Penerapan self assessment (penilaian diri) kurikulum 2013 mata pelajaran produktif siswa SMK Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 1 Singosari / Novan Dwi Harlindo

 

ABSTRAK Dwi Harlindo, Novan. 2015. Penerapan Self Assessment (Penilaian Diri) Kurikulum 2013 Untuk Siswa Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 1 Singosari. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sutrisno, S.T., M.Pd., (II) Dra. Sri Agrariani Judowati, M.Pd. Kata kunci: penerapan self assessment kurikulum 2013 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan sikap percaya diri, sikap jujur, dan motivasi siswa yang sudah melakukan penilian diri dengan yang belum melakukan penilian diri. Penelitian ini merupakan penelitian expost-facto. Penelitian ini termasuk penelitian populasi, data diambil dari siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 1 Singosari yang berjumlah 65 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup. Validitas instrumen di uji menggunakan korelasi Product Moment. Reabilitas instrumen di uji menggunakan rumus Alpha cronbach. Pengujian persyaratan analisis meliputi uji normalitas, deskriptif variabel, dan uji hipotesis paired sampel t test. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh (1) Langakah-langkah penilaian diri yang disusun oleh guru dalam melakukan penilaian diri pada siswa kelas XI Teknik Gambar Bangunan dibagi menjadi 6 langkah dengan kriteria yang jelas dan objektif., (2) Penilaian diri (self assessment) dapat meningkatkan sikap percaya diri siswa pada mata pelajaran gambar bangunan dibandingkan dengan yang belum melakukan penilaian diri pada mata pelajaran AUTOCAD yang diperoleh harga t hitung sebesar 12,473 dengan signifikan 0,000. (3) Penilaian diri (self assessment) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran gambar bangunan dibandingkan dengan yang belum melakukan penilaian diri pada mata pelajaran AUTOCAD yang diperoleh harga t hitung sebesar 8,845 dengan signifikan 0,000, dan (4) Penilaian diri (self assessment) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran gambar banguan dibandingkan dengan yang belum melakukan penilaian diri (self assessment) pada mata pelajaran AUTOCAD yang diperoleh harga t hitung sebeasr 5,688 dengan signifikan 0,000.

Pelaksanaan budaya demokrasi dalam pemilihan ketua HMJ Hukum dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang / Hendra Irawan

 

Kampus merupakan ladang mencari pengetahuan dan pengalaman bagi mahasiswa. Mahasiswa sebagai agent of change harus membekali dirinya dengan terlibat dalam kegiatan-kegiatan keorganisasian yang ada di kampus. Salah satu organisasi yang ada di tingkat jurusan adalah Himpunan Mahasiswa Jurusan atau sering disingkat HMJ. Sebagai organisasi, HMJ setiap tahunnya selalu ada pergantian ketua. Ketua HMJ dipilih langsung oleh mahasiswa jurusan. Dalam pemilihan tersebut perlu kiranya menerapkan budaya demokrasi pada setiap pemilihan ketua organisasi mahasiswa khususnya Ketua HMJ Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan proses penetapan calon ketua HMJ Hukum dan Kewarganegaraan, (2) Untuk mendeskripsikan proses sosialisasi calon ketua HMJ Hukum dan Kewarganegaraan, (3) Untuk mendeskripsikan proses pemilihan ketua HMJ Hukum dan Kewarganegaraan, (4) Untuk mendeskripsikan proses penetapan ketua HMJ Hukum dan Kewarganegaraan, (5) Untuk mendeskripsikan proses pelantikan ketua HMJ Hukum dan Kewarganegaraan, (6) Untuk mendeskripsikan sikap calon yang menang dan calon yang kalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara intensif, terinci, dan mendalam terhadap suatu organisasi, lembaga atau gejala tertentu. Subjek penelitiaanya adalah pembina HMJ, Ketua DMF, Ketua KPU dan anggotanya, calon yang menang dan calon yang kalah, pemilih (nahasiswa) dan pengurus HMJ. Adapaun tahapan pengumpulan data yang dipergunakan adalah observasi partisipasif, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperloleh dari penelitian ini adalah (1) budaya demokrasi yang ada dalam proses penetapan calon ketua HMJ Hukum dan Kewarganegaraan yaitu (a) musyawarah; (b) persamaan hak; (c) politik bersih; dan (d) taat pada aturan yang berlaku. (2) budaya demokrasi dalam proses sosialiasi calon ketua HMJ Hukum dan Kewarganegaraan adalah: (a) persamaan hak; (b) solidaritas; (c) toleransi; (d) kejujuran; (e) adab yang terpuji. (3) budaya demokrasi dalam proses pemilihan ketua HMJ Hukum dan Kewarganegaraan yaitu: (a) persamaan hak terhadap seluruh mahasiswa; (b) menghargai hak orang lain; (c) menghargai kebebasan orang lain dalam menentukan pilihan terhadap dua kandidat yang ada; (d) mentaati aturan yang telah dibuat; (e) adanya partisipasi mahasiswa dalam pemilu. (4) budaya demokrasi dalam penetapan ketua HMJ terpilih adalah: (a) keterbukaan atau transparansi; (b) kejujuran; dan (c) kosisten dalam menjalankan prosedur yang berlaku, sehingga keputusan dalam penetapan calon terpilih tersebut tidak menimbulkan kontroversi dari masing-masing kandidat. (5) budaya demokrasi dalam pelantikan ketua HMJ Hukum dan Kewarganegaraan yaitu: (a) taat pada aturan; dan (b) persamaan dan solidaritas. (6) budaya demokrasi yang mencerminkan sikap calon yang menang dan calon yang kalah adalah: sikap calon yang menang yang mecerminkan budaya demokrasi yaitu: (a) tidak merayakan kemenangan dengan berlebihan; (b) tidak menunjukan sikap arogan atau emosional atas kemenangan; dan (c) tidak bersikap pamer kepada yang calon yang kalah. Sikap yang kalah yang mencermin budaya demokrasi yaitu (a) tidak anarkhis; (b) tidak menunjukan protes yang berlebihan; dan (c) kedewasaan dalam menerima kekalahan atau tidak arogan. Dari penelitian ini saran yang diajukan peneliti yaitu: (1) KPU sebagai penyelenggara harus berani membuat perubahan dalam mensosialisasikan agenda pemilu. Pertama, masing-masing jurusan harus dipasang spanduk atau banner yang berukur besar. Kedua, perlu melibatkan HMJ yang lama dan jurusan dalam rangka sosialisasi tersebut. Ketiga, perlu ada acara yang sifatnya menghibur akan tetapi substansinya sosialisasi, dengan cara KPU bekerjasama dengan HMJ masing-masing. (2) terkait model kampanye untuk kandidat KPU harus berani membuat perubahan. Terobosan yan g harus dilakukan KPU adalah: Petama, kampanye ke kelas-kelas tetap ada tetapi diadakan model kampanye terbuka. KPU dan HMJ bekerjasama untuk menyelenggarakan kampanye terbuka,. Kedua, perlu ada debat terbuka untuk mengiformasikan kepada mahasiswa tentang kompetensi masing-masing kandidat. Ketiga, kampanye lisan membolehkan para kandidat untuk memasang banner, spanduk, atau baliho yang berukur besar di lingkungan jurusan, sehingga nuansa pemilu sangat ramai dengan banyaknya iklan-iklan tersebut. Keempat, visi misi yang dibangun oleh kandidat haruslah menyentuh kepentingan mahasiswa jurusan, sehingga dapat membawa perubahan yang bermanfaat. (3) letak bilik suara yang satu dengan bilik yang lainnya harus berjauhan, karena jika berdekatan seperti pada pemilu yang sudah berlangsung akan memberikan ruang kepada pemilih yang satu dengan yang lainnya untuk berdiskusi menentukan pilihan salah satu kandidat dan kehadiran panwaslu harus tepat waktu dan ketegasan panwaslu di lapangan harus ditunjukan.

Evaluasi kinerja Panitia Pelaksanaan Cabang Olahraga Senam pada Porprov Jatim II tahun 2009 di Kota Malang / Basuki

 

ABSTRAK Basuki. 2009. Evaluasi Kinerja Panitia Pelaksana Cabang Olahraga Senam pada Porprov Jatim II Tahun 2009 di Kota Malang. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Heru Widijoto, M.S, (II) Drs. Sapto Adi, M.Kes Kata Kunci: Porprov Jatim II, Senam, Manajemen, Evaluasi. Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) merupakan even penjaringan bibit-bibit atlet dari kabupaten dan kota. Atlet-atlet yang berpotensi akan dibina lebih lanjut yang nantinya akan disiapkan untuk even Nasional atau bahkan Internasinal. Porprov juga merupakan PON Mini atau Pekan Olahraga Nasional Mini karena cabang olahraga yang dipertandingkan mengacu pada cabang olahraga PON. Porprov dise-lenggarakan dua tahun sekali disetiap provinsi. Porprov Jatim pertama telah diseleng-garakan di Surabaya sedangkan Porprov kedua diselenggarakan di kota Malang. Porprov Jatim II cabang olahraga senam membutuhkan manajemen yang baik agar dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Keberhasilan manajemen Porprov Jatim II cabang olahraga senam dapat diketahui dengan adanya evaluasi pada even tersebut. Evaluasi pada Porprov Jatim II tahun 2009 dapat diketa-hui dari segi pelayanan yang diberikan meliputi; transportasi, akomodasi, konsumsi, keamanan, kesehatan, bidang perlombaan, bidang keuangan dan bidang upacara. Diperoleh hasil jawaban responden yang dievaluasi dari tiap-tiap aspek pelayanan yang diberikan dan dipersentasekan yaitu untuk transportasi diperoleh persentase sebesar 66% yang berarti baik, untuk akomodasi diperoleh persentase sebesar 63% yang berarti baik, untuk konsumsi diperoleh persentase sebesar 60% yang berarti cukup, untuk keamanan diperoleh persentase sebesar 68% yang berarti baik, untuk kesehatan diperoleh persentase sebesar 69% yang berarti baik, untuk bidang perlombaan diperoleh persentase sebesar 67% yang berarti baik, untuk bidang keuangan diperoleh persentase sebesar 66% yang berarti baik dan bidang upacara diperoleh persentase sebesar 83% yang berarti sangat baik. Berdasarkan hasil dari penelitian yang diperoleh dapat diketahui atau dapat diputuskan tentang kinerja panitia pelaksana pada Porprov Jatim II tahun 2009 dari setiap aspek yang dievaluasi. Hasilnya penelitian dapat digunakan untuk perbaikan pada Porprov berikutnya yang perlu diperbaiki maupun yang sudah baik dapat dipertahankan agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Sesuai dengan hasil penelitian, peneliti mengajukan saran untuk meningkatkan pelayanan konsumsi yang diketahui hasilnya cukup. Terlebih pelayanan konsumsi untuk atlet agar dapat memperoleh gizi yang baik.

Peningkatan kemampuan beragumentasi siswa kelas VIII SMPN 1 Selopuro Blitar tahun 2009/2010 dengan metode think Pair Heksa Share (TPHS) / Lutfi Nuzullia

 

ABSTRAK Nuzullia, Lutfi. 2010. Peningkatan Kemampuan Berargumentasi Siswa Kelas VIII di SMPN 1 Selopuro Blitar Tahun 2009/2010 dengan Metode Think Pair Heksa Share (TPHS). Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd. Kata kunci: Think Pair Heksa Share (TPHS), kemampuan berargumentasi, pembelajaran berbicara. Dalam BSNP 2005 disebutkan bahwa keterampilan menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan penolakan pendapat dalam diskusi disertai dengan bukti atau alasan wajib dikusai siswa. Tujuannya adalah supaya siswa dapat berdiskusi, mampu berargumentasi dengan baik itu dengan cara menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan penolakan pendapat dalam diskusi. Untuk dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat dibutuhkan sebuah metode pembelajaran yang tepat. Hal inilah yang mendasari peneliti menggunakan metode Think Pair Heksa Share (TPHS) dalam pembelajaran menyampaikan persetujuan, penolakan, dan sanggahan dalam diskusi. Dengan diterapkannya metode ini, siswa diharapkan belajar untuk berani mengemukakan pendapatnya dalam sebuah diskusi, baik itu diskusi kelompok kecil maupun diskusi kelas. Dengan digunakannya metode Think Pair Heksa Share (TPHS) ini siswa tidak segera langsung menyampaikan pendapat di kelas, melainkan dilakukan melalui empat tahapan, yaitu tahap think, tahap pair, tahap heksa, dan tahap share. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berargumentasi siswa kelas VIII SMP jika dilihat dari beberapa aspek sebagai berikut. Aspek yang dinilai meliputi: aspek isi, kelancaran, tatabahasa, tanggung jawab, tingkat partisipasi, dan kemauan bekerja sama dengan metode Think Pair Heksa Share. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian tindakan kelas. Rancangan ini disusun dalam satuan siklus yang meliputi perencanaan (penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan pedoman observasi), pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini didasarkan pada hasil analisis observasi dan hasil analisis pratindakan yang dilakukan oleh peneliti. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII A yang berjumlah 36 siswa yang memperoleh skor kemampuan berargumentasi dan proses berbicara dalam diskusi di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 3 Maret sampai 24 Maret 2010 dalam dua siklus. Data penelitian ini adalah data proses dan data produk selama proses pembelajaran, baik yang berupa tuturan lisan maupun rekaman tindakan siswa dalam foto. Data diperoleh melalui instrumen utama, yaitu peneliti yang didukung dengan instrumen penunjang berupa pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Hasil penilaian proses menunjukkan bahwa pada tahap think, pengenalan permasalahan yang akan diangkat dalam diskusi dengan cara membacanya secara individu telah mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai pokok-pokok masalah yang ada dalam wacana tersebut. Peningkatan kemampuan siswa pada tahap pair, dapat terlihat dari kemampuan siswa dalam berdiskusi secara klasikal untuk menyamakan konsep yang telah mereka temukan pada tahap think. Dengan pemahaman yang telah diperoleh dari tahap think dan tahap pair, semakin memantapkan pemahaman siswa mengenai permasalahan yang diangkat pada tahap heksa. Setelah melewati tahap think, pair, maupun heksa, kemampuan siswa dalam menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan penolakan dalam diskusi secara individu pada tahap share meningkat dan mencapai KKM yang telah ditetapkan dalam dalam penelitian ini. Berkaitan dengan hasil yang telah diperoleh dalam penelitian ini, peneliti menyarankan kepada guru untuk menggunakan metode Think Pair Heksa Share (TPHS), baik pada kelas yang mempunyai kemampuan berargumentasi baik maupun kurang baik. Diharapkan pembelajaran menjadi lebih kreatif. Kepada calon peneliti lain yang ingin mengunakan dan mengembangkan metode Think Pair Heksa Share (TPHS) diharapkan dapat menggunakan dan mengembangkan metode pembelajaran ini pada KD yang lain.

Pemanfaatan media gambar untuk meningkatkan hasil belajar IPS materi tokoh pejuang proklamasi kemerdekaan siswa kelas V SDN Curah Dukuh II Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan / Luluk Winarti

 

ABSTRAKS Winarti, Luluk. 2010. Pemanfaatan Media Gambar untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Materi Tokoh Pejuang Proklamasi Kemerdekaan Siswa Kelas V SDN Curah Dukuh II Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan Skripsi, Jurusan S 1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1). Drs. Usep Kustiawan, M.Sn. (2). Dra. Sri Sugiharti, M.Pd. Kata Kunci : Media Gambar Peningkatan Hasil Belajar IPS SD Dalam pembelajaran IPS di Sekolah Dasar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah penggunaan media. Ketuntasan suatu pembelajaran dapat dilihat dari tercapainya tujuan yang diharapkan dengan menggunakan acuan tertentu sebagai dasar. Dalam penelitian ini keberhasilan dan ketuntasan didasarkan pada penilaian acuan kriteria, yaitu siswa dikatakan tuntas belajar (berhasil) jika telah mencapai skor penguasaan minimal 70 %. Sedangkan kelompok atau kelas dikatakan tuntas belajar ( berhasil ) jika minimal dari 80 % dari jumlah kelompok atau kelas mencapai ketuntasan perseorangan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan hasil belajar ILmu Pengetahuan Sosial materi Tokoh-tokoh perjuangan di sekitar proklamasi kemerdekaan siswa kelas V SDN Curah Dukuh II Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan sebelum menggunakan media gambar, (2) Mendeskripsikan hasil belajar ILmu pengetahuan Sosial materi Tokoh-tokoh perjuangan di sekitar proklamasi kemerdekaan siswa kelas V SDN Curah Dukuh II Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan sesudah menggunakan media gambar. (3) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial materi Tokoh-tokoh perjuangan di sekitar proklamasi kemerdekaan siswa kelas V SDN Curah Dukuh II Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan dengan memanfaatkan media gambar, 4) Mendeskripsikan pemanfaatan media gambar dalam meningkatkan Aktivitas belajar Ilmu Pengetahuan Sosial materi Tokoh-tokoh perjuangan di sekitar proklamasi kemerdekaan siswa kelas V SDN Curah Dukuh II Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) (Kemmis Taggart), dengan 2 siklus dan 4 kali pertemuan. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran ini dibagi menjadi beberapa tahap yaitu : (1) tindakan awal, yaitu dengan memberikan pre tes sebagai tes awal yang bertujuan untuk mengetahui data nilai siswa yang mengalami kesulitan belajar, (2) siklus pertama (tindakan I), yaitu melaksanakan pembelajaran dengan pemanfaatan media gambar dan siklus ke dua (Tindakan II) yaitu melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan media gambar yang disempurnakan dari kekurangan yang dialami pada siklus I, atau hasil refleksi dari siklus I. Hasil penelitian ini adalah pada siklus I ketuntasan belajar individu mencapai 72,5%, yang berarti meningkat sebesar 35% dari sebelum pemanfaatan media gambar melalui pre tes pada tindakan awal yang mencapai 37,5%. Selanjutnya pada siklus II ketuntasan individu meningkat menjadi 85%, dan dinyatakan berhasil tuntas. Dengan demikiaan disimpulkan bahwa pemanfaatan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar. Disarankan kepada guru hendaknya memanfaatkan media gambar, khususnya dalam pembelajaran IPS. Karena mudah dilaksanakan dan dapat menarik minat siswa dalam belajar, sehingga mereka mudah memahami materi sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai secara optimal. Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan acuan dalam penelitian selanjutnya, sehingga hasilnya dapat dijadikan pedoman dan pengembangan profesi dan meningkatkan hasil belajar siswa.

Hubungan Antara Pengelolaan Kelas Dengan Prestasi Belajar Siswa Di SMU Negeri 5 Madiun Kota Madiun oleh Eko Heru Setiawan

 

Education can be carried out within the formal and informal. Education in the school environment is more formal. Teachers as educators and students as learners. This activity took place in an educational institution that is formal. Each teaching-learning process in the classroom there are two interrelated activities with each other, the activities of teaching and classroom management activities. Teaching activities include all activities directly aimed at the achievement of teaching objectives. While classroom management activities directed at activities that create and maintain optimal conditions for the implementation of the teaching-learning process. Classroom management function is essential because the activities of teachers in classroom management activities include managing student behavior in the classroom, creating a climate sosioemosional and managing group process, so the success of teachers in creating conditions in which indicates the process of teaching and learning take place effectively. In addition, he must be influenced students to learn and accept the stimulus with a positive response which will affect students' learning achievement. The purpose of this research is to explain how the influence of classroom management approaches to student learning achievement. This research has two variables, namely the independent variable (X) and bound variables (Y). Independent variables in this research is classroom management approaches that have sub variable 1) behavior modification approach 2) approach to creating a climate sosioemosional and 3) the process approach while the bound variable is students' learning achievement grade PGRI SMK Automotive X 6 Malang on entrepreneurial subjects. Population in this study is to grade students Vocational Automotive X 6 Malang PGRI totaling 48 students. Researchers used the entire population for the research subjects so that researchers do not need to use the research sample. Technical analysis of the data used in this study is a multiple linear regression (multiple regression) with the help of SPSS computer program for Windows series 14.0. From the results of this study can conclude that: 1) behavior modification approach to impact positively and significantly to student learning achievement 2) approach to the creation of sosioemosional climate will positively influence but not significant for students' learning achievement 3) approach the process positively affects the group and significantly on students' learning achievement. Suggestions addressed to SMK PGRI 6 Malang, should be through the principal needs to establish effective classroom management as a policy requires that schools and teachers make good classroom management. The principal functions to optimize the condition of teachers in the classroom with behavior modification approach, the creation of climate sosioemosional approach, and the approach to optimize the process of teaching styles are varied. In addition advice is aimed at researchers who are interested in continuing this research is to try to do research on other objects (Vocational High School or another school) so that later results can be used as a comparison the effect of school classroom management approach with vocational schools PGRI 6 Malang. In addition to the authors recommend further research to examine the influence of other variables such as learning environment, the influence of IQ and EQ and motivation of students of students' learning achievement.

Meningkatkan kemampuan menyelesaikan operasi hitung bilangan bulat melalui pembelajaran TPS dengan menggunakan media benda konkret / Siti Juhariyah

 

ABSTRAK Juhariyah, S. 2010. Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Operasi Hitung Bilangan Bulat Melalui Pembelajaran TPS dengan Menggunakan Media Benda Konkret. Skripsi, Program S1 PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidkan, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: (1) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd, M.Pd, (2) Dra. Sri Harmini, M.Pd Kata kunci: TPS, media, operasi, bilangan bulat, SD. Pembelajaran matematika pada tingkat sekolah dasar memerlukan penyajian dan media yang mampu menurunkan tingkat keabstrakan materi matematika dan mampu menarik minat siswa untuk belajar. Salah satu materi matematika pada sekolah dasar yang bersifat abstrak adalah pembelajaran operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat diperlukan model pembelajaran TPS dengan menggunakan media benda konkret. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan pembelajaran TPS untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan menggunakan media benda konkret di kelas IV MI Miftahul Ulum Curah Keris Kalipang, (2) Mendeskripsikan tingkat keberhasilan belajar siswa dalam menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat melalui pembelajaran TPS dengan menggunakan media benda konkret (3) Mendeskripsikan tingkat aktifitas belajar siswa dalam menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat melalui pembelajaran TPS dengan menggunakan media benda konkret. Anak SD memiliki usia 7 sampai 12 tahun berada pada tahap berpikir operasional konkret. Perkembangan anak pada tahap operasional konkret mengarah pada berpikir logis yang didasarkan atas manipulasi fisik dari obyek-obyek atau peristiwa-peristiwa yang langsung dialami anak. Media pembelajaran (alat peraga) yang sesuai pada tahap ini, berupa benda-benda konkret, model dan pengalaman nyata siswa. Sedangkan sarananya dapat berupa LKS. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bersifat kolaboratif..Penelitian dilaksanakan di MI Miftahul Ulum Curah Keris Kalipang dengan subyek penelitian sebanyak 20 siswa. Dari hasil penelitian diketahui bahwa siswa yang tuntas dalam belajar mengalami peningkatan dari hasil pre test sebanyak 5 orang (25%) menjadi 16 orang (80%) pada siklus I. Selanjutnya dari siklus I ke siklus II meningkat dari 16 orang (80%) menjadi 18 orang (90%). Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran TPS dengan menggunakan media benda konkret dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Pembelajaran TPS juga dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar.

Studi kegempaan terhadap kestabilan lereng pada daerah rawan longsor di taman hutan raya cangar Malang dengan menggunakan metode microtremor / Feriez Andhika Lutviandi

 

ABSTRAK Andhika Lutviandi, Feriez 2010. Studi kegempaan terhadap kestabilan lereng pada daerah rawan longsor dengan menggunakan metode microtremor di Taman Hutan Raya cangar malang. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Arif Hidayat M.si (II) Daeng Achmad suaidi S.si.M.kom Kata kunci: Metode Microtremor, longsoran, Horizontal-Vertical Spectrum Rasio,Sessaray,surfer9 Telah dilakukan penelitian pada daerah yang berpotensi terjadi rawan longsor dengan menggunakan metode microtremor di Taman Hutan Raya Cangar Malang.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan sebaran amplifikasi pada daerah kawasan taman hutan raya cangar. Dimana amplifikasi ini digunakan untuk menentukan kestabilan lereng pada daerah rawan longsor daerah penelitian. Peralatan yang digunakan adalah seperangkat alat Microtremor dengan durasi pengukuran selama 10 menit. Dan penancapan geophone atau seismometer diletakkan dengan jarak 20 meter antara titik pengukuran dengan menggunakan analisis software Sessaray dan surfer9. Dari hasil penelitian dengan disesuaikan Menurut tabel nakamura dan hasil software surfer9 menunjukan jika warna hijau adalah warna yang mendominasi area pengukuran. Dengan nilai amplifikasi sedang sebesar 3.8 hertz sampai 5.2 hertz. Maka tingkat kestabilan lereng pada daerah penelitian adalah tidak stabil dan sangat berpotensi terjadi longsoran.

Pengaruh penerapan pola pemberdayaan berpikir melalui pertanyaan (PBMP) dengan model pembelajaran think pair share (TPS) dan strategi arias terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif pada siswa kelas X SMA Laboratorium UM Malang / Suyanik

 

ABSTRAK Suyanik. 2010. Pengaruh Penerapan Pola Pemberdayaan Berpikir melalui Pertanyaan (PBMP) dengan Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) dan Strategi ARIAS terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Kognitif pada Siswa Kelas X SMA Laboratorium UM Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana Magister (S2) Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc.,Ph.D.,(II) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, M.S. Kata Kunci: PBMP, TPS, ARIAS, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar kognitif. Peningkatan kualitas pendidikan melalui pembelajaran tidak terlepas dari upaya memberdayakan potensi siswa sebagai peserta didik dan sebagai bagian dari masyarakat belajar. Proses pembelajaran di sekolah saat ini sedapat mungkin dilaksanakan dan dikembangkan berdasarkan strategi pembelajaran yang meng-aktifkan siswa. Sejalan dengan upaya tersebut perlu penerapan strategi yang efektif dan mengaktifkan siswa, sehingga siswa dapat menemukan hubungan antara informasi-informasi yang mereka pelajari. PBMP merupakan suatu strategi pembelajaran yang dikembangkan oleh Corebima dari Universitas Negeri Malang. Strategi ini dikombinasikan dengan model pembelajaran TPS yang dikembangkan oleh Lyman di University of Maryland tahun 1985, sedangkan ARIAS merupakan suatu strategi pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk berprestasi dan meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh penerapan PBMP dengan model pembelajaran TPS dan strategi ARIAS terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif, 2) mengetahui pengaruh kemampuan akademik terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif, 3) mengetahui pengaruh interaksi antara penerapan PBMP dengan model pembelajaran kooperatif TPS dan strategi ARIAS dengan kemampuan akademik terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa di kelas X SMA Laboratorium UM Malang. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Desain penelitiannya pretes-postes Nonequivalent Control Group Design. Sampel ditentukan secara purpose sampling dan dihasilkan dua kelas dengan 41 siswa untuk kelas eksperimen dan 40 siswa untuk kelas kontrol. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis kovarian (anakova) dengan melakukan kontrol terhadap nilai pretes masing-masing variabel terikat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) penerapan PBMP dengan Model Pembelajaran TPS dan strategi ARIAS berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di kelas X SMA Laboratorium UM Malang, 2) penerapan PBMP dengan Model Pembelajaran TPS dan strategi ARIAS berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa di kelas X SMA Laboratorium UM Malang, 3) kemampuan akademik berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di kelas X SMA Laboratorium UM Malang, 4) kemampuan akademik tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa di kelas X SMA Laboratorium UM Malang, 5) interaksi antara penerapan PBMP dengan Model Pembelajaran Kooperatif TPS dan strategi ARIAS dengan kemampuan akademik tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di kelas X SMA Laboratorium UM Malang, 6) interaksi antara penerapan PBMP dengan Model Pembelajaran Kooperatif TPS dan strategi ARIAS dengan kemampuan akademik tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa di kelas X SMA Laboratorium UM Malang. Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan penelitian ini penerapan strategi baru dalam pembelajaran hendaknya memotivasi siswa dalam merencanakan, mengontrol, dan mengevaluasi hasil belajarnya (melakukan metakognisi) sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif. Penerapan PBMP dengan Model Pembelajaran TPS dan strategi ARIAS berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif pada materi Protista dan Jamur, sehingga disarankan dapat diterapkan pada materi yang lainnya. Strategi ARIAS juga layak diintegrasikan pada semua strategi pembelajaran. Indikator hasil belajar kognitif yang mengalami peningkatan cukup tinggi yaitu ranah kognitif C1, C2, dan C3, oleh karena itu dalam proses pembelajaran di kelas X SMA Lab UM disarankan untuk lebih menekankan pada peningkatan ranah kognitif C4, C5, dan C6. Dengan temuan ini hendaknya sekolah memfasilitasi dan mendukung guru-gurunya dengan menerapkan Lesson Study berbasis sekolah sehingga proses pembelajaran semakin meningkat mutunya. Pemerintah daerah melalui dinas pendidikan hendaknya memfasilitasi proses deseminasi dan sosialisasi temuan penelitian ini ke sekolah-sekolah lainnya. Untuk menghindari kejenuhan siswa selama implementasi PBMP dengan Model Pembelajaran TPS dan strategi ARIAS perlu dipertimbangkan jumlah pertanyaan dalam lembar PBMP, lamanya penelitian, dan integrasi PAIKEM dalam pembelajarannya. Pada penelitian ini hasil belajar yang diukur dan dinalisis masih terbatas pada hasil belajar ranah kognitif dan kemampuan berpikir kritis, oleh karena itu disarankan pada kesempatan lain agar diukur pula ranah afektif dan psikomotorik. Penlitian tentang penerapan Pola PBMP dengan model pembelajaran TPS dan strategi ARIAS disarankan agar menggunakan penelitian yang menggabungkan jenis penelitian kuantitatif dan kualitatif. Bagi mahasiswa calon guru, perangkat pembelajaran dan penerapan strategi pembelajaran yang telah dikembangkan dalam penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan untuk menemukan ide baru dan strategi baru dalam meningkatkan mutu pembelajaran

Pengembangan paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema peredaran darah untuk siswa kelas VIII di SMP Negeri 20 Malang / Rayendra Wahyu Bachtiar

 

ABSTRAK Bachtiar, Rayendra W. 2010. Pengembangan Paket IPA Terpadu Berbasis Konstruktivisme dengan Tema Peredaran Darah untuk Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 20 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika. Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Supriyono Koes H., M.Pd, M.A, (2) Drs. Triastono Imam P., M.Pd Kata kunci : Konstruktivisme, Paket IPA Terpadu, tema Peredaran Darah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 secara tegas menyatakan bahwa subtansi mata pelajaran IPA untuk SMP/MTs merupakan IPA Terpadu. Meskipun demikian, penelitian Koes H., (2008:32) terhadap guru IPA SMP di Malang Raya tahun 2008 menunjukkan bahwa 5,4% guru tidak mengetahui pembelajaran IPA SMP dilaksanakan secara terpadu dan juga 94,6% guru membutuhkan paket IPA terpadu untuk pembelajaran IPA SMP. Selain itu, hasil wawancara dengan guru IPA SMP kelas VIII di SMP Negeri 20 Malang diperoleh bahwa meskipun struktur matapelajaran IPA di sekolah tersebut sudah menerapkan IPA terpadu, tetapi guru masih sulit untuk menerapkannya di kelas. Hal ini dikarenakan buku yang digunakan oleh guru belum membahas IPA secara terpadu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kelayakan Paket IPA Terpadu berbasis Konstruktivisme dengan tema Peredaran Darah untuk siswa SMP kelas VIII dan untuk mendeskripsikan kelayakan Panduan Guru Paket IPA Terpadu dengan tema Peredaran Darah. Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Borg dan Gall) yang disesuaikan dengan kebutuhan penelitian yaitu: (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan bentuk awal produk, (4) uji lapangan awal, dan (5) revisi produk utama. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket kelayakan Paket IPA Terpadu tema Peredaran Darah untuk siswa SMP kelas VIII dan Panduan Guru Paket IPA Terpadu tema Peredaran Darah. Uji kelayakan dilakukan oleh 2 Dosen FMIPA UM (kimia dan biologi) dan 2 Guru IPA kelas VIII di SMPN 20 Malang. Jenis data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa angka-angka dari angket dan data kualitatif berupa tanggapan, kritik, dan saran dari Evaluator serta hasil uji keterbacaan oleh siswa terhadap Paket IPA Terpadu tema Peredaran Darah untuk siswa SMP kelas VIII. Hasil uji kelayakan terhadap Paket IPA Terpadu tema Peredaran Darah untuk siswa SMP kelas VIII diperoleh nilai rata-rata 3,62 dan Panduan Guru Paket IPA Terpadu tema Peredaran Darah diperoleh nilai rata-rata 3,58 sehingga keduanya dapat dikategorikan layak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Paket IPA Terpadu tema Peredaran Darah untuk siswa kelas VIII dan Panduan Guru Paket IPA Terpadu tema Peredaran Darah layak digunakan dalam pembelajaran IPA terpadu. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan uji eksperimen terhadap Paket IPA Terpadu tema Peredaran Darah sehingga dapat diketahui tingkat efektifitas penerapannya dalam pembelajaran IPA terpadu dan juga disarankan untuk mengembangkan Paket IPA Terpadu dengan topik yang lainnya.

Pengembangan permainan bolavoli plastik untuk siswa kelas 4 & 5 sekolah dasar di Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep / Mohammad Sahid

 

ABSTRAK Sahid, Mohammad. 2009. Pengembangan Permainan Bolavoli Plastik untuk Siswa Kelas 4 dan 5 Sekolah Dasar di Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep. Kata kunci : Pengembangan, permainan, bolavoli plastik, dan siswa sekolah dasar Salah satu mata pelajaran di sekolah dasar yang wajib diikuti oleh setiap siswa adalah mata pelajaran pendidikan jasmani. Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari sistem pendidikan dengan aktivitas jasmani sebagai media pendidikan. Di sekolah dasar pembelajaran pendidikan jasmani mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan siswa. Salah satunya berupa permainan bolavoli. Di sekolah dasar jenis permainan bolavoli yang diajarkan kepada siswa adalah permainan menggunakan bola besar dan bola kecil dengan peraturan yang dimodifikasi. Di antara kedua jenis permainan tersebut, permainan bola besar mencakup permainan bolavoli sebagai salah satu jenis permainan bola besar tersebut. Bolavoli merupakan bentuk permainan yang diminati siswa sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar, sehingga permainan bolavoli sebaiknya dimainkan dengan peraturan yang dimodifikasi. Berdasarkan hasil observasi di SDN Pancor II Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep dapat diketahui bahwa pengembangan permainan bolavoli yang ada sekarang dirancang untuk pengembangan permainan bolavoli untuk orang-orang dewasa. Karena pada dasarnya permainan bolavoli yang ada kurang sesuai dengan kemampuan fisik dan karakteristik siswa sekolah dasar. Siswa SDN Pancor II dan sekolah dasar-sekolah dasar di Kecamatan Gayam pada umumnya membutuhkan tahap awal pengenalan permainan bolavoli dengan bentuk permainan yang lebih sederhana dan sesuai dengan kemampuan fisik siswa sekolah dasar. Rumusan masalah penelitian ini sebagai berikut: belum ada pembelajaran bolavoli yang sesuai kemampuan fisik siswa sekolah dasar. Hal ini menyebabkan penguasaan teknik bermain bolavoli siswa menjadi berkurang, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar dalam materi bolavoli. Oleh sebab itu, dibutuhkan bentuk modifikasi permainan bolavoli sebagai penyederhanaan dari bentuk permainan bolavoli orang dewasa saat ini berupa permainan bolavoli plastik. Model pengembangan bolavoli plastik yang dikembangkan menggunakan model penelitian pengembangan (Research and Development) dari Borg dan Gall. Untuk memperoleh data dalam pengembangan permainan ini digunakan teknik kuesioner pada ahli bolavoli, ahli pembelajaran Pendidikan Jasmani, dan siswa sekolah dasar. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi dan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian berupa pengembangan permainan bolavoli plastik untuk siswa sekolah dasar Kecamatan Gayam adalah sebagai berikut: (1) Dua ahli bolavoli menyatakan bahwa permainan bolavoli plastik sesuai untuk siswa sekolah dasar; (2) ahli pembelajaran Penjas menyatakan bahwa permainan bolavoli plastik sesuai untuk siswa sekolah dasar; (3) hasil uji coba tahap I (kelompok kecil) dan (4) berdasarkan uji coba tahap II (kelompok besar) Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan permainan bolavoli plastik sangat sesuai untuk diajarkan pada siswa kelas 4 dan 5 Sekolah Dasar di Kabupaten Sumenep.

Pengaruh penggunaan multimedia dalam mata pelajaran akuntansi terhadap minat, motivasi dan prestasi belajar akuntansi siswa kelas X SMK Negeri 1 Turen / Leny Purwanti

 

ABSTRAK Purwanti, Leny. 2010. Pengaruh Penggunaan Multimedia Dalam Mata Pelajaran Akuntansi Terhadap Minat, Motivasi Dan Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Turen. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Endang Sri Andayani, S.E, M.Si, Ak., (II) Dra. Hj. Sutatmi, S.E, M.Pd, M.Si, Ak. Kata Kunci : Penggunaan Multimedia, Minat Belajar, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar. Penggunaan media atau alat bantu disadari oleh banyak praktisi pendidikan sangat membantu aktivitas proses pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas, terutama mambantu peningkatan prestasi belajar siswa. Multimedia pembelajaran merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan minat, motivasi dan prestasi belajar siswa. Multimedia pembelajaran menjadikan proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif dan menarik sehingga siswa menjadi lebih bersemangat untuk mengikuti pelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan multimedia terhadap minat, motivasi dan prestasi belajar siswa. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X.2 jurusan akuntansi SMK Negeri 1 Turen yang berjumlah 36 siswa sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas X.1 jurusan akuntansi SMK Negeri 1 Turen yang berjumlah 36 siswa sebagai kelas kontrol. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t. Hasil analisis diperoleh tingkat signifikansi (0,001) < (0,05) untuk minat belajar, signifikansi (0,002) < (0,05) untuk motivasi belajar dan signifikansi (0,028) < (0,05) untuk prestasi belajar siswa. Berdasarkan nilai signifikansi yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa penggunaan multimedia berpengaruh positif terhadap minat, motivasi, dan prestasi belajar siswa di SMK Negeri 1 Turen. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, maka kesimpulan dari penelitian ini menyatakan kelas yang diajar melalui penggunaan multimedia pembelajaran memiliki minat, motivasi dan prestasi belajar yang lebih baik dari kelas yang diajar dengan menggunakan media pembelajaran sederhana seperti papan tulis. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan agar guru lebih kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan media pembelajaran untuk membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menarik.

Penerapan modul IPA terpadu menggunakan pembelajaran model terpadu (integrated model) untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VII-A SMP Negeri 7 Malang tahun ajaran 2009/2010 / Azizah

 

ABSTRAK Azizah. 2010. Penerapan Modul IPA Terpadu Menggunakan Pembelajaran Model Terpadu (Integrated Model) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 7 Malang Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Suyudi, M.Pd, (II) Drs. Dwi Haryoto, M.Pd Kata kunci: modul IPA terpadu, pembelajaran model terpadu, hasil belajar Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah berusaha untuk menyempurnakan kurikulum. Penyempurnaan kurikulum yang telah dilakukan saat ini adalah dengan menerapkan IPA terpadu dalam proses pembelajaran untuk jenjang Sekolah Menengah Pendidikan Pertama (SMP). Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di kelas VII-A SMP Negeri 7 Malang, diketahui bahwa pembelajaran IPA masih dilakukan secara terpisah-pisah antara kimia, fisika, dan biologi. Model pembelajaran masih menggunakan metode ceramah dan demonstrasi jika diperlukan, sehingga siswa cenderung pasif dalam pembelajaran. Kemampuan siswa pada ranah kognitif masih rendah yang ditunjukkan dengan nilai tes pra tindakan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan modul IPA Terpadu menggunakan model terpadu (Integrated Model). Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tindakan berupa penerapan modul IPA terpadu menggunakan model terpadu. Penelitian ini terdiri atas 2 siklus dan tiap siklus terdiri atas tiga kali pertemuan dengan disertai perbaikan tiap siklusnya. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII-A SMP Negeri 7 Malang dengan jumlah 43 siswa. Instrumen penelitian berupa format penilaian hasil belajar siswa, lembar observasi guru mengajar, dan catatan lapangan serta instrumen pembelajaran meliputi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) lengkap dengan LKS dan modul, juga dilengkapi dengan validasi instrumen penelitian oleh evaluator. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan persentase. Hasil validasi instrumen oleh evaluator menunjukkan bahwa soal tes yang akan diberikan dinyatakan valid walaupun ada 1 butir soal yang harus direvisi. Penerapan modul IPA Terpadu menggunakan model terpadu menunjukkan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Peningkatan ini dapat dilihat dari ketuntasan belajar secara keseluruhan pada perbandingan siklus I dengan siklus II. Indikator keberhasilan untuk ranah kognitif terjadi peningkatan belajar sebesar 27,91, pada ranah afektif terjadi peningkatan sebesar 53,49, pada ranah psikomotorik terjadi peningkatan sebesar 65,01. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan modul IPA Terpadu menggunakan model terpadu (Integrated Model) dapat meningkatkan hasil belajar.

Penggunaan media benda konkret bangun ruang untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN Rejoso Lor II Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan / Sumarni

 

ABSTRAK Sumarni . 2010. Penggunaan Media Benda Konkret Bangun Ruang Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SDN Rejoso Lor II Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuuan. Skripsi, Jurusan S 1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Wiwik. DH, M.Pd, Pembimbing (II) Drs, Goenawan R, M.Pd Kata Kunci : Pemanfaatan Media Benda Konkret Bangun Ruang, Hasil Belajar, Mata Pelajaran Matematika, Sekolah Dasar Proses pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar khususnya di SDN Rejoso Lor II Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan, masih didominasi dengan pembelajaran konvesional, guru menerapkan metode ceramah dan tanya jawab tanpa menggunakan alat peraga sehingga siswa kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Ketidak aktifan siswa akan mempengaruhi pemahaman terhadap materi yang diberikan, dan berakibat pada hasil belajar yang kurang optimal. Hal ini terbukti dengan hasil belajar dengan rata-rata 5,8 pada akhir semester II. Untuk itu peneliti perlu melakukan perbaikan dengan menggunakan media benda konkret bangun ruang. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan pemanfaatan media benda konkret bangun ruang dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN Rejoso Lor II Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan. 2) mendeskripsikan hasil belajar matematika konsep bangun ruang dengan menggunakan media benda konkret bangun ruang pada siswa IV SDN Rejoso Lor II Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan. 3) mendeskripsikan hasil belajar matematika dengan menggunakan media benda konkret bangun ruang siswa kelas siswa IV SDN Rejoso Lor II Kecamatan Rejoso Pasuruan. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Instrumen pengumpul data berupa tes, yaitu evaluasi siklus I dan evaluasi siklus II. Untuk menganalisa data hasil ulangan tersebut digunakan penilaian acuan kriteria. Penilaian acuan kriteria yang digunakan adalah ketuntasan belajar perorangan (75%) dan ketuntasan kelas atau kelompok (80%). Subyek penelitian ini siswa kelas IV SDN Rejoso Lor II Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan. Hasil penelitian ini adalah peningkatan hasil pembelajaran Matematika pada siklus I ketuntasan belajar individu mencapai 56%, yang berarti meningkat sebesar 38,5% dari sebelum pemanfaatan media bendan konkret bangun ruang melalui pre tes pada tindakan awal yang mencapai 26,6%. Selanjutnya pada siklus II ketuntasan individu meningkat menjadi 83,3,%, dan dinyatakan berhasil tuntas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah media benda konkret bangun ruang dapat meningkatkan hasil belajar matematika, dan disarankan kepada guru hendaknya memanfaatkan media benda konkret bangun ruang dalam mata pelajaran materi bangun ruang kubus dan balok. Media benda konkret bangun ruang mudah digunakan sehingga siswa mudah memahami materi dan tujuan pembelajaran akan tercapai secara optimal. Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan acuan dalam penelitian selanjutnya.

Pemanfaatan limbah pengolahan marmer sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi dampak pencemaran lingkungan (Studi kasus di desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung) / Sika Nurstiyani

 

ABSTRAK Nurstiyani, Sika. 2010. Pemanfaatan Limbah Pengolahan Marmer Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Mengurangi Dampak Pencemaran Lingkungan (Studi Kasus di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung). Skripsi, Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd., M.Si. (2) Rusdianto Umar, S.H., M.Hum. Kata kunci : Limbah, pengolahan marmer, kesejahteraan, dampak, pencemaran. Penduduk di Desa Besole sebagian besar mempunyai mata pencaharian petani dan sebagian lagi bekerja sebagai pengrajin marmer. Meskipun mata pencaharian pokok masyarakat sebagai petani, tetapi dengan lingkungan alam yang banyak terdiri dari gunung marmer, maka masyarakat memanfaatkan marmer tersebut dengan cara diolah menjadi barang-barang kerajinan seperti vandel, vas bunga, asbak, meja, kursi, patung kuda, patung singa, bak mandi, dan sebagainya sehingga mempunyai nilai jual yang tinggi. Pengolahan marmer tersebut bisa melalui industri rumah tangga (keluarga) ataupun melalui industri besar (pabrik) dengan mengambil batu marmer dari gunung marmer dalam bentuk balok kemudian dibelah atau dipotong sehingga berbentuk lembaran-lembaran marmer. Proses pengolahan dan pemanfaatan batu marmer tersebut menggunakan air, sehingga menghasilkan limbah. Limbah tersebut ditampung di dalam tandon yang lama-kelamaan mengendap kemudian mengeras. Limbah yang dihasilkan dari proses pengolahan batu marmer tersebut menjadi masalah lingkungan, karena limbah ini bisa menjadikan air sumur berwarna putih, merusak tanaman, tanah menjadi tandus, dan jika mengaliri sawah menyebabkan tanaman padi mati. Kondisi tersebut memotivasi masyarakat untuk mengolah limbah agar tidak menjadi pencemaran. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian bagaimana pemanfaatan limbah pengolahan marmer oleh masyarakat beserta dampak yang ditimbulkan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menjelaskan pemanfaatan limbah pengolahan marmer sebagai upaya mengurangi dampak pencemaran lingkungan di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung; (2) menjelaskan dampak pemanfaatan limbah pengolahan marmer terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung; (3) menjelaskan dampak pemanfaatan limbah pengolahan marmer terhadap lingkungan di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Sumber data dalam penelitian ini adalah Bapak Suyadi Yusuf, Bapak Subroto, Bapak Sumani, Bapak Murdani, Bapak Wagiran, Bapak Hariyadi, Bapak Rukidjan, Bapak Mujoko, Ibu Evi Yunita, Bapak Karyani, Bapak Joko ii Suyatno, Ibu Sukir, dan Bapak Susilo, peristiwa, dan dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Prosedur analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa (1) pemanfaatan limbah pengolahan marmer sebagai upaya mengurangi dampak pencemaran lingkungan di Desa Besole adalah oleh masyarakat limbah pengolahan marmer ini dimanfaatkan lebih lanjut dengan cara diolah menjadi dolosit sebagai campuran bahan bangunan sehingga dapat mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan; (2) dampak pemanfaatan limbah pengolahan marmer terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung adalah dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat yang ditandai dengan adanya peningkatan pendapatan yaitu sekitar 4-5 juta perbulan, mengurangi angka pengangguran, adanya perbaikan-perbaikan fasilitas umum seperti adanya pembangunan jalan, bantuan sosial, perbaikan masjid, serta adanya pembangunan saluran air untuk pertanian; (3) dampak yang terjadi akibat dari pemanfaatan limbah pengolahan marmer pada lingkungan alam adalah limbah tidak meluber kemana-mana tetap berada di dalam tandon sehingga mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan dan pada lingkungan sosial adalah adanya peningkatan pendapatan serta mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar. Berdasarkan temuan penelitian di atas, saran yang diajukan adalah sebagai berikut: (1) kepada masyarakat agar membuat tandon yang digunakan untuk menampung limbah lebih besar, sehingga limbah tidak cepat meluber kemana-mana. Selain itu disarankan agar kesadaran masyarakat tentang mencegah pencemaran terhadap lingkungan hidup lebih ditingkatkan lagi; (2) kepada aparat desa, agar lebih peduli lagi dalam kegiatan pemanfaatan sumber daya alam dan upaya untuk mengurangi pencemaran lingkungan; (3) kepada pengrajin, agar jiwa sosialnya lebih tinggi sehingga perbaikan fasilitas-fasilitas umum yang lain dapat segera terwujud; (4) kepada mahasiswa PPKn, agar melakukan penelitian lebih lanjut tentang pemberdayaan wanita karena masih banyak lagi pemberdayaan-pemberdayaan wanita di daerah lain yang belum diteliti.

Automatic mains failure (AMF) sebagai pengontrol otomatis back up daya berbasis PLC / Danafia Permana

 

Kata kunci: AMF, back up daya, kontrol otomatis. Majunya teknologi tidak lepas dari penggunaan energi listrik. Apabila pemadaman sering terjadi tentunya proses produksi tidak berjalan lancar, bahkan bisa berhenti total yang akhirnya mengakibatkan proses produksi/aktivitas terganggu sehingga akan menyebabkan kerugian. Untuk mengatasi adanya gangguan suplai listrik dari PLN, didesaian alat AMF dengan sistem pemindahan layanan beban listrik secara otomatis dari saluran utama PLN ke saluran cadangan penyedia tenaga listrik yang lain. AMF merupakan alat yang semua komponennya dirangkai pada kotak (Box). Perancangan AMF meliputi rangkaian sensor tegangan, blok program PLC, rangkaian driver, rangkaian blok kontaktor, rangkaian keseluruhan AMF. Prinsip kerja AMF yaitu pemberian sinyal yang dihasilkan oleh sensor tegangan yang akan dibaca oleh PLC. Rangkaian driver akan menerima sinyal output dari PLC untuk mengaktifkan kontaktor. Kontaktor yang aktif akan menghubungkan sumber dengan beban, sehingga beban akan tetap tersuplai energi listrik. AMF akan memindahkan suplai sumber listrik utama ke sumber listrik cadangan jika sumber listrik utama dalam keadaan failure dengan waktu 15 detik. Ketika sumber utama normal kembali dalam waktu 5 menit, maka AMF akan memindahkan suplai beban ke sumber listrik utama kembali dan mematikan sumber listrik cadangan. Disarankan dalam merencanakan AMF khususnya terhadap kemampuan daya genset, penghantar, pengaman dan kontaktornya. Sebaiknya perlu direncanakan, diperhitungkan dan dianalisa dengan cermat, agar hasil yang diinginkan lebih maksimal.

Pengaruh kompensasi finansial dan kompensasi non finasial terhadap kinerja karyawan (Studi kasus pada PT. PG Rajawali I unit PG Krebet Baru) / Eko Ramadani

 

ABSTRAK Ramadani, Eko. 2010. Pengaruh Kompensasi Finansial dan Kompensasi Non Finansial Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus Pada PT PG Rajawali I Unit PG Krebet Baru). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sopiah, M.Pd, M.M. (II) Drs. Mohammad Arief, M.Si. Kata Kunci: Kompensasi Finansial, Kompensasi Non Finansial, Kinerja Karyawan. Era globalisasi telah menyebabkan banyak perusahaan yang bermunculan sehingga menyebabkan persaingan antar perusahaan menjadi semakin ketat. Untuk dapat menjaga kelangsungan usahanya, maka perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor produksi didalamnya. Salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah Sumber Daya Manusia-nya, sebab SDM merupakan asset penting yang dapat menentukan keberhasilan suatu perusahaan. SDM harus dikelola dengan baik oleh perusahaan agar dapat menghasilkan tingkat kinerja yang baik. Selain dengan pengelolaan, untuk menghasilkan kinerja karyawan yang baik perusahaan harus memperhatikan kesejahteraan karyawan, yaitu dengan sistem kompensasi yang baik. Teori Ekspektansi Vroom (1964) menekankan bahwa imbalan dapat menghasilkan tingkat kinerja tertentu pada karyawan. Kompensasi (finansial dan non finansial) yang diberikan meningkatkan semangat karyawan dalam bekerja dan dapat meningkatkan kinerja mereka yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Jika kinerja perusahaan meningkat maka tujuan perusahaan akan dapat tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) mendeskripsikan kompensasi (finansial dan non finansial) PG Krebet Baru, (2) mendeskripsikan kondisi kinerja karyawan PG Krebet Baru, (3) menganalisis pengaruh kompensasi (finansial dan non finansial) secara parsial terhadap kinerja karyawan PG Krebet Baru, dan (4) menganalisis pengaruh kompensasi (finansial dan non finansial) secara simultan terhadap kinerja karyawan PG Krebet Baru. Jenis penelitian ini merupakan explanatory research. Sampel yang digunakan pada adalah sampel jenuh, yaitu menggunakan populasi yang dimasukkan sebagai sampel sejumlah 61 karyawan bagian manajerial PG Krebet Baru. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner dengan skala penilaian menggunakan skala likert. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda, sedangkan uji hipotesis menggunakan uji parsial (t) dan uji simultan (F) dengan menggunakan program SPSS 14.0 for Windows. Hasil analisis menjelaskan bahwa : (1) kebijakan kompensasi (finansial dan non finansial) telah drealisasikan dengan baik oleh PG Krebet Baru kepada karyawan, (2) secara self appraisal kinerja karyawan PG Krebet Baru dikatakan baik, karyawan dapat mengimplementasikan kemampuannya dalam bekerja, (3) secara parsial kompensasi (finansial dan non finansial) berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, (4) secara simultan kompensasi (finansial dan non finansial) berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,481 atau 48,1%. Hasil analisis regresi berganda diperoleh persamaan Y = 28,126 + 0,551X1 + 0,527X2. berdasarkan persamaan diketahui ii bahwa X1 berpengaruh terhadap Y sebesar 0,551 dan X2 berpengaruh terhadap Y sebesar 0,527. Saran yang dapat diberikan terkait dengan hasil penelitian ini adalah : (1) guna lebih meningkatkan kinerja karyawan, PG Krebet Baru hendaknya lebih memperhatikan kebijakan pemberian kompensasi pada karyawan. Evaluasi kinerja hendaknya dilakukan dengan lebih obyektif dengan membuat Sasaran Kerja Individu (SKI) yang jelas dan transparan, (2) mengingat PG Krebet Baru telah mengeluarkan biaya cukup besar untuk kompensasi karyawan, maka karyawan harus lebih meningkatkan kinerjanya sebagai timbal balik pada perusahaan, (3) bagi peneliti lain diharapkan dapat melakukan pengembangan penelitian yang berkaitan dengan kompensasi dan kinerja dengan menganalisis faktor-faktor lain diluar variabel tersebut.

Pengaruh pemberian buah pisang terhadap tingkat daya tahan erobik / Anggi Sholihin Putri

 

ABSTRAK Putri, Anggi Sholihin. 2010. Pengaruh Pemberian Buah Pisang terhadap Tingkat Daya Tahan Erobik. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan FIK Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mulyani Surendra, M. S, (II) dr. Hartati Eko Wardani, M. Si. Med. Kata kunci: buah pisang, karbohidrat, daya tahan erobik Daya tahan erobik memberikan sumbangan terbesar pada saat melakukan aktivitas atau olahraga yang bersifat erobik. Olahraga erobik merupakan jenis olahraga dengan intensitas submaksimal dengan durasi waktu yang lama dan membutuhkan pasokan energi yang berlangsung lama. Pasokan energi tersebut berasal dari makanan yang mengandung karbohidrat. Salah satu makanan yang banyak mengandung karbohidrat adalah buah pisang. Buah pisang memiliki kandungan gizi yang sangat baik dan dapat menyediakan energi yang cukup tinggi daripada buah lainnya. Konsumsi buah pisang sebelum melakukan aktivitas olahraga ini berkaitan dengan sistem penyediaan energi dan penyimpanan cadangan energi. Bertambahnya cadangan energi yang dikonsumsi pada waktu tertentu sebelum melakukan aktivitas olahraga diduga dapat meningkatkan daya tahan erobik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengaruh pemberian buah pisang terhadap tingkat daya tahan erobik. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian buah pisang terhadap tingkat daya tahan erobik. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu dengan menggunakan rancangan the one group pretest-posttest desing. Dalam rancangan penelitian ini, subyek penelitian dipilih secara acak berdasarkan karakteristik tertentu untuk menjadi kelompok penelitian agar subyek penelitian bersifat homogen. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah mahasiswa putra Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan angkatan 2008 di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang yang berjumlah 25 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes berbentuk tes lari 12 menit versi Cooper. Sedangkan analisis data menggunakan uji beda (uji-t) amatan ulang untuk mengetahui perbedaan antara pretest dan posttest. Berdasarkan hasil analisis uji beda (uji-t) untuk amatan ulang menyatakan bahwa antara sebelum dan sesudah pemberian buah pisang sebelum lari 12 menit ditemukan thit = 10,445 > ttab (α = 0,05) = 2,064 dengan db= 25 -1 =24, maka hipotesis kerja yang menyatakan ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian buah pisang sebelum lari 12 menit terhadap tingkat daya tahan erobik diterima. Sedangkan hipotesis nol yang menyatakan tidak ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian buah pisang sebelum lari 12 menit terhadap tingkat daya tahan erobik ditolak. Karena mean posttest lebih baik daripada mean pretest, maka kesimpulan dalam penelitian ini adalah pemberian buah pisang sebelum lari 12 menit secara signifikan dapat meningkatkan daya tahan erobik.

Peningkatan keterampilan teknik block dalam bolavoli melalui latihan block tunggal dan berpasangan mahasiswa UKM UABV Universitas Negeri Malang / Dona Sandy Yudasmara

 

ABSTRAK Yudasmara, S. Dona 2010. Peningkatan Keterampilan Block dalam Bolavoli Melalui Latihan Block Tunggal dan Berpasangan UKM UABV Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pandidikan Jasmani dan Kesehatan, FIK, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. M.E Winarno., M.Pd. (II) Drs. I Nengah Sudjana., M.Pd Kata kunci: keterampilan block, Bolavoli, Latihan Teknik dasar block dalam bolavoli adalah bagian penting dalam sebuah pertandingan. Teknik block adalah suatu teknik dasar dalam bolavoli yang gunanya untuk pembendung pertama serangan dari lawan. Teknik ini dilakukan dengan cara merintangi atau menghalangi musuh ketika sedang melakukan serangan di depan net dengan cara mengangkat lengan tinggi-tinggi di atas jaring, pada tempat yang diduganya menjadi arah jalannya bola. Permainan Bolavoli merupakan permainan beregu di atas lapangan berukuran panjang 18 m dan lebar 9 m, dibatasi oleh garis selebar 5 cm. Di tengah lapangan ada garis sepanjang 9 m yang membelah lapangan menjadi 2 sama besar. Lurus di atasnya terdapat net, dengan tinggi 2,43 m untuk putra dan 2,24 m untuk putri. Terdapat dua regu yang saling berhadapan dan setiap regu terdapat 6 pemain, 3 pemain sebagai penyerang dan 3 lainnya sebagai pemain bertahan. Mahasiswa anggota Tim Bolavoli Putri Unit Aktifitas Bolavoli Universitas Negeri Malang memiliki tingkat penguasaan keterampilan teknik dasar block yang rendah. Gambaran rendahnya penguasaan keterampilan teknik dasar block, terlihat pada saat pertandingan persahabatan melawan Tim Bolavoli Putri STIE Perbanas Surabaya dan Tim Bolavoli Putri Universitas Brawijaya Malang, pencapaian tingkat kegagalan yang cukup tinggi mencapai 13 kali kesalahan dengan persentase 65% menunjukkan tingkat penguasaan yang belum maksimal dan perlu adanya peningkatan. Masalah yang ingin dipecahkan dalam penelitian ini adalah bagaimana melakukan peningkatan keterampilan block menggunakan latihan block tunggal dan berpasangan. Sehingga mahasiswa anggota Tim Bolavoli Putri Unit Aktifitas Bolavoli Universitas Negeri Malang dapat menguasai keteramplan block dengan baik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dalam hal ini diadaptasi menjadi Penelitian Tindakan Olahraga karena subyek penelitiannya adalah sekumpulan orang yang melakukan aktifitas fisik. Penelitian ini dilaksanakan di Lapangan A3 Universitas Negeri Malang pada tanggal 24 Pebruari sampai 2 Maret 2010. Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa tes kemampuan penguasaan keterampilan block menunjukkan aspek awalan dalam melakukan block diperoleh nilai rata-rata keseluruhan 78,03, aspek sikap badan saat melakukan block diperoleh nilai rata-rata keseluruhan 83,74, aspek tumpuan pada saat pendaratan diperoleh nilai rata-rata keseluruhan 84,24, aspek Koordinasi pemain pada saat melakukan loncatan bersama di depan net diperoleh nilai rata-rata keseluruhan 73,33. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar Peningkatan keterampilan Block dengan menggunakan latihan block tunggal dan berpasangan ini dapat digunakan, sehingga bisa dijadikan bahan referensi untuk pengembangan model latihan selanjutnya serta dapat lebih meningkatkan hasil latihan secara maksimal guna lebih meningkatkan hasil latihan serta menambah variasi model-model yang dapat diterapkan dalam setiap sesi latihan.

Analisis struktur permukaan pada daerah rawan longsor di Taman Hutan Raya Cangar Malang menggunakan metode tomografi HVSR pengukuran microtremor / Ely Uzlifatul Jannah

 

ABSTRAK Jannah, Ely Uzlifatul. 2010. Analisis Struktur Bawah Permukaan Pada Daerah Rawan Longsor Di Taman Hutan Raya Cangar Malang Menggunakan Metode Tomografi HVSR Dari Pengukuran Microtremor. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Arif Hidayat M.si, (II) Daeng Achmad suaidi S.si.M.kom. Kata kunci: Metode Microtremor, longsoran, Tomografi HVSR, Matlap, Rockworks. Telah dilakukan penelitian tentang analisis struktur bawah permukaan pada daerah rawan longsor di taman hutan raya cangar malang dengan menggunakan metode tomografi HVSR dari pengukuran Microtremor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan struktur bawah permukaan, persebaran amplifikasi 3D pada daerah penelitian dengan tujuan untuk mengetahui potensi longsoran di daerah penelitian. Peralatan yang digunakan adalah seperangkat alat Microtremor dengan durasi pengukuran selama 10 menit. Dan penancapan geophone atau seismometer diletakkan dengan jarak 20 meter antara titik pengukuran dengan menggunakan analisis Software Matlab dan Software Rockworks. Dari hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan sebagai berikut dari analisis Software Matlab didapatkan lapisan sebanyak 7 lapis dengan kedalaman maksimum 80 meter. Serta menurut tabel penyusun bumi didapatkan jenis material penyusun bumi yang dominan yaitu lanau lempungan, lempung pasiran, pasir kerikil dan lempung pada kedalaman 2-80 meter. dan dari analisis Software Rockworks didapatkan sebaran amplifikasi dengan warna dominan merah muda. Serta menurut tabel rockworks didapatkan jenis tanah yang sangat lunak dan sangat berpotensi terjadi longsoran pada daerah penelitian.

Penerapan strategi promosi listrik prabayar pada PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Pelayanan dan Jaringan Malang - Unit Pelayanan Blimbing / M. Fiki Firmansyah

 

Kata kunci: promosi, strategi Penelitian ini dilatarbelakangi oleh PT. PLN (Persero) mengeluarkan produk baru yaitu Listrik Pra Bayar (LPB). Listrik pra bayar ini adalah produk layanan terbaru dari PLN. Dengan listrik prabayar ini, pelanggan dapat mengendalikan dan mengontrol pemakaian listrik setiap saat. Ini berarti kendali ada di tangan pelanggan sendiri. Karena melihat daerah pemasaran PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Pelayanan dan Jaringan Malang UP Blimbing Malang ini berada di daerah Kota Malang, dan banyak konsumen yang awam atau tidak mengerti sama sekali tentang produk baru dari PLN ini, maka PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Pelayanan dan Jaringan Malang UP Blimbing Malang ini mengalami kesulitan dalam memasarkan produk barunya ini. Konsumen membutuhkan informasi untuk mengetahui keberadaan produk baru ini. Informasi tersebut adalah informasi yang bermanfaat, sehingga konsumen dapat membuat pilihan terbaiknya. Promosi dianggap sebagai alat yang mudah untuk menginformasikan suatu produk ke konsumen, karena dapat mebuat konsumen menjadi lebih ingat dan percaya pada apa yang di informasikan melalui media promosi tersebut. Penerapan strategi bauran promosi PT PLN (Persero) UP Blimbing, adalah sebagai berikut:(1) Brosur, (2) Radio, (3) Spanduk, (Sosialisasi). Hasil yang didapat pada startegi bauran promosi PT PLN (Persero) UP Blimbing yaitu adanya pelanggan yang menginginkan untuk memakai listrik prabayar tersebut, dan sampai saat ini jumlah pelanggan yang menggunakan listrik prabayar sudah mencapai 47 pelanggan. Dalam menetapkan strategi bauran promosi, hendaknya perusahaan lebih mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing variabel bauran promosi, sehingga perusahaan dapat mencapai tujuan promosi yang ditetapkan. Dalam menerapkan startegi bauran promosi, PT PLN (Persero) sering tidak menerapkan dengan baik, sehingga perlu diadakan evaluasi, misalnya banyak pegawai lapangan yang tidak memberikan informasi produk kepada pelanggan, penempatan media luar ruangan yang kurang efektif karena ditempatkan hanya pada outlet perusahaan.

Pengaruh model pembelajaran learning cycle terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok konsep reaksi redoks di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang tahun ajaran 2009/2010 / Ida Riani

 

ABSTRAK Riani, Ida. 2009 Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Materi Pokok Konsep Reaksi Redoks di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang Tahun Ajaran 2009/2010”. Skripsi, Program Study Pendidikan Kimia, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Drs. Darsono Sigit, M.pd, (II) Dra Hayuni Retno Widarti, M.Si. Kata Kunci: Learning Cycle, Prestasi Belajar, Reaksi Redoks Kualitas pendidikan saat ini menjadi masalah yang banyak dibahas oleh para ahli pendidikan. Guru menjadi faktor penentu keberhasilan pembelajaran selain dilihat dari siswa, kurikulum, sarana-prasarana pembelajaran dan juga manajemen sekolah secara menyeluruh, selama ini guru dalam proses pembelajaran masih menggunakan pendekatan behavioristik sehingga guru dituntut untuk menggunakan strategi pembelajaran yang tepat agar prestasi belajar siswa dapat tercapai. Salah satu cara yang digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pendekatan konstruktivistik yang mana siswa harus dapat membangun pengetahuannya sendiri. Salah satu model pembelajaran yang bersifat kontruktivistik adalah learning cycle. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa kelas learning cycle melalui lesson study dengan prestasi belajar kelas ceramah bermakna melalui lesson study, mengetahui keaktifan dan ketrampilan siswa saat mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran learning cycle melalui lesson study, mengetahui tanggapan dan ketertarikan siswa terhadap model pembelajaran learning cycle dan lesson study. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen semu yang melibatkan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Penelitian dilaksanakan di SMA Laboratorium UM dengan sampel siswa kelas X3 dan X5 dengan materi pokok reaksi redoks. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Instrument dalam penelitian berupa angket, lembar observasi dan soal evaluasi. Uji instrument yang dilakukan antara lain uji validitas soal, reliabilitas soal, tingkata kesukaran dan daya beda. Analisis data yang digunakan meliputi, uji normalitas, uji homogenitas, uji kesamaan dua rata-rata, uji hipotesis dengan U Mann-Whitey menggunakan bantuan SPSS versi16.0 dan analisis diskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan antara prestasi belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran learning cycle melalui lesson study dengan yang diajar dengan ceramah bermakna melalui lesson study. Rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan learning cycle sebesar 70,06, sedangkan yang diajar dengan ceramah bermakna sebesar 60,11. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran learning cycle melalui lesson study lebih baik daripada yang diajar dengan ceramah bermakna melalui lesson study. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran menjadi meningkat. Ketrampilan siswa dalam kerja laboratorium sangat baik. Sikap siswa terhadap penggunaan model pembelajaran learning cycle dan lesson study juga positif. Kinerja guru juga meningkat.

Isolasi dan karakterisasi ekstrak kasar sistem selulase dari bacillus strain lokal / Wiji Suhardi

 

ABSTRAK Suhardi, Wiji. 2010. Isolasi dan Karakterisasi Ekstrak Kasar Sistem Selulase dari Bacillus circulans Strain Lokal. Skripsi, Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: ( I ) Evi Susanti, S.Si., M.Si., (II) Muntholib, S.Pd., M.Si. Kata kunci : Bacillus circulans, sistem selulase, optimum, Somogyi-Nelson Selulase adalah komplek enzim yang dapat menghidrolisis selulosa menjadi glukosa dengan memecah β-1,4 glukosida. Selulase memiliki peranan dalam pembuatan kertas, industri kimia, industri pulp, industri yang berkenaan dengan medis, produksi pakan ternak, dan produksi biofuel. Sistem selulase yang baik sangat jarang dihasilkan oleh satu jenis mikroba akan tetapi Bacillus circulans mampu menghasilkan sistem selulase yang memiliki aktivitas tinggi untuk menghidrolisis kulit jagung, tongkol jagung, ampas tebu, kedelai, jerami dan sekam padi. Mikroba dalam memproduksi suatu enzim dipengaruhi oleh kondisi media pertumbuhan diantaranya adalah pH, waktu inkubasi dan konsentrasi sumber karbon. Sedangkan dalam pemanfaatan lebih lanjut perlu adanya pengtahuan tentang karakteristik enzim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum isolasidan mengkarakterisasi ekstrak kasar sistem selulase dari Bacillus circulans strain lokal. Penelitian ini merupakan penelitian laboratoris yang terdiri dari dua tahap.Tahap pertama adalah penentuan kondisi optimum isolasi sistem selulase Bacillus circulans dengan memvariasikan pH pertumbuhan pada pH 5,0;7,0; 9,0; dan 10,0 pada waktu inkubasi 3; 5 dan 7 hari dan selanjutnya memvariasi konsentrasi induser masing-masing pada 0; 0,1; 0,2; 0,3; 0,4; dan 0,5 % avicel. Tahap kedua adalah penentuankarakteristikekstrak sistem selulasediisolasi dari Bacillus circulansmeliputi: (1)penentuan kondisi reaksi enzimatis yaitu variasi pH6,0; 7,0; 8,0 dan 9,0; suhu 35; 40; 45; 50 dan 55oC dan waktu inkubasi1; 2; 3; 4 dan 5 jam.(2) penentuan nilai Km dan Vmaks aktivitas CMCase dan avicelase sistem selulase yang diisolasi. (3) uji aktivitas sistem selulase dalam mendegradasi substrat lignoselulosa.. Berdasarkan penelitian diperoleh kondisi optimum produksi sistem selulase dari Bacillus circulans strain lokal yang ditumbuhkan dalam media Berg adalah pH= 9,0; waktu inkubasi selama 5 hari; dan konsentrasi avicel 0,5%. Pada kondisi ini di hasilkan CMCase dengan aktivitas 111,11 U/mL dan avicelase dengan aktivitas 55,56 U/mL. Sistem selulase yang dihasilkan memiliki karakter sebagai berikut: (1) memiliki kondisi reaksi enzimatis yang optimum adalah pH = 7,0, suhu 50oC dan waktu inkubasi 2 jam dengan aktivitas CMCase 129,97 U/mL dan avicelase 87,96 U/mL. Nilai Vmaks dan KM berturut-turut sebesar 1000 μg/jam dan 5% untuk aktivitas CMCase, 200 μg/jam dan 1,2 % untuk aktivitas avicelase; dan sistem selulase yang dihasilkan efektif dalam mendegradasi substrat lignoselulosa berupa ampas tebu, bonggol jagung dan sekam padi dengan kadar glukosa berturut-turut adalah 262,96µg/mL, 81,48µg/mL dan 77,78 µg/mL.

Manajemen pembelajaran kelas akselerasi: studi kasus di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang / Wiwit Kurniati

 

ABSTRAK Kurniati, Wiwit. 2010. Manajemen Pembelajaran Kelas Akselerasi: Studi Kasus di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd; (II) Dra. Mustiningsih, M.Pd. Kata kunci: manajemen pembelajaran, kelas akselerasi. Akselerasi belajar adalah suatu bentuk layanan belajar yang diberikan kepada siswa yang memiliki bakat dan kecerdasan istimewa. Kelas akselerasi dapat ditempuh satu tahun lebih cepat dari waktu yang dibutuhkan pada kelas reguler. Akselerasi merupakan proses percepatan belajar siswa, berarti siswa yang memiliki kecepatan dalam belajar dapat mengikuti pelajaran berikutnya. Dalam pembelajaran yang diperuntukkan bagi peserta didik cerdas dan berbakat istimewa tidak cukup hanya dengan standar isi dan standar kompetensi. Kegiatan pembelajaran dapat difungsikan sebagai sarana penguat menuju level berfikir tinggi melalui model pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran perlu meningkatkan bobot materi pelajaran dan kegiatan pembelajaran. Guru lebih mengetahui menu pembelajaran dengan materi yang sesuai dengan karakter siswa. Sehingga diperlukan guru yang profesional yang dapat membimbing siswa dalam mengembangkan kemampuannya, maka manajemen belajar perlu diatur . Penelitian ini memfokuskan kajian tentang manajemen pembelajaran kelas akselerasi di SD Lab. UM, antara lain: (1) perencanaan; (2) pengorganisasian; (3) pelaksanaan; (4) penilaian pembelajaran kelas akselerasi di SD Lab. UM. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendiskripsikan kegiatan tentang: (1) perencanaan; (2) pengorganisasian; (3) pelaksanaan; (4) penilaian pembelajaran kelas akselerasi di SD Lab. UM. Jenis penelitian yang digunakan yakni penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Untuk pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh di lapangan dilakukan analisis data untuk mendapatkan temuan penelitian. Keabsahan data diuji dengan menggunakan ketekunan pengamatan dan teknik trianggulasi, yaitu trianggulasi sumber dan teori. Temuan penelitian ini yaitu (1) Perencanaan pembelajaran berangkat dari kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang sudah dimodifikasi baik muatan pembelajaran, model pembelajaran, dan media pembelajarannya. Bentuk perencanaan pembelajaran di SD Lab. UM meliputi: persiapan pembelajaran, satuan rancangan pembelajaran (SRP), modul pembelajaran dalam bentuk penggalan-penggalan. (2) Pengorganisasian program khusus kelas akselerasi di SD Lab. UM masuk pada koordinasi bidang kurikulum. Dengan kerja sama antara koordinator kurikulum dan guru kelas. Guru yang mengajar di sekolah ini adalah guru dengan persyaratan yakni pendidikan minimal berijazah S1, memiliki pengalaman mengajar, pengalaman membuat karya, serta mampu memberi perhatian terhadap anak. Ditinjau dari pengorganisasian siswa, maka bentuk penyelenggaraan kelas akselerasi di SD Lab. UM ini menggunakan i ii model program khusus. Yakni siswa yang memiliki bakat dan kecerdasan istimewa berada dalam satu kelas dengan siswa lain. Dalam kelas akselerasi ini menjadikan siswa masa belajarnya lebih cepat satu tahun, yaitu dengan lulus dalam waktu lima tahun; (3) Pelaksanaan kelas akselerasi bisa dikatakan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan pedoman yang ada. Kelas akselerasi dimulai dikelas 4 yang mempelajari materi pelajaran kelas 4 semester I dan II ditambah dengan materi pelajaran kelas 5 semester I. Pada waktu siswa kelas 5 siswa mempelajari materi pelajaran kelas 5 semester II dan materi pelajaran kelas 6 semester I dan II. Ruang belajar yang baik di sekolah memungkinkan semua peserta didik bergerak leluasa, tidak merasa berdesakan dan saling mengganggu teman yang lain. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan sistem moving class, artinya siswa belajar berdasarkan bidang studi yang diterima. Suasana kelas dalam proses belajar mengajar sangat kondusif karena menggunakan sistem individual learning, pembelajaran di kelas menekankan pada siswa dan guru hanya sebagai fasilitator; (4) Penilaian pada dasarnya menggunakan mastery learning (ketuntasan belajar). Jadi siswa tidak diperbolehkan untuk mengikuti pelajaran berikutnya dengan prosedur yang benar dengan kriteria ketuntasan materi. Standar minimal seorang siswa dinyatakan dapat menguasai, manakalah siswa tersebut telah mampu mencapai penguasaan materi, dengan nilai minimal 80 untuk setiap mata pelajaran. Bentuk penilaian pembelajaran yang digunakan yaitu: ulangan harian yang dilaksanakan setiap hari di akhir pembelajaran sesuai mata pelajaran dengan soal berbentuk uraian untuk menilai hasil pembelajaran hari tersebut; tugas mandiri, ulangan tengah semester, ulangan semester, Ujian Akhir Sekolah (UAS), dan Ujian Akhir Nasional (UAN). Dengan sistem yang diterapkan di sekolah ini tentunya berdampak pada siswa, antara lain menjadikan siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan masing-masing serta dapat terbiasa hidup mandiri. Siswa tidak akan merasa tertekan dengan sistem yang digunakan oleh sekolah. Berdasarkan kesimpulan, penelitian ini disarankan sebagai berikut: (1) bagi Kepala Sekolah hendaknya dapat dijadikan sebagai bahan tambahan bagi kepala sekolah untuk lebih meningkatkan keunggulan-keunggulan program khusus kelas akselerasi di SD Lab. UM; (2) bagi guru hendaknya memanfaatkan media pembelajaran dan mendayagunakan teknologi pembelajaran pada kelas akslelerasi dengan baik; (3) bagi Jurusan Administrasi Pendidikan dapat dijadikan sebagai tambahan bahan kajian pengembangan ilmu Manajemen Pendidikan; (4) bagi peneliti lain agar lebih menyempurnakan hasil penelitian yang telah dilakukan sehingga dapat bermanfaat demi peningkatan kualitas pendidikan dan disarankan bagi peneliti lain agar dapat meneliti manajemen pembelajaran akselerasi dari substansi lain dengan latar yang berbeda.

Pelaksanaan pembelajaran kompetensi dasar menggambar teknik/mistar di SMA Negeri 1 Pagak semester gasal tahun pelajaran 2009/2010 / Dhani Hermawan

 

ABSTRAK Hermawan, Dhani. Pelaksanaan Pembelajaran Kompetensi Dasar Menggambar Teknik/Mistar Di SMA Negeri 1 Pagak Semester Gasal Tahun Pelajaran 2009/2010. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: Dra. H. Purwatiningsih, M.Pd Kata kunci: Pelaksanaan pembelajaran, hambatan guru dan hambatan siswa. Kegiatan pembelajaran merupakan bagian utama dari proses pendidikan, secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Dalam proses tersebut terdapat aktivitas yang mengandung serangkaian kegiatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi antara guru dengan siswa tersebut merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran yang mempunyai arti luas tidak sekadar hubungan antara guru dengan siswa hanya menyampaikan pesan berupa materi pelajaran, melainkan upaya bagaimana sikap dan nilai yang terdapat pada siswa yang sedang mengikuti kegiatan pembelajaran. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan guru pendidikan Seni Budaya beserta hambatan yang dialami beserta cara mengatasinya dan hambatan yang dialami siswa selama proses pembelajaran kompetensi dasar menggambar teknik/mistar serta bagaimana mengatasi hambatannya yang ada di SMA NEGERI 1 Pagak. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan di SMA Negeri 1 Pagak pada tahun pelajaran 2009/2010 semester gasal. Adapun sumber data yang diperoleh berasal dari beberapa narasumber dan dokumendokumen lainnya, serta menggunakan teknik analisis data induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengarahkan agar berhasil dalam melakukan proses pembelajaran pada siswa, setiap kompetensi dasar yang diajarkan serta tujuan pembelajaran harus sesuai dengan indikator, materi pokok, dan evaluasi pembelajaran agar tujuan pembelajaran sesuai dengan silabus yang telah dibuat oleh guru, hal ini dilakukan agar setiap kompetensi dasar serta tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Pelaksanaan pembelajaran erat kaitannya dengan penciptaan lingkungan yang memungkinkan siswa belajar secara aktif, pengembangan aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa. Kompetensi dasar menggambar teknik/mistar dengan materi menggambar geometri erat kaitanya dengan ketrampilan dalam membuat teknik tertentu serta pembentukan sikap pada siswa sedangkan ketrampilan dalam menguasai media dalam menyampaikan materi pada siswa adalah salah satu urusan hambatan guru. Namun kesemuanya itu tak luput dari peran guru sebagai “sutradara” dalam kelas. Kompetensi dasar gambar teknik/mistar adalah suatu sub dari standar kompetensi Membuat karya seni rupa yang diajarkan pada siswa kelas XI IPA1 dan XI IPA2 dengan materi menggambar geometri, dalam proses pelaksanaan pastinya terdapat beberapa kendala yang dihadapi guru bersangkutan atau siswa oleh karenanya peneliti ingin menggali bagaimana pelaksanaan kompetensi ini i mengingat keadaan siswa serta keadaan sekolah SMA NEGERI 1 Pagak serta image sekolah sebagai sekolah “pinggiran”, bagaimana mengatasi kendala yang dihadapi guru dan bagaimana cara mengatasi kendala yang dihadapi siswa akan menjadikan bahasan pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini, guru mampu melaksanakan persiapan pembelajaran yang diadakan pada kelas XI IPA1 dan XI IPA2 semester gasal tahun pelajaran 2009/2010 yang berupa silabus dan RPP serta beberapa media pembelajaran yang dibutuhkan. Sedangkan hambatan guru yang ada telah dapat diatasi khususnya pada penerapan media atau sumber belajar, guru mengalami sedikit masalah namun dapat diatasi dengan cara guru membimbing siswa satu per satu. Permasalahan siswa yang dihadapi adalah teknik penguasaan alat yang mana siswa masih perlu belajar untuk menggunakan media gambar teknik tersebut berupa jangka trekpen tak hanya kemampuan menggunakan alat tapi perlunya ketelatenan serta semangat untuk belajar dan menguasai alat.

Penerapan pendekatan problem posing untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan prestasi belajar fisika siswa kelas XI IPA 5 SMA Negeri 3 Malang / Rahma Adina Aryanti

 

ABSTRAK Aryanti, Rahma Adina. 2010. Penerapan Pendekatan Problem Posing Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi dan Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas XI IPA 5 SMA Negeri 3 Malang. Skripsi, Jurusa Fisika Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Arif Hidayat, M. Si, (II) Drs. Agus Suyudi, M. Pd. Kata kunci: pendekatan problem posing, berpikir tingkat tinggi, prestasi belajar SMA N 3 Malang sebagai sekolah favorit di kota Malang memiliki input yang baik. Berdasarkan observasi awal, terdapat beberapa siswa (khususnya XI IPA 5) yang merasa bahwa fisika itu sulit dan mendapat nilai di bawah SKM. Merujuk pada tujuan pendidikan nasional yaitu mencetak generasi penerus yang berilmu, cakap, kreatif dan mandiri, peneliti menerapkan pendekatan problem posing di kelas ini, dengan tujuan untuk meningkatkan pemikiran kritis terhadap siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 3 Malang, tanggal 17 Maret sampai 1 Mei. Rancangan penelitian yang digunakan adalah PTK dengan pendekatan kualitatif. Peneliti menerapkan pendekatan problem posing dengan metode pembelajaran direct instruction. Hal yang diukur adalah ketelaksanaan kegiatan, kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan prestasi belajar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan peneliti meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan prestasi belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Jumlah pertanyaan siswa meningkat 69,23%, kemampuan problem posing meningkat 20%, prestasi belajar dari segi rata-rata nilai siswa naik 4,3 % sedangkan kelulusan siswa naik 16,67 %. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan pendekatan problem posing dengan metode direct instruction dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan prestasi belajar siswa di bidang kognitif. Disarankan agar dilaksanakan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan pelaksanaan pendekatan problem posing ini. v

Pengembangan media pembelajaran berbantuan komputer pada mata pelajaran IPA kelas VI semester II di MI Negeri Bugul Kidul Kota Pasuruan / Andi Arif Setiawan

 

Andi Arif Seiawan Abstrak : Pengembang melihat kondisi pada saat belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas VI di MIN Bugul Kidul, penggunaan media pembelajaran di sekolah masih jarang, disini pengembang ingin mengembangkan sebuah media pembelajaran berbantuan komputer untuk pembelajaran, sehingga media pembelajaran tersebut dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran yang efektif bagi siswa dalam belajar khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas VI.

Survei tentang motivasi siswa peserta kegiatan ekstrakurikuler futsal di SMP Negeri 3 Malang / Satria Sandhi Nugroho

 

ABSTRAK Nugroho, Satria. S. 2010. Survei tentang Motivasi Siswa Peserta Kegiatan Ekstrakurikuler Futsal di SMP Negeri 3 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan FIK Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Mulyani Surendra, M. S, (2) Drs. I Nengah Sudjana M. Pd. Kata kunci: motivasi, siswa, ekstrakurikuler futsal Pendidikan Jasmani merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan sehingga pendidikan jasmani mempunyai arti yang cukup representatif dalam mengembangkan manusia dalam persiapannya menuju manusia seutuhnya. Untuk mencapai tujuan pendidikan jasmani dan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa pihak sekolah menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di SMP Negeri 3 Malang itu sendiri terdiri dari kegiatan ekstrakurikuler non-olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler olahraga. Kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMP Negeri 3 Malang terdiri dari enam cabang olahraga diantaranya ekstrakurikuler bolabasket dengan jumlah peserta 40 siswa, bolavoli jumlah pesertanya 30 siswa, futsal jumlah pesertanya 57 siswa, bulutangkis jumlah pesertanya 45 siswa, catur jumlah pesertanya 20 siswa dan karate jumlah pesertanya 22 siswa. Dari keenam ekstrakurikuler yang termasuk dalam kegiatan ekstrakurikuler olahraga, cabang olahraga futsal memiliki paling banyak peserta dibandingkan dengan ekstrakurikuler olahraga yang lain. Cabang ekstrakurikuler olahraga di SMP Negeri 3 Malang jika dilihat dari pembina atau pelatih maupun sarana dan prasarana yang tersedia, keseluruhan cabang ekstrakurikuler sangat menunjang, tetapi mengapa cabang ekstrakurikuler futsal memiliki jumlah peserta yang paling banyak dibandingkan dengan ekstrakurikuler olahraga yang lain. Melihat kenyataan yang ada timbul pertanyaan besar bagi peneliti mengapa siswa SMP Negeri 3 Malang sangat menggemari ekstrakurikuler futsal sebagai pilihan daripada ekstrakurikuler yang lain. Tentunya setiap siswa memiliki motivasi yang berbeda-beda dalam mengikuti kegiatan kestrakurikuler futsal di SMP Negeri 3 Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat motivasi intrinsik, tingkat motivasi ekstrinsik, dan mengkaji perbedaan antara tngkat motivasi intrinsik dan tingkat motivasi ekstrinsik pada siswa peserta kegiatan ekstrakurikuler futsal di SMP Negeri 3 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan instrumen angket. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta kegiatan ekstrakurikuler futsal di SMP Negeri 3 Malang yang berjumlah 57 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata tingkat motivasi intrinsik siswa peserta kegiatan ekstrakurikuler futsal di SMP Negeri 3 Malang adalah 34,3 berada pada rentang skor 28,6-35,1 yang menyatakan bahwa tingkat motivasi intrinsik peserta kegiatan ekstrakurikuler futsal di SMP Negeri 3 Malang termasuk kategori sedang. Rata-rata tingkat motivasi ekstrinsik siswa peserta kegiatan ekstrakurikuler futsal di SMP Negeri 3 Malang adalah 35,03 berada pada rentang skor 0-35,1 yang menyatakan bahwa tingkat motivasi ekstrinsik peserta kegiatan ekstrakurikuler futsal di SMP Negeri 3 Malang termasuk kategori sangat rendah. Hasil uji-t menunjukkan thit = 0,2353 ≤ ttab (α=0,05) =1,98, dengan demikian hipotesa kerja gagal diterima dan hipotesis nihil gagal ditolak, yang berarti antara tingkat motivasi intrinsik dan tingkat motivasi ekstrinsik tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Bagi pihak sekolah maupun pelatih harus terus meningkatkan motivasi siswa, pihak sekolah perlu menyediakan sarana prasarana yang memadai, sedangkan pelatih perlu usaha yang keras untuk menumbuhkan motivasi intrinsik agar tertanam dalam diri siswa dengan cara meningkatkan pola pembinaan siswa dalam berlatih futsal di sekolah, baik peningkatan pola latihan maupun melakukan sesuatu yang bisa menumbuhkan motivasi intrinsik siswa untuk lebih giat lagi dalam berlatih, karena siswa yang termotivasi secara intrinsik akan menunjukkan keterlibatan dan aktivitas yang tinggi dalam mengikuti latihan-latihan yang diberikan.

Analisa Pengaruh Pendapatan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa MA Pacet Mojokerto oleh Nur Rosidah

 

Pengembangan paket IPA terpadu berbasis kontruktivisme dengan tema bunyi untuk siswa kelas IX SMP Negeri 8 Malang / Inung Diah Kurniawati

 

ABSTRAK Kurniawati, Inung Diah. 2010. Pengembangan Paket IPA Terpadu Berbasis Konstruksitisme dengan Tema Bunyi untuk Siswa Kelas IX SMP Negeri 8 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Supriyono Koes H., M.Pd, M.A, (2) Drs. Triastono Imam P., M.Pd Kata kunci: konstruktivisme, paket IPA terpadu, tema bunyi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 secara tegas menyatakan bahwa substansi mata pelajaran IPA pada SMP/MTs merupakan IPA Terpadu. Di sisi lain, hasil penelitian Koes H. (2008:32) terhadap pengembangan paket IPA Terpadu di wilayah Malang Raya tahun 2008 menunjukkan bahwa 35 dari 37 guru IPA atau 94,6% menyatakan bahwa mereka membutuhkan paket IPA Terpadu untuk pembelajaran IPA SMP. Selain itu, hasil wawancara dengan salah satu guru IPA SMP Negeri 8 Malang diketahui bahwa pembelajaran IPA sudah menerapkan kurikulum IPA terpadu. Tetapi dalam pelaksanaannya materi masih disajikan secara terpisah-pisah antara fisika, biologi, dan kimia. Guru IPA SMP Negeri 8 Malang merasa kesulitan dalam merancang mempelajaran IPA terpadu. Oleh sebab itu, diperlukan paket IPA terpadu untuk membantu pelaksanaan pembelajaran IPA terpadu. Pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan paket IPA terpadu berbasis konstruktivisme dengan tema bunyi untuk siswa kelas IX SMP Negeri 8 Malang dan panduan pelaksanaan bagi guru. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan. Langkah penelitian pengembangan yang diterapkan pada penelitian ini adalah (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan bentuk awal produk, (4) uji lapangan awal, dan (5) revisi produk utama. Kelayakan Paket IPA Terpadu dan Panduan Guru Paket IPA Terpadu dengan tema bunyi ditentukan dari hasil penilaian yang dilakukan oleh 2 dosen MIPA UM dan 2 guru IPA SMP Negeri 8 Malang. Instrumen yang digunakan berupa angket kelayakan. Instrumen ini tidak dikembangkan sendiri, tetapi diambil dari penelitian Koes H., 2009. Jenis data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari angket penilaian, sedangkan data kualitatif berupa tanggapan, kritik dan saran dari tim penilai dan hasil keterbacaan siswa kelas IX SMP Negeri 8 Malang. Hasil penilaian dari dosen dan guru IPA SMP Negeri 8 Malang menunjukkan bahwa Paket IPA Terpadu dengan Tema Bunyi memperoleh nilai rata-rata 3.72 yang berarti layak. Sedangkan Panduan Guru Paket IPA Terpadu dengan Tema Bunyi memperoleh nilai rata-rata 3.76 yang berarti layak pula. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Paket IPA Terpadu dan Panduan Guru Paket IPA Terpadu dengan Tema Bunyi telah dinilai layak. Agar dapat digunakan sebagai panduan dan sumber belajar bagi siswa SMP Kelas IX khususnya di SMP Negeri 8 Malang, disarankan agar dilakukan penelitian eksperimental terhadap paket IPA terpadu dan panduan guru untuk diketahui keefektivitasannya. Dengan demikian, diperoleh paket dan panduan guru yang teruji secara empiris. Disarankan pula, pengembangan paket IPA terpadu dan panduannya dapat dilakukan dengan tema yang berbeda.

Perancangan media promosi bagi jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang / Dwi Agung Y

 

ABSTRAK Agung, Dwi 2010. Perancangan Media Promosi Bagi Jurusan Seni Dan Desain Prodi Desain Komunikasi Visual Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, Prodi Desain Komunikasi Visual Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Rudy Irawanto, S.Pd, M.Sn., (2) Drs. Sardjono, M.Sn. Kata Kunci : Media Cetak, Promosi, Jurusan Seni dan Desain Universitas Negeri Malang. Keberadaan jurusan Seni dan Desain Universitas Negeri Malang masih terhitung baru. Begitu pula dengan beberapa program studi di dalamnya yang kurang diketahui kalangan masyarakat umum.. Pengertian masyarrakat awam mengenai jurusan seni dan desain yang hanya sekilas lalu tentunya juga membuat image dari bidang seni dan desain ini menjadi seakan simpang siur. Simpang siurnya persepsi image masyarakat akan jurusan seni dan desain tentunya berdampak pada image yang dibawa jurusan, baik secara langsung maupun tak langsung. Adapun tujuan dari disusunnya perancangan media promosi cetak ini difokuskan untuk memberikan kekuatan jati diri dan menguatkan image positif yang dibawa oleh jurusan, dengan harapan image yang semakin terbenahi tersebut nantinya mampu menjadi daya tarik bagi pihak lain. Dari besarnya daya tarik tersebut diharapkan besar adanya kemungkinan untuk terjadinya ajakan kerjasama yang saling membangun Kesimpulan dari laporan tugas akhir ini adalah tentang perancangan media promosi cetak bagi Jurusan seni dan desain yang komunikatif demi terbangunnya image jurusan yang lebih positif di mata klien. Di mana target utama klien yang dimaksud adalah mereka yang berada di bawah nama instansi ataupun lembaga yang berkesempatan untuk memberikan atau melancarkan kerjasama yang bersifat saling membangun dan memberikan dampak positif bagi Jurusan Seni dan Desain Universitas Negeri Malang.

Analisis produktivitas kerja pegawai berdasarkan usia dan latar belakang pendidikan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Batu / Elly Syarifha

 

ABSTRAK Syarifha, Elly. 2010. Analisis Produktivitas Kerja Pegawai berdasarkan Usia dan Latar Belakang Pendidikan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Batu. Skripsi. Fakultas Ilmu Pendidikan. Jurusan Administrasi Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing, (1) Dra. Mustiningsih, M.Pd; Pembimbing, (2) Dr. H. Achmad Yusuf Sobri, S.Sos, M.Pd. Kata kunci: produktivitas kerja, usia, dan latar belakang pendidikan. Manusia merupakan unsur terpenting dalam suatu organisasi. Manusia dalam organisasi mempunyai kepentingan dan tujuan yang berbeda, akan tetapi tujuan tersebut dipersatukan menjadi tujuan bersama. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan kualitas sumber daya manusia yang handal guna kemajuan lembaga atau organisasi. Salah satu hal yang mendukung tingkat kualitas sumber daya manusia adalah pendidikan. Latar belakang pendidikan merupakan salah satu hal yang mendasari bagi seorang pegawai untuk mengaktualisasikan dirinya lebih baik dalam menghadapi tantangan pekerjaan supaya bisa bekerja lebih baik dan lebih produktif. Selain latar belakang pendidikan, disinyalir usia juga mempuyai pengaruh terhadap tingkat produktivitas kerja pegawai. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) seberapa tinggi tingkat produktivitas kerja pegawai Kantor Dinas Pendidikan Kota Batu?; 2) seberapa tinggi tingkat produktivitas kerja pegawai Kantor Dinas Pendidikan Kota Batu jika ditinjau dari karakteristik usia dan latar belakang pendidikan?; 3) apakah ada perbedaan produktivitas kerja pegawai Kantor Dinas Pendidikan Kota Batu bila dilihat dari karakteristik usia dan latar belakang pendidikan?. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui tingkat produktivitas kerja pegawai Kantor Dinas Pendidikan Kota Batu; 2) untuk mendeskripsikan tingkat produktivitas kerja pegawai Kantor Dinas Pendidikan Kota Batu jika ditinjau dari karakteristik usia dan latar belakang pendidikan; 3) untuk mengetahui perbedaan tingkat produktivitas kerja pegawai jika ditinjau dari karakteristik usia dan latar belakang pendidikan. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Batu jalan Bukit Berbunga nomor 13 Kota Batu. Subjek penelitian adalah seluruh pegawai berjumlah 113 orang, tidak ada sampel dalam penelitian ini (penelitian populasi). Hal-hal yang diteliti adalah tingkat produktivitas kerja pegawai berdasarkan usia dan latar belakang pendidikanya. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen untuk mengumpulkan data menggunakan angket. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis komparatif (One Way Anova/analisis satu jalur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tingkat prroduktivitas kerja pegawai Kantor Dinas Pendidikan Kota Batu termasuk dalam kualifikasi tinggi. Dari data penelitian yang terkumpul kemudian dihitung dengan menggunakan Methode of Successive Interval (MSI) diperoleh nilai rata-rata 50,53872 yang artinya produktivitas kerja tinggi karena berada pada rentang 36,88167- 54,832249; 2) tingkat produktivitas kerja berdasarkan usia, diperoleh hasil pegawai usia 41-50 tahun pada kualifikasi tinggi karena berada pada rata-rata 53,856676; 3) tingkat produktivitas kerja pegawai berdasarkan latar belakang ii pendidikannya diperoleh hasil bahwa tamatan D1 dan S2 pada kualifikasi tinggi masing-masing rata-ratanya adalah 58,31645 dan 57,43027. Hasil analisis One Way Anova tentang hipotesis pertama yaitu “terdapat perbedaan produktivitas kerja antara pegawai yang berusia muda dengan pegawai berusia tua ” menunjukkan bahwa, Ho ditolak (rejected) atau dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai yang berusia muda dengan pegawai yang berusia tua. Pengujian hipotesis kedua tentang “terdapat perbedaan produktivitas kerja pegawai yang berlatar pendidikan tinggi dengan pegawai yang berlatar belakang pendidikan rendah” hasil analisis menunjukkan bahwa, Ho tak ditolak (not rejected) atau dengan kata lain tidak ada perbedaan yang signifikan antara produktivitas pegawai berlatar belakang pendidikan tinggi maupun rendah. Dari hasil penelitian tersebut, ada beberapa hal yang dijadikan saran bagi: Kepala Kantor Dinas Pendidikan Kota Batu untuk tetap mempertahankan produktivitas para pegawainya yang sudah tinggi, tetap memberi dorongan, motivasi pada pegawai supaya tetap berkerja dengan lebih baik; bagi pegawai Kantor Dinas Pendidikan Kota Batu tetap mempertahankan produktivitas kerja yang tinggi, dan senantiasa melakukan perbaikan guna kemajuan lembaga; bagi peneliti lain hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk menambah wawasan, terutama bagi mereka yang ingin meneliti tentang produktivitas kerja.

Studi tentang pengaruh monosodium glutamat dan umur biakan terhadap pertumbuhan Paramaecium sp /oleh Dulmajid

 

Pengembangan media pembelajaran berbasis Content Management System (CMS) yang diinteraksikan dengan media sosial pada mata pelajaran produktif TKJ X SMKN 1 Pungging, Mojokerto / Larensi Mahligai Mustika Rani

 

Rani, Larensi Mahligai Mustika. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran berbasis Content Management System (CMS) yang Diinteraksikan dengan Media Sosial pada Mata Pelajaran Produktif TKJ Kelas X SMKN 1 Pungging, Mojokerto. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T., Pembimbing (II) Dr. Muladi, S.T., M.T. Kata Kunci : Media Pembelajaran, CMS, Joomla, Media Sosial. Penyampaian materi pada kegiatan pembelajaran Kelas X TKJ SMKN 1 Pungging Mojokerto dilaksanakan dengan metode ceramah oleh guru. Ceramah tersebut berdasarkan materi yang ada pada modul teks. Pembelajaran ini berjalan monoton meskipun telah memanfaatkan media presentasi. Hal ini berpengaruh pada motivasi belajar siswa rendah yang berakibat pada rendahnya pemahaman siswa. Oleh karena itu perlu dikembangkan media pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Media pembelajaran berbasis CMS Joomla yang memanfaatkan interaksi dengan Facebook dan Twitter merupakan alternatifnya, karena saat ini sebagian besar siswa mengakses Facebook dan Twitter secara intensif. Facebook dan Twitter memungkinkan pengguna dapat berdiskusi, berbagi informasi, dan mengirim pesan kepada pengguna lain. Media pembelajaran berbasis Joomla juga dapat memudahkan guru untuk memantau keaktifan siswa, memperbarui materi atau soal-soal, dan menyimpan nilai siswa dalam beberapa ujian. Adanya web learning yang pernah ada di SMKN 1 Pungging juga tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh guru maupun siswa, karena pengelolaan dan pengembangan web yang kurang efisien. Agar pembelajaran efektif dan efisien, tidak terkesan monoton, dan siswa termotivasi untuk belajar, maka diperlukan media pembelajaran yang dapat digunakan oleh siswa di dalam maupun di luar kelas.Model pengembangan media pembelajaran yang digunakan adalah modelADDIE, sedangkan pengembangan perangkat lunak CMS Joomla yang diinteraksikan dengan Facebook dan Twitter menggunakan model Incremental. Perolehan skor persentase dari empat tahap yaitu, (1) 89,9% untuk uji validitas ahli media, (2) 96% untuk uji validitas ahli materi, (3) 91,9% untuk uji coba kelompok kecil, (4) 89,8% untuk uji lapangan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis CMS Joomla dinyatakan valid dan layak untuk diterapkan sebagai alternatif penyampaian pembelajaran siswa

Pengaruh perbedaan strategi metakognitif dan kemampuan akademik terhadap kemampuan metakognitif dan kemampuan kognitif peserta didik kelas XI-IPA SMA Laboratorium UM / Yuyun Dwitasari

 

ABSTRAK Dwitasari, Yuyun. 2010. Pengaruh Perbedaan Strategi Metakognitif dan Kemampuan Akademik terhadap Kemampuan Metakognitif dan Kemampuan Kognitif Peserta Didik Kelas XI-IPA SMA Laboratorium UM. Tesis, Jurusan Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc. Ph.D., (II) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, M.S. Kata kunci: strategi metakognitif, kemampuan akademik, kemampuan metakognitif, kemampuan kognitif Pendidikan mempunyai peranan strategis dan memberikan kontribusi yang sangat besar dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Rendahnya kualitas sumber daya manusia tidak lepas dari rendahnya tingkat pendidikan yang ada, sehingga perlu pembaharuan dan perbaikan dalam pembelajaran, yakni dalam hal perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi proses pembelajaran. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa tingkat kemampuan peserta didik dalam merencanakan, memantau, dan mengevaluasi proses pembelajaran masih rendah, sehingga kemampuan metakognitif dan kemampuan kognitif rendah. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan metakognitif dan kemampuan kognitif peserta didik yaitu dengan menerapkan strategi metakognitif. Strategi metakognitif yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: (1) strategi metakognitif melalui pembelajaran PBMP dan TPS, (2) strategi metakognitif melalui pembelajaran multistrategi dan jurnal belajar. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui perbedaan kemampuan metakognitif dan kemampuan kognitif peserta didik yang diberi strategi metakognitif melalui PBMP dan TPS dengan peserta didik yang diberi strategi metakognitif melalui multistrategi dan jurnal belajar, (2) mengetahui perbedaan kemampuan metakognitif dan kemampuan kognitif peserta didik pada kemampuan akademik yang berbeda, dan (3) mengetahui perbedaan kemampuan metakognitif dan kemampuan kognitif peserta didik yang diberi strategi metakognitif melalui multistrategi dan jurnal belajar pada kemampuan akademik yang berbeda. Penelitian ini setara dengan penelitian eksperimen semu (quasi). Penelitian ini dilaksanakan di SMA Laboratorium UM pada kelas XI-IPA yaitu pada bulan Oktober-Desember 2009. Adapun instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif yaitu menggunakan tes kemampuan kognitif, sedangkan untuk mengukur kemampuan metakognitif dengan menggunakan inventori strategi metakognitif. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis kovarian (anakova) dengan hasil pre-test sebagai kovariat. Data hasil penelitian sebelum dianalisis terlebih dahulu diajukan uji asumsi anakova yang mencakup uji normalitas data dan uji homogenitas data. Kemudian dilakukan uji lanjut dengan menggunakan teknik statistik Least Significance Difference (LSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan kemampuan metakognitif dan kemampuan kognitif peserta didik yang diberi strategi metakognitif melalui PBMP dan TPS dengan multistrategi dan jurnal belajar. Temuan ini juga menunjukkan bahwa strategi metakognitif melalui PBMP dan TPS lebih berpotensi untuk meningkatkan kemampuan metakognitif peserta didik, sedangkan strategi metakognitif melalui multistrategi dan jurnal belajar lebih berpotensi untuk meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik, (2) tidak ada perbedaan kemampuan metakognitif peserta didik berkemampuan akademik tinggi dengan kemampuan akademik rendah. (3) ada perbedaan kemampuan kognitif peserta didik berkemampuan akademik tinggi dengan kemampuan akademik rendah. Temuan ini dapat dipahami karena peserta didik berkemampuan akademik tinggi akan lebih mampu menyerap informasi baru dan cenderung memiliki pengetahuan awal yang lebih dibandingkan dengan peserta didik berkemampuan akademik rendah, (4) ada perbedaan kemampuan metakognitif peserta didik yang diberi strategi metakognitif melalui PBMP dan TPS dengan multistrategi dan jurnal belajar pada kemampuan akademik yang berbeda. Kombinasi perlakuan PBMP dan TPS pada kemampuan akademik tinggi merupakan kombinasi perlakuan yang paling berpotensi untuk meningkatkan kemampuan metakognitif peserta didik, dan (5) tidak ada perbedaan kemampuan kognitif peserta didik yang diberi strategi metakognitif melalui PBMP dan TPS dengan multistrategi dan jurnal belajar pada kemampuan akademik yang berbeda. Hasil temuan ini dipahami dapat terjadi karena strategi metakognitif yang digunakan merupakan strategi pembelajaran kooperatif yang memungkinkan semua peserta didik dapat menguasai materi pada tingkat penguasaan yang relatif sama atau sejajar. Peserta didik dengan kemampuan akademik rendah memperoleh hasil belajar positif dari peserta didik dengan kemampuan akademik tinggi, demikian sebaliknya peserta didik yang berkemampuan akademik tinggi mempunyai pengalaman positif (keterampilan interpersonal) karena menyumbangkan pemikiran-pemikiran positif kepada temannya yang berkemampuan akademik rendah. Hasil angket respons peserta didik terhadap pembelajaran strategi metakognitif menunjukan bahwa respons peserta didik yang diberi strategi metakognitif melalui PBMP dan TPS termasuk pada kriteria berminat, sedangkan yang diberi strategi metakognitif melalui multistrategi dan jurnal belajar termasuk pada kriteria sangat berminat. Hal ini berarti bahwa peserta didik mempunyai respons/tanggapan yang positif terhadap pembelajaran strategi metakognitif. Saran-saran dalam penelitian ini yaitu: (1) kemampuan kognitif peserta didik masih perlu ditingkatkan dengan cara memperbaiki proses pembelajaran melalui kegiatan lesson study, (2) guru sebaiknya menerapkan pembelajaran multistrategi yang bersifat PAIKEM untuk memotivasi peserta didik dalam belajar dan mampu meningkatkan kemampuan kognitif dan metakognitifnya, dan (3) peserta didik harus lebih kreatif dan inovatif dalam menulis jurnal belajar seperti menulis diary (buku harian) agar lebih mampu memberdayakan kemampuan metakognitifnya.

Membangun jaringan proxy server menggunakan mikrotik di SMP Shalahuddin Malang / Misto, Ainu Fikri Al Asabit

 

Kata kunci : router, wifi, url filtering. Teknologi jaringan internet telah berkembang dengan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Seiring dengan perkembangan tersebut, maka perlu adanya pengembangan terhadap jaringan komputer yang sudah ada di sekolah-sekolah, agar jaringan komputer tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai pendukung proses belajar-mengajar, terutama kebutuhan informasi Untuk mewujudkan peningkatan layanan pembelajaran, perlu ditempuh upaya-upaya yang bersifat komprehensif terhadap kemampuan guru dalam memanfaatkan internet sebagai sumber belajar. Berkaitan dengan perkembangan teknologi jaringan komputer yang ada sekarang ini, guru dan siswa dapat belajar dengan menggunakan layanan interne. Mikrotik pada standar perangkat keras berbasiskan PC Router dikenal dengan kestabilan, kualitas kontrol dan fleksibilitas untuk berbagai jenis paket data dan penanganan proses rute atau lebih dikenal dengan istilah routing. Contoh aplikasi yang dapat diterapkan dengan adanya mikrotik selain routing adalah manajemen bandwidth, firewall, url filtering, backhaul link, Virtual Private Netword (VPN) server dan masih banyak lainnya. Dalam pelaksanaan tugas akhir ini penulis berhasil menguji coba jaringan Proxy server yang dikembangkan di SMP Shalahuddin Malang. sebagai sumber belajar bagi guru dan siswa. Jaringan komputer untuk layanan internet yang dikembangkan juga dapat terhindar dari hal–hal yang berbau pornografi karena sudah menggunakan url filtering sehingga situs–situs yang tidak baik untuk pendidikan guru dan siswa terblokir.

The use of English songs in the teaching of listening at SMA Negeri 6 Malang / Muhamad Nur Hasani

 

ABSTRACT Hasani, Muhamad Nur. 2010. The Use of English Songs in the Teaching of Listening at SMA Negeri 6 Malang. Thesis, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Drs.H.Murdibjono, M.A. Key Words: English songs, listening skill. This study is to find out and describe several matters in the implementation of English songs in listening activity at SMA Negeri 6 Malang. This study is developed as a descriptive qualitative research because some characteristics of qualitative were involved in this study, i.e. the data setting were natural, the findings were reported descriptively, the researcher became the main instrument, and the data were analyzed inductively. The subjects of this research were the students of grade XI at SMA Negeri 6 Malang. They were the students in grade XI-Science Program, grade XI-Social Program, and grade XI-Language Program. In this study, some instruments to collect the data were also used, i.e. observation sheet, interview guide for the teacher, interview guide for the students, and questionnaire for the students. All the collected data were analyzed and reported descriptively. From the research findings, it could be concluded that the students and the teacher faced some problems during the listening activity using English songs. For the students, the problems occurred because the students lacked motivation, lacked concentration, lacked confidence, and lacked vocabulary. While for the teacher, the problems were divided into two categories: the problems that were caused by the media and the problems that were caused by the students. To minimize the students’ problems, the teacher used some strategies, i.e. replaying the particular songs’ lyrics several times, asking the students to concentrate, giving some clues and multiple choices, and even giving rewards and punishment for the students. Based on the result of this research, there are many suggestions offered. For the English teachers, it is suggested that the English teachers conduct the listening activity using English songs continuously and regularly in order to improve students’ listening ability. The teachers should also use new English popular songs which have relation with the topic in the textbook. In addition, the teachers should give more control to the students in the activity in order to conduct the activity runs well. For the other researchers, it is suggested that they conduct similar research in different levels of the students. Classroom action research (CAR) can be done as the alternative.

Pengembangan Media Item Papan Flanel Untuk Meningkatkan Prsesntasi Belajar Pada Bidang Pengembangan Daya Pikir Pada Anak TK Di TK Siti Hajar Malang oleh Diana Ratnawati

 

Dalamp elaksanaapne mberajaranm, ediam erupakank omponente rpaduy ang tidak bolehd iabaikanM. edia pemberajaraand arahs egalar "t*tu'y*g d"p", digunakanu ntukm enyalurkanp esan@ ahanp emberaiarans).a rah'satrmi edia pmdmmmpeieadeeenmsadnngailgybaaalaiema imntmlehgtaam em aptjaareuta sp nrmssieaak eiybbpnaacaaameu nanndnrt ra igafa akltlda k alaeapan nnrpmirepgm earas.n. speutB dj eeneniemkmgg-rorde.Uaab lanan.yesnahfnrtlakatlaae u orajnbkkyntpai.kahistnaralpu emna np" dpednube a ragdinalrc aragal'ounmehnibuiptm gp oteearubhlonnnaa rsgb jd-naee"1igmi rim0ldpT ;;,eeeKb" gmn;ma u#sgnprb;iat;uugie. nm naulim raynruerlae ari-gic"du r,aaai iandrrlnai"a it rs em mJsu"-meatei uh k"n pgiaomnga mld aiaepritbhu laaadaa nsadltuiaraianlamh fklaerlaesl,. dand iharapkand apatm eningkatkane fekriirtu,p roi, u"ffi i-engalard i ypcPdbTaoeeieulnnnmamjyggtnoblta a eghennlbaP plaf.aeaaneheljnn-a adn n1gdtriggat0akaemeeynd nadu tmma iea anandpbnbntguika agtak aaknani oTtrn gmgednaK aamammknb nnpArya peei aatpr adtd d-t teegp ieiaaamraarnsii mcttnbd eeefa lebammbaparpunaya ppdrlteatsi jaa i adrenippda rigcraaaajaamminnnpkkrff-e aaeallue aantnn mkf nnadeg ieenerakeill nkstl pania.eafSeda .mnrkmaeris dokl h,aba iniirrnhetsio*uu g leuainlgepa jtuaahu ruti ur silko paaji';stmmenn;u"i gra reet,a uenn psnlrggu;eti;'-ea u;Jci ont"aaai aurnlmskdal lh" iaox" r ainhun n4sgrtgs5uauuesnrn mnupagnhe.gn.it mm(I)ea imtdeeprLn(ir,4o.t Ti)dfsmiukkkeaa(skhns7i-eig),l m a benumeetmkubahvadhaana (lng2iiaad,k)m r.aaaap(s netngei _,v)an m a grireteJuumarajeub s(vaa5iin,jsn mgi'.paemnene mydubiasei tuerpumne. ptitu:uairrpnlunajnungpf,k lr ae ,nnmefuar,ann dgfaarr,aauth(na:6 n), - !$yek uji cobap engembangmane diait emp apanfl aneradararhK A siti l11avr alys.sebany:a,0ky isw.raJ,r nil pengumpu,udL d*;;il"iggun.ron atyrddleerhaaalrstlnhlnirapm rga _demod eTisnaBga.dpb ruupaeiloaed hnrb8nad nilae5ei ua tmkn,uprds6asbsekeaiu0nee derrn/n rnaikonattyshaauh,u,hata a. ln kuan iahmtm n skatrsuieigama i ryulkbn ntkumja e.gi eg nuctroe'liteoggna rdnrb 4ajtiigydd,uai,hs sg uaa-kiu isovkno t jarwau/ itdeoce rraas,im.otdah pr;g b'raea.ohureabsanntina.urdsaieug p s uii[ir tugoiiao arir uan einja"ians tsnugr"i.up,i r aadr s[ oy**iienteuppn a"dn e f"di,raprgsine"ouan"a n7inr;fhg e e,h. ph0 rkhgrir";m3am i; r*;u ;*%;n;ie;ikn;er;D ;d.;; t;d ""*u ai;'a'iukirala,ai 'ha rn,hgda ham"risrimlrii iei ab aslt veekaatdearur tasirrekktiueda,uar abaitn:, sunit kbmbeeeelfradadsijaaSai.st s erei asmdwrap kkanaa8r gpni9tak e,1anurfi3ln naay% tn uaDe.kn hra rg aadr iyshi taiearbk nsue itnlrtu iatrkujsaakesdmrn b ii igauvusatb ni endargikdp-aaemndsrao aaslrreiikmmnhakg apenr rsim toirl,sr eeiennustaua; e;hgk;h;ira iil;ita;ue;r;er mkira"ivenl uantlgt"idua: ,sjma aitrai ka memenukhrii teriae fekti{,m akam ediait emp apann *"r mmeenngcagputanuiaj ukmaannep deimait beemrpa ajapraannfl yaandneigtle tapkune.. tinyup ""rne'ar,niiaroaidgn,,- "uori.uu nav uurnug,n "t"trif

Pengembangan metode pembelajaran E-Learning pada teori dasar kompetensi kejuruan program keahlian ketenagalistrikan di SMK Negeri 2 Kendal / Masrukhin

 

PENGEMBANGAN METODE PEMBELAJARAN E-LEARNING PADA TEORI DASAR KOMPETENSI KEJURUAN PROGRAM KEAHLIAN KETENAGALISTRIKAN DI SMK NEGERI 2 KENDAL OLEH: MASRUKHIN NIM 606615552094 ABSTRAK Masrukhin, 2007. Pengembangan Metode Pembelajaran E-learning Pada Teori Dasar Kompetensi Kejuruan Program Keahlian Ketenagalistrikan di SMK Negeri 2 Kendal. Program Studi Pendidikan Kejuruan, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ir. H. DjokoKustono, M.Pd., (II) Hakkun Elmunsyah, S.T, M.T. Kata Kunci: pengembangan, metode pembelajaran e-learning, kompetensi kejuruan, SMK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-learning pada teori dasar kompetensi kejuruan di SMK Negeri 2 Kendal. Ada 4 aspek yang dapat diungkap sehubungan dengan pengembangan e-learning pada proses pembelajaran, yaitu (1) untuk mengetahui bagaimanakah respon siswa terhadap teori da¬sar kompetensi kejuruan terhadap model pembelajaran berbasis e-learning, (2) untuk mengetahui perbedaan signifikan dalam pencapaian kompetensi teori da¬sar kompetensi kejuruan konvensional dengan berbasis e-learning. Hasil penelitian ini menyimpulkan (1) pengembangan materi pembelajaran e-learning dari ahli materi pembelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan dengan rata-rata prosentase 70%,(2) Uji coba lapangan dengan rata-rata prosentase 84%, (3) pembelajaran menggunakan e-learning hasilnya lebih baik dari pada tidak menggunakan e-learning pada mata diklat dasar kompetensi kejuruan,(4) kelebihan penggunaan e-learning sebagai model pembelajaran di SMK Negeri 2 Kendal, adalah (a) guru akan mudah mengontrol aktivitas belajar siswa, (b) membantu siswadalam mengerjakan tugas-tugas, (c) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, serta (d) pembelajaran menjadi lebih efektif.

Membangun dan memanfaatkan proxy server untuk memfilter dan mengatur waktu akses situs facebook di SDN Mergosono 3 Malang / Setiawati, Mustofa Kamal

 

Kata kunci: FreeBSD, proxy server FreeBSDadalahsebuahsistemoperasimiripUnix(berlisensi)bebas.Padatahun1993ketikapengembangan386BSDdihentikan,lahirlahduaproyekbaru:NetBSD,yangdikenaldapatdijalankanpadabanyakjenisarsitektur,danFreeBSDyangmendukungplatformx86,amd64,ia64,sparc64danalpha.FreeBSDdikenaldenganstabilitas,performadankeamanannya,sehinggadigunakanolehbanyakperusahaandiseluruhdunia. Proxyserveradalahserveryangbergunasebagaiperantaraantaraclientdenganservergatewaysebelumberhubungankeinternet.Denganadanyaproxyserver,makasitusyangseringdibrowsingterasasemakincepatteraksesolehuser,karenadisimpandidalamcacheproxy.Cacheproxyadalahsebuahcacheserveryangbergunauntukmenyimpanataumenampunginformasi(http)yangpernahdiaksesolehsebuahkomputermaupunkomputerlainyangmasihberadadidalamsatujaringanlokalyangsamadenganproxyservertersebut.ProxyserveriniberjalanpadasistemoperasiFreeBSDdansoftwareyangdapatdigunakanadalahsoftwareterbaikyangadadiFreeBSDadalahSquid.

Hubungan antara konsep diri dengan kematangan sosial pada remaja penyandang tuna daksa di UPT rehabilitasi sosial cacat tubuh / Wahyu Setyorini

 

ABSTRAK Setyorini, W. 2010. Hubungan Antara Konsep Diri dengan Kematangan Sosial Pada Remaja Penyandang Tuna Daksa Di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Tubuh . Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si. (II) Nur Eva, S.Psi, M.Psi. Kata Kunci : konsep diri, kematangan sosial, tuna daksa Konsep diri merupakan pandangan dan penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri. Seorang individu dengan penilaian yang positif terhadap dirinya akan menyukai dan menerima keadaan dirinya sehingga akan mengembangkan rasa percaya diri, harga diri, dan dapat melakukan interaksi sosial secara tepat. Rasa percaya diri dan harga diri yang tumbuh seiring dengan adanya keyakinan terhadap kemampuan dirinya membuat individu cenderung tampil lebih aktif dan terbuka dalam melakukan hubungan sosial dengan orang lain. Relasi sosial yang luas akan menjadikan inidividu mampu mengerti dan melakukan apa yang diharapkan oleh lingkungan, sehingga memudahkannya untuk menyesuaikan dengan keadaan lingkungan. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui konsep diri remaja penyandang tuna daksa; (2) mengetahui kematangan sosial remaja penyandang tuna daksa; (3) mengetahui hubungan konsep diri dengan kematangan sosial pada remaja penyandang tuna daksa. Jenis penelitian ini adalah korelasional dan merupakan penelitian populasi, sedang dalam pengambilan sampel uji coba menggunakan teknik purposive sampel, subjek penelitian dalam penelitian ini berjumlah 32 orang yaitu remaja penyandang tuna daksa di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Tubuh Pasuruan yang berusia 17-21 tahun. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Skala Konsep Diri dan Skala Kematangan Sosial. Skala Konsep Diri dan Skala Kematangan Sosial yang dikembangkan oleh peniliti. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengumpulan data menggunakan skala. Teknik analisis data menggunakan analisa deskriptif dan korelasi Parsial. Hasil penelitian ialah: (1) secara umum konsep diri remaja penyandang tuna daksa berada dalam klasifikasi sedang sebesar 59,38% atau sebanyak 19 orang; (2) kematangan sosialnya kategori tinggi sebesar 43,75% atau sebanyak 14 orang dan yang termasuk dalam kategori sedang yaitu sebesar 43,75% atau sebanyak 14 remaja; (3) korelasi antara konsep diri dan kematangan sosial sebesar r = 0,942, berarti bahwa ada hubungan antara konsep diri dengan kematangan sosial pada semua klasifikasi remaja penyandang tuna daksa yang positif dan signifikan dalam kategori tinggi. Dari hasil penelitian disarankan pihak UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Tubuh Pasuruan Hendaknya membantu membentuk konsep diri positif pada remaja penyandang tuna daksa dengan membantu merancang tujuan-tujuan yang sesuai dengan realitas, membantu mengevaluasi terhadap diri sendiri agar menjadi positif, membantu agar remaja penyandang tuna daksa dapat memahami dan menerima sejumlah fakta yang sangat bermacam-macam tentang dirinya sendiri serta dapat menerima keberadaan orang lain dengan diberikan pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan dan diberikan wawasan yang cukup bagi remaja penyandang tuna daksa.

Hubungan antara konflik peran ganda dan komitmen organisasi dengan prestasi kerja karyawati yang berkeluarga di Bagian Administrasi PT. Gudang Garam Tbk. Kediri / Medika Stevany Riyantho

 

ABSTRAK Riyantho, Medika Stevany. 2010. Hubungan Konflik Peran Ganda dan Komitmen Organisasi terhadap Prestasi Kerja Karyawati di Bagian Administrasi PT. Gudang Garam Tbk. Kediri. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Marthen Pali, M. Psi., (II) Hetti Rahmawati, S. Psi., M. Si. Kata Kunci: Konflik Peran Ganda Wanita, Komitmen Organisasi, Prestasi Kerja, Karyawati Berkeluarga, PT. Gudang Garam Tbk. Kediri. Sekarang ini banyak ibu rumah tangga yang sekaligus merangkap sebagai karyawati disebuah perusahaan, dalam praktiknya wanita sulit sekali melakukan peran-perannya secara bersama dan seimbang sehingga dapat menimbulkan konflik peran ganda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara konflik peran ganda dan komitmen organisasi dengan prestasi kerja. Penelitian ini dilakukan pada karyawati yang berkeluarga di bagian administrasi PT. Gudang Garam Tbk. Kediri dengan subjek berjumlah 50 orang dari devisi pelayanan umum dan sekretariatan di unit I yang diperoleh dengan metode purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif korelasional regresi ganda dengan bantuan software program SPSS 17.00 for Windows. Penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) korelasi antara konflik peran ganda dan prestasi kerja menghasilkan nilai r = -0,302; p = 0,017 < 0,05, berarti ada hubungan antara konflik peran ganda dan prestasi kerja, (2) korelasi antara komitmen organisasi dan prestasi kerja menghasilkan nilai r = 0,97; p = 0,000 < 0,05, berarti ada hubungan antara komitmen organisasi dan prestasi kerja, (3) korelasi antara konflik peran ganda dan komitmen organisasi dengan prestasi kerja menghasilkan nilai R = 0,977 > R 0,361; p = 0,000 dan nilai R = 0,955, berarti ada hubungan dan sumbangan 95,5% dari konflik peran ganda dan komitmen organisasi untuk prestasi kerja. Dari hasil penelitian, dapat disarankan bagi karyawati untuk mengikuti pelatihan agar dapat memerankan peran gandanya seseimbang mungkin serta mampu memanajemen dengan baik antara tugas sebagai ibu rumah tangga dan tugas sebagai karyawati sehingga tidak terjadi konflik peran ganda. Diharapkan pada perusahaan agar mengadakan pelatihan dan supervisi sehingga karyawati yang berkeluarga tidak mengalami konflik peran ganda dan merasa nyaman saat bekerja. Dimana hal tersebut mempengaruhi komitmen dan prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawati. Peneliti selanjutnya diharapkan untuk memperbaiki pilihan jawaban bila menggunakan skala prestasi kerja dalam penelitian ini dan lebih banyak meneliti tentang karyawati yang berkeluarga dengan mengamati faktor-faktor lain yang berhubungan dengan konflik peran ganda wanita, komitmen organisasi dan prestasi kerja. Penelitian tersebut diharapkan dapat memperkaya pengembangan ilmu psikologi pada umumnya dan psikologi industri pada khususnya.

Penggunaan media papan flanel untuk meningkatkan proses dan hasil belajar IPA siswa kelas IV MI Miftahul Huda I Kenep Beji Pasuruan / Taufik

 

Taufik. 2010. Usage of Media flannel board for the improving of Hasi learn IPA Class of IV MI Miftahul Huda I. Skripsi. Majors of Education Elementary School and Pre School. Program Study The PGSD. Faculty Science Education of Unlucky University Country. Counsellor (I) Drs. Heru Agus Tri Widjaja, M.Pd. Counsellor (II) Dra. Harti Kartini, M.Pd. Keyword: Flannel Board Media, Study, IPA, SD. Lesson of IPA is an activity learn student about structured science systematically from result of activity of student in the form of fact, concept, principal and theory about event of obtained environment through erudite method. Pursuant to experience in field, less success it study of IPA caused by teacher less is entangling of student in study, so that student less active and donot motivat to learn. Is proven from result of conducted tes, to be obtained by mean assess class (39,0), and there is still 18 student which is its value still below SKM subject of IPA MI Miftahul Huda I, that is 6 student get value (50), 5 student get value (40), 3 student get value (30), 1 student get value (20), and 1 student getting value (10). To overcome the mentioned, one of them by using good study model. Board flannel media represent study media making student find by xself what studying of, is so that expected, what got by student more go along way and student can apply him in everyday life. This research aim to for description: (1) applying of flannel board media in study of IPA class of IV, (2) activity learn student, (3) make up of result learn student, (4) student comments about applying of flannel board media by using device of PTK. This subyek research is class student and teacher of IV MI Miftahul Huda I Kenep District of Beji Sub Province of Pasuruan counted 21 student. Instrument used to collect data is documentation, observation sheet, enquette, and tes. Result of this research indicate that flannel board media can improve study of IPA class of IV MI Miftahul Huda I. this Matter is shown at the height of ability of teacher in study of IPA. At cycle of I mean score at APKG is (3,3), medium at cycle of II score flatten him mount to become (3,5). For the activity of student at cycle of I show value (59,6) with level efficacy of goodness. While at cycle of II natural of increase become (69,5) with level efficacy of goodness. Average value result of learning student mount to start at action pre (39,0), cycle of I (79,0), and cycle of II (80,5). Student comments very like to applying of flannel board media. Conclusion of which can obtained from this research is: (1) applying of flannel board media mount ability of study teacher, (2) improving student activity, (3) improving result learn student, and (4) student feel to like with applying of flannel board media. Pursuant to result of research suggested: (1) Research can be made by guidance for the determinant of to policy to headmaster in the effort improving study specially at subject of IPA. (2) To use flannel board media shall draw up preparation which enough mature, because do not each every topic can use flannel board media, and pay attention its weaknesss, so that getting expected study. (3) For other researcher, need the existence of furthermore research, to get more finding of signivication.

Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua Dengan Perilaku Disiplin Anak Di Play Group Permata Bunda Malang oleh Sumarni

 

Orang tua merupakan faktor yang sangat berpengaruh pada perfumbuhan kepribadiana nak,k arenaa spekh ubungano rangt ua dan anakb ersifatp engasuhan secaral angsung.P engasuhanin i meliputi mendidik, membimbing,m erawat, menjaga, dan mendisiplinkan anak sesuai dengan nonna yang diharapkan masyarakapt ada umumnya.P ola asuh orang tua ini merupakans alah satu faktor yangm enentukanp erilakud isiplin anak. Penelifian ini dilaksanakan di Play Group Permata Bunda Malang yang bertujuanu ntuk mengetahui:( l) gambaranp ola asuh orang tua anak di play GroupP ermataB undaM alang,( 2) gambaranp erilakud isiplin anakd i play Group Permata Bunda Malang, (3) hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku disiplina nakd i Play GroupP ermataB undaM alang. Rancangan penelitian ini bersifat deskriptif korelasional. Mengingat penelitiani ni untuk mengetahugi ambaranp ola asuho rangt ua denganp erilaku disiplin anak,m aka penelitianm enggunakana nalisisd eskiptif prosentases,e rta analisisk orelasi yang tujuannyau ntuk mengetahuis eberapak uat hubungana ntara pola asuh orang tua dengan perilaku disiplin anak di play Group permata Bunda Malang. Jumlah populasi seluruhnya 35 sehingga penelitian ini termasuk penelitianp opulasiy ang menggunakanto tal sampling.I nstrumenp engumpulan datab erupaa ngkevkuesioneTr.e knik analisisd atay ang digunakany aitu analisis prosentasdea na nalisisk orelasiP ntdttctA .finnanPt aurson. Hasil penelitianin i menunjukkanb ahwap adak ajianp ola asuho toriter respondence nderungja rang rnenerapkapno la asuho toriter( 32,96%),p adak ajian pola asuh demokratis responden cenderung selalu menerapkan pola asuh demokratis( 67,990/0)d,a n pada kajian pola asuh permisif respondenc enderung jarangm enerapkapno la asuhp ermisif( 39,14%).T etapip adaa spek-aspetke rtentu sebagianre spondenc enderungo toriter dan cenderungp ermisif Sedangkaunn tuk perilakud isiplin anaks ebagianb esarr espondenm enyatakanb ahwaa nakd idik di PlayG roupP ermataB undaM alangc enderunsge lalub erperilakud isiplinb aik di rumah maupun di sekolah. Hipotesis yang diajukan menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perilaku disiplin anak di Play Group Permata Bunda Malang. Hal ini terbukti r hitung lebih besar dari r tabel yaitu 0,703 > 0,334. Berdasarkahna silp enelitianin i, dapatd ikemukakans arany aitu agaro rang tua dalamm engasuha nakh endaknyati dak hanyam enggunakasna tum acamp ola asuh karena antara pola asuh yang satu dengan pola asuh lainnya terdapat keterkaitan, dan orang tua hendaknya selalu memberi contoh yang baik kepada anakk apanpund an di manapunb eradaB. agi pihak play Grouph endaknyas elalu mengarahkaann aka gars elalub erperilakdui siplind i manapund ia berada. l

Peningkatan aktivitas dan hasil belajar PKn materi kejujuran melalui model sinektik bagi siswa kelas II SDN Manaruwi-I Bangil / Siti Khotijah

 

ABSTRAK Khotijah, Siti. 2010 . Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar PKn Materi Kejujuran Melalui Model Sinektik Bagi Siswa Kelas II SDN Manaruwi –I Bangil.Skirpsi , Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah. FIP Universitas Negeri Malang Pembimbing : (1) Drs. H. Sutarno, M.Pd, (2) Drs. H. Rumidjan, M.Pd. Kata Kunci : Model Sinektik PKn, Aktivitas dan Hasil Belajar. Pembelajaran PKn di SD kelas rendah hendaknya menarik dan membuat siswa senang belajar sambil berkreativitas untuk menemukan sendiri apa yang sudah dipelajari dan memecahkan suatu permasalahan yang ada pada materi yang selama dibahas. Berdasarkan observasi dikelas II dan wawancara dengan guru kelas II yang dilakukan pada tanggal 6 febuari 2010 diketahui bahwa terdapat permasalahan pada pembelajaran PKn dikelas tersebut. Secara umum permasalahan tersebut dapat diidentifikasi menjadi beberapa masalah yaitu aktivitas dan hasil belajar. Oleh karena itu pada penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan model sinektik melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model sinektik pada mata pelajaran PKn untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas II SDN Manaruwi I Bangil, mendeskripsikan dampak penerapan model sinektik pada mata pelajaran PKn untuk meningkatkan proses belajar siswa kelas II SDN Manaruwi I Bangil dan mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas II SDN Manaruwi I Bangil. Penelitian ini menggunakan model PTK dengan 2 siklus, dengan standar nilai kelulusan minimal 75. Dengan ketuntasan belajar sebesar 94%. Tehnik pengumpulan data penelitian ini adalah : Observasi, Tes, Catatan Lapangan dan Wawancara. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan mulai pertengahan April sampai pertengahan Mei. Subyek penelitian adalah siswa kelas II SDN Manaruwi I Bangil, yang berjumlah 28 siswa. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model sinektik pada pembelajaran PKn, aktivitas belajar siswa pada siklus I dan II sesuai dengan langkah sinektik meningkat dari 66,4 menjadi 82,5 sedangkan hasil belajar siswa dari siklus I dan II meningkat dari 22,15 menjadi 79,10. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan guru pada pembelajaran PKn hendaknya menggunakan pembelajaran yang bervariasi yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar.

Penerapan model pembelajaran cooperative script untuk meningkatkan prestasi belajar fisika pada siswa kelas XI-IPA3 SMA Negeri 1 Kepanjen Kabupaten Malang / Deri May Nur Hadi

 

ABSTRAK Hadi, Deri May Nur. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Script Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Fisika Pada Siswa Kelas XI-IPA3 SMA Negeri 1 Kepanjen Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Wartono, M.Pd; (II) Drs. Agus Suyudi, M.Pd. Kata Kunci: Cooperative script, Prestasi belajar Upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dan menyiapkan siswa agar memiliki hubungan sosial yang sehat akhir-akhir ini banyak dikembangkan melalui pembelajaran kooperatif. Salah satunya adalah cooperative script. Sejumlah studi tentang cooperative script ini telah konsisten menemukan bahwa siswa yang belajar dengan cara ini dapat belajar dan mengendapkan materi lebih banyak daripada siswa yang membuat ringkasannya sendiri atau mereka yang hanya sekedar membaca materi pelajaran itu. Tujuan dari penelitian ini tidak lain untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI-IPA3 SMA Negeri I Kepanjen. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tahaptahap penelitian tindakan berupa siklus spiral yang meliputi kegiatan: 1) perencanaan, 2) pemberian tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi, yang membentuk siklus demi siklus sampai penelitian tuntas, sehingga diperoleh data yang dapat dikumpulkan sebagai jawaban dari permasalahan penelitian. Dalam penelitian ini akan dilakukan 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan Prestasi belajar siswa kelas IX-IPA3 SMA Negeri I Kepanjen setelah diterapkan model pembelajaran cooperative script diperoleh peningkatan pada prestasi belajar dengan nilai ratarata 71,2 pada siklus I menjadi 76,62 pada siklus II dan ini sudah berada di atas Standar Kelulusan Sekolah yaitu 75 serta ada peningkatan pada tingkat ketuntasan siswa dari sebelum tindakan ke siklus I kemudian ke siklus II adalah dari 20, 59% menjadi 35,29% kemudian menjadi 73,53% siswa yang tuntas belajar dan hasil ini telah memenuhi persentase ketuntasan belajar siswa di SMA Negeri I Kepanjen yang hanya 70%. Diharapkan pada penelitian selanjutnya pembelajaran dapat menggunakan model cooperative script terhadap hasil belajar untuk kondisi latar belakang permasalahan yang sama pada kelas yang akan diteliti.

Pengembangan media animasi untuk mengenalkan huruf alphabet di Taman Kanak-kanak Sang Timur Malang kelas A semester 2 tahun ajaran 2009/2010 / Siska Dewi Sandranita

 

ABSTRAK Sandranita, Siska Dwi. 2010. Pengembangan Media Animasi untuk Mengenalkan Huruf Alphabet Pada Anak Di Taman Kanak – Kanak Sang Timur Malang Kelas A Semester 2 Tahun Ajaran 2009/2010 . Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Joseph Mbulu, M.Pd, (II) Drs.H. Zainul Abidin, M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan, Media Animasi, Huruf Alphabet, Taman Kanak - Kanak Pendidikan sangat penting dalam kehidupan dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia semenjak usia dini hingga manusia itu dewasa. Karena sifatnya yang begitu mutlak dalam kehidupan, maka pendidikan harus dilaksanakan sebaik mungkin, sehingga diharapkan nantinya dapat memperoleh hasil yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Demikian pentingnya pendidikan dalam perkembangan suatu bangsa, sehingga lembaga kependidikan di negara kita terus berupaya untuk menentukan kurikulum, sistem pendidikan, metode pengajaran, dan media pembelajaran yang efektif dan efisien. Pengembangan media Animasi di taman kanak – kanak ini diarahkan untuk menghasilkan produk berupa media Animasi dalam kegiatan pengenalan huruf alphabet pada anak dengan cara yang menyenangkan yaitu bermain atau menghubungkan gambar dengan simbol yang melambangkannya sesuai dengan lingkungan disekitar anak yaitu binatang yang disesuaikan dengan tema pembelajaran, sehingga anak dapat lebih termotivasi dan tertarik untuk mengenal huruf. Sehingga nantinya pembelajaran di Taman Kanak – Kanak Sang Timur Malang dapat lebih efektif. Jenis data pengembangan ini menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara dengan Kepala sekolah TKK Sang timur Malang dan dari hasil observasi (pengamatan) di TKK Sang Timur Malang. Sedangkan data kuantitatif berupa angket ahli media, ahli materi, dan siswa tentang produk yang dikembangkan. Aspek indikator dan kriteria pernyataan yang terdapat dalam angket untuk ahli media, ahli materi, dan audiens (siswa) menggunakan skala 4. Serta skor hasil belajar yang telah memenuhi Standar Ketuntasan Minimum (SKM) di Taman Kanak – Kanak Sang Timur Malang yaitu lebih dari bintang tiga (>***). Data pengembangan media animasi pembelajaran ini menggunakan instrument berbentuk angket kepada ahli media, ahli materi, dan audiens (siswa) dan hasil belajar yang diberikan kepada siswa. Data tersebut diolah untuk dianalisis, di interpretasi, dan disimpulkan tingkat kevalidan dan efektivitasnya. Hasil pengembangan media video pembelajran ini dikemukakan sebagai berikut: uji coba ahli media didapat persentase 86.9% berdasarkan kriteria kelayakan, media animasi ini termasuk kualifikasi valid, uji coba ahli materi didapat persentase 91,2% berdasarkan kriteria kelayakan media animasi ini termasuk kualifikasi valid, uji coba siswa perseorangan didapat persentase 93,4% berdasarkan kriteria kelayakan media animasi ini termasuk kualifikasi valid, uji coba siswa kelompok kecil didapat persentase 93,6% berdasarkan kriteria kelayakan media animasi ini termasuk kualifikasi valid, serta uji coba siswa lapangan (klasikal) didapat persentase 93,5% berdasarkan kriteria kelayakan media animasi ini termasuk kualifikasi valid, Sedangkan untuk hasil belajar kualifikasi keberhasilan diukur dengan membandingkan hasil belajar siswa dengan SKM yang ada di TKK Sang Timur yaitu bintang 3 (>***), siswa dinyatakan memenuhi SKM apabila siswa telah mencapai bintang 4 dan 5. Sedangkan apabila siswa mendapat bintang 1,2 dan 3 maka siswa dinyatakan belum memenuhi SKM. Dari data yang diperoleh pada uji coba perorangan, menunjukkan bahwa semua siswa berhasil memenuhi SKM (>***), uji coba kelompok kecil, menunjukkan bahwa semua siswa berhasil memenuhi SKM (>***),serta uji coba lapangan/klasikal, menunjukkan bahwa 2 siswa belum berhasil memenuhi SKM (>***) dan 21 siswa telah berhasil memenuhi SKM (>***). Maka dapat disimpulkan bahwa media animasi pembelajaran untuk mengenalkan huruf efektif dan dapat dipergunakan sebagai media pengenalan huruf di taman kanak –kanak. Saran yang diajukan kepada guru, hendaknya memanfaatkan media animasi pembelajaran untuk mengenalkan huruf di taman kanak - kanak hendaknya perlu untuk memperhatikan beberapa hal yaitu mempersiapkan terlebih dahulu peralatan-peralatan yang dibutuhkan, memperhatikan petunjuk pemanfaatan, sehingga diharapkan proses belajar dapat berjalan dengan lancar dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Sedangkan untuk pengembang selanjutnya, sebaiknya dapat mengembangkan media animasi ini tidak hanya mengembangkan kemampuan dasar saja tetapi lebih kearah pengembangan kemampuan kognitif siswa. Selain itu pengembangan selanjutnya juga diharapkan dapat menghasilkan media pembelajaran menjadi lebih baik lagi, tepat guna, dan tepat sasaran sehingga dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan yang ada.

Pengaruh efikasi diri dan hasil belajar terhadap minat mahasiswa membuka usaha melalui motivasi berwirausaha di program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Padang / Armiati

 

ABSTRAK Armiati, 2010. Pengaruh Efikasi diri dan Hasil Belajar terhadap Minat Mahasiswa Membuka Usaha Melalui Motivasi Berwirausaha di Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Padang. Tesis, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Bambang Sugeng, MA, MM., (II) Dr. Sudarmiatin, M.Si. Kata kunci : efikasi diri, hasil belajar, minat, motivasi berwirausaha. Penelitian ini bertujuan untuk menguji model mediasi pengaruh efikasi diri dan hasil belajar terhadap minat membuka usaha melalui motivasi berwirausaha. Model mediasi yang digunakan berpijak pada argumen teori yang menyatakan bahwa efikasi diri dapat mempengaruhi minat seseorang melalui suatu kondisi lainnya dan hasil belajar yang diperoleh seseorang dimungkinkan mempengaruhi minatnya dalam belajar secara tidak langsung (Bandura, 2007 dan Prayitno, 1989). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah semua mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi UNP yang terdaftar pada semester Juli-Desember 2009 dan telah mengikuti mata kuliah kewirausahaan. Penarikan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Untuk proses pengumpulan data digunakan metode angket dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data digunakan analisis jalur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa (1) efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi berwirausaha mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FE UNP, (2) hasil belajar tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi berwirausaha mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FE UNP, (3) efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat membuka usaha mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FE UNP, (4) hasil belajar tidak berpengaruh signifikan terhadap minat membuka usaha mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FE UNP, (5) motivasi berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat membuka usaha mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FE Universitas Negeri Padang, (6) efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat membuka usaha mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FE UNP melalui variabel motivasi berwirausaha, dan (7) hasil belajar tidak berpengaruh signifikan terhadap minat membuka usaha mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FE UNP melalui variabel motivasi berwirausaha. Temuan penelitian ini mengimplikasikan bahwa apa yang diindikasikan oleh teori yang memprediksi bahwa hasil belajar dan efikasi diri diduga berpengaruh terhadap minat membuka usaha melalui motivasi berwirausaha sepenuhnya tidak berlaku di lingkungan mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FE UNP. Sesuai dengan hasil penelitian ini ternyata efikasi diri yang merupakan bagian dari output mata kuliah kewirausahaan berpengaruh langsung terhadap peningkatan minat mahasiswa dalam membuka usaha. Hasil penelitian ini sekaligus juga memperkuat penelitian terdahulu yang telah menguji pengaruh langsung efikasi diri terhadap minat. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, dapat disarankan bahwa upaya untuk menumbuhkan minat berwirausaha para mahasiswa dapat dilakukan dengan meningkatkan efikasi dirinya. Agar hal ini dapat terwujud maka diperlukan rancangan kurikulum mata kuliah kewirausahaan yang dapat membentuk dan meningkatkan efikasi diri mahasiswa karena hal ini akan berdampak pada peningkatan minat mahasiswa dalam membuka usaha.

An Analysis of the speaking placement test at SMP Negeri 3 Malang / Hearlie Agritia Chrishantie

 

ABSTRAK Agritia Chrishantie, Hearlie. 2010. Analisa tentang tes penempatan kemampuan berbicara di SMP Negeri 3 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Enny Irawati, M.Pd. Key words: kemampuan berbicara, tes penempatan. Pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing dapat menjadi masalah bagi para siswa di Indonesia karena disebabkan oleh banyaknya perbedaan diantara bahasa inggris dan bahasa indonesia. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah mengeluarkan undang-undang berdasarkan keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan Indonesia No. 060/U/1993. Keputusan tersebut meliputi Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran lokal, sehingga para siswa dapat belajar Bahasa Inggris lebih awal. Hal ini semacam investasi, mereka tahu lebih awal, maka mereka akan menguasainya lebih awal juga. Saat ini, masyarakat menempatkan Bahasa Inggris dalam beberapa kompetisi. Yang lebih dikenal antara lain, debat, pidato, dan bercerita. Di SMP Negeri 3 Malang, mereka menyediakan sarana special ekskul Bahasa Inggris untuk diikuti dan membantu para siswauntuk meningkatkan kemampuannya dan berpartisipasi mengikuti kompetisi. Bukanlah hal yang mudah untuk bergabung dalam ekskul ini. Maka dibuatlah sebuah tes yang akan menempatkan mereka pada bidang yang tepat. Penelitian ini berkategori deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja karakteristik dalam tes penempatan siswa tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2009. Target penelitian ini adalah murid-murid SMP Negeri 3 Malang, calon anggota ekskul. Data-data yang ada, diperoleh dari wawancara, observasi, dan kuisioner; kemudian dianalisa secara descriptif. Berdasarkan hasil penemuan, ditemulan bahwa tes penempatan kemampuan berbicara ini dapat ditinjau dari tiga aspek utama, antara lain: validity, reliability, dan practicality. Tiga aspek tersebut membantu penulis untuk menilai tes itu. . ditemukan bahwa test tersebut tidak valid karena tidak bisa menunjukkan kemampuan siswa yang sebenarnya dan juga karena kelancaran dalam berbicara yang lebih ditonjolkan. Menurut face validity, test tersebut valid karena memenuhi beberapa kriteria, seperti: tersusun dengan baik, dapat dikerjakan secara jelas, jelas dan tidak menyulitkan siswa, memiliki instruksi yang jelas, mengacu pada kurikulumnya, dan memberikan tantangan kesulitan. Dalam hal reliability, tes tersebut reliable karena memiliki instuksi yang jelas. Test tersebut tidak reliable dalam hal inter-rater reliability, karena, para siswa diuji oleh hanya satu penguji. Dalam hal practicality, tes tersebut practical karena menghemat waktu, terbukti dengan bisanya menguji 68 siswa dalam tempo waktu 2 jam saja.dalam hal authenticity, tes tersebut authentic karena menghubungkan kemampuan murid pada kehidupan sehari-hari dan interaksional dalam kemampuan berbahasa. Dalam aspek scoring. Tes tersebut tidak mempunya scoring yang jelas, karena tidak mampu menunjukkan kemampuan mereka secara spesifik. Kesimpulannya, test tersebut bias dipakai untuk periode selanjutnya setelah mengalami perubahan pada validity, inter-rater reliability, dan scoring. Sebagai wakil sekolah, perlu adanya penyaringan siswa yang berkualitas. Dalam hal validity, tes tersebut tidak valid. Karena tes tersebut tidak mampu menunjukkan kemampuan aktual dari para siswa. . Para siswa dites oleh satu penguji. Hal ini menunjukkan bahwa tes tersebut tidak reliable. Keterangan skornya pun tidak jelas, skor tersebut tidak dapat menempatkan para murid juga. Hal ini disebabkan karena tertersebut berpusat pada kelancaran dan keberania para siswa. Juga disarankan pada pihak sekolah agar mengadakan pelatihan khusus pada para guru sebagai pengujinya.

Pengujian tentang pengaruh kualitas layanan akademik terhadap prestasi belajar mahasiswa di Prodi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Padang dengan motivasi belajar sebagai intervening variable / Tri Kurniawati

 

ABSTRAK Kurniawati, Tri. 2010. Pengujian tentang Pengaruh Kualitas Layanan Akademik terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa di Prodi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Padang dengan Motivasi Belajar sebagai Intervening Variable. Tesis, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunaryanto, M.Ed, (II) Prof. Dr. Bambang Sugeng, MA, MM. Kata kunci: kualitas layanan akademik, motivasi belajar, prestasi belajar. Penyertaan pendidikan dalam usaha pembangunan merupakan salah satu langkah yang strategis. Berdasarkan klasifikasi Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organisastion – WTO) sesuai dengan GATS/WTO- Central Product Classification/MTN.GNS/W/120 pendidikan juga diklasifikasikan sebagai salah satu bentuk bisnis jasa. Perguruan tinggi merupakan salah satu penyedia jasa pendidikan ini. Secara umum, tujuan penyelenggaraan pendidikan termasuk di perguruan tinggi adalah terciptanya sumberdaya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Semua tujuan tersebut akan terakumulasi melalui proses belajar. Outputnya adalah kemampuan peserta didik yang tergambar melalui prestasi belajarnya. Prestasi belajar ini dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Salah satu faktor eksternalnya adalah kualitas layanan akademik dengan dimensinya berupa tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. Kajian tentang kualitas layanan akademik juga menjadi hal yang bertambah penting karena sebagai penyedia jasa tentunya isu kualitas tidak ada salahnya disandingkan dengan perguruan tinggi Sementara itu, hasil penelitian terdahulu memperlihatkan adanya inkonsistensi temuan tentang pengaruh kualitas layanan akademik terhadap prestasi belajar. Untuk itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan central issue bahwa inkonsistensi temuan-temuan sebelumnya mungkin diakibatkan oleh adanya pengaruh tidak langsung atau pengaruh yang dimediasi oleh faktor lain. Salah satu faktor yang memediasi tersebut adalah motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: (1) pengaruh kualitas layanan akademik terhadap prestasi belajar mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi UNP, dan (2) pengaruh tidak langsung kualitas layanan akademik terhadap prestasi belajar mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi UNP melalui variabel motivasi belajar. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan hubungan antar variabel yang bersifat kausal serta diskemakan berdasarkan analisis jalur. Penelitian ini dilakukan di Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Padang dengan sampel sebanyak 94 orang. Sampel dipilih dengan mempergunakan teknik proportional random sampling untuk setiap angkatan/tahun masuk. Data dikumpulkan dengan instrumen berupa angket dan teknik dokumentasi untuk variabel prestasi belajar mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur . Hasil penelitian dapat dipaparkan secara singkat sebagai berikut. 1) Kualitas layanan akademik yang dirasakan mahasiswa tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajarnya. Ini berarti bahwa kualitas layanan akademik yang dirasakan oleh mahasiswa tidak secara langsung dapat mempengaruhi dan menentukan prestasi belajar yang dicapainya. 2) Kualitas layanan akademik mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa secara positif dan signifikan. Motivasi belajar juga mempengaruhi prestasi belajar secara positif dan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas layanan akademik yang diterima dan dirasakan oleh mahasiswa akan mempengaruhi prestasi belajar melalui motivasi belajarnya. Mahasiswa akan semakin termotivasi untuk belajar jika mereka menerima layanan akademik yang berkualitas dan begitupun sebaliknya. Peningkatan motivasi belajar mahasiswa karena layanan akademik berkualitas yang mereka terima, akan mendorong pencapaian prestasi belajar yang baik pula. Terkait dengan hasil penelitian ini maka disarankan agar: (1) perbaikan kualitas layanan akademik hendaknya diarahkan untuk mendorong termotivasinya mahasiswa untuk belajar, (2) Prodi Pendidikan Ekonomi UNP senantiasa melibatkan mahasiswa dalam penilaian kualitas layanan akademiknya, (3) Prodi Pendidikan Ekonomi perlu memperbaiki kualitas layanan akademik berupa: penambahan jumlah ruangan perkuliahan agar sesuai dengan jumlah mahasiswa yang ada, menyederhanakan prosedur layanan akademik dan diinformasikan secara jelas kepada mahasiswa, dan meningkatkan kemampuan staf di Prodi Pendidikan Ekonomi UNP untuk dapat memberikan layanan akademik kepada mahasiswa dengan cepat dan tanggap. Implikasinya, secara teoritis temuan penelitian ini memperkuat penjelasan dan pendapat bahwa faktor lingkungan sekolah termasuk kualitas layanan akademik mempengaruhi prestasi belajar secara tidak langsung atau dimediasi oleh faktor lain, dan faktor yang memediasi tersebut adalah motivasi belajar. Selain itu, hasil penelitian ini juga memberikan implikasi praktis. Upaya perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas layanan akademik guna meningkatkan prestasi belajar mahasiswa, hendaklah mengarah pada pemberian layanan akademik yang mampu memotivasi mahasiswa untuk belajar.

Penerapan pendekatan sains teknologi masyarakat untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Gondangwetan II Kabupaten Pasuruan / Risna Wirawan

 

ABSTRAK Wirawan, Risna. 2010. Penerapan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III SDN Gondangwetan II Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah Program Studi S I PGSD. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suharjo, MS M.A, (II) Dra. Hj. Sri Estu Winahyu M.Pd. Kata kunci: pendekatan STM, hasil belajar, IPA Penelitian ini berlatar belakang adanya pemahaman siswa pada mata pelajaran IPA rendah dan kompetensi yang dicapai tidak optimal. Hasil yang dicapai sebagian besar siswa masih dibawah KKM yang ditentukan, yaitu 65. Terdapat 5 siswa (29,4%) yang memperoleh nilai di atas KKM, dan 12 siswa (70,6%) yang memperoleh nilai di bawah KKM. Hal ini disebabkan adanya kualitas praktik pembelajaran di kelas yang relatif rendah. Pola interaksi yang terjadi dalam pembelajaran kurang dapat mengaktifkan dan menarik bagi siswa. Untuk dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam pembelajaran IPA dapat dilaksanakan dengan belajar melalui pengalaman langsung. Siswa diberi kesempatan dan dilatih untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Untuk itu diperlukan pendekatan pembelajaran yang dapat merealisasikan tujuan tersebut. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah pendekatan STM. Pendekatan STM tidak hanya menekankan pada konsep IPA/sains saja tetapi juga menekankan pada peranan sains dan teknologi di kehidupan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan STM dalam pembelajaran IPA, mendeskripsikan aktivitas siswa dengan pendekatan STM, dan mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa dengan pendekatan STM. Penelitian ini dilakukan di SDN Gondangwetan II Kabupaten Pasuruan dengan subyek kelas III sebanyak 17 siswa yang terdiri dari 11 laki-laki dan 6 perempuan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh Kurt Lewin dengan model kolaborasi yang terdiri dari dua siklus. Pada masing-masing siklus dilakukan tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan STM dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Gondangwetan II Kabupaten Pasuruan. Hal ini terbukti dari rata-rata sebelumnya 68,5 dengan ketuntasan belajar kelas 58,82% pada siklus 1 meningkat menjadi 77,06 dengan ketuntasan belajar kelas 88,24%. Selain itu penerapan pendekatan STM juga dapat meningkatkan keaktifan sebagian besar siswa dalam mengumpulkan data tentang penyebab dan dampak masalah kesehatan lingkungan, memecahkan masalah kemudian melakukan kegiatan untuk mengatasi masalah serta menciptakan karya sederhana. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dalam pembelajaran IPA tentang kesehatan lingkungan guru kelas III hendaknya menggunakan pendekatan STM dengan berbagai metode serta melakukan penelitian lebih lanjut misalnya, meneliti kemampuan siswa dalam menciptakan karya untuk mengatasi masalah kesehatan lingkungan.

Penerapan model pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan kemampuan bertanya dan pemahaman konsep listrik dinamis pada siswa kelas Z-9 SMAN 6 Malang / Muhammad Randy Fananta

 

ABSTRAK Fananta , Muahammad Randy. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Untuk Meningkatkan Kemampuan Bertanya dan Pemahaman konsep Listrik Dinamis Pada Siswa X-9 SMAN 6 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Kadim Masjkur, M. Pd (2) Drs. Yoyok AdiSetio Laksono, M.Si. Kata Kunci : model pembelajaran inkuiri, kemampuan bertanya siswa, pemahaman konsep fisika. Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa kelas X-9 SMAN 6 Malang tidak aktif bertanya. Siswa cenderung diam jika diminta untuk bertanya. Selain itu dari wawancara dengan guru menunjukkan bahwa nilai ulangan siswa kelas X-9 SMAN 6 Malang masih banyak yang dibawah SKM, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep siswa masih kurang. Hal ini dimungkinkan karena metode mengajar guru yang sebelumnya tidak cocok untuk kelas ini. Oleh karena itu perlu adanya metode atau model pembelajaran yang dapat meningkatkan minat bertanya siswa dan pemahaman konsep siswa. Model pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan bertanya dan pemahaman konsep adalah model pembelajaran inkuiri. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan pembelajaran model inkuiri untuk meningkatkan kemampuan bertanya siswa dan pemahaman konsep fisika pada pokok bahasan listri dinamis. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Siklus I dengan pokok bahasan hukum Ohm. Siklus II dengan pokok bahasan Hukum I kirchoff. Penelitian dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2009/2010 di kelas X-9 SMAN 6 Malang. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 36 siswa dengan15 Siswa putra dan 23 siswa putri. Pemahaman konsep siswa diperoleh dari nilai pre-tes dan pos-tes yang kemudian digunakan untuk menghitung nilai gain score ternormalisasi. Kemampuan bertanya dinilai dengan 4 aspek yaitu: kualitas, relevansi, bahasa dan keberanian. Berdasarkan hasil analisis dan refleksi, diketahui bahwa setelah tindakan diterapkan terjadi peningkatan persentase kemampuan bertanya siswa dari siklus I dan siklus II. kemampuan bertanya secara keseluruahan meningkat dari 35,59 % menjadi 61, 28%. Peningkatan ini juga terjadi pada pemahaman konsep fisika siswa yang ditunjukkan dari nilai gain score dari siklus I dan siklus II. Nilai gain score meningkat dari 0,56 menjadi 0,72. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran model inkuiri mampu meningkatkan Kemampuan bertanya dan pemahaman konsep listrik dinamis pada siswa kelas X-9 SMAN 6 Malang.

Meningkatkan pemahaman tentang faktori suku aljabar dengan menggunakan bahan manipulatif potongan kertas bufalo di kelas VIII semester I SMP PGRI 4 Malang / Alfiani Athma Putri Rosyadi

 

ABSTRAK Rosyadi, Alfiani Athma Putri. 2009. Meningkatkan Pemahaman Tentang Faktorisasi Suku Aljabar dengan Menggunakan Bahan Manipulatif Potongan Kertas Bufalo di Kelas VIII Semester I SMP PGRI 4 Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs.Gatot Muhsetyo, M.Sc, (II) Dr. Subanji. S.Pd, M.Si. Kata kunci : Pemahaman, manipulatif, faktorisasi suku aljabar. Dari beberapa fakta menunjukkan bahwa hasil belajar matematika di sekolah belum meningkat secara signifikan. Dalam koran harian Jawa Pos pada kamis, 18 Juni 2009 menyebutkan bahwa hasil pencapaian siswa kita secara umum sangat memprihatinkan sebagaimana terlihat dari hasil ujian nasional dan terus terpuruknya Indonesia di posisi papan bawah dalam berbagai tes berstandar internasional (international standardized test) yang pernah diikuti. Menyikapi fakta yang muncul tersebut, banyak faktor yang menjadi penyebab rendahnya hasil belajar matematika siswa antara lain: kurikulum yang padat, materi yang sulit untuk diikuti, media pembelajaran yang kurang efektif, metode pengajaran yang tradisional dan evaluasi yang kurang baik. Banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep abstrak dan algoritma dalam aljabar karena mereka tidak bisa melihatnya secara real. Bahan manipulatif sebagai salah satu media penghubung antara dunia ide dan dunia nyata. Dienes mengemukakan bahwa tiap-tiap konsep atau prinsip dalam matematika yang disajikan dalam bentuk yang konkret akan dapat dipahami dengan baik. Dalam suatu proses belajar mengajar, sebaiknya anak diberikan kesempatan untuk memanipulasi benda-benda agar dapat melihat langsung bagaimana keteraturan dan pola struktur yang terdapat dalam benda yang sedang diperhatikannya Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan langkah-langkah pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang faktorisasi suku aljabar dengan menggunakan bahan manipulatif potongan kertas bufalo di kelas VIII semester I SMP PGRI 4 Malang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat tindakan. Sumber data yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP PGRI 4 Malang yang mengikuti kegiatan pembelajaran. Data yang dikumpulkan antara lain berasal dari: a) hasil pekerjaan siswa secara tertulis, b) hasil wawancara, c) hasil observasi, dan d) hasil catatan lapangan. Langkah-langkah pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa yang terdiri dari tiga kegiatan, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Kegiatan awal, terdiri dari mengingatkan materi sebelumnya, menjelaskan materi pokok dan indikator yang akan dicapai pada pembelajaran dan memberikan motivasi kepada siswa, kegiatan inti yang terdiri dari: a) langkah permainan bebas dan penelaahan sifat bersama, b) penelaahan sifat bersama dan representasi, c) representasi dan penyimbolan serta c) pemformalan. Kegiatan akhir terdiri dari tanya jawab untuk mengecek pemahaman siswa dan pemberian tugas rumah. Peningkatan pemahaman siswa dapat dilihat dari hasil tes belajar dan aktivitas siswa. Hasil tes belajar menunjukkan terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 2,19. Sedangkan banyaknya siswa tuntas juga naik sebesar 10,81%. Hasil pengamatan observer terhadap aktivitas siswa terjadi peningkatan terhadap aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 16,27%. Saran yang dapat dikemukakan untuk pembelajaran berikutnya antara lain: a) bahan manipulatif yang digunakan dalam pembelajaran faktorisasi suku aljabar sebaiknya digunakan bahan yang lebih tebal, tahan lama dan mempunyai ukuran yang sesuai sehingga siswa tidak kesulitan dan tepat dalam menyusunnya, b) pembelajaran faktorisasi suku aljabar dengan menggunakan bahan manipulatif potongan kertas bufalo membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga sebagai masukan untuk pembelajaran berikutnya sebaiknya guru dapat mengatur waktu dengan baik dan c) pada saat siswa melakukan diskusi kelompok, guru dapat menyusun tempat duduk di kelas dengan bentuk yang bervariasi misalnya bangku disusun membentuk lingkaran kecil. Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses diskusi siswa dan memudahkan guru untuk melakukan bimbingan.

Penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis CD untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Nongkojajar I Pasuruan / Siti Fatimah

 

ABSTRAK Fatimah, Siti. 2010. Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis CD untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SDN Nongkojajar 1 Pasuruan. Skripsi, Jurusan KSDP PGSD FIP, Program Sarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Musa Sukardi, M.Pd., (II) Dra. Hj. Sri Estu Winahyu, M.Pd. Kata Kunci : Media Pembelajaran Interaktif Berbasis CD, IPA, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar. Hasil observasi awal di SDN Nongkojajar 1 Pasuruan ditemukan bahwa pada pembelajaran IPA kelas V khususnya untuk materi “gaya magnet”, guru masih menggunakan metode konvensional dan tidak memanfaatkan media atau alat peraga secara optimal, aktivitas belajar siswa kurang nampak dalam proses belajar mengajar, dan hasil belajar siswa rata-rata masih tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai pada observasi awal sebesar 69,91 yang masih dibawah standar ketuntasan minimal belajar yang ditetapkan sekolah, yaitu 75. Untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna pada siswa, salah satu upaya yang dapat dilakukan guru adalah melalui penggunaan media pembelajaran khususnya media pembelajaran interaktif yang telah dikemas dalam bentuk CD. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis CD yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas 5 di SDN Nongkojajar 1 Tutur Pasuruan, khususnya pada mata pelajaran IPA. Untuk mencapai tujuan di atas, penelitian ini dilakukan dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Peneliti melakukan kolaborasi dengan guru kelas 4 SDN Nonkojajar 1 Tutur Pasuruan mulai dari tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, sampai pada tahap refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis CD pada materi “gaya magnet” dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa kelas 5 SDN Nongkojajar 1 Tutur Pasuruan. Peningkatan aktivitas belajar tersebut ditandai dengan peningkatan aktivitas siswa dalam mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mengemukakan saran dan pendapat, menyelesaikan tugas, serta keberanian menyampaikan pendapat di depan kelas. Peningkatan hasil belajar siswa ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata siswa dari 74,25 di akhir siklus I menjadi 90 di akhir siklus II dimana secara individual maupun secara klasikal, hasil belajar siswa telah melampaui standar ketuntasan minimal belajar yang ditetapkan sekolah, yaitu 75. Saran yang dapat diajukan dalam penelitian ini adalah: (1) guru dapat menggunakan bantuan media pembelajaran interaktif berbasis CD yang berisi materi- materi tertentu pada mata pelajaran kelas V khususnya mata pelajaran IPA (2) guru dapat menggunakan pendekatan student centered dalam merancang skenario pembelajaran agar pembelajaran dengan bantuan media pembelajaran interaktif berbasis CD ini berjalan optimal; (3) sekolah sebaiknya menambah dan melengkapi fasilitas pendukung keterlaksanaan penggunaan media, seperti Laptop dan LCD; dan (4) bagi penelitian lanjutan, hasil penelitian ini sangat dimungkinkan dapat diterapkan sekolah lain jika kondisinya relatif sama atau mirip dengan sekolah yang menjadi latar penelitian ini.

Analisis Menu Pembelajaran Dan Pelaksanaannya Di Kelompok Bermai (Studi Kasus Pada Kelompok Bermain Permata Bunda Dan Kelompok Bermain Assakinah Fajar Harapan) oleh Dwi Astuti Setyo Rini

 

Analisis perilaku virus ketika menginfeksi sel dalam tubuh manusia melalui model matematika / Fitri Yunitasari

 

ABSTRAK Yunitasari, Fitri. 2010. Analisis Perilaku Virus Ketika Menginfeksi Sel dalam Tubuh Manusia Melalui Model Matematika. Skripsi. Program Studi Matematika Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tjang Daniel Chandra, M.Si, Ph.D. (II) Lucky Oktoviana, S.Si, M.Kom. Kata kunci: dinamika virus, model matematika, titik kritis, sistem taklinear. Di dalam skripsi ini dibahas mengenai bagaimana model matematika dan analisis dari perilaku virus ketika menginfeksi sel di dalam tubuh manusia. Model matematika yang terbentuk merupakan sistem persamaan diferensial tak linear. Perilaku virus ketika menginfeksi sel di dalam tubuh manusia, terdiri dari empat sistem persamaan diferensial taklinear, yaitu S(t), I(t), dan V(t) yang masing-masing merepresentasikan jumlah sel yang belum terinfeksi, sel yang terinfesi, dan virus bebas. Persamaan modelnya adalah. h h S h SV dt dS 1 2 3 = − − h SV k I dt dI 3 1 = − j I j V dt dV 1 2 = − Dari model matematika perilaku virus ketika menginfeksi sel di dalam tubuh manusia, mempunyai dua titik kritis yaitu ⎟ ⎟⎠ ⎞ ⎜ ⎜⎝ ⎛ ∗ = , ∗ = 0, ∗ = 0 2 1 I V h h S yang disebut titik kritis bebas infeksi dan ⎟ ⎟⎠ ⎞ ⎜ ⎜⎝ ⎛ − = − = = 1 3 2 1 3 1 2 1 2 1 3 1 3 1 1 2 1 2 3 1 1 2 , , k h j j h h j k h V k h j h h j j k h I h j k j S o o o yang disebut titik kritis yang terinfeksi. Dengan menggunakan sistem linearisasi dan mengkaji tipe kestabilan melalui nilai eigen, diketahui bahwa pada titik kritis ⎟ ⎟⎠ ⎞ ⎜ ⎜⎝ ⎛ ∗ = , ∗ = 0, ∗ = 0 2 1 I V h h S akan stabil jika dan pada titik kritis 1 2 2 1 3 1 k j h > j h h ⎟ ⎟⎠ − ⎞ 1 3 2 3 1 2 1 2 k h j h h j k h ⎜ ⎜⎝ ⎛ = − = = 1 1 3 1 3 1 1 2 1 2 3 1 1 2 , , j V k h j h h j j k h I h j k j S o o o akan tak stabil jika salah satu dari akar-akar persamaan karakteristik adalah riil dan positif, stabil jika akarakar dari persamaan karakteristik mempunyai bagian riil yang nol atau mempunyai bagian riil takpositif, dan stabil asimtotik jika akar-akar dari persamaan karakteristik adalah riil dan negatif.

Penerapan model pembelajaran berbasis proyek pada materi program linier di siswa kelas X SMK Negeri 1 Singosari / Miswanto

 

ABSTRAK Miswanto, 2010, Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek pada Materi Program Linier di Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Singosari. Tesis Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pasca sarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. H. Akbar Sutawidjaya, M.Ed., Ph.D. dan (2) Dr. H. Subanji, M.Si. Kata Kunci : Program Linier, Pembelajaran Berbasis Proyek. Program linier mempunyai peranan yang penting dalam bidang matematika dan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, pemahaman terhadap program linier perlu ditekankan pada siswa sejak dini. Meskipun demikian, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap program linier masih rendah. Siswa cenderung menghafal aturan-aturan yang ada dalam program linier. Siswa tidak diberi kesempatan untuk memahami lebih jauh mengenai materi tersebut. Oleh karena itu, diperlukan usaha yang serius dalam memberikan pemahaman siswa terhadap program linier dengan model pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh rancangan pembelajaran yang dapat memahamkan siswa kelas XOTR SMK Negeri 1 Singosari tentang program linier dengan diterapkan pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas XOTR SMK Negeri 1 Singosari. Untuk mendapatkan informasi dari siswa mengenai penerapan pembelajaran yang dilaksanakan maka dipilih 4 subjek wawancara yang terdiri dari 1 siswa berkemampuan rendah, 2 siswa berkemampuan sedang, dan 1 siswa berkemampuan tinggi. Pemilihan subjek wawancara berdasarkan hasil tes awal dan pertimbangan bahwa siswa-siswa tersebut mudah diajak komunikasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa model pembelajaran berbasis proyek yang dapat memberikan pemahaman kepada siswa kelas XOTR SMK Negeri 1 Singosari mengenai materi program linier terbagi dalam tiga tahap pembelajaran, yaitu (1) tahap awal meliputi menyampaikan tujuan pembelajaran, memotivasi siswa tentang pentingnya program linier, mengingatkan kembali materi prasyarat, pembentukan kelompok, dan pemberian lembar kerja proyek, (2) tahap inti meliputi pengerjaan proyek oleh setiap kelompok dan presentasi hasil kerja proyek, (3) tahap akhir meliputi membuat kesimpulan dan evaluasi. Hasil belajar siswa dalam penelitian ini sudah cukup baik pada konsep program linier melalui model pembelajaran berbasis proyek. Hal ini dapat dilihat bahwa hasil uji kompetensi diperoleh skor rata-rata 67% dan hasil cek pemahaman yang di lakukan dengan cara bertanya secara lisan kepada para peserta didik sudah cukup baik. Berdasarkan penelitian ini, disarankan agar peneliti lain yang berminat mengadakan penelitian serupa hendaknya melakukan pada sekolah yang lain, sehingga akan diperoleh gambaran lebih lanjut mengenai efektifitas pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis proyek untuk materi program linier dan bagi guru yang ingin menerapkan model pembelajaran berbasis proyek, hendaknya memberikan bimbingan kepada siswa secara efektif sehingga kreatifitas siswa tetap ada.

Studi evaluasi terhadap kualitas pelaksanaan pertandingan bola basket porprov Jawa Timur II tahun 2009 di kota Malang / Alex Witanto

 

ABSTRAK Witanto, Alex. 2010. Studi Evaluasi Terhadap Kualitas Pelaksanaan Pertandingan Bola Basket PORPROV Jawa Timur II Tahun 2009 di Kota Malang. Skripsi, Program Studi S-1 Pendidikan Jasmani, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Heru Widijoto, M. S., (II) Drs.Tatok Sugiarto, S.Pd. M.Pd Kata kunci : Evaluasi, kualitas pelaksanaan, bola basket PORPROV Jawa Timur II . Olahraga mempunyai peran yang sangat vital dalam sejarah perjuangan bangsa. Hal tersebut nampak dalam pelaksanaan PON I tahun 1948 di Solo, pelaksanaan PON dari tahun ke tahun terus berkembang sampai akhirnya menjadi titik kulminasi pembinaan prestasi olahraga nasional. Pada PON ke XVII Tahun 2008 di Kaltim Kontingen Jawa Timur berhasil menjadi juara umum dengan perolehan medali 139 emas, 113 perak dan 111 perunggu. Pencapaian tersebut merupakan buah dari suksesnya pemusatan latihan daerah atau Putlasda Jatim 100 serta didukung Pelaksanaan PORPROV I di surabaya tahun 2007. Cabang olahraga bola basket merupakan olahraga yang selalu dipertandingkan dalam berbagai even daerah, nasional maupun internasional, namun prestasi bola basket Jawa Timur selalu menurun sehingga pada penyelengaraan PORPROV Jawa Timur II di Kota Malang harus dimaksimalkan untuk pencarian bibit atlet lapis dua Jawa Timur. Dikarenakan kualitas pelaksanaan pertandingan berpengaruh terhadap penampilan atlet maka peneliti tertarik untuk melakukan evaluasi terhadap kualitas pelaksanaan pertandingan bola basket PORPROV Jawa Timur II tahun 2009 di Kota Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas pelaksanaan pertandingan bola basket PORPROV Jawa Timur II tahun 2009 di Kota Malang. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi terhadap kualitas pelaksanaan pertandingan bola basket PORPROV Jawa Timur II tahun 2009 di Kota Malang sebagi acuan pelaksanaan POPROV berikutnya. Penelitian ini menggunakan model evaluasi CIPP (conteks evaluation, input evaluation, proses evaluation dan produk evaluation). Instrumen yang digunakan adalah kuesioner angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan persentase. Penelitian ini dilaksanakan di KONI Kota Malang, Venues pertandingan bola basket (lapangan Bima Sakti) serta penginapan atlet. Dengan jumlah responden 80 atlet, 40 official, 12 wasit dan 12 Panitia Pelaksana. Dalam pelaksanaan pertandingan bola basket PORPROV Jawa Timur II tahun 2009 di Kota Malang bidang pelayanan, bidang pertandingan, bidang keuangan dan bidang upacara telah melakukan fungsi planning, organizing, stafing, motivating. Namun dalam panitia induk yaitu PB PORPROV tidak menerapkan fungsi controling sehingga penelitian ini berperan sebagai fungsi tersebut dengan melakukan evaluasi terhadap kualitas pelaksanaan pertandingan PORPROV Jawa Timur II tahun 2009 di Kota Malang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama menurut atlet kualitas bidang layanan akomodasi dan konsumsi dinyatakan memenuhi kriteria cukup sedangkan untuk kualitas bidang transportasi, keamanan, kesehatan dan bidang pertandingan dinyatakan memenuhi kriteria baik. Kedua menurut wasit kualitas layanan akomodasi, layanan transportasi, layanan keamanan, layanan kesehatan dan bidang pertandingan dinyatakan memenuhi kriteria baik dan baik sekali sedangkan kualitas layanan konsumsi dan bidang keuangan dinyatakan memenuhi kriteria cukup. Menurut Panitia Pelaksana kualitas bidang layanan akomodasi, layanan konsumsi, layanan transportasi, layanan keamanan, layanan kesehatan, bidang pertandingan dan bidang upacara dinyatakan memenuhi kriteria baik dan baik sekali sedangkan untuk kualitas bidang keuangan dinyatakan memenuhi kriteria cukup. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan bahwa dalam pelaksanaan PORPROV berikutnya agar lebih memperhatikan manajemen pelaksanaan PORPROV terutama dalam bidang layanan konsumsi, akomodasi dan transportasi serta bidang keuangan untuk memperbaiki kekurangan yang terjadi pada pelaksanaan pertandingan bola basket PORPROV Jatim II tahun 2009 di Kota Malang. Kemudian dalam pelaksanaan PORPROV Jawa Timur berikutnya sebaiknya menggunakan fungsi controling dalam pelaksanaan PORPROV Jatim III dengan membentuk bidang evaluasi dan monitoring sehingga dapat mengawasi pelaksanaan PORPROV.

Manajemen kegiatan ekstrakurikuler voice and picture (studi kasus di SMK Terpadu Al Ishlahiyah Singosari Malang) / Putri Fatmawati

 

ABSTRAK Fatmawati, Putri. 2010. Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler Voice and Picture (Studi Kasus di SMK Terpadu Al Ishlahiyah Singosari Malang). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Djum Djum Noor Benty, M. Pd, (II) Dr. H. A. Yusuf Sobri, S. Sos, M. Pd Kata kunci: manajemen, kegiatan ekstrakurikuler voice and picture Manajemen merupakan proses pendayagunaan semua sumber daya dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Adapun proses dalam manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Substansi manajemen yang ada di lembaga pendidikan yang menjadi fokus penting dalam dunia pendidikan adalah peserta didik atau siswa, oleh karena itu layanan khusus untuk meningkatkan semangat belajar dan mengembangkan bakat yaitu melalui kegiatan ekstrakurikuler lebih diperhatikan dan dikembangkan. Fokus penelitian dari penulisan skripsi ini tentang manajemen ekstrakurikuler Voice and Picture di SMK Terpadu Al Ishlahiyah Singosari, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Adapun tujuan penelitian untuk (1) mengetahui perencanaan kegiatan ekstrakurikuler Voice and Picture di SMK Terpadu Al Ishlahiyah Singosari Malang, (2) mengetahui pengorganisasian kegiatan ekstrakurikuler Voice and Picture di SMK Terpadu Al Ishlahiyah Singosari Malang, (3)mengetahui pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Voice and Picture di SMK Terpadu Al Ishlahiyah Singosari Malang, (4) mengetahui pengawasan dan evaluasi kegiatan ekstrakurikuler Voice and Picture di SMK Terpadu Al Ishlahiyah Singosari Malang. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan Terpadu Al Ishlahiyah Singosari yang di bawah naungan pondok pesantren AL ISHLAHIYAH, yang dilakukan sejak bulan Februari sampai dengan April 2010. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif , jenis studi kasus holistik yang bersifat deskriptif. Penelitian ini menggambarkan proses manajemen kegiatan ekstrakurikuler Voice and Picture SMK Terpadu Al Ishlahiyah Singosari Malang. Adapun metode pengumpulan data guna menjawab fokus penelitian, maka skripsi ini menggunakan beberapa teknik yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kesimpulan yang dihasilkan: (1) perencanaan kegiatan ekstrakurikuler Voice and Picture di SMK Terpadu Al Ishlahiyah bersifat jangka pendek, yaitu satu tahun kepengurusan dengan memproduksi film setiap 3 bulan sekali, adapun kegiatan perencanaan dalam kegiatan ini masih dalam persiapan sarana dan prasarana, dengan memiliki tujuan yaitu meningkatkan kemampuan spiritual, etos kerja, kerjasama, dan moral.(2) pengorganisasian kegiatan ekstrakurikuler Voice and Picture bersifat fungsional dengan struktur lini yang di dalamnya hanya terdapat beberapa pengurus harian dan pengelompokan pengurus sesuai dengan jenis ekstrakurikuler Voice and Picture, sehingga mempermudah dalam koordinasi, kendala dalam pengorganisasian yaitu SDM yang tidak berkualitas, dikarenakan tidak ada proses seleksi dalam ekstrakurikuler, tetapi ada proses pembinaan dan pembimbingan bagi anggota ii ekstrakurikuler. (3) pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Voice and Picture dibagi menjadi dua jenis kegiatan Voice and Picture yaitu film dan grafis, kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan yaitu waktu dan SDM (Sumber Daya Manusia). Sifat pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yaitu pembinaan dan pembimbingan. (4) pengawasan dan Evaluasi kegiatan ekstrakurikuler Voice and Picture bersifat langsung oleh Kepala Sekolah dan Pembina Ekstrakurikuler, penilaian secara individu dilakukan oleh Pembina Ekstrakurikuler dengan laporan tertulis. Pengembangan ekstrakurikuler Voice and Picture bersifat jangka panjang yaitu mendirikan production house. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada: (1) Kepala SMK Terpadu Al Ishlahiyah untuk lebih meningkatkan perhatiannya dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, terutama dalam ekstrakurikuler Voice and Picture. (2) bagi pembina ekstrakurikuler, agar lebih meningkatkan kualitas SDM dengan mengadakan proses seleksi dan meningkatkan proses manajemen yang lebih baik. (3) bagi siswa, agar meningkatkan kemampuan tentang teori dan teknik tentang perfilman.(4) bagi Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, agar lebih meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa terhadap manajemen pendidikan dengan memberikan berbagai kegiatan penelitian lapangan, baik di lembaga pendidikan negeri ataupun swasta.(5) bagi peneliti lain, agar lebih memperkaya hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menambah hasil temuan penelitian, sehingga dapat bermanfaat bagi peningkatan kualitas manajemen kegiatan ekstrakurikuler Voice and Picture di SMK Terpadu Al Ishlahiyah Singosari dan ekstrakurikuler di lembaga pendidikan lain.

Analisis pendapatan dan kebutuhan belanja guru sekolah dasar negeri seluruh Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar / Dhani Wijayanto

 

ABSTRAK Wijayanto, Dhani. 2010. Analisis Pendapatan dan Kebutuhan Belanja Guru Sekolah Dasar Negeri Seluruh Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Bambang Setyadin, M.Pd, (2) Dr. H. A. Yusuf Sobri, S.Sos, M.Pd Kata Kunci: pendapatan, biaya belanja, guru sekolah dasar Pendidikan merupakan kegiatan yang paling utama di seluruh negara termasuk negara Indonesia. Dalam dunia pendidikan banyak terdapat permasalahan mengenai kualitas pendidikan yang salah satunya adalah mengenai kesejahteraan guru dalam hal ini guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang juga berpengaruh terhadap konsentrasi Kegiatan Belajar-Mengajar (KBM) di Sekolah. Guru yang mempunyai pendapatan melebihi jumlah biaya belanja setiap bulan dianggap sebagai guru yang dikatakan sejahtera. Guru yang sejahtera tentunya akan lebih fokus dalam menjalankan tugasnya mengajar para siswa dan tidak mencari tambahan pendapatan pada jam pelajaran berlangsung. Masalah yang dihadapi oleh guru adalah masalah kesejahteraan, oleh sebab itu perlu dibahas mengenai: (a) Seberapa besar tingkat pendapatan guru, (b) Seberapa besar tingkat belanja guru, (c) Perbedaan tingkat pendapatan dan biaya belanja guru SDN se-Kecamatan Srengat. Rumusan masalah tersebut dibuat untuk mengetahui: (a) Berapa tingkat pendapatan guru, (b) Berapa besar tingkat belanja guru, serta (c) Mengetahui perbedaan jumlah pendapatan dan biaya belanja guru SDN se-Kecamatan Srengat Subjek penelitian ini adalah para guru SDN se-Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar sejumlah 161 guru dari populasi 303 guru. Jumlah sampel tersebut diambil dengan menggunakan Tabel Krejcie & Morgan karena bersifat berstrata sehingga dapat mewakili masing-masing tingkatan atau golongan. Teknik pengumpulan data yang dianggap paling tepat adalah dengan menggunakan angket terbuka, karena dapat memberi kebebasan kepada responden untuk memberi jawabannya sendiri. Dari hasil penelitian dapat diketahui, bahwa rata-rata pendapatan guru SDN dianggap sejahtera. Hal tersebut diperkuat adanya data bahwa rata-rata pendapatan guru SDN adalah Rp 4.688.278,63 dan rata-rata biaya belanja guru sekitar Rp 2.944.618,01, sehingga masih surplus rata-rata sekitar Rp 1.743.660,62. Berpijak pada data di atas dapat disimpulkan, bahwa rata-rata guru SDN se-Kecamatan Srengat termasuk sejahtera, sehingga tidak ada alasan para guru mencari tambahan pendapatan pada saat KBM berlangsung. Kesejahteraan tersebut seharusnya dapat dijadikan modal untuk meningkatkan pendidikan melalui pengajaran yang bermutu. Selain itu, diharapkan semua pihak yang terkait dengan dunia pendidikan dapat saling mendukung guna terwujudnya pendidikan yang lebih baik di Negara Indonesia. Saran dari hasil penelitian ini adalah surplus Rp 1.716.733,94 dapat diigunakan untuk pengembangan profesi guru. Untuk Kepala Dinas Pendidikan ii Kabupaten Blitar, diharapkan dapat memberikan kemudahan serta kesempatan pada guru dalam mengembangkan kemampuan yang ada dengan membuka kampus terbuka. Untuk peneliti lain, dapat digunakan untuk penelitian sejenis dengan tempat dan objek berbeda, serta ada penyempurnaan mengenai biaya untuk pengembangan profesi (Professional Cost).

Kemanjuran konseling dengan teknik self-instruction untuk meningkatkan self-efficacy siswa pada mata pelajaran matematika di SMPN 13 Malang / Nina Permatasari

 

Kemanjuran Konseling dengan Teknik Self-instruction Untuk Meningkatkan Self-efficacy Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika di SMPN 13 Malang Nina Permatasari Abstraksi : Self-efficacy merupakan salah satu komponen yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap prestasi akademik siswa khususnya mata pelajaran matematika. Melalui teknik self-instruction konselor dapat membantu konseli meningkatkan self-efficacy dengan menguji ulang keyakinan siswa dengan teknik persuasi verbal dan aktivitas yang diberikan secara berulang-ulang sampai siswa mampu melakukannya untuk diri mereka sendiri. Penelitian ini adalah penelitian true eksperimental dengan pretest, middle test & postest control group design yang bertujuan untuk mengetahui kemanjuran teknik konseling self-instruction untuk meningkatkan self-efficacy siswa SMP pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini dilakukan terhadap 32 siswa (16 kelompok eksperimen dan 16 kelompok kontrol) yang diambil secara acak dari populasi sebesar 294 siswa yang tersebar ke dalam 8 kelas paralel. Hasil penelitian menggunakan uji ANOVA yang menunjukkan (1) pada saat middle test cenderung lebih berpengaruh besar dalam meningkatkan self-efficacy siswa daripada saat post test (karena r square saat middle test (20.8%) > saat post test (16.3%)), namun saat post test masih lebih berpengaruh nyata dalam meningkatkan skor self-efficacy siswa SMP daripada saat pre test. (2) pada perlakuan pretest, middle test & postest nilai F hitung = 9,086 dengan P = 0,003 < α 0,05. Dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan pada self-efficacy siswa SMP pada mata pelajaran matematika antara pada saat pretest, middle test & postest. Pada variabel kelompok kontrol dan eksperimen, nilai F hitung = 5,213 dengan P = 0,007 < α 0,05. Dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan pada self-efficacy siswa SMP terkait mata pelajaran matematika antara kelompok kontrol dan eksperimen. Kata Kunci: Kemanjuran Konseling, Teknik Self-Instruction, Self-Efficacy Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika. Pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Indonesia belum memberikan hasil yang cukup menggembirakan. Data UNESCO (Kompas, Juni 2007) menunjukkan peringkat dalam bidang matematika di Indonesia berada dideretan 34 dari 38 negara pada kawasan Asia-Pasifik. Begitu pula dengan hasil penelitian tim Programme of International Student Assesment (PISA) 2001 (dalam Kompas, Juni 2007) menunjukkan Indonesia menempati peringkat ke-9 dari 41 negara pada kategori literatur matematika. Sementara itu Third Mathematics and Science Study (TMSS), lembaga yang mengukur hasil pendidikan di dunia melaporkan bahwa kemampuan matematika siswa SMP Indonesia saat ini

The implementation of English lesson plans at a National Plus School / Desy Kartika Hario Pangastuti

 

ABSTRACT Pangastuti, Desy Kartika H. 2010. The Implementation of English Lesson Plans at a National Plus School. Thesis, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Dr. Emalia Iragiliati. Key Words: Teacher, Lesson Plan, National Plus School The International Standard School project is a new education policy in Indonesia was enacted with the main goal to prepare the students for global competitiveness. This policy is both an effort to internationalize schools in Indonesia and a part of the national education decentralization reform. The title National Plus School, SBI in Bahasa Indonesia, is given as an accreditation status to schools that have met the required standards. The use of the terms “international” has drawn a lot of comments and concerns among the public in general. This study is aimed at understanding the implementation of English lesson plans at a National Plus School in Malang. This study employed descriptive method and thus used observations and field notes. This study showed that the implementation of the lesson plans helped the students be involved in the lesson, particularly in writing lesson.

Persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran produktif pada Program Keahlian Teknik Permesinan di SMK Muhammadiyah 8 Paciran Kabupaten Lamongan / Qimayatul Mila

 

ABSTRAK Mila, Qimayatul. 2010. Persepsi Siswa terhadap Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Produktif pada Program Keahlian Teknik Pemesinan di SMK Muhammadiyah 8 Paciran Kabupaten Lamongan. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Siswanto, M.A. (II) Drs. H. Yoto, S.T., M.Pd., M.M. Kata kunci: persepsi siswa, pembelajaraan, mata pelajaran produktif, SMK. Penelitian dengan judul Persepsi Siswa terhadap Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Produktif pada Program Keahlian Teknik Pemesinan di SMK Muhammadiyah 8 Paciran Kabupaten Lamongan memiliki tujuan penelitian (1) Untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap kegiatan Pra KBM; (2) Untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap kegiatan inti PBM pada kegiatan Eksplorasi; (3) Untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap kegiatan inti PBM pada kegiatan Elaborasi; (4) Untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap kegiatan inti PBM pada kegiatan Konfirmasi; (5) Untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap kegiatan Post KBM; (6) Untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap Pelaksanaan Pembelajaran mata pelajaran produktif pada program keahlian teknik pemesinan. Penelitian ini dilakukan di SMK Muhammadiyah 8 Paciran Kabupaten Lamongan yang terletak di Jl. Raya Deandles Km. 74,2 SBY Paciran Lamongan. Berdasarkan tujuan penelitian tersebut di atas, maka rancangan penelitian ini digolongkan sebagai penelitian deskriptif dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Jumlah populasi siswa SMK Muhammadiyah 8 Paciran Kabupaten Lamongan program keahlian Teknik Pemesinan adalah 231 yang terdiri dari 121 siswa kelas X, dan 110 siswa kelas XI. Kelas XII tidak masuk dalam populasi karena pada saat penelitian ini dilakukan, kelas XII sudah lulus ujian tahun 2009/2010. Dalam penelitian ini sampel yang diambil sebesar 51 siswa jurusan Teknik Pemesinan. Pengambilan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini dengan teknik sampel acak berstrata proporsional (proportional stratified random sampling) yaitu sampel diambil secara acak dari tiap-tiap kelas X TPm, dan XI TPm. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penyebaran angket yang diberikan langsung kepada objek yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa: (1) Pada kegiatan pra KBM, pada indikator mengajukan pertanyaan tentang materi sebelumnya dan mengaitkan dengan materi yang akan disampaikan, dinilai belum cukup memadai sehingga perlu ditingkatkan; (2) Pada kegiatan eksplorasi, perlu ditingkatkan khususnya pada indikator melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas, dan indikator penggunaan media dan sumber belajar yang bervariasi karena dinilai belum cukup memadai; (3) Pada kegiatan elaborasi, pada indikator pemberian tugas/diskusi kepada peserta didik, dan indikator memfasilitasi peserta didik untuk saling berkompetisi secara sehat, dinilai belum cukup memadai sehingga perlu ditingkatkan; (4) Pada kegiatan konfirmasi, yang perlu ditingkatkan khususnya pada indikator memberikan penjelasan mengenai kegiatan dan hasil pembelajaran yang telah peserta didik lakukan karena dinilai masih belum cukup memadai; (5) Pada kegiatan post KBM, pada indikator membuat kesimpulan kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung dan menyampaikannya kepada peserta didik, dinilai belum cukup memadai sehingga perlu ditingkatkan; (6) Pada kegiatan pelaksanaan pembelajaran guru dinilai sudah memiliki kualitas dan profesionalisme yang cukup memadai, hal ini bisa dilihat pada kegiatan pra KBM, kegiatan inti PBM yang meliputi eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, dan kegiatan post KBM. Saran yang diberikan oleh peneliti adalah untuk pihak sekolah diharapkan lebih meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengembangkan pembelajaran dengan mengadakan workshop atau seminar. Bagi guru mata pelajaran produktif supaya lebih memperbaiki dan melatih performanya yang dinilai kurang baik dalam mengajar agar persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran yang diajarkan akan baik dan mampu memotivasi siswa untuk berprestasi pada masa-masa yang akan datang. Untuk siswa hendaknya menyadari arti penting pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran produktif bagi dirinya, karena mata pelajaran produktif sangat berguna bagi dirinya untuk masa yang akan datang pada dunia industri yang akan membawanya dalam meraih prestasi.

Perbedaan stres antara pria dan wanita pada perkawinan usia muda di desa Ngoro Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto / Asmaul Khusnah

 

ABSTRAK Khusnah, Asmaul. 2010. Perbedaan Stres Antara Pria Dan Wanita Pada Perkawinan Usia Muda Di Desa Ngoro Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling Dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si, (II) Ninik Setyowati, S.Psi, M.Psi Kata Kunci : Stres, Perkawinan Usia Muda. Stres akibat perkawinan usia muda adalah hal-hal yang menyebabkan seseorang merasakan ketegangan didalam sebuah ikatan perkawinan. Ketidaksiapan dalam memasuki kehidupan perkawinan dianggap menjadi indikator kerentanan munculnya stres dan ketidakmampuan mengelola suatu permasalahan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Stres Pria Pada Perkawinan Usia Muda, (2) Stres Wanita Pada Perkawinan Usia Muda, (3) Perbedaan Stres Antara Pria Dan Wanita Pada Perkawinan Usia Muda. Desain yang digunakan adalah Deskriptif Komparatif dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Stres diukur dengan skala stres pada perkawinan usia muda. Subyek penelitian adalah 94 diantaranya 47 laki-laki dan 47 perempuan yang telah menikah muda. Data yang terkumpul diukur dengan Uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Stres pria pada perkawinan usia muda berada pada tingkatan sedang, (2) Stres wanita pada perkawinan usia muda berada pada tingkatan sedang, (3) terdapat perbedaan yang signifikan antara pria dan wanita pada perkawinan usia muda. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan bagi pihak wanita yang telah menikah di usia muda agar seorang wanita harus belajar untuk memanage stres. Seorang wanita hendaknya menyadari akan tugas dan kewajiban sebagai seorang istri. Yaitu lebih bersabar dalam mengurus anak dan dalam melakukan pekerjaan rumah tangga. Selain itu hendaknya seorang wanita atau istri tidak terlalu memikirkan penghasilan pasangannya. Sehingga diharapkan seorang wanita melakukan tugasnya secara utuh demi terciptanya keluarga yang bahagia. Dan hendaknya masayarakat lebih mengetahui dampak dari perkawinan usia muda itu sendiri. Sehingga dapat mencegah perkawinan terlalu dini.

Peningkatan aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran IPS kelas 2 dengan model permainan snowball throwing di SDN Tulusrejo 4 Kota Malang / Vita Nur Aini

 

ABSTRAK Aini,Vita Nur. 2010. Peningkatan Aktivitas dan Hasil belajar Mata Pelajaran IPS Kelas 2 dengan Model Permainan Snowball Throwing di SDN Tulusrejo 4. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program Studi SI PGSD FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd, (II) Dra. Sri Sugiharti, M.Pd. Kata Kunci: Permainan Snowball Throwing, aktivitas belajar, hasil belajar. SDN. Tulusrejo 4 Malang merupakan sekolah yang menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Hasil observasi awal pada bulan tanggal 28 Januari 2010 serta berdasarkan hasil ulangan siswa ditemukan kondisi tentang rendahnya aktivitas belajar dan hasil belajar siswa kelas II, khususnya pada mata pelajaran IPS. Di dalam kelas siswa cenderung ramai asik bermain sendiri dan tidak memperhatikan guru yang sedang mengajar. Kegiatan pembelajaran secara kelompok yang dilakukan oleh siswa mengembangkan keterampilan sosial mereka dan pembelajaran dengan bermain dilakukan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan penerapan model permainan Snowball Throwing serta untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Kelas 2 dengan model permainan Snowball Throwing. Pembelajaran dengan permainan Snowball Throwing adalah salah satu model pembelajaran dengan permainan saling melempar daftar pertanyaan dari satu kelompok ke kelompok lain dengan media bola atau kertas yang diremas sesuai dengan materi pelajaran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus tindakan. Dalam satu siklus meliputi tahap: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas II. Metode pengumpulan data meliputi: observasi kegiatan siswa dan guru selama pembelajaran berlangsung, hasil kerja kelompok siswa serta hasil tes akhir yang dilakukan tiap siklus. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini rata-rata aktivitas siswa pada siklus I sebesar 71% yang termasuk kriteria baik meningkat menjadi 88 % yang termasuk kriteria sangat baik pada siklus II. Hasil belajar siswa yang diperoleh dari hasil tes tulis yang dilakukan pada akhir pembelajaran menunjukkan peningkatan. Peningkatan tersebut tampak pada nilai terendah yang meningkat sebesar 20 poin, nilai tertinggi 15 poin, rata-rata kelas 9 poin dan jumlah siswa yang tuntas meningkat 22 %. Jumlah siswa yang tuntas mencapai 91% dan berdasarkan kriteria keberhasilan tindakan termasuk kriteria sangat baik. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model permainan Snowball Throwing dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kelas II pada mata pelajaran IPS di SDN Tulusrejo 4 Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar guru menggunakan model permainan Snowball Throwing untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dan penelitian ini dapat dijadikan langkah awal untuk penelitian lebih lanjut yang sebaiknya lebih variatif dalam mengembangkan permainan.

Pengelolaan kelas dengan sistem moving class (Studi kasus di SMP Negeri 1 kota Batu) / Esti Rahayu Widayanti

 

ABSTRAK Widayanti, E. R. 2010. Pengelolaan Kelas dengan Sistem Moving Class (Studi Kasus di SMP Negeri 1 Kota Batu). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M.Pd, (2) Drs. Agus Timan, M.Pd. Kata kunci: moving class, pengelolaan kelas. Pengelolaan kelas adalah kegiatan mengatur proses pembelajaran di kelas agar tercipta suasana belajar yang efektif, menyenangkan, dan dapat memotivasi siswa. Salah satu strategi pengelolaan kelas yang banyak digunakan saat ini adalah strategi pengelolaan kelas dengan sistem moving class. Moving class merupakan adopsi dari sistem pembelajaran di perguruan tinggi. Pelaksanaannya dilakukan dengan cara siswa berpindah ruangan sesuai mata pelajaran yang ditempuhnya. Ruang kelas dilengkapi dengan peralatan penunjang pembelajaran sesuai karakteristik mata pelajaran tertentu. Dengan demikian, siswa akan memperoleh suasana baru. Ini dapat mengurangi tingkat kejenuhan siswa sehingga siswa dapat lebih bersemangat menerima pelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Bertolak dari itulah SMP Negeri 1 Kota Batu menggunakan sistem moving class dalam kegiatan pengelolaan kelasnya. Penelitian ini berangkat dari pertanyaan umum bagaimana kegiatan pengelolaan kelas dengan sistem moving class di SMP Negeri 1 Kota Batu. Dari pertanyaan umum tersebut dipersempit menjadi empat fokus khusus yaitu: (1) perencanaan kegiatan pengelolaan kelas dengan sistem moving class; (2) pelaksanaan kegiatan pengelolaan kelas dengan sistem moving class; (3) monitoring kegiatan pengelolaan kelas dengan sistem moving class; dan (4) permasalahan dalam kegiatan pengelolaan kelas dengan sistem moving class dan cara mengatasi. Kegiatan penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Kota Batu dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut dikelompokkan berdasarkan fokus penelitian yang dibahas, kemudian ditafsirkan ke dalam kalimat agar mudah dipahami, dan menarik kesimpulan. Untuk mengecek kredibilitas data yang telah terkumpul, digunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Dari hasil penelitian diketahui bahwa perencanaan kegiatan pengelolaan kelas dengan sistem moving class terdiri dari (1) perencanaan sarana prasarana yang dilakukan dengan menentukan formulasi perhitungan kebutuhan kelas masing-masing mata pelajaran; (2) perencanaan kurikulum adalah merancang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP); (3) perencanaan guru yaitu mengkondisikan ruang belajar sesuai dengan model pembelajaran yang akan digunakan; dan (4) perencanaan siswa adalah mempersiapkan diri dengan bersikap teratur dan disiplin pada saat melakukan perpindahan kelas. Pelaksanaan kegiatan pengelolaan kelas dengan sistem moving class meliputi (1) pengelolaan sarana dan prasarana, yang ditata menurut karakteristik mata pelajaran tertentu; ii (2) pengelolaan jadwal pembelajaran, yaitu jadwal mengajar guru yang ditentukan oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan ketua team teaching masingmasing mata pelajaran, dan jadwal pelajaran siswa yang disusun secara acak berdasarkan karakteristik mata pelajaran yang berifat pemikiran, keterampilan, dan rekreatif; (4) pengelolaan perpindahan siswa, dilakukan dengan dua cara yaitu kebijakan dari sekolah memperpanjang jam pelajaran untuk satu jam pelajaran dengan tambahan waktu lima menit yang digunakan untuk melakukan perpindahan, dan kebijakan dari guru yang memberikan toleransi waktu tidak lebih dari lima menit kepada siswa untuk melakukan perpindahan; dan (5) strategi pengelolaan kelas dengan sistem moving class yang efektif dan efisien. Strategi yang digunakan oleh kepala sekolah adalah dengan memberikan tugas kepada guru yang memiliki keterampilan dibidang lain untuk mengajar lebih dari satu mata pelajaran, sementara guru lebih memilih strategi tutor sebaya dan diskusi kelompok dalam mengelola kelas. Untuk monitoring kegiatan pengelolaan kelas dengan sistem moving class dilakukan oleh kepala sekolah bersama wakil kepala sekolah melalui teknik supervisi akademik. Terdapat dua permasalahan dalam kegiatan pengelolaan kelas dengan sistem moving class di SMP Negeri 1 Batu, yaitu masalah kebersihan kelas yang kurang terjaga dan penataan kelas yang belum sepenuhnya sesuai dengan karakteristik mata pelajaran tertentu karena kelas masih kurang aman untuk ditempati media pembelajaran berupa peralatan elektronik, peralatan multimedia, dan alat peraga seperti alat peraga untuk mata pelajaran IPA. Untuk mengatasi masalah kebersihan kelas yang kurang terjaga diadakan kegiatan rutin Jumat bersih, sementara untuk mengatasi kelas yang kurang aman disediakan ruangan tersendiri untuk menyimpan peralatan elektronik, peralatan multimedia, dan alat-alat peraga. Berdasarkan hasil penelitian, diajukan saran kepada: (1) kepala sekolah untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan sarana dan prasarana penunjang pendidikan; (2) guru agar tidak hanya mengelola kelas dengan mengkondisikan ruang belajar siswa, tetapi juga harus memaksimalkan penggunaan media pembelajaran yang tersedia; dan (3) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan untuk memperkaya kajian-kajian teori tentang Manajemen Kelas.

Pengembangan media informasi berbasis web tentang varietas-varietas tebu di P3GI Pasuruan / Dwi Ismira

 

ABSTRAK Ismira, Dwi. 2010. Pengembangan Media Informasi berbasis Web tentang Varietas-varietas Tebu di P3GI Pasuruan. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, (II) Eka Pramono Adi S,IP. M,Si Kata Kunci: Pengembangan Media Informasi berbasis Web Tentang Varietas-varietas Tebu Peran media informasi sangat berpeluang besar dalam kemajuan suatu lembaga. Namun media informasi yang tersedia bukan hanya sekedar media, melainkan adalah sesuatu yang canggih dan efisien dengan optimalisasi hasil yang besar. Tuntutan kebutuhan akan informasi dan penggunaan computer yang semakin banyak mendorong terbentuknya sebuah media yang mampu memenuhi kebutuhan tertentu. Dengan adanya media yang canggih, maka penggunaan informasi dapat berlangsung lebih baik. Dengan terus berkembangnya teknologi, web berkembang menjadi alat bantu yang mampu menyediakan atau menampilkan informasi. Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk media informasi berbasis web tentang varietas-varietas tebu sehingga media tersebut dapat menjadi salah satu alternatif dalam penyampaian informasi bagi peneliti-peneliti di bidang agronomi khususnya tebu, mendeskripsikan validitas dari media informasi berbasis web tentang varietas-varietas tebu di P3GI, dan mendeskripsikan pula efektifitas penggunaan media informasi berbasis web tentang varietas-varietas tebu. Selanjutnya, untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan pengumpulan data melalui metode tes sebagai instrumen pokok dan angket sebagai instrumen pendukung. Metode tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar audiens pada materi varietas tebu, sedangkan angket digunakan untuk mengetahui pendapat ahli materi, ahli media, dan audiens tentang penggunaan media informasi berbasis web. Media informasi berbsis web ini divalidasikan oleh ahli materi sebanyak 2 orang, ahli media sebanyak 2 orang, dan audiens sebanyak 25 orang. Setelah dianalisis media pembelajaran interaktif ini dinyatakan valid dengan hasil perhitungan ahli media 83,65%, ahli materi 91,25%, audiens dalam kelompok kecil 81%, serta audiens kelompok besar 89,75%. Dengan demikian media informasi berbasis web tentang varietas-varietas tebu dapat digunakan untuk proses penyampaian informasi, baik secara individu maupun kelompok. Media informasi berbasis web ini dinyatakan efektif, hal ini terbukti pada hasil belajar audiens yang meningkat yang digambarkan melalui grafik, sehingga media informasi berbasis web ini memberikan efek positif terhadap hasil belajar audiens. Sehingga hal tersebut membuktikan bahwa media ini efektif meskipun materi sudah ada sebelum media informasi berbasis web ini dikembangkan. Berdasarkan hasil pengembangan ini disarankan bagi pihak lembaga, media informasi berbsis web ini dijadikan sebagai media dalam penyampaian informasi serta media untuk belajar, selain itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan tutor untuk pengoperasian media informasi berbasis web diantaranya tutor harus mempersiapkan urutan yang bersifat interaktif yang disajikan sesuai dalam petunjuk pemanfaatan, serta media informasi berbasis web dapat dioperasikan secara online, sehingga media dapat diakses oleh semua peneliti tebu di seluruh Indonesia.

Penerapan team teaching pada pembelajaran PKn di SMA Negeri Kabuh Kabupaten Jombang / Lulus Prihatini

 

Kata Kunci: Team Teaching, Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Kebijakan sekolah membuat guru terutama guru PKn harus melakukan inovasi dalam pembelajaran. Namun, dalam kenyataannya pembelajaran yang dilaksanakan secara konvensional (ceramah) yang diberikan kepada siswa itu kurang relevan, sehingga menyebabkan kurangnya keaktifan siswa. Untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar, salah satunya dapat dilakukan dengan penerapan metode-metode kooperatif yang dilaksanakan dalam kegiatan team teaching. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini berkaitan dengan penerapan team teaching pada pembelajaran PKn di SMA Negeri Kabuh Kabupaten Jombang adalah: (1) Bagaimana pelaksanaan team teaching; (2) Bagaimana efektifitas pelaksanaan team teaching; (3) Apa hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan team teaching; (4) Bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan team teaching. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan team teaching; (2) Mendeskripsikan efektivitas pelaksanaan team teaching; (3) Mendeskripsikan hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan team teaching; (4) Mendeskripsikan upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan team teaching pada pembelajaran PKn di SMA Negeri Kabuh Kabupaten Jombang. Pendekatan dan jenis penelitian adalah pendekatan deskriptif-kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru Pendidikan Kewarganegaraan dan para siswa di SMA Negeri Kabuh Kabupaten Jombang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada teknik analisis data interaktif model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan pembelajaran PKn di SMA Negeri Kabuh Kabupaten Jombang dilakukan melalui team teaching adalah menyusun RPP dan merencanakan metode. Kegiatan pembelajaran di awali dengan salam dan do’a pembuka, membacakan indikator, meriview pelajaran sebelumnya dengan tanya jawab, team teaching menerangkan inti materi setelah itu siswa yang aktif, team teaching sebagai fasilitator, motivator agar siswa aktif dalam kelas, menutup pelajaran dengan merangkum inti dari materi yang disampaikan kemudian siswa diberi pertanyaan dari materi tersebut, evaluasi pembelajaran dari team teaching mengenai tanggapan pelajaran, sikap dan antusias siswa, metode pembelajarannya; (2) Efektivitas pelaksanaan team teaching yang dilaksanakan pada pembelajaran PKn di SMA Negeri Kabuh Kabupaten Jombang adalah: (a) persiapan: perencanaan pembelajaran disusun bersama agar dapat memahami isi perencanan, metode pembelajaran dipilih dan ditetapkan bersama agar mengetahui alur dan tidak kehilangan arah pembelajaran; (b) pelaksanaan: memberikan pertanyaan pembuka agar siswa termotivasi belajar sebelum pelajaran di mulai, mengkondisikan kelas agar team teaching yang bertugas memberikan materi fokus, siswa terlihat aktif dan suasana menjadi tenang karena melaksanakan metode team teaching, dan tidak ada ii jam pelajaran yang kosong karena ada lebih dari satu orang guru; (c) evaluasi: evaluasi siswa dilakukan dengan pembuatan soal dan merencanakan metode evaluasi agar informasi dan data yang diperoleh lebih lengkap dan hasil penilaian yang dilakukan juga obyektif; evaluasi guru dilaksanakan setelah selesai pelajaran dilakukan bersama team teaching dan diharapkan dapat memperbaiki kualitas pembelajaran ke depannya. (3) Hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan team teaching pada pembelajaran PKn di SMA Negeri Kabuh Kabupaten Jombang adalah: (a) dari segi guru: terjadinya pendominasian di dalam mengajar; adanya rasa kebosanan pada anggota team teaching; (b) dari segi siswa: kurangnya informasi mengenai team teaching terutama siswa baru; (c) Terjadi ketidakjelasan dalam penanggung jawaban RPP karena adanya lebih dari satu orang guru dalam merencanakannya. (4) upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan adalah: (a) segi guru: jika terjadi pendominasian di dalam mengajar team teaching saling mengerti dan berinisiatif sendiri dengan mengingatkan, dan instruksi untuk menggantikan mengajar; jika mengalami rasa malas atau bosan team teaching menghilangkan rasa malas atau bosan, misalnya memberikan motivasi atau dorongan kepada siswa dalam bertanya dan menjawab pertanyaan; (b) dari segi siswa: dengan memberikan seminar atau whorkshop; (c) pertanggung jawaban dalam penyusunan RPP dilakukan dengan membentuk koordinator team teaching agar kedepannya baik secara administrasi maupun yang lainnya. Berdasarkan temuan penelitian disarankan agar: (1) Sekolah tetap melaksanakan team teaching, kendala yang di hadapi yang berkaitan dengan team teaching dapat dihindari dengan memberikan pembinaan kepada guru-guru. (2) Guru team teaching ke depannya dapat meningkatkan kemampuan mengajar yang kreatif dan menarik lagi. (3) Siswa diharapkan aktif dalam pembelajaran dan belajar dengan giat lagi. (4) Peneliti lain diharapkan dapat dijadikan bahan referensi dan juga menjadi bahan koreksi bagi penyempurnaan penelitian yang peneliti lakukan, sehingga penelitian ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Persepsi Orang Tua Tentang Pengaruh Kelompok Bermain Bagi Perkembangan Anak Di Kelompok Bermain PIKPG Kabupaten Gresik oleh Yeni Herliana

 

Kelompok bermain adalah satuan pendidikan luar sekolah yang penyelenggaraanndyiaa rahkanb agi pendidikana naku sia prasekolahy, aitu pendidikan untuk membantup ertumbuhand an perkembanganja smani serta rokhani anak didik sebelum memasuki pendidikan dasar. Pendidikan meupakan tanggwg jawab pemerintah, masyarakat dan keluarga. Dalam hal ini orang tua berperan dalam mengarahkapne ndidikanb agi anak-anaknyaM. emilih lembagay ang sesuaib agi anak dapatm embantup ertumbuhand an perkembangaann ak,t erutamab agi anak sekolah. Memilih lembaga yang sesuai diperlukan informasi-informasi yang mendukung yang terbentumk elaluip ersepssi eseorandga lamh al ini adalaho rangt ua. Tujuan penelitiani ni untuk mengetahupi ersepsio rang tua tentangp engertian, pendapadt an pengaruhk elompokb ermainb agi perkembangaann ak.P engumpuland ata dari respondend an dilahrkan denganm enggunakana ngket.R ancanganp enelitiani ni adalahd eskriptifk uantitatif.P opulasid alamp enelitianin i adalahk elompokb ermain PIKPG di Kabupaten Gresik dengan warga belajar di kelompok berrnain PIKPG sebanya1k 05,j adi diambil sampel1 3 orang,y akni 52 respondend an masing-masing kelompok dmr 27 atau 26 warga belajar di kelompok bermain.P engambilans arnpel dalam penelitian ini adalah dengan metode acak. Analisa hasil penelitian ini dalam bentuk tabel pres€ntase. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pada umunya orang tua telah mempunyapi engetahuayna ngt epatt entangk elompokb ermainy aitu tempatp endidikan anak prasekolahy ang dapat membantum eningkatkanp erkembanganin telektual dan sosial serta melatih keberanian anak. Menurut pendapat orwrg hta tentang kelompok bermain bahwa orang tua sudah banyak mengerti tentang fungsi, tujuan dan manfaat kelompok bermain. Dari pendapat orang tua bahwa kelompok bermain merupakan tempaty angs esuabi agi anakp rasekolahd irnanat erdapats aranab elajar,p rasaranaya ng lengkap, metode yang sesuai, kesesuaian biaya, pengasuh yang ada, materi yang diberikan, permainan yang digunakan di kelompok bermain. Sebagian orang tua berpendapabt ahwa kelompok bermain mempunyaip erananp enting guna membantu meningkatkand an mengarahkanp erkembanganin telektual anak, emosi, sosial dan moral anak. Sedangkans ebagianl ain menyatakanb ahwa perkembanganin telektual, emosi, sosial dan moral anak selama di kelompok bennain masih kurang. Beberapas aranp enelitian( l) Bagi orang tua hendaknyati dak menyerahkan tanggungjawapbe ndidikana nak sepenubnykae padal embagat ersebut,s ehinggao rang tua lebih memperhatikand an mengarahkanh asil belajar yang diperoleha nak di kelompokb ermaint,e rutamas aatd iluarj arn-jama nakd i kelompokb ermain(, 2) Bagi kelompokb ermain hendaknyam ampu melaksanakanfu ngsinya sebagail embaga pendidikana nakp rasekolahy aitu menyesuaikanp enyelenggaraapne mbelajarand engan tingkapt erkembangadna n pertumbuhaann ak( 3) Bagi pendidikanlu ar sekolahd alam penelitianin i perlu diadakanp enelitianl ebih lanjut tentangv ariable-variabeyla ng mempengaruhpi erkembangana nak di kelompok bermain, (a) Bagi pemerintah hendaknypae rlu diadakanp enelitianl ebih lanjut mengenapi eranank elompokb ermain terhadape rkembangaann akd enganm embandingkatnin gkat perkembangaann aky ang masukd i kelompokb ermaind engana naky angt idak masukd i kelompokb ermain.yang dapadt iketahuid enganm engamatpi erkembangaann ak.

Pengaruh penggunaan bahan penutup lantai yang berbeda terhadap pertambahan bobot ayam pedaging / oleh Elis Setyaningsih

 

Implementasi Kurikulum Muatan Lokal Dalam Mengembangkan Potensi Daerah (Studi Kasus di SDN Kembangan Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan) oleh Mufarrohah

 

Penelitian ini dilakukan di SDN Kembangan Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongand engant ujuan untuk mendeskripsikanp otensiy ang adad i Desa Kembanganb; idang studi yang dijadikan muatanl okal di SDN Kembangand an untuk mengetahui gambaran nyata tentang relevansi kurikulum muatan lokal dengan potensdi aerahd i DesaK embanganK ecamatanS ekaranK abupatenL amongan Penelitianin i menggunakarna ncanganp enelitiand eskriptifkualitatifdengan pendekatans tudi kasus.T eknik pengumpuland ata adalahd engano bservasi, wawancarad ans tudid okumentasiA. nalisad atay angd igunakanm eliputi reduksi data,d isplayd atas ertam engambikl esimpuland anv erifikasi.P engecekakne absahan datad itakukand engank etekunanp engamatand an triangulasi. Hasil penelitianm enunjukkanb ahwaP otensiu tamad i DesaK embangan adalahp ertanian.S edangkank urikulum muatanl okal di SDN Kembanganm eliputi Bidang Studi Bahasa Jawa, Bahasa Inggns dan Bahasa Arab. Hal ini menunjukkan bahwa kwikulum muatan lokal yang ada di SDN Kembangan tidak ada relevansinya denganp otensid aerahs, ehinggap elaksanaaknu rikulumm uatanl okal belum menunju kkan upayap engembangapno tensid aerah. Agar kurikulumm uatanl okal relevand enganp otensid aerahy angm enjadikan pesertad idik semakina kab denganl ingkungannya,m aka sebagabi ahan pertimbangan,a dab eberapas arana ntaral ain: a) menyesuaikanm uatanl okal dengan potensid aerah,b ) melibatkanm asyarakadt alam menentukank urikulum muatan lokal, c) bekerjasamdae nganin stansyi angt erkaitd alamm enentukanis i muatanlo kal yang relevan dengan potensi daerah. iii

Kepemimpinan Kepala sekolah Dalam Mengelola Sumber-Sumber Belajar Pada Taman Kanak-Kanak Favorit: Studi Kasus Di TK Akademika Malang oleh Norsyarina Bt Mohamad Angkashah

 

ABSTRAK Norsyarin2a0. 03.K epemimpinaKn epalaS ekolahD qlamM engelolaS umber- Sumber Pada Tuman Kanak-Kanak Favorit: Studi Kasus di TK Akademika MulangS. kripsi.,f u rusanA dministrasPi cndidikanF II UnivcrsitaNs cgcriM alang Pembimbin(gl): Dr.HendyaSt oetopoM, ,Pd,0I) Dr. ImronA rifin, M.Pd. KataK unci: K,cpcminipinaKne palaS ekolahM, engelolaS umber-sumbeBre lajar, TamanK anak-KanakF avorit. PerlaksanaaaPnc ndidikanP rasekolahd iaturs ecarari nci padaP eraturanP emerintah RepubliIkn donesiaN o 27 tahun1 989t entangp endidikanp rasekolahp. endiCikan Prasekolaahd alahp cndidikanu ntulim embantup ertumbuhand anp erkembangajans mani danr ohanai nakd idik di luar lingkungank eluargas ebelumm emasukpi endidikand asar yangd iselenggarakadni j alur pendidikans ekolaha taujalurp endidikanlu ar sekolah. PcmsrintahIn doncsiam ulai sangatp edulia kana rti masap rasekolah(3 -6 tahun) yangm erupakapne ngalamaanw aly anga kanm emberikank ualitasb angsad i masay ang akand atangS. epertyi angt elahd iketahui,d alamm asyarakaItn donesiate lahb erkembang berbagapie layanapnc ndidikanp rasekolahb aik yangd iselenggarakaDne partemcn PendidikaNna sional,D epartemenA gama,K antorM enteriN egeraU rusanP erananW anita danB adanK oordinasli( cluargaB crencana(B ina KeluargaB alita). Memiliki kepalas ekolahy angp rofesionadl ane fektif merupakank unci kejayaan dank esuksssadni raman Kanak-KanakF avorit.K epalas ekolahb erfungssi ebagai kcpcmimpinapnc ndidikany angm cnunjukk cpadab crbagaai ktivitasa taut indakany ang dilakukano leh seorangp emimpind alamu payam enggerakkapne kerja-pekerjanyaag ar maub erbuast esuatug unam envukseskapnr ogramy angt elahd irencanakanK. epala sekolamh empunyapie rany angs angabt esard alamm engelolasu mber-sumbbeer lajar karenas umberb elajars angatp entingd igunakand alamm elaksanakapnr osesb elajar msngajar. Ketrampilank epalas ekolahy angd ituntuti tu dinamakank etrampilan kepemimpinakne palas ekolahD. alamp raktiknyak, etrampilanin i sangast ulit, sehingga penelitit ertariku ntukm enelitinyaA, dapunf okusd alamp enelitiani ni adalah(, l) Bagaimanakaphr ofiI tamank anak-kanakfa vorit; (2) Bagaimanakakhe pemimpinanke pala sekolahd alamm engelolas umber-sumbebre lajar;d an( 3) Faktor-faktoar pakahy ang menjadpi endukungd anp enghambabta gi keberhasilakne palas ekolahd alamm ewujudkan sekolahy angf avorit. Pcnclitianin i rncnggunakapne ndckatank ualitatif,y angd ilakukanp adaT K AkademikaM alang.S ampepl enelitiand itetapkans ecarap urposif. Teknik pengumpuladna tay angd igunakanm eliputi ; (l) wawancaram endalam(;2 ) observaspi artisipand; an( 3) studid okumentasDi. atay angt erkumpuld ianalisiss ecara berulang-ulanggu nap enyusunakno nsepd ana bstrakstie muanl apanganK. redibilitasd ata disemakd engante knik triangulasdi ant eknik kecukupanre ferensial. Temuanp enelitianin i adalahs ebagabi erikut.P ertamaP, rofilt amank anak-kanak favoritd itandadi enganti ngginyare sponm asyarakautn tukm enyekolahkapnu tra-putrinya {i sekolahtc rscbut.M anajcmcnp cndidikany angd itcrapkanm crupakanfo rmulasi pemahamapna rap endirinyate ntangp endidikana nak-anakd ari negaram aju( Jerman) sehinggas emangapt engembangapne ndidikand ijiwai dengans emangapt embaharuan profesionadla lamm enanganpi endidikana nak-anaks, ehinggaa nak-anakm erasa dalamb elaiard anb ermaind i sekolahte rsebut. I KeduaK,e pemimpinkaenp alas ekoladha lamm engeloslau mber-sumbelra jar dilakukasne cartae amworkd engapna rag uru,s ebabk uncik eberhasiladna rip rogram pendidikaann akd anp emberdayaasnu mber-sumbebre lajarb agi anak-anakte rletakd ari kepiawaiakne palas ekolahd ang uru dalamm engajarK. reativitasd ani mproviasasgi uru dalamm enggunaksaunm ber-sumbbeer lajarb agip rosesb elajar-mengajmare laluib erbagai prmainanm erupakaknu nci utariraK. erjasamad alamm elakukane valuasbi elajar,d an Fnyusunakne giatanh arian,m ingguanb, ulanan,s emesterand,a nt ahunans ertap emberian motivasdia nk omitmenyantgin ggi padag urud alamm emanfaatkadna nm emberdayakan sumber-sumbelra jary anga da,m aupuny angd ikeasi sendirio leh guru KetigaF, aktorp endukungb agi keberhasilanse kolahm encapapi redikatf avorit adalathe rjalind ant erciptanyaik lim yangk ondusif,s alingm endukungd, anh armonia ntara kepalase kolahd enganp ihaky ayasang, uru,s taf orang1 ua,d anm asyarakast,e hingga semupar ogramk epalas ekolahm endapatpositivseu pport danh igh splrll dari semua elemesne kolahS. elaini tu juga dukunganp emerintahd alamh al pembinaand anj uga predikakte juaraanT K Contohy angs emakinm empercepaptr osesk efavoritans ekolah. Sedangkafank torp enghambabta gi keberhasilanse kolahd i antaranyak etidakajegagnu ru dalamm engabdki arenap indaha tauk eluard enganb erbagaai lasany angb erartih arus memulapi embinaanb arut erutamad alamp embelajarabna hasaJ ermanH. ambatany ang lain,b erupap ersaingaann tars ekolahf avorit yangt umbuhs uburs ehinggam emicuk epala sekolauhn tukt etapm empertahankapnr estasinya Dari hasilp enelitiand isarankans ebagabi erikut: (1) untukk epalas ekolahd alam melaksanakapne ngelolaansu mber-sumbebre lajard anp rosesb elajarm engajarh, emdaklah memandansge riust erhadapp erlaksanaamn anajemens ekolahs upayale bih efektifdan efisienm, erumuskamn asalahya nga dad i tamank anak-kanaske belumm emancing kreatitltagsu rua gart idakr nengganggpuro sesp erkembangatanm ank anak-kanadka, n menguranmgia salahsc ringnyab ertukagr antig urus ertam enanganiny(a2;) untukg uru hendaknymae nanamkasnif atd isiplind alamd iri supayam cnjadi kutans iswa, mewatakkadni rinyas esuadi enganr entakh idup anaks iswa,k onsistente rhadaptu gas sebagapie ndidikd, anm eningkatkadna yak reatifitasg urud alamp rosesb elajarm engajar.

Pelaksanaan Evaluasi Program Tahunan Oleh Kepala Sekolah Di Sekolah Dasar Negeri Tamanan 01 Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso oleh Gieni Dwi Silvitasari

 

Evaluasmi erupakanp rosesp enentuann ilai dari sesuatub erdasarkank riteria hrtentud alamp rosesm encakupu saham encarid an mengumpulkanin formasi (data)y ang ,diperlukasne bagapi edomand alamm enentukanse suatuy angm enjadio bjeke valuasi. Rumusanm asalahd alamt rnelitian ini adalah( 1) Bagaimanap elaksanaan evaluapsir ogramt ahunany angt elah dibuat oleh kepalas ekolah, (2) Faktor apas ajakah ,yangm enghambapte laksanaane valuasip rogam tahunan,( 3) Apakah pengaruhp ihakpihaky angt erkait dengank epalas ekolahd alamp elaksanaane valuasip rogramt ahunan. Penelitianin i merupakanp enelitiand eskriptifk ualitatif yangm enggambarkan ataum elukiskana paa danya.T ujuan penelitiani ni adalah( 1) Untuk mendeskripsikan plaksanaaenv aluasip ro$am tahunanu ntuk setiapp rogramnyay ang telah dibuat oleh KepalSa ekolah(,2 ) untuk mendeskripsikanfa klor-faklor penghambadt alam pelaksanaan evaluapsrio gramta hunan(,3 ) untukm endeskripsikapne ngaruhp ihak-pihaky angt erkait dengakne palas ekolahd alamp elaksanaane valuasip rogramt ahunan. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara dan studi dokumentasi, instrumepne ngumpudl atap anduanw awancarad an panduand okumentas(i checkl ist) analisyisa ngd igunakana dalaha nalisisd eskriptif. Hasily angd iperolehd alamp enelitianin i menunjukkanb ahwa: ( 1) pelaksanaan evaluaspir ogramt ahunany angt elah dibuat oleh Kepala sekolah dapatd rkemukakan sbagai berikut, (a) Program Pengajaran; menunjukkan bahwa program ini berjalan secarma enyeluruhd an di prioritaskana gart ercapainyap rosesb elajar mengajary ang maksima(lb, ) ProgramK emuridan; pelaksanaanu ntuk programk emuridani ni yang terdirdi ari 10 point dilakukan sesuaid engand enganjadwaly ang telah ditetapkan ,sebagiabne sart ujuan dalamp rogrami ni terlaksanad engand itandai dengant idak adanysais way angt inggalk elas, (c) ProgramP engembangamna tap elajaran; merupakakne giatany ang menunjangk egiatanp embelajarany ang pelaksanaannya terdapakte ndalau ntuk bidangk eseniany ang masih banyakd idukung oleh bidarrg lainnyaU, KS danp endidikanjasmani,( d) program Sekolahs ebagapi usatk ebudayaan/ wawasawni yatam andala; adanyak emajuany ang pesatd ari siswa dari segi logika, etika dane stetikay angm enumbuhkans ikap anaku ntuk rajin, sopand an memiliki rasac inta akankeindahlainng kungan(,e ) Programp ersonalia; merupakank egiatany ang menunjankge sejahteraagnu rua gard apatm emperlancarjalannypae ndidikand alam rangkma enertibkank estabilanp endidikan(,f ; Programp eralatand anp erlengkapan sekolah; m erupakanw ewenangp enuhd ari masing-masingk elas dalam pengadaan peralatamna upunp erlengkapapne mbelajaradna lamr angkap encapaiakne tahanan lingkungan(,g ) ProgramK euangan; dalam program ini segalak egiatans ekolah didukundga ri segip ermodalannysae hinggate rciptakank eseimbangadna nk estabilan antarpae masukadna np engeluarasne kolah(, h) ProgramH ubungans ekolahd engan masyarak;a ht ubunganin i bersifatb erkesinambungadna n lebih eratt erialin melalui kegiataBnP 3 ataup ertemuanw ali murid , (I) Programl ayanank hususs ekolah; pelaksanaparno grami ni dilaksanakasne carap rofesionahl inggam eningkatkan pengetahudaann m enambahw awasans iswad idik, fi) ProgramK etahanans ekolah; ketahanainn i terbentukd enganb aik baik dan tangguhd alam menghadapbi erbagai hambatadna n tantangand enganm elaksanakan1 2 kegiatand alam programk etahanan sekoladhe nganb aik. (2) Faktory angm enghambapte laksanaaenv aluaspi rogram tahunand apatd ikemukakan( a) Adanyak eterbatasanw aktu yang dimiliki oleh Kepala Sekolashe bagapi impinant ertinggid ari lembagas ekolahy angm emiliki tanggungja wab padak egiatany ang berjaland ilingkungans ekolahs ecarak eseluruhan, (b) Belum adanya timk hususy angs ejaland enganK epalaS ekolahd alamk egiatanm engevaluaspir ogram Ahunany angt elahd irancang/ di sususuno leh kepalas ekolah(. 3) Pengaruhp ihaky ang terkaidt engank epalas ekolahd alamp eliksanaane valuaspi rogrcmy angt erdiri dari peniliks ekolahd an Kandeps etempatti dak mempunyaia ndil besard alamp elaksanaan evaluaspi rogramt ahunan,h anyab erupad ukungan,s emangats ertam emberikans olusi pemecahamn asalahji ka timbul kesulitand alam pelaksanaane valuasip rogramt ahunan. ur

Hubungan Antara Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas V SDN Di Wilayah Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan oleh Vien Mulyawati

 

ABSTRAK MulyawatiV, ien.2 003.H ubunganA ntaraP emanfaataPne rpustakaaSne kolah denganP restasBi etajarS iswaK elasV SDNd i WilayahK ecamatan MaospatKi abupateMn agetanS. kripsi.J urusanT eknologPi endidikan UniversitaNs egeriM alang.P embimbin(Cl) Drs.H . SupriyadiM, .Pd,( ll) Drs.S ulthonMi. .Pd. Kata-kata kunci: pemanfaatapne rpustakaanp,r estasib, elajar. Perpustakaamn erupakans alahs atus unber balajary angs elamain i dapat menunjanpgr estasbi elajars iswa.P emanfaatapne rpustakaadna patd imanfaatkajnu ga untukm emperluapse ngetahuamn,e mbangkitkamno tivasbi elaiarm, empertinggi keativitas sertam embangkitkakne giatanm embacaT. etapik enyataand i lapangan menunjukkabna hwas iswaS ekolahD asark hususnyak urangm enyadarai rri pentrng manfaapt erpustakaans,e hinggab elumb isam emanfaatkasne maksimaml ungkin. Tujuanp enelitianin i adalahr urtukm engetahuai dakahh ubungany ang signifikana ntarap emanfaatapne rpustakaasne kolahd urganp restasbi elajars iswa kelasV SDNd i wilayahk ecamataMn aospatki abupateMn agetanV. ariabebl ebas dalamp enelitianin i adalatrp emanfaatapne rpustakaasne kolah( X), sedangkan variabetle rikatnyaa dalahp restasbi elajars iswak elasV (Y). Kemudiantu juani ni dijabarkanla gi untukm engetahuai dakahh ubungany ang signifikana ntaram asingmasings ubv ariabebl ebasy aitup emanfaatabna han-bahapnu stakas ebagasit unber belajar( Xl), jumlahw aktuy ang digunakanu ntuk membacab ahanp ustakad i perpustakaa(Xn 2), frekuensui ntukm embacdai perpustakaa(nX 3), terhadap restasi belajars iswak elasV SDN di wilayahk ecamatanM aospatik abupatenM agetan. Pengumpuladna tai ni mengg'rnakaann gketd and okumentasAi. dapun populasdi alamp enelitianin i adalahs iswak elasV SD yanga dad i SDN se- KecamatanM aospatiK abupatenM agetanP. engambilasna mpedl alamp enelitianin i dilakukans ecarac lusterd anr andoms ederhanad,ip erolehs ampe8l 5 darie mpatS DN yaitum asing-masinwgil ayahd iarnbisl atus ekolahd engana caks ecarau ndianS. emua datay angd iperolehk emudiand ianalisisd engann unusp roductm omentd ari pearson. Berdasarkanh asila nalisiss ecarak eseluruhanp enelitianr nenwtjukkana danya hubungany angs igrrifikana ntarap emanfaatapne rpustakaasne kolahd enganp restasi belajars iswak elasV SDN di wilayahK ecamatanM aospatiK abupatenM agetan. Dari hasilp enghitungadni perolehk orelasig andas ebesa0r .837d ank oefisienk orelasi penghitungaFn, "*d rtemukana ngkas ebesar5 4.791. N ilai ini lebihb esarji ka dibandingkand engann ilai tabely aitu2.713( taraf sigrifikan 5%). Sedangkaunn tuk masing-masinsgu bv ariabebl ebasy aituX l,X2, danX 3 denganY terdapaht ubungan yang signifikan dalam taraf sipifikan 5%.

Pola Pembelajaran Sekolah Alam Ciganjur Jakarta selatan oleh Siti Rahmawati

 

Pelaksanaapnr osesb elajarm engajayr angm elibatkan pemanfaataanl ams ekitarm emerlukakne mampuadna n kreativitadsa lam mengenalkapnr osesp engajaranya ngm enarikb agis iswad an memiliki nilaip engetahuanS.e kolaha lama dalahs ebuahs ekolahy ang memanfaatkadnim ensia lams ebagaiobyepke ndidikadne ngan7 5% pembelajaradnil akukadni lingkungaanla ms ekitard an25o/doid alam saung( rumahp anggungP).o lap embelajarasne bagaisuatsui stemy ang merupakanko mbinasidarkio mponens istemp embelajarayna ngs engaja dirancangd and ipilihk emudiand ilaksanakasne hinggaa kant imbul peristiwab elajary angb ertujuand ant erkontroyl angm elibatkanp esan, orang,b ahan,a lat,t eknikd anl atar.S istemp embelajaradni rumuskan sebagaki ombinasidarbi erbagaki omponend enganm enerapkasnu atu polam anajemetne rtentuy angd ilaksanakaang art ercapatiu juan instruksional. Penyajianp esand alamp embelajaranm emanfaatkalnin gkungan alams ekitars ebagasi umberb elajarm emerlukapno lap embelajarayna ng sesuadi and apatm emenuhki ebutuhanb elajars iswa.P olap embelajaran inid ibentukd enganm enitikberatkapna das trategpi enyampaiayna itu prosedurru tina taua cuany angd isiapkanu ntukm enggunakabna han, peralatano, rangd an lingkunganu ntukm enyampaikapne sank epada siswa,d ana tauu ntukm enerimas ertam eresponm asukany angb erasal darisiswa.P enelitianin i mengamboil byek paras iswad ang uruS ekolah AlamC iganjuJr akartaS elatank arenap embelajarayna ngd ilakukand i sekolaha lamm emanfaatkasne optimaml ungkinli ngkungaanl ams ekitar sebagasi umberb elajar. Penelitianin i bertujuanu ntukm endeskripsikapno lap embelajaran yangd iterapkand alams eluruhp enyajianm atap elajarano lehs eluruhg uru kelasl, ll, lll dalamm emanfaatkalinn gkungaanl ams ekitarP. ola pembelajarainn i adalahh asilm odifikasdi arip enelitianD ianA .Ry ang menghasilka3n2 jenisp olap embelalarayna ngo lehp enelitdi imodifikasi menjad1i 0j enisp olap embelajaradne ngank omponeinn struksional pesang, uru,a lat,b ukup aket,b ukup enunjangd an naras umberm, etode ceramahd and iskusi,m etoded ynamicg roup,m etodes tructuredg roup prcblems olving,m etodes imulasim, etodec ases fudy,m etodea cfion Ieamingm, etoded emonsfraslia, tard ane valuasi. Rancanganp enelitiany angd igunakana dalahr ancanganst udi kasusP. engambiladna tap adap enelitiainn iadalahd enganm elakukan kegiatano bservasiw, awancarad an dokumentasAi.n alisish asilp enelitian yangd ipakaai dalaha nalisisp ersentase. Hasilp enelitianin i menunjukkabna hwap olap embelajarayna ng digunakadna lamp embelajaraunn tukm atap elajaranP PKn,B ahasa IndonesiaB,a hasaIn ggrisB, ahasaA rab,A gama,P LKJ,K TKd anl qro gurum enggunakapno lap embelajaran2,4,d6a n 10s edangkaunn tuk matap elajaranll muP engetahuaAnl amd an Matematikgau ru menggunakapno lap embelajara3n, 8 dan9 dan untukm atap elajaran Outbondg urum enggunakapno lap embelajara7n d ant idaks atupung uru menggunakapno la1 dan5 . Sebagabi ahanp ertimbangabna gig uruS ekolahA lamC iganjur JakartaS elatand alamm eningkatkaknu alitasp emanfaatalnin gkungan alams ekitara dab eberapas arans ebagami asukana ntaral ain 1) membimbinsgi swad alamm elakukanb erbagapi ercobaany angd ilakukan dialam;2 ) memperhatikakno ndisifisiski swad alamp embelajara; n3 ) kreativitagsu rup erlud itingkatkadna lamm enciptakaanl at-alakt hususnya tPAy angd iolahd aria lams ekitard an4 ) mengembangkapno la pembelajarainnk uirsi ecaras erentak.

Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kopetensi Pada Pendidikan Prasekolah (Studi Kasus di TK Negeri Pembina Malang, TK Plus Al-Kautsar Malang dan TK Laboratorium Universitas Negeri Malang) oleh Dahlia Firdaus

 

Garis-gariBs esarH aluanN egaram engamanatkabna hwap embangunanna sional bertujuaunn tukm embangumn anusialn donesias eutuhnyad anm embangunse luruh masyarakIantd onesiaD. alamu payap eningkatanm utu pendidikanm, akak urikulum 1994 perlud isempurnakaunn tukm eresponte rhadaptu ntutanb erdemokrasgi,l obalisasdi an otonomdi aerah. Penelitianin i berangkadt ari pentingnyap embaharuaknu rikulum,d iupayakan terutamuan tukm encapatiu juanp endidrkann asionayl angb erdasarkaPn ancasilad an UUD 1945S. alahs atup embaharuanb erupal ahirnyaK urikulumB erbasisK ompetensi (KBK) sebagakiu rikulum2 004,y anga kand iberlakukans ecarab ertahapp adat ahun pelajara2n0 0412005F.o kusp enelitianin i adalahp elaksanaaKnB K padap endidikan prasekolahS.e lanjutnybae rdasarkafno kust ersebudt irinci enamr umusanm asalahy aitu: (l) Bagaimanakaphe laksanaapne ngelolaaknu rikulumb erbasiss ekolah?(2 ) Bagaimanakaphe laksanaaknu rikulumd anh asilb elajar?( 3) Bagaimanakaphe laksanaan penilaianb erbasikse las?( 4) Bagaimanakaphe laksanaakne giatanb elajarm engajadr ari KBK?( 5) Apa sajaf aktorp enghambapt elaksanaaKnB K? dan( 6) Apa sajaf aklor pendukungp elaksanaaKn BK? Penelitianin i menggunakapne ndekataknu alitatifdenganr ancanganst udik asusd i TK NegerPi embinaM alang,T K PlusA l-KautsarM alang,d anT K Laboratorium UniversitaNs egeriM alang.T eknik pengumpuland atayangdigunakamn eliputi:( l) wawancara(2; ) Observasdi; an( 3) Dokumentasi.Datayantge rkaitd enganp enelitianin i diperolehd ari beberapain forman. Informan utamad alam penelitiani ni adalahk epala sekolahd anw akil kepalas ekolahb idangk urikulum. Hasilp enelitianin i, pelaksanaaKnB K di TK NegeriP embinaM alangp ada: (a) pengelolaaknu rikulumb erbasiss ekolaha dalahh ubungans ekolahd enganD inas PendidikaKn otaM alangm emberikanp engarahans,e minard, anp eminjamana lat;( b) pelaksanaaknu rikulumd anh asilb elajara dalahh asilp enilaianm encerminkasni kapd an perkembanganta up ertumbuhasni swad i sekolah(; c) pelaksanaapne nilaianb erbasis kelasa dalahp enilaianb erupan arasim elaluip engamatanle, mbark erja,s ikapa tau penlakuyangbaikterencaantaa ut idak dana nekdot(; d) kegiatanb elajarm engajadr ari pelaksanaaKnB K adalahk elasd ans ekitarnyas ebagapi usatb elajar;( e) faktor penghambdaat rip elaksanaaKnB K adalahD inasP endidikanK ota Malangb elump emah memberikasne minadr anp elatihanb agi kepalas ekolahd ang urut entangK BK; dan( f) faktorp endukundga ri pelaksanaaKnB K adalahd alamp elaksanaadne wans ekolah senantiasmae mperhatikapne rkembangadna nk emauj ans ekoal h. PelaksanaaKnB K di TK PlusA l-Kautsarp ada:( a) pengelolaaknu rikulum berbasisse kolaha dalahm endatangkapna karp endidikanu ntuk seminara taup elatihan yangd iikuti olehK epalaS ekolahd ang uru;( b) pelaksanaaknu rikulumd anh asilb elajar adalamh etoded anp rosedupr enilaiand ilakukanb erulangu lang,( c) pelaksanaan penilaianb erbasisk elasa dalahp emberianw ngayaanp adaa nak denganc ara mendatangkana kl ebih awals atuj am sebelumk egiatanb elajarm engajard imulai(d) kegratanb elajarm engajard ari pelaksanaanK BK adalahp endekatanp embelajaran tergantundgJ nganm ateri, (e) faktor penghambadt ari KBK adalahD inas Pendidikan fota Vtatangb elump ernahm emberikans eminard anp elatihanb agik epalas ekolahd an gurut entangK BK; dan( f) faktor pendukungd ari pelaksanaaKnB K adalahy ayasan senantiasmae mperhatikapne rkembangadna nk emajuans ekolah. PelaksanaaKnB K di TK LaboratoriumU niversitasN egeriM alangp ada:( a) pengelolaaknu rikulumb erbasiss ekolaha dalahk epalas ekolahd ang urum engikuti ieminatre ntangK BK; (b) pelaksanaaknu rikulumd anh asilb elajara dalahp rosedur penilaiamn enggunakaenv aluaspi rosesd alamp elaksanaakne seharian(;c ) pelaksanaan penilaiabne rbasisk elasa dalaha latp eriilaianb erupan ontesd enganm embuaet valuasi prosesse suadi enganp engembangapne rilakunya(;d ) kegiatanb elajarm engajadr an pelaksanaKanB K adalahp embelajaratnid ak hanyad idalamk elast etapib isad iluar kelas; (e)f aktorp enghambadta ri pelaksanaaKnB K adalaha dalahk urikulum2 004b elum diresmikasne carare smis ehinggak onsepK BK masihb elumj elas; dan( f) faktor pendukundga ri pelaksanaanK BK adalahg uru mengikuti kegiatani lmiah tentang kurikulum. Darih asilp enelitianin i, saran-sarayna ngd iajukanp adap elaksanaaKnB K di TK NegerPi embinaM alanga dalah(:1 ) TK NegeriP embinaM alangh endaknya mempertahankakuna litasb elajarm engajamyas esuadi engank urikulumy angt elah digariskaonl ehD epartemenP endidikanN asional;( 2) Setiaps ekolahm empunyai kewenangamne ngembangkaknu rikulums esuadi engans ituasid ank ondisis ekolah.Saran yangd iajukanp adap elaksanaaKnB K di TK PlusA l-KautsarM alanga dalah(: 1) TK Plus Al-KautsarM alangh endaknyam empertahankaknu alitasb elajarm engajamyase suai dengaknu rikulumy angt elahd igariskano lehD epartemenP endidikanN asional;( 2) Setiaps ekolahm empunyaki ewenangamn engembangkaknu rikulums esuadi engan situasdi ank ondisis ekolahS. edangkapne laksanaaKnB K di TK Laboratorium UniversitaNs egeriM alang adalah:( 1) hendaknyam empertahankanku alitasb elajar mengajarnysae suaid engank urikulum yangt elah digariskano leh Departemen PendidikaNna sional(; 2) Setiaps ekolahm empunyaki ewenangamn engembangkan kurikulums esuadi ensans ituasid an kondisi sekolah.

Studi Kegiatan Guru Penjakes Dalam Pengelolaan Kelas di SDN Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan oleh Arif Iskandar Hidayat

 

Pengelolaanke las adalahu sahay ang dilakukang uru denganm aksud agaxt ercipta kondisi optirnal yang memungkinkank egdatanb elajar mengaiar dapatm encapahi asiJy ang maksimal.U ntuk itu diperlukans osok guu yang profesional yaitu grru yang tidak hanya menguasai prosedur dan metsde pengajarante tapi juga menguasapi engelolaank elas yang kondusif Dengan pengelolaakne lasy ang kondusif diharapkanm ampum enumbuhkamn inat siswa belajars iswas rnakin meningkat. Penelitian hl bertujuan untuk mengetahui kegiatan guru Penjaskes dalamp engelolaanke lasd i SDN KecamatanK adur KabupatenP amekasanya, ng melipufi kegiatan pengelolaan kelas $aat membuka pelajaran, kegiatan pengelolamk elass aatm enyunpaikanm ateri,d m kegiatmp engelolaakne lass aat msnut{pp elajaran. Penelitianin i ditaksanakadni KecaffiatanK adtr KabupatenP amekasan, denganS ubyekp e,nelitiasne luruhg uru'guruP enjaskedsi SDN KecamataKn adur kabupatePna mekasayann gb erjrrmla2h4 orang. Pengumpuladna tad alamp enelitianin i dilakukand engatc arao bservasi langsungp adap elaksanaapnr osesb elajarm engajadr ilapanganP. engambiladna ta ini dilalcukard enganm enggunakaanl at bantub erupac hecky ang dikernbangkan scndirio leh peneliti.D alan penelitim ini analisisy ang digrmakana dalaha nalisis deskriptif. Varjabel dalwt penelitiar ini menggunakan3 variabely aitu kegiatan pengelolaank elas saat membukap elajaran,k egratanp ongelolaank elas saat menyampaikamn ateri, dan kegiatanp engelolaank elas saatm enufupp elajaran. Varibel-variabetls sebut djjabarkanr uenjadi beberapas ub variabel,d an sub variabedl ijaba*an lagi mqiadi beberapian dikator. Kesimpuland alarn peneliUani ni adalah (l) persentasep elaksanaan kegiatanp engelolaank elas saat membukap elqjaran8 9,3%, (2) pelaksanaan kegiatanp engelolaank elas saat menyampaikanm ateri 68,2Vo,( 3) persentase pelaksanaakne giatanp argelolaanke lass aatm enutuBp elajaran3 0,5%,d an (4) p€r$entaspee laksanaakne gratanp ebgelolaank elas di SDN KecamatanK adur KabupatePn amekasaEn9 ,37o. Saran diberikan kepada kepala Kandep Dkbud drharapkan menyelurggarakanp enetarm tsntang purgelolaar kelas agar pembelaiaran PendidikanJ a$nanSi ekolahD asaro ptimal, 1V

Sosialisasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Tingkat Sekolah Dasar Negeri (Studi Kasus di Wilayah Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Kedungkandang Kota Malang) oleh Pujiati

 

Sejaland engane rag lobalisasid, uniap endidikand ituntutu ntukt erus berkembanggu nam encapaki ualitasp endidikany angl ebih baik.P emerintajhu ga berupayuan tukt erusm eningkatkand anm enyempumakasnis temp endidikann asional. Dengana danyaU U No. 22 dan2 5 tahun1 999t entangOtonomDi aerahw, ewenang pengelolaapne ndidikanb eradap adap emerintahd aerahk ota&abupatend anb ukan wewenangp emerintahanp usat. Gunap erbaikanp endidikanp,e merintamh ulaim engubakhu rikulumy ang bedaku.H al ini dimaksudkanu ntuk dapatm engikuii tuntutane ra global. Siswab ukan hanyad ituntutu ntukm emahamiil mu pengetahuante, tapij uga terampild i duniak erja. KurikulumB erbasisK ompetens(iK BK) diharapkand apatm enjawabs emuata ntangan di era modern saat ini. Dalami mplementaskiu rikulumh, aly angs eringd iabaikana dalahte ntang sosialisaskiu rikllsn. Sosialisaskiu rikulumt idak dapatl epasd ari peranD rnas Pendidikabna ik ditingkatk ota maupunk ecamatanC. abangD inasm empunyai kewajibanu ntr:km ensosialisasikaknu rikulumy angm ulai diterapkand i sekolahsekolahy angb eradad i wilayahk erjanya. Fokusp enelitianin i adalahb agaimanakasho sialisaskiu rikulumb erbasis kompetensdii wilayahc abangD inasP endidikanK ecamatanK edungkandanKgo ta Malang.s ubfokusd ari penelitianin i adalah( l) sosialisasKi BK, (2) medias osialisasi KBK, (3) kendalas osialisasKi BK, dan( 4) upaya mengataski endalad alams osialisasi KBK. Penelitianin i dilakukand i KantorC abangD inasP endidikanK ecamatan Kedungkandandge nganm enggunakapne ndekataknu alitatif.T eknikp engumpulan datayangd igunakanm eliputi:( 1) wawancaram endalam(,2 ) observasbi erperans erta, dan( 3) studid okumentasDi. atay angt erkumpulm elaluik etigat eknikt ersebut diorganisasdi,i tafsirkand, and ianalisisg unam enemukante mad anh ipotesis. Keabsahadna tad icekd enganm enggunakatne knik tnangulassi umberd ata. Temuanp enelitianin i adalahs ebagabi erikutp: ertamas osialisasKiB K dilaksanakaonl eh KantorC abangD inasP endidikanK ecamatanK edungkandang secarau mumd ank hususS. ecarau mum,d enganm engikutkanK epalaS ekolahd an Gurud alams eminary angd iselenggarakaonle h DinasP endidikana taupuno leh lembagap endidikany angl ainnya.S ecarak hususd enganc arap embinaans etiapb ulan sebagatin dak lanjut dari seminar.K edua media yang digunakand alam sosialisasi adalahs eminar,p embinaanr utin dan peristiwa-peristiwat ertentu sepertir apat dan penerimaann port. Ketiga. kendalay ang dihadapi dalam sosialisasiK BK adalah kurangnyas umberd aya manusiay ang ada di sekolaht erutamag uru dan saranad an prasaranad i sekolahy ang kurang memadai.K eempat, upaya unfuk mengatasik endala tersebutD, inas Pendidikanm elakukanBpayad enganm eningkatkans umberd aya yang ada seperti memberikan pelatihan kepada guru dan memanfaatkan fasilitas yang ada di sekolah. Sosialisasi KBK di Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Kedungkandang telah dilaksanakan dengan baik meskipun hasil yang diperoleh belum maksimal. Upayau ntuk terus meningkatkand an mensosialisasikanK BK terus dilaksanakano leh Kepala Cabang Dinas dan staf untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Dari hasil penelitian ini, disarankan sebagai berikut: (1) Cabang Dinas Pendidikan lebih mengoptimalkan pelaksanaan sosialisasi mengingat kurikulum ini sudah mulai diimplementasikan, (2) Cabang Dinas mengupayakan sarana dan prasaranay ang ada di sekolahs ehinggai nformasi dapat diterima tepat waktu, dan (3) bagi sekolah berupaya meningkatkan SDM yang ada dan menambah sarana yang belum ada sehingga informasi yang datang dapat diterima tepat pada waktunya.

Pengaruh likuiditas, leverage, profitabilitas dan growth terhadap peringkat obligasi (studi empiris pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2011) / Ina Meisheila Ekawati

 

Ekawati, Ina Meisheila. 2012. “Pengaruh Likuiditas, Leverage, Profitabilitas dan Growth terhadap Peringkat Obligasi (Studi Pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2011)”. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dyah Aju Wardhani, S.E, M.Si. Ak. (II) Dr. Puji Handayati, S.E., M.M., Ak. Kata Kunci: Likuiditas, Leverage, Profitabilitas, Growth, Peringkat Obligasi     Salah satu alternatif investasi dalam pasar modal adalah obligasi. Obligasi adalah surat utang yang menuntut penerbit obligasi untuk membayar kepada pemberi pinjaman atau investor sejumlah uang yang dipinjam ditambah bunga dalam periode waktu tertentu. Untuk mencegah terjadinya risiko gagal bayar, salah satu cara yang dapat dilakukan investor adalah dengan memperhatikan peringkat obligasi yang dipublikasikan oleh suatu lembaga pemeringkat obligasi seperti PT Pefindo. Peringkat obligasi memberikan informasi dan signal tentang probabilitas kegagalan utang suatu perusahaan sert menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan kewajibannya dimasa yang akan datang. Banyak faktor yang mempengaruhi peringkat obligasi, diantaranya likuiditas, leverage, profitabilitas, dan growth.     Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh likuiditas (X1), leverage (X2), profitabilitas (X3), dan growth (X4) terhadap peringkat obligasi (Y). Sampel yang digunakan adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2011 sebanyak 72 perusahaan. Pemilihan sampel berdasarkan teknik purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis regresi logistik biner untuk menguji hipotesis yang diajukan.     Hasil penelitian ini membuktikan bahwa likuiditas, profitabilitas, dan growth berpengaruh positif signifikan terhadap peringkat obligasi, sedangkan variabel leverage berpengaruh negatif terhadap peringkat obligasi.     Saran bagi peneliti selanjutnya adalah menambahkan variabel lain karena faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peringkat obligasi sangatlah luas dan tidak terprediksi. Masih banyak variabel yang perlu ditambahkan,misalnya produktivitas, solvabilitas, dan ukuran perusahaan. Selain itu peneliti selanjutnya dapat menggunakan data peringkat obligasi perusahaan dari perusahaan pemeringkat obligasi selain PT Pefindo. Bagi perusahaan, perlu memperhatikan faktor likuiditas, leverage, profitabilitas, dan growth sebagai salah satu cara untuk menunjang peningkatan kinerja perusahaan.

Studi Tentang Penerapan Prinsip-Prinsip Andragogi Pada Pembimbingan Anak Yang Mengalami Gangguan Fungsi Sosial (Studi Kasus Panti Sosial Petirahan Anak Bima Sakti Batu) oleh Rahayu Sulistyah

 

V Pasa5l (2) manyatakabna hwa: "Wargan egaray angm emilikik elainan fisik, e,mosianali,n telektual dan atau sosial berhak memperolehP endidikan khusus".B erdasarkanu raian tersebutu sahap e,nanganaann ak yang mengalami gangguanfu ng;sis osial men;adi tanggungj awab sernuab aik swastam aupm PernerinAhP. anti SosialP etirahanA nak Bima Sakti Batu misalnyas ebagaUi nit PelaksanaT eknis kantor wiJayahja wa timur mempunyaik egiatanp emberian bimbinganb agi anaky ang mengalampi ermasalahadna lamm elaksanakafnim gsi sosialnyaD sinilah argasp endidikd inrnhttu nurkm embimbingd an margarahlan perkarbanganp ribadi,m entald anm orala nak. Unnk itu pembimbingh ams mengetahupi rinsip-prinsipy ang diperlukan baglt iap tahapp erkembangaann akd idik gunam encapatiu juana khir pe,ndidikan. Olel l€rena itu penelitian ini.bertujuan untuk mengAahui sejauh mrna prinsrtr prinsip adragogi diterapkand alamp rosesp embimbingana naky ang mangalami gangguanfr rngsi sosiald i Panti SosialP etirahanA nak Bima Sakti Batu, dalam penciptaan iklim belajar, panilihan dan pelaksanaan metode, peranan pembimbingd m pelaksanaaenv aluasi. Jenisp enelitiany ang digunakana dalahk ualitatifdenganp endekatasnt udi lssus. Telcnikp enggaliand atay ang digrrnakana dalaho bservasiw, awancardaa n dokumentasi.S edangkanp engecekank eabsahand ata dilalarkan denganc ara ketdsnan pengnmatend,a n trianggulastT dmik amlisis yang digunakmn d*lah reduksdi ata displayd aradilt mengambikl esimpuland anv erifikasi. Hasil penelitan ini meirujukkan, bahwa prinsipprinsip andragogi telah diterapkanp adap rosesp ernbimbingaann akd i Panti SosialP etirahanA nak Bima Sakti Bafir. Tet pi ada juga kegiatur dalan proses panbimbingan sepati p€n€ntuanw akhr belaju, prosesp emilihanm etoded an pelaksanaaenv aluasdi an penyampaianh asil evaluasi,y ang tidak menerapkanp rinsip-prinsipa ndragogi yaknit idak adanyap elibatanp esertad alamk egiatante rsebut. Saran dqlg,m penelitian ini rddeh -guru pembinbing hcndaknya m€n€ruskand an lebih mafnglotkm kegiatan yang telah dilalarkan dengan mengikut sertakan warga belajar dalarn proiws p€nentuan waktu belajar dan penyampaihna sile valuasyi angs esuadi enganp rinsip-prinsipa ndragogi

Hubungan Kinerja Widyaiswara Menurut Persepsi Peserta Dengan Keberhasilan Pembelajaran Dalam Pelatihan PIM4 Dan Disnaker Di Badan Pendidikan Dan Pelatihan Malang oleh Elen Asmawati

 

Tujuan penelitian ini adalah : (l) untuk mengetahui apakah ada hubungan antarak rneq'aw idyaiswaram enurutp ersepsip esertad engank eberhasilan pembelajarand alam pelatihan PM4 dan Disnaker di Badan Pendidikan dan Pelatihan Malang, (2) untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kinerja widyaiswara menurut persepsi peserta dalam penguasaan materi dengan keberhalisan pembelajaran dalamp elatihanP IM4 dan Disnaker di BadanP endidikand an PelatihanM alang, (3) untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kinerja widyaiswara menurut persepsi pesertad alam metode penyampaianm ateri dengank eberhasilan pembelajaran di Badan Pendidikan dan Pelatihan Malang, (a) untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kinerja widyaiswara menurut persepsi peserta dalam rnengelola kelasa taui klim belajard engank eberhasilanp embelajarand alamp elatihanP IM4 dan Disnaker di Badan Pendidikan dan Pelatihan Malang. Penelitian ini dilakukan di Badan Pendidrkan dan Pelatihan Malang. Ranoangany ang digunakan dalam penelitian adalahr ancangank orelasional. Populasi penelitiana dalahs eluruhp esertap elatihand i Badanp endidikand an Pelatihan Malang tahun 2002/2003 dengan 4 macam pelatihan masing-masing 1 kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sample dengan cara undian. Jenis instrumen yang digrrnakan berupa angket tertutup. Sebelum data dikumpulkan, dilakukan uji coba instrumen terlebih dahulu pada 30 peserta pelatihan lain. Perhitungana nalisisd engant eknik korelasiP roduct Moment. Hasil analisis data menunjukkan bahwa; (l) ) terdapat hubungan yang sigrrifikana ntarak inerja widyaiswaram enu.rupt ersepsip esertad engank eberhasilan pembelajarand engank oefisien korelasi sebesar rut: 0,841, (2) terdapath ubungan yang signifikan antara kinerja widyaiswara menurut persepsi peserta dalam kemampuanp enguasiunm ateri dengank eberhasilanp embelajarand engank oefisien korelasi sebesar bit: 0,74 3, (3) terdapath ubungany ang signifikan antarak inerja widyaiswaram enurutp ersepsip esertad alam metodep enyampaianm ateri dengan keberhasilanp embelajarand engank oefisienk orelasi sebesarr nt= 0,763,( 3) terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja widyaiswara menurut persepsi peserta dalam pengelolaank elas ataui klim belajard engank eberhasilanp embelajarand engan koefisienk orelasir r,,t: 0,653.

Korelasi Performansi Instruktur Dan Motif Berprestasi Peserta Pelatihan Di Balai Besar Pendidikan Dan Pelatihan Agribisnis Tanaman Pangan Dan Tanaman Obat Ketindan-Lawang oleh Anita Kusuma Widiyanti

 

Motif berprestasi merupakan keinginan atau dorongan dari dalam diri s€seoranugn tukm encapaiprestaysai ngl ebihb aik dari sebelumnyaM. otif berprestasi dapat ditumbuhkan dari luar diri individu. Unjuk kerja instriktur dalam proses pembelajaranm, erupakans alah satu faktor yang semeitinya depat mempenga.uhi bertambahnyam otif berprestaspi esertap elatihan.D alam pinelitian ini hai teisebut akan dibahas lebih lanjut dengan mengukur korelasi performansi insFuktur dan motif berprestasi peserta pelatihan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Agribisnis Tanaman l1ng?n dan Tanaman Obat Ketindan-Lawang. Variabel performansi instnrktur dibagi dalarn sub variabel kualifikasi profesional instruktur, i

Efektivitas Pelaksanaan Diklat Pemandu Lapangan Agribisnis Tanaman Pangan Berbasis Kawasan Ditinjau Dari Kinerja Widyaisawara Di BDATPO Ketindan Lawang oleh Eka Nurmala Rakhman

 

Pengembangasnu mberd ayam anusiad alam suatud iklat tidak luput dari peran sertaw idyaiswarad idalamnya.B erhasil tidaknya suatu diklat dapat dinilai dari kinerja widyaiswaray ang ada, diantaranyam eliputi: penguasaanm ateri, penyajian materid, anp engelolaakne laViklimb elajar. Berkaitan dengan hal tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah; "Bagaimana efektivitas pelaksanaan diklat pemandu lapangan agribisnis tanamanp anganb erbasisk awasand itinjau dari kinerja widyaiswara di BDATPO Ketindan Lawang". Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas pelaksanaadni klat pmandu lapangana gribisnis tanamanp anganb erbasisk awasan ditinjaud arik inerjar vidyaisrvardai BDA'IPO KetindanL awang. Penelitian ini diiakukan di Balai Diklat Agribisnis Tanaman Pangan dan TanamanO bat (BDA1?O) Ketindan Lawang, tanggal 4-15 Mei 20M. Subyek penelitiana dalahp enyuluhp ertanlanl apanganp, €tugask ecamatan(m antan/K CD/ KepalaB tsP), PetugasP engamatH ama/Penyaki(t.P HP), dan Kasie (Staf Dinas) PertanianK abupatens ejumlah3 0 orang dan 5 orang widyaiswarad ari BDATPO KetindanM. etodey ang digunakand alam penelitian ini adalahd eskriptifk ualitatif. Insfrumen yang digunakan dalam pengumpulan data berupa angket dan panduan observasDi.a tay angt erkumpuld ianalisisd enganm enggunakatne knik persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan:( 1) penguasaanm ateri pelatihan oleh widyaisrvartac rmasukd alam kategori cukup efektif, (2) kemampuanm enyajikan materi termasuk dalam kategori cukup efektif, dan (3) kernampuan mengelola kelas/iklimb elajart ermasukd alarnk ategoric ukupe fektif. Berdasarkahna silp enelitianin i, dapatd iajukanb eberapas arans ebagai benkut( l) rnateriC iklath endaknyad ibagikans ebelumk egiatanb elajarb erlangsung agarp esertdai dik dapatm empelajarinytae rlebihd ahulud anm empunyaki esiapan dalamm er,erimma ateriy angd isajikan,( 2) metodep embelajarasne baiknyale bih bervariasui ntukm eningkatkanm otivasi pesertad an mengurangti ingkat kejenuhan dalamm enerimam ateriy angd isajikan,s ehinggah asily angd iperolehd apat maksimald, an( 3) sebelumrn aterid isajil:anw idyaiswaras ebaiknyam enyampaikan tujuanp embelajarayna ngi ngin dicapai,s ehinggad apatd iketahuis ejauhm anat ingkat keberhasilapnr osesb elaaj r me ngaaj r yang diselenggarakan.

Persepsi Guru Pendidikan Jasmani Di Sekolah Menengah Atas Negeri Se Kabupaten Banyuwangi Tentang Pendidikan Jasmani Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi oleh Iswahyudi

 

Padatahuna jaran2 004i2005,s istemp endidikanI ndonesiaa kan menjalankank urikulum baru deng;ann ama Kurikulum BerbasisK ompetorsi- Pendidikan Jasmani sebagai salah sanr bagian dari sistern pendidikan, mau tidak mau harus menjalankan t

Studi Korelasi Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Di Madrasah Aliyah Mambaul Ulum 02 Ponjanan Timur Kecamatan Batumarmar Kabupaten Pamekasan oleh Abdul Aziz

 

Maju mundurnyas uatub angsad an Negaras ebagianb esard itentukan olehmajumundurnyatarappendidikanmasyarakatnya'Mutupendidikanyangbaik;il.k_ *l,ian yanghendakd icapai dalam pendidikan,s ehinggap endidikan;;"g"ti;h p#ing taf rcnlOup- ,6uht* tidak hanya penting saja tetapi pendidikantidaklahd ipat dipisatrkand ari kehidupanmusia'Berbicaramengenaipendidikansebagaisuafusistemtentunyatidakbisalepasd ari keberadano iung tua sebaga*i 14 t{t. faktor yang ikut menentukankeberhasilanp rogramp "nliO6n iti sendiri. Oleh karenas ituasio rangt ua sangatlahU.rp"ngu*tt i"th;Oap pernrnUutrand an perkembangana nakT tnl1u kedewasaan'Daiamielajar banyaks ekali fakior yang mempengaruhki eberhasilanb elajars iswa,satu diantarinya adalah keadaan sosial ekonomi orang tua'Penelitianin i bernrjuanu ntuk( l) Mengetahuki eadaans osiale konomio rangtua siswa di Ma&asah Aliyah Mambaul ulum 02 Ponjanan Timur KecamatanBatumarmarK abupatenP amekasan(,2 ) Mengetahuik eadaanP restasbi elajars iswad iMadrasahA liyah Mambaul ulum 02 PonjananT imur KecamatanB atumarmarKabupatenP amekasan(,3 ) Mengetahuik orelasi Sosiale konomio rangt ua denganp*rt"ri belajars iswad i MadrasahA liyah MambaulL rlum0 2 PonjananT imurKecamatan batumarmar Kabupaten Pamekasan'PopulasidalampenelitianiniadalahseluruhsiswaMadrasahAliyahMambaul'Ulum 02 Ponjanan Timur Kecamatan Batumarmar Kabupaten PamekasarlkelasI danK elasI I semesteIr tahunp elajaran2 00212003d,e nganri nciank elasI 120Siswad an Kelas II 108 Siswa,s ehinggaJumlahk eseluruhanp opulasinyl adalah22g Siswa. Sampels iswak elast danketasI I sebesar2 5o/od a;' sejumlahP opulasi,diperoleh *-p"i sebanyak 57 siswa dengan rincian: kelas I 30 Siswa dan Kelas IIZi Siswa.T ehnik pengumpuland ata dalamp enelitiani ni menggunakandokumentasi dan angket( Quesioner ). Hasil penelitian ieisi tentang, deskripsi data yang terdiri dari (D deskripsidata sosial ekonomi orang tua, dari 51 sampel penelitian 6 orang atau 10,52% sosialekonominyas angatti nggi, 17 orang atan29,82os/oo aiale konomit inggi' 2l otangatau 40,86% sosial ekonomi cukuptinggi dan 13 orang atau 22,80% sosialekonominvare ndahs ekali..Hasil analisisd ata menunjukkanb alnvas osiael konomoi rangt uabsrkorelas,oi *r rigrt.f;* aiid*-p*t"si belajars iswad i MadrasahA livahMambauul lum 02 ponru"i, ir:iri*-tiecamataos atumatmaKr abupatePn amekasan'Hali ni terbulli darih asili lalf* l*g Ofperoleh.nilat i6 ;s,*0 ,352' padatarafsisrefrka5n% l ebihb esadr ilairliigti" A;gan nilai t"- OIZOOda' ns egnifrka1n%;:- il;;.';"tg* a.*ltlan korJlasai ntaras osiael kglolloran-q-l1ad ensanoii,url'U.tui* aialahr endatrs,e suadi engan.tabpeel nafsiIrn terpretasr'Berdasarkahna sit[ n;;;dr#paikan sarans ebagabie rikut: (1) Bagiorangtua,sebaiknyasetaluberusahauntukmeningkatkansoiial"konominya'baikpendapatapne, kerjaa*n; ;il-oerrdiJino*v1 Qi sasteyuaea" luliknvaselalumembenAai. , O"ng*:uiut;i *rtrt* tltik ju- masukm aupujna m pulangb aiksurua taum urid,b ) *"rJr-un* tatat ertiby angt elatrd iberlalrukadni Madarasahffi#*u'ffi ijilililj-* ri,ourr "*;,utu'' Buto*armKaar bupatenPamekasadne nganp "t"h;;'g*g jawab (c) Basi murid" sosiale konomio rangtuanyay angr endahU utanm iiiaal alasanu ntuk iutuh t"rnungatd alam-kegiatanbelajars, ebabb anyakju run *"noju kesuksesn'.asalkmana ub erusahas' ebaliknyasosial ekonomlo .*g tt'inyu i*!;ggt' hendaknyad ijadikan saranau ntuk meraihprestasbi elajarY angb aik'

Pengaruh Kompetensi, Implementasi Teknik-Teknik Suvervisi, dan Intensitas Pembinaan Oleh Kepala Sekolah Terhadap Kemampuan Mengajar Guru Madrasah Aliyah Ar-Rosyid Surabaya oleh Imam Mashudi Arif

 

Hubungan Antara Pelaksanaan Teknik Suvervisi Oleh Kepala sekolah Dengan Motivasi Kerja Guru SMU Negeri Di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah oleh Nur Chasanah Dwi Andini

 

Gurus ebagapi endidikd i sekolahy angm enjalankalnu easlVak ar.ensau atu jabatapnr ofesionami, erupakapnc ngelolayanbee rtanggunjagw ab.penudha lam 'f1"noi-n ptosesbelajar-mengaa.iia ter las. .Gurud ituntutm emilikis eperangkat pengetahuadna nt cetrampitateni ting jabatand anp rofesinyao. leh ka1en1itu , potensi ,urrit"t dayag urui tu peilu terust umtutrd anb erkembanagg arg urud apatm elakukan fungsidantugassecaraprofesional.Dalamhalini,guruperlumgndaqalkanbantuan daripembinaadna lamr angkam e4ingkatkamn otivaski erjau ntukm elaksanakan piosesU elalar-mengajaSr-.- alasha tuc -arau ntukm eningkatkamn otivasiterlag uru aOatamtr etatupi ehkJanaatne kniks upervispi endidikano lehk epalas ekolah. Motivaski erjag urua kant umbuhs ehinggag urud apatm enjalankatnu gasnyad engan baika pabila-pelaksantaeaknni ks upervisoii ehk epalas ekolahm ampum endorong danm bnggerakkmane rekak e arahpencapaitaunju anp endidikasne careaf ektifdan efisien. Penelitianinisecaraumumbertujuanunfukmengetahuihubunganantara pelaksanaatenk niks upewisoi lehk epalas ekolahd enganm otivasik erjaeuruS MU ifegerid i KabupatenS utoftarioJ awaT engahs, edangkasne carak hususb ertujuan *rl.rii r"ng"trfiui: (l) hubungana ntarap elats anaante kniks uperviski unjungank elas or.rtt "puri't.kolahdenganr iotivasi tetjl gu1u( z) tluUunea1n1 rtar1fl1ksu*n i.mit Jop"*isi observaiki elaso lehk epalas ekolahd engamn otivaski erjag uru;( 3) ft"t*"gari antarap elaksanaatenk niks upervispi ertemuapnr ibadio lehk epalas ekolah J.oguin1otiu*i ierja guru;( a) hubungpann tarap elaksanaatenk niks upervisria pat gurioleh kepalas ekolahd enganm otivaski erjag uru;( 5) lulungan antara' i.tut .**ni"knik supervisi -penataran olehk epalas ekolahd enganm otivaski erja guru. Rancanganpenelitianyangdigunakandalampenelitianiniyaitudeskriptif korelasionafli.p utasi aaUmp eniitiin ini aaAan4 82o rangguruy, angt erdiri dari :s6 o;g gurut etapa ans o o*ng gu. tidak tetapy angt ersebadr i 9 (sembilan). SfrfUf ..feEed-rii K abupatenS ukolia[oJ awaT engahS. edangkasna mpeyl angd iambil t"U"*t Z"OXd ari populasyi aitu sebanya1k 05g uru Teknikp engambilasna mpel ;;"t"" menggunakapnro iortional stiatified- samplea taus ampebl erstratas ecara profrrrio*f]"vr"toa. ini aipititrt arenap opulasdi alamp enelitianin i yaitu guru, llr terdiri dari strata guru tetap danstrata guru tidak tetap. Instrumen pengumpulan data yangd igunakana aaal tetnit angket.D ata yang-terkumpudl ianalisisd engan meriggunakatenk nika nalisisd eskriptifd ank orelaspi roductm oment.. Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa: ada hubungan signifikana ntarap elaksanaatne knik supervisoi lehk epalas ekolahd enganm otivasi t rj, gu. SMU Negeri di Kabupatens ukoharjo.JawaT engah,s edangkans ecara nr*u! r.nuniukkai bahwa:( liada hubungans ignifikana ntarap elaksanaatne knik *p**"i kunjungank elaso leiri cepalas ekolahd enganm otivasik erjag uru;( 2) ada h;bungans ignifilan antarap elaksanaante knik supervisio bservaski elas oleh kepala ,.tofu[ denfanm otivasik erjag uru;( 3) adah ubungans ignifikana ntara.pelaksanaan tekniks upeiisi pertemuanfu Uaai oleh kepalas ekolahd enganm otivasik erjag uru; 1+paa nuoungans ignifikan antarap elaksanaante knik supervisir apat guru oleh iepalas ekolahd enganm otivasik erja guru;( 5) adah ubungans ignifikana ntara p.iukrunuut t knik supervispi enaarano lehk epalas ekolahd enganm otivasik erja guru. Sarandalampenelitianiniadalahhendaknyakepalasekolah-tetap mempertahankatinn gkat pelaksanaans upervisiy angt elah dilaksanakans ekarangin i' Sehinggatu juan penAiaitan di sekolahd apatt ercapaid enganb aik dansekolah meniallt eUitrm aju.K epalas ekolahju ga perlum emberikans upervisdi engan bubagai teknik yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi guru. Guna memftrluask ajian ientangp elaksanaante knik supervisio leh kepalas ekolahd engan *otiu*i keqa guru, perlu-adanyap enelitianl ebih lanjut tentangk eduah al tersebut yangb elums empadt iteliti dalamp enelitianin i. tv

Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Dan Lama Pengalaman Mengajar Dengan Kinerja Guru SD Negeri Se Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik oleh Sulaidah

 

Kemampuang uru dalam menjatankanp rofesinyas angatd ipengaruhio leh faktor-fbktor inrcmal maupun eksrcrnal. Faktor internal meliputi latar belakang pendidikan,l atar bclakangl ama pcngalamanm cngajar,d an indeksp restasia kademik. Sedangkanfa hor eksternalnyam isalnya dapatb erupas istemp engelolaana, tau kesempatanu ntuk mengembangkand iri(Prastiti, tanpat atrun).S ehubungand engan hal tersebut, maka dalarn penelitian ini peneliti membatasi ruang lingkup penelitian padaf aktor intemal saja,y aitu tingkat pendidikand an lamap engalamanm engajar, dalamh ubungannyad engan kinerja guru SD Negeri se kecamatanB ungah KabupatenG resik. Tingkat pendidikand an lama pengalamanm engajard iduga sebagabi eberapa faktor yang dapatm empengaruhki inerja guru SD Negeri se KecamatanB ungah kabupatenG resik. Untuk menguji kebenarand ugaant ersebul peneliti merumuskan masalahs ebagabi erikut: (l) apakaha dahubungans ignifikana ntaratingkat pcndidikadne ngonk iner.jag urus D Ncgeris eK ecamataBn ungahK abupateGn resik. (2)u pukoultt lul tubuttguurrlg nilikurmt turul unup ongulunrnurno ngqludro rrgukrirr rorju guruS D Ncgeris c Kceunratulnlu ngahK ubupntcGn resik(, 3) apakaha dah ubungm signifikana ntarat ingkat pendidikand an lama pengalamanm engajard engank inerja guruS D Negeris eK ecamatanB ungatrK abupatenG resik.T ujuanp enelitian( l) untukm engetahuhi ubungana ntarat ingkatp endidikand ank inerjag uru SD Negeris e KecamatanB ugah KabupatenG resik, (2) untuk mengetahuhi ubungana ntaral ama pengalamamn engajadr engank inerjag uru SD Negeris eK ecamatanB ungah KabupatenG resik,( 3) untuk'mcngctahuhiu bungana ntarat ingkatp endidikand an lamap engalamanm engajard engank inerja guru SD Negeri se KecamatanB ungah kabupateGn resik. Penelitianin i dirancangd enganft rncanganp enelitiand eskriptifkorelasional denganm enggunakanru musP roduct Momend an RegresiG anda"d ilaksanakand i SD Negeris eK ecamatanB ungahK abupatenG resik,d enganju mlah 22lembagadengan populas1i 86o rangd anj umlahs ampe1l 25o iang.S ampedl iambild engan proporlionales tratiJiedr andoms ampling.P enclitianin i dalamp engumpuladna ta mcnggunakuann gfetu ntukv uriabckl incrjas cdangkuunn tukv ariubetli ngkat pcndidikadna nl amap engalamamn engujamr enggunakadno kumentasi, I lasilp enelitianm cnunjukkabna hwa: ( l) terdapaht ubungasni gnitikanu ntara tingkatp endidikand engank inerjag uru sD Negeris e KecamatanB ungahK abupaten (iresik,( 2) terdapaht ubungans ignilikana ntarul amap engalamamn engajadr engan kinerja guru SD Negeri se Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik, (3) terdapat hubungansl gnlflkan antarat lngkat pondldtkand an lama pongalamanm ongoJar dengank inerja guru SD Negeri se KecamatanB ungahK abupatenG resik. Berdasarkanh asil pcnclitian torsebut,p eneliti dapatm emberikanb eberapa sarany angd apatm eningkatkank inerja guru adalah: (l) mengingatp entingnya peningkatakni nerja guru khususnyab agi guru SD Negeri se KecamatanB ungah KabupateGnr esikk, epalas ekolahs elakup engelolsae kolahh endaknysae lalu memperhatikkainn er.iag uruy angd ipimpinnyaP. eningkataknin erjag uruh aruste rus dilukukocnl cngubnc rbugusi trutogoi gurk uulitusp cngujurnysoo mukinm cningkll,( 2) tingkapt endidikanb erpengaruthe rhadapk inerjag uru,h endaknyap arag uru SD Negersi eK ecamatanB ungahm eningkatkanp endidikanfo rmal untukm eningkatkan pengetahuannysae hinggak ualitas mengajamyas emakinm eningkat,( 3) lama pengalamamn engajars angatb erpengaruhp adak inerja guru, dan pengalamanb ukan hanyad idapatl amanyag uru dalam mengajara kant etapi pengalamanju ga didapat melaluim engikuti kegiatan-kegiatanp elatihan,p enatarana tau seminart entangb idang pendidikanm, aka dari itu hendaknyak epalas ekolatrm engikutsertakanp ara guru untukm eningkatkanp engalamany ang dimiliki guru tersebut,( 4) sebagaui sahau ntuk meningkatkanki nerja guru dalamh al mengelolai nteraksi belajarm engajard alam kelas, maka diharapkan agar pihak yang berwenang dalam hal ini Kantor Dinas P danK KabupatenG resik dapatm erenoanakadna n melaksanakanu saha penataran/pelatihamne ngenaik ompetensi-kompetensyia ng dituntut sebagagi uru SD yang profesional, (5) bagi Kepala Dinas P dan K dan pihak lain yang terlibat dalam pendidikanh, endaknyam emperhatikand enganb aik peningkatank inerja guru, karena guruy angb crkuolitadsa nm emiliklk incrjat inggiu kanm ampum elaksanakan pengajaradne nganb aik danm enghasilkasni sway ang berkualitas.

Hubungan Pemanfaatan Perpustakaan Dan Prestasi Belajar Siswa Kelas II SMU Laboratorium Universitas Negeri Malang oleh Dwiyani

 

perpustakaaan-rierupaksaant atrs. atu.s umberb el4iar yangs ar*atpentrngP. erpustakaa,n"x oiJ tit*uerikan'srmbangan yangs angabt erhar:gad alau'trupayam eningkatkaanr ,crvita"s iswa dalamp rosestiiqiar mengajarB' anyakf ahoryangm empengaruhpir "rtuJt'-lu3 ar tetapi pemanfaatnp erpustakaamn erupakansalahs an'fra ktor yangs angapl effilng'penetitiai ini ilengungkapkanp emanfaatapne rpustakaayna ngdilaknkano lehs iswad and ihubungkadne nganpresiabsei lajar'M asal-ah-penelitianini adalah(: 1)seberapati4dJp;ttf""t* perpustakaaonle hs iswakelast r diSMUL ab.l lM?, (2) seberapati ngkatp restasur e.lajasr iswak elast r di-ShIUI 'ab'UM?,( 3) adakahh ubffi;;#"";"perpustakaan danp rcstasbi elajars iswakelastr SMU lrb. IIM?. Tujuanpenelitianiniadatahunfirkmengttahut;ilt':9r$:^:Yffperpustakaan6asgisiwakelast r SMU Lb' UFI' (2) tingkatp restasbr cl4ar slswakelast r SMU Lab. uM, iI htt""g- pemanfaatapne rprrstakaadna np restasibel4iars iswakelastr SMU Lab' UMPopulaspi .ntfiti- ioi adatahselurushis wakeia'str SMULab IIMyargb erjumtaizr Tlitang'Teknikp engambilan.sampmeel nggunakanproporsionarl orAo*,ffiit* d^i1'*asilkan 83 respondenP' enelitianin i'"ffir;";;""ntia"tttiptirme"nggunakarann cangakno relasil'T eknikm ukmenggaloi urol n*ge|mi;ffit t"rurnrp.T "gk analisis datam eqggunakan;'rrfi't^" dan telillk koterasi"Product Moment" oleh Pearsonn*ii p"*tiiitt ioi ***jukkan bahwa: (1) tingkat pemafaatanperpustakaaont .t, si**a t"f * U SfufUf ,af oratoriumU niversitasN egeri Ifd.alallrg[ #na pa aam aifi kasi baik, (2) pres tasi t el af.ars iswa kol a'st r SMULaboraroriumu o;o"r*it ]r"ll"glii rur"r*g ueradap adak uatifikasi cuhrp, (3) adahubungasnig rifikan^ t*u 1rJ",^run^'i:*"lSh danp restasbi elajars iswat.n" I SUU Unoratoriun Universitas Negeri Malang'Kesimpulan dari penelitian ini adalatr tingftat pemanfaatan .perpustak; $;urcm u irvru Laboraroriumu nivefsitas Negori Malangbaada pada ku*irrtasiJ aiT ;;;rt""t b e I aj ar. s i swa kel as tr SIvIU IaboratoriumUniversitasN egeri Malary beradap adak ualifikasi cukup'd an adah ubungnsignifikan *t-u prtuifutl* p"tp*tut"-.dm prestasi belajar siswa kelas ilSilAUU boratoriumU niversitasN egeri Malang' Sarany angd iberikank epadakepalas ekolaha garl ebih memotivasisiswad ang uruu ntukl ebih menirykatkanp emanfaatapne rpustakaand arihalifiliasi baik rrenjarti sangabt ailq kepa*a pengelolap erpustake*nmeningkatklaany ananp erpustakang unam enariks iswa untukd atangd annsmmfaatkafna silitas yanga da di perpustakaa4g urum eningkafkanb elajr siswadargamn emanfaatkabna han-bahaynn gada di perpustakaarsl iswa meningftatkanpemanfaatpaenr pushkaana garm encapapi restasib elalu yangtingj. Jurusan AdminisffasPi endidikan dapatb ermanfaatanse bagabi ahanp enelitian danpargembwgadne mik emEuanjurusank, epadap eneliti dapatm engembangkurpenelitianin i denganm enggunakamne todep enelitiany arg lain agu lebih akurat

Hubungan Antara Komunikasi Pengurus Dengan Partisipasi Anggota Di Koperasi Mahasiswa Universitas Negeri Malang (kopma um) oleh Titik Kristinawati

 

Pengurus sebagai salah satu personal yang bertanggungjawa! . .erhadap[ eierhasilan-dalamk egratanb erkoperasi,f ungsi utamanyai alahrn"rrUiru dan menjalin komunikasi dengan anqgota koperasi' Denganil;kil r."p"nting* benama akan terjamin dengan memuaskan' dengand; il, dapatd itiemutat r tabel,y aitu 0,789> 0,361.Saran( 1) hendaknyap engurusK OPMA UM lebih meningkatkandan memperhatikank omunikasid enganp ara anggotanyab, aik itukomunikasil angsungm aupunt idak langsungs ehinggap endekatanpendekatanyang ingin dilakukan oleh pengurust idak mangalamihambatan dalam rangka meningkatkan partisipasi anggota dalam kegiatanberkoperasi;( 2) penguruss eharusnyam emberikanp enyuluhank epadaanggota KOPMA UM akan pentingnya koperasi bagi mereka. Karenadalam kenyataannyam ahasisiswaU M belum semuam enjadi anggotaKOPMA UM; (3)hendaknyap ara anggotaK OP\4A UM lebih aktif lagidalarnk egiatanb erkoperasi,s ebabk opcrasi khususnyaK OPMA hanyaakan berdiri kokoh apabila didukung oleh partisipasi aktif anggota baik didalam kegiatano rganisasmi aupund alam kegiatanu saha.

Pengaruh Layanan Usaha Koperasi Terhadap Partisipasi Anggota Dalam Uni Usaha Koperasi oleh Kurniawati

 

Kolrcrasil vlalrasiswa( KOPlvlA ) sebagawi adahb erkoperasmi ahasiswa diharapkanm alllpu memberikan ker.nudahan-kemudahaanta u keuntungant erutan'ra dari segi ekonomis bagi anggotanya. Keuntungan yang diperoleh tidak semuanya dinbagikanp adaa nggotat etapijuga sebagami odal untuk mengembangkanko perasi. Untuk mcndapatkan keuntungan -vang besar maka anggota memerluln partisipasi dari anggotas, cmakint inggi partisipasia nggotam aka scmakint inggi pula kcuntungan yarrg akan diperoleh kolxrasi, dan yang rnendotong allggota untuk berpartipasi dengan lebih baik salah satunya adalah layanair usaha yang ditrerikan oleh koperasi.TujuaPn enelitiani ni adalah1 ) mendeskripsikand an rnengananlisipse rsepsi anggotat erhadapl ayananu salia KOPl"tA LI}v12 ) ilendeskripsikan dan menganalisis partisipasi anggota KOPMA Ulvl terhadap unit-unit usaha KOPMA UM 3) nenemukan pengaruh layanan usaha koperasi dengan partipasi anggota. Untuk mendapatkan data lang dibutuhkan dalam penelitian ini, poieliti mcngambil data dari anggota KOPMA L{r4 pada bulan Oktobcr - Novcmbcr 2000. ivletode yang digunakan untuk pengambilan data adalah angliet dan observasi.Angket disebarkanp ada3 40 sarnpely angd iarnbild ari 3341 populasiy anga dad an salrrpel diambil secara acah.. Data yang diperoleli dianalisis deugan analisis deskriptif dan - ^ ^ - ^ - i ^ ^ J ^ - L ^ _ ^ lccr g5l sEuEl l r d l l u . Hasil penelitian menunjukkan bahra persepsi anggota terhadap lay'anan usaha yang dimiliki oleh KOPI"{A U}"{ dikategonkan cukup baik dan Partisipasi anggota f.,OPlv{A UM dikategorikan cukup baik.Hasil analisis data menunjuklian bah'*'a ada pcngaruhl ayananu sahad cnganp artisipasiu sahas cbcsar0 .78I I 60 : 78o,/doc nganF lritung1 47.68848d,a n F tabel5 %-'1,96. Kesiurpuland ari penelitiani rri adalaha dap engaruhv atiabell ayariatru saha koperasi dengan variabel partisipasi anggota sebesar 789'o dan sisanya dipengarulil oleh variabel yang lairrnya yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

Pengaruh Kualitas Layanan Usaha Terhadap Partisipasi Anggota KPRI Universitas Negeri Malang oleh Jumianah

 

menenFtuakkatonkr es ubmerbhearsdilaaynbma e arnbuasgiaatik e elaghiat etarind epnetimfikbaesrsdi eabyaagaeai fki- oanktoomdr io mmarsnyaany: aaknagt,pseepmebrtai npgeunngaeenmk obnaonmgai ndu asearhaah m keercailr umib eenrbeangg-aabhi ednatnu kk r.o!p,.et"r asi.p eKmebbearnhgausinlaann,kmheunsjuasdnrty ipape ro kyeegki-aptraonyp eekpr nebnecirpdtaayaanpa ennu'd natupka tmin(e inncgoamtaesg iu firr,,in14'pr(^cct)y ang'dampak'kiisrssKeekleamrabnagign ai,a tenink goknaotm kiet rbaedrishiaosnialal.nnysaa ngatd irentufan or"ii [i,ugu,nan SeDkMon doamni. Sejalan dengan arah pengembangan ekonomi Daerah, pengembangankelembagaane konomi masyarakaiyungt iuluh satunyat riwujudkand aramb entukfkgeqheidpuspi amne wkuopnaokmainnu ypaa. ya kemandiriarimasyarakatd alam memenuhik ebutuhanKpmeuamaslybitaainrsaaP karaenBts: m etaradssAiai hns gamgrkoeatmanud. brNiau KqitauyPn hRd kiIa Uanutn papiusv"pt yiureus''n pitea"snlsiJgtN ira"te.unbgp deipnnregiigm 4aaaernurr aihKnn Lt;gapai hi"yu ;a djunataluannymu .*s- gum heabmt eerbrahedariadkd aainppKaPrRtisl.iupRnauisvmaie nursgsiagtanoms Nta ade sig aeKlarPihM RnaIv.r-ta/a1n.1sge1?b":.Ja2b!gBi)et aaarisig k-auNitme: gra )en BraMtia < agolanaidnmigsul?ia n;iy )u airnn"anuntguu urkiuui ,hynuuuon nuuapnn ue k snuagaharairdru arhsukusaahlitaansyp aa?rtisipasia nggotad i KPRI univeisitas Negeri Marangt erhadapr ayanan. Tujuanp enelitianl) Mengetahubi entukl ayananu sahad i KpRl UniversitasT."g:t Y4*e 2) Mengetahuki ondisir ayanan,r sairad ank ualirasp artisipasai nggoia9jUnIi(vPeRrsi iutansNiv eegrseirtaiM sNa elagnegrt ieM rhaaladnagpk.3 u)a Irriietansg-epraarhtiuspiip "naigsniug .gr.o, tluaf uJ""-"r1," di KPRI"ou Metodep enelitian,p enentuanre spondend enganp uitiosiv! sampring( deuganddaisteadn egnagjaad)n ad ne pskernipgtaisma nbaillaitnisdd aatndaa e nnigliasinsr a rensdroemssi .aripling.S edangkainrn ruka nalisistkeenbtiajankgKsa etnrspu i-kmrtoupdruh ulaa,tkrnegp raegt neoerloglinotigalod nnaingldai s amela bknarrigkt erairbtii eaer rciiatuu cktu u:lu pp lb) abKiakoi.kn 2.d i)yi s rrio loannyaaaisinsia i lnau ysaanhaatn eu nstaanhga-livanantentangk egiatanp romosir ergorongd aramk riteria cukup bai[. qt ronoiii partiussipaahsaiapnagrtqisoiptatae snai tnagnggfo rteakt ewnetannsigt jru amnslaahk sgtiae nrggoalkosnig,td e arglaomlok nrgiid earliaam ku urtaJn.igub atiikd.a 5k) bKaoinkd. 6is)iSbaqifki:.i 7) pKaortnisdiipsai psaai nrtgisgioptaatse ia nntagnggoju tamt elanhta pningaj anmgraun.t uenrg-poilnolnagidr aanlat emrgk roitloenriga kduarlaarmrgkiteria sangat baik. 8) Berdasarkanp engujian hipotesisd iketahui bahrvat idakterdapatp engaruha ntaral ayananu sahat erhadapt ingkar partisipasai nggoraK pRIuniversitas ]{egeri Malang. Hal ini ditunjukan dengan F hit .' F tabel yaitu 2,609<2,68padataraf signifikan 5 %.

Pengaruh Pembinaan Koperasi Terhadap Peningkatan Kemampuan Pengelolaan Usaha Koperasi Di KPRI se Kota Malang oleh Dwi Halima Tutriyanti

 

Koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat yang dijiwai oleh demokrasi ekonomi rurtuk membawa kemakmuran serta kemajuan bersama. Namun pada kenyataanny4 masih banyak koperasi yang belum mampu untuk berkembang secma optimal. Hal itu disebabkan oleh banyak hal, salah satu diantaranya adalah tingkat kemampuan dan profesionalisme sumber daya manusia koperasi yang padau mumnyab elum mernadai.O leh kmenai tu, upaya-upayay ang sudah dilaksanakanm aupuny ang sedangd ilaksanakanh arust erus ditingkatkan, termasukp ernbinaank operasi.D engana danyap embinaank operasit ersebut diharapkand apatm emperbesakr emampuanp engelolaanu sahak operasi,s ehingga peranank operasid iberbagais ektor pembangruranm akin mvningkat dan meluas. Masalahp enelitiany ang akan dicari pemecahannyaa dalah (l) Bagaimanakahp embinaank operasiy ang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM padaK PRI Se'kota Malang?( 2) Bagaimanakahp embinaank operasiy ang dilakukan oleh Dekopinda?( 3) Bagaimanakahti ngkat kemampuanp engelolaan usahak operasid i KPRI se-kotaM alang?( 4) Bagaimanakahp engaruhp embinaan koperasib aik secarap arsial maupun simultant erhadapp eningkatank onampuan pengelolaanu sahak operasid i KPRI se-kotaM alang? Penelitian ini termasuk penelitian korelasi sebab akibat dan menggunakan siimpel bertujuan yaitu pada 6 KPRI dari 71 KPRI di Malang yaitu sebanyak 35 responden.A dapun teknik pengumpuland atanyaa dalahm enggunakante knik kuesioner/angkedt an didukung dengand okumentasid an wawancaraA. nalisis data yang digrmakan adalah analisis deskriptifdan analisis regresi linear berganda. Hasil analisisd atat ersebutm emmjukkanb ahwap ersamaany ang dihasilkana dalahY : 88,456+ 1,273X1+ 0,490X2.K emudiand apatd isimpulkan bahwas ebanyak3 1,43o/ore spondenm enyatakanb ahwap embinaank operasi seringd ilakukano leh DinasK operasid an UKM, 28,577or espondenm enyatakan bahwa pembinaan koperasi jarang dilakukan oleh Dekopinda, dar 42,86yo respondenm enyatakanb ahwak emampuanp engelolaank operasim asih kurang baik. Secarap arsial, adap engaruhp ernbinaank operasi oleh Dnas Koperasid an UKM terhadap peningkatan kemampuan pengelolaan usaha koperasi di KPRI sekota Malang dengan bukti bahwa t66'* | ,943 > tt*.r 1 ,70 pada tmaf sigrifikansi 0,061,d ant idak adap engaruhp ernbinaanko perasio lehD ekopindat erhadap peningkatank emampuanp engelolaanu sahak operasid i KPRI sekota Malang denganb ukti bahwat661g0 ,957 < tt*"r 1,70p adatarafs ignifikans0i ,346( taraf signifikansi lebih besard ari 0,05). Sedangkans ecaras imultan, fidak adap engaruh yang signifikan pernbinaank operasit erhadapp eningkatank emampuan pengelolaanu sahak operasid i KPRI se-kotaM alang denganb ukti bahwaF 616* 3,069< Ftuu"3r, 28 padatwaf siglifikansi 0,060 (tarafs ignifikansil ebih besard ari 0.05). Berdasarkanp enelitian ini dapatd isarankanb ahwa:( l ) diperlukan pemerataanw akil dari setiapK PRI-KPRI dalam progiln pernbinaany ang diadakan,t ermasukp ada pengurus,b adanp engawask, aryawan,d an anggotay ang belum pernaha taum empunyaif rel

Peran Pengurus Dan Dukungan KPYA Terhadap Perkembangan Koperasi Sekolah Di MA "Salafiyah" Siman Sekaran Lamongan oleh Muhammad Siswo

 

yu4 ruynnt$uka mnaennpc earpkaokio pnedriasisk beiahaqiidk pu epanndtio,prfetarraonsyi ria rningba eurJke.rm pb"ann"dgai poefrt*lul"k"ana danya fmogrmqbailn'D aa lam-si;tempen{idi}*n*io*1, t op"r^i rn"..rpakans arahs atua ratu ntuk latak dans ilop berkoperassie itak operas*i O_"lt^ypperaolnaggjafat mdraap need knsio denikodomiklaiK.n *bPe.t ,eb rekreamdabaaknno gpakenora psekir eaksosi elakhoio lai oho pneunragpamru haoi" tprO"t , ,"*"f;**;*,l* irg*r"**.n""lTo,perapne ogunKx,p y.\ t'ia"r.L"frn-niltiou",studie konomyi anga dad i sekolaht. rs.butlterhadaPpe elerkliteiamnbi nai nbgeakrtnou pjuearanus nsi herkkmo leanhg. etahupie ranp engurus, dukunganK py.\ daLsiedagiarunnd nuoi aaKnpPk ogeaepanannengDd er uaaalrilsrtuaiaSiads h-ane aid nn kn{iaao s tleemliasmrph miMse u arAayas rn"uiStgkpi-ag earoninanae fKii ldyiplaigpyhreA "dSr oeidmlleki Mafhcun Aats irfe i* kkaSaunaragilranknLfteii ytadia aratnhindfo- aS e noinsiuag"onra,G' ensSnr ui;al-b;d"oyg;teukp* eenn eyliatinagnp"Seanlgaufiryuadsha "Sn d inurkaunSn egk* arurlayenALs ak imptetoirfnh gdaaednna.gpa enrpk reomsebnatnags*eaKt* no pe*r.ans'0Si "*ekkrorprarihdk ii lM'pe"r*ddeanrlg (a1n)pD p raoersria epnnei ntnateesl5reitpi6 ae,n1ny 7ao0nn/gaodd l, ii mlaalanrakpa endn agpl'uastd o ik,"e^aph*yu"i :, A)p p.re.nra snpe ebnaggra'fuii gsyu ar bnagti €krdiripd7s0eee ,nbT2ga:YugTrao(ipu3ni. ems ){n p oegbrrmha aupnikbupp unrenyomagpsije uebrgnuabatranae saf itBspek s+g dtueaue,ng s,ns axgaii, apie tnrnemapa, mrn aiomloasupne-gipinnt,aot.b" ab* rua sai.feeiitgik?\ za d:p$lei*€ir ,nonrg.ig,rat aipun"p rrr ro"pusis s"asee*u b nn"tatraar.gtssirw*5as"eopr4 iia r"",",a0 jit*7u"a,ois rd,,;,ra ea ohunsaa;yueagwgniaraatuiansernp5yer9gog,ls5-obe7suo0iasit'k aetd osbbe6rea an2 gig,k8aa- p0id nep%e nrnog'c gsa)ae rppnonre ktoarasksss9eeeiu6 nm am,t4 xbb 5ae4,nw br9g ba,a5kaikn9og- %pdaeerp.S r n*a)og sK- sigf pos;y kr*eot "rgra,ar"h yoo a0gn.€6*gu*gt g*e, 5b id%ariiJk,-s i" dfs"fe_ri;tn*ia*-sg' ;e;afb;np;a roesaer ntase42df4g90)1oP ,0,l5g8e1nm87r ka%0qetis/ak0,mi.dah,cn ebu) pnan2brgn 0akspagk0eiern;s1bomam a hesnbb aer akasnnemnitugldamg so etsa abatne nthgaar dp (aoanis eaos gHnpax .Ugat doaa sa)tpn a"nnnruth oa tnz"'shnro eze6' 'o o 5nzoo,nto1a oao ur/sr 6izet,*eb'4 i*a r),e- e4abmn2i*dgoul*aad/a,no n"ngd*u ?t "p^s"dJia rl;i ohJ,iaralbi*xp 0ent,.^0r *k"t" e-*im.s+b,a,u:nzrg,z*, berkembandge ngapnr osentasI eZ ,SlS .Berdasarkahna silp enelitianin i, dapatd isarankaang arp engurukso perassi ekolalr lebihm eningkatkapne rannyad alamm elayansi egalak ebuhrtrrasne muaa nggotaB. eglttt jugaK PYA agarle bihm eningkatkabni mbingand anm otirasit ertradapK operasSi ekolah MA'Salafiyah"S imanS ekaranl,a mongan.

Pengaruh Persepsi Anggota Tentang Layanan Usaha terhadap Partisipasi Anggota Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPri) "Dwijosaroyo" Batu oleh Tri Mekarsari Yuliani

 

Di dalamp rosesp ersepsii,n dividu dituritutu ntukm emberikanp enilaiant erhadap suatuo bjek, baik yangb ersifat positifmaupun negatif. Persepsai nggotak operasi akan mendoronga nggotau ntuk mengambilk eputusand alam menentukans ikap dan berinteraksi dengan pengurus maupun karyawan atau koperasi itu sendiri. Hal ini akanm enimbulkank onsekuensbi agi koperasis elain untuk dapatm emberikank emudahan- kemudahadna n fasilitis-fasilitas untuk memuaskank ebutuhanp araa nggota juga berusaham emberikanb imbingand anu sahap embinaank epadaa nggotaa gar meningkatkanp artisipasinyaP. artisipasia nggotap adak operasia dalahk eikutsertaan anggotad alamk egiatanb erkoperasbi aik di bidango rganisasmi aupunu saha- Masalahy anga kand ikaji adalamp enelitiani ni adalah(: l) Bagaimanakaphe rsepsi anggota tentang layanan usaha yang diberikan KPRI "Dwijosaroyo" Batu?; Bagaimanakahp artisipasia nggotap adaK PRI "Dwijosaroyo" Batu?;d an (3) Apakah persepsai nggotat entangl ayananu sahab erpengaruhte rhadapp artisipasia nggota pada KPRI "Dwijosaroyo" Batu?. Tujuand ilaksanakannypae nelitiani ni adalahu ntukm engetahubi agaimana persepsi anggota tentang layanan usaha yang diberikan KPRI "Dwijosaroyo" Batu, untukm engetahubi agaimanap artisipasai nggotap adaK PRI "Dwijosaroyo"B atu" danu ntuk mengetahupi engaruhp ersepsia nggotat entangl ayanan usahat erhadap partisipasai nggotaK PRI "Dwijosaroyo"B atu. Penelitianin i dilaksanakasne lamab ulanO ktober-Nopembe2r0 03d i KPzu "Dwijosaroyo"B atut erutamap adaa nggotanyaT.e knik pengumpuladna tay ang digunakand alamp enelitianin i adalaho bservasia, nlket dand okumentasSi. edangkan pengambilans ampeml enggunakatne knik sampeal read enganju mlah sampe7l 5 orang.T eknik analisisy angd igunakana dalaha nalisisr egresig anda. Berdasarkahna sila nalisad atad itemukanb ahwa:( 1) PersepsAi nggotat entang LayananUsahSa impanP injam( Xl) berpengarushe caras ignifikant erhadapP artisipasiA nggota( Y) dimanad iperolehp < a yaitu 0,048< 0,05;( 2) PersepsAi nggota tentangL ayananU sahaP ertokoan( X2) berpengaruhs ecaras ignifikan terhadapP artisipasiA nggota( Y) dimanad iperolehp < o yaitu 0,000< 0,05;( 3) Secarab ersamasamaP ersepsAi nggotat entangL ayananU sahaS impanP inlam( Xl) danP ersepsi Anggotat entangL ayananU sahaP ertokoan(X 2) berpengarushe caras ignifikant erhadapP artisipasAi nggota( Y) dimanad iperolehs ig F < cry aitu0 ,000< 0,05. Dari hasilp enelitiand anp embahasadna patd isimpulkanb ahwa:( I ) Persepsi anggotate ntangla yananu sahas impanp injam (Xl) menunjukkank ualifrkasip ositif denganp ersentase6 6, 67% dan rata-ratah itungnya5 7, 37; (2) Persepsai nggotat entang layanan usaha pertokoan (X2) menunjukkan kualifrkasi positif dengan persentase7 4,670/doa n rata-ratah itungnya3 8,35;( 3) Partisipasai nggota(Y ) secarau mum padak ualifikasip ositif, hal ini dapatd ilihat bahwap artisipasai nggota( Y) menunjukkank ualifikasit inggi denganp ersentas7e3 ,33%d anrata-ratah itungnya3 5,40; (4) Ada pengaruhy angs ignifikana ntarap ersepsai nggotate ntangla yananu sahas impanp injam( Xl) danp ersepsai nggotate ntangl ayananu sahap ertokoan(X2)t erhadap partisipasai nggota(Y ) denganp ersentas4e2 ,7%:( 5) Persepsai nggotate ntangl ayananu sahap ertokoan(X 2) lebih dominand aripadala yananu sahas impanp injam (X1),y aituX 2 sebesa0r, 471d anX l sebesa0r, 117. Bertitik tolak dari temuanp enelitian ini maka dapatd iajukan beberapas aran: (1) Khususp adau nit usahap ertokoanp engurush endaknyam enambahju mlah karyawan agar pelayanan koperasi lebih efektif, artinya tidak ada lagi karyawan maupun pengurusy angm erangkapt ugasd i luar tugasnyas ehari-hari;( 2) Pengurush arusd apatm emberikank epercayabn/meyakinkaann ggotab ahwa layananu sahas impanp injam yangd iberikank operassi elamain i lebih baik dan menguntungkadna ripada pesaingk operas(i lembagak euanganla in); (3) Bila diperlukanp €ngurusd apatm engangkast eorangm anajeru ntukm embantum enjalankand an melaksanakakne bijakanp engurusd alam mengelolau sahak operasi;( 4) Anggota hendaknyale bih berperana ktif dalam kegiatanK PRI, denganm emanfaatkanla yananu sahay ang diberikan KPRI; (5) Anggotah endaknyam emberikant anggapans, aran/usula, tau keluhan kepada pengurusjika anggota kurang puis terhadap pelayanan maupun terhadap kegiatany angd ilaksanakano lehK PRI.

Hubungan Keadaan Sosial Ekonomi Anggota Dengan Partipasinya Di Bidang Usaha Pada Koperasi Pondok Pesantren "Bonang" Suciharjo Parengan Tuban oleh Ali Kusno

 

Koperasim erupakano rlanisasie konomiy angm enghimpuno rang.d engandemikianp artisipasai nggotad i koperasmi enjadis uatuh al yangs angamt enentukandalamr angla pengembangakno perasiP. artisipasai nggotad i koperasmi eliputid uabidangy aitu bidango rganisasdi anb idangu saha.Y angd imaksudd enganp artisipasianggotad i bidangu sahaa dalahk eterlibatana nggotate rhadapu sahak operasyi angdiwujudkand alamb entuk,a nggotam engadakatnr ansaksei konomid engank operasi.Padad asarnyap artisipasai nggotad i bidangu sahak operasbi ukans esuatuy angmunculd engans endirinyaa, kant etapia dak aitannyad enganv ariabel-variabelal in.Sepertki eadaans osiale konomia nggotay angt erdiri darij enjangp endidikanfo rmal,jumlah penghasilakne luarga,d anj umlah tanggunganke luargaD. alamp enelitianin ibertujuanu ntuk mengetahuki eadaans osiale konomia nggotak operasip, artisipasianggotad i bidangu saha,d anu ntuk mengetahuhi ubungana ntarak eadaans osialekonomia nggotay angt erdiri darij enjangp endidikanf ormal,j umlahp enghasilankeluargad, anjumlaht anggunganke luargad enganp artisipasinyad i bidangu sahapadaK operasiP ondokP esantrenS uciharjoP arenganT uban. Hipotesisd alamp enelitianin i terdirid arit igah ipotesism inory aitu: 1)A dahubungany angs ignifikana ntarajenjangp endidikanf ormal terakhira nggotad enganpartisipasinydai bidangu saha2, ) Ada hubungany angs ignifikana ntarajumlahpendapatakne luargad alams atub uland enganp artisipasai nggotad i bidangu saha3, )Adah ubungayna ngs ignifikana ntarajumlahta nggungakne luargad enganp artisipasianggotad i bidangu sahaS. atuh ipotesism ayor,y aitu : Adanyah ubungany angsigrrifikana ntarak eadaans osiale konomia nggotad enganp artisipasinydai bidangusahap adaK operasiP ondokP esantrenS uciharjoP arenganT uban,d enganju mlahpopulasi 2360 orang.Sampeyl angd igunakand alamp enelitiani ni sebanyak2 50 oranga nggotaKoperasiP ondokP esantrenS uciharjoP arenganT uban.P enarikans ampetl ersebutdenganm enggunakatne knik randoms amplingU. ntuk memperolehd atay angdibutuhkand alamp enelitian,m akad igunakante knik pengumpuland ata,y aitu :dokumentasi,n terviewd arip enyebaraann gket.S elanjutnyad atay angt elahterkumpuld iolahd and ianalisisd engante knik analisak orelasip roductm ornentu ntuknenguji hipotesis minor kemudian dila4jutkan dengan analisa multiple regresi tigaprediktor untuk menguji hipotesis mayor. Dari hasil analisis datadapat disimpulkan bahwa : (l) Ada hubungan positifyanq $Difikan antara jeqiang pendidikan formal terakhir anggota denganpartisipasinyad i bidang usatra.( 2) Ada hubunganp ositifyang signifrkin antaraj"Tl"t peirdapatank cluargad onganp artisipasia nggotad i bidang usaha.( 3) Adahubnnganp ositif yang signif*an antaraju mlah tanggungank ehurga dengangartirpaei anggota di bidang ruaha. (4) Ada hubrmgan positif yang signifikan antarakeadaans osialc konomi anggotad enganp artisipasinya-aiuio"ng usali paoa KoperasiPondokP eganson" BONA}IG" Suciharjop arenganT uban. oari trasitp inelitian inidikelemukanb atrwap artisipasiy ang tinggi terdapatd alamk ondisij enjang pondidikananggotay ang tinggi sehinggar uitr,rkm eningkakan partiripasi anggota,k operasip erlumeningkatkanp cngetahuana nggotat eruiamad atamb idangp erkoperasianp. enelitianini juga membuhikan bahwa partisipasi anggota yang tingg teroapat pada anggotayangm empunyajiu mlah pendapatany ang tinggi, sehinggau ntuk meningkatkanpartiripari anggota koperasi hendaknya lebih selektif dalam membedkan pinjamanpadaa nggotad enganm engutamakanp adap injamany ang bersifatp roar*iirbagi anggola ko.pera{. Dari penelitian ini juga diketemukan bahwa parrisipasi anggorayanqt insgl terdapatp adaiumlah tanggungank eluargay ang besar,s eit'mggau nn tmeningkatkanp artisipasia nggot4 koperasip u{u memperluasu rrit usalu-iJrususnyaperrokoan agar sebagian besar kebutuhan anggota dapit terpenuhi lewat koperasi.saran-sarany ang hanrsd iperhatikana dalah( 1) poningkatanp endidikand i_bidankgo perasi.( 2) Koperasih endaknyam eningkatkanp *ai"prt* t"luarga, {3)f_operasihendaknyam emberikanp elayanante rhadapa nggotaienganm udatr.( 4)Koperasih anu menyediakanb erbagaik ebutuhana nggotab "ik kebuur6ars ehaf,i-hariy"lry- kebut'han yans.lkm datang (5) Koperasih endaknyam engadakans uvey(cek lapangan)m elalui diklar-diklal maupuni apat ratrunan(. o; rofrrasi trar-usmengadakanw aluasi bergamas €caf,atr ansparand erni kemajuank operasii tu sendiri.

Pengaruh Motivasi Terhadap Partisipasi Siswa Dalam Kegiatan Koperasi Sekolah Di MA. Nurul Jadid Paiton Probolinggo oleh Achmad Jasuli Afandi

 

Koperasi Sekolah merupakan suatu bentuk koperasi yang anggohnya paxaeisumda ris uatus ekolahy ang firngsinyas ebagawi adahu ntuk mendidik timbulnya&csadarabne rkoperasid i kalangan anggotanya-M otivasi menjadi suatu unsurpnting dalam penyelanggaraano rganisasiK operasi Sekolah. Dengan motivasi*rn timbul partisipasi bagi setiap anggota dalam kegiatan Koperasi Sekolah&rsebuyta ngb ertujuanu ntuk menanamkanr asah arga diri, sikap demokratisd anlcsamaan derqad serta memenuhi kebutuhan siswa. Tingkat keberhasilanKoperasSi ekolatr sebagian besar ditentukan oleh partisipasi siswa sebagai&ggobnya disamping pembinaan yang efektif dan efisien. Sedangkan motivasisiswas angatm enentukant ingkat partisispasinyas ebagara nggotad alam kegiatanKoprasi Sekolah. ProboPlinegngedoliat irai nta innig gdailal 2k7u kMaanr edti sKaomppearard sei nSgeakno3 la0h A MprAil. 2N0u0r3u yl alnagd bide rPtuajiutoannuntukm enganalisisd an menggambarkant rngkat motivasi dan tingkat partisipasi' siswa dalam kegiatan Koperasi Sekolatr yang terdiri dari tiga variabel, yaitu:wiabel motivasi instrinsik, motivasi ekstrinsik dan partisipasi. Hipotesis yangdiajukana dalah ada pengaruhy ang sipifikan antara motivasi siswa terhadapprtisipasi dalam kegiaan Koperasi Sekolah. Populasi dalam penelitian ini adalahseluruhs iswa MA. Nurul Jadid Paiton Probolinggo tahun pelajaran 200212003yang bentatus sebagai anggota Koperasi Sekolah berjumlah 1050 siswa. Sampelilitenhrtkans ecarar andom samplings ebesarl 0 % darijumlah populasi,s ehinggabcrjumlah sebanyak 105 siswa. Metode pengumpulan data untuk data primerrdalah angket yang digunakan untuk mengukur data l.rntang motivasi danpartisipasi. sedangkan data sekunder menggunakan metode wawancara dan&kumentasi.Teknik analisis data yang digunakan adalah: (l) Teknik analisisprosentasuen tuk mendiskripsikant ingkat mofivasi dan partisipasis iswa kegiatan Koperasi Sekolah (2) Teknik analisis statistik dengan model analisis regresihrganda untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap partisipasi dalamkegiatanK operasiS ekolah. Hasil analisisy ang dilakukanm enunjukkanb ahwa:( l) Tingkat motivasiintrinsik siswa MA. Nurul Jadid Paiton Probolinggo terhadap kegiaun Koperasi&kolah lebih banyakt erdorongo leh keinginanm engembangkanm inat dan bakatdalam organisasi Koperasi Sekolah, yaitu terdapat 56 siswa dari 105 siswa, (2)tingkat motivasi ekstrinsik siswa terhadap kegiatan Koperasi Sekolah lebihbanyakka renad orongand an pujiana ari S9ruy aitu sebanyakO ! giyL dari 105rl",iiiliti"gt"t partisipassi iiwa te*radapk egtatanK operasiSekolahdliid -gusrf*frfiifr Ui"vut dipengaruhoi leh kebiasaamn embelai au berbelanjad i kantind-;k" milik"Koperasi"sekolahte, rdapat7 9 siswad ari 105 anggotaK operasiSrk"l"tt Sedangk; di bidang-organisasbi erupa ketelibalal .d1lam.s etiapk;gil" yangb e'rhubungadne nlaurro perasi .Sekolah.D alamh al ini terdapa6t lsisivaO af l0-5s iswas ebagaai nggotaK operasSi ekolah'fesimpulan dari"nasl frnetitian ini terOapapt engaryhy ang^ sipifikanantaram otivasis iswa terhadaip artisipasdi alamk egiatanK operassi ekolah diM'raAi .N urul Jadidp aitonl roboiinggo,y aitu Koefisiend eterminan,(R':) 0,652OS,Z% dengank ualifikasi-Iingg' Sedangkunti ngkat- k99*i motivasiinrtrintii danm oti-vasei kstrinsikt erhadapp artisipassi ebesa0r ,807a tau8 0,7%dengaknualifikastiggi.Saran.saranyangdapatdikemukakanadalah:(1)Grrrubidangstudekonomi Koperasi' din'g"*pembina Koperasi sekolah hendaknya*.rp"tft"tifr" hal-hal y*glauput'to"ningkatkan motivasi siswa antara lain;;"g"ak", pendidikan'darlia tiiun tenrangk operasSi kglah dan lSlaaiunK;p; Seiolah sebagai laboratoriurn/.praktebk erkoperasi. (2) lebihr"ng"lri** partisipassi iiwa dalams etiapk egiatany anga dak aitanny.dae nganii;F;i Sekolahb, ait uerupap envediaanb TTrg-barals febuluhal.oleh siswa *oop* sebagapi "tugutp i["t untuk melayandi i toko dank antinm ilik Koperasis.d.h (3) irpaya tlaat mengganggpur osesb elajarm elegiar,h endaknyau nit*J" rop"r"si sekolaho itempatkanb erjauhand enganl okasi berlangsungryaptot"t U"fu;. mengajar.S edangkanu ntuk rneningkatkan-o mzetm aka harusdlt totus ec-arpar ofeii-onabla ik A UiOunogr ganisasmi aupund i bidangu saha.

Pengaruh Persepsi Anggota Tentang Perkoperasian Terhadap Tingkat Partisipasinya Di Koperasi Al-Falah Kecamatan Kadur Pamekasan oleh Marsam

 

Persepsmi erupakans uatup rosesy ang utuh dan menyeluru[ yaknipengamatante rganfungp adam aknap engamatanM' engamatid an menemukani"4iAi secttu UetsamaatPt. ersepstii mbul melalui indera' sehingp dapatmenangkapra ngsangand an menimbulkans uatut indakana tau tingkah laku yangAngjota koperisi t"nt, ti"*punyuip"rsepei terhadap koperasi yanF telahJiifriti"v". eagaimana t"oottg"nggota memandangk operasinyl. le F u"t(24.369> 2.72)dengata raf signifikan0 .-@0< .0'05,y angb erartiu {.ryng rut'yangp ositifantara perseps*i lgotu t"thudup tingkat partisipasinya{ i koperasibatihatil pengujianh ipotesism inor pertamam enunjukkantu t'-e- - -3'012d eng:antarafsignifika;r i.OOi: 0.05,y angb eiarti adaaengaruhp ositifantarap ersepsi*ggdt".hud"p ideologi toperasi Al_Falah. Dari hasil pengujian hipotesis minorkeiia menunjukkatnr ,'.,-g: i.SZs denganta rafs ignifikan0 '004< 0'05' yangberartia dap engaruhp ositifantara persepsi organisasti erhadapk operasi-D arihasilp engujianh ipotesism inor ketigam enunjukkantr 'it''g: 5'318d enganta rafGfit"i fi.O00:0 .05, yangb erartia dap engaruhp ositif antarap ersepsitatalaksanau sahat erhadapk operasi.Dari hasilp enelitiand apatd isimpulkanb ahwap ersepsiid e9l9C1p' €rsepsrorganisasid, an peisepsit atalaksanau sahab erpengaruhs angats igrrifikant erhadaptingkatp artisipasinydai KoperasiA l-Falah KecamatanK adur KabupatenPamekasaPne. ngaruhk etigav ariabelb ebast erhadapv ariabelt erikat merupakanpengaruyha ngp ositit dimanas emakinb aik persepsi deologi, persepsiorganisasdi,a np ersepstia talaksanau saha"m aka semakint inggi pula tingkatportisipasinya.Mengingatp ersepsia nggotam emiliki sumbangany ang cukup berartiarhadapp artisipasiny4m aka hal ini perlu dijadikan sumberi nformasi dan masukayna ngs angatb erhargab agi koperasi.O leh karenai tu, setiapp ersepsiyangb erupak oreksi,p endapadt ari anggotad apatd ijadikan pedomanu ntukmemperbaikkio perasid i masay ang akand atang.

Pengaruh Motivasi Siswa Trhadap Partisipasi Dalam Kegiaatan Koperasi Sekolah Di SMU Negeri 8 Malang oleh Larno

 

Motivasi merupakans uatuu nsurp entingd alam penyelenggaraaonr ganisasi: Koperassi ekolahm erupakank operasiy ang anggotanyat erdiri para siswa dari suatu sekolah, yang berfungsi sebagai wadah untuk mendidik timbulnya kesadaran berkoperadsii kalangana nggotanyaK. eberhasilans uatu koperasis ekolahs ebagian besadr itentukano leh partisipasis iswa sebagaia nggotanyad i sampingp embinaan yangin tensif.P artisipassi iswa dalam kegiatank operasis ekolahs angatb ergantung pada motivasinya. Penelitian ini bertujuan me4ggambarkan tingkat motivasi dan tingkat partisipasis wad alamk egiatank operassi ekolahy angt erdiri atast iga variabely aitu: notivasi instrinsik, motivasi ektrinsik, dan variabel partisipasi siswa di bidang organisadsai nb idangu saha.Hipoteisdisa lamp enelitiani ni adalaha dap engaruhy ang signifikana ntaram otivasis iswat erhadapp artisipasdi alamk egiatank operassi ekolah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMU Negeri 8 Malang tahun pelajaran 200112002 yang berstatus sebagai anggota koperasi sekolah be4umlah1 020s iswa.S ampeld itentukans ecarar andoms amplings ebesarl0 % dari jumlah populasi sebesar 102 siswa. Data dikumpulkan dengan insffumen angkeVkuisionerA. ngket digunakan untuk mengukur data tentang motivasi dan angkeut ntukm engukurd atat entangp artisipasi. Teknik pengumpuland atay ang dilakukand alamp enelitiani ni menggunakan data primer yang berupa angket, wawancara serta data sekunder berupa dokumentasi sebagapi endukungp engambiland ata primer. Hasil analisisy ang dilaksanakanm enunjukkanb ahwa: (1) tingkat motivasi instinsik siswa SMU Negeri 8 Malang terhadap kegratan koperasi sekolah lebih banyakte rdorongo leh meningkatkanp restasib elajar yaitu terdapat7 2 siswa dari 102 siswa, (2) tingkat motivasi ekstinsik siswa SMU 8 Malang terhadap kegiatan koperasi sekolah lebih banyak terdorong oleh kemajuan yang dicapai oleh koperasi sekolahy aitu 60 siswad ari 102 siswa,( 3) tingkat partisipasis iswa SMU 8 Malang terhadap kegiatan koperasi sekolah lebih banyak terdorong oleh sikap jujur dalam melaksanakatung asa taup iket terdapa9t 7 siswad ari 102s iswa. Kesimpulan dari hasil penelitian terdapat pengaruh antara motivasi instrinsik danm otivasi ekstrinsik terhadapp artisipasis iswa SMU 8 Malang sebesar0 ,447 atat 44,7Yod engank ualifikasi sedang.S edangkanti ngkat korelasi motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik terhadap partisipasi siswa SMU 8 Malang sebesar 0,669 atau 66,9V0d engank ualifikasi agakt inggt.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227 | 228 | 229 | 230 | 231 | 232 | 233 | 234 | 235 | 236 | 237 | 238 | 239 | 240 | 241 | 242 | 243 | 244 | 245 | 246 | 247 | 248 | 249 | 250 | 251 | 252 | 253 | 254 | 255 | 256 | 257 | 258 | 259 | 260 | 261 | 262 | 263 | 264 | 265 | 266 | 267 | 268 | 269 | 270 | 271 | 272 | 273 | 274 | 275 | 276 | 277 | 278 | 279 | 280 | 281 | 282 | 283 | 284 | 285 | 286 | 287 | 288 | 289 | 290 | 291 | 292 | 293 | 294 | 295 | 296 | 297 | 298 | 299 | 300 | 301 | 302 | 303 | 304 | 305 | 306 | 307 | 308 | 309 | 310 | 311 | 312 | 313 | 314 | 315 | 316 | 317 | 318 | 319 | 320 | 321 | 322 | 323 | 324 | 325 | 326 | 327 | 328 | 329 | 330 | 331 | 332 | 333 | 334 | 335 | 336 | 337 | 338 | 339 | 340 | 341 | 342 | 343 | 344 | 345 | 346 | 347 | 348 | 349 | 350 | 351 | 352 | 353 | 354 | 355 | 356 | 357 | 358 | 359 | 360 | 361 | 362 | 363 | 364 | 365 | 366 | 367 | 368 | 369 | 370 | 371 | 372 | 373 | 374 | 375 | 376 | 377 | 378 | 379 | 380 | 381 | 382 | 383 | 384 | 385 | 386 | 387 | 388 | 389 | 390 | 391 | 392 | 393 | 394 | 395 | 396 | 397 | 398 | 399 | 400 | 401 | 402 | 403 | 404 | 405 | 406 | 407 | 408 | 409 | 410 | 411 | 412 | 413 | 414 | 415 | 416 | 417 | 418 | 419 | 420 | 421 | 422 | 423 | 424 | 425 | 426 | 427 | 428 | 429 | 430 | 431 | 432 | 433 | 434 | 435 | 436 | 437 | 438 | 439 | 440 | 441 | 442 | 443 | 444 | 445 | 446 | 447 | 448 | 449 | 450 | 451 | 452 | 453 | 454 | 455 | 456 | 457 | 458 | 459 | 460 | 461 | 462 | 463 | 464 | 465 | 466 | 467 | 468 | 469 | 470 | 471 | 472 | 473 | 474 | 475 | 476 | 477 | 478 | 479 | 480 | 481 | 482 | 483 | 484 | 485 | 486 | 487 | 488 | 489 | 490 | 491 | 492 | 493 | 494 | 495 | 496 | 497 | 498 | 499 | 500 | 501 | 502 | 503 | 504 | 505 | 506 | 507 | 508 | 509 | 510 | 511 | 512 | 513 | 514 | 515 | 516 | 517 | 518 | 519 | 520 | 521 | 522 | 523 | 524 | 525 | 526 | 527 | 528 | 529 | 530 | 531 | 532 | 533 | 534 | 535 | 536 | 537 | 538 | 539 | 540 | 541 | 542 | 543 | 544 | 545 | 546 | 547 | 548 | 549 | 550 | 551 | 552 | 553 | 554 | 555 | 556 | 557 | 558 | 559 | 560 | 561 | 562 | 563 | 564 | 565 | 566 | 567 | 568 | 569 | 570 | 571 | 572 | 573 | 574 | 575 | 576 | 577 | 578 | 579 | 580 | 581 | 582 | 583 | 584 | 585 | 586 | 587 | 588 | 589 | 590 | 591 | 592 | 593 | 594 | 595 | 596 | 597 | 598 | 599 | 600 | 601 | 602 | 603 | 604 | 605 | 606 | 607 | 608 | 609 | 610 | 611 | 612 | 613 | 614 | 615 | 616 | 617 | 618 | 619 | 620 | 621 | 622 | 623 | 624 | 625 | 626 | 627 | 628 | 629 | 630 | 631 | 632 | 633 | 634 | 635 |