Perencanaan turbin uap
tugas
oleh Herdik Bowo Leksono

 

Implementasi algoritma extended savings pada Capacitated Vehicle Routing Problem (CVRP) / Antika Pusparani

 

Perencanaan turbin uap
tugas akhir
oleh Mulyani Udin

 

Kajian prevalensi Soil Transmitted Helminth (STH) pada siswa Sekolah Dasar (SD) di Desa Gempollegundi Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang / Candra Krida Karisma

 

Perencanaan konstruksi beton
tugas
disusun oleh Sunardi

 

Hubungan antara konsep diri dan penyesuaian sosial siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Doko Kabupaten Blitar / Agus Zaqi Firmansyah

 

Junior High Students are individuals aged between 12-15 years, where in the span of life categorized into the age of puberty or early teens. At this time the individual has to find their own identity that is very susceptible to pressure and influence from others. At this time the teenager is less able to understand their own concepts ,they still likel to be imitate the style or behavior of people who admired. The self concepts, is individual own view of their self. Self-concept consists of positive and negative self-concept. Positive self-concept indicated by the existence of a realistic knowledge (in accordance with reality) about the condition of the individual self. Conversely, negative self-concept is when a person can not judge himself. Social adjustment is a dynamic process that aims to change individual behavior to occur more appropriate relationship between the individual with the environment. It can also be described as an individual's ability to adjust to the situation in their and in the social environment in accordance with the norms that exist in a healthy manner without causing conflict for themselves and the social environment that leads into a harmonious balance in life. Someone who has a positive assessment of their will be able to adapt well. Good social adjustment will assist in the development and achievement of students This study aims to determine (1) self-concept class VIII Doko SMP Negeri 2 Doko Dictrict Blitar 2) class VIII student’s social adjustment SMP Negeri 2 Doko District Blitar (3) the relationship between self-concept and social adjustment class VIII SMP Negeri 2 Doko District Blitar. The design used in this study are correlational descriptive with a population of eighth grade junior high school. Proportional sampling using random sampling. 57 people is taken as the sample. This study used two instruments, namely: questionnaire self-concept and social adjustment questionnaire. The results of this study were analyzed by using percentage and product moment correlation analysis. The results showed that very few students who have very positive self-concept, many students who have positive self-concept, quite a lot of students who have negative self-concept, and very few students who have very negative self-concept. For the analysis of social adjustment obtained very few students who have very positive social adjustment, many students who have high social adjustment, quite a lot of students who have low level of social adjustment, and very few students who have very low social adjustment. From the analysis there was a significant correlation between self-concept and social adjustment The results of this study can be considered to school with a better understanding of the level of self-concept of students who also had something to do with social adjustment of students. For the teachers they have to help students discover a positive self-concept. Due to a positive self-concept students will easily recognize the character and personality so they will be more confident in their activities as social beings that interact with others and can put there self in a new environment. For the counselor, they may provide personal counseling services that will get the cause of children who have negative self-concept so that children will be have a better understanding for their lact and how to react, beside that the counselor can provide placement services, particularly for placement in a group of children are able to adjust themselves in groups.

Laporan perencanaan konstruksi baja
disusun oleh Ahmad Dardiri

 

Hubungan konsep diri dengan kemampuan interpersonal pada salesmen PT. Astra International Tbk Daihatsu Malang / Maharani Aisyah

 

ABSTRAK Aisyah, Maharani. 2015. Hubungan Antara Konsep Diri dengan Kemampuan Interpersonal pada Salesman PT. Astra International Tbk Daihatsu Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Psi., (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Si. Kata kunci: konsep diri, kemampuan interpersonal, salesman. Penelitian ini didasari oleh adanya permasalahan dilapangan, dalam menghadapi konsumen, salesman PT. Astra International Tbk Daihatsu Malang memiliki kemampuan interpersonal yang rendah. Permasalahan yang dihadapi salesman PT. Astra International Tbk Daihatsu Malang adalah masalah kemampuan interpersonal mereka yang kurang pada saat menjual produk kepada customer, salesman terlihat tidak bisa meyakinkan customer tentang produk yang mereka presentasikan sehingga beberapa customer beralih ke salesman lainnya, ini membuat salesman kehilangan customer yang seharusnya menjadi target penjualan mereka. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan kemampuan interpersonal pada salesman PT. Astra International Tbk Daihatsu Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui konsep diri pada salesman (2) untuk mengetahui kemampuan interpersonal pada salesman (3) untuk mengetahui apakah ada hubungan antara konsep diri dengan kemampuan interpersonal Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan analisis deskriptif dan korelasional. Penelitian dilakukan dengan memberikan kuisioner pada salesman PT. Astra International Tbk Daihatsu Malang dengan karekteristik salesman mobil. Subjek penelitian ini adalah salesman PT. Astra International Tbk Daihatsu Malang dengan jumlah 46 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa salesman PT. Astra International Tbk Daihatsu Malang (1) memiliki konsep diri yang rendah (2) memiliki kemampuan interpersonal yang rendah (3) terdapat hubungan positif antara konsep diri dengan kemampuan interpersonal pada salesman PT. Astra International Tbk Daihatsu Malang dengan nilai r = 0,596 dan p = 0,000 < 0,05 Saran yang dapat diberikan adalah (1) Salesman PT. Astra International Daihatsu Malang diharapkan bisa bekerjasama lebih baik lagi dalam bekerja dan mengembangkan kompetisi yang dimiliki dengan lebih baik lagi (2) manajer/HRD PT. Astra International Daihatsu Malang untuk membantu salesmannya agar lebih mengembangkan konsep diri dan kemampuan interpersonal salesman. Salah satunya bisa dengan cara mangadakan program pelatihan atau manajemen diri pada salesman sehingga konsep diri dan kemampuan interpersonal salesman dapat berkembang dengan baik (3) Diharapkan untuk peneliti selanjutnya yang meneliti variabel-variabel tersebut mampu mengembangkan penelitian ini, seperti subjek yang lebih beragam, dan juga mempertimbangkan teknik kualitatif dengan mempertajam dan memperluas faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan interpersonal pada salesman

Perencanaan gear box
oleh Supardji

 

Pengembangan kemampuan fisik motorik melalui permainan kucing dan tikus di Taman Kanak-kanak PGRI 01 Batu / Suci Kristanti

 

Key Words: Cat and Mouse game, Early Childhood Education, Physical motor Learning activity which is suitable for young learners is playing. Therefore, a kindergarten teacher can apply games that are able to facilitate the children’s development. Motor development of kindergarten is very important to improve the whole competence. Practically, that is not optimally done yet. The learning activities in TK PGRI 01 is applied using a nice method; running while jumping using the two legs with the height of about 30 cm. Using two small chairs and a ruler seems to scare some of the children because they are afraid of height. Beside, physical motor learning has not applied learning activities through games. This research aims are 1. to describe the increase of Cat and Mouse Game development trough the physical motor ability., 2. to describe the increase of Cat and Mouse Game in TK PGRI 01 Batu. The research design uses classroom action research which involves: planning, action, observation, and reflection. In this research, the researcher works with the teacher of Kindergarten grade B. The instruments used are observation and documentation. The analytic tech used is descriptive. The result of this research shows that the Cat and Mouse Game can improve the young learners’ physical motor ability in TK PGRI 01 Batu as applied through running around a circle without falling (100%) and running while taking a flag on a friend’s back (95%). Based on this research, it is known that the improvement of physical motor ability through Cat and Mouse Game indicated in running without falling and running while taking a flag can actually be applied to the kindergarten learners in TK PGRI 01 Batu.

Perencanaan tugas konstruksi baja
disusun oleh Mugianto

 

Hubungan perilaku konsumtif dengan harga diri siswa SMA negeri se Kota Malang / Anggi Pratiwi Putri

 

Kata Kunci: Perilaku konsumtif, harga diri, siswa SMA. Perilaku konsumtif merupakan suatu fenomena yang banyak melanda kehidupan masyarakat terutama yang tinggal di perkotaan. Fenomena ini menarik untuk diteliti mengingat perilaku konsumtif juga banyak melanda kehidupan remaja kota-kota besar yang sebenarnya belum memiliki kemampuan financial untuk memenuhi kebutuhannya. Remaja memang sering dijadikan target pemasaran berbagai produk industri, antara lain karena karakteristik mereka yang labil, spesifik dan mudah dipengaruhi sehingga mendorong munculnya berbagai gejala dalam perilaku membeli yang tidak wajar. Membeli dalam hal ini tidak lagi dilakukan karena produk tersebut memang dibutuhkan, namun membeli dilakukan karena alasan-alasan lain seperti sekedar mengikuti arus mode, hanya ingin mencoba produk baru, ingin memperoleh pengakuan sosial dan sebagainya. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai perilaku konsumtif dan harga diri siswa SMA Negeri se-Kota Malang serta untuk menguji adakah hubungan perilaku konsumtif dengan harga diri siswa SMA Negeri se-Kota Malang. Dengan diketahuinya beberapa hal tersebut maka dapat dijadikan bahan evaluasi dan masukan bagi pihak sekolah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian adalah siswa SMA Negeri se-Kota Malang tahun ajaran 2010/2011. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster sampling, diperoleh sampel penelitian dengan jumlah 167 orang. Instrumen penelitian ini berupa angket model skala Likert. Analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif (persentase) dan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sangat sedikit (4,8%) siswa berperilaku sangat konsumtif, sangat banyak (89,2%) siswa berperilaku konsumtif dan sangat sedikit (6%) siswa berperilaku tidak konsumtif, (2) sangat sedikit (3,6%) siswa memiliki harga diri tinggi, sangat banyak (95,8%) siswa memiliki harga diri sedang dan sangat sedikit (0,6%) siswa memiliki harga diri rendah, (3) dari hasil pengujian hipotesis didapat rhitung (0,537) lebih besar dari rtabel (0,127) maka dinyatakan ada hubungan yang positif dan signifikan antara perilaku konsumtif dengan harga diri siswa SMA Negeri se-Kota Malang. Berdasarkan simpulan hasil penelitian ini, disarankan pada konselor dan orang tua diharapkan lebih mengarahkan untuk berpikir dan bertindak rasional terhadap kegiatan yang menimbulkan perilaku konsumtif. Serta membimbing dan memberikan dukungan kepada putra-putrinya dalam bersosialisasi dengan teman sebaya yang sehat tanpa harus berperilaku konsumtif serta tidak membiasakan hidup bermewah-mewahan kepada putra-putrinya. Konselor memberikan layanan yang relevan kepada siswa agar mereka dapat menerima keadaan diri tanpa memaksakan merubah penampilan hingga menimbulkan perilaku konsumtif yang berlebihan. Dan memberikan pengertian bahwa segala yang dilakukan seseorang tidak harus sama dengan apa yang dilakukan orang lain.

Laporan perhitungan tugas konstruksi beton
disusun oleh Slamet

 

Pengembangan materi bahasa Arab berbasis e-learning untuk siswa kelas X MAN 1 Malang / Taufiqurrohman

 

ABSTRAK Taufiqurrohman. 2015. Pengembangan Materi Bahasa Arab Berbasis E-Learning untuk Siswa Kelas X MAN 1 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Moh. Ainin, M.Pd., dan (II) Moh. Ahsanuddin, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: pengembangan materi Bahasa Arab, berbasis e-learning. Perkembangan teknologi yang begitu pesat sangat berpengaruh terhadap dunia pendidikan. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menempati tiga peranan, yakni sebagai konten pembelajaran, sebagai media pembelajaran, dan sebagai alat belajar. Dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat ini, proses pembelajaran di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 belum memanfaatkan media pembelajaran berbasis e-learning. Tujuan penelitian adalah untuk mengembangkan produk materi Bahasa Arab berbasis e-learning, mengujicobakan penggunaannya, mendeskripsikan karakteristik, dan kelayakannya. Produk dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan Borg dan Gall yang telah dimodifikasi, yaitu: (1) pengumpulan informasi awal, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) validasi ahli materi dan ahli media, (5) revisi awal, (6) uji lapangan, dan (7) revisi akhir. Produk ini berisi enam bab materi Bahasa Arab kelas X dari LKS dan setiap bab terdapat tujuh aspek, yaitu materi, istima’, qiro’ah, kalam, kitabah, mufrodat, dan tarkib. Produk ini dikembangkan dengan aplikasi eFront virtual learning, paint, word, power point, dan camtasia studio 8. Langkah-langkah penggunaan produk ialah: (1) melakukan browser dengan halaman website www.belajar-arab.com, (2) melakukan login, (3) memilih materi yang akan dipelajari, (4) memulai pelajaran, dan (5) latihan soal. Karakteristik produk ini ialah: (1) menggunakan LMS eFront, (2) dapat diakses secara online melalui semua browser seperti mozilla firofex, chrome, opera, dan lain-lain, dan (3) terdapat latihan soal, forum diskusi, serta chat. Dari hasil uji coba produk diketahui bahwa: (1) ahli media menyatakan produk ini valid dan layak digunakan dengan persentase 83,33%; (2) ahli materi menyatakan produk ini valid dan layak digunakan dengan persentase 82,5%; (3) peserta didik MAN 1 Malang menyatakan produk ini valid dan layak digunakan dengan persentase 85,75%. Dengan demikian media pembelajaran yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria kevalidan dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada siswa kelas X MAN 1 Malang untuk menggunakan media ini sebagai bahan pembelajaran kedua setelah buku, sebagai tambahan pengetahuan selain dari buku yang telah disediakan agar dapat menambah motivasi dan semangat siswa dalam mempelajari Bahasa Arab.

Perencanaan turbin uap
tugas
oleh Sudirman

 

Penerapan model pembelajaran cooperative script untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Wates Kabvupaten Blitar / Novia Qurrota Ayun

 

Analisis pengendalian intern atas sistem penggajian pegawai tetap pada Balitjestro Kota Batu / Ernanda Dwi Savitri

 

Kata Kunci : Pengendalian Intern, Sistem, Penggajian Pengendalian intern pada sistem penggajian diciptakan untuk mengarahkan operasi-operasi instansi pemerintah supaya dapat berjalan dengan baik. Kebijakan-kebijakan inilah yang mengarahkan operasi-operasi tersebut, meliputi tindakan korektif terhadap kelemahan-kelemahan yang ada serta penyesuaian kegiatan sejalan dengan standar-standar yang telah ditetapkan atau tujuan-tujuan yang dikehendaki sehingga tujuan praktik pengendalian intern pada sistem penggajian dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang ada. Data yang digunakan dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah data-data yang berhubungan dengan proses penggajian instansi yang diperoleh selama Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro). Tujuannya adalah untuk menjelaskan sistem penggajian pegawai dan memahami kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam sistem tersebut serta pengendalian internnya. Metode pengumpulan data yang dilakukan antara lain (1) Studi Kepustakaan dan (2) Riset Lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil riset lapangan, menunjukkan bahwa sistem penggajian pegawai tetap pada Balitjestro terdiri dari 2 unsur berupa rangkaian prosedur dan fungsi-fungsi yang terlibat. Rangkaian prosedur tersebut meliputi prosedur pencatatan waktu hadir pegawai, prosedur pembuatan gaji pegawai dan prosedur pembayaran gaji pegawai. Sedangkan fungsi yang terlibat meliputi fungsi pencatatan, fungsi pembuat daftar gaji, fungsi akuntansi dan fungsi keuangan. Penerapan beberapa prosedur dan fungsi-fungsi yang terlibat sangat rentan oleh penyelewengan sehingga perlu diadakan tindakan pembaharuan guna terlaksananya praktik pengendalian intern yang sehat. Pada sistem penggajian Balitjestro masih terdapat 2 kelemahan. Pertama, tidak adanya pemisahan antara fungsi pembuat daftar gaji dan fungsi keuangan/pembayaran gaji. Kedua fungsi ini masih dikerjakan oleh satu orang saja sehingga perlu dilakukan restrukturisasi. Seharusnya fungsi pembuat daftar gaji dikerjakan oleh petugas bagian gaji sedangkan fungsi pembayaran gaji dikerjakan oleh bagian kasir. Kedua, kurang mutakhirnya prosedur pencatatan waktu hadir pegawai pada Kebun Percobaan. Proses pencatatan waktu hadir masih dilakukan secara manual dengan cara membubuhkan tanda tangan pada daftar hadir. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat diberikan saran antara lain (1) Melakukan restrukturisasi dengan memisahkan fungsi pembuat daftar gaji dan fungsi keuangan, (2) Melakukan pemutakhiran kembali mengenai prosedur pencatatan waktu hadir pegawai terutama yang terdapat di Kebun Percobaan, (3) Sebaiknya dibuat bagan alir agar lebih mudah dalam melaksanakan fungsi-fungsi yang terkait sehingga tercipta pengendalian intern yang baik.

Laporan perencanaan tugas konstruksi beton
oleh Umar Daruslan

 

Permainan tradisional anak-anak Bali sebagai sumber ide dalam penciptaan karya seni lukis / Kukuh Handal Prakoso

 

ABSTRAK Handal Prakoso, Kukuh. 2015. Permainan Traadisional Anak Bali Sebagai Sumber Inspirasi Karya Seni Lukis. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Triyono Widodo, M.Sn, (II) Drs. Andi Harisman. Kata Kunci:Permainan Tradisional Anak Bali, penciptaan, seni lukis Permainan tradisional anak Bali adalah sebuah bentuk permainan yang dimainkan oleh anak-anak Bali jaman dulu. Kebanyakan permainan ini dilakukan dengan cara kelompok. Kehidupan masyarakat di masa lalu yang bisa dibilang tidak mengenal dunia luar telah mengarahkan dan menuntun mereka pada kegiatan sosial dan kebersamaan yang tinggi. Terlebih kebudayaan Indonesia pada umumnya sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. Hal ini yang kemudian mendorong tercipta nya jenis permainan tradisional. Sayang nya perkembangan jaman khususnya perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat jenis permainan ini perlahan mulai menghilang. Pada penciptaan ini, penulis mengambil ide atau gagasan berkarya dari permainan tradisional anak bali yang merupakan inspirasi dari keperhatinan terhadal anak-anak masa kini. Ide atau gagasan tersebut diwujudkan dalam karya seni lukis karakter Pop Art. Karakter seni lukis Pop Art dipilih oleh penulis sebagai media berkreasi dalam mengekspresikan jiwa pencipta berdasarkan ide dari penulis sendiri. Penulis menciptakan 6 buah karya seni lukis dengan media estetik berupa titik, garis, bidang dan ruang, warna, serta tekstur sebagai simbolisasi dari konsep. Menggunakan karakteristik karya berupa garis dan warna, dengan garis cenderung semua lengkung, dan dengan warna-warna yang kesemuanya perpaduan warna yang cerah, ceria, yang melambangkan anak-anak,Proses dalam membuat karya seni lukis ini berawal dari sebuah perancangan konsep yang terdapat ide atau sebuah gagasan,objek dan tema yang akan diciptakan yaitu objek reprensentasional. Kemudian menentukan karakteristik karya, kemudian menentukan teknik,alat dan bahan yang akan digunakan. Setelah itu jika semua sudah terpenuhi selanjutnya adalah proses berkarya mulai dari membuat sketsa kemudian memindahkannya ke kanvas. Kemudian proses pewarnaan dengan menggunakan teknik blok hingga detail karya. Berdasarkan hasil penciptaan ini diharapkan dapat memberi manfaat yang sangat luar biasa bagi pencipta maupun orang lain. Mulai dari perancangan konsep,hingga proses berkarya, dan diskripsi karya berdasarkan sudut pandang pribadi penulis maupun sudut pandang para ahli. Lalu memberikan suatu pengertian bahwa permainan tradisional anak bali harus dilestarikan dan dibudayakan. Dengan adanya penciptaan ini yang bertema permainan tradisional anak bali melalui sudut pandang penulis, diharapkan bisa menjadi wacana bagi setiap pembaca lainya agar suatu saat bisa membuat karya ataupun tulisan yang lebih bermanfaat lagi.

Laporan perhitungan tugas konstruksi baja - kap
oleh Sukarni Ginting

 

Perencanaan konstruksi beton dengan metode variabel n PBI 1971
oleh Heri Riswanto

 

Perencanaan konstruksi beton
tugas
oleh Setihono

 

Hubungan perilaku kepemimpinan kepala sekolah, semangat kerja, komitmen organisasi, dan kepuasan kerja guru dengan kinerja guru pada sekolah menengah pertama negeri di Kabupaten Hulu Sungai Selatan / Suhaimi

 

Perencanaan konstruksi beton bangunan perpustakaan
oleh Noor Kamim

 

Perencanaan gear box
tugas akhir
disusun oleh Herdik Bowo Leksono

 

Perencanaan konstruksi beton dengan metode variabel n PBI 1971
disusun oleh Djoko Harijanto

 

Problematika guru dalam pembelajaran keliling dan luas persegi dan persegi panjang pada siswa kelas III Seokolah Dasar se Kecamatan Singosari Kabupaten Malang / Danik Riasari

 

ABSTRAK Danik Riasari. 2015. Problema Guru Dalam Membelajarkan Keliling Dan Luas Persegi Dan Persegi Panjang Pada Siswa Kelas III sekolah Dasar Se Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra-Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Goenawan Roebyanto, M.Pd (II) Drs. Tomas Iryanto, M.Pd. Kata Kunci : Problema Guru, Membelajarkan Matematika. Guru merupakan tenaga pendidik yang berperan penting dalam keberhasilan suatu pembelajaran.dalam proses pembelajaran guru tidak lepas dari beberapa problem, problem tersebut bisa muncul pada saat merencanakan maupun melaksanakan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan (1) Problema guru dalam merencanakan pembelajaran keliling dan luas persegi dan persegi panjang pada siswa kelas III Sekolah Dasar; (2) Problema guru dalam melaksanakan pembelajaran keliling dan luas persegi dan persegi panjang pada siswa kelas III Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Instrument dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan triangulasi data. Kegiatan analisisa data dilakukan melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa sebagian besar guru kelas III mengalami problema dalam (1) merencanakan pembelajaran Matematika kelas IIISekolah Dasar materi keliling dan luas persegi dan persegi panjang, yaitu kesulitan dalam menentukan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan kata kerja operasional dan tidak mengacu pada indikator, kurang dapat merencanakan metode dan model pembelajaran yang variatif. (2) melaksanakan pembelajaran Matematika kelas III Sekolah Dasar materi keliling dan luas persegi dan persegi panjang, yaitu sebagian besar guru dalam kegiatan pembelajarannya masih belum sesuai dengan RPP, dominasi guru, minimnya pemahaman model, tidak menggunakan media, kelas gaduh dan pasif. Berdasarkan temuan di atas dapat disimpulkan bahwa problema guru dalam membelajarkan keliling dan luas persegi dan persegi panjang pada siswa kelas III Sekolah Dasar Se Kecamatan Singosari Kabupaten Malang mencakup aspek, perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran. Oleh sebab itu sebaiknya guru mempersiapkan aspek perencanaan, dan pelaksanaan secara maksimal sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal.

Perencanaan konstruksi baja
tugas
disusun oleh Achfandy

 

Penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan pada pembelajaran sejarah di SMP Negeri 4 Malang tahun ajaran 2010/2011 / Setyo Reni Ningtyas

 

Kata Kunci: Penerapan, KTSP, Pembelajaran Sejarah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi luas pada setiap satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi, tuntutan, dan kebutuhan masing-masing. SMP Negeri 4 Malang merupakan salah satu sekolah berstandar nasional di kota Malang. Sebelum menjadi SMP Negeri 4 Malang, tepatnya pada saat masih menjadi PPSP, sekolah ini dalam sistem pengajarannya telah menerapkan sistem modul, tetapi dalam perkembangannya sistem modul ini tidak diterapkan lagi. Dalam pelaksanaan KTSP IPS di SMP Negeri 4 Malang masih terbagi dalam tiap bahan kajian, sehingga rekomendasi pembelajaran terpadu masih belum terlaksana. Berdasarkan hal tersebut maka permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah:(1) bagaimanakah pemahaman guru Sejarah mengenai KTSP di SMP Negeri 4 Malang, (2) bagaimanakah penerapan KTSP pada pembelajaran Sejarah di SMP Negeri 4 Malang, (3) apakah faktor pendukung dan faktor penghambat dalam penerapan KTSP di SMP Negeri 4 Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan pemahaman guru Sejarah mengenai KTSP, (2) untuk mendeskripsikan penerapan KTSP pada pembelajaran Sejarah, (3) untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat dalam penerapan KTSP. Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah pemahaman guru Sejarah di SMP Negeri 4 Malang mengenai KTSP, penerapan KTSP pada pembelajaran Sejarah di SMP Negeri 4 Malang serta faktor pendukung dan faktor penghambat dalam penerapan KTSP pada pembelajaran Sejarah di SMP Negeri 4 Malang. Untuk memperoleh data digunakan metode observasi partisipatif pasif (passive participation), wawancara mendalam (in dept interview),studi dokumentasi. Untuk menguji objektivitas dan keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber . Triangulasi sumber berarti untuk mendapatkan data dari sumber yang berbeda-beda dengan teknik yang sama. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman guru Sejarah di SMP Negeri 4 Malang mengenai KTSP sebagian besar masih terbatas hanya mengetahui secara garis besarnya. Guru hanya mampu memahami konsep dasar KTSP. Dalam kegiatan pembelajaran guru Sejarah telah menyusun program-program sesuai dengan acuan dalam KTSP, program tersebut seperti program tahunan, program semester, program mingguan dan harian, program pengayaan dan remedial, serta program pengembangan diri. Pengembangan silabus oleh guru Sejarah masih mengadopsi model silabus dari Depdiknas, selanjutnya model silabus tersebut ditelaah dan disesuaikan dengan kondisi sekolah. Dalam penyusunan silabus guru Sejarah tidak mengalami hambatan yang berarti karena dalam penyusunannya dikerjakan secara bersama-sama dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Dalam hal penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) guru diberi kebebasan untuk mengubah, memodifikasi, dan menyesuaikan dengan kondisi sekolah dan karakteristik peserta didik. Penyusunan RPP oleh guru Sejarah dilakukan secara sekaligus untuk beberapa pertemuan, hal ini disebabkan adanya kesibukan. Pada awal pembelajaran guru Sejarah melakukan kegiatan apersepsi dan pre-test, guru masih menggunakan metode ceramah untuk membantu siswa dalam memahami materi. Dalam pembelajaran guru telah menerapkan beberapa metode, sumber belajar serta media yang cukup variatif. Evaluasi hasil belajar dilakukan guru melalui Penilaian Berbasis Kelas (PBK) untuk mengetahui kemampuan siswa dalam aspek penguasaan konsep dan penerapan konsep. Selain itu, guru telah menerapkan pendekatan pembelajaran tuntas dengan mengadakan program remidi dan program pengayaan. Faktor pendukung dalam penerapan KTSP pada pembelajaran Sejarah di SMP Negeri 4 Malang antara lain sarana prasarana pembelajaran secara kuantitas maupun kualitas sudah cukup memadai, adanya program-program dalam rangka penerapan KTSP seperti pembentukan kepanitiaan KTSP, adanya evaluasi yang dikemas dalam rapat dinas sekolah tiap semester untuk mengevaluasi program-program yang sedang berjalan, Faktor penghambat dalam penerapan KTSP pada pembelajaran Sejarah di SMP Negeri 4 Malang antara lain profesionalitas guru yang masih kurang sehingga penggunaan metode pembelajaran belum bisa berlangsung secara optimal, banyaknya guru- guru yang masih kurang dalam hal penguasaan teknologi, guru-guru sejarah di SMP Negeri 4 Malang bukan alumni guru IPS, disiplin ilmu, kurangnya kesiapan siswa untuk belajar mandiri. Dari hasil penelitian tersebut maka disarankan, (1) guru hendaknya selalu meningkatkan pemahamannya tentang KTSP dan menerapkannya secara profesional, (2) guru hendaknya dapat mengembangkan kreatifitasnya sendiri dalam menyusun silabus dengan menyesuaikan kondisi dan potensi sekolah, (3) guru harus lebih kreatif dan inovatif dalam penggunaan metode pembelajaran, (4) bagi pihak sekolah hendaknya secara berkala mengadakan kegiatan seminar, workshop serta rapat kerja mengenai KTSP, sehingga pemahaman guru tentang KTSP akan semakin meningkat, (5) bagi penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji lebih mendalam tentang sistem pengajarannya

Perencanaan konstruksi beton bertulang
oleh Sukarni Ginting

 

Perencanaan ketel pipa api jenis schots / oleh Mujiasri

 

Gender stereotype in language difference represent through anthropomorphic characters in "Alice in Wonderland) / Mar'atul Mochtar

 

ABSTRAK Mochtar, M. 2015. Stereotip Gender dalam Perbedaan Bahasa Terlihat pada Karakter Antropomorfik Film Alice in Wonderland. Skripsi, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: Maria Hidayati, S.S., M.Pd dan Dr. Mirjam Anugerahwati, M.A. Kata Kunci: stereotip gender, perbedaan bahasa, antropomorphisme, film Alice in Wonderland. Sejak tahun 1975 banyak penelitian yang dilakukan mengenai studi gender. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskusikan stereotip pada gender dalam aspek perbedaan bahasa yang muncul pada percakapan antara karakter antropomorfik dalam film Alice in Wonderland. Ada empat stereotip yang digunakan sebagai diskusi utama pada penelitian ini berdasarkan teori Romaine pada tahun 2001: (1) pria lebih suka melakukan interupsi didalam percakapan, (2) wanita lebih banyak menggunakan ungkapan kesopan, (3) wanita cenderung menggunakan kata serapah yang lemah, dan (4) wanita lebih banyak memberikan pujian. Selain itu, stereotip tersebut juga digunakan untuk menentukan representasi gender karakter antropomorfik tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-qualitatif. Data utama diambil dari percakapan dimana 6 karakter anthropomorfik terdapat didalamnya, mereka adalah:(1) White Rabbit, (2) Dormouse, (3) Absolem, (4) March Hare, (5) Cheshire Cat, and (6) Talking Flower. Dalam penelitian ini, peneliti menulis dan mengutip beberapa percakapan yang terdapat stereotip gender tersebut yang diberikan oleh karakter antropomorfik. Hasil temuan penelitian ini menununjukan bahwa dari 21 percakapan terdapat 38% interupsi yang terjadi. Penggunaan ungkapan kesopanan terjadi hingga 66% pada percakapan. Semua penggunaan kata serapah yang lemah dan pujian yang diungkapkan oleh karakter hanya 23%. Dari percakapan tersebut, peneliti menemukan bahwa White Rabbit, March Hare dan Cheshire Cat yang merupakan karakter pria mewakili gender perempuan sedangkan Dormouse dan Talking Flower yang sebenarnya adalah karater wanita mewakili gender laki-laki. Hanya Absolem yang gendernya sesuai dengan jenis kelaminnya sebagai pria. Alhasil, peneliti memiliki temuan yang berbeda dengan penelitian lain yang mendukung stereotip-stereotip tersebut (misalnya Lakoff (1973), West& Zimmerman (1975), O’Barr& Atkins (1980), Holmes (1995) dan Xia (2013)). Berdasarkan hasil stusi, dapat disimpulkan bahwa semua stereotip yang telah ditemukan berkebalikan dengan stereotip umum yang ada dan hanya satu karakter anthropomorfik yang ucapannya mewakili gendernya sedangkan lima karakter yang lain tidak benar-benar mewakili gendernya. Studi ini disarankan bagi peneliti selanjutnya dan pembuat film. Peneliti selanjutnya dapat menggunakan lebih banyak stereotip dalam bahasa dan gender untuk lebih memperluas cakupan studi ini serta meneliti aspek lain dari antropomorphisme. Bagi pembuat film, mereka seharusnya lebih hati-hati jika penggunaan bahasa laki-laki dan perempuan itu berbeda sehingga mereka dapat menggambarkan karakter anthropomorfik secara alami.

Perencanaan turbin uap (design of steam turbine)
disusun oleh Machmud

 

Perencanaan konstruksi beton dengan methode n dan variabel n
oleh Suherman

 

Perencanaan konstruksi II jembatan baja dinding penuh
direncanakan oleh Sudjiarto

 

Pengembangan multimedia interaktif berbasis adobe flash pada mata pelajaran perencanaan pemasaran (studi pada siswa kelas X Pemasaran SMK Negeri 1 Probolinggo) / Rieska Tri Wulandari

 

ABSTRAK Wulandari, R. T. 2015. Pengembangan Multimedia Interaktif berbasis Adobe Flash pada Mata Pelajaran Perencanaan Pemasaran (Studi pada Siswa Kelas X Pemasaran SMK Negeri 1 Probolinggo). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Heri Pratikto, M.Si, (II) Dr. Sopiah, M.Pd, M.M. Kata Kunci: Multimedia Interaktif, Adobe Flash, Perencanaan Pemasaran Kurikulum 2013 dengan pendekatan scientific menuntut siswa agar mampu mengamati, mengklasifikasi, mengukur, meramalkan, menjelaskan dan menyimpulkan segala informasi yang didapatkan selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Untuk itu, para guru diwajibkan menjadi kreatif dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Menciptakan sebuah media pembelajaran menjadi salah satu alternatif yang dapat ditempuh guru untuk mewujudkan tujuan dari adanya kurikulum 2013. Kehadiran multimedia interaktif diharapkan dapat menjadi sarana yang dapat membantu siswa belajar sehingga tercipta proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk berupa multimedia interaktif yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah modifikasi model yang dikemukakan oleh Sugiyono dengan tahapan: 1) Potensi dan Masalah, 2) Pengumpulan Data, 3) Desain Produk, 4) Validasi Desain, 5) Revisi Desain, 6) Uji Coba Produk, 7) Revisi Produk, 8) Produk Akhir. Tahap validasi desain dilakukan oleh ahli media dan ahli materi. Hasil validasi ahli media memperoleh skor rata – rata 80%, dan validasi ahli materi memperoleh skor rata – rata 78,8%. Tahap uji coba produk dilaksanakan di kelas X Pemasaran 3 SMK Negeri 1 Probolinggo. Hasil dari penelitian ini berupa multimedia interaktif yang dikemas dalam CD Pembelajaran dan dilengkapi dengan buku petunjuk. Keunggulan dari multimedia interaktif yang dikembangkan antara lain: 1) desain tampilan yang sederhana dan mudah dioperasikan, 2) materi yang disajikan lengkap, 3) sesuai dengan kebutuhan siswa. Multimedia interaktif yang telah dikembangkan dapat memperbaiki hasil belajar siswa. Hal itu ditunjukkan dari hasil Pretest dan Posttest selama proses uji coba produk, dimana skor rata – rata Pretest siswa sebesar 56,80 sedangkan skor rata – rata Posttest siswa sebesar 81,00. Skor tersebut menunjukkan bahwa nilai siswa setelah menggunakan multimedia interaktif lebih baik dibandingkan sebelum menggunakan multimedia interaktif. Berdasarkan Uji Paired Sample T Test diperoleh thitung sebesar 18,434 dan ttabel sebesar 2,064 sehingga thitung > ttabel yaitu 18,434 > 2,064 yang menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif. Saran pemanfaatan multimedia interaktif ini yaitu 1) dalam pengoperasian multimedia interaktif sebaiknya tidak lepas dari bimbingan guru, 2) sebelum menggunakan multimedia interaktif pastikan laptop / komputer yang digunakan telah terinstall Adobe Flash Player, 3) sebaiknya disediakan pengeras suara di setiap ruang kelas, 4) selalu menjaga fasilitas yang dimiliki sekolah agar dapat digunakan saat dibutuhkan. Saran pengembangan produk lebih lanjut antara lain: 1) pengembangan multimedia interaktif dapat menggunakan software pembuat media lain, dan 2) saran untuk peneliti selanjutnya adalah untuk lebih banyak menambahkan gambar dan video pada media yang dikembangkan.

Perencanaan gear box
tugas
oleh Sudirman

 

Penerapan pembelajaran sains teknologi masyarakat untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas 3 di SDN Mergosono 4 Kota Malang / Ririn Andriyani

 

Kata kunci: Sains Teknologi Masyarakat, Pembelajaran IPA, Hasil Belajar Proses pembelajaran IPA di Sekolah Dasar menuntut guru mampu menyediakan dan mengelola pembelajaran IPA dengan metode dan teknik yang memungkinkan siswa dapat mengalami seluruh tahapan pembelajaran yang bermuatan sains, teknologi, dan masyarakat. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan dengan guru kelas 3 di SDN Mergosono 4 Kota Malang tentang pembelajaran IPA diketahui beberapa permasalahan yang dihadapi pada pembelajaran di kelas, diantaranya: (1) Metode mengajar yang digunakan oleh guru masih didominasi metode ceramah, (2) Aktivitas belajar siswa rendah yang ditandai oleh siswa kurang aktif dalam mencari atau menemukan pengetahuannya sendiri, (3) Hasil belajar IPA siswa kelas 3 masih rendah. Standart ketuntasan minimal untuk kelas 3 pada materi pokok lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat adalah 70. Namun 19 siswa (59%) yang mendapat nilai kurang dari 70 dan 13 siswa (41%) yang mendapat nilai 70 ke atas. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka penerapan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) menjadi salah satu alternatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan penerapan pembelajaran sains teknologi masyarakat untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas 3 di SDN Mergosono 4 Kota Malang, (2) Mendeskripsikan aktivitas siswa dalam Proses Pembelajaran IPA dengan penerapan pembelajaran sains teknolosi masyarakat, (3) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa kelas 3 di SDN Mergosono 4 Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan prosedur kerja dilaksanakan 2 siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah 32 siswa kelas 3 SDN Mergosono 4 Kota Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian dengan penerapan model pembelajaran STM menunjukkan bahwa hasil belajar secara klasikal meningkat dari rata-rata 60 meningkat menjadi 72 pada tindakan siklus I, dan meningkat menjadi 79 pada siklus II. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran STM dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 3 SDN Mergosono 4 Kota Malang materi pokok lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat. Saran yang diberikan peneliti dalam penerapan STM yaitu pembatasan materi sebaiknya lebih jelas, pemilihan materi yang sesuai dengan karakter STM, teknologi sederhana layak dikembangkan dikelas rendah, dan pengorganisiran waktu hendaknya dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga penerapan STM dapat terlaksana dengan baik.

Laporan perhitungan tugas konstruksi baja
disusun oleh Slamet

 

Kesiapan guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di SMK 1 Wonosari Kabupaten Madiun / Rizal Zafikhal Biad Sektyoko

 

Penerapan metode pemberian tugas menggambar bebas untuk mengembangkan kemampuan seni anak kelompok B TK Al Hidayah I Talun / Anis Sofiana

 

Kata Kunci: metode pemberian tugas, kegiatan menggambar bebas, TK Penelitian ini berlatar belakang pada kurang percaya diri anak dalam menuangkan ide, imajinasi dan kreativitas dalam menggembangkan kemampuan seni menggambar bebas. Hal ini disebabkan karena dalam kegiatan pembelajaran anak cenderung dibimbing terus oleh guru, kurangnya media pembelajaran dan dalam menggambar bebas anak belum tuntas, sehingga anak tidak dapat menggembangkan kreativitasnya melalui gambar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode pemberian tugas untuk mengembangkan kemampuan seni menggambar bebas dan mendiskripsikan pennggunaan metode pemberian tugas dapat menggembangkan kemampuan seni menggambar bebas anak kelompok B TK Al Hidayah I Talun. Penelitian ini dilakukan di TK Al Hidayah I Talun, tanggal 15, 16 dan 18 Novenber 2010. Rancangan penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus. Dalam setiap siklus terdiri dari beberapa tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Dalam penelitian ini peneliti juga berkolaborasi dengan Guru Kelas B. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mendukung data penellitian ini meliputi: (1) Kemampuan seni menggambar berupa imajinasi, kreativitas dan komposisi (2) keminatan dan keaktivan dalam tanya jawab, bercerita tentang gambar yang dibuat sendiri dan menggambar bebas. Penerapan metode pemberian tugas menggambar bebas dapat meningkat melalui kegiatan tanya jawab dengan gambar sesuai tema binatang dan sub tema binatang peliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) metode pemberian tugas dapat menggembangkan kemampuan seni menggambar bebas anak melalui kegiatan berbagi dan bertanya. Dengan melakukan Tanya jawab, menggunakan media gambar yang diberikan guru dan dapat melatih kemandirian percara diri anak dalam menuangkan ide dan inspirasinya melalui gambar, (2) Hal ini dapat diketahui dari peningkatan nlai proses dari pra tindakan sampai siklus II mengalami kenaikan 26% dengan rincian sebangai berikut: Pra tindakan menggambar bebas 49%, Siklus I 58% dan siklus II 74 %. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah dalam pembelajaran bidang kemampuan seni hendaknya media pembelajaran harus riil, harus komunikasi dan harus idukatif sehingga anak dapat berkembang dengan sendirinya dengan metode pemberian tugas dapat mengembangkan kreativitas anak dalam bidang pengembangan selain seni, yaitu pada bidang pengembangan kognitif, bahasa, dan sosial emosional.

Laporan tugas perencanan konstruksi baja
oleh Setihono

 

Penggunaan lagu anak islami untuk mengembangkan kecerdasan musikal pada anak kelompok A di RA Persis Bangil / Widad

 

Kata kunci : Lagu Anak Islami, Kecerdasan Musikal Penelitian ini dilakukan karena semakin sedikitnya penggunaan Lagu Anak Islami yang digunakan bagi lembaga TK/RA sehingga pengembangan kecerdasan musikal belum maksimal terlihat.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah penggunaan lagu anak Islami dapat mengembangkan kecerdasan musikal pada anak kelompok A di RA PERSIS Bangil, (2) untuk mendeskripsikan kecerdasan musikal pada kelompok A di RA PERSIS Bangil setelah mengikuti kegiatan dengan pembelajaran Lagu Anak Islami. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (Class room action Research). Dengan tahapan siklus (1) perencanaan tindakan (2) perilaku tindakan (3) observasi (4) refleksi. Subjek penelitian ialah 20 anak yang terdiri dari 12 laki dan 8 perempuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi pedoman observasi analisis data dilakukan dengan tehnik analisis adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah penggunaan lagu anak Islami untuk mengembangkan kecerdasan musikal pada anak kelompok A RA PERSIS Bangil Kabupaten Pasuruan. Pembelajaran dengan Lagu Anak Islami semakin berkembang, hal ini bisa dilihat dari perubahan siswa dari yang belum dapat menyanyikan Lagu Anak Islami menjadi dapat menyanyikan Lagu Anak Islami dengan expresi yang tampak pada wajah-wajah mereka ketika menikmati jalannya proses pembelajaran dengan rasa senang. Penggunaan Lagu Anak Islami dapat mengembangkan kecerdasan musikal pada RA PERSIS Bangil Pasuruan, hal ini tampak pada hasil observasi pada siklus I sebagian anak yang dapat mengembangkan kecerdasan musikal Lagu Anak Islami ( 39,1 %). Pada siklus II terjadi peningkatan penggunaan Lagu Anak Islami yaitu (10,15 %) Guru berperan sebagai fasilitator. Suasana proses belajar dengan menggunakan lagu anak islami lebih menyenangkan karena siswa dapat mengekspresikan dirinya.

Perencanaan konstruksi baja kap tipe Inggris
disusun oleh Djoko Harijanto

 

Perencanaan gear box
tugas
oleh Hari Purnomo

 

Perencanaan turbin uap
disusun oleh Imam Ghozali

 

Perencanaan konstruksi baja
tugas
oleh Murdomo

 

Sikap dasar konselor da teknik pengubahan tingkah laku khas budaya Indonesia: sebuah studi perspektif hermeneutika gadamerian atas teks mengenai dakwah Walisongo / Sari Titisandy

 

Kata kunci: konselor, sikap dasar, pengubahan tingkah laku, khas budaya Indonesia, dakwah Walisongo. Perkembangan agama Islam di Jawa tidak lepas dari upaya Walisongo yang senantiasa melakukan dakwah mengenai Islam pada masyarakat Jawa. “Walisongo" berarti sembilan Wali yang menyebarkan ajaran Islam di Pulau Jawa. Mereka adalah Sunan Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Gunung Jati. Sikap-sikap terkenal Walisongo adalah bijaksana dan peka dalam beradaptasi dengan masyarakat Jawa. Itu semua dapat diserap sebagai sikap dasar bagi konselor Indonesia yang khas budaya Indonesia. Dalam praktiknya, konselor kurang memiliki sikap dasar yang layak sebagai konselor profesional. Konselor diharapkan memiliki sikap atau kualitas kepribadian yang ditunjukkan oleh para Wali, sehingga konselor dapat dipercaya, dihormati, dan disegani oleh konseli. Kinerja yang disertai sikap dasar kurang layak konselor seperti menghakimi konseli, menghukum konseli, atau tidak memahami kebiasaan konseli dapat menimbulkan rasa tidak nyaman konseli. Untuk itu, konselor diharapkan mampu mengaplikasikan sikap-sikap dan teknik pengubahan perilaku yang digunakan oleh Walisongo. Hal ini hendaknya dilakukan oleh konselor agar konseli merasa aman, nyaman, dan mempercayai konselor. Penelitian ini berfokus pada: 1) Apa dan bagaimanakah sikap dasar Walisongo yang dapat diserap menjadi sikap dasar konselor yang khas budaya Indonesia?, 2) Apa dan bagaimanakah teknik pengubahan perilaku yang digunakan Walisongo yang dapat diserap oleh konselor menjadi teknik pengubahan perilaku dalam konseling yang khas budaya Indonesia?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe Hermeneutika Gadamerian, yaitu cara menafsirkan teks-teks lama sehingga didapatkan suatu informasi baru yang sesuai dengan jaman sekarang. Adapun tahap-tahap dari penelitian ini adalah: mengumpulkan teks dan buku-buku sumber, penafsiran praandaian, dan pemaparan realitas secara historis. Dalam penelitian ini, ada dua bagian kesimpulan atau hasil penelitian yaitu: pertama, ada sembilan sikap dasar konselor berdasarkan sikap Walisongo; dan kedua, ada tiga teknik pengubahan tingkah laku yang digunakan Walisongo dalam menyebarkan ajaran agama Islam pada masyarakat Jawa. Sikap dasar dan teknik pengubahan tingkah laku oleh Walisongo itu dapat diserap oleh konselor sebagai sikap dasar dan teknik pengubahan tingkah laku yang khas budaya Indonesia. Sikap dasar yang dimaksud adalah: 1) toleran, 2) rela berkorban, 3) bertanggung jawab, 4) peka, 5) penerimaan dan empati, 6) luwes atau fleksibel, 7) egaliter, 8) respek atau penuh perhatian, dan 9) narima ing pandum yang diuraikan dalam lima sifat (rela, narima, temen, sabar, dan budi luhur). Adapun tiga teknik pengubahan tingkah laku Walisongo yang dapat diserap oleh konselor adalah: 1) klarifikasi nilai, 2) teknik seni/art, dan 3) modeling. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar konsep temuan atau penteorian yang telah dipaparkan di sini dijadikan sebagai pedoman dan acuan oleh konselor dalam bimbingan dan konseling dengan nilai-nilai dan budaya khas Indonesia. Konselor dapat mengetahui dan memahami ciri kepribadian atau sikap dasar dan teknik pengubahan perilaku oleh Walisongo yang terkandung dalam nilai-nilai dan budaya Indonesia sebagaimana ditemukan dalam teks dakwah Walisongo. Di samping itu, dari hasil-hasil penelitian ini, konselor dapat meningkatkan kompetensi pribadi dengan cara mempelajari dan menyerap sikap dasar yang dimiliki Walisongo yang telah dipaparkan dalam penelitian ini. Diharapkan konselor mengaplikasikan sikap dasar Walisongo yang khas budaya Indonesia, misalnya, peka terhadap budaya yang dimiliki oleh konseli, peka terhadap konseli yang segera memerlukan bantuan konselor, luwes dalam menghadapi konseli, mempelajari karakter konseli, kebiasaan, budaya, serta adat istiadat yang dimiliki oleh konseli. Konselor juga dituntut bersikap egaliter dalam arti mengutamakan kesetaraan dan tidak membeda-bedakan konseli. Konselor juga diharapkan menggunakan teknik pengubahan perilaku yang digunakan oleh Walisongo yang telah ditemukan dalam wacana Walisongo untuk membantu konseli, misalnya konselor menggunakan teknik seni/art. Konselor diharapkan memiliki jiwa seni dan kreatif dalam memberikan bantuan kepada konseli, misalnya meminta konseli membuat puisi dengan arahan tema dari konselor dalam penyusunan komitmen atau kontrak perilaku untuk pengubahan perilaku konseli. Untuk peneliti selanjutnya, penelitian ini berguna sebagai bahan pustaka dalam kegiatan penelitian lebih lanjut tentang nilai-nilai budaya Indonesia, khususnya dakwah Walisongo dalam hubungannya dengan bimbingan dan konseling.

Perencanaan sespon pada Vespa P 150 X sebagai alat pengangkut penumpang
oleh Iksanudin Haryoko

 

Perencanaan turbin uap Curtis (satu tingkat tekanan dua tingkat kecepatan)
tugas akhir utama
oleh Sunarko

 

Pengoptimalan layanan prima untuk meningkatkan kepuasan pengguna Perpustakaan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang / Agnia Yulia Vanda

 

ABSTRAK Vanda, Agnia Yulia. 2015. Pengoptimalan Layanan Prima Untuk Meningkatkan Kepuasan Pengguna Perpustakaan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Tugas Akhir, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd. (II) Taufiq Kurniawan, SIP., M.IP Kata Kunci: layanan prima, kepuasan pengguna Perpustakaan dituntut untuk memberikan pelayanan yang berkualitas tinggi yaitu layanan yang dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna perpustakaan. Kualitas pelayanan merupakan hal yang sangat penting untuk diwujudkan karena kualitas pelayanan perpustakaan sangat ditentukan oleh pelayanan yang diberikan penyedia jasa layanan kepada penggunanya agar harapan mereka dapat terpenuhi. Berkaitan dengan itu, maka perpustakaan sebagai penyedia jasa pelayanan harus mengoptimalkan layanan prima untuk mewujudkan pelayanan yang sesuai dengan harapan pengguna yaitu dapat memenuhi kebutuhan informasi sehingga dapat meningkatkan kepuasan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi layanan prima, tingkat kepuasan pengguna dalam menggunakan layanan, dan cara mengoptimalkan layanan prima untuk kepuasan pengguna perpustakaan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan mempelajari sumber-sumber informasi berupa cetak maupun noncetak, menggunakan teknik wawancara, observasi, dan penyebaran angket. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengolahan data, tahap pengorganisasian data, dan tahap penemuan hasil. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengotimalkan layanan prima untuk meningkatkan kepuasan pengguna perpustakaan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Perencanaan turbin uap
tugas
oleh Suyoto

 

Penerapan anggaran fleksibel biaya produksi atas dasar biaya standar sebagai alat pengendalian biaya (studi kasus pada PG. Meritjan Kediri) / Hendri Rustanto

 

Hubungan antara kecerdasan emosi dan pola asuh dengan agresi verbal remaja awal pengguna media sosial facebook siswa SMP Laboratorium UM Kota Malang / Indira Listiarani

 

ABSTRAK Listiarani, Indira. 2015. Hubungan antara Kecerdasan Emosi dan Pola Asuh dengan Agresi Verbal Remaja Awal Pengguna Media Sosial Facebook siswa SMP Laboratorium UM Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Si. Kata kunci : Kecerdasan emosi, pola asuh, agresi verbal. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan (1) kecerdasan emosi, (2) pola asuh, (3) agresi verbal (4) mengetahui hubungan kecerdasan emosi dengan agresi verbal (5) mengetahui hubungan pola asuh dengan agresi verbal. Populasi berasal dari 571 siswa dengan jumlah subjek atau sampel penelitian adalah siswa SMP Laboratorium UM dengan jumlah responden 143 siswa. Teknik sampling yang digunakan yaitu Purposive incidental sampling. Pengumpulan data menggunakan skala kecerdasan emosi dengan reliabilitas 0.719, kuesioner pola asuh dengan reliabilitas 0.686, dan skala agresi verbal dengan reliabilitas 0.801. Analisis data menggunakan teknik analisis korelasi Product Moment Pearson untuk menganalisis hubungan antara kecerdasan emosi dengan agresi verbal dan Kendall’s tau-b untuk menganalisis pola asuh dengan agresi verbal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) kecerdasan emosi siswa sebagian besar rendah, (2) pola asuh yang diterima sebagian besar siswa adalah otoritatif, (3) agresi verbal yang sebagian besar siswa rendah, (4) ada hubungan negatif dan signifikan antara variabel kecerdasan emosi (X1) dan agresi verbal (Y) dengan angka korelasi -0.350 dan signifikansi 0.000, (5) Tidak ada hubungan antara variabel pola asuh (X2) dan agresi verbal (Y) dengan nilai korelasi -0.009 dan signifikansi 0.876. Siswa dapat memanfaatkan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah untuk membantu berinteraksi dengan teman sebaya karena interaksi dengan teman dengan kegiatan positif dapat meningkatkan kecerdasan emosi. Dengan kecerdasan emosi yang baik siswa dapat mengatur emosi diri dan emosi orang lain serta dapat menciptakan interaksi sosial yang baik.

Pengembangan permainan tradisional gobak sodor fantasi untuk pembelajaran fisik motorik anak kelompok B di TK Al-Hidayah XI Bendogerit Kota Blitar / Hari Yulianto

 

Kata kunci : Pengembangan, Permainan, Gobak Sodor Fantasi, Fisik Motorik Berdasarkan kenyataan di lapangan dalam penelitian awal ditemukan bahwa pembelajaran fisik motorik yang dilaksanakan di Kelompok B TK Al-Hidayah XI Bendogerit lebih menonjolkan pada fisik motorik halus Sedangkan fisik motorik kasar jarang dilakukan, yang meliputi: berjalan di atas papan titian, senam irama (setiap pagi), bermain jungkat-jungkit, melompat dan meloncat di atas simpai. Media serta alat yang dimiliki sekolah hanya meliputi: 1 (satu) buah bola dunia, 1 (satu) buah jungkat-jungkit, 1 (satu) buah papan prosotan, dan 2 (dua) buah papan titian, halaman untuk beraktivitas kurang luas (7m x 6m), pembelajaran fisik motorik belum mengarah pada aspek kemampuan dasar gerak yang meliputi kelenturan, kekuatan, keseimbangan, kecepatan, dan kelincahan, yang diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran anak. Guru di TK Al-Hidayah XI Bendogerit Kota Blitar belum pernah menerapkan pembelajaran permainan tradisional seperti permainan gobak sodor fantasi. Permainan gobak sodor fantasi merupakan bentuk permainan yang diadopsi dari gobak sodor anak kampung yang disesuaikan dengan usia anak 4 - 6 tahun dan mempertimbangkan luas halaman sekolah 7 x 6 m, serta pemberian daya tarik bagi anak-anak kelompok B di TK Al-Hidayah XI Bendogerit Kota Blitar. Inti permainannya sebagai penjaga harus menghadang kelompok penyerang agar tidak bisa lolos melewati garis ke garis terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih keberhasilan seluruh anggota kelompok penyerang harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan dengan tidak tersentuh/tertangkap penjaga. Tujuan yang ingin dicapai dalam pengembangan permainan tradisional gobak sodor fantasi adalah untuk mengembangkan permainan tradisional gobak sodor fantasi yang dapat menyenangkan anak, dan mudah untuk dilakukan anak sebagai salah satu aternatif pembelajaran yang dilaksanakan di TK Al-Hidayah XI Bendogerit Kota Blitar. Dalam penelitian ini model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan (Research and Development) dari Borg dan Gall (1983: 775) Adapun prosedur pengembangan permainan tradisional gobak sodor fantasi adalah: 1) Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi (kajian pustaka, pengamatan kelas, persiapan laporan pokok persoalan), 2) Melakukan perencanaan (pendefinisian keterampilan, perumusan tujuan, penentuan urutan pengajaran, dan uji coba skala kecil), 3) Mengembangkan bentuk produk awal (penyiapan materi pengajaran, penyusunan buku pedoman, dan perlengkapan evaluasi), 4) Melakukan uji lapangan permulaan (dilakukan di TK Al Hidayah XI Bendogerit, menggunakan 8 subyek), 5) Melakukan revisi terhadap produk utama (sesuai dengan saran-saran dari hasil uji lapangan permulaan), 6) Melakukan uji lapangan utama (pada 1 sekolah dengan 44 subyek), 7) Melakukan revisi produk (berdasarkan saran-saran dari hasil uji lapangan utama). Uji coba dilakukan melalui 3 tahap, yaitu evaluasi ahli, uji coba (kelompok kecil), uji lapangan (kelompok besar). Instrumen yang digunakan adalah berisi tentang rancangan produk dan produk yang telah dibuat. Teknis analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan deskriptif berupa prosentase. Hasil pengembangan ini berupa model pembelajaran permainan gobak sodor fantasi untuk pembelajaran fisik motorik anak kelompok B Di TK Al-Hidayah XI Bendogerit Kota Blitar. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat diujicobakan kepada kelompok yang lebih luas dan dapat disosialisasikan kepada sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan yang terkait sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya. Selain hal tersebut karena penelitian ini hanya terbatas pada pengembangan produk, diharapkan ada penelitian selanjutnya, untuk menguji tingkat keefektifitas dari produk yang dikbangkan.

Laporan perencanaan tugas konstruksi beton
oleh Siswadi

 

Perhitungan tugas konstruksi baja
laporan
disusun oleh Parwoko

 

Optimalisasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada Laboratorium Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang / Ahsin Wahyunan

 

Konstruksi kayu I (mayor)
tugas
oleh Kukuh Johar Wahyu Adi ... [et al.]

 

Laporan tugas perencanaan kuda-kuda baja
disusun oleh Subanar

 

Perancangan ulang dan pembuatan mesin serut bambu tusuk sate / Mohamad Adnan Hadi, Renoi Wahyu Wardoyo

 

ABSTRAK Hadi, Mohamad Adnan.dan Wardoyo, Reno Wahyu. 2012. Perancangan Ulang dan Pembuatan Mesin Serut Bambu Tusuk Sate. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Solichin, Drs. S.T.,M.Kes. (II) Imam Sudjono, Drs. M.T. Kata Kunci:Mesin Serut Bambu Tusuk Sate, UKM UKM (Usaha Kecil Menengah) adalah salah satu usaha yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia, salah satu peluang bisnis UKM yang dapat di lakukan adalah menjul, dan memproduksi tusuk sate dimana tusuk sate merupakan suatu pendukung dalam penyajian makanan khususnya sate ayam, dan sate kambing, namun juga banyak kuliner atau jajanan yang memanfaatkan tusuk sate sebagai penukung untuk penyajian, contohnya adalah bakso bakar, telur puyuh, dan usus goreng.Dalam memproduksi tusuk sate yang baik perlu di perhatikan kualitas bahan atau bambu yang akan di proses menjadi tusuk sate, bambu yang sudah tua perlu di potong dan dijemur hingga kadar air dalam potongan bambu berkurang, sehingga bambu akan lebih mudah di proses. Mesin serut tusuk sate ini adalah suatu mesin yang dapat menjadi pilihan untuk UKM karena mesin ini dapat menekan biaya produksi, upah karyawan, dan dapat meningkatkan kualitas produksi, mesin serut bambu tusuk sate ini dapat di gunakan untuk tiga proses, yaitu proses mengirat atau menipiskan bambu, kemudian proses merajang atau membelah bambu menjadi kotak-kotak kecil, lalu serut, atau membuat bambu yang sebelumnya kotak-kotak kecil menjadi bulat. Spesifikasi mesin yang telah di rencanakan adalah daya motor listrik ini sebesar 1 HP dan mempunyai putaran poros 1400 rpm. Dalam mesin serut bambu ini poros pada roll karet mempunyai dua kecepatan putar 340 rpm untuk serut dan 125 rpm untuk irat dan rajang, ini bertujuan untuk mendapatkan hasil bambu yang maksimal, cepat dan mampu memproduksi 7200 batang dalam 1 jamnya, atau 50kg sehari, yang sebelumnya hanya mampu memproduksi 25kg per hari. Diameter pulley penggerak dan diameter pulley motor ini berbanding 1 : 1.63 diameternya, yaitu 76 mm dan 117 mm, untuk pulley penggerak sebagai serut berbanding 1 : 2.25 yaitu 100 mm dan 211 mm, dan sebagai rajang dan irat berbanding 1 : 6.88 yaitu berdiameter 61 mm dan 355 mm bertujuan untuk menghasilkan putaran pada roll karet yang sudah ditentukan. Mesin serut bambu ini menggunakan sabuk – V tipe A. Untuk bantalan digunakan bantalan gelinding pillow block UCT204-12E memiliki diameter dalam 19 mm dan lebar 12 mm digunakan pada poros roll karet bagian atas, pillow block UCFL205-16 diameter 1 inch 2 buah dan diameter 19 mm 6 buah digunakan pada poros roll karet bagian bawah, dan pillow block UCP205-16 diameter 1 inch 3 buah digunakan pada poros penggerak pulley.

Laporan tugas perncanaan konstruksi baja
oleh I ketut Suandi

 

Evaluasi sistem pengendalian intern persediaan pada PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Madiun / Christin Ayu Ningtyas

 

ABSTRAK Ayu Ningtyas, Christin. 2015. EvaluasiSistemPengendalian Intern PersediaanPada PT. PLN (Persero) DistribusiJawaTimur Area Madiun.TugasAkhir, JurusanAkuntansi, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing:SawitriDwiPrastiti, S.E., M.Si. Ak. Kata Kunci: SistemPengendalian Intern, Persediaan Sistempengendalian intern adalahrencanasuatuorganisasi yang digunakanuntukmenjaga asset kekayaan, memberikaninformasi yang akuratdanhandal, sertamendorongefisiensidanmendorongdipatuhinyakebijakanmanajemen agar mencapaitujuandariperusahaan.Persediaanmerupakansalahsatupos yang sangatpentingbagibanyakperusahaankarenapositusecara material dapatmempengaruhiperhitunganlabarugidanneraca.Olehkarenaitudiperlukansuatupengendalian internal yang bertujuanuntukmelindungipersediaan.Berkaitandenganhaltersebutdiperlukanadanyaevaluasisistempengendalian intern persediaanpada PT. PLN (Persero) DistribusiJawaTimur Area Madiunyaitumengenaiprosedurpengisiankartugudangdandeskripsitugas yang terkaitfungsi-fungsipengelolapersediaan.PenulisanTugasAkhirinibertujuanuntukmenjelaskanprinsippengendalian intern otorisasidandokumentasidanjugamenjelaskanprinsippengendalian intern pemisahanfungsi yang dapatmencegahselisihpersediaan. Metodepemecahanmasalahyang digunakanuntukmenjawabtujuanpenelitianadalahmengidentifikasiprosedurpengisiankartugudang.Langkahselanjutnyayaitumengevaluasideskripsitugassetiapbagian yang terkaitdenganfungsi-fungsi yang mengelolapersediaan. Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwaprosedurprosedurpengisiankartugudangdandeskripsitugasterkaitfungsi-fungsipengelolapersediaanpadaPT. PLN (Persero) DistribusiJawaTimur Area Madiunsudahcukupbaik.Namunmasihperluadaperbaikanpadapemberianinformasi data pendukungpadakartugudangpersediaandanperlulebihmemperhatikanprinsip-prinsippengendalian intern agar dapatmencapaitujuanpengendalian intern.BerdasarkanhasilpenelitianinidisarankankepadaPT. PLN (Persero) DistribusiJawaTimur Area Madiununtukmemperbaikiprosedur-prosedurpengisiankartugudangyaitukartugudangharusselaludiperbaruiolehpetugasgudang agar tidakmenimbulkanselisihpersediaan.Selanjutnyaperluadanyapemisahanfungsipadasetiapbagianpengelolaanpersediaanagar pelaksanaantugasdapatberjalandenganefektifdanefisien.

Penerapan think pair share (TPS) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Segaran 03 Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang / Luluk Umiatin

 

Kata Kunci: Aktivitas, Hasil Belajar, Think Pair Share , IPS SD Keberhasilan proses pembelajaran di kelas salah satunya ditentukan oleh cara guru menggunakan model pembelajaran. Model pembelajaran digunakan harus sesuai dengan kebutuhan siswa, karena setiap model pembelajaran mempunyai tujuan, prinsip dan penekanan yang berbeda. Namun dalam kenyataannya guru tidak pernah menggunakan model pembelajaran yang bervariasi, akibatnya aktivitas siswa pasif dan hasil belajarnya rendah. Bahkan guru hanya menggunakan satu metode pembelajaran saja dalam setiap mengajar yaitu ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V SDN Segaran 03 Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang melalui model pembelajaran Think Pair Share. Dalam model ini Siswa akan berpikir (Think) secara individu, kemudian siswa secara berpasangan (Pair) saling tukar pendapat untuk melengkapi penemuannya. Selanjutnya tahap berbagi dalam kelompok besar yang dilakukan dengan kelompok besar di kelas (Share). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Segaran 03 Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang dengan jumlah 25 siswa. Rancangan penelitian ini menggunakan pengembangan Kemmis dan Taggart. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan test. Sedangkan instrumen penelitiannya menggunakan pedoman wawancara, lembar observasi dan soal test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPS materi keanekaragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia. Hasil Pre test siswa rata-rata adalah 48,2 atau 48,2%, siklus I mengalami peningkatan yaitu menjadi 69,8 atau 69,8% dan siklus II terus mengalami peningkatan menjadi 81,8 atau 81,8%. Hasil belajar siswa dikatakan naik 12% persiklus. Sedangkan untuk aktivitas siswa menunjukkan adanya peningkatan dari 11,56 menjadi 12,88 di siklus II. Penerapan model pembelajaran Think Pair Share berhasil diterapkan pada siswa kelas V SDN Segaran 03 Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar. Disarankan bagi peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan acuan dalam penelitian selanjutya, sehingga hasilnya dapat dijadikan pedoman dan pengembangan profesi dan meningkatkan prestasi belajar siswa.

Perencanan konstruksi beton (beton III)
laporan
oleh Kusbijanto

 

Perencanaan konstruksi beton bertulang dengan metode variabel n PBI 1971
oleh Harijono

 

Persepsi dan kepuasan pemustaka terhadap desain interior di Perpustakaan Universitas Negeri Malang / Lasenta Adriyana

 

Hubungan pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja pustakawan (studi pada pustakawan di Perpustakaan Unmiversitas Negeri Malang dan Perpustakaan Universitas Brawijaya) / Laila Rifa'atul Azizah

 

Persepsi orangtua anak usia dini tentang Taman Pendidikan al-Qur'an (studi kasus pada TPQ Nurul Huda di Dusun Bajulmati Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang) / Ajeng Annisaa Rachma

 

Perencanaan konstruksi beton
tugas
oleh Sutjipto

 

Pengaruh penerapan IFRS, ukuran perusahaan, komite audit dan kompleksitas operasi terhadap audit delay pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2013 / Widya Priztikayanti

 

ABSTRAK Priztikayanti, Widya. 2015. Pengaruh Penerapan IFRS, Ukuran Perusahaan, Komite Audit dan Kompleksitas Operasi terhadap Audit Delay.(Studi kasus Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun2011-2013).Skripsi. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Dodik Juliardi, S.E, Ak, M.M (2) Dr. Cipto Wardoyo, Mpd., M.Si. Akt. Key words: Audit delay,The Application of Intenational Financial Reporting Standard (IFRS), Company Size, Committee Audit, Complexity of the Operation Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan IFRS, ukuran perusahaan, komite audit dan kompleksitas operasi terhadap audit delay. Indikator pengukuran yang digunakan oleh variabel audit delay, penerapan IFRS dan kompleksitas operasi adalah variabel dummy. Sedangkan variabel ukuran perusahaan menggunakan natural logaritma total asset dan variabel komite audit menggunakan prosentase perbandingan komite audit terhadap dewan komisaris. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel yang digunakan sebanyak 30 perusahaan manufaktur yang telah sesuai dengan pertimbangan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sementara itu, metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif signifikan variabel penerapan IFRS dan ukuran perusahaan terhadap audit delay. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin banyak perusahaan yang menerapkan IFRS dan memiliki total asset maka perusahaan akan semakin tepat waktu dalam penyampaian laporan keuangan tahunan. Ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan tahunan akan memberikan sinyal yang baik bagi para pengguna laporan keuangan. Sementara itu, hasil penelitian ini juga menujukkan bahwa variabel komite audit tidak memiliki pengaruh terhadap audit delay. Hal ini disebabkan oleh tingkat prosentase komite audit dan dewan komisaris perusahaan cenderung sama sehingga tidak memiliki pengaruh apapun terhadap audit delay. Yang terakhir dari penelitian ini yaitu adanya pengaruh negatif signifikan kompleksitas operasi terhadap audit delay. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin besar jumlah anak perusahaan maka akan mengurangi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan tahunan ke publik. Menurut hasil penelitian disarankan untuk 1. Mengambil jumlah sampel yang lebih banyak sehingga dapat mencakup keseluruhan penjelasan atas populasi yang ada. 2. Menambah atau mengganti variabel independen yang lebih baik untuk diteliti dengan variabel dependen tersebut. 3. Menggunaka analisis statistik lainnya jika penelitian selanjutnya memperpanjang periode penelitian dan/ataau menambah variabel lain seperti Structural Equation Modelling (SEM). 4. Mencari indikator pengukuran lain untuk variabel audit delay seperti menghitung jumlah hari keterlambatan laporan audit.

Laporan kerja praktek di perusahaan bengkel las & konstruksi CV Nasional Malang
oleh Nur Alam

 

Laporan praktek kerja di bengkel PJKA Blitar
oleh Komari

 

Pemanfaatan media boneka tangan untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak kelompok B RA Nurul Hikmah Kabupaten Pamekasan / Gusti Imaniar Rakhmadini

 

i ABSTRAK Rakhmadini, Gusti, Imaniar. 2015. Pemanfaatan Media Boneka Tangan Untuk Meningkatkan Kemampuan Bercerita Anak Kelompok B RA Nurul Himah Kabupaten Pamekasan. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn (II) Drs. I Made Seken, M.Pd Kata Kunci: Boneka Tangan, Kemampuan Bercerita, Taman Kanak-kanak Kemampuan bercerita pada anak Kelompok B RA Nurul Hikmah Kabupaten Pamekasan sangat rendah. Hanya 25-32% anak yang memiliki kemampuan bercerita yang cukup tinggi. Ditemukan beberapa masalah yang menjadi penyebab anak kurang mampu bercerita di depan kelas yaitu, anak kurang mampu menyusun kalimat sederhana, berkomunikasi dengan benar dan media yang digunakan kurang menarik. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) Bagaimana pemanfaatan media boneka tangan dapat meningkatan kemampuan bercerita anak kelompok B di RA Nurul Hikmah Kabupaten Pamekasan? (2) Apakah dengan pemanfaatan media boneka tangan dapat meningkatan kemampuan bercerita pada anak kelompok B di RA Nurul Hikmah Kabupaten Pamekasan? Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan teknik data observasi dan unjuk kerja. Subjek penelitian anak kelompok B tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 25 anak. penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, meliputi tahapan: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa lembar penilaian kemampuan bercerita anak. Pembelajaran bercerita menggunakan media boneka tangan diterapkan sesuai dengan langkah-langkah dimulai dari: Anak mendengarkan penjelasan guru tentang kegiatan hari ini, guru menjelaskan tata cara bercerita menggunakan media boneka tangan. Guru mengajak anak mendengarkan cerita yang akan disampaikan oleh guru, setelah bercerita guru memanggil beberapa anak untuk melakukan kegiatan bercerita. Peningkatan kemampuan bercerita anak pada pratindakan mencapai ratarata 59,30 dan persentase ketuntasan 32% dengan kategori belum tuntas, siklus I mencapai rata-rata sebesar 67,30 dan persentase ketuntasan 60% dengan kategori belum tuntas. Pada penelitian siklus II diperoleh rata-rata 80,91 dan persentase ketuntasan 96% dengan kategori sangat tuntas. Berdasarkan dari persentase yang diperoleh, dapat disimpulan dari pemanfaatan media boneka tangan dapat meningkatkan kemampuan bercerita anak . saran yang dikemukakan hendaknya diharapkan menyediakan media pembelajaran yang sesuai dan menarik bagi anak. Sehingga minat anak dalam pembelajaran bercerita lebih antusias.

Upaya meningkatkan pemahaman konsep fisika dengan menerapkan pembelajaran fenomenologis pada pokok bahasan keseimbangan benda tegar siswa kelas XI IPA 2 SMAK Andaluri Waingapu / Martina Elfira Natalinda Malo

 

Kata Kunci : Pemahaman konsep, pembelajaran fenomenologis Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru fisika kelas XI IPA 2 SMAK Andaluri Waingapu diperoleh informasi bahwa selama proses pembelajaran guru memberikan materi fisika dengan metode ceramah dan diskusi kelas, metode praktikum dan diskusi dengan teman sebaya jarang diterapkan. Pemahaman konsep dan kemampuan menerapkan konsep siswa dalam kehidupan sehari-hari kurang, nilai ulangan ke-1 dengan materi gravitasi dan ulangan ke-2 dengan materi usaha dan energi pada semester I untuk pelajaran fisika dengan skor rata-rata 50,00 dan 60,00 dan hanya 6 orang siswa dari 36 siswa yang mencapai nilai di atas KKM yaitu 64,00. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika dengan menerapkan konsep fisika dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika adalah pembelajaran fenomenologis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran fenomenologis dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika dan mengetahui peningkatan pemahaman konsep fisika pada pokok bahasan keseimbangan benda tegar siswa kelas XI IPA 2 SMAK Andaluri Waingapu melalui pembelajaran fenomenologis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas berupa pembelajaran fenomenologis adaptasi dari Kemmis & Mc Taggart yang terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan di SMAK Andaluri Waingapu dengan subyek penelitian kelas XI IPA 2 dengan jumlah 36 siswa, terdiri dari 18 siswa perempuan dan 18 siswa laki-laki. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP), LKS, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan pembelajaran fenomenologis siswa pada siklus I sebesar 51,96%, sedangkan pada siklus II sebesar 84,37%, sehingga peningkatan penerapan pembelajaran fenomenologis siswa sebesar 32,41% dengan kategori baik. Sedangkan penerapan pembelajaran fenomenologis guru pada siklus I sebesar 83,33%, sedangkan pada siklus II sebesar 100%, sehingga peningkatan penerapan pembelajaran fenomenologis siswa sebesar 16,67% dengan kategori sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman konsep fisika siswa melalui pembelajaran fenomenologis, dapat dilihat dari persentase rata-rata peningkatan pemahaman konsep fisika pada siklus I sebesar 50%, dan persentase rata-rata peningkatan pemahaman konsep fisika pada siklus II sebesar 78,75%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran fenomenologis untuk menjelaskan materi fisika dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa. Hal ini ditunjukkan dari skor rata-rata tes pemahaman konsep fisika siswa mengalami peningkatan rata-rata 28,75%.

Penerapan model pembelajaran kooperatif NHT (Numbered Heads Together) berbantuan mind map untuk meningkatkan hasil belajar dan kreativitas siswa kelas VIII/F SMPN 12 Malang / Iffah Fikriyah

 

ABSTRAK Fikriyah, Iffah. 2015. Penerapan Model Pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) Berbantuan Mind map untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Kreativitas Siswa Kelas VIII/F SMPN 12 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sarwono, M.Pd (II) Siti Imroatul Maslikah, S.Si, M.Si. Kata Kunci: NHT, Mind map, Hasil Belajar, Kreativitas Hasil observasi di kelas menunjukkan bahwa metode pembelajaran kooperatif sudah diterapkan oleh guru pada mata pelajaran IPA, namun selama kegiatan diskusi tidak semua siswa memiliki tanggung jawab untuk dapat menyelesaikan masalah dalam lembar diksusi, sebagian besar siswa pasif dan melakukan kegiatan yang tidak berkaitan dengan pembelajaran. Hal tersebut menunjukkan bahwa tanggung jawab perorangan siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan pembelajaran kelompoknya kurang. Permasalahan tersebut secara langsung berdampak pada hasil belajar siswa. Hasil ulangan harian siswa VIII/F pada matapelajaran IPA materi pokok struktur dan fungsi jaringan tumbuhan serta pemanfaatannya dalam teknologi menunjukkan hasil persentase siswa yang tuntas hanya 60%. Pasal 3 pada UU No 20 Tahun 2013 menuntut siswa untuk kreatif namun kegiatan pembelajaran di kelas belum menunjukkan adanya kegiatan pembelajaran yang dapat mengembangkan kreativitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan kreativitas siswa. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan 2 siklus dengan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII/F SMPN 12 Malang yang terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Instrumen penelitian ini berupa lembar keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif NHT berbantuan mind map, lembar catatan lapangan, lembar observasi sikap sosial dan spiritual, lembar observasi keterampilan, soal tes dan lembar penilaian kreativitas. Analisis data yang digunakan adalah mereduksi data, memaparkan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) model pembelajaran kooperatif NHT berbantuan mind map dapat diterapkan pada siswa VIII/F SMPN 12 Malang. Keterlaksanaan pembelajaran pada siklus I sebesar 87,5% dan pada siklus II meningkat menjadi 100%. (2) Penerapan model pembelajaran kooperatif NHT berbantuan mind map dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang meliputi aspek pengetahuan, sikap dan keteramplan. (a) Rata-rata hasil belajar siswa aspek pengetahuan pada siklus I sebesar 76,93 dan pada siklus II meningkat menjadi 82,8. (b) Rata-rata hasil belajar siswa aspek sikap pada siklus I sebesar 86,69 dan pada siklus II meningkat menjadi 88,89. (c) Rata-rata hasil belajar siswa aspek keterampilan pada siklus I sebesar 83,33 dan pada siklus II meningkat menjadi 96,29. (3) Penerapan model pembelajaran kooperatif NHT berbantuan mind map dapat meningkatkan kreativitas siswa. Rata-rata nilai kreativitas siswa pada siklus I sebesar 78,33 dan pada siklus II meningkat menjadi 83,05.

Laporan praktek kerja lapangan di PJKA Jember
oleh Iksan

 

Penerapan metode pembelajaran kooperatif model stad (Studebt Teams Achievement Divisions) untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar biologi siswa kelas VII-B SMP Negeri I Pamekasan pada pokok bahasan ciri-ciri makhluk hidup / oleh Siti Maryam

 

Persepsi guru otomotif tentang tingkat motivasi belajar siswa kelas X Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMKN 1 Pungging, faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar dan upaya pengelolaannya / Ahmad Ady Dharmawan

 

Kata-kata kunci: persepsi, motivasi belajar, upaya pengelolaan. Motivasi merupakan salah satu faktor penting dalam suatu pembelajaran. Masalah mengenai motivasi belajar ini sering sekali muncul dalam proses pembelajaran disekolah-sekolah, tidak terkecuali di SMK yang sudah berstandart RSBI (Rintisan Sekolah Berstandart Internasional). Guru sebagai seorang pendidik harus mampu mengetahui bagaimana motivasi yang dimiliki oleh siswanya serta faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi motivasi tersebut. Sehingga dengan begitu guru dapat menentukan upaya-upaya yang tepat dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi siswanya. Oleh karena itu persepsi guru mengenai motivasi siswa, faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar dan upaya pengelolaannya ini sangat penting untuk diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan persepsi guru tentang motivasi belajar siswa kelas X Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMKN 1 Pungging, (2) mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa kelas X menurut guru di SMKN 1 Pungging, dan (3) mengetahui bagaimana upaya yang dilakukan guru dalam mengelola (meningkatkan dan mempertahankan) tingkat motivasi yang dimiliki siswa kelas X dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di SMKN 1 Pungging. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Responden dalam penelitian ini adalah guru SMKN 1 Pungging yang mengajar Teknik Kendaraan Ringan dan guru BK, yang nantinya akan dijaring sebanyak-banyaknya menggunakan teknik sampling bola salju (snowball sampling), dimana peneliti mengambil 15 orang guru TKR dan 3 orang guru BK. Instrumen penelitian yang digunakan berupa teknik wawancara dan beberapa dokumentasi berupa kuisioner dan rekaman suara pada saat melakukan wawancara, serta catatan dari hasil wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah berupa wawancara, kuisioner dan observasi. Hasil penelitian ini (1) sebagian besar (12 orang) guru dari jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMKN 1 Pungging mempersepsikan bahwa siswa kelas X jurusan Teknik Kendaraan Ringan mempunyai tingkat motivasi belajar yang tergolong tinggi, (2) menurut guru SMKN 1 Pungging ada dua faktor utama yang mempengaruhi motivasi belajar siswa yaitu yang berasal dari siswa itu sendiri (faktor internal) meliputi: minat, bakat, tingkat intelegensi dan kesiapan belajar, juga faktor yang berasal dari luar individu (faktor eksternal) yang meliputi: faktor ekonomi, keluarga, lingkungan sekolah, metode pembelajaran yang digunakan serta kelengkapan sarana dan prasarana, (3) menurut guru SMKN 1 Pungging khususnya guru Teknik Kendaraan Ringan dan guru BK untuk meningkatkan motivasi belajar siswa yang sudah bagus atau tinggi, dapat dilakukan dengan upaya-upaya seperti berusaha memfasilitasi apa yang dibutuhkan oleh para siswa untuk belajar lebih giat lagi, perlu diterapkannya sistem pembelajaran akselerasi, perlu diberikan reward atau penghargaan bagi siswa yang berprestasi, dan lain sebagainya sedangkan untuk siswa yang bermotivasi rendah dapat dilakukan dengan upaya-upaya seperti guru selalu keliling melihat apa yang dilakukan oleh siswanya dan menanyakan pemahaman mereka tentang materi yang disampaikan, memberikan peraturan yang tegas, ketika pelaksanaan KBM diselingi dengan hal-hal jenaka sehingga KBM tidak tegang terus menerus (refresh ditengah-tengah pembelajaran), memberikan pengarahan kepada orang tua/wali murid agar memberikan bimbingan dan dorongan kepada anaknya ketika berada di rumah tidak hanya di sekolah, dan lain sebagainya. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) sebagian besar atau kebanyakan guru pengajar SMKN 1 Pungging khususnya Jurusan Teknik Kendaraan Ringan mempersepsikan bahwa motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan tergolong tinggi, meskipun masih ada sebagian kecil atau beberapa guru yang beranggapan bahwa motivasi belajar siswa kelas X masih rendah, (2) guru-guru Jurusan Teknik Kendaraan Ringan berpandangan bahwa motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa kelas X dapat dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari diri siswa itu sendiri (faktor internal) dan faktor yang berasal dari luar (faktor eksternal), (3) cukup banyak cara atau upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengelola motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa kelas X menurut guru Jurusan Kendaraan Ringan SMKN 1 Pungging, untuk meningkatkan motivasi siswa yang sudah bagus dapat dilakukan antara lain dengan: memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan siswa untuk lebih giat belajar, perlu diterapkannya sistem pembelajaran akselerasi, memberikan reward atau penghargaan bagi siswa yang berprestasi, menerapkan metode pembelajaran yang lebih menarik dan komunikatif lagi dan lain sebagainya. Sedangkan bagi yang bermotivasi rendah dapat dilakukan dengan jalan seperti: memberikan pengarahan tentang pentingnya belajar dan pengorbanan orang tua dalam biaya sekolah, guru selalu menayakan tentang pemahaman siswa, melatih siswa berpendapat di dalam kelas, memberikan peraturan yang tegas, mengubah sistem atau metode pembelajaran yang lebih menarik dan komunikatif dan lain sebagainya.

Laporan kerja praktek di bengkel mekanik proyek 227 veteran RI Tulungagung dari 20 Januari s/d 20 Maret
oleh Andri Utami

 

Laporan praktek kerja nyata di Trijaya Motor Kediri
oleh Tri Tugas Prasetyo

 

Pengaruh implementasi asesmen formatif pada pembelajaran berbasis inquiry lab terhadap penguasaan konsep fisika siswa materi suhu dan kalor / Kasiyama Lukitasari

 

Peningkatan kemampuan bersosialisasi anak melalui metode sosiodrama pada kelompok A di Taman Kanak-kanak Pelita Hati Sukun Pondok Indah Malang / Nur Ana Fatimah

 

Kata kunci : Metode Sosiodrama, Kemampuan, Bersosialisasi Soiodrama merupakan kegiatan anak untuk berekspresi dan mengungkapkan perasaan dalam bentuk percakapan, ekspresi wajah, penghayatan dan gerakan anggota badan. Dari observasi yang telah dilakukan, diketahui masalah penelitian adalah kemampuan bersosialiasi anak kelompok A TK Pelita Hati Malang masih rendah. Anak kurang memiliki keberanian untuk bercakap-cakap dengan teman lain sedangkan metode yang digunakan oleh guru adalah pemberian tugas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka peneliti memilih metode yang tepat untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasi anak yaitu menggunakan metode sosiodrama. Dengan menggunakan metode sosiodrama, anak-anak dapat mengungkapkan ekspresinya melalui gerak, perasaan dan ekspresi wajah. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dapat dirumuskan tujuan penelitian yaitu 1) untuk mendiskripsikan penerapan aktifitas permainan sosiodrama yang dapat meningkatkan proses kemampuan bersosialisasi siswa kelompok A TK Pelita Hati Malang, 2) untuk mendiskripsikan peningkatan kemampuan bersosialisasi siswa kelompok A TK Pelita Hati Malang. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif interaktif dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas dalam dua siklus (siklus 1 dan siklus II). Pada setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik Pengumpulan datanya melalui observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Juli 2010 di TK Pelita Hati Malang dengan subyek penelitian sebanyak 20 anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil tindakan siklus 1 menunjukkan indikator peningkatan kemampuanbersosialisasi anak sejumlah 17 % dengan skor rata-rata sebesar 65 %, selanjutnya pada tindakan siklus II mengalami peningkatan sejumlah 18 % dengan skor rata-rata sebesar 83 %. Meskipun tidak mencapai hasil 100 % namun bagi peneliti hasil ini sudah sangat memuaskan. Dengan terselesaikannya penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode sosiodrama merupakan metode yang tepat untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasi anak kelompok A TK Pelita Hati Malang. Ada beberapa saran yang dapat peneliti kemukakan diantaranya agar para guru hendaknya menggunakan metode sosiodrama, bagi kelas yang ingin mengatasi permasalahan sosial, mengubah pembelajaran dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada anak, dan pengembangan situasi kearah yang lebih kondusif, maka disarankan untuk menggunakan metode sosiodrama dalam pembelajaran.

Laporan kerja praktek di PT Faroka SA Malang dari tanggal 4 Pebruari 1980 s/d tanggal 4 April 1980
oleh Moch. Syamsul Hadi

 

Laporan kerja praktek di PT Rothmans of Pall Mall Indonesia Malang
disusun Slamet Hariono

 

Upaya meningkatkan keterampilan teknik dasar passing bawah bola voli dengan model latihan kecepatan reaksi bagi peserta ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 1 Ambulu Kabupaten Jember / Roman Bagus Widya Utama

 

i ABSTRAK Utama, Roman Bagus Widya. 2015. Upaya meningkatkan keterampilan teknik dasar passing bawah bolavoli dengan model latihan kecepatan reaksi bagi peserta Ekstrakurikuler bolavoli di SMA Negeri 1 Ambulu Kabupaten Jember, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M.E. Winarno, M.Pd. (II) Usman Wahyudi, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Passing Bawah, Permainan Bolavoli, Model Latihan Kecepatan Reaksi. Passing bawah adalah salah satu teknik dasar permainan bolavoli yang paling sering digunakan. Untuk melakukan passing bawah diperlukan tahap tahap, yaitu: (1) sikap awal, (2) perkenaan, (3) sikap akhir. Pada observasi awal dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 25 Januari 2014 pukul 15.00-17.15 WIB, hari Sabtu tanggal 08 Februari 2014 pukul 15.00-17.00 WIB, dan hari senin tanggal 24 Maret 2014 pukul 15.00-17.00 WIB, peserta Ekstrakurikuler permainan bolavoli di SMA Negeri 1 Ambulu Kabupaten Jember mendapatkan hasil, teknik passing bawah pada saat pertandingan memiliki persentase kesalahan tertinggi 31,58%. Instrumen yang digunakan diantaranya: Tahap persiapan (1) Berdiri, kaki dibuka selebar bahu, salah satu kaki tumpuan berada di depan, (2) Kedua lutut ditekuk. Tahap perkenaan bola (1) Perkenaan bola di atas Pergelangan tangan, (2) Perkenaan bola menyentuh ke dua tangan. Tahap akhir (1) Tumit terangkat dari lantai, (2) Pandangan mengikuti arah gerakan bola. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknik passing bawah menggunakan model latihan kecepatan reaksi bagi peserta Ekstrakurikuler permainan bolavoli di SMA Negeri 1 Ambulu Kabupaten Jember, Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah model latihan, lembar observasi, dokumentasi dan catatan lapangan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Olahraga (PTO). Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta ekstrakurikuler permainan bolavoli di SMA Negeri 1 Ambulu Kabupaten Jember. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan). Setelah dilakukan perlakuan melalui 2 siklus masing-masing 3 kali pertemuan setiap siklusnya, dari 14 peserta hampir semua mengalami peningkatan. Persentase kebenaran passing bawah setelah dilakukan tindakan mencapai nilai 95%. Dari hasil penelitian data tingkat keberhasilan peserta ekstrakurikuler dalam melakukan teknik passing bawah bolavoli yang telah diperoleh pada tindakan siklus 2, maka tujuan dari penelitian ini telah tercapai dan tidak perlu diadakan tindak lanjut pada siklus berikutnya. Berdasarkan hasil pelaksanaan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa penerapan latihan passing bawah bolavoli dengan model latihan kecepatan reaksi dapat meningkatkan teknik passing bawah. Juga saran yang dapat diberikan yaitu: pendekatan model latihan kecepatan reaksi passing bawah dapat digunakan untuk meningkatkan teknik passing bawah bolavoli, bagi pembina ekstrakurikuler permainan bolavoli, penelitian ini bermanfaat sebagai pedoman untuk menentukan dan memilih latihan yang baik dan bervariasi, Penelitian tindakan kelas ini bisa dijadikan referensi bagi peneliti yang lain untuk meningkatkan teknik passing bawah bolavoli dengan menggunakan model latihan kecepatan reaksi passing bawah yang lebih bervariasi agar peserta tidak mudah jenuh atau bosan pada saat latihan.

Laporan praktek otomotip II
oleh Andiex Tobroni

 

Laporan praktek kerja di pabrik tepung tapioka PT Saritani Nusantara Gondanglegi Malang
disusun oleh Waskito

 

Laporan perencanaan bangunan pengairan
oleh Tamsir

 

Laporan praktek kerja nyata di PT Faroka SA Malang dari tanggal 4 Desember 1978 s/d 4 Pebruari 1979
disusun oleh I Ketut Sumita

 

Laporan kerja praktek di Perusahaan Jawatan Kereta Api Malang
oleh Imam Ghozali

 

Laporan praktek otomotip II
oleh Bambang Hendro Wiyoso

 

Laporan praktek otomotip I
oleh Bambang S. Wiratno

 

Laporan kerja praktek di bengkel Dinas Pekerjaan Umum Kotamadya Dati II Malang
oleh Tri Haryoto

 

Laporan praktek kerja nyata di PT PG Rejo Agung Baru Madiun
oleh Chusnul Zabidi

 

Identifikasi pemahaman representasi makroskopik, mikroskopik, dan simbolik siswa kelas XI IPA SMA Negeri Klakah pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan / Teguh Adi Satrionegoro

 

ABSTRAK Satrionegoro, Teguh. 2015. Identifikasi Pemahaman Representasi Makroskopik, Mikroskopik, dan Simbolik Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri Klakah pada Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Oktavia Sulistina, S.Pd., M.Pd., (2) Dr. Nazriati, M.Si Kata-kata kunci: pemahaman representasi, makroskopik, mikroskopik, simbolik, kelarutan dan hasil kali kelarutan Kelarutan dan hasil kali kelarutan adalah salah satu materi dalam pelajaran kimia yang diajarkan pada siswa SMA kelas XI IPA. Pembelajaran materi kelarutan dan hasil kali kelarutan harus menekankan pada ketiga level representasi yaitu makroskopik, mikroskopik, dan simbolik. Pemahaman yang baik pada ketiga level representasi akan membantu siswa memahami materi lebih baik. Namun, pembelajaran kelarutan dan hasil kali kelarutan di sekolah cenderung hanya menekankan pada pemahaman representasi makroskopik dan simbolik. Hal ini ditunjukkan dengan pengukuran hasil belajar yang didominasi oleh soal-soal yang berkaitan dengan representasi makroskopik dan simbolik, sehingga membuat pemahaman representasi mikroskopik siswa cenderung lebih rendah dari pemahaman representasi makroskopik dan simbolik. Oleh karena itu penelitian tentang pemahaman representasi makroskopik, mikroskopik, dan simbolik siswa pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan perlu untuk dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pemahaman representasi makroskopik, mikroskopik dan simbolik siswa pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah kelas XI IPA SMA Negeri Klakah. Sampel penelitian adalah kelas XI IPA 1 yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Data penelitian ini adalah skor hasil belajar kognitif yang berkaitan dengan pemahaman representasi makroskopik, mikroskopik dan simbolik siswa. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes yang memiliki nilai reliabilitas 0,87. Data yang diperoleh dianalisi dengan menggunakan analisis deskriptif dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa tentang representasi simbolik termasuk dalam kategori tinggi dengan nilai 75,7%. Tingkat pemahaman siswa tentang representasi makroskopik termasuk dalam kategori sedang dengan nilai 58%. Sedangkan tingkat pemahaman siswa tentang representasi mikroskopik termasuk dalam kategori kurang dengan nilai 33,3%.

The inferential comprehension acheivement of the high school graduates of different major fields of study who are studying at the English Departement of IKIP Malang in reading english texts / by Dyah Rochmawati

 

Pengaruh kecerdasan emosional (EQ), dan perhatian orang tua siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IIS SMA Negeri 1 Singosari / Moh. Andri

 

ABSTRAK Andri, Moh, 2015. Pengaruh Kecerdasan Emosional (EQ), dan Perhatian Orang Tua Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI IIS SMA Negeri 1 Singosari. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Agung Haryono, S.E, M.P, Ak, (2) Drs. Prih Hardinto M.Si. Kata Kunci : Kecerdasan Emosional (EQ), Perhatian Orang Tua, Hasil Belajar Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosinal dan perhatian orang tua siswa terhadap hasil belajar siswa baik secara parsial maupun simultan. Kecerdasan Emosional adalah kemampuan seorang siswa dalam mengendalikan emosinya untuk melakukan tindakan, sehingga siswa mendapatkan sesuatu yang diharapkan siswa. Perhatian orang tua siswa adalah cara orang tua siswa untuk memperhatikan siswa dalam belajar dan memenuhi kebutuhan siswa di sekolah. Hasil belajar siswa merupakan pencapaian belajar siswa dalam mata pelajaran ekonomi yang diambil dari nilai ujian tengah semester mata pelajaran ekonomi kelas XI IIS SMA Negeri 1 Singosari tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif eksplanasi, karena bertujuan menjelaskan ada tidaknya pengaruh dan besaran pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu kecerdasan emosional (X1) dan perhatian orang tua siswa (X2) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah SMA Negeri 1 Singosari kelas XI IIS yang berjumlah 103 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sensus yaitu semua populasi dijadikan sampel. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanasi dengan teknik analisis regresi berganda, teknik pengambilan data menggunakan angket dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel kecerdasan emosional terhadap hasil belajar siswa dan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel perhatian orang tua siswa terhadap hasil belajar siswa kelas XI IIS SMA Negeri 1 Singosari, Secara simultan kecerdasan emosional dan perhatian orang tua siswa berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IIS SMA Negeri 1 Singosari.

Laporan praktek kerja di PT PG Krebet Baru I Bululawang
disusun oleh Mulyadi Stephanus Ekaseputra

 

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 | 636 | 637 | 638 | 639 | 640 | 641 | 642 | 643 | 644 | 645 | 646 | 647 | 648 | 649 | 650 | 651 | 652 | 653 | 654 | 655 | 656 | 657 | 658 | 659 | 660 |