yaitu lirik lagu Dewa yang terdapat pada Haiklip Dewa Risalah Lima Bintang edisi Februari 2001 yang diterbitkan oleh PT Penerbit Remaja Hai, Jakarta 2001, dengan tebal 80 halaman. Data penelitian berupa kalimat-kalimat dalam lirik lagu Dewa yang mengandung stigmatisasi perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi dokumentasi. Instrumen kunci dalam penelitian adalah peneliti sendiri, namun peneliti menggunakan instrumen pembantu berupa panduan kodifikasi data dan tabel panduan analisis data. Untuk menjaga keabsahan temuan, dilakukan kegiatan triangulasi data dengan tiga langkah. Pertama, membaca teks lirik lagu Dewa yang diteliti secara berulang-ulang untuk dapat memahami teks-teks yang terdapat di dalamnya sehingga peneliti memperoleh keakuratan dan kevalidan data. Kedua, mengamati dan mengidentifikasi data dengan ketelitian, kesungguhan, dan kecermatan agar dapat diperoleh data yang relevan. Ketiga, melakukan pemeriksaan terhadap keabsahan dengan memanfaatkan sesuatu luar data itu, yaitu dengan konsultasi kepada dosen pembimbing dan berdiskusi dengan teman sejawat agar hasil analisis dapat dipertanggung jawabkan keakuratannya.. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap memilih dan mengodifikasi data, menganalisis data sesuai sesusi dengan rumusan masalah yang akan dikaji, dan tahap menarik kesimpulan serta verifikasi. Berdasarkan analisis data diperoleh tiga hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, stigmatisasi unsur gender. Dalam lirik lagu Dewa, stigmatisasi unsur gender berupa stigmatisasi peran gender, stigmatisasi identitas gender, dan stigmatisasi perilaku gender. Stigmatisasi peran gender berupa anggapan bahwa perempuan tidak memiliki peran yang penting. Stigmatisasi identitas gender berupa anggapan bahwa ciri-ciri yang dimiliki oleh perampuan patut untuk dipublikasikan. Stigmatisasi perilaku gender berupa anggapan bahwa perilaku perempuan adalah sebagai daya pikat lawan jenisnya. Kedua, bentuk stigmatisasi yang dialami oleh perempuan. Dalam lirik lagu Dewa bentuk-bentuk stigmatisasi tersebut berupa pelabelan negatif tentang perempuan yang lembut, lemah, jahat, tidak setia, matrealistis, dan sombong. Perempuan yang lembut adalah perempuan yang memiliki perilaku yang baik dan santun. Namun kelembutan perempuan membuat laki-laki mudah untuk menyakiti perempuan. Perempuan yang lemah adalah perempuan yang mudah disakiti dan tidak memiliki kekuatan untuk melawan. Perempuan yang jahat adalah perempuan yang suka bertindak kasar kepada laki-laki. Perempuan yang tidak setia adalah perempuan yang suka menduakan pasangannya. Perempuan materialistis adalah perempuan yang hanya suka pada kekayaan pasangannya. Perempuan sombong adalah perempuan yang angkuh tidak peduli kepada sekelilingnya. Ketiga, strategi Dewa menstigmatisasi perempuan. Dalam lirik lagu Dewa, strategi yang digunakan musisi adalah dengan pemilihan gaya bahasa, perulangan bunyi atau rima, serta pemilihan tema yang mengandung stigmatisasi perempuan. Dalam pemilihan gaya bahasa, Dewa menggunakan diksi konotatif, diksi denotatif dan bahasa figuratif untuk mencerminkan stigmatisasi perempuan. Pengulangan bunyi atau rima digunakan Dewa untuk memberikan keindahan dan penekanan makna pada lirik lagunya. Pemilihan tema dilakukan Dewa untuk menggambarkan tentang stigmatisasi perempuan. Berdasarkan ketiga hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa lirik lagu Dewa mengandung stigmatisasi yang dapat merugikan perempuan nantinya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada peneliti selanjutnya, penggemar lagu, serta para pencipta lagu lirik lagu.

Penerapan model pembelajaran kooperatif STAD untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar fisika siswa kelas VIII-B SMPN 1 Malang tahun pelajaran 2008/2009 / Hanik Umi Utari

 

ABSTRAK Utari, Hanik Umi. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif STAD untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas VIII-B SMP Negeri 1 Malang Tahun Pelajaran 2008/2009. Laporan Penelitian Tindakan Kelas, Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Melalui Jalur Pendidikan Profesi Guru IPA-SMP. FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumaryono, (II) Drs. H. Edi Supriana, M.Si. Kata kunci: Motivasi Belajar, Prestasi Belajar, STAD Berdasarkan observasi data lapangan dan wawancara dengan guru mitra di SMPN 1 Malang, diperoleh informasi bahwa dalam pembelajaran Fisika sebagian siswa aktif dan sebagian kurang antusias mengikuti kegiatan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Motivasi belajar dan prestasi belajar siswa masih bisa dioptimalkan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan motivasi dan prestasi belajar Fisika melalui penerapan model pembelajaran kooperatif STAD pada materi Cahaya pada siswa kelas VIII-B SMP Negeri 1 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini dilak- sanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Juli 2009. Data penelitian berupa motivasi belajar siswa diperoleh melalui angket dan observasi, sedangkan prestasi belajar siswa diperoleh melalui tes akhir siklus. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif STAD dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar Fisika pada materi Cahaya siswa kelas VIII-B SMP Negeri 1 Malang tahun pela- jaran 2008/2009. Dari hasil observasi motivasi belajar selama berlangsungnya proses pembelajaran pada siklus pertama dan kedua diperoleh data: (1) aspek frekuensi pertanyaan yang diajukan siswa meningkat dari 67,44% menjadi 74,93%, (2) aspek kualitas pertanyaan yang diajukan siswa meningkat dari 68,21% meningkat menjadi 73,56%, (3) aspek kerjasama antar siswa dalam menyelesaikan tugas meningkat dari 74,22% menjadi 78,88%, (4) aspek peningkatan sumber belajar yang dimanfaatkan oleh siswa meningkat dari 72,49% menjadi 78,65%. Berdasarkan hasil angket yang diisi siswa di setiap akhir siklus diperoleh data bahwa pada siklus pertama siswa yang bermotivasi belajar rendah sebesar 23,8%, siswa yang bermotivasi belajar sedang sebesar 57,2% dan siswa yang bermotivasi belajar tinggi sebesar 19%. Pada siklus kedua terjadi perubahan yang cukup signifikan, yakni terjadi pengurangan jumlah siswa yang bermotivasi belajar fisika rendah dari 10 orang menjadi 5 orang (berkurang 50%), jumlah siswa yang bermotivasi belajar Fisika sedang berkurang dari 24 menjadi 20 orang (turun 16%) dan jumlah siswa yang bermotivasi belajar Fisika tinggi meningkat dari 8 menjadi 17 orang (naik 53%) Dari hasil analisis evaluasi belajar akhir siklus, prosentase siswa yang me- menuhi KKM 71,43%) pada siklus pertama meningkat menjadi 85,71% pada siklus kedua.

A contrastive analysis of english and Indonesian syntactic structures
oleh Muhadjiron Amier

 

Panorama reading strategy and second language content-area reading comprehension skill of students across cognitive styles and gender / Ika Fitriani

 

ABSTRAK Fitriani, Ika. 2015. Strategi PANORAMAterhadap Pemahaman Siswa dalam Membaca Konten Berbahasa Inggris ditinjau dari Gaya Kognitif dan Gender.Magister Tesis,Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Gunadi Harry Sulistyo, M.A., (II) Dr. Mirjam Anugerahwati, M.A. Kata Kunci:PANORAMA, membaca konten, gaya kognitif, gender Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental kuasi dengan desain faktorial 2x2x2 yang bertujuan untuk menginvestigasi efek variabel bebasdari strategi membaca bernama PANORAMA yang terdiri atas Purpose, Adaptability, Need to pose questions, Overview, Read and Relate, Annotate, Memorize, danAssess,dibandingkan dengan strategi menerjemahkan dan membaca nyaring (yang kemudian disebut sebagai TRA)dalam memahami bacaan konten berbahasa Inggrisditinjau dari gaya kognitif dan gender siswa. Group Embedded Figure Test (GEFT), tes membaca berbentuk soal objektif, dan kuesioner digunakan sebagai instrumen dalam proses pengumpulan data. Subjek dari penelitian ini adalah kelas VIII-B dan VIII-C di SMPN 1 Batu.Diakhir proses eksperimen, dua kelompok diberipost-testyang hasilnya digunakan sebagai dasar dalam uji hipotesis. Jika nilai p hitung kurang dari .05 berarti kelompok eksperimen secara signifikan berbeda dengan kelompok kontrol. Setelah proses perhitungan statistik, diketahui bahwaperbedaan kelas eksperimenyangdiajar dengan menggunakan PANORAMA dan kelas kontrol yang yang diajar dengan menggunakan TRA tidak signifikan dengan nilai hitung.901,perbedaan siswa dengan gaya kognitif FD dan FI dalam hal membaca pemahaman konten juga tidak signifikan dengan nilai hitung .387, perbedaan tingkat membaca pemahaman dengan memperhatikan variabel gender (pria dan wanita) juga menunjukkan nilai yang tidak signifikan yaitudengan nilai hitung .100, serta tidak ada interaksi antar variabel (strategi membaca, gaya kognitif, dan gender) sebagaimana ditunjukkan oleh nilai hitung yaitu .347. Hasil yang tidak signifikan antara dua kelompok disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: langkah-langkah pengajaran membaca yang mirip antara kelompok eksperimental dengan kelompok kontrol yaitu dengan menggunakan tahap pre-reading, whilst-reading, dan post-reading. Tahap menanya dalam pre-reading juga mampu memfasilitasi siswa FD untuk mengaktivasi pengetahuan awal yang berperan besar dalam memahami teks. Kegiatan pembelajaran yang didesain secara berkelompok selama proses eksperimen juga memberikan keuntungan bagi siswa FD karena mereka akan mendapatkan hasil belajar yang lebih optimal jika bekerja dalam kelompok dibandingkan dengan kerja individu. Selanjutnya, gender juga tidak mempengaruhi kemampuan siswa dalam membacapemahaman, namun kualitas proses pembelajaran yang berperan dalam mempengaruhi pencapaian tujuan pembelajaran. Pada proses analisis selanjutnyapada pengaruh masing-masing faktor, ditemukan bahwa diantara ketiga variabel bebas (strategi membaca, gaya kognitif, dan gender), gaya kognitif paling mendominasi dibandingkan dengan dua variabel bebas lainnya dengan nilai persentase 17,56%. Diketahui pula bahwa kombinasi faktor antara PANORAMA-wanita dan PANORAMA-FI merupakan kombinasi yang paling tinggi dominasinya dibandingkan dengan kombinasi antar faktor lain, yaitu dengan nilai 48% dan 23%. Selanjutnya, walaupun temuan menyatakan perbedaan yang tidak signifikan, berdasarkan hasil dari kuesioner siswa,ditemukan bahwa PANORAMA mendapatrespon positif dengan nilai keseluruhankuesioner 89.64. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwaPANORAMAdapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi membaca untuk membantu siswa memahami bacaan konten berbahasa Inggris, mengasosiasikan apa yang dibaca siswadengan pengetahuan awal, mengurangi kebosanan selama proses pembelajaran, meningkatkan rasa percaya diri siswa, memberikan pengalaman belajar yang bervariasi, serta menciptakan pembelajaran yang lebih hidup dan bermakna.

Pengaruh karakteristik perusahaan terhadap volume pengungkapan sosial pada laporan tahunan perusahaan : studi pada Perusahaan High Profile yang terdaftar di PT. Bursa Efek Jakarta : oleh Dwi Susilo Anggraini

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |